REVISI AKHIRbanget

BAB I PENDAHULUAN 1.

1 Latar Belakang Budaya politik merupakan sistem nilai dan keyakinan yang dimiliki bersama oleh masyarakat. Namun, setiap unsur masyarakat berbeda pula budaya politiknya, seperti antara masyarakat umum dengan para elitenya. Almond dan Verba mendefinisikan budaya politik sebagai suatu sikap orientasi yang khas warga negara terhadap sistem politik dan aneka ragam bagiannya, dan sikap terhadap peranan warga negara yang ada di dalam sistem itu.1 Dengan kata lain, bagaimana distribusi pola-pola orientasi khusus menuju tujuan politik diantara masyarakat bangsa itu. Lebih jauh mereka menyatakan, bahwa warga negara senantiasa mengidentifikasikan diri mereka dengan simbol-simbol dan lembaga kenegaraan berdasarkan orientasi yang mereka miliki. Dengan orientasi itu pula mereka menilai serta mempertanyakan tempat dan peranan mereka di dalam sistem politik. Kebudayaan politik, meliputi sikap-sikap dari warga negara terhadap pemerintahan dan politiknya. Untuk menilai dan memperbandingkan kebudayaan politik, Almond mengajukan ukuranukuran : identitas nasional, kesadaran kelas, motivasi berprestasi, keyakinan akan kebebasan dan persamaan, efektivitas politik dan kepercayaan kepada pemerintah. Tipe budaya politik dibedakan menjadi dua. pertama berdasarkan sikap yang ditujukan. Dalam hal ini dibedakan lagi menjadi beberapa sikap diantaranya budaya politik militant dan budaya politik toleransi. Dalam budaya politik militant perbedaan tidak dipandang sebagai usaha mencari alternatif yang terbaik, tetapi dipandang sebagai usaha jahat dan menantang. Sedangkan dalam budaya politik toleransi pemikiran berpusat pada masalah atau ide yang harus dinilai, berusaha mencari konsensus
1 Mochtar Maso’ed (editor).Perbandingan Politik. Gadjah Mada University Press. (Yogyakarta:2001) hlm. 40

1

yang wajar yang mana selalu membuka pintu untuk bekerja sama. Kedua tipe budaya politik berdasarkan orientasi politiknya. Dalam hal ini dibedakan lagi menjadi budaya politik parokial yang mana tingkat partisipasi politiknya sangat rendah, yang disebabkan faktor kognitif (misalnya tingkat pendidikan relatif rendah), budaya politik kaula yang mana masyarakat bersangkutan sudah relatif maju (baik sosial maupun ekonominya) tetapi masih bersifat pasif, dan budaya politik partisipan yang mana budaya politik yang ditandai dengan kesadaran politik sangat tinggi.2 Pemilihan China dan Russia sebagai negara yang akan dibahas pada makalah ini karena keduanya memiliki kesamaan dan perbedaan pada yang menarik. China dan Rusia merupakan negara yang memiliki kesamaan dalam ideologi. Munculnya ideologi komunisme di Cina tidak lepas dari pengaruh komunisme Uni Soviet. Ideologi komunis yang berada dikedua negara tersebut memiliki pandangan sama terhadap wanita pada awal kemunculannya (Stalin di Uni Soviet dan Mao Zedong di China) yang mempengaruhi munculnya partisipasi perempuan diperpolitikan China dan Russia. Persamaan tersebut tidaklah mutlak dan menjadikan level partisipasi perempuan dikeduanya tinggi karena masih ada faktor-faktor lain yang mempengaruhi seperti; budaya dan partisipasi politik, etnis, nilai-nilai budaya setempat, serta agama atau kepercayaan kedua negara. Oleh karena itu dalam makalah ini akan dibahas mengenai perbandingan partisipasi perempuan di China dan Russia berikut dengan faktor-faktor yang mempengaruhinya.

2 Mochtar Maso’ed (editor). Perbandingan Politik. Gadjah Mada University Press.
(Yogyakarta:2001) hal.41-45

2

1.2 Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang diatas, berikut adalah rumusan masalah : 1. Siapa aktor yang berperan dalam partisipasi politik perempuan di China dan Russia ? 2. Bagaimana sistem nilai dan budaya politik di China dan Russia 3. Bagaimana proses partisipasi politik perempuan di negara China dan Russia 4. Faktor-faktor apa yang menentukan level partisipasi politik perempuan di China dan Russia ? 1.3 Tujuan Pembuatan Makalah Tujuan pembuatan makalah ini adalah sebagai pemenuhan tugas akhir mata kuliah Perbandingan Politik. 1.4 Manfaat Pembuatan Makalah 1. Memberikan pengetahuan lebih mendalam mengenai pengertian budaya dan partisipasi politik. 2. Memberikan pengetahuan lebih mengenai perbandingan buudaya politik China dan Russia.

3

BAB II PROFIL NEGARA, SEJARAH SINGKAT DAN LEMBAGA PEMERINTAHAN DI CHINA DAN RUSIA

2.1 China

2.1.1 Profil Negara Republik China (RRC) Nama asli Ibukota Bahasa resmi Hari Proklamasi Pemerintahan Presiden Perdana Menteri Pemerintahan daerah Luas wilayah Jumlah Penduduk Kepadatan penduduk Suku bangsa Agama Lagu kebangsaan Income percapita Gross National Product 2.1.2 Konteks Historis China Republik Rakyat China merupakan negara terbesar di Asia Timur, dan sebagai negara ketiga terluas di dunia dengan populasi sekitar 1.3 miliar jiwa setelah Rusia dan Kanada. Militer di China juga dikenal kuat dan cukup untuk mencemaskan berbagi pihak di kawasan Asia.3 China 3 4 : Zhonghua Ren min Gonghe Guo : Beijing : Mandarin : 1 Oktober 1949 : Republik Sosialis : Hu Jintao (2003-sekarang) : Wen Jiabao : 22 Provinsi, 5 Daerah, 3 Kodya : 9.596.960 km2 : 1.298.847.624 jiwa (perkiraan 2004) : 140 per km2 : China, Mongol, Mancu : Khonghucu : The March of the People : $ 3.800 : $ 4.8 trilyun

berbatasan dengan 14 negara, antara lain: Afganistan, Bhutan, Myanmar, India, Kazakhstan, Kirgizia, Korea Utara, Laos, Mongolia, Nepal, Pakistan, Russia, Tajikistan, dan Vietnam. Meskipun seringkali dilihat sebagai Negara komunis, namun pada kenyataanya ekonomi republik ini telah diswastakan sejak tiga dasawarsa yang lalu. Oleh karena itu, tidak ada definisi yang tepat yang dapat diberikan kepada jenis pemerintahan yang diterapkan Negara ini, karena strukturnya tidak dikenal pasti. Salah satu sebab masalah ini ada adalah karena sejarahnya, Cina merupakan negara yang diperintah oleh para kaisar selama 2000 tahun dengan sebuah pemerintahan pusat yang kuat dengan pengaruh Kong Hu Cu. Setelah tahun 1911, China diperintah secara otokratis dan setelah 1949 didominasi oleh Partai Komunis Cina. China sendiri pernah mengalami perang saudara antara Partai Komunis Cina dan Kuomintang yang terjadi setelah berakhirnya PD II dan berakhir pada 1949 dengan hasil pihak komunis menguasai Cina Daratan dan Kuomintang menguasai Taiwan dan beberapa pulau-pulau lepas pantai di Fujian. Sejak dideklarasikan pada 1 Oktober 1949 oleh Mao Zedong, China telah dipimpin oleh Partai Komunis Cina (PKC) dan menjadi sebuah Negara komunis. Dengan prinsip luar negeri yaitu berpaling dan memilih blok Sosialis, China berusaha mempengaruhi perkembangan politik internasional dengan menyerukan perang terhadap dunia imperiali skapitalis. Periode setelah 1976, terutama setelah Mao meninggal dan naiknya Deng Xiao Ping, merupakan tonggak sejarah penting dalam perkembangan politik di China. Ketika Mao masih hidup, tidak ada pemisahan yang jelas antara pemerintah dengan partai. Hal ini dikarenakan partai komunis adalah penguasa tunggal di daratan China, dan hal tersebut secara khusus tertera dalam konstitusi China. Atas dasar konsep itu pada tiap tingkatan pemerintahan selalu dihadiri perwakilan partai, dengan berbagai pertimbangan dan perhitungan untung ruginya bagi partai yang
Baca Drs. Inu Kencana Syafiie.IlmuPolitik. Rineka Cipta. hal 196.

5

selalu melatar belakangi setiap keputusan pemerintah. Pada tahun 1971 China masuk anggota PBB dengan dukungan AS, dan langsung menjadi anggota dewan keamanan PBB menggeser China non komunis dari Formosa, karena dunia internasional terutama AS hanya mengakui satu China. Obsesi China untuk menjadi Negara adikuasa tampaknya terus meningkat dan hal tersebut dibuktikan sekarangini.

2.1.3 Struktur Pemerintahan Bagan 1. Struktur Pemerintahan China PEMERINTAHAN REPUBLIK RAKYAT CINA CHINA PARTAI KOMUNIS CINA NEGARA

KONGRES RAKYAT NASIONAL • PartaiKomunis China (PKC)

PRESIDEN

BADAN YUDIKATIF

Sumber : http://www.stats.gov.cn/tjgb/rkpcgb/index.htm 2.1.3.1 Partai Komunis China (PKC) Partai Komunis China merupakan partai yang berkuasa di dalam pemerintahan China dan didalamnya terdapat 63 juta anggota dan menjadi partai politik terbesar di dunia. Organ administratif utama (Dewan Negara) yang terdiri dari Perdana Menteri (PM), Wakil-wakil PM, dan kepalakepala dari semua kementerian dan komisi. Terdapat juga partai politik yang lain di RRC, walaupun mereka hanya sekadar sub-partai atau partai yang rapat dengan PKC. PKC mengadakan dialog dengan mereka melalui suatu badan perhubungan khusus, yang dinamai Dewan Perhubungan 6

Cadangan Rakyat Cina (CPPCC) yang dipertimbangkan RRC Fungsi badan perhubungan khusus ini lebih kepada mata luaran CPP, walaupun terdapat pengawai badan ini di semua tingkat pemerintahan. Partai Komunis China mempunyai kewenangan, antara lain: Mengatur dan mengendalikan seluruh struktur administratif dan bersama-sama dengan badan-badan tertinggi PKC menyelenggarakan pemerintahan China. Berperan sebagai penerjemah keputusan-keputusan partai ke dalam tindakan-tindakan negara yang menjadikannya sebagai lembaga yang paling kuat di antara berbagai lembaga yang dibentuk oleh konstitusi. 2.1.3.2 Power Sharing di China • Legislatif Kongres Rakyat Nasional (KRN) merupakan sebuah lembaga tertinggi dan badan perwakilan yang besar (kurang lebih 2.800 anggota yang terdiri dari wakil-wakil yang dipilih oleh kongres tingkat propinsi, angkatan bersenjata, dan orang-orang China perantauan) serta satu-satunya badan legislatif di China. KRN mengadakan sidang sekali setahun dan anggotaanggotanya dipilih setiap empat tahun. Lembaga ini banyak di intervensi oleh Partai Komunis Cina. Peran pemegang kekuasaan Legislatif yang mencangkup antara lain: Membentuk forum untuk mempelajari, mendukung, dan mengesahkan tindakan-tindakan pemimpin pusat. Melambangkan dukungan rakyat dan menghormati wakil-wakil terpilih secara politik.

Eksekutif

7

Posisi dan peran kepala megara dalam pemerintahan ini cenderung sebagai simbolisasi, maka orang pertama dalam kepemimpinan Partai Komunis China yang menggantikan jabatan ini yaitu ketua partai itu sendiri, sedangkan sekretaris jenderal partai merupakan penyelenggara pemerintah tertinggi setingkat perdana menteri. Hu Jintao yang dilantik menjadi presiden pada 15 Maret 2003 hingga sekarang merupakan Sekretaris umum Partai Komunis China. • Yudikatif Kekuasaan yudikatif dijalankan secara bertingkat dan kaku, oleh Pengadilan Rakyat dibawah pimpinan Mahkamah Agung China. Karena ada hubungan yang erat antara pengadilan dengan kejaksaan (penuntut umum) pada tiap tingkatan peradilan, maka oposisi tidak dapat bergerak sama sekali. Secara umum kejaksaan mempunyai kekuasaan yang bebas dalam lingkup penyelidikan, penuntutan, dan pengawasan terhadap semua organ negara, termasuk pengadilan-pengadilan. 2.1.4 Institusi Politik di China Republik Rakyat China berdiri pada tahun 1949 dengan meruntuhkan Dinasti Ching. Baru pada tahun 1954 China ditetapkan dalam Kongres Rakyat Nasional yang menyebutkan bahwa demokrasi rakyat dipimpin oleh kelas pekerja dan hal ini dikelola oleh Partai Komunis China sebagai kepemimpinan pemerintahan. 1. Ketua Partai Komunis China (PKC) dan Sekjen PKC. Partai Komunis China merupakan partai yang berkuasa di dalam pemerintahan China. Dan didalamnya terdapat 63 juta anggota dan menjadi partai politik terbesar di dunia. Organ administratif utama (Dewan Negara) yang terdiri dari Perdana Menteri (PM), Wakil-wakil PM, dan kepala-kepala Mempunyai tugas: • mengatur dan mengendalikan seluruh struktur administratif dan 8 dari semua kementerian dan komisi.

bersama-sama dengan badan-badan tertinggi PKC menyelenggarakan pemerintahan China. • Berperan sebagai penerjemah keputusan-keputusan partai kedalam tindakan-tindakan negara yang menjadikannya sebagai lembaga yang paling kuat di antara berbagai lembaga yang dibentuk oleh konstitusi. 2. Kongres Rakyat China

Sebuah lembaga tertinggi dan satu-satunya badan legislatif di China. Pemegang kekuasaan Legislatif yang mencangkup antara lain: - Membentuk di keluarkan. - Melambangkan dukungan rakyat dan menghormati wakil-wakil terpilih secara politik disukai. - Kongres Rakyat Nasional (KRN) merupkan badan perwakilan yang besar (kurang lebih 2.800 anggota yang terdiri dari wakil-wakil yang dipilih oleh kongres tingkat propinsi, angkatan bersenjata, dan orang-orang China. - KRN mengadakan sidang sekali dlam setahun dan anggotaanggotanya dipilih setiap empat tahun. 3. Mahkamah Rakyat Tertinggi dan Kejaksaan Rakyat Tertinggi. Pemegang kekuasaan Yudikatif yang memiliki 200 hakim sejak tahun 2008. Adapun tugas mahkamah rakyat tertinggi dan kejaksaan rakyat tertinggi mencangkup antara lain • Kejaksaan mempunyai kekuasaan yang bebas, termasuk penyelidikan, penuntutan, dan pengawasan secara umum terhadap semua organ Negara, termasuk pengadilanpengadilan. • Kekuasaan Yudikatif dijalankan secara bertingkat kaku oleh Pengadilan Rakyat. 9 forum untuk mempelajari, mendukung, dan mengesahkan tindakan-tindakan pemimpin pusat serta kebijakan yang

Pengadilan Rakyat bertanggung jawab kepada kongres rakyat di setiap angkatan. Namun karena perwakilan rakyat tersebut didomonasi oleh Partai Komunis China, demokrasi masih sulit terwujud, kendatipun usaha ke arah perubahan dilakukan terus menerus dalam rangkan reformasi besarbesaran yang dicanangkan mahasiswa (peristiwa Tiananmen) dalam rangka menghadapi era globalisasi dewasa ini.

10

2.2 Ru

2.2.1 Profil Negara Federasi Russia Ibukota Bahasa resmi Hari proklamasi Kelompok etnik : Moskow : Bahasa Rusia : 25 Desember 1991 : Pemerintahan - Presiden - Perdana Menteri - Ketua Dewan Federasi - Ketua Duma Negara Legislatif - Majelis Tinggi - Majelis Rendah Luas Penduduk Semipresidensial : Dmitry Medvedev (2008- ) : Vladimir Putin : Sergey Mironov : Boris Gryzlov : Dewan Federasi : Duma Negara Rusia 79,8 % Tatar 3.8% Ukraina 2% Chechnya 0,9% - Bashkir 1,2% - Chuvash 1,1% - Armenia 0,8%, - lainnya – 10,4%

: Republik Federal

: Majelis Federal

: Total 17,075,400 km2 : 141.915.979 (perkiraan 2009)

Kepadatan penduduk : 8,3/km2 2.2.2 Konteks Historis Russia Sebelum Uni Soviet terpecah, Rusia merupakan wilayah negara terbesar didalamnya. Begitupun sekarang ini, sejarah Rusia diawali pada tahun 882, Rurik menguasai Kiev, kota Slavia yang berkembang menjadi pusat perdagangan antara Skandinavia dan Konstantinopel. Pada tahun 989 Vladimir I meluaskan wilayahnya hingga Kaukasus dan Laut Hitam serta

11

mengambil ajaran Gereja Ortodoks Yunani. Kerajaan Kiev Rusia berakhir setelah serangan Mongol pada tahun 1237 oleh Batu Khan, cucu Genghis Khan.Selanjutnya bangsa Mongol dikalahkan oleh Dimitri Donskoy pada tahun 1380 dengan kemenangan di Kulikovo.Kemudian daerah-daerah yang tercerai-berai disatukan kembali oleh Ivan IV yang menaklukan Kazan (1552), Astrakhan (1516) serta menguasai Siberia. Pemerintahan dilanjutkan oleh penerusnya hingga Michael Romanov diangkat sebagai Tsar (1613). Dinasti Romanov berkuasa selama 304 tahun hingga tahun 1917 dengan Tsar Nikolai II sebagai tsar terakhir. Pada bulan Februari 1917 dibentuk pemerintahan sementara di bawah Pangeran Lyvov dan Alexander Kerensky sampai 25 Oktober 1917, saat pemerintahan tersebut digantikan pemerintahan Revolusi Bolshevik oleh Vladimir Ilyich Lenin. Stalin menjadi pemimpin bergaya diktator pada 1922, Pemerintahan Uni Soviet berakhir pada tanggal 25 Desember 1991 ketika Presiden Mikhail Gorbachev mengundurkan diri serta berkibarnya bendera Rusia di Kremlin. Karena Rusia merupakan negara federal yang memiliki berbagai macam etnis, setelah keruntuhan Uni Soviet, Rusia mengalami masalah separatisme. Ada beberapa kelompok etnis yang ingin memisahkan diri dan mengakibatkan krisis berlarut-larut, seperti di Chechnya dan Ingushetia. Rusia juga terancam atas perluasan NATO ke wilayah Eropa Timur. Kekhawatiran atas pemilihan di Ukraina, kerjasamanya dengan Belarus, ditambah dengan tradisi di Rusia yang dianggap cocok dengan budaya sentralisasi, demokratisasi malah membuat harga diri Rusia merosot di mata dunia dan menimbulkan berbagai macam gejolak dan krisis berkepanjangan. Presiden pertama Rusia Boris Yelsin terpilih pada bulan Juni 1991.lalu digantikan Vladimir Putin untuk masa jabatan pertamanya pada bulan Mei 2000 dan untuk masa jabatan kedua pada Maret 2004. Sesuai dengan konstitusi, masa jabatannya berakhir pada Maret 2008 dan digantikan oleh penggantinya yaitu Dmitry Medvedev, yang sebelumnya

12

adalah Deputi Pertama Perdana Menteri. Pemilu berikutnya akan diadakan pada bulan Maret 2012. 2.2.3 Struktur Pemerintahan di Russia Power Sharing • Eksekutif Kekuasaan Negara Federasi Russia dibagi menjadi legislatif, kekuasaan eksekutif dan yudikatif, dan badan-badan kekuasaan tersebut adalah independen. Kekuasaan negara dilaksanakan oleh Presiden, Majelis Federal (Dewan Federasi dan Duma Negara), pemerintah, dan pengadilan Federasi Russia. Bagan 2.1 Struktur Lembaga Eksekutif Russia

Pemerintah Federasi Russia

Ketua Pemerintah Federasi Russia

Deputi Ketua Pemerintah Federasi Russia

Perdana Menteri Federasi Russia Menteri Federasi Russia

Sumber : http://invest.gov.ru/en/russia/goverment/

Kekuasaan eksekutif dari Federasi Russia dilaksanakan oleh pemerintah Federasi Rusia. Pemerintah Federasi Russia terdiri dari Ketua Pemerintah Federasi Russia, Deputi Ketua Pemerintah Federasi Russia, dan Perdana Menteri.Perdana Menteri dan Ketua Pemerintah Federasi Russia beserta Deputi Pertama Premiers dan Wakil Ketua Pertama Pemerintah diangkat oleh presiden atas persetujuan Duma Negara. Presiden Federasi Russia adalah kepala negara. Dia adalah penjamin Konstitusi dan hak-hak warga negara dan mengambil langkah-langkah 13

untuk melindungi kedaulatan dan kemerdekaan Federasi Russia dan integritas negara. Selain itu juga menjamin hubungan koordinasi dan hubungan antara badan-badan kekuasaan negara, serta menentukan garis utama kebijakan domestik maupun luar negeri. Presiden dipilih selama empat tahun oleh warga negara Federasi Russia atas dasar hak pilih universal. Seorang warga negara Federasi Russia yang adalah 35 tahun atau lebih tua dan yang telah tinggal secara permanen di Federasi Russia untuk setidaknya 10 tahun mungkin dipilih. Orang yang sama tidak dapat memegang jabatan Presiden Federasi Russia untuk lebih dari dua periode.

Legislatif Bagan 2.2 Struktur Lembaga Legislatif Russia

Majelis Federal

Dewan Federasi

Duma Negara

Sumber : http://invest.gov.ru/en/russia/goverment/ Majelis Federal sebagai parlemen dari Federasi Russia adalah wakil dan badan legislatif Federasi Russia. Majelis Federal memiliki dua kamar (bikameral) yaitu Dewan Federasi dan Duma Negara. Dewan Federasi memiliki dua perwakilan dari masing-masing konstituensi dari Federasi Russia, satu wakil masing-masing dari perwakilan dan badanbadan eksekutif kekuasaan negara. Duma Negara memiliki 450 deputi dan dipilih untuk jangka empat tahun. Seorang warga negara Federasi Russia yang telah mencapai usia 21 dan yang menikmati hak untuk mengambil bagian dalam pemilu dapat terpilih sebagai wakil Duma Negara. Deputi 14

bekerja secara permanen profesional dan tidak dapat dalam pelayanan negara dan tidak dapat terlibat dalam kegiatan selain dibayar mengajar serta penelitian ilmiah dan kegiatan kreatif lainnya. • Yudikatif

Bagan 2.3 Struktur Lembaga Yudikatif Russia

Mahkamah Agung

Arbitration MahkamahAgung P. Pidana P. Administratif

Mahkamah Konstitusi

P. Perdata

Sumber: http://invest.gov.ru/en/russia/goverment Kekuasaan peradilan dilakukan dengan cara konstitusional, proses perdata, administratif dan pidana. Mahkamah Agung Federasi Russia adalah badan peradilan tertinggi untuk kasus perdata, pidana, administratif dan lainnya yang berada di bawah yurisdiksi peradilan umum. Bertugas mengawasi dalam bentuk prosedural yang ditetapkan dalam hukum federal. Sedangkan Arbitration Mahkamah Agung Federasi Russia adalah badan peradilan tertinggi untuk menyelesaikan litigasi ekonomi dan kasus lain yang didengar oleh pengadilan arbitrase, dan juga melakukan pengawasan peradilan sesuai dengan bentuk prosedural yang ditetapkan dalam hukum federal. Para hakim Mahkamah Konstitusi Federasi Russia, Mahkamah Agung Federasi Russia dan Arbitrase Mahkamah Agung Federasi Russia ditunjuk oleh Dewan Federasi atas permintaan Presiden Federasi Russia. Mahkamah Konstitusi Federasi Russia memiliki 19 hakim. Mahkamah Konstitusi adalah pengadilan dengan yurisdiksi subyek terbatas. Konstitusi 1993 memberdayakan Mahkamah Konstitusi untuk menengahi perselisihan antara cabang eksekutif dan legislatif dan antara

15

Moskow dan pemerintah regional dan lokal. Pengadilan juga berwenang untuk memerintah atas pelanggaran hak konstitusional, untuk memeriksa banding dari berbagai badan, dan untuk berpartisipasi dalam proses impeachment terhadap Presiden.

2.3.4 Institusi Politik di Russia Russia merupakan negara federasi yang berideologi komunis dan telah memberikan pengaruhnya terhadap perkembangan federasi Russia. Namun dengan berjalannya waktu Federasi Rusia mngubah sistem pemerintahannya dengan lebih demokratis. Tetapi dampak pemerintahan komunis tetap melekat dan terbilang susah untuk dihilangkan dalam Federasi Rusia. Pada masa terdahulu Rusia juga mempunyai sebuah partai politik yang menjadi pengaruh besar terhadap pemerintahan Russia, yaitu Partai Komunis Russia. Dalam hal ini melihat bentuk pemerintahan Rusia pada tahun 80’an hingga 90’an. Dilihat bahwa Russia mempunyai bentuk pemerintahan yang tertutup • Partai Komunis Russia Hampir menyerupai China, Partai Komuis yang pernah terdapat di Russia juga sangat berperan tinggi pada pemerintahaannya. Russia dalam struktur pemerintahannya memiliki beberapa partai. Partai Komunis di Russia menjadi partai yang dominan dan bertugas untuk : • • Memaksimalkan pemerintahan. Partai komunis itu sendiri juga dijaga untuk tetap sebagai partai yang kecil, hal itu menekankan bahwa keanggotaan partai merupakan suatu hak istimewa dan suatu keharusan. pengawasan dari pusat atas seluruh level

Majelis Federal dan State of Duma

16

Kedua badan tersebut merupakan bagian dalam parlemen. Majelis Federal merupakan majelis parlemen tinggi dan State of Duma merupakan majelis yang rendah dalam parlemen di Rusia. • Mahkamah Konstitusi Russia Sistem hukum Rusia mempunyai dasar pada hukum perdata terkait tindakan legislatifnya. Dan mahkamah Konstitusi ini bertugas sebagai berikut: • Mahkamah Konstitusi Rusia diberdayakan oleh konstitusi 1993 untuk menengahi perselisihan antara cabang eksekutif dan legislatif . • Pengadilan Mahkamah Konstitusi juga berwenang untuk memerintah atas pelanggaran hak konstitusional, untuk memeriksa banding dari berbagai badan, dan untuk berpartisipasi dalam proses pendakwaan terhadap presiden. Pengadilan terbatas dalam lingkup isu yang bisa mendengar dan dilarang memeriksa kasus atas inisiatif sendiri. Dewan Federasi akan menunjuk hakim kepada Mahkamah Konstitusi yang direkomendasi dari presiden. Rusia dianggap mempunyai peradilan dan keadilan sistem yang lemah. Meskipun pernah Pemerintah Rusia telah mulai mereformasi peradilan pidananya sistem dan lembaga peradilan, termasuk reintroduksi uji juri dalam kasus-kasus pidana tertentu. Namun, hakim hanya mulai untuk menegaskan kemerdekaan mereka secara konstitusional yang diamanatkan dari cabang-cabang lain dari pemerintah.

17

BAB III PARTISIPASI POLITIK PEREMPUAN DI CHINA

3.1 Konteks Historis Secara umum, tingkat partisipasi perempuan diperpolitikan China melalui 3 tahap besar. 1. Tahap 1 = 1949-Pertengahan 1960an. China mulai mempromosikan persamaan hak wanita didunia politik pada tahun 1950an. Sejak saat itu partisipasi perempuan didunia politik terutama di struktur pemerintahan China mulai terlihat. Pada era Mao Zedong (pembentukan Republik Rakyat China), beliau mendukung kesetaraan gender dalam kehidupan politik. Beliau berpendapat bahwa “women holding up half sky”. Pada tahap ini, pemerintah mulai membuat kebijakan yang afirmatif guna mendorong partisipasi wanita dalam politik. Caranya dengan menentapkan penyeleksian kader, pembuatan undang-undang dan penerapan kuota. Pembuatan kebijakan berupa hukum yang lainnya adalah Konstitusi China tahun 1954 yang berisi : • • All citizen of the People’s Republic of China have the rights for vote and stand for elections. Women in the peopl’e Republic of China have equal rights with the men in all spheres of line including politicial, economic, cultural, social and family spheres Implikasinya jelas, bahwa mulai terdapat perwakilan perempuan di NPC (National People’s Congress) dan CPPCC (Chinese People Political Consultant Conference). Selain di NPC dan CPPCC, partisipasi wanita terdapat di posisi yang setara atau diatas vice minestrial.

18

Tabel 1. Presentase Partisipasi Perempuan dalam NPC adan CPPC 19541964 Tahun 1954 1959 1964 NPC 147 (12,5%) 150 (12.2%) 542 (17,9%) CPPC 12 (6,6%) 83 (11,4%) 87 (8,1%)

2. Tahap 2 = 1970-1980an Partisipasi wanita dalam politik mencapai puncaknya pada dekade ini. Pada masa NPC ke 4, partisipasi wanita mencapai 22,6% (tahun 1975) dari total anggota dan satu dari 4 standing comitte NPC adalah wanita. Kebijakan yang mendorong partisipasi wanita ini adalah Konstitusi 1982 artikel 48, “The state….. trains and selects women cadres.” Lalu pada saat itu berlangsung Kongres Partai Komunis China yang ke 14. Artikel 14 hasil kongres itu berisi, “The party selects women cadres according to the criteria of integrity and ability. The party should pay great attention to cultivating and selecting women cadres as well as minority cadres.” Kemudian, setelah tahun ini, dokumen-dokumen partai berfokus pada pelatihan dan penyeleksian kader wanita. Tabel 2. Presentase Perwakilan Perempuan di Representatif dan Standing Committee 1975-198 Tahun Perwakilan Wanita Representatif Perwakilan Wanita Standing Committee di di 25.1 21.0 9.0 11.9 1975 22.6 1978 21.2 1983 21.1 1988 21.3

19

3. Tahap 3 = Tahun 1990an – sekarang Pada masa ini, penurunan partisipasi perempuan di representatif dan standing committee. Tabel 3. Presentase Perwakilan Perempuan di Representatif dan Standing Committee 1993-2008 Tahun 1993 Perwakilan Wanita di 21.0 Representatif Perwakilan Wanita di 12.3 1998 21.8 12.7 2003 20.2 13.2 2008 21.3 16.6

Standing Committee *Perhitungan ini tidak termasuk 16 menteri dan wakil menteri wanita, lebih dari 300 mayor dan wakil mayor wanita dan 21.0012 hakim wanita. World Conference of Women ke-4 yang berlangsung di China tahun 1995 juga membawa dampak pada partisipasi wanita era ini. Saat itu, dalam pidatonya, Presiden China Jiang Zemin berkata bahwa” Persamaan antara pria dan wanita adalah kebijakan yang fundamental di China.” . 3.2 Sistem Nilai dan Budaya Politik di China Perpolitikan Cina tidak lepas dari ajaran filsafat Cina itu sendiri. Terdapat beberapa ajaran filsafat Cina diantaranya Konfusianisme, Taoisme, Mohisme, Legalisme, Ying Yang, Sofisme. Ajaran filsafat tersebut berjalan secara bergantian mulai dari Konfusianisme hingga Sofisme. Namun, dianta ajaran-ajaran filsafat tersebut Konfusianisme merupakan ajaran yang paling identik dan sulit untuk dilepaskan oleh Cina. Secara politis, konfusianisme berpendapat bahwa negara memiliki hak dan fungsi istimewa sebagai tempat atau dewan tertinggi. Olekh karena itulah rakyat Cina cukup tunduk pada negara, terutama dalam setiap kebijakan politik yang diambil negara. Namun seiring perubahan zaman, Cina mendapatkan ajaran baru, yaitu neo budhisme, neo Budisme tersebut mulai mempengaruhi ajaran 20

konfusianisme, sehingga mulai muncul neo kondusianisme. Cina dimasa modern kini telah memegang ajaran neo konfusianisme. Ajaran ini mendapatkan inspirasi dan pengaruh dari ajaran barat Karl Marx, Lenin dan Mao Tse Tung. Ajaran ini sedikit demi sedikit mulai membuang ajaran konfusianisme. Ajaran ini menganggap bahwa ajaran konfusianisme terlalu mengahalangi gagasan-gagasan baru yang dimiliki oleh masyarakat. Sehingga oleh ajaran inilah kini Cina menjadi negara yang lebih terbuka dalam perpolitikan terutama partisipasi rakyatnya. Etnisitas dan Hak Politik Cina Cina yang merupakan negara dengan penduduk terpadat di dunia, memili beberapa keragaman suku/etnis. Tabel 4. Komposisi etnis di China.4 Komposisi etnis Cina 2010 Han 91.59% Zhuang 1.28% Manchu 0.78% Hui 0.71% Miao 0.66% Uyghur 0.63% Lainnya 3.51% Tabel diatas menunjukkan adanya etnis mayoritas Han. Dari etnis ini memunculkan pemimpin Cina saat ini yaitu Hu Jintao. Ia merupakan presiden Cina saat ini sekaligus sekretaris umum PKC. Ia menjabat sebagai presiden Cina sejak tahun 2002. Hal ini membuktikan bahwa etnis mayoritas Cina menjadi pemimpin Cina saat ini. Sedangkan terkait dengan etnis minoritas, yang diantaranya Uyghur dan Miao tetap dapat melaksanakan hak politik mereka terutama dalam hal pemilihan umum. Aturan yang berlaku dalam pemilihan umum yaitu pria/wanita kerkewarganegaraan Cina dan berusia 18 tahun. Pemilihan umum di Cina tidak dibatasi oleh adanya pembedaan etnis. Tipe Budaya Politik Cina
4 Anoynimous, Etnisitas dan Hak Politik Cina. http://www.stats.gov.cn/tjgb/rkpcgb/index.htm, diakses tanggal 16 desember 2011

21

Dari realitas budaya politik yang berkembang di dalam masyarakat, Gabriel Almond mengklasifikasikan budaya politik sebagai berikut : Tabel 5. Tipe Budaya Politik No Budaya Politik Keterangan 1. Parokial - Frekuensi orientasi terhadap sistem sebagai obyek umum, obyek-obyek input, obyekobyek output, dan pribadi sebagai partisipan aktif mendekati nol. Tidak terdapat peran-peran politik yang khusus dalam masyarakat. Orientasi parokial menyatakan alpanya harapan-harapan akan perubahan yang komparatif yang diinisiasikan oleh system politik. - Kaum parokial tidak mengharapkan apapun dari system politik. Parokialisme murni berlangsung dalam sistem tradisional yang lebih sederhana dimana spesialisasi politik berada pada jenjang sangat minim. Parokialisme dalam sistem politik yang diferensiatif lebih bersifat afektif dan 2 . Subjek/klausal normatif dari pada kognitif. - Terdapat frekuensi orientasi politik yang tinggi terhadap sistem politik yang diferensiatif dan aspek output dari system itu, tetapi frekuensi orientasi terhadap obyek-obyek input secara khusus, dan terhadap pribadi sebagai partisipan yang aktif mendekati nol. - Para subyek menyadari akan otoritas pemerintah. Hubungannya terhadap 22

sistem politik secara umum, dan terhadap output, administratif secara esensial merupakan hubungan yang pasif. - Sering wujud di dalam masyarakat di mana tidak terdapat struktur input yang terdiferensiansikan. - Orientasi subyek lebih bersifat afektif 3. Partisipan dan normatif daripada kognitif. - Frekuensi orientasi politik sistem

sebagai obyek umum, obyek-obyek input, output, dan pribadi sebagai partisipan aktif mendekati satu. - Bentuk kultur dimana anggota-anggota masyarakat secara struktur cenderung diorientasikan dan terhadap serta secara eksplisit terhadap sistem politik komprehensif dan proses politik

administratif (aspek input dan output sistem politik) - Anggota masyarakat partisipatif terhadap obyek politik - Masyarakat berperan sebagai aktivis Berdasarkan keterangan dalam tabel diatas, Cina tidak dapat digolongkan kedalam salah satunya saja. Berdasarkan ciri-ciri yang memenuhi table diatas Cina mendekati tipe budaya politik parochial dan subjek/kausal. Hal ini dapat dikatakan demikian mengingat perilaku masyarakat Cina yang tidak begitu mengharapakan adanya perubahan apapun dalam system politiknya. Bahkan rakyat Cina senantiasa tunduk pada setiap keputusan yang cenderung komunisme. Hal ini merupakan bukti bahwa Cina menganut tipe budaya politik parochial. Sedangkan bukti bahwa Cina juga merupakan negara yang berbudaya politik subjek 23

tampak pada kepatuhan rakyat Cina pada pemerintahan yang cukup otorirer, dan hal ini tidak disertai dengan aksi penolakan apapun. 3.3 Rezim dan Aktor Dr. Sun Yat Sen Sun Yat Sen merupakan pemimpin China dari kalangan petani miskin yang memiliki cita-cita luhur yakni ingin membebaskan dan memerdekakan negaranya dari kekuasaan bangsa Manchu maupun imperialism Barat. Pengaruhnya sebagai seorang revolusioner tampak ketika Sun yat Sen berusaha mempengaruhi rakyat Tiongkok agar segera membebaskan diri dari hal-hal yang menghambat kemajuan rakyat serta berusaha untuk menyadarkan rakyat akan keadaan negaranya. Usahanya tersebut cukup berhasil. Hal ini terbukti dari banyaknya kelompokkelompok petani dan buruh yang mulai terbuka dengannya. Bantuan demi bantuan terlihat dari berbagai lapisanuntuk menggerakan revolusi. Pengaruh Sun Yat Sen tidak hanya terbatas pada dalam negeri. Ini disebabkan karena seringnya ia melakukan kunjungan ke luar negeri untuk mendapatkan simpati. Sun Yat Sen juga tidak mengaharapkan kekerasan maupun imperialisme, serta berharap rakyatnya dapat membebaskan diri dari segala ikatan kekerasan. 3.4 Proses Partisipasi Politik Perempuan di China Menurut Undang-Undang Dasar Cina, wanita dan pria Cina memiliki hak politik yang sama derajat; wanita dan pria sama-sama memiliki hak memilih dan dipilih yang sama derajat; dan hak untuk secara sama derajat ikut serta dalam penanganan urusan negara dan memangku jabatan pemerintah. Dalam wakil Kongres Rakyat Nasional ke-10 Cina, wakil wanita 604 orang yang merupakan 20,2% jumlah totalnya. Di antaranya, anggota Komite Tetap 21 orang yang merupakan 13,2% jumlah totalnya. Dalam anggota Dewan Nasional Majelis Permusyawaratan Politik Rakyat ke-10 , anggota wanita 373 orang ytang merupakan 11,7%.

24

Untuk menjamin perbandingan wanita yang berpartisipasi dalam pemerintahan supaya mereka memiliki hak politik sepenuhnya, Cina telah membentuk dan menyempurnakan mekanisme mencetak dan memilih kader wanita.5 Target utama yang dikemukakan Program Pengembangan Wanita Cina yang sedang dilaksanakan meliputi, meningkatkan taraf pengelolaan dan pengambilan kebijakan partisipasi wanita dalam urusan negara dan sosial; meningkatkan perbandingan wanita yang berpartisipasi dalam administrasi, dalam badan pimpinan pemerintah semua tingkat harus ada seorang kader wanita, separo keatas badan pimpinan lembaga pemerintah seperti kementerian dan komisi serta keresidenan harus ada kader wanita, jumlah wanita yang memangku jabatan utama dan pos jabatan penting harus ditambah; perbandingan kader wanita dalam jajaran kader telah mengalami peningkatan secara bertahap; persentase wanita lapisan pengelola di badan dan sektor yang relatif memusat wanita sesuai dengan persentase pegawai dan buruh wanita; jumlah anggota wanita dalam Dewan Warga Desa dan Dewan Warga Kota harus mengambil proporsi yang tertentu; memperluas saluran partisipasi wanita secara demokratis, meningkatkan taraf partisipasi wanita secara demokratis. Maka hak politik bagi wanita di Cina dapat disimpulkan memiliki hak yang sama dengan hak pria.

3.5 Faktor-faktor yang Menentukan Level Partisipasi Politik Perempuan di China Komunisme China berawal dari komunisme dari hasil pemikiran Karl Marx yang juga menulis “Differences of age and sex have no longer any distinctive social validity. All are instruments of labor."6 Dalam
5 Shambaugh, Cina’s Communist Part, hlm. 138.

6 Anoynimous, Morality Gengeral Woman.
http://www.catholicapologetics.info/morality/general/cwoman.htm diakses pada Selasa 27 Desember 2011 jam 7.17 pm

25

pandangannya persamaan hak pria dan wanita harus ditegakkan karena keduanya merupakan kaum pekerja (buruh). Pandangan pemimpin China pada awal masa komunisme dinegara itu menjadi faktor awal dan utama munculnya partipasi perempuan diperpolitikan China. Mao Zedong memandang bahwa persamaan hak antara pria dan wanita harus diterapkan. Beliau bahkan memandang bahwa “Women holding up the half sky”. Setelah Mao Zedong, Presiden China lainnya yaitu Jiang Zemin berpendapat bahwa” Persamaan antara pria dan wanita adalah kebijakan yang fundamental di China.” Selain itu ada beberapa kebijakan yang diterapkan oleh pemerintah China seperti : a) Konstitusi China tahun 1954 b) Konstitusi China tahun 1982 “…. State trains and selects women cadres” c) Law of People Republic of China on the Protection of Women Rights and Interest (1992-2005) sebagai hukum pertama yang melindungi hak-hak wanita. d) The Programme of Women Development in China (1995-2000 dan 2001-2010) e) Central Organization Departmen (COD) of Chinese Communist Party dalam programnya yaitu Programme on Deeping the Reform of Cadre and Personel System from 2001-2010. Kemudian ada kebijakan pemberlakuan kuota untuk perwakilan perempuan sehingga keberadaan perempuan terjamin. Terjadinya penurunan tingkat partisipasi perempuan dalam politik disebabkan karena kebijakan gender yang ada atau tindakan afirmatif hanya mencakup "empat badan utama” dalam negara, yaitu : Partai, Pemerintahan, NPC, dan CPPCC. Kebijakan afirmatif hanya memberikan untuk mendukung naiknya partisipasi perempuan di perpolitikannya. Kebijakan itu berupa instrument Undang-Undang,

26

pedoman umum bagi keterwakilan perempuan, sementara tidak ada indeks kuantitatif lainnya ada untuk mengukur partisipasi perempuan dalam berbagai Partai, Government Committee dan Standing Committee. Tindakan afirmatif tetap untuk sebagian besar pada tingkat superfisial tapi tidak membawa peningkatan substansial untuk inklusi perempuan dalam struktur kekuasaan. Ketidakefektifan dari kebijakan gender dan implementasinya yang buruk menjadi sebab utama kemunduran tingkat partisipasi perempuan. Ketika pemerintah memutuskan untuk memfokuskan pemerintahan guna mencapai pertumbuhan ekonomi dan kemakmuran masyarakat, maka isu gender akan dikesampingkan dahulu.

BAB IV PARTISIPASI POLITIK PEREMPUAN DI RUSSIA

4.1 Konteks Historis Tahap 1 Pemerintahan Lenin dan Stalin Russia pada era pemerintahan Lenin, berusaha untuk menyetarakan posisi wanita dengan pria disegala bidang. Lenin sendiri berpendapat bahwa “the success of a revolutions depends on the participation of 27

women.” Pada masa pemerintahannya, Lenin menjamin kesetaraan gender dalam politik. Salah satu hasil dari The November Revolution tahun 1917 adalah “Wanita memiliki kesamaan utuh dengan pria dalam bidang ekonomi, politik, seksual.” Namun kebijakan ini memiliki batasan ketika pria semua pria menerima dengan mudah keberadaan wanita di dunia politik, juga peran ganda wanita sebagai ibu rumah tangga dan pekerja politik sehingga membuat mereka tidak fokus. Stalin memiliki kebijakan yang bertentangan dengan Lenin menyangkut peran wanita dalam politik. Menurutnya, wanita harus ‘kembali kedapur’ serta bertugas untuk melahirkan banyak anak sementara para pria yang mengambil alih dalam dunia politik. Tahap 2 Era 1990an Sering berjalannya waktu, Russia semakin fokus untuk membuat wanita berpartisipasi dalam politik. Beberapa konstitusi telah dihasilkan untuk menjamin tersedianya peluang bagi wanita untuk berpartisipasi dalam perpolitikan. Beberapa undang-undangnya adalah The Constitution of Russian Federation 1993 article 19 a. All people shall be equal before the law and court. b. The State shall guarantee the equality of rights and freedoms of man and citizen, regardless of sex, race, nationality, language, origin, property and official status, place of residence, religion, convictions, membership of public associations, and also of other circumstances. All forms of limitations of human rights on social, racial, national, linguistic or religious grounds shall be banned.7 Konstitusi ini menjadi dasar kenaikan partisipasi wanita di perpolitikan Russia. Di tahun yang sama, presentase wanita dalam State of Duma mencapai 13,5% dari total keseluruhan anggota menjadi dasar kuat partisipasi wanita dalam perpolitikan Russia meningkat sampai sekarang

7 Diambil dari http://legislationline.org/documents/action/popup/id/3957 diakses Senin, 19
Desember, 10.30 Am

28

ini. Namun permasalahan tentang pandangan remeh terhadap politikus wanita di Russia masih terjadi. Tahap 3 Tahun 2000- Sekarang Seperti di China, pada tahap ke-tiga ini terjadi penurunan level partisipasi perempuan dalam politik Russia terjadi pada masa ini. 4.2 Sistem Nilai dan Budaya Politik di Russia Menjabarkan masalah budaya politik harus mengerti terlebih dahulu pengertiannya. Pengertian Budaya Politik menurut salah satu akademisi seperti Sidney Verba budaya poltiik adalah suatu sistem kepercayaan empirik, simbol-simbol ekspresif dan nilai-nilai yang menegaskan suatu situasi dimana tindakan politik dilakukan. Jika melihat budaya politik maka yang diperlukan ada beberapa dimensi yang bisa mempengaruhi budaya politik (value orientations, support for political institutions, interpersonal trust, post-materialist, secularication, ethnicity, religion, dan tradition). Menjelaskan masalah budaya politik sebagai fenomena yang spesifik, untuk mengetahui tersebut seperti saja rezim politik (authoritarian, totalitarian, democratic, transitional) bisa menggambarkan budaya politik suatu pemerintahan. Etnis Rusia sama seperti masyarakat Eropa pada umumnya. Tetapi dengan budaya nasional Rusia berbeda dengan tipe-tipe masyarakat Eropa dan Amerika Utara. Bisa dijelaskan dalam kenyataan bahwa masyarakat Rusia lebih individualis. Budaya individualis yang dimiliki masyarakat umum Rusia ditandai dengan kebanggannya akan mempromosikan dirinya sendiri kepada siapapun (self-realization). Adanya budaya yang lain seperti collectivism dari masyarakat Rusia yang hampir sama dengan masyarakat Eropa Barat dan Amerika Utara, yaitu apresiasi yang cukup besar terhadap kebebasan personal dan hak asasi, sangat gigih untuk mencapai tujuan mereka (terutama untuk diri sendiri), toleransi, sosial yang menyatu, taat hukumm dan tidak terlalu ambisius. Budaya collectivism ini muncul di Rusia di saat Gereja Ortodok Rusia memimpin

29

pandangan mental negara pada abad ke-20. Sampai sekarang Gereja Ortodok Rusia merupakan faktor pendukung politik.8 Jika melihat budaya politik di Rusia memang dari konstruksi yang terbentuk adanya rezim yang sudah lama memimpin pada pemerintahan memang memberikan cukup besar pengaruh di dalamnya. Budaya politik di Rusia memang merupakan warisan sejarah, perubahan politik yang tidak cukup besar, serta yang paling penting adalah kondisi perekonomian negara yang membawa dampak kehidupan sehari-hari sebagai salah satu faktor untuk mengeluarkan rezim pada pemeritahan tersebut. Dalam partisipasi politik merupakan sebagai tingkat keberhasilan prinsip demokrasi di dalam negara tersebut sehingga bisa terlihat dengan tingkat keberhasilan demokrasi yang diciptakan untuk negara tersebut membawa dampak yang positif atau masih tetap sama seperti sebelumnya. Yang terakhir dalam dimensi budaya politik adalah interpersonal trust dari masyarakat Rusia. Interpersonal trust melihat kepercayaan seseorang terhadap pemerintahan, karena masyarakat Rusia memang sudah terbiasa dengan pemerintahan otoriter. Mereka kurang peduli dengan sistem yang diterapkan oleh pemimpin mereka. Masyarakat Rusia hanya menginginkan kemajuan untuk Rusia, terutama dalam bidang perekonomian dan kesejahteraan rakyatnya terlepas dari cara yang dilakukan oleh pemimpin untuk membuat negara menjadi lebih baik. Seperti itulah adanya interpersonal trust yang terkonstruk di dalam masyarakat Rusia. Masyarakat Rusia memang tidak peduli dengan sistem pemerintahan yang otoriter ataupun demokrasi. Budaya yang tercipta tersebut mengakibatkan partisipasi politiik masyarakat Rusia tidak memberikan hasil yang baik. Oleh karena itu, Rusia memerlukan negara yang kuat yang bisa menjamin hak individu dan masyarakat. Selama ini hak individu dan kebebesan hanya tertanam secara kolektif saja. Tipe Budaya politik menurut Gabriel Almond
285-288

sesuai dengan orientasinya

8 Vladimir Rukavisnikov, The Russian Political Cultute at the Beginning of the 21st Century, hlm.

30

terbagi tiga, yaitu budaya politik parokial, budaya politik subjek, dan budaya politik partisipan). Jika melihat kenyataan yang ada bahwa masyarakat Rusia memang sudah terbiasa dengan pemerintahan yang seperti itu, dan mereka lebih taat kepada hukum yang ada. Sehingga pemerintah harus lebih aktif untuk membuat masyarakat mereka melakukan partisipasi di dalam politiik. Jika menurut tipe tersebut termasuk ke dalam budaya politik subjek. Masyarakat Rusia mengetahui adanya perubahan sistem pemerintahan yang ada dengan melakukan pemilihan untuk legislatif dan eksekutif, mereka sebagai masyarakat melakukan namun tidak mengetahui karena harapan mereka hanyalah kesejateraan ekonomi harus diciptakan oleh negara dan masyarakat hanya mengikuti proses tersebut. Karena memang masyarakat dalam tipe budaya ini tetap memiliki pemahaman yang sama sebagai warga negara dan memiliki perhatian terhadap sistem politik, tetapi keterlibatan mereka dalam cara yang lebih pasif. Mereka tetap mengikuti berita-berita politik, tetapi tidak bangga terhadap sistem politik negaranya dan perasaan komitmen emosionalnya kecil terhadap negara. Mereka akan merasa tidak nyaman bila membicarakan masalah-masalah politik.

4.3 Rezim dan Aktor Presiden Boris Yeltsin Boris Yeltsin adalah insinyur konstruksi dan tiba-tiba beralih ingin mencoba di dalam dunia perpolitikan Rusia. Sesaat dia berpindah dalam kancah dunia politik puncak karirnya telah menjabat sebagai sekertaris pertama di wilayah Sverdlovsk di dalam partai Komunis lokal. Tahun 1985 Boris Yeltsin mulai mencoba tantangan dalam dunia politik dengan melawan Gorbachev, sehingga pada tahun 1987 mendapat teguran dari Gorbachev bahwa dia telah melawan. Tahun 1989 dia telah terpilih

31

menjadi Presiden dari Russian Soviet Federative Socialist Republic (RSFSR). Dalam beberapa periode selanjutnya Boris Yeltsin masih tetap menentang ide-ide Gorbachev untuk Rusia karena Rusia memang tidak cocok dengan ide tersebut (Glasnost, Perestroika, dan Demokratizatziya). Sampai akhirnya Boris Yeltsin secara resmi menjadi presiden pada tanggal 25 Desember 1991. Beberapa tahun menjabat Boris Yeltsin dan menjabat sebagai presiden pertama dari Federasi Rusia dan memiliki ide untuk Federasi Rusia mendatang. Pertama, Boris Yeltsin sebagai pencetus utama dalam perubahan perekonomian Federasi Rusia. Perubahan ekonomi tersebut dengan free market. Konsep free market ini di sini menghilangkan paham Komunis yang melekat di Rusia. Namun dengan adanya konsep ini banyak masyarakat Federasi Rusia kaget dan menolak dengan adanya perubahan ekonomi negara yang cukup drastis. “Semua orang (Masyarakat Federasi Rusia), untuk enam bulan ke depan pastinya memberikan situasi yang cukup sulit dengan adanya perubahan ekonomi. Namun perubahan ekonomi akan memberikan dampak yang cukup baik untuk tahun kedepan (autumn 1992)” (Suny 1998:490) Tahun 1992, setelah memberikan semangat kepada masyarakat Federasi Rusia bahwa akan terjadi perubahan yang cukup signifikan untuk perekonomian negara ke depan, memang harga memang turun untuk produk layanan dan jasa. Produk-produk yang harganya turun adalah roti, susu, obat, transportasi publik, dll. Dan dalam kenyataan memang masyarakat Rusia sangat kaget dengan perubahan ide dalam sistem perekonomian negara, dan oleh karena itu banyak sekali masyarakat yang menolak dengan adanya perubahan sistem ini. Tahun 1993, secara konstitusi resmi bahwa Rusia adalah demokratik, federatif, dan bentuk pemerintahannya adalah republik. Dan kekuasaan negara dipimpin oleh tiga bagian, yaitu Legisltif, Eksekutif, dan Yudikatif ( Federasi Rusia mengadopsi Demokrasi dari model Perancis).

32

Dan tahun yang sama 1993 Presiden Yeltsin memerintahkan untuk membubarkan Uni Soviet dengan melakukan pemilihan legislatif yang bertujuan untuk membangun negara yang baru. Pemilihan legislatif ini dilakukan hampir di seluru Federasi Rusia pada Desember tahun 1993 dan Desember 1995. Selanjutnya Presiden Yeltsin juga memerintahkan untuk mengadakan pemilihan untuk eksekutif, dalam pemerintahan Yeltsin eksekutif lebih sering dinamakan dengan governor. Presiden Yeltsin memerintahkan pemilihan tersebut antara Juni tahun 1996 dan Maret tahun 1997.9 Kembali pada tahun 1994, setelah melakukan pemilihan sebagai partisipasi politik pertama kali yang dilakukan oleh masyarakat Federasi Rusia, membicarakan masalah perekonomian terutama pada gross domestic turun mencapai 40%. Karena Yeltsin memerintahkan militer Rusia berangkat ke Chechnya. Chechnya merupakan negara bukan wilayah Rusia, namun permasalahan di Chechnya menyangkut akan etnis lokal Rusia yang saling adu konflik dengan etnis Chechnya, dan itu semua membutuhkan biaya yang banyak dalam mengurusi semua militer Rusia. 10 Kepemimpinan Presiden Boris Yeltsin yang terakhir adalah dengan terjadinya kebangkrutan Rusia yang diakibatkan oleh turunnya harga minyak dan penyebab yang lain tidak bisa diprediksikan. Kebangkrutan tersebut juga membawa dampak dalam kehidupannya terjatuh sakit dan secara fisik sudah tidak bisa lagi untuk memimpin negara ini. Presiden Boris Yeltsin meminta maaf kepada masyarakat Federasi Rusia karena tidak bisa merealisasikan impiannya, karena konstruksi sosial yang ternyata berdampak negatif dengan adanya perubahan ekonomi yang cukup drastis. Presiden Vladimir Putin

9 ___,Russia Country Report 2010, diakses tanggal 23 Desember 2011 10 Michael Kort, A Brief History Russia, hlm. 235-236

33

Vladimir Putin lahir pada tahun 1952, karir pertamanya menjadi seorang KGB (anggota polisi rahasia). Tahun 1998 Putin bekerja untuk Yeltsin. Pada tahun 1999 tugasnya pertamanya dari Yeltsin adalah menjadi perdana menteri untuk Rusia. Dan tahun 2000 Vladimir Putin resmi menjadi seorang presiden Federasi Rusia dengan keberhasilan voting yang diraih mencapai 52,9%. 11 Vladimir Putin lebih dikenal sebagai seorang pemimpin yang tegas dan berwibawa bagi masyarakat Rusia. Tegas dan Wibawa merupakan dampak latar belakang Putin dalam lingkungan sebelumnya sebagai polisi rahasia. Masyarakat Rusia percaya dengan gaya kepemimpinan Vladimir Putin maka kebijakan-kebijakan yang dikeluarkan olehnya mengembalikan kejayaan Rusia pada masa Uni Soviet. Vladimir Putin memperbaharui kebijakan dari bidang ekonomi dan politik. Tahun 2002, kesengsaraan dirasakan oleh walikota dalam ranah regional serta presiden republik di dalam Federasi Konsil, juga semenjak sekarang bahwa diharuskan untuk menjadi nominasi yang lebih representatif, dan tugas utama adalah merupakan hasil persetujuan dari majelis. Selain itu, pemerintah juga menggunakan ancaman serta kekuasaan dari polisi untuk menekan kontrol dari media penting terutama yang melawan kebijakan Putin. Perbedaan terjadi di tahun selanjutnya pemerintahan Putin dengan dukungan yang cukup kuat dari Partai Rusia Bersatu mulai dekat dengan media untuk mendukung pemerintahannya. Desember 2003 terutama untuk pemelihan parlemen Rusia menggunakan kontrol media untuk mendapatkan dukungan dari masyarakat Federasi Rusia. 12 Dalam pemerintahan Putin, masyarakat internasional lebih melihat bahwa demokrasi yang ada masih tetap sama dengan pemerintahan presiden yang sebelumya, walaupun partisipasi politik sudah dilakukan 11 Ibid. hlm. 241 12 Boris Kagarlistky,Russia under Yeltsin to Putin, hlm 253-255

34

seperti mengadakan pemilihan. Namun pemerintah membatasi kegiatan tersebut yang dinamakan dengan demokrasi terpusat, contohnya dalam demokrasi terpusat pemerintah menghapus pemilihan langsung untuk posisi Governor (eksekutif), dan juga ada aturan yang melarang masyarakat ataupun kelompok mengadakan aksi protesi atau demonstrasi yang ditujukan kepada pemerintah. Sehingga demokrasi terpusat mengakibatkan perkembangan demokrasi menjadi terhambat karena kontrol pemerintah yang tidak bisa lepas dari latar belakang pemerintahan yang sebelumnya. Selain masalah politik, perekonomian dalam pemerintahan Vladimir Putin juga perlu dilihat. Pemerintahan Putin perekonomian lebih bertentangan. Yang pertama, free market dari Boris Yeltsin perlu dirubah kembali. Dalam permasalahan ini lebih memfokuskan pada masalah perpajakan, di dalam pajak ini akan dilakukan pemotongan untuk pembayaran pajak Yang kedua, masalah hukum, masalah administrasi untuk penjualan lahan, masalah tanah agrikultur. Untuk permasalahan ini banyaknya perusahaan-perusahaan asing masih tidak memiliki surat resmi yang cukup untuk masalah lahan yang digunakan, dan membutuhkan standarisasi Rusia, dll. Selanjutnya, kebijakan luar negeri yang diterapkan oleh Putin untuk mengembalikan Rusia yang pernah memiliki kekuatan yang besar yang telah diakui oleh masyarakat internasional. Pemerintahan Putin mengeluarkan kebijakan tersebut sesuai dengan kondisi agenda internasional yang terjadi pada saat itu. “Berita baik untuk Moskow adalah kebijakan luar negeri yang diterapkan oleh gaya kepemimpinan Putin. Rusia tidak tertarik Societies. dengan Rusia menghancurkan hanya Western Capitalists negaranya menginginkan lahan yang digunakan untuk perindustrian tersebut. Perusahaan asing yang sudah ada di Rusia seperti Coca-Cola, Toyota-

berkembang dengan sendirinya dengan kapitaslismenya

35

yang diciptakan sendiri untuk negara tersebut dan ingin memiliki industrialiasi sendiri menurut negara tersebut” (Shevtsova 2006: 312) Sehingga Rusia hanya melihat jalannya sendiri yang sudah pasti hanya untuk keberhasilannya sendiri. Pertemanan dengan negara lain hanya masalah politik dengan ranah perdamaian saja. 4.4 Proses Partisipasi Politik Perempuan di Russia Sebelum menjadi Federasi Rusia proses partisipasi politik untuk perempuan masih dalam tingkatan rendah. Terjadinya perang dunia yang pertama sampai kedua bahwa perempuan bisa dikatakan menjadi korban peperangan, dan mereka tidak bisa melawan itu semua karena apabila melawan akan lebih terjadi aksi yang menyeramkan untuk mereka semua. Untuk mengetahui pasrtisipasi politik ada kaitannya dengan pembagian partai politik yang ada di Rusia pada tahun 1990-an, yaitu:13 a. Partai Politik dari kelompok demokrat reformis, kepemimpinan partai dipimpin oleh PM Yegor Gaidar. Tujuan dari partai ini lebih ingin adanya reformasi yang jelas untuk Rusia, terutama dalam hal kesejahteraan masyarakat umum. Untuk masalah perekonomian lebih pada ekonomi pasar yang memberikan izin untuk investasi kepada perusahaan swasta. Dalam partai ini tidak ada tujuan untuk partisipasi perempuan di dalamnya. b. Partai politik yang mendukung pemerintah, di dalam kategori partai ini ada dua partai yang masuk di dalamnya. Yang pertama adalah partai Our Home is Russia (Nash Dom Russiya) yang dipimpin oleh Perdana Menteri Victor Chernomyrdin. Yang kedua, partai Women of Russia, partai lebih mendukung pemerintah. Partai ini dibuat untuk mendukung pemerintah dan sebagai kelompok penekan apabila ada perlawanan untuk pemerintah.

13 Emilia Yustiningrum, Partai Politik, Pemilu, dan pemerintahan Rusia, hlm 100-103

36

c. Partai politik yang di dalamnya termasuk kelompok nasional. Di dalam partai ini bertujuan untuk memfokuskan kepada pertahanan dan keamanan negara. Sehingg partai ini memang didominasi oleh para lelaki yang haus dengan kekuasaan dalam bentuk peningkatan militer. d. Partai politik dengan idelologi politik komunis agraria kiri. Partai ini adalah salah satu partai yang terjun ke masyarakat lokal. Masyarakat lokal tersebut memiliki berbagai permasalahan dan nantinya di dalam politik akan ditampung. Semua permasalahan masyarakat lokal antara perempuan dan laki-laki serta anak-anak akan terseleseikan jika ditampung dan akan memberikan saran kepada pemerintah agar menyeleseikan ataupun dari partai tersebut akan memberikan solusi yang tepat.

37

Tabel 4. Pemilu Parlement (Duma State ) 1993 Sumber : Stephen White, Russia’s New Politics. UK: Cambridge University Press: 200) hal. 40 Partai Women of Russia merupakan partai yang bisa menjadi tolak ukur perempuan di Rusia. Partisipasi politik perempuan di Rusia memang tidak stabil. Karena untuk beberapa partai di Rusia tidak bertujuan untuk memberikan kesempatan kepada perempuan untuk berpartisipasi di dalam politik. Selain itu, konstruksi perempuan sedikit berbeda dengan laki-laki. Yang ada di dalam pikiran konstruksi masyarakat hanyalah mengembalikan Rusia di saat jamannya yang kuat dan sebagai negara yang adidaya. Di dalam perempuan melihat negara yang seperti itu sudah menjadi kebanggan tersendiri.

38

Tabel 5. Pemilu Parlement (Duma State) Tahun 1995

Dari kedua tabel di atas menunjukkan bahwa partisipasi politik yang dilakukan oleh partai Women of Russia sebagai salah satu partai yang mendukung pemerintah dan memberikan kesempatan kepada perempuan untuk mengeluarkan haknya dalam pemilihan politik. Di dalam jumlah pemilihan tahun 1993 bahwa Women Of Russia memberikan suara sampai 11%, itu menunjukkan jumlah yang banyak untuk perempuan melakukan pemilihan di dalam partisipasi politik. Selanjutnya pada tahun 1995 partisipasi politik perempuan menurun hanya mendapatkan suara 4%, dan ini menunjukkan pada saat pemerintahan Boris Yeltsin masih banyak kekurangan yang dirasakan oleh perempuan, karena dalam pemikiran perempuan hanyalah kesejahteraan dalam diri mereka dan keluarga. Karena dampak yang pertama setelah perempuan melakukan pemilihan dan selanjutnya tidak memberikan dampak apapun maka pemerintah melakukan penyuluhan untuk para perempuan memberikan hak suaranya kepada politik. Tabel 6. Women in Russian Federation’s Executive Branch of Government, 1 Januari 1977

39

Setelah melakukan penyuluhan tentang pentingnya partisipasi perempuan di dalam politik, karena tidak ada partisipasi perempuan demokrasi di dalam negara tersebut tidaklah berkembang. Setelah adanya penyuluhan tersebut banyak perempuan mencoba partisipasi politiknya di dalam pemerintahan eksekutif dan cukup banyak berjumlah 12966 orang. Pemerintahan yang selanjutnya pada tahun 2000, bahwa partisispasi politik lebih menekankan kepada peran media. Keberhasilan peran media tersebut dalam memberikan informasi tentang ide-ide yang akan dilakukan pemerintahan selanjutnya sebagai bentuk respon dari masyarakat melihat dampak partisipasi politik yang nantinya mendapatkan respon yang baik. Semakin banyaknya masyarakat melihat berita tersebut akan memberikan jumlah suara cukup banyak. 4.5 Faktor-faktor yang Menentukan Level Partisipasi Politik Perempuan di Russia Naik dan turunnya level partisipasi perempuan dalam perpolitikan Russia dipengaruhi oleh banyak faktor. Hampir sama dengan China, pandangan pemimpin negara dan ideologi yang dimilikinya juga menjadi sebab kemunculan partisipasi wanita di perpolitikan. Lenin mengawalinya dengan berpandangan bahwa “A success of a revolutions depends on the participation of women.” Pada masa pemerintahannya, Lenin menjamin kesetaraan gender dalam politik. Sementara kebijakan Stalin terhadap wanita bertolak belakang dari pendahulunya karena menurutnya wanita harus ‘kembali kedapur’ serta bertugas untuk melahirkan banyak anak sementara para pria yang mengambil alih dalam dunia politik.

40

Kesadaran perempuan sendiri untuk bisa aktif dalam politik menjadi alasan utama naiknya tingkat partisipasi mereka. Wanita menuntut untuk memiliki akses dan pengaruh dalam pembuatan keputusan. Mengekspresikan ide, rekomendasi dan kepedulian terhadap isu-isu yang berlangsung. Mereka menginginkan posisi sebagai pembuat kebijakan. Implementasinya, dalam parlemen mereka mengambil bagian dalam bidang National Security yang cakupannya seperti masalah kesehatan, pendidikan, keselamatan dan kesejahteraan, dan anak-anak. Kebijakan berupa Undang-undang yang mengatur partisipasi perempuan juga banyak dibuat oleh pemerintah Russia, seperti : a. seksual.” b. • • The Constitution of Russian Federation 1993 article 19 All people shall be equal before the law and court. The State shall guarantee the equality of rights and freedoms of man and citizen, regardless of sex, race, nationality, language, origin, property and official status, place of residence, religion, convictions, membership of public associations, and also of other circumstances. All forms of limitations of human rights on social, racial, national, linguistic or religious grounds shall be banned. Selain itu kebijakan berupa kuota jumlah perempuan juga diterapkan oleh partai. Contoh : 33% kuota perempuan dalam Soviet Union’s Congress of People Deputies pada tahun 1990.14 Turunnya level partisipasi perempuan disebabkan oleh beberapa hal, diantaranya ; pada masa transisi tahun 1985 saat demokrasi mulai masuk di pemerintahan, peran wanita tetap represif karena demokrasi hanya dipegang oleh kaum laki-laki (demokrasi maaskulin). Sistem 14 Anoynimous, Women participatnt. http://archive.idea.int/women/parl/studies2a.htm, diakses
Selasa, 27 Desember 2011 Pukul 9.20 PM

The November Revolution tahun 1917 adalah “Wanita

memiliki kesamaan utuh dengan pria dalam bidang ekonomi, politik,

41

budaya di Russia juga mengutamakan peran pria dalam kehidupan politik juga menjadi alasan turunnya partisipasi perempuan. Laki-laki juga tidak secara mudah menerima keberadaan perempuan dalam perpolitikan, sehingga dalam kongres, keberadaan mereka hanya sebagai pelengkap demokrasi dan implikasinya pada kurang didengarnya aspirasi perempuan.

BAB V KESIMPULAN Persamaan/Perbedaan Awal partisipasi wanita China Russia Mempromosikan hak Dimulai dari pemerintahan partisipasi diperpolitikan 1950 wanita sejak Lenin (1917), namun perbedaan pemerintahan mengalami wanita pada

kebijakan terhadap partisipasi

42

Stalin.

Meskipun

haknya

telah cukup diperjuangkan kembali oleh pemerintahan Gorbachev, namun terjadi penurunan level partisipasi wanita dalam perpolitikan di System nilai -Banyak oleh China, dipengaruhi ajaran filsafat kususnya Russia. - Budaya nya cukup sama dengan Amerika utara dan eropa Barat, yang mana cenderung individualis. Prinsip demokrasi dampak dalam positif tipe membawa -

Konfusianisme. -Etnis mayoritas China cenderung mendapatkan kesempatan berpolitik dan dipilih lebih banyak dibandingkan etnis minoritas. (Etnis Han) -Termasuk dalam budaya Subjek-parokhial Rezim dan Aktor Aktor Sen, paling adalah yang tipe politik

dalam perpolitikan di Russia termasuk budaya politik Subjek

-

Presiden Boris Yeltsin memberikan

berpengaruh Sunyat mulai yang

banyak

perubahan khususnya dalam perekonomian, selain itu ia juga membentuk Russia menjadi Federatif Vladimir Putin demokratik-

menjadikan terbuka dan

China sebagai negara memperjuangkan kebebasan rakyatnya

43

merupakan pemimpin Russia yang juga tidak memandang demokrasi sebagai suatu hal yang baik, selain itu ia kebijakannya terhadap pajak cukup Proses Partisipasi Wanita dalam Politik Tidak ada pembedaan berarti partisipasi dalam Terdapat antara dalam wanita berpolitik. kesamaan wanita dan berpengaruh untuk wanita pada saat Russia. - Partisipasi tampak jelas

munvulnya keterlibatan parta Women of Russia 1993 Sejak tahun wanita dan 2000, mulai lebih partisipasi berkurang pers.

hak dalam berpolitik pria. Hanya saja, saat ini terjadi penurunan partisipasi dalam Faktor yang menentukan politik China. Pemimpin negara Komunisme Kebijakan dan waita di

ditekankan pada kebebasan

-

Pemimpin negara Komunisme Kenijakan dan undang-

level partisipasi wanita

undang

undang-undang

44

DAFTAR PUSTAKA Maso’ed, Mochtar (editor). Perbandingan Sistem Politik. Gadjah Mada University Press. (Yogyakarta:2001) hal.41-45 Syafiie, Drs. Inu Kencana.Ilmu Politik. Rineka Cipta. hal 196. Higley, John Jan Pakulski, Wloddzimierz Wesolowski. Postcomunist Elites and Democracy in Eastern Europe. London, Macmillan Press Ltd., 1998. White, Stephen. Russia’s New Politics: The Management of Post Communist Society. United Kingdom, Cambridge University Press, 2000. Kort, Michael. A brief History of Russia. Boston University. 2008.

45

Nechemias, Carol. Politics in Post-Soviet Russia: Where Are The Women? Kagarlitsky, Boris. Russia under Yeltsin to Putin. London, Pluto Press. 2002 Edmondson, Linda. Women and Soceity Russia and the Soviet Union. United Kingdom, Camnridge University Press, 1992. Halaman web Anoynimous.Negara Cina dan Rusia.http://www.quotaproject.org/uid/countryview.cfm?country=47 diunduh tanggal 16 Desember 2011 Anoynimous.Women Participant.http://archive.idea.int/women/focus.htm diunduh tanggal 10 Desember 2011 Anoynimous.Negara Rusia.http://www.stats.gov.cn/tjgb/rkpcgb/index.htm diunduh tanggal 13 Desember 2011 Anonymous. Negara Cina dan Rusia.www.embrusscambodja.mid.ru/ruslistre.html diakses tanggal 16 Desember 2011 CIA Organization. Profil negara Cina dan Rusia. http://www.cia.gov/library/publications/the-word-factbook/geos/rs.h diakses tanggal 15 Desember 2011

46

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful