P. 1
Orang Awam Mencoba Memahami Kata-Kata Yesus Di Injil Markus - By Justinus Darmono

Orang Awam Mencoba Memahami Kata-Kata Yesus Di Injil Markus - By Justinus Darmono

5.0

|Views: 3,309|Likes:
Published by Gilbert Hanz
Menyampaikan kesaksian bukanlah menyombongkan diri, namun berbagi pengalaman bagaimana Tuhan telah menolong dan menyembuhkan kita.
Menyampaikan kesaksian bukanlah menyombongkan diri, namun berbagi pengalaman bagaimana Tuhan telah menolong dan menyembuhkan kita.

More info:

Published by: Gilbert Hanz on Jan 02, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial Share Alike

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/27/2014

pdf

text

original

10:35 Lalu Yakobus dan Yohanes, anak-anak Zebedeus, mendekati Yesus dan berkata kepada-
Nya: "Guru, kami harap supaya Engkau kiranya mengabulkan suatu permintaan kami!" 10:36
Jawab-Nya kepada mereka: "Apa yang kamu kehendaki Aku perbuat bagimu?" 10:37 Lalu kata
mereka: "Perkenankanlah kami duduk dalam kemuliaan-Mu kelak, yang seorang lagi di sebelah
kanan-Mu dan yang seorang di sebelah kiri-Mu."
10:38 Tetapi kata Yesus kepada mereka:
"Kamu tidak tahu apa yang kamu minta. Dapatkah kamu meminum cawan yang harus
Kuminum dan dibaptis dengan baptisan yang harus Kuterima?"
10:39 Jawab mereka: "Kami dapat." Yesus berkata kepada mereka: "Memang, kamu akan
meminum cawan yang harus Kuminum dan akan dibaptis dengan baptisan yang harus
Kuterima. 10:40 Tetapi hal duduk di sebelah kanan-Ku atau di sebelah kiri-Ku, Aku tidak
berhak memberikannya. Itu akan diberikan kepada orang-orang bagi siapa itu telah
disediakan."

Dalam pemahaman penulis, Yakobus dan Yohanes pada waktu itu masih berpikir bahwa
kemuliaan Gurunya mestinya seperti di bumi ini. Mereka masih berpikir tentang kekuasaan
dan jabatan kelas dunia. Makanya mereka disebut sebagai Putera Guruh atau Boanerges.
Dalam bahasa Jawa ada ungkapan „kakehan gludhug kurang udan” yang kurang lebih
kebanyakan geledek kurang hujan. Mungkin pada waktu itu mereka masih menggebu-nggebu

Dar/memahami Markus 70

71

dengan segala emosinya. Yang penting ngomong “bisa” lebih dahulu. Nyatanya mereka
berdua termasuk orang pilihan selain Simon Petrus. Mungkin inilah misteri Tuhan Yesus,
dimana Dia memilih orang-orang tertentu yang malah diluar perkiraan dan nalar kita.

Sepertinya dengan jawaban “aku dapat” menjadi janji yang harus terlaksana pada diri
Yakobus. Yakobus termasuk yang menjadi martir pertama dari para rasul. Pada saatnya dia
memang siap meminum cawan yang penuh dengan kesengsaraan jasmani, sampai mati demi
Kristus dan Injil-Nya.

Tuhan Yesus sebagai manusia sejati, tetap memegang peran-Nya dan tidak mau membuka
rahasia surgawi. Pada saat itu Dia sedang berperang sebagai Anak Manusia yang masih hidup
di dunia. Dia hanya memberikan jawaban bahwa semuanya menjadi hak Allah untuk
menentukan.

Kita tidak bisa membayangkan “duduk” disamping Allah yang seperti apa. Hal ini hampir
sama dengan membayangkan surga itu seperti apa, karena belum pernah ada orang yang
sempat menengok kesana, kecuali Tuhan Yesus sendiri.

Kembali kita diajar bahwa Kerajaan Allah adalah karunia Tuhan, bukan karena usaha kita
dengan suatu pamrih. Kita diajar untuk sama sekali melepaskan dan menghilangkan yang
disebut pamrih. Pamrih akan menjadi batu sandungan apabila tidak bisa dicapai, kemudian
tumbuh rasa kecewa. Hampir sama dengan ungkapan Jawa “sepi ing pamrih rame ing gawe.”
Mungkin kita hanya bisa berharap bahwa apa yang kita lakukan, Tuhan berkenan dan
memberi ganjaran yang sesuai.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->