EKSISTENSI TUHAN MENURUT SAID NURSI DAN KRITIKNYA TERHADAP MATERIALISME BARAT

Oleh: Zaprulkhan
NIM. 05212449

TESIS
Diajukan kepada Program Pascasarjana UIN Sunan Kalijaga untuk Memenuhi Salah Satu Syarat guna Memperoleh Gelar Magister dalam Ilmu Agama Islam Program Studi Agama dan Filsafat Konsentrasi Filsafat Islam

2

YOGYAKARTA

2007
KATA PENGANTAR

Segala puji bagi Allah, Tuhan Penguasa semesta persada. Dialah Tuhan yang tidak hanya menjadi muara cinta di mana setiap makhluk mengekspresikan sejuta kisah cinta kepada-Nya kendati mereka tidak menyadarinya; Tuhan tempat melabuhkan segala damba hamba-hamba-Nya; namun Dia juga menjadi sebuah misteri dari setiap misteri yang mengundang semesta tanya sehingga membuahkan wacana-wacana untuk mendemonstrasikan eksistensi-Nya, baik secara intelektual maupun spiritual (intuitif). Shalawat serta salam semoga tercurahkan kepada nabi Agung Muhammad Saw, insan kamil yang tidak pernah berhenti dalam penjelajahan intelektual dan spiritualnya, kepada keluarganya yang suci, para sahabatnya yang mulia, dan kepada para pengikutnya yang meneladani petualangannya. Kemudian berkat rahmat dan inayah Allah, penulis dapat menyelesaikan penulisan tesis yang berjudul Eksistensi Tuhan Menurut Said Nursi dan Kritiknya Terhadap Materialisme Barat. Penyelesaian tesis tersebut melalui proses yang melibatkan banyak pihak baik secara personal maupun institusional. Karena itu, dari hati yang paling dalam, penulis ingin menyampaikan ungkapan terima kasih dan penghargaan yang sebesar-besarnya terutama kepada: 1. Direktur dan Asisten Direktur beserta para Guru Besar Program Pascasarjana UIN Sunan Kalijaga yang telah berkenan memberikan secercah ilmu

3 pengetahuan, wawasan, lentera kearifan, kesempatan dan fasilitas yang memadai untuk mengikuti pendidikan lanjut pada Program Pascasarjana (S2). 2. Dr. Syaifan Nur, M.A. selaku pembimbing yang dengan wawasan dan idealisme yang dimiliki telah berkenan memberikan bimbingan, analisis, dan arahan yang penuh perhatian. 3. Rektor IAIN Raden Fatah Palembang, Prof. DR. J. Suyuthi Pulungan, M.A. yang telah memberi motivasi untuk melanjutkan studi Program Magister beserta bantuan moril dan materil. 4. Para staf Dosen STAIN Bangka Belitung yang telah memberikan bantuan baik moral maupun material, terutama pada semester dua dan tiga sehingga bisa memudahkan penulis menjalankan kegiatan akdemik tanpa kerepotan mencari dana kuliah. 5. Para pengelola UPT Perpustakaan dan Perpustakaan Program Pascasarjana UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta yang telah memberikan pelayanan sebaik mungkin dalam rangka tersedianya buku-buku rujukan yang diperlukan. 6. Hodja Hasbi Sen yang pertama kali mengenalkan penulis dengan wacanawacana Bediuzzaman Said Nursi dan telah menyumbangkan sebagian besar karya Said Nursi ketika penulis hijrah ke yogyakarta untuk melanjutkan studi S2. 7. Ibunda Zahra yang dengan kebijakan, ketabahan, dan doa-doanya di larut malam yang sunyi; ayunda Zuleha yang dengan kasih sayang dan kepeduliaannya; serta adik bungsuku, Zohana, yang melalui keindahan dan ketulusan cintanya telah mengukir makna dalam kehidupan penulis.

An-Nafi'. motivasi. semoga Allah. dan arahan yang sangat berharga hingga studi S2 dan penulisan tesis ini bisa dirampungkan tepat waktu sesuai target. yang telah memberi masukan. Akhirnya. Yogyakarta. 20 Februari 2007 Penulis. terutama para senior yang tengah menempuh Program S3. Tuhan Yang Maha Memberi Manfaat. terutama bagi penulis pribadi sekeluarga dan bagi dunia akademik umumnya. Zaprulkhan . insigth. menjadikan karya ilmiah ini bermanfaat. Semua rekan seperjuangan di markas corpus Yogyakarta.4 8.

............................................................................5 DAFTAR ISI HALAMAN I JUDUL. DAFTAR XII ISI................................................................................................................................................ HALAMAN PENGESAHAN DIREKTUR... Tujuan dan Kegunaan Penelitian............. II III IV V VI VII VIII IX HALAMAN PERNYATAAN KEASLIAN............................................................. Tinjauan Pustaka............ F..................... E..................... C............................... ABSTRAK... PEDOMAN TRANSLITERASI ............................................ Metode Penelitian......... BAB I : PENDAHULUAN A........ D............. MOTTO DAN PERSEMBAHAN.................................................... NOTA DINAS PEMBIMBING............ Kerangka Teoretik....................................... B............. 1 11 11 12 14 22 25 BAB II : MENGENAL KEHIDUPAN BEDIUZZAMAN SAID NURSI ........................................... Sistematika Pembahasan............................................................................................................................................................................................................ G............................................... NOTA DINAS PENILAI........................................................................ Rumusan Masalah............. .......... KATA PENGANTAR.......................................................... Latar Belakang Masalah.....

.................... 79 1.................... 107 92 93 99 Antara Kritik dan Kontribusi .................. Pembuktian Eksistensi Tuhan Menurut Said Nursi............. Pandangan Said Nursi tentang Tuhan. 1........................... 2.......................................................... 27 30 30 38 43 BAB III : PANDANGAN SAID NURSI TENTANG EKSISTENSI TUHAN A............. Situasi Politik Turki.6 A...................... Kritik Melalui Dalil Kosmologis ... Segala Sesuatu Terbentuk Dengan Sendirinya (Materi) ..... 3........ The New Said (1926-1950 M).................. 4..................... Eksistensi Tuhan dalam Bingkai Argumentasi Kosmologis............................... 1.... 1... 80 83 88 B...... Eksistensi Tuhan dalam Bingkai Argumentasi Ontologis... 3........... 2.......... 2............. Eksistensi Tuhan dalam Wacana Filsafat....... C....... 3........................ Eksistensi Tuhan dalam Bingkai Argumentasi Intuitif..................................................................................... The Old Said (1876-1926 M)............................... Mekanik)...................... B................................................................... C.... Kritik Said Nursi Kepada Materialisme... The Third Said (1950-1960 M)...................................................... ..................................... 2....................... 48 54 61 61 66 70 73 BAB IV : KONSEP MATERIALISME dan KRITIK SAID NURSI TERHADAPNYA A................................. B.... Eksistensi Tuhan dalam Bingkai Argumentasi Teleologis................................................ Kritik Melalui Dalil Teleologis ... Segala Sesuatu Merupakan Tuntutan Alam (Alamiah)............... Alam Tercipta oleh Sebab (Kausalitas......... Doktrin-Doktrin Materialisme Tentang Ketiadaan Tuhan di Semesta............................................................. Sketsa Biografi Said Nursi.............

.......... suatu konsep sentral yang berisi ajaran bahwa Tuhan adalah pusat dari segala sesuatu...... Pengikraran kalimah tersebut............. dan bahwa manusia harus mengabdikan diri sepenuhnya kepadaNya........... Konsep tauhid ini mengandung implikasi doktrinal lebih jauh bahwa tujuan kehidupan manusia tak lain kecuali menyembah kepada-Nya....... 228-229.. B...... di dalam Islam...............1 Sistem nilai tauhid ini terangkum dalam sebuah formulasi frase yang berbunyi la ilaha illa Allah (tidak ada Tuhan selain Allah).......... Dengan kata lain......... 1998)............... 122 129 BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Masalah Dalam perspektif Islam......... menurut Karen Armstrong bukan hanya sekadar penegasan atas 1 Kuntowijoyo..... konsep mengenai kehidupan adalah konsep yang teosentris................. 117 120 DAFTAR PUSTAKA ......... h................................ Saran-Saran .... Paradigma Islam (Bandung: Mizan.................................. ..................... DAFTAR RIWAYAT HIDUP............ yaitu bahwa seluruh kehidupan berpusat kepada Tuhan.....7 BAB V : PENUTUP A.. Kesimpulan ... dikenal adanya sebuah konsep fundamental yakni tauhid............... Doktrin bahwa hidup harus diorientasikan untuk pengabdian kepada Allah inilah yang merupakan kunci dari seluruh ajaran Islam........

3 2 . 15. Jika bukti ontologis melukiskan bahwa setiap manusia mempunyai ide tentang Tuhan dan tidak dapat membayangkan adanya sesuatu yang lebih berkuasa dari-Nya. Anas Mahyuddin (Bandung: Pustaka. Tema Pokok Al-quran. kosmologis.8 eksistensi Tuhan tetapi sebuah pengakuan bahwa Allah merupakan satu-satunya realitas sejati. h. al-Quran tidak “membuktikan” eksistensi Tuhan tetapi “menunjukkan” cara untuk mengenal Tuhan melalui alam semesta yang ada. A History of God (New york: Ballantine Books. secara garis besar dalam wacana filsafat eksistensi keesaan Tuhan dibuktikan melalui argumentasi ontologis. Dia adalah satu-satunya realitas. 1994). Namun. terj. sedang yang ada hanya satu hal saja. secara filosofis eksistensi Tuhan Yang Maha Esa membutuhkan bukti-bukti yang bisa ditampung oleh nalar manusia. satu-satunya bentuk eksistensi sejati. keindahan. bukti kosmologis berpijak pada ide “sebab-akibat”. yakni tidak mungkin terjadi sesuatu tanpa ada penyebabnya dan penyebab terakhir Karen Armstrong. maka hal ini pun karena sifat ketergantungannya. Dengan menjelajahi ayat-ayat al-Quran. seandainya tidak ada alam semesta yang bekerja sesuai dengan hukumnya. 1996). akan menunjukkan ke arah Tuhan.3 Kendati demikian.2 Persoalannya. Dengan mengucapkan penegasan tauhid menuntut kaum Muslim untuk mengintegrasikan kehidupan mereka dengan menjadikan Allah sebagai fokus dan prioritas tunggal mereka. dan teleologis. Fazlur Rahman. atau kesempurnaan sejati: semua wujud yang nampak dan memiliki sifat-sifat seperti ini hanya meminjam keberadaan dan sifat tersebut dari wujud esensial ini. Fazlur Rahman menemukan bahwa walaupun alQuran menyuguhkan bukti-bukti yang sangat rasional dengan keteraturan alam semesta. 150. h.

Dia Di mana-mana (Jakarta: Lentera Hati. 27. 2003). Norton Mezvinsky. Sebut saja Ghazali dalam karyanya Al-Hikmah fi makhluqati Allah.com/ contact@saidnur.5 Tentu saja. ini bisa dilihat dalam Al-Ghazali. pemikir. matahari.9 pastilah Tuhan. lautan. bumi persada. 2002). seperti Nirmal Singh. Loren Bagus. manusia serta hewan dan tumbuh-tumbuhan. maka postulat teleologis berlandaskan pada keseragaman dan keserasian alam semesta. sekaligus sufi besar abad 20 dari Turki yang mampu menguraikan eksistensi Tuhan melalui ketiga aspek filosofis tersebut secara komprehensif. Prancis. filsuf abad ini yang mengajar di Universitas John Moores Liverpool tentang filsafat Islam. Nursi berusaha melakukan interpretasi terhadap kalimah tauhid yang terangkum dalam la ilaha illa Allah hingga mencapai enam ribu halaman yang terkompilasi dalam karya monumentalnya: Risalah An-Nur. Oliver Leaman. misalnya Thomas Michel. 2005). Jepang. Ibrahim M. Risalah An-Nur.). Apresiasi juga dating dari para ilmuwan kelas dunia internasional. Wahba al-Zuhayli. 1086. sudah banyak ilmuwan Muslim yang mengelaborasi eksistensi Tuhan dengan menggunakan ketiga argumentasi filsafat tersebut sejak era klasik hingga dewasa ini. mengelaborasi dengan kritis-positif pandangan Nursi mengenai lingkungan. Portugis. Abu Rabi’ (ed. bintang-gemintang. 2005). air dan api. begitu pula Oliver Leaman. dan ilmuwan lain. www. yang tidak dapat terjadi tanpa ada satu kekuatan yang mengatur keserasian tersebut4. Islam at the Crossroads. yang mengulas alam semesta mulai dari langit.com. h. mendapat apresiasi yang sangat luar biasa dari kaum Muslim dari seluruh penjuru dunia. Itali. Harun Yahya. Collen Keyes. mungkin Said Nursi (selanjutnya hanya disebut Nursi). India. abad pertengahan hingga era kontemporer dewasa ini. 255-262. yang mengulas beberapa aspek pemikiran Nursi secara positif dalam karyanya.7 Quraish Shihab. 7 Karya pemikir & sufi besar dariTurki ini. Kamus Filsafat (Jakarta: Gramedia.saidnur. Hal ini dibuktikan dengan akses masyarakat dunia baik di belahan wilayah Timur maupun Barat & telah diterjemahkannya Risalah An-Nur ke dalam berbagai bahasa dunia sampai lebih dari tiga puluh bahasa asing: Inggris. h.6 Akan tetapi. termasuk Indonesia dan lain-lain. Bisa dilihat pada The World is Reading Risale-I Nur. rembulan. Rumania. 1996). Sebut saja. Jerman. Alexander Fedotoff serta lain-lainnya. hingga hari ini masih terus diterjemahkan ke dalam bahasa-bahsa lainnya. Majmu’Rasail Imam Ghazali (Beirut:Dar AlFikr. bahkan dari Indonesia tampil Quraish Shihab dengan buku terbarunya. Said Nursi’s Views on Muslim-Christian Understanding (Istanbul: Yenibosna. the Environment & Said Nursi”. Rusia. 6 Perbincangan mengenai eksistensi tuhan secara filosofis sudah lama dibahas oleh ilmuwan klasik. seorang pejuang. h. (Albany: State University of New York Press. Belanda. Wawasan Al-Quran (Bandung: Mizan. Cina. udara. Dengan demikian keteraturan alam semesta memiliki tujuan-tujuan dan kebijaksanaan objektif di luar manusia. 5 4 . demikian pula Fakhruddin ar-Razi. 1996) . Spanyol. “Islam. ilmuwan yang ahli mengenai dialog antar agama di Roma.

baik mengenai ibadah. Nursi menguraikan segalanya laksana rangkaian kepingan-kepingan kebenaran agung yang memantulkan keesaan Allah.”8 Dalam Risalah An-Nur. Nursi bertutur dengan bahasa yang begitu indah. Ketika membincang apapun saja. Abu Rabi’. 8 . Sang Pencipta untuk disaksikan umat manusia. bahkan bagaimana dunia tumbuh-tumbuhan dan alam semesta yang bisu dapat berbicara dengan lisanul hal. Metin Karabasoglu. ilmuwan Turki yang sangat menguasai pandangan Nursi. “Text and Community: An Analysis of the Risale-I Nur Movement”.. Crossroads……. Bagaimana sel-sel darah dan sistem organisme dalam tubuh manusia menjelma lensa keesaan Tuhan. kamatian. 264. menyuarakan prinsip ini dengan cerdas: “Tema sentral dari Risalah An-Nur Yaitu bahwa alam semesta telah diciptakan dan Penciptanya mempunyai sebuah tujuan dengan ciptaan tersebut. dan apik bagaimana butiran-butiran atom yang tak terlihat oleh mata manusia secara makroskopis menjadi cermin keesaan Ilahi. maupun hari kebangkitan. menjadi jelas bahwa Nursi menawarkan sebuah penjelasan ontologi yang komprehensif dengan memandang keberadaan alam semesta dan manusia. h.. bahasa kenyataan mengenai keesaan perbuatan Sang Metin Karabasoglu. manusia. alam semesta. maka ia bisa menyentuh setiap aspek kehidupan untuk membuktikan eksistensi keesaan Tuhan. menarik.10 Justru karena Nursi tidak menafsirkan kalimah tauhid secara harfiah melainkan secara maknawiah. Nursi berusaha untuk membuktikan keberadaan dan kesatuan Sang Pencipta dengan alam semesta serta menjelaskan tujuan-Nya dalam penciptaannya. serta segala hal lainnya yang dianalisis dengan basis eksplanasi ontologi tersebut. Dengan penelaahan yang intensif terhadap Risalah. Nursi menguraikan tujuan Sang Pencipta dalam menciptakan alam semesta melalui perspektif hakikat ketuhanan: Setiap pemilik keindahan dan kesempurnaan ingin menyaksikan dan memperlihatkan keindahan dan kesempurnaannya sendiri.

9 . XXVI-XXVII. kosmologis. Keluasan Risalah An-Nur dalam mendiskusikan eksistensi Tuhan disebabkan Nursi bukan hanya menyuguhkan alasan-alasan naqliahteologis (Al-Quran dan Hadis). 11 Said Nursi. bukti eksistensi Tuhan dengan segala atribut-Nya Uraian mengenai persoalan-persoalan tersebut. dan teleologis. yang menceritakan Pemiliknya. dan bukan atas kehendak dan imajinasinya. Maha Pemelihara. h. 2003). terj. dan sekaligus dia akan menyadari bahwa semua atribut tersebut mengarah bukan pada bendabenda ciptaan itu melainkan pada Realita di mana semua atribut tersebut ada dalam kesempurnaan dan keabsolutan.11 Penguasa semesta. (Jakarta: RajaGrafindo Persada. pasti akan sampai pada kesimpulan Laa ilaaha illa Allah. 10 Said Nursi. Sugeng Hariyanto (Jakarta: Siraja. dari fenomena yang nampak oleh kasat mata hingga yang gaib tan kasat mata mengungkapkan asma-asma Allah seperti. tetapi juga disertai argumentasi-argumentasi akliah-filosofis dengan tiga perangkat filsafat: bukti ontologis. ketuhanan. Turner. walaupun tidak disebutkan secara eksplisit. Lihat Said Nursi. Maha Penolong dan Maha Pembangkit. dari yang terkecil sampai yang terbesar. Maha Pemberi Rezeki. 216-219.9 Dr. keberlangsungan dan keagungan. Dari Balik Lembaran Suci.11 Dan menurut Nursi. Sugeng Hariyanto dkk.”10 Nursi melihat seluruh peristiwa dan fenomena di alam semesta. 2003). 2003). mengungkapkan mengenai kebesaran dan kelengkapan karya tersebut dengan bahasa yang lugas dan padat: “Risalah An-Nur menandaskan bahwa setiap orang yang benarbenar ingin memahami dunia ciptaan ini sebagaimana mestinya. Sinar Yang Mengungkap Sang Cahaya. Dari Cermin ke-Esaan Allah. Sugeng Hariyanto & Fathor Rasyid (Jakarta: Siraja. Maha Pengatur Benda-benda. h. Dia akan melihat keteraturan dan harmoni. keadilan dan kemurahan. seorang muallaf dan pengajar di Universitas Durhan Inggris. terj. terj. Maha Pengasih. keindahan dan keseimbangan. secara spesifik terkompilasi dalam salah satu karya cuplikan Risalah An-Nur: The reflection of the Divine. Dia akan melihat bahwa dunia ciptaan ini adalah buku berisikan nama-nama. suatu indeks.

13 istana dan para pengunjungnya14. terj. yakni kepastian yang datang dari pengalaman langsung dengan 12 Said Nursi. Dimensi Abadi Kehidupan. 15 Perumpamaan kapal diuraikan Nursi saat memperbincangkan nilai keimanan kepada Allah. ia juga mempertajam argumentasi filosofisnya dengan pendekatan keyakinan (imani) atau pengalaman relijius. Alegori filosofis dengan menggunakan raja dan rakyatnya bisa ditemukan dalam Said Nursi.16 Terlepas dari luasnya paparan filosofis Nursi mengenai eksistensi Tuhan. 106-107. The Words. Said Nursi. kosmologis. Keimanan harus terdiri atas intelektualitas atau nalar dan kalbu. Sugeng Hariyanto (Jakarta: Siraja. 17 Salih. melalui perbandingan atau perumpamaan. biji-bijian dan pepohonan. 2003). 2002). trans. Terkadang ia menggunakan figur seorang raja dan rakyatnya. terj.12 Yang lebih menarik. h. terj.17 Mengenai hal ini penulis tidak bisa menguraikannya sebagus uraian Nursi: “Keimanan bukanlah sesuatu yang didasarkan pada taqlid membuta. 2003). seperti musim gugur dan musim semi. Nyaris di sebagian besar karyanya alegori matahari muncul dalam beragam tema untuk menyibak rahasia ketuhanan. Nabilah Lubis (Jakarta: RajaGrafindo Persada. Sugeng Hariyanto & Fathor Rasyid (Jakarta: Siraja. Dalam kata-kata Nursi: Man is missive so comprehensive that through his self. 2003). Keimanan menggabungkan penerimaan dan penegasan nalar dan pengalaman serta penyerahan kalbu. terj. kapal15 dan para penumpangnya. Nursi membungkus setiap argumentasi ontologis. Ihsan Kasim. 718. 2003). h.12 terefleksikan secara sempurna pada diri manusia. musim-musiman. Mi’raj Menembus Konstelasi Langit. h. Almighty God makes perceived to him all His Names. adakalanya juga ia memanfaatkan personifikasi prajurit perang dan yang paling sering adalah menerapkan perumpamaan cahaya matahari untuk mendeskripsikan kreativitas unik Tuhan pada segala ciptaan-Nya. 16 Perumpamaan dalam bentuk matahari merupakan yang paling banyak dan paling sering digunakan oleh Nursi. 13 . Menikmati Ekstase Spiritual Cinta Ilahi. dan teleologis dengan eksposisi alegori filosofis. Sukran Vahide (Istanbul: Sozler Nesriyat. Ada tingkat keimanan yang lain. Sugeng Hariyanto (Jakarta: Siraja. 14 Metafora filosofis tentang istana dan para pengunjungnya terdapat dalam Said Nursi. Said Nursi Pemikir & Sufi Besar Abad 20. 203-204.

A. h.13 kebenaran-kebenaran keimanan. Terlebih lagi. Dengan kemampuan memadukan dua fakultas esensial manusia yang dibungkus lewat bahasa simbolis. melukiskan bahwa Nursi mampu menulis dengan hati dan imajinasinya sebaik dengan akal dan inteleknya. XX. metafora filosofis yang kaya makna dan menyentuh. nalar dan kalbu harus bekerja sama dalam menelusuri jejak-jejak Tuhan di semesta. memahami perintahnya. .. Dengan kata lain. menenangkan pikiran. dalam kalimah yang transparan namun kaya dengan simbol penafsiran. Jadi. U. Bukti-bukti yang disampaikannya bertujuan memuaskan nalar. Jane I smith. tugas pertama. Profesor di Hartford Seminary.. dan mengalami 18 Nursi.S. terutama dan terpenting kita adalah mencapai tingkat keimanan ini dan mencoba dengan kesungguhan demi ridha Allah Yang Maha Kuasa untuk mengkomunikasikannya dengan orang lain. Salah satu alasan bahwa ia dapat bertahan dari abad 20 hingga abad 21 sebagai seorang penafsir Islam dan Al-Quran yang sangat dihormati adalah kepiawaiannya dalam menuangkan ide lewat tulisannya. para pembaca akan bisa merasakan perasaan Nursi. dan menyucikan hati. ide-ide Nursi mampu memasuki abad 21 dengan kewibawaan khas. Orang yang telah menguasai tingkat keimanan ini dapat menghadapi seluruh dunia ini.18 Jadi jika dengan eksplanasi filosofis melalui berbagai perangkatnya yang luas tentang kehadiran Tuhan dalam setiap fenomena kehidupan Nursi ingin mengajak para pembacanya menemukan kepuasan intelektual. Ini tergantung dari keteraturan kita dalam beribadah dan berpikir. maka dengan pengalaman relijius dan penyerahan kalbu ia menghendaki manusia mencapai pencerahan spiritual. Sinar Yang Mengungkap……….

h. According to the Risale-I Nur (Istanbul: Sozler Nesriyat. Said Nursi……. wajar bila tersimpul sebuah pertanyaan: apa yang menggerakakan dan memotivasi dirinya menguraikan berbagai persoalan yang kesemuanya hanya bermuara pada keesaan Tuhan? Secara global. One of reasons that he has endured through the 20th century and into the 21st as a highly revered interpreter of islam and the Quran is his ability to speak.. faktor eksternal.). Masa di mana dendam kesumat dari pihak-pihak yang tidak menghendaki Islam mewarnai—apalagi menjadi landasan—negara dan pemerintahan dinyatakan secara terang-terangan. and experiences his understand of truth through his graphic and sometimes even startling use of words and images. The Qur’anic View of Man. bahkan sampai berhasil menancapkan pengaruhnya dalam kehidupan sosial Bediuzzaman Said Nursi wrote with his heart and his imagination as well as with his head and his intellect. namun tidak membuahkan hasil. setidaknya ada dua faktor untuk menjelaskan persoalan tersebut. bahkan terkadang menakjubkan. Akhir abad ke-19 dan menjelang awal abad ke-20 merupakan masa-masa akhir dari usia Daulat Turki Usmani. Masa di mana para musuh secara intensif mencabik-cabik bangsa dan negara Turki untuk mempercepat kehancurannya.20 Sementara kaum Ittihadi yang mengambil alih pemerintahan Turki era itu berhasil menduduki posisi penanggung jawab dan penentu arah pemerintahan. 3. Nursi menghirup aroma kehidupan Turki dalam persimpangan dua abad: akhir abad sembilan belas dan awal hingga pertengahan abad dua puluh (1875-1960).19 Melihat pembacaan Nursi yang begitu luas dan terfokus terhadap eksistensi Tuhan. Pertama. The reader feels Nursi’s passion.14 pemahamannya tentang kebenaran melalui penggunaan kata-kata dan gambaran yang sangat jelas. 2002). Masa di mana Sultan Abdul Hamid selama tiga puluh tahun berupaya dengan segala daya untuk memelihara integritas negara yang sangat luas. through his writing. 255. 19 . h. Sukran Vahide (ed. 20 Salih. in word that are straightforward yet rich in interpretive symbolism. comprehend his instruction.

h. kita harus melenyapkannya dari mereka atau memutuskan hubungan mereka dengannya. 2000).” Berita ini telah membuat Nursi berguncang dan bertekad untuk mengabdikan seluruh hidupnya agar mukjizat AlQuran berkibar dan kaum Muslim terikat dengannya. terjadilah sejumlah perubahan: Kekhalifahan ditanggalkan.22 Setelah perang kemerdekaan. Ketika itu Nursi berjanji: “Sungguh aku akan menunjukkan pada dunia bahwa Al-Quran adalah Matahari yang tidak akan redup sinarnya dan tidak mungkin padam cahayanya. Armenia. undang-undang negara yang berdasarkan syariat Islam diganti dengan undang-undang Swiss. h. seluruh para penentang langkah yang ditempuhnya disingkirkan—termasuk para komandan yang berjuang bersamanya—kehidupan ala Barat dipaksakan bahkan diundangkan 21 22 Ibid.” Namun ketika itu Nursi belum fokus melaksanakan tekadnya. . Dengan demikian.15 kemasyarakatan. kita tidak akan pernah mampu menguasai mereka. 4-5. di depan anggota parlemen sambil menggenggam al-Quran berkata: “Selama alQuran ini berada di tangan kaum muslimin.21 Saat itu para koloni Inggris melakukan rekayasa hendak melenyapkan Islam dari tanah Turki. juga setahap demi setahap mereka pun berhasil memperkenalkan dan menerapkan pola hidup Barat yang sangat dikaguminya. Sukran Vahide.. 30-31. Seorang Menteri urusan koloni Inggris. Bediuzzaman Said Nursi (Istanbul: Sozler Nesriyat. Turki dikuasai oleh Italia. Yunani. pucuk pemerintahan Turki berada di tangan Mustafa Kamal dan ketika ia tampil sebagai pemimpin negara. Gladstone. bahkan ibu kota Istanbul sendiri berada di bawah pemerintahan Inggris. Langkah yang ditempuh kaum Ittihadi justru membawa negara Turki berada dalam cengkeraman kekuasaan asing.

2000). lebih konsentrasi dan intensif menuangkan ideidenya untuk membendung paham materialisme yang sedang mewabah pada sebagian besar masyarakat Turki.25 Dari latar belakang seperti itulah. Bosfur. sampai-sampai ia tidak menikah hingga akhir hayatnya. h. Sukran Vahide (Istanbul: Sozler Society. Nursi mengalami transformasi spiritual dengan membaca dua kitab ulama sufi ternama: Futuh al-Ghaib karya Abdul Qadir al-Jilani dan Maktubat karangan Imam Rabbani Ahmad Faruqi.. Dalam uzlahnya inilah Nursi. 303-304. The Flashes Collection.23 Kedua. Nursi merasakan bagaikan menjalankan operasi besar yang sangat menyakitkan dan melukai perasaannya. 418-419. sampai azan pun dikumandangkan dalam bahasa Turki.16 kepada bangsa Turki. Hurup Arab diganti dengan hurup Latin. Sukran Vahide (Istanbul: Sozler society. Said Nursi. Letters. Dalam situasi dan kondisi seperti inilah Nursi tampil untuk menghidupkan keimanan kaum Muslim kembali dengan menulis karyanya: Risalah An-Nur. rasa sakit akibat operasi ruhaniah itu berubah menjelma kesenangan karena ia merasakan kesembuhan spiritual dari berbagai penyakit hatinya. faktor internal atau psikologis. Said Nursi………. Ketika memasuki usia awal empat puluh tahun. trans.24 Demikian pula ia mendapat pencerahan spiritual dari kitab Maktubat yang akhirnya menyebabkan ia uzlah di Shari Yar. dan sejumlah perubahan mendasar lainnya. 2001). 24 23 . penulis Salih. tindakan para penentangnya divonis sebagai tindakan subversi lalu dihukum dengan hukuman yang berat. 25 Said Nursi. Namun setelah beberapa saat kemudian. yang hanya berdialog dengan Al-Quran. h. h. 7. trans. Saat membaca kitab Futuh al-Ghaib. Masyarakat Turki dijejali paham materialisme yang berusaha menyingkirkan Tuhan dari setiap dimensi kehidupan.

Adapun secara rinci tujuan penelitian dapat dirumuskan sebagai berikut: Pertama : Untuk memberi penjelasan mengenai konsep Tuhan dan eksistensi Tuhan baik melalui argumentasi teologis (Al-Quran. Rumusan Masalah Bertolak dari paparan latar belakang di atas. maupun dengan perangkat filosofis berupa bukti-bukti ontologis. yakni meneliti pandangan Nursi mengenai Tuhan. kosmologis dan teleologis dalam perspektif Nursi. Bagaimana pandangan Nursi tentang eksistensi Tuhan? 2. Bagaimana bentuk kritik Nursi terhadap paham materialisme Barat modern? B. Apa saja bukti-bukti yang dijadikan pijakan Nursi dalam menguraikan eksistensi Tuhan? 3. 1. Kedua : Menunjukkan postulat-postulat dan langkah-langkah apa saja yang ditawarkan oleh Nursi dalam menghadapi dan mengcounter argumentasi- . Tujuan dan Kegunaan Penelitian Penelitian ini dimaksudkan sebagai jawaban dari rumusan masalah di atas. bukti-bukti tentang eksistensi Tuhan dan kritik Nursi terhadap paham materialisme Barat Modern.” A.17 tertarik melakukan penelitian terhadap pemikiran Nursi yang diformulasikan dalam sebuah judul: “Eksistensi Tuhan Menurut Said Nursi dan Kritiknya Terhadap Paham Materialisme Barat. Hadis dan pendekatan imani). maka persoalan pokok yang akan diangkat dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: 1.

Sumbangan teoretis yaitu berupa penjelasan yang kongkret berdasarkan realitas alam semesta (makrokosmos dan mikrokosmos) yang dilakuakan Nursi dalam menguraikan eksistensi Tuhan. Globalization. Bringing Faith. Demikian pula artikel-artikel dalam bentuk makalah yang dikompilasikan dari hasil seminar. Menebarkan keyakinan. etika dan Risalah An-Nurnya Said Nursi27. makna dan kedamaian hidup dalam sebuah dunia multikultural melalui pendekatan Risalah An-Nur28.18 argumentasi paham materialisme yang menolak peran Tuhan dalam pentas kehidupan duniawi dan ukhrawi. Globalisasi. 27 Mengenai tema di atas dapat dilihat dalam Sukran Vahide (ed.). Meaning and Peace to Life in a Multicultural World: The Risale-I nur’s Aprroach (Istanbul: Nesil. According to the Risale-I Nur (Istanbul: Sozler Nesriyat. 2004). Ethics and Bediuzzaman Said Nursi’s Risale-I Nur (Istanbul: Sozler Publications. 2002). penelitian ini diharapkan dapat memberikan sumbangan teoretis dan praktis. hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan dalam pengembangan kajian teologis-filosofis mengenai eksistensi Tuhan baik di lingkungan akademisi maupun masyarakat luas. The Qur’anic View of Man.). Sedangkan secara praktis. 2004). 28 Sedangkan perbincangan tema tersebut berada dalam Sukran Vahide (ed. pandangan-pandangan Nursi diteliti oleh para ahli dalam kapasitasnya sebagai seorang sufi dan pemikir yang menyoroti berbagai persoalan kehidupan: perspektif Al-Quran mengenai manusia menurut Risalah An-Nur26. yang di dalamnya mencakup sub-sub tema yang luas. C. Tinjauan Pustaka Sudah banyak para pemikir dan ilmuwan yang menulis tentang pandangan-pandangan Nursi. Lazimnya. Berdasarkan penjelasan di atas.). 26 . Tema ini terkompilasi dalam Sukran Vahide (ed.

29 . Makna Hidup sesudah MatiKebangkitan dan Penghisaban. Kalau pun sudah banyak yang mengenal akhirakhir ini. Bisa dikatakan masih agak jarang tokoh-tokoh intelektual dalam negeri yang mengenal wacana-wacana Nursi. Islam dan Pluralitas Agama: Toleransi Beragama dalam Pandangan Bediuzzaman Said Nursi. 32 Hal ini terutama diuraikan dalam bab pertama ketika membahas makna eksistensi & kehidupan. seperti Ghazali. UIN Sunan Kalijaga. 2003. 1-19. h. mengungkapkan sekilas kritik Nursi terhadap paham materialisme. dalam bentuk skripsi dengan yang membahas metode penafsiran Nursi dalam Risalah An-Nur oleh Laela Rahmawati31. Vol. tetapi masih sedikit yang menulis atau meneliti ide-ide Nursi. 43. 2005. 1. Jurnal Jami’ah. 2002). Yogyakarta. Ali Unal. terj.30. dan Imam Rabbani serta di mana posisi Nursi29.19 Jika pada skala global internasional (luar negeri) pemikiran Nursi sudah tidak asing lagi. Bediuzzaman Said Nursi and The Sufi Tradition. IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. di Indonesia. Di Indonesia. Mane-Yi Harfi: Kajian Tentang Metode Penafsiran Bediuzzaman said Nursi dalam risale-I Nur. Abdul Qadir al-Jilani. 31 Skripsi Laela Rahmawati. Sementara kajian mengenai pemikiran Nursi yang mengkritik paham materialisme memang telah dilakukan pula oleh sebagian pemikir. tidak demikian halnya pada tataran lokal regional. Namun kritik Nursi yang diuraikan Ali Unal hanya satu aspek saja dengan dihubungkan kepada kehidupan sesudah mati atau hari kebangkitan. pengaruh tokoh atau ide-ide tokoh sufi. No. sebut saja Machasin yang mengelaborasi gagasan-gagasan Nursi mengenai wacana sufistik. 2004. Sugeng Hariyanto & Fathor Rasyid (Jakarta: Grafindo Persada. Ali Unal ketika mengelaborasi makna hidup sesudah mati melalui sudut pandang Nursi.32 Machasin. Demikian pula. Penelitian intensif dilakukan oleh Ustadi Hamzah dalam bentuk tesis yang menguraikan konsep-konsep pandangan Nursi mengenai toleransi beragama sehingga membentuk pluralitas agama. 30 Tesis Ustadi hamzah.

171. D. & mempelajari keadaan jiwa setelah perpisahannya dengan badan. Bertrand Russell. h. Pada titik ini. Said Nursi’s Views on Muslim-christian Understanding (Istanbul: Yesnibosna. 79-108. Kerangka Teoretik Perbincangan mengenai Tuhan. Abed al-Jabiri. h.20 Peneliti lain mengenai hal tersebut adalah Thomas Michel. baik Ali Unal maupun Michel. tidak menciptakan alam. 2005). dalam wacana filsafat termasuk dalam lingkaran kategori metafisika atau disebut juga dengan filsafat pertama ( first philosophy). Armstrong melihat Aristoteles jelas menggagas konsep Tuhan. 1993). 33 . Michel tidak menjelaskan kritik-kritik Nursi secara eksplisit terhadap paham materialisme tersebut33. Russell menyatakan bahwa Aristoteles mendiskusikan mengenai Tuhan yang transenden. Menurut Jabiri. pertama kali digulirkan oleh Aristoteles yang dalam Sukran Vahide (ed. h. 1983).). Karen Armstrong. h. Takwin al-Aql al-Arabi (Beirut: Markaz Dirasat al-Wahdah alArabiyah. 74-75.34 Istilah filsafat pertama atau metafisika. tapi Tuhan yang tidak mewahyuhkan dirinya dalam sejarah. Mulyadhi kartanegara. Senada dengan Russell. 35 Masih diperdebatkan apakah metafisika Aristoteles memang menyinggung tentang Tuhan. A History of God (New York: Ballantine Bokks. Michel hanya mengemukakan perbedaan paradigma dunia modern yang bersifat materialistik dengan konsep Al-Quran yang mempunyai orientasi kepada Tuhan menurut Nursi. bagian yang mempelajari asal-usul bendabenda. 180-184. History of Western Philosophy (London: Unwin University Books. cara benda-benda muncul dari entitas-entitas spiritual. & tidak mengadili di Hari Kiamat. sehingga tidak lebih dari tuntutan logika semata. 34 Metafisika menurut Ibn khaldun mencakup pula wujud sebagai wujud. 2005). nampak sekadar asumsi ilmiah untuk menafsirkan prinsip gerak. yang salah satu unsurnya membahas tentang Tuhan35. 27-28. Akan tetapi. Tuhan Aristoteles sebagai penggerak pertama (al-muharrik al-awwal). Kedua peneliti di atas. Integrasi Ilmu Sebuah Rekonstruksi Holistik (Bandung: Arasy. Michel menguraikan pandangan Nursi terhadap peradaban modern yang dibangun di atas nilai-nilai materialistik. hanya saja dengan uraian filosofis yang mampu dicerna nalar dan sepenuhnya rasional. materi umum yang mempengaruhi benda-benda jasmani & spiritual. 1955). h. terlebih lagi belum melakukan eksplanasi pandangan-pandangan Nursi terhadap paham materialisme secara filosofis. penelitian tersebut tetap memiliki signifikansi untuk dilakukan.

1997). Alam ini adalah wujud yang boleh ada dan boleh tidak Filsuf awal Muslim Al-Kindi memberi salah satu judul buku filsafatnya Filsafat Pertama. termasuk oleh para filsuf Muslim dalam menguraikan eksistensi Tuhan. Filsafat Agama (Jakarta: Logos. adanya sifat ketergantungan yang mengharuskan adanya satu Wujud Wajib. 1983). h. Ketiga. 36 . h.21 perkembangan selanjutnya masih dipergunakan. Keempat. Kedua. Majid Fakhry. sehingga pasti ada Yang Maha Cerdas yang mengarahkan benda-benda tersebut.38 Wujud Niscaya adalah wujud yang senantiasa harus ada. adanya Sebab Pertama bagi segala sesuatu yakni Tuhan. Ibn Sina tampil menguraikan eksistensi Tuhan lewat dalil al-jawas atau kontingensi yang membagi wujud ke dalam tiga kategori: Wujud Niscaya (wajib al-wujud). adanya hierarki kesempurnaan di dunia ini yang mengimplikasikan Sumber Kesempurnaan atau Tuhan. sedangkan wujud mustahil adalah yang keberadaannya tidak terbayangkan oleh akal.36 Dalam kalangan filsuf non-Muslim. Menembus Batas Waktu (Bandung: Mizan. dan itulah Tuhan. perbincangan mengenai eksistensi Tuhan sebagai Penggerak Pertama ini dielaborasi oleh Thomas Aquinas dengan menyuguhkan lima argumen.37 Dari dunia Muslim. Apa yang diungkapkan Aquinas tersebut dalam kajian filsafat disebut dengan argumen kosmologi. 70. 34. adanya tujuan pada benda-benda tak bernyawa. Argumentasi kosmologi dari Thomas Aquinas ini digunakan untuk memperkaya analisis dan tidak hanya dari filsuf Muslim semata. 38 Mulyadhi Kartanegara. adanya Penggerak Pertama yang tidak digerakkan yaitu Tuhan. 37 Amsal Bahtiar. 179-182. Wujud mungkin adalah wujud yang boleh saja ada atau tidak. 2005). wujud mungkin (Mumkin al-wujud) dan wujud mustahil (mumtani’ al-wujud). A History of Islamic Philosophy (New York: Columbia university Press. yang disebut Tuhan. Kelima. h. Pertama. dan tidak boleh tidak ada. yang menguraikan penegetahuan tentang Realitas Pertama yang menjadi Sebab bagi setiap realitas.

dan tidak bisa mengada dengan sendirinya. A Brief Introduction to Islamic Philosophy (Cambridge: Polity Press. maka ia dapat juga disebut wujud mustahil. berarti sifat dasar alam adalah potensial. Terma “mungkin” menurut Ibn Sina adalah potensial.39 Allah merupakan Wujud Niscaya (Necessary Being) sebagai Penyebab pertama (first cause) dan sumber utama eksistensi. Selain itu. kebalikan dari aktual. terj.. yang telah mengubahnya dari potensial menjadi aktual. seperti adanya Ibid. penciptaan alam yang menakjubkan. 34-36. Karena alam merupakan wujud yang boleh ada. maka alam bukan Wujud Niscaya. karena alam juga boleh tidak ada. ia tidak mungkin ada tanpa adanya sesuatu yang telah aktual. nyatanya alam ada. Akan tetapi. Dengan mengatakan bahwa alam ini mungkin pada dirinya.40 Pandangan Ibnu Sina mengenai argumen kemungkinan ini sering disebut dengan dalil ontologi. 1999). h.41 Demikian pula Ibn Rusyd yang menggagas dalil inayah (rancangan). membuktikan bahwa Tuhan itu ada. 90. 43. 1988). Sesuatu yang aktual yang telah mengubah alam potensial menjadi aktualitas. h. karena pendekatannya menggunakan filsafat wujud. Berbeda dengan dua argumen di atas yang berdasarkan pemikiran logisspekulatif. maka ia dipastikan sebagai wujud yang mungkin. Oliver Leaman. Ibnu Rusyd dengan pemikiran rasional-religiusnya berpendapat bahwa perlengkapan yang ada di alam ini diciptakan untuk kepentingan manusia. hal in merupakan bukti adanya Tuhan yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. 40 39 . boleh ada. Bagi Ibnu Rusyd. h. Karena alam itu potensial. Namun. Ahmad Daudy (Jakarta: Bulan Bintang. 41 Yusuf Musa. Melalui “rahmat” yang ada di alam ini. Al-Quran dan Filsafat. itulah Tuhan yang Wujud Niscaya.22 ada.

Rumi mengilustrasikan Tuhan sebagai samudera tanpa batas yang airnya berupa api. membuktikan eksisitensi Tuhan dengan akal bagaimana pun piawainya tidaklah memadai.A. Lalu bagaimana mungkin nalar yang berkaki kayu dapat melintasi samudera tersebut?45 Atau dalam metafora lain Rumi pernah bertanya secara ironis. 44 Jalaluddin Rumi sengaja dipilih di sini karena metode intuitif Rumi tidak melalui maqamat-maqamat yang diwacanakan oleh tokoh-tokoh sufi lain secara eksplisit. terj.. 45 Annemarie Schimmel. 106. seperti Ghazali dan Al-Qusyairi. yang dapat diterima oleh semua kalangan manusia. h 43. metode intuitif Rumi dijadikan kerangka teoretik untuk memotret salah satu argumentasi Nursi mengenai eksistensi Tuhan. Penciptaan ini secara rasional bukanlah suatu kebetulan.. tetapi harus dirancang oleh agen yang dengan sengaja dan bijaksana melakukannya dengan tujuan tertentu. baik sarjana maupun umum.. Hal yang sama juga dilakukan oleh Nursi. konsep Tuhan menurut Ibnu Rusyd sering disebut argumen teleologis.44 Menurut Rumi. Musa. Menembus……. persepsi indriawi. di mana ia mengelaborasi eksistensi Tuhan secara intuitif dengan penjelasan yang penuh ilustrasi filosofis. Rumi hanya menjelaskan metode intuitifnya dengan global melalui uraian-uraian alegori filosofis bagaimana sesungguhnya perjalanan untuk menyingkap rahasia Wajah Sang Kekasih tanpa melalui detail-detail tahapan sufistik. dan pengenalan intelektual.43 Apakah ketiga bukti tentang eksistensi Tuhan secara rasional tersebut telah mencukupi? Para ilmuwan Muslim umumnya menjawab. h. Bagi Ibnu Rusyd. merupakan bukti lain adanya Tuhan melalui konsep penciptaan keserasian. cari yang Kartanegara. 36-37. Saini K. 43 42 .A. Mereka melengkapinya dengan metode intuitif. Salah seorang tokoh yang mengulas metode intuitif adalah Jalalluddin Rumi. 2005).23 kehidupan organik.R? Tidak. penciptaan melalui rahmat dan keserasian ini merupakan bukti adanya Tuhan. Al-Quran……. M (Bandung: Mizan.W.42 Karena berdasarkan perspektif adanya keserasian penciptaan.. melalui hati atau pendekatan imani. Menyingkap Yang Tersembunyi. belum. Dengan alasan inilah. h. “Dapatkah Anda menyunting sekuntum mawar dari M. Anda baru menyebut nama.

dalam istilah Rumi disebut dil.49 Paham ini berprinsip bahwa di dunia tidak ada selain materi..47 Untuk menghadirkan Tuhan dalam kalbu tersebut. Menyibak Tirai Kejahilan (Bandung: Mizan. Annemarie Schimmel. Materialisme merupakan salah satu paham yang menafikan Tuhan dalam fenomena kehidupan. di dunia Barat secara perlahan diskusi mengenai Tuhan semakin tersingkirkan. Materialisme adalah aliran filsafat yang memandang materi sebagai pokok segalanya. terj. Pengantar Filsafat. Democritus berpendapat bahwa alam terdiri dari Mulyadhi Kartanegara. 110. h. 2002). Dengan cara seperti itulah. Ide materialisme dapat dirunut kepada seorang filsuf alam Yunani klasik yaitu Democritus (460-370 SM). h. terj. 136-137. sebagai rumah atau singgasana Tuhan di mana Ia mendudukkan Dirinya Sendiri. 27. 48 Schimmel. Soejono Soemargono (Yogyakarta: Tiara Wacana. 47 46 . Kattsoff. Karena dalam berbagai karyanya Nursi menguraikan dalil-dalil eksistensi Tuhan dengan menggunakan keempat model argumentasi tersebut. Dunia Rumi. 2004).”46 Hati. atau bahwa nature (alam) dan dunia fisik adalah satu. noda yang datang dari kehadiran manusia di dunia harus dibersihkan dengan ingatan yang terus menerus kepada Sang Kekasih. Pemikiran eksistensi Tuhan yang digulirkan Nursi pada dasarnya muncul sebagai respon terhadap pandangan paham materialisme yang berasal dari Barat. 2003).24 empunya nama. 212.48 Keempat tipologi pandangan tentang eksistensi Tuhan inilah yang akan penulis jadikan kerangka teoretik untuk menganalisis pemikiran Nursi mengenai Tuhan. h. hati harus dihaluskan. Menyingkap……. merupakan masjid dan Ka’bah. Saut Pasaribu (Yogyakarta: Pustaka Sufi. Bila wacana tentang Tuhan dalam kajian para filsuf Muslim tetap terjaga utuh. 49 Louis O. h. hati menjadi cermin bening yang memantulkan bayangan kecantikan sang Kekasih tanpa cacat sedikit pun. yang benar-benar nyata.

h. 52 F. Rahmani Astuti (Bandung: mizan.25 dua unsur fundamental: atom dan ruang hampa. 54 Titus. dst. Kalau ada substansi yang tak berubah-ubah. Filsafat Modern (Jakarta: Gramedia.52 Pijakan pada fakta-fakta objektif alam. Persoalan-Persolan……. Dunia Sophie.. Yang menjadi objek filsafat adalah yang dapat dialami oleh tubuh.. Rangkaian sebab musabab ini hanya dapat dijelaskan dengan prinsip-prinsip sains alam semata-mata. roh. 296-297. berujung pula pada paham positivisme yang dicetuskan oleh Auguste Comte pada awal abad 19. h. 67.). Ia menegaskan bahwa filsafat tidak berurusan dengan ajaran-ajaran teologis. Karena ia tidak mempercayai apapun kecuali benda-benda material. semua perubahan di dunia. 51 50 . h. dan tidak perlu memakai ide seperti “maksud” (purpose). yaitu Allah. terj. 53 Ibid. positivisme merupakan ahli waris empirisme yang sudah diradikalkan.51 Hobbes juga dipandang sebagai perintis empirisme modern yang mengembalikan pengetahuan pada pengalaman dan berusaha membebaskan diri dari bentuk-bentuk spekulasi spiritual dalam metafisika tradisional. Harold H. Terdapat suatu rangkaian sebab musabab yang sempurna dan tertutup. ia disebut seorang filsuf materialis50pertama yang ide-idenya dilanjutkan oleh Epicurus dan Lucretius. dan juga substansi yang tak bisa diraba (malaikat. 1997). Persoalan-Persoalan Filsafat. semuanya bersifat kepastian semata-mata. 296. 205. 2004).53 Bagi seorang pengikut aliran materialisme mekanik. Titus at. h. Doktrin materialisme menemukan momentumnya pada awal abad modern di tangan Thomas Hobbes dengan menyajikan materialisme yang mekanik seluruhnya. terj. h. Budi Hardiman. 60-63. baik perubahan yang menyangkut atom atau perubahan yang menyangkut manusia.54 Jostein Gaarder. Al. Rasjidi (Jakarta: bulan Bintang. harus disingkirkan dari refleksi filosofis. Karena itu. 1984).

atau Allah). (Jakarta: Prenada Media. Nursi tampil mengusung konsep-konsep tauhid.144. Pemikiran Karl Marz (Jakarta: Gramedia. 56 55 . 135-158. Dalam hal ini. Sebab ada juga materialisme historis yang diusung oleh filsuf terkenal dari Prussia. Dengan alasan ini.56 Materialisme historis mengasumsikan bahwa kebutuhan-kebutuhan material manusia menentukan Juhaya S. Nursi mengcounter paham materialisme tersebut hanya dengan menggunakan argumentasi kosmologis dan teleologis yang diformulasikan oleh para ilmuwan di atas. doktrin tersebut dijelaskan sebagai energisme yang mengembalikan segala sesuatu kepada bentuk energi. Praja. 2001).55 Dalam hubungannya dengan dunia Islam. yang melihat semua fenomena alam secara saintifik dan menafikan Tuhan. hanya dua kategori pandangan filsuf non-Muslim dan Muslim tentang eksistensi Tuhan yang akan dimanfaatkan untuk menganalisis kritik Nursi terhadap materialisme. baik makrokosmos maupun mikrokosmos melalui argumen teologis dan filosofis yang dikemas dengan bahasa metafora filosofis yang sederhana. paham materialisme inilah yang dibawa masuk bangsa Eropa (Inggris) ke tengah-tengah bangsa Turki pada akhir abad 19 hingga pertengahan abad 20. h. yaitu Karl Marx. tentang keesaan Tuhan yang mendasari setiap fenomena semesta. Aliran-Aliran Filsafat & Etika. atau sebagai suatu bentuk dari positivisme yang memberi tekanan untuk sains dan mengingkari hal-hal seperti ultimate nature of reality (realitas yang paling tinggi. Ironinya. Dalam kondisi yang memprihatinkan tersebut. Di sini perlu pula diberi batasan bahwa paham materialisme yang dibahas adalah materialisme mekanik. Jerman. h.26 Pada akhir-akhir ini. banyak masyarakat awam yang terpikat dengan doktrin-doktrin materialisme tersebut. 2003). Secara cukup detil pemikiran Marx terdapat dalam Franz Magnis-Suseno.

45. Kaum Marxis. Jenis Penelitian Secara tipologis. 1980). Pendekatan Studi Islam Dalam Teori dan Praktek (Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Metode Penelitian 1. h. ada dua sumber yang digunakan dalam memperoleh data. bahkan spiritual ditentukan oleh variabel material. penelitian ini dengan melihat unsur-unsur penelitian yang digunakan. 59 Atho Mudzhar. 37. 1989). h. 57 . apabila dilihat pula dari subject matternya. Imam Muttaqien (Yogyakarta: Pustaka Pelajar. yaitu sumber primer yang memberikan data langsung dari sumber pertama. yakni semacam model penelitian yang memilki konsen terhadap pemikiran-pemikiran. Harun Hadiwijono. (Jakarta:LP3ES. Wright Mills. Akan tetapi. Metode Penelitian survey. h. 1992). yakni berupa bahan-bahan tekstual seperti. 35-36. berupa karya-karya Nursi. penelitian ini termasuk tipologi penelitian budaya. Sasaran penelitian ini diarahkan pada pemikiran Nursi dalam hal eksistensi Tuhan yang tertuang dalam karyanya Risalah An-Nur. h.59 2.58 Di sini. Sari Sejarah Filsafat Barat (Yogyakarta: Kanisius. maka penelitian ini mengikuti jenis telaah kepustakaan (library research).majalah. dan lainnya. Metode Pengumpulan Data Secara garis besar. tetapi eksistensi material yang menentukan kesadaran mereka. buku. 2003). jurnal. karena karya tersebut telah dikodifikasi ke dalam bentuk beragam buku C. Singkatnya.57 Bukan materialisme jenis ini yang menjadi fokus kritik Nursi dalam tesis tersebut melainkan materialisme mekanik seperti teruraikan di atas. politik. 58 Masni Singarimbun. 121. nilai-nilai dan ide-ide budaya sebagai produk berpikir manusia. bukan kesadaran masyarakat yang menentukan eksistensi mereka. Proses perubahan sosial.27 bentuk masyarakat dan perkembangannya. F.

the thirty-second word dan the thirty-third word. Menemukan Tuhan dalam Sains Kontemporer dan Agama. Juru Bicara Tuhan. yang menguraikan makna filosofis kalimah tauhid laa ilaaha illa Allah dengan kerangka falsafati. Buku-buku tersebut. seperti Titik Balik Peradaban. Membaca Pikiran Tuhan. Science and Religion. Terakhir buku Sinar Yang Mengungkap Sang Cahaya. seperti The Words. God and The New Physics. Sedangkan sumber sekunder. Juga Letters 1928-1932. khususnya the twentieth letter. Metode Pengolahan Data . 3. Perjumpaan Sains dan Agama. yang menguraikan sebuah postulat teologis melalui pendekatan filosofis.28 yang sesuai dengan tema-temanya. terutama the twenty-second word. maka penelitian ini hanya memfokuskan pada sebagian buku Nursi yang secara spesifik memperbincangkan eksistensi Tuhan melalui argumentasi-argumentasi teologis dan filosofis. dan buku-buku lain. kemudian The Flashes Collection. khususnya the twentythird flash yang membahas secara tipikal alasan-alasan Nursi dalam mengcounter paham naturalisme. yakni karya-karya atau tulisan-tulisan para pemikir lain yang membahas pandangan-pandangan Nursi dan sumber-sumber lain yang membicarakan tentang eksistensi Tuhan dan kritik terhadap paham materialisme yang relevan dengan persoalan yang dibahas untuk memperkaya dan mempertajam analisis. terutama sekali risalah pertama dan risalah keempat. Demikian pula buku-buku yang membicarakan doktrin-doktrin materialisme tentang alam semesta atau filsafat sains.

29 Sifat penelitian yang dilakukan adalah penelitian tekstual yang bertumpu pada pemahaman teks yang ada hubungannya dengan persoalan yang diteliti. Bahan-bahan tekstual tersebut kemudian dipaparkan dengan menggunakan metode deskriptif-analisis. Jika metode deskriptif berusaha melukiskan dan menjelaskan doktrin-doktrin materialisme mengenai alam semesta serta argumentasi-argumentasi Nursi dalam Risalah An-Nur secara sistematis dan objektif,60 maka metode analisis berupaya melakukan telaah atau penganalisisan terhadap kedua pemikiran tersebut dengan pendekatan filosofis secara mendalam.61 Selain itu, dengan metode deskriptif-analisis penulis juga melibatkan evaluasi kritis untuk menelaah sejauh mana keunggulan dan kelemahan pandangan Nursi.62 Disamping itu pula, penelitian ini menggunakan pendekatan kritis-filosofis atau disebut juga dengan Filsafat Fundamental (Fundamental Philosophy, atau alFalsafah al-Ula)63. Pendekatan kritis-filosofis digunakan karena bertujuan mengungkap struktur fundamental dari sebuah pemikiran filsafat. Pendekatan
60

Kaelan, Metode Penelitian Kualitatif bidang Filsafat (Yogyakarta: Paradigma, 2005),

h. 58-59. Hadari Nawawi & Mimi Martiwi, Penelitian Terapan (Yogyakarta: UGM Press, 1996), h. 73-74; Jenis penelitian analitik ini, lebih fungsional dalam pengembangan pengetahuan dan lebih efektif sebagai sarana edukatif bagi penelitian akademik. Lihat Jujun S. Suriasumantri, “Penelitian Ilmiah, Kefilsafatan dan Keagamaan: Mencari Paradigma Kebersamaan”, Tradisi Baru Penelitian Agama Islam, Deden Ridwan (ed.), (Bandung: Nuansa, 2001), h. 83. 62 Menurut Kaelan, dalam metode deskriptif lazimnya dikembangkan pula ke arah evaluasi kritis. Kaelan, Metode Penelitian…….., h. 59;Anton Baker &A Charris Zubair, Metodologi Penelitian Filsafat (Yogyakarta: Kanisius, 1990), h. 62. Bandingkan juga dengan pandangan Nasution yang mengungkapkan bahwa dalam penelitian dimungkinkan melakukan kombinasi antara berbagai metode penelitian. Nasution, Metode Research (Jakarta: Bumi Aksara, 2003), h. 20. 63 Amin Abdullah, “Relevansi Studi Agama-Agama Dalam Milenium Ketiga: Mempertimbangkan Kembali Metodologi dan Filsafat Keilmuan Agama dalam Upaya Memecahkan Persoalan Keagamaan Kontemporer” dalam Ulumul Qur’an: Jurnal Kebudayaan dan Peradaban, No 5 VII/ 1997, h. 62-67. Dimuat pula dengan judul “Relevansi Studi AgamaAgama dalam Milenium Ketiga” dalam Amin Abdullah dkk., Mencari Islam: Studi Islam dengan Berbagai Pendekatan (Yogyakarta: Tiara Wacana, 2000), h 1-25.
61

30 kritis-filosofis lebih bersifat keilmuan, terbuka, dan dinamis, yang berbeda dengan aliran-aliran filsafat yang ideologis, tertutup, dan statis. Pendekatan kritis-filosofis bercorak inklusif serta tidak tersekat-sekat dan tidak terkotak-kotak oleh sebuah tradisi. Pendekatan ini memiliki tiga karakter utama. Pertama, kajian filsafat selalu terarah pada perumusan ide-ide dasar (fundamental ideas) terhadap objek persoalan yang sedang dikaji. Kedua, perumusan ide-ide dasar itu dapat menciptakan berpikir kritis (critical thought). Ketiga, kajian filsafat dengan demikian dapat membentuk mentalitas dan kepribadian yang mengutamakan kebebasan intelektual (intellectual freedom), sehingga terbebas dari dogmatisme dan fanatisme.64 G. Sistematika Pembahasan Penelitian ini terdiri atas lima bab yang disusun secara sistematis dan merupakan satu kesatuan yang tidak terpisahkan. Bab I akan diuraikan tentang pendahuluan yang meliputi: latar belakang masalah, rumusan masalah, tujuan penelitian, telaah pustaka, landasan teori, metode penelitian, serta sistematika pembahasan. Bab II akan dikemukakan terlebih dulu sekilas setting politik Turki pada persimpangan akhir abad 19 dan menjelang awal abad 20. Kemudian akan menyajikan sketsa latar belakang kehidupan Nursi yang mencakup tiga fase. Fase pertama, di mana Nursi masih aktif dalam gelanggang perpolitikan Turki. Fase kedua, menggambarkan bagaimana Nursi memisahkan diri dari dunia politik praktis dan beruzlah untuk menulis Risalah an-Nur secara utuh dalam rangka
64

Ibid., h. 59-60.

31 mengcounter materialisme. Sedangkan fase ketiga, mengilustrasikan masa akhir kehidupan Nursi di mana dirinya sudah mempengaruhi sebagian besar masyarakat Turki melalui karyanya. Bab III akan memaparkan konsep-konsep eksistensi Tuhan dalam wacana filsafat secara global. Kemudian membahas konsep tentang Tuhan menurut pandangan Nursi dan menguraikan perspektif Nursi mengenai pembuktian eksistensi Tuhan melalui bingkai argumentasi kosmologis, ontologis, teleologis, dan intuitif. Bab IV akan mengelaborasi doktrin-doktrin materialisme tentang ketiadaan Tuhan di alam semesta yang meliputi alam semesta tercipta oleh sebab (kausalitas), segala sesuatu terbentuk dengan sendirinya (materi), dan segala sesuatu merupakan tuntutan alam (alamiah). Selanjutnya baru membahas kritik Nursi terhadap pandangan materialisme ini melalui dalil kosmologis dan teleologis. Dalam bab ini dilakukan pula analisa mengenai keunggulan dan kelemahan pandangan Nursi. Bab V merupakan bab terakhir yang akan menyajikan kesimpulan berupa jawaban berdasarkan uraian dan temuan yang telah dipaparkan sebelumnya, serta saran untuk pengembangan penelitian lebih lanjut.

BAB II MENGENAL KEHIDUPAN BEDIUZZAMAN SAID NURSI A. Sekilas Situasi Politik Turki

h. merupakan masa-masa akhir dari usia Daulat Turki Usmani. Said Nursi Pemikir & Sufi Besar Abad 20. juga dengan peringatan yang didengung-dengungkan kepada bangsa-bangsa Islam agar persatuan dan kesatuan di antara mereka harus lebih digalakkan dalam menghadapi bahaya Eropa yang arogan. Nabilah Lubis (Jakarta: RajaGrafindo Persada. Sebab. Kemudian kelemahan ini dimanfaatkan dalam waktu yang sangat tepat. 2003).65 Jika ditengok kilas balik awal tahun pemerintahan Sultan Abdul Hamid II. era saat Said Nursi dilahirkan. 3-4. dan Rumania lepas dari Kekuasaan Ihsan Kasim Salih. Masa di mana para musuh secara intensif mencabik-cabik bangsa dan negara Turki untuk mempercepat kehancurannya. Masa di mana dendam kesumat dari pihak-pihak yang tidak menghendaki Islam mewarnai—apalagi menjadi landasan negara dan pemerintahan dinyatakan secara terang-terangan. Tapi ketika semua ini disampaikan semuanya sudah terlambat. sehingga dengan mudah pihak musuh pun berhasil menggoyang dan mencabut akar pemerintahan Dinasti Turki Usmani. maka buah yang diharapkan pun tidak berhasil dipetik. 65 . yakni: Dengan kepiawaiannya dalam percaturan politik. maka pada tahun 1878 Serbia. dan dengan membangkitkan kesadaran Dunia Islam. dengan memanfaatkan dana moneter internasional. Montenegro. terj. Masa di mana Sultan Abdul Hamid selama tiga puluh tahun berupaya dengan segala daya untuk memelihara integritas negara yang sangat luas. namun tidak membuahkan hasil.32 Pemerintahan Sultan Hamid II (1876-1909 M). saat itu bahaya asing sudah mengetahui dan menguasai titik-titik lemah dalam negara.

33 Turki Usmani, sementara Bulgaria menjadi semi independen. Di perbatasan Caucasia, Turki kehilangan Qars dan Batum; Inggris mencaplok Cyprus dan Mesir (1882). Perang Turki-Yunani pada tahun 1897 memperluas wilayah

Yunani ke utara, dan Crete memperoleh otonomi pada tahun 1898. setelah makzulnya Sultan Abdul Hamid, pada tahun 1909 Bulgaria merdeka dan Bosnia dan Hergezovina dicaplok oleh Austria. Kemudian, Tripoli jatuh ke tangan Italia pada tahun 1912.66 Antara tahun 1878 hingga 1914 itu juga, sebagian besar wilayah Balkan menjadi merdeka67 dan Rusia, Inggris, serta Austria-Hungary merebut sejumlah wilayah Turki Usmani.68 Dalam situasi politik yang kacau dan lemahnya kekuasaan Sultan Abdul Hamid, Jam’iyyah al-ittihad wa at-tafraqi (Organisasi Persatuan dan Kemajuan) yang didukung oleh pihak-pihak musuh dari luar, mengambil alih kekuasaan negara. Kemudian kaum Ittihadi menobatkan Sultan Muhammad Rasyad yang berfungsi hanya sebagai boneka, sehingga tidak lebih dan tidak kurang ia hanya sebagai lambang semata. Sebab, selama masa pemerintahannya, mereka dengan leluasa berhasil mewujudkan politik negara baru yang dicita-citakannya. Demikian juga, mereka pun berhasil menduduki posisi penanggungjawab dan penentu arah pemerintahan, bahkan
66 67

berhasil

menancapkan

pengaruhnya

dalam

kehidupan

sosial

Syafiq A. Mughni, Sejarah Kebudayaan Islam di Turki (Jakarta: Logos, 1997), h. 67. Seperti diketahui, pada masa Sultan Sulaiman Al-Qanuni (1520-1566 M), yang merupakan Sultan Usmani terbesar, kesultanan Turki Usmani mampu menguasai Irak, Belgrado, Pulau Rhodes, Tunis, Budapest, Yaman, Armenia, Suria, Hejaz, Mesir, Libia, Aljazair di Afrika, dan Bulgaria, Yunani, Yugoslavia, Albania, Hongaria, dan Rumania di Eropa. Untuk penjelasan lebih lanjut dapat dilihat dalam Harun Nasution, Islam Ditinjau dari Berbagai Aspeknya (Jakarta: UI Press, 1985), h. 84. 68 Ira M. Lapidus, Sejarah Sosial Ummat Islam, terj. Ghufron A. Mas’adi (Jakarta: RajaGrafindo Persada, 1999), h. 66.

34 kemasyarakatan. Setahap demi setahap mereka pun berhasil memperkenalkan dan menerapkan pola hidup Barat yang sangat dikaguminya.69 Titik kulminasi tumbangnya kesultanan Turki Usmani adalah saat diproklamirkan Republik Turki pada tanggal 29 oktober 1923 dengan menobatkan Mustafa Kemal sebagai presiden pertama seumur hidup dan Ismet Inonu sebagai perdana menteri pertamanya.70 Mustafa Kemal merenggangkan keterikatan masyarakat umum terhadap Islam dan mengarahkan mereka kepada pola kehidupan Barat. Kesultanan Usmani dihapuskan pada tahun 1923, sedang khilafah dihapuskan pada tahun 1924.71 Mustafa Kemal bukan hanya menjalankan sekularisasi dan sekularisme dalam arti menghilangkan kekuasaan agama dari bidang politik dan pemerintahan,72 melainkan juga bercorak sangat radikal. Mustafa Kemal mengganti undang-undang negara yang berdasarkan syariat Islam dengan undang-undang Swiss; seluruh penentang langkah yang ditempuhnya disingkirkan—termasuk para komandan yang berjuang bersamanya —kehidupan model Barat dipaksakan bahkan diundangkan kepada bangsa Turki; tindakan para penentangnya divonis sebagai subversi lalu dihukum dengan hukuman yang berat; hurup Arab diganti dengan hurup Latin, sampai azan pun dikumandangkan dalam bahasa Turki, dan sejumlah perubahan mendasar lainnya. Dalam situasi dan kondisi bangsa yang sangat gawat seperti ini dan saat bangsa dan negara dihadapkan pada perubahan di bidang sosial kemasyarakatan yang terjadi secara dipaksakan, tampillah Said Nursi dengan mempersiapkan
Salih, Said Nursi……, h. 4. Erik J. Zurcher, Sejarah Modern Turki, terj. Karsidi Diningrat R. (Jakarta: Gramedia, 2003), h. 215. 71 Lapidus, Sejarah Sosial…., h. 89-91. 72 Harun Nasution, Pembaharuan dalam Islam (Jakarta: Bulan Bintang, 1996), h. 153.
70 69

35 risalah-risalah yang didasarkan oleh diri dan hidupnya. Seluruh waktunya, jauh dari dunia politik dengan segala intriknya. Kali ini Nursi tampil hanya untuk menyusun Risalah An-Nur dan menyebarkan ke seluruh lapisan masyarakat dalam situasi yang teramat sulit agar mereka tetap sebagai masyarakat Islam yang beriman dan dinamis.73 B. Sketsa Biografi Said Nursi 1. The Old Said (1876-1926 M) Di sebuah kampung yang di kelilingi gunung-gunung yang menjulang tinggi dengan salju abadi yang selalu menutupi puncak-puncaknya, di sebuah desa yang berpayung langit biru dengan udara yang terkenal bersih dan terbebas dari polusi, di sanalah seorang bayi yang diberi nama Said Nursi lahir. Nursi lahir saat menjelang fajar terbit pada tahun 1876 M, di sebuah desa bernama Nursi, salah sebuah perkampungan Qadha (Khaizan) di wilayah Bitlis yang terletak di sebelah timur Anatoli. Ayahnya bernama Mirza, seorang sufi yang sangat wara’ dan diteladani sebagai seorang yang tidak pernah memakan barang haram dan hanya memberi makan anak-anaknya hanya dengan yang halal saja. Dikisahkan, bahwa setiap ternaknya kembali dari penggembalaan, mulut-mulut ternak dibuka lebar-lebar khawatir ada makanan dari tanaman kebun milik orang yang dimakan. Ibunya (Nuriah) pernah berkata, bahwa dirinya hanya menyusui anak-anaknya dalam keadaan suci dan berwudhu.74

73 74

Salih, Said Nursi….., h. 7. Ibid. h. 8.

Said Nursi.36 Nursi mulai menimba ilmu dari bilik ayahnya sendiri. Nursi dengan mantap mampu menjawab setiap soal yang diajukan.. Kemudian Syaikh Fathullah Afandi mulai menyebutkan nama kitab-kitab kepadanya dan oleh Nursi dijawab bahwa semua kitab tersebut telah selesai dibaca. yang ditempuhnya hanya dalam waktu tiga bulan. terj.76 Pada tahun 1989 M. h. Fathullah Afandi. Nursi berguru pula kepada seorang ulama terkenal. ia berhasil membaca seluruh buku yang pada umumnya dipelajari di sekolah-sekolah agama hingga tepat tiga bulan ia menggondol ijazah dari Syaikh Muhammad Jalali. Sebagaimana lazimnya pelajar Muslim. Fakta ini membuat Syaikh Afandi memujinya sebagai perpaduan antara otak jenius dan daya hafal yang luar biasa. Muhammad Mishbah (Jakarta: Robbani Press. Iman Kunci Kesempurnaan. dengan ketekunan luar biasa Nursi masuk di sekolah Bayazid. 2004). h. Syaikh Afandi mengujinya seputar kitab-kitab yang telah dibaca Nursi. yang bertanya kepadanya: Engkau katanya telah selesai membaca as-Suyuthi pada tahun yang silam. tapi apakah engkau telah selesai membaca kitab al-Jami’ pada tahun ini? Oleh Nursi dijawab: Ya. Mirza dan kepada saudara lelakinya. 77. 10-11. 75 . ia mulai mengkaji bidang nahwu dan sharf. Pada waktu menjalani ujian.75 Pada tahun 1888. Ia juga menghafal kitab Jam’ul Jawami’ (kitab tentang ushul fiqih) karya Ibn as-Subki dalam waktu satu minggu. Abdullah. Selama itu. Said Nursi………. saya telah selesai membacanya secara keseluruhan. 76 Salih.

terj. kimia. Nursi membawa sesuatu yang mencengangkan akal pikiran. Bukan hanya kitab-kitab yang dihafal Nursi. karya al-Fairuz Abadi. 12. Bintang atau Keindahan Zaman.78 Dalam waktu yang sama Nursi mendengar berita tentang menteri urusan koloni Inggris. sampai pada hurup Sin. fisika. Nursi kemudian pergi ke kota Bitlis untuk menelaah sejumlah besar buku ilmiah dan menghafal sebagian darinya. Lebih dari delapan puluh kitab induk tentang ilmu-ilmu keislaman berhasil dihafal. dan lain-lain. Berkat potensinya yang mampu menyerap berbagai disiplin ilmu dan otaknya yang sangat jenius. Gladstone. Said Nursi. Mengokohkan aqidah Menggairahkan Ibadah. dan lainnya kepada para ilmuwan. sejarah.77 Tidak lama kemudian popularitas pemuda jenius ini (Said Nursi) tersebar luas. seperti geografi. 2004). Peristiwa inilah yang mengantarkan dirinya menyandang gelar Badiuzzaman. Ibid. dan titel itu tetap disematkan pada namanya hingga kini. 13-14. dalam satu riwayat disebutkan bahwa ia pernah berdiskusi dengan seorang ilmuwan pengajar kimia dan Nursi hanya perlu waktu lima hari untuk menguasai ilmu tersebut. di depan anggota parlemen dengan menggenggam Al-Quran telah berkata: “Selama Al-Quran ini berada di tangan kaum muslimin. 152. Dalam waktu relatif singkat sekali Nursi mampu menguasai matematika. Nursi pergi menuju kota Wan untuk mempelajari berbagai disiplin ilmu modern. ilmu falak. Pada tahun 1894. h. Ketika kembali berdiskusi dengan limuwan tersebut. filsafat.. geografi. ia pun menghafal kamus alQamus al-Muhith. Ibid. h. 78 77 . kimia.37 serta menulis pada sampul kitab tersebut: Sungguh seluruh kitab Jam’ul Jawami’ telah mampu dihafal hanya dalam satu minggu. Ibtidain Hamzah khan (Jakarta: Robbani Press. kita pun tidak akan pernah mampu menguasai mereka. Dengan demikian bagi kita tidak akan ada jalan lain kecuali melenyapkannya atau memutuskan hubungan kaum muslimin dengannya”. geologi. h. popularitas Nursi segera tersebar luas dan digelari Badiuzzaman (Bintang Zaman).

Ibid. Nursi mengusulkan penggabungan studi ilmu agama dan ilmu pengetahuan modern agar terjadi keselarasan wawasan. the truth becomes manifest through of the combining of the two. kebenaran akan termanifestasi melalui kombinasi antara keduanya. dan sebagainya. When they are seperated it gives rise to bigotry in the one. 30-31. h. and wiles and scepticism in the other”. 2000). Ketekunan para pelajar akan mengantarkan mereka mampu terbang tinggi dengan kedua sayapnya. Namun usulan brilian tersebut ditolak karena orang-orang dekat Sultan justru memfitnahnya. 79 80 Sukran Vahide. Ketika itu ia berkata: “Aku sungguh akan menunjukkan kepada dunia bahwa Al-Quran adalah matahari maknawi (hakiki) yang tidak akan redup sinarnya dan tidak mungkin padam cahayanya”. Nursi menyuarakan penggabungan kedua ilmu tersebut dengan frase yang singkat dan padat namun cukup indah: “The religious sciences are the light of the conscience and the modern sciences are the light of the reason. . Di ibu kota Istanbul ia menyampaikan usulan kepada Sultan Abdul Hamid agar di timur Anatoli didirikan sekolah-sekolah yang mempelajari matematika. Nursi mengunjungi ibu kota Istanbul. Tetapi saat itu Nursi belum mampu untuk fokus dan mewujudkan cita-citanya. fisika. h.38 Berita ini telah membuat Nursi berguncang dan bertekad untuk mengabdikan seluruh hidupnya agar mukjizat Al-Quran berkibar dan kaum muslimin terikat dengannya.80( Pengetahuan agama merupakan cahaya bagi hati nurani dan pengetahuan modern adalah penerang bagi akal. The students’ endeavour will take flight on these two wings. Namun ketika keduanya dipisahkan.79 Pada tahun 1907 M. di samping sekolah-sekolah agama. 44. akan menimbulkan kefanatikan di satu sisi. kimia. Bediuzzaman Said Nursi (Istanbul: Sozler Nesriyat. dan ketertipuan serta sikap skeptis di sisi lain).

Selama di sana ia berkesempatan untuk menyampaikan khutbah dengan bahasa Arab di Masjid Raya Umawi Damaskus.82 dalam bahasa Arab..39 Pada musim dingin tahun 1911 M. 4657.J. Dalam masa perang ini ia berhasil menyusun tafsirnya yang sangat berharga. yang berisi enam penyakit yang melanda umat Islam dan pengobatannya. Isyarat al-Ijaz fi Mazhan al-Ijaz. Said Nursi’s Views on Muslim-Christian Understanding (Istanbul: Yenibosna. yang kebetulan saudara perempuannya tinggal di sana. 2004). Sukran Vahide (Istanbul: Sozler Publications. bersama para muridnya dengan segala daya yang dimiliki turut serta menghadapi pasukan tentara Rusia. h. Said Nursi. Signs of Miraculousness. dengan Rusia. Dalam pertempuran Uraian mengenai khutbah tersebut secara cukup detail terdapat dalam Thomas Michel S. 2005). Nursi yang saat itu sudah mulai mempunyai agak banyak murid. cukup disayangkan bahwa kitab tafsir yang unik ini hanya diselesaikan sampai surat Al-Baqarah ayat ke tiga puluh tiga. Nursi mengadakan kunjungan ke negeri Syam. trans.81 Ketika pecah perang Dunia I pada tahun 1914 M. yakni: putus asa yang pengobatannya berupa harapan ketidakjujuran dengan pengobatannya kejujuran permusuhan diobati dengan saling mencintai perpecahan harus diselesaikan dengan persatuan kelaliman penguasa asing yang melemahkan umat Islam yang mesti diterapi dengan membangkitkan harga diri umat Islam Dan sikap individualistik yang harus dipecahkan dengan musyawarah dan saling kerja sama. 81 . Khutbah tersebut terkenal dengan sebutan alKhuthbah asy-Syamiyah atau The Damascus Sermon. 82 Mungkin karena disibukkan dengan peperangan..

sebab orang-orang yang dicintainya di Istanbul. dan lain-lain. Nursi tidak pernah mengikuti pertemuan yang diselenggarakan berulang kali oleh Darul Hikmah dan mengajukan surat permohonan agar dirinya tidak usah dipilih sebagai anggota. Said Nursi…. Sa’duddin Pasya. Berawal dari perasaan terasing. 29-32. Said Nursi. lemah. serta penghargaan dan penghormatan yang diberikan orang-orang sempat membuatnya lupa terhadap niat yang telah diputuskan sebelumnya.83 Ketika masa-masa dalam tawanan Rusia inilah keinginan Nursi untuk uzlah. h. trans. Sukran Vahide (Istanbul: Sozler Nesriyat. seperti Muhammad ‘Akif (penyair kondang). Nursi sudah mengambil jarak terhadap kehidupan sosial. kehidupan sosial yang menyenangkan dan gemerlap. Saat itu juga ia menjadi sadar bahwa dirinya mempunyai penyakit-penyakit ruhani yang sangat parah padahal ia diharapkan 83 84 Salih. h.40 tersebut Nursi tertangkap oleh pasukan tentara Rusia dan ditawan di Qustarma selama dua tahun empat bulan. dua tahun kemudian Nursi membaca kitab futuh al-Gaib karya Abdul Qadir al-Jilani. 299Salih. dan tidak berdaya saat berada di masjid kecil milik bangsa Tatar dekat sungai Volga.84 Namun tekad itu belum juga terlaksana secara utuh. mengasingkan diri dari kehidupan sosial mulai muncul. 300. Hamdi Almalali (mufassir terkenal).85 Seiring perjalanan waktu.. Mustafa Shabri (Syaikhul Islam). Kendati demikian. The Flashes.. 85 . sendirian. Ismail Hakki (seorang ulama kenamaan).. 2000). 34-35. h. ia memutuskan untuk beruzlah. Said Nursi……. Hal ini terbukti dengan penolakannya untuk diangkat menjadi anggota Darul Hikmah al-Islamiyyah yang terdiri dari orang-orang terkenal dan para ulama terkemuka.

sehingga mendapatkan lebih banyak lagi pencerahan dan kepuasan ruhani. Awalnya iatidak tahandan hanya membaca sampai separuh kitab tersebut. Namun beberapa saat kemudian. 2001).86 Terlebih lagi. Sukran Vahide (Istanbul:Sozler Nesriyat. Ia mengakui bahwa membaca kitab Futuh al-Gaib bagaikan menjalani suatu operasi besar. saat Daulat Turki Usmani secara beruntun dilanda beragam musibah hingga Inggris berhasil menduduki Istanbul (pada 16 Maret 1920 M. Lalu Nursi meneruskan membaca kitab tersebut sampai selesai dan mendapatkan manfaat besar darinya. karya Imam Rabbani yang menjadikan dirinya semakin mantap untuk beruzlah.87 Bahkan ketika tahun 1922 M. yaitu Shari Yar.41 bisa menyembuhkan penyakit-penyakit ruhani umat Islam. Nursi. Selanjutnya ia juga membaca kitab Maktubat. tidak bisa diganggu gugat lagi.) yang semakin leluasa menerapkan doktrin-doktrin dunia Barat yang bercorak materialistik. Letters. the Flashes……. h. rasa sakit akibat operasi ruhaniah itu berganti dengan kesenangan karena ia merasakan kesembuhan. Dalam kondisi demikian. Ia menetapkan diri untuk beruzlah ke salah satu daerah Turki.. 303-304. . 418-419. Bosfur. Nursi merasa tikaman demi tikaman yang dihujatkan kepada dunia Islam terasa seolah diarahkan ke lubuk hatinya. Mustafa Kemal menawari dirinya jabatan sebagai penasihat umum seluruh wilayah timur Turki dengan memberinya 86 87 Said Nursi. tekad nursi beruzlah untuk menyusun karyanya Risalah An-Nur. Ia begitu menghormati dan selalu mendoakan al-Jilani setiap hari. h. trans.

Syaa’at. Nursi melukiskan keputusannya untuk menjauhi arena politik dengan alasan yang kontekstual: Musthafa M. 88 . menghadang paham materialisme dengan tujuan menyelamatkan keimanan masyarakat Turki inilah merupakan salah satu focus utama yang Nursi lakukan hingga akhir hayatnya. 1999. Min Ma’rifah an Nabi SAW. Musthalah Maufur (Jakarta: Robbani Press. as-Sanuhat. 199. 89 Menurut Hakan Yavuz. The New Said (1926-1950 M. terj. Qazil Ijaz fi al. dan nuqthah Min Ma’rifatillah Jalla Jalaluh.90 2. No. 233. July-Oktober. Lama’at. Vol. Nursi menolak tawaran itu.91 Sejak itu Nursi terfokus dalam aktivitas inqadz al-iman (menyelamatkan keimanan) di Turki. 90 Ibid. 233. Nursi yang hanya berdialog dengan Al-Quran semata tanpa merujuk kepada kitab apa pun. 1997). seperti Isyarat al-I’jaz.Manthiq. Selama masa-masa ini juga..88 Dalam uzlahnya inilah. lebih terfokus dalam menuangkan ide-idenya secara inspiratif dalam usahanya membendung paham materialisme89 yang sudah menjangkit sebagian besar masyarakat Turki. yang disebut juga oleh Nursi sendiri sebagai Said al-Jadid (Said Baru). 3-4. h. seperti Rumuz. LXXXIV. h. Special Issue Said Nursi and the Turkis Experience. Thahhan.) Dalam episode kedua kehidupan Said Nursi ini. Model Kepemimpinan…………. Model Kepemimpinan dalam Amal Islam. Ibrahim Abu Rabi’ & Jane I Smith (eds. 91 Thahhan. serta makalah-makalahnya. Isyarat. The Muslim World. berbagai buku-buku karangannya mulai diterbitkan. Nursi secara utuh melepaskan dirinya dari dunia perpolitikan dengan sebuah ungkapan terkenal yang ia lontarkan: A’udzu billahi min asy-Syaithani wa min as-Siyasah (Aku berlindung kepada Allah dari setan dan dari politik).42 sebuah vila besar dan gaji yang menggiurkan agar ia menjadi salah satu orang dekanya.). thulu’at. h.

atau gelanggang remaja. Perselisihan politik ini tumbuh sedemikian dalam pada hati setiap orang dan pada kehidupan bersama karena tabiat manusia.. seperti keangkuhan. Karena bisa jadi orang yang terpelajar akan sangat mencela orang yang baik dan saleh karena berbeda pandangan politiknya dan memuji orang yang korup karena membela kepentingan politiknya.93 Mengenai pengakuan Nursi untuk menjauhkan diri dari kehidupan politik ini secara lebih detail terdapat dalam Said Nursi. h. Karenanya Nursi pun mengubah aktivitas politiknya dan mengalihkan perhatiannya pada aspek keimanan dan masalah-masalah akidah.. Maka aku menjadi takut dengan kejahatan politik dan menarik diri sepenuhnya darinya seraya berkata: aku berlindung kepada Allah dari setan dan politik... 92 .”92 Uzlah itu juga terdorong karena Nursi menyaksikan bagaimana sistem sekularisme yang diterapkan oleh penguasa dengan mensosialisasikan doktrindoktrin materialisme ke seluruh masyarakat Turki hingga nyaris melumpuhkan keyakinan mereka. 93 Salih. sehingga seorang Muslim akan menyebut saudara seimannya sebagaisetan jika dia tidak mendukung partai politiknya..... Karena perjuangan apa pun yang dilakukan demi Islam melalui politik.. Keterlibatan dalam politik akan membagi umat Islam menjadi kelompok-kelompok politik yang saling bertentangan.43 “Bagi orang yang beriman sangatlah sulit untuk memperjuangkan tujuannya melalui politik dalam situasi yang membadai seperti sekarang. Said Nursi……….. 66-70’ 83-85. h. 91. Sehingga Nursi menempuh langkah tersebut setelah ia yakin bahwa memfokuskan diri sebagai pelayan Islam tidak mungkin dapat diwujudkan melalui perjuangan politik dengan segala intrik dan pertentangannya... terutama setelah sekolah-sekolah agama dibubarkan dan beratus masjid Jami’ diubah menjadi gudang. Letters. atau pusat hiburan.. pada akhirnya hanya akan digunakan oleh sistem anti Islam yang dominan sebab kendali kehidupan politik ada di tangan kekuasaan asing.

95 Salinan karya-karya Risalah an-Nur saat itu masih ditulis dengan tangan dan mulai menyebar ke seantero Turki. Demi misi ini. 2003). Tetapi ia berhasil mendapatkan hiburan. Halakah pengajiannya tumbuh dan berkembang. bahkan walau sampai disiksa.96 Ternyata metode perjuangan Islam ini mengundang reaksi dan kebencian Said Nursi. Islam at the Crossroads (Albany: State University of New York. h.94 Di desa Barla ini Nursi berkenalan dengan seorang warga desanya yang bernama Sulaiman yang akhirnya menjadi murid setia yang mengabdi kepadanya selama delapan tahun. mereka dengan hati yang mantap rela ditangkap. Sinar Yang Mengungkap Sang Cahaya. pelipur sejati. h 56. 96 Ibrahim M. Abu-Rabi’ (ed. dengan mendekatkan diri kepada Allah Yang Maha Besar dan lewat penyerahan diri seutuhnya kepada-Nya. era kehidupan Nursi yang baru ini pun tidak sepi dari teror penguasa. 20. Said Nursi………. Sejak itu satu per satu orang-orang berdatangan untuk berguru kepadanya dan Nursi mulai menyebarkan Risalah an-Nur secara sembunyi-sembunyi. Inilah awal mula pergerakan Risalah anNur. ditulisnya di Barla kala ia dalam kondisi sulit.44 Kendati demikian. Nursi ditangkap dan dibuang ke Barla. Di sana ia menjalani kehidupan yang sulit dan terpisah hampir dari setiap orang. sebuah desa berbukit di barat daya Turki pada tahun 1926 M. 2003). terj. The Words (Kumpulan Kata) dan The Letters (Kumpulan Surat). 94 . Sementara itu. h. 95 Salih. Bagian-bagian pokok dari Risalah anNur.). diasingkan. para muridnya pun aktip mempelajari Risalah an-Nur dan menyalin serta menyebarluaskannya ke seluruh penjuru Turki. (Jakarta: Grafindo Persada. Inilah awal hubungan antara Nursi dengan warga penduduk Barla. Dengan tuduhan terlibat dalam revolusi terhadap pemerintahan Mustafa Kemal. XXI. Sugeng Hariyanto dkk.

Dengan tuduhan membangun rahasia dan melawan pemerintah. Sinar Yang……. dia dituduh membangun organisasi-organisasi rahasia yang bertujuan menghancurkan ketenteraman masyarakat. h. h.45 pemerintah. justru kebanyakan karya Nursi Risalah an-Nur sebagian besar ditulis pada masa-masa ia berada di dalam penjara. Sinar Yang…….99 Menariknya.. dan selalu menandaskan bahwa hakhak setiap orang tidak boleh dilanggar meskipun demi kepentingan seluruh masyarakat. Nursi ditahan selama sebelas bulan di penjara sebelum akhirnya diputus tidak bersalah. 65. XXI. Salih. 98 99 . XXI. Meskipun sepanjang hidupnya ia selalu menentang segala pemberontakan dan gerakan yang bermaksud memecah ketenteraman dan keteraturan masyarakat. ia menjawab: Biografi saya yang kalian pegang itu bahwa saya ini warga negara republik yang religius bahkan sebelum kalian lahir ke dunia.. Nursi dituntut hukuman mati dan seratus dua puluh santrinya diadili di Pengadilan Pidana Eskisehir pada tahun 1935.. Said…….. 97 Nursi. h.97 Dakwaan yang dialamatkan kepada Nursi dan murid-muridnya detailnya antara lain: Tuduhan membentuk organisasi bawah tanah. Tuduhan melakukan upaya revolusi kepada Mustafa Kemal Tuduhan membentuk thariqah sufi.98 Ketika dalam persidangan Eskisehir Nursi ditanya pendapatnya tentang negara Republik Turki. Nursi. Tuduhan menghidupkan semangat keagamaan melalui penyebaran Risalah al-Hijab.

277. dalam satu riwayat disebutkan bahwa Nursi masih dalam keadaan lemah karena efek dari keracunan yang diletakan pada makanannya. dan pengap dengan kondisi yang sangat menyedihkan. gelap. 103 Ketika di pindahkan ke Denizli. 245. Dalam penjara ini Nursi hanya bisa menyebarkan Risalahnya secara sembunyi-sembunyi melalui selah kecil dari jendela kepada para murid-muridnya karena ia dilarang untuk berhubungan secara terbuka. al-Ikhlash.. 242. h. 104 Ibid.100 Setelah dibebaskan dari pengadilan Eskisehir. al-Mardha.46 Dalam tahanan tahun 1935 Nursi juga menulis risalah-risalah al-Iqtishad. dan tiga puluh yang terkompilasi dalam kitab al-Lama’at. serta risalah keduapuluh lapan. 101 100 . Nursi banyak menulis Risalahnya yang terkodifikasi dalam The Rays. Kemudian dipindahkan ke rumah kayu berukuran kecil dan berlantai tanah yang berada di depan kantor polisi tersebut selama tujuh tahun. baik Nursi maupun murid-muridnya terus-menerus mendapatkan tekanan dari penguasa. 102 Ibid. lihat juga Thahhan. ia diasingkan kembali ke kota Kastamonu. al-Isyarat ats-Tsalatsah. 269. Sebagian besar Risalah yang tertuang dalam Lama’at dirampungkan pula selama dalam masa tawanan tersebut. Tekanan tersebut kian lama kian meningkat. Nursi dikurung selama sembilan bulan dalam sebuah sel yang kecil sekali. Said…….104 Salih. h. 278-279. Tiga bulan pertama ia ditahan di kantor polisi. Model Kepemimpinan……. h.. Ibid. dan dilanjutkan Sinar ketiga sampai kesembilan yang di dalamnya menjelaskan tanda tertinggi.102 Selama masa ini. Tercatat ia menulis Sinar pertama dan kedua sampai selesai. dan berpuncak dengan penangkapan besar-besaran hingga pengadilan dan pemenjaraan di Denizli103 pada tahun 1943-1944. 65-66. Vahide.101 Selama dalam tahanan Kastamonu. h. kedua puluh sembilan. asy-Syuyukh. al-Hijab. h. h.. Bediuzzaman…….

tetapi vonis tersebut dibatalkan melalui banding sehingga nursi beserta murid-muridnya dinyatakan tidak bersalah dan dibebaskan pada bulan September 1949. 78.. Dalam persidangan di pengadilan Denizli.47 Dalam pengadilan di Denizli. Pada tahun 1948 sebuah perkara baru dibuka di Pengadilan Pidana Afyon. Nursi diasingkan ke Emirdag. yaitu : “Sesungguhnya orang-orang Mukmin itu bersaudara”. h. Pada tahun yang sama. Risalah an-Nur tersebar dari pelosok desa sampai pusat kota Turki setelah pengadilan di berbagai daerah mengizinkannya untuk diterbitkan dengan tidak lagi secara manual. kami merupakan sebuah organisasi. pemerintahan di Angkara berganti penguasa pada tahun 1950.106 Setelah dibebaskan. salah sebuah daerah di wilayah Afyon. Kami adalah anggota dari organisasi yang setiap hari sebanyak lima kali selalu mengikrarkan keanggotaan kami di dalamnya dan sangat terikat dengan prinsip-prinsip dasar organisasi. . Said……. sebagai bentuk pengabdian dari kami untuk kami dalam upaya membebaskan sesama kami dari penjara abadi (neraka jahannam) yang diperingatkan kepada kami”.105 Kami adalah anggota suci yang agung dan kami merupakan anggota-anggotanya yang memikul tugas agar di antara sesama anggota mengenal hakikat Al-Quran secara ilmiah dan murni. juga selalu berlomba untuk merealisasikan syiar organisasi ini. Salih. partai Demokrasi berhasil mengambil alih dari Partai Republik yang telah berkuasa selama seperempat abad dan terkenal sangat memusuhi Islam melalui pemilu yang berlangsung secara 105 106 Kalimah ini merupakan potongan awal ayat dalam surat Al-Hujurat ayat 10. Nursi dituduh membentuk thariqah sufi dan menorganisir masyarakat politis. Tetapi berupa organisasi sepanjang masa yang beranggotakan empat ratus juta orang.. Pengadilan memvonis Nursi dengan semena-mena. Pada saat pengadilan sedang mengadakan sidang-sidangnya. Nursi mengajukan pembelaan argumentatif yang tak terbantahkan: “Memang betul.

..48 bebas.. 108 107 .. Ucapan selamat ini disampai oleh nursi melalui sepucuk surat dan presiden pun membalasnya melalui surat kembali.... h. Ankara. Pada putaran periode kehidupan yang ketiga ini. Hal ini terdapat dalam Vahide. h. h. Risalah an-Nur memendarkan cahaya iman ke seantero Turki yang sedikit Ibid. dapat dikatakan pengaruh Nursi dengan Risalah an-Nurnya sudah menyentuh sebagian besar masyarakat Turki. 334. mulai dari Istanbul.. Dengan alasan inilah. Ketika Partai demokrasi naik ke panggung kekuasaan... Nursi mengirimkan ucapan selamat kepada presiden Turki yang baru. Episode akhir kehidupannya yang ketiga ini pun dilalui nursi dengan dakwaan demi dakwaan dan berpindah dari satu daerak ke daerah lain.108 Kendati pemerintahan sudah berganti wajah baru.. The Third Said (1950-1960 M) Kaum Muslimin bergembira dengan tampilnya Partai Demokrat sebagai pemegang kendali pemerintahan. 94-95. melainkan oleh dua faktor utama. yakni karena Partai Demokrasi berhasil menggeser pemerintahan yang sangat memusuhi Islam dan karena Partai Demokrasi memberi sedikit kebebasan kepada Islam untuk beraktivitas dan telah mengembalikan azan dengan bahasa Arab kembali berkumandang. Celal Bayar dan sang presiden pun membalas kembali dengan ucapan terima kasih. namun kebebasan terhadap aktivitas Nursi dengan para murid-muridnya beserta penyebaran Risalahnya tetap diawasi oleh penguasa.. Bediuzzaman... Abu-Rabi’. hingga berakhir saat menghembuskan nafasnya di Urfa. keluarlah surat pengampunan umum dan kasus yang menyangkut Baduzzaman bersama Risalah an-Nur juga dianggap tidak pernah terjadi. 24.107 3. Afyon. Barla. Tetapi kegembiraan ini bukan karena ia sebagai Partai Islam. Islam at the..

Bahkan ketua Partai Demokrasi di wilayah Urfa menemui kepala polisi dengan mendesak agar Nursi sebagai tamu istimewanya (honoured guest) tidak diusir dan dibiarkan tinggal di Urfa. 358. dengan alasan hal itu karena perintah Menteri Dalam Negeri. 109 .49 demi sedikit namun pasti mampu menyingkirkan kegelapan doktrin-doktrin materialisme yang menggelayuti benak masyarakat Turki. h.. Fakta faktual ini memang sudah diprediksikan oleh Nursi jauh-jauh hari sebelumnya. Nursi. 372-373.. Sekarang tugasmu mempersiapkan air untuk memandikan jasadku setelah wafat”. tempat istirahat Nursi dengan beberapa muridnya..109 Karenanya.110 Namun kepala polisi tetap bersikeras mendesak Nursi yang saat itu sedang dalam keadaan sakit parah. The Flashes.. Aku harus mati di sini. 110 Vahide. Kepala polisi bersama anggotanya keluar dari kamar dengan kepala menunduk karena tersentuh nuraninya. Nursi menjawab dengan tenang. ketika di akhir hayatnya di Urfa tersebar kabar ke tengah masyarakat bahwa pemerintah bersikeras hendak mengusir Badiuzzaman dari kota tersebut. Prediksi Nursi ini diungkapkannya saat ia masih berada di dalam penjara Eskisehir pada tahun sekitar 1935-an..... h. tidak lagi mampu kembali ke Asbarithah. maka terjadilah gelombang protes dari masyarakat. “Aku sekarang telah berada di detik-detik akhir kehidupanku. Bediuzzaman…………. Ribuan massa.. bahwa Risalahnya kelak akan menjadi pembimbing umat manusia bahkan tujuh kali lebih banyak dari Matsnawinya Jalaluddin Rumi. Saat itu kepala polisi masuk dan menyampaikan pesan kepada Nursi bahwa dirinya harus meninggalkan Urfa menuju Asbarithah. diperkiraka sekitar lima sampai enam ribu orang berkumpul mengitari Hotel Apak Plaza.

Ibid.113 111 112 Salih. 117. yang telah diperkarakan di berbagai persidangan. Said……….. h. Jenazah Nursi dipikul para murid dan orang-orang yang mencintainya dengan diiringi puluhan ribu pengantar jenazah dan dengan disertai hujan yang turun rintik-rintik untuk dikebumikan dipemakaman Ulu Jami. Sinar Yang………. h. bahkan ratusan orang yang ingin bertemu diterimanya dan satu per satu didoakan olehnya.111 Sore hari itu suhu badan Nursi naik dan ia hanya berdoa seperti tampak dari kedua bibirnya. Mereka menolak sikap yang jauh dari nilai-nilai kemanusiaan.50 Masyarakat luas. Pertama kali berita tersebar di Urfa dan tidak lama kemudian masyarakat berhimpun di sekitar hotel. Sekalipun sebelumnya ia tidak bersedia menerima orang sebanyak ini untuk bertemu— mengingat kesehatannya yang tidak memungkinkan—tetapi kali ini tak seorang pun yang ditolak untuk bertemu dengannya.. . masyarakat luas dari luar Urfa berdatangan sehingga kota ini seketika itu juga menjadi lautan manusia yang ingin memberikan penghormatan terakhir kepada pahlawannya.112 Penyelenggara pemakaman menemukan peninggalan Nursi berupa sehelai surban. yang pada saat meninggalnya hanya berbobot empat puluh kilogram.. Kira-kira pukul tiga dini hari 23 Maret 1960. Ketika berita tersebar ke kotakota lain. Nursi menutup mata untuk selama-lamanya. sepotong pakaian. Peninggalan sejati yang tak ternilai dari pahlawan Islam dan kemanusiaan ini. 113 Nursi. berbagai organisasi dan perhimpunan bangkit menyampaikan protes keras kepada para penguasa di Ankara. 118. Penduduk berduyun-duyun datang ke hotel untuk melihat Badiuzzaman untuk yang terakhir kalinya. h.. XXII. kumpulan Risalah an-Nur setebal enam ribu halaman. dan uang dua puluh lira.

Keenam. dan lain-lain. yang berisi tafsir atas surat Al-Fatihah dan surat Al-Baqarah sampai ayat 33. rahmat dalam kematian. mukjizat Rasul. Keempat. ketakwaan. yang menguraikan tentang tingkat kehidupan. wahdatul wujud. yang melukiskan keyakinan. AlKalimat (The Words). BAB III PANDANGAN SAID NURSI TENTANG EKSISTENSI TUHAN A. aspek-aspek ibadah ritual. keimanan. keesaan Tuhan. Signs of Miraculousness. Seluruh risalah tersebut dipaparkan oleh Nursi secara filosofis dan sangat kaya ilustrasi dengan dibungkus gaya bahasa yang ringan. ikhlas. Kedua. Al-Maktubat (The Letters). yang berisi tentang tauhid. konsep manunggal kawula gusti. Asma’ Allah.syuyukh. Eksistensi Tuhan dalam Wacana Filsafat . konsep sunnah. serta berbagai topik lainnya. The Rays. makna mimpi. hari kebangkitan. kepercayaan pada hari kebangkitan dan hidup sesudah mati. penciptaan setan. ringkasan surat Al-Fatihah. ma’rifatullah. wacana keimanan dan kehidupan sesudah mati. Al-Lama’at (The Flashes). yang mengeksplorasi tentang tauhid. rahmat allah dalam kematian dan kemalangan. sehingga mudah dicerna oleh masyarakat luas tanpa kehilangan bobot maknanya. dan lain sebagainya. Sya’a’at (Epistomes of Light). Kelima. yang menjabarkan mengenai sabar. isra’ mi’raj. perbincangan tentang malaikat. hijab. eksistensi manusia dan alam. aspek-aspek keagungan alQuran.51 Risalah an-Nur secara garis besar disusun dalam enam jilid: Pertama. pilar-pilar Islam dan menjelaskan pula kenabian Muhammad Saw. dan perbincangan beberapa Asmaul Husna. mardha. risalah thabi’ah. Ketiga.

A History of God (New York: Ballantine Books. ia akan menemukan citra Tuhan terpantul di dalam “alam batinnya sendiri”. setiap manusia mempunyai ide tentang zat yang sempurna dan itulah yang dimaksudkan dengan kata “Tuhan”. 115 Majid Fakhry. namun diuraikan sekilas oleh Al-Farabi dan dipopulerkan oleh filosof-teolog Abad Pertengahan dari Italia.52 Dalam wacana filsafat.116 Jika manusia menyelami dirinya sendiri. Meskipun benih-benih argumen ontologis jejaknya dapat ditelusuri hampir lebih dari dua ribu tahun silam pada filsuf Yunani klasik. Titus at. h. Pertama. All. Islamic Philosophy.114 Argumen tersebut berusaha untuk membuktikan adanya Tuhan dan ide tentang Tuhan yang dimiliki oleh manusia. Theology and Mysticism (Oneworld Publications: Oxford. 1984). h. argumen ontologis. 40. Plato (428-348 SM) dengan teori idenya. 746. Persoalan-Persoalan Filsafat. Lorens Bagus. St. 450-452. 117 Karen Armstrong. sebab kalau ia tidak memiliki wujud dalam hakikat dan hanya mempunyai wujud dalam pikiran. Tuhan adalah zat yang manusia tidak dapat menggambarkan zat yang lebih besar daripada-Nya.117 Zat yang serupa ini mesti mempunyai wujud dalam hakikat. terj. yaitu ontos yang berarti ada atau keberadaan. Anselm dan diikuti oleh Rene Descartes pada awal era modern. Harold H. zat itu tidak mempunyai sifat lebih besar dan sempurna dari pada mempunyai wujud. h. 2003). h. Yang Absolut. dan logos yang berarti studi atau ilmu tentang. 2002). 1993). Mempunyai wujud dalam alam hakikat lebih besar dan sempurna daripada mempunyai wujud dalam alam Istilah ontologi berasal dari bahasa Yunani yang terdiri dari dua kata. 116 114 . 207. perbincangan mengenai eksistensi Tuhan setidaknya dibuktikan dengan mengajukan lima macam argumen.115 Menurut Anselm. Secara terminologi. Rasjidi (Jakarta: Bulan Bintang. Kamus Filsafat (Jakarta: Gramedia Pustaka Utama. ontologi merupakan cabang filsafat yang mencoba melukiskan hakikat Ada yang terakhir Yang Satu. dan Bentuk Abadi Sempurna.

h.119 Kedua.. 1980). 121 Mengenai perbincangan dalil kosmologis tentang Tuhan. Sejarah Filsafat Yunani (Yogyakarta: Kanisius. Dengan demikian. 499. kosmologi merupakan ilmu tentang alam semesta sebagai suatu sistem yang rasional dan teratur. 122 K. Jika demikian tokoh yang tidak terbatas itu jelas ada dan jelas berbeda dengan yang lain. Kamus. maka tidak mungkin pengertian atau ide tentang sesuatu yang tiada batasnya itu adalah hasil pemikirannya sendiri. 119 118 . 1997). Bagus. 1981). maka Tuhan mesti mempunyai wujud. Filsafat Agama (Jakarta: Logos. 155. 173-184. tapi sebagai penyebab final. Karena manusia adalah makhluk yang terbatas.122 Amsal Bakhtiar. h. Sari Sejarah filsafat Barat 2 (Yogyakarta: Kanisius.53 pikiran saja. menurut Rene Descartes dalam ruh manusia ada suatu pengertian atau ide tentang sesuatu yang secara sempurna tiada batasnya. 22. History of Western Philosophy (London: Unwin University Books. dan logos yang berarti ilmu tentang. yang terdiri dari dua kata: kosmos yang berarti dunia atau alam semesta. argumen kosmologis.118 Mendekati Anselm. h. Aristoteles yang mencetuskan pertama kali argumen kosmologis dengan gagasannya mengenai Penyebab Pertama (the First Cause) atau Penggerak Yang Tidak Bergerak (the Unmoved Mover).. h. Dalam terminologi filsafat. Tokoh yang tiada batasnya itu adalah Allah. Tuhan pasti ada. 120 Istilah kosmologi berasal dari bahasa Yunani. Harun Hadiwijono. dengan agak luas dibahas dalam bab metafisika oleh Bertrand Russell. Yang menyebabkan ide tentang sesuatu yang tiada batasnya ialah yang tiada batasnya itu sendiri. 1955).120 Apabila argumen ontologis benihnya berasal dari Plato. Sesuatu yang maha besar dan maha sempurna itulah Tuhan dan karena sesuatu yang terbesar dan paling sempurna tidak boleh tidak pasti mempunyai wujud. Aristoteles menyatakan bahwa Tuhan menggerakkan karena dicintai dan segala sesuatu di alam semesta bergerak pula menuju Penggerak yang sempurna tersebut. 172-173. Bertens. h.121 Tuhan menggerakan alam bukan sebagai penyebab efisien.

tidak mungkin alam semesta bersifat azali (tak mempunyai awal). sebagai pencipta alam semesta. Oleh karena itu. Alasannya adalah munculnya sesuatu yang terbatas mengandaikan adanya yang memunculkan. argumen kosmologis ini dielaborasi oleh AlKindi yang dibungkus dengan istilah Arab. h. Jadi melalui argumen kebaruan alam. Segala yang baru. Tim Penerjemah Mizan (Bandung: Mizan. 206. dan adanya keteraturan dan tujuan dalam alam semesta.. karena tidak bisa terbayangkan bisa muncul sendiri. h. A History. Kesempurnaan Tertinggi..).. 124 Mulyadhi Kartanegara. dalam arti mempunyai permulaan.124 Argumen kosmologis ini kemudian dikembangkan oleh filsuf-teolog besar Italia.. mengatakan bahwa alam itu baru adalah sama dengan mengatakan bahwa alam ini dicipta. dan waktu dalam alam semesta ini terbatas.. 2003).54 Dalam tradisi filsafat Islam. memastikan adanya sebab yang memunculkannya. ada satu Wujud Wajib. alam tidak mungkin tidak memiliki awal yang tidak terbatas. Armstrong.. berarti alam semesta ini baru (huduts). Al-Kindi mengungkapkan bahwa alam semesta ini. 123 . dan itulah Tuhan. 32-34. h. Ensiklopedi Tematis Filsafat Islam. adalah terbatas. Thomas Aquinas dengan mengajukan lima argumen.. Karena terbatas. dalil al-huduts atau argumen kebaruan. bagi Al-Kindi. 210.. Karenanya.123 atau dalam bahasa filosofis disebut Sebab Pertama.125 Al-Kindi menggarisbawahi kemutlakan sifat Tuhan Yang Maha Esa sebagai Penyebab bagi semua yang ada (maujud) atau Sebab dari segala sebab. 125 Lima argumen tersebut antara lain: Penggerak yang Tak Digerakkan. betapa pun luasnya. Menembus Batas Waktu (Bandung: Mizan. Dengan demikian. terj. pastilah dicipta (muhdats). Seyyed Hossein Nasr & Oliver Leaman (eds. 2005). sesuatu yang baru seperti alam ini. pasti ada Penyebab Pertama.. Ia pasti memiliki titik awal dalam waktu dan materi yang melekat padanya juga terbatas oleh gerak dan waktu. Jika materi. Al-Kindi membuktikan secara logis bahwa Tuhan ada. gerak.

126 Argumen ini dieksplorasi oleh filosof besar Muslim Andalusia. 42-44. atas dasar ilmu dan kebijasanaan. h.. Argumen ini bisa diuraikan dengan dua bentuk eksposisi.. 2005). Secara lebih luas mengenai argument teleologis atau dalil inayah ini. Filsafat…. Panorama……. Immanuel Kant. tumbuh-tumbuhan. h. 1085-1086. 1999). hewan. 155-171.. h. Secara istilah filsafat. 127 Kartanegara. Matthews.. Ibn Rusyd dengan istilah yang digagasnya yaitu argumen melalui desain (dalil al-inayah). Prinsip-prinsip keteraturan yang berada di alam semesta merupakan ciptaan Tuhan.. atau keserasian. terj.. penciptaan yang menakjubkan dari segala yang ada di alam semesta.131 Keempat.130 teolog Inggris. sesuai dengan kehidupan manusia dan makhluk-makhluk lain yang berpijak pada prinsip keteraturan.. (Cambridge: Polity Press. seperti penciptaan kehidupan organik.R. yang dipelopori oleh filsuf ternama dari Jerman. teleologi merupakan ajaran filosofisreligius tentang eksistensi tujuan-tujuan dan ”kebijaksanaan” objektif di luar manusia. 131 Bajhtiar. h. Persoalan……. Mendamaikan agama & Filsafat. h. 171. William Paley.128 Keserasian seperti itu tidak mungkin menurut akal hanya merupakan suatu kebetulan. Bentuk 126 Istilah ini berasal dari bahasa Yunani yaitu telos yang berarti tujuan atau akhir dan logos yakni wacana atau doktrin. Henry More. Kamus. Pengantar Filsafat Islam (Jakarta: Bulan Bintang. 36. Aksin Wijaya (Yogyakarta: Pilar Media. tetapi haruslah dicipta atau dirancang oleh agen yang dengan sengaja dan bijaksana melakukannya dengan tujuan tertentu. empat musim. bisa dilihat dalam buku Ibn Rusyd terutama bab dua yang menguraikan tentang perbuatan-perbuatan Tuhan. matahari dan bulan. Terciptanya siang dan malam.127 Menurut Ibn Rusyd. sehingga alam semesta tersusun dengan baik dan rasional. h. argumen teleologis. persepsi indriawi. 183-184. 128 Ahmad Hanafi. A Brief Introduction to Islamic Philosophy. merupakan bukti adanya Tuhan melalui bukti penciptaan yang menakjubkan. 455. 129 Oliver Leaman.55 Ketiga. dan pengenalan intelektual. argumen moral. 130 Titus. Bagus. dan hujan misalnya.. 1996).129 Argumen teleologis tersebut juga dikembangkan oleh W. dan penulis kenamaan Inggris. h. .

Bertens. Aliran-Aliran Filsafat & Etika (Jakarta: Kencana.132 Ketika seseorang merasa bertanggung jawab. janji harus ditepati senag atau tidak senang. 133 Titus. 2002). manusia mengambil kesimpulan tentang adanya Tuhan yang Memberi Hukum. Misalnya. kesadaran diri atau rasa bertanggung jawab. 456. malu. manusia mengambil kesimpulan tentang adanya Tuhan. imperatif kategoris bukan sembarang perintah. hal itu ada zat yang kepada-Nya ia bertanggung jawab dan di hadapan-Nya ia malu. 132 . melainkan untuk mengungkapkan suatu keharusan (sollen). 1997).133 Kedua. 256. h. 135 K. Etika (Jakarta: Gramedia Pustaka Utama. h. yaitu kebebasan kehendak dan immortalitas jiwa. 134 Franz Magnis Suseno. Bentuk imperatif ini adalah: “engkau harus begitu saja!” (Du Sollst).134 Imperatif kategoris akan mengikat seseorang tanpa syarat apa pun. 122. sebagai kelanjutan bentuk yang pertama.. tentu ada sesuatu yang memberi jaminan bahwa kebajikan Adanya Allah.135 Penerapan imperatif kategoris ini meniscayakan kebaikan tertinggi atau summum bonum. 145. barang yang dipinjam harus dikembalikan kendati pemiliknya sudah lupa.. 2003). h.56 pertama adalah bentuk di mana argumen disajikan sebagai inferensi logika: dari hukum moral yang objektif. menurut Kant merupakan salah satu dari tiga bagian postulat rasio praktis. Perintah ini menjiwai semua peraturan etis. menurut Kant yang melandasi setiap perasaan moral dalam diri manusia itu adalah imperatif kategoris. Juhaya S. 13 Tokoh Etika (Yogyakarta: Kanisius. h. atau dari adanya suara hati kecil. dan takut karena melanggar hati kecil. Praja. sedangkan kebajikan seharusnya memperoleh pahala. Namun setiap orang mengetahui bahwa dalam hidup ini orang yang bajik tidak selalu mendapatkan ganjaran. Persoalan……. Apabila seseorang yang bajik tidak selamanya mendapat ganjaran dalam hidup ini. Sebagai perintah.

h. argumen pengalaman relijius lebih berdasarkan intuisi ketimbang rasio. Membangun Kembali Pikiran Agama dalam Islam. argumen pengalaman relijius. dapat mengantarkan manusia untuk mengenal Yang Pertama dan Yang Terakhir. Ali Audah dkk. 2004). yang terlihat dan yang tak terlihat”. terj.57 pada akhirnya akan mendapatkan pahala.137 Kelima. 445-446. h. Pada titik idealnya. (Jakarta: Tintamas. 138 Muhammad Iqbal. yang dalam kajian psikologi modern dianggap senagai puncak perkembangan rasionalitas di mana segala prasangka dan asumsi yang masih menjebak pemikiran rasional terhapuskan. h. Budi Hardiman. Iqbal melukiskan: “Pikiran dan realitas sesungguhnya merupakan kesatuan yang tak terpisahkan. dengan mengikuti petunjuk yang diberikan Al-Quran yang menganggap pengalaman di dalam serta di luar sebagai perlambang suatu realitas yang digambarkannya sebagai ‘Yang Pertama dan Yang Terakhir’. Ini hanya mungkin kalau kita secara seksama meneliti dan menafsirkan pengalaman kita. apabila diolah sedemikian rupa.138 Bagi Iqbal. Erich Fromm: Louis O Kattsoff. adanya Allah menjamin harapan moral manusia untuk mencapai summum bonum. pengalaman relijius merupakan sebuah pengalaman sufistik. 151. Sesuatu tersebut adalah Tuhan. Soejono Soemargono (Yogyakarta: Tiara Wacana. Pengantar Filsafat. Fakta inilah yang dilukiskan oleh salah seorang Psikolog mazhab humanistik. 1966). 136 . 137 F. pengalaman relijius yang dibimbing Al-Quran. Muhammad Iqbal. Filsafat Modern (Jakarta: Gramedia Pustaka utama. terj. 36.136 Dengan kata lain. Argumen ini dipopulerkan oleh filsuf sekaligus pujangga terkemuka asal Pakistan. Pengalaman relijius ini merupakan hasrat keagamaan yang derajatnya lebih tinggi daripada hasrat filsafat rasional semata. Menurut Iqbal. 2004).

Erich Fromm. it represents. bagaikan bangunan piramida yang solid. Tuhan diidentifikasi dengan beberapa istilah yang lazim dipakai dalam literatur filsafat sebagai Being I should like to note that. B. memahami. 168-169. dan konsisten agar dicapai pengertian yang kukuh. 2003).58 “Saya harus memberi catatan bahwa. note no. dan mengenal Tuhan.140 Demikianlah lima argumen yang sering kali digulirkan oleh para filsuf. 139 . Sebagaimana dinyatakan oleh Albert Schweizer: “Pemikiran rasional yang bebas dari asumsi-asumsi berakhir dalam mistisisme”.139 Yang menjadi penekanan dalam hal ini adalah keyakinan batin (inner conviction) bahwa Tuhan ada sering didasarkan pada perasaan bahwa mereka (orang-orang yang sudah mengalami) sudah memiliki sejumlah pengalaman langsung mengenai eksistensi Tuhan. umumnya dengan metode demonstratif (burhani). 140 Julian Baggini. baik Muslim maupun non-Muslim untuk membuktikan eksistensi Tuhan. terj. Psychoanalysis and Religion (New Haven: Yale University Press. the higgest development of rationality in religius thinking. As Albert Schweizer has put it: “Rational thinking which is free from assumptions ends in mysticism”. yaitu membangun premis setapak demi setapak secara rasional. Melalui konstruksi filosofis tersebut. Lima Tema Utama Filsafat. sistematis. sangat berlawanan dengan anggapan umum bahwa mistisisme adalah suatu jenis pengalaman keagamaan yang tidak rasional. 9. 1997). h. h. Pandangan Said Nursi tentang Tuhan Dalam sejarah filsafat. ia justru mengetengahkan perkembangan tertinggi rasionalitas dalam pemikiran keagamaan. quite in contrast to a popular sentiment that mysticism is an irrational type of religius experience. metode yang digunakan untuk menganalisis. 93-94. Nur Zaen Hae (Jakarta: Teraju.

1996). Lihat dalam Fazlur Rahman. Islam Rasional (Bandung: Mizan. 1-12. Kenabian dalam Islam. h. Falsafat & Mistisisme dalam Islam (Jakarta: Bulan Bintang. 2003). Ibnu Sina kendati begitu piawai menjabarkan eksistensi Tuhan secara demonstrasi rasional melalui teori emanasinya. h. Sumber segala wujud dan sebagainya.144 Akhirnya dua filosof Nasrani. Menyibak Tirai Kejahilan (Bandung: Mizan.59 qua Being. Bahya Ibn Pakudah dan Rabi Ibn Maimun yang lebih dikenal dengan panggilan Maimonides. 143 Mulyadhi Kartanegara. 2003).Zat Yang Wajib Wujud-Nya. h. Supreme Intellect. Pengakuan tersebut bukan hanya diikrarkan oleh sebagian filsuf Muslim (Timur). Saat juru tulis bertanya apa yang terjadi. 142 Mengenai teori emanasi yang dikembangkan oleh Ibnu Sina bias dilihat dalam Harun Nasution. Tuhan di Mata Para Filosof. 26.141 Meskipun banyak para filsuf yang mampu menguraikan eksistensi Tuhan secara filosofis. terj. terj. 1993). Akal secara independen jelas lemah untuk menangkap realitas sejati Tuhan.142 ujung-ujungnya ia mengakui kelemahan akal dalam mengkonstruksi Tuhan secara utuh. mengungkapkan bahwa akal dapat memberi tahu bahwa Tuhan itu ada tetapi tidak mampu menyampaikan apa pun mengenai Tuhan. 145 Ada sebuah kisah yang menceritakan bahwa ketika selesai mendiktekan kalimat terakhir dari karyanya Summa. 15-16. 43-51. tapi melalui kontaknya dengan akal aktif. 186. Silvester Goridus Sukur (Bandung: Mizan. Kebenaran Tertinggi. A History of God (New York: Ballantine Books. Rahmani Astuti (Bandung: Pustaka. Sectus Erigena dan Thomas Aquinas. juga dalam. yang diidentifikasi dengan malaikat Jibril. h. Aquinas menjawab bahwa segala yang telah ditulisnya 141 . 144 Karen Armstrong. Aquinas dengan sedih menelungkupkan kepala di atas lenganya. h. tapi juga oleh para filsuf non-Muslim (Barat). walaupun berhasil secara logika dalam menyingkap misteri Tuhan. tidak sedikit di antara mereka yang mengakui keterbatasan refleksi filosofis nalar manusia dalam mencandra Realitas Absolut yang bernama Tuhan. sehingga bisa mengkonstruksi Tuhan secara lebih valid dari akal an sich. 1995). the Absolut Being.143 Dua filosof Yahudi. 34-40. sebenarnya Ibnu Sina bersama Farabi mengakui kelemahan sekaligus kekuatan akal. h.145 Etienne Gilson. 2004). keduanya sepakat bila hakikat sejati Tuhan tidak bisa dijangkau oleh pikiran manusia.

. Nama-nama. kesempurnaan Allah dalam segala aspeknya terlalu akbar untuk dipahami oleh pikiran manusia yang lemah. Menurut Nursi. pada aspek lain mereka mengklaim keterbatasan intelek mereka dalam memahami Tuhan sebagaimana akal memahami fenomenafenomena lain. namun kaparipurnaan dan keagungan-Nya itu menjelma pada wajah alam semesta sehingga bisa menjadi kitab yang dapat dibaca oleh rasio manusia. Ibid. tapi kesempurnaan Allah itu termanifestasi pada lembaran alam semesta melalui Sifat-sifat. Nursi mempunyai pandangan tentang Tuhan yang tidak sepenuhnya terbebas dari nuansa paradoksal. . 205. h. dan Perbuatan-Nya. Pada satu aspek mereka menjadikan Tuhan sebagai objek penalaran diskursif. yang justru sangat transparan untuk ditampung oleh kekuatan tampak tak berharaga disbanding apa yang telah dilihatnya. Ia memandang Tuhan sebagai Dzat yang memiliki kesempurnaan dan keagungan yang tak akan bisa ditandingi oleh apa pun dan tak terpahamkan oleh akal. sering kali bernada paradoksal: di satu sisi mereka menggambarkan Tuhan secara logis. Mendekati pandangan para fillosof tersebut adalah perspektif yang dibangun oleh Said Nursi mengenai Tuhan.60 Eksposisi sebagian filosof mengenai Tuhan. di lain sisi mereka mengungkapkan ketidakberdayaan rasio mereka dalam menangkap kesejatian Tuhan.

trans.S. karena segala kesempurnaan yang tiada batas (mutlak) hanya mungkin terjadi dalam lingkaran Ketunggalan dan Keesaan atau Keunikan Allah. yang dimiliki oleh manusia. namun tetap tidak dapat dikomparasikan dengan kesempurnaan hakiki. dan perbuatan-Nya.148 Kendati demikian. The Words.. h. Nursi mengakui ada bentuk-bentuk kesempurnaan yang nilai dan signifikansinya bersifat relatif yang ada dalam semesta ciptaan-Nya baik mikrokosmos maupun mikrokosmos. Pertama. dan tindakan (af’al) Allah. h. The Tao of Islam. 2004). 2003). 58. terj. Rahmani Astuti & M. atau secara tegas manifestasi dari sifat-sifat. Nasrullah (Bandung: Mizan. maka bayangan kesempurnaan di luar lingkaran kesempurnaan tersebut sejatinya adalah keliru dan bukan kesempurnaan sama sekali. (Jakarta: Pustaka Firdaus. para malaikat. Seluruh “kesempurnaan” yang tampak di alam semesta. yang tidak bisa dibandingkan. 149 Ibid. sehingga tidak ada dan tidak dapat dibandingkan dengan apa pun. Islamic Spirituality: Manifestations (New York: Crossroad. Lihat dalam Seyyed Hosein Nasr (ed. pandangan Nursi mengenai Tuhan paling tidak dapat diuraikan dalam tiga kategori. 148 Ibid. 645. bandingkan juga secara agak detail dalam Sachiko Murata. h. 660. Dimensi Mistik dalam Islam.146 Secara global. 47-66. h. nama-nama. h.61 akal manusia.). 1991). 647. Nursi memandang Tuhan sebagai Dzat yang sangat unik dan memiliki kesempurnaan yang tidak akan bisa dibandingkan dengan apa pun. h. dan jin hanyalah bayangan redup atas kesempurnaanNya yang hakiki.147 Mengapa Allah memiliki kesempurnaan yang tidak bisa dibandingkan? Menurut Nursi. Sukran Vahide (Istanbul: Sozler Nesriyet. 147 Said Nursi. Sapardi Djoko Damono dkk. terj. gagasan Arabi ini dielaborasi pula oleh Annemarie Schimmel. 2002). Allah mempunyai kesempurnaan mutlak dalam segala sifat. 340-341. 146 .149 Gagasan Nursi tersebut sangat mendekati ide yang di usung oleh Ibnu Arabi yang mengungkapkan bahwa alam semesta merupakan manifestasi-manifestasi Allah (tajalliyat). nama..

150 . 298. pandangan Nursi tentang Allah yang memliki kekuasan absolut dan tidak bertepi atas segala ciptaan-Nya.62 Kedua. 144. menciptakan musim semi semudah menciptakan kebun-kebun.152 Nursi menyuarakan cara kerja kekuasaan absolut Tuhan tersebut secara puitikal: In relation to the power of the One Who creates beings. and gardens as easy as flowers”. dan Kehendak-Nya pada semua spesies. banyak atau sedikit.. maka menciptakan surga adalah semudah menciptakan musim semi. h. Perintah. terj. 2001). Dia sangat berkuasa atas segala sesuatu dengan Kekuasaan Absolut yang meliputi segalanya yang niscaya bagi Dzat Ilahi-Nya. 151 Ibid. Dia menciptakan sesuatu yang partikular seartistik yang universal. trans. mudah atau rumit. menciptakan apa pun saja. h. 2003). Apa yang disebut dengan hukumhukum alam tiada lain hanyalah gambaran perwujudan-perwujudan Ilmu. 1999). Sugeng Hariyanto dkk. Sang Pencipta Yang Maha Berkuasa tersebut mengetahui segala sesuatu dan memiliki kehendak yang begitu komprehensif. h. Dengan kekuasaan mutlak-Nya. Persoalan Tauhid & Tasbih. 152 Said Nursi. Paradises are as easy springs. Maheram Binti Ahmad (Malaysia: Kuala Terengganu. sehingga apa pun yang Dia kehendaki terjadi dan apa pun yang tidak Dia kehendaki tidak akan terjadi. 158. terj. 299.150 Allah. 75. Sukran Vahide (Istanbul: Sozler Nesriyat. the springs as easy as gardens. Letters. (Jakarta: Grafindo Persada. semuanya berada dalam satu keselarasan yang mudah.. Dia menciptakan sesuatu yang universal semudah menciptakan yang partikular. Bandingkan dengan Said Nursi. Said Nursi. 153 Ibid. h.151 Dalam perspektif Nursi. jika dipandang dari sudut pandang kekuasaan Allah (Divine Power). baik besar atau kecil. dan menciptakan kebun-kebun semudah menciptakan sekuntum bunga”. h. Sinar Yang Mengungkap Sang Cahaya.153 Dalam hubungannya dengan kekuasaan Dzat yang menciptakan seluruh makhluk.

154 .154 Mengenai hal ini. 155 Ibid. kekuasaanNya menjelma dalam bentuk dua manifestasi. Cara pertama adalah (Wahidiya). Misalnya saja seorang raja yang sangat baik menjalankan kekuasaannya secara langsung. Dia bisa melakukannya dengan dua cara: dengan beberapa ketentuan atau undang-undang umum yang dia buat dan menggunakan para pejabat dan gubernur pada masingmasing kantor. kendati Allah memiliki kekuasaan yang absolut. Yang kedua (Ahadiya). Sugeng Hariyanto & Fathor Rasyid (Jakarta: SiRaja. 139. dan kemuliaannya adalah lebih jelas. hal itu tidak menafikan-Nya menggunakan perantara dan kausa-kausa untuk menunjukkan kekuasaan-Nya dalam kehidupan duniawi. kreasi.. atau melalui pemerintahan langsung dengan selalu hadir di mana saja pada saat yang bersamaan dalam wujud berbeda dan tanpa didampingi para pejabat atau pegawai. bahwa dunia merupakan Said Nursi. Dia menunjukkan Nama-namaNya di seluruh alam semesta dari balik perantara dan kausa yang kasat mata. 2003). Dari Cermin ke-Esaan Allah.63 Meskipun kekuasaan Allah bersifat mutlak. menurut Nursi. kebaikan. Dia memfokuskan manifestasi-Nya pada satu makhluk tanpa perantara atau tabir. Fakta tersebut senafas dengan ide yang digagas oleh Abdul Qadir al-Jilani. lebih indah dan agung dibandingkan manifestasi mereka dengan cara yang pertama. bentuk sebuah ketentuan yang maha-meliputi.155 Jadi bagi Nursi. terj. Ketika ditunjukkan melalui cara yang kedua ini. Cara yang kedua ini adalah lebih baik dan lebih istimewa. Nursi membuat ilustrasi. h. h. 140.

serta hukum kausalitas. ontologis. h. segala sesuatu di alam semesta baik pada tataran makrokosmos maupun mikrokosmos merefleksikan kesempurnaan karya dan Pencipta itu sendiri. maka Nursi juga membangun argumentasi yang bernada filosofis dengan bingkai kosmologis. Secara sistematis dan koheren. Fathu al-Rabbani (Libanon: Beirut. The Rays. Nursi. matahari.. 312-313. dan lain lainnya. serta pada dunia binatang yang tak berakal dan manusia yang memiliki kesadaran. 157 156 . Pandangan Nursi tentang Tuhan pada level yang ketiga inilah yang paling menonjol dan sering kali muncul dalam karyanya: Risalah AnNur. 158 Argumentasi yang bernada filosofis dalam membincang Tuhan tersebut nyaris selalu muncul dalam semua bagian dari Risalah Nursi.156 Ketiga. sifat-sifat. dan bintanggemintang. bumi. seperti dalam The Words. 140.64 negeri atau tempat hikmah (kebijaksanaan) yang membutuhkan sarana-sarana. Mungkin karena ingin mengcounter doktrin filsafat materialisme yang bernada filosofis. Sinar Yang Mengungkap Sang Cahaya. meskipun Allah mempunyai kesempurnaan dan kekuasaan tak tertandingi yang sejatinya tak terjangkau oleh nalar manusia yang lemah. menurut Nursi Wajah Tuhan justru hadir secara transparan pada setiap lembaran ciptaan-Nya: langit. bulan. dan teleologis dengan porsi yang cukup luas.The Flashes. h. 1988). Letters.158 Abdul Qadir al-Jilani. The Words…. Dia tetap ingin menunjukkan kesempurnaan dan kekuasaan-Nya pada setiap fitur alam semesta melalui manifestasi nama-nama. prasarana-prasarana. dan tindakan-Nya.157 Pada aspek ini.

h. yang didasarkan atas kontigensi alam semesta dan ketergantungnnya pada apa yang niscaya (Allah). 454. Argumen Aquinas yang terdiri dari lima variable: Penggerak Pertama. argumen kosmologis dapat diuraikan sebagai argumen mengenai eksistensi Allah yang didasarkan atas hakikat alam semesta yang diasalkan dan tergantung pada sesuatu yang lain dari dirinya sendiri. Said Nursi berangkat dari keberadaan alam semesta dalam segala aspeknya yang pasti bermuara pada satu Pencipta yang Wajibul Wujud. Tuhan tempat bergantung dan hierarki kesempurnaan menunjukkan bahwa Tuhan sebagai pusat kesempurnaan mutlak. sedangkan alam semesta berada dalam suatu perubahan terus-menerus. dan Maha Paripurna dalam segala atribut-Nya. h. Yang Maha Mutlak. Persoalan…. kosmologis mulai dari suatu analisis tentang eksistensi segala sesuatu ke eksistensi Allah dan ke salah satu atribut Allah atau lebih. sedangkan alam semesta mempunyai gerak yang diberikan kepadanya. tercakup pula dalam ide-ide di atas. 160 159 .. Allah itu aktual pada dirinya. 75..161 Ketika mengurai eksistensi Tuhan melalui bingkai argumentasi kosmologis. Pembahasan alam Titus. Pembuktian Eksistensi Tuhan Menurut Said Nursi 1. Allah tidak dapat diubah. 161 Bagus. Allah itu kekal. sedangkan alam semesta berada dalam keadaan potensial yang diaktualkan sebagian dalam waktu. Kamus……. Sebab Pertama. sedangkan alam semesta mempunyai awal dalam waktu. Allah menggerakkan diri sendiri.159 Meskipun demikian. Eksistensi Tuhan dalam Bingkai Argumentasi Kosmologis Ide sentral yang terkandung dalam argumentasi kosmologis adalah adanya rangkaian hukum sebab akibat (kausalitas) pada alam semesta yang harus berakhir pada sebab pertama yang disebut Tuhan.160 Dengan kata lain.65 C.

Nursi. selalu terhubung dengan keesaan Tuhan dan acap kali ia mengaitkannya dengan salah satu nama atau sifat Allah yang termanifestasi secara aktual. 717. kerajaan dan kekuasaan absolut yang agung pada tingkatan Kekuasaan Tuhan yang dimiliki Dzat Yang Maha Berkuasa. Adanya kesempurnaan relatif menunjukkan kesempurnaan mutlak.162 Menurut Nursi. Semua kesempurnaan di alam semesta merupakan pertanda kesempurnaan Dzat Yang 162 163 Nursi. b. . Hal itu sebagai indikasi mengenai keberadaan Dzat Wajibul Wujud (the Necessarily Existent One). a. atau campur tangan. h.163 Dengan kata lain. tentu lebih tegas menolak campur tangan dan persekutuan pihak mana pun. Uraian Nursi mengenai eksistensi Tuhan melalui argumentasi kosmologis dapat diklasifikasi secara detail sebagai berikut. sekutu. Ilustrasinya. Words…. Penciptaan alam semesta dengan segala keanekaragamannya membuktikan adanya Pencipta Tunggal Yang Maha Kuasa. tatanan dan perdamaiannya akan rusak. kekuasaan dan kedaulatan tidak memungkinkan adanya musuh. jika sebuah desa mempunyai dua pemimpin. Jika kekuasaan dan kedaulatan relatif yang dimiliki manusia yang lemah saja menolak persekutuan dan intervensi pihak lain... 715-717. Dan sebuah negara dengan dua raja atau pemerintahan akan senantiasa dalam kekacauan. dalam perspektif Nursi. Words…. Keesaan dan Ketunggalan tanpa sekutu adalah persyaratan mutlak atas Ketuhanan dan Kekuasaan.66 semesta. Suatu daerah atau wilayah dengan dua gubernur akan mengalami kebingungan. h. maka kedaulatan sejati.

Sama halnya dengan dunia. Words……….. h. mengindikasikan bahwa Dzat yang membangun dunia itu adalah sempurna. kekayaan. 167 Nursi. 111. mempunyai kebutuhan yang tiada habisnya dalam hal makanan dan kelangsungan hidup. Menurut Nursi. apakah besar atau kecil. dan benda yang benar-benar tanpa kehidupan. demikian tulis Nursi. segala sesuatu di alam semesta.. sebuah istana indah yang dibangun dengan sempurna pasti menunjukkan adanya seorang pembangun yang sempurna.. h. h. hanya dengan sedikit perhatian dan usaha.167 Fakta ini karena kekuasaan.164 Namun Nursi tetap menggarisbawahi. sebuah istana yang dibangun dan dihias secara sempurna. 648. Dalam analogi Nursi. bahwa segala kesempurnaan yang dimiliki setiap makhluk hanya merupakan kesempurnaan relatif sebagai refleksi dari Kesempurnaan Absolut sehingga seluruh kesempurnaan relatif tersebut akan menjadi bayangan redup jika dibandingkan dengan kesempurnaan realitas Dzat Yang Maha Paripurna. .168 Lebih jauh. Ibid. Seluruh makhluk berada dalam kebutuhan dan ketergantungan yang mengharuskan adanya satu Wujud Wajib Tempat Bergantung.. 314.166 c. h.. 168 Ibid. manusia bisa menyaksikan segel Dzat Tempat Bermohon segala sesuatu pada wajah halaman bumi (the Eternally Besought One).. Kebutuhan setiap sesuatu dipenuhi tepat pada waktunya dan 164 165 Ibid. kemiskinan.165 “Kecantikan lugu “wajah” alam semesta menandakan keniscayaan eksistensi dari Yang Kecantikan-Nya absolut”. 694. Sinar……. 166 Nursi. 309.67 Agung dan perlambang atas keindahan-Nya. h. dan kehidupan absolut akan terlihat di dalam kelemahan.

Secara spesifik. Sinar………. Nursi. dan komprehensif.172 e. Nursi melukiskan bahwa prinsip ketuhanan membuat diri-Nya dikenal melalui manifestasi nama-nama-Nya yang Maha Indah. 113.170 Dengan ketentuan tersebut. Nursi. 245. sepaerti Yang Maha Hidup. indah. bahkan selamanya. artistik. Words…….. segala sesuatu 169 170 Nursi. Sukran Vahide (Istanbul: Sozler Nesriyat. Dia menampilkan setiap makhluk dalam keunikan identitas dan wujud mereka. Letters…….. Maha 173 172 .171 Dengan demikian... The Flashes. sampai hari ini. pada setiap wajah manusia secara transendental tertera stempel keesaan Tuhan Yang Maha Tunggal.. Maha Penyayang dan Maha Pengasih. 289-291.. dan penuh makna sesuai dengan tujuannya masing-masing di antara kemungkinan bentuk yang tak terhingga. h. Dalam telaah Nursi. trans. 171 Said Nursi. Maha Pemurah. Pemenuhan kebutuhan tersebut mengindikasikan eksistensi Tuhan Yang Maha Pemberi Makan. 2000). Pada setiap wajah mungil manusia terlihat tanda-tanda yang membedakannya dari semua wajah lain sejak zaman Nabi Adam as. Setiap makhluk ciptaan Tuhan merefleksikan Asma-asma-Nya secara indah.. h. faktual.169 d. Maha Pemberi Rezeki. Pengetahuan Tuhan Yang Maha Meliputi ini bisa dilihat pada kehendak-Nya dalam menentukan sebuah bentuk pada setiap makhluk ciptaan-Nya yang tertata. Keunikan setiap ciptaan menunjukkan Pengetahuan Tuhan Yang Maha Komprehensif dan membuktikan adanya Tuhan Yang Maha Esa. h. h. secara demonstratif keunikan tersebut ditunjukkan pada karya-Nya yang paling mulia: Manusia.173 Dengan kata lain. keunikan itu tampak pada setiap wajah manusia. Tema ini sering muncul dalam Risalah An-Nur. Maha Mengetahui. misalnya keagungan tujuh sifat-sifat-Nya. walaupun substansi mereka samasama manusia. 623.68 dalam takaran yang tepat yang mereka perlukan untuk kelangsungan hidup mereka.

Nursi. rembulan. h. 1998).. bintang-gemintang. Maha Menyembuhkan. maka dengan sakit engkau juga bisa berkenalan dengan NamaNya asy-Syafi. demikian tegas Nursi Sampai di sini. serta terhadap setiap manifestasi seluruh atributNya pada wajah semesta alam. di situ akan nampak nama Ar-Rahman. melalui paparan di atas. dan Maha Berbicara. h. Maha Melihat. Maha Mendengar. Penciptaan alam semesta. Tatkala cahaya matahari menyinari wajah bumi dan air hujan membasahi daratannya yang kering sehingga tumbuh-tumbuhan dan pepohonan menjadi hidup dan lebat berbuah. h. serta manusia dan hewan bergairah menjalani kehidupan. Said Nursi.. panorama semesta. . Kuasa. Tuhan Yang Maha Indah. di sana akan terlihat Al-Jamil. 174 Ibid. come to know also His Name of Healer through your illness”175.69 mencerminkan jejak-jejak Ilahi.174 “Like you learn of His Name of Provider through hunger. Maha Berkehendak. Trans. sebenarnya Nursi ingin menunjukkan bahwa Allah merupakan satu-satunya Penyebab Pertama bagi segalanya: alam semesta. taman bunga yang indah mempesona. serta penjelmaan setiap nama. Maha Pemberi Rezeki. Flashes………. The Rays. Ketika memandang wajah-wajah cantik jelita dan tampan menawan. maka melalui kematian mereka semua bersaksi atas keabadian dan keesaan Dzat Yang Maha Hidup. 175 Terjemah bebasnya: Sebagaimana dengan lapar engkau bisa mengetahui Nama-Nya ar-Razzaq. bagi kebutuhan dan ketergantungan makhluk. wujud kesempurnaan nisbi. 268. 708. bagi kesempurnaan relatif makhluk. Dan sebagaimana melalui hidup semua makhluk hidup membuktikan eksistensi Dzat Wajibul Wujud. kebutuhan dan ketergantungan makhluk. 169. dan matahari yang bertebaran di lengkungan cakrawala yang menakjubkan. Sukran Vahide (Istanbul: Sozler Nesriyet. Tuhan Yang Maha Pemurah.

70 sifat. Sebab: Hubungan kerja sama satu sama lain di antara semua hal di alam semesta dan keterampilan seni tanpa cacat yang ditampilkan pada setiap hal menggambarkan bahwa yang telah melukis bintangbintang dan matahari-matahari di atas halaman langit adalah Dia Yang melukis sel-sel di atas ‘halaman-halaman’ lebah dan semut. History.177 Zat inilah yang diidentifikasi sebagai Tuhan. manusia bisa menyuarakan dan mengkonsepsikan mengenai suatu Zat Yang Maha Besar. 178 Bagus. dan karya-Nya. Maha Sempurna. 2... Karena manusia merupakan wujud (ada) terbatas yang tidak dapat menghasilkan ide tentang Tuhan sebagai Ada Yang Sempurna dan Tak Terbatas. Hal ini dengan sebuah asumsi bahwa jika Tuhan Nursi.. h.176 demikian simpul Nursi. Anselm mendefinisikan Tuhan sebagai: Sesuatu yang tak terpikirkan ada hal lain yang melebihi keagungannya (aliquid quo nihil matus cogitari possit).178 Dengan ide ini....... alam semesta memberikan kesaksian bahwa Allah.. 77. semuanya bersumber pada Dzat Wajibul Wujud Yang Maha Esa. dan Tidak Terbatas yang tidak hanya berada dalam pikiran semata. Ide tersebut dipopulerkan oleh Saint Anselm yang ingin menunjukkan bahwa eksistensi Tuhan bias dibuktikan secara rasional pada abad sebelas. h. Sinar……….... 99.. 177 176 . Eksistensi Tuhan dalam Bingkai Argumentasi Ontologis Argumen ontologis berpijak pada filsafat wujud yang menyatakan bahwa manusia mempunyai suatu gagasan tentang zat yang sempurna dan tidak ada wujud yang lebih besar daripada zat tersebut. 202.. Dengan bahasa dari semua makhluk yang ada di alam semesta... maka dengan sendirinya Tuhan sebagai Realitas Yang Sempurna dan Terbesar itulah yang telah menyematkan ide tersebut ke dalam pikiran dan jiwa manusia yang terbatas. tiada Tuhan selain Allah (laa ilaaha illaa’ llaahu)”. h. tapi benar-benar mempunyai wujud nyata dalam realitas. Kamus……………. Armstrong..

394. bumi dan benda-benda langit sampai atomatom yang tak terlihat kasat mata. 167-168.. goresan ketetapan-Nya. Nursi menggarisbawahi bahwa secara hakiki kebesaran dan keagungan-Nya tak akan pernah terpahamkan secara utuh oleh akal setiap manusia 179 180 dan tidak benar-benar bebas dari segala kekurangan dan Amsal.. h. bukan hanya manusia satu-satunya secara fitriah yang mengakui kebesaran mutlak Tuhan. Semua manusia.. para ulama. cermin nama-nama-Nya.... Baginya. 172-173... para wali.. Nursi... Walaupun demikian. bahwa manusia mampu melukiskan kebesaran dan keagungan Tuhan. mengikrarkan kesaksian dengan bahasa fitrahnya masing-masing tentang kebesaran dan keagungan Allah Yang Maha Paripurna bahwa semesta ini merupakan jejak kekuasaan-Nya..179 Jika argumentasi teleologis bagi filosof lain lazimnya hanya berputar pada jiwa manusia yang memiliki gagasan tentang kebesaran mutlak Tuhan dan secara faktual kebesaran absolut itu benar-benar hadir. serta para pemikir yang telah mendapatkan pencerahan. Sinar……….. ...71 hanya besar dalam pikiran konsekuensinya Dia tidak betul-betul besar sebab tidak mewujud secara konkret hanya bersifat imajinatif.. memberi kesaksian mengenai kebesaran absolut-Nya. Demikian pula alam semesta... para ahli syuhud. entah para rasul. tetapi juga semesta ciptaan-Nya menyuarakan kebesaran Sang Pencipta.. orang-orang suci. h. Nursi melampaui perspekti umum tersebut. para nabi... Filsafatr. h. Flashes..180 Jadi setiap makhluk mampu menyuarakan kebesaran Sang Penciptanya kendati tidak tertangkap oleh nalaritas kebanyakan manusia.. serta tampilan cahaya-Nya..

. proses penciptaan tersebut merupakan transformasi dari entitas dalam bentuknya yang abstrak menjadi entitas yang mempunyai bentuk lahiri.. Nursi mungkin bias diketegorikan sebagai the true philosopher.. Engkau adalah Yang Mempunyai Keagungan... 184 Nursi. penciptaan berarti memberikan eksistensi material eksternal kepada hal-hal yang telah ada dalam khasanah ilmu Allah... Flashes………...183 Melainkan...184 Dengan kata lain. 182 181 . Pertama.. Armstrong.. Kartanegara. Sedangkan yang kedua.. 383... Argumentasi teleologis yang bercorak demikian diusung oleh filsuf klasik yaitu Ibnu Sina yang kemudian dikembangkan oleh filsuf-filsuf sesudahnya baik Muslim maupun nonMuslim. termasuk Saint Anselm.. Nursi menganggap segala hal yang berasal dari Dzat Ilahi.. Sebab pendekatan filsafat. dimunculkan dari berbagai unsur yang ada. namun di tempat lain. 154. lagi-lagi menurut Armstrong. penciptaan dari tiada yang disebut keaslian dan hasil penemuan. Sinar. Selanjutnya. 149-150. 34. tidak bisa disebut sebagai seorang filsuf karena ia menggagas penciptaan dari ketiadaan (creation ex nihilo)... h.. “Allahu Akbar: Wahai Dzat Yang Maha Besar! Ya Allah. menurut Karen Armstrong. tidak perlu diciptakan dari ketiadaan absolut. dan Kemuliaan yang tidak dapat dipahami oleh akal”181. Atau seperti penampakan garis yang tadinya tertulis dengan tinta samar lewat bahan yang bisa menampakkan tulisan tersebut... Sehingga Al-Kindi... begitu simpul Nursi.. jika mengikuti filsuf Muslim182 yang menggagas konsep ontologis bahwa Allah sebagai Wujud Niscaya yang menjadi sumber semua eksistensi semesta.. 183 Dengan argument tersebut. Hal ini seperti mengembangkan sebuah bentuk yang direfleksikan pada cermin atau menguraikan makna dalam pikiran dengan kata-kata. 174.. h...72 ketidaksempurnaan... Hal itu tak ubahnya bagaikan pemindahan gambar yang terdapat pada cermin kepada sebuah lembaran foto untuk menegaskan wujud lahiriahnya secara sangat mudah. filosof sejati. Mendekati argumentasi ontologis yang bercorak demikian. h.. Nursi juga menguraikan konsep tersebut. menolak konsep penciptaan dari ketiadaan. h.... Menembus.. Nursi juga menjelaskan bahwa proses penciptaan seluruh entitas melalui dua cara. Kebesaran.. h..185 Ibid. 185 Nursi. History..

186 Nursi hanya menguraikan bagaimana proses penciptaan tersebut secara ilustratif bagaikan memendarkan cahaya matahari pada segala yang bisa terjamah sinarnya dan suatu waktu cahaya tersebut harus kembali kepada matahari itu sendiri.. ontologis Nursi tidak bersifat emanatif hirarkis seperti yang digagas Ibnu Sina... 418. Kendati wawasan yang digulirkan Nursi mengenai dalil ontologis mendekati argumentasi ontologis yang dibangun Ibnu Sina sembilan abad silam.. dan diberi wujud... Eksistensi Tuhan dalam Bingkai Argumentasi Teleologis Keteraturan. Alam semesta lalu dibentuk. 187 Nursi. Flashes………... yang disebut dengan menyusun dan membentuk. 417... dalam arti adanya rancangan dan pola dalam alam semesta menunjukkan adanya seseorang atau sesuatu yang mengatur. bias dilihat dalam Nasution.. h. pendekatan yang dipakai oleh Nursi jelas-jelas sangat filosofis. h. Di lain tempat. Islam Rasional.. Kekuasaan Ilahi yang bersifat mutlak memberikan bentuk konkret padanya secara sangat mudah sehingga semua entitas tadi dapat terlihat oleh mata setelah sebelumnya berada di alam gaib.. Nursi memberikan ilustrasi bahwa proses penciptaan itu bagaikan gambar bayangan pada cermin yang menempel di kertas alat pemotret sehingga menjadi gambar yang konkret..187 3. Demikian pula dengan bentuk dan substansi semua entitas yang terdapat pada cermin pengetahuan Tuhan Yang Maha Esa. sebab ia menggagas konsep Tuhan sebagai Wajibul Wujud yang menciptakan semesta ciptaan-Nya tanpa dari ketiadaan absolut. . 43-51.73 Dalam konteks ini. h. 186 Mengenai teori emanatif Ibnu Sina yang mengembangkan teori Farabi. Ibid..

Di antara elemen-elemen dan bagian-bagiannya ada kerja sama dan gotong royong yang saling menguntungkan demi tujuan mulia. 78. sifat. Saling kerja sama di antara makhluk merefleksikan Tuhan Yang Maha Kuasa dan Maha Bijaksana. h. alam raya ini laksana istana yang megah. serta sebagai pencipta dan pemelihara tujuan tersebut. membantu tanaman untuk mendorongnya membantu hewan dan 188 189 Bagus.. 78.190 Sebagaimana prinsip yang sangat ditekankan dan seringkali diulang dalam Risalahnya. atau tindakan Tuhan Yang Maha esa. h.188 Semesta yang teleologis yaitu alam yang diatur menurut suatu tujuan tertentu. saling kerja sama. 183.189 Semua itu menunjukkan bahwa Allah sebagai sumber keteraturan. a.191 Menurut Nursi.74 sebagai suatu keseluruhan mempunyai suatu tujuan yang merupakan perjuangan alam semesta. 190 Bagus. pabrik yang tertata rapi. Kamus…….. Kamus………. Nursi selalu mengaitkannya dengan Asma-asma-Nya. h. musim panas dan musim dingin. 11-12. siang dan malam. Secara detilnya. Dalil teleologis yang dibangun Nursi selalu bermuara pada nama.. dan kota yang terencana dengan baik. . Bagian-bagian dari alam mempunyai hubungan yang erat satu dengan yang lainnya dan bekerja sama dalam menuju tercapainya suatu tujuan tersebut. dan tujuan alam semesta.. Filsafat……. begitu pula saat menjelaskan keteraturan. Sinar………. Bagaimana matahari dan bulan . ada beberapa poin mengenai hal ini. Jika diamati akan terlihat bahwa beberapa bagian membantu bagian-bagian yang lain untuk memenuhi kebutuhan mereka. h.. 191 Nursi. Amsal.

dan gemuruh petir. Nursi.75 mempersembahkan makanan kepada hewan yang dia ambil dari khasanah kekayaan Yang Maha Pengasih. dan air membantu buah-buahan dan sayuran mempunyai rasa dan kandungan gizi tersendiri. sayuran dan buah-buahan membantu sel tubuh manusia dalam keteraturan sempurna dan demi tujuan mulia. serta kilat. Dengan demikian. Alam semesta selain memiliki tujuan juga memiliki manfaat sesuai dengan karakter uniknya masing-masing yang mencerminkan adanya Pencipta Yang Maha Bijaksana. dan sungai tidak muncul dari dalam tanah dan pegunungan secara kebetulan. h. Musim semi. Words…. semua itu merupakan bukti nyata dan argumen yang jelas bahwa mereka semua adalah abdi Pemberi Hidup Yang Maha Sempurna yang bekerja atas perintah dan izin Kuasa dan Kebijaksanaan-Nya.193 Angin. 702-703. air hujan. Begitu pula awan. aliran air. dan mineral memiliki tujuan dan manfaat khusus dan diatur untuk memenuhi kebutuhan manusia dan binatang. Bebatuan. udara. bukanlah tidak bermakna. terjadinya peristiwa-peristiwa atmosferik yang aneh ini menjadi 192 193 Ibid.192 b. Partikel-partikel bumi. berhembus untuk menjalankan tugas-tugas vitalnya. Kemudian.. Burung-burung berkicauan dengan menakjubkan untuk menyampaikan perasaan mereka dan mengungkapkan maksud mereka kepada burung-burung lain. Lebah madu dan ulat sutera mengambil madu dan sutera dari khasanah Dzat Yang Maha Pengasih dan membawanya kepada manusia. . perhiasan. selain memiliki manfaat dan fungsi hebat dan bijaksana.. Hewan bersegera membantu manusia.

c. yang direkrut setiap musim di bumi. 196 Nursi. hujan. menyimpan. menurut Nursi ada kebijaksanaan universal dalam setiap ciptaan-Nya. dalam arti segala sesuatu di semesta ditakar dengan proporsi yang tepat sesuai watak masing-masing makhluk dan demi tujuan yang jelas. Sinar……. Ini menunjukkan bahwa angin. Words……. bebatuan. Masih bermuara pada Asma Tuhan Yang Maha Bijaksana. Bagi Nursi. yang termasuk tujuan. kehendak dan kecondongan. Di lain tempat dalam Risalahnya. h. kesadaran. mineral. bagi Nursi akan memperlihatkan kebijaksanaan Nursi. 195 194 . karena tidak mungkin bagi sebuah tindakan terjadi tanpa adanya pelaku dan sesuatu dilakukan atau bagian dari sesuatu itu tidak dapat menjadi pelakunya.196 Bila direnungkan secara cermat.. menunjukkan manfaat dan kebijaksanaan universal (universal wisdom). maka kebijaksanaan universal itu menunjukkan Dzat Yang Bijaksana.195 Karena suatu sifat selalu menunjukkan kualitas sesuatu.. menunjukkan keniscayaan eksistensi dari Yang Maha Bijaksana.. 695-696. dan burung-burung yang berkicau diarahkan oleh Tuhan Yang Maha Bijaksana untuk fungsi dan tujuan mulia. Tatanan dan keteraturan di dalam ciptaan dan manajemen makhluk.194 Kebijaksanaan tampak di seluruh alam semesta baik alam semesta secara keseluruhan maupun dalam bagian-bagiannya. 109. Ibid. Kebijaksanaan ini. 117. Nursi melukiskan kebijaksanaan ini sebagai Takdir universal. h. dan menyebabkan mereka muncul keluar karena ketaatan kepada perintah-perintah-Nya. semua fenomena tersebut memperlihatkan bahwa Penguasa Yang Maha Bijaksana telah menguasai. h. semesta alam dengan segala aspeknya hatta bagian yang terkecil pun.76 penyebab jatuhnya hujan dan memberi makan semua makhluk hidup di bumi yang sangat membutuhkan mereka.

kendati cukup logis dan mampu memuaskan rasio orang-orang yang berakal.77 universal yang secara jelas menunjukkan pada suatu tujuan dan kehendak dzat Yang Maha Bijaksana. Hanya saja Nursi menyusun dalil teleologisnya dengan gaya bahasa yang baru. Melalui paparan tersebut. Begitu pula semesta jagad raya dengan segala komleksitasnya yang tertata rapih. Itu artinya memang argumen logika belum cukup memadai untuk membuktikan wujud Tuhan sebelum dilengkapi dengan argumentasi intuitif. Maha Pengatur. 4. Argumen intuitif berpijak pada hati nurani atau keyakinan batin bahwa Tuhan ada sering Ibn Rusyd menyebut argumentasi teleologisnya dengan dalil inayah. Eksistensi Tuhan dalam Bingkai Argumentasi Intuitif Pendekatan-pendekatan atau argumentasi akliah mengenai eksistensi Tuhan. seperti Yang Maha Kuasa. Maha Bijaksana dan sebagainya. akurat. Karena itu seseorang tidak perlu bertepuk tangan dengan keberhasilan akal dalam membuktikan wujud-Nya (Tuhan). alam semesta bagaikan sebuah jam yang semua bagiannya bekerja sama secara harmonis dalam cara yang tertib.. Matthews. 197 . Pengantar………. teolog Inggris. Ibn Rusyd197. semua argumentasi logika mengenai wujud Tuhan dapat saja dicari kelemahannya oleh akal manusia lain. 1997).. 15. 165. atau W. Membumikan Al-Quran (Bandung: Mizan.. Satu-satunya yang bisa dipahami untuk mendeskripsikan pencipta seperti itu adalah Tuhan Yang Mha Kuasa dan Maha Tahu. William Paley198. Baggini. penuh ilustrasi. 199 Menurut Abdul Halim Mahmud. Quraish Shihab. Menurutnya. dan dan dikaitkannya secara afirmatif dengan atribut-atribut ketuhanan. 198 William Paley membuat ilustrasi yang terkenal tentang jam dan untuk memperkuat argumentasi teleologis. karena dengan akal pula argumen itu dapat ditolak. dan mempunyai tujuan tertentu.R. pasti ada seorang desainer dan pembuat yang cerdas yang telah menciptakannya.199 kaum beriman biasanya masih berusaha melengkapinya dengan dalil intuitif atau secara qolbiah atau disebut juga pengalaman relijius. Lima Tema. Hanafi. argumentasi teleologis yang dibangun oleh Nursi sebetulnya tidak ada yang begitu baru dan tidak begitu berbeda dengan teleologis yang dirancang oleh filsuf Muslim. 171.. h.. niscaya akan menyimpulkan pasti ada seseorang yang cerdas telah mendesain dan membuat jam itu. h. Maha Pemurah. Siapa pun yang melihat dan mengetahui jam tersebut. h..

. h. 202 Biasanya hakiakat keimanan justru ditekankan atau menjadi fundamen utama bagi Risalah Nursi. Sinar……….... eksposisi Nursi dapat diuraikan dengan beberapa poin berikut..203 Menurut Nursi. Setiap kalbu manusia mempunyai kesadaran terdalam mengenai keesaan Tuhannya dan senantiasa menghadap kepada-Nya. h... Said Nursi. untuk membuktikan dan mengenal eksistensi Tuhan tersebut dikembangkan metode-metode spesifik berupa tahapan-tahapan (maqamat). tahapan-tahapan atau maqamat tersebut secara hierarkis diformulasikan dengan berbeda antara seorang tokoh sufi dengan tokoh sufi lainnya..202 secara intrinsik. bagi Nursi. Bagi Nursi.78 didasarkan pada perasaan bahwa kaum beriman sudah memiliki sejumlah pengalaman langsung akan eksistensi Tuhan. 168. Mengenai argumentasi intuitif. Hati mengikrarkan dan membuktikan eksistensi Tuhan secara hakiki. sabar. .. Salih. h. seperti taubat.201 Meskipun Nursi mengakui bahwa untuk membuktikan eksistensi Tuhan di samping menggunakan argumentasi rasional juga memakai pendekatan spiritual (riyadhoh).. a.. bahkan jika nalar lalai untuk bekerja dengan benar dan Baggini. h. Untuk mengetahui perbedaan ini. Artikulasi verbalistik singkat mengenai argumentasi tersebut didemonstrasikan fisikawan Russel Stannar ketika ia mengekui bahwa ia mengetahui Tuhan ada karena secara intuitif ia merasakannya... hingga diakhiri pada mahabbah. hati nurani sudah merefleksikan eksistensi Tuhan dengan sendirinya. Falsafat……. Dalam dunia sufi. 62-63. 201 203 200 Nursi. Hati nurani mempunyai karakteristik unik atau pembawaan alami yang tidak bisa berdusta. 585-587. lihat Nasution. salah satu jendela yang mengantarkan menusia berhubungan dengan dunia gaib adalah hati...200 Dalam wacana sufistik.. zuhud. Lima Tema………. 203-204.

205 204 205 Nursi. h. 322. Cinta ini yang merupakan perasaan yang selalu merindukan Dia tidak bisa dipisahkan dari hati nurani.. Iman Kunci Kesempurnaan. Pada titik ini hati nurani menjadi bukti yang disematkan ke dalam jiwa setiap orang yang menyatakan keesaan Tuhan. hati nurani tidak pernah melupakan Sang Pencipta. dan pahatan asma rabbaniah muncul di atas lembaran wujudnya. memikirkan-Nya. Karenanya. Hal ini karena kecintaan kepada Allah selalu mendorong nurani ke arah pengetahuan tentang-Nya. Words……. Said Nursi. dengan iman manusia memperoleh nilai tinggi lantaran ciptaan ilahiah bermanifestasi dalam dirinya. terj. Misbah (Jakarat: Robbani Press. ada konsekuensi positif dari pengakuan iman terhadap keesaan Tuhan. Bahkan jika ego manusia menentang-Nya. . Persepsi intuisi selalu membangkitkannya dan inspirasi mencahayainya. Manusia mencapai derajat kesempurnaan tertinggi dan layak atas surga melalui cahaya iman. M. h. Keterpikatan (kepada-Nya) yang mendarah daging pada hati nurani manusia ini dikarenakan keberadaan Allah yang benar-benar memikat. Hal itu karena iman mengikat manusia dengan Pencipta Yang Maha Agung dan mengikatnya dengan kepercayaan yang kuat dan penisbatan (jalinan hubungan). 2. 2004)..79 karenanya juga lalai untuk melihat kebenaran.204 Menurut Nursi. b. hati nurani melihat-Nya. sebagaimana ada konsekuensi negatif terhadap pengingkaran (kekafiran) akan keesaan-Nya. Selanjutnya pendakuan eksistensi ketunggalan Tuhan merupakan implikasi keimanan yang bersemayam dalam hati manusia. dan menghadapkan diri kepada-Nya.

dan dibaca orang lain. menuntut pengakuan mengenai ketunggalan Allah (tauhid). h.80 Sebaliknya. . h. h. 206 207 Ibid. Gelapnya kekafiaran menyebabkan seluruh makna pahatan Asmaul Husna ilahiah yang penuh hikmah tidak bisa termanifestasi. 89-90. Nursi. 3-4.206 Jadi keimanan. Words……….207 c. 208 Nursi.. Hasrat ini membuat banyak manusia berangan-angan agar semua yang mereka cintai bersifat abadi. Kalbu manusia yang mempunyai predisposisi begitu kuat untuk mencintai keabadian208 dan kesempurnaan mutlak menunjukkan bahwa Yang Maha Kekal hanya Tuhan Yang Esa dan Kesempurnaan Mutlak pun hanya milik-Nya semata. tauhid membawa pada kepasrahan. Semua kepedihan dan kesedihan yang muncul akibat adanya perpisahan tersebut merupakan ungkapan rasa kecewa yang bersumber dari kecintaan terhadap keabadian. ada hasrat yang sangat bergelora dan begitu kuat dalam setiap lubuk hati manusia untuk mencintai keabadian. dan akhirnya tawakkal akan menghasilkan kebahagiaan dunia dan akhirat. 29-31. Flashes…………. dicermati. melalui penisbatan substantif kepada Tuhan. Sebab kekafiran memutuskan nisbat dan hubungan kepada Sang Pencipta.. 209 Ibid. h. 322. mereka akan mengalami kepedihan yang sangat mendalam. pengingkaran atau kekafiran akan eksistensi Tuhan merendahkan manusia menuju derajat terendah sehingga pantas menghuni neraka. kepasrahan kepada tawakkal kepada Allah.209 Menurut Nursi. Namun ketika mereka menyadari bahwa apa yang mereka cintai hanya bersifat sementara atau menyaksikan bahwa apa saja yang dicintainya musnah..

Mengokohkan Aqidah Menggirahkan Ibadah. dan kesempurnaan hakiki yang memang dengan sengaja Allah letakkan dalam diri manusia untuk mengenal-Nya. mengosongkan kalbu dari cinta terhadap segala kesenangan duniawi yang temporal. Tapi lagi-lagi banyak manusia yang memburu kesempurnaan semu yang dianggapnya sebagai kesempurnaan sejati. 159. 213 . Fethullah Gulen. h. Sampai kapan pun naluri itu tidak akan terpuaskan kecuali bila manusia menambatkan hasratnya kepada Wajah Tuhan Yang Maha Esa semata.. setiap manusia mempunyai fitrah atau kecenderungan yang tak terhingga untuk mencintai kebaikan..212 serta senantiasa istikomah dalam menunaikan kawajiban-kewajiban agama. terj. yang hanya denag sedikit guncangan saja (jika cerminnya digerakkan) akan terjadi kekacauan pada gambar cermin tersebut.. 211 Ibid.213 210 Nursi membuat ilustrasi bahwa orang yang menatap dunia bersifat abadi laksana orang yang menatap cermin yang memantulkan taman bunga. Ibtidain Hamzah Khan (Jakarta: Robbani Press.211 mengakui ketidak berdayaan dan kepapaan dirinya di hadapan-Nya.81 Seandainya manusia tidak mempunyai naluri akan keabadian. Begitu pula menurut Nursi. 29-31. puasa. Nursi menyarankan agar manusia memperkuat dan mempertajam sensitivitas intuitifnya dengan mengorientasikan cinta terhadap Tuhan semata. seperti terutama salat. Mengenai tema-tema ibadah wajib. dan negeri denag segala isinya. Dengan alasan ini. 7. zakat dan lainnya bisa dilihat secara khusus dalam Said Nursi. Letters……. keindahan. h. cinta keabadian ini juga diuraikan oleh Gulen sebagai argumen intuitif mengenai eksistensi Tuhan. kendati banyak manusia yang tidak menyadarinya atau keliru dalam melabuhkan hasratnya tersebut. Tri Wibowo Budi Santoso (Jakarta: Grafindo Persada. Dengan demikian tidak layak menmbatkan hati terhadap dunia yang bersifat temporal. Memadukan Akal &Kalbu dalam Beriman. melanggengkan zikir atau selalu ingat kepada-Nya. 212 Nursi. Ibid. ia tidak akan kecewa dengan hilangnya sesuatu yang ia cintai. terj. kecintaan pada kekekalan itu merefleksikan eksistensi keesaan Tuhan yang selalu menjadi muara hasrat setiap manusia. 536-538. 2004).210 Karena segala keabadian lain bersifat relatif tidak mutlak. maka manusia sejatinya cuma mendambakan keabadian absolut yang tunggal yaitu Tuhan Yang Maha Esa.. istana. Dalam pandangan Nursi. h. 2002). h.

h. will. 1995). dependent reality or even none at all. Kamus Filsafat (Bandung: Rosdakarya. Doktrin-Doktrin Materialisme214 Tentang Ketiadaan Tuhan di Semesta Di sini akan diuraikan terlebih dahulu sebagian doktrin-doktrin materialisme yang menjadi titik fokus kritik Nursi. Jan Hendrik Paper.). Titus at al. 293.215 yaitu alam semesta tercipta oleh sebab atau hukum kausalitas. including thought. 179. (New York: Macmillan Publishing Co. matarialisme merupakan kepercayaan bahwa yang ada hanyalah materi. h. Webster’s New Twentieth Century Dictionary (United States: William Collins Publishers. Ketiga doktrin tersebut pun menafikan Tuhan sebagai Penyebab Pertama atau Sang Pencipta alam semesta dan tidak mengakui adanya tujuan objektif atau makna dalam penciptaan alam semesta. 1984). Lihat Harold H. dan segala sesuatu merupakan tuntutan alam. Kattsoff. 1972). Lihat Tim Penulis Rosda. 46. Rasjidi (Jakarta: Bulan Bintang.216. terj. Materialisme juga merupakan bentuk naturalisme yang lebih terbatas. Persoalan-Persoalan Filsafat. 1996). materialism is the name given to a family of doctrines concerning the nature of the world which give to matter a primary position and accord to mind (or spirit)a secondary. h. Pada satu titik ekstrem. Pengantar Filsafat (Yogyakarta: Kanisius. Louis O. 1980). 5. Dalam banyak hal seorang materialis sependirian dengan naturalis dan keduanya cenderung sama. Soejono Soemargono (Yogyakarta: Tiara Wacana. 1110. di sini berusaha melacak ketiga konsep materialisme yang menjadi pusat kritik Nursi dengan merujuk pada sumber-sumber lain yang menguraikan doktrin-doktrin materialisme tersebut. can be explained only in the terms of matter. 214 Akar histories materialisme dapat dilacak sampai kepada Demokritos yang mengatakan bahwa segalanya berasal dari atom. Ketiga gagasan di atas sebenarnya saling terkait satu sama lain. Sementara kamus Webster mendefinisikan materialisme (materialism): the doctrine that matter is the only reality and that everything inthe world. the Encyclopedia of Philosophy. h. Satu-satunya realitas adalah materi dan segala sesuatu adalah manifestasi dari aktivitasnya. terutama pada tiga level yang dia kritik tersebut.82 BAB IV KONSEP MATERIALISME dan KRITIK SAID NURSI TERHADAPNYA A. Tidak ada Tuhan atau alam supranatural. Paul Edwards (ed. Pengantar Filsafat. Noah Webster.193. and feeling. . Selain itu. 215 Nursi tidak menguraikan akar-akar materialisme. Karena itu. h. segala sesuatu terbentuk dengan sendirinya atau dari materi. Vol. Mungkin itu alasannya Nursi seringkali menyebut materialis dan tidak jarang juga naturalis. melainkan langsung menunjuk kepada poin yang dia kritik. 2004). h.

menurut Holmes Rolston III. formal. David Hume. Haught. kajian ilmiah mengenai alam semesta hanya berkutat dengan fakta dan meninggalkan dimensi makna.216 merupakan awal mula proses sekularisasi ilmu pengetahuan. 34-35. John F. Science and Religion A Critical Survey (New York: Random House. yakni soal ”bagaimana” hal-hal beroperasi dan dari bahan apa saja hal-hal terbentuk. Fransiskus Borgias (Bandung: Mizan. dan final. h. Bacon mengatakan bahwa observasi eksperimental atas penyebab efisien dan materiil merupakan cara untuk sampai pada pengetahuan sejati.83 1. Pergeseran paradigma kausalitas Aristotelian ke paradigma Newtonian oleh Newton. 217 216 . h. Sebab formal dan sebab final ditolak karena menurut mereka lebih cenderung pada makna. maka para ilmuwan modern dari tradisi Newtonian hanya membatasi kepada dua sebab saja: sebab material dan sebab efisien. Novum Organum. Dalam bukunya. dan Jacques Loeb. Alam Tercipta oleh Sebab (Kausalitas. Sains modern enggan berpusing-pusing mengenai penyebab final atau soal ”mengapa” hal-hal tadi menjadi seperti itu. 288-289. Pada awal kemunculannya ini. Namun ide penggunaan terbatas hanya pada kedua sebab tersebut telah diusung seabad sebelumnya oleh Francis Bacon. Perjumpaan Agama & Sains. 1987). yang menurut mereka lebih Holmes Rolston III.217 Sejak saat itu. terj. Mekanik).sains modern hanya memfokuskan secara spesifik pada penyebab efisien dan materiil. 2004). material. padahal kajian ilmiah harus berkaitan dengan fakta. Jika dalam tradisi Aristotelian menguraikan penjelasan ilmiah meliputi empat sebab: efisien.

220 Bagi seorang pengikut aliran materialisme mekanik. Semua proses alam. Prinsip sains berlaku yakni cukup menerangkan segala yang terjadi atau yang ada. h.. Aliran-Aliran Filsafat & Etika (Jakarta: Prenada Media. 146-147. Titus at al. 2003).84 berhubungan dengan kepercayaan atau agama. dan psikologi yang menggunakan penafsiran fisik dan mekanik dalam penjelasan-penjelasan mereka tentang makhluk hidup. perbincangan mengenai alam semesta bercorak materialistik yang terangkum dalam paham materialisme mekanik. Menyibak Tirai Kejahilan (Bandung: Mizan. h. biologi.. 2003). Materialisme ini berpendapat bahwa semua kejadian dan kondisi adalah akibat yang lazim dari kejadian-kejadian dan kondisi sebelumnya.219 Pada abad dua puluh terdapat banyak ahli fisiologi.218 Pada titik inilah. Materialisme mekanik menyatakan bahwa semua bentuk dapat diterangkan menurut hukum yang mengatur materi dan gerak. dari gerak bintang-bintang yang jauh sampai kepada pikiran manusia (pikiran dianggap mereka sebagai gerak) dapat dijelaskan tanpa menggunakan prinsipprinsip non-fisik.. Segala gerak.. 126. 294. termasuk di dalamnya manusia. Praja. semua perubahan di dunia.. . Persoalan. h. baik in-organik atau organik telah dipastikan dan dapat diramalkan jika segala fakta tentang kondisi sebelumnya dapat diketahui. Menurut materialisme mekanik... Benda-benda organik atau bentuk-bentuk yang lebih tinggi dalam alam hanya merupakan bentuk yang lebih kompleks dari pada bentuk in-organik atau bentuk yang lebih rendah.. akal dan aktivitas-aktivitasnya merupakan bentuk-bentuk behavior belaka.. 220 Juhaya S... baik perubahan yang menyangkut atom atau perubahan yang menyangkut 218 219 Mulyadhi Kartanegara.

Hamzah (Yogyakarata: Pustaka Pelajar. 296-297. tetapi juga kehadiran Tuhan yang personal sebagai Pencipta dan Perancang Tunggal semesta menjadi tersingkirkan. Konsep tentang Tuhan begitu abstrak untuk dipaparkan sebagai penyebab utama bagi terciptanya jagad raya dengan segala perkakasnya. 23-39. Rangkaian sebab-musabab ini hanya dapat dijelaskan dengan prinsip-prinsip sains semata-mata. Persoalan…………. terj. semuanya bersifat kepastian semata-mata. Pierre Simon de Laplace. Kendati demikian. 1983). agaknya lebih bisa diterima ketimbang mengaitkannya dengan penyebab terakhir yang diidentifikasi sebagai Tuhan. h. Juga bukunya. Sementara di lain sisi. h. 222 221 . walaupun bukan Tuhan yang personal. God & the New Physics (New York: Simon & Schuster. h. ia juga mengklaim kekuatan kreatif hukum sebab-akibat an sich tanpa perlu dihubungkan dengan Tuhan yang transenden. Di satu sisi dia mengakui adanya Tuhan pencipta. Davies tampaknya menorehkan ide-ide yang bersifat ambigu. Menembus Batas Waktu (Bandung: Mizan. Bahkan materialisme mekanik mengklaim bahwa hukum-hukum alam dapat dituangkan dalam bentuk pasti matematika jika data-datanya telah terkumpul. Menurut Davies. penciptaan dan kemunculan semesta yang berakhir pada hukum kausalitas.223 Dalam karya tersebut Laplace menjelaskan sistem alam semesta berdasarkan hukum mekanika yang deterministik dan berhasil membuktikan stabilitas mekanis tata Titus. Lihat Paul Davies.222 Fakta ini secara demonstratif disuarakan oleh astronom dan filosof Prancis terkenal. 223 Mulyadhi Kartanegara. 2002).221 Implikasinya jelas bahwa kausalitas mekanik dengan sendirinya tidak hanya menafikan teleologis kosmis yang bersifat transendental. 2005). Terdapat suatu rangkaian sebab-musabab yang sempurna dan tertutup. Hukum kausalitas yang berdiri tersendiri dan terlepas dari Tuhan kiranya didukung oleh Paul Davies. Membaca Pikiran Tuhan. 320-373. dalam karyanya Celestial Mechanics.85 manusia. dan tidak perlu memakai ide seperti ”maksud” (purpose). seorang fisikawan dari abad ini. h. 88. 38-100.

dalam perkembangan selanjutnya pada masa sekarang satu-satunya sebab yang masih diperhatikan dalam uraian ilmiah sains modern adalah sebab efisien. yakni alat verifikasi eksperimental. seseorang telah dapat membebaskan diri dari problema-problema yang membingungkan selama berabad-abad. h. 1998).225 B. ”I don’t need that kind of hypothesis” (saya tidak butuh hipotesis seperti itu).224 Harus diakui bahwa materialisme mekanik memang mempunyai daya tarik yang sangat besar oleh karena kesederhanaannya. Dan untuk itu tidak perlu ada penafsiran bagi tempat pemeliharaan Tuhan. Dengan menerima pendekatan ini. 148. dan suatu filsafat yang menganggap hanya benda-benda itulah yang riil tentu mempunyai daya tarik bagi banyak orang.86 surya tanpa menyebut satu pun kata Tuhan. 224 225 Quraish Shihab. Segala Sesuatu Terbentuk Dengan Sendirinya (Materi / Faktor Kebetulan) Jika dalam penjelajahan terhadap alam semesta materialisme mekanik masih menggunakan dua prinsip penjelasan yaitu sebab material dan sebab efisien. Ketika ditanya oleh Kaisar Napoleon Bonaparte mengapa dia tidak menyinggung nama Tuhan dalam karyanya. 19. dengan datar Laplace menjawab. . Juhaya. h. paham ini menarik karena kebanyakan orang berhubungan dengan benda-benda material. Dengan jawaban tersebut. dan ukuran kebenaran atau realitas adalah sentuhan penglihatan dan suara. sang pakar ingin menyatakan bahwa ia mampu menjelaskan tata kerja alam raya berdasarkan hukum-hukum alam tanpa melibatkan Tuhan. Mukjizat Al-Quran (Bandung: Mizan. Aliran Filsafat…………. Selain itu. Apa yang riil (sungguh-sungguh ada) dalam manusia adalah badannya.

Padahal. 1955). Meskipun begitu. Bertrand Russell. Menurut Russell. sebab gerak alam tidak perlu dicari di luar dirinya. Alam pun kemudian dikonsepsikan sebagai sesuatu yang dapat menciptakan dirinya sendiri (self originating/creating) tanpa campur Mulyadhi Kartanegara. tetapi dengan pemahamannya yang diperbarui sebagai sebab imanen. 149. dan karena itu tidak memerlukan pencipta atau sebab di luar dirinya. Bertrand Russell. tetap tidak akan terjawab dengan baik secara ilmiah.87 yang dipandang sebagai sebab terjadinya gerak atau perubahan di alam semesta. para ilmuwan modern menganggap sebab efisien dunia materiil berasal dari dirinya sendiri bukan dari luar. History of Western Philosophy (London: Unwin University Books. Integrasi Ilmu (Bandung: Arasy.226 Fenomena ini diamini oleh salah seorang filosof aliran analitik. lagi-lagi teleologis kosmis yang bercorak transenden dan penciptaan semesta yang bermuara kepada Tuhan kehilangan jejaknya. 181. dalam telaah Russell. pertanyaan siapa menciptakan alam. 227 226 . Dengan demikian.227 Dengan demikian. bahkan ketika para ilmuwan modern mempertahankan sebab efisien sebagai prinsip penjelasan ilmiah yang tidak bisa dilenyapkan. h. Selain itu. mereka menyebutnya sebagai imanen. 2005). tetapi cukup di dalam dirinya sendiri (imanen). dapat dipahami ketika beberapa ilmuwan modern menganggap alam ini sebagai otonom. h. Alasannya adalah karena menurut ajaran sebab imanen (immanent cause). dalam peristilahan modern kata sebab memang hanya dibatasi pada satu penyebab saja yakni sebab efisien. sebab final menyediakan tujuan perubahan yang pada hakikatnya adalah suatu evolusi menuju kepada Tuhan.

Bagi Weinberg. Semakin dalam sains menggali. h. Sedikit demi sedikit sains menelanjangi dunia ini dari sakralitasnya.. mengungkapkan pandangan ini dalam bukunya yang terbaru. h. Dengan demikian pada gilirannya.88 tangan sebuah agen eksternal.229 sulit membayangkan bagaimana seorang ilmuwan sejati yang menganggap serius sains dapat sampai pada kesimpulan lain selain dari bahwa ide Tuhan yang personal sekarang ini sama sekali tidak dapat dipercaya lagi. Dreams of Final Theory. alam semesta itu tampak semakin impersonal. h. tidak ada tempat bagi peran Tuhan di bumi. 36. Menurut dia. 35. Sains menyelidiki satu fenomena ke fenomena lain dan yang ditemukannya di bawah permukaan sana hanyalah materi tak berbudi. 151-152. Haught. Integrasi…………. Bila pada masa silam hukum-hukum alam yang dapat diramalkan memberi isyarat tentang adanya intelegensia Ilahi. Tetapi sejak zaman 228 229 Kartanegara. Menurut fisikawan Steven Weinberg. tercipta dan munculnya alam semesta dengan segala komponennya bersifat acak atau kebetulan tanpa sistematika dan peraturan Sang Pencipta. .230 Menurut John Haught. ide materialistik tersebut tetap berpijak pada paradigma Newtonian. alam semesta ini tampaknya tidak memberi tanda-tanda bahwa dia merupakan jejak Tuhan yang ”menaruh perhatian padanya”. Sains tidak memberi petunjuk apa pun bahwa ada satu pribadi Ilahi yang mendasari alam semesta ini atau menaruh perhatian terhadapnya. 230 Ibid. semakin sains menukik semakin dalam ke hakikat segala sesuatu.228 Dengan kata lain. Perjumpaan……………. yang merupakan wakil terkemuka dari kubu skeptisisme ilmiah.

Darwin dengan tegas menyatakan bahwa segala sesuatu sebagai produk kebetulan belaka. seperti Ernst Haeckel. terj. Evolusi Ruhani. Asal usul dan pertumbuhannya. ”Manusia merupakan produk sebab-sebab yang tidak mempunyai previsi. 2002).. Teori evolusi adalah teori yang mengatakan bahwa semua organisme yang meliputi seluruh tumbuhan dan hewan yang ada dan pernah ada. Bertrand Russell bahkan secara radikal meneriakan lebih jauh. 156. tentang akhir yang mereka capai. 1996). Karl Marx. faktor kebetulan dalam penciptaan jagad raya menemukan momentumnya pada teori evolusi232 yang digagas oleh Charles Darwin. The Origins.89 Newton ide tentang Tuhan terasa berlebih-lebihan dan kosmos ini pun semakin dapat menjelaskan dirinya sendiri. harapan dan ketakutannya. Fransiskus Borgias (Bandung: Mizan. terj.231 Terlebih lagi. h. Muhammad (bandung: Mizan. Setahun setelah menerbitkan bukunya. h. Ibid. Bandingkan dengan uraian Barbour yang menjelaskan sejarah teori evolusi secara cukup luas dalam karyanya yang terbaru. 9. 2005). cinta dan keyakinannya. berkembang dari beberapa atau bahkan satu bentuk yang sangat sederhana. terj. barbour. melalui proses penurunan dengan modifikasi. Menemukan Tuhan dalam Sains Kontemporer dan Agama. Osman Bakar (ed. Nukman (Bandung: Mizan. Darwin menjadi seorang propagandis bagi ateis ilmiah sehingga para ilmuwan dan filosof. Juru Bicara Tuhan. dan Sigmund Freud semuanya menemukan bahwa pemikiran Darwin cocok dengan ateis mereka.R.). Perjumpaan………. 232 231 . Friedrich Nietzsche. 74. E.234 Gagasan alam bisa menjelaskan dan menciptakan dirinya sendiri. 234 Ian G. Eva Y.233 Bukan hanya para ilmuwan dan para filosof tersebut yang meyakini filsafat materialistik Darwinian. mengenyahkan keyakinan monoteistik. h. 233 Haught. merupakan hasil kolokasi atom secara kebetulan”.

kesadaran adalah otak. 126. yang dengan bangga menyebut dirinya seorang materialis. h. menulis dalam bukunya yang cukup terkenal. Monod berpendapat bahwa semua fenomena dapat direduksi ke hukum fisika dan kimia. salah seorang pendukung filsafat materialisme. Menurut para materialis. Juru Bicara…………. .Hanya ada satu jenis benda. ilmu kimia. 158. Binatang adalah mesin. Barbour. h.236 Semua paparan tersebut membawa dampak secara konkret bahwa segala hal yang bersifat trasenden tidak ada di semesta dan segala ide tentang Tuhan sebagai pendesain dan pencipta pun terhapuskan. Daniel Dennett. Apa pun dapat direduksi menjadi interaksi materi yang sederhana dan jelas. Pendeknya.90 Senada dengan Russell. hukum-hukum.. dan operasi kebetulan. nutrisi. sebagai berikut: ”... Consciousness Explained. yang menyatakan dengan tegas bahwa pravelensi kebetulan menunjukkan bila alam semesta tidak mempunyai tujuan. 235 236 Haught. yakni materi—benda fisik dari ilmu fisika.. fotosintesis. Kebetulan adalah sumber kebaruan semua ciptaan. dan materi-materi kasar yang cukup untuk menjelaskan radioaktivitas. dan fisiologi—dan kesadaran tidak lebih dari sebuah fenomena fisika. Perjumpaan…………. Menurut Monod. manusia mengetahui bahwa ia sendirian di kemahaluasan alam semesta. yang darinya ia muncul hanya dari kebetulan.. Manusia adalah mesin. kita dapat (pada dasarnya!) menerangkan setiap fenomena mental dengan memakai prinsip yang sama dengan fisika. reproduksi.. dan pertumbuhan”. Sel adalah mesin. pergeseran lempeng benua.235 Puncak keradikalan ini jatuh di tangan Jacques Monod.

Perjumpaan…………. E. akhirnya justru membantu menyebarkan ateisme intelektual.238 Para pemikir materialisme ilmiah secara meyakinkan mengungkapkan bahwa fisika tidak membutuhkan sesuatu yang lain untuk menjelaskan dirinya sendiri selain prinsip-prinsip natural. bagi mereka. Hawking. Segala Sesuatu Merupakan Tuntutan Alam (Alamiah) Sejak Francis Bacon menjadikan dua prinsip utama berupa sebab materiil dan sebab efisien sebagai pijakan ilmiah yang disambut oleh Newton dan Darwin. yang kemudian dikenal sebagai ledakan 237 238 Haught. Doderot.91 C. Stephen Jay Gould. h. yakni semuanya merupakan tuntutan alam apa adanya atau bersifat ilmiah semata. Fisika dapat membangun landasan bagi dirinya sendiri. Wilson.. menurut Barbour.. teologi karena tidak mempunyai peranan apa-apa lagi untuk dimainkan. Tidaklah berlebihan kalu dikatakan bahwa teologi yang mengambil fisika dan bukan pengalaman religius sebagai landasannya. hingga menyisakan satu prinsip sebab efisien atau sebab imanen. 191. 81. . h.O. merupakan sebagian sampel dari para penganut materialisme ilmiah.237 Para ilmuwan terkenal seperti Carl Sagan. lalu menjadi anak yatim intelektual. para saintis menyimpulkan bahwa alam semesta mengembang dari satu titik sekitar lima belas miliar tahun silam. Ibid. 85. Oleh karena itu.239 Hal ini diperkuat pula dengan lahirnya teori ledakan besar atau dentuman besar (Big Bang). ternyata hal itu membawa implikasi berupa penjelasan lain yang oleh sebagian ilmuwan disebut dengan materialisme ilmiah. Dengan melakukan ekstrapolasi ke masa lalu. 239 Ibid.

dua ilmuwan Robert Wilson dan Arno Penzias. Jastrow berpikir bahwa para teolog merasa senang karena kini sains membuktikan bahwa alam semesta itu berawal 240 241 Barbour. Kemudian pada tahun 1965.. Paus Pius XII yang mengatakan bahwa teori dentuman besar mendukung gagasan biblikal tentang penciptaan... Maka. Haught...241 Tentu saja ada sebagian teolog dan ilmuwan yang memaknai teori dentuman besar senafas dengan pandangan agama.. teori dentuman besar tampak sebagai suatu kejutan yang sangat tidak menyenangkan. God and the Astronomers. bahwa teori dentuman besar tampaknya mendukung ajaran penciptaan biblikal. hal ini paling baik ditafsirkan sebagai ”sisa-sisa bekas radiasi” dari sebuah dentuman besar pada awal mula yang panas.242 Begitu pula astrofisikawan Robert Jastrow melihat implikasiimplikasi teologis dari kosmologis dentuman besar.. Sekarang.. tidak dibutuhkan lagi pencipta yang memulai seluruh proses ini. 106. Menurut dia... Sebut saja... 242 Barbour.. h. Jadi. . menemukan suatu latar belakang radiasi gelombang mikrokosmik bersuhu rendah. h. bagi kaum skeptik ilmiah. Juru Bicara…………. Jastrow menyatakan dalam bukunya yang populer... 174. 101. Juru Bicara.. semakin sulit rasanya untuk meragukan bahwa alam semesta ini dimulai dengan sesuatu semacam dentuman besar. Perjumpaan………………. banyak astronom condong berpendapat bahwa alam semesta itu abadi.240 Pengembangan yang terlihat hari ini dapat dianggap sebagai bekas dari ledakan zaman purba itu. Radiasi ini merupakan tanda yang paling jelas untuk menenggarai bahwa peristiwa kosmik awal mula yang tunggal telah terjadi kira-kira lima belas miliar tahun silam...92 besar atau dentuman besar...

Albert Einstein. Bagi ilmuwan yang sangat yakin akan daya kekuatan akal budi. Thoyibi (Yogyakarata: Bentang. skenario dentuman besar hanya menunjang keserupaan paling superfisial bagi Kitab Kejadian dan kemungkinan terbaik tetap menuntut suatu permulaan yang tiba-tiba. Demikian pula Capra memandang teori kuantum yang sejajar dengan pandangan mistisisme agama-agama Timur. Wolfgang Pauli. Falsafatuna. dia sudah mau menaklukkan puncaknya yang tertinggi. Baqir Ash-Shadar. h.245 Menurut Lackey. 245 Teori kuantum dirumuskan oleh sejumlah ilmuwan ternama abad 20.. Aufiya Ilhamal Hafizh (Yogyakarta: Jalasutra. Fritjof Capra. atau bahkan sama sekali tidak ada permulaan. dia pun disalami serombongan teolog yang telah duduk menunggu di sana selama berabad-abad”. dan Paul Dirac. tatkala dia memanjat ke atas untuk melewati karang terakhir. Paul Davies. Hamzah (Yogyakarta: Pustaka Pelajar.. Membaca Pikiran Tuhan. 2000). terj. sehingga melahirkan hubunganhubungan ketidakpastian. Dia telah mendaki gunung-gunung ketidaktahuan. 54. Erwin Schrodinger. kisah itu pun berakhir laksana mimpi buruk. 244 243 . Jika merujuk kepada Ash-Shdar. 84-118. teori kuantum dengan tidak terdeteksinya sebab terakhir secara fisika. Menurut Paul Davies. 213214.243 Walaupun demikian. 1995). terj. Posisi dan momentum suatu partikel tidak dapat dirinci secara serempak.. 2002). h.244 Sementara itu. justru menunjukkan adanya Sang Pencipta di balik semesta. yaitu Max Planck.. Perjumpaan. The Tao of Physics. Nur Mufid bin Ali (Bandung: Mizan. Titik Balik Peradaban. Louis De Broglie. Teori tersebut mengatakan bahwa benda-benda mikroskopis tidak dapat diukur secara kuantitatif dengan koordinat-koordinat ruang-waktu. 182. 2005). fisika kuantum menjelaskan bahwa Haught. terj.93 mula. ilmuwan Douglas Lackey menguraikan teori dentuman besar secara materialistik yang menjadi tuntutan alam an sich dengan bantuan teori fisika kuantum.. h. terj. banyak para ilmuwan ateis yang menafsirkan teori tersebut sebagai penjelasan paling ilmiah bahwa kemunculan alam semesta merupakan tuntutan alamiah semata. werner Heisenberg. sementara para astronom agnostik justru merasa sangat terganggu. Lihat Fritjof Capra. Neils Bohr. h. ketimbang permulaan gradual. Jastrow menyimpulkan argumennya dengan sebuah klimaks yang bernada parodi: ”Pada saat ini (sebagai hasil dari kosmologi dentuman besar) tampaknya sains itu seakan-akan tidak mampu menyingkap tabir misteri penciptaan.

Kendati demikian. sebenarnya para ilmuwan materialisme ilmiah menuangkan ide-ide mereka dalam selubung busana saintisme yakni suatu kepercayaan filosofis. semakin tampak tak bermakna. kegiatan ilmiah justru merupakan satu-satunya sumber pelipur lara dalam belantara persada yang tak bermakna ini. Juru Bicara………. Perjumpaan………. toh jika tidak ada pelipur lara dalam hasil riset. Barbour. yang memandang alam semesta sebagai keberadaan ilmiah tanpa Sang Pencipta. setidak-tidaknya ia ada dalam riset itu sendiri. h.. namun hadir secara alamiah begitu saja tanpa pencipta. .247 Pada titik ini. memandang persada raya ini bercorak ilmiah tanpa tujuan dan makna sedikit pun.. dan memberinya sentuhan tragedi yang megah”. h.. paradoksnya bagi Weinberg. Steven Weinberg. menurut Jonh Haught. tegasnya kepercayaan epistemologis bahwa ilmu pengetahuan merupakan satu-satunya tuntutan terpercaya kepada 246 247 Haught. Dalam perspektif Hawking.Upaya untuk memahami alam semsta merupakan slah satu dari sedikit hal yang mengangkat kehidupan kemanusiaan di atas tingkat sandiwara.246 Hal ini pada gilirannya membawa konsekuensi lebih jauh bagi para pendukung materialisme ilmiah bahwa alam semesta tidak mempunyai tujuan objektif atau universal yang dirancang oleh sang Pencipta.. Demikian pula Stephen Hawking. seorang ahli astrofisika kenamaan... jagad raya tidak mempunyai awal dan tidak mempunyai batas akhir. salah seorang ilmuwan penyokong prinsip ini. Namun. 112-113... Ia melukiskan prinsip paradoksalnya demikian: ”Semakin alam semesta itu tampak dapat dipahami. 181.94 kehadiran alam semesta berasal dari kevakuman dan spontanitas yang bercorak ilmiah.

Menurut Haught. maka saintisme adalah suatu pengandaian bahwa sains merupakan satusatunya cara yang tepat untuk sampai pada seluruh kebenaran. 248 . 14. Perjumpaan……. Perjumpaan. Mereka hanya melihat keberadaan jagad raya dengan segala fenomenanya tidak lain dari pada tuntutan alam semata yang bersifat ilmiah dan impersonalitas. jelas merupakan sebentuk saintisme. Sebab ia tidak mampu menjelajahi sesuatu yang ada kaitanya dengan kepribadian atau nuansa-nuansa personalitas. B. Argumen kosmologis ia tujukan kepada dua doktrin materialisme yang mengatakan bahwa segala sesuatu terbentuk dengan sendirinya dan segala sesuatu merupakan tuntutan alam.. terpercaya. h.. h. 14.249 Terlepas dari sanggahan yang digulirkan oleh Haught. Jika sains itu merupakan cara yang sederhana.. klaim Weinberg bahwa tak ada Tuhan yang personal dalam semesta dan impersonalitas semesta yang bersifat alamiah semata.95 kebenaran. 249 Haught. ada perbedaan prinsipil antara sains dan saintis. 42-47. tanpa pembuktian ilmiah. Haught. dan subur untuk mempelajari beberapa hal penting tentang alam semesta.. ternyata memang banyak ilmuwan dan fisikawan yang tetap menolak Tuhan yang personal sebagai pencipta dan perancang tujuannya.248 Bagi Haught.. Kritik Said Nursi Terhadap Materialisme Said Nursi menuangkan kritiknya terhadap materialisme melalui dua kerangka filosofis yaitu argumentasi kosmologis dan teleologis. Sementara argumen teleologis ia alamatkan kepada dua doktrin materialisme yaitu alam semesta tercipta oleh sebab (kausalitas) dan segala sesuatu terbentuk dengan sendirinya.

Sebuah buku jika ditulis dengan sebuah tangan.251 Dari sini. Said Nursi. h. ”Bagaimana mungkin mereka (kaum materialis) dapat mengatakan bahwa buku alam semesta ini. Sukran Vahide (Istanbul: Sozler Nesriyat. Dengan kata lain. trans. harus ada pena sebanyak hurupnya sebagai ganti dari sebuah pena yang dipakai untuk menyalinnya. semua ciptaan di semesta jagad raya harus diatributkan kepada Dzat Yang Maha Esa. trans. 237-238.250 Nursi memberi ilustrasi tentang buku. Sukran Vahide (Istanbul: Sozler Nesriyat. Tetapi jika buku tersebut tidak ditulis dengan sebuah tangan dan bukan hasil kreasi pena si penulis melainkan terbentuk dengan sendirinya. yang di dalam tiap hurupnya dilukiskan sebuah buku. The Words. Jika penciptaan alam semesta atau manusia tercipta dengan sendirinya dari materi atau secara kebetulan. The Flashes. tidak mempunyai pengarang padahal mereka mengetahui bahwa satu hurup mengharuskan ada pengarangnya?. maka untuk menuliskannya cukup diperlukan satu pena saja yang digerakkan oleh pengetahuan penulisnya untuk dituliskan sekehendaknya. h. Kritik Melalui Dalil Kosmologis Nursi hanya mengajukan sebuah sanggahan kosmologis terhadap doktrin materialisme mengenai segala sesuatu terbentuk dengan sendirinya. 398. Jumlah pena yang ada harus sama dengan jumlah hurup tersebut. 251 . demikian tanya Nursi. 2000). bagi Nursi. 2002).96 1. dari yang terkecil hingga yang terbesar. hal itu meniscayakan setiap hurup memiliki pena tersendiri. maka pasti dibutuhkan cetakan alam sebanyak konstruksi dalam alam semesta dan tubuh manusia itu sendiri. Menurut Nursi. sangat transparan kelemahan dan cacat argumentasi doktrin materialisme yang mengklaim bahwa segala sesuatu terbentuk dengan 250 Said Nursi.

Misalnya. 2003). Sugeng Hariyanto dkk. mempunyai keinginan. 252 . Rasa lapar. 108.252 Dalam pandangan Nursi. Namun. h. h. Sinar Yang Mengungkap Sang Cahaya.97 sendirinya secara kebetulan atau berasal dari materi itu sendiri. melainkan ada faktor-faktor eksternal. sangat diragukan apakah manusia mempunyai peran meski hanya satu persen dalam tindakan-tindakannya. (Jakarta: Grafindo Persada. kemauan dibatasi oleh hirupan dan hembusan udara yang diperlukan oleh organ-organ suara untuk menghasilkan bunyi.253 Said Nursi. menghasilkan jutaan buah yang mencerminkan satu kata tersebut dan memasuki jutaan telinga. berakal. menjadi sebuah pohon ketika diucapkan. di antara perbuatan manusia yang paling tampak jelas bersal dari kemaunnya (kehendak bebasnya) adalah makan dan berbicara atau berpikir. Sebuah kata ibaratnya sebutir benih di dalam mulut. Hal ini disebabkan makan dan berbicara terkait dengan mata rantai peristiwa yang tertata rapih dan hanya sedikit yang langsung berhubungan dengan keinginan manusia. haus. seperti makan dan berbicara yang dilakukan dengan kehendak bebasnya. bagi Nursi. The Words. di luar semua proses yang berkenaan dengan makan dan fungsinya sebagai nutrisi di dalam sel. Dalam hal berbicara. dan selera makan adalah bersifat eksternal bagi kemauan. Nursi juga membuat perbandingan secara ekstrem dengan sosok manusia sebagai makhluk yang memiliki kehendak bebas. Di lain sisi. 253 Said Nursi. dan paling mulia ternyata segala perbuatannya tidak mutlak ditentukan oleh dirinya sendiri. 636-637. terj. sebagaimana kerja independen tubuh. maka hanya mengunyah makananlah yang tergantung pada kemauan.

. maka andil apa yang dapat dilakukan oleh benda tak bernyawa dalam penciptaan dan cara kerja alam semesta?”254 Lebih jauh. Terhadap gagasan meterialisme tersebut. kesadaran. penciptaan seluruh entitas dan makhluk hidup harus dinisbatkan secara langsung kepada manifestasi Asma Allah sebagai cahaya yang menyinari langit dan bumi. seandainya penciptaan seluruh entitas dinisbatkan kepada alam yang tuli. h. Pertama. buta. kemampuan berbicara.. h. yang diperlengkapi dengan kesadaran dan kehendak bebasnya. 118. 108. Selanjutnya kritik Nursi yang bercorak kosmologis diajukan pula kepada doktrin materialisme yang mengungkapkan bahwa segala sesuatu merupakan tuntutan alam atau bersifat alamiah. Sinar…………. Menurut Nursi.98 Melalui komparasi argumentatif di atas. Nursi mengajukan tiga sanggahan filosofis dalam bingkai argumentasi kosmologis. berlogika dan berpikir yang menakjubkan serta mempelajari organisme seorang pria dan wanita?255 Dengan demikian. jika makrokosmos yang tidak memiliki perasaan. . berarti untuk proses 254 255 Nursi. semua jenis penciptaan baik itu makrokosmos yang tidak bernyawa maupun mikrokosmos yang memiliki kehidupan dan kesadaran. lalu bagaimana materi yang tidak bernyawa itu dapat menciptakan kehidupan. merupakan karya Dzat Yang Maha Esa dan Maha Kuasa atas segalanya. dan akal pikiran saja tidak mungkin diciptakan dengan sendirinya atau tercipta melalui materi yang tidak bernyawa. dan bodoh. Nursi mengajukan sebuah pertanyaan retorik: ”Apabila manusia sebagai ciptaan yang paling cakap dan paling mulia. terbatas sampai derajat itu dalam tindakan-tindakannya padahal manusia adalah makhluk paling bebas. Ibid. kesadaran.

Dengan kata lain. Hal ini disebabkan penciptaan seluruh entitas. harus diyakini adanya jumlah matahari sebanyak serpihan potongan kaca tersebut. serta kilau cahayanya yang tampak pada butiran air yang bersinar. akan membuat seseorang beranggapan bahwa ia merupakan bentuk representasi dari matahari. . terutama makhluk hidup. berarti harus meyakini adanya matahari alamiah yang kecil yang memiliki sifat-sifat matahari dan benar-benar ada di dalam potongan kaca tadi. jika segala sesuatu dinisbahkan kepada tuntutan alam semata. Dalam poin ini. bahkan harus meyakini adanya Tuhan pada segala sesuatu. Kedua. atau di atas potongan kaca yang bertebaran di permukaan bumi. Jika pantulan dan cahaya tersebut tidak dinisbatkan kepada matahari yang sebenarnya. akan mengasumsikan bahwa setiap atom harus mempunyai kesadaran dan kekuasaan mutlak atas segalanya. h. dilandasi pengetahuan dan kebijaksanaan serta kekuasaan dan kehendak mutlak. Karenanya.99 penciptaan itu alam harus menghadirkan berbagai cetakan dengan jumlah tak terbatas dalam segala sesuatu. hanya sesuatu yang memiliki pengetahuan yang sempurna tentang setiap partikel dan yang mempunyai kekuasaan absolut yang dapat menciptakan 256 Nursi. 238-239. Nursi menyuguhkan metafora matahari.256 Ilustrasi ini membawa pada sebuah konklusi awal bahwa proses penciptaan segala sesuatu sebagai tuntutan alam merupakan gagasan yang menyimpang dan kemustahilan yang paling tidak bisa diterima nalar yang sehat. Tampilan matahari dan pantulan sinarnya. Fakta demikian ini karena setiap kejadian yang terjadi di alam semesta ini terkait dengan setiap partikel dan juga dengan alam itu sendiri. Flashes………….

258 Di sini terlihat kerumitan yang tak masuk akal bila penciptaan makhluk disandarkan kepada tuntutan alam an sich. mengetahui posisi. Begitu pula. 10. 244. Sugeng Hariyanto & Fathor Rasyid (Jakarta: Grafindo Persada. h. 260 Ibid. h. h. setiap atom harus mempunyai mata yang dapat melihat seluruh alam secara simultan. 257 . dan manusia yang tidak mempunyai alam ini tidak bisa mengatur sebuah partikel pun. Ia hanyalah kumpulan hukum. bukan si Pencipta.. bukan Pelaku. 11. bukan si Pembuat syariat. bukan sumber”. 2002). karena eksistensi sesuatu tergantung kepada segala sesuatu. 259 Nursi. Flashes……. dan menyadari serta mentaati semua hukum-hukum fisik yang ada begitu saja. Ia hanyalah ukiran.. Jika tidak demikian. menurut Nursi adalah setiap makhluk memiliki karakter uniknya tersendiri yang menjadi identitas untuk membedakan dirinya dengan yang lain. terj. Makna Hidup sesudah Mati. bukan Pengukir. h. Ia hanyalah tirai yang tercipta.. jika eksistensi dan tata kerja alam ini tidak dihubungkan dengan Tuhan Yang Maha Besar. maka harus mengakui bahwa setiap partikel mempunyai ciri-ciri Dzat Yang Harus Ada. muatan listrik. setiap partikel seharusnya mempunyai keinginan dan pengetahuan yang menyeluruh. atau singkatnya semua fitur fisik dari setiap partikel di alam ini. Nursi menulis: ”Seluruh wujud yang tampak di alam semesta hanyalah ciptaan Sang Pencipta. Ia hanyalah kumpulan aturan.257 Bagi Nursi. Ia hanyalah objek. dan bahwa setiap partikel seharusnya mendominasi dan didominasi oleh partikel-partikel lain. kemustahilan bahwa segala sesuatu merupakan tuntutan alam. bukan Zat Yang Berkuasa. bukan Pencipta. massa.260 Setiap entitas Ali Unal. 258 Ibid. Karena itu. 245. semua entitas harus dihubungkan kepada Dzat Wajibul Wujud semata. Serta ia hanyalah goresan.259 Ketiga.100 alam raya. Ia hanyalah syariat fitriah.. bukan si Pembuat Hukum.

Fakta ini secara demonstratif terwakili pada wajah manusia. 263 Nursi. sedangkan setiap individu manusia adalah seperti spesies yang berbeda yang memiliki dunianya sendiri di dalam dunia manusia yang lebih besar. terj. Hal ini tidak dapat dijelaskan dengan DNA atau kromosom.. kesukaan dan ketidaksukaannya. salah seorang cendekiawan besar Turki dari abad ini. terbentuk dari makanan yang sama yang dikonsumsi orang tua—dan wujud mereka tersusun dari struktur atau elemen atau organisme yang sama.261 Menurut Fethullah Gulen. ambisi. (Jakarta: Grafindo Persada. karena perbedaan ini ada semenjak manusia pertama di dunia. dan kemampuan serta yang lainnya. Oleh karenanya.. keinginan. pasti ada banyak orang yang mempunyai wajah. meskipun diciptakan dari dan diberi makan dengan elemen-elemen yang sama.. keinginan-keinginannya.. 2002)..263 Mafhum mukhalafahnya. h. kecakapan-kecakapanya. system atau organ-organ itu pasti adalah karya Dzat Yang Kekuasaan. dan kemampuan Seperti diketahui. dan Kehendak-Nya tiada terbatas. h. maka ia harus mempunyai identitas unik yang membuatnya tidak serupa dengan yang lainnya. semua manusia unik dalam karakter... perbedaan ini tidak hanya pada wajah atau penampilan. apabila ada pencipta lebih dari satu.. sifat-sifatnya. 261 . Ilmu.. dan lain sebagainya. Hal ini menunjukkan eksistensi suatu pilihan bebas yang mutlak dan maha mengetahui: Tuhan. keinginan. semua kemampuan. Nursi.. Sinar. Sugeng Hariyanto dkk. Fethullah Gulen.101 agar bisa memenuhi makna keberadaannya. logat bicaranya. Menghidupkan Iman Dengan Mempelajari Tanda-Tanda Kebesaran-Nya.. kekuasaan. 5-6.262 Tuhan tersebut adalah jelas Tuhan Yang Maha Esa dengan pengetahuan yang komprehensif yang mengetahui keunikan wajah manusia sejak umat manusia yang pertama yang bernama Adam hingga akhir zaman kelak. 106. setiap manusia memiliki wajah atau penampilan yang berbeda. Selain itu.. setiap umat manusia benar-benar berbeda dalam hal cirri-cirinya. 245. Meskipun asal-mula umum mereka —sperma dan sel telur... kesukaan. karakter. Flashes…………. kalau anggota spesies binatang bersifat hamper sama dan menunjukkan tidak adanya perbedaan perilaku. h. ilmu pengetahuan tidak dapat menjelaskan persoalan tersebut. 262 Menurut Gulen.

.. Nursi membuat ilustrasi tentang sebuah apotek yang tersedia berbagai macam obat untuk berbagai penyakit. Seandainya ukurannya keliru. Setiap tumbuhan tersusun dari unsur-unsur berbeda dan dari bahan-bahan beraneka macam sesuai dengan ukurannya yang sangat akurat... h. 623. tentu khasiatnya akan hilang.. Nursi. 264 .. Pertama... Menurut Nursi. ada tiga keberatan atau kemustahilan bila hukum sebab akibat yang menyebabkan terciptanya segala sesuatu.. mati. dalam arti ada kelebihan atau kekurangan.264 Dengan demikian. bahwa setiap makhluk hidup merupakan komposisi yang hidup dan memiliki ruh. Setiap obat. Demikian pula. sebenarnya pada setiap wajah manusia tertera tanda atau stempel keesaan Tuhan secara transendental. 2. Words. dan tidak memiliki kesadaran sedikit pun.. keunikan karakter setiap spesies dan umat manusia tidak mungkin merupakan hasil karya tuntutan alam (yang alamiah) yang buta..102 yang persis satu sama lainnya. puyer misalnya. Menurut Nursi. Kritik Melalui Dalil Teleologis Nursi membingkai kritiknya secara teleologis terhadap doktrin materialisme yang menyatakan bahwa sebab atau hukum kausalitas yang menciptakan alam semesta... implikasinya lebih jauh. mustahil segala sesuatu tercipta dengan takaran yang berbeda-beda namun sesuai dengan ukurannya masing-masing melalui sebab semata. tersusun dari bahan berbeda sesuai dengan komposisi yang telah ditentukan dan sesuai dengan khasiatnya.

dan tanah. Segala sesuatu di alam semesta. bahan-bahan yang terbentuk dengan ukuran ketentuan dan kekuasaan Allah Yang Maha Bijaksana dan Maha Mengetahui yang terdapat di alam. Fethullah Gulen. Ia sama tidak logisnya dengan racikan obat yang terbentuk sendiri lewat mengalirnya bahan-bahan kimia dari dalam botol. Ini terlihat dalam setiap benda dan dalam hubungan-hubungannya yang harmonis. Flashes…………. 3.265 Kedua.103 Dari sini. sebagaimana seluruh eksistensi memerlukan bagian-bagian dari eksistensi. 234-235. Demikian juga satu buah delima agar hidup berkembang. mustahil. apa pun Nursi. Tri Wibowo Budi Santoso (Jakarta: Grafindo Persada. h. dan cahaya matahari. Karena adanya saling ketergantungan mereka. air.. menurut Nursi. Satu sel yang rusak dapat menyebabkan seluruh tubuh lumpuh. mustahil segala sesuatu saling berhubungan dengan sebagian besar unsur alam bila tercipta dari sebab belaka. Karenanya. 266 265 . dan tidak logis. 2002). serta lewat kehendak-Nya yang mencakup segala sesuatu. terj. menyandarkan penciptaan makhluk yang sangat indah kepada hukum sebab akibat adalah batil.. yang merupakan apotek besar dan mengagumkan ini tidak mungkin ada kecuali lewat kebijaksanaan dan pengetahuan yang tak terkira. menampilkan keteraturan dan harmoni yang luar biasa. tanah. air. maka harus ada kerja sama dan kolaborasi yang saling menguntungkan di antara eksistensi udara.266 Apa pun yang menyebabkan biji bunga eksis harus bertanggungjawab pada bunga itu sendiri dan atas sebab-sebab nyata dari eksistensinya: udara. Memadukan Akal dan Kalbu dalam Beriman. Ini benar hingga pada tingkat di mana satu bagian eksistensi memerlukan seluruh eksistensi lainnya. h. dan alam semesta secara keseluruhan. sinar matahari.

Nursi. 267 . air. anggota badan. semua makhluk saling mendukung. dan yang lainlainnya membantu manusia dengan cara yang sudah diatur sebelumnya yang luar biasa hebatnya.. demikian seterusnya. dan sistem tubuh individu. Sebagai contoh.. Saling keterkaitan tersebut berarti bahwa semua hal di alam ini.... apa pun yang menyebabkan sebuah pohon eksis harus bertanggungjawab atas sebuah hutan.. Kerja sama dan bantuan timbal balik ini dapat ditemukan di antara makhluk-makhluk yang tidak mempunyai kesadaran tetapi menunjukkan pengetahuan dan tujuan sadar.. panas. tidak memandang jarak yang memisahkan mereka. yang diterapkan di seluruh alam semesta.. h. matahari.. Dan karena saling keterkaitannya. langit. dalam hal ini mereka mengikuti dan mematuhi Sang Pengatur Yang Maha Bijaksana untuk menuju satu tujuan. Kerja sama dan bantuan timbal balik ini tentu saja tidak dapat dilakukan oleh sebab-sebab (kausa) yang tidak hidup. 292. Bagi Nursi. yang kesemuanya bekerja sama untuk menjaga individu tersebut tetap hidup. dan bekerja sama dengan tatanan sempurna untuk saling memenuhi kebutuhan masing-masing.. udara.104 yang menyebabkan bunga ada harus bertanggungjawab atas sebuah pohon.267 Tanah... api. Hal seperti ini juga berlaku bagi sel. 268 Unal. dan tidak berilmu. Dengan mematuhi aturan kerja sama. dan bakteri di dalam tanah bekerja sama menjaga tanaman agar tetap hidup. Makna Hidup…………. saling bantu membantu. buta. air. membantu. 4-5. tanah. mereka menunjukkan kepada orang- Mengenai hubungan dan keterkaitan kerja sama seluruh semesta dijelaskan pula oleh Nursi dengan bahasa metafora.268 Bagaikan komponen-komponen sebuah pabrik atau batu bata pembangun sebuah istana. h. Words. udara..

keselarasan. Bagi Nursi. dan kekuasaan yang menyeluruh. . bukan dari sebab an sich.269 Dalam filosofi Nursi sendiri. Untuk menciptakan sebuah atom dan meletakkannya di tempat tertentu membutuhkan pengetahuan. keinginan. mungkinkah burung bulbul berpakaian sendiri dengan tubuh yang dihias dengan menawan? Mungkinkah bumi bisa dengan sendirinya menenun bajunya yang dipenuhi banyak hiasan yang begitu indah?270 Ketiga. adanya kesatuan tujuan yang sangat teratur dan harmonis. Sinar………………. Flashes………….271 Selain itu. 112. dan kekuasaan yang menyeluruh yang dapat menciptakan alam raya secara keseluruhan. keinginan.. h. 235-236. Words……………. 271 Nursi. h. tentu berasal dari satu tangan milik Allah Yang Maha Esa. Saling mendukung dan membantu. padahal aspek batiniahnya yang tak tersentuh oleh sebab materi dan tak bisa disentuh oleh apa pun jauh lebih teratur dan lebih harmonis. Kuasa. saling memenuhi kebutuhan. dan kerapian yang indah dari alam raya ini membutuhkan pengetahuan... Nursi.. h. kepatuhan.105 orang yang berpikir bahwa mereka bertindak melalui kekuasaan Sang Pemelihara Yang Maha Pemurah atas perintah Pengatur Yang Maha Bijaksana. 309-310. dan tatanan semacam itu membuktikan bahwa semua makhluk diatur melalui organisasi Pengatur tunggal dan diarahkan oleh Pemelihara tunggal. kerja sama yang erat. Hal ini jelas sekali di luar 269 270 Nursi. keteraturan. pengaruh sebab-sebab alamiah terjadi lewat adanya kontak dan sentuhan dalam bentuk lahiriah alam. kepasrahan. dan Bijaksana.

Penopang. kemampuan. keteraturan tersebut harus berasal dari satu tangan milik Tuhan Yang Maha Esa. Words………. Pengatur.. kemudian menganggap sebab-sebab tersebut sebagai pencipta entitas mengagumkan ini. Makna Hidup……………. Nursi. Kuasa. buta. pengamat dan pemantau tindakan Dia sebagai Penguasa. Flashes…………. Pelaku sejati yang sedang beraksi di alam semesta ini adalah Kekuatan Yang Maha Menghendaki. 274 Nursi. lemah. 236.106 kemampuan sebab yang buta. Keesaan dan Keagungan Allah. Pemelihara... para malaikat.274 Kemuliaan dan kebesaran Tuhan mensyaratkan kausa material atau alamiah untuk menyembunyikan sesuatu yang dilakukan oleh kekuasaan Tuhan. dan kekuasaan. . h. karena semua itu sangat tidak logis. harmonis. h.. dan Bijaksana.273 Dengan uraian tersebut. dan 272 273 Unal. Nursi bukannya ingin menafikan hukum kausalitas secara mutlak. h. dan tak berakal. semua yang menyampaikan perintah-perintahNya. sebab-sebab itu hanya sebuah selubung yang menyembunyikan-Nya dari penglihatan mata. melainkan bagi Nursi. Karena itu. 435-437. juga kemerdekaan serta kemuliaan absolut Allah memerlukan hal itu. atau kausa alamiah). bukanlah eksekutif mutlak yang melalui mereka Dia melaksanakan Kekuasaan-Nya. seperti halnya para malaikat. tak berperasaan. Para utusan yang mulia. tetapi hanya mewartakan Kekuasaan-Nya. (misalnya udara. serta tidak mempunyai pengetahuan. menyandarkan alam yang teratur. seimbang. tidak kekal dan bergantung.272 Dengan kata lain. serta menjadikannya sebagai pilihan di antara berbagai kemungkinan yang lain hal itu berarti menerima kemustahilan yang tak terhitung. dan satu kepada sebab-sebab alam yang tuli. 5.

mencerminkan permukaan warnawarni cermin.”Para hamba-Mu akan memprotes dan sakit hati kepadaku. alasan lain atas kausa kasat mata ini adalah bahwa manusia cenderung menilai zahirnya saja.275 Selain itu..” Allah Yang Maha Kuasa menjawab.107 Penggembleng dunia. karena aku mencabut nyawa mereka. 275 . Meskipun segala sesuatu tampaknya terjadi sesuai dengan prinsip sebab-akibat. Mereka mengutarakan keluhan ketidakadilan dan penyangkalan yang lemah atas hal-hal atau peristiwa yang tidak mereka inginkan. Izrail. Satu permukaan yang terlihat di dunia kasat mata dan dunia material. sebenarnya kematian itu baik Nursi memberi ilustrasi tentang cermin yang memiliki dua permukaan.permukaan satunya lagi adalah seperti permukaan cermin yang bercahaya dan berisi dimensi bagian dalam. hal itu untuk memelihara kemuliaan Kekuasaan dan pandangan nalar yang bersifat permukaan. dalam perspektif Nursi. Allah Yang Maha Kuasa dan Yang benar-benar adil telah menempatkan kausa-kausa di dalam demensi material eksistensi ini sebagai tabir antara hal-hal atau peristiwa semacam itu dengan diri-Nya sendiri sehingga komentar negatif tidak ditujukan kepada-Nya. penyakit merupakan tabir yang oleh manusia bisa disebut sebagai penyebab kematian yang tidak mereka inginkan.” Dengan demikian. h. pernah berkata kepada Allah. di mana Kekuasaan Allah dijalankan secara langsung. Namun betapa pun tampaknya kematian sangat tidak dinginkan. Kekeliruan dan kesalahan yang menjadikan peristiwa yang tidak diinginkan pada dasarnya berasal dari manusia itu sendiri. dan mungkin merupakan sebuah cara untuk melihat berbagai warna dan keadaan. Nursi mengangkat sampel tentang kematian. Malaikat kematian. Ibid. ”Aku akan menempatkan tabir bencana dan penyakit di antara engkau dan hamba-Ku sehingga mereka akan memprotes tabir tersebut dan tidak mencela engkau. 300.

588. kesadaran. 236-237. Nursi sebenarnya melontarkan dua kritik teleologis...... ”Maha Suci Dia yang terselubung oleh kausakausa alami karena Kemuliaan-Nya.... Sinar……………. Nursi meneriakkan tasbih tentang kemuliaan-Nya yang terselubungi sebab-sebab.. h. Nursi. Namun kedua kritik itu memiliki keserupaan. 301.. di samping mengajukan kritik yang bercorak kosmologis terhadap doktrin materialisme mengenai segala sesuatu terbentuk dengan sendirinya.. dan keindahan sejati yang ada di dalamnya adalah terkait dengan tugas Izrail... kemuliaan dan keagungan Allah mensyaratkan kausa nyata untuk mencegah keluhan manusia yang hanya berpikir pada level permukaan semata..108 dan indah. h. 278 Dalam hal ini. Nursi melukiskan organ tubuh manusia yang bagaikan pabrik besar yang indah atau bagaikan istana megah... Nursi. yang intinya setiap atom atau materi harus mempunyai nyawa. h.278 Sebagaimana kritik teleologis sebelumnya.. Flashes. dan kehidupan. Setiap atom yang bekerja dalam tubuh manusia senantiasa menjaga agar ikatan dan hubungan tadi tidak rusak.. Nursi ingin menunjukkan bahwa semesta kerajaan manusia memang memerlukan sarana dan prasarana lain karena ketidakmampuan kerajaan itu untuk melaksanakan aturan-aturan mereka secara pribadi.. Nursi juga mengajukan sebuah sanggahan dengan pola teleologis. Demikian pula. Ia mengambil posisi yang tepat sejalan dengan hubungan tersebut seolah-olah ia melihat dan menyaksikan semua entitas Ibid.”277 Selain itu. di sini Nursi mengungkap prinsip kesalingterkaitan antara seluruh atom dan kerja sama yang sangat teratur dan seimbang. serta pengetahuan yang komrehensif bila segala sesuatu terbentuk dengan sendirinya. Tubuh manusia selalu bekerja tanpa henti secara internal dan berhubungan juga dengan alam semesta di sekitarnya. 277 276 .276 Melalui eksposisi di atas. Dengan ini.

279 Ada prinsip teleologis berupa keteraturan. dan kerja sama satu sama lain dengan sebuah finalitas yang terarah.281 C. Setiap partikel bisa menyaksikan segala entitas yang terkait dengannya. Antara Kritik dan Konribusi 279 280 Ibid. maka konsekuensinya. mengetahui masa lalu dan masa depan manusia. atau tentara bersenjata dalam pasukan-Nya yang teratur. Ibid. yang tidak mungkin diserahkan kepada atom dengan sendirinya dalam membentuk alam semesta. jika setiap atom atau materi di jagad raya bukan pegawai Tuhan Yang Maha Kuasa. lagi-lagi. 281 Ibid. . keserasian. sebuah ciptaan yang sangat teratur dan terkoordinir pasti merupakan satu tanda kekuasaan Dzat Yang Maha esa dan tidak mungkin untuk dinisbatkan kepada atom-atom atau materi dengan sendirinya. serta mengenali asal usul setiap umat manusia beserta keturunan mereka. suruhan yang tunduk terhadap sunnah-sunnah-Nya. Bagi Nursi.280 Karena itu. setiap atom yang bekerja di jagad raya dan di tubuh manusia harus mempunyai mata lebar yang bisa melihat segalanya.109 yang ada. atau ujung pena kekuasaan Ilahi. keterkaitan.

284 Namun bagi Baggini. David Hume mengkritik argumentasi kosmologis yang berpijak pada hubungan sebab-akibat dan berakhir pada sebab pertama atau Tuhan. ada kontradiksi dalam argumentasi kosmologis tersebut yang mengatakan bahwa segala sesuatu pasti mempunyai Menurut Hume. Rahmani Astuti (Bandung: Mizan. 282 . 283 Budi Hardiman. 163.282 Sejak lama dalam filsafat diyakini adanya hubungan sebab akibat atau kausalitas yang terjadi di jagad raya ini.283 Menurut Julian Baggini. teleologis. terj. Hume mengatakan bahwa konsep kausalitas hanyalah ”animal faith” (kepercayaan naif) manusia yang tidak punya dasar.110 Semua eksposisi mengenai eksistensi Tuhan melalui argumentasi kosmologis. hubungan sebab akibat itu hanya berdasarkan kebiasaan dan kemudian manusia tanpa menyadari memiliki harapan bahwa sebab akibat itu pasti terulang lagi. Dunia Sophie. Lima Tema Utama Filsafat. sedangkan kausalitas tidak bisa diamati. 290-305. 1997). 89-90. Agama memetafisikan kausalitas sebagai sebuah kenyataan akhir yang disebut Allah. Dan sebab terakhir itu adalah Tuhan. disimpulkan bahwa ada hubungan niscaya antara A dan B. ontologis. 284 Julian Baggini. dan intuitif atau pengalaman relijius yang diuraikan Nursi sebenarnya merupakan argumentasi filosofis tradisional yang jauh-jauh hari sudah tidak sedikit mengundang kritik dari para tokoh filsafat. bagi Hume sebagai pernyataan tak bermakna. Filsafat Modern (Jakarta: Gramedia. h. Namun Hume berpendapat bahwa pendapat tentang hubungan niscaya itu tidak benar dan didasarkan pada sebuah kebingungan belaka. Yang bisa diamati manusia hanyalah bahwa gejala yang satu menyusul gejala yang lain. Pertama. mungkin saja seseorang mengatakan bahwa alam semesta sebagai sebuah keseluruhan harus memiliki sebab. h. h. ada dua kelemahan. Dalam konsep kausalitas diandaikan bahwa kalau ada peristiwa A terjadi lalu B terjadi. Wacana ini agak cukup detil terdapat dalam Jostein Gaarder. 2004). 2002). terj. Nur Zain Hae (Jakarta: Teraju.

.287 Selanjutnya. h. ide tentang Tuhan mutlak dapat dipahami. Semua yang dibutuhkan untuk mengakhiri rangkaian sebab musabab ini adalah ide sebab pertama yang tidak bersebab.. demikian Gaunilo. Kedua. mengapa harus menyematkan pada hal ini semua karakteristik Tuhan?285 Dan jika tiap-tiap kejadian harus mempunyai sebab. 1997). 164. Persoalannya. surga dunia yang sangat nyaman. Gaunilo mengkritik pendapat Anselm mengenai argumentasi tersebut. lompatan dari sini ke Tuhan benar-benar besar. sebagaimana dikemukakan Anselm. kalau pun harus menerima alam semesta memiliki sebab yang tidak bersebab. tentang pulau yang sangat indah. h. Gaunilo berpendapat bahwa sangat berlebih-lebihan menyederhanakan cara membuktikan Tuhan. h. tetapi dia menolak bahwa dengan ide itu disimpulkan bahwa Tuhan ada secara faktual. 287 Amsal Bakhtiar. Sebaliknya sebab wajib ada agar akibat mempunyai wujud. mengapa harus berhenti dengan Tuhan?286 Argumen kosmologis pun mendapat kritikan dari filsuf internal Muslim sendiri. dari 285 286 Ibid. mengkontradiksikan premis utama bahwa segala sesuatu harus memiliki sebab. Akibat wajib ada agar sebab bisa mempunyai efek pada akibat. Tetapi. Filsafat Agama (Jakarta: Logos. seperti Iqbal. 182-183. Jika seseorang bercerita. 454.111 sebab. Menurut Gaunilo. argumentasi ontologis juga mendapat kritikan dari berbagai pihak.. Titus. tentu sangat gampang membayangkan hal itu dalam pikiran. Pendukung argumentasi kosmologis mengatakan bahwa setidaknya ada satu hal di alam semesta ini yang tidak memiliki sebab yaitu Tuhan. Persoalan……………. Jadi. Iqbal berpendapat bahwa sebab pertama tidak dapat dianggap sebagai yang memiliki sifat Wajib Wujud karena dalam hubungan sebab akibat keduanya mesti wajib.

1993). ”Anda bisa saja membayangkan memiliki uang 100 dolar..”290 Demikian pula dengan argumentasi teleologis yang tidak sepi dari lontaran kritik.289 Argumen ontologis memang membuat lompatan antara konsep tentang Tuhan Yang Maha Sempurna dalam benak pikiran dan eksistensi aktual yang sesungguhnya. ditambahkan wujud kepada konsep tentang sesuatu. tidak membawa hal yang baru bagi konsep itu. Konsep sesuatu yang terbesar sebagai konsep sudah sempurna sungguh pun konsep itu tidak mempunyai wujud pada hakikatnya. 173-174. dan penyakit menular? Apa gunanya usus buntu dalam tubuh manusia? Ringkasnya. Ibid. A History of God (New York: Ballantine Books. konsep tentang kursi bayangan dengan kursi yang mempunyai wujud nyata tidak ada perbedaannya. 174.288 Immanuel Kant. h. Kenapa ada gempa bumi. . Menurut Kant. tetapi sayangnya bayangan itu tidak akan membuat uang tersebut menjadi sebuah realitas di dalam saku Anda. 290 Karen Armstrong. Dengan kata lain. h. bahaya kelaparan. Kosep tersebut tidak bisa menceritakan sebuah wujud aktual di semesta di mana konsep itu diterapkan. filosof Jerman.. 202. apa perlunya kejahatan yang ada di alam dan 288 289 Ibid. Begitu juga konsep tentang Zat Yang Maha Besar dengan tidak mengharuskan adanya Zat Yang Maha Besar itu. Dalam kata-kata teolog inggris John Macquarrie. Secara umum kritikan terhadap argumen ini timbul karena tidak semua benda-benda alam berjalan secara teratur dan bertujuan.112 ide dalam pikiran itu tidak dapat disimpulkan bahwa pulau itu wajib ada dalam alam nyata. juga melancarkan kritik terhadap argumen ontologis.

Begitu pun pengalaman relijius yang dirasakan dalam kalbu seseorang yang meyakininya bahwa hal itu merupakan indikator tentang eksistensi Tuhan. Hardiman.113 pada umat manusia? Pertanyaan-pertanyaan yang demikain selalu timbul sehingga dapat disimpulkan tidak semua yang ada di alam ini memiliki tujuan. argumentasi teleologis mengenai keteratura alam semesta dengan analogi jam tangan yang pasti mempunyai perancang yang cerdas. binatang.292 Akhirnya argumentasi intuitif atau pengalaman relijius pun tidak kebal dari kritik. h. 91. Seseorang tahu artefak seperti jam tangan punya pembuat karena ia memiliki pengalaman tentang jam tangan dan pembuat jam tangan. Hume juga menyanggah dengan mengatakan bahwa dunia ini jahat dan buruk. sebagaiman pengalaman itu menceritakan kepada manusia apa saja tentang sebab sesuatu di alam ini.. Apa yang ditunjukkan contoh ini adalah tanda desain yang cerdas hanya ditemukan dalam jenis barang yang pasti... 291 . 165-166. memiliki pula kelemahan utama.. badai oleh menurunnya tekanan udara.. Argumentasi intuitif bersifat sangat personal sekali. Jajaran pegunungan disebabkan oleh pergeseran dalam lapisan bumi. Filsafat……….. h. mobil... hanya merupakan pengalaman pribadi yang tak dapat dibagi kepada orang lain. ia mengisahkan pada manusia gahwa alam bukanlah produk dari desainer yang cerdas. h. manusia tidak menemukan hutan belantara yang indah dan mengasumsikan bahwa ia pasti karya seorang tukang kebun pertamanan.. manusia tidak memiliki pengalaman sama sekali seperti apakah sebab sesuatu yang asali di alam ini.. Amsal.. Sebegitu jauh. 292 Menurut Baggini. dan fenomena alam tidak menghasilkan tanda desain yang cerdas dalam cara yang sama dengan jam tangan.. Sejauh pengalaman yang dimiliki manusia tentang sebab fenomena alamiah hal ini pastilah bukan desainer yang cerdas. Hutan belantara.. 188. jurang oleh erosi garis pantai yang bertahap. Tetapi mengenai alam semesta. dan bangunan. Lihat Baggini. Lima Tema………….291 Lebih jauh. Filsafat.berupa keyakinan tersembunyi dalam lubuk jiwa seseorang yang tidak bisa dibuktikan atau ditujukan kepada orang lain.

Padahal dari tiga poin poin kritik Nursi terhadap doktri materialisme. 171. sehingga dua sebab lainnya yang sangat prinsipil dienyahkan dalam penelitian ilmiah. Mereka mengganti paradigma Aristotelian dengan paradigma Newtonian. Materialsme mekanik. bagi Baggini.114 Dalam perspektif Baggini. 232-254. Karena itu. selain bercorak sangat individual. pengalaman relijius itu seharusnya menghasilkan keyakinan yang sama di antara orang-orang yang mengalaminya. kelemahan Nursi yang paling utama adalah ia tidak mengelaborasi akar-akar doktrin materialisme. Namun yang terjadi adalah orang memiliki pengalaman relijius dengan menafsirkan dan membenarkan kepercayaan relijius apa pun yang telah mereka miliki atau dominan dalam kebudayaan mereka.294 Nursi tidak menguraikan alasan-alasan doktrin materialisme yang menjadi pijakan kaum materialis dalam menolak eksistensi Tuhan di alam semesta. Flashes. yakni sebab material dan sebab efisien an sich. yaitu sebab formal dan sebab final. Padahal.293 Dalam pandangan penulis. Hal ini bisa dilihat dalam kritik Nursi secara spesifik terhadap pemikiran materialisme tanpa menelusuri argument-argumen dibelakangnya. h. yang meyakini bahwa alam semesta tercipta oleh sebab semata atau karena hukum kausalitas. Nursi. bersandar hanya pada dua sebab. 294 293 . ketiganya mempunyai alasan masing-masing dalam menfikan eksistensi Tuhan di jagad raya.. menurutnya pengalaman intuitif atau relijius bukanlah fondasi yang bisa diandalkan dalam perbincangan mengenai eksistensi Tuhan. Ibid. kendati ada keterkaitan satu dengan yang lain. pengalaman intuitif atau keagamaan seringkali berbeda satu sama lain.

Dengan demikian. Terlebih lagi. mempunyai argumentasi spesifik yang menopang prinsip tersebut. Ia hanya langsung mengurai puncak keyakinan kaum materialis dan mengkritiknya tanpa menelusuri ide-ide yang menjadi fondasinya. . Pandangan demikian merupakan implikasi dari satu sebab atau sebab imanen yang disebut oleh kaum materialis sebagai materialisme ilmiah. Itulah yang tidak dilakukan oleh Nursi. Seluruhnya bersifat kausalitas. yang mereka identifikasi sebagai sebab imanen. disebabkan karena kaum materialis hanya menggunakan satu sebab saja dalam observasi ilmiah yaitu sebab efisien. sehingga kritik yang diajukan akan menohok jantung persoalan yang sesungguhnya. atau disebabkan tututan alam semata. Dengan alasan-alasan tersebutlah. Begitu pula. karena faktor kebetulan. pandangan bahwa segala sesuatu merupakan tuntutan alam semata atau bercorak alamiah. kaum materialis menolak eksistensi Tuhan atau campur tangan Tuhan dalam penciptaan dan pengaturan alam semesta. sebab efisien dalam semesta berasal dari dirinya sendiri bukan dari luar. Materialisme ilmiah berprinsip bahwa semua yang terjadi dan tercipta di alam semesta merupak tuntutan alam apa adanya atau bersifat ilmiah belaka.115 Sementara pandangan materialisme bahwa segala sesuatu terbentuk dengan sendirinya atau karena faktor kebetulan. Seharusnya landasanlandasan pemikiran materialisme tersebut ditelaah lebih dulu oleh Nursi dan baru kemudian mengajukan kritik-kritik secara filosofis pula. mereka pun menafikan adanya finalitas yang objektif dan universal pada wajah alam semesta. bagi mazhab materialis.

semua kritik tersebut bagaimana pun validnya tentu saja tidak membatalkan seluruh argumentasi filosofis yang dibangun oleh Nursi. kritik-kritik tersebut cukup absah digulirkan terhadap argumentasi-argumentasi tradisional. . Sampel terbaik dalam hal in adalah Hume yang melontarkan kritik terhadap argumentasi kosmologis dan teleologis. ternyata menurut Hardiman. Dengan demikian semuanya bersifat spekulasi filosofis semata. Kendati demikian. bermacammacam argumentasi sanggahan terhadap dalil-dalil mengenai eksistensi Tuhan tidak mengakhiri permasalahan. termasuk juga para ilmuwan-ilmuwan lain. h. Sebab. Persoalan………. tak terkecuali bukti-bukti yang diajukan oleh Nursi pun sebagian besar terkena sanggahan di atas. sepanjang sejarah umat manusia tidak pernah berkembang suatu bukti tentang adanya Tuhan yang dapat diterima secara universal. bukti-bukti filosofis tentang eksistensi Tuhan memang telah dirancang oleh orang-orang yang sudah terlibat dengan percaya kepada Tuhan. Barangkali sama sulitnya untuk memberikan bukti-bukti yang meyakinkan semua pihak tentang eksistensi Tuhan sebagaimana menyanggahnya.295 Karenanya.116 Tidak bisa dipungkiri. skeptisisme Hume sendiri pada gilirannya tidak bisa dibuktikan secara empiris.. Sementara banyak orang-orang ateis yang tetap tidak dapat diyakinkan oleh argumen-argumen tersebut dan melontarkan sanggahan dengan menganggap bukti-bukti rasional itu tidak sempurna. Menurut sebagian filosof. 459. Kritik tajam yang 295 Titus.

mengikrarkan kesaksian dengan bahasa fitrahnya masing-masing tentang kebesaran.117 digulirkan Hume menjadi tidak lebih sebagai spekulasi dari pihak Hume sendiri. Pandanganpandangan Nursi mengenai eksistensi Tuhan. Demikian pula pandangan Nursi mengenai aktualisasi Asma-asma Tuhan yang bisa dilihat secara kontradiktif bukan hanya secara positif. ide tentang zat yang maha besar dan maha paripurna tidak hanya dimiliki oleh manusia tapi seluruh semesta. Filsafat……. dan kesempurnaan Tuhan Yang Maha Esa. Salah satunya adalah penguraian Nursi tentang argumentasi ontologis. maka Nursi melampaui gagasan klasik di atas. 91-92. h. kendati ide-ide fundamentalnya sudah disuarakan oleh banyak tokoh klasik baik dari kalangan Muslim maupun non-Muslim.296 Terlepas dari berbagai sanggahan di atas. dari benda-benda langit yang terbesar hingga partikel-partikel atom yang tak terlihat oleh mata. mengkonsekuensikan adanya kesalahan. . Jika para filsuf klasik dan abad pertengahan menggagas argumentasi ontologis yang mengatakan bahwa dalam setiap diri manusia terdapat ide tentang zat yang maha besar dan maha sempurna yang diidentifikasi sebagai Tuhan. setidaknya mempunyai sedikit warna yang berbeda dengan ilmuwan-ilmuwan sebelumnya. menurut Nursi mengharuskan adanya dosa. Nama AlGhaffar Yang Maha Mengampuni. argumentasi filosofis yang diusung Nursi jelas mempunyai keunikan dan signifikansi tersendiri. ArRazzaq Yang Maha Memberi Rezeki. As-Sattar Yang Maha Menutupi.. Bagi Nursi. keagungan. meniscayakan hadirnya kelaparan 296 Hardiman.

118 sebagaimana Asy-Syafii Yang Maha Menyembuhkan. Dalam telaah Nursi. memastikan adanya penyakit. Nama-nama Tuhan mengimplikasikan kenyataan secara kontradiktif untuk mengaktualisasikan seluruh Nama-Nya. Nursi menguraikan semua argumen mengenai eksistensi Tuhan dan sanggahannya terhadap doktrin materialisme dengan menggunakan bahasa yang sangat sederhana. karena tujuan sentralnya bukan meyakinkan . setiap manusia mempunyai predisposisi yang begitu kuat untuk mencintai keabadian dan kesempurnaan mutlak yang merupakan bukti tentang eksistensi keesaan Tuhan. meskipun sebagian postulat-postulat mengenai eksistensi Tuhan Nursi alamatkan untuk mengcounter filsafat materialisme yang menafikan Tuhan dalam fenomena semesta dan kehidupan manusia. Akhirnya. yaitu Tuhan Yang Maha Esa. kaya ilustrasi. Demikianlah paling tidak aspek-aspek pandangan Nursi yang agak berbeda dengan para filsuf sebelumnya dalam memperbincangkan bukti-bukti mengenai eksistensi Tuhan. dan komunikatif agar mudah dicerna oleh pemahaman kebanyakan masyarakat awam. Sebab Dzat Yang Abadi dan memiliki kesempurnaan absolut hanya tunggal. argumentasi intuitif yang digagas Nursi mempunyai keunikan pula. Begitulah seterusnya. Ia tidak memaparkan argumentasinya dengan gaya bahasa filsafat yang rumit dan memakai istilah-istilah yang pelik. sebagian besar bahkan nyaris seluruh wacana tersebut ia gunakan untuk menyelamatkan keimanan masyarakat Muslim Turki yang sedang mengalami krisis kepercayaan terhadap eksistensi Tuhan. Dengan alasan inilah. Selain itu.

Dengan kata lain. Faktanya. 2003). para pengikutnya di Turki masih terus berkembang pesat dan dari hari ke hari Risalahnya semakin diminati bukan hanya di seantero Turki tapi juga di manca negara. www. Nabilah Lubis (Jakarta: Grafindo Persada. apa yang Nursi suarakan tidak sia-sia sebab mayoritas masyarakat Turki membaca. terj.com. h.297 Bahkan sampai hari ini. bagi Nursi keagungan dan kesempurnaan Tuhan tersebut menjelma pada setiap lembaran wajah alam semesta.119 kaum materialisme. mengkaji. melainkan untuk memperkokoh keimanan kaum Muslim Turki sendiri. dan mengamalkan apa yang termaktub dalam karya besarnya. Kesimpulan Dari berbagai paparan mengenai eksistensi Tuhan menurut Said Nursi dan kritiknya terhadap materialisme. dapat ditarik beberapa konklusi sekaligus sebagai jawaban bagi permasalahan yang telah dikemukakan di awal sebagai berikut: 1. Kendati demikian. baik pada 297 Ihsan Kasim Salih. 60.298 BAB V PENUTUP A. Said Nursi. Risalah An-Nur. Hal ini bias diakses dalam The World is Reading Risale-I Nur. Tuhan dalam perspektif Nursi merupakan Dzat Yang Maha Agung yang tidak akan terpahamkan oleh akal manusia yang lemah. Nursi ingin mengimbau kepada kalangan internal Muslim bukan kepada kalangan eksternal non-Muslim. menghayati. 298 . Saidnur. Tuhan juga merupakan Dzat Yang Maha Paripurna yang kesempurnaan-Nya tidak bisa dibandingkan dengan apa pun.

adanya kesempurnaan relatif. nama-nama. dan kerja sama yang harmonis antara satu sama lain dengan sebuah tujuan tertentu. serta keunikan setiap ciptaan menunjukkan Dzat Wajibul Wujud Yang Maha Esa sebagai Pencipta semua itu. kebutuhan dan ketergantungan seluruh makhluk. Tuhan merupakan Penyebab Pertama Tunggal bagi seluruh makhluk: alam semesta. yang justru sangat transparan untuk disaksikan oleh fakultas nalar manusia. 2. alam semesta tanpa terkecuali bersifat teleologis. semuanya secara fitriah menyuarakan kebesaran dan keesaan Tuhan. argumentasi teleologis. dan perbuatan-Nya. argumentasi ontologis. Ketiga. argumentasi kosmologis. serta para pemikir. melalui sifat-sifat. . Nursi menyuguhkan empat argumentasi mengenai eksistensi Tuhan. Tuhan sebagai Perancang Yang Maha Bijaksana harus hadir sebagai sumber keselarasan seluruh ciptaan-Nya.120 tataran makrokosmos maupun mikrokosmos. bukan hanya para rasul. Pertama. kesempurnan relatif. kebutuhan dan ketergantungan. keterkaitan. mengikrarkan kesaksian dengan bahasa fitrahnya masing-masing tentang eksistensi Tuhan Yang Maha Esa. serta keunikan setiap ciptaan. ahli syuhud. orang suci. ulama. melainkan juga alam semesta. dalam arti ada keteraturan. nabi. bumi. Kedua. Seluruh manusia. wali. Nursi melukiskan bahwa baik mikrokosmos yang bernyawa maupun makrokosmos yang tidak bernyawa. dengan menyatakan bahwa segala keanekaragaman pada alam semesta. benda-benda langit hingga partikel-partikel atom yang tan kasat mata. Dalam pandangan Nursi.

121 Keempat, argumentasi intuitif. Menurut Nursi, pusat dalil ini adalah hati nurani setiap manusia yang menjadi bukti paling transparan tentang eksistensi Tuhan. Hati nurani, berbeda dengan nalar yang terkadang lalai pada Tuhan, secara intrinsik justru tidak pernah melupakan Sang Pencipta. Ada predisposisi berupa kecintaan kepada kesempurnaan mutlak dalam setiap kalbu manusia yang menjadi bukti tentang keesaan Tuhan, sebab kesempurnaan mutlak hanya tunggal yaitu Dzat Yang Maha Esa.

3. Nursi mengajukan dua kritik filosofis, yaitu melalui argumentasi kosmologis dan teleologis. Dalil kosmologis ia tujukan kepada doktrin materialisme yang menyatakan bahwa alam terbentuk dengan sendirinya dan segala sesuatu merupakan tuntutan alam (alamiah). Bagi Nursi, alam semesta tidak mungkin terbentuk dengan sendirinya. Ilustrasinya, secara kosmologis jika sebuah buku ditulis dengan sebuah tangan, maka untuk menuliskannya hanya diperlukan satu pena. Tetapi jika buku tersebut tidak ditulis dengan satu tangan melainkan terbentuk dengan sendirinya, hal itu membutuhkan pena sebanyak jumlah hurupnya. Karenanya, semesta raya adalah karya Dzat Yang Maha Esa sebagaimana sebuah buku pasti ada pengarangnya. Selanjutnya dengan dalil kosmologis, Nursi menyanggah doktrin materialisme tentang segala sesuatu merupakan tuntutan alam. Menurut Nursi, jika penciptaan jagad raya diserahkan pada tuntutan alam yang tuli, buta, dan bodoh, konsekuensinya harus ada Tuhan pada segala sesuatu. Alasannya, penciptaan seluruh entitas baik benda mati maupun makhluk hidup dilandasi

122 pengetahuan dan kekuasaan mutlak yang mencerminkan kesadaran. Secara metaforis, pantulan matahari yang terlihat pada butiran air atau di atas serpihan kaca harus dianggap bentuk representasi dari matahari. Namun jika pantulan sinar itu tidak dinisbatkan kepada matahari yang sebenarnya, berarti harus meyakini adanya matahari kecil yang memiliki sifat-sifat matahari dan benar-benar ada dalam air atau potongan kaca tersebut. Dengan ini, penciptaan segala sesuatu mesti dinisbatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa. Sementara itu, argumentasi teleologis Nursi alamatkan kepada doktrin materialisme yang menganggap alam semesta tercipta oleh sebab atau hukum kausalitas dan segala sesuatu terbentuk dengan sendirinya. Dalam telaah Nursi, alam semesta dengan segala unsurnya, dari yang terbesar hingga terkecil, dari benda mati hingga makhluk hidup, seluruhnya diciptakan dengan takaran yang sesuai dengan porsinya masing-masing. Adanya keteraturan dan keterkaitan, saling mendukung dan membantu, saling memenuhi kebutuhan dan kerja sama yang harmonis untuk sebuah tujuan universal menunjukkan bahwa semua makhluk diatur oleh Sang Pengatur dan Pemelihara Tunggal. Hukum kausalitas yang tidak mempunyai kesadaran tidak mungkin dapat menciptakan keselarasan, keteraturan, dan keharmonisan dengan sebuah tujuan yang bermakna. Karena itu, keharmonisan tersebut merupakan karya Dzat Yang Maha Bijaksana. Begitu pula, keteraturan, keseimbangan, saling kerja sama yang harmonis di alam semesta dengan sebuah finalitas yang mempunyai makna dan arah, tidak mungkin terbentuk dengan sendirinya melalui materi atau atom yang tidak

123 memiliki kesadaran sedikit pun. Dengan demikian, setiap ciptaan yang sangat teratur dan terkoordinir pasti merupakan karya cipta Sang Perancang Yang Maha Esa semata.

B. Saran-Saran Tuhan merupakan sebuah misteri dari segala bentuk misteri. Bagaimana pun detil, luas, dan komprehensifnya sebuah penelitian yang mencoba menyibak eksistensi Tuhan, hampir dapat dipastikan penelitian tersebut tidak akan pernah mampu menguak setiap aspek misteri eksistensi Tuhan. Kendati perbincangan mengenai eksistensi Tuhan secara filosofis sudah terjadi sejak lebih dari dua ribu tahun silam, pembahasan eksistensi Tuhan tetap masih menyimpan banyak problema yang harus dipecahkan dan masih selalu aktual untuk dikaji. Tidak terkecuali dengan penelitian ini yang membincang eksistensi Tuhan. Sebagai langkah awal, penelitian terhadap eksistensi Tuhan dalam perspektif Nursi dan kritiknya terhadap doktrin-doktri materialisme kiranya masih jauh dianggap sempurna. Terlebih lagi, di kalangan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, tampaknya pengkajian terhadap wacana-wacana Nursi masih bisa dikatakan sangat jarang sekali. Semua yang telah penulis kaji dalam tulisan ini hanya merupakan sebagian kecil dari pemikiran Nursi. Dengan demikian, penulis mengharapkan penelitian ini dilanjutkan dengan membahas lebih jauh gagasan Nursi dengan tema dan analisis yang berlainan, sehingga diharapkan dapat memperkaya khazanah keilmuan Islam, terutama dalam filsafat Islam. DAFTAR PUSTAKA

3-4. 1993. Osman (ed. 1990. 1997. New York: Ballantine Books. Albany: State University of New York. Barbour. Bandung: Mizan. Abu Rabi’. Baggini. Al-Jilani. 2003. Amsal. Thoyibi. Filsafat Agama. Yogyakarta: Kanisius. Bandung: Mizan. 1988. 1995. 5. Terj.). Bahtiar. Baker. Terj. Fritjof.). Amin dkk. Ibrahim & Jane I Smith (eds. Yogyakarta: Bentang. Yogyakarta: Kanisius. ----------. Jakarta: Teraju. Mencari Islam: Studi Islam dengan Berbagai Pendekatan. Islam at the Crossroads. Terj. Juru Bicara Tuhan. Karen. Menemukan Tuhan dalam Sains Kontemporer dan Agama.124 Abdullah. Anton & A. No. Baqir. Capra. Falsafatuna. Kamus Filsafat. Bertens. 1999. 7. Titik Balik Peradaban. 1981. 2003. Eva Y Nukman. Loren. 2002. Terj. The Muslim World. -----------. K. Jakarta: Logos. . Fransiskus Borgias. 2000. Bandung: Mizan. Bagus. 1996. E R. Terj. Abu Rabi’. Metodologi Penelitian Filsafat. July-Oktober. Jullian. Abdul Qadir. 2002. Ibrahim (ed. 1997. Armstrong. Charris Zubair. Bakar. Bandung: Mizan. 2000. LXXXIX. Vol.). Muhammad. Evolusi Ruhani. Vol. Sejarah Filsafat Yunani. “Relevansi Studi Agama-Agama Dalam Milenium Ketiga”. Ash-Shadr. Ian G. Lima Tema Utama Filsafat. Yogyakarta: Tiara Wacana. A History of God. Nur Zaen Hae. Ulumul Qur’an. Libanon: Beirut. Terj. 2005. Fathu al-Rabbani. No. Jakarta: Gramedia. Nur Mufid.

Terj. Hardiman. Terj. 1996. Gaarder. Yogyakarta: Kanisius. -----------. Bandung: Mizan. Jakarta: Bulan Bintang. 2002. Oxford: Oneworld Publications. God and The New Physics. -----------. The Tao of Physics. Tuhan di Mata Para Filosof. Gilson. Ahmad. New York: Macmillan Publishing Co. 1980. Filsafat Modern. John F. Etienne. Yogyakarta: Jalasutra. Theology and Mysticism. New Haven: Yale University Press. 1972. Membaca Pikiran Tuhan. Terj. Davies. A History of Islamic Philosophy. 2002. The Encyclopedia of Philosophy. New York: Columbia University Press. 1997. Paul (ed. Edwards.125 -----------. Majmu’ Rasail Imam Ghazali. Terj. 1983. Paul. Terj. Harun. Fromm. 1997. Majid. Fransiskus Borgias. F. Budi. Hanafi. Fakhry. 2003. Fethullah. Tri Wibowo. Dunia Sophie. Aufiya Ilhamil Hafizh. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Hamzah. 1983. Gulen. Rahmani Astuti. 1996. Erich. Abu Hamid. Pengantar Filsafat Islam. Sugeng Hariyanto dkk. Psychoanalysis and Religion. Silvester Goridus Sukur. Al-Ghazali. Sari Sejarah Filsafat Barat 2. Bandung: Mizan. Bandung: Mizan. Perjumpaan Agama dan Sains. 2005. Jakarta: Grafindo Persada.). New York: Simon&Schuster. . Beirut: Dar Al-Fikr. Terj. Vol. Terj. -----------. Haught. 5-6. 2002. 2004. Menghidupkan Iman dengan Mempelajari Tanda-Tanda Kebesaran-Nya. Jakarta: Grafindo Persada. Hadiwijono. Islamic Philosophy. Jostein. Memadukan Akal dan Kalbu dalam Beriman. Jakarta: Gramedia. 2004. 2004.

Terj. Leaman. Ihsan Salih. 2003. 1999. Louis O. 1983. Ali Audah dkk. Membangun Kembali Pikiran Agama dalam Islam. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Terj. Jakarta: Grafindo Persada. Yusuf. Said Nursi Pemikir & Sufi Besar Abad 20. Kartanegara. Kasim. 2005. Ahmad Daudy. Bandung: Mizan. Mughni. Kattsoff. Sejarah Kebudayaan Islam di Turki. Syafiq A. 1988. Mas’adi. Istanbul: Yenibosna. Pendekatan Studi Islam Dalam Teori & Praktek. Nabilah Lubis. 1992. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Michel. Cambridge: Polity Press. Muhammad. Beirut: Markaz Dirasat al-Wahdah alArabiyah. Sejarah Sosial Ummat Islam. Terj. Metode Penelitian Kualitatif Bidang Filsafat. 2005. 2005. 2004. Terj. 1998. Kaelan. Al-Quran & Filsafat. Bandung : Mizan.126 Iqbal. . 2003. Menyibak Tirai Kejahialan. Terj. 1999. Thomas. Jakarta: Bulan Bintang. ----------. Musa. Terj. Lapidus. Jakarta: Logos. 1966. Kaum Marxis. Bandung: Mizan. Yogyakarta: Tiara Wacana. Imam Muttaqien. Wright C. 2003. Abed al-. A Brief Introduction to Islamic Philosophy. Jabiri. 1997. Oliver. Takwin al-Aql al-Arabi. Jakarta: Tintamas. Menembus Batas Waktu. Atho. Jakarta: Grafindo Persada. Pengantar Fiolsafat. M Ira. Kuntowijoyo. Mills. Mudzhar. Soejono Soemargono. Ghufron A. Yogyakarta: Paradigma. Mulyadhi. Paradigma Islam. Said Nursi’s Views on Muslim-Christian Understanding.

Jakarta: Siraja. Sukran Vahide. Sugeng Hariyanto. Malaysia: Kuala Terengganu. 2005. 2003. 2004. -----------. Mengokohkan Aqidah Menggairahkan Ibadah. Terj. Vol. Istanbul: Sozler Nesriyat. Sugeng Hariyanto. Sukran Vahide. Terj. Maheram Binti Ahmad. Terj. The Words. Mi’raj Menembus Konstelasi Langit. Terj. Trans. -----------. 2000. 2003. 1. -----------. 1998. Sugeng Hariyanti dkk. Istanbul: Sozler Nesriyat. -----------.” Jami’ah. 2003. Terj. Sinar Yang Mengungkap Sang Cahaya. . -----------. 2003. “Bediuzzaman said Nursi and the Sufi Tradition. The Rays. Murata. 2004. Dimensi Abadi kehidupan. The Tao of Islam. Sukran Vahide. -----------. Istanbul: sozler Society.2002. Jakarta:Grafindo Persada. Jakarta: Siraja. Menikmati Ekstase Spiritual Cinta Ilahi. 2004. Persoalan Tauhid dan Tasbih. Sukran Vahide. -----------. Said. Letters. Mishbah. Terj. Jakarta: Siraja. Trans. No.127 Machasin. Sachiko. -----------. Dari Balik Lembaran suci. Sugeng Hariyanto & Fathor Rasyid. Istanbul: Sozler Society. Jakarta: Robbani Press. Terj. Jakarta: Robbani Press. Terj. -----------. -----------. -----------. 2003. 2001. Rahmani Astuti & Nasrullah. The Flashes Collection. Terj. Sugeng Hariyanto. Trans. Terj. Dari Cermin Ke-Esaan Allah. 2003. -----------. Sugeng Hariyanyo & Fathor Rasyid. Jakarta: siraja. Nursi. Jakarta: Siraja. Trans. Iman Kunci Kesempurnaan. Bandung: Mizan. Hamzah Khan. 1999. 43.

Anas Mahyuddin.). Albany: State University of New York Press. -----------. Fazlur. Rabi. Harun. Russell. Nasr. 2003. Rolston III. Ensiklopedi Tematis Filsafat Islam. Paper. Rahmani Astuti. 2004. 1996. Science and Religion A Critical Survey. Pengantar Filsafat. 1991. 2001. Nasution. 1987. History of Western Philosophy. Yogyakarta: Kanisius. Seyyed Hossein (ed. Ibrahim abu (ed. Sukran Vahide. 2003. Nasution. Rahman. New York: Crossroad. Bandung: Pustaka. Juhaya S. 1995. Jakarta: Bulan Bintang. Tema Pokok Al-Quran. Nawawi. -----------. Istanbul: Sozler publications. Jakarta: Bulan Bintang. 1996.2003. Terj. 1996.). Nasr. London: Unwin University Books. Penelitian Terapan. Seyyed Hossein & Oliver Leaman (eds. Tim Penerjemah Mizan. Yogyakarta: UGM Press. Tradisi Baru Penelitian Agama Islam. Pembaharuan dalam Islam. -----------. 2003. 1996. Jan Hendrik.). Terj. Jakarta: Ui Press. 2003. Terj. Bandung: Mizan. Islam Ditinjau dari Berbagai Aspeknya.128 -----------. Trans. Islamic Spirituality: Manifestations. Islam Rasional. Praja. Aliran-Aliran Filsafat &Etika. Holmes. Signs of Miraculousness. 1955. . deden (ed. Hadari & Mimi Martiwi. New York: Random House.). Metode Research. Bandung: Pustaka. -----------. Bertrand. Jakarta: Bumi Aksara. 1985. Bandung: Mizan. Islam at the Crossroads. Falsafat dan Mistisisme dalam Islam. Kenabian dalam Islam. Ridwan. 1996. Jakarta: Prenada Media. Bandung: Nuansa.

Jakarta: Lentera Hati. 2001. Harold H. Jakarta: Grafindo Persada.). Istanbul: Sozler Nesriyat. Istanbul: Sozler Publications.). Saini K. Masni. Bandung: Mizan. 2002. Makna Hidup Sesudah Mati Kebangkitan & Penghisaban. Mustafa. 2005. 1997. Aksin Wijaya. Mendamaikan Agama dan Filsafat. 1989. Kamus Filsafat. Persoalan-Persoalan Filsafat. and Bediuzzaman Said Nursi’s risale-i Nur. Titus. 1998. 1997. Rasjidi. Dia Di Mana-Mana. 2005. Bediuzzaman Said Nursi. Suseno. Jakarta: Gramedia. Ibn. Jakarta: Bulan Bintang. Ethics. Wawasan Al-Quran. Vahide. Tim Penulis Rosda. Schimmel. Bandung: Mizan. Yogyakarta: Pilar media. Mukjizat Al-Quran. 2002. -----------(ed. Bandung: Mizan. According to the Risale-i Nur. 2002. Bandung: Mizan. Jakarta: LP3ES. Dunia Rumi. 2004. Terj. The Qur’anic View of Man. Unal. 2005. Quraish. Sukran. Globalization. Metode Penelitian Survey. 1996. -----------. Terj. 1995. 13 Tokoh Etika. Yogyakarta: Kanisius. Terj. Ali. -----------. -----------. -----------. Annemarie. 1984. Yogyakarta: Pustaka Sufi. -----------. 2000. Sugeng Hariyanto& Fathor Rasyid. Singarimbun. Istanbul: Sozler Nesriyat. Terj.al. Terj.M. Menyingkap Yang Tersembunyi. Saut Pasaribu. Musthalah Maufur. Terj. Pemikiran Karl Marx.129 Rusyd. Shihab. Bandung: Rosda Karya. Franz Magnis. At. Model Kepemimpinan dalam Amal Islam. -----------(ed. Membumikan Al-Quran. 1997. . Thahhan. Jakarta: Robbani Press.

Istanbul: Yenibosna. Erik J. United States: William Collins Publishers. Jakarta: Gramedia. . 2005. Zurcher.). Webster’s New Twentieth Century Dictionary. Noah. Bringing Faith. Terj. Istanbul: Yenibosna. 2004. Said Nursi’s Views on Muslim-Christian Understanding.). -----------(ed. 2003. Sejarah Modern Turki. 1980. Meaning and Peace to Life in Multicultural World: The Risale-i Nur’s Approach. Karsidi Diningrat.130 -----------(ed. Webster.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful