Komposisi Penduduk Komposisi penduduk dalam arti demografi adalah komposisi penduduk menurut umur dan jenis kelamin

. Kedua variabel ini sangat mempengaruhi pertumbuhan penduduk di masa yang akan datang. Komposisi penduduk menurut umur dan jenis kelamin merupakan yang terpenting. Komposisi menurut umur dan jenis kelamin ini sangat penting bagi pemerintah sebuah negara untuk menentukan kebijakan kependudukan mereka untuk beberapa tahun ke depan. Komposisi penduduk dan jenis kelamin bagi suatu masyarakat penting baik dalam kerangka biologis, ekonomi, maupun sosial. Misalnya penting dalam dalam kaitannya dengan angka angka kelahiran, kematian, rasio beban tanggungan, dan jumlah penduduk usia sekolah. Pengelompokan penduduk berdasarkan ciri-ciri tertentu dapat diklasifikasikan sebagai berikut: biologi : umur dan jenis kelamin, sosial : pendidikan dan status, ekonomi : jenis pekerjaan, lapangan pekerjaan, dan tingkat pendapatan, geografi : tempat tinggal, serta budaya : agama dan adat istiadat. (Tri Setiyaningsih, 2004:14)

negeri negeri yang belum mempunyai alat yang efektif untuk pengontrolan kelahiran dan kematian. Struktur umur penduduk muda terjadi bila kelompok penduduk yang berumur kurang dari 15 tahun jumlahnya lebih dari 40%. Angka rasio beban tanggungan boleh dikatakan yang tertinggi. 76.T. Bila salah satu variabel berubah. . Komposisi penduduk berdasarkan jenis kelamin Rasio jenis kelamin pada umumnya dinyatakan sebagai perbandingan jumlah laki laki per 100 perempuan. tinggi rendahnya angka angka rasio jenis kelamin secara total maupun bagi golongan golongan umur di suatu masyarakat atau komunitas dipengaruhi oleh tinggi rendahnya tingkat kematian laki laki dan perempuan dan secara kolektif. data akan terbaca dengan lebih jelas. Riwayat penduduk suatu negeri dapat dibaca dari piramida penduduk negeri yang bersangkutan. dan tipikal bagi negara negara yang mulai mengalami pertumbuhan penduduk cepat sebagai akibat turunnya angka kematian bayi dan anak yang berarti sementara belum ada penurunan fertilitas. Sumbu horisontal untuk jumlah penduduk dapat absolut maupun persentase. Tipe 3 Piramida tipe 3 menggambarkan bentuk piramida dari negara negara yang mempunyai rate kelahiran dan kematian yang rendah. sedangkan mortalitas bertahan pada tingkat yang rendah. Umur median tertinggi. Tipe ini mempunyai kecenderungan menurunnya umur median. Misalnya bila terjadi angka kelahiran yang tinggi maka struktur penduduk akan bergeser ke penduduk usia muda. Bentuk sisi sisi yang demikian itu merupakan perkembangan baru meningkatnya fertilitas. Sisi sisi kiri dan kanan dari piramida ini menunjukkan kemiringan yang tajam setelah umur 0 4 tahun sehingga menunjukkan kecekungan. Besarnya balok diagram untuk masing masing kelompok umur harus sama. sedangkan jumlah penduduk umur 65 tahun jumlahnya kurang dari 10%. Angka angka rasio jenis kelamin menurut golongan umur ini disebut sebagai age spesific sex rations . Selain faktor rasio jenis kelamin pada saat lahir. dan oleh perbedaan perbedaan tingkat migrasi netto antar jenis kelamin. dan meningkatnya angka rasio beban tanggungan umur muda serta angka rasio beban tanggungan total. Puncak piramida untuk umur tua sering dibuat dengan sistem open end interval artinya. Dasar piramida dimulai untuk umur muda (0 4) tahun semakin ke atas untuk umur yang lebih tua. 77. Tipe 2 Tipe piramida ini mempunyai dasar yang lebih lebar dari piramida tipe 1. Dengan piramida penduduk. Semua negara sebelum tahun 1650 mempunyai bentuk piramida penduduk tipe ini dan mungkin pula hampir semua negara negara berkembang pada permulaan abad ke 20. Piramida Penduduk menurut umur dan jenis kelamin merupakan grafik batang yang menggambarkan perbandingan banyaknya jumlah laki-laki dan perempuan dalam tiap tiap kelompok usia. angka rasio beban tanggungan total rendah sementara angka beban tanggungan umur tua tertinggi. seperti yang ditunjukkan oleh banyak negara Eropa Barat. Negara negara Eropa Barat memiliki penduduk dengan tipe piramida seperti ini sekitar tahun 1930 an. kematian dan migrasi. Sekilas Piramida Penduduk Dunia 1995-2050 Piramida Penduduk Indonesia Tahun 2001 Terdapat beberapa tipe piramida. Disamping negara negara yang bersangkutan juga telah mengalami tingkat kematian yang rendah. Cara penggambaran piramida penduduk : Sumbu vertikal untuk distribusi umur. Angka rasio jenis kelamin dapat dihitung menurut golongan golongan umur di samping bagi penduduk total. Umur median rendah sementara tingginya angka rasio beban tanggungan. misal untuk umur 75. Demikian juga faktor sosial ekonomi akan mempengaruhi struktur umum penduduk melalui 3 variabel demografi di atas. Bagian sebelah kiri untuk penduduk laki laki dan bagian sebelah kanan untuk penduduk perempuan. maka akan mengakibatkan berubah pula variabel yang lain.Komposisi penduduk dalam arti demografi: Komposisi penduduk menurut umur Struktur komposisi penduduk dipengaruhi oleh 3 variabel demografi antara lain: variabel kelahiran. sebaliknya suatu daerah dikatakan mempunyai struktur umur penduduk tua apabila presentasenya berkebalikan dengan daerah struktur umur penduduk muda.S. Piramida tipe ini mempunyai dasar yang lebih lebar dengan sisi sisi yang curam. Tipe 4 Bentuk piramida penduduk tipe ini adalah yang pernah ditunjukkan Amerika Serikat dan Kanada setelah perang dunia kedua. Cara Penyajian dan Penghitungan Komposisi Penduduk Cara penyajian komposis penduduk : Penyajian data komposisi penduduk dapat disajikan dengan grafik yang berbentuk pyramid yang disebut dengan Piramida Penduduk . Tipe 5 Piramida tipe 5 merupakan bentuk piramida yang ditunjukkan oleh negara negara yang mengalami jatuhnya tingkat kelahiran dengan cepat sekali. Thomson dan D. dibedakan dalam 5 tipe piramida penduduk: (W. 78 dan seterusnya cukup dituliskan 75+. Ketiga variabel tersebut akan saling mempengaruhi. Lewis) Tipe 1 Merupakan bentuk piramida penduduk yang tipikal bagi negara negara yang mempunyai angka kelahiran dan kematian tinggi yaitu.

Dalam kenyataan. jika di suatu daerah Sex Ratio > 100 berarti daerah tersebut lebih banyak penduduk laki laki. Teori teori kependudukan kemudian berkembang. Umur Median (Median Age) Umur median adalah unsur yang membagi penduduk menjadi dua bagian dengan jumlah yang sama. Kesalahan pelaporan umur bisa terjadi baik di lapangan (sewaktu survey ataupun sensus) maupun pada saat memproses data umur. dalam pembangunan berwawasan jender. Pola migrasi antara penduduk laki laki dan penduduk perempuan.Selain 5 bentuk piramida di atas ada pula yang membedakan piramida menjadi 3 bentuk: Piramida penduduk muda berbentuk limas : Piramida ini menggambarkan jumlah penduduk usia muda lebih besar dibanding usia dewasa. Manfaat umur median adalah untuk mengukur tingkat pemusatan penduduk pada kelompok kelompok umur tertentu. K merupakan konstanta = 100. baik dalam survey maupun sensus menanyakan umur seseorang tidaklah mudah. Keterangan : P0-14 = Jumlah penduduk usia 0-14 tahun (belum produktif)) P15-64= Jumlah penduduk usia 15-64 tahun (produktif) P65+ = Jumlah penduduk usia 65 keatas (tidak produktif) K = Konstanta (100) Secara kasar angka ini dapat digunakan sebagai indikator ekonomi dari suatu negara apakah tergolong maju atau bukan. bagian yang pertama lebih muda dan bagain yang kedua lebih tua daripada median age . Angka beban tanggungan penduduk Indonesia tahun 1971 adalah 87. Besar kecilnya Rasio Jenis Kelamin di suatu daerah dipengaruhi oleh : Sex Ratio at Birth Di beberapa negara umumnya berkisar antara 103 105 bagi laki laki per 100 bayi perempuan. Komponen-komponen yang menyebabkan pertumbuhan penduduk. Misalanya jika seseorang berumur 11. Di waktu yang akan datang jumlah penduduk bertambah lebih banyak. Selain itu. sehingga bisa disimpulkan bahwa pertambahan penduduk dipengaruhi oleh 2 cara yaitu : Perubahan Reproduksi (Pertambahan Alami) dan Migrasi Netto Cara cara pengukuran perkembangan penduduk Jumlah penduduk pada akhir suatu periode waktu dari daerah yang bersangkutan dapat diperkirakan dengan menggunakan persamaan: Pt = Po + B D + I E Keterangan : . sedangkan selisih jumlah migrasi masuk dengan migrasi keluar disebut Migrasi Netto. penting juga mengetahui informasi tentang berapa jumlah penduduk perempuan terutama yang termasuk dalam kelompok usia reproduksi (usia 15-49 tahun). dalam pekerjaan dll. Juga dapat dilihat berapa persentase penduduk yang berpotensi sebagai modal dalam pembangunan yaitu penduduk usia produktif atau yang berusia 15-64 tahun. Piramida penduduk stasioner atau tetap berbentuk granat. khususnya yang berhubungan dengan komposisi menurut umur dan jenis kelamin ada beberapa konsep. Masih banyak penduduk Indonesia yang tidak tahu sama sekali mengenai tanggal kelahiran maupun tahunnya. partisipasi penduduk perempuan menurut umur dalam pendidikan. Teori perkembangan penduduk Pertumbuhan penduduk yang makin cepat menimbulkan banyak masalah. Bentuk ini menggambarkan jumlah penduduk usia muda seimbang dengan usia dewasa.5 tahun maka dalam pengertian di atas dianggap berumur 11 tahun. Piramida penduduk tua berbentuk batu nisan : Piramida bentuk ini menunjukkan jumlah penduduk usia muda lebih sedikit bila dibandingkan dengan usia dewasa. antara lain : Kelahiran (Fertility) Migrasi masuk (In Migration) Kematian (Mortalitas) Migrasi keluar (Out Migration) Selisih antara jumlah kelahiran dan jumlah kematian disebut juga Perubahan Reproduksi . agama. Rumus Md = 1Md + ((N/2. Ada kecenderungan orang menyenangi umur umur dengan angka akhir 0 atau 5. pengemuk pengemuka teori pada dasarnya bertitik tolak pada masalah ekonomi. Keadaan seperti itu disebut age heaping atau age preference . pertahanan/politik dan sebagainya. Penghitungan Komposisi Penduduk Dalam membahas komposisi penduduk. Dengan munculnya tulisan Malthus pada akhir abad ke 18 masalah penduduk mempunyai peranan dalam literatur literatur ekonomi. dapat diketahui berapa besar penduduk yang berpotensi sebagai beban yaitu penduduk yang belum produktif (usia 0-14 tahun) termasuk bayi dan anak (usia 0-4 tahun) dan penduduk yang dianggap kurang produktif (65 tahun ke atas). Negara-negara berkembang seperti Indonesia memiliki piramida penduduk berbentuk limas dan negara-negara maju umumnya berbentuk granat dan sebagian kecil berbentuk batu nisan. Hal ini berarti penduduk dalam keadaan stasioner sehingga pertambahan penduduk akan tetap diwaktu yang akan datang. Dinyatakan dengan banyak penduduk laki-laki per 100 penduduk perempuan. tetapi mengaku 30 tahun. Diwaktu yang akan datang jumlah penduduk mengalami penurunan karena tingkat kelahiran yang rendah dan kematian yang tinggi. Misalnya umur sebenarnya 29 tahun. Jika kematian laki laki lebih besar daripada jumlah kematian perempuan maka rasio jenis kelamin semakin kecil. ini berarti bahwa tiap 100 orang yang produktif harus menanggung 87 orang yang tidak produktif. Pola mortalitas antara penduduk laki laki dan perempuan. Umur median ini ditentukan berdasarkan umur dari sebagain penduduk yang lebih tua dan umur sebagian penduduk yang lebih muda. Rasio Jenis Kelamin (Sex Ratio) : Merupakan perbandingan jumlah penduduk laki-laki dengan jumlah penduduk perempuan. definisi dan ukuran ukuran yang perlu diketahui adalah: Umur Tunggal (Single Age) : Yang dimaksud umur tunggal adalah umur seseorang yang dihitung berdasarkan hari ulang tahun terakhirnya. Jadi penduduk sedang mengalami pertumbuhan. etik. Angka Beban Tanggungan ( Dependency Ratio) Merupakan angka yang menunjukkan beban tanggungan dari kelompok usia produktif (15-64 tahun) taerhadap usia belum produktif (0-14 tahun) dan usia tidak produktif (65 tahun ke atas). Sedangkan jika Sex Ratio < 100 berarti lebih banyak perempuan.fx)/fMd) i Keterangan: 1Md : batas bawah kelompok umur yang mengandung jumlah N/2 N : jumlah penduduk fx : jumlah penduduk kumulatif sampai dengan kelompok umur yang mengandung N/2 FMd : jumlah penduduk pada kelompok umur dimana terdapat nilai N/2 i : class interval umur Fungsi Penghitungan Komposisi Penduduk Secara Umum Dengan mengetahui jumlah dan persentase penduduk di tiap kelompok umur.

kematian (mortalitas) dan perpindahan penduduk (migrasi). pertumbuhan penduduk tota (sosial) Penyelesaian soal a. Periode ini di sebut periode penduduk stasioner.71828 Adapun rumus laju pertumbuhan penduduk. sedangkan perpindahan penduduk dinamakan faktor non alami. Akibat dari itu semua pertumbuhan penduduk menjadi cepat mengingat angka kelahiran yang masih tinggi. Dari tabel tersebut menunjukan bahwa untuk mencapai jumlah penduduk dua kali lipat waktu yang diperlukan makin lama makin singkat. Pertambahan Migrasi (Net Migration) artinya pertambahan penduduk yang dihitung dari selisih antara jumlah penduduk yang masuk dengan penduduk yang keluar. y Periode III Periode ini ditandai dengan tingkat pertumbuhan penduduk mulai turun.Pt = Jumlah penduduk pada akhir periode t Po = Jumlah penduduk pada awal periode B = Jumlah kelahiran yang terjadi dalam periode t D = Jumlah kematian yang terjadi dalam periode t I = Jumlah emigran atau migran ke luar Persamaan di atas di kenal dengan persamaan penduduk berimbang. pertumbuhan penduduknya mengalami 4 periode yaitu: y Periode I Pada periode ini pertumbuhan penduduk berjalan dengan lambat yang ditandai dengan adanya tingkat kelahiran dan kematian yang rendah sehingga disebut periode statis. Dari empat periode di atas. Ini semua mengakibatkan menurunnya angka kematian secara drastis atau mencolok. Pertambahan penduduk alami atau natural increase artinya pertambahan penduduk yang dihitung dari selisih antara kelahiran dan kematian. sedangkan pertumbuhan penduduk dinyatakan dengan persen (%) yang umumnya dihitung tiap tahun. Dari rumus di atas terdapat dua kelompok perhitungan pertambahan penduduk yaitu: a. Untuk pertambahan penduduk dinyatakan besarnya dengan angka.44% b. Tingkat kematian pada periode ini stabil sampai pada tingkat rendah dan angka kelahiran menurun. pertumbuhan penduduk migrasi c. Pada tahun tersebut terdapat kelahiran 1. Jika Po = Jumlah penduduk pada awal periode waktu t Pt = Jumlah penduduk pada akhir periode waktu t r = Reit perkembangan penduduk per tahun maka dengan persamaan geometri berlaku : Pt = Po (I + r)t sedang dengan persamaan eksponensial : Pt = Po ert e = 2.000 jiwa. Faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan penduduk yaitu kelahiran (natalitas). Migrasi ada dua yaitu migrasi yang dapat menambah jumlah penduduk disebut migrasi masuk (imigrasi). pertumbuhan penduduk Indonesia berada pada periode kedua dan sekarang sedang menuju periode ketiga.500. y Periode IV Pada masa ini tingkat kematian stabil.300. Pertumbuhan penduduk alami (PA) PA = x 100% = x 100% = x 100% = 2.000 jiwa. dan yang dapat mengurangi penduduk disebut migrasi keluar (emigrasi). b.000 jiwa dan migrasi keluar 15. Kelahiran dan kematian dinamakan faktor alami. y Periode II Tahap kedua ini angka kematian mulai turun karena adanya perbaikan gizi makanan dan kesehatan. Rate perkembangan penduduk untuk tahun tertentu dapat di hitung dengan rumus : r=(B-D+I-E)/(Pertengahan tahun) ×100% Pertengah tahun = Jumlah penduduk pada pertengahan tahun Perkembangan penduduk dapat diperkirakan dengan menggunakan rumus-rumus geometrik dan eksponensial. Migrasi masuk 20. Sesuai dengan tingkat kemajuan dibidang ilmu pengetahuan dan teknologi maka tiap-tiap masyarakat atau negara. Dari data tersebut hitunglah! a. Pertumbuhan penduduk migrasi (PM) .000 jiwa. yaitu r = {(Pt /P0)(1/t)-1} x 100 dimana: r = laju pertumbuhan penduduk P0 = Jumlah penduduk pada tahun dasar Pt = Jumlah penduduk pada tahun ke t t = selisih tahun Pt dengan P0 Pertumbuhan penduduk Pertumbuhan penduduk adalah perubahan jumlah penduduk baik pertambahan maupun penurunannya. penyebabnya antara lain adanya pembatasan jumlah anggota keluarga. Anda harus perhatikan rumus yang digunakan dengan seksama! 1. Penduduk suatu negara pada pertengahan tahun 1999 berjumlah 24.000 jiwa dan kematian 700. pertumbuhan penduduk alami b. Dengan kemajuan teknologi kesehatan kelahiran dapat diatur dan kematian dapat dicegah. tetapi tingkat kelahiran menurun secara perlahan sehingga pertumbuhan penduduk rendah. Faktor penyebab utama ini adalah adanya kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi terutama kemajuan di bidang kesehatan.

kurang dari 1% digolongkan rendah b. Ini berarti menjadi dua kali lipat = 2000 + 44 = tahun 2044. tingkat pertumbuhan penduduk 1. . Rumusnya: Contoh soal: Pada tahun 1990 penduduk Indonesia jumlahnya 179 juta jiwa. sehingga pertumbuhan penduduk tiap tahunnya menjadi: Untuk menentukan tinggi rendahnya pertumbuhan penduduk suatu negara. Pertumbuhan penduduk 1. maka dapat dihitung sbb: Pertambahan Alami (PA) = L M = 1. Kelahiran (Natalitas) Kelahiran bersifat menambah jumlah penduduk.6%.597. y Anggapan anak menjadi beban keluarga dalam memenuhi kebutuhan hidupnya. a.194. sehingga bila belum ada anak laki-laki.000 700. 2.44% 0. = x 100% = x 100% = x 100% = 0. maka perhitungannya lebih sederhana tanpa prosentase. y Anggapan bahwa banyak anak banyak rejeki. Hitunglah tingkat pertumbuhan penduduk pertahun! Penyelesaian soal: Untuk menyelesaikan soal ini digunakan rumus untuk menghitung pertambahan penduduk antar tahun (per sensus) yaitu: PAS = x 100 % = x 100 % = x 100 % = 21. sedangkan sensus tahun 1980 penduduk berjumlah 147. Berapakah jumlah penduduk tahun 2000? Penyelesaian: b. Proyeksi jumlah penduduk untuk beberapa tahun mendatang.42% Ingat! perhitungan di atas untuk menghitung pertumbuhan. antara lain: y Adanya program keluarga berencana yang mengupayakan pembatasan jumlah anak. lapangan pekerjaan dan sebagainya. dengan prosentase (%). kriteria yang digunakan adalah: a. Kapan penduduk menjadi dua kali lipat jumlahnya dan berapa jumlahnya? Penyelesaian soal: Jadi dengan pertumbuhan 1. y Anggapan bahwa penerus keturunan adalah anak laki-laki. untuk wanita minimal berusia 16 tahun dan bagi laki-laki minimal berusia 19 tahun.547.300.02% = 2. Faktor-faktor penghambat kelahiran (anti natalitas).300. y Adanya pembatasan tunjangan anak untuk pegawai negeri yaitu tunjangan anak diberikan hanya sampai anak ke 2.6% pertahun.000.000 jiwa.000 = 600. y Anak menjadi kebanggaan bagi orang tua.000 jiwa.02% Pertumbuhan penduduk sosial atau total (PT) PT = PA PM = 2. Perhitungan proyeksi jumlah penduduk di waktu yang akan datang perlu dilakukan agar dapat digunakan sebagai bahan dalam menentukan kebijakan di bidang kependudukan di waktu yang akan datang seperti penyediaan sekolah. penduduk akan menjadi dua kali lipat dalam waktu 44 tahun. y Anak dianggap sebagai sumber tenaga keluarga untuk membantu orang tua.PM c. orang akan ingin mempunyai anak lagi. Sedangkan bila ditanyakan jumlah/angka pertambahan kelahiran alaminya. Ada beberapa cara untuk membuat proyeksi penduduk yaitu: a.000 = 419.000 jiwa Berdasarkan sensus penduduk tahun 1990 penduduk Indonesia berjumlah 179. Ada beberapa faktor yang menghambat kelahiran (anti natalitas) dan yang mendukung kelahiran (pro natalitas) Faktor-faktor penunjang kelahiran (pro natalitas) antara lain: y Kawin pada usia muda.8 % Angka 21.000 jiwa. antara 1% 2% digolongkan sedang c. Pada tahun 2044 penduduk Indonesia diproyeksikan menjadi 2 x 209.597. lebih dari 2% digolongkan tinggi Jumlah penduduk diwaktu yang akan datang dapat diketahui dengan cara membuat perkiraan atau proyeksi.98%. Faktor pro natalitas mengakibatkan pertambahan jumlah penduduk menjadi besar.000 jiwa. Jadi tahun 2000 dengan perhitungan diperkirakan penduduk berjumlah 213.8% tersebut merupakan pertumbuhan selama 10 tahun (1980 1990). Sebagai contoh apabila Anda diminta menghitung jumlah pertambahan alami dari soal tersebut.200. y Adanya ketentuan batas usia menikah. Proyeksi penduduk lipat ganda (Doubling Time) Rumus yang digunakan: Contoh soal: Pada tahun 2000 penduduk Indonesia berjumlah 209. karena ada anggapan bila terlambat kawin keluarga akan malu.

500 jiwa. Berapa besar angka kelahiran kasarnya? Penyelesaian soal: Angka kelahiran 25 berarti tiap 1000 penduduk Jakarta setiap tahun terdapat kelahiran 25 bayi. Perlu diketahui bahwa usia 15 49 tahun adalah usia subur bagi wanita. Kesehatan yang baik memungkinkan bayi lebih banyak yang hidup dan kematian bayi yang rendah akan menambah pula jumlah kelahiran. 2. b. Rumusnya: . 6) Kematian dan kesehatan Kematian dan kesehatan berkaitan dengan jumlah kelahiran bayi. Jumlah kelahiran pada usia tersebut berjumlah 1. Faktor-faktor penunjang tingginya angka natalitas dalam suatu negara antara lain: 1) Kepercayaan dan agama Faktor kepercayaan mempengaruhi orang dalam penerimaan KB. Jika suatu negara berlaku seperti itu maka penduduknya menjadi banyak. Dengan sedikitnya peserta KB berarti kelahiran lebih banyak dibanding bila peserta KB banyak. 2) Tingkat pendidikan Semakin tinggi orang sekolah berarti terjadi penundaan pernikahan yang berarti pula penundaan kelahiran. ada yang menilai anak laki-laki lebih tinggi dibanding perempuan atau sebaliknya.000 jiwa. Selain itu pendidikan mengakibatkan orang merencanakan jumlah anak secara rasional. Contoh: Pada pertengahan tahun 1999 Jakarta berpenduduk 10. ada yang menginginkan anak sebanyak-banyaknya. Misalnya nilai anak. terdapat penduduk wanita berusia 24-30 tahun berjumlah 30. sehingga mengejar untuk mendapatkan anak laki-laki atau sebaliknya.000 bayi. Contoh soal: Suatu daerah pada tahun 2000. 7) Struktur Penduduk Penduduk yang sebagian besar terdiri dari usia subur.y Penundaaan kawin sampai selesai pendidikan akan memperoleh pekerjaan. Selain itu kondisi pemerintah yang tidak stabil misalnya kondisi perang akan mengurangi angka kelahiran. jumlah kelahiran lebih tinggi dibandingkan yang mayoritas usia non produktif (misalnya lebih banyak anak-anak dan orang-orang tua usia). Pada usia itulah wanita mempunyai kemungkinan untuk dapat melahirkan anak. 4) Kebijakan pemerintah Kebijakan pemerintah mempengaruhi apakah ada pembatasan kelahiran atau penambahan jumlah kelahiran. padahal yang dapat melahirkan hanya penduduk wanita. Untuk menentukan jumlah kelahiran dalam satu wilayah digunakan angka kelahiran (Fertilitas). Angka kelahiran yaitu angka yang menunjukkan rata-rata jumlah bayi yang lahir setiap 1000 penduduk dalam waktu satu tahun. Berapakah besar angka kelahiran khusus (ASFR)? Penyelesaian soal: Angka kelahiran 50 berarti tiap 1000 wanita berusia 24-30 tahun terdapat kelahiran 50 bayi.000 jiwa. Besarnya angka kelahiran kasar dapat dikatagorikan menjadi tiga yaitu: a) kurang dari 20 digolongkan rendah b) antara 20 30 digolongkan sedang c) lebih dari 30 digolongkan tinggi Angka kelahiran menurut kelompok umur (Age Specific Fertiliy Rate) disingkat ASFR Rumus yang digunakan untuk menghitung yaitu: Dengan rumus tersebut kita dapat mengetahui kelompok umur mana yang paling banyak terjadi kelahiran. Hasil perhitungan ASFR ini lebih teliti dibanding dengan perhitungan CBR (kelahiran besar) karena dilihat per kelompok umur dan jenis kelamin.000. Dalam tahun tersebut terdapat kelahiran 250. Kematian (Mortalitas) Kematian bersifat mengurangi jumlah penduduk dan untuk menghitung besarnya angka kematian caranya hampir sama dengan perhitungan angka kelahiran. Angka kelahiran kasar (Crude Birth Rate) Rumus yang digunakan untuk menghitung yaitu: Angka kelahiran ini disebut kasar karena perhitungannya tidak memperhatikan jenis kelamin dan umur penduduk. 5) Adat istiadat di masyarakat Kebiasaan dan cara pandang masyarakat mempengaruhi jumlah penduduk. Ada beberapa cara untuk menghitung besarnya angka kelahiran yaitu: 1. Ada beberapa jenis perhitungan angka kelahiran yaitu: 1) Angka kematian kasar (Crude Death Rate = CDR) Angka kematian kasar yaitu angka yang menunjukkan jumlah kematian tiap 1000 penduduk tiap tahun tanpa membedakan usia dan jenis kelamin tertentu. Ada agama atau kepercayaan tertentu yang tidak membolehkan penganutnya mengikuti KB. 3) Kondisi perekonomian Penduduk yang perekonomiannya baik tidak memikirkan perencanaan jumlah anak karena merasa mampu mencukupi kebutuhannya.

( E2A009050 ). a) Faktor pendukung kematian (pro mortalitas) Faktor ini mengakibatkan jumlah kematian semakin besar. HENI SUSANTI ( E2A009044 ). Yang termasuk faktor ini adalah: . sedangkan pada kelompok usia muda jauh lebih rendah. jika angka kematian 9 13. Umumnya pada kelompok usia tua atau usia lanjut angka ini tinggi.Terjadinya peperangan . . IKE YULIANA W. b) Faktor penghambat kematian (anti mortalitas) Faktor ini dapat mengakibatkan tingkat kematian rendah. ( E2A009052 )FAKULTAS KESEHATAN MASYARAKAT UNIVERSITAS DIPONEGORO 2010 . NUR ARIFAH ( E2A009049 ).Sedang.Tinggi. Bayi adalah kelompok orang yang berusia 0-1 tahun. NUR SALLAS FERIANA ( E2A009048 ).Sedang. HERAWATI NINGSIH ( E2A009040 ).000. jika IMR antara 36-75. Pada tahun tersebut terdapat kematian 200. . . jika angka kematian lebih dari 18.Pd 12 okt 2010 Artikel DISUSUN OLEH : DEWI RATRANINGRUM ( E2A009039 ). Rumusnya: 3) Angka kematian bayi (Infant Mortality Rate = IMR) Angka kematian bayi adalah angka yang menunjukkan jumlah kematian bayi tiap seribu bayi yang lahir. NURCAHYO ADI N. jika IMR antara 76-125. Hitung berapa angka kematian kasarnya! Penyelesaian soal: CDR 18 artinya tiap 1000 penduduk terdapat kematian 18 jiwa dalam waktu satu tahun.Rendahnya kesadaran masyarakat terhadap kesehatan . . jika IMR antara 15-35.000 orang.Fasilitas kesehatan tersedia dengan lengkap. ( E2A009046 ).Contoh soal: Jumlah penduduk Jakarta pertengahan tahun 2000 berjumlah 11.2002 Blog Rahmat Kusnadi S. Pada umumnya bila masyarakat memiliki tingkat kesehatan yang rendah maka tingkat kematian bayi tinggi. jika angka kematian 14 18. RIRIN NURMANDHANI ( E2A009042 ). Sumber : SEAMIC Health Statistics.Rendah.Tindakan bunuh diri dan pembunuhan. Rumusnya: Besarnya angka kematian bayi dapat dijadikan petunjuk atau indikator tingkat kesehatan dan kesejahteraan penduduk. 2) Angka kematian khusus menurut umur tertentu (Age Specific Death Rate = ASDR) Angka ini dapat digunakan untuk mengetahui kelompok-kelompok usia manakah yang paling banyak terdapat kematian. Selain perhitungan di atas sering dihitung pula angka kematian ibu waktu melahirkan dan angka kematian bayi baru lahir. . .Ajaran agama melarang bunuh diri dan membunuh orang lain. .Tingkat kesehatan masyarakat tinggi.Rendah. .Sarana kesehatan yang kurang memadai. IMAM DWI PRAMONO ( E2A009047 ).000 orang. .Terjadinya berbagai bencana alam . Banyaknya kematian sangat dipengaruhi oleh faktor pendukung kematian (pro mortalitas) dan faktor penghambat kematian (anti mortalitas). Penggolongan angka kematian kasar adalah: . GRISKA ERFIANA N.Semakin tinggi tingkat pendidikan penduduk.Lingkungan hidup sehat.Tinggi.Terjadinya kecelakaan lalu lintas dan industry . Yang termasuk faktor ini adalah: . Untuk angka kematian bayi ukurannya sebagai berikut: .