You are on page 1of 97

TAHUN XXXVII EDISI 371 OKTOBER 2005

ASEAN
Single Window
Integrasi Ekonomi Di Kawasan ASEAN

PROFIL WAWANCARA

MENUNGGU IMPLEMENTASI
BENEDIKTUS JAROT JATMIKA
“SAYA TIDAK MENYANGKA BISA SEKOLAH
HINGGA SEJAUH INI...”
HERI KRISTIONO
“...SW HARUS DIPROGRAM DAN
DITANGANI SECARA SERIUS”
DARI REDAKSI
TERBIT SEJAK 25 APRIL 1968

“SAYA BERSUMPAH...” MISI:


Membimbing dan meningkatkan kecerdasan serta
kesadaran karyawan Direktorat Jend
Cukai terhadap tugas negara
eral Bea dan
Jende
Mendekatkan Hubungan antara atasan dan
Your capacity to keep your vow will depend on the purity of your life bawahan serta antara karyawan Direktorat Jenderal
Jende
Bea dan Cukai dengan masyarakat
(Mahatma Gandhi)

M
ari sedikit melihat ulang beberapa kegiatan di bulan lalu. Pada awal IZIN DEPPEN: NO. 1331/SK/DIRJEN-G/SIT/72
TANGGAL, 20 JUNI 1972 ISSN.0216-2483
September diselenggarakan acara Seminar Nasional Membangun
Integritas 2005 yang berlangsung di gedung Badan Pendidikan dan PELINDUNG
Direktur Jenderal Bea dan Cukai:
Pelatihan Keuangan, Departemen Keuangan (berita di hal.64). Drs. Eddy Abdurrachman
PENASEHAT
Banyak pihak sering merasa skeptis dengan yang namanya integritas di Direktur Penerimaan & Peraturan
Kepabeanan dan Cukai:
negara Indonesia. Apalagi bila diseminarkan, seolah hanya lips service belaka. Drs. M. Wahyu Purnomo, MSc
Direktur Teknis Kepabeanan
Kalau ukurannya dilihat dari masih amburadulnya good corporate governance Drs. Teguh Indrayana, MA
Direktur Fasilitas Kepabeanan
di negara ini, tentu saja rasa skeptis itu beralasan. Namun, bagaimanapun juga Drs. Ibrahim A. Karim
integritas tetap perlu diperjuangkan. Bahwa masih ada yang mau bersusah- Direktur Cukai
Drs. Frans Rupang
payah mendiskusikannya, itu berarti masih ada, bahkan mungkin banyak, Direktur Pencegahan & Penyidikan
Drs. Endang Tata
pihak-pihak yang percaya bahwa integritas personal pasti bisa dibangun dan Direktur Verifikasi & Audit
Drs. Thomas Sugijata, Ak. MM
dikembangkan. Persoalannya sekarang, bagaimana masing-masing individu Direktur Kepabeanan Internasional
Drs. Kamil Sjoeib, M.A.
mengaplikasikannya di lapangan. Carlos Santana, salah seorang legenda Direktur Informasi Kepabeanan & Cukai
gitaris rock pernah bilang begini di sebuah majalah, “Utamakan integritas di Drs. Jody Koesmendro
Kepala Pusat Pendidikan dan
atas popularitas, dan anda akan selalu keren”. Pelatihan Bea dan Cukai
Drs. Sofyan Permana
Masih di awal September, DJBC menyelenggarakan Rapat Kerja Terbatas Inspektur Bea dan Cukai
Drs. Bambang Heryanto, Ak
(Rakertas) selama satu hari di Kantor Pusat. Dari pokok-pokok kesimpulan hasil
Rakertas di bidang optimalisasi pencapaian target, fasilitas perdagangan dan KETUA DEWAN PENGARAH
Sekretaris Direktorat Jenderal
pengawasan, (hal. 24-25), terlihat bagaimana upaya DJBC dalam mencapai Bea dan Cukai:
target yang dibebankan oleh pemerintah, terutama dalam hitungan waktu yang Drs. Sjahrir Djamaluddin
WAKIL KETUA DEWAN PENGARAH/
minim. PENANGGUNG JAWAB
Kepala Bagian Umum:
Yang istimewa di bulan September, tidak lama setelah acara Rakertas, Ariohadi, SH. MA.
DEWAN PENGARAH
dilakukan mutasi dan promosi pejabat eselon II DJBC (hal. 56). Dari 20 pejabat Ir. Oentarto Wibowo, MPA;
Ir. Agus Sudarmadi,
yang dilantik, 18 pejabat mendapatkan mutasi dan dua pejabat eselon III M.Sc; Ir. Agung Kuswandono, MA.;
promosi menjadi eselon II. Sementara itu tiga pejabat eselon II tetap pada Drs. Murjady; Drs. Bachtiar, M.Si.;
Sugiarto, SH.;
posisinya semula. Drs, Sindarto Diwerno Putro, Ak.;
Dra. Istyastuti Wuwuh Asri, M.Si.;
Acara pelantikan di Departemen Keuangan berlangsung sederhana, tidak Suwito, SH; Drs. Ahmad Dimyati
PEMIMPIN REDAKSI
ada hal ‘luar biasa’ terjadi, kecuali ada beberapa kejadian menarik, seperti Lucky R. Tangkulung
REDAKTUR
ketika Menkeu Jusuf Anwar yang dalam kata-kata sambutannya beberapa kali Aris Suryantini, Supriyadi Widjaya, Ifah Margaretta
Siahaan, Zulfril Adha Putra
melontarkan humor-homor ringan yang membuat suasana lebih rileks, serta FOTOGRAFER
seorang reporter salah satu TV swasta yang ‘kehilangan’ cameramen-nya Andy Tria Saputra
KORESPONDEN DAERAH
sewaktu akan mewawancarai seorang pejabat pajak. Ignatius Agus Nugraha (Medan), Leksi Andre
Serumena (Jayapura), Syamsul Gunawan (Makassar)
Ketika para pejabat Bea Cukai (dan Pajak) dilantik dan diambil sumpah Bendito Menezes (Denpasar),
Bambang Wicaksono (Surabaya)
jabatannya, beberapa kalimat sumpah yang diucapkan diantaranya seperti ini, KOORDINATOR PRACETAK
Asbial Nurdin
….”Bahwa saya bersumpah…Akan mementingkan kepentingan negara dari SEKRETARIS REDAKSI
kepentingan sendiri, kelompok maupun golongan;……Akan bekerja dengan Kitty Hutabarat
PIMPINAN USAHA/IKLAN
jujur, tertib dan semangat untuk kepentingan negara”. Piter Pasaribu
TATA USAHA
Sumpah itulah, bersama dengan kalimat sumpah lainnya, yang nantinya Niko Budhi Darma, S. Sos, Untung Sugiarto
IKLAN
akan diterjemahkan dalam kapasitas kerja seorang pejabat dimana dia Wirda Renata Pardede
SIRKULASI
ditempatkan. Harapan tersebut tersirat dalam sambutan Menkeu usai melantik H. Hasyim, Amung Suryana
BAGIAN UMUM
para pejabat, dimana menurut Menkeu isi sumpah jabatan menanggung beban Rony Wijaya
yang sangat berat, terlebih eselon II adalah ujung tombak departemen PERCETAKAN
PT. BDL Jakarta
keuangan. “Friendly tanpa harus kolusi, “begitu kata Menkeu.
Seperti tekad Menkeu untuk menutup 2005 dengan kinerja yang baik, itu ALAMAT REDAKSI/TATA USAHA
Kantor Pusat Direktorat Jenderal
berarti bulan Oktober hingga akhir tahun nanti DJBC akan bekerja keras Bea dan Cukai,
Jl. Jenderal A. Yani (By Pass) Jakarta Timur
terutama untuk mencapai target bea masuk dan cukai yang menjadi salah satu Telp. (021) 47865608, 47860504,
4890308 Psw. 154 - Fax. (021) 4892353
ukuran kinerja. Satu hal yang pasti, di awal Oktober inilah umat muslim mulai E-Mail : - wbc@cbn.net.id
memasuki bulan suci Ramadhan. Selamat menjalankan ibadah puasa, selamat - majalah_wbc@yahoo.com
REKENING GIRO WARTA BEA CUKAI
bekerja buat seluruh jajaran Direktorat Jenderal Bea dan Cukai. BANK BNI CABANG JATINEGARA JAKARTA
Nomor Rekening : 8910841
Lucky R. Tangkulung Pengganti Ongkos Cetak Rp. 10.000,-

EDISI 371 OKTOBER 2005 WARTA BEA CUKAI 1


DAFTAR ISI

5
Laporan Utama
Pengembangan dan
impelementasi ASEAN Single
Window (ASW) telah menjadi
komitmen pemerintah. Inisiatif
strategis ini dimaksudkan
mendukung proses integrasi
ekonomi bagi terwujudnya
masyarakat ekonomi ASEAN
sebelum tahun 2020 yang dimulai
dengan langkah strategis.

17 22
Wawancara Cukai
Dengan adanya ASW akan Rubrik
ada harmonisasi peraturan cukai
perdagangan diantara negara kali ini
anggota ASEAN. Untuk tahu akan
lebih lanjut mengenai ASW, si- mengankat
mak wawancara WBC dengan konsep
Heri Kristiono, Kakanwil XII baru
DJBC Ambon, yang ketika penundaan
diwawancara masih menjabat pembayaran
sebagai Pj. Direktur pita cukai.
Kepabenan Internasional.

26
Pengawasan
KPBC Soekarno
Hatta berhasil
menegah pita cukai
palsu dan papaver
somniferum.
Sementara dari KP
DJBC ada Narcotics
Intelligence
Operations Training
Workshop.

32 76
Daerah ke Daerah Profil
KPBC Tipe Ia mengaku tidak memiliki kiat-
C Bengkulu kiat khusus atas apa yang
sedang diraihnya saat ini. Baginya, se-
bergeliat mua yang terjadi adalah misteri
melakukan dimana ia sebagai manusia
pelayanan hanya mampu menjalani. Simak
kepabeanan penuturan Benediktus Jarot
setelah 3 Jatmika, Kasi Nilai Pabean I
tahun mengenai perjalanan hidupnya
vakum. pada rubrik profil.

2 WARTA BEA CUKAI EDISI 371 OKTOBER 2005


Surat Pembaca
1 DARI REDAKSI
3 SURAT PEMBACA
4 KARIKATUR
20 KONSULTASI KEPABEANAN Kirimkan surat anda ke Redaksi WBC melalui alamat
surat, fax atau e-mail. Surat hendaknya dilengkapi
& CUKAI dengan identitas diri yang benar dan masih berlaku.
Tata Kerja Penyelesaian Barang

UPKP
Impor
21 PUSDIKLAT
Diklat PFPD Sebelumnya saya berterima kasih yang sebesar-besarnya karena tulisan ini
24 SEKRETARIAT bisa direspon. Saya ingin bertanya seputar peluang melanjutkan pendidikan bagi
Rapat Kerja Terbatas DJBC Pegawai Bea Cukai yang termasuk lulusan Program Diploma Satu. Ada dua
31 BISA CANDA pertanyaan sekaligus usul dari kami :
a. Baru-baru ini kami mendengar adanya anjuran yang ditujukan kepada lulusan
36 RENUNGAN ROHANI
Prodip I untuk melanjutkan kuliah pada program Diploma III agar seyogyanya
Ramadhan Syahrul Qur`an dapat diikutkan pada ujian UPKP IV yang selama ini belum sempat diadakan
38 INFO MASJID oleh Direktorat kita. Apakah hal ini benar dan kepastiannya bisa dijamin ?
Ayo Berzakat, Ayo Tumbuhkan b. Teman-teman kami kebetulan banyak yang memiliki jam dinas yang tidak
harapan! beraturan (kadang dinas malam atau siang), hal ini tentunya sangat
40 SEPUTAR BEACUKAI menyulitkan mereka untuk melanjutkan kuliah. Maka kami memohon kepada
44 SIAPA MENGAPA pihak Direktorat untuk menjalin kerjasama dengan pihak lembaga pendidikan
agar membuat program belajar yang fleksibel buat kami.
- Mariana
- Ikin Santika Demikianlah pertanyaan dan usul kami. Semoga “nasib” kami sebagai
- Redi Bambang lulusan Prodip satu masih terus diperhatikan karena kami juga memiliki keinginan
46 PPKC yang sangat besar untuk maju dan berkembang demi kejayaan Direktorat
Jenderal Bea dan Cukai yang kita cintai ini. Bravo Bea Cukai.
Mengenal Lebih Dekat Wajah
Mukhtar Suyuti
Baru Website Resmi DJBC
48 INFORMASI KEPABEANAN
& CUKAI
PENYETARAAN PRODIP I
Maintenance Penggunaan PC Mohon informasi tentang diklat penyetaraan bagi kami Prodip I angkatan I s.d
V soalnya alumni Prodip I yang berdomisili di Jakarta dan sekitarnya sudah
50 OPINI mengikutinya sedangkan bagi kami yang ada di Indonesia bagian Timur belum
- Mengikat Makna Pemantapan ikut sama sekali. Kami tunggu info selanjutnya. Terima kasih.
Kode Etik Prodip I Angkatan IV Makassar
- Mengkritisi UU Kepabeanan
Tanggapan :
No.10/1995 Pasal 102
Sehubungan dengan surat-surat yang masuk perihal pertanyaan tentang
56 INFO PEGAWAI Ujian Penyesuaian Kenaikan Pangkat (UPKP) dan Penyetaraan Prodip I,
- Mutasi dan Pelantikan Pejabat dengan hormat kami sampaikan sebagai berikut :
Eselon II DJBC l Bahwa bagi lulusan Prodip I yang melanjutkan pendidikan Diploma III yang
- Serah Terima Jabatan Eselon II ditawarkan BPPK di Sekolah Tinggi Akuntansi Negara, setelah lulus,
DJBC kepangkatannya akan langsung disesuaikan menjadi Pengatur/IIc tanpa
- Pegawai Pensiun Per-1 Oktober harus mengikuti UPKP IV. Sedangkan bagi lulusan Prodip I yang dengan
inisiatif sendiri melanjutkan pendidikan Program Diploma III di luar jam dinas,
2005 setelah lulus dan memenuhi syarat kepangkatan, nantinya dapat mengikuti
60 KEPABEANAN UPKP IV yang diselenggarakan setiap tahun oleh BPPK.
INTERNASIONAL l Mengenai usulan agar DJBC menjalin kerjasama dengan lembaga
Negotiating Group on Trade pendidikan untuk menyelenggarakan program pendidikan yang waktu
Facilitation (NGTF) perkuliahannya lebih fleksibel, saat ini belum dapat dilakukan, mengingat
63 RUANG KESEHATAN sesuai surat Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Nomor:1506/D/T/2005
Tidur Sambil Berjalan tanggal 16 Mei 2005 tentang Keabsahan gelar/ijazah yang diperoleh
melalui pendidikan jarak jauh/kelas jauh/kelas khusus/kelas eksekutif
64 PERISTIWA untuk dapat dihargai dalam pembinaan karier PNS, disampaikan bahwa
- Inkado DKI Jaya Juara Umum Pendidikan jarak jauh yang diakui oleh pemerintah adalah hanya yang
Kejuaraan SIWO Cup diselenggarakan oleh Universitas Terbuka.
- Inkado Jawa barat Peringkat 6 l Untuk Program Penyetaraan Prodip I Angkatan I s.d. V yang ada di luar
Kejuaraan Karate POR Maesa Jakarta telah diselenggarakan melalui Diklat Jarak Jauh pada tanggal 16
- ”Membangun Integritas 2005” Mei - 2 Juni 2005 sesuai surat Sekretaris Direktorat Jenderal Bea dan
68 KOLOM Cukai nomor S-288/BC.1/UP.6/2005 tanggal 13 Mei 2005, namun hasil
kelulusannya sedang dalam proses diumumkan. Apabila ada lulusan
Mengukur Kepuasan Pengguna Prodip I Angkatan I – V yang belum mengikuti penyetaraan dimaksud,
Jasa diminta untuk mengirimkan nama-namanya ke Bagian Kepegawaian
70 SELAK Kantor Pusat DJBC untuk diikutsertakan pada periode berikutnya.
Tour de Grasberg
Demikian kami sampaikan, atas perhatian Saudara kami ucapkan
74 RUANG INTERAKSI terima kasih.
Arti Sebuah Kehilangan Pjs. Kepala Bagian Kepegawaian
80 APA KATA MEREKA
- Ayu Utami Eddhi Sutarto
NIP 060048015
- Ervan Naro

EDISI 371 OKTOBER 2005 WARTA BEA CUKAI 3


KARIKATUR

4 WARTA BEA CUKAI EDISI 371 OKTOBER 2005


ASEAN
LAPORAN UTAMA

Single Window
Pengembangan dan implementasi ASEAN Single Window (ASW) telah menjadi
komitmen para kepala pemerintahan. Inisiatif strategis ini dimaksudkan mendukung
proses integrasi ekonomi bagi terwujudnya Masyarakat Ekonomi ASEAN sebelum
tahun 2020 yang dimulai dengan langkah integrasi 11 sektor prioritas. Dari
perspektif nasional, inisiatif ini dapat dijadikan momentum untuk mengakselerasi
perbaikan sistem pelayanan terpadu dalam transaksi perdagangan internasional
dimana banyak pihak terlibat di dalamnya, termasuk Bea Cukai tentu saja.

A
SEAN (Association of South High-level Taskforce, dimana salah Ekonomi ASEAN di Yogyakarta bulan
East Asian Nation)dikenal satu butir rekomendasi yang sangat Januari 2004 telah diputuskan
sebagai salah satu wadah esensial adalah pewujudan Single pembentukan ASEAN Inter-Agency
kerjasama regional yang paling Window yang dipertautkan dengan Task Force. Tim kerja ini telah
dinamis di dunia ditengah tantangan upaya penyederhanaan prosedur dan bertemu lima kali yang antara lain
globalisme (WTO regime) dan formalitas kepabeanan di suatu menghasilkan rumusan tentang
bilateralisme (skema Free Trade Area lingkungan sistem kepabeanan model dan struktur ASEAN Single
/ FTA). Sejak tahun 1993, ASEAN ASEAN yang terintegrasi. Window serta draft persetujuan
memulai proses liberalisasi menuju Sebelumnya, Pertemuan ke-11 (Agreement) yang direncanakan akan
terwujudnya ASEAN Free dibahas dan disepakati pada
Trade Area (AFTA) berikut Pertemuan Menteri Ekonomi
upaya-upaya harmonisasi dan (AEM) sebelum dibawa
simplifikasi semua elemen sebagai salah satu deliver-
penopangnya, termasuk able pada ASEAN Summit
kepabeanan. ke-11 di Kuala Lumpur bulan
Kini ASEAN bersiap untuk Desember 2005. Beberapa
melangkah lebih progresif lagi komponen teknis dari ASEAN
setelah dicanangkannya cita- Single Window masih
cita mewujudkan suatu membutuhkan pembahasan
Masyarakat Ekonomi ASEAN dan pendalaman lebih lanjut
(ASEAN Economic Commu- dan kemungkinan akan
nity) oleh para Pemimpin disahkan melalui protokol
ASEAN pada ASEAN Summit dari persetujuan yang
ke-9 di Bali tahun 2003. ditandatangani.
Masyarakat Ekonomi ASEAN Meskipun suatu
bertujuan untuk menjadikan kesepakatan resmi tentang
ASEAN sebagai sebuah ASEAN Single Window paling
“single market and production base” Para Dirjen Beacukai ASEAN di cepat dapat dicapai sekitar 3 bulan
sebelum tahun 2020. Bangkok pada Juli 2003 juga telah lagi, ada baiknya konsep dan struktur
Sebagai bagian upaya setuju untuk mewujudkan konsep pokoknya diketahui mulai dari
mewujudkan cita-cita Masyarakat Single Window Approach yang sekarang.
Ekonomi ASEAN tersebut, para didasarkan pada prosedur
pemimpin ASEAN sepakat untuk kepabeanan yang telah semakin PENGERTIAN ASW
membangun ASEAN Single Window disederhanakan dan Batasan ASW yang disepakati
(ASW) untuk memperlancar proses diharmonisasikan. sejauh ini adalah suatu lingkungan
penyelesaian kepabeanan. Para Untuk mendukung upaya (environment) dimana National
Pemimpin ASEAN juga mengesahkan pengembangan dan implementasi Single Window (NSW) dari negara-
sejumlah Rekomendasi dari Senior ASEAN Single Window, pada negara anggota ASEAN beroperasi
Economic Official Meeting (SEOM) pertemuan informal para Menteri dan berintegrasi. NSW sendiri

EDISI 371 OKTOBER 2005 WARTA BEA CUKAI 5


LAPORAN UTAMA

GAMBAR 1 masing. Secara nasional, ini akan


ASW = 10 NATIONAL SINGLE WINDOW memberi kontribusi yang sangat
signifikan terhadap daya saing dan
iklim investasi yang pada gilirannya
mengakselerasi kemajuan ekonomi.
Manfaat yang sama akan dirasakan

ry
In

st ur-
ia
dalam konteks regional ASEAN

te
O t ent

ed
rm
m sehingga memungkinkannya

du s
ry
rm
h e Ag

In In
ed
menjadi “single market dan produc-

te
r G en

ia

ce g &
tion base” yang berkembang dan

In
ry
o v cie

an in
kompetitif.
er s

nk
n- Manfaatnya tak diragukan lagi,

Ba
tapi merealisasikannya tidak mudah.
ASW tidak serta merta terwujud
Intermediary Intermediary dengan disahkannya persetujuan
beserta semua komponen teknis
National ASEAN/ pendukungnya. ASW mensyaratkan
Customs Single keberadaan NSW di masing-masing
International Link
Window negara anggota ASEAN, yang
terstruktur secara sama dan
memenuhi persyaratan teknis yang
Int ditentukan untuk memungkinkannya
y

berkomunikasi data dan informasi


iar

er

melalui saluran yang aman (secure


me
ed

Tra dust
nity

connectivity) dalam jaringan antar


mu g
erm

In

dia
Comradin

ns ry

sistem nasional yang terintegrasi.


ry
Int

po

Data dan informasi tersebut juga


harus distandarisasikan sehingga
T

rt

setiap elemen data dapat dikenali


dalam pengertian yang sama oleh
setiap sistem dalam sistem besar
yang terintegrasi ini.
Sejumlah 48 parameter informasi
didefinisikan sebagai sebuah sistem pelayanan sekaligus pengawasan telah disepakati untuk dijadikan
yang memungkinkan dilakukannya : oleh semua pihak terkait sesuai elemen data standar bersama yang
a) Satu pengajuan data dan dengan kewenangannya masing- akan dituangkan dalam satu bentuk
informasi per transaksi customs
clearance (a single submission of GAMBAR 3
data and information); melalui,
b) Suatu sistem pemrosesan yang ASEAN Single Window (ASW) Model
terintegrasi (a single and synchro- Prototype Flowchart of Information Processing
nous processing of data and
information); untuk menghasilkan, Export Infor-
mation
c) Keputusan tunggal (akhir) dalam
proses penyeselasian pabean (a Customs NSW Secu- NSW Customs
red
A B
○○ ○ ○ ○ ○○ ○ ○ ○○ ○ ○ ○ ○○
single decision-making for
s
s
s

customs release and clearance). A Connec- B


Pembuatan keputusan tunggal tivity
diartikan sebagai satu titik ujung s s s s

keputusan penyelesaian barang



oleh pabean (a single point of



decision for the release of




cargoes by the Customs)


Invoice

berdasarkan keputusan- Information


keputusan (yang relevan atas


barang tersebut) dari


Export Import

departemen/lembaga terkait yang


Declaration P.O. Declaration



disampaikan secara segera Information



kepada Pabean.


Bila ASW berikut NSW ini bisa



terlaksana, bisa dibayangkan betapa



besar manfaat dan nilai tambah yang Pur-



dapat dirasakan oleh para pengguna chase


jasa dari sistem terintegrasi ini. Arus Order
barang mestinya akan sangat cepat, (PO)
proses produksi lancar dan Supply
Chain
terprediksi, biaya transaksi menurun, Seller Sys- Buyer
pelayanan makin transparan, cepat tem
s

dan mudah di jangkau dan lain-lain. In-


Di sisi lain, sistem yang demikian voice
akan sangat membantu proses

6 WARTA BEA CUKAI EDISI 371 OKTOBER 2005


GAMBAR 2
ASEAN SINGLE WINDOW CONCEPTUAL MODEL

dokumen pemberintahuan pabean STRUKTUR ASEAN & NATIONAL mata rantai perdagangan
ASEAN (single customs declaration) SINGLE WINDOW internasional; serta ASEAN/Interna-
yang identik yang diberlakukan oleh Inter-agency Taskforce for ASEAN tional Link, untuk memungkinkan
semua anggota ASEAN dimana Single Window merumuskan struktur hubungan komunikasi data antar 10
dokumen tersebut dapat digunakan pertalian antara National Single (national) single window di ASEAN
untuk berbagai tujuan penyelesaian Window dalam ASEAN Single Win- bahkan dimungkinkan dengan entitas
pabean seperti impor, ekpor dan dow seperti terlihat pada gambar 1. non-ASEAN.
transit. Struktur tersebut juga
Ke 48 elemen data tersebut Gambar 1 menunjukkan struktur menjelaskan bahwa, meskipun
sudah dianggap cukup mewakil dari National Single Window dimana Administrasi Pabean merupakan
kebutuhan penyelesaian pabean terdapat 6 komponen fungsional komponen vital dari sebuah national
termasuk dalam hubungannya dalam struktur ini: Masyarakat single window, kerjasama dan
dengan persyaratan-persyaratan dari Usaha sebagai “client” administrasi keterlibatan komponen-komponen
departemen atau lembaga terkait. pemerintahan yang berkaitan dengan lain sangat menentukan apakah
Namun demikian, ini tidak transaksi perdagangan internasional; sebuah sistem pelayanan
membatasi negara anggota untuk Industri Transportasi yang terdiri kepabeanan memenuhi kriteria
menambah elemen data lain sepanjang semua pelaku ekonomi yang sebagai sistem single window.
memang diperlukan. Problem generik mengurusi perpindahan barang dari Dari uraian di atas dapat
yang ada di hampir semua anggota saat produksi hingga tujuan akhir; dipahami bahwa pengembangan
ASEAN saat ini yang perlu segera Administrasi Pabean yang National Single Window merupakan
diselesaikan adalah belum adanya memegang peran utama sebagai tahapan paling menentukan
standarisasi informasi pada pintu akhir pembuat keputusan dalam keberhasilan ASEAN Single Window.
departemen/lembaga terkait yang proses pengeluaran barang; Instansi Begitu dua atau lebih National Single
terkait dengan penyelesaian Pabean. Pemerintah, diluar pabean, yang Window terbentuk sesuai dengan
Sejalan dengan itu, memiliki wewenang terkait dengan persyaratan yang disepakati
pengembangan sistem otomasi juga transaksi perdagangan internasional bersama, ASEAN Single Window
perlu segera dilakukan oleh semua yang setiap keputusannya harus dapat segera mulai direalisasikan.
pihak terkait, termasuk masyarakat dikomunikasikan ke administrasi (Lihat Gambar 2)
usaha, untuk memungkinkan mereka pabean dalam rangka proses
berintegrasi dan bertransaksi secara pengeluaran barang; Industri Gambar 2 menunjukkan model
elektronik dalam pengertian single- Perbankan dan Asuransi, yang juga dari ASEAN Single Window.
window yang ideal. merupakan bagian penting dalam Pertukaran informasi antar (national)

EDISI 371 OKTOBER 2005 WARTA BEA CUKAI 7


LAPORAN UTAMA
DOK. WBC
diantara pelaku usaha dalam rantai
perdagangan internasional (interna-
tional supply chain) .Selain itu,
informasi informal dari supply chain
ke (national) Single Window ataupun
informasi pra-kedatangan dari
operator transportasi ke otoritas
pelabuhan dan/atau pabean menjadi
semakin dimungkinkan. Informasi
awal tersebut sangat berguna dalam
proses risk management dan dapat
memperlancar penyelesaian
prosedur formal. (Gambar 3)

Gambar 3 menunjukkan sebuah


contoh alur informasi supply chain
yang diparalelkan dengan informasi
informal dari supply chain kepada
(national) Single Window negara
ekportir dan negara importir, serta
alur informasi antara dua (national)
Single Window dengan
menggunakan sistem konektifitas
yang menjamin keamanan data.
Dalam hal ini, pemrosesan data oleh
Pabean atau Instansi Pemerintah
terkait berikut penyampaian data dan
hasil pemrosesan baru akan
dilakukan setelah diajukannya
dokumen pemberitahuan pabean
oleh pengguna jasa.

BERPACU DALAM WAKTU


Singapura saat ini masih menjadi
satu-satunya negara ASEAN yang
telah menerapkan konsep single
window. Bagaimana tiga sampai lima
tahun lagi? Komitmen pembentukan
ASEAN Single Window oleh para
pemimpin ASEAN seakan menyentak
negara-negara anggota untuk
bergegas mengejar
ketertinggalannya dari negara pulau
itu. Thailand dan Philipina, misalnya,
telah menyediakan diri menjadi pilot
pelaksanaan ASEAN Single Window
pada tahun 2006, yang berarti
mereka cukup optimis untuk secara
paralel mampu menuntaskan
pembentukan National Single
Window-nya masing-masing
meskipun mungkin belum pada
tingkat yang sempurna.
Memang disadari bahwa banyak
kendala yang harus dilewati untuk
merealisasikan gagasan single
window di sebagian besar anggota.
Karenanya, dalam Persetujuan
mengenai ASEAN Single Window
nanti, kemungkinan negara anggota
akan diberi waktu hingga tahun 2010
untuk merealisasikannya. Tidak ada
sanksinya memang, tapi
bagaimanapun ASEAN tidak hanya
INDUSTRI TRANSPORTASI yang terdiri semua pelaku ekonomi yang mengurusi perpindahan barang sebentuk forum kemitraan melainkan
dari saat produksi hingga tujuan akhir. juga ajang kompetisi. Dan, hukum
ekonomi akan tetap berlaku bahwa
Single Window dilakukan melalui fitur utama dari ASEAN Single rejeki ekonomi akan mengalir lebih
sistem koneksi yang menjamin Window. deras ke entitas ekonomi yang lebih
keamanan dan integritas data. Konektifitas dilakukan secara atraktif, kompetitif, dan terduga.
Transfer data langsung antar terpisah dan sesuai dengan Ambang Priyonggo, MPA.
(nasional) Single Window merupakan kebutuhan transfer data/informasi Kasi Kerjasama ASEAN

8 WARTA BEA CUKAI EDISI 371 OKTOBER 2005


National
Single Window
PENENTU
SUKSESNYA ASW

Meningkatnya volume perdagangan dan nilai investasi di kawasan ASEAN,


merupakan suatu kekuatan besar yang mengarah pada peningkatan kemakmuran
negara-negara ASEAN

M
engingat potensi besar yang window yang dikaitkan dengan dari para wakil departemen atau
dimiliki kawasan Asia upaya penyederhanaan prosedur dan instansi yang terkait dengan proses
Tenggara, maka pada KTT formalitas kepabeanan di lingkungan penyelesaian pengeluaran barang
(Konferensi Tingkat Tinggi) ASEAN sistem kepabeanan ASEAN yang ekspor-impor dari masing-masing
ke-9 yang berlangsung di Bali pada terintegrasi. negara anggota seperti Bea dan
Oktober 2003, maka para Senior Rekomendasi SEOM kemudian Cukai, Departemen Perdagangan,
Economic Official Meeting (SEOM) ditindaklanjuti dengan pembentukan Departemen Perindustrian,
telah mengesahkan suatu tim khusus yang menangani ASEAN Departemen Pertanian, dan lain-lain
rekomendasi perwujudan single Single Window (ASW). Tim ini terdiri di kawasan ASEAN.

EDISI 371 OKTOBER 2005 WARTA BEA CUKAI 9


LAPORAN UTAMA
FOTO : ISTIMEWA
akan keteteran,”ungkap Yose. tidak ada paksaan, namun jika suatu
“Nantinya national single window negara tidak turut serta sudah pasti
yang terdiri dari beberapa instansi nantinya negara tersebut akan
terkait di Indonesia akan saling mengalami ketertinggalan.
berkoordinasi untuk dapat Sementara itu Senior Officer
menjalankan ASW, dan saya yakin Bureau for Economic Integration
koordinasi yang solid bisa Sekretariat ASEAN Quang Anh Le
diwujudkan di Indonesia,” tutur Yose. mengatakan, suksesnya ASW
Mengantisipasi hal ini, beberapa tergantung pula pada komitmen
negara di ASEAN telah membentuk politik yang kuat dari masing-masing
national task force yang terdiri dari negara anggota ASEAN.
lembaga-lembaga pemerintah terkait “Keterlibatan serta keseriusan negara
sebagai awal persiapan terjun dalam membangun national single window
ASW. Diperkirakan jika national serta komitmen politik yang tinggi
single window dari sepuluh negara menjadi kunci suksesnya
telah siap, maka arus perdagangan pelaksanaan ASW nantinya,”ujar
juga akan lancar, karena jika Quang.
pengusaha akan mengimpor atau National Single Window di suatu
mengekspor barang, maka cukup negara merupakan kunci untuk dapat
melalui single window dari melaksanakan ASW. Bukan hanya
negaranya, dan data itu sudah bisa kalangan pemerintah saja namun
diperoleh oleh penerima barang di juga melibatkan kalangan dunia
negara lain, yang berarti kecepatan usaha yang terlibat dalam berbagai
waktu tercapai, biaya besar dapat kegiatan ekonomi seperti eksportir,
MARIE ELKA PANGESTU meprediksikan jika dari ditekan dan lain sebagainya, dan importir, forwarder, jasa angkutan
kajian yang dilakukan memang praktis dan efektif, dokumen yang digunakan berlaku perkapalan sampai juga kepada
seluruh ASEAN akan mengimplementasikannya. juga di negara-negara ASEAN. pihak perbankan yang tidak hanya
Mengenai tenggat waktu bagi menangani masalah pembayaran bea
Tim khusus yang biasa disebut suatu negara untuk membentuk task masuk dan kewajiban lannya tapi
sebagai task force diberi mandat force, ASEAN dalam hal ini tidak juga yang terlibat langsung pada
untuk mendesain model ASW, menentukan tenggat waktu khusus transaksi perdagangan.
menyusun dan dan itu tergantung pada kesiapan
mengoperasionalisasikan mekanisme masing-masing negara sesuai TAHAP PEMBAHASAN
untuk konsultasi dan pembuatan dengan karakteristik pada negara Mengenai kesiapan Indonesia
keputusan antara kementerian atau yang bersangkutan. khsusnya instansi terkait untuk
instansi terkait untuk mengefektifkan Kesiapan suatu negara untuk terlibat dalam ASW, saat ini masih
implementasi ASW dan melakukan terjun dalam ASW, memang mau dalam tahap persiapan. Namun
harmonisasi standarisasi data dan tidak mau, siap atau tidak siap, harus persiapan tersebut belum menyentuh
informasi yang relevan dengan diikuti atau jika tidak maka negara pada masalah-masalah yang penting
pelaksanaan ASEAN Customs Single tersebut akan mengalami seperti pembentukan task force untuk
Window. ketertinggalan dalam peluang pembentukan national single window.
Pada awal pertemuan task force investasi di kawasan ASEAN. Sejauh ini Indonesia masih belum
ini, disinggung mengenai Pemberlakuan ASW fleksibel dan siap membentuk task force untuk
penggunaan istilah ASEAN Single DOK WBC
national single window sehingga
Window dan ASEAN Customs Single national single window-nya pun
window. Ketika itu disepakati bahwa belum ada.
untuk menjaga konsistensi dengan Lebih lanjut Yose mengatakan
keputusan para pemimpin ASEAN bahwa pertemuan-pertemuan masih
dan untuk memfasilitasi koordinasi membahas masalah-masalah yang
antar instansi terkait di tingkat mendasar saja dan kemungkinan
nasional, istilah ASEAN Customs besar instansi-instansi tersebut
Single Window yang dipakai dalam masih melakukan konsolidasi
TOR (Term of Reference) Inter task kedalam diri masing-masing agar
force, semestinya dipahami sama national single window-nya dapat
dengan ASEAN Single Window. berjalan sesuai dengan apa yang
diinginkan.
HARUS ADA ASEAN NATIONAL SINGLE Pendapat yang sama juga
WINDOW disampaikan oleh Nurdin Hamid,
Yose Rizal Damuri pengamat Kasubdit Kerjasama Regional ASEAN
ekonomi CSIS (Centre Strategic and Direktorat Kerjasama Perdagangan
International Studies) mengatakan, Internasional Departemen
setiap negara di kawasan ASEAN Perdagangan. Menurut Nurdin,
harus bisa menjalankan program pihaknya masih melakukan
ASW ini sesuai dengan apa yang pembenahan dan kesiapan dalam
telah disampaikan pada pertemuan di instansinya agar pelaksanaan ASW
Bali. “Kita ambil contoh Indonesia, bisa sesuai dengan apa yang
untuk bisa terjun dalam ASW, maka diinginkan.
kita (Indonesia) harus Sedangkan dari ASEAN sendiri
mempersiapkan national single menurut Quang, memberikan tenggat
window-nya untuk bisa menjalankan QUANG ANH LE mengatakan, suksesnya ASW waktu hingga akhir 2005 kepada task
itu, karena kalau national single tergantung pula pada komitemen politik yang kuat force yang dibentuk oleh Sekretariat
window-nya tidak siap maka kita dari masing-masing negara anggota ASEAN untuk menyiapkan segala

10 WARTA BEA CUKAI EDISI 371 OKTOBER 2005


FOTO : ISTIMEWA

PELABUHAN DI FILIPINA siap menguji cobakan ASW pada akhir tahun 2005

macam keperluan, penelitian kajian yang dilakukan memang yang diharapkan, maka sudah pasti
mengenai prosedur kepabeanan praktis dan efektif, seluruh ASEAN akan berdampak pada keuntungan
yang kesemuanya itu hampir selesai. akan mengimplementasikannya. yang akan diperoleh
Pekerjaan rumah masing-masing pengusaha.”Keuntungan yang akan
SIAP DIUJI COBAKAN negara adalah bagaimana dirasakan oleh kalangan dunia usaha
Pada pertemuan ketiga dan membahas itu dengan instansi adalah kecepatan proses
keempat inter agency task force pada Kepabeanan yang ada di masing- pengeluaran barang, karena adanya
bulan Maret dan Mei 2005, institusi masing negara,”ujar Menteri kesamaan dokumen di masing-
Kepabeanan Thailand dan Filipina Perdagangan Marie Elka Pangestu masing negara. Dan prioritas kita
mengajukan diri untuk menjadi ketika menyampaikan pendapatnya adalah menekan biaya yang cukup
proyek percontohan dari ASW. mengenai ASW. besar dalam berinvestasi di ASEAN
Terpilihnya Filipina dan Thailand Masih menurut Marie, hal yang yang tentunya juga akan
menjadi proyek percontohan lebih paling mudah untuk dilaksanakan mewujudkan persaingan positif di
dikarenakan pada kesiapan national dari ASW adalah dalam hal pasar dunia,”ujar Quang.
single window-nya. Proyek dokumen.”Ada kesamaan dalam Lebih lanjut Marie mengatakan
percontohan ini selanjutnya akan persyaratan dokumen. Jadi kalau di jika kalangan dunia usaha tidak
dikaji oleh seluruh anggota ASEAN suatu negara sudah diterima, maka menerima ASW, maka pemerintah
dengan melibatkan pihak swasta. Hal akan diterima di negara lain, ini akan harus mencari tahu penyebabnya.
ini dilakukan untuk mengetahui memudahkan dunia usaha,”ujar ”Kalau pengusaha tidak mau menja-
standar yang dilakukan praktis atau Marie. lankan karena ketidaktahuannya, itu
tidak. Hal serupa juga disampaikan menjadi tugas pemerintah untuk
“Kita mulai dari Filipina, karena Quang, menurutnya jika dari hasil uji mensosialisasikan kepada dunia
dia menawarkan diri. Kalau dari coba tersebut sesuai dengan apa usaha,”ujar Marie. zap

EDISI 371 OKTOBER 2005 WARTA BEA CUKAI 11


LAPORAN UTAMA

Teknologi
g
Informasi
KUNCI KEBERHASILAN IMPLEMENTASI
ASEAN SINGLE WINDOW
Salah satu peran penting dalam pelaksanaan ASEAN Single Window (ASW) adalah
penggunaan Teknologi Informasi.

P
emanfaatan Teknologi Informasi (TI) (SW) dan rencana implementasinya. usah bolak-balik ke kita untuk
pada proses pelayanan kepabeanan Konsep dasar dari SW sendiri adalah menyampaikan data yang diperlukan
merupakan suatu upaya Direktorat penyediaan pola komunikasi data yang DJBC, namun demikian kita masih harus
Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) untuk harmonis dan terintegrasi antar instansi menunggu kesiapan TI masing-masing
meningkatkan pelayanan kepada pemerintah (yang terkait dengan proses instansi. Secara internal DJBC telah
stakeholder. Dengan memanfaatkan perdagangan) yang memungkinkan Bea siap,”ujar Jody.
sistem pertukaran data elektronik (PDE) dan Cukai mengambil keputusan yang Beberapa MoU telah ditandatangani
dalam proses kepabeanan, DJBC dapat cepat dan tepat agar proses clearence di seperti MoU antara DJBC dengan Kepala
melakukan percepatan waktu pelayanan, pelabuhan dapat dilakukan dengan lebih Badan Karantina Tumbuhan Departemen
mengurangi contact person dan menekan efisien. Pertanian, MoU antara DJBC dengan
jumlah biaya pengurusan dokumen. Untuk itu menurutnya, dibutuhkan Kepala Badan Pengawasan Obat dan
Drs. Jody Koesmendro Direktur sebuah sistem aplikasi yang mampu Makanan, MoU antara DJBC, Dirjen
Informasi Kepabeanan dan Cukai DJBC menghubungkan semua instansi terkait, Pajak, Dirjen Perdagangan Luar Negeri
mengatakan, dalam rangka mewujudkan sehingga proses pengambilan keputusan dan Dirjen Perdagangan dalam Negeri
ASEAN sebagai economic community dan penyampaian informasi dapat yang kemudian dipertegas dengan MoU
pada tahun 2020, para pemimpin ASEAN dilakukan secara elektronik. Pengambilan antara Menteri Keuangan, Menteri
telah memberikan mandat kepada inter- keputusan yang tepat dan cepat yang Perdagangan dan Menteri Perindustrian.
agency task force on ASEAN Single dimaksud disini menurut Jody adalah Kerjasama yang terbangun antar
Window untuk mengembangkan model bagaimana DJBC menentukan suatu instansi dalam MoU tersebut merupakan
yang tepat bagi konsep single window barang ekspor maupun impor dapat langkah awal untuk bisa menjalankan
dikeluarkan atau tidak dari kawasan program ASW. ASW bukan hanya
DOK. WBC pabean, berdasarkan keputusan yang melibatkan DJBC semata, tetapi juga
telah diambil oleh instansi terkait yang berbagai instansi terkait. Sejauh ini lanjut
telah diberitahukan kepada Bea dan Cukai Jody, setelah penandatanganan MoU tadi
sebelumnya. DJBC sudah membuka gateway di
“Dengan pengertian ini, maka inhouse milik DJBC dan instansi tadi
semua instansi pemerintah yang tinggal masuk saja untuk mengirimkan
memiliki otoritas dalam pemenuhan data yang diperlukan.
syarat impor maupun ekspor harus Saat ini menurut Jody, pihaknya
menyampaikan informasi kepada DJBC tengah menunggu terbentuknya task foce
tentang pemenuhan persyaratan yang ditingkat nasional untuk bisa menjalankan
harus dipenuhi, sehingga Bea dan NSW (National Single Window) yang
Cukai dapat memutuskan apakah nantinya akan menjadi inti dari
barang impor atau ekspor dapat implementasi ASW. Pembentukan task
dikeluarkan dari kawasan pabean atau force ini sangat penting karena masalah
tidak,” ujar Jody. ini memerlukan suatu pemikiran yang
Berkaitan dengan perlunya matang dan harus benar-benar disiapkan
koordinasi antara DJBC dengan oleh instansi terkait.
berbagai instansi terkait tadi, DJBC
telah merintis jalan menuju integrasi TI DJBC TELAH SIAP
tersebut dengan menandatangani nota Mengenai kesiapan TI DJBC untuk
kesepahaman atau Momorandum of menghadapi ASW, Jody optimis pihaknya
Understanding (MoU) dengan instansi- siap untuk menjalankan ASW. Hal ini ia
instansi terkait untuk melakukan sampaikan mengingat DJBC telah
JODY KUSMENDRO mengatakan, partisipasi pertukaran data secara on-line dengan melakukan mandatory system PDE
aktif berbagai instansi terkait merupakan kunci DJBC. kepabeanan di lima pelabuhan utama
sukses ASW. “Dengan cara ini (on-line) mereka tidak untuk pelayanan impor dan ekspor dan

12 WARTA BEA CUKAI EDISI 371 OKTOBER 2005


berjalan dengan sukses. Menurutnya saat
ini secara tidak langsung DJBC telah
memberlakukan SW untuk kalangan
DJBC sendiri. Ia mencontohkan kantor-
kantor Pelayanan Bea dan Cukai yang
tersebar di berbagai daerah di Indonesia,
secara elektronik telah terhubung dan
menggunakan referensi yang sama dalam
proses pelayanannya.
”Mereka (pelaku usaha) masuk ke
inhouse kita, deal sama DJBC,
langsung direspon oleh sistem di
KPBC, selama masih yang berkaitan
dengan DJBC,itu yang selama ini
diberlakukan, jadi bisa dikatakan kita
sudah siap,” ujar Jody.
Mengenai aplikasi yang mendukung
konsep SW, kesemuanya itu
membutuhkan keterlibatan aktif semua
pihak. Namun demikian, sambil
menunggu kondisi yang ideal ini, DJBC
selalu secara intensif mengevaluasi
sistem yang sedang berjalan dan
menyesuaikannya dengan konsep SW.
Secara garis besar, DJBC sendiri telah
mengembangkan strategi untuk
melaksanakan ASW seperti
mengembangkan insfrastruktur teknologi
informasi berbasis internet,
menggunakan off the shelf application
package untuk menyempurnakan aplikasi
pelayanan Kepabeanan dan secara aktif
melibatkan stakeholders dalam
pengembangan sistem pelayanan
kepabeanan.
Pilihan untuk menggunakan teknologi
internet, dikarenakan teknologinya yang
sudah memasyarakat, mudah
diimplementasikan dan relatif lebih murah,
baik dari investasi awal maupun biaya
operasionalnya namun tetap terjaga
keamanannya. “Dengan penggunaan
teknologi yang lebih memasyarakat ini
DJBC yakin masyarakat penggunanya
akan dapat berpartisipasi secara lebih
aktif,” lanjut Jody
Aplikasi pelayanan kepabeanan
yang dimiliki DJBC saat ini merupakan
aplikasi yang telah dikembangkan sejak
1989 dan di up-date hingga saat ini.
Aplikasi ini memang diakui masih
belum dapat memenuhi harapan
berbagai pihak terhadap ketersediaan
system pelayanan yang handal.”Untuk
menjawab tantangan ini, DJBC
memutuskan penggunaan aplikasi off
the shelf Apllication yang telah teruji
penggunaannya di berbagai negara,
dan DJBC sendiri telah secara aktif
melakukan studi dan evaluasi terhadap
software yang tersedia di pasaran. perbedaan yang menyulitkan. Lebih jauh dengan melibatkan sebanyak mungkin
Jody menambahkan bahwa untuk Jody menambahkan bahwa pada instansi terkait,”lanjut Jody.
membentuk TI yang mendukung ASW, prinsipnya proses pelayanan kepabeanan Sementara itu, dalam pengembangan
setiap instansi harus membentuk rencana itu sama, Cuma yang membedakan system kepabeanan dan cukai secara
TI-nya, dan jika sudah siap sudah pasti adalah sistemnya. menyeluruh, Jody mengatakan bahwa
nantinya national Task Force untuk ”Kita membangun sendiri system saat ini pihaknya bekerja sama dengan
membangun NSW bisa terlaksana. Jika pelayanan kepabeanan dengan teknologi lembaga yang professional yang khusus
hanya satu instansi saja yang siap, maka EDI Switch, sedangkan Singapura pakai bergerak di industri teknologi dan system
NSW belum dapat dilaksanakan. Web Base, kalau kita mau coba juga, informasi, mengingat TI bukanlah domain-
Ketika disinggung tentang perbedaan tentunya harus ada yang mengurusi portal nya DJBC atau dengan kata lain bukan
sistem TI yang berbeda dimasing-masing seperti yang ada di Singapura itu, dan ini bidang pekerjaan DJBC. ”Jadi kita
negara ASEAN, itu bukanlah suatu memerlukan pembahasan yang detail Outsource ke pihak profesional yang

EDISI 371 OKTOBER 2005 WARTA BEA CUKAI 13


LAPORAN UTAMA

Wujudkan
berkaitan dengan TI kita, seperti EIS

○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○
ASW
(Executive Information System) dan
lain sebagainya,” ujar Jody

BATAM AKAN UJI COBA SW


Untuk dapat mensegerakan
penerapan pelayanan dengan konsep
SW, DJBC telah mengusulkan Batam
sebagai proyek percontohan. Proposal
tentang pengembangan system telah
dibuat dan dikirimkan kepada Menteri
Keuangan. Kini DJBC tengah
menunggu waktu untuk melakukan
presentasi kepada Menteri Keuangan
dan menunggu keputusan dari
pemerintah.
Alasan dipilihnya Batam menjadi MELALUI KOORDINASI
ANTAR INSTANSI
proyek percontohan SW, menurut
Jody lebih dikarenakan pada keadaan
Batam masih belum terlalu banyak
penggunaan TI-nya. Sehingga
perubahan yang terjadi nantinya (dari
manual ke aplikasi web base) akan
lebih mudah diterima oleh para pelaku
Keberadaan National Single Window (NSW) besar
usaha. “Inisiatif juga datang dari manfaatnya, terutama untuk memfasilitasi
pemerintah Kota Batam dan Otorita perdagangan, baik bagi eksportir maupun importir,
Batam, yang kini tengah
mempersiapkan segala sesuatunya. antara lain mengurangi biaya yang dikeluarkan untuk
(Lihat juga wawancara) mengurus prosedur perdagangan disamping juga
Lebih lanjut Jodi menambahkan
apabila nanti jadi dilaksanakan, di untuk kelancaran arus barang dan dokumen.
Batam secara bertahap akan
menggunakan teknologi web

T
sehingga akan terjadi pertukaran entunya semua pihak akan diperlukan bukan hanya kesiapan
data secara elektronik yang lebih mengatakan setuju, terutama dan koordinasi antar instansi
efisien, ”Untuk itu sangat kalangan pengusaha apabila terutama untuk NSW-nya yang
dibutuhkan application provider pemerintah dapat segera proses koordinasinya tersebut
yang kuat,” tutur Jody. mewujudkan konsep Single Window dijalankan dengan bantuan
Tentunya lanjut Jody, kerjasama (SW) yang didasarkan pada prosedur elektronik.
antar instansi sekali lagi menjadi kepabeanan yang telah semakin Jika sekarang misalnya trader,
sangat penting agar uji coba di disederhanakan dan importir atau eksportir harus
Batam dapat terlaksana. “Jadi kalau diharmonisasikan, apalagi cakupan mengurus dokumennya ke berbagai
semua instansi telah siap termasuk SW dalam upaya penyederhanaan tempat atau instansi terkait, misalnya
juga task force-nya, maka uji coba prosedur dan formalitas kepabeanan berkaitan dengan pertanian, maka
dapat dilaksanakan, karena itu sampai pada tingkat lingkungan dia mengurus ke instansi pertanian,
sekali lagi setiap lembaga harus sistem kepabeanan ASEAN yang atau masalah kesehatan ke Depkes
mempersiapkan diri, salah satunya terintegrasi. dan sebagainya, maka dengan SW
melalui TI-nya tadi,” tutur Jody. Menurut Yose Rizal Damuri, ini cukup pada satu tempat, itu pun
Jody berharap agar kerjasama pengamat ekonomi dari CSIS (Centre dilakukan secara elektronik. Jadi
yang baik dan terkoordinir antar for Strategic and International submisi (pengajuan) dokumennya
instansi dapat dilaksanakan bukan Studies), ASEAN Single Window dilakukan hanya sekali saja.
hanya untuk mejalankan proyek (ASW) sebenarnya sangat Dengan SW ini, seluruh aktifitas
percontohan di Batam tetapi juga bermanfaat, tetapi harus dipahami tadi bisa di-submit (diajukan) hanya
untuk pelaksanaan ASW. zap konsep mengenai ASW terlebih melalui komputernya. Untuk masalah
dahulu. ASW, lanjutnya, merupakan perbankan, adminstrasi kepabeanan
DOK. WBC satu nama dan satu inisiatif untuk dengan departemen yang lain
menggabungkan sistem kepabeanan dilakukan di depan komputernya
di masing-masing negara ASEAN. saja. Jadi cukup sekali saja
Namun yang lebih penting mensubmitnya.
sebenarnya dari ASW adalah Selain dari itu salah satu efek
pemberlakuan implementasi SW itu SW, adanya information flow antar
sendiri di masing-masing negara. departemen terkait, misalnya bea
Untuk itu, harus memiliki perangkat cukai dengan departemen kesehatan,
yang dinamakan NSW (National pertanian, perdagangan dan lain
Single Window). sebagainya yang semuanya terkait
“Jadi Indonesia, Malaysia, dengan elektronic information flow.
Singapura, dan negara anggota Ada data interchange yang
ASEAN lainnya masing-masing harus berhubungan satu sama lain yang
punya NSW sebelum masuk ke harus terjalin secara real time.
dalam tahapan ASW,” ujar Yose Karena itulah antara institusi
TEKNOLOGI INFORMASI memegang peran Rizal. pemerintah yang terkait dengan
penting dalam pelaksanaan ASW Untuk mewujudkan ASW, yang information flow-nya harus lebih baik.

14 WARTA BEA CUKAI EDISI 371 OKTOBER 2005


DOK. WBC
mempengaruhi daya saing industri dari Kantor Pusat untuk pegawai bea
nasional. Untuk itu, bila ternyata cukai di lapangan masih kurang.
(khususnya Bea dan Cukai) akan Kondisi ini diakui Toto masih tetap
melakukan penyeragaman dokumen menjadi pencetus timbulnya kendala.
melalui single window, diharapkan Adanya ASW menurut Toto bisa
perangkat manifest sudah bisa jadi akan menseragamkan sistem
berjalan secara online, sebab jika dan prosedur khususnya untuk
masih manual masih akan ada bidang perdagangan sesama
permainan dari oknum-oknum anggota negara ASEAN. Misalnya
instansi terkait yang tidak satu persepsi mungkin untuk satu
bertanggung jawab. pengurusan dokumen diseragamkan
dan dikaitkan dengan iklim
SDM MENENTUKAN BERHASILNYA globalisasi ASEAN free trade,
PENERAPAN SISTEM sehingga tidak akan ada batasan
Tentunya sudah banyak lagi. Indonesia dalam hal ini harus
perubahan yang mengarah pada siap, jika tidak siap Indonesia akan
kemajuan dilakukan Bea dan Cukai. menjadi satu-satunya negara ASEAN
Menurut Toto banyak sistem-sistem yang tidak siap.
yang diperbaiki oleh Bea dan Cukai “Malaysia sebelumnya banyak
dalam rangka meningkatkan mutu belajar dari Indonesia mengenai
pelayanan, namun kadang customs clearance, tapi kini Malaysia
TOTO DIRGANTORO menyatakan dengan adanya implementasinya masih tersendat. setelah belajar jadi bisa lebih rapih,
ASW sepanjang tidak menjadi kendala dan Hal ini diakui Toto karena faktor termasuk Singapura, padahal tadinya
hambatan dan tidak akan ada lagi cost, ia yakin Sumber Daya Manusia (SDM) masih Indonesia merupakan barometernya.
investor tidak mempermasalahkan. kurang memadai karena sebaik Masalahnya Indonesia terbentur
apapun suatu sistem, SDM-lah yang dengan SDM terkait dengan fasilitas.
NSW BERPERAN BESAR paling menentukan. Seberapa jauh orang bisa bekerja
Sekalipun seandainya jika tidak “Saat ini ada fasilitas jalur tenang jika kesejahteraan yang
ada rencana pemberlakuan ASW, prioritas tetapi masih banyak diterima tidak memadai. Memang
sebenarnya keberadaan NSW sangat pengusaha mengeluh karena kendala kebutuhan itu relatif, tidak ada
besar manfaatnya, terutama untuk di lapangan, harus tunggu surat cukupnya, tetapi dalam batas standar
memfasilitasi perdagangan, baik bagi ini,itu, padahal Kanwil sudah yang wajar, minimal ada batasannya
eksportir maupun importir, antara lain menjamin kantor bisa layaknya pegawai bea cukai,”
mengurangi biaya yang dikeluarkan mengeluarkan,” ujarnya. demikian pendapat Toto.
untuk mengurus prosedur Toto melihat, sosialisasi terhadap Pengusaha, sebenarnya dalam
perdagangan disamping juga untuk suatu sistem baru di jajaran Bea dan posisi fleksibel. Jika sebelumnya
kelancaran arus barang dan Cukai dirasakan belum merata sekali. pengurusan dokumen dilakukan
dokumen. Ia contohkan, jika ada sistem baru manual kemudian selanjutnya ada
Maka itu yang terpenting adalah disosialisasikan ke para pengusaha, perbaikan menjadi sistem disket,
bagaimana terlebih dulu menciptakan tetapi ke SDM customs-nya sendiri lantas ke online, pihak pengusaha
suatu NSW-nya. Menurut Yose, belum. Niatnya mengurus formalitas tidak pernah mengeluh, meski pada
selama ini Indonesia belum punya bisa cepat, malah sebaliknya. Yang masa transisi pasti ditemukan
NSW, bahkan kebutuhan yang paling terlihat akhirnya, sosialisasi pada kendala. Tetapi sekali lagi ditekankan
awal yaitu koordinasi antara instansi pengusaha untuk merespons aturan- Toto, kunci dari keberhasilan
terkait dinilai belum bagus terutama aturan mengenai jalur prioritas cepat penerapan sistem yang telah
bidang perdagangan. Mungkin dilaksanakan sedangkan sosialiasi disiapkan sedemikian canggih, SDM-
dengan adanya ASW koordinasi WBC/ZAP
nya juga juga sudah harus
antara agency lembaga terkait bisa mengimbangi kecanggihan sistem.
ditingkatkan. Sehingga saat terjadi change atau
Dari yang mewakili pelaku usaha, perubahan tidak menimbulkan
Toto Dirgantoro, Ketua Gabungan kendala.
Pengusaha Eksportir Indonesia Paling tidak sudah diujicobakan
(GPEI), mengakui sampai saat ini supaya diketahui letak kendalanya.
belum memahami aspek apa saja Dalam uji coba itu customs harus
yang akan di-single window-kan. mengajak beberapa pengusaha
Sejauh ini, seperti rapat bersama untuk mengikuti uji coba. Misalnya
asosiasi-asosiasi belum pernah waktu PIB online ada beberapa
dibicarakan mengenai ASW. perusahaan diikutsertakan dalam uji
Sekalipun ketika itu ada pertemuan coba . “Jadi sosialisasi yang utama
ASEAN Meeting di Singapura, tidak adalah SDM customsnya, baru
disinggung mengenai rencana ASW. sosialisasi ke pengusaha, supaya
Untuk tahun ini menurut Toto, yang sama-sama efektif,”tandasnya.
rencananya Indonesia menjadi tuan Untuk itu masukan Toto, apapun
rumah ASEAN Meeting, belum ada perubahan yang dilakukan untuk
agenda untuk membicarakan ASW, perbaikan sistem, Bea dan Cukai
namun kemungkinan untuk harus betul-betul serius dengan
membicarakan ASW bisa saja ada. SDM-nya, sehingga pada saat ke
Di kalangan pengusaha, faktor stakeholder, pihak customs telah
yang sangat diutamakan adalah siap. Jangan sampai di lapangan
YOSE RIZAL DAMURI menilai selama ini Indonesia
kecepatan arus barang dan dokumen belum punya NSW, bahkan kebutuhan yang paling belum prepare. Tetapi diakui memang
termasuk menentang adanya awal yaitu koordinasi antara instansi terkait dinilai institusi Bea dan Cukai sendiri sudah
penyelundupan karena akan belum bagus terutama bidang perdagangan. cukup baik, apalagi dengan

EDISI 371 OKTOBER 2005 WARTA BEA CUKAI 15


LAPORAN UTAMA
DOK. WBC
perdagangan international.
Jaringan virtual ini tidak diatur
oleh badan tetapi hanya
merupakan suatu koordinasi
antar lembaga terkait NSW
untuk menjalankan ASW.
Mengenai maintenance
(pemeliharaan.red) mungkin
ada pihak yang mengawasi
sistem ini yang berkaitan
langsung dengan prosedur
perdagangan. Biasanya di
negara-negara lain yang
menjadi penanggung
jawabnya adalah institusi
customs.
Jadi walaupun Bea dan
Cukai tidak
mengkoordinasikan benar-
benar tetapi bertanggung
jawab secara operasional.
Mungkin sistem ini dibangun
oleh customs, Jadi ujung
tombaknya ada di customs,
bukan sebagai pemimpin atau
koordinator.
Mengenai national task
force untuk SW, lanut Yose
PENGELOLAAN ADMINISTRASI dalam ASW akan terangkum dalam jaringan virtual, sehingga mengurangi
terjadinya contact person dalam proses perdagangan international. Rizal, harus dijalankan
semua, tetapi
sepengetahuannya, sampai sekarang
pengenalan data interchange-nya. BEA DAN CUKAI SEBAGAI UJUNG national task force belum ada paling
Pada dasarnya sepanjang aturan TOMBAK
itu baik, tidak menimbulkan high Mengenai diberlakukannya ASW, tidak sampai bulan kemarin.
cost dan berbelit-belit termasuk lanjut Yose Rizal, untuk bidang Permasalahannya adalah koordinasi.
unsur birokrasi bisa dipangkas, para peraturan sebenarnya tidak Badan-badan yang terkait banyak
pengusaha akan mendukung semua diseragamkan hanya saja peraturan sekali, mungkin yang bertemu
itu. Ini merupakan kesepakatan menjadi lebih harmonis, sebab langsung dengan trader adalah Bea
antar negara khususnya ASEAN. sebenarnya dokumen perdagangan dan Cukai, tetapi bukan Bea dan
Yang namanya kesepakatan jika antara satu dengan yang lain sudah Cukai saja yang terkait dengan
salah satu pihak tidak sepakat maka dari WCO (World Customs Organiza- masalah ini.
tidak terjadi kesepakatan. tion), UN (United Nations). Misalnya “Nah badan-badan ini yang
“Jika Indonesia mau sepakat, ekspor dari Indonesia ke Filiphina, mungkin agak kurang koordinasi,
Indonesia harus sudah yakin betul tidak menemui kesulitan dalam jangankan dengan Departemen
bahwa dia siap untuk sepakat, mengisi dokumen yang diperlukan di Perdagangan yang tidak langsung
kuncinya itu dan tidak perlu gengsi negara-negara tersebut, karena pada terkait karena banyak merumuskan
lagi. Bukan untuk gagah-gagahan tapi dasarnya tidak jauh beda. policy strategi perdagangan, bahkan
memang harus siap, karena kondisi Pada prinsipnya, pengelolaan untuk yang berkecimpung langsung
saat ini bisa dibilang kita banyak administrasi dalam ASW akan seperti karantina, pelabuhan dan
keteteran jika dipaksakan. Melihat terangkum dalam jaringan virtual, lain-lain, koordinasinya masih
kondisi yang ada kita sebenarnya sehingga mengurangi terjadinya kurang.
masih berantakan,” ujar Toto. contact person dalam proses Bea dan Cukai yang paling
berkepentingan dan memang
tugasnya adalah menfasilitasi
perdagangan secara prosedural,
karena memang SW pada prinsipnya
Inna Lillahi Wa Inna Ilahi Rojiun adalah memudahkan prosedur
perdagangan. Kalau memang seperti
itu, mestinya Bea dan Cukai yang
Telah berpulang ke Rahmattullah dengan tenang bisa mengambil ‘perahunya’ untuk
Jana bin Sula (71 tahun), Ayahanda dari Amung Suryana, menginisiatif. Sebaliknya, jika SW
Staf Sirkulasi WBC pada Minggu, 18 September 2005, lebih pada ke strategi perdagangan
mungkin Departemen Perdagangan
di desa Muhara, Kuningan, Jawa Barat. yang mengambil inisiatifnya.
○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○
Karena itulah, menurut Yose
Pimpinan dan seluruh Staf Warta Bea Cukai menyampaikan Rizal, inisiatif ada di tingkat depa-
duka cita yang sedalam-dalamnya. rtemen atau direktorat-direktorat,
sedangkan untuk koordinasi ada
Semoga arwah almarhum diterima di sisi Allah S.W.T. ditingkat nasional, tidak bisa hanya
dan bagi keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan misalkan pada tingkatan Ditjen Bea
dan ketabahan iman. Amin. dan Cukai yang mengundang badan-
badan ini, tetapi harus dibentuk satu
SW tersendiri. zap

16 WARTA BEA CUKAI EDISI 371 OKTOBER 2005


WAWANCARA

Dr. Heri Kristiono

“Modelnya
Seperti
One Stop
Shopping...”
ASEAN Single Window
menjadi suatu sarana untuk
mendatangkan investor dari
luar untuk menanamkan
modalnya di negara
anggota ASEAN. Dengan
adanya ASW ini nantinya,
akan ada harmonisasi
peraturan perdagangan
diantara negara anggota
ASEAN. Tentunya juga hal
ini akan berdampak pula
meningkatnya nilai
perdagangan di kawasan
ASEAN dan
menguntungkan
pengusaha. Untuk
mengetahui lebih lanjut
mengenai ASW, Redaktur
WBC Zulfril Adha Putra dan
Fotographer Andy Tria
Saputra mewawancarai
DR. Heri Kristiono yang
baru saja dilantik menjadi
Kepala Kantor Wilayah XII
Ambon, yang ketika
diwawancarai pada tanggal
19 September 2005 masih
menjabat sebagai Pjs
(Pejabat Sementara)
Direktur Kepabeanan
Internasional DJBC. Berikut
petikan wawancaranya.

EDISI 371 OKTOBER 2005 WARTA BEA CUKAI 17


WAWANCARA

Bagaimana kesiapan DJBC IT Direction yang sudah ditandatangani Apa keuntungan diberlakukannya
menghadapi ASW ? Direktur Jenderal Bea dan Cukai. ASW ?
Memang institusi Customs akan Selanjutnya Direktur IKC segera Dengan adanya ASW itu nantinya
menjadi leading institution, atau membentuk semacam embrio SW yang one time submission of document.
institusi semacam leader untuk rencananya akan dilaksanakan di Secara paralel oleh sistem akan
pengembangan National Single Batam . Direktur IKC tinggal didistribusikan ke masing-masing
Window (NSW), begitu juga di mempresentasikan program ini ke institusi sehingga institusi terkait tadi
Indonesia . Berbicara tentang Menteri Keuangan, hanya saja belum dapat bekerja dalam waktu yang sama.
kesiapan, di Bea dan Cukai sendiri mendapat waktu untuk presentasi. Nah
sudah siap, dalam arti secara embrionya kita ada disitu ! Untuk pembentukan NSW beserta
internal kesisteman Bea dan Cukai NTF-nya di negara masing-masing
sudah sangat siap mendukung dan Mengapa DJBC memilih Batam apakah ASEAN memberikan
berpartisipasi dalam NSW, hanya sebagai embrio SW ? semacam deadline ?
saja dalam Single Window (SW) ini Kita mulai dari dasar, karena di Dalam hal ini ASEAN tidak
banyak institusi terkait, seperti Bea Batam masih green field atau bisa memberikan deadline. Jika Filipina dan
dan Cukai, Departemen dikatakan belum ada apa-apa Thailand bisa siap 2006, kita (Indone-
Perdagangan, Departemen sehingga akan lebih bagus sia) yang termasuk founding father dari
Perindustrian, Badan Karantina, pengembangannya. Kedua, beban ASEAN, mestinya 2006 sudah bisa
Departemen Kesehatan dan kerjanya tidak begitu besar sehingga atau paling telat 2007. Untuk Singapura
sebagainya. Khusus untuk Bea dan tidak mengganggu pelayanan yang memang sudah melaksanakan NSW
Cukai, kita sudah tersistem secara ada. Maka itu kita pilih Batam supaya sementara Malaysia sudah tidak ada
Elecktronic Data Interchange (EDI), tidak mengganggu pelayanan, selain itu masalah lagi untuk NSW-nya.
mestinya Bea dan Cukai sudah volume kegiatan di sana rendah, tidak
sangat siap, hanya saja ini perlu begitu berat dan kebanyakan investor Tanggapan negara anggota
dikoordinasikan dengan pihak-pihak berasal dari Singapura yang telah ASEAN dengan akan
di luar Bea dan Cukai terkait dengan mengenal sistem SW sehingga diberlakukannya ASW ?
masalah impor-ekpsor clearance customs sudah terbiasa. Karena itulah Untuk lima negara seperti;
(pengeluaran barang eskpor-impor) hambatannya sangat kecil. Singapura, Malaysia, Filipina,
dalam rangka mengembangkan SW. Thailand dan Indonesia saya kira
Berkaitan dengan ASW dan NSW, sangat antusias. Beberapa negara
Lantas sampai sejauhmana koordi- apakah pemerintah sudah yang baru bergabung seperti Viet-
nasi dengan instansi terkait ? mengindentifikasi masalah-masalah nam juga sangat antusias akan
Memang sudah diadakan beberapa yang sekiranya akan timbul ? melaksanakan ini. Untuk Vietnam
pertemuan, namun kelihatannya belum Sebenarnya begini, ASW itu kan berdasarkan informasi yang ada
dibentuk National Task Force (NTF), ada guide-nya, jadi pengembangan Perdana Menterinya sudah membuat
tetapi kami sudah berbicara dengan ASW untuk tingkat nasional (NSW) surat keputusan untuk
Direktur Informasi Kepabeanan dan sudah dibuat draft agreement-nya. pengembangan ini. Jadi pada
Cukai (IKC) Jody Koesmendro, untuk Selanjutnya akan ada technical guide- dasarnya antusias sekali. Memang
segera membentuk NTF ini. Kami juga nya, hanya saja hal itu tidak bisa pengembangan ini menyangkut TI yang
telah berkoordinasi dengan Direktur secara tertulis karena setiap negara biasanya investasi sedikit mahal,
Bidang Kerjasama Industri memiliki sistem yang agak berbeda, tetapi saya kira untuk di Indonesia TI
Perdagangan Internasional, sehingga akan disesuaikan dengan bukan sesuatu yang baru, maka itu
Departemen Perdagangan untuk kondisi negara masing-masing. mestinya dalam pengembangan ASW
membentuk task force. Dengan adanya Mengenai kesulitan-kesulitan dalam diusahakan supaya dapat lebih
task force bisa dibuatkan tugas dan pengembangan SW, sampai saat ini efisien.
fungsi masing-masing task force, baik studi semacam itu belum dilakukan,
nasional maupun ditingkat masing- harusnya task force nasional dulu Semestinya Siapa ujung tombak
masing instansi. terbentuk baru kemudian dibuat untuk pengembangan ASW ini ?
rencana kerja yang salah satunya Mestinya Bea dan Cukai dan itu
Jadi NTF di Indonesia yang terdiri adalah merencanakan gap and fit sudah dinyatakan dalam deklarasi
dari berbagai macam instansi analysis. Dari situ diketahui seharusnya tingkat ASEAN yang ditandatangani
belum terbentuk ? sistemnya seperti apa dan bagaimana oleh para Menteri Perdagangan
NTF secara official belum ada. kondisi saat ini berhubungan dengan ASEAN, dimana disebutkan ujung
Karena itu sekarang sedang dipikirkan departemen terkait yang akan terlibat tombaknya (leading sector-nya)
apakah NTF nantinya berada di bawah ASW. Lantas gap yang akan dihadapi adalah para institusi customs negara
Menteri Perdagangan atau Menteri dan harus diantasipasi itu seperti apa anggota ASEAN. Jadi ujung tombak
Perekonomian. Karena ini multi close dan bagaimana menyelesaikannya pembentukan NTF adalah Bea dan
antar departemen, apakah cukup termasuk mengenai masalah finansial. Cukai .
Menteri Perdagangan atau sampai Begitu juga dengan masalah teknisnya
pada tingkat Menko Ekuin. Tapi saya dan waktu penyelesaiannya. Dengan adanya ASW, apakah ada
yakin ini akan cepat dibuat karena Jika tim ini belum terbentuk, penyeragaman peraturan
ditingkat ASEAN untuk tahun 2006 pilot nantinya akan sulit, karena belum kepabeanan di kawasan ASEAN ?
project ASW akan dilaksanakan di bisa menentukan pihak yang akan Bukan penyeragaman (serupa)
Filipina dan Thailand. Dalam hal ini kita melakukan gap and fit analysis. Jika tetapi harmonisasi. Maksudnya begini,
sudah mempersiapkan diri sehingga NTF belum terbentuk maka tidak di tingkat ASEAN kita tidak hanya
nantinya pada saat uji coba tadi akan bisa jalan, sebab belum mengedepankan ASW saja, tetapi ASW
hasilnya sukses, kita akan belajar diketahui pihak mana yang akan merupakan satu kemudahan dan hanya
secara intern pada mereka. bertindak sebagai koordinator. merupakan satu program. Kita punya
Bagaimana anda melihat kesiapan Karena itu, hal ini sangat penting program strategic plan for customs
Teknologi Informasi (TI) di DJBC ? jangan masing-masing instansi saling development (SPCD) itu salah satunya
Sebetulnya Bea dan Cukai sudah tunggu sebab pembentukan NTF ini harmonisasi dibidang tariff (AHTN,
siap, karena telah memiliki Five Years sangat penting..! Asean Harmonize Tarrif Nomenclatur).

18 WARTA BEA CUKAI EDISI 371 OKTOBER 2005


Harmonisasi di bidang valuation sudah ini adalah sistem pelayanan satu atap FEDEX, UPS, termasuk dari Harley
terbit ditandatangi Dirjen kita dengan secara virtual yang semula harus Davidson dan US Bussines on Source.
Menteri Koordinator. Kemudian ASEAN datang ke Bea dan Cukai atau
Customs Valuation Guide, kemudian mengirim transaksi impor ke Bea dan Jika ASW diberlakukan, fokus yang
juga ada harmonisasi di bidang cargo Cukai untuk selanjutnya mengurus ijin akan disosialisasikan apakah
clearance. Jadi itu nanti ke Departemen Perdagangan atau pegawai atau private sector ?
diharmonisasikan, nah semua Badan Karantina, tapi sekarang tidak Mestinya dua-duanya, tidak hanya
ketentuan tingkat ASEAN tadi perlu lagi. Misalkan, jika anda pergi ke private sector tetapi juga pegawai.
diharapkan pada jangka panjang mall perlu sikat gigi, sabun dan segala Jangan sampai private sector
menjadi satu single production based, macam ada. Jadi bisa dikatakan menggebu-gebu disosialisasikan
satu single tujuan investasi dan semacam one stop shoping tetapi sehingga kita kurang tuntas
kemudian menjadi satu single kekuatan secara virtual pakai sistem digital. mensosialisasikan ke dalam,
ekonomi. akhirnya banyak pegawai yang
Jadi kalau aturan-aturan customs- Apakah ASW ini nantinya akan melaksanakan di lapangan justru
nya itu harmonis dan sinkronisasi akan terangkum dalam suatu agreement tidak mengerti ketentuannya.
memudahkan para investor bekerja di yang akan ditandatangani negara- Kebanyakan kita sosialisasi ke
negara ASEAN. Misalnya mendirikan negara ASEAN ? pegawai baru ke private sector tetapi
suatu perusahaan untuk suku cadang Iya...draft agreement-nya terhenti di tingkat seksi. Padahal
televisi di Indonesia, terus VCD di sudah ada dan sekarang sedang dikaji yang akan melaksanakan
Malaysia, itu nanti digabungkan, untuk di Direktorat Kepabean Internasional implementasi di bawah adalah
dilakukan assembling di negara lain, maupun IKC, selanjutnya akan pegawai sebagai ujung tombaknya.
tetapi peraturan custom dan dimintakan pendapat ke semua
prosedurnya hampir sama sehingga direktorat di DJBC. Dari kajian teman- Kira-kira kapan akan dibentuk
tidak menyulitkan. teman mengenai draft itu tidak ada NTF ?
yang memberatkan. Kita sudah melakukan rapat, tetapi
Apakah juga akan ada pertukaran bentuknya belum ketemu, dari
data perdagangan ? Bagaimana dengan negara yang Direktorat Kepabeanan Internasional
Nah itu, disalah satu SCPD belum siap , apakah juga juga telah menjelaskan pengembangan
dimungkinkan, tetapi tetap mengaksesi tahap berikutnya atau SW di tingkat nasional, tetapi belum ada
menghormati batasan-batasan yang bagaimana ? titik temu untuk membentuk NTF. Ini
ditentukan oleh hukum nasional. Ada Tentunya untuk negara-negara merupakan PR yang sangat berat. SW
beberapa yang memang tidak ASEAN yang belum siap tidak akan di tingkat nasional dan ASEAN sangat
membolehkan exchange of informa- dipaksakan, sebab ini memang tidak besar , tetapi kalau kita tidak ikut akan
tion itu, misalnya untuk kepentingan bisa dipaksakan karena sifatnya sangat ketinggalan. Sekarang
individual atau seperti dokumen PIB. agreement, kecuali mereka sudah pemerintah sedang giat menarik
Namun demikian, tergantung juga komit, misalnya Indonesia sudah komit investor sedangkan investor tidak ingin
nantinya. Saat ini kita juga sedang akan melaksanakan ASW tahun 2007 segala sesuatunya terlalu lama, sebab
mengembangkan ASEAN Customs berarti sudah binding (mengikat). Jadi yang dibutuhkan adalah kecepatan,
Declarations, atau seperti single tidak mengikat, jika negara tersebut baik kecepatan mengambil keputusan
administration document (SAD). Jika belum komit. maupun kecepatan produksi tanpa
nantinya bisa di implementasikan terkena dampak ekonomi biaya tinggi.
dan anggota ASEAN memberlakukan Tetapi kemungkinan peluang untuk Jika SW di Indonesia tidak bisa
sistem SAD dan SW ini, maka mengaksesi tetap ada ? dilaksanakan dan tidak bisa memenuhi
dokumen ekspor di satu negara, Oh tetap ada, ini secara bertahap, harapan pengusaha, Indonesia pasti
misalnya Thailand bila melakukan terutama untuk negara-negara lain dicap lamban. Itu yang ingin kita
impor ke Indonesia, bisa jadi seperti Laos, Kamboja, Myanmar. hindari, maka itu kita harus
dokumen impornya ada Indonesia. Karena suatu sebab dia tidak berkompetisi dengan negara-negara
Mestinya itu harus ada MoU antara melaksanakan dalam waktu dekat lain di dunia mulai dari ASEAN. Kita
masing-masing negara yang ingin tetapi akan melaksanakan di masa percaya SW di tingkat ASEAN bisa
melakukan exchange of information. mendatang, misalnya 2007 dsb-nya menjembatani atau menghilangkan
Sejauhmana yang akan tergantung kemampuan financial dan bottle neck.
dipertukarkan, harus berdasarkan resource-nya.
persetujuan kedua belah pihak. Harapan anda untuk pelaksanaan
Memang, salah satu tujuannya Pengusaha sendiri juga diajak ASW oleh Indonesia ?
adalah ingin lebih mensederhanakan berunding ? Harapan saya, SW harus diprog-
sehingga tidak terlalu banyak beban Jadi begini setiap pertemuan baik ram dan ditangani secara serius.
kepada trader(pengusaha), bahkan ditingkat ECCM (Expert Community on Kemudian sesegera mungkin diben-
jika memungkinkan misalnya Council Matter) atau ASEAN Director tuk task force, hasil dari task force itu
dokumen ekspor dari Indonesia jika General Meeting, biasanya ada sesi tentunya SW tingkat nasional untuk
ditujukan ke Thailand menjadi khusus bertemu dengan private sector bisa memberikan distribusi kerja.
dokumen impor Thailand. atau control social with private sector. Setelah itu lakukan segera
kedepannya kita mau begitu di Nanti Chair of DG meeting menjelaskan melakukan gap and fit analysis
tingkat ASEAN namun tidak bisa kita program-program yang akan supaya bisa diketahui hal-hal yang
paksakan karena tergantung pada dikembangkan di tingkat ASEAN. Hasil- masih harus segera dikerjakan untuk
masing-masing negara dan ada hasil DG meeting itu, kemudian pengembangan ASW. Selanjutnya,
batasannya sesuai dengan yang dijelaskan termasuk kerjasama dengan segera dibuat rencana kerja. Dari
ditentukan. private sector maupun customs yang situ Insya Allah mudah-mudahan
biasanya hadir di sesi terakhir dalam Indonesia akan menjadi negara yang
Bagaimana tanggapan pengusaha pertemuan itu. Misalnya dari Kawasan memiliki trade facilitation yang baik
untuk ASW ? Pengembangan Ekonomi Terpadu dan DJBC punya tugas moral yang
Pasti mereka mendukung karena (KAPET) antara lain dari persatuan sangat kuat karena merupakan
akan memudahkan mereka. SW seperti express consignee seperti TNT, ujung tombaknya.

EDISI 371 OKTOBER 2005 WARTA BEA CUKAI 19


KONSUL TASI
Kepabeanan & Cukai
Dengan ini kami informasikan agar setiap surat pertanyaan yang masuk ke Redaksi Warta Bea Cukai
baik melalui pos, fax ataupun e-mail, agar dilengkapi dengan identitas yang jelas dan benar. Redaksi
hanya akan memproses pertanyaan-pertanyaan yang diajukan dengan menyebutkan identitas dan
alamat yang jelas dan benar. Dan sesuai permintaan, kami dapat merahasiakan identitas anda.
Demikian pemberitahuan ini kami sampaikan, atas perhatiannya kami ucapkan terimakasih. Redaksi

TATA KERJA PENYELESAIAN


Barang Impor
P
erkenankan saya mengajukan Demikian pertanyaan saya, atas cukup relevan dengan
pertanyaan sehubungan dengan jawaban dan penjelasan, sebelum prosedur kepabeanan yang
KEP-07/BC/2003 tanggal 31 dan sesudahnya saya ucapkan diatur dalam Kep. DJBC No.
Januari 2003 pada Lampiran IV yaitu terima kasih. KEP-07/BC/2003.
Tata Kerja Penyelesaian Barang MUKMIN
Impor dengan PIB secara manual; KPBC Tipe B Sampit Jawaban atas pertanyaan butir 2 :
yang mana Pejabat Pemeriksa Dalam Keputusan Direktur Jenderal
Dokumen pada huruf (p) berbunyi, Jawaban : Bea dan Cukai No. KEP-07/BC/2003
“Dalam hal terdapat kekurangan tidak diatur lagi mengenai penggunaan
pembayaran Bea Masuk, Cukai, Sehubungan dengan surat Nota Pembetulan sesuai BCF 2.4,
PDRI, menerbitkan ‘Surat Saudara Mukmin, dengan ini karena dalam hal terdapat kekurangan
Penetapan Kekurangan disampaikan jawaban atas pembayaran bea masuk, cukai dan
Pembayaran Bea Masuk, Cukai, pertanyaan tersebut sebagai berikut : pajak dalam rangka impor (PDRI),
PDRI dan/atau Sanksi Administrasi pejabat pemeriksa dokumen langsung
berupa denda’ rangkap 2 (dua), Jawaban atas pertanyaan butir 1 : menerbitkan SPKPBM dalam 2 (dua)
dengan peruntukan : - Ya. Yang dimaksud dengan Surat rangkap, dengan peruntukan :
1) Lembar pertama untuk Pejabat Penetapan Kekurangan (1) lembar pertama untuk pejabat
yang mengelola Penagihan/ Pembayaran Bea Masuk, Cukai, yang mengelola penagihan/
Pengembalian sebagai dasar PDRI dan/atau Sanksi pengembalian;
penerbitan Surat Penagihan; Administrasi berupa denda yang (2) lembar kedua disematkan pada
2) Lembar kedua disematkan pada diterbitkan oleh Pejabat berkas PIB.
PIB. Pemeriksa Dokumen dalam
Keputusan Direktur Jenderal Bea Selanjutnya, pejabat yang
Sehubungan tersebut di atas, dan Cukai No. KEP-07/BC/2003 mengelola penagihan pada Seksi
yang ingin saya tanyakan adalah adalah formulir Surat Perbendaharaan
sebagai berikut : Pemberitahuan Kekurangan mengadministrasikan dan
1) Apakah yang dimaksud dengan Pembayaran Bea Masuk, Cukai, mengirimkan SPKPBM dimaksud
Surat Penetapan Kekurangan Denda Administrasi dan Pajak kepada importir. Pada beberapa
Pembayaran Bea Masuk, Cukai, dalam rangka Impor (SPKPBM) KPBC yang telah menerapkan tata
PDRI dan/atau Sanksi yang bentuk dan penggunaannya kerja penyelesaian barang impor
Administrasi berupa denda yang telah ditetapkan sesuai dengan PIB secara elektronik melalui
diterbitkan oleh Pejabat Keputusan Menteri Keuangan RI jaringan Pertukaran Data Elektronik
Pemeriksa Dokumen adalah No. 234/KMK.05/1996 jo. (PDE), mekanisme penerbitkan
formulir Surat Pemberitahuan Keputusan Menteri Keuangan No. SPKPBM pada prinsipnya sama
Kekurangan Pembayaran Bea 22/KMK.01/1999. dengan hal di atas, namun pada
Masuk, Cukai, Denda Administrasi pelaksanaannya Nota Pembetulan
dan Pajak Dalam Rangka Impor - Penggunaan formulir SPKPBM tetap digunakan sebagai media
(SPKPBM) sesuai Keputusan sesuai Kep. MKRI No. 234/ pemberitahuan secara internal dari
Menteri Keuangan RI Nomor : KMK.05/1996 jo. Kep. MKRI No. Pejabat Pemeriksa Dokumen (PFPD)
234/KMK.05/1996 jo. Keputusan 22/KMK.01/1999 hingga saat ini kepada Seksi Perbendaharaan
Menteri Keuangan RI Nomor : 22/ masih dilakukan dengan bahwa PFPD telah menerbitkan
KMK.01/1999. pertimbangan bahwa : SPKPBM dengan penjelasan tentang
2) Apakah Nota Pembetulan sesuai (1) Kep. MKRI No. 234/KMK.05/ terjadinya kekurangan pembayaran
(BCF 2.4) masih digunakan dalam 1996 jo. Kep. MKRI No. 22/ tersebut.
hal terdapat kesalahan KMK.01/1999 masih berlaku Demikian untuk dimaklumi.
pemberitahuan tentang Nilai dan belum ada penggantinya.
Pabean, Jumlah dan/atau Jenis (2) Formulir SPKPBM tersebut DIREKTUR TEKNIS KEPABEANAN
barang yang kurang bayar; secara materi dianggap masih KP DJBC

20 WARTA BEA CUKAI EDISI 371 OKTOBER 2005


PUSDIKLAT
WBC/ATS
PFPD YANG IDEAL
Untuk menjadi PFPD, ada beberapa
persyaratan yang harus dipenuhi.
Pasalnya, PFPD merupakan
penggabungan antara pekerjaan yang
berbasiskan pendidikan formal (minimal
berpendidikan sarjana dan berpangkat
minimal golongan III B) serta pernah
mengikuti diklat teknis substansi dasar.
Setelah memenuhi persyaratan
tersebut dan berhasil lulus tes
penyaringan, para calon PFPD dididik
dan diberikan materi-materi secara
mendalam. Sehingga, selain memiliki
kemahiran para calon PFPD juga
dilengkapi dengan etika.
“Jadi para calon PFPD tersebut

DIKLAT PFPD
memperoleh pengetahuan,
keterampilan dan etika. Kalau tiga pilar
ini diterapkan dalam pelaksanaan
tugas, maka akan diperoleh PFPD yang
ideal dan bagus,” ujar Eddhi yang juga
menjadi pengajar materi kode etik.
Eddhi menambahkan, karena tugas-
SUASANA DIKLAT. Para calon PFPD sedang serius mengikuti perkuliahan yang diberikan oleh pengajar. tugas PFPD langsung berhubungan
dengan masyarakat maka PFPD
PFPD yang ideal harus memiliki tiga pilar, yakni memiliki putusan-putusan yang bersifat
diskresi, yakni kewenangan yang
pengetahuan, keterampilan dan etika. dimiliki dalam hal-hal tertentu. Namun
demikian, kewenangan tersebut tidak

B
ertempat di Pusat Pendidikan dan tersebut dijaring berdasarkan seleksi boleh menyimpang dan harus sesuai
Pelatihan Bea dan Cukai yang dilakukan oleh tim penguji. Tim dengan ketentuan yang ada.
(Pusdiklat), pada Agustus hingga penguji ini merupakan tim independen Dengan demikian Eddhi berharap
September 2005, diselenggarakan dari Universitas Indonesia yang datang agar para calon PFPD tersebut
diklat untuk calon Pejabat Fungsional langsung menyeleksi ke tempat-tempat nantinya bisa melaksanakan tugas dan
Pemeriksa Dokumen (PFPD). yang pesertanya dominan, seperti wewenangnya dengan baik, sesuai
Diklat tersebut dibagi dalam dua Surabaya, Medan dan Makassar. dengan alur dan pekerjaan yang ada di
angkatan. Angkatan pertama dimulai Eddhi menambahkan, diklat ini lapangan. Tak hanya itu, dalam
sejak 15 Agustus hingga 13 September. memang sengaja dibagi menjadi dua melaksanakan tugasnya para calon
Sedangkan angkatan kedua dimulai angkatan mengingat terbatasnya PFPD diharapkan tidak berbenturan
pada 5 September hingga 30 Septem- kapasitas kelas, pengajar dan dengan pelanggaran-pelanggaran
ber. sebagainya. Selain itu, di Pusdiklat etika, disiplin dan sebagainya.
Masing-masing angkatan diikuti juga sedang berlangsung beberapa Ani Choriyantin, salah satu peserta
oleh 30 peserta yang merupakan diklat. Sehingga, banyaknya diklat diklat PFPD dari Kanwil VII DJBC
pegawai bea cukai yang belum pernah tersebut juga merupakan salah satu Surabaya mengatakan, manfaat yang ia
menjadi PFPD. Menurut Eddhi Sutarto, penyebab dibaginya diklat PFPD peroleh dari pendidikan PFPD ini
Kasubbag Pengembangan Pegawai, menjadi dua angkatan. adalah menambah pengetahuannya.
Sekretariat KP DJBC, para peserta Materi yang diberikan dalam diklat “Yang jelas, pendidikan ini sangat
PFPD adalah materi profesi. Artinya, bagus untuk meningkatkan SDM
WBC/ATS
ada beberapa materi yang diberikan pegawai,” ujar Ani. Selain itu,
pada calon peserta yang meliputi materi menurutnya, yang paling penting dari
pokok, antara lain sistem prosedur dan pendidikan ini adalah pegawai
fasilitas pabean di bidang impor, mendapat pesan moral yang diberikan
dokumen pabean dan dokumen oleh para pengajar.
pelengkap pabean dibidang impor, Senada dengan Ani, Nuning yang
aplikasi nilai pabean, klasifikasi barang, juga merupakan salah satu peserta
peraturan larangan dan pembatasan di PFPD dari KPBC Tipe A Jakarta juga
bidang impor, pungutan negara dalam merasakan banyak manfaat yang ia
rangka impor serta program aplikasi peroleh dari pendidikan PFPD ini.
komputer. Antara lain, ia bisa mendapatkan
Sedangkan untuk materi pengetahuan yang lebih mengenai
penunjang, meliputi kode etik dan kepabeanan, peraturan pelarangan dan
prilaku Pegawai Negeri Sipil (PNS) pembatasan, transaksi nilai pabean dan
dan integritas PNS. Dalam materi lainnya.
kode etik, ada kewajiban dan Ia berharap agar dengan adanya
larangan bagi PFPD, yang intinya pendidikan PFPD ini, kedepannya Bea
tidak bertentangan dengan PP 30. dan Cukai bisa menjadi harapan
Menurut Eddhi, materi yang baru masyarakat. “Sehingga dengan adanya
yang diberikan pada diklat PFPD kali ini pendidikan ini, kita bisa menunjukan
EDY SUTARTO. PFPD memiliki putusan yang adalah sistem komputer. Sebab, materi pada masyarakat bahwa image orang
bersifat diskresi, namun harus sesuai dengan tersebut terus mengalami yang mendiskreditkan Bea dan Cukai
ketentuan yang ada. pengembangan dan penyempurnaan. itu tidak terbukti,” tandas Nuning. ifa

EDISI 371 OKTOBER 2005 WARTA BEA CUKAI 21


CUKAI

KONSEP BARU
Penundaan Pembayaran

Pita Cukai
Dalam rangka untuk mengantisipasi atau mencari solusi terhadap permasalahan yang timbul
berkaitan dengan pemberian penundaan, penggunaan jaminan akan dihidupkan kembali.

C
ukai merupakan salah satu peraturan pelaksanaannya yaitu KEP- an penundaan pembayaran terhadap
bentuk pajak tidak langsung yang 58/BC/1999 tentang Pemberian Penun- pengusaha pabrik hasil tembakau
dikenakan terhadap jenis barang daan Pembayaran Cukai Atas Peme- harus dilengkapi dengan persyaratan
tertentu, yang pada saat ini barang sanan Pita Cukai Hasil Tembakau, tertentu, antara lain harus sudah PKP,
tersebut terdiri dari hasil tembakau, sebagaimana telah diubah 2 kali, melampirkan daftar asset/kekayaan
minuman mengandung etil alkohol terakhir dengan KEP-52/BC.2001. perusahaan, daftar pemesanan pita
(MMEA) dan etil alkohol (EA). Disebutkan bahwa pengusaha pab- cukai selama 6 bulan terakhir, perhi-
Sebagaimana halnya pajak, rik hasil tembakau yang termasuk seba- tungan besarnya penundaan pemba-
kewajiban membayar cukai merupakan gai Pengusaha Kena Pajak (PKP) atau yaran pita cukai, serta neraca rugi laba
suatu perwujudan kewajiban importir hasil tembakau, dapat diberi- yang dibuat oleh akuntan publik (bila
kenegaraan dan peran serta kan penundaan pembayaran cukai atas nilai melebihi RP. 500.000.000,-).
masyarakat dalam pembiayaan pemesanan pita cukai selama-lamanya
pembangunan. Kewajiban tersebut dua bulan terhitung sejak tanggal PENGENAAN JAMINAN
tentunya sudah disadari oleh dilakukannya pemesanan pita cukai. Dalam perjalanan waktu
masyarakat maupun pengusaha yang Namun terhadap Pengusaha Hasil pelaksanaan pemberian fasilitas
bergerak dibidang hasil tembakau. Tembakau (sudah PKP), yang penundaan menunjukkan gejala yang
Oleh Undang-Undang Cukai, memproduksi hasil tembakau selain kurang sehat, walaupun ini masih
perusahaan rokok dan importir Barang jenis Sigaret Kretek Mesin (SKM) dan terjadi pada skala kecil, (jumlah
Kena Cukai (BKC) -yang pelunasan Sigaret Putih Mesin (SPM) diberikan tunggakan cukai pada posisi Agustus
cukainya dengan pelekatan pita cukai- fasilitas penundaan pembayaran cukai 2005 dibandingkan dengan pemberian
diberi kemudahan dalam menjalankan paling lama 3 bulan terhitung sejak fasilitas penundaan Kantor Pusat
bisnisnya, yakni berupa penundaan tanggal pemesanan pita cukai. sebesar 0,12 persen). Namun, kalau
pembayaran cukai. Perbedaan waktu tersebut diberikan tidak diantisipasi mungkin akan menjadi
Sebenarnya fasilitas tersebut dengan pertimbangan karena produksi semakin besar.
bukanlah hal baru, sebab sudah Hasil Tembakau dengan tangan mema- Menurut Murjady, Kasubdit Cukai
diberikan sejak masa ordonansi. Hanya kan waktu relatif lebih lama daripada Hasil Tembakau, Direktorat Cukai, ada
saja pada waktu itu penundaan SKM maupun SPM, yang pembuatan beberapa pabrikan hasil tembakau
pembayaran cukai harus disertai dengan menggunakan mesin. yang tidak dapat memenuhi kewajiban
jaminan. Jaminan tersebut dapat Walaupun tanpa jaminan, pemberi- pembayaran penundaan setelah jatuh
berupa uang, bank garansi, perikatan tempo. Padahal, terhadap keterlambat-
WBC/ATS
jaminan, hipotek pertama atas barang- an pembayaran tersebut dikenakan
barang yang tidak bergerak maupun sanksi administrasi berupa denda
surat-surat berharga. sebesar 10 persen per bulan dari
Namun dengan terbitnya Undang- hutang cukai yang seharusnya dibayar.
Undang No. 11 Tahun 1995 tentang Faktor penyebabnya tidak diketahui
Cukai, penundaan pembayaran terse- secara pasti, apakah perusahaan
but tidak lagi disertai dengan jaminan. tersebut kesulitan likuiditas atau ada
Pada pasal 7 ayat (6) Undang-Undang faktor lain. Kalau melihat sanksinya
Cukai disebutkan bahwa pengusaha cukup besar tentunya pengusaha akan
pabrik atau importir yang melunasi berpikir terhadap keterlambatan
cukainya dengan cara pelekatan pita tersebut.
cukai, dapat diberi penundaan Murjady menambahkan, saat ini
pembayaran cukai atas pemesanan pita untuk penyelesaian fasilitas penundaan
cukai selama-lamanya tiga bulan sejak yang terlambat dibayar pada waktunya
dilakukan pemesanan pita cukai. ditemui beberapa kendala. Pertama,
Untuk pelaksanaan pasal 7 ayat (6) karena fasilitas penundaan diberikan
Undang-Undang Nomor 11 tahun 1995 tanpa menggunakan jaminan maka
tentang cukai tersebut dijabarkan mela- pelaksanaan penagihan terhadap peng-
lui SKEP MenKeu Nomor 240/KMK.05/ usaha yang tidak mentaati pembayaran
1996 tentang Pelunasan Cukai, seba- utangnya agak mengalami kesulitan.
gaimana telah diubah dengan SKEP Saat ini penyelesaian terhadap
MenKeu Nomor 105/KMK.05/1997. MURJADY. Kemungkinan jangka waktu pemberian utang cukai yang tidak dilunasi pada
Pemberian Fasilitas Penundaan penundaan pembayaran cukai antara SKM dan waktunya mengacu pada KMK-244/
tanpa jaminan diperjelas dalam SKT akan disamakan yaitu menjadi 2 bulan. KMK.02/1996 yaitu dengan menerbit-

22 WARTA BEA CUKAI EDISI 371 OKTOBER 2005


kan Surat Penagihan Utang Cukai dan tentang penundaan tersebut masih setelah jatuh tempo tetapi tetap meme-
atau denda (STCK-1) kepada dalam tahap meminta masukan dari san pita cukai secara tunai.
pengusaha yang bersangkutan, Unit Eselon II dan KPBC yang “Memang tidak ada peraturan yang
sedangkan PPN diteruskan ke Kantor mempunyai rekan cukai serta masukan melarang, tetapi secara logika atau dari
Pelayanan Pajak dengan dari stake holder seperti GAPRI dan sudut pandang etika bisnis sebenarnya
menggunakan formulir STCK-3. GAPPRINDO. kurang pas. Sebab, yang bersangkutan
Apabila utang cukai tidak Selain itu, wacana untuk dapat membeli pita cukai secara tunai
diselesaikan dalam 14 hari setelah memberikan kemudahan dalam tetapi mengabaikan utang cukainya,”
menerima STCK-1, maka diterbitkan pembayaran utang cukai terhadap tandas Murjady.
Surat Teguran (STCK-2). mereka yang mempunyai kesulitan
Dalam waktu 30 hari setelah likuiditas juga telah ditampung dalam BATAS WAKTU PENUNDAAN
diterbitkan Surat Teguran, pengusaha amandemen Undang-Undang Cukai. Berdasarkan pasal 7 ayat (6)
yang bersangkutan tidak melunasi, Tentunya, pemberian kemudahan Undang-Undang Nomor 11 tahun 1995
Kepala KPBC akan menyampaikan tersebut dengan persyaratan tertentu tentang Cukai bahwa pengusaha pabrik
Surat Penyerahan Penagihan Utang dan dikenakan bunga. Sehingga, tidak atau importir Barang Kena Cukai yang
Cukai dan/atau melunasi cukainya
DOK. WBC
denda dengan pelekatan
Administrasi pita cukai dapat
(STCK-4) kepada diberikan penundaan
Kantor Pelayanan pembayaran cukai
Pengurusan selama-lamanya 3
Piutang Negara. bulan.
Penyelesaian Adanya kata
tunggakan utang ‘dapat’ mempunyai
cukai yang dise- arti bahwa
rahkan kepada penundaan tersebut
KPPN dapat di- dapat diberikan atau
laksanakan secara juga dimungkinkan
angsuran. untuk tidak dapat
Kendala yang diberikan. Sehingga
kedua, ada diperlukan adanya
pengusaha yang persyaratan yang
mengalami harus dipenuhi untuk
kesulitan likuiditas memperoleh fasilitas
untuk pembayaran penundaan.
utang cukai tetapi Demikian pula
mempunyai itikad terhadap jangka
baik untuk waktu selama-
membayar utang lamanya 3 bulan
secara angsuran. mengandung arti
Namun, ketentuan bahwa fasilitas
atau peraturan tersebut dapat
yang ada diberikan kurang dari
sekarang belum waktu 3 bulan.
dapat mengadopsi Pada saat ini, yang
hal tersebut. dapat menikmati
“Dengan PITA CUKAI. K Kenyataan di lapangan menunjukkan bahwa ada beberapa penerima fasilitas jangka waktu maxi-
adanya kendala- penundaan yang tidak menyelesaikan utang cukai setelah jatuh tempo tetapi tetap memesan mum (3 bulan) untuk
kendala tersebut pita cukai secara tunai. penundaan adalah
di atas, maka pengusaha pabrik hasil
aturan tentang penundaan pembayaran dengan mudah dapat diberikan kepada tembakau bukan mesin (SKT). Kenyataan
cukai sedang kita kaji kembali, dalam setiap pengusaha yang mempunyai di lapangan ditemukan adanya pabrikan
rangka untuk mengantisipasi atau tunggakan utang cukai. Sebab pada hasil tembakau SKT yang dapat memper-
mencari solusi terhadap permasalahan hakekatnya, terhadap penerima fasilitas oleh pembayaran hasil produksinya relatif
yang timbul berkaitan dengan penundaan telah menikmati cepat, sehingga waktu yang dibutuhkan
pemberian penundaan tersebut,” imbuh pengunduran pembayaran cukai. dari produksi sampai dengan penjualan
Murjady. Ia menambahkan, dalam hal Sebagaimana diketahui, BKC yang bisa kurang dari 2 bulan.
ini penggunaan jaminan akan dibuat di Indonesia mulai terutang cukai Menurut Murjady, adanya fenomena
dihidupkan lagi. Jaminan tersebut bisa pada saat selesai dibuat. Sedangkan tersebut menimbulkan wacana bahwa
dalam bentuk Corporate Guarantee pelunasan cukainya dilakukan pada pemberian penundaan 3 bulan perlu
atau Jaminan Bank/Excise Bond. saat pengeluaran BKC dari pabrik atau dikaji kembali. Untuk itu kemungkinan
Namun demikian, masing-masing Tempat Penyimpanan. jangka waktu pemberian penundaan
jaminan memiliki persyaratan. Jadi, ada Wacana ini timbul dengan pertim- pembayaran cukai antara SKM dan SKT
ketentuan kapan perusahaan dapat bangan bahwa penyelesaian tunggakan akan disamakan yaitu menjadi 2 bulan.
menggunakan Corporate Guarantee utang cukai yang diserahkan kepada “Dengan demikian, harapan kita
dan kapan harus menggunakan KPPN dapat dilakukan secara angsuran tentunya aturan yang baru dapat lebih
Jaminan Bank/Excise Bond. Juga dan pada Direktorat Jenderal Pajak pun menjamin pemasukan penerimaan
ketentuan tentang pemesanan pita dikenal penyelesaian secara angsuran. cukai dari pengusaha yang mendapat
cukai secara tunai bagi penerima Disamping itu, kenyataan di fasilitas penundaan disatu pihak dan di
fasilitas penundaan yang mempunyai lapangan menunjukkan bahwa ada lain pihak hal tersebut dapat diterima
tunggakan utang cukai. beberapa penerima fasilitas penundaan oleh stake holder sehingga pabrikan
Murjady menjelaskan, saat ini draft yang tidak menyelesaikan utang cukai bisa tetap eksis,” ujar Murjady. ifa

EDISI 371 OKTOBER 2005 WARTA BEA CUKAI 23


SEKRETARIAT
WBC/ATS

RAKERTAS DJBC. Dihadiri 65 peserta rapat, terdiri dari para Pejabat Eselon II KP DJBC, Kakanwil dan Kepala Kantor Pelayanan.

Rapat Kerja Terbatas DJBC


Kepada para Kakanwil dan Kepala KPBC agar meneliti apakah masih ada jalur-jalur
birokrasi yang seharusnya dapat dihilangkan.

D irektorat Jenderal Bea dan Cukai


(DJBC) pada 6 September 2005,
melaksanakan Rapat Kerja Terbatas
Adapun pokok-pokok pengarahan
Direktur Jenderal pada acara rakertas
memuat beberapa hal, diantaranya: l
Penerimaan oleh Direktur
Pencegahan dan Penyidikan;
Upaya Pemberantasan Peredaran
(Rakertas) mengambil tempat di ruang l Menyampaikan hal-hal umum teruta- Rokok Ilegal oleh Direktur Cukai
Loka Muda lantai 5 gedung B Kantor ma yang berkaitan dengan asumsi
Pusat DJBC. Rapat kerja yang dipimpin dasar dan asumsi makro Anggaran Usai pemaparan materi, dilanjutkan
langsung oleh Direktur Jenderal berlang- Pendapatan dan Belanja Negara, kemudian acara diskusi/tanya jawab yang
sung hanya dalam satu hari tersebut saja, antara lain harga minyak, kurs rupiah dilaksanakan mulai pukul 13.30.
dimulai pada pukul 09.00 dan berakhir terhadap US dollar, Pertumbuhan
pada pukul 16.45. Rakertas dihadiri 65 Ekonomi, Migas, Pengawasan Bidang KESIMPULAN
peserta rapat terdiri dari: Pejabat Eselon II Impor & Ekspor, dan Cukai; Dalam satu hari rapat kerja tersebut,
Kantor Pusat DJBC 9 orang, Kepala l Memperhatikan kebijakan pemerintah yaitu dari hasil pengarahan, presentasi
Kantor Wilayah 12 orang, dan Kepala terkini dalam pelaksanaan tugas hingga diskusi seluruh peserta, Rakertas
Kantor Pelayanan 44 orang. Sebagai pokok dan fungsi DJBC; yang ditutup oleh Dirjen pada pukul 16.45
catatan, Kepala Kantor Wilayah XIII DJBC l Upaya/Langkah yang harus menghasilkan beberapa pokok-pokok
Banda Aceh juga merangkap sebagai PJ dilaksanakan dalam rangka kesimpulan, yaitu;
Kepala Kantor Wilayah I DJBC Medan. meningkatkan pelayanan dan a. Optimalisasi Bea Masuk dan Cukai.
Dengan mengambil tema mengamankan penerimaan; Target sudah diberikan/given, telah
“Meningkatkan Pelayanan dan dilakukan/sudah didebatkan dengan
Mengamankan Penerimaan”, Rakertas Selain pengarahan dari Dirjen, acara Panitia Anggaran Dewan APBNP II
DJBC ini dilaksanakan sebagai wujud Rakertas selanjutnya diisi dengan terhadap target yang ditetapkan.
partisipasi DJBC dalam upaya ikut presentasi/pemaparan materi, yaitu : Kepada Kanwil dan KPBC diminta
mendukung kebijakan dan program l Realisasi, Proyeksi dan Analisis untuk benar-benar bersama-sama
pemerintah mengatasi krisis ekonomi. Penerimaan oleh Direktur PPKC dan mempunyai persepsi yang sama untuk
Acara diawali dengan laporan pelak- Direktur Cukai; mencapai target tersebut, tinggalkan
sanaan Rakertas oleh Sekretaris Direkto- l Upaya mempercepat Pelayanan kepentingan lain dan utamakan
rat Jenderal dan dilanjutkan dengan Kepabeanan oleh Direktur Teknis kepentingan institusi.
pengarahan Direktur Jenderal, sekaligus Kepabeanan dan Direktur IKC b. Tarif Rata-rata
membuka secara resmi Rakertas l Upaya Peningkatan Pengawasan 1) Tariff rata-rata yang sebelumnya
Direktorat Jenderal Bea dan Cukai. Dalam Rangka Optimalisasi ditetapkan 3,3 persen, maka

24 WARTA BEA CUKAI EDISI 371 OKTOBER 2005


dalam empat (4) bulan ke depan dalam prosedur pelayanan. Di tingkat pusat telah dibentuk
agar dinaikkan minimal average- Kepada para Kakanwil dan Kepala Satgas yang terdiri dari POLRI,
nya menjadi 3,8 persen, caranya: KPBC agar meneliti apakah masih Bea dan Cukai, Dep. Perindustri-
l Menekan Under Valuation, ada jalur-jalur birokrasi yang an, dan Depnaker. Diharapkan
pesan ini agar disampaikan seharusnya dapat dihilangkan. Satgas seperti ini dapat dibentuk di
kepada PFPD. 3). Mempercepat proses perijinan, tingkat Kanwil maupun KPBC
l Pastikan pemeriksaan fisik mulai dari KPBC hingga Kantor untuk mencegah terjadinya
tentang jumlah dan jenis Pusat. Agar setiap Pejabat yang pelanggaran dan penanganan
sesuai yang sebenarnya, hal berwenang dapat menetapkan pelanggaran yang terjadi.
ini agar disampaikan kepada batas waktu proses ijin. 3) Prefentif dan Represif
PFPB. 4). Mengoptimalkan Teknologi l Patroli laut, agar membuat
Apabila diasumsikan kurs US $ 1 Informasi. target pengawasan terhadap
Rp 10.000, tarif rata-rata 3,8 5). Agar segera barang-barang yang menjadi
persen, dan impor dutyable mengimplementasikan semua isu seperti: gula, TPT, dan
sebesar US $ 17,387.76, maka fasilitas IT untuk pelayanan. beras. Untuk barang ekspor
target BM akan tercapai. 6). Meningkatkan frekuensi seperti produk Migas, Pupuk,
Karena impor melalui Kanwil IV pertemuan dengan stakeholders dan Kayu. Migas dari Indone-
sebesar 60 persen dari semua sehingga tahu persis kendala- sia sering di bawa ke luar
impor di Indonesia maka kendala yang dialami mereka negeri dikarenakan harga jual
penerimaan dari Kanwil IV harus dalam pelayanan kepabeanan. di luar negeri lebih besar
naik ± Rp. 230 milyar/bulan. Cari solusi terbaik dalam rangka dibanding dalam negeri. Begitu
2) Verifikasi memberikan pelayanan prima, pula dengan Pupuk yang
Mengarahkan para Verifikator jangan bersifat defensif terhadap mendapat subsidi, saat ini
terhadap analisis dokumen impor stakeholders. Setiap Pemimpin/ sedang ditangani ekspor
apakah terdapat penyimpangan/ Leader harus mengambil pupuk illegal.
anomali, apabila terdapat keputusan. Setiap keputusan pasti l Dikarenakan Kurs Rupiah yang
penyimpangan segera rencanakan ada resikonya, maka ambil resiko melemah terhadap US $,
tindak lanjutnya. terendah. maka kepada KPBC di
3) Audit 7). Hilangkan pungutan-pungutan Bandara Internasional agar
Mempercepat proses audit tidak resmi dalam pelayanan. melakukan pengawasan
khususnya yang berpotensi d. Pengawasan terhadap pembawaan Rupiah
tambah bayar 1) Prefentif yang melebihi ketentuan ke
4) Tagihan Prefentif bersifat mencegah, luar negeri. Apabila perlu
Mengaktifkan tagihan piutang agar dengan meningkatkan unit yang lakukan koordinasi dengan
segera terealisir pelunasannya bersifat analisis intelijen guna aparat Kepolisian.
5) Memperketat Permohonan mengurangi pelanggaran l Peningkatan Integritas
Keberatan. kepabeanan. Jangan sampai pegawai, meningkatkan
6) Cukai Kantor Pusat menurunkan Tim ke kembali pengawasan melekat
l Memperlancar distribusi Pita daerah untuk merespon informasi. dari tiap unit kerja. Menindak
Cukai jangan sampai ada Apabila ada Tim dari Kantor Pusat tegas dan konsisten terhadap
perusahaan yang terlambat maka Kantor Daerah tidak perlu pegawai-pegawai yang
menerima pita cukai bersifat resisten, karena tujuannya melanggar kode etik.
pesanannya. bukan mencari masalah tapi Sumber : Bagian Organisasi dan Tatalaksana
l Memperketat pengawasan menyelesaikan masalah. Sekretariat Direktorat Jenderal
terhadap produksi dan 2) Represif : Pembentukan Satgas Kantor Pusat DJBC
distribusi MMEA dan HT tanpa DOK. WBC
pita cukai, menggunakan pita
cukai palsu, dan
menggunakan pita cukai
bukan haknya.
l Meneliti pemesanan Pita Cukai
oleh perusahaan gol. III B
apakah dilakukan oleh satu
grup keluarga yang dapat
mempengaruhi gol maupun
HJE.
c. Fasilitas Perdagangan
1). Akan dilakukan evaluasi
penetapan jalur terutama
implementasi penetapan jalur
terhadap Importir Produsen (IP).
Target Jalur Merah tidak lebih dari
20 persen. Akan diambil langkah-
langkah lebih cepat untuk
penetapan Jalur IP yaitu
berdasarkan hasil pemeriksaan
fisik apabila telah dilakukan
pemeriksaan 5 kali kedapatan
sesuai maka rubah menjadi Jalur
Hijau.
2). Menghilangkan jalur birokrasi yang PATROLI LAUT. Agar membuat target pengawasan terhadap barang-barang yang menjadi isu
berpotensi untuk dapat dihilangkan seperti: gula, TPT, dan beras.

EDISI 371 OKTOBER 2005 WARTA BEA CUKAI 25


PENGAWASAN
WBC/ATS

MEMBUKA TRAINING. Sumantri, Kepala Subdirektorat Pengawasan Barang Larangan dan Pembatasan, direktorat P2, membuka training di wisma
anjing pelacak, KP DJBC.

DJBC - CNB Singapura


Narcotics Intelligence Operations
Training Workshop
Training kali ini berbeda dengan sebelumnya dimana lebih menekankan pada intelligence.

P
ada 13 – 16 September 2005, Internasional I, Dit. Kepabeanan kantor pelayanan Bea Cukai yang
Direktorat Jenderal Bea dan Internasional. membawahi pelabuhan besar, seperti
Cukai (DJBC) bekerjasama Sedangkan perwakilan dari CNB Batam, Medan, Soekarno Hatta,
dengan Central Narcotics Bureau adalah Paschal Rebeira, selaku Tanjung Emas, Tanjung Priok,
(CNB) Singapura, menyelenggarakan Assistant Director for Intelligence, Ngurah Rai, Pontianak, Balikpapan,
Narcotics Intelligence Operations CNB Singapore dan para trainer, Jogjakarta, Surabaya, Tanjung Perak,
Training Workshop. yakni Mohd Hamzah Bin Md Yusop, Juanda dan Pekanbaru.
Bertempat di Wisma Anjing Saherly Limat, Muru A, Resely Dalam wawancaranya dengan
Pelacak, Kantor Pusat DJBC, training Sheron, Mohd Raziff Mohd Yussof, WBC, Paschal Rebeira, Assistant
tersebut dibuka oleh Sumantri, Affendi Ideris, Mohd Afandy Jaapar, Director for Intelligence, CNB
Kepala Subdirektorat Pengawasan Loh Sze Sin, Lau Wee Seng dan Singapore mengatakan, pihaknya
Barang Larangan dan Pembatasan, Andrew Ngoh Chiou Guey. sudah bekerjasama dalam jangka
direktorat P2. Hadir dalam Para peserta training berjumlah waktu yang lama dengan Indonesia
pembukaan tersebut Istyastuti 30 orang pegawai yang berasal dari khususnya Indonesian Customs.
Wuwuh Asri, Kasubdit Kerjasama Kantor Pusat DJBC dan kantor- Training kali ini merupakan training

26 WARTA BEA CUKAI EDISI 371 OKTOBER 2005


yang kedua (yang pertama di Batam, sangat serius yang dihadapi dunia training ini menguntungkan kedua
Agustus tahun lalu-red). pada saat ini. Walaupun secara belah pihak (Indonesia dan
Rebeira menjelaskan, training global pengawasan terhadap Singapura). Pasalnya, untuk
kali ini berbeda dengan sebelumnya peredaran drugs lebih baik dari menangkal peredaran drugs tidak
dimana lebih menekankan pada sebelumnya, pada saat yang bisa dilakukan secara sendiri-sendiri
intelligence (bagaimana melakukan bersamaan tantangan yang ada juga tapi dibutuhkan kerjasama, saling
suatu operasi berdasarkan pada semakin besar, para pengedar belajar, berbagi pengalaman dan
informasi intelligence yang diterima semakin banyak akal. mengaplikasikannya. Intinya,
dan analisa yang dilakukan). “Sehingga dapat saya katakan, dibutuhkan kerjasama internasional
Sehingga, walaupun training ini kondisi peredaran drugs terutama di untuk melawan peredaran narkotika
spesial untuk airport tapi bisa juga Asia tenggara, we slowly winning the tersebut.
digunakan pada sea port. war against drugs,” kata Rebeira. “Selain itu, tantangan yang
Selama dua hari, para peserta Untuk itu, ia sangat setuju dengan dihadapi Indonesia tidak sama
diberikan pelatihan berupa teori. penggerebekan beberapa night club dengan Singapura. Jadi, dengan
Dalam pelatihan teori tersebut para di Indonesia, khususnya Jakarta, saling berbagi pengalaman akan
trainer dan peserta saling berbagi untuk menangkal peredaran drugs. diperoleh strategi yang baik untuk
pengetahuan dan pengalaman, Oleh sebab itu, lanjut Reberia, menangkal peredaran drugs
antara lain bagaimana cara
mengecek dokumen, menganalisa WBC/ATS
informasi intelligence dan bagaimana
cara bekerja secara intelligence
sehingga operasi dapat dilakukan.
Setelah itu, para peserta melakukan
praktek simulasi selama satu hari di
Bandara Soekarno Hatta dan Wisma
Anjing Pelacak. Kemudian, pada hari
terakhir dilakukan evaluasi.
Sumantri, Kepala Subdirektorat
Pengawasan Barang Larangan dan
Pembatasan menambahkan, para
peserta disibukan dengan materi-
materi pelatihan dan metode control
delivery. Dalam training ini semua
peserta akan diperkenalkan pada
develop technic of managing and
indentifying drugs, smuggling dan
juga technical knowledge to analize
information regarding the illegal
drugs trafficking.
Selain pelatihan yang diperoleh
dari CNB, pihak DJBC sendiri
menyisipkan materi mengenai anjing
pelacak. Jadi, pada saat praktek,
anjing pelacak tersebut akan
melakukan demo untuk melacak
suspect (dalam praktek, tiga orang
trainer dari CNB akan berpura-pura
menjadi suspect yang membawa
drugs. Untuk itu, ketiga orang terse-
but tidak muncul pada saat pemberi-
an teori sehingga peserta training
tidak mengenali wajahnya-red).
Tak hanya itu, DJBC juga
menyisipkan materi mengenai
bagaimana melakukan tes narkotika
dengan menggunakan narco test
(alat tes narkotika). “Jadi untuk
anjing pelacak dan narco test, secara
operasional kita yang melakukannya.
Pihak CNB sebagian besar hanya
memberikan teori tentang operasi
dalam rangka pelacakan narkotika,
seperti bagaimana cara melacak dan
mengejar suspect yang dilakukan
dengan metode control delivery,” ujar
Sumantri.

PEREDARAN DRUGS MAKIN


MENGKHAWATIRKAN
Rebeira mengakui, masalah
peredaran drugs (obat-obatan
terlarang) merupakan masalah yang SAAT SIMULASI. Para peserta training melakukan praktek simulasi narco test.

EDISI 371 OKTOBER 2005 WARTA BEA CUKAI 27


PENGAWASAN

Sejarah Kerjasama DJBC - CNB


T
an Seck Kang, Director Central Narcotics 28 Agustus 2004, di Denpasar, Bali. Pertemuan
Bureau of Singapore dengan surat no: CNB/ dibagi kedalam dua sesi, dibagian pertama
202F TFI tanggal 2 Oktober 2001, masing-masing delegasi menyampaikan presentasi
mengundang bilateral meeting antara DJBC yang berisi perkembangan terakhir perdagangan
Indonesia dan CNB Singapura pada 23 – 25 gelap narkotika dan psikotropika. Sedangkan sesi
Oktober 2001 di Singapura, berkaitan dengan kedua adalah diskusi. Delegasi CNB membagi
sindikat perdagangan obat terlarang. Perwakilan presentasinya kedalam dua bagian. Pertama
Direktorat Jenderal Bea dan Cukai yang hadir pada mengenai The Narcotics Enforcement Training
saat itu adalah DR. Permana Agung, M.Sc, Abdul Workshop yang diadakan pada awal Agustus 2004
Rachman, B.Sc, Dra. Cantyastuti Rahayu, Drs. di Batam, sedangkan bagian kedua mengenai
Jusuf Indarto dan Drs. Setio Juwarno. Singapore Drug Situation 2003.
Bentuk kerjasama kedua instansi tersebut Mengenai training, CNB menyadari bahwa
dilakukan melalui tukar menukar informasi intelijen kedua instansi perlu untuk mengetahui kebutuhan
dan kegiatan investigasi bersama serta control masing-masing. Sebagai hasil evaluasi
delivery. pelaksanaan The Narcotics Enforcement Training
Pertemuan kedua diselenggarakan pada 27 – Workshop, disetujui waktu pelaksanaan training
28 Maret 2002 di Batam dengan hasil kesepakatan yang lebih lama, misalnya lima hari, dengan satu
sebagai berikut: hari berupa kunjungan ke Singapura, agar para
a. Kedua belah pihak sudah dapat melakukan peserta training dapat melihat cara kerja CNB
pertukaran data-data dan informasi (Intelligent melaksanakan tugasnya sehari-hari.
Exchange) berkaitan dengan upaya Disamping itu, meski tidak mengadakan training
pencegahan dan peredaran gelap narkotika dan khusus untuk pegawai/peserta dari administrasi
psikotropika. diluar CNB, tetapi training yang diadakan untuk
b. Mekanisme dan teknik joint surveillance dan pegawai CNB pada dasarnya terbuka untuk
joint investigation. peserta dari luar negeri (foreign participants).
c. Studi banding pihak DJBC ke Singapura dalam Selain itu CNB juga berjanji akan memberikan
rangka pertukaran teknologi dan informasi. bahan-bahan pseudo-narcotics yang dapat
d. Penetapan contact person untuk memudahkan digunakan untuk melatih anjing pelacak narkotika.
koordinasi. Kemudian, DJBC memaparkan presentasi
Pertemuan ke tiga diselenggarakan pada 21 – mengenai perkembangan terakhir pemberantasan
23 Oktober 2003 di Singapura. Pada kesempatan peredaran gelap narkotika. Usaha yang dilakukan,
tersebut dipaparkan oleh kedua belah pihak, antara lain pembentukan Airport Interdiction Task
perkembangan struktur organisasi masing-masing Force di bandara-bandara nasional dan
institusi, perkembangan narkoba di Singapura dan internasional, Significant Seizures selama akhir
faktor-faktor kunci sukses yang dimiliki CNB serta 2003 sampai dengan pertengahan 2004, dengan
informasi terbaru dari kegiatan yang dilakukan oleh modus operandinya serta pengawasan prekursor.
CNB maupun DJBC. Hasil kesepakatan dalam Kedua pihak sepakat untuk terus meningkatkan
pertemuan tersebut antara lain : kerjasama dan mengadakan pertemuan berikutnya
l Terus meningkatkan pertukaran informasi. pada 2005 di Singapura.
l Penetapan contact person. Pada 13 – 16 September 2005 diselenggarakan
l Dalam hal tertentu dapat melakukan joint training kedua yang bertempat di Wisma Anjing
surveillance. Pelacak, Kantor Pusat DJBC, Jakarta, yang diikuti
Kerjasama antara DJBC dan CNB Singapura oleh 30 peserta. Pembukaan training dilakukan
dalam penyelenggaraan training yang pertama oleh Sumantri, Kasubdit PBLP didampingi Istyastuti
dilakukan pada 4 – 6 Agustus 2004 di Batam. Wuwuh Asri, Kasubdit Kepabeanan Internasional.
Dalam training tersebut, CNB mengirimkan tiga Hadir dalam pembukaan tersebut, Paschal
orang trainers (officers) dan satu orang support Rebeira, Assistant Director for Intelligence of CNB
officer. Singapore dan para trainer yang berjumlah 10
Pertemuan kempat diselenggarakan pada 26 – orang. Bahan Dit. Kepabeanan Internasional

tersebut,” imbuh Rebeira. Untuk itu ia SD (terutama yang di kota-kota training juga diharapkan dapat
berharap kerjasama ini akan terus besar) sudah banyak yang menerapkan dan membagi ilmu yang
dilanjutkan dimasa yang akan mengkonsumsi drugs. Ia pun diperoleh pada rekan-rekannya di
datang. berharap agar kerjasama antara tempat tugas masing-masing.
Hal tersebut diamini Istyastuti DJBC dan CNB Singapura akan terus I Ketut Sugiarta, salah seorang
Wuwuh Asri, Kasubdit Kerjasama ditingkatkan, paling tidak akan terus peserta dari KPBC Ngurah Rai
Internasional I, Dit. Kepabeanan dijaga keutuhannya. mengungkapkan pendapatnya
Internasional. Menurutnya, saat ini Sumantri menambahkan, selain mengenai training tersebut.
peredaran drugs sudah sampai pada berharap agar training ini dapat Menurutnya, training ini secara
tingkat yang sangat rawan. Anak- meningkatkan Sumber Daya Manusia khusus mengajarkan tentang
anak yang masih duduk di bangku (SDM) para pegawai, para peserta bagaimana caranya melakukan

28 WARTA BEA CUKAI EDISI 371 OKTOBER 2005


WBC/ATS
penangkapan dan control delivery
(penyerahan yang terkendali).
Namun, sesuai dengan UU
Narkotika, tugas control delivery
diemban oleh kepolisian. Sehingga,
materi yang paling banyak
relevansinya dengan tugas-tugas bea
cukai di lapangan adalah materi
intelligence, terutama untuk
menangani keluar masuknya drugs.
Ketut menyarankan agar training
ini dapat diselenggarakan secara
rutin. Sebab dengan adanya training
ini, petugas bea cukai dapat
meningkatkan kinerja dan
kemampuannya.
Tak jauh berbeda dengan Ketut,
Yacobus Agus Wahyudiono,
peserta dari KPBC Balikpapan
mengatakan, semua materi yang
diberikan pada dasarnya relevan
dengan tugas-tugas bea cukai
selama ini. Tetapi, ada materi yang
selama ini sudah dilakukan oleh Bea
dan Cukai, contohnya source han-
dling (membina informan atau
memasang informan atau mencari
informasi). Hanya saja, masalah DISKUSI. Selama dua hari, para peserta diberikan pelatihan berupa teori.
yang dihadapi lebih spesifik yakni
penyelundupan narkotika. mengarah pada tugas-tugas kualitas dan kuantitas. Ia juga
Ia juga mengatakan, control kepolisian. Di akhir wawancara menyarankan agar training ini tidak
delivery merupakan materi yang baru Yacobus berharap agar training ini hanya diselenggarakan di Kantor
baginya, namun materi tersebut lebih dapat ditingkatkan lagi, baik dari segi Pusat, tetapi juga di daerah. ifa
WBC/ATS

FOTO BERSAMA. Sebelum diklat dimulai, seluruh peserta training berpose bersama dengan para trainer dari CNB Singapura.

EDISI 371 OKTOBER 2005 WARTA BEA CUKAI 29


PENGAWASAN

Pita Cukai Palsu dan Papaver Somniferum


Ditegah Petugas Bea Cukai
Sebanyak 30 tangkai bunga papaver somniferum diimpor dari Belanda yang
ternyata dapat diolah menjadi bahan baku morfin dan shabu-shabu. Sementara itu
sebanyak 120 keping pita cukai palsu yang dimpor dari Singapura juga berhasil
ditegah petugas bea cukai Soekarno-Hatta.

K
arena ketidaktahuannya akan berbeda dari yang tertera pada Akan hal tersebut, pihak importir
jenis-jenis tanaman yang dapat manifes. Padahal untuk papaver, dan kurir tidak dilakukan penahanan
diimpor ke Indonesia, jenis tersebut masih dapat diijinkan namun tetap dimintai keterangan
perusahaan importir yang bergerak masuk ke Indonesia, sementara hasil untuk proses lebih lanjut. Menurut
dibidang tanaman hias mengimpor pemeriksaan laboratorium dari Badan Kapolres Bandara AKBP Tedjo
tanaman jenis papaver somniferum Karantina Pertanian, ternyata Subagio, pihaknya yang menerima
dari Belanda. Tanaman yang diimpor jenisnya somniferum yang getahnya laporan dari bea cukai akan tegahan
berbarengan dengan tanaman jenis dapat diolah menjadi morfin atau tanaman ini langsung
lainnya ini dalam manifes disebutkan shabu-shabu. menyerahkannya kepada pihak BNN
sebagai papaver, namun setelah Dari hasil laboratorium tersebut, untuk proses selanjutnya. Dan
dilakukan pemeriksaan oleh terhadap petugas langsung menegah pihaknya juga bersama BNN telah
pentugas ternyata yang masuk kurir yang mengambil jenis tanaman bekerjasama dengan interpol
adalah papaver somniferum. ini sekaligus menegah importirnya Belanda untuk mensosialisasikan
Awalnya, petugas merasa curiga dari CV. WST. Hasil pemeriksaan kepada negara mereka kalau jenis
akan kedatangan tamanan asal petugas, kurir dan importir ternyata tanaman ini tidak dapat masuk ke
Belanda pada 23 Agustus 2005 lalu tidak mengetahui kalau jenis ini di Indonesia.
yang harga per batangnya Rp 500 larang masuk ke Indonesia. Tujuan Sementara itu petugas bea cukai
sebanyak 30 batang, bukan dari jenis mereka mengimpor hanyalah sebagai juga berhasil menegah masuknya
papaver. Jenis yang satu ini sangat rangkaian bunga hidup. pita cukai hasil tembakau tahun 2005
seri I palsu asal Singapura pada 13
WBC/ATS
Juli 2005. Pita cukai palsu yang
dalam manifes disebutkan sebagai
label, diimpor oleh PT. TUS sebanyak
5000 lembar, @ 120 keping (600.000
keping), yang harga jual ecerannya
Rp 3.900 dengan tarif cukai sebesar
26 persen.
Dengan ditegahnya pita cukai
palsu ini, maka negara diselamatkan
dari kerugian sebesar Rp
608.400.000. Menurut Kepala Kantor
Pelayanan Bea dan Cukai Tipe A
Khusus Soekarno-Hatta, Drs.
Novrial, hingga saat ini upaya
penyelundupan bukan hanya pada
rokoknya saja tapi juga sudah
mengarah pada pita cukainya,”Upaya
penyelundupan pita cukai palsu kini
mulai dicoba oleh beberapa
pengusaha hasil tembakau yang
pada intinya mereka menghindar dari
pajak yang telah ditetapkan
pemerintah,” ujar Novrial.
Lebih lanjut Novrial mengatakan,
pita cukai palsu yang ditegah juga
melanggar ketentuan tarif, dimana
seharusnya untuk tarif cukai
sebesar 26 persen, harga ecerannya
jauh lebih besar dari yang tertera.
Untuk itu pelaku PT. TUS dinyatakan
telah melanggar pasal 55 huruf b
Undang-Undang nomor 11 tahun
1995 tentang Cukai, dengan
hukuman penjara paling lama
delapan tahun dan denda paling
BERHASIL DITEGAH. Sebanyak 30 batang bunga papaver somniferum dan 5000 lembar pita cukai banyak 20 kali nilai cukai yang
hasil tembakau palsu berhasil ditegah petugas bea dan cukai Soekarno-Hatta. seharusnya dibayar. adi

30 WARTA BEA CUKAI EDISI 371 OKTOBER 2005


RUANG KESEHATAN

Tidur
Anda
Anda Bertanya
Bertanya
Dokter Menjawab
Dokter Menjawab
DIASUH OLEH PARA DOKTER
DI KLINIK KANTOR PUSAT DJBC

SAMBIL BERJALAN
A
nak saya (8), hampir setiap Sama halnya dengan gangguan tidur teror atau stress, program TV yang tidak
malam ketika tertidur, membuka pada gangguan tidur jalan pun seringkali menyenangkan, coba didiskusikan
pintu kamarnya dan berjalan ditemukan ada kaitannya dengan faktor masalah ini dengan anak.
keluar kamar dalam keadaan tidur. stress yang dialami. Kita harus meneliti 3. Usahakan tidak membangunkan anak
Kejadian demikian telah berjalan semua faktor dalam kehidupan anak ibu pada saat sedang tidur jalan tapi
selama 1 tahun terakhir. Saat tertidur untuk dapat menentukan apakah perlu dibimbing kembali ke tempat tidur.
sambil berjalan ia akan menuju tempat dilakukan penanganan lebih insentif 4. Melindungi anak dari kecelakaan bila
barang-barang mainannya. Diambilnya seperti misalnya psikoterapi anak, ia tidur jalan dengan menyingkirkan
mobil-mobilan, lalu bermain seperti psikoterapi keluarga (yaitu berkonsultasi benda-benda yang membahayakan.
layaknya dalam keadaan biasa. Setelah dengan psikolog) atau karena obat-obatan 5. Pintu serta jendela rumah harus diberi
itu ia akan ke tempat tidurnya lagi dan dapat menimbulkan efek samping bila kunci yang lebih kokoh.
melanjutkan lelapnya kembali. Yang dipakai jangka panjang, maka pemakaian
ingin saya tanyakan, apakah kondisi ini obat sebaiknya dihindarkan. Terutama jalinlah kedekatan dengan
normal buat anak saya lalu Gangguan tidur jalan biasanya hilang anak ibu, beri dia rasa aman pada saat
berpengaruhkah bagi perkembangan sendiri setelah beberapa tahun namun menjelang tidur. Mudah-mudahan akan
jiwanya ? ada juga yang menetap sampai dewasa. membantu anak ibu mengatasi masalah
Hal-hal yang dapat ibu lakukan tidur ini.
JAWAB : antara lain :
Gangguan tidur seperti ini disebut 1. Menciptakan kebiasaan tidur yang
gangguan tidur jalan atau baik dan menyenangkan, yaitu dengan
somnambulisme. Sering terjadi pada anak mengantar tidur anak, pelukan dan
diantara usia 6-12 tahun. Diperkirakan ciuman sebelum tidur atau memba-
antara 1-15 % dari semua anak pernah cakan cerita sebelum tidur.
mengalami gangguan tidur jalan. Anak 2. Bila gangguan tidur anak
laki-laki lebih sering mengalami hal ini dari karena adanya
pada anak perempuan dan kadang- tekanan
kadang disertai dengan gangguan tidur
teror (bangun dan disertai jeritan atau
merintih) ataupun mengompol.
Dahulu diperkirakan bahwa penye-
bab gangguan tidur pada anak adalah
karena terganggunya salah satu fungsi
tubuh misalnya karena gangguan
pernapasan, pencernaan dan lainnya.
Namun pendapat ini telah berubah dan
para ahli berpendapat bahwa gangguan
tidur anak dicetuskan oleh hal yang
lebih kompleks, seperti rasa tidak aman
pada anak, ada kejadian yang
berakibat trauma pada anak, stress,
kepribadian yang sulit dan lain-lain.
Gejala somnambulisme ini biasanya
ditandai dengan mendadak bangkit dan
duduk ditempat tidur, mata terbuka namun
seolah-olah tak melihat kemudian turun
dari tempat tidur dan berjalan. Meskipun
gerakannya canggung, namun ia jarang
jatuh atau menabrak benda yang ada
disekitarnya kejadian ini dapat
berlangsung singkat dalam waktu kurang A
dari 1 menit saja, tapi dapat pula EW
STIM
berlangsung lebih dari ½ jam. Episode ini : I
TO
biasanya berakhir dengan si anak kembali FO
ke tempat tidur dan pada pagi hari tidak
ingat kejadian semalam.
Dengan rekaman EEG (Elektro
Ensefalogram) yaitu rekaman impuls listrik
di otak, tidak ditemukan adanya kelainan.

EDISI 371 OKTOBER 2005 WARTA BEA CUKAI 31


DAERAH KE DAERAH

KPBC Tipe C Bengkulu


HARUS BANTING SETIR
DAN JEMPUT BOLA

KPBC TIPE C BENGKULU. Optimis beban target tahun ini dapat tercapai.

Geliat pelayanan kepabeanan di KPBC Bengkulu kini mulai terasa lagi setelah tiga tahun vakum
melayani kegiatan impor. Diawali dengan pemberian fasilitas importasi instalasi mesin untuk
pembangunan pabrik CPO (Crude Palm Oil) baru di Muko-Muko Bengkulu.

K
ondisi perekonomian daerah yang masuk, demikian diungkapkan Pjs. batu bara dan karet. Sedangkan kayu
belum mantap, serta rendahnya Kepala KPBC Tipe C Bengkulu, Rudi yang diolah untuk menjadi moulding
industrialisasi di Bengkulu Aji Hermawan, SE, MSi. Menurutnya, (papan hias), baru saja dimulai
menyebabkan daerah ini masih kondisi ini membuat Bengkulu menjadi ekspornya sekitar bulan Mei-Juni 2005
mengandalkan barang mentah di sektor sesuatu yang kurang menarik bagi setelah non aktif dari tahun 2002. Untuk
perkebunan maupun pertambangan. dunia usaha maupun pengusaha jasa komoditas CPO yang pernah singgah
Padahal jika dilakukan melalui proses transportasi laut, meskipun hanya untuk ekspor di Bengkulu, sekarang sudah
yang semestinya, diolah menjadi sekedar mampir di sana. pindah ke pelabuhan lain seperti
barang siap pakai akan menghasilkan Faktor ini pula, lanjut Rudi, Padang, Lampung dan Palembang.
nilai tambah ekonomis yang tinggi. membuat persepsi KPBC Bengkulu Karena itu target penerimaan bea
Kondisi ini juga yang menjadi penyebab tahun 2005 dalam bentuk bea masuk masuk sejak tahun 2003 sampai 2004
terjadinya kevakuman kegiatan impor sebesar hampir 2 milyar rupiah lepas sama sekali tidak terpenuhi, karena bea
khususnya di wilayah kerja Kantor dan masuk menjadi persepsi KPBC masuk pada periode ini realisasinya nol
Pelayanan Bea dan Cukai (KPBC) Lampung atas importasi gula jatah persen.
Bengkulu. Provinsi Bengkulu. Penyebabnya itu Sebelumnya, andalan persepsi
Kevakuman itu semakin diperparah tadi, kapal tidak bisa masuk ke penerimaan hanyalah dari pemasukan
dengan kondisi pelabuhan Pulau Baai Pelabuhan Pulau Baai. barang impor yang pernah diperoleh
yang mengalami pendangkalan serius Sementara itu, kegiatan dominan dalam jumlah signifikan oleh KPBC
menyebabkan hanya kapal bertonase KPBC Bengkulu saat ini adalah Bengkulu. Itu terjadi pada 2002 yang
maksimal 1200 ton saja yang bisa pelayanan ekspor untuk jenis komoditi berasal dari komoditas beras dengan

32 WARTA BEA CUKAI EDISI 371 OKTOBER 2005


DOK. KPBC BENGKULU
perolehan bea masuk sebesar 7,6 Mengenai kemudahan yang
milyar rupiah. Namun kegiatan tersebut dijanjikan, KPBC Bengkulu memberikan
tidak dapat diandalkan untuk dijadikan kemudahan pembongkaran barang
penerimaan rutin dan itu kini terbukti impor di lapangan penimbunan milik
dengan tidak adanya importasi beras importir di lokasi pabrik yang tujuannya
sampai dengan sekarang. Selain untuk pengamanan barang, mengingat
importasi beras, juga ada impor lokasi bongkar bukan di pelabuhan.
sementara metal box untuk returnable Dan pemeriksaan fisik di lapangan
package (kemasan berulang) untuk penimbunan milik importir.
komoditi karet yang mampir ke Provinsi Untuk mengantisipasi itu, jauh-jauh
Bengkulu dari Thailand dan Malaysia. hari pihak KPBC Bengkulu yang mem-
Sebenarnya upaya Pemerintah punyai lingkup daerah pengawasan
Daerah (Pemda) cukup serius dan meliputi seluruh Provinsi Bengkulu
maksimal untuk menggiatkan kegiatan membentang dari arah selatan ke utara
ekspor impor di Provinsi Bengkulu. di pesisir barat Samudera Indonesia
Salah satunya dengan mengadakan dengan panjang sekitar 500 km ini telah
lokakarya tentang investasi yang mempersiapkan personil, sisdur,
diselenggarakan Badan Koordinasi senjata api dan prasarana transportasi
Penanaman Modal Daerah (BKPMD) serta perbekalan (waakloon/
Bengkulu, dihadiri seluruh jajaran vacatieloon) untuk mendukung kegiatan
Pemda Bengkulu dan para pengusaha ini, mengingat lokasinya di pedalaman
lokal dan nasional, termasuk pula dikelilingi hutan dan perkebunan sawit.
secara intensif menekan pihak Pelindo Untuk itu, dibentuk tim sebanyak 6
II untuk melakukan pengerukan alur orang pegawai yaitu; M.Arifin sebagai
RUDI AJI HERMAWAN SE, M.Si. Kerap
pelabuhan. mempromosikan kemudahan dan fasilitas Bea Ketua tim, anggota masing-masing
“Sementara itu kami harus banting dan Cukai kepada dunia usaha agar mau Dahmad, Suryadi, Ubay Dillah, Tasrip
setir dan jemput bola. Tidak ada cara berinvestasi di Bengkulu. dan Dimyati sebagai pemeriksa.
lain kecuali KPBC harus melakukan Kepala kantor menugasi tim ini
promosi intensif di setiap kesempatan. dalam bentuk mesin dan instalasi untuk untuk melakukan bootzoeking,
Kalau tidak begitu, ya seperti kemarin pembangunan pabrik CPO baru di pengawalan, pemeriksaan dan
konsekuensinya dengan hasil bea Desa Air Hitam, Pondok Suguh, Muko- pengamanan barang impor maupun
masuk nihil,” demikian kata Rudi yang Muko Bengkulu yang menggunakan personil dengan kekuatan satu revolver
promosinya dikhususkan pada fasilitas fasilitas PMDN master list dari BKPM Taurus dan dua senapan Valmet milik
dan kemudahan dari Bea dan Cukai sudah lama ditunggu-tunggu dan KPBC Bengkulu yang sudah diperbarui
kepada dunia usaha agar para investor melalui proses yang lama. Dan menurut ijinnya sejak 28 Juni 2005 setelah 11
tertarik berinvestasi di Bengkulu. Rudi ini akan menjadi awal yang baik tahun mati ijinnya. Senjata api pun
Dirinya yakin dan percaya, cara sekaligus penglaris bagi Pemberitahu- dikuasakan kepada pegawai yang
paling cepat untuk meningkatkan an Impor Barang (PIB) setelah menurut pandangan Rudi pegawai itu
perekonomian daerah Bengkulu adalah mengalami kevakuman sejak 2003. dianggap mampu serta cakap.
industrialisasi sesegera mungkin, DOK. KPBC BENGKULU
terencana dan berkesinambungan,
bukan berjualan bahan mentah kepada
daerah lain. Bengkulu dikenal kaya
hasil bumi kelapa sawit, kopi, karet,
pasir besi, sayur mayur/hortikultura,
apabila hasil itu diproses lebih lanjut di
Bengkulu akan mempunyai nilai
tambah ekonomis yang signifikan.

PROMOSI FASILITAS BEA DAN CUKAI


Pada berbagai kesempatan
promosi, Rudi dengan lantang selalu
menekankan fungsi Bea dan Cukai
tidak hanya memungut bea masuk dan
cukai saja, tetapi sekaligus fasilitator
perdagangan dan industri. Bahkan
sampai-sampai ia katakan bahwa
KPBC Bengkulu siap ”cuci gudang”
supaya dagangannya itu bisa laku.
Benar juga, promosi yang
dilakukannya tidak sia-sia. Dalam
perjalanan waktu kemudian seorang
pengusaha tertarik dengan tawaran
kemudahan fasilitas Bea dan Cukai.
Dia lantas mendatangi KPBC, dan
komitmen sesuai janji, berani Rudi
berikan asalkan masih menjadi
wewenangnya dalam kerangka
Undang-Undang Kepabeanan. Akhirnya
pengusaha tadi berminat mendirikan SEBAGIAN ANGGOTA KPBC BENGKULU. Melakukan pengawasan dan pemeriksaan fisik barang
pabrik CPO baru di Desa Air Hitam. impor untuk mengamankan hak keuangan negara di lokasi Desa Air Hitam, Pondok Suguh, Muko-
Realisasi importasi barang modal Muko, Bengkulu.

EDISI 371 OKTOBER 2005 WARTA BEA CUKAI 33


DAERAH KE DAERAH
DOK. KPBC BENGKULU
Argomakmur, Bengkulu yang
diprediksikan awal tahun 2006 mulai
melakukan impor instalasi mesin.
Menurut Pj Kepala Kantor,
masyarakat sekitar pun antusias
menyambut bea dan cukai, serta
mengucapkan terimakasih karena
dengan adanya pabrik CPO di
desanya, mereka merasakan imbas
positif secara ekonomi. Aparat lain,
menurut Rudi, dari TNI, Brimob dan
Pemda setempat juga menghargai
dan menghormati eksistensi bea dan
cukai di sana, mereka tidak
menyangka kalau bea dan cukai juga
dipersenjatai. Bahkan mereka meng-
akui senjata api yang dimiliki KPBC
Bengkulu unik dan baru dilihatnya
senjata api jenis senapan merk
Valmet yang buatan Finlandia itu.
“Pokoknya kami sudah bertekad
dan satu kata, akan bekerja keras
dan sungguh-sungguh memberikan
yang terbaik untuk direktorat
jenderal. Meski ada kendala, tetapi
itu klasik yaitu kondisi perekonomian
setempat yang masih belum mapan
serta basis industri yang rendah.”
Pada kesempatan ini pula, Rudi
menyampaikan terimakasih kepada
Z.A Likumahwa yang ketika itu
KPBC BENGKULU. Menfasilitasi importasi barang modal mesin dan instalasinya untuk membangun Kepala Kanwil III DJBC Palembang
pabrik CPO di Desa Air Hitam, Pondok Suguh, Muko-Muko, Bengkulu dipimpin langsung Pj. Kepala atas kepercayaan yang diberikan
KPBC Bengkulu Rudi Aji Hermawan (berpakaian safari) padanya untuk penugasan sebagai
Pj. Kepala KPBC Bengkulu. Perintah
Disela-sela penjelasannya masuk dari investasi pembangunan Kakanwil, diakuinya sangat singkat
mengenai kegiatan pengawasan, pabrik CPO apabila seluruhnya telah tetapi skalanya luas yaitu Benahi
Rudi menyelipkan cerita lucu selesai, sekitar 500 juta rupiah yang KPBC Bengkulu !, dan perintah itu ia
berkaitan dengan aturan ketat bisa dicapai tahun 2005. Beban usahakan untuk dijalankan dengan
pemakaian senjata api kepada anak target KPBC Bengkulu tahun 2005 penuh tanggung jawab serta
buahnya. “Saking taatnya pada sebesar Rp. 896.624.000. sungguh-sungguh di semua aspek
perintah akan penggunaan senjata Setidaknya dari kegiatan ini yang perlu pembenahan dengan
api yang ketat saya awasi, saat terkumpul sekitar 55,8 persen. senantiasa menjaga nama baik dan
mengusir babi liar di hutan, mereka Sementara dari sektor cukai, wibawa Direktorat Jenderal Bea dan
yang gagah berseragam dan berdasarkan data yang ada selama Cukai di Provinsi Bengkulu.
bersenjata lengkap, mengusir babi ini menunjukkan bahwa KPBC Jika mengingat kembali awal
dengan melempar batu. Untung tidak Bengkulu tidak pernah memasukkan usaha mempromosikan fasilitas dan
ada aparat lain yang menyaksikan, ke kas negara sebagai persepsi kemudahan dari Bea dan Cukai
kalau ada pasti mereka tertawa cukai, sehingga praktis selama ini diakui Rudi, hanya untuk
terpingkal-pingkal karena pegawai KPBC Bengkulu tidak melayani mendapatkan satu PIB saja guna
bea cukai yang gagah memakai cara kegiatan cukai. Untuk sektor ini, memperoleh persepsi bea masuk,
zaman batu untuk mengusir bahaya.” lanjut Rudi, pihaknya sudah pihaknya mesti bekerja keras dan
Semuai pegawai yang ditugaskan berikhtiar memfasilitasi calon dua aktif serta harus menjemput bola,
tadi akhirnya telah kembali dari perusahaan rokok golongan bahkan seringkali bolanya walaupun
penugasan dengan selamat, tidak pengusaha kecil yang sekarang sudah dijemput, tidak didapatkan.
ada amunisi yang terpakai selama masih dalam proses penerbitan Namun itu semua dianggapnya
penugasan. Para pelaksana dari NPPBKC (Nomor Pokok Perusahaan sebagai tantangan guna
senior sampai yang baru lulus Barang Kena Cukai). menumbuhkan motivasi dan
Diploma I Bea dan Cukai bahkan senantiasa bersemangat agar terus
CPNS pun Rudi libatkan untuk DUA PABRIK CPO LAGI berkarya dan bekerja dengan baik.
mengamankan hak keuangan negara Kini, pihak KPBC masih Untuk memperlancar tugas terse-
berupa bea masuk dengan besaran berupaya mendekati secara intensif but dirasa perlu dukungan personil,
maksimal 5 persen, sedangkan PPN pihak pengusaha untuk mau maka itu pada September 2005
dan PPh impor dibebaskan. “Saya membuka lagi pabrik serupa di KPBC berencana meminta tiga per-
bersyukur mereka telah menjalani Bengkulu dengan harapan sebelum sonel lagi dengan kualitas lulusan
penugasan luar selama seminggu akhir tahun sudah ada realisasi. Dan Diploma I yang masih fresh dan ber-
dengan hasil sangat baik dan berdasarkan keterangan yang WBC semangat mengingat KPBC Bengkulu
sempurna, telah terkumpul bea himpun dari Kepala KPBC Bengkulu yang memiliki 11 pegawai termasuk 1
masuk untuk shipment pertama via telepon diketahui rencana orang CPNS, sudah memiliki satu
sekitar 105 juta rupiah.” tersebut sudah dalam tahap Kawasan berikat atas nama PT.
Rudi optimis beban target tahun negosiasi untuk membangun lagi dua Agricinal yang rencana operasional-
ini dapat tercapai. Prediksi bea pabrik CPO di daerah Seluma dan nya pada Oktober 2005. ris

34 WARTA BEA CUKAI EDISI 371 OKTOBER 2005


PENYERAHAN BARANG MILIK NEGARA
Untuk Korban Bencana Alam
Terhadap barang-barang tersebut, kemudian diusulkan kepada Menteri Keuangan untuk
disumbangkan kepada pihak-pihak yang membutuhkan.

P
DOK. WBC
ada 15 September 2005, Kantor Wirawan Sahli, barang-barang yang
Pelayanan Bea dan Cukai (KPBC) disumbangkan itu, diperoleh dari impor
Bandung menyerahkan 135 karton barang yang tidak disampaikan dalam
kurang lebih 21 roll pakaian, tekstil dan dokumen pemberitahuan.
vitamin untuk korban bencana alam. Dalam satu kontainer yang berisi
Barang tersebut diserahkan melalui bermacam-macam barang tersebut
Palang Merah Indonesia (PMI) Cabang setelah dilakukan pemeriksaan ada
Bandung di Jalan Aceh No. 79 beberapa komoditi antara lain tekstil,
Bandung. Rincian barang-barang pakaian campuran, dan vitamin
tersebut adalah : (suplemen) asal Cina yang tidak
l 24 karton + 21 roll tekstil, diberitahukan dalam dokumen
l 91 karton pakaian campuran Pemberitahuan Impor Barang. Khusus
l 20 karton vitamin untuk tekstil memang tidak bisa
Barang-barang tersebut adalah dilakukan impor komoditi tersebut
barang impor yang terkena tataniaga yang karena terkena aturan tata niaga
tidak diberitahukan dalam pemberitahuan sehingga ditahan dan menjadi barang
sehingga menjadi barang dikuasai negara/ yang dikuasai negara.
milik negara, sesuai dengan UU Kepa- Terhadap barang-barang tersebut,
beanan No. 10 Tahun 1995, pasal 68. lanjut Wirawan, kemudian diusulkan
Menurut Kepala Kantor Pelayanan kepada Menteri Keuangan (Menkeu) WIRAWAN SAHLI, mengusulkan kepada Menteri
Bea dan Cukai Tipe A Bandung, untuk disumbangkan kepada pihak- Keuangan (Menkeu) agar barang-barang yang
dikuasai negara bisa disumbangkan kepada pihak-
DOK. KPBC BANDUNG
pihak yang membutuhkan.

pihak yang membutuhkan. Setelah


kurang lebih tiga bulan menunggu
keputusan dari Menkeu akhirnya
mendapat jawaban disetujui untuk
disumbang Persetujuan itu sesuai
dengan Surat Menteri Keuangan No. S-
4943/MK.6/2005 tanggal 29 Juli 2005
yang menetapkan bahwa barang-
barang tersebut disumbangkan untuk
korban bencana alam.
“Setelah persetujuan dari Menkeu
keluar, lantas direalisasikan, kita serah-
kan ke Palang Merah Cabang Ban-
dung. Khusus untuk komoditi suplemen
vitamin sudah dilakukan pemeriksaan
bahwa obat-obatan tersebut belum
kadaluarsa,” ujar Wirawan.
Penyerahan sumbangan dilakukan
oleh Kasi Tempat Penimbunan II Eddy
Rochendy mewakili Kepala Kantor
Pelayanan Bandung yang diterima oleh
Heri, Kepala Bidang Bantuan pada PMI
cabang kota Bandung.
Memang hal seperti ini, lanjut
Wirawan sudah beberapa kali dilakukan
oleh Kepala KPBC Bandung yang
sebelumnya, karena memang ada
keputusan dari Menkeu untuk tidak
memusnahkan barang-barang yang
sekiranya bisa disumbangkan untuk
kepentingan korban bencana. Bahkan
pada saat terjadi bencana alam tsunami
di Aceh, KPBC Bandung bersama para
pengusaha tekstil di Bandung
mengumpulkan bantuan melalui PMI
SUMBANGAN DISERAHKAN, oleh Kasi Tempat Penimbunan II Eddy Rochendy mewakili Kepala Kantor Bandung untuk kemudian disalurkan ke
Pelayanan Bandung, diterima oleh Heri, Kepala Bidang Bantuan pada PMI cabang kota Bandung. para korban bencana di Aceh. ris

EDISI 371 OKTOBER 2005 WARTA BEA CUKAI 35


RENUNGAN ROHANI

Ramadhan Syahrul Qur`an


Sesungguhnya Al-Qur’an ini memberikan petunjuk kepada (jalan) yang lebih lurus (Q.s. Al-Isra: 9)

B
ulan Ramadhan adalah bulan ke- memasukinya. Namun pernahkan dengannya secara maksimal. Semoga
agungan dengan segala kenikmatan terpikirkan oleh kita bahwasannya Allah swt menjadikan setiap ayat yang
didalamnya, kedamaian yang terasa kemuliaan kota Makkah tidaklah akan ada kita baca sebagai pemberat timbangan
bahkan oleh seluruh makhluk. Bulan yang seandainya saja di dalamnya tidak ada kebaikan kita di hari akhir nanti dan
telah merubah orang-orang yang arogan Masjidil Haram sebagai kiblat umat Islam semoga saja kita menjadi orang-orang
menjadi peramah, telah merubah orang- dan sebagai salah satu masjid suci umat pilihan yang dapat mencapai derajat
orang yang kikir menjadi dermawan, telah Islam dan yang juga merupakan salah taqwa pada bulan ini dan semoga kita
menjadikan kasih sayang dan persauda- satu sebab kemuliaan kota Makkah menjadi orang-orang yang dipilih oleh
raan sebagai salah satu warnanya yang adalah karena di kota inilah Rosululloh Allah swt untuk mendapatkan segala
sangat nyata. Inilah bulan pengampunan, Saw pernah membangun da’wah beliau. keberkahan malam Lailatul Qodar.
bulan rahmat dan bulan penuh berkah. Karena itu, memuliakan kota Makkah
Sebagaimana diperintahkan: “Hai adalah dengan mengetahuinya bahwa KEUTAMAAN MEMBACA AL-QUR’AN
orang-orang yang beriman, diwajibkan kemuliaan-kemuliaan itu tak akan pernah Allah swt menurunkan Al-Qur’an
kepada kamu puasa sebagaimana telah terjadi seandainya sebab-sebab yang yang mulia kepada Rosululloh saw,
diwajibkan atas orang-orang yang menjadikannya mulia tidak pernah ada. agar pemandu bagi umat manusia ke
sebelum kamu, supaya kamu menjadi Dari sini kita ingin juga melihat dari sisi jalan yang benar dapat menjadi
orang yang bertaqwa.” (Qs. 2:183). yang sama kepada kemuliaan bulan petunjuk bagi mereka menuju cahaya
Semua keagungan bulan Ramadhan Ramadhan, bahwa ia merupakan bulan iman. Oleh karena itu, maka Al-Qur’an
tentu saja diberikan Allah SWT kepada mulia yang telah terdapat di dalamnya adalah sebaik-baik bacaan dan amalan
kita umat Islam sebagai bulan hadiah berbagai kemuliaan dan telah terdapat dalam kehidupan umat manusia. Ada
yang tidak diberikan kepada umat-umat didalamnya berbagai keberkahan dan beberapa keutamaan bagi orang-orang
terdahulu. Pada bulan ini pulalah ada satu pengampunan yang telah Allah SWT yang membaca Al-Qur’an, diantaranya :
malam dimana kebaikan yang siapkan bagi orang-orang yang beriman, 1. Memperoleh ganjaran pahala yang
dikandungnya sama dengan seribu bulan. yang menjalankan ibadah puasa di dalam berlipat ganda. Rosululloh saw
Namun sesungguhnya apa yang telah bulan ini dengan iman dan perhitungan Bersabda, “Siapa yang membaca satu
membuat bulan ini sedemikian mulianya yang cermat, sebagaimana yang telah huruf dari kitabullah maka baginya
sehingga pada bulan ini kaum Mu’minin disabdakan Rosul mulia pemimpin satu kebaikan, dan satu kebaikan itu
diperintahkan untuk berpuasa ? sekalian alam :”Barang Siapa yang diganjarkan pahalanya dengan
Paling tidak Al-Qur’an telah memberikan berpuasa di bulan Ramadhan dengan sepuluh kali kebaikan. Dan aku tidak
penjelasan, yaitu surat Al Baqoroh 185 : iman dan perhitungan yang cermat mengatakan bahwa Alif Laam Miim itu
“Dan pada bulan Ramadhan ini, yaitu mengenai setiap waktu didalamnya satu huruf, melainkan Alif itu satu
bulan yang diturunkan didalamnya Al maka Allah akan mengampuni seluruh huruf, Laam itu satu huruf dan Miim itu
qur’an, sebagai petunjuk bagi manusia dosa yang pernah dilakukannya pada satu huruf.” (HR. Turmudzi)
dan sebagai penjelas atas petunjuk itu masa-masa lalu. (HR. Bukhari Muslim). 2. Memperoleh Syafa’at Al-Qur’an.
dan sebagai pembeda antara yang haq Namun semua kemuliaan itu tentunya Rosululloh saw Bersabda,”Bacalah Al-
dan yang bathil. Maka barang Siapa tak akan lengkap jika dalam memuliakan Qur’an, maka sesungguhnya ia akan
bertemu dengan bulan ini maka hendak- bulan ini, atau dalam menjalani segala datang pada hari kiamat sebagai
lah ia berpuasa. Dan barang Siapa men- kegiatan ibadah didalamnya kita tidak pemberi syafa’at nagi orang-orang
derita sakit atau tengah dalam perjalanan mengerti tentang sebab yang telah yang membacanya.” (HR. Muslim).
ketika datang bulan ini maka tidak menga- menjadikannya mulia, yaitu Al-Qur’an. 3. Memperoleh kedudukan yang baik
pa baginya untuk mengganti hari-hari Oleh karenanya, sebagai mana bila dan mulia. Rosullulloh saw
puasanya pada hari-hari lain ketika ia te- kita mendatangi dan memuliakan kota Bersabda,”sebaik-baik kalian adalah
lah sembuh atau telah kembali dari perja- Mekkah Al-Mukarromah dengan memulia- yang mempelajari Al-Qur’an dan
lanannya, sesungguhnya Allah meng- kan masjidil harom dan memuliakan mengajarkannya.”(HR. Bukhari).
inginkan kemudahan bagimu dan tidak Rosululloh maka hendaknya kita juga me-
menginginkan bagimu kesusahan dan muliakan bulan Romadhon dengan me- Demikian beberapa keutamaan yang
agar engkau membesarkan nama Allah muliakan Qur’an, dengan segala bentuk akan diperoleh bagi orang yang
atas apa yang telah Allah hidayah kan pemuliaan yang telah diperintahkan oleh senantiasa membaca Al-Qur’an, terlebih
kepadamu dan agar engkau bersyukur”. Allah swt, yang telah dicontohkan oleh lagi di bulan yang suci ini. Hanya saja kita
Demikian Allah telah memberikan Rosul-Nya, yaitu dengan berinteraksi se- tidak boleh mencukupkan diri hanya
penjelasannya melalui Al-Qur’an maksimal mungkin dengan Al-Qur’an pa- sebatas membacanya, tetapi lebih dari itu,
mengenai bulan yang penuh barokah da bulan yang mulia karena Al-Qur’an ini. memahami dan mengamalkan, agar Al-
ini, bahwasannya ia merupakan bulan Marilah pada bulan ini kita Qur’an yang mulia ini terpancar lewat lisan
yang penuh dengan segala kenikmatan mendekatkan diri sedekat-dekatnya pada dan tingkah laku kita dan pancarannya
dan fasilitas menuju ketaqwaan. Hal itu Al-Qur’an, karena sesungguhnya pada memberikan daya tarik bagi orang-orang
tidak lain karena di dalam bulan ini pemuliaan akan Al-Qur’an itulah kita se- yang menyaksikannya.
Allah menurunkan Al-Qur’an. sungguhnya telah memuliakan bulan Ra- Akhirnya, mari kita sambut datangnya
Berikut ini adalah sebuah analogy madhan dengan cara yang benar dan de- bulan suci ini lebih baik dari menyambut
yang semoga saja dapat menambah ngan demikian kita telah menjalankah pe- kedatangan tamu agung. Sesungguhnya
pemahaman kita tentang bulan rintah Rosululloh saw yang telah menye- baik atau buruknya amal kita setahun ini
Ramadhan sebagai bulan Al-Qur’an. butkan bahwa satu ayat Al-Qur’an yang merupakan cermin pada Ramadhan yang
Kita mengetahui bahwasannya kota kita baca pada bulan ini akan diganjar lalu. Makin baik amal kita setahun ini,
Makkah Al-Mukarromah adalah kota suci seperti membaca keseluruhan Al-Qur’an. berarti makin baik kita pada Ramadhan
yang pada wilayah-wilayah tertentunya Marilah kita kembali kepada Al- yang lalu, demikian sebaliknya. Wallahu
diharamkan bagi orang kafir untuk Qur’an, memuliakannya dan berinteraksi a’lam bishshawab. As-Salaam

36 WARTA BEA CUKAI EDISI 371 OKTOBER 2005


DJBC Beserta Mitra Kerja Mengucapkan

37
D i r g a h a y u

WARTA BEA CUKAI


HARI KEUANGAN NASIONAL KE-59 3 0 O K T O B E R 2 0 0 5

EDISI 371 OKTOBER 2005


Desa Mororejo, Kaliwungu - JAWA TENGAH
Telp: (024) 8662980, Fax : (024) 8662974
Ventura Building 7th. Fl, Jl. R.A. Kartini Kav. 26, Cilandak, Jakarta 12430,
pt. Bhinneka Dirgantara Loka
Phone : 62 21 750 4406, Fax : 62 21 750 4415-16
Website : http://www.schneider-electric.co.id
SUPPLIER - OFFSET PRINTING
INFO MASJID

Ayo Berzakat, Ayo Tumbuhkan Harapan !


R
amadhan yang mulia telah kita jelang. Kewajiban berzakat memang bukan hanya dibulan ini. Namun, kegairahan
beramal semakin menjadikan Ramadhan penuh makna serta menumbuhkan harapan baru bagi dhuafa. Beratnya
lapar dan dahaga, sesungguhnya bukan lagi menjadi halangan bagi kita untuk melakukan amaliah lebih selama
Ramadhan ini. Justru, bagaimana kita mengisi, memaknai Ramadhanlah yang menentukan kualitas Ramadhan kita
saat ini. Rasulullah dan para sahabat sering mengutarakan pentingnya mengisi Ramadhan ini dengan sebaik-baiknya,
karena boleh jadi, Ramadhan ini merupakan ramadhan terakhir buat kita. Sungguh karena kita tak pernah tahu rencana
Besar Allah di waktu mendatang, mari kita sempurnakan amaliah Ramadhan kita kali ini, sebagaimana himbauan
Rasulullah itu.
Banyak kita jumpai dalam hadits, bahwa kesempatan Ramadhan senantiasa digunakan Rasulullah SAW untuk
menebarkan kebajikan dan kedermawanan. Bila Rasulullah SAW mau hidup berdampingan bahkan memuliakan fakir
miskin dan anak-anak yatim, marilah kita bersama mengikuti jejak langkah beliau, menyisihkan sebahagian rezeki yang
kita peroleh untuk mereka sebagai wujud keimanan kita kepada Allah SWT.
Bersama kita bersihkan hati dan harta kita melalui zakat, Infak dan Shodaqoh, bersama pula kita raih kemuliaan
serta kecintaan Allah SWT. Semoga Allah SWT memberikan kekuatan bagi kita semua dalam kebaikan, karena
memang kebaikan kita adalah kebutuhan kita dan saudara kita.
Saya selaku Pembina Pengurus Masjid Baituttaqwa KP DJBC berharap BP-ZIS siap membantu memberikan solusi
bagi muzaki Keluarga Besar Ditjen Bea dan Cukai dalam berzakat, infaq dan shodaqoh sehingga lebih tepat guna.

Direktur Jenderal Bea dan Cukai


Selaku Pembina Pengurus Masjid
ttd
Drs. Eddy Abdurrahman

Suara Anak Asuh “Program Beasiswa”


No. Register : D-155
Nama Anak Asuh : Adam Reza Aprilian
Tempat/Tgl. Lahir : Jakarta, 26 April 1996
Alamat : Jl. Penjernihan 1 dalam No. 10 Rt. 011/07, Pejompongan, Bendungan Hilir, Tanah Abang, Jakarta Pusat
Donatur : Finari Manan

38 WARTA BEA CUKAI EDISI 371 OKTOBER 2005


PROGRAM Bidang Pemberdayaan Zakat Infaq dan Shodaqoh
Masjid Baitut Taqwa KP-DJBC

EDISI 371 OKTOBER 2005 WARTA BEA CUKAI 39


SEPUTAR BEACUKAI
FOTO : KIRIMAN

JAKARTA. Stand Bea dan Cukai unit eselon I di lingkungan Departemen Keuangan yang ikut dalam Pameran Potensi 60 Tahun Indonesia Merdeka yang
diselenggarakan pada 12 Agustus 2005 di Arena Pekan Raya Jakarta (PRJ) Kemayoran, berhasil meraih prestasi pertama kategori utama yakni sebagai Stand
Terbaik. Penyerahan penghargaan dilaksanakan pada 21 Agustus 2005 yang diterima oleh Sekretaris Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Thomas Sugijata, dari
Inspektur Jenderal Departemen Keuangan Agus Muhammad. Tampak pada gambar kiri, Thomas Sugijata foto bersama dengan Agus Muhammad. Dan gambar
kanan Thomas Sugijata juga foto bersama dengan panitia. Kiriman Dit. PPKC
WBC/ATS

JAKARTA. Usai melakukan penandatanganan naskah serah terima jabatan eselon II di ruang Loka Utama lantai 2 gedung Utama, diselenggarakan acara
pisah sambut Direktorat P2 pada 18 September 2005 di Auditorium KP-DJBC Gedung B. Acara pisah sambut diawali dengan sambutan-sambutan, kemudian
dilanjutkan dengan penyerahan sertifikat penghargaan bagi pegawai yang diantaranya berhasil menegah masuknya barang illegal ke wilayah Indonesia, berhasil
menyelesaikan penyelidikan sampai ke pengadilan, pegawai yang berdedikasi tinggi, dan sebagainya. Acara dilanjutkan dengan pemberian kenang-kenangan berupa
pigura bergambar dari pegawai yang diserahkan oleh Kepala Subdirektorat pencegahan Hansen Hutagalung kepada Direktur P2 yang lama Sofyan Permana. Usai
pemberian selamat acara diakhiri dengan ramah tamah dengan makan siang bersama.
FOTO : BAMBANG WICAKSONO

SURABAYA. Masih dalam rangka HUT RI ke-60, pada 14 Agustus juga di koridor Kanwil VII DJBC Surabaya diadakan lomba mengapit balon dan
mendorong jeruk. Lomba diikuti oleh para pejabat, dan ibu ibu Dharma Wanita Persatuan turut meramaikan suasana peringatan HUT Kemerdekaan RI
ke-60. Bambang Wicaksono/ SBY

40 WARTA BEA CUKAI EDISI 371 OKTOBER 2005


FOTO : KIRIMAN
JAKARTA. Badan Pembina Olahraga dan
Seni (BAPORS) Departemen Keuangan RI pada
tanggal 22 - 30 Agustus 2005 mengadakan Gelar
Lomba Tembang Cantik (Gelatik’05), yang diikuti
oleh seluruh unit eselon I di lingkungan Departemen
Keuangan RI. Dalam lomba yang diselengarakan
sembilan hari ini, DJBC berhasil merebut Juara I
Kategori Keroncong Pria atas nama Wawan (KPBC
Bekasi), Juara III Kategori Keroncong Pria atas
nama M. Haris (KPBC Merak), Juara II Kategori
Keroncong Wanita atas nama Ny. M. Sahid
(Dharma Wanita), Juara Harapan I Kategori
Keroncong Wanita atas nama Herawati Wuriningsih
(KPBC Tanjung Priok III), Juara II Kategori Pop/
Jazz/Rock Pria atas nama Sulaiman (KPBC
Tanjung Perak), Juara Harapan I Kategori Dangdut/
Melayu Pria atas nama M. As’ari (KPBC Belawan),
dan Juara II Kategori Dangdut/Melayu Wanita atas
nama Ny. Soedjoko (Dharma Wanita). Babak Final
diselenggarakan di Gedung Dhanapala,
Departemen Keuangan, Jakarta, dan disaksikan
oleh Ibu Menteri Keuangan RI, Bapak J.B. Kristiadi
(Sekjen Depkeu), dan beberapa pejabat eselon I
dan II di lingkungan Departemen Keuangan RI.
Kiriman BAPORS DJBC
WBC/ATS
JAKARTA. Direktorat Jenderal Bea dan Cukai
bekerjasama dengan Central Narkotics Bureau (CNB)
menyelenggarakan “Narcotics Intellegence Operations
Training Workshop pada 13 September 2005 di Gedung
Anjing Pelacak KP-DJBC. Training selama empat hari
ini dibuka pejabat yang mewakili Direktur P2, Kepala
Subdirektorat Pengawasan Barang Larangan dan
Pembatasan Direktorat P2 Sumantri, SH dengan
didampingi Kepala Subdirektorat Kerjasama
Internasional I Dit Kepabeanan Internasional Istyastuti
Wuwuh Asri dengan menghadirkan 10 pejabat CNB
yang memberikan training kepada peserta pegawai BC
dari berbagai daerah. Dalam acara pembukaan DJBC
dan CNB saling memeberikan cindera mata, cindera
mata DJBC diserahkan oleh Sumantri kepada para
instruktur CNB (gambar kiri). Sementara pada acara
penutupan training dilakukan penyerahan kenang-
kenangan kepada instruktur CNB yang diserahkan oleh
Istyastuti Wuwuh Asri mewakili Direktorat Kepabeanan
Internasional dan juga dilakukan penyerahan sertifikat
kepada para peserta dan instruktur.
FOTO : BAMBANG WICAKSONO FOTO : KIRIMAN

SURABAYA. Memeriahkan HUT RI ke-


60 Kanwil VII DJBC Surabaya mengadakan
berbagai perlombaan, salah satunya lomba
catur. Uniknya, lomba yang diikuti 46 peserta ini
dilakukan secara massal dan serentak dalam
satu baris meja memanjang hingga mencapai 30 BANDUNG. Kantor Wilayah V DJBC Bandung berdasarkan PP No. 21 tahun 1975
meter. Lomba ini berlangsung malam hari di melaksanakan upacara Sumpah dan Janji Pegawai Negeri Sipil (PNS) pada 16 Agustus 2005 di
koridor Kanwil VII DJBC Surabaya pada 12 Auditorium Gedung Keuangan Negara. Kepala Kantor Wilayah V DJBC Bandung Drs. Endang Tata
Agustus 2005. Peserta terdiri atas pegawai memimpin Upacara Pengambilan Sumpah dan Janji PNS dihadiri rohaniawan, saksi-saksi serta para
Kanwil VII DJBC Surabaya, KPBC Tanjung pejabat eselon III dan IV. Adapun pegawai yang diambil sumpah dan janji sebanyak satu (1) pegawai
Perak, KPBC Juanda, KPBC Pasuruan, KPBC penerimaan sarjana 1996, tujuh (7) pegawai Prodip III Spesialis Kepabeanan dan Cukai 2002 dan dua
Gresik dan BPIB. Bambang Wicaksono/ SBY puluh (20) pegawai penerimaan umum golongan II 2003. Kiriman Kanwil V DJBC Bandung

EDISI 371 OKTOBER 2005 WARTA BEA CUKAI 41


SEPUTAR BEACUKAI
WBC/ATS

JAKARTA. Dalam rangka memperingati Hari Keuangan ke-59, Departemen Keuangan (Depkeu) RI pada 18 September 2005 mengadakan lomba gerak
jalan santai bagi keluarga besar di lingkungan Depkeu. Acara dibuka oleh Menteri Keuangan, Yusuf Anwar, ditandai dengan pengangkatan bendera start (gambar kiri).
Setelah finish gerak jalan, acara dilanjutkan dengan penampilan Marching Band Bina Caraka Bea dan Cukai dan dilanjutkan dengan pertandingan persahabatan bola
voli antara pejabat Depkeu melawan tim voli wartawan yang tergabung dalam Forkem (Forum Keuangan dan Moneter). Acara dilanjutkan dengan panggung gembira
yang menampilkan artis-artis Departemen Keuangan dengan diselingi penyerahan hadiah bagi para pemenang lomba yakni, DJBC diantaranya berhasil mendapat
Juara I Catur, Juara II Bilyard dan Juara I tembang cantik dalam kategoi keroncong. Tampak pada gambar kanan, Ketua Badan Pembina Olahraga dan Seni
(BAPORS) DJBC Maimun menerima hadiah juara II lomba bilyard yang diserahkan oleh Menteri Keuangan Yusuf Anwar.
FOTO : KIRIMAN WBC/ATS

BALIKPAPAN. KPBC Tipe A Balikpapan bekerjasama dengan TOTAL JAKARTA. Pengurus masjid Baitut Taqwa bekerja sama
E&P INDONESIE mengadakan program pengenalan barang-barang operasi dengan PKPU (Pos Keadilan Peduli Umat) menyelenggarakan
eksplorasi dan produksi migas bagi petugas Bea dan Cukai. Acara yang Tasyakuran Tausyiah dan Dzikir dalam rangka memperingati
diselenggarakan di Aula KPBC Balikpapan tersebut rencananya direncanakan HUT Kemerdekaan RI ke-60 di Masjid Baitut Taqwa.
seminggu sekali selama sembilan pertemuan yakni mulai 1 September – 27 Dengan tema Menjadikan Pribadi Merdeka, acara dibuka
Oktober 2005, dan selanjutnya akan diteruskan dengan melakukan kunjungan oleh Ketua Masjid Baitut Taqwa Sofyan Permana pada
lapangan ke BSP Process Area & Warehouse milik TOTAL E&P INDONESIE. 26 Agustus 2005 dengan menghadirkan Ustad Muhammad
Tampak pada gambar, salah satu instruktur TOTAL E&P INDONESIE sedang Arifin Ilham serta dihadiri beberapa pejabat eselon III, IV ,
memberikan paparan tentang program tersebut. Kiriman KPBC Balikpapan ibu-ibu Dharma Wanita Persatuan dan para pegawai.
FOTO : KIRIMAN

SABANG. Menyambut hari Kemerdekaan RI ke-60, KPBC Tipe B Sabang menyelenggarakan berbagai macam lomba. Diantaranya adalah
lomba sepakbola teropong, balap karung, tusuk air, pancing botol (memasukan paku kedalam botol), domino, catur serta tenis meja. Acara yang
diikuti oleh seluruh pegawai tersebut ditutup dengan makan malam bersama yang disambung dengan pembagian hadiah oleh Kepala Kantor KPBC
Sabang, M. Aflah Farobi di Mess Bea Cukai Sabang. Kiriman KPBC Tipe B Sabang

42 WARTA BEA CUKAI EDISI 371 OKTOBER 2005


WBC/ATS

JAKARTA. Guru Besar Inkado Prof. Dr. Baud Ade Adikusumo didampingin Ketua Inkado Korda DKI Jaya, Sumantri, SH, pada 12 September
2005 memberikan reward kepada para atlet Inkado DKI yang berhasil meraih juara umum dan best of the best putra pada kejuaraan karate junior
terbuka piala Siwo PWI Jaya se-DKI Jaya (gambar kiri). Gambar kanan, pada kesempatan tersebut Ketua Inkado Korda DKI Jaya, Sumantri, SH juga
memberikan penghargaan kepada Sanjaya Tedy Kusuma (sebelah kanan) yang juga merupakan putra dari Sumantri, SH (sebelah kiri). Dalam kejuaraan
tersebut Inkado Korda DKI Jaya meraih 18 emas, 18 perak dan 33 perunggu. Selain pemberian reword kepada para atlet, juga memberikan reward
kepada para pelatih yang telah berhasil membimbing altlet hingga dapat menjadi juara.
FOTO : KIRIMAN

JAKARTA. Dalam pameran Invesda Expo di Yogyakarta, Stand DJBC ikut ambil bagian guna mensosialisasikan kinerja Bea dan Cukai. Pameran lima hari
yang diselenggarakan pada 1 September 2005 diikuti kurang lebih seratus (100) stand dari seluruh Indonesia dibuka oleh Menteri Dalam Negeri Letjen TNI (Purn) M.
Ma’ruf AR. Stand bea dan cukai terpilih menjadi juara harapan I. Tampak pada gambar kiri, Stand Bea dan Cukai, dan gambar kanan, usai melakukan peninjauan
stand Bea dan Cukai Kepala Kanwil VI DJBC Semarang Bambang Prasodjo (sekarang Kepala Kanwil II DJBC TBK) foto bersama dengan pegawai. Kiriman Dit. PPKC
FOTO : KIRIMAN WBC/ADI

BOJONEGORO. Dengan jiwa dan semangat JAKARTA. Ketua Inkado Korda Jawa Barat, Agustinus Djoko Pinanjoyo
proklamasi, Kantor Pelayanan Bea dan Cukai (KPBC) Tipe dengan disaksikan oleh pendiri Inkado, Prof. Baud Hadi Kusomo dan ketua dewan
C Bojonegoro melaksanakan Upacara HUT Kemerdekaan RI guru Inkado GA. Pesik, pada 11 September 2005 menyerahkan reword kepada
ke-60 pada 17 Agustus 2005. Dilaksanakan upacara para atlet karateka yang berhasil meraih medali emas, perak, dan perunggu pada
sederhana dan penuh hitmat meskipun dalam kondisi kantor kejuaran karate terbuka POR Maesa di Manado. Inkado Korda Jawa Barat yang
yang sangat sempit. Upacara diikuti oleh 16 pegawai dan sebelumnya meraih juara umum pada kejuaran karate Inkado wilayah II se
dipimpin langsung oleh Kepala KPBC Tipe C Bojonegoro, Sumatera Jawa di Pekan Baru, pada kejuaran karate POR Maesa memperoleh
Beni Ridwan, SE. Kiriman KPBC Bojonegoro peringkat enam dari 35 perguruan karate di Indonesia.

EDISI 371 OKTOBER 2005 WARTA BEA CUKAI 43


SIAPA MENGAPA

MTak kenalA R I A N A
maka tak sayang, mungkin itu ungkapan yang pas bagi
Mariana ketika mengawali karirnya di Bea dan Cukai. Berawal dari seringnya
melewati Kantor Cabang Bea Cukai di Pagatan Kabupaten Tanah bumbu,
Kalimantan Selatan, Mariana ditawari untuk bekerja sebagai tenaga honorer.
Tawaran tersebut tidak disia-siakannya, padahal waktu itu ia masih duduk di
bangku SMA kelas 1.
“Jadi, saya bekerja setelah pulang sekolah. Waktu itu saya harus belajar
mengetik dulu, soalnya belum bisa,” kenang Mariana.
Setelah delapan tahun menjadi tenaga honorer, pada 1983 Mariana
mengikuti tes penerimaan calon pegawai (capeg) dengan menggunakan
ijasah SMP. Pada 1984, SK sebagai capeg pun keluar. Mariana ditempatkan
di bagian tata usaha dengan pangkat golongan I C. Setelah itu Mariana
mengikuti ujian penyesuaian ijasah SMEA di Samarinda.
Satu tahun kemudian, tepatnya setelah keluarnya Inpres No. 4 Tahun
1985, Kantor Cabang Bea dan Cukai Pagatan dialihkan menjadi pos
pengawasan. Maka sebagai pegawai perempuan, Mariana pun dipindahkan
ke Banjarmasin (kala itu KPBC Tipe B Banjarmasin-red) pada 1986 sebagai
pelaksana di bidang pabean.
Selama bertugas di Pagatan, Mariana memiliki kesan yang mendalam.
Betapa tidak, ia harus rela berpisah dengan suaminya selama enam tahun.
Suaminya bekerja di Kotabaru sebagai pegawai pada dinas kesehatan.
Mariana menikah dengan H. Syamsul Hariansyah S.Sos pada 1981.

I Jalan
Khidup
I seseorang
N S A N T I K A
selalu penuh misteri. Pada 1974, mantan
kondektur bus kota ini bekerja sebagai supir tembak sebuah truk
pengangkut kelapa. Ketika ia bertugas di Cilegon, truk yang dikemudikannya
menabrak pohon kelapa hingga hancur.
Setelah kejadian itu, Ikin pun memutuskan untuk pulang kampung ke
Majalengka. Disana ia bertemu dengan salah seorang temannya yang
memberi informasi, bea dan cukai membuka lowongan pekerjaan sebagai
pegawai negeri sipil (PNS) dari lulusan SMP. Walaupun tidak mengerti
mengenai bea dan cukai, dengan tekad dan semangat ingin bekerja, Ikin
memutuskan untuk berangkat ke Jakarta. Di Jakarta, ia pun menceritakan
keinginannya untuk bekerja di bea dan cukai kepada sang kakak.
Sang kakak pun menyetujui keinginannya dan mengatakan bahwa ia juga
membaca lowongan pekerjaan tersebut di surat kabar Suara Karya. Ikin
menanyakan keberadaan surat kabar tersebut. Tetapi setelah dicari, rupanya
koran tersebut telah dirobek dan dijadikan pembungkus pakaian. Alhasil, tong
sampah pun menjadi tempat yang dituju untuk mendapatkan sobekan koran
tersebut. Beruntung Ikin berhasil menemukan sobekan koran tersebut dan
segera membuat surat lamaran lengkap. “Saya juga mencantumkan Surat Ijin
Mengemudi (SIM) agar dapat diterima walaupun sebagai supir, jadi tukang
sampah pun saya mau asal punya pekerjaan tetap,” kenang Ikin yang menikah
dengan Sumarni pada 1977.
Kemudian Ikin segera menuju Depnaker untuk memperoleh formulir
pendaftaran. Namun, formulir tersebut hampir habis karena banyaknya peserta.
Lagi-lagi dewi fortuna menghampirinya. Ketika Ikin hendak ke toilet, seorang pria
bertanya padanya, “Mau melamar dengan menggunakan ijasah apa?” Ikin pun

RCita-citanya
E DmenjadiI tentara
B harus
Akandas
Mditengah
B jalan
A lantaran
N pada Gsaat
latihan lintas tebing kakinya patah. Karena waktu yang dibutuhkan untuk
perawatan kakinya lebih dari tiga bulan, menurut peraturan kesatriaan, ia
dianggap tidak dapat mengikuti pelajaran yang tertinggal di AKABRI, Magelang.
Selang dua bulan menganggur, orang tuanya memberi kabar bahwa Bea dan
Cukai di Surabaya membuka lowongan pekerjaan sebagai pegawai negeri sipil
(PNS) untuk lulusan SMP. Pada 1983 pun Redi berangkat ke Surabaya untuk
mengikuti tes dan berhasil lulus. Setelah diterima sebagai pegawai di Bea dan
Cukai Tanjung Perak, ia terkenang pada teman-temannya di AKABRI yang sudah
menjadi perwira menengah (Pamen). Redi pun berniat untuk berkarir lebih tinggi
melalui jalur Bea dan Cukai.
Selama ditempatkan di Surabaya, waktu luang diisinya dengan kuliah S1 di
Universitas 17 Agustus Surabaya (UNTAG’ 45), jurusan fakultas hukum. Pada
1992, ia berhasil lulus. Setelah itu ia dimutasi ke Kantor Inspeksi Tipe C
(sekarang KPBC, red) Teluk Air, Kabupaten Pontianak selama lima setengah
tahun. Kemudian pada 1998 ia dipindahkan ke KPBC Tipe C Bogor selama
kurang lebih tiga tahun.
Dari Bogor ia dipindahkan ke KPBC Tipe A Juanda. Selama bertugas di Juanda,
lagi-lagi waktu luang diisi untuk mengenyam pendidikan. Ia melanjutkan kuliah ke
jenjang pasca sarjana atau S2, dengan konsentrasi pada bidang hukum kriminalitas
di Universitas Bhayangkara (Ubhara Surya). Pada 24 Juli 2003, ia berhasil lulus.
Setelah bertugas dua tahun delapan bulan di KPBC Juanda, tepatnya pada
Pebruari 2004 Redi dimutasi ke KPBC Tipe B Kotabaru sampai sekarang.
Selama bertugas di Kotabaru, Redi mengaku menghadapi banyak tantangan.
Pertama, sebagai orang perantauan ia harus bisa menyesuaikan diri. Kedua,
pengguna jasa kurang memahami peraturan perundang-undangan dan aturan
lainnya. Ketiga, masalah fasilitas kantor yang kurang memadai. Keempat, masih

44 WARTA BEA CUKAI EDISI 371


369 OKTOBER
AGUSTUS 2005
info buku
Akhirnya, setelah satu tahun bertugas di
Banjarmasin, Mariana mengusulkan agar dirinya bisa
pindah ke Kotabaru dengan biaya sendiri. Alasannya, ia
ingin menyertai sang suami. Pada 1987, Mariana pun
dimutasi ke Kotabaru (yang kala itu masih merupakan
Kantor Cabang Bea Cukai-red) sebagai pelaksana di
bagian perbendaharaan.
Setelah beberapa tahun di bagian perbendaharaan,

BILA ANDA BERMINAT,


Mariana di pindahkan ke bagian pembuat daftar gaji.
Hingga saat ini, Mariana telah bekerja di KPBC Tipe B
Kotabaru selama 17 tahun. “Mungkin sampai pensiun saya
akan tetap di Kotabaru,” ujar ibu dua anak ini tersenyum. MAJALAH WARTA BEA CUKAI MENYEDIAKAN
Selama bekerja, Mariana yang saat ini menjabat BUKU SEBAGAI BERIKUT:
sebagai Korlak Perbendaharaan, mengaku tidak menemui
kendala yang berarti. Sebab semua pegawai saling

BUNDEL WBC 2004


mendukung dan memberikan bantuan jika ada pegawai lain
yang mengalami kesulitan. Mariana pun merasa betah
tinggal di Kotabaru walaupun tempat itu bukanlah tanah
kelahirannya. Ia lahir di Pagatan pada 1 April 1959.
Di akhir wawancara, Mariana yang pernah mengikuti Bundel Majalah Warta Bea Cukai Tahun 2004 (Edisi
DPT II di Ujung Pandang pada 1997 ini mengungkapkan
harapannya pada institusi Bea dan Cukai. Ia berharap agar
Januari - Desember)
Bea dan Cukai terus maju dan pelayanan yang diberikan
pada masyarakat dapat dilakukan dengan cepat. ifa

menjawab dengan ijasah SMP. Pria itu lalu memberikan formulir


Rp. 100.000
pendaftaran padanya.
Sehari sebelum tes, seorang tetangganya membantu Ikin
dengan memberikan bahan pelajaran untuk dipelajari. Bahan
tersebut sangat membantu dalam menjawab pertanyaan pada
saat tes dan Ikin pun berhasil lulus.
Januari 1975, penempatan pertamanya di KPBC Tanjung
Priok sebagai penjaga pintu dengan pangkat I/b. Lalu, pada
pertengahan1986, pegawai yang sudah dikaruniai lima anak
dan satu cucu ini, ditugaskan ke KPBC Fak Fak di Papua CATATAN:
sebagai Kasubsi Pabean dan Cukai. Setelah itu, pada 1990 ia
dimutasi ke Purwokerto. Selang tiga tahun, ia dimutasi kembali
Ongkos kirim buku wilayah Jabotabek Rp. 25.000
ke KPBC Tanjung Priok III.
Lalu, pada 1995 dipindahkan ke KPBC Panjang (sekarang ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○
KPBC Lampung). Kemudian pada 1997 ia ditugaskan di Kantor
Pusat Bea dan Cukai dibagian Organisasi Tata Laksana (OTL)

LANGGANAN MAJALAH
selama delapan bulan. Kemudian pada akhir 1997, ia dimutasi
kembali ke KPBC Cirebon selama 4 tahun sebagai Kasubsi

WARTA BEA CUKAI


Pabean. Pada 2002 ia memperoleh promosi sebagai Kepala
Sub Bagian Umum di KPBC Banjarmasin. Saat ini, ia menjabat
sebagai Kepala Seksi Perbendaharaan KPBC Tipe A
Banjarmasin.
Dari sekian banyak penempatan di daerah, Ikin yang memi-
liki moto ‘Manusia yang paling bahagia adalah manusia yang
paling sedikit kebutuhannya dan berhasil mencukupinya’ ini,
mengaku kearifan dalam menghadapi pahit, getir serta asam
manisnya hiduplah yang membuatnya menjadi stabil. ats

terjadi tumpang tindih peraturan dengan instansi terkait lain.


Kelima, kurangnya mobilitas kantor serta sarana patroli
pengawasan.
Menurut Kepala Seksi Perbendaharaan KPBC Tipe B
Kotabaru ini, “Jika kelima tantangan itu dapat terealisasi maka
kita bisa mengakomodir masalah pekerjaan kantor dan dapat
meningkatkan kinerja pegawai, sehingga pelayanan dijalankan
secara profesional, transparansi, akuntabilitas dan prima.”
Selama bekerja di Bea Cukai, pria yang lahir pada 1962 ini
memiliki pengalaman yang tak terlupakan. Ketika ia menjadi
pemeriksa P2 di KPBC Tipe C Teluk Air, ia harus melakukan
pengawasan. Karena sudah terbiasa melakukan pengawasan No Lama Diskon Harga Harga luar
terhadap tongkang berukuran besar, malam itu Redi meng-
anggap bahwa hanya ada satu tongkang yang berada di sungai
Berlangganan Jabotabek Jabotabek
Kapuas (yang memiliki kedalaman 20 m). Padahal, saat itu ada 1 3 Bulan (3 edisi) 0% Rp. 4040..500 Rp. 4343..500
dua tongkang yang diparkir berjejer. Ketika hendak melangkah,
tiba-tiba Redi terjatuh diantara dua tongkang dan tenggelam. 2 6 Bulan (6 edisi) 5% Rp. 7878..00
0000 Rp. 8484..00
0000
Dengan sisa tenaga dan rasa tanggung jawab terhadap
keluarga, Redi berusaha untuk naik ke atas. Para kuli pabrik 3 1 Tahun (12 edisi) 10% Rp. 1150
50.000
50.000 Rp. 1162
62 .000
62.000
kayu ikut menolong menggunakan tali tambang dan sebatang Sudah Termasuk Ongkos Kirim
kayu untuk menahan tongkang tidak merapat. “Alhamdulillah
saya tertolong dan saya sangat bersyukur sekali kepada Yang
Maha Kuasa. Kita sebagai manusia tidak ada apa-apanya bila
Allah menghendaki,” ujar Redi yang menikah dengan Sri
MAJALAH WARTA BEA CUKAI
Rahayu dan dikaruniai dua orang putri ini. Kantor Pusat Direktorat Jenderal Bea dan Cukai
Di akhir wawancara Redi mengungkapkan keinginannya. Jl. A. Yani (By Pass) Jakarta Timur 13230
“Kalau Tuhan mengijinkan, ada fasilitasnya dan diberi Telp. (021) 47860504, 4890308 ex. 154
kesehatan, umur dan rejeki, Insyaallah saya ingin melanjutkan Fax. (021) 4892353 / E-mail: wbc.cbn.net.id
kuliah ke jenjang S3,” ujar seraya tersenyum. ats dengan Hasim / Kitty

EDISI 371 OKTOBER 2005 WARTA BEA CUKAI 45


PPKC

MENGENAL LEBIH DEKAT

Wajah Baru
Website Resmi DJBC
(http://www.beacukai.go.id)
BAGIAN III
Tulisan ini adalah tulisan terakhir mengenai website baru DJBC yang disusun oleh Ir. Agus
Sudarmadi, Msc Kasubdit Kasubdit Penerimaan & Faldi Jazztra A pelaksana pada Direktorat PPKC
untuk lebih memperkenalkan fasilitas website yang dimiliki oleh DJBC kepada para pengguna jasa
dan juga jajaran DJBC.

DATA STATISTIK PENGUNJUNG SITUS DJBC


8495 pengunjung sejak 12/05/2005 22:38:15 http://www.beacukai.go.id
Data 10 kunjungan terakhir
No Waktu Akses Nama Host Browser Sistem Operasi Halaman
52844 18/07/2005 09:53:27 202.159.5.211 Internet Explorer 5.5 Windows 98 Halaman utama
52845 18/07/2005 09:54:09 202.159.5.211 Internet Explorer 5.5 Windows 98 Kurs
52846 18/07/2005 09:55:43 CUSTOMS Internet Explorer 6 Windows XP Halaman utama
52847 18/07/2005 09:56:05 CUSTOMS Internet Explorer 6 Windows XP Polling
52848 18/07/2005 09:56:07 CUSTOMS Internet Explorer 6 Windows XP Polling
52849 18/07/2005 09:56:15 CUSTOMS Internet Explorer 6 Windows XP Forum DJBC
52850 18/07/2005 09:56:47 CUSTOMS Internet Explorer 6 Windows XP Halaman utama
52851 18/07/2005 09:56:53 CUSTOMS Internet Explorer 6 Windows XP Forum DJBC
52852 18/07/2005 09:57:24 CUSTOMS Internet Explorer 6 Windows XP Halaman utama
52853 18/07/2005 09:57:26 CUSTOMS Internet Explorer 6 Windows XP Halaman utama

S
ejak pertama kali di uji cobakan pada bulan Mei 2005 baik hasilnya. Dari sekitar 299 suara yang mengikuti
hingga pertengahan Juli 2005 website baru DJBC ini poling diperoleh hasil poling dimana sekitar 100 pemilih
telah diakses oleh 8.495 pengkases hal ini diperkuat menilai website baru ini baik sekali, dan 117 pemilih
dengan hasil poling website baru DJBC ini yang cukup menilai website baru ini baik (lihat gambar 3)

EMAIL DJBC
Direktorat Jenderal Bea dan Cukai sebagai salah satu
instansi pemerintah merupakan pelopor penggunaan teknolo-
gi internet di lingkungan Departemen Keuangan Republik
Indonesia, khususnya media website dan email. Sebagai sa-
lah satu pelopor, DJBC telah lama mengenal dan memanfaat-
kan kedua fasilitas ini, salah satunya adalah pemanfaatan
fasilitas email corporate dengan domain beacukai.go.id.
Tidak dapat dipungkiri bahwa keberadaan email sebagai
salah satu media pertukaran informasi dan corporate identity
merupakan suatu hal yang sangat dibutuhkan, terlebih
dengan tersebarnya Kantor Pelayanan DJBC di seluruh
wilayah Republik Indonesia menjadikannya sebagai sebuah
media pertukaran informasi yang cepat, efektif, dan efisien
dalam menunjang pelaksanaan tugas dan fungsi DJBC.
DJBC, hingga saat ini telah memiliki sebanyak 84
(delapan puluh empat) buah email account dengan domain
beacukai.go.id yang digunakan oleh Unit eselon I, Unit
eselon II, Unit eselon III (khususnya Kantor-kantor Pelayanan
DJBC, dan beberapa Tim yang dibentuk DJBC.
Gb.3. Tampilan komentar website DJBC Dengan tingkat perkembangan teknologi yang semakin

46 WARTA BEA CUKAI EDISI 371 OKTOBER 2005


Gb.4. http://mail.beacukai.go.id Gb.5. welcome page mail

canggih serta desakan akan kebutuhan yang semakin besar Direktorat Jenderal Bea dan Cukai yang juga telah digunakan
dan luas akan media ini, DJBC telah mengembangkan sistem dalam berbagai media publikasi Direktorat Jenderal Bea dan
pertukaran informasi (email) yang lebih mutakhir dan dapat Cukai baik cetak maupun elektronik, seperti leaflet, buku, cd,
dimanfaatkan oleh setiap unit kerja bahkan untuk setiap surat dan lainnya, di mana investasi negara yang telah
pegawai di DJBC. (gambar 4) dikeluarkan merupakan investasi yang sangat besar.
Pengembangan email account untuk pemanfaatan Disamping itu domain beacukai.go.id juga telah dikenal
setiap unit kerja ini nantinya akan dimanfaatkan sebagai luas di mata masyarakat internasional, sebagai sebuah
email jabatan hal ini dimaksudkan sebagai salah satu unique name (nama unik) dari Direktorat Jenderal Bea dan
media pertukaran informasi guna mendukung Cukai Indonesia yang telah didaftarkan pada organisasi-
pelaksanaan tugas dan jabatan tersebut. (gambar 5) organisasi internasional seperti WCO (World Customs
Sedangkan setiap pegawai yang berkeinginan untuk Organization) (http://www.wcoomd.org) maupun organisasi
memiliki email account dengan domain beacukai.go.id regional seperti WCO Asia Pacific (http://wco.asiapacific.org)
dibelakang user name mereka akan dapat memilikinya dan banyak lagi lainnya.
sebagai email pribadi mereka yang akan dimanfaatkan Diharapkan dengan pengembangan website dan email
sebagai media pertukaran informasi guna mendukung DJBC dapat memberikan informasi dan pelayanan yang up to
pelaksanaan tugas dan sekaligus menjadi corporate date, cepat dan akurat, sehingga akan terus menjadi ujung
identity setiap pegawai DJBC. (gambar 6 & 7) tombak penyebarluasan informasi dan pelayanan e-services
Pengembangan website dan email DJBC dengan domain dalam rangka memberikan pelayanan yang terbaik kepada
beacukai.go.id ini dilakukan dengan pertimbangan dan industri, perdagangan dan masyarakat serta peningkatan
perencanaan yang sesuai dengan program kerja dan renca- profesionalisme dan transparansi dalam melaksanakan tugas
na pengembangan lebih lanjut di masa yang akan datang. pokok dan fungsinya.
Salah satunya adalah pemanfaatan domain Akhir kata terima kasih kepada semua pihak yang ter-
beacukai.go.id itu sendiri. Sebagai salah satu sarana libat dalam pengembangan website dan email resmi
publikasi dan komunikasi internal dan eksternal yang telah DJBC ini, sehingga website dan email DJBC ini dapat
dilaksanakan sejak tahun 1997, beacukai.go.id telah dikenal berjalan dengan baik dan mendapatkan tempat di hati
luas di mata masyarakat indonesia sebagai domain resmi penggunanya. Ir. Agus Sudarmadi, M.Sc dan Faldi Jazztra A

Gb.6. halaman inbox mail Gb.7. halaman calendar

EDISI 371 OKTOBER 2005 WARTA BEA CUKAI 47


INFORMASI KEPABEANAN & CUKAI

TROUBLESHOOTER

Maintenance
Penggunaan PC
AGAR LEBIH EFISIEN DAN LEBIH MENYENANGKAN
Untuk edisi kali ini TROUBLESHOOTER akan menyajikan beberapa aplikasi yang dapat dipakai
sehari-hari untuk maintenance maupun pengunaan PC (personal computer) anda agar lebih efisien
dan lebih menyenangkan dalam penggunaan PC anda. Berikut beberapa aplikasi yang dapat anda
download di http://helpdesk.customs.go.id.

EFREESOFT BOSS KEY tiba datang ke meja kerja anda. CPU INDICATOR

P
rogram ini digunakan dalam Selain itu fungsi lainnya yaitu untuk Program ini untuk mengetahui
pemakaian browser, ketika anda menyembunyikan icon dan sejauh mana CPU anda bekerja.
browsing memakai suatu mengeksekusi secara otomatis Program ini akan di tanam di
browser misalkan saja “opera” alamat-alamat situs yang biasa anda screensaver (display properties)
(dalam test aplikasi ini penulis buka ketika browser anda aktifkan. anda jadi apabila PC anda idle untuk
memakai opera). (lihat tampilan 1) beberapa waktu sesuai dengan
Program ini berfungsi untuk Caranya, setelah anda setting waktu yang anda set maka program
menghilangkan atau dengan meng-klik seperti diatas, ini akan muncul. (tampilan 3)
menyembunyikan (hide) program anda tinggal menekan F12, maka
yang tengah anda buka dari akan muncul tampilan seperti terlihat CPU FRESH DIAGNOSE
penglihatan orang yang tidak anda pada tampilan 2, lalu anda tinggal Program untuk mendiagnosa se-
kehendaki yang mungkin saja tiba- setting seperti kemauan anda. mua yang ada di CPU anda baik itu
software maupun
hardware. Jadi apa-
bila PC anda berma-
salah dapat anda
ketahui dengan se-
gera. Caranya
dengan mengklik
item yang terdapat
dalam tampilan
program. Bagian
mana saja yang
hendak anda diag-
nosa. (tampilan 4)
Misalkan saja
anda ingin
mengetahui tentang
network anda, anda
tinggal mengklik
item
network&internet
lalu anda klik
network resources.
Maka akan di
ketahui di domain
mana anda berada
berikut detail-detail-
nya seperti hostna-
me, ip address,
computer name dan
share points.
Program ini
terdiri dari beberapa
item seperti software
system, hardware
Tampilan 1 system, devices,

48 WARTA BEA CUKAI EDISI 371 OKTOBER 2005


Tampilan 2 Tampilan 4
network&internet, multimedia,
hardware resources, snapshot dan
benchmark. (tampilan 5)

BACK UP PLUS
Program ini untuk membackup
semua file yang anda kehendaki,
program ini di sertai dengan instruksi
yang lengkap untuk penggunaan.
Program backup files memberikan
anda untuk menyusun file-file anda
secara prbadi dalam direktori,
subdirektori bahkan keseluruhan
drive yang anda miliki. (gambar 6)
Namun ini adalah program ber-
bayar alias tidak gratis, tapi bila anda
ingin mencoba silahkan download di
http://helpdesk.customs.go.id

TIPS MEMINDAHKAN TEKS KE MS


WORD
Bila anda memiliki dokumen di

Tampilan 5
pagemaker dan anda ingin file
tersebut dipindahkan ke
Microsoft word, berikut langkah-
langkahnya :
1. buka file anda di pagemaker
2. pada tool box di sebelah
kiri klik [text tool]
3. tandai bagian text yang
ingin anda pindahkan, lalu
klik kanan dan pilih menu
copy
4. jalankan ms word lalu paste
(tekan ctrl v)
5. setelah jadi anda tinggal
merapikan, dan save file
Tampilan 3 anda network team DIKC Tampilan 6

EDISI 371 OKTOBER 2005 WARTA BEA CUKAI 49


OPINI

Oleh: Darmawan Sigit Pranoto

MENGIKAT MAKNA
PEMANTAPAN

Kode
S
eiring dengan gebrakan 100 hari
pemerintahan Presiden
Yudhoyono, Direktur Jenderal
Etik
sepertinya lazim, padahal sangat
dilarang (kode etik poin V). Itu contoh
yang tergolong kecil. Contoh yang
menyambutnya. Di sinilah letak
permasalahannya. Apakah instruksi
tersebut hanya dilaksanakan sebatas
Bea dan Cukai mengeluarkan tergolong besar tentu masih marak- pada acara tatap muka pemantapan
instruksi kepada seluruh pegawai nya, menurut penilaian masyarakat, yang dilaksanakan pada masing-
Bea Cukai untuk melakukan perilaku korupsi, kolusi, maupun masing unit jabatan?
pemantapan terhadap pelaksanaan nepotisme. Apalagi, kabar terakhir Tentunya menjadi wajar ketika
kode etik dan perilaku pegawai DJBC versi TII, Bea Cukai menjadi instansi kita sekarang mempertanyakan
sesuai Keputusan Menteri Keuangan yang paling banyak menerima suap. efektifitas dari dikeluarkannya
No. 515/KMK.04/2002. Dalam instruksi Dirjen tersebut, mengingat
instruksi yang dikeluarkan di MENAKAR EFEKTIFITAS INSTRUKSI sudah dua bulan (Januari-Februari,
penghujung tahun 2004 itu, Direktur Instruksi ini setidaknya mensirat- ketika tulisan ini dibuat-red), sejak
Jenderal menyerukan agar seluruh instruksi itu keluar belum tampak
pegawai DJBC membaca, gejala, setidaknya aha effects (efek
mempelajari, memahami, dan BANYAK PEGAWAI reaksi karena melihat gejala awal
melaksanakan ketentuan-ketentuan
dalam kode etik tersebut. YANG DATANG yang meyakinkan) sekalipun, baik
dari internal DJBC maupun (baca:
MELEBIHI JAM apalagi) dari masyarakat.
LATAR BELAKANG
Di antara yang melatarbelakangi MASUK DAN Seperti diungkapkan di muka,
akan menjadi masalah ketika pro-
dikeluarkannya instruksi tersebut PULANG SEBELUM gram pemantapan kode etik hanyalah
adalah adanya tidak sedikit pegawai
yang belum melaksanakan kode etik JAM PULANG dilaksanakan sebatas pertemuan
classical ansich. Akan menjadi lebih
tersebut. Bahkan, harus diakui, tidak parah ketika pertemuan itu pun
sedikit pula yang membaca keten- kan dua hal. Pertama, adanya kebe- bukan hanya sebatas formalitas,
tuannya saja belum. Jika standar pe- saran hati dari DJBC untuk mengakui namun juga menjadi sarana untuk
rilaku baik adalah pelaksanaan kode bahwa belum semua punggawanya menggugurkan kewajiban saja.
etik tersebut, maka dapat dikatakan, berperilaku baik, sekaligus, kedua, Indikasinya dapat dilihat dari motivasi
masih banyak pegawai Bea Cukai adanya itikad baik dari pimpinan Bea pegawai dalam mengikutinya: ada
yang belum berperilaku baik. Cukai untuk melakukan perubahan yang hanya ikut absen saja.
Beberapa contoh bahwa banyak menuju DJBC yang lebih baik. Hal ini Penginterpretasian instruksi
pegawai DJBC yang melanggar kode tentu selaras dengan asas menuju dengan cara semacam ini tentu tidak
etik di antaranya adalah pelanggaran pemerintahan bersih, yakni untuk akan membuahkan hasil yang efektif.
ketentuan jam kerja (kode etik poin menjadi kekuatan eksekutif yang Kalaupun ada pegawai yang tergerak
I). Banyak pegawai yang datang bersih, harus dimulai dari pegawai setelah mengikutinya, meskipun
melebihi jam masuk dan pulang yang berperilaku bersih pula. motivasi awalnya hanya ikut absen
sebelum jam pulang. Ada lagi contoh Ketika bola panas perubahan saja, efek yang ditimbulkan tidak
seperti penggunaan telepon kantor sudah menyala, tinggal bagaimana akan bertahan lama.
untuk kepentingan pribadi yang segenap jajaran pegawai Segala sesuatu haruslah lebih,

50 WARTA BEA CUKAI EDISI 371 OKTOBER 2005


meminjam istilah Amien Rais, menyebutkan jika kejujuran adalah Semoga masing-masing unit
bernuansa tomorrow daripada apa yang dikatakan sesuai dengan jabatan dapat mem-follow up pro-
nuansa yesterday-nya, dalam arti, apa yang diperbuat, maka integritas gram pemantapan ini dengan
segala sesuatunya meski mutlak adalah apa yang diperbuat sesuai menyesuaikan kembali paradigma
tidak boleh terlepas dari sejarah, dengan apa yang dikatakan. pegawai, sehingga dapat
menatap ke depanlah yang menjadi Integritas dan kejujuran menjadi melaksanakan kode etik dengan
orientasi. Demikian juga dengan sepasang trade mark kebaikan yang sebenarnya, bukannya dipaksakan.
pelaksanaan pemantapan kode etik tidak dapat dipisahkan. Adapun Dan opini ini penulis turunkan
ini, nuansa follow up haruslah lebih semangat pengabdian menjadi corak semata-mata untuk membantu
kental daripada sekedar pertemuan yang menonjol dari perilaku yang perubahan paradigma tersebut.
formal pemantapan tadi. Tujuan dilahirkan. Ini semua berarti, pegawai Penulis adalah alumnus Prodip III Keuangan
pemantapan itulah yang harus bea cukai seharusnya bertindak dan Spesialisasi Kepabeanan dan Cukai tahun 2004,
menjadi orientasi. Dan di sinilah berperilaku dalam rangka berbuat berkedudukan sementara di Sekretariat
makna pemantapan pelaksanaan yang terbaik bagi bangsanya. Direktorat Jenderal
kode etik dapat ‘diikat’(istilah
DOK. WBC
mengikat makna penulis pinjam dari
judul buku karangan Hernowo).
Sampai di sini dapat kita temukan
benang merahnya, yakni agar efek
perubahan dapat berlangsung lama,
makna pemantapan yang sebenarnya
haruslah diikat. Dan untuk mengikat
maknanya, program pemantapan
kode etik ini haruslah ditindaklanjuti.
Yang menjadi pertanyaan berikutnya
adalah bagaimana bentuk tindak
lanjutnya?

PERUBAHAN PARADIGMA
Penulis melihat penyebab utama
tidak dilaksanakannya kode etik
adalah adanya pengabaian akan
nilai-nilai yang menjadi substansi dari
kode etik itu sendiri. Jika
penyebabnya memang demikian,
maka tindak lanjut yang tepat mesti
dimulai dari perubahan pemahaman
substansial pegawai akan kode etik
itu sendiri. Baru setelah itu
ditindaklanjuti dengan program yang
bersifat menunjang, mempertegas,
dan melengkapi seperti bentuk
pengawasan, penegakan disiplin,
dan yang lain.
Berbicara mengenai pemahaman
akan substansi berarti berbicara
mengenai paradigma. Dalam
pengertian yang lebih umum,
Stephen Covey menyebutkan bahwa
paradigma adalah cara kita ‘melihat’
dunia-bukan berkaitan dengan
pengertian visual dari tindakan
melihat, melainkan berkaitan dengan
persepsi, memahami, menafsirkan.
Secara filosofis, kode etik
diberlakukan untuk menuntun
pegawai berperilaku agar dapat
menjalankan tugas negara dengan
sebaik-baiknya. Artinya terkandung di
dalamnya nilai-nilai luhur nasionalis-
me, integritas, kejujuran, dan
semangat pengabdian. Paradigma
seperti inilah yang semestinya
digunakan oleh pegawai bea cukai.
Nasionalisme merupakan main
reason dalam konteks perilaku
pegawai. Nilai-nilai kemerdekaan
yang diwariskan harus senantiasa
menjadi bahan bakar yang takkan
pernah padam. Sedang integritas dan
kejujuran menjadi identitas utama
bagi pegawai. John Maxwell

EDISI 371 OKTOBER 2005 WARTA BEA CUKAI 51


OPINI

Oleh: Redy Bambang, SG, SH, MH

Mengkritisi
UU Kepabeanan
No.10/1995
Pasal 102
(Bagian I)

K
emerdekaan bangsa Indonesia dan berlaku khusus terhadap aturan sanksi pidana ini dalam rangka
yang diproklamasikan pada 17 Kepabeanan Republik Indonesia, upaya pemerintah untuk penegakan
Agustus 1945 tidak lepas dari yang merupakan kehendak rakyat hukum (law enforcement) UU
cita-cita pembaharuan hukum dan Indonesia untuk menggantikan Kepabeanan.
peraturan perundang-undangannya. aturan kepabeanan peninggalan Pada kurun waktu yang masih
Didalam pernyataan kemerdekaan yang berbau kolonial. relatif singkat ini, apabila kita
bangsa Indonesia itu sekaligus Undang-Undang Kepabeanan mengevaluasi UU Kepabeanan
terkandung di dalamnya pernyataan Nomor 10 tahun 1995 mengatur dan Nomor 10 tahun 1995 dalam proses
untuk bebas merdeka dari ikatan menetapkan tata cara atau kewajiban penegakan hukum (law enforcement)
belenggu penjajahan kolonial. yang harus dipenuhi dalam selama ini, dengan menyimak
Didalam Undang-Undang Dasar melakukan ekspor dan impor barang. fenomena dan realita yang
1945 pada Aturan Peralihan pasal II : Barangsiapa yang ingin melakukan berlangsung dan berkembang di
“Segala Badan Negara dan kegiatan ekspor dan impor barang masyarakat terutama masyarakat
Peraturan yang ada masih dunia usaha, maupun pengawasan
langsung berlaku, selama belum kita terhadap penegakan hukum oleh
diadakan yang baru menurut
Undang-Undang Dasar ini”. PELAYANAN aparat penegak hukum yang
berwenang dalam hal ini Direktorat
MERUPAKAN SUATU Jenderal Bea dan Cukai dalam hal
Jadi untuk menutup kekosongan
hukum tersebut, maka maksud
CARA UNTUK Kepabeanan, maupun terbitan dari
mass media, kita mungkin dapat
Undang-Undang Dasar 1945 pada MEMBERDAYAKAN menarik gambaran yang sedikit
Aturan Peralihan pasal II, sementara
waktu peraturan Kepabeanan dan
MASYARAKAT YANG menggembirakan, bahwa telah
banyak perubahan yang mendasar
Cukai masih dapat memakai DILAYANINYA dalam pelayanan masyarakat,
peraturan peninggalan kolonial, yang dibandingkan dengan era sebelum
dikenal dengan : ditetapkannya UU Kepabeanan
l Undang-Undang Tarief (Indische harus memenuhi dan mengindahkan Nomor 10 tahun 1995. Hal-hal yang
Tarief Wet) STBL. Th. 1873 ketentuan-ketentuan peraturan positif yang dapat dirasakan oleh
Nomor : 35 Undang-Undang Kepabeanan Nomor masyarakat pada umumnya dan
l Ordonantie Bea (Rechten 10 tahun 1995. pengguna jasa pelayanan pada
Ordonnantie) STBL. Th. 1882 Di dalam UU Kepabeanan telah khususnya, adalah sifat Pelayanan
Nomor : 240 diatur pula beberapa pelanggaran Prima dan Self Assessment.
l Ordonantie Tarief (Ordonantie yang dapat dikenakan sanksi Dimana sifat pelayanan prima
Tarief) STBL. Th. 1910 Nomor : administrasi maupun sanksi pidana. adalah mendasarkan dengan Surat
628 Ketentuan ini dapat dikenakan Keputusan Menteri Pendayagunaan
(B. Tjipto Hardjono; Pusdiklat, 1974) terhadap pelaku usaha eksportir dan Aparatur Negara (Menpan) SK Nomor
importir maupun siapa saja yang : 81/tahun 1993, yang memuat
Dengan berlakunya Undang- melakukan kegiatan tersebut, berikut pedoman tata laksana pelayanan
Undang Kepabeanan Nomor 10 sebagai pengusaha angkutan, yang umum, yang selanjutnya SK tersebut
tahun 1995 yang berlaku efektif tidak mengindahkan ataupun diperkuat dengan Instruksi Presiden
tanggal 1 April 1997, genap sudah mematuhi yang telah ditetapkan oleh (Inpres) Nomor : 1/tahun 1995 yang
sembilan (9) tahun usianya sebagai UU Kepabeanan tersebut. berisikan penugasan kepada Menpan
produk hukum yang bersifat nasional Pengenaan sanksi administrasi dan untuk memimpin dan melaksanakan

52 WARTA BEA CUKAI EDISI 371 OKTOBER 2005


kegiatan-kegiatan yang dianggap Dengan memperhatikan uraian senjata, amunisi dan
perlu agar dapat segera tersebut, pada dasarnya untuk dapat semacamnya, narkotika (faktor
meningkatkan mutu pelayanan bagi dikatakan sebagai telah terjadi keamanan), penyelundupan
masyarakat. perbuatan pidana/delik tersebut dalam arti ini adalah dalam
Pelayanan adalah satu-satunya harus memenuhi unsur-unsur delik. pengertian luas. (Prapto
cara memperoleh kepercayaan dari Unsur-unsur delik ini harus Supardhi; Surabaya, 1991,
para pelanggan dan pengguna jasa. memenuhi secara keseluruhan, hal. 35)”.
Kepercayaan pelanggan atau apabila satu saja tidak memenuhi l Ordonantie Bea STBL. 1882.
pengguna jasa adalah jaminan bagi unsur tersebut maka tidak dapat Nomor : 240 memberikan
kelangsungan hidup suatu usaha dikatakan telah terjadi perbuatan rumusan penyelundupan
atau organisasi pemerintah atau tindak pidana. sebagaimana diatur dalam pasal
swasta. Pelayanan merupakan suatu Adapun unsur-unsur delik sebagai 26 b yang berbunyi sebagai
cara untuk memberdayakan berikut : berikut :
masyarakat yang dilayaninya. 1. Ada perbuatan yang mencocoki “barang siapa yang
rumusan delik dalam undang- mengimpor atau mengekspor
TINDAK PIDANA KEPABEANAN undang. barang dan mencoba
Disamping berlakunya Undang- 2. Melawan hukum dan tidak ada (trachten) mengimpor atau
Undang Kepabeanan Nomor 10 alasan pembenaran. mengekspor barang tanpa
tahun 1995 yang tersebut di atas, 3. Ada kesalahan dan tidak ada mengindahkan ketentuan-
ternyata dewasa ini dalam praktek alasan pemaafan. ketentuan dari Ordonansi Bea
penegakan hukum UU Kepabeanan 4. Dilakukan oleh orang yang dapat dan Reglemen-Reglemen yang
secara nyata dalam penerapannya dipertanggungjawabkan. terlampir padanya.”
kurang optimal di lapangan, dalam l Menurut WCO (World Customs
kurun waktu sepandan dengan Organization) berpendapat :
berlakunya undang-undang tersebut,
dalam artian tindak pidana ...APABILA TELAH “bahwa yang dimaksud
dengan penyelundupan ialah
penyelundupan dan berlakunya pasal MEMENUHI mengimpor atau mengekspor
102 UU Kepabeanan belum atau
tidak menyentuh nafas era reformasi SEBAGIAN DARI dengan cara menghindar dari
pengawasan pabean dan/atau
dan era globalisasi di masa KETENTUAN, TIDAK menghindar dari kewajiban
mendatang.
Pasal 102 Undang-Undang
SELURUHNYA membayar bea-bea sebagian
atau seluruhnya. Jika
Kepabeanan yang tertulis di undang- YAITU SEBAGIAN seseorang atau sekelompok
undang tersebut sebagai tindak
pidana penyelundupan, jika
SAJA DARI atau suatu Badan Hukum
menghindar dari kewajiban
diterapkan di kawasan pabean, UNDANG-UNDANG membayar bea-bea yang
dimana kawasan pabean adalah
Pelabuhan Laut, Bandar Udara, atau
INI, MAKA TIDAK seharusnya dibayar, walaupun
ia telah memenuhi ketentuan
tempat yang ditunjuk oleh Menteri DAPAT pabean (misalnya sudah
Keuangan sebagai Kawasan Pabean,
tidak dapat berfungsi secara efektif
DIPERSALAHKAN menyerahkan pemberitahuan
pabean) tetap dianggap
dan maksimal. TELAH MELAKUKAN sebagai penyelundup (Hans
Tindak pidana arti dalam hukum TINDAK PIDANA Nainggolan; Pusdiklat Jakarta,
pidana apa yang dikenal dengan
delik atau perbuatan pidana, yang PENYELUNDUPAN... l
1999, hal. 2)”
Pengertian penyelundupan versi
berasal dari bahasa latin delictum Undang-Undang Kepabeanan
dan bahasa belandanya disebut Nomor : 10 tahun 1995 yang
strafbarfeit. Pendapat dari beberapa PANDANGAN UMUM TENTANG diatur pada pasal 102, berikut
pakar hukum dalam kacamata PENYELUNDUPAN penjelasannya:
hukum tentang delik/tindak pidana Secara umum ada pendapat dari “barangsiapa yang mengimpor
adalah : pakar hukum dan beberapa literatur, atau mengekspor atau
l Simon berpendapat mengenai antara lain : mencoba mengimpor atau
delik : l DR. Andi Hamzah, SH, mengekspor barang tanpa
Bahwa strafbarfeit ialah kelalaian berpendapat tentang mengindahkan ketentuan
yang diancam dengan pidana penyelundupan ; undang-undang ini dipidana
yang bersifat melawan hukum “istilah penyelundupan, karena melakukan
yang berhubungan dengan menyelundup sebenarnya penyelundupan dengan pidana
kesalahan dan dilakukan oleh bukan istilah yuridis, dan penjara paling lama delapan
orang yang mampu merupakan pengertian gejala tahun dan denda paling
bertanggungjawab (Andi Hanzah; sehari-hari dimana seseorang banyak Rp 500.000.000,00
Jakarta, 1991, hal. 66). secara diam-diam atau (lima ratus juta rupiah)”
l Mulyatno menggunakan istilah sembunyi-sembunyi
perbuatan pidana untuk delik, memasukan atau penjelasan :
yaitu : mengeluarkan barang-barang Undang-undang ini telah
Perbuatan pidana adalah, ke atau dari dalam negeri mengatur atau menetapkan tata
perbuatan yang dilarang oleh dengan latar belakang cara atau kewajiban yang harus
suatu aturan hukum, larangan tertentu. Latar belakang dipenuhi apabila seseorang
mana disertai dengan ancaman perbuatan demikian ialah mengimpor atau mengekspor
(sanksi) yang berupa pidana untuk menghindarkan dari Bea barang. Dalam hal seseorang
tertentu bagi barang siapa yang Cukai (faktor ekonomi), mengimpor atau mengekspor
melanggar larangan tersebut menghindari larangan yang barang tanpa mengindahkan
(Mulyatno; Jakarta, 1985, hal. 54). dibuat oleh pemerintah seperti ketentuan atau prosedur yang

EDISI 371 OKTOBER 2005 WARTA BEA CUKAI 53


OPINI
telah ditetapkan oleh undang- mempunyai nilai ekonomi atau 1. harus ada niat
undang ini, diancam dengan dapat dinilai dengan uang. 2. ada permulaan pelaksanaan
pidana berdasarkan pasal ini 3. perbuatan pidana tersebut
dengan hukuman akumulatif l Mencoba mengimpor atau tidak selesai, bukan karena
berupa pidana penjara dan mengekspor barang; kehendak sendiri si pelaku
denda. Yang dimaksud dengan Dalam Undang-Undang
tanpa mengindahkan ketentuan Kepabeanan Nomor 10 tahun l Tanpa mengindahkan ketentuan
undang-undang ini adalah sama 1995 tidak secara khusus Undang-Undang Kepabeanan
sekali tidak memenuhi ketentuan memberikan penjelasan Dalam penjelasan pada pasal 102
atau prosedur sebagaimana telah mengenai percobaan dan kita Undang-Undang Kepabeanan,
ditetapkan undang-undang ini. akan merujuk pada percobaan yang dimaksud dengan tanpa
Dengan demikian, apabila yang diatur dalam KUHP sebagai mengindahkan ketentuan atau
seseorang mengimpor atau aturan umum ketentuan pidana prosedur undang-undang ini, yaitu
mengekspor barang telah yang berlaku di Indonesia. tidak mengindahkan undang-
mengindahkan ketentuan undang- Percobaan menurut KUHP, pasal undang ini sama sekali. Sehingga
undang ini, walaupun tidak 53 ayat (1), yaitu: apabila telah memenuhi sebagian
sepenuhnya, tidak termasuk “mencoba melakukan dari ketentuan, tidak seluruhnya
perbuatan yang dapat dipidana kejahatan pidana, jika niat yaitu sebagian saja dari undang-
berdasarkan pasal ini (pasal 102 undang ini, maka tidak dapat
UUK.No: 10/1995). dipersalahkan telah melakukan

ISI DARI PASAL 102 UNDANG-


“BARANGSIAPA tindak pidana penyelundupan
yang diatur pada pasal 102
UNDANG KEPABEANAN NOMOR : YANG MENGIMPOR Undang-Undang Kepabeanan.
10/1995
Tersebut telah dijelaskan
ATAU ISI DARI PASAL 7 AYAT (1) UNDANG-
beberapa pendapat mengenai arti MENGEKSPOR UNDANG KEPABEANAN NOMOR 10/
dari penyelundupan dari berbagai ATAU MENCOBA 1995
pendapat maupun literatur tulisan
dan peraturan. Maka marilah kita MENGIMPOR ATAU Pada pasal 7 ayat (1) Undang-
undang Kepabeanan Nomor 10 tahun
mengerti makna dari Undang-Undang MENGEKSPOR 1995 dapat diuraikan sebagai
Kepabeanan tentang tindak pidana
penyelundupan yang diatur di dalam BARANG TANPA berikut :
“Barang impor harus dibawa ke
pasal 102, sebagai pasal satu-
satunya yang mempunyai sanksi
MENGINDAHKAN kantor pabean tujuan pertama
melalui jalur yang telah ditetapkan
akumulatif, yaitu sanksi denda dan KETENTUAN dan kedatangan tersebut wajib
penjara yang harus dilaksanakan
keduanya, dari Undang-Undang UNDANG-UNDANG diberitahukan oleh
pengangkutnya”.
Kepabeanan yang berjumlah XVII
BAB dan 118 pasal.
INI DIPIDANA Penjelasan pasal 7 ayat (1),
KARENA sebagai berikut ;
l Mengimpor atau mengekspor
barang;
MELAKUKAN Adanya kewajiban untuk
melaporkan kedatangan barang
Pasal 1 butir 13 Undang-Undang PENYELUNDUPAN impor di Kantor Pabean tujuan
Kepabeanan disebutkan bahwa, DENGAN PIDANA pertama melalui jalur yang telah
impor adalah kegiatan
memasukan barang dari luar PENJARA PALING ditetapkan, dimaksud agar
pembongkaran dilakukan dengan
daerah pabean ke dalam daerah LAMA DELAPAN memenuhi ketentuan dalam
pabean dan pada pasal 2 ayat (1)
Undang-Undang Kepabeanan TAHUN DAN DENDA undang-undang ini. Dalam
pengertian barang impor
dipertegas lagi bahwa, barang PALING BANYAK RP termasuk juga sarana pengangkut
yang masuk ke dalam daerah
pabean diperlakukan sebagai 500.000.000,00 yang di impor untuk dipakai atau
di impor sementara.
barang impor dan terhutang bea (LIMA RATUS JUTA Yang dimaksud dengan jalur
masuknya.
Pasal 1 butir 14 Undang-Undang RUPIAH)” yang ditetapkan adalah jalur
pelayaran, jalur udara, jalan
Kepabeanan yang menyebutkan (UU NO. 10/1995, PASAL 22) perairan daratan, dan jalan darat
bahwa ekspor adalah kegiatan yang ditetapkan, artinya sarana
mengeluarkan barang dari dalam pengangkut harus melalui jalur-
daerah pabean ke luar daerah untuk itu telah ternyata dari jalur yang dicantumkan dalam
pabean. Dan dipertegas oleh adanya permulaan untuk buku petunjuk pelayaran.
pasal 2 ayat (2) Undang-Undang melaksanakan, dan tidak Demikian pula untuk barang yang
Kepabeanan bahwa, barang yang selesainya pelaksanaan itu diangkut melalui udara harus
telah dimuat atau akan dimuat di bukan semata-mata melalui jalur (koridor) udara yang
sarana pengangkut untuk disebabkan karena ditetapkan oleh Departemen
diangkut ke luar daerah pabean kehendaknya sendiri” (Andi Perhubungan, sedangkan jalan
dianggap telah di ekspor. Hamzah; Jakarta, 1986, hal. perairan daratan dan jalan darat
Selanjutnya yang dimaksud 58). di perbatasan darat ditetapkan
dengan barang dalam Undang- Maka dengan rumusan KUHP pa- oleh Menteri
Undang Kepabeanan adalah da pasal 53 ayat (1) tersebut, da- (Bersambung)
merupakan obyek dari kegiatan pat ditarik tiga unsur yang dapat
ekspor dan impor tersebut dan dikategorikan sebagai percobaan Penulis adalah Kasi Perbendaharaan
pada umumnya obyek tersebut melakukan kejahatan, yaitu : pada KPBC Tipe B Kotabaru, Kalimantan Selatan

54 WARTA BEA CUKAI EDISI 371 OKTOBER 2005


INFO PEGAWAI
WBC/ATS

Mutasi dan Pelantikan


Pejabat Eselon II DJBC
Setelah menjabat kurang lebih tiga tahun, sebanyak 18 pejabat eselon II dilingkungan Direktorat
Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) mendapatkan mutasi untuk yang kesekian kalinya. Sementara itu
di mutasi kali ini dua pejabat eselon III mendapatkan promosi menjadi eselon II.

B
ertempat di Graha Sawala jajaran DJBC agar meningkatkan kembali dan dalam rangka penyegaran, dalam arti
Departemen Keuangan (Depkeu), upaya pemberantasan penyelundupan memberikan suatu tantangan baru dengan
pada 12 September 2005, Menteri dan memperketat pengawasan di bandara lingkungan yang baru sehingga
Keuangan (Menkeu) Jusuf Anwar maupun di pelabuhan dalam batas-batas diharapkan para pejabat yang baru dilantik
melantik pejabat eselon II dijajaran DJBC tertentu. Selain itu peningkatan arus mempunyai inovasi-inovasi baru.
dan Direktorat Jenderal Pajak. Acara barang juga mendapat perhatian yang “Mutasi kali ini juga dikhususkan untuk
pelantikan pejabat eselon II di jajaran khusus, sehingga tidak terjadi dapat memenuhi target-target yang
DJBC dan Direktorat Jenderal Pajak, yang penimbunan yang pada akhirnya dapat ditetapkan pada tahun 2005, karena
berlangsung penuh hikmat dan sederhana menghambat kelancaran arus barang sebagaimana diketahui tahun 2005 ini
ini, juga dihadiri oleh beberapa pejabat ekspor maupun impor. APBN sudah beberapa kali dinaikan,
eselon I, II, dan III di lingkungan Depkeu. Berkaitan dengan adanya amande- terakhir di APBNP yang kedua merupakan
Dalam amanahnya kepada pejabat yang men undang-undang di bidang pajak, hal yang cukup berat, jadi bagi bea cukai
baru disumpah, Menkeu Jusuf Anwar kepabeanan, dan cukai, Menkeu juga yang utama adalah bagaimana
Menyatakan isi sumpah jabatan tersebut mengamanatkan agar dapat dijalankan mengoptimalkan penerimaan baik bea
menanggung beban yang sangat berat, dengan sungguh-sungguh, karena masuk maupun cukai yang sangat berat
sehingga jangan hanya diucapkan saja amandemen undang-undang ini merupa- sekali dikondisi ekonomi saat ini,” jelas
tapi juga dilaksanakan dan dihayati kan lompatan besar yang bukan hanya Eddy Abdurrachman.
dengan sungguh-sungguh. ditunggu oleh masyarakat di penjuru Lebih lanjut Dirjen mengatakan, kalau
“Mutasi kali ini tidak berdasarkan hal- Indonesia tapi juga di penjuru dunia. kebijakan-kebijakan yang ada nanti harus
hal yang istimewa, melainkan untuk Sementara itu Dirjen Bea dan Cukai, bersifat bisnis friendly sebagaimana yang
meningkatkan kinerja di jajaran Depkeu, Eddy Abdurrachman ketika diwawanca- dikatakan Menkeu, sehingga bisa menarik
karena posisi eselon II merupakan ujung rai WBC usai acara pelantika mengata- dan mempertahankan investasi yang
tombak dari Depkeu sehingga diharapkan kan, mutasi kali ini tidak terlambat atau sudah ada. Sedangkan untuk perlindung-
dapat mendorong sistem perekonomian terlalu lama, karena mutasi ini sebagai an di dalam negeri sendiri dilakukan
bangsa ini,” ujar Jusuf Anwar. dinamika dari suatu organisasi dengan dengan upaya menangkal masuknya
Menkeu juga menekankan kepada tujuan untuk mengisi jabatan yang kosong barang-barang impor ilegal. adi

56 WARTA BEA CUKAI EDISI 371 OKTOBER 2005


Keputusan Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomor 426/KMK.01/UP.II/2005 Tentang
MUTASI PARA PEJABAT ESELON II
DI DIREKTORAT JENDERAL BEA DAN CUKAI
JABATAN DAN TEMPAT KEDUDUKAN
No. NAMA/NIP
L A M A B A R U
1 Drs. Sjahrir Djamaluddin Direktur Penerimaan dan Peraturan Sekretaris Direktorat Jenderal
060034881 Kepabeanan dan Cukai Bea dan Cukai
2 Drs. Teguh Indrayana, M.A. Kepala Kantor Wilayah IX DJBC Direktur Teknis Kepabeanan
060054090 Tipe B Pontianak
3 Drs. Ibrahim A. Karim Direktur Teknis Kepabeanan Direktur Fasilitas Kepabeanan
060027872
4 Drs. Frans Rupang Kepala Kantor Wilayah IV DJBC Direktur Cukai
060044387 Tipe A Jakarta
5 Drs. Endang Tata Kepala Kantor Wilayah V DJBC Direktur Pencegahan dan
060044462 Bandung Penyidikan
6 Drs. Thomas Sugijata, AK., M.M. Sekretaris Direktorat Jenderal Direktur Verifikasi dan Audit
060054084 Bea dan Cukai
7 Drs. Kamil Sjoeib, M.A Direktur Fasilitas Kepabeanan Direktur Kepabeanan
060044480 Internasional
8 Drs. Muhammad Wahyu Purnomo, M.Sc. Kepala Kantor Wilayah VIII DJBC Direktur Penerimaan dan Per-
060054842 Tipe B Denpasar aturan Kepabeanan dan Cukai
9 Drs. Djasman Sutedjo Kepala Kantor Wilayah XIII DJBC Kepala Kantor Wilayah I DJBC
060044457 Tipe B Banda Aceh Tipe A Medan
10 Drs. Bambang Prasodjo Kepala Kantor Wilayah VI DJBC Kepala Kantor Wilayah II DJBC
060044467 Tipe A Semarang Tipe Khusus Tanjung Balai
Karimun
11 Heru Santoso, S.H. Kepala Kantor Wilayah II DJBC Tipe Kepala Kantor Wilayah III DJBC
060051354 Khusus Tanjung Balai Karimun Tipe B Pelembang
12 Drs. Erlangga Mantik, M.A. Direktur Cukai Kepala Kantor Wilayah IV DJBC
060044479 Tipe A Jakarta
13 Drs. Joko Wiyono, M.A. Direktur Verifikasi dan Audit Kepala Kantor Wilayah V DJBC
060054080 Tipe A Bandung
14 Toto Sugiatno Samingan, S.H. Kepala Pusat Pendidikan dan Kepala Kantor Wilayah VI DJBC
060035015 Pelatihan Bea dan Cukai Badan Tipe A Semarang
Pendidikan dan Pelatihan
Keuangan
15 Drs. Zeth Abraham Likumahwa Kepala Kantor Wilayah III DJBC Kepala Kantor Wilayah VII
060027823 Tipe B Palembang DJBC Tipe A Surabaya
16 Heryanto Budi Santoso, S.H., M.M. Kepala Kantor Wilayah VII DJBC Kepala Kantor Wilayah VIII
060034937 Tipe A Surabaya DJBC Tipe B Denpasar
17 Drs. Ismartono Kepala Kantor Wilayah XII Tipe B Kepala Kantor Wilayah IX DJBC
060044469 Ambon Tipe B Pontianak
18 DR. Heri Kristiono, S.H., M.A. Kepala Subdirektorat Kerjasama PJ. Kepala Kantor Wilayah XII
060035988 Internasional III Direktorat DJBC Tipe B Ambon
Kepabeanan Internasional
19 Drs. Muhammad Chariri Kepala Bidang Kepabeanan dan PJ. Kepala Kantor Wilayah XIII
060044383 Cukai Kantor Wilayah IV DJBC DJBC Tipe B Banda Aceh
Tipe A Jakarta
20 Drs. Sofyan Permana Direktur Pencegahan dan Kepala Pusat Pendidikan dan
060044388 Penyidikan DJBC Pelatihan Bea dan Cukai

EDISI 371 OKTOBER 2005 WARTA BEA CUKAI 57


INFO PEGAWAI

Serah Terima Jabatan Eselon II


DI LINGKUNGAN DJBC
Dilakukan secara serentak di ruang Loka Utama Kantor Pusat Direktorat Jenderal Bea dan Cukai
(DJBC), serah terima jabatan eselon II terkesan berbeda dengan yang biasanya. Dengan tidak
adanya serah terima di wilayah masing-masing, maka para pejabat yang menduduki pos baru
dapat langsung melaksanakan tugasnya.
WBC/ATS WBC/ATS

SECARA SERENTAK. Seluruh pejabat eselon II DJBC yang telah dilantik SIMBOLIS. Sekretaris Direktorat Jenderal lama menyerahkan memori
oleh Menkeu, melakukan penandatanganan serah terima jabatan secara pengakhiran jabatan kepada Sekretaris Direktorat Jenderal yang baru
serentak di ruang Loka Utama Kantor Pusat DJBC. secara simbolis.

S
etelah pada 12 Septermber 2005, tersebut dilakukan secara serentak di Dan setelah secara bersama-sama
bertempat di ruang Graha Sawala Kantor Pusat. Hal ini dimaksudkan agar para pejabat menandatangani naskah
Departemen Keuangan, Menteri tidak terjadi ke kosongan yang terlalu serah terima, acara dilanjutkan dengan
Keuangan (Menkeu) Jusuf Anwar melantik lama, juga para pejabat di pos barunya penyerahan memori pengakhiran jabatan
secara serentak pejabat eselon II yang dapat langsung melaksanakan tugasnya. secara simbolis oleh Sekretaris Direktorat
mendapatkan mutasi dilingkungan DJBC Acara yang dimulai dengan Jenderal yang lama kepada Sekretaris
dan Direktorat Pajak, pada 19 September pembacaan ringkasan keputusan Direktorat Jenderal yang baru. Sementara
2005, bertempat di ruang Loka Utama Menkeu nomor 426/KMK.01/UP.II/2005 itu dalam kata-kata sambutannya Dirjen
Kantor Pusat DJBC, Direktur Jenderal Bea tentang mutasi para pejabat eselon II di mengharapkan agar dalam waktu yang
dan Cukai, Eddy Abdurrachman menyak- lingkungan Depkeu, dilanjutkan dengan tinggal beberapa bulan, diharapkan
sikan secara serentak penandatanganan penandatanganan naskah serah serima seluruh target penerimaan baik bea
naskah serah terima jabatan pejabat ese- jabatan yang dimulai oleh pejabat yang masuk maupun cukai dapat terpenuhi.
lon II DJBC, yang telah dilantik tersebut. menyerahkan jabatan dan dilanjutkan Acara yang berlangsung cukup seder-
Berbeda dengan sebelumnya dimana oleh pejabat yang menerima jabatan hana dan penuh hikmat ini, akhirnya ditu-
acara serah terima jabatan dilakukan di dengan disaksikan langsung oleh tup dengan pembacaan doa dan dilanjut-
masing-masing wilayah, kini acara Direktur Jenderal Bea dan Cukai. kan dengan acara ramah tamah. adi
WBC/ATS

FOTO BERSAMA. Seluruh pejabat eselon II DJBC yang telah mendatangani serah serima jabatan berfoto bersama dengan Direktur Jenderal Bea dan Cukai.

58 WARTA BEA CUKAI EDISI 371 OKTOBER 2005


PEGAWAI PENSIUN
T.M.T 01 OKTOBER 2005 PERIODE T.A 2005
NO. NAMA NIP GOL JABATAN KEDUDUKAN

1. Drs. F. Rehatta 060027803 IV/c Kepala Kantor KPBC Tipe A Dumai

2. Drs. Baharuddin Husin 060035037 IV/c Kepala Kantor KPBC Tipe A Palembang

3. Drs. Rijadi 060057654 IV/c Kepala Bidang Audit Kanwil V DJBC Bandung

4. Martono 06004116 IV/a Kepala Seksi Kepabeanan V KPBC Tipe A Bekasi

5. Endang Faruk 060041310 III/d Kasi Verifikasi dan Ekspor Kanwil VII DJBC Surabaya

6. Purnomo 060040701 III/b Pelaksana KPBC Tipe A Khusus Soekarno Hatta

7. Abdullah Fatah 060028477 II/d Pelaksana KPBC Tipe C Pomalaa

8. Semuel Kaya 060032167 II/d Pelaksana KPBC Tipe B Ambon

9. Subiyanto 060044057 II/d Pelaksana KPBC Tipe A Khusus Tanjung Priok III

10. Srie Aniem binti Aniem 060028361 II/d Pelaksana KPBC Tipe A Balikpapan

11. Abdullah 060056626 II/c Pelaksana Kantor Pusat DJBC

12. Risuhadi 060056679 II/c Pelaksana KPBC Tipe B Yogyakarta

13. Bedjo Siswanto 060058116 II/b Pelaksana Kanwil VI DJBC Semarang

14. Zulkifli Raof 060043975 II/b Pelaksana KPBC Tipe A Belawan

INFO PERATURAN
PERATURAN MENTERI KEUANGAN
Per September 2005
No. KEPUTUSAN P E R I H A L
Nomor Tanggal

1. 69/PMK.04/2005 16-08-05 Perubahan Keenam Atas Keputusan Menteri Keuangan Nomor 89/KMK.04/2002
Tentang Tata Cara Pemberian Pembebasan Bea Masuk Dan Cukai Atas Impor
Barang Untuk Keperluan Badan Internasional Beserta Para Pejabatnya Yang
Bertugas Di Indonesia
2. 70/PMK.010/2005 16-08-05 Penetapan Tarif Bea Masuk Atas Impor Barang Dalam Rangka Asean Integration
System Of Preferences (AISP) Untuk Negara-negara Anggota Baru Asean
(Kamboja, Laos, Myanmar, Dan Vietnam)

PERATURAN DIREKTUR JENDERAL BEA DAN CUKAI


Per September 2005
No. KEPUTUSAN P E R I H A L
Nomor Tanggal

1. 15/BC/2005 22-08-05 Petunjuk Pelaksanaan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 62/PMK.010/2005


Tentang Pembebasan Bea Masuk Atas Impor Bagian dan Perlengkapan
Kendaraan Bermotor Untuk Pembuatan Kendaraan Bermotor Tujuan Ekspor

EDISI 371 OKTOBER 2005 WARTA BEA CUKAI 59


KEPABEANAN INTERNASIONAL

DARI PERTEMUAN
Negotiating Group on
Trade Facilitation (NGTF)
Untuk persiapan menghadapi rangkaian pertemuan NGTF dan KTM, Desember 2005 di Hong
Kong, seyogyanya Ditjen. Bea dan Cukai (DJBC) dapat segera melengkapi Tabel Ringkasan Isu
Utama Dalam Perundingan NGTF yang sudah disempurnakan , khususnya yang terkait dengan
kolom “Indonesian Position.”

P
DOK.WBC
ada 25-27 Juli 2005 di WTO, Jenewa kendala, sebagai akibat antara lain
telah diselenggarakan Pertemuan terlambat diterimanya dokumen manifest
Negotiating Group on Trade dari pengangkut, tidak memadainya
Facilitation (NGTF) yang dipimpin oleh internet infrastructure yang terkait dengan
Duta Besar Malaysia untuk WTO, yaitu EDI, dan penerapan pre-arrival examina-
Amb. Mohammad Noor. Pada tion masih terbatas hanya kepada importir
kesempatan tersebut, Indonesia diwakili yang memiliki tingkat kepatuhan tinggi;
oleh Gusmardi Bustami Dubes RI-WTO, Tentang fees and formalities in
Samsuar Said, Kabid. Keuangan/Bea dan implementing a single window, Delegasi
Cukai PRIME-Brussels dan Agus Singapura memaparkan pengalamannya
Saptono, Sekretaris I (Bidang Ekonomi) didalam melaksanakan system single
PTRI – Jenewa; window (SW) yang dibangun atas dasar
Pertemuan NGTF kali ini masih tetap EDI sistem dan bagaimana sistem SW
membahas agenda items tentang upaya tersebut dapat memangkas formalitas/
klarifikasi dan penyempurnaan Artikel V, dokumen yang diperlukan dan dapat
VIII dan X GATT 1994 dan mempercepat pergerakan arus barang
pengembangan sendi-sendi kapasitas/ serta pengeluaran suatu kiriman barang
bantuan tehnis. Submisi dan hasil secara signifikan. Oleh karena itu
pembahasan agenda items tersebut akan penerapan sistem SW di Singapura diakui
melengkapi kompilasi yang telah disusun telah meningkatkan upaya memfasilitasi
Sekretariat dan dijadikan sebagai perdagangan dengan sangat signifikan.
referensi dalam pertemuan Tingkat Per hari sistem SW tersebut dapat
Menteri Perdagangan WTO (KTM) yang MENURUT SAMSUAR SAID, dalam rangka memproses kurang-lebih 20.000 aplikasi
akan diselenggarakan pada Desember memperkuat DELRI, seyogyanya pertemuan- yang terkait dengan impor dan ekspor.
2005 di Hong Kong; pertemuan NGTF mendatang dapat juga dihadiri Atas dasar pemaparan tersebut dapat
oleh para pejabat terkait dari Kantor Pusat.
disimpulkan bahwa penerapan sistem SW
KLARIFIKASI/ PENYEMPURNAAN ARTIKEL pada tingkat ini akan memberikan
V, VIII DAN X GATT 1994 Jepang diperkenankan untuk melakukan kesulitan baik kepada negara kurang
Pada kesempatan tersebut, pemeriksaan dokumen terlebih dahulu berkembang, maupun kepada sebagian
Sekretariat WTO telah melaporkan sebelum suatu kiriman barang tiba di negara berkembang, mengingat proses
updating upaya mengkompilasi seluruh pelabuhan impor, namun demikian pada pelaksanaan sistem SW tadi dilakukan
submisi/kertas kerja dibidang trade saat kedatangan barang, apabila secara elektronis dan pengadaannya
facilitation berikut submisi baru yang dipandang perlu, Bea dan Cukai Jepang menuntut biaya yang cukup mahal serta
menyangkut Artikel V, VIII dan X GATT. dapat melakukan pemeriksaan yang lebih upaya koordinasi yang tinggi. Oleh
Berkaitan dengan itu terdapat beberapa mendalam. Pre-arrival examination karena itu bagi negara berkembang,
submisi yang perkembanganannya perlu dilakukan atas dasar konsep resiko termasuk Indonesia, diperlukan kerangka
dicermati lebih lanjut, yaitu submisi yang manajemen. waktu yang cukup panjang, bantuan
terkait dengan isu tentang: Perlu diberitahukan bahwa prosedur tehnis serta pengembangan sendi-sendi
- pre-arrival examination: Japan’s impor yang normal adalah bahwa kapasitas yang sifatnya
experience; prosedur impor hanya dapat diterapkan berkesinambungan untuk dapat
- fees and formalities in implementing a apabila kiriman suatu barang telah tiba melaksanakan sistem SW tersebut;
single window: Singapore’s experi- dipelabuhan impor. Dengan demikian pre- Dalam rangka mengantisipasi
ence; arrival examination diakui dapat perkembangan pesat volume kegiatan
- post-clearance audit in Korea; memberikan kontribusi yang cukup impor dan ekspor serta mempercepat
- exchange and handling of information siknifikan didalam meningkatkan upaya prosedur pengeluaran barang, Bea dan
proposed by India and US; memfasilitasi perdagangan. Sementara itu Cukai Korea telah mengintrodusir konsep
- risk management; Bea dan Cukai Indonesia juga telah post-clearance audit. Melalui konsep
Mengenai pre-arrival examination menerapkan pre-arrival examination tersebut, terhadap barang-barang impor
dapat dijelaskan, dalam rangka sebagaimana yang dilakukan oleh Bea dapat segera dikeluarkan, atas dasar
mempercepat pengeluaran barang di dan Cukai Jepang; namun didalam pemeriksaan Pemberitahuan Barang
pelabuhan, kepada Bea dan Cukai pelaksanaannya masih ditemukan adanya Impor yang dilengkapi dengan dokumen

60 WARTA BEA CUKAI EDISI 371 OKTOBER 2005


DOK.WBC
penunjang dasarnya (termasuk bukti-bukti
pembayaran bea masuk dan pajak impor
terkait lainnya).
Kemudian setelah barang-barang
tersebut dikeluarkan, maka Bea dan Cukai
Korea melakukan pemeriksaan buku
digudang-gudang/kantor importir yang
bersangkutan. Dengan demikian konsep
post-clearance audit tersebut dapat
mendorong peningkatan upaya
memfasilitasi perdagangan, mengingat
pemeriksaan barang dilakukan setelah
barangnya dikeluarkan dari pelabuhan
terlebih dahulu. Sementara itu, sebagai
konsekuensi dari pelaksaaan system self-
assessment dan resiko manajemen, Bea
dan Cukai Indonesia juga telah
menerapkan konsep post-clearance audit.
Dalam kaitan tersebut, Bea dan Cukai
Indonesia dalam kerangka ASEAN telah
ditunjuk sebagai ASEAN coordinator
dibidang post clearance audit.
Yang terkait dengan exchange and
handling of information, Delegasi India dan
US mengusulkan agar disusun suatu
mekanisme yang sifatnya multilateral
dalam melakukan pertukaran dan
menangani informasi yang berhubungan
dengan isu-isu memfasilitasi
perdagangan dan peningkatan kepatuhan
terhadap peraturan perundangan dibidang SINGAPURA MEMAPARKAN pengalaman tentang penerapan sistem SW yang dapat memangkas
kepabeanan. Melalui mekanisme tersebut formalitas/dokumen dan mempercepat pergerakan arus barang serta pengeluaran suatu kiriman
diharapkan upaya kerjasama antar Bea barang secara signifikan.
dan Cukai atau antar elemen Penegakan
Hukum dapat dilaksanakan dengan lebih (kerahasiaan informasi) yang sangat informasi, dan latar belakang yang
efektif. Usulan Delegasi India dan US terkait dengan upaya perlindungan industri sebenarnya.
menjadi sangat krusial, karena dalam negeri, perlindungan terhadap Klarifikasi tersebut sangat diperlukan
menyangkut isu confidentiality masyarakat, keutuhan penerimaan negara guna menghindari terjadinya
dan keamanan. penyalahgunaan informasi. Perlu
DOK.WBC
Disamping itu pula perlu diketahui diketahui, berdasarkan pengamatan kami,
bahwa sebagian informasi tersebut bahwa pada dasarnya latar belakang dari
sifatnya tertutup, dalam arti bahwa usulan India adalah untuk memerangi
informasi tadi hanya dapat diberikan commercial/customs frauds semata;
kepada “those who need to know only”. sementara usulan US memiliki cakupan
Berkenaan dengan usulan tersebut, yang lebih luas, meliputi upaya penegakan
beberapa Delegasi antara lain EC security dalam rangka memerangi tindak
meminta penjelasan lebih lanjut, terorisme. Disamping itu sasaran utama
khususnya yang terkait dengan latar usulan India dan US pada dasarnya ingin
belakang yang sebenarnya dari usulan menghadirkan suatu mekanisme
dimaksud, mengapa kerjasama tadi pertukaran informasi yang sifatnya
dilakukan atas dasar G to G dan tidak atas multilateral dan legally binding, sehingga
dasar G to private, dan bagaimana upaya-upaya penegakan hukum dibidang
mekanismenya secara detail. perdagangan dan customs serta security
Sementara itu dari perspektif Bea dan dapat berjalan dengan lebih efektif;
Cukai Indonesia, Indonesia pada Guna menyeimbangkan tindakan-
prinsipnya dapat menerima usulan tindakan yang sifatnya memfasilitasi
tersebut, mengingat Indonesia adalah perdagangan (facilitation) dengan
Contracting Party dari Nairobi Convention tindakan-tindakan yang sifatnya
dan pendukung lahirnya Johanesburg menegakkan peraturan perundangan
Convention (konvensi-konvensi (enforcement), sebagian Bea dan Cukai
internasional dibidang penegakan hukum negara anggota WTO, termasuk Indone-
yang diciptakan dan diadministrasikan sia, telah lama mengintrodusir suatu
oleh WCO yang didalamnya antara lain prosedur kepebeanan yang dikenal
berisikan ketentuan tentang tatacara dengan konsep risk management. Konsep
pertukaran informasi dalam rangka tersebut tertumpu kepada pendapat
memerangi penyelundupan dan commer- bahwa disetiap pergerakan barang,
“INDONESIAN POSITION”, untuk menetapkan core- cial/customs frauds lainnya), namun transportasi dan orang selalu terdapat
element dalam upaya memfasilitasi perdagangan, demikian Indonesia masih memerlukan resiko yang harus diantisipasi
mengidentifikasi dan menyusun needs and klarifikasi terlebih dahulu, khususnya yang sebagaimana mestinya.
priorities dan akan lebih baik bila DJBC
menyajikan proposal tentang valuation dan post- terkait dengan jenis-jenis informasi yang Untuk itu indikator resiko tersebut
clearance audit, mengingat Indonesia adalah dapat dan tidak dapat dipublikasikan, harus dapat dikumpulkan, dianalisa,
country coordinator ASEAN). tatacara penanganan dan pertukaran ditetapkan dan dimonitor untuk

EDISI 371 OKTOBER 2005 WARTA BEA CUKAI 61


KEPABEANAN INTERNASIONAL

dilaksanakan. Selanjutnya melalui konsep negara-negara dimaksud dapat digunakan KESIMPULAN DAN SARAN
tersebut, maka suatu pergerakan barang, berbagai tools yang ada, antara lain Sejauh ini proses negosiasi
transportasi dan orang dapat dikenali WCO Assessment Tools. Disamping itu dibidang upaya memfasilitasi
apakah didalamnya mengandung resiko juga diperlukan adanya upaya koordinasi perdagangan, khususnya yang terkait
tinggi (high) atau rendah (low). Terhadap dari donor countries dan lembaga- dengan Artikel V, VIII dan X GATT 1994,
yang high akan dilakukan tindakan yang lembaga internasional terkait; telah dapat berjalan lancar, positif dan
sifatnya enforcement; sementara terhadap konstruktif. Atas dasar itu Ketua NGTF,
yang low akan diberikan tindakan yang USULAN AFRICAN GROUP Duta Besar Malaysia untuk WTO,
sifatnya fasilitasi. Sementara itu African Group menyatakan bahwa apabila nantinya
Dengan demikian konsep tersebut mengusulkan disusunnya suatu hasil-hasil sidang NGTF dapat diterima
merupakan suatu konsep yang tidak dapat operationalizing technical assistance and dalam KTM bulan Desember 2005 di
dihindari didalam setiap upaya capacity building in trade facilitation. Hong Kong, maka WTO akan
memfasilitasi perdagangan dan Usulan tersebut mencakup 5 tahapan, mengintrodusir komite baru
penegakan hukum serta sekaligus dapat yaitu: mengidentifikasi kebutuhan dan dilingkungan WTO, yaitu : Committee
memberikan kontribusi yang signifikan prioritas dari masing-masing negara, on Trade Facilitation. Untuk itu nantinya
terhadap upaya peningkatan efisiensi mengkompilasi kebutuhan dan prioritas diperlukan adanya suatu mekanisme
didalam menempatkan sumber daya yang dari masing-masing negara, membantu baru untuk menggerakkannya ;
tersedia. Oleh karena itu konsep tadi proses klarifikasi dan pendidikan Namun demikian permasalahan
seyogyanya dapat juga diterapkan (termasuk pelatihan), membantu yang mungkin muncul nantinya yang
diberbagai lembaga pemerintah, pelaksanaan hasil-hasil proses negosiasi, perlu diantisipasi adalah persoalan
khususnya pada lembaga-lembaga yang dan membantu upaya koordinasi implementasi hasil-hasil proses
kegiatannya antara lain terkait dengan pelaksanaan kebutuhan dan prioritas dari negosiasi upaya memfasilitasi
prosedur perdagangan, keimigrasian, masing-masing negara. perdagangan, khususnya yang terkait
karantina dan perijinan lainnya. Ditambahkan bahwa keberhasilan dengan pemberian bantuan tehnis dan
Pelaksanaan konsep dimaksud dapat proses negosiasi dibidang memfasilitasi pengembangan sendi-sendi kapasitas.
dilakukan baik secara manual, maupun perdagangan sangat tergantung dari pada Untuk itu kepada negara-negara
otomatisasi. Didalam pelaksanaannya, kesinambungan bantuan tehnis dan kurang berkembang/berkembang yang
Bea dan Cukai Indonesia mengenali pengembangan sendi-sendi kapasitas berkepentingan telah diminta untuk
adanya kendala, sebagai akibat antara bagi negara-negara berkembang/kurang dapat menyusun needs and priorities-
lain lemahnya computer/infrastruktur berkembang. Sementara yang menyang- nya guna memudahkan masing-masing
internet yang tersedia. kut tahapan pertama, African Group juga negara yang bersangkutan, donor
mengusulkan agar dapat dilakukan pe- country dan lembaga-lembaga
TECHNICAL ASSISTANCE AND CAPACITY nyempurnaan terhadap WCO Self Asses- internasional terkait didalam
BUILDING sment Checklist, mengingat isu memfasi- mengkoordinasikan, menyalurkan dan
Sebagaimana dimaklumi bahwa litasi perdagangan tidak saja mencakup melaksanakan bantuan tehnis dan
modalitas dalam rangka proses negosiasi isu-isu yang terkait dengan kepabeanan, pengembangan sendi-sendi kapasitas
dibidang upaya memfasilitasi tetapi juga meliputi berbagai isu yang yang diperlukan ;
perdagangan menuntut strong commit- terkait dengan impor, ekspor dan transit; Selanjutnya dalam rangka persiapan
ment dari seluruh negara nggota WTO, Sehubungan dengan itu, DELRI menghadapi rangkaian pertemuan-
khususnya dari negara-negara maju untuk memberikan statement yang antara lain pertemuan NGTF dan KTM bulan
dapat memberikan bantuan tehnis dan menyatakan bahwa bantuan tehnis dan Desember 2005 di Hong Kong,
pengembangan sendi-sendi kapasitas, pengembangan sendi-sendi kapasitas seyogyanya Ditjen. Bea dan Cukai (DJBC)
sehingga negara kurang berkembang/ sangat diperlukan bagi negara dapat segera melengkapi Tabel
berkembang dapat berpartisipasi aktif berkembang agar mereka dapat secara Ringkasan Isu Utama Dalam Perundingan
didalam proses negosiasi serta penuh berperanserta didalam proses NGTF yang sudah disempurnakan ,
memperoleh manfaatnya. Atas dasar itu, negosiasi memfasilitasi perdagangan. khususnya yang terkait dengan kolom
sesuai Para 5 dan 6 Annex D Paket Juli Tanpa adanya bantuan tersebut, maka ²Indonesian Position², menetapkan core-
2004, diharapkan bantuan tehnis dan negara berkembang kemungkinan tidak element dalam rangka pelaksanaan
pengembangan sendi-sendi kapasitas akan dapat mengikuti proses dimaksud upaya memfasilitasi perdagangan,
tersebut dapat diberikan secara sebagaimana mestinya. mengidentifikasi dan menyusun needs
berkesinambungan, yaitu dimulai sejak Disamping itu ditambahkan pula and priorities DJBC dalam rangka upaya
berlangsungnya sampai dengan telah bahwa Indonesia mendukung mendapatkan bantuan tehnis dan
selesainya proses negosiasi tersebut. sepenuhnya usulan African Group , pengembangan sendi-sendi kapasitas,
Berkenaan dengan itu Jepang khususnya yang terkait dengan usulan dan menyusun usulan tentang
menyatakan bahwa negaranya telah penyempurnaan WCO Self Assessment pengalaman Indonesia dalam rangka
memberikan berbagai bantuan tehnis Checklist. Dasar dukungan Indonesia pelaksanaan upaya memfasilitasi
dibidang HS Classification, Customs adalah bahwa pada saat itu belum ada perdagangan dan kendala yang
Valuation and Post-Clearance Audit, dan satu negara yang mengajukan modalitas dihadapinya (pada hemat kami akan lebih
Training Management. Sebagian besar dan WCO Checklist tersebut sangat baik apabila DJBC dapat menyajikan
bantuan tehnis tersebut diberikan kepada diperlukan sebagai bahan diskusi serta proposal tentang valuation dan post-
negara-negara Asia dan Pasifik dan penyusunan proposal mengenai needs clearance audit, mengingat Indonesia
menambahkan akan pentingnya upaya and priorities dalam rangka memfasilitasi adalah country coordinator ASEAN).
mengidentifikasi keperluan serta prioritas perdagangan. Kemudian dalam Pertemuan NGTF berikutnya akan
negara-negara yang memerlukan bantuan perkembangan pembahasannya diselenggarakan pada 19-20 September
tehnis, sehinga bantuan tehnis tersebut dirasakan bahwa cakupan WCO Checklist 2005 dan 5-6 Oktober 2005 di WTO,
nantinya dapat diberikan sesuai dengan tadi menyentuh isu-isu diluar Customs Jenewa. Berkenaan dengan itu dan dalam
kebutuhan masing-masing. matters. Oleh karena itu sudah waktunya rangka memperkuat DELRI, seyogyanya
Sejalan dengan apa yang telah WCO Checklist tersebut disempurnakan. pertemuan-pertemuan NGTF mendatang
disampaikan Jepang, beberapa proponent Pada akhirnya sebagian delegasi, dapat juga dihadiri oleh para pejabat
seperti antara lain New Zealand dan termasuk US dan WCO, menyatakan terkait dari Kantor Pusat.
World Bank menyatakan bahwa untuk dukungannya terhadap usulan African Samsuar Said,
dapat mengidentifikasi needs and priorities Group yang dirasakan sangat praktis; Kabid. Keuangan/Bea dan Cukai PRIME-Brussels

62 WARTA BEA CUKAI EDISI 371 OKTOBER 2005


BISA CANDA

Erwin

EDISI 371 OKTOBER 2005 WARTA BEA CUKAI 63


PERISTIWA
WBC/RIS

SEMINAR INTEGRITAS. Dengan tema Membentuk


SDM yang Profesional dan Bermoral.

SEMINAR NASIONAL

“Membangun
Integritas” 2005
Dibutuhkan seorang pemimpin yang jujur, tegas dan berani menyampaikan
kebenaran disaat Indonesia sedang membangun integritas bermoral

D
WBC/RIS
engan tema “Membentuk Memberantas Korupsi dengan
Sumber Daya Manusia yang Sistemik, A. Riawan Amin, Direktur
Profesional dan Bermoral,” Utama Bank Muamalat yang diwakili
Ikatan Alumni STKN (Sekolah Tinggi Andi Bukhari mengusung tema,
Keuangan Negara) , IIK (Institut Ilmu Paradigma Spiritual dalam Mengelola
Keuangan) , STAN (Sekolah Tinggi Sebuah Bisnis Unit. Hendarman
Akuntansi Negara) dan Prodip Supanji, Ketua Tim Koordinasi
Keuangan bersama ISMMED ((Insti- Pemberantasan Tipikor/Jampidsus)
tute of Social Morale Management sebagai salah satu pembicara
Education and Development), pada seminar mengulas soal Perlunya
7 September 2005, mengadakan Penegakan Hukum yang Tegas
seminar nasional Membangun dalam Pemberantasan Korupsi :
Integritas 2005, bertempat di Aula Pakta Integritas dan Pakta
Gedung B Lantai 5 BPPK (Badan Antikorupsi. Sedangkan Drs. Joko
Pendidikan dan Pelatihan Keuangan) Susilo, MA, Deputi Akuntabilitas
Departemen Keuangan, Jalan Aparatur Kementerian PAN RI
Purnawarman Kebayoran Baru berbicara tentang “Membentuk
Jakarta Selatan. Integritas”.
Sebagai keynote speaker dalam Dalam sambutannya, Menpan
seminar tersebut Menteri Taufik Effendy mengatakan, di era
Pendayagunaan dan Aparatur reformasi birokrasi ada dua hal
Negara (Menpan), Taufik Efendy, mendasar yang mengiringinya,
dengan moderator Helmy Yahya dan pertama, perubahan mindset yang
Achmad Ghozali, beserta empat memang hal ini harus dilakukan.
pembicara dalam acara tersebut. Kedua, peningkatan pembenahan
Keempat pembicara seminar yang manajemen berbasiskan kinerja
mengusung tema integritas, adalah ; yang tidak menuntut sikap tertentu
MENPAN TAUFIK EFFENDI. Bertindak sebagai
Dr. R.B Permana Agung, Staf Ahli pada pimpinannya. Termasuk keynote speaker menekankan untuk membangun
Menteri Keuangan RI, mantan Dirjen pandangan yang tidak hanya melihat integritas bermoral dibutuhkan orang jujur, tegas
Bea dan Cukai yang membahas soal out put, tetapi juga pada out come. “ dan berani menyampaikan kebenaran.

64 WARTA BEA CUKAI EDISI 371 OKTOBER 2005


Artinya kita tidak hanya pandai dalam pemerintahannya, menjadi acara tersebut menjelaskan,
memberikan resep atau formulanya leaders. Órang-orang terbaik tidak integritas tinggi mutlak diperlukan
saja tetapi bagaimana out put dan harus berarti dengan hasil akademik dalam setiap gerak pembangunan.
out come-nya,” ujar Menpan. terbaik. Karena hasil akademik Apapun baiknya suatu sistem dalam
Mengenai perubahan mindset, terbaik, yang sesungguhnya hanya rangka pembangunan bangsa tidak
pertama adalah perubahan yang menunjukkan kemampuan analisa akan berjalan baik tanpa integritas
datangnya dari penguasa untuk saja. Karena yang terpenting adalah tinggi dari aparaturnya. Pemilihan
menjalankan perannya ke arah yang karakter dalam pelaksaan tugas topik juga melalui berbagai
lebih baik dan benar sebab tertulis di negara, pertimbangan dan dibicarakan
dadanya sebagai abdi negara. Maka Negara harus mendapatkan bersama dengan para penasehat
itu, dia harus menjadi abdi yang pribadi-pribadi yang sense of reality yang akhirnya dipilihlah integritas
profesional secara makro. (kesadaran), imajinasi, kualitas menjadi topik seminar.
Sedangkan sebagai abdi masyarakat leadership, dinamisme dan juga lebih Integritas, memang suatu hal
yang profesional harus mengerti penting adalah karakter dalam yang menarik untuk dibicarakan.
betul keinginan masyarakat, sebab pelaksanaan tugas negara yang tidak Sejak kecil kita telah didokrin bahwa
tugas pengabdi adalah dapat WBC/RIS
menyenangkan hati majikannya yang
dalam hal ini adalah masyarakat. Ini
dikaitkan dengan ujung dari good
governance (pelayanan publik).
Sebagai abdi negara profesional
dan melayani masyarakat, ada dua
faktor yang dihasilkan, yaitu konsep
membangun integritas dan konsep
memenuhi persyaratan yang
pragmatis dan komprehensif. Kaitan
dengan hal tersebut maka diperlukan
strategi, visi dan misi yang jelas
dalam program yang diwujudkan
dalam action plan. Syarat utama
untuk menghasilkan proses yang
baik, harus memiliki kesamaan visi,
misi dan strategi. Sebab salah satu
masalah bangsa ini adalah krisis
definisi. Karena itu, semuanya harus
memiliki kesamaan persepsi,
kesamaan tujuan dan kesamaan
action plan, yang sekali lagi, itu
semua merupakan suatu proses yang
ditetapkan dalam well plan supaya
terencana baik, well organize, well
opinion dan kompeten agar mampu
melaksanakannya. Ini semua akan
berhasil baik apabila bisa PESERTA SEMINAR NASIONAL “Membangun Integritas” 2005.
menghimpun kekuatan. Sementara
itu kekuatan utamanya adalah harus membelokkan kebenaran, tidak bangsa Indonesia adalah bangsa
mempunyai capital power, super hero berorientasi uang dan tidak hanya yang bermartabat, berbudi pekerti
power jaringan-jaringan sosial dan diam. Berani berpijak pada luhur dan bermoral tinggi. Namun
political power. Kekuatan yang lain kebenaran yang hakiki serta berani kenyataan berbicara sebaliknya.
adalah connection dan komitmen. membuat keputusan yang berat, Banyak dari kita yang akhirnya
“Saya komit, karena ini sesuatu tetapi benar demi rakyat rela berdalih bahwa sakit yang dialami
yang sangat mendasar bahwa mengorbankan kepentingan bangsa ini sudah terlalu kronis dan
perubahan mindset bagian dari pribadinya demi negara, berani tidak bisa diubah lagi. Apakah
reformasi birokrasi, bahwa perubahan mengambil resiko termasuk harus memang demikian ?
mindset dan perubahan manajemen kehilangan jabatan. Satu hal yang harus disadari,
yang baik menghasilkan kinerja,” Dengan demikian, lanjut Permana pemecahan untuk hal yang rumit
demikian akhir sambutan Menpan. Agung, komitmen, dukungan dan seringkali berasal dari hal yang
Sesi pertama pembicara seminar, motivasi sangat penting. Kerjasama sebelumnya kita anggap remeh dan
Dr Permana Agung menyampaikan antar leaders juga jadi prasyarat kecil, misalnya dari dalam diri kita.
orasinya seputar masalah korupsi. keberhasilan termasuk delegasi, Maka itu mulailah sekarang kita
Menurut Agung, untuk memiliki desentralisasi dan komunikasi akan mengubah sikap. Jika dahulu segala
pemerintahan yang baik harus sangat berhasil jika mereka mempu- hal buruk seringkali dibenarkan, kini
memiliki good man di pemerintahan. nyai tingkah laku, nilai yang sama. saatnya kita tinggalkan dan segala
Empat puluh tahun terakhir menun- “Bagaimana jadinya jika leaders tidak hal baik yang dahulu ditekankan
jukkan sekalipun sistem pemerintah- punya sikap, nilai, kepentingan dan untuk tidak dilakukan kini mulai
an kurang baik, tetapi dengan motivasi yang sama ? bisakah dikumandangkan.
leadership kuat di dalam strata-strata program pemberantasan korupsi Seorang pemimpin yang baik akan
pemerintahan, negara dapat punya disampaikan sesuai harapan masya- memperbaiki orang-orang yang
tingkat kemajuan memadai. rakat ?,” tandas Permana Agung. dipimpinnya, dan seorang pekerja
Untuk itu masukan Permana Tentu ada alasan panitia memilih yang baik akan memperbaiki
Agung, Indonesia harus menemukan topik integritas. Ketika ditanya lingkungan kerjanya, bukan sebaliknya
orang terbaiknya (good man) di WBC, Yuzi Riza, Project Manager merusak tatanan yang ada. ris

EDISI 371 OKTOBER 2005 WARTA BEA CUKAI 65


PERISTIWA

Inkado DKI Jaya


WBC/ADI

JUARA UMUM
KEJUARAN SIWO CUP
Setelah bulan Mei lalu dalam kejuaran karate Gubernur Cup,
Inkado DKI Jaya hanya menduduki runner up, kini berbekal
jadwal latihan yang diperketat dan pembinaan atlet yang lebih
matang lagi, akhirnya Inkado DKI Jaya dapat menjadi juara
umum sekaligus merebut gelar best of the best putra.

K
ejuaran karate Seksi Wartawan kejuaran dua bulan lalu kita hanya berada
Olahraga (SIWO) Cup yang di posisi runner up, maka kali ini harus
berlangsung di gelanggang remaja menjadi juara umum, bahkan untuk posisi
Bulungan Jakarta Selatan pada 26 hingga best of the best juga diupayakan agar
28 Agustus 2005 lalu, sejak awal pertan- tetap berada di tangan kita,” ujar Sumantri.
dingan terlihat sangat ketat dalam Dengan jadwal latihan yang cukup
perolehan medali. Inkado DKI Jaya yang ketat dan turun full tim atau sekitar 92 atlet,
diketuai oleh Kepala Sub Bidang Penga- memang cukup membuat kuwalahan atlet
wasan Barang Larangan dan Pembatasan lainnya. Seperti di kelas KATA, hampir
(PBLP), Sumantri SH, langsung mendu- seluruhnya direbut oleh Inkado DKI Jaya,
duki peringkat pertama dengan memper- bahkan pada kelas lainnya, seperti
oleh 6 medali emas pada kelas KATA. Komite, Kadet, junior maupun senior
Kejuaran yang diikuti oleh 486 putra-putri, dapat diselesaikan dengan
karateka dari 29 perguruan dan dibuka baik oleh atlet Inkado DKI Jaya.
oleh Ketua KONI Agum Gumelar, selain “Lawan kita yang cukup tangguh pada
memperebutkan piala SIWO juga kejuaran ini adalah DOJO 313 (Inkai) yang
memperebutkan piala Agum Gumelar pada Gubernur Cup menjadi juara umum,
untuk best of the best baik putra namun sejak awal pertandingan kami
maupun putri. Persaingan yang cukup melihat atlet Inkado sudah dapat
ketat terlihat antara Inkado DKI Jaya menguasainya dengan baik bahkan
dengan Dojo 313 (Inkai). dalam setiap pertandingan dapat
Menurut Sumantri SH, dalam kejuaran diselesikan dengan angka yang cukup
kali ini Inkado DKI telah mempersiapkan telak,” tutur Sumantri.
atletnya selama dua bulan dengan jadwal Dengan perjuangan yang cukup PIALA BERGILIR. Dengan merebut gelar juara
latihan yang cukup ketat.”Kalau pada keras akhirnya Inkado DKI Jaya dengan umum di SIWO CUP, maka Inkado DKI Jaya
berhak atas piala bergilir PWI.
WBC/ADI
pelindungnya Dirjen Bea dan Cukai dan
Direktur Pencegahan dan Penyidikan,
keluar sebagai juara umum dengan
meraih 18 emas, 18 perak, dan 33
perunggu. Sedangkan untuk gelar best
of the best diraih atlet karateka Dedy
Sanjaya yang juga merupakan putra
dari Sumantri SH.
Dengan sedikit protes kepada wasit
pada perebutan gelar best of the best
putri, Inkado DKI Jaya tidak dapat
merebutnya, walaupun pada saat itu
kedudukan angka sudah dimenangkan
oleh Inkado DKI Jaya 5-0, namun
karena mendapatkan hukuman yang
menciderai lawan. Sehingga gelar juara
best of the best putri direbut oleh
karateka dari keguruan Inkai.
Pada pertandingan yang berlangsung
selama tiga hari tersebut, Inkado DKI
Jaya keluar sebagai juara umum,
sehingga berhak atas piala bergilir SIWO
dan piala tetap, juga piala Agum Gumelar
untuk best of the best. Dan acara pun
ditutup oleh ketua PWI Jaya, Samsul
JUARA UMUM. Pada kejuaran SIWO Cup, Inkado DKI Jaya merebut juara umum dan gelar best of Hasan dan ketua bidang pembinaan atlet
the best putra. Forki, Madju Darmanto. adi

66 WARTA BEA CUKAI EDISI 371 OKTOBER 2005


Inkado Jawa Barat
PERINGKAT 6 KEJUARAAN KARATE
POR MAESA
Mencoba mencari pengalaman di kandang lawan dengan persaingan yang lebih ketat, ternyata
membuahkan hasil yang cukup memuaskan bagi Inkado Korda Jawa Barat. Menduduki
peringkat enam dari 35 keguruan di seluruh Indonesia, membuktikan atlet Inkado Jawa Barat
cukup diperhitungkan dalam setiap kejuaran karate.

K
ejuaran karate terbuka POR Maesa Bea dan Cukai juga Kakanwil V DJBC mengatakan, wilayahnya mendapat suatu
yang cukup bergengsi di tanah air Bandung, pada kejuaran bergengsi ini kehormatan dengan diadakannya
ini, bukan hanya diikuti oleh atlet menurunkan sekitar 14 atlet karatekanya kejuaran bergengsi ini, karena berbeda
lokal saja namun juga atlet-atlet nasional untuk bersaing merebutkan 88 medali baik dengan kejuaran karate lainnya, di
untuk mengukur tingkat kemampuan emas, perak maupun perunggu. kejuaran ini tingkat persaingannya lebih
mereka dalam bertanding. Pekan Olah Kejuaran karate terbuka POR Maesa ketat, dan selain menurunkan atlet-atlet
Raga (POR) Maesa yang merupakan di Manado pada 2-4 September 2005 nasional, para atlet lain juga berusaha
agenda tetap Forki, merupakan kejuaran yang diselenggarakan di GOR KONI Sario untuk dapat merebutkan gelar juara di
karate terbesar di Indonesia yang diikuti Manado, diikuti kurang lebih 35 keguruan kelasnya masing-masing.
hampir seluruh keguruan, bahkan pada diseluruh Indonesia dan dibuka oleh Pada kejuaran terbuka POR Maesa
kejuaran tahun sebelumnya, juga sempat Gubernur Sulawesi Utara, Drs. Sinyo ini, Inkado Jawa Barat turun pada kelas
diikuti oleh atlet karateka dari beberapa Harry Sarundayang, yang malam Komite – 50 kg, + 50 kg putri, - 60, - 65, -
negara tetangga. sebelumnya mengadakan welcome party 70, -75, - 80 kg dan kelas bebas. Untuk
Inkado Korda Jawa Barat yang bagi seluruh atlet sekaligus melantik kelas putri Inkado Jawa Barat tidak dapat
diketuai oleh Kepala Seksi Pencegahan kepengurusan Inkado korda Sulawesi berbuat banyak, selain lawan-lawannya
Kanwil V DJBC Bandung, Agustinus Utara masa bakti 2005-2009. yang cukup tangguh, dari sisi pengalaman
Djoko Pinanjoyo dan pelindung Dirjen Dalam kata sambutannya Gubernur atlet putri ini juga masih dalam uji coba.
Sementara untuk putra dari beberapa
WBC/ADI kelas yang diikutkan hampir semuanya
dapat meraih medali, bahkan pada kelas –
65 putra perebutan juara 1 dan 2 berlang-
sung antara Jawa Barat dengan Jawa
Barat.”Even bergensi ini selain dapat meli-
hat kemampuan para atlet juga melihat
kemampuan lawan dari perguruan lain,
untuk itu kita menurunkan beberapa atlet
yang cukup bagus sehingga dapat meng-
imbangi permainan lawan,” ujar Agustinus.
Kejuaran yang berlangsung cukup
sportif dan penuh rasa persaudaraan ini,
akhirnya ditutup dengan pertandingan
akhir di kelas bebas. Dan untuk hasil akhir
Inkado Jawa Barat mendapatkan 2 medali
emas atas nama Risky dan Yulizar, 1
perak atas nama Ronal, dan 5 perunggu
atas nama, Buang, Iping, Saparudin, dan
Yulizar. Sehingga berhak atas posisi ke 6
dari 35 keguruan.
Sementara itu Inkado DKI Jaya yang
pada event kali ini hanya menurunkan 5
atletnya harus puas berada diurutan ke
12. Hal ini tidak lain karena faktor fisik atlet
yang terlalu lelah karena baru saja berlaga
di SIWO CUP, faktor teknis lainnya juga
ikut mempengaruhi tidak diturunkannya
keseluruhan atlet dari Inkado DKI Jaya.
Sedangkan peringkat pertama direbut
oleh Forki Jawa Timur, peringkat kedua
PB Inkai, dan diperingkat ketiga Forki
Sulawesi Selatan.
Kejuaran yang ditutup oleh ketua
Forki Sulawesi Utara, James
PERINGKAT KE 6. Dengan upaya yang maksimal dan penuh perjuangan, akhirnya Inkado Korda Sumendap, SH diakhiri dengan
Jawa Barat berhasil menduduki peringkat ke 6, sehingga cukup diperhitungkan bagi perguruan berjoget poco-poco bersama baik para
karate lain di Indonesia. atlet, manajer, wasit dan juri. adi

EDISI 371 OKTOBER 2005 WARTA BEA CUKAI 67


KOLOM

Oleh: I Putu Agus Arjana, M.Si.

MENGUKUR KEPUASAN
Pengguna
Jasa
D
alam persaingan antar entitas menjadi subjektif sekali bila dijawab dalam mengirim data-data yang
yang semakin ketat dan tuntutan sendiri oleh petugas Bea dan Cukai. diperlukan sistem aplikasi impor.
masyarakat yang semakin Dari sini ingin ditekankan bahwa l Petugas sebagai bagian dari
berkembang maka setiap entitas baik dalam mengukur kualitas pelayanan produk. Mutu dari petugas Bea
yang bergerak di sektor swasta maupun suatu instansi yang dapat diterima Cukai yang melayani sangat
publik harus memperhatikan secara umum, bukan suatu yang menentukan kualitas pelayanan
keunggulan daya saingnya. Sekarang gampang. Belum lagi jawaban yang yang diberikan karena manusia
keunggulan daya saing tersebut tidak diberikan tidak jujur karena takut kalau merupakan bagian dari produk
semata-mata harus dilihat dari menilai jelek nanti tidak mau dilayani pelayanan.
keberhasilan dimensi keuangan. oleh Bea dan Cukai dengan baik. Dapat l Sulitnya kontrol mutu. Dalam produk
Dimensi lain, seperti : kepuasan saja Bea Cukai merasa sudah manufaktur, standar mutu dapat
pelanggan, proses perbaikan internal memberikan pelayanan yang luar diperiksa jauh sebelum barang
dan pembelajaran & perkembangan biasa, tetapi belum tentu dianggap baik tersebut dikirim ke konsumen.
organisasi harus diperhatikan pula oleh pengguna jasa. Apalagi akhir-akhir Produk pelayanan dikonsumsi pada
dalam menilai kemajuan dan ini banyak sekali penilaian yang jelek saat diproduksi sehingga sulit dalam
keunggulan daya saing organisasi. melakukan kontrol mutu.
Bea dan Cukai sebagai organisasi l Tidak ada persediaan. Produk
publik sering membanggakan MENGUKUR pelayanan tidak dapat disimpan.
keberhasilannya melalui dimensi
keuangan, yaitu keberhasilan KUALITAS Hal-hal seperti peralatan, fasilitas
dan staf pemberi pelayanan
pencapaian target penerimaan bea PELAYANAN BUKAN mungkin dapat dipersiapkan, tetapi
masuk dan cukai. Sekarang tentu hal
itu belum cukup, kepuasan pengguna SUATU YANG hal tersebut lebih bersifat sebagai
alat penunjang pelayanan.
jasa melalui pelayanan, perbaikan
struktur internal BC dan keberhasilan
MUDAH l Pentingnya waktu. Faktor waktu
sangat penting sekali dalam usaha
dalam pembelajaran baik dari kejadian pelayanan. Pelayanan harus
masa lalu maupun studi banding harus dari pelayanan sektor publik termasuk dilakukan dalam real time, lewat
mendapat perhatian serius. Bea Cukai terhadap masyarakat. dari waktu yang diharapkan maka
Dalam artikel ini penulis akan Sulitnya menilai kualitas pelayanan pelayanan sering menimbulkan
mencoba memaparkan khusus tersebut tidak terlepas dari ciri-ciri kerugian.
mengenai kualitas pelayanan yang umum dari usaha pelayanan tersebut
merupakan hal utama menentukan bila dibandingkan dengan usaha Dengan adanya ciri-ciri dari
kepuasan pengguna jasa. Bagaimana manufaktur. Ciri-ciri utama dari usaha pelayanan tersebut di atas maka
dimensi kepuasan pengguna jasa dapat pelayanan tersebut adalah : kualitas pelayanan menjadi agak sulit
diukur sehingga kita tahu sejauh mana l Dari sifat produk. Hasil dari produk diukur, karena instrumen
kualitas kerja kita dan akhirnya dapat layanan adalah perbuatan, unjuk pengukurannya berbeda-beda,
dijadikan umpan balik dalam rangka kerja, ataupun usaha, dimana tergantung dari pengguna jasa
perbaikan maupun pembelajaran. bersifat intangible (tidak dapat pelayanan itu sendiri, dan hanya
Mengukur kualitas pelayanan bukan diraba) dan berlawanan dengan pengguna jasa pelayanan yang benar-
suatu yang mudah, sebagai contoh, produk manufaktur yang produknya benar dapat mendefinisikan/
kalau ada yang bertanya, sejauh mana bersifat tangible. menentukan kriteria dalam
kualitas pelayanan bea cukai terhadap l Keterlibatan konsumen dalam mengevaluasi kualitas pelayanan.
pengguna jasa kepabeanan ? Bila produksi. Konsumen terlibat aktif Penilaian orang lain sulit diakui
ditujukan langsung kepada pengguna dalam pemberian layanan, sebagai relevansinya karena tidak merasakan
jasa, pasti jawabannya akan berbeda- contoh dalam mengajukan pelayanan yang diberikan.
beda, ada yang bilang puas dan ada permohonan pengeluaran barang Namun demikian, penilaian kualitas
yang bilang tidak puas dan ini akan maka pengguna jasa harus aktif pelayanan dalam rangka perbaikan

68 WARTA BEA CUKAI EDISI 371 OKTOBER 2005


kinerja organisasi termasuk bagi Bea
dan Cukai tetap harus dilakukan.
Kriteria Dari Dimensi Pelayanan
Melalui kesesuaian pelayanan dengan NO DIMENSI PELAYANAN K R I T E R I A
ekspektasi dari pengguna jasa, dapat
dinilai kualitas pelayanan kita. Ada Kondisi fisik kantor/pos pelayanan
beberapa hal yang dapat Lokasi pelayanan mudah dijangkau
mempengaruhi ekspektasi dari
1. TANGIBILITY Peralatan penunjang yang memadai
pengguna jasa, yaitu : apa yang
didengar dari pengguna jasa lainnya, Personil BC secara fisik meyakinkan
pengalaman masa lalu dalam Prasarana komunikasi memadai
menerima pelayanan, ketentuan
perundang-undangan dan karakteristik Petugas menguasai peraturan
maupun keinginan individu dari 2. RELIABILITY Kehandalan teknis pelayanan
pengguna jasa kepabeanan. Pengguna
jasa akan puas bila pelayanan diterima Ketepatan waktu melayani
sesuai atau bahkan melebihi ekspektasi Ketanggapan petugas melayani
yang mereka miliki.
Untuk menentukan seberapa 3. RESPONSIVENESS Kesediaan petugas melayani
besar kualitas dari pelayanan tersebut, Kemampuan petugas melayani
perlu ditentukan dimensi-dimensi dari
pelayanan yang berkualitas. Penentuan Kepastian biaya pelayanan
dimensi pelayanan dapat dilakukan 4. ASSURANCE Kepastian waktu pelayanan
melalui evaluasi terhadap pertanyaan-
pertanyaan yang muncul dari pengguna Jaminan tidak rusaknya barang yang ditangani
jasa yang ingin mendapatkan Akses pelayanan dengan pengguna jasa
pelayanan.
Sebagai contoh dari pertanyaan 5. EMPATHY Perhatian terhadap permasalahan pengguna jasa
pengguna jasa dalam rangka Keramahan melayani
pelayanan : Apakah dokumen PIB saya
akan selesai diproses di Bea Cukai
dalam waktu empat jam ? Apakah pelayanan pabean dalam waktu 4 5. Empathy
pengeluaran barang saya tidak jam, tetapi kenyataannya lebih dari Adanya kedekatan/pemahaman
dihambat oleh Bea dan Cukai ? Dari itu, hal ini akan benar-benar baik antara pemberi jasa pelayan-
dua contoh di atas maka dapat mempengaruhi perencanaan usaha an dengan pengguna jasanya.
ditentukan bahwa dimensi reliability dari penerima pelayanan. Hal ini dapat dilakukan dengan
perlu ditekankan dalam memberikan membuat akses komunikasi yang
pelayanan yang berkualitas. 3. Responsiveness dapat memudahkan komunikasi
Meminjam model dari Valarie Kemampuan dalam memberikan antara pemberi pelayanan dengan
A. Zeithaml dkk., dalam bukunya pelayanan secara cepat dan tepat. pengguna jasa pelayanan.
berjudul “Delivering Quality Service”, Pemberi pelayanan harus Sehingga pemberi pelayanan da-
maka ada beberapa dimensi yang bertanggung jawab dalam pat mengenal pengguna jasanya
sangat penting diperhatikan dalam memberikan penyelesaian masalah- dengan baik dan keinginan
mengukur pelayanan yang berkualitas, masalah yang dihadapi pengguna pengguna jasa dalam proses
yaitu : jasa. Penyelesaian masalah- pelayanan dapat dimengerti.
1. Tangibility masalah tersebut harus dilakukan
Dapat berupa tampilan fisik, dengan cepat, tepat dan akurat. Kita dapat melakukan survey
peralatan, personil dan penggunaan Demikian juga dalam hal munculnya bagaimana dimensi tangibility,
alat bantu yang dimiliki pemberi jasa pertanyaan-pertanyaan dari reliability, responsive, assurance dan
pelayanan. pengguna jasa dalam proses empathy kita dalam memberikan
Hal ini sangat penting sekali pelayanan, maka pemberi pelayanan. Sebagai penjabaran
mengingat pengguna jasa akan pelayanan harus dapat memberikan sejauh mana dimensi-dimensi
merasa lebih nyaman berada dalam jawaban dengan benar dan baik, pelayanan tersebut telah terpenuhi,
sarana fisik yang bersih, rapi dan sehingga setiap pengguna jasa berikut akan dirinci kriteria dari
aman dan mudah dalam merasa puas dalam mendapatkan masing-masing dimensi di atas.
mengidentifikasi antara personel pelayanan. (Lihat Boks Atas)
pemberi pelayanan dengan orang Survei terhadap pengguna jasa
lain. Hal ini akan memberikan kesan 4. Assurance kepabeanan, melalui pertanyaan dari
awal bahwa pemberi jasa tampak Keahlian yang diperlukan dalam “Kriteria-Kriteria Dimensi Pelayanan”
secara fisik benar-benar siap akan memberikan pelayanan sehingga yang dirasakan pengguna jasa, dapat
memberikan pelayanan yang pelanggan merasa terbebas dari kita jadikan dasar penilaian sejauh
terbaik. resiko atau kerugian karena gagal- mana kualitas pelayanan dari
2. Reliability nya pelayanan. Sehingga pelayan- organisasi kita. Hasil dari survei
Kesesuaian antara kenyataan an tersebut harus diberikan oleh dapat kita jadikan feedback, sejauh
layanan yang diberikan dengan tenaga-tenaga yang kompeten, mana kita telah berjalan dalam rel
pelayanan yang dijanjikan. Hal ini memiliki kemampuan dan pengeta- pemberian pelayanan yang sesuai
menjadi penting karena akan huan yang baik dalam memberikan dengan ekspektasi pelanggan.
mempengaruhi perencanaan usaha pelayanan. Pemberian pelayanan Artikel singkat ini merupakan
dan kepastian dari pengguna jasa harus dilakukan dengan sopan dan analisis penulis dari beberapa kajian
dalam mendapat pelayanan. ramah, pengguna jasa dibuat pustaka, semoga dapat menjadi
Sebagai contoh, dalam sosialisasi merasa aman dari resiko gagalnya bacaan yang bermanfaat.
pelayanan disebutkan bahwa Bea pelayanan, sehingga tercipta kredi- Penulis adalah Korlak Administrasi Ekspor
dan Cukai sanggup memberikan belitas yang baik dalam pelayanan. pada KPBC Tipe A Ngurah Rai

EDISI 371 OKTOBER 2005 WARTA BEA CUKAI 69


SELAK

Tour De
GRASBERG

Disela-sela rapat kerja wilayah


XII DJBC Ambon yang
berlangsung di KPBC
Amamapare, Timika, pada awal
April lalu, para peserta
berkesempatan mengunjungi PT
Freeport Indonesia, khususnya
ke areal pertambangan di
Grasberg. Berikut petikan
ceritanya seperti dituturkan Aziz
Redaksi
Syamsu Arifin (Redaksi
Redaksi).
PABRIK. Dari atas trem tampak dengan jelas pabrik pengolahan bijih menjadi tembaga, emas, dan perak.

“P
ara penumpang yang terhormat hujan cukup tebal, laju pesawat agak Timika. Semua penumpang berdiri
dalam waktu beberapa menit lagi kurang stabil seperti kendaraan berjalan di membuka kabin untuk mengambil barang
kita akan mendarat di Bandara jalan yang berlubang-lubang, sesekali bawaannya, dan pintu pesawat pun
Moses Kilangin Timika, ikatkan sabuk pesawat seperti turun mendadak, detak terbuka. Satu persatu penumpang keluar
pengaman anda, naikkan sandaran kursi, jantungku berdenyut agak keras. Terlintas menuruni anak tangga pesawat. Kulihat
dan tutup meja di depan anda, waktu dalam pikiranku bagaimana pesawat Lion dari jendela pesawat, tidak jauh dari anak
menunjukkan pukul 16.30 WIT terdapat Air yang tergelincir di Bandara Adi Sucipto tangga pesawat, Kepala Kantor
perbedaan waktu satu jam lebih cepat Solo. Aku hanya pasrah, tawakkal dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPBC) Tipe B
dengan Bandara Hasanuddin Makassar,” berdoa semoga Allah Swt memberikan Amamapare Hartono Singgih bersama
suara halus pramugari pesawat Airfast keselamatan dalam perjalananku ini. beberapa orang staf berdiri menjemput
Indonesia membuyarkan lamunanku. Kulihat ke bawah dari jendela Kepala Kantor Wilayah XII DJBC Ambon
Saat itu aku sedang membayangkan, pesawat, hamparan hijau hutan yang lebat (KWBC XII) Ismartono beserta
bagaimana masyarakat Papua yang membentang dan pohon-pohon yang rombongan peserta Raker dari KWBC
berada di Timika lalu lalang di jalanan rimbun seolah-olah menutup rapat-rapat Ambon (Ketika tulisan ini dibuat, Kakanwil
hanya mengenakan “koteka” sambil tanah Papua. Dalam hatiku bersyukur XII DJBC dijabat oleh Ismartono –Red)
membawa panah atau tombak, karena bahwa hutan Papua sebagian besar Begitu kami menginjakkan kaki di
beberapa bulan yang lalu kubaca dalam masih utuh belum tersentuh illegal logging landasan para pegawai serempak
berita di koran ada perang suku di Timika. yang akhir-akhir ini ramai dibicarakan mengambil sikap sempurna sambil
“Jangan-jangan aku nanti kena panah orang. Namun ketika kutolehkan mengangkat tangan menghormat sambil
atau tombak nyasar,” pikirku. Tiba-tiba saja pandangan ke arah jendela sebelah kiri, tersenyum ramah dan menyapa, “Selamat
merinding bulu romaku dan berdiri bulu kulihat pula hamparan tanah kosong datang di Timika”. Kami yang mendapat
kudukku. “Ah biarkan saja,” aku berwarna abu-abu, dalam benakku sambutan seperti itu menjadi rikuh dan
mengumpat dalam hatiku. berkata, “Pasti itu yang disebut dengan gagap, karena sudah lama kami tidak
Segera kututup meja didepanku, Tailing, limbah hasil penambangan melihat sikap sempurna pegawai Bea dan
kukencangkan sabuk pengamanku, dan tembaga PT. Freeport Indonesia”. Cukai. Apalagi kalau datang di Kantor
kunaikkan sandaran kursiku. Aku menoleh Tidak lama kemudian roda pesawat Pusat DJBC, rasanya sudah jarang kita
ke arah jendela sebelah kanan, awan menjejakkan kakinya di landasan Bandara melihat sikap-sikap seperti itu, maklum,

70 WARTA BEA CUKAI EDISI 371 OKTOBER 2005


FOTO : AZIZ SA
upacara 17-an sudah lama hilang, apel
pagi dan sore sudah lama terlupakan,
cara berpakaian pun sudah tidak mencer-
minkan lagi sebagai seorang pegawai
yang berseragam dan semi militer.
Dengan cekatan pegawai-pegawai
tersebut mempersilahkan kami masuk ke
dalam kendaraan, meminta kupon bagasi
untuk diambilkan oleh mereka, dan mem-
bawa kami langsung ke tempat penginap-
an. Tidak terlihat di wajah mereka rasa
keterpaksaan, yang terlihat hanyalah
wajah tulus dan ikhlas. Dengan sambutan
seperti itu rasa lelah, capai, dan penat
setelah terbang selama dua setengah jam
dari Bandara Hasanuddin Makassar
menjadi hilang dan kami bangga menjadi
pegawai Bea Cukai, karena rasa
persatuan dan jiwa korsa yang tinggi
masih melekat di hati para pegawai, setiap
pegawai BC siap membantu dan
menolong pegawai Bea Cukai lainnya.
Waktu itu tiba-tiba hujan turun dengan
lebatnya mengiringi kepergian kami dari
Bandara Timika menuju ke tempat HAUL TRUCK. Tampak pada gambar, tinggi peserta tour hanya setengah tinggi roda truk.
penginapan, seolah-olah menyambut
kedatangan kami dan para peserta Rapat bahan-bahan Rakerwil kuperiksa dan perjalanan dapat melihat keindahan alam
Kerja Kantor Wilayah XII DJBC Ambon kubaca kembali, setelah yakin sudah siap Papua yang sangat menakjubkan. Apalagi
lainnya. Begitu tiba di penginapan segera maka kupejamkan mataku, tapi kalau cuaca sedang cerah maka dari areal
kubaringkan tubuhku mengusir rasa capai. sebelumnya kupasang alarm jam 5 pagi, pertambangan Grasberg dapat melihat
“Ah nyaman sekali rasanya. “ aku harus bangun pagi dan tidak boleh keindahan “Salju Abadi” di Puncak Jaya
Tidak terasa malam pun mulai menya- kesiangan karena dapat mengganggu karena areal pertambangan dengan
pa kota Timika. Para peserta diajak keliling jadwal Rakerwil yang sudah ditetapkan. Puncak Jaya sangat berdekatan.
kota Timika, sebelum acara makan malam Jam 5 pagi alarm berbunyi, segera Maka ketika panitia Rakerwil XII DJBC
bersama di Restoran “Nyiur Melambai”. aku bangun langsung menuju kamar Ambon menawarkan wisata alam ke
Ternyata kota Timika cukup ramai, banyak mandi, kuguyur badanku dengan air Grasberg selepas acara Rakerwil, seluruh
sekali toko-toko yang menyediakan hangat. Kantukku langsung hilang dan peserta Rakerwil sangat antusias
kebutuhan masyarakat Timika, mulai alat badanku rasanya segar sekali. Selepas menerima tawaran tersebut. Karena tidak
rumah tangga, alat elektronik sampai shalat Subuh, aku persiapkan segala semua orang dapat melihat areal
peralatan komunikasi seperti handphone. sesuatunya untuk acara Rakerwil. Jam 7 pertambangan tembaga di Grasberg
Apa yang aku bayangkan tentang “koteka” pagi semua peserta sudah berangkat dari termasuk para pegawai PTFI sendiri,
lalu-lalang tidak terbukti, yang ada kota penginapan menuju KPBC Tipe B hanya pekerja tambang dan beberapa
yang cukup modern. Amamapare di Cargo Dock (milik PT pegawai yang berkepentingan saja yang
Selepas makan malam kami kembali Freeport). Perjalanan dari penginapan ke boleh pergi ke areal pertambangan.
ke penginapan. Hujan terus mengguyur KPBC Amamapare ditempuh kurang lebih Pada hari yang telah ditentukan, pagi-
tanpa henti. Meskipun badan terasa capai satu jam (cukup jauh). pagi sekali seluruh peserta tour sudah
dan suhu udara terasa dingin, namun aku siap berangkat menuju Grasberg. Para
tidak bisa tidur cepat, aku harus yakin MENUJU GRASBERG peserta tour terdiri dari para peserta
bahan-bahan untuk acara Rakerwil besok Keberadaan KPBC Amamapare tidak Rakerwil, beberapa orang Dharma Wanita
pagi tanggal 5 April 2005 semuanya harus dapat dilepaskan dari keberadaan KPBC Amamapare, dan dipandu oleh
sudah siap. Kubuka laptopku, satu persatu perusahaan pertambangan tembaga PT beberapa orang staff PTFI. Setiap peserta
DOK. PT FI
Freeport Indonesia (PTFI), karena KPBC harus membekali diri dengan baju hangat
Amamapare didirikan khusus untuk karena suhu di Grasberg sangat dingin,
melayani kegiatan impor dan ekspor PTFI. juga dibekali dengan ID Card (tanda
Saat ini areal pertambangannya berada di pengenal) yang merupakan kartu ijin untuk
Grasberg yang berada di puncak memasuki kawasan pertambangan,
pegunungan dengan ketinggian 3500 - maklum tingkat safety dan security di PTFI
4200 m diatas permukaan laut (dpl). sangat tinggi.
Grasberg merupakan permata yang Kata pegawai PTFI, ID Card
paling besar dan berkilau dalam mahkota merupakan nyawa bagi pegawai PTFI
Freeport karena Grasberg merupakan sa- maupun keluarganya. Kemana-mana
lah satu proyek tambang tembaga/emas mereka harus membawa kartu tersebut,
terbesar di dunia. Pada awal tahun 1996 tanpa kartu mereka tidak bisa makan,
diketahui bahwa Grasberg mengandung berbelanja, atau pergi ketempat-tempat di
deposit sebesar 1,76 milyar ton batuan lingkungan PTFI, karena semua pintu
bijih dengan kadar rata-rata 1,11 persen masuk dapat membuka dan menutup
tembaga atau sama dengan 35,2 milyar secara otomatis menggunakan kartu
pon logam tembaga murni dan kandung- tersebut. “Ah ruwet banget,” batinku.
an emas sebanyak 49 juta troy ons. Agar dapat melihat “Salju Abadi” di
JALAN. Untuk menuju ke areal pertambangan Menurut cerita, perjalanan menuju ke Puncak Jaya, maka berangkat ke
harus menempuh jalan yang berkelok-kelok di areal pertambangan Grasberg sangat Grasberg harus pagi-pagi sekali agar
atas pegunungan menyenangkan karena sepanjang cuaca masih cerah. Apabila berangkat

EDISI 371 OKTOBER 2005 WARTA BEA CUKAI 71


SELAK
FOTO : AZIZ SA
sembarang orang bisa jadi supir ke
pertambangan walaupun sudah ahli,
harus ada lisensi khusus dari manajemen
PTFI. Perlu dua minggu melakukan test
drive Timika-Grasberg dengan didampingi
oleh instruktur untuk mendapatkan lisensi.

TEMBAGAPURA
Akhirnya sampailah kami di check
point kedua, kota Tembagapura sudah
terlihat di depan mata. Kota Tembagapura
berada di lembah pada ketinggian 1.681
m dpl yang hanya dihuni oleh para pekerja
tambang beserta keluarganya. Di
Tembagapura sarana dan prasarana
sangat komplit mulai dari perumahan
pegawai, sekolah, sarana ibadah, toko
swalayan, dan bengkel sarana kerja
PTFI. Kami mampir sejenak untuk
melepas penat sambil membekali diri
dengan peralatan keamanan lainnya. Para
peserta diwajibkan memakai sepatu boots,
rompi flourescent, helm dan kaca mata
proyek. Suhu di Tembagapura mulai
TIBA DI GRASBERG terasa dingin sehingga para peserta
ramai-ramai menyerbu kamar kecil (toilet).
agak siang cuaca dapat segera berubah berjalan merayap menaiki tanjakan. Setelah semua peserta siap dengan
menjadi gelap karena diselimuti oleh kabut Perlahan kendaraan kami mengikuti di- perlengkapan pengamanannya, bus pun
tebal. Pukul 07.00 WIT semua peserta belakangnya. “Aduh ngeri banget, gimana segera berangkat menuju Terminal Kereta
diberangkatkan dengan menggunakan kalau mobil kontainernya mundur nggak Gantung (Trem) yang akan membawa
kendaraan bus yang dirancang khusus kuat nanjak, habis deh kita,” kata para kami ke kamp pertama pertambangan
untuk pengangkutan di jalan pegunungan peserta. Pada suatu kesempatan kami Grasberg. Jalan yang menuju ke Terminal
dengan tanjakan yang terjal dan turunan dapat menyusul iring-iringan kontainer Kereta Gantung harus melalui terowongan
yang curam. Orang Timika menyebutnya tersebut, “Alhamdulillah lega rasanya.” yang cukup panjang yang hanya dapat
“Bus Kerinduan”, karena setiap hari Sabtu Baru saja kami melepas kengerian, dilalui oleh satu kendaraan saja sehingga
pegawai PTFI di pertambangan Grasberg sampailah di punggung gunung dan ketika kendaraan kami harus antri menunggu
berbondong-bondong menyerbu bus memandang ke depan tampak jalan yang giliran jalan. Di dalam terowongan sangat
tersebut pulang ke Timika untuk melepas berliku-liku diatas punggung pegunungan, gelap dan pengap, penerangan yang ada
kerinduan, entah rindu keluarga, pacar, lebar jalan kurang lebih 4 meter dan dikiri hanya lampu kendaraan yang lewat saja.
dan sebagainya. kanannya jurang yang sangat dalam. Sampailah di terminal Kereta Gantung
Semua peserta terlihat antusias dan Rasanya ngilu otot-otot badanku. Kulihat pada ketinggian kurang lebih 2800 m dpl.
menikmati perjalanan dengan penuh su- kesamping kanan pak sopir tenang- Di tempat tersebut terdapat pabrik
kacita. Tiba di check point pertama, semua tenang saja mengendalikan kemudinya, pengolahan konsentrat tembaga dan
peserta diwajibkan turun melapor sambil aku pun jadi ikut tenang. Memang tidak emas. Di pabrik tersebut, proses
menunjukan ID Card masing-masing. FOTO : AZIZ SA
Kami berjalan melewati lorong berliku-liku
yang dibatasi oleh pagar besi yang hanya
dapat dilewati oleh satu orang saja, ketika
sampai di pintu besi setiap peserta me-
nunjukan ID Card ke mesin pencatat dan
pintu besi pun terbuka secara otomatis
sehingga pemilik ID Card bisa lewat. Begi-
tu pemegang kartu sudah lewat secara
otomatis pintu menutup kembali, demikian
seterusnya. Perjalanan menuju check
point pertama dilalui tanpa rintangan
karena jalannya masih datar-datar saja.
Selepas check point pertama
perjalanan mulai menanjak, suara bus
meraung-raung keras untuk menaklukan
tanjakan yang mulai terjal, terus menanjak
dan sampailah di puncak bukit, kemudian
jalan mulai menurun, dan rasanya seperti
mau terperosok karena turunannya begitu
curam, apalagi jalan dari Timika ke
Grasberg hanya dilapisi dengan batu
kerikil dan pasir. Kiri kanan jalan yang
terlihat hanyalah hutan belantara dengan
pohon-pohon yang tinggi dan besar.
Jalanan mulai menanjak kembali lebih
terjal dari tanjakan sebelumnya. Tiba-tiba
di depan terlihat iring-iringan kontainer TREM. Kereta gantung atau Trem mempunyai kapasitas 80 orang pemumpang.

72 WARTA BEA CUKAI EDISI 371 OKTOBER 2005


FOTO : AZIZ SA
pengolahan konsentrat dilakukan melalui
tiga tahap. Pertama, bijih yang telah
dihancurkan melalui proses blasting di
pertambangan dilakukan proses
penghancuran kembali. Kedua, bijih yang
telah dihancurkan digiling menjadi pasir
yang halus. Ketiga, bijih pasir yang halus
dimasukkan ke kolam pengapungan untuk
dipisahkan konsentrat yang mengandung
tembaga, emas dan perak dari batuan
lainnya yang tidak bernilai ekonomis.
Konsentrat tembaga, emas dan perak
dalam bentuk pasta dialirkan melalui pipa
sepanjang 110 kilometer ke pabrik
pengeringan di Amamapare, sedangkan
sisa batuannya (disebut dengan “Tailing”)
dihanyutkan melalui sungai menuju
daerah pengendapan di Timika.
Kereta Gantung merupakan sarana
untuk mengangkut pegawai ke
pertambangan Grasberg. Ukurannya
sangat besar mampu mengangkut 80
orang. Panjang kabelnya membentang
kurang lebih 1600 meter, dan yang paling
menakjubkan kemiringan kabel tersebut
kurang lebih 60o, jadi jalannya menanjak.
Perjalanan dari terminal pertama sampai
ke terminal akhir ditempuh dengan waktu
kurang lebih 15 menit. Disana bus sudah
menunggu untuk mengangkut kami ke SALJU ABADI. Apabila cuaca terang kita bisa melihat salju abadi (berwarna putih dalam lingkaran) di
pertambangan Grasberg. Suhu udara Puncak Jaya karena letaknya tidak jauh dari tambang Grasberg.
bertambah dingin hingga apabila
berbicara keluar asap putih dari mulut datangnya menyelimuti areal Puas berkeliling di bengkel truk, kami
seperti orang sedang merokok, dan pertambangan hingga keadaan menjadi pun bersiap-siap kembali pulang ke
seperti biasa para peserta ramai-ramai sangat gelap. Keinginan melihat Timika, jarum jam menunjukkan pukul
menyerbu ke kamar kecil. pemandangan“salju abadi” yang sangat 14.00 WIT. Tidak lupa mampir kembali di
indah di Puncak Jaya tidak tercapai. Tembagapura untuk melepas pakaian
HAUL TRUCK “Yah apa boleh buat, mungkin bukan safety sekaligus mengisi perut yang sudah
Perjalanan dari terminal akhir Kereta rejekinya,” gerutu para peserta. Namun mulai memainkan musik keroncongannya.
Gantung ke Grasberg harus hati-hati kami tidak perlu kecewa dan harus tetap Kami ramai-ramai menyerbu rumah
karena disitulah areal pertambangan bijih bersyukur dapat mencapai puncak makan “Lupa Lelah” (salah satu rumah
tembaga/emas. Kata pemandu, disana tertinggi Grasberg, perlu berbulan-bulan makan besar yang ada di Tembagapura).
tempat lalu lalangnya kendaraan besar seorang pemanjat gunung untuk bisa Benar saja ketika kami menyantap
pengangkut bijih yang telah dihancurkan. sampai di puncak setinggi itu. Suatu makanan dengan lahapnya karena lapar
Tiba-tiba sopir bus menghentikan kenda- pengalaman yang tidak semua orang dan dingin, kamipun lupa dengan kelelah-
raannya. “Ada apa gerangan, apakah su- mendapatkannya termasuk para pegawai an setelah berkeliling di Grasberg.
dah sampai,” pikirku. Alangkah kagetnya Bea Cukai yang berada ditempat lain. Beberapa orang peserta sempat melihat-
aku, juga semua peserta, karena di depan Kami membayangkan betapa lihat Hero Swalayan untuk sekedar mem-
bus melintas sebuah truk pengangkut bijih beratnya para pekerja tambang, bekerja beli “Coklat impor”, katanya makanan di
yang ukurannya sangat besar. Itulah yang pada cuaca yang gelap, suhu udara toko ini kebanyakan diimpor dari Australia.
disebut “Haul Truck” kendaraan terbesar di sangat dingin, dan lapisan oksigen Dengan guyuran hujan yang sangat
dunia. Konon truk tersebut dapat yang sangat tipis disekelilingnya lebat, kami kembali ke Timika. Walaupun
mengangkut bijih sebanyak 280 ton. kendaraan besar pengangkut bijih jalanan licin dan berkelok-kelok, namun
Menurut cerita pegawai PTFI, pernah berseliweran, namun mereka tetap pak sopir dengan lincahnya membanting
terjadi kecelakaan areal pertambangan, semangat tanpa mengenal lelah. Coba setir kekiri dan kekanan, sesekali
truk tersebut melindas kendaraan jeep bandingkan dengan pekerjaan kita di menginjak rem secara mendadak,
Land Cruiser yang sedang melintas Bea Cukai. Rasanya sungguh “tidak membuat hati kami berdebar-debar dan
didepannya sampai rata dengan tanah pantas” apabila kita pegawai Bea Cukai mata ini walaupun ngantuk tapi rasanya
sedang pengemudi truknya santai saja bekerja dengan santai, malas, tidak sulit untuk dipejamkan.
tidak merasakan apa-apa. Begitu sang disiplin, dan kurang berintegritas. Akhirnya pukul 17.30 WIT kami tiba
sopir diberi tahu, barulah dia pingsan, Setelah para peserta puas menikmati kembali di penginapan dengan selamat.
karena pengendara Land Cruiser juga ikut dinginnya udara Grasberg, para peserta Dengan mengucap syukur kami berdoa
hancur seperti kornet,”Ooo, seeraaam.” diajak oleh pemandu menuju ke bengkel kepada Allah Swt yang telah memberikan
Akhirnya setelah bus berjalan Haul Truck. Disinilah kami dapat berhada- keselamatan dan kesempatan kepada
beberapa menit, sampailah rombongan di pan langsung secara nyata dengan ken- kami menikmati keindahan dan kekayaan
puncak tertinggi pertambangan Grasberg daraan terbesar di dunia. Bisa dibayang- alam ciptaanNya. Tour de Grasberg
pada ketinggian 4200 m dpl. Di tempat ini kan betapa besarnya kendaraan tersebut, adalah pengalaman yang sangat
oksigen sangat tipis sehingga napas kami kami yang berdiri saja hanya separuh berkesan yang tak mungkin terlupakan.
cukup berat dan tersengal-sengal, kepala tingginya roda “Haul Truck”. Haul Truck Terima kasih KPBC Amamapare dan PT
sedikit pusing dan kaki melangkah terasa diangkut ke bengkel Grasberg dalam ben- Freeport Indonesia.
berat, rasanya mau pingsan saja. Sayang tuk CKD dengan kontainer dan di bengkel Penulis: Ir. Aziz Syamsu Arifin,
sekali saat itu kabut tebal terlalu cepat inilah kemudian dilakukan perakitan. pegawai pada Kantor Wilayah XII DJBC Ambon

EDISI 371 OKTOBER 2005 WARTA BEA CUKAI 73


RUANG INTERAKSI

Oleh: Ratna Sugeng

ARTI SEBUAH
Kehilangan
Proses duka yang berkepanjangan, lewat dari enam bulan, akan
bergeser pada gangguan depresi, kesedihan yang memerlukan
terapi psikologik dan mungkin obat-obatan.

K
ehilangan merupakan kata yang malam hari, ketika ’sharing’ makna kehilangan, makna
menimbulkan suasana hati tidak pengalaman, isi hati saya mendapat mendapatkan dan, makna kehidupan,
nyaman, seakan ada rongga pencerahan dari kalimat, ” Ya, Bapak Bima dapat meredupkan dukanya,
kosong yang ditinggalkan di dalam Bima masih terus hidup dan kerja kembali mencari cara meneruskan
otak dan dada. Kehilangan sampai sekarang, meski anaknya hidupnya dengan cahaya yang makin
merupakan pemicu terjadinya dua meninggal dibawa tsunami. Kita lama makin nyata dari hatinya.
kegoncangan jiwa, terutama bila kan kehilangan laptop, meski barang Konseling telah membantunya
yang hilang amat sangat bermakna mati dan isinya dikatakan hidup bangun dan berdiri lagi menghadapi
dalam hidup. Kejadian di bawah ini (karena bercerita/berkisah), kita tak kenyataan.
menggambarkan betapa besar akan mati dan merenungi saja
kelekatan seseorang pada apa yang dengan sia-sia karena tak akan KUCINGKU MENGEMBARA
bermakna dalam hidupnya. kembali.” Kika menangis dua hari, karena
Saya terperangah sadar, bahwa kucing Persia kesayangannya
LAPTOPKU TERBANG saya terlalu melekatkan diri saya meninggalkan rumah sejak petang
Beberapa waktu lalu, ketika saya pada benda kecintaan saya : sebuah hari dan telah dua hari tak pulang.
meletakkan laptop saya di kursi komputer jinjing. Ibu dan ayahnya kemudian membuat
makan sebuah hotel berbintang di selebaran yang di foto copy dan
daerah Bekasi, dan berbicara dengan disebarkan ke tetangga akan berita
teman sejenak sambil melirik tas
saya, tiga menit kemudian laptop
KEHILANGAN kehilangan ini. Beruntung kucing
Kika betah tinggal dua hari di rumah
saya sudah raib. Tak pernah dapat MERUPAKAN saya mengikuti kucing hitam kami.
diduga, karena saya hanya tiga
meter dari situ, dan tiga menit
PEMICU Kalau saja kucing Kika ini tak betah,
saya tak dapat membayangkan
berbicara dengan teman. Di ruang TERJADINYA betapa relung hati Kika masih
makan hotel ini semua sedang
menepi antri makanan, sementara
KEGONCANGAN melompong bolong tak berisi. Kini
sang kucing telah dijemput dari
saya sedang berdiskusi dan tidak JIWA... rumah kami dan Kika sudah dapat
dalam antrian. tertawa. Dan kami menikmati kue
Saya betul-betul sangat sedih dan enak pemberian Kika sebagai
bingung, bukan harga laptop ANAKKU PERGI BERSAMA TSUNAMI terimakasih telah menyimpan
kunonya, tetapi data lima tahun yang Bima, tak dapat menahan kucingnya dua hari.
ada disana dan dua buku yang siap tangisnya ketika Peterpan
diberikan pada penerbitnya. Meski menyanyikan lagu yang biasa STROKE MEMBAWA PERGI SELURUH
dilakukan pengejaran, blokade dinyanyikan anaknya. Ia bersama HARGA DIRIKU
dilakukan, laptop punya cara untuk dua orang anaknya sedang Bambang seorang dokter bedah
merambat masuk mobil kijang warna mengendarai Vespa ketika tsunami terkenal di sebuah kota di Sumatera.
krem yang tak terkejar. melintas di Banda Aceh. Saat itu Ia sangat sibuk dan senang sekali
Teman-taman begitu kedua anaknya tengah menyanyikan menghadiahi dirinya dengan
memperhatikan saya, memberikan lagu kesayangan mereka diatas makanan nikmat seusai melakukan
dukungan, tetapi rasa kehilangan Vespa, setelah itu mereka lenyap tindak pembedahan pasien di rumah
menjadikan duka yang dalam bagi tanpa pernah ia melihat tanda bahwa sakit tempatnya bekerja. Seluruh
saya. SMS berdatangan keduanya telah pergi. Kini kalau keluarga bersandar dibahunya. Ia
mengucapkan duka atas kehilangan Bima kangen anaknya, ia akan menjadi manusia paling kuat, secara
ini, saya merasa kala saya duka, menyanyi lagunya Peterpan dengan psikologik dan ekonomi. Apapun
banyak dukungan teman. hati sedih. yang dibutuhkan keluarganya secara
Saya kemudian diajak adik-adik Bima mengemukakan hal ini finansial dapat dipenuhinya.
saya ke Mega Mendung untuk ketika proses konseling saya lakukan Pemenuhan kebutuhan finansial
bermalam. Dalam permainan kami di di Banda Aceh. Melalui pencarian seluruh anggota keluarga membuat

74 WARTA BEA CUKAI EDISI 371 OKTOBER 2005


ia merasa hidupnya sangat berharga, atau ucapan melukai hati dan non- kesedihan yang memerlukan terapi
dihargai keluarga, dan verbal dalam bentuk sikap perilaku. psikologik dan mungkin obat-obatan.
membanggakan diri sendiri serta Proses duka memakan sedikit Mereka yang kondisi psikologiknya
keluarga. waktu untuk membuat keseimbangan rapuh dapat lari melupakan
Pada usianya yang belum genap baru bagi individu dengan kondisi kesedihan menggunakan alkohol,
47 tahun, stroke datang tiba-tiba. Ia psikologi yang kuat. Dalam beberapa ekstasi, judi dan lainnya. Mereka
kehilangan kemampuan bulan masa adaptasi duka akan memerlukan penanganan khusus
menggerakkan lengan dan tungkai melemah, setelah seseorang untuk dapat hidup lebih positif.
kanannya. Meski maut tak bernegosiasi dengan dirinya dalam
menjemput, ia merasa banyak memaknai duka. Negosiasi yang
kehilangan, rapuh, dan lebih dari itu berakhir dengan penyesuaian
merasa tidak berharga bagi diri dan diri baru yang lebih positif,
keluarganya. Ia mengalami depresi, adalah proses
suatu bentuk kehilangan berat yang mematangkan
membebani psikologinya. Kini ia kepribadian.
dalam perawatan untuk mengatasi Proses duka yang
kelumpuhan dan depresinya. berkepanjangan,
lewat dari enam
PENSIUN MEMBUATKU MERASA bulan, akan
TERSINGKIR bergeser pada
Pak Bintang merasa dirinya gangguan
terpukul ketika ia tak lagi berangkat depresi,
kerja, sementara istri dan anak-
anaknya pagi hari sibuk berangkat ke
FOTO: ISTIMEWA

tempat aktivitas. Ia kemudian sering


memata-matai perjalanan istrinya
dengan mewawancarai pengemudi
mobil istri dan anak-anaknya. Dhani,
sang istri ketika mengetahui dirinya
membawa ’pengintai’ di dalam mobil
(supirnya) menjadi berang, tak dapat
memahami maksud suaminya. Ketika
’sharing’ dengan saya ia kemudian
dapat melihat sisi lain dari
pandangan suaminya, yang merasa
ia tak lagi menjadi bagian kesibukan
dari keluarga dan tak lagi menjadi
pusat perhatian.
Sekarang Pak Bintang mengisi
waktunya dengan rutin berolahraga
dan bersosialisasi di lingkungan
tempat tinggalnya. Ia menjadi
mempunyai kesibukan baru dengan
mengelola lingkungan tempat tinggal
dan menekuni hobi musiknya.

PROSES DUKA
Duka akan terjadi ketika bagian
bermakna dari diri seseorang lenyap
dan mungkin tak akan kembali.
Bagian diri yang bermakna dapat
berupa fisik maupun psikologik.
Ketika seseorang kehilangan
kemampuan memenuhi rasa
bangganya, ia mulai merasa ’kecil’,
tak berarti. Perasaan ini membuat
seseorang menjadi mudah
tersinggung oleh hal-hal yang
dikatakan orang lain sebagai sepele
atau tak berarti. Bahkan ia akan
menjadi marah, yang menurut orang
lain terlalu besar kemarahan
dibanding penyebabnya. Kemarahan
dapat bersifat merusak, baik merusak
diri maupun orang lain.
Bentuk merusak diri terjadi
dengan melukai diri sendiri sampai
membunuh diri sendiri, dan mungkin
juga merusak diri orang lain secara
verbal dan non-verbal, fisik dan
psikologik. Merusak diri orang lain
secara verbal dalam bentuk kata-kata DUKA. Akan terjadi ketika bagian bermakna dari diri seseorang lenyap dan mungkin tak akan kembali.

EDISI 371 OKTOBER 2005 WARTA BEA CUKAI 75


PROFIL

Benediktus Jarot Jatmika


KEPALA SEKSI NILAI PABEAN II, DIREKTORAT TEKNIS KEPABEANAN KP DJBC

“Saya Tidak Menyangka Bisa Sekolah


Hingga Sejauh Ini...”
Ia mengaku tidak memiliki kiat-kiat khusus atas apa yang diraihnya saat ini. Baginya, semua yang
terjadi adalah misteri dimana ia sebagai manusia hanya mampu menjalani ...

B
enediktus Jarot Jatmika atau yang tes dan pengumumannya lebih cepat di- Ia lalu memberitakan kabar tersebut
biasa dipanggil Jarot, merupakan bandingkan perusahaan industri telekomu- ke pimpinan PSDM Depkeu (alm. Widja-
tokoh profil kita kali ini. Lahir di Sle- nikasi tadi,” kata Jarot. Setelah mengikuti narko-red) yang mengijinkannya untuk
man pada 16 April 1966, Jarot merupakan serangkaian tes di Depkeu, Jarot berhasil berangkat. Kemudian, akhir Mei 1996, ia
anak pertama dari tujuh bersaudara lulus dan diterima sebagai CPNS di Direk- berangkat ke AS untuk terlebih dahulu
pasangan dari Ignatius Mujiono torat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC). mengikuti kelanjutan program persiapan di
Hadiwijono (ayah) dan Rosalia Parini (ibu). “Iklan koran Kompas itu masih saya Economic Institute di Boulder, Colorado,
Kedua orangtua Jarot berprofesi simpan sampai sekarang, sebagai bukti hingga Agustus 1996. Pada saat di Colo-
sebagai guru. Namun, karena ingin bahwa saya masuk ke Bea dan Cukai rado itulah ia mendengar kabar bahwa
memberi perhatian yang lebih pada anak- berawal dari iklan di Kompas,” ujarnya selain Boston College, ia juga diterima di
anaknya, ibunda Jarot memutuskan untuk mengenang. Department of Economics, Maxwell
berhenti dari profesinya. Ayah Jarot Sekitar bulan Maret 1991, Jarot meng- School of Syracuse University, New York.
termasuk keras dalam mendidik anak- ikuti orientasi pegawai yang dilakukan di Adanya dua pilihan tersebut memaksa
anaknya. Setiap pulang sekolah, Jarot Kantor Pusat DJBC. Setelah lulus DPT ia untuk berkonsultasi dengan
harus segera pulang ke rumah. Selepas pada 1992, Jarot ditempatkan di Subdit pembimbingnya (advisor) di Economics
maghrib, ia tidak diijinkan bermain di luar Harga untuk sementara waktu. Selama di Institute. Karena Jarot berminat pada
rumah dengan anak tetangga seusianya. Subdit Harga ia pernah dikumandahkan bidang public economics, pembimbingnya
Hal itu diterapkan hingga Jarot lulus dari ke Puslatasi dan Verifikasi. Setelah itu, ia pun menyarankan agar ia memilih
SMP Kanisius, Sleman, Jawa Tengah. ditempatkan di Kanwil VII DJBC Surabaya Syracus University. “Katanya, kalau ingin
Setelah lulus SMP, Jarot melanjutkan sebagai pelaksana di bidang Verifikasi memperdalam public economics, lebih
sekolahnya ke SMU Kolese De Britto di pada 1993 hingga 1995. baik di Syracuse University,” imbuh Jarot.
Sleman, Jogjakarta dan tinggal bersama Pada saat bertugas di Surabaya itulah, Akhirnya, Jarot menuruti saran
keluarga pamannya. Sejak itulah ia mulai ia memperoleh tawaran untuk melanjutkan pembimbingnya. Ia memberitahu Boston
diberikan keleluasaan dan kebebasan. pendidikan ke jenjang S2 di luar negeri College bahwa ia mengundurkan diri
Jarot banyak menghabiskan waktunya melalui program PSDM Depkeu. Kemudi- dengan alasan ingin mengikuti program di
dengan belajar selama di SMU. Alhasil, ia an ia pun mengikuti tes seleksi yang Syracuse University.
berhasil lulus dan diterima di Universitas diselenggarakan di Malang dan berhasil Sewaktu di Boulder itulah Jarot
Gajah Mada (UGM) jurusan Teknik lulus. Setelah itu, ia harus mengikuti mendengar kabar bahwa ada pegawai
Elektro lewat program PMDK. Jarot pun program persiapan di Jakarta, tepatnya di bea cukai yang juga sedang menjalankan
sempat memperoleh beasiswa selama asrama PHRD Jurang Mangu, selama tugas belajar untuk program Doktor di
kuliah. satu tahun (hingga Desember 1995). Syracuse University, yakni Heri Kristiono
Pada 1990, Jarot berhasil Waktu satu tahun tersebut dibagi (sekarang Kakanwil XII Ambon-red).
memperoleh gelar Sarjana Teknik Elektro. dalam dua pelatihan. Selama enam bulan Maka, sebelum berangkat ke New York,
Ia pun ingin segera bekerja dan memiliki pertama mempelajari bahasa Inggris Jarot pun menghubungi Heri. Sejak itulah
penghasilan sendiri. Mulailah Jarot (TOEFL) dan GRE (graduate record ia mengenal lebih jauh Heri Kristiono. Heri
mencari lowongan pekerjaan. examination) sebagai syarat masuk ke pula yang membantunya mencari aparte-
Berawal dari iklan di harian Kompas universitas di Amerika Serikat (AS). Se- men untuk tempat tinggal. Di Syracuse, ia
tanggal 9 Desember 1990, Jarot melihat dangkan enam bulan berikutnya, selain tinggal di sebuah apartemen di Livingston
sebuah lowongan pekerjaan sebagai mengikuti program Economic Institute ia Avenue, di mana banyak pelajar Indone-
pegawai di sebuah instansi pemerintah. juga mengikuti tes TOEFL dan GRE. sia yang tinggal di tempat itu.
Sambil menunggu proses selanjutnya, ia Ketika sedang mengikuti program
juga mengikuti tes penerimaan pegawai di persiapan di Jakarta, Jarot dimutasi ke EXCITED DENGAN AMERIKA
sebuah perusahaan yang bergerak di bi- Direktorat Verifikasi dan Audit, Kantor Selama di AS, Jarot banyak mengha-
dang industri telekomunikasi di Bandung. Pusat DJBC. Namun demikian, karena biskan waktunya dengan belajar. Motivasi-
Ketika sedang menunggu tes kedua di sudah telanjur mengikuti program nya hanya satu, bahwa ia ingin segera
perusahaan industri telekomunikasi terse- persiapan, ia pun tidak sempat bekerja di lulus dan kembali pulang ke Indonesia
but, Jarot mendengar pengumuman bah- Dit. Verifikasi dan Audit, KP DJBC. agar bisa berkumpul dengan istri tercinta-
wa ia berhasil lolos untuk mengikuti tes Usai program persiapan, Jarot nya, Maria Sri Martati. Pasalnya, ketika be-
kedua di Instansi pemerintah yang ternya- kembali disibukan dengan mencari rangkat ke AS, sang istri sedang mengan-
ta adalah Direktorat Jenderal Bea dan universitas di AS yang sesuai dengan dung lima bulan anak pertama mereka.
Cukai, Departemen Keuangan (Depkeu). bidang yang ingin ia minati, yakni public Alhasil, waktu summer yang biasanya
Tanpa ragu-ragu, Jarot pun langsung be- economics. Setelah memasukan digunakan para siswa untuk pulang ke
rangkat meninggalkan Bandung menuju lamaran pada beberapa universitas, ia Indonesia (biasanya karena libur dan tidak
Jakarta. memperoleh kabar bahwa ia diterima di ada kegiatan kuliah), Jarot tidak melaku-
“Saya memilih Depkeu karena proses Boston College, Amerika Serikat. kan hal itu. Summer dihabiskannya de-

76 WARTA BEA CUKAI EDISI 371 OKTOBER 2005


ngan mengikuti berbagai course yang ada di kampusnya. Kebe- universitas yang ada di Jepang dan pilihannya jatuh pada Kobe
tulan Syracuse University menyelenggarakan Summer Program. University.
Namun demikian, tinggal di New York baginya sangat excited. Tak lama kemudian, dewi fortuna menghampirinya. Pada
Apalagi di kampusnya, semua fasilitas tersedia lengkap, mulai Oktober 1999, Jarot ditunjuk sebagai salah satu peserta training
dari komputer berikut fasilitas penunjangnya yang tersedia customs classification yang diselenggarakan di Jepang selama
selama 24 jam, serta perpustakaan yang lengkap dan buka 24 enam minggu. Kesempatan itu tidak disia-siakannya. Ia segera
jam selama musim ujian. mengontak salah seorang pegawai DJBC, Imelda Malik (saat ini
Selama kuliah, Jarot tidak mencari pekerjaan sambilan untuk Kasi Kerjasama WCO-red) yang
menambah uang saku. Pasalnya, waktunya banyak tersita untuk sedang tugas belajar di
mengikuti perkuliahan. “Selalu ada tugas reading, dimana selain Kobe University.
bacaannya berbahasa Inggris dan banyak, tugas reading untuk “Saya ber-
hari berikutnya juga selalu menanti, sehingga sangat tanya pada-
menyita waktu saya,” ujar Jarot. nya,
Ia menambahkan, tugas reading itu harus dilakukan apakah
tepat pada waktunya. Sebab kalau tidak, ia akan Kobe
ketinggalan pelajaran dan pada waktu diskusi ia tidak Univer-
akan mengerti materi yang sedang dibahas. Alhasil, sity
perpustakaan menjadi salah satu tempat meng-
favoritnya. guna-
Pada akhir 1997, Jarot berhasil lulus dari kan
Syracuse University dan memperoleh gelar baha-
Master of Arts dalam bidang ekonomi. sa
Kemudian, Jarot kembali ke Jakarta dan peng-
kembali bertugas sebagai pelaksana di Dit. antar
Vera KP DJBC. ba-
Sewaktu Jarot menghadap Direktur Vera hasa
(alm. Roy Lino-red) untuk melaporkan Ing-
kepulangannya, Dir. Vera pun mengusulkan gris?”
agar Jarot dipromosikan di salah satu jabatan
eselon IV. Akhirnya, Jarot ditugaskan di
Direktorat Kepabeanan Internasional sebagai
Kepala Seksi Kerjasama ASEM (Asian-Europe
Meeting).

MELANJUTKAN STUDI S3 DI JEPANG


Selama bertugas sebagai Kasi Kerjasama
ASEM, Jarot mengaku tidak memiliki banyak
kegiatan. Pada saat itulah (tepatnya pada 1999) ia
mendapatkan tawaran lagi untuk melanjutkan
pendidikan ke jenjang S3 atau Doktor di Negeri Saku-
ra, Jepang.
Didorong oleh keinginan untuk meneruskan studi
dan merasakan kembali pengalaman hidup dan belajar
di negeri orang, Jarot memutuskan untuk mencoba
ikut tes. Apalagi Jarot termasuk pegawai yang meme-
nuhi persyaratan, baik itu dari segi usia maupun
pendidikan.
Kemudian setelah melalui serangkaian tes,
Jarot berhasil lolos dan berhak untuk mem-
peroleh beasiswa. Waktu itu ia ingin
menulis topik mengenai hutang Indo-
nesia. Selanjutnya, tantangan yang
harus ia hadapi adalah mencari
atau memilih universitas dan
profesor yang bersedia
membimbingnya selama
belajar di Jepang.
Padahal, saat itu ia
tidak memiliki
referensi seorang
profesor pun di
Jepang.
Walaupun
begitu, ia ti-
dak kehilang-
an akal.
Lewat
internet, ia
menco-
ba men-
cari uni-
versitas-

EDISI 371 OKTOBER 2005 WARTA BEA CUKAI 77


PROFIL
DOK. KELUARGA
and Policies, Graduate School of Interna-
tional cooperation Studies.
Kemudian pada Oktober 2000, Jarot
berangkat ke Jepang untuk melanjutkan
pendidikannya di Kobe University.
Berhubung Profesor Matsunaga pada saat
itu akan bertugas ke Laos, maka Jarot
diperkenalkan dengan Profesor Seiichi
Fukui, yang akhirnya menjadi pembimbing
akademic (advisor) selama ia menjalan-
kan studi. Alhasil, ia menjadi PFPD dalam
format yang lain yaitu “Pejabat Fungsional
untuk Pencapaian gelar Doktor” di Port of
Kobe, selama 3 tahun.
Setelah enam bulan tinggal di asrama
khusus mahasiswa asing yakni AIEJ
(Asosiation of International Education
Japan), pada April 2001, Jarot
memboyong serta keluarganya untuk
tinggal bersamanya di Kobe, Jepang.
Setelah satu tahun tinggal di asrama
universitas, Jarot beserta keluarganya
pindah ke sebuah apartemen khusus
international student yang dikelola oleh
pemda kota Kobe selama satu tahun.
Ia dan keluarganya sangat terkesan
dengan masyarakat Jepang yang
meskipun berperadaban modern, tetapi
KELUARGA. (Ki-ka) putri kedua, Scholastica Nadya Almitha (6); istri, Maria Sri Martati; Stephanie Trista masih memelihara dengan baik nilai-nilai
Gracia (5 bln); Raymundus Jati Primanda (9); Jarot. tradisional warisan leluhur. Masyarakat
Jepang pun sangat baik pada orang asing
kata Jarot. Jarot memang memilih empat profesor yang ditawarkan, ia dan sopan. “Saya merasa tidak pernah
universitas yang menggunakan bahasa memilih Profesor Matsunaga. diperlakukan secara berbeda,” aku Jarot.
pengantar bahasa Inggris dengan alasan “Nah, pada saat saya sedang training Tak hanya itu, banyak pula lembaga di
ia merasa tidak mampu jika harus belajar di Jepang itulah saya menyurati Profesor Jepang yang memberi bantuan kepada
dengan bahasa Jepang Matsunaga,” ujar Jarot. Dalam surat itu ia orang asing, terutama pada student.
Selain itu, Jarot juga meminta tolong memperkenalkan diri dan menyampaikan DOK. PRIBADI
agar dicarikan seorang profesor yang informasi bahwa ia memperoleh beasiswa
bersedia menjadi pembimbing (advisor) dari pemerintah Indonesia untuk mengikuti
untuknya. Pada saat itulah, topik yang program doctor. Ia juga bertanya apakah
ingin ia tulis sudah berubah, bukan lagi Profesor Matsunaga bersedia menjadi
mengenai hutang Indonesia tetapi Foreign supervisornya untuk mempelajari FDI.
Direct Investment (FDI). Sepulangnya dari Jepang, Jarot
Jarot menyesuaikan topik itu setelah menerima surat balasan dari Prof.
menerima pembekalan yang diperoleh Matsunaga yang memintanya untuk
dari Sekretaris DJBC (kala itu dijabat oleh menyusun proposal secara lebih
Ibrahim Karim-red) agar seyogyanya mendetail termasuk studi literatur. Dengan
program yang dipilih adalah program yang segera, Jarot membuat proposal tersebut
sekiranya dapat bermanfaat dan sedapat dan mengirimkannya ke Prof. Matsunaga.
mungkin dapat diterapkan dalam Setelah itu, Jarot belum memperoleh
pelaksanaan tugas di instansi DJBC. kepastian apakah diterima atau tidak
Atas masukan dari Heri Kristiono untuk kuliah di Kobe University.
(yang menjadi mentornya selama ini-
red), Jarot mempersiapkan proposal MENJADI ‘PFPD’ DI PELABUHAN KOBE
dan data yang diperlukan untuk Sambil menunggu hasil, Jarot
melakukan riset mengenai FDI berkesempatan untuk mengikuti Diklat
Spillover, untuk mencari tahu apakah Pejabat Fungsional Pemeriksa Dokumen
keberadaan FDI memberikan manfaat (PFPD) di Pusdiklat Bea dan Cukai. Diklat
bagi industri domestik. Selain itu, ia tersebut berhasil diselesaikan dengan baik
juga menyesuaikannya dengan bidang dengan memperoleh ranking ke-3.
keahlian profesor yang tersedia di Kobe Usai diklat, dalam benaknya terba-
University. “Jadi, harus disesuaikan yang dua pilihan tugas yang mungkin
antara minat kita dengan apa yang akan ia jalani, yaitu melanjutkan sekolah
tersedia disana,” tambah Jarot. ke jenjang S3 atau bertugas sebagai
Berkat bantuan temannya di Jepang, PFPD. Rupanya, jalan hidupnya menentu-
Jarot bisa memperoleh daftar dari Kobe kan bahwa ia harus melanjutkan sekolah.
University mengenai program apa saja Menjelang saat-saat turunnya Skep
yang diselenggarakan dengan bahasa Mutasi untuk PFPD, Profesor Matsunaga
bahasa pengantar bahasa Inggris. Tak memberitahukan lewat e-mail sebuah
hanya itu, ia pun berhasil memperoleh kabar baik. Jarot diterima untuk BERSAMA PROF. SEIICHI FUKUI. Jarot berpose
profesor yang bersedia untuk menjadi melanjutkan studi S3 di Kobe University di bersama Prof. Seiichi Fukui pada saat wisuda di
supervisor atau academic advisor. Dari Department of Economic Development Jepang untuk meraih gelar doctor.

78 WARTA BEA CUKAI EDISI 371 OKTOBER 2005


DOK. PRIBADI
Demikian pula masalah keamanan, Jarot Semuanya dilakukan sebagai amanat
merasa aman ketika tinggal di Jepang. yang harus dilaksanakan dengan baik dan
September 2003, Jarot berhasil sungguh-sungguh. Ia bersyukur dapat
menyelesaikan program Doktornya. Ia pun melaksanakan amanat dan kepercayaan
berhak menyandang gelar Doctor of yang dibebankan kepadanya. Jalan
Economics. Pada bulan yang sama, Jarot hidupnya dibiarkan mengalir apa adanya.
kembali ke Indonesia dan bertugas di unit “Saya pun tidak menyangka bisa
semula sebagai pelaksana di Dit. sekolah hingga sejauh ini. Semuanya itu
Kepabeanan Internasional, KP DJBC. misteri dan kita sebagai manusia hanya
Satu bulan berlalu, tepatnya Oktober berkewajiban menjalankan saja. Saya
2003, ia ditugaskan ke Taiwan selama 2 beruntung dan bersyukur mendapat
minggu untuk mengikuti training tentang dukungan penuh dari teman-teman
customs modernization. Sepulangnya dari selama menempuh studi. Tanpa bantuan
Taiwan, keluarlah skep promosi. Ia pun di- dari teman-teman, terutama teman
promosikan kembali di eselon IV pada Di- seangkatan, saya rasa saya tidak akan
rektorat Teknis Kepabeanan sebagai Ke- bisa menjadi seperti ini,” tandas Jarot.
pala Seksi Nilai Pabean II, hingga saat ini. Ia juga mengaku cukup realistis dan
Bertugas di Nilai Pabean, menurutnya tidak memiliki obsesi tertentu dalam
sangat bermanfaat dan menambah menjalani kariernya sebagai pegawai
khasanah pengalamannya di bidang negeri. Ambisius bukanlah sifatnya. “Jadi
kebeacukaian. Pasalnya, Nilai Pabean orang yang tidak ambisius itu banyak
merupakan salah satu core business Bea ruginya karena bisa menjadi penghambat
dan Cukai. untuk maju,” kata Jarot. Namun ia
Tugas-tugas yang harus dilaksanakan berpendapat, terlalu ambisius juga tidak SYRACUSE UNIVERSITY. Jarot berpose di depan
di Kantor Pusat berkisar merumuskan baik sebab kalau tidak tercapai akan kampusnya, Department of Economics, Maxwell
kebijakan teknis tentang penetapan Nilai berakibat mengalami depresi atau School of Syracuse University, New York.
Pabean. Nilai Pabean ini pada dasarnya kekecewaan yang sangat dalam. Jadi, ia
adalah nilai transaksi sepanjang tidak pernah menetapkan target yang ke arah itu, masih diperlukan kerja keras.
memenuhi persyaratan tertentu. terlalu tinggi. Baginya, yang penting Ia menambahkan, perlu diupayakan
Kasus-kasus yang berkaitan dengan semuanya bisa berjalan menuju ke arah agar tugas pelayanan publik dan upaya
masalah royalti, biaya lisensi dan proceed, yang lebih baik. perbaikan pelayanan publik yang selama
biasanya memerlukan kajian yang lebih Dalam mendidik anak-anaknya, Jarot ini dilakukan oleh DJBC bisa lebih dikenal
mendalam. Tidak kalah penting, subdit terbawa dengan pengalamannya di luar dan diketahui oleh masyarakat. Untuk itu
Nilai Pabean bertugas menyusun dan negeri. Ia memberikan kebebasan pada sosialisasi penyampaian ke masyarakat
memutakhirkan (sekali dalam sebulan) anak-anaknya. “Maksudnya, dalam perlu digiatkan.
database harga (sebagai salah satu mendidik anak yang penting itu bukan Jarot mencontohkan, saat ini telah
indikator resiko) yang sangat penting bagi aturannya, tapi bagaimana membimbing banyak instansi pemerintah seperti
petugas di Kantor Pelayanan dalam seorang anak agar bisa berkembang Direktorat Jenderal Pajak atau PPATK
pelaksanaan pemeriksaan kebenaran dengan caranya sendiri,” ujar ayah dari (Pusat Penelitian dan Analisis Transaksi
pemberitahuan Nilai Pabean. Raymundus Jati Primanda (9), Scholastica Keuangan) yang memasang iklan layanan
Dengan demikian, tugas pelayanan Nadya Almitha (6) dan Stephanie Trista masyarakat di televisi mengenai tugas-
bidang Nilai Pabean yang harus Gracia yang baru berusia 5 bulan. tugas yang dilakukan kedua instansi
dilaksanakan oleh Kantor Pusat meliputi tesebut. “Saya yakin kalau kita pasang
pelayanan penetapan Nilai Pabean atas SARAN UNTUK DJBC iklan di televisi mengenai pekerjaan atau
barang impor sementara, dan pelayanan Di akhir wawancara, Jarot tugas yang dilakukan Bea dan Cukai
permohonan Customs Advice dan mengungkapkan harapannya pada DJBC. selama ini, masyarakat awam bisa lebih
Valuation Ruling. Ia berharap suatu saat nanti DJBC betul- mengerti dan memahami pekerjaan kita.
Selama bertugas di Nilai Pabean Jarot betul menjadi instansi yang disegani dan Tapi tentu saja itu membutuhkan biaya
juga berkesempatan mengikuti Workshop dapat dibanggakan. Namun untuk sampai yang besar,” kata Jarot. ifa
Train the Trainers tentang ACVG (ASEAN DOK. PRIBADI
Customs Valuation Guide) di Hanoi, Viet
Nam atas biaya pemerintah Australia
selama 2 minggu. Dengan
keikutsertaannya itu, ia berkewajiban
moral untuk menyampaikan apa yang
didapat dalam workshop tersebut pada
pegawai lainnya, terutama kepada
pegawai yang menangani nilai pabean
maupun kepada masyarakat usaha.
Menurutnya, masih terdapat
perbedaan penafsiran dan persepsi
antara tataran pembuat kebijakan di
Kantor Pusat dengan tataran pelaksana di
lapangan. Untuk itu, perlu diintensifkan
sosialisasi tentang penetapan nilai pabean
kepada masyarakat usaha. Upaya ini
menurutnya akan meningkatkan
transparansi dalam pelaksanaan
penetapan nilai pabean.
Pria yang konon punya hobi menyanyi
ini mengaku tidak memiliki kiat-kiat khusus DI TAIWAN. Jarot (baris kedua dari bawah, lima dari kanan) saat mengikuti training customs moderniza-
atas apa yang diraihnya saat ini. tion di Taiwan pada Oktober 2003.

EDISI 371 OKTOBER 2005 WARTA BEA CUKAI 79


APA KATA MEREKA
FOTO : ISTIMEWA

Ayu Utami
Baik-baik saja...
A
nda masih ingat novel Saman yang digandrungi banyak orang. Tentunya anda
juga tahu pengarangnya, seorang perempuan muda berbakat bernama Ayu
Utami. Beberapa waktu lalu WBC sempat berbincang-bincang dengannya
seputar pengalamannya dengan petugas bea cukai di bandara Soekarno Hatta.
Ayu yang dalam setahun bisa lima atau enam kali pergi ke luar negeri dalam
rangka menghadiri konfrensi seni dan sastra ini, mengaku tidak pernah mengalami
kesulitan oleh petugas bea cukai.
Namun, Ayu yang aktif siaran di radio berita 68 H ini, pernah punya pengalaman
langsung berurusan dengan petugas bea cukai. Waktu itu tas yang ia bawa ditandai
petugas dan diperiksa (dibuka-red). “Waktu itu kebetulan saya membawa barang
berupa kaset dan petugas bertanya mengenai kaset tersebut, hanya itu… Tapi
Ervan Naro
sejauh ini semua semuanya berjalan dengan baik-baik saja,” imbuh Ayu.
Ia juga mengaku tidak pernah dipersulit oleh petugas, sebab ia selalu membawa Welcome
barang dalam jumlah yang sedikit. Ia hanya membawa barang-barang yang
memang diperbolehkan untuk masuk ke Indonesia.
Banget...
K
“Pekerjaan saya juga tidak harus membuat saya membawa barang-barang yang alau anda atau keluarga anda pengge-
pantas dicurigai,” jelas Ayu yang aktif menulis di beberapa majalah di ibukota. mar sinetron Si Bajaj, anda tentu tahu
Ayu mengaku termasuk orang yang taat pada hukum. Ia pernah dibujuk Jun sang pemilik bajaj ajaib yang bisa
membayar fiscal setengah harga oleh petugas airline, tapi ia menolaknya. “Jadi, saya berbicara dan terbang itu. Selain bermain
sendiri tidak pernah melanggar hukum,” tegas Ayu yang saat ini sedang sebagai pemeran utama sinetron tersebut,
menyelesaikan novel terbarunya tentang cinta segitiga yang melibatkan seorang Jun yang diperankan oleh Ervan Naro, saat
pemanjat tebing. ini juga terlibat syuting sinetron Iman.
Perlakukan secara Menjadi salah satu public figure tidak
FOTO : ISTIMEWA

lantas membuat Ervan diperlakukan


istimewa juga tidak pernah ia istimewa oleh petugas bea cukai di Bandara
terima dari petugas. Soekarno Hatta. Ia mengaku, petugas bea
Namun, ia pernah cukai di bandara tidak pernah membedakan
mendengar beberapa antara dirinya dan penumpang yang lain.
temannya mengalami “Saya rasa, semua petugas bea cukai
kesulitan dengan petugas yang ada di bandara sudah berlaku adil dan
bea cukai. Misalnya, dengan siapa saja berlaku baik,” ujar Ervan
salah seorang saat diwawancara WBC.
Ia juga mengaku bahwa ia tidak pernah
temannya yang mengalami kesulitan apapun dengan
berprofesi sebagai petugas bea cukai di bandara.
sutradara, harus “Alhamdulillah, sampai saat ini aku belum
berurusan pernah mengalami kesulitan atau dipersulit
dengan petugas dengan petugas bea cukai di bandara,
bea cukai mereka welcome banget. Selain itu, karena
lantaran film aku senang dengan perlakuan mereka yang
yang ia bawa. ramah maka aku juga sebaliknya,
Petugas memperlakukan mereka dengan ramah
juga,” imbuh Ervan yang juga ikut
mengira membintangi sinetron Hidayah.
film itu Menurut Ervan, petugas bea cukai
meru- sangat ramah pada setiap penumpang,
pakan apalagi dengan orang asing yang datang ke
film Indonesia. Dengan demikian, budaya
yang bangsa Indonesia dimana masyarakatnya
diimpor terkenal dengan sopan santun dan ramah,
dari luar dapat dibuktikan dengan perlakuan baik dari
petugas bea cukai.
sehingga tidak Untuk itu ia menyarankan agar petugas
diijinkan masuk. bea cukai terus mempertahankan apa yang
Padahal film itu sudah baik, seperti tersenyum ramah pada
adalah karyanya setiap penumpang. “Kalau bisa dilebihkan
sendiri yang lagi dengan service lainnya… selain itu,
dibawa dari peraturan yang ada juga dijalankan, jangan
Jakarta ke luar sampai ketinggalan,” tambah Ervan yang
negeri untuk dalam setahun bisa sekali atau dua kali
menerima pergi ke luar negeri.
Ia juga mengingatkan agar petugas
pengharga- bea cukai, entah itu yang berada di
an. ifa bandara maupun di tempat lainnya, agar
jangan melakukan kegiatan suap
menyuap yang saat ini marak terjadi
instansi manapun. Ia berharap agar
petugas bea cukai bisa mencegah hal ter-
sebut agar jangan sampai terjadi. ifa

80 WARTA BEA CUKAI EDISI 371 OKTOBER 2005


KEPUTUSAN & KETETAPAN
PERATURAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA
NOMOR 60/PMK.04/2005
TENTANG
TEMPAT PENIMBUNAN BERIKAT DI PULAU BATAM,
BINTAN DAN KARIMUN

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA,


Menimbang :
a. bahwa dalam rangka menunjang iklim investasi yang konsisten dan berkepastian hukum di Pulau Batam,
Kawasan Bintan Industrial Estate dan Kawasan Karimun Industrial Cooperation, dipandang perlu untuk
mengatur tatalaksana kepabeanan mengenai Tempat Penimbunan Berikat;
b. bahwa berdasarkan pertimbangan huruf a tersebut diatas dipandang perlu untuk menetapkan Peraturan
Menteri Keuangan tentang Tempat Penimbunan Berikat di Pulau Batam, Bintan dan Karimun;

Mengingat :
1. Undang-Undang Nomor 6 Tahun 1983 tentang Ketentuan Umum dan Tatacara Perpajakan (Lembaran
Negara Republik Indonesia Tahun 1983 Nomor 49, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia
Nomor 3262) sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Undang-Undang Nomor 16 Tahun
2000 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2000 Nomor 126, Tambahan Lembaran Negara
Republik Indonesia Nomor 3984);
2. Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1983 tentang Pajak Penghasilan (Lembaran Negara Republik Indonesia
Tahun 1983 Nomor 50, Tambahan Lembaran negara Republik Indonesia Nomor 3263) sebagaimana telah
beberapa kali diubah terakhir dengan Undang-Undang Nomor 17 tahun 2000 (Lembaran Negara Republik
Indonesia Tahun 2000 Nomor 127, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3985);
3. Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1983 tentang Pajak Pertambahan Nilai Barang dan Jasa dan Pajak
Penjualan Atas Barang Mewah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1983 Nomor 51, Tambahan
Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3264) sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir
dengan Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2000 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2000
Nomor 128, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3986);
4. Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1995 tentang Kepabeanan (Lembaran Negara Republik Indonesia
Tahun 1995 Nomor 75, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3612)
5. Undang-Undang Nomor 11 Tahun 1995 tentang Cukai (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1995
Nomor 76, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3613);
6. Peraturan Pemerintah Nomor 30 Tahun 1995 tentang Perlakuan Perpajakan Dalam Rangka Kegiatan
Konstruksi dan Kegiatan Operasi Pembangunan Proyek Pengembangan Pulau Bintan Dan Pulau
Karimun (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1995 Nomor 52, Tambahan Lembaran Negara
Republik Indonesia Nomor 3604)
7. Peraturan Pemerintah Nomor 33 Tahun 1996 tentang Tempat Penimbunan Berikat (Lembaran Negara
Republik Indonesia Tahun 1996 Nomor 50, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor
3638) sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 43 Tahun 1997 (Lembaran
Negara Republik Indonesia Tahun 1997 Nomor 90, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia
nomor 3717);
8. Peraturan Pemerintah Nomor 63 Tahun 2003 tentang Perlakuan Pajak Pertambahan Nilai dan Pajak
Penjualan atas Barang Mewah di Kawasan Berikat (Bonded Zone) Daerah Industri Pulau Batam
(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 158, Tambahan Lembaran Negara Republik
Indonesia Nomor 4061) sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor Tahun 2005
(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor ,Tambahan Lembaran Negara Republik
Indonesia Nomor );
9. Keputusan Presiden Nomor 187/M Tahun 2004;
10. Keputusan Menteri Keuangan Nomor 399/KMK.01/1996 tentang Gudang Berikat;
11. Keputusan Menteri Keuangan Nomor 291/KMK.05/1997 tentang Kawasan Berikat sebagaimana telah
beberapa kali diubah terakhir dengan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 587/PMK.04/2004;
12. Keputusan Menteri Keuangan Nomor 123/KMK.05/2000 tentang Entrepot untuk Tujuan Pameran;
13. Keputusan Menteri Keuangan Nomor 128/KMK.05/2000 tentang Toko Bebas Bea;
14. Keputusan Menteri Keuangan Nomor 580/KMK.04/2003 tentang Tatalaksana Kemudahan Impor Tujuan
Ekspor dan Pengawasannya;
15. Keputusan Menteri Keuangan Nomor 583/KMK.04/2003 tentang Pelaksanaan Perlakuan Pajak
Pertambahan Nilai dan Pajak Penjualan Atas Barang Mewah di Kawasan Berikat (Bonded Zone) Daerah
Industri Pulau Batam.
16. Keputusan Menteri Keuangan Nomor 584/KMK.04/2003 tentang Pemasukan Barang Dari Luar Daerah
Pabean ke Kawasan Berikat (Bonded Zone) Daerah Industri Pulau Batam sebagaimana telah diubah
dengan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 16/PMK.03/2005

1
BONUS WARTA BEACUKAI EDISI 371 OKTOBER 2005
KEPUTUSAN & KETETAPAN
MEMUTUSKAN :
Menetapkan :
PERATURAN MENTERI KEUANGAN TENTANG TEMPAT PENIMBUNAN BERIKAT DI PULAU BATAM,
BINTAN DAN KARIMUN.
Pasal 1
Dalam Peraturan Menteri Keuangan ini, yang dimaksud dengan:
1. BBK adalah Pulau Batam, Kawasan Bintan Industrial Estate dan Kawasan Karimun Industrial Cooperation.
2. KB adalah Kawasan Berikat sebagaimana dimaksud dalam Peraturan Pemerintah Nomor 33 Tahun 1996
tentang Tempat Penimbunan Berikat di BBK.
3. PKB adalah Penyelenggara Kawasan Berikat di BBK.
4. PDKB adalah Pengusaha Di Kawasan Berikat di BBk.
5. GB adalah Gudang Berikat sebagaimana dimaksud dalam Peraturan Pemerintah Nomor 33 Tahun 1996
tentang Tempat Penimbunan Berikat di BBK.
6. PGB adalah Penyelenggara Gudang Berikat di BBK.
7. PPGB adalah Pengusaha Pada Gudang Berikat di BBK.
8. ETP adalah Entrepot untuk Tujuan Pameran di BBK.
9. TBB adalah Toko Bebas Bea di BBK.
10. TPB adalah Tempat Penimbunan Berikat yang terdiri dari KB, GB, ETP dan TBB di BBK.
11. DPIL Pulau Batam adalah Daerah Pabean Indonesia Lainnya di Pulau Batam.
12. DPIL adalah selain DPIL Pulau Batam.
13. LDP adalah Luar Daerah Pabean.
14. PDRI adalah Pajak Dalam Rangka Impor meliputi Pajak Pertambahan Nilai (PPN), Pajak Penjualan atas
Barang Mewah (PPnBM) serat Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 22 Impor.
15. Perusahaan KITE adalah Perusahaan penerima fasilitas Kemudahan Impor Tujuan Ekspor sebagaimana
dimaksud dalam Keputusan Menteri Keuangan Nomor 580/KMK.04/2003.
16. KPBC adalah Kantor Pelayanan Bea dan Cukai di BBK.

Pasal 2
(1) Pemasukan Barang dari Luar Daerah Pabean ke TPB diberikan penangguhan Bea Masuk (BM),
pembebasan cukai, dan tidak dipungut PDRI.
(2) Pemasukan Barang Kena Pajak (BKP) dari DPIL ke TPB tidak dipungut PPN dan PPnBM.
(3) Pemasukan Barang Kena Cukai (BKC) dari DPIL ke TPB diberikan pembebasan Cukai.
(4) Pemasukan barang dari TPB diluar BBK ke TPB tidak dipungut PPN dan PPnBM.
(5) Pemasukan barang dalam rangka sub kontrak dari PDKB, PDKB selain di BBK atau dari DPIL ke PDKB
tidak dipungut PPN dan PPnBM termasuk PPN atas jasa pekerjaan sub kontrak.

Pasal 3
(1) Pengeluaran barang impor dari TPB ke TPB di luar BBK diberikan penangguhan Bea Masuk,
pembebasan cukai, dan tidak dipungut PDRI.
(2) Pengeluaran barang asal DPIL dari TPB ke TPB lainnya tidak dipungut PPN dan PPnBM atas penyerahan
BKP.
(3) Pengeluaran barang dari TPB di Pulau Batam ke DPIL Pulau Batam tidak dikenakan BM, Cukai dan PDRI
kecuali terhadap barang-barang yang berdasarkan ketentuan yang berlaku dikenakan BM dan PDRI.
(4) Pengeluaran barang dari TPB ke DPIL dikenakan BM, Cukai dan PDRI kecuali ditujukan kepada pihak
yang memperoleh fasilitas penangguhan BM, Cukai dan tidak dipungut PDRI.
(5) Pengeluaran barang dan hasil olahan dalam rangka sub kontrak dari PDKB ke PDKB di luar BBK atau ke
DPIL tidak dipungut BM, Cukai, dan PDRI termasuk PPN atas jasa pekerjaan sub kontrak.
(6) Pengeluaran barang dan/atau bahan dari PDKB ke DPIL dipungut PPN, PPnBM dan Cukai sesuai
ketentuan yang berlaku sepanjang merupakan :
a. barang hasil olahan dari PDKB ke DPIL yang seluruh bahan bakunya berasal dari DPIL;
b. barang selain hasil olahan asal DPIL;
c. barang sisa dan/atau potongan dari hasil olahan yang bahan bakunya berasal dari DPIL.
(7) Barang asal DPIL yang direparasi/direkondisi di PDKB yang dikeluarkan kembali ke DPIL, dipungut BM
dan PDRI atas komponen/Spare part yang berasal dari LDP yang dipasang pada barang tersebut.
(8) Barang asal DPIL yang direparasi/direkondisi di PDKB yang dikeluarkan kembali ke DPIL dipungut PPN
atas komponen/Spare part yang berasal dari DPIL yang dipasang pada barang tersebut.
(9) Penyerahan Jasa Kena Pajak atas pengerjaan reparasi/rekondisi sebagaimana dimaksud pada ayat (7)
dan (8) tidak dipungut PPN atas jasa.
(10) Barang asal LDP yang direparasi/direkondisi di PDKB yang dikeluarkan ke DPIL, dipungut BM dan PDRI.
(11) Barang asal LDP yang direparasi/direkondisi di PDKB dengan menggunakan komponen/Spare part asal
DPIL yang dikeluarkan ke DPIL, dipungut PPN atas komponen/Spare part yang berasal dari DPIL yang
dipasang pada barang tersebut.

2
2
BONUS WARTA BEACUKAI EDISI 371 OKTOBER 2005
KEPUTUSAN & KETETAPAN
(12) Pengeluaran barang asal DPIL yang tidak diproses lebih lanjut, kemudian dikembalikan (reject) dari PDKB
ke DPIL adalah perusahaan pemilik yang sama.

Pasal 4
(1) Pemasukan barang modal dan peralatan pabrik dari LDP dalam kondisi bukan baru ke TPB tidak memer-
lukan persetujuan impor dari Departemen Perdagangan ataupun Certificate of Inspection dari Surveyor.
(2) Pemasukan barang dalam rangka relokasi pabrik dari LDP ke TPB tidak memerlukan persetujuan impor
dari Departemen Perdagangan ataupun Certificate of Inspection dari Surveyor.

Pasal 5
(1) Pemasukan barang dari LDP ke TPB dilakukan dengan menggunakan dokumen BC 2.3 BBK
sebagaimana ditetapkan dalam Lampiran I Peraturan Menteri Keuangan ini.
(2) Pemasukan barang sebagaimana dimaksud pada ayat (1) :
a. tidak dilakukan pemeriksaan fisik oleh petugas Bea dan Cukai;
b. tidak dilakukan penyegelan maupun pengawalan oleh petugas Bea dan Cukai;
c. tidak diberlakukan ketentuan tataniaga di bidang impor, kecuali barang yang terkena peraturan
larangan impor.

Pasal 6
(1) Pemasukan dan pengeluaran barang antar TPB yang berada dibawah pengawasan KPBC yang sama
dilakukan tanpa menggunakan dokumen pabean.
(2) Pemasukan barang dari DPIL Pulau Batam ke TPB Pulau Batam dilakukan tanpa menggunakan
dokumen pabean.

Pasal 7
(1) Pengeluaran barang dari TPB dapat ditujukan ke:
a. Luar Daerah Pabean (LDP) / Ekspor;
b. KB atau PDKB lain di luar BBK;
c. GB di luar BBK;
d. TBB di luar BBK;
e. ETP di luar BBK;
f. Perusahaan KITE di luar BBK;
g. DPIL;
h. KB atau PDKB lain;
i. GB;
j. TBB;
k. ETP;
l. DPIL di Pulau Batam.
(2) Pengeluaran barang dari TPB ke LDP sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a dilakukan dengan
menggunakan dokumen BC 3.0.
(3) Pengeluaran barang dari TPB ke TPB diluar BBK, Perusahaan KITE di luar BBK, dan DPIL sebagaimana
dimaksud pada ayat (1) huruf b sampai dengan huruf g dilakukan dengan menggunakan dokumen BC 2.5
BBK sebagaimana ditetapkan dalam Lampiran II Peraturan Menteri Keuangan ini.
(4) Pengeluaran barang dari TPB ke TPB lainnya sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf h sampai dengan
huruf k yang berada dibawah pengawasan KPBC yang sama dilakukan tanpa menggunakan dokumen pabean.
(5) Pengeluaran barang dari TPB Pulau Batam ke DPIL di Pulau Batam sebagaimana dimaksud pada ayat
(1) huruf l dilakukan tanpa menggunakan dokumen pabean kecuali pengeluaran barang asal impor
sebagaimana dimaksud dalam Pasal 9 ayat (1).
(6) Pengeluaran barang dari TPB di Bintan dan Karimun ke DPIL di Pulau Batam sebagaimana dimaksud
pada ayat (1) huruf l dilakukan dengan menggunakan dokumen BC 2.5 BBK.
(7) Pengeluaran barang dari TPB ke tempat lain sebagaimana dimaksud pada ayat (1) tidak dilakukan pemeriksaan
pabean kecuali ditentukan lain berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Pasal 8
(1) Pengeluaran barang dari TPB dengan tujuan LDP diberlakukan sesuai ketentuan tatalaksana kepabeanan
di bidang ekspor.
(2) Pengeluaran barang sebagaimana dimaksud pada ayat (1) tidak dilakukan pemeriksaan fisik, kecuali
ditentukan lain berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Pasal 9
(1) Pengeluaran barang asal impor dari TPB di Pulau Batam ke DPIL di Pulau Batam yang berdasarkan
ketentuan yang berlaku dikenakan BM dan PDRI, dilakukan dengan menggunakan BC 2.5 BBK.

3
3
BONUS WARTA BEACUKAI EDISI 371 OKTOBER 2005
KEPUTUSAN & KETETAPAN
(2) Pengeluaran barang asal impor dari TPB ke DPIL dipungut BM dan PDRI sesuai ketentuan tatalaksana
kepabeanan di bidang impor.
(3) Pengeluaran barang asal impor dari TPB untuk dimusnahkan di luar BBK tidak dipungut BM, Cukai dan
PDRI dengan menggunakan dokumen BC 2.5 BBK.

Pasal 10
Dasar perhitungan pungutan negara atas pengeluaran hasil olahan PDKB ke DPIL atau DPIL Pulau Batam
adalah sebagai berikut :
a. BM berdasarkan tarif BM bahan baku dengan pembebanan dan kurs valuta asing yang berlaku pada saat
dikeluarkan dari PDKB dan nilai pabean bahan baku pada saat diimpor ke PDKB;
b. Apabila pembebanan tarif BM untuk bahan baku lebih tinggi dari pembebanan tarif BM untuk barang hasil olahan,
BM didasarkan pada pembebanan tarif BM barang hasil olahan yang berlaku pada saat dikeluarkan dari PDKB;
c. Cukai berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku;
d. PPN, PPnBM dan PPh pasal 22 berdasarkan harga jual.

Pasal 11
Barang yang telah diolah di PDKB dapat dikeluarkan dengan tujuan DPIL atau DPIL di Pulau Batam tanpa
dikaitkan dengan realisasi ekspor.

Pasal 12
Pengajuan dokumen pabean dapat dilakukan secara manual, disket maupun melalui Pertukaran Data
Elektronik (PDE).

Pasal 13
Pengusaha TPB berkewajiban untuk melaksanakan ketentuan sebagai berikut:
a. Membuat pembukuan atau catatan atas mutasi barang ke dan dari TPB;
b. Menyimpan dan memelihara dengan baik pada tempat usahanya buku, catatan, dokumen pabean serta
dokumen yang berkaitan dengan kegiatan usahanya dalam kurun waktu 10 (sepuluh) tahun;
c. Menyerahkan dokumen yang berkaitan dengan kegiatan TPB yang diwajibkan berdasarkan Peraturan Menteri
Keuangan ini apabila dilakukan Audit oleh Direktorat Jenderal Bea dan Cukai dan/atau Direktorat Jenderal Pajak.

Pasal 14
(1) Kepala KPBC berwenang untuk :
a. menetapkan suatu kawasan atau tempat sebagai TPB;
b. memberikan persetujuan PKB atau PKB merangkap PDKB, PGB atau PGB merangkap PPGB;
c. mencabut penetapan suatu kawasan atau tempat sebagai TPB;
d. mencabut persetujuan PKB atau PKB merangkap PDKB dan PGB atau PGB merangkap PPGB;
e. mengubah keputusan penetapan suatu kawasan atau tempat sebagai TPB.
(2) Pelaksanaan penetapan, pemberian persetujuan, pencabutan atau perubahan sebagaimana dimaksud pada
ayat (1) dilaksanakan paling lama 7 (tujuh) hari kerja setelah permohonan diterima secara lengkap dan benar.

Pasal 15
Semua keputusan Menteri Keuangan yang telah diterbitkan untuk pendirian suatu kawasan atau tempat sebagai TPB
dan persetujuan PKB atau PKB merangkap PDKB serta PGB atau PGB merangkap PPGB dinyatakan tetap berlaku.

Pasal 16
Ketentuan lebih lanjut mengenai tatacara pemasukan dan pengeluaran barang ke dan dari TPB dan tatacara
pengisian dokumen BC 2.3 BBK dan BC 2.5 BBK sebagaimana ditetapkan dalam Lampiran I dan Lampiran II
Peraturan Menteri Keuangan ini diatur dengan Peraturan Direktur Jenderal Bea dan cukai.

Pasal 17
Peraturan Menteri Keuangan ini berlaku mulai tanggal 1 Oktober 2005.

Agar setiap orang mengetahuinya, memerintahkan pengumuman Peraturan Menteri Keuangan ini dengan
penempatannya dalam Berita Negara Republik Indonesia.

Ditetapkan di Jakarta
pada tanggal 21 Juli 2005

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA,


ttd,-
JUSUF ANWAR

4
4
BONUS WARTA BEACUKAI EDISI 371 OKTOBER 2005
KEPUTUSAN & KETETAPAN
LAMPIRAN 1 PERATURAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 60/PMK.04/2005
TENTANG TEMPAT PENIMBUNAN BERIKAT DI PULAU BATAM, BINTAN DAN KARIMUN
PEMBERITAHUAN PEMASUKAN BARANG IMPOR KE
TEMPAT PENIMBUNAN BERIKAT UNTUK BBK
BC 2.3 BBK
Kantor Pelayanan bea dan Cukai : Halaman 1 dari...........
Nomor Pengajuan :
A. Tujuan : 1. Kws. Berikat 2. Gudang berikat 3. ETP 4. TBB

B. Jenis Importasi : 1. Impor 2. Reimpor


C. DATA PEMBERITAHUAN E. DIISI BEA DAN CUKAI
PEMASOK No. & Tgl. Pendaftaran
1. Nama, Alamat, Negara

IMPORTIR 12. Invoice No. Tgl


2. NPWP
3. Nama, Alamat
13 Dokumen Terkait (BC 3.0/PEB) Tgl
(khusus reimpor)
4. API/APIT

PPJK
5. NPWP
14. BL/AWB No. Tgl.
6. Nama, Alamat

7. Cara Pengangkutan : 1. Laut 2. Udara 15. BC 1.1 No. Pos Sub Pos Tgl
3. Lainnya

8. Nama Sarana Pengangkut, No. Voy/ 16. Valuta :


Flight dan Bendera :
17. Terminologi 1. FOB 2. C&F
Perdagangan 3. CIF 4. Lainnya

9. Pelabuhan Muat : 18. Nilai barang


10. Pelabuhan Transit :
11. Pelabuhan Bongkar :
19. Jumlah, Nomor dan Ukuran Peti kemas 20. Jumlah, Jenis dan Merek Kemasan 21. Berat Kotor (Kg)
22. Berat Bersih (Kg)

23. 24. Pos Tarif/HS 25. Uraian jenis barang secara lengkap, 26. Negara Asal 27. Jumlah dan 28. Nilai
No. merek, tipe, ukuran, spesifikasi lain Jenis Satuan Barang

F. UNTUK PEJABAT KPBC BONGKAR


D. Dengan ini saya menyatakan bertanggung jawab atas
kebenaran hal-hal yang diberitahukan dalam dokumen ini.
..........................Tgl..........................
Pemberitahu
(.................................)
Rangkap ke 1 untuk KPBC Rangkap ke 2 untuk BPS
Rangkap ke 3 untuk BI Rangkap ke 4 untuk pengusaha TPB
○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○

Keterangan : Halaman belakang halaman pertama BC 2.3 (Halaman Rekapitulasi)


UNTUK CATATAN PEMERIKSAAN FISIK BARANG

5
BONUS WARTA BEACUKAI EDISI 371 OKTOBER 2005
KEPUTUSAN & KETETAPAN
PEMBERITAHUAN PEMASUKAN BARANG IMPOR KE
TEMPAT PENIMBUNAN BERIKAT UNTUK BBK
BC 2.3 BBK
Kantor Pelayanan Bea dan Cukai : Halaman.....dari......
Nomor Pengajuan :
Nomor Pendaftaran :
23 24. Pos tarif/HS 25. Uraian jenis barang secara 26. Negara Asal 27. Jumlah dan 28. Nilai
No. lengkap, merek, tipe, Jenis Satuan Barang
ukuran, spesifikasi lain

........................Tgl.........................
Pemberitahu

(...........................)

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA


ttd
JUSUF ANWAR
○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○

PEMBERITAHUAN PENGELUARAN BARANG DARI


TEMPAT PENIMBUNAN BERIKAT UNTUK BBK
DATA PENGGUNAAN BARANG DAN/ATAU BAHAN DALAM RANGKA SUBKONTRAK
BC 2.5 BBK
Kantor Pelayanan Bea dan Cukai : Halaman.........dari............
Nomor Pengajuan :
Nomor Pendaftaran :
No. - Pos Tarif /HS Juml & Jenis Tarif Harga Harga Total Total Tagihan
- Uraian barang Satuan - BM -PPn Satuan Bahan Baku
jadi secara - Cukai -PPnBM (Rp) BM Cukai PPN PPnBM PPh
lengkap Impor Lokal - PPh
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) (11)

Jumlah
Pungutan
..........................,Tgl.........................20............ ......................,Tgl........................20.........

Pemberitahu Penerima barang


(...........................) (.............................)
MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA
ttd
JUSUF ANWAR

6
6
BONUS WARTA BEACUKAI EDISI 371 OKTOBER 2005
KEPUTUSAN & KETETAPAN
LAMPIRAN II PERATURAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 60/PMK.04/2005
TENTANG TEMPAT PENIMBUNAN BERIKAT DI PULAU BATAM, BINTAN DAN KARIMUN
PEMBERITAHUAN PENGELUARAN BARANG DARI
TEMPAT PENIMBUNAN BERIKAT UNTUK BBK
BC 2.5 BBK
Kantor Pelayanan Bea dan Cukai : Halaman 1 dari ……
Nomor Pengajuan :
A. Jenis BC 2.5 1. Biasa 2. Berkala
B. Dari 1. KB 2. GB 3. ETP 4. TBB
C. Tujuan 1. KB 2. GB 3. ETP 4. TBB 5. DPIL 6. Perus.KITE 7. Lainnya
D. Tujuan Pengiriman 1. Dipindahtangankan 2. Disubkontrakan 3. Dipinjamkan/Diperbaiki 4. Pengembalian Subkontrak
5. Pengembalian Pinjaman/Perbaikan 6. Lainnya
F. DATA PEMBERITAHUAN : H. DIISI OLEH BEA DAN CUKAI :
PEMASOK/PENGIRIM BARANG : No. & Tgl. Pendaftaran :
1. NPWP :
2. Nama, Alamat : DALAM HAL DIMUSNAHKAN :
Tanggal Pemusnahan :
No. Berita Acara :
PENERIMA BARANG : 7. Invoice/Kontrak/RSK:
3. NPWP : No. Tgl.
4. Nama, Alamat :
8. Surat Keputusan/Persetujuan/Lainnya :
No. Tgl.
9. Eks. Dokumen Pemasukan:
No. Tgl.
PPJK: 10. Valuta:
5. NPWP : 11. NDPBM:
6. Nama, Alamat : 12. Nilai/Harga Barang:
Rp
13. Nilai/Harga Bahan Baku:
Rp
14. Jumlah, Nomor dan Ukuran Peti Kemas : 15. Jumlah, Jenis dan Merek Kemasan 16. Berat Kotor (Kg)
17. Berat Bersih (Kg)
BARANG YANG DIKELUARKAN DARI TPB
18. 19. -Pos Tarif/HS 20. Tarif 21. Jumlah dan 22. Harga/nilai 23. Jumlah Pungutan
No. -Uraian Barang Secara Lengkap -BM -PPN Jenis Satuan barang
-Cukai -PPnBM
-PPh
PERHITUNGAN PUNGUTAN BM & CUKAI ATAS PEMAKAIAN BAHAN BAKU
24. 25.-Pos Tarif/HS 26.Jumlah dan 27.Tarif 28.Harga 29.Harga Total 30.Pungutan 31. Ket
No -Uraian bahan baku secara Jenis Satuan -BM -Cukai Satuan Bahan Baku
lengkap Impor Lokal (Rp) BM Cukai
Jumlah Pungutan
Jenis Pungutan Dibayar (Rp) Dibebaskan (Rp) Ditangguhkan (Rp)
32. BM
33. Cukai
34. PPN
35. PPnBM
36. PPh
37. PNBP
38. TOTAL
G. Dengan ini saya menyatakan bertanggung I. UNTUK PEMBAYARAN KE BANK/KPBC/JAMINAN
jawab atas kebenaran hal-hal yang a. Pembayaran Tunai -No. Penerimaan :
diberitahukan dalam dokumen ini. b. Jaminan 1.Tunai; 2.Bank Garansi; 3.Customs Bond; 4. Lainnya
…………., Tgl …….. -20….......
Pemberitahu Jen Pen Kd MAP No. Tanda Pembayaran/Jaminan Tgl.
(……………………….) BM
Cukai
…… …, Tgl………… -20…….. PPN
PPnBM
Penerima Barang PPh
PNBP
(…………………) Pejabat Penerima Nama/Stempel Instansi
(………….………)

Rangkap ke 1 untuk KPBC Rangkap ke 2 untuk pengusaha TPB asal barang Rangkap ke 3 untuk penerima barang

7
BONUS WARTA BEACUKAI EDISI 371 OKTOBER 2005
PEMBERITAHUAN PENGELUARAN BARANG DARI
TEMPAT PENIMBUNAN BERIKAT UNTUK BBK
BC 2.5 BBK
Kantor Pelayanan Bea dan Cukai : Halaman......... dari.........
Nomor Pengajuan :
KEPUTUSAN & KETETAPAN

Nomor Pendaftaran :

BONUS WARTA BEACUKAI EDISI 371 OKTOBER 2005


E. DATA PEMBERITAHUAN :
BARANG YANG DIKELUARKAN DARI TPB
18 19. - Pos Tarif/HS 20. Tarif 21. Jumlah 22. Harga 23. Total Pungutan
No. - Uraian Barang -BM -PPN dan Peyerahan/Jual
Secara Lengkap -Cukai -PPnBM Jenis
-PPh Satuan
PERHITUNGAN PUNGUTAN BM & PDRI ATAS PEMAKAIAN BAHAN BAKU
24. 25. - Pos Tarif/HS 26. Juml & Jenis 27. Tarif 28. Harga 29. Harga Total 30. Total Pungutan 31. Ket
No. - Uraian barang jadi Satuan -BM -Cukai Satuan Bahan Baku
secara lengkap (Rp.)
Impor Lokal BM Cukai
Jumlah Pungutan

8
8
.....................,Tgl.............20......... ................,Tgl................20...........
Pemberitahu Penerima Barang
(................................) (.............................)
KEPUTUSAN & KETETAPAN
PERATURAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA
NOMOR 61/PMK.04/2005

TENTANG
PERLAKUAN PERPAJAKAN
DAN KEPABEANAN
DALAM RANGKA PROYEK PENGEMBANGAN
PULAU BINTAN DAN
PULAU KARIMUN

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA,


Menimbang :
Bahwa dalam rangka menunjang iklim investasi agar tetap kondusif dan untuk memberikan kepastian
hukum bagi pengembangan Pulau Bintan dan Pulau Karimun perlu menetapkan Peraturan Menteri
Keuangan tentang Perlakuan Perpajakan dan Kepabeanan dalam Rangka Proyek Pengembangan
Pulau Bintan dan Pulau karimun;

Mengingat :
1. Undang-Undang Nomor 6 Tahun 1983 tentang Ketentuan Umum dan Tatacara Perpajakan
(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1983 Nomor 49, Tambahan Lembaran Negara
Republik Indonesia Nomor 3262) sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan
Undang-Undang Nomor 16 Tahin 2000 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2000 Nomor
126, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3984);
2. Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1983 tentang Pajak Pertambahan Nilai barang dan jasa dan Pajak
Penjualan Atas Barang Mewah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1983 Nomor 50,
Tambahan Lembaran negara Republik Indonesia Nomor 3263) sebagaimana telah beberapa kali
diubah terakhir dengan Undang-Undang Nomor 17 tahun 2000 (Lembaran Negara Republik
Indonesia Tahun 2000 Nomor 127, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3985);
3. Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1983 tentang Pajak Pertambahan Penghasilan (Lembaran Negara
Republik Indonesia Tahun 1983 Nomor 51, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor
3264) sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Undang-Undang Nomor 18 Tahun
2000 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2000 Nomor 128, Tambahan Lembaran Negara
Republik Indonesia Nomor 3986);
4. Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1985 tentang Kepabeanan (Lembaran Negara Republik
Indonesia Tahun 1995 Nomor 75, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia
Nomor 3612)
5. Peraturan Pemerintah Tahun Nomor 30 Tahun 1995 tentang Perlakuan Perpajakan Dalam Rangka
Kegiatan Konstruksi dan Kegiatan Operasi Pembangunan Proyek Pengembangan Pulau Bintan
Dan Pulau Karimun (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1995 Nomor 52, Tambahan
Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3604)
6. Keputusan Presiden Nomor 187/M Tahun 2004;
7. Keputusan Menteri Keuangan Nomor 25/KMK.05/1997 tentang Tata Laksana Kepabeanan
Dibidang Impor sebagaimana telah diubah dengan Keputusan Menteri Keuangan Nomor 453/
KMK.04/2002;

MEMUTUSKAN :
Menetapkan :
PERATURAN MENTERI KEUANGAN TENTANG PEMBEBASAN BEA MASUK DAN PERLAKUAN
PERPAJAKAN DALAM RANGKA PROYEK PENGEMBANGAN PULAU BINTAN DAN PULAU
KARIMUN.
Pasal 1
Dalam Peraturan Menteri Keuangan ini, yang dimaksud dengan:
1. Proyek adalah kegiatan dalam lingkup kerjasama ekonomi antara Republik Indonesia dan Republik
Singapura yang dilaksanakan dalam waktu yang terbatas dalam rangka pengembangan:
a. Kawasan yang dikembangkan untuk usaha-usaha kepariwisataan termasuk sarana pendukung-
nya di Pulau Bintan;
b. Kawasan Industri di Pulau Bintan;
c. Kawasan pengembangan sumber-sumber air di Pulau Bintan;
d. Kawasan penimbunan, distribusi dan pengolahan minyak bumi, serta kawasan industri
maritim (galangan kapal) dan konstruksi lepas pantai di Pulau Karimun Besar dan pulau-pulau
sekitarnya;

9
BONUS WARTA BEACUKAI EDISI 371 OKTOBER 2005
KEPUTUSAN & KETETAPAN
2. Barang adalah barang-barang yang diperlukan untuk Proyek sebagaimana dimaksud pada butir 1 di
atas, tidak termasuk barang-barang yang habis dipakai untuk keperluan konsumsi (seperti
makanan dan minuman).

Pasal 2
Atas impor Barang Kena Pajak maupun pemanfaatan Barang Kena Pajak tidak berwujud dan Jasa
Kena Pajak yang berasal dari luar Pabean Indonesia serta perolehan dalam negeri Barang
Kena Pajak atau Jasa Kena Pajak oleh Pengusaha di Pulau Bintan dan Pulau Karimun yang melakukan
Proyek sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1 butir 1, diberikan pembebasan Bea Masuk, dan tidak
dipungut Pajak Pertambahan Nilai dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah, dan Pajak Penghasilan
Pasal 22.

Pasal 3
(1) Dalam hal terjadi penyalahgunaan peruntukan barang-barang yang diberikan fasilitas kepabeanan
dan perpajakan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2, pemberian fasilitas tersebut dinyatakan
batal, dan terhadap Pengusaha yang bersangkutan diwajibkan untuk membayar kembali Bea
Masuk, Pajak Pertambahan Nilai dan Pajak Penjualan atas barang Mewah, serta Pajak
Penghasilan Pasal 22 dalam jangka waktu 1 (satu) bulan sejak terjadinya penyalahgunaan fasilitas
dimaksud.

(2) Apabila dalam jangka waktu sebagaimana dimaksud pada ayat (1) tidak terpenuhi dikenakan
sanksi administrasi sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku.

Pasal 4
Jangka waktu pemberian fasilitas kepabeanan dan perpajakan berdasarkan Peraturan Menteri
Keuangan ini, berlaku sampai dengan tanggal 31 Desember 2008.

Pasal 5
Pada saat Peraturan Menteri Keuangan ini mulai berlaku, atas Bea Masuk, Pajak Pertambahan Nilai
dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah, serta Pajak Penghasilan Pasal 22 yang telah terlanjur
dipungut atau dibayar, dapat dimintakan pengembalian sesuai dengan peraturan perundang-undangan
yang berlaku.

Pasal 6
Ketentuan lebih lanjut yang diperlukan dalam rangka pelaksanaan Peraturan Menteri Keuangan ini
diatur oleh Direktur Jenderal Bea dan Cukai dan Direktur Jenderal Pajak, baik secara bersama-sama
atau sendiri-sendiri sesuai dengan bidang tugasnya masing-masing.

Pasal 7
Proyek yang sudah ada dan sedang dilaksanakan pada saat berlakunya Peraturan Menteri Keuangan
ini mendapatkan fasilitas sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan dalam Peraturan Menteri
Keuangan ini.

Pasal 8
Pada saat Peraturan Menteri Keuangan ini mulai berlaku, Keputusan Menteri Keuangan Nomor 616/
KMK.01/1996 tentang Pembebasan Bea Masuk dan Perlakuan Perpajakan Dalam Rangka Pengemban-
gan Pulau Bintan dan Karimun sebagaimana telah diubah dengan Keputusan Menteri Keuangan Nomor
346/KMK.04/1998 dinyatakan tidak berlaku.

Pasal 9
Peraturan Menteri Keuangan ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan dan mempunyai daya laku surut
terhitung sejak tanggal 1 Januari 2004.

Agar setiap orang mengetahuinya, memerintahkan pengumuman Peraturan Menteri Keuangan ini
dengan penempatannya dalam Berita Negara Republik Indonesia.

Ditetapkan di Jakarta
pada tanggal 21 Juli 2005

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA,


ttd,-
JUSUF ANWAR

10
10
BONUS WARTA BEACUKAI EDISI 371 OKTOBER 2005
KEPUTUSAN & KETETAPAN
PERATURAN DIREKTUR JENDERAL BEA DAN CUKAI
NOMOR : 14 /BC/2005

TENTANG
PERUBAHAN ATAS KEPUTUSAN
DIREKTUR JENDERAL BEA DAN CUKAI
NOMOR KEP-205/BC/2003
TENTANG PETUNJUK PELAKSANAAN
TATALAKSANA KEMUDAHAN IMPOR TUJUAN
EKSPOR DAN PENGAWASANNYA

DIREKTUR JENDERAL BEA DAN CUKAI,

Menimbang :
a. bahwa dasar pengenaan Bea Masuk, khusunya tarif dan pembebanan terhadap barang jadi hasil
produksi perusahaan penerima fasilitas KITE yang dijual ke DPIL perlu ditinjau dan disesuaikan
dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku;
b. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud diatas, perlu dilakukan perubahan atas
Keputusan Direktur Jenderal Bea dan Cukai Nomor KEP-205/BC/2005 tentang Petunjuk
Pelaksanaan Tatalaksana Kemudahan Impor Tujuan Ekspor dan pengawasannya.

Mengingat :
1. Undang-Undang Nomor 6 Tahun 1983 tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan
(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1983 Nomor 49, Tambahan Lembaran Negara
Republik Indonesia Nomor 3262) sebagaimana telah diubah beberapa kali terakhir dengan
Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2000 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2000 Nomor
126, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3984);
2. Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1983 tentang Pajak Pertambahan Nilai Barang dan Jasa dan Pajak
Penjualan Atas Barang Mewah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1983 Nomor 51,
Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3264) sebagaimana telah diubah
beberapa kali terakhir dengan Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2000
(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2000 Nomor 128, Tambahan Lembaran Negara
Republik Indonesia Nomor 3986);
3. Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1995 tentang Kepabeanan (Lembaran Negara Republik
Indonesia Tahun 1995 Nomor 75, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3612);
4. Undang-Undang Nomor 11 Tahun 1995 tentang Cukai (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun
1995 Nomor 76, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3613);
5. Peraturan Pemerintah Nomor 33 Tahun 1996 tentang Tempat Penimbunan Berikat (Lembaran
Negara Republik Indonesia Tahun 1996 Nomor 50, Tambahan Lembaran Negara Republik
Indonesia 3638) sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 43 Tahun 1997
(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun1997 Nomor 90, Tambahan Lembaran Negara
Republik Indonesia Nomor 3717);
6. Keputusan Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomor 283/KMK.01/2003 tentang Pedoman
Penyusunan Peraturan Perundang-Undangan di Lingkungan Departemen Keuangan:
7. Keputusan Menteri Keuangan Nomor 453/KMK.04/2002 tentang Tatalaksana Kepabeanan di Bidang
Impor sebagaimana telah diubah beberapa kali terakhir dengan Keputusan Menteri Keuangan
Nomor 112/KMK.04/2003;
8. Keputusan Menteri Keuangan Nomor 557/KMK.04/2002 tentang Tatalaksana Kepabeanan di bidang
Ekspor;
9. Keputusan Menteri Keuangan Nomor 580/KMK.04/2003 tentang Tatalaksana Kemudahan Impor
Tujuan Ekspor dan Pengawasannya;
10. Keputusan Direktur Jenderal Bea dan Cukai Nomor Kep-205/BC/2003 tentang Petunjuk
Pelaksanaan Tatalaksana Kemudahan Impor Tujuan Ekspor Dan Pengawasannya.

MEMUTUSKAN :
Menetapkan :
PERATURAN DIREKTUR JENDERAL BEA DAN CUKAI TENTANG PERUBAHAN ATAS KEPUTUSAN
DIREKTUR JENDERAL BEA DAN CUKAI NOMOR KEP-205/BC/2003 TENTANG PETUNJUK
PELAKSANAAN TATALAKSANA KEMUDAHAN IMPOR TUJUAN EKSPOR DAN PENGAWASANNYA.

11
BONUS WARTA BEACUKAI EDISI 371 OKTOBER 2005
KEPUTUSAN & KETETAPAN
Pasal I
Beberapa ketentuan dalam Keputusan Direktur Jenderal Bea dan Cukai Nomor Kep-205/BC/2003
tentang Petunjuk Pelaksanaan Tatalaksana Kemudahan Impor Tujuan Ekspor dan Pengawasannya
diubah sebagai berikut :

1. Ketentuan Pasal 16 ayat (1) huruf d diubah sehingga berbunyi sebagai berikut :

”Pasal 16
(1) Hasil produksi yang bahan bakunya berasal dari impor dan/atau hasil produksi dari Kawasan
Berikat dapat dijual ke DPIL setelah ada realisasi ekspor dan/atau penyerahan ke Kawasan Berikat
oleh perusahaan pemegang NIPER, dengan ketentuan :
a. mengajukan BC 2.4 kepada Kantor Pabean yang mengawasi wilayah pemohon;
b. barang yang akan dijual ke DPIL sebanyak-banyaknya berjumlah 25% (dua puluh lima persen)
dari jumlah realisasi ekspor dan/atau penyerahan ke Kawasan Berikat;
c. dilakukan pemeriksaan pabean oleh Pejabat;
d. membayar BM dan/atau Cukai berdasarkan tarif barang jadi dengan pembebanan dan nilai
pabean bahan baku pada saat diimpor ditambah bunga sebesar 2% setiap bulan sejak tanggal
pendaftaran PIB; dan
e. membayar PPN dan PPnBM dengan dasar pengenaan pajak sebesar nilai impor, ditambah
sanksi berupa bunga sebesar 2% setiap bulan sejak saat impor paling lama 24 (dua puluh
empat) bulan.
(2) Penjualan ke DPIL harus terlaksana dalam jangka waktu 12 (dua belas) bulan sejak tanggal
pengimporan sampai dengan tanggal penjualan barang ke DPIL.
(3) Realisasi ekspor dan/atau penyerahan ke Kawasan Berikat sebagaimana dimaksud dalam ayat (1)
huruf b, terhitung sejak tanggal 1 Agustus 2003.
(4) Tatakerja penjualan hasil produksi ke DPIL diatur dalam lampiran V Keputusan Direktur Jenderal
ini.”

2. Ketentuan Pasal 17 ayat (2) huruf a diubah sehingga berbunyi sebagai berikut :

”Pasal 17
(1) Dalam hal penjualan hasil produksi ke DPIL melebihi ketentuan sebagaimana dimaksud dalam
Pasal 16 ayat (1) huruf b, atas kelebihannya :
a. dikenakan sanksi berupa denda 100% (seratus persen) dari BM dan/atau Cukai yang
seharusnya dibayar ditambah bunga sebesar 2% setiap bulan sejak tanggal pendaftaran PIB;
b. membayar PPN dan PPnBm sesuai nilai pada saat impor, ditambah sanksi berupa bunga
sebesar 2% setiap bulan saat impor paling lama 24 (dua puluh empat) bulan.
(2) Dalam hal penjualan ke DPIL tidak memenuhi ketentuan sebagaimana dimaksud dalam
Pasal 16 ayat (2), sepanjang barang hasil produksi masih berada dalam persediaan, perusahaan
wajib :
a. membayar BM dan/atau Cukai berdasarkan tarif barang jadi dengan pembebanan dan nilai
pabean bahan baku pada saat diimpor ditambah bunga 2% (dua persen) setiap bulan paling
lama 24 bulan dihitung sejak tanggal pendaftaran PIB;
b. membayar PPN dan PPnBM sesuai nilai pada saat diimpor, ditambah sanksi berupa bunga
sebesar 2% (dua persen) setiap bulan paling lama 24 bulan dihitung sejak saat impor.”

Pasal II
Peraturan Direktur Jenderal Bea dan cukai ini mempunyai daya laku surut sejak tanggal 1 Januari 2004.
Agar setiap orang mengetahuinya, memerintahkan pengumuman Peraturan Direktur Jenderal ini
dengan penempatannya dalam Berita Negara Republik Indonesia.

Ditetapkan di Jakarta
pada tanggal 29 Juli 2005

DIREKTUR JENDERAL,
ttd,-
EDDY ABDURRACHMAN
NIP 060044459

12
12
BONUS WARTA BEACUKAI EDISI 371 OKTOBER 2005
KEPUTUSAN & KETETAPAN
DEPARTEMEN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA
DIREKTORAT JENDERAL BEA DAN CUKAI

Jalan Jenderal A.Yani By Pass Telepon : 4890308


Jakarta 13230 Faksimili : 4897928
Kotak Pos 108 Jakarta 10002 Website : www.beacukai.go.id

Yth. 1. Sekretaris dan Para Direktur;


2. Para Kepala Kantor Wilayah;
3. Para Kepala Kantor Pelayanan;
4. Para Kepala BPIB;
5. Para Kepala Pangsarop;
6. Seluruh pegawai;
Di lingkungan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai

SURAT EDARAN
Nomor : SE - 18 /BC/2005

TENTANG

PENGHEMATAN ENERGI DI LINGKUANGAN


DIREKTORAT JENDERAL BEA DAN CUKAI

Sehubungan terjadinya krisis energi yang melanda Indonesia akhir-akhir ini dan dengan
mempertimbangkan kondisi perekonomian nasional dan keuangan negara serta sebagai pelaksanaan
Instruksi Presiden Nomor 10 Tahun 2005 tentang Penghematan Energi jo. Surat Edaran Menteri
Keuangan Nomor SE-170/MK.1/2005 tentang Upaya Penghematan Energi, diperlukan langkah-langkah
dan upaya-upaya penghematan energi di lingkungan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC).

Sehubungan dengan hal tersebut, dengan ini diminta perhatian Saudara atas hal-hal sebagai
berikut:

I. Agar seluruh pegawai DJBC benar-benar menyadari dan melaksanakan secara maksimal
penghematan energi di lingkungan DJBC dalam rangka mendukung program penghematan energi
nasional.

II. Langkah penghematan dilakukan di seluruh unit kerja/kantor di lingkungan DJBC, yang antara lain
meliputi kegiatan-kegiatan:
1. Penghematan Penerangan
a. Pada siang hari/jam kantor, sedapat mungkin mematikan lampu-lampu yang telah
mendapat penerangan alamiah (sinar matahari) yang cukup.
b. Guna memperoleh penerangan alamiah yang cukup tersebut, krei/tirai/tutup jendela agar
dibuka, sehingga sinar matahari dapat masuk menerangi ruangan.
c. Setelah jam kantor, lampu-lampu ruangan agar dimatikan
2. Penghematan Alat Pendingin Ruangan (AC)
a. Pada siang hari/jam kantor, sedapat mungkin alat pendingin ruangan (AC) hanya
digunakan pada ruangan-ruangan/tempat-tempat yang benar-benar membutuhkan.
b. Setelah selesai jam kantor, alat pendingin ruangan (AC) agar dimatikan.
c. Pada saat alat pendingin ruangan (AC) dihidupkan, agar diatur pada temperatur/suhu yang
cukup/seperlunya.
3. Penghematan Air
a. Air hanya digunakan untuk menunjang kegiatan kantor dan keran-keran agar dimatikan/
ditutup apabila tidak digunakan.
b. Tidak diperkenankan menggunakan air bukan untuk menunjang kegiatan kantor, misalnya
digunakan untuk mencuci kendaraan dan kegiatan-kegiatan lain yang tidak berhubungan
dengan kegiatan kantor.
4. Penghematan dan Pembatasan Penggunaan Telepon
a. Telepon hanya digunakan untuk kegiatan-kegiatan yang berhubungan dengan tugas-tugas
kedinasan.
b. Penyediaan sambungan telepon eksteren dibatasi bagi para Pejabat Eselon I, eselon II,
Kepala Kantor dan pejabat/pegawai lain yang karena tugasnya sangat membutuhkan.

13
13
BONUS WARTA BEACUKAI EDISI 371 OKTOBER 2005
KEPUTUSAN & KETETAPAN
c. Setiap titik/nomor telepon yang dapat mengakses ke luar (eksternal) agar dilakukan
pemantauan oleh atasan/penanggung jawab ruangan. Apabila satu titik/nomor telepon
biaya pemakaiannya di luar kewajaran, agar dilakukan pengecekan tentang tujuan
penggunaannya (misalnya dengan mencetak bukti pemakaian), dilakukan peneguran serta
apabila dianggap perlu dapat dilakukan pemblokiran (tidak dapat digunakan untuk
menelpon ke luar).
5. Penghematan dan Pembatasan Penggunaan Sarana / Peralatan / Perlengkapan yang
Menggunakan Energi Listrik
a. Sarana/peralatan/perlengkapan yang menggunakan energi listrik (misalnya: komputer,
printer, pesawat faksimili, mesin foto kopi, mesin X-Ray, dll) hanya digunakan untuk
menggunakan dan menunjang pelaksanaan tugas dan digunakan untuk digunakan
seefektif dan efisien mungkin.
b. Tidak diperkenankan menggunakan sarana/peralatan/perlengkapan bukan untuk
menunjang kegiatan kantor, misalnya komputer, printer, dan mesin foto kopi yang
digunakan untuk keperluan pribadi.
c. Pada jam pulang kantor dan apabila tidak digunakan, sarana/peralatan/perlengkapan yang
menggunakan energi listrik tersebut, agar dimatikan/dicabut stop kontak listriknya.
d. Untuk kantor-kantor yang menggunakan lift sebagai alat sirkulasi vertikal antar lantai:
i. dioperasikan seluruhnya hanya pada jam sibuk;
ii. selain jam sibuk, agar dioperasikan seperlunya;
iii. agar dimatikan setelah jam kantor;
iv. khusus untuk lift barang, agar digunakan hanya apabila benar-benar diperlukan.
6. Penghematan BBM dan Pembatasan Penggunaan Kendaraan/Alat Angkut Dinas
a. Kendaraan/alat angkut dinas operasional hanya digunakan untuk kepentingan kedinasan.
b. Pengadaan dan pemberian BBM dan bahan-bahan lainnya (contoh: oli/pelumas) kepada
para pemegang kendaraan/alat angkut dinas agar dilakukan seefektif dan seefisien
mungkin, dengan cara penghematan dan pemberian kepada yang benar-benar berhak.
7. Penghematan dan Pembatasan Energi pada hari/Jam Lembur
Seluruh penerangan (kecuali lampu penerang jalan), AC, air, telepon eksternal, sarana / peralatan /
perlengkapan yang menggunakan energi listrik tidak diperkenankan digunakan pada hari/jam lembur,
kecuali telah mendapat ijin dari pejabat yang berwenang di lingkungan masing-masing.

III. Sekretaris Direktorat Jenderal, para Direktur, para Kepala Kantor Wilayah, para Kepala Kantor
Pelayanan, para Kepala BPIB, para Kepala PangsaropBC, dan para pimpinan unit kerja secara
berjenjang, agar:
1. Menyosialisasikan langkah-langkah penghematan ini kepada seluruh pejabat/pegawai/unit
kerja dan pihak-pihak terkait di lingkungan masing-masing.
2. Memonitor/memantau dan mengawasi pelaksanaan penghematan energi di lingkungannya
masing-masing.
3. Mengambil langkah-langkah/kebijakan-kebijakan yang dianggap perlu dalam rangka
pelaksanaan penghematan energi di lingkungan masing-masing.

IV. Para pegawai lainnya dan petugas keamanan secara bersama-sama agar turut mengawasi
pelaksanaan penghematan energi di unit kerjanya masing-masing.

V. Dalam rangka mendukung program penghematan energi nasional, seluruh pegawai DJBC dihimbau
agar melakukan langkah-langkah penghematan serupa di lingkungan rumah tangga masing-
masing.

Demikian disampaikan untuk dilaksanakan dengan penuh rasa tanggung jawab.

Ditetapkan di Jakarta
Pada tanggal 20 Juli 2005

Direktur Jenderal
ttd,-
Eddy Abdurrachman
NIP 060044459
Tembusan Yth. :
1. Menteri Keuangan Republik Indonesia;
2. Sekretaris Jenderal Departemen Keuangan ;
3. Inspektur Jenderal Departemen Keuangan.

14
BONUS WARTA BEACUKAI EDISI 371 OKTOBER 2005
KEPUTUSAN & KETETAPAN
DEPARTEMEN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA
DIREKTORAT JENDERAL BEA DAN CUKAI

Jalan Jenderal A.Yani By Pass Telepon : 4890308


Jakarta 13230 Faksimili : 4897928
Kotak Pos 108 Jakarta 10002 Website : www.beacukai.go.id

Yth. 1. Sekretaris dan Para Direktur;


2. Para Kepala Kantor Wilayah;
3. Para Kepala Kantor Pelayanan;
4. Para Kepala BPIB;
5. Para Kepala Pangsarop;
6. Seluruh pegawai;
di lingkungan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai

SURAT EDARAN
Nomor : SE - 19 /BC/2005

TENTANG

TANDA PENGENAL BARU DI LINGKUNGAN


DIREKTORAT JENDERAL BEA DAN CUKAI

Sehubungan diterbitkannya Surat Edaran Sekretaris Jenderal Departemen Keuangan Nomor SE-
98/SJ/2005 tanggal 13 Mei 2005 tentang Tanda Pengenal baru di lingkungan Departemen Keuangan,
dengan ini disampaikan bahwa Tanda Pengenal baru di lingkungan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai
(DJBC) adalah sebagaimana bentuk dan data-data sebagai berikut :

TAMPAK TAMPAK
DEPAN BELAKANG

15
15
BONUS WARTA BEACUKAI EDISI 371 OKTOBER 2005
KEPUTUSAN & KETETAPAN
Keterangan :

1. Bahan : PVC

2. Ukuran : 80 x 55 mm

3. Warna strip : Hijau daun

4. Warna back ground : Lebih muda dari warna strip

5. Tulisan pada strip : Putih

6. Tulisan nama pegawai pada tampak depan :

a. Tipe dan karakter huruf : Arial 11-12, kapital, bold

b. Warna : Hitam

7. Warna tulisan pada tampak belakang : Hitam

8. Foto

a. Ukuran : 2x3

b. Pakaian

i. Pejabat Eselon I dan II : Jas, kemeja putih, berdasi

ii. Pejabat Eselon III : Kemeja putih, berdasi

iii. Pegawai lainnya : PDH warna biru kehitam-hitaman

c. Latar belakang : merah

9. Pejabat penanda tangan : Sekretaris Direktorat Jenderal


(pada tampak belakang)

Sekretaris Direktorat Jenderal agar mengatur lebih lanjut tentang pelaksanaan pembuatan Tanda
Pengenal baru tersebut.

Dengan berlakunya surat edaran ini, maka Tanda Pengenal yang berlaku secara resmi di
lingkungan DJBC adalah Tanda Pengenal yang ditetapkan berdasarkan surat edaran ini.

Demikian agar menjadi maklum

Ditetapkan di Jakarta
Pada tanggal 20 Juli 2005

Direktur Jenderal

ttd,-

Eddy Abdurrachman
NIP 060044459

Tembusan Yth. :
1. Menteri Keuangan Republik Indonesia;
2. Sekretaris Jenderal Departemen Keuangan ;

16
BONUS WARTA BEACUKAI EDISI 371 OKTOBER 2005