EKSISTENSI TUHAN MENURUT SAID NURSI DAN KRITIKNYA TERHADAP MATERIALISME BARAT

Oleh: Zaprulkhan
NIM. 05212449

TESIS
Diajukan kepada Program Pascasarjana UIN Sunan Kalijaga untuk Memenuhi Salah Satu Syarat guna Memperoleh Gelar Magister dalam Ilmu Agama Islam Program Studi Agama dan Filsafat Konsentrasi Filsafat Islam

2

YOGYAKARTA

2007
KATA PENGANTAR

Segala puji bagi Allah, Tuhan Penguasa semesta persada. Dialah Tuhan yang tidak hanya menjadi muara cinta di mana setiap makhluk mengekspresikan sejuta kisah cinta kepada-Nya kendati mereka tidak menyadarinya; Tuhan tempat melabuhkan segala damba hamba-hamba-Nya; namun Dia juga menjadi sebuah misteri dari setiap misteri yang mengundang semesta tanya sehingga membuahkan wacana-wacana untuk mendemonstrasikan eksistensi-Nya, baik secara intelektual maupun spiritual (intuitif). Shalawat serta salam semoga tercurahkan kepada nabi Agung Muhammad Saw, insan kamil yang tidak pernah berhenti dalam penjelajahan intelektual dan spiritualnya, kepada keluarganya yang suci, para sahabatnya yang mulia, dan kepada para pengikutnya yang meneladani petualangannya. Kemudian berkat rahmat dan inayah Allah, penulis dapat menyelesaikan penulisan tesis yang berjudul Eksistensi Tuhan Menurut Said Nursi dan Kritiknya Terhadap Materialisme Barat. Penyelesaian tesis tersebut melalui proses yang melibatkan banyak pihak baik secara personal maupun institusional. Karena itu, dari hati yang paling dalam, penulis ingin menyampaikan ungkapan terima kasih dan penghargaan yang sebesar-besarnya terutama kepada: 1. Direktur dan Asisten Direktur beserta para Guru Besar Program Pascasarjana UIN Sunan Kalijaga yang telah berkenan memberikan secercah ilmu

3 pengetahuan, wawasan, lentera kearifan, kesempatan dan fasilitas yang memadai untuk mengikuti pendidikan lanjut pada Program Pascasarjana (S2). 2. Dr. Syaifan Nur, M.A. selaku pembimbing yang dengan wawasan dan idealisme yang dimiliki telah berkenan memberikan bimbingan, analisis, dan arahan yang penuh perhatian. 3. Rektor IAIN Raden Fatah Palembang, Prof. DR. J. Suyuthi Pulungan, M.A. yang telah memberi motivasi untuk melanjutkan studi Program Magister beserta bantuan moril dan materil. 4. Para staf Dosen STAIN Bangka Belitung yang telah memberikan bantuan baik moral maupun material, terutama pada semester dua dan tiga sehingga bisa memudahkan penulis menjalankan kegiatan akdemik tanpa kerepotan mencari dana kuliah. 5. Para pengelola UPT Perpustakaan dan Perpustakaan Program Pascasarjana UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta yang telah memberikan pelayanan sebaik mungkin dalam rangka tersedianya buku-buku rujukan yang diperlukan. 6. Hodja Hasbi Sen yang pertama kali mengenalkan penulis dengan wacanawacana Bediuzzaman Said Nursi dan telah menyumbangkan sebagian besar karya Said Nursi ketika penulis hijrah ke yogyakarta untuk melanjutkan studi S2. 7. Ibunda Zahra yang dengan kebijakan, ketabahan, dan doa-doanya di larut malam yang sunyi; ayunda Zuleha yang dengan kasih sayang dan kepeduliaannya; serta adik bungsuku, Zohana, yang melalui keindahan dan ketulusan cintanya telah mengukir makna dalam kehidupan penulis.

Yogyakarta. menjadikan karya ilmiah ini bermanfaat. Zaprulkhan . motivasi. semoga Allah. yang telah memberi masukan. Tuhan Yang Maha Memberi Manfaat. insigth. 20 Februari 2007 Penulis. dan arahan yang sangat berharga hingga studi S2 dan penulisan tesis ini bisa dirampungkan tepat waktu sesuai target.4 8. Semua rekan seperjuangan di markas corpus Yogyakarta. terutama para senior yang tengah menempuh Program S3. terutama bagi penulis pribadi sekeluarga dan bagi dunia akademik umumnya. An-Nafi'. Akhirnya.

................................................................................................................... NOTA DINAS PEMBIMBING............................... Latar Belakang Masalah...................................... PEDOMAN TRANSLITERASI ............... Tinjauan Pustaka... ............... BAB I : PENDAHULUAN A............................... C........................................................................5 DAFTAR ISI HALAMAN I JUDUL........................................... F... ABSTRAK............................................................................. B..................... Sistematika Pembahasan.................................... DAFTAR XII ISI........................................... Metode Penelitian........................................................................................................... G........ E................................................... Tujuan dan Kegunaan Penelitian...................... II III IV V VI VII VIII IX HALAMAN PERNYATAAN KEASLIAN........ Rumusan Masalah...................... Kerangka Teoretik............................ MOTTO DAN PERSEMBAHAN.................................................................. 1 11 11 12 14 22 25 BAB II : MENGENAL KEHIDUPAN BEDIUZZAMAN SAID NURSI ....................................... HALAMAN PENGESAHAN DIREKTUR....................... D................................ KATA PENGANTAR.................................................................. NOTA DINAS PENILAI.............

........ 1.............. 79 1..... C..................... Kritik Melalui Dalil Kosmologis ...................................................... Doktrin-Doktrin Materialisme Tentang Ketiadaan Tuhan di Semesta........................................ 4................. 3............... Eksistensi Tuhan dalam Bingkai Argumentasi Teleologis.. The Third Said (1950-1960 M)................. Eksistensi Tuhan dalam Bingkai Argumentasi Intuitif................ 2................. 3....... Mekanik).............. 80 83 88 B................. Alam Tercipta oleh Sebab (Kausalitas.. Segala Sesuatu Merupakan Tuntutan Alam (Alamiah).............. Pandangan Said Nursi tentang Tuhan............................. 1........6 A.......... The Old Said (1876-1926 M)... Situasi Politik Turki.................. Kritik Said Nursi Kepada Materialisme........................................................................................ 48 54 61 61 66 70 73 BAB IV : KONSEP MATERIALISME dan KRITIK SAID NURSI TERHADAPNYA A....................... Sketsa Biografi Said Nursi...................... C....... Kritik Melalui Dalil Teleologis ................... Eksistensi Tuhan dalam Bingkai Argumentasi Ontologis............ 107 92 93 99 Antara Kritik dan Kontribusi ... Pembuktian Eksistensi Tuhan Menurut Said Nursi.................... The New Said (1926-1950 M)..... 2..................................................................... .................. 1............................................................ Eksistensi Tuhan dalam Wacana Filsafat.................... 2.............. B...................... 3................ Eksistensi Tuhan dalam Bingkai Argumentasi Kosmologis........... 2.......................................... 27 30 30 38 43 BAB III : PANDANGAN SAID NURSI TENTANG EKSISTENSI TUHAN A.. Segala Sesuatu Terbentuk Dengan Sendirinya (Materi) .............. B............................................

. dan bahwa manusia harus mengabdikan diri sepenuhnya kepadaNya......................................... DAFTAR RIWAYAT HIDUP............... Kesimpulan .... ........ Doktrin bahwa hidup harus diorientasikan untuk pengabdian kepada Allah inilah yang merupakan kunci dari seluruh ajaran Islam..................... Paradigma Islam (Bandung: Mizan... 1998)....................................... 117 120 DAFTAR PUSTAKA ...................... Dengan kata lain. h........ B..........7 BAB V : PENUTUP A..... suatu konsep sentral yang berisi ajaran bahwa Tuhan adalah pusat dari segala sesuatu.... Pengikraran kalimah tersebut... yaitu bahwa seluruh kehidupan berpusat kepada Tuhan........... menurut Karen Armstrong bukan hanya sekadar penegasan atas 1 Kuntowijoyo........... di dalam Islam... 122 129 BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Masalah Dalam perspektif Islam. dikenal adanya sebuah konsep fundamental yakni tauhid...................... Konsep tauhid ini mengandung implikasi doktrinal lebih jauh bahwa tujuan kehidupan manusia tak lain kecuali menyembah kepada-Nya.. konsep mengenai kehidupan adalah konsep yang teosentris.................... Saran-Saran .........1 Sistem nilai tauhid ini terangkum dalam sebuah formulasi frase yang berbunyi la ilaha illa Allah (tidak ada Tuhan selain Allah)......... 228-229.......

Dengan mengucapkan penegasan tauhid menuntut kaum Muslim untuk mengintegrasikan kehidupan mereka dengan menjadikan Allah sebagai fokus dan prioritas tunggal mereka. seandainya tidak ada alam semesta yang bekerja sesuai dengan hukumnya. 1996). yakni tidak mungkin terjadi sesuatu tanpa ada penyebabnya dan penyebab terakhir Karen Armstrong. Jika bukti ontologis melukiskan bahwa setiap manusia mempunyai ide tentang Tuhan dan tidak dapat membayangkan adanya sesuatu yang lebih berkuasa dari-Nya. Fazlur Rahman. 1994). al-Quran tidak “membuktikan” eksistensi Tuhan tetapi “menunjukkan” cara untuk mengenal Tuhan melalui alam semesta yang ada. Fazlur Rahman menemukan bahwa walaupun alQuran menyuguhkan bukti-bukti yang sangat rasional dengan keteraturan alam semesta. keindahan. Anas Mahyuddin (Bandung: Pustaka. Dengan menjelajahi ayat-ayat al-Quran. Tema Pokok Al-quran. Dia adalah satu-satunya realitas. terj.3 Kendati demikian. 15. h. kosmologis.2 Persoalannya. A History of God (New york: Ballantine Books. dan teleologis. sedang yang ada hanya satu hal saja. Namun. maka hal ini pun karena sifat ketergantungannya. 3 2 .8 eksistensi Tuhan tetapi sebuah pengakuan bahwa Allah merupakan satu-satunya realitas sejati. secara filosofis eksistensi Tuhan Yang Maha Esa membutuhkan bukti-bukti yang bisa ditampung oleh nalar manusia. bukti kosmologis berpijak pada ide “sebab-akibat”. atau kesempurnaan sejati: semua wujud yang nampak dan memiliki sifat-sifat seperti ini hanya meminjam keberadaan dan sifat tersebut dari wujud esensial ini. satu-satunya bentuk eksistensi sejati. secara garis besar dalam wacana filsafat eksistensi keesaan Tuhan dibuktikan melalui argumentasi ontologis. 150. akan menunjukkan ke arah Tuhan. h.

mengelaborasi dengan kritis-positif pandangan Nursi mengenai lingkungan. hingga hari ini masih terus diterjemahkan ke dalam bahasa-bahsa lainnya. ilmuwan yang ahli mengenai dialog antar agama di Roma. dan ilmuwan lain. bintang-gemintang. h. yang mengulas alam semesta mulai dari langit. abad pertengahan hingga era kontemporer dewasa ini.6 Akan tetapi. rembulan. 6 Perbincangan mengenai eksistensi tuhan secara filosofis sudah lama dibahas oleh ilmuwan klasik. Prancis. lautan. sekaligus sufi besar abad 20 dari Turki yang mampu menguraikan eksistensi Tuhan melalui ketiga aspek filosofis tersebut secara komprehensif. Portugis. 2005). h. Norton Mezvinsky. Jepang. “Islam. matahari. Wawasan Al-Quran (Bandung: Mizan. Islam at the Crossroads. Said Nursi’s Views on Muslim-Christian Understanding (Istanbul: Yenibosna. seperti Nirmal Singh. Jerman. Belanda. Apresiasi juga dating dari para ilmuwan kelas dunia internasional.7 Quraish Shihab. Itali. 1086. Harun Yahya. Dia Di mana-mana (Jakarta: Lentera Hati. 1996) . begitu pula Oliver Leaman. India.com/ contact@saidnur. seorang pejuang. Cina. Oliver Leaman. www. Hal ini dibuktikan dengan akses masyarakat dunia baik di belahan wilayah Timur maupun Barat & telah diterjemahkannya Risalah An-Nur ke dalam berbagai bahasa dunia sampai lebih dari tiga puluh bahasa asing: Inggris. 1996). pemikir. Bisa dilihat pada The World is Reading Risale-I Nur. yang mengulas beberapa aspek pemikiran Nursi secara positif dalam karyanya. manusia serta hewan dan tumbuh-tumbuhan. Abu Rabi’ (ed. demikian pula Fakhruddin ar-Razi. 27. Wahba al-Zuhayli. (Albany: State University of New York Press. Majmu’Rasail Imam Ghazali (Beirut:Dar AlFikr. Loren Bagus. 2003). Spanyol. Kamus Filsafat (Jakarta: Gramedia. misalnya Thomas Michel.9 pastilah Tuhan. Sebut saja. Collen Keyes. Nursi berusaha melakukan interpretasi terhadap kalimah tauhid yang terangkum dalam la ilaha illa Allah hingga mencapai enam ribu halaman yang terkompilasi dalam karya monumentalnya: Risalah An-Nur. mungkin Said Nursi (selanjutnya hanya disebut Nursi). 2002). 255-262. 5 4 . yang tidak dapat terjadi tanpa ada satu kekuatan yang mengatur keserasian tersebut4.). mendapat apresiasi yang sangat luar biasa dari kaum Muslim dari seluruh penjuru dunia. 7 Karya pemikir & sufi besar dariTurki ini. Rusia. air dan api.saidnur. sudah banyak ilmuwan Muslim yang mengelaborasi eksistensi Tuhan dengan menggunakan ketiga argumentasi filsafat tersebut sejak era klasik hingga dewasa ini. bahkan dari Indonesia tampil Quraish Shihab dengan buku terbarunya. udara.com. Rumania. Ibrahim M. Sebut saja Ghazali dalam karyanya Al-Hikmah fi makhluqati Allah. filsuf abad ini yang mengajar di Universitas John Moores Liverpool tentang filsafat Islam. bumi persada.5 Tentu saja. 2005). termasuk Indonesia dan lain-lain. Alexander Fedotoff serta lain-lainnya. ini bisa dilihat dalam Al-Ghazali. maka postulat teleologis berlandaskan pada keseragaman dan keserasian alam semesta. Dengan demikian keteraturan alam semesta memiliki tujuan-tujuan dan kebijaksanaan objektif di luar manusia. Risalah An-Nur. h. the Environment & Said Nursi”.

Nursi berusaha untuk membuktikan keberadaan dan kesatuan Sang Pencipta dengan alam semesta serta menjelaskan tujuan-Nya dalam penciptaannya. Dengan penelaahan yang intensif terhadap Risalah.10 Justru karena Nursi tidak menafsirkan kalimah tauhid secara harfiah melainkan secara maknawiah. Ketika membincang apapun saja. 264. bahkan bagaimana dunia tumbuh-tumbuhan dan alam semesta yang bisu dapat berbicara dengan lisanul hal. Metin Karabasoglu. Bagaimana sel-sel darah dan sistem organisme dalam tubuh manusia menjelma lensa keesaan Tuhan. “Text and Community: An Analysis of the Risale-I Nur Movement”. Abu Rabi’. kamatian. alam semesta. baik mengenai ibadah. 8 . h. Nursi menguraikan tujuan Sang Pencipta dalam menciptakan alam semesta melalui perspektif hakikat ketuhanan: Setiap pemilik keindahan dan kesempurnaan ingin menyaksikan dan memperlihatkan keindahan dan kesempurnaannya sendiri. Nursi bertutur dengan bahasa yang begitu indah. manusia. Crossroads……. menjadi jelas bahwa Nursi menawarkan sebuah penjelasan ontologi yang komprehensif dengan memandang keberadaan alam semesta dan manusia. dan apik bagaimana butiran-butiran atom yang tak terlihat oleh mata manusia secara makroskopis menjadi cermin keesaan Ilahi. ilmuwan Turki yang sangat menguasai pandangan Nursi...”8 Dalam Risalah An-Nur. bahasa kenyataan mengenai keesaan perbuatan Sang Metin Karabasoglu. maka ia bisa menyentuh setiap aspek kehidupan untuk membuktikan eksistensi keesaan Tuhan. Sang Pencipta untuk disaksikan umat manusia. menarik. serta segala hal lainnya yang dianalisis dengan basis eksplanasi ontologi tersebut. maupun hari kebangkitan. menyuarakan prinsip ini dengan cerdas: “Tema sentral dari Risalah An-Nur Yaitu bahwa alam semesta telah diciptakan dan Penciptanya mempunyai sebuah tujuan dengan ciptaan tersebut. Nursi menguraikan segalanya laksana rangkaian kepingan-kepingan kebenaran agung yang memantulkan keesaan Allah.

ketuhanan. dari fenomena yang nampak oleh kasat mata hingga yang gaib tan kasat mata mengungkapkan asma-asma Allah seperti. Maha Penolong dan Maha Pembangkit. secara spesifik terkompilasi dalam salah satu karya cuplikan Risalah An-Nur: The reflection of the Divine. keadilan dan kemurahan. mengungkapkan mengenai kebesaran dan kelengkapan karya tersebut dengan bahasa yang lugas dan padat: “Risalah An-Nur menandaskan bahwa setiap orang yang benarbenar ingin memahami dunia ciptaan ini sebagaimana mestinya. kosmologis. Lihat Said Nursi. 2003). Dari Cermin ke-Esaan Allah. pasti akan sampai pada kesimpulan Laa ilaaha illa Allah. keberlangsungan dan keagungan.11 Dan menurut Nursi. bukti eksistensi Tuhan dengan segala atribut-Nya Uraian mengenai persoalan-persoalan tersebut. 11 Said Nursi. dan sekaligus dia akan menyadari bahwa semua atribut tersebut mengarah bukan pada bendabenda ciptaan itu melainkan pada Realita di mana semua atribut tersebut ada dalam kesempurnaan dan keabsolutan. 9 . Dia akan melihat bahwa dunia ciptaan ini adalah buku berisikan nama-nama. keindahan dan keseimbangan. 216-219. h. h. Sinar Yang Mengungkap Sang Cahaya. Maha Pemelihara. suatu indeks. tetapi juga disertai argumentasi-argumentasi akliah-filosofis dengan tiga perangkat filsafat: bukti ontologis. yang menceritakan Pemiliknya.11 Penguasa semesta. Sugeng Hariyanto (Jakarta: Siraja. Maha Pemberi Rezeki. dan bukan atas kehendak dan imajinasinya. 2003).9 Dr. terj. Keluasan Risalah An-Nur dalam mendiskusikan eksistensi Tuhan disebabkan Nursi bukan hanya menyuguhkan alasan-alasan naqliahteologis (Al-Quran dan Hadis). Maha Pengasih. 2003). (Jakarta: RajaGrafindo Persada. dan teleologis. 10 Said Nursi. walaupun tidak disebutkan secara eksplisit. Sugeng Hariyanto dkk. Dari Balik Lembaran Suci. dari yang terkecil sampai yang terbesar.”10 Nursi melihat seluruh peristiwa dan fenomena di alam semesta. Maha Pengatur Benda-benda. terj. Dia akan melihat keteraturan dan harmoni. XXVI-XXVII. Turner. seorang muallaf dan pengajar di Universitas Durhan Inggris. Sugeng Hariyanto & Fathor Rasyid (Jakarta: Siraja. terj.

12 Yang lebih menarik. Sukran Vahide (Istanbul: Sozler Nesriyat. Alegori filosofis dengan menggunakan raja dan rakyatnya bisa ditemukan dalam Said Nursi. ia juga mempertajam argumentasi filosofisnya dengan pendekatan keyakinan (imani) atau pengalaman relijius. Ada tingkat keimanan yang lain. Said Nursi. yakni kepastian yang datang dari pengalaman langsung dengan 12 Said Nursi. 15 Perumpamaan kapal diuraikan Nursi saat memperbincangkan nilai keimanan kepada Allah. Nyaris di sebagian besar karyanya alegori matahari muncul dalam beragam tema untuk menyibak rahasia ketuhanan. terj.16 Terlepas dari luasnya paparan filosofis Nursi mengenai eksistensi Tuhan. Dalam kata-kata Nursi: Man is missive so comprehensive that through his self. adakalanya juga ia memanfaatkan personifikasi prajurit perang dan yang paling sering adalah menerapkan perumpamaan cahaya matahari untuk mendeskripsikan kreativitas unik Tuhan pada segala ciptaan-Nya. Almighty God makes perceived to him all His Names. 2003). Said Nursi Pemikir & Sufi Besar Abad 20. 16 Perumpamaan dalam bentuk matahari merupakan yang paling banyak dan paling sering digunakan oleh Nursi. Sugeng Hariyanto (Jakarta: Siraja. h. Nabilah Lubis (Jakarta: RajaGrafindo Persada. seperti musim gugur dan musim semi. Keimanan menggabungkan penerimaan dan penegasan nalar dan pengalaman serta penyerahan kalbu. 17 Salih. Mi’raj Menembus Konstelasi Langit. Nursi membungkus setiap argumentasi ontologis. terj. 203-204. 106-107. trans. Dimensi Abadi Kehidupan. Menikmati Ekstase Spiritual Cinta Ilahi. 2003). Ihsan Kasim. The Words. Keimanan harus terdiri atas intelektualitas atau nalar dan kalbu. Sugeng Hariyanto & Fathor Rasyid (Jakarta: Siraja. melalui perbandingan atau perumpamaan.13 istana dan para pengunjungnya14. h. 14 Metafora filosofis tentang istana dan para pengunjungnya terdapat dalam Said Nursi. 2003). h. musim-musiman. kapal15 dan para penumpangnya. 2003). Sugeng Hariyanto (Jakarta: Siraja. dan teleologis dengan eksposisi alegori filosofis.17 Mengenai hal ini penulis tidak bisa menguraikannya sebagus uraian Nursi: “Keimanan bukanlah sesuatu yang didasarkan pada taqlid membuta.12 terefleksikan secara sempurna pada diri manusia. kosmologis. 13 . 2002). 718. terj. biji-bijian dan pepohonan. terj. Terkadang ia menggunakan figur seorang raja dan rakyatnya.

dalam kalimah yang transparan namun kaya dengan simbol penafsiran. Ini tergantung dari keteraturan kita dalam beribadah dan berpikir. dan mengalami 18 Nursi. Profesor di Hartford Seminary.S. Jane I smith. Terlebih lagi. Jadi.. Bukti-bukti yang disampaikannya bertujuan memuaskan nalar. melukiskan bahwa Nursi mampu menulis dengan hati dan imajinasinya sebaik dengan akal dan inteleknya. metafora filosofis yang kaya makna dan menyentuh. maka dengan pengalaman relijius dan penyerahan kalbu ia menghendaki manusia mencapai pencerahan spiritual. nalar dan kalbu harus bekerja sama dalam menelusuri jejak-jejak Tuhan di semesta. Dengan kemampuan memadukan dua fakultas esensial manusia yang dibungkus lewat bahasa simbolis.. Salah satu alasan bahwa ia dapat bertahan dari abad 20 hingga abad 21 sebagai seorang penafsir Islam dan Al-Quran yang sangat dihormati adalah kepiawaiannya dalam menuangkan ide lewat tulisannya. . U. memahami perintahnya. dan menyucikan hati. h. tugas pertama.18 Jadi jika dengan eksplanasi filosofis melalui berbagai perangkatnya yang luas tentang kehadiran Tuhan dalam setiap fenomena kehidupan Nursi ingin mengajak para pembacanya menemukan kepuasan intelektual. menenangkan pikiran. para pembaca akan bisa merasakan perasaan Nursi. Dengan kata lain. ide-ide Nursi mampu memasuki abad 21 dengan kewibawaan khas. Orang yang telah menguasai tingkat keimanan ini dapat menghadapi seluruh dunia ini. Sinar Yang Mengungkap……….A. terutama dan terpenting kita adalah mencapai tingkat keimanan ini dan mencoba dengan kesungguhan demi ridha Allah Yang Maha Kuasa untuk mengkomunikasikannya dengan orang lain. XX.13 kebenaran-kebenaran keimanan.

255. 3. h. and experiences his understand of truth through his graphic and sometimes even startling use of words and images. According to the Risale-I Nur (Istanbul: Sozler Nesriyat. The reader feels Nursi’s passion. faktor eksternal. bahkan terkadang menakjubkan. 2002). comprehend his instruction. Sukran Vahide (ed. Masa di mana para musuh secara intensif mencabik-cabik bangsa dan negara Turki untuk mempercepat kehancurannya. setidaknya ada dua faktor untuk menjelaskan persoalan tersebut. One of reasons that he has endured through the 20th century and into the 21st as a highly revered interpreter of islam and the Quran is his ability to speak.). Said Nursi……. Pertama. Nursi menghirup aroma kehidupan Turki dalam persimpangan dua abad: akhir abad sembilan belas dan awal hingga pertengahan abad dua puluh (1875-1960).. namun tidak membuahkan hasil. through his writing.14 pemahamannya tentang kebenaran melalui penggunaan kata-kata dan gambaran yang sangat jelas. Masa di mana dendam kesumat dari pihak-pihak yang tidak menghendaki Islam mewarnai—apalagi menjadi landasan—negara dan pemerintahan dinyatakan secara terang-terangan. wajar bila tersimpul sebuah pertanyaan: apa yang menggerakakan dan memotivasi dirinya menguraikan berbagai persoalan yang kesemuanya hanya bermuara pada keesaan Tuhan? Secara global. 19 . Akhir abad ke-19 dan menjelang awal abad ke-20 merupakan masa-masa akhir dari usia Daulat Turki Usmani.19 Melihat pembacaan Nursi yang begitu luas dan terfokus terhadap eksistensi Tuhan.20 Sementara kaum Ittihadi yang mengambil alih pemerintahan Turki era itu berhasil menduduki posisi penanggung jawab dan penentu arah pemerintahan. in word that are straightforward yet rich in interpretive symbolism. h. The Qur’anic View of Man. Masa di mana Sultan Abdul Hamid selama tiga puluh tahun berupaya dengan segala daya untuk memelihara integritas negara yang sangat luas. bahkan sampai berhasil menancapkan pengaruhnya dalam kehidupan sosial Bediuzzaman Said Nursi wrote with his heart and his imagination as well as with his head and his intellect. 20 Salih.

Langkah yang ditempuh kaum Ittihadi justru membawa negara Turki berada dalam cengkeraman kekuasaan asing. Yunani. Turki dikuasai oleh Italia.” Namun ketika itu Nursi belum fokus melaksanakan tekadnya. Ketika itu Nursi berjanji: “Sungguh aku akan menunjukkan pada dunia bahwa Al-Quran adalah Matahari yang tidak akan redup sinarnya dan tidak mungkin padam cahayanya. di depan anggota parlemen sambil menggenggam al-Quran berkata: “Selama alQuran ini berada di tangan kaum muslimin. Dengan demikian. juga setahap demi setahap mereka pun berhasil memperkenalkan dan menerapkan pola hidup Barat yang sangat dikaguminya. h. bahkan ibu kota Istanbul sendiri berada di bawah pemerintahan Inggris.” Berita ini telah membuat Nursi berguncang dan bertekad untuk mengabdikan seluruh hidupnya agar mukjizat AlQuran berkibar dan kaum Muslim terikat dengannya. Gladstone. h. undang-undang negara yang berdasarkan syariat Islam diganti dengan undang-undang Swiss. Sukran Vahide. Seorang Menteri urusan koloni Inggris. 30-31. Bediuzzaman Said Nursi (Istanbul: Sozler Nesriyat. kita harus melenyapkannya dari mereka atau memutuskan hubungan mereka dengannya. 2000). pucuk pemerintahan Turki berada di tangan Mustafa Kamal dan ketika ia tampil sebagai pemimpin negara.21 Saat itu para koloni Inggris melakukan rekayasa hendak melenyapkan Islam dari tanah Turki. seluruh para penentang langkah yang ditempuhnya disingkirkan—termasuk para komandan yang berjuang bersamanya—kehidupan ala Barat dipaksakan bahkan diundangkan 21 22 Ibid. . 4-5.15 kemasyarakatan. kita tidak akan pernah mampu menguasai mereka.22 Setelah perang kemerdekaan. Armenia. terjadilah sejumlah perubahan: Kekhalifahan ditanggalkan..

The Flashes Collection. 303-304.23 Kedua. Sukran Vahide (Istanbul: Sozler Society. Dalam situasi dan kondisi seperti inilah Nursi tampil untuk menghidupkan keimanan kaum Muslim kembali dengan menulis karyanya: Risalah An-Nur. h. lebih konsentrasi dan intensif menuangkan ideidenya untuk membendung paham materialisme yang sedang mewabah pada sebagian besar masyarakat Turki.24 Demikian pula ia mendapat pencerahan spiritual dari kitab Maktubat yang akhirnya menyebabkan ia uzlah di Shari Yar. penulis Salih. 7. 25 Said Nursi.25 Dari latar belakang seperti itulah. 2001). 418-419. Ketika memasuki usia awal empat puluh tahun.16 kepada bangsa Turki. Letters. Nursi mengalami transformasi spiritual dengan membaca dua kitab ulama sufi ternama: Futuh al-Ghaib karya Abdul Qadir al-Jilani dan Maktubat karangan Imam Rabbani Ahmad Faruqi. dan sejumlah perubahan mendasar lainnya. Nursi merasakan bagaikan menjalankan operasi besar yang sangat menyakitkan dan melukai perasaannya. Bosfur.2000). h. sampai-sampai ia tidak menikah hingga akhir hayatnya. Namun setelah beberapa saat kemudian. rasa sakit akibat operasi ruhaniah itu berubah menjelma kesenangan karena ia merasakan kesembuhan spiritual dari berbagai penyakit hatinya. Sukran Vahide (Istanbul: Sozler society. Said Nursi………. trans. tindakan para penentangnya divonis sebagai tindakan subversi lalu dihukum dengan hukuman yang berat. sampai azan pun dikumandangkan dalam bahasa Turki. h. trans. Hurup Arab diganti dengan hurup Latin. Dalam uzlahnya inilah Nursi. Said Nursi. Saat membaca kitab Futuh al-Ghaib. faktor internal atau psikologis. Masyarakat Turki dijejali paham materialisme yang berusaha menyingkirkan Tuhan dari setiap dimensi kehidupan. 24 23 .. yang hanya berdialog dengan Al-Quran.

Tujuan dan Kegunaan Penelitian Penelitian ini dimaksudkan sebagai jawaban dari rumusan masalah di atas.” A. 1. Rumusan Masalah Bertolak dari paparan latar belakang di atas. Kedua : Menunjukkan postulat-postulat dan langkah-langkah apa saja yang ditawarkan oleh Nursi dalam menghadapi dan mengcounter argumentasi- .17 tertarik melakukan penelitian terhadap pemikiran Nursi yang diformulasikan dalam sebuah judul: “Eksistensi Tuhan Menurut Said Nursi dan Kritiknya Terhadap Paham Materialisme Barat. kosmologis dan teleologis dalam perspektif Nursi. yakni meneliti pandangan Nursi mengenai Tuhan. Apa saja bukti-bukti yang dijadikan pijakan Nursi dalam menguraikan eksistensi Tuhan? 3. Bagaimana pandangan Nursi tentang eksistensi Tuhan? 2. maka persoalan pokok yang akan diangkat dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: 1. Bagaimana bentuk kritik Nursi terhadap paham materialisme Barat modern? B. maupun dengan perangkat filosofis berupa bukti-bukti ontologis. Hadis dan pendekatan imani). Adapun secara rinci tujuan penelitian dapat dirumuskan sebagai berikut: Pertama : Untuk memberi penjelasan mengenai konsep Tuhan dan eksistensi Tuhan baik melalui argumentasi teologis (Al-Quran. bukti-bukti tentang eksistensi Tuhan dan kritik Nursi terhadap paham materialisme Barat Modern.

2002). Bringing Faith. Tinjauan Pustaka Sudah banyak para pemikir dan ilmuwan yang menulis tentang pandangan-pandangan Nursi. Globalization. According to the Risale-I Nur (Istanbul: Sozler Nesriyat. makna dan kedamaian hidup dalam sebuah dunia multikultural melalui pendekatan Risalah An-Nur28. 2004). C. Demikian pula artikel-artikel dalam bentuk makalah yang dikompilasikan dari hasil seminar. Ethics and Bediuzzaman Said Nursi’s Risale-I Nur (Istanbul: Sozler Publications. etika dan Risalah An-Nurnya Said Nursi27.18 argumentasi paham materialisme yang menolak peran Tuhan dalam pentas kehidupan duniawi dan ukhrawi. 26 .). 27 Mengenai tema di atas dapat dilihat dalam Sukran Vahide (ed. Menebarkan keyakinan. Sedangkan secara praktis. Tema ini terkompilasi dalam Sukran Vahide (ed. Berdasarkan penjelasan di atas. 2004). yang di dalamnya mencakup sub-sub tema yang luas.). 28 Sedangkan perbincangan tema tersebut berada dalam Sukran Vahide (ed. Meaning and Peace to Life in a Multicultural World: The Risale-I nur’s Aprroach (Istanbul: Nesil. Sumbangan teoretis yaitu berupa penjelasan yang kongkret berdasarkan realitas alam semesta (makrokosmos dan mikrokosmos) yang dilakuakan Nursi dalam menguraikan eksistensi Tuhan. penelitian ini diharapkan dapat memberikan sumbangan teoretis dan praktis. Globalisasi. hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan dalam pengembangan kajian teologis-filosofis mengenai eksistensi Tuhan baik di lingkungan akademisi maupun masyarakat luas.). Lazimnya. The Qur’anic View of Man. pandangan-pandangan Nursi diteliti oleh para ahli dalam kapasitasnya sebagai seorang sufi dan pemikir yang menyoroti berbagai persoalan kehidupan: perspektif Al-Quran mengenai manusia menurut Risalah An-Nur26.

IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Namun kritik Nursi yang diuraikan Ali Unal hanya satu aspek saja dengan dihubungkan kepada kehidupan sesudah mati atau hari kebangkitan. Yogyakarta. dalam bentuk skripsi dengan yang membahas metode penafsiran Nursi dalam Risalah An-Nur oleh Laela Rahmawati31. h. 2003. tidak demikian halnya pada tataran lokal regional. Penelitian intensif dilakukan oleh Ustadi Hamzah dalam bentuk tesis yang menguraikan konsep-konsep pandangan Nursi mengenai toleransi beragama sehingga membentuk pluralitas agama. Mane-Yi Harfi: Kajian Tentang Metode Penafsiran Bediuzzaman said Nursi dalam risale-I Nur. Jurnal Jami’ah. tetapi masih sedikit yang menulis atau meneliti ide-ide Nursi. Ali Unal. sebut saja Machasin yang mengelaborasi gagasan-gagasan Nursi mengenai wacana sufistik. Vol. Abdul Qadir al-Jilani. Demikian pula. di Indonesia. 2004. 29 . Kalau pun sudah banyak yang mengenal akhirakhir ini. 1-19. 32 Hal ini terutama diuraikan dalam bab pertama ketika membahas makna eksistensi & kehidupan. Ali Unal ketika mengelaborasi makna hidup sesudah mati melalui sudut pandang Nursi. mengungkapkan sekilas kritik Nursi terhadap paham materialisme. seperti Ghazali. Sugeng Hariyanto & Fathor Rasyid (Jakarta: Grafindo Persada. Makna Hidup sesudah MatiKebangkitan dan Penghisaban. Bisa dikatakan masih agak jarang tokoh-tokoh intelektual dalam negeri yang mengenal wacana-wacana Nursi. 31 Skripsi Laela Rahmawati. No. 43. pengaruh tokoh atau ide-ide tokoh sufi. terj. Di Indonesia. dan Imam Rabbani serta di mana posisi Nursi29.32 Machasin. Sementara kajian mengenai pemikiran Nursi yang mengkritik paham materialisme memang telah dilakukan pula oleh sebagian pemikir.30. UIN Sunan Kalijaga.19 Jika pada skala global internasional (luar negeri) pemikiran Nursi sudah tidak asing lagi. 2002). 2005. Bediuzzaman Said Nursi and The Sufi Tradition. 1. 30 Tesis Ustadi hamzah. Islam dan Pluralitas Agama: Toleransi Beragama dalam Pandangan Bediuzzaman Said Nursi.

terlebih lagi belum melakukan eksplanasi pandangan-pandangan Nursi terhadap paham materialisme secara filosofis. 33 . h. Michel menguraikan pandangan Nursi terhadap peradaban modern yang dibangun di atas nilai-nilai materialistik. materi umum yang mempengaruhi benda-benda jasmani & spiritual. h. bagian yang mempelajari asal-usul bendabenda. yang salah satu unsurnya membahas tentang Tuhan35. Tuhan Aristoteles sebagai penggerak pertama (al-muharrik al-awwal). D.34 Istilah filsafat pertama atau metafisika. 180-184. 35 Masih diperdebatkan apakah metafisika Aristoteles memang menyinggung tentang Tuhan. h. tidak menciptakan alam. Mulyadhi kartanegara. 79-108. Abed al-Jabiri. h. tapi Tuhan yang tidak mewahyuhkan dirinya dalam sejarah. nampak sekadar asumsi ilmiah untuk menafsirkan prinsip gerak. 2005). Karen Armstrong. Senada dengan Russell. Kerangka Teoretik Perbincangan mengenai Tuhan. 2005). hanya saja dengan uraian filosofis yang mampu dicerna nalar dan sepenuhnya rasional. Michel hanya mengemukakan perbedaan paradigma dunia modern yang bersifat materialistik dengan konsep Al-Quran yang mempunyai orientasi kepada Tuhan menurut Nursi. h. Michel tidak menjelaskan kritik-kritik Nursi secara eksplisit terhadap paham materialisme tersebut33. & mempelajari keadaan jiwa setelah perpisahannya dengan badan. sehingga tidak lebih dari tuntutan logika semata. baik Ali Unal maupun Michel. 27-28. Menurut Jabiri. & tidak mengadili di Hari Kiamat. Armstrong melihat Aristoteles jelas menggagas konsep Tuhan. 1983). Kedua peneliti di atas. penelitian tersebut tetap memiliki signifikansi untuk dilakukan. Said Nursi’s Views on Muslim-christian Understanding (Istanbul: Yesnibosna. Pada titik ini. Russell menyatakan bahwa Aristoteles mendiskusikan mengenai Tuhan yang transenden. 34 Metafisika menurut Ibn khaldun mencakup pula wujud sebagai wujud.20 Peneliti lain mengenai hal tersebut adalah Thomas Michel. dalam wacana filsafat termasuk dalam lingkaran kategori metafisika atau disebut juga dengan filsafat pertama ( first philosophy). Bertrand Russell. 1993). Akan tetapi. 171. A History of God (New York: Ballantine Bokks. History of Western Philosophy (London: Unwin University Books.). 74-75. pertama kali digulirkan oleh Aristoteles yang dalam Sukran Vahide (ed. Takwin al-Aql al-Arabi (Beirut: Markaz Dirasat al-Wahdah alArabiyah. 1955). Integrasi Ilmu Sebuah Rekonstruksi Holistik (Bandung: Arasy. cara benda-benda muncul dari entitas-entitas spiritual.

1983). dan tidak boleh tidak ada. 36 . termasuk oleh para filsuf Muslim dalam menguraikan eksistensi Tuhan. A History of Islamic Philosophy (New York: Columbia university Press. yang menguraikan penegetahuan tentang Realitas Pertama yang menjadi Sebab bagi setiap realitas. Keempat. Menembus Batas Waktu (Bandung: Mizan. 179-182. perbincangan mengenai eksistensi Tuhan sebagai Penggerak Pertama ini dielaborasi oleh Thomas Aquinas dengan menyuguhkan lima argumen. adanya sifat ketergantungan yang mengharuskan adanya satu Wujud Wajib. Apa yang diungkapkan Aquinas tersebut dalam kajian filsafat disebut dengan argumen kosmologi. sedangkan wujud mustahil adalah yang keberadaannya tidak terbayangkan oleh akal. dan itulah Tuhan. Ketiga. 70. Argumentasi kosmologi dari Thomas Aquinas ini digunakan untuk memperkaya analisis dan tidak hanya dari filsuf Muslim semata. Majid Fakhry. adanya Penggerak Pertama yang tidak digerakkan yaitu Tuhan.36 Dalam kalangan filsuf non-Muslim.21 perkembangan selanjutnya masih dipergunakan. 37 Amsal Bahtiar. 38 Mulyadhi Kartanegara. Ibn Sina tampil menguraikan eksistensi Tuhan lewat dalil al-jawas atau kontingensi yang membagi wujud ke dalam tiga kategori: Wujud Niscaya (wajib al-wujud). Alam ini adalah wujud yang boleh ada dan boleh tidak Filsuf awal Muslim Al-Kindi memberi salah satu judul buku filsafatnya Filsafat Pertama. h. adanya hierarki kesempurnaan di dunia ini yang mengimplikasikan Sumber Kesempurnaan atau Tuhan. Kedua. adanya tujuan pada benda-benda tak bernyawa. 1997). Pertama. h. h.37 Dari dunia Muslim. sehingga pasti ada Yang Maha Cerdas yang mengarahkan benda-benda tersebut. Filsafat Agama (Jakarta: Logos. 2005). adanya Sebab Pertama bagi segala sesuatu yakni Tuhan. 34.38 Wujud Niscaya adalah wujud yang senantiasa harus ada. Wujud mungkin adalah wujud yang boleh saja ada atau tidak. Kelima. yang disebut Tuhan. wujud mungkin (Mumkin al-wujud) dan wujud mustahil (mumtani’ al-wujud).

. karena alam juga boleh tidak ada. maka ia dipastikan sebagai wujud yang mungkin. Sesuatu yang aktual yang telah mengubah alam potensial menjadi aktualitas. 1988). 40 39 . penciptaan alam yang menakjubkan. dan tidak bisa mengada dengan sendirinya. ia tidak mungkin ada tanpa adanya sesuatu yang telah aktual. h. Al-Quran dan Filsafat. Dengan mengatakan bahwa alam ini mungkin pada dirinya. h. Oliver Leaman. itulah Tuhan yang Wujud Niscaya. Ibnu Rusyd dengan pemikiran rasional-religiusnya berpendapat bahwa perlengkapan yang ada di alam ini diciptakan untuk kepentingan manusia. yang telah mengubahnya dari potensial menjadi aktual. seperti adanya Ibid. Namun. Ahmad Daudy (Jakarta: Bulan Bintang. membuktikan bahwa Tuhan itu ada. Terma “mungkin” menurut Ibn Sina adalah potensial. kebalikan dari aktual. maka ia dapat juga disebut wujud mustahil. Karena alam itu potensial. 34-36. 1999). 43.41 Demikian pula Ibn Rusyd yang menggagas dalil inayah (rancangan). karena pendekatannya menggunakan filsafat wujud. 90. nyatanya alam ada. Karena alam merupakan wujud yang boleh ada. boleh ada. Melalui “rahmat” yang ada di alam ini. h. terj. Akan tetapi. Selain itu. 41 Yusuf Musa. A Brief Introduction to Islamic Philosophy (Cambridge: Polity Press. Berbeda dengan dua argumen di atas yang berdasarkan pemikiran logisspekulatif. berarti sifat dasar alam adalah potensial.22 ada. maka alam bukan Wujud Niscaya. Bagi Ibnu Rusyd. hal in merupakan bukti adanya Tuhan yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.39 Allah merupakan Wujud Niscaya (Necessary Being) sebagai Penyebab pertama (first cause) dan sumber utama eksistensi.40 Pandangan Ibnu Sina mengenai argumen kemungkinan ini sering disebut dengan dalil ontologi.

A. penciptaan melalui rahmat dan keserasian ini merupakan bukti adanya Tuhan. membuktikan eksisitensi Tuhan dengan akal bagaimana pun piawainya tidaklah memadai. belum. Rumi mengilustrasikan Tuhan sebagai samudera tanpa batas yang airnya berupa api. 44 Jalaluddin Rumi sengaja dipilih di sini karena metode intuitif Rumi tidak melalui maqamat-maqamat yang diwacanakan oleh tokoh-tokoh sufi lain secara eksplisit.44 Menurut Rumi.23 kehidupan organik. 43 42 . konsep Tuhan menurut Ibnu Rusyd sering disebut argumen teleologis. Lalu bagaimana mungkin nalar yang berkaki kayu dapat melintasi samudera tersebut?45 Atau dalam metafora lain Rumi pernah bertanya secara ironis. Penciptaan ini secara rasional bukanlah suatu kebetulan. Mereka melengkapinya dengan metode intuitif. tetapi harus dirancang oleh agen yang dengan sengaja dan bijaksana melakukannya dengan tujuan tertentu. Bagi Ibnu Rusyd. h 43. merupakan bukti lain adanya Tuhan melalui konsep penciptaan keserasian. dan pengenalan intelektual. Menyingkap Yang Tersembunyi. Al-Quran……. Saini K.W. M (Bandung: Mizan. seperti Ghazali dan Al-Qusyairi. melalui hati atau pendekatan imani. terj. “Dapatkah Anda menyunting sekuntum mawar dari M. Dengan alasan inilah.. Anda baru menyebut nama. yang dapat diterima oleh semua kalangan manusia. baik sarjana maupun umum. 45 Annemarie Schimmel. persepsi indriawi. h.43 Apakah ketiga bukti tentang eksistensi Tuhan secara rasional tersebut telah mencukupi? Para ilmuwan Muslim umumnya menjawab. 106. h.. metode intuitif Rumi dijadikan kerangka teoretik untuk memotret salah satu argumentasi Nursi mengenai eksistensi Tuhan.R? Tidak. Menembus…….A. Hal yang sama juga dilakukan oleh Nursi. Rumi hanya menjelaskan metode intuitifnya dengan global melalui uraian-uraian alegori filosofis bagaimana sesungguhnya perjalanan untuk menyingkap rahasia Wajah Sang Kekasih tanpa melalui detail-detail tahapan sufistik. Salah seorang tokoh yang mengulas metode intuitif adalah Jalalluddin Rumi. Musa.. di mana ia mengelaborasi eksistensi Tuhan secara intuitif dengan penjelasan yang penuh ilustrasi filosofis. 36-37.42 Karena berdasarkan perspektif adanya keserasian penciptaan.. cari yang Kartanegara. 2005).

dalam istilah Rumi disebut dil. Democritus berpendapat bahwa alam terdiri dari Mulyadhi Kartanegara. 48 Schimmel.. Ide materialisme dapat dirunut kepada seorang filsuf alam Yunani klasik yaitu Democritus (460-370 SM). di dunia Barat secara perlahan diskusi mengenai Tuhan semakin tersingkirkan. Dengan cara seperti itulah. Soejono Soemargono (Yogyakarta: Tiara Wacana. Materialisme merupakan salah satu paham yang menafikan Tuhan dalam fenomena kehidupan.48 Keempat tipologi pandangan tentang eksistensi Tuhan inilah yang akan penulis jadikan kerangka teoretik untuk menganalisis pemikiran Nursi mengenai Tuhan. merupakan masjid dan Ka’bah. Menyibak Tirai Kejahilan (Bandung: Mizan. 212. hati harus dihaluskan. Pemikiran eksistensi Tuhan yang digulirkan Nursi pada dasarnya muncul sebagai respon terhadap pandangan paham materialisme yang berasal dari Barat. 49 Louis O. atau bahwa nature (alam) dan dunia fisik adalah satu. noda yang datang dari kehadiran manusia di dunia harus dibersihkan dengan ingatan yang terus menerus kepada Sang Kekasih. Bila wacana tentang Tuhan dalam kajian para filsuf Muslim tetap terjaga utuh. h. 110. h. Kattsoff. 2004). terj. 2002).24 empunya nama. h.49 Paham ini berprinsip bahwa di dunia tidak ada selain materi. 27. Karena dalam berbagai karyanya Nursi menguraikan dalil-dalil eksistensi Tuhan dengan menggunakan keempat model argumentasi tersebut. hati menjadi cermin bening yang memantulkan bayangan kecantikan sang Kekasih tanpa cacat sedikit pun. Pengantar Filsafat.”46 Hati. 47 46 . Menyingkap……. Saut Pasaribu (Yogyakarta: Pustaka Sufi.47 Untuk menghadirkan Tuhan dalam kalbu tersebut. h. terj. 136-137. 2003). sebagai rumah atau singgasana Tuhan di mana Ia mendudukkan Dirinya Sendiri. Annemarie Schimmel. yang benar-benar nyata. Dunia Rumi. Materialisme adalah aliran filsafat yang memandang materi sebagai pokok segalanya.

Filsafat Modern (Jakarta: Gramedia. Titus at.). Doktrin materialisme menemukan momentumnya pada awal abad modern di tangan Thomas Hobbes dengan menyajikan materialisme yang mekanik seluruhnya. 51 50 . h. 296. 205. 1984). roh. ia disebut seorang filsuf materialis50pertama yang ide-idenya dilanjutkan oleh Epicurus dan Lucretius.. dan juga substansi yang tak bisa diraba (malaikat. Persoalan-Persoalan Filsafat. Budi Hardiman. Al. baik perubahan yang menyangkut atom atau perubahan yang menyangkut manusia. Dunia Sophie.51 Hobbes juga dipandang sebagai perintis empirisme modern yang mengembalikan pengetahuan pada pengalaman dan berusaha membebaskan diri dari bentuk-bentuk spekulasi spiritual dalam metafisika tradisional. yaitu Allah. h. Karena itu. semuanya bersifat kepastian semata-mata. harus disingkirkan dari refleksi filosofis. dan tidak perlu memakai ide seperti “maksud” (purpose). 1997).52 Pijakan pada fakta-fakta objektif alam.54 Jostein Gaarder. Rangkaian sebab musabab ini hanya dapat dijelaskan dengan prinsip-prinsip sains alam semata-mata.. terj.53 Bagi seorang pengikut aliran materialisme mekanik. positivisme merupakan ahli waris empirisme yang sudah diradikalkan. 60-63. Harold H. semua perubahan di dunia. Karena ia tidak mempercayai apapun kecuali benda-benda material. 2004). h. h. h. 54 Titus. Yang menjadi objek filsafat adalah yang dapat dialami oleh tubuh. Rahmani Astuti (Bandung: mizan. Kalau ada substansi yang tak berubah-ubah. dst. 67. Rasjidi (Jakarta: bulan Bintang. 296-297. 52 F. Persoalan-Persolan……. berujung pula pada paham positivisme yang dicetuskan oleh Auguste Comte pada awal abad 19. Ia menegaskan bahwa filsafat tidak berurusan dengan ajaran-ajaran teologis. 53 Ibid. Terdapat suatu rangkaian sebab musabab yang sempurna dan tertutup.25 dua unsur fundamental: atom dan ruang hampa. terj.

26 Pada akhir-akhir ini. Nursi mengcounter paham materialisme tersebut hanya dengan menggunakan argumentasi kosmologis dan teleologis yang diformulasikan oleh para ilmuwan di atas. Di sini perlu pula diberi batasan bahwa paham materialisme yang dibahas adalah materialisme mekanik. Nursi tampil mengusung konsep-konsep tauhid. Dalam kondisi yang memprihatinkan tersebut. doktrin tersebut dijelaskan sebagai energisme yang mengembalikan segala sesuatu kepada bentuk energi. Pemikiran Karl Marz (Jakarta: Gramedia. 135-158. 2001). baik makrokosmos maupun mikrokosmos melalui argumen teologis dan filosofis yang dikemas dengan bahasa metafora filosofis yang sederhana. Dalam hal ini.56 Materialisme historis mengasumsikan bahwa kebutuhan-kebutuhan material manusia menentukan Juhaya S. atau sebagai suatu bentuk dari positivisme yang memberi tekanan untuk sains dan mengingkari hal-hal seperti ultimate nature of reality (realitas yang paling tinggi. 56 55 . Aliran-Aliran Filsafat & Etika. yang melihat semua fenomena alam secara saintifik dan menafikan Tuhan. yaitu Karl Marx.144. h. 2003). Praja. atau Allah). banyak masyarakat awam yang terpikat dengan doktrin-doktrin materialisme tersebut. tentang keesaan Tuhan yang mendasari setiap fenomena semesta. hanya dua kategori pandangan filsuf non-Muslim dan Muslim tentang eksistensi Tuhan yang akan dimanfaatkan untuk menganalisis kritik Nursi terhadap materialisme. Dengan alasan ini. Ironinya. Jerman.55 Dalam hubungannya dengan dunia Islam. Sebab ada juga materialisme historis yang diusung oleh filsuf terkenal dari Prussia. (Jakarta: Prenada Media. h. paham materialisme inilah yang dibawa masuk bangsa Eropa (Inggris) ke tengah-tengah bangsa Turki pada akhir abad 19 hingga pertengahan abad 20. Secara cukup detil pemikiran Marx terdapat dalam Franz Magnis-Suseno.

karena karya tersebut telah dikodifikasi ke dalam bentuk beragam buku C. 1989). Metode Penelitian 1. buku. 58 Masni Singarimbun. Akan tetapi. 35-36. apabila dilihat pula dari subject matternya. Pendekatan Studi Islam Dalam Teori dan Praktek (Yogyakarta: Pustaka Pelajar. berupa karya-karya Nursi. Singkatnya. Imam Muttaqien (Yogyakarta: Pustaka Pelajar. nilai-nilai dan ide-ide budaya sebagai produk berpikir manusia. bahkan spiritual ditentukan oleh variabel material. Kaum Marxis.59 2. 59 Atho Mudzhar. yakni semacam model penelitian yang memilki konsen terhadap pemikiran-pemikiran. penelitian ini dengan melihat unsur-unsur penelitian yang digunakan. yaitu sumber primer yang memberikan data langsung dari sumber pertama.27 bentuk masyarakat dan perkembangannya. Harun Hadiwijono. penelitian ini termasuk tipologi penelitian budaya. Metode Pengumpulan Data Secara garis besar. yakni berupa bahan-bahan tekstual seperti. Jenis Penelitian Secara tipologis. maka penelitian ini mengikuti jenis telaah kepustakaan (library research).58 Di sini. 57 . 1980). h. Sari Sejarah Filsafat Barat (Yogyakarta: Kanisius. ada dua sumber yang digunakan dalam memperoleh data. 2003). (Jakarta:LP3ES.57 Bukan materialisme jenis ini yang menjadi fokus kritik Nursi dalam tesis tersebut melainkan materialisme mekanik seperti teruraikan di atas. Wright Mills. bukan kesadaran masyarakat yang menentukan eksistensi mereka. tetapi eksistensi material yang menentukan kesadaran mereka. 37. h. dan lainnya. F. Sasaran penelitian ini diarahkan pada pemikiran Nursi dalam hal eksistensi Tuhan yang tertuang dalam karyanya Risalah An-Nur. Proses perubahan sosial. Metode Penelitian survey. h. h.majalah. 121. 45. politik. 1992). jurnal.

maka penelitian ini hanya memfokuskan pada sebagian buku Nursi yang secara spesifik memperbincangkan eksistensi Tuhan melalui argumentasi-argumentasi teologis dan filosofis. Juru Bicara Tuhan. God and The New Physics. khususnya the twentieth letter. Sedangkan sumber sekunder. Juga Letters 1928-1932. terutama the twenty-second word. yang menguraikan sebuah postulat teologis melalui pendekatan filosofis. Perjumpaan Sains dan Agama. terutama sekali risalah pertama dan risalah keempat.28 yang sesuai dengan tema-temanya. Membaca Pikiran Tuhan. khususnya the twentythird flash yang membahas secara tipikal alasan-alasan Nursi dalam mengcounter paham naturalisme. Terakhir buku Sinar Yang Mengungkap Sang Cahaya. Menemukan Tuhan dalam Sains Kontemporer dan Agama. yakni karya-karya atau tulisan-tulisan para pemikir lain yang membahas pandangan-pandangan Nursi dan sumber-sumber lain yang membicarakan tentang eksistensi Tuhan dan kritik terhadap paham materialisme yang relevan dengan persoalan yang dibahas untuk memperkaya dan mempertajam analisis. Buku-buku tersebut. dan buku-buku lain. 3. Science and Religion. seperti Titik Balik Peradaban. Metode Pengolahan Data . seperti The Words. the thirty-second word dan the thirty-third word. kemudian The Flashes Collection. Demikian pula buku-buku yang membicarakan doktrin-doktrin materialisme tentang alam semesta atau filsafat sains. yang menguraikan makna filosofis kalimah tauhid laa ilaaha illa Allah dengan kerangka falsafati.

29 Sifat penelitian yang dilakukan adalah penelitian tekstual yang bertumpu pada pemahaman teks yang ada hubungannya dengan persoalan yang diteliti. Bahan-bahan tekstual tersebut kemudian dipaparkan dengan menggunakan metode deskriptif-analisis. Jika metode deskriptif berusaha melukiskan dan menjelaskan doktrin-doktrin materialisme mengenai alam semesta serta argumentasi-argumentasi Nursi dalam Risalah An-Nur secara sistematis dan objektif,60 maka metode analisis berupaya melakukan telaah atau penganalisisan terhadap kedua pemikiran tersebut dengan pendekatan filosofis secara mendalam.61 Selain itu, dengan metode deskriptif-analisis penulis juga melibatkan evaluasi kritis untuk menelaah sejauh mana keunggulan dan kelemahan pandangan Nursi.62 Disamping itu pula, penelitian ini menggunakan pendekatan kritis-filosofis atau disebut juga dengan Filsafat Fundamental (Fundamental Philosophy, atau alFalsafah al-Ula)63. Pendekatan kritis-filosofis digunakan karena bertujuan mengungkap struktur fundamental dari sebuah pemikiran filsafat. Pendekatan
60

Kaelan, Metode Penelitian Kualitatif bidang Filsafat (Yogyakarta: Paradigma, 2005),

h. 58-59. Hadari Nawawi & Mimi Martiwi, Penelitian Terapan (Yogyakarta: UGM Press, 1996), h. 73-74; Jenis penelitian analitik ini, lebih fungsional dalam pengembangan pengetahuan dan lebih efektif sebagai sarana edukatif bagi penelitian akademik. Lihat Jujun S. Suriasumantri, “Penelitian Ilmiah, Kefilsafatan dan Keagamaan: Mencari Paradigma Kebersamaan”, Tradisi Baru Penelitian Agama Islam, Deden Ridwan (ed.), (Bandung: Nuansa, 2001), h. 83. 62 Menurut Kaelan, dalam metode deskriptif lazimnya dikembangkan pula ke arah evaluasi kritis. Kaelan, Metode Penelitian…….., h. 59;Anton Baker &A Charris Zubair, Metodologi Penelitian Filsafat (Yogyakarta: Kanisius, 1990), h. 62. Bandingkan juga dengan pandangan Nasution yang mengungkapkan bahwa dalam penelitian dimungkinkan melakukan kombinasi antara berbagai metode penelitian. Nasution, Metode Research (Jakarta: Bumi Aksara, 2003), h. 20. 63 Amin Abdullah, “Relevansi Studi Agama-Agama Dalam Milenium Ketiga: Mempertimbangkan Kembali Metodologi dan Filsafat Keilmuan Agama dalam Upaya Memecahkan Persoalan Keagamaan Kontemporer” dalam Ulumul Qur’an: Jurnal Kebudayaan dan Peradaban, No 5 VII/ 1997, h. 62-67. Dimuat pula dengan judul “Relevansi Studi AgamaAgama dalam Milenium Ketiga” dalam Amin Abdullah dkk., Mencari Islam: Studi Islam dengan Berbagai Pendekatan (Yogyakarta: Tiara Wacana, 2000), h 1-25.
61

30 kritis-filosofis lebih bersifat keilmuan, terbuka, dan dinamis, yang berbeda dengan aliran-aliran filsafat yang ideologis, tertutup, dan statis. Pendekatan kritis-filosofis bercorak inklusif serta tidak tersekat-sekat dan tidak terkotak-kotak oleh sebuah tradisi. Pendekatan ini memiliki tiga karakter utama. Pertama, kajian filsafat selalu terarah pada perumusan ide-ide dasar (fundamental ideas) terhadap objek persoalan yang sedang dikaji. Kedua, perumusan ide-ide dasar itu dapat menciptakan berpikir kritis (critical thought). Ketiga, kajian filsafat dengan demikian dapat membentuk mentalitas dan kepribadian yang mengutamakan kebebasan intelektual (intellectual freedom), sehingga terbebas dari dogmatisme dan fanatisme.64 G. Sistematika Pembahasan Penelitian ini terdiri atas lima bab yang disusun secara sistematis dan merupakan satu kesatuan yang tidak terpisahkan. Bab I akan diuraikan tentang pendahuluan yang meliputi: latar belakang masalah, rumusan masalah, tujuan penelitian, telaah pustaka, landasan teori, metode penelitian, serta sistematika pembahasan. Bab II akan dikemukakan terlebih dulu sekilas setting politik Turki pada persimpangan akhir abad 19 dan menjelang awal abad 20. Kemudian akan menyajikan sketsa latar belakang kehidupan Nursi yang mencakup tiga fase. Fase pertama, di mana Nursi masih aktif dalam gelanggang perpolitikan Turki. Fase kedua, menggambarkan bagaimana Nursi memisahkan diri dari dunia politik praktis dan beruzlah untuk menulis Risalah an-Nur secara utuh dalam rangka
64

Ibid., h. 59-60.

31 mengcounter materialisme. Sedangkan fase ketiga, mengilustrasikan masa akhir kehidupan Nursi di mana dirinya sudah mempengaruhi sebagian besar masyarakat Turki melalui karyanya. Bab III akan memaparkan konsep-konsep eksistensi Tuhan dalam wacana filsafat secara global. Kemudian membahas konsep tentang Tuhan menurut pandangan Nursi dan menguraikan perspektif Nursi mengenai pembuktian eksistensi Tuhan melalui bingkai argumentasi kosmologis, ontologis, teleologis, dan intuitif. Bab IV akan mengelaborasi doktrin-doktrin materialisme tentang ketiadaan Tuhan di alam semesta yang meliputi alam semesta tercipta oleh sebab (kausalitas), segala sesuatu terbentuk dengan sendirinya (materi), dan segala sesuatu merupakan tuntutan alam (alamiah). Selanjutnya baru membahas kritik Nursi terhadap pandangan materialisme ini melalui dalil kosmologis dan teleologis. Dalam bab ini dilakukan pula analisa mengenai keunggulan dan kelemahan pandangan Nursi. Bab V merupakan bab terakhir yang akan menyajikan kesimpulan berupa jawaban berdasarkan uraian dan temuan yang telah dipaparkan sebelumnya, serta saran untuk pengembangan penelitian lebih lanjut.

BAB II MENGENAL KEHIDUPAN BEDIUZZAMAN SAID NURSI A. Sekilas Situasi Politik Turki

3-4. dengan memanfaatkan dana moneter internasional. Tapi ketika semua ini disampaikan semuanya sudah terlambat. Kemudian kelemahan ini dimanfaatkan dalam waktu yang sangat tepat. Masa di mana Sultan Abdul Hamid selama tiga puluh tahun berupaya dengan segala daya untuk memelihara integritas negara yang sangat luas. maka buah yang diharapkan pun tidak berhasil dipetik. Montenegro.65 Jika ditengok kilas balik awal tahun pemerintahan Sultan Abdul Hamid II. yakni: Dengan kepiawaiannya dalam percaturan politik. h. saat itu bahaya asing sudah mengetahui dan menguasai titik-titik lemah dalam negara. dan dengan membangkitkan kesadaran Dunia Islam. juga dengan peringatan yang didengung-dengungkan kepada bangsa-bangsa Islam agar persatuan dan kesatuan di antara mereka harus lebih digalakkan dalam menghadapi bahaya Eropa yang arogan. Sebab. era saat Said Nursi dilahirkan. Said Nursi Pemikir & Sufi Besar Abad 20. namun tidak membuahkan hasil. 65 . 2003). merupakan masa-masa akhir dari usia Daulat Turki Usmani. terj.32 Pemerintahan Sultan Hamid II (1876-1909 M). Nabilah Lubis (Jakarta: RajaGrafindo Persada. Masa di mana dendam kesumat dari pihak-pihak yang tidak menghendaki Islam mewarnai—apalagi menjadi landasan negara dan pemerintahan dinyatakan secara terang-terangan. sehingga dengan mudah pihak musuh pun berhasil menggoyang dan mencabut akar pemerintahan Dinasti Turki Usmani. Masa di mana para musuh secara intensif mencabik-cabik bangsa dan negara Turki untuk mempercepat kehancurannya. dan Rumania lepas dari Kekuasaan Ihsan Kasim Salih. maka pada tahun 1878 Serbia.

33 Turki Usmani, sementara Bulgaria menjadi semi independen. Di perbatasan Caucasia, Turki kehilangan Qars dan Batum; Inggris mencaplok Cyprus dan Mesir (1882). Perang Turki-Yunani pada tahun 1897 memperluas wilayah

Yunani ke utara, dan Crete memperoleh otonomi pada tahun 1898. setelah makzulnya Sultan Abdul Hamid, pada tahun 1909 Bulgaria merdeka dan Bosnia dan Hergezovina dicaplok oleh Austria. Kemudian, Tripoli jatuh ke tangan Italia pada tahun 1912.66 Antara tahun 1878 hingga 1914 itu juga, sebagian besar wilayah Balkan menjadi merdeka67 dan Rusia, Inggris, serta Austria-Hungary merebut sejumlah wilayah Turki Usmani.68 Dalam situasi politik yang kacau dan lemahnya kekuasaan Sultan Abdul Hamid, Jam’iyyah al-ittihad wa at-tafraqi (Organisasi Persatuan dan Kemajuan) yang didukung oleh pihak-pihak musuh dari luar, mengambil alih kekuasaan negara. Kemudian kaum Ittihadi menobatkan Sultan Muhammad Rasyad yang berfungsi hanya sebagai boneka, sehingga tidak lebih dan tidak kurang ia hanya sebagai lambang semata. Sebab, selama masa pemerintahannya, mereka dengan leluasa berhasil mewujudkan politik negara baru yang dicita-citakannya. Demikian juga, mereka pun berhasil menduduki posisi penanggungjawab dan penentu arah pemerintahan, bahkan
66 67

berhasil

menancapkan

pengaruhnya

dalam

kehidupan

sosial

Syafiq A. Mughni, Sejarah Kebudayaan Islam di Turki (Jakarta: Logos, 1997), h. 67. Seperti diketahui, pada masa Sultan Sulaiman Al-Qanuni (1520-1566 M), yang merupakan Sultan Usmani terbesar, kesultanan Turki Usmani mampu menguasai Irak, Belgrado, Pulau Rhodes, Tunis, Budapest, Yaman, Armenia, Suria, Hejaz, Mesir, Libia, Aljazair di Afrika, dan Bulgaria, Yunani, Yugoslavia, Albania, Hongaria, dan Rumania di Eropa. Untuk penjelasan lebih lanjut dapat dilihat dalam Harun Nasution, Islam Ditinjau dari Berbagai Aspeknya (Jakarta: UI Press, 1985), h. 84. 68 Ira M. Lapidus, Sejarah Sosial Ummat Islam, terj. Ghufron A. Mas’adi (Jakarta: RajaGrafindo Persada, 1999), h. 66.

34 kemasyarakatan. Setahap demi setahap mereka pun berhasil memperkenalkan dan menerapkan pola hidup Barat yang sangat dikaguminya.69 Titik kulminasi tumbangnya kesultanan Turki Usmani adalah saat diproklamirkan Republik Turki pada tanggal 29 oktober 1923 dengan menobatkan Mustafa Kemal sebagai presiden pertama seumur hidup dan Ismet Inonu sebagai perdana menteri pertamanya.70 Mustafa Kemal merenggangkan keterikatan masyarakat umum terhadap Islam dan mengarahkan mereka kepada pola kehidupan Barat. Kesultanan Usmani dihapuskan pada tahun 1923, sedang khilafah dihapuskan pada tahun 1924.71 Mustafa Kemal bukan hanya menjalankan sekularisasi dan sekularisme dalam arti menghilangkan kekuasaan agama dari bidang politik dan pemerintahan,72 melainkan juga bercorak sangat radikal. Mustafa Kemal mengganti undang-undang negara yang berdasarkan syariat Islam dengan undang-undang Swiss; seluruh penentang langkah yang ditempuhnya disingkirkan—termasuk para komandan yang berjuang bersamanya —kehidupan model Barat dipaksakan bahkan diundangkan kepada bangsa Turki; tindakan para penentangnya divonis sebagai subversi lalu dihukum dengan hukuman yang berat; hurup Arab diganti dengan hurup Latin, sampai azan pun dikumandangkan dalam bahasa Turki, dan sejumlah perubahan mendasar lainnya. Dalam situasi dan kondisi bangsa yang sangat gawat seperti ini dan saat bangsa dan negara dihadapkan pada perubahan di bidang sosial kemasyarakatan yang terjadi secara dipaksakan, tampillah Said Nursi dengan mempersiapkan
Salih, Said Nursi……, h. 4. Erik J. Zurcher, Sejarah Modern Turki, terj. Karsidi Diningrat R. (Jakarta: Gramedia, 2003), h. 215. 71 Lapidus, Sejarah Sosial…., h. 89-91. 72 Harun Nasution, Pembaharuan dalam Islam (Jakarta: Bulan Bintang, 1996), h. 153.
70 69

35 risalah-risalah yang didasarkan oleh diri dan hidupnya. Seluruh waktunya, jauh dari dunia politik dengan segala intriknya. Kali ini Nursi tampil hanya untuk menyusun Risalah An-Nur dan menyebarkan ke seluruh lapisan masyarakat dalam situasi yang teramat sulit agar mereka tetap sebagai masyarakat Islam yang beriman dan dinamis.73 B. Sketsa Biografi Said Nursi 1. The Old Said (1876-1926 M) Di sebuah kampung yang di kelilingi gunung-gunung yang menjulang tinggi dengan salju abadi yang selalu menutupi puncak-puncaknya, di sebuah desa yang berpayung langit biru dengan udara yang terkenal bersih dan terbebas dari polusi, di sanalah seorang bayi yang diberi nama Said Nursi lahir. Nursi lahir saat menjelang fajar terbit pada tahun 1876 M, di sebuah desa bernama Nursi, salah sebuah perkampungan Qadha (Khaizan) di wilayah Bitlis yang terletak di sebelah timur Anatoli. Ayahnya bernama Mirza, seorang sufi yang sangat wara’ dan diteladani sebagai seorang yang tidak pernah memakan barang haram dan hanya memberi makan anak-anaknya hanya dengan yang halal saja. Dikisahkan, bahwa setiap ternaknya kembali dari penggembalaan, mulut-mulut ternak dibuka lebar-lebar khawatir ada makanan dari tanaman kebun milik orang yang dimakan. Ibunya (Nuriah) pernah berkata, bahwa dirinya hanya menyusui anak-anaknya dalam keadaan suci dan berwudhu.74

73 74

Salih, Said Nursi….., h. 7. Ibid. h. 8.

75 . Fathullah Afandi.76 Pada tahun 1989 M. Nursi dengan mantap mampu menjawab setiap soal yang diajukan.36 Nursi mulai menimba ilmu dari bilik ayahnya sendiri. Kemudian Syaikh Fathullah Afandi mulai menyebutkan nama kitab-kitab kepadanya dan oleh Nursi dijawab bahwa semua kitab tersebut telah selesai dibaca. Ia juga menghafal kitab Jam’ul Jawami’ (kitab tentang ushul fiqih) karya Ibn as-Subki dalam waktu satu minggu. Syaikh Afandi mengujinya seputar kitab-kitab yang telah dibaca Nursi. 2004). Fakta ini membuat Syaikh Afandi memujinya sebagai perpaduan antara otak jenius dan daya hafal yang luar biasa.75 Pada tahun 1888. h. 10-11. Selama itu. Pada waktu menjalani ujian. yang bertanya kepadanya: Engkau katanya telah selesai membaca as-Suyuthi pada tahun yang silam. yang ditempuhnya hanya dalam waktu tiga bulan. ia berhasil membaca seluruh buku yang pada umumnya dipelajari di sekolah-sekolah agama hingga tepat tiga bulan ia menggondol ijazah dari Syaikh Muhammad Jalali. Iman Kunci Kesempurnaan. Mirza dan kepada saudara lelakinya. saya telah selesai membacanya secara keseluruhan. Abdullah. dengan ketekunan luar biasa Nursi masuk di sekolah Bayazid. ia mulai mengkaji bidang nahwu dan sharf. Muhammad Mishbah (Jakarta: Robbani Press. 76 Salih. 77. Sebagaimana lazimnya pelajar Muslim. terj. tapi apakah engkau telah selesai membaca kitab al-Jami’ pada tahun ini? Oleh Nursi dijawab: Ya.. Nursi berguru pula kepada seorang ulama terkenal. Said Nursi………. Said Nursi. h.

Ibid. Ketika kembali berdiskusi dengan limuwan tersebut. kimia. Peristiwa inilah yang mengantarkan dirinya menyandang gelar Badiuzzaman. 152. 13-14. kimia. Gladstone. Pada tahun 1894. fisika. Ibid. seperti geografi. filsafat. dan lainnya kepada para ilmuwan. Mengokohkan aqidah Menggairahkan Ibadah. Nursi kemudian pergi ke kota Bitlis untuk menelaah sejumlah besar buku ilmiah dan menghafal sebagian darinya. Bintang atau Keindahan Zaman. 78 77 . geografi. di depan anggota parlemen dengan menggenggam Al-Quran telah berkata: “Selama Al-Quran ini berada di tangan kaum muslimin. sampai pada hurup Sin. Bukan hanya kitab-kitab yang dihafal Nursi.. h. dan titel itu tetap disematkan pada namanya hingga kini. Dengan demikian bagi kita tidak akan ada jalan lain kecuali melenyapkannya atau memutuskan hubungan kaum muslimin dengannya”. Dalam waktu relatif singkat sekali Nursi mampu menguasai matematika. Nursi pergi menuju kota Wan untuk mempelajari berbagai disiplin ilmu modern. ia pun menghafal kamus alQamus al-Muhith. h. geologi.37 serta menulis pada sampul kitab tersebut: Sungguh seluruh kitab Jam’ul Jawami’ telah mampu dihafal hanya dalam satu minggu. Said Nursi. h. Lebih dari delapan puluh kitab induk tentang ilmu-ilmu keislaman berhasil dihafal. Nursi membawa sesuatu yang mencengangkan akal pikiran. karya al-Fairuz Abadi. sejarah.78 Dalam waktu yang sama Nursi mendengar berita tentang menteri urusan koloni Inggris. 2004).77 Tidak lama kemudian popularitas pemuda jenius ini (Said Nursi) tersebar luas. Ibtidain Hamzah khan (Jakarta: Robbani Press. dan lain-lain. popularitas Nursi segera tersebar luas dan digelari Badiuzzaman (Bintang Zaman). dalam satu riwayat disebutkan bahwa ia pernah berdiskusi dengan seorang ilmuwan pengajar kimia dan Nursi hanya perlu waktu lima hari untuk menguasai ilmu tersebut. terj. ilmu falak. 12. kita pun tidak akan pernah mampu menguasai mereka. Berkat potensinya yang mampu menyerap berbagai disiplin ilmu dan otaknya yang sangat jenius.

the truth becomes manifest through of the combining of the two. Tetapi saat itu Nursi belum mampu untuk fokus dan mewujudkan cita-citanya. Nursi mengunjungi ibu kota Istanbul. Ketika itu ia berkata: “Aku sungguh akan menunjukkan kepada dunia bahwa Al-Quran adalah matahari maknawi (hakiki) yang tidak akan redup sinarnya dan tidak mungkin padam cahayanya”. h. The students’ endeavour will take flight on these two wings. kebenaran akan termanifestasi melalui kombinasi antara keduanya. dan sebagainya. akan menimbulkan kefanatikan di satu sisi. . Nursi menyuarakan penggabungan kedua ilmu tersebut dengan frase yang singkat dan padat namun cukup indah: “The religious sciences are the light of the conscience and the modern sciences are the light of the reason. 2000). h. Ibid. Di ibu kota Istanbul ia menyampaikan usulan kepada Sultan Abdul Hamid agar di timur Anatoli didirikan sekolah-sekolah yang mempelajari matematika. Namun usulan brilian tersebut ditolak karena orang-orang dekat Sultan justru memfitnahnya. Namun ketika keduanya dipisahkan.38 Berita ini telah membuat Nursi berguncang dan bertekad untuk mengabdikan seluruh hidupnya agar mukjizat Al-Quran berkibar dan kaum muslimin terikat dengannya. Nursi mengusulkan penggabungan studi ilmu agama dan ilmu pengetahuan modern agar terjadi keselarasan wawasan. di samping sekolah-sekolah agama.79 Pada tahun 1907 M. kimia. Ketekunan para pelajar akan mengantarkan mereka mampu terbang tinggi dengan kedua sayapnya. and wiles and scepticism in the other”. 30-31. fisika. 44. When they are seperated it gives rise to bigotry in the one. dan ketertipuan serta sikap skeptis di sisi lain).80( Pengetahuan agama merupakan cahaya bagi hati nurani dan pengetahuan modern adalah penerang bagi akal. 79 80 Sukran Vahide. Bediuzzaman Said Nursi (Istanbul: Sozler Nesriyat.

. trans. Nursi mengadakan kunjungan ke negeri Syam. Selama di sana ia berkesempatan untuk menyampaikan khutbah dengan bahasa Arab di Masjid Raya Umawi Damaskus. Said Nursi’s Views on Muslim-Christian Understanding (Istanbul: Yenibosna. Said Nursi. 2004). Khutbah tersebut terkenal dengan sebutan alKhuthbah asy-Syamiyah atau The Damascus Sermon. Nursi yang saat itu sudah mulai mempunyai agak banyak murid. yang berisi enam penyakit yang melanda umat Islam dan pengobatannya. Dalam pertempuran Uraian mengenai khutbah tersebut secara cukup detail terdapat dalam Thomas Michel S. 81 . Sukran Vahide (Istanbul: Sozler Publications. Signs of Miraculousness. 4657.39 Pada musim dingin tahun 1911 M.81 Ketika pecah perang Dunia I pada tahun 1914 M. yang kebetulan saudara perempuannya tinggal di sana. dengan Rusia. Isyarat al-Ijaz fi Mazhan al-Ijaz.. cukup disayangkan bahwa kitab tafsir yang unik ini hanya diselesaikan sampai surat Al-Baqarah ayat ke tiga puluh tiga. yakni: putus asa yang pengobatannya berupa harapan ketidakjujuran dengan pengobatannya kejujuran permusuhan diobati dengan saling mencintai perpecahan harus diselesaikan dengan persatuan kelaliman penguasa asing yang melemahkan umat Islam yang mesti diterapi dengan membangkitkan harga diri umat Islam Dan sikap individualistik yang harus dipecahkan dengan musyawarah dan saling kerja sama. 2005). bersama para muridnya dengan segala daya yang dimiliki turut serta menghadapi pasukan tentara Rusia.J. h. 82 Mungkin karena disibukkan dengan peperangan.82 dalam bahasa Arab. Dalam masa perang ini ia berhasil menyusun tafsirnya yang sangat berharga.

85 Seiring perjalanan waktu. Sa’duddin Pasya.. Said Nursi…. dan lain-lain. mengasingkan diri dari kehidupan sosial mulai muncul. Hamdi Almalali (mufassir terkenal). Said Nursi……. sendirian. Sukran Vahide (Istanbul: Sozler Nesriyat. sebab orang-orang yang dicintainya di Istanbul.. dan tidak berdaya saat berada di masjid kecil milik bangsa Tatar dekat sungai Volga. 299Salih. Kendati demikian. dua tahun kemudian Nursi membaca kitab futuh al-Gaib karya Abdul Qadir al-Jilani. h. ia memutuskan untuk beruzlah. 29-32. Ismail Hakki (seorang ulama kenamaan). 300. lemah. 85 . Said Nursi.84 Namun tekad itu belum juga terlaksana secara utuh. Mustafa Shabri (Syaikhul Islam). kehidupan sosial yang menyenangkan dan gemerlap. h.83 Ketika masa-masa dalam tawanan Rusia inilah keinginan Nursi untuk uzlah. 34-35. seperti Muhammad ‘Akif (penyair kondang).40 tersebut Nursi tertangkap oleh pasukan tentara Rusia dan ditawan di Qustarma selama dua tahun empat bulan.. 2000). serta penghargaan dan penghormatan yang diberikan orang-orang sempat membuatnya lupa terhadap niat yang telah diputuskan sebelumnya. The Flashes. Saat itu juga ia menjadi sadar bahwa dirinya mempunyai penyakit-penyakit ruhani yang sangat parah padahal ia diharapkan 83 84 Salih. Berawal dari perasaan terasing. Nursi tidak pernah mengikuti pertemuan yang diselenggarakan berulang kali oleh Darul Hikmah dan mengajukan surat permohonan agar dirinya tidak usah dipilih sebagai anggota. trans. h. Nursi sudah mengambil jarak terhadap kehidupan sosial. Hal ini terbukti dengan penolakannya untuk diangkat menjadi anggota Darul Hikmah al-Islamiyyah yang terdiri dari orang-orang terkenal dan para ulama terkemuka.

Ia begitu menghormati dan selalu mendoakan al-Jilani setiap hari. 2001). tekad nursi beruzlah untuk menyusun karyanya Risalah An-Nur.41 bisa menyembuhkan penyakit-penyakit ruhani umat Islam.) yang semakin leluasa menerapkan doktrin-doktrin dunia Barat yang bercorak materialistik. rasa sakit akibat operasi ruhaniah itu berganti dengan kesenangan karena ia merasakan kesembuhan. h. Sukran Vahide (Istanbul:Sozler Nesriyat. Ia menetapkan diri untuk beruzlah ke salah satu daerah Turki. Dalam kondisi demikian. saat Daulat Turki Usmani secara beruntun dilanda beragam musibah hingga Inggris berhasil menduduki Istanbul (pada 16 Maret 1920 M. Nursi merasa tikaman demi tikaman yang dihujatkan kepada dunia Islam terasa seolah diarahkan ke lubuk hatinya. karya Imam Rabbani yang menjadikan dirinya semakin mantap untuk beruzlah. tidak bisa diganggu gugat lagi.87 Bahkan ketika tahun 1922 M.86 Terlebih lagi. Awalnya iatidak tahandan hanya membaca sampai separuh kitab tersebut. sehingga mendapatkan lebih banyak lagi pencerahan dan kepuasan ruhani. . Letters. Nursi. Mustafa Kemal menawari dirinya jabatan sebagai penasihat umum seluruh wilayah timur Turki dengan memberinya 86 87 Said Nursi. the Flashes……. Lalu Nursi meneruskan membaca kitab tersebut sampai selesai dan mendapatkan manfaat besar darinya. Bosfur. yaitu Shari Yar. trans.. 418-419. Ia mengakui bahwa membaca kitab Futuh al-Gaib bagaikan menjalani suatu operasi besar. h. 303-304. Namun beberapa saat kemudian. Selanjutnya ia juga membaca kitab Maktubat.

233. seperti Isyarat al-I’jaz. menghadang paham materialisme dengan tujuan menyelamatkan keimanan masyarakat Turki inilah merupakan salah satu focus utama yang Nursi lakukan hingga akhir hayatnya. Syaa’at. Musthalah Maufur (Jakarta: Robbani Press. 90 Ibid.90 2. dan nuqthah Min Ma’rifatillah Jalla Jalaluh. Vol. Nursi melukiskan keputusannya untuk menjauhi arena politik dengan alasan yang kontekstual: Musthafa M. Thahhan.. Model Kepemimpinan dalam Amal Islam. The New Said (1926-1950 M. Nursi menolak tawaran itu.Manthiq. 1997). thulu’at. Isyarat. serta makalah-makalahnya. terj. Special Issue Said Nursi and the Turkis Experience. 3-4. Ibrahim Abu Rabi’ & Jane I Smith (eds. Selama masa-masa ini juga. July-Oktober. The Muslim World. Lama’at. 199. 89 Menurut Hakan Yavuz.88 Dalam uzlahnya inilah. seperti Rumuz.91 Sejak itu Nursi terfokus dalam aktivitas inqadz al-iman (menyelamatkan keimanan) di Turki. 91 Thahhan. 88 . LXXXIV.) Dalam episode kedua kehidupan Said Nursi ini. h. as-Sanuhat. lebih terfokus dalam menuangkan ide-idenya secara inspiratif dalam usahanya membendung paham materialisme89 yang sudah menjangkit sebagian besar masyarakat Turki. Nursi yang hanya berdialog dengan Al-Quran semata tanpa merujuk kepada kitab apa pun. h. Model Kepemimpinan…………. 233.42 sebuah vila besar dan gaji yang menggiurkan agar ia menjadi salah satu orang dekanya. berbagai buku-buku karangannya mulai diterbitkan. yang disebut juga oleh Nursi sendiri sebagai Said al-Jadid (Said Baru). h. Nursi secara utuh melepaskan dirinya dari dunia perpolitikan dengan sebuah ungkapan terkenal yang ia lontarkan: A’udzu billahi min asy-Syaithani wa min as-Siyasah (Aku berlindung kepada Allah dari setan dan dari politik). No.). Qazil Ijaz fi al. Min Ma’rifah an Nabi SAW. 1999.

93 Mengenai pengakuan Nursi untuk menjauhkan diri dari kehidupan politik ini secara lebih detail terdapat dalam Said Nursi. Letters. h.. seperti keangkuhan. Keterlibatan dalam politik akan membagi umat Islam menjadi kelompok-kelompok politik yang saling bertentangan. Karena perjuangan apa pun yang dilakukan demi Islam melalui politik. 92 . Karenanya Nursi pun mengubah aktivitas politiknya dan mengalihkan perhatiannya pada aspek keimanan dan masalah-masalah akidah. sehingga seorang Muslim akan menyebut saudara seimannya sebagaisetan jika dia tidak mendukung partai politiknya.”92 Uzlah itu juga terdorong karena Nursi menyaksikan bagaimana sistem sekularisme yang diterapkan oleh penguasa dengan mensosialisasikan doktrindoktrin materialisme ke seluruh masyarakat Turki hingga nyaris melumpuhkan keyakinan mereka.. atau pusat hiburan.. atau gelanggang remaja. Perselisihan politik ini tumbuh sedemikian dalam pada hati setiap orang dan pada kehidupan bersama karena tabiat manusia. 93 Salih... Sehingga Nursi menempuh langkah tersebut setelah ia yakin bahwa memfokuskan diri sebagai pelayan Islam tidak mungkin dapat diwujudkan melalui perjuangan politik dengan segala intrik dan pertentangannya.. Karena bisa jadi orang yang terpelajar akan sangat mencela orang yang baik dan saleh karena berbeda pandangan politiknya dan memuji orang yang korup karena membela kepentingan politiknya.... terutama setelah sekolah-sekolah agama dibubarkan dan beratus masjid Jami’ diubah menjadi gudang. Said Nursi………. h. 66-70’ 83-85...43 “Bagi orang yang beriman sangatlah sulit untuk memperjuangkan tujuannya melalui politik dalam situasi yang membadai seperti sekarang.. Maka aku menjadi takut dengan kejahatan politik dan menarik diri sepenuhnya darinya seraya berkata: aku berlindung kepada Allah dari setan dan politik.. pada akhirnya hanya akan digunakan oleh sistem anti Islam yang dominan sebab kendali kehidupan politik ada di tangan kekuasaan asing. 91.

Sugeng Hariyanto dkk. mereka dengan hati yang mantap rela ditangkap. 94 .44 Kendati demikian. The Words (Kumpulan Kata) dan The Letters (Kumpulan Surat). Sinar Yang Mengungkap Sang Cahaya. Abu-Rabi’ (ed. bahkan walau sampai disiksa. 2003). Demi misi ini. Tetapi ia berhasil mendapatkan hiburan. Bagian-bagian pokok dari Risalah anNur.95 Salinan karya-karya Risalah an-Nur saat itu masih ditulis dengan tangan dan mulai menyebar ke seantero Turki. Halakah pengajiannya tumbuh dan berkembang. Sejak itu satu per satu orang-orang berdatangan untuk berguru kepadanya dan Nursi mulai menyebarkan Risalah an-Nur secara sembunyi-sembunyi. Inilah awal hubungan antara Nursi dengan warga penduduk Barla. h 56. (Jakarta: Grafindo Persada. ditulisnya di Barla kala ia dalam kondisi sulit. terj. Dengan tuduhan terlibat dalam revolusi terhadap pemerintahan Mustafa Kemal. diasingkan. pelipur sejati. 2003). 96 Ibrahim M. Inilah awal mula pergerakan Risalah anNur. Islam at the Crossroads (Albany: State University of New York. 20.94 Di desa Barla ini Nursi berkenalan dengan seorang warga desanya yang bernama Sulaiman yang akhirnya menjadi murid setia yang mengabdi kepadanya selama delapan tahun. h. sebuah desa berbukit di barat daya Turki pada tahun 1926 M. para muridnya pun aktip mempelajari Risalah an-Nur dan menyalin serta menyebarluaskannya ke seluruh penjuru Turki. Sementara itu.). era kehidupan Nursi yang baru ini pun tidak sepi dari teror penguasa. 95 Salih. Nursi ditangkap dan dibuang ke Barla. dengan mendekatkan diri kepada Allah Yang Maha Besar dan lewat penyerahan diri seutuhnya kepada-Nya. XXI. Said Nursi……….96 Ternyata metode perjuangan Islam ini mengundang reaksi dan kebencian Said Nursi. Di sana ia menjalani kehidupan yang sulit dan terpisah hampir dari setiap orang. h.

. XXI. Salih. Nursi dituntut hukuman mati dan seratus dua puluh santrinya diadili di Pengadilan Pidana Eskisehir pada tahun 1935. dia dituduh membangun organisasi-organisasi rahasia yang bertujuan menghancurkan ketenteraman masyarakat.99 Menariknya. h. Dengan tuduhan membangun rahasia dan melawan pemerintah. ia menjawab: Biografi saya yang kalian pegang itu bahwa saya ini warga negara republik yang religius bahkan sebelum kalian lahir ke dunia. Tuduhan menghidupkan semangat keagamaan melalui penyebaran Risalah al-Hijab. Meskipun sepanjang hidupnya ia selalu menentang segala pemberontakan dan gerakan yang bermaksud memecah ketenteraman dan keteraturan masyarakat.. Sinar Yang……. dan selalu menandaskan bahwa hakhak setiap orang tidak boleh dilanggar meskipun demi kepentingan seluruh masyarakat. Tuduhan melakukan upaya revolusi kepada Mustafa Kemal Tuduhan membentuk thariqah sufi. Said……. 97 Nursi. justru kebanyakan karya Nursi Risalah an-Nur sebagian besar ditulis pada masa-masa ia berada di dalam penjara.. XXI.98 Ketika dalam persidangan Eskisehir Nursi ditanya pendapatnya tentang negara Republik Turki.. Nursi ditahan selama sebelas bulan di penjara sebelum akhirnya diputus tidak bersalah. 65. Nursi. h.97 Dakwaan yang dialamatkan kepada Nursi dan murid-muridnya detailnya antara lain: Tuduhan membentuk organisasi bawah tanah. 98 99 .45 pemerintah. h. Sinar Yang…….

..46 Dalam tahanan tahun 1935 Nursi juga menulis risalah-risalah al-Iqtishad. 101 100 . dan dilanjutkan Sinar ketiga sampai kesembilan yang di dalamnya menjelaskan tanda tertinggi. 104 Ibid.104 Salih. h. dan pengap dengan kondisi yang sangat menyedihkan.101 Selama dalam tahanan Kastamonu. baik Nursi maupun murid-muridnya terus-menerus mendapatkan tekanan dari penguasa. h. serta risalah keduapuluh lapan. h. h. Nursi dikurung selama sembilan bulan dalam sebuah sel yang kecil sekali. gelap. Model Kepemimpinan……. ia diasingkan kembali ke kota Kastamonu. Tercatat ia menulis Sinar pertama dan kedua sampai selesai. al-Hijab. 269. Ibid. kedua puluh sembilan. h. Dalam penjara ini Nursi hanya bisa menyebarkan Risalahnya secara sembunyi-sembunyi melalui selah kecil dari jendela kepada para murid-muridnya karena ia dilarang untuk berhubungan secara terbuka. al-Ikhlash. al-Mardha..102 Selama masa ini. dan tiga puluh yang terkompilasi dalam kitab al-Lama’at. lihat juga Thahhan. Tiga bulan pertama ia ditahan di kantor polisi. 102 Ibid. h. dan berpuncak dengan penangkapan besar-besaran hingga pengadilan dan pemenjaraan di Denizli103 pada tahun 1943-1944. 242. 245. Tekanan tersebut kian lama kian meningkat. 65-66. Nursi banyak menulis Risalahnya yang terkodifikasi dalam The Rays. asy-Syuyukh. al-Isyarat ats-Tsalatsah. dalam satu riwayat disebutkan bahwa Nursi masih dalam keadaan lemah karena efek dari keracunan yang diletakan pada makanannya. 277. Said…….100 Setelah dibebaskan dari pengadilan Eskisehir. Bediuzzaman……. 103 Ketika di pindahkan ke Denizli. Vahide. 278-279. Sebagian besar Risalah yang tertuang dalam Lama’at dirampungkan pula selama dalam masa tawanan tersebut. Kemudian dipindahkan ke rumah kayu berukuran kecil dan berlantai tanah yang berada di depan kantor polisi tersebut selama tujuh tahun.

salah sebuah daerah di wilayah Afyon. Nursi diasingkan ke Emirdag. partai Demokrasi berhasil mengambil alih dari Partai Republik yang telah berkuasa selama seperempat abad dan terkenal sangat memusuhi Islam melalui pemilu yang berlangsung secara 105 106 Kalimah ini merupakan potongan awal ayat dalam surat Al-Hujurat ayat 10. Dalam persidangan di pengadilan Denizli. Tetapi berupa organisasi sepanjang masa yang beranggotakan empat ratus juta orang.105 Kami adalah anggota suci yang agung dan kami merupakan anggota-anggotanya yang memikul tugas agar di antara sesama anggota mengenal hakikat Al-Quran secara ilmiah dan murni. ..47 Dalam pengadilan di Denizli. Nursi mengajukan pembelaan argumentatif yang tak terbantahkan: “Memang betul. Pengadilan memvonis Nursi dengan semena-mena. Kami adalah anggota dari organisasi yang setiap hari sebanyak lima kali selalu mengikrarkan keanggotaan kami di dalamnya dan sangat terikat dengan prinsip-prinsip dasar organisasi. Pada tahun 1948 sebuah perkara baru dibuka di Pengadilan Pidana Afyon. Pada tahun yang sama. tetapi vonis tersebut dibatalkan melalui banding sehingga nursi beserta murid-muridnya dinyatakan tidak bersalah dan dibebaskan pada bulan September 1949. Said……. kami merupakan sebuah organisasi. Salih. yaitu : “Sesungguhnya orang-orang Mukmin itu bersaudara”.. Pada saat pengadilan sedang mengadakan sidang-sidangnya. sebagai bentuk pengabdian dari kami untuk kami dalam upaya membebaskan sesama kami dari penjara abadi (neraka jahannam) yang diperingatkan kepada kami”. juga selalu berlomba untuk merealisasikan syiar organisasi ini. Nursi dituduh membentuk thariqah sufi dan menorganisir masyarakat politis.106 Setelah dibebaskan. Risalah an-Nur tersebar dari pelosok desa sampai pusat kota Turki setelah pengadilan di berbagai daerah mengizinkannya untuk diterbitkan dengan tidak lagi secara manual. pemerintahan di Angkara berganti penguasa pada tahun 1950. 78. h.

. 334.108 Kendati pemerintahan sudah berganti wajah baru. Islam at the. mulai dari Istanbul.... Nursi mengirimkan ucapan selamat kepada presiden Turki yang baru. Tetapi kegembiraan ini bukan karena ia sebagai Partai Islam. Ankara. h.. Celal Bayar dan sang presiden pun membalas kembali dengan ucapan terima kasih. Risalah an-Nur memendarkan cahaya iman ke seantero Turki yang sedikit Ibid. Abu-Rabi’.48 bebas.. Dengan alasan inilah.. h. h. The Third Said (1950-1960 M) Kaum Muslimin bergembira dengan tampilnya Partai Demokrat sebagai pemegang kendali pemerintahan. 24. Episode akhir kehidupannya yang ketiga ini pun dilalui nursi dengan dakwaan demi dakwaan dan berpindah dari satu daerak ke daerah lain.. Afyon. 108 107 .. yakni karena Partai Demokrasi berhasil menggeser pemerintahan yang sangat memusuhi Islam dan karena Partai Demokrasi memberi sedikit kebebasan kepada Islam untuk beraktivitas dan telah mengembalikan azan dengan bahasa Arab kembali berkumandang. dapat dikatakan pengaruh Nursi dengan Risalah an-Nurnya sudah menyentuh sebagian besar masyarakat Turki. Ucapan selamat ini disampai oleh nursi melalui sepucuk surat dan presiden pun membalasnya melalui surat kembali... Pada putaran periode kehidupan yang ketiga ini. keluarlah surat pengampunan umum dan kasus yang menyangkut Baduzzaman bersama Risalah an-Nur juga dianggap tidak pernah terjadi.107 3.. 94-95. Hal ini terdapat dalam Vahide. Bediuzzaman. melainkan oleh dua faktor utama... namun kebebasan terhadap aktivitas Nursi dengan para murid-muridnya beserta penyebaran Risalahnya tetap diawasi oleh penguasa. hingga berakhir saat menghembuskan nafasnya di Urfa. Barla.. Ketika Partai demokrasi naik ke panggung kekuasaan.

tempat istirahat Nursi dengan beberapa muridnya. 110 Vahide. tidak lagi mampu kembali ke Asbarithah. Prediksi Nursi ini diungkapkannya saat ia masih berada di dalam penjara Eskisehir pada tahun sekitar 1935-an. h. h. “Aku sekarang telah berada di detik-detik akhir kehidupanku.. Bahkan ketua Partai Demokrasi di wilayah Urfa menemui kepala polisi dengan mendesak agar Nursi sebagai tamu istimewanya (honoured guest) tidak diusir dan dibiarkan tinggal di Urfa. dengan alasan hal itu karena perintah Menteri Dalam Negeri.. Saat itu kepala polisi masuk dan menyampaikan pesan kepada Nursi bahwa dirinya harus meninggalkan Urfa menuju Asbarithah. Bediuzzaman………….49 demi sedikit namun pasti mampu menyingkirkan kegelapan doktrin-doktrin materialisme yang menggelayuti benak masyarakat Turki..... Fakta faktual ini memang sudah diprediksikan oleh Nursi jauh-jauh hari sebelumnya. Nursi menjawab dengan tenang. Ribuan massa. maka terjadilah gelombang protes dari masyarakat. The Flashes.110 Namun kepala polisi tetap bersikeras mendesak Nursi yang saat itu sedang dalam keadaan sakit parah.109 Karenanya. ketika di akhir hayatnya di Urfa tersebar kabar ke tengah masyarakat bahwa pemerintah bersikeras hendak mengusir Badiuzzaman dari kota tersebut. 372-373.. Kepala polisi bersama anggotanya keluar dari kamar dengan kepala menunduk karena tersentuh nuraninya. Aku harus mati di sini. 109 . Sekarang tugasmu mempersiapkan air untuk memandikan jasadku setelah wafat”... Nursi. diperkiraka sekitar lima sampai enam ribu orang berkumpul mengitari Hotel Apak Plaza. bahwa Risalahnya kelak akan menjadi pembimbing umat manusia bahkan tujuh kali lebih banyak dari Matsnawinya Jalaluddin Rumi. 358.

. 117. Pertama kali berita tersebar di Urfa dan tidak lama kemudian masyarakat berhimpun di sekitar hotel. h. Sinar Yang………. Ketika berita tersebar ke kotakota lain.. . kumpulan Risalah an-Nur setebal enam ribu halaman. Peninggalan sejati yang tak ternilai dari pahlawan Islam dan kemanusiaan ini. 113 Nursi.113 111 112 Salih. masyarakat luas dari luar Urfa berdatangan sehingga kota ini seketika itu juga menjadi lautan manusia yang ingin memberikan penghormatan terakhir kepada pahlawannya.112 Penyelenggara pemakaman menemukan peninggalan Nursi berupa sehelai surban. dan uang dua puluh lira. berbagai organisasi dan perhimpunan bangkit menyampaikan protes keras kepada para penguasa di Ankara. h. sepotong pakaian. Ibid. yang telah diperkarakan di berbagai persidangan. Jenazah Nursi dipikul para murid dan orang-orang yang mencintainya dengan diiringi puluhan ribu pengantar jenazah dan dengan disertai hujan yang turun rintik-rintik untuk dikebumikan dipemakaman Ulu Jami. Said………. Sekalipun sebelumnya ia tidak bersedia menerima orang sebanyak ini untuk bertemu— mengingat kesehatannya yang tidak memungkinkan—tetapi kali ini tak seorang pun yang ditolak untuk bertemu dengannya.. bahkan ratusan orang yang ingin bertemu diterimanya dan satu per satu didoakan olehnya.50 Masyarakat luas. yang pada saat meninggalnya hanya berbobot empat puluh kilogram. Kira-kira pukul tiga dini hari 23 Maret 1960. XXII. h.111 Sore hari itu suhu badan Nursi naik dan ia hanya berdoa seperti tampak dari kedua bibirnya. Nursi menutup mata untuk selama-lamanya. Penduduk berduyun-duyun datang ke hotel untuk melihat Badiuzzaman untuk yang terakhir kalinya. 118.. Mereka menolak sikap yang jauh dari nilai-nilai kemanusiaan.

Eksistensi Tuhan dalam Wacana Filsafat . Keempat. yang berisi tafsir atas surat Al-Fatihah dan surat Al-Baqarah sampai ayat 33. Asma’ Allah. ringkasan surat Al-Fatihah. Kelima. keesaan Tuhan. Ketiga.51 Risalah an-Nur secara garis besar disusun dalam enam jilid: Pertama. perbincangan tentang malaikat. yang melukiskan keyakinan. kepercayaan pada hari kebangkitan dan hidup sesudah mati. risalah thabi’ah. aspek-aspek ibadah ritual. The Rays. ma’rifatullah. yang mengeksplorasi tentang tauhid. dan lain-lain. dan lain sebagainya. mukjizat Rasul. keimanan. makna mimpi. yang berisi tentang tauhid. konsep sunnah. dan perbincangan beberapa Asmaul Husna. Kedua. hijab. konsep manunggal kawula gusti. hari kebangkitan. rahmat allah dalam kematian dan kemalangan. Al-Maktubat (The Letters). wacana keimanan dan kehidupan sesudah mati. sehingga mudah dicerna oleh masyarakat luas tanpa kehilangan bobot maknanya. ikhlas. BAB III PANDANGAN SAID NURSI TENTANG EKSISTENSI TUHAN A. Keenam. yang menguraikan tentang tingkat kehidupan. Signs of Miraculousness. aspek-aspek keagungan alQuran. pilar-pilar Islam dan menjelaskan pula kenabian Muhammad Saw. Sya’a’at (Epistomes of Light). wahdatul wujud. ketakwaan.syuyukh. Al-Lama’at (The Flashes). AlKalimat (The Words). serta berbagai topik lainnya. penciptaan setan. mardha. eksistensi manusia dan alam. isra’ mi’raj. Seluruh risalah tersebut dipaparkan oleh Nursi secara filosofis dan sangat kaya ilustrasi dengan dibungkus gaya bahasa yang ringan. yang menjabarkan mengenai sabar. rahmat dalam kematian.

114 Argumen tersebut berusaha untuk membuktikan adanya Tuhan dan ide tentang Tuhan yang dimiliki oleh manusia. 40. Theology and Mysticism (Oneworld Publications: Oxford. h. 116 114 . Lorens Bagus. h. namun diuraikan sekilas oleh Al-Farabi dan dipopulerkan oleh filosof-teolog Abad Pertengahan dari Italia. 2003). 1993).117 Zat yang serupa ini mesti mempunyai wujud dalam hakikat. St. Islamic Philosophy. 207. Titus at.52 Dalam wacana filsafat. ia akan menemukan citra Tuhan terpantul di dalam “alam batinnya sendiri”. 115 Majid Fakhry. h. A History of God (New York: Ballantine Books. Meskipun benih-benih argumen ontologis jejaknya dapat ditelusuri hampir lebih dari dua ribu tahun silam pada filsuf Yunani klasik.115 Menurut Anselm. h. Mempunyai wujud dalam alam hakikat lebih besar dan sempurna daripada mempunyai wujud dalam alam Istilah ontologi berasal dari bahasa Yunani yang terdiri dari dua kata. Secara terminologi.116 Jika manusia menyelami dirinya sendiri. Plato (428-348 SM) dengan teori idenya. sebab kalau ia tidak memiliki wujud dalam hakikat dan hanya mempunyai wujud dalam pikiran. Yang Absolut. Pertama. 117 Karen Armstrong. 450-452. yaitu ontos yang berarti ada atau keberadaan. terj. Tuhan adalah zat yang manusia tidak dapat menggambarkan zat yang lebih besar daripada-Nya. Rasjidi (Jakarta: Bulan Bintang. dan logos yang berarti studi atau ilmu tentang. dan Bentuk Abadi Sempurna. 746. Anselm dan diikuti oleh Rene Descartes pada awal era modern. perbincangan mengenai eksistensi Tuhan setidaknya dibuktikan dengan mengajukan lima macam argumen. 1984). All. ontologi merupakan cabang filsafat yang mencoba melukiskan hakikat Ada yang terakhir Yang Satu. Harold H. setiap manusia mempunyai ide tentang zat yang sempurna dan itulah yang dimaksudkan dengan kata “Tuhan”. 2002). Persoalan-Persoalan Filsafat. zat itu tidak mempunyai sifat lebih besar dan sempurna dari pada mempunyai wujud. Kamus Filsafat (Jakarta: Gramedia Pustaka Utama. argumen ontologis.

1955). 119 118 . 499. Dalam terminologi filsafat.121 Tuhan menggerakan alam bukan sebagai penyebab efisien. 122 K. 22. argumen kosmologis. dengan agak luas dibahas dalam bab metafisika oleh Bertrand Russell. Kamus. Bertens. Sejarah Filsafat Yunani (Yogyakarta: Kanisius.. Harun Hadiwijono. Karena manusia adalah makhluk yang terbatas.. Yang menyebabkan ide tentang sesuatu yang tiada batasnya ialah yang tiada batasnya itu sendiri. 121 Mengenai perbincangan dalil kosmologis tentang Tuhan. menurut Rene Descartes dalam ruh manusia ada suatu pengertian atau ide tentang sesuatu yang secara sempurna tiada batasnya. h. 155. kosmologi merupakan ilmu tentang alam semesta sebagai suatu sistem yang rasional dan teratur. Aristoteles menyatakan bahwa Tuhan menggerakkan karena dicintai dan segala sesuatu di alam semesta bergerak pula menuju Penggerak yang sempurna tersebut.119 Kedua.118 Mendekati Anselm. 1997).53 pikiran saja. 172-173. Sesuatu yang maha besar dan maha sempurna itulah Tuhan dan karena sesuatu yang terbesar dan paling sempurna tidak boleh tidak pasti mempunyai wujud. dan logos yang berarti ilmu tentang. Jika demikian tokoh yang tidak terbatas itu jelas ada dan jelas berbeda dengan yang lain.122 Amsal Bakhtiar. Aristoteles yang mencetuskan pertama kali argumen kosmologis dengan gagasannya mengenai Penyebab Pertama (the First Cause) atau Penggerak Yang Tidak Bergerak (the Unmoved Mover). maka Tuhan mesti mempunyai wujud. 120 Istilah kosmologi berasal dari bahasa Yunani. h. Tokoh yang tiada batasnya itu adalah Allah. maka tidak mungkin pengertian atau ide tentang sesuatu yang tiada batasnya itu adalah hasil pemikirannya sendiri.120 Apabila argumen ontologis benihnya berasal dari Plato. h. Dengan demikian. Filsafat Agama (Jakarta: Logos. h. Sari Sejarah filsafat Barat 2 (Yogyakarta: Kanisius. tapi sebagai penyebab final. 173-184. Tuhan pasti ada. yang terdiri dari dua kata: kosmos yang berarti dunia atau alam semesta. h. History of Western Philosophy (London: Unwin University Books. 1981). 1980). Bagus.

sebagai pencipta alam semesta. argumen kosmologis ini dielaborasi oleh AlKindi yang dibungkus dengan istilah Arab.. A History. 124 Mulyadhi Kartanegara. betapa pun luasnya. alam tidak mungkin tidak memiliki awal yang tidak terbatas. 125 Lima argumen tersebut antara lain: Penggerak yang Tak Digerakkan.. Jika materi. Al-Kindi membuktikan secara logis bahwa Tuhan ada. Seyyed Hossein Nasr & Oliver Leaman (eds. Dengan demikian. Tim Penerjemah Mizan (Bandung: Mizan..125 Al-Kindi menggarisbawahi kemutlakan sifat Tuhan Yang Maha Esa sebagai Penyebab bagi semua yang ada (maujud) atau Sebab dari segala sebab. 210.123 atau dalam bahasa filosofis disebut Sebab Pertama. Thomas Aquinas dengan mengajukan lima argumen. adalah terbatas. memastikan adanya sebab yang memunculkannya. pasti ada Penyebab Pertama. dan itulah Tuhan. berarti alam semesta ini baru (huduts). Al-Kindi mengungkapkan bahwa alam semesta ini. tidak mungkin alam semesta bersifat azali (tak mempunyai awal).. terj. h. gerak. Karenanya. 123 .. dalam arti mempunyai permulaan.124 Argumen kosmologis ini kemudian dikembangkan oleh filsuf-teolog besar Italia. 206. h.. Segala yang baru. h. dan adanya keteraturan dan tujuan dalam alam semesta.). Alasannya adalah munculnya sesuatu yang terbatas mengandaikan adanya yang memunculkan. dan waktu dalam alam semesta ini terbatas. Karena terbatas. dalil al-huduts atau argumen kebaruan. 2005).. Armstrong. karena tidak bisa terbayangkan bisa muncul sendiri. Ensiklopedi Tematis Filsafat Islam. pastilah dicipta (muhdats). Oleh karena itu. 32-34. Menembus Batas Waktu (Bandung: Mizan. mengatakan bahwa alam itu baru adalah sama dengan mengatakan bahwa alam ini dicipta. bagi Al-Kindi. ada satu Wujud Wajib. Kesempurnaan Tertinggi. Jadi melalui argumen kebaruan alam.. sesuatu yang baru seperti alam ini. Ia pasti memiliki titik awal dalam waktu dan materi yang melekat padanya juga terbatas oleh gerak dan waktu..54 Dalam tradisi filsafat Islam. 2003).

h. Terciptanya siang dan malam. 171. 36. 130 Titus. 1996). Pengantar Filsafat Islam (Jakarta: Bulan Bintang. Bentuk 126 Istilah ini berasal dari bahasa Yunani yaitu telos yang berarti tujuan atau akhir dan logos yakni wacana atau doktrin.127 Menurut Ibn Rusyd. terj.. argumen teleologis. 155-171. persepsi indriawi. yang dipelopori oleh filsuf ternama dari Jerman. Secara lebih luas mengenai argument teleologis atau dalil inayah ini. Immanuel Kant.. matahari dan bulan. 128 Ahmad Hanafi. Argumen ini bisa diuraikan dengan dua bentuk eksposisi.. Henry More. seperti penciptaan kehidupan organik. merupakan bukti adanya Tuhan melalui bukti penciptaan yang menakjubkan. sehingga alam semesta tersusun dengan baik dan rasional.. Matthews. Kamus.130 teolog Inggris. teleologi merupakan ajaran filosofisreligius tentang eksistensi tujuan-tujuan dan ”kebijaksanaan” objektif di luar manusia.R. Aksin Wijaya (Yogyakarta: Pilar Media. h. sesuai dengan kehidupan manusia dan makhluk-makhluk lain yang berpijak pada prinsip keteraturan.128 Keserasian seperti itu tidak mungkin menurut akal hanya merupakan suatu kebetulan. 1999). tumbuh-tumbuhan. h. (Cambridge: Polity Press. argumen moral. h.. atas dasar ilmu dan kebijasanaan. 455. empat musim. Bagus. . bisa dilihat dalam buku Ibn Rusyd terutama bab dua yang menguraikan tentang perbuatan-perbuatan Tuhan. 42-44.55 Ketiga.. dan pengenalan intelektual. dan penulis kenamaan Inggris. William Paley. Mendamaikan agama & Filsafat. atau keserasian.131 Keempat. Persoalan…….126 Argumen ini dieksplorasi oleh filosof besar Muslim Andalusia. dan hujan misalnya. tetapi haruslah dicipta atau dirancang oleh agen yang dengan sengaja dan bijaksana melakukannya dengan tujuan tertentu. 1085-1086. 183-184. 2005). A Brief Introduction to Islamic Philosophy.. penciptaan yang menakjubkan dari segala yang ada di alam semesta. h. 129 Oliver Leaman. hewan. 131 Bajhtiar.. Panorama……. Prinsip-prinsip keteraturan yang berada di alam semesta merupakan ciptaan Tuhan. Filsafat…. Ibn Rusyd dengan istilah yang digagasnya yaitu argumen melalui desain (dalil al-inayah). h. h.129 Argumen teleologis tersebut juga dikembangkan oleh W. 127 Kartanegara. Secara istilah filsafat.

melainkan untuk mengungkapkan suatu keharusan (sollen). dan takut karena melanggar hati kecil. 456. h. Bertens. h. Sebagai perintah. h. menurut Kant merupakan salah satu dari tiga bagian postulat rasio praktis. tentu ada sesuatu yang memberi jaminan bahwa kebajikan Adanya Allah. barang yang dipinjam harus dikembalikan kendati pemiliknya sudah lupa. 256. Bentuk imperatif ini adalah: “engkau harus begitu saja!” (Du Sollst). 134 Franz Magnis Suseno. Perintah ini menjiwai semua peraturan etis. janji harus ditepati senag atau tidak senang. Etika (Jakarta: Gramedia Pustaka Utama. 122. sedangkan kebajikan seharusnya memperoleh pahala. sebagai kelanjutan bentuk yang pertama. 1997). Misalnya.135 Penerapan imperatif kategoris ini meniscayakan kebaikan tertinggi atau summum bonum. hal itu ada zat yang kepada-Nya ia bertanggung jawab dan di hadapan-Nya ia malu. Apabila seseorang yang bajik tidak selamanya mendapat ganjaran dalam hidup ini. Namun setiap orang mengetahui bahwa dalam hidup ini orang yang bajik tidak selalu mendapatkan ganjaran. malu. Persoalan……. 133 Titus.133 Kedua.. kesadaran diri atau rasa bertanggung jawab. 2002). imperatif kategoris bukan sembarang perintah. menurut Kant yang melandasi setiap perasaan moral dalam diri manusia itu adalah imperatif kategoris. yaitu kebebasan kehendak dan immortalitas jiwa. 145.134 Imperatif kategoris akan mengikat seseorang tanpa syarat apa pun. atau dari adanya suara hati kecil. 132 . Aliran-Aliran Filsafat & Etika (Jakarta: Kencana.. 13 Tokoh Etika (Yogyakarta: Kanisius. manusia mengambil kesimpulan tentang adanya Tuhan yang Memberi Hukum. Praja. h.56 pertama adalah bentuk di mana argumen disajikan sebagai inferensi logika: dari hukum moral yang objektif.132 Ketika seseorang merasa bertanggung jawab. 135 K. 2003). Juhaya S. manusia mengambil kesimpulan tentang adanya Tuhan.

Pengalaman relijius ini merupakan hasrat keagamaan yang derajatnya lebih tinggi daripada hasrat filsafat rasional semata. 36.138 Bagi Iqbal.57 pada akhirnya akan mendapatkan pahala. h.136 Dengan kata lain. 136 . argumen pengalaman relijius. apabila diolah sedemikian rupa.137 Kelima. argumen pengalaman relijius lebih berdasarkan intuisi ketimbang rasio. 151. yang terlihat dan yang tak terlihat”. terj. dengan mengikuti petunjuk yang diberikan Al-Quran yang menganggap pengalaman di dalam serta di luar sebagai perlambang suatu realitas yang digambarkannya sebagai ‘Yang Pertama dan Yang Terakhir’. 445-446. Iqbal melukiskan: “Pikiran dan realitas sesungguhnya merupakan kesatuan yang tak terpisahkan. dapat mengantarkan manusia untuk mengenal Yang Pertama dan Yang Terakhir. 2004). Muhammad Iqbal. Argumen ini dipopulerkan oleh filsuf sekaligus pujangga terkemuka asal Pakistan. pengalaman relijius merupakan sebuah pengalaman sufistik. adanya Allah menjamin harapan moral manusia untuk mencapai summum bonum. Pengantar Filsafat. Ali Audah dkk. Ini hanya mungkin kalau kita secara seksama meneliti dan menafsirkan pengalaman kita. h. Filsafat Modern (Jakarta: Gramedia Pustaka utama. terj. Erich Fromm: Louis O Kattsoff. (Jakarta: Tintamas. Soejono Soemargono (Yogyakarta: Tiara Wacana. Pada titik idealnya. h. 2004). 1966). Membangun Kembali Pikiran Agama dalam Islam. Fakta inilah yang dilukiskan oleh salah seorang Psikolog mazhab humanistik. Sesuatu tersebut adalah Tuhan. pengalaman relijius yang dibimbing Al-Quran. 137 F. 138 Muhammad Iqbal. Menurut Iqbal. yang dalam kajian psikologi modern dianggap senagai puncak perkembangan rasionalitas di mana segala prasangka dan asumsi yang masih menjebak pemikiran rasional terhapuskan. Budi Hardiman.

h. 140 Julian Baggini. bagaikan bangunan piramida yang solid. sangat berlawanan dengan anggapan umum bahwa mistisisme adalah suatu jenis pengalaman keagamaan yang tidak rasional. B. 2003). note no. Pandangan Said Nursi tentang Tuhan Dalam sejarah filsafat. ia justru mengetengahkan perkembangan tertinggi rasionalitas dalam pemikiran keagamaan. h. 168-169. metode yang digunakan untuk menganalisis. As Albert Schweizer has put it: “Rational thinking which is free from assumptions ends in mysticism”. 9. the higgest development of rationality in religius thinking. terj.58 “Saya harus memberi catatan bahwa. quite in contrast to a popular sentiment that mysticism is an irrational type of religius experience. umumnya dengan metode demonstratif (burhani). baik Muslim maupun non-Muslim untuk membuktikan eksistensi Tuhan. memahami. 139 . yaitu membangun premis setapak demi setapak secara rasional. Tuhan diidentifikasi dengan beberapa istilah yang lazim dipakai dalam literatur filsafat sebagai Being I should like to note that. Lima Tema Utama Filsafat. Psychoanalysis and Religion (New Haven: Yale University Press. Nur Zaen Hae (Jakarta: Teraju.139 Yang menjadi penekanan dalam hal ini adalah keyakinan batin (inner conviction) bahwa Tuhan ada sering didasarkan pada perasaan bahwa mereka (orang-orang yang sudah mengalami) sudah memiliki sejumlah pengalaman langsung mengenai eksistensi Tuhan. 1997). Sebagaimana dinyatakan oleh Albert Schweizer: “Pemikiran rasional yang bebas dari asumsi-asumsi berakhir dalam mistisisme”. Erich Fromm. Melalui konstruksi filosofis tersebut.140 Demikianlah lima argumen yang sering kali digulirkan oleh para filsuf. 93-94. sistematis. dan konsisten agar dicapai pengertian yang kukuh. it represents. dan mengenal Tuhan.

walaupun berhasil secara logika dalam menyingkap misteri Tuhan. h. Aquinas menjawab bahwa segala yang telah ditulisnya 141 .141 Meskipun banyak para filsuf yang mampu menguraikan eksistensi Tuhan secara filosofis. Saat juru tulis bertanya apa yang terjadi. Menyibak Tirai Kejahilan (Bandung: Mizan. h. Ibnu Sina kendati begitu piawai menjabarkan eksistensi Tuhan secara demonstrasi rasional melalui teori emanasinya. Lihat dalam Fazlur Rahman. 142 Mengenai teori emanasi yang dikembangkan oleh Ibnu Sina bias dilihat dalam Harun Nasution. 1995). 2003).144 Akhirnya dua filosof Nasrani. terj. Supreme Intellect. tapi juga oleh para filsuf non-Muslim (Barat). Falsafat & Mistisisme dalam Islam (Jakarta: Bulan Bintang. Akal secara independen jelas lemah untuk menangkap realitas sejati Tuhan. Aquinas dengan sedih menelungkupkan kepala di atas lenganya. 15-16. terj. Kebenaran Tertinggi. Tuhan di Mata Para Filosof. Bahya Ibn Pakudah dan Rabi Ibn Maimun yang lebih dikenal dengan panggilan Maimonides. sebenarnya Ibnu Sina bersama Farabi mengakui kelemahan sekaligus kekuatan akal. keduanya sepakat bila hakikat sejati Tuhan tidak bisa dijangkau oleh pikiran manusia. the Absolut Being. Islam Rasional (Bandung: Mizan.143 Dua filosof Yahudi.145 Etienne Gilson. 2003). h. 34-40. tidak sedikit di antara mereka yang mengakui keterbatasan refleksi filosofis nalar manusia dalam mencandra Realitas Absolut yang bernama Tuhan. tapi melalui kontaknya dengan akal aktif. Pengakuan tersebut bukan hanya diikrarkan oleh sebagian filsuf Muslim (Timur). Sectus Erigena dan Thomas Aquinas. 144 Karen Armstrong. Sumber segala wujud dan sebagainya. 2004). mengungkapkan bahwa akal dapat memberi tahu bahwa Tuhan itu ada tetapi tidak mampu menyampaikan apa pun mengenai Tuhan. Kenabian dalam Islam. 1993).142 ujung-ujungnya ia mengakui kelemahan akal dalam mengkonstruksi Tuhan secara utuh. h.59 qua Being.Zat Yang Wajib Wujud-Nya. 43-51. Rahmani Astuti (Bandung: Pustaka. sehingga bisa mengkonstruksi Tuhan secara lebih valid dari akal an sich. Silvester Goridus Sukur (Bandung: Mizan. yang diidentifikasi dengan malaikat Jibril. juga dalam. 143 Mulyadhi Kartanegara. h. 1-12. 186. A History of God (New York: Ballantine Books. 1996). 26. 145 Ada sebuah kisah yang menceritakan bahwa ketika selesai mendiktekan kalimat terakhir dari karyanya Summa. h.

dan Perbuatan-Nya. namun kaparipurnaan dan keagungan-Nya itu menjelma pada wajah alam semesta sehingga bisa menjadi kitab yang dapat dibaca oleh rasio manusia. Ibid. h.60 Eksposisi sebagian filosof mengenai Tuhan. Nursi mempunyai pandangan tentang Tuhan yang tidak sepenuhnya terbebas dari nuansa paradoksal. pada aspek lain mereka mengklaim keterbatasan intelek mereka dalam memahami Tuhan sebagaimana akal memahami fenomenafenomena lain. . tapi kesempurnaan Allah itu termanifestasi pada lembaran alam semesta melalui Sifat-sifat. yang justru sangat transparan untuk ditampung oleh kekuatan tampak tak berharaga disbanding apa yang telah dilihatnya. 205. sering kali bernada paradoksal: di satu sisi mereka menggambarkan Tuhan secara logis. Nama-nama.. Mendekati pandangan para fillosof tersebut adalah perspektif yang dibangun oleh Said Nursi mengenai Tuhan. Ia memandang Tuhan sebagai Dzat yang memiliki kesempurnaan dan keagungan yang tak akan bisa ditandingi oleh apa pun dan tak terpahamkan oleh akal. di lain sisi mereka mengungkapkan ketidakberdayaan rasio mereka dalam menangkap kesejatian Tuhan. kesempurnaan Allah dalam segala aspeknya terlalu akbar untuk dipahami oleh pikiran manusia yang lemah. Menurut Nursi. Pada satu aspek mereka menjadikan Tuhan sebagai objek penalaran diskursif.

Lihat dalam Seyyed Hosein Nasr (ed. The Words. terj. h.. yang dimiliki oleh manusia. dan perbuatan-Nya. h. Nursi memandang Tuhan sebagai Dzat yang sangat unik dan memiliki kesempurnaan yang tidak akan bisa dibandingkan dengan apa pun. Allah mempunyai kesempurnaan mutlak dalam segala sifat. Sukran Vahide (Istanbul: Sozler Nesriyet. h. 2004).147 Mengapa Allah memiliki kesempurnaan yang tidak bisa dibandingkan? Menurut Nursi. 647. atau secara tegas manifestasi dari sifat-sifat. Dimensi Mistik dalam Islam. dan jin hanyalah bayangan redup atas kesempurnaanNya yang hakiki. pandangan Nursi mengenai Tuhan paling tidak dapat diuraikan dalam tiga kategori.. karena segala kesempurnaan yang tiada batas (mutlak) hanya mungkin terjadi dalam lingkaran Ketunggalan dan Keesaan atau Keunikan Allah. bandingkan juga secara agak detail dalam Sachiko Murata. 146 .149 Gagasan Nursi tersebut sangat mendekati ide yang di usung oleh Ibnu Arabi yang mengungkapkan bahwa alam semesta merupakan manifestasi-manifestasi Allah (tajalliyat). namun tetap tidak dapat dikomparasikan dengan kesempurnaan hakiki. 660.S. Rahmani Astuti & M. 149 Ibid.61 akal manusia. 148 Ibid. Nasrullah (Bandung: Mizan. h. 2003). yang tidak bisa dibandingkan.). Sapardi Djoko Damono dkk. Islamic Spirituality: Manifestations (New York: Crossroad. gagasan Arabi ini dielaborasi pula oleh Annemarie Schimmel. maka bayangan kesempurnaan di luar lingkaran kesempurnaan tersebut sejatinya adalah keliru dan bukan kesempurnaan sama sekali. terj. 645. Seluruh “kesempurnaan” yang tampak di alam semesta. trans. h. nama-nama. Pertama. (Jakarta: Pustaka Firdaus.148 Kendati demikian. h. 340-341. Nursi mengakui ada bentuk-bentuk kesempurnaan yang nilai dan signifikansinya bersifat relatif yang ada dalam semesta ciptaan-Nya baik mikrokosmos maupun mikrokosmos. The Tao of Islam. 147 Said Nursi. 58. 1991).146 Secara global. nama. dan tindakan (af’al) Allah. 47-66. 2002). sehingga tidak ada dan tidak dapat dibandingkan dengan apa pun. para malaikat.

152 Said Nursi. Letters. dan menciptakan kebun-kebun semudah menciptakan sekuntum bunga”. h. 158. Dia sangat berkuasa atas segala sesuatu dengan Kekuasaan Absolut yang meliputi segalanya yang niscaya bagi Dzat Ilahi-Nya. 299. Perintah. Sang Pencipta Yang Maha Berkuasa tersebut mengetahui segala sesuatu dan memiliki kehendak yang begitu komprehensif.152 Nursi menyuarakan cara kerja kekuasaan absolut Tuhan tersebut secara puitikal: In relation to the power of the One Who creates beings. Sinar Yang Mengungkap Sang Cahaya.153 Dalam hubungannya dengan kekuasaan Dzat yang menciptakan seluruh makhluk. 150 .62 Kedua. 153 Ibid. 144. mudah atau rumit.. Dia menciptakan sesuatu yang partikular seartistik yang universal. Paradises are as easy springs. 151 Ibid. jika dipandang dari sudut pandang kekuasaan Allah (Divine Power). 298. h..151 Dalam perspektif Nursi. Said Nursi. semuanya berada dalam satu keselarasan yang mudah. h. baik besar atau kecil. Dengan kekuasaan mutlak-Nya. maka menciptakan surga adalah semudah menciptakan musim semi. Sugeng Hariyanto dkk. and gardens as easy as flowers”. Dia menciptakan sesuatu yang universal semudah menciptakan yang partikular. h. Maheram Binti Ahmad (Malaysia: Kuala Terengganu. sehingga apa pun yang Dia kehendaki terjadi dan apa pun yang tidak Dia kehendaki tidak akan terjadi. 1999). the springs as easy as gardens. dan Kehendak-Nya pada semua spesies. h. (Jakarta: Grafindo Persada. trans. terj. menciptakan musim semi semudah menciptakan kebun-kebun. terj. 2003).150 Allah. 2001). Bandingkan dengan Said Nursi. Persoalan Tauhid & Tasbih. 75. pandangan Nursi tentang Allah yang memliki kekuasan absolut dan tidak bertepi atas segala ciptaan-Nya. Apa yang disebut dengan hukumhukum alam tiada lain hanyalah gambaran perwujudan-perwujudan Ilmu. menciptakan apa pun saja. Sukran Vahide (Istanbul: Sozler Nesriyat. banyak atau sedikit.

154 . hal itu tidak menafikan-Nya menggunakan perantara dan kausa-kausa untuk menunjukkan kekuasaan-Nya dalam kehidupan duniawi.63 Meskipun kekuasaan Allah bersifat mutlak. Misalnya saja seorang raja yang sangat baik menjalankan kekuasaannya secara langsung. 140. Ketika ditunjukkan melalui cara yang kedua ini. Sugeng Hariyanto & Fathor Rasyid (Jakarta: SiRaja..154 Mengenai hal ini. atau melalui pemerintahan langsung dengan selalu hadir di mana saja pada saat yang bersamaan dalam wujud berbeda dan tanpa didampingi para pejabat atau pegawai. Dia bisa melakukannya dengan dua cara: dengan beberapa ketentuan atau undang-undang umum yang dia buat dan menggunakan para pejabat dan gubernur pada masingmasing kantor. lebih indah dan agung dibandingkan manifestasi mereka dengan cara yang pertama.155 Jadi bagi Nursi. bahwa dunia merupakan Said Nursi. Dia menunjukkan Nama-namaNya di seluruh alam semesta dari balik perantara dan kausa yang kasat mata. Cara pertama adalah (Wahidiya). 2003). menurut Nursi. 155 Ibid. kreasi. Yang kedua (Ahadiya). 139. dan kemuliaannya adalah lebih jelas. h. h. terj. Nursi membuat ilustrasi. bentuk sebuah ketentuan yang maha-meliputi. Dia memfokuskan manifestasi-Nya pada satu makhluk tanpa perantara atau tabir. kendati Allah memiliki kekuasaan yang absolut. Fakta tersebut senafas dengan ide yang digagas oleh Abdul Qadir al-Jilani. Cara yang kedua ini adalah lebih baik dan lebih istimewa. kebaikan. kekuasaanNya menjelma dalam bentuk dua manifestasi. Dari Cermin ke-Esaan Allah.

Pandangan Nursi tentang Tuhan pada level yang ketiga inilah yang paling menonjol dan sering kali muncul dalam karyanya: Risalah AnNur. prasarana-prasarana. dan tindakan-Nya. bumi. 157 156 . Nursi. The Rays. dan lain lainnya. serta hukum kausalitas. Mungkin karena ingin mengcounter doktrin filsafat materialisme yang bernada filosofis. ontologis.158 Abdul Qadir al-Jilani. 158 Argumentasi yang bernada filosofis dalam membincang Tuhan tersebut nyaris selalu muncul dalam semua bagian dari Risalah Nursi. 1988). 312-313. Letters. matahari. menurut Nursi Wajah Tuhan justru hadir secara transparan pada setiap lembaran ciptaan-Nya: langit.. maka Nursi juga membangun argumentasi yang bernada filosofis dengan bingkai kosmologis. 140. Dia tetap ingin menunjukkan kesempurnaan dan kekuasaan-Nya pada setiap fitur alam semesta melalui manifestasi nama-nama. segala sesuatu di alam semesta baik pada tataran makrokosmos maupun mikrokosmos merefleksikan kesempurnaan karya dan Pencipta itu sendiri. meskipun Allah mempunyai kesempurnaan dan kekuasaan tak tertandingi yang sejatinya tak terjangkau oleh nalar manusia yang lemah. serta pada dunia binatang yang tak berakal dan manusia yang memiliki kesadaran. h. sifat-sifat.157 Pada aspek ini. The Words…. dan teleologis dengan porsi yang cukup luas.64 negeri atau tempat hikmah (kebijaksanaan) yang membutuhkan sarana-sarana. bulan. seperti dalam The Words. Secara sistematis dan koheren. Fathu al-Rabbani (Libanon: Beirut. dan bintanggemintang. Sinar Yang Mengungkap Sang Cahaya.The Flashes. h.156 Ketiga.

dan Maha Paripurna dalam segala atribut-Nya. Sebab Pertama.65 C. Allah itu kekal. Pembuktian Eksistensi Tuhan Menurut Said Nursi 1.160 Dengan kata lain. 454. Persoalan…. yang didasarkan atas kontigensi alam semesta dan ketergantungnnya pada apa yang niscaya (Allah). Said Nursi berangkat dari keberadaan alam semesta dalam segala aspeknya yang pasti bermuara pada satu Pencipta yang Wajibul Wujud. argumen kosmologis dapat diuraikan sebagai argumen mengenai eksistensi Allah yang didasarkan atas hakikat alam semesta yang diasalkan dan tergantung pada sesuatu yang lain dari dirinya sendiri.159 Meskipun demikian. sedangkan alam semesta berada dalam suatu perubahan terus-menerus. kosmologis mulai dari suatu analisis tentang eksistensi segala sesuatu ke eksistensi Allah dan ke salah satu atribut Allah atau lebih. 160 159 . tercakup pula dalam ide-ide di atas. Yang Maha Mutlak. sedangkan alam semesta mempunyai awal dalam waktu.161 Ketika mengurai eksistensi Tuhan melalui bingkai argumentasi kosmologis. h. sedangkan alam semesta mempunyai gerak yang diberikan kepadanya. Pembahasan alam Titus. 75. h. 161 Bagus. Kamus……. Tuhan tempat bergantung dan hierarki kesempurnaan menunjukkan bahwa Tuhan sebagai pusat kesempurnaan mutlak. Allah menggerakkan diri sendiri. Argumen Aquinas yang terdiri dari lima variable: Penggerak Pertama. Allah itu aktual pada dirinya. sedangkan alam semesta berada dalam keadaan potensial yang diaktualkan sebagian dalam waktu. Allah tidak dapat diubah... Eksistensi Tuhan dalam Bingkai Argumentasi Kosmologis Ide sentral yang terkandung dalam argumentasi kosmologis adalah adanya rangkaian hukum sebab akibat (kausalitas) pada alam semesta yang harus berakhir pada sebab pertama yang disebut Tuhan.

selalu terhubung dengan keesaan Tuhan dan acap kali ia mengaitkannya dengan salah satu nama atau sifat Allah yang termanifestasi secara aktual. kekuasaan dan kedaulatan tidak memungkinkan adanya musuh.66 semesta. Words…. maka kedaulatan sejati. 715-717. Nursi. Semua kesempurnaan di alam semesta merupakan pertanda kesempurnaan Dzat Yang 162 163 Nursi. atau campur tangan. dalam perspektif Nursi. Suatu daerah atau wilayah dengan dua gubernur akan mengalami kebingungan. Adanya kesempurnaan relatif menunjukkan kesempurnaan mutlak.163 Dengan kata lain. kerajaan dan kekuasaan absolut yang agung pada tingkatan Kekuasaan Tuhan yang dimiliki Dzat Yang Maha Berkuasa. tentu lebih tegas menolak campur tangan dan persekutuan pihak mana pun. Uraian Nursi mengenai eksistensi Tuhan melalui argumentasi kosmologis dapat diklasifikasi secara detail sebagai berikut. Words…. 717. Hal itu sebagai indikasi mengenai keberadaan Dzat Wajibul Wujud (the Necessarily Existent One). h. Jika kekuasaan dan kedaulatan relatif yang dimiliki manusia yang lemah saja menolak persekutuan dan intervensi pihak lain. Ilustrasinya. b. tatanan dan perdamaiannya akan rusak. sekutu..162 Menurut Nursi. h. . jika sebuah desa mempunyai dua pemimpin. Keesaan dan Ketunggalan tanpa sekutu adalah persyaratan mutlak atas Ketuhanan dan Kekuasaan. Dan sebuah negara dengan dua raja atau pemerintahan akan senantiasa dalam kekacauan.. Penciptaan alam semesta dengan segala keanekaragamannya membuktikan adanya Pencipta Tunggal Yang Maha Kuasa. a.

manusia bisa menyaksikan segel Dzat Tempat Bermohon segala sesuatu pada wajah halaman bumi (the Eternally Besought One).. Menurut Nursi.. h. dan benda yang benar-benar tanpa kehidupan. 309. mengindikasikan bahwa Dzat yang membangun dunia itu adalah sempurna. kekayaan.67 Agung dan perlambang atas keindahan-Nya. Seluruh makhluk berada dalam kebutuhan dan ketergantungan yang mengharuskan adanya satu Wujud Wajib Tempat Bergantung. Sinar……. sebuah istana yang dibangun dan dihias secara sempurna. Ibid. segala sesuatu di alam semesta. 111.164 Namun Nursi tetap menggarisbawahi.. sebuah istana indah yang dibangun dengan sempurna pasti menunjukkan adanya seorang pembangun yang sempurna. mempunyai kebutuhan yang tiada habisnya dalam hal makanan dan kelangsungan hidup. h. Words………. 168 Ibid. hanya dengan sedikit perhatian dan usaha.167 Fakta ini karena kekuasaan. 694. kemiskinan.. 166 Nursi.. Sama halnya dengan dunia.. Dalam analogi Nursi.166 c.168 Lebih jauh. Kebutuhan setiap sesuatu dipenuhi tepat pada waktunya dan 164 165 Ibid. dan kehidupan absolut akan terlihat di dalam kelemahan. h. 648. h. . apakah besar atau kecil.165 “Kecantikan lugu “wajah” alam semesta menandakan keniscayaan eksistensi dari Yang Kecantikan-Nya absolut”. 167 Nursi. demikian tulis Nursi. bahwa segala kesempurnaan yang dimiliki setiap makhluk hanya merupakan kesempurnaan relatif sebagai refleksi dari Kesempurnaan Absolut sehingga seluruh kesempurnaan relatif tersebut akan menjadi bayangan redup jika dibandingkan dengan kesempurnaan realitas Dzat Yang Maha Paripurna. h. 314.

289-291. Maha Mengetahui.173 Dengan kata lain.. 171 Said Nursi.. 113.. Words…….172 e. pada setiap wajah manusia secara transendental tertera stempel keesaan Tuhan Yang Maha Tunggal.169 d.. Pengetahuan Tuhan Yang Maha Meliputi ini bisa dilihat pada kehendak-Nya dalam menentukan sebuah bentuk pada setiap makhluk ciptaan-Nya yang tertata. artistik. dan komprehensif.. faktual. h. bahkan selamanya. Maha Pemberi Rezeki. Tema ini sering muncul dalam Risalah An-Nur. Maha Pemurah. dan penuh makna sesuai dengan tujuannya masing-masing di antara kemungkinan bentuk yang tak terhingga.170 Dengan ketentuan tersebut. 623. Maha 173 172 . sampai hari ini. keunikan itu tampak pada setiap wajah manusia. segala sesuatu 169 170 Nursi. Nursi melukiskan bahwa prinsip ketuhanan membuat diri-Nya dikenal melalui manifestasi nama-nama-Nya yang Maha Indah. Setiap makhluk ciptaan Tuhan merefleksikan Asma-asma-Nya secara indah.171 Dengan demikian. sepaerti Yang Maha Hidup. secara demonstratif keunikan tersebut ditunjukkan pada karya-Nya yang paling mulia: Manusia. h. Nursi. Secara spesifik. h. h. Nursi..68 dalam takaran yang tepat yang mereka perlukan untuk kelangsungan hidup mereka. Dia menampilkan setiap makhluk dalam keunikan identitas dan wujud mereka. Letters……. Sinar………. Maha Penyayang dan Maha Pengasih. The Flashes. walaupun substansi mereka samasama manusia. Pada setiap wajah mungil manusia terlihat tanda-tanda yang membedakannya dari semua wajah lain sejak zaman Nabi Adam as. misalnya keagungan tujuh sifat-sifat-Nya. Sukran Vahide (Istanbul: Sozler Nesriyat. indah. Pemenuhan kebutuhan tersebut mengindikasikan eksistensi Tuhan Yang Maha Pemberi Makan. Dalam telaah Nursi. 2000). 245. Keunikan setiap ciptaan menunjukkan Pengetahuan Tuhan Yang Maha Komprehensif dan membuktikan adanya Tuhan Yang Maha Esa.. trans.

Kuasa. rembulan. 708. melalui paparan di atas. 175 Terjemah bebasnya: Sebagaimana dengan lapar engkau bisa mengetahui Nama-Nya ar-Razzaq. Trans. serta manusia dan hewan bergairah menjalani kehidupan. demikian tegas Nursi Sampai di sini. h. bagi kebutuhan dan ketergantungan makhluk. . h. Said Nursi. maka dengan sakit engkau juga bisa berkenalan dengan NamaNya asy-Syafi. Tatkala cahaya matahari menyinari wajah bumi dan air hujan membasahi daratannya yang kering sehingga tumbuh-tumbuhan dan pepohonan menjadi hidup dan lebat berbuah. dan Maha Berbicara. 174 Ibid. Tuhan Yang Maha Indah. panorama semesta. Maha Pemberi Rezeki. kebutuhan dan ketergantungan makhluk.174 “Like you learn of His Name of Provider through hunger. bagi kesempurnaan relatif makhluk.. Maha Melihat. serta penjelmaan setiap nama. di situ akan nampak nama Ar-Rahman. Flashes………. Nursi.. h. 1998). Sukran Vahide (Istanbul: Sozler Nesriyet. bintang-gemintang. Maha Menyembuhkan. The Rays. taman bunga yang indah mempesona. 268. Tuhan Yang Maha Pemurah. maka melalui kematian mereka semua bersaksi atas keabadian dan keesaan Dzat Yang Maha Hidup. come to know also His Name of Healer through your illness”175. Dan sebagaimana melalui hidup semua makhluk hidup membuktikan eksistensi Dzat Wajibul Wujud. dan matahari yang bertebaran di lengkungan cakrawala yang menakjubkan. di sana akan terlihat Al-Jamil. Maha Berkehendak. 169. wujud kesempurnaan nisbi. Maha Mendengar. Penciptaan alam semesta.69 mencerminkan jejak-jejak Ilahi. serta terhadap setiap manifestasi seluruh atributNya pada wajah semesta alam. sebenarnya Nursi ingin menunjukkan bahwa Allah merupakan satu-satunya Penyebab Pertama bagi segalanya: alam semesta. Ketika memandang wajah-wajah cantik jelita dan tampan menawan.

tiada Tuhan selain Allah (laa ilaaha illaa’ llaahu)”..176 demikian simpul Nursi.. Kamus……………. dan Tidak Terbatas yang tidak hanya berada dalam pikiran semata. Eksistensi Tuhan dalam Bingkai Argumentasi Ontologis Argumen ontologis berpijak pada filsafat wujud yang menyatakan bahwa manusia mempunyai suatu gagasan tentang zat yang sempurna dan tidak ada wujud yang lebih besar daripada zat tersebut.. 2... 77. Armstrong. maka dengan sendirinya Tuhan sebagai Realitas Yang Sempurna dan Terbesar itulah yang telah menyematkan ide tersebut ke dalam pikiran dan jiwa manusia yang terbatas. History. 202. 178 Bagus.. alam semesta memberikan kesaksian bahwa Allah. semuanya bersumber pada Dzat Wajibul Wujud Yang Maha Esa... h..70 sifat. Karena manusia merupakan wujud (ada) terbatas yang tidak dapat menghasilkan ide tentang Tuhan sebagai Ada Yang Sempurna dan Tak Terbatas.... 177 176 ...177 Zat inilah yang diidentifikasi sebagai Tuhan.. Maha Sempurna. Sebab: Hubungan kerja sama satu sama lain di antara semua hal di alam semesta dan keterampilan seni tanpa cacat yang ditampilkan pada setiap hal menggambarkan bahwa yang telah melukis bintangbintang dan matahari-matahari di atas halaman langit adalah Dia Yang melukis sel-sel di atas ‘halaman-halaman’ lebah dan semut. tapi benar-benar mempunyai wujud nyata dalam realitas. Dengan bahasa dari semua makhluk yang ada di alam semesta. Hal ini dengan sebuah asumsi bahwa jika Tuhan Nursi. h. Ide tersebut dipopulerkan oleh Saint Anselm yang ingin menunjukkan bahwa eksistensi Tuhan bias dibuktikan secara rasional pada abad sebelas. manusia bisa menyuarakan dan mengkonsepsikan mengenai suatu Zat Yang Maha Besar. Anselm mendefinisikan Tuhan sebagai: Sesuatu yang tak terpikirkan ada hal lain yang melebihi keagungannya (aliquid quo nihil matus cogitari possit). h. dan karya-Nya. 99. Sinar……….178 Dengan ide ini....

Sinar………. serta tampilan cahaya-Nya.... 394.. bukan hanya manusia satu-satunya secara fitriah yang mengakui kebesaran mutlak Tuhan...... Walaupun demikian. goresan ketetapan-Nya. para nabi.. cermin nama-nama-Nya. para wali. mengikrarkan kesaksian dengan bahasa fitrahnya masing-masing tentang kebesaran dan keagungan Allah Yang Maha Paripurna bahwa semesta ini merupakan jejak kekuasaan-Nya. Filsafatr.. Nursi melampaui perspekti umum tersebut.... serta para pemikir yang telah mendapatkan pencerahan.. Semua manusia. h.. h. Nursi menggarisbawahi bahwa secara hakiki kebesaran dan keagungan-Nya tak akan pernah terpahamkan secara utuh oleh akal setiap manusia 179 180 dan tidak benar-benar bebas dari segala kekurangan dan Amsal. bumi dan benda-benda langit sampai atomatom yang tak terlihat kasat mata.. tetapi juga semesta ciptaan-Nya menyuarakan kebesaran Sang Pencipta.. memberi kesaksian mengenai kebesaran absolut-Nya. entah para rasul. 172-173. orang-orang suci. bahwa manusia mampu melukiskan kebesaran dan keagungan Tuhan. 167-168.. Baginya. Demikian pula alam semesta.. Flashes.180 Jadi setiap makhluk mampu menyuarakan kebesaran Sang Penciptanya kendati tidak tertangkap oleh nalaritas kebanyakan manusia.. para ulama. para ahli syuhud.179 Jika argumentasi teleologis bagi filosof lain lazimnya hanya berputar pada jiwa manusia yang memiliki gagasan tentang kebesaran mutlak Tuhan dan secara faktual kebesaran absolut itu benar-benar hadir.. . h.. Nursi.71 hanya besar dalam pikiran konsekuensinya Dia tidak betul-betul besar sebab tidak mewujud secara konkret hanya bersifat imajinatif..

h. 184 Nursi. Argumentasi teleologis yang bercorak demikian diusung oleh filsuf klasik yaitu Ibnu Sina yang kemudian dikembangkan oleh filsuf-filsuf sesudahnya baik Muslim maupun nonMuslim. Engkau adalah Yang Mempunyai Keagungan. h....... History. dimunculkan dari berbagai unsur yang ada. penciptaan dari tiada yang disebut keaslian dan hasil penemuan. namun di tempat lain.. 154.... Kebesaran. 182 181 . 185 Nursi. h. 383. Menembus...183 Melainkan.. Mendekati argumentasi ontologis yang bercorak demikian. tidak bisa disebut sebagai seorang filsuf karena ia menggagas penciptaan dari ketiadaan (creation ex nihilo). 34. Nursi mungkin bias diketegorikan sebagai the true philosopher.... Sebab pendekatan filsafat.. Hal itu tak ubahnya bagaikan pemindahan gambar yang terdapat pada cermin kepada sebuah lembaran foto untuk menegaskan wujud lahiriahnya secara sangat mudah. Nursi menganggap segala hal yang berasal dari Dzat Ilahi.. proses penciptaan tersebut merupakan transformasi dari entitas dalam bentuknya yang abstrak menjadi entitas yang mempunyai bentuk lahiri. termasuk Saint Anselm.. 183 Dengan argument tersebut. Flashes………. 174. Hal ini seperti mengembangkan sebuah bentuk yang direfleksikan pada cermin atau menguraikan makna dalam pikiran dengan kata-kata.. Atau seperti penampakan garis yang tadinya tertulis dengan tinta samar lewat bahan yang bisa menampakkan tulisan tersebut. jika mengikuti filsuf Muslim182 yang menggagas konsep ontologis bahwa Allah sebagai Wujud Niscaya yang menjadi sumber semua eksistensi semesta. Nursi juga menjelaskan bahwa proses penciptaan seluruh entitas melalui dua cara.. Pertama. Sinar..184 Dengan kata lain. menolak konsep penciptaan dari ketiadaan.... penciptaan berarti memberikan eksistensi material eksternal kepada hal-hal yang telah ada dalam khasanah ilmu Allah.. “Allahu Akbar: Wahai Dzat Yang Maha Besar! Ya Allah.185 Ibid.... menurut Karen Armstrong... Sedangkan yang kedua.. lagi-lagi menurut Armstrong.. 149-150.. Selanjutnya.72 ketidaksempurnaan. dan Kemuliaan yang tidak dapat dipahami oleh akal”181. begitu simpul Nursi. Armstrong. filosof sejati... Kartanegara... tidak perlu diciptakan dari ketiadaan absolut. Sehingga Al-Kindi. h. h.. Nursi juga menguraikan konsep tersebut..

186 Nursi hanya menguraikan bagaimana proses penciptaan tersebut secara ilustratif bagaikan memendarkan cahaya matahari pada segala yang bisa terjamah sinarnya dan suatu waktu cahaya tersebut harus kembali kepada matahari itu sendiri. Kendati wawasan yang digulirkan Nursi mengenai dalil ontologis mendekati argumentasi ontologis yang dibangun Ibnu Sina sembilan abad silam. yang disebut dengan menyusun dan membentuk. pendekatan yang dipakai oleh Nursi jelas-jelas sangat filosofis.... Islam Rasional. Demikian pula dengan bentuk dan substansi semua entitas yang terdapat pada cermin pengetahuan Tuhan Yang Maha Esa. Alam semesta lalu dibentuk.187 3. Eksistensi Tuhan dalam Bingkai Argumentasi Teleologis Keteraturan. dan diberi wujud. sebab ia menggagas konsep Tuhan sebagai Wajibul Wujud yang menciptakan semesta ciptaan-Nya tanpa dari ketiadaan absolut. Di lain tempat.. 417. 43-51...73 Dalam konteks ini... dalam arti adanya rancangan dan pola dalam alam semesta menunjukkan adanya seseorang atau sesuatu yang mengatur.. bias dilihat dalam Nasution. 187 Nursi... h. h. Flashes………. h. ontologis Nursi tidak bersifat emanatif hirarkis seperti yang digagas Ibnu Sina. Nursi memberikan ilustrasi bahwa proses penciptaan itu bagaikan gambar bayangan pada cermin yang menempel di kertas alat pemotret sehingga menjadi gambar yang konkret. Kekuasaan Ilahi yang bersifat mutlak memberikan bentuk konkret padanya secara sangat mudah sehingga semua entitas tadi dapat terlihat oleh mata setelah sebelumnya berada di alam gaib. ... Ibid. 418... 186 Mengenai teori emanatif Ibnu Sina yang mengembangkan teori Farabi.

h. begitu pula saat menjelaskan keteraturan. Amsal.. Jika diamati akan terlihat bahwa beberapa bagian membantu bagian-bagian yang lain untuk memenuhi kebutuhan mereka. .188 Semesta yang teleologis yaitu alam yang diatur menurut suatu tujuan tertentu. atau tindakan Tuhan Yang Maha esa. musim panas dan musim dingin. 78. h. Saling kerja sama di antara makhluk merefleksikan Tuhan Yang Maha Kuasa dan Maha Bijaksana. Secara detilnya.. Bagaimana matahari dan bulan . Bagian-bagian dari alam mempunyai hubungan yang erat satu dengan yang lainnya dan bekerja sama dalam menuju tercapainya suatu tujuan tersebut. Nursi selalu mengaitkannya dengan Asma-asma-Nya. Kamus………. h. 191 Nursi.. 11-12. saling kerja sama..189 Semua itu menunjukkan bahwa Allah sebagai sumber keteraturan. alam raya ini laksana istana yang megah. Dalil teleologis yang dibangun Nursi selalu bermuara pada nama. membantu tanaman untuk mendorongnya membantu hewan dan 188 189 Bagus.191 Menurut Nursi. pabrik yang tertata rapi. 190 Bagus. siang dan malam.74 sebagai suatu keseluruhan mempunyai suatu tujuan yang merupakan perjuangan alam semesta. serta sebagai pencipta dan pemelihara tujuan tersebut. Kamus……. 78. dan tujuan alam semesta. a.. h. sifat. Sinar………. Filsafat……. ada beberapa poin mengenai hal ini. 183. dan kota yang terencana dengan baik.190 Sebagaimana prinsip yang sangat ditekankan dan seringkali diulang dalam Risalahnya. Di antara elemen-elemen dan bagian-bagiannya ada kerja sama dan gotong royong yang saling menguntungkan demi tujuan mulia.

Kemudian. selain memiliki manfaat dan fungsi hebat dan bijaksana. 702-703. Lebah madu dan ulat sutera mengambil madu dan sutera dari khasanah Dzat Yang Maha Pengasih dan membawanya kepada manusia. dan gemuruh petir. dan sungai tidak muncul dari dalam tanah dan pegunungan secara kebetulan. berhembus untuk menjalankan tugas-tugas vitalnya.. Words…. serta kilat. Partikel-partikel bumi. Alam semesta selain memiliki tujuan juga memiliki manfaat sesuai dengan karakter uniknya masing-masing yang mencerminkan adanya Pencipta Yang Maha Bijaksana. udara. dan air membantu buah-buahan dan sayuran mempunyai rasa dan kandungan gizi tersendiri.192 b. Hewan bersegera membantu manusia. air hujan.. h.75 mempersembahkan makanan kepada hewan yang dia ambil dari khasanah kekayaan Yang Maha Pengasih. Nursi. Dengan demikian. sayuran dan buah-buahan membantu sel tubuh manusia dalam keteraturan sempurna dan demi tujuan mulia. aliran air. . Bebatuan. perhiasan. semua itu merupakan bukti nyata dan argumen yang jelas bahwa mereka semua adalah abdi Pemberi Hidup Yang Maha Sempurna yang bekerja atas perintah dan izin Kuasa dan Kebijaksanaan-Nya.193 Angin. bukanlah tidak bermakna. Begitu pula awan. Musim semi. terjadinya peristiwa-peristiwa atmosferik yang aneh ini menjadi 192 193 Ibid. dan mineral memiliki tujuan dan manfaat khusus dan diatur untuk memenuhi kebutuhan manusia dan binatang. Burung-burung berkicauan dengan menakjubkan untuk menyampaikan perasaan mereka dan mengungkapkan maksud mereka kepada burung-burung lain.

. 109. 195 194 . h. kesadaran. kehendak dan kecondongan.196 Bila direnungkan secara cermat.. 117. Tatanan dan keteraturan di dalam ciptaan dan manajemen makhluk. Sinar……. hujan.195 Karena suatu sifat selalu menunjukkan kualitas sesuatu. menunjukkan keniscayaan eksistensi dari Yang Maha Bijaksana.. karena tidak mungkin bagi sebuah tindakan terjadi tanpa adanya pelaku dan sesuatu dilakukan atau bagian dari sesuatu itu tidak dapat menjadi pelakunya. maka kebijaksanaan universal itu menunjukkan Dzat Yang Bijaksana. Masih bermuara pada Asma Tuhan Yang Maha Bijaksana. Di lain tempat dalam Risalahnya. mineral. Words……. yang direkrut setiap musim di bumi. h. 695-696. Nursi melukiskan kebijaksanaan ini sebagai Takdir universal. dan burung-burung yang berkicau diarahkan oleh Tuhan Yang Maha Bijaksana untuk fungsi dan tujuan mulia. Ini menunjukkan bahwa angin. menyimpan. dan menyebabkan mereka muncul keluar karena ketaatan kepada perintah-perintah-Nya. menunjukkan manfaat dan kebijaksanaan universal (universal wisdom). yang termasuk tujuan. semua fenomena tersebut memperlihatkan bahwa Penguasa Yang Maha Bijaksana telah menguasai. h. bagi Nursi akan memperlihatkan kebijaksanaan Nursi. Kebijaksanaan ini. bebatuan. semesta alam dengan segala aspeknya hatta bagian yang terkecil pun. c. 196 Nursi.194 Kebijaksanaan tampak di seluruh alam semesta baik alam semesta secara keseluruhan maupun dalam bagian-bagiannya. dalam arti segala sesuatu di semesta ditakar dengan proporsi yang tepat sesuai watak masing-masing makhluk dan demi tujuan yang jelas. Bagi Nursi. menurut Nursi ada kebijaksanaan universal dalam setiap ciptaan-Nya.76 penyebab jatuhnya hujan dan memberi makan semua makhluk hidup di bumi yang sangat membutuhkan mereka. Ibid.

.. Karena itu seseorang tidak perlu bertepuk tangan dengan keberhasilan akal dalam membuktikan wujud-Nya (Tuhan). Ibn Rusyd197. alam semesta bagaikan sebuah jam yang semua bagiannya bekerja sama secara harmonis dalam cara yang tertib. seperti Yang Maha Kuasa. 165. Quraish Shihab. Pengantar………. karena dengan akal pula argumen itu dapat ditolak. dan mempunyai tujuan tertentu. Hanya saja Nursi menyusun dalil teleologisnya dengan gaya bahasa yang baru. Siapa pun yang melihat dan mengetahui jam tersebut. h. semua argumentasi logika mengenai wujud Tuhan dapat saja dicari kelemahannya oleh akal manusia lain. Baggini.R. William Paley198. Melalui paparan tersebut. pasti ada seorang desainer dan pembuat yang cerdas yang telah menciptakannya. Hanafi.. argumentasi teleologis yang dibangun oleh Nursi sebetulnya tidak ada yang begitu baru dan tidak begitu berbeda dengan teleologis yang dirancang oleh filsuf Muslim. niscaya akan menyimpulkan pasti ada seseorang yang cerdas telah mendesain dan membuat jam itu..77 universal yang secara jelas menunjukkan pada suatu tujuan dan kehendak dzat Yang Maha Bijaksana. 197 . Menurutnya. 15. Satu-satunya yang bisa dipahami untuk mendeskripsikan pencipta seperti itu adalah Tuhan Yang Mha Kuasa dan Maha Tahu. h.199 kaum beriman biasanya masih berusaha melengkapinya dengan dalil intuitif atau secara qolbiah atau disebut juga pengalaman relijius.. Membumikan Al-Quran (Bandung: Mizan. 199 Menurut Abdul Halim Mahmud. atau W. 1997). Begitu pula semesta jagad raya dengan segala komleksitasnya yang tertata rapih. dan dan dikaitkannya secara afirmatif dengan atribut-atribut ketuhanan. Argumen intuitif berpijak pada hati nurani atau keyakinan batin bahwa Tuhan ada sering Ibn Rusyd menyebut argumentasi teleologisnya dengan dalil inayah. akurat. Maha Pemurah.. Maha Pengatur. teolog Inggris. h. 198 William Paley membuat ilustrasi yang terkenal tentang jam dan untuk memperkuat argumentasi teleologis. Lima Tema. penuh ilustrasi. Maha Bijaksana dan sebagainya. 4. kendati cukup logis dan mampu memuaskan rasio orang-orang yang berakal. 171. Eksistensi Tuhan dalam Bingkai Argumentasi Intuitif Pendekatan-pendekatan atau argumentasi akliah mengenai eksistensi Tuhan. Matthews. Itu artinya memang argumen logika belum cukup memadai untuk membuktikan wujud Tuhan sebelum dilengkapi dengan argumentasi intuitif.

. hati nurani sudah merefleksikan eksistensi Tuhan dengan sendirinya. tahapan-tahapan atau maqamat tersebut secara hierarkis diformulasikan dengan berbeda antara seorang tokoh sufi dengan tokoh sufi lainnya. sabar.. hingga diakhiri pada mahabbah.203 Menurut Nursi. 62-63. bahkan jika nalar lalai untuk bekerja dengan benar dan Baggini. h. seperti taubat. Said Nursi.78 didasarkan pada perasaan bahwa kaum beriman sudah memiliki sejumlah pengalaman langsung akan eksistensi Tuhan. Setiap kalbu manusia mempunyai kesadaran terdalam mengenai keesaan Tuhannya dan senantiasa menghadap kepada-Nya... Dalam dunia sufi. salah satu jendela yang mengantarkan menusia berhubungan dengan dunia gaib adalah hati.. 168. eksposisi Nursi dapat diuraikan dengan beberapa poin berikut.. bagi Nursi...201 Meskipun Nursi mengakui bahwa untuk membuktikan eksistensi Tuhan di samping menggunakan argumentasi rasional juga memakai pendekatan spiritual (riyadhoh).200 Dalam wacana sufistik.. 201 203 200 Nursi.. Hati mengikrarkan dan membuktikan eksistensi Tuhan secara hakiki.202 secara intrinsik. Hati nurani mempunyai karakteristik unik atau pembawaan alami yang tidak bisa berdusta. Untuk mengetahui perbedaan ini. 202 Biasanya hakiakat keimanan justru ditekankan atau menjadi fundamen utama bagi Risalah Nursi. Falsafat…….. Artikulasi verbalistik singkat mengenai argumentasi tersebut didemonstrasikan fisikawan Russel Stannar ketika ia mengekui bahwa ia mengetahui Tuhan ada karena secara intuitif ia merasakannya. lihat Nasution. Sinar……….. h. h.. a. Salih... 203-204. Lima Tema……….. untuk membuktikan dan mengenal eksistensi Tuhan tersebut dikembangkan metode-metode spesifik berupa tahapan-tahapan (maqamat). zuhud. 585-587. h. Bagi Nursi. . Mengenai argumentasi intuitif.

. Selanjutnya pendakuan eksistensi ketunggalan Tuhan merupakan implikasi keimanan yang bersemayam dalam hati manusia. sebagaimana ada konsekuensi negatif terhadap pengingkaran (kekafiran) akan keesaan-Nya.205 204 205 Nursi. Misbah (Jakarat: Robbani Press. memikirkan-Nya. Words……. 322. dan menghadapkan diri kepada-Nya..204 Menurut Nursi. Said Nursi. ada konsekuensi positif dari pengakuan iman terhadap keesaan Tuhan. h. Persepsi intuisi selalu membangkitkannya dan inspirasi mencahayainya. Cinta ini yang merupakan perasaan yang selalu merindukan Dia tidak bisa dipisahkan dari hati nurani. hati nurani melihat-Nya. Pada titik ini hati nurani menjadi bukti yang disematkan ke dalam jiwa setiap orang yang menyatakan keesaan Tuhan. Hal itu karena iman mengikat manusia dengan Pencipta Yang Maha Agung dan mengikatnya dengan kepercayaan yang kuat dan penisbatan (jalinan hubungan). 2. terj. Hal ini karena kecintaan kepada Allah selalu mendorong nurani ke arah pengetahuan tentang-Nya. h. Iman Kunci Kesempurnaan. dan pahatan asma rabbaniah muncul di atas lembaran wujudnya. 2004). Keterpikatan (kepada-Nya) yang mendarah daging pada hati nurani manusia ini dikarenakan keberadaan Allah yang benar-benar memikat. M.79 karenanya juga lalai untuk melihat kebenaran. Bahkan jika ego manusia menentang-Nya. dengan iman manusia memperoleh nilai tinggi lantaran ciptaan ilahiah bermanifestasi dalam dirinya. hati nurani tidak pernah melupakan Sang Pencipta. Karenanya. Manusia mencapai derajat kesempurnaan tertinggi dan layak atas surga melalui cahaya iman. . b.

206 207 Ibid. pengingkaran atau kekafiran akan eksistensi Tuhan merendahkan manusia menuju derajat terendah sehingga pantas menghuni neraka. tauhid membawa pada kepasrahan. h. mereka akan mengalami kepedihan yang sangat mendalam. dan akhirnya tawakkal akan menghasilkan kebahagiaan dunia dan akhirat. Kalbu manusia yang mempunyai predisposisi begitu kuat untuk mencintai keabadian208 dan kesempurnaan mutlak menunjukkan bahwa Yang Maha Kekal hanya Tuhan Yang Esa dan Kesempurnaan Mutlak pun hanya milik-Nya semata. 208 Nursi. dan dibaca orang lain. Hasrat ini membuat banyak manusia berangan-angan agar semua yang mereka cintai bersifat abadi. h.80 Sebaliknya. Semua kepedihan dan kesedihan yang muncul akibat adanya perpisahan tersebut merupakan ungkapan rasa kecewa yang bersumber dari kecintaan terhadap keabadian.. . 3-4. h. 209 Ibid. 322. Words………. Sebab kekafiran memutuskan nisbat dan hubungan kepada Sang Pencipta. 89-90. kepasrahan kepada tawakkal kepada Allah. h. menuntut pengakuan mengenai ketunggalan Allah (tauhid).. Flashes…………. 29-31. melalui penisbatan substantif kepada Tuhan. ada hasrat yang sangat bergelora dan begitu kuat dalam setiap lubuk hati manusia untuk mencintai keabadian. Nursi. dicermati.. Gelapnya kekafiaran menyebabkan seluruh makna pahatan Asmaul Husna ilahiah yang penuh hikmah tidak bisa termanifestasi.209 Menurut Nursi.207 c.206 Jadi keimanan. Namun ketika mereka menyadari bahwa apa yang mereka cintai hanya bersifat sementara atau menyaksikan bahwa apa saja yang dicintainya musnah.

212 Nursi. 2002).. keindahan. 536-538. Dengan demikian tidak layak menmbatkan hati terhadap dunia yang bersifat temporal. h. kendati banyak manusia yang tidak menyadarinya atau keliru dalam melabuhkan hasratnya tersebut. 2004). istana. Tapi lagi-lagi banyak manusia yang memburu kesempurnaan semu yang dianggapnya sebagai kesempurnaan sejati. puasa. 159. h. terj. Ibid.213 210 Nursi membuat ilustrasi bahwa orang yang menatap dunia bersifat abadi laksana orang yang menatap cermin yang memantulkan taman bunga.212 serta senantiasa istikomah dalam menunaikan kawajiban-kewajiban agama. dan negeri denag segala isinya. 213 . Dalam pandangan Nursi. h. zakat dan lainnya bisa dilihat secara khusus dalam Said Nursi. cinta keabadian ini juga diuraikan oleh Gulen sebagai argumen intuitif mengenai eksistensi Tuhan. Mengenai tema-tema ibadah wajib.81 Seandainya manusia tidak mempunyai naluri akan keabadian. melanggengkan zikir atau selalu ingat kepada-Nya. ia tidak akan kecewa dengan hilangnya sesuatu yang ia cintai. Tri Wibowo Budi Santoso (Jakarta: Grafindo Persada. 7. Dengan alasan ini. setiap manusia mempunyai fitrah atau kecenderungan yang tak terhingga untuk mencintai kebaikan. h.. maka manusia sejatinya cuma mendambakan keabadian absolut yang tunggal yaitu Tuhan Yang Maha Esa. terj.. Sampai kapan pun naluri itu tidak akan terpuaskan kecuali bila manusia menambatkan hasratnya kepada Wajah Tuhan Yang Maha Esa semata. Memadukan Akal &Kalbu dalam Beriman. kecintaan pada kekekalan itu merefleksikan eksistensi keesaan Tuhan yang selalu menjadi muara hasrat setiap manusia.210 Karena segala keabadian lain bersifat relatif tidak mutlak.211 mengakui ketidak berdayaan dan kepapaan dirinya di hadapan-Nya. seperti terutama salat. Begitu pula menurut Nursi. Nursi menyarankan agar manusia memperkuat dan mempertajam sensitivitas intuitifnya dengan mengorientasikan cinta terhadap Tuhan semata. Letters……. dan kesempurnaan hakiki yang memang dengan sengaja Allah letakkan dalam diri manusia untuk mengenal-Nya. yang hanya denag sedikit guncangan saja (jika cerminnya digerakkan) akan terjadi kekacauan pada gambar cermin tersebut. Fethullah Gulen. 29-31.. Mengokohkan Aqidah Menggirahkan Ibadah. mengosongkan kalbu dari cinta terhadap segala kesenangan duniawi yang temporal. 211 Ibid. Ibtidain Hamzah Khan (Jakarta: Robbani Press.

Pada satu titik ekstrem.193.216. Lihat Tim Penulis Rosda. 2004). h. 1996). 214 Akar histories materialisme dapat dilacak sampai kepada Demokritos yang mengatakan bahwa segalanya berasal dari atom.82 BAB IV KONSEP MATERIALISME dan KRITIK SAID NURSI TERHADAPNYA A. 1980). Satu-satunya realitas adalah materi dan segala sesuatu adalah manifestasi dari aktivitasnya. Pengantar Filsafat (Yogyakarta: Kanisius. 293. h. including thought. Titus at al. h. dan segala sesuatu merupakan tuntutan alam. 215 Nursi tidak menguraikan akar-akar materialisme. Sementara kamus Webster mendefinisikan materialisme (materialism): the doctrine that matter is the only reality and that everything inthe world. . Ketiga gagasan di atas sebenarnya saling terkait satu sama lain. 46. Dalam banyak hal seorang materialis sependirian dengan naturalis dan keduanya cenderung sama. Doktrin-Doktrin Materialisme214 Tentang Ketiadaan Tuhan di Semesta Di sini akan diuraikan terlebih dahulu sebagian doktrin-doktrin materialisme yang menjadi titik fokus kritik Nursi. and feeling. Kamus Filsafat (Bandung: Rosdakarya. Karena itu. h. 1110. Pengantar Filsafat. Webster’s New Twentieth Century Dictionary (United States: William Collins Publishers. (New York: Macmillan Publishing Co. Selain itu. Ketiga doktrin tersebut pun menafikan Tuhan sebagai Penyebab Pertama atau Sang Pencipta alam semesta dan tidak mengakui adanya tujuan objektif atau makna dalam penciptaan alam semesta. Lihat Harold H. Noah Webster. Paul Edwards (ed. Tidak ada Tuhan atau alam supranatural.). terj. Vol. Mungkin itu alasannya Nursi seringkali menyebut materialis dan tidak jarang juga naturalis. 1984). Kattsoff. matarialisme merupakan kepercayaan bahwa yang ada hanyalah materi. will. segala sesuatu terbentuk dengan sendirinya atau dari materi. 5. the Encyclopedia of Philosophy. h. materialism is the name given to a family of doctrines concerning the nature of the world which give to matter a primary position and accord to mind (or spirit)a secondary. 179. can be explained only in the terms of matter. Rasjidi (Jakarta: Bulan Bintang. Persoalan-Persoalan Filsafat. terutama pada tiga level yang dia kritik tersebut. Jan Hendrik Paper. Louis O.215 yaitu alam semesta tercipta oleh sebab atau hukum kausalitas. Soejono Soemargono (Yogyakarta: Tiara Wacana. h. 1995). di sini berusaha melacak ketiga konsep materialisme yang menjadi pusat kritik Nursi dengan merujuk pada sumber-sumber lain yang menguraikan doktrin-doktrin materialisme tersebut. Materialisme juga merupakan bentuk naturalisme yang lebih terbatas. 1972). melainkan langsung menunjuk kepada poin yang dia kritik. dependent reality or even none at all.

288-289. John F. 1987). 2004). 34-35. h. Sains modern enggan berpusing-pusing mengenai penyebab final atau soal ”mengapa” hal-hal tadi menjadi seperti itu. David Hume. Haught. kajian ilmiah mengenai alam semesta hanya berkutat dengan fakta dan meninggalkan dimensi makna. menurut Holmes Rolston III. Jika dalam tradisi Aristotelian menguraikan penjelasan ilmiah meliputi empat sebab: efisien.sains modern hanya memfokuskan secara spesifik pada penyebab efisien dan materiil.83 1.216 merupakan awal mula proses sekularisasi ilmu pengetahuan. Mekanik). Novum Organum. formal. maka para ilmuwan modern dari tradisi Newtonian hanya membatasi kepada dua sebab saja: sebab material dan sebab efisien. Fransiskus Borgias (Bandung: Mizan. Namun ide penggunaan terbatas hanya pada kedua sebab tersebut telah diusung seabad sebelumnya oleh Francis Bacon. Perjumpaan Agama & Sains. dan Jacques Loeb. Science and Religion A Critical Survey (New York: Random House. 217 216 . Pada awal kemunculannya ini. h.217 Sejak saat itu. material. dan final. Alam Tercipta oleh Sebab (Kausalitas. Bacon mengatakan bahwa observasi eksperimental atas penyebab efisien dan materiil merupakan cara untuk sampai pada pengetahuan sejati. Sebab formal dan sebab final ditolak karena menurut mereka lebih cenderung pada makna. terj. Dalam bukunya. yakni soal ”bagaimana” hal-hal beroperasi dan dari bahan apa saja hal-hal terbentuk. padahal kajian ilmiah harus berkaitan dengan fakta. yang menurut mereka lebih Holmes Rolston III. Pergeseran paradigma kausalitas Aristotelian ke paradigma Newtonian oleh Newton.

Semua proses alam. perbincangan mengenai alam semesta bercorak materialistik yang terangkum dalam paham materialisme mekanik. Titus at al. Menyibak Tirai Kejahilan (Bandung: Mizan. Aliran-Aliran Filsafat & Etika (Jakarta: Prenada Media.. 2003). baik in-organik atau organik telah dipastikan dan dapat diramalkan jika segala fakta tentang kondisi sebelumnya dapat diketahui.. h.220 Bagi seorang pengikut aliran materialisme mekanik.. Menurut materialisme mekanik. h. Benda-benda organik atau bentuk-bentuk yang lebih tinggi dalam alam hanya merupakan bentuk yang lebih kompleks dari pada bentuk in-organik atau bentuk yang lebih rendah. baik perubahan yang menyangkut atom atau perubahan yang menyangkut 218 219 Mulyadhi Kartanegara. Praja.. Persoalan. biologi. 146-147. 126. semua perubahan di dunia. dari gerak bintang-bintang yang jauh sampai kepada pikiran manusia (pikiran dianggap mereka sebagai gerak) dapat dijelaskan tanpa menggunakan prinsipprinsip non-fisik. Materialisme mekanik menyatakan bahwa semua bentuk dapat diterangkan menurut hukum yang mengatur materi dan gerak.. akal dan aktivitas-aktivitasnya merupakan bentuk-bentuk behavior belaka. 2003). Segala gerak. .. Materialisme ini berpendapat bahwa semua kejadian dan kondisi adalah akibat yang lazim dari kejadian-kejadian dan kondisi sebelumnya.. termasuk di dalamnya manusia..84 berhubungan dengan kepercayaan atau agama.218 Pada titik inilah.. 294. 220 Juhaya S. h..219 Pada abad dua puluh terdapat banyak ahli fisiologi.. dan psikologi yang menggunakan penafsiran fisik dan mekanik dalam penjelasan-penjelasan mereka tentang makhluk hidup. Prinsip sains berlaku yakni cukup menerangkan segala yang terjadi atau yang ada.

Davies tampaknya menorehkan ide-ide yang bersifat ambigu. Lihat Paul Davies. dan tidak perlu memakai ide seperti ”maksud” (purpose). seorang fisikawan dari abad ini. walaupun bukan Tuhan yang personal. God & the New Physics (New York: Simon & Schuster. semuanya bersifat kepastian semata-mata. Hukum kausalitas yang berdiri tersendiri dan terlepas dari Tuhan kiranya didukung oleh Paul Davies. h. 38-100. h. 23-39. Bahkan materialisme mekanik mengklaim bahwa hukum-hukum alam dapat dituangkan dalam bentuk pasti matematika jika data-datanya telah terkumpul. Di satu sisi dia mengakui adanya Tuhan pencipta.221 Implikasinya jelas bahwa kausalitas mekanik dengan sendirinya tidak hanya menafikan teleologis kosmis yang bersifat transendental. Konsep tentang Tuhan begitu abstrak untuk dipaparkan sebagai penyebab utama bagi terciptanya jagad raya dengan segala perkakasnya. ia juga mengklaim kekuatan kreatif hukum sebab-akibat an sich tanpa perlu dihubungkan dengan Tuhan yang transenden. Rangkaian sebab-musabab ini hanya dapat dijelaskan dengan prinsip-prinsip sains semata-mata. terj. Hamzah (Yogyakarata: Pustaka Pelajar. Menembus Batas Waktu (Bandung: Mizan. 223 Mulyadhi Kartanegara. Terdapat suatu rangkaian sebab-musabab yang sempurna dan tertutup. h. dalam karyanya Celestial Mechanics. 88. 1983). Menurut Davies. 320-373.223 Dalam karya tersebut Laplace menjelaskan sistem alam semesta berdasarkan hukum mekanika yang deterministik dan berhasil membuktikan stabilitas mekanis tata Titus.222 Fakta ini secara demonstratif disuarakan oleh astronom dan filosof Prancis terkenal. Kendati demikian. 2005). h. Pierre Simon de Laplace. agaknya lebih bisa diterima ketimbang mengaitkannya dengan penyebab terakhir yang diidentifikasi sebagai Tuhan. Sementara di lain sisi. tetapi juga kehadiran Tuhan yang personal sebagai Pencipta dan Perancang Tunggal semesta menjadi tersingkirkan. 296-297. 222 221 . Persoalan…………. penciptaan dan kemunculan semesta yang berakhir pada hukum kausalitas.85 manusia. 2002). Membaca Pikiran Tuhan. Juga bukunya.

224 225 Quraish Shihab. . Ketika ditanya oleh Kaisar Napoleon Bonaparte mengapa dia tidak menyinggung nama Tuhan dalam karyanya. Dengan menerima pendekatan ini. 148. 1998). h. Mukjizat Al-Quran (Bandung: Mizan. dan suatu filsafat yang menganggap hanya benda-benda itulah yang riil tentu mempunyai daya tarik bagi banyak orang. paham ini menarik karena kebanyakan orang berhubungan dengan benda-benda material. 19. Aliran Filsafat…………. h. dengan datar Laplace menjawab. Selain itu. Segala Sesuatu Terbentuk Dengan Sendirinya (Materi / Faktor Kebetulan) Jika dalam penjelajahan terhadap alam semesta materialisme mekanik masih menggunakan dua prinsip penjelasan yaitu sebab material dan sebab efisien. seseorang telah dapat membebaskan diri dari problema-problema yang membingungkan selama berabad-abad. Apa yang riil (sungguh-sungguh ada) dalam manusia adalah badannya. Juhaya. yakni alat verifikasi eksperimental. dan ukuran kebenaran atau realitas adalah sentuhan penglihatan dan suara. ”I don’t need that kind of hypothesis” (saya tidak butuh hipotesis seperti itu).86 surya tanpa menyebut satu pun kata Tuhan. dalam perkembangan selanjutnya pada masa sekarang satu-satunya sebab yang masih diperhatikan dalam uraian ilmiah sains modern adalah sebab efisien. sang pakar ingin menyatakan bahwa ia mampu menjelaskan tata kerja alam raya berdasarkan hukum-hukum alam tanpa melibatkan Tuhan.224 Harus diakui bahwa materialisme mekanik memang mempunyai daya tarik yang sangat besar oleh karena kesederhanaannya. Dengan jawaban tersebut. Dan untuk itu tidak perlu ada penafsiran bagi tempat pemeliharaan Tuhan.225 B.

dalam telaah Russell. Menurut Russell. para ilmuwan modern menganggap sebab efisien dunia materiil berasal dari dirinya sendiri bukan dari luar. Padahal. 149. sebab final menyediakan tujuan perubahan yang pada hakikatnya adalah suatu evolusi menuju kepada Tuhan.87 yang dipandang sebagai sebab terjadinya gerak atau perubahan di alam semesta. Dengan demikian. Integrasi Ilmu (Bandung: Arasy. pertanyaan siapa menciptakan alam. lagi-lagi teleologis kosmis yang bercorak transenden dan penciptaan semesta yang bermuara kepada Tuhan kehilangan jejaknya. 227 226 . h. Alam pun kemudian dikonsepsikan sebagai sesuatu yang dapat menciptakan dirinya sendiri (self originating/creating) tanpa campur Mulyadhi Kartanegara. Alasannya adalah karena menurut ajaran sebab imanen (immanent cause).227 Dengan demikian. History of Western Philosophy (London: Unwin University Books. Meskipun begitu. sebab gerak alam tidak perlu dicari di luar dirinya. tetapi cukup di dalam dirinya sendiri (imanen). dapat dipahami ketika beberapa ilmuwan modern menganggap alam ini sebagai otonom. mereka menyebutnya sebagai imanen. Bertrand Russell. tetap tidak akan terjawab dengan baik secara ilmiah. 181. dalam peristilahan modern kata sebab memang hanya dibatasi pada satu penyebab saja yakni sebab efisien. 1955). Bertrand Russell. dan karena itu tidak memerlukan pencipta atau sebab di luar dirinya. tetapi dengan pemahamannya yang diperbarui sebagai sebab imanen. 2005). Selain itu. bahkan ketika para ilmuwan modern mempertahankan sebab efisien sebagai prinsip penjelasan ilmiah yang tidak bisa dilenyapkan.226 Fenomena ini diamini oleh salah seorang filosof aliran analitik. h.

36. alam semesta ini tampaknya tidak memberi tanda-tanda bahwa dia merupakan jejak Tuhan yang ”menaruh perhatian padanya”. tercipta dan munculnya alam semesta dengan segala komponennya bersifat acak atau kebetulan tanpa sistematika dan peraturan Sang Pencipta. Sedikit demi sedikit sains menelanjangi dunia ini dari sakralitasnya. h. 35. alam semesta itu tampak semakin impersonal. . semakin sains menukik semakin dalam ke hakikat segala sesuatu. Sains menyelidiki satu fenomena ke fenomena lain dan yang ditemukannya di bawah permukaan sana hanyalah materi tak berbudi. Dreams of Final Theory. Menurut fisikawan Steven Weinberg. Dengan demikian pada gilirannya. Menurut dia. Haught. ide materialistik tersebut tetap berpijak pada paradigma Newtonian. Perjumpaan…………….230 Menurut John Haught. mengungkapkan pandangan ini dalam bukunya yang terbaru. Semakin dalam sains menggali. Bagi Weinberg. 151-152. Sains tidak memberi petunjuk apa pun bahwa ada satu pribadi Ilahi yang mendasari alam semesta ini atau menaruh perhatian terhadapnya. 230 Ibid. Bila pada masa silam hukum-hukum alam yang dapat diramalkan memberi isyarat tentang adanya intelegensia Ilahi. Tetapi sejak zaman 228 229 Kartanegara.229 sulit membayangkan bagaimana seorang ilmuwan sejati yang menganggap serius sains dapat sampai pada kesimpulan lain selain dari bahwa ide Tuhan yang personal sekarang ini sama sekali tidak dapat dipercaya lagi.228 Dengan kata lain. Integrasi…………. h.88 tangan sebuah agen eksternal. tidak ada tempat bagi peran Tuhan di bumi.. yang merupakan wakil terkemuka dari kubu skeptisisme ilmiah. h.

Juru Bicara Tuhan. 2002). 9. faktor kebetulan dalam penciptaan jagad raya menemukan momentumnya pada teori evolusi232 yang digagas oleh Charles Darwin. terj. 156.233 Bukan hanya para ilmuwan dan para filosof tersebut yang meyakini filsafat materialistik Darwinian.234 Gagasan alam bisa menjelaskan dan menciptakan dirinya sendiri. Bertrand Russell bahkan secara radikal meneriakan lebih jauh. Eva Y. 74. cinta dan keyakinannya.R. Ibid. Darwin menjadi seorang propagandis bagi ateis ilmiah sehingga para ilmuwan dan filosof. Teori evolusi adalah teori yang mengatakan bahwa semua organisme yang meliputi seluruh tumbuhan dan hewan yang ada dan pernah ada. terj. 234 Ian G. h. Fransiskus Borgias (Bandung: Mizan. berkembang dari beberapa atau bahkan satu bentuk yang sangat sederhana. Nukman (Bandung: Mizan. merupakan hasil kolokasi atom secara kebetulan”. h. 1996). Perjumpaan………. ”Manusia merupakan produk sebab-sebab yang tidak mempunyai previsi. 232 231 . The Origins. mengenyahkan keyakinan monoteistik. E. harapan dan ketakutannya. barbour. Asal usul dan pertumbuhannya. Evolusi Ruhani. dan Sigmund Freud semuanya menemukan bahwa pemikiran Darwin cocok dengan ateis mereka. Friedrich Nietzsche. Muhammad (bandung: Mizan.231 Terlebih lagi. seperti Ernst Haeckel. terj. 2005). Setahun setelah menerbitkan bukunya. Darwin dengan tegas menyatakan bahwa segala sesuatu sebagai produk kebetulan belaka. melalui proses penurunan dengan modifikasi.). Karl Marx. 233 Haught. h. tentang akhir yang mereka capai.89 Newton ide tentang Tuhan terasa berlebih-lebihan dan kosmos ini pun semakin dapat menjelaskan dirinya sendiri.. Bandingkan dengan uraian Barbour yang menjelaskan sejarah teori evolusi secara cukup luas dalam karyanya yang terbaru. Osman Bakar (ed. Menemukan Tuhan dalam Sains Kontemporer dan Agama.

. Pendeknya. kita dapat (pada dasarnya!) menerangkan setiap fenomena mental dengan memakai prinsip yang sama dengan fisika. Barbour. Juru Bicara…………. salah seorang pendukung filsafat materialisme.. 126. pergeseran lempeng benua. Daniel Dennett. ilmu kimia.236 Semua paparan tersebut membawa dampak secara konkret bahwa segala hal yang bersifat trasenden tidak ada di semesta dan segala ide tentang Tuhan sebagai pendesain dan pencipta pun terhapuskan. Perjumpaan…………. Monod berpendapat bahwa semua fenomena dapat direduksi ke hukum fisika dan kimia.. dan materi-materi kasar yang cukup untuk menjelaskan radioaktivitas. menulis dalam bukunya yang cukup terkenal. dan pertumbuhan”.. h. reproduksi. h. dan fisiologi—dan kesadaran tidak lebih dari sebuah fenomena fisika. yang dengan bangga menyebut dirinya seorang materialis.. kesadaran adalah otak. fotosintesis. Manusia adalah mesin.235 Puncak keradikalan ini jatuh di tangan Jacques Monod. yang darinya ia muncul hanya dari kebetulan.. Apa pun dapat direduksi menjadi interaksi materi yang sederhana dan jelas. Consciousness Explained. yakni materi—benda fisik dari ilmu fisika. nutrisi. hukum-hukum. Binatang adalah mesin.90 Senada dengan Russell.Hanya ada satu jenis benda. manusia mengetahui bahwa ia sendirian di kemahaluasan alam semesta. yang menyatakan dengan tegas bahwa pravelensi kebetulan menunjukkan bila alam semesta tidak mempunyai tujuan. Sel adalah mesin. Menurut Monod. sebagai berikut: ”. Kebetulan adalah sumber kebaruan semua ciptaan. 158.. 235 236 Haught. dan operasi kebetulan. Menurut para materialis.

Doderot.. lalu menjadi anak yatim intelektual. hingga menyisakan satu prinsip sebab efisien atau sebab imanen. E. para saintis menyimpulkan bahwa alam semesta mengembang dari satu titik sekitar lima belas miliar tahun silam. yakni semuanya merupakan tuntutan alam apa adanya atau bersifat ilmiah semata.91 C. Tidaklah berlebihan kalu dikatakan bahwa teologi yang mengambil fisika dan bukan pengalaman religius sebagai landasannya. bagi mereka.. 191. Oleh karena itu.O. akhirnya justru membantu menyebarkan ateisme intelektual. 85. Segala Sesuatu Merupakan Tuntutan Alam (Alamiah) Sejak Francis Bacon menjadikan dua prinsip utama berupa sebab materiil dan sebab efisien sebagai pijakan ilmiah yang disambut oleh Newton dan Darwin.237 Para ilmuwan terkenal seperti Carl Sagan. .239 Hal ini diperkuat pula dengan lahirnya teori ledakan besar atau dentuman besar (Big Bang). 81. h. Hawking.238 Para pemikir materialisme ilmiah secara meyakinkan mengungkapkan bahwa fisika tidak membutuhkan sesuatu yang lain untuk menjelaskan dirinya sendiri selain prinsip-prinsip natural. teologi karena tidak mempunyai peranan apa-apa lagi untuk dimainkan. menurut Barbour. Dengan melakukan ekstrapolasi ke masa lalu. h. Stephen Jay Gould. Ibid. Fisika dapat membangun landasan bagi dirinya sendiri. merupakan sebagian sampel dari para penganut materialisme ilmiah. Wilson. ternyata hal itu membawa implikasi berupa penjelasan lain yang oleh sebagian ilmuwan disebut dengan materialisme ilmiah. yang kemudian dikenal sebagai ledakan 237 238 Haught. 239 Ibid. Perjumpaan………….

. dua ilmuwan Robert Wilson dan Arno Penzias. 242 Barbour. Maka.. 106. Jastrow berpikir bahwa para teolog merasa senang karena kini sains membuktikan bahwa alam semesta itu berawal 240 241 Barbour. Juru Bicara…………. hal ini paling baik ditafsirkan sebagai ”sisa-sisa bekas radiasi” dari sebuah dentuman besar pada awal mula yang panas. Haught.. Radiasi ini merupakan tanda yang paling jelas untuk menenggarai bahwa peristiwa kosmik awal mula yang tunggal telah terjadi kira-kira lima belas miliar tahun silam. 101. tidak dibutuhkan lagi pencipta yang memulai seluruh proses ini. h.240 Pengembangan yang terlihat hari ini dapat dianggap sebagai bekas dari ledakan zaman purba itu. banyak astronom condong berpendapat bahwa alam semesta itu abadi.....242 Begitu pula astrofisikawan Robert Jastrow melihat implikasiimplikasi teologis dari kosmologis dentuman besar..241 Tentu saja ada sebagian teolog dan ilmuwan yang memaknai teori dentuman besar senafas dengan pandangan agama. God and the Astronomers.. teori dentuman besar tampak sebagai suatu kejutan yang sangat tidak menyenangkan.. Juru Bicara. Paus Pius XII yang mengatakan bahwa teori dentuman besar mendukung gagasan biblikal tentang penciptaan. Perjumpaan………………...... Sebut saja.. 174. menemukan suatu latar belakang radiasi gelombang mikrokosmik bersuhu rendah.. . bagi kaum skeptik ilmiah.92 besar atau dentuman besar. Kemudian pada tahun 1965. Jadi.. Sekarang.. bahwa teori dentuman besar tampaknya mendukung ajaran penciptaan biblikal. semakin sulit rasanya untuk meragukan bahwa alam semesta ini dimulai dengan sesuatu semacam dentuman besar. h. Jastrow menyatakan dalam bukunya yang populer.. Menurut dia.

ilmuwan Douglas Lackey menguraikan teori dentuman besar secara materialistik yang menjadi tuntutan alam an sich dengan bantuan teori fisika kuantum. yaitu Max Planck. dia sudah mau menaklukkan puncaknya yang tertinggi. dan Paul Dirac. Menurut Paul Davies. Jastrow menyimpulkan argumennya dengan sebuah klimaks yang bernada parodi: ”Pada saat ini (sebagai hasil dari kosmologi dentuman besar) tampaknya sains itu seakan-akan tidak mampu menyingkap tabir misteri penciptaan. banyak para ilmuwan ateis yang menafsirkan teori tersebut sebagai penjelasan paling ilmiah bahwa kemunculan alam semesta merupakan tuntutan alamiah semata. 182. Lihat Fritjof Capra. Paul Davies. The Tao of Physics. skenario dentuman besar hanya menunjang keserupaan paling superfisial bagi Kitab Kejadian dan kemungkinan terbaik tetap menuntut suatu permulaan yang tiba-tiba. tatkala dia memanjat ke atas untuk melewati karang terakhir. 2005). 1995). Baqir Ash-Shadar. Teori tersebut mengatakan bahwa benda-benda mikroskopis tidak dapat diukur secara kuantitatif dengan koordinat-koordinat ruang-waktu. h. Thoyibi (Yogyakarata: Bentang. 244 243 . terj. 2002). Posisi dan momentum suatu partikel tidak dapat dirinci secara serempak. justru menunjukkan adanya Sang Pencipta di balik semesta. 245 Teori kuantum dirumuskan oleh sejumlah ilmuwan ternama abad 20. Dia telah mendaki gunung-gunung ketidaktahuan. Perjumpaan. Albert Einstein.. Louis De Broglie... sehingga melahirkan hubunganhubungan ketidakpastian. 213214. kisah itu pun berakhir laksana mimpi buruk. Erwin Schrodinger. atau bahkan sama sekali tidak ada permulaan. terj. Titik Balik Peradaban. Jika merujuk kepada Ash-Shdar. Neils Bohr. dia pun disalami serombongan teolog yang telah duduk menunggu di sana selama berabad-abad”.244 Sementara itu. Bagi ilmuwan yang sangat yakin akan daya kekuatan akal budi.93 mula. Wolfgang Pauli. Fritjof Capra. 2000).. h. fisika kuantum menjelaskan bahwa Haught. Falsafatuna. Aufiya Ilhamal Hafizh (Yogyakarta: Jalasutra. ketimbang permulaan gradual. Nur Mufid bin Ali (Bandung: Mizan. teori kuantum dengan tidak terdeteksinya sebab terakhir secara fisika. terj. sementara para astronom agnostik justru merasa sangat terganggu. Membaca Pikiran Tuhan. 54.243 Walaupun demikian. werner Heisenberg. Demikian pula Capra memandang teori kuantum yang sejajar dengan pandangan mistisisme agama-agama Timur. h. terj. Hamzah (Yogyakarta: Pustaka Pelajar. 84-118. h.245 Menurut Lackey..

h. 181. memandang persada raya ini bercorak ilmiah tanpa tujuan dan makna sedikit pun. Barbour. h. seorang ahli astrofisika kenamaan. namun hadir secara alamiah begitu saja tanpa pencipta.94 kehadiran alam semesta berasal dari kevakuman dan spontanitas yang bercorak ilmiah.Upaya untuk memahami alam semsta merupakan slah satu dari sedikit hal yang mengangkat kehidupan kemanusiaan di atas tingkat sandiwara. .. toh jika tidak ada pelipur lara dalam hasil riset. Perjumpaan………. semakin tampak tak bermakna.. menurut Jonh Haught. yang memandang alam semesta sebagai keberadaan ilmiah tanpa Sang Pencipta. kegiatan ilmiah justru merupakan satu-satunya sumber pelipur lara dalam belantara persada yang tak bermakna ini.. setidak-tidaknya ia ada dalam riset itu sendiri. sebenarnya para ilmuwan materialisme ilmiah menuangkan ide-ide mereka dalam selubung busana saintisme yakni suatu kepercayaan filosofis. salah seorang ilmuwan penyokong prinsip ini. Dalam perspektif Hawking. Ia melukiskan prinsip paradoksalnya demikian: ”Semakin alam semesta itu tampak dapat dipahami. Demikian pula Stephen Hawking..247 Pada titik ini.. Kendati demikian. tegasnya kepercayaan epistemologis bahwa ilmu pengetahuan merupakan satu-satunya tuntutan terpercaya kepada 246 247 Haught. jagad raya tidak mempunyai awal dan tidak mempunyai batas akhir. dan memberinya sentuhan tragedi yang megah”. Juru Bicara……….246 Hal ini pada gilirannya membawa konsekuensi lebih jauh bagi para pendukung materialisme ilmiah bahwa alam semesta tidak mempunyai tujuan objektif atau universal yang dirancang oleh sang Pencipta. Steven Weinberg. Namun.. 112-113... paradoksnya bagi Weinberg.

jelas merupakan sebentuk saintisme. Mereka hanya melihat keberadaan jagad raya dengan segala fenomenanya tidak lain dari pada tuntutan alam semata yang bersifat ilmiah dan impersonalitas. h.. 249 Haught.248 Bagi Haught.. Kritik Said Nursi Terhadap Materialisme Said Nursi menuangkan kritiknya terhadap materialisme melalui dua kerangka filosofis yaitu argumentasi kosmologis dan teleologis. Argumen kosmologis ia tujukan kepada dua doktrin materialisme yang mengatakan bahwa segala sesuatu terbentuk dengan sendirinya dan segala sesuatu merupakan tuntutan alam..95 kebenaran. 248 . Perjumpaan……. 42-47. h.. terpercaya. tanpa pembuktian ilmiah. Menurut Haught. ternyata memang banyak ilmuwan dan fisikawan yang tetap menolak Tuhan yang personal sebagai pencipta dan perancang tujuannya. ada perbedaan prinsipil antara sains dan saintis. Jika sains itu merupakan cara yang sederhana. Sebab ia tidak mampu menjelajahi sesuatu yang ada kaitanya dengan kepribadian atau nuansa-nuansa personalitas. dan subur untuk mempelajari beberapa hal penting tentang alam semesta. Sementara argumen teleologis ia alamatkan kepada dua doktrin materialisme yaitu alam semesta tercipta oleh sebab (kausalitas) dan segala sesuatu terbentuk dengan sendirinya. klaim Weinberg bahwa tak ada Tuhan yang personal dalam semesta dan impersonalitas semesta yang bersifat alamiah semata. 14. maka saintisme adalah suatu pengandaian bahwa sains merupakan satusatunya cara yang tepat untuk sampai pada seluruh kebenaran.. 14. B.249 Terlepas dari sanggahan yang digulirkan oleh Haught. Perjumpaan. Haught.

trans. maka untuk menuliskannya cukup diperlukan satu pena saja yang digerakkan oleh pengetahuan penulisnya untuk dituliskan sekehendaknya. ”Bagaimana mungkin mereka (kaum materialis) dapat mengatakan bahwa buku alam semesta ini. 2002). Menurut Nursi. sangat transparan kelemahan dan cacat argumentasi doktrin materialisme yang mengklaim bahwa segala sesuatu terbentuk dengan 250 Said Nursi. h. trans. Jika penciptaan alam semesta atau manusia tercipta dengan sendirinya dari materi atau secara kebetulan. The Words. semua ciptaan di semesta jagad raya harus diatributkan kepada Dzat Yang Maha Esa. demikian tanya Nursi. 2000). bagi Nursi.250 Nursi memberi ilustrasi tentang buku. 398. Said Nursi.96 1. Tetapi jika buku tersebut tidak ditulis dengan sebuah tangan dan bukan hasil kreasi pena si penulis melainkan terbentuk dengan sendirinya. 251 . h. The Flashes. Dengan kata lain. tidak mempunyai pengarang padahal mereka mengetahui bahwa satu hurup mengharuskan ada pengarangnya?.251 Dari sini. dari yang terkecil hingga yang terbesar. Kritik Melalui Dalil Kosmologis Nursi hanya mengajukan sebuah sanggahan kosmologis terhadap doktrin materialisme mengenai segala sesuatu terbentuk dengan sendirinya. Sukran Vahide (Istanbul: Sozler Nesriyat. Jumlah pena yang ada harus sama dengan jumlah hurup tersebut. Sukran Vahide (Istanbul: Sozler Nesriyat. Sebuah buku jika ditulis dengan sebuah tangan. hal itu meniscayakan setiap hurup memiliki pena tersendiri. 237-238. yang di dalam tiap hurupnya dilukiskan sebuah buku. harus ada pena sebanyak hurupnya sebagai ganti dari sebuah pena yang dipakai untuk menyalinnya. maka pasti dibutuhkan cetakan alam sebanyak konstruksi dalam alam semesta dan tubuh manusia itu sendiri.

maka hanya mengunyah makananlah yang tergantung pada kemauan. Sinar Yang Mengungkap Sang Cahaya. 636-637. haus. h. dan paling mulia ternyata segala perbuatannya tidak mutlak ditentukan oleh dirinya sendiri. dan selera makan adalah bersifat eksternal bagi kemauan. terj. Sugeng Hariyanto dkk. seperti makan dan berbicara yang dilakukan dengan kehendak bebasnya. The Words. 2003). di luar semua proses yang berkenaan dengan makan dan fungsinya sebagai nutrisi di dalam sel. Misalnya. Namun. 108. melainkan ada faktor-faktor eksternal. Sebuah kata ibaratnya sebutir benih di dalam mulut. mempunyai keinginan. Di lain sisi. bagi Nursi. sangat diragukan apakah manusia mempunyai peran meski hanya satu persen dalam tindakan-tindakannya. menjadi sebuah pohon ketika diucapkan. (Jakarta: Grafindo Persada. sebagaimana kerja independen tubuh. Nursi juga membuat perbandingan secara ekstrem dengan sosok manusia sebagai makhluk yang memiliki kehendak bebas. 253 Said Nursi. di antara perbuatan manusia yang paling tampak jelas bersal dari kemaunnya (kehendak bebasnya) adalah makan dan berbicara atau berpikir. Hal ini disebabkan makan dan berbicara terkait dengan mata rantai peristiwa yang tertata rapih dan hanya sedikit yang langsung berhubungan dengan keinginan manusia. Dalam hal berbicara. menghasilkan jutaan buah yang mencerminkan satu kata tersebut dan memasuki jutaan telinga.253 Said Nursi. berakal. Rasa lapar. 252 .252 Dalam pandangan Nursi.97 sendirinya secara kebetulan atau berasal dari materi itu sendiri. h. kemauan dibatasi oleh hirupan dan hembusan udara yang diperlukan oleh organ-organ suara untuk menghasilkan bunyi.

Menurut Nursi. h.. kesadaran. merupakan karya Dzat Yang Maha Esa dan Maha Kuasa atas segalanya. jika makrokosmos yang tidak memiliki perasaan. seandainya penciptaan seluruh entitas dinisbatkan kepada alam yang tuli. h. buta. dan akal pikiran saja tidak mungkin diciptakan dengan sendirinya atau tercipta melalui materi yang tidak bernyawa. semua jenis penciptaan baik itu makrokosmos yang tidak bernyawa maupun mikrokosmos yang memiliki kehidupan dan kesadaran. kemampuan berbicara. yang diperlengkapi dengan kesadaran dan kehendak bebasnya. . penciptaan seluruh entitas dan makhluk hidup harus dinisbatkan secara langsung kepada manifestasi Asma Allah sebagai cahaya yang menyinari langit dan bumi. Nursi mengajukan tiga sanggahan filosofis dalam bingkai argumentasi kosmologis. dan bodoh. lalu bagaimana materi yang tidak bernyawa itu dapat menciptakan kehidupan. berarti untuk proses 254 255 Nursi. 108. Ibid. berlogika dan berpikir yang menakjubkan serta mempelajari organisme seorang pria dan wanita?255 Dengan demikian. 118..98 Melalui komparasi argumentatif di atas. Selanjutnya kritik Nursi yang bercorak kosmologis diajukan pula kepada doktrin materialisme yang mengungkapkan bahwa segala sesuatu merupakan tuntutan alam atau bersifat alamiah. Nursi mengajukan sebuah pertanyaan retorik: ”Apabila manusia sebagai ciptaan yang paling cakap dan paling mulia. maka andil apa yang dapat dilakukan oleh benda tak bernyawa dalam penciptaan dan cara kerja alam semesta?”254 Lebih jauh. terbatas sampai derajat itu dalam tindakan-tindakannya padahal manusia adalah makhluk paling bebas. Terhadap gagasan meterialisme tersebut. kesadaran. Pertama. Sinar………….

Jika pantulan dan cahaya tersebut tidak dinisbatkan kepada matahari yang sebenarnya. Fakta demikian ini karena setiap kejadian yang terjadi di alam semesta ini terkait dengan setiap partikel dan juga dengan alam itu sendiri. Flashes…………. terutama makhluk hidup.99 penciptaan itu alam harus menghadirkan berbagai cetakan dengan jumlah tak terbatas dalam segala sesuatu. Dalam poin ini. Dengan kata lain. serta kilau cahayanya yang tampak pada butiran air yang bersinar. jika segala sesuatu dinisbahkan kepada tuntutan alam semata. h. 238-239. dilandasi pengetahuan dan kebijaksanaan serta kekuasaan dan kehendak mutlak. berarti harus meyakini adanya matahari alamiah yang kecil yang memiliki sifat-sifat matahari dan benar-benar ada di dalam potongan kaca tadi.256 Ilustrasi ini membawa pada sebuah konklusi awal bahwa proses penciptaan segala sesuatu sebagai tuntutan alam merupakan gagasan yang menyimpang dan kemustahilan yang paling tidak bisa diterima nalar yang sehat. akan mengasumsikan bahwa setiap atom harus mempunyai kesadaran dan kekuasaan mutlak atas segalanya. Karenanya. akan membuat seseorang beranggapan bahwa ia merupakan bentuk representasi dari matahari. . Nursi menyuguhkan metafora matahari. Tampilan matahari dan pantulan sinarnya. hanya sesuatu yang memiliki pengetahuan yang sempurna tentang setiap partikel dan yang mempunyai kekuasaan absolut yang dapat menciptakan 256 Nursi. bahkan harus meyakini adanya Tuhan pada segala sesuatu. harus diyakini adanya jumlah matahari sebanyak serpihan potongan kaca tersebut. Hal ini disebabkan penciptaan seluruh entitas. atau di atas potongan kaca yang bertebaran di permukaan bumi. Kedua.

dan menyadari serta mentaati semua hukum-hukum fisik yang ada begitu saja.. h. 10. Flashes……. menurut Nursi adalah setiap makhluk memiliki karakter uniknya tersendiri yang menjadi identitas untuk membedakan dirinya dengan yang lain.258 Di sini terlihat kerumitan yang tak masuk akal bila penciptaan makhluk disandarkan kepada tuntutan alam an sich. bukan sumber”. dan manusia yang tidak mempunyai alam ini tidak bisa mengatur sebuah partikel pun. 257 . terj.100 alam raya. h. 258 Ibid. bukan Pencipta. Nursi menulis: ”Seluruh wujud yang tampak di alam semesta hanyalah ciptaan Sang Pencipta. h. 11. Ia hanyalah syariat fitriah. Ia hanyalah objek. Makna Hidup sesudah Mati. setiap partikel seharusnya mempunyai keinginan dan pengetahuan yang menyeluruh.259 Ketiga. bukan Pengukir..260 Setiap entitas Ali Unal. atau singkatnya semua fitur fisik dari setiap partikel di alam ini. bukan si Pencipta. 244. 259 Nursi. bukan si Pembuat Hukum. setiap atom harus mempunyai mata yang dapat melihat seluruh alam secara simultan. maka harus mengakui bahwa setiap partikel mempunyai ciri-ciri Dzat Yang Harus Ada.257 Bagi Nursi. karena eksistensi sesuatu tergantung kepada segala sesuatu. bukan Pelaku. 2002). 260 Ibid. jika eksistensi dan tata kerja alam ini tidak dihubungkan dengan Tuhan Yang Maha Besar. semua entitas harus dihubungkan kepada Dzat Wajibul Wujud semata.. muatan listrik. Ia hanyalah tirai yang tercipta. Ia hanyalah kumpulan hukum. kemustahilan bahwa segala sesuatu merupakan tuntutan alam. Begitu pula. Jika tidak demikian. massa. mengetahui posisi. Serta ia hanyalah goresan. bukan Zat Yang Berkuasa. Sugeng Hariyanto & Fathor Rasyid (Jakarta: Grafindo Persada. h.. dan bahwa setiap partikel seharusnya mendominasi dan didominasi oleh partikel-partikel lain. bukan si Pembuat syariat. Ia hanyalah ukiran. 245. Ia hanyalah kumpulan aturan. Karena itu.

.. (Jakarta: Grafindo Persada. maka ia harus mempunyai identitas unik yang membuatnya tidak serupa dengan yang lainnya. Sugeng Hariyanto dkk. kesukaan. karakter.. 263 Nursi.261 Menurut Fethullah Gulen. semua kemampuan. h.. Flashes…………... Nursi. sifat-sifatnya. apabila ada pencipta lebih dari satu. kecakapan-kecakapanya. h. ambisi.. keinginan-keinginannya. 5-6. salah seorang cendekiawan besar Turki dari abad ini.. kesukaan dan ketidaksukaannya. ilmu pengetahuan tidak dapat menjelaskan persoalan tersebut. dan Kehendak-Nya tiada terbatas.262 Tuhan tersebut adalah jelas Tuhan Yang Maha Esa dengan pengetahuan yang komprehensif yang mengetahui keunikan wajah manusia sejak umat manusia yang pertama yang bernama Adam hingga akhir zaman kelak. logat bicaranya. sedangkan setiap individu manusia adalah seperti spesies yang berbeda yang memiliki dunianya sendiri di dalam dunia manusia yang lebih besar. kekuasaan. karena perbedaan ini ada semenjak manusia pertama di dunia. Fethullah Gulen.. terbentuk dari makanan yang sama yang dikonsumsi orang tua—dan wujud mereka tersusun dari struktur atau elemen atau organisme yang sama. setiap manusia memiliki wajah atau penampilan yang berbeda.101 agar bisa memenuhi makna keberadaannya.263 Mafhum mukhalafahnya. perbedaan ini tidak hanya pada wajah atau penampilan. Oleh karenanya. setiap umat manusia benar-benar berbeda dalam hal cirri-cirinya. keinginan. dan kemampuan serta yang lainnya. terj.. Menghidupkan Iman Dengan Mempelajari Tanda-Tanda Kebesaran-Nya. Sinar.. dan lain sebagainya. kalau anggota spesies binatang bersifat hamper sama dan menunjukkan tidak adanya perbedaan perilaku. semua manusia unik dalam karakter. Meskipun asal-mula umum mereka —sperma dan sel telur. 106. keinginan. Hal ini menunjukkan eksistensi suatu pilihan bebas yang mutlak dan maha mengetahui: Tuhan. 245. dan kemampuan Seperti diketahui. system atau organ-organ itu pasti adalah karya Dzat Yang Kekuasaan. pasti ada banyak orang yang mempunyai wajah.. h. Fakta ini secara demonstratif terwakili pada wajah manusia. Ilmu. 2002). Selain itu. Hal ini tidak dapat dijelaskan dengan DNA atau kromosom.. 261 . 262 Menurut Gulen.. meskipun diciptakan dari dan diberi makan dengan elemen-elemen yang sama.

264 . Setiap obat... 623... implikasinya lebih jauh. ada tiga keberatan atau kemustahilan bila hukum sebab akibat yang menyebabkan terciptanya segala sesuatu. Demikian pula. h. Kritik Melalui Dalil Teleologis Nursi membingkai kritiknya secara teleologis terhadap doktrin materialisme yang menyatakan bahwa sebab atau hukum kausalitas yang menciptakan alam semesta.. Setiap tumbuhan tersusun dari unsur-unsur berbeda dan dari bahan-bahan beraneka macam sesuai dengan ukurannya yang sangat akurat. Menurut Nursi. dan tidak memiliki kesadaran sedikit pun. 2. puyer misalnya. sebenarnya pada setiap wajah manusia tertera tanda atau stempel keesaan Tuhan secara transendental.264 Dengan demikian. mati.. dalam arti ada kelebihan atau kekurangan... mustahil segala sesuatu tercipta dengan takaran yang berbeda-beda namun sesuai dengan ukurannya masing-masing melalui sebab semata. Nursi.. tersusun dari bahan berbeda sesuai dengan komposisi yang telah ditentukan dan sesuai dengan khasiatnya... Words. Pertama..102 yang persis satu sama lainnya. Seandainya ukurannya keliru. keunikan karakter setiap spesies dan umat manusia tidak mungkin merupakan hasil karya tuntutan alam (yang alamiah) yang buta. tentu khasiatnya akan hilang. Nursi membuat ilustrasi tentang sebuah apotek yang tersedia berbagai macam obat untuk berbagai penyakit. Menurut Nursi. bahwa setiap makhluk hidup merupakan komposisi yang hidup dan memiliki ruh..

Memadukan Akal dan Kalbu dalam Beriman. terj. mustahil segala sesuatu saling berhubungan dengan sebagian besar unsur alam bila tercipta dari sebab belaka. dan alam semesta secara keseluruhan. dan tidak logis. Tri Wibowo Budi Santoso (Jakarta: Grafindo Persada. bahan-bahan yang terbentuk dengan ukuran ketentuan dan kekuasaan Allah Yang Maha Bijaksana dan Maha Mengetahui yang terdapat di alam. 3. sebagaimana seluruh eksistensi memerlukan bagian-bagian dari eksistensi. tanah. Ia sama tidak logisnya dengan racikan obat yang terbentuk sendiri lewat mengalirnya bahan-bahan kimia dari dalam botol. serta lewat kehendak-Nya yang mencakup segala sesuatu. Karena adanya saling ketergantungan mereka.265 Kedua. Satu sel yang rusak dapat menyebabkan seluruh tubuh lumpuh. Segala sesuatu di alam semesta.266 Apa pun yang menyebabkan biji bunga eksis harus bertanggungjawab pada bunga itu sendiri dan atas sebab-sebab nyata dari eksistensinya: udara. Ini terlihat dalam setiap benda dan dalam hubungan-hubungannya yang harmonis. apa pun Nursi. menyandarkan penciptaan makhluk yang sangat indah kepada hukum sebab akibat adalah batil. air. dan tanah.103 Dari sini. menurut Nursi.. Karenanya. 234-235. maka harus ada kerja sama dan kolaborasi yang saling menguntungkan di antara eksistensi udara. sinar matahari. h. yang merupakan apotek besar dan mengagumkan ini tidak mungkin ada kecuali lewat kebijaksanaan dan pengetahuan yang tak terkira. Demikian juga satu buah delima agar hidup berkembang. menampilkan keteraturan dan harmoni yang luar biasa.. mustahil. dan cahaya matahari. Ini benar hingga pada tingkat di mana satu bagian eksistensi memerlukan seluruh eksistensi lainnya. 2002). air. 266 265 . Flashes…………. Fethullah Gulen. h.

tidak memandang jarak yang memisahkan mereka. Bagi Nursi. dan tidak berilmu.. dalam hal ini mereka mengikuti dan mematuhi Sang Pengatur Yang Maha Bijaksana untuk menuju satu tujuan. mereka menunjukkan kepada orang- Mengenai hubungan dan keterkaitan kerja sama seluruh semesta dijelaskan pula oleh Nursi dengan bahasa metafora. Makna Hidup…………. Words. dan bakteri di dalam tanah bekerja sama menjaga tanaman agar tetap hidup. h. matahari. langit. saling bantu membantu.. Dengan mematuhi aturan kerja sama. yang kesemuanya bekerja sama untuk menjaga individu tersebut tetap hidup... Saling keterkaitan tersebut berarti bahwa semua hal di alam ini. h. Dan karena saling keterkaitannya. Sebagai contoh. anggota badan.. panas. dan yang lainlainnya membantu manusia dengan cara yang sudah diatur sebelumnya yang luar biasa hebatnya. apa pun yang menyebabkan sebuah pohon eksis harus bertanggungjawab atas sebuah hutan. 292.. udara. air.. 268 Unal. Kerja sama dan bantuan timbal balik ini dapat ditemukan di antara makhluk-makhluk yang tidak mempunyai kesadaran tetapi menunjukkan pengetahuan dan tujuan sadar. Nursi. 4-5. Hal seperti ini juga berlaku bagi sel. semua makhluk saling mendukung. tanah.104 yang menyebabkan bunga ada harus bertanggungjawab atas sebuah pohon.267 Tanah. api.. 267 .. dan sistem tubuh individu. Kerja sama dan bantuan timbal balik ini tentu saja tidak dapat dilakukan oleh sebab-sebab (kausa) yang tidak hidup. dan bekerja sama dengan tatanan sempurna untuk saling memenuhi kebutuhan masing-masing.268 Bagaikan komponen-komponen sebuah pabrik atau batu bata pembangun sebuah istana.. air.. udara. yang diterapkan di seluruh alam semesta. membantu. demikian seterusnya.. buta..

Flashes…………. padahal aspek batiniahnya yang tak tersentuh oleh sebab materi dan tak bisa disentuh oleh apa pun jauh lebih teratur dan lebih harmonis. mungkinkah burung bulbul berpakaian sendiri dengan tubuh yang dihias dengan menawan? Mungkinkah bumi bisa dengan sendirinya menenun bajunya yang dipenuhi banyak hiasan yang begitu indah?270 Ketiga. . Untuk menciptakan sebuah atom dan meletakkannya di tempat tertentu membutuhkan pengetahuan. dan kerapian yang indah dari alam raya ini membutuhkan pengetahuan. 112. kepatuhan. dan kekuasaan yang menyeluruh yang dapat menciptakan alam raya secara keseluruhan. dan kekuasaan yang menyeluruh. pengaruh sebab-sebab alamiah terjadi lewat adanya kontak dan sentuhan dalam bentuk lahiriah alam. keselarasan.. h. saling memenuhi kebutuhan.. bukan dari sebab an sich. Kuasa. Nursi. 309-310. adanya kesatuan tujuan yang sangat teratur dan harmonis.. Words……………. Hal ini jelas sekali di luar 269 270 Nursi.. dan tatanan semacam itu membuktikan bahwa semua makhluk diatur melalui organisasi Pengatur tunggal dan diarahkan oleh Pemelihara tunggal.105 orang yang berpikir bahwa mereka bertindak melalui kekuasaan Sang Pemelihara Yang Maha Pemurah atas perintah Pengatur Yang Maha Bijaksana. keteraturan. kerja sama yang erat. Saling mendukung dan membantu. keinginan. tentu berasal dari satu tangan milik Allah Yang Maha Esa. keinginan. Bagi Nursi. 271 Nursi. 235-236. dan Bijaksana. h.269 Dalam filosofi Nursi sendiri. kepasrahan. h.271 Selain itu. Sinar……………….

semua yang menyampaikan perintah-perintahNya. Karena itu. para malaikat. 435-437. dan satu kepada sebab-sebab alam yang tuli. atau kausa alamiah). pengamat dan pemantau tindakan Dia sebagai Penguasa. Kuasa. Para utusan yang mulia. Nursi. Penopang. h. tidak kekal dan bergantung.. melainkan bagi Nursi. tetapi hanya mewartakan Kekuasaan-Nya. h. seperti halnya para malaikat.273 Dengan uraian tersebut. dan tak berakal. kemampuan. Words………. harmonis. 5. kemudian menganggap sebab-sebab tersebut sebagai pencipta entitas mengagumkan ini. sebab-sebab itu hanya sebuah selubung yang menyembunyikan-Nya dari penglihatan mata.106 kemampuan sebab yang buta. karena semua itu sangat tidak logis.. menyandarkan alam yang teratur. . juga kemerdekaan serta kemuliaan absolut Allah memerlukan hal itu. Nursi bukannya ingin menafikan hukum kausalitas secara mutlak. tak berperasaan. 274 Nursi. (misalnya udara. lemah. seimbang. dan kekuasaan. bukanlah eksekutif mutlak yang melalui mereka Dia melaksanakan Kekuasaan-Nya. 236. Pengatur.. buta.274 Kemuliaan dan kebesaran Tuhan mensyaratkan kausa material atau alamiah untuk menyembunyikan sesuatu yang dilakukan oleh kekuasaan Tuhan. keteraturan tersebut harus berasal dari satu tangan milik Tuhan Yang Maha Esa. Pemelihara.272 Dengan kata lain.. h. dan Bijaksana. Keesaan dan Keagungan Allah. Flashes…………. serta tidak mempunyai pengetahuan. Makna Hidup……………. Pelaku sejati yang sedang beraksi di alam semesta ini adalah Kekuatan Yang Maha Menghendaki. dan 272 273 Unal. serta menjadikannya sebagai pilihan di antara berbagai kemungkinan yang lain hal itu berarti menerima kemustahilan yang tak terhitung.

h.107 Penggembleng dunia.” Dengan demikian. Kekeliruan dan kesalahan yang menjadikan peristiwa yang tidak diinginkan pada dasarnya berasal dari manusia itu sendiri. ”Aku akan menempatkan tabir bencana dan penyakit di antara engkau dan hamba-Ku sehingga mereka akan memprotes tabir tersebut dan tidak mencela engkau. 275 . sebenarnya kematian itu baik Nursi memberi ilustrasi tentang cermin yang memiliki dua permukaan. Mereka mengutarakan keluhan ketidakadilan dan penyangkalan yang lemah atas hal-hal atau peristiwa yang tidak mereka inginkan.. alasan lain atas kausa kasat mata ini adalah bahwa manusia cenderung menilai zahirnya saja. di mana Kekuasaan Allah dijalankan secara langsung.”Para hamba-Mu akan memprotes dan sakit hati kepadaku. pernah berkata kepada Allah. hal itu untuk memelihara kemuliaan Kekuasaan dan pandangan nalar yang bersifat permukaan. Nursi mengangkat sampel tentang kematian. dan mungkin merupakan sebuah cara untuk melihat berbagai warna dan keadaan.” Allah Yang Maha Kuasa menjawab. Namun betapa pun tampaknya kematian sangat tidak dinginkan. dalam perspektif Nursi. Allah Yang Maha Kuasa dan Yang benar-benar adil telah menempatkan kausa-kausa di dalam demensi material eksistensi ini sebagai tabir antara hal-hal atau peristiwa semacam itu dengan diri-Nya sendiri sehingga komentar negatif tidak ditujukan kepada-Nya. Meskipun segala sesuatu tampaknya terjadi sesuai dengan prinsip sebab-akibat.275 Selain itu. Malaikat kematian. Ibid. Izrail. penyakit merupakan tabir yang oleh manusia bisa disebut sebagai penyebab kematian yang tidak mereka inginkan. 300. karena aku mencabut nyawa mereka.permukaan satunya lagi adalah seperti permukaan cermin yang bercahaya dan berisi dimensi bagian dalam. Satu permukaan yang terlihat di dunia kasat mata dan dunia material. mencerminkan permukaan warnawarni cermin.

. Ia mengambil posisi yang tepat sejalan dengan hubungan tersebut seolah-olah ia melihat dan menyaksikan semua entitas Ibid.278 Sebagaimana kritik teleologis sebelumnya.. dan kehidupan.. 588... h. 277 276 . yang intinya setiap atom atau materi harus mempunyai nyawa.. h.”277 Selain itu. ”Maha Suci Dia yang terselubung oleh kausakausa alami karena Kemuliaan-Nya. Nursi melukiskan organ tubuh manusia yang bagaikan pabrik besar yang indah atau bagaikan istana megah.. Nursi juga mengajukan sebuah sanggahan dengan pola teleologis.. h. di sini Nursi mengungkap prinsip kesalingterkaitan antara seluruh atom dan kerja sama yang sangat teratur dan seimbang. Nursi meneriakkan tasbih tentang kemuliaan-Nya yang terselubungi sebab-sebab. serta pengetahuan yang komrehensif bila segala sesuatu terbentuk dengan sendirinya.. Nursi ingin menunjukkan bahwa semesta kerajaan manusia memang memerlukan sarana dan prasarana lain karena ketidakmampuan kerajaan itu untuk melaksanakan aturan-aturan mereka secara pribadi. Sinar…………….. 236-237... Nursi sebenarnya melontarkan dua kritik teleologis. Flashes. Setiap atom yang bekerja dalam tubuh manusia senantiasa menjaga agar ikatan dan hubungan tadi tidak rusak. Namun kedua kritik itu memiliki keserupaan.. Tubuh manusia selalu bekerja tanpa henti secara internal dan berhubungan juga dengan alam semesta di sekitarnya. 278 Dalam hal ini.108 dan indah. dan keindahan sejati yang ada di dalamnya adalah terkait dengan tugas Izrail.276 Melalui eksposisi di atas. 301.. Demikian pula. Nursi... di samping mengajukan kritik yang bercorak kosmologis terhadap doktrin materialisme mengenai segala sesuatu terbentuk dengan sendirinya.. kemuliaan dan keagungan Allah mensyaratkan kausa nyata untuk mencegah keluhan manusia yang hanya berpikir pada level permukaan semata... Dengan ini. kesadaran. Nursi.

Antara Kritik dan Konribusi 279 280 Ibid. yang tidak mungkin diserahkan kepada atom dengan sendirinya dalam membentuk alam semesta. setiap atom yang bekerja di jagad raya dan di tubuh manusia harus mempunyai mata lebar yang bisa melihat segalanya. keterkaitan. lagi-lagi. . mengetahui masa lalu dan masa depan manusia. 281 Ibid. dan kerja sama satu sama lain dengan sebuah finalitas yang terarah.279 Ada prinsip teleologis berupa keteraturan. suruhan yang tunduk terhadap sunnah-sunnah-Nya. atau ujung pena kekuasaan Ilahi. maka konsekuensinya. serta mengenali asal usul setiap umat manusia beserta keturunan mereka. Bagi Nursi. Setiap partikel bisa menyaksikan segala entitas yang terkait dengannya. atau tentara bersenjata dalam pasukan-Nya yang teratur. Ibid. jika setiap atom atau materi di jagad raya bukan pegawai Tuhan Yang Maha Kuasa.109 yang ada. sebuah ciptaan yang sangat teratur dan terkoordinir pasti merupakan satu tanda kekuasaan Dzat Yang Maha esa dan tidak mungkin untuk dinisbatkan kepada atom-atom atau materi dengan sendirinya.281 C. keserasian.280 Karena itu.

Dalam konsep kausalitas diandaikan bahwa kalau ada peristiwa A terjadi lalu B terjadi. mungkin saja seseorang mengatakan bahwa alam semesta sebagai sebuah keseluruhan harus memiliki sebab. Yang bisa diamati manusia hanyalah bahwa gejala yang satu menyusul gejala yang lain. h. 284 Julian Baggini.283 Menurut Julian Baggini. disimpulkan bahwa ada hubungan niscaya antara A dan B. Agama memetafisikan kausalitas sebagai sebuah kenyataan akhir yang disebut Allah. terj. Dan sebab terakhir itu adalah Tuhan. 282 . h. hubungan sebab akibat itu hanya berdasarkan kebiasaan dan kemudian manusia tanpa menyadari memiliki harapan bahwa sebab akibat itu pasti terulang lagi. ada kontradiksi dalam argumentasi kosmologis tersebut yang mengatakan bahwa segala sesuatu pasti mempunyai Menurut Hume. sedangkan kausalitas tidak bisa diamati.282 Sejak lama dalam filsafat diyakini adanya hubungan sebab akibat atau kausalitas yang terjadi di jagad raya ini. 1997). Nur Zain Hae (Jakarta: Teraju. Lima Tema Utama Filsafat. 163. David Hume mengkritik argumentasi kosmologis yang berpijak pada hubungan sebab-akibat dan berakhir pada sebab pertama atau Tuhan. h. teleologis. Rahmani Astuti (Bandung: Mizan. Hume mengatakan bahwa konsep kausalitas hanyalah ”animal faith” (kepercayaan naif) manusia yang tidak punya dasar. 89-90. ada dua kelemahan. 283 Budi Hardiman.284 Namun bagi Baggini. terj. Dunia Sophie. 2004). dan intuitif atau pengalaman relijius yang diuraikan Nursi sebenarnya merupakan argumentasi filosofis tradisional yang jauh-jauh hari sudah tidak sedikit mengundang kritik dari para tokoh filsafat. Wacana ini agak cukup detil terdapat dalam Jostein Gaarder. 290-305. 2002). Pertama.110 Semua eksposisi mengenai eksistensi Tuhan melalui argumentasi kosmologis. Filsafat Modern (Jakarta: Gramedia. bagi Hume sebagai pernyataan tak bermakna. Namun Hume berpendapat bahwa pendapat tentang hubungan niscaya itu tidak benar dan didasarkan pada sebuah kebingungan belaka. ontologis.

Jadi. tentu sangat gampang membayangkan hal itu dalam pikiran. Tetapi. ide tentang Tuhan mutlak dapat dipahami. Akibat wajib ada agar sebab bisa mempunyai efek pada akibat. dari 285 286 Ibid. Jika seseorang bercerita. tetapi dia menolak bahwa dengan ide itu disimpulkan bahwa Tuhan ada secara faktual. 454. Kedua. Titus. Persoalannya. sebagaimana dikemukakan Anselm. h. h.. mengapa harus menyematkan pada hal ini semua karakteristik Tuhan?285 Dan jika tiap-tiap kejadian harus mempunyai sebab. seperti Iqbal. lompatan dari sini ke Tuhan benar-benar besar. demikian Gaunilo. Pendukung argumentasi kosmologis mengatakan bahwa setidaknya ada satu hal di alam semesta ini yang tidak memiliki sebab yaitu Tuhan. kalau pun harus menerima alam semesta memiliki sebab yang tidak bersebab. 182-183. Menurut Gaunilo. h. 287 Amsal Bakhtiar. Gaunilo mengkritik pendapat Anselm mengenai argumentasi tersebut. mengapa harus berhenti dengan Tuhan?286 Argumen kosmologis pun mendapat kritikan dari filsuf internal Muslim sendiri. Gaunilo berpendapat bahwa sangat berlebih-lebihan menyederhanakan cara membuktikan Tuhan.287 Selanjutnya. . surga dunia yang sangat nyaman. 164. Persoalan……………. Semua yang dibutuhkan untuk mengakhiri rangkaian sebab musabab ini adalah ide sebab pertama yang tidak bersebab. mengkontradiksikan premis utama bahwa segala sesuatu harus memiliki sebab. argumentasi ontologis juga mendapat kritikan dari berbagai pihak.111 sebab. tentang pulau yang sangat indah. Filsafat Agama (Jakarta: Logos. 1997). Iqbal berpendapat bahwa sebab pertama tidak dapat dianggap sebagai yang memiliki sifat Wajib Wujud karena dalam hubungan sebab akibat keduanya mesti wajib.. Sebaliknya sebab wajib ada agar akibat mempunyai wujud.

Kenapa ada gempa bumi. 202.112 ide dalam pikiran itu tidak dapat disimpulkan bahwa pulau itu wajib ada dalam alam nyata. Dengan kata lain. ditambahkan wujud kepada konsep tentang sesuatu. bahaya kelaparan..289 Argumen ontologis memang membuat lompatan antara konsep tentang Tuhan Yang Maha Sempurna dalam benak pikiran dan eksistensi aktual yang sesungguhnya. h. . ”Anda bisa saja membayangkan memiliki uang 100 dolar.”290 Demikian pula dengan argumentasi teleologis yang tidak sepi dari lontaran kritik. filosof Jerman. Dalam kata-kata teolog inggris John Macquarrie. Kosep tersebut tidak bisa menceritakan sebuah wujud aktual di semesta di mana konsep itu diterapkan. 173-174.288 Immanuel Kant. tetapi sayangnya bayangan itu tidak akan membuat uang tersebut menjadi sebuah realitas di dalam saku Anda. juga melancarkan kritik terhadap argumen ontologis. 1993). Menurut Kant. dan penyakit menular? Apa gunanya usus buntu dalam tubuh manusia? Ringkasnya. h. A History of God (New York: Ballantine Books. Secara umum kritikan terhadap argumen ini timbul karena tidak semua benda-benda alam berjalan secara teratur dan bertujuan. 290 Karen Armstrong. konsep tentang kursi bayangan dengan kursi yang mempunyai wujud nyata tidak ada perbedaannya. apa perlunya kejahatan yang ada di alam dan 288 289 Ibid.. tidak membawa hal yang baru bagi konsep itu. Begitu juga konsep tentang Zat Yang Maha Besar dengan tidak mengharuskan adanya Zat Yang Maha Besar itu. Ibid. Konsep sesuatu yang terbesar sebagai konsep sudah sempurna sungguh pun konsep itu tidak mempunyai wujud pada hakikatnya. 174.

292 Akhirnya argumentasi intuitif atau pengalaman relijius pun tidak kebal dari kritik.. h. Filsafat……….. h.. Hutan belantara.113 pada umat manusia? Pertanyaan-pertanyaan yang demikain selalu timbul sehingga dapat disimpulkan tidak semua yang ada di alam ini memiliki tujuan. Sebegitu jauh. jurang oleh erosi garis pantai yang bertahap. Lima Tema…………. Begitu pun pengalaman relijius yang dirasakan dalam kalbu seseorang yang meyakininya bahwa hal itu merupakan indikator tentang eksistensi Tuhan. Filsafat. argumentasi teleologis mengenai keteratura alam semesta dengan analogi jam tangan yang pasti mempunyai perancang yang cerdas. manusia tidak memiliki pengalaman sama sekali seperti apakah sebab sesuatu yang asali di alam ini. Hume juga menyanggah dengan mengatakan bahwa dunia ini jahat dan buruk. hanya merupakan pengalaman pribadi yang tak dapat dibagi kepada orang lain. binatang. badai oleh menurunnya tekanan udara. 165-166. sebagaiman pengalaman itu menceritakan kepada manusia apa saja tentang sebab sesuatu di alam ini. Jajaran pegunungan disebabkan oleh pergeseran dalam lapisan bumi... Tetapi mengenai alam semesta. Lihat Baggini.berupa keyakinan tersembunyi dalam lubuk jiwa seseorang yang tidak bisa dibuktikan atau ditujukan kepada orang lain. memiliki pula kelemahan utama. Amsal.. 188... dan bangunan. manusia tidak menemukan hutan belantara yang indah dan mengasumsikan bahwa ia pasti karya seorang tukang kebun pertamanan. 91. dan fenomena alam tidak menghasilkan tanda desain yang cerdas dalam cara yang sama dengan jam tangan.. 292 Menurut Baggini. 291 . Seseorang tahu artefak seperti jam tangan punya pembuat karena ia memiliki pengalaman tentang jam tangan dan pembuat jam tangan. mobil. Sejauh pengalaman yang dimiliki manusia tentang sebab fenomena alamiah hal ini pastilah bukan desainer yang cerdas. Hardiman. ia mengisahkan pada manusia gahwa alam bukanlah produk dari desainer yang cerdas...291 Lebih jauh.. Apa yang ditunjukkan contoh ini adalah tanda desain yang cerdas hanya ditemukan dalam jenis barang yang pasti.. Argumentasi intuitif bersifat sangat personal sekali. h.

bagi Baggini. bersandar hanya pada dua sebab. h. ketiganya mempunyai alasan masing-masing dalam menfikan eksistensi Tuhan di jagad raya..294 Nursi tidak menguraikan alasan-alasan doktrin materialisme yang menjadi pijakan kaum materialis dalam menolak eksistensi Tuhan di alam semesta. Padahal. Padahal dari tiga poin poin kritik Nursi terhadap doktri materialisme. pengalaman intuitif atau keagamaan seringkali berbeda satu sama lain. sehingga dua sebab lainnya yang sangat prinsipil dienyahkan dalam penelitian ilmiah. kelemahan Nursi yang paling utama adalah ia tidak mengelaborasi akar-akar doktrin materialisme. Materialsme mekanik. 232-254. Namun yang terjadi adalah orang memiliki pengalaman relijius dengan menafsirkan dan membenarkan kepercayaan relijius apa pun yang telah mereka miliki atau dominan dalam kebudayaan mereka. kendati ada keterkaitan satu dengan yang lain. yang meyakini bahwa alam semesta tercipta oleh sebab semata atau karena hukum kausalitas. yakni sebab material dan sebab efisien an sich. Mereka mengganti paradigma Aristotelian dengan paradigma Newtonian. Hal ini bisa dilihat dalam kritik Nursi secara spesifik terhadap pemikiran materialisme tanpa menelusuri argument-argumen dibelakangnya.293 Dalam pandangan penulis. menurutnya pengalaman intuitif atau relijius bukanlah fondasi yang bisa diandalkan dalam perbincangan mengenai eksistensi Tuhan. selain bercorak sangat individual. Ibid. Karena itu. pengalaman relijius itu seharusnya menghasilkan keyakinan yang sama di antara orang-orang yang mengalaminya. yaitu sebab formal dan sebab final. 294 293 . Flashes.114 Dalam perspektif Baggini. 171. Nursi.

. Seluruhnya bersifat kausalitas. kaum materialis menolak eksistensi Tuhan atau campur tangan Tuhan dalam penciptaan dan pengaturan alam semesta.115 Sementara pandangan materialisme bahwa segala sesuatu terbentuk dengan sendirinya atau karena faktor kebetulan. mempunyai argumentasi spesifik yang menopang prinsip tersebut. sehingga kritik yang diajukan akan menohok jantung persoalan yang sesungguhnya. Seharusnya landasanlandasan pemikiran materialisme tersebut ditelaah lebih dulu oleh Nursi dan baru kemudian mengajukan kritik-kritik secara filosofis pula. Pandangan demikian merupakan implikasi dari satu sebab atau sebab imanen yang disebut oleh kaum materialis sebagai materialisme ilmiah. Begitu pula. Terlebih lagi. bagi mazhab materialis. disebabkan karena kaum materialis hanya menggunakan satu sebab saja dalam observasi ilmiah yaitu sebab efisien. Dengan alasan-alasan tersebutlah. Dengan demikian. Itulah yang tidak dilakukan oleh Nursi. mereka pun menafikan adanya finalitas yang objektif dan universal pada wajah alam semesta. Materialisme ilmiah berprinsip bahwa semua yang terjadi dan tercipta di alam semesta merupak tuntutan alam apa adanya atau bersifat ilmiah belaka. Ia hanya langsung mengurai puncak keyakinan kaum materialis dan mengkritiknya tanpa menelusuri ide-ide yang menjadi fondasinya. sebab efisien dalam semesta berasal dari dirinya sendiri bukan dari luar. yang mereka identifikasi sebagai sebab imanen. pandangan bahwa segala sesuatu merupakan tuntutan alam semata atau bercorak alamiah. atau disebabkan tututan alam semata. karena faktor kebetulan.

116 Tidak bisa dipungkiri. Kritik tajam yang 295 Titus.295 Karenanya. Sebab. tak terkecuali bukti-bukti yang diajukan oleh Nursi pun sebagian besar terkena sanggahan di atas. ternyata menurut Hardiman. Persoalan………. bukti-bukti filosofis tentang eksistensi Tuhan memang telah dirancang oleh orang-orang yang sudah terlibat dengan percaya kepada Tuhan. Barangkali sama sulitnya untuk memberikan bukti-bukti yang meyakinkan semua pihak tentang eksistensi Tuhan sebagaimana menyanggahnya. 459. Sampel terbaik dalam hal in adalah Hume yang melontarkan kritik terhadap argumentasi kosmologis dan teleologis. sepanjang sejarah umat manusia tidak pernah berkembang suatu bukti tentang adanya Tuhan yang dapat diterima secara universal. h. Menurut sebagian filosof. kritik-kritik tersebut cukup absah digulirkan terhadap argumentasi-argumentasi tradisional. bermacammacam argumentasi sanggahan terhadap dalil-dalil mengenai eksistensi Tuhan tidak mengakhiri permasalahan. skeptisisme Hume sendiri pada gilirannya tidak bisa dibuktikan secara empiris. Sementara banyak orang-orang ateis yang tetap tidak dapat diyakinkan oleh argumen-argumen tersebut dan melontarkan sanggahan dengan menganggap bukti-bukti rasional itu tidak sempurna. Kendati demikian.. termasuk juga para ilmuwan-ilmuwan lain. . semua kritik tersebut bagaimana pun validnya tentu saja tidak membatalkan seluruh argumentasi filosofis yang dibangun oleh Nursi. Dengan demikian semuanya bersifat spekulasi filosofis semata.

mengikrarkan kesaksian dengan bahasa fitrahnya masing-masing tentang kebesaran. h. Demikian pula pandangan Nursi mengenai aktualisasi Asma-asma Tuhan yang bisa dilihat secara kontradiktif bukan hanya secara positif. maka Nursi melampaui gagasan klasik di atas. mengkonsekuensikan adanya kesalahan. argumentasi filosofis yang diusung Nursi jelas mempunyai keunikan dan signifikansi tersendiri. Pandanganpandangan Nursi mengenai eksistensi Tuhan. meniscayakan hadirnya kelaparan 296 Hardiman. dan kesempurnaan Tuhan Yang Maha Esa. Salah satunya adalah penguraian Nursi tentang argumentasi ontologis.296 Terlepas dari berbagai sanggahan di atas. Filsafat……. Jika para filsuf klasik dan abad pertengahan menggagas argumentasi ontologis yang mengatakan bahwa dalam setiap diri manusia terdapat ide tentang zat yang maha besar dan maha sempurna yang diidentifikasi sebagai Tuhan. kendati ide-ide fundamentalnya sudah disuarakan oleh banyak tokoh klasik baik dari kalangan Muslim maupun non-Muslim. 91-92. Nama AlGhaffar Yang Maha Mengampuni. keagungan. Bagi Nursi. ArRazzaq Yang Maha Memberi Rezeki. menurut Nursi mengharuskan adanya dosa.117 digulirkan Hume menjadi tidak lebih sebagai spekulasi dari pihak Hume sendiri. dari benda-benda langit yang terbesar hingga partikel-partikel atom yang tak terlihat oleh mata. setidaknya mempunyai sedikit warna yang berbeda dengan ilmuwan-ilmuwan sebelumnya. As-Sattar Yang Maha Menutupi. . ide tentang zat yang maha besar dan maha paripurna tidak hanya dimiliki oleh manusia tapi seluruh semesta..

118 sebagaimana Asy-Syafii Yang Maha Menyembuhkan. yaitu Tuhan Yang Maha Esa. argumentasi intuitif yang digagas Nursi mempunyai keunikan pula. sebagian besar bahkan nyaris seluruh wacana tersebut ia gunakan untuk menyelamatkan keimanan masyarakat Muslim Turki yang sedang mengalami krisis kepercayaan terhadap eksistensi Tuhan. Selain itu. dan komunikatif agar mudah dicerna oleh pemahaman kebanyakan masyarakat awam. memastikan adanya penyakit. karena tujuan sentralnya bukan meyakinkan . Dengan alasan inilah. Nursi menguraikan semua argumen mengenai eksistensi Tuhan dan sanggahannya terhadap doktrin materialisme dengan menggunakan bahasa yang sangat sederhana. Ia tidak memaparkan argumentasinya dengan gaya bahasa filsafat yang rumit dan memakai istilah-istilah yang pelik. setiap manusia mempunyai predisposisi yang begitu kuat untuk mencintai keabadian dan kesempurnaan mutlak yang merupakan bukti tentang eksistensi keesaan Tuhan. meskipun sebagian postulat-postulat mengenai eksistensi Tuhan Nursi alamatkan untuk mengcounter filsafat materialisme yang menafikan Tuhan dalam fenomena semesta dan kehidupan manusia. kaya ilustrasi. Nama-nama Tuhan mengimplikasikan kenyataan secara kontradiktif untuk mengaktualisasikan seluruh Nama-Nya. Begitulah seterusnya. Demikianlah paling tidak aspek-aspek pandangan Nursi yang agak berbeda dengan para filsuf sebelumnya dalam memperbincangkan bukti-bukti mengenai eksistensi Tuhan. Akhirnya. Sebab Dzat Yang Abadi dan memiliki kesempurnaan absolut hanya tunggal. Dalam telaah Nursi.

mengkaji. Nursi ingin mengimbau kepada kalangan internal Muslim bukan kepada kalangan eksternal non-Muslim. Said Nursi. melainkan untuk memperkokoh keimanan kaum Muslim Turki sendiri. Tuhan dalam perspektif Nursi merupakan Dzat Yang Maha Agung yang tidak akan terpahamkan oleh akal manusia yang lemah. 2003). 298 . Kesimpulan Dari berbagai paparan mengenai eksistensi Tuhan menurut Said Nursi dan kritiknya terhadap materialisme. dapat ditarik beberapa konklusi sekaligus sebagai jawaban bagi permasalahan yang telah dikemukakan di awal sebagai berikut: 1. Risalah An-Nur. para pengikutnya di Turki masih terus berkembang pesat dan dari hari ke hari Risalahnya semakin diminati bukan hanya di seantero Turki tapi juga di manca negara. baik pada 297 Ihsan Kasim Salih. Kendati demikian. 60.298 BAB V PENUTUP A. Tuhan juga merupakan Dzat Yang Maha Paripurna yang kesempurnaan-Nya tidak bisa dibandingkan dengan apa pun. www. Faktanya. terj. bagi Nursi keagungan dan kesempurnaan Tuhan tersebut menjelma pada setiap lembaran wajah alam semesta. Saidnur. Hal ini bias diakses dalam The World is Reading Risale-I Nur.119 kaum materialisme. dan mengamalkan apa yang termaktub dalam karya besarnya. Nabilah Lubis (Jakarta: Grafindo Persada. menghayati.297 Bahkan sampai hari ini. apa yang Nursi suarakan tidak sia-sia sebab mayoritas masyarakat Turki membaca. Dengan kata lain. h.com.

Kedua. Dalam pandangan Nursi. serta keunikan setiap ciptaan. benda-benda langit hingga partikel-partikel atom yang tan kasat mata. . Tuhan merupakan Penyebab Pertama Tunggal bagi seluruh makhluk: alam semesta. bumi. dan kerja sama yang harmonis antara satu sama lain dengan sebuah tujuan tertentu. argumentasi ontologis. kesempurnan relatif. dalam arti ada keteraturan. alam semesta tanpa terkecuali bersifat teleologis. Seluruh manusia. nabi. Tuhan sebagai Perancang Yang Maha Bijaksana harus hadir sebagai sumber keselarasan seluruh ciptaan-Nya. Pertama. serta keunikan setiap ciptaan menunjukkan Dzat Wajibul Wujud Yang Maha Esa sebagai Pencipta semua itu. yang justru sangat transparan untuk disaksikan oleh fakultas nalar manusia. argumentasi kosmologis. mengikrarkan kesaksian dengan bahasa fitrahnya masing-masing tentang eksistensi Tuhan Yang Maha Esa. nama-nama. keterkaitan. melalui sifat-sifat. wali. adanya kesempurnaan relatif. argumentasi teleologis. ahli syuhud. kebutuhan dan ketergantungan. Nursi menyuguhkan empat argumentasi mengenai eksistensi Tuhan. ulama. orang suci. dengan menyatakan bahwa segala keanekaragaman pada alam semesta. 2. bukan hanya para rasul.120 tataran makrokosmos maupun mikrokosmos. melainkan juga alam semesta. kebutuhan dan ketergantungan seluruh makhluk. dan perbuatan-Nya. semuanya secara fitriah menyuarakan kebesaran dan keesaan Tuhan. Nursi melukiskan bahwa baik mikrokosmos yang bernyawa maupun makrokosmos yang tidak bernyawa. Ketiga. serta para pemikir.

121 Keempat, argumentasi intuitif. Menurut Nursi, pusat dalil ini adalah hati nurani setiap manusia yang menjadi bukti paling transparan tentang eksistensi Tuhan. Hati nurani, berbeda dengan nalar yang terkadang lalai pada Tuhan, secara intrinsik justru tidak pernah melupakan Sang Pencipta. Ada predisposisi berupa kecintaan kepada kesempurnaan mutlak dalam setiap kalbu manusia yang menjadi bukti tentang keesaan Tuhan, sebab kesempurnaan mutlak hanya tunggal yaitu Dzat Yang Maha Esa.

3. Nursi mengajukan dua kritik filosofis, yaitu melalui argumentasi kosmologis dan teleologis. Dalil kosmologis ia tujukan kepada doktrin materialisme yang menyatakan bahwa alam terbentuk dengan sendirinya dan segala sesuatu merupakan tuntutan alam (alamiah). Bagi Nursi, alam semesta tidak mungkin terbentuk dengan sendirinya. Ilustrasinya, secara kosmologis jika sebuah buku ditulis dengan sebuah tangan, maka untuk menuliskannya hanya diperlukan satu pena. Tetapi jika buku tersebut tidak ditulis dengan satu tangan melainkan terbentuk dengan sendirinya, hal itu membutuhkan pena sebanyak jumlah hurupnya. Karenanya, semesta raya adalah karya Dzat Yang Maha Esa sebagaimana sebuah buku pasti ada pengarangnya. Selanjutnya dengan dalil kosmologis, Nursi menyanggah doktrin materialisme tentang segala sesuatu merupakan tuntutan alam. Menurut Nursi, jika penciptaan jagad raya diserahkan pada tuntutan alam yang tuli, buta, dan bodoh, konsekuensinya harus ada Tuhan pada segala sesuatu. Alasannya, penciptaan seluruh entitas baik benda mati maupun makhluk hidup dilandasi

122 pengetahuan dan kekuasaan mutlak yang mencerminkan kesadaran. Secara metaforis, pantulan matahari yang terlihat pada butiran air atau di atas serpihan kaca harus dianggap bentuk representasi dari matahari. Namun jika pantulan sinar itu tidak dinisbatkan kepada matahari yang sebenarnya, berarti harus meyakini adanya matahari kecil yang memiliki sifat-sifat matahari dan benar-benar ada dalam air atau potongan kaca tersebut. Dengan ini, penciptaan segala sesuatu mesti dinisbatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa. Sementara itu, argumentasi teleologis Nursi alamatkan kepada doktrin materialisme yang menganggap alam semesta tercipta oleh sebab atau hukum kausalitas dan segala sesuatu terbentuk dengan sendirinya. Dalam telaah Nursi, alam semesta dengan segala unsurnya, dari yang terbesar hingga terkecil, dari benda mati hingga makhluk hidup, seluruhnya diciptakan dengan takaran yang sesuai dengan porsinya masing-masing. Adanya keteraturan dan keterkaitan, saling mendukung dan membantu, saling memenuhi kebutuhan dan kerja sama yang harmonis untuk sebuah tujuan universal menunjukkan bahwa semua makhluk diatur oleh Sang Pengatur dan Pemelihara Tunggal. Hukum kausalitas yang tidak mempunyai kesadaran tidak mungkin dapat menciptakan keselarasan, keteraturan, dan keharmonisan dengan sebuah tujuan yang bermakna. Karena itu, keharmonisan tersebut merupakan karya Dzat Yang Maha Bijaksana. Begitu pula, keteraturan, keseimbangan, saling kerja sama yang harmonis di alam semesta dengan sebuah finalitas yang mempunyai makna dan arah, tidak mungkin terbentuk dengan sendirinya melalui materi atau atom yang tidak

123 memiliki kesadaran sedikit pun. Dengan demikian, setiap ciptaan yang sangat teratur dan terkoordinir pasti merupakan karya cipta Sang Perancang Yang Maha Esa semata.

B. Saran-Saran Tuhan merupakan sebuah misteri dari segala bentuk misteri. Bagaimana pun detil, luas, dan komprehensifnya sebuah penelitian yang mencoba menyibak eksistensi Tuhan, hampir dapat dipastikan penelitian tersebut tidak akan pernah mampu menguak setiap aspek misteri eksistensi Tuhan. Kendati perbincangan mengenai eksistensi Tuhan secara filosofis sudah terjadi sejak lebih dari dua ribu tahun silam, pembahasan eksistensi Tuhan tetap masih menyimpan banyak problema yang harus dipecahkan dan masih selalu aktual untuk dikaji. Tidak terkecuali dengan penelitian ini yang membincang eksistensi Tuhan. Sebagai langkah awal, penelitian terhadap eksistensi Tuhan dalam perspektif Nursi dan kritiknya terhadap doktrin-doktri materialisme kiranya masih jauh dianggap sempurna. Terlebih lagi, di kalangan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, tampaknya pengkajian terhadap wacana-wacana Nursi masih bisa dikatakan sangat jarang sekali. Semua yang telah penulis kaji dalam tulisan ini hanya merupakan sebagian kecil dari pemikiran Nursi. Dengan demikian, penulis mengharapkan penelitian ini dilanjutkan dengan membahas lebih jauh gagasan Nursi dengan tema dan analisis yang berlainan, sehingga diharapkan dapat memperkaya khazanah keilmuan Islam, terutama dalam filsafat Islam. DAFTAR PUSTAKA

Bandung: Mizan. Amsal. . 3-4. Capra. 5. Jakarta: Teraju. Terj. K. Libanon: Beirut. 1999. Menemukan Tuhan dalam Sains Kontemporer dan Agama. Bertens. 1995. Terj. “Relevansi Studi Agama-Agama Dalam Milenium Ketiga”. Amin dkk. Juru Bicara Tuhan. Yogyakarta: Tiara Wacana. No. LXXXIX. 2003. Al-Jilani.124 Abdullah. 1990. E R. Abu Rabi’.). 2002. Bandung: Mizan. Titik Balik Peradaban. Charris Zubair. Terj. 2003. New York: Ballantine Books. Nur Mufid. Ibrahim & Jane I Smith (eds. Bandung: Mizan. Baker. Ian G. Armstrong. 1993. Eva Y Nukman. Anton & A. Kamus Filsafat. Yogyakarta: Kanisius. 2005. The Muslim World. Jullian. Loren.). Metodologi Penelitian Filsafat. Vol. Sejarah Filsafat Yunani. Fransiskus Borgias. 7. Ulumul Qur’an. Vol. Yogyakarta: Bentang. Bahtiar. Fritjof. 1988. Terj. Jakarta: Gramedia. Lima Tema Utama Filsafat. Ibrahim (ed. -----------. Filsafat Agama. Terj. Abdul Qadir. Baqir. 2000. 1981. Yogyakarta: Kanisius. Osman (ed. Bagus. Muhammad. ----------. Nur Zaen Hae. Islam at the Crossroads. Baggini. Bakar. Thoyibi. Fathu al-Rabbani. Mencari Islam: Studi Islam dengan Berbagai Pendekatan. 1996. 2002. Evolusi Ruhani. 2000. 1997. 1997. Terj. No.). Barbour. A History of God. Jakarta: Logos. Albany: State University of New York. July-Oktober. Ash-Shadr. Bandung: Mizan. Karen. Falsafatuna. Abu Rabi’.

Gulen. Terj. 1997. Silvester Goridus Sukur. Bandung: Mizan. Beirut: Dar Al-Fikr. Fethullah. The Tao of Physics. Harun.125 -----------. 1980. Aufiya Ilhamil Hafizh. 2002. Sari Sejarah Filsafat Barat 2. Gilson. 2002. 1983. Jakarta: Gramedia. New York: Columbia University Press. Oxford: Oneworld Publications. -----------. Jostein. Pengantar Filsafat Islam. 2002. Tri Wibowo. 1983. Al-Ghazali. Ahmad. Majid.). 1996. Filsafat Modern. 1996. Hadiwijono. 2003. . Haught. 5-6. A History of Islamic Philosophy. Jakarta: Grafindo Persada. Hardiman. Membaca Pikiran Tuhan. Paul. Yogyakarta: Jalasutra. Abu Hamid. Budi. 1972. Islamic Philosophy. New York: Simon&Schuster. Dunia Sophie. Tuhan di Mata Para Filosof. 1997. Gaarder. Sugeng Hariyanto dkk. Jakarta: Bulan Bintang. Erich. Terj. Fransiskus Borgias. New Haven: Yale University Press. Davies. -----------. Etienne. Bandung: Mizan. Rahmani Astuti. Memadukan Akal dan Kalbu dalam Beriman. Menghidupkan Iman dengan Mempelajari Tanda-Tanda Kebesaran-Nya. 2005. Terj. Terj. Fromm. F. 2004. Psychoanalysis and Religion. God and The New Physics. Hamzah. Edwards. Vol. Yogyakarta: Kanisius. The Encyclopedia of Philosophy. Perjumpaan Agama dan Sains. Theology and Mysticism. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Terj. Terj. Hanafi. Jakarta: Grafindo Persada. 2004. John F. 2004. Terj. Fakhry. -----------. Paul (ed. New York: Macmillan Publishing Co. Majmu’ Rasail Imam Ghazali. Bandung: Mizan.

Mughni. 2003. Bandung: Mizan. ----------. Bandung : Mizan. 1966. Wright C. Yogyakarta: Tiara Wacana. Syafiq A. Kattsoff. Said Nursi Pemikir & Sufi Besar Abad 20. Leaman. Jakarta: Logos. 1988. 1992. Nabilah Lubis. Sejarah Kebudayaan Islam di Turki. Membangun Kembali Pikiran Agama dalam Islam. Terj. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Jakarta: Grafindo Persada. Kartanegara. Ihsan Salih. 1998. Mulyadhi. Atho. Kuntowijoyo. Al-Quran & Filsafat. Lapidus. 1983. Jabiri. Kasim. Jakarta: Grafindo Persada. 2003. Kaelan. Mills. M Ira. 2005. Louis O. Ghufron A. Terj. Cambridge: Polity Press. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Oliver. Terj. 2004. Kaum Marxis. 2003. . Thomas. Takwin al-Aql al-Arabi. Jakarta: Bulan Bintang.126 Iqbal. Yogyakarta: Paradigma. 2005. Muhammad. Jakarta: Tintamas. Paradigma Islam. Musa. Pendekatan Studi Islam Dalam Teori & Praktek. Beirut: Markaz Dirasat al-Wahdah alArabiyah. Imam Muttaqien. Menyibak Tirai Kejahialan. Mudzhar. Yusuf. 1999. Mas’adi. Menembus Batas Waktu. Said Nursi’s Views on Muslim-Christian Understanding. Ahmad Daudy. Pengantar Fiolsafat. 1997. Michel. Bandung: Mizan. 2005. Terj. Soejono Soemargono. Terj. 1999. A Brief Introduction to Islamic Philosophy. Metode Penelitian Kualitatif Bidang Filsafat. Terj. Ali Audah dkk. Istanbul: Yenibosna. Abed al-. Sejarah Sosial Ummat Islam.

Mi’raj Menembus Konstelasi Langit. Istanbul: Sozler Nesriyat. Nursi. 2003. 2003. Sugeng Hariyanto. Rahmani Astuti & Nasrullah. Jakarta: Siraja. 2003. Sachiko. Vol. -----------.2002. Letters. Trans. 2003. Terj. Sukran Vahide. -----------. Terj. 1999. Terj. Said. Terj. -----------. Sukran Vahide. -----------. Trans. Maheram Binti Ahmad. Jakarta: Siraja. Terj. “Bediuzzaman said Nursi and the Sufi Tradition. Istanbul: sozler Society. Dari Balik Lembaran suci. The Rays. Trans. Istanbul: Sozler Nesriyat. Iman Kunci Kesempurnaan. 2001. Terj. -----------. 1998. -----------. -----------. Mengokohkan Aqidah Menggairahkan Ibadah. Terj. 2004. Dari Cermin Ke-Esaan Allah. Dimensi Abadi kehidupan. Menikmati Ekstase Spiritual Cinta Ilahi. Mishbah. Malaysia: Kuala Terengganu. Murata. Sugeng Hariyanto & Fathor Rasyid. The Words. Jakarta:Grafindo Persada. Terj. Sugeng Hariyanti dkk. Jakarta: Siraja. Jakarta: Robbani Press. Sukran Vahide.” Jami’ah. 1. Terj. Sukran Vahide. Jakarta: siraja.127 Machasin. 2000. Sugeng Hariyanto. -----------. No. -----------. 2004. Bandung: Mizan. Persoalan Tauhid dan Tasbih. 43. Trans. Sugeng Hariyanto. Jakarta: Siraja. -----------. 2004. Hamzah Khan. The Tao of Islam. -----------. Terj. Jakarta: Robbani Press. Sugeng Hariyanyo & Fathor Rasyid. 2003. 2005. The Flashes Collection. -----------. Istanbul: Sozler Society. 2003. Sinar Yang Mengungkap Sang Cahaya. .

Sukran Vahide. Pengantar Filsafat. -----------. Ensiklopedi Tematis Filsafat Islam.2003. Ridwan. -----------. 2003. Islam at the Crossroads.). Istanbul: Sozler publications. Terj. 1985. Harun. Yogyakarta: Kanisius. Nasr. Bandung: Mizan. 1955. Jakarta: Prenada Media. Signs of Miraculousness.). Aliran-Aliran Filsafat &Etika. Jakarta: Bulan Bintang. Penelitian Terapan. London: Unwin University Books. Tim Penerjemah Mizan.128 -----------. Bandung: Mizan. Rahmani Astuti. New York: Crossroad. Hadari & Mimi Martiwi. 1996. 1996. Yogyakarta: UGM Press. Kenabian dalam Islam. Falsafat dan Mistisisme dalam Islam.). Science and Religion A Critical Survey. Bandung: Nuansa. Praja. Metode Research. 2003.). Rolston III. 2004. Nasution. Rahman. Seyyed Hossein & Oliver Leaman (eds. New York: Random House. Jakarta: Bumi Aksara. Anas Mahyuddin. Islam Rasional. Nawawi. Bandung: Pustaka. Ibrahim abu (ed. Nasution. Terj. -----------. Jakarta: Ui Press. Islam Ditinjau dari Berbagai Aspeknya. 1996. Tradisi Baru Penelitian Agama Islam. History of Western Philosophy. 1987. 1996. 1991. . 2003. Russell. Jakarta: Bulan Bintang. -----------. Terj. Nasr. Holmes. 2003. Seyyed Hossein (ed. Paper. Pembaharuan dalam Islam. Bandung: Pustaka. Jan Hendrik. Albany: State University of New York Press. 2001. Bertrand. deden (ed. Fazlur. Tema Pokok Al-Quran. Juhaya S. Rabi. Islamic Spirituality: Manifestations. 1995. Trans. 1996.

Terj. Metode Penelitian Survey. Model Kepemimpinan dalam Amal Islam. Kamus Filsafat. Aksin Wijaya. Jakarta: Bulan Bintang. Bandung: Mizan. Quraish. Jakarta: Gramedia. Yogyakarta: Pustaka Sufi.). Makna Hidup Sesudah Mati Kebangkitan & Penghisaban. Pemikiran Karl Marx. -----------. Ibn. Yogyakarta: Kanisius. 1989. Bandung: Mizan. -----------. Unal. 2005. Masni. Tim Penulis Rosda.M. 1996. Membumikan Al-Quran. 2005. 2004. Sukran. Globalization. Ethics. 1998. Suseno. Terj. Mendamaikan Agama dan Filsafat. and Bediuzzaman Said Nursi’s risale-i Nur. 1984. 1997. Rasjidi. . 2002. Sugeng Hariyanto& Fathor Rasyid. At. The Qur’anic View of Man. Mukjizat Al-Quran. 2000. Ali. Musthalah Maufur. -----------. Yogyakarta: Pilar media. Annemarie. Bediuzzaman Said Nursi.). Dunia Rumi. Menyingkap Yang Tersembunyi. 13 Tokoh Etika. -----------(ed. Bandung: Mizan. Jakarta: LP3ES. Istanbul: Sozler Publications. Terj. Jakarta: Grafindo Persada. Shihab. 1997. Jakarta: Robbani Press. Istanbul: Sozler Nesriyat. 1995. Vahide.al. 1997. Istanbul: Sozler Nesriyat. Saut Pasaribu. 2001. Saini K. -----------. Franz Magnis. Jakarta: Lentera Hati. Terj. Schimmel. Thahhan. Terj. 2005. According to the Risale-i Nur. -----------(ed. Persoalan-Persoalan Filsafat. Bandung: Rosda Karya. Terj. 2002. Mustafa. -----------. Dia Di Mana-Mana.129 Rusyd. Wawasan Al-Quran. Titus. Harold H. Bandung: Mizan. 2002. Singarimbun.

Zurcher.). Karsidi Diningrat. Webster. -----------(ed. Erik J. 2005. 1980. Terj. Noah. Bringing Faith. 2004. Jakarta: Gramedia.). 2003. Webster’s New Twentieth Century Dictionary.130 -----------(ed. Meaning and Peace to Life in Multicultural World: The Risale-i Nur’s Approach. Said Nursi’s Views on Muslim-Christian Understanding. Istanbul: Yenibosna. United States: William Collins Publishers. Sejarah Modern Turki. Istanbul: Yenibosna. .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful