LAPORAN LENGKAP PRAKTIKUM BIOLOGI

Disusun Sebagai Salah Satu Syarat Dalam Menyelesaikan Mata kuliah Biologi Umum

Oleh RISKI E 281 09 035

PROGRAM STUDI AGROTEKNOLOGI FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS TADULAKO 2010

LAPORAN LENGKAP PRAKTIKUM BIOLOGI

OLEH : RISKI E 281 09 035

PROGRAM STUDI AGROTEKNOLOGI FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS TADULAKO 2010

HALAMAN PENGESAHAN Judul laporan Nama No. Stambuk Program Studi Fakultas Universitas : Laporan Lengkap Praktikum Biologi : Riski : E 281 09 035 : Agroteknologi : Pertanian : Tadulako

Palu,

Desember 2010

Mengetahui Kordinator Praktikum Asisten Penanggung jawab

Irzan E 111 07 101 Menyetujui

Indriani E 111 07 008

Dr. Shahabuddin, M.si Nip. 132 210 734

Tanah itu menumbuhkan tunas-tunas mudah. segalah jenis tumbuhtumbuhan yang berbiji dan segala jenis pohon-pohon yang menghasilkan buah yang berbiji. 3. segalah jenis pohon buah-buahan yang menghasilkan buah yang berbiji.HALAMAN DEDIKASI 1. supaya ada tumbuh-tumbuhan di bumi. menurut gambar Allah diciptakan-Nya mereka. laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya . (kejadian 1 : 1 ) Pada mulanya Allah menciptakan langit dan bumi. berkuasalah atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas segalah binatang yang merayap di bumi. tumbuh-tumbuhan yang berbiji. 2. lalu Allah berfirman: ³beranak cuculah dan bertambah banyak. penuhilah bumi ini dan taklukkanlah itu. ( kejadian 1:27-28 ) Maka Allah menciptakan manusia itu menurut gambar-Nya. Allah melihat bahwa semuanya itu baik. ( kejadian 1 : 11-12 ) Berfirmanlah Allah : ³ Hendaklah tanah menumbuhkan tunas-tunas mudah.´ dia. Allah memberkati mereka.´ Dan jadilah demikian.

( Amsal 5:1-2 ) Hai anak ku. demikianlah manusia itu menjadi makhluk hidup.4. arahkanlah telingah mu kepada kepandaian yang aku ajarkan. perhatikanlah hikmat ku. supaya engkau berpegang pada kebijaksanaan. dan bibir mu memelihara pengetahuan. 5. ( Kejadian 2:7 ) Ketika itulah Tuhan Allah membentuk manusia itu dari debuh tanah dan menghembuskan nafas hidup ke dalam hidungnya. .

Atas karunia dari Tuhan yang maha kuasa. Desember 2010 Penyusun . sebab manusia adalah yang membrnarkan dan membuktikan apa yang dikatakannya tentang kerja dan hakikat keyakinannya. penyusun hanya manusia biasa yang biasa benar dan terkadang salah. Semoga laporan lengkap praktikum biologi ini dapat bermanfaat bagi kita semua baik kepada penyusun maupun bagi para pembaca. Palu. Laporan Lengkap Praktikum BiologiUmum ini dapat selesai dalam suasana kesibukkan masing-masing. Semoga Laporan Lengkap ini memiliki manfaat bagi para Pembaca. Siapapun berhak memberikan pemahaman yang ia sukai. Tuhan yang maha tahu dan Tuhan yang maha bijaksana. Dengan adanya praktikum ini saya bisa mengetahui bagian-bagian dari mikroskop dan mengetahui cara menggunakan mikroskop serta dapat memberikan kemudahan kepada saya untuk mengikuti praktikumselanjutnya.KATA PENGANTAR Puji syukur kita panjatkan kehadirat Tuhan yang Maha Kuasa. Namun jika terdapat kesalahan. Dialah yang memeritahkan kita untuk menggunakan akal dan pikiran.

Alam Anshary. kritik dan saran. yang telah memberikan penulis dukungan. bimbingan. teman-teman kelompok praktikum yang telah memberikan bantuan. dan kritikan mulai dari pelaksanaan praktikum sampai cara membuat Laporan Lengkap. Kedua orang tua ku. doa. 2. 4. sehingga pada kesempatan kali ini penulis haturkan terima kasih kepada : 1. bimbingan.UCAPAN TERIMA KASIH Selama mengikuti praktikum. mulai dari awal praktikum sampai pada pembuatan Laporan Lengkap Praktikum Biologi.DR.Si selaku Pembantu Dekan I Fakultas Pertanian Universitas Tadulako. . penulis banyak mendapat petunjuk. materi. Selain itu dukungan dari berbagai pihak baik moril maupun materil turut memberikan andil besar dalam penyelesaian tugas Laporan Lengkap Praktikum Biologi Umum. Semua pihak yang telah membantu penulis yang tidak dapat disebutkan satu persatu. 3. kasih sayang. Bapak Prof.Ir. M.H.

Pada modul yang ketiga yang diamati dalam laboratorium adalah Pengamatan Tumbuhan. Ketiga lensa ini saling membutuhkan satu dengan lain. PENDAHULUAN 1. Dilaboratorium secara khusus membahasa mengenai bentuk struktur yang berada dalam tumbuhan seperti penampang melintang empulur batang ubi kayu. Pada modul pertama yang diamati dalam laboratorium adalah cara menggunaka n mikroskop dengan baik dan mengetahui bagian-bagiannya beserta fungsinya masing-masing. Mikroskop mempunyai 3 macam jenis. Mikrokop cahaya memiliki tiga lensa yang fungsinya berbeda-beda. sel juga berada pada hewan. dan lensa kondensor. Pengamatan ini masih memerlukan bantuan alat mikroskop untuk melihat sel-sel yang tidak dapat dilihat oleh mata telanjang.1 Latar Belakang Pada praktikum biologi kali ini yang digunakan dalam laboratorium ada 7 modul yang masing-masing modul judulnya berbeda-beda. sel umbi lapis bawang merah (Allium ascalonicum). Dalam modul ini secara khusus membahasa mengenai struktur morfologi . lensa obyek. mikroskop electron dan mikroskop stereo.BAB I. Selain pada umbuhan. yaitu mikroskop cahaya. dan sel daun hidryllah vertisilasi. Pada modul yang kedua yang diamati dalam laboratorium adalah Pengamatan sel. yaitu lensa okuler. Serta kita dapat mengetahui bentuk bayangan objek pada mikroskop dengan perbesaran 10X.

Amphibi merupakan kelompok chordate yang pertama keluar dari kehidupannya di dalam air. Beberapa pola baru yang disesuaikan dengan kehidupan darat. morfologi batang. Hukum Mendel I menyatakan bahwa ketika berlangsung pembentukan gamet pada individu heterozigot. Mendel mengemukakan Hukum Mendel I dan Hukum Mendel II. kita juga akan membahasa struktur anatomi pada akar. batang. 1993).akar. dan morfologi daun pada tumbuhan dikotil dan monokotil. mula-mula hidup diair tawar kemudian hidup didarat. Fase kehidupan di dalam air berlangsung sebelum alat reproduksinya masak. Pada modul yang keempat yang diamati dalam laboratorium adalah Pengamatan Hewan. dan alat-alat kehidupan yang berfungsi baik didalam air maupun didarat. paruparu. Secara khusus membahas mengenai struktur morfologi dan anatomi pada katak sawah (Rana macrodon). dan daun pada tumbuhan dikotil dan monokotil. Pada modul kelima yang diamati dalam laboratorium adalah Memahami Konsep Hukum Mendel. sistem pencernaan katak sawah (Rana macrodon). terjadi pemisahan sel alel secara bebas. Oleh karena . Berdasarkan pada pengamatannya. Pengamatan ini juga masih memerlukan bantuan mikroskop. morfologi bunga. Hewan amphibi merupakan hewan yang dapat hidup di dua lingkungan yaitu lingkungan darat dan lingkungan air. misalnya kaki. Selain struktur morfologi. dan sistem reproduksi (jantan dan betina) pada katak sawah (Rana macrodon). keadaan ini disebut fase larva atau fase berudu (Nasir.

yaitu luka dan jaringan epidermis pada daun. 1990).itu. Hukum Mendel II dikenal pula sebagai Hukum Asortasi atau hukum berpasangan secara bebas. persilangannya akan menghasilkan perbandingan fenotip yaitu 3 : 1 (Sudjino. Berdasarkan pernyataan Hukum Mendel I. Transpirasi pada tumbuhan yang sehat sekalipun tidak dapat dihindarkan dan jika berlebihan akan sangat . batang. Pada modul yang kelima yang diamati dalam laboratorium adalah Transpirasi Tumbuhan. setiap gamet mengandung alel yang dikandung sel induknya. persilangannya akan menghasilkan perbandingan fenotipe F2. dan bahkan akar. 1994). Transpirasi berlangsung melalui bagian tumbuhan yang berhubungan dengan udara luar. Hukum Mendel I disebut juga sebagai Hukum Segresi atau Hukum pemisahan. cabang. bunga. ranting. Persilangan monohibrid adalah persilangan yang dilakukan dengan menggunakan satu sifat beda (Suryo. Hukum Mendel II menyatakan bahwa ketika berlangsung meiosis. Berdasarkan pernyataan Hukum Mendel II. 1998). yaitu 9 : 3 : 3 : 1 (Slamet Prawirhatono. terjadi pengelompokkan gen secara bebas. Transpirasi artinya peristiwa pengeluaran cairan dan uap atau gas. Peristiwa Hukum Mendel I dapat dilihat melalui persilangan monohibrid sedangkan peristiwa Hukum Mendel II dilihat pada persilangan dihibrid atau polihibrid. 2000). buah. Persilangan dihibrid adalah persilangan yang dilakukan dengan dua sifat berbeda sehingga gen-gen sepanjang alel akan memisah secara bebas ketika berlangsung pembelahan pada waktu pembentukan gamet (Brotowidjoyo.

Transpirasi terjadi pada saat tumbuhan membuka stomatanya untuk mengambil karbon dioksida dari udara untuk berfotosintesis (Anonim. Pada modul yang keenam yang diamati dalam laboratorium adalah Fotosintesis. Dalam modul ini mencangkup tentang percobaan Sachs dan percobaan Ingenhousz. . Selanjutnya daun tersebut dimasukkan kedalam alkohol panas agar klorofilnya larut. Yang sebagaimana kita ketahui bersama fotosintesis adalah proses pembentukan karbohidrat dari CO2 dan H2 O pada klorofil (Zat hijau daun) dengan bantuan cahaya matahari. Sachs melakukan percobaan dengan menggunakan daun ubi kayu yang sebagian dibungkus dengan kertas timah dan yang satunya tidak dibungku kertas timah. 1. 2009). Setelah itu kedua daun tersebut direbus untuk mematikan selselnya.merugikan karena tumbuhan akan menjadi layu bahkan mati.2 Tujuan dan Kegunaan 1.2.1 Pengenalan dan Pengunaan Mikroskop Tujuan dari pengamatan ini dan pengunaan mikroskop pada praktikum biologi ini adalah untuk memperkenalkan komponen ± komponen tersebut dengan baik dan benar. Sebagian besar transpirasi berlangsung melalui stomata sedang melalui kutikula daun dalam jumlah ang lebih sedikit. serta mempelajari dari cara mikroskop menyiapkan bahan ± bahan yang di amati di bawah mikroskop.

mahasiswa membandingkan struktur morfologi dan struktur anatomi akar. dan Selain itu. hewan. Serta dapat mendemonstrasikan sifat semipermeabilitas dari membran sel. kegunaan dari praktikum ini tentunya untuk lebih menambah wawasan dan pengetahuan praktikan tentang struktur dan susunan sel.2.Kegunaannya untuk memudahkan mengamati dan mempelajari bentuk dan struktur mikroorganisme serta benda ± benda yang sangat kecil dan tidak dapat di lihat dengan mata bugil. histology dapat struktur organ tumbuhan. selain itu juga. anatomi. . Kemudian. 1. protozoa dan mikroorganisme.3 Pengamatan Tumbuhan Tujuan pengamatan tumbuhan mahasiswa system dapat memahami pada setelah menyelesaikan praktikum ini morfologi. agar praktikan juga dapat mengetahui perkembangan konsep tentang sel serta kemajuan ± kemajuan teknologi dalam pengamatan sel. Sdangkan tujuan kkhususnya agar mahasiswa dapat menggambarkan bentuk dan menjelaskan sturktur sel tumbuhan. batang dan daun pada tumbuhan monokotil dan dokotil.2 Pengamatan Sel Tujuan umum dari pengamatan sel ini agar mahasiswa dapat mengenal bentuk dan struktur sel secara umum dan mampu membandingkan berbagai jenis sel dari berbagai jenis organisme serta mampu memahami sifat permeabilitaas membrane sel.2. Selain itu juga agar dapat menggambarkan berbagai alat reproduksi pada tumbuhan. 1.

5 Memahami Konsep Hukum Mendel Tujuan mahasiswa dilaksanakannya dapat lebih praktikum percobaan hukum mendelagar memahami cara menentukan angka ± angka perbandingan dalam hukum Mendel melalui hukum kebetulan.2. Selain itu. anatomi dan histologi dari system pada hewan. menuliskan system pencernaan serta dapat menjelaskan system reproduksi dari katak hijau (Rana cancrivora). 1. dimana tentunya hukum keturunan akan lebih dapat dipraktekkan di masa depan dari pada sebelumnya. Kegunaan praktikum untuk menambah wawasan praktikan sehingga dapat lebih memahami tentang hewan amfibi seperti katak hijau (Rana cancrivora) baik dari segi teori maupun praktisi.2. Kegunaan praktikum adalah merupakan penambah penting untuk pengetahuan mahasiswa tentang genetika. mahasiswa dapat menggambarkan struktur morfologi.Kegunaan praktikum pengamatan tumbuhan yaitu untuk menambahkan pengetahuan praktikum agar lebih mengenal perbedaan antara tumbuhan dikotil dan tumbuhan monokotil baik dari segi struktur morfologi maupun struktur anatomi tumbuhan tersebut. 1. .4 Pengamatan Hewan Tujuan umum praktikum pengamatan hewan yaitu agar mahasiswa dapat memahami cirri struktur morfologi.

Kegunaan praktikum ini yaitu agar mahasiswa tentang proses transpirasi yang terjadi pada dapat memahami mampu tumbuhan serta memaparkan semua manfaat transpirasi bagi makhluk hidup.2.1.2. . 1998). sehingga daun tersebut menjadi pucat (Kemal.6 Pengamatan Transpirasi Tumbuhan Tujuan dari praktikum transpirasi ini yaitu agar mahasiswa dapat mengetahui faktor ± faktor yang mempengaruhi transpirasi pada tumbuhan.7 Pengamatan Fotosintesis Tujuan dari praktikum fotosintesis yaitu agar mahasiswa dapat membuktikan terbentunya amilum pada proses fotosintesis oleh tumbuhan hijau yang sangat berguna bagi kelangsungan makhluk hidup di dunia. Kegunaan praktikum yaitu agar mahasiswa dapat memahami tentang proses ± proses yang terjadi dalam fotosintesis serta mampu memaparkan semua manfaat fotosintesis bagi kehidupan dunia. 1.

Dibantu oleh Hans Janssen mereka mambuat mikroskop pertama kali pada tahun 1590.BAB II. Bahkan Galileo mengklaim dririnya sebagai pencipta pertamanya yang telah membuat alat ini pada tahun 1610. Temuan mikroskop saat itu mendorong ilmuan lain. tidak mudah terlihat oleh mata. 2001) . Menurut sejarah orang yang pertama kali berpikir untuk membuat alat yang bernama mikroskop ini adalah Zacharias Janssen. Dari dua pengertian tersebut. untuk membuat alat yang sama. Mikroskop pertama yang dibuat pada saat itu mampu melihat perbesaran objek hingga dari 150 kali dari ukuran asli. dan kata mikroskopik berarti sangat kecil. seperti Galileo Galilei (Italia).1. TINJAUAN PUSTAKA 2. yaitu kata micron yang berarti kecil dan scopos yang artinya tujuan.1 Pengenalan dan Pengunaan Mikroskop 2. Janssen sendiri sehari-harinya adalah seorang yang kerjanya membuat kacamata.1 Sejarah Penemuan Mikroskop Istilah mikroskop berasal dari bahasa Yunani. (Adam. Ilmu yang mempelajari benda kecil dengan menggunakan alat ini disebut mikroskopi. mikroskop dapat diartikan sebagai alat yang dibuat atau dipergunakan untuk melihat secara detail obyek yang terlalu kecil apabila dilihat oleh mata telanjang dalam jarak yang dekat.

yaitu Hans Janssen dan Zacharias Janssen (ayah-anak) pada tahun 1590.1. lensa okuler. dan mikroskop yang dibuatnya dikenal dengan nama mikroskop Galileo. Mikroskop yang dirakit dari lensa optic memiliki kemampuan terbatas dalam memperbesar ukuran obyek. Di bawah tabung .2 Jenis ± Jenis Mikroskop Mikroskop cahaya menggunakan tiga jenis lensa. Secara teoritis. Hal ini disebabkan oleh limit difraksi cahaya yang ditentukan oleh panjang gelombang cahaya.Kata mikroskop (microscope) berasal dari bahasa Yunani. yaitu kata micron=kecil dan scopos=tujuan. dan kondensor. Dalam sejarah. sehingga disebut mikroskop optik. mikroskop berbasis lensa optik ini tidak bisa mengamati ukuran di bawah 200 nanometer. Pada ujung bawah mikroskop terdapat tempat dudukan lensa obyektif yang bisa dipasangi tiga lensa atau lebih. yang dikenal sebagai pembuat mikroskop pertama kali adalah 2 ilmuwan Jerman. yaitu lensa obyektif. Mikroskop jenis ini menggunakan lensa optik. Lensa obyektif dan lensa okuler terletak pada kedua ujung tabung mikroskop sedangkan penggunaan lensa okuler terletak pada mikroskop bisa berbentuk lensa tunggal (monokuler) atau ganda (binokuler). Galileo menyelesaikan pembuatan mikroskop pada tahun 1609. Temuan mikroskop saat itu mendorong ilmuan lain. yang maksudnya adalah alat yang digunakan untuk melihat obyek yang terlalu kecil untuk dilihat oleh mata telanjang. Untuk itu. 2. panjang gelombang cahaya ini hanya sampai sekitar 200 nanometer. seperti Galileo Galilei (Italia). untuk membuat alat yang sama. 2007). (Nuryadi.

mikroskop terdapat meja mikroskop yang merupakan tempat preparat. Mikroskop electron mempunyai kemampuan pembesaran obyek (resolusi) yang lebih tinggi disbanding mikroskop optik. 2. Sistem lensa yg ketiga adalah kondensor. dan penyimpanan data dalam bentuk data elektronik. dapat dinaikkan dan . Inovasi baru dalam system ini terutama dalam hal penampilan. LCD/ DLP proyektor. Kondensor berperan untuk menerangi obyek dan lensa-lensa mikroskop yang lain. 2000).Komponen Mikroskop Lensa Okuler untuk memperbesar benda yg dibentuk oleh lensa objektif. Mikroskop electron ini menggunakan jauh lebih banyak energi dan radiasi elektromagnetik yang lebih pendek dibandingkan mikroskop cahaya. Sistem ini memungkinkan kemudahan dan kenyamanan pengamatan data mikroskop. atau computer dan dapat disimpan sebagai gambar atau movie.3 Bagian ± Bagian dan Fungsi Komponen .1. terutama untuk pengamatan yang melibatkan banyak pengamat dalam waktu bersamaan. yang menggunakan elektro statik dan elektro magnetik untuk mengontrol pencahayaan dan tampilan gambar serta memiliki kemampuan pembesaran objek serta resolusi yang jauh lebih bagus daripada mikroskop cahaya. Tabung Mikroskop untuk mengatur fokus. (Adam. Sehingga visualisasi pengamatan preparat mikroskop dapat ditampilkan melalui layar televisi. Mikroskop kamera merupakan inovasi baru pengamatan preparat. Mikroskop elektron mampu pembesaran objek sampai 2 juta kali.

Bila sumber cahaya lemah. Terbalik. dan 40x. kaki mikroskop dapat berdiri dengan mantap diatas meja. Meja Preparat Untuk meletakkan objek (benda) yang akan diamati. Sifat bayangan baik lensa objektif maupun lensa okuler .diturunkan. Penjepit objek gelas untuk menjepit preparat di atas meja preparat agar preparat tidak bergeser. Lengan Mikroskop Untuk pegangan saat membawa mikroskop. (Anonim. dan diperbesar. Revolver untuk memilih lensa obyektif yang akan digunakan. Diafragma Berupa lubang-lubang yang ukurannya dari kecil sampai selebar lubang pada meja objek.1. yaitu datar dan cekung. Tombol pengatur fokus halus untuk memfokuskan bayangan objek secara lambat. Kondensor merupakan lensa tambahan yang berfungsi untuk mengumpulkan cahaya yang masuk dalam mikroskop. 10x. Tombol pengatur focus kasar untuk mencari fokus bayangan objek secara cepat sehingga tabung mikroskop turun atau naik dengan cepat. 2008). Berfungsi untuk mengatur banyak sedikitnya cahaya yang akan masuk mikroskop. Reflektor/cermin untuk memantulkan dan mengarahkan cahaya ke dalam mikroskop. sehingga tabung mikroskop turun atau naik dengan lambat. Ada 2 jenis cermin. digunakan cermin cekung tetapi bila sumber cahaya kuat. misalnya sinar matahari yang menembus ruangan. Umumnya ada 3 lensa objektif dengan pembesaran 4x.4 Sifat Lensa pada Mikroskop Pada umumnya sifat lensa pada mikroskop yaitu Maya. 2. misalkan sinar lampu. Lensa objektif untuk menentukan bayangan objektif serta memperbesar benda yang diamati.

(Anonim. yaitu: . 2.unit fungsional terkecil makhluk hidup (Max Schultze) . dan lebih lagi diperbesar. yang dapat melaksanakan kehidupan. Yang menentukan sifat bayangan akhir selanjutnya adalah lensa okuler.2 Pengertian Sel Sel berasal dari kata 'cella' yang berarti ruangan berukuran kecil maka sel merupakan unit (kesatuan. dan diperbesar. Pada mikroskop cahaya bayangan akhir mempunyai sifat yang sama seperti bayangan sementara semu. Pada mikroskop elektron bayangan akhir mempunyai sifat yang sama seperti gambar benda nyata. Ada empat teori tentang sel.unit struktural terkecil makhluk hidup (Schleiden & T. Petunjuk: Jika seseorang menggunakan mikroskop cahaya dia meletakkan huruf A dibawah mikroskop maka yang dia lihat pada mikroskop tampilan bayangan tersebut adalah huruf tersebut hanya terbalik dan diperbesar. baik pada mikroskop cahaya maupun mikroskop elektron. dan diperbesar terhadap posisi benda mula-mula. 2.1.2 Pengamatan Sel.unit hereditas terkecil makhluk hidup (Penemuan akhir abad XIX) . sejajar. Schwann) . 2009). zahrah) terkecil dari makhluk hidup. terbalik. terbalik.unit pertumbuhan terkecil makhluk hidup (Rudolf Virchow) .keduanya merupakan lensa cembung secara sederhana dan garis besar lensa objektif menghasilkan suatu bayangan sementara yang mempunyai sifat semu.

Terdapat dua macam vakuola. Bagian paling besar pada sel hewan adalah nucleus. selnya terlindungi oleh cangkok yang kuat dan keras. Ada beberapa sel hewan khususnya hewan bersel satu. Sel hewan berbeda dari sel eukariotik lain. bahkan tidak ada. Jika ada vakuola. ada yang berfungsi menjadi tempat persediaan makanan dan lain-lain.2008). karena mereka tidak memiliki dinding sel.2 Sel Hewan Sel hewan adalah nama umum untuk sel eukariotik yang menyusun jaringan. yaitu vakuola kontraktil (alat osmoregulasi) dan vakuola non kontraktil (penyimpan makanan). Pada beberapa jenis hewan bersel satu ditemukan adanya vakuola. (Anonim. . Dalam satu sel hewan terdapat dua sentriol. dijumpai misalnya pada Euglena dan Radiolaria. Karena tidak memiliki dinding sel yang keras. Cangkok tersebut umumnya tersusun atas zat kersik dan pelikel. ukurannya sangat kecil. 2. dan kloroplas. Sel itu setelah tumbuh dan berdeferensiasi.Sel adalah segumpal protoplasma yang berinti. Secara umum sel hewan tidak memiliki vakuola. akan berubah bentuknya sesuai dengan fungsinya.2. ada yang menjadi epidermis berfungsi untuk melindungi sel-sel sebelah dalamnya ada yang menjadi tempat penyediaan makanan. sebagai individu yang berfungsi menyelenggarakan seluruh aktivitas untuk kebutuhan hidupnya. dan biasanya mereka memiliki vakuola yang lebih kecil. misalnya pada Amoeba dan Paramaecium. Protoplasmanya hanya dilindungi oleh membran tipis yang tidak kuat. sel hewan bervariasi bentuknya. seperti sel tumbuhan. Sel hewan tidak memiliki dinding sel.

sPlastida. Fitur-fitur berbeda tersebut meliputi: Vakuola yang besar (dikelilingi membran. oval. merupakan pori-pori penghubung pada dinding sel memungkinkan setiap sel tumbuhan berkomunikasi dengan sel berdekatan lainnya. 2. 2.Kedua sentriol ini terdapat dalam satu tempat yang disebut sentrosom. dan ada . Ini berbeda dengan dinding sel fungi. seperti raket. pigmen yang memberikan warna hijau bagi tumbuhan dan memungkinkan terjadinya fotosintesis. Saat pembelahan sel. (Anonim. yang menjaga turgor sel dan mengontrol pergerakan molekul di antara sitosol dan getah.2. tiap sentriol memisahkan diri menuju kutub yang berlawanan dan memancarkan benang-benang gelendong pembelahan yang akan menjerat kromosom.4 Organel ± Organel Sel Mitokondria respirasi. dan prokariotik. disebut tonoplas. 2009. dan disimpan oleh protoplasma di luar membrane sel.3 Sel Tumbuhan Menurut Anonim. Sel tumbuhan cukup berbeda dengan sel organism eukariotik lainnya. Plasmodesmata. yang dibuat dari peptidoglikan. seperti gada. sel tumbuhan adalah bagian terkecil dari setiap organ tumbuhan. silindris. Sel tumbuhan adalah penggerak dari suatu tumbuhan itu sendiri.2. Dinding sel yang tersusun atas selulosa dan protein. 2009). yang dibuat dari kitin. terutama kloroplas yang mengandung klorofil. Ini berbeda dari jaringan hifa yang digunakan oleh fungi. dalam banyak kasus lignin. merupakan penghasil energi karena berfungsi untuk Ada yang bulat.

RE hanya dijumpai didalam sel eukariotik.2009). Karena letaknya memusat pada bagian dalam sitoplasma (endoplasma). Enzim ini berfungsi dalam pencernaan intrasel. Ukurannya seperti bakteri dengan diameter 0. Pada sel tumbuhan.pula yang bentuknya tidak beraturan. Badan golgi sering disebut golgi saja. Sentriol hanya dijumpai pada sel hewan. 2009. Mitokondria mempunyai sifat plastis. Namun secara umum dapat dikatakan bahwa mitokondria berbentuk butiran atau benang. sentriol terbagi menjadi dua. tersusun atas membrane berbentuk kantong pipa pembuluh. Menurut Anonim.5-1 µm dan panjangnya 3-10 µm. tiap-tiap bagian menuju ke kutub sel. Lisosom (Lyso = pencernaan. sedangkan pada sel tumbuhan tidak. Badan golgi merupakan organel polimorfik. som = tubuh) merupakan membran berbentuk kantong kecil yang berisi enzim hidrolitik yang disebut lisozim. maka disebut reticulum endoplasma. Maka terbentuklah benang-benang spindle yang menghubungkan kedua kutub tersebut. s(Anonim. gelembung kecil atau bentukan seperti mangkok. Benang spindel berfungsi ´menjalankan´ kromosom menuju ke kutub masing-masing. Sentriol terletak di dekat nukleus. Pada saat pembelahan mitosis. badan golgi disebut diktiosom. yaitu mencerna zat-zat yang masuk kedalam sel-sel. Organel ini polimorfik dan terletak diantara RE dan membrane plasma. baik sel hewan maupun sel tumbuhan. . Retikulum berasal dari kata reticular yang berarti anyaman benang/jala. Sentriol merupakan organel yang dapt dilihat ketika sel mengadakan pembelahan. aetinya bentuknya mudah berubah.

akar adalah bagian pokok di samping batang dan daun bagi tumbuhan yang tubuhnya telah merupakan karmus. 2009. Batang merupakan bagian dari tumbuhan . (Anonim. dengan arah tumbuh ke pusat bumi (geotrop) atau menuju ke air (hidrotrop).3. meninggalkan udara dan cahaya. Bentuk sumsum atau pola tulang daun melengkung atau sejajar.3. Merupakan bagian tumbuhan yang biasanya terdapat di dalam tanah. (Mahmud.2. 2008).2 Tumbuhan Dikotil Tumbuhan berbiji belah (atau tumbuhan berkeping biji dua atau (dikotil) adalah segolongan tumbuhan berbunga yang memiliki ciri khas yang sama: memiliki sepasang daun lembaga (kotiledon). 2. Kaliptrogen/tudung akar ada tudung akar/kaliptra. Cirri-ciri tumbuhan ini adalah Memiliki sistem akar serabut. Daun lembaga ini terbentuk sejak dalam tahap biji sehingga biji sebagian besar anggotanya bersifat mudah terbelah dua.3 Organ ± organ tumbuhan Menurut Anonim.2009). 2. Kandungan akar dan batang tidak terdapat kambium.1 Tumbuhan Monokotil Tumbuhan monokotil adalah tumbuhan yang mempunyai keeping lembaga satu atau sering diesut berbiji satu.3 Pengamatan Tumbuhan 2. Pertumbuhan akar dan batang tidak bias tumbuh berkembang menjadi membesar.3. Jumlah keeping biji atau kotiledon satu buah keping biji saja.

Dari sudut pandang evolusi. Buah biasanya membungkus dan melindungi biji. Bunga secara sehari-hari juga dipakai untuk menyebut struktur yang .2009). "tumbuhan berbiji tertutup"). Terdiri atas ruas-ruas yang masing-masing dibatasi oleh buku-buku dan pada buku-buku inilah terdapat daun. (Anonim. Pada bunga terdapat organ reproduksi (benang sari dan putik). akan tetapi selalu bersifat aktinomorf. yakni sebagai pemencar biji tumbuhan. Buah adalah organ pada dari tumbuhan bakal buah berbunga yang merupakan perkembangan lanjutan (ovarium). batang dapat disamakan dengan sumbu tubuh tumbuhan. dan mengingat serta kedudukan batang bagi tubuh tumbuhan. Biji dapat terlindung oleh organ lain (buah. Pada umumnya batang mempunyai sifat-sifat berikut : Umumnya berbentuk panjang bulat seperti silinder atau dapat pula mempunyai bentuk lain. pada Angiospermae atau Magnoliophyta) atau tidak (pada Gymnospermae). Bunga (flos) atau kembang adalah struktur reproduksi seksual pada tumbuhan berbunga (divisio Magnoliophyta atau Angiospermae. Biji (bahasa Latin: semen) adalah bakal biji (ovulum) dari tumbuhan berbunga yang telah masak.yang amat penting. biji merupakan embrio atau tumbuhan kecil yang termodifikasi sehingga dapat bertahan lebih lama pada kondisi kurang sesuai untuk pertumbuhan. Aneka rupa dan bentuk buah tidak terlepas kaitannya dengan fungsi utama buah.

kelopak bunga. Baik benang sari maupun putik di . Tumbuhan berbunga melakukan reproduksi dengan cara membentuk biji.4 Reproduksi Pada Tumbuhan Menurut Guritno. ia harus memasok kebutuhan energinya sendiri melalui konversi energi cahaya menjadi energi kimia. 2009). (Anonim. Sama seperti halnya mahluk hidup lain. dan mahkota bunga. benangsari.3. serbuk sari. umumnya berwarna hijau dan terutama berfungsi sebagai penangkap energi dari cahaya matahari melalui fotosintesis. satuan bunga yang menyusun bunga majemuk disebut floret. Bagian jantan adalah benang sari yang terdiri atas: tangkai sari. Bunga memiliki bagian jantan dan bagian betina. 2009). yaitu putik. Bagian betina adalah putik yang terdiri atas: bakal buah (di dalam bakal bijinya terdapat sel kelamin betina). 2. (Anonim. Biji terbentuk dengan jalan reproduksi seksual yaitu bergabungnya sel kelamin jantan dari serbuk sari dengan sel kelamin betina dari bakal buah. Daun merupakan organ terpenting bagi tumbuhan dalam melangsungkan hidupnya karena tumbuhan adalah organism autotrof obligat. tumbuhan juga bereproduksi untuk mempertahankan kelangsungan spesiesnya. kepala putik. Bunga majemuk adalah kumpulan bunga-bunga yang terkumpul dalam satu karangan. kepala sari.secara botani disebut sebagai bunga majemuk atau inflorescence. Daun merupakan salah satu organ tumbuhan yang tumbuh dari batang. (2004). Bunga adalah bagian tumbuhan yang mengandung organ reproduksi. tangkai putik. Dalam konteks ini.

1 Klasifikasi Katak (Taksonomi Amphibi) Menurut Sastrapraja (2001).lindungi oleh kelopak bunga dan daun mahkota. Polinasi atau penyerbukan terjadi ketika butir sel jantan dari benangsari masuk ke kepala putik bunga lalu turun ke tangkai putik untuk bergabung dengan bakal biji. (Guritno.4. Katak diklasifikasikan sebagai berikut : Kingdom Phylum Sub phylum Kelas Ordo Famili Genus Spesies : Animalia : Chordata : Vertebrata : Amphibi : Anura : Ranidae : Rana : Rana cancrivora . 2. 2004). Keduanya membentuk mahkota bunga.4 Pengamatan Hewan 2.

4. Yang termasuk hewan berdarah panas adalah burung dan manusia. Setelah beberapa lama. Amfibia atau amfibi (Amphibia). berudu kemudian berubah bentuk (bermetamorfosa) menjadi hewan dewasa. Yang termasuk hewan berdarah dingin yaitu ikan dan amfibi. (Hapni. larvanya yang dinamai berudu hidup di air atau tempat basah tersebut dan bernapas dengan insang.4 Sistem Pencernaan Hewan . 2.4. 2. atau menyimpan telurnya di tempat yang lembab dan basah.2. yakni di air dan di daratan. karena dapat mengatur suhu tubuhnya hewan berdarah panas lebih konstan sehingga disebut juga homolotermik. Menurut Anonim. Amfibia bertelur di air. yang umumnya hidup di daratan atau di tempat-tempat yang lebih kering dan bernapas dengan paruparu.3 Hewan Berdarah Panas Hewan beradarah panas adalah hewan yang mempunyai kemampuan untuk mengatur sendiri suhu tubuhnya.2 Hewan Berdarah Dingin Hewan berdarah dingin adalah hewan yang dapat memanfaatkan suhu lingkungan untuk mengatur suhu tubuhnya. (2009). karena suhu tubuhnya berubahubah bergantung pada suhu lingkungan. umumnya didefinisikan sebagai hewan bertulang belakang (vertebrata) yang hidup didua alam.4. Ketika menetas. 2007).

2009). Perkembangbiakan Vegetatif terjadi tanpa peleburan Sel Kelamin Jantan dan Betina. dan ileum. Usus halus meliputi: duodenum. ventrikulus (lambung). Perkembangbiakan generatif umumnya terjadi pada Hewan tingkat tinggi atau hewan betulang belakang .4. Salah satu binatang amphibi adalah katak. jejenum. Reproduksi hewan dapat di bedakan menjadi dua macam yaitu secara Vegetatif dan Generatif. 2.Sistem pencernaan makanan pada amfibi. Lambung katak dapat dibedakan menjadi 2. Usus tebal berakhir pada rektum dan menuju kloata. meliputi saluran pencernaan dan kelenjar pencernaan. dan kloaka: merupakan muara bersama antara saluran pencernaan makanan. berbentuk kantung yang bila terisi makanan menjadi lebar. tetapi belum jelas batas-batasnya. Makanan katak berupa hewan-hewan kecil (serangga).5 Sistem Reproduksi Hewan Menurut Sastrapraja. berupa saluran pendek. Perkembangbiakan Vegetatif biasanya terjadi pada hewan tingkat redah atau tidak bertulang bekakang (Avertebrata). saluran reproduksi. yaitu tempat masuknya esofagus dan lubang keluar menuju usus. (Anonim. intestinum (usus): dapat dibedakan atas usus halus dan usus tebal. dan urine. hamper sama dengan ikan. (2001). esofagus. Secara berturut-turut saluran pencernaan pada katak meliputi: rongga mulut: terdapat gigi berbentuk kerucut untuk memegang mangsa dan lidah untuk menangkap mangsa.

juga dikenal sebagai Hukum Kedua Mendel. (2009). Hukum segregasi bebas atau hokum mandel pertama menyatakan bahwa pada pembentukan gamet. 2. Perkembangbiakan tersebut melibatkan alat kelamin jantan dan alat betina dan ditandai oleh adanya peristiwa pembuahan (Fertilisasi).5.(Vertebrata).5 Memahami Komsep Hukum Mendel 2. Pembelahan Sel. Ada 3 cara perkembang biakan pada hewan secara Vegetatif yaitu: Pertunasan. . dan Hukum berpasangan secara bebas (independent assortment) dari Mendel. Reproduksi vegetatif pada hewan umumnya terjadi pada avertebrata dan tidak melibatkan alat reproduksi. Kebanyakan Organisme mempunyai perbedaan yang nyata antara individu jantan dan individu betina. Flagmentasi. Alat reproduksi hewan pada dasarnya terdiri atau sel kelamin dan alat kelamin ini menjadi dasar dalam reproduksi generatif pada hewan.1 Hukum Mendel Hukum pewarisan Mendel adalah hokum mengenai pewarisan sifat pada organism yang dijabarkan oleh Gregor Johann Mendel dalam karyanya 'Percobaan mengenai Persilangan Tanaman'. Hukum ini terdiri dari dua bagian: Hukum pemisahan (segregation) dari Mendel. Menurut Anonim. kedua gen yang merupakan pasangan alela itu akan memisah sehingga tiap-tiap gamet menerima satu gen dari alelanya.2009). (Anonim. juga dikenal sebagai Hukum Pertama Mendel.

tidak saling memengaruhi. maka menyebabkan semua bunga mawar pada keturunan tanaman. sedangkan warna putih bersifat resesif (alel warna merah dominan terhadap alel warna putih). Sebaliknya sifat yang tidak muncul atau tersembunyi pada keturunanya karena dikalahkan oleh sifat pasangannya disebut sifat resesif. maka diturunkannya sepasang sifat secara bebas. Sifat yang muncul pada keturunan dari salah satu induk dengan mengalahkan sifat pasangannya disebut sifat dominan. (Dede. Warna merah dominan. Dengan kata lain. dan bersifat menghasilkan mawar merah. Hal ini menjelaskan bahwa gen yang menentukan tinggi tanaman dengan warna bunga suatu tanaman. . 2. Misalnya bunga mawar merah keturunan disilangkan bunga dengan bunga mawar putih. tidak saling memengaruhi. maka keturunan (Filial) yang dihasilkan akan memiliki sifat yang muncul atau sifat yang tidak muncul (tersembunyi) dari salah satu sifat induknya.5. 2009).2 Sifat Dominan Dan Resesif Pada suatu persilangan. alel dengan gen sifat yang berbeda tidak saling memengaruhi.Hukum kedua Mendel menyatakan bahwa bila dua individu mempunyai dua pasang atau lebih sifat. tidak bergantung pada pasangan sifat yang lain. Pertama atau filial ke-1 (F1) akan berwarna merah. Warna merah yang bersifat dominan dibandingkan dengan warna putih.

Transpirasi berlangsung melalui bagian tumbuhan yang berhubungan dengan udara luar. bunga. Transpirasi terjadi pada saat tumbuhan membuka stomatany a untuk .4. yaitu luka dan jaringan epidermis pada daun. Jika F1 di lakukan penyerbukan dengan sesamanya. batang.2. Transpirasi pada tumbuhan yang sehat sekalipun tidak dapat dihindarkan dan jika berlebihan akan sangat merugikan karena tumbuhan akan menjadi layu bahkan mati. buah. ranting. Proses keluarnya atau hilangnya air dari tubuh tumbuhan dapat berbentuk uap atau gas ke udara di sekitar tubuh tumbuhan dinamakan transpirasi. maka F2 menghasilkan tanaman berbunga merah. Sebagian besar transpirasi berlangsung melalui stomata sedang melalui kutikula daun dalam jumlah yang lebih sedikit.6 Pengamatan Transpirasi Menurut Neneng (2007) Hilangnya air dari tubuh tumbuhan dapat berupa cairan dan uap atau gas. Dari persilangan tersebut diperoleh hasil F1 yang semuanya berbunga merah muda .3 Sifat Intermediat Menurut Dede (2009). dan putih dengan perbandingan 1 : 2 : 1 2. cabang. dan bahkan akar. merah muda. Contohnya adalah tanaman bunga pukul empat (Mirabilis jalapa) galur murni merah (MM) disilangkan dengan galur murni putih (mm). Siat intermediet adalah sifat keturunan yang dimiliki oleh kedua induknya.

(Anonim. 2. Sebagian besar transpirasi berlangsung melalui stomata sedang melalui kutikula daun dalam jumlah yang lebih sedikit. Gerakan uap air dari udara ke dalam daun akan menurunkan laju neto dari air yang hilang. Jika tekanan uap air di udara rendah. dengan demikian seandainya faktor lain itu sama. 2009). 2.7 Pengamatan Fotosintesis.mengambil karbon dioksida dari udara untuk berfotosintesis. Apabila stomata dalam keadaan terbuka maka kecepatan difusi dari uap air keluar tergantung pada besarnya perbedaan tekanan uap air yang ada di dalam rongga-rongga antar sel dengan tekanan uap air diatmosfer.1 Pengertian Fotosintesis . transpirasi akan menurun dengan meningkatnya kelembaban udara. 1997) 2. 2007).6. Transpirasi terjadi pada saat tumbuhan membuka stomatanya untuk mengambil karbon dioksida dari udara untuk berfotosintesis. (Neneng.7. maka kecepatan difusi dari uap air di daun keluar akan bertambah besar begitu pula sebaliknya.2 Faktor ± Faktor Yang Mempengaruhi Laju Transpirasi Transpirasi pada tumbuhan yang sehat sekalipun tidak dapat dihindarkan dan jika berlebihan akan sangat merugikan karena tumbuhan akan menjadi layu bahkan mati. Pada kelembaban udara relatif 50% perbedaan tekanan uap air didaun dan atmosfer 2 kali lebih besar dari kelembaban relatif 70% (Jayamiharja.

(Sukarno.7.3 Larutan Indikator Larutan adalah campuran serba sama atau homogen dimana salah satu komponennya berada dalam jumlah berlebuhan. Selain itu sesuai dengan namanya. sedangkan komponen lainnya berada dalam jumlah yang relatif sedikit.7. foto ³cahaya´ reaksi ini membutuhkan cahaya matari sebagai energi dalam pembuatan atau sintesis produk (senyawa gula dan oksigen).Anonim (2009).1998). Menurut .Fotosintesis dikenal sebagai suatu proses sintesis makanan yang dimiliki oleh tumbuhan hijau dan beberapa mikroorganisme fotosintetik.2 Percobaan Sachs Sachs melakukan percobaan dengan mengunakan daun ubi kayu yang sebagian dibungkus dengan kertas tima dan dan yang satunya tidak dibungkus. Bahan dasar larutan terbagi atas dua macam yaitu padat dan cair.1995). Autotrof dalam rantai makanan menduduki sebagai produsen. Komponen yang jumlahnya berlebih disebut sebagai pelarut. Organisme yang mampu mensintesis makanannya sendiri disebut sebagai organisme autrotof. Selanjutnya daun tersersebut dimasukan kedalam alkohol panas agar klorofilnya larut seingga daun tersebut menjadi pucat. Kedua macam bahan tersebut dapat dibuat dengan tingkat konsentrasi yang .(Kemal. 2. 2. Pada prinsinya komponen yang dibutuhkan dalam reaksi fotosintesis adalah CO2 yang berasal dari udara dan H2O yang diserap dari dalam tanah. sedangkan komponen yang jumlahnya sedikit disebut zat terlarut atau solute. Setelah itu kedua daun tersebut direbus untuk mematikan sel-selnya.

Palu.(Soewito.2004).berbeda-beda.00 sampai 17. Berbagai macam zat pelarut yang sering digunakan dilaboratorium yang berfungsi sebagai larutan indikator antara lain metil blue.gelas penutup (cover glass).1 Pengenalan dan Pengunaan Mikroskop 3. 3.METODE PRAKTEK 3. III.00 WITA. pisau cutter atau silet dan pinset. Fakultas Pertanian.2 Bahan dan Alat Bahan ± bahan yang di gunakan dalam praktikum ini adalah potongan kertas bertulis huruf ³d´ dan butir ± butir pati kentang (Solanum tuberosum).1.3 Cara Kerja . bertempat di Laboratorium Agonomi. Makin tinggi konsentrasi larutan tersebut makin pekat larutan yang dihasilkan begitu pula sebaliknya.1.1. 3. Alat yang digunakan dalam praktikum ini adalah mikroskop monokuler. gelas obyek (deck glass). Universitas Tadulako. tanggal 8 Oktober 2010 mulai pukul 14.1 Waktu dan Tempat Praktikum Biologi Umum yang berjudul Pengenalandan Pengunaan Mikroskop di laksanakan pada hari jumat. dan iodium.

Mengamati preparat yang sudah dipersiapkan kemudian diletakkan di meja mikroskop sedemikian sehingga preparat yang diamati terletak ditengah lubang meja mikroskop.tutup dengan gelas penutup usahakan agar tidak ada gelembung udara diatas objek dan gelas penutup.langkah selanjutnya mencari cahaya yang maksimal sambil mengatur posisi cermin sehingga lensa kondensornya terang. Dalam mempersiapkan preparat yang digunakan adalah preparat basah.kemudian meletakkannya di atas meja dengan sangat hati ± hati dan sebelum mikroskop digunakan terlebih dahulu membershkan komponen ± komponen mikroskopmengunakan lap halus atau tissue. Untuk memfokuskan objek selanjutnya digunakan pengaturan focus yang halus. Letakkan potongan huruf ³d´ padagelas objrk.gerakan lensa objektif dengan perlahan ± lahan menjahui gelas preparat sehingga objek tersebut kelihatan. selalu mulai dengan lensa objektif denga pembesaran lemah (10 x).Pertama ± tama menyiapkan mikroskop. Caranya dengan memegang dengan posisi 45 terhadap gelas objek. Untuk mencari focus suatu obyek yang akan di amati. Kemudian sambil melihatmelalui lensa okuler. dekatkan lensa objektif dengan hati ± hati sampai hamper mengenai preparat.selain itu.tanpa melihat melalui lensa okuler. selanjutnya pembesaran yang sudah terfokus maka bila akan mengunakan pembesaran yang lebih kuat hanya pengatur halus saja yang boleh dipergunakan jangan sekali ± kali memutar pengaturan kasar. Lalu tetesi dengan medium air. tutuplah dengan gelas penutup lalu amati preparat dengan lensa objektif lemah kemudian amati dengan .

1 Waktu dan Tempat Praktikum biologi umum tentang Pengamatan Sel dilaksanakan pada hari jumat. pipet tetes. Kemudian mengamati butir pati kentang. 20 November 2009 mulai pukul 14.selaput rongga mulut (Ephitelium mucosa). sirup cocopandan dan aquades. tusuk gigi. 3. keriklah serekat kentang dengan jarum atau ujung silet atau cutter sehingga cairannya keluar. tutuplah dengan gelas penutup usahakan agar tidak timbul gelembung udara.2. cutter/silet.Lalu meneteskan cairan tersebut pada gelas objek. daun Hydrilla verticillata. Universitas Tadulako.pembesaran 10 x lalu hasil dari pengamatan digambar. Palu. air rendaman jerami. tely\ur mentah.2 Pengamatan Sel 3. Amatai butir pati kentang tersebut dengan menggunakan pembesaran 10 x. stoples dan tutupnya. Alat yang digunakan adalah mikroskop. gelas penutup. bertempat di laboratorium Agronomi Fakultas Pertanian. gelas objek.2 Bahan dan Alat Bahan yang digunakan dalam praktikum ini adalah umbi lapips bawang merah (Allium cepa).2. serta pita ukuran lentur.00 sampai selesai. . Kemudian mengatur diafragma agar butir pati kelihatan kontras dengan air yang mengelilinginya. larutan cuka. 3. empulur batang ubi kayu (Manihot esculenta). tissue.

pertama ± tama mengiris suing bawang merah segar dan mengambil satu lapisan suing yang berdaging kemudian mematahkan lapisan tersebut. ssehingga tampak adanya epidermis tipis.setelah itu melepaskan epidermis tersebut dari umbinya dengan perlahan ± lahan. Setelah itu mengamati dengan mikroskop pada pembesaran 10 x sambil menggambar bagian yang terlihat.3 Cara Kerja Percobaan pertama membuat potongan melintang empulur batang ubi kayu (Manihot esculento) setipis mungkin kemudian meletakkannya pada gelas objek lalu menetesinya dengan 2 tetes air aquqdes dan menutupnya dengan gelas penutup serta hati ± hati sehingga tidak terjadi gelembung udara. Selain itu mengamati pada mikroskop dengan pembesaran 10 x sambil menggambar bagian yang terlihat. lalu kembali mengamati pada mikroskop dan menggambar bagian yang terlihat. Setelah itu meneteskan preparat umbi bawang nerah (Allium cepa) dengan Methilen blue sebagai pewarna pada salah satu sisi gelas objek dan kemudian meletakkan tissue pada sisi lainnya agar cairan methilen blue dapat terserap. Pada percobaan ketiga adalah mengambil pucuk daun Hydrilla verticillata kemudian meletakkannya pada gelas objek dengan posisi membujur yang rata dan . Kemudian meletakkan potongan kecil epidermis tersebut pada gelas objek lalu meneteskan 2 tetes air aquqdes kemudian menutupnya dengan gelas penutup secara hati ± hati agar tidak terjadi gelembung udara. Pada percobaan kedua yaitu sel lapis umbi bawang merah (Allium cepa).2.3.

Pada percobaan kelima yaitu mengamati protozoa pada air rendaman jerami. Kemudian mengamatinya di bawah mikroskop dengan menggunakan pembesaran 10 x sambil menggambar bagian yang terlihat.1 Waktu dan Tempat Praktikum biologi umum ini tentang Pengamatan Tumbuhan dilaksanakan pada hari jumat. lalu menutupnya dengan gelas penutup. dan kemudian mengamatinya pada mikroskop dengan menggunakan pembesaran 10 x sambil menggambar bagian yang terlihat. kemudian menutupnya dengan gelas penutup secara hati ± hati sehingga tidak terbentuk gelembung udara. tanggal 04 Desember 2009 mulai pukul 14. pertama ± tama mengeruk bagian dalam diding rongga mulut (Ephitelium mucosa) dengan menggnakan tusuk gigi bagian yang tumpul dengan perlahan ± lahan. Pada percobaan keempat yaitu pengamatan pada selaput rongga mulut (Ephitelium mucosa).meneteskan 2 tetes aquades.3 Pengamatan Tumbuhan 3. .3. Pertama ± tama meneteskan air rendaman jerami yang telah di endapkan selama dua minggu ke atas deck glass sebanyak 2 tetes.00 sampai selesai. Setelah itu menebarkan epitel yang diperoleh kadalam setetes air pada gelas objek. 3. Lalu mengamati pada mikroskop sambil menggambar bagian ± bagian seperti butir ± butir kloroplast dan vacuola pada sitoplasma sel yang terlihat.

kaca penbesar. Universitas Tadulako. bunga kamboja (Plumeria acuminate). Fakultas Pertanian. 3. akar jagung.3. empulur batang ubi kayu.gelas objek dan gelas penutup. dan bunga mawar (Rosa hybrid hort).cutter atau silet. kemudian menggambarnya.3 Cara Kerja Langkah pertama yang dilakukan saat praktikum Biologi tentang Pengamatan Tumbuhan yaitu mengambil masing ± masing satu macamtumbuhan monokotil dan tumbuhan dikotil yaitu daun tanaman jagung dan daun tanaman magga.2 Bahan dan Alat Bahan yang digunakan dalam praktikum ini adalah Jagung (Zea mays). batang jagung. batang ubi kayu (Manihot esculenta).bertenpat dilaboratorium Produksi Ternak. mikroskop. jagung. setelah itu mengamati anatomi tumbuhan tersebut di bawah mikroskop seperti struktur daun mangga. misalnya akar. bunga kembang sepatu (Hibiscus rosa sinensis). Setelah itu menggambarnya di lembar pekerjaan mahasiswa (LKM)/ . setelah itu struktur daun jagung. batang dan daun pada tumbuhan mangga.3. Mangga (Mangifera indica). 3. kecambah kacang hijau (Phaseolus radiates). akar mangga. Alat yang digunakan dalam praktikum adalah pisau. batang mangga.Palu.

bunga kamboja (Rosa hybrid hort). Kemudian mulai menggambar bagian yang terlihat. Kemudian pengamatan struktur anatomi bunga mawar (Rosa hybrid hrot) bunga kembang sepatu (Hibiscus rosa sinensis). Kemudian pada pengamatan morfologi bunga kembang sepatu(Hibiscus rosa sinensis). Pertama ± tama mengambil kelopak (sepal) dan mahkota (Petal) yang melekat pada dasar bunga dan memperhatikan benang sari (Stamen). Dan menuliskan nama bagiannya. Selanjutnya. pertama ± tama mengamati bagian ± bagiannya lalu menggambarnya pada buku gambar. Kemudian mengambil stek batang ubi kayu (Manihot esculenta) dan menggambar morfologinya serta menulisnya bagian ± bagin dari stek batang bi kayu (Manihot esculenta) tersbut.Pada pengamatan berikut. Setelah itu pada pengamatan struktur anatomi tumbuhan. batang (caulis).4 Pengamatan Hewan . dan daun (Folium) pada tumbuhan monokotil Jagung (Zea mays) dan Mangga (Mangifera indica) pada mikroskop dengan pembesaran 10 x yang telah disiapkan oleh asisten. mengambl putik (Pistil) dan membekah bakal buanya dengan menggunakan silet secara membujur. 3. lalu menggambar kacambah tersebut dan menuliskan bagian ± bagiannya. Kemudian mengamati bagian ± bagian yang terdapat didalamnya. pertama ± tam ialah mengambil kecambah kacang hijau (Phaseolus radiates). yaitu diwakili dengan pengamatan pada preparat akar (radix).

3 CaraKerja Pada pengamatan morfologi pertama ± tama mengambil seekor katak hijau (Rana cancrivora). Pada hari jumat. Setelah mengamati bagian morfologinya lalu membalikkan tubuh katak sehingga kondisinya dalam posisi terlentang.2 Bahan dan Alat Bahan yang di gunakan dalam praktikum Pengamatan Hewan yaitu Katak Hijau (Rana cancrivora) dan Alkohol 70% (bahan pembius). Universitas Tadulako. lalu memasukkannya ke dalam stoples yang sudah berisi alcohol.4. Alat yang digunakan yaitu papan bedah.4. Setelah itu membiarkan beberapa saat hingga katak menjadi pinsan. tanggal 11 Desember 2009 di mulai pukul 14.1 Waktu dan Tempat Praktikum Biologi Umum dengan modul yang membahas tetang Pengamatan Hewan yang di laksanakan di Laboratorium Ternak Unggas dan Ternak Potong. Palu. pisau bedah (silet).00 WITA sampai selesai. Fakultas Pertanian. Kemudian mengamati serta menggambar bagian ± bagian dari struktur morfologi katak dan memberikan keterangan baik ekstremitas anterior maupun ekstremitas posteriornya. Pembedahan . jarum pentul.4. 3.3. stoples dan tutupnya (wadah untuk katak). kemudian mengambil katak tersebut dan meletakkannya di atas papan bedah dalam ke adan tertelungkup. kemudian melakukan pembedahandengan menggunakan pisau (silet) secara hati ± hati. pinset. 3.

00 WITA. kemudian melakukan pembedahan secara menyamping di bagian sebelah kanan dan kiri tubuh katak sehingga irisan yang di buat membentuk seperti jendela. baik 42 ystem reproduksi katak jantan maupun betina dan kemudian menggambarkannya dengan memberikan keterangan gambar masing ± masing. Setelah mengamati bagian ± bagian dari anatomi katak hijau (Rana cancrivora). Universitas Tadulako. Fakutas Pertanian. 3. Palu. Lalu memulai pengamatan dan menggambarkan bagian ± bagian dari anatomi katak hijau (Rana cancrivora).1 Waktu dan Tempat Praktikum Biologi Umum dengan modul yang membahas tentang Pemahaman Konsep Hukum Mendel di laksanakan di Laboratorium Hama Pennyakit Tanaman.5. selanjutnya melakukan pengamatan terhadap bagian struktur reproduksinya. Waktu pelaksanaan praktikum yaitu pada hari selasa.5 Memahami Konsep Hukum Mendel 3.yang di lakukan yaitu mulai dari bawah tulang dada hingga ujung bagian kloaka. dengan di lengkapi keterangannya.00 ± 17.5. 3.2 Bahan dan Alat . 15 Desember 2009 mulai pukui 14.

5. dengan mata tertutup kami membuat pasangan gen ± gen dari induk jantan dengan gen ± gen dari induk betina yaitu dengan mengambil setiap butir gen dari kotak jantan dan kotak betina secara acak. kemudian mulai mencatat hasil pengamatan yang di peroleh. Alat yang digunakan adalah 2 buah kotak atau dus kue serta alat tulis menulis.1 Waktu dan Tempat Praktikum Biologi Umum dengan modul yang membahas tentang Pengamatan Proses Terjadinya Transpirasi di laksanakan di Laboratorium Hama .6 Pengamatan Transpirasi 3. lalu mengocok kedua kotak tersebut agar isinya bercampur.Dengan perumpamaan masing ± masing kotak (A) sebagai induk jantan dan kotak (B) sebagai induk Betina.3 Cara Kerja Pertama ± tama menyiapkan dua buah kotak dan kancing berwarna merah dan putih sejumlah masing ± masing 50 buah.6. 3. Ssetelah itu.Bahan yang digunakan dalam praktikum Percobaan Hukum Mendel adalah kancing baju berwarna merah 50 buah dan kancing baj yang berwarna putih 50 buah dengan perumpamaan sebagai model gen. Kemudian menepatkan 50 buah kancing pada setiap kotak dengan rincian jumlah kancing berwarna merah 25 buah dan yang berwarna putih juga 25 buah. 3.

Pepaya dan Cabe. Satu gelas tanpa tumbuhan. kemudian tetesi dengan minyak kelapa sampai seluruh permukaan tertutup dengan minyak kelapa. minyak kelapa. 3.gelas ukur dan alat tulis.6. Universitas Tadulako. Untuk di masukkan kedalam 3 gelas ukur 10 ml dengan 5 ml air.6.papaya. satu rangkaian gelas ukur di letakkan di lapangan terbuka. Setelah itu susunlah dalam rak tabung reaksi. kertas grafik dan air. Catat air yang hilang/menguap setiap 10 menit selama 1 jam.dan Penyakit Tanaman. maksudnya agar air tidak menguap dari dalam tabung reaksi. Pada hari Desember 2009 mulai pukul 14. dan cabe).7 Pengamatan Fotosintesis .2 Bahan dan Alat Bahan yang digunakan dalam praktikum ini adalah 3 jenis tumbuhan yang berbeda morfologinya(aren. hanya berisi air saja (kontrol). Alat yang digunakan yaitu Rak dan tabung reaksi.3 Cara Kerja Pertama ± tama potonglah batang atau ranting tumbuhan di bawah permukaan air usahakan potongan selalu berada di dalam gelas ukur usahakan selalu terendam.00 sampai 17. Palu. Setelah itu.Fakultas Pertanian. Jumlah air yang hilang pada setiap 10 menit dapat di hitung dengan menambahkan sejumlah air hingga mencapai tinggi permukaan semula. 3. Gunakan 3 macam tumbuhan seperti Aren. 3. Ingat ketinggian air harus sama dengan control.00 WITA.

7. Alkohol 96%.7. Setelah itu mengambil daun dengan menggunakan pinsset kemudian memasukkannya ke dalam alcohol yang telah di panaskan dengan menggunakan Hot plate sehingga . pinset dan alat tulis 3.becker glass 100 ml 2 buah. hot plate.2 Bahan dan Alat Bahan yang digunakan dalam praktikum yaitu Aquades.1 Waktu dan Tempat Praktikum Biologi Umum dengan modul Pengamatan Fotosintasis di laksanakan di Laboratorium Hama dan Penyakit Tanaman. pertama ± tama membungkus sebagian helai daun singkong (Manihot esculenta) dengan kertas timah atau aluminium foil sedemikian rupa sehingga tidak terlepas. kemudian memetiknya dan membuka daun yang terbungkus aluminium foi dan member tanda agar diketahuibahwa daun tersebut merupakan daun yang tidak terkena sinar matahari langsung. Setelah membiarkan selama satu hari agar terkena cahaya matahari. Universitas Tadulako.Palu.3 Cara Kerja Pada percobaan Sachs. Daun singkong (Manihot esculenta) dan kertas timah / Aluminium Foil. 3. Lalu memasukkanya kedua helai daun ke dalam air aquades yang telah mendidih hingga layu.7.00 WITA sampai selesai.tanggal Desember 2009 mulai pukul 14.Larutan Iodium(Iodine).Fakultas Pertanian. Alat yang digunakan yaitu cawan petri.3. pada hari .

serta gagang dan kaki mikroskop. diagfragma. V.warna daun berubah menjadi agak putih / pucat. meja preparat. Mikroskop memiliki beberapa bagian yaitu lensa okuler. . penjepit objek. pengatur kasar. Dari setiap bagiannya memiiki fungsi masing ± masing.1 Pengenalan dan Penggunaan Mikroskop Berdasarkan atas hasil praktikum Pengenalan dan Penggunaan Mikroskop dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut: 1. lensa objektif. revolver. Setelah itu. Kemudian mengambil daun dengan menggunakan pinset lalu meletakkan keduanya di atas cawan petri. Kemudian kedua helai daun tersebut di tetesi dengan larutan iodine(iodine).1. pengatur halus. 2. KESIMPULAN DAN SARAN 5. kondensor. Mikroskop adalah alat yang sangat membantu dalam mengamati atau meneliti benda ± benda yang sangat kecil atau mikro yang tidak dapat dilihat hanya dengan jengkauan mata telanjang biasa.1 Kesimpulan 5. mengamati dan menggambarkan hasil serta perubahan ± perubahan yang terjadi. tubus. cermin.

terbalik. 4. hal ini terjadi karena pengaruh dari cermin cekung yang ada pada lensa okuler dan lensa objektif. 2. Karena smakin besar perbesaran yang dilakukan maka bayangan yang dihasilkan akan semakin jelas. 5. diperbesar sehingga menjadi huruf ³p´. 3. Membran plasma bersifat semipermeabel sehingga ada zat yang dapat melewati membrane secara spontan dan ada pula yang tidak. 5.3.1. Pada pengamatan huruf ³d´ diperoleh bayangan maya. Pada pengamatan preparat butir±butir pati kentang (solanum tuberosum) bayangan menjadi lebih besar sehingga struktur± struktur yang terdapat pada cairan butir pati kentang menjadi lebih jelas.2 Pengamatan Sel Berdasarkan dari hasil pengamatan yang dilakukan di Laboratorium dapat diambil kesimpulan sebagai berikut: 1.1. Perbedaan sel tumbuhan dan sel hewan adalah sel hewan dibatasi oleh membran sel sedangkan sel tumbuhan dibatasi oleh dinding sel. Sel adalah unit terkecil yang struktural dan fungsional pada sistem makhluk hidup.3 Pengamatan Tumbuhan Bedasarkan hasil pengamatan tentang tumbuhan dapat ditarik kesimpulan sebagai berikkut: .

2. Sedangkan perkembangbiakan generatif ialah perkembangbiakan yang melibatkan alat perkawinan. Ekstremitas posterior : paha (Femur). Tumbuhan terdiri atas unit sel yang dilindungi oleh dinding. kaki (pes) dan selaput antar jari (Membran). yaitu vegetatif dan generatif. betis (Crus).1. Telinga (Membran tympani). Morfologi katak hijau (Rana cancrivora) terdiri dari Kepala (Caput). bunga tidak lengkap adalah bunga yang hanya memiliki salah satu alat kelamin saja (Piastil atau Stamen). Bunga dibedakan menjadi bunga lengkap dan bunga tidak lengkap. 5. dan masing±masing sel mengadakan kesatuan dan substansi antar sel di dalam tubuh tumbuhan. Sedangkan. yaitu penyerbukan pada bunga. lengan bawah (Antebrakchium). jari (Digili). Mata (Cavum oris). 3. Proses reproduksi atau perkembangbiakan pada tumbuhan terbagi atas dua. Perkembangbiakan yang terjadi tanpa melibatkan alat perkawinan. perut (Abdomen). Ekstremitas anterior : lengan atas (Brakchium). punggung (Dorsum). lubang hidung (Nares eksternal). Bunga lengkap adalah bunga yang memiliki putik (Piatil) dan benang sari (stamen).4 Pegamatan Hewan Berdasarkan hasil dan pembahasan yang diperoleh.1. maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut: 1. .

kerongkongan (Esofagus). 3. Pada persilangan monohybrid antara dua individu yang mempunyai satu sifat beda. dapat disimpulkan sebagai berikut: 1. Yang dikarenakan warna merah muda yang dihasilkan dari percobaan . usus halus (intestinum tenue). Perbedaan sistem reproduksi katak hijau (Rana cancrivora) jantan dan betina yaitu pada katak jantan memiliki testis dan kantong sperma yang tidak dimiliki oleh katak betina.5 Memahami Konsep Hukum Mendel Berdasarkan hasil pengamatan dan pembahasan pada praktikum pengamatan Hukum Mendel. Dan M tidak dominan terhadap m dengan perbandingan 3 : 1. Cabang ilmu biologi yang mempelajari pewarisan sifat dari induk kepada keturunnannya (hereditas) serta gejala seluk beluknya secara ilmiah disebut genetika.1. 5. yang menentukan suatu sifat mengadakan segregasi (pemisahan). usus besar (Intestinum crasum) atau yang biasa disebut Colon dan kloaka. 2. sama halnya dengan ovarium dan sel telur yang hanya dimiliki oleh katak betina. Pada percobaan dengan perbandingan fenotipe MM : Mm : mm : 1 : 1 : 2. lambung (Ventriculus). 3.2. Sistem pencernaan katak hijau (Rana cancrivora) terdiri dari mulut.

ini disebabkan oleh sifat M yang dominan terhadap m. Semakin membesar factor.6 Pengamatan Transpirasi Berdasarkan hasil dari pembahasan tersebut Pengamatan Transpiras dapat disimpulkan sebagai berikut: 1.Pepaya dan Cabe. 2.1. kelembaban udara. 3.7 Pengamatan Fotpositesis Dari pembahasan pengamatan fotosintesis.factor tersebut membawa akibat semakin besarnya laju fotosintesis. intensitas cahaya dan konsentrasi CO2. Yang telah dilakukan pada tiga tanaman yaitu Aren. Disamping itu luas permukaan jaringan epidermis atau luka tempat proses transpirasi berlangsung juga ikut berperan. sifat demikian disebut intermediate. suhu udara. dan suhu daun tubuhan. dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut: 1. Proses fotosintesis di pengaruhi oleh beberapa factor.antara lain suhu. Faktor±faktor yang mempengaruhi laju transpirasi yaitu : Faktor internal yang mempenngaruhi mekanisme membuka dan menutupnya stomata. . Pada pengamatan perhitungan uap air dihitung dalam selang waktu 10 menit.1. 5. 5. Transpirasi adalah proses hilangnya air pada tumbuhan. ataupun sifat m yang tidak resesif terhadap M.

Reaksi fotosintesis terbagi menjadi dua bagian utama yaitu. . daun yang tidak terbungkus kertas aluminium foil berubah warna coklat kehitam ± hitaman. Pada daun yang tidak terbungkus kertas aluminium foil. reaksi terang (karena memerlukan cahaya) dan reaksi gelap (tidak memerlukan cahaya. tetapi memerlukan karbon dioksida).2. Pada proses fotosintesis oleh tumbuhan hijau di temukannya pembentukkan amilum. kandungan amilosanya lebih banyak. sebaiknya waktu dapat di sesuaikan seefesien mungkin tetapi praktikum tetap dapat berjalan dengan efektif. Sedangkan pada daun yang terbungkus aluminium foil. Sedangkan daun yang terbungkus kertas aluminium foil berubah warna coklat dan mengkerut. 4. 5.2 Saran Sebagai praktikan saya menyarankan agar praktikum kedepan. 5. Pada daun yang ketika di tetesi zat iodium. 3. kandungan amilosa (amilum) yang terdapat pada daun tersebut tidak banyak dan hamper tidak ada.

1 Pengenalan dan Penggunaan Mikroskop 4.1 Hasil Berdasarkan pengamatan yang dilakukan maka diperoleh hasil sebagai berikut: Lensa Okuler Tubus Pengaturan K asar Batang peluncur Pengatur Halus Lensa Objektif Penjepit Preparat Meja Preparat Revolver Kondensor .1.IV . HASIL DAN PEMBAHASAN 4.

. Gambar 2. Perparat huruf ³d´ sebelum diamati di bawah Mikroskop. Mikroskop dan Komponen ± Komponennya. Gambar 3.Cermin Kaki Mikroskop Gambar 1.:Perparat huruf ³d´ setelah diamati di bawah Mikroskop dengan pembesaran 10x.

4.Gambar 4. Berdasarkan hasil praktikum mata kuliah biologi umum modul satu di dapatkan bahwa mikroskop merupakan alat yang dapat membantu manusia dalam mengamati dan meneliti benda ± benda yang tidak dapat di lihat jelas jika hanya dengan mata telanjang seperti yang di paparkan oleh .1.2 Pemahasan Mikroskop merupakan alat utama dalam Laboratorium biologi yang digunakan dalam pengamatan dan penelitian benda ± benda yang jauh dari jangkauan mata bugil biasa sehingga sangat membbantu dalam mengamati benda ± bensda renik. Preparat butir pati kentang (solanum tuberosum) setelah diamati pada Mikroskop dengan pembesaran 10x.

mikroskop memiliki bagiab ± bagian dan fungsi tertentu antara lain : Lensa okuler yang beerfungsi dalam pembesaran bayangan yang di hasilkan oleh lensa objektif. Kondensor berfungsi untuk menciptakan cahaya pada objek yang akan di fokuskan sehingga bila pengaturan pencahayaan yang akan di berikan pada kondensor. meja mikroskop sebagai wadah preparat atau benda yang akan di teliti. tubus objektif dan tubus okuler berfungsi sebagai tempat melekatnya atau bertumpunya lensa objektif dan lensa okuler. Selain itu lengan mikroskop juga di gunakan sebagai tempat pegangan bila kita hendak memindahkan mikroskop ke tempat lain serta kaki mikroskop yang berfungsi sebagai epnompang agar mikroskop dapat berdiri kokoh dan sengaja di buat berat agar mikroskop tetap stabil. Pada lensa objektif terdapat lensa cekung yang membuat bayangan itu maya dan tetap terbalik dan . Pada pengamatan huruf ³d´ diperoleh bayangan maya. pada pengamatan tersebut preparat yang di buat tidak sama dengan bayangannya. Jadi. terbalik di perbesar. Pengatur kasar berfungsi untuk mencari atau menangkap bayangan yang di arahkan pada lensa objektif dan pengatur halus digunakan untuk memperjelas atau mempertajam bayangan yang berhasil di tangkap oleh pengatur kasar. karena itu merupakan kerja sama dari lensa ± lensa yang berada dalam mikroskop.Selain itu dapat kita ketahui juga bahwa berdasarkan modul panduan. Lensa objektif berfungsi pada pembentukan bayangan pertama yakni yang menentukan banyaknya struktur dan bagian renik yang akan terlihat pada bayangan akhir. bayangan yang terbentuk adalah huruf ³p´. Cermin cekung berfungsi untuk memantulkan cahaya ke diagfragma. Revolver berfungsi sebagai tempat meletaknya lensa objektif.

2009 ). apabila lensa objektif di putar sehingga objek kuat tepat berada di bawah lensa okuler maka akan mengakibatkan perubahan bidang pandangan karena cahaya yang masuk berbeda dengan sebelumnya serta jarak pandang yang berbeda dengan sebelumnya yangsemakin dekat akan membuat bidang pandang semakin sempit. Dengan di lakukannya penggantian objek maka jelas akan mengubah pembesaran dan secara otomatis akan berpengaruh pada kedudukan bayagan.2 Pengamatan Sel 4.(Anonim. seperti yang di simbulkan. Sebagai kesimpulan bahwa semakin besar perbesaran yang di lakukan maka bayangan yang di hasilkan akan semakin jelas. Kemudian apabila preparat di geser ke belakang maka bayangan akan bergeser ke depan begitu pula sebaliknya. 4.2. berdasarkan hasil percobaan telah didapatkan bahwa apabila preparat di geser ke kiri maka bayangannya akan bergeser ke kanan dan begitu pula sebaliknya. Itulah sebabnya mengapa bayangan yang do perolehmenjadi maya.1 Hasil . terbalik. dan di perbesar.sama dengan bayangan lensa objektif sebellumnya. Selain itu. Penyebab dari perubahan kedudukan bayangan ini akibat perubahan objek dan perbesaran karena semakin besar perbesaran yang di lakukan maka bayangan yang akan di hasilkan semain jelas. Selain itu telah diketahui bahwa apabila preparat di balik menjadi huruf ³p´ maka yang tampak adalah bayangan huruf ³d´.

diperoleh hasil sebagai berikut : Dinding sel Gambar 5. Struktur sel empulur batang ubi kayu (Manihot esculenta) padapembesaran 10 x Dinding sel Sitoplasma Inti sel Gambar 6.Berdasarkan pengamatan yang di lakukan di Laboratorium. Struktur sel umbi lapis bawang merah (Allium cepa) pada pembesaran 10 x Sitoplasma Ruang antar sel Dinding sel Inti sel .

Pengamatan sel selaput rongga mulut (Ephitelium mucosa) dengan pembesaran 10 x.Gambar 7. . Gambar 9. Struktur sel daun Hydrilla verticillata pada pembesaran 10 x Membran Sel Inti Sel Sitoplasma Gambar 8. Pengamatan sel darah manusia setelah di amati menggunakan pembesara pembesaran 10x.

2.Bulu getar Silia Flagel Gambar 10.1988). dan hereditas. 4. inti sel dari sel lapis umbi bawang merah (Allium cepa) telah tampak. Ukuran sel sangat kecil sehingga uuntuk melihatnya harus menggunakan mikroskop (Bawa. Dinding sel berfungsi untuk melindungi bagiian dalam sel dan . fungsional. Komponen utama sel tumbuhan adalah dinding sel.2 Pembahasan Sel adalah bagian terkecil dari makhluk hidup yang merupakan unit structural. Pada pengamatan struktur sel tumbuhan dengan menggunakan umbi lapis bawang merah (Allium cepa) yang dapat di lihat pada pembesaran 10x yaitu ruang antar sel. Pengamatan Sel Protozoa pada air rendaman jerami dengan pembesaran 10x. dinding sel. sitoplasma. sitoplasma dan nucleus.

Pada pengamatan struktur daun Hydrilla verticillata yang dapat dilihat dengan pembesaran 10 x yaitu butir-butir kloroplast. Pada pengamatan selaput rongga mulut (Ephitelium mucosa) terdapat bentuk sel yang tidak beraturan. dan ruang antar sel. Selain itu juga terdapat ruang antar sel. karena tumbuhan ini hidup di air. melainkan yang tampak hanya dinding sel. Hal ini sesuai dengan yang dinyatakan oleh Saktiono (1984). Hal ini di sebabkan oleh beberapa . membrane sel dan inti sel. tersusun atas sel yang berhubungan rapat dan membentuk lapisan yang melapisi permukaan luar maupun dari dalam tubuh maupun organ tubuh. 1988). Pada pengamatan struktur sel empulur batang ubi kayu (manihot esculenta) dengan pembesaran 10 x tidak tampak adanya inti sel.membentuk bagian sel sitoplasma berfungsi sebagai tempat mengapungnya organel-organel sel. sitoplasma dan ruang antar sel. sitoplasma. Pada selaput rongga mulut wanita hanya terdapat membrane sel dan sitoplasma. karena selaput rongga mulut termaksud sel hewan yang hanya di batasi oleh membrane sel sehingga bentuknya tidak kaku atau tidak tetap. jaringan tulang daun. Pada pengamatan sel preparat protozoa pada air rendaman jerami di bawah mikroskop tidak tampak adanya protozoa. Dengan pembesaran 10 x dapat dilihat sitoplasma. Jaringan epitel pada rongga mulut berebentuk pipih berlapis banyak. dinding sel. Tumbuhan ini termasuk dalam kelas hydrozoa. hal ini disebabkan karena sel empulur batang ubi kayu (Manihot esculenta) merupakan sel mati (Prawirohartono.

Setelah perendaman selama 72 jam dengan larutan sirup coco pandan ukuran telur semakin bertambah kecil yaitu menjadi 12.1986).peristiwa ini sering di sebut dengan osmosis atau perpindahan konsentrasi yang rendah menuju ke konsentrasi yang tinggi melalui selapur permeable (Nihayati.di sekeliling telur terdapat gelembung udara yang mengelilingi permukaan telur sreta ukuran telur terus bertambah menjadi 16. hal ini berarti membrane dalam usaha menyamakan tekanan. dari konsentrasi larutan cuka yang rendah ke konsentrasi telur yang lebih tinggi.5 cm dan tetap terapung.61actor antara lain air rendaman jerami tidak mencapai waktu satu minggu seperti yang telah di tenukan atau pencahayaan pada mikroskop yang kurang baik. Sehingga hal ini menyababkan perubahan diameter dan bentuk pada telur. telur mengapung.5 cm dan tetap berbentuk oval serta kulit telur mengerut. Menurut sastrodonoto (1990). Hal ini disebabkan terjadinya perpindahan konsentrasi. Pada perendaman telur pada larutan cuka yang diameter mula-mulanya dadlah 14 cm lonjong. Menurut Sastrodinoto (2000). Peristiwa ini di sebabkan karena konsentrasi yang di miliki oleh sirup lebih tinggi di bandingkan telur. Pada perendaman telur dengan menggunakan sirup coco pandan ke adaan telur berubah menjadi terapung dan diameter telur terus turun drastic sehingga telur menjadi kecil dan terapung. Apabila larutan di luar sel lebih tinggi maka air dalam sel . Namun setelah direndam selama 72 jam. bila konsentrasi larutan dalam sel tinggi maka air akan masuk ke dalam sel sehingga mengakibatkan terjadinya peristiwa endosmosis.

.3 Pengamatan Tumbuhan 4. 4.3. Family Ancardiacea.akan keluar melalui selaput semiperemeable dan mengakibatkan terjadinya peristiwa plasmolisis yaitu terlepasnya membrane sel dari dinding sel.1 Hasil Berdasarkan praktikum tentang pengamatan tumbuhan di peroleh hasil sebagai berikut : Ujung daun (Apex Folli)= runcing Bangun daun (Ciroum scription)= datar Tulang menyirip Tepi daun (Margin folli)= rata Pangkal tumpul daun (Basis folli)= daun (Nervatio) = Gambar 11 : Morfologi daun dikotil pada tanaman mangga (Mangifera indica).

.FamilyPoaceae. pada tanaman jagung (zea Cabang Batang (Caulis) Gambar 13.Ujung daun (Apex folli)= runcing Tepi daun (Margin folli)= rata Tulang daun (Nervatio)= sejajar Bangun datar meruncinng daun(sircum scription)= Pangkal daun (Basis folli)= Gambar 12:Morfologi daun monokotil mays). Morfologi batang (Caulis) tumbuhan mangga (Mangifera indica) family Anacardiacea.

Ruas batang Batang (Caulis) Gambar 14. Morfologi batang (Caulus) tumbuhan jagung (Zea mays). Batang akar (Corpus radicis) radicais) Bulu akar (pils Cabang akar (Radix radicis) (Calyptra) Tudung akar Gambar 15 : Morfologi akar (Radix) tumbuhan Mangga (Mangifera indica). family Anacardiacea. . family Poaceae. Cabang akar (Radix radicis) Bulu akar (Pils radicalis) Gambar 16 : Morfologi akar (Radix) tumbuhan jagung (zea mays). family Poaceae.

family piperaciae. Keterangan : Putik (Pistil) . family Euphorbiacea. Empulur Batang (Caulus) Nodus Gambar 18 : Morfologi stek batang ubi kayu (Manihot esculenta).Daun lembaga (kotiledon) Plumala Hipokotil Akar (Radix) Gambar 17 : Morfologi kecambah kacang hijau (Phaseolus radiatus).

Benang sari (Stamen) Mahkota (Petal) Kelopak (Calix) Tangkai bunga Gambar 20. Morfologi bunga kamboja (Plumeria acuminata). Cunfuluciae. family rosaceae.Mahkota (Petal) Kelopak (Calix) Tangkai bunga Gambar 19 : Morfologi bunga mawar (rosa hibrida hort). family .

Epidermis Tulang (Nervatio) daun Gambar 22 : Anatomi daun (Folium) tumbuhan dikotil setelah diamati dibawah mikroskop dengan perbesaran 10X. .Putik (Pistil) Benang sari (Stamen) Mahkota (Petal) Kelopak (calyx) Tangkai bunga Gambar 21 : Morfologi bunga kembang sepatu (Hibiscus rosa sinensis). Family Malvaceae.

keterangan Floem Xilem Epidermis .Epidermis Empulur xylem floem Gambar 23 :Anatomi daun tumbuhan monokotil setelah diamati dibawah mikroskop dengan perbesaran 10X. xylem Epidermis floem Gambar 24 : Anatomi akar (Radix) tumbuhan dikotil setelah dibawah mikroskop dengan perbesaran 10X.

Gambar 25 : Anatomi akar (Radix) tumbuhan monokotil setelah diamati dibawah mikroskop dengan perbesaran 10X. Epidermis Kambium Empulur xylem floem Gambar 26 : Anatomi batang tumbuhan Dikotil setelah diamati dibawah mikroskop dengan perbesaran 10X. Keterangan : Epidermis Empulur Floem Xilem .

Anatomibunga mawar (Rosa hibrida hort). family Mavaceae. setelah diamati menggunakan lup (kaca pembesar). Septum . family Rosaceae.Gambar 27 : Anatomi Batang (Caulis) tumbuhan monokotil setelah diamati dibawah mikroskop dengan perbesaran 10X. Steptum Carpel Gambar 28. setelah di amati menggunakan lup (kaca pembesar) Septum Carpel Locule Gambar 29: Anatomi bunga kembang sepatu (Hibiscus rosa sinensis).

Locule Gambar 30 : Anatomi bunga kamboja (Plumeria acuminate).2 Pembahasan . family Convuluciae. setalah diamati menggunakan mikroskop 4.3.

serat batangnya bercabatang. Tumbuhan dikotil memiliki bunga yang mempunyai bagian-bagian yang lengkap sedangkan monokotil mempunyai bagian yang tidak lengkap tiga atau kelipatannya. Pada tumbuhan dikotil terdapat cirri-ciri yaitu daun menyirip. Akar pada tumbuhan dikkotil berakar tunggang yang bercabang. batang. Batang pada tumbuhan monokotil umumnya beruas-ruas. tidak bercabang. batang berkambium. Pada system pembuluh kelihatannya sebagian berkas pembuluh yang terppisah secara panjang (Anonim.Pada pengamatan di atas dapat di ketahui perbedaan antara tumbuhan dikotil dan tumbuhan monokotil. tidak memiliki cambium yang menyebabkan batangnya. sejajar dan langsung menempel pada batang. . tumbuhan monokotil dan tumbuhan dikotil.2006). tumbuhan terbagi menjadi dua bagian yaitu. Pada dasarnya. menjari. Pada tumbuhan monokotil memiliki daun yang pada umumnya berbentuk pita. Pada tumbuhan monokotil merupakan tanaman yang dapat dilihat kenampakkkannnya yang menonjol yaitu mempunyai kulit cabang dan kulit batang. akar tunggang. dan bunga. Akar pada tumbuhan monokotil berserabut sedangkan pada tumbuhan dikotil memiliki daun yang menyirip. tidak terus membesar serta xylem dan floemnya tidak teratur. mempunyai tangkai yang menempel pada batang. daun. Perbedaan itu yaitu tumbuhan dikotil dan tumbuhan monokotil yang terletak pada bagian tubuhnya yaitu pada bagian akar. Batang pada tumbuhan dikotil mempunyai cambium yang menyebabkan batangnya membesar selain itu batang tumbuhan dikotil bercabang serta letak xylem dan floemnya teratur.

Tumbuhan berbunga memiliki beberapa organ yaitu akar. Masing-masing organ terdiri dari atas bermacam-macam jaringan. epidermis. Jaringan epidermis terletak pada bagian paling luar. Pada epidermis akar terdapat rambut akar yang fungsinya memperluas bidang penyerapan akar. System reproduksi pada tumbuhsn di bedakan atas reproduksi vegatatif dan reproduksi generative. Yang kemudian bunga tersebut mempunyai fungsi dan bagian yang berbeda baik dari segi bentuk anatominya maupun secara morfologi (soerodikusuma.jaringan pparenkim pada akar merupakan perhubungan antara jaringan epidermis dan jaringan pengangkut. . fungsi jaringan parenkim sebagai tempat menyimpan cadangan makanan. menegakkan batang. Pada akar terdapat sel-ssel pembentuk jaringan pembuluh kayu. Oleh karena itu. bunga lengkap terdiri dari putik. Reproduksi vegetative pada tumbuhan di lakukan pada pembentukan individu baru dari bbagian tubuh induk (akar. benang sari. Jaringan yang menyusun akar antara lain. serta alat perkembangbiakan secara lengkap. dan dapat juga sebagai tempat menyimpan cadangan makanan. parenkim.danjaringan pengangkut. Bunga tak lengkapapabila salah satu dari bagian-bagian bunga tersebut tidak dimliki. 1997). dasar bunga. fungsinya melindungi jaringan bawahnya. Bunga lengkap apa bila bagian-bagian bunga tersebut berupa tangkai. Bunga pada tanaman dapat di bagi menjadi dua macam yaitu.daun dan batang. Akar berfungsi menyerap air dan mineral dari tanah. Pada akar yang masih muda epidermisnya berdinding tipis sehingga mudah di lalui air. bunga lengkap dan bunga tidak lengkap. kelopak dan sebagainya. batang dan daun).

Hipogel adalah perkecambahan daun lembaga berada didalam tanah. Reproduksi generative pada tumbuhan selalu didahului pada peleburan sperma yang bersifat haploid. Pengamatan Hewan 4.1 Hasil Berdasarkan hasil praktikum Biologi tentang Pengamatan Hewan maka dapat di peroleh haasil sebagai berikut : Keterangan : Mata (Organon visus) Mulut (Rima ovis) Lengan atas (Brachium) Lengan (Antebrachium) bawah . 4.4. Pembuahan dan pembentukan biji (Anonim.2009). Reproduksi ini terdapat pada kecambah kacang (Phaseolum radiarus).Individu baru dari tubuh induk kemudian memisahkan diri dari induk menjadi produksi yang dapat hidup sendiri atau tetap bekumpul pada rumpun.4. Pada tumbuhan bunga terhadap reproduksi generative adalah penyerbukan. sedangkan epigel ini adalah pada saat berkecambah daun lembaga terangkat ke atas.

Lambung (Verticulus) Usus halus .Paha (Femur) Tulang (Dorsum) Jari-jari (Digiti) Kaki (Pes) Tanggan (Manus) punggung Gambar 31. Morfologi katak sawah (Rana cancrivora) dalam keadaan tertelungkup.

Anatomi Katak Sawah (Rana cancrivora). .Sistem Pencernaan pada Katak Sawah (Rana cancrivora) Jantung (Car) Hati (Hepar) Lambung (Ventriculus) Usus halus Empedu (Vesica fellea) Gambar 33.dalam keadan terbalik dan telanjang.Kloaka Usu 12 jari kileum kerongkonngan(esophagus) Gambar 32.

Sistem Reproduksi Pada Katak Sawah (Rana cancrivora) betina. Sepasang testis Gambar 35 : Sistem Reproduksi Pada Katak Sawah (Rana cancrivora) .Ovum Ovarium Gambar 34 :.

4.2 Pembahasan Pada pengamatan morfologi katak jantan dan betina memiliki beberapa perbedaan yaitu ukuran tubuh katak jantan lebih kecil dibandingkan ukuran tubuh katak betina.4. dan bentu tubuh katak jantan lebih panjang dibandingkan bentuk katak betina. .

Mata katak menonjol dan dilindungi oleh dua kelopak mata yang tidak dapat bergerak dan satu kelopak mata yang berupa selaput bening yang dissebut membrane nictitas. . ovarium. System reproduksi pada katak di bedakan menjadi dua bagian yaitu system reproduksi pasa katak jantan dan betina. sperme melalui saluran menuju ke ginjal dan selanjutnya keluar bersama-sama urine melalui kloaka. Ovarium berfungsi menghasilkan ovum. kantung kemih dan kloaka. ginjal. oviduk. Sedangkan pada katak jantan terdiri dari badan lemak. sel telur (ovum) melalui oviduk telur keluar ke air melalui kloaka. Katak mempunyai dua pasangan kaki yang berfungsi untuk berjalan dan melompat. suhu tubuh yang menyesuikan dengan suhu lingkungan. Alat kelamin katak jantan terdiri atas sepasang testis berwarna kekuningkuningan dan berfungsi menghasilkan sperma. Alat kelamin katak betina terdiri atas sepasang indung telur (ovarium). Pada saat melompat dari air. Katak merupakan hewan berdarah dingin. kaki belalang di gunakan untuk mengayuh kuat dengan bantuan selaput renangnya. uereter. Dari ovarium. tubuh katak (Rana cancrivora) diliputi oleh kulit yang licin dan selalu basah yang berfungsi sebagai alat pernepasan tambahan. dan sistemreproduksi pada katak betina memiliki badan yang lemak. Pada setiap kaki terdapat selaput renang yang terletak di antara jari-jari kakinya. Membrane nictitas dapat digerakan dari bawah keatas yang berfungsi untuk melindungi mata dari gesekan air. Tubuh katak berkulit tipis dan banyak mengandung pembuluh darah. sel telur. Dari testis. ginjal.Menurut sastrapraja (2001). Jari-jari tungkai katak berbeda-beda tergantung tempat hidup atau kebiasaan hidupnya.

ureter, testis, kantong sperma, kantong kemih, dan kloaka. Pada katak pembuahan pada sel telur dilakukan diluar tubuh katak,artinya pada saat katak betina mengeluarkan sel telur barulah katak jantan membuahi sel telur tersebut (Anonim,2009). Kelenjar pencernaan katak terdiri atas hati dan pancreas. Saluran pencernaan katak meliputi mulut, kerongkongan, lambung, usus dan kloaka. Gigi katak hanya terdapat pada rahang atas dan langit-langit bagian depan. Menurut Anonim (2009), system pencernaan pada katak meliputi saluran pencernaandan kelenjar pencernaan. Saluran pencernaannya berturut-turut dari depan sampai belakang terdiri dari mulut dengan lidah dan gigi maxilla serta gigi vomer. Didalam mulut katak ada lidah yang panjang dan berguna untuk menangkap mangsanya. Pada rahang atas dan langit-langit mulut terdapat gigi, namun demikian mangsa yang tertangkap tidak dikunyah mlainkan langsung di telan. Farings (Phrynx), yaitu awal saluran pencernaan tidak jelas batasnya

dengan rongga mulut.Kerongkongan yaitu saluran lebar menghubungkan farings dengan lambung. Lambung berupa tabung lebar beerotot yang berwarna putih yang ujungnya posterior menjepit. Usus besar berupa tabungyang lebar dan lurus yang langsung bermuara pada kloaka. Libag kloata merupakan lubang pelepas. Kloaka adalah muar

4.5 Memahami Konsep Hukum Mendel

4.5.1 Hasil

Berdasarkan hasil dari pengamatan tentang konsep Hukum Mendel, maka diperoleh hasil persilangan yang digambarkan pada tabel berikut ini : Tabel 3: Macam pasangan Merah-merah Merah-putih Putih-putih Ijiran ||||| ||||| | ||||| ||||| ||||| ||||| ||||| ||| ||||| ||||| | Perbedaan genotif 11 MM 28 Mm 11 mm Perbedaan fenotif Merah Merah-putih Putih 

Perbandingan fenotip antara fenotip merah (M) dominan sempurna terhadap fenotip putih (m) adalah : 3 : 1  Perbandingan fenotip pada sifat intermediat adalah : 1 merah : 2 merahputih : 1 : putih.

( 74 ) 4.5.2 Pembahasan

Pada diagram persilangan monohibrid diatas, nampak bahwa individu Mm lebih mendominasi dibandingkan individu lainnya. Hal ini terlihat pada individu MM pada F1, baik MM maupun mm pada generasi P membentuk gamet (sel kelamin). Individu MM membentuk gamet M, sedang individu mm membentuk gamet m. dengan demikian, individu Mm pada F1 merupakan hasil Seperti pada diagram persilangan

penggabungan kedua gamet tersebut. monohybrid dibawah ini (Zelitch, 1992) : P : MM (merah-merah) gamet : M M ><

mm

(putih-putih) m m

F1

:

Mm (Merah-putih)

Pada persilangan tersebut terdapat sifat intermediat yang secara penuh tidak

yang dalam hasil dilambangkan dengan M atau m (Yatim.5 cm 1.3 cm 1.6 cm 1.6.muncul.1 Hasil Berdasarkan praktikum dilakukan mengenai Transpirasi Tumbuhan.1 cm 1. 4.3 cm 1.4 cm 1. Sehingga dari diagram tersebut dapat terlihat bahwa pewarisan ditentukan oleh pewarisan materi tertantu.3cm 1 cm 1. diperoleh hasil sebagai berikut : Daftar Tabel 4 : Hasil Percobaan Proses Transpirasi No. 2.5 cm 1.3 cm II 1.4 cm 1.4 cm 1. Aren Pepaya Cabe Kontrol 1.4 cm VI 1. 1987).3 cm IV 1.6 cm 1. 4.4 cm V 1.1 cm 1.3 cm III 1.3 cm 1 cm 1.3 cm .2 cm 1.1 cm 1.4 cm 1. Nama Ukuran Pengamatan setiap 10 menit I 1.4 cm Tumbuhan Awal 1. 3.6 Pengamatan Transpirasi 4.5 cm 1. Namun pada persilangan tersebut terdapat sifat intermediat yaitu 1 merah : 2 merah-putih : 1 putih.2 cm 1.4 cm 1.

Selanjutnya pada menit kesepuluh keempat dan kelima malah bertambah 0. .01 ml.4. Pada menit kesepuluh ketiga bertambah 0.01 dan tidak terjadi penguapan atau transpirasi.2 Pembesaran Hasil pengamatan pada tumbuhan cabe pada menit kesepuluh pertaman sampai menit sepuluh ketiga menunjukkan tidak terjadi penguapan atau transpirasi.01 ml dan pada menit keempat dan kelima bertambah 0.6. Pada pengamatan tumbuhan aren pada menit kesepuluh pertama dan kedua tidak terjadi penguapan.

dan pada menit kesepuluh keempat dan kelima bertambah 0.Pada pengamatan tumbuhan pepaya pada menit kesepuluh pertama sampai menit kesepuluh ketiga tidak terjadi penguapan.1 Hasil Hasil yang diperoleh dari praktikum Biologi Umum mengenai Pengamatan Peristiwa Fotosintesis adalah sebagai berikut : . 4.25ml dan tidak terjadi penguapan atau transpirasi. membuktikan bahwa pada pengamatan selama 10 menit yang dijemur di bawah terik matahari tidak terjadi penguapan atau transpirasi sama sekali. malah terjadi penambahan 0.01 ml dan 0.7 Pengamatan Fotosintesis Tumbuhan 4. Pada pengamatan control pada menit kesepuluh pertama dan ketiga tidak terjadi penguapan malah pada menit kesepuluh keempat dan kelima bertambah 0.03 ml dalam pengamatan tersebut. Pada keempat hasil percobaan yang didapatkan.01 ml.7.

7. 4.2 Pembahasan .Warna muda tampak hijau Gambar 32: Daun ubi (Manihot esculenta) yang dibungkus Aluminium foil. Setelah direndam larutan alcohol 100% Warna tampak hijau tua Gambar 33: Daun ubi (Manihot esculenta) yang tidak dibungkus Aluminium foil setelah direndam larutan alcohol 100%.

proses fotosintesis tidak akan terjadi. Peristiwa fotosintesis dapat dinyatakan dalam persamaan reaksi kimia sebagai berikut : Cahaya matahari 6CO2 + 12H2 O klorofil Karbondioksida air karbohidrat oksigen air C6H12O6 + 6O2 + 6H2O Klorofil pada tumbuhan memiliki peranan yang sangat penting dalam proses fotosintesis. Pigmen lain yang terdapat dalam klorofil adalah karotenoid. 1994). serta acap kali merupakan pigmen . Jadi fotosintesis adalah proses penyusunan bahan organik (zat makanan) dengan bantuan energi dari cahaya matahari. 1996). 1987). Klorofil-a (C55H72O5 N4Mg) berwarna hijau tua dan Klorofil-b (C55H70O6 N4Mg) berwarna hijau muda. Ada dua macam klorofil yang terdapat pada tumbuhan yaitu.Fotosintesis berasal dari kata foton yang artinya cahaya dan sintesis yang artinya penyusunan. Klorofil adalah pigmen atau zat hijau daun yang terdapat dalam kloroplas sel tumbuhan. yang dapat mengabsorbsi energi cahaya yang diperlukan untuk proses fotosintesis (Gem. 1998). karena hanya pada tumbuhan yang memiliki klorofil proses ini baru dapat terjadi (Rabinowitch. S. diubah jadi glukosa (C6 H12 O6). Untuk mengikat energi cahaya matahari itu diperlukan kehadiran klorofil (zat hijau daun) di daun (Wildan Yatim. Tanpa adanya klorofil. Prosesnya dimulai ketika air (H2 O) dari tanah beserta asam arang (CO2) dari udara. Molekul karotenoid ini mempunyai warna merah dan kuning. Di dalam sel klorofil tersebut terikat dengan proses fotosintesis (Sylvia.

Energi tersebut diteruskan kepada klorofil-a dan klorofil-b untuk digunakan dalam proses fotosintesis. Hal ini menandakan bahwa pada daun tersebut terdapat amilum (Rutland. Karotenoid pada daun sering ditutupi dengan klorofil yang lebih banyak. alkohol panas yang digunakan berubah warna menjadi hijau ketika kedua daun tersebut dimasukkan. Pada percobaan Sahcs diperoleh bahwa daun ubi (Manihot esculenta) yang ditutupi oleh aluminium foil (kertas timah) dan dimasukkan kedalam alkohol yang telah dipanaskan kemudian ditetesi oleh larutan iodin akan berubah warna menjadi warna coklat kehitam-hitaman dan bentuk daunnya menjadi kering. Jadi pada daun ubi (Manihot esculenta) tersebut terjadi proses fotosintesis (Sambodo. Dalam percobaan ini.dominan pada bunga dan buah. dan bentuk daun tidak terlihat kering. Pigmen ini banyak berperan dalam fotosintesis karena membantu menyerap energi lebih banyak dari spectrum matahari. 1989) dan zat klorofil pada daun ubi (Manihot esculenta) tersebut telah hilang karena daun tersebut tidak sepenuhnya mengalami proses fotosintesis. Namun pada daun ubi (Manihot esculenta) yang tidak ditutupi oleh aluminium foil setelah ditetesi oleh larutan iodin warnanya tetap hijau pucat seperti semula. 1996). Hal ini menunjukkan bahwa daun . Hal ini dikarenakan zat klorofil yang terdapat pada daun tidak hilang.

HASIL DAN PEMMBAHASAN 4.1.1 Hasil Berdasarkan pengamatan yang dilakukan maka diperoleh hasil sebagai berikut: Lensa Okuler Tubus Pengaturan K asar Batang peluncur Pengatur Halus Lensa Objektif .1 Pengenalan dan Penggunaan Mikroskop 4.tersebut memiliki zat hijau daun (klorofil). karena alkohol ini berfungsi sebagai bahan untuk melepas zat hijau daun ( IV .

. Mikroskop dan Komponen ± Komponennya.Penjepit Preparat Meja Preparat Revolver Kondensor Cermin Kaki Mikroskop Gambar 1. Gambar 2. Perparat huruf ³d´ sebelum diamati di bawah Mikroskop.

4. Preparat butir pati kentang (solanum tuberosum) setelah diamati pada Mikroskop dengan pembesaran 10x. Berdasarkan hasil praktikum mata kuliah biologi umum modul satu di dapatkan bahwa mikroskop merupakan alat yang dapat membantu manusia dalam . Gambar 4.1.Gambar 3.2 Pemahasan Mikroskop merupakan alat utama dalam Laboratorium biologi yang digunakan dalam pengamatan dan penelitian benda ± benda yang jauh dari jangkauan mata bugil biasa sehingga sangat membbantu dalam mengamati benda ± bensda renik.:Perparat huruf ³d´ setelah diamati di bawah Mikroskop dengan pembesaran 10x.

Jadi. Lensa objektif berfungsi pada pembentukan bayangan pertama yakni yang menentukan banyaknya struktur dan bagian renik yang akan terlihat pada bayangan akhir. meja mikroskop sebagai wadah preparat atau benda yang akan di teliti. Selain itu lengan mikroskop juga di gunakan sebagai tempat pegangan bila kita hendak memindahkan mikroskop ke tempat lain serta kaki mikroskop yang berfungsi sebagai epnompang agar mikroskop dapat berdiri kokoh dan sengaja di buat berat agar mikroskop tetap stabil. pada pengamatan tersebut preparat yang di buat tidak sama dengan bayangannya.mengamati dan meneliti benda ± benda yang tidak dapat di lihat jelas jika hanya dengan mata telanjang seperti yang di paparkan oleh Selain itu dapat kita ketahui juga bahwa berdasarkan modul panduan. Cermin cekung berfungsi untuk memantulkan cahaya ke diagfragma. tubus objektif dan tubus okuler berfungsi sebagai tempat melekatnya atau bertumpunya lensa objektif dan lensa okuler. Pengatur kasar berfungsi untuk mencari atau menangkap bayangan yang di arahkan pada lensa objektif dan pengatur halus digunakan untuk memperjelas atau mempertajam bayangan yang berhasil di tangkap oleh pengatur kasar. karena itu merupakan . Pada pengamatan huruf ³d´ diperoleh bayangan maya. bayangan yang terbentuk adalah huruf ³p´. mikroskop memiliki bagiab ± bagian dan fungsi tertentu antara lain : Lensa okuler yang beerfungsi dalam pembesaran bayangan yang di hasilkan oleh lensa objektif. terbalik di perbesar. Kondensor berfungsi untuk menciptakan cahaya pada objek yang akan di fokuskan sehingga bila pengaturan pencahayaan yang akan di berikan pada kondensor. Revolver berfungsi sebagai tempat meletaknya lensa objektif.

2 Pengamatan Sel . Selain itu.kerja sama dari lensa ± lensa yang berada dalam mikroskop. Kemudian apabila preparat di geser ke belakang maka bayangan akan bergeser ke depan begitu pula sebaliknya. terbalik. Penyebab dari perubahan kedudukan bayangan ini akibat perubahan objek dan perbesaran karena semakin besar perbesaran yang di lakukan maka bayangan yang akan di hasilkan semain jelas. Selain itu telah diketahui bahwa apabila preparat di balik menjadi huruf ³p´ maka yang tampak adalah bayangan huruf ³d´. Pada lensa objektif terdapat lensa cekung yang membuat bayangan itu maya dan tetap terbalik dan sama dengan bayangan lensa objektif sebellumnya. apabila lensa objektif di putar sehingga objek kuat tepat berada di bawah lensa okuler maka akan mengakibatkan perubahan bidang pandangan karena cahaya yang masuk berbeda dengan sebelumnya serta jarak pandang yang berbeda dengan sebelumnya yangsemakin dekat akan membuat bidang pandang semakin sempit. 4. berdasarkan hasil percobaan telah didapatkan bahwa apabila preparat di geser ke kiri maka bayangannya akan bergeser ke kanan dan begitu pula sebaliknya. dan di perbesar.(Anonim. Itulah sebabnya mengapa bayangan yang do perolehmenjadi maya. Sebagai kesimpulan bahwa semakin besar perbesaran yang di lakukan maka bayangan yang di hasilkan akan semakin jelas. 2009 ). Dengan di lakukannya penggantian objek maka jelas akan mengubah pembesaran dan secara otomatis akan berpengaruh pada kedudukan bayagan. seperti yang di simpulkan.

2. diperoleh hasil sebagai berikut : Dinding sel Gambar 5. Struktur sel empulur batang ubi kayu (Manihot esculenta) padapembesaran 10 x Dinding sel Sitoplasma Inti sel Gambar 6.4. Struktur sel umbi lapis bawang merah (Allium cepa) pada pembesaran 10 x .1 Hasil Berdasarkan pengamatan yang di lakukan di Laboratorium.

Pengamatan sel selaput rongga mulut (Ephitelium mucosa) dengan pembesaran 10 x. Struktur sel daun Hydrilla verticillata pada pembesaran 10 x Membran Sel Inti Sel Sitoplasma Gambar 8.Sitoplasma Ruang antar sel Dinding sel Inti sel Gambar 7. .

1988).2. Bulu getar Silia Flagel Gambar 10. Pengamatan Sel Protozoa pada air rendaman jerami dengan pembesaran 10x.Gambar 9. Pada pengamatan struktur sel tumbuhan dengan menggunakan umbi lapis bawang merah (Allium cepa) yang dapat di lihat pada pembesaran 10x yaitu ruang . fungsional.2 Pembahasan Sel adalah bagian terkecil dari makhluk hidup yang merupakan unit structural. dan hereditas. 4. Ukuran sel sangat kecil sehingga uuntuk melihatnya harus menggunakan mikroskop (Bawa. Pengamatan sel darah manusia setelah di amati menggunakan pembesara pembesaran 10x.

Pada pengamatan struktur daun Hydrilla verticillata yang dapat dilihat dengan pembesaran 10 x yaitu butir-butir kloroplast. tersusun atas sel yang berhubungan rapat dan membentuk lapisan yang melapisi permukaan luar maupun dari dalam tubuh maupun organ tubuh. karena tumbuhan ini hidup di air. dan ruang antar sel. Hal ini sesuai dengan yang dinyatakan oleh Saktiono (1984). sitoplasma dan ruang antar sel. hal ini disebabkan karena sel empulur batang ubi kayu (Manihot esculenta) merupakan sel mati (Prawirohartono. Pada pengamatan struktur sel empulur batang ubi kayu (manihot esculenta) dengan pembesaran 10 x tidak tampak adanya inti sel. sitoplasma. inti sel dari sel lapis umbi bawang merah (Allium cepa) telah tampak. Selain itu juga terdapat ruang antar sel. dinding sel. jaringan tulang daun. Dengan pembesaran 10 x . Pada pengamatan selaput rongga mulut (Ephitelium mucosa) terdapat bentuk sel yang tidak beraturan. Tumbuhan ini termasuk dalam kelas hydrozoa. melainkan yang tampak hanya dinding sel. sitoplasma. 1988). Jaringan epitel pada rongga mulut berebentuk pipih berlapis banyak. dinding sel. Komponen utama sel tumbuhan adalah dinding sel. sitoplasma dan nucleus.antar sel. Dinding sel berfungsi untuk melindungi bagiian dalam sel dan membentuk bagian sel sitoplasma berfungsi sebagai tempat mengapungnya organel-organel sel. karena selaput rongga mulut termaksud sel hewan yang hanya di batasi oleh membrane sel sehingga bentuknya tidak kaku atau tidak tetap.

dapat dilihat sitoplasma, membrane sel dan inti sel. Pada selaput rongga mulut wanita hanya terdapat membrane sel dan sitoplasma. Pada pengamatan sel preparat protozoa pada air rendaman jerami di bawah mikroskop tidak tampak adanya protozoa. Hal ini di sebabkan oleh beberapa 98actor antara lain air rendaman jerami tidak mencapai waktu satu minggu seperti yang telah di tenukan atau pencahayaan pada mikroskop yang kurang baik. Pada perendaman telur pada larutan cuka yang diameter mula-mulanya dadlah 14 cm lonjong, telur mengapung. Namun setelah direndam selama 72 jam,di sekeliling telur terdapat gelembung udara yang mengelilingi permukaan telur sreta ukuran telur terus bertambah menjadi 16,5 cm dan tetap terapung. Hal ini disebabkan terjadinya perpindahan konsentrasi, dari konsentrasi larutan cuka yang rendah ke konsentrasi telur yang lebih tinggi. Sehingga hal ini menyababkan perubahan diameter dan bentuk pada telur.peristiwa ini sering di sebut dengan osmosis atau perpindahan konsentrasi yang rendah menuju ke konsentrasi yang tinggi melalui selapur permeable (Nihayati,1986). Pada perendaman telur dengan menggunakan sirup coco pandan ke adaan telur berubah menjadi terapung dan diameter telur terus turun drastic sehingga telur menjadi kecil dan terapung. Setelah perendaman selama 72 jam dengan larutan sirup coco pandan ukuran telur semakin bertambah kecil yaitu menjadi 12,5 cm dan tetap berbentuk oval serta kulit telur mengerut. Peristiwa ini di sebabkan karena konsentrasi yang di miliki oleh sirup lebih tinggi di bandingkan telur.

Menurut sastrodonoto (1990), Menurut Sastrodinoto (2000), hal ini berarti membrane dalam usaha menyamakan tekanan, bila konsentrasi larutan dalam sel tinggi maka air akan masuk ke dalam sel sehingga mengakibatkan terjadinya peristiwa endosmosis. Apabila larutan di luar sel lebih tinggi maka air dalam sel akan keluar melalui selaput semiperemeable dan mengakibatkan terjadinya peristiwa plasmolisis yaitu terlepasnya membrane sel dari dinding sel. 4.3 Pengamatan Tumbuhan

4.3.1 Hasil

Berdasarkan praktikum tentang pengamatan tumbuhan di peroleh hasil sebagai berikut :

Ujung daun (Apex Folli)= runcing Bangun daun (Ciroum scription)= datar Tulang menyirip Tepi daun (Margin folli)= rata Pangkal tumpul daun (Basis folli)= daun (Nervatio) =

Gambar 11 : Morfologi daun dikotil pada tanaman mangga (Mangifera indica), Family Ancardiacea.

Ujung daun (Apex folli)= runcing Tepi daun (Margin folli)= rata Tulang daun (Nervatio)= sejajar Bangun datar meruncinng daun(sircum scription)=

Pangkal daun (Basis folli)=

Gambar

12:Morfologi daun monokotil mays),FamilyPoaceae.

pada

tanaman

jagung

(zea

Cabang

Batang (Caulis)

Ruas batang Batang (Caulis) Gambar 14. family Poaceae. Batang akar (Corpus radicis) radicais) Bulu akar (pils Cabang akar (Radix radicis) (Calyptra) Tudung akar Gambar 15 : Morfologi akar (Radix) tumbuhan Mangga (Mangifera indica).Gambar 13. Morfologi batang (Caulis) tumbuhan mangga (Mangifera indica) family Anacardiacea. family Anacardiacea. Morfologi batang (Caulus) tumbuhan jagung (Zea mays). Cabang akar (Radix radicis) Bulu akar (Pils radicalis) .

family Euphorbiacea. family Poaceae. Daun lembaga (kotiledon) Plumala Hipokotil Akar (Radix) Gambar 17 : Morfologi kecambah kacang hijau (Phaseolus radiatus). . Empulur Batang (Caulus) Nodus Gambar 18 : Morfologi stek batang ubi kayu (Manihot esculenta).Gambar 16 : Morfologi akar (Radix) tumbuhan jagung (zea mays). family piperaciae.

Benang sari (Stamen) Mahkota (Petal) Kelopak (Calix) Tangkai bunga . family rosaceae.Keterangan : Putik (Pistil) Mahkota (Petal) Kelopak (Calix) Tangkai bunga Gambar 19 : Morfologi bunga mawar (rosa hibrida hort).

Gambar 20. Family Malvaceae. Morfologi bunga kamboja (Plumeria acuminata). family Putik (Pistil) Benang sari (Stamen) Mahkota (Petal) Kelopak (calyx) Tangkai bunga Gambar 21 : Morfologi bunga kembang sepatu (Hibiscus rosa sinensis). . Epidermis Tulang (Nervatio) daun Gambar 22 : Anatomi daun (Folium) tumbuhan dikotil setelah diamati dibawah mikroskop dengan perbesaran 10X. Cunfuluciae.

Epidermis Empulur xylem floem Gambar 23 :Anatomi daun tumbuhan monokotil setelah diamati dibawah mikroskop dengan perbesaran 10X. xylem Epidermis floem Gambar 24 : Anatomi akar (Radix) tumbuhan dikotil setelah dibawah mikroskop dengan perbesaran 10X. keterangan .

Epidermis Kambium Empulur xylem floem Gambar 26 : Anatomi batang tumbuhan Dikotil setelah diamati dibawah mikroskop dengan perbesaran 10X.Floem Xilem Epidermis Gambar 25 : Anatomi akar (Radix) tumbuhan monokotil setelah diamati dibawah mikroskop dengan perbesaran 10X. Keterangan : Epidermis .

Anatomibunga mawar (Rosa hibrida hort).Empulur Floem Xilem Gambar 27 : Anatomi Batang (Caulis) tumbuhan monokotil setelah diamati dibawah mikroskop dengan perbesaran 10X. setelah di amati menggunakan lup (kaca pembesar) Septum Carpel . Steptum Carpel Gambar 28. family Rosaceae.

Batang pada tumbuhan monokotil umumnya beruas-ruas. Akar pada tumbuhan monokotil berserabut sedangkan pada tumbuhan dikotil memiliki daun yang menyirip. tidak terus membesar serta xylem dan floemnya tidak teratur. family Mavaceae. Septum Locule Gambar 30 : Anatomi bunga kamboja (Plumeria acuminate).2 Pembahasan Pada pengamatan di atas dapat di ketahui perbedaan antara tumbuhan dikotil dan tumbuhan monokotil. mempunyai tangkai yang menempel pada batang. batang. menjari. setalah diamati menggunakan mikroskop 4. Perbedaan itu yaitu tumbuhan dikotil dan tumbuhan monokotil yang terletak pada bagian tubuhnya yaitu pada bagian akar.Locule Gambar 29: Anatomi bunga kembang sepatu (Hibiscus rosa sinensis). Batang pada tumbuhan dikotil mempunyai . family Convuluciae. daun.3. dan bunga. Pada tumbuhan monokotil memiliki daun yang pada umumnya berbentuk pita. sejajar dan langsung menempel pada batang. tidak memiliki cambium yang menyebabkan batangnya. tidak bercabang. setelah diamati menggunakan lup (kaca pembesar).

Jaringan epidermis terletak pada bagian paling luar.jaringan pparenkim pada akar merupakan perhubungan antara .daun dan batang. batang berkambium. serat batangnya bercabatang. fungsinya melindungi jaringan bawahnya. Tumbuhan berbunga memiliki beberapa organ yaitu akar. Tumbuhan dikotil memiliki bunga yang mempunyai bagian-bagian yang lengkap sedangkan monokotil mempunyai bagian yang tidak lengkap tiga atau kelipatannya. Pada tumbuhan monokotil merupakan tanaman yang dapat dilihat kenampakkkannnya yang menonjol yaitu mempunyai kulit cabang dan kulit batang. Akar pada tumbuhan dikkotil berakar tunggang yang bercabang. Pada akar yang masih muda epidermisnya berdinding tipis sehingga mudah di lalui air. Pada system pembuluh kelihatannya sebagian berkas pembuluh yang terppisah secara panjang (Anonim. dan dapat juga sebagai tempat menyimpan cadangan makanan. Masing-masing organ terdiri dari atas bermacam-macam jaringan.cambium yang menyebabkan batangnya membesar selain itu batang tumbuhan dikotil bercabang serta letak xylem dan floemnya teratur. Pada tumbuhan dikotil terdapat cirri-ciri yaitu daun menyirip. Pada akar terdapat sel-ssel pembentuk jaringan pembuluh kayu. parenkim. Pada epidermis akar terdapat rambut akar yang fungsinya memperluas bidang penyerapan akar. epidermis. menegakkan batang. tumbuhan terbagi menjadi dua bagian yaitu. tumbuhan monokotil dan tumbuhan dikotil. Jaringan yang menyusun akar antara lain.danjaringan pengangkut. Pada dasarnya. Akar berfungsi menyerap air dan mineral dari tanah.2006). akar tunggang.

sedangkan epigel ini adalah pada saat berkecambah daun lembaga terangkat ke atas. bunga lengkap dan bunga tidak lengkap. serta alat perkembangbiakan secara lengkap. Pengamatan Hewan . Reproduksi ini terdapat pada kecambah kacang (Phaseolum radiarus). Oleh karena itu. Hipogel adalah perkecambahan daun lembaga berada didalam tanah. Yang kemudian bunga tersebut mempunyai fungsi dan bagian yang berbeda baik dari segi bentuk anatominya maupun secara morfologi (soerodikusuma. fungsi jaringan parenkim sebagai tempat menyimpan cadangan makanan.2009). Bunga lengkap apa bila bagian-bagian bunga tersebut berupa tangkai. 4. Reproduksi vegetative pada tumbuhan di lakukan pada pembentukan individu baru dari bbagian tubuh induk (akar.4. Bunga tak lengkapapabila salah satu dari bagian-bagian bunga tersebut tidak dimliki. Reproduksi generative pada tumbuhan selalu didahului pada peleburan sperma yang bersifat haploid. bunga lengkap terdiri dari putik. batang dan daun).jaringan epidermis dan jaringan pengangkut. kelopak dan sebagainya. Pembuahan dan pembentukan biji (Anonim. Bunga pada tanaman dapat di bagi menjadi dua macam yaitu. Individu baru dari tubuh induk kemudian memisahkan diri dari induk menjadi produksi yang dapat hidup sendiri atau tetap bekumpul pada rumpun. benang sari. dasar bunga. 1997). System reproduksi pada tumbuhsn di bedakan atas reproduksi vegatatif dan reproduksi generative. Pada tumbuhan bunga terhadap reproduksi generative adalah penyerbukan.

4.1 Hasil Berdasarkan hasil praktikum Biologi tentang Pengamatan Hewan maka dapat di peroleh haasil sebagai berikut : Keterangan : Mata (Organon visus) Mulut (Rima ovis) Lengan atas (Brachium) Lengan bawa(Antebrachium) Paha (Femur) Tulang (Dorsum) Jari-jari (Digiti) Kaki (Pes) Tanggan (Manus) punggung .4.

Lambung (Verticulus) Usus halus Kloaka Usu 12 jari kileum kerongkonngan(esophagus) Gambar 32.Gambar 31. Morfologi katak sawah (Rana cancrivora) dalam keadaan tertelungkup.Sistem Pencernaan pada Katak Sawah (Rana cancrivora) Jantung (Car) Hati (Hepar) Lambung (Ventriculus) Usus halus Empedu (Vesica fellea) .

Sepasang testis .Sistem Reproduksi Pada Katak Sawah (Rana cancrivora) betina.Gambar 33. Anatomi Katak Sawah (Rana cancrivora). Ovum Ovarium Gambar 34 :.dalam keadan terbalik dan telanjang.

Pada saat melompat dari air.4. kaki belalang di gunakan untuk mengayuh kuat dengan bantuan selaput renangnya. suhu tubuh yang menyesuikan dengan suhu lingkungan. Tubuh katak berkulit tipis dan banyak mengandung pembuluh darah. Pada setiap kaki terdapat selaput renang yang terletak di antara jari-jari kakinya. Mata . Katak mempunyai dua pasangan kaki yang berfungsi untuk berjalan dan melompat. Jari-jari tungkai katak berbeda-beda tergantung tempat hidup atau kebiasaan hidupnya. Katak merupakan hewan berdarah dingin. tubuh katak (Rana cancrivora) diliputi oleh kulit yang licin dan selalu basah yang berfungsi sebagai alat pernepasan tambahan.Gambar 35 : Sistem Reproduksi Pada Katak Sawah (Rana cancrivora) 4.2 Pembahasan Pada pengamatan morfologi katak jantan dan betina memiliki beberapa perbedaan yaitu ukuran tubuh katak jantan lebih kecil dibandingkan ukuran tubuh katak betina. Menurut sastrapraja (2001). dan bentu tubuh katak jantan lebih panjang dibandingkan bentuk katak betina.

Dari testis. kantong kemih.katak menonjol dan dilindungi oleh dua kelopak mata yang tidak dapat bergerak dan satu kelopak mata yang berupa selaput bening yang dissebut membrane nictitas. sel telur. Sedangkan pada katak jantan terdiri dari badan lemak. ginjal. ureter. usus dan kloaka. dan sistemreproduksi pada katak betina memiliki badan yang lemak. Kelenjar pencernaan katak terdiri atas hati dan pancreas. kantung kemih dan kloaka.artinya pada saat katak betina mengeluarkan sel telur barulah katak jantan membuahi sel telur tersebut (Anonim. dan kloaka. . Membrane nictitas dapat digerakan dari bawah keatas yang berfungsi untuk melindungi mata dari gesekan air. Alat kelamin katak betina terdiri atas sepasang indung telur (ovarium). testis. oviduk.2009). uereter. kerongkongan. sel telur (ovum) melalui oviduk telur keluar ke air melalui kloaka. lambung. ovarium. kantong sperma. Alat kelamin katak jantan terdiri atas sepasang testis berwarna kekuningkuningan dan berfungsi menghasilkan sperma. Gigi katak hanya terdapat pada rahang atas dan langit-langit bagian depan. Ovarium berfungsi menghasilkan ovum. ginjal. sperme melalui saluran menuju ke ginjal dan selanjutnya keluar bersama-sama urine melalui kloaka. Pada katak pembuahan pada sel telur dilakukan diluar tubuh katak. Dari ovarium. System reproduksi pada katak di bedakan menjadi dua bagian yaitu system reproduksi pasa katak jantan dan betina. Saluran pencernaan katak meliputi mulut.

Saluran pencernaannya berturut-turut dari depan sampai belakang terdiri dari mulut dengan lidah dan gigi maxilla serta gigi vomer.Menurut Anonim (2009). Didalam mulut katak ada lidah yang panjang dan berguna untuk menangkap mangsanya.1 Hasil Berdasarkan hasil dari pengamatan tentang konsep Hukum Mendel.5. Kloaka adalah muara. Lambung berupa tabung lebar beerotot yang berwarna putih yang ujungnya posterior menjepit. Libag kloata merupakan lubang pelepas.5 Memahami Konsep Hukum Mendel 4. Pada rahang atas dan langit-langit mulut terdapat gigi. namun demikian mangsa yang tertangkap tidak dikunyah mlainkan langsung di telan. maka diperoleh hasil persilangan yang digambarkan pada tabel berikut ini : Tabel 3: Macam pasangan Merah-merah Ijiran ||||| ||||| | Perbedaan genotif 11 MM Perbedaan fenotif Merah . Farings (Phrynx). yaitu awal saluran pencernaan tidak jelas batasnya dengan rongga mulut. Usus besar berupa tabungyang lebar dan lurus yang langsung bermuara pada kloaka. system pencernaan pada katak meliputi saluran pencernaandan kelenjar pencernaan. 4.Kerongkongan yaitu saluran lebar menghubungkan farings dengan lambung.

dengan demikian. nampak bahwa individu Mm lebih mendominasi dibandingkan individu lainnya. monohybrid dibawah ini (Zelitch.5.2 Pembahasan Pada diagram persilangan monohibrid diatas. Hal ini terlihat pada individu MM pada F1. 1992) : P : MM (merah-merah) gamet : M M >< mm (putih-putih) m m . individu Mm pada F1 merupakan hasil Seperti pada diagram persilangan penggabungan kedua gamet tersebut. baik MM maupun mm pada generasi P membentuk gamet (sel kelamin). Individu MM membentuk gamet M. sedang individu mm membentuk gamet m. ( 74 ) 4.Merah-putih Putih-putih ||||| ||||| ||||| ||||| ||||| ||| ||||| ||||| | 28 Mm 11 mm Merah-putih Putih  Perbandingan fenotip antara fenotip merah (M) dominan sempurna terhadap fenotip putih (m) adalah : 3 : 1  Perbandingan fenotip pada sifat intermediat adalah : 1 merah : 2 merahputih : 1 : putih.

Namun pada persilangan tersebut terdapat sifat intermediat yaitu 1 merah : 2 merah-putih : 1 putih. yang dalam hasil dilambangkan dengan M atau m (Yatim. diperoleh hasil sebagai berikut : Daftar Tabel 4 : Hasil Percobaan Proses Transpirasi N o. Sehingga dari diagram tersebut dapat terlihat bahwa pewarisan ditentukan oleh pewarisan materi tertantu. 4.6. Nama Tumbuha n Ukura Awal Pengamatan setiap 10 menit I II III IV V VI .1 Hasil Berdasarkan praktikum dilakukan mengenai Transpirasi Tumbuhan. 1987).6 Pengamatan Transpirasi 4.F1 : Mm (Merah-putih) Pada persilangan tersebut terdapat sifat intermediat yang secara penuh tidak muncul.

1.

Aren

1,4 cm 1,4 cm 1,3cm 1 cm 1,3 cm 1,3 cm 1 cm 1,3 cm

1,4 cm 1,4 cm 1,5 cm 1,3 cm 1,3 cm 1,4 cm 1,1 cm 1,1 cm 1,1 cm 1,3 cm 1,3 cm 1,4 cm

1,6 cm 1,5 cm 1,2 cm 1,4 cm

1,6 cm 1,5 cm 1,2 cm 1,4 cm

2. Pepaya 3. 4. Cabe Kontrol

4.6.2 Pembesaran Hasil pengamatan pada tumbuhan cabe pada menit kesepuluh pertaman sampai menit sepuluh ketiga menunjukkan tidak terjadi penguapan atau transpirasi. Selanjutnya pada menit kesepuluh keempat dan kelima malah bertambah 0,01 ml. Pada pengamatan tumbuhan aren pada menit kesepuluh pertama dan kedua tidak terjadi penguapan. Pada menit kesepuluh ketiga bertambah 0,01 ml dan pada menit keempat dan kelima bertambah 0,01 dan tidak terjadi penguapan atau transpirasi. Pada pengamatan tumbuhan pepaya pada menit kesepuluh pertama sampai menit kesepuluh ketiga tidak terjadi penguapan, dan pada menit kesepuluh keempat dan kelima bertambah 0,25ml dan tidak terjadi penguapan atau transpirasi.

Pada pengamatan control pada menit kesepuluh pertama dan ketiga tidak terjadi penguapan malah pada menit kesepuluh keempat dan kelima bertambah 0,01 ml. Pada keempat hasil percobaan yang didapatkan, membuktikan bahwa pada pengamatan selama 10 menit yang dijemur di bawah terik matahari tidak terjadi penguapan atau transpirasi sama sekali, malah terjadi penambahan 0,01 ml dan 0,03 ml dalam pengamatan tersebut. 4.7 Pengamatan Fotosintesis Tumbuhan 4.7.1 Hasil Hasil yang diperoleh dari praktikum Biologi Umum mengenai Pengamatan Peristiwa Fotosintesis adalah sebagai berikut :

Warna tampak hijau muda

Gambar 32: Daun ubi (Manihot esculenta) yang dibungkus Aluminium foil. Setelah direndam larutan alcohol 100%

Warna tampak hijau tua

Gambar 33: Daun ubi (Manihot esculenta) yang tidak dibungkus Aluminium foil setelah direndam larutan alcohol 100%.

4.7.2 Pembahasan Fotosintesis berasal dari kata foton yang artinya cahaya dan sintesis yang artinya penyusunan. Jadi fotosintesis adalah proses penyusunan bahan organik (zat makanan) dengan bantuan energi dari cahaya matahari. Prosesnya dimulai ketika air (H2 O) dari tanah beserta asam arang (CO2) dari udara, diubah jadi glukosa (C6 H12 O6). Untuk mengikat energi cahaya matahari itu diperlukan kehadiran klorofil (zat hijau daun) di daun (Wildan Yatim, 1987). Peristiwa fotosintesis dapat dinyatakan dalam persamaan reaksi kimia sebagai berikut : Cahaya matahari 6CO2 + 12H2 O klorofil Karbondioksida air karbohidrat oksigen air C6H12O6 + 6O2 + 6H2O

Klorofil pada tumbuhan memiliki peranan yang sangat penting dalam proses fotosintesis. Tanpa adanya klorofil, proses fotosintesis tidak akan terjadi, karena

1994). Pigmen lain yang terdapat dalam klorofil adalah karotenoid. Hal ini menandakan bahwa pada daun tersebut terdapat amilum (Rutland.hanya pada tumbuhan yang memiliki klorofil proses ini baru dapat terjadi (Rabinowitch. Karotenoid pada daun sering ditutupi dengan klorofil yang lebih banyak. yang dapat mengabsorbsi energi cahaya yang diperlukan untuk proses fotosintesis (Gem. Klorofil adalah pigmen atau zat hijau daun yang terdapat dalam kloroplas sel tumbuhan. Pada percobaan Sahcs diperoleh bahwa daun ubi (Manihot esculenta) yang ditutupi oleh aluminium foil (kertas timah) dan dimasukkan kedalam alkohol yang telah dipanaskan kemudian ditetesi oleh larutan iodin akan berubah warna menjadi warna coklat kehitam-hitaman dan bentuk daunnya menjadi kering. Energi tersebut diteruskan kepada klorofil-a dan klorofil-b untuk digunakan dalam proses fotosintesis. . Molekul karotenoid ini mempunyai warna merah dan kuning. 1998). Klorofil-a (C55H72O5 N4Mg) berwarna hijau tua dan Klorofil-b (C55H70O6 N4Mg) berwarna hijau muda. 1996). serta acap kali merupakan pigmen dominan pada bunga dan buah. Di dalam sel klorofil tersebut terikat dengan proses fotosintesis (Sylvia. Pigmen ini banyak berperan dalam fotosintesis karena membantu menyerap energi lebih banyak dari spectrum matahari. Ada dua macam klorofil yang terdapat pada tumbuhan yaitu. 1989) dan zat klorofil pada daun ubi (Manihot esculenta) tersebut telah hilang karena daun tersebut tidak sepenuhnya mengalami proses fotosintesis. S.

Dalam percobaan ini. . Jadi pada daun ubi (Manihot esculenta) tersebut terjadi proses fotosintesis (Sambodo. 1996). alkohol panas yang digunakan berubah warna menjadi hijau ketika kedua daun tersebut dimasukkan. dan bentuk daun tidak terlihat kering. karena alkohol ini berfungsi sebagai bahan untuk melepas zat hijau daun klorofil) tersebut. Hal ini dikarenakan zat klorofil yang terdapat pada daun tidak hilang. Hal ini menunjukkan bahwa daun tersebut memiliki zat hijau daun (klorofil).Namun pada daun ubi (Manihot esculenta) yang tidak ditutupi oleh aluminium foil setelah ditetesi oleh larutan iodin warnanya tetap hijau pucat seperti semula.

........2.3 ........... ix I...2 Tujuan dan Kegunaan ««««««««««««««««««..4 Pengamatan Hewan««««««««««««««««««3 1..3 Pengamatan Tumbuhan««««««««««««««««......1 Pengenalan dan Penggunaan Mikroskop«««««««««. vi DAFTAR GAMBAR««««««««««««««««««««««.«««««««« 3 1. ....... vii DAFTAR TABEL«««««««««««««««««««««««.... v DAFTAR ISI««««««««««««««««««««««««...2. 3 1......2...DAFTAR ISI HALAMAN SAMPUL«««««««««««««««««««.. 2 1...viii DAFTAR GRAFIK «««««««««««««««««««««.. ii HALAMAN PENGESAHAN ««««««««««««««««««..2 Pengenalan Sel««««««««««««««««««««2 1.. iv KATA PENGANTAR«««««««««««««««««««««.2. 1 1.2..1 Latar Belakang «««««««««««««««««««««.iii HALAMAN DEDIKASI ««««««««««««««««««««. 2 1.. «i HALAMAN JUDUL ««««««««««««««««««««««....6 Pengamatan Transpirasi Tumbuhan«.......5 Memahami Konsep Hukum Mendel«««««««««««.2....7 Pengamatan Fotosintesis «««««««««««««««.. PENDAHULUAN 1..2. 2 1.....

1 Pengenalan dan Penggunaan Mikroskop««««««««««««. TINJAUAN PUSTAKA 2.2 Pengamatan Sel ««««««««««««««««««««««.2 Tumbuhan Dikotil «««««««««««««««««««.. 4 2..4 Pengamatan Hewan ««««««««««««««««««««.«14 2.2 Sel Hewan ««««««««««««««««««««««. ..1 Pengertian Sel ««««««««««««««««««.....10 2...8 2.2 Jenis-Jenis Mikroskop «««««««««««««««« ..3...1.4 Sifat Lensa pada Mikroskop «««««««««««««««....3. 4 2.4 Organel-Organel Sel ««««««««««««««««««...«.1..3.3 Bagian-Bagian dan Fungsi Komponen Mikroskop«««««« .«««.13 2.....1 Sejarah Mikroskop«««««««««««««««««««..4 Reproduksi pada Tumbuhan ««««««««««««««.II..13 2.. ..12 2.3 Sel Tumbuhan ««««««««««««.14 .9 2.«««««««....10 2.. ..2..3 Organ-Organ Tumbuhan «««««««««««««..5 2.1.3...1.3 Pengamatan Tumbuhan ««««««««««««««««««««13 2..2.....13 2..1 Tumbuhan Monokotil««««««««««««««««««.2..2..«7 2.9 2.....

2 Sifat Dominan dan Resesif «««««««««««««««.21 2.6.22 III.1 Pengertian Fotosintesis««««««««««««««««««.2...1 Klasifikasi Katak (Taksonom Amphibi) «««««««««««.6 Pengamatan Transpirasi Tumbuhan «««««««««««««««..21 2...3 Sifat Intermediet ««««««««««««««««««««..20 2..1 Pengertian Transpirasi ««««««««««««««««««....3 Hewan Berdarah Panas «««««««««««««««««.4..4..15 2.15 2. METODE PRAKTEK .7.4.4.5.14 2..21 2.4.7 Pengamatan Fotosintesis ««««««.5 Sistem Reproduksi Hewan ««««««««««««««««...7..5.5..21 2.3 Larutan Indicator ««««««««««««««««««««.««««««««««««..15 2.6...1 Hukum Mendel «««««««««««««««««««««16 2....22 2..4 Sistem Pencernaan Hewan ««««««««««««««««...2 Faktor-faktor yang mempengaruhi Laju Transpirasi ««««.21 2.7..20 2.16 2..2 Percobaan Sachs «««««««««««««««««««.5 Memahami Konsep Hukum Mendel «««««««««««««««16 2.2 Hewan Berdarah Dingin «««««««««««««««««.

.1.1..2..1 Waktu dan Tempat««««««««««««««««..1 Waktu dan Tempat «««««««««««««««««««.2 Bahan dan Alat ««««««««««««««««««««.28 3..2 Bahan dan Alat«««««««««««««««««««««....4.3.....2 Pengamatan Sel «««««««««««««««««««««««25 3..4 Pengamatan Hewan «««««««««««««««««««««.4...23 3.1.«.23 3.5 Memahami Konsep Hukum Mendel«««««««««««««««.1 Waktu dan Tempat «««««««««««««««««««.30 3.2 Bahan dan Alat«««««««««««««««««««««..2 Bahan dan Alat «««««««««««««««««««...25 3....30 3.3.3 Cara Kerja ««««««««««««««««««««««.2.31 3.4.«««««23 3..3.2..28 3.3.3 Cara Kerja ««««««««««««««««««««««.30 3....3 Pengamatan Tumbuhan «««««««««««««««««««.25 3.29 3..3 Cara Kerja «««««««««««««««««...1 Pengenalan dan Penggunaan Mikroskop «««««««««««««.3 Cara Kerja «««««««««««««««««««««...28 3..25 3.23 3..1 Waktu dan Tempat «««««««««««««««««««...32 .

36 IV..1..35 3....34 3.6.39 4..3 Cara Kerja ««««««««««««««««««««««.6.1 Waktu dan Tempat «««««««««««««««««««..6 Pengamatan Transpirasi Tumbuhan «««««««««««««««.6.34 3.3 Cara Kerja ««««««««««««««««««««««..33 3.37 4.42 ..3..37 4...34 3.2 Bahan dan Alat «««««««««««««««««««««33 3...5.1 Pengenalan dan Penggunaan Mikroskop ««««««««««««.2 Pembahasan «««««««««««««««««««««....7.1 Hasil ««««««««««««««««««««««««....1 Waktu dan Tempat «««««««««««««««««««.1 Waktu dan Tempat «««««««««««««««««««. HASIL dan PEMBAHASAN 4.34 3...2 Pengamatan Sel «««««««««««««««««««««««....7....2 Bahan dan Alat «««««««««««««««««««««35 3...7 Pengamatan Fotosintesis «««««««««««««««««««..7...5.5..3 Cara Kerja ««««««««««««««««««««««.2 Bahan dan Alat ««««««««««««««««««««....35 3.32 3.1.

7 Pengamatan Fotosintesis«««««««««««««««««««.75 4.2.6.4.7..6 Pengamatan Transpirasi Tumbuhan «««««««««««««««77 4.....6.2 Pembahasan ««««««««««««««««««««««70 4.....5 Memahami Konsep Hukum Mendel ««««««««««««««.2 Pembahasan ««««««««««««««««««««««80 4..67 4.5..5.77 4...1 Hasil «««««««««««««««««««««««««67 4.....1 Hasil ««««««««««««««««««««««««.42 04..4 Pengamatan Hewan ««««««««««««««««««««.1 Hasil ««««««««««««««««««««««««....1 Hasil «««««««««««««««««««««««..7..82 4.3.2 Pembahasan ««««««««««««««««««««««76 4.3.82 4.1 Hasil ««««««««««««««««««««««««.1 Hasil «««««««««««««««««««««««««55 4.2 Pembahasan «««««««««««««««««««««««.4.45 4.2 Pembahasan ««««««««««««««««««««««56 4..75 4.4.3 Pengamatan Tumbuhan ««««««««««««««««««««48 4.2...2 Pembahasan ««««««««««««««««««««««83 .

.7 Pengamatan Fotosintesis««««««««««««««««..4 Pengamatan Hewan««««««««««««««««««..89 5..1.6 Pengamatan Transpirasi ««««««««««««««««.1.2 Saran «««««««««««««««««««««««««««92 DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN RIWAYAT HIDUP PENYUSUN .2 Pengamatan Sel ««««««««««««««««««««87 5.1 Pengenalan dan Penggunaan Mikroskop«««««««««..1 Kesimpulan «««««««««««««««««««««««.1..90 5..86 5.. KESIMPULAN DAN SARAN 5..91 5.87 5.1.1.5 Memahami Konsep Hukum Mendel««««««««««««.86 5..91 5.1.1.V.3 Pengamatan Tumbuhan«««««««««««««««««.

fakultas Pertanian. Menamati Pendidikan SDN 3 Siweli Kec. Anak Pertama dari 26 bersaudara. Jurusan Agroteknologi sebagai Mahasiawa semester I (satu). Sampai saat ini saya masih melanjutkan pendidikkan di Universitas Tadulako. Lahir di Pante barat. sirenja. .DAFTAR RIWAYAT HIDUP Anti. Setelah itu saya melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi di SMK Negeri I Biromaru. hingga menamatkan pendidikan pada tahun 2010. Pada tahun itu saya melanjutkan ke SMP Negeri I Sirenja dan menamatkan pendidikan pada tahun 2006. Pada tanggal 29 Februari 1991. Program Studi Budidaya Pertanian. Dari pasangan Nasir dan Sapa stau«!!. Hingga tamat pada tahun 2003.