P. 1
tesis_zaprul

tesis_zaprul

|Views: 715|Likes:
Published by Atakh Boer

More info:

Published by: Atakh Boer on Jan 03, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

02/26/2013

pdf

text

original

Sections

  • Terhadap Materialisme Barat. Penyelesaian tesis tersebut melalui proses yang
  • 1.Direktur dan Asisten Direktur beserta para Guru Besar Program Pascasarjana
  • 4. Para staf Dosen STAIN Bangka Belitung yang telah memberikan bantuan baik
  • 5. Para pengelola UPT Perpustakaan dan Perpustakaan Program Pascasarjana UIN
  • Sunan Kalijaga Yogyakarta yang telah memberikan pelayanan sebaik
  • 6. Hodja Hasbi Sen yang pertama kali mengenalkan penulis dengan wacana-
  • A. Kesimpulan ... 117 B. Saran-Saran ... 120
  • Nya. Konsep tauhid ini mengandung implikasi doktrinal lebih jauh bahwa tujuan
  • Muslim untuk mengintegrasikan kehidupan mereka dengan menjadikan Allah
  • Quran menyuguhkan bukti-bukti yang sangat rasional dengan keteraturan alam
  • Turki yang mampu menguraikan eksistensi Tuhan melalui ketiga aspek filosofis
  • Penguasa semesta. Keluasan Risalah An-Nur dalam mendiskusikan eksistensi
  • Tuhan disebabkan Nursi bukan hanya menyuguhkan alasan-alasan naqliah-
  • Salah satu alasan bahwa ia dapat bertahan dari abad 20 hingga abad 21 sebagai
  • Masa di mana dendam kesumat dari pihak-pihak yang tidak menghendaki Islam
  • Langkah yang ditempuh kaum Ittihadi justru membawa negara Turki berada
  • Quran berkibar dan kaum Muslim terikat dengannya. Ketika itu Nursi berjanji:
  • Terhadap Paham Materialisme Barat.”
  • 2. Apa saja bukti-bukti yang dijadikan pijakan Nursi dalam menguraikan
  • 3. Bagaimana bentuk kritik Nursi terhadap paham materialisme Barat modern?
  • Tuhan dan kritik Nursi terhadap paham materialisme Barat Modern. Adapun
  • Tuhan baik di lingkungan akademisi maupun masyarakat luas
  • Tuhan sebagai Penggerak Pertama ini dielaborasi oleh Thomas Aquinas dengan
  • Ibnu Sina mengenai argumen kemungkinan ini sering disebut dengan dalil
  • Berbeda dengan dua argumen di atas yang berdasarkan pemikiran logis-
  • Tuhan. Karena dalam berbagai karyanya Nursi menguraikan dalil-dalil eksistensi
  • Tuhan dengan menggunakan keempat model argumentasi tersebut. Pemikiran
  • Mesir (1882). Perang Turki-Yunani pada tahun 1897 memperluas wilayah
  • Mustafa Kemal sebagai presiden pertama seumur hidup dan Ismet Inonu sebagai
  • B. Sketsa Biografi Said Nursi
  • 1. The Old Said (1876-1926 M)
  • -Engkau katanya telah selesai membaca as-Suyuthi pada tahun yang
  • Istanbul ia menyampaikan usulan kepada Sultan Abdul Hamid agar di timur
  • Namun usulan brilian tersebut ditolak karena orang-orang dekat Sultan justru
  • Masjid Raya Umawi Damaskus. Khutbah tersebut terkenal dengan sebutan al-
  • -kelaliman penguasa asing yang melemahkan umat Islam yang mesti
  • Darul Hikmah al-Islamiyyah yang terdiri dari orang-orang terkenal dan para
  • Barla. Sejak itu satu per satu orang-orang berdatangan untuk berguru kepadanya
  • Pidana Eskisehir pada tahun 1935. Meskipun sepanjang hidupnya ia selalu
  • -Tuduhan membentuk organisasi bawah tanah
  • -Tuduhan melakukan upaya revolusi kepada Mustafa Kemal
  • -Tuduhan membentuk thariqah sufi
  • -Tuduhan menghidupkan semangat keagamaan melalui penyebaran
  • Risalah al-Hijab.98
  • 3. The Third Said (1950-1960 M)
  • Demokrasi memberi sedikit kebebasan kepada Islam untuk beraktivitas dan telah
  • Nursi dengan Risalah an-Nurnya sudah menyentuh sebagian besar masyarakat
  • Demokrasi di wilayah Urfa menemui kepala polisi dengan mendesak agar Nursi
  • Urfa.110
  • Negeri. Saat itu kepala polisi masuk dan menyampaikan pesan kepada Nursi
  • Tuhan dan ide tentang Tuhan yang dimiliki oleh manusia. Meskipun benih-benih
  • Aristoteles menyatakan bahwa Tuhan menggerakkan karena dicintai dan segala
  • B. Pandangan Said Nursi tentang Tuhan
  • Tuhan. Pengakuan tersebut bukan hanya diikrarkan oleh sebagian filsuf Muslim
  • Tuhan yang tidak sepenuhnya terbebas dari nuansa paradoksal. Ia memandang
  • Tuhan sebagai Dzat yang memiliki kesempurnaan dan keagungan yang tak akan
  • Maha Berkuasa tersebut mengetahui segala sesuatu dan memiliki kehendak yang
  • C. Pembuktian Eksistensi Tuhan Menurut Said Nursi
  • 1. Eksistensi Tuhan dalam Bingkai Argumentasi Kosmologis
  • Ketuhanan dan Kekuasaan
  • Tempat Bermohon segala sesuatu pada wajah halaman bumi (the Eternally
  • Komprehensif dan membuktikan adanya Tuhan Yang Maha Esa. Pengetahuan
  • Tuhan Yang Maha Meliputi ini bisa dilihat pada kehendak-Nya dalam
  • Indah
  • Maha Esa. Kekuasaan Ilahi yang bersifat mutlak memberikan bentuk konkret
  • Pemberi Hidup Yang Maha Sempurna yang bekerja atas perintah dan izin Kuasa
  • Tuhan tersebut dikembangkan metode-metode spesifik berupa tahapan-tahapan
  • Meskipun Nursi mengakui bahwa untuk membuktikan eksistensi Tuhan di
  • Nursi dapat diuraikan dengan beberapa poin berikut
  • Pada titik ini hati nurani menjadi bukti yang disematkan ke dalam jiwa setiap
  • Manusia mencapai derajat kesempurnaan tertinggi dan layak atas surga melalui
  • Agung dan mengikatnya dengan kepercayaan yang kuat dan penisbatan (jalinan
  • Pencipta. Gelapnya kekafiaran menyebabkan seluruh makna pahatan Asmaul
  • B. Segala Sesuatu Terbentuk Dengan Sendirinya (Materi / Faktor Kebetulan)
  • Newton ide tentang Tuhan terasa berlebih-lebihan dan kosmos ini pun semakin
  • C. Segala Sesuatu Merupakan Tuntutan Alam (Alamiah)
  • B. Kritik Said Nursi Terhadap Materialisme
  • Maha Esa. Jika penciptaan alam semesta atau manusia tercipta dengan sendirinya
  • Nursi mengajukan tiga sanggahan filosofis dalam bingkai argumentasi
  • Penggembleng dunia. Meskipun segala sesuatu tampaknya terjadi sesuai dengan
  • Izrail.276
  • Yang Maha esa dan tidak mungkin untuk dinisbatkan kepada atom-atom atau
  • David Hume mengkritik argumentasi kosmologis yang berpijak pada hubungan
  • Namun Hume berpendapat bahwa pendapat tentang hubungan niscaya itu tidak
  • Tuhan Yang Maha Sempurna dalam benak pikiran dan eksistensi aktual yang
  • Dengan demikian semuanya bersifat spekulasi filosofis semata. Sampel terbaik
  • Maha Esa
  • Tuhan Nursi alamatkan untuk mengcounter filsafat materialisme yang menafikan
  • 1. Tuhan dalam perspektif Nursi merupakan Dzat Yang Maha Agung yang tidak
  • Yang Maha Paripurna yang kesempurnaan-Nya tidak bisa dibandingkan
  • Dzat Wajibul Wujud Yang Maha Esa sebagai Pencipta semua itu. Tuhan
  • Tuhan sebagai Perancang Yang Maha Bijaksana harus hadir sebagai sumber
  • Dzat Yang Maha Bijaksana
  • Maha Esa semata
  • B. Saran-Saran

EKSISTENSI TUHAN MENURUT SAID NURSI DAN KRITIKNYA TERHADAP MATERIALISME BARAT

Oleh: Zaprulkhan
NIM. 05212449

TESIS
Diajukan kepada Program Pascasarjana UIN Sunan Kalijaga untuk Memenuhi Salah Satu Syarat guna Memperoleh Gelar Magister dalam Ilmu Agama Islam Program Studi Agama dan Filsafat Konsentrasi Filsafat Islam

2

YOGYAKARTA

2007
KATA PENGANTAR

Segala puji bagi Allah, Tuhan Penguasa semesta persada. Dialah Tuhan yang tidak hanya menjadi muara cinta di mana setiap makhluk mengekspresikan sejuta kisah cinta kepada-Nya kendati mereka tidak menyadarinya; Tuhan tempat melabuhkan segala damba hamba-hamba-Nya; namun Dia juga menjadi sebuah misteri dari setiap misteri yang mengundang semesta tanya sehingga membuahkan wacana-wacana untuk mendemonstrasikan eksistensi-Nya, baik secara intelektual maupun spiritual (intuitif). Shalawat serta salam semoga tercurahkan kepada nabi Agung Muhammad Saw, insan kamil yang tidak pernah berhenti dalam penjelajahan intelektual dan spiritualnya, kepada keluarganya yang suci, para sahabatnya yang mulia, dan kepada para pengikutnya yang meneladani petualangannya. Kemudian berkat rahmat dan inayah Allah, penulis dapat menyelesaikan penulisan tesis yang berjudul Eksistensi Tuhan Menurut Said Nursi dan Kritiknya Terhadap Materialisme Barat. Penyelesaian tesis tersebut melalui proses yang melibatkan banyak pihak baik secara personal maupun institusional. Karena itu, dari hati yang paling dalam, penulis ingin menyampaikan ungkapan terima kasih dan penghargaan yang sebesar-besarnya terutama kepada: 1. Direktur dan Asisten Direktur beserta para Guru Besar Program Pascasarjana UIN Sunan Kalijaga yang telah berkenan memberikan secercah ilmu

3 pengetahuan, wawasan, lentera kearifan, kesempatan dan fasilitas yang memadai untuk mengikuti pendidikan lanjut pada Program Pascasarjana (S2). 2. Dr. Syaifan Nur, M.A. selaku pembimbing yang dengan wawasan dan idealisme yang dimiliki telah berkenan memberikan bimbingan, analisis, dan arahan yang penuh perhatian. 3. Rektor IAIN Raden Fatah Palembang, Prof. DR. J. Suyuthi Pulungan, M.A. yang telah memberi motivasi untuk melanjutkan studi Program Magister beserta bantuan moril dan materil. 4. Para staf Dosen STAIN Bangka Belitung yang telah memberikan bantuan baik moral maupun material, terutama pada semester dua dan tiga sehingga bisa memudahkan penulis menjalankan kegiatan akdemik tanpa kerepotan mencari dana kuliah. 5. Para pengelola UPT Perpustakaan dan Perpustakaan Program Pascasarjana UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta yang telah memberikan pelayanan sebaik mungkin dalam rangka tersedianya buku-buku rujukan yang diperlukan. 6. Hodja Hasbi Sen yang pertama kali mengenalkan penulis dengan wacanawacana Bediuzzaman Said Nursi dan telah menyumbangkan sebagian besar karya Said Nursi ketika penulis hijrah ke yogyakarta untuk melanjutkan studi S2. 7. Ibunda Zahra yang dengan kebijakan, ketabahan, dan doa-doanya di larut malam yang sunyi; ayunda Zuleha yang dengan kasih sayang dan kepeduliaannya; serta adik bungsuku, Zohana, yang melalui keindahan dan ketulusan cintanya telah mengukir makna dalam kehidupan penulis.

terutama para senior yang tengah menempuh Program S3. An-Nafi'. Semua rekan seperjuangan di markas corpus Yogyakarta. Yogyakarta. Tuhan Yang Maha Memberi Manfaat. insigth. dan arahan yang sangat berharga hingga studi S2 dan penulisan tesis ini bisa dirampungkan tepat waktu sesuai target. Zaprulkhan . semoga Allah. terutama bagi penulis pribadi sekeluarga dan bagi dunia akademik umumnya. motivasi. Akhirnya. 20 Februari 2007 Penulis.4 8. menjadikan karya ilmiah ini bermanfaat. yang telah memberi masukan.

................. D.................. NOTA DINAS PENILAI............................................................................................... Latar Belakang Masalah........................................ ABSTRAK.......................... Rumusan Masalah...................... G............................... C................... 1 11 11 12 14 22 25 BAB II : MENGENAL KEHIDUPAN BEDIUZZAMAN SAID NURSI ................................. II III IV V VI VII VIII IX HALAMAN PERNYATAAN KEASLIAN.................... E......... .... MOTTO DAN PERSEMBAHAN........................................ Tujuan dan Kegunaan Penelitian....................... Metode Penelitian................................. NOTA DINAS PEMBIMBING......5 DAFTAR ISI HALAMAN I JUDUL........................................................................................................................................................................................................................................ Kerangka Teoretik........................................................................................ PEDOMAN TRANSLITERASI ....... Tinjauan Pustaka............................................................. BAB I : PENDAHULUAN A.................. F.. KATA PENGANTAR......................................... B............ DAFTAR XII ISI................................................................................... Sistematika Pembahasan...... HALAMAN PENGESAHAN DIREKTUR..........................................

....................... 1........... Kritik Said Nursi Kepada Materialisme...................... B.................... Pembuktian Eksistensi Tuhan Menurut Said Nursi........ Kritik Melalui Dalil Teleologis ............................... C....... Pandangan Said Nursi tentang Tuhan................................................... ........................ The New Said (1926-1950 M)....... 2. C........ Kritik Melalui Dalil Kosmologis .......................... Eksistensi Tuhan dalam Wacana Filsafat.............................................................................. Doktrin-Doktrin Materialisme Tentang Ketiadaan Tuhan di Semesta................... 2......... 80 83 88 B... 1. 4........................ 48 54 61 61 66 70 73 BAB IV : KONSEP MATERIALISME dan KRITIK SAID NURSI TERHADAPNYA A............. Segala Sesuatu Merupakan Tuntutan Alam (Alamiah). Alam Tercipta oleh Sebab (Kausalitas............................................... 2........................................ 1.......... Eksistensi Tuhan dalam Bingkai Argumentasi Intuitif............................... B...... 107 92 93 99 Antara Kritik dan Kontribusi ................................ 27 30 30 38 43 BAB III : PANDANGAN SAID NURSI TENTANG EKSISTENSI TUHAN A..... Situasi Politik Turki.............................. 3........ 3.......................... 2............ Eksistensi Tuhan dalam Bingkai Argumentasi Kosmologis............ Sketsa Biografi Said Nursi.......................... Eksistensi Tuhan dalam Bingkai Argumentasi Ontologis.. 3............................... The Old Said (1876-1926 M).................................................................6 A.................. Mekanik)........................................... The Third Said (1950-1960 M).......................... Eksistensi Tuhan dalam Bingkai Argumentasi Teleologis.. Segala Sesuatu Terbentuk Dengan Sendirinya (Materi) .................. 79 1..

............................. Dengan kata lain.. yaitu bahwa seluruh kehidupan berpusat kepada Tuhan........1 Sistem nilai tauhid ini terangkum dalam sebuah formulasi frase yang berbunyi la ilaha illa Allah (tidak ada Tuhan selain Allah).... 228-229............................. konsep mengenai kehidupan adalah konsep yang teosentris............. 1998)..... h............. dikenal adanya sebuah konsep fundamental yakni tauhid....... Paradigma Islam (Bandung: Mizan. suatu konsep sentral yang berisi ajaran bahwa Tuhan adalah pusat dari segala sesuatu............ Konsep tauhid ini mengandung implikasi doktrinal lebih jauh bahwa tujuan kehidupan manusia tak lain kecuali menyembah kepada-Nya........... 117 120 DAFTAR PUSTAKA ................ Kesimpulan . Saran-Saran .................... ...... menurut Karen Armstrong bukan hanya sekadar penegasan atas 1 Kuntowijoyo..................... Doktrin bahwa hidup harus diorientasikan untuk pengabdian kepada Allah inilah yang merupakan kunci dari seluruh ajaran Islam.............. 122 129 BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Masalah Dalam perspektif Islam.... DAFTAR RIWAYAT HIDUP...... B...... Pengikraran kalimah tersebut........7 BAB V : PENUTUP A........ dan bahwa manusia harus mengabdikan diri sepenuhnya kepadaNya.......... di dalam Islam..........................

Dia adalah satu-satunya realitas. Dengan menjelajahi ayat-ayat al-Quran. yakni tidak mungkin terjadi sesuatu tanpa ada penyebabnya dan penyebab terakhir Karen Armstrong.2 Persoalannya. h. satu-satunya bentuk eksistensi sejati. kosmologis. sedang yang ada hanya satu hal saja. seandainya tidak ada alam semesta yang bekerja sesuai dengan hukumnya. terj. 1994). keindahan. Namun. 15. al-Quran tidak “membuktikan” eksistensi Tuhan tetapi “menunjukkan” cara untuk mengenal Tuhan melalui alam semesta yang ada. secara filosofis eksistensi Tuhan Yang Maha Esa membutuhkan bukti-bukti yang bisa ditampung oleh nalar manusia. Fazlur Rahman. 150. Dengan mengucapkan penegasan tauhid menuntut kaum Muslim untuk mengintegrasikan kehidupan mereka dengan menjadikan Allah sebagai fokus dan prioritas tunggal mereka. akan menunjukkan ke arah Tuhan.3 Kendati demikian. 3 2 . Tema Pokok Al-quran. h. secara garis besar dalam wacana filsafat eksistensi keesaan Tuhan dibuktikan melalui argumentasi ontologis. A History of God (New york: Ballantine Books. atau kesempurnaan sejati: semua wujud yang nampak dan memiliki sifat-sifat seperti ini hanya meminjam keberadaan dan sifat tersebut dari wujud esensial ini. Anas Mahyuddin (Bandung: Pustaka.8 eksistensi Tuhan tetapi sebuah pengakuan bahwa Allah merupakan satu-satunya realitas sejati. 1996). dan teleologis. Fazlur Rahman menemukan bahwa walaupun alQuran menyuguhkan bukti-bukti yang sangat rasional dengan keteraturan alam semesta. bukti kosmologis berpijak pada ide “sebab-akibat”. Jika bukti ontologis melukiskan bahwa setiap manusia mempunyai ide tentang Tuhan dan tidak dapat membayangkan adanya sesuatu yang lebih berkuasa dari-Nya. maka hal ini pun karena sifat ketergantungannya.

Sebut saja Ghazali dalam karyanya Al-Hikmah fi makhluqati Allah. (Albany: State University of New York Press. Jepang. Harun Yahya. begitu pula Oliver Leaman. Dia Di mana-mana (Jakarta: Lentera Hati. abad pertengahan hingga era kontemporer dewasa ini. 7 Karya pemikir & sufi besar dariTurki ini. Dengan demikian keteraturan alam semesta memiliki tujuan-tujuan dan kebijaksanaan objektif di luar manusia. Loren Bagus. 1996). h. the Environment & Said Nursi”. 6 Perbincangan mengenai eksistensi tuhan secara filosofis sudah lama dibahas oleh ilmuwan klasik. Nursi berusaha melakukan interpretasi terhadap kalimah tauhid yang terangkum dalam la ilaha illa Allah hingga mencapai enam ribu halaman yang terkompilasi dalam karya monumentalnya: Risalah An-Nur. Islam at the Crossroads. Abu Rabi’ (ed. mengelaborasi dengan kritis-positif pandangan Nursi mengenai lingkungan. Wawasan Al-Quran (Bandung: Mizan. manusia serta hewan dan tumbuh-tumbuhan. lautan. yang mengulas beberapa aspek pemikiran Nursi secara positif dalam karyanya. 2003). Majmu’Rasail Imam Ghazali (Beirut:Dar AlFikr. Said Nursi’s Views on Muslim-Christian Understanding (Istanbul: Yenibosna. Wahba al-Zuhayli. Risalah An-Nur. demikian pula Fakhruddin ar-Razi.5 Tentu saja. Kamus Filsafat (Jakarta: Gramedia. yang tidak dapat terjadi tanpa ada satu kekuatan yang mengatur keserasian tersebut4. Apresiasi juga dating dari para ilmuwan kelas dunia internasional. air dan api. 2005). “Islam. www. 2005). hingga hari ini masih terus diterjemahkan ke dalam bahasa-bahsa lainnya. rembulan. Rumania. Norton Mezvinsky. India. 1996) .9 pastilah Tuhan. Cina. yang mengulas alam semesta mulai dari langit. 255-262. filsuf abad ini yang mengajar di Universitas John Moores Liverpool tentang filsafat Islam. termasuk Indonesia dan lain-lain. Portugis. Itali. dan ilmuwan lain. Ibrahim M. sekaligus sufi besar abad 20 dari Turki yang mampu menguraikan eksistensi Tuhan melalui ketiga aspek filosofis tersebut secara komprehensif. ilmuwan yang ahli mengenai dialog antar agama di Roma. udara. Belanda. seorang pejuang. Sebut saja. 27.saidnur. h. Alexander Fedotoff serta lain-lainnya. Collen Keyes. maka postulat teleologis berlandaskan pada keseragaman dan keserasian alam semesta. 2002). ini bisa dilihat dalam Al-Ghazali. bahkan dari Indonesia tampil Quraish Shihab dengan buku terbarunya. pemikir. bintang-gemintang. Rusia. 1086. mendapat apresiasi yang sangat luar biasa dari kaum Muslim dari seluruh penjuru dunia. sudah banyak ilmuwan Muslim yang mengelaborasi eksistensi Tuhan dengan menggunakan ketiga argumentasi filsafat tersebut sejak era klasik hingga dewasa ini. 5 4 .com. misalnya Thomas Michel. bumi persada. matahari. seperti Nirmal Singh. Hal ini dibuktikan dengan akses masyarakat dunia baik di belahan wilayah Timur maupun Barat & telah diterjemahkannya Risalah An-Nur ke dalam berbagai bahasa dunia sampai lebih dari tiga puluh bahasa asing: Inggris.). Spanyol.6 Akan tetapi. Prancis.7 Quraish Shihab. h. mungkin Said Nursi (selanjutnya hanya disebut Nursi). Oliver Leaman. Bisa dilihat pada The World is Reading Risale-I Nur.com/ contact@saidnur. Jerman.

Ketika membincang apapun saja. kamatian. Crossroads……. Nursi bertutur dengan bahasa yang begitu indah. 264. Nursi berusaha untuk membuktikan keberadaan dan kesatuan Sang Pencipta dengan alam semesta serta menjelaskan tujuan-Nya dalam penciptaannya. Nursi menguraikan segalanya laksana rangkaian kepingan-kepingan kebenaran agung yang memantulkan keesaan Allah. menjadi jelas bahwa Nursi menawarkan sebuah penjelasan ontologi yang komprehensif dengan memandang keberadaan alam semesta dan manusia. Dengan penelaahan yang intensif terhadap Risalah. Nursi menguraikan tujuan Sang Pencipta dalam menciptakan alam semesta melalui perspektif hakikat ketuhanan: Setiap pemilik keindahan dan kesempurnaan ingin menyaksikan dan memperlihatkan keindahan dan kesempurnaannya sendiri.10 Justru karena Nursi tidak menafsirkan kalimah tauhid secara harfiah melainkan secara maknawiah. ilmuwan Turki yang sangat menguasai pandangan Nursi.. baik mengenai ibadah. Abu Rabi’. manusia. h. serta segala hal lainnya yang dianalisis dengan basis eksplanasi ontologi tersebut. bahasa kenyataan mengenai keesaan perbuatan Sang Metin Karabasoglu. maupun hari kebangkitan. 8 . Bagaimana sel-sel darah dan sistem organisme dalam tubuh manusia menjelma lensa keesaan Tuhan.”8 Dalam Risalah An-Nur. alam semesta. maka ia bisa menyentuh setiap aspek kehidupan untuk membuktikan eksistensi keesaan Tuhan.. “Text and Community: An Analysis of the Risale-I Nur Movement”. Metin Karabasoglu. menyuarakan prinsip ini dengan cerdas: “Tema sentral dari Risalah An-Nur Yaitu bahwa alam semesta telah diciptakan dan Penciptanya mempunyai sebuah tujuan dengan ciptaan tersebut. dan apik bagaimana butiran-butiran atom yang tak terlihat oleh mata manusia secara makroskopis menjadi cermin keesaan Ilahi. bahkan bagaimana dunia tumbuh-tumbuhan dan alam semesta yang bisu dapat berbicara dengan lisanul hal. Sang Pencipta untuk disaksikan umat manusia. menarik.

Turner. Maha Pemelihara. Dia akan melihat keteraturan dan harmoni. tetapi juga disertai argumentasi-argumentasi akliah-filosofis dengan tiga perangkat filsafat: bukti ontologis. dari yang terkecil sampai yang terbesar. Maha Penolong dan Maha Pembangkit. keadilan dan kemurahan.9 Dr. dan sekaligus dia akan menyadari bahwa semua atribut tersebut mengarah bukan pada bendabenda ciptaan itu melainkan pada Realita di mana semua atribut tersebut ada dalam kesempurnaan dan keabsolutan. 2003). 11 Said Nursi. (Jakarta: RajaGrafindo Persada. 2003). pasti akan sampai pada kesimpulan Laa ilaaha illa Allah. dari fenomena yang nampak oleh kasat mata hingga yang gaib tan kasat mata mengungkapkan asma-asma Allah seperti. h. terj. terj. terj. XXVI-XXVII. Dari Cermin ke-Esaan Allah. suatu indeks.11 Penguasa semesta. 216-219. Sinar Yang Mengungkap Sang Cahaya. Lihat Said Nursi. h. Sugeng Hariyanto & Fathor Rasyid (Jakarta: Siraja. 9 . 10 Said Nursi. 2003).11 Dan menurut Nursi. Maha Pemberi Rezeki. keberlangsungan dan keagungan. Sugeng Hariyanto (Jakarta: Siraja.”10 Nursi melihat seluruh peristiwa dan fenomena di alam semesta. yang menceritakan Pemiliknya. bukti eksistensi Tuhan dengan segala atribut-Nya Uraian mengenai persoalan-persoalan tersebut. dan teleologis. ketuhanan. Maha Pengasih. mengungkapkan mengenai kebesaran dan kelengkapan karya tersebut dengan bahasa yang lugas dan padat: “Risalah An-Nur menandaskan bahwa setiap orang yang benarbenar ingin memahami dunia ciptaan ini sebagaimana mestinya. keindahan dan keseimbangan. Dari Balik Lembaran Suci. walaupun tidak disebutkan secara eksplisit. secara spesifik terkompilasi dalam salah satu karya cuplikan Risalah An-Nur: The reflection of the Divine. Dia akan melihat bahwa dunia ciptaan ini adalah buku berisikan nama-nama. Keluasan Risalah An-Nur dalam mendiskusikan eksistensi Tuhan disebabkan Nursi bukan hanya menyuguhkan alasan-alasan naqliahteologis (Al-Quran dan Hadis). kosmologis. Maha Pengatur Benda-benda. seorang muallaf dan pengajar di Universitas Durhan Inggris. dan bukan atas kehendak dan imajinasinya. Sugeng Hariyanto dkk.

13 istana dan para pengunjungnya14. 2002). Alegori filosofis dengan menggunakan raja dan rakyatnya bisa ditemukan dalam Said Nursi. 15 Perumpamaan kapal diuraikan Nursi saat memperbincangkan nilai keimanan kepada Allah. h. Ada tingkat keimanan yang lain. biji-bijian dan pepohonan. Said Nursi Pemikir & Sufi Besar Abad 20. Nyaris di sebagian besar karyanya alegori matahari muncul dalam beragam tema untuk menyibak rahasia ketuhanan. melalui perbandingan atau perumpamaan. Ihsan Kasim. Nursi membungkus setiap argumentasi ontologis. h. Sugeng Hariyanto & Fathor Rasyid (Jakarta: Siraja. trans. Keimanan menggabungkan penerimaan dan penegasan nalar dan pengalaman serta penyerahan kalbu. terj. 718. Nabilah Lubis (Jakarta: RajaGrafindo Persada. 17 Salih. Terkadang ia menggunakan figur seorang raja dan rakyatnya.16 Terlepas dari luasnya paparan filosofis Nursi mengenai eksistensi Tuhan. h. terj. 16 Perumpamaan dalam bentuk matahari merupakan yang paling banyak dan paling sering digunakan oleh Nursi.12 terefleksikan secara sempurna pada diri manusia. 106-107. Sugeng Hariyanto (Jakarta: Siraja. Sukran Vahide (Istanbul: Sozler Nesriyat. dan teleologis dengan eksposisi alegori filosofis. The Words.12 Yang lebih menarik. adakalanya juga ia memanfaatkan personifikasi prajurit perang dan yang paling sering adalah menerapkan perumpamaan cahaya matahari untuk mendeskripsikan kreativitas unik Tuhan pada segala ciptaan-Nya. yakni kepastian yang datang dari pengalaman langsung dengan 12 Said Nursi. 2003). Keimanan harus terdiri atas intelektualitas atau nalar dan kalbu. terj. Dimensi Abadi Kehidupan. 13 . 203-204. Mi’raj Menembus Konstelasi Langit. terj. 2003). ia juga mempertajam argumentasi filosofisnya dengan pendekatan keyakinan (imani) atau pengalaman relijius. Almighty God makes perceived to him all His Names. musim-musiman. Sugeng Hariyanto (Jakarta: Siraja. seperti musim gugur dan musim semi. 14 Metafora filosofis tentang istana dan para pengunjungnya terdapat dalam Said Nursi. Dalam kata-kata Nursi: Man is missive so comprehensive that through his self. 2003). kosmologis. Menikmati Ekstase Spiritual Cinta Ilahi. kapal15 dan para penumpangnya. Said Nursi.17 Mengenai hal ini penulis tidak bisa menguraikannya sebagus uraian Nursi: “Keimanan bukanlah sesuatu yang didasarkan pada taqlid membuta. 2003).

Profesor di Hartford Seminary.. Orang yang telah menguasai tingkat keimanan ini dapat menghadapi seluruh dunia ini. dalam kalimah yang transparan namun kaya dengan simbol penafsiran. dan menyucikan hati. Jadi. Bukti-bukti yang disampaikannya bertujuan memuaskan nalar. Jane I smith.S. para pembaca akan bisa merasakan perasaan Nursi. ide-ide Nursi mampu memasuki abad 21 dengan kewibawaan khas. XX. melukiskan bahwa Nursi mampu menulis dengan hati dan imajinasinya sebaik dengan akal dan inteleknya. maka dengan pengalaman relijius dan penyerahan kalbu ia menghendaki manusia mencapai pencerahan spiritual. menenangkan pikiran. terutama dan terpenting kita adalah mencapai tingkat keimanan ini dan mencoba dengan kesungguhan demi ridha Allah Yang Maha Kuasa untuk mengkomunikasikannya dengan orang lain. Dengan kata lain. Terlebih lagi. Sinar Yang Mengungkap………. nalar dan kalbu harus bekerja sama dalam menelusuri jejak-jejak Tuhan di semesta. Dengan kemampuan memadukan dua fakultas esensial manusia yang dibungkus lewat bahasa simbolis.18 Jadi jika dengan eksplanasi filosofis melalui berbagai perangkatnya yang luas tentang kehadiran Tuhan dalam setiap fenomena kehidupan Nursi ingin mengajak para pembacanya menemukan kepuasan intelektual.A. h. U. tugas pertama. . memahami perintahnya. Ini tergantung dari keteraturan kita dalam beribadah dan berpikir.. metafora filosofis yang kaya makna dan menyentuh. dan mengalami 18 Nursi. Salah satu alasan bahwa ia dapat bertahan dari abad 20 hingga abad 21 sebagai seorang penafsir Islam dan Al-Quran yang sangat dihormati adalah kepiawaiannya dalam menuangkan ide lewat tulisannya.13 kebenaran-kebenaran keimanan.

2002).14 pemahamannya tentang kebenaran melalui penggunaan kata-kata dan gambaran yang sangat jelas. The reader feels Nursi’s passion. Masa di mana para musuh secara intensif mencabik-cabik bangsa dan negara Turki untuk mempercepat kehancurannya. Masa di mana dendam kesumat dari pihak-pihak yang tidak menghendaki Islam mewarnai—apalagi menjadi landasan—negara dan pemerintahan dinyatakan secara terang-terangan. bahkan terkadang menakjubkan. Said Nursi……. Masa di mana Sultan Abdul Hamid selama tiga puluh tahun berupaya dengan segala daya untuk memelihara integritas negara yang sangat luas. Pertama.20 Sementara kaum Ittihadi yang mengambil alih pemerintahan Turki era itu berhasil menduduki posisi penanggung jawab dan penentu arah pemerintahan. 19 . and experiences his understand of truth through his graphic and sometimes even startling use of words and images.19 Melihat pembacaan Nursi yang begitu luas dan terfokus terhadap eksistensi Tuhan.). in word that are straightforward yet rich in interpretive symbolism. h. Sukran Vahide (ed. wajar bila tersimpul sebuah pertanyaan: apa yang menggerakakan dan memotivasi dirinya menguraikan berbagai persoalan yang kesemuanya hanya bermuara pada keesaan Tuhan? Secara global. One of reasons that he has endured through the 20th century and into the 21st as a highly revered interpreter of islam and the Quran is his ability to speak. setidaknya ada dua faktor untuk menjelaskan persoalan tersebut. The Qur’anic View of Man. comprehend his instruction. 255. h. Nursi menghirup aroma kehidupan Turki dalam persimpangan dua abad: akhir abad sembilan belas dan awal hingga pertengahan abad dua puluh (1875-1960). bahkan sampai berhasil menancapkan pengaruhnya dalam kehidupan sosial Bediuzzaman Said Nursi wrote with his heart and his imagination as well as with his head and his intellect. 3. According to the Risale-I Nur (Istanbul: Sozler Nesriyat. 20 Salih. through his writing.. faktor eksternal. namun tidak membuahkan hasil. Akhir abad ke-19 dan menjelang awal abad ke-20 merupakan masa-masa akhir dari usia Daulat Turki Usmani.

22 Setelah perang kemerdekaan.” Namun ketika itu Nursi belum fokus melaksanakan tekadnya. undang-undang negara yang berdasarkan syariat Islam diganti dengan undang-undang Swiss. 2000). 30-31. seluruh para penentang langkah yang ditempuhnya disingkirkan—termasuk para komandan yang berjuang bersamanya—kehidupan ala Barat dipaksakan bahkan diundangkan 21 22 Ibid. h. Seorang Menteri urusan koloni Inggris. Ketika itu Nursi berjanji: “Sungguh aku akan menunjukkan pada dunia bahwa Al-Quran adalah Matahari yang tidak akan redup sinarnya dan tidak mungkin padam cahayanya.21 Saat itu para koloni Inggris melakukan rekayasa hendak melenyapkan Islam dari tanah Turki. juga setahap demi setahap mereka pun berhasil memperkenalkan dan menerapkan pola hidup Barat yang sangat dikaguminya.. h. Yunani. Armenia. kita harus melenyapkannya dari mereka atau memutuskan hubungan mereka dengannya. Langkah yang ditempuh kaum Ittihadi justru membawa negara Turki berada dalam cengkeraman kekuasaan asing. Sukran Vahide. 4-5. Dengan demikian. terjadilah sejumlah perubahan: Kekhalifahan ditanggalkan.15 kemasyarakatan. Bediuzzaman Said Nursi (Istanbul: Sozler Nesriyat. . kita tidak akan pernah mampu menguasai mereka. Gladstone.” Berita ini telah membuat Nursi berguncang dan bertekad untuk mengabdikan seluruh hidupnya agar mukjizat AlQuran berkibar dan kaum Muslim terikat dengannya. pucuk pemerintahan Turki berada di tangan Mustafa Kamal dan ketika ia tampil sebagai pemimpin negara. Turki dikuasai oleh Italia. di depan anggota parlemen sambil menggenggam al-Quran berkata: “Selama alQuran ini berada di tangan kaum muslimin. bahkan ibu kota Istanbul sendiri berada di bawah pemerintahan Inggris.

Ketika memasuki usia awal empat puluh tahun.25 Dari latar belakang seperti itulah. Sukran Vahide (Istanbul: Sozler society. h. Dalam situasi dan kondisi seperti inilah Nursi tampil untuk menghidupkan keimanan kaum Muslim kembali dengan menulis karyanya: Risalah An-Nur. faktor internal atau psikologis. rasa sakit akibat operasi ruhaniah itu berubah menjelma kesenangan karena ia merasakan kesembuhan spiritual dari berbagai penyakit hatinya.16 kepada bangsa Turki. sampai azan pun dikumandangkan dalam bahasa Turki. Letters. trans. 25 Said Nursi. Said Nursi………. tindakan para penentangnya divonis sebagai tindakan subversi lalu dihukum dengan hukuman yang berat. 303-304.. h. Nursi merasakan bagaikan menjalankan operasi besar yang sangat menyakitkan dan melukai perasaannya. 24 23 . Saat membaca kitab Futuh al-Ghaib.24 Demikian pula ia mendapat pencerahan spiritual dari kitab Maktubat yang akhirnya menyebabkan ia uzlah di Shari Yar. dan sejumlah perubahan mendasar lainnya. 418-419. Masyarakat Turki dijejali paham materialisme yang berusaha menyingkirkan Tuhan dari setiap dimensi kehidupan. Hurup Arab diganti dengan hurup Latin. Sukran Vahide (Istanbul: Sozler Society. Dalam uzlahnya inilah Nursi. penulis Salih. lebih konsentrasi dan intensif menuangkan ideidenya untuk membendung paham materialisme yang sedang mewabah pada sebagian besar masyarakat Turki.23 Kedua. trans.2000). Bosfur. 7. sampai-sampai ia tidak menikah hingga akhir hayatnya. Nursi mengalami transformasi spiritual dengan membaca dua kitab ulama sufi ternama: Futuh al-Ghaib karya Abdul Qadir al-Jilani dan Maktubat karangan Imam Rabbani Ahmad Faruqi. 2001). yang hanya berdialog dengan Al-Quran. Said Nursi. h. Namun setelah beberapa saat kemudian. The Flashes Collection.

Rumusan Masalah Bertolak dari paparan latar belakang di atas. yakni meneliti pandangan Nursi mengenai Tuhan. kosmologis dan teleologis dalam perspektif Nursi. maka persoalan pokok yang akan diangkat dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: 1. Apa saja bukti-bukti yang dijadikan pijakan Nursi dalam menguraikan eksistensi Tuhan? 3.17 tertarik melakukan penelitian terhadap pemikiran Nursi yang diformulasikan dalam sebuah judul: “Eksistensi Tuhan Menurut Said Nursi dan Kritiknya Terhadap Paham Materialisme Barat. Tujuan dan Kegunaan Penelitian Penelitian ini dimaksudkan sebagai jawaban dari rumusan masalah di atas.” A. maupun dengan perangkat filosofis berupa bukti-bukti ontologis. Adapun secara rinci tujuan penelitian dapat dirumuskan sebagai berikut: Pertama : Untuk memberi penjelasan mengenai konsep Tuhan dan eksistensi Tuhan baik melalui argumentasi teologis (Al-Quran. Bagaimana pandangan Nursi tentang eksistensi Tuhan? 2. Bagaimana bentuk kritik Nursi terhadap paham materialisme Barat modern? B. bukti-bukti tentang eksistensi Tuhan dan kritik Nursi terhadap paham materialisme Barat Modern. Kedua : Menunjukkan postulat-postulat dan langkah-langkah apa saja yang ditawarkan oleh Nursi dalam menghadapi dan mengcounter argumentasi- . Hadis dan pendekatan imani). 1.

yang di dalamnya mencakup sub-sub tema yang luas. Bringing Faith. hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan dalam pengembangan kajian teologis-filosofis mengenai eksistensi Tuhan baik di lingkungan akademisi maupun masyarakat luas. Globalization. According to the Risale-I Nur (Istanbul: Sozler Nesriyat.). Sumbangan teoretis yaitu berupa penjelasan yang kongkret berdasarkan realitas alam semesta (makrokosmos dan mikrokosmos) yang dilakuakan Nursi dalam menguraikan eksistensi Tuhan. 2004). Globalisasi. 26 . Tinjauan Pustaka Sudah banyak para pemikir dan ilmuwan yang menulis tentang pandangan-pandangan Nursi. pandangan-pandangan Nursi diteliti oleh para ahli dalam kapasitasnya sebagai seorang sufi dan pemikir yang menyoroti berbagai persoalan kehidupan: perspektif Al-Quran mengenai manusia menurut Risalah An-Nur26. Lazimnya. Tema ini terkompilasi dalam Sukran Vahide (ed. etika dan Risalah An-Nurnya Said Nursi27. The Qur’anic View of Man. C. Demikian pula artikel-artikel dalam bentuk makalah yang dikompilasikan dari hasil seminar. makna dan kedamaian hidup dalam sebuah dunia multikultural melalui pendekatan Risalah An-Nur28.18 argumentasi paham materialisme yang menolak peran Tuhan dalam pentas kehidupan duniawi dan ukhrawi.). Menebarkan keyakinan. 2002). Meaning and Peace to Life in a Multicultural World: The Risale-I nur’s Aprroach (Istanbul: Nesil. 27 Mengenai tema di atas dapat dilihat dalam Sukran Vahide (ed. 2004). Berdasarkan penjelasan di atas. Sedangkan secara praktis. 28 Sedangkan perbincangan tema tersebut berada dalam Sukran Vahide (ed. penelitian ini diharapkan dapat memberikan sumbangan teoretis dan praktis. Ethics and Bediuzzaman Said Nursi’s Risale-I Nur (Istanbul: Sozler Publications.).

Abdul Qadir al-Jilani. 2003. 32 Hal ini terutama diuraikan dalam bab pertama ketika membahas makna eksistensi & kehidupan. Penelitian intensif dilakukan oleh Ustadi Hamzah dalam bentuk tesis yang menguraikan konsep-konsep pandangan Nursi mengenai toleransi beragama sehingga membentuk pluralitas agama. 2002). 1. Kalau pun sudah banyak yang mengenal akhirakhir ini. Sugeng Hariyanto & Fathor Rasyid (Jakarta: Grafindo Persada. 1-19. 29 .19 Jika pada skala global internasional (luar negeri) pemikiran Nursi sudah tidak asing lagi. Sementara kajian mengenai pemikiran Nursi yang mengkritik paham materialisme memang telah dilakukan pula oleh sebagian pemikir. Makna Hidup sesudah MatiKebangkitan dan Penghisaban. Bisa dikatakan masih agak jarang tokoh-tokoh intelektual dalam negeri yang mengenal wacana-wacana Nursi. Namun kritik Nursi yang diuraikan Ali Unal hanya satu aspek saja dengan dihubungkan kepada kehidupan sesudah mati atau hari kebangkitan.32 Machasin. pengaruh tokoh atau ide-ide tokoh sufi. Di Indonesia. dalam bentuk skripsi dengan yang membahas metode penafsiran Nursi dalam Risalah An-Nur oleh Laela Rahmawati31. Yogyakarta. Ali Unal ketika mengelaborasi makna hidup sesudah mati melalui sudut pandang Nursi. 2005.30. 31 Skripsi Laela Rahmawati. sebut saja Machasin yang mengelaborasi gagasan-gagasan Nursi mengenai wacana sufistik. Mane-Yi Harfi: Kajian Tentang Metode Penafsiran Bediuzzaman said Nursi dalam risale-I Nur. mengungkapkan sekilas kritik Nursi terhadap paham materialisme. 2004. di Indonesia. terj. 30 Tesis Ustadi hamzah. Jurnal Jami’ah. dan Imam Rabbani serta di mana posisi Nursi29. No. Vol. seperti Ghazali. tidak demikian halnya pada tataran lokal regional. h. UIN Sunan Kalijaga. Demikian pula. 43. IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. tetapi masih sedikit yang menulis atau meneliti ide-ide Nursi. Bediuzzaman Said Nursi and The Sufi Tradition. Islam dan Pluralitas Agama: Toleransi Beragama dalam Pandangan Bediuzzaman Said Nursi. Ali Unal.

Menurut Jabiri. Abed al-Jabiri. 79-108. Senada dengan Russell. & mempelajari keadaan jiwa setelah perpisahannya dengan badan. Russell menyatakan bahwa Aristoteles mendiskusikan mengenai Tuhan yang transenden. h.20 Peneliti lain mengenai hal tersebut adalah Thomas Michel.). 2005). bagian yang mempelajari asal-usul bendabenda. Pada titik ini. yang salah satu unsurnya membahas tentang Tuhan35. History of Western Philosophy (London: Unwin University Books. cara benda-benda muncul dari entitas-entitas spiritual. 180-184. h. Kedua peneliti di atas. Bertrand Russell. Mulyadhi kartanegara. pertama kali digulirkan oleh Aristoteles yang dalam Sukran Vahide (ed. Takwin al-Aql al-Arabi (Beirut: Markaz Dirasat al-Wahdah alArabiyah. A History of God (New York: Ballantine Bokks. penelitian tersebut tetap memiliki signifikansi untuk dilakukan. D. hanya saja dengan uraian filosofis yang mampu dicerna nalar dan sepenuhnya rasional. 33 . tapi Tuhan yang tidak mewahyuhkan dirinya dalam sejarah. Armstrong melihat Aristoteles jelas menggagas konsep Tuhan. Said Nursi’s Views on Muslim-christian Understanding (Istanbul: Yesnibosna.34 Istilah filsafat pertama atau metafisika. tidak menciptakan alam. Kerangka Teoretik Perbincangan mengenai Tuhan. baik Ali Unal maupun Michel. Karen Armstrong. Michel tidak menjelaskan kritik-kritik Nursi secara eksplisit terhadap paham materialisme tersebut33. & tidak mengadili di Hari Kiamat. nampak sekadar asumsi ilmiah untuk menafsirkan prinsip gerak. h. 1955). Michel menguraikan pandangan Nursi terhadap peradaban modern yang dibangun di atas nilai-nilai materialistik. 2005). Tuhan Aristoteles sebagai penggerak pertama (al-muharrik al-awwal). terlebih lagi belum melakukan eksplanasi pandangan-pandangan Nursi terhadap paham materialisme secara filosofis. h. 74-75. 35 Masih diperdebatkan apakah metafisika Aristoteles memang menyinggung tentang Tuhan. Michel hanya mengemukakan perbedaan paradigma dunia modern yang bersifat materialistik dengan konsep Al-Quran yang mempunyai orientasi kepada Tuhan menurut Nursi. 171. Integrasi Ilmu Sebuah Rekonstruksi Holistik (Bandung: Arasy. h. sehingga tidak lebih dari tuntutan logika semata. Akan tetapi. 27-28. 1993). 1983). materi umum yang mempengaruhi benda-benda jasmani & spiritual. 34 Metafisika menurut Ibn khaldun mencakup pula wujud sebagai wujud. dalam wacana filsafat termasuk dalam lingkaran kategori metafisika atau disebut juga dengan filsafat pertama ( first philosophy).

Kelima. A History of Islamic Philosophy (New York: Columbia university Press. adanya Sebab Pertama bagi segala sesuatu yakni Tuhan.36 Dalam kalangan filsuf non-Muslim. 34. Wujud mungkin adalah wujud yang boleh saja ada atau tidak. h. yang menguraikan penegetahuan tentang Realitas Pertama yang menjadi Sebab bagi setiap realitas. h. Apa yang diungkapkan Aquinas tersebut dalam kajian filsafat disebut dengan argumen kosmologi. 2005). Kedua. Keempat. adanya Penggerak Pertama yang tidak digerakkan yaitu Tuhan. wujud mungkin (Mumkin al-wujud) dan wujud mustahil (mumtani’ al-wujud).37 Dari dunia Muslim. Alam ini adalah wujud yang boleh ada dan boleh tidak Filsuf awal Muslim Al-Kindi memberi salah satu judul buku filsafatnya Filsafat Pertama. 1983). Argumentasi kosmologi dari Thomas Aquinas ini digunakan untuk memperkaya analisis dan tidak hanya dari filsuf Muslim semata. Majid Fakhry. yang disebut Tuhan. h. Ibn Sina tampil menguraikan eksistensi Tuhan lewat dalil al-jawas atau kontingensi yang membagi wujud ke dalam tiga kategori: Wujud Niscaya (wajib al-wujud). dan tidak boleh tidak ada. 37 Amsal Bahtiar.38 Wujud Niscaya adalah wujud yang senantiasa harus ada. 38 Mulyadhi Kartanegara. Filsafat Agama (Jakarta: Logos.21 perkembangan selanjutnya masih dipergunakan. Menembus Batas Waktu (Bandung: Mizan. 70. Pertama. 1997). adanya hierarki kesempurnaan di dunia ini yang mengimplikasikan Sumber Kesempurnaan atau Tuhan. termasuk oleh para filsuf Muslim dalam menguraikan eksistensi Tuhan. adanya tujuan pada benda-benda tak bernyawa. adanya sifat ketergantungan yang mengharuskan adanya satu Wujud Wajib. perbincangan mengenai eksistensi Tuhan sebagai Penggerak Pertama ini dielaborasi oleh Thomas Aquinas dengan menyuguhkan lima argumen. Ketiga. 36 . 179-182. sedangkan wujud mustahil adalah yang keberadaannya tidak terbayangkan oleh akal. dan itulah Tuhan. sehingga pasti ada Yang Maha Cerdas yang mengarahkan benda-benda tersebut.

h. karena pendekatannya menggunakan filsafat wujud. Karena alam merupakan wujud yang boleh ada. boleh ada. nyatanya alam ada. maka ia dipastikan sebagai wujud yang mungkin. 90. Ahmad Daudy (Jakarta: Bulan Bintang.. terj. itulah Tuhan yang Wujud Niscaya. dan tidak bisa mengada dengan sendirinya. Berbeda dengan dua argumen di atas yang berdasarkan pemikiran logisspekulatif. h. yang telah mengubahnya dari potensial menjadi aktual.41 Demikian pula Ibn Rusyd yang menggagas dalil inayah (rancangan).39 Allah merupakan Wujud Niscaya (Necessary Being) sebagai Penyebab pertama (first cause) dan sumber utama eksistensi. Akan tetapi. penciptaan alam yang menakjubkan. hal in merupakan bukti adanya Tuhan yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Bagi Ibnu Rusyd. maka alam bukan Wujud Niscaya. kebalikan dari aktual. Al-Quran dan Filsafat. membuktikan bahwa Tuhan itu ada. 40 39 . Melalui “rahmat” yang ada di alam ini. 1988). 43. Namun. seperti adanya Ibid. Karena alam itu potensial. Selain itu. berarti sifat dasar alam adalah potensial. karena alam juga boleh tidak ada. h. Dengan mengatakan bahwa alam ini mungkin pada dirinya.22 ada. Ibnu Rusyd dengan pemikiran rasional-religiusnya berpendapat bahwa perlengkapan yang ada di alam ini diciptakan untuk kepentingan manusia. maka ia dapat juga disebut wujud mustahil. Sesuatu yang aktual yang telah mengubah alam potensial menjadi aktualitas. 34-36. Terma “mungkin” menurut Ibn Sina adalah potensial. ia tidak mungkin ada tanpa adanya sesuatu yang telah aktual.40 Pandangan Ibnu Sina mengenai argumen kemungkinan ini sering disebut dengan dalil ontologi. 1999). A Brief Introduction to Islamic Philosophy (Cambridge: Polity Press. Oliver Leaman. 41 Yusuf Musa.

yang dapat diterima oleh semua kalangan manusia. Penciptaan ini secara rasional bukanlah suatu kebetulan. seperti Ghazali dan Al-Qusyairi. “Dapatkah Anda menyunting sekuntum mawar dari M. cari yang Kartanegara.A. konsep Tuhan menurut Ibnu Rusyd sering disebut argumen teleologis. h..23 kehidupan organik. merupakan bukti lain adanya Tuhan melalui konsep penciptaan keserasian. belum. dan pengenalan intelektual. Salah seorang tokoh yang mengulas metode intuitif adalah Jalalluddin Rumi.. 43 42 .43 Apakah ketiga bukti tentang eksistensi Tuhan secara rasional tersebut telah mencukupi? Para ilmuwan Muslim umumnya menjawab. 45 Annemarie Schimmel. baik sarjana maupun umum. 36-37.44 Menurut Rumi.A. di mana ia mengelaborasi eksistensi Tuhan secara intuitif dengan penjelasan yang penuh ilustrasi filosofis. tetapi harus dirancang oleh agen yang dengan sengaja dan bijaksana melakukannya dengan tujuan tertentu. Hal yang sama juga dilakukan oleh Nursi. 2005). Al-Quran……. persepsi indriawi. Lalu bagaimana mungkin nalar yang berkaki kayu dapat melintasi samudera tersebut?45 Atau dalam metafora lain Rumi pernah bertanya secara ironis. Saini K. 106. Rumi mengilustrasikan Tuhan sebagai samudera tanpa batas yang airnya berupa api. h.. metode intuitif Rumi dijadikan kerangka teoretik untuk memotret salah satu argumentasi Nursi mengenai eksistensi Tuhan.42 Karena berdasarkan perspektif adanya keserasian penciptaan. Bagi Ibnu Rusyd. membuktikan eksisitensi Tuhan dengan akal bagaimana pun piawainya tidaklah memadai. M (Bandung: Mizan. Musa.. Mereka melengkapinya dengan metode intuitif. Anda baru menyebut nama. Rumi hanya menjelaskan metode intuitifnya dengan global melalui uraian-uraian alegori filosofis bagaimana sesungguhnya perjalanan untuk menyingkap rahasia Wajah Sang Kekasih tanpa melalui detail-detail tahapan sufistik. 44 Jalaluddin Rumi sengaja dipilih di sini karena metode intuitif Rumi tidak melalui maqamat-maqamat yang diwacanakan oleh tokoh-tokoh sufi lain secara eksplisit. terj.W. Dengan alasan inilah. melalui hati atau pendekatan imani.R? Tidak. h 43. Menembus……. penciptaan melalui rahmat dan keserasian ini merupakan bukti adanya Tuhan. Menyingkap Yang Tersembunyi.

Dunia Rumi. h. 48 Schimmel.47 Untuk menghadirkan Tuhan dalam kalbu tersebut. 212. Karena dalam berbagai karyanya Nursi menguraikan dalil-dalil eksistensi Tuhan dengan menggunakan keempat model argumentasi tersebut. hati harus dihaluskan.49 Paham ini berprinsip bahwa di dunia tidak ada selain materi. hati menjadi cermin bening yang memantulkan bayangan kecantikan sang Kekasih tanpa cacat sedikit pun. Dengan cara seperti itulah. Pemikiran eksistensi Tuhan yang digulirkan Nursi pada dasarnya muncul sebagai respon terhadap pandangan paham materialisme yang berasal dari Barat. terj. Materialisme merupakan salah satu paham yang menafikan Tuhan dalam fenomena kehidupan. Menyingkap…….”46 Hati. h. Menyibak Tirai Kejahilan (Bandung: Mizan. 136-137. h. Saut Pasaribu (Yogyakarta: Pustaka Sufi. Kattsoff. Soejono Soemargono (Yogyakarta: Tiara Wacana. noda yang datang dari kehadiran manusia di dunia harus dibersihkan dengan ingatan yang terus menerus kepada Sang Kekasih. 49 Louis O. 2002). Bila wacana tentang Tuhan dalam kajian para filsuf Muslim tetap terjaga utuh. 2003). 27. Annemarie Schimmel. Materialisme adalah aliran filsafat yang memandang materi sebagai pokok segalanya. merupakan masjid dan Ka’bah. 2004).48 Keempat tipologi pandangan tentang eksistensi Tuhan inilah yang akan penulis jadikan kerangka teoretik untuk menganalisis pemikiran Nursi mengenai Tuhan. dalam istilah Rumi disebut dil. atau bahwa nature (alam) dan dunia fisik adalah satu. terj. Democritus berpendapat bahwa alam terdiri dari Mulyadhi Kartanegara.. yang benar-benar nyata. 47 46 . h.24 empunya nama. Ide materialisme dapat dirunut kepada seorang filsuf alam Yunani klasik yaitu Democritus (460-370 SM). di dunia Barat secara perlahan diskusi mengenai Tuhan semakin tersingkirkan. Pengantar Filsafat. sebagai rumah atau singgasana Tuhan di mana Ia mendudukkan Dirinya Sendiri. 110.

dan juga substansi yang tak bisa diraba (malaikat. Harold H. Yang menjadi objek filsafat adalah yang dapat dialami oleh tubuh. 60-63.25 dua unsur fundamental: atom dan ruang hampa. Persoalan-Persolan……. Filsafat Modern (Jakarta: Gramedia. dan tidak perlu memakai ide seperti “maksud” (purpose). 2004). dst.. 296-297. Karena itu. Karena ia tidak mempercayai apapun kecuali benda-benda material. 67. semua perubahan di dunia.. semuanya bersifat kepastian semata-mata. Rahmani Astuti (Bandung: mizan. 54 Titus. Dunia Sophie. 52 F. 1984). ia disebut seorang filsuf materialis50pertama yang ide-idenya dilanjutkan oleh Epicurus dan Lucretius. positivisme merupakan ahli waris empirisme yang sudah diradikalkan. h. terj.53 Bagi seorang pengikut aliran materialisme mekanik. Rasjidi (Jakarta: bulan Bintang.). Al. Rangkaian sebab musabab ini hanya dapat dijelaskan dengan prinsip-prinsip sains alam semata-mata. h. 1997). Kalau ada substansi yang tak berubah-ubah. Terdapat suatu rangkaian sebab musabab yang sempurna dan tertutup. harus disingkirkan dari refleksi filosofis.51 Hobbes juga dipandang sebagai perintis empirisme modern yang mengembalikan pengetahuan pada pengalaman dan berusaha membebaskan diri dari bentuk-bentuk spekulasi spiritual dalam metafisika tradisional. 51 50 . 296. terj. Persoalan-Persoalan Filsafat. h. berujung pula pada paham positivisme yang dicetuskan oleh Auguste Comte pada awal abad 19. h. Budi Hardiman. yaitu Allah. Doktrin materialisme menemukan momentumnya pada awal abad modern di tangan Thomas Hobbes dengan menyajikan materialisme yang mekanik seluruhnya.54 Jostein Gaarder.52 Pijakan pada fakta-fakta objektif alam. 205. roh. Titus at. baik perubahan yang menyangkut atom atau perubahan yang menyangkut manusia. Ia menegaskan bahwa filsafat tidak berurusan dengan ajaran-ajaran teologis. h. 53 Ibid.

Ironinya. Pemikiran Karl Marz (Jakarta: Gramedia. Di sini perlu pula diberi batasan bahwa paham materialisme yang dibahas adalah materialisme mekanik.26 Pada akhir-akhir ini. Nursi tampil mengusung konsep-konsep tauhid. doktrin tersebut dijelaskan sebagai energisme yang mengembalikan segala sesuatu kepada bentuk energi. 135-158. yaitu Karl Marx. Praja. paham materialisme inilah yang dibawa masuk bangsa Eropa (Inggris) ke tengah-tengah bangsa Turki pada akhir abad 19 hingga pertengahan abad 20. 2001). Dalam hal ini. (Jakarta: Prenada Media. Jerman. yang melihat semua fenomena alam secara saintifik dan menafikan Tuhan. Nursi mengcounter paham materialisme tersebut hanya dengan menggunakan argumentasi kosmologis dan teleologis yang diformulasikan oleh para ilmuwan di atas. atau sebagai suatu bentuk dari positivisme yang memberi tekanan untuk sains dan mengingkari hal-hal seperti ultimate nature of reality (realitas yang paling tinggi. h. hanya dua kategori pandangan filsuf non-Muslim dan Muslim tentang eksistensi Tuhan yang akan dimanfaatkan untuk menganalisis kritik Nursi terhadap materialisme. banyak masyarakat awam yang terpikat dengan doktrin-doktrin materialisme tersebut. Sebab ada juga materialisme historis yang diusung oleh filsuf terkenal dari Prussia. Dengan alasan ini. 2003). atau Allah). Secara cukup detil pemikiran Marx terdapat dalam Franz Magnis-Suseno. h.144. tentang keesaan Tuhan yang mendasari setiap fenomena semesta. Dalam kondisi yang memprihatinkan tersebut.55 Dalam hubungannya dengan dunia Islam. 56 55 .56 Materialisme historis mengasumsikan bahwa kebutuhan-kebutuhan material manusia menentukan Juhaya S. baik makrokosmos maupun mikrokosmos melalui argumen teologis dan filosofis yang dikemas dengan bahasa metafora filosofis yang sederhana. Aliran-Aliran Filsafat & Etika.

tetapi eksistensi material yang menentukan kesadaran mereka.57 Bukan materialisme jenis ini yang menjadi fokus kritik Nursi dalam tesis tersebut melainkan materialisme mekanik seperti teruraikan di atas. Wright Mills.58 Di sini. Sari Sejarah Filsafat Barat (Yogyakarta: Kanisius. bahkan spiritual ditentukan oleh variabel material. politik. ada dua sumber yang digunakan dalam memperoleh data. buku. 59 Atho Mudzhar. 1992). Harun Hadiwijono. h. 1980). nilai-nilai dan ide-ide budaya sebagai produk berpikir manusia. Jenis Penelitian Secara tipologis. penelitian ini termasuk tipologi penelitian budaya. 37. h. 121.majalah. 35-36. Sasaran penelitian ini diarahkan pada pemikiran Nursi dalam hal eksistensi Tuhan yang tertuang dalam karyanya Risalah An-Nur. apabila dilihat pula dari subject matternya. bukan kesadaran masyarakat yang menentukan eksistensi mereka. jurnal. 2003). penelitian ini dengan melihat unsur-unsur penelitian yang digunakan. dan lainnya. Pendekatan Studi Islam Dalam Teori dan Praktek (Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Akan tetapi. h. Kaum Marxis. karena karya tersebut telah dikodifikasi ke dalam bentuk beragam buku C. (Jakarta:LP3ES. 57 . Metode Penelitian survey. F.59 2.27 bentuk masyarakat dan perkembangannya. 1989). Imam Muttaqien (Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Metode Pengumpulan Data Secara garis besar. Metode Penelitian 1. yakni berupa bahan-bahan tekstual seperti. yakni semacam model penelitian yang memilki konsen terhadap pemikiran-pemikiran. Proses perubahan sosial. 58 Masni Singarimbun. berupa karya-karya Nursi. h. Singkatnya. 45. maka penelitian ini mengikuti jenis telaah kepustakaan (library research). yaitu sumber primer yang memberikan data langsung dari sumber pertama.

yang menguraikan makna filosofis kalimah tauhid laa ilaaha illa Allah dengan kerangka falsafati. Science and Religion. Membaca Pikiran Tuhan. Sedangkan sumber sekunder. 3. God and The New Physics. Juga Letters 1928-1932. kemudian The Flashes Collection. yakni karya-karya atau tulisan-tulisan para pemikir lain yang membahas pandangan-pandangan Nursi dan sumber-sumber lain yang membicarakan tentang eksistensi Tuhan dan kritik terhadap paham materialisme yang relevan dengan persoalan yang dibahas untuk memperkaya dan mempertajam analisis. Perjumpaan Sains dan Agama. terutama the twenty-second word. dan buku-buku lain. Demikian pula buku-buku yang membicarakan doktrin-doktrin materialisme tentang alam semesta atau filsafat sains. maka penelitian ini hanya memfokuskan pada sebagian buku Nursi yang secara spesifik memperbincangkan eksistensi Tuhan melalui argumentasi-argumentasi teologis dan filosofis. seperti Titik Balik Peradaban. khususnya the twentieth letter. terutama sekali risalah pertama dan risalah keempat. Metode Pengolahan Data . Menemukan Tuhan dalam Sains Kontemporer dan Agama.28 yang sesuai dengan tema-temanya. seperti The Words. the thirty-second word dan the thirty-third word. Terakhir buku Sinar Yang Mengungkap Sang Cahaya. Buku-buku tersebut. yang menguraikan sebuah postulat teologis melalui pendekatan filosofis. Juru Bicara Tuhan. khususnya the twentythird flash yang membahas secara tipikal alasan-alasan Nursi dalam mengcounter paham naturalisme.

29 Sifat penelitian yang dilakukan adalah penelitian tekstual yang bertumpu pada pemahaman teks yang ada hubungannya dengan persoalan yang diteliti. Bahan-bahan tekstual tersebut kemudian dipaparkan dengan menggunakan metode deskriptif-analisis. Jika metode deskriptif berusaha melukiskan dan menjelaskan doktrin-doktrin materialisme mengenai alam semesta serta argumentasi-argumentasi Nursi dalam Risalah An-Nur secara sistematis dan objektif,60 maka metode analisis berupaya melakukan telaah atau penganalisisan terhadap kedua pemikiran tersebut dengan pendekatan filosofis secara mendalam.61 Selain itu, dengan metode deskriptif-analisis penulis juga melibatkan evaluasi kritis untuk menelaah sejauh mana keunggulan dan kelemahan pandangan Nursi.62 Disamping itu pula, penelitian ini menggunakan pendekatan kritis-filosofis atau disebut juga dengan Filsafat Fundamental (Fundamental Philosophy, atau alFalsafah al-Ula)63. Pendekatan kritis-filosofis digunakan karena bertujuan mengungkap struktur fundamental dari sebuah pemikiran filsafat. Pendekatan
60

Kaelan, Metode Penelitian Kualitatif bidang Filsafat (Yogyakarta: Paradigma, 2005),

h. 58-59. Hadari Nawawi & Mimi Martiwi, Penelitian Terapan (Yogyakarta: UGM Press, 1996), h. 73-74; Jenis penelitian analitik ini, lebih fungsional dalam pengembangan pengetahuan dan lebih efektif sebagai sarana edukatif bagi penelitian akademik. Lihat Jujun S. Suriasumantri, “Penelitian Ilmiah, Kefilsafatan dan Keagamaan: Mencari Paradigma Kebersamaan”, Tradisi Baru Penelitian Agama Islam, Deden Ridwan (ed.), (Bandung: Nuansa, 2001), h. 83. 62 Menurut Kaelan, dalam metode deskriptif lazimnya dikembangkan pula ke arah evaluasi kritis. Kaelan, Metode Penelitian…….., h. 59;Anton Baker &A Charris Zubair, Metodologi Penelitian Filsafat (Yogyakarta: Kanisius, 1990), h. 62. Bandingkan juga dengan pandangan Nasution yang mengungkapkan bahwa dalam penelitian dimungkinkan melakukan kombinasi antara berbagai metode penelitian. Nasution, Metode Research (Jakarta: Bumi Aksara, 2003), h. 20. 63 Amin Abdullah, “Relevansi Studi Agama-Agama Dalam Milenium Ketiga: Mempertimbangkan Kembali Metodologi dan Filsafat Keilmuan Agama dalam Upaya Memecahkan Persoalan Keagamaan Kontemporer” dalam Ulumul Qur’an: Jurnal Kebudayaan dan Peradaban, No 5 VII/ 1997, h. 62-67. Dimuat pula dengan judul “Relevansi Studi AgamaAgama dalam Milenium Ketiga” dalam Amin Abdullah dkk., Mencari Islam: Studi Islam dengan Berbagai Pendekatan (Yogyakarta: Tiara Wacana, 2000), h 1-25.
61

30 kritis-filosofis lebih bersifat keilmuan, terbuka, dan dinamis, yang berbeda dengan aliran-aliran filsafat yang ideologis, tertutup, dan statis. Pendekatan kritis-filosofis bercorak inklusif serta tidak tersekat-sekat dan tidak terkotak-kotak oleh sebuah tradisi. Pendekatan ini memiliki tiga karakter utama. Pertama, kajian filsafat selalu terarah pada perumusan ide-ide dasar (fundamental ideas) terhadap objek persoalan yang sedang dikaji. Kedua, perumusan ide-ide dasar itu dapat menciptakan berpikir kritis (critical thought). Ketiga, kajian filsafat dengan demikian dapat membentuk mentalitas dan kepribadian yang mengutamakan kebebasan intelektual (intellectual freedom), sehingga terbebas dari dogmatisme dan fanatisme.64 G. Sistematika Pembahasan Penelitian ini terdiri atas lima bab yang disusun secara sistematis dan merupakan satu kesatuan yang tidak terpisahkan. Bab I akan diuraikan tentang pendahuluan yang meliputi: latar belakang masalah, rumusan masalah, tujuan penelitian, telaah pustaka, landasan teori, metode penelitian, serta sistematika pembahasan. Bab II akan dikemukakan terlebih dulu sekilas setting politik Turki pada persimpangan akhir abad 19 dan menjelang awal abad 20. Kemudian akan menyajikan sketsa latar belakang kehidupan Nursi yang mencakup tiga fase. Fase pertama, di mana Nursi masih aktif dalam gelanggang perpolitikan Turki. Fase kedua, menggambarkan bagaimana Nursi memisahkan diri dari dunia politik praktis dan beruzlah untuk menulis Risalah an-Nur secara utuh dalam rangka
64

Ibid., h. 59-60.

31 mengcounter materialisme. Sedangkan fase ketiga, mengilustrasikan masa akhir kehidupan Nursi di mana dirinya sudah mempengaruhi sebagian besar masyarakat Turki melalui karyanya. Bab III akan memaparkan konsep-konsep eksistensi Tuhan dalam wacana filsafat secara global. Kemudian membahas konsep tentang Tuhan menurut pandangan Nursi dan menguraikan perspektif Nursi mengenai pembuktian eksistensi Tuhan melalui bingkai argumentasi kosmologis, ontologis, teleologis, dan intuitif. Bab IV akan mengelaborasi doktrin-doktrin materialisme tentang ketiadaan Tuhan di alam semesta yang meliputi alam semesta tercipta oleh sebab (kausalitas), segala sesuatu terbentuk dengan sendirinya (materi), dan segala sesuatu merupakan tuntutan alam (alamiah). Selanjutnya baru membahas kritik Nursi terhadap pandangan materialisme ini melalui dalil kosmologis dan teleologis. Dalam bab ini dilakukan pula analisa mengenai keunggulan dan kelemahan pandangan Nursi. Bab V merupakan bab terakhir yang akan menyajikan kesimpulan berupa jawaban berdasarkan uraian dan temuan yang telah dipaparkan sebelumnya, serta saran untuk pengembangan penelitian lebih lanjut.

BAB II MENGENAL KEHIDUPAN BEDIUZZAMAN SAID NURSI A. Sekilas Situasi Politik Turki

Sebab.65 Jika ditengok kilas balik awal tahun pemerintahan Sultan Abdul Hamid II.32 Pemerintahan Sultan Hamid II (1876-1909 M). Said Nursi Pemikir & Sufi Besar Abad 20. Masa di mana para musuh secara intensif mencabik-cabik bangsa dan negara Turki untuk mempercepat kehancurannya. Masa di mana Sultan Abdul Hamid selama tiga puluh tahun berupaya dengan segala daya untuk memelihara integritas negara yang sangat luas. Nabilah Lubis (Jakarta: RajaGrafindo Persada. dan Rumania lepas dari Kekuasaan Ihsan Kasim Salih. dengan memanfaatkan dana moneter internasional. Montenegro. 3-4. Masa di mana dendam kesumat dari pihak-pihak yang tidak menghendaki Islam mewarnai—apalagi menjadi landasan negara dan pemerintahan dinyatakan secara terang-terangan. dan dengan membangkitkan kesadaran Dunia Islam. era saat Said Nursi dilahirkan. h. yakni: Dengan kepiawaiannya dalam percaturan politik. Kemudian kelemahan ini dimanfaatkan dalam waktu yang sangat tepat. 2003). sehingga dengan mudah pihak musuh pun berhasil menggoyang dan mencabut akar pemerintahan Dinasti Turki Usmani. Tapi ketika semua ini disampaikan semuanya sudah terlambat. namun tidak membuahkan hasil. juga dengan peringatan yang didengung-dengungkan kepada bangsa-bangsa Islam agar persatuan dan kesatuan di antara mereka harus lebih digalakkan dalam menghadapi bahaya Eropa yang arogan. merupakan masa-masa akhir dari usia Daulat Turki Usmani. terj. maka buah yang diharapkan pun tidak berhasil dipetik. maka pada tahun 1878 Serbia. saat itu bahaya asing sudah mengetahui dan menguasai titik-titik lemah dalam negara. 65 .

33 Turki Usmani, sementara Bulgaria menjadi semi independen. Di perbatasan Caucasia, Turki kehilangan Qars dan Batum; Inggris mencaplok Cyprus dan Mesir (1882). Perang Turki-Yunani pada tahun 1897 memperluas wilayah

Yunani ke utara, dan Crete memperoleh otonomi pada tahun 1898. setelah makzulnya Sultan Abdul Hamid, pada tahun 1909 Bulgaria merdeka dan Bosnia dan Hergezovina dicaplok oleh Austria. Kemudian, Tripoli jatuh ke tangan Italia pada tahun 1912.66 Antara tahun 1878 hingga 1914 itu juga, sebagian besar wilayah Balkan menjadi merdeka67 dan Rusia, Inggris, serta Austria-Hungary merebut sejumlah wilayah Turki Usmani.68 Dalam situasi politik yang kacau dan lemahnya kekuasaan Sultan Abdul Hamid, Jam’iyyah al-ittihad wa at-tafraqi (Organisasi Persatuan dan Kemajuan) yang didukung oleh pihak-pihak musuh dari luar, mengambil alih kekuasaan negara. Kemudian kaum Ittihadi menobatkan Sultan Muhammad Rasyad yang berfungsi hanya sebagai boneka, sehingga tidak lebih dan tidak kurang ia hanya sebagai lambang semata. Sebab, selama masa pemerintahannya, mereka dengan leluasa berhasil mewujudkan politik negara baru yang dicita-citakannya. Demikian juga, mereka pun berhasil menduduki posisi penanggungjawab dan penentu arah pemerintahan, bahkan
66 67

berhasil

menancapkan

pengaruhnya

dalam

kehidupan

sosial

Syafiq A. Mughni, Sejarah Kebudayaan Islam di Turki (Jakarta: Logos, 1997), h. 67. Seperti diketahui, pada masa Sultan Sulaiman Al-Qanuni (1520-1566 M), yang merupakan Sultan Usmani terbesar, kesultanan Turki Usmani mampu menguasai Irak, Belgrado, Pulau Rhodes, Tunis, Budapest, Yaman, Armenia, Suria, Hejaz, Mesir, Libia, Aljazair di Afrika, dan Bulgaria, Yunani, Yugoslavia, Albania, Hongaria, dan Rumania di Eropa. Untuk penjelasan lebih lanjut dapat dilihat dalam Harun Nasution, Islam Ditinjau dari Berbagai Aspeknya (Jakarta: UI Press, 1985), h. 84. 68 Ira M. Lapidus, Sejarah Sosial Ummat Islam, terj. Ghufron A. Mas’adi (Jakarta: RajaGrafindo Persada, 1999), h. 66.

34 kemasyarakatan. Setahap demi setahap mereka pun berhasil memperkenalkan dan menerapkan pola hidup Barat yang sangat dikaguminya.69 Titik kulminasi tumbangnya kesultanan Turki Usmani adalah saat diproklamirkan Republik Turki pada tanggal 29 oktober 1923 dengan menobatkan Mustafa Kemal sebagai presiden pertama seumur hidup dan Ismet Inonu sebagai perdana menteri pertamanya.70 Mustafa Kemal merenggangkan keterikatan masyarakat umum terhadap Islam dan mengarahkan mereka kepada pola kehidupan Barat. Kesultanan Usmani dihapuskan pada tahun 1923, sedang khilafah dihapuskan pada tahun 1924.71 Mustafa Kemal bukan hanya menjalankan sekularisasi dan sekularisme dalam arti menghilangkan kekuasaan agama dari bidang politik dan pemerintahan,72 melainkan juga bercorak sangat radikal. Mustafa Kemal mengganti undang-undang negara yang berdasarkan syariat Islam dengan undang-undang Swiss; seluruh penentang langkah yang ditempuhnya disingkirkan—termasuk para komandan yang berjuang bersamanya —kehidupan model Barat dipaksakan bahkan diundangkan kepada bangsa Turki; tindakan para penentangnya divonis sebagai subversi lalu dihukum dengan hukuman yang berat; hurup Arab diganti dengan hurup Latin, sampai azan pun dikumandangkan dalam bahasa Turki, dan sejumlah perubahan mendasar lainnya. Dalam situasi dan kondisi bangsa yang sangat gawat seperti ini dan saat bangsa dan negara dihadapkan pada perubahan di bidang sosial kemasyarakatan yang terjadi secara dipaksakan, tampillah Said Nursi dengan mempersiapkan
Salih, Said Nursi……, h. 4. Erik J. Zurcher, Sejarah Modern Turki, terj. Karsidi Diningrat R. (Jakarta: Gramedia, 2003), h. 215. 71 Lapidus, Sejarah Sosial…., h. 89-91. 72 Harun Nasution, Pembaharuan dalam Islam (Jakarta: Bulan Bintang, 1996), h. 153.
70 69

35 risalah-risalah yang didasarkan oleh diri dan hidupnya. Seluruh waktunya, jauh dari dunia politik dengan segala intriknya. Kali ini Nursi tampil hanya untuk menyusun Risalah An-Nur dan menyebarkan ke seluruh lapisan masyarakat dalam situasi yang teramat sulit agar mereka tetap sebagai masyarakat Islam yang beriman dan dinamis.73 B. Sketsa Biografi Said Nursi 1. The Old Said (1876-1926 M) Di sebuah kampung yang di kelilingi gunung-gunung yang menjulang tinggi dengan salju abadi yang selalu menutupi puncak-puncaknya, di sebuah desa yang berpayung langit biru dengan udara yang terkenal bersih dan terbebas dari polusi, di sanalah seorang bayi yang diberi nama Said Nursi lahir. Nursi lahir saat menjelang fajar terbit pada tahun 1876 M, di sebuah desa bernama Nursi, salah sebuah perkampungan Qadha (Khaizan) di wilayah Bitlis yang terletak di sebelah timur Anatoli. Ayahnya bernama Mirza, seorang sufi yang sangat wara’ dan diteladani sebagai seorang yang tidak pernah memakan barang haram dan hanya memberi makan anak-anaknya hanya dengan yang halal saja. Dikisahkan, bahwa setiap ternaknya kembali dari penggembalaan, mulut-mulut ternak dibuka lebar-lebar khawatir ada makanan dari tanaman kebun milik orang yang dimakan. Ibunya (Nuriah) pernah berkata, bahwa dirinya hanya menyusui anak-anaknya dalam keadaan suci dan berwudhu.74

73 74

Salih, Said Nursi….., h. 7. Ibid. h. 8.

tapi apakah engkau telah selesai membaca kitab al-Jami’ pada tahun ini? Oleh Nursi dijawab: Ya. 75 . Nursi berguru pula kepada seorang ulama terkenal. Muhammad Mishbah (Jakarta: Robbani Press. Fathullah Afandi. Fakta ini membuat Syaikh Afandi memujinya sebagai perpaduan antara otak jenius dan daya hafal yang luar biasa. Ia juga menghafal kitab Jam’ul Jawami’ (kitab tentang ushul fiqih) karya Ibn as-Subki dalam waktu satu minggu. Iman Kunci Kesempurnaan. yang ditempuhnya hanya dalam waktu tiga bulan. 10-11. 2004). Said Nursi……….76 Pada tahun 1989 M. yang bertanya kepadanya: Engkau katanya telah selesai membaca as-Suyuthi pada tahun yang silam. h. Kemudian Syaikh Fathullah Afandi mulai menyebutkan nama kitab-kitab kepadanya dan oleh Nursi dijawab bahwa semua kitab tersebut telah selesai dibaca. Nursi dengan mantap mampu menjawab setiap soal yang diajukan. Mirza dan kepada saudara lelakinya. 77. ia mulai mengkaji bidang nahwu dan sharf. Syaikh Afandi mengujinya seputar kitab-kitab yang telah dibaca Nursi. saya telah selesai membacanya secara keseluruhan. Sebagaimana lazimnya pelajar Muslim. h. terj. 76 Salih. Said Nursi. Pada waktu menjalani ujian..75 Pada tahun 1888. ia berhasil membaca seluruh buku yang pada umumnya dipelajari di sekolah-sekolah agama hingga tepat tiga bulan ia menggondol ijazah dari Syaikh Muhammad Jalali. Selama itu.36 Nursi mulai menimba ilmu dari bilik ayahnya sendiri. dengan ketekunan luar biasa Nursi masuk di sekolah Bayazid. Abdullah.

dalam satu riwayat disebutkan bahwa ia pernah berdiskusi dengan seorang ilmuwan pengajar kimia dan Nursi hanya perlu waktu lima hari untuk menguasai ilmu tersebut. 152. karya al-Fairuz Abadi. Mengokohkan aqidah Menggairahkan Ibadah. Nursi kemudian pergi ke kota Bitlis untuk menelaah sejumlah besar buku ilmiah dan menghafal sebagian darinya. h. Nursi membawa sesuatu yang mencengangkan akal pikiran. ia pun menghafal kamus alQamus al-Muhith. filsafat. 12. Ibid. popularitas Nursi segera tersebar luas dan digelari Badiuzzaman (Bintang Zaman). geografi. 2004). sampai pada hurup Sin. seperti geografi. 78 77 .77 Tidak lama kemudian popularitas pemuda jenius ini (Said Nursi) tersebar luas. fisika. Pada tahun 1894. h. Bukan hanya kitab-kitab yang dihafal Nursi. Berkat potensinya yang mampu menyerap berbagai disiplin ilmu dan otaknya yang sangat jenius. sejarah. Bintang atau Keindahan Zaman. dan titel itu tetap disematkan pada namanya hingga kini. Ibtidain Hamzah khan (Jakarta: Robbani Press. dan lainnya kepada para ilmuwan. h. ilmu falak. 13-14. Dengan demikian bagi kita tidak akan ada jalan lain kecuali melenyapkannya atau memutuskan hubungan kaum muslimin dengannya”. kimia. kimia. geologi. kita pun tidak akan pernah mampu menguasai mereka.78 Dalam waktu yang sama Nursi mendengar berita tentang menteri urusan koloni Inggris. terj. Lebih dari delapan puluh kitab induk tentang ilmu-ilmu keislaman berhasil dihafal. Peristiwa inilah yang mengantarkan dirinya menyandang gelar Badiuzzaman.37 serta menulis pada sampul kitab tersebut: Sungguh seluruh kitab Jam’ul Jawami’ telah mampu dihafal hanya dalam satu minggu. Gladstone. di depan anggota parlemen dengan menggenggam Al-Quran telah berkata: “Selama Al-Quran ini berada di tangan kaum muslimin. Dalam waktu relatif singkat sekali Nursi mampu menguasai matematika. Nursi pergi menuju kota Wan untuk mempelajari berbagai disiplin ilmu modern. Said Nursi.. Ibid. Ketika kembali berdiskusi dengan limuwan tersebut. dan lain-lain.

the truth becomes manifest through of the combining of the two. The students’ endeavour will take flight on these two wings. Ketika itu ia berkata: “Aku sungguh akan menunjukkan kepada dunia bahwa Al-Quran adalah matahari maknawi (hakiki) yang tidak akan redup sinarnya dan tidak mungkin padam cahayanya”. Nursi menyuarakan penggabungan kedua ilmu tersebut dengan frase yang singkat dan padat namun cukup indah: “The religious sciences are the light of the conscience and the modern sciences are the light of the reason.80( Pengetahuan agama merupakan cahaya bagi hati nurani dan pengetahuan modern adalah penerang bagi akal. akan menimbulkan kefanatikan di satu sisi. Bediuzzaman Said Nursi (Istanbul: Sozler Nesriyat. 44. dan sebagainya. 79 80 Sukran Vahide. Namun usulan brilian tersebut ditolak karena orang-orang dekat Sultan justru memfitnahnya. di samping sekolah-sekolah agama. Ibid. h. 2000).38 Berita ini telah membuat Nursi berguncang dan bertekad untuk mengabdikan seluruh hidupnya agar mukjizat Al-Quran berkibar dan kaum muslimin terikat dengannya. Nursi mengunjungi ibu kota Istanbul. Tetapi saat itu Nursi belum mampu untuk fokus dan mewujudkan cita-citanya. Di ibu kota Istanbul ia menyampaikan usulan kepada Sultan Abdul Hamid agar di timur Anatoli didirikan sekolah-sekolah yang mempelajari matematika.79 Pada tahun 1907 M. kebenaran akan termanifestasi melalui kombinasi antara keduanya. Namun ketika keduanya dipisahkan. kimia. and wiles and scepticism in the other”. fisika. dan ketertipuan serta sikap skeptis di sisi lain). h. Ketekunan para pelajar akan mengantarkan mereka mampu terbang tinggi dengan kedua sayapnya. . Nursi mengusulkan penggabungan studi ilmu agama dan ilmu pengetahuan modern agar terjadi keselarasan wawasan. When they are seperated it gives rise to bigotry in the one. 30-31.

82 dalam bahasa Arab. Said Nursi. 2005). Sukran Vahide (Istanbul: Sozler Publications. bersama para muridnya dengan segala daya yang dimiliki turut serta menghadapi pasukan tentara Rusia. Selama di sana ia berkesempatan untuk menyampaikan khutbah dengan bahasa Arab di Masjid Raya Umawi Damaskus.. Dalam pertempuran Uraian mengenai khutbah tersebut secara cukup detail terdapat dalam Thomas Michel S. Signs of Miraculousness. Dalam masa perang ini ia berhasil menyusun tafsirnya yang sangat berharga. yang berisi enam penyakit yang melanda umat Islam dan pengobatannya. 4657. Said Nursi’s Views on Muslim-Christian Understanding (Istanbul: Yenibosna. 81 . trans. yang kebetulan saudara perempuannya tinggal di sana. 2004). Isyarat al-Ijaz fi Mazhan al-Ijaz. 82 Mungkin karena disibukkan dengan peperangan. h..39 Pada musim dingin tahun 1911 M. yakni: putus asa yang pengobatannya berupa harapan ketidakjujuran dengan pengobatannya kejujuran permusuhan diobati dengan saling mencintai perpecahan harus diselesaikan dengan persatuan kelaliman penguasa asing yang melemahkan umat Islam yang mesti diterapi dengan membangkitkan harga diri umat Islam Dan sikap individualistik yang harus dipecahkan dengan musyawarah dan saling kerja sama.J. Nursi yang saat itu sudah mulai mempunyai agak banyak murid. Nursi mengadakan kunjungan ke negeri Syam. dengan Rusia.81 Ketika pecah perang Dunia I pada tahun 1914 M. Khutbah tersebut terkenal dengan sebutan alKhuthbah asy-Syamiyah atau The Damascus Sermon. cukup disayangkan bahwa kitab tafsir yang unik ini hanya diselesaikan sampai surat Al-Baqarah ayat ke tiga puluh tiga.

seperti Muhammad ‘Akif (penyair kondang).. dan lain-lain. Mustafa Shabri (Syaikhul Islam). Saat itu juga ia menjadi sadar bahwa dirinya mempunyai penyakit-penyakit ruhani yang sangat parah padahal ia diharapkan 83 84 Salih. dan tidak berdaya saat berada di masjid kecil milik bangsa Tatar dekat sungai Volga. Berawal dari perasaan terasing. 85 . Kendati demikian. Sukran Vahide (Istanbul: Sozler Nesriyat. 34-35. Hamdi Almalali (mufassir terkenal). sendirian.83 Ketika masa-masa dalam tawanan Rusia inilah keinginan Nursi untuk uzlah. 2000). 300. h. Said Nursi. h. dua tahun kemudian Nursi membaca kitab futuh al-Gaib karya Abdul Qadir al-Jilani. kehidupan sosial yang menyenangkan dan gemerlap.. Nursi tidak pernah mengikuti pertemuan yang diselenggarakan berulang kali oleh Darul Hikmah dan mengajukan surat permohonan agar dirinya tidak usah dipilih sebagai anggota. 29-32. serta penghargaan dan penghormatan yang diberikan orang-orang sempat membuatnya lupa terhadap niat yang telah diputuskan sebelumnya. trans. lemah. h. ia memutuskan untuk beruzlah.40 tersebut Nursi tertangkap oleh pasukan tentara Rusia dan ditawan di Qustarma selama dua tahun empat bulan. Sa’duddin Pasya.84 Namun tekad itu belum juga terlaksana secara utuh. Hal ini terbukti dengan penolakannya untuk diangkat menjadi anggota Darul Hikmah al-Islamiyyah yang terdiri dari orang-orang terkenal dan para ulama terkemuka. Said Nursi…. Nursi sudah mengambil jarak terhadap kehidupan sosial. The Flashes.85 Seiring perjalanan waktu. mengasingkan diri dari kehidupan sosial mulai muncul. 299Salih. Ismail Hakki (seorang ulama kenamaan). Said Nursi……. sebab orang-orang yang dicintainya di Istanbul..

Dalam kondisi demikian. Ia mengakui bahwa membaca kitab Futuh al-Gaib bagaikan menjalani suatu operasi besar. karya Imam Rabbani yang menjadikan dirinya semakin mantap untuk beruzlah.86 Terlebih lagi. 418-419. the Flashes……. Namun beberapa saat kemudian. 2001).. rasa sakit akibat operasi ruhaniah itu berganti dengan kesenangan karena ia merasakan kesembuhan.) yang semakin leluasa menerapkan doktrin-doktrin dunia Barat yang bercorak materialistik. Nursi. Lalu Nursi meneruskan membaca kitab tersebut sampai selesai dan mendapatkan manfaat besar darinya. tidak bisa diganggu gugat lagi. Selanjutnya ia juga membaca kitab Maktubat. tekad nursi beruzlah untuk menyusun karyanya Risalah An-Nur. Letters. . h.41 bisa menyembuhkan penyakit-penyakit ruhani umat Islam. yaitu Shari Yar. h.87 Bahkan ketika tahun 1922 M. 303-304. trans. Sukran Vahide (Istanbul:Sozler Nesriyat. saat Daulat Turki Usmani secara beruntun dilanda beragam musibah hingga Inggris berhasil menduduki Istanbul (pada 16 Maret 1920 M. Awalnya iatidak tahandan hanya membaca sampai separuh kitab tersebut. Ia begitu menghormati dan selalu mendoakan al-Jilani setiap hari. Nursi merasa tikaman demi tikaman yang dihujatkan kepada dunia Islam terasa seolah diarahkan ke lubuk hatinya. Ia menetapkan diri untuk beruzlah ke salah satu daerah Turki. Bosfur. sehingga mendapatkan lebih banyak lagi pencerahan dan kepuasan ruhani. Mustafa Kemal menawari dirinya jabatan sebagai penasihat umum seluruh wilayah timur Turki dengan memberinya 86 87 Said Nursi.

Manthiq. Model Kepemimpinan dalam Amal Islam. serta makalah-makalahnya. Ibrahim Abu Rabi’ & Jane I Smith (eds. 88 . 89 Menurut Hakan Yavuz. 233. h. Isyarat. as-Sanuhat.91 Sejak itu Nursi terfokus dalam aktivitas inqadz al-iman (menyelamatkan keimanan) di Turki. 3-4. berbagai buku-buku karangannya mulai diterbitkan. Nursi melukiskan keputusannya untuk menjauhi arena politik dengan alasan yang kontekstual: Musthafa M. seperti Isyarat al-I’jaz. h. Nursi menolak tawaran itu. Lama’at. thulu’at.88 Dalam uzlahnya inilah. The New Said (1926-1950 M. terj. Nursi secara utuh melepaskan dirinya dari dunia perpolitikan dengan sebuah ungkapan terkenal yang ia lontarkan: A’udzu billahi min asy-Syaithani wa min as-Siyasah (Aku berlindung kepada Allah dari setan dan dari politik). yang disebut juga oleh Nursi sendiri sebagai Said al-Jadid (Said Baru). Thahhan. Syaa’at. Qazil Ijaz fi al. lebih terfokus dalam menuangkan ide-idenya secara inspiratif dalam usahanya membendung paham materialisme89 yang sudah menjangkit sebagian besar masyarakat Turki.. No. menghadang paham materialisme dengan tujuan menyelamatkan keimanan masyarakat Turki inilah merupakan salah satu focus utama yang Nursi lakukan hingga akhir hayatnya. 90 Ibid. 1999. Model Kepemimpinan…………. The Muslim World. 233. 1997).). h. Selama masa-masa ini juga. LXXXIV. 91 Thahhan. Special Issue Said Nursi and the Turkis Experience. seperti Rumuz.90 2. Vol.) Dalam episode kedua kehidupan Said Nursi ini.42 sebuah vila besar dan gaji yang menggiurkan agar ia menjadi salah satu orang dekanya. 199. dan nuqthah Min Ma’rifatillah Jalla Jalaluh. July-Oktober. Musthalah Maufur (Jakarta: Robbani Press. Min Ma’rifah an Nabi SAW. Nursi yang hanya berdialog dengan Al-Quran semata tanpa merujuk kepada kitab apa pun.

.. atau gelanggang remaja.. h.. Letters.... pada akhirnya hanya akan digunakan oleh sistem anti Islam yang dominan sebab kendali kehidupan politik ada di tangan kekuasaan asing. Maka aku menjadi takut dengan kejahatan politik dan menarik diri sepenuhnya darinya seraya berkata: aku berlindung kepada Allah dari setan dan politik. Karena bisa jadi orang yang terpelajar akan sangat mencela orang yang baik dan saleh karena berbeda pandangan politiknya dan memuji orang yang korup karena membela kepentingan politiknya.. Perselisihan politik ini tumbuh sedemikian dalam pada hati setiap orang dan pada kehidupan bersama karena tabiat manusia. 92 . Karenanya Nursi pun mengubah aktivitas politiknya dan mengalihkan perhatiannya pada aspek keimanan dan masalah-masalah akidah.. atau pusat hiburan.. 91. Said Nursi………. Karena perjuangan apa pun yang dilakukan demi Islam melalui politik. seperti keangkuhan...93 Mengenai pengakuan Nursi untuk menjauhkan diri dari kehidupan politik ini secara lebih detail terdapat dalam Said Nursi. 66-70’ 83-85.43 “Bagi orang yang beriman sangatlah sulit untuk memperjuangkan tujuannya melalui politik dalam situasi yang membadai seperti sekarang. h. terutama setelah sekolah-sekolah agama dibubarkan dan beratus masjid Jami’ diubah menjadi gudang.”92 Uzlah itu juga terdorong karena Nursi menyaksikan bagaimana sistem sekularisme yang diterapkan oleh penguasa dengan mensosialisasikan doktrindoktrin materialisme ke seluruh masyarakat Turki hingga nyaris melumpuhkan keyakinan mereka. 93 Salih. sehingga seorang Muslim akan menyebut saudara seimannya sebagaisetan jika dia tidak mendukung partai politiknya. Sehingga Nursi menempuh langkah tersebut setelah ia yakin bahwa memfokuskan diri sebagai pelayan Islam tidak mungkin dapat diwujudkan melalui perjuangan politik dengan segala intrik dan pertentangannya. Keterlibatan dalam politik akan membagi umat Islam menjadi kelompok-kelompok politik yang saling bertentangan..

era kehidupan Nursi yang baru ini pun tidak sepi dari teror penguasa. diasingkan. (Jakarta: Grafindo Persada. XXI. h. Said Nursi………. Islam at the Crossroads (Albany: State University of New York. 20. h. Sejak itu satu per satu orang-orang berdatangan untuk berguru kepadanya dan Nursi mulai menyebarkan Risalah an-Nur secara sembunyi-sembunyi. Inilah awal hubungan antara Nursi dengan warga penduduk Barla. Tetapi ia berhasil mendapatkan hiburan. Demi misi ini. Nursi ditangkap dan dibuang ke Barla. The Words (Kumpulan Kata) dan The Letters (Kumpulan Surat). Dengan tuduhan terlibat dalam revolusi terhadap pemerintahan Mustafa Kemal. Di sana ia menjalani kehidupan yang sulit dan terpisah hampir dari setiap orang. Sugeng Hariyanto dkk. 2003). terj.). para muridnya pun aktip mempelajari Risalah an-Nur dan menyalin serta menyebarluaskannya ke seluruh penjuru Turki. 95 Salih.95 Salinan karya-karya Risalah an-Nur saat itu masih ditulis dengan tangan dan mulai menyebar ke seantero Turki.94 Di desa Barla ini Nursi berkenalan dengan seorang warga desanya yang bernama Sulaiman yang akhirnya menjadi murid setia yang mengabdi kepadanya selama delapan tahun. 96 Ibrahim M. mereka dengan hati yang mantap rela ditangkap.44 Kendati demikian. ditulisnya di Barla kala ia dalam kondisi sulit. Abu-Rabi’ (ed.96 Ternyata metode perjuangan Islam ini mengundang reaksi dan kebencian Said Nursi. bahkan walau sampai disiksa. Inilah awal mula pergerakan Risalah anNur. Sinar Yang Mengungkap Sang Cahaya. h 56. dengan mendekatkan diri kepada Allah Yang Maha Besar dan lewat penyerahan diri seutuhnya kepada-Nya. pelipur sejati. Sementara itu. sebuah desa berbukit di barat daya Turki pada tahun 1926 M. 94 . 2003). Halakah pengajiannya tumbuh dan berkembang. Bagian-bagian pokok dari Risalah anNur.

98 Ketika dalam persidangan Eskisehir Nursi ditanya pendapatnya tentang negara Republik Turki. dan selalu menandaskan bahwa hakhak setiap orang tidak boleh dilanggar meskipun demi kepentingan seluruh masyarakat. Nursi ditahan selama sebelas bulan di penjara sebelum akhirnya diputus tidak bersalah. 98 99 . Tuduhan melakukan upaya revolusi kepada Mustafa Kemal Tuduhan membentuk thariqah sufi. Said……. Tuduhan menghidupkan semangat keagamaan melalui penyebaran Risalah al-Hijab. XXI. Salih. Dengan tuduhan membangun rahasia dan melawan pemerintah. Meskipun sepanjang hidupnya ia selalu menentang segala pemberontakan dan gerakan yang bermaksud memecah ketenteraman dan keteraturan masyarakat. justru kebanyakan karya Nursi Risalah an-Nur sebagian besar ditulis pada masa-masa ia berada di dalam penjara. XXI. Nursi dituntut hukuman mati dan seratus dua puluh santrinya diadili di Pengadilan Pidana Eskisehir pada tahun 1935..97 Dakwaan yang dialamatkan kepada Nursi dan murid-muridnya detailnya antara lain: Tuduhan membentuk organisasi bawah tanah. 65. Sinar Yang…….99 Menariknya. dia dituduh membangun organisasi-organisasi rahasia yang bertujuan menghancurkan ketenteraman masyarakat.. h. ia menjawab: Biografi saya yang kalian pegang itu bahwa saya ini warga negara republik yang religius bahkan sebelum kalian lahir ke dunia. Sinar Yang…….45 pemerintah. 97 Nursi.. h. h. Nursi..

102 Ibid. Tiga bulan pertama ia ditahan di kantor polisi. Bediuzzaman……. asy-Syuyukh. dan dilanjutkan Sinar ketiga sampai kesembilan yang di dalamnya menjelaskan tanda tertinggi. dan pengap dengan kondisi yang sangat menyedihkan.101 Selama dalam tahanan Kastamonu. al-Ikhlash. Model Kepemimpinan…….102 Selama masa ini. 242. Vahide. 103 Ketika di pindahkan ke Denizli. Ibid. h. Nursi banyak menulis Risalahnya yang terkodifikasi dalam The Rays. Tekanan tersebut kian lama kian meningkat.. Dalam penjara ini Nursi hanya bisa menyebarkan Risalahnya secara sembunyi-sembunyi melalui selah kecil dari jendela kepada para murid-muridnya karena ia dilarang untuk berhubungan secara terbuka. Nursi dikurung selama sembilan bulan dalam sebuah sel yang kecil sekali.104 Salih. gelap. Sebagian besar Risalah yang tertuang dalam Lama’at dirampungkan pula selama dalam masa tawanan tersebut. Said……. dan berpuncak dengan penangkapan besar-besaran hingga pengadilan dan pemenjaraan di Denizli103 pada tahun 1943-1944. h. h. 269. h. 278-279. kedua puluh sembilan. h. 101 100 . 245. al-Isyarat ats-Tsalatsah.. baik Nursi maupun murid-muridnya terus-menerus mendapatkan tekanan dari penguasa. 277.100 Setelah dibebaskan dari pengadilan Eskisehir. ia diasingkan kembali ke kota Kastamonu. dalam satu riwayat disebutkan bahwa Nursi masih dalam keadaan lemah karena efek dari keracunan yang diletakan pada makanannya.46 Dalam tahanan tahun 1935 Nursi juga menulis risalah-risalah al-Iqtishad.. al-Hijab. 65-66. lihat juga Thahhan. al-Mardha. dan tiga puluh yang terkompilasi dalam kitab al-Lama’at. Tercatat ia menulis Sinar pertama dan kedua sampai selesai. Kemudian dipindahkan ke rumah kayu berukuran kecil dan berlantai tanah yang berada di depan kantor polisi tersebut selama tujuh tahun. 104 Ibid. serta risalah keduapuluh lapan. h.

. h. Nursi dituduh membentuk thariqah sufi dan menorganisir masyarakat politis.. Kami adalah anggota dari organisasi yang setiap hari sebanyak lima kali selalu mengikrarkan keanggotaan kami di dalamnya dan sangat terikat dengan prinsip-prinsip dasar organisasi. pemerintahan di Angkara berganti penguasa pada tahun 1950. Tetapi berupa organisasi sepanjang masa yang beranggotakan empat ratus juta orang. tetapi vonis tersebut dibatalkan melalui banding sehingga nursi beserta murid-muridnya dinyatakan tidak bersalah dan dibebaskan pada bulan September 1949. Pengadilan memvonis Nursi dengan semena-mena. Said……. sebagai bentuk pengabdian dari kami untuk kami dalam upaya membebaskan sesama kami dari penjara abadi (neraka jahannam) yang diperingatkan kepada kami”. 78.105 Kami adalah anggota suci yang agung dan kami merupakan anggota-anggotanya yang memikul tugas agar di antara sesama anggota mengenal hakikat Al-Quran secara ilmiah dan murni. Nursi mengajukan pembelaan argumentatif yang tak terbantahkan: “Memang betul. Risalah an-Nur tersebar dari pelosok desa sampai pusat kota Turki setelah pengadilan di berbagai daerah mengizinkannya untuk diterbitkan dengan tidak lagi secara manual. Dalam persidangan di pengadilan Denizli.47 Dalam pengadilan di Denizli. Pada saat pengadilan sedang mengadakan sidang-sidangnya. Salih. kami merupakan sebuah organisasi.. juga selalu berlomba untuk merealisasikan syiar organisasi ini. yaitu : “Sesungguhnya orang-orang Mukmin itu bersaudara”. partai Demokrasi berhasil mengambil alih dari Partai Republik yang telah berkuasa selama seperempat abad dan terkenal sangat memusuhi Islam melalui pemilu yang berlangsung secara 105 106 Kalimah ini merupakan potongan awal ayat dalam surat Al-Hujurat ayat 10. Pada tahun yang sama. Pada tahun 1948 sebuah perkara baru dibuka di Pengadilan Pidana Afyon.106 Setelah dibebaskan. salah sebuah daerah di wilayah Afyon. Nursi diasingkan ke Emirdag.

.108 Kendati pemerintahan sudah berganti wajah baru. keluarlah surat pengampunan umum dan kasus yang menyangkut Baduzzaman bersama Risalah an-Nur juga dianggap tidak pernah terjadi.. h. h. 108 107 . Celal Bayar dan sang presiden pun membalas kembali dengan ucapan terima kasih. Ucapan selamat ini disampai oleh nursi melalui sepucuk surat dan presiden pun membalasnya melalui surat kembali.. Risalah an-Nur memendarkan cahaya iman ke seantero Turki yang sedikit Ibid. Barla. Ankara. 24. namun kebebasan terhadap aktivitas Nursi dengan para murid-muridnya beserta penyebaran Risalahnya tetap diawasi oleh penguasa. mulai dari Istanbul. Pada putaran periode kehidupan yang ketiga ini.. Dengan alasan inilah. 94-95.. yakni karena Partai Demokrasi berhasil menggeser pemerintahan yang sangat memusuhi Islam dan karena Partai Demokrasi memberi sedikit kebebasan kepada Islam untuk beraktivitas dan telah mengembalikan azan dengan bahasa Arab kembali berkumandang... dapat dikatakan pengaruh Nursi dengan Risalah an-Nurnya sudah menyentuh sebagian besar masyarakat Turki. h. hingga berakhir saat menghembuskan nafasnya di Urfa. Afyon.. Episode akhir kehidupannya yang ketiga ini pun dilalui nursi dengan dakwaan demi dakwaan dan berpindah dari satu daerak ke daerah lain. 334..... melainkan oleh dua faktor utama..107 3. Abu-Rabi’..48 bebas. Ketika Partai demokrasi naik ke panggung kekuasaan. Tetapi kegembiraan ini bukan karena ia sebagai Partai Islam. Islam at the. Nursi mengirimkan ucapan selamat kepada presiden Turki yang baru. Bediuzzaman.. The Third Said (1950-1960 M) Kaum Muslimin bergembira dengan tampilnya Partai Demokrat sebagai pemegang kendali pemerintahan. Hal ini terdapat dalam Vahide.

49 demi sedikit namun pasti mampu menyingkirkan kegelapan doktrin-doktrin materialisme yang menggelayuti benak masyarakat Turki. dengan alasan hal itu karena perintah Menteri Dalam Negeri. “Aku sekarang telah berada di detik-detik akhir kehidupanku.. 372-373. Saat itu kepala polisi masuk dan menyampaikan pesan kepada Nursi bahwa dirinya harus meninggalkan Urfa menuju Asbarithah.. Prediksi Nursi ini diungkapkannya saat ia masih berada di dalam penjara Eskisehir pada tahun sekitar 1935-an. 110 Vahide. Nursi. Nursi menjawab dengan tenang. tidak lagi mampu kembali ke Asbarithah. 358.110 Namun kepala polisi tetap bersikeras mendesak Nursi yang saat itu sedang dalam keadaan sakit parah.. Sekarang tugasmu mempersiapkan air untuk memandikan jasadku setelah wafat”.. 109 .. Fakta faktual ini memang sudah diprediksikan oleh Nursi jauh-jauh hari sebelumnya.. Ribuan massa.. tempat istirahat Nursi dengan beberapa muridnya. ketika di akhir hayatnya di Urfa tersebar kabar ke tengah masyarakat bahwa pemerintah bersikeras hendak mengusir Badiuzzaman dari kota tersebut. maka terjadilah gelombang protes dari masyarakat. bahwa Risalahnya kelak akan menjadi pembimbing umat manusia bahkan tujuh kali lebih banyak dari Matsnawinya Jalaluddin Rumi.109 Karenanya.. Aku harus mati di sini. diperkiraka sekitar lima sampai enam ribu orang berkumpul mengitari Hotel Apak Plaza. The Flashes. h. Bahkan ketua Partai Demokrasi di wilayah Urfa menemui kepala polisi dengan mendesak agar Nursi sebagai tamu istimewanya (honoured guest) tidak diusir dan dibiarkan tinggal di Urfa. Bediuzzaman………….. Kepala polisi bersama anggotanya keluar dari kamar dengan kepala menunduk karena tersentuh nuraninya. h.

. Penduduk berduyun-duyun datang ke hotel untuk melihat Badiuzzaman untuk yang terakhir kalinya. yang pada saat meninggalnya hanya berbobot empat puluh kilogram. Said……….113 111 112 Salih. yang telah diperkarakan di berbagai persidangan. Sekalipun sebelumnya ia tidak bersedia menerima orang sebanyak ini untuk bertemu— mengingat kesehatannya yang tidak memungkinkan—tetapi kali ini tak seorang pun yang ditolak untuk bertemu dengannya. 117. 118. masyarakat luas dari luar Urfa berdatangan sehingga kota ini seketika itu juga menjadi lautan manusia yang ingin memberikan penghormatan terakhir kepada pahlawannya. Nursi menutup mata untuk selama-lamanya. h. h. Kira-kira pukul tiga dini hari 23 Maret 1960. .. Pertama kali berita tersebar di Urfa dan tidak lama kemudian masyarakat berhimpun di sekitar hotel.111 Sore hari itu suhu badan Nursi naik dan ia hanya berdoa seperti tampak dari kedua bibirnya. Peninggalan sejati yang tak ternilai dari pahlawan Islam dan kemanusiaan ini.112 Penyelenggara pemakaman menemukan peninggalan Nursi berupa sehelai surban.. sepotong pakaian. kumpulan Risalah an-Nur setebal enam ribu halaman. bahkan ratusan orang yang ingin bertemu diterimanya dan satu per satu didoakan olehnya. Ketika berita tersebar ke kotakota lain. XXII. Mereka menolak sikap yang jauh dari nilai-nilai kemanusiaan.. h. berbagai organisasi dan perhimpunan bangkit menyampaikan protes keras kepada para penguasa di Ankara. Ibid.50 Masyarakat luas. dan uang dua puluh lira. Jenazah Nursi dipikul para murid dan orang-orang yang mencintainya dengan diiringi puluhan ribu pengantar jenazah dan dengan disertai hujan yang turun rintik-rintik untuk dikebumikan dipemakaman Ulu Jami. Sinar Yang………. 113 Nursi.

hari kebangkitan. BAB III PANDANGAN SAID NURSI TENTANG EKSISTENSI TUHAN A. Keenam.syuyukh. aspek-aspek keagungan alQuran. The Rays. konsep sunnah. rahmat dalam kematian. Al-Lama’at (The Flashes). Eksistensi Tuhan dalam Wacana Filsafat . Al-Maktubat (The Letters). Kelima. dan lain-lain. ma’rifatullah. mukjizat Rasul. kepercayaan pada hari kebangkitan dan hidup sesudah mati. Asma’ Allah. yang berisi tafsir atas surat Al-Fatihah dan surat Al-Baqarah sampai ayat 33. konsep manunggal kawula gusti. dan perbincangan beberapa Asmaul Husna.51 Risalah an-Nur secara garis besar disusun dalam enam jilid: Pertama. perbincangan tentang malaikat. mardha. Seluruh risalah tersebut dipaparkan oleh Nursi secara filosofis dan sangat kaya ilustrasi dengan dibungkus gaya bahasa yang ringan. yang menguraikan tentang tingkat kehidupan. keesaan Tuhan. yang mengeksplorasi tentang tauhid. rahmat allah dalam kematian dan kemalangan. yang berisi tentang tauhid. penciptaan setan. wacana keimanan dan kehidupan sesudah mati. risalah thabi’ah. pilar-pilar Islam dan menjelaskan pula kenabian Muhammad Saw. makna mimpi. yang menjabarkan mengenai sabar. ikhlas. ringkasan surat Al-Fatihah. Ketiga. dan lain sebagainya. serta berbagai topik lainnya. AlKalimat (The Words). keimanan. sehingga mudah dicerna oleh masyarakat luas tanpa kehilangan bobot maknanya. hijab. Kedua. Keempat. wahdatul wujud. isra’ mi’raj. yang melukiskan keyakinan. ketakwaan. eksistensi manusia dan alam. Signs of Miraculousness. Sya’a’at (Epistomes of Light). aspek-aspek ibadah ritual.

207. argumen ontologis. Harold H. zat itu tidak mempunyai sifat lebih besar dan sempurna dari pada mempunyai wujud. dan Bentuk Abadi Sempurna. 2003). h. Titus at.116 Jika manusia menyelami dirinya sendiri. Lorens Bagus. Anselm dan diikuti oleh Rene Descartes pada awal era modern. ia akan menemukan citra Tuhan terpantul di dalam “alam batinnya sendiri”. Rasjidi (Jakarta: Bulan Bintang. terj. dan logos yang berarti studi atau ilmu tentang. Meskipun benih-benih argumen ontologis jejaknya dapat ditelusuri hampir lebih dari dua ribu tahun silam pada filsuf Yunani klasik. 116 114 . Islamic Philosophy. 746. St. 115 Majid Fakhry. Mempunyai wujud dalam alam hakikat lebih besar dan sempurna daripada mempunyai wujud dalam alam Istilah ontologi berasal dari bahasa Yunani yang terdiri dari dua kata.115 Menurut Anselm. Kamus Filsafat (Jakarta: Gramedia Pustaka Utama. 1984). ontologi merupakan cabang filsafat yang mencoba melukiskan hakikat Ada yang terakhir Yang Satu. All. Plato (428-348 SM) dengan teori idenya. 40. 2002). 117 Karen Armstrong. setiap manusia mempunyai ide tentang zat yang sempurna dan itulah yang dimaksudkan dengan kata “Tuhan”. Theology and Mysticism (Oneworld Publications: Oxford. h. namun diuraikan sekilas oleh Al-Farabi dan dipopulerkan oleh filosof-teolog Abad Pertengahan dari Italia. h. Pertama. Tuhan adalah zat yang manusia tidak dapat menggambarkan zat yang lebih besar daripada-Nya. perbincangan mengenai eksistensi Tuhan setidaknya dibuktikan dengan mengajukan lima macam argumen. A History of God (New York: Ballantine Books.117 Zat yang serupa ini mesti mempunyai wujud dalam hakikat. 1993). h.52 Dalam wacana filsafat. Persoalan-Persoalan Filsafat. 450-452. Secara terminologi. yaitu ontos yang berarti ada atau keberadaan. Yang Absolut. sebab kalau ia tidak memiliki wujud dalam hakikat dan hanya mempunyai wujud dalam pikiran.114 Argumen tersebut berusaha untuk membuktikan adanya Tuhan dan ide tentang Tuhan yang dimiliki oleh manusia.

Aristoteles menyatakan bahwa Tuhan menggerakkan karena dicintai dan segala sesuatu di alam semesta bergerak pula menuju Penggerak yang sempurna tersebut.121 Tuhan menggerakan alam bukan sebagai penyebab efisien. 22.118 Mendekati Anselm. Bertens. Tuhan pasti ada. 155. Sesuatu yang maha besar dan maha sempurna itulah Tuhan dan karena sesuatu yang terbesar dan paling sempurna tidak boleh tidak pasti mempunyai wujud. Yang menyebabkan ide tentang sesuatu yang tiada batasnya ialah yang tiada batasnya itu sendiri.53 pikiran saja. dengan agak luas dibahas dalam bab metafisika oleh Bertrand Russell. 120 Istilah kosmologi berasal dari bahasa Yunani. 499. Harun Hadiwijono. 173-184. Dalam terminologi filsafat. h.122 Amsal Bakhtiar. Filsafat Agama (Jakarta: Logos. yang terdiri dari dua kata: kosmos yang berarti dunia atau alam semesta. tapi sebagai penyebab final. h. kosmologi merupakan ilmu tentang alam semesta sebagai suatu sistem yang rasional dan teratur. Sari Sejarah filsafat Barat 2 (Yogyakarta: Kanisius. 121 Mengenai perbincangan dalil kosmologis tentang Tuhan. 1955). Jika demikian tokoh yang tidak terbatas itu jelas ada dan jelas berbeda dengan yang lain. Dengan demikian.119 Kedua. dan logos yang berarti ilmu tentang.. h. 122 K. Sejarah Filsafat Yunani (Yogyakarta: Kanisius. History of Western Philosophy (London: Unwin University Books. Tokoh yang tiada batasnya itu adalah Allah. 172-173. h. argumen kosmologis. Kamus.. Bagus. Aristoteles yang mencetuskan pertama kali argumen kosmologis dengan gagasannya mengenai Penyebab Pertama (the First Cause) atau Penggerak Yang Tidak Bergerak (the Unmoved Mover). 1981). h. 1980). Karena manusia adalah makhluk yang terbatas. 119 118 . maka Tuhan mesti mempunyai wujud. maka tidak mungkin pengertian atau ide tentang sesuatu yang tiada batasnya itu adalah hasil pemikirannya sendiri.120 Apabila argumen ontologis benihnya berasal dari Plato. 1997). menurut Rene Descartes dalam ruh manusia ada suatu pengertian atau ide tentang sesuatu yang secara sempurna tiada batasnya.

Jika materi. gerak. Ensiklopedi Tematis Filsafat Islam. 2003). betapa pun luasnya. 210. tidak mungkin alam semesta bersifat azali (tak mempunyai awal). Tim Penerjemah Mizan (Bandung: Mizan.. Al-Kindi membuktikan secara logis bahwa Tuhan ada. Dengan demikian. dalil al-huduts atau argumen kebaruan. argumen kosmologis ini dielaborasi oleh AlKindi yang dibungkus dengan istilah Arab. Karenanya. bagi Al-Kindi. ada satu Wujud Wajib. h. dan adanya keteraturan dan tujuan dalam alam semesta.. pastilah dicipta (muhdats). Alasannya adalah munculnya sesuatu yang terbatas mengandaikan adanya yang memunculkan. Kesempurnaan Tertinggi.. adalah terbatas. dan waktu dalam alam semesta ini terbatas. Menembus Batas Waktu (Bandung: Mizan.124 Argumen kosmologis ini kemudian dikembangkan oleh filsuf-teolog besar Italia. terj. Ia pasti memiliki titik awal dalam waktu dan materi yang melekat padanya juga terbatas oleh gerak dan waktu. berarti alam semesta ini baru (huduts). memastikan adanya sebab yang memunculkannya. Seyyed Hossein Nasr & Oliver Leaman (eds.125 Al-Kindi menggarisbawahi kemutlakan sifat Tuhan Yang Maha Esa sebagai Penyebab bagi semua yang ada (maujud) atau Sebab dari segala sebab. 124 Mulyadhi Kartanegara. dan itulah Tuhan. pasti ada Penyebab Pertama. 32-34.. Al-Kindi mengungkapkan bahwa alam semesta ini. Jadi melalui argumen kebaruan alam. h. h. sebagai pencipta alam semesta. Oleh karena itu.123 atau dalam bahasa filosofis disebut Sebab Pertama. Segala yang baru. Thomas Aquinas dengan mengajukan lima argumen. 206.54 Dalam tradisi filsafat Islam. karena tidak bisa terbayangkan bisa muncul sendiri.. sesuatu yang baru seperti alam ini. alam tidak mungkin tidak memiliki awal yang tidak terbatas... Karena terbatas. 123 . mengatakan bahwa alam itu baru adalah sama dengan mengatakan bahwa alam ini dicipta.. Armstrong. dalam arti mempunyai permulaan.. 2005). A History. 125 Lima argumen tersebut antara lain: Penggerak yang Tak Digerakkan.).

Matthews. Secara lebih luas mengenai argument teleologis atau dalil inayah ini. atau keserasian. Terciptanya siang dan malam. hewan.. Immanuel Kant. bisa dilihat dalam buku Ibn Rusyd terutama bab dua yang menguraikan tentang perbuatan-perbuatan Tuhan. teleologi merupakan ajaran filosofisreligius tentang eksistensi tujuan-tujuan dan ”kebijaksanaan” objektif di luar manusia. .. tetapi haruslah dicipta atau dirancang oleh agen yang dengan sengaja dan bijaksana melakukannya dengan tujuan tertentu. Secara istilah filsafat. h. William Paley. 131 Bajhtiar. Panorama……. h. Aksin Wijaya (Yogyakarta: Pilar Media. 1999). h. A Brief Introduction to Islamic Philosophy. matahari dan bulan. 155-171. merupakan bukti adanya Tuhan melalui bukti penciptaan yang menakjubkan. Prinsip-prinsip keteraturan yang berada di alam semesta merupakan ciptaan Tuhan. argumen teleologis.127 Menurut Ibn Rusyd. Argumen ini bisa diuraikan dengan dua bentuk eksposisi. dan hujan misalnya. h. empat musim. Henry More. 128 Ahmad Hanafi. h.55 Ketiga. (Cambridge: Polity Press. Bentuk 126 Istilah ini berasal dari bahasa Yunani yaitu telos yang berarti tujuan atau akhir dan logos yakni wacana atau doktrin..126 Argumen ini dieksplorasi oleh filosof besar Muslim Andalusia. 2005). 171. dan pengenalan intelektual. 1085-1086. Pengantar Filsafat Islam (Jakarta: Bulan Bintang. 42-44.130 teolog Inggris. argumen moral. Ibn Rusyd dengan istilah yang digagasnya yaitu argumen melalui desain (dalil al-inayah). sesuai dengan kehidupan manusia dan makhluk-makhluk lain yang berpijak pada prinsip keteraturan.. tumbuh-tumbuhan. Bagus. Persoalan……. dan penulis kenamaan Inggris.129 Argumen teleologis tersebut juga dikembangkan oleh W. yang dipelopori oleh filsuf ternama dari Jerman.. 129 Oliver Leaman. Filsafat…. 130 Titus. terj..R. 183-184.131 Keempat. Kamus.. Mendamaikan agama & Filsafat. 36. atas dasar ilmu dan kebijasanaan.128 Keserasian seperti itu tidak mungkin menurut akal hanya merupakan suatu kebetulan.. persepsi indriawi. sehingga alam semesta tersusun dengan baik dan rasional. 1996). 455. seperti penciptaan kehidupan organik. h. h. 127 Kartanegara. penciptaan yang menakjubkan dari segala yang ada di alam semesta.

sedangkan kebajikan seharusnya memperoleh pahala. yaitu kebebasan kehendak dan immortalitas jiwa. menurut Kant merupakan salah satu dari tiga bagian postulat rasio praktis.132 Ketika seseorang merasa bertanggung jawab. 2003). dan takut karena melanggar hati kecil. barang yang dipinjam harus dikembalikan kendati pemiliknya sudah lupa. Misalnya. 2002). kesadaran diri atau rasa bertanggung jawab. Bertens. h. Persoalan……. Juhaya S. Apabila seseorang yang bajik tidak selamanya mendapat ganjaran dalam hidup ini. 256. h. janji harus ditepati senag atau tidak senang. imperatif kategoris bukan sembarang perintah. Namun setiap orang mengetahui bahwa dalam hidup ini orang yang bajik tidak selalu mendapatkan ganjaran. 135 K..133 Kedua. Praja. 134 Franz Magnis Suseno. hal itu ada zat yang kepada-Nya ia bertanggung jawab dan di hadapan-Nya ia malu.56 pertama adalah bentuk di mana argumen disajikan sebagai inferensi logika: dari hukum moral yang objektif. 13 Tokoh Etika (Yogyakarta: Kanisius. 132 . tentu ada sesuatu yang memberi jaminan bahwa kebajikan Adanya Allah. Aliran-Aliran Filsafat & Etika (Jakarta: Kencana.134 Imperatif kategoris akan mengikat seseorang tanpa syarat apa pun. manusia mengambil kesimpulan tentang adanya Tuhan. menurut Kant yang melandasi setiap perasaan moral dalam diri manusia itu adalah imperatif kategoris. Sebagai perintah. manusia mengambil kesimpulan tentang adanya Tuhan yang Memberi Hukum. h. 133 Titus. Perintah ini menjiwai semua peraturan etis. 145.135 Penerapan imperatif kategoris ini meniscayakan kebaikan tertinggi atau summum bonum. melainkan untuk mengungkapkan suatu keharusan (sollen). 1997). sebagai kelanjutan bentuk yang pertama.. atau dari adanya suara hati kecil. 456. 122. Etika (Jakarta: Gramedia Pustaka Utama. Bentuk imperatif ini adalah: “engkau harus begitu saja!” (Du Sollst). malu. h.

Ali Audah dkk. dapat mengantarkan manusia untuk mengenal Yang Pertama dan Yang Terakhir. h. 138 Muhammad Iqbal. h. Filsafat Modern (Jakarta: Gramedia Pustaka utama. dengan mengikuti petunjuk yang diberikan Al-Quran yang menganggap pengalaman di dalam serta di luar sebagai perlambang suatu realitas yang digambarkannya sebagai ‘Yang Pertama dan Yang Terakhir’. 2004). terj. Menurut Iqbal. 445-446. 36. Sesuatu tersebut adalah Tuhan. argumen pengalaman relijius. Pengantar Filsafat. pengalaman relijius merupakan sebuah pengalaman sufistik.57 pada akhirnya akan mendapatkan pahala. Argumen ini dipopulerkan oleh filsuf sekaligus pujangga terkemuka asal Pakistan. Soejono Soemargono (Yogyakarta: Tiara Wacana. Ini hanya mungkin kalau kita secara seksama meneliti dan menafsirkan pengalaman kita. pengalaman relijius yang dibimbing Al-Quran. Erich Fromm: Louis O Kattsoff. argumen pengalaman relijius lebih berdasarkan intuisi ketimbang rasio. 151. 1966). Pengalaman relijius ini merupakan hasrat keagamaan yang derajatnya lebih tinggi daripada hasrat filsafat rasional semata. 2004). h. yang terlihat dan yang tak terlihat”. Muhammad Iqbal. 136 .137 Kelima. (Jakarta: Tintamas. Membangun Kembali Pikiran Agama dalam Islam.138 Bagi Iqbal.136 Dengan kata lain. Pada titik idealnya. Budi Hardiman. yang dalam kajian psikologi modern dianggap senagai puncak perkembangan rasionalitas di mana segala prasangka dan asumsi yang masih menjebak pemikiran rasional terhapuskan. adanya Allah menjamin harapan moral manusia untuk mencapai summum bonum. Fakta inilah yang dilukiskan oleh salah seorang Psikolog mazhab humanistik. apabila diolah sedemikian rupa. Iqbal melukiskan: “Pikiran dan realitas sesungguhnya merupakan kesatuan yang tak terpisahkan. terj. 137 F.

Erich Fromm. sangat berlawanan dengan anggapan umum bahwa mistisisme adalah suatu jenis pengalaman keagamaan yang tidak rasional. note no. 140 Julian Baggini. 168-169. 93-94. Sebagaimana dinyatakan oleh Albert Schweizer: “Pemikiran rasional yang bebas dari asumsi-asumsi berakhir dalam mistisisme”. Lima Tema Utama Filsafat. 9. 2003). sistematis. Nur Zaen Hae (Jakarta: Teraju. Melalui konstruksi filosofis tersebut. metode yang digunakan untuk menganalisis. dan konsisten agar dicapai pengertian yang kukuh. As Albert Schweizer has put it: “Rational thinking which is free from assumptions ends in mysticism”. baik Muslim maupun non-Muslim untuk membuktikan eksistensi Tuhan. h. B. 139 . Tuhan diidentifikasi dengan beberapa istilah yang lazim dipakai dalam literatur filsafat sebagai Being I should like to note that.140 Demikianlah lima argumen yang sering kali digulirkan oleh para filsuf. it represents. bagaikan bangunan piramida yang solid. yaitu membangun premis setapak demi setapak secara rasional. Pandangan Said Nursi tentang Tuhan Dalam sejarah filsafat. the higgest development of rationality in religius thinking. ia justru mengetengahkan perkembangan tertinggi rasionalitas dalam pemikiran keagamaan. 1997). umumnya dengan metode demonstratif (burhani). memahami.139 Yang menjadi penekanan dalam hal ini adalah keyakinan batin (inner conviction) bahwa Tuhan ada sering didasarkan pada perasaan bahwa mereka (orang-orang yang sudah mengalami) sudah memiliki sejumlah pengalaman langsung mengenai eksistensi Tuhan. terj. Psychoanalysis and Religion (New Haven: Yale University Press.58 “Saya harus memberi catatan bahwa. h. dan mengenal Tuhan. quite in contrast to a popular sentiment that mysticism is an irrational type of religius experience.

142 ujung-ujungnya ia mengakui kelemahan akal dalam mengkonstruksi Tuhan secara utuh. mengungkapkan bahwa akal dapat memberi tahu bahwa Tuhan itu ada tetapi tidak mampu menyampaikan apa pun mengenai Tuhan. Islam Rasional (Bandung: Mizan. keduanya sepakat bila hakikat sejati Tuhan tidak bisa dijangkau oleh pikiran manusia. h. Ibnu Sina kendati begitu piawai menjabarkan eksistensi Tuhan secara demonstrasi rasional melalui teori emanasinya. Rahmani Astuti (Bandung: Pustaka. 1993). Aquinas menjawab bahwa segala yang telah ditulisnya 141 . Sectus Erigena dan Thomas Aquinas. A History of God (New York: Ballantine Books.144 Akhirnya dua filosof Nasrani.145 Etienne Gilson. 34-40. Saat juru tulis bertanya apa yang terjadi.Zat Yang Wajib Wujud-Nya. 144 Karen Armstrong. Menyibak Tirai Kejahilan (Bandung: Mizan. Aquinas dengan sedih menelungkupkan kepala di atas lenganya. h. tidak sedikit di antara mereka yang mengakui keterbatasan refleksi filosofis nalar manusia dalam mencandra Realitas Absolut yang bernama Tuhan. terj. Pengakuan tersebut bukan hanya diikrarkan oleh sebagian filsuf Muslim (Timur). the Absolut Being. 145 Ada sebuah kisah yang menceritakan bahwa ketika selesai mendiktekan kalimat terakhir dari karyanya Summa. yang diidentifikasi dengan malaikat Jibril. 1-12. Bahya Ibn Pakudah dan Rabi Ibn Maimun yang lebih dikenal dengan panggilan Maimonides.143 Dua filosof Yahudi. h. Tuhan di Mata Para Filosof. walaupun berhasil secara logika dalam menyingkap misteri Tuhan. 143 Mulyadhi Kartanegara. 43-51. Falsafat & Mistisisme dalam Islam (Jakarta: Bulan Bintang. 1996). 15-16. juga dalam. sehingga bisa mengkonstruksi Tuhan secara lebih valid dari akal an sich. Akal secara independen jelas lemah untuk menangkap realitas sejati Tuhan. h. tapi juga oleh para filsuf non-Muslim (Barat). Sumber segala wujud dan sebagainya. sebenarnya Ibnu Sina bersama Farabi mengakui kelemahan sekaligus kekuatan akal. h. Supreme Intellect. 142 Mengenai teori emanasi yang dikembangkan oleh Ibnu Sina bias dilihat dalam Harun Nasution. 2004). terj. Lihat dalam Fazlur Rahman.59 qua Being.141 Meskipun banyak para filsuf yang mampu menguraikan eksistensi Tuhan secara filosofis. Silvester Goridus Sukur (Bandung: Mizan. tapi melalui kontaknya dengan akal aktif. 1995). 2003). Kebenaran Tertinggi. 186. 26. 2003). h. Kenabian dalam Islam.

Mendekati pandangan para fillosof tersebut adalah perspektif yang dibangun oleh Said Nursi mengenai Tuhan. tapi kesempurnaan Allah itu termanifestasi pada lembaran alam semesta melalui Sifat-sifat. kesempurnaan Allah dalam segala aspeknya terlalu akbar untuk dipahami oleh pikiran manusia yang lemah. yang justru sangat transparan untuk ditampung oleh kekuatan tampak tak berharaga disbanding apa yang telah dilihatnya. sering kali bernada paradoksal: di satu sisi mereka menggambarkan Tuhan secara logis. di lain sisi mereka mengungkapkan ketidakberdayaan rasio mereka dalam menangkap kesejatian Tuhan. Pada satu aspek mereka menjadikan Tuhan sebagai objek penalaran diskursif. Nursi mempunyai pandangan tentang Tuhan yang tidak sepenuhnya terbebas dari nuansa paradoksal. .60 Eksposisi sebagian filosof mengenai Tuhan.. Ia memandang Tuhan sebagai Dzat yang memiliki kesempurnaan dan keagungan yang tak akan bisa ditandingi oleh apa pun dan tak terpahamkan oleh akal. dan Perbuatan-Nya. Ibid. 205. Nama-nama. Menurut Nursi. pada aspek lain mereka mengklaim keterbatasan intelek mereka dalam memahami Tuhan sebagaimana akal memahami fenomenafenomena lain. h. namun kaparipurnaan dan keagungan-Nya itu menjelma pada wajah alam semesta sehingga bisa menjadi kitab yang dapat dibaca oleh rasio manusia.

1991).). Dimensi Mistik dalam Islam. 660. nama-nama.149 Gagasan Nursi tersebut sangat mendekati ide yang di usung oleh Ibnu Arabi yang mengungkapkan bahwa alam semesta merupakan manifestasi-manifestasi Allah (tajalliyat). Lihat dalam Seyyed Hosein Nasr (ed. terj. Pertama. yang tidak bisa dibandingkan. karena segala kesempurnaan yang tiada batas (mutlak) hanya mungkin terjadi dalam lingkaran Ketunggalan dan Keesaan atau Keunikan Allah.. h.61 akal manusia. (Jakarta: Pustaka Firdaus. 47-66. 148 Ibid. 2002). Seluruh “kesempurnaan” yang tampak di alam semesta.. dan tindakan (af’al) Allah. h. 146 . para malaikat. 340-341.146 Secara global. h. 2003). namun tetap tidak dapat dikomparasikan dengan kesempurnaan hakiki. The Words. bandingkan juga secara agak detail dalam Sachiko Murata. dan jin hanyalah bayangan redup atas kesempurnaanNya yang hakiki. Islamic Spirituality: Manifestations (New York: Crossroad. pandangan Nursi mengenai Tuhan paling tidak dapat diuraikan dalam tiga kategori.S. h.147 Mengapa Allah memiliki kesempurnaan yang tidak bisa dibandingkan? Menurut Nursi. 647. Allah mempunyai kesempurnaan mutlak dalam segala sifat. Nursi memandang Tuhan sebagai Dzat yang sangat unik dan memiliki kesempurnaan yang tidak akan bisa dibandingkan dengan apa pun. atau secara tegas manifestasi dari sifat-sifat. h. Sukran Vahide (Istanbul: Sozler Nesriyet. terj. 147 Said Nursi. Rahmani Astuti & M. gagasan Arabi ini dielaborasi pula oleh Annemarie Schimmel. sehingga tidak ada dan tidak dapat dibandingkan dengan apa pun. The Tao of Islam. trans. 2004). 645.148 Kendati demikian. Nursi mengakui ada bentuk-bentuk kesempurnaan yang nilai dan signifikansinya bersifat relatif yang ada dalam semesta ciptaan-Nya baik mikrokosmos maupun mikrokosmos. h. Nasrullah (Bandung: Mizan. Sapardi Djoko Damono dkk. yang dimiliki oleh manusia. dan perbuatan-Nya. maka bayangan kesempurnaan di luar lingkaran kesempurnaan tersebut sejatinya adalah keliru dan bukan kesempurnaan sama sekali. 58. 149 Ibid. nama.

62 Kedua. 150 . menciptakan apa pun saja. 158. Sinar Yang Mengungkap Sang Cahaya. Apa yang disebut dengan hukumhukum alam tiada lain hanyalah gambaran perwujudan-perwujudan Ilmu. h. Bandingkan dengan Said Nursi. maka menciptakan surga adalah semudah menciptakan musim semi. banyak atau sedikit. semuanya berada dalam satu keselarasan yang mudah. h. menciptakan musim semi semudah menciptakan kebun-kebun. h.151 Dalam perspektif Nursi. Sang Pencipta Yang Maha Berkuasa tersebut mengetahui segala sesuatu dan memiliki kehendak yang begitu komprehensif.150 Allah. Sukran Vahide (Istanbul: Sozler Nesriyat. Said Nursi.153 Dalam hubungannya dengan kekuasaan Dzat yang menciptakan seluruh makhluk. Paradises are as easy springs. Persoalan Tauhid & Tasbih. Letters. trans. 151 Ibid. sehingga apa pun yang Dia kehendaki terjadi dan apa pun yang tidak Dia kehendaki tidak akan terjadi. baik besar atau kecil. pandangan Nursi tentang Allah yang memliki kekuasan absolut dan tidak bertepi atas segala ciptaan-Nya. 2003). Dia sangat berkuasa atas segala sesuatu dengan Kekuasaan Absolut yang meliputi segalanya yang niscaya bagi Dzat Ilahi-Nya.. Maheram Binti Ahmad (Malaysia: Kuala Terengganu. dan menciptakan kebun-kebun semudah menciptakan sekuntum bunga”. 152 Said Nursi. Sugeng Hariyanto dkk. 2001). 1999). Perintah. terj. and gardens as easy as flowers”. 153 Ibid.. (Jakarta: Grafindo Persada.152 Nursi menyuarakan cara kerja kekuasaan absolut Tuhan tersebut secara puitikal: In relation to the power of the One Who creates beings. Dengan kekuasaan mutlak-Nya. 75. dan Kehendak-Nya pada semua spesies. the springs as easy as gardens. mudah atau rumit. 144. h. Dia menciptakan sesuatu yang partikular seartistik yang universal. h. jika dipandang dari sudut pandang kekuasaan Allah (Divine Power). 298. 299. terj. Dia menciptakan sesuatu yang universal semudah menciptakan yang partikular.

154 Mengenai hal ini. 140. Ketika ditunjukkan melalui cara yang kedua ini.. h. dan kemuliaannya adalah lebih jelas. 2003). menurut Nursi. Dia bisa melakukannya dengan dua cara: dengan beberapa ketentuan atau undang-undang umum yang dia buat dan menggunakan para pejabat dan gubernur pada masingmasing kantor. kebaikan.155 Jadi bagi Nursi. Dia memfokuskan manifestasi-Nya pada satu makhluk tanpa perantara atau tabir. Dari Cermin ke-Esaan Allah. Yang kedua (Ahadiya).63 Meskipun kekuasaan Allah bersifat mutlak. hal itu tidak menafikan-Nya menggunakan perantara dan kausa-kausa untuk menunjukkan kekuasaan-Nya dalam kehidupan duniawi. lebih indah dan agung dibandingkan manifestasi mereka dengan cara yang pertama. Sugeng Hariyanto & Fathor Rasyid (Jakarta: SiRaja. 155 Ibid. Fakta tersebut senafas dengan ide yang digagas oleh Abdul Qadir al-Jilani. 154 . terj. 139. Cara yang kedua ini adalah lebih baik dan lebih istimewa. bentuk sebuah ketentuan yang maha-meliputi. kekuasaanNya menjelma dalam bentuk dua manifestasi. kendati Allah memiliki kekuasaan yang absolut. kreasi. bahwa dunia merupakan Said Nursi. Misalnya saja seorang raja yang sangat baik menjalankan kekuasaannya secara langsung. atau melalui pemerintahan langsung dengan selalu hadir di mana saja pada saat yang bersamaan dalam wujud berbeda dan tanpa didampingi para pejabat atau pegawai. h. Nursi membuat ilustrasi. Dia menunjukkan Nama-namaNya di seluruh alam semesta dari balik perantara dan kausa yang kasat mata. Cara pertama adalah (Wahidiya).

seperti dalam The Words.157 Pada aspek ini.158 Abdul Qadir al-Jilani. 140.The Flashes.. Mungkin karena ingin mengcounter doktrin filsafat materialisme yang bernada filosofis. The Rays. Dia tetap ingin menunjukkan kesempurnaan dan kekuasaan-Nya pada setiap fitur alam semesta melalui manifestasi nama-nama. meskipun Allah mempunyai kesempurnaan dan kekuasaan tak tertandingi yang sejatinya tak terjangkau oleh nalar manusia yang lemah. maka Nursi juga membangun argumentasi yang bernada filosofis dengan bingkai kosmologis. dan tindakan-Nya. segala sesuatu di alam semesta baik pada tataran makrokosmos maupun mikrokosmos merefleksikan kesempurnaan karya dan Pencipta itu sendiri. h. Nursi. 158 Argumentasi yang bernada filosofis dalam membincang Tuhan tersebut nyaris selalu muncul dalam semua bagian dari Risalah Nursi. dan lain lainnya.64 negeri atau tempat hikmah (kebijaksanaan) yang membutuhkan sarana-sarana. 1988). Sinar Yang Mengungkap Sang Cahaya. matahari. serta hukum kausalitas. Secara sistematis dan koheren. 157 156 . serta pada dunia binatang yang tak berakal dan manusia yang memiliki kesadaran. Letters. menurut Nursi Wajah Tuhan justru hadir secara transparan pada setiap lembaran ciptaan-Nya: langit. The Words…. sifat-sifat. bumi. Fathu al-Rabbani (Libanon: Beirut. ontologis. bulan. 312-313.156 Ketiga. dan bintanggemintang. Pandangan Nursi tentang Tuhan pada level yang ketiga inilah yang paling menonjol dan sering kali muncul dalam karyanya: Risalah AnNur. prasarana-prasarana. h. dan teleologis dengan porsi yang cukup luas.

Argumen Aquinas yang terdiri dari lima variable: Penggerak Pertama. Persoalan…. Pembahasan alam Titus.65 C. sedangkan alam semesta mempunyai gerak yang diberikan kepadanya.161 Ketika mengurai eksistensi Tuhan melalui bingkai argumentasi kosmologis. argumen kosmologis dapat diuraikan sebagai argumen mengenai eksistensi Allah yang didasarkan atas hakikat alam semesta yang diasalkan dan tergantung pada sesuatu yang lain dari dirinya sendiri. h. 454. Sebab Pertama. sedangkan alam semesta berada dalam keadaan potensial yang diaktualkan sebagian dalam waktu. Pembuktian Eksistensi Tuhan Menurut Said Nursi 1. h. Kamus……. 75. sedangkan alam semesta mempunyai awal dalam waktu. 160 159 . Allah tidak dapat diubah. Yang Maha Mutlak. tercakup pula dalam ide-ide di atas.. sedangkan alam semesta berada dalam suatu perubahan terus-menerus. yang didasarkan atas kontigensi alam semesta dan ketergantungnnya pada apa yang niscaya (Allah). Eksistensi Tuhan dalam Bingkai Argumentasi Kosmologis Ide sentral yang terkandung dalam argumentasi kosmologis adalah adanya rangkaian hukum sebab akibat (kausalitas) pada alam semesta yang harus berakhir pada sebab pertama yang disebut Tuhan. kosmologis mulai dari suatu analisis tentang eksistensi segala sesuatu ke eksistensi Allah dan ke salah satu atribut Allah atau lebih. Allah itu aktual pada dirinya. 161 Bagus. Allah menggerakkan diri sendiri. Tuhan tempat bergantung dan hierarki kesempurnaan menunjukkan bahwa Tuhan sebagai pusat kesempurnaan mutlak..160 Dengan kata lain. Said Nursi berangkat dari keberadaan alam semesta dalam segala aspeknya yang pasti bermuara pada satu Pencipta yang Wajibul Wujud. dan Maha Paripurna dalam segala atribut-Nya. Allah itu kekal.159 Meskipun demikian.

Uraian Nursi mengenai eksistensi Tuhan melalui argumentasi kosmologis dapat diklasifikasi secara detail sebagai berikut. Penciptaan alam semesta dengan segala keanekaragamannya membuktikan adanya Pencipta Tunggal Yang Maha Kuasa. Suatu daerah atau wilayah dengan dua gubernur akan mengalami kebingungan. kerajaan dan kekuasaan absolut yang agung pada tingkatan Kekuasaan Tuhan yang dimiliki Dzat Yang Maha Berkuasa. atau campur tangan. Keesaan dan Ketunggalan tanpa sekutu adalah persyaratan mutlak atas Ketuhanan dan Kekuasaan. h.. jika sebuah desa mempunyai dua pemimpin. sekutu. Words….163 Dengan kata lain. Semua kesempurnaan di alam semesta merupakan pertanda kesempurnaan Dzat Yang 162 163 Nursi. tatanan dan perdamaiannya akan rusak.66 semesta. dalam perspektif Nursi. Nursi. tentu lebih tegas menolak campur tangan dan persekutuan pihak mana pun. Ilustrasinya. Dan sebuah negara dengan dua raja atau pemerintahan akan senantiasa dalam kekacauan. Words…. b. Adanya kesempurnaan relatif menunjukkan kesempurnaan mutlak. a. kekuasaan dan kedaulatan tidak memungkinkan adanya musuh..162 Menurut Nursi. 717. 715-717. Jika kekuasaan dan kedaulatan relatif yang dimiliki manusia yang lemah saja menolak persekutuan dan intervensi pihak lain. selalu terhubung dengan keesaan Tuhan dan acap kali ia mengaitkannya dengan salah satu nama atau sifat Allah yang termanifestasi secara aktual. Hal itu sebagai indikasi mengenai keberadaan Dzat Wajibul Wujud (the Necessarily Existent One). maka kedaulatan sejati. . h.

dan kehidupan absolut akan terlihat di dalam kelemahan. Dalam analogi Nursi. sebuah istana indah yang dibangun dengan sempurna pasti menunjukkan adanya seorang pembangun yang sempurna. h. 309. kemiskinan. Sinar……. Seluruh makhluk berada dalam kebutuhan dan ketergantungan yang mengharuskan adanya satu Wujud Wajib Tempat Bergantung. kekayaan.. 168 Ibid. Sama halnya dengan dunia.67 Agung dan perlambang atas keindahan-Nya. h. mengindikasikan bahwa Dzat yang membangun dunia itu adalah sempurna. bahwa segala kesempurnaan yang dimiliki setiap makhluk hanya merupakan kesempurnaan relatif sebagai refleksi dari Kesempurnaan Absolut sehingga seluruh kesempurnaan relatif tersebut akan menjadi bayangan redup jika dibandingkan dengan kesempurnaan realitas Dzat Yang Maha Paripurna. demikian tulis Nursi. 648..165 “Kecantikan lugu “wajah” alam semesta menandakan keniscayaan eksistensi dari Yang Kecantikan-Nya absolut”. sebuah istana yang dibangun dan dihias secara sempurna. dan benda yang benar-benar tanpa kehidupan. h. hanya dengan sedikit perhatian dan usaha.167 Fakta ini karena kekuasaan. apakah besar atau kecil. Ibid. segala sesuatu di alam semesta.168 Lebih jauh. Words………. h. .164 Namun Nursi tetap menggarisbawahi. 167 Nursi. Menurut Nursi. manusia bisa menyaksikan segel Dzat Tempat Bermohon segala sesuatu pada wajah halaman bumi (the Eternally Besought One). mempunyai kebutuhan yang tiada habisnya dalam hal makanan dan kelangsungan hidup. Kebutuhan setiap sesuatu dipenuhi tepat pada waktunya dan 164 165 Ibid. 694.166 c.. 111... h.. 314. 166 Nursi.

Dia menampilkan setiap makhluk dalam keunikan identitas dan wujud mereka. Maha Pemberi Rezeki. 113. walaupun substansi mereka samasama manusia.. Nursi melukiskan bahwa prinsip ketuhanan membuat diri-Nya dikenal melalui manifestasi nama-nama-Nya yang Maha Indah. Setiap makhluk ciptaan Tuhan merefleksikan Asma-asma-Nya secara indah. keunikan itu tampak pada setiap wajah manusia. Keunikan setiap ciptaan menunjukkan Pengetahuan Tuhan Yang Maha Komprehensif dan membuktikan adanya Tuhan Yang Maha Esa. Words……. Pengetahuan Tuhan Yang Maha Meliputi ini bisa dilihat pada kehendak-Nya dalam menentukan sebuah bentuk pada setiap makhluk ciptaan-Nya yang tertata.. Pemenuhan kebutuhan tersebut mengindikasikan eksistensi Tuhan Yang Maha Pemberi Makan. pada setiap wajah manusia secara transendental tertera stempel keesaan Tuhan Yang Maha Tunggal.. artistik. h. Maha Mengetahui. 623. dan penuh makna sesuai dengan tujuannya masing-masing di antara kemungkinan bentuk yang tak terhingga. Dalam telaah Nursi. Pada setiap wajah mungil manusia terlihat tanda-tanda yang membedakannya dari semua wajah lain sejak zaman Nabi Adam as. 245.68 dalam takaran yang tepat yang mereka perlukan untuk kelangsungan hidup mereka. bahkan selamanya.172 e. misalnya keagungan tujuh sifat-sifat-Nya.170 Dengan ketentuan tersebut. segala sesuatu 169 170 Nursi. secara demonstratif keunikan tersebut ditunjukkan pada karya-Nya yang paling mulia: Manusia. Maha Pemurah.. sampai hari ini. Nursi. faktual. sepaerti Yang Maha Hidup. indah. h.169 d.. Maha 173 172 . Secara spesifik. trans. 289-291.173 Dengan kata lain. dan komprehensif.171 Dengan demikian. Letters……. 171 Said Nursi.. The Flashes. h. h.. 2000). Maha Penyayang dan Maha Pengasih. Nursi. Sukran Vahide (Istanbul: Sozler Nesriyat. Tema ini sering muncul dalam Risalah An-Nur. Sinar……….

demikian tegas Nursi Sampai di sini. h. Sukran Vahide (Istanbul: Sozler Nesriyet. The Rays. h. bagi kebutuhan dan ketergantungan makhluk. 1998). serta terhadap setiap manifestasi seluruh atributNya pada wajah semesta alam. 175 Terjemah bebasnya: Sebagaimana dengan lapar engkau bisa mengetahui Nama-Nya ar-Razzaq. kebutuhan dan ketergantungan makhluk. maka melalui kematian mereka semua bersaksi atas keabadian dan keesaan Dzat Yang Maha Hidup.174 “Like you learn of His Name of Provider through hunger. sebenarnya Nursi ingin menunjukkan bahwa Allah merupakan satu-satunya Penyebab Pertama bagi segalanya: alam semesta. dan Maha Berbicara. 268. Ketika memandang wajah-wajah cantik jelita dan tampan menawan. Maha Pemberi Rezeki. taman bunga yang indah mempesona.. Dan sebagaimana melalui hidup semua makhluk hidup membuktikan eksistensi Dzat Wajibul Wujud.. Maha Menyembuhkan. Tatkala cahaya matahari menyinari wajah bumi dan air hujan membasahi daratannya yang kering sehingga tumbuh-tumbuhan dan pepohonan menjadi hidup dan lebat berbuah. panorama semesta. 174 Ibid. Maha Melihat. serta manusia dan hewan bergairah menjalani kehidupan. di sana akan terlihat Al-Jamil. 169. bintang-gemintang. bagi kesempurnaan relatif makhluk. di situ akan nampak nama Ar-Rahman. Maha Mendengar. rembulan. Tuhan Yang Maha Pemurah. 708. Kuasa. Trans. maka dengan sakit engkau juga bisa berkenalan dengan NamaNya asy-Syafi. melalui paparan di atas. serta penjelmaan setiap nama.69 mencerminkan jejak-jejak Ilahi. come to know also His Name of Healer through your illness”175. wujud kesempurnaan nisbi. Maha Berkehendak. Nursi. . Penciptaan alam semesta. Flashes………. Said Nursi. h. Tuhan Yang Maha Indah. dan matahari yang bertebaran di lengkungan cakrawala yang menakjubkan.

. Maha Sempurna. 2.. manusia bisa menyuarakan dan mengkonsepsikan mengenai suatu Zat Yang Maha Besar... 178 Bagus. dan Tidak Terbatas yang tidak hanya berada dalam pikiran semata..176 demikian simpul Nursi. Sinar………. Armstrong.. History.. Kamus……………. h. Karena manusia merupakan wujud (ada) terbatas yang tidak dapat menghasilkan ide tentang Tuhan sebagai Ada Yang Sempurna dan Tak Terbatas... dan karya-Nya.. 77. Ide tersebut dipopulerkan oleh Saint Anselm yang ingin menunjukkan bahwa eksistensi Tuhan bias dibuktikan secara rasional pada abad sebelas. Hal ini dengan sebuah asumsi bahwa jika Tuhan Nursi.. semuanya bersumber pada Dzat Wajibul Wujud Yang Maha Esa.177 Zat inilah yang diidentifikasi sebagai Tuhan.70 sifat. 177 176 . tapi benar-benar mempunyai wujud nyata dalam realitas. Eksistensi Tuhan dalam Bingkai Argumentasi Ontologis Argumen ontologis berpijak pada filsafat wujud yang menyatakan bahwa manusia mempunyai suatu gagasan tentang zat yang sempurna dan tidak ada wujud yang lebih besar daripada zat tersebut.. h.. Sebab: Hubungan kerja sama satu sama lain di antara semua hal di alam semesta dan keterampilan seni tanpa cacat yang ditampilkan pada setiap hal menggambarkan bahwa yang telah melukis bintangbintang dan matahari-matahari di atas halaman langit adalah Dia Yang melukis sel-sel di atas ‘halaman-halaman’ lebah dan semut. alam semesta memberikan kesaksian bahwa Allah.. 99..178 Dengan ide ini. h. Dengan bahasa dari semua makhluk yang ada di alam semesta... tiada Tuhan selain Allah (laa ilaaha illaa’ llaahu)”. maka dengan sendirinya Tuhan sebagai Realitas Yang Sempurna dan Terbesar itulah yang telah menyematkan ide tersebut ke dalam pikiran dan jiwa manusia yang terbatas. Anselm mendefinisikan Tuhan sebagai: Sesuatu yang tak terpikirkan ada hal lain yang melebihi keagungannya (aliquid quo nihil matus cogitari possit). 202..

goresan ketetapan-Nya. memberi kesaksian mengenai kebesaran absolut-Nya.. Filsafatr. entah para rasul. Nursi. para ahli syuhud. mengikrarkan kesaksian dengan bahasa fitrahnya masing-masing tentang kebesaran dan keagungan Allah Yang Maha Paripurna bahwa semesta ini merupakan jejak kekuasaan-Nya. Nursi melampaui perspekti umum tersebut. para wali... para nabi.. serta tampilan cahaya-Nya. bukan hanya manusia satu-satunya secara fitriah yang mengakui kebesaran mutlak Tuhan. Walaupun demikian..... h. Sinar………... serta para pemikir yang telah mendapatkan pencerahan.180 Jadi setiap makhluk mampu menyuarakan kebesaran Sang Penciptanya kendati tidak tertangkap oleh nalaritas kebanyakan manusia. 167-168.. orang-orang suci... Baginya. . Flashes... tetapi juga semesta ciptaan-Nya menyuarakan kebesaran Sang Pencipta. para ulama.71 hanya besar dalam pikiran konsekuensinya Dia tidak betul-betul besar sebab tidak mewujud secara konkret hanya bersifat imajinatif... h. 172-173. Nursi menggarisbawahi bahwa secara hakiki kebesaran dan keagungan-Nya tak akan pernah terpahamkan secara utuh oleh akal setiap manusia 179 180 dan tidak benar-benar bebas dari segala kekurangan dan Amsal. h. bumi dan benda-benda langit sampai atomatom yang tak terlihat kasat mata... Semua manusia.. 394... cermin nama-nama-Nya. bahwa manusia mampu melukiskan kebesaran dan keagungan Tuhan..179 Jika argumentasi teleologis bagi filosof lain lazimnya hanya berputar pada jiwa manusia yang memiliki gagasan tentang kebesaran mutlak Tuhan dan secara faktual kebesaran absolut itu benar-benar hadir. Demikian pula alam semesta..

Nursi mungkin bias diketegorikan sebagai the true philosopher. dan Kemuliaan yang tidak dapat dipahami oleh akal”181.. Selanjutnya. Pertama. Armstrong.. Nursi juga menguraikan konsep tersebut.. proses penciptaan tersebut merupakan transformasi dari entitas dalam bentuknya yang abstrak menjadi entitas yang mempunyai bentuk lahiri. namun di tempat lain. Nursi juga menjelaskan bahwa proses penciptaan seluruh entitas melalui dua cara.184 Dengan kata lain.... Sebab pendekatan filsafat. 174. tidak perlu diciptakan dari ketiadaan absolut. 184 Nursi. dimunculkan dari berbagai unsur yang ada.... Argumentasi teleologis yang bercorak demikian diusung oleh filsuf klasik yaitu Ibnu Sina yang kemudian dikembangkan oleh filsuf-filsuf sesudahnya baik Muslim maupun nonMuslim.. jika mengikuti filsuf Muslim182 yang menggagas konsep ontologis bahwa Allah sebagai Wujud Niscaya yang menjadi sumber semua eksistensi semesta. Nursi menganggap segala hal yang berasal dari Dzat Ilahi. filosof sejati. h.. h.. menolak konsep penciptaan dari ketiadaan.. begitu simpul Nursi. menurut Karen Armstrong... Engkau adalah Yang Mempunyai Keagungan..... 154. Hal itu tak ubahnya bagaikan pemindahan gambar yang terdapat pada cermin kepada sebuah lembaran foto untuk menegaskan wujud lahiriahnya secara sangat mudah.72 ketidaksempurnaan.... Atau seperti penampakan garis yang tadinya tertulis dengan tinta samar lewat bahan yang bisa menampakkan tulisan tersebut. h. Sehingga Al-Kindi. lagi-lagi menurut Armstrong.. Kebesaran. Sedangkan yang kedua. 185 Nursi. 383.. History. Mendekati argumentasi ontologis yang bercorak demikian.. h. h. 34. Kartanegara.... Sinar. 182 181 . Hal ini seperti mengembangkan sebuah bentuk yang direfleksikan pada cermin atau menguraikan makna dalam pikiran dengan kata-kata.185 Ibid. tidak bisa disebut sebagai seorang filsuf karena ia menggagas penciptaan dari ketiadaan (creation ex nihilo).. Menembus. 149-150. termasuk Saint Anselm..... penciptaan dari tiada yang disebut keaslian dan hasil penemuan... “Allahu Akbar: Wahai Dzat Yang Maha Besar! Ya Allah.183 Melainkan.. 183 Dengan argument tersebut. Flashes……….... penciptaan berarti memberikan eksistensi material eksternal kepada hal-hal yang telah ada dalam khasanah ilmu Allah..

Kendati wawasan yang digulirkan Nursi mengenai dalil ontologis mendekati argumentasi ontologis yang dibangun Ibnu Sina sembilan abad silam....73 Dalam konteks ini..186 Nursi hanya menguraikan bagaimana proses penciptaan tersebut secara ilustratif bagaikan memendarkan cahaya matahari pada segala yang bisa terjamah sinarnya dan suatu waktu cahaya tersebut harus kembali kepada matahari itu sendiri. Demikian pula dengan bentuk dan substansi semua entitas yang terdapat pada cermin pengetahuan Tuhan Yang Maha Esa. 187 Nursi. bias dilihat dalam Nasution.. sebab ia menggagas konsep Tuhan sebagai Wajibul Wujud yang menciptakan semesta ciptaan-Nya tanpa dari ketiadaan absolut. 418.187 3. Kekuasaan Ilahi yang bersifat mutlak memberikan bentuk konkret padanya secara sangat mudah sehingga semua entitas tadi dapat terlihat oleh mata setelah sebelumnya berada di alam gaib. Alam semesta lalu dibentuk.. Islam Rasional. h. h. 186 Mengenai teori emanatif Ibnu Sina yang mengembangkan teori Farabi.. ontologis Nursi tidak bersifat emanatif hirarkis seperti yang digagas Ibnu Sina.... dalam arti adanya rancangan dan pola dalam alam semesta menunjukkan adanya seseorang atau sesuatu yang mengatur.. Nursi memberikan ilustrasi bahwa proses penciptaan itu bagaikan gambar bayangan pada cermin yang menempel di kertas alat pemotret sehingga menjadi gambar yang konkret. h. dan diberi wujud... Ibid. 43-51. .. Eksistensi Tuhan dalam Bingkai Argumentasi Teleologis Keteraturan. Flashes………. Di lain tempat. pendekatan yang dipakai oleh Nursi jelas-jelas sangat filosofis. 417. yang disebut dengan menyusun dan membentuk..

h. serta sebagai pencipta dan pemelihara tujuan tersebut. Nursi selalu mengaitkannya dengan Asma-asma-Nya. Jika diamati akan terlihat bahwa beberapa bagian membantu bagian-bagian yang lain untuk memenuhi kebutuhan mereka.191 Menurut Nursi.188 Semesta yang teleologis yaitu alam yang diatur menurut suatu tujuan tertentu. pabrik yang tertata rapi... sifat.189 Semua itu menunjukkan bahwa Allah sebagai sumber keteraturan.74 sebagai suatu keseluruhan mempunyai suatu tujuan yang merupakan perjuangan alam semesta. Saling kerja sama di antara makhluk merefleksikan Tuhan Yang Maha Kuasa dan Maha Bijaksana.. ada beberapa poin mengenai hal ini. . a. dan tujuan alam semesta. saling kerja sama. 11-12. Secara detilnya. siang dan malam. Dalil teleologis yang dibangun Nursi selalu bermuara pada nama.. dan kota yang terencana dengan baik.190 Sebagaimana prinsip yang sangat ditekankan dan seringkali diulang dalam Risalahnya. 183. Kamus……. begitu pula saat menjelaskan keteraturan. Di antara elemen-elemen dan bagian-bagiannya ada kerja sama dan gotong royong yang saling menguntungkan demi tujuan mulia. atau tindakan Tuhan Yang Maha esa. alam raya ini laksana istana yang megah.. Filsafat……. h. 78. Bagaimana matahari dan bulan . h. Kamus………. 190 Bagus. Bagian-bagian dari alam mempunyai hubungan yang erat satu dengan yang lainnya dan bekerja sama dalam menuju tercapainya suatu tujuan tersebut. Sinar………. h. Amsal. 191 Nursi. 78. musim panas dan musim dingin. membantu tanaman untuk mendorongnya membantu hewan dan 188 189 Bagus.

. . aliran air. Words…. Alam semesta selain memiliki tujuan juga memiliki manfaat sesuai dengan karakter uniknya masing-masing yang mencerminkan adanya Pencipta Yang Maha Bijaksana. serta kilat. berhembus untuk menjalankan tugas-tugas vitalnya.75 mempersembahkan makanan kepada hewan yang dia ambil dari khasanah kekayaan Yang Maha Pengasih. perhiasan. Kemudian. terjadinya peristiwa-peristiwa atmosferik yang aneh ini menjadi 192 193 Ibid. Musim semi. udara.193 Angin. Begitu pula awan. semua itu merupakan bukti nyata dan argumen yang jelas bahwa mereka semua adalah abdi Pemberi Hidup Yang Maha Sempurna yang bekerja atas perintah dan izin Kuasa dan Kebijaksanaan-Nya. h. air hujan. Lebah madu dan ulat sutera mengambil madu dan sutera dari khasanah Dzat Yang Maha Pengasih dan membawanya kepada manusia.192 b. Burung-burung berkicauan dengan menakjubkan untuk menyampaikan perasaan mereka dan mengungkapkan maksud mereka kepada burung-burung lain. Nursi. Bebatuan.. 702-703. Dengan demikian. Partikel-partikel bumi. selain memiliki manfaat dan fungsi hebat dan bijaksana. dan air membantu buah-buahan dan sayuran mempunyai rasa dan kandungan gizi tersendiri. dan mineral memiliki tujuan dan manfaat khusus dan diatur untuk memenuhi kebutuhan manusia dan binatang. Hewan bersegera membantu manusia. dan gemuruh petir. bukanlah tidak bermakna. sayuran dan buah-buahan membantu sel tubuh manusia dalam keteraturan sempurna dan demi tujuan mulia. dan sungai tidak muncul dari dalam tanah dan pegunungan secara kebetulan.

menunjukkan keniscayaan eksistensi dari Yang Maha Bijaksana. Bagi Nursi.. Words……. Di lain tempat dalam Risalahnya. bagi Nursi akan memperlihatkan kebijaksanaan Nursi. menurut Nursi ada kebijaksanaan universal dalam setiap ciptaan-Nya. Masih bermuara pada Asma Tuhan Yang Maha Bijaksana.196 Bila direnungkan secara cermat. 195 194 .. menunjukkan manfaat dan kebijaksanaan universal (universal wisdom). semua fenomena tersebut memperlihatkan bahwa Penguasa Yang Maha Bijaksana telah menguasai. h. menyimpan. yang termasuk tujuan. Kebijaksanaan ini. 117. kehendak dan kecondongan. 695-696. c. h. bebatuan. mineral. dalam arti segala sesuatu di semesta ditakar dengan proporsi yang tepat sesuai watak masing-masing makhluk dan demi tujuan yang jelas. semesta alam dengan segala aspeknya hatta bagian yang terkecil pun. Ini menunjukkan bahwa angin. yang direkrut setiap musim di bumi. Tatanan dan keteraturan di dalam ciptaan dan manajemen makhluk. h. dan menyebabkan mereka muncul keluar karena ketaatan kepada perintah-perintah-Nya. maka kebijaksanaan universal itu menunjukkan Dzat Yang Bijaksana. Sinar…….194 Kebijaksanaan tampak di seluruh alam semesta baik alam semesta secara keseluruhan maupun dalam bagian-bagiannya. dan burung-burung yang berkicau diarahkan oleh Tuhan Yang Maha Bijaksana untuk fungsi dan tujuan mulia. Ibid. hujan. Nursi melukiskan kebijaksanaan ini sebagai Takdir universal.195 Karena suatu sifat selalu menunjukkan kualitas sesuatu. 196 Nursi..76 penyebab jatuhnya hujan dan memberi makan semua makhluk hidup di bumi yang sangat membutuhkan mereka. kesadaran. 109. karena tidak mungkin bagi sebuah tindakan terjadi tanpa adanya pelaku dan sesuatu dilakukan atau bagian dari sesuatu itu tidak dapat menjadi pelakunya.

Satu-satunya yang bisa dipahami untuk mendeskripsikan pencipta seperti itu adalah Tuhan Yang Mha Kuasa dan Maha Tahu. Membumikan Al-Quran (Bandung: Mizan. Argumen intuitif berpijak pada hati nurani atau keyakinan batin bahwa Tuhan ada sering Ibn Rusyd menyebut argumentasi teleologisnya dengan dalil inayah. dan dan dikaitkannya secara afirmatif dengan atribut-atribut ketuhanan. Pengantar………. dan mempunyai tujuan tertentu. Hanya saja Nursi menyusun dalil teleologisnya dengan gaya bahasa yang baru. Karena itu seseorang tidak perlu bertepuk tangan dengan keberhasilan akal dalam membuktikan wujud-Nya (Tuhan). Maha Pengatur.. Begitu pula semesta jagad raya dengan segala komleksitasnya yang tertata rapih. semua argumentasi logika mengenai wujud Tuhan dapat saja dicari kelemahannya oleh akal manusia lain. 165. teolog Inggris. atau W. h. 4. kendati cukup logis dan mampu memuaskan rasio orang-orang yang berakal. Eksistensi Tuhan dalam Bingkai Argumentasi Intuitif Pendekatan-pendekatan atau argumentasi akliah mengenai eksistensi Tuhan. penuh ilustrasi. h. seperti Yang Maha Kuasa. Itu artinya memang argumen logika belum cukup memadai untuk membuktikan wujud Tuhan sebelum dilengkapi dengan argumentasi intuitif. Menurutnya. karena dengan akal pula argumen itu dapat ditolak.199 kaum beriman biasanya masih berusaha melengkapinya dengan dalil intuitif atau secara qolbiah atau disebut juga pengalaman relijius. 197 . 199 Menurut Abdul Halim Mahmud. akurat.. Ibn Rusyd197. Siapa pun yang melihat dan mengetahui jam tersebut. 1997).. argumentasi teleologis yang dibangun oleh Nursi sebetulnya tidak ada yang begitu baru dan tidak begitu berbeda dengan teleologis yang dirancang oleh filsuf Muslim. pasti ada seorang desainer dan pembuat yang cerdas yang telah menciptakannya. Melalui paparan tersebut. h.R. Baggini.. Quraish Shihab. William Paley198. Maha Pemurah. 198 William Paley membuat ilustrasi yang terkenal tentang jam dan untuk memperkuat argumentasi teleologis. Maha Bijaksana dan sebagainya. Hanafi. 15.77 universal yang secara jelas menunjukkan pada suatu tujuan dan kehendak dzat Yang Maha Bijaksana. Matthews.. 171.. alam semesta bagaikan sebuah jam yang semua bagiannya bekerja sama secara harmonis dalam cara yang tertib. Lima Tema. niscaya akan menyimpulkan pasti ada seseorang yang cerdas telah mendesain dan membuat jam itu.

Artikulasi verbalistik singkat mengenai argumentasi tersebut didemonstrasikan fisikawan Russel Stannar ketika ia mengekui bahwa ia mengetahui Tuhan ada karena secara intuitif ia merasakannya. Falsafat…….201 Meskipun Nursi mengakui bahwa untuk membuktikan eksistensi Tuhan di samping menggunakan argumentasi rasional juga memakai pendekatan spiritual (riyadhoh). h. Said Nursi... h.. Mengenai argumentasi intuitif.. Bagi Nursi.. zuhud. hingga diakhiri pada mahabbah. seperti taubat. salah satu jendela yang mengantarkan menusia berhubungan dengan dunia gaib adalah hati. Salih. bagi Nursi. tahapan-tahapan atau maqamat tersebut secara hierarkis diformulasikan dengan berbeda antara seorang tokoh sufi dengan tokoh sufi lainnya. 168... Setiap kalbu manusia mempunyai kesadaran terdalam mengenai keesaan Tuhannya dan senantiasa menghadap kepada-Nya. a.. h.200 Dalam wacana sufistik... Untuk mengetahui perbedaan ini. 62-63. eksposisi Nursi dapat diuraikan dengan beberapa poin berikut. Dalam dunia sufi. 585-587. 203-204.. h..78 didasarkan pada perasaan bahwa kaum beriman sudah memiliki sejumlah pengalaman langsung akan eksistensi Tuhan. Lima Tema……….. . Hati nurani mempunyai karakteristik unik atau pembawaan alami yang tidak bisa berdusta. sabar. Sinar………. hati nurani sudah merefleksikan eksistensi Tuhan dengan sendirinya.. lihat Nasution. Hati mengikrarkan dan membuktikan eksistensi Tuhan secara hakiki. untuk membuktikan dan mengenal eksistensi Tuhan tersebut dikembangkan metode-metode spesifik berupa tahapan-tahapan (maqamat).. bahkan jika nalar lalai untuk bekerja dengan benar dan Baggini. 202 Biasanya hakiakat keimanan justru ditekankan atau menjadi fundamen utama bagi Risalah Nursi.203 Menurut Nursi..202 secara intrinsik. 201 203 200 Nursi.

Keterpikatan (kepada-Nya) yang mendarah daging pada hati nurani manusia ini dikarenakan keberadaan Allah yang benar-benar memikat. dan pahatan asma rabbaniah muncul di atas lembaran wujudnya. terj. Said Nursi. 2004). 322. Selanjutnya pendakuan eksistensi ketunggalan Tuhan merupakan implikasi keimanan yang bersemayam dalam hati manusia. hati nurani tidak pernah melupakan Sang Pencipta.205 204 205 Nursi. Karenanya. Persepsi intuisi selalu membangkitkannya dan inspirasi mencahayainya. h. Words……. . Misbah (Jakarat: Robbani Press.79 karenanya juga lalai untuk melihat kebenaran. sebagaimana ada konsekuensi negatif terhadap pengingkaran (kekafiran) akan keesaan-Nya.204 Menurut Nursi. Iman Kunci Kesempurnaan. b. dan menghadapkan diri kepada-Nya. dengan iman manusia memperoleh nilai tinggi lantaran ciptaan ilahiah bermanifestasi dalam dirinya. memikirkan-Nya.. h.. M. Pada titik ini hati nurani menjadi bukti yang disematkan ke dalam jiwa setiap orang yang menyatakan keesaan Tuhan. Cinta ini yang merupakan perasaan yang selalu merindukan Dia tidak bisa dipisahkan dari hati nurani. Hal ini karena kecintaan kepada Allah selalu mendorong nurani ke arah pengetahuan tentang-Nya. ada konsekuensi positif dari pengakuan iman terhadap keesaan Tuhan. Hal itu karena iman mengikat manusia dengan Pencipta Yang Maha Agung dan mengikatnya dengan kepercayaan yang kuat dan penisbatan (jalinan hubungan). Manusia mencapai derajat kesempurnaan tertinggi dan layak atas surga melalui cahaya iman. 2. hati nurani melihat-Nya. Bahkan jika ego manusia menentang-Nya.

dan dibaca orang lain.209 Menurut Nursi. 208 Nursi. kepasrahan kepada tawakkal kepada Allah. dicermati.207 c. 29-31. 322.80 Sebaliknya. 89-90. pengingkaran atau kekafiran akan eksistensi Tuhan merendahkan manusia menuju derajat terendah sehingga pantas menghuni neraka. Gelapnya kekafiaran menyebabkan seluruh makna pahatan Asmaul Husna ilahiah yang penuh hikmah tidak bisa termanifestasi. Nursi. Kalbu manusia yang mempunyai predisposisi begitu kuat untuk mencintai keabadian208 dan kesempurnaan mutlak menunjukkan bahwa Yang Maha Kekal hanya Tuhan Yang Esa dan Kesempurnaan Mutlak pun hanya milik-Nya semata. ada hasrat yang sangat bergelora dan begitu kuat dalam setiap lubuk hati manusia untuk mencintai keabadian.206 Jadi keimanan. Hasrat ini membuat banyak manusia berangan-angan agar semua yang mereka cintai bersifat abadi. Words………. . mereka akan mengalami kepedihan yang sangat mendalam. Semua kepedihan dan kesedihan yang muncul akibat adanya perpisahan tersebut merupakan ungkapan rasa kecewa yang bersumber dari kecintaan terhadap keabadian. Namun ketika mereka menyadari bahwa apa yang mereka cintai hanya bersifat sementara atau menyaksikan bahwa apa saja yang dicintainya musnah. h. h.. 209 Ibid.. menuntut pengakuan mengenai ketunggalan Allah (tauhid). h. Flashes…………. melalui penisbatan substantif kepada Tuhan. tauhid membawa pada kepasrahan. h.. 206 207 Ibid. dan akhirnya tawakkal akan menghasilkan kebahagiaan dunia dan akhirat. 3-4. Sebab kekafiran memutuskan nisbat dan hubungan kepada Sang Pencipta.

zakat dan lainnya bisa dilihat secara khusus dalam Said Nursi. Tri Wibowo Budi Santoso (Jakarta: Grafindo Persada.211 mengakui ketidak berdayaan dan kepapaan dirinya di hadapan-Nya. 213 . h. h. ia tidak akan kecewa dengan hilangnya sesuatu yang ia cintai. Fethullah Gulen. terj. istana.213 210 Nursi membuat ilustrasi bahwa orang yang menatap dunia bersifat abadi laksana orang yang menatap cermin yang memantulkan taman bunga. 212 Nursi. 2002). 159. yang hanya denag sedikit guncangan saja (jika cerminnya digerakkan) akan terjadi kekacauan pada gambar cermin tersebut. keindahan. mengosongkan kalbu dari cinta terhadap segala kesenangan duniawi yang temporal. Dengan demikian tidak layak menmbatkan hati terhadap dunia yang bersifat temporal. maka manusia sejatinya cuma mendambakan keabadian absolut yang tunggal yaitu Tuhan Yang Maha Esa... h. Ibtidain Hamzah Khan (Jakarta: Robbani Press. 211 Ibid. kendati banyak manusia yang tidak menyadarinya atau keliru dalam melabuhkan hasratnya tersebut. dan kesempurnaan hakiki yang memang dengan sengaja Allah letakkan dalam diri manusia untuk mengenal-Nya. terj. Memadukan Akal &Kalbu dalam Beriman.210 Karena segala keabadian lain bersifat relatif tidak mutlak. Mengokohkan Aqidah Menggirahkan Ibadah. Sampai kapan pun naluri itu tidak akan terpuaskan kecuali bila manusia menambatkan hasratnya kepada Wajah Tuhan Yang Maha Esa semata. Tapi lagi-lagi banyak manusia yang memburu kesempurnaan semu yang dianggapnya sebagai kesempurnaan sejati. puasa.81 Seandainya manusia tidak mempunyai naluri akan keabadian. 536-538.212 serta senantiasa istikomah dalam menunaikan kawajiban-kewajiban agama. 29-31. seperti terutama salat.. kecintaan pada kekekalan itu merefleksikan eksistensi keesaan Tuhan yang selalu menjadi muara hasrat setiap manusia. Mengenai tema-tema ibadah wajib. Begitu pula menurut Nursi. Ibid. Letters……. cinta keabadian ini juga diuraikan oleh Gulen sebagai argumen intuitif mengenai eksistensi Tuhan. 7. 2004). Dalam pandangan Nursi.. dan negeri denag segala isinya. melanggengkan zikir atau selalu ingat kepada-Nya. Dengan alasan ini. h. setiap manusia mempunyai fitrah atau kecenderungan yang tak terhingga untuk mencintai kebaikan. Nursi menyarankan agar manusia memperkuat dan mempertajam sensitivitas intuitifnya dengan mengorientasikan cinta terhadap Tuhan semata.

h. Lihat Tim Penulis Rosda. the Encyclopedia of Philosophy. matarialisme merupakan kepercayaan bahwa yang ada hanyalah materi. h. Persoalan-Persoalan Filsafat. terj. Pengantar Filsafat. Karena itu. Lihat Harold H. Pengantar Filsafat (Yogyakarta: Kanisius. . Dalam banyak hal seorang materialis sependirian dengan naturalis dan keduanya cenderung sama.). Kattsoff. 179. 215 Nursi tidak menguraikan akar-akar materialisme. 293. melainkan langsung menunjuk kepada poin yang dia kritik. 1110. h.216. Ketiga gagasan di atas sebenarnya saling terkait satu sama lain. di sini berusaha melacak ketiga konsep materialisme yang menjadi pusat kritik Nursi dengan merujuk pada sumber-sumber lain yang menguraikan doktrin-doktrin materialisme tersebut. 46. 1996). Louis O. Kamus Filsafat (Bandung: Rosdakarya. Pada satu titik ekstrem. 1995). 1980). 2004). Mungkin itu alasannya Nursi seringkali menyebut materialis dan tidak jarang juga naturalis. Titus at al. 1972). dan segala sesuatu merupakan tuntutan alam. 1984). Webster’s New Twentieth Century Dictionary (United States: William Collins Publishers. terutama pada tiga level yang dia kritik tersebut. Soejono Soemargono (Yogyakarta: Tiara Wacana. Vol. Rasjidi (Jakarta: Bulan Bintang. Materialisme juga merupakan bentuk naturalisme yang lebih terbatas. dependent reality or even none at all. Jan Hendrik Paper. segala sesuatu terbentuk dengan sendirinya atau dari materi. materialism is the name given to a family of doctrines concerning the nature of the world which give to matter a primary position and accord to mind (or spirit)a secondary. 214 Akar histories materialisme dapat dilacak sampai kepada Demokritos yang mengatakan bahwa segalanya berasal dari atom. Paul Edwards (ed. h. Noah Webster. Sementara kamus Webster mendefinisikan materialisme (materialism): the doctrine that matter is the only reality and that everything inthe world. (New York: Macmillan Publishing Co. can be explained only in the terms of matter. and feeling.215 yaitu alam semesta tercipta oleh sebab atau hukum kausalitas. will. 5.82 BAB IV KONSEP MATERIALISME dan KRITIK SAID NURSI TERHADAPNYA A. h. Satu-satunya realitas adalah materi dan segala sesuatu adalah manifestasi dari aktivitasnya. including thought. Ketiga doktrin tersebut pun menafikan Tuhan sebagai Penyebab Pertama atau Sang Pencipta alam semesta dan tidak mengakui adanya tujuan objektif atau makna dalam penciptaan alam semesta. Tidak ada Tuhan atau alam supranatural. Doktrin-Doktrin Materialisme214 Tentang Ketiadaan Tuhan di Semesta Di sini akan diuraikan terlebih dahulu sebagian doktrin-doktrin materialisme yang menjadi titik fokus kritik Nursi. h. Selain itu.193.

Bacon mengatakan bahwa observasi eksperimental atas penyebab efisien dan materiil merupakan cara untuk sampai pada pengetahuan sejati. h.83 1. 288-289. Alam Tercipta oleh Sebab (Kausalitas. Mekanik). 34-35. kajian ilmiah mengenai alam semesta hanya berkutat dengan fakta dan meninggalkan dimensi makna. 1987). padahal kajian ilmiah harus berkaitan dengan fakta. Dalam bukunya. Perjumpaan Agama & Sains.sains modern hanya memfokuskan secara spesifik pada penyebab efisien dan materiil. Haught. menurut Holmes Rolston III. David Hume. Sebab formal dan sebab final ditolak karena menurut mereka lebih cenderung pada makna. 217 216 .216 merupakan awal mula proses sekularisasi ilmu pengetahuan. terj. maka para ilmuwan modern dari tradisi Newtonian hanya membatasi kepada dua sebab saja: sebab material dan sebab efisien. Jika dalam tradisi Aristotelian menguraikan penjelasan ilmiah meliputi empat sebab: efisien.217 Sejak saat itu. Pada awal kemunculannya ini. dan Jacques Loeb. dan final. h. Fransiskus Borgias (Bandung: Mizan. material. 2004). yakni soal ”bagaimana” hal-hal beroperasi dan dari bahan apa saja hal-hal terbentuk. Science and Religion A Critical Survey (New York: Random House. Sains modern enggan berpusing-pusing mengenai penyebab final atau soal ”mengapa” hal-hal tadi menjadi seperti itu. formal. Namun ide penggunaan terbatas hanya pada kedua sebab tersebut telah diusung seabad sebelumnya oleh Francis Bacon. yang menurut mereka lebih Holmes Rolston III. John F. Pergeseran paradigma kausalitas Aristotelian ke paradigma Newtonian oleh Newton. Novum Organum.

. akal dan aktivitas-aktivitasnya merupakan bentuk-bentuk behavior belaka. 2003).. biologi. Semua proses alam. Prinsip sains berlaku yakni cukup menerangkan segala yang terjadi atau yang ada. termasuk di dalamnya manusia. dan psikologi yang menggunakan penafsiran fisik dan mekanik dalam penjelasan-penjelasan mereka tentang makhluk hidup.. Segala gerak. Benda-benda organik atau bentuk-bentuk yang lebih tinggi dalam alam hanya merupakan bentuk yang lebih kompleks dari pada bentuk in-organik atau bentuk yang lebih rendah. 294.. Menurut materialisme mekanik. 126.219 Pada abad dua puluh terdapat banyak ahli fisiologi. h. Materialisme mekanik menyatakan bahwa semua bentuk dapat diterangkan menurut hukum yang mengatur materi dan gerak. baik perubahan yang menyangkut atom atau perubahan yang menyangkut 218 219 Mulyadhi Kartanegara.. . baik in-organik atau organik telah dipastikan dan dapat diramalkan jika segala fakta tentang kondisi sebelumnya dapat diketahui... 2003). Menyibak Tirai Kejahilan (Bandung: Mizan. h. dari gerak bintang-bintang yang jauh sampai kepada pikiran manusia (pikiran dianggap mereka sebagai gerak) dapat dijelaskan tanpa menggunakan prinsipprinsip non-fisik. Titus at al. semua perubahan di dunia. Materialisme ini berpendapat bahwa semua kejadian dan kondisi adalah akibat yang lazim dari kejadian-kejadian dan kondisi sebelumnya...220 Bagi seorang pengikut aliran materialisme mekanik. perbincangan mengenai alam semesta bercorak materialistik yang terangkum dalam paham materialisme mekanik. Aliran-Aliran Filsafat & Etika (Jakarta: Prenada Media.84 berhubungan dengan kepercayaan atau agama. Persoalan. h. 220 Juhaya S. Praja.218 Pada titik inilah. 146-147...

Bahkan materialisme mekanik mengklaim bahwa hukum-hukum alam dapat dituangkan dalam bentuk pasti matematika jika data-datanya telah terkumpul.223 Dalam karya tersebut Laplace menjelaskan sistem alam semesta berdasarkan hukum mekanika yang deterministik dan berhasil membuktikan stabilitas mekanis tata Titus. Sementara di lain sisi. penciptaan dan kemunculan semesta yang berakhir pada hukum kausalitas. semuanya bersifat kepastian semata-mata. 223 Mulyadhi Kartanegara. h. 2005). ia juga mengklaim kekuatan kreatif hukum sebab-akibat an sich tanpa perlu dihubungkan dengan Tuhan yang transenden. h. dalam karyanya Celestial Mechanics. Di satu sisi dia mengakui adanya Tuhan pencipta. dan tidak perlu memakai ide seperti ”maksud” (purpose). Juga bukunya. Lihat Paul Davies. agaknya lebih bisa diterima ketimbang mengaitkannya dengan penyebab terakhir yang diidentifikasi sebagai Tuhan. 88. Terdapat suatu rangkaian sebab-musabab yang sempurna dan tertutup. Persoalan………….222 Fakta ini secara demonstratif disuarakan oleh astronom dan filosof Prancis terkenal. terj. Menembus Batas Waktu (Bandung: Mizan. 320-373. walaupun bukan Tuhan yang personal.221 Implikasinya jelas bahwa kausalitas mekanik dengan sendirinya tidak hanya menafikan teleologis kosmis yang bersifat transendental. 23-39. Rangkaian sebab-musabab ini hanya dapat dijelaskan dengan prinsip-prinsip sains semata-mata. Hukum kausalitas yang berdiri tersendiri dan terlepas dari Tuhan kiranya didukung oleh Paul Davies. Menurut Davies. h. 38-100. Konsep tentang Tuhan begitu abstrak untuk dipaparkan sebagai penyebab utama bagi terciptanya jagad raya dengan segala perkakasnya. seorang fisikawan dari abad ini. Membaca Pikiran Tuhan. 2002). 296-297. tetapi juga kehadiran Tuhan yang personal sebagai Pencipta dan Perancang Tunggal semesta menjadi tersingkirkan. Pierre Simon de Laplace. 222 221 . God & the New Physics (New York: Simon & Schuster. Hamzah (Yogyakarata: Pustaka Pelajar. Kendati demikian. h. Davies tampaknya menorehkan ide-ide yang bersifat ambigu. 1983).85 manusia.

h. seseorang telah dapat membebaskan diri dari problema-problema yang membingungkan selama berabad-abad.86 surya tanpa menyebut satu pun kata Tuhan. Dengan menerima pendekatan ini. Ketika ditanya oleh Kaisar Napoleon Bonaparte mengapa dia tidak menyinggung nama Tuhan dalam karyanya. 1998). 224 225 Quraish Shihab.224 Harus diakui bahwa materialisme mekanik memang mempunyai daya tarik yang sangat besar oleh karena kesederhanaannya. 148. h. Dengan jawaban tersebut. Aliran Filsafat…………. sang pakar ingin menyatakan bahwa ia mampu menjelaskan tata kerja alam raya berdasarkan hukum-hukum alam tanpa melibatkan Tuhan. dalam perkembangan selanjutnya pada masa sekarang satu-satunya sebab yang masih diperhatikan dalam uraian ilmiah sains modern adalah sebab efisien. dengan datar Laplace menjawab. Mukjizat Al-Quran (Bandung: Mizan.225 B. ”I don’t need that kind of hypothesis” (saya tidak butuh hipotesis seperti itu). . dan suatu filsafat yang menganggap hanya benda-benda itulah yang riil tentu mempunyai daya tarik bagi banyak orang. paham ini menarik karena kebanyakan orang berhubungan dengan benda-benda material. Juhaya. Apa yang riil (sungguh-sungguh ada) dalam manusia adalah badannya. Segala Sesuatu Terbentuk Dengan Sendirinya (Materi / Faktor Kebetulan) Jika dalam penjelajahan terhadap alam semesta materialisme mekanik masih menggunakan dua prinsip penjelasan yaitu sebab material dan sebab efisien. Dan untuk itu tidak perlu ada penafsiran bagi tempat pemeliharaan Tuhan. yakni alat verifikasi eksperimental. dan ukuran kebenaran atau realitas adalah sentuhan penglihatan dan suara. Selain itu. 19.

tetap tidak akan terjawab dengan baik secara ilmiah. Alasannya adalah karena menurut ajaran sebab imanen (immanent cause). Selain itu. tetapi cukup di dalam dirinya sendiri (imanen). h. 2005). mereka menyebutnya sebagai imanen. para ilmuwan modern menganggap sebab efisien dunia materiil berasal dari dirinya sendiri bukan dari luar. pertanyaan siapa menciptakan alam.227 Dengan demikian. dalam telaah Russell. tetapi dengan pemahamannya yang diperbarui sebagai sebab imanen. bahkan ketika para ilmuwan modern mempertahankan sebab efisien sebagai prinsip penjelasan ilmiah yang tidak bisa dilenyapkan. h. Meskipun begitu.226 Fenomena ini diamini oleh salah seorang filosof aliran analitik. Menurut Russell. dapat dipahami ketika beberapa ilmuwan modern menganggap alam ini sebagai otonom. lagi-lagi teleologis kosmis yang bercorak transenden dan penciptaan semesta yang bermuara kepada Tuhan kehilangan jejaknya. Integrasi Ilmu (Bandung: Arasy. Alam pun kemudian dikonsepsikan sebagai sesuatu yang dapat menciptakan dirinya sendiri (self originating/creating) tanpa campur Mulyadhi Kartanegara. dan karena itu tidak memerlukan pencipta atau sebab di luar dirinya. sebab gerak alam tidak perlu dicari di luar dirinya. sebab final menyediakan tujuan perubahan yang pada hakikatnya adalah suatu evolusi menuju kepada Tuhan. 149. 181. Padahal.87 yang dipandang sebagai sebab terjadinya gerak atau perubahan di alam semesta. Dengan demikian. Bertrand Russell. 227 226 . Bertrand Russell. dalam peristilahan modern kata sebab memang hanya dibatasi pada satu penyebab saja yakni sebab efisien. History of Western Philosophy (London: Unwin University Books. 1955).

Menurut dia. alam semesta ini tampaknya tidak memberi tanda-tanda bahwa dia merupakan jejak Tuhan yang ”menaruh perhatian padanya”. Bila pada masa silam hukum-hukum alam yang dapat diramalkan memberi isyarat tentang adanya intelegensia Ilahi. 151-152.230 Menurut John Haught. h. semakin sains menukik semakin dalam ke hakikat segala sesuatu. Bagi Weinberg. ide materialistik tersebut tetap berpijak pada paradigma Newtonian. Sains tidak memberi petunjuk apa pun bahwa ada satu pribadi Ilahi yang mendasari alam semesta ini atau menaruh perhatian terhadapnya.229 sulit membayangkan bagaimana seorang ilmuwan sejati yang menganggap serius sains dapat sampai pada kesimpulan lain selain dari bahwa ide Tuhan yang personal sekarang ini sama sekali tidak dapat dipercaya lagi. .228 Dengan kata lain. Sains menyelidiki satu fenomena ke fenomena lain dan yang ditemukannya di bawah permukaan sana hanyalah materi tak berbudi. 35. alam semesta itu tampak semakin impersonal. h. tidak ada tempat bagi peran Tuhan di bumi. Perjumpaan…………….. Semakin dalam sains menggali.88 tangan sebuah agen eksternal. Tetapi sejak zaman 228 229 Kartanegara. Integrasi…………. 36. Haught. Menurut fisikawan Steven Weinberg. Dreams of Final Theory. mengungkapkan pandangan ini dalam bukunya yang terbaru. Sedikit demi sedikit sains menelanjangi dunia ini dari sakralitasnya. 230 Ibid. h. Dengan demikian pada gilirannya. tercipta dan munculnya alam semesta dengan segala komponennya bersifat acak atau kebetulan tanpa sistematika dan peraturan Sang Pencipta. yang merupakan wakil terkemuka dari kubu skeptisisme ilmiah.

R. merupakan hasil kolokasi atom secara kebetulan”. 2005). ”Manusia merupakan produk sebab-sebab yang tidak mempunyai previsi. Osman Bakar (ed. Fransiskus Borgias (Bandung: Mizan. Teori evolusi adalah teori yang mengatakan bahwa semua organisme yang meliputi seluruh tumbuhan dan hewan yang ada dan pernah ada. cinta dan keyakinannya. 156. h. h.89 Newton ide tentang Tuhan terasa berlebih-lebihan dan kosmos ini pun semakin dapat menjelaskan dirinya sendiri. Ibid. seperti Ernst Haeckel.. Menemukan Tuhan dalam Sains Kontemporer dan Agama.233 Bukan hanya para ilmuwan dan para filosof tersebut yang meyakini filsafat materialistik Darwinian. 2002). E. Karl Marx. Perjumpaan………. Muhammad (bandung: Mizan. berkembang dari beberapa atau bahkan satu bentuk yang sangat sederhana. 1996). Evolusi Ruhani. dan Sigmund Freud semuanya menemukan bahwa pemikiran Darwin cocok dengan ateis mereka.231 Terlebih lagi. Setahun setelah menerbitkan bukunya. Nukman (Bandung: Mizan. Asal usul dan pertumbuhannya.234 Gagasan alam bisa menjelaskan dan menciptakan dirinya sendiri. terj. Juru Bicara Tuhan. barbour. 232 231 . Darwin dengan tegas menyatakan bahwa segala sesuatu sebagai produk kebetulan belaka. terj. Darwin menjadi seorang propagandis bagi ateis ilmiah sehingga para ilmuwan dan filosof. 74. 234 Ian G. Bandingkan dengan uraian Barbour yang menjelaskan sejarah teori evolusi secara cukup luas dalam karyanya yang terbaru. tentang akhir yang mereka capai. The Origins. 9. melalui proses penurunan dengan modifikasi. harapan dan ketakutannya.). h. 233 Haught. Eva Y. terj. faktor kebetulan dalam penciptaan jagad raya menemukan momentumnya pada teori evolusi232 yang digagas oleh Charles Darwin. mengenyahkan keyakinan monoteistik. Bertrand Russell bahkan secara radikal meneriakan lebih jauh. Friedrich Nietzsche.

Apa pun dapat direduksi menjadi interaksi materi yang sederhana dan jelas. manusia mengetahui bahwa ia sendirian di kemahaluasan alam semesta. Monod berpendapat bahwa semua fenomena dapat direduksi ke hukum fisika dan kimia. dan operasi kebetulan.. Kebetulan adalah sumber kebaruan semua ciptaan. Sel adalah mesin. dan pertumbuhan”. sebagai berikut: ”. ilmu kimia. Juru Bicara…………. menulis dalam bukunya yang cukup terkenal. Consciousness Explained. Binatang adalah mesin. yang menyatakan dengan tegas bahwa pravelensi kebetulan menunjukkan bila alam semesta tidak mempunyai tujuan. dan fisiologi—dan kesadaran tidak lebih dari sebuah fenomena fisika. yang dengan bangga menyebut dirinya seorang materialis.Hanya ada satu jenis benda. 158. Barbour.. reproduksi. Manusia adalah mesin. kesadaran adalah otak. Pendeknya. Perjumpaan…………. nutrisi. fotosintesis.236 Semua paparan tersebut membawa dampak secara konkret bahwa segala hal yang bersifat trasenden tidak ada di semesta dan segala ide tentang Tuhan sebagai pendesain dan pencipta pun terhapuskan. 126. yang darinya ia muncul hanya dari kebetulan... hukum-hukum. 235 236 Haught. h. Menurut para materialis.. ..90 Senada dengan Russell. dan materi-materi kasar yang cukup untuk menjelaskan radioaktivitas. pergeseran lempeng benua. yakni materi—benda fisik dari ilmu fisika. kita dapat (pada dasarnya!) menerangkan setiap fenomena mental dengan memakai prinsip yang sama dengan fisika. Menurut Monod. salah seorang pendukung filsafat materialisme.235 Puncak keradikalan ini jatuh di tangan Jacques Monod. h. Daniel Dennett.

Stephen Jay Gould. Oleh karena itu. akhirnya justru membantu menyebarkan ateisme intelektual.O. merupakan sebagian sampel dari para penganut materialisme ilmiah. teologi karena tidak mempunyai peranan apa-apa lagi untuk dimainkan. ternyata hal itu membawa implikasi berupa penjelasan lain yang oleh sebagian ilmuwan disebut dengan materialisme ilmiah.237 Para ilmuwan terkenal seperti Carl Sagan.. Fisika dapat membangun landasan bagi dirinya sendiri. 85. Dengan melakukan ekstrapolasi ke masa lalu. hingga menyisakan satu prinsip sebab efisien atau sebab imanen. h. Doderot.91 C. bagi mereka. . Segala Sesuatu Merupakan Tuntutan Alam (Alamiah) Sejak Francis Bacon menjadikan dua prinsip utama berupa sebab materiil dan sebab efisien sebagai pijakan ilmiah yang disambut oleh Newton dan Darwin. Tidaklah berlebihan kalu dikatakan bahwa teologi yang mengambil fisika dan bukan pengalaman religius sebagai landasannya. yakni semuanya merupakan tuntutan alam apa adanya atau bersifat ilmiah semata. yang kemudian dikenal sebagai ledakan 237 238 Haught. lalu menjadi anak yatim intelektual.. 239 Ibid. Hawking. Ibid. Wilson. Perjumpaan…………. E. h. menurut Barbour.238 Para pemikir materialisme ilmiah secara meyakinkan mengungkapkan bahwa fisika tidak membutuhkan sesuatu yang lain untuk menjelaskan dirinya sendiri selain prinsip-prinsip natural. 81. 191. para saintis menyimpulkan bahwa alam semesta mengembang dari satu titik sekitar lima belas miliar tahun silam.239 Hal ini diperkuat pula dengan lahirnya teori ledakan besar atau dentuman besar (Big Bang).

. 101. h. Juru Bicara.. bagi kaum skeptik ilmiah. Haught..241 Tentu saja ada sebagian teolog dan ilmuwan yang memaknai teori dentuman besar senafas dengan pandangan agama.. Perjumpaan………………. Jastrow berpikir bahwa para teolog merasa senang karena kini sains membuktikan bahwa alam semesta itu berawal 240 241 Barbour. God and the Astronomers..242 Begitu pula astrofisikawan Robert Jastrow melihat implikasiimplikasi teologis dari kosmologis dentuman besar. menemukan suatu latar belakang radiasi gelombang mikrokosmik bersuhu rendah.. Menurut dia. teori dentuman besar tampak sebagai suatu kejutan yang sangat tidak menyenangkan. 242 Barbour...92 besar atau dentuman besar. semakin sulit rasanya untuk meragukan bahwa alam semesta ini dimulai dengan sesuatu semacam dentuman besar... h. 106.. Radiasi ini merupakan tanda yang paling jelas untuk menenggarai bahwa peristiwa kosmik awal mula yang tunggal telah terjadi kira-kira lima belas miliar tahun silam. hal ini paling baik ditafsirkan sebagai ”sisa-sisa bekas radiasi” dari sebuah dentuman besar pada awal mula yang panas. Sebut saja.. dua ilmuwan Robert Wilson dan Arno Penzias. banyak astronom condong berpendapat bahwa alam semesta itu abadi.. Jastrow menyatakan dalam bukunya yang populer. Jadi. tidak dibutuhkan lagi pencipta yang memulai seluruh proses ini.. Maka.. Sekarang. bahwa teori dentuman besar tampaknya mendukung ajaran penciptaan biblikal. Paus Pius XII yang mengatakan bahwa teori dentuman besar mendukung gagasan biblikal tentang penciptaan.. Juru Bicara…………. ...240 Pengembangan yang terlihat hari ini dapat dianggap sebagai bekas dari ledakan zaman purba itu.. Kemudian pada tahun 1965. 174..

Thoyibi (Yogyakarata: Bentang. Teori tersebut mengatakan bahwa benda-benda mikroskopis tidak dapat diukur secara kuantitatif dengan koordinat-koordinat ruang-waktu. ketimbang permulaan gradual.244 Sementara itu. teori kuantum dengan tidak terdeteksinya sebab terakhir secara fisika.. werner Heisenberg. fisika kuantum menjelaskan bahwa Haught. Falsafatuna. Posisi dan momentum suatu partikel tidak dapat dirinci secara serempak. Paul Davies. 2000). 182. Albert Einstein. Aufiya Ilhamal Hafizh (Yogyakarta: Jalasutra. sehingga melahirkan hubunganhubungan ketidakpastian. Wolfgang Pauli. banyak para ilmuwan ateis yang menafsirkan teori tersebut sebagai penjelasan paling ilmiah bahwa kemunculan alam semesta merupakan tuntutan alamiah semata. 244 243 . dia sudah mau menaklukkan puncaknya yang tertinggi. Erwin Schrodinger. tatkala dia memanjat ke atas untuk melewati karang terakhir. 84-118. terj. 1995). h. Perjumpaan. Demikian pula Capra memandang teori kuantum yang sejajar dengan pandangan mistisisme agama-agama Timur. terj. dan Paul Dirac. Dia telah mendaki gunung-gunung ketidaktahuan. terj. justru menunjukkan adanya Sang Pencipta di balik semesta. Baqir Ash-Shadar. Jika merujuk kepada Ash-Shdar. ilmuwan Douglas Lackey menguraikan teori dentuman besar secara materialistik yang menjadi tuntutan alam an sich dengan bantuan teori fisika kuantum. Fritjof Capra.. h. Hamzah (Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Jastrow menyimpulkan argumennya dengan sebuah klimaks yang bernada parodi: ”Pada saat ini (sebagai hasil dari kosmologi dentuman besar) tampaknya sains itu seakan-akan tidak mampu menyingkap tabir misteri penciptaan. 2002). 2005). atau bahkan sama sekali tidak ada permulaan. Membaca Pikiran Tuhan.93 mula. skenario dentuman besar hanya menunjang keserupaan paling superfisial bagi Kitab Kejadian dan kemungkinan terbaik tetap menuntut suatu permulaan yang tiba-tiba. The Tao of Physics. 54. terj. Nur Mufid bin Ali (Bandung: Mizan. dia pun disalami serombongan teolog yang telah duduk menunggu di sana selama berabad-abad”. Bagi ilmuwan yang sangat yakin akan daya kekuatan akal budi. kisah itu pun berakhir laksana mimpi buruk. sementara para astronom agnostik justru merasa sangat terganggu. Lihat Fritjof Capra. Neils Bohr. h. yaitu Max Planck..245 Menurut Lackey. Louis De Broglie. 245 Teori kuantum dirumuskan oleh sejumlah ilmuwan ternama abad 20. 213214.. h. Titik Balik Peradaban.243 Walaupun demikian.. Menurut Paul Davies.

sebenarnya para ilmuwan materialisme ilmiah menuangkan ide-ide mereka dalam selubung busana saintisme yakni suatu kepercayaan filosofis.. 112-113..246 Hal ini pada gilirannya membawa konsekuensi lebih jauh bagi para pendukung materialisme ilmiah bahwa alam semesta tidak mempunyai tujuan objektif atau universal yang dirancang oleh sang Pencipta. h. kegiatan ilmiah justru merupakan satu-satunya sumber pelipur lara dalam belantara persada yang tak bermakna ini. seorang ahli astrofisika kenamaan. jagad raya tidak mempunyai awal dan tidak mempunyai batas akhir.. . Juru Bicara………. 181. Namun. h.. salah seorang ilmuwan penyokong prinsip ini. Steven Weinberg.. Ia melukiskan prinsip paradoksalnya demikian: ”Semakin alam semesta itu tampak dapat dipahami.247 Pada titik ini. tegasnya kepercayaan epistemologis bahwa ilmu pengetahuan merupakan satu-satunya tuntutan terpercaya kepada 246 247 Haught.. toh jika tidak ada pelipur lara dalam hasil riset. yang memandang alam semesta sebagai keberadaan ilmiah tanpa Sang Pencipta.Upaya untuk memahami alam semsta merupakan slah satu dari sedikit hal yang mengangkat kehidupan kemanusiaan di atas tingkat sandiwara.. semakin tampak tak bermakna. Barbour. memandang persada raya ini bercorak ilmiah tanpa tujuan dan makna sedikit pun.94 kehadiran alam semesta berasal dari kevakuman dan spontanitas yang bercorak ilmiah. Kendati demikian. dan memberinya sentuhan tragedi yang megah”. Dalam perspektif Hawking.. namun hadir secara alamiah begitu saja tanpa pencipta. paradoksnya bagi Weinberg. setidak-tidaknya ia ada dalam riset itu sendiri. Demikian pula Stephen Hawking. Perjumpaan………. menurut Jonh Haught.

Perjumpaan. Menurut Haught. 14. ada perbedaan prinsipil antara sains dan saintis. Jika sains itu merupakan cara yang sederhana. Mereka hanya melihat keberadaan jagad raya dengan segala fenomenanya tidak lain dari pada tuntutan alam semata yang bersifat ilmiah dan impersonalitas. Argumen kosmologis ia tujukan kepada dua doktrin materialisme yang mengatakan bahwa segala sesuatu terbentuk dengan sendirinya dan segala sesuatu merupakan tuntutan alam. B.. klaim Weinberg bahwa tak ada Tuhan yang personal dalam semesta dan impersonalitas semesta yang bersifat alamiah semata. 249 Haught. terpercaya. Haught. h.248 Bagi Haught. maka saintisme adalah suatu pengandaian bahwa sains merupakan satusatunya cara yang tepat untuk sampai pada seluruh kebenaran. 14. ternyata memang banyak ilmuwan dan fisikawan yang tetap menolak Tuhan yang personal sebagai pencipta dan perancang tujuannya..249 Terlepas dari sanggahan yang digulirkan oleh Haught..95 kebenaran. Perjumpaan……. 42-47. h.. Sementara argumen teleologis ia alamatkan kepada dua doktrin materialisme yaitu alam semesta tercipta oleh sebab (kausalitas) dan segala sesuatu terbentuk dengan sendirinya. Sebab ia tidak mampu menjelajahi sesuatu yang ada kaitanya dengan kepribadian atau nuansa-nuansa personalitas. tanpa pembuktian ilmiah. jelas merupakan sebentuk saintisme. dan subur untuk mempelajari beberapa hal penting tentang alam semesta. 248 .. Kritik Said Nursi Terhadap Materialisme Said Nursi menuangkan kritiknya terhadap materialisme melalui dua kerangka filosofis yaitu argumentasi kosmologis dan teleologis.

Dengan kata lain. Sebuah buku jika ditulis dengan sebuah tangan. The Words. 2000). The Flashes. 251 . demikian tanya Nursi. Said Nursi. yang di dalam tiap hurupnya dilukiskan sebuah buku. harus ada pena sebanyak hurupnya sebagai ganti dari sebuah pena yang dipakai untuk menyalinnya. dari yang terkecil hingga yang terbesar. Menurut Nursi. 2002). tidak mempunyai pengarang padahal mereka mengetahui bahwa satu hurup mengharuskan ada pengarangnya?. 398. Jika penciptaan alam semesta atau manusia tercipta dengan sendirinya dari materi atau secara kebetulan.251 Dari sini. Sukran Vahide (Istanbul: Sozler Nesriyat. sangat transparan kelemahan dan cacat argumentasi doktrin materialisme yang mengklaim bahwa segala sesuatu terbentuk dengan 250 Said Nursi.96 1. 237-238. h. ”Bagaimana mungkin mereka (kaum materialis) dapat mengatakan bahwa buku alam semesta ini. trans. trans. hal itu meniscayakan setiap hurup memiliki pena tersendiri. Kritik Melalui Dalil Kosmologis Nursi hanya mengajukan sebuah sanggahan kosmologis terhadap doktrin materialisme mengenai segala sesuatu terbentuk dengan sendirinya. bagi Nursi.250 Nursi memberi ilustrasi tentang buku. maka pasti dibutuhkan cetakan alam sebanyak konstruksi dalam alam semesta dan tubuh manusia itu sendiri. Tetapi jika buku tersebut tidak ditulis dengan sebuah tangan dan bukan hasil kreasi pena si penulis melainkan terbentuk dengan sendirinya. Sukran Vahide (Istanbul: Sozler Nesriyat. h. semua ciptaan di semesta jagad raya harus diatributkan kepada Dzat Yang Maha Esa. maka untuk menuliskannya cukup diperlukan satu pena saja yang digerakkan oleh pengetahuan penulisnya untuk dituliskan sekehendaknya. Jumlah pena yang ada harus sama dengan jumlah hurup tersebut.

Sugeng Hariyanto dkk. terj. maka hanya mengunyah makananlah yang tergantung pada kemauan. h. kemauan dibatasi oleh hirupan dan hembusan udara yang diperlukan oleh organ-organ suara untuk menghasilkan bunyi. sebagaimana kerja independen tubuh. seperti makan dan berbicara yang dilakukan dengan kehendak bebasnya. Di lain sisi. Sinar Yang Mengungkap Sang Cahaya.97 sendirinya secara kebetulan atau berasal dari materi itu sendiri. dan paling mulia ternyata segala perbuatannya tidak mutlak ditentukan oleh dirinya sendiri. The Words. 252 . Nursi juga membuat perbandingan secara ekstrem dengan sosok manusia sebagai makhluk yang memiliki kehendak bebas. Rasa lapar. di antara perbuatan manusia yang paling tampak jelas bersal dari kemaunnya (kehendak bebasnya) adalah makan dan berbicara atau berpikir. Misalnya. melainkan ada faktor-faktor eksternal. 253 Said Nursi.252 Dalam pandangan Nursi. haus. 636-637. Namun. berakal. (Jakarta: Grafindo Persada. dan selera makan adalah bersifat eksternal bagi kemauan.253 Said Nursi. Sebuah kata ibaratnya sebutir benih di dalam mulut. bagi Nursi. Dalam hal berbicara. Hal ini disebabkan makan dan berbicara terkait dengan mata rantai peristiwa yang tertata rapih dan hanya sedikit yang langsung berhubungan dengan keinginan manusia. sangat diragukan apakah manusia mempunyai peran meski hanya satu persen dalam tindakan-tindakannya. menghasilkan jutaan buah yang mencerminkan satu kata tersebut dan memasuki jutaan telinga. 2003). menjadi sebuah pohon ketika diucapkan. di luar semua proses yang berkenaan dengan makan dan fungsinya sebagai nutrisi di dalam sel. 108. mempunyai keinginan. h.

yang diperlengkapi dengan kesadaran dan kehendak bebasnya. seandainya penciptaan seluruh entitas dinisbatkan kepada alam yang tuli. dan bodoh. penciptaan seluruh entitas dan makhluk hidup harus dinisbatkan secara langsung kepada manifestasi Asma Allah sebagai cahaya yang menyinari langit dan bumi.. Nursi mengajukan tiga sanggahan filosofis dalam bingkai argumentasi kosmologis. dan akal pikiran saja tidak mungkin diciptakan dengan sendirinya atau tercipta melalui materi yang tidak bernyawa. Menurut Nursi. 118. lalu bagaimana materi yang tidak bernyawa itu dapat menciptakan kehidupan.98 Melalui komparasi argumentatif di atas. Sinar………….. . kesadaran. semua jenis penciptaan baik itu makrokosmos yang tidak bernyawa maupun mikrokosmos yang memiliki kehidupan dan kesadaran. buta. kesadaran. berarti untuk proses 254 255 Nursi. Pertama. Nursi mengajukan sebuah pertanyaan retorik: ”Apabila manusia sebagai ciptaan yang paling cakap dan paling mulia. Ibid. h. h. terbatas sampai derajat itu dalam tindakan-tindakannya padahal manusia adalah makhluk paling bebas. maka andil apa yang dapat dilakukan oleh benda tak bernyawa dalam penciptaan dan cara kerja alam semesta?”254 Lebih jauh. berlogika dan berpikir yang menakjubkan serta mempelajari organisme seorang pria dan wanita?255 Dengan demikian. jika makrokosmos yang tidak memiliki perasaan. Terhadap gagasan meterialisme tersebut. Selanjutnya kritik Nursi yang bercorak kosmologis diajukan pula kepada doktrin materialisme yang mengungkapkan bahwa segala sesuatu merupakan tuntutan alam atau bersifat alamiah. merupakan karya Dzat Yang Maha Esa dan Maha Kuasa atas segalanya. 108. kemampuan berbicara.

akan membuat seseorang beranggapan bahwa ia merupakan bentuk representasi dari matahari. Fakta demikian ini karena setiap kejadian yang terjadi di alam semesta ini terkait dengan setiap partikel dan juga dengan alam itu sendiri. harus diyakini adanya jumlah matahari sebanyak serpihan potongan kaca tersebut. Jika pantulan dan cahaya tersebut tidak dinisbatkan kepada matahari yang sebenarnya. . akan mengasumsikan bahwa setiap atom harus mempunyai kesadaran dan kekuasaan mutlak atas segalanya. h. Dengan kata lain.256 Ilustrasi ini membawa pada sebuah konklusi awal bahwa proses penciptaan segala sesuatu sebagai tuntutan alam merupakan gagasan yang menyimpang dan kemustahilan yang paling tidak bisa diterima nalar yang sehat. Hal ini disebabkan penciptaan seluruh entitas. terutama makhluk hidup. Flashes…………. Tampilan matahari dan pantulan sinarnya. bahkan harus meyakini adanya Tuhan pada segala sesuatu. jika segala sesuatu dinisbahkan kepada tuntutan alam semata.99 penciptaan itu alam harus menghadirkan berbagai cetakan dengan jumlah tak terbatas dalam segala sesuatu. Nursi menyuguhkan metafora matahari. dilandasi pengetahuan dan kebijaksanaan serta kekuasaan dan kehendak mutlak. hanya sesuatu yang memiliki pengetahuan yang sempurna tentang setiap partikel dan yang mempunyai kekuasaan absolut yang dapat menciptakan 256 Nursi. serta kilau cahayanya yang tampak pada butiran air yang bersinar. atau di atas potongan kaca yang bertebaran di permukaan bumi. Karenanya. 238-239. berarti harus meyakini adanya matahari alamiah yang kecil yang memiliki sifat-sifat matahari dan benar-benar ada di dalam potongan kaca tadi. Dalam poin ini. Kedua.

Jika tidak demikian. bukan Pengukir. semua entitas harus dihubungkan kepada Dzat Wajibul Wujud semata. setiap partikel seharusnya mempunyai keinginan dan pengetahuan yang menyeluruh.100 alam raya. bukan si Pencipta.259 Ketiga. Ia hanyalah tirai yang tercipta. Nursi menulis: ”Seluruh wujud yang tampak di alam semesta hanyalah ciptaan Sang Pencipta... h. dan manusia yang tidak mempunyai alam ini tidak bisa mengatur sebuah partikel pun. atau singkatnya semua fitur fisik dari setiap partikel di alam ini. Ia hanyalah kumpulan aturan. bukan Zat Yang Berkuasa. h. mengetahui posisi. Makna Hidup sesudah Mati. Serta ia hanyalah goresan. 2002).. Flashes……. h. 11. terj. bukan Pelaku. 260 Ibid. 244. h. dan menyadari serta mentaati semua hukum-hukum fisik yang ada begitu saja. Sugeng Hariyanto & Fathor Rasyid (Jakarta: Grafindo Persada. 257 . menurut Nursi adalah setiap makhluk memiliki karakter uniknya tersendiri yang menjadi identitas untuk membedakan dirinya dengan yang lain.257 Bagi Nursi. bukan si Pembuat Hukum. jika eksistensi dan tata kerja alam ini tidak dihubungkan dengan Tuhan Yang Maha Besar. Ia hanyalah kumpulan hukum. 259 Nursi. 245. bukan Pencipta. Ia hanyalah objek. 10. bukan sumber”. Begitu pula. massa.. setiap atom harus mempunyai mata yang dapat melihat seluruh alam secara simultan. kemustahilan bahwa segala sesuatu merupakan tuntutan alam. 258 Ibid.258 Di sini terlihat kerumitan yang tak masuk akal bila penciptaan makhluk disandarkan kepada tuntutan alam an sich. karena eksistensi sesuatu tergantung kepada segala sesuatu.260 Setiap entitas Ali Unal. dan bahwa setiap partikel seharusnya mendominasi dan didominasi oleh partikel-partikel lain. Ia hanyalah syariat fitriah. Karena itu. muatan listrik. bukan si Pembuat syariat. Ia hanyalah ukiran. maka harus mengakui bahwa setiap partikel mempunyai ciri-ciri Dzat Yang Harus Ada.

karena perbedaan ini ada semenjak manusia pertama di dunia. h.. meskipun diciptakan dari dan diberi makan dengan elemen-elemen yang sama. karakter. Sinar. apabila ada pencipta lebih dari satu.261 Menurut Fethullah Gulen. keinginan.. terbentuk dari makanan yang sama yang dikonsumsi orang tua—dan wujud mereka tersusun dari struktur atau elemen atau organisme yang sama. keinginan-keinginannya. kecakapan-kecakapanya. kekuasaan. Meskipun asal-mula umum mereka —sperma dan sel telur. h. logat bicaranya. Sugeng Hariyanto dkk. Selain itu.263 Mafhum mukhalafahnya.. Fethullah Gulen. (Jakarta: Grafindo Persada. salah seorang cendekiawan besar Turki dari abad ini. kesukaan dan ketidaksukaannya. Flashes………….. 263 Nursi. 106. setiap umat manusia benar-benar berbeda dalam hal cirri-cirinya. h. Hal ini menunjukkan eksistensi suatu pilihan bebas yang mutlak dan maha mengetahui: Tuhan.. perbedaan ini tidak hanya pada wajah atau penampilan. pasti ada banyak orang yang mempunyai wajah. 2002).262 Tuhan tersebut adalah jelas Tuhan Yang Maha Esa dengan pengetahuan yang komprehensif yang mengetahui keunikan wajah manusia sejak umat manusia yang pertama yang bernama Adam hingga akhir zaman kelak. Nursi.. 261 . 5-6. sedangkan setiap individu manusia adalah seperti spesies yang berbeda yang memiliki dunianya sendiri di dalam dunia manusia yang lebih besar. setiap manusia memiliki wajah atau penampilan yang berbeda. dan kemampuan serta yang lainnya.. Oleh karenanya. dan Kehendak-Nya tiada terbatas. system atau organ-organ itu pasti adalah karya Dzat Yang Kekuasaan. dan kemampuan Seperti diketahui.. Fakta ini secara demonstratif terwakili pada wajah manusia.. maka ia harus mempunyai identitas unik yang membuatnya tidak serupa dengan yang lainnya. Menghidupkan Iman Dengan Mempelajari Tanda-Tanda Kebesaran-Nya. semua manusia unik dalam karakter. Hal ini tidak dapat dijelaskan dengan DNA atau kromosom. Ilmu. sifat-sifatnya. kalau anggota spesies binatang bersifat hamper sama dan menunjukkan tidak adanya perbedaan perilaku. dan lain sebagainya.101 agar bisa memenuhi makna keberadaannya.. semua kemampuan. ilmu pengetahuan tidak dapat menjelaskan persoalan tersebut.... kesukaan. 245. 262 Menurut Gulen. terj. keinginan.. ambisi.

puyer misalnya. Seandainya ukurannya keliru. Nursi membuat ilustrasi tentang sebuah apotek yang tersedia berbagai macam obat untuk berbagai penyakit. tersusun dari bahan berbeda sesuai dengan komposisi yang telah ditentukan dan sesuai dengan khasiatnya. ada tiga keberatan atau kemustahilan bila hukum sebab akibat yang menyebabkan terciptanya segala sesuatu. h. 264 .... tentu khasiatnya akan hilang..264 Dengan demikian. Pertama.. mati. dalam arti ada kelebihan atau kekurangan.. Kritik Melalui Dalil Teleologis Nursi membingkai kritiknya secara teleologis terhadap doktrin materialisme yang menyatakan bahwa sebab atau hukum kausalitas yang menciptakan alam semesta.. bahwa setiap makhluk hidup merupakan komposisi yang hidup dan memiliki ruh. sebenarnya pada setiap wajah manusia tertera tanda atau stempel keesaan Tuhan secara transendental. dan tidak memiliki kesadaran sedikit pun. Setiap obat. keunikan karakter setiap spesies dan umat manusia tidak mungkin merupakan hasil karya tuntutan alam (yang alamiah) yang buta. mustahil segala sesuatu tercipta dengan takaran yang berbeda-beda namun sesuai dengan ukurannya masing-masing melalui sebab semata. Words. 2. Menurut Nursi.102 yang persis satu sama lainnya. Menurut Nursi. implikasinya lebih jauh. Demikian pula... Setiap tumbuhan tersusun dari unsur-unsur berbeda dan dari bahan-bahan beraneka macam sesuai dengan ukurannya yang sangat akurat.. 623. Nursi....

air.266 Apa pun yang menyebabkan biji bunga eksis harus bertanggungjawab pada bunga itu sendiri dan atas sebab-sebab nyata dari eksistensinya: udara.. Tri Wibowo Budi Santoso (Jakarta: Grafindo Persada.103 Dari sini. dan cahaya matahari. Satu sel yang rusak dapat menyebabkan seluruh tubuh lumpuh. tanah. menampilkan keteraturan dan harmoni yang luar biasa. terj. mustahil segala sesuatu saling berhubungan dengan sebagian besar unsur alam bila tercipta dari sebab belaka. Fethullah Gulen. dan alam semesta secara keseluruhan. dan tidak logis. air.. sinar matahari. Ini benar hingga pada tingkat di mana satu bagian eksistensi memerlukan seluruh eksistensi lainnya. mustahil. yang merupakan apotek besar dan mengagumkan ini tidak mungkin ada kecuali lewat kebijaksanaan dan pengetahuan yang tak terkira. Karenanya. Ini terlihat dalam setiap benda dan dalam hubungan-hubungannya yang harmonis. 266 265 . Ia sama tidak logisnya dengan racikan obat yang terbentuk sendiri lewat mengalirnya bahan-bahan kimia dari dalam botol. Karena adanya saling ketergantungan mereka. Demikian juga satu buah delima agar hidup berkembang.265 Kedua. sebagaimana seluruh eksistensi memerlukan bagian-bagian dari eksistensi. dan tanah. 2002). serta lewat kehendak-Nya yang mencakup segala sesuatu. Segala sesuatu di alam semesta. menurut Nursi. maka harus ada kerja sama dan kolaborasi yang saling menguntungkan di antara eksistensi udara. apa pun Nursi. h. h. bahan-bahan yang terbentuk dengan ukuran ketentuan dan kekuasaan Allah Yang Maha Bijaksana dan Maha Mengetahui yang terdapat di alam. 234-235. Flashes…………. Memadukan Akal dan Kalbu dalam Beriman. menyandarkan penciptaan makhluk yang sangat indah kepada hukum sebab akibat adalah batil. 3.

. buta. Saling keterkaitan tersebut berarti bahwa semua hal di alam ini.. air.268 Bagaikan komponen-komponen sebuah pabrik atau batu bata pembangun sebuah istana. yang kesemuanya bekerja sama untuk menjaga individu tersebut tetap hidup.267 Tanah.. dalam hal ini mereka mengikuti dan mematuhi Sang Pengatur Yang Maha Bijaksana untuk menuju satu tujuan. Dengan mematuhi aturan kerja sama. udara. dan bekerja sama dengan tatanan sempurna untuk saling memenuhi kebutuhan masing-masing. dan bakteri di dalam tanah bekerja sama menjaga tanaman agar tetap hidup. 268 Unal. Kerja sama dan bantuan timbal balik ini dapat ditemukan di antara makhluk-makhluk yang tidak mempunyai kesadaran tetapi menunjukkan pengetahuan dan tujuan sadar. dan tidak berilmu. Nursi... semua makhluk saling mendukung. Hal seperti ini juga berlaku bagi sel. demikian seterusnya. Words. yang diterapkan di seluruh alam semesta. dan sistem tubuh individu. Bagi Nursi. mereka menunjukkan kepada orang- Mengenai hubungan dan keterkaitan kerja sama seluruh semesta dijelaskan pula oleh Nursi dengan bahasa metafora. Dan karena saling keterkaitannya. tanah.. panas. api. air.. saling bantu membantu. Sebagai contoh. membantu. 267 .. anggota badan. tidak memandang jarak yang memisahkan mereka. h... udara. 4-5. Makna Hidup…………. apa pun yang menyebabkan sebuah pohon eksis harus bertanggungjawab atas sebuah hutan.. Kerja sama dan bantuan timbal balik ini tentu saja tidak dapat dilakukan oleh sebab-sebab (kausa) yang tidak hidup. langit. h. 292.104 yang menyebabkan bunga ada harus bertanggungjawab atas sebuah pohon.. dan yang lainlainnya membantu manusia dengan cara yang sudah diatur sebelumnya yang luar biasa hebatnya.. matahari.

271 Nursi. pengaruh sebab-sebab alamiah terjadi lewat adanya kontak dan sentuhan dalam bentuk lahiriah alam. keteraturan. Words…………….. kepatuhan. Kuasa. 309-310. adanya kesatuan tujuan yang sangat teratur dan harmonis. h. Saling mendukung dan membantu. kerja sama yang erat. Nursi. dan kekuasaan yang menyeluruh. dan Bijaksana. bukan dari sebab an sich. dan kerapian yang indah dari alam raya ini membutuhkan pengetahuan. dan kekuasaan yang menyeluruh yang dapat menciptakan alam raya secara keseluruhan. keinginan. Bagi Nursi. dan tatanan semacam itu membuktikan bahwa semua makhluk diatur melalui organisasi Pengatur tunggal dan diarahkan oleh Pemelihara tunggal. h. padahal aspek batiniahnya yang tak tersentuh oleh sebab materi dan tak bisa disentuh oleh apa pun jauh lebih teratur dan lebih harmonis. h.271 Selain itu.. Untuk menciptakan sebuah atom dan meletakkannya di tempat tertentu membutuhkan pengetahuan.269 Dalam filosofi Nursi sendiri. mungkinkah burung bulbul berpakaian sendiri dengan tubuh yang dihias dengan menawan? Mungkinkah bumi bisa dengan sendirinya menenun bajunya yang dipenuhi banyak hiasan yang begitu indah?270 Ketiga. Sinar………………. saling memenuhi kebutuhan. Hal ini jelas sekali di luar 269 270 Nursi.105 orang yang berpikir bahwa mereka bertindak melalui kekuasaan Sang Pemelihara Yang Maha Pemurah atas perintah Pengatur Yang Maha Bijaksana. kepasrahan. 235-236. tentu berasal dari satu tangan milik Allah Yang Maha Esa. 112.. keselarasan. . keinginan.. Flashes………….

Pelaku sejati yang sedang beraksi di alam semesta ini adalah Kekuatan Yang Maha Menghendaki. dan 272 273 Unal. serta menjadikannya sebagai pilihan di antara berbagai kemungkinan yang lain hal itu berarti menerima kemustahilan yang tak terhitung. atau kausa alamiah). karena semua itu sangat tidak logis. juga kemerdekaan serta kemuliaan absolut Allah memerlukan hal itu. dan satu kepada sebab-sebab alam yang tuli. sebab-sebab itu hanya sebuah selubung yang menyembunyikan-Nya dari penglihatan mata. bukanlah eksekutif mutlak yang melalui mereka Dia melaksanakan Kekuasaan-Nya. dan tak berakal.106 kemampuan sebab yang buta. pengamat dan pemantau tindakan Dia sebagai Penguasa.272 Dengan kata lain. kemudian menganggap sebab-sebab tersebut sebagai pencipta entitas mengagumkan ini. Nursi bukannya ingin menafikan hukum kausalitas secara mutlak. Para utusan yang mulia.274 Kemuliaan dan kebesaran Tuhan mensyaratkan kausa material atau alamiah untuk menyembunyikan sesuatu yang dilakukan oleh kekuasaan Tuhan. tetapi hanya mewartakan Kekuasaan-Nya. 435-437. . Keesaan dan Keagungan Allah.. serta tidak mempunyai pengetahuan. tidak kekal dan bergantung. buta.273 Dengan uraian tersebut. dan Bijaksana.. Makna Hidup……………. lemah. Flashes…………. 236. seperti halnya para malaikat. Words………. h. harmonis. (misalnya udara. seimbang. 274 Nursi. kemampuan. Karena itu. melainkan bagi Nursi.. Penopang. 5. Nursi. h. semua yang menyampaikan perintah-perintahNya. menyandarkan alam yang teratur. Pemelihara. Kuasa.. Pengatur. tak berperasaan. h. dan kekuasaan. keteraturan tersebut harus berasal dari satu tangan milik Tuhan Yang Maha Esa. para malaikat.

pernah berkata kepada Allah.permukaan satunya lagi adalah seperti permukaan cermin yang bercahaya dan berisi dimensi bagian dalam. penyakit merupakan tabir yang oleh manusia bisa disebut sebagai penyebab kematian yang tidak mereka inginkan. karena aku mencabut nyawa mereka. hal itu untuk memelihara kemuliaan Kekuasaan dan pandangan nalar yang bersifat permukaan.. Ibid. Meskipun segala sesuatu tampaknya terjadi sesuai dengan prinsip sebab-akibat.107 Penggembleng dunia. 275 . alasan lain atas kausa kasat mata ini adalah bahwa manusia cenderung menilai zahirnya saja. di mana Kekuasaan Allah dijalankan secara langsung.” Allah Yang Maha Kuasa menjawab. Mereka mengutarakan keluhan ketidakadilan dan penyangkalan yang lemah atas hal-hal atau peristiwa yang tidak mereka inginkan. Satu permukaan yang terlihat di dunia kasat mata dan dunia material.”Para hamba-Mu akan memprotes dan sakit hati kepadaku. Malaikat kematian. dalam perspektif Nursi. Allah Yang Maha Kuasa dan Yang benar-benar adil telah menempatkan kausa-kausa di dalam demensi material eksistensi ini sebagai tabir antara hal-hal atau peristiwa semacam itu dengan diri-Nya sendiri sehingga komentar negatif tidak ditujukan kepada-Nya. mencerminkan permukaan warnawarni cermin. dan mungkin merupakan sebuah cara untuk melihat berbagai warna dan keadaan. sebenarnya kematian itu baik Nursi memberi ilustrasi tentang cermin yang memiliki dua permukaan. h. 300. Namun betapa pun tampaknya kematian sangat tidak dinginkan.275 Selain itu.” Dengan demikian. ”Aku akan menempatkan tabir bencana dan penyakit di antara engkau dan hamba-Ku sehingga mereka akan memprotes tabir tersebut dan tidak mencela engkau. Kekeliruan dan kesalahan yang menjadikan peristiwa yang tidak diinginkan pada dasarnya berasal dari manusia itu sendiri. Nursi mengangkat sampel tentang kematian. Izrail.

278 Sebagaimana kritik teleologis sebelumnya. kesadaran. dan kehidupan.. Dengan ini.108 dan indah. Setiap atom yang bekerja dalam tubuh manusia senantiasa menjaga agar ikatan dan hubungan tadi tidak rusak.. dan keindahan sejati yang ada di dalamnya adalah terkait dengan tugas Izrail. 588.... h.276 Melalui eksposisi di atas.... Nursi melukiskan organ tubuh manusia yang bagaikan pabrik besar yang indah atau bagaikan istana megah. 277 276 .. Nursi sebenarnya melontarkan dua kritik teleologis. Flashes.. Nursi. 236-237.... Nursi meneriakkan tasbih tentang kemuliaan-Nya yang terselubungi sebab-sebab. h. ”Maha Suci Dia yang terselubung oleh kausakausa alami karena Kemuliaan-Nya. Demikian pula. 301. di sini Nursi mengungkap prinsip kesalingterkaitan antara seluruh atom dan kerja sama yang sangat teratur dan seimbang...”277 Selain itu. Nursi juga mengajukan sebuah sanggahan dengan pola teleologis. serta pengetahuan yang komrehensif bila segala sesuatu terbentuk dengan sendirinya. di samping mengajukan kritik yang bercorak kosmologis terhadap doktrin materialisme mengenai segala sesuatu terbentuk dengan sendirinya. kemuliaan dan keagungan Allah mensyaratkan kausa nyata untuk mencegah keluhan manusia yang hanya berpikir pada level permukaan semata. Nursi ingin menunjukkan bahwa semesta kerajaan manusia memang memerlukan sarana dan prasarana lain karena ketidakmampuan kerajaan itu untuk melaksanakan aturan-aturan mereka secara pribadi.. Ia mengambil posisi yang tepat sejalan dengan hubungan tersebut seolah-olah ia melihat dan menyaksikan semua entitas Ibid. Sinar……………. Tubuh manusia selalu bekerja tanpa henti secara internal dan berhubungan juga dengan alam semesta di sekitarnya.. yang intinya setiap atom atau materi harus mempunyai nyawa.. h. 278 Dalam hal ini. Nursi. Namun kedua kritik itu memiliki keserupaan..

suruhan yang tunduk terhadap sunnah-sunnah-Nya.109 yang ada. keserasian. . sebuah ciptaan yang sangat teratur dan terkoordinir pasti merupakan satu tanda kekuasaan Dzat Yang Maha esa dan tidak mungkin untuk dinisbatkan kepada atom-atom atau materi dengan sendirinya.279 Ada prinsip teleologis berupa keteraturan. atau ujung pena kekuasaan Ilahi. Setiap partikel bisa menyaksikan segala entitas yang terkait dengannya. maka konsekuensinya. dan kerja sama satu sama lain dengan sebuah finalitas yang terarah. atau tentara bersenjata dalam pasukan-Nya yang teratur. keterkaitan. Ibid. yang tidak mungkin diserahkan kepada atom dengan sendirinya dalam membentuk alam semesta. 281 Ibid.280 Karena itu. mengetahui masa lalu dan masa depan manusia. setiap atom yang bekerja di jagad raya dan di tubuh manusia harus mempunyai mata lebar yang bisa melihat segalanya. serta mengenali asal usul setiap umat manusia beserta keturunan mereka. Antara Kritik dan Konribusi 279 280 Ibid. lagi-lagi. jika setiap atom atau materi di jagad raya bukan pegawai Tuhan Yang Maha Kuasa. Bagi Nursi.281 C.

Dan sebab terakhir itu adalah Tuhan. 284 Julian Baggini. ada kontradiksi dalam argumentasi kosmologis tersebut yang mengatakan bahwa segala sesuatu pasti mempunyai Menurut Hume. dan intuitif atau pengalaman relijius yang diuraikan Nursi sebenarnya merupakan argumentasi filosofis tradisional yang jauh-jauh hari sudah tidak sedikit mengundang kritik dari para tokoh filsafat. Namun Hume berpendapat bahwa pendapat tentang hubungan niscaya itu tidak benar dan didasarkan pada sebuah kebingungan belaka. Nur Zain Hae (Jakarta: Teraju. 283 Budi Hardiman. 290-305. h.110 Semua eksposisi mengenai eksistensi Tuhan melalui argumentasi kosmologis. 1997). Wacana ini agak cukup detil terdapat dalam Jostein Gaarder. Rahmani Astuti (Bandung: Mizan. terj. 2002). Hume mengatakan bahwa konsep kausalitas hanyalah ”animal faith” (kepercayaan naif) manusia yang tidak punya dasar. ada dua kelemahan. terj. 89-90. 163.284 Namun bagi Baggini. Pertama. 2004). disimpulkan bahwa ada hubungan niscaya antara A dan B. ontologis. bagi Hume sebagai pernyataan tak bermakna. sedangkan kausalitas tidak bisa diamati.282 Sejak lama dalam filsafat diyakini adanya hubungan sebab akibat atau kausalitas yang terjadi di jagad raya ini. Filsafat Modern (Jakarta: Gramedia. Dunia Sophie. 282 . h. David Hume mengkritik argumentasi kosmologis yang berpijak pada hubungan sebab-akibat dan berakhir pada sebab pertama atau Tuhan.283 Menurut Julian Baggini. Yang bisa diamati manusia hanyalah bahwa gejala yang satu menyusul gejala yang lain. teleologis. Agama memetafisikan kausalitas sebagai sebuah kenyataan akhir yang disebut Allah. hubungan sebab akibat itu hanya berdasarkan kebiasaan dan kemudian manusia tanpa menyadari memiliki harapan bahwa sebab akibat itu pasti terulang lagi. Lima Tema Utama Filsafat. Dalam konsep kausalitas diandaikan bahwa kalau ada peristiwa A terjadi lalu B terjadi. h. mungkin saja seseorang mengatakan bahwa alam semesta sebagai sebuah keseluruhan harus memiliki sebab.

surga dunia yang sangat nyaman. Titus. h.111 sebab. Menurut Gaunilo. . argumentasi ontologis juga mendapat kritikan dari berbagai pihak. demikian Gaunilo.. dari 285 286 Ibid. mengkontradiksikan premis utama bahwa segala sesuatu harus memiliki sebab. tentu sangat gampang membayangkan hal itu dalam pikiran. Iqbal berpendapat bahwa sebab pertama tidak dapat dianggap sebagai yang memiliki sifat Wajib Wujud karena dalam hubungan sebab akibat keduanya mesti wajib. Gaunilo berpendapat bahwa sangat berlebih-lebihan menyederhanakan cara membuktikan Tuhan. Filsafat Agama (Jakarta: Logos. h. 182-183. Gaunilo mengkritik pendapat Anselm mengenai argumentasi tersebut. seperti Iqbal. Tetapi. mengapa harus berhenti dengan Tuhan?286 Argumen kosmologis pun mendapat kritikan dari filsuf internal Muslim sendiri. kalau pun harus menerima alam semesta memiliki sebab yang tidak bersebab. Jadi. 1997). Pendukung argumentasi kosmologis mengatakan bahwa setidaknya ada satu hal di alam semesta ini yang tidak memiliki sebab yaitu Tuhan. 164. tentang pulau yang sangat indah. Kedua. Sebaliknya sebab wajib ada agar akibat mempunyai wujud.287 Selanjutnya. sebagaimana dikemukakan Anselm. Akibat wajib ada agar sebab bisa mempunyai efek pada akibat. 454. lompatan dari sini ke Tuhan benar-benar besar. Jika seseorang bercerita.. Persoalannya. Semua yang dibutuhkan untuk mengakhiri rangkaian sebab musabab ini adalah ide sebab pertama yang tidak bersebab. mengapa harus menyematkan pada hal ini semua karakteristik Tuhan?285 Dan jika tiap-tiap kejadian harus mempunyai sebab. tetapi dia menolak bahwa dengan ide itu disimpulkan bahwa Tuhan ada secara faktual. 287 Amsal Bakhtiar. ide tentang Tuhan mutlak dapat dipahami. h. Persoalan…………….

Secara umum kritikan terhadap argumen ini timbul karena tidak semua benda-benda alam berjalan secara teratur dan bertujuan. tidak membawa hal yang baru bagi konsep itu. ditambahkan wujud kepada konsep tentang sesuatu. dan penyakit menular? Apa gunanya usus buntu dalam tubuh manusia? Ringkasnya. Konsep sesuatu yang terbesar sebagai konsep sudah sempurna sungguh pun konsep itu tidak mempunyai wujud pada hakikatnya. Kosep tersebut tidak bisa menceritakan sebuah wujud aktual di semesta di mana konsep itu diterapkan. 174. Menurut Kant. . Dalam kata-kata teolog inggris John Macquarrie.. A History of God (New York: Ballantine Books.289 Argumen ontologis memang membuat lompatan antara konsep tentang Tuhan Yang Maha Sempurna dalam benak pikiran dan eksistensi aktual yang sesungguhnya. ”Anda bisa saja membayangkan memiliki uang 100 dolar. Ibid. Dengan kata lain.288 Immanuel Kant. juga melancarkan kritik terhadap argumen ontologis. Kenapa ada gempa bumi. h. konsep tentang kursi bayangan dengan kursi yang mempunyai wujud nyata tidak ada perbedaannya.. 202. apa perlunya kejahatan yang ada di alam dan 288 289 Ibid. 1993). tetapi sayangnya bayangan itu tidak akan membuat uang tersebut menjadi sebuah realitas di dalam saku Anda. Begitu juga konsep tentang Zat Yang Maha Besar dengan tidak mengharuskan adanya Zat Yang Maha Besar itu. filosof Jerman. bahaya kelaparan. h.112 ide dalam pikiran itu tidak dapat disimpulkan bahwa pulau itu wajib ada dalam alam nyata.”290 Demikian pula dengan argumentasi teleologis yang tidak sepi dari lontaran kritik. 290 Karen Armstrong. 173-174.

memiliki pula kelemahan utama. ia mengisahkan pada manusia gahwa alam bukanlah produk dari desainer yang cerdas. Sebegitu jauh.. 292 Menurut Baggini. h. h. 91. Begitu pun pengalaman relijius yang dirasakan dalam kalbu seseorang yang meyakininya bahwa hal itu merupakan indikator tentang eksistensi Tuhan. Hardiman. manusia tidak memiliki pengalaman sama sekali seperti apakah sebab sesuatu yang asali di alam ini. 291 . jurang oleh erosi garis pantai yang bertahap. Lima Tema…………. Tetapi mengenai alam semesta. Filsafat. h. 165-166... badai oleh menurunnya tekanan udara. Argumentasi intuitif bersifat sangat personal sekali. dan bangunan. Jajaran pegunungan disebabkan oleh pergeseran dalam lapisan bumi.. argumentasi teleologis mengenai keteratura alam semesta dengan analogi jam tangan yang pasti mempunyai perancang yang cerdas. hanya merupakan pengalaman pribadi yang tak dapat dibagi kepada orang lain. dan fenomena alam tidak menghasilkan tanda desain yang cerdas dalam cara yang sama dengan jam tangan.292 Akhirnya argumentasi intuitif atau pengalaman relijius pun tidak kebal dari kritik. Amsal... Hume juga menyanggah dengan mengatakan bahwa dunia ini jahat dan buruk. Seseorang tahu artefak seperti jam tangan punya pembuat karena ia memiliki pengalaman tentang jam tangan dan pembuat jam tangan. binatang. manusia tidak menemukan hutan belantara yang indah dan mengasumsikan bahwa ia pasti karya seorang tukang kebun pertamanan. Apa yang ditunjukkan contoh ini adalah tanda desain yang cerdas hanya ditemukan dalam jenis barang yang pasti.. 188. mobil...113 pada umat manusia? Pertanyaan-pertanyaan yang demikain selalu timbul sehingga dapat disimpulkan tidak semua yang ada di alam ini memiliki tujuan.. sebagaiman pengalaman itu menceritakan kepada manusia apa saja tentang sebab sesuatu di alam ini. Hutan belantara. Sejauh pengalaman yang dimiliki manusia tentang sebab fenomena alamiah hal ini pastilah bukan desainer yang cerdas.berupa keyakinan tersembunyi dalam lubuk jiwa seseorang yang tidak bisa dibuktikan atau ditujukan kepada orang lain. Lihat Baggini..291 Lebih jauh.. Filsafat………..

Namun yang terjadi adalah orang memiliki pengalaman relijius dengan menafsirkan dan membenarkan kepercayaan relijius apa pun yang telah mereka miliki atau dominan dalam kebudayaan mereka. sehingga dua sebab lainnya yang sangat prinsipil dienyahkan dalam penelitian ilmiah. ketiganya mempunyai alasan masing-masing dalam menfikan eksistensi Tuhan di jagad raya. Flashes. Hal ini bisa dilihat dalam kritik Nursi secara spesifik terhadap pemikiran materialisme tanpa menelusuri argument-argumen dibelakangnya. pengalaman intuitif atau keagamaan seringkali berbeda satu sama lain.293 Dalam pandangan penulis. Materialsme mekanik. 232-254. Karena itu. kelemahan Nursi yang paling utama adalah ia tidak mengelaborasi akar-akar doktrin materialisme. Nursi.114 Dalam perspektif Baggini. bagi Baggini. kendati ada keterkaitan satu dengan yang lain. 171.294 Nursi tidak menguraikan alasan-alasan doktrin materialisme yang menjadi pijakan kaum materialis dalam menolak eksistensi Tuhan di alam semesta. Mereka mengganti paradigma Aristotelian dengan paradigma Newtonian. selain bercorak sangat individual. 294 293 .. yang meyakini bahwa alam semesta tercipta oleh sebab semata atau karena hukum kausalitas. Ibid. yaitu sebab formal dan sebab final. h. Padahal. Padahal dari tiga poin poin kritik Nursi terhadap doktri materialisme. yakni sebab material dan sebab efisien an sich. bersandar hanya pada dua sebab. pengalaman relijius itu seharusnya menghasilkan keyakinan yang sama di antara orang-orang yang mengalaminya. menurutnya pengalaman intuitif atau relijius bukanlah fondasi yang bisa diandalkan dalam perbincangan mengenai eksistensi Tuhan.

yang mereka identifikasi sebagai sebab imanen. sebab efisien dalam semesta berasal dari dirinya sendiri bukan dari luar. pandangan bahwa segala sesuatu merupakan tuntutan alam semata atau bercorak alamiah. karena faktor kebetulan. . Materialisme ilmiah berprinsip bahwa semua yang terjadi dan tercipta di alam semesta merupak tuntutan alam apa adanya atau bersifat ilmiah belaka. Begitu pula. Seluruhnya bersifat kausalitas. Seharusnya landasanlandasan pemikiran materialisme tersebut ditelaah lebih dulu oleh Nursi dan baru kemudian mengajukan kritik-kritik secara filosofis pula. Ia hanya langsung mengurai puncak keyakinan kaum materialis dan mengkritiknya tanpa menelusuri ide-ide yang menjadi fondasinya. mempunyai argumentasi spesifik yang menopang prinsip tersebut. kaum materialis menolak eksistensi Tuhan atau campur tangan Tuhan dalam penciptaan dan pengaturan alam semesta. Dengan alasan-alasan tersebutlah. Pandangan demikian merupakan implikasi dari satu sebab atau sebab imanen yang disebut oleh kaum materialis sebagai materialisme ilmiah. sehingga kritik yang diajukan akan menohok jantung persoalan yang sesungguhnya. Itulah yang tidak dilakukan oleh Nursi. mereka pun menafikan adanya finalitas yang objektif dan universal pada wajah alam semesta. disebabkan karena kaum materialis hanya menggunakan satu sebab saja dalam observasi ilmiah yaitu sebab efisien. Terlebih lagi. bagi mazhab materialis. Dengan demikian. atau disebabkan tututan alam semata.115 Sementara pandangan materialisme bahwa segala sesuatu terbentuk dengan sendirinya atau karena faktor kebetulan.

bukti-bukti filosofis tentang eksistensi Tuhan memang telah dirancang oleh orang-orang yang sudah terlibat dengan percaya kepada Tuhan. sepanjang sejarah umat manusia tidak pernah berkembang suatu bukti tentang adanya Tuhan yang dapat diterima secara universal. Sementara banyak orang-orang ateis yang tetap tidak dapat diyakinkan oleh argumen-argumen tersebut dan melontarkan sanggahan dengan menganggap bukti-bukti rasional itu tidak sempurna. ternyata menurut Hardiman. Barangkali sama sulitnya untuk memberikan bukti-bukti yang meyakinkan semua pihak tentang eksistensi Tuhan sebagaimana menyanggahnya. . bermacammacam argumentasi sanggahan terhadap dalil-dalil mengenai eksistensi Tuhan tidak mengakhiri permasalahan. kritik-kritik tersebut cukup absah digulirkan terhadap argumentasi-argumentasi tradisional.. 459. h. Sampel terbaik dalam hal in adalah Hume yang melontarkan kritik terhadap argumentasi kosmologis dan teleologis. Sebab.116 Tidak bisa dipungkiri. Menurut sebagian filosof. Kendati demikian. Persoalan……….295 Karenanya. Kritik tajam yang 295 Titus. tak terkecuali bukti-bukti yang diajukan oleh Nursi pun sebagian besar terkena sanggahan di atas. Dengan demikian semuanya bersifat spekulasi filosofis semata. termasuk juga para ilmuwan-ilmuwan lain. semua kritik tersebut bagaimana pun validnya tentu saja tidak membatalkan seluruh argumentasi filosofis yang dibangun oleh Nursi. skeptisisme Hume sendiri pada gilirannya tidak bisa dibuktikan secara empiris.

ide tentang zat yang maha besar dan maha paripurna tidak hanya dimiliki oleh manusia tapi seluruh semesta. As-Sattar Yang Maha Menutupi. Bagi Nursi. h. dari benda-benda langit yang terbesar hingga partikel-partikel atom yang tak terlihat oleh mata. 91-92. . Salah satunya adalah penguraian Nursi tentang argumentasi ontologis.117 digulirkan Hume menjadi tidak lebih sebagai spekulasi dari pihak Hume sendiri. mengikrarkan kesaksian dengan bahasa fitrahnya masing-masing tentang kebesaran. Jika para filsuf klasik dan abad pertengahan menggagas argumentasi ontologis yang mengatakan bahwa dalam setiap diri manusia terdapat ide tentang zat yang maha besar dan maha sempurna yang diidentifikasi sebagai Tuhan.296 Terlepas dari berbagai sanggahan di atas. setidaknya mempunyai sedikit warna yang berbeda dengan ilmuwan-ilmuwan sebelumnya. menurut Nursi mengharuskan adanya dosa. ArRazzaq Yang Maha Memberi Rezeki. dan kesempurnaan Tuhan Yang Maha Esa. mengkonsekuensikan adanya kesalahan. maka Nursi melampaui gagasan klasik di atas. meniscayakan hadirnya kelaparan 296 Hardiman. kendati ide-ide fundamentalnya sudah disuarakan oleh banyak tokoh klasik baik dari kalangan Muslim maupun non-Muslim. Pandanganpandangan Nursi mengenai eksistensi Tuhan. argumentasi filosofis yang diusung Nursi jelas mempunyai keunikan dan signifikansi tersendiri. Demikian pula pandangan Nursi mengenai aktualisasi Asma-asma Tuhan yang bisa dilihat secara kontradiktif bukan hanya secara positif. Filsafat…….. keagungan. Nama AlGhaffar Yang Maha Mengampuni.

Demikianlah paling tidak aspek-aspek pandangan Nursi yang agak berbeda dengan para filsuf sebelumnya dalam memperbincangkan bukti-bukti mengenai eksistensi Tuhan. setiap manusia mempunyai predisposisi yang begitu kuat untuk mencintai keabadian dan kesempurnaan mutlak yang merupakan bukti tentang eksistensi keesaan Tuhan. Dengan alasan inilah. Ia tidak memaparkan argumentasinya dengan gaya bahasa filsafat yang rumit dan memakai istilah-istilah yang pelik. meskipun sebagian postulat-postulat mengenai eksistensi Tuhan Nursi alamatkan untuk mengcounter filsafat materialisme yang menafikan Tuhan dalam fenomena semesta dan kehidupan manusia. kaya ilustrasi. Nursi menguraikan semua argumen mengenai eksistensi Tuhan dan sanggahannya terhadap doktrin materialisme dengan menggunakan bahasa yang sangat sederhana. memastikan adanya penyakit. karena tujuan sentralnya bukan meyakinkan . Dalam telaah Nursi. dan komunikatif agar mudah dicerna oleh pemahaman kebanyakan masyarakat awam. sebagian besar bahkan nyaris seluruh wacana tersebut ia gunakan untuk menyelamatkan keimanan masyarakat Muslim Turki yang sedang mengalami krisis kepercayaan terhadap eksistensi Tuhan. Nama-nama Tuhan mengimplikasikan kenyataan secara kontradiktif untuk mengaktualisasikan seluruh Nama-Nya. yaitu Tuhan Yang Maha Esa. Akhirnya. Begitulah seterusnya. Selain itu. Sebab Dzat Yang Abadi dan memiliki kesempurnaan absolut hanya tunggal. argumentasi intuitif yang digagas Nursi mempunyai keunikan pula.118 sebagaimana Asy-Syafii Yang Maha Menyembuhkan.

Hal ini bias diakses dalam The World is Reading Risale-I Nur. para pengikutnya di Turki masih terus berkembang pesat dan dari hari ke hari Risalahnya semakin diminati bukan hanya di seantero Turki tapi juga di manca negara. Said Nursi.119 kaum materialisme. apa yang Nursi suarakan tidak sia-sia sebab mayoritas masyarakat Turki membaca. Nabilah Lubis (Jakarta: Grafindo Persada. Tuhan dalam perspektif Nursi merupakan Dzat Yang Maha Agung yang tidak akan terpahamkan oleh akal manusia yang lemah. menghayati. Risalah An-Nur. Tuhan juga merupakan Dzat Yang Maha Paripurna yang kesempurnaan-Nya tidak bisa dibandingkan dengan apa pun. Nursi ingin mengimbau kepada kalangan internal Muslim bukan kepada kalangan eksternal non-Muslim.297 Bahkan sampai hari ini.298 BAB V PENUTUP A. 298 . Kesimpulan Dari berbagai paparan mengenai eksistensi Tuhan menurut Said Nursi dan kritiknya terhadap materialisme. Faktanya. melainkan untuk memperkokoh keimanan kaum Muslim Turki sendiri. mengkaji. h. dapat ditarik beberapa konklusi sekaligus sebagai jawaban bagi permasalahan yang telah dikemukakan di awal sebagai berikut: 1. www. Kendati demikian. bagi Nursi keagungan dan kesempurnaan Tuhan tersebut menjelma pada setiap lembaran wajah alam semesta. baik pada 297 Ihsan Kasim Salih. terj. Dengan kata lain. Saidnur. 2003). 60. dan mengamalkan apa yang termaktub dalam karya besarnya.com.

benda-benda langit hingga partikel-partikel atom yang tan kasat mata. orang suci. yang justru sangat transparan untuk disaksikan oleh fakultas nalar manusia. Dalam pandangan Nursi. bumi. . melalui sifat-sifat.120 tataran makrokosmos maupun mikrokosmos. dan kerja sama yang harmonis antara satu sama lain dengan sebuah tujuan tertentu. ulama. kebutuhan dan ketergantungan seluruh makhluk. dalam arti ada keteraturan. Seluruh manusia. ahli syuhud. argumentasi ontologis. dengan menyatakan bahwa segala keanekaragaman pada alam semesta. keterkaitan. kebutuhan dan ketergantungan. Tuhan sebagai Perancang Yang Maha Bijaksana harus hadir sebagai sumber keselarasan seluruh ciptaan-Nya. semuanya secara fitriah menyuarakan kebesaran dan keesaan Tuhan. adanya kesempurnaan relatif. mengikrarkan kesaksian dengan bahasa fitrahnya masing-masing tentang eksistensi Tuhan Yang Maha Esa. Kedua. nama-nama. serta para pemikir. serta keunikan setiap ciptaan. Pertama. Tuhan merupakan Penyebab Pertama Tunggal bagi seluruh makhluk: alam semesta. Nursi menyuguhkan empat argumentasi mengenai eksistensi Tuhan. kesempurnan relatif. Nursi melukiskan bahwa baik mikrokosmos yang bernyawa maupun makrokosmos yang tidak bernyawa. alam semesta tanpa terkecuali bersifat teleologis. Ketiga. dan perbuatan-Nya. nabi. argumentasi teleologis. melainkan juga alam semesta. wali. argumentasi kosmologis. serta keunikan setiap ciptaan menunjukkan Dzat Wajibul Wujud Yang Maha Esa sebagai Pencipta semua itu. bukan hanya para rasul. 2.

121 Keempat, argumentasi intuitif. Menurut Nursi, pusat dalil ini adalah hati nurani setiap manusia yang menjadi bukti paling transparan tentang eksistensi Tuhan. Hati nurani, berbeda dengan nalar yang terkadang lalai pada Tuhan, secara intrinsik justru tidak pernah melupakan Sang Pencipta. Ada predisposisi berupa kecintaan kepada kesempurnaan mutlak dalam setiap kalbu manusia yang menjadi bukti tentang keesaan Tuhan, sebab kesempurnaan mutlak hanya tunggal yaitu Dzat Yang Maha Esa.

3. Nursi mengajukan dua kritik filosofis, yaitu melalui argumentasi kosmologis dan teleologis. Dalil kosmologis ia tujukan kepada doktrin materialisme yang menyatakan bahwa alam terbentuk dengan sendirinya dan segala sesuatu merupakan tuntutan alam (alamiah). Bagi Nursi, alam semesta tidak mungkin terbentuk dengan sendirinya. Ilustrasinya, secara kosmologis jika sebuah buku ditulis dengan sebuah tangan, maka untuk menuliskannya hanya diperlukan satu pena. Tetapi jika buku tersebut tidak ditulis dengan satu tangan melainkan terbentuk dengan sendirinya, hal itu membutuhkan pena sebanyak jumlah hurupnya. Karenanya, semesta raya adalah karya Dzat Yang Maha Esa sebagaimana sebuah buku pasti ada pengarangnya. Selanjutnya dengan dalil kosmologis, Nursi menyanggah doktrin materialisme tentang segala sesuatu merupakan tuntutan alam. Menurut Nursi, jika penciptaan jagad raya diserahkan pada tuntutan alam yang tuli, buta, dan bodoh, konsekuensinya harus ada Tuhan pada segala sesuatu. Alasannya, penciptaan seluruh entitas baik benda mati maupun makhluk hidup dilandasi

122 pengetahuan dan kekuasaan mutlak yang mencerminkan kesadaran. Secara metaforis, pantulan matahari yang terlihat pada butiran air atau di atas serpihan kaca harus dianggap bentuk representasi dari matahari. Namun jika pantulan sinar itu tidak dinisbatkan kepada matahari yang sebenarnya, berarti harus meyakini adanya matahari kecil yang memiliki sifat-sifat matahari dan benar-benar ada dalam air atau potongan kaca tersebut. Dengan ini, penciptaan segala sesuatu mesti dinisbatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa. Sementara itu, argumentasi teleologis Nursi alamatkan kepada doktrin materialisme yang menganggap alam semesta tercipta oleh sebab atau hukum kausalitas dan segala sesuatu terbentuk dengan sendirinya. Dalam telaah Nursi, alam semesta dengan segala unsurnya, dari yang terbesar hingga terkecil, dari benda mati hingga makhluk hidup, seluruhnya diciptakan dengan takaran yang sesuai dengan porsinya masing-masing. Adanya keteraturan dan keterkaitan, saling mendukung dan membantu, saling memenuhi kebutuhan dan kerja sama yang harmonis untuk sebuah tujuan universal menunjukkan bahwa semua makhluk diatur oleh Sang Pengatur dan Pemelihara Tunggal. Hukum kausalitas yang tidak mempunyai kesadaran tidak mungkin dapat menciptakan keselarasan, keteraturan, dan keharmonisan dengan sebuah tujuan yang bermakna. Karena itu, keharmonisan tersebut merupakan karya Dzat Yang Maha Bijaksana. Begitu pula, keteraturan, keseimbangan, saling kerja sama yang harmonis di alam semesta dengan sebuah finalitas yang mempunyai makna dan arah, tidak mungkin terbentuk dengan sendirinya melalui materi atau atom yang tidak

123 memiliki kesadaran sedikit pun. Dengan demikian, setiap ciptaan yang sangat teratur dan terkoordinir pasti merupakan karya cipta Sang Perancang Yang Maha Esa semata.

B. Saran-Saran Tuhan merupakan sebuah misteri dari segala bentuk misteri. Bagaimana pun detil, luas, dan komprehensifnya sebuah penelitian yang mencoba menyibak eksistensi Tuhan, hampir dapat dipastikan penelitian tersebut tidak akan pernah mampu menguak setiap aspek misteri eksistensi Tuhan. Kendati perbincangan mengenai eksistensi Tuhan secara filosofis sudah terjadi sejak lebih dari dua ribu tahun silam, pembahasan eksistensi Tuhan tetap masih menyimpan banyak problema yang harus dipecahkan dan masih selalu aktual untuk dikaji. Tidak terkecuali dengan penelitian ini yang membincang eksistensi Tuhan. Sebagai langkah awal, penelitian terhadap eksistensi Tuhan dalam perspektif Nursi dan kritiknya terhadap doktrin-doktri materialisme kiranya masih jauh dianggap sempurna. Terlebih lagi, di kalangan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, tampaknya pengkajian terhadap wacana-wacana Nursi masih bisa dikatakan sangat jarang sekali. Semua yang telah penulis kaji dalam tulisan ini hanya merupakan sebagian kecil dari pemikiran Nursi. Dengan demikian, penulis mengharapkan penelitian ini dilanjutkan dengan membahas lebih jauh gagasan Nursi dengan tema dan analisis yang berlainan, sehingga diharapkan dapat memperkaya khazanah keilmuan Islam, terutama dalam filsafat Islam. DAFTAR PUSTAKA

3-4. Jakarta: Logos. 2000. 7. Ian G. Titik Balik Peradaban. Kamus Filsafat. Libanon: Beirut. Bandung: Mizan. Terj. Fritjof. Baqir. July-Oktober. Bandung: Mizan. Bagus.). Loren. Osman (ed. Filsafat Agama. Fransiskus Borgias.124 Abdullah. Terj. E R. Mencari Islam: Studi Islam dengan Berbagai Pendekatan. The Muslim World. 2002. 2003. Bahtiar. 1999. 2005. Terj. Jakarta: Teraju. 5. Abu Rabi’. Terj. Ash-Shadr. Abdul Qadir. Al-Jilani. Yogyakarta: Bentang. . A History of God. Fathu al-Rabbani. Yogyakarta: Tiara Wacana. 2003. Juru Bicara Tuhan. Nur Mufid. Armstrong. Terj. Vol. Abu Rabi’. Ulumul Qur’an. 1981. ----------. Evolusi Ruhani. Anton & A. 1990. Jakarta: Gramedia.). Thoyibi. Bandung: Mizan. 1997. Jullian. Menemukan Tuhan dalam Sains Kontemporer dan Agama. Capra. Yogyakarta: Kanisius. Metodologi Penelitian Filsafat. Baker. Eva Y Nukman. Karen. 1997. Bakar. K. Baggini. 1996. New York: Ballantine Books. Lima Tema Utama Filsafat. Amsal. Ibrahim (ed. 1995.). 2000. No. 1988. Sejarah Filsafat Yunani. Charris Zubair. -----------. Vol. “Relevansi Studi Agama-Agama Dalam Milenium Ketiga”. Nur Zaen Hae. Ibrahim & Jane I Smith (eds. Amin dkk. Terj. 1993. Muhammad. Barbour. No. Bertens. LXXXIX. Bandung: Mizan. Albany: State University of New York. Islam at the Crossroads. Falsafatuna. Yogyakarta: Kanisius. 2002.

Haught. Hamzah. Tuhan di Mata Para Filosof. Paul (ed. New York: Macmillan Publishing Co. New York: Simon&Schuster. Erich. The Encyclopedia of Philosophy. F. Islamic Philosophy. Etienne. God and The New Physics. John F. Hardiman. Gulen. Terj. -----------. Aufiya Ilhamil Hafizh. 1997. 2004. 2004. 2003. 2002. Gaarder. Budi. Menghidupkan Iman dengan Mempelajari Tanda-Tanda Kebesaran-Nya. Tri Wibowo. Filsafat Modern. Sugeng Hariyanto dkk. The Tao of Physics. Membaca Pikiran Tuhan. Fransiskus Borgias.125 -----------. 2005. Rahmani Astuti. New York: Columbia University Press. Memadukan Akal dan Kalbu dalam Beriman.). Perjumpaan Agama dan Sains. Hadiwijono. Edwards. Terj. Bandung: Mizan. Jakarta: Grafindo Persada. Silvester Goridus Sukur. Sari Sejarah Filsafat Barat 2. Paul. Terj. Abu Hamid. Ahmad. 1996. Yogyakarta: Jalasutra. Dunia Sophie. 5-6. Fakhry. Al-Ghazali. Terj. Terj. Jakarta: Gramedia. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. -----------. 1972. . 2002. New Haven: Yale University Press. Fethullah. Jostein. Jakarta: Grafindo Persada. Bandung: Mizan. 1983. Pengantar Filsafat Islam. Jakarta: Bulan Bintang. Terj. Majmu’ Rasail Imam Ghazali. Psychoanalysis and Religion. Bandung: Mizan. Harun. Fromm. 1980. -----------. 2004. 2002. Beirut: Dar Al-Fikr. Terj. A History of Islamic Philosophy. Gilson. Hanafi. Davies. Yogyakarta: Kanisius. 1983. Oxford: Oneworld Publications. Majid. Theology and Mysticism. 1997. 1996. Vol.

2003. Kuntowijoyo. Said Nursi’s Views on Muslim-Christian Understanding. Mills. Ghufron A.126 Iqbal. 1998. Abed al-. 2003. Pengantar Fiolsafat. Mudzhar. Metode Penelitian Kualitatif Bidang Filsafat. 2005. Terj. Istanbul: Yenibosna. Jakarta: Logos. M Ira. Takwin al-Aql al-Arabi. Membangun Kembali Pikiran Agama dalam Islam. Paradigma Islam. Terj. Sejarah Sosial Ummat Islam. Wright C. Soejono Soemargono. Leaman. Michel. Thomas. Kartanegara. Beirut: Markaz Dirasat al-Wahdah alArabiyah. 1997. Ihsan Salih. 2004. Nabilah Lubis. Menyibak Tirai Kejahialan. Jabiri. Ahmad Daudy. 1983. Oliver. Kattsoff. Said Nursi Pemikir & Sufi Besar Abad 20. Atho. Muhammad. Jakarta: Grafindo Persada. 1992. Menembus Batas Waktu. 2005. Ali Audah dkk. Kasim. 2003. Syafiq A. Sejarah Kebudayaan Islam di Turki. Al-Quran & Filsafat. Bandung: Mizan. Yogyakarta: Paradigma. Musa. Imam Muttaqien. A Brief Introduction to Islamic Philosophy. Kaelan. Yusuf. Terj. Bandung : Mizan. Kaum Marxis. 1999. Mulyadhi. Terj. 1988. ----------. Lapidus. Terj. 1966. Mas’adi. Pendekatan Studi Islam Dalam Teori & Praktek. 2005. Terj. Mughni. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Yogyakarta: Tiara Wacana. Jakarta: Bulan Bintang. Bandung: Mizan. Cambridge: Polity Press. Jakarta: Tintamas. 1999. . Louis O. Jakarta: Grafindo Persada. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Jakarta: Siraja. Jakarta:Grafindo Persada. Sugeng Hariyanti dkk. Istanbul: sozler Society.2002. Trans. Istanbul: Sozler Society. Nursi. 2004. Terj. Dimensi Abadi kehidupan. The Rays. -----------.” Jami’ah. Said. 2004. Vol. Jakarta: siraja. Malaysia: Kuala Terengganu. Maheram Binti Ahmad. Terj. Terj. -----------. Bandung: Mizan. 2003. Dari Balik Lembaran suci. Trans.127 Machasin. Terj. Jakarta: Siraja. -----------. Iman Kunci Kesempurnaan. The Tao of Islam. No. Sugeng Hariyanto & Fathor Rasyid. The Flashes Collection. Sukran Vahide. -----------. -----------. Trans. Mishbah. Jakarta: Robbani Press. Mi’raj Menembus Konstelasi Langit. 2003. Sugeng Hariyanto. Istanbul: Sozler Nesriyat. Menikmati Ekstase Spiritual Cinta Ilahi. 1999. -----------. -----------. 2003. Sugeng Hariyanto. Terj. Rahmani Astuti & Nasrullah. Dari Cermin Ke-Esaan Allah. . 2003. -----------. Sugeng Hariyanyo & Fathor Rasyid. Sugeng Hariyanto. Hamzah Khan. 1. 1998. -----------. Terj. Terj. Jakarta: Robbani Press. Mengokohkan Aqidah Menggairahkan Ibadah. -----------. Sachiko. 2001. -----------. Terj. Sukran Vahide. Sukran Vahide. Jakarta: Siraja. Persoalan Tauhid dan Tasbih. 2003. -----------. Sinar Yang Mengungkap Sang Cahaya. Terj. 2004. Letters. The Words. Jakarta: Siraja. 2005. “Bediuzzaman said Nursi and the Sufi Tradition. Murata. 43. Trans. 2003. Sukran Vahide. Terj. 2000. Istanbul: Sozler Nesriyat.

Pembaharuan dalam Islam. Rahman. Bandung: Pustaka. Fazlur. Jakarta: Bulan Bintang. Juhaya S. Sukran Vahide. Aliran-Aliran Filsafat &Etika.2003. Praja. 1996. Nasution. Albany: State University of New York Press. Kenabian dalam Islam. Nawawi. Harun. 1987. History of Western Philosophy. 1955. Nasr. Holmes. New York: Crossroad.). Jan Hendrik. Bandung: Mizan. Falsafat dan Mistisisme dalam Islam. Ensiklopedi Tematis Filsafat Islam. Jakarta: Prenada Media. -----------. 1996.128 -----------. Ibrahim abu (ed. Islam Ditinjau dari Berbagai Aspeknya. Islamic Spirituality: Manifestations. 1995. -----------. Hadari & Mimi Martiwi. 1991. 1996. Terj. 2001. 2003. 2003. Paper. deden (ed. . 1996. -----------. Signs of Miraculousness. Istanbul: Sozler publications. Russell. London: Unwin University Books. Nasr. Seyyed Hossein (ed. Bertrand. Anas Mahyuddin. Nasution.). Islam at the Crossroads. Seyyed Hossein & Oliver Leaman (eds. -----------. 2003. Rahmani Astuti. Islam Rasional. Trans. New York: Random House. Ridwan. Rabi. Bandung: Nuansa. Rolston III. Bandung: Pustaka. 1996. Terj. Yogyakarta: Kanisius. Yogyakarta: UGM Press. Tim Penerjemah Mizan. Jakarta: Bulan Bintang. Penelitian Terapan.). Science and Religion A Critical Survey. Tema Pokok Al-Quran. Bandung: Mizan. 2004. Tradisi Baru Penelitian Agama Islam. 2003.). 1985. Metode Research. Jakarta: Ui Press. Jakarta: Bumi Aksara. Terj. Pengantar Filsafat.

Jakarta: Grafindo Persada. Bandung: Mizan. Bandung: Rosda Karya. At. -----------. Metode Penelitian Survey.al. 2005. Ethics. Ali. 2001. 2005. -----------(ed. Yogyakarta: Pustaka Sufi. Aksin Wijaya. Jakarta: Robbani Press. Tim Penulis Rosda. Makna Hidup Sesudah Mati Kebangkitan & Penghisaban. Bandung: Mizan.). 1984. Sukran. Pemikiran Karl Marx. 1997. Menyingkap Yang Tersembunyi. Ibn. Terj.). 2000. 1995. Jakarta: Gramedia. Dia Di Mana-Mana. Vahide. Bediuzzaman Said Nursi. Istanbul: Sozler Nesriyat. -----------. -----------(ed. Istanbul: Sozler Publications. 1996. Jakarta: Bulan Bintang. Thahhan. Globalization. Masni. Yogyakarta: Kanisius. 1997. Membumikan Al-Quran. -----------. 13 Tokoh Etika. Singarimbun. According to the Risale-i Nur. -----------.M. Kamus Filsafat. The Qur’anic View of Man. Bandung: Mizan. Schimmel. Bandung: Mizan. Istanbul: Sozler Nesriyat. 2002. Model Kepemimpinan dalam Amal Islam. 2002. Saini K. . Mustafa. Jakarta: Lentera Hati. Terj. Suseno. Dunia Rumi. Mukjizat Al-Quran. Terj. -----------. 2005. Quraish. Jakarta: LP3ES. 2004. 1998. Franz Magnis. Musthalah Maufur. Titus. Wawasan Al-Quran. Annemarie.129 Rusyd. Unal. 2002. Terj. Yogyakarta: Pilar media. Sugeng Hariyanto& Fathor Rasyid. Mendamaikan Agama dan Filsafat. Harold H. 1997. Persoalan-Persoalan Filsafat. Rasjidi. and Bediuzzaman Said Nursi’s risale-i Nur. Terj. 1989. Saut Pasaribu. Shihab. Terj.

Noah. 2005.130 -----------(ed. Bringing Faith. Jakarta: Gramedia.). Webster’s New Twentieth Century Dictionary. . Zurcher. Erik J. Webster. Sejarah Modern Turki.). Istanbul: Yenibosna. Istanbul: Yenibosna. 2004. Terj. 2003. Meaning and Peace to Life in Multicultural World: The Risale-i Nur’s Approach. Said Nursi’s Views on Muslim-Christian Understanding. United States: William Collins Publishers. 1980. Karsidi Diningrat. -----------(ed.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->