You are on page 1of 81

TAHUN XXXVII EDISI 369 AGUSTUS 2005

JALUR
PRIORITAS
KEISTIMEWAAN BAGI
YANG MEMENUHI SYARAT

SEKRETARIAT WAWANCARA

MENUNGGU IMPLEMENTASI
THOMAS SUGIJATA
“SURVEI TERSEBUT DALAM RANGKA
MONITORING IKLIM INVESTASI”
EDDY ABDURRACHMAN
“DENGAN JALUR PRIORITAS AKAN MEMPEROLEH
BENEFIT YANG LEBIH DARI JALUR HIJAU”
DARI REDAKSI
TERBIT SEJAK 25 APRIL 1968

Sebuah Kebetulan
MISI:
Membimbing dan meningkatkan kecerdasan serta
kesadaran karyawan Direktorat Jenderal Bea dan
Jende
Cukai terhadap tugas negara
Mendekatkan Hubungan antara atasan dan

A
bawahan serta antara karyawan Direktorat Jenderal
Jende
wal bulan Juli lalu, redaktur dan fotografer WBC berkesempatan Bea dan Cukai dengan masyarakat

mengunjungi Pulau Kalimantan. Kunjungan ini dimaksudkan untuk


IZIN DEPPEN: NO. 1331/SK/DIRJEN-G/SIT/72
meliput profil Kantor Pelayanan Bea Cukai di kota Banjarmasin dan TANGGAL, 20 JUNI 1972 ISSN.0216-2483
Kotabaru di wilayah Kalimantan Selatan. Ucapan terima kasih kami sampaikan
PELINDUNG
buat KPBC Banjarmasin dan Kotabaru yang telah membantu redaksi WBC Direktur Jenderal Bea dan Cukai:
Drs. Eddy Abdurrachman
dalam melakukan peliputan. PENASEHAT
Direktur Penerimaan & Peraturan
Berita dari kota-kota tersebut dimulai pada edisi ini dan edisi yang akan Kepabeanan dan Cukai:
Drs. Sjahrir Djamaluddin
datang. Menarik untuk menyimak nantinya bagaimana WBC mencoba Direktur Teknis Kepabeanan
Drs. Ibrahim A. Karim
menyusuri jalan darat dari Kotabaru ke Banjarmasin dengan menggunakan Direktur Fasilitas Kepabeanan
Drs. Kamil Sjoeib, M.A.
mobil selama kurang lebih 12 jam perjalanan! Tentu akan sangat berbeda 12 Direktur Cukai
Drs. Erlangga Mantik, M.A.
jam perjalanan darat di Pulau Jawa dengan Pulau Kalimantan. Direktur Pencegahan & Penyidikan
Drs. Sofyan Permana
Di edisi ini pula anda bisa membaca hasil wawancara WBC dengan Direktur Verifikasi & Audit
Drs. Djoko Wiyono, M.A.
Sekretaris DJBC, Thomas Sugijata, soal hasil survei LPEM-UI yang Direktur Kepabeanan Internasional
menghebohkan akhir Juni lalu. Dari hasil pertemuan DJBC dengan pihak Drs. Irwan Ridwan
Direktur Informasi Kepabeanan & Cukai
LPEM-UI ternyata muncul fakta-fakta lain yang tidak terungkap ketika topik ini Drs. Jody Koesmendro
Kepala Pusat Pendidikan dan
mulai gencar diberitakan media massa. Seperti misalnya, bagaimana angka Pelatihan Bea dan Cukai
Toto Sugiatno Samingan, S.H.
tujuh triliun muncul, apa maksud survei tersebut dilakukan, dan fakta lainnya, Inspektur Bea dan Cukai
Drs. Bambang Heryanto, Ak
yang belakangan muncul di media setelah pertemuan tersebut berlangsung.
Semua itu bisa dibaca dalam wawancara di rubrik Sekretariat. KETUA DEWAN PENGARAH
Sekretaris Direktorat Jenderal
Bagaimanapun juga, gagasan untuk DJBC bertemu dengan LPEM-UI Bea dan Cukai:
Drs. Thomas Sugijata
merupakan langkah yang sangat baik, karena pada akhirnya masyarakat bisa WAKIL KETUA DEWAN PENGARAH/
PENANGGUNG JAWAB
melihat bagaimana duduk persoalan sebenarnya Tambah lagi, kerendahan hati Kepala Bagian Umum:
Ariohadi, SH. MA.
Dirjen Bea Cukai untuk mengakui bahwa pungli, walaupun hanya kecil, namun DEWAN PENGARAH
Ir. Oentarto Wibowo, MPA;
memang dilakukan oleh segelintir pegawai yang tidak punya etika. Disertai Ir. Agus Sudarmadi,
M.Sc; Ir. Agung Kuswandono, MA.;
tekad membuat langkah-langkah untuk memberantas pungli, kesemuanya itu Drs. Murjady; Drs. Bachtiar, M.Si.;
Sugiarto, SH.;
merupakan satu strategi yang tepat dalam DJBC berkomunikasi dengan publik Drs, Sindarto Diwerno Putro, Ak.;
Dra. Istyastuti Wuwuh Asri, M.Si.;
dan dalam upaya memperbaiki citra. Suwito, SH; Drs. Ahmad Dimyati
Satu catatan menarik, tanpa bermaksud apa-apa, hasil survei Bank Dunia PEMIMPIN REDAKSI
Lucky R. Tangkulung
dan LPEM-UI mengenai pungli di DJBC diumumkan pada akhir bulan Juni, dan REDAKTUR
Aris Suryantini, Supriyadi Widjaya, Ifah Margaretta
mulai muncul koran tepatnya tanggal 25 Juni 2005. Satu tahun yang lalu, juga Siahaan, Zulfril Adha Putra
FOTOGRAFER
di akhir bulan Juni, tepatnya tanggal 28 Juni 2004, muncul tulisan berbentuk Andy Tria Saputra
KORESPONDEN DAERAH
analisis (bukan berita) tentang Bea Cukai yang ditulis oleh seorang pengamat Ignatius Agus Nugraha (Medan), Leksi Andre
Serumena (Jayapura), Syamsul Gunawan (Makassar)
ekonomi berjudul: Penyelundupan, Bea Cukai dan PSI. Bendito Menezes (Denpasar),
Bambang Wicaksono (Surabaya)
Dua tahun berturut dalam periode yang sama muncul topik soal Bea Cukai, KOORDINATOR PRACETAK
Asbial Nurdin
tentu sebuah kebetulan yang sangat menarik, apalagi berasal dari pihak yang SEKRETARIS REDAKSI
Kitty Hutabarat
sama. Sekali lagi, tanpa bermaksud apa-apa, saya hanya kebetulan PIMPINAN USAHA/IKLAN
Piter Pasaribu
menemukan sebuah kebetulan yang menarik. TATA USAHA
Agus Kuncoro, S.Sos, SE, Ak, Untung Sugiarto
Bulan Agustus tahun ini rakyat Indonesia merayakan Hari Kemerdekaannya IKLAN
Wirda Renata Pardede
yang ke-60. Banyak hal telah terjadi dalam kurun waktu 60 tahun Indonesia SIRKULASI
H. Hasyim, Amung Suryana
merdeka. Kejadian suka dan duka datang silih berganti sebagai bagian dari BAGIAN UMUM
proses bangsa ini sedang berkembang, malah mungkin prosentase duka lebih Rony Wijaya
PERCETAKAN
banyak ketimbang sukanya, terlebih tahun-tahun belakangan. PT. BDL Jakarta

Sekalipun begitu, saya berharap anda tetap dapat menikmati satu hari libur ALAMAT REDAKSI/TATA USAHA
kemerdekaan. Apalagi kalau anda bisa menang dan mendapat hadiah dari Kantor Pusat Direktorat Jenderal
Bea dan Cukai,
berbagai lomba yang diadakan. Siapa tahu, tahun ini kebetulan anda yang Jl. Jenderal A. Yani (By Pass) Jakarta Timur
Telp. (021) 47865608, 47860504,
menjadi juara satu lomba balap karung, setelah tahun-tahun sebelumnya selalu 4890308 Psw. 154 - Fax. (021) 4892353
E-Mail : - wbc@cbn.net.id
terjatuh. - majalah_wbc@yahoo.com
REKENING GIRO WARTA BEA CUKAI
Dirgahayu Republik Indonesia. Merdeka… BANK BNI CABANG JATINEGARA JAKARTA
Nomor Rekening : 8910841
Lucky R. Tangkulung Pengganti Ongkos Cetak Rp. 10.000,-

EDISI 369 AGUSTUS 2005 WARTA BEA CUKAI 1


DAFTAR ISI

1 DARI REDAKSI
3 SURAT PEMBACA
5 4
22
KARIKATUR
PERISTIWA
Laporan Utama Kejurwil II Inkado Sumatera-Jawa
Dalam menjalankan fungsinya Jawa Barat Juara Umum
sebagai fasilitator perdagangan, 23 KONSULTASI KEPABEANAN
DJBC telah menerapkan sistem & CUKAI
pengawasan dengan 2 jalur, yaitu Hasil Tembakau Di luar Pabrik
merah dan hijau. Namun dengan
semakin banyaknya tuntutan 29 INFO PEGAWAI
terhadap percepatan proses Pegawai Pensiun per 1 Agustus
pengeluaran arus barang, 2005
dikeluarkanlah suatu jalur khusus 30 CUKAI
yang diberi nama jalur prioritas.
- Pentingnya Kenaikan HJE Rokok
- Kalkulasi Kenaikan HJE Rokok
37 SEPUTAR BEACUKAI

18 44 SIAPA MENGAPA
- Zaeni Rokhman
Wawancara - Muhammad Ali Sofian
Menurut Dirjen Bea dan - Mustofa
Cukai, Eddy Abdurrachman, 46 KOLOM
bagi industri atau Etika dan Moral Kepemimpinan
perdagangan yang 48 BIMBINGAN ROHANI
memenuhi syarat, memiliki Yesus Sang Penyelamat
kriteria-kriteria yang
ditentukan di dalam 50 PENGAWASAN
mekanisme jalur prioritas, - Ship Search Training Course
akan diberikan - Meningkatkan Kemampuan
keistimewaan dalam Petugas DJBC
pelayanan. 54 OPINI
Bea Cukai dan Rp. 7 Trilyun
56 PPKC

24 Mengenal Lebih Dekat Wajah


Baru Website Resmi DJBC
Sekretariat 59 INFO PERATURAN
60 APA KATA MEREKA
Akhir Juni lalu, hampir seluruh
media massa memberitakan - Pingkan Natalia Mandagi
soal praktek pungli di DJBC. - Joe Richard
Tentu saja berita itu sungguh 61 KEPABEANAN
mengejutkan bagi semua INTERNASIONAL
pihak. Untuk itu WBC - Asean Single Window
mewawancarai Sekretaris
DJBC, Thomas Sugijata - Pertemuan Ke-6 ASEM Customs
berkaitan dengan sikap dan DG-Commissioner
langkah-langkah DJBC 66 ENGLISH SECTION
mengenai hal tersebut. WCO Standard to Secure and
Facilitate Global Trade
69 RUANG KESEHATAN

76 Mengatasi Gangguan Buang Air


Kecil Pada Lansia
Daerah ke Daerah 70 INFORMASI KEPABEANAN
& CUKAI
Selain peringatan hari
Install Anti Virus Symantec 2005
internasional melawan
narkoba di Kanwil VIII Dari Server Intranet
DJBC Denpasar, rubrik 74 RUANG INTERAKSI
ini akan menampilkan Kesadaran Berkomitmen
profil KPBC Tipe A 76 DAERAH KE DAERAH
Banjarmasin, dimana
beberapa waktu lalu - KPBC Tipe A Banjarmasin
WBC berkunjung ke - Peringatan Hari Internasional
Banjarmasin. Melawan Penyalahgunaan dan
Peredaran Gelap Narkotika

2 WARTA BEA CUKAI EDISI 369 AGUSTUS 2005


Surat Pembaca
Kirimkan surat anda ke Redaksi WBC melalui alamat surat, fax atau e-mail.
Surat hendaknya dilengkapi dengan identitas diri yang benar dan masih berlaku.

MUARA LEMBU Demikian secara singkat yang dapat kami


sampaikan, atas perhatiannya disampaikan terima
Menanggapi Surat Pembaca pada Majalah WBC
kasih.
Edisi 365 April 2005 (Hal. 3) tentang Muara Lembu,
dapat kami sampaikan sebagai berikut : NURSYAM
NIP. 060053769
- Muara Lembu adalah sebuah Ibukota Kecamatan, KPBC Tipe A Pekanbaru
kecamatannya bernama Singingi termasuk dalam
wilayah Kabupaten Indragiri Hulu (INHU) dengan
Ibukota Rengat (sebelum dimekarkan). Setelah WAH HEBAT DONG
dimekarkan menjadi Kabupaten Kuantan Singingi Menanggapi tulisan Saudara Adeltus Lolok, SE, Ak,
(Kuansing), Ibukotanya Taluk Kuantan, Propinsi pada majalah WBC Edisi 366 bulan Mei 2005, pada
Riau dengan Ibukotanya Pekanbaru. halaman 48 kolom ke-3 judul: Citra DJBC, alinea ke-2
tertulis: Meski ini sudah abad ke-21, tidak banyak
- Muara Lembu terletak ± 133 Km arah selatan dari yang tahu apa Bea Cukai itu. Bea Cukai itu bekerja di
Ibukota Propinsi Riau Pekanbaru sedangkan dari pelabuhan. Kira-kira itu kesimpulan umum dari survei
Muara Lembu ke arah selatan dari Ibukota saya. Kerjanya seperti apa, mereka juga tidak tahu.
Kecamatan Singingi Taluk Kuantan berjarak ± 33 Pada alinea ke-3, Menyedihkan sekali bahwa
Km. Dulu memang ada jalan rel kereta api yang sebagian masyarakat yang kita layani dan lindungi,
menghubungkan Pekanbaru - Muara Lembu - Taluk yang hidup dari penerimaan negara yang kita
Kuantan – Bukittinggi - Padang. Sedangkan kumpulkan, tidak tahu apa yang kita kerjakan.
sekarang sudah tidak ada lagi, yang tinggal hanya Menurut kami itulah gambaran Bea Cukai yang
kenangan saja, syukurlah kini menjadi perhatian saudara tampilkan pada tulisan diatas, seolah-olah
Pemerintah Indonesia untuk mendukung masyarakat buta sama sekali tentang Bea Cukai. Tapi
pengembangan IMT-GT dibidang jalan raya dan mari kita simak pada tulisan saudara berikut ini pada
perkereta-apian. Semoga rencana dari Pemerintah halaman 49 kolom ke-1 alinea ke-2. Seorang teman
Indonesia ini terlaksana, kami doa-kan. yang menumpang angkutan umum ditanya tempat
kerjanya oleh penumpang lain, ketika teman saya
- Muara Lembu adalah sebuah Negeri memang menjawab bahwa ia bekerja di Bea Cukai, mereka
benar adanya, bukan tidak ada menurut saudara memberi komentar yang cukup mengejutkan, “Wah
Muslim Hasan dari KPBC Makassar. Mungkin hebat dong”, kok bapak naik mikrolet ?
saudara Muslim Hasan lupa membuka dan Tanggapan kami : berarti masyarakat tahu dong
membaca buku Atlas Dunia dimana terdapat Peta apa itu Bea Cukai, jadi tidak konsisten pendapat
Propinsi Riau (Atlas Lengkap - Indonesia 33 saudara diatas dengan tulisan saudara sendiri
Propinsi dan Dunia, Penerbit: Amelia Surabaya, pada alinea ke-2 halaman 49 diatas, karena
Januari 2003 Hal. 9). Disana tertulis, Muara Lembu penumpang mikrolet saja tahu apa itu Bea dan Cukai,
dekat Taluk dan Lipat Kain, dan sekali lagi kami ya enggak ?
sampaikan kepada para pembaca WBC yang
budiman bahwasanya negeri yang bernama Muara MUSLIM HASAN
Lembu tersebut memang benar adanya. KPBC Makassar

EDISI 369 AGUSTUS 2005 WARTA BEA CUKAI 3


KARIKATUR

4 WARTA BEA CUKAI EDISI 369 AGUSTUS 2005


LAPORAN UTAMA

PERKEMBANGAN
Jalur
Prioritas
Saat ini Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) dalam menjalankan fungsinya
sebagai fasilitator perdagangan, telah menerapkan sistem pangawasan dengan dua
jalur, yaitu merah dan hijau. Namun semakin berkembangnya dunia industri dan
semakin banyaknya tuntutan akan percepatan proses pengeluaran arus barang,
melalui reformasi dibidang kepabeanan, dikeluarkanlah suatu jalur khusus yang
diberi nama jalur prioritas.

S
ebagai aparat negara yang ber- pengawasan yang akan diberikan pelayanan berimbang (jalur hijau)
tugas dalam melakukan peng- oleh DJBC kepada importir. Dengan l bentuk pelayanan yang lebih
awasan atas lalu lintas barang model tersebut, maka akan dihasil- besar (jalur prioritas).
impor dan ekspor, DJBC mempunyai kan bentuk pengawasan dan Manajemen resiko tersebut diterap-
2 (dua) bidang tugas utama yaitu pelayanan sebagai berikut: kan melalui sistem penjaluran dengan
melakukan pelayanan dan l bentuk pengawasan yang ketat tingkat pemeriksaan pabean (fisik dan
pengawasan. Kedua hal tersebut, (jalur merah); dokumen) dengan pola pengaturan
adalah dua bidang yang saling l bentuk pengawasan dan sebagaimana matrik dibawah ini :
bertolak belakang, dalam arti jika
DJBC melaksanakan tugas
pelayanan maka tugas pengawasan
High Jalur Merah,
akan berkurang dan begitu juga 100%
sebaliknya. Risk Pemeriksaan Fisik
Menghadapi hal tersebut, DJBC
diharuskan untuk mengupayakan
suatu usaha sehingga kedua tugas
tersebut dapat dilakukan secara Medium Jalur Merah,
beriringan. Upaya yang dilakukan Risk Jalur Hijau Pemeriksaan Fisik 30%
oleh DJBC ini dikenal dengan istilah
Manajemen Resiko. Inti dari sistem
manajemen pelayanan dan Jalur Merah,
pengawasan dengan manajemen Low Risk Jalur Hijau Jalur Hijau Pemeriksaan
resiko ini adalah bagaimana Fisik 10%
mengatur tingkat/bentuk pelayanan
dan pengawasan berdasarkan resiko/
Very Low
profil dari importir, barang impor,
Risk/
Pemeriksaan
Komoditi
komoditi atau negara asal dan resiko-
Importir Jalur Jalur Fisik di dan atau
resiko lainnya.
Model pengembangan manaje- Jalur Prioritas Prioritas Lokasi Negara
men resiko yang ada saat ini didasar- Prioritas Importir Asal
kan pada analisa profil komoditi/
negara asal dan importir. Kombinasi Low Risk High Risk Komoditi dan atau
dua besaran profil tersebut akan NA Yang Ditetapkan
menentukan bentuk pelayanan dan Pemerintah

EDISI 369 AGUSTUS 2005 WARTA BEA CUKAI 5


LAPORAN UTAMA
FOTO : ISTIMEWA
dilakukan oleh importir penerima
jalur prioritas tidak dilakukan
pemeriksaan fisik.

Dengan model manajemen risiko


sebagaimana diuraikan diatas,
diharapkan Bea dan Cukai dapat
memberikan pelayanan dan melakukan
pengawasan yang adil dan proporsional
kepada pengguna jasa (fair
treatement) berdasarkan resiko yang
dimiliki oleh importir dan juga komoditi
yang diimpornya.
Adapun tujuan yang ingin dicapai
dalam jangka panjang adalah
mendorong pengguna jasa untuk
berupaya memperbaiki profilnya
sehingga dapat diberikan pelayanan
yang lebih cepat dengan tingkat
pengawasan yang relatif lebih kecil.
Sehingga indikator yang ingin dicapai
PEMBAYARAN BERKALA. Salah satu kelebihan dari fasilitas jalur prioritas yang juga menarik bagi investor adalah jumlah jalur hijau dan jalur
adalah pembayaran dapat dilakukan secara berkala. prioritas yang akan relatif jauh lebih
banyak daripada jalur merah.
Matrik penjaluran diatas dapat 3 Very low risk importer (impotir Konsep manajemen resiko dan fair
diterangkan sebagai berikut: prioritas) diperiksa 10 persen treatment tersebut, yang kemudian
a) Terhadap Importir yang dianggap dan dapat dilakukan di gudang dituangkan dalam semua regulasi
sangat baik (very low risk importer) importir. kepabeanan terutama yang terkait
diberikan fasilitas pelayanan yang Namun dalam pengaturan dengan tatalaksana kepabeanan di
maksimal melalui jalur prioritas, selanjutnya, berdasarkan Surat bidang impor. Seperti diketahui,
dimana tidak dilakukan Edaran Direktur Jenderal nomor : Keputusan Direktur Jenderal Nomor
pemeriksaan fisik dan dokumen SE-29/BC/2004 tanggal 31 Kep. 07/BC/2003 telah menggunakan
sebagaimana jalur lainnya. Desember 2004 diatur bahwa dua prinsip tesebut diatas. Secara
b) Terhadap Importir dengan kategori pelayanan impor komoditi beras, khusus konsep pelayanan dan
baik (low risk importer) diberikan gula, dan tepung terigu ditetapkan pengawasan untuk importir yang
fasilitas jalur hijau dimana hanya jalur merah dan dilakukan mempunyai reputasi dan profil yang
dilakukan pemeriksaan dokumen. pemeriksaan fisik secara mendalam baik telah diakomodasi dalam Kep 07/
c) Terhadap importir dengan profil (100 %) dan khusus untuk importasi BC/2003 yaitu dalam pasal 32 sampai
menengah (medium risk importer) beras, gula dan tepung terigu yang dengan pasal 37 serta lampiran VIII.
pelayanan dan pengawasan yang
diberikan tergantung dari profil DOK. WBC
barang yang diimpor. Seperti, atas
impor barang yang dikelompokkan
sebagai barang yang beresiko tinggi
akan dilakukan pemeriksaan fisik
(jalur merah) dengan tingkat
pemeriksaan 30 persen, sedangkan
impor barang dengan resiko rendah
cukup diperiksa dokumennya saja
(jalur hijau).
d) Sedangkan semua impor oleh
importir yang dikategorikan sebagai
importir beresiko tinggi (high risk
importer) dilakukan pemeriksaan
fisik dengan tingkat pemeriksaan
100 persen.
e) Khusus untuk impor komoditi yang
ditetapkan pemerintah seperti gula,
beras dan tepung terigu, diberikan
perlakuan khusus yaitu dilayani dan
diawasi dengan cara melakukan
pemeriksaan fisik tanpa melihat
profil importirnya. Tetapi manajemen
resiko masih tetap dilakukan dengan
membedakan tingkat pemeriksaan
yang berdasarkan profilnya, yaitu :
3 High risk importer diperiksa 100
persen
3 Medium risk imoprter diperiksa
30 persen
3 Low risk importer diperiksa 10 PEMERIKSAAN DI GUDANG. Tanpa pemeriksaan fisik dan dokumen, barang yang datang akan langsung
persen keluar dan pemeriksaan dapat dilakukan di gudang importir.

6 WARTA BEA CUKAI EDISI 369 AGUSTUS 2005


DOK. WBC
EVALUASI JALUR PRIORITAS
Fasilitas jalur prioritas yang
diberlakukan sejak tanggal 1 April 2003
bersamaan dengan reformasi
kepabeanan tersebut, telah
menunjukkan kinerja yang relatif
berhasil baik dari sudut pandang
importir dan DJBC, maupun ditinjau
dari sudut pandang perekonomian
nasional.
Pelaksanaan pemberian fasilitas ini
telah menciptakan efisiensi kerja dan
financial, baik di sektor Industri maupun
pemerintah (DJBC). Salah satu efisiensi
financial yang tercipta dengan
diberlakukannya fasilitas ini bagi
industri adalah penghematan biaya-
biaya yang sebelumnya dikeluarkan
oleh perusahaan, seperti biaya pindah
lokasi, demorage, biaya handling, move
on dan lain-lain sudah tidak perlu
dianggarkan oleh perusahaan dengan
pemberlakuan fasilitas ini (bahkan
Harian Bisnis Indonesia, 16 Januari
2003 menyebutkan penghematan
sampai dengan 2 juta lebih untuk
pengeluaran barang per kontainer).
Demikian juga dilihat dari
kepentingan DJBC, dengan tidak
diperlukannya lagi pemeriksaan fisik
dan dokumen (seperti halnya jalur
merah dan hijau) bagi Importir Jalur
Prioritas, DJBC telah dapat
mengalokasikan sumber daya
manusianya untuk lebih memfokuskan
pengawasan kepabeanan kepada
importir/pengguna jasa yang
mempunyai reputasi dibawah importir
jalur prioritas.
DEMORAGE. Dengan menggunakan fasilitas jalur prioritas biaya demorage tidak akan menjadi beban lagi.
Dengan memperhatikan hal-hal
tersebut, maka perlu kiranya fasilitas ini
dikembangkan sehingga menjadi lebih - Tatakerja pelayanan ; 2. Program perubahan 100 hari
komprehensif dan terpadu dengan Pengaturan tentang mekanisme pertama pemerintahan SBY
fasilitas kepabeanan lainnya, selain itu update data, impor dari TPB, Menteri Keuangan dalam
akan lebih transparan secara adminis- pengawasan, pelaporan dan programnya mengisyaratkan
tratif dan lebih tegas dalam sanksi yang lebih tegas. untuk mengoptimalkan fasilitas
pelaksanaannya; - Perluasan fasilitas yang Jalur Prioritas yang saat ini telah
mungkin diberikan atau lebih diberikan kepada beberapa
JALUR PRIORITAS BARU tepat diberikan ; perusahaan yang mempunyai
Disamping pemikiran tersebut dan Pengembangan kemudahan reputasi sangat baik. Optimalisasi
dengan didasari oleh pertimbangan- pembayaran berkala. jalur prioritas dapat dijabarkan
pertimbangan lain sebagaimana Sebelumnya kemudahan dalam dua besaran yaitu
diuraikan di bawah ini maka disusunlah pembayaran berkala dibatasi optimalisasi kualitas dan
suatu Peraturan Direktur Jenderal hanya untuk Impor bahan baku, kuantitas.
tentang jalur prioritas secara tersendiri. bahan penolong dan barang Dalam bentuk kualitas,
Pertimbangan yang melatarbela- modal oleh importir produsen, pengembangan dilakukan dalam
kangi penyempurnaan fasiltas jalur saat ini diberikan untuk semua bentuk penyempurnaan peraturan,
prioritas : impor barang yang dilakukan pelayanan dan pengawasan oleh
1. Evaluasi teknis regulasi dan oleh Importir produsen yang DJBC disatu pihak dan kepatuhan
pelaksanaan jalur prioritas (jalur memperoleh fasilitas Jalur importir dilain pihak. Sedangkan
prioritas yang lama) Prioritas pengembangan kuantitas dilakukan
Berdasarkan hasil evaluasi - Simplifikasi administrasi ; dengan memperluas kantor-kantor
teknis terhadap jalur prioritas, Garansi perusahaan dapat yang melayani jalur prioritas (daerah
ditemukan beberapa hal yang perlu digunakan sebagai jaminan pelayanan) dan menambah jumlah
dilakukan penyempurnaan seperti : untuk fasilitas pembayaran importir jalur prioritas.
- Persyaratan ; berkala, Surat Tanda Terima
Penambahan beberapa Jaminan (STTJ) untuk Importir Fasilitas jalur prioritas baru ini
persyaratan untuk Jalur Prioritas (IJP) yang diatur dalam Peraturan Direktur
mempertajam analisa terhadap mendapatkan fasilitas KITE, Jenderal Bea dan Cukai Nomor : 11/
importir yang layak dan jaminan untuk impor sementara BC/2005 tanggal 15 Juni 2005
mampu untuk mendapatkan yang dilakukan oleh IJP serta tentang Jalur Prioritas.
fasilitas Jalur Prioritas. jaminan untuk vooruitslag Tim Jalur Prioritas

EDISI 369 AGUSTUS 2005 WARTA BEA CUKAI 7


LAPORAN UTAMA

Fasilitas
Jalur Prioritas Lama
(KEPUTUSAN DIRJEN BEA DAN CUKAI NO. KEP-07/BC/2003)
VS

Fasilitas
Jalur Prioritas Baru
(PERATURAN DIRJEN BEA DAN CUKAI NO. 11/BC/2005)
Berdasarkan hasil evaluasi terhadap fasilitas jalur prioritas, ditemukan beberapa
kekurangan pada ketentuan ataupun persyaratan jalur prioritas lama. Agar dapat
lebih menampung seluruh aspirasi para penguna jasa, maka dibuatlah kebijakan
baru untuk jalur prioritas sehingga memiliki kekuatan hukum tersendiri.

D
alam peraturan Direktur Jenderal diatur beberapa hal baru sebagai (KEP-07/BC/2003) tentang Petunjuk
Bea dan Cukai yang baru tentang bentuk penyempurnaan dari peraturan Pelaksanaan Tata Laksana
Jalur Prioritas sebagaimana diatur jalur prioritas lama yang sebelumnya Kepabeanan di Bidang Impor.
dalam Peraturan Direktur Jenderal diatur dalam Keputusan Direktur Hal-hal pokok yang disempurnakan
nomor : 11/BC/2005 (PER 11/BC/2005), Jenderal nomor : KEP-07/BC/2003 tersebut dapat di bagi menjadi 4
(empat) bagian utama yaitu
FOTO : ISTIMEWA
persyaratan, tatakerja pelayanan,
penambahan fasilitas, dan simplifikasi
administrasi.

PERSYARATAN
Salah satu persyaratan yang diatur
dalam peraturan terbaru tentang jalur
prioritas adalah importir yang ingin
mendapatkan fasilitas jalur prioritas
harus mempunyai kemampuan untuk
mengajukan pemberitahuan pabean
secara langsung. Yang dimaksudkan
dalam hal ini adalah importir tersebut
harus mampu mengajukan
pemberitahuan pabeannya dengan
modul miliknya sendiri tanpa melalui
PPJK. Hal ini dimaksudkan untuk
memperoleh importir yang benar-benar
layak dan mampu melaksanakan
fasilitas jalur prioritas dan juga untuk
melindungi kepentingan importir dari
penyalahgunaan oleh pihak lain yang
tidak berhak.

TATAKERJA PELAYANAN
Dalam PER 11/BC/2005 diatur
tatakerja pelayanan baru yang
sebelumnya belum diatur dalam KEP-
07/BC/2005 yang meliputi mekanisme
update data, impor dari TPB,
pengawasan, pelaporan, dan sanksi
GARANSI PERUSAHAAN. Dalam kebijakan jalur prioritas yang baru, garansi perusahaan harus yang lebih tegas.
diberikan dan telah disahkan oleh notaris. Falsafah pemberian fasiltas jalur

8 WARTA BEA CUKAI EDISI 369 AGUSTUS 2005


prioritas adalah kepercayaan DJBC
terhadap importir penerima jalur MATRIKS PERBANDINGAN
prioritas. Berdasarkan kepercayaan
tersebut, DJBC memberikan tingkat
JALUR PRIORITAS LAMA
pelayanan yang besar yaitu tanpa
dilakukan pemeriksaan dokumen dan
DENGAN JALUR PRIORITAS BARU
fisik. Namun dengan skema tersebut
(khususnya karena tanpa pemeriksaan
dokumen), dalam prakteknya terdapat
beberapa kesalahan pada PIB yang
telah diajukan oleh importir jalur
prioritas. Kesalahan-kesalahan tersebut
merupakan kesalahan yang tidak
disengaja akibat dari kekhilafan dari
importir sendiri seperti kesalahan
penulisan kode mata uang asing dan
kesalahan penulisan tarif pembebanan
(tarif spesifik).
Untuk mengakomodasi hal tersebut
maka dimungkinkan kepada importir
jalur prioritas untuk mengajukan
permohonan perbaikan data
pemberitahuan pabean sepanjang
kesalahan tersebut karena kekhilafan
yang nyata dengan ketentuan sebelum
barang keluar dari Kawasan Pabean,
sebelum ditemukan oleh Pejabat DJBC,
dan/atau sebelum mendapatkan
penetapan oleh Pejabat DJBC.
Selain mengenai mekanisme
update data tersebut, dalam PER 11/
BC/2005 diatur pula tentang
mekaniseme impor dari TPB oleh
importir jalur prioritas, yaitu importir
jalur prioritas dapat menggunakan
fasilitas Jalur Prioritas atas impor
barang dari TPB. Sehingga atas
importasinya tersebut tidak dilakukan
pemeriksaan dokumen dan fisik,
penyerahan hardcopy PIB dilakukan
paling lama 5 (lima) hari kerja, dan
mendapatkan pembayaran berkala jika
merupakan importir produsen.
Selanjutnya, untuk mekanisme
pengawasan dan pelaporan diatur
bahwa importir jalur prioritas wajib
membuat laporan importasi setiap 6
(enam) bulan. Ini merupakan hal baru
yang tidak terdapat pada ketentuan
yang lama, dan hal ini ditujukan
sebagai sarana pengawasan bagi
DJBC dalam satu sisi, dan disisi lain
untuk menjaga kepentingan importir
dari penyalahgunaan oleh pihak lain
yang tidak berhak.
Untuk lebih menjamin kepatuhan
dan terpenuhinya segala ketentuan
yang diwajibkan, dalam PER 11/BC/
2005 juga dipertegas dengan batasan
sanksi yang akan diberikan, seperti
pencabutan ijin impor jalur prioritas
secara sementara atau tetap.

PENAMBAHAN FASILITAS
Dalam peraturan terbaru tentang
jalur prioritas diatur beberapa
tambahan fasilitas untuk menarik minat
para importir dan juga untuk
memberikan fasiltas yang lebih tepat
kepada importir. Salah satunya adalah
kemudahan pembayaran berkala.
Untuk lebih mendukung proses

EDISI 369 AGUSTUS 2005 WARTA BEA CUKAI 9


LAPORAN UTAMA
WBC/ATS

PERBAIKAN DATA PIB. Importir jalur prioritas


dapat mengajukan permohonan perbaikan PIB
sepanjang itu dikarenakan kehilafan dalam
penulisan.

produksi oleh importir produsen,


pembayaran berkala yang sebelumnya
dibatasi terhadap impor bahan baku,
bahan penolong dan barang modal oleh
importir produsen, dalam PER 11/BC/
2005 pengaturan tentang kemudahan
pembayaran berkala diperluas menjadi
untuk semua barang yang diimpor oleh
importir produsen yang ditetapkan
sebagai importir jalur prioritas.

SIMPLIFIKASI ADMINISTRASI
Untuk menarik minat importir untuk
mendapatkan fasiltas jalur prioritas,
selain dengan menambah beberapa
fasiltas, PER No. 11/BC/2005 juga
menawarkan simplikasi adminitrasi.
Garansi Perusahaan (Coorporate
Guarantee) yang diajukan oleh importir
jalur prioritas dapat sekaligus berfungsi
sebagai jaminan untuk fasilitas
pembayaran berkala, Surat Tanda
Terima Jaminan (STTJ) untuk importir
jalur prioritas (IJP) yang mendapatkan
Kemudahan Impor Tujuan Ekspor
(KITE), jaminan untuk impor sementara,
dan jaminan untuk pengeluaran barang
dengan fasilitas penangguhan bea
masuk dan PDRI (vooruitslag). Hal ini
juga dimaksudkan untuk
penyederhanaan administrasi sehingga
kegiatan importasi jalur prioritas dapat
menjadi lebih cepat dan sederhana.
Hasil lengkap perbandingan antara
jalur prioritas lama dengan jalur
prioritas baru dapat dilihat dalam
matriks di halaman sebelah.
Tim Jalur Prioritas

10 WARTA BEA CUKAI EDISI 369 AGUSTUS 2005


PENGAWASAN
IMPORTIR
JALUR PRIORITAS
Mendapatkan fasilitas Khusus belum tentu bebas dari segala bentuk pengawasan.
Beberapa mekanisme pengawasan yang juga cukup ketat, memungkinkan para
penerima jalur prioritas berpikir dua kali untuk melakukan tindakan penyalagunaan.

F
asilitas Jalur Prioritas diberikan baik. Dengan reputasi tersebut, dokumen sebagaimana dilakukan
kepada Importir yang telah importir layak mendapatkan pada Jalur merah dan Jalur Hijau.
memenuhi persyaratan yang pelayanan yang semaksimal mungkin Besarnya kepercayaan yang dibe-
ditentukan, dan salah satu dengan tingkat pengawasan yang rikan kepada importir jalur prioritas
persyaratan tersebut adalah Importir lebih rendah yaitu tidak dilakukan (IJP) tersebut, tidak menghilangkan
yang memiliki reputasi yang sangat pemeriksaan fisik dan pemeriksaan kewajiban-kewajiban yang harus
dipenuhi oleh IJP dalam
DOK. WBC
kegiatan Importasinya,
dengan demikian apa-
bila terjadi pelanggar-
an-pelangaran atas
kegiatan Importasi IJP,
sanksi sebagaimana
diatur dalam peraturan
perundangan-undangan
tetap dikenakan dan
sehingga apabila
kepercayaan tersebut
disalahgunakan dan
mengakibatkan fasilitas
Jalur Prioritas yang
diberikannya akan
dicabut.
Bahkan kepada
impotir tersebut akan
dimasukkan ke dalam
kategori high risk
importers dimana
dalam setiap kegiatan
importasinya akan
dilakukan pemeriksaan
fisik (jalur merah).
Untuk memastikan
dipatuhi atau tidaknya
peraturan
perundangan-undangan
yang berlaku, terhadap
Importir Jalur Prioritas
akan dilakukan
pengawasan dalam
berbagai cara yaitu:

LAPORAN 6 (ENAM)
BULAN SEKALI.
AUDIT. Penerima fasilitas jalur prioritas akan dilakukan audit setelah disahkan menerima fasilitas tersebut. IJP diwajibkan untuk

EDISI 369 AGUSTUS 2005 WARTA BEA CUKAI 11


LAPORAN UTAMA
DOK. WBC
Sehingga dengan
adanya laporan tersebut,
Kepala KPBC dapat
melakukan rekonsiliasi
atas data impor yang
dilaporkan importir dan
dapat melakukan
penelitian lebih lanjut
dalam hal terdapat
temuan berupa
perbedaan antara laporan
yang disampaikan oleh
IJP dengan data yang
ada pada KPBC.

AUDIT KEPABEANAN
Audit Kepabeanan
yang dilakukan terhadap
IJP dilakukan lebih
konprehensif dan secara
berkala, dimana audit
pertama dilakukan 6
(enam) bulan sejak
ditetapkannya suatu
perusahaan sebagai IJP.
Sedangkan untuk audit
berikutnya dilakukan
dengan mempertimbang-
kan manajemen resiko
atas perusahaan tersebut
dengan berdasarkan pada
hasil audit yang pertama.
Melalui mekanisme
audit, dapat diketahui
kinerja dari perusahaan
berupa jumlah transaksi-
transaksi yang dilakukan
oleh perusahaan dalam
kegiatan importasinya,
kebenaran penggunaan
fasilitas yang diperoleh
perusahaan, dan
pemenuhan kewajiban
pabeannya.

MEKANISME NHI
Selain itu terhadap
IJP dapat dilakukan
kegiatan intelijen ,
dimana dengan adanya
Nota Hasil Intelijen masih
dimungkinkan dilakukan
pemeriksaan fisik dan
kegiatan lainnya yang
dapat mencegah adanya
unsur pelanggaran.
Dengan pengawasan
yang dilakukan tersebut,
diharapkan para
penerima jalur prioritas
TETAP DILAKUKAN PEMERIKSAAN. Importir jalur prioritas akan tetap dilakukan pemeriksaan fisik jika barang yang dapat lebih berhati-hati
diimpornya berupa barang yang masuk ke dalam tataniaga. dalam menjalankan
importasinya, banyaknya
melaporkan kegiatan impornya setiap dengan tujuan untuk kepentingan pihak yang tidak bertanggung jawab
6 bulan sekali kepada Kepala Kantor kedua belah pihak yakni IJP dan untuk memanfaatkan fasilitas ini
Pelayanan Bea dan Cukai (KPBC) DJBC. masih sangat terbuka. Sehingga
dimana kegiatan impor dilakukan Hal ini dilakukan tak lain untuk saling koordinasi antara IJP dengan
sesuai format yang telah ditetapkan mencegah penyalagunaan fasilitas DJBC mutlak diperlukan agar
(Lampiran X Peraturan Direktur oleh importir yang tidak mendapatkan importasi yang dilakukan selama ini
Jenderal Bea dan Cukai). Kewajiban fasilitas jalur prioritas dengan tidak terbebani oleh importasi lain
untuk melaporkan kegiatan impornya menggunakan data IJP dalam yang tidak diketahui asalnya.
dilakukan setiap 6 bulan sekali, kegiatan importasinya. Tim Jalur Prioritas

12 WARTA BEA CUKAI EDISI 369 AGUSTUS 2005


Harapan
DJBC
DENGAN ADANYA JALUR PRIORITAS
Fasilitas jalur prioritas telah diperbaharui, banyak pihak yang merasa terbantu
dengan fasilitas tersebut, namun demikian ada satu hal yang pokok akan fasilitas ini,
dimana Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) mengharapkan selain
bertambahnya penerima fasilitas ini juga persaingan berusaha akan semakin
fair dan jelas.

S
ebagaimana telah diuraikan memperolehnya, dan ini terbukti pengajuan jalur prioritas dapat terja-
sebelumnya, Jalur prioritas sudah ada importir umum yang wab dengan baik.
merupakan fasilitas yang menerimanya walaupun baru satu. Berkaitan dengan sosialisasi,
diberikan kepada perusahaan yang Akan hal tersebut memang fasilitas pihak DJBC juga sebenarnya
berdasarkan penelitian mendalam ini sudah terbuka bagi importir mana berharap agar para pengusaha ikut
dan dianggap sebagai perusahaan saja. Dan satu hal yang penting disini aktif dan tidak mewakilkan pada
yang sangat baik sehingga layak adalah persyaratan yang telah pihak yang kurang berkompenten.
diberikan pelayanan yang ditentukan tentunya akan Banyaknya pihak yang mengirimkan
semaksimal mungkin dengan tingkat memberikan suatu jawaban apakah perwakilannya pada saat sosialisasi
pengawasan yang lebih rendah importir tersebut layak atau tidak. juga berakibat akan kurangnya
daripada importir lainnya. Banyak dari beberapa importir informasi yang diterima dan pihak
Memang dengan adanya produsen yang juga tidak layak pengusaha yang sebenarnya dapat
peraturan baru mengenai jalur menerima jalur prioritas dan tidak menerima jalur prioritas menjadi
prioritas saat ini tidak menutup sedikit yang dapat menerima namun enggan karena menganggap
kemungkinan importir umum dapat belum memanfaatkan fasilitas ini, persyaratan yang terlalu rumit.
padahal sosialisasi telah dilakukan,
WBC/ATS bahkan sebelum peraturan ini dibuat WBC/ATS

DJBC juga telah mengundang


mereka untuk memberikan masukan
agar kebijakan tersebut benar-benar
dapat menampung aspirasi mereka.
Akan hal tersebut, Direktur Teknis
Pabean, Drs. Ibrahim A. Karim,
mengharapkan agar importir
memanfaatkan jalur prioritas ini
dengan sebaik-baiknya dan
bertanggung jawab karena fasilitas
jalur prioritras yang ditawarkan oleh
DJBC jauh lebih baik (dari segi
prosedur dan fasilitas) dibandingkan
jalur hijau.
Agar semuanya dapat terlayani
dengan baik, pihak importir juga
diharapkan memberikan
informasinya akan hal-hal yang
masih diragukan kepada Direktorat
Teknis Pabean, maupun kepada
Kantor Wilayah dimana importasi
dilakukan. Sementara itu sosialisasi
Drs. IBRAHIM A. KARIM. Untuk mendapatkan yang dilakukan DJBC akan terus Drs. FRANS RUPANG. Di Kanwil IV Saat ini sudah
jalur prioritas, importir harus memenuhi beberapa dilakukan sehingga apa yang ada 19 perusahaan yang sedang dalam proses
persyaratan yang cukup ketat. menjadi hambatan dalam proses menjadi penerima jalur prioritas.

EDISI 369 AGUSTUS 2005 WARTA BEA CUKAI 13


LAPORAN UTAMA
DOK. WBC
Menanggapi hal tersebut
Kakanwil IV DJBC Jakarta, Drs.
Frans Rupang, mengatakan
sosialisasi yang diberikan
sebenarnya sudah berjalan efektif
dan baik, namun karena pihak
yang disosialisasikan cenderung
mewakilkan dengan pihak lain
sehingga seakan-akan tidak
berjalan.
“Kalau sosialisasi itu selalu
diwakilkan oleh staf bukan oleh
pimpinan langsung, ya jangan
heran kalau mereka menjadi tidak
mengerti, padahal kita
mengharapkan pimpinan yang
datang sehingga apa yang
disampaikan itu dapat benar-
benar bermanfaat bagi mereka
dan fasilitas ini dapat mereka
dapatkan,” tutur Frans Rupang.
Lebih lanjut Frans Rupang
mengatakan, di Kanwil IV saat ini
telah masuk 19 perusahaan yang
menanti untuk menjadi peserta
jalur prioritas, sedangkan yang
lainnya masih dalam proses
penelitian. Akan penelitian ini juga
banyak importir yang sebenarnya
sudah mengetahui kalau tidak
mungkin untuk mendapatkan
fasilitas ini, namun tetap
mengajukan juga.
Hal tersebut memang cukup
merepotkan, selain DJBC telah
mengetahui importasi yang
dilakukannya selama ini, jika
dilihat dari persyaratan yang ada
kemungkinan juga tidak akan
mendapatkannya. Untuk itu
diharapkan juga bagi pengusaha
yang memang tidak mungkin
untuk menerima fasilitas ini untuk
tidak memaksakan kehendak,
karena di dalam peraturan
perundang-undangan telah jelas
mana yang akan mendapatkan
dan mana yang tidak mungkin
mendapatkan.
Jika hingga sekarang setelah
berjalan kurang lebih tiga tahun
baru 66 perusahaan yang
memperoleh fasilitas jalur
prioritas, memang diakui masih
terlampau sedikit. Akan hal
tersebut, Ibrahim A. Karim,
mengatakan hal ini mungkin
diakibatkan karena
persyaratannya sulit atau mungkin
fasilitas jalur hijaunya sudah
bagus sehingga lebih memilih
jalur hijau dibandingkan jalur
prioritas.
“Sekarang sudah ada 66
perusahaan penerima fasilitas
jalur prioritas, dan kedepan kita
harapkan akan bertambah lagi
karena dalam jalur prioritas baru
ini terdapat penambahan fasilitas
yang akan menarik minat importir
SOSIALISASI. Sosialisasi akan berjalan lebih efektif lagi jika perusahaan tidak mewakilkan kepada untuk masuk jalur prioritas,”
pihak yang kurang berkompenten. ungkap Ibrahim A. Karim.

14 WARTA BEA CUKAI EDISI 369 AGUSTUS 2005


DOK. WBC
Dari apa yang telah
dilakukan dan dijalan-
kan oleh DJBC untuk
fasilitas jalur prioritas
ini, ada beberapa hal
yang menjadi harapan
bagi DJBC, sehingga
apa yang telah
dijalankan selama ini
dapat berjalan dengan
baik, antara lain:

PENINGKATAN
KEPATUHAN DARI
IMPORTIR SECARA
MENYELURUH
Pemberian fasilitas
Jalur Prioritas kepada
Importir Jalur Prioritas
diharapkan dapat
memberikan side efect
kepada importir lain
yang belum memper-
oleh Fasilitas Jalur
Prioritas untuk lebih
meningkatkan reputasi
perusahaan dalam
kegiatan importasi
perusahaan, sehingga
diharapkan menjadi
contoh konkrit dari
prinsip fair treatment.

MEMACU PERTUMBUH-
AN EKONOMI
Dengan
perkembangan jaman SDM YANG LEBIH TERALOKASIKAN. Miniminya SDM yang dimiliki DJBC, dengan adanya jalur prioritas akan lebih
yang tumbuh sangat teralokasikan.
cepat, pola ekonomi
juga ikut berubah dengan sangat yang sedang terjadi, perusahaan- barang, saat ini sudah dapat
cepat. Salah satu sistem manajemen perusahaan multi nasional mulai dialokasikan secara terfokus
perusahaan yang ikut berubah memperluas pangsa pasarnya ke terutama untuk kegiatan pengawasan
adalah sistem manajemen dalam negara-negara lain, khususnya ke terhadap importir yang tidak baik.
penyediaan (manajemen inventory) negara-negara berkembang. Hal ini Sedangkan terhadap perusahaan
yakni bahan baku yang harus juga mulai dirasakan di Indonesia yang memiliki reputasi sangat baik
ditimbun untuk beberapa lama untuk yang dapat dilihat dari meningkatnya dan telah ditetapkan menjadi IJP,
keperluan produksi. Proses barang-barang produksi luar negeri diasumsikan tidak akan melakukan
penimbunan semacam ini sudah yang beredar di Indonesia. pelanggaran sehingga tidak perlu
mulai ditinggalkan oleh manajemen DJBC selain berfungsi sebagai dilakukan pengawasan yang ketat.
modern, mengingat dana untuk community protector yaitu melindungi Dengan melakukan alokasi pegawai
penyimpanan dan pengadaan masyarakat dari barang-barang illegal ini, akan didapatkan suatu
tersebut dapat digunakan oleh yang akan beredar di daerah pabean pengawasan yang lebih efektif dan
perusahaan untuk hal-hal lain yang Indonesia, juga berfungsi sebagai efisien mengingat keterbatasan
bernilai lebih positif bagi perusahaan. Industrial assistance yang berperan pegawai yang dimiliki oleh DJBC
Melalui mekanisme Jalur Prioritas, untuk membantu kemajuan industri untuk melakukan pengawasan
perusahaan dimungkinkan untuk dalam negeri. Dengan menciptakan terhadap seluruh Importir yang
mengimpor barang-barang yang kelancaran pemasukan barang impor melakukan importasi.
diperlukan untuk produksi pada saat melalui mekanisme Jalur Prioritas,
perusahaan memerlukan barang- diharapkan industri-industri nasional PENCAPAIAN MISI DJBC
barang tersebut (just in time) sehingga dapat lebih efektif dan efisien dalam Melalui mekanisme Jalur
memungkinkan perusahaan untuk melaksanakan produksi, sehingga akan Prioritas, dengan segala
melakukan penyesuaian manajemen menghasilkan produk-produk yang kemudahannya yang menciptakan
inventorynya menuju Zero Inventory berkualitas dengan harga yang dapat suatu proses clearance yang sangat
yang sangat menguntungkan. Hal ini bersaing dengan produk barang sejenis cepat, diharapkan dapat menjadi
tentunya akan merangsang dari luar negeri. salah satu jalan bagi DJBC untuk
pertumbuhan industri yang pada merealisasikan misi DJBC yaitu
gilirannya akan merangsang ALOKASI PEGAWAI sejajar dengan institusi Bea dan
pertumbuhan ekonomi secara nasional. Alokasi pegawai baik untuk Cukai dunia, dengan tetap
kegiatan operasional pelayanan dan melaksanakan suatu pengawasan
PENINGKATAN DAYA SAING INDUSTRI pengawasan oleh petugas yang yang berimbang terhadap kegiatan
DALAM NEGERI tadinya terbagi rata kepada semua importasi oleh pengguna jasa.
Seiring dengan era globalisasi kelompok importir dan semua jenis Tim Fasilitas jalur Prioritas/ADI

EDISI 369 AGUSTUS 2005 WARTA BEA CUKAI 15


LAPORAN UTAMA

Jalur Prioritas,
Menjanjikan Kejelasan Berinvestasi
Mendapatkan kemudahan dengan hasil yang memuaskan merupakan harapan para pengusaha,
efisiensi diberbagai hal dan jaminan kenyamanan dalam berusaha juga menjadi impian yang
sekarang telah terwujud. Fasilitas jalur prioritas yang kini sudah banyak dinikmati pengusaha baik
importir produsen maupun umum, merupakan jawaban akan keseriusan Direktorat Jenderal Bea
dan Cukai (DJBC) sebagai fasilitator perdagangan.

T
DOK. WBC
idak dapat dipungkiri kalau banyak cenderung membuat mereka menjadi
dari para investor baik dalam mau- bangkrut.
pun luar negeri, merasa kurang nya- Melihat kondisi yang ada, sebenarnya
man dengan kebijakan-kebijakan peme- DJBC sendiri sudah sejak lama telah
rintah yang berakhir dengan timbulnya melakukan reformasi dalam jajarannya,
ekonomi biaya tinggi. Masih banyaknya baik di bidang kebijakan maupun di
prosedur yang harus dilalui dan tidak bidang sumber daya manusianya, namun
seragam, membuat pengusaha merasa hal ini tentunya tidak segampang
tidak jelas dalam menjalankan bisnisnya. membalikan telapak tangan, banyaknya
Kebijakan-kebijakan itu memang tidak peraturan dari instansi lain yang harus
hanya berasal dari satu instansi saja, dijalankan oleh DJBC membuat
banyaknya instansi yang harus mereka koordinasi harus terus dilakukan demi
lalui dengan prosedur yang berbeda, kini tercapainya reformasi tersebut.
menjadi gambaran yang menyeramkan Salah satu kebijakan yang masuk
bagi pengusaha dalam menjalankan dalam program reformasi di bidang
bisnisnya. Akan hal tersebut maka tak kepabeanan, adalah membuat fasilitas
heran kalau sudah beberapa investor khusus bagi para importir produsen yang
asing yang hengkang dari negeri ini hanya dianggap mempunyai prilaku jujur dalam
karena tidak tahan dengan begitu banyak- menjalankan bisnisnya. Fasilitas tersebut
nya kebijakan yang tidak mendukung adalah fasilitas jalur prioritas, dimana
investasi mereka. tanpa ada pemeriksaan dokumen dan
Ketidakpuasaan mereka terhadap fisik, barang yang datang sudah dapat TOTO DIRGANTORO. Persyaratan yang ketat
kebijakan juga salah satunya ditujukan langsung keluar dari pelabuhan. mutlak diterapkan sehingga pemilahan mana yang
kepada DJBC sebagai fasilitator Namun demikian tidak semua importir baik dan kurang baik dapat terlihat dengan jelas.
perdagangan, sebagian pengusaha produsen dapat menikmati fasilitas ini,
mengatakan masih maraknya upaya adanya beberapa persyaratan yang harus yang khusus tentunya kita juga harus
penyelundupan dan begitu rumitnya mereka penuhi dengan ketat, membuat mempunyai kriteria yang khusus pula,
prosedur kepabeanan, membuat iklim penerima fasilitas jalur prioritas berpikir artinya kita juga harus memiliki catatan
investasi menjadi kurang fair bahkan kembali apakah mereka patut atau tidak yang baik tanpa cacat sehingga
menerima fasilitas tersebut. perlakukan itu wajar kita dapatkan,” ujar
DOK. PT TMMI
Sejak dikeluarkannya fasilitas jalur Toto Dirgantoro.
prioritas tahun 2003 dan tertuang dalam Memang persyaratan yang dikeluar-
Keputusan Dirjen No.07/BC/2003 tentang kan oleh DJBC, ada yang mengatakan
tatalaksana di bidang impor, dan kini terlalu berat, namun bagi yang menjalan-
telah diperbaharui dengan, Peraturan kan usahanya dengan baik tentunya
Dirjen No.11/BC/2005 tentang Jalur persyaratan itu tidak menjadi masalah.
prioritas, peminatnya hingga kini hanya Sebagai contoh importasi yang
66 importir saja, dan itu pun importir dilakukan oleh Toto Dirgantoro sendiri,
umum yang menerimanya baru satu. dirinya sebenarnya telah memiliki kriteria
Mungkinkah ini karena persyaratannya ? untuk mendapatkan jalur prioritas, namun
Atau karena jalur lain seperti jalur hijau dengan pelayanan yang diberikan melalui
sudah cukup baik bagi mereka. jalur hijau, dirinya sudah merasa cukup
Berbicara soal persyaratan yang harus puas, karena menurutnya perbedaan jalur
dipenuhi oleh importir untuk menerima prioritas dengan jalur hijau hanya di
fasilitas jalur prioritas, Toto Dirgantoro masalah pembayarannya saja, jalur
selaku Sekjen Gabungan Perusahaan prioritas pembayaran dapat dilakukan
Ekspor Indonesia (GPEI), menyatakan secara berkala, sedangkan jalur hijau
persyaratan tersebut mutlak harus ketat, pembayaran dilakukan sesuai dengan
hal ini dikarenakan negara memberikan jadwal importasi.
kepercayaan penuh kepada importir dan Jika dilihat dari pernyataan tersebut,
WARIH ANDANG TJAHJONO. Regulator telah mem- sistem pembayarannya pun dapat memang ada beberapa pengusaha yang
berikan fasilitas yang cukup menjanjikan, tinggal ditangguhkan untuk waktu tertentu. sudah merasa nyaman dengan jalur hijau,
bagaimana pengusaha yang menjalankannya. “Kalau kita ingin mendapatkan sesuatu hal ini juga tak lain karena importasi yang

16 WARTA BEA CUKAI EDISI 369 AGUSTUS 2005


WBC/ATS
mereka lakukan tidak terlalu besar namun sudah menjalaninya, melihat kebijakan
tetap rutin, sehingga tidak menyulitkan yang baru dapat lebih memberikan
sistem administrasinya, sementara yang kepastian bagi pengusaha dalam
memperoleh jalur prioritas memang menjalankan bisnisnya, karena selain
memiliki importasi yang besar dan akan memperlancar pengeluaran arus barang
lebih baik jika penyusunan administrasi- yang masuk, timbulnya biaya tinggi di
nya dilakukan dalam sekali saja. pelabuhan juga dapat teratasi.
Satu hal sebenarnya yang sayang jika “Jalur prioritas merupakan suatu
dilewatkan, adalah dalam peraturan baru terobosan yang bagus dilakukan oleh
mengenai jalur prioritas ini, importir umum DJBC, karena dengan adanya fasilitas
juga dapat mengajukan sebagai penerima ini dapat memberikan iklim berinvestasi
fasilitas, padahal sebelumnya hanya yang baik bagi investor asing, dan ini
difokuskan pada importir produsen. dapat dibuktikan dengan beberapa
Dengan demikian importir umum yang pertanyaan dari pengusaha asing yang
baik dan cukup puas dengan jalur hijau, menanyakan bagaimana sistem
jika memang ingin lebih mendapatkan Customs di Indonesia,” jelas Warih.
kepastian lagi tentunya dapat mengajukan Akan kepastian hukum ini, PT. Lautan
permohonan sebagai penerima fasilitas Luas Tbk, yang merupakan importir umum
jalur prioritas. pertama yang menerima fasilitas jalur
“Kita jangan selalu memandang buruk prioritas, menyatakan hal yang sama.
kepada importir umum, karena banyak Menurut Joshua C. Asali selaku market-
dari importir umum yang bereputasi baik ing Direktor PT. Lautan Luas, dengan SONTANG RULI SIREGAR. Masih perlu adanya
keseragaman pemahaman akan kebijakan jalur
juga, jadi sudah sepatutnya mereka itu adanya jalur prioritas kepastian untuk prioritas.
menikmati fasilitas jalur prioritas berusaha semakin jelas dan persaingan
selayaknya importir produsen,” tutur Toto pun akan semakin sehat. harus diwujudkan oleh pemerintah saat
Dirgantoro. Lebih lanjut Joshua mengatakan, ini, dan dengan fasilitas jalur prioritas
Hal senada juga disampaikan oleh sebelum menerima jalur prioritas, diharapkan semua itu akan terwujud.
Sontang Ruli Siregar, selaku Customs pihaknya kadang kala mendapatkan jalur “Kalau semua pelaku bisnis atau
Specialist dari Harsono Hadibroto merah, sedangkan bahan baku impornya importir mau mematuhi segala peraturan
Consulting. Menurutnya, mereka yang jika ada pemeriksaan fisik tentunya akan yang ada tentunya tanpa jalur prioritas pun
sudah berinvestasi tentunya sangat menjadi rusak karena terkontaminasi oleh semua harapan itu akan terwujud, namun
menghargai usahanya, sehingga untuk lembab udara. Ini yang menjadi kendala. karena kita tidak tahu maksud dan tujuan
melakukan kecurangan pun mereka “Kami sangat berterimakasih sekali dari masing-masing importir, maka fasilitas
rasanya tidak mungkin. dengan adanya fasilitas jalur prioritas ini, jalur prioritas memang harus ada dan
“Dari sekian banyak klien kami yang karena kendala-kendala yang selama ini pemisahan jalur ini akan menentukan
khususnya pengusaha dari negeri barat, menjadi beban di kami dapat teratasi mana yang baik dan mana yang buruk,”
mereka itu sangat takut untuk dengan baik, bahkan sejak kami kata Toto Dirgantoro.
melakukan kecurangan, jadi jika mereka menerima fasilitas ini, kami semakin hati- Jalur hijau memang sudah dirasakan
memang sudah berbuat baik dalam hati karena kami tidak ingin mengecewa- cukup baik oleh pengusaha, tak heran
bekerja, kenapa tidak kita berikan saja kan apa yang telah pemerintah berikan kalau banyak pengusaha yang merasa
fasilitas itu, toh itu juga sangat kepada kami,” ungkap Joshua. puas dengan pelayanannya, namun satu
membantu DJBC dalam menjalankan Kejelasan akan berinvestasi memang hal yang perlu diperhatikan dalam fasilitas
tugasnya,” ungkap Ruli Siregar. mutlah diperlukan bagi para pengusaha, jalur prioritas ini. Adalah, keseragaman
Dari pernyataan-pernyataan tersebut selain mereka dapat bersaing dengan pengetahuan dan persepsi akan kebijakan
dapat kita pahami kalau peraturan baru sehat, segala hal yang mengakibatkan yang ada sehingga tidak membingungan
mengenai jalur prioritas sudah cukup timbulnya ekonomi biaya tinggi di setiap para importir.
menampung seluruh aspirasi dari para kegiatan diharapkan berkurang atau “Dari beberapa kantor pelayanan
pengusaha, memang sebelum peraturan hilang sama sekali dan harapan itu yang yang melayani jalur prioritas, masih ada
ini disahkan para pengusaha terlebih ketidakseragaman akan penerapan
DOK. PT LAUTAN LUAS
dahulu diajak berdiskusi dan di minta kebijakannya, seperti penyerahan hard
masukannya, sehingga apa yang menjadi copy PIB, dalam peraturan ditetapkan
kebijakan ini benar-benar hasil lima hari kerja setelah dikeluarkannya
kesepakatan bersama. SPPB, tapi di kantor lain ada yang tiga
Salah satu pihak pengusaha yang hari. Ini tentunya menjadi kendala bagi
diajak berdiskusi, adalah PT. Toyota Motor kami,” ujar Ruli Siregar.
Manufacturing Indonesia (TMMI), pada Sosialisasi memang terus dilakukan
kesempatan itu memang banyak yang oleh DJBC, bukan hanya kepada pengu-
disampaikan sebagai masukan oleh saha tapi juga kepada para pegawainya.
Toyota dan ternyata dari masukan Dan ini tentunya akan semakin baik lagi
tersebut, beberapa ada yang menjadi jika para pegawai terlebih dahulu
kebijakan yang sekarang dijalani. memahaminya, sehingga tidak terjadi
Dengan kata sepakat memang ada simpang siur dalam penerapan kebijakan.
beberapa yang merasa masih kurang, Fasilitas jalur prioritas sudah menjadi
namun kesemuanya dapat dipahami harapan bagi pengusaha, karena mereka
bahwa kebijakan yang ada, tidak lain menilai dengan fasilitas ini semua
untuk kepentingan bersama, sehingga usahanya akan menjadi jelas. Agar
saling memahami dan saling menghargai semuanya semakin jelas tentunya pihak
merupakan kunci keberhasilan jalannya DJBC juga harus memberikan pelayanan
kebijakan tersebut. dengan semaksimal mungkin,
Menurut Warih Andang Tjahjono JOSHUA C. ASALI. Kendala yang selama ini keseragaman akan penerapan kebijakan
selaku Division Head PT. TMMI, Toyota kami hadapi, akhirnya dapat terselesaikan ikut menentukan kejelasan yang dunia
yang sejak pertama ada jalur prioritas dengan fasilitas jalur prioritas. usaha harapkan selama ini. adi

EDISI 369 AGUSTUS 2005 WARTA BEA CUKAI 17


WAWANCARA

Direktur Jenderal Bea dan Cukai, Drs. Eddy Abdurrachman

“BAGI YANG MEMENUHI


PERSYARATAN
AKAN DIBERIKAN KEISTIMEWAAN
DALAM PELAYANAN”
Sejak diberlakukannya fasilitas jalur prioritas yang juga bersamaan dengan dilaksanakannya
program reformasi di bidang Kepabeanan, Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) secara terus
menerus telah melakukan evaluasi terhadap fasilitas tersebut. Banyaknya masukan yang diberikan
oleh pengguna jasa berkaitan dengan persyaratan maupun teknis pelaksanaan di lapangan akan
fasilitas jalur prioritas, membuat fasilitas ini yang tadinya masuk ke dalam Keputusan Dirjen No.07/
BC/2003, diperbaharui dan menjadi ketentuan tersendiri dan tertuang dalam Peraturan Dirjen
No.11/BC/2005.
Untuk mengetahui lebih jauh apa yang menjadi dasar fasilitas ini mempunyai ketentuan
tersendiri dan apa harapan ke depan DJBC dengan fasilitas ini, reporter WBC Supriyadi.W dan
Aris Suryantini
Suryantini, mewawancarai Direktur Jenderal Bea dan Cukai, Drs. Eddy Abdurrachman
Abdurrachman,
diruang kerjanya. Berikut petikan wawancaranya :

Sebenarnya apa yang dia selesai men-declare diberikan kaku atau tidak. Kita menginginkan
melatarbelakangi Keputusan persetujuan pengeluaran barang, dan bagaimana importir-importir terutama
Dirjen Soal fasilitas jalur kemudahan-kemudahan yang lain. importir-importir yang patuh terha-
prioritas diperbaharui Misalnya kemudahan pembayaran dap pemenuhan peraturan
sehingga memiliki peraturan secara berkala, atau periodic pay- perundang-undangan yang berlaku
tersendiri ? ment, selain itu dapat mengajukan dapat diberikan fasilitas tersebut,
Jadi begini, jalur prioritas itukan yang disebut juga dengan free entry oleh karena itu kita melakukan
merupakan suatu upaya dari DJBC classification, artinya dapat evaluasi lagi dengan menghilangkan
untuk memberikan suatu insentif, mengajukan terlebih dahulu atau mengurangi persyaratan-
khususnya kepada industri atau klasifikasi tarif barang yang akan persyaratan yang kira-kira cukup
perdagangan, sehingga mereka lebih diimpor, dapat juga mengajukan yang memberatkan.
kompetitif. Nah idenya dengan jalur disebut dengan valuation ruling
prioritas ini, bagi mereka yang berkaitan dengan value-nya atau nilai Namun demikian setelah
memenuhi syarat, sekali lagi saya barangnya sehingga dengan kurang lebih 3 tahun berjalan,
katakan yang memenuhi syarat, demikian bea cukai tidak perlu lagi penerima fasilitas ini baru 66
memiliki kriteria-kriteria yang melakukan pemeriksaan- dan itupun importir umum baru
ditentukan di dalam mekanisme jalur pemeriksaan terhadap importir jalur satu ?
prioritas itu, akan diberikan semacam prioritas tadi, itu filosofinya. Mungkin begini, ini berkaitan
keistimewaan dalam pelayanannya. Kemudian di Kep. 07 memang dengan sosialisasinya, oleh karena
Dalam arti, DJBC tidak akan sudah ada fasilitas jalur prioritas, itu saya sudah meminta teman-teman
melakukan intervensi apapun pada namun demikian kita perlu dari Direktorat Teknis agar
waktu importasi sehingga tidak melakukan suatu evaluasi apakah mensosialisasikan kembali, karena
dilakukan pemeriksaan, baik kemudahan-kemudahan terutama selama ini walaupun sudah
pemeriksaan secara administratif kriteria-kriteria yang telah ditetapkan disosialisasikan tetapi setelah ada
maupun fisik. Selain itu kepada itu terlampau berat atau tidak, persyaratan yang kita peringan
importir yang bersangkutan begitu terlampau rigid atau tidak, terlampau sedikit masih perlu disosialisasikan

18 WARTA BEA CUKAI EDISI 369 AGUSTUS 2005


EDISI 369 AGUSTUS 2005 WARTA BEA CUKAI 19
WAWANCARA

kembali kepada para pengusaha, tujuan agar target jalur merah cukup yang memang kridibel, dikenal
sehingga sedapat mungkin target- 20 persen saja. dimana-mana, jelas punya aset, ya
target kita itu bisa menambah jumlah itu bisa saja kita berikan.
importir dengan persyaratan yang Itu akan tercapai jika melihat
baru. kegiatan importasi saat ini ? Mungkin ?
Mudah-mudahan bisa, dan saya Mungkin. Bukan berarti tidak
Kalau begitu apakah ada kira itu bisa. mungkin, itu mungkin cuma nanti kita
target tertentu dari DJBC lihat lagi.
untuk jumlah penerima Dari seluruh importir yang
fasilitas ini ? menerima fasilitas jalur Lalu bagaimana dengan
Sebenarnya tidak ada, memang prioritas, saat ini baru satu peraturan jalur prioritas baru,
waktu seratus hari kerja pertama importir umum yang apakah sudah cukup
Presiden Susilo Bambang menerima, namun ada satu hal menampung seluruh aspirasi
Yodhoyono, kita menargetkan 100 yang dirasakan masih kurang dari seluruh pengusaha ?
importir, tapi ternyata dari penelitian adil, yaitu dalam hal Untuk saat ini mungkin ya sudah
terhadap importir-impotir yang pembayaran berkala ? tertampung. Namun begini, suatu
mengajukan permohonan jalur Jadi begini, kita itu disamping peraturan itu tidak berhenti sampai
prioritas berdasarkan kriteria-kriteria berfungsi memberikan pelayanan kita disitu, dia akan berkembang terus,
yang ditetapkan oleh Kep Dirjen juga mempunyai fungsi pengawasan. dan ini akan kita lihat apakah itu
No.07, baru tercapai 66. Nah ini yang cukup atau setelah kita evaluasi
akan kita dorong lagi dengan ternyata masih perlu dilakukan
mempermudah atau melonggarkan SEKARANG INI perbaikan lagi, nah itu dari waktu ke
kriterianya termasuk SAYA SUDAH waktu akan kita evaluasi lagi. Dan
mensosialisasikannya lagi.
MENDAPATKAN juga sekarang ini saya sudah

Ada beberapa pengusaha yang


LAPORAN BAHWA mendapat laporan bahwa importir-
importir yang telah memperoleh jalur
sudah puas dengan fasilitas IMPORTIR-IMPORTIR prioritas ini telah membentuk
jalur hijau itu bagaimana ? YANG TELAH asosiasi, dengan demikian artinya
Justru itu, kadang-kadang MEMPEROLEH melalui suatu dialog, melalui suatu
pengusaha sudah merasa puas JALUR PRIORITAS pertemuan-pertemuan antara kita
dengan jalur hijau, padahal mereka TELAH MEMBENTUK dengan mereka, itu dari waktu ke
bisa menerima fasilitas jalur prioritas, ASOSIASI. waktu akan mengevaluasi kebijakan
ini yang masih harus disosialisasikan jalur prioritas, kurangnya dimana,
lagi, karena dengan jalur prioritas ini apa yang harus ditingkatkan lagi.
akan memperoleh benefit yang lebih Berbicara aspek pembayaran Nah itu upaya yang kita lakukan.
dari pada jalur hijau. berkala, sebenarnya lebih ditekankan
pada keamanan keuangan negara, Jika evaluasi telah dilakukan,
Jika sebagian sudah puas, sehingga fasilitas yang kita berikan mungkinkah seluruh importir
apakah nanti akan ada itu betul-betul dipenuhi. Dan apa bila dapat menerima jalur prioritas ?
perbaikan di jalur hijau ? terjadi suatu pelanggaran, seperti Semua ? Itu tidak mungkin,
Ada. Sekarang begini, saya tidak memenuhi dan sebagainya itu namanya saja prioritas berarti ada
melihat bahwa prosentase jalur ada jaminan bahwa penerimaan keistimewaan-keistimewaan tertentu,
merah itu masih terlalu besar, itu negara itu tidak akan hilang. Kalau kalau kita bandingkan dengan pajak
bergerak antara hampir 40 persen, importir produsen mereka kan punya kan ada kantor yang disebut dengan
ini terlampau besar, yang ideal aset, pabrik itu aset tetapnya yang Large Taxpayer Office (LTO) itu
menurut saya di Indonesia ini bisa dijadikan jaminan. Nah kalau hanya kepada wajib-wajib pajak yang
harusnya 20 persen saja, dan 80 importir umum kita lihat-lihat dulu, patuh, tidak mungkin semua wajib
persen itu untuk jalur hijau dan jalur mereka itu bisa hanya kantor saja pajak disitu, nah sama dengan jalur
prioritas. Untuk itu saat ini kita lalu pindah kemana-mana kita tidak prioritas, jalur prioritas itu hanya
sedang mengevaluasi mengenai tahu, alasannya itu dulu. Tapi, ini akan diberikan kepada importir-
kriteria penentuan jalur tadi, param- akan kita evaluasi kembali, bukan importir yang betul-betul mempunyai
eter-parameter yang digunakan untuk berarti importir umum tidak bisa reputasi bagus, yang patuh, tidak
menentukan bahwa suatu importasi menerima pembayaran berkala, pernah melakukan pelanggaran,
ini masuk jalur merah atau hijau, kalau memang dia merupakan suatu importasinya juga cukup tinggi,
masih akan dievaluasi lagi, dengan importir umum artinya perdagangan kemudian pembayaran bea

20 WARTA BEA CUKAI EDISI 369 AGUSTUS 2005


masuknya juga cukup tinggi, jadi karena kalau mereka sendiri sudah melanggar kode etik dan itu ada
tidak mungkin semuanya. patuh terhadap segala peraturan, sanksi hukumnya, ada sanksi
otomatis pegawai Bea dan Cukai administrasinya, dan sebagainya.
Jika berbicara importir umum akan memberikan pelayanan yang Demikian juga kepada mitra kerja
saat ini dirasakan masih terbaik, tetapi kalau dia tidak patuh kita, apakah itu importir, maupun
menaruh curiga, padahal terhadap peraturan, ini akan ada eksportir dan sebagainya, saya
banyak juga importir umum grey area yang justru akan harapkan kepada mereka untuk tidak
yang baik? dimanfaatkan oleh pegawai. Itu memberikan sesuatu kepada
Sebenarnya begini ya, tidak selalu kita tekankan, terutama saat pegawai, maka itu jadilah wajib pajak
semua importir umum kita curigai. ini, saya juga sudah instruksikan yang baik, pengguna jasa yang baik,
Tetapi begini, tidak semua kita kepada semua kanwil dan kantor dan memenuhi semua aturan-aturan.
curigai, yang bagus juga banyak, pelayanan untuk memberikan Kalau ada pegawai yang dalam
hanya saja berdasarkan pengalaman pelayanan yang terbaik kepada pelaksanaan tugasnya atau
kita selama ini pelangaran- mereka, artinya diberikan kepada pelayanannya menghambat karena
pelangaran itu lebih banyak importir-importir yang patuh. tidak diberi sesuatu, jangan dibiar-
dilakukan oleh importir yang Sebaliknya apabila importir- kan, langsung laporkan. Dengan cara
berstatus importir umum, tapi bukan importir tidak patuh, dan melakukan demikian Insya Allah hal-hal yang
berarti importir umum jelak, tidak. penyimpangan-penyimpangan seperti itu kita bisa atasi bersama.
Makanya itu nanti akan dilihat lagi
profil dari masing-masing importir, Terakhir apa pesan Bapak
jadi tidak bisa digeneralisir. DARI SERIBU untuk para pegawai DJBC
IMPORTIR ADA seluruh Indonesia, berkaitan
Apa harapan Bapak ke depan SERATUS YANG dengan pemberitaan di media
dengan jalur prioritas ini ? menyangut masalah pungli ?
SEBENARNYA
Yang pertama, harapan saya dari
sisi aspek jumlah kalau bisa importir-
MENDOMINASI Pesan saya yang pertama, kita
sebagai pegawai negeri khususnya
importir yang memperoleh fasilitas
KATAKANLAH pegawai Bea dan Cukai tugas kita
jalur prioritas itu semakin banyak. MENDOMINASI 80 yang paling utama adalah
Yang penting sebenarnya bukan dari PERSEN IMPORTASI memberikan pelayanan yang prima
sisi jumlah importirnya tapi peranan ATAU 70 PERSEN kepada masyarakat. Yang kedua
importir yang memperoleh jalur PENERIMAAN dalam melakukan pengawasan
prioritas itu baik dari sisi nilai NEGARA, NAH terhadap lalu lintas barang dan
impornya maupun dari sisi SEBENARNYA kebenaran akan pembayaran pajak
penerimaan negaranya. Misalnya
begini, dari seribu importir ada
ARAHNYA KESANA. bea-bea sesuai dengan aturan yang
ada. Kepada mereka saya minta
seratus importir yang sebenarnya dia bekerjalah secara profesional artinya
itu mendominasi katakanlah 80 terhadap ketentuan-ketentuan yang mereka itu harus bekerja sesuai
persen dari semua importasi, katakan berlaku, harus diperlakukan dengan aturan-aturan yang ada,
mendominasi 70 persen penerimaan penegasan hukum yang benar. sesuai dengan standar prosedur
negara, nah sebenarnya arahnya Jangan terbalik, yang tidak benar yang ada. Jangan menyimpang dari
kesana. Kalau ini bisa terpenuhi dilayani dengan baik, yang benar itu, kalau mereka sudah bekerja
seperti itu, akhirnya nanti kita bisa malah dihambat-hambat itu yang sesuai dengan aturan-aturan yang
memfokuskan sumber daya manusia tidak betul. ada berarti sudah berada dalam rel
kita untuk melakukan pembenahan Yang kedua, saya juga sudah nya. Kepada pimpinan (Kakanwil dan
kepada sisanya tadi. Yang ini sudah instruksikan kepada pegawai Bea Kepala Kantor-Red) tadi saya
benar dan ini perannnya cukup dan Cukai dalam rangka katakan kepada mereka saya sudah
besar, ngapain lagi terlampau kita melaksanakan tugas pelayanan, meminta untuk menandatanganai
pusing-pusing musti gini musti gitu. untuk dilarang melakukan pungutan- kode etik dan mereka harus komit
pungutan apapun. Itu yang utama terhadap kode etik itu. Artinya kalau
Kalau begitu apa pesan bagi mereka. Memang tidak ada ada pegawai yang masih melakukan
bapak untuk para pengguna semacam kontrak, tapi kita kan tindakan-tindakan yang melanggar
jasa ? punya kode etik, jadi kepada mereka kode etik tersebut, harus diberikan
Yang jelas kepada para saya anggap sudah menandatangani suatu sanksi yang tegas atau sanksi
pengusaha kita harapkan mereka itu kode etik. Berarti kalau mereka disiplin yang tegas dan mereka harus
menjadi wajib pajak yang patuh, melakukan pelanggaran berarti terima itu.

EDISI 369 AGUSTUS 2005 WARTA BEA CUKAI 21


PERISTIWA

KEJURWIL II INKADO SUMATERA-JAWA


Jawa Barat Juara Umum
Selama tiga bulan digembleng dengan jadwal latihan yang padat, akhirnya membuahkan hasil
yang maksimal, menjadi juara umum di Pekanbaru pada kejuaraan wilayah II Inkado Sumatera-
Jawa, merupakan juara umum pertama bagi Jawa Barat sejak korda (koordinator daerah) ini
terbentuk dan dibina oleh Bea dan Cukai.

T
idak sia-sia menurunkan altet berbagai kelas, seperti KATA, Komite Lebih lanjut Agustinus mengatakan,
yang 60 persen masih belum pemula, Kadet, hingga Komite senior. timnya yang secara penuh didukung
memiliki pengalaman Kejuaran yang berlangsung di oleh Kepala Kantor Wilayah V DJBC
bertanding, namun dengan persiapan gelanggang olah raga Tribuana Bandung, Drs. Endang Tata yang
yang cukup matang dan melihat Pekanbaru, 1 hingga 3 Juli ini, dan sekaligus bertindak sebagai pelindung
kemampuan dari para atlet, akhirnya dibuka oleh ketua dewan guru Inkado, dan penasehat Inkado Korda Jabar,
Inkado korda Jawa Barat berhasil GA. Pesik yang juga disaksikan lang- dalam pertandingan tersebut tidak
meraih gelar juara umum. Kejuaran sung oleh guru besar Inkado sekaligus memandang lemah lawan-lawannya
karete se-Sumatera-Jawa ini, pendiri Inkado, Prof. Dr. Baud Ade dari provinsi lain, ini terbukti masih
merupakan ajang yang cukup Kusumo, merupakan ajang persiapan banyak atletnya yang kalah dalam
bergengsi dan menjadi acuan bagi para korda baik untuk menghadapi ke- pertandingan selain melawan tim dari
masing-masing korda untuk juaran nasional Inkado, maupun kejua- dua provinsi tersebut.
mempersiapkan atletnya pada ran nasional lainnya yang dalam waktu Kejuaran yang berlangsung cukup
kejuaran nasional mendatang. dekat ini akan segera dilaksanakan. sportif ini akhirnya dimenangkan oleh
Inkado korda Jabar yang Menurut Ketua Korda Inkado Jawa Jawa Barat sekaligus keluar sebagai
menurunkan 46 altetnya, pada awal- Barat, Agustinus Joko Pinandjoyo, juara umum dengan meraih 13 medali
awal pertandingan sudah terlihat yang juga merupakan kepala Seksi emas, 12 perak, dan 9 perunggu,
menguasai jalannya pertandingan, Pencegahan Kantor Wilayah V DJBC sedangkan diurutan kedua jatuh pada
dimulai dengan kelas KATA perorangan Bandung. Timnya memang kontingen Sumatera Barat dengan
pada hari pertama, Jabar langsung menargetkan untuk menjadi juara selisih medali yang cukup jauh dari
meraih 5 medali emas sekaligus. umum pada kejuaran ini, untuk itu kontingen Jawa Barat.
Sementara saingan terberatnya yaitu latihan yang dijalaninya pun cukup Kejurwil II yang berlangsung tiga
korda Sumatera Barat dan tuan rumah berat, yaitu selama tiga bulan, dengan hari tersebut, akhirnya ditutup oleh,
Riau Daratan, juga terus membayang- jadwal latihan yang cukup padat. ketua Inkado Korda Sumatera Utara
bayangi dalam perolehan medali. ”Kita melihat tuan rumah dan yang mewakili guru besar Inkado.
Kejuaran yang diikuti oleh tujuh Sumatera Barat menjadi saingan yang Dalam kata sambutannya, beliau
keguruan Inkado di Sumatera-Jawa, cukup tangguh, karena Sumatera Barat mengatakan kejurwil II akan diperlebar
yaitu Sumatera Utara, Riau Daratan, tahun lalu menjadi juara umum dan lagi dengan menambah kontingen dari
Batam, Sumatera Barat, Sumatera biasanya tuan rumah juga telah Kalimantan dan kejuarannya akan
Selatan, Lampung, dan Jawa Barat, mempersiapkan atletnya dengan sebaik berlangsung pada tahun 2007 di
memperebutkan 40 medali dari mungkin,””ujar Agustinus. provinsi Lampung. adi
WBC/ADI

JUARA UMUM. Dengan persiapan yang cukup matang akhirnya Korda Jawa Barat keluar sebagai juara umum pada kejuaran wilayah II Sumatera-
Jawa di Pekanbaru.

22 WARTA BEA CUKAI EDISI 369 AGUSTUS 2005


KONSUL TASI
Kepabeanan & Cukai
Dengan ini kami informasikan agar setiap surat pertanyaan yang masuk ke Redaksi Warta Bea Cukai
baik melalui pos, fax ataupun e-mail, agar dilengkapi dengan identitas yang jelas dan benar. Redaksi
hanya akan memproses pertanyaan-pertanyaan yang diajukan dengan menyebutkan identitas dan
alamat yang jelas dan benar. Dan sesuai permintaan, kami dapat merahasiakan identitas anda.
Demikian pemberitahuan ini kami sampaikan, atas perhatiannya kami ucapkan terimakasih. Redaksi

HASIL TEMBAKAU DI LUAR PABRIK


Dengan Hormat, diharapkan dengan makin berkembangnya kegiatan nantinya
Kami ingin mengajukan beberapa pertanyaan yang berkenaan akan berubah menjadi lokasi baru dari suatu pabrik Hasil
dengan pembuatan hasil tembakau di luar Pabrik. Tembakau;
Dalam Pasal 15 ayat (1) Undang-Undang Nomor 11 Tahun 1995 - Berdasarkan pengertian tersebut di atas dapat disimpulkan
tentang Cukai disebutkan bahwa pembuatan barang kena cukai bahwa pembuatan Hasil Tembakau di rumah tinggal atau
berupa hasil tembakau dapat diijinkan dilakukan di luar Pabrik dan bangunan milik pengusaha pabrik adalah dimungkinkan untuk
merupakan tanggung jawab pengusaha pabrik yang bersangkutan, dilakukan, dengan syarat bangunan rumah tinggal atau
dan pada ayat (2)-nya disebutkan bahwa pelaksanaan Pasal 15 ayat bangunan milik pengusaha pabrik Hasil Tembakau tersebut
(1) diatur lebih lanjut oleh Menteri. diubah peruntukannya dari rumah tinggal menjadi Brak. Oleh
Pada penjelasannya disebutkan bahwa ketentuan pada Pasal 15 karena itu bangunan tersebut tidak boleh digunakan sebagai
ayat (1) memberi kemungkinan kepada Pengusaha Pabrik hasil tempat tinggal lagi dan harus terpisah dari tempat tinggal
tembakau yang telah diberi ijin (dalam hal ini telah memiliki (sebagaimana ketentuan persyaratan pendirian pabrik Hasil
NPPBKC) untuk membuat hasil tembakau di luar pabrik dengan Tembakau);
seijin Menteri.
2. Persyaratan yang harus dipenuhi oleh pengusaha pabrik Hasil
Pertanyaan : Tembakau untuk memproduksi Hasil Tembakau di luar Pabrik
1. Apa yang dimaksud dengan pengertian “di luar Pabrik”. Apakah adalah mengacu pada persyaratan pendirian Pabrik Hasil
membuat hasil tembakau di rumah atau bangunan milik Tembakau, yaitu mengajukan permohonan (PMCK-6) yang
Pengusaha Pabrik yang lokasinya terpisah atau tidak menjadi ditujukan kepada Menteri Keuangan c.q. Direktur Jenderal Bea
satu dengan pabrik yang bersangkutan termasuk dalam dan Cukai melalui Kepala Kantor Wilayah DJBC serta melalui
pengertian di luar Pabrik. Kepala Kantor Pelayanan Bea dan Cukai yang dilampiri dengan :
2. Syarat-syarat apa saja yang harus dipenuhi oleh Pengusaha - Fotokopi Surat Ijin Mendirikan Bangunan dengan peruntukan
Pabrik apabila akan membuat hasil tembakau di luar Pabrik. bangunan adalah untuk tempat memproduksi Hasil Tembakau;
3. Apabila seorang Pengusaha Pabrik hasil tembakau yang telah - Fotokopi Surat Ijin Gangguan Berdasarkan Undang-undang
memiliki ijin (NPPBKC) kedapatan telah membuat hasil HO;
tembakau di rumah atau bangunan miliknya sedangkan ijin - Fotokopi Surat Ijin/Rekomendasi dari Dinas Tenaga Kerja;
Menteri belum ada, apakah ada sanksi yang dapat dikenakan (masing-masing fotokopi surat ijin tersebut di atas harus
kepada Pengusaha Pabrik yang bersangkutan. Dalam Undang- dilegalisasi oleh instansi yang menerbitkannya)
Undang Nomor 11 tahun 1995 tentang Cukai tidak ditemukan - Surat Pernyataan Pembukuan sesuai Standar Akuntansi
pasal-pasal yang mengatur mengenai pengenaan sanksi yang Keuangan yang berlaku;
berkaitan dengan pelanggaran Pasal 15 ayat (1) tersebut. - Berita Acara Pemeriksaan Lokasi oleh Pejabat KPBC yang
mengawasinya;
Demikian kami sampaikan dan atas perhatiannya kami haturkan
terima kasih. 3. Karena memproduksi Hasil Tembakau di luar pabrik substansinya
adalah “kegiatan memproduksi”, maka bagi pengusaha pabrik
Hormat kami, Hasil Tembakau yang memproduksi Hasil Tembakau di luar
JUSUF HILMI KPBC Kediri pabrik tanpa memiliki ijin dapat dikenai :
- Pasal 14 ayat (7) Undang-undang No. 11 Tahun 1995 tentang
Tanggapan : Cukai, dengan ancaman sanksi administrasi denda paling
Sehubungan dengan pertanyaan mengenai pembuatan hasil banyak Rp 100.000.000, karena melakukan kegiatan produksi
tembakau di luar pabrik, dengan ini disampaikan jawaban sebagai tanpa ijin (catatan : apabila pelanggaran tersebut tidak
berikut : menimbulkan kerugian negara);
1. Pengertian “di luar pabrik”: - Ancaman pencabutan NPPBKC sesuai pasal 14 ayat (4) huruf
- Sesuai dengan SE-23/BC/2001 tanggal 1 Agustus 2001 c, sebagai sanksi administratif tambahan, karena persyaratan
tentang Pembuatan Hasil Tembakau di Luar Pabrik, pengertian perijinan sudah tidak lagi dipenuhi sehubungan dengan
“di luar pabrik” adalah tempat pembuatan Hasil Tembakau pengusaha tidak mengajukan permohonan ijin, yang dilengkapi
yang bukan merupakan pabrik Hasil Tembakau dan/atau bukan dengan surat-surat ijin dari instansi yang terkait, atas lokasi
bagian integral dari pabrik Hasil Tembakau, yang adalah pembuatan Hasil Tembakau di luar pabrik tersebut;
pelaksanaan teknis sehari-hari disebut sebagai “Brak” atau - Pasal 50 Undang-undang No. 11 Tahun 1995 tentang Cukai,
“tempat usaha lain yang disamakan dengan Brak seperti dengan ancaman hukuman penjara maksimal 4 tahun dan
KUD”. Pengertian di luar pabrik dalam pasal 15 Undang- denda paling banyak 10 kali nilai cukai yang seharusnya diba-
undang Cukai dan penjelasannya tidak boleh ditafsirkan lain yar apabila kegiatan produksi di luar pabrik tersebut meng-
(misalnya ditafsirkan sebagai pembuatan Hasil Tembakau di akibatkan timbulnya kerugian negara yang berupa tidak diteri-
pabrik Hasil Tembakau lainnya). Kegiatan produksi yang manya pungutan cukai yang seharusnya menjadi hak negara.
diperbolehkan adalah mulai dari tembakau siap giling sampai
dengan pelintingan, sedangkan proses pengemasan untuk Demikian disampaikan
penjualan eceran dan pelekatan pita cukai dilakukan di pabrik Direktur Cukai
Hasil Tembakau asal;
- Brak yang bukan merupakan bagian integral dari pabrik Hasil Erlangga Mantik
Tembakau, pada hakekatnya bersifat sementara, akan tetapi NIP 060044479

EDISI 369 AGUSTUS 2005 WARTA BEA CUKAI 23


SEKRETARIAT

Sekretaris DJBC, Drs. Thomas Sugijata

“Masalah Utama yang Dihadapi DJBC Saat Ini Adalah


Dari Sisi Citra Dibanding Sisi Kinerja”
Masih segar di ingatan, pada akhir bulan Juni 2005, hampir seluruh media massa memberitakan soal
praktek pungli di Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC). Berita yang diawali oleh pernyataan ketua
Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat – Universitas Indonesia (LPEM-UI), Chatib Basri yang
mengatakan terjadi pungutan liar (pungli) oleh DJBC sebesar Rp 7,1 triliun, didasarkan atas penelitian
lembaga tersebut terhadap para pengguna jasa di lima kota besar, Medan, Jakarta, Semarang, Surabaya,
dan Makassar pada priode bulan April hingga Juni 2005.
Berita besar yang menjadi topik utama di media massa dalam beberapa hari tersebut, memang sangat
mengejutkan semua pihak, tidak hanya pihak luar, termasuk khususnya di interen DJBC. Beberapa pegawai
merasa kecewa karena begitu banyaknya pihak yang langsung mendiskreditkan DJBC sebagai instansi
pemerintah yang terkorup di negeri ini.
Tidak hanya itu, dalam lingkungan pegawai sendiri terjadi suatu pertanyaan besar baik oleh keluarga
maupun lingkungan tempat tinggal. Beberapa pegawai mengaku masalah tersebut menjadi bahan
pertanyaan oleh orang tua maupun putra-putrinya.
Untuk mengklarifikasi pemberitaan yang banyak muncul di media massa, pihak DJBC melakukan
pertemuan dengan LPEM-UI pada 1 Juli 2005 dengan maksud mendiskusikan hasil survei yang dibuat
sambil memberikan masukan dari sisi kinerja bea cukai selama ini. Bagaimana sebenarnya hasil pertemuan
tersebut dan bagaimana DJBC menyikapi sorotan-sorotan yang selama ini ditujukan, serta langkah-langkah
apa yang dilakukan untuk menjawab masalah pungli yang dimaksud, WBC mewawancarai Sekretaris
Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, Drs. Thomas Sugijata yang hadir dalam pertemuan dengan LPEM-UI.
Berikut hasil wawancaranya :

Akhir bulan Juni 2005, DJBC penjelasan-penjelasan yang adalah range-nya bisa antara US $
untuk kesekian kali, dikejutkan disampaikan oleh DJBC. 0 s.d. US $ 800 million.
oleh pemberitaan media massa Penjelasan-penjelasan tersebut
terkait dengan hasil survei/ merupakan bahan informasi yang Bagaimana tanggapan Bapak
penelitian yang dilakukan oleh berguna bagi LPEM-UI untuk mengenai maraknya
LPEM-UI. Bagaimana tanggapan menyempurnakan laporan hasil pemberitaan media massa
Bapak mengenai hal ini? penelitian selanjutnya. tentang DJBC akhir-akhir ini?
Karena DJBC baru mengetahui B. pimpinan LPEM-UI menyatakan Memang, apabila kita perhatikan,
hasil survey itu sebagian besar melalui bahwa survei tersebut sebenarnya DJBC adalah salah satu instansi
media massa, maka Direktur Jenderal dalam rangka monitoring iklim pemerintah yang banyak mendapat
telah menyampaikan surat kepada investasi di Indonesia dan bukan sorotan dari masyarakat. Terlepas dari
LPEM-UI untuk mengadakan merupakan survei khusus tentang isinya baik yang positif maupun negatif,
pertemuan dalam rangka pendalaman kepabeanan. Dengan demikian, harus diakui bahwa hal tersebut adalah
hasil survey tersebut. permasalahan kepabeanan salah satu konsekuensi dari tuntutan
Pertemuan tersebut telah merupakan bagian kecil dari objek perubahan (reformasi) yang terjadi saat
terselenggara pada tanggal 1 Juli 2005 penelitian secara keseluruhan. ini.
yang dihadiri oleh jajaran DJBC serta C. hasil survei tersebut sebenarnya Sebagaimana dimaklumi, tuntutan
pimpinan dan Tim Peneliti LPEM-UI. masih preliminary result. Dengan reformasi saat ini adalah keharusan
Pada pertemuan tersebut, jajaran DJBC adanya pertemuan ini, penjelasan- pelaksanaan prinsip-prinsip good
pada dasarnya menyampaikan terima penjelasan dan masukan-masukan governance dalam pelaksanaan
kasih atas survei yang dilakukan dalam DJBC diharapkan dapat birokrasi pemerintah, seperti
rangka melakukan pemantauan dan mempertajam final report yang akan transparansi (keterbukaan),
penilaian terhadap kinerja DJBC. Selain dibuat kurang lebih 6 (enam) bulan akuntabilitas, partisipasi seluruh elemen
itu, DJBC juga memberikan masukan- ke depan. masyarakat, keadilan dan kemandirian.
masukan terutama yang terkait dengan D. Pimpinan LPEM-UI juga Untuk masa saat ini upaya peningkatan
prosedur pelayanan dan release time menyatakan bahwa dengan survei akuntabilitas pelaksanaan birokrasi
(waktu penyelesaian barang) serta ini sama sekali tidak ada maksud pemerintah tersebut antara lain
berbagai hal yang terkait dengan LPEM-UI untuk mendiskreditkan diwujudkan dengan adanya
pengertian clearance barang impor. DJBC, namun statement LPEM-UI pengawasan baik dari sisi formal
Sementara itu, pada pertemuan “could be as much as US $ 800 (dilakukan oleh lembaga yang secara
tersebut pimpinan LPEM-UI million” telah diterjemahkan formal ditugaskan) maupun informal
menyampaikan beberapa hal sebagai seakan-akan terjadi un official (mengacu suatu bentuk mekanisme
berikut: payment sebesar US $ 800 million, pengawasan yang dilakukan oleh
A. bahwa mereka sangat menghargai padahal yang dimaksud LPEM-UI masyarakat, lembaga independen dan

24 WARTA BEA CUKAI EDISI 369 AGUSTUS 2005


EDISI 369 AGUSTUS 2005 WARTA BEA CUKAI 25
SEKRETARIAT

media massa), sebagaimana halnya Untuk mereduksi hal-hal negatif prosedur, sebenarnya DJBC sudah
hasil survei/penelitian LPEM-UI yang sebagaimana saya sebutkan, mengambil langkah-langkah sistemik
diekspos oleh media massa tersebut. sebenarnya DJBC telah melakukan yaitu dengan pengembangan sistem
Sorotan-sorotan dari masyarakat berbagai upaya maksimal. Upaya- dan prosedur yang mampu
tersebut, apabila kita perhatikan, lebih upaya ini secara simultan tidak hanya memfasilitasi perdagangan,
banyak menyoroti mengenai masalah bertujuan untuk mengatasi masalah memberikan kemudahan kepada
perilaku aparat dibanding masalah perilaku aparat, tetapi lebih jauh dari itu pelaku usaha, meningkatkan kepatuhan
kinerja. Dari sini sebenarnya kita bisa yaitu dalam rangka pencapaian fungsi pelaku usaha, mempersingkat proses
memperoleh gambaran bahwa masalah DJBC sebagai trade facilitator, industrial pengeluaran barang dan mengurangi
utama yang dihadapi oleh DJBC saat assistance, revenue collector dan kontak langsung antara aparat DJBC
ini adalah dari sisi “citra” dibanding sisi community protector. Pada intinya dengan pengguna jasa. Beberapa
“kinerja”. upaya-upaya tersebut antara lain upaya yang telah dilakukan antara lain:
Berkaitan dengan masalah “citra” bertujuan untuk: a. penerapan sistem risk manage-
yang berhulu pada perilaku aparat l meningkatkan integritas, ment; self assesment; dan post
tersebut, dapat dijelaskan bahwa kedisiplinan dan profesionalisme clearance audit yang sistemnya
karakteristik tugas yang harus aparat; senantiasa diperbaharui;
dilaksanakan oleh aparat DJBC sangat l menciptakan etos, budaya serta b. penerapan Sertifikat Registrasi
rentan untuk terjadinya pungutan- iklim kerja yang mengedepankan Pabean (SRP);
pungutan tidak resmi. Namun demikian, unsur pelayanan; c. peningkatan kegiatan intelijen;
sebagaimana pepatah “tidak ada asap l memperbaiki sistem dan prosedur d. penerapan sistem pertukaran data
tanpa api”, maka hal ini dapat terjadi sehingga dapat sesuai dengan secara elektronik (PDE/EDI) dan
karena adanya andil dua pihak yang standar kepabeanan Internasional; pengembangan e-government di
sama-sama mempunyai kepentingan dapat meminimalisir frekuensi bidang kepabeanan dan cukai.
masing-masing. Secara normatif, pertemuan antara aparat DJBC Penerapan pelayanan kepabeanan
memang hal ini tidak akan terjadi dengan pelaku usaha; dapat yang didukung teknologi informasi
apabila kedua belah pihak, yaitu aparat mempersingkat tenggang waktu (e-government) menunjukkan
DJBC dan pelaku usaha, mempunyai pengeluaran barang; dan dapat kesungguhan DJBC untuk benar-
integritas dan kepatuhan hukum yang benar serius dalam meningkatkan
dapat dipertanggungjawabkan. Tetapi, kualitas pelayanan. Dengan
kondisi real-nya tidaklah sehitam putih
itu. PIMPINAN LPEM-UI penerapan e-government, DJBC
dapat memberikan pelayanan tanpa
Sebagai contoh: apabila pada suatu MENYATAKAN kertas (paperless), tanpa antrian
pengimporan semua ketentuan/
peraturan/prosedur dan kondisi ideal SURVEY INI SAMA (queless), tanpa biaya tinggi
(costless), sekaligus mengurangi
(adanya integritas dan kepatuhan SEKALI TIDAK ADA kontak langsung dengan aparat,
hukum) telah terpenuhi, namun di sisi
lain importir karena alasan-alasan MAKSUD LPEM-UI sehingga kualitas pelayanan dapat
dipercepat dan ditingkatkan.
ekonomis menginginkan barang UNTUK e. amandemen Undang-Undang
miliknya dapat segera dikeluarkan dari
pelabuhan secepatnya - untuk MENDISKREDITKAN Kepabeanan, yang antara lain
merupakan solusi DJBC atas
mengurangi biaya penumpukan dan DJBC. tuntutan masyarakat terkait dengan
resiko yang mungkin timbul antara lain praktek penyelundupan dan
rusak, hilang dsbnya - maka potensi akuntabilitas/pertanggung jawaban
timbulnya “kesepakatan” antara kedua mengurangi potensi terjadinya profesional dari aparat DJBC dalam
belah pihak mungkin terjadi. pungutan tidak resmi oleh aparat; pelaksanaan tugasnya;
Lalu, hal ini secara rutin dijadikan l meningkatkan kepatuhan pelaku f. pemberian dan perluasan fasilitas
sebagai komponen cost bagi pelaku usaha; kepabeanan, misalnya: jalur
usaha dalam pengurusan l memperluas kemudahan dan prioritas; fasilitas KITE; keringanan
kepabeanannya, dan pengeluaran ini fasilitas kepada pelaku usaha; dan pembebasan BM atas komoditi-
selalu disebutkan oleh pelaku usaha l memperluas partisipasi masyarakat komiditi tertentu; pemeriksaan
apabila ada pertanyaan-pertanyaan dan pelaku usaha dalam penentuan selektif melalui random sampling,
yang terkait dengan praktek-praktek kebijakan; risk assessment, profilling dan
pungutan tidak resmi. l memperketat sistem pengawasan. targetting, dan pemberian
Kondisi ini lebih diperparah apabila serangkaian fasilitas/kemudahan
melihat kenyataan bahwa tingkat Berdasarkan penjelasan yang saya bagi market forces, seperti: pre
kesejahteraan/renumerasi dan fasilitas maksudkan tersebut, dapat dilihat notification; rush handling;
bagi para aparatur di lapangan untuk bahwa upaya-upaya yang dilakukan vooruitslag; deferred/periodic
menunjang pelaksanaan tugas yang oleh DJBC tersebut setidaknya telah payment (pembayaran berkala);
sangat minim. Meskipun bukan menjadi mencakup 2 (dua) unsur yang terlibat, PEB berkala, dll; serta
alasan pemaaf, namun sebagaimana yaitu aparat DJBC dan pelaku usaha. g. deregulasi/penyederhanaan sisdur
opini, wacana, dan penelitian yang Secara garis besar, upaya-upaya kepabeanan dan cukai.
dilakukan oleh para pakar, hal ini sedikit yang dilakukan oleh DJBC tersebut
banyak mempunyai korelasi yang signi- dapat dibagi ke dalam 6 (enam) macam Kedua, dari sudut etos, budaya dan
fikan terhadap kemungkinan timbulnya bentuk perbaikan yaitu dari sudut: iklim kerja, dapat dijelaskan bahwa
pungutan tidak resmi oleh aparat. pertama: sistem dan prosedur; kedua : konsekuensi tugas utama DJBC
etos, budaya dan iklim kerja; ketiga: menyebabkan karakteristik
Sebenarnya langkah-langkah pembinaan SDM; keempat : pelaksanaan tugas DJBC mempunyai 2
apa saja yang telah dilakukan keterlibatan pelaku usaha; kelima : dimensi yang simultan yaitu pelayanan
oleh DJBC untuk memberantas saluran-saluran komunikasi; dan dan pengawasan. Namun demikian,
praktek KKN, pungutan liar keenam : sistem pengawasan. orientasi dari setiap pelaksanaan tugas
dan penyimpangan- DJBC dalam iklim reformasi saat ini
penyimpangan lainnya? Pertama, dari sudut sistem dan terus diupayakan pada peningkatan

26 WARTA BEA CUKAI EDISI 369 AGUSTUS 2005


kualitas pelayanan. Untuk mencapai penindakan terhadap pelanggaran pegawai baik di dalam negeri
orientasi ini, perlu diciptakan etos, di bidang kepabeanan dan cukai maupun luar negeri.
budaya dan iklim kerja yang kondusif, maupun kepada pegawai yang
yang antara lain dilakukan dengan: mempunyai integritas dan prestasi Keempat, dari sudut keterlibatan
a. Perubahan Nama Kantor Inspeksi tinggi. pelaku usaha:
Bea dan Cukai Menjadi Kantor d. Pemberian pengarahan-pengarahan Dalam era reformasi ini, DJBC
Pelayanan Bea dan Cukai: baik yang dilakukan oleh Direktur memandang pelaku usaha sebagai
l Sejak tahun 1998 yang Jenderal maupun pejabat-pejabat mitra kerja, baik dari sudut pelayanan
ditandai dengan penerbitan lainnya secara berjenjang baik maupun pengawasan. Sebagai upaya
surat Keputusan Menteri pengarahan dalam rapat-rapat kerja pemberantasan KKN, DJBC senantiasa
Keuangan Nomor: 32/KMK.01/ secara periodik maupun memberikan himbauan kepada
1998 tentang Organisasi dan pengarahan langsung kepada asosiasi/masyarakat usaha agar tidak
Tata Kerja Direktorat Jenderal pejabat/pegawai DJBC di pusat dan memberikan secara langsung maupun
Bea dan Cukai, nama Kantor daerah; tidak langsung sesuatu dalam bentuk
Inspeksi Bea dan Cukai telah e. Secara terus menerus menerbitkan apa pun berkaitan dengan pelayanan
diubah menjadi Kantor serangkaian peraturan/instruksi/ kepabeanan dan cukai di luar
Pelayanan Bea dan Cukai perintah dalam rangka konsistensi ketentuan yang berlaku. Sebaliknya,
untuk semakin mendekatkan upaya penegakan disiplin dan DJBC juga meminta kepada pelaku
DJBC dengan masyarakat hukum, misalnya penerbitan: usaha agar dalam pengurusan
pengguna jasa kepabeanan. Keputusan Menteri Keuangan kepabeanan dan cukai dilakukan
b. Penetapan Visi, Misi, Strategi dan Nomor 515/KMK.04/2002 tentang dengan jujur dan sesuai dengan
Lima Komitmen Harian DJBC: Kode Etik dan Perilaku Pegawai ketentuan yang berlaku, sehingga bibit-
l Dewasa ini kecenderungan DJBC; Instruksi Direktur Jenderal bibit tumbuhnya keinginan menyimpang
organisasi modern adalah Nomor INS-02/BC/2004 tentang baik dari pihak pelaku usaha maupun
dengan menerapkan prinsip- Pemantapan Pelaksanaan Kode dari pihak aparat DJBC dapat ditekan
prinsip Total Quality Mangement Etik dan Perilaku Pegawai DJBC; sedini mungkin.
(TQM), di mana filosofi TQM ini surat Direktur Jenderal Nomor SR- Di lain pihak, pelaku usaha pun
selalu ditujukan utnuk 62/BC/2004 tentang Upaya dilibatkan dalam proses pengambilan
kepentingan masyarakat yang kebijakan. Deregulasi-deregulasi
dilayaninya. Salah satu praktek peraturan/prosedur kepabeanan dan
TQM tersebut adalah dengan
menetapkan visi dan misi suatu DARI WEBSITE, cukai dilakukan dengan memperhatikan
masukan dari masyarakat usaha.
organisasi. SELAMA TAHUN Kualitas pelayanan serta hubungan
l Dalam rangka mengadopsi
prinsip TQM tersebut dan 2004 TELAH yang baik dengan market forces juga
senantiasa ditingkatkan. Hal-hal
untuk mengoptimalkan DITERIMA LEBIH tersebut dicapai dengan melalui
pencapaian tugas pokok,
Direktorat Jenderal Bea dan
KURANG 22 prosedur-prosedur kepabeanan yang
jelas dan transparan, pertemuan-
Cukai telah menetapkan visi, PENGADUAN. pertemuan yang reguler antara DJBC
misi, strategi dan lima dengan importir, eksportir, customs
komitmen harian sebagai brokers (PPJK), freight forwarders
acuan setiap aparat Bea dan pemberantasan KKN dan (agen pelayaran) serta pengusaha
Cukai dalam melaksanakan penyimpangan lainnya yang dapat pengelola pelabuhan/bandara, bahkan
tugasnya sehingga terdapat merugikan keuangan negara; sampai pada tingkat sesi-sesi latihan
kesamaan pandang, persepsi Instruksi Direktur Jenderal Nomor gabungan atau seminar-seminar.
dan gerak langkah dalam INS-01/BC/2005 tentang Dengan perkataan lain DJBC berupaya
mencapai tujuan organisasi. Peningkatan upaya pengawasan untuk menghilangkan kesan bahwa
dan pembinaan pegawai di DJBC tidak berhasil memberikan
Ketiga, dari sudut pembinaan lingkungan DJBC; dll. informasi yang diperlukan kepada
SDM : f. Pembuatan penetapan kinerja masyarakat bisnis.
Sebagaimana dipaparkan, inti (“kontrak politik”) bagi Direktur
permasalahan yang dihadapi oleh Jenderal dan pejabat eselon II di Kelima, dari sudut saluran-saluran
DJBC saat ini adalah masalah lingkungan DJBC sebagai komunikasi:
perilaku aparat. Perlu diketahui pernyataan komitmen yang Dalam rangka pemberantasan KKN,
bahwa DJBC senantiasa berusaha mempresentasikan tekad dan janji upaya lain yang dilakukan oleh DJBC
meningkatkan kualitas sumber daya untuk mencapai kinerja yang jelas adalah dengan menyediakan saluran-
manusianya baik dari segi dan terukur dalam rentang waktu saluran komunikasi berupa penyediaan
kemampuan maupun integritas. satu tahun (sesuai SE Menpan akses informasi dan saluran khusus
Khusus untuk pemberantasan KKN, Nomor SE/31/M.PAN/12/2004). pengaduan.
upaya-upaya yang dilakukan antara Sedangkan upaya-upaya DJBC mempersilahkan masyarakat
lain: yang dilakukan untuk mencetak dan pelaku usaha untuk menyampaikan
a. Program peningkatan integritas SDM-SDM yang profesional dan informasi dan/atau pengaduan tentang
pegawai baik secara represif mempunyai kemampuan tinggi praktek KKN, pungli atau
maupun prefentif; antara lain dilakukan dengan: penyimpangan-penyimpangan lainnya.
b. Pemberian sanksi yang tegas bagi a. Penerimaan pegawai dari jalur Ada beberapa saluran komunikasi yang
aparat yang melakukan akademi (STAN/Prodip dan dapat digunakan, antara lain melalui:
pelanggaran baik pelanggaran Umum) maupun sarjana; a. Surat;
disiplin maupun pelanggaran b. Program promosi dan mutasi b. Kolom “surat pembaca” pada media
prosedur kebeacukaian; yang terus disempurnakan massa;
c. Pemberian insentif berupa ganjaran menuju sistem yang ideal; c. Hotline telepon (Nomor: 021-
terhadap pegawai yang berhasil c. Pelatihan-pelatihan/training 4897777);
melakukan pencegahan dan untuk meningkatkan kualitas d. Webiste (www.beacukai.go.id);

EDISI 369 AGUSTUS 2005 WARTA BEA CUKAI 27


SEKRETARIAT

e. Komite Kode Etik; bersama untuk memberantasnya. konstruktif, harus ditanggapi dengan
f. Ombudsman; Bagaimanapun bagusnya sistem pikiran yang jernih dan positif (tidak
g. Unit Inspektorat Investigasi. dibangun, semua kembali berpulang berprasangka negatif). Bagaimanapun,
kepada yang menjalankan atau dengan hal ini dapat dijadikan sebagai bahan
Perlu disampaikan bahwa informasi/ kata lain man behind the gun. introspeksi untuk perbaikan di masa
pengaduan yang dilakukan melalui Namun demikian, memang tidak yang akan datang. Dengan melakukan
media-media tersebut di atas saat ini adil rasanya apabila kita meletakkan dialog dan diskusi dengan pemberi
telah berjalan. Sebagai contoh: dari kesalahan sepenuhnya kepada aparat informasi, kita bisa memberikan
website, selama tahun 2004 telah DJBC. Seperti yang telah dijelaskan di penjelasan-penjelasan tentang kondisi-
diterima lebih kurang 22 pengaduan. atas, walaupun bukan menjadi alasan kondisi, kendala-kendala serta hal-hal
Demikian juga pengaduan yang pemaaf, namun tingkat kesejahteraan lain yang sebenarnya terjadi.
dilayangkan melalui surat (langsung aparat DJBC mempunyai andil sangat Di lain pihak, kita juga bisa
atau melalui media massa), sepanjang besar yang menyebabkan hal ini terus memperoleh informasi-informasi
tahun 2004 dan 2005 ini, terdapat 9 terjadi. Bisa dibayangkan, dengan berguna yang mungkin luput dari
surat pengaduan. Pengaduan- tingkat kesejahteraan yang sangat perhatian kita bersama. Pada akhirnya
pengaduan tersebut sudah minim, aparat DJBC harus berhadapan diharapkan akan lahir solusi yang
ditindaklanjuti secara hirarki melalui dengan kegiatan ekonomi yang merupakan hasil perenungan,
atasan langsung di mana kasus itu melibatkan perputaran dana yang penelitian dan evaluasi dari kedua
terjadi untuk diteliti kebenarannya dan sangat besar. belah pihak.
kalau terbukti benar diambil tindakan Sekali lagi bukan untuk mencari Informasi dari masyarakat yang
sesuai sanksi administrasi pembenaran, tetapi manusiawi jika ditindaklanjuti dengan dialog dan
kepegawaian yang diatur dalam PP 30 banyak aparat DJBC yang tergoda. diskusi, sebenarnya merupakan
Tahun 1980. Kondisi ini ditambah dengan kenyataan momentum yang sangat baik bagi kita
bahwa perilaku, tingkat kepatuhan untuk menyosialisasikan lingkup tugas,
Keenam, dari sudut sistem hukum serta kejujuran pelaku usaha kondisi real, kendala dan upaya-upaya
Pengawasan: pun belum cukup baik serta banyaknya yang telah kita lakukan. Dan kalau
Selain langkah-langkah di atas, pihak yang terkait dengan kegiatan memungkinkan, informasi dan
DJBC juga telah memperketat sistem kepabeanan dan cukai, merupakan “pembelaan” (berdasarkan kenyataan
pengawasan yang melibatkan aparat kendala dalam upaya pemberantasan sebenarnya, bukan hasil rekayasa)
terkait baik internal maupun eksternal, dapat diberikan oleh pihak luar (bukan
antara lain: dari DJBC), yang tentu saja isinya
a. Pembentukan Tim Operasi Citra
(tahun 2000); HADAPI SOROTAN- diharapkan lebih netral.
Dengan demikian, masyarakat,
b. Pembentukan Komite Kode Etik; SOROTAN pelaku usaha, media massa, LSM,
c. Pembentukan Unit Inspektorat
Investigasi; DENGAN CARA akademisi, peneliti dan para pemberi
informasi lainnya harus diperlakukan
d. Penerbitan MoU (nota YANG ELEGAN. dan dianggap sebagai kompatriot dan
kesepahaman) dengan Badan satu kekuatan bagi DJBC khususnya
Ombudsman dan badan-badan/ dalam upaya pemberantasan KKN dan
instansi lain; KKN dan pungutan tidak resmi di penyimpangan-penyimpangan lainnya
e. Pembentukan tim pemberantasan lingkungan DJBC. yang terjadi di lingkungan DJBC.
pungutan tidak resmi di pelabuhan Agar upaya ini dapat memperoleh Terakhir, perlu diingatkan kembali
yang unsur-unsurnya terdiri dari hasil seperti yang diharapkan, maka kepada seluruh aparat DJBC, bahwa
instansi penegak hukum terkait mau tidak mau diperlukan partisipasi pada awal masa pemerintahan
(antar departemen) melalui Tim dan sinergi dari seluruh stakeholders Presiden Bambang Soesilo Yudhoyono,
Koordinasi Peningkatan Arus kepabeanan dan cukai. Walaupun kunjungan pertama yang dilakukan oleh
Barang Ekspor dan Impor yang memang, pihak yang harus dibenahi Beliau salah satunya adalah ke DJBC.
dibentuk berdasarkan Keputusan terlebih dahulu adalah dari lingkungan Ini membuktikan bahwa instansi kita
Presiden Nomor 54 Tahun 2002; DJBC sendiri. Apabila kita telah berhasil mempunyai posisi dan peran yang
f. Mempersilahkan kepada para LSM/ mengatasi masalah dari dalam penting dan strategis dalam rangka
NGO, media massa dan asosiasi lingkungan DJBC sendiri, maka inisiatif- pencapaian kemajuan bangsa dan
untuk melakukan pengawasan inisiatif negatif dari pihak-pihak negara. Dengan demikian, gerak-gerik
terhadap perilaku aparat DJBC. eksternal mudah-mudahan dapat kita seluruh aparat DJBC akan selalu
tepiskan. dipantau oleh seluruh elemen/lapisan
Terakhir, adakah hal-hal atau Kembali kepada sorotan-sorotan masyarakat, dan sedikit saja kita
pesan-pesan lain yang ingin negatif yang ditujukan kepada DJBC, melakukan kesalahan, maka
disampaikan oleh Bapak dalam beberapa kesempatan Direktur pemberitaan media massa akan
berkaitan dengan Jenderal selalu memberikan arahan- kembali marak.
pemberitaan-pemberitaan arahan agar kita menanggapi sorotan- Citra negatif yang telah terlanjur
negatif tersebut? sorotan tersebut dengan cara-cara melekat di mata masyarakat harus
Sebagaimana disebutkan di awal yang elegan, yaitu dengan sedikit demi sedikit dihapus dan hal
bahwa masalah perilaku aparat ini mengedepankan dialog dan diskusi ini memerlukan kerja keras dari
sudah sangat sering menjadi sorotan untuk mencari solusi terbaik, bukan seluruh jajaran DJBC. Satu-satunya
masyarakat dan media massa. Bahkan dengan cara-cara yang defensif, jalan adalah dengan menerapkan
hal ini (sorotan-sorotan tersebut) telah menantang atau bahkan melakukan peraturan dengan semestinya.
berlangsung sejak dahulu kala. kick back (serangan balik). Inti dari Apabila kita menjalankan tugas
Sebagaimana yang telah disampaikan pertemuan DJBC dengan LPEM-UI sesuai dengan ketentuan - dalam
oleh Direktur Jenderal di media massa, adalah untuk maksud ini. batas-batas tertentu, di luar kondisi
kita tidak bisa menutup mata dan harus Pemberitaan-pemberitaan media darurat seperti penanganan untuk
mengakui bahwa praktek-praktek pungli massa dan informasi-informasi lain para korban bencana alam - pada
dan KKN di lingkungan DJBC masih tentang DJBC baik negatif maupun akhirnya masyarakat pula yang akan
terjadi. Ini menjadi tanggung jawab kita positif, baik destruktif maupun melakukan pembelaan.

28 WARTA BEA CUKAI EDISI 369 AGUSTUS 2005


INFO PEGAWAI

PEGAWAI PENSIUN
T.M.T 01 AGUSTUS 2005 PERIODE T.A 2005
NO. NAMA NIP GOL JABATAN KEDUDUKAN
0600

1. Drs. Abdurochman, MBA 34270 IV/c Kasubdit Kerjasama Dit. Kepabeanan


Internasional II Internasional
2. Suwito, SH 49140 IV/c Kasubdit Otomasi Sistem Dit. Informasi
& Prosedur Kepabeanan & Cukai
3. Rachman Natawidjaja, SE 64711 IV/b Kepala Kantor KPBC Tipe A Batam
4. Drs. Usman Rusmen, MM 34174 IV/b Kepala Seksi Keberatan Dit. PPKC
Banding II
5. Achmad Husni 57923 IV/a Kepala Seksi Dok. Kanwil VII DJBC
Kepabeanan & Cukai Surabaya
6. Wawan Sukiran 34194 IV/a Pegawai Diperbantukan Kanwil III DJBC
Palembang
7. Basri Muchtar 31997 IV/a Kepala Seksi Tempat KPBC Tipe A Khusus
Penimbunan II Tg. Priok I
8. Muhammad Amin Fauzie 35741 IV/a Kepala Seksi KPBC Tipe A
Kepabeanan IV Jakarta
9. Sutardjo 29735 III/c Pelaksana KPBC Tipe A Khusus
Tg. Priok II
10. Suherdjono 61719 III/c Korlak Administrasi KPBC Tipe A Batam
Penerimaan
11. Sanusi 28710 III/b Pelaksana KPBC Tipe C Mataram
12. Nasrial Bahri 45424 III/b Pelaksana KPBC Tipe A Batam
13. Hadi bin Sandimedjo 27837 III/b Pelaksana KPBC Tipe A Jakarta
14. Sabani 52224 III/b Pelaksana KPBC Tipe A Khusus
Soekarno-Hatta
15. Suwarno 41618 III/b Pelaksana KPBC Tipe A Khusus
Tg. Priok II
16. Bemby Suripto 40038 III/b Pelaksana KPBC Tipe A Khusus
Tg. Priok I
17. Haruna Siddiq 52294 III/a Pelaksana KPBC Tipe A Samarinda
18. Legiman 32477 II/d Pelaksana KPBC Tipe A Tg. Emas
19. Sukarman 52607 II/d Pelaksana KPBC Tipe A Tg. Balai
Karimun
20. Sunarjo 58299 II/d Pelaksana KPBC Tipe A Juanda
21. MHD. Nur 45254 II/d Pelaksana PSO Tipe A Tg. Balai
Karimun
22. Djamaluddin D 58460 II/b Pelaksana KPBC Tipe A Bitung
23. Abraham 45415 II/b Pelaksana KPBC Tipe A Tg. Balai
Karimun
24. Darmawi 58157 II/b Pelaksana KPBC Tipe A Teluk
Bayur

EDISI 369 AGUSTUS 2005 WARTA BEA CUKAI 29


CUKAI

Pentingnya Kenaikan
HJE Rokok
Besaran 15 persen dianggap cukup reasonable, dalam arti dapat terpenuhi upaya pemerintah
dalam meningkatkan penerimaan dibidang cukai tanpa mengganggu industri hasil tembakau (HT)
dalam rangka mengembangkan industrinya.

D
alam pengajuan APBN Perubahan Keuangan, Nomor 43/PMK.04/2005, dipenuhi dengan pinjaman. Karena
(APBNP), pemerintah mengajukan mengeluarkan kebijakan baru di bidang program pemerintah salah satunya akan
revisi target cukai untuk tahun 2005 cukai. Melalui Direktorat Cukai DJBC, menekan pinjaman serendah mungkin.
sebesar RP. 31, 4 triliun dari APBN yang ditetapkan kenaikan Harga Jual Eceran Untuk itu diputuskan penerimaan pajak
telah ditetapkan sebesar Rp. 28,9 triliun (HJE) sebesar 15 persen, sehubungan harus dinaikkan, termasuk cukai.
pada bulan September 2004 lalu. Hal ini adanya revisi melalui APBNP untuk Pemerintah memandang, selama dua
sehubungan dengan kepentingan menaikkan penerimaan cukai dari Rp. setengah tahun tidak pernah menaikkan
pemerintah untuk mendapat tambahan 28,9 Triliun menjadi Rp. 31,4 triliun. HJE dan sekarang pemerintah sedang
pendapatan APBN untuk menutupi (Ketentuan Mengenai Kenaikan HJE bisa membutuhkan tambahan penerimaan di
pembengkakan pada pengeluaran negara dilihat pada bonus WBC) bidang cukai, maka diambil kebijakan
yang disebabkan antara lain oleh Hal ini tentu cukup mengejutkan para dalam bentuk menaikkan HJE sebesar 15
kenaikan subsidi BBM dan dampak biaya pemain di bidang industri rokok karena persen. Setelah sebelumnya melakukan
bencana alam yang terjadi di tanah air. sebelumnya ada statement dari pemerin- perhitungan, maka besaran 15 persen
Dan tepatnya mulai 1 Juli 2005, tah bahwa tidak akan ada kenaikan, baik tadi dianggap cukup reasonable, dalam
pemerintah melalui Peraturan Menteri tarif cukai maupun HJE untuk tahun ini. arti dapat terpenuhi upaya pemerintah
FOTO : ISTIMEWA
Menurut Direktur Jenderal Bea dan dalam meningkatkan penerimaan
Cukai, Drs Eddy Abdurachman, kebijakan dibidang cukai tanpa mengganggu industri
pemerintah di bidang cukai dalam bentuk Hasil Tembakau (HT) dalam rangka
kenaikan HJE hasil tembakau terakhir mengembangkan industrinya.
dilakukan pada Nopember 2002. Selama Menurut Dirjen, kalau berbicara kebe-
itu tidak ada kebijakan-kebijakan yang ratan besaran tarif sebesar 15 persen dari
dilakukan pemerintah baik untuk yang diusulkan antara 5-10 persen, pada
menaikkan tarif cukai maupun HJE. prinsipnya, semua pihak pasti tidak mau
Karena pada waktu itu pemerintah jika rejekinya dikenai pajak, yang jelas
ingin memberikan kesempatan pada in- kebijakan pemerintah untuk menaikkan
dustri tembakau untuk melakukan restruk- HJE sekarang ini berlaku sama untuk
turisasi industri sehubungan dengan semua jenis HT, yaitu 15 persen.
kebijakan-kebijakan yang dilakukan Penetapan besaran itu rata, tidak ada
pemerintah sebelumnya untuk menaikkan satu pihak pun yang diistimewakan, diban-
HJE sampai empat kali yang akibatnya dingkan kebijakan-kebijakan sebelumnya
terjadi penurunan produksi, mulai tahun yang biasanya berbeda-beda. Misalnya
2000. Maka itu, akhirnya pemerintah untuk Sigaret Kretek Mesin Golongan I,
menjanjikan tidak akan menaikkan tarif. dinaikkan Rp.100/ batang, Golongan II
“Memang hasilnya positif, setelah kita naik Rp. 80/ batang, Golongan III naik Rp.
tidak mengambil kebijakan menaikkan 60/ batang. Sudah jelas dari sisi
HJE maupun tarif, ada kecenderungan persentasenya tidak rata. Begitu juga
produksi naik, sampai dengan2004 kema- untuk rokok putih masih dibedakan lagi.
rin naik mencapai kurang lebih 203 milyar “Nah.. kita tidak mau lagi mengambil
batang, dimana sebelumnya kurang lebih kebijakan seperti itu. Keputusan kali ini
190 miliar batang tahun 2003,” ujar Eddy. harus ditanggung bersama semua
Tetapi, lanjut Dirjen, pemerintah industri HT dengan flat kita tentukan 15
khususnya untuk tahun 2005 sampai 2006 persen,” ungkap Dirjen.
membutuhkan sekali adanya suatu pe-
ningkatan penerimaan perpajakan untuk TANPA KENAIKAN SULIT MENCAPAI
dapat memenuhi pengeluaran-pengeluar- TARGET
an pemerintah yang semakin besar, Diakui Dirjen, jika tidak dilakukan
seperti subsidi yang terus meningkat kenaikan HJE, memang sulit untuk
PREDIKSI. Setidaknya butuh waktu minimum seiring dengan kenaikan harga minyak. memenuhi target cukai berdasarkan
3-5 tahun sebagai dasar prediksi ke depan.
Karena persiapan stok bahan baku harus Disisi lain, pemerintah mengusahakan APBN Perubahan (ABPNP). Maka itu
memadai. Tembakau perlu stok tiga tahun dan agar pemenuhan kebutuhan pengeluaran setelah dilakukan perhitungan dan
cengkeh 1-2 tahun. anggaran tadi sedapat mungkin tidak disimulasikan, hasilnya, jika tidak ada

30 WARTA BEA CUKAI EDISI 369 AGUSTUS 2005


DOK. WBC
Atas kenaikan tersebut ada beberapa tanggapan dari asosiasi yang mewakili

○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○
para pengusaha rokok. Dari asosiasi pengusaha rokok putih, tanggapan datang
dari GAPRINDO, sedangkan dari rokok kretek datang dari GAPPRI. Berikut
tanggapan kedua ketua asosiasi tersebut.
○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○

Muhaimin Moeftie, Ketua GAPRINDO

“Tidak Menghendaki
Kenaikan yang Berlebihan”
K
WBC/ATS
etua Gabungan Produsen
Rokok Putih Indonesia
(GAPRINDO), Muhaimin
Moeftie memberikan tanggapannya
seputar kenaikan HJE tersebut.
Keadaan industri rokok khususnya
SUBSIDI. Untuk menunjang pemasaran pada rokok putih, menurut Muhaimin
umumnya harga jual pabrik jauh lebih rendah
dibanding harga benderol antara 20-35 persen Moeftie, saat ini masih sangat
dibawahnya. memprihatinkan karena masih terus
menurun penjualannya, itupun
peningkatan tarif maupun HJE, maka sudah dengan tidak ada kenaikan
usulan pemerintah dari APBNP 2005 selama dua tahun terakhir. Harapan
sebesar 31,4 triliun rupiah tidak akan tidak adanya kenaikan tahun ini
tercapai angka tersebut, apalagi tahun sebetulnya menjadi keinginan dari
2006 nanti ditargetkan kurang lebih pihaknya.
sampai 35 triliun rupiah. Kalaupun terpaksa akhirnya ada
Karena itu pemerintah mengambil kenaikan, paling tidak setinggi-
kebijakan tadi dimulai sejak Juli dengan tingginya tidak sampai 15 persen
tujuan bisa mencapai angka tersebut. karena masih terlalu berat bagi
Dengan adanya peningkatan HJE, maka pabrikan rokok putih. “Prinsip kami
potensi penerimaan sampai dengan tahun jika ada kenaikan sebaiknya jangan
2005 akan bisa mencapai kisaran 31,5 terlalu tinggi. Paling-paling sesuai
triliun sampai 32 triliun rupiah. dengan inflasi dan harga antara 5-
Mengenai besaran tarif yang telah 10 persen” ujar Muhaimin.
diputuskan, lanjut Dirjen, sebetulnya Kenaikan harga produk MUHAIMIN MOEFTIE. Pangsa pasar rokok putih
tidak ada keharusan pemerintah untuk tembakau (HJE) yang berlebihan, tahun 1998 masih sebesar 14 persen pada tahun
membicarakan bersama dengan lanjutnya, justru dapat 2004 menurun sampai hanya 7,4 persen.
pengusaha dalam menentukan tax menyebabkan penurunan volume
policy terutama dalam kaitannya dengan industri secara signifikan yang untuk menurunkan konsumsi rokok
penentuan pajak. Bagaiamanapun juga selanjutnya dapat berdampak pada juga tidak akan tercapai mengingat
kemenangan menentukan pajak ada di tidak tercapainya pendapatan cukai adanya dampak down trading sehingga
tangan pemerintah sepanjang itu pemerintah dan berkembangnya pengurangan volume yang terjadi akan
rasional dan tetap akan diperhitungkan. produk hasil tembakau illegal. disubtitusi oleh adanya produk-produk
Tidak mungkin kebijakan yang Sesungguhnya, lanjut Muhaimin, hasil tembakau yang illegal, yang mana
diterapkan merupakan hal yang jelek. GAPRINDO memahami pada saat ini sedang ditangani secara
“Jadi memang sengaja waktu itu kita kepentingan pemerintah untuk serius oleh pemerintah dan industri.
tidak terbuka pada mereka, karena mendapatkan tambahan
kalau dibicarakan nantinya akan timbul pendapatan, sehingga untuk DI BAWAH HARGA BANDEROL
polemik. Tapi pada detik-detik terakhir mencapai target tersebut kenaikan Industri rokok putih telah merasakan
sebelum kebijakan itu diputuskan men- harga tidak dapat dihindari, namun dampak dari kenaikan Harga Jual
teri keuangan sebetulnya kita sudah seyogyanya kenaikan ini dilakukan Eceran (HJE) yang dilakukan
berbicara dengan GAPPRI, artinya kita secara bertahap, tidak berlebihan pemerintah pada tahun-tahun yang lalu,
menerima masukan dari GAPPRI. Pada dan sesuai dengan inflasi. dimana pangsa pasar rokok putih pada
waktu itu kita bicara, kira-kira kalau Pihaknya juga percaya bahwa tahun 1998 masih sebesar 14 persen,
pemerintah akan menaikkan, berapa pemerintah tidak akan menaikkan pada tahun 2004 menurun sampai
sih menurut mereka, kalau menurut harga yang akan berdampak negatif hanya 7,4 persen.
mereka sesuai, kita dibica-rakan, oke terhadap pertumbuhan volume yang “Selama ini untuk menunjang
jalan. Jadi tidak benar kalau sama pada akhirnya dapat mempengaruhi pemasarannya, pada umumnya harga
sekali tidak dibicarakan,” lanjut dirjen. kesinambungan industri di masa jual pabrik jauh lebih rendah
Dirjen pun menegaskan bahwa mendatang. Sebab kenaikan harga dibandingkan dengan harga banderol,
untuk tahun 2006 mudah-mudahan yang berlebihan dapat menyebab- yaitu berkisar antara 20 sampai 35
tidak ada kenaikan, karena memang kan penurunan volume industri yang persen dibawahnya. Ini berarti bahwa
rencana kenaikan HJE ini diharapkan pada akhirnya target pendapatan selama ini pabrikan telah melakukan
bisa satu kali untuk menkover cukai tidak akan tercapai. subsidi”, ungkap Moeftie.
kebutuhan jangka panjang. ris Menurutnya, tujuan pemerintah Dengan berlakunya harga baru

EDISI 369 AGUSTUS 2005 WARTA BEA CUKAI 31


CUKAI
pada 1 Juli 2005 lalu, kini langkah yang MASA TRANSISI Ismanu Sumiran,

○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○
hanya bisa dilakukan GAPRINDO tidak Dalam ketentuan baru ini,
banyak. “Yaa mau apalagi, kita bisa apa pabrikan diberi kesempatan selama Ketua GAPPRI
? paling-paling kita melakukan lima bulan, terhitung mulai Juli
adjusment-adjusment yg tidak sampai Nopember untuk melakukan

“Minimal
mengagetkan konsumen. Kenapa sih transisi dimana batas waktu
kita agak keberatan 15 persen ? alasan pelekatan pita cukai HJE lama
kami hal itu akan memberatkan adalah tanggal 9 Agustus 2005 dan
konsumen karena kita kuatir konsumen
akan lari,” lanjut Muhaimin.
Kekhawatiran itu memang bisa
batas waktu pengembalian sisa pita
cukai HJE lama yang tidak habis
dilekatkan sampai batas waktu 3-5 Tahun
dimaklumi, sebab kegemaran orang
merokok pada umumnya ada pada
pelekatannya adalah tanggal 8
September 2005. Sedangkan batas Untuk
Prediksi
harga, brand image (merek) dan waktu peredaran hasil tembakau
cita rasa. Lantas jika harga rokok dalam negeri yang dilekati pita cukai
naik tinggi, ada beberapa HJE lama adalah tanggal 7

ke Depan”
kemungkinan yang terjadi, seperti Nopember 2005. Melihat hal itu ,
menghentikan konsumsi rokok atau lanjut Muhaimin, bisa jadi pabrikan
beralih ke harga yang lebih murah, akan mulai menaikkan harga
atau mengurangi konsumsi. perlahan-lahan secara bertahap,
Proses tersebut akan berjalan sampai pada akhir batas waktu
terus-menerus sampai akhirnya mulai diberlakukannya tarif baru.

C
terjadi pengalihan selera rokok ke Memang kebijakan yang ukup jelas bahwa
tingkat bawah (rokok dengan harga dikeluarkan pemerintah saat ini pendapatan cukai rokok
murah-red). Keadaan seperti ini dirasa memberatkan industri rokok, merupakan sumber penting
dikhawatirkan akan makin dan menurutnya hanya berorientasi bagi pemerintah, mengingat
menyuburkan tumbuhnya rokok- pada revenue. Mungkin saja industri besaran kontribusinya telah
rokok yang menggunakan banderol rokok akan lesu khususnya untuk mencapai 11 persen dari total
palsu maupun rokok polos. rokok putih, tetapi lepas dari kondisi penerimaan pemerintah. GAPPRI
Kalau kondisinya sudah demikian tidak menggembirakan ini nantinya (Gabungan Perserikatan Pabrik
bisa jadi justru target cukai susah tergantung pada situasi Rokok Indonesia) sebagai
tercapai karena rokok polos dan pita perkembangan ekonomi nasional. asosiasi yang representatif
cukai palsu yang sudah pasti tidak “Saat ini brand buying-nya (daya mewakili industri rokok kretek
membayar cukai marak beredar. beli terhadap merek tertentu) berpendapat secara umum atas
Disamping itu suburnya peredaran melemah, namun jika perekonomian kenaikan 15 persen HJE yang
rokok ilegal di pasaran bukan saja makin baik otomatis daya beli akan berlaku 1 Juli 2005 dengan
berasal dari produksi dalam negeri membaik,” ujar Muhaimin. kalimat “klasik” bahwa kebijakan
tetapi asal negara luar banyak Karena itu sebuah harapan pemerintah harus diamankan.
beredar, seperti rokok Marlboro palsu disampaikan kepada pemerintah. GAPPRI sebagai lembaga
yang masuk ke Indonesia dengan Mengingat naik turun atau hidup asosiasi yang menjadi bagian dari
cara diselundupkan. matinya industri hasil tembakau komponen bangsa, harus
Dampak dari kondisi tersebut tergantung pada kebijakan menyadari dan memiliki rasa
tentunya akan berimbas pada pemerintah yang dirasakan sangat kepedulian terhadap kepentingan
penurunan produksi, baik untuk krusial, maka pemerintah harus yang lebih besar dari amanat
golongan besar maupun menengah, konsisten dalam menetapkan rakyat serta siap menopang
dikarenakan daya beli lemah sebagai kebijakannya. keberhasilan program-program
akibat tingginya harga rokok . “Selama ini kebijakan pemerintah pemerintah.
GAPRINDO yang anggotanya masih dirasa kurang konsisten. Selama besaran kenaikan HJE
termasuk perusahaan-perusahaan Bagaimana tidak, sebelumnya 15 persen masih tersedia celah
rokok putih asing juga menghimbau pemerintah telah menjamin bahwa untuk menyiasati peluang pasar,
pemerintah untuk dapat menunjukkan tahun ini tidak ada kenaikan tarif, pengusaha dengan cara bertahap
pada dunia luar bahwa iklim investasi tapi nyatanya kenaikan terjadi juga,” dan persuasif akan menaikkan
di Indonesia selama ini bersifat tambahnya. harga transaksi. “Andaikata
kondusif baik dari sisi perundangan Kenyataan ini dirasa sangat menjadikan masalah, kami kira
maupun dari sisi bisnis. menyusahkan, karena dengan tidak akan menjadikan masalah
Di sisi lain, GAPRINDO kenaikan ini pabrikan belum sempat besar. Tentunya anggota GAPPRI
menegaskan bahwa perusahaan- membuat perencanaan atas dasar for sadar masalah apa saja yang
perusahaan anggotanya telah lama cash. Maka itu pihak pabrikan didalam industri ini akan selalu
bermitra dengan petani tembakau meminta pemerintah mempunyai ada, harapan GAPPRI agar
selama ini dengan mengacu pada kebijakan cukai yang konsisten mereka dengan arif dapat
asas saling membutuhkan dan saling jangka panjang agar punya menyikapi agar masalah tidak
menguntungkan yang berorientasi kesempatan melakukan perencanaan dijadikan persoalan, atau
pada kerjasama saat , baik untuk jangka panjang termasuk dipersoalkan,” lanjut Ismanu.
saat ini dan jangka panjang. perencanaan untuk bahan baku Bila dipandang dari sisi yang
Kemitraan tersebut telah membe- seperti tembakau dan cengkeh. lain, tambah Ismanu, GAPPRI
rikan nilai positif bagi peningkatan Kenaikan setiap tahun pun tidak menanggapi, bahwa lagi-lagi pe-
taraf hidup petani, kemampuan dan apa-apa asalkan konsisten, terukur, merintah dianggap tidak konsis-
komitmen petani wirausaha, penye- transparan dan sesuai dengan inflasi. ten, sebab Departemen Keuangan
rapan tenaga kerja, meningkatkan Dalam mengambil keputusan pun sudah pernah berjanji bahwa di
pendapatan asli daerah dan memiliki sebaiknya dibicarakan bersama tahun 2005 tidak akan ada kena-
kemampuan mendorong kemajuan pihak produsen, demikian masukan ikan tarif cukai atau HJE. Dan
ekonomi daerah secara umum. dari Muhaimin Moeftie. ris tindakan ini menjadi tidak populer.

32 WARTA BEA CUKAI EDISI 369 AGUSTUS 2005


WBC/ATS
menetapkan kenaikan HJE hidup industri rokok, Ismanu
sebesar 15 persen. membantah dan menyangkal
“Usulan kami kenaikan anggapan seperti itu. Menurutnya,
10 persen dimaksudkan, sangat didramatisir bila dianggap
untuk mengamankan demikian. Kenaikan HJE berdasarkan
pertumbuhan prediksi pasar bandrol/pita cukai, artinya kenaikan
ke depan secara sehat yang dibebankan kepada konsumen
dengan memberikan besarannya adalah : Besaran
kesempatan pabrikan presentase tarif dikalikan selisih
mengadakan penyesuaian antara harga lama dengan harga
kenaikan HJE secara baru. Contoh : untuk golongan pabrik
smooth, agar tidak terjadi besar dengan tarif 40 persen per
shock di pasar,” ujar bungkus per keping bandrol HJE
Ismanu. lama Rp. 5000 HJE baru Rp. 6000
Karena kebijakan cukai kenaikan= Rp 1000, kenaikan untuk
menggunakan negara dengan tarif 40 persen adalah
pertimbangan instrumen 40 persen X1000= 400. apabila
tarif dan HJE, lanjut kekuatan pasar mampu melebihi
Ismanu, bagi industri ini kenaikan tersebut (Rp.400,00) inilah
kebijakan cukai menjadi momentum yang harus dimanfaatkan
sangat “sensitif”. Apabila oleh pabrikan sebaik-baiknya, guna
pemerintah tidak meningkatkan harga pasar.
menampung aspirasi motor Mengenai prediksi atas dampak
penggeraknya, bisa jadi kenaikan HJE, kepada pemerintah
bumerang, sebab bila Ismanu berharap, agar pemerintah
pemerintah berjalan sendiri menepati janjinya, yaitu tahun 2006
akibatnya pelaku usaha tidak ada kebijakan kenaikan HJE
bisa berjalan sendiri. lagi, mengingat kenaikan berdasar-
Langkah dan upaya kan prosentasi membutuhkan penye-
GAPPRI untuk meyakinkan suaian cukup lama. Dengan ditetap-
pemerintah bahwa idealnya kannya kenaikan ini pada tanggal 1
naik 10 persen, sudah Juli 2005, berarti pemerintah hanya
ISMANU SUMIRAN. Diharapkan pemerintah memenuhi janjinya, optimal. Mulai dari menyisakan waktu 3-4 bulan untuk
tahun 2006 tidak akan ada kenaikan. meyakinkan para menteri mendapatkan tambahan di tahun
terkait sampai puncaknya 2005 dari kenaikan HJE ini.
Pemerintah tentunya tahu bahwa, menghadap ke wakil presiden, tetapi Sesungguhnya harapan
industri rokok yang memiliki stake tidak membuahkan hasil. pemerintah dengan adanya kenaikan
holder berbasis pertanian rakyat Maka itu, GAPPRI berharap ini, revisi target penerimaan 2005
dimana industri ini sangat pemerintah sebagai pemegang secara otomatis akan tercapai.
bergantung musim dan kebijakan dalam era reformasi Namun yang terjadi dalam masa
membutuhkan perencanaan jangka sekarang perlu merenungkan, bahwa adaptasi akhir semester kedua ini,
menengah dan jangka panjang pengalaman pahit kebijakan akan terjadi penurunan volume.
dengan segala pertimbangan dan menaikkan HJE tahun 2000-2002 Peningkatan pendapatan cukai
perhitungan yang matang. sampai lima kali telah mengakibatkan dengan mengakibatkan penurunan
Karena itu, setidaknya “potential loose” yang luar biasa. volume produksi, akan berdampak
membutuhkan waktu minimum tiga Kehilangan produksi 38 milyar pada bulan-bulan berikutnya. Inilah
sampai lima tahun sebagai dasar batang masih menjadi trauma para yang dimaksud bahwa kebijakan ini
prediksi ke depan. Mengapa ? karena pengusaha. Hingga saat ini biarpun bukan win-win solution tetapi lebih
persiapan stok bahan baku yang waktu sudah berjalan lima tahun, tepatnya draw.
harus memadai. Tembakau perlu stok volume produksi tertinggi yang Tahun-tahun ke depan, lanjut
tiga tahun dan cengkeh 1-2 tahun. pernah dicapai pada tahun 2000 ketua GAPPRI, semuanya sangat
Demikian juga dalam pelaksanaan masih belum bisa pulih. tergantung kepada pemerintah.
kerja sehari-hari, para pengusaha Kenaikan HJE lima kali berturut- Bagaimana cara pandang pemerintah
pabrik rokok juga dituntut rasa turut selama tiga tahun telah terhadap keberadaan industri ini
pertanggungjawaban yang besar. meningkatkan income Rp. 16,4 triliun Sebagai motor penggerak income
Sebab industri ini fungsinya sebagai namun menghilangkan volume pemerintah atau sebagai industri
media motor penggerak untuk produksi 38 milyar. Terjadi yang ‘dibonsai’. Setelah itu
mendapatkan income bagi pembunuhan karakter untuk bagaimana cara menyikapinya,
pemerintah. mempertahankan hidup, banyak dilestarikan atau dimatikan ?
pabrik akhirnya memproduksi dan Harapan GAPPRI untuk ke depan
USULAN KENAIKAN 10 PERSEN memperdagangkan rokok-rokok terhadap pemerintah disampaikan
Sebenarnya usulan besarnya ilegal. Atau setengah illegal (50 pula oleh Ismanu Sumiran diakhir
kenaikan HJE dari pengusaha rokok persen resmi-50 persen ilegal). wawancara. Reformasi fiskal yang
juga datang dari asosiasi, setelah Mengajukan ijin resmi tetapi tetap dicanangkan Departemen Keuangan
mendengar ada rencana pemerintah menggunakan pita yang tidak resmi. diharapkan bukan retorika belaka.
akan menaikkan HJE. Usulan Sentuhan-sentuhan yang obyektif
kenaikan itu sebesar 10 persen dan JANJI PEMERINTAH, 2006 TIDAK ADA dan rasional akan membentuk
tentunya dengan pertimbangan dan KENAIKAN rancang bangun bersama dengan
perhitungan yang telah matang Kalau ada yang berpendapat meningkatkan “added value” secara
sehingga mengajukan kenaikan 10 bahwa kenaikan HJE hanya utuh, tidak timpang, bersatu untuk
persen. Namun, keputusan tetap ada menguntungkan penerimaan negara, saling menguatkan, penuh dengan
di tangan pemerintah dengan tanpa memperhatikan kelangsungan pengertian dan pemahaman. ris

EDISI 369 AGUSTUS 2005 WARTA BEA CUKAI 33


CUKAI

KALKULASI KENAIKAN

HJE Rokok
dan Personifikasinya
Bentuk kebijakan kenaikan HJE dalam persentase adalah pembaharuan dari
kebijakan-kebijakan sebelumnya.

T
anggal 8 Juni 2005 Pemerintah kelemahan pengambilan bentuk teratur hanya karena ada perubahan
mengeluarkan kebijakan kenaikan antara persentase dan asumsi makro APBN yang
dibidang cukai hasil tembakau. rupiah per batang dalam kebijakan berdampak devisit anggaran. Untuk
Kebijakan itu dituangkan dalam cukai hasil tembakau. membantu menutup defisit APBN
bentuk Peraturan Menteri Keuangan Jika kebijakan cukainya berupa tersebut, sektor cukai menjadi salah
(PMK) Nomor 43/PMK.04/2005. Isi kenaikan HJE dalam persentase satu alternatif penutupnya. Instrumen
pokok dari regulasi tersebut adalah (X%) unsur keadilan terpenuhi: yang biasa digunakan yaitu dengan
Kenaikan Harga Jual Eceran (HJE) Pabrik yang memiliki HJE tinggi yang menaikan HJE hasil tembakau.
Hasil Tembakau sebesar 15 persen dimiliki pabrik dengan kemampuan Dalam kebijakan cukai hasil
untuk semua jenis hasil tembakau di modal tinggi, terbebani kenaikan HJE tembakau tahun 2005, misi regulair
Indonesia. tinggi. Dan sebaliknya, pabrik yang lebih menonjol dibandingkan
Ada beberapa perbedaan lemah dengan HJE rendah akan budgetair. Jika sekedar budgetair
kebijakan cukai hasil tembakau tahun menerima beban kenaikan HJE dengan target APBN Perubahan
2005 dibandingkan kebijakan- rendah. Hanya kelemahannya adalah (APBN-P) tahun 2005 Rp 31,4 triliun,
kebijakan tahun sebelumnya. semakin jauh interval HJE antara jika kondisi normal dan pola
Pertama, dari aspek tenggang waktu, pabrik golongan besar dan pabrik penerimaan cukai mengikuti tahun
kebijakan cukai hasil tembakau tahun golongan kecil. Dampaknya, prospek 2004, peluang target cukai tahun
2005 adalah yang paling panjang menuju sistem tarif cukai spesifik 2005 adalah sangat mungkin.
rentangnya. Dalam sejarah semaikin jauh. Padahal jika mengacu Dengan asumsi pertumbuhan
percukaian, hanya tahun 2005 ada ke filosofi cukai yang pembatasan ekonomi APBN-P tahun 2005
jeda waktu antar kebijakan cukai dan pengawasan, sistem tarif spesifik sebesar 5,8 persen, produksi hasil
hasil tembakau selama kurang lebih adalah ideal. tembakau diperkirakan mencapai 219
3 tahun. Tahun 2002, jeda waktu Kelebihan kenaikan HJE dalam miliar batang.
Keputusan Menteri keuangan Nomor bentuk rupiah per batang adalah Jumlah produksi hasil tembakau
449/KMK.04/2002 dengan 597/ menjaga interval HJE antara pabrik ini setara dengan penerimaan cukai
KMK.04/2001 adalah satu tahun. Dan golongan besar dan pabrik golongan (cukai hasil tembakau dan cukai
memang jika digunakan simple kecil tetap. Namun dengan lainya )sebesar Rp 31,2 miliar
average, rentang waktu antar heterogenitas pabrik hasil tembakau batang. Kekurangan cukai sebesar
kebijakan cukai hasil tembakau yang didalamnya termasuk heterogen Rp 200 miliar diharapkan akan
adalah satu tahun. Bahkan untuk dalam hal HJE, maka kenaikan HJE tertutup dengan kebijakan yang
tahun 2001, yaitu antara KMK 597/ dalam bentuk persentase akan bersifat administratif: pelayanan
KMK.04/2001 dengan kebijakan menjadikan pengusaha yang memiliki (kelancaran pelayanan pita cukai )
sebelumnya, KMK 383/KMK.04/2001 HJE rendah mengalami persentase dan pengawasan (operasi pasar dan
rentang waktunya hanya empat kenaikan yang paling tinggi. Unsur intelijen).
bulan. ketidak adilan ini yang ingin dihindari Keempat, dari aspek metodologi.
Kedua, bentuk kenaikan HJE dalam kebijakan cukai hasil Data cukai hasil tembakau memiliki
tahun 2005 adalah persentase. tembakau tahun 2005 karakteristik yang unik. Keunikan
Bentuk kebijakan kenaikan HJE Ketiga, dari aspek misi pertama terkait dengan sifat data
dalam persentase adalah pengenaan cukai. Teoritis misi yang tidak stationer. Disamping itu,
pembaharuan dibanding kebijakan- pungutan cukai adalah budgetair jika dilihat sebaran (distribution)
kebijakan sebelumnya. Tahun 2002 dan regulair. Kebijakan cukai hasil datanya tidak mengikuti distribusi
dan sebelumnya kenaikan HJE tembakau selama ini lebih didominasi Normal. Akibat sifat data tersebut,
senantiasa dalam bentuk rupiah per misi budgetair “ketimbang” regulair. penggunaan multiple regression
batang per jenis hasil tembakau dan Contoh konkritnya banyak kebijakan biasa tidaklah mungkin. Kalaupun
per Golongan Pengusaha Pabrik. cukai hasil tembakau yang dilakukan dari hasil Uji Hipotesis persamaan
Ada beberapa kelebihan dan dengan interval waktu yang tidak regresi secara simultan menunjukan

34 WARTA BEA CUKAI EDISI 369 AGUSTUS 2005


DOK. WBC
signifikan, pastilah dari asumsi yang
lain,- multikolinearitas, autoregresi,
dan heterokdatisitas- yang tidak
signifikan.
Kalau dipaksakan akan
berdampak pada over estimate atau
under estimate. Paling mungkin
dengan menggunakan regresi
bayesian (regresi untuk data yang
tidak normal) atau dengan
menurunkan “derajat” data metah
(raw data) cukai ketingkat
selanjutnya (di-stationary-kan).
Namun demikian, dengan data
cukai yang stationary dan dengan
metode multiple regression,
persoalannya tidak selesai sampai
disini. Muncul pertanyaan kalau
kebijakannya dikeluarkannya pada
petengahan tahun (bulan Juni).
Padahal selama ini kebijakan cukai
hasil tembakau paling sering
dilakukan bulan Oktober.
Belum lagi dengan kondisi
elastisitas hasil tembakau yang telah
elastis, maka suatu keharusan dalam
kebijakan cukai tahun 2005 variabel
elastisitas harus diikutsertakan.
Kesimpulannya tidak mungkin
sekedar menggunakan metode
regressi. Dapat digunakan metode
regressi sebagai pembanding
achievable atau unachievable.

PENGARUH BULAN DIPERLAKUKANNYA


KEBIJAKAN
Kesulitan lainnya, pola data cukai
lebih didominasi pengaruh bulan
diberlakukannya kebijakan, jika
dibandingkan faktor bulan itu sendiri.
Secara gampang dapat dijelaskan,
jika bulan Nopember adalah bulan
Ramadhan, maka secara umum,
konsumsi hasil tembakau menurun,
produksi pabrik hasil tembakau
menurun, dan pemesanan pita cukai
juga menurun.
Namun jika bulan Desember ada-
lah bulan diberlakukannya kebijakan
cukai hasil tembakau yang baru (tarif
dan HJE naik), maka dapat dipasti-
kan pemesanan bulan Nopember
meningkat drastis. Bahkan data
direktorat cukai selama 2000-2004
menunjukan pemesanan pada bulan
sebelum diberlakukannya kebijakan PELUANG TARGET CUKAI 2005. Dengan asumsi pertumbuhan ekonomi APBN-P tahun 2005 sebesar 5,8
mencapai 150 persen dari rata-rata persen, produksi hasil tembakau diperkirakan mencapai 219 miliar batang.
pemesanan pita cukai per bulan.
Sebagai jalan keluarnya ekonomi. Dari perspektif statistika, sentase dibawah pertumbuhan eko-
digunakan formulasi sederhana, yang angka 0,93 persen dapat dianggap nomi adalah memang mungkin.
didasarkan atas asumsi bahwa jika sebagai penyimpangan (standard Hanya untuk sebesar 0,93 persen
pertumbuhan ekonomi tahun 2005 deviation) dari pertumbuhan dibawah pertumbuhan ekonomi
sebesar 5,8 persen , maka seluruh ekonomi. Dengan demikian variabel rasanya mustahil. Karena kebijakan
sektor ekonomi tumbuh sebesar 5,8 petumbuhan dapat digunakan secara cukai tahun 2005 praktis hanya
persen , tidak terkecuali sektor manual untuk memprediksi produksi berlaku empat bulan, terkait dengan
tembakau. Memang sebuah premis hasil tembakau. Hanya harus penundaan fasilitas pembayaran
yang debatable. Namun demikian, diasumsikan bahwa prediksi tersebut cukai hasil tembakau : September,
data tahun 2004 dimana pertumbuh- tidak seratus persen akan sesuai. Oktober, Nopember, dan Desember.
an ekonomi sebesar 4,8 persen, Naik turunnya prediksi sebesar 0,93 Variabel selanjutnya yang
sektor tembakau tumbuh 5,7 persen. persen kali produksi tahun digunakan dalam perhitungan
Dengan demikian ada selisih 0,93 sebelumnya (2004). produksi hasil tembakau tahun 2005
persen faktor diluar pertumbuhan Produksi 2005 turun dengan per- yaitu variabel elastisitas. Ini adalah

EDISI 369 AGUSTUS 2005 WARTA BEA CUKAI 35


CUKAI
hal baru yang digunakan dalam dibuat ”seaman” mungkin. Kalau mengalami akumulasi beban
perhitungan produksi hasil tembakau. dikalkulasi ke nilai cukai, plus-nya Rp kenaikan tarif dan/atau HJE hasil
Sebelum tahun 2001 kategori 700 miliar – Rp 1 Triliun (over tembakau dari tahun 1997-2002
elastisitas produk hasil tembakau estimate). minimal satu tahun sekali. Bahkan
adalah inelatis: berapapun kenaikan Dan untuk tahun 2005, pada tahun 2000 sektor ini “diperah”
harga tidak akan berdampak pada persentase kenaikan HJE yang tiga kali dalam satu tahun dengan
konsumsinya. Namun demikian pada ekstrim terkait dengan target dan kebijakan cukai hasil tembakau.
tahun sesudahnya, hasil tembakau pembatasan konsumsi yang Namun demikian toh jarang
telah menjadi produk elastis, dalam cenderung over estimate cenderung terdengar pabrik hasil tembakau
pengambilan kebijakan melibatkan dihindari. Pertimbangan atas hal ini mem-PHK karyawan secara besar-
variabel elastisitas adalah sebuah sangat terkait dengan track record besaran sepanjang kurun waktu
keharusan. industri hasil tembakau. tersebut. (Silahkan pembaca untuk
Pertama, sektor tembakau membandingkan dengan sektor lain
BESARAN PERSENTASE KENAIKAN TA- adalah sektor penolong ditengah pada kurun waktu tersebut)
RIF (HJE) DIBUAT ”SEAMAN” MUNGKIN kelesuan seluruh sektor ketika terjadi Dalam teori produksi ada istilah
Pada kebijakan cukai hasil krisis ekonomi tahun 1997-1999. life cycle product. Intinya ada masa
tembakau 2002 dan sebelumnya, Sektor yang paling “manusiawi” titik kejenuhan dari siklus sebuah
dalam setiap pengambilan kebijakan terkait dengan urusan Pemutusan produk. Mungkin ketika pertama kali
cukai hasil tembakau, produksi Hubungan Kerja (PHK). Pada sektor sebuah produk diluncurkan, akan
diasumsikan tetap. Untuk mensiasati ini, pengusaha lebih memilih untuk berjejer konsumen antri untuk
turunnya produksi akibat kenaikan mengurangi jam kerja karayawan dari menikmati. Lambat laun laju
tarif atau HJE yang memungkinkan pada mem-PHK karyawan ketika penjualan akan menurun dan lama-
target cukai tidak tercapai, besaran produksi mengalami kelesuan. kelamaan mengalami stagnasi dan
persentase kenaikan tarif atau HJE Kedua, sektor tembakau telah justru kemudian menurun.
Dalam statistika ada Kurva
Normal yang menjadi “jimat” dalam
semua proses penelitian,desertasi,
thesis dan skripsi. Kurva normal juga
menjadi diskripsi berbagai sisi
kehidupan dari mulai life cycle
baterai hingga pola makan manusia,-
muda doyan sate kambing dan masa
tua-nya menghindari.
Dalam teori kebijakan perpajakan
dikenal teori laver curve yang
menjelaskan bahwa pada saatnya
nanti jika tarif dinaikkan terus, akan
tercapai sebuah titik dimana
berapapun persentase kenaikan tarif,
penerimaan perpajakan tidak
mengalami kenaikan, justru
mengalami penurunan.
Dalam percukaian, ada anekdot
yang khas ketika akan diberlakukan
kebijakan kenaikan tarif atau HJE hasil
tembakau, yang memiliki nuansa
sebagaimana teori ilmiah di atas.
Kalau boleh berumpama, sektor
tembakau adalah seekor ayam betina
yang setiap hari disuruh bertelor. Bisa
tidak bisa harus menghasilkan telor.
Kalau tetap tidak bisa, pemiliknya akan
mencekik leher ayam bersangkutan.
Dicekik sekali keluar telor. Dicekik dua
kali keluar telor yang belum
mengeras,namun tetap telor. Dicekik
yang ketiga? Apa mesti dan harus
keluar telor? Masih beruntung jika
masih ada yang keluar! Lha kalau tiba-
tiba ayamnya lemes dan mati?
Semua pihak di Negeri ini tentu
tidak menginginkan sektor tembakau
menjadi semacam Ayam
sebagaimana penulis analogikan.
Mungkin sekilas terlihat penulis lebih
mengedepankan atas sustainable
sektor tembakau. Penulis bukan juga
apriori dengan menafikan merokok
membahayakan manusia apapun
INDUSTRI TEMBAKAU. Meski sektor ini “diperah” tiga kali dalam satu tahun dengan kebijakan alasanya. Yang angka-angka pada
cukai hasil tembakau, toh jarang terdengar pabrik mem-PHK karyawan secara besar-besaran tulisan ini adalah fakta dan data.
sepanjang kurun waktu tersebut. Sunaryo, Staff Direktorat Cukai

36 WARTA BEA CUKAI EDISI 369 AGUSTUS 2005


SEPUTAR BEACUKAI

WBC/ATS
JAKARTA. Pada 18 Juli
2005 sebuah Gedung yang
terletak di lingkungan
komplek Kolam Renang
Bojana Tirta Rawamangun
Jakarta Timur baru selesai
direnovasi, diresmikan
pemakaiannya untuk
umum oleh Direktur
Jenderal Bea dan Cukai
Eddy Abdurrachman, yang
ditandai dengan
pemukulan gong. Hadir
dalam acara tersebut
Setditjen Thomas Sugijata,
Direktur Cukai Erlangga
Mantik, Ketua Koperasi
Kantor Pusat Barid
Effendy, Ketua Dharma
Wanita Ny. Eddy
Abdurrachman dan
anggota serta pejabat
Eselon III dan IV lainnya.
Gedung yang dikelola oleh
koperasi ini berdiri di atas
tanah seluas 700 meter
persegi menelan biaya
renovasi sebesar 638.600.
Gedun Gedung ini dibuka
secara umum untuk disewa
dengan harga 3 juta untuk
keperluan rapat dinas/
pertemuan, seminar,
lokakarya, ataupun
perhelatan/perkawinan,
difasilitasi dengan full AC
dengan kapasitas standing
reception 600 orang, kursi
50 buah, Sound System 2
mic, kamar rias pengantin
& among tamu, meja
penerima tamu : 4 buah,
halaman parkir dan listrik.
WBC/ADI
JAKARTA. Pada 8
Juli 2005,
bertempat di ruang
Loka Muda Kantor
Pusat DJBC,
diselenggarakan
Pembekalan
Materi
Pelaksanaan
Anggaran. Acara
dibuka oleh
Sekretaris
Direktorat Jenderal
Bea dan Cukai,
Drs. Thomas
Sugijata yang
bertindak
sekaligus sebagai
pembicara.
Pembicara lain
dalam pembekalan
tersebut diantara-
nya, Harmawan
Kaeni dari Depar-
temen Pekerjaan
Umum dan
Yusdhani Siregar,
Kasubdit Pelak-
sanaan Anggaran
II Direktorat Jen-
deral Perbenda-
haraan Negara.

EDISI 369 AGUSTUS 2005 WARTA BEA CUKAI 37


SEPUTAR BEACUKAI
WBC/ATS

JAKARTA. Dua pejabat Japan Customs Tariff and Bureau yakni Director for Policy of Technical Cooperation Mr. Masayuki SATO dan
Director for International Cooperation Mr. Sakae HAMADA pada 23 Juni 2005 lalu mengadakan kunjungan ke Kantor Pusat DJBC.
Pejabat Japan Customs Tariff and Bureau tersebut diterima oleh Direktur Teknis Kepabeanan dan Cukai Ibrahim A. Karim didampingi
oleh Direktur Verifikasi Audit, Djoko Wiyono, untuk Direktorat P2 diwakili oleh Okto Irianto, dan dua pejabat dari Kepabeanan
Internasional yakni Kasubag TU Martediansyah dan Kasie Kerjasama Bilateral Atong di gedung utama ruang rapat Kepabeanan
Internasional lantai 5. Kunjungan tersebut untuk membicarakan bantuan teknik bidang kepabeanan dalam periode anggaran tahun
2005 – 2006 antara lain berupa Air Passenger Control, Post Clearent Audit, Gathering Information and Intelijent Analysis, Drug
Detector Dog dan Customs Clasification. Setelah mengadakan ramah tamah dilakukan kunjungan ke Pusat Pelatihan Anjing Pelacak.
Tampak pada gambar kiri dua pejabat Japan Customs foto bersama dengan pejabat dari Dit. P2 dan pegawai pelatihan anjing pelacak
dan pejabat eselon III dan IV Dit. P2 dan Dit. Kepabeanan Internasional. Sementara pada gambar kanan, diakhir kunjungan kedua
pejabat tersebut, Ibrahim A. Karim memberikan cindera mata kepada Mr. Sakae HAMADA.
FOTO : KIRIMAN
MALAYSIA. World Customs
Organization (WCO)
bekerjasama dengan Royal
Customs Academy Malaysia
menyelenggarakan acara
Regional Workshop On The
Application and Maintenance Of
The WTO Valuation Agreement
pada 30 Mei 2005 (selama lima
hari), diikuti oleh 21 negara.
Tampak pada gambar foto
bersama para peserta workshop,
delegasi Bea dan Cukai
Indonesia diikuti oleh Kasubdit
Kerjasama Internasional I Dit.
Kepabenanan Internasional,
Istyastuti Wuwuh Asri (berdiri
nomor 3 dari kanan). Kiriman
Dir. Kepabeanan Internasional
FOTO : KIRIMAN

TULUNGAGUNG. Pada 14 Juni 2005 lalu Kepala Kantor Pelayanan Bea dan Cukai Tulung Agung Dwi Priyo Ary S, SH didampingi
Korlak Administrasi Perbendaharaan Endang Murtiningsih, SH dan Korlak P2 Abdul Karim, SE memberikan sosialisasi Peraturan
Menteri Keuangan RI. Nomor 43/PMK.04/2005 tentang Penetapan Harga Dasar dan Tarif Cukai Hasil Tembakau (Gambar Kiri).
Sosialisasi ini dihadiri sebanyak 74 Perusahaan Hasil Tembakau di wilayah kerja Kantor Pelayanan Bea dan Cukai Tulungagung.
Tampak pada gambar kanan, para pengusaha rokok di wilayah kerja KPBC Tulungagung yang meliputi Kabupaten Tulungagung dan
Trenggalek sangat antusias mengikuti sosialisasi ini. Kiriman KPBC Tulungagung

38 WARTA BEA CUKAI EDISI 369 AGUSTUS 2005


FOTO : KIRIMAN FOTO : KIRIMAN

SURABAYA. Sejumlah 63 pegawai eselon IV SURABAYA. Pada 30 Juni 2005 dilakukan penyerahan dua (2) unit Kapal
di lingkungan Kanwil VII DJBC Surabaya pada 29 Juni lalu Patroli Bea dan Cukai jenis FPB 28 dari PT. PAL kepada Bea dan Cukai
dilantik dan diambil sumpah jabatan di Aula setelah dilakukan rehabilitasi. Penyerahan kapal tersebut dilakukan oleh
Kanwil VII DJBC Suarabaya. Upacara pelantikan dan Direktur Pembangunan Kapal PT. PAL Ir. M. Munir kepada Direktur P2
pengambilan sumpah jabatan dipimpin langsung DJBC Sofyan Permana. Tampak pada gambar Kapal Patroli Bea dan
oleh Kakanwil VII DJBC Surabaya Heryanto Budi Santoso, SH, Cukai BC 9006 yang berada di Sarop Jakarta dan BC 7002 yang berada
MM. Bambang Wicaksono/ SBY di Sarop Tanjung Balai Karimun. Bambang Wicaksono/ SBY
FOTO : KIRIMAN

DENPASAR. Dalam rangka memperingati hari Kebangkitan Nasional pada 20 Mei 2005 lalu, perwakilan Depkeu Prop. Bali mengadakan
Upacara Bendera dihalaman GKN I Renon Denpasar. Upacara ini diikuti oleh semua jajaran Departemen Keuangan di Prop. Bali. Dalam
Upacara ini, Kepala Perwakilan Depkeu Prop. Bali selaku pembina upacara berkenan menyerahkan tanda penghargaan Satya Lencana Karya
Satya kepada para pegawai yang telah mengabdi selama 10, 20, dan 30 tahun. Tampak pada gambar, A. R. Kembuan Kabid Kepabeanan dan
Cukai Kanwil VIII DJBC Denpasar menerima penyematan tanda penghargaan Karya Lencana Karya Satya. Adito Dps
WBC/ATS

JAKARTA. Pada 19 Juli 2005 lalu diselenggarakan pertandingan final sepak bola liga Kantor Pusat Bea dan Cukai dalam rangka
memperingati Hari Kemerdekaan RI. ke-60 di Stadion Bola Bea dan Cukai Bojana Tirta Rawamangun. Final sepak bola antara kesebelasan
Dir. P2. (kostum merah) melawan kesebelasan Sekretariat dalam waktu 2 X 30 menit dimenangkan oleh kesebelasan Sekretariat dengan
skor 1 : 4. Usai pertandingan Ketua Bapor DJBC Maimun menyerahkan piala dan bingkisan kepada juara I yang diterima oleh kapten
kesebelasan Agnes sedangkan sebagai Runner Up dipegang oleh kesebelasan P2 diterima oleh kapten kesebelasan Saiful.

EDISI 369 AGUSTUS 2005 WARTA BEA CUKAI 39


Dirgahayu Segenap Relasi & Mitra Kerja DJBC
Mengucapkan :

Republik Indonesia
Ke-60

Office : Jl. Cemara Boulevard Blok. A-1 No. 36 20371 Medan – Indonesia
Telp. (+62-61) 6633601 Fax. (+62-61) 6626850
Factory : Dusun IV Tanjung Selamat Percut Sei Tuan Deli Serdang Indonesia
Telp. (+62-61) 6990111 Fax. (+62-61) 6990222
Email : marketing@ptcml.com; webmaster@ptcml.com

Desa Mororejo, Kaliwungu - JAWA TENGAH


Telp: (024) 8662980, Fax : (024) 8662974

40 WARTA BEA CUKAI EDISI 369 AGUSTUS 2005


CABANG TANJUNG PRIOK
Jalan Raya Pelabuhan No. 21, Tanjung Priok
Email : alpri@uninet.net.id
Home page : http://WWW.Uninet.id/~alpri
Phones : (021) 4355638 – 4355639 – 43938145
Fac : (021) 43931106
PO. BOX 11/JKUST
JAKARTA 14001

KEDIRI – INDONESIA
ALAMAT KANTOR & PABRIK
JL. RAYA KEDIRI KERTOSONO KM 7
DESA NGEBRAK KEC. GAMPENGREJO KAB. KEDIRI
JAWA TIMUR – INDONESIA
Telp. : 0354 – 684661 ( Hunting )
Fax. : 0354 – 681926
E-mail : info@suryazigzag.com SPECIALTY AND BASIC CHEMICALS
Website : www@suryazigzag.com

HOLOGRAM MANUFACTURER
KUDUS : Jl. AKBP R. Agil Kusumadya No. 102 Kudus, 59343
Phone (0062-291) 440474, 431566
Fax (0062-291) 439636
JAKARTA : GRAHA PURA Lt. 2, Jl. Pancoran Indah No. 52 Jakarta 12780
Phone (021) 79193585, 79193686 GMF AeroAsia
Fax (021) 79193774, 79193775
Marketing Building
Soekarno Hatta International Airport Cengkareng
Telp. + 62-21-5508609
Fax. + 62-21-5502489
marketing@gmf-aeroasia.co.id
www.gmf-aeroasia.co.id

EDISI 369 AGUSTUS 2005 WARTA BEA CUKAI 41


SEPUTAR BEACUKAI
WBC/ZAP
JAKARTA. Bertempat di
gedung Loka Muda Kantor
Pusat DJBC (KP-DJBC),
berlangsung acara
pelantikan dan pengambilan
sumpah tiga orang pejabat
eselon IV dilingkungan KP-
DJBC pada tanggal 5 Juli
2005. Upacara pelantikan
dan pengambilan sumpah
dilakukan oleh Sekretaris
Direktorat Jenderal Bea dan
Cukai Drs. Thomas Sugijata
yang dihadiri oleh para
pejabat eselon IV dan
eselon III di lingkungan KP-
DJBC. Acara yang
berlangsung cukup singkat
diakhiri dengan
penandatanganan surat
penempatan baru yang
dilakukan oleh ketiga
pejabat eselon IV baru
tersebut.
FOTO : KIRIMAN

TANJUNG BALAI KARIMUN. Kantor Wilayah II DJBC Tipe Khusus Tanjung Balai Karimun pada 6 Juli 2005 lalu menyelenggarakan kegiatan
bhakti sosial berupa khitanan massal. Khitanan massal ini diikuti sebanyak 85 anak dari keluarga kurang mampu. Tampak pada gambar kiri
anak-anak yang akan dikhitan sedang dikumpulkan di Masjid Al-Mubarok untuk dibawa menuju Kantor Wilayah, sementara pada gambar
kanan, Kepala Kantor Wilayah II DJBC Tipe Khusus Tanjung Balai Karimun, Heru Santoso memberi ucapan selamat kepada salah seorang
anak yang telah selesai dikhitan. Kiriman Kanwil II DJBC Tanjung Balai Karimun
FOTO : KIRIMAN

JAKARTA. Pada 20 Mei 2005, tepatnya di Bandung, diselenggarakan acara Indonesia-Australia The 8 th Customs to Customs Talks.
Setelah pertemuan, malam harinya acara dilanjutkan dengan makan malam bersama di sebuah rumah makan yang terletak di daerah
Dago Atas. Paginya, acara dilanjutkan dengan jalan-jalan ke tempat wisata, yakni Tangkuban Perahu dan Gedung Merdeka (tempat
diadakannya Kongres Asia Afrika yang pertama kali.

42 WARTA BEA CUKAI EDISI 369 AGUSTUS 2005


WBC/ATS/MESJID BAITUTTAQWA

JAKARTA. Kepala Bagian Kepegawaian DJBC Oentarto Wibowo (gambar kanan, baris belakang berpeci) membuka acara khitanan
masal yang diselenggarakan oleh Pengurus Masjid Baitut Taqwa bekerja sama dengan Pos Keadilan Peduli Umat (PKPU) pada 3 Juli
2005 lalu di Poliklinik KP-DJBC. Khitanan masal ini diikuti sebanyak 70 anak-anak di lingkungan sekitar Kantor Pusat DJBC dan
keluarga pegawai Bea dan Cukai (Gambar kiri).
FOTO : KIRIMAN WBC/ATS

JAKARTA. Kantor Pusat DJBC pada 15 Juli 2005 lalu mengawali pertandingan voli dalam rangka
TULUNGAGUNG. Untuk dapat memberikan memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-60, dengan pertandingan tim voli pejabat
pelayanan prima perlu ditunjang dengan fisik eselon IV melawan tim voli putri. Usai pertandingan pembuka dilanjutkan dengan pertandingan
yang sehat. Kantor Pelayanan Bea dan antar direktorat yakni tim Direktorat Informasi Kepabeanan dan Cukai melawan tim voli Direktorat
Cukai Tulungagung setiap tahun melakukan P2 yang dimenangkan oleh tim dari P2. Selain pertandingan voli, DJBC juga menyelenggarakan
pemeriksaan kesehatan (general check up) pertandingan sepak bola dari tanggal 12 Juni sampai dengan tanggal 19 Juli 2005
bagi seluruh karyawan dan karyawatinya FOTO : KIRIMAN
pada 7 Juni 2005 lalu. Kegiatan ini dilakukan
sudah yang keduakalinya sejak tahun 2004.
Kiriman KPBC Tulungagung

DENPASAR. Bertempat diAula KPBC


Ngurah Rai pada 14 Juni 2005 lalu Kakanwil
VIII Denpasar, M. Wahyu Purnomo dan para
pejabat eselon III di lingkungan Kanwil VIII
DJBC Denpasar menerima kunjungan dari
Pengurus KADIN Prop. Bali. Kunjungan ini
dimaksud untuk memperkenalkan diri dan
untuk meningkatkan kerjasama antara
kedua instansi. Adito Dps

EDISI 369 AGUSTUS 2005 WARTA BEA CUKAI 43


SIAPA MENGAPA

Zaeni Rokhman, SE.


Setelah lulus Prodip STAN Angkatan 6 pada 1993, pria yang lahir pada 7
Pebruari 1972 ini memulai karirnya di Bea dan Cukai. Awalnya, ia
ditempatkan di Bekasi sejak 1994 hingga akhir 1996. Kemudian dipindahkan
ke Kanwil IV sebagai auditor sejak 1997 – 2002. Setelah itu selama empat
bulan pada 2002, ia bertugas di Makassar.
Sejak Agustus 2003 hingga sekarang, ia bertugas di KPBC Manado
sebagai Korlak Perbendaharaan. “Bisa dibilang, saya ini Korlak paling tinggi
pangkatnya di Indonesia bagian timur, golongan III B,” ujar pria yang meraih
strata satunya di Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia pada 1998 ini.
Selama berpindah-pindah tugas, ia mengaku paling “berkesan” ketika
menjadi auditor. “Soalnya, kalau ada premi saya suka tidak dapat. Padahal
waktu itu kami mengaudit RAPP sehingga preminya mencair 2 milayar rupi-
ah, tapi tim audit kami tidak memperoleh premi sama sekali,” kenangnya.
Zaeni mengaku, menjadi pegawai bea cukai bukanlah impiannya. Ia
ingin menjadi tentara, namun ia tidak lulus tes AKABRI. Ia malah
diterima di Prodip STAN. “Sebetulnya masuk prodip merupakan suatu
keterpaksaan juga, waktu itu saya juga lulus Sipenmaru Teknik Sipil di
ITB, tapi karena orang tua sudah pensiun, saya tidak ada pilihan lain
selain masuk Prodip STAN karena bisa sekolah gratis,” ujar pria yang
hobi mendengarkan musik ini.
Selain musik, Zaeni menyukai kegiatan yang berkaitan dengan alam.
Hobi naik gunung dilakoninya sejak masih SMU. Kemudian seiring dengan

MUHAMMAD ALI SOFIAN


“Saya sangat surprise diterima menjadi pegawai bea cukai. Sebab saya
tidak lagi bekerja serabutan,” kenang Muhammad Ali Sofian, Pelaksana di
KPBC Jakarta. Pasalnya sebelum menjadi pegawai bea cukai, Ali bekerja
serabutan. Ia pernah menjadi pengrajin rotan hingga tukang bangunan yang
harus bekerja ditengah teriknya matahari.
Wajar kalau ia tidak menyangka diterima sebagai pegawai bea cukai.
Hal itu berawal ketika ia menerima surat panggilan untuk mengikuti tes dari
Depnaker Belawan. Dengan keyakinan yang tinggi untuk merubah nasib dan
bermodalkan ijasah SLTA, Ali mengikuti tes yang diselenggarakan pada
Januari 1979.
“Waktu itu saya harus menunggu lama pengumuman penerimaan
pegawai dan itu sangat membosankan. Apalagi yang ditunggu-tunggu tidak
kunjung ada, sebenarnya ada sih dalam hati timbul keputus asaan… karena
banyak sekali pesaingnya sebanyak 132 orang,” ujarnya mengenang.
Sekian lama menunggu, akhirnya pada Desember 1979, ia diterima
menjadi pegawai bea cukai mengikuti jejak kedua kakak kandungnya,
Syahrir Effendi dan Asmah Sridanti. Namun pria kelahiran Simalungun
Sumatera Utara tahun 1958 ini menolak dibilang KKN sebab ia ikut serta
dalam tes penerimaan pegawai.
Ali mulai berkarir di Bea dan Cukai sejak 1979. Sepanjang karirnya, ia
baru dua kali dipindahkan. Pertama, ia ditempatkan di Belawan selama 15
tahun dan kedua, di KPBC Jakarta sejak tahun 1994 hingga sekarang.
Dari kedua daerah tersebut, ada hal unik yang dialami bapak tiga anak
ini. “Kayaknya saya ini memang spesialis dibagian tata usaha,” ujarnya.

MUSTOFA
Bagi pria kelahiran Pemalang 10 Oktober 1958, sebuah surat kabar
bisa dibilang mengantarkannya menjadi salah seorang pegawai di
Direktorat Jenderal Bea dan Cukai. Mustofa mengatakan, ketika ia lulus
SMA tahun 1978, dirinya sempat menganggur selama kurang lebih
enam bulan. Pada masa tersebut, tanpa disengaja suami dari Maryatun
ini membaca sebuah iklan lowongan pekerjaan yang dibuka oleh
Departemen Keuangan. Tanpa berpikir panjang Mustofa mencoba
peruntungannya yang berasal dari surat kabar tersebut.
Sambil menunggu hasil pengumuman penerimaan pegawai, Mustofa
mendapat pekerjaan di Cirebon sebagai sales. Masa penantiannya
untuk diterima bekerja di Bea dan Cukai diakui Mustofa cukup lama
yaitu satu tahun, dan Mustofa mengakui bahwa ia sempat lupa kalau ia
pernah mengirimkan lamaran pekerjaan ke Bea dan Cukai melalui

44 WARTA BEA CUKAI EDISI 369 AGUSTUS 2005


info buku
waktu, kegiatan olahraganya pun bertambah, ia mulai
merambah olahraga rafting, terjun payung dan menyelam.
Pada 1994 Zaeni mulai menekuni olahraga selam.
“Waktu itu calon istri saya yang memperkenalkan saya
pada scuba diving, sebab istri saya penyelam,” imbuh
suami dari Nurbaya Sari, SH ini. Lombok, Bunaken,
Sumsel, merupakan tempat yang pernah ia singgahi untuk
melihat indahnya terumbu karang.

BILA ANDA BERMINAT,


Sementara untuk olahraga terjun payung, ia mengge-
lutinya sejak 1998. Hingga saat ini, ayah dua orang anak ini
sudah 17 kali melakukan terjun payung. “Antara scuba
diving dan parachuting itu berbeda. Scuba diving membuat MAJALAH WARTA BEA CUKAI MENYEDIAKAN
saya lebih tenang, sementara parachuting sangat menguta- BUKU SEBAGAI BERIKUT:
makan kecepatan dan ketepatan, jadi tingkat kesulitannya
berbeda-beda,” ujar Zaini yang mengaku membiayai sendiri

BUNDEL WBC 2004


pendidikan untuk terjun payung dan menyelamnya.
Zaini memiliki pengalaman menarik ketika terjun
payung, kakinya patah pada saat landing di Halim. Alhasil,
selama 4 bulan ia harus berobat. Setelah sembuh, ia
pernah mencoba terjun kembali sebanyak 5 kali. “Tapi Bundel Majalah Warta Bea Cukai Tahun 2004 (Edisi
setelah menikah, istri melarang saya untuk terjun,” katanya.
Di akhir wawancara, Zaini mengaku tidak memiliki
Januari - Desember)
harapan tertentu pada institusi Bea dan Cukai. Ia hanya
berharap agar olahraga terjun payung di Bea dan Cukai
terus ditingkatkan, antara lain dengan memberikan
dukungan pada atlet yang berprestasi. ifa Rp. 100.000
Betapa tidak, ketika di Belawan ia ditempatkan di bagian
Kepegawaian dan Perbendaharaan. Sementara di KPBC
Jakarta, ia bekerja sebagai pelaksana keuangan yang
tugasnya mengurusi gaji pegawai.
Namun demikian, penempatan tersebut tidak menjadi
persoalan baginya. Yang paling penting ia bekerja dengan
ikhlas, apalagi bekerja baginya adalah ibadah. “Sehingga, CATATAN:
Ongkos kirim buku wilayah Jabotabek Rp. 25.000
ditempatkan dimana saja saya tidak menolak,” kata pria
yang pernah mengikuti pendidikan DPT I.
Uniknya, kedua kakak kandung Ali (yang juga sebagai
pegawai bea cukai-red) juga bertugas di bagian keuangan. ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○
Ali menduga bahwa hal itu dikarenakan basic yang
diperolehnya dari SMEA, yang ternyata sangat

LANGGANAN MAJALAH
membantunya dalam bekerja.
Ketika ditanya kiatnya dalam bekerja, Ali menjawab

WARTA BEA CUKAI


bahwa kuncinya adalah ketekunan. “Bekerja di Bea dan
Cukai ini tidak ada yang sulit kalau kita mau menekuninya.
Selain itu juga harus ada planning dalam bekerja,” ucap
Pengurus Dewan Kemakmuran Masjid yang menikah
dengan Mainar (asli Aceh) pada 1982.
Ali menambahkan, setiap pekerjaan itu harus tuntas
dilakukan dan jangan ditunda-tunda. Ali memang paling
tidak suka menunda pekerjaan. Tak heran, walaupun
jam kantor telah usai namun pekerjaan belum selesai, ia
tetap melakoninya hingga malam. Selain itu, dalam
bekerja Ali tidak menunggu perintah dari atasan. Sebab,
ia telah mengetahui urut-urutan pekerjaan apa yang
harus ia lakukan. ats

Departemen Keuangan dan pesimis bisa diterima.


Namun nasib berkata lain, tanpa disangka Mustofa
diterima bekerja di Bea dan Cukai setelah mengikuti
serangkaian tes yang dilakukan di Cirebon. Tahun 1980,
Mustofa ditempatkan di Kantor Pelayanan Bea dan No Lama Diskon Harga Harga luar
Cukai (KPBC) Tegal hingga saat ini. Sementara Berlangganan Jabotabek Jabotabek
posisinya saat ini di KPBC Tegal sebagai pelaksana. 1 3 Bulan (3 edisi) 0% Rp. 4040..500 Rp. 4343..500
Mustofa yang dikarunia empat putra dan satu putri 2 6 Bulan (6 edisi) 5% Rp. 7878..00
0000 Rp. 8484..00
0000
ini selalu memperhatikan pendidikan putra-putrinya agar 3 1 Tahun (12 edisi) 10% Rp. 1150
50.000
50.000 Rp. 1162
62 .000
62.000
menjadi orang yang berguna bagi bangsa dan Sudah Termasuk Ongkos Kirim
negaranya. Selain itu juga pendidikan agama selalu
ditekankan kepada kelima anaknya, karena melalui
MAJALAH WARTA BEA CUKAI
pendidikan agama seorang anak bisa mengendalikan Kantor Pusat Direktorat Jenderal Bea dan Cukai
diri dari perbuatan-perbuatan yang yang dilarang oleh Jl. A. Yani (By Pass) Jakarta Timur 13230
agama dan hukum disamping juga pengawasan dari
Telp. (021) 47860504, 4890308 ex. 154
Fax. (021) 4892353 / E-mail: wbc.cbn.net.id
orang tua. zap dengan Hasim / Kitty

EDISI 369 AGUSTUS 2005 WARTA BEA CUKAI 45


KOLOM

Oleh: Redy Bambang, SG, SH, MH.

Etika dan
Moral
KEPEMIMPINAN
E
tika adalah suatu sikap dan perilaku Di dalam lingkungan organisasi l Kepedulian, kesediaan untuk
yang menunjukkan kesediaan dan pemerintahan seorang Aparatur dituntut membantu orang lain dengan ikhlas.
kesanggupan secara sadar untuk untuk bekerja sebagai Abdi Negara dan l Kedewasaan, kedewasaan dalam
mentaati norma kehidupan yang berlaku Abdi Masyarakat. Seorang pegawai mengatasi suatu persoalan.
dalam suatu kelompok masyarakat atau negeri, seorang aparatur negara haruslah l Orientasi Organisasi, perilaku yang
suatu organisasi. memiliki persyaratan yang profesional diatur dengan organisasi dalam
Etika organisasi menekankan perlunya yang mendapat kepercayaan publik atau menyelesaikan masalah di dalam
seperangkat nilai yang dilaksanakan masyarakat yang dilayani. organisasi.
setiap orang anggota. Beberapa alasan Seorang aparatur yang profesional l Kebajikan, berperilaku santun,
mengapa norma moral dan etika itu dipercaya masyarakat karena rendah hati dan menjaga situasi
diperlukan dalam organisasi, antara lain : mempunyai komitmen moral atau etika yang kondusif.
1. Karena etika berkaitan dengan serta bertanggung jawab penuh atas l Integritas, mengutamakan
perilaku manusia yang menyangkut kepribadian yang utuh dan ikhlas.
aplikasi seperangkat nilai luhur dalam l Inovatif, kreatif dalam menciptakan
bertindak bagi kehidupan seseorang
dan organisasi dan menyangkut ber- APARATUR ide-ide atau gagasan yang bermanfaat
bagi organisasi atau pemerintahan.
bagai prinsip yang menjadi landasan DITUNTUT UNTUK l Keluwesan, tindakan pelayanan
bagi terwujudnya nilai-nilai tersebut.
2. Agar bisa mengikuti kehidupan sosial MENJAGA CITRA yang luwes dan tidak kaku,
sepanjang tidak bertentangan
yang tertib, manusia memerlukan PEMERINTAH dengan aturan yang ada.
kesepakatan, pemahaman, prinsip
dan ketentuan lain yang menyangkut
MELALUI KINERJA l Kearifan, sikap dan perilaku yang
berorientasi pada prinsip
pola perilaku manusia. DAN PERILAKU keseimbangan antara rasional
3. Karena dinamika manusia yang
bersifat normal, moral maupun etika
DALAM dengan moralitas.

perlu dianalisis dan dikaji ulang sesuai MENJALANKAN KODE ETIK KEPEMIMPINAN
yang dimaksud agar tetap relevan
dalam memperkaya makna kehidupan
TUGAS Nilai-nilai etika yang dikembangkan
bukan sekedar hanya untuk menjadikan
seseorang. keyakinan pribadi para anggota pegawai
4. Pentingnya etika di era moderen, etika pekerjaannya pada publik (public negeri (personal values) tetapi diterima
menunjukkan kepada manusia nilai accountabilities). dan disepakati menjadi seperangkat
hakiki kehidupan sesuai dengan Sebagai uraian tersebut di atas, norma organisasi (shared values).
keyakinan agama, pandangan hidup dapat penulis tarik beberapa makna Etika menjadi acuan atau pedoman
dan sosial, bahwa etika berkaitan nilai etika bagi organisasi atau dalam bersikap dan bertindak dari
langsung dengan sistem nilai pemerintahan sebagai berikut : seluruh jajaran organisasi pemerintahan,
manusia. Etika mendorong tumbuhnya l Kebersamaan, bekerja dengan dan pelanggaran atasnya membawa
naluri moralitas, nilai-nilai hidup yang kebersamaan dan persahabatan konsekuensi moral. Jadi setiap aparat
hakiki dan memberikan inspirasi lebih baik daripada kerja sendiri- diharapkan untuk mentaatinya dengan
kepada manusia untuk secara sendiri. penuh rasa kesadaran dan disiplin, dan
bersama-sama menemukan dan l Empati, memahami dan dapat yang melanggar akan diberikan sanksi
menerapkan nilai-nilai untuk kesejah- menyelami dan merasakan masalah administrasi sedangkan pegawai yang
teraan dan kedamaian manusia. yang dihadapi orang lain. taat akan diberi penghargaan.

46 WARTA BEA CUKAI EDISI 369 AGUSTUS 2005


Etika pada dasarnya merupakan negara jangan sampai tergelincir dalam Salah satu yang mendasar dalam
upaya menjadikan moralitas sebagai kesewenang-wenangan, menjauh dari perubahan konsep dari Government ke
landasan bertindak dan berperilaku nilai moral dan kode etik serta ketentuan Governance yang melibatkan interaksi
dalam kehidupan bersama termasuk di lain yang dapat membawa pada dampak antara tiga unsur domain, yaitu:
lingkungan profesi administrasi (Ryaas dan konsekuensi moral, dan rasa l Unsur pemerintah,
Rasyid, 1996, 43-44). keadilan. l Unsur swasta, dan
Kriteria yang menetapkan bahwa Seorang aparatur negara harus l Unsur masyarakat.
seorang aparatur berperilaku etis atau senantiasa mawas diri, peka terhadap
tidak ditentukan sejauh mana yang lingkungan dan tanggap terhadap aspirasi Berdasarkan prinsip-prinsip tersebut
bersangkutan secara sadar dan masyarakat dengan membuka diri secara diatas akan menghasilkan traksaksional
bertanggung jawab mampu menjalan- lapang dada terhadap kritik, saran dan output yang efisien, ekonomis.
kan tugasnya dalam memenuhi fungsi keluhan yang berasal dari masyarakat Seorang pemimpin aparatur haruslah
dan misi pemerintah, yaitu : yang dilayaninya, serta waspada terhadap berperan sebagai spokesmen (juru bicara)
l Pelayanan publik (public service) godaan atau pengaruh yang dapat yang mampu menjelaskan Visi, Misi dan
l Pemberdayaan masyarakat berakibat serius terhadap integritas Tujuan serta Program-program kerja
(empowerment) kepemimpinannya. kepada Stakeholders yang berada di luar
l Pembangunan (development) organisasi.
CIRI-CIRI PIMPINAN YANG IDEAL Pemimpin aparatur hendaknya mam-
Nilai-nilai etika yang disepakati Kepemimpinan aparatur dituntut pu membawa perubahan baru, gagasan-
bersama dan disikapi dengan komitmen untuk mampu menghadapi perubahan gagasan atau ide-ide serta terobosan
yang tinggi dan dirumuskan bersama apa paradigma kepemerintahan (government) baru, juga pemikiran yang membawa nilai
yang dikenal dengan kode etik. Perlu ke arah ruang lingkup yang lebih luas tambah produktivitas dan efisiensi
diketahui kode etik tidak membebankan (governance) atau yang sekarang dapat organisasi.
suatu sanksi hukum atau sanksi paksaan disebut juga istilah good governance Lain dari itu peran pimpinan diluar
fisik. Dorongan untuk mematuhi aturan (kepemerintahan yang amanah). organisasi hendaknya mampu berperan
dan ketentuan yang berlaku dalam kode Adapun prinsip-prinsip dari good sebagai, Direction Setter, yakni suatu
etik bersumber pada kesadaran aparatur governance adalah sebagai berikut : kemampuan untuk memberikan arah yang
terhadap: 1. Akuntabilitas, tanggung gugat tepat dalam rangka mewujudkan Visi, Misi,
l nilai-nilai agama; Tujuan dan Program kerja organisasi.
l nilai-nilai kemanusiaan;
l nilai-nilai budaya; dan
KEWENANGAN KESIMPULAN
l suara hati nurani. Etika merupakan peran penting dalam
SEBAGAI organisasi pemerintahan, karena setiap
Kode etik merupakan kesepakatan
yang telah diikrarkan bersama anggota
APARATUR kebijakan publik mengandung
pertimbangan dan keputusan yang etis,
suatu organisasi atau pemerintahan NEGARA JANGAN berkaitan langsung dengan sistem
sesuai dengan nilai-nilai ideal dan visi
bersama dalam mencapai suatu tujuan
SAMPAI manusia yang mendorong nilai moralitas.
Di dalam lingkungan organisasi
organisasi. TERGELINCIR pemerintahan, aparatur dituntut untuk
Melalui kode etik tersebut setiap
aparatur, terikat untuk berperilaku sebagai
DALAM menjaga citra pemerintah melalui kinerja
dan perilaku dalam menjalankan tugas.
pendukung moral dan sekaligus pelaksa- KESEWENANG- Kode etik merupakan pedoman bagi
na nilai-nilai pemerintahan tersebut secara
nyata. Didalam melaksanakan tugasnya
WENANGAN setiap aparatur untuk bersikap dan
berperilaku sesuai dengan nilai-nilai yang
setiap aparatur harus memperhatikan telah disepakati bersama untuk mencapai
nilai-nilai etis dalam mengambil keputusan (accountability), adalah kewajiban suatu tujuan organisasi.
demi kepentingan publik. untuk memberikan pertanggungja- Kepemimpinan aparatur mendatang
Aparatur sebagai pelaksana melaku- waban atas kinerja dan tindakan menuntut kompetensi yang mampu
kan pertimbangan teknis dan ketentuan pimpinan suatu organisasi kepada menyelesaikan berbagai masalah dan
yang melekat pada kedudukannya seba- publik yang memiliki hak meminta tantangan yang disebabkan oleh
gai pembuat keputusan dengan senan- pertanggungjawaban. perubahan dan pengaruh globalisasi yang
tiasa berpedoman pada nilai-nilai kejujur- 2. Transparansi (transparency), secara penuh dengan ketidak pastian dalam
an, kearifan dan rasa tanggung jawab. luas dapat diketahui oleh pihak-pihak berbagai segmen.
Disamping kode etik, di lingkungan yang berkepentingan mengenai Etika kepemimpinan aparatur
jajaran birokrasi pemerintahan kebijaksanaan pemerintah. negara yang ideal dicirikan dengan
ditetapkan berbagai peraturan 3. Keterbukaan (openess), pemberian seperangkat kapasitas dan kompetensi
kepegawaian yang mengikat dan wajib informasi secara terbuka, saran dan yang meliputi kepekaan terhadap
dipatuhi yang meliputi : kritik dapat dipahami yang dianggap lingkungan strategis, pengayoman atas
l disiplin pegawai, sebagai partisipasi masyarakat moral masyarakat, keterbukaan pikiran
l sumpah jabatan, dan untuk perbaikan. serta perhatian dengan segala aspirasi
l daftar penilaian pelaksanaan 4. Berdasarkan hukum (rule of law), masyarakat.
pekerjaan (DP3) yang berisi unsur- keputusan-keputusan, kebijakan Penulis adalah Kasi Perbendaharaan pada KPBC
unsur kesetiaan; prestasi kerja; pemerintah, organisasi dan badan Tipe B Kotabaru-Kalimantan Selatan
tanggung jawab; kejujuran kerja usaha yang menyangkut
sama; prakasa dan kepemimpinan. kepentingan publik dilakukan DAFTAR PUSTAKA
berdasarkan hukum atau peraturan Alfian, ed, Persepsi Masyarakat Tentang Kebuda-
Didalam pelaksanaan tugas-tugas perundang-undangan yang berlaku. yaan; PT. Gramedia, Jakarta 1985.
Bintoro Tjokroamidjojo Drs. Prof; Good Gover-
administrasi negara terutama yang terkait 5. Perlakuan yang adil dan perlakuan nance (Paradigma Baru Manajemen Pembangunan),
pada pelayanan masyarakat yang maje- kesetaraan (fairness, a level playing Jakarta, 2001.
muk, maka aparatur negara dituntut untuk field), ini berlaku bagi pemerintah UT. (Universitas Terbuka); Dasar-Dasar Manaje-
lebih hati-hati dan lebih cermat dalam terhadap masyarakat dalam pelayan- men, Jakarta Pondok Cabe, 2000.
pelayanan. Kewenangan sebagai aparatur an publik. (Bintoro; 2001, 75-78). Catatan pribadi dalam mata perkuliahan.

EDISI 369 AGUSTUS 2005 WARTA BEA CUKAI 47


Yesus
RENUNGAN ROHANI

SANG PENYELAMAT (Kisah Para Rasul 3:1-10)

Di suatu kamis pagi yang cerah, penulis dan temannya ingin bepergian ke Surabaya dengan KA
Sancaka dari stasiun Tugu, Jogjakarta. Ada banyak orang yang berkumpul disana untuk
menantikan kereta yang akan berangkat ke Surabaya bersama kami. Disitu ada pula beberapa
turis asing yang juga ingin pergi ke Surabaya. Tepat pukul 08.00 pagi, kereta api melaju
menuju Surabaya.

W
aktu menunjukan sekitar bahasa Perancis. Tentunya hal ini lagi di setiap lintasan jaman yang
pukul 12 siang, kami hampir dapat memberikan pengertian salah dilalui oleh jejak-jejak kaki manusia
tiba di kota Surabaya, tiba- bagi para turis–turis itu pada saat yang hidup dimuka bumi ini. Yesus
tiba salah seorang turis asing itu turun di stasiun tersebut. Kristus tetap sama, baik kemarin,
mengatakan, “Kita sudah tiba di Demikian pula, dengan kehidupan hari ini, dan sampai selama-
Surabaya”. Ia mengingatkan pada dunia yang kita tempati merupakan lamanya (Ibrani 13:8). Ia sendiri
teman-temannya untuk turun di kehidupan yang memiliki beragam telah memikul dosa kita di dalam
stasiun itu. Mereka pun bergegas jalan yang tidak pasti. Lebih-lebih, di tubuh-Nya di kayu salib, supaya
mempersiapkan barang–barang era modernisasi ini, kuasa dari Yesus kita, yang telah mati terhadap
mereka untuk turun. Namun, stasiun acapkali sangat diragukan serta dosa, hidup untuk kebenaran. Oleh
itu bukanlah statsiun yang menimbulkan beberapa pertanyaan bilur-bilur-Nya kamu telah sembuh
dimaksudkan untuk menurunkan yang sangat kontroversial yakni, (1 Petrus 2:24).
penumpang. Apakah (Yesus) sang penyelamat Dari kedua ayat di atas maka
Seketika itu pula datang dapat disimpulkan, Kristus
kondektur yang mengatakan, ”Mr, ini menginginkan anak- anakNya
bukan stasiun yang dijadikan untuk MENJADI SAKSI memiliki kehidupan dan bukan
menurunkan penumpang, stasiun ini
hanya untuk menunggu kereta dari BERARTI DALAM kematian. Bahkan Ia mempertegas
pengakuanNya sebagai jalan,
arah berlawanan lewat, sehingga SETIAP SIKAP, kebenaran dan kehidupan (Yohanes
kereta ini harus berhenti sebentar”.
Sang turis itu kebingungan karena TINGKAH LAKU, 14:6a), agar kita sebagai umat yang
ditebus ini dapat merasakan
bahasa yang dipakai oleh kondektur PERKATAAN DAN kebaikan dan keselamatan yang
itu bahasa Indonesia dan sedikit
bahasa Inggris yang terbata-bata.
PERBUATAN KITA dicurahkan setiap saat.
Cerita dalam Kisah Para Rasul
Sedangkan turis itu hanya dapat MENCERMINKAN merupakan suatu bagian cerita
berkomunikasi dengan bahasa
Perancis.
KASIH KRISTUS dalam Alkitab yang sangat menarik
untuk merasakan kebaikan dan
Hal ini menimbulkan sedikit keselamatan dari Allah. Ini
permasalahan. Lalu pak kondektur mampu menyelamatkan kita saat disebabkan setelah Yesus naik ke
meminta bantuan siapa diantara ini? Bagaimana hal itu masih surga, Ia tidak meninggalkan
penumpang yang dapat berbicara berlaku bagi kita semua saat ini? muridnya sendirian, akan tetapi Ia
bahasa Perancis. Kemudian ada Ataukah hal itu hanya sebuah menjanjikan pencurahan Roh Kudus
seseorang yang menyapa dan mitos yang menggambarkan Yesus kepada murid-muridNya.
membantu menjelaskan maksud sebagai manusia yang berkuasa Hal ini merupakan momentum
kondektur tadi dengan bahasa pada kurun waktu lebih dari 2000 yang sangat luar biasa yang tidak
Perancis. Lalu turis itu dapat tahun yang lalu saja? dapat dipikirkan oleh akal manusia.
mengerti bahwa ada stasiun lain Jawaban atas pertanyaan- Terbukti, setelah Rasul Petrus
yang menanti di depan mereka. Bisa pertanyaan diatas adalah, menerima Roh Kudus, ia mengabar-
dibayangkan jika tidak ada orang kebenaran tentang kuasa Tuhan kan tentang kabar keselamatan
yang dapat berkomunikasi dalam Yesus sudah tidak dapat dipungkiri Yesus. Sebagai akibatnya, kira-kira

48 WARTA BEA CUKAI EDISI 369 AGUSTUS 2005


3000 jiwa untuk pertama kali meneri- 2. ADA KASIH YANG MENGALIR KE- Kristen Indonesia yakni ketika menje-
ma Yesus pada waktu itu (Kisah PADA SESAMA MANUSIA (AYAT 7-8) lang peringatan kelahiran Tuhan
Para Rasul 2: 41). Rasul Petrus memegang tangan Yesus yang diselenggarakan pegawai
Janji keselamatan dari Kristus kanan orang itu dan membantunya negeri sipil, TNI dan masyarakat di
itu tetap dan masih berlaku. berdiri (ayat 7a). Rasul Petrus telah Jakarta tahun lalu, seluruh dana
Manifestasi keselamatan menerima kasih yang sempurna dari perayaan natal yang akan digunakan
didistribusikan melalui berbagai Roh Kudus. Ia tidak menerima untuk untuk meramaikan acara tersebut tidak
macam bentuk, kesembuhan terjadi dirinya sendiri tetapi sebaliknya, ia dipakai, namun digunakan untuk
di Yerusalem dan daerah sekitarnya. membagikan kuasa keselamatan itu membantu saudara-saudara kita yang
Yesus menjadi buah bibir yang kepada orang yang lumpuh itu. Sudah tertimpa bencana tsunami di Nangroe
diperbincangkan oleh berbagai teruji dan terbukti kasih Yesus, orang Aceh Darrusalam(NAD). Bravo, dan
macam kalangan pada waktu itu lumpuh dapat berjalan kembali dengan salut untuk panitia natal tahun lalu,
secara luar biasa dan ajaib. normal. Sebagai pengikut Kristus kita percayalah berkat selalu melimpah bagi
KuasaNya tidak dapat diragukan harus memiliki kasih dari Allah dan mereka yang mengasihi Kristus.
lagi. Sebagai bukti dari kenyataan mampu dialirkan bagi sesama manusia.
rahasia kesupranaturalan kuasa Definisi kasih dapat dijabarkan 3. ADA KESAKSIAN UNTUK PELEBARAN
Yesus melalui Roh kudus itu, dapat dalam I Korintus 13 ayat 4-7 yang KERAJAANNYA (AYAT 9-10)
dilihat dari pembacaan kitab Kisah mengatakan, “Kasih itu sabar; kasih Peristiwa kesembuhan yang terjadi
Para Rasul 3:1-10. Ada tiga (3) itu murah hati; ia tidak cemburu; ia di bait Allah merupakan berita yang
rahasia terpenting untuk tidak memegahkan diri dan tidak membuat semua orang tercengang
mendapatkan keselamatan dari sombong. Ia tidak melakukan yang dan takjub. Sebagai akibat dari
Tuhan Yesus; ketakjuban dan ketercengangan itu,
semua orang memuji Tuhan.
1. PENYERAHAN SECARA TOTAL
KEPADA YESUS (AYAT 3-6)
MAKA APA YANG Pendistribusian kasih Allah yang

Dalam ayat 3-6 digambarkan, TIDAK PERNAH sempurna mempunyai daya ledakan
yang sangat dahsyat tiada taranya.
Petrus dan Yohanes adalah rasul DILIHAT OLEH Pelajaran yang dapat kita kaji dari ayat
yang sangat diurapi Tuhan sedang
menuju ke bait Allah. Dalam MATA, DAN TIDAK 9-10 adalah, kita sebagai anak Allah
harus dapat menjadi saksi Kristus di
perjalanan ke bait Allah, mereka PERNAH mana saja kita berada. Menjadi saksi
berjumpa dengan seorang laki-laki
yang lumpuh sejak lahir. Selanjutnya, DIDENGAR OLEH berarti dalam setiap sikap, tingkah laku,
perkataan dan perbuatan kita
si lelaki yang lumpuh itu berharap ia TELINGA, DAN mencerminkan kasih Kristus.
mendapatkan sedekah dari para
Rasul tersebut. YANG TIDAK Karena kita ini buatan Allah,
diciptakan dalam Kristus Yesus
Kenyataannya berbeda, ia tidak PERNAH TIMBUL DI untuk melakukan pekerjaan baik,
memperoleh sedekah. Namun
sesuatu yang diluar akal manusia
DALAM HATI yang dipersiapkan Allah
sebelumnya. Ia mau, supaya kita
yakni kesembuhan yang sempurna MANUSIA : SEMUA hidup di dalamnya (Efesus 2:10).
dari Yesus. Rasul Petrus dengan
berani mengatakan, “Emas dan
YANG DISEDIAKAN Kita ini adalah buatan Allah. Dengan
kata lain kita ini mahakarya Tuhan, kita
perak tidak ada padaku, tetapi apa ALLAH UNTUK diciptakan untuk melakukan yang
yang kupunyai, ku berikan
kepadamu: Demi nama Yesus
MEREKA YANG terbaik bagi Raja kita diatas segala-
galanya. Semakin kita bergairah
Kristus, orang Nazareth itu, MENGASIHI DIA mencerminkan kasih Kristus maka
berjalanlah !”.
Di dalam ayat ini sikap tegas
(I KORINTUS 2:9) karunia yang ada didalam Yesus
dibagikan pada kita sebagai orang
penyerahan rasul Petrus kepada yang percaya dan mengasihi Dia.
Tuhan Yesus mempunyai nilai yang tidak sopan dan tidak mencari Lebih jauh, akibat dari karunia yang
paling penting yang tidak dapat keuntungan diri sendiri. Ia tidak kita dapatkan dari Kristus adalah,
diganggu gugat oleh harta, kekaya- pemarah dan tidak menyimpan banyak orang yang diselamatkan .
an, status apapun di muka bumi ini kesalahan orang lain. Ia tidak Akhirnya, Kristus adalah Allah
untuk mendapatkan keselamatan. Ia bersukacita karena ketidakadilan, keselamatan. KuasaNya tetap sama di
tidak dapat melakukan apa-apa tanpa tetapi karena kebenaran. Ia menutupi berbagai tempat, keadaan, dan waktu.
dorongan dari Yesus. segala sesuatu, percaya segala Hal ini dapat terjadi ketika kita semua
Totalitas penyerahan kepada sesuatu, mengharapkan segala menyerahkan secara total kepada
Yesus mengandung makna, sesuatu, sabar menanggung segala Tuhan, memiliki kasih yang mengalir
Mengasihi Tuhan Allahmu dengan sesuatu”. terhadap sesama manusia, dan mau
segenap hatimu, dengan segenap Segala permasalahan yang terjadi menjadi kesaksian untuk pelebaran
jiwamu dan dengan segenap akal di sekitar kita menyebabkan kita kerajaan Allah.
budimu (Matius 22:37). Dengan sebagai umat percaya terpanggil untuk Maka, Apa yang tidak pernah
memberikan segala beban, berpartisipasi membantu saudara- dilihat oleh mata, dan tidak pernah
pergumulan masalah kesehatan atau saudara kita yang memerlukan bantuan didengar oleh telinga, dan yang tidak
apapun juga yang merintangi kita baik secara spiritual dan material. pernah timbul di dalam hati manusia:
kepada Tuhan Yesus, maka Ia Secara signifikan kita dapat semua yang disediakan Allah untuk
sebagai Tuhan penyelamat kita, memulainya dari lingkungan terkecil mereka yang mengasihi Dia (I
dapat mengatasiNya secara kita yakni keluarga, kampung, kota, dan Korintus 2:9).
sempurna. Karena, Allahku secara luas negara kita, sehingga Tuhan Yesus sang penyelamat bagi
(terjemahan penulis: kita) akan transformasi kuasa keselamatan Yesus kita semua. Halleluyah! Tuhan Yesus
memenuhi segala keperluanmu me- terjadi di segala aspek kehidupan. memberkati kita semua. Amin.
nurut kekayaan dan kemuliaan-Nya Sebagai salah satu contoh konkrit, Petrus Titus R,
dalam Kristus Yesus (Filipi 4:19) kasih sudah dibuktikan oleh umat Surabaya International Christian Fellowship (SICF)

EDISI 369 AGUSTUS 2005 WARTA BEA CUKAI 49


PENGAWASAN
WBC/ATS
Tujuh puluh lima persen materi
pelatihan dialokasikan untuk
kegiatan praktek, yaitu praktek
pemeriksaan kapal pada
simulator maupun kapal niaga
di Pelabuhan Tanjung Priok
dengan menggunakan
peralatan pemeriksaan
maupun peralatan pelindung
keselamatan.

A
ustralia Customs Service (ACS)
dan Direktorat Jenderal Bea dan
Cukai (DJBC) telah melakukan
kerjasama dalam kerangka Indonesian
Customs Maritime Security Capacity
Building Project.
Dalam project tersebut, ACS
memberikan bantuan dalam bentuk
peralatan maupun pelatihan dengan
tujuan untuk meningkatkan
kemampuan Petugas DJBC dalam
melakukan pengawasan.
Salah satu bantuan berupa
pelatihan yang telah dilaksanakan
adalah pelatihan ship search
(boatzoeking) yang dilaksanakan di
Sydney Australia tanggal 27 April – 25
Mei 2005 yang diikuti oleh 4 (empat)
orang perwakilan dari DJBC. Keempat
perwakilan dari DJBC yang mengikuti
pelatihan tersebut dilatih untuk menjadi
instruktur dalam pelatihan ship search
di Indonesia.
Selain bantuan berupa pelatihan
tersebut, ACS telah memberikan
bantuan berupa peralatan yang dapat
dipergunakan untuk pelatihan ship
search, yaitu peralatan pemeriksaan
dan peralatan pelindung keselamatan.
Sebagai tindak lanjutnya, pada
tanggal 4 – 22 Juli lalu, bertempat di
Kantor Pusat Direktorat Jenderal Bea
dan Cukai (KP DJBC), diselenggarakan
Ship Search Training Course. Sebuah
pelatihan mengenai teknik pemeriksaan
kapal secara sitematis dengan
menggunakan peralatan pemeriksaan
maupun peralatan pelindung
keselamatan.
Pelatihan tersebut dilakukan untuk
dua gelombang (angkatan), Angkatan
pertama pada 4 - 8 Juli dan Angkatan
kedua pada 18 - 22 Juli. Tiap-tiap
LATIHAN. Para peserta training melakukan latihan pada simulator. angkatan diikuti oleh 16 orang peserta
yang merupakan perwakilan dari
beberapa Kantor Wilayah dan Kantor

Ship Search
Pelayanan di Indonesia.
Para peserta pelatihan tersebut
dilatih oleh instruktur yang berasal dari
DJBC dan ACS. Dari DJBC diwakili
oleh Sonny Wibisono, I Wayan Sapta
Dharma, Andhi Pramono, dan Fabian

Training Course
Cahyo Wibowo. Sementara dari ACS
diwakili oleh Anthony Wheatley dan
Nathan Phillips.
Dalam sambutannya ketika
membuka acara ship search training
course tersebut, Direktur P2, Sofyan

50 WARTA BEA CUKAI EDISI 369 AGUSTUS 2005


WBC/ATS
Permana mengatakan, selain untuk
melakukan pelatihan pemeriksaan
kapal, adanya pelatihan ini juga untuk
mempererat hubungan antara DJBC
dan ACS. Dengan demikian ia berharap
agar para peserta pelatihan dapat
menularkan ilmunya kepada pegawai
lain di tempat kerjanya.
Sementara itu Malcolm Mc Allister,
Senior Australian Customs Representa-
tive Jakarta mengungkapkan rasa
gembiranya dengan adanya pelatihan
tersebut. Sebab, pelatihan ini suatu hal
yang penting di bawah proyek
kerjasama ACS dan DJBC. Untuk itu ia
berharap agar peserta pelatihan bisa
sukses dan berhasil.
Menurut Sonny Wibisono, salah
satu instruktur dari DJBC, kurang lebih
tujuh puluh lima persen materi
pelatihan dialokasikan untuk praktek di
dalam maupun di luar kelas. Praktek di
dalam kelas dilakukan untuk
mengenalkan dan melatih penggunaan
peralatan pemeriksaan seperti snake
eye, gas monitor, dan beberapa
peralatan lainnya termasuk juga
peralatan pelindung keselamatan.
Praktek di luar kelas dilakukan MENINJAU. Direktur P2, Sofyan Permana meninjau peralatan latihan.
antara lain praktek pemeriksaan kapal
pada simulator, kapal patroli Bea dan Teori yang diberikan dalam pada beberapa kapal niaga tidak
Cukai maupun kapal sebenarnya yang pelatihan ini antara lain mengenai semata-mata untuk kegiatan pelatihan,
ada di dermaga Tanjung Priok. Selain terminologi kapal, struktur kapal, melainkan juga membantu Petugas
itu juga dilakukan praktek penggunaan keselamatan dan kesehatan kerja, KPBC dalam melakukan pemeriksaan
peralatan pelindung keselamatan yang pemeriksaan sistematis, dan tatacara kapal,” ujar Sonny.
dilakukan pada simulator. penggunaan peralatan. Sonny menambahkan, jika dalam
Pada tiap-tiap angkatan, dua hari Pada praktek pemeriksaan kapal melakukan “praktek” pemeriksaan
pertama dilakukan pelatihan di kelas niaga di Tanjung Priok, pemeriksaan kapal niaga tersebut ditemukan barang
dan simulator kapal dan cabin yang ada dilakukan bersamaan dengan ilegal (misalnya seperti narkoba yang
di Wisma Anjing Pelacak. Tiga hari pemeriksaan kapal yang dilakukan oleh sengaja disembunyikan anak buah
berikutnya dilakukan praktek pemerik- Petugas KPBC. “Jadi, praktek kapal), maka temuan tersebut akan
saan kapal pada kapal sebenarnya. pemeriksaan kapal yang dilakukan diserahkan kepada Petugas KPBC
WBC/ATS

FOTO BERSAMA. Para peserta Pelatihan Ship Search Angkatan pertama berpose bersama sebelum pelatihan dimulai.

EDISI 369 AGUSTUS 2005 WARTA BEA CUKAI 51


PENGAWASAN
WBC/ATS

MENINGKATKAN

○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○
KEMAMPUAN
PETUGAS DJBC
Melalui Training on Intelligence Analyst on
Customs Enforcement Network
Berlangsung selama dua hari sejak tanggal 23-24 Juni 2005
dan diikuti oleh 29 peserta dari berbagai Kantor Pelayanan
SONNY WIBISONO. Praktek pemeriksaan kapal Bea dan Cukai di Indonesia.
yang dilakukan pada beberapa kapal niaga di
Tanjung Priok tidak semata-mata untuk kegiatan

U
pelatihan, melainkan juga membantu Petugas ntuk meningkatkan kemampu- penting untuk meningkatkan kinerja
KPBC dalam melakukan pemeriksaan kapal. an petugas Direktorat Jenderal DJBC. Pelatihan ini selain membidik
Bea dan Cukai di pelabuhan sasaran pada masuknya barang
yang ikut serta dalam pemeriksaan maupun di bandara Internasional illegal seperti narkoba, juga menitik
tersebut untuk diproses lebih lanjut dalam menjalankan tugas terutama beratkan pada pencegahan
sesuai ketentuan yang berlaku. yang berkaitan dengan intelejen, terjadinya perdagangan illegal yang
Ketika diwawancara WBC, Ahmad DJBC bersama dengan RILO berjalan seiring dengan
Yudi, peserta training dari Kanwil IV (Regional Intelligence Liaison perkembangan dunia.
DJBC Jakarta mengatakan, materi yang Office) mengadakan pelatihan Lebih lanjut Totok menyampaikan,
didapat selama pelatihan antara lain jaringan analist intelejen di DJBC. agar kesempatan pelatihan ini dapat di
adalah metode pencarian barang- Pelatihan yang berlangsung selama gunakan sebaik-baiknya oleh para
barang yang disembunyikan seperti dua hari dibuka oleh Kasubdit peserta untuk menggali lebih dalam
senjata, narkotika dan barang terlarang Penyidikan P2 Totok Sugiarto SH masalah-masalah intelejen dari para
lainnya. Selain itu juga mempelajari yang mewakili Direktur P2 DJBC. tenaga ahli.
struktur atau tata ruang kapal. Dalam sambutan dihadapan Takeshi Watanabe, selaku
“Sebab, kalau kita mencari sesuatu peserta pelatihan Totok perwakilan RILO untuk Asia Pacific
di dalam kapal tapi tidak mengetahui menyampaikan pelatihan ini yang berkedudukan di Hongkong
tata ruang kapal sama juga bohong,” merupakan pelatihan yang sangat mengatakan, tantangan yang dihadapi
ujar Ahmad. Tidak hanya itu, peserta WBC/ATS
juga dibekali pengetahuan tentang alat-
alat apa saja yang digunakan untuk
mencari barang-barang ilegal yang
disembunyikan di dalam kapal.
Walaupun telah dibekali dengan
berbagai pengetahuan tentang
pemeriksaan kapal, improvisasi juga
perlu dilakukan untuk menyiasati
perbedaan teori dan praktek di
lapangan. Tetapi berkat kerjasama
dengan ACS, petugas dapat lebih
mengetahui tempat-tempat
penyimpanan barang-barang ilegal di
dalam kapal.
“Selama ini kita hanya meminta
dokumen saja, tidak pernah melakukan
pemeriksaan, padahal banyak bagian
dari kapal yang bisa dijadikan tempat
untuk menyembunyikan barang-barang
ilegal, misalnya seperti tempat
perbekalan kapal,” imbuh Ahmad.
Senada dengan Ahmad, Agung
Putro Kartiko, peserta pelatihan dari
Pangsarop Tanjung Balai Karimun
mengatakan, pelatihan ini membuat ia
lebih teliti dalam mencari barang-
barang ilegal yang mungkin disimpan di
dalam kapal. Dengan adanya pelatihan
ini Agung berharap, ia dan Petugas Bea
Cukai lainnya dapat bekerja lebih
profesional dan berhati-hati. ifa PEMBUKAAN PELATIHAN. Di buka langsung oleh Kasubdit Penyidikan DJBC Totok Sugiarto,SH

52 WARTA BEA CUKAI EDISI 369 AGUSTUS 2005


WBC/ATS

FOTO BERSAMA. Para peserta dari seluruh Indonesia beserta dengan para tenaga ahli RILO

oleh institusi Bea dan Cukai di seluruh dengan RILO. Menurutnya diskusi ini atau sebaliknya agar penyampaian data
dunia adalah masalah penyelundupan menarik karena petugas dilapangan dapat di lakukan dengan cepat dan
narkoba dan juga perdagangan illegal. terkadang memerlukan data dari RILO. akurat.
Kedua hal ini merupakan ancaman “Dari jawaban RILO kemarin (saat ”Sebaiknya pelatihan seperti ini
yang bisa merusak stabilitas suatu pelatihan.red) adalah yang bisa akses diiringi pula dengan pelatihan yang
negara. Pelatihan yang diikuti oleh ke RILO adalah analis kantor pusat sifatnya khusus agar kemampuan
korlak P2 dari berbagai KPBC di (Kantor Pusat DJBC.red),”tutur peserta para petugas dilapangan dapat lebih
Indonesia, setidaknya bisa tadi. Dari hasil pelatihan tadi, ia maksimal, bukan hanya dari segi
meningkatkan peserta dalam mengatakan setidaknya analis dari teori tapi juga dari segi
menjalankan tugasnya terutama yang DJBC ada yang ditempatkan di RILO praktek,”ujarnya. zap
berkaitan dengan intelejen. WBC/ATS
Pelatihan yang berlangsung dua
hari sejak tanggal 23-24 Juni 2005 di
ruang Loka Muda Kantor Pusat DJBC
mendapat tanggapan positif dari
peserta. Salah satu peserta
mengatakan dirinya merasa pelatihan
ini dapat digunakan sebagai momen-
tum untuk menambah wawasan dari
para tenaga ahli.
Selain itu peserta tersebut
mengatakan, para peserta juga
mendapat pengetahuan yang lebih
mengenai RILO dan juga posisinya
dalam hal yang berkaitan dengan
intelejen.
Secara umum RILO kawasan Asia
Pasifik bekedudukan di Cina
merupakan bagian dari WCO (World
Customs Organisation) yang bertugas
untuk meningkatkan kemampuan
petugas bea dan cukai khususnya yang
berkaitan dengan intelejen berdasarkan
rekomendasi dari Dewan Kerja Sama
Kepabeanan yang berada di bawah
WCO Global Information and Intelli-
gence Startegy, dan Indonesia adalah
salah satu anggota RILO.
Hal menarik yang menjadi pokok
diskusi antara peserta dengan para
tenaga ahli dari RILO adalah mengenai
akses antara petugas dilapangan PENYERAHAN SERTIFIKAT. Diberikan kepada salah satu peserta training.

EDISI 369 AGUSTUS 2005 WARTA BEA CUKAI 53


OPINI

Oleh: Noor Johan Nuh

Bea Cukai &


Rp.7 triliun
H
asil survei Lembaga Penyelidik- bukan persepsi,” kata Chatib Basri. yang menjadi responden survei
an Ekonomi dan Masyarakat- Artinya, survei yang dilakukan LPEM- LPEM-UI dapat ditetapkan sebagai
Universitas Indonesia (LPEM- UI menemukan atau mendapatkan tersangka penyuapan.
UI) dan Bank Dunia membuat aparat pengakuan dari pengusaha di lima Mereka dapat dijerat dengan
Bea dan Cukai terperangah; daearah yang menjadi obyek survei, pasal 5 ayat 1 Undang-undang
“Pungutan liar yang dilakukan aparat bahwa para responden melakukan Nomor 20 tahun 2001 tentang Komisi
Bea dan Cukai mencapai Rp. 7 suap kepada aparat Bea dan Cukai Tindak Pidana Korupsi, dengan
triliun” (Kompas, 25 Juni 2005). yang jumlahnya sangat spektakuler. ancaman hukuman, satu hingga lima
Survei dilakukan sejak April hingga Pengakuan dari para responden tahun penjara atau denda Rp. 50 juta
awal Juni 2005 berdasarkan fakta, yang telah melakukan penyuapan hingga Rp. 250 juta.
bukan persepsi, dalih Chatib Basri, kepada pegawai negeri (Bea dan Lalu, apa sanksi hukum bagi
peneliti LPEM-UI sekaligus Staf Ahli Cukai) merupakan salah satu alat Chatib Basri yang dengan gamblang
Menteri Koordinator Perekonomian, bukti bagi penyidik. Jika saja Chatib mengakui mengetahui telah terjadi
dan menjadikan pengusaha di lima Basri bekerja sama denga Komisi tindak pidana korupsi penyuapan tapi
kawasan, yakni Jabotabek, Pemberantas Korupsi (KPK), seperti tidak melaporkan pada aparat hukum
Surabaya, Medan, Semarang dan yang dilakukan oleh Khairansyah, yang berwenang?
Makasar sebagai responden. anggota Badan Pemeriksa Keuangan Kwik Kwian Gie pernah
Hasil survei lembaga yang (BPK) yang berhasil mengungkap mengungkapkan bahwa potensial
dibiayai oleh Bank Dunia dan penyuapan yang dilakukan oleh loss pendapatan pemerintah dari
Pemerintah Belanda ini anggota Komisi Pemilihan Umum sektor pajak mencapai 40 persen.
menyebutkan, dari 82 persen (KPU) Mulyana W Kusuma, semua Kwik menarik ucapannya dan
pengusaha yang mengeluarkan meminta maaf karena tidak memiliki
“biaya siluman” itu, 39 persen data dan takut disomasi oleh Direktur
mengaku membayar sewaktu-waktu, DALAM PROSES Jenderal Pajak Hadi Purnomo.
sedangkan 43 persen membayar
terus menerus alias langganan tetap. EKSPORTASI Survei yang dilakukan Japan
International Cooperation Agency
Temuan survei LPEM-UI sangat MAUPUN (JICA) berjudul The Study on Trade
mengejutkan melihat besaran
pungutan liar yang dituduhkan IMPORTASI DI Related Systems and Procedures in
Indonesia 2005 menyebutkan, proses
dilakukan aparat Bea dan Cukai PELABUHAN penyelesaian impor dan ekspor,
sebanyak Rp. 7 triliun. Jika angka
tersebut dibagi rata pada seluruh TANJUNG PRIOK, terutama pengangkutan kontainer dari
terminal ke kapal, pengiriman atau
aparat Bea dan Cukai yang PALING TIDAK ADA sebaliknya di Tanjung Priok, Jakarta,
berjumlah sekitar 11 ribu orang,
berarti setiap aparat mendapat
DELAPAN INSTITUSI dibutuhkan waktu selama tujuh hari.
Di Jepang hanya membutuhkan waktu
bagian masing masing sekitar Rp. YANG TERLIBAT 3,1 hari, Jerman dan Amerika 2 hari,
630 juta. (Seorang pegawai golongan
II b berkomentar pada penulis, “Minta
LANGSUNG DALAM dan Singapura 1 hari. Mengapa di
Tanjung Priok begitu lama? Apa
pensiun gua kalau punya duit PROSES masalah ini menjadi tanggung jawab
segitu”).
“Temuan ini berdasarkan fakta,
TERSEBUT aparat Bea dan Cukai semata?
Sarana dan prasarana yang buruk

54 WARTA BEA CUKAI EDISI 369 AGUSTUS 2005


di pelabuhan Tanjung Priok (Creane
rusak disewa). Akses jalan ke dan
keluar pelabuhan Tanjung Priok
sangat padat ditambah kondisi jalan
yang rusak. Kadang kala jarak
Bekasi ke Tanjung Priok ditempuh
dalam waktu enam jam. Pelabuhan
yang dibangun tujuh puluh tahun
yang lalu oleh pemerintah kolonial
Belanda, sudah sangat tidak layak
menjadi gerbang utama lalu lintas
ekspor dan impor.
Dalam proses eksportasi maupun
importasi di pelabuhan Tanjung Priok,
paling tidak ada delapan institusi
yang terlibat langsung dalam proses
tersebut. Pertama, Syahbandar.
Kedua, perusahaan pelayaran berikut
agen-agennya. Ketiga, importir dan
eksportir dengan asosiasinya.
Keempat Ekspedisi Muatan Kapal
Laut (EMKL) dan Perusahaan
Pelayanana Jasa Kepabeanan
(PPJK). Kelima, trucking company.
Keenam, PT Pelabuhan Indonesia
(Pelindo) dengan unit-unitnya
termasuk Unit Terminal Peti Kemas
(UTPK). Ketujuh, perbankan. Dan
kedelapan, Direktorat Jenderal Bea
dan Cukai.
Setiap pihak yang terkait
mempunyai tanggung jawab atas
kelancaran arus barang impor atau
ekspor, dan mempunyai otoritas
kewenangan dan lingkup pelayanan
yang terimplementasi dalam sistim
dan prosedur masing-masing
institusi.
Apakah pungutan liar yang
dilakukan aparat Bea dan Cukai
sebanyak Rp. 7 triliun menurut survei
LPEM-UI, sudah termaksud atau
melibatkan institusi lainnya itu, atau
semua biaya under table di
pelabuhan dianggap pelakunya Bea
dan Cukai.
Dalam proses importasi atau
eksportasi, Bea dan Cukai hanya
menjadi bagian dari sub sistem
konstalasi pelabuhan di Tanjung Priok.
Jika diukur dalam persentase, peran
Bea Cukai tidak lebih dari 30 persen
dalam proses impor atau ekspor.
Sangat patut jika LPEM-UI juga
melakukan survei pada institusi terkait
lainnya sebab bukan rahasia umum
bahwa siapapun yang mempunyai
kewenangan otoritas di pelabuhan
sangat kental melakukan pungutan liar.
Tidak dapat dipungkiri akan peran
dan fungsi Bea dan Cukai yang sangat
strategis dan sangat menentukan bagi
atmosfir perekonomian negara, yang
akan berdampak langsung pada dunia pemerintah Belanda pada survei untuk menjadi entry point kembali
usaha, perdagangan, investasi, yang dilakukan LPEM-UI dan ke sistim Pre Shipment Inspection?
industri dan perekonomian nasional mengumumkan pada publik bahwa Sepatut tuduhan ini diklarifikasi oleh
baik makro atau mikro. Jika benar dan Bea dan Cukai telah melakukan Direktur Jenderal Bea dan Cukai,
akurat, hasil survei yang fantastis itu pungutan liar sebanyak Rp. 7 triliun atau, lakukan somasi seperti dilaku-
pasti sangat berpengaruh pada sekaligus menyatakan institusi ini kan Direktur Jenderal Pajak pada
perekonomian nasional. sebagai lembaga yang paling korup. Kwik Kwian Gie. Kita tunggu!
Patut menjadi pertanyaan, Bukan tidak mungkin hal ini Penulis adalah pengamat masalah-masalah
pendanaan oleh Bank Dunia dan hanyalah bagian dari satu konspirasi Kepabeanan dan Cukai

EDISI 369 AGUSTUS 2005 WARTA BEA CUKAI 55


PPKC
Pengantar Redaksi
Untuk lebih meningkatkan pelayanan kepada para pengguna jasa melalui jaringan internet, website resmi DJBC yang selama ini
diakses melalui alamat www.beacukai.go.id, akan mengalami perubahan tampilan wajah. Untuk mengenal lebih dekat wajah baru
website DJBC tersebut, Ir. Agus Sudarmadi, MSc, Kasubdit Penerimaan, dan Faldi Jazztra A., Pelaksana, pada Direktorat
Penerimaan & Peraturan Kepabeanan dan Cukai (PPKC) membuat tulisan secara berseri, dimulai pada edisi ini yang memaparkan apa
dan bagaimana website DJBC. Sedangkan pada edisi mendatang tulisan akan memuat fitur-fitur baru website.
○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○

MENGENAL LEBIH DEKAT


Wajah Baru
Website Resmi DJBC
(http://www.beacukai.go.id)
Di dalam era TI saat ini, penggunaan website oleh suatu institusi sebagai bagian dari perangkat
kehumasan diyakini sangat efektif dan efisien

P
esatnya perkembangan pola pelayanan kepabeanan dan fasilitasi pelayanan secara umum,
perdagangan internasional dan perdagangan harus tampil di muka Penggunaan TI ini akan berimplikasi
teknologi dewasa ini telah tanpa melupakan peran pengawasan langsung dalam hal transparasi dan
mengakibatkan adanya perubahan yang memang sudah “built in” di kecepatan pelayanan yang pada
pendulum pelaksanaan tugas dan dalam tugas dan fungsi DJBC. gilirannya akan meningkatkan
fungsi institusi kepabenan indonesia Untuk mengantisipasi hal tersebut eskpektasi pengguna jasa atas
dari fungsi aparat fiskal ke arah diatas, beberapa tahun belakangan tingkat pelayanan yang diberikan
fungsi fasilitator perekonomian dalam ini DJBC terus mengembangkan oleh institusi termasuk di dalamnya
rangka meningkatkan kesejahteraan sistem pelayanannya khususnya institusi kepabeanan.
ekonomi dan sosial suatu bangsa. yang berkaitan dengan penggunaan Lebih jauh lagi dapat dikatakan
Sebagai implikasi dari teknologi informasi (TI). bahwa Jasa kepabenan dan cukai
berkembangnya tuntutan ini unsur Sebagaimana laiknya didunia yang diberikan oleh DJBC

Gb. 1 WEBSITE DJBC LAMA Gb. 2 WEBSITE DJBC BARU

56 WARTA BEA CUKAI EDISI 369 AGUSTUS 2005


merupakan suatu produk yang
dituntut harus dapat memberikan
PERBANDINGAN WEBSITE LAMA DAN BARU
kepuasan tertinggi bagi
KETERANGAN LAMA BARU
stakeholdernya, baik itu internal
stakeholder maupun eksternal
stakeholder. Untuk dapat Site www.beacukai.go.id www.beacukai.go.id
memberikan kepuasan bagi
pengguna jasa maka pelayanan Bahasa Program ASP PHP
DJBC dituntut untuk prima yang Database Access MySQL dan Access
didalamnya harus memenuhi aspek
kesederhanaan, kejelasan,
kepastian, keamanan, keterbukaan, HOSTING
efisien, keadilan yang merata dan Ruang (space) 300 MB 1 GB up to 40 GB
ketepatan (Pelayanan Prima, 2000).
Untuk dapat melaksanakan dan Tempat Hosting web PT. Indosat M2 DJBC
memenuhi aspek pelayanan prima Memory 1 GB 1 GB
tersebut diatas, maka tidak hanya
DJBC saja yang harus berbenah
FEATURES
namun pengguna jasa juga harus
dikondisikan siap untuk menerima Home Yes Yes
perubahan dan peningkatan upaya Tentang Kami Yes Yes
pelayanan tersebut. Untuk dapat
menciptakan kondisi tesebut maka News (Berita) Yes Yes
pengguna jasa harus memiliki Forum DJBC Yes Yes
informasi yang tepat – well informed, Sisdur Yes Yes
mengenai jasa kepabeanan dan
cukai yang diberikan oleh DJBC dan Direktori Peraturan Yes Yes
bagaimana cara memanfaatkannya. Download Yes Yes
Untuk itu diperlukan suatu sarana Kurs Yes Yes
untuk sosialisasi system dan
prosedur kepabeanan dan cukai yang Tarif BTBMI Yes Yes
tangguh dan handal serta Data Statistik Yes Yes
komunikasi antara penyedia dan Polling Yes Yes
pengguna jasa harus dilakukan WAP Yes Yes
dengan efektif dan efisien. Semakin
efektif dan efisien metode Email Yes Yes
penyebaran informasi maka akan Mailing List Yes Yes
semakin well informed pengguna Search Engine Yes Yes
jasa kepabeanan.
Di dalam era TI saat ini, Sitemap Yes Yes
penggunaan website oleh suatu Link Yes Yes
institusi sebagai bagian dari
perangkat kehumasan diyakini
sangat efektif dan efisien mengingat NEW FEATURES/PRODUK UNGGULAN
cakupan penyebaran informasi yang e-services
dilakukan dapat dikenakan tidak
l Registrasi Importir Yes Yes
mengenal waktu dan batas – timeless
and borderless. l Importasi Mobil No Yes
Web site, dikenal sebagai satu l Keberatan dan Banding No Yes
dari sekian banyak media komunikasi l PKSI No Yes
yang terbukti sangat efektif yang
digunakan oleh penghasil jasa
ataupun produk dengan Language
konsumennya. Dengan l Indonesia Yes Yes
mempergunakan jaringan internet
yang dikenal sebagai World Wide l English No Yes
Web (WWW), kecepatan dan
keakuratan web site sebagai sarana Gallery Foto No Yes
penyebaran informasi dan
komunikasi sudah tidak diragukan Warta Bea dan Cukai No Yes
lagi. Webmail DJBC No Yes
Beranjak dari fakta tersebut diatas Frequently Asked Question No Yes
sejak bulan Agustus 1997, DJBC
telah menggunakan wesite sebagai
salah satu pilihan media untuk INTEGRATED APPLICATION
menghubungkan DJBC dengan Importasi Mobil No Yes
stakeholdernya. Dengan
beralamatkan www.beacukai.go.id, Keberatan dan Banding No Yes
website DJBC dapat dikatakan PKSI No Yes
sebagai institusi pelopor penggunaan BTBMI No Yes
media cyber tidak hanya di
lingkungan Departemen Keuangan Registrasi Importir Yes Yes

EDISI 369 AGUSTUS 2005 WARTA BEA CUKAI 57


PPKC
tetapi juga di lingkungan institusi STATISTIK 1
pemerintahan di Indonesia untuk
berkomunikasi dengan Total Kunjungan 938.310 kunjungan
stakeholdernya Rata-rata kunjungan perbulan 11.170 kunjungan
Seiring dengan perkembangan Rata-rata kunjungan perhari 372 kunjungan
teknologi dan tuntutan akan pelayan-
an dan peningkatan kecepatan Hari kunjungan tertinggi Jum’at, Sabtu dan Senin
penyampaian informasi, website Jumlah negara pengunjung 60 negara
DJBC mengalami peningkatan fungsi
dan tampilan. Dengan menggunakan
teknologi pemrograman asp (Active Daily Summary
Server Pages) dan database Access, Day Requests Pages
website DJBC yang dihosting pada Sun 19785 14.115% 11326 21.474%
webserver milik PT. Indosat M2 ini,
Mon 0 0.000% 0 0.000%
ditingkatkan fungsinya dengan
menjalankan program aplikasi e- Tue 0 0.000% 0 0.000%
services pertama yaitu e-registration Wed 0 0.000% 0 0.000%
for importers (Registrasi Importir), Thu 15602 11.131% 5197 9.854%
serta peningkatan pelayanan
pemberian informasi dan tampilan Fri 71677 51.137% 19899 37.729%
dari website statis ke website yang Sat 33102 23.616% 16320 30.943%
dinamis.
Hal ini membuat website DJBC
menjadi semakin berkembang dan dari sebelas kategori pelayanan DJBC mendapatkan respon yang
semakin menjadi salah satu elemen DJBC yang disurvey, dengan cukup positif dari pengguna jasa.
penting dalam memberikan ruang prosentase sebanyak kurang lebih Walaupun demikian bukan berarti
informasi dan pelayanan yang dapat 70 % respondent dalam hal tingkat website DJBC berjalan mulus tanpa
dipercaya (reliable), cepat, efektif, kepuasan dalam hal peningkatan hambatan, dari kritik dan saran yang
serta dapat diakses kapanpun dan fungsi website sebagai bagian dari diterima oleh web administrator
dimanapun. keberadaan website pelayanan DJBC (lihat table WBC DJBC terdapat beberapa hal yang
DJBC semakin diakui dan edisi Juni 2005 hal. 70). perlu mendapatkan perhatian untuk
dibutuhkan, hal ini terbukti bahwa Sebagai gambaran untuk melihat lebih ditingkatkan, antara lain:
pada tahun 2003 website ini besarnya animo pengguna jasa l belum optimalnya penggunaan
mendapat penghargaan sebagai terhadap penggunaan website DJBC sarana electronic mail (e-mail) pada
website terbaik untuk kategori bahwa sejak diluncurkannya masing-masing direktorat teknis
layanan umum. Yang lebih website DJBC pada tahun 1997 terkait, sehingga dari sekian banyak
menggembirakan lagi, berdasarkan hingga Juli 2005, dapat dilihat pada alamat e-mail hanya sedikit e-mail
hasil survei yang dilakukan oleh statistik 1. account saja yang aktif digunakan
JICA pada tahun 2004 didapatkan Memperhatikan data tesebut untuk berkomunikasi.
fakta bahwa website DJBC diatas terlihat jelas bahwa sebagai l Terlambatnya up-dating data base
mendapatkan penilaian tertinggi sebuah sarana komunikasi website peraturan kepabeanan dan cukai
Kunjungan perhari (7)
Senin 20 % 701

Selasa 45 % 1565

Rabu 8% 280

Kamis 8% 273

Jumat 10 % 335

Sabtu 5% 168

Minggu 4% 150

Kunjungan perbulan (5)


04/2005 4% 143

05/2005 32 % 1104

06/2005 64 % 2206

07/2005 1% 18

11/2004 0%

Gb.3. Chart hit counter new website DJBC

58 WARTA BEA CUKAI EDISI 369 AGUSTUS 2005


yang dibutuhkan oleh pengguna DJBC, baik dari segi tampilan, untuk mendapatkan informasi yang
jasa fitur, maupun isi keseluruhan. mereka butuhkan, prosedur singkat
l Masih kurang variatifnya materi- Website DJBC yang baru ini (how to...prochedures), fasilitas e-
materi yang ditampilkan. dibangun dengan teknologi php services baru seperti Keberatan dan
l Lambatnya akses data yang ada dengan database MySQL dan Access Banding, Importasi Mobil, PKSI,
di website DJBC. sehingga akan lebih cepat dan aman Website versi bahasa Inggris (En-
(secure) serta dihosting pada glish version website), penampilan
Untuk mengakomodasi webserver milik DJBC dengan Subdit fasilitas e-BTBMI secara real time,
perkembangan teknologi informasi Penyuluhan dan Publikasi Direktorat perbaikan tampilan website yang
dan desakan kebutuhan akan PPKC sebagai pengelola isi dan disesuaikan dengan standar yang
pelayanan yang lebih terbuka, cepat teknologinya. berlaku di dunia internasional,
dan dapat diakses kapanpun dan Website DJBC yang baru ini halaman pengaduan dan pertanyaan
dimanapun. Pada tahun 2005, memiliki banyak keunggulan serta masih banyak lagi fasilitas
Subdit Penyuluhan dan Publikasi dibanding website yang terdahulu, lainnya.
selaku web administrator website seperti tampilan yang lebih sejuk (B e r s a m b u n g)
resmi DJBC melakukan dipandang mata, sistem navigasi
penyempurnaan pada website yang akan memudahkan pengguna Ir. Agus Sudarmadi M.Sc & Faldi Jazztra A
○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○

INFO PERATURAN

PERATURAN MENTERI KEUANGAN


Per Juli 2005
No. KEPUTUSAN P E R I H A L
Nomor Tanggal

1 39/PMK.010/2005 02-06-2005 Penetapan Tarif Bea Masuk Impor Polyethylene Terephthalate Tertentu.

PERATURAN DIREKTUR JENDERAL BEA DAN CUKAI


Per Juli 2005

No. KEPUTUSAN P E R I H A L
Nomor Tanggal

1 11/BC/2005 15-06-2005 Jalur Prioritas


2 12/BC/2005 16-06-2005 Petunjuk Pelaksanaan Peraturan Menteri Keuangan Nomor
37/PMK.04/2005 Tentang Tatacara Pengembalian Bea Masuk Dan/Atau
Cukai Yang Telah Dibayar Dalam Rangka Kemudahan Impor Tujuan
Ekspor
3 13/BC/2005 16-06-2005 Petunjuk Pelaksanaan Peraturan Menteri Keuangan Nomor
38/PMK.04/2005 Tentang Tata Cara Pengembalian Bea Masuk, Denda
Administrasi, Dan/Atau Bunga

SURAT EDARAN DIREKTUR JENDERAL


Per Juli 2005
No. KEPUTUSAN P E R I H A L
Nomor Tanggal

1 14/BC/2005 14-06-2005 -
2 15/BC/2005 14-06-2005 Impor Minuman Mengandung Etil Alkohol (MMEA)
3 17/BC/2005 05-06-2005 Petunjuk Pelaksanaan Peraturan Menteri Keuangan Republik Indonesia
Nomor 38/PMK.04/2005 Tentang Tatacara Pengembalian Bea Masuk,
Denda Administrasi Dan/Atau Bunga.

EDISI 369 AGUSTUS 2005 WARTA BEA CUKAI 59


APA KATA MEREKA

PINGKAN NATALIA MANDAGI

“Harus Sesuai Dengan Peraturan...”


D
alam dunia olahraga Indonesia, nama Mandagi bersaudara tentunya tidak lepas dari
sejarah panjang sebuah cabang olahraga, yaitu terjun payung. Dalam tiga dasawarsa
perjalanan olahraga ini, tidak lepas dari sepak terjang mereka.
Tak heran saat ditemui WBC di sela-sela International Open Parachuting Championship
Indonesia Satu 2005 di Manado, Sulawesi Utara, Pingkan Natalia Mandagi
mengungkapkan rasa gembiranya dengan diadakannya kejuaraan internasional parachuting
di tanah kelahirannya. Ia pun tidak menyangka perhatian dan penghargaan yang begitu besar
diberikan pemerintah terhadap keluarganya.
“Saya merasa excited, terharu dan mengucapkan banyak terima kasih pada semuanya,”
ucap Pingkan yang selain terlibat dalam susunan kepanitiaan, ia juga ikut bertanding.
Pingkan mengaku berkat terjun payung, ia bisa mengunjungi banyak daerah di Indonesia
maupun di luar negeri, mulai dari Medan, Lampung, Palembang, kota-kota di P. Jawa,
Kalimantan, Sulawesi dan Papua. Sementara untuk yang di luar negeri, ia pernah singgah di
Malaysia, Singapura, Australia dan Turki.
Semua daerah yang ia kunjungi memiliki kesan tersendiri, seperti ketika ia mengunjungi
Australia dalam rangka training. Di tempat itu Pingkan memperoleh jam terjun yang cukup
banyak, dalam sehari ia bisa terjun hingga 9 kali. “Kalau disini maksimal 4 kali itu sudah
banyak,” tambahnya.
Di Australia pula untuk pertama kalinya Pingkan mencabut parasut cadangan. “Katanya
sih itu becandaan para peterjun, katanya belum jadi peterjun beneran kalau belum pernah
cabut parasut cadangan,” ujar Pingkan tersenyum.
Pingkan sendiri mulai aktif menggeluti olahraga terjun payung sejak tahun 1991, dimana ketika itu ia masih duduk di bangku SMU kelas 2.
Hingga kini, jam terbang terjun payungnya telah mencapai sekitar 1200 kali. Berbagai kejuaraan pun ia ikuti, seperti Kopasus Cup, Kostrad
Cup, Kapolri Cup, PON dan beberapa kejuaraan lainnya di luar negeri.
Karena kerap berpergian ke luar negeri, Pingkan pun harus berurusan dengan petugas bea cukai di bandara. “Biasanya aku ke luar negeri
dalam rangka event terjun payung dan aku nggak pernah mengalami masalah dengan petugas bea cukai di bandara. Soalnya teman-teman
bea cukai kan banyak,” ujarnya seraya tertawa.
“Mudah-mudahan kedepannya kalau tidak berangkat bareng teman-teman bea cukai aku juga nggak kena masalah ya…” tambah Pingkan.
Ia sendiri pernah mendengar ada beberapa orang mengalami masalah dengan petugas bea cukai. Untuk itu ia menyarankan agar petugas
bea cukai di bandara menerapkan peraturan yang seharusnya bagi orang yang mau pergi ke luar negeri maupun yang pulang dari luar negeri.
“Jadi jangan dipermudah dan dipersulit… sesuai dengan peraturan yang ada aja deh,” ujarnya tersenyum. ifa
○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○

JOE RICHARD

“Nggak Pernah Dipersulit...”


S
uka ngebanyol… itulah kesan pertama yang ditangkap WBC
ketika mewawancarai Joe Richard, bintang remaja yang
tengah bersinar. Selain sibuk syuting sinetron Culunnya
Pacarku dan Cinta 100 Hari, Joe juga disibukan dengan kegiatan
tur promo iklan sebuah produk parfum yang dilakukan secara
direct (langsung) ke lapangan (konsumen-red) dan promo album
rohaninya yang pertama.
Joe mengaku sejak kecil ia kerap melakukan perjalanan keluar
negeri sehingga telah terbiasa berhadapan dengan petugas bea cukai.
Biasanya, ia keluar negeri dalam rangka liburan. “Kalau sekarang
aku ke luar negeri tergantung sama jadwal kerja, bisa dapat ijin libur
gak…” ucapnya. Dalam setahun Joe bisa 3 kali pergi ke luar negeri.
Menurutnya, petugas bea cukai di bandara kadang-kadang
memeriksa barang penumpang kadang juga tidak. “Cuma menurut aku
lebih bagus lagi gak usah diperiksa hehe…” ujarnya berkelakar. Namun
Joe menambahkan, sejauh ini ia tidak pernah dipersulit oleh petugas
bea cukai di bandara.
Joe melihat bahwa petugas bea cukai telah bekerja sewajarnya, apalagi ia
sendiri tidak pernah membawa barang yang aneh-aneh sepulangnya dari
luar negeri. Disamping itu terkadang ia memperoleh perlakukan yang istimewa
dari petugas bea cukai.
“Mereka kenal sama aku, jadi aku dilayanin lebih cepat dan didahulukan dari
penumpang lain. Aku senang aja didahulukan seperti itu, sebab kalau aku pulang dari
luar negeri itu kan capek,” katanya.
Joe berpendapat, perlakuan yang ia terima merupakan salah satu keuntungan
seorang pekerja di dunia seni. Namun ia kembali menegaskan bahwa mentang-mentang
public figure lantas ia tidak diperiksa oleh petugas. Ia tetap diperiksa dan kalau
membawa barang ia pun tetap harus melapor.
Ia menyarankan agar petugas bea cukai lebih ramah kepada penumpang,
sebab orang-orang yang baru pulang dari luar negeri pasti sangat lelah. Sehingga,
ia meminta agar petugas bea cukai jangan mempersulit penumpang.
Mengenai kinerja petugas bea cukai, Joe menilai mereka (petugas bea
cukai-red) telah bekerja dengan baik. “Kalau petugas memperbaiki
kinerjanya, mungkin bakal banyak yang jadi sulit kali ya kalau bawa barang
dari luar negeri hehe…jadi kalau menurut aku yang sekarang sudah baik ya
tetap dipertahankan, kalau ada yang bawa barang yang dilarang ya
ditangkap dan dilaporkan, tapi kalau yang nggak ketangkap ya udah hehe…
kapan mau majunya ya kalau begitu hehe…” kembali ia berseloroh. ifa

60 WARTA BEA CUKAI EDISI 369 AGUSTUS 2005


KEPABEANAN INTERNASIONAL

ASEAN SINGLE WINDOW


Rencananya diuji cobakan di Filipina pada akhir tahun 2005 ini.
WBC/RIS
kecepatan dalam proses pengeluaran dan mempersiapkan segala sesuatu halnya.
pemasukkan barang. Dimana prioritas Ketika ditanya apakah nantinya aturan
kami adalah untuk menekan biaya dalam kepabeanan di kawasan ASEAN akan
pelaksanaan bisnis di kawasan ASEAN. seragam, Quang menjelaskan bahwa
Dan ini bisa meningkatkan daya saing kita ASEAN single window dan kerja sama
di pasar dunia.” ujarnya antar institusi kepabeanan di kawasan
ASEAN menghasilkan suatu standar dan
ASEAN SINGLE WINDOW UNTUK SEGALA prosedur kepabeanan yang mengacu
BIDANG pada standar internasional. Sehingga
Ketika ditanya apakah ASEAN single nantinya aturan dalam ASEAN single
window hanya untuk kesiapan institusi window yang berkaitan dengan
kepabeanan di kawasan ASEAN, Quang kepabeanan akan sesuai dengan standar
menjelaskan bahwa ASEAN single internasional.
window meliputi berbagai sektor. ASEAN single window ini rencananya
“ASEAN single window bukan hanya diuji cobakan di Filipina pada akhir tahun
untuk program kerpabeanan saja tetapi 2005 ini. Terpilihnya Filipina untuk
juga sektor lain. Untuk mensukseskan menjalankan uji coba ini menurutnya lebih
program ini maka kerja sama antar dikarenakan pada keinginan Filipina itu
instutisi lain di kawasan ASEAN harus sendiri untuk menjadi pilot project dari
ditingkatkan.”papar Quang. program ASEAN Single Window ini.
QUANG ANH LE. ASEAN Single window ini Lebih lanjut ia menjelaskan, negara “Dalam uji coba ini nantinya, akan
merupakan bentuk bagian dari kerangka kerja anggota ASEAN harus mempersiapkan dievaluasi apakah ASEAN single window
perjanjian ASEAN mengenai prioritas integrasi di diri sedini mungkin agar negara tersebut ini berjalan sesuai dengan rencana atau
sebelas sektor.
bisa turut serta dalam ASEAN single tidak. Dan apabila nantinya diperlukan,
window, salah satunya dengan cara maka akan disiapkan sistem untuk

P
ara pemimpin negara di kawasan menyiapkan suatu tim yang dibentuk oleh memperlancar program ini,”papar Quang
Asia Tenggara yang tergabung pemerintah. Quang mencontohkan, kembali.
dalam organisasi ASEAN, sepakat kerjasama antar lembaga terkait seperti Filipina sendiri menurutnya, kini te-
untuk menjalankan rekomendasi dari tim Kementerian Perdagangan, Kementerian ngah bekerja untuk mempersiapkan sega-
ekonomi yang dibentuk para menteri Pertanian dan Kementerian lainnya la hal yang diperlukan untuk menjalankan
ekonomi ASEAN yaitu memulai dengan institusi kepabeanan ASEAN program ASEAN single window ini.”Lebih
penerapan ASEAN single window. Quang ditingkatkan untuk dapat menjalankan lengkapnya mengenai kesiapan ini akan
Anh Le Senior Officer Bureau for Eco- program ASEAN single window. dipaparkan pada rapat tim pada bulan
nomic Integration ASEAN dalam Untuk persiapan ASEAN single Agustus ini,”ungkap Quang.
wawancaranya dengan WBC di window ini Sekretariat ASEAN telah Sementara itu dari kalangan dunia
Sekretariat ASEAN Jakarta mengatakan, menunjuk tim yang berasal dari institusi usaha menurut Quang, mereka menyam-
hal-hal yang terdapat dalam ASEAN single pemerintahan di kawasan ASEAN yang but dengan baik program ini dimana
window ini termasuk didalamnya proses kini tengah merancang model ASEAN nantinya ASEAN single window ini akan
perdagangan secara elektronik yang single window ini dan tim ini diberi waktu mempersingkat proses kegiatan yang
berhubungan dengan data. sampai akhir tahun 2005 untuk berkaitan dengan ekspor impor. zap
“ASEAN Single window ini merupakan
DOK. WBC
bentuk bagian dari kerangka kerja
perjanjian ASEAN mengenai prioritas
integrasi di sebelas sektor, salah satunya
adalah ASEAN single window for
customs,”ungkap Quang kembali. Lebih
lanjut ia menambahkan, ASEAN single
window bertujuan untuk menjalankan
kemudahan, penyederhanaan standar
untuk proses kepabeanan untuk ekspor
dan impor yang berdasarkan pada
pendekatan Supply chain management.
ASEAN single window masih
menurutnya, merupakan upaya yang
berkelanjutan dari negara anggota ASEAN
untuk meningkatkan kinerja pelayanan
kepabeanan seperti mempersingkat
proses dan prosedur kepabenan untuk
efisiensi perdagangan yang diinginkan
dan untuk menekan biaya serta
menciptakan daya saing usaha yang
postif di kawasan Asia Tenggara.
“Manfaat utama yang dirasakan oleh
negara anggota ASEAN dengan adanya SEKRETARIAT ASEAN. menunjuk tim yang berasal dari institusi pemerintahan di kawasan ASEAN yang
ASEAN single window ini adalah kini tengah merancang model ASEAN single window

EDISI 369 AGUSTUS 2005 WARTA BEA CUKAI 61


KEPABEANAN INTERNASIONAL

DARI PERTEMUAN Ke-6


ASEM Customs DG-
Commissioner
Sejauh ini diperkirakan bahwa perdagangan barang palsu mencapai 7 persen dari
total perdagangan internasional dengan nilai perdagangan barang palsu/dipalsukan
mencapai 450 milyar US dollar

P
ertemuan ASEM (Asia Europe Mee- memaparkan perkembangan kegiatan menegaskan akan perlunya peningkatan
ting) Customs DG-Commissioner kepabeanan Eropa dalam rangka penggunaan e-mail dalam rangka
yang ke-6 telah diselenggarakan di memodernisasikan Community’s Customs menfasilitasi perdagangan serta
Peebles, Scotland, pada tanggal 27-28 Code-nya (CCC). Perkembangan kegiatan mempercepat proses verifikasi.
Juni 2005 dengan fokus kepada tersebut selanjutnya akan diajukan Tentang WTO’s Work Programme on
pentingnya peran Administrasi Pabean kepada Komisi Eropa, diera UK Presi- Trade Facilitation, pertemuan telah
dan mitra ASEM didalam upaya dency, untuk dibahas lebih lanjut pada mencatat laporan Komisi Eropa mengenai
memfasilitasi perdagangan secara global bulan September 2005. perkembangan terakhir upaya
dan pemberian perlindungan kepada Korea menjelaskan Seoul Initiative memfasilitasi perdagangan diforum WTO.
masyarakat. Pertemuan dipimpin oleh Mr. Action Plan-nya dibidang penyederhanaan Berkenaan dengan itu China dan
Mike Hanson, Director General of Service prosedur kepabeanan dan upaya Indonesia menghimbau agar partisipasi
Delivery & Business and Taxes, UK dan meningkatkan kerjasama kepabeanan negara berkembang, khususnya
dihadiri oleh UK (United Kindom- diwilayah Asia Timur. Pertemuan telah Administrasi Pabean-nya, dapat lebih
Kerajaaan Inggris) Customs Minister (the menyambut positif dan menerima rencana ditingkatkan lagi dipertemuan-pertemuan
Paymaster General) serta 34 Administrasi aksi tersebut serta memperlakukannya WTO mendatang.
Pabean ASEM, Komisi Eropa, dan the sebagai inisiatif wilayah yang istemewa
World Customs Organization. dan juga sebagai pelengkap kegiatan EU UPAYA PENEGAKKAN HUKUM DAN TINDAK
Untuk itu pertemuan telah membahas dan WCO dibidang upaya memfasilitasi SECURITY
agenda items tentang perkembangan perdagangan. Komisi Eropa dan Luxemburg, selaku
inter-sesi kerjasama kepabeanan Sementara yang menyangkut rencana pemangku EU Presidency saat ini,
diberbagai forum internasional, prosedur aksi dimaksud dibidang rules of origin, melaporkan pokok-pokok hasil
kepabeanan dan upaya menfasilitasi pertemuan telah menerima usulan Korea pertemuan ASEM Customs Enforcement
perdagangan, upaya penegakkan hukum untuk meningkatkan penggunaan e- Working Group (EWG) yang telah
serta tindak security, kerjasama certificates of origin dan diselenggarakan di Brussels pada tanggal
kepabeanan ASEM, dan pertemuan memperlakukannya sebagai pelengkap 30-31 Mei 2005. Perlu diketahui bahwa
ASEM Customs berikutnya; EU inisiatif dibidang preferential rules of pertemuan EWG tersebut telah menerima
origin. Mengenai prosedur kepabeanan dua konsep rencana aksi masing-masing
PERKEMBANGAN INTER-SESI KERJASAMA yang sifatnya administratif, Polandia dibidang supply chain security, trade
KEPABEANAN facilitation and IPRs dan fight against fraud
DOK. WBC
Pertemuan telah mencatat laporan yang mencakup periode 2005-2007.
Vietnam, Korea dan Brunai Darussalam Untuk melaksanakan rencana aksi
masing-masing mengenai Pertemuan tersebut masih diperlukan adanya
ASEM Summit yang ke-5 di Hanoi yang beberapa tambahan koordinator.
telah diselenggarakan pada tanggal 8-9 Sejauh ini hanya UK yang telah
Oktober 2004, Pertemuan Pertama APEC mengidentifikasikan kesediaannya untuk
Sub Committee on Customs Procedures bertindak sebagai salah satu tambahan
di Seoul yang telah diselenggarakan pada koordinator, khususnya untuk bidang risk
tanggal 22-25 Pebruari 2005, dan assessment. Sementara itu Luxemburg
Pertemuan ASEAN Customs DG yang ke- menekankan akan pentingnya
13 di Brunai Darussalam yang peningkatan pemanfaatan WCO’s
diselenggarakan pada tanggal 6-8 Juni Customs Enforcement Network (CEN)
2005; sebagai media utama untuk melakukan
pertukaran informasi tentang tindak anti-
PROSEDUR KEPABEANAN DAN UPAYA fraud serta kegiatan yang terkait dengan
MEMFASILITASI PERDAGANGAN penyelundupan rokok palsu/dipalsukan
Singapura melaporkan pokok-pokok dan amphetamine type stimulants (ATS).
hasil Pertemuan ASEM Customs Proce- Berkenaan dengan itu, pertemuan
dures Working Group yang telah DJBC. Administrasi Pabean dapat memainkan telah menyatakan dukungannya terhadap
diselenggarakan pada tanggal 27-28 April peranan pentingnya didalam mencegah dan pokok-pokok hasil pertemuan EWG
2005 di Singapore. Sementara UK mendeteksi adanya perdagangan gelap tersebut dan sepakat untuk terus

62 WARTA BEA CUKAI EDISI 369 AGUSTUS 2005


DOK. WBC
melakukan pemutakhiran WCO’s CEN
Database serta terus berupaya untuk
mengefektifkan pelaksanaan WCO’s
Framework of Standards yang telah
diadopsi didalam Sidang WCO Council
yang baru lalu.
Belanda telah menyajikan Container
Security Initiative (CSI) dan mengusulkan
agar Administrasi Pabean ASEM dapat
mengambil langkah-langkah yang
diperlukan untuk mempromosikan upaya
supply chain security. Untuk itu pertemuan
telah menegaskan bahwa upaya promosi
tersebut harus ditingkatkan dan tidak
terbatas hanya dalam kerangka hubungan
EU (Uni-Eropa) dan US (Amerika Serikat)
serta APEC, tetapi juga dalam kerangka
ASEM. Selanjutnya Belanda akan
menyusun pilot proyek yang melibatkan
kelompok kerja dari 5 negara EU dan 5
negara Asia.
Disamping itu pertemuan juga telah
sepakat untuk menindak lanjuti
pernyataan para Menteri Keuangan ASEM
yang ke-6 di Tianjin, khususnya yang
menyangkut pentingnya supply chain
security didalam upaya memfasilitasi
perdagangan, meningkatkan global
security, melaksanakan WCO’s Frame-
work of Standards, dan mengenali
kemungkinan adanya permasalahan serta
solusinya (termasuk yang menyangkut ROKOK PALSU. WCO’s Customs Enforcement Network (CEN) sebagai media utama untuk
keperluan bantuan tehnis). Tindak lanjut melakukan pertukaran informasi tentang tindak anti-fraud serta kegiatan yang terkait dengan
tersebut sangat diperlukan dalam rangka penyelundupan rokok palsu.
persiapan menghadapi Pertemuan
Tingkat Menteri Keuangan berikutnya di memainkan peran pentingnya guna mendorong terjadinya persaingan
Wina pada bulan April 2006. mendeteksi dan mencegah terjadinya yang tidak sehat; yang kesemuanya
Berkenaan dengan presentasi perdagangan gelap, mengingat itu pada gilirannya akan menghambat
Belanda tentang CSI, Indonesia perdagangan gelap memberikan dampak upaya pengembangan penelitian serta
menyatakan dukungannya dan yang sangat negatif terhadap kesehatan, penemuan baru (inovasi). Perlu
menjelaskan bahwa upaya untuk keamanan, pembangunan sosial dan diketahui bahwa tindak pemalsuan
melaksanakan inisiatif tersebut dengan budaya masyarakat. barang tadi pada umumnya
Belanda dapat dilakukan atas dasar Oleh karena itu Administrasi Pabean berhubungan dengan organisasi
payung CMAA yang telah dibuat antara ASEM dan mitra ASEM harus dapat kriminal dan dampak kerugian sosial
Belanda dan Indonesia. Ditambahkan pula menghentikan pelaku counterfeiting, serta kerusakan materinya dirasakan
bahwa US telah mengirimkan fact finding menyita dan memusnahkan barang gelap oleh seluruh masyarakat;
mission-nya ke Tanjung Priok Port untuk tersebut serta menuntut pelakunya ke
melihat kemungkinan pelaksanaan CSI di pengadilan. b. Sejauh ini diperkirakan bahwa perda-
Indonesia. Atas dasar itu Belanda Berkenaan dengan upaya memerangi gangan barang palsu mencapai 7
menyatakan akan melakukan konsultasi tindak counterfeiting, para Direktur persen dari total perdagangan interna-
terlebih dahulu dengan kalangan industri. Jenderal/Komisioner ASEM telah sional dengan nilai perdagangan
UK melaporkan rencananya untuk meluncurkan statement yang berisikan hal barang palsu/dipalsukan mencapai
melaksanakan European Cocaine sebagai berikut: 450 milyar US dollar. Tindak
Conference di Peebles pada tanggal 21- pemalsuan barang tersebut saat ini
22 Oktober 2005 dengan fokus untuk a. Upaya memerangi secara global per- telah menjalar dan mempengaruhi
menyusun EU Drugs Action Plan. Konfe- dagangan gelap barang-barang palsu/ hampir seluruh sektor perdagangan
rensi tersebut pada dasarnya merupakan dipalsukan merupakan salah satu dan kegiatan gelap perdagangannya
contoh baik dari suatu kerjasama prioritas Administrasi Pabean ASEM tidak saja terbatas kepada pemalsuan
operasional didalam memerangi yang harus diantisipasi secara global barang-barang mewah.
penyelundupan drugs dan hasilnya akan pula, mengingat isu tersebut melanda Oleh karena itu implikasi kesehatan
dilaporkan didalam pertemuan ASEM seluruh wilayah dunia dan tindak pe- dan keamanannya, sebagai akibat
EWG tahun 2006 di Korea. malsuan barang tersebut merupakan pengkonsumsian barang palsu/
Menyusul presentasi Komisi Eropa tindak kriminal yang tidak menuntut dipalsukan tersebut, sulit untuk
tentang rencana aksi supply chain korban jiwa (victimless crime). diperkirakan ( sangat devastating).
security, trade facilitation dan IPRs, Oleh karena itu tindak pemalsuan Tindak pemalsuan barang merupakan
masing-masing China, Italy, the Scotch barang dimaksud pada dasarnya tidak isu yang sangat serius dan akan terus
Whisky Association, dan WCO telah saja merupakan serangan terhadap berkembang;
memaparkan kegiatannya dibidang anti- kesehatan dan keamanan masyarakat
counterfeiting. Atas dasar itu pertemuan serta menghambat upaya c. Administrasi Pabean ASEM dapat
menyatakan bahwa counterfeiting pembangunan sosial dan budaya memainkan peranan pentingnya
merupakan masalah global dan masyarakat, tetapi juga telah merusak didalam mencegah dan mendeteksi
Administrasi Pabean ASEM harus legitimasi perdagangan yang syah dan adanya perdagangan gelap. Untuk itu

EDISI 369 AGUSTUS 2005 WARTA BEA CUKAI 63


KEPABEANAN INTERNASIONAL

kepada para Direktur Jenderal/ pengkonsumsian barang-barang perlu diberitahukan kepada masyara-
Komisioner diminta untuk dapat palsu/dipalsukan; kat pelaku perdagangan internasional
mengoptimalkan upaya kerjasama 6) melaksanakan latihan dibidang dan lembaga-lembaga penegakkan
dan mengenali adanya bidang-bidang mentarget barang-barang palsu/ hukum lainnya baik ditingkat nasional
dimana upaya joint operation dapat dipalsukan, dengan penekanan maupun internasional sebagai upaya
dilakukan secara efektif. Upaya lebih kepada produk-produk yang Administrasi Pabean memerangi
lanjut harus dapat dilaksanakan dalam membahayakan kesehatan/ tindak pelaku pemalsuan barang;
rangka mempermudah pertukaran keamanan masyarakat;
informasi antara Asia dan Eropa, 7) meningkatkan komitmen untuk KERJASAMA KEPABEANAN ASEM
khususnya dibidang latest counterfeit- melakukan kerjasama dengan Jepang melaporkan kemajuan
ing trends serta pertukaran pejabat lembaga-lembaga nasional terkait kerjasama kepabeanan dan saling
penegakkan hukum/intelijen; guna menangani tindak pemberian bantuan antara Asia dan Eropa
pemalsuan barang dan menyadari dengan fokus kepada pengembangan
d. Atas dasar hal-hal sebagaimana bahwa upaya penegakkan hukum sendi-sendi kapasitas.
terurai diatas, para Direktur Jenderal/ diperbatasan merupakan bagian Pertemuan mencatat status
Komisioner sepakat untuk melakukan integral didalam upaya memerangi perkembangan pelaksanaan WCO
hal sebagai berikut: tindak pemalsuan barang secara instruments, khususnya yang terkait
1) meningkatkan pertukaran global; dengan the revised Kyoto Convention
informasi antara Asia dan Eropa, 8) berbagi best practices dibidang (RKC) dan Johannesburg Convention
khususnya informasi yang terkait successful prosecutions; (JC). Berkenaan dengan itu perlu
dengan data tangkapan, rute 9) menyusun dan mempromosikan diketahui bahwa untuk mengefektifkan
transit, negara asal barang, dan tata kerja partnership yang efektif RKC masih diperlukan satu lagi Contract-
peralatan transport yang dengan kalangan industri yang ing Party Kyoto Convention yang harus
digunakan; sah; menerima RKC. Sejauh ini US belum
2) membantu WCO didalam 10) mempromosikan mekanisme menyatakan kesediaannya untuk
menangani tindak pemalsuan penggunaan IT-based information menerima RKC. Sementara yang
barang melalui CEN database. exchange antara Bea dan Cukai menyangkut upaya untuk mengefektifkan
Untuk itu database tersebut harus dan pemegang hak; JC masih diperlukan dua Contracting
senantiasa dimutakhirkan dan 11) bekerjasama dalam rangka Party lagi.
mencakup berbagai data tentang pemberantasan kantong-kantong Philipina menjelaskan pengalamannya
tindak pemalsuan barang; produksi barang-barang palsu/ didalam melaksanakan serangkaian
3) melakukan pertukaran pejabat dipalsukan; proyek yang dibiayai oleh dana EU
Bea dan Cukai yang ahli dibidang dibidang ASEAN Single Window, ASEAN
anti-counterfeiting controls dan e. Menyusun strategi dalam rangka Customs Reform and Modernization, dan
joint training; menghentikan usaha tindak Risk and Border Management Systems.
4) mengupayakan hadirnya dan pemalsuan barang, menyita dan Ditambahkan bahwa pelaksanaan proyek-
efektifnya peraturan perundangan memusnahkan barang-barang illegal proyek tersebut telah memberikan
yang diperlukan untuk tersebut serta menuntut pelakunya kontribusi yang signifikan didalam
mengantisipasi tindak pemalsuan kepengadilan. Untuk itu diperlukan pelaksanaan kegiatan yang sifatnya
barang ; pelaksanaan keputusan pengadilan operasional, khususnya dibidang
5) meningkatkan kesadaran yang lebih tegas dan penyitaan harta- pemerosesan pemberitahuan impor/
masyarakat terhadap kerusakan benda yang diperoleh dari keuntungan ekspor barang dan risk targeting systems.
sosial, ekonomi dan kesehatan tindak pemalsuan barang tersebut. Menyusul presentasi WCO, China,
yang diakibatkan dari Selanjutnya tindakan tersebut di atas dan UK mengenai pengembangan dan
DOK. WBC
penggunaan standard-standard
internasional dibidang prosedur
kepabeanan, seperti antara lain WCO
Data Model, Unique Consignment
Reference, dan International Data
Messaging Standards, pertemuan sepakat
untuk secepatnya melaksanakan
seperangkat standards yang tersebut
didalam WCO Framework of Standards.
Ditambahkan pula bahwa penggunaan
standar internasional tersebut akan dapat
menurunkan biaya dan meningkatkan
efisiensi pelaksanaan perdagangan
internasional, sehingga akan memberikan
manfaat yang signifikan baik bagi
Administrasi Pabean maupun pelaku
ekonomi.
Berkenaan dengan penggunaan
standard internasional, para Direktur
Jenderal/Komisioner ASEM juga
meluncurkan statement yang menyatakan
bahwa:
a. penggunaan Customs Data Model
yang format dan strukturnya telah
distandarkan sedemikian rupa akan
memberikan manfaat kepada pelaku
TEKNOLOGI INFORMASI. mempromosikan mekanisme penggunaan IT-based information exchange ekonomi yang terkait dengan kegiatan
antara Bea dan Cukai dan pemegang hak ekspor dan impor dan menyebabkan

64 WARTA BEA CUKAI EDISI 369 AGUSTUS 2005


DOK. WBC
terjadinya penurunan biaya pemenuh-
an customs formality. Kondisi yang
demikian pada gilirannya akan dapat
meningkatkan efisiensi sumber daya
Administrasi Pabean dan meningkat-
kan efektifitas risk assessment serta
targeting. Untuk itu diharapkan
masing-masing Administrasi Pabean
ASEM dapat mulai mengenalkan data
modelnya dan melakukan penjajakan
kemungkinan kerjasama didalam
menyusun pilot project baik ditingkat
nasional maupun internasional;

b. Paduan Customs Data Model dengan


Unique Consignment Reference
(UCR) akan dapat meningkatkan
pengawasan terhadap international
trade supply chain, efektifitas
pelaksanaan audit dan tehnik risk
management, serta mempercepat dan
meningkatkan derajat akurasi
pergerakan barang.

Untuk itu Administrasi Pabean ASEM


harus dapat bekerjasama dengan pelaku
ekonomi, dengan memanfaatkan
kemajuan teknologi industri, didalam DJBC DAN PENGUSAHA. Upaya untuk menyusun dan mempromosikan tata kerja partnership yang
penggunaan system dan referensi efektif dengan kalangan industri yang sah.
commercial-nya guna memenuhi stan-
dard-standard yang dapat diterima secara Working Group mendatang, Polandia melaksanakan the Framework.
internasional. Dengan cara yang demikian telah menyatakan kesediaannya sebagai Selanjutnya sebagai konsekuensi dari
maka pesan-pesan ekspor dari suatu host-country dan pelaksanaannya hal tersebut, maka didalam sidang
negara dapat diterjemahkan sebagai dijadualkan pada bulan September 2006. Dewan terkumpul 100 LOI yang telah
pesan-pesan impor bagi negara lainnya. Isu yang akan dibahas diperluas ditandatangani oleh APWCO atau
mencakup isu enforcement yang terkait ekuifalen dengan 66 persen dari total
c. Disadari bahwa kesepakatan dengan supply chain security. Mengenai APWCO yang saat ini berjumlah 166
internasional untuk melaksanakan pertemuan ASEM Customs Enforcement negara. Gambaran tersebut
data model dan UCR pada tahun Working Group mendatang, Korea telah menunjukkan betapa seriusnya
2005 nampaknya tidak dapat dipenuhi. menyatakan kesediaannya untuk Amerika untuk melaksanakan the
Oleh karena itu pertemuan menyetujui bertindak sebagai tuan rumah. Framework dimaksud.
untuk melaksanakan prakteknya Pelaksanaannya dijadualkan pada bulan b. Disamping hal tersebut di atas,
secepat mungkin dengan Mei 2006. Amerika juga telah menempatkan
mempertimbangkan bahwa EU Data permanent technical attaché-nya pada
Model beserta UCR akan KESIMPULAN DAN SARAN WCO, dengan tugas khusus untuk
dilaksanakan sebagai bagian Pertemuan telah berjalan lancar, positif menangani upaya pengembangan
pelaksanaan Single Administrative dan konstruktif yang ditandai dengan sendi-sendi kapasitas dalam rangka
Document (SAD) pada tahun 2006/07 diluncurkannya dua pernyataan yang pelaksanaan the Framework. Lebih
(penggunaan UCR sampai saat ini masing-masingnya mengenai upaya dari pada itu, pemilihan jabatan
masih bersifat optional). Disamping itu memerangi pemalsuan barang dan Direktur Facilitation and Enforcement
pelaksanaannya masih memerlukan peningkatan pengembangan serta WCO, yang dilaksanakan dalam
upaya koordinasi antar EU. Diyakini penggunaan standard-standard sidang Dewan, dimenangkan secara
bahwa pelaksanaan Data Model dan internasional dalam rangka penyampaian mutlak oleh calon dari US. Perlu
UCR akan sangat membantu pelaku pesan-pesan yang sifatnya Kepabeanan. diketahui bahwa kegiatan-kegiatan
ekonomi; Khusus yang menyangkut yang terkait dengan pelaksanaan the
kesepakatan para Menteri Keuangan Framework merupakan salah satu
PERTEMUAN ASEM CUSTOMS ASEM mengenai pelaksanaan WCO’s tugas dan fungsi dari Direktorat
BERIKUTNYA Framework of Standars (the Framework), Facilitation and Enforcement.
Malaysia memberitahukan bahwa Ditjen. Bea dan Cukai kiranya perlu c. Mengingat pula bahwa US pada
salah satu negara Asia yang akan menjadi segera menindak lanjuti sebagaimana hakekatnya adalah Polisi Dunia, maka
tuan rumah pelaksanaan pertemuan mestinya, mengingat hal sebagai berikut: sangat mungkin kepada APWCO yang
ASEM Customs DG-Commissioner yang a. The Framework telah diadopsi oleh belum menandatangani LOI (yang
ke-7. Negara Asia yang akan menjadi seluruh Administrasi Pabean negara mungkin dianggap belum serius untuk
host-country-nya dan tanggal serta anggota WCO (APWCO) didalam melaksanakan the Framework),
tempat pelaksanaannya akan sidangnya pada bulan Juni 2005. barang-barang ekspornya ke US akan
diberitahukan kemudian. Secara discreet Pada kesempatan tersebut US dikenakan pemeriksaan phisik barang
Malaysia memberikan sinyal bahwa isu Customs and Border Protection secara ketat. Sekiranya hal tersebut
tersebut akan diajukan dan dibahas dalam Commissioner, Mr. Bonner, telah nantinya terjadi, maka sedikit banyak
ASEAN DG Meeting pada bulan Novem- secara gamblang mendemonstrasikan barang ekspor Indonesia ke US akan
ber 2005 di Cebu, Philipina. tata cara menerima dan kehilangan daya saingnya.
Sementara yang menyangkut menandatangani Letter of Intend (LOI) Samsuar said, Kepala Bidang keuangan/
pelaksanaan ASEM Customs Procedures sebagai tanda kesediaan US untuk Bea dan Cukai PRIME-Brussels;

EDISI 369 AGUSTUS 2005 WARTA BEA CUKAI 65


ENGLISH SECTION

PENGANTAR REDAKSI
WCO telah berhasil merampungkan penyempurnaan konsep WCO Framework yang telah berhasil diadopsi pada kesempatan sidang dewan
bulan Juni 2005. Dalam acara tersebut Kasubdit Kerjasama Internasional I Dra. Istyastuti Wuwuh Asri M.si mewakili DJBC turut hadir dalam
acara tersebut. Berikut disampaikan konsep WCO framework dimaksud.
○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○

WCO Standards to
SECURE AND FACILITATE
GLOBAL TRADE
General agreement on the minimum benefits that Business partners can reap from the authorized
operator status is also crucial

A. THE CUSTOMS-TO-CUSTOMS Systems should therefore be based Revised Kyoto Convention (RKC),
PILLAR on harmonized messages and be the Integrated Supply Chain Manage-

C
ustoms administrations must work interoperable. ment (ISCM) Guidelines, and national
co-operatively with common and To be effective and to ensure that programmes*, Customs administra-
accepted standards to maximize the process does not slow down the tions joining the WCO Framework will
the security and facilitation of the movement of trade, Customs admin- standardize Pillar 1.
international trade supply chain as istrations should use modern technol-
cargo and container shipments move ogy to inspect high-risk shipments. B. PILLAR 1 STANDARDS
along the nodes of the global trading This technology includes, but is not Standard 1 – Integrated Supply
system. The Customs- Chain Management
to-Customs Pillar The Customs
achieves this objective. administration should
It provides an effective follow integrated
mechanism for securing Customs control
the international trade procedures asoutlined
supply chain against the in the WCO Customs
effects of terrorism and Guidelines on Inte-
other forms of grated Supply Chain
transnational crime. Management (ISCM
Traditionally, Guidelines).
Customs administra-
tions inspect cargo Standard 2 – Cargo
once it has arrived at Inspection Authority
their domestic ports. The Customs
Today, there must be administration should
an ability to inspect have the authority to
and screen a container inspect cargo originat-
or cargo before it ing, exiting, transiting
arrives. In view of their (including remaining
unique authority and on board), or being
expertise, Customs transhipped through a
administrations country.
contribute to both
securing and facilitat- Standard 3 – Modern
ing global trade. Technology in
The central tenet of Inspection Equip-
this pillar is the use of ment
advance electronic Non-intrusive
information to identify inspection (NII)
high-risk containers or equipment and
cargo. Using auto- radiation detection
mated targeting tools, Customs limited to, large-scale X-ray and equipment should be available and
administrations identify shipments gamma-ray machines and radiation used for conducting inspections,
that are high-risk as early as possible detection devices. Maintaining cargo where available and in accordance
in the supply chain, at or before the and container integrity by facilitating with risk assessment. This equipment
port of departure. the use of modern technology is also is necessary to inspect high-risk
Provision should be made for the a vital component of this pillar. containers or cargo quickly, without
automated exchange of information. Drawing from, inter alia, the disrupting the flow of legitimate trade.

66 WARTA BEA CUKAI EDISI 369 AGUSTUS 2005


DOK. WBC
Standard 4 – Risk-Management
Systems
The Customs administration
should establish a risk-management
system to identify potentially high-risk
shipments and automate that system.
The system should include a mecha-
nism for validating threat assess-
ments and targeting decisions and
identifying best practices.

Standard 5 – High-risk Cargo or


Container
High-risk cargo and container
shipments are those for which there
is inadequate information to deem
shipments as low-risk, that tactical
intelligence indicates as highrisk, or
that a risk-scoring assessment
methodology based on security-
related data elements identifies the
shipment as high-risk.

Standard 6 – Advance Electronic


Information
The Customs administration
should require advance electronic
information on cargo and container
shipments in time for adequate risk
assessment to take place.

Standard 7 – Targeting and Com-


munication
Customs administrations should
provide for joint targeting and
screening, the use of standardized
sets of targeting criteria, and compat-
ible communication and/or informa-
tion exchange mechanisms; these
elements will assist in the future
development of a system of mutual
recognition of controls.

Standard 8 – Performance Mea-


sures
The Customs administration should
maintain statistical reports that
containperformance measures includ-
ing, but not limited to, the number of
shipments reviewed,the subset of high-
risk shipments, examinations of high-
risk shipments conducted, examinations X- RAY CONTAINER. Today, there must be an ability to inspect and screen a container or cargo
of high-risk shipments by NII technol- before it arrives. In view of their unique authority and expertise, Customs administrations
ogy, examinations of high-risk ship- contribute to both securing and facilitating global trade.
ments by NII and physical means,
examinations of high-risk shipments by other competent authorities should establish a partnership with the
physical means only, Customs clear- be encouraged to require private sector in order to involve it in
ance times and positive and negative programmes to prevent lapses in ensuring the safety and security of
results. Those reports should be employee integrity and to identify and the international trade supply chain.
consolidated by the WCO. combat breaches in integrity. The main focus of this pillar is the
creation of an international system
Standard 9 – Security Assessments Standard 11 – Outbound Security for identifying private businesses that
The Customs administration Inspections offer a high degree of security
should work with other competent The Customs administration guarantees in respect of their role in
authorities to conduct security should conduct outbound security the supply chain. These business
assessments involving the movement inspection of high-risk containers and partners should receive tangible
of goods in the international supply cargo at the reasonable request of benefits in such partnerships in the
chain and to commit to resolving the importing country. form of expedited processing and
identified gaps expeditiously. other measures.
C. THE CUSTOMS-TO-BUSINESS The following statement from the
Standard 10 – Employee Integrity PILLAR “High Level Guidelines for Co-
The Customs administration and Each Customs administration will operative Arrangements between

EDISI 369 AGUSTUS 2005 WARTA BEA CUKAI 67


ENGLISH SECTION
DOK. WBC
carriers and other service providers
that qualify.
Drawing from the vast number of
innovative programmes**, Customs
administrations and international
trade businesses joining the WCO
Framework will standardize Pillar 2

D. PILLAR 2 STANDARDS
Standard 1 – Partnership
Authorized Economic Operators
involved in the international trade
supply chain will engage in a self-
assessment process measured against
pre-determined security standards and
best practices to ensure that their
internal policies and procedures
provide adequate safeguards against
the compromise of their shipments and
containers until they are released from
Customs control at destination.

Standard 2 – Security
Authorized Economic Operators
will incorporate pre-determined
security best practices into their
existing business practices.
WCO HEADQUARTER
Standard 3 – Authorization
WCO Members and Private Industry means of transport, personnel The Customs administration,
to Increase Supply Chain Security vetting, and protection of information together with representatives from
and Facilitate the Flow of Interna- systems. the trade community, will design
tional Trade” sums up the critical The priorities of validating or validation processes or quality
relationship between Customs and authorizing participants can be accreditation procedures that offer
Business in adding another layer to determined by a number of factors, incentives to businesses through
the protection of international trade : including import volume, security- their status as Authorized Economic
“To the extent that Customs can related anomalies, the strategic Operators.
rely on its partners in the trade threat posed by certain geographic
community to evaluate and address regions, or other risk-related informa- Standard 4 – Technology
threats to their own supply chain, the tion. Deciding which factors to All parties will maintain cargo and
risk confronting Customs is reduced. emphasize will inevitably change container integrity by facilitating the
Therefore, companies that demon- based on evolving circumstances. use of modern technology.
strate a verifiable willingness to General agreement on the
enhance supply chain security will minimum benefits that Business Standard 5 – Communication
benefit. Minimizing risk in this way partners can reap from the autho- The Customs administration will
helps Customs in performing their rized operator status is also crucial. regularly update Customs-Business
security functions, and in facilitating Benefits include quicker movement of partnership programmes to promote
legitimate trade.” low-risk cargo through Customs, minimum security standards and
Such programmes push the improved security levels, optimized supply chain security best practices.
security of cargo and containers supply chain cost through security
further back into the supply chain by efficiencies, enhanced reputation for Standard 6 – Facilitation
involving the private sector and by the organization, increased business The Customs administration will
requiring increased security at the opportunities, improved understand- work co-operatively with Authorized
point of origin, e.g. the point of ing of Customs requirements, and Economic Operators to maximize
stuffing a container at a foreign better communication between the security and facilitation of the
manufacturer’s loading docks, and as AEO and the Customs administration. international trade supply chain
the container is moved from point to Many businesses that function originating in or moving through its
point through the supply chain. along the nodes of the international Customs territory.
This Framework sets forth the supply chain already must meet
criteria by which businesses in the existing international security require- * In many cases the Framework
supply chain can obtain authorized ments and/or have internal security Standards, and in particular the
status as a security partner. Such programmes in place that address technical specifications, are
criteria address issues such as threat concerns of Customs administrations. takendirectly from these sources.
assessment, a security plan adapted The systems within the Customs-to- ** These programmes include, inter alia,
to the assessed threats, a communi- Business pillar of the Framework the RKC, Sweden’s StairSec
cation plan, procedural measures to must be based on the quality accredi- Programme, Canada’s Partners in
prevent irregular or undocumented tation of Customs routines that use Protection (PIP), Australia’s Frontline
goods entering the international information technology to facilitate and Accredited Client Programme, the
supply chain, physical security of the procedures commonly associated U.S. C-TPAT, New Zealand’s SEP and
buildings and premises used as with cross-border trade and that offer FrontLine Programme, the WCO’s
loading or warehousing sites, special benefits to those importers, Business Partnership Group, and the
security of containers and cargo, exporters, brokers, forwarders, WCO’s ISCM Guidelines.

68 WARTA BEA CUKAI EDISI 369 AGUSTUS 2005


RUANG KESEHATAN

Mengatasi Gangguan Anda


Anda Bertanya
Bertanya
Dokter Menjawab
Dokter Menjawab
BUANG AIR KECIL DIASUH OLEH PARA DOKTER
DI KLINIK KANTOR PUSAT DJBC
PADA LANSIA
I
bu saya sudah berusia lanjut (87). persyarafan pada stroke, trauma tulang panggul untuk menguatkan otot-otot ini
Akhir-akhir ini kalau hendak buang air belakang dan lainnya. latihan sebagai berikut :
kecil selalu keluar lebih dulu sebelum Untuk itu ibu anda perlu diperiksa l Kontraksikan otot dasar panggul
sampai ke kamar mandi, padahal itu keadaan fisiknya untuk memastikan tahan selama 10 detik,
sudah berusaha ia tahan agar tidak apakah ada penyakit lain yang menjadi l Kemudian rilekskan otot tersebut
mengompol. Apakah ini berhubungan pencetus inkontinensia ini atau tidak. secara perlahan
dengan usianya ? lantas bagaimana Pemeriksaan penunjang lain seperti l Ulangi 5-10 kali sebanyak mungkin
mengobatinya dokter ? Nuri-Jakarta. laboratorium urin, uji urodinamik, atau Mudah-mudahan dengan latihan
sistoskopi (yaitu peberopongan ke tersebut di atas akan membantu ibu
JAWAB : dalam kandung kemih mungkin akan mengatasi masalahnya yang terutama
Saya ikut prihatin dengan apa yang direkomendasi. dukungan dan kasih sayang anda akan
dialami ibu anda. Memang keluhan ini Bila ditemui pencetus-pencetus memberi kebahagiaan pada ibu di
merupakan salah satu manifestasi kejadiannya inkontinensia urin ini maka masa tuanya.
penyakit yang dijumpai pada pasien sebaiknya di terapi terlebih dulu.
usia lanjut. Diperkirakan 20-30 persen Sambil dievaluasi lebih lanjut.
pasien usia lanjut mengalami keluhan
ini. Untuk itu dukungan kasih sayang Yang perlu dihindari antara lain :
dan kesabaran anda akan menolong l Merokok
ibu menghadapi ketidaknyamanan ini. Karena rokok dapat mengiritasi
Hal ini akan mencegah ibu anda jatuh kandung kemih sehingga
dalam kondisi yang lebih jauh seperti memperburuk keadaan.
depresi, stress, dan lainnya. l Hindari minuman yang mengandung
Dalam keadaan normal air seni kafein dan alkohol yang
keluar setelah terjadi kontraksi otot menyebabkan peningkatan produksi
kemih dan otot dasar panggul sehingga urin dan memperburuk keadaan
air seni dapat turun ke saluran kencing inkontinensia urin.
dan keluar. Gangguan pada otot atau
syaraf di daerah seluruhnya tanpa Latihan yang dapat dilakukan ;
terkontrol. Ini yang disebut l Melatih buang air kecil secara rutin
“Inkontinensia Urin”. dalam jarak tertentu sehingga be-
Ada empat jenis inkontinensia urin: lum ada rasa ingin berkemih kemu-
1. Inkontinensia stres dian secara bertahap memperpan-
Biasanya air kencing keluar sedikit- jang interval pembuangan air kecil.
sedikit tanpa terkontrol. l Latihan ‘kegel’
2. Inkontinensia overflow l Latihan kegel menguatkan otot da-
Tidak terkendalinya pengeluaran sar panggul yang menjadi otot
urin dikaitkan dengan kandung penopang kandung kemih, rahim
kemih yang terisi penuh tanpa ada dan rehitum (saluran pembuangan).
rasa ingin berkemih. Bila latihan ini dilakukan rutin dapat
3. Inkontinensia urgensi menjadi terapi dan pencegahan dari
Keluarnya urin secara tak terkendali inkontinensia urin. Latihan ini dapat
setelah timbul rasa ingin berkemih dilakukan dalam posisi duduk,
keluhan yang timbul biasanya berdiri atau berbaring. Usahakan
karena kurang cukup waktu untuk latihan ini dilakukan sesering mung-
sampai di toilet. Tipe ini merupakan kin, satu kali setiap jam sepanjang
penyebab tersering inkontinensia hari.
unrin di atas 75 tahun.
A
EW

4. Inkontinensia fungsional Untuk mengidentifikasi otot


TIM

Tidak terkendalinya pengeluaran dasar panggul dengan cara


: IS
TO

urin akibat faktor-faktor di luar membayangkan sedang


FO

kandung kemih misalnya gangguan berkemih dan hentikan secara


syaraf, kanker dan lain-lain. mendadak. Otot yang
terasa berkontraksi di
Yang dialami ibu anda adalah daerah vagina, lubang
inkontinensia urgensi. Penyebab saluran kencing
inkontinensia urgensi umumnya karena atau anus
iritasi di dinding kandung kemih adalah otot
sehingga dinding kandung kemih dasar
berkontraksi dan terjadi pengeluaran
urin tidak terkendali. Iritasinya misalnya
karena infeksi, inflamasi
(pembengkakan) , batu, gangguan

EDISI 369 AGUSTUS 2005 WARTA BEA CUKAI 69


INFORMASI KEPABEANAN & CUKAI

Install Antivirus Symantec 2005


Dari Server Intranet
Untuk install di kantor-kantor pelayanan, harus disediakan server tersendiri untuk men-download
antivirus tersebut, kecuali anda terhubung ke intranet DJBC yang berlokasi di DIKC.

D
ari pertama kemunculan virus dalam Saat ini kita telah menyediakan rams dan hapus semua anti
PC, kita telah benar-benar di uji server antivirus di kantor pusat, virus yang ada di PC anda
dalam hal sekuritas maupun untuk menginstall (update) antivirus - restart PC anda.
kenyamanan kita sebagai pengguna. Ada yang baru. Untuk install di kantor-
saja hal-hal yang mengganggu ketika kita kantor pelayanan, harus disediakan 2. Download file anti virus dari :
tengah asyik bekerja dengan PC ataupun server tersendiri untuk men-down- - http://helpdesk.customs.go.id ,
notebook kita, baik itu virus yang bersifat load antivirus tersebut, kecuali anda > pilih Download Files
hanya untuk mengirim pesan bahkan terhubung ke intranet DJBC yang (gambar 1)
sampai virus yang dapat merubah dan berlokasi di DIKC. > lalu di download center
memperbanyak dirinya dalam hardisk kita. Berikut langkah-langkah untuk pilih download center pilih
Antivirus yang kita pakai biasanya install antivirus terbaru dari Symantec [Symantec Antivirus] new
disesuaikan dengan varian virus yang yang dapat anda download dari server (gambar 2 & 3)
terdapat di dunia IT, semakin spesifik intarnet DIKC: > lalu setelah itu pilih SAV new
suatu virus akan ada lagi antidote virus > dan save/simpan lah file
tersebut (jangan-jangan yang membuat 1. Uninstall terlebih dahulu Norton tersebut ke komputer anda
antivirus sekaligus pembuat virus itu anti virus yang ada di PC anda - atau anda dapat mengetik
ya?) seperti virus-virus yang berbentuk dengan cara sebagai berikut : berikut ini di browser anda
worm, yang selalu hidup dan berkem- - click start ,setting, control pa- http://helpdesk.customs.go.id/
bang dalam jaringan. nel pilih add or remove prog- download/index.php?dirpath=
Gambar 1. Tampilan situs http://helpdesk.go.id

klick disini
s

70 WARTA BEA CUKAI EDISI 369 AGUSTUS 2005


Gambar 2. Tampilan link folder Symantec antivirus

./Symantec%20Antivirus& drivers\etc\hosts lalu klik ok. ketik yang anda download ke PC anda
order=0 192.168.203.18 AVSDIKC lalu - double click file setup.exe
save file tersebut seperti gambar 4 - click next seperti gambar 6
3. Sebelum melakukan install edit - pilih I accept the terms in the
terlebih dahulu hosts nya dengan 4. Setelah itu anda dapat meng- license agreement, lalu klik
cara sbb : install di PC anda dengan next (gambar 7)
- klik start, run lalu ketik langkah-langkah sebagai berikut : - pilih client Install, lalu klik next
C:\WINDOWS\system32\ - extract terlebih dahulu file SAV.zip (gambar 8)
Gambar 3. Tampilan file antivirus Symantec

EDISI 369 AGUSTUS 2005 WARTA BEA CUKAI 71


INFORMASI KEPABEANAN & CUKAI

Gambar 4. Host yang di jalankan di notepad Gambar 8. Install client

Gambar 6. Urut-urutan install Gambar 9. Pilihan jenis install

Gambar 7. Pilihan untuk accept program - pilih complete, lalu klik next
(gambar 9)
- pilih manage , lalu klik next
(gambar 10)
- ketik sever name AVSDIKC
(huruf besar semua), lalu klick
next (gambar 11)
- click install (seteleh itu tunggu
sampai proses install selesai)
(gambar 12)
- klick finish (install antivirus selesai
dilakukan), dan restart dahulu PC
anda. (gambar 13)
- Setelah restart computer selesai cek
dahulu apakah penginstalan berhasil,
dengan cara klick start, programs,
Symantec Client Security dan
Symantec AntiVirus (gambar 14)

Kini komputer anda telah terinstal


Symantec Anti Virus, dan yg terhebat ada-
lah anda tidak perlu lagi untuk mengupdate
Anti Virus anda, karena cukup servernya
saja yang meng-update Anti Virus, dan
komputer anda akan di update secara oto-
matis oleh server tersebut.
Yossef Ariyansyah & Andi Prabawa/Network team DIKC

72 WARTA BEA CUKAI EDISI 369 AGUSTUS 2005


Gambar 10. Pilhan managed atau unmanaged Gambar 12. tampilan installer

Gambar 11. Ketikan AVSDIKC Gambar 13. Completed installer

Gambar 14.
Tampilan akhir
installer

EDISI 369 AGUSTUS 2005 WARTA BEA CUKAI 73


RUANG INTERAKSI

Oleh: Ratna Sugeng

Kesadaran
Berkomitmen
Landasan kuat dan langgeng dari sebuah komitmen adalah
hubungan yang bersemangat antara para anggota tim kerja,
menuju tujuan dan langkah dengan persepsi yang sama.

M
emasuki dunia kerja baru ada se- tahap lanjut terjadi, setelah keberhasilan fasilitator meningkat dan masing-ma-
macam kelegaan bagi setiap orang mengarungi hambatan dan tantangan. sing fasilitator mengkaji kekuatan diri.
karena boleh terpilih dari ratusan Komitmen dapat dihidupkan dan terus Pada kenyataannya masing-masing
orang yang berebut pekerjaan. Sekilas ditumbuhkan, seiring dengan pencapaian secara jujur mengakui kelebihan mitra
nampaknya akan dapat mengatasi jika kematangan hubungan kerjanya. Dengan demikian
ada masalah dalam hubungan relasi di mekanisme pembagian tim fasilitator
tempat kerja. Dengan berjalannya waktu, LANGKAH MENUJU KESADARAN nampak seperti otomatis, siapa dalam
ketika pekerjaan membutuhkan kerja KOMITMEN kelompok fasilitator mana”.
bersama dan dibatasi oleh waktu, anggar- Dalam buku Journey of the Heart,
an, perluasan ide tertentu, atau makin John Welwood, memberikan langkah Diperlukan kejujuran, keterbukaan,
lama keterbelengguan dirasa makin ken- akan kesadaran komitmen. keterikatan satu sama lain,
cang, maka yang dibutuhkan bukan saja menghilangkan kotak batas, melebur
sebuah inspirasi. 1. Bangunlah kemitraan yang tulus dalam satu tindak untuk kebaikan
Saat inilah muncul pertanyaan Landasan kuat dan langgeng dari bersama dan ketidak beruntungan yang
dimanakah komitmen berada ? Komitmen sebuah komitmen adalah hubungan yang diatasi bersama. Bersamaan dengan
berarti memilih tetap bekerja sama meski bersemangat antara para anggota tim keterbukaan, maka semua ketakutan,
berhadapan dengan gunung hambatan kerja, menuju tujuan dan langkah dengan ketidak amanan diri, dan penolakan akan
dan hempasan ombak dalam menempuh persepsi yang sama. Setiap perencanaan kedekatan mulai muncul. Masing-masing
perjalanan. dibicarakan bersama, diterjemahkan akan dapat merasa lebih emosional, iri,
Sebagai gambaran, di surat kabar dalam persepsi yang sama. Jadi pada tanpa alasan jelas daripada waktu-waktu
diberitakan bahwa banyak anggota kerja saat seorang mitra bergerak, mitra lainnya sebelumnya. Hubungan demikian terus
di suatu organisasi yang mendapatkan telah memahami bahasa geraknya dan berjalan, mungkin timbul perasaan
dana tambahan di luar gaji yang diberikan menduga kekuatan dirinya akan terancam. Pergolakan dalam diri masing-
setiap selesai suatu pekerjaan. Manakala kemungkin mengatasi hambatan yang masing terus terjadi yang memerlukan
pintu dikuakkan oleh seseorang yang akan dihadapi. polesan, perbaikan dan terus
merasa dijebak, maka bernyanyilah mengembangkan diri.
pemberi jasa kerja bahwa keputusan 2. Ujilah kemitraan: melalui kerja sama Jadi meskipun para anggota tim ma-
pemberian penghargaan jasa kerja menghadapi munculnya persoalan suk dalam kelompok dengan semangat
diketahui oleh atasan, diparaf oleh yang Makin erat kerjasama tim, makin sadar gegap gempita, ditengah perjalanannya
berhak, ditanda tangan oleh penerima. para anggotanya akan keteladanan yang akan muncul rasa sakit hati, kekecewaan,
Apa yang terjadi ? Masih menurut dapat diambil dari masing-masing kecemasan dan ketidak cocokan.
surat kabar pada bulan Mei 2005, anggota, juga makin sadar akan Suasana ini menimbulkan pertanyaan
pemimpinnya berkata bahwa semua kecemasan yang muncul dipermukaan. pada masing-masing anggota, akankah
tanggung jawab ada pada setiap individu, Sebelum tim mempunyai rasa percaya diri mereka meninggalkan atau tetap berada
sebab tak pernah ada instruksi lisan untuk mencanangkan komitmen masing- dalam kelompok. Berdialog dengan diri
maupun tulisan tentang hal tersebut. Apa masing, perlu mencari tahu apakah sendiri perlu dilakukan, kemudian hasilnya
artinya komitmen kelompok kerja ini ? mereka dapat mengatasi bersama dapat diungkapkan pada kelompok.
Pada awalnya, mitra dalam kerja hambatan yang akan dihadapi. Ilustrasi Dapat dimungkinkan dialog diri dibawa
merasa tidak pasti akan apa yang mereka dibawah ini menggambarkan prosesnya: dalam kelompok untuk diselesaikan dan
kerjakan bersama atau seberapa jauh seorang bertindak sebagai fasilitator. Atau
mereka akan tetap bersama dalam relasi “Tim fasilitator sebuah organisasi kelompok keluar bersama mempelajari
kerja. Barangkali melalui pengujian, dapat untuk team building, mendapatkan keberhasilan dan kegagalan kelompok
terukur seberapa dalam kemampuan tantangan harus menyelesaikan lain sebagai bahan pertimbangan kese-
untuk tetap bersama menghadapi kegiatan untuk sejumlah 150 orang diaan diri tetap berada dalam kelompok.
hambatan, menyadari posisi, peran, batas peserta. Jumlah fasilitator hanya 12 Tak usah merasa gagal manakala diri
kewenangan dan tanggung jawab masing- orang, sementara pengalaman merasa ingin lepas dari kelompok ketika
masing, serta menghargai dan mengajarkan bahwa 3 fasilitator menghadapi kesulitan. Bekerjasama
menyatakannya lebih secara tulus. bekerja akan optimal efektivitasnya dalam banyak perbedaan memang me-
Kesadaran akan komitmen tumbuh dalam menangani 25 orang peserta. ningkatkan frustasi, juga sekaligus
bertahap, suatu bentuk relasi yang dalam Maka kecemasan akan kekuatan tim meningkatkan keinginan untuk tak lagi

74 WARTA BEA CUKAI EDISI 369 AGUSTUS 2005


bersama. Pertanyaan yang harus dijawab dalam kelompok atau kelompok menemui harus mengatakan ya pada setiap
adalah apa tujuan bergabung, dan hambatan, ia mungkin akan menarik diri. langkahnya, jika kata tidak perlu
mengapa kini tujuan ini dipertanyakan. Beberapa orang merasa tak pantas diungkapkan maka pembicaraan
Atau , kalau tidak disini, dimana akan mengekspresikan perasaannya terhadap kelompok perlu mengakomodasikan-
bergabung, dan apakah persoalan mirip kelompok, sebab bekerja-pekerjaan dan nya. Diskusi kelompok membicara-
tak akan mampir dalam kelompok baru. organisasi bertumpu pada rasio atau kan berbagai hal terkait kesetujuan
Kuncinya, kekuatan menghadapi bersama logika, bukan emosi. Sayangnya atau ketidak setujuan dengan penje-
tantangan akan membuat kelompok maju mengekspresikan perasaan dengan lasan sampai dimengerti dengan
terus. muatan emosi kuat tentang kekecewaan, tetap berfokus pada tujuan kelompok.
ketakutan, kecemasan dari anggota Komitmen senantiasa diperbarui
3. Ditempa dalam organisasi kelompok akan menimbulkan rasa sakit ketika perjalanan organisasi
Dalam bekerjasama di sebuah wadah hati pada lainnya. menghendaki demikian. Komitmen juga
organisasi, setiap orang mengukur dirinya Menampung situasi demikian dapat berubah seiring dengan
apakah mereka dapat tumbuh, dalam arti diperlukan ruang penuangan emosi, tumbuhnya berbagai kepentingan para
berkembang kemampuan diri atau dalam bentuk ’sharing’ bersama anggotanya. Karena itu dalam
setidaknya mendapat keuntungan dari perasaan atau mengundang seorang organisasi, misi dan visi bukanlah hal
pengetahuan, sikap dan keterampilannya. fasilitator untuk menjembatani gejolak yang menetap tak terubahkan. Ia
Jika wadah ini ternyata terlalu sempit bagi perasaan anggota dalam kelompok. berubah seiring tantangan zaman,
pengembangan, perlu diulangi pertanyaan Dapat juga disediakan konselor tempat demikian juga para anggotanya.
atas komitmen, ditambah, perlukah mereka dapat menuangkan perasaan-
memperluas wadah yang ada. nya dan bersama mencari solusinya. 4. Bangunlah visi dan buatlah
Dalam belajar berkolaborasi secara Melalui cara ini dapat ditimbulkan rasa keputusan
sehat ada unsur mengakomodasi pengertian dan penempatan diri pada Di dalam organisasi, para anggotanya
pertumbuhan setiap mitra. Proses situasi orang lain, suatu empati. seringkali mempunyai keinginan, dan bia-
pengakomodasian termasuk membuat Pemahaman akan hal ini akan dapat sanya salah seorang memimpin untuk
keseimbangan antara yang diungkapkan mendorong penguatan komitmen. pencarian mimpi dan cita-cita ke depan.
dan yang diekspresikan. Ungkapan Komitmen dalam perjalanan lanjut Melalui curah pendapat, berdasar pada
mengacu pada pemberi perhatian, sebuah organisasi akan terus bukti, maka penggalian mimpi dan cita-cita
memberikan ruang gerak dan mengerti berkembang sesuai pertumbuhan bersama dapat dimunculkan. Pikiran yang
akan apa yang mereka sampaikan serta anggota-anggotanya. Setiap orang dalam lateral, di luar kaidah umum, seringkali
hal yang melatarbelakanginya. organisasi tetap harus mempunyai ruang mencuat dan menimbulkan keraguan.
Secara spontan pengungkapan pribadi di luar organisasi untuk memberi Dasar dan bukti serta ikatan kemauan
seperti ini memunculkan reaksi nutrisi pada batinnya. Ada sisi kuat untuk bersama mendorong semua
penolakan, yang memuat komponen batin yang tidak akan sama anggota mencapainya. Sebuah visi
emosi kuat, seperti marah. kebutuhannya dengan akan mengikat erat dibanding
Marah bukanlah hanya para anggota lainnya dengan janji dan harapan, menurut
marah, dibaliknya ada yang juga perlu di- John Welwood. Visi dan
unsur kecewa, atau kembangkan agar kesadaran akan memutar roda
ketidak puasan. orang merasa hidup organisasi tetap berjalan
Seseorang yang dan berguna. dengan kekuatan, meski
sulit mengeks- Komitmen ada friksi dan
presikan bukan konflik da-
perasaan akan berarti lam perja-
mempunyai lanan.
EWA

keterbatasan
untuk ber-
: ISTIM

hubungan
dengan
FOTO

mitra lain-
nya. Jika
ia men-
dapatkan
kesulitan

EDISI 369 AGUSTUS 2005 WARTA BEA CUKAI 75


DAERAH KE DAERAH

KPBC Tipe A Banjarmasin

Emas Hitam,
Komoditas Baru Bernilai Ekspor Tinggi
Dibalik lesunya kegiatan perusahaan kayu di Kalimantan Selatan, emas hitam (batubara) muncul
sebagai suatu jenis komoditas andalan untuk ekspor dan bernilai tinggi.

C
uaca hari itu (6/7) begitu panas Kantor Wilayah yang cukup dikenal Banjarmasin. Hal itu diakibatkan
ketika WBC tiba di Bandara dan disegani. Namun, walaupun menurunnya kegiatan produksi
Syamsudin Noor, Banjarmasin, telah beralih menjadi KPBC, Latief perusahaan-perusahaan kayu di
Kalimantan Selatan (Kalsel) pada berharap agar KPBC Banjarmasin Kalsel.
pukul 09.00 WIB atau pukul 10.00 tetap eksis dalam memberikan Ada perusahaan kayu yang
WITA. Satu persatu peluh pun mulai pelayanan dan pengawasan mengurangi jumlah produksinya
membanjiri wajah. Kota Banjarmasin kepabeanan. hingga 50 persen karena bahan baku
yang dikenal sebagai kota seribu Wilayah kerja KPBC Banjarmasin yang ada sangat terbatas. Ada pula
sungai, memang terkenal dengan cukup luas, meliputi seluruh wilayah yang demi mendapatkan bahan baku
sinar mataharinya yang begitu di propinsi Kalsel, kecuali Kabupaten harus mendatangkannya dari pulau
menyengat. Kota Baru, Tanah Bumbu dan Tanah lain seperti Papua dan sebagainya.
Untunglah WBC segera bertemu Laut (ketiga kabupaten tersebut Ditambah lagi dengan semakin
dengan Suganda, pegawai KPBC masuk dalam wilayah kerja KPBC ketatnya pengawasan terhadap
Banjarmasin yang menjemput di Kota Baru-red). Dengan wilayah pembalakan liar (yang juga menjadi
bandara. Kamipun meluncur menuju kerja yang begitu luas ditambah salah satu sumber bahan baku-red).
KPBC Banjarmasin yang terletak di keadaan geografis yang sebagian Dengan demikian, turunnya
pelabuhan Trisakti, Banjarmasin, besar terdiri dari sungai, membuat dokumen PEB dan volume ekspor
yang berjarak kurang lebih 25 km kondisi yang ada sangat rawan (khususnya pada komoditas kayu)
dari Bandara Syamsudin Noor. terhadap kegiatan penyelundupan. turut berpengaruh pula terhadap
Sebelum memasuki wilayah kota, Saat ini KPBC Tipe A Banjarmasin kegiatan impor yang dilayani Bea dan
di kiri kanan jalan terdapat lahan didukung personil sebanyak 69 orang Cukai Banjarmasin. Terutama
gambut yang tampak hijau. Menurut pegawai. Jumlah tersebut sudah kebutuhan terhadap barang atau
Suganda, lahan gambut di Kalsel cukup memadai dalam menangani bahan impor untuk keperluan bahan
akan terlihat kuning dan kering ketika pelayanan dan pengawasan. Namun baku pabrik plywood seperti indus-
musim kemarau dan rawan demikian, kalau berbicara mengenai trial flour, wood, putty dan impor
kebakaran. sarana untuk melakukan lainnya.
Disepanjang jalan kota menuju pengawasan (diantaranya KPBC
kantor, lalu lintas cukup padat dan Banjarmasin hanya memiliki satu BATUBARA PRIMADONA EKSPOR
didominasi oleh kendaraan sepeda buah kapal patroli), Latief Dibalik lesunya kegiatan
motor. Tampak sekali para pegendara mengatakan bahwa sarana tersebut perusahaan kayu di Kalsel, pada saat
sepeda motor di kota Banjarmasin sudah pasti tidak memadai dalam yang sama muncul suatu jenis
kurang menghargai pengendara mendukung fungsi atau tugas komoditas andalan untuk ekspor dan
lainnya dan kurang memperhatikan pengawasan secara maksimal. bernilai tinggi yakni emas hitam atau
faktor keselamatan. Mereka dengan Oleh karena itu, KPBC batubara. Berdasarkan data pada
seenaknya menyalip dan berkendara Banjarmasin berkoordinasi dengan 2004 sampai dengan semester I
di tengah-tengah jalan. instansi terkait seperti KP3 dan 2005, 60 persen jumlah ekspor di
Sekitar tigapuluh menit kemudian, Angkatan Laut (Lanal). Sehingga Kalsel didominasi oleh batubara.
kamipun tiba di KPBC Tipe A berkaitan dengan keluarnya Inpres Betapa tidak, batubara sangat
Banjarmasin. Gedung KPBC No.4 Tahun 2005 tentang prospektif dalam menunjang
Banjarmasin terletak di wilayah pemberantasan kegiatan ilegal pembangunan di Kalsel, sebab jenis
Pelabuhan Trisakti bersebelahan loging, Latief berharap tugas komoditas ekspor yang satu ini
dengan kantor Pelindo III. Begitu pengawasan terhadap kegiatan mempunyai harga jual tinggi dan
WBC menapakkan kaki kedalam penyelundupan akan semakin sangat dibutuhkan sebagai pengganti
kantor, barulah terlihat bahwa KPBC terpadu. bahan bakar minyak (BBM).
Banjarmasin menempati sebuah Latief menjelaskan, maraknya
gedung yang cukup besar untuk KEGIATAN PERUSAHAAN KAYU kegiatan terhadap ekspor batubara
ukuran kantor pelayanan. MENGALAMI PENURUNAN ini disamping untuk memenuhi
Menurut Drs. Abdul Latief Berbicara mengenai kegiatan, kebutuhan dalam negeri dan pasar
Naleng, Kepala Kantor Pelayanan dalam dua tahun terakhir terdapat internasional juga adanya
Bea dan Cukai Tipe A Banjarmasin, kecenderungan penurunan dokumen pemberlakukan otonomi daerah.
dulu KPBC Banjarmasin merupakan ekspor (PEB) yang ditangani KPBC Sehingga, masing-masing daerah

76 WARTA BEA CUKAI EDISI 369 AGUSTUS 2005


WBC/ATS
merasa punya akses untuk PENERIMAAN CUKAI
mengambil dan memanfaatkan Namun demikian, mulai tahun ini
sumber-sumber alam didaerahnya KPBC Banjarmasin mempunyai
termasuk batubara. sumber penerimaan baru yaitu
penerimaan dari sektor cukai. Hal
OPTIMIS TARGET PENERIMAAN BEA tersebut bisa dilihat dari
MASUK TERCAPAI berdirinya sebuah perusahaan atau
Sementara itu, target penerimaan pabrik hasil tembakau (rokok) PR
Bea Masuk yang dibebankan untuk LUTHFI yang beralamat di Kel.
KPBC Tipe A Banjarmasin untuk TA. Kelayan Tengah Banjarmasin (Kalsel)
2005 sebesar 23.885.090.430 rupiah, dan mulai beroperasi pada Juli
Latief optimis target tersebut dapat tahun ini.
tercapai. Pasalnya, hingga Juni 2005 “Walaupun jumlahnya masih
(semeseter I) telah terealisasi relatif kecil sesuai dengan golongan
sebesar 14.535.270.549 rupiah atau perusahaan III/B, tetapi paling tidak
60,85 persen dari target yang perusahaan rokok tersebut
ditetapkan. Penerimaan tersebut merupakan pabrik rokok pertama di
sebagian besar berasal dari impor Kalimantan Selatan yang menjadi
gula pasir kristal dan alat-alat berat objek binaan sekaligus pengawasan
untuk kegiatan tambang batubara. KPBC Banjarmasin,” imbuh Latief.
Dibalik rasa optimis untuk Bersamaan dengan itu, untuk
pencapaian target penerimaan BM melaksanakan UU No.1 Tahun 1995
tersebut, terselip rasa pesimis. tentang Cukai terutama yang
Pasalnya, hampir 90 persen barang A. LATIEF NALENG. Mulai tahun ini KPBC berkaitan dengan pengawasan
impor yang masuk ke Banjarmasin Banjarmasin mempunyai sumber penerimaan baru peredaran rokok ilegal, KPBC
harus melalui pelabuhan lain seperti yaitu penerimaan dari sektor cukai. Banjarmasin telah bekerjasama
Tanjung Priok (Jakarta) dan Tanjung dengan Kantor Wilayah X DJBC
Perak (Surabaya). Bahkan, terhitung rute Banjarmasin-Singapura telah Balikpapan untuk melaksanakan
sejak Pebruari 2005 tidak ada lagi berhenti beroperasi untuk sementara operasi intelijen atau operasi pasar
kapal-kapal kargo yang langsung waktu dengan alasan merugi (akibat dengan daerah sasaran Banjarmasin,
menuju Banjarmasin. kurang muatan). Ditambah lagi Banjarbaru dan Martapura.
Tak hanya itu, satu-satunya kapal dengan keadaan pelabuhan atau alur Dari hasil operasi tersebut
kargo yakni Pac Bangka, yang sungai Barito yang terus mengalami ditemukan beberapa hasil tembakau
selama ini secara reguler melayani pendangkalan. (rokok) yang diperjualbelikan yang
WBC/ATS

FOTO BERSAMA. Kepala Kantor beserta seluruh pegawai KPBC Tipe A Banjarmasin berfoto bersama di depan kantor.

EDISI 369 AGUSTUS 2005 WARTA BEA CUKAI 77


DAERAH KE DAERAH
WBC/ATS
SDM DAN SARANA
Berbicara mengenai pembinaan
pegawai dalam hal peningkatan
pengetahuan dan keterampilan,
KPBC Banjarmasin melakukan
kegiatan P2KP secara rutin dan
kegiatan-kegiatan lainnya, seperti
bimbingan lapangan serta diskusi-
diskusi tentang pelaksanaan
pekerjaan. Semua kegiatan tersebut
bertujuan untuk menambah
pengetahuan dan wawasan pegawai.
Selain itu dalam rangka
meningkatkan mutu pegawai, Latief
mengaku selaku pimpinan ia sangat
concern dan mendukung setiap
pegawai yang mau melanjutkan
pendidikan baik bersifat kedinasan
maupun diluar kedinasan. Hal itu
bisa dilihat dari adanya beberapa
pegawai KPBC Banjarmasin yang
saat ini sedang melanjutkan
pendidikan ke jenjang yang lebih
tinggi baik tingkat SLTA, S1 bahkan
S2.
Latief yakin dan optimis dengan
pengetahuan dan keterampilan yang
memadai dan merata bagi pegawai,
performance dan kinerja Direktorat
KPBC TIPE A BANJARMASIN. KPBC Banjarmasin menempati sebuah gedung yang cikup besar Jenderal Bea dan Cukai akan
untuk ukuran kantor pelayanan. menjadi lebih baik.
Mengomentari tentang sistem
diduga terindikasi penyalahgunaan periodik dan dikembangkan ke pelaksanaan pendidikan atau ujian
ketentuan. Diantaranya adalah rokok daerah-daerah lainnya di Kalsel. jarak jauh yang mulai diterapkan di
tanpa dilekati pita cukai, rokok Latief berharap, dengan operasi DJBC cq Pusdiklat Bea dan Cukai,
dengan pita cukai palsu dan pita pasar tersebut para pengusaha lebih Latief mendukung sistem tersebut.
cukai kadaluarsa tetapi bukan atas memahami ketentuan cukai. Dengan Disamping dapat menghemat biaya
nama perusahaan (personalisasi pita demikian, pelanggaran terhadap dan mempercepat serta
cukai-red). peredaran kedua objek cukai tadi memperbesar kesempatan, para
Hasil operasi tersebut beserta akan semakin berkurang. pegawai yang mengikuti program
contoh hasil tembakau (yang WBC/ATS
terindikasi penyalahgunaan
ketentuan-red) telah dilaporkan dan
dikirim kepada Dirjen Bea Cukai u.p
Direktur Cukai guna penelitian lebih
lanjut, terutama berkaitan dengan
keaslian pita cukai untuk diuji pada
lab Peruri. Diharapkan hasil tes
tersebut dapat diterima dalam waktu
dekat ini.
Operasi pasar juga dilakukan
terhadap perusahaan MMEA
(Minuman Mengandung Etil Alkohol)
khususnya di kota Banjarmasin
dengan sasaran hotel, tempat
hiburan dan restoran. Operasi pasar
menitikberatkan pada sifat pendataan
dan pembinaan.
Pembinaan yang dilakukan antara
lain mensosialisasikan ketentuan
yang harus dipenuhi apabila suatu
perusahaan melakukan kegiatan
usaha penjualan eceran MMEA
dengan kadar alkohol lebih dari 7
persen. Perusahaan tersebut terlebih
dahulu harus mendapatkan ijin dari
Menteri Keuangan RI berupa
NPPBKC.
Pelaksanaan operasi pasar
terhadap kedua jenis objek cukai
tersebut di wilayah kerja KPBC
Banjarmasin akan dilakukan secara PELABUHAN TRISAKTI. Cepat mengalami pendangkalan.

78 WARTA BEA CUKAI EDISI 369 AGUSTUS 2005


WBC/ATS

RUMAH DINAS. Rumah-rumah dinas pada umumnya sudah tua dan lokasinya terpencar.

tersebut tidak perlu meninggalkan pembimbing juga harus mampu Latief merasa prihatin dengan
tempat tugas dan keluarganya. memberikan pelajaran-pelajaran jumlah rumah dinas yang relatif
Namun demikian, yang perlu penunjang dan memiliki nilai-nilai sedikit dibandingkan kebutuhan
mendapat perhatian adalah masih kehidupan misalnya pendidikan pegawai. Ditambah lagi lokasi rumah
kurangnya peranan tutor perilaku, moral, karakter dan dinas terpencar dibeberapa tempat
(pembimbing) dalam membimbing sebagainya. Selanjutnya hal itu dengan kondisi bangunan yang
peserta diklat dalam hal dijadikan input dalam melakukan sebagian besar mengalami
pembelajaran. Sehingga terkesan penilaian secara keseluruhan kerusakan. Parahnya lagi, tiga lokasi
antara pegawai (peserta diklat) terhadap pegawai atau peserta diklat. perumahan menjadi langganan
dengan pembimbing (dalam hal ini Menyinggung masalah banjir bila musim hujan tiba. Betapa
atasan langsung yang seharusnya pemeliharaan aset seperti kantor dan tidak, rumah dinas yang ada
bertanggung jawab memberikan rumah dinas, Latief mengatakan merupakan bangunan lama yang
arahan atau bimbingan) belum bahwa hal itu telah menjadi obsesi posisinya semakin terdesak dan lebih
terlaksana dengan baik. pentingnya sejak dipercaya menjadi rendah dibandingkan dengan
Jadi, supaya pelaksanaan Kepala KPBC Banjarmasin. Ia selalu bangunan baru lain yang berada
program diklat jarak jauh tersebut memberikan perhatian khusus pada disekitarnya.
berjalan efektif, Latief menyarankan kantor dan rumah dinas, terutama Untuk mengatasi permasalahan
agar program tersebut dilembagakan dalam hal pemeliharaan. perumahan dinas tersebut Latief
atau diformalkan. Caranya dengan Sebagai bukti, tahun anggaran berpendapat, “Kiranya mungkin agar
menunjuk pejabat tertentu (disuatu 2004 telah dilakukan penggantian terhadap rumah dinas yang memang
kantor dimana program tersebut atap kantor dan 6 rumah dinas lokasinya sudah tidak layak lagi
dilaksanakan) yang memang dengan jumlah anggaran (APBN) dipertahankan dapat direlokasi atau
mempunyai kemampuan dan sebesar 450.000.000 rupiah. dipindahkan ke tempat pemukiman
dedikasi dalam bertindak sebagai Sementara untuk tahun 2005 akan yang representatif, caranya dengan
pembimbing (tutor). dilakukan penggantian ubin (lantai) menjual atau tukar guling aset. Hal
Selain itu, disamping melakukan menjadi tile (keramik) dengan ini akan kami coba bicarakan dengan
tugas-tugas yang bersifat akademis, anggaran 917.730.000 rupiah. pimpinan di Kantor Pusat.” ifa

EDISI 369 AGUSTUS 2005 WARTA BEA CUKAI 79


DAERAH KE DAERAH

PERINGATAN HARI

WBC/ADITO
INTERNASIONAL
MELAWAN
Penyalahgunaan dan
Peredaran Gelap
Narkotika di Kanwil VIII
DJBC Denpasar
Dalam peringatan tahun ini,
Jajaran Bea Cukai Ngurah Rai
memperoleh tanda
penghargaan Utama dari
Ketua BNN, yang diserahkan
dihadapan presiden di istana
negara, karena telah
memberikan dukungan yang
besar dalam upaya perang
terhadap Narkotika dan obat-
obat terlarang

N
arkotika bukan saja merusak gene-
rasi muda tetapi berpotensi meng-
hancurkan negara Indonesia yang
kita cintai ini, demikian pengarahan yang
disampaikan oleh M. Wahyu Purnomo
(Kakanwil VIII DJBC Denpasar) pada aca- M. WAHYU PURNOMO mengajak semua pegawai untuk bersama-sama bekerja keras , agar dihari-hari
ra apel penyerahan Tanda Penghargaan mendatang selalu diisi dengan prestasi – prestasi yang baru dan lebih membanggakan. Adito. Denpasar.
kepada pegawai berprestasi luarbiasa
pada tanggal 5 Juli 2005 di halaman karena berhasil mengagalkan upaya Gede Senopati, Ony Ipmawan, Ni
depan Kanwil DJBC Denpasar. Dalam penyelundupan Narkotika Jenis Heroin Nyoman Rini, dan Felix Diaz.
apel kali ini M. Wahyu Purnomo berkenan seberat 10,9 Kg melalui Bandara Ngurah Dalam amanatnya, M. Wahyu
memberikan tanda penghargaan kepada Rai pada tanggal 17 April 2005 yang lalu. Purnomo juga menegaskan bahwa,
6 (enam) orang pegawai KPBC Ngurah Keenam pegawai tersebut antara lain : I prestasi ini bukanlah prestasi yang bersifat
Rai yang dinilai berprestasi luar biasa Ketut Sumarta, I Nyoman Meredangga, I individual, tetapi merupakan prestasi dari
WBC/ADITO semua elemen (Anjing pelacak narkotika,
operator X-Ray, Pemeriksa pabean dan
pemeriksa P2) yang telah bekerja keras
untuk menjaga Pulau Bali dari lalu lintas
Narkotika. Penangkapan kali ini dinilai
sebagai sebuah kado istimewa karena
bertepatan dengan peringatan Hari
Internasional melawan penyalahgunaan
dan peredaran gelap narkotika.
Dalam peringatan tahun ini, Jajaran
Bea Cukai Ngurah Rai memperoleh tanda
penghargaan Utama dari Ketua BNN
(Kapolri Da’I Bacthiar, ketika itu), yang
diserahkan dihadapan presiden di istana
negara, karena telah memberikan
dukungan yang besar dalam upaya
perang terhadap Narkotika dan obat-obat
terlarang. Lebih lanjut, M. Wahyu
Purnomo mengajak semua pegawai untuk
bersama-sama bekerja keras , agar dihari-
hari mendatang selalu diisi dengan
prestasi – prestasi yang baru dan lebih
membanggakan.
Akhirnya beliau mengajak “ mari kita
mulai dari hal yang kecil sebelum kita
mampu melakukan yang besar, mari kita
PENGHARGAAN. Kakanwil, M. Wahyu Purnomo berkenan memberikan tanda penghargaan kepada
enam pegawai KPBC Ngurah Rai yang dinilai berprestasi luar biasa karena berhasil mengagalkan mulai dari diri kita sendiri sebelum orang
upaya penyelundupan Narkotika Jenis Heroin seberat 10,9 Kg melalui Bandara Ngurah Rai pada lain mengawalinya, dan mari kita mulai se-
17 April 2005 yang lalu. karang juga. Bravo DJBC adito, denpasar

80 WARTA BEA CUKAI EDISI 369 AGUSTUS 2005