You are on page 1of 96

TAHUN XXXVII EDISI 367 JUNI 2005

PERSONALISASI
PITA CUKAI
MENCIPTAKAN PASAR YANG KONDUSIF

PROFIL WAWANCARA

MENUNGGU IMPLEMENTASI
JITSUYA HASEGAWA
“PENTINGNYA TRANSPARANSI DAN
KEMAMPUAN MEMPREDIKSI”
ERLANGGA MANTIK
“PEREDARAN ROKOK ILEGAL DAPAT
DIKURANGI”
DAFTAR ISI

1 DARI REDAKSI
3 SURAT PEMBACA

5 4
19
KARIKATUR
KONSULTASI KEPABEANAN
& CUKAI
Laporan Utama Sertifikat Registrasi Pabean
(SRP)
Bea Cukai sangat perlu meng-
20 INFORMASI KEPABEANAN
ambil langkah mencegah pe- & CUKAI
malsuan pita cukai rokok, yakni Pengenalan Browser
dengan cara melakukan perso- 22 KEPABEANAN
nalisasi pita cukai rokok untuk - Kejasama Baru DJBC Dengan
masing-masing perusahaan. Tiga Instansi
Selain menciptakan persaingan - Jalur Prioritas Kembali
yang sehat antar perusahaan Disosialisasikan
rokok, juga dalam upaya meng- - Pangkas Rente Ekonomi di
amankan penerimaan negara. Pelabuhan
26 INFO PEGAWAI
- Pegawai Pensiun per 1 Juni
2005
16 - Sambutan Menteri Keuangan
Pada Peringatan Hari
Wawancara 37
Kebangkitan Nasional
MITRA
“Dengan pemberlakuan PT. Bina Satria Sejati
personalisasi, perusahaan 40 SEPUTAR BEACUKAI
rokok ‘nakal’ sudah tidak bisa 44 SIAPA MENGAPA
‘bermain’ lagi. Tidak ada lagi - Moh. Amin Husen
orang yang berdagang pita - Saulus Suradi
cukai, “ demikian menurut - Pradibto
Direktur Cukai DJBC, Erlangga 46 RUANG INTERAKSI
Mantik. Masih banyak penda- Hidup di Sekitar Penasehat
pat yang ia kemukakan ber- 48 KOLOM
kaitan dengan pemberlakuan Produk Hasil Tembakau,
personalisasi pita cukai ini. Maraknya Merek yang Mirip.
50 OPINI
- Paradigma Douane dan bea
Cukai masa Depan
54 PERISTIWA
76 - Empati Untuk Masyarakat Aceh
- Inkai ORKBC Juara Umum
Profil Gubernur Cup
- Inkado DKI Jaya Runner Up
Sejak Juni 2003, Hasegawa Gubernur Cup
telah menjalin kerjasama 58 RUANG KESEHATAN
dengan Indonesia Customs Kebiasaan Mengompol
dan ia mengaku sangat senang 59 RENUNGAN ROHANI
bisa bekerja dengan pegawai Kebahagiaan yang Sesungguhnya
bea cukai, alasannya 60 PENGAWASAN
hubungan antara Indonesia - Inpres No. 4 Tajun 2005
dan Jepang sangat erat dan Kembalikan Wewenang DJBC
penting. Untuk lebih Berantas Illegal Logging
lengkapnya dapat disimak - Puluhan Ribu Butir Ekstasi
dalam rubrik profil. Ditegah Satgas AI Bandara
Soekarno-Hatta
- Beacukai Tanjung Priok Tegah
Limbah B3

29 67
- Kokain 1 Kg Ditegah Petugas
Beacukai Soekarno-Hatta
KEPABEANAN
Daerah ke Daerah INTERNASIONAL
- Corruption as a Form of Anti-
Kanwil XI DJBC Makassar
Trust Towards The Government
belum lama ini melakukan - Kemudahan Prosedur Impor
pemusnahan hasil operasi Untuk PJT
pasar terhadap Hasil - Apec/WCO Workshop on Time
Tembakau yang sudah Release Survey (TRS)
kadaluarsa, termasuk tang- - Pembahasan GATT Pada
kapan aparat P2 terhadap Sidang NGTF.
DVD porno dan senjata 75 BISA CANDA
mainan yang dianggap dapat 80 APA KATA MEREKA
membahayakan. - Tengku Firmansyah
- Tika Bisono

2 WARTA BEA CUKAI EDISI 367 JUNI 2005


Surat Pembaca
Kirimkan surat anda ke Redaksi WBC melalui alamat surat, fax atau e-mail.
Surat hendaknya dilengkapi dengan identitas diri yang benar dan masih berlaku.

LAGI, KIRIMAN MAJALAH (2) Peraturan Direktur Jenderal ini………dst


Yth. Majalah WBC 2. Pada WBC edisi 366 bulan Mei 2005, di halaman 33
Mohon informasinya, kenapa majalah Warta Bea rubrik Daerah Ke Daerah, pada paragraf ke-5 dari sub
Cukai sering terlambat pengirimannya ke Kantor judul Arif Menyikapi Keterbatasan, di baris ke-7
Pelayanan Bea dan Cukai Tipe A Makassar, sedangkan
tertulis: Bagi KPBC Tipe C Tegal yang pada tahun
Kantor Wilayah XI DJBC Makassar lebih dulu menerima-
2004 berhasil memperoleh penerimaan dari cukai
nya dari pada kantor kami padahal satu wilayah/daerah.
sebesar Rp. 23.070.000……..dst.
Pegawai di kantor kami sangat membutuhkannya untuk Seharusnya : penerimaan dari cukai sebesar Rp. 9,9
menambah wawasan dan pengetahuannya dari media milyar
tersebut. Sukses buat majalah WBC semoga semakin
kreatif dalam menanggapi saran kami. Marikiii diiiii.
Demikian kami perbaiki, atas perhatiannya kami ucapkan
terima kasih.
ANDI ODDANG, Makassar
REDAKSI
JAWABAN :
Terima kasih atas informasi Saudara Andi Oddang yang
menanyakan tentang keterlambatan pengiriman majalah ke RALAT TAGIHAN AUDIT
KPBC Makassar. Kami informasikan bahwa pengiriman
majalah Warta Bea Cukai ke seluruh Kanwil/KPBC seluruh
KANWIL XII AMBON
Sehubungan dengan pemberitaan pada majalah
Indonesia selalu kami kirim bersamaan pada setiap akhir
Warta Bea Cukai (WBC) edisi 364 Maret 2005, dan
bulan (maksimum setiap tanggal 30 akhir bulan). surat Kanwil XII DJBC Ambon No: S-264/WBC.012/
Adapun mengenai keterlambatan pengiriman ke KPBC 2005 tentang Tagihan Audit Kanwil XII Ambon Periode:
Makassar seperti yang ditanyakan, kami sudah 1 Januari 2005 s.d. 31 Desember 2004, dengan ini
melakukan cek ke Kantor Pos Besar di Jakarta (Pasar
kami sampaikan hal-hal sebagai berikut :
Baru) tempat kami mengirimkan seluruh majalah WBC ke
daerah-daerah, dan hasilnya tidak ada masalah
1. Pada halaman 8 dan 9 majalah (dalam rubrik
pengiriman dari Jakarta ke Makasar. Menurut pihak Laporan Utama berjudul Temuan-temuan Dit.
Kantor Pos Pasar Baru, persoalan sebenarnya terjadi di Vera), tertulis (dalam boks) Tagihan Audit Kanwil
Kantor Pos Makassar yang selalu terlambat XII DJBC Ambon adalah sebagai berikut :
mendistribusikannya ke KPBC Makassar. l BM : Rp 187.638.537,00
Kami sudah berupaya secepat mungkin mengirim
l PPN : Rp 151.514.785,00
majalah ke Kanwil/KPBC seluruh Indonesia, namun
l PPnBM : Rp 8.111.177,00
demikian banyak kendala di lapangan terjadi di luar
l PPh Pasal 22 : Rp 35.801.890,00
kemampuan kami. Kami sarankan apabila terjadi lagi l Denda : Rp 34.229.354,00
keterlambatan, mohon ditanyakan ke Kantor Pos wilayah ----------------------------
setempat. Informasi ini juga kami sampaikan buat semua l Total : Rp 417.295.743,00
Kanwil/KPBC/daerah pengiriman majalah WBC. Artinya,
apabila sering terjadi keterlambatan pengiriman, mohon
2. Sesuai dengan surat Kanwil XII DJBC Ambon No:
melakukan cek ke kantor pos setempat.
S-264/WBC.012/2005, diberitahukan bahwa
Demikian kami sampaikan, dan terima kasih untuk berdasarkan Laporan Semester Pelaksanaan Audit
tetap setia membaca WBC. Kanwil XII DJBC Ambon, Tagihan Audit Kanwil XII
Wassalam, DJBC Ambon adalah sebagai berikut :
SIRKULASI WBC
l BM : Rp 1.831.218.309,00
l PPN : Rp 1.161.792.584,00
RALAT l PPnBM : Rp 91.509.801,00
1. Pada WBC edisi 366 bulan Mei 2005 lalu, di halaman l PPh Pasal 22 : Rp 289.564.519,00
tengah majalah terdapat bonus booklet yang berisikan l Denda : Rp 34.139.308,00
Keputusan Direktur Jenderal Bea dan Cukai Nomor : -----------------------------
Kep – 100/BC/2004, Tentang Pelaksanaan Uji Coba l Total : Rp 3.408.224.521,00
Pertukaran Data Elektronik (PDE) Manifes. Pada
lembar terakhir halaman 16 tertulis, 3. Tagihan sebagaimana butir 1 di atas, disusun
Pasal 7 Penutup berdasarkan database Subdit Perencanaan dan
(1) Dengan berlakunya………….., maka : Evaluasi Audit yang disusun berdasarkan
a. Keputusan Direktur………dst; Tembusan Laporan Hasil Audit Kantor Wilayah XII
b. Peraturan Direktur………..dst; DJBC Ambon yang diterima oleh Direktorat
(2) Peraturan Direktur Jenderal ini……..dst Verifikasi dan Audit.

Seharusnya: Demikian disampaikan dan terima kasih.


Pasal 7 Penutup
(1) Dengan berlakunya……………, maka : Direktur Verifikasi dan Audit
a. Keputusan Direktur…………dst;
b. Peraturan Direktur…………..dst; JOKO WIYONO
dinyatakan tidak berlaku lagi. NIP 060054080

EDISI 367 JUNI 2005 WARTA BEA CUKAI 3


KARIKATUR

JUARA III DAN JUARA FAVORIT


LOMBA KARIKATUR HARI PABEAN
INTERNASIONAL KE-53 TAHUN 2005
KARYA : MOCHAMAD TAKARI
NIP : 060072103
KANWIL VI DJBC SEMARANG

4 WARTA BEA CUKAI EDISI 367 JUNI 2005


LAPORAN UTAMA

Pundi-pundi
Negara
DARI SEKTOR CUKAI
Penerimaan negara dari sektor cukai tiap tahunnya selalu meningkat melebihi target
yang ditentukan, namun disatu sisi peredaran rokok ilegal juga marak di pasaran.

P
ada tahun 2004 negara berhasil an dan Belanja Negara Perubahan) Amin Shofwan, Kepala Kantor
membukukan pendapatan dari tahun 2005 ditentukan sebesar Rp. Pelayanan Bea dan Cukai (KPBC)
sektor cukai sebesar Rp.29,172 31,43 triliun atau 1,2 persen dari Tipe A Kediri mengatakan, pihaknya
triliun atau melebihi dari target yang PDB, naik dari target APBN semula setiap tahun selalu mengalami
ditentukan Rp.28.441 triliun. sebesar Rp.28,9 triliun. Hal ini kenaikan penerimaan dari sektor
Direktur Jenderal Bea dan Cukai menunjukkan bahwa penerimaan dari cukai hasil tembakau.”Tahun 2004
Eddy Abdurrahman dalam suatu sektor cukai masih menjadi andalan penerimaan dari sektor cukai hasil
kesempatan mengatakan untuk negara. tembakau kita mengalami kenaikan
penerimaan negara dari sektor cukai Meningkatnya penerimaan yang sebesar 5,90 persen dari
dalam APBN-P (Anggaran Pendapat- diiringi dengan peningkatan target Rp.11.070.94 pada tahun 2003 juta
penerimaan, sudah pasti merupakan
DOK. WBC tantangan bagi DJBC untuk bisa DOK. WBC
menjawabnya. Untuk tahun ini menu-
rut Eddy, pihaknya harus memenuhi
tantangan tersebut sebesar Rp31,43
triliun dari sektor cukai. Mengenai
target yang dibebankan kepada
DJBC, Eddy optimis DJBC mampu
mengejar angka-angka tersebut
mengingat keberhasilan pihaknya
memenuhi penerimaan cukai yang
melewati target tadi.

PENERIMAAN CUKAI DI DAERAH


TERUS NAIK
Beberapa daerah di Pulau Jawa
sebut saja Tasikmalaya, Kudus,
Kediri, Malang dan beberapa daerah
yang terkenal dengan produk hasil
tembakau, mampu menyumbang
pundi-pundi negara dari sektor cukai.
Penerimaan tersebut bukan hanya
dari pabrik rokok besar saja yang
memasok kebutuhan rokok keseluruh
AMIN SHOFWAN. Tertantang Indonesia, tapi juga pabrik rokok BAMBANG SUDJATMOKO. melakukan sosialisasi
untuk bisa memenuhi angka-angka yang kecil juga memberi masukan yang kepada para pengusaha rokok agar mereka membantu
diberikan kepadanya. cukup berarti pula. memenuhi target dengan cara meningkatkan produksi.

EDISI 367 JUNI 2005 WARTA BEA CUKAI 5


LAPORAN UTAMA

menjadi 11.724.30 Juta pada tahun


2004,”ungkap Amin. Sedangkan
prediksi penerimaan dari sektor cukai
untuk tahun ini yang dihitung
berdasarkan penerimaan bulan
Januari 2005 sampai dengan April
2005 yang dijadikan 12 bulan
mencapai Rp.10.090,04 juta.
Penerimaan cukai tembakau juga
mengalami peningkatan di KPBC
Tasikmalaya. Hadi Buntoro, Kepala
KPBC Tasikmalaya mengatakan,
pihaknya pada tahun tahun 2004
berhasil meningkatkan penerimaan
dari sektor cukai sebesar
Rp.1.563.443.560 dari tahun
sebelumnya 2003 yang mencapai
Rp.853.479.840. Sedangkan untuk
tahun ini masih menurut Hadi,
pihaknya sampai dengan bulan April
tahun 2005 ini telah menghimpun
penerimaan dari sektor cukai
sebesar Rp.412.713.600.
Optimisme akan meningkatnya
penerimaan cukai juga dirasakan
oleh Kepala KPBC Tipe A Malang,
Bambang Sudjatmoko. Dalam
keterangannya kepada kepada WBC,
keyakinannya akan meningkatnya
penerimaan cukai tahun 2005
didasari pada penerimaan cukai pada
triwulan pertama, Januari sampai
dengan Maret 2005.”Pada triwulan
pertama ini telah tercapai
penerimaan 22,98 persen,
sedangkan untuk triwulan pertama
pada tahun 2004 penerimaan
mencapai 21,51 persen,”ungkap
Bambang kembali.
KPBC Tipe A Kediri tahun ini
ditargetkan mendatangkan
pemasukan bagi negara dari sektor
cukai sebesar Rp.11.940 triliun. Dan
KPBC Kediri optimis bisa memenuhi
target tersebut mengingat
penerimaan cukai terbesar berasal
dari PT Gudang Garam. Sedangkan
dari pabrik rokok (PR) lainnya yang
notabene adalah PR kecil
memberikan kontribusi yang sangat
minim yaitu kurang dari satu persen.
Amin mengakui, pihaknya sangat
tertantang untuk bisa memenuhi
angka-angka yang diberikan
kepadanya. Namun untuk memenuhi
angka-angka tadi pihaknya tidak
serta merta memaksa PR-PR untuk
menggenjot produksi rokoknya,
mengingat produksi harus dibuat
mengikuti trend permintaan
pasar,”untuk hal ini, KPBC tidak
dapat memaksa PR untuk
meningkatkan produksi, karena untuk
meningkatkan produksi yang tahu
cuma pengusaha,”tutur Amin.
Sedangkan Hadi mengatakan
untuk mencapai target yang
dibebankan kepadanya, pihaknya
tertantang untuk bisa meningkatkan
kesadaran dan kepatuhan para
pengusaha hasil tembakau untuk
memenuhi kewajiban melekati pita

6 WARTA BEA CUKAI EDISI 367 JUNI 2005


DOK. WBC

PABRIK ROKOK KECIL. Kunjungan Menkeu ke salah satu pabrik rokok kecil di Jawa Timur beberapa waktu yang lalu

cukai pada Barang Kena Cukai berjalan. Mengenai peredaran rokok diwilayah kerjanya saat ini tercatat
(BKC) yang telah diproduksinya. ilegal di Kediri Jawa Timur, Amin ada 65 perusahaan hasil tembakau
Untuk itu pihaknya selalu melakukan mengatakan bahwa pihaknya sering yang keseluruhannya telah memesan
sosialisasi kepada pabrik-pabrik tadi menemukan adanya rokok polos pita cukai yang telah dipersonalisasi
secara berkesinambungan. tanpa banderol. “Di lapangan kami (pita cukai yang mencantumkan
Selain itu juga Hadi menyatakan, menemukan rokok buatan mesin atau nama perusahaan rokok.red).
luasnya wilayah kerja KPBC SKM yang sebenarnya tarif cukainya Baik Hadi, Amin dan Bambang
Tasikmalaya yang mencapai hampir 26 persen dengan HJE Rp.3900. sepakat bahwa walaupun
sepertiga luas wilayah Jawa Barat dilekati dengan pita cukai dengan penerimaan dari sektor cukai
merupakan tantangan yang tarif 4 persen dengan HJE Rp.2600. meningkat, namun peredaran rokok
membutuhkan semangat yang besar Tentunya ini akan merugikan ilegal menjadi momok. Karena
dari para personilnya agar target pengusaha yang legal,”tutur Amin. disamping menciptakan persaingan
yang dibebankan kepadanya dapat Hal senada juga disampaikan yang timpang antara PR legal
terpenuhi. oleh Bambang. Lebih lanjut dengan PR ilegal, pendapatan dari
Pendapat lain mengenai Bambang mengatakan maraknya sektor cukai tidak masuk ke kas
tantangan penerimaan cukai peredaran rokok ilegal dipasaran negara karena peredaran rokok
disampaikan Bambang, untuk bisa dikatakan karena kekurang ilegal .
meningkatkan penerimaan agar mengertian para pabrikan rokok Untuk bisa mengoptimalkan
sesuai dengan target yang diberikan, akan pentingnya cukai hasil pendapatan dari sektor cukai, aparat
KPBC Malang melakukan sosialisasi tembakau bagi pendapatan negara KPBC selalu mengadakan operasi
mengenai target penerimaan dari dan adanya ketidakpatuhan pasar. Disamping itu juga
sektor cukai tembakau kepada para terhadap aturan yang tertuang pelaksanaan pemberlakuan
pengusaha rokok agar mereka dalam Undang-Undang nomor 11 personalisasi pita cukai yang saat ini
membantu dengan cara Tahun 1995 tentang cukai. telah berlangsung dinilai bisa
meningkatkan produksi. Lain halnya dengan Tasikmalaya. meredam peredaran rokok ilegal
Hadi menuturkan bahwa peredaran dengan berbagai macam modus
ROKOK ILEGAL JADI MOMOK rokok ilegal di wilayah kerja KPBC operandinya, sehingga bisa
Walaupun penerimaan dari sektor Tasikmalaya tidak ditemukan. Hadi melindungi industri rokok legal dari
cukai tiap tahunnya selalu tidak menjelaskan secara spesifik persaingan yang tidak sehat dan
mengalami kenaikan, namun disatu penyebab tidak adanya peredaran peningkatan pula dari sektor
sisi peredaran rokok ilegal terus rokok ilegal. Namun menurutnya pendapatan negara. zap

EDISI 367 JUNI 2005 WARTA BEA CUKAI 7


LAPORAN UTAMA

Kalau Pita Cukai


SUDAH DISALAHGUNAKAN
Usaha pemerintah untuk meningkatkan penerimaan dari sektor cukai tidak serta
merta diikuti oleh kewajiban para pembayar pajak dan cukai

R
okok atau produk hasil tembakau Keengganan sebagian PR untuk MENGAWASI PEREDARAN PITA CUKAI
masih menjadi primadona bagi menjalankan kewajibannya Untuk memperkecil potensi
penerimaan negara dari sektor membayar pajak dan cukai kepada kehilangan pendapatan negara dari
perpajakan khususnya cukai negara lebih dikarenakan membayar sektor cukai produk tembakau,
disamping pengenaan cukai pada pungutan tersebut akan menambah Kantor Pelayan Bea dan Cukai yang
MMEA (Minuman Mengandung Etil beban bagi usaha mereka, karena terletak di daerah penghasil produk
Alkohol) dan EA (Etil Alkohol). disamping biaya usaha yang sudah tembakau mengeluarkan suatu
Pengenaan cukai pada produk rokok besar masih juga dikenakan kebijakan yang berujung pada
dan tembakau telah memberikan pungutan bagi negara yang mereka Undang-Undang nomor 11 tahun
kontribusi yang sangat signifikan rasa memberatkan. Sehingga para 1995 tentang Cukai.
bagi negara, dan setiap tahunnya PR tadi mencari jalan agar mereka Untuk meningkatkan penerimaan
penerimaan selalu melebihi target tidak terkena pajak dan cukai, salah negara dari sektor cukai dan upaya
yang ditetapkan dan di satu sisi taget satunya dengan tidak menggunakan pengamanan pendapatan negara,
yang ditetapkan selalu naik. pita cukai pada produk rokok yang Amin Shofwan Kepala KPBC Tipe A
Keberhasilan DJBC menghimpun dihasilkannya. Kediri mengeluarkan beberapa
pendapatan bagi pundi-pundi negara Ketika ditanya apakah proses kebijakan yang strategis yaitu
dari sektor cukai dalam pemesanan pita cukai yang sulit dengan menetralkan pasar dari
kenyataannya tidak selalu diikuti oleh menjadi penyebab PR tadi menghin- produk rokok ilegal dengan
kewajiban para pembayar pajak dan dari dari kewajiban mambayar cukai, melakukan operasi terhadap pasar
cukai. Hal ini terbukti dengan masih Direktur Cukai Drs.Erlangga Mantik, dan pabrik.
banyaknya PR (pabrik rokok) yang MA , menampik hal tersebut. Amin mengatakan, di daerahnya
tidak menggunakan pita cukai pada Menurutnya PR-PR ‘nakal’tersebut rokok ilegal yang beredar
produknya atau menyalahgunakan hanya ingin menghindari menggunakan beberapa modus
pemakaiam pita cukai hanya untuk kewajibannya saja membayar pajak diantaranya peredaran rokok polos,
menghindari kewajibannya pada dan cukai kepada negara dan bukan penggunaan pita cukai palsu pada
negara, sehingga negara berpotensi karena proses pemesanan pita cukai produk rokok yang beredar,
besar kehilangan pendapatannya. yang sulit (lihat wawancara). penggunaan pita cukai dari pabrik

8 WARTA BEA CUKAI EDISI 367 JUNI 2005


lain yang dilekatkan pada produk “Pada umumnya PR tidak membuat mengefektifkan pengawasan, pihak
sendiri untuk menghindari kenaikan administrasi pembukuan sesuai KPBC Malang melakukannya
cukai, penggunaan pita cukai bekas standar akuntansi Indonesia dengan cara penelitian terhdap
baik dari produk sendiri atau produk sebagaimana yang dipersyaratkan keaslian pita cukai yang
pabrik lain, dan juga penyalahgunaan dalam mekanisme pemberian izin bersangkutan.”Untuk melakukan
pita cukai dengan HJE untuk produk NPPBKC,” ujar Amin. penelitian ini, diperlukan alat
dalam kemasan isi 12 batang tetapi Untuk mengamankan penerimaan pengetes yang berupa activator,
dilekatkan pada produk kemasan 16 negara dari sektor cukai, juga ”ungkap Bambang.
batang untuk menghindari beban disampaikan oleh Kepala KPBC Hadi Buntoro Kepala KPBC
cukai yang seharusnya. Malang Bambang Sudjatmoko. Tasikmalaya sepakat bahwa untuk
Bukan hanya itu saja, Amin Bambang mengatakan untuk mengamankan penerimaan negara
mengatakan bahwa cara untuk mengamankan penerimaan negara, dari sektor cukai, ketentuan dalam
melakukan pengawasan dapat pihaknya mengeluarkan suatu Undang-Undang nomor 11 tahun
dilakukan dengan bermacam cara. kebijakan yaitu dengan melakukan 1995 menjadi acuan bagi pihaknya
Amin membagi pengawasan peningkatan pengawasan terhadap untuk menjalankan kegiatan tersebut.
tersebut menjadi dua macam ketaatan pelaksanaan Undang- “Selain itu juga kita juga melakukan
pengawasan yaitu pengawasan Undang nomor 11 tahun 1995 operasi pasar pada agen-agen dan
fisik dan juga pengawasan adminis- tentang Cukai maupun juga aturan toko-toko penjual hasil tembakau,
tratif. pelaksanaannya. pengawasan pembukuan pabrik dan
Untuk pengawasan fisik, dapat Mengenai cara lain untuk pelekatan pita cukainya dan secara
dilakukan dengan
cara mengawasi
proses produksi dari
suatu PR dalam
melakukan
produksi.Untuk
menjalankan
pengawasan ini
dubuthkan jumlah
(SDM) Sumber
Daya Manusia yang
banyak dan biaya
tinggi. “Sudah
pasti juga tentunya
adalah resiko
keamanan yang
akan dihadapi
oleh pejabat
BC,” tutur Amin.
Mengenai
pengawasan
administratif,
Amin
menuturkan
pihaknya
melakukan
audit maupun
sampling
pemeriksaan
pabrik secara
rutin.”Untuk
dapat
melakukan
pengawasan
adiministratif
ini dibutuhkan
keaktifan SDM
dan biaya yang
diperlukan
tinggi,” tutur
Amin. Mengenai
hasil yang
diperoleh dengan
melakukan
pengawasan ini
diakui Amin masih
kurang akurat.

MMEA. Salah satu


komoditi kena cukai
selain rokok dan EA

EDISI 367 JUNI 2005 WARTA BEA CUKAI 9


LAPORAN UTAMA
DOK. WBC

KPBC MALANG. Mencatat sebanyak 21 kasus untuk pelanggaran administrasi mulai tahun 2004 sampai 2005

periodik melakukan sosialisasi menggunakan pita palsu dan dua PR Lebih lanjut Bambang mengatakan,
peraturan kepada para pengusaha gelap dengan produk rokok polosnya. tindak pidana yang berkaitan dengan
pabrik hasil tembakau,”tutur Hadi. “Ketiganya telah divonis dengan rokok ilegal di wilayah kerjanya
Mengenai pengawasan yang hukuman percobaan dan untuk PR sebanyak 24 kasus yang terdiri dari 9
dilakukan oleh KPBC Tasikmalaya izin NPPBKC-nya telah dicabut kasus dan telah mempunyai
untuk mengamankan penerimaan sedangkan pabrik gelap telah kekuatan hukum tetap, satu kasus
negara maka dilakukan dengan ditutup,”ungkap Amin. dalam proses penentuan dan tujuh
mengawasi perbandingan jumlah Amin menambahkan untuk saat kasus yang telah P-21 (dilimpahkan
pemesanan pita cukai dengan hasil ini di Kediri masih terdapat dua PR ke kejaksaan).
tembakau yang telah diproduksi. yang masih menjalani proses hukum Sementara itu untuk tahap
Selain itu juga menurut Hadi yang berkaitan dengan penggunaan penyidikan Bambang mengatakanada
pihaknya juga turun langsung untuk pita cukai palsu dan penggunaan pita dua kasus dalam penyerahan berkas,
mengawasi pengawasan pelekatan cukai bekas atau milik PR Lain. empat kasus dalam proses pember-
pita cukai di pasar. KPBC Malang mencatat sebanyak kasan dan satu kasus dalam proses
21 kasus untuk pelanggaran pemeriksaan. Sementara itu Hadi
EFEKTIFITAS PENGAWASAN CUKAI administrasi mulai tahun 2004 mengatakan di Tasikmalaya tidak
Usaha KPBC dalam melakukan sampai 2005. Menurut Bambang ditemukan peredaran rokok ilegal.
pengawasan terhadap peredaran pelanggaran yang dilakukan PR Berkaitan dengan kerjasama antar
rokok ilegal dengan berbagai macam berdasarkan pengawasan instansi terkait dalam melakukan
modus yang digunakan membuahkan administrasi yang dilakukan pihaknya operasi pasar, ketiga kepala kantor
hasil berupa jeratan hukum kepada adalah pelanggaran tentang tadi sepakat bahwa kerjasama yang
PR-PR ‘nakal’. Menurut Amin, di memproduksi BKC (Barang kena dijalankan cukup baik. Amin
Kediri peredaran rokok ilegal cukup Cukai) dengan tidak dibukukan ke menambahkan KPBC Kediri
mengkhawatirkan dan berpotensi dalam buku persediaan dan melakukan kerjasama dengan Polres
mengganggu pasar PR legal dan memproduksi rokok polos tanpa atau Polwil pada saat melakukan
juga penerimaan cukai. memiliki BPPBKC. penyidikan, sepanjang berkaitan
Melalui operasi pasar yang Menurutnya total kerugian negara dengan domisili tersangka dan lokasi
digelar KPBC Kediri beserta dengan dari pelanggaran administrasi pabrik berada di daerah rawan serta
aparat yang terkait, Amin tersebut mencapai Rp.245.316.824, tersangka hasil tangkapan POLRI,
mengatakan pada tahun 2003 hingga dan denda yang harus ditanggung penyidikan dilimpahkan kepada
saat ini terjaring satu PR yang pelaku sebesar Rp.467.272.296. Polres atau Polsesk setempat. zap

10 WARTA BEA CUKAI EDISI 367 JUNI 2005


Pengawasan
LEWAT PERSONALISASI PITA CUKAI
Membidik sasarannya pada PR kecil dan sangat kecil atau dengan kata lain PR
dengan golongan IIIB, IIIA dan III

P
eraturan Direktur Jenderal Bea dan Untuk mengetahui meningkat atau pita cukai ini meningkatkan penerimaan,
Cukai nomor Kep-112/BC/2004 tidaknya produksi suatu PR, Mulyati Mulyati belum bisa memastikan hal
Tentang Desain dan Warna Pita menjelaskan bahwa pemantauan itu dapat tersebut.”Kita belum bisa menghitung
Cukai Hasil Tembakau dan Surat Edaran dilakukan dengan melakukan pengecekan secara kuantitatif seberapa jauh
Direktur Jenderal Bea dan Cukai nomor terhadap pembukuan PR tersebut. ”PR dampaknya bagi penerimaan negara dari
28 tahun 2004 tentang Pemberian mengajukan permintaan pita cukai sektor cukai,”ujar Mulyati. Namun ia
Identitas Pabrik pada Pita Cukai Hasil berdasarkan CK1 (Dokumen pemesanan kembali menegaskan bahwa dengan
Tembakau dalam Rangka Personalisasi, cukai), jadi kita bisa mengetahui dalam personalisasi pita cukai ini peningkatan
mulai diberlakukan bulan Januari tahun satu tahun PR tersebut mengajukan beberapa perusahaan yang semula mem-
2005. Personalisasi pita cukai merupakan berapa kali CK1, sudah melebihi atau bayar tarif 4 persen menjadi 8 persen.
suatu langkah konkrit yang dikeluarkan belum jumlah produksi untuk strata lain
oleh pemerintah dalam hal ini DJBC untuk dan yang menentukan HJE (Harga Jual PELAKSANAAN DI DAERAH
mengamankan penerimaan negara dari Eceran) adalah DJBC, sementara Pelaksanaan personalisasi pita cukai
sektor cukai dan menekan semaksimal pemantauan tersebut dilakukan oleh di beberapa daerah dinilai oleh Mulyati
mungkin peredaran rokok ilegal yang KPBC dan KP-DJBC berdasarkan CK berjalan sesuai dengan apa yang
pada prinsipnya mangkir dari kewajiban tadi,”ungkap Mulyati kembali. diharapkan. Pada awal sosialisasi diakui
membayar pajak dan cukai. Ketika ditanya apakah personalisasi pihaknya mengalami banyak kendala
Mengenai latar belakang pemberlaku-
WBC/ATS
an personalisasi pita cukai, Kasubdit Pita
Cukai DJBC Dra. Mulyati mengatakan,
maraknya peredaran rokok ilegal dengan
menggunakan berbagai macam modus
tidak hanya merugikan negara, tetapi juga
PR (Perusahaan Rokok) yang beroperasi
dengan legal. “Dengan pemberlakuan
personalisasi pita cukai ini setidaknya bisa
menciptakan suatu persaingan usaha
yang kondusif diantara PR-PR yang ada
dan juga menekan jumlah peredaran
rokok ilegal,”ungkap Mulyati.
Personalisasi pita cukai masih
menurut Mulyati, membidik sasarannya
pada PR kecil dan sangat kecil atau
dengan kata lain PR dengan golongan
IIIB,IIIA dan III dikarenakan PR-PR
tersebut rentan terhadap penyalahgunaan
pemakaian pita cukai dan peredaran
rokok ilegal dengan berbagai macam
modus. Dan pada pita tersebut akan
tercantum kode yang menunjukkan nama
PR yang memesan pita cukai.
Mulyati kembali menegaskan, dengan
personalisasi ini maka suatu PR dengan
golongan IIIB selain membayar tarif cukai
sebanyak 4 persen, juga harus membayar
pajak pertambahan nilai (PPN) sebesar
8,4 persen pada saat omset PR yang
bersangkutan melebihi Rp.600 juta dalam
setahun.”Begitu juga kalau PR tersebut
produksinya meningkat melebihi 6 juta
batang per tahun, maka tarif cukai yang
dibayar sebanyak 8 persen dengan PPN
8,4 persen,”ungkap Mulyati kembali. PITA CUKAI PERSONALISASI. Memudahkan pengawasan.

EDISI 367 JUNI 2005 WARTA BEA CUKAI 11


LAPORAN UTAMA
DOK. WBC
berupa tentangan keras dari beberapa
pengusaha PR. Berkat kerjasama yang
baik antara pusat dan daerah untuk
menjalankan program ini terlihat, dimana
beberapa PR di beberapa daerah
menerima kebijakan pemberlakuan
personalisasi pita cukai tersebut.
Amin Shofwan, Kepala KPBC Kediri
mengatakan, pihaknya tidak mengalami
kesulitan yang berarti untuk menjalankan
prosedur yang telah dikeluarkan melalui
Peraturan Dirjen Bea dan Cukai nomor
113/BC/2004 tentang Penyediaan dan Ta-
ta kerja Pemesanan Pita Cukai Hasil Tem-
bakau. Untuk itu pihaknya selalu meng-
anjurkan kepada PR untuk menjadwal pe-
mesanan pita cukai dengan produksi pa-
ling cepat berselang selama 14 hari kerja.
Kesulitan yang sifatnya kecil diakui
Amin pada awal pelaksanaan masih
dijumpai seperti keterlambatan
kedatangan pita cukai, mengingat
pengusaha tidak memperhitungkan
beberapa hari libur yang ada, sehingga
dapat mengganggu proses perjalanan
permintaan pita cukai, sejak dari
pengiriman, penerimaan pita cukai ke
Direktorat Cukai, Peruri, ekspedisi
pengiriman, penerimaan pita cukai di
KPBC dan lain sebagainya.
Mengenai prediksi penerimaan dari
sektor cukai dengan adanya personalisasi
ini, Amin mengatakan, peningkatan
penerimaan dari cukai sektor tembakau
akan meningkat, mengingat sampai saat
ini sudah ada beberapa PR yang sudah
naik golongan dari golongan IIIB menjadi
golongan IIIA.
Hal senada juga diungkapkan
Bambang Sudjatmoko, Kepala KPBC
Malang. Menurut Bambang pihaknya
sangat siap menjalankan personalisasi PEMESANAN PITA CUKAI. kegiatan pemesanan pita cukai yang dilakukan di KP-DJBC
pita cukai karena telah menjalankan
sosialisasi sejak jauh hari. “Pada umunya kalau memang ada,”tutur Bambang. adanya peningkatan yang cukup signifikan
PR yang berada di Malang bisa menerima Beberapa kendala kecil juga dialami dari tahun sebelumnya.
pemberlakuan personalisasi pita cukai ini, oleh KPBC Malang. Menurut Bambang “Pada bulan Februari sampai April
bahkan kami memberikan kesempatan kendala tersebut terasa pada awal tahun 2004, penerimaan cukai mencapai
kepada PR untuk mengajukan keberatan pelaksaan personalisasi pita cukai Rp.345.468.160. Pada bulan yang sama
WBC/ATS
ini.”Pada awalnya kendala ada PR yang tahun 2005 penerimaan cukai kita
terlambat mengajukan PPPC, sehingga mencapai Rp.412.713.600,”ungkap Hadi.
pengiriman pita cukai dari kantor pusat Mengenai kendala yang dihadapi dila-
terlambat, tapi sekarang sudah lancar,” pangan Hadi mengakui lamanya jangka
ungkap Bambang. waktu yang diperlukan antara pemesanan
Mengenai penerimaan dari sektor pita cukai hingga penerimaan pita yang
cukai pada saat ini, Bambang mengakui dipesan oleh Prcukup menjadi masalah.
pihaknya belum melihat adanya Mengenai peredaran rokok ilegal
peningkatan yang signifikan dari PR pasca pemberlakuan personalisasi pita
golongan III, IIIA dan IIIB.”Kami belum cukai, menurut Mulyati diperkirakan akan
melihat kenaikan penerimaan cukai yang menurun karena PR-PR ‘nakal’ akan
signifikan dari PR golongan III, IIIA dan kesulitan untuk menyalahgunakan pita
IIIB, karena penerimaan cukai terbesar cukai yang bukan haknya. Namun
berasal dari PR golongan I dan II yang Bambang mengatakan dengan adanya
non personalisasi,” tutur Bambang. personalisasi pita cukai ini, maka PR kecil
Hadi Buntoro Kepala KPBC sekali, ada kecenderungan untuk
Tasikmalaya mengatakan. Sampai saat ini mengedarkan rokok polos tanpa pita
pihaknya tidak mengalami kesulitan cukai, mengingat ketatnya pengeluaran
menjalankan SE nomor 28 tersebut pita cukai oleh DJBC dengan berlakunya
karena pihaknya telah melaksanakan personalisasi pita cukai ini.
sosialisasi sejak awal. Mengenai Sedangkan Amin mengatakan,
MAX F RORI. Proses pemesanan pita cukai peningkatan penerimaan dari sektor cukai dengan personalisasi pita cukai ini maka
personalisasi, tidak ada perbedaan dengan pada saat pemberlakuan personalisasi modus operandi peredaran rokok ilegal
pemesanan pita cukai biasa pita cukai di Tasikmalaya, Hadi mengakui diperkirakan akan beralih,”Modusnya

12 WARTA BEA CUKAI EDISI 367 JUNI 2005


Tidak Semua PR
diperkirakan berupa produksi rokok

○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○
dengan menggunakan merek bohong-
bohongan atau memalsu merek milik
PR lain tanpa cukai, pakai pita cukai

Keberatan
palsu atau mungkin juga memakai pita
cukai bekas,”ungkap Amin.

MEKANISME PERSONALISASI PITA


CUKAI
Mekanisme pemesanan pita cukai
menurut Max F. Rori, Kasie
Penyimpanan dan Pendistribusian Pita
Cukai DJBC, dapat dilakukan melalui
Kantor Pusat dan juga melalui KPBC Di Kudus, PR yang merasa keberatan dengan
yang bersangkutan. Menurut Max, jika personalisasi pita cukai melakukan aksi demo
suatu PR memesan pita cukai melalui
kantor pusat, maka pengusaha

P
mengajukan Permohonan Penyediaan ersonalisasi pita cukai yang kini Masih menurut harian yang sama,
Pita Cukai Personalisasi (PPPCP) tengah dijalankan pemerintah salah seorang pengusaha rokok yang
kepada kepala KPBC, sementara dalam hal ini DJBC pada bernama H. Guntur yang juga menja-
KPBC tidak perlu melakukan rekap awalnya mengalami tentangan yang bat sebagai sekertaris FPRK menga-
seperti pemesanan pita cukai yang sangat keras dari para pengusaha takan, pemberlakuan personalisasi
akan diambil di KPBC. Sedangkan rokok golongan kecil dan sangat kecil pita cukai ini bukan semata-mata
KPBC hanya memesankannya saja sekali. Kebanyakan Perusahaan menghilangkan ekses Surat Keputus-
dan meneruskan ke kantor pusat. rokok (PR) yang mengajukan an Menkeu Nomor 449/KMK 05/2002,
Sedangkan mekanisme keberatan tersebut berada di Kudus tapi justru mematikan PR golongan
pemesanan pita cukai di KPBC, Jawa Tengah yang terkenal dengan IIIB itu sendiri. Padahal, surat
menurut Amin Shofwan dilakukan oleh sentra penghasil rokok baik yang keputusan itu bertujuan memberi
pengusaha PR dengan mengajukan berasal dari PR besar maupun juga kesempatan PR golongan IIIB untuk
PPPCP ke KPBC yang kemudian dari PR kecil. tumbuh dan berkembang,” paparnya.
beberapa permintaan tersebut akan Keberatan PR atas pemberlakuan Masih menurutnya, celah dari SK
dilakukan rekapitulasi oleh KPBC personalisasi pita cukai itu beragam. Menkeu tersebut mendorong PR baru
untuk disampaikan ke KP-DJBC. Seperti yang dikutip dari Harian golongan kecil sekali bermunculan
Setelah itu lanjut Amin, pita cukai akan Merdeka Jawa Tengah, FPRK (Forum dan hingga kini jumlah sekitar 2.600
datang dari pusat untuk memenuhi Pengusaha Rokok Kudus) mengatakan PR di seluruh Indonesia. “Hal ini
kebutuhan PR tadi dan KPBC akan dengan pemberlakuan personalisasi kami pandang positif, berarti terjadi
memberitahukan kepada PR untuk pita cukai ini maka PR kecil sekali tidak multiplier efect dengan hidupnya
segera mengambil pita cukai yang akan dapat mendongkrak atau perekonomian rakyat kecil dan kota
telah dipesannya. menyamai PR golongan kecil atau kecil karena banyaknya industri
Proses pemesanan pita cukai bahkan golongan menengah, untuk rokok skala rumah tangga,” tandas
personalisasi, menurut Max tidak ada memproduksi atau menjual produksi Guntur.
perbedaan dengan pemesanan pita melebihi kuota yang ditetapkan. Untuk menghindari dampak
cukai biasa. Namun bentuk pita pada
pita cukai yang dipersonalisasi hanya
berupa penamaan kode PR yang
bersangkutan sebanyak delapan digit.
Kode pada pita cukai yang dimaksud,
menurut Max merupakan singkatan
dari nama PR bersangkutan yang
telah dibuat oleh DJBC. “Contohnya
ada PR yang bernama PR Sedap
Malam, dengan tarif yang
dikenakannya 4 persen. Maka kode
pita cukai untuk PR tersebut adalah
SEDAMAL0,”tutur Max.
Sedangkan dari segi pengawasan
menurut Mulyati dan juga para Kepala
KPBC sepakat akan lebih mudah
dilakukan, mengingat pita cukai yang
telah dipersonalisasi tersebut hanya
bisa dipakai oleh PR yang
bersangkutan. Apabila nantinya
ditemukan PR yang menggunakan
pita cukai personalisasi yang bukan
haknya, Amin mengatakan, PR yang
melakukan tindakan tersebut dapat
dijerat dengan pasal 58 Undang-
Undang nomor 11 tahun 1995 tentang
cukai dengan sanksi pidana penjara
paling lama empat tahun dan atau
denda paling banyak 10 kali nilai cukai DJBC. menjadwalkan operasi pasar dan intelijen terhadap hasil tembakau atau rokok yang tidak
yang seharusnya dibayar. zap menggunakan pita cukai.

EDISI 367 JUNI 2005 WARTA BEA CUKAI 13


LAPORAN UTAMA
DOK. WBC
hal itu. ‘’Pada dasarnya kami hanya
menjalankan semua regulasi dari
pusat,’’ tandasnya.

PENJUAL PITA CUKAI KEBERATAN


Maraknya aksi demo menentang
pelaksanaan personalisasi pita cukai
di Kudus tampaknya tidak terjadi di
Malang, Kediri dan Tasikmalaya.
Menurut Bambang Sudjatmoko,
Kepala Kantor KPBC Malang
pihaknya sejauh ini tidak mengalami
kesulitan terhadap pemberlakuan
personalisasi pita cukai, dan tidak
ada keberatan dari PR untuk
memberlakukan personalisasi pita
cukai.
Lebih lanjut Bambang merinci
pada saat ini di Malang terdapat 262
PR, dimana pada Tahun Anggaran
2005 ini jumlah PR yang telah
memesan pita cukai melalui surat
PPPC Permohonan Penyediaan Pita
Cukai sebanyak 228 PR. Sedangkan
yang telah memesan dan
menebusnya sebanyak 192 PR.
Sementara PR yang sudah memesan
GUDANG CUKAI DI KP-DJBC. Siap melayani pemesanan pita cukai dan belum menebusnya sebanyak 36
PR. Sedangkan 34 PR yang tidak
negatif pemberlakuan personalisasi Sementara itu Kepala KPBC Tipe aktif sebagian dalam proses
pita cukai, pihaknya mengusulkan A Kudus Drs. Patarai Pabotinggi pencabutan.
agar PR kecil sekali (IIIB) bisa kepada para pengunjuk rasa berjanji Sementara itu Kepala KPBC
mendapat jatah pita cukai 8,33 rim melaporkan aspirasi FPRK itu Kediri, Amin Shofwan mengatakan,
dari yang kini diberlakukan 3,84 rim kepada Kepala Kanwil Bea dan Cukai seluruh PR kecil dan sangat kecil di
dengan menaikkan tarif cukai yang Jateng, setelah pihaknya daerahnya berpotensi untuk dikena-
semula 4% menjadi 6% dan tetap mempelajari draft yang diterima dari kan personalisasi pita cukai. Pada
tidak terkena PPn (pajak FPRK. Bahkan Patarai menyatakan saat sosialisasi mengenai pemberla-
pertambahan nilai). kesediaannya untuk memfasilitasi kuan personalisasi pita cukai, PR
Salah seorang pengusaha rokok pertemuan dengan Dirjen Bea dan yang berada di wilayah kerjanya tidak
Hafas Gunawan meragukan kesiapan Cukai, dengan syarat pihak Kepala ada yang mengatakan keberatan.
Bea dan Cukai untuk menyalurkan Kanwil memang merekomendasikan Ketika ditanya apakah ada PR
pita cukai yang telah dipersonalisasi
tersebut. Menurutnya saat ini di

FOTO : ISTIMEWA
seluruh Indonesia ada sekitar 2600
PR yang masuk golongan IIIB,” Jika
harus menunggu datangnya pita
cukai yang berlabel nama PR yang
meminta pita cukai, maka banyak
stok barang yang tidak bisa
dipasarkan, akibat jatah pemesanan
cukai yang terbatas,’’ katanya.
Lebih lanjut Gunawan mengata-
kan dengan adanya personalisasi
pita cukai ini maka PR golongan IIIB
tidak akan dapat membatu PR
golongan yang sama dengan cara
memberikan sisa pita yang berlebih
milik PR yang lain.
Tindakan yang disampaikan
Gunawan tersebut mendapat
tanggapan dari Kasubdit Pita Cukai
Mulyati. Secara terpisah Mulyati
mengatakan pengusaha PR harus
melakukan pelekatan pita cukai sesuai
dengan strata produksinya. ”PR harus
menggunakan pita cukai sesuai
dengan produksinya, ini diatur dalam
KMK nomor 449 tahun 2002,”ujar
Mulyati. Lebih lanjut ia mengatakan
bahwa personalisasi pita cukai ini
untuk sementara hanya dikenakan
pada PR Kecil dan sangat kecil sekali MASYARAKAT. Dapat menjalankan fungsi kontrolnya

14 WARTA BEA CUKAI EDISI 367 JUNI 2005


DOK. WBC

WARUNG ROKOK. Salah satu tempat yang akan dilakukan operasi pasar

yang merasa keberatan terhadap cukai,”ungkap Hadi. Masih menurut bahwa negara dirugikan sebesar
pemberlakuan personalisasi pita Hadi pihaknya terus melakukan Rp.150 milyar per tahun dengan
cukai ini, Amin tidak menampik hal sosialisasi tentang personalisasi pita adanya praktek penggunaan pita
itu. Menurutnya PR yang merasa cukai ini, sedangkan keluhan yang cukai palsu. Untuk itu pihaknya telah
keberatan adalah PR yang selama ini disampaikan pengusaha kepadanya, melakukan pengetatan terhadap
menggantungkan hidupnya pada terletak pada lamanya proses pengawasan prosedur pengadaan
kegiatan jual beli pita cukai.”Yang pemesanan pita cukai yang mereka pita cukai, mengubah desain
keberatan ini adalah mereka yang butuhkan. pengaman dan serta
biasa jual beli pita cukai untuk mata Ketiga Kepala KPBC tadi mempu- pendistribusiannya.
pencaharian atau untuk menghindari nyai harapan yang sama terhadap Peningkatan pengawasan juga
kewajiban,” ungkap Amin. pemberlakuan personalisasi pita dilakukan pada kertas pita cukai,
Hal senada juga diungkapkan cukai yang kini tengah dijalankan. yang selama ini dipasok dari
Hadi Buntoro Kepala KPBC Mereka sepakat dengan adanya Padalarang, Jawa Barat, oleh PT
Tasikmalaya. Menurutnya di personalisasi tersebut maka Kertas Padalarang, pengawasan
Tasikmalaya saat ini tercatat ada 65 penerimaan dari sektor cukai akan pada hologram yang diproduksi PT
perusahaan hasil tembakau dan meningkat seiring dengan meningkat- Pura Nusa Persada, serta
keseluruhannya telah memesan pita nya pengawasan yang berasal dari Perusahaan Umum Percetakan Uang
cukai yang telah dipersonalisasi. personalisasi pita cukai ini. Negara RI yang menangani
Hadi menjelaskan pada awalnya Bahkan Amin berpendapat percetakan dan distribusi pita-pita
pengusaha di daerah sempat merasa dengan adanya personalisasi pita cukai ke seluruh Indonesia.
keberatan atas pemberlakuan cukai ini, fungsi kontrol yang dimiliki Selain itu masih menurut Eddy,
personalisasi pita cukai ini. oleh masyarakat dapat dijalankan, pihaknya telah menjadwalkan operasi
Keberatan ini lebih dikarenakan mengingat masyarakat dapat pasar dan intelijen terhadap hasil
ketidakpahaman mereka terhadap melaporkan kepada aparat bea cukai tembakau atau rokok yang tidak
SE/BC/28/2004 tentang Pemberian atau Kepolisian apabila mereka menggunakan pita cukai. Ini dilaku-
Identitas Pabrik pada Pita Cukai menemukan adanya rokok yang tidak kan melalui investigasi langsung ke
Hasil Tembakau Dalam rangka menggunakan pita yang pabrik-pabrik yang dicurigai.
Personalisasi. dipersonalisasi. Masih menurut Eddy dengan
”Pada awalnya pengusaha adanya personalisasi pita cukai ini
merasa keberatan, tapi keberatan HILANG 150 MILYAR/TAHUN setidaknya bisa menekan jumlah
mereka itu lebih dikarenakan pada Sementara itu Dirjen Bea dan peredaran rokok ilegal yang menggu-
ketidak mengertian mereka pada Cukai Eddy Abdurrahman dalam nakan berbagai macam modus
aturan tentang personalisasi pita suatu kesempatan mengatakan diantaranya pita cukai palsu. zap

EDISI 367 JUNI 2005 WARTA BEA CUKAI 15


WAWANCARA

16 WARTA BEA CUKAI EDISI 367 JUNI 2005


Drs. ERLANGGA MANTIK, MA
DIREKTUR CUKAI

“...YANG MENGGUNAKAN PITA CUKAI


YANG BUKAN HAKNYA HANYA INGIN
Menghindari Pajak”
Peredaran rokok-rokok ilegal dengan berbagai macam modus, kini akan menyingkir secara
perlahan seiring dengan pemberlakuan personalisasi pita cukai. Personalisasi pita cukai juga
menuai banyak kritikan dari berbagai pihak yang merasa dirugikan dengan pelaksanaan
personalisasi pita cukai, karena mereka menilai akan menghambat produksi pabrik rokok kecil.
Namun tidak sedikit juga yang mendukung pelaksanaan personalisasi pita cukai ini. Apa
sebenarnya personalisasi pita cukai, manfaatnya bagi negara dan juga bagi pengusaha? Direktur
Cukai Drs. Erlangga Mantik, MA menuturkan lebih jauh mengenai personalisasi pita cukai ini
kepada reporter WBC Zulfril Adha Putra dan fotografer Andi Tria Saputra.

Bisa diceritakan bagaimana persen dari HJE (Harga Jual Eceran). tersebut atau yang kini kita sebut
peredaran rokok-rokok ilegal ? Kalau dia lewat dari 6 juta batang, dia sebagai personalisasi pita cukai.
Contohnya pada tahun 2003 kira- kena tarif cukai yang lebih tinggi dan
kira bulan September. Dari hasil kena lagi PPN (Pajak Pertambahan Mengapa hanya pabrik rokok kecil
evaluasi terhadap operasi pasar, Nilai). Jadi dia kena dua kenaikan. Ini saja yang dikenakan personalisasi
banyak beredar rokok-rokok yang yang mereka hindari karena mereka pita cukai?
menggunakan pita cukai palsu, rokok anggap sebagai beban. Memang yang kita kenakan untuk
yang menggunakan pita cukai yang personalisasi pita cukai untuk
bukan haknya dan juga rokok yang Jadi bisa dikatakan peredaran sementara masih untuk pita cukai yang
tidak memakai pita cukai. rokok-rokok ilegal sebagai digunakan oleh pabrik rokok golongan
Kebanyakan yang melakukan hal pencetus ide untuk III, golongan IIIA dan golongan IIIB. Kita
tersebut adalah perusahaan rokok memberlakukan personalisasi pita berlakukan personalisasi ini kepada
(PR) kecil dan PR sangat kecil. cukai? mereka karena dalam prakteknya yang
Begini, dulu untuk perusahaan sering menyalahgunakan pita cukai ini
Yang banyak menyalahgunakan rokok yang kecil sekali dengan tarif adalah pabrik rokok kecil dan kecil
penggunaan pita cukai itu adalah cukai 4 persen, pita cukainya persis sekali tadi. Sedangkan tujuan pember-
perusahaan rokok kecil, apakah sama, harga jual ecerannya minimal lakuan personalisasi pita cukai ini ada-
proses pemesanan pita cukai Rp2400 untuk isi 12 batang, dan lah untuk mempermudah identifikasi
untuk golongan ini memang cukup yang paling banyak digunakan baik keasliannya maupun kesesuaian
sulit? Rp.2600. Sehingga ya pita itu bisa peruntukannya termasuk kode perso-
Tidak! Bukan itu penyebabnya. beredar diantara mereka yang nalisasinya. Dan yang paling penting itu
Perusahaan-perusahaan yang meng- menggunakan HJE yang sama. Saya adalah bahwa pabrikan rokok itu akan
gunakan pita cukai yang bukan haknya dan teman-teman di Direktorat Cukai benar-benar berada pada strata
hanya ingin menghindari pajak. Karena kemudian mempunyai inisiatif untuk golongannya sesuai dengan jumlah
mereka menganggap membayar pajak mencari cara agar penggunaan pita rokok yang diproduksi. Kalau dulu
termasuk cukai merupakan beban bagi cukai yang bukan haknya atau mereka (Pabrik rokok yang seharusnya
usaha mereka. Bukan dianggap peredaran rokok illegal itu bisa kita sudah naik golongan) bisa pakai
sebagai kewajiban, yang semestinya tanggulangi. Akhirnya timbulah jatahnya orang lain. Atau ada orang
mereka bisa sharing dengan negara. beberapa alternatif, ada yang yang bikin beberapa PR, sementara
Kita ambil contoh begini, ada perusaha- mengusulkan pakai barcode, atau yang benar-benar berproduksi hanya
an yang menghindari menaikan strata. macam-macamlah idenya. Sehingga satu saja. Mestinya khan golongannya
Kalau ada perusahaan yang pada akhirnya kita menemukan cara naik. Tapi dia masih tetap saja strata
memproduksi dibawah 6 juta batang yaitu dengan menggunakan kode bawah. Dengan personalisasi ini
dalam setahun dia kena cukai 4 perusahaan saja di pita cukai mereka tidak bisa melakukan lagi.

EDISI 367 JUNI 2005 WARTA BEA CUKAI 17


WAWANCARA

Menurut Anda, personalisasi pita Tentu saja ada, mereka yang pro kita singkat menjadi LANGJAYO, maka
cukai yang sudah berjalan sejak dengan personalisasi pita cukai ini di pita cukainya akan tertulis
Januari 2005 sudah sesuai adalah PR-PR yang melakukan LANGJAYA0. Contoh lain ada lagi
dengan yang diharapkan? kewajibannya dengan benar seperti pabrik rokok bernama Langsung Jaya
Iya, sesuai dengan yang kita membayar pajak. Mereka yang kita singkat menjadi
harapkan. Pada awal sosialisasi memenuhi kewajibannya tadi harus LANGJAY1,gunanya adalah untuk
mengenai masalah ini, kita ditentang menjual rokoknya agak mahal. Lalu di mengidentifikasi bahwa perusahaan itu
sangat keras. Tentangan ini berasal dari lapangan produk mereka harus benar-benar mempergunakan pita
PR-PR dan asosiasi yang tidak setuju berhadapan dengan produk pihak yang cukai yang memang miliknya.
dengan ini. Karena dengan tidak bayar pajak atau yang tidak Kemudian kemudahan lain kita bisa
pemberlakuan personalisasi, mereka menjalankan kewajiban. Mereka bisa mengidentifikasi apakah produk itu
sudah tidak bisa ‘bermain’ lagi, tidak jual murah. Berapa persen pajak yang palsu atau tidak.
ada lagi orang yang berdagang pita tidak mereka bayar? Itu kan gangguan
cukai. Mereka mau dagang kemana, buat perusahaan mereka yang benar- Bagaimana dampak personalisasi
kalau disetiap pita cukai itu ada nama benar patuh melakukan pembukuan, pita cukai ini bagi pendapatan
PR yang bersangkutan. Sebagai contoh membayar cukai, membayar pajak, bisa negara, apakah dapat
begini, ada beberapa PR, mereka mengganggu stabilitas perusahannya. meningkatkan penerimaan?
membeli pita cukai yang sama dengan Akibatnya pasar menjadi tidak kondusif, Kita belum bisa menghitung
tarif empat persen dengan HJE tidak memberikan insentif bagi mereka secara kuantitatif seberapa jauh
Rp2600. Yang beli mereka masing- yang telah menjalankan kewajibannya. dampaknya bagi pendapatan negara.
masing. Tapi yang pakai hanya satu Sehingga PR-PR yang menjalankan Tapi yang jelas ini akan memberikan
PR. Itu kalau dikumpulkan semuanya, kewajibannya dengan baik, menyata- dampak yang baik bagi penerimaan
PR tersebut seharusnya sudah naik kan sangat setuju dengan pemberlaku- negara dari sektor cukai. Akan ada
golongan ke yang lebih tinggi. Dia an personalisasi pita cukai ini. PR yang naik golongan. Naik dari
harus bayar pajak lebih tinggi. 8 persen golongan IIIB ke golongan IIIA berarti
jadinya. PR tersebut akan membayar 8
Sampai dengan saat ini sudah lebih
dari 20 perusahaan yang naik golongan
“DENGAN persen dari semula yang berjumlah 4
persen. Dan harga juga akan naik.
dari IIIB menjadi IIIA dan tarifnya jadi 8 PEMBERLAKUAN Jadi disini komponen cukainya yang
persen dengan PPN menjadi 8,4 tadi 4 persen dikali Rp.2600 sama
persen. Di Bojonegoro ada 3 PR yang PERSONALISASI, dengan Rp104 per bungkus,
naik kelas, dari Juanda ada 5, Kediri 2, sekarang jadi 8 persen dikali Rp.
Malang 2, Kudus 3, Tulung Agung 3, ini MEREKA SUDAH 3.300 menjadi Rp.264.
masih data sampai dengan bulan April TIDAK BISA ‘BERMAIN’
2005. Dan ini berarti peningkatan Bagaimana dengan mekanisme
pendapatan negara termasuk pajak. LAGI, TIDAK ADA LAGI pengawasannya?
Dengan personalisasi ini maka
Bagaimana tanggapan para PR ORANG YANG pengawasannya akan lebih mudah.
mengenai personalisasi pita cukai
pada saat sosialisasi, sementara
BERDAGANG PITA Jadi kalau dulu kita hanya
mengidentifikasi pita cukai itu asli
mereka sudah apriori dengan CUKAI” atau tidak. Sekarang, selain asli atau
personalisasi ini? tidaknya suatu pita cukai yang dilekat
Pertama-tama kita sosialisasikan di pada rokok akan mudah
daerah Jawa Tengah dan Jawa Timur Bisa anda jelaskan perbedaan teridentifikasi, apakah pabrik rokok
karena di sana banyak pabrik rokok antara pita cukai rokok biasa dan itu benar-benar telah menggunakan
kecil.Waktu sosialisasi itu saya katakan juga pita cukai rokok yang pita cukainya sesuai dengan
bahwa, kami datang dengan niat baik. dipersonalisasi itu? peruntukannya atau tidak. Juga akan
Saya jelaskan kondisi pasar secara Pada pita cukai non personalisasi mudah pengawasannya. Kalau
nyata. Lalu saya katakan lagi, dengan hanya tercantum tarif cukai, HJE dan ditemukan tidak sesuai, maka kita
personalisasi pita cukai ini kami punya tahun anggaran, sedangkan pada pita akan proses sesuai dengan
harapan bahwa, pasar akan lebih cukai personalisasi selain tarif cukai, ketentuan yang ada.
bagus. Dipasaran, produk-produk rokok HJE dan tahun anggaran juga
dari berbagai PR itu bisa berkompetisi tercantum kode personalisasi yang Dengan adanya personalisasi
dengan sehat. Karena kondisinya merupakan singkatan dari nama pabrik pita cukai ini, apa harapan
seperti “apple to apple” sama-sama rokok yang bersangkutan. Kita melihat anda?
bayar pajak. Kalau ada yang tidak bahwa nama-nama perusahaan itu ada Harapan saya dengan adanya
bayar, maka di pasar akan timpang yang panjang dan ada yang pendek, personalisasi pita cukai ini, peredaran
sekali. Kalau ada dua perusahaan yang sementara untuk digit yang kita siapkan rokok ilegal dapat dikurangi, selain itu
menjual rokok, yang satu bayar, untuk kode perusahaan itu hanya jual beli pita cukai tidak ada lagi
sedangkan yang lain tidak bayar pajak delapan digit karena keterbatasan sehingga perusahaan rokok akan
harus jual lebih mahal sedikit. space. Sehingga kode itu kita ambil dari berada pada strata golongan yang
Sementara yang tidak bayar pajak dia singkatan nama perusahaan. Untuk itu sebenarnya, sesuai dengan jumlah
jual dibawah harga yang bayar pajak kita siapkan program di komputer, kita rokok yang benar-benara diproduksi.
tadi. Khan tidak fair. Tapi ada juga yang ambil delapan karakter terdiri dari tujuh Harapan saya lainnya, setidaknya
tidak mau ngerti. karakter yang merupakan singkatan personalisasi pita cukai ini bisa
nama PR dan satu karakter yaitu yang menciptakan pasar yang kondusif,
Tadi anda mengatakan bahwa ada terakhir berupa angka 0 sampai 9 dimana perusahaan yang berusaha
PR-PR yang menentang keras sebagai pembeda apabila terdapat dua dengan baik akan dapat perlindungan
pemberlakuan personalisasi pita atau lebih PR yangmempunyai dan menciptakan iklim usaha dengan
cukai, disatu pihak apakah ada singkatan nama PR yang sama. kompetisi yang sehat. Dan tentunya
PR-PR yang pro terhadap Contohnya seperti ini, ada perusahaan pula pendapatan negara setidaknya
personalisasi pita cukai ini? rokok yang bernama Langgeng Jaya dapat meningkat dari sektor cukai ini.

18 WARTA BEA CUKAI EDISI 367 JUNI 2005


KONSUL TASI
Kepabeanan & Cukai
Dengan ini kami informasikan agar setiap surat pertanyaan yang masuk ke Redaksi Warta Bea Cukai
baik melalui pos, fax ataupun e-mail, agar dilengkapi dengan identitas yang jelas dan benar. Redaksi
hanya akan memproses pertanyaan-pertanyaan yang diajukan dengan menyebutkan identitas dan
alamat yang jelas dan benar. Dan sesuai permintaan, kami dapat merahasiakan identitas anda.
Demikian pemberitahuan ini kami sampaikan, atas perhatiannya kami ucapkan terimakasih. Redaksi

SERTIFIKAT REGISTRASI
PABEAN (SRP)
l Bila Importir “A” melakukan importasi tanpa Latar Belakang Registrasi Importir ;
menggunakan SRP, maka menurut Pasal 7 (2)
Keputusan Menteri Keuangan Nomor: 549/KMK.04/ 1. Dasar hukum atas Registrasi Importir adalah
2002 tanggal 31 Desember 2002 Jo. Pasal 12 (1) Keputusan Bersama Menteri Keuangan dan Menteri
Kep-88/BC/2002 tanggal 29 Nopember 2002, Perindustrian dan Perdagangan Republik Indonesia
pemenuhan kewajiban kepabeanannya dapat nomor : 527/KMK.04/2002 dan 819/MPP/Kep/12/
dilayani sebanyak-banyaknya 1 (satu) kali 2002 tanggal 30 Desember 2002 tentang Tertib
pengimporan. Administrasi Importir dan Keputusan Bersama
l Kemudian Importir “A” tersebut mengajukan Direktur Jenderal Bea dan Cukai Departemen
permohonan registrasi dan oleh Tim Registrasi Keuangan Republik Indonesia dan Direktur Jenderal
Kantor Pusat Ditjen Bea dan Cukai diberikan bukti Perdagangan Luar Negeri Departemen Perindustrian
Tanda Terima Registrasi. dan Perdagangan Republik Indonesia nomor : KEP-
03/BC/2003 dan 01/DAGLU/KP/I/2003 tanggal 17
Mohon penjelasan : Januari 2003 tentang Petunjuk Teknis Pelaksanaan
Tertib Administrasi Importir.
1. Apakah Importir “A” yang telah memperoleh Tanda
Terima Registrasi untuk selanjutnya tidak dapat 2. Importir melakukan registrasi melalui situs Ditjen BC
dilayani lagi sesuai pasal 7 (2) KEP-549/KMK.04/ dengan alamat http://www.beacukai.go.id dan tanda
2002 jo. Pasal 12 (1) KEP-88/BC.02/2002 ? terima langsung diterbitkan oleh website Ditjen BC,
2. Menurut pasal 8 (1) KEP-88/BC/2002, pemohon jadi bukan oleh Tim Registrasi Kantor Pusat Ditjen
masih diberikan tenggang waktu 30 hari menunggu BC.
keputusan diterima atau ditolaknya permohonan
registrasi, apakah selama tenggang waktu yang 3. Importir yang telah memenuhi ketentuan Registrasi
diberikan oleh pasal tersebut Importir “A” tidak/belum Importir diberikan Surat Pemberitahuan Registrasi,
dapat dilayani kegiatan impornya ? jadi tidak ada Sertifikat Registrasi Pabean.
3. Bagaimanakah status hukum Importir “A” tersebut
apabila tenggang waktu yang diberikan oleh Pasal 8 Jawaban atas pertanyaan Saudara Ismail Naba :
(1) KEP-88/BC/2002 telah lewat waktu dan Importir
tersebut tidak/belum memperoleh jawaban ? 1. Ya, importir “A” tersebut tidak dapat dilayani lagi.
2. Ya, importir “A” tersebut tidak dapat dilayani kegiatan
ISMAIL NABA, impornya.
Pengatur Tk. I 3. Dalam jangka waktu 30 hari akan ada keputusan
NIP. 060066870 tentang memenuhi syarat atau tidaknya importir.
KPBC Makassar
Demikian disampaikan untuk dimaklumi

JAWABAN : DIREKTUR VERIFIKASI DAN AUDIT

Sehubungan dengan pertanyaan Saudara Ismail JOKO WIYONO


Naba, dengan ini disampaikan hal-hal sebagai berikut : NIP 060054080

EDISI 367 JUNI 2005 WARTA BEA CUKAI 19


INFORMASI KEPABEANAN & CUKAI

TROUBLESHOOTER

Pengenalan Browser
WWW (world wide web) adalah layanan yang paling sering digunakan dan memiliki
perkembangan yang sangat cepat karena dengan layanan ini kita bisa menerima
informasi dalam berbagai format.

U
ntuk mengakses layanan WWW Gambar 2
dari sebuah komputer (yang
disebut WWW server atau web
server) digunakan program web client
yang disebut web browser atau
browser saja. Jenis-jenis browser
yang sering digunakan adalah:
Netscape Navigator/Comunicator,
Internet Explorer, Opera, Avant,
Mozilla, dan lain-lain. Anda dapat
mendownload browser-browser
secara freeware (baca:gratisan) di
situs-situs browser tersebut. Apabila
anda ingin mendownloadnya cara
mudahnya silahkan anda mencarinya
di search engine. (Lihat Gambar 1)
tertulis ‘Done’ di Status Bar. Untuk menyimpan data di situs
LANGKAH-LANGKAH DALAM BROWSING 5. Jika ingin membuka halaman baru yang sedang terbuka bisa dilakukan
1. Klik double pada icon browsing dengan page yang sama, dapat dengan 3 cara :
anda (apapun browser anda). dilakukan dengan cara: klik File
2. ketikan pada table address nama pada menu, klik New, dan klik 1. Simpan ke hard disk dengan meng-
situs yang akan Anda browsing, mis. Window. Atau dengan Menekan klik
http://helpdesk.customs.go.id tombol Ctrl+N l FILE
3. Tekan ‘enter’. 6. Jika sudah selesai, browser ditutup
4. Tunggu beberapa saat hingga dengan cara mengklik ‘Close’ pada l Save As, dan pilih folder untuk
tampilan keseluruhan selesai dan menu files penyimpanan

Gambar 1. CONTOH TAMPILAN BROWSER l Save dan anda bisa


membukanya kembali sesuai
dengan aslinya dengan penuh
gambar (formatnya ber-ekstensi
*.html)

2. Bila anda hanya membutuhkan text-


nya saja dan imagenya tidak perlu
(file yang dihasilkan dengan
penyimpanan cara (1) sangat besar)
maka anda bisa mengambil teksnya
saja dengan cara : High light (sorot)
text-nya copy (Ctrl+C) dan paste-
kan (Ctrl+V) di Ms Word

3. Bila anda seorang programmer


komputer yang menginginkan
program asli dari tampilan website
tersebut anda dapat melakukan :
a. Klik kanan teks tersebut, akan
muncul Menu Pop Up Buka kode
html-nya dengan klik View
Source
b. Source Code Akan muncul pada
NotePad, kemudian simpan
filenya dengan notepad lalu
Save ganti extension file txt
dengan .htm

20 WARTA BEA CUKAI EDISI 367 JUNI 2005


Gambar 3 l Masukan dan boot windows dari cd
windows xp, pada pilihan pertama
tekan tombol R
l Tekan angka yang berhubungan
pada lokasi tadi untuk di install
ulang
l Masukan password bila diminta.
l Masuklah pada
\windows\system32\config
l Pilih file mana yang rusak dan anda
bisa mengcopy dari cd installer
tersebut, contoh : copy
\windows\repair\systemcopy
\windows\repair\software
l Keluarkan cd room dan ketik exit
lalu restart computer anda.

TCP/IP OPTIMIZER PACU KECEPATAN


INTERNET HINGGA 200 PERSEN
TCP optimizer merupakan internet
accelerator yang membantu memacu
kecepatan internet secara dramatis.
Untuk mengoperasikan anda tinggal
mengklik file.exe tanpa perlu
menginstal. TCP optimizer mampu
mengoptimalisasi setting internet
karena ia pintar menemukan setting
Untuk edisi mendatang akan kami berikut click start-run ketik regedit lalu paling maksimal. Optimizer sangat
bahas cara-cara browsing di internet tekan enter berguna untuk tuning berbagai jenis
secara mendetil lagi. lalu klik koneksi internet melalui dial-up hingga
HKEY_CURRENT_USER\Sofware\ gigabit internet.
TRIK MENCEGAH PERUBAHAN SETTING Microsoft\Windows\CurrentVersion\ Ketikan url address ini pada browser
PASSWORD Policies\System. Klik kanan dan klik anda http://www.speedguide.net/files/
Pembahasan TROUBLE- new beri nama NoDispCPL lalu ketikan TCPOptimizer.exe
SHOOTER untuk edisi kali ini kami angka 1 (satu) pada value. Setelah itu Lalu anda save pada folder yang
sisipkan trik-trik di windows. Semakin restart. and kehendaki. (Gambar 4)
handal suatu alat atau sistem maka Untuk edisi kali ini kami cukupkan
akan semakin komplek masalah yang PERBAIKI KERUSAKAN FILE SYSTEM sekian, apabila ada pertanyaan
akan timbul, namun suatu alat atau Untuk memperbaiki file system yang silahkan sampaikan masalah anda
sistem akan di sebut handal apabila rusak kita akan melakukan langkah- kepada http://helpdesk.customs.go.id.
mudah di gunakan, mudah di dapat langkah sebagai berikut : Terima kasih. dikc network-admin team
dan murah dalam cost pengadaan
maupun maintenance. Inilah trik-trik Gambar 3
yang mampu dihimpun oleh team
kami.
Dalam windows untuk login ke suatu
user (khususnya user administrator)
diperlukan suatu password untuk
melindungi PC kita dari pemakai yang
tidak kita kehendaki. Namun terkadang
tiba-tiba user kita dapat di gandakan
dengan user guess atau user kita di
back up.
Untuk tetap menjaga privasi kita
tentu saja kita harus melindungi PC kita
dengan maksimal, cara yang amat
sederhana adalah dengan cara meng-
enable setting control panel password.
Ikuti langkah-langkah berikut ini :
Klik start – run – lalu ketikan regedit –
enter (Gambar 2)
lalu klik HKEY_CURRENT_USER\
Sofware\Microsoft\Windows\Current
Version\Policies\System. Klik kanan
dan klik new beri nama NoSecCPL lalu
ketikan angka 1 (satu) pada value.
Setelah itu restart. (Gambar 3)
MENCEGAH PENGGANTIAN SETTING
DISPLAY PROPERTIES
Caranya sama dengan langkah-
langkah diatas yaitu dengan masuk
registry editor, ikutilah langkah-langkah

EDISI 367 JUNI 2005 WARTA BEA CUKAI 21


KEPABEANAN
WBC/ATS

Kerjasama Baru
DJBC Dengan Dua Instansi
PENANDATANGAN. Tiga instansi bertekad berkerjasama dalam menjaga sekaligus mencegah berbagai penyakit yang akan masuk ke Indonesia.

Demi kelancaran arus barang impor dan ekspor yang harus diperiksa oleh Karantina dan kejelasan
tugas di lapangan, Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) menandatangai kesepakatan kerja
bersama dengan Badan Karantina Pertanian, dan Departemen Kelautan dan Perikanan,
khususnya terhadap impor dan ekspor komoditi wajib periksa karantina.

B
erbagai kendala di lapangan khusus- asal hewan, ikan, tumbuhan dan bagian- sinergi di lapangan yang tentunya ditandai
nya yang menyangkut masalah bagiannya dan/atau benda lain yang dapat dengan peningkatan kinerja,” kata Eddy
pemeriksaan terhadap komoditi ter- membawa hama dan penyakit hewan Abdurrachman.
tentu yang rawan penyakit menular, karantina, hama dan penyakit ikan Sementara itu Sekretaris Departemen
memang kerap dihadapi oleh petugas bea karantina atau organisme penggangu Kelautan dan Perikanan, Andin H. Taryoto,
dan cukai. Sementera itu koordinasi tumbuhan karantina. mengharapkan dengan adanya MoU ini
antara pihak DJBC dengan Badan masing-masing pihak dapat saling proaktif
Karantina Pertanian sendiri belum dapat PELAYANANNYA DILAKUKAN DENGAN PDE terhadap informasi yang ada. Dengan
dilakukan secara maksimal. Selain pengawasan terhadap komoditi demikian maka sinergi yang juga
Terhadap informasi komoditi tertentu tertentu tersebut, pada kesempatan diharapkan oleh DJBC akan benar-benar
baik untuk ekspor maupun impor, saat ini Memorandu, of Understanding (MoU) ini tercipta dan berjalan dengan baik.
masih dilakukan secara manual, dalam juga disepakati, bahwa penyelenggaraan Hal yang sama juga disampikan oleh
arti pihak pengguna jasa hanya tatalaksana pelayanan dan pengawasan Kepala Badan Karantina Pertanian, Budi
mencantumkan komoditi yang akan di impor dan ekspor komoditi wajib periksa Tri Akoso, dalam kata sambutannya Budi
impor/ekspor dalam dokumen, sedangkan karantina, dilakukan secara elektronik mengatakan banyaknya jalur yang harus
untuk pemeriksaannya belum dapat menggunakan PDE (Pertukaran Data dilalui pengguna jasa terhadap
dilakukan secara penuh karena ada Elektronik) di tempat-tempat pemasukan pemeriksaan barang, terkesan menjadi
beberapa komoditi yang wajib periksa dan pengeluaran yang telah menerapkan terkotak-kotak. Dengan adanya sistem
namun tidak dilaporkan atau petugas tidak sistem EDI-Kepabeanan. EDI maka diharapkan pelayanan tadi
tahu akan komoditi tersebut. Dalam kata sambutannya Direktur menjadi lebih mudah.”Beberapa kasus
Akan masalah yang kerap dihadapi ini, Jenderal Bea dan Cukai, Drs. Eddy yang terjadi dapat dijadikan contoh betapa
pihak DJBC, Badan Karantina Pertanian, Abdurrachman mengatakan, saat ini pentingnya koordinasi antar instansi
dan Departemen Kelautan dan Perikanan, seluruh instansi pemerintah sedang ini,”ujar Budi Tri Akoso.
telah sepakat untuk melakukan merumuskan langkah yang serius untuk Acara yang juga dihadiri oleh pajabat
kerjasama, khususnya terhadap komoditi meluruskan langkahnya sehingga dapat eselon II, III, dan IV dari masing-masing
yang wajib periksa Karantina. memberikan pelayanan yang baik.”Untuk unit ini, berlangsung dengan penuh hikmat
Sementara itu komoditi yang akan itu semua, perlu adanya koordinasi yang dan sederhana. Pembacaan doa yang
wajib periksa karantina adalah, media baik antar instansi, seperti DJBC dengan dilanjutkan dengan acara ramah-tamah
pembawa hama dan penyakit hewan Karantina dan Departemen Kelautan dan menjadi acara penutup sekaligus
karantina, hama dan penyakit ikan Perikanan, terhadap komoditi tertentu dimulainya kerjasama tiga instansi dalam
karantina, atau organisme pengganggu yang wajib periksa karantina. Dengan hal menjaga dan mencegah penyakit ke
tumbuhan karantina yaitu hewan, bahan tersebut maka diharapkan akan tercipta negeri tercinta ini. adi

22 WARTA BEA CUKAI EDISI 367 JUNI 2005


Jalur Prioritas
KEMBALI DISOSIALISASIKAN
Setelah dua tahun dijalankan, tepatnya sejak 1 April 2003. Jalur Prioritas kembali disosialisasikan,
hal ini dikarenakan begitu banyaknya perkembangan yang terjadi, sementara kekuatan hukum
yang ada tidak dapat mencakup keseluruhannya. Sementara sampai saat ini masih belum banyak
pengguna jasa yang tertarik dengan fasilitas tersebut.

D
irektorat Jenderal Bea dan Cukai Selain itu, untuk pemeriksaan berimbang sehingga kepercayaan ini tidak
(DJBC) kembali menggelar acara barang, dapat dilakukan di lokasi disia-siakan.
sosialisasi kepada para pengguna importir dan tiap 6 bulan sekali akan “Kalau Japan Customs 3 tahun
jasa khususnya terhadap pengusaha yang ada laporan evaluasi mengenai menjalani fasilitas jalur prioritas hanya 51
ingin mendapatkan fasilitas ‘istimewa’ atau kegiatan importasi yang dilakukan perusahaan, berarti banyak pertanyaan
yang dikenal dengan sebutan fasilitas jalur importir. Hal ini dimaksudkan agar yang dapat dilontarkan, apakah jalur
prioritas. Fasilitas yang memang importir yang selama ini sering hijaunya yang sudah bagus, atau
dipandang cukup efisien baik dalam hal mengeluh karena fasilitasnya dipakai pengusahanya yang enggan menerima
waktu maupun biaya ini, sampai saat ini pihak lain melalui PPJK, kini tidak dapat fasilitas tersebut. Nah bagaimana
baru dinikmati oleh importir produsen saja. terulang lagi. Indonesia, kami berharap dengan
Fasilitas jalur prioritas adalah fasilitas Acara sosialisasi yang dibuka oleh kepercayaan yang DJBC berikan melalui
yang diberikan kepada importir yang Direktur Teknis Kepabeanan, Drs. jalur prioritas, maka dapat dimanfaatkan
memenuhi persyaratan yang ditentukan Ibrahim A. Karim, di ruang auditorium dengan sebaik-baiknya oleh para
untuk mendapatkan pelayanan khusus, Kantor Pusat DJBC, selain diikuti oleh pengguna jasa,” tutur Ibrahim A. Karim.
sehingga penyelesaian importasinya pengusaha yang sudah mendapatkan Acara yang dimulai dengan penjelas-
dapat dilakukan dengan lebih sederhana jalur prioritas, juga ada pengusaha an materi oleh ketua tim pengkaji Kepa-
dan cepat. Sementara importir jalur yang baru akan mendapatkan jalur beanan, Drs. Sutardi, dilanjutkan dengan
prioritas, adalah importir yang ditetapkan prioritas. Selain itu acara juga dihadiri pemaparan dari anggota tim yang diakhiri
sebagai importir penerima fasilitas jalur oleh beberapa pejabat seperti Kakanwil dengan tanya jawab. Untuk tanya jawab
prioritas berdasarkan keputusan Direktur IV DJBC Jakarta, dan beberapa pejabat kali ini bukan hanya ditujukan kepada
Jenderal. eselon III dan IV di lingkungan DJBC. pengguna jasa, namun para pegawai pun
Seiring dengan perjalanan waktu, Dalam kata sambutannya Direktur dapat mengajukan pertanyaannya. Dan
fasilitas jalur prioritas pun mendapat Teknis Kepabeanan, mengatakan setelah dari sekian banyaknya pertanyaan, para
perubahan yang cukup signifikan baik 2 tahun dijalaninya fasilitas ini, sudah 63 pengguna jasa umumnya menanyakan
yang berasal dari internal DJBC, maupun perusahaan yang mendapatkannya, dan soal bank garansi dan persyaratan yang
dari pihak pengguna jasa, yang sejauh ini kepercayaan yang diberikan harus mereka penuhi melalui instansi
menginginkan jalur prioritas dapat lebih DJBC kepada para pengusaha dapat teknis lainnya. adi
bermanfaat lagi dan bukan hanya WBC/ATS
dinikmati oleh importir produsen saja. Agar
keinginan tersebut dapat direalisasikan
maka dibuatlah tim pengkaji jalur prioritas
yang intinya membuat suatu rancangan
keputusan mengenai jalur prioritas.
Ada banyak hal yang ternyata dapat
dikembangkan dalam fasilitas jalur
prioritas ini, seperti penerima fasilitas
bukan hanya importir produsen akan
tetapi importir umum pun dapat
menikmatinya sesuai dengan ketentuan
yang ada. Selain itu ketetapan ini tadinya
hanya berpayung kepada Keputusan
Dirjen No 07 tahun 2003 tentang
tatalaksana Kepabeanan dibidang impor,
dimana jalur prioritas ada di dalamnya.
Kini dengan ketetapan tersendiri maka
kekuatan jalur prioritas pun akan semakin
kuat dan tentunya menjadi semakin
berguna bagi kalangan industri. Dalam
rancangan ketetapan ini ada 21 pasal
didalamnya dan tiap-tiap pasal sudah
disesuaikan dengan kondisi yang ada,
seperti persyaratan yang tadinya hanya
ada 5 poin saja, kini dengan ketetapan
baru menjadi 8 poin, artinya persyaratan DUA TAHUN BERLALU. Setelah dua tahun berjalan, kini jalur prioritas kembali disosialisasikan agar
yang telah ada kini lebih diperketat lagi. pengguna jasa dapat lebih tertarik dan memanfaatkan fasilitas tersebut.

EDISI 367 JUNI 2005 WARTA BEA CUKAI 23


KEPABEANAN
DOK. WBC

PANGKAS
RENTE EKONOMI
Di Pelabuhan
PUNGLI. Ditengarai sejak dipintulah kegiatan pungli mulai dilakukan hingga akhirnya barang tersebut keluar dari pelabuhan..

Masih banyaknya instansi yang ikut menentukan biaya di pelabuhan, kemungkinan pelabuhan
menjadi jalur distribusi yang ekonomis jauh dari harapan. Melambungnya ekonomi biaya tinggi di
pelabuhan, membuat pemerintah membentuk tim kecil yang terdiri dari beberapa unsur instansi,
guna memangkas ekonomi biaya tinggi di pelabuhan.

M
asalah pelabuhan seakan menjadi yang mereka jalani juga semakin sulit, dengan para asosiasi perusahaan
masalah yang tak pernah selesai sesulit usaha mereka meminta pemerintah pelayaran, khususnya dengan perwakilan
dibahas bahkan dituntaskan segala untuk menertibkan pelabuhan. keagenan pelayaran asing yang
hal yang terjadi disana. Berbagai masalah Akan keluhan maupun pandangan menentukan kenaikan tarif tersebut. Hal ini
yang timbul memang bukan hanya langsung di lapangan, akhirnya dilakukan karena mereka merupakan
dikarenakan oleh satu pihak saja, mulai pemerintah melalui Menteri Koordinator kelompok pengusaha yang terpengaruh
dari instansi pemerintah hingga ke Perekonomian, membuat suatu tim kecil kenaikan tarif. Dengan demikian
pengguna jasa, bahkan juga pihak asing, yang terdiri atas unsur DJBC, Ditjen Pajak, pemerintah harus segera menyelesaikan
seakan ikut meramaikan permasalahan di Kejaksaan Agung, Kementerian BUMN, persoalan yang berkaitan dengan
pelabuhan. dan Kementerian Perekonomian. Selain penanganan peti kemas (Terminal
Indonesia memang tidak menerapkan itu dalam tim ini juga ikut beberapa unsur Handling Charge/THC) .
sistem CIQ (Customs, Immigration, lain seperti, KADIN, pengusaha Persoalan THC ini boleh dikatakan
Quarantine) di seluruh pelabuhanya, manufaktur maupun pelayaran. cukup unik juga, karena hanya di Indone-
dimana hanya tiga isntansi ini saja yang Tim yang dibentuk oleh kementerian sia saja dimana pihak asing dapat
berada dalam pelabuhan. Akibat banyak- perekonomian ini, rencananya akan menentukannya, sementara di negara lain
nya pihak yang berada di pelabuhan, melaksanakan tugas merekomendasikan THC sudah ditetapkan oleh pemerintah
membuat pelabuhan semakin tidak saran-saran yang harus dilakukan oleh dan pihak asing tidak dapat ikut
menentu baik dalam hal biaya maupun pemerintah, sehubungan dengan masalah menentukan. Saat ini biaya THC untuk
dalam hal keamanan dan ketertiban. Tak penarifan di pelabuhan Indonesia. Dengan ukuran 20 kaki, biaya yang resmi dari
heran kalau pelabuhan di Indonesia demikian maka tim yang telah dibentuk ini pemerintah adalah 93 dollar AS, dengan
dikenal cukup mahal di seluruh dunia. diberi waktu hanya dua minggu, untuk adanya pihak asing yang ikut menentukan
Dengan semakin melambungnya dapat memberikan saran yang konkrit maka biaya itu menjadi 150 dollar AS.
biaya di pelabuhan yang juga dikarenakan kepada pemerintah, karena tim ini pada Belum lagi adanya biaya untuk dokumen
semakin maraknya pungli yang dilakukan 27 April 2005 sudah diharuskan BL yang ditetapkan sebesar 40 dollar AS.
oleh pihak-pihak tertentu membuat para melaporkannya, dan pemerintahlah yang Akan tingginya biaya tersebut, maka
pengguna jasa semakin terjepit dan akan melanjutinya nanti. tim akan mencoba untuk melakukan
mereka menjerit karena sudah tidak dapat Selain itu tim kecil ini juga memiliki negosiasi dengan pihak pelayaran asing
berbuat banyak lagi. Sementara usaha tugas inti, yaitu melakukan negosiasi dan menjadikan Thailand sebagai ukuran,

24 WARTA BEA CUKAI EDISI 367 JUNI 2005


karena Thailand dipandang sukses dalam Langkah selanjutnya adalah langkah mendukung penataan ulang tata
menghadapi permasalahan tersebut, optimalisasi pemanfaatan Hi-Co Scan X- ruang pelabuhan Tanjung Priok. Untuk
selain itu Thailand juga saat ini kondisinya Ray Countainer untuk pemeriksaan fisik mengurangi biaya tinggi perlu segera
tidak jauh berbeda dengan Indonesia. barang. Pemeriksaan fisik barang atas dilaksanakan penataan ulang tata ruang
PIB jalur merah (random) untuk importir pelabuhan Tanjung Priok, dan perlu
LANGKAH KONKRIT DJBC produsen, peningkatan penggunaan Hi- pemisahan secara tegas lokasi untuk
Sementara itu dari sisi DJBC yang Co Scan X-Ray untuk pemeriksaan fisik barang-barang impor, ekspor, dan antar
memang saat ini selalu disudutkan jika barang impor, dengan pengaturan kembali pulau.
terjadi sesuatu di pelabuhan, juga telah indikator penetapan jalur dan pemeriksaan Bagi DJBC, penataan ulang tata
mengambil langkah-langkah konkrit yang melalui Hi-Co. ruang pelabuhan Tanjung Priok, selain
sedianya juga akan menggurangi biaya Langkah ini bermanfaat dapat untuk meningkatkan pelayanan, juga
tinggi dipelabuhan. Menurut Direktur mempercepat proses pemeriksaan fisik mempermudah pengawasan. Dan akan
Jenderal Bea dan Cukai, Drs. Eddy barang dan hasil pemeriksaan akan lebih hal ini tentunya bermanfaat pada
Abdurrachman, saat ini dirinya telah objektif sehingga akan meningkatkan peningkatan kelancaran arus barang
mengeluarkan keputusan untuk seluruh akurasi dalam pelayanan barang impor. dan mendukung optimalisasi
Kepala Kantor Wilayah dan Kepala Kantor Dan saat ini sudah disetujui anggaran/ pengawasan lalu lintas barang.
Pelayanan, agar menertibkan seluruh dana operasional untuk pemanfaatan Hi- Langkah terakhir adalah upaya
pegawainya yang nyata-nyata melakukan Co Scan X-Ray. menghilangkan pungutan/biaya-biaya
pungutan liar terhadap pengguna jasa. Selanjutnya adalah langkah dan upa- yang tidak resmi. Pungutan/biaya-biaya
“Saya meminta kepada seluruh jajaran ya DJBC dalam pelayanan secara terpadu tidak resmi sudah sangat membebani
bea dan cukai, agar tidak melakukan dan integrasi pelayanan secara elektronik. pengguna jasa kepabeanan, DJBC
pungli terhadap pengguna jasa, dan jika Saat ini dengan adanya 3 KPBC di dengan sistem pelayanan secara
ada pengawai yang melakukan itu harap Tanjung Priok tidak akan mengganggu elektronik, berupaya menghilangkan
dilaporkan dengan jelas baik lokasi, tang- pelayanan karena sistem pelayanan su- kontak antar petugas dengan pengguna
gal dan lainnya, itu akan amat segera kita dah secara elektronik ter-integrasi (server jasa. Yang paling penting dari langkah
tindak lanjuti,” tutur Eddy Abdurrachman. dan database menjadi satu). Dengan dan upaya ini adalah harus ada
Lebih lanjut Eddy Abdurrachman demikian untuk kemudahan pelaksanaan kesepakatan bersama seluruh unsur di
mengatakan, kepada pengguna jasa agar pelayanan sudah ditetapkan pelayanan pelabuhan supaya mempunyai
tidak membiasakan memberikan sesuatu secara terpadu sebagai berikut; pelayanan komitmen untuk TIDAK AKAN
kepada pegawai, karena jika hal ini tetap impor (PIB) dapat dilaksanakan di semua menerima pungutan/biaya-biaya tidak
dibiasakan maka jangan harap semuanya KPBC, pelayanan ekspor (PEB) dipusat- resmi tersebut.
akan tertib, karena jika pegawai sudah kan di KPBC Tanjung Priok III, pelayanan .“Saat ini memang masih ada
tertib namun pengguna jasa masih manifes dipusatkan di KPBC Tanjung kontak langsung yang tidak dapat
berusaha maka sama saja. Sebaliknya Priok II, dan pelayanan BC2.3 (KB/GB) dihindarkan, seperti pemeriksaan fisik
juga demikian, jika ada pegawai yang dipusatkan di KPBC Tanjung Priok I. barang di lapangan, namun ke depan
melakukan pungli maka jangan didiamkan Dengan demikian akan bermanfaat nanti kami usahakan agar jalur merah
saja, karena akan sama saja dan tidak sekali sehingga dapat mempercepat dan yang saat ini mencapai 40 persen dapat
akan terjadi perubahan. mempermudah proses pelayanan dan berubah menjadi hanya 20 persen saja
Langkah konkrit lain yang juga akan pengawasan atas barang-barang impor. sehingga kontak langsung pun akan
dilakukan DJBC adalah, percepatan Dan saat ini semua sistem pelayanan semakin kita tekan,” jelas Eddy
penerapan PDE-Manifes, PDE Manifes tersebut sudah berjalan normal. Abdurrachman.
akan segera diterapkan secara penuh/ Sementara itu akan usulan mengenai
mandatory di pelabuhan-pelabuhan utama PERLU ADANYA PENATAAN ULANG TATA bea masuk yang menurut sebagian
dan secara bertahap akan diterapkan di RUANG PELABUHAN pengusaha juga menjadi penyebab biaya
seluruh Indonesia, disamping juga Hal yang cukup pokok adalah pada tinggi, Dirjen mengakui kalau hal tersebut
mewajibkan agen pelayaran menyerahkan tidak dapat dikait-kaitkan. Penetapan bea
manifes secara elektronik sebelum DOK. WBC masuk merupakan ketetapan Menteri
kedatangan kapal. Kedua hal ini Keuangan dan sejauh ini Indonesia juga
bermanfaat sehingga importir segera telah aktif di negara Asia maupun ASEAN
mendapatkan info tentang barangnya, yang terakhir dengan adanya tarif AFTA
sehingga dapat segera mempersiapkan untuk wilayah ASEAN.
PIB dan membayar ke bank, sebelum “Dengan demikian maka bea masuk
kapal tiba. tidak dapat diturunkan dengan
Tidak hanya itu, pertukaran data segampang itu tapi harus dengan
secara elektronik juga sudah dilakukan kebijakan yang lebih tinggi, selain itu arah
antara DJBC dengan instansi penerbit ijin/ kedepan ini kita akan menjalin hubungan
persyaratan impor. Di sini DJBC sudah dengan negara-negara lain yang pada
bekerjasama dan berkoordinasi dengan intinya dapat menurunkan bea masuk, jadi
instansi penerbit ijin/persyaratan impor jangan katakan bea masuk termasuk
melalui pertukaran data elektronik, DJBC salah satu penyebab ekonomi biaya
juga membangun prorotype database tinggi,” ungkap Eddy Abdurrachman.
nasional lalulintas barang impor/ekspor Tim kecil telah dibentuk, berbagai
(Web-based) untuk integrasi sistem de- instansi telah melakukan berbagai upaya
ngan instansi-instansi penerbit ijin impor. agar pelabuhan menjadi sarana
Dengan hal ini maka manfaat yang perekonomian yang ekonomis namun
dapat diambil adalah mempercepat menguntungkan berbagai pihak.
proses pelayanan (Analyzing Point) dan Negosiasi-negosiasi akan segera
meningkatkan pengawasan, karena akan dilakukan, kita berharap dengan hasil
dapat menghindari pemalsuan ijin/ nego tersebut menjadi rekomendasi pada
Drs. EDDY ABDURRACHMAN. Para pengguna
dokumen persyaratan impor. Hingga saat jasa jangan sekali-kali memberikan sesuatu upaya-upaya yang dapat dilakukan untuk
ini sudah dirintis dengan Badan Karantina kepada pegawai, dan pegawai jangan meminta menekan tarif di pelabuhan Indonesia
Pertanian dan BPOM. sesuatu kepada pengguna jasa menjadi lebih efisien. adi

EDISI 367 JUNI 2005 WARTA BEA CUKAI 25


INFO PEGAWAI

SAMBUTAN MENTERI KEUANGAN RI


SEBAGAI PEMBINA UPACARA

PADA PERINGATAN HARI


KEBANGKITAN NASIONAL
TANGGAL 20 MEI 2005
cenderung menimbulkan ketegangan dan
friksi sesama anak bangsa. Fenomena
yang berkembang di masyarakat sudah
menunjukkan bahwa berbagai
ketegangan dan friksi tersebut telah
menjurus ke arah konflik yang tidak lagi
sejalan dengan semangat pergerakan
Boedi Oetomo dan prinsip negara
kesatuan.
Sementara itu, upaya Pemerintah
untuk menciptakan Pemerintahan yang
bebas KKN juga tak luput dari sorotan
publik. Meskipun beberapa langkah
strategis telah diambil, namun gaung yang
dihasilkan ternyata masih belum bisa
mengambil hati masyarakat. Kita semua
sadar, usaha untuk memberantas KKN
memerlukan waktu serta dukungan dan
kerjasama semua pihak. Untuk itu,
Departemen Keuangan sebagai salah
satu instansi Pemerintah berusaha untuk
menjawab tantangan tersebut antara lain
dengan penandatanganan nota
kesepahaman (Memorandum of Under-
standing/MoU) dengan Komisi
Pemberantasan Korupsi (KPK) serta Polri,
pembentukan Inspektorat Bidang
Investigasi (IBI), dan kontrak kinerja
dengan Direktorat Jenderal Pajak dan
Direktorat Jenderal Bea dan Cukai.
Assalamu’alaikum Wr. Wb. Saudara-saudara, Meskipun belum sepenuhnya membawa
Salam sejahtera bagi kita semua, Menyegarkan kembali ingatan kita hasil, namun setidaknya hal demikian
mengenai pergerakan Boedi Oetomo menunjukkan komitmen Departemen
Saudara-saudara, yang sungguh masih sangat relevan bila Keuangan untuk ikut secara aktif dalam
Hari ini, 97 tahun yang lalu, tepatnya dikaitkan dengan berbagai tantangan yang upaya memberantas KKN.
tanggal 20 Mei 1908 telah lahir sedang kita hadapi, antara lain, belum
pergerakan Boedi Oetomo, yang pulihnya perekonomian nasional, Saudara-saudara,
selanjutnya kita peringati sebagai Hari penanganan dan penanggulangan Untuk memerangi praktek
Kebangkitan Nasional. Pergerakan Boedi masalah bencana alam di beberapa penyalahgunaan kekuasaan, mari kita
Oetomo secara nyata telah mengawali daerah, berkembangnya aneka ragam mulai upaya tersebut dari hal yang kecil,
jiwa dan semangat Kebangkitan Nasional pendapat dan wacana publik seputar dan kita mulai dari diri kita masing-masing,
serta mewarnai pola pikir, pola sikap, dan pemberantasan korupsi, serta masih untuk tidak meneruskan praktek yang
pola tindak para tokoh pergerakan dalam rendahnya kepercayaan publik terhadap jelas-jelas merusak seluruh sistem dan
upaya memupuk keutuhan, Pemerintah. Untuk itu, sangatlah nilai yang selama ini berlaku di tengah
kesetiakawanan, dan solidaritas menuju mengena apabila tema Hari Kebangkitan masyarakat kita. Ketika kita memutuskan
Indonesia Merdeka. Kelahiran Boedi Nasional tahun ini, yaitu “Dengan Jiwa dan pilihan untuk menjadi pegawai negeri,
Oetomo merupakan tonggak awal Semangat Kebangkitan Nasional Kita pasti kita telah sadar bahwa institusi
gerakan perjuangan kemerdekaan yang Bangun Indonesia Bersatu yang tempat kita bekerja bukanlah tempat yang
sebelumnya bersifat kedaerahan menjadi Demokratis, Berbudaya, dan Bebas KKN”. dapat memberikan kelimpahan harta
bersifat nasional, yang mampu Reformasi dan demokrasi telah benda. Bekerja sebagai pegawai negeri,
menumbuhkan kesadaran mengenai mengakomodasikan berbagai macam esensinya adalah untuk memberikan
pentingnya persatuan dan kesatuan kebebasan, di antaranya kebebasan pelayanan kepada masyarakat dan
nasional. Selain itu, Boedi Oetomo juga berserikat, kebebasan menyatakan mengabdi kepada negara, sehingga
telah menumbuhkan semangat pendapat, kebebasan pers, serta bukan untuk mengejar materi atau
kekeluargaan, gotong-royong, saling kebebasan untuk mencari dan mengolah menyalahgunakan wewenang dan
menghargai dan menghormati perbedaan, informasi. Namun, dalam pelaksanaannya kekuasaan yang diamanatkan. Harus pula
yang merupakan esensi dari sistem berbagai kebebasan tersebut seringkali kita sadari bahwa hidup ini bukan sekedar
demokrasi di Indonesia. disalahartikan sehingga bahkan untuk mengejar kemewahan, namun

26 WARTA BEA CUKAI EDISI 367 JUNI 2005


kehidupan yang kita jalani harus pada semangat patriotisme, Oetomo maupun berbagai tantangan yang
bermakna, agar dapat meninggalkan kesetiakawanan, solidaritas, gotong- harus kita hadapi pada saat ini dan yang
warisan yang pantas dikenang oleh royong, dan nasionalisme, sebagaimana akan datang. Selain itu, bagi 56 rekan-
generasi penerus kita. Dalam kaitan ini, ditunjukkan oleh pergerakan Boedi rekan kita yang telah memasuki masa
warisan yang paling berharga adalah Oetomo. Dalam kaitan itu, segenap pensiun, saya atas nama Pemerintah,
terhindarnya cacat dalam menjalani jajaran pegawai Departemen Keuangan mengucapkan terima kasih dan
kehidupan ini. diharapkan dapat mengimplementasikan penghargaan yang setinggi-tingginya atas
Kita harus senantiasa berupaya agar semangat Boedi Oetomo dalam pengabdian dan dedikasi yang telah
praktik KKN itu dapat dihapus dari negeri pelaksanaan tugas sehari-hari. Saudara berikan kepada bangsa dan
ini, meskipun kita harus sadar pula Hari ini, 640 rekan-rekan kita negara. Semoga pengabdian dan dedikasi
bahwa tidak ada negara di dunia ini yang memperoleh penghargaan Satyalencana yang telah Saudara berikan dapat menjadi
sama sekali bebas KKN. Untuk itu kita Karya Satya. Penghargaan ini diberikan suri tauladan bagi seluruh pegawai di
harus seiya-sekata akan memerangi kepada para pegawai yang secara terus- jajaran Departemen Keuangan.
praktik KKN ini, sehingga akibat buruk menerus tanpa henti telah memberikan Semoga Tuhan Yang Maha Esa
yang dikhawatirkan akan merusak sistem pengabdian dan kerja keras untuk senantiasa memberikan bimbingan
dan sendi-sendi kehidupan berbangsa melaksanakan tugas dan amanat yang kepada kita semua dalam melaksanakan
dan bernegara akan dapat dihindari. diemban. Tanpa dedikasi, kerja keras, dan pengabdian kepada bangsa dan negara.
sikap profesionalisme dari Saudara- Sekian, terima kasih, dan selamat
Saudara-saudara saudara, khususnya para penerima bekerja.
Berbagai permasalahan yang kita penghargaan Satyalencana Karya Satya, Wassalamu’alaikum Wr. Wb.
hadapi tersebut di atas akan menjadi akan sulit rasanya Departemen Keuangan
terasa ringan, apabila dalam upaya untuk dapat memberikan kontribusi bagi Menteri Keuangan
mengatasinya kita tetap berpegang teguh tercapainya cita-cita pergerakan Boedi Jusuf Anwar

INFO PERATURAN

PERATURAN MENTERI KEUANGAN


Per Mei 2005
No. KEPUTUSAN P E R I H A L
Nomor Tanggal
1 25/PMK.04/2005 21-04-2005 Perubahan Atas Keputusan Menteri Keuangan Nomor 441/KMK.05/
1999 Tentang Penggunaan Jaminan Tertulis Untuk Menjamin
Pembayaran Pungutan Bea Masuk, Cukai, Denda Administrasi Dan
Pajak Dalam Rangka Impor.

PERATURAN DIREKTUR JENDERAL BEA DAN CUKAI


Per Mei 2005
No. KEPUTUSAN P E R I H A L
Nomor Tanggal
1 04/BC/2005 31-03-2005 Petunjuk Pelaksanaan Peraturan Menteri Keuangan Republik Indonesia
Nomor 20/PMK.010/2005 Tentang Pembebasan Bea Masuk Dan Pajak
Dalam Rangka Impor Tidak Dipungut Atas Impor Barang Berdasarkan
Kontrak Bagi Hasil (Production Sharing Contracts) Minyak dan Gas Bumi.

SURAT EDARAN DIREKTUR JENDERAL


Per Mei 2005
No. KEPUTUSAN P E R I H A L
Nomor Tanggal
1 10/BC/2005 29-03-2005 Tentang Petunjuk Pelaksanaan Penetapan Tarif Bea Masuk Atas Barang
Impor Dalam Rangka Early Harvest Package (EHP) ASEAN-China Free
Trade Area (FTA) Dan Dalam Rangka EHP Bilateral Indonesia-China FTA.

EDISI 367 JUNI 2005 WARTA BEA CUKAI 27


INFO PEGAWAI

PEGAWAI PENSIUN
T.M.T 01 JUNI 2005 PERIODE T.A 2005
NO. NAMA NIP GOL JABATAN KEDUDUKAN
0600

1. Melkizedek Odameng, SH 35319 IV/b Kasi Kepabeanan dan Cukai VIII KPBC Tipe A Khusus Tg. Priok III
2. Masrani, SH 45844 IV/a Kepala Kantor KPBC Tipe B Tarakan
3. Muharto 33019 IV/a Kasi Tempat Penimbunan II KPBC Tipe A Purwakarta
4. Drs. Simon Satu Tangketau 35399 IV/a Kasi Penanganan Bea Masuk Dit. Teknis Kepabeanan
5. Tanijo 35489 IV/a Kasi Perbendaharaan KPBC Tipe A Juanda
6. Ruben Rate Tandirerung, SH 51885 IV/a Kasi Penyidikan Kanwil V DJBC Bandung
7. Amir Bin Abd. Abbas 28379 III/d Kasubbag Umum KPBC Tipe A Medan
8. Memed Marjono 35063 III/c Korlak Administrasi Impor KPBC Tipe A Merak
9. Nurhayati B Udjang 24370 III/c Pelaksana KPBC Tipe A Khusus Tg. Priok I
10. Dudung Abdullah Kohar 29750 III/b Pelaksana KPBC Tipe A Khusus Tg. Priok III
11. M. Imron 40700 III/b Pelaksana KPBC Tipe A Batam
12. Sudjani 40828 III/b Korlak Tempat Penimbunan KPBC Tipe A Bekasi
13. Theodorus Harsono 52260 III/a Pelaksana KPBC Tipe B Bogor
14. Buang Suhartono 41652 III/a Pelaksana KPBC Tipe A Merak
15. Martini 32479 II/b Pelaksana KPBC Tipe A Surakarta
16. Bernandus Beda Pari 58178 II/b Pelaksana KPBC Tipe C Maumere

BERITA DUKA CITA


Telah meninggal dunia, Drs. M.S. Sihombing, pensiunan Bea dan Cukai, pada hari Rabu, 04 Mei 2005.
Jenazah telah dimakamkan pada hari Kamis, 05 Mei 2005, pukul 14.00 WIB di TPU Pondok Kelapa.

Segenap jajaran Direktorat Jenderal Bea dan Cukai menyatakan duka yang sedalam-dalamnya. Bagi keluarga
yang ditinggalkan semoga diberikan ketabahan dan kekuatan oleh Tuhan Yang Maha Esa. Amin

Selamat dan Sukses Atas prestasi meraih gelar “DOKTOR


Kepada Dalam Bidang Ilmu Hukum” Predikat
“SANGAT MEMUASKAN dengan Nilai
Disertasi (A) pada Tanggal 28 April 2005
di Universitas Sumatera Utara (USU)
Medan.

Semoga keberhasilannya menjadikan


Motivasi bagi segenap pegawai untuk
lebih meningkatkan kwalitas Sumber
Daya Manusia untuk Kepentingan
Direktorat Jenderal Bea dan Cukai.

DR. H. DJAFAR ALBRAM, SH., SE., MM., M.Hum


Kepala Seksi Kepabeanan IV KPBC Belawan

28 WARTA BEA CUKAI EDISI 367 JUNI 2005


DAERAH KE DAERAH

DARI RAKERWIL XII DJBC AMBON

SARANA DAN
PRASARANA
SALAH SATU KENDALA DALAM
PENINGKATAN KINERJA
Di bidang teknis kepabeanan dan cukai, masih banyak pegawai dan para pengguna jasa yang
kurang memahami ketentuan perundang-undangan yang berlaku, sehingga mengibatkan
terhambatnya pelayanan. Di samping itu adanya peraturan daerah yang dititipkan kepada DJBC
merupakan hambatan bagi para pengguna jasa dalam pelaksanaan ekspor maupun impor

U
ntuk meningkatkan kinerja sambutan oleh Kepala Kantor Wila- mencari jalan keluar untuk
jajaran Kantor Wilayah XII yah XII DJBC Ambon Ismartono pemecahannya,
DJBC Ambon dalam rangka sekaligus membuka Rakerwil. 4. Untuk mengantisipasi opini yang
pencapaian tujuan yang telah Dalam sambutannya KaKanwil berkembang di masyarakat
ditetapkan dalam Penetapan Kinerja menekankan pentingnya Rakerwil tentang kinerja DJBC.
Kantor Wilayah XII DJBC Ambon dan antara lain :
serta untuk mendukung program 1. Untuk konsolidasi internal Kanwil PENERIMAAN BEA MASUK DAN CUKAI
kerja dan kebijkasanaan yang XII DJBC Ambon dalam rangka Target Penerimaan Bea Masuk
ditetapkan oleh Direktur Jenderal pencapaian target penerimaan dan Cukai KWBC XII Ambon T.A
Bea dan Cukai pada Tahun Anggaran yang telah ditetapkan, 2004 adalah sebesar Rp
2005, telah dilakukan Rapat Kerja 2. Untuk menyamakan persepsi atau 29.595.240.000,- dengan perincian
Kantor Wilayah (Rakerwil) XII DJBC pandangan terhadap hal-hal yang bea masuk sebesar Rp.
Ambon pada tanggal 5 dan 6 April berkaitan dengan pelayanan 29.594.000.000,00 dan cukai Rp.
2005, bertempat di Kantor Pelayanan kepabeanan dan cukai, 1.240.000,00. Realisasi penerimaan
Bea dan Cukai Tipe B Amamapare. 3. Untuk membahas permasalahan Tahun Anggaran 2004 untuk bea
Rakerwil XII DJBC Ambon diikuti oleh yang berkembang di lingkungan masuk sebesar Rp.
Kepala Kantor Wilayah, Kepala Kanwil XII DJBC Ambon sekaligus 44.241.052.000,00 ( 149,49% dari
Bagian Umum, Kepala Bidang target yang ditetapkan ) dan cukai
DOK. WBC
Kepabeanan dan Cukai, Para Kepala sebesar Rp. 22.032.000,00 (
Kantor Pelayanan di lingkungan 1,776.77% dari target yang
Kantor wilayah XII DJBC Ambon, ditetapkan ). Apabila dibandingkan
Kepala Seksi, dan Korlak. dengan realisasi penerimaan Tahun
Rapat kerja dimaksud bertujuan Anggaran 2003 yang sebesar Rp.
untuk menyamakan persepsi dan 22.457.803.000,00 maka penerimaan
pendapat dalam rangka mengatasi Tahun Anggaran 2004 mengalami
permasalahan-permasalahan yang kenaikan sebesar 97,10%.
ada di lingkungan Kantor Wilayah XII Perbandingan penerimaan bea
DJBC Ambon serta untuk masuk dan cukai pada KPBC di
mengantisipasi isu-isu yang timbul lingkungan Kantor Wilayah XII DJBC
dan berkembang di lingkungan Ambon periode Tahun Anggaran
Direktorat Jenderal Bea dan Cukai. 2003 dan 2004 adalah sebagaimana
Di samping itu rapat kerja dimaksud terlihat pada Tabel 1.
merupakan sarana komunikasi Meningkatnya penerimaan bea
diantara para pejabat dan pegawai di masuk pada tahun 2004 disebabkan :
lingkungan Kantor Wilayah XII DJBC 1. Adanya impor beras di KPBC
Ambon. Ambon dan Sorong
Rapat Kerja Kantor Wilayah XII 2. Adanya penyelesaian impor mobil
DJBC Ambon (Rakerwil) dimulai bekas di KPBC Jayapura, Sorong,
dengan sambutan dari ketua Panitia dan Biak
Rakerwil sekaligus tuan rumah yaitu 3. Adanya tagihan hasil audit dan
Kepala Kantor Pelayanan Bea dan DRS. ISMARTONO. Perlu menyamakan persepsi tambah bayar (Nota Pembetulan)
Cukai Tipe B Amamapare atau pandangan terhadap hal-hal yang berkaitan yang jumlahnya cukup signifikan
Hartono Singgih. Dilanjutkan dengan dengan pelayanan Kepabeanan dan cukai. di KPBC Amamapare

EDISI 367 JUNI 2005 WARTA BEA CUKAI 29


DAERAH KE DAERAH
DOK. KANWIL XII AMBON
KEGIATAN DI BIDANG EKSPOR
Untuk pelayanan di bidang
ekspor, jenis komoditi yang umum
diekspor melalui KPBC di lingkungan
KWBC XII Ambon antara lain :
a. Konsentrat tembaga.
b. Minyak bumi.
c. Bijih Nikel.
d. Plywood ( kayu lapis ), kayu olah-
an ( moulding, blockboard, dll).
e. Ikan segar dan ikan beku.
f. Hasil laut lainnya ( udang, cumi,
dll).
g. Hasil perkebunan, yaitu cengkeh
dan pala ( rempah-rempah ).

Selama periode Tahun Anggaran


2004, pelayanan dokumen
Pemberitahuan Ekspor Barang (PEB)
oleh KPBC di lingkungan KWBC XII
Ambon dapat dilihat pada Tabel 3.

PENGAWASAN DI BIDANG
KEPABEANAN DAN CUKAI
Pengawasan di bidang
kepabeanan dan cukai pada KWBC
KPBC TIPE B AMAMAPARE. Menjadi andalan target penerimaan KWBC XII Ambon XII Ambon dilakukan oleh Bidang
Pencegahan dan Penyidikan dan
KEGIATAN DI BIDANG IMPOR b. Barang untuk keperluan Bidang Verifikasi dan Audit,
Selama periode Tahun Anggaran operasional pertambangan sedangkan di KPBC pengawasan
2004, pelayanan dokumen minyak yang diimpor oleh dilakukan oleh Kepala Seksi
Pemberitahuan Impor Barang (PIB) Pertamina dan perusahaan Pencegahan dan Penyidikan dan
oleh KPBC di lingkungan KWBC XII kontraktornya. Korlak. Untuk Tahun Anggaran 2004
Ambon adalah sebagaimana c. Barang untuk keperluan kegiatan yang dilakukan antara lain :
tercantum dalam Tabel 2. operasional perusahaan industri 1. Meningkatkan pengawasan
Komoditi yang diimpor pada kayu / plywood. terhadap pemeriksaan sarana
umumnya berupa : d. Barang untuk keperluan pengangkut, terutama kapal
a. Barang untuk keperluan operasional perusahaan pengangkut ekspor ikan yang
operasional perusahaan pertam- penangkap ikan. datang dari luar negeri,
bangan ( PT Freeport Indonesia e. Barang konsumsi yang sifatnya 2. Pengawasan pemeriksaan fisik
dan PT Aneka Tambang). insidentil, seperti beras, dll. barang,

TABEL 1. PERBANDINGAN PENERIMAAN BEA MASUK DAN CUKAI


PERIODE TAHUN ANGGARAN 2003 DAN 2004 (dalam jutaan rupiah)
Tahun Anggaran 2003 Tahun Anggaran 2004
No KPBC Target Realisasi % Target Realisasi %
BM Cukai BM Cukai BM Cukai BM Cukai

1 Ambon 425.286 - 109.831 - 25.825 459.081 - 3,896.790 - 848.82


2 Ternate 524.407 4.750 808.692 2.700 153.34 540.259 1.240 221.260 - 40.86
3 Sorong 6,750.817 - 1,562.896 - 23.15 3,321.078 - 5,156.531 - 155.27
4 Manokwari 78.661 - 495.464 - 629.87 50.310 - 15.102 - 30.02
5 Fak Fak 152.952 - 458.504 - 299.77 450.810 - 642.516 - 142.52
6 Jayapura 6,225.883 - 577.134 - 9.27 1,353.144 - 1,319.469 - 97.51
7 Merauke 65.555 - 540.171 - 824.00 37.220 - 74.186 - 199.32
8 Amamapare 24,275.716 - 17,634.870 - 72.64 22,810.776 - 32,557.764 - 142.73
9 Biak 2,850.495 - 252.785 - 8.87 541.259 - 294.812 - 54.47
10 Tual 57.388 - 14.756 - 25.71 30.063 - 62.622 22.032 281.59

Jumlah 41,407.160 4.750 22,455.103 2.700 54.23 29,594.000 1.240 44,241.052 22.032 149.56

Sumber Data : Laporan Monitoring Pencapaian Target


Keterangan : % merupakan persentase kontribusi terhadap penerimaan

30 WARTA BEA CUKAI EDISI 367 JUNI 2005


3. Meningkatkan Boatzoeking, TABEL 2. KEGIATAN IMPOR
4. Meningkatkan operasi
pencegahan penyelundupan,
No Nama Kantor PIB / PIBT Volume (Ton)
5. Meningkatkan efektifitas
pelaksanaan verifikasi dokumen,
6. Meningkatkan efektifitas 1. KPBC Ambon 43 14.050,887
pelaksanaan audit yang 2. KPBC Tual 34 4.741,910
berorientasi terhadap
penerimaan. 3. KPBC Ternate 17 1.116,946

Pada Tahun Anggaran 2004 telah 4. KPBC Sorong 64 14.540,674


dilakukan audit terhadap 35 obyek 5. KPBC Manokwari 1 88,420
audit (auditee) sesuai Daftar
Rencana Obyek Audit (DROA) yang 6. KPBC Fak-Fak 10 8.131,383
telah ditetapkan dengan jumlah
tagihan berdasarkan sebesar Rp. 7. KPBC Jayapura 98 505,473
3.415.940.461,00 ( tiga milyar 8. KPBC Merauke 6 8,060
empat ratus lima belas juta
sembilan ratus empat puluh ribu 9. KPBC Amamapare 5.941 404.502,460
empat ratus enam puluh satu
rupiah). 10. KPBC Biak 22 1.488,109

PERMASALAHAN DAN PEMBAHASAN Jumlah 6.202 444.432,411


Permasalahan-permasalahan
yang dihadapi oleh KPBC dan Sumber Data : Laporan SE-11 Tahun 2004
dibahas pada Rakerwil XII Ambon
pada umumnya meliputi Sumber sampai saat ini belum memiliki cukai, masih banyak pegawai dan
Daya Manusia (SDM), Sarana dan rumah dinas baik untuk Kepala para pengguna jasa yang kurang
Prasarana, permasalahan teknis Kantor maupun untuk pegawai. memahami ketentuan perundang-
yang berkaitan dengan pelaksanaan Sedangkan di KPBC Jayapura undangan yang berlaku, sehingga
ketentuan di bidang kepabeanan dan beberapa rumah dinas disegel oleh mengibatkan terhambatnya
cukai, dan pengawasan di bidang penduduk yang meminta ganti rugi pelayanan. Di samping itu adanya
kepabeanan dan cukai, serta atas penguasaan tanah adat oleh peraturan daerah yang dititipkan
optimalisasi penerimaan bea masuk, DJBC. Masalah tersebut apabila kepada DJBC merupakan hambatan
cukai dan penerimaan pabean tidak segera ditangani dapat bagi para pengguna jasa dalam
lainnya. mengganggu kinerja pegawai. KPBC pelaksanaan ekspor maupun impor.
Kuantitas dan kualitas SDM di telah berusaha memperbaiki dengan Untuk itu sosialisasi harus terus
beberapa KPBC di lingkungan KWBC dana yang tersedia, namun tidak menerus dilakukan kepada para
XII Ambon masih kurang, seperti di memadai karena diperlukan pengguna jasa kepabeanan dan
KPBC Merauke dan Biak masih anggaran yang cukup besar. cukai, sedangkan kepada para
kekurangan tenaga pelaksana, di Diharapkan dalam pembahasan pegawai perlu dilakukan peningkatan
KPBC Ternate tidak memiliki Kepala Daftar Usulan Proyek (DUK) untuk pengetahuan teknis kepabeanan dan
Seksi maupun Korlak P2, di KPBC Tahun Anggaran 2006 kebutuhan cukai melalui Program Peningkatan
Sorong tidak memiliki tenaga PPNS, anggaran tersebut dapat terealisir. Keterampilan Pegawai (PPKP).
dan hampir seluruh KPBC di Di bidang teknis kepabeanan dan Untuk pengawasan di bidang
lingkungan KWBC XII Ambon
DOK. KANWIL XII AMBON
kekurangan tenaga teknis
kebeacukaian. Hal tersebut
mengakibatkan pelaksanaan tugas
pelayanan dan pengawasan di
bidang kepabeanan dan cukai
menjadi kurang optimal. Untuk
mengatasi masalah kuantitas dan
kualitas tersebut, KPBC telah
berusaha mengoptimalkan pegawai
yang tersedia.
Demikian juga sarana dan
prasarana yang merupakan bagian
yang sangat vital dalam rangka
menunjang kelancaran pelaksanaan
tugas, hampir di semua KPBC
permasalahan tentang sarana dan
prasarana sangat menonjol. Seperti
di KPBC Sorong, atap gedung KPBC
dan rumah dinas pegawai rusak,
sarana air bersih sangat sulit, dan
beberapa kendaraan dinas sudah
tidak laik jalan. Di KPBC Biak gedung
Kantor Bantu Teluk Kimi dan Pos BC
Serui rusak akibat gempa, dan rumah
dinas pegawai rusak oleh kondisi BAHAS PERMASALAHAN. Peserta Rakerwil sedang menbahas permasalahan-permasalahan yang
lingkungan. Di KPBC Amamapare ada dilingkungan KWBC XII Ambon.

EDISI 367 JUNI 2005 WARTA BEA CUKAI 31


DAERAH KE DAERAH
DOK. KANWIL XII AMBON
telah mengirimkan tiga buah Speed
Boat dengan kapasitas mesin 3 x 200
PK untuk KPBC Amamapare, KPBC
Ambon, dan KPBC Ternate.
Diharapkan di tahun yang akan
datang KPBC lainnya di lingkungan
KWBC XII Ambon dapat menerima
sarana sejenis.
Apabila kita melihat Tabel 2
diatas, maka hampir 95 % kegiatan
impor dilakukan melalui KPBC
Amamapare (barang kebutuhan
pertambangan PT Freeport Indone-
sia) dan 5 % melalui KPBC lainnya
(barang lainnya). Hal ini menunjukan
bahwa pada umumnya kegiatan
impor di Wilayah Maluku dan Papua
relatif kecil dan dilakukan secara
insidentil, karena hampir semua
kebutuhan pokok masyarakat Maluku
dan Papua didatangkan dari
Makassar, Surabaya dan Jakarta
melalui kegiatan antar pulau.
Sehingga penerimaan bea masuk,
cukai, dan penerimaan pabean
lainnya dalam rangka optimalisasi
penerimaan sangat sulit untuk
diprediksikan. Namun demikian
melalui Rakerwil tersebut, seluruh
SARANA PENUNJANG. Kapal patroli dan bus antar jemput pegawai, menjadi pelengkap sarana jajaran KWBC XII Ambon akan
penunjang di lingkungan kerja KWBC XII Ambon. berupaya sekuat tenaga untuk
mencapai target penerimaan yang
kepabeanan dan cukai, kendala yang pesawat udara. Hal tersebut telah ditetapkan.
dihadapi umumnya kondisi geografis mengakibatkan pengawasan sulit
wilayah Maluku dan Papua yang untuk dilaksanakan karena UPAYA PENCAPAIAN TARGET
sangat luas terdiri dari lautan yang memerlukan biaya yang sangat PENERIMAAN TAHUN 2005
luas, banyaknya pulau-pulau, serta besar, terutama pengawasan di Realisasi penerimaan yang
hutan dan gunung-gunung yang sulit wilayah perbatasan antara Negara melampaui target penerimaan pada
dijangkau karena ketiadaan sarana Kesatuan Republik Indonesia dengan T. A. 2004 menyebabkan target
transportasi. Alat transportasi yang Papua New Guinea. Dalam rangka penerimaan bea masuk dan cukai
umum digunakan di wilayah Maluku meningkatkan pengawasan di bidang Kanwil XII DJBC Ambon untuk T. A.
dan Papua berupa kapal laut dan kepabeanan dan cukai, KP DJBC 2005 dinaikkan dari Rp 29.595,240

TABEL 3. KEGIATAN EKSPOR


Realisasi Ekspor
No KPBC Jumlah Migas Non Migas
PEB Volume (MT) Devisa (Ribuan USD) Volume (MT) Devisa (Ribuan USD)

1. Ambon 472 101.658,931 20.107,800 317.494,117 53.370,120


2. Tual 151 0,000 0,000 78.628,602 21.631,538
3. Ternate 617 0,000 0,000 2.877.565,894 148.885,034
4. Sorong 286 329.817,130 75.396,520 67.742,135 60.049,147
5. Manokwari 77 0,000 0,000 46.596,589 9.852,680
6. Fakfak 66 0,000 0,000 9.772,083 60.312,159
7. Jayapura 32 0,000 0,000 1.456,365 251.663,086
8. Merauke 936 0,000 0,000 245.503,602 102.011,458
9. Amamapare 63 0,000 0,000 974.860,401 918.461,289
10. Biak 44 0,000 0,000 27.154,047 18.948,967

Jumlah 2.593 431.476,061 95.404,320 4.568.145,233 1.624.553,940


Sumber Data : Laporan SE-11 Tahun 2004
Keterangan : - Berat dalam satuan MT

32 WARTA BEA CUKAI EDISI 367 JUNI 2005


DOK. KANWIL XII AMBON

FOTO BERSAMA. Para peserta Rakerwil berfoto bersama di depan Kantor Pelayanan Bea dan Cukai Tipe B Amamapare.

juta menjadi Rp 35.594,330 juta penetapan klasifikasi, tarif dan pengetahuan, dan integritas
dengan perincian bea masuk sebesar nilai pabean, pegawai,
Rp 35.592,980 juta dan cukai 2. Melakukan penetapan klasifikasi 8. Melakukan koordinasi dengan
sebesar Rp 1,350 juta. barang dengan benar, dengan instansi terkait dalam rangka
Target yang dibebankan kepada memperhatikan jenis barang, pengawasan di bidang
Kanwil XII DJBC Ambon tersebut spesifikasi teknis, bahan baku, kepabeanan dan cukai,
adalah suatu bentuk tanggung jawab KUMN, Catatan Bagian, Catatan 9. Meningkatkan sarana dan
dan kepercayaan pimpinan kepada Bab, Catatan Pos dan Catatan prasarana dalam rangka
seluruh jajaran Kanwil XII DJBC Sub pos, dan lain-lain, pelayanan dan pengawasan di
Ambon. Untuk itu segenap pegawai 3. Melakukan penetapan nilai bidang kepabeanan dan cukai.
yang berada di lingkungan Kanwil XII pabean berdasarkan mekanisme
DJBC Ambon telah siap bahu yang diatur dalam Keputusan PERESMIAN PENGGUNAAN SPEED
membahu dengan meningkatkan Direktur Jenderal Bea dan Cukai BOAT DAN BUS ANGKUTAN PEGAWAI
segala daya dan upaya dalam rangka No. KEP- 81/BC/1999 tentang Untuk Tahun Anggaran 2005,
mewujudkan tanggung jawab dan Petunjuk Pelaksanaan Penetapan beberapa KPBC di lingkungan KWBC
kepercayaan dimaksud dengan cara Nilai Pabean untuk Penghitungan XII Ambon menerima sarana untuk
berusaha mengumpulkan Bea Masuk sebagaimana telah menunjang kegiatan pelayanan dan
penerimaan bea masuk sebanyak- diubah terakhir dengan Kep. No. pengawasan di bidang kepabeanan
banyaknya, sehingga target yang 44/BC/2002. dan cukai dari KP DJBC, yaitu Speed
dibebankan dapat tercapai. 4. Melakukan pemeriksaan alat Boat BC 1510 dan Bus angkutan
Upaya-upaya yang dilakukan sarana pengangkut dengan benar, pegawai untuk KPBC Amamapare,
dalam rangka pencapaian target terutama kapal-kapal angkut Speed Boat BC 1511 untuk KPBC
tersebut antara lain : ekspor ikan (Carrier) yang datang Ambon, dan Speed Boat BC 1513
1. Melakukan pemeriksaan fisik dari luar negeri. untuk KPBC Ternate.
barang dengan benar, yaitu 5. Melakukan operasi pencegahan Maka di sela-sela pelaksanaan
dengan mencatat seluruh penyelundupan dan perdagangan Rakerwil XII DJBC Ambon tersebut,
informasi / data yang ada meliputi illegal, juga dilakukan peresmian pengguna-
kebenaran jumlah dan jenis 6. Melakukan kegiatan verifikasi dan an sarana operasi dan sarana peng-
barang, spesifikasi teknis, audit secara efektif yang angkutan pegawai dimaksud. Acara
kandungan bahan, ukuran, berorientasi penerimaan, peresmian dihadiri oleh Instansi ter-
volume, dan informasi lainnya 7. Melakukan berbagai upaya untuk kait dan para mitra kerja di lingkung-
yang memudahkan dalam meningkatkan keterampilan, an KPBC Amamapare. kanwil XII ambon

EDISI 367 JUNI 2005 WARTA BEA CUKAI 33


DAERAH KE DAERAH

Pemusnahan Hasil Tembakau Kadaluarsa


DI KANWIL XI DJBC MAKASSAR

PEMUSNAHAN. Pemusnahan Hasil Tembakau Kadaluarsa di Kantor Wilayah XI DJBC Makassar.

Penegahan tindak pidana cukai dan pemusnahan hasil tembakau dengan pita cukai kadaluarsa.

S
alah satu tugas pokok Direktorat Sejalan dengan hal tersebut, 2005 Kanwil XI DJBC Makassar
Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Kantor Wilayah (Kanwil) XI Direktorat melakukan pemusnahan barang kena
adalah melaksanakan sebagian Jenderal Bea dan Cukai Makassar cukai yang disaksikan oleh para
tugas pokok Departemen Keuangan sebagai instansi , mempunyai tugas pegawai, pihak kepolisian, dan para
di bidang kepabeanan dan cukai bimbingan teknis, pengendalian dan wartawan dari berbagai media
berdasarkan kebijakan yang evaluasi pelaksanaan tugas elektronik dan cetak, seperti Metro
ditetapkan oleh Menteri Keuangan kepabeanan dan cukai berdasarkan TV, Indosiar, TVRI Makassar, Harian
dan mengamankan kebijaksanaan peraturan perundang-undangan yang Fajar dan Tribun Timur Makassar,
pemerintah yang terkait dengan lalu berlaku. dan lain-lain.
lintas barang yang masuk atau keluar Diantara fungsi Kantor Wilayah Pemusnahan barang kena cukai
daerah pabean berdasarkan Undang- dalam melaksanakan tugas tersebut yaitu hasil tembakau berupa rokok
undang Nomor 10 tahun 1995 adalah, pengendalian, evaluasi, berbagai merk yang menggunakan
tentang Kepabeanan, serta pelaksanaan patroli dan operasi pita cukai kadaluarsa berjumlah 250
mengawasi pelaksanaan peraturan pencegahan pelanggaran peraturan (dua ratus lima puluh) karton atau
tentang cukai di peredaran bebas perundang-undangan, penindakan 151.388 (seratus lima puluh satu ribu
baik Minuman Mengandung Etil dan penyidikan tindak pidana di tiga ratus delapan puluh delapan)
Alkohol (MMEA) maupun Hasil Tem- bidang kepabeanan dan cukai. bungkus, hasil penegahan petugas
bakau berdasarkan Undang-undang Sehubungan dengan tugas yang Bea dan Cukai Kanwil XI DJBC
Nomor 11 tahun 1995 tentang Cukai. diembannya, pada Rabu, 6 April Makassar dari beberapa distributor

34 WARTA BEA CUKAI EDISI 367 JUNI 2005


rokok di kota Makassar dan masing-masing merk EAGLE 16 Makassar telah menegah 106
sekitarnya, selama tahun 2004. sebanyak 129 (seratus dua puluh (seratus enam) karton hasil
Selain penegahan terhadap hasil sembilan) karton, merek EAGLE 12 tembakau yang dilekati pita cukai
tembakau/rokok dengan pita cukai sebanyak 5 (lima) karton, dan merek palsu, dari sebuah gudang di
kadaluarsa sebagaimana tersebut KRETEK2An sebanyak 30 (tiga Makassar, masing-masing sebanyak
diatas, Kanwil XI DJBC Makassar puluh) karton. 53 (lima puluh tiga) karton merek
sejak akhir tahun 2004 sampai Proses penyidikannya telah Bintang Baru Kretek Filter 12 dan 7
dengan saat ini, juga telah dilakukan oleh PPNS Bea Cukai (tujuh) karton merek Bintang Baru
melakukan penindakan atas hasil pada Kantor Wilayah XI DJBC Kretek Filter 16. Posisi kasus saat ini
tembakau/rokok dengan pita cukai Makassar dengan tersangka H.P. dan masih dalam proses penyidikan yang
palsu dan pita cukai yang tidak saat ini berkas perkara telah dilakukan oleh PPNS Bea Cukai
sesuai (menggunakan Pita Cukai diserahkan ke Kejaksaan Tinggi pada Kantor Wilayah XI DJBC
dengan tarif tidak sesuai dengan Sulawesi Selatan untuk penuntutan. Makassar dengan tersangka I.H.K.
yang seharusnya). Sebanyak 6 kasus Selanjutnya, aparat bea cukai Sementara itu, penegahan hasil
tindak pidana cukai yang melanggar juga melakukan penegahan hasil tembakau (rokok) merk HARMONI
Undang-undang Nomor 11 Tahun tembakau (rokok) merk BINTANG dan GUDANG BARU produksi PR.
1995 Tentang Cukai telah diteruskan BARU produksi PR. Jati Putra Insan Malang dilakukan pada 18
ke tahap penyidikan. Kasus tindak Mandiri Malang yang dilakukan pada Desember 2004, berdasarkan Surat
pidana tersebut terdiri atas 4 kasus 17 Desember 2004, berdasarkan Tugas Kepala Bidang Pencegahan
di kota Makassar, 1 kasus di Surat Tugas Kepala Bidang dan Penyidikan Nomor: ST-244/
Kabupaten Gowa, dan 1 kasus di Pencegahan dan Penyidikan Nomor : WBC.11/BD.03/2004, petugas P2
Kota Kendari. ST-244/WBC.11/BD.03/2004, Kantor Wilayah XI DJBC Makassar
Atas 6 kasus tindak pidana cukai petugas P2 Kantor Wilayah XI DJBC juga telah menegah 70 (tujuh puluh)
tersebut, negara dirugikan sebesar
FOTO : SYAMSUL GUNAWAN
Rp 588.361.200 (lima ratus delapan
puluh delapan juta tiga ratus enam
puluh satu ribu dua ratus rupiah),
dengan keseluruhan barang bukti
berjumlah 650 karton 8 bal atau
521.400 bungkus, dengan perincian
sebagai berikut : (Lihat Tabel)
Para tersangka yang merupakan
distributor rokok tersebut, diduga
melakukan Tindak Pidana Cukai
Pasal 56 dan atau pasal 54 UU
nomor 11 tahun 1995 tentang Cukai
dan diancam pidana penjara
maksimal 4 tahun dan atau pidana
denda setinggi-tingginya 10 kali nilai
cukai yang seharusnya dibayar.

HASIL OPERASI
Penegahan hasil tembakau
(rokok) merk GARUDA, EAGLE, dan
KRETEK2AN, produksi CV. Moeria
Mulia Kudus, dilakukan pada 15
September 2004, berdasarkan Surat
Tugas Kepala Bidang Pencegahan
dan Penyidikan Nomor :
ST-153/WBC.11/BD.03/2004,
petugas P2 Kantor Wilayah XI DJBC
Makassar telah menegah 246 (dua
ratus empat puluh enam) karton hasil
tembakau yang dilekati pita cukai
palsu, di Makassar, masing-masing
merek GARUDA sebanyak 225 (dua
ratus dua puluh lima) karton, merek
KRETEK2An sebanyak 20 (dua
puluh) karton, dan sebanyak 1 (satu)
karton hasil tembakau merek
GARUDA tanpa dilekati pita cukai.
Berdasarkan hasil pengembangan
informasi, pada 16 September 2004,
petugas P2 Kantor Wilayah XI DJBC
Makassar juga telah menegah 25
(dua puluh lima) karton hasil
tembakau merek GARUDA, di
Makassar, dan pada hari Jumat
tanggal 24 September 2004,
sebanyak 164 (seratus enam puluh
empat) karton hasil tembakau yang
dilekati pita cukai palsu di Palopo, WAWANCARA. Kakanwil Makassar memberikan keterangan kepada pers.

EDISI 367 JUNI 2005 WARTA BEA CUKAI 35


DAERAH KE DAERAH
FOTO : SYAMSUL GUNAWAN
dalam proses penyidikan yang
dilakukan oleh PPNS Bea Cukai pada
Kantor Wilayah XI DJBC Makassar,
dengan tersangka E.B.C.
Penegahan hasil tembakau
(rokok) merk PIALA MAS produksi
PR. Piala Mas Tulungagung, pada
Senin 24 Januari 2005, berdasarkan
Surat Tugas Kepala Seksi
Pencegahan Nomor : ST-17/WBC.11/
BD.0302/2005, petugas P2 Kantor
Wilayah XI DJBC Makassar kembali
berhasil menegah 41 (empat puluh
satu) karton dan 1 (satu) bal hasil
tembakau yang dilekati pita cukai
palsu, dari salah satu gudang di
Makassar. Posisi kasus saat ini
masih dalam proses penyidikan yang
dilakukan oleh PPNS Bea Cukai
pada Kantor Wilayah XI DJBC
Makassar, dengan tersangka C.F.P.
Sedangkan pada 21 Maret 2005
dilakukan penegahan hasil tembakau
(rokok) merek DL produksi PR. DL
Malang . Petugas P2 Kantor Wilayah
XI DJBC Makassar berhasil meng-
amankan 21 (dua puluh satu) karton
hasil tembakau yang tidak dilekati
pita cukai yang diwajibkan (tarif cukai
LAPORAN PEMUSNAHAN. Sebelum dilakukan acara pemusnahan, Kakanwil Makassar, dr Djuneidy Djusan tidak sesuai, dari salah satu toko di
(tengah) didampingi Kasi Penyidikan, Zaenal Abidin(kiri) dan Kabid P2, Argandiono (kanan) , Kendari, Sulawesi Tengah. Posisi
menyampaikan laporannya kepada para undangan yang hadir. kasus saat ini masih dalam proses
penyidikan yang dilakukan oleh
karton dan 7 (tujuh) bal hasil Makassar dengan tersangka E.P. PPNS Bea Cukai pada Kantor
tembakau yang dilekati pita cukai Untuk rokok merk SAMSU produksi Pelayanan Bea dan Cukai Kendari,
palsu dari gudang di Sungguminasa, PR. Akhas Malang, penegahan dengan tersangka H.J.J.
Gowa, dengan perincian sebagai dilakukan pada 23 Desember 2004, Pemusnahan produk tembakau
berikut: berdasarkan Surat Tugas Kepala hasil tegahan di wilayah kerja DJBC
a. Merk HARMONI sebanyak 29 Bidang Pencegahan dan Penyidikan XI Makassar ini dipimpin langsung
(dua puluh sembilan) karton dan 5 Nomor : ST-244/WBC.11/BD.03/2004, oleh Kepala Kantor Wilayah, dr
(lima) bal, terdiri dari 11 (sebelas) petugas P2 Kantor Wilayah XI DJBC Djuneidy Djusan. Pada kesempatan
karton merk Harmoni Kretek Filter Makassar juga telah menegah 23 (dua itu pula dilakukan gelar barang-
12, dan 18 (delapan belas) karton puluh tiga) karton hasil tembakau yang barang tegahan berupa 1 buah sen-
dan 5 (lima) merk Harmoni Kretek tidak dilekati pita cukai yang jata mainan yang disinyalir memba-
Filter 16. diwajibkan (tarif cukai tidak sesuai) di hayakan dan DVD Porno sebanyak
b. Merk GUDANG BARU sebanyak Makassar, masing-masing merk 87 keping. Menurut Kabid P2 Kanwil
41 karton dan 2 bal. SAMSU Kretek Filter 12 sebanyak 20 XI DJBC Makassar, Argandiono,
Posisi kasus saat ini masih dalam (dua puluh) karton dan merk SAMSU Barang-barang tersebut dikirim mela-
proses penyidikan oleh PPNS Bea Kretek Filter 16 sebanyak 3 (tiga) lui Kantor Pos Makassar.
Cukai pada Kantor Wilayah XI DJBC karton. Posisi kasus saat ini masih Syamsul Gunawan - Makassar

NO TSK KOTA MERK HASIL TEMBAKAU JML BRG BUNGKUS

1 H.P. Makassar Garuda, Eagle, Kretek2an 435 karton 370.000

2 I.H.K. Makassar Bintang Baru Kretek, Bintang Baru Filter 60 karton 46.600

3 E.P. Gowa Harmoni, Gudang Baru 70 karton 7 bal 44.900

4 E.B.C Makassar Samsu Filter 23 karton 17.800

5 C.F.P. Makassar Piala Mas 41 karton, 1 bal 24.700

6 H.J.J Kendari DL 21 karton 16.800

TOTAL 650 karton 8 bal 521.400


Sumber: Bid. P2 Kanwil XI DJBC Makassar

36 WARTA BEA CUKAI EDISI 367 JUNI 2005


MITRA

PT. BINA SATRIA SEJATI


“Prinsip Kami, Bekerja
yang Lurus-lurus Saja”
Sebenarnya embel-embel family tidak akan melekat jika bekerja secara profesional,
artinya juga mengikuti aturan main seperti PPJK-PPJK yang lain.

P
erusahaan Pengurusan Jasa manusia yang ada di paguyuban ini dengan bank-bank dirasakan juga
Kepabeanan (PPJK) adalah merupakan orang-orang yang dalam memasarkan jasa pelayanan
suatu perusahaan yang mengerti masalah kepabeanan dan pengurusan dokumen PIB dan PEB
bergerak di bidang jasa pelayanan modal pun mesti sedikit tetapi ada. cukup sulit.
pengurusan dokumen Pemberitahuan Lantas ide itu kemudian Namun, masa-masa sulit itu
Impor Barang (PIB) dan dikembangkan lagi. Pertama-tama berlalu seiring berjalannya waktu dan
Pemberitahuan Ekspor Barang dengan membentuk Koperasi dengan ketika PPJK milik Kopesat DJBC
(PEB). Saat ini sudah sangat banyak nama Koperasi Putra Mandiri. Dari dibekukan, lantas pelanggannya
PPJK-PPJK hadir untuk membantu koperasi ini sebagai profit center-nya sebagian besar beralih ke PT.BSS
para importir maupun eksportir untuk maka didirikanlah PPJK dengan dan dalam sehari PT.BSS mengurusi
mengurus dokumen PIB maupun nama PT.BSS. Setelah mengajukan 14 PIB dan 5 sampai 10 PEB. Dan
PEB sebelum mereka melakukan proposal dan disetujui maka mulailah ada ratusan perusahaan yang
ekspor maupun impor barangnya. PT.BSS tepatnya awal Nopember menjadi pelanggan tetapnya.
Dan prospek di bidang PPJK ini 2002 beroperasi. Ketika disinggung, apakah tidak
memang cukup menjanjikan. Awalnya memang dirasakan takut dengan istilah family yang
Salah satu pemainnya adalah PT. cukup sulit mencari importir untuk umumnya melekat pada PPJK eks
Bina Satria Sejati (BSS) yang menjadi nasabahnya. Mungkin juga pegawai Bea dan Cukai, Darjono
beralamat di Jalan Panaitan No.1 karena hal ini disebabkan letak E.S, menanggapi, sebenarnya
Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta kantor untuk pertama kali di Jalan embel-embel family tidak akan
Utara. PT. BSS merupakan Gorontalo, Tanjung Priok dirasakan melekat jika bekerja secara
perusahaan PPJK yang kurang strategis, karena selain jauh profesional, artinya kita juga
memanfaatkan EDI Kepabeanan. mengikuti aturan main seperti PPJK-
Sebagaimana kita tahu, EDI WBC/ADI PPJK yang lain. “Hanya yang kita
Kepabeanan merupakan suatu inginkan, jika PPJK lain dalam
sistem pertukaran dokumen mengajukan PIB ke Bea dan Cukai
elektronik yang dikembangkan untuk memerlukan waktu 3-4 hari, saya
menyampaikan dokumen pabean minta 2 hari saja”, ujar Darjono.
secara elektronik dengan “Sedangkan jika ditemukan suatu
memanfaatkan Bizbisnis-Net. masalah, baik importir maupun pihak
Dengan memanfaatkan layanan PPJK yang ternyata setelah diteliti
elektronik ini maka dokumen pabean ternyata ketentuan itu benar…kita
akan lebih cepat sampai ke Kantor faith (akan mengupayakannya
Pelayanan Bea dan Cukai (KPBC) sampai selesai-red). Jika sudah
dan dapat segera diproses. menjadi ketentuannya tetapi
PT.BSS berdiri pada 1 September pelaksanaan di lapangan ternyata
2002. Berawal dari sebuah lain, kita berusaha dan tidak pernah
perkumpulan para pensiunan eks mengada-ada,” lanjut Darjono.
Pusat Latihan (Pusla) Pasar Minggu. Satu hal yang selalu disampaikan
Melalui Paguyuban Pusla Pasar kepada pelanggannya, bahwa
Minggu inilah, ide pendirian pihaknya bekerja tidak macam-
perseroan terbatas tercetus. macam dan lurus-lurus saja.
Menurut Darjono E.S, Direktur Mengenai kendala yang dihadapi,
Utama PT.BSS, pada suatu diakui Darjono memang ada, tetapi
kesempatan pertemuan rutin tiga hal itu tidak menyurutkan pihaknya
bulanan paguyuban ini, ia bersama untuk bekerja apa adanya, sesuai
beberapa rekan-rekannya melempar aturan. Dan terus berusaha untuk
ide untuk mendirikan PPJK. DARJONO ES. Mengenai kendala yang dihadapi bekerja sesuai jalur yang telah
Pemikirannya bersama beberapa memang ada, tetapi hal itu tidak menyurutkan ditentukan. Jangan karena istilah
rekannya waktu itu, sumber daya pihaknya untuk bekerja apa adanya sesua aturan. family lantas yang bekerja benar-

EDISI 367 JUNI 2005 WARTA BEA CUKAI 37


MITRA
WBC/ADI

PT.BSS. Juga memberikan pelayanan konsultasi di bidang kepabeanan dan cukai

benar dan sesuai aturan ikut-ikutan Dan kemungkinan besar akan dibuka pelayanan konsultasi di bidang
terkena dampaknya. kantor perwakilan di Surabaya. kepabeanan dan cukai, antara lain;
Karena yang jelas, lanjut Darjono, Memang takk perlu diragukan pengurusan pengajuan keberatan
pihaknya bekerja secara profesional. lagi, PT. BSS memiliki tenaga- terhadap nota pembentulan (notul)
Jika memang benar akan dibantu tenaga berpengalaman luas dan tentang bea masuk, cukai pajak
seoptimal mungkin dan jika ternyata profesional di bidang kepabeanan dalam rangka impor kepada Dirjen
si importir yang salah maka baik dibidang impor, eskpor, maupun Pengurusan pengajuan banding
pihaknya tidak berani melanggar di bidang cukai, sehingga menjamin terhadap nota pembetulan (notul)
aturan yang telah ditentukan. kelancaran arus dokumen dan yang ditolak oleh DJBC kepada
barang dari dan ke kawasan pabean. pengadilan pajak .Pengurusan
RENCANA MENDATANG, JADI IMPORTIR PT.BSS, memberikan fasilitas atau kemudahan impor dan
Ketika disinggung rencana ke pelayanan pengurusan dokumen ekspor. Pengurusan perijinan Tempat
depan untuk pengembangan PT. antara lain; Pengisian formulir PIB Penimbunan Sementara (TPS),
BSS, Darjono dan rekan-rekan dan PEB, Transfer data/ dokumen Kawasan Berikat (KB) dan Gudang
sesama pengurus PT.BSS berobsesi PIB/PEB ke KPBC serta menerima Berikat (GB). Pengurusan customs
untuk menjadikan PT.BSS sebagai respon dari KPBC secara cepat, bond (surety bond) dari perusahaan
importir umum. Sejauh ini rencana itu pemeriksaan fisik barang (jalur asuransi maupun bank garansi.
sudah mulai disiapkan. Segala merah) dan pengeluaran barang dari Pengurusan pita cukai di kantor
persyaratan telah diurus dan telah kawasan pabean., pengeluaran pusat DJBC. Pengurusan perijinan
mendapat surat ijin operasional. barang dari kawasan pabean (jalur pendirian pabrik hasil tembakau di
Untuk saat ini operasional PT.BSS hijau), pengangkutan (trucking) dari kantor pusat DJBC. Pengurusan
bisa dilakukan di Merak, Priok I,II, III, dan ke kawasan pabean. perijinan tempat penimbunan dan
Cengkareng, Bekasi dan Bandung. PT.BSS, juga memberikan pencampuran etil alkohol. ris

38 WARTA BEA CUKAI EDISI 367 JUNI 2005


Isis Ismail Hasan

“Untuk Tahu HS,


Perlu Ketekunan
dan Kerajinan”
D
iantara sosok pengurus mengaku tidak pernah
PT.BSS, salah satunya merasa bosan,
adalah Isis Ismail Hasan. bahkan hingga kini
Lelaki dengan postur tubuh tinggi kegiatan rutin
kurus dengan rambut dipenuhi sebelum shalat
uban, namun terlihat masih bugar subuh, sekitar
dan sehat. jam setengah tiga
Kesan pertama melihat terbangun un-
sosoknya, dia orang yang serius, tuk terus meng up-
tegas dengan suara keras dan date informasi ke
lantang, tetapi jika sudah dalam komputernya.
mengenal orangnya, maka Dan mungkin jarang
anggapan di atas pelan-pelan dilakukan oleh orang
berubah dan akan menjumpai Isis lain, Isis sudah
orang yang ramah, suka memasukkan semua tarif, definisi serius ia mengatakan, sampai
membanyol, diselingi logat barang ke dalam disket. Termasuk akhir hayat ingin terus belajar.
sundanya. juga undang-undang HS (Harmo- Dan kunci rahasia yang ia berikan
Isis, demikian panggilannya, nyzed System) , peraturan-peraturan kepada pegawai-pegawai bea
yang lahir pada 22 Januari 1940 sejak tahun 1980-an hingga yang cukai yang berkecimpung dengan
di Purwakarta, adalah pensiunan terbaru tahun 2005. Uniknya, untuk masalah tarif, yaitu ketekunan dan
Bea dan Cukai tahun 1996, memudahkan pengenalan barang, kerajinan untuk terus memahami
karirnya dimulai di Bea dan Cukai Isis dengan telaten menempelkan tarif. Dan salah satu cara adalah
tahun 1962. Diakuinya, selama gambar-gambar contoh barang dengan membaca appendix,
menjadi pegawai bea cukai, ia sesuai dengan karakteristik masing- kamus, brosur dan literatur lain.
lebih banyak di bidang P2, masing barang yang sudah Karena menurutnya seseorang
jabatan terakhirnya adalah dikerjakan sejak tahun 1996. dapat menentukan tarif jika benar-
Kepala Kantor Inspeksi Bea dan “Jadi dalam buku tarif itu saya benar mengenali barangnya dan
Cukai di Balikpapan. lampirkan contoh gambar barang Itu sudah menjadi prinsip.
Ada yang unik dari pria ini. yang ada dan sudah dialpabetkan. Sebenarnya berbicara
Isis, dikenal tekun dan menguasai Saya memulainya sejak tahun 96 ,” mengenai tarif dengan sosok Isis
soal tarif dan harga, maka tak ujarnya. sangat menarik sekali. Banyak
heran, diantara teman-temannya, Kemana-kemana Isis selalu pemikirannya mengenai
dia mendapat julukan si ahli tarif . membawa sebuah tas hitam ukuran pengembangan tarif untuk ke
Tetapi ketika kami singgung sedang yang isinya disket-disket depannya. Maka itu tidak salah
mengenai julukan itu, ia mengaku yang memuat segala macam info kiranya jika tokoh Isis ini bisa
merasa keberatan dengan julukan peraturan dan tarif seperti yang telah menjadi inspirasi bagi
ahli tarif. “Buat saya julukan itu disebutkan sebelumnya. Karena ciri pengembangan sistem penetapan
terlalu tinggi. Saya cuma khasnya yang menenteng-nenteng tarif dan tempat bertanya soal tarif
mengerti dan memahami soal tas hitamnya itu, tak jarang ia sering barang. Ketika ditantang teman-
tarif, makanya saya masih diledek rekan-rekannya sebagai temannya apakah dirinya siap jika
dipercaya untuk jadi instruktur tukang foto keliling.“ Ini tas jimat melakukan presentasi tentang
mengajar di MSA (Monang Siani- saya, isinya semua data-data yang sistem yang ia pakai saat ini di
par Abadi-red). Kalau importir saya upgrade setiap pagi,” ujarnya depan pemerhati masalah tarif di
tanya-tanya soal tarif ya sebisa berseloroh. Direktorat Jenderal Bea dan Cukai,
mungkin saya bantu,”ujar Isis. Ketika ditanya sampai kapan akan dengan lantang ia berkata “Siap
Untuk memahami tarif, Isis menekuni bidang tarif, dengan nada jika memang diperlukan !.” ris

EDISI 367 JUNI 2005 WARTA BEA CUKAI 39


SEPUTAR BEACUKAI

l
WBC/ATS
JAKARTA. Kantor Pusat
DJBC berdasarkan PP
No. 21 tahun 1975
melaksanakan upacara
sumpah dan janji Pegawai
Negeri Sipil (PNS) di
Auditorium pada 18 Mei
2005 lalu. Sekretaris Ditjen
Bea dan Cukai Thomas
Sugijata memimpin
upacara pengambilan
sumpah dan janji PNS
dihadiri rohaniawan dan
saksi serta pejabat eselon
III dan IV. Adapun pegawai
yang diambil sumpah dan
janji yakni enam (6) orang
dari Prodip Bea dan Cukai,
sembilan belas (19)
pegawai dari STAN
Akuntansi dan sembilan
puluh empat (94) pegawai
dari penerimaan umum
(D3 dan SMA).

l
FOTO : KIRIMAN
CILACAP. Direktur Fasilitas
Kepabeanan Drs. Kamil Sjoeib, MA
pada 15 April 2005 lalu melakukan
kunjungan kerja ke Kantor Bea dan
Cukai tipe B Cilacap dalam rangka
pengarahan prosedur kepabeanan
yang terkait dengan Undang-Undang
Nomor 22 Tahun 2001 tentang
minyak dan gas bumi, yang diikuti
seluruh pegawai KPBC tipe B
Cilacap karena sangat bermanfaat
sekali bagi pelaksanaan fungsi dan
tugas, mengingat hampir 80 persen
kegiatan impor dan ekspor pada
KPBC tipe B Cilacap. Kunjungan
kemudian dilanjutkan acara
pertemuan dengan PT. Pertamina
UP IV Cilacap. Usai kunjungan
dilakukan foto bersama didepan
kantor, tampak pada gambar Kamil
Sjoieb (baju coklat) didampingi
Kasubdit Kemudahan Ekspor, Agung
Kuswandono (baris depan no 4 dari
kanan), Kabid P2 Kanwil VI DJBC
Semarang Hasjrat Tapadji (baris
depan no 3 dari kanan), Kepala
Kantor KPBC Cilacap Efratha
Simanjuntak (baris depan no 5 dari
kiri) dan para pegawai KPBC tipe B
Cilacap. Kiriman KPBC Cilacap

l
FOTO : KIRIMAN
JAKARTA. Keluarga Besar
Warga Kristiani DJBC Wilayah
Jakarta dan sekitarnya
merayakan Paskah untuk
memperingati kebangkitan Yesus
Kristus dari kematian, pada 29
April 2005 lalu. Perayaan
dilaksanakan di Aula gedung B,
KP-DJBC dan dihadiri oleh
pejabat dan keluarga Kristiani
DJBC. Turut hadir dalam acara
ini, Sekretaris Ditjen Bea dan
Cukai Thomas Sugijata dan
Kakanwil IV DJBC Jakarta Frans
Rupang selaku penasehat warga
Kristiani DJBC. Perayaan Paskah
ini ditandai pula dengan
pembentukan formatur Panitia
Natal DJBC untuk tahun 2005
dan Paskah DJBC tahun 2006.
Perayaan berlangsung meriah
dengan kehadiran Paduan Suara
St. Caecilia, Herlin Pirena,
Febryan Raka serta rekan-rekan
penyanyi dilingkungan DJBC.
PWK KP-DJBC

40 WARTA BEA CUKAI EDISI 367 JUNI 2005


l
WBC/ATS
JAKARTA. Pada Peringatan Hari
Kebangkitan Nasional dilaksanakan Upacara
Bendera di Departemen Keuangan Republik
Indonesia di Lapangan Banteng, Jakarta pada
20 Mei 2005 lalu. Bertindak sebagai pemimpin
upacara Agus Sudarmadi Kasubdit
Penerimaan Dit. PPKC, dari DJBC dan
sebagai Pembina Upacara Menteri Keuangan
RI Yusuf Anwar, dengan dihadiri para mantan
Menteri Keuangan diantaranya Marie
Muhammad, Fuad Bawazier, Rizal Ramli, dan
Menteri Muda Keuangan Nazaruddin
Sumintrapura, serta dihadiri para pejabat
eselon I, II III dilingkungan Departemen
Keuangan. Dalam upacara tersebut dilakukan
pemberian piagam penghargaan Satyalenca-
na Karya Satya kepada enam ratus empat
puluh (640) pegawai di lingkungan Depkeu
yang telah bekerja selama 10 tahun, 20 tahun,
dan 30 tahun serta diberikan juga piagam
penghargaan kepada lima puluh enam (56)
pegawai yang telah memasuki masa pensiun.
Tampak pada gambar Kepala Bagian
Kepegawaian Oentarto Wibowo mewakili
DJBC menerima piagam penghargaan 10
tahun dari Menteri Keuangan Yusuf Anwar.

SURABAYA. Sebanyak 50 Pengusaha Kawasan Berikat Batam

FOTO : KIRIMAN
melakukan Studi Banding ke Kawasan Berikat dilingkungan kerja
KPBC Juanda dan KPBC Pasuruan pada 5 April 2005 lalu. Studi
Banding ini dihadiri oleh Kasubdit Tempat Penimbunan Berikat
KP-DJBC Sutardi, KaKPBC Belawan AA. Rahman dan KaKPBC

l
Juanda Roeslan M. Soetedjo. Tampak pada gambar seluruh
peserta studi banding foto bersama. Bambang Wicaksono
FOTO : KIRIMAN

l
JAKARTA. Pada 1 Mei 2005 lalu diselenggarakan acara malam pelepasan masa bakti Kepala Kantor Pelayanan Bea dan Cukai Tanjung Priok II Slamet Soesilo di
Auditoriun Kantor Pusat DJBC. Malam pelepasan dihadiri oleh Kepala Kanwil IV DJBC Jakarta Frans Rupang, para pejabat eselon IV, Kepala Seksi di lingkungan
Kanwil IV DJBC Jakarta dan dihadiri para mitra kerja Bea cukai (BC) diantaranya hadir Ketua Ginsi Amiruddin Saud. Acara diawali dengan makan malam bersama
dengan diiringi lantunan lagu dari grup band BC, vocal grup Dharma Wanita Persatuan Kanwil IV DJBC Jakarta. Acara dilanjutkan dengan penyerahan cindera mata
dari Kepala Kanwil Frans Rupang (gambar kiri), Kepala Kantor Pelayanan BC (KPBC) Tanjung Priok III, dan Kepala KPBC Halim Perdanakusuma. Selanjutnya acara
diisi dengan penyerahan Door Prize berupa kipas angin, seterika, blender, rice cooker, mixer, emergency lamp, DVD player, Sepeda dan TV dan sebagai bintang tamu
turut memeriahkan acara malam pelepasan purnabakti yakni Dorce Gamalama (gambar kanan).

l
FOTO : KIRIMAN
PONTIANAK. Pada 12 Mei 2005 diselenggarakan
sidang ke-21 KK/JKK Sosek Malindo tingkat Daerah
Kalimantan Barat-Negeri Sarawak di Pontianak.
Dalam sidang dua hari ini dilakukan
Penandatangan Kesepakatan antara Tim Teknis
Pencegahan Penyelundupan Tingkat Daerah
Kalimantan Barat Republik Indonesia dan Tim
Teknis Pencegahan Penyelundupan Peringkat
Negeri Sarawak Malaysia tentang Tatacara
pemasukan/impor sementara dan pengeluaran/re-
ekspor kereta bermotor wisatawan/pribadi yang
didaftarkan di Malaysia dan Brunei Darussalam ke
dan dari Kalimantan Barat Republik Indonesia,
melalui pos pengawasan lintas batas/pos
Sempadan Entikong-Tebedu. Penandatanganan ini
dilakukan oleh Drs. Teguh Indrayana Ak.,MA (dari
pihak Kalbar) selaku Ketua Tim Teknis Pencegahan
Penyelundupan Kalbar dan dari pihak Sarawak
ditandatangani oleh Puan Hajjah Mardina Binti Haji
Alwi selaku Ketua Tim Teknis Pencegahan
Penyelundupan Sarawak. Kiriman Kanwil IX DJBC
Pontianak

EDISI 367 JUNI 2005 WARTA BEA CUKAI 41


SEPUTAR BEACUKAI
FOTO : KIRIMAN

l
DENPASAR. Bertempat di aula KPBC Ngurah Rai, pada Rabu 11 Mei 2005 lalu, Kakanwil VIII DJBC Denpasar M. Wahyu Purnomo mengambil sumpah/
janji pegawai negeri sipil di lingkungan Kanwil VIII DJBC Denpasar. Upacara ini dihadiri oleh para pejabat dilingkungan Kanwil VIII, KPBC Ngurah Rai dan
KPBC Benoa. Adito Dps
FOTO : KIRIMAN

l
BATAM. Tim Voli Putra Putri Bea dan Cukai Jakarta (gabungan KP-DJBC dan Kanwil IV DJBC Jakarta) melakukan pertandingan persahabatan melawan
KPBC Tipe A Batam dan Pemerintahan Kota Batam (Pemko) pada 14 Mei 2005 di Batam. Pada pagi hari pertandingan Tim Voli Putra Putri Bea dan Cukai
Jakarta melawan KPBC Tipe A Batam, pertandingan putra dimenangkan tim voli Bea dan Cukai Jakarta dengan skor 3 : 1 dan putrinya dimenangkan juga
tim voli Bea dan Cukai Jakarta dengan skor 3 : 0. Sedangkan sore harinya pertandingan Tim Voli putra putri Bea dan Cukai Jakarta melawan Pemko
Batam, pertandingan putra dimenangkan Pemko Batam dengan Skor 2 : 1 dan putrinya juga dimenangkan oleh Pemko Batam dengan skor 3 : 0. Tampak
pada gambar tim voli putra putri sebelum bertanding foto bersama. KP-DJBC
FOTO : KIRIMAN

l
DENPASAR. Dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW, Keluarga Besar Umat Muslim Bea dan Cukai Kanwil VIII DJBC Denpasar, KPBC Ngurah
Rai dan KPBC Benoa pada 21 April 2005 lalu menyelenggarakan acara Khitanan Massal, yang diikuti oleh 18 peserta yang kesemuannya adalah anak-anak. Tampak
dalam gambar ketika M. Wahyu Purnomo (Kakanwil VIII) menyampaikan sambutan dan menyerahkan secara simbolis alat medis kepada Dokter. Adito Dps

42 WARTA BEA CUKAI EDISI 367 JUNI 2005


FOTO : KIRIMAN

l
TANJUNGPINANG. KPBC Tanjungpinang pada 15 April 2005 lalu menerima kunjungan rombongan Akademi Kastam Diraja Malaysia (AKMAL) – Malaka
(setingkat Eselon II/Pusdiklat) yang dipimpin oleh Tuan HJ. Mohd. Rafdzi Bin Maulud. Kunjungan dua hari ini dalam rangka tukar menukar informasi seputar
kegiatan AKMAL dalam mendidik pegawai Kastam Diraja Malaysia dan kinerja KPBC Tanjungpinang. Dalam kunjungan itu KPBC Tanjungpinang
menyelenggarakan malam keakraban yang diisi dengan acara penyerahan cendera mata dari Pengarah Akademi Kastam Malaysia Tuan HJ. Mohd Rafdzi
Bin Maulud kepada Kepala KPBC Tanjungpinang Iwan Riswanto dan juga diisi dengan kegiatan Tari Persembahan dan Koor dari pegawai KPBC
Tanjungpinang yang dipimpin Koordinator Seni dan budaya Baporseni KPBC Tanjungpinang, Supardi Selain itu rombongan Akademi Kastam Diraja
Malaysia juga menyempatkan diri berkunjung ke Pulau Penyengat. Kiriman KPBC Tanjungpinang

l
FOTO : KIRIMAN
DENPASAR. Kalakhar Badan Narkotika Nasional
Pusat (BNN) Komisaris Jenderal Polisi Sutanto
pada 27 April 2005 lalu berkunjungan ke Bandara
Internasional Ngurah Rai untuk melihat langsung
aktivitas dan kegiatan yang berlangsung di Airport
kebanggaan Bali itu dan langsung menyaksikan uji
coba Entry Scan (Body Scanner) yang digunakan
untuk mendeteksi Narkotika yang dibawa oleh
penumpang. Selain itu dipasang kamera pengintai
(CCTV) yang digunakan untuk mengawasi gerak
gerik setiap penumpang atau orang yang
mencurigakan. Dalam kunjungannya ke Bandara
Ngurah Rai, Kalakhar di sambut oleh Ketua
Satgas Airport Interdiction yang juga adalah Kepala
KPBC Ngurah Rai Slamet Rochim, dan Kapolda
Bali Irjen Polisi Made Mangku Pastika, serta
jajaran Satgas Airport Interdiction dan para
petinggi Polda Bali. Pada kesempatan itu Kalakhar
(coklat muda) juga mendapatkan penjelasan dari
Ketua Satgas Airport Interdiction Bandara Ngurah
Rai Slamet Rochim (coklat tua) berkaitan dengan
upaya yang telah dilakukan oleh Satgas yang
dipimpinnya dalam rangka menanggulangi
peredaran gelap Narkotika khususnya yang
melalui Airport Ngurah Rai. Adito Dps

l l
WBC/ATS FOTO : KIRIMAN

JAKARTA. Hasil MALAYSIA. Pada


kecurigaan dan 27 April 2005 lalu
kecermatan para diselenggarakan
pegawai dan Acara ASEAN
petugas Cleaning Workshop on
Service dan PKD Customs Reform
pada 18 Mei 2005 dan Modernization di
lalu berhasil Kinabalu, Sabah,
menangkap Malaysia yang diikuti
pencuri di Kantor oleh negara-negara
Pusat DJBC. anggota ASEAN.
Pencuri yang Workshop ini
berhasil ditangkap menghadirkan
berinisial BM (32 beberapa pembicara
thn) yang diantaranya yang
kedapatan diundang sebagai
mengambil barang wujud apresiasi atas
Laptop Komputer pelaksanaan
di Direktorat reformasi
Verifikasi dan kepabeanan di
Audit. Pencuri DJBC yakni DR.
tersebut Heri Kristiono,
diamankan ke Pos Project Manager
PKD untuk diminta Reformasi Kepa-
keterangan, untuk beanan. Kiriman
kemudian Dir. Kepabeanan
diserahkan ke Internasional KP-
Polisi. DJBC

EDISI 367 JUNI 2005 WARTA BEA CUKAI 43


SIAPA MENGAPA

MOH. AMIN HUSEN


Memiliki postur tubuh tinggi dan besar serta kumis tebal, kelihatan
sepintas seram, padahal setelah diajak bicara dia ramah dan lembut.
Begitulah penampilan Husen, bapak empat anak dan kakek tiga cucu itu.
“Saya termasuk orang beruntung. Dulu saya pengemudi mobil sekarang
menjadi nahkoda kapal,” ujar Husen merasa puas setelah kurang lebih
sepuluh tahun bergelut di kapal patroli, Pangkalan Sarana Operasi
Pantoloan.
Sebelum Husen diterima menjadi pegawai DJBC tahun 1987, dia tenaga
honorer yang bekerja sebagai sopir dinas Kepala Kantor. Waktu itu Bapak
Rusdi sebagai Kepala Pangkalan menawarkan siapa yang tertarik di
pelayaran. Husen langsung ikut mendaftarkan diri sekaligus ingin merubah
nasib dan diterima.
Husen yang setahun lagi memasuki masa pensiun itu memang sudah
kenyang dengan pahit manisnya bekerja di kapal patroli. Pengalaman yang
tidak pernah ia lupakan, pernah ditugaskan mengantar kapal patroli ke
Lombok bersama rombongan. “Karena ombak cukup besar kurang lebih
sampai empat meter sehingga terpaksa putar balik lagi, tidak bisa diterobos,
daripada bahaya, terpaksa besoknya baru jalan lagi,” kenangnya. Padahal
waktu itu Direktur Jenderal sudah menunggu di Lombok.
Menurut Husen, selama bekerja di kapal patroli sebenarnya banyak
pengalaman yang berkesan, seperti sering mengunjungi kota-kota lain dan
bertemu dengan pejabat-pejabat penting. Pada tahun 1997 ia juga pernah

SAULUS SURADI, SH, MM.


Sosok pegawai yang humoris dan menyenangkan, itulah kesan yang
dapat diambil dari pria yang telah mengabdi pada DJBC selama 34 tahun ini
(sejak tahun 1971-red).
Penempatan pertama dilalui di Direktorat Perkapalan Kantor Pusat
Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Jakarta selama tujuh tahun. Setelah itu ia
dipindahtugaskan ke Tanjung Perak dan ditempatkan ke bagian yang masih
berhubungan dengan perkapalan.
Saat melaksanakan tugas patroli laut di Tanjung Perak Surabaya pada 1979,
Suradi memiliki kesan yang mendalam. “Saya merasa lemas dan hampir pingsan
ketika harus mengambil barang selundupan yang berada di bawah mesin kapal
yang penuh dengan solar dan gas. untung rekan-rekan segera menolong saya,”
kenang bapak enam orang anak dan lima orang cucu ini.
Selain itu ia juga punya kisah menarik lainnya ketika bertugas di KPBC
Kediri. “Tahun 2001 saya pernah memberikan penataran cukai di depan
perwakilan Komisi C DPRD Jatim dan Jateng di Kediri mewakili kepala kantor,
padahal waktu itu jabatan saya hanya sebagai Korlak Aneka Cukai KPBC Kediri,”
tutur pegawai kelahiran Surabaya, 1 Pebruari 1950.
Saat ini, pria yang mengaku bahwa menjadi pegawai bea cukai bukanlah
merupakan cita-citanya (ia ingin menjadi insinyur-red), menjabat sebagai Korlak
Administrasi Impor KPBC Tanjung Perak Surabaya dengan pangkat Penata.
Namun demikian, kesibukan di kantor tidak menyurutkan niatnya meraih gelar

P R A D I B T O
Mendengar ada penerimaan pegawai, Pradibto yang telah lama
menjadi tenaga honorer Kantor Pelayanan Bea dan Cukai Cilacap
(sejak tahun 1974-red) tidak menyianyiakan kesempatan itu. Tepatnya
pada 1980, Pradibto mendaftar dan mengikuti tes penerimaan pegawai
di Cilacap. Hasilnya, ia diterima menjadi pegawai bea cukai dengan
pangkat Juru Muda golongan I a.
Pada tahun diterimanya Pradibto menjadi pegawai, ada hal yang
sangat berkesan baginya. Pada tahun itu, ia membeli sebuah sepeda
seharga 5.000 rupiah hasil lelangan kantor tempat dia bertugas.
Sepeda itulah yang kini menjadi saksi bisu perjalanan hidupnya. Betapa
tidak, dengan sepeda itu, ia menempuh perjalanan pulang pergi kantor
sejauh kurang lebih 6 km selama 25 tahun!
Meskipun menggunakan kendaraan sepeda yang usianya sudah
melebihi masa kerjanya, hal itu tidak menghalangi kedisiplinan Pradibto
untuk datang ke kantor tepat waktu. Tak heran jika dikalangan pegawai,
Pradibto dikenal sebagai pegawai yang disiplin dalam berangkat dan
pulang kantor.
Dengan sepeda itu jugalah terlihat kesederhanaan dalam gaya

44 WARTA BEA CUKAI EDISI 367 JUNI 2005


info buku
ditugaskan ikut mengawal Presiden Soeharto ke Pulau
Drawan di Kalimantan Timur dalam acara peresmian Pabrik
Kertas Kiani sekaligus mengawal mantan RI-1 itu
memancing di tengah laut.
Pesan Husen sebagai nakoda senior kepada pegawai
yang muda dan kebetulan saat ini di Pantoloan cukup
banyak pegawai baru yang masih muda-muda, kesehatan
dan stamina fisik harus tetap dijaga. “Saya akui tenaga-
tenaga muda sekarang dalam hal teori dan pendidikan
cukup bagus dan pintar-pintar, apalagi mereka BILA ANDA BERMINAT,
berpendidikan tinggi, dibandingkan dengan kita yang hanya MAJALAH WARTA BEA CUKAI MENYEDIAKAN
mengandalkan pengalaman, kemauan dan keberanian.
Tetapi biar pun pintar kalau tidak sanggup berlayar dan BUKU SEBAGAI BERIKUT:
menghadapi ombak, akhirnya nanti percuma,” katanya.

BUNDEL WBC 2004


Husen bercerita, pernah suatu saat dia patroli dengan
mualim masih muda (tugas mualim menggantikan nahkoda
membawa kapal). Begitu ia merasa lelah dan ngantuk ingin
digantikan mualim, ternyata mualim sudah mabuk berat
sampai muntah-muntah akibat ombak laut. “Kalau Bundel Majalah Warta Bea Cukai Tahun 2004 (Edisi
kejadiannya sudah begitu, akhirnya sia-sia. Jadi selain Januari - Desember)
mengasah pengalaman dan kepintaran maupun teknik-
teknik menghadapi para penyelundup, yang tidak kalah
penting menjaga fisik agar tetap sehat dan bugar,”
harapnya dengan wajah serius. pps

pascasarjana (S2) bidang Manajemen di STIE Mitra Indonesia


Rp. 100.000
Yogyakarta pada tahun 2000.
Ia juga tidak pernah tinggal diam untuk menularkan
ilmunya. Hingga saat ini, ia terdaftar sebagai dosen di
beberapa perguruan tinggi seperti Universitas Yos Sudarso,
Universitas Wijaya Putra, dan STIESIA Surabaya. Bahkan, ia
sempat dipercaya menjadi Dekan Fakultas Hukum Universitas
Yos Sudarso Surabaya periode 1992 - 1998.
Suradi memiliki suatu harapan kepada institusi DJBC yang
sangat ia cintai ini di masa yang akan datang. “Penegakan CATATAN:
sistem kontrol terhadap pegawai harus ditingkatkan dengan Ongkos kirim buku wilayah Jabotabek Rp. 25.000
memberikan kewenangan pengawas dari P2 untuk melakukan
pengawasan terhadap kinerja pegawai dan hasil laporan
ditindaklanjuti secara tegas oleh kepala kantor,” harap Suradi ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○
yang tahun depan akan memasuki masa pensiun.
Untuk mengisi waktunya kelak, ia berencana membuka
jasa ekspedisi, selain tetap menjadi dosen dan pembina musik
keroncong. Yap, Suradi memang hobi menyanyi keroncong. LANGGANAN MAJALAH
Bahkan, hobinya tersebut telah membuahkan sebuah grup ke-
roncong bernama Imanuel yang berdiri sejak tahun 2003 dima-
na Suradi bertindak sebagai pemilik sekaligus pembina. Kini,
WARTA BEA CUKAI
grup keroncongnya telah beranggotakan 15 orang dan berlokasi
kediamannya di kawasan Tandes Surabaya. bambang w - sby

hidupnya, baik dilingkungan tempat tinggal maupun


dilingkungan kantor, yang mana hal ini merupakan
sesuatu yang mulai langka kita temukan terutama
dalam kehidupan dilingkungan pegawai Bea dan Cukai
saat ini.
Yang lebih unik lagi, teman-teman kerjanya
memanggilnya bukan dengan sebutan nama “Pradibto”
akan tetapi dengan panggilan “Den” singkatan dari No Lama Diskon Harga Harga luar
Raden, karena ia memang masih mempunyai keturunan Berlangganan Jabotabek Jabotabek
darah biru dari Keraton Surakarta Solo. 1 3 Bulan (3 edisi) 0% Rp. 4040..500 Rp. 4343..500
Pegawai yang lahir di Surakarta, 14 April 1949 ini, 2 6 Bulan (6 edisi) 5% Rp. 7878..00
0000 Rp. 8484..00
0000
menikah dengan Sudarmi dan dikaruniai dua orang 3 1 Tahun (12 edisi) 10% Rp. 1150
50.000
50.000 Rp. 1162
62 .000
62.000
putra. Pada 1 Mei 2005 yang lalu, Pradibto memasuki Sudah Termasuk Ongkos Kirim
usia pensiun sebagai pegawai negeri sipil dengan
pangkat Pengatur golongan II c. Oleh karena itu, melalui MAJALAH WARTA BEA CUKAI
majalah WBC, Pradibto mengucapkan banyak terima Kantor Pusat Direktorat Jenderal Bea dan Cukai
kasih pada instansi Bea dan Cukai yang telah banyak Jl. A. Yani (By Pass) Jakarta Timur 13230
Telp. (021) 47860504, 4890308 ex. 154
membantu dalam menghidupi keluarganya. Fax. (021) 4892353 / E-mail: wbc.cbn.net.id
r. sugianto - kpbc cilacap dengan Hasim / Kitty

EDISI 367 JUNI 2005 WARTA BEA CUKAI 45


RUANG INTERAKSI

Oleh: Ratna Sugeng

HIDUP DI SEKITAR
”PENASEHAT”
Tukang kritik membuka mata kita agar selalu waspada, sehingga
dengan kehati-hatian akan membuat kita mantap menuju tujuan.

S
eorang perempuan datang kepada dilakukan, dilakukan dengan cara yang Kritik bagi banyak orang merupakan hal
saya, ia merasa tak pernah berarti dikehendakinya. Ia adalah penasihat yang menyakitkan. Kala berhadapan
baik bagi kehidupan di tengah yang tak pernah berhenti memberikan dengan kritik, seseorang akan bersikap
keluarga. Suaminya seorang yang saran, dan saran itu haruslah diikuti. Ia membela diri melawan kritik tersebut,
hampir selalu berceramah tentang secara terus terang akan dan bukan mengubahnya.
belum baiknya pekerjaan sang istri. menyampaikan pada anda bahwa apa Menurut Prochaska dan Di
Seakan ia harus sempurna. Ia seorang yang anda lakukan perlu dibenahi, dan Clemente, ahli perilaku, seseorang
perfeksionis. Celakanya suami ini juga ia menjadi pembenah dan memerintah akan mengubah sikap atau cara
berharap ia menjadi sesempurna anda dengan pola pembenahannya. berpikirnya melalui perenungan pribadi
dirinya. Ia mencoba melakukan apa Ia selalu mengatakan bahwa ia atau bersama seseorang yang
yang dinilainya dapat menjadi baik di paling tahu cara yang benar membantu melihat persoalan dari
mata suaminya, namun ternyata melakukannya, dan setiap orang harus kacamata kita dengan tuntunannya,
jangankan pujian, ia lebih sering percaya bahwa apa yang dilakukannya seperti yang dijalankan konselor ketika
mendapatkan kata tajam yang adalah benar. Apa yang baik melakukan konseling.
menyatakan beberapa kesalahan akan menurutnya adalah benar, maka Seorang pengkritik tidak pernah
upayanya. Suaminya tak pernah seringkali seseorang menjadi didorong, berhenti melihat kesalahan orang atau
merasa bahwa ia mengkritik setiap kalau tidak boleh dikatakan dipaksa mengeluhkan kesalahan orang, seakan
tindak laku isterinya, ia hanya untuk menuruti apa yang dikatakannya. mereka dilahirkan untuk mecermati
menginginkan isterinya berlaku, Pengkritik akan sangat pandai setiap peristiwa. Terkadang ini
bersikap dan bertindak baik. memanfaatkan kesempatan keraguan dibangun oleh cara mereka dibesarkan
dalam lingkungan keluarga dengan
GAMBARAN PENGKRITIK budaya mengkritik setiap perilaku orang
Di sekitar kita banyak pengkritik.
Mereka senang melakukan
KRITIK ADA MAN- lain.
Pengkritik ada yang percaya dirinya
pengamatan dengan memberikan FAATNYA TERUTAMA kuat dan bertanggung jawab, mereka
komentar tajam, tanpa berbuat adalah orang yang tulus memberikan
melakukan sesuatu yang dikatakannya JIKA KRITIKAN ITU kritikan, meski tetap tidak diharapkan
sebagai benar. Seorang teman kerja
kami pandai melontarkan gagasan dan
BENAR ADANYA kehadirannya. Pengkritik adapula yang
percaya dirinya rendah, dan mereka
menganjurkan rekan-rekan mengikuti adalah orang yang senang bila orang
gagasan tersebut. orang lain dan dengan cara ini ia lain jatuh karena kritikannya.
Ketika seorang diantara kami meraih kekuasaan.
mencoba menuliskan gagasannya di Ketika anda berhadapan dengannya BAGAIMANA HIDUP DENGANNYA?
atas kertas pada saat ia berbicara, dan ”menjual” hasil kerja anda, maka anda Sulit pada mulanya untuk hidup
kemudian membicarakannya, ia akan merasa dijatuhkan dalam dalam suasana serba dikritik. Namun
menganggap tulisan tersebut belum kubangan lumpur dan anda akan cobalah untuk jernih berpikir bahwa
pas dengan gagasannya. Maka kami merasa seperti tak berharga sama kadangkala kritikan yang dilontarkan
meminta ia menyelesaikan rencana sekali. Meski mereka mengatakan kritik cukup obyektif dan pantas untuk diikuti.
akan perwujudan gagasannya. Sampai ini membangun, anda tetap merasa Beberapa cara dibawah ini disarankan
hari ini ia tak pernah jatuh dalam endapan lumpur. Kalau oleh Les Parroti, PhD dalam High
menyelesaikannya, namun ia tak mereka berada dalam tim anda, maka Maintenance Relationships :
pernah dapat menerima gagasan orang ia adalah orang paling rewel yang
lain. Pernahkah anda bekerja dengan hampir selalu menjadi penghambat 1. Tanyakan pada diri sendiri,
teman seperti teman saya ini ? kemajuan kerja tim. pernahkah anda mengkritik?
Seorang pengkritik biasanya juga Ternyata menurut penelitian
berlaku keras pada dirinya sendiri, BAGAIMANA MEMAHAMINYA ? sosiolog setiap orang pernah
sekeras apa yang dilakukannya pada Pengkritik menganggap saran dan menjadi tukang kritik. Setiap kita
orang lain. Ia sendiri mengkritik dirinya nasehat mereka sangat membantu suka mengkritik sikap, perilaku atau
seperti ia mengkritik orang lain. Ia setiap pekerjaan yang akan tindakan orang lain, dan menjadi
biasanya sangat terlibat dengan apa diselesaikan. Mereka lebih sering terhenyak ketika orang lain
yang dikerjakan orang yang dikritiknya, merasa harus campur tangan agar mengkritik kita. Kesadaran suka
agar ia dapat yakin bahwa semua yang perjalanan karya tidak melenceng. mengkritik diperlukan, agar dapat

46 WARTA BEA CUKAI EDISI 367 JUNI 2005


berdamai dengan si pengkritik di Perempuan dididik untuk
dalam diri sendiri. TERNYATA MENURUT menyenangkan orang lain dan
berpendapat mengabulkan
2. Tempatkan diri anda dalam situasi PENELITIAN SOSIO- permintaan berarti menunjukkan
yang dihadapi kasih. Sebaliknya bagi lelaki,
Pengkritik biasanya datang dari LOG SETIAP ORANG menerima permintaan sama artinya
keluarga dengan pola asuh
mengkritik, suatu suasana yang
PERNAH MENJADI dengan menerima perintah, oleh
karena itu respon laki-laki adalah:
tidak menyenangkan dalam TUKANG KRITIK ”Jangan memberitahu apa yang
pertumbuhan dan perkembangan harus saya lakukan”. Satu kalimat
diri seseorang. Jika kita dapat yang sama, mempunyai arti yang
berempati dalam hal ini maka kita Berpikir obyektif dan cerdas berbeda bila gender berbeda.
dapat memahami betapa merupakan keterampilan yang perlu
tersiksanya kehidupan seorang diasah sehingga mampu 8. Berterimakasihlah masih ada
pengkritik. mempertimbangkan mana yang pengkritik
rasional dan mana yang emosional. Berterimakasihlah bahwa masih
3. Bukalah telinga anda Untuk dapat berpikir jernih kita ada orang yang memperhatikan
Kita seringkali menutup telinga harus cukup sehat dan pikiran tidak anda meski dengan mengkritik.
terhadap kritikan, melalui berbagai sedang penuh beban. Sebab anda merupakan orang
cara, seperti menghindar penting bagi pengkritik untuk
mendengarkan atau menjauhi suara 7. Gender mempengaruhi proses pikir disapa. Tukang kritik membuka
kritikan. Kritik ada manfaatnya Ada kalimat yang indah dari mata kita agar selalu waspada,
terutama jika kritikan itu benar Edeborah Tannen dalam bukunya sehingga dengan kehati-hatian
adanya. Kalaupun kurang benar, You Just Don’t Understand: Women akan membuat kita mantap
kritik membuat kita tidak terbuai and Men in Conversation. menuju tujuan.
oleh alam pikiran kita sendiri, kritik
membuat kita waspada.

4. Batasi kritik yang anda terima


Karena kritik ada juga
manfaatnya, maka batasilah diri
pada kritik yang bermanfaat
melalui perenungan diri. Jangan
ragu untuk tetap memutuskan
apa yang anda jalani dengan
pertimbangan logika. Anda akan
menjumpai mana yang
bermanfaat mana yang
tidak menolong.

5. Kendalikan suara
hati anda
Di dalam hati kita
terdapat area
yang mudah
terluka. Ketika
kritik menyen-
tuh area ini kita
akan
memasang
kuda-kuda
untuk meno-
laknya.
Pengkritik
memantulkan
suara pada kritik
di hati kita,
sehingga ter-
cetus kritik dari
diri sendiri
yang sangat
kuat. Diri
sendiri dikritik
oleh suara
hati. Jika kita
menyadari
hal ini, maka
kita dapat
melangkah menghindarinya.

6. Tempatkanlah masalah secara


proporsional

EDISI 367 JUNI 2005 WARTA BEA CUKAI 47


KOLOM

Oleh: Dian Jusriyati, S.E.

PRODUK
HASIL
TEMBAKAU,
Maraknya Merek yang Mirip
A
pabila Anda saat ini adalah tindakan itu dari segi bisnis jangka dan tantangan dalam meluncurkan
orang yang dikategorikan panjang dapat menguntungkan? merek dan produk baru tersebut
sebagai perokok atau Apakah hal tersebut tidak melanggar pada gilirannya akan membawa
setidaknya sering berhubungan peraturan perundang-undangan? perusahaan atau seseorang untuk
dengan yang namanya rokok, Dalam dunia pemasaran, strategi mempermudah pemasaran
cobalah luangkan waktu sejenak meniru produk yang dihasilkan oleh produknya dengan jalan meniru
untuk memperhatikan beberapa market leader baik berupa kesamaan produk atau merek yang telah
merek rokok atau produk hasil jenis barang, corak kemasannya, beredar di pasar sebelumnya.
tembakau lainnya yang beredar di logo yang digunakan maupun warna Sementara itu, kemiripan suatu
pasaran. yang sangat mirip biasanya produk atau merek memang akan
Dalam berbagai kesempatan dilakukan oleh perusahaan baru yang mendatangkan beberapa keuntungan
mungkin kita dapat menemukan bertindak sebagai follower. Theodore bagi produsennya.
kemasan produk hasil tembakau Pertama, adanya harapan agar
dengan merek tertentu yang sekilas calon pembeli terkecoh dalam
bahkan terkadang secara nyata memilih produk tersebut sehingga
sangat mirip dengan merek lainnya, PERNAHKAH ANDA dengan tidak sadar membeli dan
tentunya kemiripan itu bukannya MENEMUKAN MEREK- merasakannya kemudian.
tidak disengaja dan sudah dapat Kedua, adanya harapan agar
dipastikan bahwa merek yang diacu MEREK BERIKUT: calon pembeli bisa membandingkan
kemiripannya adalah merek-merek harga dengan merek sejenis,
produk hasil tembakau yang sudah MALIOBORO, tentunya merek yang baru akan dijual
terkenal dan sangat laku di dengan harga yang lebih rendah dari
pasaran.
WISMISAH, 345, pada merek yang ditirunya. Kemasan
Pernahkah Anda menemukan DJANUS, GUDANG yang mirip bisa menimbulkan
merek-merek berikut: Malioboro, persepsi bahwa isinya sama dalam
Wismisah, 345, Djanus, Gudang GUREM, BETOEL... hal cita rasa dan kualitasnya. Calon
Gurem, Betoel, ataupun merek- pembeli rokok yang mempunyai dana
merek produk hasil tembakau lainnya pas-pasan tentunya akan lebih
yang sepertinya kita sudah tidak Levitt menjelaskan dalam sebuah tertarik pada merek baru ini karena
asing lagi mendengarnya? Produk artikelnya yang berjudul “Innovative selain mirip kemasannya dengan
hasil tembakau yang mempunyai Imitation”, bahwa strategi meniru merek yang terkenal harganya pun
merek mirip tersebut biasanya juga atau membuat mirip suatu produk lebih terjangkau.
mengadopsikan kemiripan dalam boleh jadi akan lebih menguntungkan Ketiga, adanya harapan agar
kemasannya, tata cara penulisan dari pada berinovasi sendiri dengan calon pembeli mempersepsikan
hurufnya bahkan positioning-nya melakukan penetrasi pasar dengan merek yang mirip tersebut masih
pun terkadang berhadapan merek yang sama sekali baru. merupakan turunan atau saudara
langsung dengan merek yang Selain akan membutuhkan biaya dengan merek yang ditirunya
sudah mempunyai pangsa pasar yang cukup besar dalam sehingga calon pembeli tidak akan
tersendiri. pengembangan produknya, strategi merasa turun kelas atau turun
Pertanyaan selanjutnya adalah innovasi pada merek dan produk juga gengsinya dengan membeli produk
mengapa mereka membuat merek membutuhkan kemampuan untuk mereka.
yang mirip sehingga dapat mengecoh mengedukasi pasar, terlebih lagi Dan pada gilirannya, keempat,
calon konsumen maupun mereka juga harus membuat strategi adanya harapan untuk mendapatkan
pembelinya? Apakah hal tersebut distribusi dan promosi yang tidak market share dengan jalan
dilakukan dengan sengaja? Apakah murah dan tidak mudah. Hambatan menggoyang eksistensi market

48 WARTA BEA CUKAI EDISI 367 JUNI 2005


leader pada pangsa pasar tersebut Namun demikian untuk antisipasi di
atau bahkan mereka terkadang bisa KEMIRIPAN SUATU masa mendatang perlu dipikirkan ada-
membuat market size untuk kalangan nya payung hukum yang dapat
dan daerah pemasaran tertentu yang PRODUK ATAU MEREK memberikan batasan-batasan tentang
selama ini tidak terjangkau oleh penggunaan merek yang mirip tersebut,
produk dari merek yang dimiripinya. MEMANG AKAN mengingat kepastian hukum sangat
Masalahnya, apakah strategi
pemberian merek yang mirip dengan
MENDATANGKAN penting dalam menjalankan usaha,
tidak hanya untuk melindungi pengusa-
market leader tersebut dapat BEBERAPA ha besar tetapi juga yang kecil. Lha
dikategorikan dengan penjiplakan, wong Indoofood yang sudah besar saja
pembajakan merek atau pelanggaran KEUNTUNGAN BAGI membuat Supermi Sedaaap untuk
Hak atas Kekayaan Intelektual
sehingga dengan demikian kasusnya
PRODUSENNYA menghadang laju penjualan Mie
Sedaap dari perusahaan
dapat dibawa ke pengadilan? Wings Food, hanya
Masalah merek yang mirip penjiplakan, pembajakan, pemalsuan berbeda
tersebut harus disikapi dengan hati- atau pelanggaran lainnya. satu huruf a
hati dan saat ini sebenarnya masih Dari sisi Direktorat Jenderal Bea saja kan?
dapat dikategorikan dalam grey area dan Cukai, sepanjang tidak ada Penulis
undang-undang merek dan hak atas benturan dengan peraturan tentang adalah
kekayaan intelektual mengingat pengajuan ijin NPPBKC, Pelaksana
desain-desain yang digunakan dalam penetapan HJE, penetapan Merek pada
membuat merek yang mirip tersebut Baru yang diajukan Kepegawai-
tidak secara jelas melanggar pasal- pengusaha pabrik hasil an Kantor
pasal dalam peraturan perundangan tembakau serta Pusat
yang mengaturnya. pemenuhan kewajiban DJBC
Masuk tidaknya kegiatan pelekatan pita cukainya
memiripkan merek baru tersebut ke maka kejadian di atas
dalam kegiatan ilegal memang tidak harus
sangat bergantung pada perangkat dipermasalahkan secara
hukum dan aparat yang secara mendalam dikarenakan
langsung membawahi wilayah juga sampai dengan saat
peredaran produk hasil tembakau ini jarang terdengar
tersebut. Saat ini, perangkat hukum adanya upaya hukum
kita dirasakan masih belum cukup yang telah dilakukan
kuat untuk menjaring perilaku meniru oleh pemilik merek
atau membuat merek yang sekilas terkenal.
mirip dengan merek lain yang
sudah terlebih dahulu dikenal
secara luas oleh masyarakat
konsumennya.
Menurut salah seorang
Guru Besar yang mengajar
pada Program
Pascasarjana Universitas
Indonesia, Undang-
undang Hak atas
Kekayaan Intelektual
serta Undang-undang
Merek secara eksplisit
maupun implisit
belum dapat
menjangkau
masalah yang
timbul atas
kemiripan suatu
merek seperti
pada kasus
produk hasil
tembakau di
atas. Karena
pada dasarnya
tidak terdapat
“kesamaan” yang
benar-benar sama dalam
pengertian hukum atas
desain, merek, arti
merek, kemasan mau-
pun produk hasil temba-
kau yang dijual. Dengan demikian
dari sudut pandang hukum yang
berlaku saat ini hal tersebut belum
dapat dikategorikan sebagai

EDISI 367 JUNI 2005 WARTA BEA CUKAI 49


OPINI

Oleh: Abdul Rachman

PARADIGMA
DOUANE
dan BEA CUKAI
MASA DEPAN
B
anyak orang lebih senang seterusnya. Secara resmi OB mulai semua perkembangan yang terjadi di
menyebut dengan singkat Bea berlaku tanggal 1 Oktober 1882 bidang perdagangan internasional
Cukai. Sebenarnya yang berdasarkan Stbl. 1882 No. 240. dan kepentingan ekonomi nasional.
dimaksud adalah Direktorat Jenderal yang diumumkan sekali lagi dalam Kalau kita perhatikan ada
Bea dan Cukai (DJBC), atau dapat tahun 1932 Lembaran Negara (LN) beberapa alasan yang menjadi titik
pula yang dimaksud adalah pegawai 1931 No.471 dan mulai berlaku berat pertimbangan sehingga tidak
DJBC. Di forum internasional bagi tanggal 1 Juni 1932 LN 1932 No. diberlakukannya lagi peraturan
institusi Bea Cukai digunakan 213. (Drs. Ulian Siregar, Peraturan perundang-undangan produk kolonial
sebutan Administrasi Pabean (Cus- Pabean, Ordonansi Bea, hal.1). itu seperti yang dapat dibaca dalam
toms Adiministration) yang ruang Berdasarkan pasal 117 Undang- konsiderans/penjelasan umum dari
lingkup tugasnya meliputi undang Nomor 10 tahun 1995 undang-undang penggantinya yaitu
kepabeanan dan cukai atau hanya tentang Kepabeanan Lembaran UU No. 10 Tahun 1995. Dua
bidang kepabeanan saja. Negara (LN) tahun 1995 Nomor 75 pertanyaan yang penting pada saat
Menurut catatan sejarah, Bea (selanjutnya ditulis UU No. 10 tahun ini adalah apakah peraturan
Cukai Indonesia sudah cukup tua 1995) ketiga perturan perundang- perundang-undangan lama itu
umurnya, dimulai sekitar tahun 1880- undangan tersebut di atas berhasil dalam dua aspek yang
an. Sejak jaman penjajahan Belanda disebutkan diatas yaitu mencegah
instansi ini sudah berfungsi untuk penyelundupan, dan memberikan
kepentingan negara (sebagai jajahan ...PARADIGMA ITU deterent efek kepada pelanggar
Belanda tentunya) berdasarkan undang-undang.
peraturan perundang-undangan yang BELUM MASUK KE Mencegah penyelundupan
dikenal dengan nama Indische Tarief mempunyai dampak yang sangat
Wet atau Undang-undang Tarif DALAM LUBUK HATI luas, antara lain dapat
Staatsblad (Stbl). Tahun 1873 Nomor
35, Rechten Ordonantie atau
YANG DALAM… mengoptimalkan penerimaan Bea
Masuk (BM) dan Pajak Dalam
Ordonansi Bea (OB) Stbl. 1882 No. Rangka Impor (PDRI), melindungi
240 dan Tarief Ordonantie atau dinyatakan tidak berlaku lagi yaitu dan mendorong pertumbuhan
Ordonansi tarif Stbl. 1910 No. 628. mulai tanggal 1 April 1996. industri, melindungi masyarakat dari
Sebagai ilustrasi, OB Kalau melihat masa berlakunya bahaya kesehatan akibat
diberlakukan oleh pemerintah ketiga peraturan perundang- penyalahgunaan narkotika dan
penjajah Belanda secara bertahap, undangan produk Belanda tersebut psikotropika, mencegah kerusakan
dimulai dari daerah Kalimantan Barat yang begitu lama, timbul pertanyaan, lingkungan, mencegah terjadinya
mulai berlaku pada tanggal 1 Januari begitu hebatkah peraturan risiko kerugian karena penyakit atau
1874 Stbl.1873 Nomor 151, tanggal perundang-undangan itu dalam virus tumbuh-tumbuhan dan hewan
1 Januari 1876 untuk daerah Sungai implementasinya, dalam arti termasuk aspek keamanan negara
Siak dan Daerah Pasir, Kota Pinang, memenuhi empat aspek yaitu dapat: dengan mencegah penyelundupan
Balai Asahan, Percut, Deli dan mencegah penyelundupan, senjata dan sebagainya.
Hamparan Perak (Sumarera Timur) mengoptimalkan penerimaan negara Memang ada beberapa hal yang
berdasarkan Stbl. 1775 No. 272 dan (Bea Masuk dan PDRI), memberikan belum terakomodir dalam ketiga
untuk daerah Tamiang 1 Januari deterent efek yang jitu kepada para peraturan perundang-undangan tadi
1878 Stbl. 1877 No. 26 dan pelanggar dan dapat mengakomodir yang telah diakomodir dalam UU No.

50 WARTA BEA CUKAI EDISI 367 JUNI 2005


10 tahun 1995, antara lain seperti besarnya pungutan berdasarkan pengawasan pemuatan, pengawalan
BM Anti Dumping, BM Imbalan, hasil pemeriksaan. Sampai tahun barang dan lain-lain.
Pengendalian ekspor atau impor atas 1980-an Bea Cukai sekaligus Bahkan petugas douane yang
barang hasil Pelanggaran Hak atas melaksanakan fungsi sebagai Kas bekerja diluar jam kerja atas
Kekayaan Intelektual (HaKI), Audit, Negara yaitu melakukan permintaan yang bersangkutan
Penyidikan, Nilai pabean untuk penerimaan pembayaran BM dan berhak menerima pembayaran yang
penghitungan Bea Masuk adalah nilai PDRI, Cukai dan pungutan fiskal disebut vakasiloon dan waakloon
transaksi barang yang bersangkutan, dalam negeri- seperti SKFA. dalam hal pegawai melakukan
dan sebagainya. 2. telah memenuhi persyaratan pengawalan atau penjagaan.
Disamping itu ada beberapa pabeannya (sertifikat karantina/ Disamping itu yang bersangkutan
ketentuan yang tidak diadopsi lagi standar atau mutu/ negara asal/ wajib menyediakan akomodasi dan
kedalam UU No. 10 tahun 1995 analisis, ijin khusus barang yang transportasi jika jarak antara tempat
antara lain kewenangan Bea Cukai dibatasi, rekomendasi dan lain- dimana tugas akan dilaksanakan
dalam mengontrol barang antar pulau lain). dengan Kantor Douane melebihi
dan dipersempitnya pengertian 3. pengimporannya sesuai dengan sembilan kilometer serta
penyelundupan, tidak membedakan tujuannya (diimpor untuk dipakai, pelaksanaannya beberapa hari
lagi terminologi kewajiban dan untuk penelitian, sebagai barang sehingga pegawai douane harus
persyaratan. Seperti yang pernah pindahan, sebagai barang contoh, menginap. Dalam perkembangan
dikemukakan dalam WBC edisi sebagai keperluan tenaga ahli, selanjutnya penyempurnaan fungsi
bulan Januari 2005 bahwa keberha- impor berdasarkan azas timbal dan tugas douane terus dilakukan
silan Bea Cukai dalam melaksana- balik, untuk diekspor kembali, un- sehingga pembayaran tersebut
kan fungsi/tugasnya tergantung tuk pameran, untuk diolah kemu- dihapuskan pemerintah
pada empat faktor yang menentukan dian diekspor kembali, untuk per- Demikian pula halnya di bidang
yaitu: Peraturan perundang- tunjukan, untuk hibah dari badan ekspor dan antar pulau juga
undangan, Sistim dan Prosedur, amal atau pemerintah negara lain, diterapkan sistim dan prosedur yang
Sumber Daya Manusia (SDM) dan perbekalan perjalanan/ barang mengandalkan kontrol yang melekat
Fasilitas (sarana dan dana). penumpang dan sebagainya). pada prosedur pelayanaan dan juga
Diharapkan dengan berlakunya bersifat official assesment. Khusus
UU No. 10 tahun 1995, mengenai pengawasan barang-
penyempurnaan sistim dan ADMINISTRASI barang yang diantarpulaukan dengan
simplifikasi prosedur, peningkatan istilah populer waktu itu interinsuler,
kualitas SDM, dan pemenuhan PABEAN NEGARA- dilakukan pengawasan berdasarkan
fasilitas yang diperlukan dalam pasal 48 Regelemen A sebagai
pelaksanaan tugas, Bea Cukai dapat NEGARA MAJU SUDAH lampiran dari Ordonansi Bea yang
mencapai atau memenuhi empat
aspek yang disebutkan diatas.
SAMPAI PADA TAHAP terkait dengan pelaksanaan dari
pasal 2 ayat (1) dan pasal 2 ayat (4)
BAGAIMANA UUT khusus mengenai pembebasan
PARADIGMA DOUANE bersyarat terhadap barang-barang
Seperti diketahui kata Douane MELAKSANAKAN hasil daerah pabean Indonesia.
berasal dari bahasa Perancis yang
atinya Bea Cukai. Penggunaan kata
KONTROL YANG MINI- Untuk itu diperlukan pembuktian
bahwa barang-barang tersebut benar
“douane” disini sekedar hanya untuk MAL TETAPI EFEKTIF adalah hasil daerah pabean Indone-
membedakan bahasan masa lampau sia. Namun dalam perkembangan
dan masa sekarang dan yang akan DAN PROSEDUR YANG selanjutnya barang eks impor pun
datang. Fungsi utama Douane SIMPEL TETAPI HASIL- harus dilindungi dokumen pembukti-
adalah untuk memungut BM (Pasal 1 an karena sulit membedakan antara
Undang-undang Tarif 17 Nopember NYA TETAP OPTIMAL hasil dalam daerah pabean dengan
1872 Ned. S. 1872 No.130 dan Ind. hasil luar daerah pabean dan adanya
S. 1873 No.35 yang telah diubah dan kemungkianan barang impor yang
ditambah terakhir dengan Undang- 4. untuk pindah kapal (over scheep) diantarpulaukan yang belum
undang 1959 No. 13 LN 1959 No.38 tujuan dalam daerah atau luar menyelesaikan kewajiban dan
dan Undang-undang Darurat 1957 daerah pabean (transit). persyaratan pabeannya. Dokumen
LN 1957 No.83). 5. adalah barang re-impor (eks pembuktian itu disebut AVI /PMB
Untuk melaksanakan fungsi ekspor). (Pemberitahuan Muat Barang).
tersebut Douane melakukan kontrol 6. bukan barang yang dilarang untuk Sistim dan prosedur kepabeanan
terhadap barang impor, ekspor dan diimpor. di bidang impor, ekspor dan antar
antar pulau. Barang antar pulau pulau berdasarkan ketiga peraturan
terdiri dari tiga kategori yaitu eks Karena pelaksanaan fungsi utama perundang-undangan tersebut sema-
barang impor, eks barang ekspor tersebut mengandalkan kontrol atau kin lama semakin menunjukkan
yang diimpor kembali, dan hasil pengawasan ketat maka sistim yang sistim kontrol yang sangat dominan,
dalam daerah pabean yang tidak dipakai adalah pengawasan melekat tidak lagi memperhatikan kepenting-
pernah diekspor. Untuk barang impor pada setiap tahap dalam prosedur an pihak yang memerlukan pelayan-
kontrol itu bertujuan untuk penyelesaian kewajiban dan an, bahkan menjadi red tape dan
memastikan bahwa barang impor itu: persyaratan pabean dan bersifat menimbulkan ekonomi biaya tinggi
1. telah memenuhi kewajiban official assesment sehingga pihak serta dinilai merugikan perekonomian
pabeannya (membayar BM dan yang berurusan dengan douane negara, menghambat perdagangan
PDRI serta cukai apabila harus melayani petugas douane internasional dan pertumbuhan
termasuk barang kena cukai – dalam melakukan hal-hal yang industri. Bukan hanya itu, juga dinilai
BKC) berdasarkan penetapan berkaitan dengan pelaksanaan tugas tidak efektif dalam pencegahan
pejabat douane yang meliputi douane seperti pemeriksaan barang, penyelundupan yang waktu itu istilah-
kesesuaian jumlah dan jenis pengawasan pembongkaran, nya pemberantasan penyelundupan.
barang, harga, tarif pos dan pengawasan penimbunan, Dalam kondisi yang demikian

EDISI 367 JUNI 2005 WARTA BEA CUKAI 51


OPINI
Pemerintah mengambil kebijaksana- naan peraturan perundang-undangan dapat dipidana jika memuat barang
an dengan mengeluarkan Instruksi dan secara terus menerus melakukan tanpa dokumen atau
Presiden Nomor 4 tanggal 4 April pemutakhiran ketentuan sesuai memberitahukan salah dalam
1985 tentang Kebijaksanaan Kelan- perkembangan kebutuhan. Begitu- manifes atau tidak memenuhi
caran Arus Barang Untuk Menunjang pula di bidang sisdur, peningkatan persyaratan pabean, yang tersebut
Kegiatan Ekonomi kemudian kualitas SDM dan fasilitas. dalam daftar barang yang terkena
diteruskan dengan Inpres Nomor 3 Bea Cukai pun telah pajak ekspor, barang yang dilarang
tahun 1990 yang diberlakukan mendeklarasikan hal (paradigma) dan dibatasi ekspornya.
sampai akhir tahun 1995. seperti itu yang dikenal dengan Sebagai ilustrasi beberapa tahun
Kedua Inpres inipun tidak mampu istilah visi , misi dan strategi DJBC, lalu ribuan meter kubik yang diangkut
merubah Douane menjadi Bea dan namun hasil yang diharapkan belum dari Irian Jaya (namanya waktu itu)
Cukai sebagai Administrasi Pabean memadai untuk dinilai telah berhasil yang dilaporkan oleh nahkoda
kelas internasional dan pelaksanaan mengimpelimentasikan paradigma kepada syahbandar bahwa tujuan
inpres tersebut juga tidak berhasil tersebut. Pertanyaannya adalah kapalnya adalah ke Jakarta tetapi
dalam mencegah penyelundupan. kenapa demikian? Jawabnya adalah ternyata langsung ke Hongkong.
Permasalahan penyelundupan karena Bea Cukai sebenarnya masih Begitu pula pasal 25 romawi I huruf a
merupakan permasalahan yang sedang dalam proses dan b untuk impor.
sudah sejak lama timbul. penyempurnaan dari empat faktor Segi lain yang perlu diperhatikan
Pada tahun 1935 pasal 26 b OB yang menentukan keberhasilan bahwa ketentuan dalam suatu pasal
ditambah (Stbl. 1935 No. 149) pelaksanaan fungsi/tugasnya peraturan perundang-undangan
dengan dicantumkannya hukuman sebagai fondasi paradigma. haruslah tegas dan konsekuen.
badan dan pelanggaran pasal 3 ayat Bagaimana mungkin Salah satu contoh dapat
2 dan pasal 26 b OB dinyatakan paradigmanya bisa berubah dari dikemukakan yaitu pasal 17 UU No.
sebagai kejahatan untuk menanggu- paradigma lama jika fondasi dari 10 tahun 1995 tentang penetapan
langi kegiatan smokkel (penyelun- paradigma itu sendiri belum kuat. kembali tarif dan nilai pabean. Pasal
dupan). Sebelum ketentuan inipun ini berkaitan erat dengan pasal 3
sebenarnya telah ada ketentuan me- sehingga dalam penjelasan pasal 17
ngenai pemberitahuan yang palsu
atau dipalsukan yang berkaitan de-
BEA CUKAI SUDAH seharusnya ditegaskan hanya untuk
importasi yang tidak dilakukan
ngan harga, jumlah atau jenis barang SAATNYA JUGA pemeriksaan fisik barang pada saat
dikenai hukuman penjara berdasar- pengimporannya.
kan Straf bepaling 1913 No. 18 (Ko- MEMBERIKAN Jika importasi yang telah
ningklijk besluit, tanggal 13 Pebruari
1913 No.35 Stbl. 1913 No.325).
PERHATIAN KHUSUS dilakukan penelitian dokumen dan
pemeriksaan fisik barang pada saat
Konon ceritanya sejak 1935 MENGENAI PRAKTEK pengimporannya harus dianggap
penyelundupan dapat ditekan, sebagai penetapan/keputusan final
kemudian semakin mendekati MONEY LAUNDERING yang mempunyai kekuatan hukum
kemerdekaan negara Republik YANG tetap dan tidak perlu lagi dilakukan
Indonesia penyelundupan banyak verifikasi. Kalaupun itu harus
terjadi terutama ekspor untuk MEMANFAATKAN... dilakukan maka apabila ditemukan
membiayai perjuangan (tidak kesalahan harus ditegaskan dalam
diperoleh data mengenai hal ini). pasalnya bahwa kesalahan itu
Dalam upaya penyempurnaan itu ada merupakan tanggung jawab pejabat
DIPERLUKAN PERUBAHAN beberapa hal yang perlu ditinjau Bea Cukai yang melakukan
PARADIGMA DAN SIKAP kembali seperti ketentuan yang diatur pemeriksaan pabean/penetapan dan
Sejalan dengan perkembangan dalam pasal 102 UU No. 10 tahun segala akibatnya dibebankan kepada
perdagangan internasional dan untuk 1995 misalnya. pejabat yang bersangkutan.
kemajuan ekonomi, perdagangan Pasal ini justru mempersempit Bea Cukai sudah saatnya juga
dan industri dalam negeri, Pemerin- jangkauan dari apa yang telah diatur memberikan perhatian khusus
tah berhasil menerbitkan UU No. 10 dari peraturan perundang-undangan mengenai praktek money laundering
tahun 1995 dan Undang-undang sebelumnya yaitu pasal 26 b OB. yang memanfaatkan jalur impor dan
Nomor 11 Tahun 1995 Tentang Cukai. Alinia terakhir dari penjelasan pasal ekspor dengan cara over dan under
Khusus UU No. 10 tahun 1995 102 UU No. 10 tahun 1995 yang invoicing bahkan dapat melalui cara
diharapkan dapat menanggulangi berbunyi, ”Yang dimaksud dengan impor dan ekspor fiktif. Kiranya perlu
segala permasalahan yang timbul tanpa mengindahkan dan ditegaskan dalam ketentuan pidana
selama ini termasuk penyelundupan. seterusnya................”, lebih baik UU Kepabeanan bahwa barang
Administrasi Pabean negara- dihilangkan saja. Juga pasal 103 ekspor (yang dimaksud dalam pasal
negara maju sudah sampai pada sampai dengan pasal 106 sanksinya 2 ayat (2) UU No. 10 tahun 1995 )
tahap bagaimana melaksanakan sebaiknya sanksi kumulatif juga yang ternyata tidak pernah
kontrol yang minimal tetapi efektif seperti pasal 102 untuk memberikaan dilaksanakan ekspornya (fiktif)
dan prosedur yang simpel tetapi deterent efek kepada si pelanggar.. dipidana dengan pidana penjara dan
hasilnya tetap optimal. Karena itu Contoh lain yang lebih denda, demikian pula halnya dengan
paradigma mereka sudah memasuki meringankan sanksi pelanggarannya impor fiktif.
tahap yang biasa kita baca yaitu : yaitu pasal 7 dan pasal 11 UU No. 10 Mungkin kedengarannya aneh
l memfasilitasi perdagangan dan tahun 1995 jika dibandingkan dengan tentang impor fiktif ini, kalau ekspor
industri, ketentuan dalam pasal 25 OB. fiktif pernah terjadi berkaitan dengan
l melindungi masyarakat, dan Barangkali ada baiknya mengadopsi restitusi PPN. Impor fiktif pun dapat
l penegakan hukum yang tegas. kembali pasal 25 OB ini, seperti terjadi untuk pencucian uang karena
misalnya yang termaktub dalam sistim kepabeanan menganut sistim
Negara-negara maju sebelum pasal 25 romawi I huruf c (dengan pemeriksaan selektif (jalur hijau/
sampai pada paradigma tersebut sedikit perubahan tentunya sesuai prioritas).
diatas sudah melakukan penyempur- kondisi sekarang) bahwa nahkoda Kewenangan Bea Cukai di bidang

52 WARTA BEA CUKAI EDISI 367 JUNI 2005


pengawasan antar pulau dicabut bagaimana kalau barang itu di BAPEKSTA (sekarang fasilitas
berdasarkan Inpres No. 4 tahun muat di pelabuhan Sunda Kelapa KITE), apakah itu juga SKB dua
1985 dan tidak diatur lagi dalam UU dengan tujuan Paloh di Menteri. Persoalannya adalah
No. 10 tahun 1995. Menurut isu yang Kalimantan Barat atau bahkan kata “registrasi” itu. Kalau kata
beredar kewenangan ini akan tujuannya di Saumlaki (pulau yang digunakan adalah “NIPER”
dihidupkan kembali, seperti diketahui dibagian selatan Provinsi Maluku dan prosedurnya bukan importir
bahwa saat ini sedang disusun yang dekat dengan Australia) memohon tetapi diberikan oleh
rancangan perubahan UU No. 10 yang tidak ada Bea Cukai, atau Bea Cukai berdasarkan
tahun 1995, walaupun dalam sebaliknya barang antar pulau pendataan pada saat pertama kali
pemberitaan media cetak bahwa diangkut dari Belawan atau yang bersangkutan melakukan
dalam tahun 2005 ini DPR tidak Pontianak dengan tujuan importasi, mungkin tidak terjadi
mengagendakan pembahasan pelabuhan Sunda Kelapa atau perbedaan pendapat.
legislasi bidang kepabeanan. barang-barang itu akan diangkut
Dalam mengurangi atau ke pelabuhan khusus seperti 4. Penegakan hukum. Setiap
menambah suatu ketentuan dalam pelabuhan perikanan. Disamping ketentuan yang diberlakukan
suatu peraturan perundang- itu Bea Cukai sudah harus harus bisa ditegakkan kalau tidak
undangan (untuk kepabeanan) ada mempersiapkan senjata maka ketentuan itu hanya akan
beberapa hal yang perlu diperhatikan pamungkas untuk mencegah menjadi mubasir dan semoga
antara lain: terjadinya red tape dan ekonomi tidak menjadi hambatan
1. Kelemahan atau celah dari biaya tingggi. kelancaran arus barang.
ketentuan itu. Bagimanapun
sempurnanya suatu ketentuan 3. Ketentuan peraturan itu harus Administrasi pabean negara-
biasanya masih saja dapat jelas dan tegas. Untuk negara Uni Eropa dalam mencegah
ditemukan celah untuk menghindari perdebatan atau penyelundupan tidak lagi
menghindarinya. Hal ini sulit salah menafsirkan dalam mempersoalkan prosedur pabean
dihindari baik disadari ataupun internal antar negara anggota namun
tidak karena lingkup masalah tetap melakukan kontrol minumum
yang begitu luas. Bukan hanya
dalam hal menerbitkan suatu
BEA CUKAI SUDAH namun efektif.
Selanjutnya faktor kedua yaitu
ketentuan terdapat celah juga HARUS sistim dan prosedur, ini selalu harus
dalam mencabut atau tidak direview untuk disimplifikasi. Saat ini
memberlakukan suatu ketentuan MEMPERSIAPKAN faktor ini sudah pada tingkatan yang
juga menimbulkan kelemahan.
Kelemahan atau celah tersebut
SENJATA PAMUNGKAS cukup memadai namun masih perlu
disempurnakan. Ini dapat dilihat dari
jika tidak dapat dihindarkan maka UNTUK MENCEGAH masih adanya keluhan tentang
haruslah diatasi dengan hambatan untuk melaksanakan
ketentuan pengenaan sanksi. TERJADINYA RED outsourcing dan prinsip just in time
TAPE DAN EKONOMI susah dicapai oleh pengusaha.
2. Konsekuensi logis yang timbul Faktor SDM dapat dikatakan Bea
(khusus ketentuan baru yang BIAYA TINGGI Cukai selalu berusaha meningkatkan
akan di berlakukan). kualitas SDMnya, begitupula
Sebagai gambaran ada beberapa mengenai sarananya, sedangkan
konsekuensi logis yang akan pelaksanaannya maka ketentuan mengenai faktor dana itu sangat
timbul berkaitan dengan adanya pasalnya boleh saja pendek tetapi tergantung pada keuangan negara.
peraturan atau ketentuan baru harus padat dan berbobot serta Kalau demikian halnya kenapa belum
khususnya pengawasan antar harus disertai penjelasan yang juga dicapai hasil maksimal atas
pulau, yaitu: tegas dan memadai. Contoh yang pelaksanaan tugas/fungsi DJBC
a. Perubahan struktur organisasi. dapat dikemukakan disini seperti terutama pencegahan
Dengan adanya kewenangan ketentuan mengenai registrasi penyelundupan padahal telah
mengawasi pengantarpulauan importir (SRP). Mengenai hal ini memiliki paradigma Bea Cukai kelas
barang eks impor walaupun itu ada yang berpendapat bahwa itu dunia. Jawabnya adalah paradigma
hanya barang tertentu saja, dasar hukumnya lemah sehingga itu belum masuk ke dalam lubuk hati
hal ini akan mempengaruhi harus dalam bentuk Surat yang dalam sehingga diperlukan
struktur organisasi atau Keputusan Bersama dua Menteri perubahan sikap.
sekurang-kurangnya terkait dengan bidang Selamat bekerja kepada Tim yang
perubahan job discription dari perdagangan internasional menyusun rancangan amandemen/
unit kerja tertentu. (impor). Pihak yang tidak setuju perubahan UU No. 10 tahun 1995,
b. Penambahan atau perubahan dengan pendapat itu melihat semoga hasilnya dapat merubah
sistim dan prosedur. bahwa dasar dari SRP adalah paradigma dan sikap Bea Cukai.
c. Pengelolaan atau administrasi Pasal 29 ayat (3) UU No. 10 Bahkan jika dapat paradigma Bea
pelaksanaan ketentuan tahun 1995. Boleh saja Menteri Cukai melebihi paradigma
tersebut. Keuangan menetapkan bahwa Administrasi Pabean negara maju.
d. Biaya atau anggaran untuk importir yang akan melakukan Sebagai contoh misalnya
melaksanakan ketentuan pengurusan pemberitahuan pengembalian Bea Masuk yang lebih
tersebut. pabean atau mewakilkan kepada dibayar sebagaimana diatur dalam
e. Penyediaan SDM. PPJK harus memiliki SRP. pasal 27 UU No. 10 tahun 1995
f. Mungkin harus ada penam- Bagaimana dengan ketentuan dikembalikan secara otomatis tanpa
bahan sarana dan prasarana. NIPER bagi importir yang permohonan dari yang bersangkutan.
Walaupun belum ada gambaran notabene mengimpor barang yang Hal ini merupakan salah satu ciri dari
bagaimana kewenangan itu akan diatur tata niaganya, pada waktu kerangka berfikir (paradigma) Bea
dilaksanakan namun sudah dapat pemberian fasilitas pembebasan Cukai masa depan.
dibayangkan seperti misalnya pungutan impor dikelola oleh (Penulis adalah pensiunan pegawai Bea Cukai)

EDISI 367 JUNI 2005 WARTA BEA CUKAI 53


PERISTIWA
FOTO : BAMBANG WICAKSONO

PENYERAHAN BANTUAN di POSKO I Jl.Supomo yg terdiri 20 kepala keluarga diwakili Bambang Wicaksono dari Bea dan Cukai.

Empati untuk Masyarakat Nias


Jalan yang kami lewati dari Gunung Sitoli menuju Indano Gawo sangat sempit,
berliku dan naik turun terkadang nampak lautan yang luas dan juga hamparan
kebun dan rumah penduduk yang sederhana.

B
erdasarkan Surat Tugas Nomor ST- yang hanya sekali sehari. Rombongan 683 jiwa di Nias Induk, terutama di
16/WBC.07/BG.01/2005 tanggal 3 kami dari Surabaya terdiri dari Bambang Kecamatan Gunung Sitoli 453 jiwa.
Mei 2005 dari Kanwil VII DJBC Wicaksono (Bea Cukai ), Ari Julianto (Bea Sedangkan di Kabupaten Nias Selatan
Surabaya, penulis mendapat kesempatan Cukai), Tuti Rofiati ( Dinsos Jatim), dan tercatat 165 jiwa meninggal dunia. Total
mengunjungi lokasi gempa bumi Pulau Maria Christiane (Yayasan Pondok keseluruhan korban jiwa adalah 848 orang
Nias bersama dengan tim Yayasan Kasih). menurut data terakhir Bapemmas Propinsi
Pondok Kasih dan Dinas Sosial Jawa Gempa bumi yang terjadi 28 Maret Sumatera Utara.
Timur untuk membagikan barang bantuan 2005 dengan kekuatan 8,7 SR (Skala Menurut data yang tercatat di Badan
pada korban bencana gempa. Richter) telah memporakporandakan se- Meteorologi dan Geofisika-Balai Besar
Perjalanan dari Surabaya ke pulau bagian besar aset rakyat ,infrastruktur dan Wilayah I Stasiun Geofisika Gunung Sitoli
Nias memakan jarak dan waktu yang korban jiwa di Pulau Nias. Pulau Nias ter- masih terdapat 45 kali gempa susulan
cukup lama. Meskipun menggunakan diri dari dua kabupaten yaitu Kabupaten yang berkekuatan 3,5 SR s.d. 6,7 SR
pesawat udara kami harus transit di Nias Induk dan Kabupaten Nias Selatan. hingga 11 Mei 2005. Hal ini berdampak
Jakarta terlebih dahulu kemudian ke Kabupaten Nias Induk memiliki 14 pada pola kehidupan masyarakat yang
Medan. Untuk melanjutkan dari Medan Ke kecamatan dan Kabupaten Nias Selatan selalu waspada dengan mendirikan tenda-
Pulau Nias pun harus menunggu keesok- memiliki 8 kecamatan. Jumlah korban tenda di depan rumah serta berjaga
an harinya karena jadwal penerbangan meninggal yang paling banyak terdapat bergiliran bila malam telah tiba.

54 WARTA BEA CUKAI EDISI 367 JUNI 2005


RINCIAN BARANG BANTUAN Setelah rehat makan siang dan meng-
YAYASAN PONDOK KASIH
ambil barang bantuan di KRI Sangkurilang
yang baru tiba dari Surabaya, sore harinya
kami dan rombongan yang terdiri dari
No. Uraian Jumlah Satuan Bupati Nias Binahati Baeha beserta
nyonya , Harry Ananda dan Pimpinan
1. Soya Powder 678 Sak Pondok Kasih mengunjungi Desa Afia,
2. Raisins (kismis) 633 Dos Kecamatan Tuhemberua untuk membagi-
kan langsung kepada pengungsi.
3. Dry Milk 974 Sak 13 Mei merupakan hari tersibuk.
4. Canned Corn 52 Dos Banyak sekali tempat pengungsi yang
kami kunjungi antara lain : Desa Tohia Ilir,
5 Mashed Potatoes 400 Dos Masjid Baiturrahman Polres Nias, Masjid
6. Vegetable Crackers 115 Dos Agung Desa Mudik, Posko I Jl. Supomo,
Posko Realita Jl. Supomo, Masjid Jami Al
7. Banana 130 Dos Iksan, Posko I Jl. Sutomo, Posko II Desa
8. Kellog’s food bar 580 dos Mudik, dan Kantor Bupati Nias.
Bantuan yang kami bawa berupa
9. Protective Clothing 180 dos beras, pakaian dalam, makanan ringan,
10. Plastic Sheeting 20 dos dan samaritan. Perlu diketahui samaritan
merupakan sebuah kotak terbungkus
11. Beras 800 sak kertas kado yang terdiri berbagai jenis
12 Obat-obatan 1178 dos mainan, alat tulis, dan makanan dikemas
oleh anak-anak luar negeri yang rela
13. Family life Bucket 50 Pail menyisihkan sebagian uang sakunya
14. Assorted Similac baby 43 Dos khususnya negara maju seperti Amerika,
Australia, Kanada,dan sebagainya
15 Diapers Bag 100 Dos diperuntukkan bagi anak-anak lain yang
16. Pakaian dalam 27 Dos membutuhkan atau tertimpa musibah. Hal
tersebut merupakan sumbangan istimewa
17. Radio 500 buah bagi pembelajaran kemanusiaan anak-
anak untuk saling memberi dan menolong
MENUJU PULAU NIAS berliku dan naik turun terkadang nampak sesama.
Pulau Nias merupakan kawasan yang lautan yang luas dan juga hamparan 14 Mei 2005 pagi hari kami berke-
sedikit terisolir di bagian barat pulau kebun dan rumah penduduk yang mas pulang ke Surabaya. Rasa penat
Sumatera. Untuk mencapainya diperlukan sederhana. dan lelah telah terobati dengan sendiri-
angkutan kapal laut yang memakan waktu Sempat pula kita harus menyeberangi nya setelah tiga hari menyalurkan
sepuluh jam dari Sibolga, Sumatera Utara sungai dikarenakan jembatan utama bantuan kepada para pengungsi yang
atau bisa menggunakan jalur udara penghubung antar desa yang panjangnya membutuhkan dengan balasan pan-
dengan waktu tempuh satu jam dari kota kurang lebih seratus meter terputus. caran wajah mereka yang tersenyum
Medan. Kedua angkutan tersebut hanya Untung rombongan kami yang terdiri dari bahagia menerimanya. Selamat tinggal
ada satu kali dalam seharinya. Angkutan tiga mobil mampu melintas meskipun air Nias…..! Insya Allah bencana pasti
udara hanya dilayani oleh maskapai sungai sedalam roda mobil. berlalu... bambang wicaksono. s. sos. mm.
penerbangan Merpati Airlines dan PT FOTO : BAMBANG WICAKSONO
SMAC dengan pesawat angkut kecil
berbaling-baling, hal ini disesuaikan
dengan kondisi bandara Binaka Nias.
11 Mei 2005 pukul 15.30 WIB kami
tiba di Bandara Binaka Nias, kami diterima
oleh Bupati Nias, Binahati Baeha,SH
beserta nyonya dan rombongan Yayasan
Pondok Kasih yang baru tiba juga dari
Aceh . Setelah itu kami dijamu makan
siang di Pendopo Rumah Dinas Bupati.
Malam harinya kami dijamu makan malam
di rumah Wakil Bupati Nias, Agus H.
Mendrofa
Keesokan pagi hingga siang harinya
12 Mei 2005 kami bersama Wakil Bupati
Nias Agus H. Mendrofa menyalurkan
bantuan ke berbagai daerah penampung-
an pengungsi yaitu SLTP Negeri 2 Gido,
SD Negeri Gido, Desa Hilio Duho, dan
Desa Indano Gawo. Sepanjang jalan
banyak sekali bangunan yang hancur baik
itu rumah, sekolah, gereja, dan masjid.
Tercatat pada data Bapemmas Propinsi
Sumatera Utara sebanyak 16.192 rumah ,
665 bangunan sekolah, dan 1765 tempat
ibadah rusak total
Jalan yang kami lewati dari Gunung
Sitoli menuju Indano Gawo sangat sempit, BERSAMA WAKIL BUPATI NIAS Agus H. Mendrofa menengok SDN GIDO yang telah roboh

EDISI 367 JUNI 2005 WARTA BEA CUKAI 55


PERISTIWA

Inkai ORKBC
Juara Umum Gubernur Cup
Inkai ORKBC unggul dalam perolehan medali perak dan perunggu.

I
WBC/ATS
nstitut Karate-Do Indonesia Olahraga untuk tiga event
Karate Bea dan Cukai (Inkai ORKBC) tersebut. Oleh karena
dan Inkado DKI Jakarta mendominasi itu, Madju menunjuk
kejuaraan Karate Piala Gubernur DKI beberapa pelatih
Jakarta 2005. Meskipun keduanya sama- diantaranya Nurdin
sama mengantongi 15 medali emas, Inkai (Penanggung jawab),
ORKBC berhak atas gelar juara umum Syamsudin
karena unggul dalam perolehan medali (koordinator), Omita
perak dan perunggu. Inkai ORKBC meraih Olga Ompi, Abdullah
16 perak dan 20 perunggu, sementara Kadir dan Baron
Inkado DKI mendapatkan 13 perak dan 14 Bahar, yang
perunggu. merupakan mantan-
Kejuaraan karate yang mantan atlet
diselenggarakan di GOR Soemantri internasional yang
Brodjonegoro dari tanggal 28 April – 1 Mei dibina oleh Bea dan
tersebut diikuti oleh 34 tim dari berbagai Cukai.
perguruan. Inkai ORKBC sendiri Madju meminta
menurunkan 86 karatekanya untuk pada seluruh pelatih
berlomba. untuk mempelajari
Madju Dharyanto, Kasi Kepabeanan kekurangan karateka
dan Cukai, KPBC Tipe A Tanjung Priok II, Inkai disetiap
yang juga merupakan Wakil Ketua Umum pertandingan, seperti
Inkai mengungkapkan rasa bangganya memutar kembali
terhadap para atlet yang dibinanya. pertandingan karate
Terlebih lagi, keberhasilan tersebut dapat yang ada di Indone- JUARA UMUM. Penyerahan Piala Juara Umum oleh Wakil Gubernur Bidang
mengangkat citra institusi Bea dan Cukai. sia. Salah satunya Kesra pada Wakil Ketua Inkai, Madju Dharyanto.
“Jadi, kita tidak hanya handal dalam Inkai ORKBC akan
mengumpulkan penerimaan negara tetapi membenahi nomor kumite dengan menjadi juara nasional. Selain itu Madju
juga handal dalam membina atlet-atlet dari berusaha mencari formula-formula baru juga berharap agar pembinaan dini dan
generasi muda,” imbuh Madju. tentang teknik kumite. berkelanjutan yang selama ini telah
Selanjutnya, Inkai ORKBC bersiap- Namun, diluar pengembangan pola dilakukan, jangan sampai terputus.
siap mengikuti 3 event lainnya yang akan latihan untuk nomor kumite, Inkai Dalam waktu dekat, Inkai ORKBC
digelar pada 2005, yakni Kejuaraan ORKBC memang memiliki kekuatan akan melakukan kerjasama dengan
Karate Se-Jabotabek – Banten (Juli), lain yang sulit dilewati perguruan- TVRI yakni menyiapkan sebuah prog-
SIWO PWI Jaya (Agustus) dan Maesa perguruan lain, yakni pada nomor kata. ram khusus bidang olahraga. Selain itu
Cup di Manado, Sulut, pada September. Terbukti sebagian besar nomor itu jatuh juga dengan Badan Narkotika Nasional
“Untuk itu, selain latihan rutin, kami ke tangan karateka Inkai ORKBC. (BNN). Karateka Inkai akan dijadikan
juga memfokuskan pelatihan pada model Madju berharap para atlet junior yang model iklan BNN sebagai generasi
pertandingan,” tambah Madju yang mendominasi perolehan medali event muda yang terlatih, tangguh, beriman,
menargetkan perolehan juara umum Gubernur Cup ini dikemudian hari dapat tanpa narkoba. ifa
WBC/ATS

KEAKRABAN. Inkai dan Inkado selalu bersaing dalam tiap kejuaraan. Walaupun demikian, rasa persaudaraan dan keakraban tetap terjalin.

56 WARTA BEA CUKAI EDISI 367 JUNI 2005


Inkado DKI Jaya
Runner Up Gubernur Cup
Kendati hanya menjadi runner up pada kejuaraan Gubernur Cup, namun secara grafik ada
peningkatan medali yang diperoleh ketimbang event yang sama pada tahun lalu. Akan lebih
meningkatkan kemampuan atlet dan menseleksi lebih ketat lagi, Inkado DKI Jaya optimis menjadi
juara umum pada event mendatang.

K
WBC/ATS
egembiraan malam itu bukannya
tanpa alasan untuk tidak dirayakan,
walaupun secara aklamasi mereka
harus mengakui kemenangan tim
lawannya, tapi secara prestasi sebenarnya
mereka patut dibanggakan karena
melebihi target tahun lalu untuk perolehan
medali. Selama empat hari sejak 28
hingga 1 Mei 2005, Tim Inkado DKI Jaya
berjuang untuk memperoleh target yang
ingin dicapainya. Menjadi juara umum dan
meraih gelar best of the best merupakan
target yang selalu menjadi harapannya.
Dengan menurunkan 154 atletnya tim
Inkado DKI Jaya terlihat cukup disegani
dalam setiap pertandingannya, hal ini
terbukti dengan 15 emas, 13 perak, dan
15 perunggu, termasuk best of the best
putri dapat diboyong pulang oleh tim RUNER UP. Meski harus berada diurutan kedua setelah Inkai DKI, Inkado DKI Jaya tetap memperoleh best
asuhan Sumantri, SH, MH, yang juga of the best putri.
merupakan Kepala Sub Bidang
Pengawasan dan Pembatasan Barang cidera, namun semunya berjalan dengan usulannya dapat dipertandingkan juga,
Larangan (PPBL) Direktorat Pencegahan penuh sportifitas. Sangat diakui oleh tim dirinya yang menyarankan agar ada
dan Penyidikan (P2) kantor Pusat lawan kalau untuk kategori komite, tim kelompok pra pemula atau B menjadi
Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Inkado DKI belum ada yang menandingi- kelompok tersendiri dalam pertandingan,
(DJBC). Turun di dua kelompok, yaitu nya, ini terlihat dengan perolehan medali akhirnya dapat dilaksanakan.”Tahun lalu
putra kadet –55 s/d –60 kg, junior –65 s/d yang direbut semua oleh Inkado DKI. hal itu sangat mustahil karena mereka
–70 kg. Sementara putri –48 s/d –53 dan anggap anak SD akan babak belur,
+ 53 kg, junior –53 s/d-60 kg, dan tidak KOMITE TETAP DIPEGANG INKADO DKI padahal itu gak bener mereka kan masih
ketinggalan pra pemula putra-putri dan JAYA kecil bahkan pukulnnya juga belum memi-
pemula putra-putri. Menurut Sumantri, seluruh atlet sudah liki power, jadi untuk lebih meningkatkan
Dalam setiap pertandingan boleh dika- bertanding dengan maksimal, walaupun prestasi gak salah kalau mereka ikut
takan tim Inkado DKI mendominasinya, kita runner up dari Inkai tapi tahun lalu kita dipertandingkan,” tutur Sumantri.
walaupun tidak sedikit yang mengalami rebut juara umum dari Inkai. Dan dari Akan lebih meningkatkan latihan dan
semua itu untuk kategori komite kita tetap kemampuan para atlet, Inkado yang
DOK. WBC
yang menjuarai, sedangkan untuk KATA rencananya akan ikut serta pada event
itu dipegang oleh Inkai.”Tahun ini bukan Mahesa dan PWI Cup, optimis dapat
tahun penurunan, malah sebaliknya ada menjadi juara umum, dengan kejuaraan
peningkatan, kalau tahun lalu kita hanya kali ini yang juga akan diikuti lebih banyak
merebut 11 medali emas tapi tahun ini perguruan karate, Inkado tetap berupaya
bisa 15 medali emas, selain itu best of the agar dapat meraih juara dengan lebih
best putri tetap bisa kita pertahankan,” ujar mengoptimalkan para atlet terutama lagi
Sumantri. para pelatih.
Menanggapai akan hilangnya gelar Acara yang ditutup oleh Wakil Guber-
best of the best putra, Sumantri nur ini, sempat juga mendapat protes dari
mengatakan, hal ini semuanya bukan para peserta khusunya dari Inkado DKI
dikarenakan persiapannya yang kurang Jaya, karena tidak ada acara penyerahan
ataupun mental atlet yang menurun, itu medali, padahal penyerahan medali
semua disebabkan oleh pihak wasit yang merupakan acara yang ditunggu-tunggu
memimpin pertandingan terkadang selalu apalagi oleh para atlet pra pemula dan
berat sebelah, bahkan menurutnya jika pemula yang berhasil merebut medali
ada pesan tertentu bisa saja atlet yang emas. Akhirnya protes yang dilontarkan
hebat sekalipun akan menjadi kalah. oleh ketua Inkado Korda DKI Jaya dapat
SUMANTRI, SH. MH. Secara kualitas tahun ini Sumantri yang memang dikenal dimengerti oleh panitia pelaksana dan pe-
bukan tahun penurunana karena justru perolehan gemar protes dalam pertandingan demi nyerahan medalipun dapat diberikan saat
medali lebih banyak dari tahun lalu. tegaknya sportifitas, pada event kali ini itu juga kepada para juara- juara. adi

EDISI 367 JUNI 2005 WARTA BEA CUKAI 57


RUANG KESEHATAN

KEBIASAAN Anda
Anda Bertanya
Bertanya
Dokter Menjawab
Dokter Menjawab

Mengompol
DIASUH OLEH PARA DOKTER
DI KLINIK KANTOR PUSAT DJBC

A
nak saya sudah berusia 10 tahun, asaan ini juga dipengaruhi oleh jenis ia mengompol dalam toilet training
tetapi masih memiliki kebiasaan makanan dan bagaimana cara meng- yang terlalu keras dan dini.
buruk mengompol. Setiap bangun hilangkan kebiasaan buruknya itu ? 2. Latihan yang kurang adekwat atau
tidur pagi saya dapati sprei tempat fasilitas toilet kurang baik misalnya
tidurnya selalu basah dengan ompolan- JAWAB : kamar mandi terlalu dingin.
nya. Yang ingin saya Saya ikut prihatin dengan keadaan 3. Overproteksi ibu, anak dianggap
tanyakan, apakah ke- anak ibu yang mempunyai kebiasaan masih terlalu kecil atau terlalu
biasaan buruk dia yang meresahkan ibu karena keadaan lemah untuk dilatih.
termasuk pe- anak tersayang kita masih belum bisa 4. Merupakan bentuk regresi yang
nyakit (kela- menyesuaikan diri di usianya saat ini terjadi akibat usaha anak tetap
inan), (10 tahun) dengan masih mengompol. mendapat perhatian ibu. Sering
apakah Memang seorang anak harus dapat terjadi akibat perhatian ibu
kebi- menyesuaikan diri terhadap berkurang karena si anak
lingkungannya, baik dari segi emosi memperoleh adik.
maupun dari segi hubungan sosial,
agar dengan demikian anak dapat Kebiasaan mengompol yang
memperkembangkan potensi-potensi disebabkan faktor penyakit adalah
yang dimilikinya ke arah kedewasaan penyakit diabetes Insipidus dimana
yang harmonis, sehingga jika ada merupakan keadaan klinis dengan
persoalan-persoalan pada anak dapat gejala poliuri (sering buang air kecil
segera diatasinya. yang tidak dapat dikendalikan) dan
Mengompol dalam istilah disertai polidipsi (keinginan untuk
kedokteran disebut enuresis masih minum terus).
normal pada usia 4-5 tahun dan Emuresis bisa merupakan gejala
umumnya lebih sering dini pada penyakit ini yang diakibatkan
terjadi pada anak poliuri tersebut. Gejala lain adalah
laki-laki. lekas marah, sangat letih dan keadaan
Dari segi gizi kurang baik seperti obesitas atau
persoalan kurus sekali (chacexia).
mengompol
ini terdapat Beberapa penyebab yang menyertai
pada faktor penyakit diabetes insipidus ini yaitu :
gangguan 1. Terdapat lesi (kerusakan ) di
emosi dan daerah otak yang bisa akibat
juga ada operasi pada kepala (hanya bersifat
kemungkin- sementara), trauma pada kepala
an faktor (seperti benturan pada kepala) atau
organik yang adanya infeksi pada otak (seperti
merupakan meningitis).
suatu 2. Terdapat adanya kelainan ginjal
FOTO : ISTIMEWA

penyakit. disebut sebagai Nephrogenic


Faktor emo- Diabetes Insipidus. Di sini biasanya
sional dapat disertai dengan kemunduran mental
berupa : (retardasi mental).
1. Ekspresi
daripada Kebiasaan mengompol tidak ada
pembalasan si hubungannya dengan jenis makanan
anak, akibat dan untuk menghilangkannya dengan
terlalu melakukan pendekatan emosional
cepat kepada anak, bila memang ada faktor-
dilatih serta faktor yang disebutkan di atas terutama
dihukum bila perhatian dari ibu, dan kesabarannya
pun sangat membantu menghilangkan
kebiasaan ini.
Namun bila ada gejala seperti
poliuri, polidipsi tadi perlu juga
dikonsultasikan ke dokter anak
terdekat. Semoga berhasil
menghilangkan kebiasaan
mengompol ini ya bu.., Salam.

58 WARTA BEA CUKAI EDISI 367 JUNI 2005


RENUNGAN ROHANI

KEBAHAGIAAN
YANG SESUNGGUHNYA
“Dan di antara mereka ada orang yang berdo’a : Ya Tuhan kami, berikanlah kami kebaikan di
dunia dan kebaikan di akhirat dan peliharalah kami dari siksa neraka” (Q.s. Al-Bagoroh:201).

S
etiap orang pasti menginginkan akan binasa. Dan yang tetap kekal yang Engkau kehendaki dan Engkau
kebahagiaan. Orang yang jahat hanyalah wajah Tuhanmu yang hinakan orang yang Engkau kehendaki.
sekalipun dalam fitrahnya mempunyai kebesaran dan kemuliaan.” Di tangan Engkaulah segala kebaikan .
menginginkan kebahagiaan. (Q.s. Ar-Rahman: 26-27). Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa
Tanyakanlah kepada para penjahat, Dan harta yang mereka simpan baik atas segala sesuatu.” (Q.s Ali
apakah mereka ingin agar kehidupan di rumah maupun di bank-bank atau di Imron:26).
diri dan keluarga mereka bahagia. tempat lainnya, berupa uang, Orang yang memahami ayat di atas
Mereka pasti akan menjawab ya. kendaraan atau rumah, barang-barang akan menyadari bahwa kekuasaan
Setiap orang tua ingin agar anak- yang mewah dan mahal, semua itu bukanlah sumber kebahagiaan, sebab
anaknya bahagia, begitu pun tidak memberikan manfaat sedikitpun kekuasaan bukanlah sesuatu yang
sebaliknya, anak-anak pun ingin agar buat mereka di sisi Allah pada hari kekal, ia terbatas, bahkan sangat
para orang tuanya dapat bahagia. akhirat sebagaimana doa nabi Ibrahim terbatas bila dibandingkan dengan usia
Suami istri menginginkan agar yang Allah abadikan dalam firman- manusia itu sendiri. Kekuasaan yang
pernikahan yang telah berlangsung Nya”Dan janganlah Engkau hinakan seperti ini bukanlah sumber
dapat mengantarkan mereka kepada aku pada hari mereka dibangkitkan. kebahagiaan. Betapa banyak para
kebahagiaan. (yaitu) di hari harta dan anak laki-laki penguasa yang gelisah, diselimuti
Akan tetapi kebahagiaan yang dicari tidak beguna kecuali orang-orang yang kekhawatiran dan ketakutan akan
banyak manusia, terkadang tampil menghadap Allah dengan hati yang sesuatu yang sebenarnya tidak perlu
dalam bentuk yang semu, karena bersih.” (Q.s Asy-Syu’aro:87-89). dikhawatirkan atau ditakuti.
kebahagiaan tidak pernah didefinisikan Coba renungkanlah, apakah harta Takut kekuasaannya hilang dan
dalam bentuknya yang hakiki. yang demikian itu, yang akan binasa dirampas orang menyebabkan ia
Kebahagiaan dinilai dengan bersama kita, dan yang akan menjadi tidak bahagia dengan
kebendaan, kebahagiaan diamati memberikan manfaat sedikitpun di hari kekuasaannya. Apakah kekuasaan
melalui pandangan materialistis. Di luar akhirat, menjadi letak kebahagiaan yang seperti ini yang menjadi tolak
itu kebahagiaan tidak terdefinisikan lagi. yang sesungguhnya ? apakah manusia ukur kebahagiaan seseorang
Akhirnya banyak manusia terjebak masih juga menjadikan harta yang sehingga begitu berambisi untuk
dalam ‘menikmati’ suatu kebahagiaan demikian itu sebagai tolak ukur memperolehnya ? Padahal Allah swt
yang tak akan pernah didapatkan di kebahagiaan yang hakiki ? Tidak ! telah mengingatkan kita, bahwa Dia
dalam kebahagiaan yang sebenarnya. ternyata Allah memang tidak akan dengan sangat mudah untuk
menciptakan harta yang ada di muka memberikan kekuasaan kepada
KEBAHAGIAAN KARENA HARTA bumi ini sebagai sumber kebahagiaan Siapa yang Dia kehendaki, dan akan
Allah menciptakan segala yang ada untuk manusia. Ia hanya merupakan dengan sangat mudah pula
di bumi ini untuk manusia, dengan kata ziinatal hayatid dunya, perhiasan mencabut kekuasaan dari Siapa yang
lain, segala yang ada di bumi ini Allah kehidupan dunia. Dia kehendaki.
jadikan sebagai perbekalan untuk Dan kegunaannya dalam kehidupan Oleh karena itu, setiap manusia
mengiringi segala keperluan hidup ini tidak lebih sebagai nikmat yang yang mencari kebahagiaan di dua hal di
manusia selama waktu yang telah dengan itu menjadi penopang amal atas, yakni harta dan kekuasaan, maka
ditentukan. “Dialah yang telah sholih. ia tidak akan pernah mendapatkannya,
menciptakan apa-apa yang ada di bumi dan di akhirat dua hal itu tidak akan
ini semuanya untuk kalian (manusia)” KEBAHAGIAAN KARENA KEKUASAAN memiliki nilai yang berarti buat dirinya
(Q.s. Al-Baqoroh:29). Segalanya itu Banyak manusia yang mabuk di sisi Allah. Firman Allah.”Adapun
dinamakan harta yang dengan itu kekuasaan, mereka menganggap orang yang diberikan kepadanya kitab
manusia mencapai kemakmuran. bahwa kekuasaan beriringan dengan dari sebelah kirinya, maka dia berkata:
Akan tetapi harta itu bukanlah kebahagiaan. Mereka berambisi untuk Wahai alangkah baik kiranya tidak
ukuran kebahagiaan manusia, memperoleh kekuasaan karena dengan diberikan kepadaku kitabku ini. Dan aku
melainkan sebatas memenuhi kekuasaanlah kebahagiaan akan tidak mengetahui apa hisab terhadap
kebutuhan mereka. Kekeliruan mudah diperoleh. diriku. Wahai kiranya kematian itulah
manusia dewasa ini adalah mereka Ternyata pandangan yang seperti itu yang menyelesaikan segala sesuatu.
meletakkan kabahagiaan itu pada harta keliru. Kekuasaan yang sebenarnya Hartaku sekali-kali tidak memberi
yang mereka miliki. Mereka tidak bukanlah pada apa yang mereka cari, manfaat kepadaku. Telah hilang
menyadari bahwa harta mereka itu tetapi ada pada sisi Allah, bukan pada kekuasaanku dariku.” Q.s Al-
pada hakikatnya adalah milik Allah sisi manusia. Firman Allah Haaqqoh: 25-29).
sebagaimana diri mereka juga dalam :”Katakanlah: Wahai Tuhan yang Hanya dengan iman kepada Allah dan
genggaman-Nya. Mereka tidak mempunyai kekuasaan. Engkau beramal sholih di dunia untuk
menyadari pula bahwa harta yang ada berikan kekuasaan kepada orang yang kebahagiaan dunia dan akhirat sajalah,
pada mereka pasti akan lenyap, Engkau kehendaki dan Engkau cabut kebahagiaan yang sesungguhnya dapt
termasuk diri mereka sebagaimana kekuasaan dari orang yang Engkau diraih oleh setiap manusia. Wallahu
firman Allah :”Semua yang ada di bumi kehendaki. Engkau muliakan orang a’lamu bishshowab Lembaga Dakwah Ruhama

EDISI 367 JUNI 2005 WARTA BEA CUKAI 59


PENGAWASAN

Inpres No. 4 Tahun 2005


KEMBALIKAN WEWENANG DJBC
BERANTAS ILLEGAL LOGGING
Tinggal menunggu juklak.
WBC/ATS

K
egiatan illegal logging atau Bea dan Cukai membuat suatu tim
pembalakan liar hampir terjadi perumus juklak. “Jadi, setelah draftnya
diseluruh hutan di Indonesia dan sudah final, akan akan bahas secara
terkesan makin sporadis. Akibatnya, interdep, misalnya dengan Departemen
rakyat dirugikan kurang lebih 30 trilyun Perhubungan, khususnya Ditjen
rupiah setiap tahun, suatu angka yang Perhubungan Laut, kemudian dengan
fantastis. Departemen Kehutanan dan juga
Pada umumnya, kayu haram dengan Biro Hukum Departemen
tersebut diekspor ke luar negeri dengan Keuangan,” ungkap Sofyan.
cara diselundupkan dimana menurut Kerjasama yang dilakukan dengan
pengertian masyarakat awam adalah Ditjen Perhubungan Laut adalah dalam
dibawa keluar negeri tanpa dilengkapi hal pengawasan terhadap alat angkut
surat-surat yang sah. laut. Sebab, melalui Administrator
Banyak pihak yang menuding DJBC Pelabuhannya, Ditjen Perhubugan
sebagai salah satu instansi yang Laut terlibat dalam hal mengawasi
bertanggungjawab terhadap kegiatan keberangkatan dan kedatangan kapal
illegal logging. Padahal DJBC tidak disuatu pelabuhan.
memiliki kewenangan untuk mengawasi Sementara kerjasama dengan Dep-
perdagangan antar pulau. Jadi, upaya hut adalah untuk mengetahui apakah
yang selama ini dilakukan DJBC adalah kayu tersebut legal atau illlegal, sebab
menegah kayu-kayu haram tersebut Dephutlah yang memiliki kewenangan
keluar dari wilayah pabean Indonesia SOFYAN PERMANA. Kepercayaan yang diberikan untuk itu. Sofyan mencontohkan,
tanpa dilengkapi dokumen yang jelas atau pemerintah jangan disia-siakan oleh seluruh selama ini pengenaan sanksi untuk
yang sering disebut juga dengan illegal aparat Bea dan Cukai. kasus-kasus pembalakan liar seperti di
trading (perdagangan yang tidak sah). daerah Kepulauan Riau tidak dapat
Kembalinya kepercayaan pemerin- ditindaklanjuti dengan UU No.10
KEMBALINYA KEWENANGAN ITU tah pada Bea dan Cukai untuk tentang Kepabeanan, namun dapat
Maraknya pembalakan liar yang melakukan pengawasan, penindakan ditindaklanjuti dengan UU Kehutanan
terjadi di seluruh wilayah Indonesia terhadap illegal logging di daerah No. 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan.
membuat pemerintah harus bekerja pabean Indonesia merupakan suatu “Untuk itu, kita selalu menyerahkan
lebih keras lagi dalam kebanggaan tersendiri bagi aparat Bea kasus-kasus tersebut pada Dephut
memberantasnya, demikian kata dan Cukai. “Ini suatu kepercayaan yang untuk diselesaikan sesuai dengan
Sofyan Permana, Direktur Pencegahan kembali diraih oleh Bea dan Cukai Undang-Undang Kehutanan,” kata
dan Penyidikan (P2) DJBC. Untuk itulah untuk melakukan pengawasan Sofyan yang juga menyatakan bahwa
pemerintah mengeluarkan Inpres No. 4 terhadap barang-barang di daerah hingga kini pun sanksi bagi pembalak
Tahun 2005 tentang Pemberantasan pabean, khususnya pengangkutan liar tersebut masih mangacu pada UU
Penebangan Kayu Secara Illegal di antar pulau,” tandas Sofyan. Kehutanan dikarenakan pada Inpres
Kawasan Hutan dan Peredarannya di Sofyan menjelaskan, sejak Inpres
Seluruh Wilayah Indonesia. No. 4 Tahun 1985 mengenai
Dalam hal ini, secara proporsional kewenangan Bea dan Cukai melakukan
pemerintah melihat instansi-instansi pengawasan antar pulau dicabut, Bea
mana saja yang bisa menangani kasus dan Cukai tidak lagi memiliki
illegal logging tersebut. Dalam Inpres kewenangan untuk mengawasi
No. 4 Tahun 2005 jelas terlihat pengangkutan antar pulau. Maka
banyaknya instansi yang terlibat dalam dengan terbitnya Inpres No.4 Tahun
pelaksanaan pemberantasan illegal 2005 kewenangan itu telah diberikan
logging ini, seperti Dep. Luar Negeri, kembali, khusus untuk pengawasan
Perdagangan, Kepolisian dan illegal logging.
sebagainya. “Khususnya Departemen Juklak atau petunjuk pelaksana
Keuangan, perintahnya ditujukan pada Inpres No. 4 Tahun 2005 itu sendiri masih
aparat Bea dan Cukai,” jelas Sofyan. dalam tahap pembahasan, namun
Dalam Inpres tersebut disebutkan diperkirakan akan keluar pada Juli tahun
bahwa, khusus kepada Menteri ini. Setelah itu juklak ditindaklanjuti
Keuangan: Menginstruksikan kepada dengan peraturan Menteri Keuangan dan
aparat Bea Cukai untuk meningkatkan secara teknis juga akan dibuat peraturan
pengawasan dan penindakan terhadap dari Dirjen Bea dan Cukai.
lalu lintas kayu di daerah pabean. Untuk pembuatan juklak tersebut,

60 WARTA BEA CUKAI EDISI 367 JUNI 2005


No. 4 Tahun 2005 belum diatur karena daya jelajah kapal hanya 4 hari. dalam satu bulan Bea dan Cukai pasti
mengenai pengenaan sanksi. Untuk itu harus dibantu dengan melakukan penegahan ekspor atau
Namun demikian, keluarnya pengadaan sub-sub pangkalan pengangkutan kayu illegal ke luar
Inpres No. 4 Tahun 2005 membuat Bea penunjang operasi. negeri di wilayah tersebut.
dan Cukai lebih memiliki kekuatan “Nah, sub-sub pangkalan itu sama Oleh karena itu, berkaitan dengan
hukum yang lebih kuat untuk sekali belum ada. Jadi kedepannya kita Inpres No. 4 Tahun 2005 ini, Dirjen Bea
melakukan tugas-tugas pengawasan. harus membangun pengadaan sub-sub dan Cukai mengeluarkan instruksi
“Kalau bisa melalui amandemen UU pangkalan itu, paling tidak untuk di khusus untuk KPBC dan KWBC yang
Kepabeanan, Bea dan Cukai dapat Ambon, Sorong, Biak, itu akan ada di seluruh wilayah Indonesia,
diberikan kewenangan lagi berkaitan membantu kapal-kapal patroli kita untuk melakukan pengetatan penga-
dengan pengawasan terhadap bertugas disana,” tandas Sofyan yang wasan. Bea dan Cukai juga dituntut
pengangkutan barang-barang tertentu kembali menegaskan perlunya untuk lebih waspada, serius dan
di daerah pabean, berikut sanksi perencanaan yang matang untuk bisa perhatian terhadap pengangkutan kayu
hukumnya. Jadi, kita akan bekerja lebih melakukan operasi di daerah timur. di daerah pabean. Selain itu juga harus
baik lagi,” tandas Sofyan. Sofyan Sofyan menambahkan, keberadaan bisa bekerjasama dengan aparat-aparat
menambahkan, proses amandemen sub-sub pangkalan itu sangat penting terkait di wilayahnya masing-masing.
UU Kepabeanan itu sendiri sudah sebagai tempat untuk mengisi bahan Pada akhir wawancara Sofyan
selesai, hanya tinggal menunggu bakar, penyediaan peralatan kapal, menegaskan, kembalinya kepercayaan
pembahasan dengan DPR. perbaikan ringan, istirahat para ABK pemerintah pada institusi DJBC
dan sebagainya. Jadi sementara ini, merupakan salah satu kebanggaan
BEBAN DJBC BERTAMBAH untuk wilayah timur pengawasannya bagi organisasi. Hal itu tak lepas dari
Keluarnya Inpres No. 4 Tahun 2005 baru sampai pada perairan Sulawesi. kesungguhan dan kerja keras aparat
secara otomatis membekukan Inpres Sehingga, tidak ditemui data-data bea cukai terutama dalam program
No. 5 Tahun 2001. Menurut Sofyan, pelanggaran walaupun pada kerja 100 hari pemerintah, dengan
perbedaan mendasar pada kedua kenyataannya (setelah operasi hutan memperlihatkan perubahan-perubahan
inpres tersebut berada pada cakupan lestari 2005-red), illegal logging lebih yang signifikan.
wilayah. Inpres No. 5 Tahun 2005 banyak terjadi di daerah Papua. “Untuk itu, kepercayaan yang dibe-
hanya mencakup wilayah tertentu Kondisi di wilayah timur berbeda rikan pemerintah janganlah disia-siakan
yakni, Gunung Leuser dan Tanjung dengan wilayah barat. Wilayah barat oleh seluruh aparat bea cukai, keperca-
Puting. Sementara Inpres No.4 Tahun telah dilengkapi dengan sub-sub yaan ini harus dimanfaatkan betul
2005 mencakup seluruh wilayah pangkalan yang membantu kelancaran bahwa Bea dan Cukai dapat bekerja
Indonesia, sehingga pengawasan yang operasi. Dari data yang diperoleh, lebih baik lagi,” tandas Sofyan. ifa
dilakukan Bea dan Cukai jadi lebih luas.
Ketika ditanya WBC apakah lantas
makin memberatkan Bea dan Cukai?
Sofyan secara tegas menjawab tentu FOTO : ISTIMEWA
saja. Sebab, armada yang dimiliki Bea
dan Cukai untuk wilayah timur belum
siap untuk melakukan pengawasan

ILLEGAL LOGGING.
Kegiatan llegal
logging hampir
terjadi diseluruh
hutan di
Indonesia.

EDISI 367 JUNI 2005 WARTA BEA CUKAI 61


PENGAWASAN
WBC/RIS

EKSTASI. Melalui dua tahap pengiriman, akhirnya puluhan ribu pil ekstasi dapat ditegah aparat AI Bandara Soekarno Hatta. (Kepala KPBC SH, Novrial
memperlihatkan hasil uji menggunakan narcotest

Puluhan Ribu Butir Ekstasi


DITEGAH SATGAS AI BANDARA SOEKARNO HATTA
Merupakan modus operandi baru. Si penyelundup tiba terlebih dahulu ke negara tujuan, baru
kemudian barang menyusul melalui paket jasa pengiriman barang.

P
etugas Airpot Interdiction (AI) dari melakukan tugas pengawasan X-Ray di Portier Audio Jl. Krekot No. 3 Pasar
unsur Bea dan Cukai Bandara Tempat Penimbunan Sementara (TPS) Baru Jakarta.
Soekarno Hatta berhasil Perusahaan Jasa Titipan DHL di Selanjutnya pil-pil tersebut oleh
mengamankan 34.810 butir ekstasi asal Bandara Soekarno Hatta. Petugas petugas dilakukan test dengan
Belanda. Pil-pil tersebut masuk melalui mencurigai barang impor seberat 4,5 menggunakan Narco Test yang
Bandara Internasional Soekarno-Hatta kg atau 2 koli yang dikirim GE Plastic- hasilnya kedapatan psikotropika jenis
secara bertahap. Plasticaan 1 Bergen op Zoom amphetamine. Kemudian dikirim ke
Dalam press releasenya, di Aula Amsterdam diberitahukan sebagai Balai Pengujian dan Identifikasi Barang
Kantor Pelayanan Bea dan Cukai dokumen. Ditjen Bea dan Cukai Jakarta didapat
(KPBC) Tipe A Khusus Soekarno-Hatta, Atas kecurigaan terhadap barang hasil bahwa pil tersebut positif produk
Kepala KPBC Soekarno Hatta, Novrial tersebut kemudian petugas memeriksa psikotropika sintetik turunan dari
menjelaskan bahwa pengiriman fisik barang tersebut dan ternyata amphetamine jenis Methylenedioxyme-
barang-barang terlarang tersebut kedapatan masing-masing koli berisi thamphetamine HCL (MDMA).
dilakukan dalam dua tahap. tiga kantong plastik (total enam plastik) Dari hasil temuan itu, petugas AI
Tahap pertama, 20 April 2005 berisi butiran pil berwarna putih dari unsur Bea dan Cukai bekerjasama
ditegah petugas satgas AI dari unsur dengan logo ‘lidah menjulur’ ditujukan dengan unsur Kepolisian dan anggota
Bea dan Cukai Soekarno saat kepada penerima dengan alamat RMJ BNN melakukan operasi untuk

62 WARTA BEA CUKAI EDISI 367 JUNI 2005


WBC/RIS
menangkap penerima pil memabukkan dalam kotak korek api. Ismail
tersebut bernama Marcus Aijal, warga ditangkap saat hendak berangkat ke
negara Belanda yang kepada petugas Banjarmasin. Ketika melewati X-Ray
mengaku sebagai sopir taxi di Belanda. petugas menaruh curiga dan langsung
Dari pengembangan kasus di atas dilakukan pemeriksaan, yang ternyata
petugas mendapatkan informasi lagi ditemukan shabu-shabu dalam kotak
bahwa akan ada pengiriman tahap korek apinya.
kedua, tepatnya pada 22 April. Karena Untuk mengetahui apakah memang
itu satgas BNN bekerja keras benar-benar jenis narkotika/
memeriksa setiap barang kiriman dari psikotropika, lantas dilakukan
Belanda yang melalui jasa titipan, baik pengetesan atas barang bukti dengan
melalui DHL, Fedex dan TNT. menggunakan Narco test di posko
Kerja keras itu ternyata membuah- Satgas AI di KPBC Soekarno Hatta dan
kan hasil, akhirnya petugas kembali kedapatan positif psikotropika jenis
menemukan paket yang di alamatkan shabu-shabu sebanyak 0,6 gram.
ke toko kaset RMJ Portier Audio. Barang bukti dan tersangka pelaku
Melalui X-Ray petugas kembali mene- kini telah diserahkan kepada pihak
mukan satu kantong plastik berisis Kepolisian Bandara Soekarno Hatta
jenis barang yang sama dengan logo untuk diproses hukum lebih lanjut.
yang sama dan juga melalui jasa titipan
DHL sebanyak 4.840 butir pil ekstasi. ALAT DETEKSI BARU
“Dari dua kali penggagalan Kini Satgas AI Bandara Soekarno
penyelundupan itu, kami menyita Hatta diperlengkapi dengan sebuah alat
34.810 butir ekstasi. Di pasaran, harga deteksi yang lebih canggih lagi. Setelah ENTRY SCAN. Kelebihan lain dari alat ini, jika
satu butir ekstasi seperti itu adalah Rp. jumpa pers tangkapan barang-barang pelaku menggunakan modus dengan cara menelan
100 ribu. Kalau dikalikan dengan terlarang ekstasi dan shabu-shabu, pun masih bisa dimonitor dengan alat ini
34.810 butir maka nilainya sekitar dilakukan peluncuran alat deteksi yang
Rp.3,5 miliar,” ujar Nofrial. baru saja diberlakukan pemakaiannya Kejaksaan Agung, maupun Kejaksaan
mulai 26 April 2005 bagi para Negeri.
SHABU-SHABU 0,6 GRAM penumpang asal luar negeri di terminal Dalam wawancaranya kepada pers,
Bukan hanya tangkapan ekstasi F (kedatangan internasional). Kalakhar BNN, Soetanto mengatakan,
saja, dalam release tersebut juga Para undangan yang hadir dalam alat deteksi tersebut, Entry Scan dan
digelar tegahan barang terlarang peluncuran alat baru tersebut yang Itemiser akan membantu petugas AI
psikotropika yang diduga jenis shabu- sebelumnya juga mengikuti acara gelar dalam melakukan pengawasan yang
shabu seberat kurang lebih 0,6 gram barang tangkapan satgas AI Bandara khusus diperuntukan bagi orang atau
yang dilakukan oleh anggota satgas AI Soekarno Hatta di Aula KPBC penumpang dari luar negeri yang baru
dari unsur Security Angkasa Pura II di Soekarno Hatta antara lain, Direktur P2 tiba di Bandara Soekarno Hatta.
Terminal F. DJBC, Kalakhar BNN, Kepala Untuk Entry Scan, cara kerja alat ini
Pelaku adalah Ismail Misfir, warga Kepolisian Bandara Resort Bandara bisa digambarkan sebagai berikut;
negara Indonesia penumpang pesawat Soekarno Hatta, termasuk undangan para penumpang yang baru tiba
Garuda tujuan Banjarmasin yang lain dari pihak Imigrasi, Angkasa Pura diperintahkan memasuki ruang entry
membawa shabu-shabu yang disimpan II, Bais, BIN, Administrator Bandara, scan satu persatu untuk dideteksi
WBC/RIS apakah mereka membawa barang-
barang larangan atau tidak. Jika
ternyata ditemukan, maka alat yang
bekerja secara komputerisasi ini akan
memberi sinyal dan keluar data dalam
layar komputer mengenai jenis barang
larangan yang dibawa oleh si
penumpang tersebut.
“Sebenarnya sama saja seperti
scaner biasa, tetapi scaner seperti
yang dilihat di pemberitahuan impor
barang hanya untuk mendeteksi jenis
metal, sedangkan ini manusia .
Kelebihan lain dari alat ini, jika pelaku
menggunakan modus dengan cara
menelan pun masih bisa dimonitor
dengan alat ini,“ demikian menurut
Kepala KPBC Soekarno Hatta, Nofrial.
Sedangkan Itemiser yang bentuk-
nya lebih kecil dari Entry Scan, prinsip
kerjanya hampir sama dengan Entry
Scan, hanya saja secara komputerisasi
alat ini khusus mendeteksi jenis-jenis
bahan-bahan kimia yang terkandung
dalam suatu barang. Secara per item
alat ini akan mendeteksi kandungan
bahan-bahan kimia yang ada dalam
suatu barang. Bahkan untuk jenis
ITEMISER. Secara komputerisasi alat ini khusus mendeteksi jenis-jenis bahan-bahan kimia yang bahan peledak pun dapat terdeteksi
terkandung dalam suatu barang. dengan menggunakan alat ini. ris

EDISI 367 JUNI 2005 WARTA BEA CUKAI 63


PENGAWASAN
WBC/ATS

Dalam PIB disebutkan


jenis barang adalah
waste paper unsorted –
mixed paper

B
au tidak sedap menyengat
hidung ketika sebuah
kontainer berisi sampah
domestik dibuka petugas bea
cukai. Refleks, semua yang hadir
di pelataran terminal kontainer
Pelabuhan Tanjung Priok
menutup hidungnya.
Siang itu, 11 Mei 2005,
rombongan anggota DPR dari
Komisi VII, sengaja mendatangi
terminal kontainer II Tanjung
Priok untuk melihat secara
langsung limbah B3 (bahan
beracun dan berbahaya) yang
berhasil ditegah petugas bea
cukai. Sebanyak 20 kontainer 40
feet diketahui berisi sampah
domestik berupa potongan
kertas, kain dan plastik bekas.
Dengan menggunakan jasa
agen pelayaran CMA CGM S.A,
Marseille, France – PT. Container
Maritime Activities (PT. CMA),
kontainer berisi sampah tersebut
dikirim dari Rotterdam, Belanda
oleh perusahaan ekspedisi
Grosvenor Waste Management
Limited Crayford, Kent, Da14QG,
United Kingdom, dengan
menggunakan kapal CSCL
Felixstowe Voy.SX100E.
PT. CMA sebagai agen
pelayaran pun segera
memberitahukan pada CMA CGM
Rotterdam mengenai kontainer
berisi sampah tersebut. Dari
Rotterdam diperoleh data bahwa
status sementara terhadap
shipper Grosvenor Waste
Management Limited adalah
shipper yang di blacklist.
Berdasarkan Surat Perintah
No: Print-2.998/WBC.04/
KP.0303/2005 tanggal 4 April
2005, petugas KPBC Tanjung
Priok II melakukan pengecekan
terhadap consignee/notify
party atas barang limbah
LIMBAH B3. Sebanyak 20 kontainer 40 feet berisi limbah B3 berhasil ditegah petugas bea cukai. tersebut yakni PT. NIP Jakarta.

BEA CUKAI TANJUNG PRIOK TEGAH

Limbah B3
64 WARTA BEA CUKAI EDISI 367 JUNI 2005
WBC/ATS

PENJELASAN. Jusuf Indarto, Kabid P2 Kanwil IV DJBC Jakarta sedang memberikan penjelasan pada anggota Komisi VII DPR.

Dari hasil pemeriksaan diketahui Batugana, sekretaris fraksi Partai membuka seluruh party kontainer 20
bahwa alamat PT. NIP tersebut Demokrat yang merupakan salah x 40’.
adalah fiktif alias palsu. seorang anggota DPR dari Komisi Dari hasil pemeriksaan diketahui
Saat di wawancara WBC, Sutan VII, mengharapkan agar Bea dan bahwa keseluruhan container
Cukai, KLH dan polisi, bisa segera tersebut berisi sampah. Selanjutnya
WBC/ATS
mengungkap kasus ini dengan atas 20 x 40’ kontainer tersebut
menangkap importirnya. Sebab jika telah dilakukan penyegelan kembali
tidak segera diusut, kejadian ini bisa dengan Memo No. 217/Analis/2005
terulang kembali. tanggal 14 Maret 2005.
Sutan menegaskan, Komisi VII Oleh karena itu dugaan
DPR akan terus memantau ketentuan yang dilanggar adalah UU
perkembangan kasus ini. “Barang ini No. 10 tentang Kepabeanan pasal
pun harus di re-ekspor dan 53 jo. Pasal 103 huruf (a) “Menye-
importirnya harus ditindak,” tambah rahkan pemberitahuan pabean dan/
Sutan. Walaupun diketahui alamat atau dokumen pelengkap pabean
importirnya fiktif tapi Sutan yakin dan/atau memberikan keterangan
bahwa orang tersebut bisa dikejar. lisan/tertulis yang palsu atau
Ia mencontohkan kasus narkoba dipalsukan yang digunakan untuk
yang pelakunya sulit ditangkap tapi pemenuhan kewajiban pabean,
bisa dikejar. dengan sanksi berupa ancaman
Terbongkarnya pengiriman hukuman penjara maksimal 5 tahun
limbah ini tak lepas dari koordinasi dan/atau denda paling banyak 250
yang dilakukan Bea dan Cukai juta rupiah.
dengan Kementrian Lingkungan Selain itu juga melanggar Un-
Hidup RI (KLH-RI). Tepatnya pada 9 dang-undang Pengelolaan Dampak
Mei lalu, petugas bea cukai dan Lingkungan Hidup RI. Saat ini pe-
SUTAN BATUGANA. Meminta agar Bea dan petugas KLH-RI melakukan nanganan selanjutnya sedang dila-
Cukai, KLH dan polisi bekerjasama untuk pemeriksaan jabatan guna kukan oleh Kanwil IV DJBC Jakarta
mengusut kasus ini. mengetahui secara riil dengan dan KPBC Tanjung Priok II. ifa

EDISI 367 JUNI 2005 WARTA BEA CUKAI 65


PENGAWASAN

Kokain I Kg
saat kita bebaskan dia juga sempat
mengatakan kapok berbisnis di
Indonesia dan akan pulang saja ke
Perancis,” ungkap Kepala KPBC SH,
Novrial pada acara konprensi pers.
Sementara itu pada konprensi pers
kali ini, juga diperlihatkan beberapa

DITEGAH PETUGAS
barang hasil tegahan petugas KPBC
SH dalam kurun waktu Februari 2004
hingga Mei 2005, diantaranya adalah

BEA CUKAI
senjata api mainan dan alat bantu sex
(sex toys) yang diamankan langsung
dari pemiliknya. Akan barang-barang

SOEKARNO-HATTA
tersebut kini tinggal menunggu untuk
dimusnahkan, setelah dilakukan proses
hukum terhadap pemiliknya.
Acara konprensi pres yang juga
Dengan mengandalkan alat terbaru yang dimiliki, petugas Kantor dihadiri oleh Kalakhar BNN Soetanto,
juga berkesempatan meninjau
Pelayanan Bea dan Cukai (KPBC) Tipe A Khusus Soekarno- langsung proses pemeriksaan yang
Hatta. Berhasil menegah 1 Kg kokain yang hingga kini belum dilakukan petugas bea cukai di gudang-
jelas siapa pemiliknya. Sementara itu sebanyak 575 sex toys gudang perusahaan jasa titipan, seperti
juga berhasil diamankan petugas. DHL dan Fedex. Pada kesempatan itu
Soetanto mengatakan, agar petugas
memperketat semua jalur masuknya

K
okain seberat 1 kg dengan memberatkannya sebagai pemilik barang-barang berbahaya khususnya
perkiraan harga sebesar satu barang tersebut. Sedangkan kedua psikotropika.
milyar rupiah, pada Kamis 12 Mei orang lainnya, hingga kini masih terus “Semua bandara baik internasional
2004 lalu, berhasil ditegah petugas bea dilakukan pencarian untuk selanjutnya maupun domestik, sudah saatnya
cukai. Kokain yang hingga kini belum dimintai keterangan, akan kemungkinan diperketat sehingga Indonesia tidak lagi
diketahui dengan jelas siapa pemiliknya menjadi pemilik barang tersebut. menjadi negara tujuan bagi pelaku
itu, pada awalnya ditinggalkan begitu “Untuk Michel kita tidak menemukan kejahatan dibidang psikotropika, dan
saja di kursi no 18A, pesawat KLM hal yang mengarah sebagai pemilik, untuk petugas diharapkan kemampu-
dengan nomor penerbangan KL-809, namun kita masih mencari celah annya dengan semaksimal mungkin
yang baru tiba dari Amsterdam. selanjutnya, karena dirinya kesini dalam menghadapi berbagai kendala di
Kecurigaan awal akan barang hanya untuk membeli furniture, dan lapangan,” ujar Soetanto. adi
tersebut, adalah ketika ditemukan oleh
WBC/ADI
petugas engenering KLM Sdr. Absori
pada saat pengecekan lifevest. Barang
yang dicurigai tersebut akhirnya
diserahkan ke petugas yang berwenang
lainnya, dan akhirnya diserahkan ke
petugas bea cukai di posko terminal D
untuk selanjutnya dilakukan
pencacahan.
Setelah dilakukan pencacahan
ternyata dalam bungkusan tersebut
kedapatan, 84 kapsul padat berwarna
putih dengan berat bruto 1 kg. Dengan
kecurigaan itu maka dilakukan tes
dengan narkotes (Itemiser), dan
kedapatan diduga positif sebagai
narkotika golongan 1 jenis kokain.
Dengan hasil tersebut, maka petugas
langsung memburu pelaku dimana
bungkusan ditemukan pada kursi no
18A.
Setelah melakukan cek terhadap
daftar penumpang, maka diketahui
kalau tiga baris banggu tersebut
adalah, Sutikno kursi no.18A, Servean
Jean Michel kursi no.18B warga
Perancis, dan Yahya Sabira Marisa
kursi no.18C. Dari ketiga penumpang
ini, kecurigaan awal ditujukan kepada
Michel, dan dirinya yang ingin
melanjutkan penerbangan ke Yogya
akhirnya dapat diamankan petugas
untuk dimintai keterangan.
Dari hasil keterangan tersebut,
Michel akhirnya dibebaskan karena 1 KILOGRAM. Dengan menggunakan modus baru, kokain seberat 1 kilogram ditinggalkan pelaku di
tidak ada hal yang dapat dalam pesawat.

66 WARTA BEA CUKAI EDISI 367 JUNI 2005


KEPABEANAN INTERNASIONAL

JUARA III LOMBA PIDATO DALAM BAHASA INGGRIS


Dalam Rangka Memperingati Hari Pabean Internasional Ke-53

CORRUPTION
as a Form of Anti-Trust Towards The Government
By: Teddy Triatmojo

I
t has been general acknowledgement them but can not give them what becomes they are not able to control the prices and
when people think about Customs what their right, this is a funny condition isn’t? what they have done so far become
crosses on their mind is corruption, this Most Customs officer and other something useless, useless burden for
is a shame fact that all of us should regret. government officer are living on the middle national budget.
Why do I said so, cause the corruption of prosperity level and some of them even And we as the customs officer, or
matter is not only happening in our below the level of prosperity. It is very government officer, or civil servant, we
beloved country Indonesia but it happens human if every each of us wants to have a have to learn to believe in our government,
also to all countries all over the world, as better life. Therefore, when they saw their we have to let them do their job, to govern
an addition if you go to the internet you life would be stagnant, the decide to do and as part of it distribute the income.
can find a site made specially to deal with improvement with their own way, sadly bad Something that we have to believe in
corruption in Customs, is it called customs way, corruption. is that the money even though we give it
corruption.com. What this people believe is govern- all to the government, it will coming back
In Indonesia corruption has reached till ment doesn’t care with what happen to to us in a form of subsidies, for education,
billions number over years, and the them, government busy enough with its health community services, others, and
number increases year by year. Over than job, and neglecting their welfare as the beside that is not only us who will feel
29 billions is a significant number, that is government officer. They believe the happy for it, other people, every citizen in
number for corruption cases that has been government cannot distribute the national Indonesia will feel the same.
revealed from 2001 until 2004, not to income fair and square, how this national I believe this is only little part on
mention other cases that has not been Income will only end up to nothing but fighting against corruption, there’s a lot
revealed yet, simply this country has lost a in the government executive personal way more to do such as severe punish-
large amount. pocket we can see the different clearly ment, better regulation, and anything else
We could imagine what the govern- from the imbalance situation between the that should be doing holistically.
ment could have done with such amount executive and their officer. Afterward, the benefits would come
of money, free education, free public This condition manipulates those other along, within those processes. Fairness
services, better infrastructures, and other officer minds. “Hey the government didn’t and equality would be something exists in
benefits that we have missed, well I know I distribute far enough”, and they believe our country, no more people who live
am might not well elaborating this but so that government will try to increase their below the standard of prosperity, and
far the government always put “we don’t welfare or at least do something. But they further more, there will be great coopera-
have enough money” as the reason why think they are wrong, government do tion between the government, its officer
they never do humanity development, if nothing, and busy corrupting the money. and the society that will lead into better
the situation has changed and they have a From there they started to believe that Indonesia. It would be different if we keep
fresh amount of money I wonder what will they have to do something by themselves, stubborn and do nothing, the detriments,
they say. they have lost their trust towards the that already there would be even greater.
I have my own theory on corruption. I government. They found a way to increase Few weeks ago we have been
believe that corruption is a form of Anti- their welfare, by allocate some of the awoken by catastrophe happened in
Trust toward the government. national income for them, rather than Nangroe Aceh Darussalam and North
As we all know, to increase welfare, giving it all to the government and let the Sumatra, this moment must be used as
prosperity, to have a decent standard of government distribute it. So sad but true. a turning point to introspect ourselves,
living always becoming an excuse for If only the government is trustable, and do some progression. By letting
those who committed corruption, though maybe this condition shall not be hap- government do their job in which
maybe for some of them that is not the pened. Now the question is how to make distributing the national income, without
real reason, or let say gluttonous person government regain their trust. Trust is not our interference, means no corruption
simply greedy. something that we can buy, trust comes at all, means we can contribute more,
I am really sorry if some of you are buy itself. What the government can do is something little, but it is something big
offended, but I believe all of you here is not showing their willingness that they are for the victims of the catastrophe for the
a greedy person. Back to the excuse, trustable, they can distribute national people of Nangroe Aceh Darussalam
welfare, prosper, and decent. But for us, it income in appropriate way, further than and North Sumatra, and further more
is so hard to be like that. We can not close that, government should solve the for Indonesia, if only we could contrib-
our eyes on our officer out there that only economical problem comprehensively, for ute a little.
have 1,5 millions per month as their salary, example, it the government officer have a
meanwhile, he has family and has to fed salary increase, the government should be BIODATA
them up, kids has to go to school with able to stabilize prices on the market. Nama : Teddy Triatmojo
expensive unreasonable tuition fee and For all of this time, what we can see is NIP : 060105949
not to mention the government oblige when the government increase the salary Unit Kerja : KPBC Tipe A Bandar Lampung

EDISI 367 JUNI 2005 WARTA BEA CUKAI 67


KEPABEANAN INTERNASIONAL
WBC/ATS
Seminar dibuka langsung oleh
Direktur Jenderal Bea dan Cukai, Eddy
Abdurachman. Dalam sambutannya ia
menekankan bahwa, DJBC terus
berupaya meningkatkan teknologi dan
prosedur kepabeanan dalam tujuan
pelaksanaan time release suatu barang
yang sesuai dengan standar internasional.
Karena itu melalui seminar ini
diharapkan Dirjen Bea dan Cukai, dapat
mempromosikan fasilitas perdagangan
dan meningkatkan komunikasi dan kerja-
sama antara DJBC dengan masyarakat
industri PJT.
Sementara itu, Noordin Azhari,
Direktur Biro Kerjasama Ekonomi, Sekre-
tariat ASEAN, mengatakan institusi kepa-
beanan harus dapat secara total membe-
rikan pelayanan yang baik dan cepat.
Dan untuk mempercepat itu, Noordin
mentargetkan agar para konsumen meng-
gunakan fasilitas kemudahan-kemudahan
SEMINAR. Melalui seminar ini diharapkan dapat mempromosikan fasilitas perdagangan dan meningkatkan yang telah ditawarkan oleh institusi pabe-
komunikasi dan kerjasama antara DJBC dengan masyarakat industri PJT. an. Kemudahan itu antara lain pemanfa-
atan sistem EDI (Electronic Data Inter-

Kemudahan Prosedur Impor change), manajemen resiko, dan lain-lain.


Seminar sehari itu juga menam-
pilkan beberapa pembicara baik dari Bea

Untuk PJT dan Cukai maupun pihak PJT. Dari Bea


dan Cukai materi seminar berjudul “ Indo-
nesian Customs Clearance Procedure for
Express Consignment”, disampaikan Di-
Draft (rancangan) prosedur baru tersebut menekankan pada rektur Teknis Kepabeanan, Ibrahim Karim.
prinsip kemudahan. Sedangkan dari pihak PJT, DHL oleh
Hoe Wah Cheng dengan judul “The Air

D
irektorat Jenderal Bea dan Cukai dahan. Sedangkan selektifitas berdasar- Express Industry & Its Role as a Trade
akan mengeluarkan prosedur baru kan pada pelayanan yang dilakukan PJT, Enabler”. Dari TNT oleh Philip Tan
mengenai pengeluaran barang profil komoditas dan profil penerima dengan judul “Process & Information Flow
pabean bagi Perusahaan Jasa Titipan barang. Dari hal tersebut nantinya akan in the Air Express Industry”. Dari UPS oleh
(PJT)/ Customs Clearance Prosedure for menghasilkan penetapan jalur merah dan Sunny Chia dengan judul “WCO Guide-
Express Consigment. Dalam ketentuan jalur hijau. lines on Immediate Release”.
baru ini, penerima barang impor (importir) Sementara itu ketentuan mengenai Sementara itu dari PJT FedEx ada dua
dapat langsung melalui PJT. Ketentuan ini barang antara lain; berat barang maksimal pembicara, masing-masing Irma
mengacu pada pasal 11 peraturan 100 kilogram dan maksimal nilai barang Hardjasatya dengan judul “Benchmark &
Direktur Jenderal Bea dan Cukai No. 78/ 5000 USD. Barang tersebut bukan meru- Best Practices in Clearance of Air Express
BC/1997 jo No. 83/BC/2002 yang berisi pakan barang dagangan atau bukan untuk Consignment” dan H. Rizal dengan judul
antara lain; dijual kembali. Besarnya pajak pendapat- “Challenges for the air Express Industry in
l Penerima barang yang pengirimannya an untuk API (importir dengan Angka Indonesia & the Way forward”.
dari luar negeri ke dalam negeri harus Pengenal Importir) sebesar 2,5 persen Seminar sehari ini dihadiri para peser-
tercatat dalam AWB (Air Way Bill) dan untuk Non API sebesar 7,5 persen. ta terutama pegawai Bea dan Cukai yang
l Berat barang tidak lebih dari 100 Disamping ketentuan-ketentuan di berhadapan langsung dengan masalah ini
kilogram atas, masih ada beberapa ketentuan lain di lapangan. Dan bertindak sebagai mo-
l Nilai barang tidak lebih dari 5000 USD mengenai aturan baru tersebut yang derator adalah Dr. Heri Kristiono Pjs Direk-
l Tidak ada pembatasan berat dan antara lain; Pembebasan tidak termasuk tur Pabean Internasional DJBC. ris
harga untuk barang yang berada di untuk penerima barang impor oleh WBC/ATS
gudang di kawasan berikat (sesuai perusahaan (pemegang API/APIT), PIBT
dengan Keputusan Dirjen No.83/BC/ hanya terdiri dari 1 AWB atau lebih, pajak
2002) dihitung berdasarkan AWB, ijin pengeluar-
Sedangkan fasilitas yang akan an sebagian barang (SPPB per AWB),
diberikan antara lain ; perpanjangan jam kerja dilakukan untuk
- Penerima barang yang tidak lebih kondisi tertentu, pemberitahuan impor
dari 50 USD untuk setiap dijadikan sebagai instrumen awal, kontrol
penerimaan dikenakan bea masuk dilakukan berdasarkan data elektronik.
- Pembayaran bea masuk dilakukan Untuk mensosialisasikan pelaksanaan
tidak lebih dari 3 hari setelah ketentuan baru tersebut, pada 16 Mei
pengeluaran barang 2005, bertempat di Kantor Pusat DJBC
- Peraturan barang larangan secara tepatnya di ruang aula Loka Muda
umum tidak mengikat misalnya diadakan seminar sehari dengan tema
(NPIK, textile/ijin impor barang “Global Customs Facilitation”. Seminar ini
elektronik) merupakan kerjasama antara DJBC
Draft (rancangan ) prosedur baru dengan PJT berskala internasional , PJT. Perusahaan jasa titipan akan semakin
tersebut menekankan pada prinsip kemu- antara lain FedEx, DHL, TNT dan UPS. mudah mengurus barang impor.

68 WARTA BEA CUKAI EDISI 367 JUNI 2005


APEC/WCO Workshop
on Time Release Survey (TRS)
Masih banyak hal-hal yang tidak efisien terjadi di pelabuhan dan bandara di Jakarta.

P
ada 2 Mei lalu, bertempat di meningkatkan capacity building. Karantina Pertanian hendak
Gedung B, ruang loka muda, “Dengan adanya TRS, saya mengembangkan sistem EDI (Elec-
Kantor Pusat Direktorat Jenderal berharap kita bisa mengidentifikasi tronic Data Interchange) Untuk itu
Bea dan Cukai (KP DJBC), permasalahan yang ada dan dapat kami juga bekerjasama dengan Bea
diselenggarakan APEC/WCO Work- mengesahkan prosedur impor demi dan Cukai serta EDI. Kami juga
shop on Time Release Survey (TRS). memajukan fasilitas perdagangan,” tengah mengadakan uji coba EDI ini
Selain dihadiri oleh para pejabat ujar Thomas. di karantina hewan dan karantina
eselon III dan IV DJBC, seminar Acara workshop tersebut selain tumbuhan di pelabuhan Tanjung
tersebut juga dihadiri oleh perwakilan membahas konsep TRS, kesimpulan Priok,” kata Sophia yang kembali
dari Departemen Perdagangan, dari studi yang dilakukan JICA menekankan pentingnya kecepatan
Badan Karantina Pertanian, TPK terhadap sistem dan prosedur yang informasi di era globalisasi.
Koja, Asosiasi Industri Tekstil seperti berhubungan dengan perdagangan di
GAFEKSI/INFA dan API, serta Indonesia, juga pengenalan terhadap KESIMPULAN
asosiasi importir dan eksportir seperti metode TRS diantaranya metode Seperti yang kita tahu, target
GINSI dan GPEI. mengenai langkah-langkah yang ekonomi negara-negara berkembang
Hadir sebagai pembicara pada diperlukan untuk mengetahui waktu adalah mengundang minat investor
seminar tersebut adalah Robert yang dibutuhkan sejak kedatangan asing menanam modal, memperluas
Struthers, WCO Technical Officer hingga releasenya suatu barang. lapangan pekerjaan dan memperoleh
Facilitation Procedures, Compliance Saat diwawancara WBC disela- pendapatan yang tinggi. Oleh sebab
& Facilitation Directorate; Jitsuya sela workshop, drh. Sophia Setiawati, itu, fasilitas perdagangan merupakan
Hasegawa, Policy Advicer to Indone- perwakilan dari Pusat Karantina salah satu hal yang krusial untuk
sian Customs dan Takashi Hewan, Badan Karantina Pertanian bisa bertahan dan memenangkan
Matsumoto, Head & Manager APEC/ mengatakan, seminar yang kompetisi.
WCO Regional Office for Capacity diselenggarakan berkat kerjasama Survey yang diadakan JICA baru-
Building. DJBC, WCO/APEC dan JICA ini baru ini diharapkan dapat menjadi
Dalam sambutannya Thomas sangat bagus. panduan kita untuk menjadi lebih
Sugijata, Sekretaris DJBC Sebab, dengan adanya survey baik. Sebab, masih banyak hal-hal
mengatakan, dalam lingkungan TRS, dapat diketahui bagaimana yang tidak efisien dan menyusahkan
bisnis yang modern, ketepatan waktu kecepatan suatu barang release dari yang terjadi di pelabuhan, bandara
dalam pengiriman barang menjadi pelabuhan maupun di bandara. dan di beberapa tempat lainnya.
hal sangat penting. Sebab, hal itu “Apalagi saat ini pihak Badan Persiapan survey yang dilakukan
dapat memberikan keuntungan yang
WBC/ATS
signifikan bagi dunia bisnis.
Untuk itu DJBC sebagai salah
satu institusi yang terlibat dalam
prosedur impor dan ekspor, telah
memperkenalkan beberapa prosedur
baru yang bertujuan untuk
mengurangi waktu release barang
dengan memotong prosedur yang
tidak perlu namun tetap memenuhi
standar internasional. Prosedur
tersebut antara lain melalui jalur
prioritas dengan sistem pembayaran
secara online, paperless sistem
untuk merelease barang-barang
impor serta menggunakan sistem
EDI untuk ekspor.
Thomas menambahkan, time
release survey (TRS) berbasis pada
metodologi dari WCO, yang
merupakan bentuk kerjasama
negara-negara anggota APEC. Di
Indonesia, TRS ini dikoordinasikan
oleh Jepang dan dibagi dalam 3
bagian, yakni technical assistant
untuk melaksanakan TRS, melaksa-
nakan TRS secara berkesinambung-
an dan memberi penilaian dari SUASANA WORKSHOP. Para peserta workshop tak hanya dari Bea dan Cukai saja, tapi juga
kesimpulan yang ada untuk kalangan pengusaha dan instansi pemerintah lainnya.

EDISI 367 JUNI 2005 WARTA BEA CUKAI 69


KEPABEANAN INTERNASIONAL

JICA di Jepang,
dimulai pada Pebruari
2004. Survey pertama
di Indonesia dilakukan
pada Maret 2004 dan
berakhir pada
Pebruari 2005.
Questionnaire survey
disebar pada para
pengguna airport dan
pelabuhan
diantaranya forward-
ers, agents, shipping
companies dan seba-
gainya. Sementara
survey di Thailand
dilakukan pada Mei
2004 dan Malysia
pada Juni 2004.

Hasil TRS tersebut


adalah sebagai
berikut :
* Customs
Reform. Tabel FIG.E1
merupakan hasil yang
baru-baru saja
dilakukan mengenai
customs reform.
Sebanyak lebih dari
50 persen responden
menyatakan, terdapat
“peningkatan
perbaikan” terhadap 7
dari 11 items yang ada
(lihat tabel-red).
Namun, tetap saja
sekitar 10 persen
responden menjawab
“lebih buruk”. Kesim-
pulannya, hasil evalu-
asi secara keseluruh-
an tidaklah buruk, tapi
masih ada beberapa
hal yang menyusah-
kan dan tidak efisien.
Kemudian mengenai
EDI, lebih dari 90
persen responden
menganggapinya
secara positif, namun
masih ada beberapa
hal yang mengganjal
responden (lihat tabel
FIG. E2).

* Lead Time. Lead


time merupakan
berapa lama waktu
yang dibutuhkan mulai
dari kedatangan kapal
hingga keluarnya
surat izin. Di Indone-
sia rata-rata memakan
waktu 2 hinga 3 hari
lebih lama jika
dibandingkan dengan
beberapa negara
berkembang lainnya
dan 5.5 kali lebih lama
dari Singapura (lihat
tabel FIG.E3).

70 WARTA BEA CUKAI EDISI 367 JUNI 2005


* Terminal Handling
Charge. Terminal handling
charge atau biaya bongkar
muat barang di pelabuhan
merupakan harga dari
perusahaan perkapalan
yang harus dibayar oleh
pengirim barang. Dari
beberapa negara ASEAN
yang dipilih, Indonesia 40
persen lebih tinggi dari
pada Singapura dan kira-
kira dua kali lebih tinggi
dari Thailand dan Malaysia
(lihat tabel FIG.E5).
Mengapa begitu mahal?

* Cargo Through Put in


Metropolitan Area.
Menunjukan jumlah
kontainer yang berada di
pelabuhan besar dan
jumlah air cargo yang
berada di bandara di tiga
negara (Jakarta, Malaysia
dan Thailand). Jumlah
kontainer di pelabuhan
besar di Jakarta lebih
sedikit dibanding Bangkok
dan Kuala Lumpur.
Sementara itu air cargo
volume di Bandara
Soekarno Hatta, Jakarta
lebih sedikit dari pada di
Bangkok dan di kula
Lumpur (lihat tabel FIG.E6
dan FIG.E7).

* Infrastructure.
Infrastruktur pelabuhan dan
bandara di Jakarta lebih
kecil dari pada di Bangkok
dan Kuala Lumpur (lihat
tabel FIG.E8 dan FIG.E9).
Kapasitas Pelabuhan
Tanjung Priok juga melebihi
yang seharusnya. Selain
kapasitas, hampir semua
fasilitas yang ada di
pelabuhan tanjung priok
sudah tua, ketinggalan
jaman, sempit dan
sebagainya. Jadi untuk
mengantisipasi
pertumbuhan ekonomi
harus dilakukan perluasan
pada pelabuhan. ifa

EDISI 367 JUNI 2005 WARTA BEA CUKAI 71


KEPABEANAN INTERNASIONAL

PEMBAHASAN

GATT
PADA SIDANG NGTF
Oleh: Samsuar Said*
Beberapa artikel dalam General Agreements on Tariff and Trade 1994 (GATT 1994) dipandang
perlu untuk dibahas kembali, demi upaya klarifikasi dan penyempurnaan artikel.

P
ada tanggal 21-25 Maret 2005 di masing Capitol-nya untuk kemudian difokuskan pada Article VIII dan X masing-
WTO (World Trade Organisation), dibahas kembali pada sidang NGFT masing mengenai Fees and Formalities
Jenewa telah diselenggarakan mendatang yang dijadualkan akan Connected With Importation and Exporta-
sidang NGTF (Negotiating Group on Trade diselenggarakan pada tanggal 2-4 Mei tion dan Publication and Administration of
Facilitation) yang dipimpin oleh Duta 2005 ditempat yang sama. Trade Regulations, yang demikian
Besar Malaysia, Amb. Mohammad Noor. mengingat kandungan yang terdapat
Pada kesempatan tersebut, Indonesia KLARIFIKASI DAN PENYEMPURNAAN dalam Article V tentang Freedom of Transit
diwakili oleh Andreas Anugrah MR. ARTIKEL V, VIII DAN X GATT 1994 menyangkut isu yang sangat luas dan
Direktur Fasilitas Ekspor dan Impor Ditjen. Pembahasan GATT 1994 Articles telah kompleks, karena menyentuh hal-hal yang
Perdagangan Luar Negeri – Departemen
Perdagangan selaku ketua DELRI;
Yamanah, Kasubdit. Akses Pasar jasa dan
HAKI Dit. Kerjasama Multilateral Ditjen.
KIPI – Departemen Perdagangan, Agus
Saptono, Sekretaris I (Bidang Ekonomi)
PTRI – Jenewa, dan Samsuar Said,
Kabid. Keuangan/Bea dan Cukai – PRIME
Brussels masing-masing selaku anggota.
Sidang NGFT kali ini telah membahas
agenda tentang upaya klarifikasi dan
penyempurnaan Artikel V, VIII dan X GATT
1994, peningkatan bantuan teknis dan
pengembangan sendi-sendi kapasitas,
serta kerjasama dengan organisasi
internasional lainnya.
Dalam pembahasan telah dipaparkan
26 submissions dari berbagai negara
proponents antara lain, Jepang, Eropa,
Amerika, Korea, Kanada, Australia, India,
dan New Zealand. Karena banyaknya
submission, lambatnya penyerahan
dokumen, dan tidak tersedianya waktu
yang cukup untuk mempelajari submis-
sions tersebut secara detail, maka
pembahasan dan komentarnya masih
bersifat preliminary.
Oleh karena itu guna dapat merespon
submissions tersebut sebagaimana
mestinya, para delegasi akan melakukan
konsultasi terlebih dahulu dengan masing- SINGLE WINDOW. Diperlukan untuk menghapuskan hambatan dalam perdagangan.

72 WARTA BEA CUKAI EDISI 367 JUNI 2005


tidak diatur dalam Undang-Undang kemudahan perdagangan dan Berkenaan dengan itu, salah satu
Kepabeanan. Disamping itu pula pengawasan. pendekatan yang diperlukan untuk
pendekatan terhadap pembahasan Oleh karena itu kepada beberapa mengantisipasi persoalan tersebut
tentang Article tersebut dilakukan atas Delegasi dimaksud, khususnya yang sebagai mana mestinya adalah membuat
dasar “bite-sized chunks”. tergabung dalam Core Group, secara suatu SW, sehingga berbagai informasi
Berkenaan dengan itu, Article V informal telah dijelaskan secara singkat dan atau dokumen dimaksud hanya dapat
tersebut diperkirakan akan dibahas mengenai makna dan pelaksanaan diserahkan satu kali saja kepada suatu
kembali pada sidang NGFT pada bulan prosedur serta formalitas tersebut. “single entry point”. Mekanisme yang
Juni/Juli mendatang. Untuk itu diusulkan Disamping itu, secara informal juga, demikian tidak saja dapat meningkatkan
agar kiranya Article V, khususnya butir 3 kepada mereka dihimbau untuk ketersediaan dan memperlancar
dari Teks 3.1 dokumen G/C/W/408 tangal mengikutsertakan unsur Customs-nya di penanganan informasi antara Pemerintah
10 September 2002, dapat dalam Delegasi nasionalnya, mengingat dan pelaku perdagangan yang pada
disempurnakan sebagai berikut : Customs yang akan melaksanakan akhirnya akan melahirkan terjadinya
Tertulis kebijakan trade facilitation dimaksud kenaikan derajat harmonisasi berbagai
“3. Any contracting party may require diperbatasan. data antar sistem Pemerintah serta
that trafiic in transit through its territory be Tentang Single Window (SW) dapat memberikan manfaat kepada semua
entered at the proper customs house, but dijelasakan bahwa pada dasarnya pihak yang terlibat didalam perdagangan
except in cases of faillure to camply with berbagai perusahaan dibeberapa negara internasional.
applicable customs laws and regulations, (termasuk eksportir, importir, agen Dengan demikian SW merupakan
such traffic coming from or going to the pengangkutan, agen pelayaran, customs suatu aplikasi praktis dari konsep
territory of other contracting parties shall memfasilitasi perdagangan yang
not be subject to any unnecessary delays tujuannya adalah untuk mengurangi
or restricions and shall be exempt from hambatan perdagangan yang sifatnya
customs duties and from all transit duties DENGAN DEMIKIAN SW non-tariff dan langsung memberikan
or other charges imporsed in respect of MERUPAKAN SUATU manfaat bagi semua pelaku perdagangan.
transit, except charges for transportation Selanjutnya untuk menjamin
or those commensurate with administra- APLIKASI PRAKTIS DARI terlaksanannya fasilitas SW diperlukan
tive expenses entailed by transit or with hadirnya “strong political will” dari
the cost of services rendered” KONSEP MENFASILITASI Pemerintah, lembaga-lembaga
PERDAGANGAN YANG Pemerintah yang terkait dan dukungan
Seharusnya serta partisipasi pelaku perdagangan.
“ 3. Any contracting party shall require TUJUANNYA ADALAH Atas dasar pengertian tersebut, maka
that traffic in transit through its territory sejauh ini hanya terdapat satu negara saja
be……....…....…...................…………… UNTUK MENGURANGI yang telah melaksanakan SW, yaitu
.................................................................... Singapore. Sementara negara lain seperti
................................ with administrative
HAMBATAN Swedia, Jepang, Korea, Taiwan dan
expenses entailed by transit or with the PERDAGANGAN YANG Canada juga telah melaksanakannya
cost of services rendered. To that end dalam arti yang lebih sempit. Oleh karena
such traffic operators have to make SIFATNYA NON-TARIFF itu definisi yang lebih jelas mengenai SW
reports at the earliest convenience to kiranya dapat dirumuskan pada sidang-
the closest customs house”. DAN LANGSUNG DAPAT sidang mendatang.
MEMBERIKAN MANFAAT Yang menyangkut hal tentang co-
Dasar pertmbangannya adalah agar operation with foreign counterparts dapat
“traffic in transit operators-nya” dapat BAGI SEMUA PELAKU dijelaskan bahwa pada dasarnya hal
diwajibkan untuk melaporkan kedatangan tersebut juga sudah dilaksanakan antar
dan keberangkatannya pada kesempatan PERDAGANGAN. Customs, dalam arti melakukan tukar
pertama kepada Customs, sehingga menukar informasi dan pengalaman atas
disatu sisi kemudahan perdagangan dasar kerjasama bilateral. Peningkatan
dapat diberikan dan disisi yang lain brokers, tranporters, carriers dan pihak- upaya co-operation with foreign cuonter-
pengawasan dapat ditingkatkan. pihak lain yang terkait secara langsung parts dalam arti melakukan kemudahan
Mengenai Article VIII, sebagian dengan pergerakan barang) yang terlibat perdagangan dan pengawasan bersama
delegasi dari negara berkembang sangat didalam setiap kegiatan perdagangan diperbatasan pada hakekatnya dapat juga
concern terhadap isu yang terkait dengan internasional, biasanya secara teratur dilakukan atas dasar bilateral agreement
procedures and formalities for importation telah mempersiapkan dan menyampaikan sebagaimana yang telah dilakukan
and exportation seperti antara lain, the use berbagai informasi dan dokumen kepada Indonesia dan Australia.
of risk management, audit based control lembaga-lembaga Pemerintah guna Perlu diketahui bahwa dalam rangka
(post clearance audit), penalties for minor memenuhi berbagai aturan yang diminta pengembangan kegiatan ekonomi,
breaches, advance rulings, simplified yang terkait dengan persyaratan ekspor, perdagangan dan investasi di kawasan
prosedures, single window, express impor, dan transit. Indonesia Bagian Timur kepada Ditjen
consignment, dan co-operation with Sering kali informasi dan dokumen Bea dan Cukai telah diberikan
foreign counterparts. tersebut harus diserahkan kepada kewenangan untuk menerapkan Undang-
Concern tersebut muncul sebagai berbagai lembaga yang berbeda-beda Undang Kepabeanan Indonesia di
akibat disamping dikarenakan oleh kurang sesuai dengan sistem dan formatnya Australian Northern Territory.
dipahaminya prosedur dan formalitas masing-masing. Berbagai persyaratan Hal yang terkait dengan element of
tersebut, juga dikarenakan di dalam tersebut, berikut berbagai biaya subtantial for minor breaches, DELRI
masing-masing Delegasi nasionalnya tak pemenuhannya, dapat menimbulkan (Delegasi Republik Indonesia) telah
terdapat unsur Customs-nya. Perlu beban berat, baik bagi pemerintah membuat statement yang menyatakan
diketahui bahwa prosedur dan formalitas sendiri maupun pelaku perdagangan bahwa apakah element tersebut masih
tersebut pada dasarnya merupakan yang pada gilirannya akan menyebab- diperlukan, mengingat sebelum diajukan
Customs core-business yang sangat kan terjadinya hambatan serius didalam suatu Pemberitahuan Impor/Ekspor
diperlukan dalam rangka mendorong pelaksanaan dan perkembangan barang kepada pelaku perdagangan
terjadinya peningkatan pemberian perdagangan internasional. diberikan kesempatan untuk berkonsultasi

EDISI 367 JUNI 2005 WARTA BEA CUKAI 73


KEPABEANAN INTERNASIONAL

praktek-praktek perdagangan yang sehat


dan efektif yang memenuhi kebutuhan
masing-masing negara. Untuk itu kepada
mereka yang berminat dipersilahkan untuk
menghubungi Perwakilan Bank Dunia
dengan alamat www.worldbank.org atau
dapat langsung menghubungi
qmclinden@worldbank.org
Sementara itu Pewakilan WCO
mengintrodusir Pedoman Time Release
Study (TRS) yang diperlukan untuk
meningkatkan kemudahan perdagangan.
Melalui TRS tersebut suatu negara akan
mengetahui secara pasti berbagai
hambatan perdagangan yang terjadi mulai
dari kedatangan kapal sampai dengan
direleasenya suatu kiriman barang, berikut
upaya-upaya yang diperlukan untuk
mengatasi hambatan tersebut.
Atas dasar itu kemudian suatu negara
dapat menghitung waktu yang sesungguh-
nya diperlukan untuk merelease suatu
kiriman barang, sehingga pelaku
perdagangan antara lain dapat melakukan
“just-in-time production and delivery”. Bagi
negara anggota WTO yang berminat
terhadap TRS tersebut dipersilahkan
DAERAH PERBATASAN. Upaya co-oporation with foreign counterparts demi kemudahan perdagangan
dan pengawasan. untuk menghubungi Sekretariat WCO
untuk memperoleh software secara cuma-
terlebih dahulu baik melalui customs desk, PENINGKATAN BANTUAN TEKNIS DAN cuma. Alamat Sekretariat WCO adalah
maupun melalui media internet/virtual PENGEMBANGAN SENDI-SENDI KAPASITAS www.wcoomd.org atau dapat langsung
commnucation. Disepakati bahwa upaya pengefektifan menghubungi
Atas dasar itu peraturan perundangan operasionalisasi bantuan teknis dan Tadatsugu.Matsudaira@wcoomd.org
Indonesia tidak mengenal adanya kesa- pengembangan sendi-sendi kapasitas
lahan kecil baik yang disengaja, maupun dalam rangka peningkatan kemudahan KESIMPULAN DAN SARAN
yang tidak disengaja. Disamping itu pe- perdagangan merupakan bagian integral Secara umum Ditjen Bea dan Cukai
nalty tersebut juga dianggap sebagai pe- didalam mereview dan mengklarifikasi tidak melihat adanya hambatan yang
ringatan agar kesalahan yang tidak perlu GATT Article V, VIII dan X. Oleh karena itu sifatnya significant terhadap upaya
tidak dilakukan kembali dikemudian hari. pelaksanaannya akan dikerjasamakan menfasilitasi perdagangan, mengingat
Berkenaan dengan procedures and dengan berbagai organisasi internasional berbagai basic intruments yang diperlukan
formalities lainnya dalam rangka terkait seperti antara lain, IMF, OECD, untuk mendukung hadirnya upaya
peningkatan kemudahan perdagangan UNCTAD, WCO dan the World Bank. tersebut sudah dilaksanakan dan tengah
dan pengawasan seperti antara lain risk Namun dalam perkembangannya dikembangkan lebih lanjut. Disamping itu
management, post clearance audit, sampai dengan saat ini belum terdapat pula upaya kemudahan perdagangan
simplified procedures, dan information indikasi adanya organisasai internasional pada hakekatnya merupakan core-
technology seluruhnya juga telah yang telah menawarkan secara definitive business Ditjen Bea dan Cukai.
dilaksanakan oleh Ditjen Bea dan Cukai atau kongrit mengenai ketersediannya Untuk itu Program Reformasi dan
dengan tingkat perkembangan yang untuk memberikan bantuan keuangan, Modernisasi administrasi Ditjen Bea dan
sifatnya relative. bantuan teknis serta pengembangan Cukai yang tengah digulirkan yang
Tentang Article X dapat dijelaskan sendi-sendi kapasitas. Oleh karena itu tertumpu kepada 3 pilar, yaitu pemberian
bahwa secara umum derajat pada kesempatan tersebut DELRI sekali fasilitas perdagangan, peningkatan
perkembangan transparasi dan lagi membuat statement guna mengingat- pemberantasan tindak pidana
prediktibilitas peraturan perundangan kan upaya dimaksud. Perlu diketahui penyelundupan dan under-valuation, dan
Ditjen Bea dan Cukai secara relative bahwa upaya tadi sangat diperlukan agar peningkatan integritas pegawai kiranya
cukup baik untuk mendorong terjadinya upaya peningkatan kemudahan perlu terus dilengkapi, dikembangkan,
upaya peningkatan kemudahan perdagangan menjadi realistis. dievaluasi, direview, dan dimonitor secara
perdagangan dan pengawasan, berkesinambungan.
mengingat peraturan perundangan KERJASAMA DENGAN ORGANISASI Disamping itu pula kerjasama antara
tersebut sudah diadministrasikan dan INTERNASIONAL LAINNYA Ditjen Bea dan Cukai dengan lembaga-
dipublikasikan diberbagai media seperti Pada kerjasama tersebut perwakilan lembaga terkait lainnya diperbatasan baik
antara lain lembaran negara, buletin, the World Bank telah memaparkan yang sifatnya internal, maupun eksternal
majalah, mass media, customs desk, papernya tentang WTO Trade Facilitation dan kerjasama antara Ditjen Bea dan
website. Negotiations Support Guide. Tujuannya Cukai dengan pelaku perdagangan harus
Disamping itu pula kepada pelaku adalah untuk memberikan bantun kepada terus dibina dan ditumbuh kembangkan
perdagangan yang tidak dapat menerima negara-negara berkembang/kurang dalam rangka tidak saja untuk meningkat-
keputusan yang dibuat oleh pejabat Ditjen berkembang negara anggota WTO agar kan kemudahan perdagangan, tetapi juga
Bea dan Cukai dapat mengajukan mereka dapat berpartisipasi secara aktif untuk meningkatkan pengawasan yang
banding kepada Direktur Jenderal Bea didalam proses negosiasi dalam rangka pada gilirannya akan melahirkan suatu
dan Cukai dan Badan Penyelesaian memfasilitasi perdagangan. keseimbangan yang menstimulir perkem-
Sengketa Pajak (BPSP) yang merupakan Melalui bantuan tersebut diharapkan bangan perdagangan dan investasi.
badan yang independen yang berada negara-negara tadi dapat mengembang- Samsuar Said, Perwakilan Kepala Bidang
diluar organisasi Ditjen Bea dan Cukai. kan dan meluncurkan prosedur dan Keuangan/Bea dan Cukai Di WCO

74 WARTA BEA CUKAI EDISI 367 JUNI 2005


BISA CANDA

EDISI 367 JUNI 2005 WARTA BEA CUKAI 75


PROFIL

Jitsuya Hasegawa
POLICY ADVISER (JICA EXPERT) UNTUK DJBC

“Terima Kasih Banyak


ATAS KEBAIKAN YANG DIBERIKAN
DJBC PADA SAYA...”
Selain terkesan dengan senyum ramah orang Indonesia, Hasegawa ingin agar kerjasama yang
telah terjalin antara Customs Indonesia dan Jepang dapat terus dipererat.

P
rofil WBC kali ini agak berbeda dari dalam pelaksanaan program-program Oleh karena itu, meskipun secara
biasanya. Ia bukanlah salah satu untuk meningkatkan kapasitas pegawai struktur organisasi sedikit berbeda,
pegawai Direktorat Jenderal Bea dan bea cukai. Salah satunya dengan cara pada dasarnya adalah sama. “Namun
Cukai (DJBC). Namun, pegawai bea cukai mendatangkan tenaga ahli dari Jepang dapat saya garis bawahi dua
(terutama yang berdomisili di Kantor untuk memberikan pelatihan-pelatihan perbedaan yang ada, kalau Indonesia
Pusat-red) pasti tak asing lagi dengan singkat pada pegawai bea cukai, serta Customs bertanggungjawab untuk
sosoknya. Jitsuya Hasegawa, itulah tokoh merencanakan kerjasama teknik bilateral mengumpulkan penerimaan negara
profil kita kali ini. Hasegawa, begitu ia antara DJBC dengan Japan Customs. melalui bea dan cukai, CTB tidak
biasa dipanggil, merupakan pegawai Dalam melaksanakan tugasnya, melakukan hal itu,” tutur Hasegawa.
Japan Customs yang bertugas di Indone- Hasegawa mengaku tidak menemui Di Jepang, pengumpul penerimaan
sia sebagai tenaga ahli Japan Interna- kendala yang berarti. “Sebab, saya dan negara (entah itu berupa pajak, bea atau
tional Cooperation Agency (JICA). rekan-rekan kerja saya di Indonesia cukai-red) dilakukan oleh National Tax
Sejak Juni 2003, Hasegawa telah bekerja dengan sangat baik dan penuh Agency yang kalau di Indonesia sama
menjalin kerjasama dengan Indonesia keakraban,” ujar pria yang lahir pada 6 dengan Ditjen. Pajak. CTB hanya
Customs. Ia mengaku sangat senang Maret 1961 ini. bertanggungjawab untuk menetapkan
bekerja dengan pegawai bea cukai. dasar dari pekerjaan Customs seperti
“Soalnya, hubungan antara Jepang dan ANTARA CUSTOMS INDONESIA DAN peraturan mengenai tugas-tugas Cus-
Indonesia sangat erat dan penting. Oleh JEPANG toms. “Selain itu, CTB juga menyusun
karena itu, saya sangat senang bisa Sebelum melakukan kontrak kerja data statistik perdagangan, ekspor dan
memberikan kontribusi supaya hubungan dengan JICA, Hasegawa bekerja untuk impor,” ujar Hasegawa.
kita lebih erat lagi,” ujar Hasegawa. CTB (Customs and Tariff Bureau) of Ketika ditanya pendapatnya mengenai
Hasegawa mengaku, ia bukanlah Ministry of Finance di Tokyo, yang integritas pegawai, Hasegawa
pegawai JICA. Hubungannya dengan merupakan Kantor Pusat Bea dan Cukai menjelaskan, ia mengetahui bahwa
JICA adalah sebatas kontrak kerja Jepang. Ia bertanggungjawab sebagai masalah kurangnya integritas pegawai
sebagai seorang tenaga ahli yang direkrut negosiator dalam World Trade Organiza- tidak hanya terjadi di Customs, tetapi
JICA, yang bertanggungjawab untuk tion dan Free Trade Agreement (FTA). juga di kantor-kantor pemerintahan
melaksanakan proyek perbaikan pada Terutama, dalam hal peraturan ketentuan lainnya di Indonesia. Hal itu ia ketahui
sistem administrasi Customs. Diantaranya asal barang (rules of origin) untuk FTA melalui media masa yang ada.
adalah perbaikan dalam hal air passenger antara Jepang dan Singapura. “Saya mengerti bahwa salah satu
control, customs classification, customs Selain ahli dalam rules of origin, alasan terbesar dalam masalah integritas
laboratory, rules of origin dan lainnya. Hasegawa mengaku bahwa dirinya adalah kurangnya tingkat kesejahteraan
Menurutnya, pelayanan administrasi menguasai customs classification. Ketika bagi pegawai negeri,” ujar Hasegawa.
yang lebih baik oleh Customs merupakan ditanya WBC mengenai perbedaan Japan Untuk itu, masalah itu tidak hanya bisa
suatu isu yang sangat penting di Indone- Customs dan Indonesia Customs, dipecahkan oleh Bea dan Cukai saja
sia. Sebab, selain bisa memperbaiki Hasegawa menjawab bahwa tidak ada tetapi juga oleh instansi lainnya dan itu
situasi dan kondisi perdagangan, juga perbedaan yang mencolok. butuh waktu.
mampu menarik penanam modal asing. Indonesia Customs dan Japan Lebih lanjut Hasegawa menjelaskan,
Sehingga, pertumbuhan ekonomi Customs membawa misi dan tugas yang semua pegawai bea cukai yang berada di
menjadi tinggi dan mampu menyerap sama, yakni mencegah masuknya muatan seluruh dunia harus sadar bahwa mereka
tenaga kerja baru. illegal seperti narkotika dan barang- adalah penjaga pintu depan negara.
Untuk kemajuan pelayanan Indonesia barang terlarang lainnya, mencegah Selain mencegah penyelundupan dan
Customs itulah, JICA dan DJBC setuju penyelundupan dan penipuan/kecurangan bentuk penipuan lainnya, pegawai bea
untuk melaksanakan proyek perbaikan lainnya. Hal itu dilakukan sebagai langkah cukai juga harus menjamin kelancaran
pada sistem administrasi Customs. Selain pengamanan terhadap arus international arus kargo internasional yang legal yang
itu, Hasegawa juga bertanggungjawab cargo yang melalui daerah pabean. melalui daerah perbatasan, dengan

76 WARTA BEA CUKAI EDISI 367 JUNI 2005


EDISI 367 JUNI 2005 WARTA BEA CUKAI 77
PROFIL
DOK. PRIBADI
melaksanakan tugas-tugas yang penting,”
tutur Hasegawa yang pada 20 Juni
mendatang akan mengakhiri masa
kerjanya di Indonesia.
Setelah usai bertugas di Indonesia,
Hasegawa akan kembali ke Jepang. Ia
berharap ditempatkan kembali di bagian
rules of origin di CTB, Tokyo. Ia akan
digantikan oleh Masahiko Sugita, seorang
mantan pegawai bea cukai Jepang.
Hasegawa mengatakan, Sugita
memiliki banyak keahlian dan
pengalaman sebagai seorang mantan
pegawai bea cukai. Bisa dikatakan ia
merupakan seniornya Hasegawa ketika
masih bertugas di Japan Customs. Sugita
pernah menjabat sebagai head of
customs central laboratory. Saat ini Sugita
bekerja di sebuah perusahaan swasta di
Jepang, namun tetap berkaitan dengan
isu-isu mengenai Customs.
Oleh karena itu Hasegawa yakin
bahwa Sugita akan memberikan kontribusi
yang lebih baik untuk meningkatkan
kedekatan hubungan antara Indonesia
dan Jepang seperti yang ia lakukan.
Hasegawa hanya berharap agar Sugita
merasa enjoy bekerja di Indonesia.

TERKESAN DENGAN SENYUM ORANG


INDONESIA
Sejak bekerja di Indonesia, belum
semua kantor Bea dan Cukai yang ada
di seluruh Indonesia ia kunjungi. Waktu
dua tahun tidak cukup untuk melakukan
hal itu. Namun demikian dalam rangka
tugas, Hasegawa telah mengunjungi
Denpasar (Bali) sebanyak 7 kali,
BERSAMA KELUARGA. Sewaktu berekreasi ke Borobudur. Surabaya dan Medan.
Kunjungannya kekantor-kantor
memfasilitasi kegiatan perdagangan tambah Hasegawa sambil menunjukan 3 tersebut sangat berkesan baginya. Ia
internasional. buah buku tebal berbahasa Jepang pada merasa diterima dengan baik oleh
Walaupun demikian Hasegawa WBC. pegawai bea cukai disana dan itu
percaya bahwa Bea dan Cukai dapat Kemudian kemampuan memprediksi adalah hal yang takkan pernah ia
mengurangi masalah integritas ini dengan juga diperlukan, maksudnya adalah untuk lupakan. Begitu juga ketika di Bali, ia
meningkatkan transparansi dan mengetahui berapa banyak waktu dan memiliki kesempatan untuk menikmati
kemampuan untuk memprediksi atau biaya yang dikeluarkan pada saat customs pemandangan indah disana.
meramal. clearance. Terkadang waktu yang Selain itu, Hasegawa sangat terkesan
Lebih jauh Hasegawa menjelaskan, diperlukan bisa lama bisa juga sebentar, dengan senyum ramah orang Indonesia.
maksud transparansi adalah prosedur- tidak dapat diprediksi. Padahal, pelaku “Orang-orang yang saya temui, padahal
prosedur kepabeanan harus benar-benar usaha membutuhkan waktu yang cepat saya tidak kenal, tersenyum pada saya
dapat dimengerti oleh pelaku usaha. agar barang-barangnya bisa release dan ketika kami berpapasan. Di Jepang, hal itu
Menurutnya, Bea dan Cukai harus selalu dapat menghemat biaya pelabuhan. tidak saya jumpai bahkan dinegara lain
mengup-date peraturan-peraturan Walaupun begitu, lanjut Hasegawa, dimana saya pernah tinggal. Senyum
kepabeanan dan aturan perdagangan lain dengan jalur prioritas hal itu bisa diatasi. mereka membuat saya merasa nyaman
yang berkaitan seperti hukum, undang- Tapi untuk yang terkena jalur merah, and makes me feel so good…” kata
undang dan instruksi pemerintah lainnya. pemeriksaannya tidak bisa diramalkan, Hasegawa seraya tersenyum.
Produk hukum tersebut juga harus biasanya memakan waktu lama. Di Hasegawa juga mengaku, walaupun
tersedia dan mudah didapat, tak hanya Jepang, waktu yang diperlukan mulai sedikit ia bisa berbahasa Indonesia.
oleh pegawai bea cukai tapi juga oleh kedatangan kapal hingga keluarnya surat “Kadang saya mengerti apa yang mereka
pelaku dunia usaha. izin adalah 3.1 hari, tetapi di Jakarta (orang Indonesia-red) katakan, tapi kalau
Hasegawa mencontohkan, di Jepang, memakan waktu 5.5 hari. mereka bicara terlalu cepat, saya tidak
pegawai Japan Customs memiliki 3 buah Namun demikian, Hasegawa menaruh mengerti,” lanjut Hasegawa yang
buku panduan yang digunakan untuk harapan yang besar pada pegawai bea membaca majalah WBC dengan bantuan
melakukan tugasnya dan buku-buku cukai terutama yang masih muda. Ia kamus. Hasegawa memang ingin terus
tersebut juga dimiliki oleh pelaku dunia melihat bahwa mereka telah bekerja meningkatkan bahasa Indonesianya. Oleh
usaha. Isinya mengenai segala bentuk secara profesional. “Saya pikir, mereka karena itu, ia belajar bahasa Indonesia
peraturan yang berkaitan dengan telah mengerti pentingnya transparansi disebuah sekolah bahasa di Jakarta sekali
kepabeanan dan perdagangan. “Jadi, dan kemampuan memprediksi. Sehingga atau dua kali seminggu.
tidak ada yang disembunyikan alias saya berharap mereka akan terus Selain Indonesia, Hasegawa mengaku
transparan dan semua kegiatan profesional sehingga mampu memimpin telah mengunjungi banyak negara, seperti
berpedoman pada buku-buku tersebut,” Indonesia Customs untuk sukses dalam Thailand, Singapura, China, Amerika

78 WARTA BEA CUKAI EDISI 367 JUNI 2005


DOK. PRIBADI
Serikat, Kanada, Kolombia, Inggris,
Prancis, Spanyol, Belgia, Belanda, Italy,
Swiss, Austria, Pakistan, Australia dan
New Zealand.
Dari sekian banyak negara tersebut,
Indonesia merupakan salah satu
negara yang berkesan buatnya, selain
Amerika Serikat dan Inggris.
Alasannya, di tiga negara tersebut ia
berkesempatan untuk memboyong
keluarganya untuk turut serta.
“Saya tinggal di Indonesia selama
hampir 2 tahun dengan keluarga saya,”
ujar Hasegawa. Putra tunggalnya,
Soichi Hasegawa (14), saat ini
bersekolah di Jakarta Japan School,
kelas 2 SMP. Sementara istrinya,
Katsura Hasegawa (43), aktif dalam
Indonesian Heritage Society, sebuah
perkumpulan khusus perempuan warga
negara asing yang ada di Jakarta.
Begitu pula ketika ia bertugas di
Washington D.C, Amerika Serikat -
sebagai atase Customs selama 3 tahun
(sejak 1998-2001)- dan ketika tinggal di
Manchester of United Kingdom selama 2 PRESENTASI. Hasegawa melakukan presentasi pada Training Course for Rules of Origin yang
tahun (sejak 1992-1994) -untuk meraih digelar pada 6 - 10 Desember 2004.
gelar Master of Science in Pollution and
Environmental Control di Manchester Hasegawa mengaku sangat terkesan itu suatu hal yang sangat misterius,”
University, U.K-, Hasegawa (yang ketika dengan keunikan dari relief-relief (gambar- ujarnya heran.
tinggal di Amerika Serikat dipanggil gambar) yang dipahat pada dinding Candi Di Jepang, ia tidak memiliki banyak
dengan nama J-red) juga memboyong Borobudur. Menurutnya, relief-relief waktu untuk melakukan aktifitas olahraga,
keluarganya. tersebut menggambarkan suatu keadaan sebab ia harus bekerja di CTB, Tokyo,
Di Indonesia, waktu luang dihabiskan- pada masa ketika candi itu dibuat tapi hingga larut malam dan kerap melakukan
nya untuk pergi berbelanja atau mencoba sayangnya, ia tidak mengetahui apa arti perjalanan dinas ke luar negeri.
masakan Indonesia di restoran-restoran dari relief-relief tersebut. “Walaupun demikian, saya lebih banyak
yang ada di Jakarta pada saat lunch. Nasi Satu lagi yang menurutnya sangat menghabiskan waktu luang saya dengan
goreng, soto buntut dan sate kambing me- misterius. Candi Borobudur adalah berkebun di rumah pada weekend,” jelas
rupakan salah satu menu favoritnya. Se- peninggalan umat beragama Budha yang Hasegawa yang tinggal di sebuah kota
lain itu ia juga suka bermain tennis, mem- begitu indah dan besar. Tetapi pada bernama Saitama, yang terletak didaerah
baca novel, nonton film atau jalan-jalan ke kenyataannya, agama islamlah yang pinggiran Tokyo.
tempat-tempat yang menarik seperti Bali paling banyak dianut oleh penduduk Hasegawa sendiri lahir di sebuah kota
dan Borobudur bersama keluarga. Indonesia, sekitar 90 persen. “Buat saya kecil yang sangat indah bernama Inami,
letaknya dekat dengan Kobe dan Osaka.
DOK. PRIBADI
Hasegawa menghabiskan masa kecilnya
di kota itu hingga lulus SMU. “Inami artinya
padi atau sawah yang indah. Disana
banyak sawah-sawah yang indah persis
seperti namanya,” kenang Hasegawa.
Namun demikian, Hasegawa tidak
memiliki kenangan yang menarik ketika ia
masih kecil. “Mungkin karena saya
termasuk anak yang pendiam dan lebih
suka membaca buku dari pada
melakukan olahraga,” ujarnya tersenyum.
Di akhir wawancara Hasegawa
mengucapkan rasa terima kasihnya pada
DJBC. “Terima kasih banyak atas
kebaikan yang diberikan DJBC pada saya
selama dua tahun saya bekerja,” kata
Hasegawa. Ia juga mengatakan bahwa ia
sangat senang bisa bekerjasama dengan
rekan-rekan dari Indonesia Customs dan
saling berbagi pengalaman.
“Meskipun saya akan segera kembali
ke Jepang, saya, pegawai Japan Cus-
toms, akan terus berusaha untuk
meningkatkan hubungan yang lebih erat
lagi antara Indonesia dan Jepang,” ujar
FOTO BERSAMA dengan tenaga ahli dari Jepang dan peserta dari Indonesia pada acara Short-term Hasegawa yang memiliki moto hidup
Training Program on New Drug Detection Dogs yang diselenggarakan pada 23 November - 3 being honest and doing my best ini
Desember 2004. mengakhiri pembicaraan. ifa

EDISI 367 JUNI 2005 WARTA BEA CUKAI 79


APA KATA MEREKA

Tengku Firmansyah
B
agi anda penggemar sinetron Takdir Ilahi, tentu tidak asing lagi dengan wajah
gantengnya. Yap, Tengku Firmansyah atau yang akrab dipanggil Firman, memang

“Sudah Oke...”
merupakan salah satu pendukung utama sinetron tersebut. Selain bermain sinetron,
ayah dari tiga orang anak ini juga menjadi manajer sang istri, Cindy Fatika Sari, penyanyi
sekaligus pemain sinetron.
Ketika ditanya WBC mengenai kesannya terhadap petugas di bandara (Soekarno
FOTO : ISTIMEWA

Hatta-red), dengan tenang Firman menjawab, petugas bea cukai di bandara sudah
melakukan tugasnya dengan baik dan selalu ramah kepada penumpang. Ia juga
mengakui, selama ini belum pernah mendapatkan masalah dengan petugas bea cukai di
bandara.
“Saya kurang tahu ya… apakah mereka itu baik dan ramah karena mereka kenal
dengan saya ya?…” kata Firman yang kini sedang mencoba memproduseri sebuah film.
Namun demikian, ia menolak kalau ada yang mengatakan bahwa petugas
mempermudah atau memperlakukannya secara istimewa.
Firman merasa tetap diperlakukan sama dengan penumpang lainnya. Ia harus
melewati x ray dan sebagainya. Ia juga tetap diperiksa sesuai dengan prosedur yang
ada. “Cuma bedanya saya ditegur oleh petugas, seperti menanyakan kabar saya…
kalau penumpang lain kan tidak,” tambah Firman yang sekali lagi menegaskan bahwa ia
tidak diperlakukan secara khusus oleh petugas.
Untuk petugas di bandara Firman menyarankan agar tetap mempertahankan
kinerjanya. “Saya rasa mereka sudah oke… apalagi sekarang mereka sudah banyak
melakukan penangkapan penyelundupan, jadi sudah oke lah,” ujar Firman yang
mengaku tidak setiap tahun pergi ke luar negeri.
Firman menambahkan, yang perlu dipikirkan adalah kesejahteraan petugas itu
sendiri. Alasannya, supaya mereka bisa bekerja lebih baik dan lebih maju. ifa
○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○

W
alaupun belum tentu sekali setahun pergi ke luar negeri, Tika Bisono, psikolog, menekankan pentingnya service
excellent pada penumpang. Menurutnya, petugas bea cukai yang melakukan pemeriksaan pada barang bawaan
penumpang tidak harus memasang wajah seram.
“Penumpang yang diperiksa itu kan bukan penjahat, jadi gak perlu pasang muka seram dan gak perlu terlalu tegas untuk
mengarahkan penumpang ke sebelah sini atau ke sebelah sana…,” ujar Tika yang biasanya satu kali dalam tiga tahun ke luar
negeri untuk menghadiri kongres-kongres.
Tika menambahkan, karena petugas harus membuka atau melakukan pemeriksaan
terhadap barang bawaan penumpang, petugas harus permisi terlebih dahulu pada
penumpang. Hal itu bisa membuat penumpang lebih nyaman. “Jangan sampai
petugas prejudice bersalah pada konsumen, pasti ngumpetin barang haram.
Konsumen atau penumpang itu kan bukan residivis…” imbuh Tika yang
tengah siap-siap melaunching buku terbarunya pada Juni nanti, sebuah
buku tentang komunikasi orang tua dengan ABG-nya.
Namun demikian, pada WBC Tika mengakui tidak semua petugas
seperti itu, ada pula petugas yang tidak curigaan pada penumpang,
ada pula yang cuek saja membiarkan penumpang membuka
sendiri barang bawaannya dan ia hanya melihat, bahkan ada
pula yang hanya berdiri santai sambil ngobrol dengan temannya.
“Mbok ya dibantuin atau apa lah… minimal diberi
perhatian penuh, kan enak. Jadi, kalau benar-benar service
excellent, konsumen tidak merasa diinterogasi dan
dicurigai,” ulang Tika yang saat ini selain sibuk di biro
konsultannya, juga mengajar peserta KDI 2 yang sedang di
karantina yang ditayangkan oleh TPI.
Tika sendiri belum pernah mengalami hal yang
menyulitkan ketika berhadapan dengan petugas bea cukai di
bandara (Soekarno Hatta-red). Petugas selalu bersikap ramah
padanya, bahkan terkadang ia diperlakukan istimewa dengan
dibebaskan dari pemeriksaan.
“Mungkin karena mereka kenal aku kali ya… Mereka
bahkan menegur nama… Padahal seharusnya aku diperiksa juga
dong,” tambah Tika. Hal demikian tidak terjadi pada penumpang
lainnya. Tika menyarankan agar petugas jangan hanya menyapa
public figure atau orang-orang yang dikenalnya saja tapi semuanya
harus disamaratakan antara orang yang dikenal dan yang tidak.
Intinya, standar perlakuan yang ia alami harus diterapkan pada
semua konsumen, seperti disapa, mengucapkan terima kasih dan
berwajah ramah. Oke deh Mbak Tika, thanks buat masukannya. ifa

Tika Bisono
“Intinya... Harus
WA
IME
: IST
TO
FO

Service Excellent”
80 WARTA BEA CUKAI EDISI 367 JUNI 2005
KEPUTUSAN
& KETETAPAN
UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA
NOMOR 1 TAHUN 2004
TENTANG
PERBENDAHARAAN NEGARA

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA


PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

Menimbang :
a. bahwa penyelenggaraan pemerintahan negara untuk mewujudkan tujuan bernegara menimbulkan hak
dan kewajiban negara yang perlu dikelola dalam suatu sistem pengelolaan keuangan negara;
b. bahwa pengelolaan keuangan negara sebagaimana dimaksud dalam Undang-Undang Dasar Negara
Republik Indonesia Tahun 1945 perlu dilaksanakan secara terbuka dan bertanggung jawab untuk
sebesar-besarnya kemakmuran rakyat, yang diwujudkan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja
Negara (APBN) dan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD);
c. bahwa dalam rangka pengelolaan dan pertanggungjawaban keuangan negara diperlukan kaidah-kaidah
hukum administrasi keuangan negara yang mengatur perbendaharaan negara;
d. bahwa Undang-undang Perbendaharaan Indonesia/Indische Comptabiliteitswet (Staatsblad Tahun 1925
Nomor 448) sebagaimana telah beberapa kali diubah dan ditambah terakhir dengan Undang-undang
Nomor 9 Tahun 1968 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1968 Nomor 53), tidak dapat lagi
memenuhi kebutuhan pengelolaan dan pertanggungjawaban keuangan negara;
e. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud pada huruf a, huruf b, huruf c, dan huruf d di
atas perlu dibentuk Undang-undang tentang Perbendaharaan Negara;

Mengingat :
1. Pasal 5 ayat (1), Pasal 20, Pasal 23, dan Pasal 23C Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia
Tahun 1945;
2. Undang-undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia
Tahun 2003 Nomor 47, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4286);

Dengan Persetujuan Bersama


DEWAN PERWAKILAN RAKYAT REPUBLIK INDONESIA dan
PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA

MEMUTUSKAN :
Menetapkan : UNDANG-UNDANG TENTANG PERBENDAHARAAN NEGARA

BAB I
KETENTUAN UMUM

Bagian Pertama
Pengertian

Pasal 1
Dalam Undang-undang ini yang dimaksud dengan:
1. Perbendaharaan Negara adalah pengelolaan dan pertanggungjawaban keuangan negara, termasuk
investasi dan kekayaan yang dipisahkan, yang ditetapkan dalam APBN dan APBD.
2. Kas Negara adalah tempat penyimpanan uang negara yang ditentukan oleh Menteri Keuangan selaku
Bendahara Umum Negara untuk menampung seluruh penerimaan negara dan membayar seluruh
pengeluaran negara.
3. Rekening Kas Umum Negara adalah rekening tempat penyimpanan uang negara yang ditentukan oleh
Menteri Keuangan selaku Bendahara Umum Negara untuk menampung seluruh penerimaan negara dan
membayar seluruh pengeluaran negara pada bank sentral.
4. Kas Daerah adalah tempat penyimpanan uang daerah yang ditentukan oleh gubernur/bupati/walikota
untuk menampung seluruh penerimaan daerah dan membayar seluruh pengeluaran daerah.
5. Rekening Kas Umum Daerah adalah rekening tempat penyimpanan uang daerah yang ditentukan oleh
gubernur/bupati/walikota untuk menampung seluruh penerimaan daerah dan membayar seluruh
pengeluaran daerah pada bank yang ditetapkan.
6. Piutang Negara adalah jumlah uang yang wajib dibayar kepada Pemerintah Pusat dan/atau hak
Pemerintah Pusat yang dapat dinilai dengan uang sebagai akibat perjanjian atau akibat lainnya
berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku atau akibat lainnya yang sah.
7. Piutang Daerah adalah jumlah uang yang wajib dibayar kepada Pemerintah Daerah dan/atau hak
Pemerintah Daerah yang dapat dinilai dengan uang sebagai akibat perjanjian atau akibat lainnya
berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku atau akibat lainnya yang sah.

1
BONUS WARTA BEACUKAI EDISI 367 JUNI 2005
KEPUTUSAN
& KETETAPAN
8. Utang Negara adalah jumlah uang yang wajib dibayar Pemerintah Pusat dan/atau kewajiban Pemerintah
Pusat yang dapat dinilai dengan uang berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku,
perjanjian, atau berdasarkan sebab lainnya yang sah.
9. Utang Daerah adalah jumlah uang yang wajib dibayar Pemerintah Daerah dan/atau kewajiban Pemerintah
Daerah yang dapat dinilai dengan uang berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku,
perjanjian, atau berdasarkan sebab lainnya yang sah.
10. Barang Milik Negara adalah semua barang yang dibeli atau diperoleh atas beban APBN atau berasal dari
perolehan lainnya yang sah.
11. Barang Milik Daerah adalah semua barang yang dibeli atau diperoleh atas beban APBD atau berasal dari
perolehan lainnya yang sah.
12. Pengguna Anggaran adalah pejabat pemegang kewenangan penggunaan anggaran kementerian negara/
lembaga/satuan kerja perangkat daerah.
13. Pengguna Barang adalah pejabat pemegang kewenangan penggunaan barang milik negara/daerah.
14. Bendahara adalah setiap orang atau badan yang diberi tugas untuk dan atas nama negara/daerah,
menerima, menyimpan, dan membayar/menyerahkan uang atau surat berharga atau barang-barang
negara/daerah.
15. Bendahara Umum Negara adalah pejabat yang diberi tugas untuk melaksanakan fungsi bendahara umum
negara.
16. Bendahara Umum Daerah adalah pejabat yang diberi tugas untuk melaksanakan fungsi bendahara umum
daerah.
17. Bendahara Penerimaan adalah orang yang ditunjuk untuk menerima, menyimpan, menyetorkan,
menatausahakan, dan mempertanggungjawabkan uang pendapatan negara/daerah dalam rangka
pelaksanaan APBN/APBD pada kantor/satuan kerja kementerian negara/lembaga/pemerintah daerah.
18. Bendahara Pengeluaran adalah orang yang ditunjuk untuk menerima, menyimpan, membayarkan,
menatausahakan, dan mempertanggungjawabkan uang untuk keperluan belanja negara/daerah dalam
rangka pelaksanaan APBN/APBD pada kantor/satuan kerja kementerian negara/lembaga/pemerintah
daerah.
19. Menteri/Pimpinan Lembaga adalah pejabat yang bertanggungjawab atas pengelolaan keuangan
kementerian negara/lembaga yang bersangkutan.
20. Kementerian Negara/Lembaga adalah kementerian negara/lembaga pemerintah non kementerian negara/
lembaga negara.
21. Pejabat Pengelola Keuangan Daerah adalah kepala badan/dinas/biro keuangan/bagian keuangan yang
mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan APBD dan bertindak sebagai Bendahara Umum Daerah.
22. Kerugian Negara/Daerah adalah kekurangan uang, surat berharga, dan barang, yang nyata dan pasti
jumlahnya sebagai akibat perbuatan melawan hukum baik sengaja maupun lalai.
23. Badan Layanan Umum adalah instansi di lingkungan Pemerintah yang dibentuk untuk memberikan
pelayanan kepada masyarakat berupa penyediaan barang dan/atau jasa yang dijual tanpa mengutamakan
mencari keuntungan dan dalam melakukan kegiatannya didasarkan pada prinsip efisiensi dan
produktivitas.
24. Bank Sentral adalah sebagaimana dimaksud dalam Undang-Undang Dasar 1945 Pasal 23 D.

Bagian Kedua
Ruang Lingkup

Pasal 2
Perbendaharaan Negara sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1 Angka 1, meliputi:
a. pelaksanaan pendapatan dan belanja negara;
b. pelaksanaan pendapatan dan belanja daerah;
c. pelaksanaan penerimaan dan pengeluaran negara;
d. pelaksanaan penerimaan dan pengeluaran daerah;
e. pengelolaan kas;
f. pengelolaan piutang dan utang negara/daerah;
g. pengelolaan investasi dan barang milik negara/daerah;
h. penyelenggaraan akuntansi dan sistem informasi manajemen keuangan negara/daerah.
i. penyusunan laporan pertanggungjawaban pelaksanaan APBN/APBD;
j. penyelesaian kerugian negara/daerah;
k. pengelolaan Badan Layanan Umum;
l. perumusan standar, kebijakan, serta sistem dan prosedur yang berkaitan dengan pengelolaan keuangan
negara dalam rangka pelaksanaan APBN/APBD.

Bagian Ketiga
Asas Umum

Pasal 3

2
2
BONUS WARTA BEACUKAI EDISI 367 JUNI 2005
KEPUTUSAN
& KETETAPAN
(1) Undang-undang tentang APBN merupakan dasar bagi Pemerintah Pusat untuk melakukan penerimaan
dan pengeluaran negara.
(2) Peraturan Daerah tentang APBD merupakan dasar bagi Pemerintah Daerah untuk melakukan
penerimaan dan pengeluaran daerah.
(3) Setiap pejabat dilarang melakukan tindakan yang berakibat pengeluaran atas beban APBN/APBD jika
anggaran untuk membiayai pengeluaran tersebut tidak tersedia atau tidak cukup tersedia.
(4) Semua pengeluaran negara, termasuk subsidi dan bantuan lainnya yang sesuai dengan program
pemerintah pusat, dibiayai dengan APBN.
(5) Semua pengeluaran daerah, termasuk subsidi dan bantuan lainnya yang sesuai dengan program
pemerintah daerah, dibiayai dengan APBD.
(6) Anggaran untuk membiayai pengeluaran yang sifatnya mendesak dan/atau tidak terduga disediakan
dalam bagian anggaran tersendiri yang selanjutnya diatur dalam peraturan pemerintah.
(7) Kelambatan pembayaran atas tagihan yang berkaitan dengan pelaksanaan APBN/APBD dapat
mengakibatkan pengenaan denda dan/atau bunga.

BAB II
PEJABAT PERBENDAHARAAN NEGARA

Bagian Pertama
Pengguna Anggaran

Pasal 4
(1) Menteri/pimpinan lembaga adalah Pengguna Anggaran/Pengguna Barang bagi kementerian negara/
lembaga yang dipimpinnya.
(2) Menteri/pimpinan lembaga selaku Pengguna Anggaran/Pengguna Barang kementerian negara/lembaga
yang dipimpinnya, berwenang:
a. menyusun dokumen pelaksanaan anggaran;
b. menunjuk Kuasa Pengguna Anggaran/Pengguna Barang;
c. menetapkan pejabat yang bertugas melakukan pemungutan penerimaan negara;
d. menetapkan pejabat yang bertugas melakukan pengelolaan utang dan piutang;
e. melakukan tindakan yang mengakibatkan pengeluaran anggaran belanja;
f. menetapkan pejabat yang bertugas melakukan pengujian dan perintah pembayaran;
g. menggunakan barang milik negara;
h. menetapkan pejabat yang bertugas melakukan pengelolaan barang milik negara;
i. mengawasi pelaksanaan anggaran;
j. menyusun dan menyampaikan laporan keuangan;
kementerian negara/lembaga yang dipimpinnya.

Pasal 5
Gubernur/bupati/walikota selaku Kepala Pemerintahan Daerah:
a. menetapkan kebijakan tentang pelaksanaan APBD;
b. menetapkan Kuasa Pengguna Anggaran dan Bendahara Penerimaan dan/atau Bendahara Pengeluaran;
c. menetapkan pejabat yang bertugas melakukan pemungutan penerimaan daerah;
d. menetapkan pejabat yang bertugas melakukan pengelolaan utang dan piutang daerah;
e. menetapkan pejabat yang bertugas melakukan pengelolaan barang milik daerah;
f. menetapkan pejabat yang bertugas melakukan pengujian atas tagihan dan memerintahkan pembayaran.

Pasal 6
(1) Kepala satuan kerja perangkat daerah adalah Pengguna Anggaran/Pengguna Barang bagi satuan kerja
perangkat daerah yang dipimpinnya.
(2) Kepala satuan kerja perangkat daerah dalam melaksanakan tugasnya selaku pejabat Pengguna
Anggaran/Pengguna Barang satuan kerja perangkat daerah yang dipimpinnya berwenang:
a. menyusun dokumen pelaksanaan anggaran;
b. melakukan tindakan yang mengakibatkan pengeluaran atas beban anggaran belanja;
c. melakukan pengujian atas tagihan dan memerintahkan pembayaran;
d. melaksanakan pemungutan penerimaan bukan pajak;
e. mengelola utang dan piutang;
f. menggunakan barang milik daerah;
g. mengawasi pelaksanaan anggaran;
h. menyusun dan menyampaikan laporan keuangan;
satuan kerja perangkat daerah yang dipimpinnya.

Bagian Kedua
Bendahara Umum Negara/Daerah

3
3
BONUS WARTA BEACUKAI EDISI 367 JUNI 2005
KEPUTUSAN
& KETETAPAN
Pasal 7
(1) Menteri Keuangan adalah Bendahara Umum Negara.
(2) Menteri Keuangan selaku Bendahara Umum Negara berwenang:
a. menetapkan kebijakan dan pedoman pelaksanaan anggaran negara;
b. mengesahkan dokumen pelaksanaan anggaran;
c. melakukan pengendalian pelaksanaan anggaran negara;
d. menetapkan sistem penerimaan dan pengeluaran kas negara;
e. menunjuk bank dan/atau lembaga keuangan lainnya dalam rangka pelaksanaan penerimaan dan
pengeluaran anggaran negara;
f. mengusahakan dan mengatur dana yang diperlukan dalam pelaksanaan anggaran negara;
g. menyimpan uang negara;
h. menempatkan uang negara dan mengelola/menatausahakan investasi;
i. melakukan pembayaran berdasarkan permintaan pejabat Pengguna Anggaran atas beban rekening
kas umum negara;
j. melakukan pinjaman dan memberikan jaminan atas nama pemerintah;
k. memberikan pinjaman atas nama pemerintah;
l. melakukan pengelolaan utang dan piutang negara;
m. mengajukan rancangan peraturan pemerintah tentang standar akuntansi pemerintahan;
n. melakukan penagihan piutang negara;
o. menetapkan sistem akuntansi dan pelaporan keuangan negara;
p. menyajikan informasi keuangan negara;
q. menetapkan kebijakan dan pedoman pengelolaan serta penghapusan barang milik negara;
r. menentukan nilai tukar mata uang asing terhadap rupiah dalam rangka pembayaran pajak;
s. menunjuk pejabat Kuasa Bendahara Umum Negara.

Pasal 8
(1) Menteri Keuangan selaku Bendahara Umum Negara mengangkat Kuasa Bendahara Umum Negara untuk
melaksanakan tugas kebendaharaan dalam rangka pelaksanaan anggaran dalam wilayah kerja yang
telah ditetapkan.
(2) Tugas kebendaharaan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) meliputi kegiatan menerima, menyimpan,
membayar atau menyerahkan, menatausahakan, dan mempertanggung-jawabkan uang dan surat
berharga yang berada dalam pengelolaannya.
(3) Kuasa Bendahara Umum Negara melaksanakan penerimaan dan pengeluaran Kas Negara sesuai
dengan ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 7 ayat (2) huruf c.
(4) Kuasa Bendahara Umum Negara berkewajiban memerintahkan penagihan piutang negara kepada pihak
ketiga sebagai penerimaan anggaran.
(5) Kuasa Bendahara Umum Negara berkewajiban melakukan pembayaran tagihan pihak ketiga sebagai
pengeluaran anggaran.

Pasal 9
(1) Kepala Satuan Kerja Pengelola Keuangan Daerah adalah Bendahara Umum Daerah.
(2) Kepala Satuan Kerja Pengelola Keuangan Daerah selaku Bendahara Umum Daerah berwenang:
a. menyiapkan kebijakan dan pedoman pelaksanaan APBD;
b. mengesahkan dokumen pelaksanaan anggaran;
c. melakukan pengendalian pelaksanaan APBD;
d. memberikan petunjuk teknis pelaksanaan sistem penerimaan dan pengeluaran kas daerah;
e. melaksanakan pemungutan pajak daerah;
f. memantau pelaksanaan penerimaan dan pengeluaran APBD oleh bank dan/atau lembaga keuangan
lainnya yang telah ditunjuk;
g. mengusahakan dan mengatur dana yang diperlukan dalam pelaksanaan APBD;
h. menyimpan uang daerah;
i. melaksanakan penempatan uang daerah dan mengelola/menatausahakan investasi;
j. melakukan pembayaran berdasarkan permintaan pejabat Pengguna Anggaran atas beban rekening
kas umum daerah;
k. menyiapkan pelaksanaan pinjaman dan pemberian jaminan atas nama pemerintah daerah;
l. melaksanakan pemberian pinjaman atas nama pemerintah daerah;
m. melakukan pengelolaan utang dan piutang daerah;
n. melakukan penagihan piutang daerah;
o. melaksanakan sistem akuntansi dan pelaporan keuangan daerah;
p. menyajikan informasi keuangan daerah;
q. melaksanakan kebijakan dan pedoman pengelolaan serta penghapusan barang milik daerah.

Bagian Ketiga
Bendahara Penerimaan/Pengeluaran

4
4
BONUS WARTA BEACUKAI EDISI 367 JUNI 2005
KEPUTUSAN
& KETETAPAN
Pasal 10
(1) Menteri/pimpinan lembaga/gubernur/bupati/walikota mengangkat Bendahara Penerimaan untuk
melaksanakan tugas kebendaharaan dalam rangka pelaksanaan anggaran pendapatan pada kantor/
satuan kerja di lingkungan kementerian negara/lembaga/satuan kerja perangkat daerah.
(2) Menteri/pimpinan lembaga/gubernur/bupati/walikota mengangkat Bendahara Pengeluaran untuk
melaksanakan tugas kebendaharaan dalam rangka pelaksanaan anggaran belanja pada kantor/satuan
kerja perangkat daerah.
(3) Bendahara Penerimaan dan Bendahara Pengeluaran sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2)
adalah Pejabat Fungsional.
(4) Jabatan Bendahara Penerimaan/Pengeluaran tidak boleh dirangkap oleh Kuasa Pengguna Anggaran
atau Kuasa Bendahara Umum Negara.
(5) Bendahara Penerimaan/Pengeluaran dilarang melakukan, baik secara langsung maupun tidak langsung,
kegiatan perdagangan, pekerjaan pemborongan dan penjualan jasa atau bertindak sebagai penjamin atas
kegiatan/pekerjaan/penjualan tersebut.

BAB III
PELAKSANAAN PENDAPATAN DAN BELANJA NEGARA/DAERAH

Bagian Pertama
Tahun Anggaran

Pasal 11
Tahun anggaran meliputi masa satu tahun mulai dari tanggal 1 Januari sampai dengan 31 Desember.

Pasal 12
(1) APBN dalam satu tahun anggaran meliputi:
a. hak pemerintah pusat yang diakui sebagai penambah nilai kekayaan bersih;
b. kewajiban pemerintah pusat yang diakui sebagai pengurang nilai kekayaan bersih;
c. penerimaan yang perlu dibayar kembali dan/atau pengeluaran yang akan diterima kembali, baik pada
tahun anggaran yang bersangkutan maupun pada tahun-tahun anggaran berikutnya.
(2) Semua penerimaan dan pengeluaran negara dilakukan melalui Rekening Kas Umum Negara.

Pasal 13
(1) APBD dalam satu tahun anggaran meliputi:
a) hak pemerintah daerah yang diakui sebagai penambah nilai kekayaan bersih;
b) kewajiban pemerintah daerah yang diakui sebagai pengurang nilai kekayaan bersih;
c) penerimaan yang perlu dibayar kembali dan/atau pengeluaran yang akan diterima kembali, baik pada
tahun anggaran yang bersangkutan maupun pada tahun-tahun anggaran berikutnya.
(2) Semua penerimaan dan pengeluaran daerah dilakukan melalui Rekening Kas Umum Daerah.

Bagian Kedua
Dokumen Pelaksanaan Anggaran

Pasal 14
(1) Setelah APBN ditetapkan, Menteri Keuangan memberitahukan kepada semua menteri/pimpinan lembaga
agar menyampaikan dokumen pelaksanaan anggaran untuk masing-masing kementerian negara/
lembaga.
(2) Menteri/pimpinan lembaga menyusun dokumen pelaksanaan anggaran untuk kementerian negara/
lembaga yang dipimpinnya berdasarkan alokasi anggaran yang ditetapkan oleh Presiden.
(3) Di dalam dokumen pelaksanaan anggaran, sebagaimana dimaksud pada ayat (2), diuraikan sasaran yang
hendak dicapai, fungsi, program dan rincian kegiatan, anggaran yang disediakan untuk mencapai sasaran
tersebut, dan rencana penarikan dana tiap-tiap satuan kerja, serta pendapatan yang diperkirakan.
(4) Pada dokumen pelaksanaan anggaran sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dilampirkan rencana kerja
dan anggaran Badan Layanan Umum dalam lingkungan kementerian negara yang bersangkutan.
(5) Dokumen pelaksanaan anggaran yang telah disahkan oleh Menteri Keuangan disampaikan kepada
menteri/pimpinan lembaga, kuasa bendahara umum negara, dan Badan Pemeriksa Keuangan.

Pasal 15
(1) Setelah APBD ditetapkan, Pejabat Pengelola Keuangan Daerah memberitahukan kepada semua kepala
satuan kerja perangkat daerah agar menyampaikan dokumen pelaksanaan anggaran untuk masing-
masing satuan kerja perangkat daerah.
(2) Kepala satuan kerja perangkat daerah menyusun dokumen pelaksanaan anggaran untuk satuan kerja
perangkat daerah yang dipimpinnya berdasarkan alokasi anggaran yang ditetapkan oleh gubernur/
bupati/walikota.

5
BONUS WARTA BEACUKAI EDISI 367 JUNI 2005
KEPUTUSAN
& KETETAPAN
(3) Di dalam dokumen pelaksanaan anggaran, sebagaimana dimaksud pada ayat (2), diuraikan sasaran yang
hendak dicapai, fungsi, program dan rincian kegiatan, anggaran yang disediakan untuk mencapai sasaran
tersebut, dan rencana penarikan dana tiap-tiap satuan kerja serta pendapatan yang diperkirakan.
(4) Dokumen pelaksanaan anggaran yang telah disahkan oleh Pejabat Pengelola Keuangan Daerah
disampaikan kepada Kepala satuan kerja perangkat daerah dan Badan Pemeriksa Keuangan.

Bagian Ketiga
Pelaksanaan Anggaran Pendapatan

Pasal 16
(1) Setiap kementerian negara/lembaga/satuan kerja perangkat daerah yang mempunyai sumber
pendapatan wajib mengintensifkan perolehan pendapatan yang menjadi wewenang dan tanggung
jawabnya.
(2) Penerimaan harus disetor seluruhnya ke Kas Negara/Daerah pada waktunya yang selanjutnya diatur
dalam peraturan pemerintah.
(3) Penerimaan kementerian negara/lembaga/satuan kerja perangkat daerah tidak boleh digunakan langsung
untuk membiayai pengeluaran.
(4) Penerimaan berupa komisi, potongan, ataupun bentuk lain sebagai akibat dari penjualan dan/atau
pengadaan barang dan/atau jasa oleh negara/daerah adalah hak negara/daerah.

Bagian Keempat
Pelaksanaan Anggaran Belanja

Pasal 17
(1) Pengguna Anggaran/Kuasa Pengguna Anggaran melaksanakan kegiatan sebagaimana tersebut dalam
dokumen pelaksanaan anggaran yang telah disahkan.
(2) Untuk keperluan pelaksanaan kegiatan sebagaimana tersebut dalam dokumen pelaksanaan anggaran,
Pengguna Anggaran/Kuasa Pengguna Anggaran berwenang mengadakan ikatan/perjanjian dengan pihak
lain dalam batas anggaran yang telah ditetapkan.

Pasal 18
(1) Pengguna Anggaran/Kuasa Pengguna Anggaran berhak untuk menguji, membebankan pada mata
anggaran yang telah disediakan, dan memerintahkan pembayaran tagihan-tagihan atas beban APBN/
APBD.
(2) Untuk melaksanakan ketentuan tersebut pada ayat (1), Pengguna Anggaran/Kuasa Pengguna Anggaran
berwenang:
a. menguji kebenaran material surat-surat bukti mengenai hak pihak penagih;
b. meneliti kebenaran dokumen yang menjadi persyaratan/kelengkapan sehubungan dengan ikatan/
perjanjian pengadaan barang/jasa.
c. meneliti tersedianya dana yang bersangkutan;
d. membebankan pengeluaran sesuai dengan mata anggaran pengeluaran yang bersangkutan;
e. memerintahkan pembayaran atas beban APBN/APBD.
(3) Pejabat yang menandatangani dan/atau mengesahkan dokumen yang berkaitan dengan surat bukti yang
menjadi dasar pengeluaran atas beban APBN/APBD bertanggung jawab atas kebenaran material dan
akibat yang timbul dari penggunaan surat bukti dimaksud.

Pasal 19
(1) Pembayaran atas tagihan yang menjadi beban APBN dilakukan oleh Bendahara Umum Negara/Kuasa
Bendahara Umum Negara.
(2) Dalam rangka pelaksanaan pembayaran sebagaimana dimaksud pada ayat (1) Bendahara Umum
Negara/Kuasa Bendahara Umum Negara berkewajiban untuk:
a. meneliti kelengkapan perintah pembayaran yang diterbitkan oleh Pengguna Anggaran/Kuasa
Pengguna Anggaran;
b. menguji kebenaran perhitungan tagihan atas beban APBN yang tercantum dalam perintah
pembayaran;
c. menguji ketersediaan dana yang bersangkutan;
d. memerintahkan pencairan dana sebagai dasar pengeluaran negara;
e. menolak pencairan dana, apabila perintah pembayaran yang diterbitkan oleh Pengguna Anggaran/
Kuasa Pengguna Anggaran tidak memenuhi persyaratan yang ditetapkan.

Pasal 20
(1) Pembayaran atas tagihan yang menjadi beban APBD dilakukan oleh Bendahara Umum Daerah.
(2) Dalam rangka pelaksanaan pembayaran sebagaimana dimaksud pada ayat (1) Bendahara Umum Daerah
berkewajiban untuk:

6
6
BONUS WARTA BEACUKAI EDISI 367 JUNI 2005
KEPUTUSAN
& KETETAPAN
a. meneliti kelengkapan perintah pembayaran yang diterbitkan oleh Pengguna Anggaran;
b. menguji kebenaran perhitungan tagihan atas beban APBD yang tercantum dalam perintah
pembayaran;
c. menguji ketersediaan dana yang bersangkutan;
d. memerintahkan pencairan dana sebagai dasar pengeluaran daerah;
e. menolak pencairan dana, apabila perintah pembayaran yang diterbitkan oleh Pengguna Anggaran
tidak memenuhi persyaratan yang ditetapkan.

Pasal 21
(1) Pembayaran atas beban APBN/APBD tidak boleh dilakukan sebelum barang dan/atau jasa diterima.
(2) Untuk kelancaran pelaksanaan tugas kementerian negara/lembaga/satuan kerja perangkat daerah
kepada Pengguna Anggaran/Kuasa Pengguna Anggaran dapat diberikan uang persediaan yang dikelola
oleh Bendahara Pengeluaran.
(3) Bendahara Pengeluaran melaksanakan pembayaran dari uang persediaan yang dikelolanya setelah:
a. meneliti kelengkapan perintah pembayaran yang diterbitkan oleh Pengguna Anggaran/Kuasa
Pengguna Anggaran;
b. menguji kebenaran perhitungan tagihan yang tercantum dalam perintah pembayaran;
c. menguji ketersediaan dana yang bersangkutan.
(4) Bendahara Pengeluaran wajib menolak perintah bayar dari Pengguna Anggaran/Kuasa Pengguna
Anggaran apabila persyaratan pada ayat (3) tidak dipenuhi.
(5) Bendahara Pengeluaran bertanggung jawab secara pribadi atas pembayaran yang dilaksanakannya.
(6) Pengecualian dari ketentuan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diatur dalam peraturan pemerintah.

BAB IV
PENGELOLAAN UANG

Bagian Pertama
Pengelolaan Kas Umum Negara/Daerah

Pasal 22
(1) Menteri Keuangan selaku Bendahara Umum Negara berwenang mengatur dan menyelenggarakan
rekening pemerintah.
(2) Dalam rangka penyelenggaraan rekening pemerintah sebagaimana dimaksud pada ayat (1) Menteri
Keuangan membuka Rekening Kas Umum Negara.
(3) Uang negara disimpan dalam Rekening Kas Umum Negara pada bank sentral.
(4) Dalam pelaksanaan operasional penerimaan dan pengeluaran negara, Bendahara Umum Negara dapat
membuka Rekening Penerimaan dan Rekening Pengeluaran pada bank umum.
(5) Rekening Penerimaan digunakan untuk menampung penerimaan negara setiap hari.
(6) Saldo Rekening Penerimaan setiap akhir hari kerja wajib disetorkan seluruhnya ke Rekening Kas Umum
Negara pada bank sentral.
(7) Dalam hal kewajiban penyetoran tersebut secara teknis belum dapat dilakukan setiap hari, Bendahara
Umum Negara mengatur penyetoran secara berkala.
(8) Rekening Pengeluaran pada bank umum diisi dengan dana yang bersumber dari Rekening Kas Umum
Negara pada bank sentral.
(9) Jumlah dana yang disediakan pada Rekening Pengeluaran sebagaimana dimaksud pada ayat (8)
disesuaikan dengan rencana pengeluaran untuk membiayai kegiatan pemerintahan yang telah ditetapkan
dalam APBN.

Pasal 23
(1) Pemerintah Pusat memperoleh bunga dan/atau jasa giro atas dana yang disimpan pada bank sentral.
(2) Jenis dana, tingkat bunga dan/atau jasa giro sebagaimana dimaksud pada ayat (1), serta biaya
sehubungan dengan pelayanan yang diberikan oleh bank sentral, ditetapkan berdasarkan kesepakatan
Gubernur bank sentral dengan Menteri Keuangan.

Pasal 24
(1) Pemerintah Pusat/Daerah berhak memperoleh bunga dan/atau jasa giro atas dana yang disimpan pada
bank umum.
(2) Bunga dan/atau jasa giro yang diperoleh Pemerintah Pusat/Daerah sebagaimana dimaksud pada ayat (1)
didasarkan pada tingkat suku bunga dan/atau jasa giro yang berlaku.
(3) Biaya sehubungan dengan pelayanan yang diberikan oleh bank umum sebagaimana dimaksud pada ayat
(1) didasarkan pada ketentuan yang berlaku pada bank umum yang bersangkutan.

Pasal 25
(1) Bunga dan/atau jasa giro yang diperoleh Pemerintah merupakan Pendapatan Negara/Daerah.

7
BONUS WARTA BEACUKAI EDISI 367 JUNI 2005
KEPUTUSAN
& KETETAPAN
(2) Biaya sehubungan dengan pelayanan yang diberikan oleh bank umum dibebankan pada Belanja Negara/
Daerah.

Pasal 26
(1) Menteri Keuangan selaku Bendahara Umum Negara dalam hal tertentu dapat menunjuk badan lain untuk
melaksanakan penerimaan dan/atau pengeluaran negara untuk mendukung kegiatan operasional
kementerian negara/lembaga.
(2) Penunjukan badan lain sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan dalam suatu kontrak kerja.
(3) Badan lain yang ditunjuk sebagaimana dimaksud pada ayat (1) berkewajiban menyampaikan laporan
secara berkala kepada Bendahara Umum Negara mengenai pelaksanaan penerimaan dan/atau
pengeluaran sesuai dengan tugas dan tanggungjawabnya.

Pasal 27
(1) Dalam rangka penyelenggaraan rekening Pemerintah Daerah, Pejabat Pengelola Keuangan Daerah
membuka Rekening Kas Umum Daerah pada bank yang ditentukan oleh gubernur/bupati/walikota.
(2) Dalam pelaksanaan operasional Penerimaan dan Pengeluaran Daerah, Bendahara Umum Daerah dapat
membuka Rekening Penerimaan dan Rekening Pengeluaran pada bank yang ditetapkan oleh gubernur/
bupati/walikota.
(3) Rekening Penerimaan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) digunakan untuk menampung Penerimaan
Daerah setiap hari.
(4) Saldo Rekening Penerimaan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) setiap akhir hari kerja wajib disetorkan
seluruhnya ke Rekening Kas Umum Daerah.
(5) Rekening Pengeluaran pada bank sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diisi dengan dana yang
bersumber dari Rekening Kas Umum Daerah.
(6) Jumlah dana yang disediakan pada Rekening Pengeluaran sebagaimana dimaksud pada ayat (1)
disesuaikan dengan rencana pengeluaran untuk membiayai kegiatan pemerintahan yang telah ditetapkan
dalam APBD.

Pasal 28
(1) Pokok-pokok mengenai pengelolaan uang negara/daerah diatur dengan peraturan pemerintah setelah
dilakukan konsultasi dengan bank sentral.
(2) Pedoman lebih lanjut mengenai pengelolaan uang negara/daerah sesuai dengan ketentuan yang diatur
dalam peraturan pemerintah sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditetapkan oleh Menteri Keuangan
selaku Bendahara Umum Negara.
(3) Pelaksanaan ketentuan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) yang berkaitan dengan pengelolaan uang
daerah selanjutnya diatur dengan peraturan daerah.

Bagian Kedua
Pelaksanaan Penerimaan Negara/Daerah oleh Kementerian
Negara/Lembaga/Satuan Kerja Perangkat Daerah

Pasal 29
(1) Menteri/pimpinan lembaga selaku Pengguna Anggaran dapat membuka rekening untuk keperluan
pelaksanaan penerimaan di lingkungan kementerian negara/lembaga yang bersangkutan setelah
memperoleh persetujuan dari Bendahara Umum Negara.
(2) Menteri/pimpinan lembaga mengangkat bendahara untuk menatausahakan penerimaan negara di
lingkungan kementerian negara/lembaga.
(3) Dalam rangka pengelolaan kas, Bendahara Umum Negara dapat memerintahkan pemindahbukuan dan/
atau penutupan rekening sebagaimana dimaksud pada ayat (1).

Pasal 30
(1) Gubernur/bupati/walikota dapat memberikan ijin pembukaan rekening untuk keperluan pelaksanaan pe-
nerimaan di lingkungan pemerintah daerah sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku.
(2) Gubernur/bupati/walikota mengangkat bendahara untuk menatausahakan penerimaan satuan kerja
perangkat daerah di lingkungan pemerintah daerah yang dipimpinnya.

Bagian Ketiga
Pengelolaan Uang Persediaan untuk Keperluan Kementerian
Negara/Lembaga/Satuan Kerja Perangkat Daerah

Pasal 31
(1) Menteri/pimpinan lembaga dapat membuka rekening untuk keperluan pelaksanaan pengeluaran di
lingkungan kementerian negara/lembaga yang bersangkutan setelah mendapat persetujuan dari Menteri
Keuangan selaku Bendahara Umum Negara.

8
8
BONUS WARTA BEACUKAI EDISI 367 JUNI 2005
KEPUTUSAN
& KETETAPAN
(2) Menteri/pimpinan lembaga mengangkat bendahara untuk mengelola uang yang harus
dipertanggungjawabkan dalam rangka pelaksanaan pengeluaran kementerian negara/lembaga.
(3) Dalam rangka pengelolaan kas, Bendahara Umum Negara dapat memerintahkan pemindahbukuan dan/
atau penutupan rekening sebagaimana dimaksud pada ayat (1).

Pasal 32
(1) Gubernur/bupati/walikota dapat memberikan ijin pembukaan rekening untuk keperluan pelaksanaan
pengeluaran di lingkungan satuan kerja perangkat daerah.
(2) Gubernur/bupati/walikota mengangkat bendahara untuk mengelola uang yang harus
dipertanggungjawabkan dalam rangka pelaksanaan pengeluaran satuan kerja perangkat daerah.

BAB V
PENGELOLAAN PIUTANG DAN UTANG

Bagian Pertama
Pengelolaan Piutang

Pasal 33
(1) Pemerintah Pusat dapat memberikan pinjaman atau hibah kepada Pemerintah Daerah/Badan Usaha Milik
Negara/Badan Usaha Milik Daerah sesuai dengan yang tercantum/ditetapkan dalam Undang-undang
tentang APBN.
(2) Pemerintah Pusat dapat memberikan pinjaman atau hibah kepada lembaga asing sesuai dengan yang
tercantum/ditetapkan dalam Undang-undang tentang APBN.
(3) Tata cara pemberian pinjaman atau hibah sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2) diatur
dengan peraturan pemerintah.

Pasal 34
(1) Setiap pejabat yang diberi kuasa untuk mengelola pendapatan, belanja, dan kekayaan negara/daerah
wajib mengusahakan agar setiap piutang negara/daerah diselesaikan seluruhnya dan tepat waktu.
(2) Piutang negara/daerah yang tidak dapat diselesaikan seluruhnya dan tepat waktu, diselesaikan menurut
peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Pasal 35
Piutang negara/daerah jenis tertentu mempunyai hak mendahulu sesuai dengan ketentuan perundang-
undangan yang berlaku.

Pasal 36
(1) Penyelesaian piutang negara/daerah yang timbul sebagai akibat hubungan keperdataan dapat dilakukan
melalui perdamaian, kecuali mengenai piutang negara/daerah yang cara penyelesaiannya diatur tersendiri
dalam undang-undang.
(2) Penyelesaian piutang sebagaimana dimaksud pada ayat (1) yang menyangkut piutang negara
ditetapkan oleh:
a. Menteri Keuangan, jika bagian piutang negara yang tidak disepakati tidak lebih dari Rp
10.000.000.000,00 (sepuluh miliar rupiah);
b. Presiden, jika bagian piutang negara yang tidak disepakati lebih dari Rp 10.000.000.000,00 (sepuluh
miliar rupiah) sampai dengan Rp 100.000.000.000,00 (seratus miliar rupiah);
c. Presiden, setelah mendapat pertimbangan Dewan Perwakilan Rakyat, jika bagian piutang negara
yang tidak disepakati lebih dari Rp 100.000.000.000,00 (seratus miliar rupiah).
(3) Pelaksanaan ketentuan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) yang menyangkut piutang Pemerintah
Daerah ditetapkan oleh:
a. Gubernur/bupati/walikota, jika bagian piutang daerah yang tidak disepakati tidak lebih dari Rp
5.000.000.000,00 (lima miliar rupiah);
b. Gubernur/bupati/walikota, setelah mendapat pertimbangan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah, jika
bagian piutang daerah yang tidak disepakati lebih dari Rp 5.000.000.000,00 (lima miliar rupiah).
(4) Perubahan atas jumlah uang, sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dan ayat (3), ditetapkan dengan
undang-undang.

Pasal 37
(1) Piutang negara/daerah dapat dihapuskan secara mutlak atau bersyarat dari pembukuan, kecuali
mengenai piutang negara/daerah yang cara penyelesaiannya diatur tersendiri dalam undang-undang.
(2) Penghapusan sebagaimana dimaksud pada ayat (1), sepanjang menyangkut piutang Pemerintah Pusat,
ditetapkan oleh:
a. Menteri Keuangan untuk jumlah sampai dengan Rp 10.000.000.000,00 (sepuluh miliar rupiah);

9
BONUS WARTA BEACUKAI EDISI 367 JUNI 2005
KEPUTUSAN
& KETETAPAN
b. Presiden untuk jumlah lebih dari Rp 10.000.000.000,00 (sepuluh miliar rupiah) sampai dengan Rp
100.000.000.000,00 (seratus miliar rupiah);
c. Presiden dengan persetujuan Dewan Perwakilan Rakyat untuk jumlah lebih dari Rp
100.000.000.000,00 (seratus miliar rupiah).
(3) Penghapusan sebagaimana dimaksud pada ayat (1), sepanjang menyangkut piutang Pemerintah Daerah,
ditetapkan oleh:
a. Gubernur/bupati/walikota untuk jumlah sampai dengan Rp 5.000.000.000,00 (lima miliar rupiah);
b. Gubernur/bupati/walikota dengan persetujuan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah untuk jumlah lebih
dari Rp 5.000.000.000,00 (lima miliar rupiah).
(4) Perubahan atas jumlah uang, sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dan ayat (3) ditetapkan dengan
undang-undang.
(5) Tata cara penyelesaian dan penghapusan piutang negara/daerah sebagaimana dimaksud pada ayat (2)
dan ayat (3) serta dalam Pasal 36 ayat (2) dan ayat (3) diatur dengan peraturan pemerintah.

Bagian Kedua
Pengelolaan Utang

Pasal 38
(1) Menteri Keuangan dapat menunjuk pejabat yang diberi kuasa atas nama Menteri Keuangan untuk
mengadakan utang negara atau menerima hibah yang berasal dari dalam negeri ataupun dari luar negeri
sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan dalam Undang-undang APBN.
(2) Utang/hibah sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dapat diteruspinjamkan kepada Pemerintah Daerah/
BUMN/BUMD.
(3) Biaya berkenaan dengan proses pengadaan utang atau hibah sebagaimana dimaksud pada ayat (2)
dibebankan pada Anggaran Belanja Negara.
(4) Tata cara pengadaan utang dan/atau penerimaan hibah baik yang berasal dari dalam negeri maupun dari
luar negeri serta penerusan utang atau hibah luar negeri kepada Pemerintah Daerah/BUMN/BUMD, diatur
dengan peraturan pemerintah.

Pasal 39
(1) Gubernur/bupati/walikota dapat mengadakan utang daerah sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan
dalam Peraturan Daerah tentang APBD.
(2) Kepala Satuan Kerja Pengelola Keuangan Daerah menyiapkan pelaksanaan pinjaman daerah sesuai
dengan keputusan gubernur/bupati/walikota.
(3) Biaya berkenaan dengan pinjaman dan hibah daerah dibebankan pada Anggaran Belanja Daerah.
(4) Tata cara pelaksanaan dan penatausahaan utang negara/daerah diatur lebih lanjut dengan peraturan
pemerintah.

Pasal 40
(1) Hak tagih mengenai utang atas beban negara/daerah kedaluwarsa setelah 5 (lima) tahun sejak utang
tersebut jatuh tempo, kecuali ditetapkan lain oleh undang-undang.
(2) Kedaluwarsaan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) tertunda apabila pihak yang berpiutang
mengajukan tagihan kepada negara/daerah sebelum berakhirnya masa kedaluwarsa.
(3) Ketentuan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) tidak berlaku untuk pembayaran kewajiban bunga dan
pokok pinjaman negara/daerah.

BAB VI
PENGELOLAAN INVESTASI

Pasal 41
(1) Pemerintah dapat melakukan investasi jangka panjang untuk memperoleh manfaat ekonomi, sosial dan/
atau manfaat lainnya.
(2) Investasi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan dalam bentuk saham, surat utang, dan investasi
langsung.
(3) Investasi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diatur dengan peraturan pemerintah.
(4) Penyertaan modal pemerintah pusat pada perusahaan negara/daerah/swasta ditetapkan dengan
peraturan pemerintah.
(5) Penyertaan modal pemerintah daerah pada perusahaan negara/daerah/swasta ditetapkan dengan
peraturan daerah.

BAB VII
PENGELOLAAN BARANG MILIK NEGARA/DAERAH

Pasal 42

10
10
BONUS WARTA BEACUKAI EDISI 367 JUNI 2005
KEPUTUSAN
& KETETAPAN
(1) Menteri Keuangan mengatur pengelolaan barang milik negara.
(2) Menteri/pimpinan lembaga adalah Pengguna Barang bagi kementerian negara/lembaga yang dipimpinnya.
(3) Kepala kantor dalam lingkungan kementerian negara/lembaga adalah Kuasa Pengguna Barang dalam
lingkungan kantor yang bersangkutan.

Pasal 43
(1) Gubernur/bupati/walikota menetapkan kebijakan pengelolaan barang milik daerah.
(2) Kepala Satuan Kerja Pengelola Keuangan Daerah melakukan pengawasan atas penyelenggaraan
pengelolaan barang milik daerah sesuai dengan kebijakan yang ditetapkan oleh gubernur/bupati/walikota.
(3) Kepala satuan kerja perangkat daerah adalah Pengguna Barang bagi satuan kerja perangkat daerah yang
dipimpinnya.

Pasal 44
Pengguna Barang dan/atau Kuasa Pengguna Barang wajib mengelola dan menatausahakan barang milik
negara/daerah yang berada dalam penguasaannya dengan sebaik-baiknya.

Pasal 45
(1) Barang milik negara/daerah yang diperlukan bagi penyelenggaraan tugas pemerintahan negara/daerah
tidak dapat dipindahtangankan.
(2) Pemindahtanganan barang milik negara/daerah dilakukan dengan cara dijual, dipertukarkan, dihibahkan,
atau disertakan sebagai modal Pemerintah setelah mendapat persetujuan DPR/DPRD.

Pasal 46
(1) Persetujuan DPR sebagaimana dimaksud dalam Pasal 45 ayat (2) dilakukan untuk:
a. pemindahtanganan tanah dan/atau bangunan.
b. tanah dan/atau bangunan sebagaimana dimaksud pada huruf a ayat ini tidak termasuk tanah dan/
atau bangunan yang:
1) sudah tidak sesuai dengan tata ruang wilayah atau penataan kota;
2) harus dihapuskan karena anggaran untuk bangunan pengganti sudah disediakan dalam
dokumen pelaksanaan anggaran;
3) diperuntukkan bagi pegawai negeri;
4) diperuntukkan bagi kepentingan umum;
5) dikuasai negara berdasarkan keputusan pengadilan yang telah memiliki kekuatan hukum tetap
dan/atau berdasarkan ketentuan perundang-undangan, yang jika status kepemilikannya
dipertahankan tidak layak secara ekonomis.
c. Pemindahtanganan barang milik negara selain tanah dan/atau bangunan yang bernilai lebih dari Rp
100.000.000.000,00 (seratus miliar rupiah).
(2) Pemindahtanganan barang milik negara selain tanah dan/atau bangunan yang bernilai lebih dari Rp
10.000.000.000,00 (sepuluh miliar rupiah) sampai dengan Rp 100.000.000.000,00 (seratus miliar rupiah)
dilakukan setelah mendapat persetujuan Presiden.
(3) Pemindahtanganan barang milik negara selain tanah dan/atau bangunan yang bernilai sampai dengan Rp
10.000.000.000,00 (sepuluh miliar rupiah) dilakukan setelah mendapat persetujuan Menteri Keuangan.

Pasal 47
(1) Persetujuan DPRD sebagaimana dimaksud dalam Pasal 45 ayat (2) dilakukan untuk:
a. pemindahtanganan tanah dan/atau bangunan.
b. tanah dan/atau bangunan sebagaimana dimaksud pada huruf a ayat ini tidak termasuk tanah dan/
atau bangunan yang:
(1) sudah tidak sesuai dengan tata ruang wilayah atau penataan kota;
(2) harus dihapuskan karena anggaran untuk bangunan pengganti sudah disediakan dalam
dokumen pelaksanaan anggaran;
(3) diperuntukkan bagi pegawai negeri;
(4) diperuntukkan bagi kepentingan umum;
(5) dikuasai daerah berdasarkan keputusan pengadilan yang telah memiliki kekuatan hukum tetap
dan/atau berdasarkan ketentuan perundang-undangan, yang jika status kepemilikannya
dipertahankan tidak layak secara ekonomis.
c. Pemindahtanganan barang milik daerah selain tanah dan/atau bangunan yang bernilai lebih dari Rp
5.000.000.000,00 (lima miliar rupiah).
(2) Pemindahtanganan barang milik daerah selain tanah dan/atau bangunan yang bernilai sampai dengan Rp
5.000.000.000,00 (lima miliar rupiah) dilakukan setelah mendapat persetujuan gubernur/bupati/walikota.

Pasal 48
(1) Penjualan barang milik negara/daerah dilakukan dengan cara lelang, kecuali dalam hal-hal tertentu.
(2) Ketentuan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diatur dengan peraturan pemerintah.

11
BONUS WARTA BEACUKAI EDISI 367 JUNI 2005
KEPUTUSAN
& KETETAPAN
Pasal 49
(1) Barang milik negara/daerah yang berupa tanah yang dikuasai Pemerintah Pusat/Daerah harus
disertifikatkan atas nama pemerintah Republik Indonesia/pemerintah daerah yang bersangkutan.
(2) Bangunan milik negara/daerah harus dilengkapi dengan bukti status kepemilikan dan ditatausahakan
secara tertib.
(3) Tanah dan bangunan milik negara/daerah yang tidak dimanfaatkan untuk kepentingan penyelenggaraan
tugas pokok dan fungsi instansi yang bersangkutan, wajib diserahkan pemanfaatannya kepada Menteri
Keuangan/gubernur/bupati/walikota untuk kepentingan penyelenggaraan tugas pemerintahan negara/
daerah.
(4) Barang milik negara/daerah dilarang untuk diserahkan kepada pihak lain sebagai pembayaran atas
tagihan kepada Pemerintah Pusat/Daerah.
(5) Barang milik negara/daerah dilarang digadaikan atau dijadikan jaminan untuk mendapatkan pinjaman.
(6) Ketentuan mengenai pedoman teknis dan administrasi pengelolaan barang milik negara/daerah diatur
dengan peraturan pemerintah.

BAB VIII
LARANGAN PENYITAAN UANG DAN BARANG MILIK NEGARA/
DAERAH DAN/ATAU YANG DIKUASAI NEGARA/DAERAH

Pasal 50
Pihak manapun dilarang melakukan penyitaan terhadap:
a. uang atau surat berharga milik negara/daerah baik yang berada pada instansi Pemerintah maupun pada
pihak ketiga;
b. uang yang harus disetor oleh pihak ketiga kepada negara/daerah;
c. barang bergerak milik negara/daerah baik yang berada pada instansi Pemerintah maupun pada pihak
ketiga;
d. barang tidak bergerak dan hak kebendaan lainnya milik negara/daerah;
e. barang milik pihak ketiga yang dikuasai oleh negara/daerah yang diperlukan untuk penyelenggaraan
tugas pemerintahan.

BAB IX
PENATAUSAHAAN DAN PERTANGGUNGJAWABAN APBN/APBD

Bagian Pertama
Akuntansi Keuangan

Pasal 51
(1) Menteri Keuangan/Pejabat Pengelola Keuangan Daerah selaku Bendahara Umum Negara/Daerah
menyelenggarakan akuntansi atas transaksi keuangan, aset, utang, dan ekuitas dana, termasuk transaksi
pembiayaan dan perhitungannya.
(2) Menteri/pimpinan lembaga/kepala satuan kerja perangkat daerah selaku Pengguna Anggaran
menyelenggarakan akuntansi atas transaksi keuangan, aset, utang, dan ekuitas dana, termasuk transaksi
pendapatan dan belanja, yang berada dalam tanggung jawabnya.
(3) Akuntansi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2) digunakan untuk menyusun laporan
keuangan Pemerintah Pusat/Daerah sesuai dengan standar akuntansi pemerintahan.

Bagian Kedua
Penatausahaan Dokumen

Pasal 52
Setiap orang dan/atau badan yang menguasai dokumen yang berkaitan dengan perbendaharaan negara wajib
menatausahakan dan memelihara dokumen tersebut dengan baik sesuai dengan peraturan perundang-
undangan yang berlaku.

Bagian Ketiga
Pertanggungjawaban Keuangan

Pasal 53
(1) Bendahara Penerimaan/Bendahara Pengeluaran bertanggung jawab secara fungsional atas pengelolaan
uang yang menjadi tanggung jawabnya kepada Kuasa Bendahara Umum Negara/Bendahara Umum
Daerah.
(2) Kuasa Bendahara Umum Negara bertanggung jawab kepada Menteri Keuangan selaku Bendahara
Umum Negara dari segi hak dan ketaatan kepada peraturan atas pelaksanaan penerimaan dan
pengeluaran yang dilakukannya.

12
12
BONUS WARTA BEACUKAI EDISI 367 JUNI 2005
KEPUTUSAN
& KETETAPAN
(3) Bendahara Umum Negara bertanggung jawab kepada Presiden dari segi hak dan ketaatan kepada
peraturan atas pelaksanaan penerimaan dan pengeluaran yang dilakukannya.
(4) Bendahara Umum Daerah bertanggung jawab kepada gubernur/bupati/walikota dari segi hak dan
ketaatan kepada peraturan atas pelaksanaan penerimaan dan pengeluaran yang dilakukannya.

Pasal 54
(1) Pengguna Anggaran bertanggung jawab secara formal dan material kepada Presiden/gubernur/walikota
atas pelaksanaan kebijakan anggaran yang berada dalam penguasaannya.
(2) Kuasa Pengguna Anggaran bertanggung jawab secara formal dan material kepada Pengguna Anggaran
atas pelaksanaan kegiatan yang berada dalam penguasaannya.

Bagian Keempat
Laporan Keuangan

Pasal 55
(1) Menteri Keuangan selaku pengelola fiskal menyusun Laporan Keuangan Pemerintah Pusat untuk
disampaikan kepada Presiden dalam rangka memenuhi pertanggungjawaban pelaksanaan APBN.
(2) Dalam penyusunan Laporan Keuangan Pemerintah Pusat sebagaimana dimaksud pada ayat (1):
a. Menteri/pimpinan lembaga selaku Pengguna Anggaran/Pengguna Barang menyusun dan
menyampaikan laporan keuangan yang meliputi Laporan Realisasi Anggaran, Neraca, dan Catatan
atas Laporan Keuangan dilampiri laporan keuangan Badan Layanan Umum pada kementerian
negara/lembaga masing-masing.
b. Laporan Keuangan sebagaimana dimaksud pada huruf a disampaikan kepada Menteri Keuangan
selambat-lambatnya 2 (dua) bulan setelah tahun anggaran berakhir.
c. Menteri Keuangan selaku Bendahara Umum Negara menyusun Laporan Arus Kas Pemerintah Pusat;
d. Menteri Keuangan selaku wakil Pemerintah Pusat dalam kepemilikan kekayaan negara yang
dipisahkan menyusun ikhtisar laporan keuangan perusahaan negara.
(3) Laporan Keuangan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) disampaikan Presiden kepada Badan
Pemeriksa Keuangan paling lambat 3 (tiga) bulan setelah tahun anggaran berakhir.
(4) Menteri/pimpinan lembaga selaku Pengguna Anggaran/Pengguna Barang memberikan pernyataan bahwa
pengelolaan APBN telah diselenggarakan berdasarkan sistem pengendalian intern yang memadai dan
akuntansi keuangan telah diselenggarakan sesuai dengan standar akuntansi pemerintahan.
(5) Ketentuan lebih lanjut mengenai laporan keuangan dan kinerja instansi pemerintah diatur dengan
peraturan pemerintah.

Pasal 56
(1) Kepala Satuan Kerja Pengelola Keuangan Daerah selaku Pejabat Pengelola Keuangan Daerah
menyusun laporan keuangan pemerintah daerah untuk disampaikan kepada gubernur/bupati/walikota
dalam rangka memenuhi pertanggungjawaban pelaksanaan APBD.
(2) Dalam penyusunan laporan keuangan Pemerintah Daerah sebagaimana dimaksud pada ayat (1):
a. Kepala satuan kerja perangkat daerah selaku Pengguna Anggaran/Pengguna Barang menyusun dan
menyampaikan laporan keuangan yang meliputi laporan realisasi anggaran, neraca, dan catatan atas
laporan keuangan.
b. Laporan Keuangan sebagaimana dimaksud pada huruf a disampaikan kepada kepala satuan kerja
pengelola keuangan daerah selambat-lambatnya 2 (dua) bulan setelah tahun anggaran berakhir.
c. Kepala Satuan Kerja Pengelola Keuangan Daerah selaku Bendahara Umum Daerah menyusun
Laporan Arus Kas Pemerintah Daerah;
d. Gubernur/bupati/walikota selaku wakil pemerintah daerah dalam kepemilikan kekayaan daerah yang
dipisahkan menyusun ikhtisar laporan keuangan perusahaan daerah.
(3) Laporan Keuangan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) disampaikan gubernur/bupati/walikota kepada
Badan Pemeriksa Keuangan paling lambat 3 (tiga) bulan setelah tahun anggaran berakhir.
(4) Kepala satuan kerja perangkat daerah selaku Pengguna Anggaran/Pengguna Barang memberikan per-
nyataan bahwa pengelolaan APBD telah diselenggarakan berdasarkan sistem pengendalian intern yang
memadai dan akuntansi keuangan telah diselenggarakan sesuai dengan standar akuntansi pemerintahan.

Bagian Kelima
Komite Standar Akuntansi Pemerintahan

Pasal 57
(1) Dalam rangka transparansi dan akuntabilitas penyelenggaraan akuntansi pemerintahan dibentuk Komite
Standar Akuntansi Pemerintahan.
(2) Komite Standar Akuntansi Pemerintahan bertugas menyusun standar akuntansi pemerintahan yang
berlaku baik untuk Pemerintah Pusat maupun Pemerintah Daerah sesuai dengan kaidah-kaidah
akuntansi yang berlaku umum.

13
13
BONUS WARTA BEACUKAI EDISI 367 JUNI 2005
KEPUTUSAN
& KETETAPAN
(3) Pembentukan, susunan, kedudukan, keanggotaan, dan masa kerja Komite Standar Akuntansi
Pemerintahan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditetapkan dengan keputusan Presiden.

BAB X
PENGENDALIAN INTERN PEMERINTAH

Pasal 58
(1) Dalam rangka meningkatkan kinerja, transparansi, dan akuntabilitas pengelolaan keuangan negara,
Presiden selaku Kepala Pemerintahan mengatur dan menyelenggarakan sistem pengendalian intern di
lingkungan pemerintahan secara menyeluruh.
(2) Sistem pengendalian intern sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditetapkan dengan peraturan
pemerintah.

BAB XI
PENYELESAIAN KERUGIAN NEGARA/DAERAH

Pasal 59
(1) Setiap kerugian negara/daerah yang disebabkan oleh tindakan melanggar hukum atau kelalaian
seseorang harus segera diselesaikan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku.
(2) Bendahara, pegawai negeri bukan bendahara, atau pejabat lain yang karena perbuatannya melanggar
hukum atau melalaikan kewajiban yang dibebankan kepadanya secara langsung merugikan keuangan
negara, wajib mengganti kerugian tersebut.
(3) Setiap pimpinan kementerian negara/lembaga/kepala satuan kerja perangkat daerah dapat segera
melakukan tuntutan ganti rugi, setelah mengetahui bahwa dalam kementerian negara/lembaga/satuan
kerja perangkat daerah yang bersangkutan terjadi kerugian akibat perbuatan dari pihak mana pun.

Pasal 60
(1) Setiap kerugian negara wajib dilaporkan oleh atasan langsung atau kepala kantor kepada menteri/
pimpinan lembaga dan diberitahukan kepada Badan Pemeriksa Keuangan selambat-lambatnya 7 (tujuh)
hari kerja setelah kerugian negara itu diketahui.
(2) Segera setelah kerugian negara tersebut diketahui, kepada bendahara, pegawai negeri bukan bendahara,
atau pejabat lain yang nyata-nyata melanggar hukum atau melalaikan kewajibannya sebagaimana
dimaksud dalam Pasal 59 ayat (2) segera dimintakan surat pernyataan kesanggupan dan/atau pengakuan
bahwa kerugian tersebut menjadi tanggung jawabnya dan bersedia mengganti kerugian negara dimaksud.
(3) Jika surat keterangan tanggung jawab mutlak tidak mungkin diperoleh atau tidak dapat menjamin
pengembalian kerugian negara, menteri/pimpinan lembaga yang bersangkutan segera mengeluarkan
surat keputusan pembebanan penggantian kerugian sementara kepada yang bersangkutan.

Pasal 61
(1) Setiap kerugian daerah wajib dilaporkan oleh atasan langsung atau kepala satuan kerja perangkat daerah
kepada gubernur/bupati/walikota dan diberitahukan kepada Badan Pemeriksa Keuangan selambat-
lambatnya 7 (tujuh) hari kerja setelah kerugian daerah itu diketahui.
(2) Segera setelah kerugian daerah tersebut diketahui, kepada bendahara, pegawai negeri bukan bendahara,
atau pejabat lain yang nyata-nyata melanggar hukum atau melalaikan kewajibannya sebagaimana
dimaksud dalam Pasal 59 ayat (2) dapat segera dimintakan surat pernyataan kesanggupan dan/atau
pengakuan bahwa kerugian tersebut menjadi tanggung jawabnya dan bersedia mengganti kerugian
daerah dimaksud.
(3) Jika surat keterangan tanggung jawab mutlak tidak mungkin diperoleh atau tidak dapat menjamin
pengembalian kerugian daerah, gubernur/bupati/walikota yang bersangkutan segera mengeluarkan surat
keputusan pembebanan penggantian kerugian sementara kepada yang bersangkutan.

Pasal 62
(1) Pengenaan ganti kerugian negara/daerah terhadap bendahara ditetapkan oleh Badan Pemeriksa
Keuangan.
(2) Apabila dalam pemeriksaan kerugian negara/daerah sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditemukan
unsur pidana, Badan Pemeriksa Keuangan menindaklanjutinya sesuai dengan peraturan perundang-
undangan yang berlaku.
(3) Ketentuan lebih lanjut tentang pengenaan ganti kerugian negara terhadap bendahara diatur dalam
undang-undang mengenai pemeriksaan pengelolaan dan tanggungjawab keuangan negara.

Pasal 63
(1) Pengenaan ganti kerugian negara/daerah terhadap pegawai negeri bukan bendahara ditetapkan oleh
menteri/pimpinan lembaga/gubernur/bupati/walikota.
(2) Tata cara tuntutan ganti kerugian negara/daerah diatur dengan peraturan pemerintah.

14
BONUS WARTA BEACUKAI EDISI 367 JUNI 2005
KEPUTUSAN
& KETETAPAN
Pasal 64
(1) Bendahara, pegawai negeri bukan bendahara, dan pejabat lain yang telah ditetapkan untuk mengganti
kerugian negara/daerah dapat dikenai sanksi administratif dan/atau sanksi pidana.
(2) Putusan pidana tidak membebaskan dari tuntutan ganti rugi.

Pasal 65
Kewajiban bendahara, pegawai negeri bukan bendahara, atau pejabat lain untuk membayar ganti rugi, menjadi
kedaluwarsa jika dalam waktu 5 (lima) tahun sejak diketahuinya kerugian tersebut atau dalam waktu 8
(delapan) tahun sejak terjadinya kerugian tidak dilakukan penuntutan ganti rugi terhadap yang bersangkutan.

Pasal 66
(1) Dalam hal bendahara, pegawai negeri bukan bendahara, atau pejabat lain yang dikenai tuntutan ganti
kerugian negara/daerah berada dalam pengampuan, melarikan diri, atau meninggal dunia, penuntutan
dan penagihan terhadapnya beralih kepada pengampu/yang memperoleh hak/ahli waris, terbatas pada
kekayaan yang dikelola atau diperolehnya, yang berasal dari bendahara, pegawai negeri bukan
bendahara, atau pejabat lain yang bersangkutan.
(2) Tanggung jawab pengampu/yang memperoleh hak/ahli waris untuk membayar ganti kerugian negara/
daerah sebagaimana dimaksud pada ayat (1) menjadi hapus apabila dalam waktu 3 (tiga) tahun sejak
keputusan pengadilan yang menetapkan pengampuan kepada bendahara, pegawai negeri bukan
bendahara, atau pejabat lain yang bersangkutan, atau sejak bendahara, pegawai negeri bukan
bendahara, atau pejabat lain yang bersangkutan diketahui melarikan diri atau meninggal dunia,
pengampu/yang memperoleh hak/ahli waris tidak diberi tahu oleh pejabat yang berwenang mengenai
adanya kerugian negara/daerah.

Pasal 67
(1) Ketentuan penyelesaian kerugian negara/daerah sebagaimana diatur dalam Undang-undang ini berlaku
pula untuk uang dan/atau barang bukan milik negara/daerah, yang berada dalam penguasaan bendahara,
pegawai negeri bukan bendahara, atau pejabat lain yang digunakan dalam penyelenggaraan tugas
pemerintahan.
(2) Ketentuan penyelesaian kerugian negara/daerah dalam Undang-undang ini berlaku pula untuk pengelola
perusahaan negara/daerah dan badan-badan lain yang menyelenggarakan pengelolaan keuangan
negara, sepanjang tidak diatur dalam undang-undang tersendiri.

BAB XII
PENGELOLAAN KEUANGAN BADAN LAYANAN UMUM

Pasal 68
(1) Badan Layanan Umum dibentuk untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat dalam rangka
memajukan kesejahteraan umum dan mencerdaskan kehidupan bangsa.
(2) Kekayaan Badan Layanan Umum merupakan kekayaan negara/daerah yang tidak dipisahkan serta
dikelola dan dimanfaatkan sepenuhnya untuk menyelenggarakan kegiatan Badan Layanan Umum yang
bersangkutan.
(3) Pembinaan keuangan Badan Layanan Umum pemerintah pusat dilakukan oleh Menteri Keuangan dan
pembinaan teknis dilakukan oleh menteri yang bertanggung jawab atas bidang pemerintahan yang
bersangkutan.
(4) Pembinaan keuangan Badan Layanan Umum pemerintah daerah dilakukan oleh pejabat pengelola
keuangan daerah dan pembinaan teknis dilakukan oleh kepala satuan kerja perangkat daerah yang
bertanggung jawab atas bidang pemerintahan yang bersangkutan.

Pasal 69
(1) Setiap Badan Layanan Umum wajib menyusun rencana kerja dan anggaran tahunan.
(2) Rencana kerja dan anggaran serta laporan keuangan dan kinerja Badan Layanan Umum disusun dan
disajikan sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari rencana kerja dan anggaran serta laporan keuangan
dan kinerja Kementerian Negara/Lembaga/pemerintah daerah.
(3) Pendapatan dan belanja Badan Layanan Umum dalam rencana kerja dan anggaran tahunan
sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2) dikonsolidasikan dalam rencana kerja dan anggaran
Kementerian Negara/Lembaga/pemerintah daerah yang bersangkutan.
(4) Pendapatan yang diperoleh Badan Layanan Umum sehubungan dengan jasa layanan yang diberikan
merupakan Pendapatan Negara/Daerah.
(5) Badan Layanan Umum dapat memperoleh hibah atau sumbangan dari masyarakat atau badan lain
(6) Pendapatan sebagaimana dimaksud pada ayat (4) dan ayat (5) dapat digunakan langsung untuk
membiayai belanja Badan Layanan Umum yang bersangkutan.
(7) Ketentuan lebih lanjut mengenai pengelolaan keuangan Badan Layanan Umum diatur dalam peraturan
pemerintah.

15
15
BONUS WARTA BEACUKAI EDISI 367 JUNI 2005
KEPUTUSAN
& KETETAPAN
BAB XIII
KETENTUAN PERALIHAN

Pasal 70
(1) Jabatan fungsional bendahara sebagaimana dimaksud dalam Pasal 10 dibentuk selambat-lambatnya 1
(satu) tahun sejak Undang-undang ini diundangkan.
(2) Ketentuan mengenai pengakuan dan pengukuran pendapatan dan belanja berbasis akrual
sebagaimana dimaksud dalam Pasal 12 dan Pasal 13 Undang-undang ini dilaksanakan selambat-
lambatnya pada tahun anggaran 2008 dan selama pengakuan dan pengukuran pendapatan dan
belanja berbasis akrual belum dilaksanakan, digunakan pengakuan dan pengukuran berbasis kas.
(3) Penyimpanan uang negara dalam Rekening Kas Umum Negara pada Bank Sentral sebagaimana
dimaksud dalam Pasal 22 dilaksanakan secara bertahap, sehingga terlaksana secara penuh selambat-
lambatnya pada tahun 2006.
(4) Penyimpanan uang daerah dalam Rekening Kas Umum Daerah pada bank yang telah ditentukan
sebagaimana dimaksud dalam Pasal 27 dilaksanakan secara bertahap, sehingga terlaksana secara
penuh selambat-lambatnya pada tahun 2006.

Pasal 71
(1) Pemberian bunga dan/atau jasa giro sebagaimana dimaksud dalam Pasal 23 ayat (1) mulai
dilaksanakan pada saat penggantian Sertifikat Bank Indonesia dengan Surat Utang Negara sebagai
instrumen moneter.
(2) Penggantian Sertifikat Bank Indonesia dengan Surat Utang Negara sebagaimana dimaksud pada ayat
(1) dilakukan mulai tahun 2005. Selama Surat Utang Negara belum sepenuhnya menggantikan
Sertifikat Bank Indonesia sebagai instrumen moneter, tingkat bunga yang diberikan adalah sebesar
tingkat bunga Surat Utang Negara yang berasal dari penyelesaian Bantuan Likuiditas Bank Indonesia.

BAB XIV
KETENTUAN PENUTUP

Pasal 72
Pada saat berlakunya Undang-undang ini, Undang-undang Perbendaharaan Indonesia/Indische
Comptabiliteitswet (ICW) Staatsblad Tahun 1925 Nomor 448 sebagaimana telah beberapa kali diubah,
terakhir dengan Undang-undang Nomor 9 Tahun 1968 Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1968
Nomor 53. Tambahan Lembaran Negara Nomor 2860) dinyatakan tidak berlaku.

Pasal 73
Ketentuan pelaksanaan sebagai tindak lanjut Undang-undang ini sudah selesai selambat-lambatnya 1
(satu) tahun sejak Undang-undang ini diundangkan.

Pasal 74
Undang-undang ini mulai berlaku pada tanggal diundangkan. Agar setiap orang mengetahuinya,
memerintahkan pengundangan Undang-undang ini dengan penempatannya dalam Lembaran Negara
Republik Indonesia.

Disahkan di Jakarta
pada tanggal 14 Januari 2004

PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

t.t.d

MEGAWATI SOEKARNOPUTRI

Diundangkan di Jakarta
Pada tanggal 14 Januari 2004
SEKRETARIS NEGARA REPUBLIK INDONESIA,

t.t.d.

BAMBANG KESOWO

LEMBARAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA TAHUN 2004 NOMOR 5

16
BONUS WARTA BEACUKAI EDISI 367 JUNI 2005