You are on page 1of 97

TAHUN XXXVIII EDISI 384 NOPEMBER 2006

Bea Keluar
LEGITIMASI HUKUM
TERHADAP BARANG EKSPOR

PROFIL WAWANCARA

MENUNGGU IMPLEMENTASI
WIRAWAN SAHLI
“JANGAN TAKUT UNTUK DITEMPATKAN
DI LUAR PULAU JAWA”
IBRAHIM A. KARIM
“SEHARUSNYA HANYA SATU PUNGUTAN SAJA YANG DIKENAKAN
TERHADAP BARANG EKSPOR YAITU BEA KELUAR”
DARI REDAKSI

TERBIT SEJAK 25 APRIL 1968

NAIK GAJI ?
MISI:
Membimbing dan meningkatkan kecerdasan serta
kesadaran karyawan Direktorat Jenderal Bea dan
Jende
Cukai terhadap tugas negara
Mendekatkan Hubungan antara atasan dan
bawahan serta antara karyawan Direktorat Jenderal
Jende

D
Bea dan Cukai dengan masyarakat
alam suatu perbincangan dengan seorang rekan, tiba-tiba muncul
pertanyaan yang sempat membuat saya terdiam sejenak.
Pertanyaannya begini, “Kok Bea Cukai minta naik gaji sih?”. IZIN DEPPEN: NO. 1331/SK/DIRJEN-G/SIT/72
TANGGAL, 20 JUNI 1972 ISSN.0216-2483
Pertanyaan rekan saya tersebut ternyata merujuk kepada pemberitaan
sebuah harian nasional di bulan September lalu yang judul beritanya PELINDUNG
tertulis: Bea Cukai minta naik gaji empat kali. Direktur Jenderal Bea dan Cukai:
Drs. Anwar Suprijadi, MSc
Pertanyaan rekan saya yang jelas-jelas awam dengan bea cukai itu PENASEHAT
masih lagi ditambah dengan kalimat seperti ini, “Apa belum cukup yang Direktur Penerimaan & Peraturan
Kepabeanan dan Cukai:
(diterima) sekarang? Munculnya pertanyaan tersebut lebih dikarenakan Drs. M. Wahyu Purnomo, MSc
rekan saya tersebut melihat bagaimana seorang temannya (masih muda) Direktur Teknis Kepabeanan
yang menjadi pegawai bea cukai di Jakarta dengan pangkat yang ia Drs. Teguh Indrayana, MA
Direktur Fasilitas Kepabeanan
asumsikan belum tinggi (masih kotak-kotak ujarnya), namun sudah Drs. Ibrahim A. Karim
mempunyai taraf kesejahteraan yang lumayan. Direktur Cukai
Drs. Frans Rupang
Dirjen Bea Cukai Anwar Suprijadi pada pertengahan September lalu Direktur Pencegahan & Penyidikan
di hadapan Komisi XI DPR mengajukan kenaikan gaji dan tunjangan Drs. Erlangga Mantik, MA
Direktur Verifikasi & Audit
untuk pegawai di beberapa KPBC, termasuk kenaikan uang lauk pauk Drs. Thomas Sugijata, Ak. MM
bagi petugas di unit Sarana Operasi. Direktur Kepabeanan Internasional
Drs. Kamil Sjoeib, M.A.
Tahun 2000 ketika mengikuti kegiatan Patkor Kastima yang Direktur Informasi Kepabeanan & Cukai
diselenggarakan di Tarakan dan Nunukan, sewaktu berbincang-bincang Dr. Heri Kristiono, SH, MA
Kepala Pusat Pendidikan dan
dengan kru kapal patroli saya ingat salah seorang ABK pernah berkata, Pelatihan Bea dan Cukai
“Mas tolong dong WBC bikin tulisan mengenai uang lauk pauk untuk ABK Drs. Endang Tata
kayak kita-kita, siapa tahu bisa diperjuangkan supaya bisa nambah”. Kalau
saya tidak salah para awak kapal pada saat itu mengaku mendapat jatah KETUA DEWAN PENGARAH
Sekretaris Direktorat Jenderal
uang makan sebesar 3000 rupiah. Sementara dalam pemberitaan di media, Bea dan Cukai:
disebutkan uang makan awak kapal saat ini sebesar 4500 sehari. Pjs. M. Wahyu Purnomo, MSc
Jatah sebesar 4500 atau katakanlah 10.000 rupiah sekalipun untuk WAKIL KETUA DEWAN PENGARAH/
PENANGGUNG JAWAB
makan satu hari jelas sangat tidak logis. Angka sebesar itu susah untuk Kepala Bagian Umum:
menjangkau makan 4 sehat 5 sempurna, mungkin lebih tepatnya 4 kali M. Sadiatmo S., SE
DEWAN PENGARAH
suap dan yang ke-5 air putih. Persoalan sebenarnya adalah, awak kapal Drs. Nofrial, M.A.,
sesuai dengan bidang kerjanya butuh asupan yang bergizi sehingga mereka Drs. Hanafi Usman,
Drs. Patarai Pabottinggi,
bisa mempunya tenaga yang diatas rata-rata orang kebanyakan. Drs. Bachtiar, M.Si.,
Gampangnya begini, bagaimana awak kapal patroli bea cukai bisa mengejar Dra. Cantyastuti Rahayu,
Drs. Nasar Salim, M. Si.,
penyelundup dengan perut keroncongan ? Ir. Agung Kuswandono, M.A.,
Dengan ilustrasi seperti itu, apakah berarti wajar bea cukai minta Drs. Ahmad Dimyati
Ir. Sucipto, M.M
naik gaji? Kalau ya berapa jumlah idealnya? Ir. Azis Syamsu Arifin
Di sebuah situs perusahaan yang bergerak di bidang penempatan PEMIMPIN REDAKSI
Lucky R. Tangkulung
karyawan (www.kellyservices.com) tercantum artikel mengenai Indonesia REDAKTUR
Salary Guide 2006. Panduan ini adalah referensi tentang besaran gaji yang Aris Suryantini, Supriyadi Widjaya,
kira-kira diterima pegawai yang bekerja di bidang-bidang seperti Ifah Margaretta Siahaan,
Zulfril Adha Putra
perbankan, IT, engineering, sales, marketing dan lainnya. Tentu saja gaji FOTOGRAFER
pegawai bea cukai tidak tercantum di dalam panduan tersebut, karena Andy Tria Saputra
KORESPONDEN DAERAH
sejatinya pegawai bea cukai adalah PNS, dan sama seperti PNS lainnya Donny Eriyanto (Balikpapan),
pegawai bea cukai menerima gaji yang sudah ditentukan. Bendito Menezes (Denpasar),
Bambang Wicaksono (Surabaya)
Jumlah kenaikan gaji yang diajukan Dirjen pastinya telah KOORDINATOR PRACETAK
dikalkulasikan secara cermat, sayangnya memang pengajuan kenaikan Asbial Nurdin
SEKRETARIS REDAKSI
tersebut belum mencakup seluruh pegawai bea cukai. Kenaikan gaji Kitty Hutabarat
pada dasarnya adalah sesuatu yang relatif wajar buat para pekerja, PIMPINAN USAHA/IKLAN
Piter Pasaribu
tidak hanya di bea cukai tapi juga di institusi lain, sepanjang ada TATA USAHA
anggaran untuk itu dan yang paling penting, si penerima dinilai layak. Niko Budhi Darma, S. Sos, Untung Sugiarto
IKLAN
Untuk menentukan layak tidaknya menerima kenaikan gaji, ada banyak Wirda Renata Pardede
ukuran yang digunakan misalnya segi kemampuan, pelayanan, SIRKULASI
integritas, pemenuhan target, dan masih banyak lagi. H. Hasyim, Amung Suryana
BAGIAN UMUM
Dalam konteks bea cukai, apa yang bea cukai bisa perlihatkan kepada Rony Wijaya
masyarakat dalam kapasitas tugasnya, sehingga dinilai layak menerima PERCETAKAN
PT. BDL Jakarta
kenaikan gaji ? Pertanyaan ini hanya bisa dijawab melalui implementasi di
lapangan dari setiap pegawai bea cukai -terutama di kantor-kantor yang ALAMAT REDAKSI/TATA USAHA
diusulkan- dalam segala bentuk pekerjaan yang dilakukan. Kantor Pusat Direktorat Jenderal
Sehingga masyarakat tidak merasa rugi untuk melihat bahwa uang atas Bea dan Cukai,
Jl. Jenderal A. Yani (By Pass) Jakarta Timur
pajak-pajak yang dibayarkan, memang pantas untuk dialokasikan sebagian Telp. (021) 47865608, 47860504,
bagi kesejahteraan pegawai bea cukai. Pada akhirnya, bukan pertanyaan 4890308 Psw. 154 - Fax. (021) 4892353
E-Mail : - wbc@cbn.net.id
soal gaji bea cukai yang harus dijawab tapi tentang apa yang sudah bea - majalah_wbc@yahoo.com
cukai lakukan buat masyarakat. REKENING GIRO WARTA BEA CUKAI
BANK BNI CABANG JATINEGARA JAKARTA
Nomor Rekening : 8910841
Lucky R. Tangkulung Pengganti Ongkos Cetak Rp. 10.000,-

EDISI 384 NOPEMBER 2006 WARTA BEA CUKAI 1


DAFTAR ISI

1 DARI REDAKSI
3 SURAT PEMBACA
5 4
15
KARIKATUR
WAWANCARA
Laporan Utama Ibrahim A. Karim : “Tidak Akan
Belum lama ini gencar diberitakan di Terjadi Double Taxation”
surat kabar kalau bea keluar 18 INFO PERATURAN
rencananya akan diterapkan, banyak
pihak yang merasa keberatan akan 38 SEPUTAR BEACUKAI
kebijakan ini. Sementara itu menurut 44 SIAPA MENGAPA
salah satu pakar ekonomi, pungutan - Saudin
ekspor berfungsi sebagai penyeim- - Suneth Tahir
bang. Untuk itu pengenaan pungutan
ekspor terhadap barang ekspor - Syahrul Bastian, SH.
tertentu terus dilakukan pengkajian. 46 INFORMASI KEPABEANAN
DAN CUKAI
Electronic Government
48 CUKAI
26 Peraturan Baru Tentang Pendirian
Pabrik Rokok
Daerah ke Daerah 51 KONSULTASI
Di rubrik Daerah Ke Daerah kali ini, KEPABEANAN DAN CUKAI
akan diceritakan mengenai pelaksana- Dokumen Barang Produksi KB
an penutupan Patkor Kastima ke-12
tahun 2006 di KPBC Batam, profil 52 KEPABEANAN
KPBC Cirebon yang lebih dikenal - Bea Masuk Tindakan
dengan surat kalengnya. Cerita lain Pengamanan (Saveguards)
adalah peringatan Isra Mi’raj 1427 yang - DJBC dan Airlines
diselenggarakan oleh Kanwil XIII Banda
Aceh dan berita dari Kanwil X DJBC Tandatangani Perjanjian PDE
Balikpapan tentang jalannya rakerwil Manifes
yang baru saja dilaksanakan. 56 PERISTIWA
CCC Wisata Sepeda di Cirebon
dan Jelajahi Alam Sumedang
58 MITRA
19 59
University Express dari DHL
KOLOM
Pengawasan - Kejahatan Baru : Environmen
WBC edisi ini akan menurunkan keber- tal Crime
hasilan yang telah diraih DJBC, dianta- - Meningkatkan Kualitas Audit
ranya ditegahnya TPT ilegal, 2900 eks-
tasi, tekstil, DVD ilegal, dan 29.428 eks- 62 OPINI
tasi oleh KPBC Soekarno-Hatta, dite- Leadership, Pengaruh Gaya
gahnya 172 kontainer barang ilegal di Kepemimpinan Terhadap
Tanjung Priok, Hasil tegahan di Suraba-
ya yang telah menjadi barang milik ne- Kepuasan Kerja Bawahan
gara dan akhirnya dihibahkan kepada 66 RUANG KESEHATAN
korban benca alam dan cerita lainnya Mulut, Gigi dan Pembentukan
adalah beberapa hal yang terkait de-
ngan mekanisme penjaluran.
Karang Gigi
67 INFO PEGAWAI
Pegawai Pensiun per 1

76
Nopember 2006
68 RENUNGAN ROHANI
Profil Doa, Sebagai Kebutuhan
70 RUANG INTERAKSI
Masa purna bakti bukan halangan bagi Relasi Narsisistik dan
dirinya untuk tidak lagi menyumbang-
kan pemikiannya kepada institusi yang Mementingkan Diri Sendiri
dicintainya ini, kalau saat ini tulisan dan 72 SELAK
pemikirannya, banyak digunakan do- Dari Panmunjom, Area
sen di Pusdiklat DJBC sebagai bahan
acuan materi maupun ujian. Pria yang Perbatasan Korea Utara - Korea
memiliki prinsip hidup, timbalah ilmu Selatan
sebanyak mungkin, selalu berpesan 80 APA KATA MEREKA
kepada pegawai-pegawai muda untuk - Charles Bonar Sirait
tidak takut ditempatkan di luar Jawa.
- Mario Lawalatta

2 WARTA BEA CUKAI EDISI 384 NOPEMBER 2006


Surat Pembaca
Kirimkan surat anda ke Redaksi WBC melalui alamat
surat, fax atau e-mail. Surat hendaknya dilengkapi
dengan identitas diri yang benar dan masih berlaku.

DIKLAT mengikuti placement test dimaksud, jumlah pega-


wai yang berminat dan memenuhi syarat untuk
Saya salah satu pegawai BPIB Medan, mau mena- mengikuti placement test dimaksud sebanyak 370
nyakan sehubungan dengan S-490/BC.1/UP.6/2006 orang.
mengenai penawaran untuk mengikuti placement test
DFP (Diklat Fungsional Perjenjangan) Komputer 3. Mengingat banyaknya jumlah peminat dan
Terampil tahun anggaran 2006, saya merasa tertarik mengacu pada jumlah kuota yang telah ditentukan,
untuk mengikuti diklat tersebut. Itupun dengan Kepala Pusdiklat Keuangan Umum BPPK hanya
pertimbangan bahwa saya memenuhi persyaratan menunjuk 59 orang peserta placement test dari
untuk mengikuti placement test dimaksud. DJBC yang terdiri dari 23 orang untuk calon
Tetapi pada tanggal 8 September 2006, keluar Pranata Komputer Ahli dan 36 orang untuk calon
surat dengan no: S-723/BC.1/UP.6/2006 mengenai Pranata Terampil.
pemanggilan calon peserta diklat tersebut. Ternyata
nama saya tidak ada. Mohon penjelasan dari pihak 4. Selanjutnya, berdasarkan surat Kepala Pusdiklat
yang berwenang, mungkin ada kriteria lain yang saya Keuangan Umum BPPK di atas, Sekretaris
tidak tahu membuat saya tidak layak untuk mengikuti Direktorat Jenderal Bea dan Cukai hanya
placement test tersebut ? Apa ada jadwal Diklat memanggil peserta sebanyak 59 orang untuk
Fungsional Perjenjangan (DFP) Pranata Komputer lain mengikuti placement test dimaksud.
yang mungkin diikuti bagi para pegawai yang tidak
bisa mengikuti placement test akhir-akhir ini ? 5. Perlu kami sampaikan bahwa placement test untuk
Untuk di masa yang akan datang apa tidak calon peserta Diklat Pranata Komputer ini
sebaiknya bagi pegawai yang berminat dan rencananya akan diselenggarakan setiap tahun
memenuhi persyaratan suatu diklat untuk tidak sesuai kebutuhan masing-masing unit di
dihalangi mengikuti placement test suatu diklat. Departemen Keuangan.
Sehingga ada persaingan yang sehat antar pegawai
DJBC, yang pada akhirnya output dari diklat tersebut Demikian kami sampaikan, atas perhatian Saudara
akan menjadi lebih baik lagi. kami ucapkan terima kasih.
Demikian saya sampaikan untuk dimaklumi. Atas
perhatiannya saya ucapkan terima kasih. Pjs. Kepala Bagian Kepegawaian

Hormat saya, KARLAN S. LUBIS


NIP 060034168
GUSTI RAHMATA CK
NIP 060104245
RALAT
JAWABAN : Sehubungan dengan adanya kesalahan penulisan
dalam tulisan opini berjudul “Kawasan Berikat dan
Sehubungan dengan surat Sdr. Gusti Rahmanta KITE” yang dimuat di WBC Oktober 2006 hal. 64-65,
C.K. NIP 060104245, Pelaksana pada BPIB Medan, dengan ini disampaikan ralat sebagai berikut.
yang disampaikan melalui Warta Bea Cukai tentang
placement test Diklat Fungsional Perjenjangan Pada hal. 64, dalam boks perbedaan Kawasan
Pranata Komputer, dengan hormat kami sampaikan Berikat dan KITE, pada poin 4 lajur KITE tertulis :
sebagai berikut :
Harus menaruh jaminan atas bea masuk, PPN,
1. Bahwa sesuai surat Kepala Pusdiklat Keuangan PPh atas bahan baku impor
Umum BPPK Nomor: S-187/PP.6/2006 tanggal 4
Agustus 2006 tentang Permintaan Peserta Place- Seharusnya :
ment Test Diklat Fungsional Perjenjangan (DFP)
Pranata Komputer Tahun Anggaran 2006, Harus menaruh jaminan atas bea masuk, PPN,
disebutkan bahwa jumlah calon peserta yang akan PPnBM dan membayar PPh atas bahan baku
dipanggil untuk mengikuti tes adalah sebanyak 200 impor
orang yang berasal dari seluruh unit eselon I di
Departemen Keuangan. Demikian untuk dapat dimuat dalam WBC
2. Berdasarkan surat Sekretaris Direktorat Jenderal Hormat Saya,
Bea dan Cukai Nomor: S-490/BC.1/UP.6/2006
tanggal 28 Agustus 2006 tentang Penawaran untuk WIRAWAN SAHLI

EDISI 384 NOPEMBER 2006 WARTA BEA CUKAI 3


KARIKATUR

4 WARTA BEA CUKAI EDISI 384 NOPEMBER 2006


LAPORAN UTAMA

Ekspor Tahun Ini


Meningkat
Hampir semua komoditi ekspor mengalami peningkatan, kecuali
terhadap komoditi produk elektronik dan kayu mengalami penurunan,
itu pun kurang dari 2 persen.

T
ahun-tahun setelah masa krisis sebesar 1,65 persen menjadi US$ Saat ditanya apakah komoditi yang
ekonomi melanda Indonesia (Mei 4.720.781 ribu dari tahun sebelumnya naik tersebut termasuk komoditi yang
1998), kegiatan ekspor justru (2005) untuk periode yang sama (Janu- dikenakan pungutan ekspor (PE), Diah
makin meningkat. Angka tertinggi ari-Agustus) sebesar US$ 4.800.056 menjawab, ada yang termasuk ada pula
diperoleh pada tahun 2000 dimana ribu. yang tidak, contohnya pada produk kulit
pada saat itu mata uang rupiah Sedangkan untuk kayu, pada perio- yang mengalami kenaikan ekspor, serta
terhadap kurs dollar Amerika meningkat de Januari-Agustus 2006 mengalami pada CPO (crude palm oil). “Jadi,
tinggi (hingga menembus angka Rp penurunan sebesar 1,72 persen sebetulnya PE itu tidak masalah
15.000 rupiah/US$ 1 -red). menjadi US$ 2.100.242 ribu, dari tahun terhadap kinerja ekspor itu sendiri,”
Berdasarkan data dari Direktorat sebelumnya (2005) pada periode yang kata Diah.
Jenderal Perdagangan Luar Negeri, sama, yakni sebesar US$ 2.136.901 Menurutnya, PE berfungsi sebagai
pada bulan Januari hingga Agustus ribu. Diah mengakui, kenaikan paling penyeimbang. Untuk itu, pengenaan PE
2006, nilai ekspor migas dan non migas banyak terjadi pada bahan-bahan terhadap barang ekspor tertentu, terus
mengalami kenaikan sekitar 17,13 Sumber Daya Alam (SDA) atau raw dilakukan pengkajian. Diah
persen menjadi US$ 64.627,6 juta dari materials karena harga di pasaran menggambarkan, untuk satu produk
tahun sebelumnya (periode Januari- internasional memang sedang tinggi. yang dikenakan PE pada saat ini,
Agustus 2005) sebesar US$ 55.177,4 bukan berarti tahun depan terhadap
juta. Sedangkan total ekspor untuk WBC/ATS produk tersebut akan dikenakan PE,
komoditi migas dan non migas hingga pengenaan terhadap produk tersebut
Desember 2005 telah mencapai US$ akan dilihat kembali.
85.660,0 juta, dimana mengalami Diah mencontohkan, produk CPO
kenaikan dari tahun sebelumnya (2004) saat ini dikenakan PE karena Indonesia
yang hanya mencapai US$ 71.584,6 tidak ingin kekurangan minyak goreng
juta. dan produk olahan CPO lainnya. Tetapi,
Saat ditemui WBC diruang kerjanya, karena sekarang jumlah produk CPO
Diah Maulida, Direktur Jenderal ini sangat besar, yang menyebabkan
Perdagangan Luar Negeri, Departemen kebutuhan untuk dalam negeri dan
Perdagangan, mengatakan bahwa dari ekspor masih tersisa, seharusnya tidak
tahun ke tahun terjadi peningkatan perlu lagi dikenakan PE.
ekspor (kecuali pada tahun 2000 yang “Itu kan berarti akan terjadi masalah
mengalami peningkatan hampir pada daya saing kita. Bayangkan, kalau
sebesar 60 persen, kemudian turun total produksi CPO kita meningkat,
perlahan-lahan hingga kenaikan hanya porsi untuk membuat minyak goreng
dikisaran 10-11 persen -red). terpenuhi, kebutuhan dalam negeri juga
Sementara untuk impor kenaikannya terpenuhi bahkan juga dipakai untuk
kecil, hanya sekitar 2,56 persen dari pengembangan bio diesel, tetapi
tahun sebelumnya (2005) sebesar US$ ternyata masih ada sisa untuk ekspor
38.936,6 juta, naik menjadi US$ misalnya, tentunya kita akan
39.933,0 juta pada tahun 2006 untuk persilahkan pengusaha CPO ini, untuk
periode yang sama (Januari-Agustus). mengekspor tanpa dikenakan PE. Tapi
Jika dilihat dari kelompok itu kalau memang produksinya sudah
produknya, komoditi yang mengalami cukup,” imbuh Diah.
kenaikan terjadi hampir pada semua Saat ini Diah melihat perkembangan
produk. Kecuali untuk produk kayu dan DIAH MAULIDA. Pada dasarnya pemerintah CPO sudah mengarah ke arah itu.
elektronik. Untuk produk electrical menginginkan barang-barang yang diekspor Tetapi yang dikhawatirkan pemerintah
equipments mengalami penurunan harus mempunyai nilai tambah. pada waktu lalu adalah dikarenakan

EDISI 384 NOPEMBER 2006 WARTA BEA CUKAI 5


LAPORAN UTAMA
DOK. WBC
oleh bea keluar (BK)? Diah mengaku be- nya untuk menjaga kestabilan harga
lum mendapat jawaban yang memuaskan didalam negeri, menjaga kelestarian alam,
mengenai hal tersebut. Ia juga belum serta memenuhi kebutuhan dalam negeri.
mengetahui bagaimana pelaksanaannya “Semua persyaratan di dalam penje-
dilapangan setelah rancangan amande- lasannya itu sama dengan yang berbunyi
men UU Kepabeanan yang mengatur BK di PP No. 35 mengenai PE. Jadi saya
tersebut keluar, apakah akan diatur juga mengartikan hanya istilahnya saja yang
melalui peraturan pemerintah (PP). berbeda. Tapi ketegasan soal ini saya
Pasalnya, kalau melihat dari rancangan belum tahu,” kata Diah.
amandemen UU Kepabeanan, BK akan Menurutnya, yang berbeda dari kedua
diatur dalam PP. Oleh sebab itu ia tidak pungutan tersebut adalah bahwa
mengetahui secara pasti apakah BK akan pungutan ekspor merupakan penerimaan
menggantikan PE. negara bukan pajak (PNBP). Sementara
Seandainya BK diberlakukan, komoditi bea keluar merupakan penerimaan nega-
yang paling banyak berpengaruh adalah ra berupa pajak, yang berarti penerimaan
seluruh komoditi yang dikenakan PE. murni seperti halnya bea masuk.
Apalagi kalau melihat dari definisi bea ke- Namun ia menyadari bahwa dirinya
luar yang terdapat dalam RUU amande- belum mengetahui apakah penetapan bea
men Kepabeanan, sama dengan definisi keluar tersebut merujuk pada aturan
pungutan ekspor. Sehingga pada dasar- kepabeanan secara internasional. Sebab,
nya tidak terjadi perubahan apapun, Bea dan Cukai merupakan bagian dari
hanya berganti nama. Ia juga tidak tahu World Customs Organization (WCO),
kalau nantinya akan muncul usulan- dimana dalam aturan WCO memang
usulan dari instansi-instansi teknis lainnya terdapat dua istilah, yakni bea keluar dan
mengenai barang-barang lain yang akan bea masuk. Sedangkan pungutan ekspor
dikenakan BK. tidak terdapat didalamnya.
Untuk itu, ia ingin meminta ketegasan “Dengan demikian, kalau pemerintah
dari Bea dan Cukai, apakah nanti bea menetapkan bea keluar dalam rancangan
keluar sama dengan pungutan ekspor amandemen UU Kepabeanan, berarti
atau tidak. Seperti sama-sama merupa- memang ada keseragaman dalam
kan bea yang dikenakan pada barang kepabeanan internasional yang berlaku
ekspor tertentu, dengan tujuan diantara- secara internasional,” imbuhnya.
DOK. WBC
DEPARTEMEN PERDAGANGAN

tingginya permintaan CPO di dunia di-


mana kebutuhan orang untuk membuat
bio diesel semakin bertambah. Untuk
itu pemerintah tidak ingin kalau CPO
disedot habis-habisan untuk diproses
oleh negara lain. Tetapi, kalau proses
CPO tersebut dilakukan di dalam
negeri, hal itu tidak masalah karena
berarti ada nilai tambah terhadap
produk tersebut di dalam negeri.
Namun demikian, kalau produksi CPO
sudah banyak sehingga kebutuhan di
dalam negeri telah tercukupi, maka peng-
usaha dipersilahkan untuk mengekspor
dalam bentuk CPO. “Jadi, jangan kita
kasih lagi beban PE. Karena, Malaysia
saja yang juga memproduksi CPO, tidak
mengenakan PE. Jadi, kalau kita kenakan
PE juga berarti akan mempengaruhi daya
saing kita. Tapi untuk saat ini kita masih
menyeimbangkan kebutuhan untuk di
dalam negeri,” tandas Diah.
Besarnya pungutan ekspor itu sendiri
ditentukan oleh Menteri Keuangan, se-
mentara Menteri Perdagangan menentu-
kan harga patokan ekspornya. Dengan
demikian, berapa jumlah/harga yang dipu-
ngut adalah hasil dari presentase pungut-
an ekspor dikali harga patokan ekspor di-
mana harga patokan ekspor tersebut ber-
ubah setiap bulannya. “Jadi, harga patok-
an ekspor diterbitkan atas dasar perkem-
bangan harga internasional,” kata Diah.

BK SAMA DENGAN PE
Saat ditanya apakah komiditi yang
dikenakan PE tersebut akan digantikan FURNITURE DARI ROTAN

6 WARTA BEA CUKAI EDISI 384 NOPEMBER 2006


Diah sendiri mengakui bahwa bebera-
pa kalangan pengusaha mengeluhkan
rencana pengenaan bea keluar tersebut,
mereka (pengusaha) mengira akan terjadi
double tax, sebab selama ini eksportir
sudah dibebankan dengan pungutan
ekspor. Namun, Diah melihat hal tersebut
tidak demikian adanya.
Menurutnya, kebenaran hal itu musti di
cek ke Bea dan Cukai. “Menurut Bea
Cukai itu tidak double tax dan saya juga
yakin pemerintah pada dasarnya tidak
ingin menerapkan double tax karena
pemerintah ingin mendorong ekspor. Jadi
kalau kita lihat, bea masuk memiliki buku
bea masuk dimana semua nomor HS ada
pada buku tersebut walaupun nilainya nol.
Sehingga, kalau sekarang ada bea keluar,
mustinya juga ada buku tarif bea keluar
dimana semua HS ada nilainya walaupun
nol, kecuali untuk beberapa komoditi,”
tambah Diah yang hingga kini belum me-
ngetahui apakah akan dibuat seperti itu.
Untuk itu ia menyarankan agar Bea
Cukai nantinya juga harus memberikan
sosialisasi pada dunia usaha, apa yang
dimaksud dengan bea keluar, yakni tam-
bahan bea masuk yang tujuannya sebetul-
nya sama dengan pungutan ekspor.
Diah menambahkan, pada dasarnya
pemerintah menginginkan barang-barang
yang diekspor harus mempunyai nilai
tambah. Tujuannya adalah agar
pengusaha lebih memilih berjualan di
dalam negeri sebab kalau ia menjual ke
luar ia akan dikenakan pungutan ekspor.
“Jadi, diharapkan pengusaha tidak
menjual bahan-bahan baku tersebut (raw
materials) ke luar negeri melainkan harus
memproses bahan-bahan baku tersebut di
dalam negeri, dan menjualnya dalam
bentuk barang jadi,” imbuh Diah.
Kalau melihat prediksi kedepannya,
Diah optimis barang-barang yang berasal
dari sumber daya alam tetap akan PROGRAM TERBARU Saat ini, beberapa komoditi Indonesia
meningkat dan posisi Indonesia tetap kuat Saat ini program terbaru yang tengah dengan brand image-nya secara
dalam komoditi tersebut. Namun ia dicanangkan Departemen Perdagangan perlahan-lahan mulai dikenal dimanca
mengakui bahwa Indonesia tidak ingin untuk meningkatkan ekspor adalah me- negara, seperti Indofood dengan mie
selamanya menjadi negara yang ngembangkan design power atau brand instan-nya, minuman Kratingdaeng, arang
mengekspor bahan baku yang belum image untuk produk-produk Indonesia. In- batok kelapa dan sebagainya.
diolah. Untuk itu, kedepannya pemerintah tinya, kalau sebelumnya Indonesia meng- Sementara program yang saat ini juga
akan menggalakan ekspor bahan baku ekspor misalnya biji kopi secara mentah dikembangkan bersama Bea dan Cukai
yang sudah diolah seperti kayu potongan (tidak diolah), maka saat ini kalau Indone- adalah bagaimana memfasilitasi
atau rotan mentah yang diolah menjadi sia ingin mengekspor bukan lagi dalam perdagangan agar kegiatan perdagangan
furniture atau barang jadi. Tak hanya itu, bentuk biji kopi mentah tetapi dijual dalam arus lalu lintas barang menjadi lebih cepat,
saat ini pemerintah juga sedang bentuk kopi seperti kopi toraja, kopi aceh, melalui National Single Window (NSW).
menggalakan ekspor produk elektronik kopi gayo dan lainnya. Dengan demikian, “Tugas kita adalah bagaimana
dalam bentuk home elektronik seperti diharapkan orang yang melihat produk mensimplifikasi semua prosedur perijinan
VCD dan DVD player. kopi tersebut langsung mengetahui bahwa ekspor dan impor yang nantinya akan
Namun kembali Diah menegaskan produk kopi tersebut made in Indonesia. dilakukan secara elektronik,” kata Diah.
bahwa yang selalu menjadi topik pembica- “Jadi, kita menginginkan citra Indo- Diah mengakui bahwa masih ada ego
raan adalah yang namanya pungutan, nesia diketahui lewat merek atau brand sektoral dalam menjalankan tugas
apapun itu, kalau bisa uang yang terkum- image. Jadi, program brand image ter- tersebut. Tapi hal itu tidak
pul dari pungutan itu, kembali lagi kepada sebut kita canangkan hingga tahun 2010 mengkhawatirkannya, karena itu tidak
petani untuk meningkatkan produktifitas- dimana targetnya nanti ada 200 jenis hanya terjadi di Indonesia tetapi juga di 6
nya. Tidak seperti saat ini, dimana peneri- komoditi yang nantinya mempunyai negara Asean lainnya. Walaupun begitu,
maan yang masuk dari sumber manapun brand go internasional. Untuk itu kita me- dirinya tetap optimis. Kalau semua duduk
dialokasikan untuk membuat jalan, rumah minta kepada daerah-daerah di Indone- bersama dan saling memahami
sakit dan sebagainya. Tidak ada jaminan sia untuk bisa memunculkan produk kepentingan yang terkait dengan tugas,
alokasi dana dari pungutan tersebut akan dan ciri khas daerahnya masing-masing pokok dan fungsi masing-masing instansi,
kembali lagi kepada petani (padahal uang sehingga kita bisa jual ke pasar interna- tentunya semua akan berjalan sesuai
tersebut berasal komoditi petani). sional dengan brand,” tandas Diah. dengan yang diharapkan. ifa

EDISI 384 NOPEMBER 2006 WARTA BEA CUKAI 7


LAPORAN UTAMA

Bea Keluar
versi Revised Kyoto Convention
Dengan telah direvisinya Konvensi Kyoto pada tahun 1999, maka konvensi ini
merupakan kerangka prosedur pabean yang efisien dan efektif dan sangat
diperlukan dalam rangka mengantisipasi perubahan radikal di bidang perdagangan,
transportasi dan teknik-teknik administrasi pabean.

P
ada 18 Mei 1973, bertempat di Kyo- ekspor adalah Bea Keluar, bukan Pungut-
to, Jepang, diselenggarakan perte- an Ekspor. Sebab, Pungutan Ekspor tidak
muan yang membahas tentang Kon- memiliki dasar hukum yang jelas. Oleh
vensi Internasional tentang penyederha- sebab itu, usulan pemerintah agar
naan dan penyelarasan prosedur ketentuan Bea Keluar masuk dalam RUU
kepabeanan. Konvensi yang diberlakukan Kepabeanan, menggantikan Pungutan
pada tanggal 25 September 1974 tersebut Ekspor, sangat tepat.
dibentuk dengan bantuan Dewan Kerjasa- Istilah Pungutan Ekspor itu sendiri ada
ma Pabean (Customs Cooperation Coun- sejak dikeluarkannya Undang-Undang
cil) yang saat ini dikenal dengan nama Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP),
World Customs Organization (WCO). dimana sebelum keluar UU PNBP, istilah
Konvensi yang dikenal dengan sebut- yang dikenal adalah Pajak Ekspor.
an Konvensi Kyoto tersebut direvisi pada Pergantian nama dari Pajak Ekspor
1999. Hasil revisi tersebut (yang terkenal menjadi Pungutan Ekspor dinilai wajar
dengan nama Revised Kyoto Convention) karena sejumlah uang yang dipungut atas
merupakan kerangka prosedur pabean komoditi ekspor tertentu tersebut memang
yang efisien dan efektif dan sangat WORLD CUSTOMS ORGANIZATION
bukan pajak.
diperlukan dalam rangka mengantisipasi Lantas, apakah yang dimaksud de-
perubahan radikal di bidang perdagangan, ngan Bea Keluar menurut Revised Kyoto
transportasi dan teknik-teknik administrasi harmonisasi praktek dan prosedur pabean Convention? Pada penjelasan aneks
pabean. yang tinggi, yang merupakan tujuan utama umum dalam Revised Kyoto Convention,
Tujuan diamandemennya konvensi dewan (Customs Cooperation Council) yang dimaksud bea dan pajak adalah bea
tersebut diantaranya adalah yang atau WCO. Dengan demikian, konvensi masuk dan pajak impor dan/atau bea
pertama, untuk menghilangkan perbedaan memberikan sumbangan yang besar bagi keluar dan pajak ekspor. Sedangkan bea
yang ada dalam prosedur praktek pabean kemudahan perdagangan internasional. keluar dan pajak ekspor adalah bea
diantara contracting party (pihak-pihak Kini, konvensi tersebut telah menjadi pabean dan semua bea lainnya, pajak
yang mengadakan perjanjian) yang dapat pedoman perdagangan internasional di atau ongkos yang dipungut atas ekspor
menghambat perdagangan internasional dunia, termasuk Indonesia. Bahkan, barang atau berkaitan dengan ekspor
dan pertukaran barang dan jasa interna- sebagian besar isi Undang-undang barang, tetapi tidak termasuk biaya jasa
sional lainnya. Kedua, untuk memenuhi Kepabeanan di Indonesia diadopsi dari tertentu yang dibebankan atau dipungut
kepentingan perdagangan internasional Revised Kyoto Convention. oleh pabean atas nama otoritas nasional
dan pabean untuk kemudahan, lainnya.
penyederhanaan dan harmonisasi BEA KELUAR DALAM REVISED KYOTO Dari penjelasan tersebut, secara tegas
prosedur dan praktek pabean. Ketiga, CONVENTION dikatakan bahwa Bea Keluar tidak
memastikan adanya standar yang tepat Belakangan ini, diberbagai media termasuk biaya jasa tertentu yang
dalam pengawasan pabean dan massa timbul berbagai pernyataan, dibebankan atau dipungut oleh pabean
menjadikan pabean mampu menjawab khususnya dari para eksportir, yang atas nama otoritas nasional lainnya. Jadi,
perubahan-perubahan besar dalam dunia menolak usulan penetapan Bea Keluar jika Indonesia mengikuti ketentuan dari
usaha, metode dan teknik administrasif. dalam Rancangan UU Kepabeanan yang Revised Kyoto Convention maka
Oleh sebab itu, konvensi harus kini sedang dibahas dalam tingkat Panitia Pungutan Ekspor yang selama ini
memuat ketentuan bahwa prinsip-prinsip Kerja (Panja) DPR. Para eksportir tersebut dibebankan pada pengusaha sebenarnya
utama tentang penyederhanaan dan har- cemas karena kebijakan penetapan Bea adalah Bea Keluar. Pasalnya, PNBP
monisasi yang bersifat wajib bagi contract- Keluar terhadap komoditi ekspor akan merupakan penerimaan yang dihasilkan
ing party konvensi yang telah diamande- melemahkan daya saing produk Indonesia dari pelayanan atau biaya jasa tertentu,
men. Konvensi juga harus memuat di pasar luar negeri. Kebijakan tersebut sementara Bea Keluar merupakan pajak
ketentuan tentang prosedur pabean yang juga dinilai tumpang tindih dengan yang dipungut atas ekspor barang.
efisien dan didukung dengan metode Pungutan Ekspor yang sudah berlaku. Dalam Revised Kyoto Convention juga
pengawasan yang efektif. Tak hanya itu, Padahal, kalau dicermati sebenarnya dikatakan bahwa untuk melakukan
konvensi juga akan memungkinkan instrumen yang paling tepat untuk penghitungan, pemungutan dan
dicapainya tingkat penyederhanaan dan pengenaan pungutan terhadap komoditi pembayaran bea dan pajak; penundaan

8 WARTA BEA CUKAI EDISI 384 NOPEMBER 2006


DOK. WBC
pembayaran bea dan pajak; serta restitusi
(pembayaran kembali -sebagian atau
seluruhnya- dari bea dan pajak barang,
dan pengurangan –sebagian atau
seluruhnya- dari bea dan pajak atas
pembayaran yang belum dilakukan-red)
bea dan pajak, harus ditetapkan
berdasarkan undang-undang.
Sedangkan selama ini, pemerintah
menerapkan pungutan terhadap barang
ekspor tertentu berdasarkan pada PP
No.35/2005 tentang pungutan ekspor
atas barang ekspor tertentu, dimana PP
No.35/2005 tersebut merupakan
turunan atau mengacu pada UU No. 20/
1997 tentang PNBP.
Beberapa kalangan menilai, jika dilihat
dari ciri maupun karakteristiknya,
pungutan ekspor yang selama ini berlaku
di Indonesia tidak memenuhi salah satu
dari tujuh jenis PNBP. Tujuh kelompok
PNBP dalam UU PNBP tersebut terdapat
dalam Pasal 2 ayat (1), yakni;
(1) Penerimaan yang bersumber dari
pengelolaan dana pemerintah,
(2) Penerimaan dari pemanfaatan sumber
daya alam,
(3) Penerimaan dari hasil-hasil pengelola-
an kekayaan negara yang dipisahkan,
(4) Penerimaan dari kegiatan pelayanan
yang dilaksanakan pemerintah,
(5) Penerimaan berdasarkan putusan
pengadilan dan yang berasal dari
PERDAGANGAN INTERNASIONAL. Konvensi memberikan sumbangan yang besar bagi kemudahan
pengenaan denda administrasi, perdagangan internasional.
(6) Penerimaan berupa hibah yang
merupakan hak pemerintah, hanya itu, dari pasal-pasal yang menentukan jenis pungutan lain, meski
(7) Penerimaan lainnya yang diatur dalam terdapat dalam UU PNBP, terdapat tidak memenuhi satu dari tujuh jenis
UU tersendiri. pasal-pasal yang dianggap sebagai PNBP diatas. Terbukti ketika
grey area. Mengapa disebut sebagai pemerintah mengeluarkan PP No. 35/
Sehingga, pengenaan pungutan pasal abu-abu? Beberapa kalangan 2005 dengan mengacu pada pasal
ekspor atas dasar UU PNBP dinilai oleh menilai pasal tersebutlah yang tersebut untuk melakukan pungutan
sebagian kalangan tidak tepat. Tak memungkinkan pemerintah untuk terhadap komoditi ekspor atas barang
ekspor tertentu.
DOK. WBC
Pasal tersebut berbunyi: (Pasal 2
ayat (2)) Kecuali jenis Penerimaan
Negara Bukan Pajak yang ditetapkan
dengan Undang-Undang, jenis
Penerimaan Negara Bukan Pajak yang
tercakup dalam kelompok sebagaimana
dimaksud pada ayat (1) ditetapkan
dengan Peraturan Pemerintah.
Kemudian bunyi pasal 2 ayat (3):
Jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak
yang belum tercakup dalam kelompok
Penerimaan Negara Bukan Pajak seba-
gaimana dimaksud pada ayat (1) dite-
tapkan dengan Peraturan Pemerintah.
Dengan demikian, sangat tepat
kiranya jika kini pemerintah ingin mem-
perbaiki diri dengan menetapkan Bea
Keluar dalam RUU Kepabeanan.
Apalagi dalam Revised Kyoto Conven-
tion secara tegas disebutkan, pungutan
terhadap bea dan pajak (bea masuk
dan pajak impor dan/atau bea keluar
dan pajak ekspor-red), harus ditetap-
kan berdasarkan undang-undang.
Pertanyaannya… sebagai bagian
dari World Customs Organization,
sudahkah Indonesia mengikuti
ketetapan yang dimuat dalam Revised
SUMBER DAYA ALAM BATUBARA Kyoto Convention? ifa

EDISI 384 NOPEMBER 2006 WARTA BEA CUKAI 9


LAPORAN UTAMA

Apa Kata Mereka Soal

Bea Keluar ?
Istilah bea keluar (BK) begitu populer belakangan ini. Berbagai media massa
menyoroti masalah yang satu ini. Berbagai tanggapan dari kalangan pengusaha,
terutama eksportir, bermunculan. Ada yang setuju ketentuan BK tersebut diatur
dalam amandemen UU Kepabeanan, ada pula yang sebaliknya. Pada laporan utama
kali ini, WBC ingin mencoba mengetahui lebih jauh mengenai pendapat para
eksportir terhadap usulan penetapan bea keluar dalam amandemen UU
Kepabeanan. Berikut laporannya.

B
erdasarkan PP No.35/2005 tentang bervariasi, tergantung dari naik turunnya 1,5 persen. Itu berarti, yang diterima oleh
pungutan ekspor terhadap barang harga CPO di pasar internasional. eksportir kembali berkurang.
ekspor tertentu, ada beberapa “Jadi bagi pengusaha kelapa sawit, Sebagai akibatnya, pembeli dalam
komoditi yang terkena pungutan ekspor. pungutan ekspor yang diberlakukan saat negeri juga mengacu pada hal itu.
Komoditi tersebut diantaranya adalah ini sebenarnya tidak tepat karena Sebagai contoh, pembeli dalam negeri
kayu, pasir, kulit, rotan dan kelapa sawit. mengurangi penghasilan pengusaha dan seharusnya membeli CPO dengan harga
Untuk komoditi yang terakhir ini (kelapa petani,” tandas Bangun. US$ 480 per ton x Rp 9.000 (kurs rupiah
sawit-red), pengenaan tarif pungutan eks- Menurut Bangun, ada dua hal yang misalnya US$ 1 = Rp 9.000) = Rp
pornya merupakan yang terbesar, yakni perlu dicermati dalam pungutan ekspor. 4.320.000 per ton. Tetapi karena ada
1,5 persen untuk CPO (crude palm oil). Pertama, dengan adanya pungutan pungutan ekspor maka pembeli dalam
Saat ditemui WBC, Derom Bangun, ekspor penerimaan pengusaha dan petani negeri tidak mau membeli CPO dengan
Ketua Harian Gabungan Pengusaha berkurang karena harga CPO yang dijual harga Rp 4.320.000 per ton tetapi membe-
Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) menga- di dalam negeri (bukan untuk diekspor) li dengan harga Rp 4.320.000 x 1,5 per-
takan, sebelum dikenakan pungutan ikut turun. Ia mencontohkan, kalau harga sen (tarif pungutan ekspor untuk CPO 1,5
ekspor, komoditi kelapa sawit dikenakan CPO di luar negeri sebesar US$ 530 per persen). Artinya, harga CPO di dalam ne-
pajak ekspor yang kemudian berubah ton dipotong oleh angkutan sebesar US$ geri ikut turun. Akibatnya harga yang diba-
menjadi pungutan ekspor sejak UU PNBP 50 maka hasilnya adalah US$ 480 per yar pabrik CPO kepada petani, ikut turun.
berlaku. Pungutan ekspor untuk kelapa ton. Jumlah tersebut kemudian dipotong Kedua, dampak lainnya adalah
sawit tersebut mengalami besaran yang lagi dengan pajak ekspor yang besarnya adanya pengalihan pendapatan yang
berubah-ubah. “Dulu pernah mencapai 60 berlangsung dari pihak produsen dan
WBC/ATS
persen, kemudian turun jadi 30 persen, petani kepada konsumen CPO dan
lalu turun lagi jadi 10 persen dan sekarang konsumen minyak goreng. Bangun
1,5 persen,” kata Bangun. mencontohkan, seandainya tidak ada
Bangun mengakui, volume ekspor pajak ekspor, kemungkinan harga minyak
CPO menempati urutan teratas dan terus goreng di dalam negeri lebih mahal. Tetapi
mengalami kenaikan dari tahun ke tahun. dengan adanya pungutan ekspor, harga
Sebagai perbandingan, pada 2004, tersebut turun, baik harga CPO maupun
volume ekspor CPO dan turunannya minyak gorengnya, kira-kira sebesar
mencapai 6,4 juta ton. Tahun berikutnya pungutan ekspornya.
mencapai 10,38 ton. Kemudian pada 2006 Dengan demikian, pembeli minyak
(periode Januari-Juni) volume ekspor goreng seolah-olah mendapat subsidi dari
CPO dan turunannya mencapai 5,4 juta pengusaha dan petani kelapa sawit.
ton dengan prediksi hingga bulan Berarti ada peralihan pemindahan
Desember 2006 mencapai 11,3 juta ton. penghasilan dari petani pada konsumen.
Sedangkan besarnya produksi CPO “Ironisnya, petani yang kehidupannya pas-
dan turunannya, juga mengalami kenaik- pasan harus memberikan subsidi kepada
an dari tahun ke tahun. Pada 2004 men- penduduk kota yang sudah lebih tinggi
capai 12 juta ton. Tahun berikutnya men- tingkat kehidupannya,” kata Bangun.
capai 13,6 juta ton dan prediksi hingga Bangun berpendapat bahwa hal
akhir tahun 2006 sebesar 15 juta ton. tersebut juga akan terjadi kalau Bea dan
Komoditi CPO dan turunannya Cukai menetapkan bea keluar sebagai
tersebut dikenakan pungutan ekspor yang pengganti pungutan ekspor. Jadi, baik
dihitung berdasarkan tarif pungutan pengusaha maupun petani telah dirugikan
ekspor untuk CPO (yang besarnya 1,5 DEROM BANGUN. Saat ini dengan adanya pungutan ekspor karena
persen) dikali dengan harga patokan kebutuhan dalam negeri terhadap konsumen menerima subsidi yang tidak
ekspor. Harga patokan ekspor tersebut CPO telah terpenuhi. nyata. Dengan demikian bea keluar tidak

10 WARTA BEA CUKAI EDISI 384 NOPEMBER 2006


mendorong pertumbuhan industri kelapa waan berupa insentif, salah satunya keri- lain, walaupun perbedaan tersebut hanya
sawit. nganan bea masuk untuk barang-barang sedikit, hal tersebut merupakan
Bangun juga mengeluhkan pendapat modal. Ada juga beberapa keringanan kekurangan/beban untuk bersaing.
pemerintah yang mengatakan bahwa saat dalam hal perhitungan depresiasinya dan Jadi, seandainya pungutan ekspor dan
ini tujuan pungutan ekspor adalah untuk sebagainya. bea keluar dipungut secara bersama-
mendorong industri dalam negeri, karena Ia menambahkan, untuk mendorong sama, pihaknya akan menyatakan
dengan adanya pungutan ekspor, harga jenis industri yang dianggap kurang keberatan pada pemerintah. Pasalnya, hal
CPO menjadi turun dibandingkan jika tidak menarik, beberapa negara juga tersebut merupakan disinsentif terhadap
ada pungutan ekspor. Hal itulah yang memberikan insentif, tidak seperti di perkembangan industri sawit.
menyebabkan pabrik minyak goreng di Indonesia. Kenapa industri kelapa sawit di Oleh sebab itu ia berharap agar
dalam negeri mendapat bahan baku yang Indonesia hanya sebatas pada CPO? pemerintah tidak meloloskan bea keluar
harganya lebih rendah dari pada saingan- Mengapa industri hilirnya (seperti tersebut dalam rancangan amandemen
nya di negera lain. membuat etil ester, etil alcohol, veti essin, UU Kepabeanan. Ia beranggapan,
“Padahal, menurut orang yang berpe- dan sebagainya dari komoditi CPO) tidak pungutan ekspor yang diatur dalam PP
doman pada WTO, hal tersebut tidak baik. begitu berkembang? Menurut Bangun, No. 35/2005 masih dianggap fleksibel.
Pasalnya, tidak terjadi level playing field pengusaha lebih suka menjual CPO Sebab, lewat PP No.35/2005 pemerintah
(LPF) atau lapangan permainan yang karena dengan hanya menjual CPO saja, masih dapat diajak mempertimbangkan
setara di Indonesia. Mereka (orang yang pengusaha sudah mendapatkan untung. besarnya pungutan ekspor.
berpedoman pada WTO-red) mengang- Padahal, di luar negeri turunan kelapa “Sekarang, kalau pemerintah takut
gap bahwa saingannya di Indonesia telah sawit telah dikembangkan harga minyak goreng meningkat, kita bisa
diuntungkan dengan mendapatkan bahan penggunaannya untuk membuat coklat, tunjukan buktinya bahwa hal itu tidak perlu
baku lebih rendah atau murah. Berapa es krim, pemutih kopi dan sebagainya. dikhawatirkan. Kalau bea keluar sudah
murahnya? Sebesar pungutan ekspor “Jadi, sebagai tahap pendahuluan, ditetapkan dalam rancangan amandemen
tadi,” tandas Bangun. pemerintah perlu mempertimbangkan UU Kepabeanan, maka akan menjadi
Bangun menolak anggapan pemerin- untuk memberikan dorongan-dorongan suatu peraturan yang kaku dan akan lebih
tah yang mengatakan bahwa pemerintah agar industri hilir tersebut berkembang. sulit untuk bernegoisasi dengan pemerin-
ingin melindungi industri dalam negeri Sehingga, kalau sudah berkembang tah dibanding dengan pungutan ekspor
dengan ditetapkannya pungutan ekspor. Ia dengan volume yang besar maka kita yang diatur dalam PP,” kata Bangun.
juga menolak alasan pemerintah bahwa sudah mampu bersaing,” kata Bangun.
kalau harga CPO di pasar internasional Beberapa waktu lalu, dirinya diundang BK TIDAK BERTENTANGAN DENGAN
mengalami kenaikan maka pengusaha oleh asosiasi kelapa sawit di Amerika SEMANGAT LIBERALISASI ASEAN
CPO akan berduyun-duyun menjual CPO Serikat. Dalam pertemuan tersebut, Saat dihubungi WBC, Beni Sutrisno,
ke luar negeri sehingga industri dalam mereka mengeluhkan beberapa negara Ketua Gabungan Pengusaha Ekspor
negeri mengalami kekurangan pasokan (termasuk Indonesia) yang seolah-olah Indonesia (GPEI) mengatakan bahwa ia
komoditi CPO. tidak menerapkan prinsip kesetaraan LPF baru mendengar rencana pemerintah
Menurutnya, beberapa tahun bela- (level playing field) karena adanya DET yang ingin mengenakan bea keluar
kangan ini tidak pernah terjadi kekurangan (differential export tax). Maksudnya, untuk terhadap sejumlah produk ekspor. Bila
bahan baku CPO untuk produksi dalam produk CPO di Indonesia, tarif pungutan rencana tersebut ada, pemerintah
negeri dan hal itu bisa ia buktikan. Apalagi, ekspornya sebesar 1,5 persen dan seharusnya mempunyai tujuan tertentu
lanjutnya, situasi di dalam negeri saat ini turunannya sebesar 0,3 persen. Berarti baik untuk perlindungan pasar dalam
menunjukan indikasi bahwa semua produ- ada perbedaan antara CPO dan negeri atau adanya kepentingan supply
sen CPO dalam negeri, lebih senang turunannya sebesar 1,2 persen. Hal itu bahan baku untuk industri tertentu dalam
menjual CPO-nya ke dalam negeri terlebih merupakan keuntungan yang dinikmati negeri, dalam konteks meningkatkan
dahulu. oleh industri hilir di Indonesia. Sebaliknya, kemampuan kompetitif barang hasil pro-
“Lihat saja tahun lalu, pernahkah ada bagi pengusaha kelapa sawit di negara duksinya di pasar dalam dan luar negeri.
kekurangan minyak goreng? Apalagi pada Menurutnya, bea keluar sebetulnya
WBC/ATS
saat lebaran? Tahun sebelumnya juga tidak bertentangan dengan semangat
tidak pernah ada kekurangan minyak liberalisasi pasar di Asean, karena pada
goreng. Jadi, mekanisme pasar kita sudah dasarnya liberalisasi juga ada batasnya
bagus sekali. Produsen selalu menguta- bukan free sama sekali -free trade-, tetapi
makan yang di dalam negeri dulu. harus berdasarkan kepentingan nasional
Bukannya mereka ada rasa nasionalisme, dalam mengelola pasar dalam negeri atau
tapi karena lebih menguntungkan jika manage trade based on national interest.
menjual di dalam negeri,” tambah Bangun. Namun demikian, tambahnya, pungut-
Ia menilai saat ini kebutuhan dalam an ekspor ataupun bea keluar pada dasar-
negeri terhadap CPO telah terpenuhi. nya sama saja yaitu “tambahan biaya”
Untuk itu ia menyarankan agar pungutan terhadap suatu produk, tinggal akuntabili-
ekspor dihapus kalau ingin mendukung tasnya yang mana yang lebih baik. Karena
program pemerintah dimana ingin meraih menambah biaya itu harus ada tujuan
devisa dalam jumlah yang besar. Tak ha- yang transparan dan akuntabel.
nya itu, kalau pemerintah ingin melindungi Yang memberatkan apabila bea keluar
bahan baku dan industri dalam negeri, ditetapkan adalah kalau bea keluar terse-
seharusnya pemerintah memikirkan but bukan bertujuan untuk kepentingan
insentif-insentif lain yang bisa diberikan ekonomi nasional. Selain itu, yang juga
pada pengusaha, seperti intensif fiscal, memberatkan adalah kalau efektifitasnya
perpajakan dan lainnya. terhadap tujuan sangat kecil dibanding
Menurutnya, di negara-negara lain, pengorbanan dengan tambahan biaya
kalau satu industri mempunyai resiko yang bagi komoditi yang diekspor oleh eksportir
cukup besar ataupun ditetapkan sebagai atau less competitiveness.
komoditi pioneer maka komoditi tersebut BAMBANG TRISULO. Berharap agar pemerintah Saat ditanya bagaimana perkembang-
digolongkan sebagai industri pioneer. melakukan bench mark atau perbandingan dengan an ekspor Indonesia saat ini, ia menjawab
Untuk itu diberikan beberapa keistime- negara tetangga dalam menetapkan bea keluar. bahwa perkembangan ekspor, khususnya

EDISI 384 NOPEMBER 2006 WARTA BEA CUKAI 11


LAPORAN UTAMA

Namun ia setuju jika pengenaan bea


keluar tersebut dimaksudkan untuk
mendorong masyarakat agar tidak
menjual bahan-bahan mentah atau raw
material keluar negeri. Menurutnya,
menjual bahan mentah kurang
bermanfaat dibandingkan menjual barang
jadi. Namun demikian, ia berharap agar
pemerintah tidak mengenakan bea keluar
untuk barang jadi karena jika hal itu
diterapkan maka barang jadi tidak akan
bisa bersaing di pasaran internasional.
Ia menambahkan, kalau dilihat dari
prinsip pengenaannya, pungutan ekspor
sepertinya hanya berganti nama menjadi
bea keluar. Hanya saja pungutan ekspor
tidak ada dasar undang-undangnya,
sementara bea keluar rencananya
terdapat dalam rancangan amandemen
UU Kepabeanan. Tetapi, ia mengingatkan
pemerintah agar berhati-hati dengan
pengaturan bea keluar dalam UU, jangan
terlalu detil.
Sebab, kalau terlalu detil pemerintah
akan sulit untuk merubahnya, berbeda
dengan peraturan pemerintah (PP) yang
lebih fleksibel. Untuk itu ia menyarankan
agar pengaturan teknis bea keluar diatur
dalam peraturan pemerintah, jangan
dimasukan dalam Undang-Undang. Ia
non migas, semakin meningkat. Dengan BEA KELUAR BAIK UNTUK MELINDUNGI juga menyarankan agar pengaturan bea
meningkatnya permintaan dunia terhadap BAHAN BAKU keluar harus dibicarakan dengan instansi
komoditi yang dihasilkan oleh Indonesia, Saat ditemui WBC di kantornya, terkait.
berakibat kenaikan harga satuan setiap Bambang Trisulo, Ketua Umum Saat ditanya apa yang memberatkan
komoditi ekspor. Komoditi ekspor yang Gabungan Industri Kendaraan Bermotor pengusaha otomotif dengan rencana bea
paling besar adalah komoditi hasil Indonesia (GAIKINDO) mengatakan, pada keluar ini, Bambang mengatakan bahwa
tambang, selain migas, serta tekstil dan dasarnya suatu pajak pasti bermata dua. bea keluar dapat menambah cost. Tetapi
produk tekstil. Yang satu untuk melindungi dan yang pihaknya tidak menentang pengenaan
Ketika ditanya apakah ia setuju de- lainnya untuk menghambat. Jadi, setiap bea keluar tersebut terhadap komoditi
ngan pendapat pemerintah yang menga- barang yang dikenakan pajak sisi tertentu, seperti terhadap alumunium atau
takan bahwa fungsi yang paling utama negatifnya adalah pasti mengurangi daya raw material lainnya. Tetapi kalau kompo-
pada bea keluar adalah fungsi pengawas- saing. Sedangkan sisi positifnya, pajak nen mobil termasuk yang dikenakan bea
an atau pembatasan terhadap keluarnya bisa dipakai sebagai suatu alat untuk keluar, pihaknya jelas merasa keberatan
komoditi tertentu, sehingga bea keluar memilah barang mana yang sebaiknya karena tidak bisa bersaing di pasaran
sangat tepat untuk diterapkan, Beni setuju tidak usah dihambat dan barang mana internasional.
terhadap hal itu. yang sebaiknya di proses lebih lanjut. Tak Menurut Bambang, untuk saat ini,
“ Tetapi, penetapan bea keluar tidaklah hanya itu, sisi positif lainnya adalah dapat komoditi terbesar dari industri otomotif
harus menjadi hal yang permanen. menambah penerimaan negara. untuk ekspor adalah komponen mobil dan
Karena kepentingannya selalu berubah- “Jadi, kita harus tahu, bea keluar yang CBU. Kedua komoditi tersebut cenderung
ubah dengan memperhatikan sektor pasar ditetapkan pemerintah itu tujuannya untuk mengalami kenaikan walaupun besarnya
dan produksi yang sangat dinamis, yang apa? Untuk mencari uang atau sebagai tidak signifikan.
banyak dipengaruhi faktor ekonomi baik tools atau apa. Jadi komentar saya, Untuk itu ia menyarankan agar bea
berasal internal maupun eksternal. Kalau semua ini harus dibicarakan secara keluar dapat menjadi alat pemerintah un-
mau dicantumkan dalam rancangan komprehensif secara menyeluruh dan tuk mengatur yang mana komoditi yang
amandemen UU Kepabeanan apa nya?” balance, itu baru baik,” kata Bambang. mudah di ekspor keluar dan mana komo-
tanya Beni. Tetapi, kalau bea keluar dijadikan diti yang sulit diekspor keluar. Untuk ko-
Ia menegaskan, bagi para eksportir, sebagai alat untuk memungut uang, hal itu moditi yang sulit keluar, harus dikenakan
pungutan ekspor maupun bea keluar dipandangnya sebagai sesuatu yang bea keluar yang tinggi karena pemerintah
keduanya adalah biaya tambahan yang tidak baik. Pasalnya, pemerintah memper- harus melakukan pengawasan terhadap
mengakibatkan less competitivness. “Jadi, oleh keuntungan dengan mendapatkan komoditi tersebut, misalnya saja komoditi
pengaruh terhadap ekspor pasti ada, tapi penerimaan tetapi barang yang dikenakan kayu. Kalau tidak dijaga, penyelundupan
perolehan dari diberlakukanya bea keluar bea keluar tidak kompetitif. kayu akan semakin menjadi.
atau pungutan itu apa? Harus jelas untuk “Sehingga, kalau pemerintah me- Di akhir wawancara ia berharap agar
siapa dan untuk apa serta gunanya? ngatakan bahwa tujuan utama penge- pemerintah melakukan benchmark atau
Kalau untuk kemaslahatan yang lebih be- naan bea keluar tersebut bukan untuk perbandingan dengan negara tetangga
sar kenapa tidak? Hanya harus transparan penerimaan negara, maka siapa yang dalam menetapkan bea keluar. Ia juga
dan akuntabel,” tambahnya lagi. mewakili pemerintah yang mengatakan berharap agar uang yang dikumpulkan
Untuk itu ia berharap pemerintah hal itu harus jelas, apakah Departemen pemerintah nantinya, dari pajak-pajak
segera menyelesaikan rancangan Keuangan yang mewakili pemerintah, yang dipungut, dapat dikembalikan untuk
amendemen UU Kepabenan, dengan atau Bea dan Cukai atau Pajak atau kemakmuran rakyat, seperti membangun
harapan amandemen tersebut lebih baik instansi pemerintah lainnya, semua infrastruktur, pendidikan gratis, kesehatan
dibanding sebelum diamendemen. harus ada sinkronisasi,” jelasnya. gratis dan sebagainya. ifa

12 WARTA BEA CUKAI EDISI 384 NOPEMBER 2006


Pungutan Ekspor VS
Bea Keluar
Dengan menggunakan instrumen kepabeanan berupa bea keluar, pemerintah
tidak hanya dapat menyelesaikan masalah internal dalam negeri tetapi juga
mempunyai legitimasi hukum yang diakui dunia internasional dalam mengambil
kebijakan fiskal terhadap barang ekspor.

S
ebelum mendapat sebutan “pungut- masih ada masalah yang cukup meng- masyarakat usaha berlomba mengekspor
an ekspor”, sebutan yang lebih ganggu yaitu bahwa UU PNBP ternyata CPO ke luar negeri. Tetapi sebagai
dikenal masyarakat untuk pungutan tidak relevan dijadikan dasar pemungutan akibatnya, persediaan CPO dalam negeri
pemerintah terhadap komoditi tertentu Pungutan Ekspor. akan berkurang drastis. Hal ini tentunya
yang diekspor adalah “Pajak Ekspor”. Pungutan yang diatur dalam UU akan sangat berbahaya bagi kelangsung-
Penghapusan istilah Pajak Ekspor me- PNBP adalah terhadap jasa, seperti jasa an industri minyak goreng nasional karena
mang lebih tepat karena sejumlah uang pelayanan pemrosesan dokumen, jasa kekurangan pasokan bahan baku. Pada
yang dipungut atas komoditi ekspor terten- penyewaan gedung pemerintah, dan se- akhirnya, konsumen dalam negeri akan
tu tersebut memang bukan pajak. macamnya. Sebaliknya, Pungutan Ekspor dirugikan karena stok minyak goreng akan
Dalam amandemen UUD 1945 Pasal dikenakan terhadap barang yang diek- berkurang drastis dan tentunya harga
23A disebutkan bahwa, pajak dan pungut- spor, seperti CPO, rotan, pasir timah dan minyak goreng akan membubung tinggi.
an lain yang bersifat memaksa untuk seterusnya. Dengan demikian, Pungutan Kondisi semacam inilah yang harus
keperluan negara diatur dengan undang- Ekspor masih menyisakan masalah diantisipasi oleh pemerintah. Pada saat
undang. Dengan demikian, segala pajak hukum yang perlu diselesaikan segera. harga CPO di pasar internasional mening-
yang dipungut pemerintah harus Pengenaan Pungutan Ekspor mempu- kat tajam, pemerintah harus berupaya
berdasarkan undang-undang. Sampai nyai dasar filosofi yang sangat berbeda. agar ketersediaan bahan baku CPO di da-
saat ini belum pernah ada undang-undang Pungutan Ekspor merupakan salah satu lam negeri tetap terjamin. Untuk itu salah
yang mendasari pemungutan dimaksud fungsi pengawasan atau pembatasan satu intrumen ekonomi yang dapat dipakai
sehingga diubahlah istilah Pajak Ekspor keluarnya komoditi tertentu ke luar negeri. sebagai solusi adalah melalui pengenaan
menjadi Pungutan Ekspor untuk Ada tiga alasan pokok mengapa suatu pungutan terhadap ekspor CPO dengan
menghindari adanya cacat hukum. komoditi dibatasi perdagangannya ke luar persentase tertentu terhadap harga jual.
Pertanyaannya adalah apakah Pu- negeri. Alasan pertama, karena komoditi Inilah yang disebut Pungutan Ekspor.
ngutan Ekspor ini juga sudah tepat, baik tersebut sangat diperlukan untuk Alasan kedua mengapa suatu komo-
ditinjau dari sisi tataran hukum maupun memenuhi kebutuhan dalam negeri. diti dikenakan Pungutan Ekspor adalah
dasar filosofi pemungutannya? Pungutan Sebagai contoh adalah komoditi pengembangan industri dalam negeri.
ekspor yang ada saat ini didasarkan pada Crude Palm Oil (CPO) yang dipergunakan Sebagai contoh, untuk komoditi kayu dan
UU Penerimaan Negara Bukan Pajak sebagai bahan baku minyak goreng. rotan. Walaupun tanpa diolah, kedua
(PNBP). Meskipun Pungutan Ekspor Pada saat harga CPO di pasaran interna- komoditi ini sudah mempunyai harga jual
sudah mempunyai dasar hukum, namun sional meningkat tajam, wajar apabila yang tinggi di pasar internasional. Pengu-
FOTO : ISTIMEWA FOTO : ISTIMEWA

KOMODITI KAYU. Walaupun tanpa diolah, komoditi ini sudah mempunyai KERUSAKAN LINGKUNGAN. Bea keluar salah satu cara untuk mencegah
harga jual yang tinggi di pasar internasional. kerusakan lingkungan.

EDISI 384 NOPEMBER 2006 WARTA BEA CUKAI 13


LAPORAN UTAMA
DOK. WBC
mengurangi lapangan kerja masyarakat Dengan demikian, instrumen yang
dan berbagai alasan lainnya. paling tepat untuk pengenaan pungutan
Dengan demikian, pendekatan yang terhadap komoditi ekspor, baik ditinjau dari
dianggap lebih elegan adalah dengan kepentingan nasional maupun aspek
mengenakan Pungutan Ekspor terhadap perdagangan internasional, adalah Bea
komoditi-komoditi tersebut apabila Keluar. Untuk itulah saat ini pemerintah
diekspor ke luar negeri.Itulah beberapa sedang mengusulkan masuknya ketentu-
alasan yang menjadi dasar pengenaan an mengenai Bea Keluar ini dalam Ranca-
Pungutan Ekspor. Pertanyaan ngan amandemen Undang-undang Kepa-
selanjutnya, haruskah menggunakan beanan yang sedang dibahas di DPR.
instrumen “Pungutan Ekspor”?
HARUSKAH KOMODITI EKSPOR
BEA KELUAR DIKENAKAN BEA KELUAR?
Apabila kita cermati, penjelasan Akhir-akhir ini dalam beberapa media
sebelumnya tentang dasar pengenaan massa muncul pertanyaan di atas sebagai
Pungutan Ekspor selalu berkaitan dengan sanggahan terhadap validitas Pungutan
komoditi ekspor. Satu hal yang selama ini Ekspor maupun Bea Keluar. Masyarakat
luput dari perhatian para pengamat usaha disuguhi masukan yang salah
ekonomi adalah kata kunci “ekspor” ini. kaprah bahwa seolah-olah semua barang
Selama ini kita sibuk membicarakan perlu- ekspor akan dikenakan Bea Keluar yang
tidaknya Pungutan Ekspor ditinjau dari sisi tentu akibatnya akan membebani eksportir
perekonomian nasional. Kita lupa bahwa maupun industri dalam negeri.
Pungutan Ekspor dikenakan terhadap Sebenarnya, kalau kita kembali
komoditi ekspor yang mempunyai dimensi kepada alasan pengenaan Bea Keluar,
yang lebih luas, yaitu terkait dengan kekhawatiran tersebut tidak perlu dilebih-
perdagangan internasional. lebihkan. Sebagai perbandingan, apakah
Perlu dipahami bahwa pengenaan Pu- semua barang impor dikenakan Bea
ngutan Ekspor tidak hanya akan berdam- Masuk? Jawabnya, ada yang kena, juga
pak terhadap perekonomian dalam negeri. banyak yang tidak. Jawaban yang sama
PELAYANAN PEMROSESAN DOKUMEN. Pungutan Tetapi lebih dari itu, Pungutan Ekspor akan juga berlaku untuk Bea Keluar.
yang diatur dalam UU PNBP adalah terhadap jasa, berpengaruh terhadap harga komoditi Yang perlu disosialisasikan kepada
seperti pelayanan pemrosesan dokumen, jasa tersebut di negara pengimpor. Dengan masyarakat usaha adalah bahwa Bea
penyewaan gedung pemerintah, dan semacamnya. kata lain, Pungutan Ekspor sebenarnya Keluar, sebagaimana halnya Bea Masuk,
tidak lain adalah pengenaan tarif dengan semata-mata sebuah instrumen
saha tentu tidak mau repot-repot membu- besaran tertentu terhadap barang ekspor. kepabeanan. Instrumen tersebut perlu
at pabrik pengolahan kayu dan rotan, ka- Dengan sedikit memahami prinsip ada untuk kepentingan pemerintah dalam
lau dijual langsung saja komoditi tersebut dasar kepabeanan, akan mudah mengelola perekonomian nasional.
sudah menghasilkan keuntungan yang dimengerti bahwa Pungutan Ekspor tidak Namun kapan instrumen tersebut
besar. berbeda dengan pengenaan Bea Masuk, akan digunakan, berapa tarif Bea Keluar
Namun, kalau pola pikir ini tidak dianti- hanya ditinjau dari pendekatan sebaliknya. yang akan dikenakan dan terhadap
sipasi oleh pemerintah, dapat dipastikan Kelaziman perdagangan internasional komoditi apa saja, semuanya kembali ke-
tidak akan ada industri pengolahan kayu sudah sejak lama memahami praktik pada kebijakan pemerintah sepenuhnya.
maupun rotan dalam negeri yang pengenaan tarif terhadap barang ekspor Pada saat diperlukan, pemerintah dapat
berkembang. Artinya, tidak akan ada ini. Karena tidak hanya berkaitan dengan menggunakan instrumen tersebut untuk
penyerapan tenaga kerja, tidak akan ada kepentingan nasional tetapi menyentuh melakukan kebijakan fiskal. Apabila tidak
penerimaan negara berupa pajak, dan juga dimensi perdagangan internasional. diperlukan, cukuplah Bea Keluar menjadi
akhirnya tidak akan terwujud multiplier Oleh sebab itu, dunia internasional instrumen kepabeanan yang “tidur”.
effect pada perekonomian nasional. memandang praktik pengenaan Pungutan Melalui penjelasan di atas, diharapkan
Dengan alasan inilah pemerintah da- Ekspor ini sebagai bagian dari praktik masyarakat dapat memahami bahwa
pat melakukan suatu tindakan untuk men- perdagangan internasional yang perlu usulan pemerintah untuk menambahkan
cegah suatu komoditi diekspor dalam ben- diatur secara internasional pula, yaitu ketentuan mengenai Bea Keluar dalam
tuk bahan baku/bahan mentah. Diantara- Customs (kepabeanan). Rancangan Undang-Undang Kepabeanan
nya dengan cara mengenakan Pungutan Dalam the Revised Kyoto Convention yang saat ini sedang dibahas di DPR
Ekspor terhadap komoditi yang diekspor tentang Penyederhanaan Prosedur Kepa- semata-mata hanya untuk menyiapkan
dalam bentuk bahan baku/bahan mentah. beanan, praktik pengenaan Pungutan payung hukum bagi pemerintah untuk
Alasan ketiga adalah isu lingkungan. Ekspor ini juga sudah ditampung. Pungut- menggantikan praktik pemungutan
Produk-produk kehutanan dan pertamba- an Ekspor dalam dunia perdagangan Pungutan Ekspor yang selama ini tidak
ngan (log, pasir dan sebagainya) adalah internasional diwujudkan dalam bentuk mempunyai landasan hukum yang kuat.
komoditi yang selalu terkait dengan isu “Bea Keluar” yang merupakan sisi lain Dengan menggunakan instrumen ke-
kelestarian alam. Eksploitasi yang tak mata uang dari Bea Masuk. pabeanan berupa Bea Keluar, pemerintah
terkendali terhadap sumber daya alam Bea Keluar dan Bea Masuk adalah tidak hanya dapat menyelesaikan
tersebut akan merusak keseimbangan bagian tak terpisahkan dari sistem masalah internal dalam negeri tetapi juga
alam dan akibatnya sudah dapat kita lihat kepabeanan di seluruh dunia. Segala mempunyai legitimasi hukum yang diakui
di berbagai tempat di tanah air saat ini. macam alasan yang akan dipakai untuk dunia internasional dalam mengambil
Salah satu cara ekstrim untuk mence- mencegah, mengawasi, melarang, atau kebijakan fiskal terhadap barang ekspor.
gah kerusakan lingkungan dimaksud memang bertujuan untuk melakukan Dalam menghadapi dunia internasional,
adalah dengan melarang sepenuhnya pungutan terhadap barang ekspor dapat pemerintah tidak perlu lagi mencari-cari
ekspor komoditi yang terkait isu dilakukan melalui instrumen ini. Tentu alasan pembenaran atas kebijakan yang
lingkungan tersebut. Namun, beberapa saja instrumen Bea Keluar ini lebih dikenal telah dilakukan berupa pengenaan
pihak berpendapat pelarangan total di dunia internasional dibandingkan pungutan terhadap barang ekspor. Pada
terhadap eksploitasi sumber daya alam dengan istilah Pungutan Ekspor yang akhirnya, solusi yang paling tepat adalah
akan mematikan ekonomi nasional, mungkin hanya dikenal di Indonesia. Bea Keluar. ifa

14 WARTA BEA CUKAI EDISI 384 NOPEMBER 2006


WAWANCARA

Ibrahim A. Karim
DIREKTUR FASILITAS KEPABEANAN

“Tidak Akan Terjadi


Double Taxation ”
EDISI
EDISI 384
384 NOPEMBER
NOPEMBER 2006
2006 WARTA
WARTA BEA
BEA CUKAI
CUKAI 15
15
WAWANCARA

Dalam Rancangan Perubahan Undang-Undang Kepabeanan, terdapat usulan


pengenaan bea keluar terhadap barang ekspor. Akibatnya, bea keluar menjadi topik
pembicaraan yang cukup diminati di kalangan eksportir. Para eksportir khawatir
akan terjadi double tax dengan pungutan ekspor yang selama ini telah dikenakan
terhadap barang ekspor. Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai bea keluar,
redaktur WBC, Ifah Margaretta dan Fotographer, Andy Tria Saputra mewawancarai
Ibrahim A. Karim, Direktur Fasilitas Kepabeanan yang juga sebagai Wakil Ketua Tim
RUU Kepabeanan. Wawancara ini sendiri telah dilakukan sebelum Rancangan
Perubahan UU Kepabeanan disahkan oleh DPR. Sementara itu, pada 18 Oktober
2006, DPR telah mensahkan Rancangan Perubahan UU Kepabeanan menjadi
Undang-Undang Kepabeanan, dimana salah satu pokok usulan mengenai bea
keluar, ada didalamnya. Berikut petikan wawancara tersebut;

Bea keluar menjadi salah satu yaitu terkait dengan perdagangan besarnya akan diatur dengan pera-
pokok dalam amandemen UU internasional dan kita gunakan untuk turan pemerintah.
Kepabeanan. Sebenarnya, apakah kepentingan nasional kita. Oleh
yang dimaksud dengan bea karena itu, bea keluar dapat Apakah komoditi yang saat ini
keluar? difungsikan oleh pemerintah sebagai terkena pungutan ekspor juga
Dalam RUU kepabeanan bea instrumen dalam mengolah termasuk komoditi yang dapat
keluar didefinisikan sebagai berikut: perekonomian nasional. Bea keluar dikenakan bea keluar?
Bea keluar adalah pungutan selain sebagai fungsi penerimaan, Objek dari pungutan ekspor dan
negara berdasarkan undang- juga untuk pengawasan atau bea keluar mempunyai kriteria yang
undang ini yang dikenakan terhadap pembatasan keluarnya komoditas sama yaitu barang ekspor tertentu yang
barang ekspor. tertentu ke luar negeri, berdasarkan pelu dibatasi ekspornya. Oleh karena
empat kriteria tadi. itu komoditi yang saat ini dikenakan
Apa tujuan atau latar belakang pungutan ekspor dapat saja nantinya
ditetapkannya bea keluar dalam Lalu, komoditi apa saja dan yang yang akan dikenakan bea keluar.
amandemen UU Kepabeanan, bagaimana yang dapat dikenakan
serta apa fungsinya dalam bea keluar? Saat ini, Bea dan Cukai sendiri
perekonomian nasional? Pada prinsipnya barang ekspor mengacu pada ketentuan apa
Tujuan dan latar ditetapkan bea tidak akan dikenakan pungutan dalam menetapkan bea keluar
keluar dalam amandemen UU ekspor. Namun berdasarkan dalam amandemen UU
Kepabeanan adalah disamping untuk pertimbangan sebagaimana kami Kepabeanan?
menyesuaikan dengan international sampaikan di atas, maka pemerintah Acuan yang digunakan oleh DJBC
best practises (Revised Kyoto dapat mengenakan bea keluar sebagai dasar penambahan
Convention ), penambahan ketentuan terhadap barang-barang tertentu. ketentuan bea keluar adalah Revised
mengenai bea keluar dalam RUU Barang apa saja yang akan Kyoto Convention. Dalam Proses
kepabeanan juga dimaksudkan untuk dikenakan bea keluar dan berapa pengkajian Revised Kyoto Conven-
menjamin terpenuhinya kebutuhan tion, pada dasarnya national legisla-
dalam negeri, melindungi pelestarian tion Indonesia telah sesuai dengan
sumber daya alam, mengantisipasi ACUAN YANG standard-standard pada General
kenaikan harga yang cukup drastis DIGUNAKAN OLEH Annex Revised Kyoto Convention
dari komoditi ekspor tertentu di kecuali ketentuan mengenai “bea
DJBC SEBAGAI DASAR
pasaran internasional, dan menjaga keluar” dan “pajak ekspor”
stabilitas harga komoditi tertentu di
PENAMBAHAN sebagaimana diatur pada General
dalam negeri. KETENTUAN BEA Annex Revised Kyoto Convention
Suatu hal yang harus kita sadari KELUAR ADALAH (syarat harus aksesi), yaitu:
bahwa bea keluar dikenakan REVISED KYOTO Pada butir E 8 disebutkan, bea
terhadap komoditas ekspor yang pabean adalah bea yang ditentukan
mempunyai dimensi yang lebih luas,
CONVENTION dalam tarif Pabean yang dikenakan

16 WARTA BEA CUKAI EDISI 384 NOPEMBER 2006


terhadap barang yang memasuki kebijakan aneh yang bertentang-
atau meninggalkan daerah pabean. PENAMBAHAN an dengan semangat liberalisasi
Sedangkan pada butir E18 KETENTUAN pasardi Asean (Asean Free Trade
disebutkan, Bea keluar dan pajak MENGENAI BEA Area). Bagaimana pendapat
ekspor adalah bea pabean dan semua Bapak terhadap hal tersebut?
bea lainnya, pajak atau ongkos yang
KELUAR DALAM RUU Bahwa kebijakan bea kelaur tidak
atas ekspor barang atau dalam KEPABEANAN BUKAN bertentangan dengan semangat
kaitannya dengan ekspor barang tetapi UNTUK MENAMBAH leberalisasi pasar di Asean karena
tidak termasuk biaya jasa tertentu yang BEBAN kebijakan preferensi tarif tersebut
dibebankan atau dipungut oleh pabean mengatur mengenai barang impor.
atas nama otoritas nasional lainnya.
rintah Nomor 35 tahun 2005, pungut- Idealnya, Indonesia memiliki bea
Para eksportir banyak yang an ekspor terutang pada saat PEB keluar atau hanya cukup dengan
khawatir dengan adanya bea didaftarkan pada Kantor Pelayanan pungutan ekspor saja? Atau
keluar maka akan terjadi double Bea dan Cukai tempat pemenuhan Keduanya?
tax dengan pungutan ekspor. kewajiban kepabeanan, tetapi pem- Mengingat bahwa tujuan dan
Apakah hal itu benar? Jika bea bayarannya dilakukan oleh eksportir objek dari bea keluar dan pungutan
keluar bukan merupakan secara langsung di bank devisa atau ekspor adalah sama maka
pungutan ekspor alias berbeda, bank devisa persepsi. seharusnya hanya satu pungutan
apakah keduanya akan saja yang dikenakan terhadap
diberlakukan secara bersamaan? Apakah dalam pelaksanaan bea barang ekspor yaitu bea keluar.
Seharusnya dengan adanya bea ke- keluar nanti akan sama dengan
luar, pungutan ekspor tidak ada lagi se- bea masuk? Seperti sama-sama Lalu, saat ini sudah sejauh
hingga tidak akan terjadi double taxation. memiliki tarif setinggi-tingginya mana proses pembahasan bea
sebesar 40 persen? keluar dalam pembahasan
Jika keduanya (pungutan ekspor Dalam RUU Kepabeanan, tingkat Panitia Kerja (Panja) DPR
dan bea keluar) diberlakukan ketentuan teknis lebih lanjut akan untuk amandemen UU
bersamaan, bukankah akan diatur oleh pemerintah sehingga Kepabeanan?
menyebabkan kinerja ekspor ketentuan mengenai besar tarif Proses pembahasan rancangan
nasional menjadi tertekan? maksimal akan diatur dalam PP Undang-Undang tentang Perubahan
Bagaimana pandangan Bapak tersebut. Untuk bea masuk tarif Undang-undang nomor 10 tahun
terhadap hal tersebut? maksimal diatur secara tegas dalam 1995 tentang kepabeanan telah
Penambahan ketentuan mengenai UU, sedangkan tarif bea keluar tidak sampai pada tahap finalisasi dimana
bea keluar dalam RUU kepabeanan diatur. Mengingat bea keluar hanya ketentuan mengenai besarnya tarif
bukan untuk menambah beban atau dikenakan atas barang ekspor maksimal dari bea masuk dalam
biaya atas barang ekspor Indonesia tertentu, maka penentuan besaran RUU Kepabeanan diputuskan untuk
tetapi justru untuk menjamin terpenuhi- tarifnya berdasarkan efektifitasnya diatur dalam peraturan pemerintah.
nya kebutuhan dalam negeri, melindu- untuk mengatasi empat kriteria yang
ngi pelestarian sumber daya alam, saya sampaikan di awal tadi. Apa harapan dan saran Bapak,
mengantisipasi kenaikan harga yang terhadap penetapan bea keluar
cukup drastis dari komoditi ekspor ter- Lalu, ada juga yang beranggapan dalam amandemen UU
tentu di pasaran internasional, menjaga bahwa bea keluar merupakan Kepabeanan?
stabilitas harga komoditi tertentu di Kita berharap, dengan
dalam negeri. Dan sebagaimana tadi UNTUK BEA MASUK disiapkannya payung hukum tentang
saya katakan bahwa dengan adanya “bea keluar”, pemerintah tidak hanya
bea keluar, pungutan ekspor yang ada
TARIF MAKSIMAL dapat menyelesaikan masalah
sekarang menjadi tidak ada lagi. DIATUR SECARA internal, misalnya dari sisi budgeter
TEGAS DALAM UU, dan pengaturan, tetapi juga
Selama ini, siapa yang bertugas SEDANGKAN TARIF mempunyai legitimasi hukum yang
menarik pungutan atas komoditi diakui dunia internasional dalam
BEA KELUAR TIDAK
ekspor? mengambil kebijakan fiskal terhadap
Sesuai dengan Peraturan Peme-
DIATUR barang ekspor.

EDISI 384 NOPEMBER 2006 WARTA BEA CUKAI 17


INFO PERATURAN

PERATURAN MENTERI KEUANGAN


Per Oktober 2006
KEPUTUSAN
No. P E R I H A L
Nomor Tanggal

1. 54/PMK.04/2006 12-07-06 Pembebasan Bea Masuk Dan Tidak Dipungut Pajak Dalam Rangka Impor Atas
Pengeluaran Barang Dari Kawasan Berikat dan Pengusaha Penerima Fasilitas
Kemudahan Impor Tujuan Ekspor (KITE) Yang Disumbangkan Untuk Korban
Bencana Alam Di Propinsi Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta.
2. 56/PMK.02/2006 13-07-06 Tata Cara Pembayaran Domestic Market Obligation Fee dan Over/Under Lifting
di Sektor Minya dan Gas Bumi.
3. 59/PMK.010/2006 21-07-06 Perubahan Atas Keputusan Menteri Keuangan Nomor 133/PMK.010/2005
Tentang Perubahan Klasifikasi dan Penetapan Kembali Tarif Bea Masuk Atas
Barang Impor Produk-Produk Tertentu.
4. 60/PMK.010/2006 21-07-06 Pembebasan Bea Masuk Atas Impor Komponen/Suku Cadang Untuk Industri
Perkapalan dan Jasa Pelayaran.
5. 61/PMK.010/2006 24-07-06 Keringanan Bea Masuk Atas Impor Chassis Bus Dengan Mesin Terpasang
Untuk Pembuatan Bus Angkutan Umum dan Completely Knock Down (CKD)
Untuk Pembuatan Angkutan Komersil.
6. 62/PMK.010/2006 24-07-06 Keringanan Bea Masuk Atas Impor Bus Dalam Bentuk Completely Built Up
(CBU) Untuk Keperluan Angkutan Umum.
7. 63/PMK.010/2006 24-07-06 Pembebasan Bea Masuk Atas Impor Beberapa Jenis Suku Cadang Untuk
Angkutan Umum.
8. 65/PMK.010/2006 09-08-06 Penetapan Tarif Bea Masuk Atas Impor Polyethylene Terephthalate Tertentu.
9. 75/PMK.04/2006 31-08-06 Nomor Pokok Pengusaha Pabrik dan Importir Hasil Tembakau.

KEPUTUSAN DIREKTUR JENDERAL BEA DAN CUKAI


Per Oktober 2006
PERATURAN
No. P E R I H A L
Nomor Tanggal

1. KEP-99/BC/2006 21-09-06 Pelimpahan Wewenang Kepada Kepala Kantor Pelayanan Bea dan Cukai Untuk
dan Atas Nama Menteri Keuangan Untuk Menandatangani Keputusan Dan/Atau
Surat Dalam Rangka Pelaksanaan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 75/
PMK.04/2006 Tentang Nomor Pokok Pengusaha Barang Kena Cukai Untuk
Pengusaha Pabrik dan Importir Hasil Tembakau.

SURAT EDARAN DIREKTUR JENDERAL BEA DAN CUKAI


Per Oktober 2006
SURAT EDARAN
No. P E R I H A L
Nomor Tanggal

SE-26/BC/2006 11-08-06 Pelayanan Penyediaan Pita Cukai Hasil Tembakau


SE-28/BC/2006 13-09-06 Pungutan Ekspor Batubara
SE-19/BC/2006 21-09-06 Petunjuk Pelaksanaan Pemberian NPPBKC.

18 WARTA BEA CUKAI EDISI 384 NOPEMBER 2006


PENGAWASAN

Mekanisme Penjaluran,
Perlu Tambahan Parameter Lain
Yang perlu disempurnakan dalam penjaluran bukan metodenya, akan tetapi parameter-parameter
yang digunakan dalam menentukan jalur.

S
WBC/ATS
ebagai penjaga pintu gerbang nya barang ekspor dan impor, dalam
negara, salah satu tugas dari kenyataannya harus dihadapkan oleh
Direktorat Jenderal Bea dan situasi yang serba sulit. Banyaknya
Cukai (DJBC), adalah mencegah pelabuhan liar dan dukungan oknum-
masuknya barang-barang yang oknum yang tidak bertangung jawab,
berbahaya dan barang-barang yang menjadi halangan yang tiap saat ha-
mempunyai akibat langsung terhadap rus dihadapi oleh DJBC.
perekonomian bangsa ini. Akan
upaya pencegahan yang dilakukan PENJALURAN MENJADI SALAH SATU
oleh DJBC, sejak dulu sebenarnya MEKANISME PENGAWASAN
telah dijalankan, bahkan beberapa Namun demikian, kendala-kendala
tahun kebelakang, untuk tersebut bukanlah alasan yang dicari-
pengawasan tiap tahunnya terus cari, namun kondisi real yang terjadi di
ditingkatkan, baik terhadap lapangan. Namun, seberat apapun
mekanismenya maupun kualitas kendala yang dihadapi, adalah tugas
SDM-nya. Namun kecaman demi dan tanggung jawab DJBC dalam
kecaman akhir-akhir ini terus melakukan pengawasan khususnya
ditujukan kepada DJBC, yang dinilai terhadap keluar masuknya barang ke
terlalu lengah bahkan cenderung wilayah Indonesia. Satu hal tentang
lalai dalam menjalankan tugasnya mekanisme pengawasan khususnya
sebagai fungsi pengawasan barang pada pelabuhan-pelabuhan besar,
ekspor dan impor. dimana hampir 70 persen barang eks-
Benarkah DJBC telah lalai dalam Drs. NASAR SALIM Msi. Parameter penentu por impor masuk, DJBC telah menyiap-
menjalankan fungsi pengawasannya? penjaluran tidak statis, tergantung indikator yang kannya dengan beberapa mekanisme.
Untuk menjawab pertanyaan dimasukan dalam penentu jalur pelayanan. Salah satu mekanisme yang hingga kini
tersebut, banyak faktor yang harus terus ditingkatkan, baik prosedur
diperhitungkan, namun yang utama jumlah SDM yang ada, menjadi salah maupun komoditinya, adalah
adalah DJBC sebenarnya tidak lalai satu kendala dalam menjaga wilayah mekanisme penjaluran, atau yang lebih
dan lengah dalam menjalankan Indonesia ini. dikenal dengan jalur merah, jalur hijau,
fungsi pengawasan. Luasnya wilayah Sementara itu, DJBC yang memi- dan jalur prioritas.
yang harus diawasi dan minimnya liki kewenangan mengawasi masuk- Ketiga jalur tersebut, dirasakan
WBC/ATS WBC/ATS

X-RAY. Komoditi jalur merah akan cepat terdeteksi TIGA JALUR. Hingga saat ini belum ditentukan lagi jalur lain,
lebih detail dengan bantuan alat X-Ray. setelah tiga jalur yang sekarang diterapkan.

EDISI 384 NOPEMBER 2006 WARTA BEA CUKAI 19


PENGAWASAN

sangat efektif untuk menangkal Lalu bagaimana dengan diterap- Menurut Nasar Salim, yang perlu
masuknya barang-barang berbahaya kannya sistem aplikasi pelayanan disempurnakan dalam penjaluran
ke negara ini, bahkan jalur prioritas (SAP) pertukaran data elektronik saat ini, adalah bukan metodenya.
yang belum lama ini di launching (PDE) manifes untuk inward yang Akan tetapi parameter-parameter
oleh DJBC, dirasakan oleh baru saja dimandatorikan, apakah yang digunakan dalam menentukan
penerimanya sebagai fasilitas yang penjaluran juga mempunyai dampak? jalur, karena mekanisme penjaluran
sangat memuaskan layaknya anak Menurut Nasar Salim, penerapan untuk kedepan tidak hanya
emas dari instansi DJBC. inward manifes saat ini tidak ditentukan oleh profil komoditi dan
Menurut Kepala Sub Direktorat mempengaruhi jalur, karena SAP profil importir, akan tetapi perlu
Intelijen, Drs. Nasar Salim Msi, manifes dan SAP impor masing- ditambahkan parameter-parameter
untuk lebih memperlancar arus masing merupakan sistem lain yang lebih komprehensif.
barang saat ini, maka penjaluran pelayanan. Integrasi dari dua aplikasi “Parameter yang digunakan
dalam sistem pelayanan impor telah pelayanan tersebut adalah masalah sebagai penentu penjaluran tidak
dilakukan oleh sistem komputer rekonsiliasi atau semacam cross statis, tergantung indikator-indikator
dengan menggunakan beberapa check. Jadi untuk kedepan nanti apa saja yang dimasukan dalam
parameter. Parameter yang sekarang apabila sistem sudah benar-benar penentuan jalur pelayanan. Sehingga
digunakan, adalah profil importir dan stabil mungkin SAP manifes dapat apabila nanti content data yang ada
profil komoditi.”Dalam sistem dipakai sebagai salah satu parameter pada SAP manifes ikut menjadi
pelayanan impor yang sekarang, yang dapat menetukan jalur. indikator dalam penentuan jalur,
profil importir dibagi menjadi empat, “Idealnya proses integrasi maka dimungkinkan setiap data yang
yaitu prioritas, low risk, medium risk, dilakukan setelah sistem tersebut ada pada pos-pos manifes akan
dan high risk. Sedangkan profil benar-benar stabil, sehingga tidak berpengaruh terhadap penentuan
komoditi dibagi menjadi tiga, yaitu akan menghambat proses pelayanan. jalur,” papar Nasar Salim.
low risk, high risk, dan komoditi Sebagai contoh, untuk jalur prioritas Dengan parameter yang ada saat
tertentu yang ditetapkan pemerintah,” dimungkinkan diberikan pelayanan ini, memang DJBC dituntut untuk
jelas Nasar Salim. prenotifikasi sehingga apabila dapat bekerja ekstra ketat dalam
Lebih lanjut Nasar Salim pelayanan prenotifikasi tersebut memilah profil yang telah ditentukan,
menjelaskan, kombinasi dari profil-profil diterapkan dalam sistem aplikasi, penerima jalur merah tidak selama-
tersebut dalam sistem aplikasi impor maka hampir dipastikan bahwa nya membawa barang yang berisiko,
akan menentukan jalur pelayanan, yaitu proses pelayanan jalur prioritas tidak sebaliknya juga begitu penerima jalur
jalur prioritas, jalur hijau, dan jalur akan terhambat oleh SAP manifes,” hijau belum tentu selalu membawa
merah. Untuk kepentingan ujar Nasar salim. barang yang low risk. Sedangkan
pengawasan, jalur merah juga jalur prioritas, DJBC harus pandai-
dilakukan dengan sistem secara acak PENYEMPURNAAN DENGAN pandai menilainya, agar semua
(random). Perlu diketahui, saat ini MENAMBAH PARAMETER sistem pelayanan yang dijalankan
prosentase jalur merah berkisar 26-30 Mekanisme penjaluran yang se- dapat berjalan dengan lancar.
persen. Sebenarnya yang seharusnya lama ini dibagi menjadi tiga, sejauh Masih minimnya jumlah penerima
menjadi concern oleh DJBC adalah ini belum ada upaya penambahan- jalur prioritas, bukan berarti DJBC
bukan besar kecilnya jalur merah, akan nya, sekalipun terlah diterapkannya memilah-milah dalam
tetapi bagaimana proses pelayanan inward dan outward manifes. Satu menentukannya, namun hal tersebut
terhadap semua jalur baik jalur hal yang amat pentng adalah pe- juga dikarenakan peraturan yang
prioritas, jalur hijau, maupun jalur nyempurnaan dari sistem penjaluran ekstra ketat membuat importir
merah dapar dilakukan secara optimal. yang telah ditetapkan saat ini. produsen dan importir umum harus
siap menanggung resiko yang akan
WBC/ATS
dihadapi jika mereka mencoba untuk
bertindak diluar ketentuan atau
persyaratan yang telah ditentukan.
“Untuk saat ini integrasi SAP
manifes dan SAP impor belum dila-
kukan, jadi masih minimnya jumlah
penerima jalur prioritas, bukan
karena sistem ini mau diberlakukan,
pemberian jalur tidak terkait
langsung, sehingga mekanisme
pemberian jalur prioritas terhadap
suatu perusahaan mempunyai aturan
dan prosedur tersendiri, dengan
syarat-syarat yang telah ditentukan,”
tandas Nasar Salim.
Penjaluran adalah salah satu cara
yang digunakan DJBC dalam
mencegah masuknya barang-barang
berbahaya, dengan penjaluran ini
diharapkan dapat menekan
seminimal mungkin angka
penyelundupan. Namun demikian
penjaluran juga perlu terus
ditingkatkan mekanismenya, hal ini
tak lain untuk menciptakan suatu
cita-cita yang selama ini
BERPENGARUH. Jika penerapan SAP PDE Manifes telah stabil, maka penentuan jalur akan didengungkan, yaitu lancarnya arus
berpengaruh dari sistem ini. barang ekspor impor. adi

20 WARTA BEA CUKAI EDISI 384 NOPEMBER 2006


WBC/ATS
pasaran tentunya akan menjatuhkan har-
ga dan produk dalam negeri, sehingga
nilai dari kerugian negara tentunya akan
jauh lebih mahal ketimbang harga barang
ini. Sehingga jika barang ini dipertanyakan
nilainya, maka kami tidak dapat
menilainya karena dampaknya jauh lebih
mahal,” jelas Gusli M Tambunan.
Lebih lanjut Gusli menjelaskan, untuk
pengiriman barang hibah ini, DJBC juga
telah bekerjasama dengan IOM (Interna-
tional Organization Migration) yang mana
barang-barang hibah ini akan diangkut
menggunakan truk-truk dan dikawal seca-
ra ketat sehingga dijamin keamanannya.
Selain itu setelah penyerahan hibah ini,
DJBC melalui Kantor Pelayanan Bea dan
Cukai (KPBC) Tipe A Tajung Perak, juga
akan menyerahkan barang hibah, berupa
372 balles pakaian bekas dan 50 balles
sepatu kepada korban bencana alam di
Yogyakarta dan Jawa Tengah.
Acara yang juga disaksikan oleh
HIBAH. DJBC mengibahkan sebanyak 1.372 pakaian bekas hasil tegahan, untuk korban bencana alam di Direktur P2, Erlangga Mantik, Kasubdit
Yogyakarta dan Jawa Tengah, dan bekerjasama dengan IOM yang menyediakan truk-truk pengangkutnya. Intelijen, Nasar Salim, dan beberapa peja-
bat lainnya, berlangsung dengan sederha-

Hasil Tegahan Tekstil


na. Di akhir acara Kasubdit Penyidikan
menandatangani sekaligus menyerahkan
barang hibah tersebut kepada Sudaryo-
mo Hartosudarmo, yang juga merupakan
UNTUK KORBAN BENCANA ALAM ketua Satkorlak korban bencana alam
Yogyakarta dan Jawa Tengah.
“Bantuan hibah ini rencanannya akan
Sebanyak 1.372 balles pakaian bekas yang telah ditetapkan disalurkan kepada empat kabupaten dan
sebagai barang milik negara, dihibahkan oleh Direktorat Jenderal satu kotamadya, atau dari seluruh
bantuan yang ada, sebanyak 70 persen
Bea dan Cukai (DJBC) kepada korban bencana alam di akan dikirim ke Yogyakarta sedangkan
Yogyakarta dan Jawa Tengah. sisanya 30 persen akan dikirim ke Jawa
Tengah,” papar Sudaryomo.

P
ada Februari 2004 petugas intelijen dikan, Gusli M. Tambunan, saat memim- Sementara itu saat dirinya ditanya ten-
dan pencegahan Kantor Pusat pin acara serah terima barang hibah, teks- tang bantuan hibah yang akan diberikan
DJBC, melakukan penegahan til sebanyak 1.372 balles ini merupakan oleh KPBC Tanjung Perak, dirinya belum
terhadap dua partai barang, yaitu 528 barang yang masuk ke dalam kategori dapat menyebutkan pembagian prosenta-
balles dan 844 balles atau sekitar 1.372 barang larangan pembatasan, sehingga senya. Menurutnya, mungkin bisa sama
balles pakaian bekas yang merupakan tidak bisa dijelaskan nilai barang tersebut. dengan yang saat ini dihibahkan 70 persen
barang impor ilegal yang diangkut dari “Barang tekstil ini kalau lolos ke untuk DIY dan 30 persen untuk Jateng. adi
Surabaya menuju Jakarta. WBC/ATS
Pakaian yang hingga kini tidak jelas
pemiliknya dan asal negaranya tersebut,
disimpan di gudang barang hasil
penindakan/tegahan dan barang bukti
Kantor Pusat DJBC, dan dinyatakan
sebagai barang milik negara.
Setelah dua tahun menumpuk di
gudang tersebut dan pemiliknya juga tetap
tidak diketahui, DJBC akhirnya
menghibahkan hasil tegahan yang telah
menjadi milik negara tersebut, pada 9
Oktober 2006 lalu, kepada korban benca
alam di Yogyakarta dan Jawa Tengah,
melalui ketua Satkorlak bencana alam
Yogyakarta dan Jawa Tengah.
Serah terima hibah yang didasarkan
pada Peraturan Menteri Keuangan no-
mor 13/PMK.04/2006 tanggal 20 Febru-
ari 2006, yang menyatakan bahwa
terhadap barang yang telah ditetapkan
sebagai barang yang menjadi milik ne-
gara, diusulkan peruntukannya kepada
ANCAMAN INDUSTRI DALAM NEGERI. Pakaian bekas ilegal yang tidak diketahui pemiliknya yang berhasil
Menteri Keuangan untuk dilelang, atau ditegah oleh petugas bea cukai Kantor Pusat, akhirnya dihibahkan untuk korban bencana alam. Tampak
dihibahkan, atau dimusnahkan. dalam gambar Kasubdit Penyidikan, Gusli M Tambunan didampingi Satkorlak korban bencena alam DIY
Menurut Kepala Sub Direktorat Penyi- dan Jateng, Sudaryomo, saat memperlihatkan pakaian bekas yang akan dikirim.

EDISI 384 NOPEMBER 2006 WARTA BEA CUKAI 21


PENGAWASAN
WBC/ZAP WBC/ZAP

TPT ILEGAL. Satu dari dua kontainer yang berisi TPT ile- ECSTASY. Psikotropika golongan dua berjumlah 2900 butir yang berhasil ditegah oleh petugas
gal berhasil ditegah oleh petugas KPBC Soekarno-Hatta keamanan bandara Soekarno-Hatta yang tergabung dalam satgas AI.

TPT Ilegal dan 2900 Butir Ecstasy


DITEGAH PETUGAS BEA CUKAI DAN SATGAS AI
Kantor Pelayanan Bea dan Cukai (KPBC) Soekarno-Hatta pada 27 September 2006, menggelar
press release mengenai tegahan dua kontainer berisi tekstil dan produk tekstil (TPT) impor ilegal
dan juga penggagalam pengiriman 2900 butir pil ecstasy dari Jakarta menuju Palembang melalui
Bandara Internasional Soekarno-Hatta.

A
WBC/ZAP
chmad Riyadi Kepala KPBC
Soekarno-Hatta mengatakan,
melalui hasil penyelidikan
berhasil diungkap dua kontainer yang
berisi tekstil dan produk tekstil (TPT)
ilegal yang merupakan barang impor
milik PT.CGF, penerima fasilitas
kepabeanan berupa penangguhan
bea masuk yang beralamat di
Jatiuwung Tangerang Banten.
Masih menurutnya, dua kontainer
tersebut dikeluarkan dari kawasan
berikat hanya dengan menggunakan
surat jalan yang berisi keterangan
bahwa barang tersebut akan dieks-
por melalui UTC III (Unit Terminal
Container) Tanjung Priok. Namun da-
lam perjalanan, dua kontainer terse-
but tidak menuju Tanjung Priok, me-
lainkan menuju kompleks pergudang-
an Bandara Mas, masih di daerah
Tangerang, Banten.
Jika kedua kontainer tersebut ga-
gal ditegah lanjut Riyadi, maka in- SKP. Diancam dengan hukuman 5 tahun penjara dan denda paling banyak Rp.100 juta, karena
dustri dalam negeri terutama industri melanggar Undang-Undang nomor 5 tahun 1997 tentang Psikotropika

22 WARTA BEA CUKAI EDISI 384 NOPEMBER 2006


tekstil akan mengalami kerugian
yang cukup besar, begitu juga de-
ngan pendapatan negara. Menge- Tekstil dan DVD Ilegal
DITEGAH PETUGAS KPBC TIPE A
nai nilai barang yang berhasil
ditegah tersebut diperkirakan ku-
rang lebih mencapai Rp. 3 miliar.
Kasus ini masih dalam penyelidik-
an lebih lanjut oleh pihak KPBC KHUSUS SOEKARNO-HATTA
Soekarno-Hatta.
Achmad Riyadi kembali me- Tekstil bermasalah tersebut diungkap petugas berdasarkan
ngatakan bahwa informasi yang informasi masyarakat.
diperoleh petugas dilapangan

P
berasal dari masyarakat, hasil
etugas Kantor Pelayanan Bea dan Cukai (KPBC) Tipe A Khusus Bandara Soekarno
dari laporan masyarakat tersebut
Hatta, menegah 613 roll atau 13 ton tekstil ilegal yang rencananya akan dijual ke
masih menurutnya, langsung
pasaran bebas di sekitar wilayah Tangerang, Banten. 13 ton tekstil ilegal tersebut
ditindak lanjuti dengan melakukan
berhasil diungkap oleh petugas setelah adanya laporan dari masyarakat mengenai
pemantauan dan pengumpulan
pelanggaran ketentuan kepabeanan.
informasi yang lebih mendalam
Hal ini disampaikan Kepala KPBC Tipe A Khusus Achmad Riyadi kepada para war-
dilapangan. “Dari hasil pemantau-
tawan dalam acara release pada 22 September 2006 di KPBC Soekarno Hatta. Menurut-
an dan pengumpulan informasi
nya masyarakat memberikan informasi kepada petugas mengenai adanya penyeleweng-
dilapangan tadi, petugas
an yang dilakukan oleh suatu perusahaan yang berada di wilayah kerja KPBC Tipe A
menduga telah terjadi upaya
Khusus Soekarno Hatta, yang tidak melunasi barang tersebut baik itu bea masuknya
pelanggaran kepabeanan,”ujar
maupun juga Pajak Dalam Rangka Impor (PDRI)
Riyadi
Kepala Kanwil V DJBC Bandung Jody Koesmendro yang juga hadir bersama Dirjen
Bea dan Cukai Anwar Suprijadi mengatakan, proses penyidikan dan penyelidikan
TEGAH 2900 BUTIR ECSTASY terhadap kasus ini tengah ditangani oleh tim dari kantor pusat DJBC, dan apabila dalam
Masih dalam acara press rele-
proses tersebut diketahui bahwa perusahaan yang melanggar ini pengguna fasilitas yang
ase yang sama, Achmad Riyadi
diberikan DJBC, maka pihaknya akan melakukan penindakan terhadap perusahaan
yang juga Ketua satgas Airport
tersebut dan jika perlu akan dilakukan pencabutan fasilitas yang dimilikinya.
Interdiction (satgas AI) Bandara
Ketika ditanya jenis fasilitas yang diperoleh perusahaan tersebut, Jody belum bisa
Internasional Soekarno-Hatta,
mengatakan mengenai detail fasilitas yang diperoleh oleh perusahaan tersebut,
mengungkapkan keberhasilan
mengingat kasus ini masih ditangani secara mendalam. Begitu juga dengan jumlah
satgasnya menggagalkan pengi-
kerugian, tersangka serta pasal yang dilanggar, yang belum bisa disampaikan mengingat
riman ecstasy sebanyak 2900
masih dalam proses lanjut guna kepentingan penyidikan dan penyelidikan. “Nanti audit
butir dari Jakarta menuju Palem-
(Direktorat Verifikasi dan Audit.red) akan bertugas, dan dari situ baru bisa diketahui
bang. Penegahan ini dilakukan
berapa kerugian dan lain sebagainya,”ujar Jody.
oleh petugas keamanan Angkasa
Pura II pada hari Sabtu 23
September 2006.
PENEGAHAN DVD DAN VCD ILEGAL
Pada acara release tersebut, KPBC Tipe A Khusus Soekarno Hatta juga menggelar
Riyadi lebih lanjut mengata-
hasil tegahan barang impor dan ekspor VCD dan DVD bajakan yang merupakan
kan, modus yang digunakan oleh
pelanggaran HaKI selama periode 2004 sampai September 2006. Total keseluruhannya
pelaku bernama SKP dalam
mencapai kurang lebih 240 ribu keping dengan total bruto 5,5 ton.
memuluskan rencananya, adalah
Menurut Riyadi, barang-barang yang berhasil ditegah petugas tersebut kebanyakan
dengan membungkus pil ecstasy
merupakan barang kiriman, melalui gudang ekspor maupun impor, kantor tukar pos
tersebut kedalam tiga kantong
udara serta merupakan barang bawaan penumpang melalui terminal keberangkatan dan
plastik yang dikemas dalam kotak
kedatangan bandara Internasional Soekarno-Hatta.
handphone. Usaha untuk
Untuk kepentingan lebih kanjut, barang-barang tersebut akan diserahkan oleh
mengelabui petugas dengan cara
KPBC Tipe A Khusus Soekarno-Hatta kepada Direktorat Jenderal Hak Atas
tersebut lanjutnya, gagal ketika
Kekayaan Intelektual. zap
petugas keamanan bandara yang
berada di terminal keberangkatan WBC/ZAP
domestik berhasil mengidentifi-
kasinya melalui mesin X-ray.
Untuk memastikan apakah pil
yang dibawa tersangka benar-
benar merupakan ecstasy, pihak
angkasa pura langsung
melakukan pengetesan awal. Dari
hasil test tersebut diperoleh,
bahwa pil tersebut merupakan
piskotropika golongan II.
Sementara tersangka langsung
diamankan oleh petugas satgas
AI dan kemudian diserahkan
kepada pihak Polres Bandara
Soekarno Hatta.
Tersangka SKP, lanjut Riyadi
dijerat dengan Undang-Undang
nomor 5 tahun 1997 tentang psi-
kotropika dengan ancaman hu-
kuman 5 tahun penjara dan denda BARANG TEGAHAN. Tekstil ilegal dan produk VCD/DVD bajakan yang berhasil ditegah petugas
paling banyak Rp.100 juta. zap KPBC Tipe A Khusus Soekarno-Hatta.

EDISI 384 NOPEMBER 2006 WARTA BEA CUKAI 23


PENGAWASAN

Sebanyak 172 Kontainer Barang Ilegal


DI TEGAH APARAT BEA CUKAI TANJUNG PRIOK
Jajaran Bea dan Cukai Kanwil IV Tanjung Priok menggagalkan penyelundupan 172 kontainer
berisi rotan batangan, tekstil, tepung dari daging untuk makanan ternak dan mobil bekas.
WBC/RIS
Selanjutnya kasus ini diserahkan ke
Balai Karantina Hewan Kelas I Tanjung
Priok yang berwenang untuk melakukan
proses hukum terhadap pelanggaran
ketentuan UU No.16 tahun 1992 tentang
Karantina, Ikan dan Tumbuhan.
Tegahan selanjutnya adalah tiga
kontainer tekstil dan produk tekstil senilai
kurang lebih Rp.1,5 miliar yang diangkut
dengan Kapal MV Sinar Batam dari
Singapura melalui Pelabuhan Tanjung
Priok. Modus yang digunakan pelaku
adalah dengan memberitahukannya
sebagai hardware, foodstuff dan hardtools
untuk menghindari aturan larangan dan
pembatasan impor dari pemerintah.
Barang bukti berupa 382 roll tekstil, 335
rompi dengan bahan rajutan dan 641 kain
tekstil ini diamankan di lapangan JICT
KPBC Tanjung Priok II.
Begitu juga dengan upaya
TEKSTIL SELUNDUPAN. Kakanwil IV DJBC Tanjung Priok, Heru Santoso bersama petugas bea cukai penyelundupan 2 unit mobil bekas pick up
memeriksa tekstil selundupan yang berhasil ditegah. jenis double cabin merk Ford warna biru
dan kuning, selain merugikan industri

M
engenai komoditi rotan batangan, menopang industri kerajinan rotan dalam otomotif dalam negeri dan mengganggu
rencananya akan diekspor ke Cina. negeri sehingga dapat mengakibatkan iklim persaingan usaha yang sehat,
Pelaku yang berinisial WB membe- terganggunya industri rotan dalam negeri potensi kerugian negara dari pungutan
ritahukan dalam dokumen pabean seba- dan kerusakan hutan dan ekosistem seba- Bea Masuk dan Pajak Dalam Rangka
gai asbes yang tujuannya untuk menghin- gai akibat penebangan rotan secara liar. Impor (PDRI) diperkirakan sebesar Rp.
dari aturan larangan ekspor rotan batang- Untuk pemasukan 167 kontainer pro- 192 juta lebih. Dua unit mobil bekas ini
an dari pemerintah. Dari hasil pemeriksa- duk meat bone meal (tepung dari daging didatangkan dari Singapura dengan
an petugas bea cukai ditemukan 293 atau sisanya) untuk makanan ternak menggunakan Kapal MV Kota Berkat Voy.
bundles rotan batangan dengan panjang senilai Rp. 721,723 juta asal Uni Eropa Disela-sela acara pembongkaran peti
antara 3 dan 4 meter, bukan asbes yang (Spanyol/Portugal) yang diduga terjangkit kemas, Kepala Kanwil IV DJBC Tanjung
diberitahukan dalam dokumen PEB penyakit BSE (Bovine Spongioform Priok, Heru Santoso mengatakan, total
sebelumnya, sehingga diambil tindakan Encephalopathy) atau sapi gila. Selain kerugian negara dari pajak sebesar Rp.1,4
penegahan untuk proses lebih lanjut. menyebabkan kerugian negara secara ma- miliar. Kerugian itu terdiri atas pajak eks-
Atas eksportasi rotan batangan terse- teril, hal lain yang lebih membahayakan por rotan Rp. 21 juta, pajak pertambahan
but, diperkirakan negara berpotensi adalah potensi penyakit menular BSE nilai dari tepung daging sebesar Rp. 721
dirugikan sebesar Rp. 21,6 juta dari Pajak yang bisa menyebar dan menular ke juta, bea masuk dan PDRI dari tekstil
Ekspor dan kerugian imateril lainnya, se- manusia jika ternyata Meat Bone Meal senilai Rp. 526 juta serta bea masuk dan
perti kelangkaan bahan baku rotan yang yang diimpor itu mengandung unsur BSE. PDRI mobil bekas Rp. 192 juta. ris
WBC/RIS WBC/RIS

DUA UNIT MOBIL BEKAS, MEAT BONE MEAL (tepung dari daging atau sisanya) untuk makanan ternak
selundupan yang berhasil diamankan senilai Rp. 721,723 juta asal Uni Eropa (Spanyol/Portugal) yang diduga
petugas bea cukai. terjangkit penyakit BSE (Bovine Spongioform Encephalopathy) atau sapi gila.

24 WARTA BEA CUKAI EDISI 384 NOPEMBER 2006


WBC/KY
hat ketatnya pemeriksaan disekitar ter-
minal D keberangkatan, sehingga
pelaku mengurungkan niatnya untuk
mengirimkan ecstasy tersebut, dan
meninggalkannya di toilet. Dari plastik
hitam tersebut terang Riyadi, ditemukan
tiga kantong kertas yang berisi 18
bungkus plastik yang masing-masing
berisi obat berbentuk tablet tadi dan
dilakukan pengetesan dengan
menggunakan narkotest yang diketahui
positif pil tersebut adalah jenis ecstasy.
Setelah mendapat laporan adanya
pengungkapan ecstasy tersebut,pihak
keamanan bandara lanjut Riyadi,
langsung menghubungi pihak Bea dan
Cukai dan bekerjasama denga pihak
kepolisian bandara untuk dilakukan
tindakan lebih lanjut. Diperkirakan
ecstasy tersebut bernilai sekitar Rp. 3
miliar. Walau pelaku kepemilikan
ecstasy tersebut belum berhasil
diungkap, namun pihak satgas AI akan
terus menelusuri kepemilikan barang
tersebut dan melakukan pemeriksaan
PRESS RELEASE. perwakilan dari institusi terkait di bandara yang tergabung dalam satgas AI hadir terhadap beberapa orang saksi.
dalam acara press release di KPBC Soekarno-Hatta.
Disela-sela acara press release

Satgas AI SH
tersebut, Riyadi mengatakan, saat ini
jalur penyelundupan narkoba masih
didominasi dari negara-negara yang
berada di kawasan golden triangle dan
golden crescent yang sudah dikenal
sebagai kawasan yang paling banyak
GAGALKAN PENYELUNDUPAN ECSTASY mengirimkan dan menghasilkan narko-
ba. Terhadap pesawat dan penumpang
Pelaku disinyalir mengurungkan niat untuk mengirim ecstasy, yang berasal dari kawasan tersebut,
pihaknya melakukan pengawasan yang
karena melihat ketatnya pengawasan di terminal D keberangkat- lebih ketat lagi namun, tidak mengura-
an di Bandara Soekarno-Hatta. ngi pengawasan terhadap pesawat dari
negara lain yang kemungkinan bisa

2 9.428 butir tablet berwarna krem Ia kembali mengatakan, kemungkin- digunakan oleh para sindikat untuk me-
putih berlogo simbol “LOVE/Hati” an ecstasy tersebut ditinggalkan oleh muluskan niat mereka untuk memasuk-
yang diduga psikotropika jenis pemiliknya di toilet wanita karena meli- an atau mengirim narkoba. zap
ecstasy yang rencananya akan WBC/KY
diselundupkan melalui bandara
Soekarno-Hatta, berhasil ditegah oleh
satgas Airport Interdiction (Satgas AI)
Bandara Internasional Soekarno-Hatta
(SH). Walau penegahan ini tidak
berhasil menangkap pemilik barang
haram tersebut, namun keberhasilan
untuk mengurungkan niat untuk
melakukan penyeludundupan sudah
bisa dibilang menjadi suatu prestasi
bagi satgas AI.
Kepala Kantor Pelayanan Bea dan
Cuka (KPBC) tipe A Soekarno-Hatta
yang juga ketua satgas AI Bandara
Soekarno-Hatta, Achmad Riyadi pada
acara press realease pada 11 Oktober
2006 mengatakan, keberhasilan satgas
yang dipimpinnya menemukan ecstasy
tersebut berawal dari ditemukannya satu
kantong plastik berwarna hitam yang
mencurigakan oleh petugas kebersihan
bandara pada 9 Oktober 2006 di toilet
wanita di terminal D keberangkatan
dalam negeri. Karena kecurigaan pada
tas tersebut, petugas tadi lanjut Riyadi,
segera melaporkannya kepada petugas
keamanan bandara yang berada SERAH TERIMA. Barang bukti diserahterimakan dari pihak Satgas AI Kepada pihak Polres Bandara
disekitar terminal untuk diamankan. untuk kepentingan penyidikan.

EDISI 384 NOPEMBER 2006 WARTA BEA CUKAI 25


DAERAH KE DAERAH
FOTO : DONNY

Rakerwil X Balikpapan dipimpin oleh Kakanwil X DJBC Balikpapan Suasana saat rapat kerja yang diadakan
Faried Syibli Barchia (nomor dua dari kiri). di Banjarmasin.

RAKERWIL X DJBC BALIKPAPAN

“UPAYA MEWUJUDKAN
GOOD GOVERNANCE”
Meraih kembali kepercayaan masyarakat terhadap Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC)
melalui Good Governance adalah bentuk reformasi kepabeanan yang diinginkan oleh institusi
DJBC, termasuk Kantor Wilayah X DJBC Balikpapan. Integritas dan performance kerja yang
berkualitas mutlak diperlukan untuk mewujudkannya.

K
antor Wilayah (Kanwil) X DJBC dan pegawai yang memiliki kualifikasi kali ini diadakan di KPBC Banjarmasin.
Balikpapan merupakan salah satu Komandan Patroli. “Sengaja rakerwil kali ini diadakan di
kanwil yang strategis. Pasalnya, Banjarmasin, untuk ganti suasana saja,”
wilayah kerja kanwil ini meliputi perbatas- EVALUASI DALAM RAKERWIL kata Rudy Hernanto, Kabag Umum
an Indonesia – Malaysia. Disamping Dilatarbelakangi oleh keinginan untuk Kanwil X Balikpapan sekaligus sebagai
Lintas Batas, pelayanan kepabeanannya mengevaluasi pelaksanaan berbagai moderator rapat, memberikan alasan.
juga mencakup ekspor impor di program dan kebijakan yang telah ditetap- Rakerwil yang mengambil tema
pelabuhan dan bandara internasional kan oleh pimpinan sebagai upaya terwu- “Dengan Integritas dan performance
(Bandara Sepinggan). judnya DJBC yang profesional, berinteg- kerja yang berkualitas, Kantor Wilayah
Kantor-kantor pelayanan yang berada ritas dan dapat dibanggakan masyarakat, X DJBC Balikpapan berupaya
di bawah wilayah kerja Kanwil X Balikpa- maka pada tanggal 20-22 September mewujudkan Good Governance
pan sebanyak delapan KPBC, yaitu : 2006, Kanwil X DJBC Balikpapan telah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai”,
KPBC tipe A Balikpapan, KPBC tipe A Sa- mengadakan Rapat Kerja Wilayah selain dihadiri oleh Kakanwil X, juga oleh
marinda, KPBC tipe A Banjarmasin, KPBC (Rakerwil). Rakerwil yang dibuka langsung para Kepala Bidang, seluruh Kepala
tipe B Kotabaru, KPBC tipe B Bontang, oleh Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) X Kantor Pelayanan dan Kepala Subbagian
KPBC tipe B Sangatta, KPBC tipe B Tara- Balikpapan, Faried Syibli Barchia, untuk Umum serta Kepala Seksi P2.
kan dan KPBC tipe B Nunukan. Dengan Agar pelaksanaan rapat lebih intensif
wilayah kerja meliputi seluruh Propinsi Ka- dan terfokus pada permasalahan yang
limantan Timur dan Kalimantan Selatan. TABEL 1 telah, sedang dan akan dihadapi, maka
Dalam pelaksanaan tugas pokok dan Perincian Jumlah Pegawai pelaksanaan rapat kali ini berbeda dengan
fungsinya, jumlah pegawai se-Kanwil X Kanwil X DJBC Balikpapan rakerwil sebelumnya. Bila sebelumnya
Balikpapan sebanyak 418 orang pegawai. No. Struktur Jumlah pembahasan dilakukan masing-masing
Perincian dapat dilihat pada tabel I. jabatan (orang) bidang/bagian, untuk rakerwil saat ini
Agar dapat memberikan pelayanan pembahasan diarahkan untuk setiap topik
yang lebih ideal, jumlah pegawai di atas 1 Eselon II 1 pembahasan, yaitu tentang realisasi
dirasakan sangat minim. Hal ini apabila 2 Eselon III 12 penerimaan tahun anggaran 2006/2007,
dilihat dari adanya beberapa KPBC 3 Eselon IV 80 pelaksanaan SAP PDE Manifest, pelaksa-
yang jabatan Korlak-nya belum terisi, 4 Koordinator Pelaksana 52 naan operasi cukai, pelaksanaan pelayan-
kurangnya tenaga pemeriksa pegawai 5 Pelaksana Pemeriksa 75 an ekspor, hal-hal yang dihadapi Bagian
yang mempunyai Pendidikan 6 Pelaksana Administrasi 198 Umum, dan lain-lain yang dirasa perlu.
Pengadaan Barang dan Jasa, pegawai ”Sebelum pelaksanaan rakerwil,
yang berpendidikan sebagai Juru Sita Total pegawai 418 dibentuk terlebih dulu panitia/tim kerja

26 WARTA BEA CUKAI EDISI 384 NOPEMBER 2006


untuk mempersiapkan hal-hal yang akan - Melakukan verifikasi dokumen dan kepada Peraturan Menteri Keuangan
dibahas dalam rakerwil dan dituangkan audit No. 39/PMK.04/2006 jo. Peraturan
dalam bentuk matriks guna mendapatkan - Upaya aktif mencairkan penagihan DJBC No. P-10/BC/2006.
pemecahan masalah,” jelas Sukawanto, SPKPBM baik sebagai tindak 2. Untuk permasalahan Teknis SAP PDE
ketua panitia/tim kerja rakerwil. lanjut dari LHA maupun SPKPBM Manifest agar KPBC langsung
tagihan lainnya sesuai ketentuan berkoordinasi dengan Tim Task Force
REALISASI PENERIMAAN yang berlaku. SAP PDE Manifest di DIKC KP DJBC.
Dari hasil evaluasi terlihat bahwa 3. Terhadap pihak eksternal agar KPBC
seluruh KPBC di lingkungan wilayah kerja l Ekstensifikasi, melalui : melakukan sosialisasi dan pelatihan
Kanwil X DJBC Balikpapan tidak ada yang - Peningkatan penerimaan dari secara kontinyu.
memenuhi target realisasi penerimaan barang bawaan penumpang pada 4. Untuk permasalahan sarana dan pra-
Bea Masuk dan Cukai yang dibebankan pelabuhan udara dan lintas batas sarana penunjang seyogyanya KPBC
oleh Kantor Pusat DJBC ( lihat tabel 2 ). - Peningkatan penerimaan dari dapat menyelesaikan secara mandiri.
Melalui analisis masalah, diketahui kantor pos lalu bea
bahwa pencapaian target yang telah PELAKSANAAN OPERASI CUKAI
ditetapkan tidak dapat terealisasi PDE MANIFEST Dalam pelaksanaan operasi cukai di
dikarenakan beberapa faktor : Terhitung mulai tanggal 1 September Kanwil X Balikpapan ditengarai masih
1. Adanya temuan hasil audit yang 2006 telah diberlakukan PDE Manifest banyak ditemukan adanya pelanggaran di
sampai saat ini belum diselesaikan sebagaimana diatur dalam Peraturan bidang cukai, terutama cukai Hasil
(KPBC Balikpapan, Samarinda, dan Menkeu No.39/PMK.04/2006 jo. Peraturan Tembakau yang terdiri dari :
Bontang). DJBC No. P-10/BC/2006. Namun 1. Adanya rokok polos yang beredar di
2. Importasi komoditi barang impor yang demikian, penerapan PDE Manifest masih pasaran (KPBC Nunukan, KPBC
sifatnya insidentil misalnya barang belum dapat dilaksanakan secara optimal Bontang, KPBC Samarinda)
modal untuk pertambangan (KPBC dikarenakan beberapa faktor : 2. Adanya salah personalisasi pita cukai
Kotabaru). 1. Masih terdapat keterlambatan (KPBC Nunukan, KPBC Bontang).
3. Adanya penurunan volume impor penyerahan RKSP (KPBC 3. Ditemukannya pengusaha penjual
tahun 2006 yang sangat tajam (KPBC Banjarmasin, KPBC Kotabaru) MMEA yang tidak mempunyai
Bontang) 2. Dari segi pengangkut masih belum NPPBKC (KPBC Samarinda, KPBC
4. Kegiatan Impor minim sekali hanya terbiasa menggunakan sarana Banjarmasin)
melayani Impor Batu Pecah (KPBC elektronik dan kesulitan untuk 4. Adanya pengusaha MMEA
Nunukan) mengetahui jenis barang secara detil menginginkan berusaha secara
yang menggambarkan minimal 4 digit legal dengan memiliki NPPBKC,
Target penerimaan yang ditetapkan HS. (KPBC Balikpapan) namun persyaratan untuk itu tidak
dalam APBN dari sektor Bea Masuk dan 3. Belum sempurnanya modul aplikasi dapat terpenuhi akibat dari sulitnya
Cukai sendiri telah disetujui oleh DPR SAP PDE Manifest (KPBC Balikpapan, mendapatkan ijin dari Pemda dan
untuk direvisi. Dengan demikian, revisi KPBC Samarinda) instansi terkait lainnya di daerah
target untuk masing-masing Kanwil akan 4. Belum tersedianya sarana dan sehubungan dengan kondisi
ditentukan kemudian setelah disahkannya prasarana yang dibutuhkan untuk masyarakat yang menolak hadirnya
UU yang mengatur mengenai Revisi menunjang pelaksanaan penerapan pabrik / industri / usaha MMEA.
APBN tahun 2006 oleh DPR. PDE Manifest misalnya penambahan
Meskipun demikian, tetap diharapkan daya listrik, pengadaan genset (KPBC Menghadapi masalah tersebut,
KPBC untuk berusaha semaksimal Banjarmasin, Samarinda). dilakukan beberapa langkah yang harus
mungkin untuk mencapai target yang telah diambil, yaitu :
ditetapkan, dengan cara : Untuk mengatasi masalah di atas, 1. Telah dilakukan operasi pasar oleh
l Intensifikasi, melalui : ada beberapa saran pemecahan masa- Tim Gabungan dari Kanwil dan KPBC
- Melakukan penelitian nilai pabean, lah, yaitu : yang hasilnya telah dilaporkan ke
tarif dan harga dalam dokumen 1. Untuk permasalahan keterlambatan Kantor Pusat DJBC.
impor dengan lebih seksama. penyerahan RKSP agar mengacu 2. Terhadap pelanggaran yang
FOTO : DONNY

Foto bersama para peserta Rakerwil X DJBC.

EDISI 384 NOPEMBER 2006 WARTA BEA CUKAI 27


DAERAH KE DAERAH

TABEL 2

Target = 368.805,49 juta


Realisasi = 172.168,31 juta
Prosentase = 46,68%

ditemukan sedang dilakukan proses yang melibatkan lebih dari satu KPBC/ belum ada. Sehingga petunjuk
penyidikan. Transhipment. (KPBC Tarakan). pelaksanaan yang ada oleh Kanwil X
3. Agar KPBC melakukan sosialisasi di DJBC Balikpapan mengacu kepada Kep.
bidang cukai kepada pengusaha BKC Terhadap penerapan tata laksana di Dirjen BC no. KEP-07/BC/2003.
di wilayah kerjanya. bidang ekspor disarankan agar mengacu Permasalahan ini selanjutnya akan
4. Melakukan koordinasi dengan instansi kepada Keputusan Menteri Keuangan No. diteruskan ke Kantor Pusat DJBC.
terkait misalnya Disperindag dan 557/KMK.04/2002 jo. Keputusan Dirjen BC Hal lain yang dibahas adalah masalah
Kepolisian No. Kep-151/BC/2003. Berikutnya, sambil penyidikan dan patroli. Perkara penyidikan
5. Pengajuan permohonan NPPBKC menunggu keluarnya Keputusan Menteri masih terdapat beberapa kasus yang
yang persyaratannya tidak lengkap Keuangan terhadap keputusan MA, agar belum selesai. Pasalnya, adanya barang
agar secara tegas ditolak, meskipun KPBC berpedoman pada Surat Edaran tangkapan tanpa tersangka dan barang
penolakan tersebut berdampak kurang DJBC No. SE-28/BC/2006. Sedangkan bukti yang hilang serta tidak ada gudang
baik terhadap citra pelayanan Bea dan terhadap pelaksanaan ekspor yang melibat- tempat penyimpanan sehingga barang
Cukai kepada masyarakat usaha. kan lebih satu KPBC agar melakukan koordi- bukti disimpan di aula kantor karena tidak
nasi lebih lanjut antar KPBC yang bersang- adanya dana untuk pembuatan gedung.
EKSPOR kutan dan koordinasi dengan instansi yang Rakerwil sendiri memutuskan akan
Penerapan tata laksana di bidang terkait lainnya misalnya Syahbandar. membentuk Tim Gabungan antara Kanwil
ekspor di Kanwil X Balikpapan dirasakan dengan KPBC yang bersangkutan.
masih belum berjalan sesuai ketentuan. IMPOR SEMENTARA Kurangnya tenaga patroli yang
Permasalahan yang ditemukan di Adanya perbedaan persepsi atas berpengalaman mengetahui kondisi
lingkungan wilayah kerja Kanwil X DJBC Peraturan Menteri Keuangan R.I 615/ perairan Kalimantan Timur dan mampu
Balikpapan adalah : PMK/2004 antara Pejabat KPBC cq. Dit. mengendalikan ABK serta mempunyai
1. Adanya perbedaan yang diberitahukan Fasilitas Kepabeanan dengan Pejabat integritas tinggi serta kurangnya sarana
dalam PEB dengan hasil pemeriksa- Kanwil X DJBC Balikpapan dan belum patroli yang dimiliki oleh Kantor Wilayah X
an fisik yang berakibat timbulnya adanya Juknis tindak lanjut pengamanan DJBC Balikpapan, merupakan kendala
pengenaan sanksi administrasi (KPBC barang yang dilarang impor bagi importir dalam pengawasan. Sementara ini sambil
Banjarmasin, Bontang, Tarakan). yang tidak me-reekspor barang impor menunggu tambahan pegawai, akan
2. Terbitnya keputusan dari MA tentang sementara merupakan permasalahan dilakukan patroli bersama antara Kanwil X
pencabutan Peraturan Menteri impor sementara yang belum teratasi. Balikpapan dan KPBC. Dengan demikian
Keuangan No. 95/PMK.02/2005 tgl 11 Pelayanan Impor Sementara saat ini diharapkan patroli dapat dilakukan secara
Oktober 2005, yaitu bagaimana PE mengacu kepada Peraturan Menteri optimal dan menurunnya pelanggaran di
yang telah ditagih, masih terutang Keuangan R.I 615/PMK/2004. Namun bidang kepabeanan terutama di daerah
(KPBC Kotabaru) Petunjuk Pelaksanaan Pelayanan Impor perbatasan perairan Kalimantan Timur
3. Adanya pelaksanaan ekspor batubara Sementara sebagai acuan lebih lanjut dan Serawak. don`s - balikpapan

28 WARTA BEA CUKAI EDISI 384 NOPEMBER 2006


FOTO BERSAMA. Kakanwil XIII DJBC Banda Aceh, Drs. Muhammad Chariri dan Kabag Umum, Sjamsul Arifin, berfoto bersama perwakilan penerima
bantuan/santunan yang berasal dari keluarga besar DJBC.

Peringatan Isra Mi’raj 1427 H


DAN PEMBERIAN SANTUNAN BAGI KELUARGA KORBAN
TSUNAMI KANWIL XIII DJBC BANDA ACEH
Sejak awal Januari sampai dengan awal April 2006 telah terkumpul dana sebesar Rp 148.767.500
yang berasal dari 22 unit kerja di lingkungan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai di seluruh Indonesia.

P
DOK. KANWIL XIII DJBC
ada hari selasa, 19 September 2006,
Kantor Wilayah (Kanwil) XIII DJBC
Banda Aceh menyelenggarakan
peringatan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad
SAW 1427 H dan penyerahan santunan
bea siswa dan santunan janda bagi anak
dan istri pegawai korban tsunami.
Berlangsung di halaman kantor, acara ini
dihadiri oleh Kepala Kantor Wilayah XIII
DJBC Banda Aceh Muhammad Chariri,
jajaran pegawai eselon III dan IV, para
Kepala Kantor Pelayanan Bea dan Cukai
di lingkungan Kanwil XIII Banda Aceh,
para pelaksana dan beberapa undangan.
Sebagai pemberi siraman rohani,
diundang Ustad Rayhan Iskandar dan
iringan Nasyid Skala Banda Aceh. Di akhir
acara, diserahkan santunan bea siswa
dan santunan janda bagi anak dan istri pe-
gawai korban tsunami yang disampaikan
langsung oleh Kepala Kantor Wilayah XIII
Banda Aceh kepada keluarga korban
yang dapat hadir pada acara tersebut.
Dengan terjadinya bencana gempa
dan tsunami di Nanggroe Aceh SERAHKAN BANTUAN. Kakanwil XIII menyerahkan bantuan bea siswa dari DJBC kepada anak
Darussalam pada tanggal 26 Desember pegawai DJBC yang menjadi korban tsunami.

EDISI 384 NOPEMBER 2006 WARTA BEA CUKAI 29


DAERAH KE DAERAH

2004, beberapa pegawai bea cukai dan Daftar Donatur Bantuan


Korban Gempa dan Tsunami Banda Aceh
keluarganya di lingkungan Kantor
Wilayah XIII DJBC Banda Aceh telah
menjadi korban.
Sebagai wujud rasa empati kepada Tanggal Nama Kantor Jumlah
keluarga korban yang ditinggalkan,
6 - Jan- 06 BPIB Tipe A Jakarta Rp 850.000;
khususnya anak-anak mereka (korban
12- Jan- 06 KPBC Tipe C Tasikmalaya Rp 300.000;
tsunami-red) agar tidak terputus
13- Jan- 06 BPIB Tipe B Surabaya Rp 1.150.000;
pendidikannya, maka Direktur Jenderal
17- Jan- 06 KPBC Tipe C Kuala Tanjung Rp 500.000;
Bea dan Cukai mengeluarkan Surat
17- Jan- 06 KWBC IV Jakarta Rp 25.000.000;
Nomor : S-909/BC/2005 tanggal 30
19- Jan- 06 Direktorat Cukai Rp 3.200.000;
Desember 2005 tentang Penggalangan
25- Jan- 06 KPBC Tipe C Pekalongan Rp 1.000.000;
Sumbangan Suka Rela Bagi Korban
25- Jan- 06 KPBC Tipe C Manado Rp 2.000.000;
Bencana Tsunami yang ditujukan
25- Jan- 06 KPBC Tipe A Medan Rp 1.500.000;
kepada seluruh jajaran DJBC. Sejak
30- Jan- 06 KPBC Tipe A Bandung Rp 10.000.000;
awal Januari sampai dengan awal April
1 - Feb- 06 KWBC VII Surabaya Rp 41.872.500;
2006 telah terkumpul dana sebesar Rp
16- Feb- 06 KPBC Tipe A Dumai Rp 750.000;
148.767.500,- yang berasal dari 22 unit
20- Feb- 06 KPBC Tipe C Cilacap Rp 1.850.000;
kerja di lingkungan Direktorat Jenderal
23- Feb- 06 KPBC Tipe A Jambi Rp 4.000.000;
Bea dan Cukai di seluruh Indonesia.
1 - Mar- 06 KWBC X Balikpapan Rp 18.140.000;
Dana bantuan ini akan diberikan
7 - Mar- 06 KPBC Tipe C Tegal Rp 650.000;
kepada keluarga korban tsunami, pertama
9 - Mar- 06 KPBC Tipe A Surakarta Rp 1.000.000;
dalam bentuk bea siswa bagi anak-anak
10- Mar- 06 KPBC Tipe A Bekasi Rp 15.300.000;
pegawai dan dan kedua dalam bentuk
12- Mar- 06 BPIB Tipe B Medan Rp 630.000;
santunan janda bagi istri pegawai korban
14- Mar- 06 Sekretariat KP DJBC Rp 11.000.000;
tsunami. Santunan bea siswa akan disa-
15- Mar- 06 KPBC Tipe C Pantoloan Rp 575.000;
lurkan melalui Bank Syariah Mandiri kepa-
3 - Apr- 06 KPBC Tipe B Bogor Rp 2.000.000;
da masing-masing penerima setiap bulan.
30- Apr- 06 SALDO SUMBANGAN SEBELUMNYA Rp 5.500.000;
Khusus untuk bea siswa yang dibe-
rikan kepada masing-masing penerima JUMLAH Rp 148.767.500;
dibagi secara proporsional sesuai de-
ngan tingkat pendidikan masing-masing Penerimaan Sumbangan Melalui :
anak sehingga mereka dapat menyele- l Rek BCA No. 4212103521 a.n. Syamsul Arifin Rp 131,967,500
saikan pendidikan setingkat SMA. l Rek Mandiri No. 1050004632109 a.n. TKPKN dan DKP Kanwil XIII DJBC
Bea siswa kepada anak-anak Banda Aceh Rp 15,300,000
pegawai korban bencana tsunami l Tunai Langsung Rp 1,500,000
berkisar Rp 50.000,- s.d. Rp 200.000,- l Total Rp 148,767,500
per bulannya sesuai dengan tingkat
pendidikan yang tengah mereka Diharap santunan bea siswa ini ruskan cita-cita mereka sesuai harapan
tempuh dan akan langsung masuk ke dapat membantu anak-anak pegawai mereka dan orang tua mereka.
nomor rekening yang telah dibuka atas korban bencana tsunami dalam melan- Handoko Nindyo W. - Kepala Seksi
nama mereka atau orang tua/wali. jutkan pendidikannya dan dapat mene- Verifikasi Impor Kanwil XIII DJBC Banda Aceh

30 WARTA BEA CUKAI EDISI 384 NOPEMBER 2006


PERIKSA BARISAN. Sebelum membacakan
amanatnya, pembina upacara memeriksa barisan.

Dari Patkor Kastima Ke-12 Tahun 2006


UPAYA MENEKAN PENYELUNDUPAN
DI SELAT MALAKA
Selat Malaka yang memisahkan dua negara serumpun Indonesia dan Malaysia, merupakan
salah satu jalur perdagangan internasional lewat laut yang paling padat di dunia. Lalu lintas ekspor
dan impor dari kedua negara sebagian besar melalui Selat Malaka, sehingga selat ini memiliki
peran yang sangat strategis bagi kepentingan masing-masing negara. Di perairan ini juga sering
digunakan untuk kegiatan ilegal yaitu penyelundupan.

S
alah satu upaya untuk mengatasi HASIL OPERASI PATKOR KASTIMA 12/ l Kapal yang dilakukan penegahan
permasalahan ini, pihak Direktorat 2006 dan penangkapan oleh unsur
Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Berikut ini merupakan hasil-hasil Indonesia sebanyak 4 kapal, yaitu
Indonesia dan Kastam Diraja Malaysia kerjasama dari kegiatan Operasi Patkor 3 kapal dengan muatan kayu dan
telah sepakat untuk mengadakan Operasi Kastima ke-12 yang meliputi : 1 kapal dengan muatan rokok.
Patroli Laut Terkoordinasi di Selat Malaka. 1. Kesepakatan kerjasama dalam upaya l Kapal yang dilakukan penegahan
Operasi patroli laut bersama ini dikenal pemberantasan penyelundupan antara dan penangkapan oleh unsur
dengan nama “Operasi Patkor Kastima”. Indonesia dan Malaysia, yaitu : Malaysia sebanyak 1 kapal
Operasi patroli laut terkoordinasi DJBC l Guna mencegah maraknya 3. Pelaksanaan operasi patroli laut
Indonesia dan Kastam Diraja Malaysia penyelundupan gula ke Indonesia, bersama ini dapat menekan tingkat
pertama kali dilaksanakan pada tahun Malaysia telah menetapkan gula penyelundupan.
1994 yang dinamakan Operasi Patkor sebagai komiditi yang dilarang 4. Operasi Patkor Kastima dapat
Kastima I / 1994, dimana pembukaannya untuk di ekspor ke Indonesia. dijadikan sebagai sarana pertukaran
dilakukan di Pelabuhan Klang, Malaysia l Kayu dari Indonesia juga informasi antar kedua negara dalam
dan penutupan dilaksanakan di Belawan, ditetapkan sebagai barang yang upaya menanggulangi penyelundupan
Medan. dilarang untuk di impor ke 5. untuk lebih meningkatkan hubungan
Patroli laut terkoordinasi untuk kali Malaysia keakraban dan silaturahmi antar dua
ini merupakan operasi Patkor Kastima l Kerjasama dalam pemberantas- negara serumpun.
yang ke-12 tahun 2006.Operasi Patkor an illegal logging kedua negara
Kastima 12/ 2006 dilaksanakan mulai 2. Hasil yang telah dicapai selama pe- Sebagai informasi, bahwa DJBC
3-15 September 2006 yang pembuka- laksanaan tugas patroli laut berupa : Indonesia khususnya Kantor Wilayah
annya diselenggarakan di Johor Bahru l Kapal niaga yang dilakukan (Kanwil) II DJBC Tipe Khusus Tanjung
Malaysia dan penutupannya penyegelan oleh unsur Indone- Balai Karimun secara rutin juga telah
diselenggarakan di Batam, Indonesia. sia sebanyak 1 kapal melaksanakan patroli laut di perairan Selat

EDISI 384 NOPEMBER 2006 WARTA BEA CUKAI 31


DAERAH KE DAERAH
WBC/RIS
ber 2006, kedatangan rombongan kapal
dari Indonesia dan upacara peresmian
oleh Pejabat Kastam Diraja Malaysia
Johor di Johor Bahru, Malaysia. Tahap
kedua, unsur-unsur yang terlibat dalam
kegiatan ini melakukan operasi di kawas-
an masing-masing dan Tahap ketiga,
melakukan kaji ulang dan penyiapan hasil
operasi dan upacara penutupan di Kantor
Pelayanan Bea dan Cukai Tipe A Batam.
Dalam kegiatan Patkor ini, unsur-
unsur kedua pihak yang terlibat adalah
DJBC Republik Indonesia yang dileng-
kapi personil dan Kapal Patroli Cepat BC
20001 (KGT), Kapal Patroli Cepat BC
9004, VSV BC 1603 dan VSV BC 1607.
Dan dari Kastam Diraja Malaysia yang
dilengkapi personil dan Kapal Patroli
Bahtera Pulai K 39 (KGT), Perantas KB
52, Perantas KB 71 dan Perantas KB 82.
Wilayah operasi bagi pihak Indonesia
terletak antara perairan Pulau Berhala
hingga sampai perairan Pulau Karimun.
Sedangkan bagi pihak Malaysia terletak
antara perairan Pulau Jarak dan Lumut
hingga sampai Perairan Tanjung Piai,
Johor.
Selama Operasi Patkor Kastima ke-
12 dilaksanakan terutama ketika melaku-
kan kegiatan di laut, keadaan cuaca
selama operasi cukup baik, namun ada
UPACARA PENUTUPAN Patkor Kastima 12/2006 di Kabil Batam. Bertindak sebagai Pembina kalanya keadaan laut bergelombang
Upacara, Direktur P2 DJBC, Erlangga Mantik. dengan angin kencang dan ini cukup
menyulitkan untuk menjalankan operasi
Malaka khususnya di daerah Kepulauan PATKOR KASTIMA KE-12 dan pemeriksaan.
Riau. Hasil yang dicapai dari kegiatan Patkor Kastima ke-12 tahun ini Dalam operasi ini juga terjadi kecela-
patroli laut selama periode tahun 2005 dilaksanakan sejak 3-15 September 2006. kaan di laut, yaitu satu kapal penyelundup
sampai dengan 12 September 2006 Dalam operasi ini dibagi dalam tiga tahap, kayu yang ditangkap kapal patroli BC
adalah sebagai berikut : (lihat tabel) yaitu; Tahap pertama, pada 3-5 Septem- 20001 (milik Bea dan Cukai ) tenggelam

Hasil Penegahan dan Penangkapan


Dalam Kegiatan Patroli Laut dan Penyelesaiannya (s.d 12 September 2006)
Komoditas Jumlah kasus Jumlah Barang Perkiraan Kerugian Negara Penyelesaian
2005 2006 2005 2006 2005 2006 2005 2006
Impor
1. Gula pasir 14 3 1.108,20 Ton 40,25 Ton 1.590.807.088 62.299.562 Penuntutan = Penyidikan =
2. Pakaian bekas 2 8 1.300 Bales 9.132. Bales - 3.080.739.552 1 Kasus 15 kasus
2.829 karung Vonis = Penuntutan =
3. Elektronik dan 2 1 1.769 Koli 2.079 Koli 82.120.875 277.292.431 20 kasus 6 kasus
perkakas rumah Vonis =
tangga bekas 3 kasus
4. Limbah B3 1 - 1.762 Bags - - 153.637.500 Administrasi =
5. Bir - 1 - 4097 Karton - 2.000.000.000 10 kasus
6. Tekstil 2 1 659 Rolls 200,00 Ton - 4.398.117.354
7. Barang lainnya - 20 - 168.996 Koli -

SUB TOTAL 21 34 1.672.927.963 9.972.086.399

Ekspor
1. Pasir timah 1 - 49,70 Ton 1.079.370.000 - Penuntutan = Penyidikan =
2. Kayu 56 34 3.621,422 M3 2.398,531 M3 3.054.813.244 2.414.216.095 3 kasus 12 kasus
3. Minyak solar 5 2 1.094,11 Ton Liter 7 kapal belum 2.489.787.200 - Vonis = Penuntutan =
4. Pupuk 2 - 3000,00 Ton dibongkar 2 2.271.200.000 - 58 kasus 15 kasus
kapal diserahkan Banding = Vonis = 7 kasus
ke Polri 3 kasus Polri = 2 kasus

SUB TOTAL 64 36 8.895.170.444 2.414.216.095

TOTAL 70 66 10.568.098.407 12.386.302.494

32 WARTA BEA CUKAI EDISI 384 NOPEMBER 2006


WBC/RIS
pada saat penangkapan, namun anak
buah kapal dapat diselamatkan.
Dalam operasi itu juga dilakukan
pertukaran sebanyak 8 personel, yaitu 4
personel dari Indonesia dan 4 personel
dari Malaysia yang melakukan pertukaran
pengetahuan dan memberikan berbagai
pengalaman baru mengenai tugas kerja.
Kegiatan ini membuahkan hasil yang baik
serta merekatkan tali silaturahim.
Kedelapan personil dari Indonesia dan
Malaysia itu antara lain; dari Indonesia;
Martin Tryanto, M. Fatoni, Herdiwan dan
Agus Dwinanto. Sedangkan personel dari
Malaysia antara lain; Maslan bin Abas,
Mohd Zailani bin Mat Zin, Fairus bin
Hassan, Nordin bin Harun.

MALAM RAMAH TAMAH DAN PENUTUPAN


Patkor Kastima ke-12 tahun 2006
yang berlangsung selama dua minggu ini
selain diisi dengan berbagai kegiatan
patroli bersama di laut, juga pada malam MALAM RAMAH TAMAH, dalam rangka penutupan Patkor Kastima 12/2006 di Hotel Novotel Batam,
harinya dilakukan malam ramah tamah. dihadiri para pejabat dari kedua negara dan unsur terkait yang terlibat dalam kegiatan Patkor.
Pada malam 13 September 2006 dilaku-
kan acara hiburan untuk awak kapal patro- Mantik, Kakanwil II DJBC TBK, Bambang bentuk pertemuan bilateral yang hingga
li dan makan malam bersama untuk mele- Prasodjo juga beberapa Kepala Kantor saat ini telah berlangsung selama delapan
pas penat setelah melakukan patroli laut. yang berada di wilayah kerja Kanwil II kali. Kegiatan Patroli bersama juga telah
Acara ini berlangsung di aula gedung DJBC TBK, para pejabat dari Kastam Di- banyak dilakukan di daerah-daerah perba-
KPBC Tipe A Batam. Selain dihadiri para raja Malaysia, antara lain Datuk Haji Ad- tasan kedua negara termasuk juga kegiat-
peserta Patkor Kastima, khususnya para nan bin Arifin sebagai Pengarah Bagian an Patkor Kastima ke-12 tahun 2006.
awak kapal, baik dari Indonesia maupun Pencegahan Kastam Diraja Malaysia, Selat Malaka merupakan salah satu
Malaysia, juga dihadiri Kepala Kantor delegasi yudisial dari Kastam Diraja jalur perdagangan internasional melalui
Wilayah II DJBC Tanjung Balai Karimun, Malaysia, termasuk komandan dan para laut yang paling padat di dunia. Sehingga
Bambang Prasodjo, dan dihadiri Kepala awak kapal patroli peserta Patkor Kastima. kondisi ini memiliki arti penting dan
KPBC Batam, Padmoyo Triwikanto. Acara Acara berlangsung cukup meriah. strategis yang tidak hanya bagi kedua
ini berlangsung cukup meriah karena diisi Sambil menikmati hidangan santap negara, tetapi juga bagi masyarakat
dengan berbagai hiburan lagu dan tari malam, peserta yang hadir disuguhi internasional umumnya. Berbagai potensi
serta lomba tari yang diikuti para peserta berbagai hiburan. Lawakan oleh Yan Asmi kerawanan bisa saja timbul melalui area
untuk selanjutnya diberikan door prize dan Engkus (personil D’Bodors) ini, seperti misalnya aktivitas perdagangan
kepada peserta yang beruntung. menghidupkan suasana makan malam. dan pengangkutan barang secara ilegal
Pada malam 14 September 2006, Setelah sebelumnya sajian tarian daerah yang jelas-jelas menjadi perhatian kedua
bertempat di Hotel Novotel Batam melayu, serta suguhan musik dan lagu negara yang menghadap langsung ke
berlangsung malam ramah tamah dalam sebagai acara permulaan. Acara juga diisi wilayah perairan Selat Malaka. Maka itu
rangka penutupan Patkor Kastima. Acara dengan saling bertukar cindera mata antar amatlah penting dilakukan kegiatan Patkor
ini dihadiri para pejabat dari Bea dan kedua bangsa. Kastima yang jelas-jelas telah memberi-
Cukai, antara lain Direktur P2 Erlangga Keesokan harinya, 15 September kan banyak manfaat.
WBC/RIS
2006 pukul 09.00 WIB, di Kabil, Batam, Kegiatan Patkor Kastima diharapkan
dilakukan upacara penutupan. Bertindak mampu memberikan sinyal kuat kepada
selaku Pembina Upacara, Direktur P2 pelaku perdagangan dan pengangkutan
DJBC, Erlangga Mantik. Upacara diawali barang melalui laut bahwa institusi
dengan melakukan pemeriksaan barisan kepabeanan kedua negara sangat solid
oleh pembina upacara. Selanjutnya pem- dalam bekerjasama sehingga dapat
bina upacara memberikan amanatnya. memberikan efek dalam menihilkan
Dalam amanatnya sekaligus kegiatan yang dapat mengganggu
pernyataan penutupan Patkor Kastima ke- kepentingan, terutama kepentingan
12 tahun 2006, Erlangga Mantik ekonomi kedua negara.
menyatakan, bahwa kegiatan patroli Erlangga Mantik mengharapkan agar
bersama ini mempunyai nilai yang kepada para seluruh komandan patroli
strategis. Selain memiliki kesamaan dan dan awaknya dari kedua institusi dapat
kedekatan secara strategis, Indonesia mengambil manfaat yang sebesar-
dengan Malaysia mempunyai kesamaan- besarnya dari kegiatan patroli ini.
kesamaan lainnya yang menjadi Sehingga pada kegiatan patroli di masa
landasan kuat bagi pertalian batin yang akan datang dapat terus ditingkatkan
hubungan kerjasama kedua negara. kualitasnya.
Hubungan Indonesia dan Malaysia, Diakhir amanatnya, Erlangga Mantik
lanjut Erlangga Mantik, kini semakin secara resmi menutup Patkor Kastima
terjalin kuat melalui kerjasama, baik di Ke-12, ia pun menyampaikan ucapan
tingkat bilateral, regional ASEAN maupun selamat jalan dan permohonan maaf
TUKAR MENUKAR cindera mata antar kedua internasional. Hubungan kerjasama antara apabila dalam penyambutan para
negara sebagai simbol kedekatan hubungan Kastam Diraja Malaysia dengan DJBC delegasi dari Kastam Diraja Malaysia
kedua negara serumpun ini. Indonesia telah dikukuhkan pula dalam terdapat kekurangan. ris

EDISI 384 NOPEMBER 2006 WARTA BEA CUKAI 33


DAERAH KE DAERAH
WBC/KY
beberapa industri pun banyak tumbuh
seiring dengan kemajuan kota Cirebon.

PELABUHAN CIREBON DANGKAL


Akan investasi ini, walaupun terdapat
beberapa kendala yang hingga kini
masih menyelimuti kota Cirebon, namun
semuanya itu masih dapat dikendalikan
dengan beberapa alternatif yang
diberikan baik oleh pemerintah pusat
maupun pemerintah daerah dan
tentunya pula dengan solusi yang
sangat menguntungkan investor.
Eksistensi dari Direktorat Jenderal Bea
dan Cukai (DJBC) yang dijalani oleh
Kantor Pelayanan Bea dan Cukai (KPBC)
Tipe B di kota Cirebon ini, merupakan
salah satu bukti peran pemerintah pusat
terhadap pemberian fasilitas dalam
perdagangan ekspor impor sekalipun
hingga saat ini di daerah Cirebon masih
terlihat sepi.
Sebagai kantor pelayanan untuk
kegiatan ekspor impor maupun cukai,
KPBC Tipe B Cirebon memang mengakui
kalau hingga saat ini para investor yang
ingin menanamkan modalnya masih
terhambat oleh minimnya kapal-kapal
pengangkut barang ekspor impor yang
singgah maupun menuju pelabuhan
Cirebon. Selain hal tersebut, lokasinya
KPBC TIPE B CIREBON. Walau terkenal dengan surat kalengnya, namun optimis target penerimaan yang berada ditengah-tengah pelabuhan
bea masuk dan cukai tahun 2006 dapat terpenuhi. besar antara Tanjung Priok (Jakarta) dan
Tanjung Mas (Semarang), membuat
kegiatan ekspor impor lebih dominan

KPBC Tipe B Cirebon dilakukan melalui dua pelabuhan tersebut


ketimbang di Cirebon sendiri.
Menurut Kepala KPBC Tipe B Cirebon,
Drs.Bambang Wahyudi, berbagai upaya

PELABUHAN
juga telah dilakukan oleh Pemda Cirebon
agar pelabuhan Cirebon dapat hidup
seperti dulu di mana hampir seluruh kapal

YANG DANGKAL
asing singgah di pelabuhan ini.”Kalau kita
lihat kepelabuhan, itu banyak gudang-
gudang tua peninggalan jaman Belanda,
WBC/KY

Membuat Sepi Kegiatan


Ekspor Impor
Kendati pada tahun 2005 yang lalu target penerimaan bea
masuk melebihi dari target yang ditetapkan, namun hanya ada
dua pemberitahuan impor barang (PIB) umum setiap dua bulan
yang dilayani melalui pelabuhan Cirebon.

K
ota Cirebon yang terletak di utara kota “Udang” karena hasil lautnya yang
Jawa Barat dan merupakan kota berlimpah dan produk hasil lautnya yang
perbatasan antara Jawa Barat dan cukup terkenal dimana-mana, hingga saat
Jawa Tengah, sejak jaman penjajahan ini pun terus berupaya menarik minat
Belanda telah dikenal sebagai daerah investor untuk menanamkan modalnya di
yang subur akan berbagai hasil lautnya. kota ini.
Selain itu, daerah yang selalu ramai Salah satu perusahaan besar yang
dikunjungi wisatawan, karena memiliki telah lama berdiri di kota Cirebon adalah,
keunikan dan sejarah religius yang kental, pabrik rokok milik PT. British American
membuat kota Cirebon selalu berbenah Tobacco (BAT) yang sejak tahun 1924 te-
diri tiap tahunnya. lah beroperasi dan tetap eksis hingga kini, Drs. BAMBANG WAHYUDI. Masalah utama di
Kota yang terletak dipinggir pantai bahkan gedung PT. BAT pun telah menja- KPBC Tipe B Cirebon saat ini hanya penertiban
utara pulau Jawa dan dikenal sebagai di “Landmark” nya kota Cirebon. Selain itu rumah dinas saja.

34 WARTA BEA CUKAI EDISI 384 NOPEMBER 2006


WBC/KY
yang kosong tak terpakai lagi, dari situ
sebenarnya kita dapat menilai, kalau dulu
pelabuhan ini ramai sekali, bahkan pada
saat itu pelabuhan ini menjadi pelabuhan
utama untuk kegiatan ekspor impor,” jelas
Bambang Wahyudi.
Lebih lanjut Bambang Wahyudi
menjelaskan, sebenarnya pihak Pemda
Cirebon sudah berusaha untuk
memulihkan pelabuhan Cirebon seperti
sedia kala, bahkan seluruh instansi
terkait yang berhubungan dengan
kegiatan perdagangan ekspor impor
maupun operator pelabuhan, telah duduk
bersama-sama untuk membahas cita-cita
tersebut. Namun kembali lagi hambatan
yang utama di pelabuhan Cirebon ini
adalah dangkalnya laut disekitar
pelabuhan yang menyebabkan kapal-
kapal besar sulit untuk merapat ke
dermaga dan melakukan bongkar muat.
“Upaya untuk mengeruk lumpur sekitar
pelabuhan juga sudah dilakukan oleh
pemda Cirebon, namun dalam waktu yang
tidak lama lumpur-lumpur tersebut
kembali lagi kikis kedalam laut sehingga
pelabuhan ini tetap dangkal,” cerita
Bambang Wahyudi. FOTO BERSAMA. Profesionalisme dan penambahan keterampilan pegawai, merupakan kunci
menuju pelayanan yang prima.
TARGET PENERIMAAN TAHUN 2006
OPTIMIS TERCAPAI kan demi tercapainya pelayanan yang rokok besar saja yang ada di Cirebon ini,
Dengan hambatan tersebut, prima dan tercapainya kepuasan dari masih ada seratus lebih pabrik rokok kecil
pelabuhan Cirebon kini hanya melayani para pengguna jasa akan pelayanan yang yang 90 persen berlokasi di Losari.
perdagangan antar pulau, sementara diberikan. Dengan adanya pabrik rokok kecil
untuk kegiatan impor cenderung tidak Lalu bagaimana dengan target bea tersebut juga membantu sekali dalam
pernah ada. Terkait dengan hal tersebut, masuk tahun 2006 ini? Di tahun 2006, pencapaian target cukai KPBC Tipe B
KPBC Tipe B Cirebon tetap dapat KPBC Tipe B Cirebon mendapatkan Cirebon, sehingga Bambang Wahyudi
menyumbangkan target penerimaan yang beban target bea masuk sebesar sangat optimis untuk target cukai tahun ini
telah ditetapkan, bahkan untuk tahun 2005 Rp.704.242.000 atau naik sebesar 29,54 dapat tercapai.
lalu dari target bea masuk yang ditetapkan persen dan hingga akhir September 2006 Dengan banyaknya pabrikan rokok di
sebesar Rp. 543.635.000, dapat telah mencapai Rp. 493.471.177 Atau wilayah kerja KPBC Tipe B Cirebon, hal ini
terlampaui dengan realisasi penerimaan 70,07 persen. Dengan target ini KPBC tentunya memerlukan suatu mekanisme
sebesar Rp.658.364.471, atau sebesar Tipe B Cirebon optimis akan tercapai, pengawasan yang cukup ekstra ketat agar
122,86 persen. walaupun kondisi layanan PIB tetap dua kebocoran penerimaan cukai melalui pita
Sementara itu untuk beban target PIB dalam tiap dua bulannya. cukai palsu, pita cukai yang bukan haknya
penerimaan cukai, di tahun 2005 KPBC Lain bea masuk, lain juga dengan dan rokok polos dapat ditekan seminimal
Tipe B Cirebon tidak dapat memenuhinya, cukai. Untuk target penerimaan Cukai, mungkin.
atau dari yang ditargetkan sebesar KPBC Tipe B Cirebon pada tahun ini boleh “Kami selalu rutin melakukan operasi
Rp.758.145.409.000 hanya dapat sedikit bergembira karena dari realisasi pasar baik yang dilakukan secara sendiri
terpenuhi sebesar Rp.670.005.389.794, yang ada sudah menunjukan akan maupun yang berkoordinasi dengan ins-
atau hanya mencapai 88,79 persen. tercapai, bahkan melampaui. Target yang tansi terkait, memang pada dasarnya kami
Berkaitan dengan hal tersebut, dibebankan pada tahun 2006 ini adalah dalam melakukan operasi pasar ini seka-
Bambang Wahyudi menjelaskan, kegiatan sebesar Rp. 779.949.696.000 Atau naik ligus juga sebagai ajang sosialisasi dan
ekspor impor yang ada di KPBC Tipe B sebesar 2,87 persen, dan hingga akhir pembinaan kepada pabrikan rokok agar
Cirebon hanya terdapat dua PIB umum September 2006 telah mencapai Rp dapat mematuhi segala peraturan yang
saja yang melewati pelabuhan Cirebon, 581.543.764.036 atau 74,56 persen. ada,” kata Bambang Wahyudi.
dan itupun hanya dalam waktu dua bulan “Memang pada tahun 2005 lalu target
sekali. Sehingga beban yang ditargetkan penerimaan cukai kita kurang terpenuhi, KEMAMPUAN PEGAWAI TERUS
pun tidak terlalu besar untuk dapat padahal di Cirebon ini terdapat dua pabrik DITINGKATKAN
terlampaui. Sedangkan untuk kawasan rokok terbesar di Indonesia, yaitu PT.BAT Kalau KPBC Tipe B Cirebon telah
berikat yang ada di wilayah kerja KPBC untuk rokok putih dan H.M.Sampoerna memberikan pembinaan kepada para
Cirebon jumlahnya hanya minim sekali, untuk rokok kreteknya. Kondisi saat ini, pabrikan rokok kecil, dan menjemput bola
yaitu hanya berjumlah 5 perusahaan PT.BAT cenderung menurun produksinya untuk terciptanya pelayanan yang prima,
dengan jumlah PIB dalam tiap bulannya yang secara otomatis berpengaruh juga lalu bagaimana dengan tingkat
mencapai 30 PIB. Sementara itu satu pada pemesanan pita cukainya, kemampuan para pegawainya sendiri?
perusahaan rencananya akan ditutup. sedangkan untuk H.M.Sampoerna yang Akan hal ini Bambang Wahyudi
Dengan jumlah kawasan berikat yang mendirikan mitra kerjanya untuk menjelaskan, setiap dua minggu KPBC
relatif sedikit tersebut, KPBC Tipe B memproduksi rokok kretek merk Ji Sam Cirebon selalu menyenggarakan P2KP
Cirebon pun juga aktif dalam memberikan Soe, baru tahun ini beroperasi secara terhadap seluruh pegawai. P2KP ini
sosialisasi akan peraturan-peraturan yang penuh,” ujar Bambang Wahyudi. dimaksudkan selain dapat menambah
baru. Bukan itu saja, pelayanan dengan Namun demikian, Bambang Wahyudi wawasan para pegawai, juga sebagai
cara menjemput bola pun juga dilaksana- menambahkan tidak hanya dua pabrik sarana pengulangan akan hal-hal yang

EDISI 384 NOPEMBER 2006 WARTA BEA CUKAI 35


DAERAH KE DAERAH
WBC/KY

DANGKAL. Pelabuhan Cirebon yang dangkal, menyebabkan minimnya kapal asing masuk untuk kegiatan ekspor impor.

selama ini dilupakan bahkan tidak “Jumlah pegawai di KPBC Tipe B tentunya juga membutuhkan suatu
diketahui oleh pegawai, khususnya yang Cirebon ini sebanyak 46 pegawai, kerjasama yang kompak diantara unit-
berkaitan dengan peraturan yang ada. sementara luas wilayah kerjanya boleh unitnya, sehingga selain apa yang telah
Untuk bimbingan rohani pegawai, dikatakan terbilang cukup luas, yaitu ditargetkan baik bea masuk maupun cukai
KPBC Tipe B Cirebon juga aktif meliputi wilayah kota Cirebon, wilayah dapat tercapai, hal lainnya juga adalah
melakukannya, setiap dua bulan sekali kabupaten Cirebon, wilayah kabupaten pelayanan yang prima dapat benar-benar
mengundang penceramah dari Indramayu, wilayah kabupaten Kuningan, terwujud di KPBC ini.
Departemen Agama daerah Cirebon, dan wilayah kabupaten Majalengka. “Kalau di KPBC Tipe B Cirebon ini
untuk memberikan siramah rohani kepada Selain itu kita juga masih memiliki kantor masih terkenal dengan surat kalengnya,
seluruh pegawai yang umumnya bantu pelayanan, yang meliputi wilayah, sebenarnya hal tersebut tinggal
beragama Islam. pelabuhan laut Muara Jati Cirebon, pos bagaimana kita menyikapinya saja,
Sementara itu untuk para pejabat lalu bea Cirebon, kantor bantu Balongan, selama kita menjalankan tugas tidak
seksinya, Bambang wahyudi selaku pos pengawasan Palimanan, pos berbuat yang menyalahi aturan, ya hal-hal
kepala KPBC Cirebon setiap minggu pengawasan pantai Eretan dan Nasasari, yang tidak diinginkan tentunya juga tidak
selalu mengadakan cofee morning yang Japura, Sarana Jaya, dan juga Kawasan akan terjadi. Tapi jika dalam tugas kita
dimaksudkan agar diantara para pejabat Berikat,” jelas Bambang Wahyudi. menyalahi aturan ya bisa saja hal-hal
juga selalu terjalin komunikasi sehingga yang selama ini menjadi trade mark nya
jika terdapat suatu kendala di lapangan PERSOALAN RUMAH DINAS KPBC Cirebon dapat terjadi juga pada diri
dapat terselesaikan dengan baik. Luasnya wilayah pengawasan ini kita,” jelas Bambang Wahyudi.
WBC/KY
Namun demikian, bukan surat kaleng
yang menjadi kendala saat ini, kendala
yang tengah dihadapi oleh KPBC Tipe B
Cirebon saat ini, adalah penertiban rumah
dinas yang jumlahnya cukup banyak dan
melebihi jumlah pegawai KPBC Cirebon
itu sendiri. Saat ini jumlah rumah dinas
yang ada sekitar 98 rumah, yang terletak
di empat lokasi, yaitu kota Cirebon,
kabupaten Cirebon, kabupaten
Indramayu, dan kabupaten Subang.
Dari jumlah tersebut 26 rumah dihuni
oleh pegawai aktif, 25 rumah dihuni
pensiunan, 2 rumah digunakan untuk TK
Al’Quran, 1 rumah untuk TK. Seroja , dan
sisanya dalam kondisi rusah bahkan ada
yang rata dengan tanah. Akan hal
tersebut, berbagai upaya juga telah
dilakukan agar rumah dinas yang ada
dapat ditertibkan, bahkan rencana
penghapusan pun juga akan dilaksanakan
jika memang sudah tidak mungkin lagi
dapat digunakan oleh pegawai.
“Mungkin ini persoalan klasik yang
hampir ditemui diseluruh KPBC, tapi
dengan jumlah pegawai yang minim saat
ini, kami harus menanggung beban pajak
bumi dan bangunan yang cukup besar,
padahal jelas-jelas rumah tersebut sudah
PEMERIKSAAN. Cukai merupakan kegiatan yang dominan di KPBC Tipe B Cirebon. Tampak dalam tidak mungkin digunakan lagi oleh pega-
gambar petugas bea cukai saat melakukan pemeriksaan di gudang rokok milik PT.BAT Indonesia wai,” tandas Bambang Wahyudi. adi

36 WARTA BEA CUKAI EDISI 384 NOPEMBER 2006


DJBC Beserta Mitra Kerja Mengucapkan

Dirgahayu

Hari
Keuangan
Nasional
Ke-60
30 OKTOBER
30 OKTOBER 2
2006
006

HOLOGRAM MANUFACTURER PENGUSAHA PENGURUSAN JASA KEPABEANAN (PPJK)


KUDUS : Jl. AKBP R. Agil Kusumadya No. 102 Kudus, 59343 DAN
KONSULTAN DIBIDANG EKSPOR DAN IMPOR (EKSIM)
Phone (0062-291) 440474, 431566, 440963
Fax (0062-291) 439636 Alamat : Jl. Meranti Putih Blok E-51 Perumnas I
JAKARTA : GRAHA PURA Lt. 2, Jl. Pancoran Indah No. 52 Jakarta 12780 Semayap, Pulau Laut Utara Kotabaru (Kal-Sel)
Phone (021) 79193585, 79193686 Telp. 0518 - 22121 Facs. 0518 - 22121 Hp. 08125114044
Fax (021) 79193774, 79193775

EDISI 384 NOPEMBER 2006 WARTA BEA CUKAI 37


SEPUTAR BEACUKAI
WBC/ATS

JAKARTA. Koperasi Pegawai Kantor Pusat DJBC menyelenggarakan Bazar Ramadhan pada 13 Oktober 2006 di pelataran parkir gudang pita cukai. Bazar
tersebut dikuti 50 stand berbagai makanan kering, lauk pauk, baju muslim, pernik-pernik, bunga dan buku-buku islam. Bazar dihadiri para pengunjung di
lingkungan KP-DJBC dan sekitarnya, Dharmawanita dan keluarga besar pegawai Bea dan Cukai. Tampak pada gambar, Dirjen Bea dan Cukai Anwar Suprijadi
didamping Direktur Verifikasi Audit Thomas Sugijata, Direktur Cukai Frans Rupang, Ketua Koperasi Oentarto Wibowo, Kepala Seksi Pembebasan Proyak
Pemerintah, Evy Suhartantyo R. meninjau tempat bazar yang berada di belakang gedung utama KP-DJBC. Dalam kunjungan tersebut Dirjen Anwar Suprijadi
membeli kue dan kain batik di stand Dharmawanita Persatuan KP-DJBC.
WBC/ATS

JAKARTA. Dalam rangka menyambut Ramadhan 1427 H, Kopesat DJBC menyelenggarakan seminar tentang Perencanaan Keuangan Keluarga di
Auditorium gedung utama KP-DJBC pada 13 Oktober 2006. Seminar ini dihadiri seluruh pegawai Bea dan Cukai dan dibuka oleh Direktur Jenderal Bea dan
Cukai Anwar Suprijadi didampingi Direktur Cukai Frans Rupang, Direktur Verifikasi Audit Thomas Sugijata dan Ketua Koperasi Pegawai Kantor Pusat DJBC
Oentarto Wibowo. Acara ini dihadiri Ny. Anwar Suprijadi dan para pengurus Dharmawanita Persatuan KP-DJBC. (gambar kiri). Seminar ini menghadirkan
pembicara Biro Perencana Keuangan Safir Senduk yang memaparkan tema seminar “Siapa Bilang Jadi Karyawan Nggak Bisa Kaya”.. Usai pemaparan
seminar, acara juga diisi dengan penyerahan penghargaan koperasi terbaik berprestasi dari Gubernur DKI yang dalam hal ini diserahkan oleh Kasudin
Koperasi dan UKM Jakarta Timur Sudarno kepada Ketua Koperasi Pegawai KP-DJBC Oentarto Wibowo disaksikan Dijen Bea dan Cukai Anwar Suprijadi
karena Kopesat KP-DJBC termasuk koperasi peringkat ke-9. (gambar kanan)
WBC/ATS

JAKARTA. Pada 11 Oktober 2006 Panitia Ramadhan Masjid Baitut Taqwa KP-DJBC melaksanakan buka puasa bersama Dirjen Bea dan Cukai di Auditorium
gedung utama KP-DJBC. Acara Buka puasa ini diwakili oleh Pjs Sekretaris DJBC Wahyu Purnomo (Dir. PPKC) sehubungan Dirjen Bea dan Cukai berhalangan hadir.
Hadir Direktur P2 Erlangga Mantik, Direktur Verifikasi Thomas Sugijata, Direktur Cukai Frans Rupang, Direktur Fasilitas Kepabeanan dan Cukai Ibrahim A. Karim
serta para pejabat eselon II, III, IV dan para pegawai dilingkungan KP-DJBC. Acara diawali dengan melantunkan ayat suci Al-qur’an dan dilanjutkan dengan siraman
rohani yang dibawakan oleh DR. Bali Pranowo dari Yayasan Al-Hunayain Bekasi(gambar kiri). Acara dilanjutkan dengan buka puasa bersama dan ramah tamah.

38 WARTA BEA CUKAI EDISI 384 NOPEMBER 2006


WBC/ATS
JAKARTA.
Panitia Ramadhan
Masjid Baitut
Taqwa KP-DJBC
pada 11 Oktober
2006
menyelenggarakan
acara pengajian
Eksekutif di Loka
Muda Gedung B
lantai 5. Pengajian
dihadiri oleh Pjs
Sekretaris
Direktorat Jenderal
Bea dan Cukai
Wahyu Purnomo
(Dir. PPKC),
Kepala Bagian
Kepegawaian Yusuf
Indarto, Kepala
Bagian Umum M.
Sadiatmo S. SE
dan pejabat eselon
III dan IV lainnya.
Sebagai
penceramah Ir.
Nabil Al Musawwa,
MSi dan DR.
Ahzami Samiun
Jazuli dengan
didamping
moderator Kasubdit
Perencanaan dan
Evaluasi Audit
Azis.Syamsu Arifin

FOTO : BENDITO

DENPASAR.
Dalam rangka
mensosialisasikan
berbagai rencana
Direktorat Jenderal
Bea dan Cukai
kedepan, maka
bertempat diaula
Kanwil VIII DJBC
Denpasar pada hari
senin 14 Agustus
2006 digelar acara
Coffee Morning.
Instansi terkait yang
diundang pada
kesempatan ini antara
lain : Administrator
Bandara, manajemen
Angkasa Pura,
Imigrasi, Karantina,
AOC, managemen
PT. Sari Rahayu
Bimantara, dan
manajemen PT. Suba
Air (dua yang
disebutkan terakhir
adalah agen untuk
penerbangan extra
flight). Diakhir acara
Kakanwil VIII DJBC
Denpasar Heryanto
Budi Santoso
menyerahkan cindera
mata berupa buku
profil Kanwil VIII
DJBC Denpasar
kepada masing-
masing undangan
Adito, Denpasar

EDISI 384 NOPEMBER 2006 WARTA BEA CUKAI 39


SEPUTAR BEACUKAI
FOTO : BENDITO

DENPASAR. Tanggal 30 Agustus 2006, diaula Kanwil VIII DJBC Denpasar berlangsung acara penandatanganan nota perjanjian dalam rangka penerapan
SAP PDE Manifes di KPBC Tipe C Benoa antara Kakanwil VIII DJBC Denpasar Heryanto Budi Santoso dengan Perwakilan dari PT. PEL Meratus. Adito, Denpasar
FOTO : REDY BAMBANG

KOTABARU. Dalam rangka menyongsong Isra Mi’raj KPBC Tipe B. Kota Baru mengadakan ceramah agama pada 29 Agustus 2006 di Aula Kantor
Pelayanan Bea dan Cukai Tipe B Kotabaru. Ceramah agama bertemakan “Dengan Isra Mi’raj Kita Tingkatkan Etos Kerja dilingkungan KPBC Kotabaru”,
dibuka oleh Kepala KPBC Kotabaru Drs. Samsu dengan menampilkan penceramah Ustad H. Baharuddin Abdullah. Selain ceramah, karyawan dan
karyawati KPBC Tipe B Kotabaru juga mendengarkan arahan dan wejangan dari Kepala KPBC. Tampak pada gambar kanan, Kepala KPBC Kotabaru
didampingi penceramah H. Baharudin Abdullah dan gambar kiri, para pegawai begitu hikmat dalam menyimak ceramah agama sebagai santapan rohani
dan intropeksi diri kejadian-kejadian dalam hidup masing-masing Pengirim Bambang, SG, SH, MH KPBC Tipe B Kotabaru
FOTO : KIRIMAN

JAKARTA. Pangkalan sarana operasi Bea dan Cukai Tanjung Priok pada 11 Oktober 2006 menyelenggarakan acara buka puasa bersama. Acara
buka puasa ini dihadiri oleh Kepala Pangkalan Sarana Operasi Bea dan Cukai Tanjung Priok Pudjo Wibowo dan para pejabat lainnnya dengan
menghadirkan ustadz Syamsir untuk mengisi acara siraman rohani. Tampak pada gambar, Ustadz sedang memberikan santapan rohani kepada pegawai
didampingi Pudjo Wibowo serta pejabat lainnya, sedangkan gambar kanan, para pegawai dengan khidmatnya mendengarkan penceramah memberikan
paparan. Kiriman Pangkalan Sarana Operasi BC Tanjung Priok.

40 WARTA BEA CUKAI EDISI 384 NOPEMBER 2006


WBC/ATS

JAKARTA. Pelatihan Ketangkasan Menembak dan Menyelam bagi yang bertugas di Pangkalan Sarana Operasi Tanjung Priok yang diselenggarakan
mulai 12 September 2006 dimarkas Komando Armada RI Kawasan Barat Satuan Pasukan Katak (kopaska) TNI AL ditutup oleh Komandan Satuan Kopaska
Koarmabar Letnan Kolonel (P) S. Irawan pada 22 September 2006 yang ditandai dengan pelepasan atribut peserta. Acara dihadiri oleh kepala Kanwil IV
DJBC Jakarta Heru Santoso didampingi Kepala Bidang P2 Kanwil IV DJBC Jakarta Rahmad Subagio, Kepala Pangkalan Sarana Operasi BC Tanjung Priok
Pudjo Wibowo dan para pejabat lainnya dilingkungan Kanwil IV DJBC Jakarta. Dalam acara penutupan tersebut dilakukan atraksi demo menggunakan
alat-alat selam dan ketangkasan mempermainkan senjata yang dibawakan oleh para peserta pelatihan. Tampak pada gambar kiri, (dari kiri ke kanan) Heru
Santoso, S Irawan, Rahmad Subagio, Budiyanto (Kasubdit sarana Operasi Dit P2) dan Pudjo Wibowo sedang menyaksikan demo ketangkasan menembak
dan menyelam, dan gambar kanan peserta pelatihan foto bersama dengan Kepala Kanwil IV DJBC Jakarta dan para pejabat dilingkungan Kanwil IV DJBC
Jakarta dan pejabat di lingkungan Kopaska TNI AL. ATS/Edy Sudarnoto pelaksana P2 KPBC Tanjung priok II
FOTO : KIRIMAN

JAKARTA. Kanwil IV DJBC Jakarta menyelenggarakan buka puasa bersama dan santunan anak yatim pada 4 Oktober 2006 di masjid Baitut Taqwa
Kanwil IV DJBC Jakarta. Buka puasa bertemakan “Bina Generasi, Raih Kebersihan Diri, Sejahterakan Negeri” dihadiri Kepala Kanwil IV DJBC Jakarta Heru
Santoso dan para pejabat dan pegawai dilingkungan Kanwil IV DJBC Jakarta (gambar kiri). Acara dilanjutkan dengan penyerahan santunan kepada anak yatim
yang diserahkan oleh Kepala Kanwil IV DJBC Jakarta Heru Santoso didampingi Ketua Pengurus Masjid Baitut Taqwa Kanwil IV DJBC Jakarta Rahmad
Subagio (gambar kanan). Kemudian acara dilanjutkan dengan siraman rohani oleh Ustad H. Zaenal Muttaqien L. Kiriman Kanwil IV DJBC Jakarta
FOTO : BENDITO

DENPASAR. Pada hari Jumat 11 Agustus 2006, bertempat diareal KPBC Ngurah Rai, Kakanwil VIII DJBC Denpasar Heryanto Budi Santoso
meresmikan Pura Dharma Mandhara Mertha KPBC Ngurah Rai, selanjutnya diadakan upacara pemelaspasan yang bermakna menyucikan pura. Tampak
dalam gambar Kakanwil ketika meninjau pura usai peresmian dan Pura tampak dari depan. Adito, Denpasar

EDISI 384 NOPEMBER 2006 WARTA BEA CUKAI 41


SEPUTAR BEACUKAI
FOTO : DONNY ERIYANTO

BALIKPAPAN. Dalam rangka menyambut bulan Ramadhan, Ibu-ibu Dharma Wanita Kanwil X Balikpapan dan KPBC Balikpapan melakukan bhakti
sosial dengan kunjungan ke Panti Sosial Tresna Wredha “Bhakti Abadi” Balikpapan pada tanggal 15 September 2006. Kunjungan yang dipimpin oleh Ketua
Dharma Wanita, Ny. Faried S. Barchia dilakukan setelah ibu-ibu mengadakan arisan rutin. Dalam kesempatan kunjungan itu diserahkan sejumlah sembako
dan bantuan dana yang diterima langsung oleh pengasuh panti tersebut.Tampak dalam foto, Ny. Faried S. Barchia dan Ny. Winarko (Ketua Dharma Wanita
KPBC Balikpapan) menyerahkan secara simbolis bantuan sembako (foto kiri) dan berfoto bersama setelah kunjungan (kanan). Don’s, Balikpapan
FOTO : KIRIMAN

JAKARTA. Pada 12 September 2006 FOTO : DONNY ERIYANTO


diselenggarakan pertandingan bola segitiga antara
kesebelasan KP-DJBC, Kanwil IV DJBC Jakarta dan
Kanwil V DJBC Bandung di stadion Bea dan Cukai Bojana
Tirta Rawamangun Jakarta dalam rangka memperingati
HUT Kemerdekaan RI ke-61 dan juga menyambut
reorganisasi DJBC. Dalam pertandingan tiga hari tersebut
poin terbesar jatuh kepada kesebelasan KP-DJBC yang
menjadi juara I dan memperoleh piala bergilir dari Bapors
DJBC yang dalam hal ini diserahkan oleh Kepala Seksi P2
Kanwil IV DJBC Jakarta, Sutedjo kepada Kepala Seksi Dit
IKC Kukuh S. Dan untuk piala juara I diserahkan oleh Kabid
Verifikasi Kanwil IV DJBC Jakarta, Weko Loekitardjo
kepada kapten kesebelasan KP-DJBC Supardi seperti
tampak pada gambar kanan. Sedangkan gambar kiri,
sebelum pertandingan dimulai kesebelasan KP-DJBC
berfoto bersama dengan tim kesebelasan kanwil V DJBC
Bandung. Kiriman Dit. P2

BALIKPAPAN. Dalam rangka menyambut bulan


suci Ramadhan 1427 H dan mempererat tali silaturahmi,
KPBC Balikpapan menyelenggarakan acara buka puasa
bersama. Acara berlangsung pada tanggal 11 Oktober 2006
bertempat di Aula KPBC Balikpapan. Acara yang
dikoordinasikan oleh pengurus DKM Musholla ‘AT-Taqwa”
ini selain dihadiri KaKPBC Balikpapan, Muqoddam, juga
dihadiri oleh para pegawai KPBC Balikpapan dan Kanwil X
Balikapapan serta Ibu-ibu Dharma Wanita. Bertepatan
dengan Nuzulul Qur’an, Ust. Muslim Gunawan, Lc dalam
ceramahnya mengambil tema masalah turunnya Al Qur’an.
Tampak dalam gambar, para pegawai sedang mengambil
hidangan untuk berbuka puasa. Don’s, Balikpapan

42 WARTA BEA CUKAI EDISI 384 NOPEMBER 2006


WBC/ATS
JAKARTA. Dharma
Wanita Persatuan (DWP)
Kantor Pusat DJBC
menyelenggarakan acara
pisah sambut pengurus
DWP KP–DJBC yaitu dari
Ny. Endang Tata digantikan
Ny. Erlangga Mantik, dan
Ny. Jody Koesmendro
digantikan Ny. Heri
Kristiono. Acara
dilaksanakan di Sekretariat
DWP KP-DJBC pada 21
September 2006 ditandai
dengan penandatangan
naskah serah terima
jabatan dan penyerahan
memorandum disaksikan
oleh Ketua DWP KP-DJBC
Ny. Anwar Suprijadi dan
para pengurus lainnya.
Selain pisah ini juga
dilakukan perpisahan
dengan Ny. Agus
Sudarmadi, Ny. Hansen
Hutagalung, Ny. Nirwala
dan acara diakhiri dengan
pemberian salam.

FOTO : REDY BAMBANG

KOTABARU. Kantor
Pelayanan Bea dan Cukai Tipe
B Kotabaru menyelenggarakan
“Sosialisasi PDE Manifest, BC
1.1 dan juga Masalah Ekspor/
Impor serta National Single
Window pada 14 Agustus 2006
di gedung INSA Kotabaru.
Sosialisasi dibuka oleh Kepala
KPBC Tipe B Kotabaru Drs.
Samsu dan sebagai pembicara
adalah Kasi Pencegahan dan
Penyidikan Edy Irianto, SH,
Seksi Pabean dan Cukai I Redy
Bambang SG, SH, MH dan
Seksi Pabean dan Cukai II
Denny Isworo MTS,S.Sos, M.Si,
dengan dihadiri para pengguna
jasa kepabeanan, PPJK, agen
pelayaran Eksportir dan
Importir. Tampak pada gambar,
pembicara sedang
mensosialisasikan masalah
Ekspor Impor yang berkaitan
dengan PDE Manifest, duduk
sebelah kiri Redy Bambang,
tengah Kepala KPBC Tipe B
Kotabaru dan sebelah kanan
Edy Irianto. Pengirim
Bambang, SG, SH, MH KPBC
Tipe B Kotabaru

Kepala Kantor
Seluruh Staf
dan Dharma Wanita
KANWIL XII DJBC
AMBON
EDISI 384 NOPEMBER 2006 WARTA BEA CUKAI 43
SIAPA MENGAPA
S A U D I N
Sosok pegawai yang satu ini telah meniti karir di Bea dan Cukai selama
dua puluh empat tahun, tepatnya dimulai tahun 1975 dengan menjadi
tenaga honorer di Kanwil I DJBC Medan, kemudian diangkat menjadi
pegawai dengan pangkat juru muda hingga memperoleh pangkat pengatur
muda tingkat I. Pengorbanan menunggu diangkat menjadi pegawai
dilaluinya dengan berbagai rintangan dan tantangan setelah selama tujuh
tahun menjadi honorer. Sampai pada akhirnya, pada 1981 Saudin berhasil
lulus tes penerimaan pegawai Bea dan Cukai di Medan, Sumatera Utara.
Penempatannya pertama kali dibagian administrasi dibidang ekspor
yang dilakoninya selama lima tahun. Pada 1985, keluar Inpres No. 4,
dimana kewenangan Bea dan Cukai diambil oleh swasta yang menyebabkan
sebagian pegawainya dirumahkan, termasuk Saudin. Tetapi, setelah satu
bulan ia dipanggil untuk bekerja kembali dan langsung ditempatkan di KPBC
Belawan di bagian perbendaharaan selama 3 tahun. Pada 1987 Saudin
terkena mutasi, ia ditarik kembali bekerja di Kanwil I DJBC Medan sebagai
staf bendahara hingga sekarang.
Selama berkarir, Saudin hanya mengalami dua kali penempatan, yakni KPBC
Belawan dan Kanwil I DJBC Medan. Walaupun begitu, ia tidak merasa iri dengan
teman-teman lainnya yang bisa bertugas ke daerah lain untuk menambah
pengalaman. “Saya menerima apa yang telah digariskan Tuhan pada saya,”
ungkapnya. Untuk itu, ia selalu menjiwai setiap pekerjaannya. Dengan demikian,
ia tidak pernah merasa bosan atau jenuh dalam bekerja.
Menurutnya, selama bertugas di Kanwil Medan, pengalaman yang di dapat
hanya di bidang administrasi saja seperti membuat daftar gaji dan urusan
keuangan lainnya. “Pengalaman yang saya dapat hanya sebatas sebagai staf
kepala bidang,” kata pegawai yang mengikuti jejak orangtuanya yang juga
bekerja di Bea dan Cukai.
Namun demikian, ia punya pengalaman menarik yang berhubungan dengan

S U N E T H T A H I R
Postur tubuh tinggi besar dan kumis tebal seakan sudah menjadi ciri
khas pria kelahiran Ambon, Maluku, 15 Oktober 1951 ini. Dengan suara
bariton dan gaya bicara yang ceplas-ceplos, sosok Tahir senantiasa
menghibur orang disekitarnya.
Tahir tidak menyangka nasib membawanya bergabung dengan DJBC.
Berawal dari hobinya olahraga, ia berkesempatan memperkuat kontingen Maluku
dalam Porwil Iramasuka (Irian Barat, Maluku, Sulawesi dan Kalimantan) tahun
1973. Pada waktu itu ia sebagai atlet lari. Di Porwil tersebut, ia berkenalan
dengan atlet balap dari Kaltim yang mengajaknya kerja di kaltim.
“Kebetulan ada paman saya yang jadi Bea Cukai di Balikpapan juga.
Daripada di Ambon susah cari kerja, ya sudah (saya berangkat),” kata Tahir.
Ia pun rela meninggalkan kuliahnya di Fakultas Hukum, Universitas
Pattimura, Ambon yang sudah dijalani selama 2 tahun. Ternyata
sesampainya di Balikpapan, ia mendapat kabar kalau pamannya sudah
pindah ke Tarakan. Tahir pun menyusul ke Tarakan.
Setelah 4 tahun di Tarakan, Januari 1977 ia mendapat kabar ada
penerimaan pegawai Depkeu di Samarinda. Ia pun coba ikut tes walaupun
lowongan yang ada untuk penerimaan SMP. Setelah dinyatakan lulus,
Oktober 1977 ia pun ditempatkan ke Balikpapan.
Mungkin sedikit pegawai DJBC yang mengalami nasib seperti Tahir.
Sejak awal karier masuk DJBC sampai sekarang mendekati pensiun, Ayah 7
anak dan 2 cucu ini tidak pernah mengalami mutasi. Ia hanya berkarier di
Balikpapan. “Sebetulnya pengin juga, sih pindah, tapi karena DPT II saya
tidak punya, jadi sebagai pemeriksa tidak bisa…,” ujar pria yang sejak tahun
2004 telah menjabat sebagai korlak Keuangan/Rumah tangga.
Tak ayal banyak pengalaman menarik selama bertugas di Balikpapan. Salah
satunya, ketika tahun 1980, ia berpatroli sebagai spooring di Sungai Pancang,
Nunukan (Perbatasan Indonesia-Malaysia).”Pada waktu itu armada kita BC 9002
kandas di suati ‘gosong’ (pasir yang ‘nongol’ diatas permukaan). Karena siang,
kita tidak pakai radar. Saya terpaksa menyelam ke bawah untuk memeriksa

SYAHRUL BASTIAN, SH.


Keinginannya untuk bekerja di institusi negeri yang memiliki seragam
dengan penampilan yang rapih, gagah dan berwibawa seperti tentara dan
polisi, tidak terwujud lantaran sang ayah melarang Syahrul Bastian
mengikuti jejak orang tuanya menjadi tentara. “Cukup orang tua saja yang
menjadi tentara, anak-anak pilih yang lain,” ujar anak ke 4 dari enam
bersaudara ini mengenang perkataan sang ayah.
Larangan itu membuat Bastian patah semangat. Ia bingung mau bekerja se-
bagai apa. “Yang penting sekarang dapat kerja dulu lah,” batinnya memutuskan.
Ketika berlibur di Jakarta, Bastian melihat ada pegawai yang sedang melakukan
pengawasan di pelabuhan, pegawai tersebut mengenakan seragam persis
seperti Angkatan Laut dan terlihat gagah serta berwibawa. Setelah diselidiki,
ternyata pegawai tersebut adalah pegawai Bea dan Cukai. Melihat hal itu Bastian
menjadi tertarik dan berusaha untuk dapat bekerja di Bea dan Cukai.
Pada 1982, ada penerimaan pegawai Bea dan Cukai secara umum dari
lulusan SMP di Lampung. Bastian pun mengikuti tes dan pada 1983 ia diterima
menjadi pegawai golongan I dan ditempatkan di Kantor Inspeksi Bea dan Cukai
Lampung. Selama 15 tahun Bastian bekerja di Lampung hingga dapat
menyelesaikan sarjananya di fakultas hukum, Universitas Lampung. Setelah itu,
tahun 1997 ia dimutasi ke Soekarno-Hatta. Selama bertugas di Soekarno Hatta,
ia telah mengikuti dua diklat yakni Diklat DPI dan DTSD II (tahun 2000). Usai
mengikuti diklat tersebut, Bastian ditempatkan sebagai pemeriksa P2. Kemudian
pada 2003, Bastian memangku jabatan sebagai Korlak Keuangan dan Rumah
Tangga. Pertengahan 2006, ia dipercaya untuk memangku jabatan sebagai
Kasubag Kepegawaian di Kanwil XII DJBC Ambon hingga sekarang.
Selama 23 tahun berkarir di Bea dan Cukai, ia memiliki banyak pengalaman.
Diantaranya, ia pernah menegah ganja seberat 3 kg dan juga menegah barang

44 WARTA BEA CUKAI EDISI 384 NOPEMBER 2006


info buku
hobinya yakni memancing dan berburu (yang dilakoninya
tiap tiga bulan sekali. Waktu itu Saudin dan kakak iparnya
memancing dan menjaring di tengah laut pada malam hari.
Tiba-tiba, jaring yang dipegang kakak iparnya terasa berat
untuk ditarik keatas. Setelah berhasil ditarik keatas,
ternyata didalam jaring terdapat ikan hiu yang panjangnya
sekitar 2 meter dengan berat 20 kg.
Ia juga pernah punya pengalaman pahit ketika mendapat
teror dari seseorang yang tidak dikenal yang mengaku

BILA ANDA BERMINAT,


sebagai wartawan disebuah media. Waktu itu Saudin sedang
bertugas, tiba-tiba ia mendapat informasi bahwa anggota
keluarganya ada yang mendapat musibah. Ia pun segera
pulang. Keesokan harinya, ketika ia kembali bekerja, teman
sekantornya memberitahukan padanya bahwa kemarin ada
MAJALAH WARTA BEA CUKAI MENYEDIAKAN
dua orang datang ke kantor mencarinya. Orang tersebut BUKU SEBAGAI BERIKUT:
berbadan besar dan berambut cepak. Dalam hati, Saudin
bertanya-tanya siapa gerangan orang tersebut. Tidak berapa

BUNDEL WBC 2005


lama, telepon di meja kerjanya berdering.
Saat diangkat, si penelepon menyebarkan isu yang
bukan-bukan tentang dirinya. Saudin langsung marah dan
mengatakan agar sang penelepon jangan menyebar isu
yang bukan-bukan. Adanya teror telepon tersebut,
membuat Saudin sempat mengalami stress. Ia memba- Bundel Majalah Warta Bea Cukai Tahun 2005 (Edisi
yangkan seandainya si penelepon tahu nomor telepon
rumahnya, maka rumah tangganya bisa terancam.
Januari - Desember)
“Akhirnya saya berinisiatif untuk menelepon ke rumah dan
menceritakan semua yang saya alami pada istri, rumah

Rp. 120.000
tangga saya pun selamat,” ujar Saudin yang menikah de-
ngan Juraidah tahun 1979 dan dikaruniai dua anak. ats

apakah baling-baling kapal patah. Ternyata tidak ada yang


patah,”kenang suami dari Syamsiyah ini. Lanjut ceritanya,
kapal BC 9002 yang biasanya berkecepatan 11-12 knot/
jam, hanya bisa jalan 5-6 knot/jam. Pasalnya kalau
melebihi kapal akan goyang.
Di tahun yang sama (1980), ia mendapat tugas
untuk patroli bersama Polairud dan Angkatan Laut
dengan armada BC 9002.”Patroli tersebut sebagai
Kamla (Keamanan laut) dalam rangka pengamanan RI- CATATAN:
1 (Pada waktu itu Presiden Suharto) untuk peresmian
pabrik Pupuk Kaltim (PKT III),” cerita Tahir yang juga
Ongkos kirim buku wilayah Jabotabek Rp. 25.000
aktif sebagai penasehat di KKBM (Kerukunan Keluarga
Besar Maluku) sejak tahun 1984. ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○
Sebagai Ambon Manise, Tahir pun memiliki bakat
menyanyi. Suaranya yang mirip Broery Pesolima kerap ia
lantunkan di berbagai acara yang diadakan kantor. Tak
cuma itu saja, suaranya juga teruji di berbagai perlombaan.
Tahir pun pernah menyabet juara satu lomba karaoke Hari LANGGANAN MAJALAH
WARTA BEA CUKAI
Keuangan tahun 2000 dan juara pertama lomba karaoke
yang diadakan Pemda Balikpapan.
Diujung kariernya yang kurang satu tahun lagi (tahun
2007), Tahir menyatakan sudah siap menghadapi masa
pensiun. “Memang sudah sampai saatnya saya (telah)
berbakti pada negara terutama DJBC. Walaupun
bagaimana juga kita harus tabah menghadapi , kadang-
kadang orang trauma menghadapi pensiun, tapi itu bukan
hambatan untuk menghadapi pensiun,”tegasnya.
Diakhir wawancara, Tahir mempunyai pesan buat
instansi DJBC agar generasi muda DJBC diberi
kesempatan pendidikan seluas-luasnya agar masa depan
mereka lebih cerah. dons, balikpapan

yang akan diekspor yang berisi ikan hias, saat bertugas di


Soekarno Hatta. “Itu pengalaman yang tak terlupakan,
sehingga saya diberikan penghargaan oleh DJBC,”
kenangnya.
Keberhasilan tersebut tak lepas atas bantuan dan
dukungan Kepala Seksi P2 (waktu itu dijabat oleh Agus
Sudarmadji dan Ucok Maressi-red). “Tanpa beliau dan
dukungan dari rekan-rekan lainnya, tidak akan ada artinya.
Untuk itu saya mengucapkan banyak terimakasih atas No Lama Diskon Harga Harga luar
bantuan dan dukungannya,” kata pegawai yang memiliki
semangat kerja dan disiplin tinggi ini.
Berlangganan Jabotabek Jabotabek
Saat ditanya tentang ambisinya yang belum tercapai, ia 1 3 Bulan (3 edisi) 0% Rp. 4040..500 Rp. 4343..500
mengaku menjalani saja apa yang saat ini disandangnya.
“Entah kedepannya apa yang akan terjadi, saya belum 2 6 Bulan (6 edisi) 5% Rp. 7878..00
0000 Rp. 8484..00
0000
tahu. Tapi sekarang, inilah porsi yang dibebankan pada
saya dan harus saya jalankan,” imbuh pria yang memiliki 3 1 Tahun (12 edisi) 10% Rp. 1150
50.000
50.000 Rp. 1162
62 .000
62.000
motto, Tiada Samudra Yang Tidak Dapat Diarungi, Tiada
Badai Tak Akan Reda. Moto itu sendiri mengandung arti Sudah Termasuk Ongkos Kirim
bahwa apapun yang kita lakukan harus kita arungi
walaupun tantangan dan badai ada di depan kita, sebab
sekencang-kencangnya badai, pasti ada celah atau rongga MAJALAH WARTA BEA CUKAI
dimana kita bisa masuk dengan selamat. Kantor Pusat Direktorat Jenderal Bea dan Cukai
Untuk itu ia mencoba memberikan semangat pada Jl. A. Yani (By Pass) Jakarta Timur 13230
generasi baru. “Saya berharap agar generasi baru
bekerja lebih semangat lagi dan berdisiplin tinggi Telp. (021) 47860504, 4890308 ex. 154
supaya tidak terjerumus,” tandas pria yang lahir di Fax. (021) 4892353 / E-mail: wbc.cbn.net.id
Palembang pada 1961 ini mengakhiri wawancara. ats dengan Hasim / Kitty

EDISI 384 NOPEMBER 2006 WARTA BEA CUKAI 45


INFORMASI KEPABEANAN DAN CUKAI

Electronic Government
Electronic Government (e-government) sepertinya sedang menjadi topik hangat di lingkungan
pemerintahan saat ini walaupun instruksi presiden yang dikeluarkan sudah cukup lama.

I
nstruksi Presiden No 3 tahun 2003 dikelompokkan berdasarkan kegunaan melakukan kecurangan dalam proses
tentang kebijakan dan strategi nasional dari E-Government itu sendiri. tender dapat diperkecil atau bahkan
pengembangan E-government menun- Implementasinya adalah sebagai berikut : dihilangkan sama sekali.
juk Kementerian Komunikasi dan Informa-
si (Kominfo) sebagai koordinator penerap- l Penyediaan sumber informasi, STRATEGI MENUJU E-GOVERNMENT
an e-government di Indonesia. Menurut khususnya informasi yang sering dicari Dalam lampiran Inpres E-goverment,
Menkominfo, Syamsul Muarif, masing- oleh masyarakat yang dapat diperoleh dipaparkan enam strategi yang disusun
masing lembaga pemerintahan, baik pusat langsung dari kantor pemerintahan, pemerintah dalam mencapai tujuan
maupun daerah, akan membuat titik-titik kios info (info kiosk) , ataupun dari strategis e-government. Antara lain:
sistem informasi secara mandiri. internet. Kebanyakan instansi peme- Strategi pertama adalah
“Pemerintah ingin membangun sebuah rintahan di Indonesia memiliki internet mengembangkan sistem pelayanan yang
masyarakat berbasis pengetahuan,” kata sebagai penyedia informasi. andal, terpercaya serta terjangkau
Sekretaris Menkominfo, JB Kristiadi. Contoh nyata penerapan penyediaan masyarakat luas. Sasarannya antara lain,
Namun, sebenarnya apakah sumber informasi di DJBC adalah situs perluasan dan peningkatan kualitas
pengertian dari e-govenment itu? Dan resmi DJBC yaitu http:// jaringan komunikasi ke seluruh wilayah
apakah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai www.beacukai.go.id. (gambar 2) negara dengan tarif terjangkau. Sasaran
(DJBC) sebagai salah satu instansi Situs ini menyajikan berbagai informa- lain adalah pembentukan portal informasi
pemerintahan sudah menerapkan e- si yang diperlukan bagi masyarakat. dan pelayanan publik yang dapat
government? Melalui tulisan ini kita akan Antara lain prosedur tentang kepabea- mengintegrasikan sistem manajemen dan
membahas tentang e-government dan nan, tarif bea masuk Indonesia, proses kerja instansi pemerintah.
keterkaitannya dengan DJBC. informasi kurs, dan lain sebagainya. Strategi kedua adalah menata sistem
dan proses kerja pemerintah dan pemerin-
The World Bank Group mendefinisikan l Penyediaan mekanisme akses tah daerah otonom secara holistik. De-
e- government sebagai : melalui kios informasi yang tersedia ngan strategi ini, pemerintah ingin menata
E- Government refers to the use by di kantor pemerintahan dan juga di sistem manajemen dan prosedur kerja
government agencies of information tempat umum. Usaha penyediaan pemerintah agar dapat mengadopsi kema-
technologies (such as Wide Area Net- akses ini dilakukan untuk menjamin juan teknologi informasi secara cepat.
works, the internet, and mobile computing) kesetaraan kesempatan untuk Strategi ketiga adalah memanfaatkan
that have the ability to transforms relations mendapatkan informasi. teknologi informasi secara optimal.
with citizens, businesses, and other arms Sasaran yang ingin dicapai adalah
of government. l E- procurement, dimana pemerintah standardisasi yang berkaitan dengan
dapat melakukan tender secara on- interoperabilitas pertukaran dan transaksi
dan definisi lain : line dan transparan. Hal ini sangat informasi antarportal pemerintah.
Electronic government is the process menarik sekali, bila instansi Standardisasi dan prosedur yang
of transacting business between the pemerintahan dapat menerapkan berkaitan dengan manajemen dokumen
public and government through the use sistem ini, maka celah-celah untuk dan informasi elektronik. Pengembangan
of automated systems and the internet
network, more commonly referred to as GAMBAR 1
the World Wide Web.

Dari pengertian diatas dapat disimpul-


kan bahwa inti dari e-government adalah
penggunaan teknologi informasi yang da-
pat meningkatkan hubungan antara peme-
rintah dan pihak-pihak lain. E-Govern-
ment mencakup semua usaha untuk me-
ningkatkan kualitas pelayanan pemerin-
tahan kepada masyarakat, termasuk pe-
ningkatan efektivitas dan efisiensi penye-
lenggaraan pemerintahan dengan me-
manfaatkan teknologi informasi. Penggu-
naan teknologi informasi ini kemudian
menghasilkan bentuk hubungan baru
seperti : G2C (Government to Citizen),
G2B (Government to Business), dan G2G
(inter-agency relationship). (gambar 1)
Modul PEB merupakan salah satu
contoh penggunaan teknologi yang
menghasilkan hubungan G2C (Govern-
ment to Citizen).

IMPLEMENTASI E-GOVERNMENT
Penerapan E-Government dapat

46 WARTA BEA CUKAI EDISI 384 NOPEMBER 2006


GAMBAR 2. TAMPILAN SITUS RESMI DJBC
aplikasi dasar seperti e-billing, e-procure- Untuk para pengambil keputusan berkurangnya campur tangan manusia
ment, e-reporting yang dapat dimanfaat- setidaknya mengetahui konsep dasar dalam pengambilan keputusan, kare-
kan setiap situs pemerintah untuk Sistem Informasi Manajemen (MIS : na pelayanan yang terkomputerisasi.
menjamin keamanan transaksi informasi Management Information System). l Pemberdayaan masyarakat melalui
dan pelayanan publik. Sasaran lain adalah Bila belum terpenuhi, diperlukan informasi yang mudah diperoleh, ka-
pengembangan jaringan intra pemerintah. sosialisasi E-Government, MIS, dan rena sebagaimana kita ketahui bahwa
Strategi keempat adalah meningkat- Sistem Pendukung Keputusan (DSS : informasi sangat membantu dalam
kan peran serta dunia usaha dan Decision Support System). pengambilan keputusan.
mengembangkan industri telekomunikasi l Infrastruktur komunikasi data, l Pelaksanaan pemerintahan yang
dan teknologi informasi. Sasaran yang komputer, jaringan komputer, dan lebih efisien. Misalkan, pertemuan
ingin dicapai adalah adanya partisipasi sistem aplikasi. Sistem aplikasi E- antara berbagai KPBC di Kantor
dunia usaha dalam mempercepat Government harus didukung oleh Pusat dilakukan melalui teleconfer-
pencapaian tujuan strategis e-govern- infrastruktur yang handal untuk encing. Bila hal ini dapat dilakukan
ment. Itu berarti, pengembangan berjalan optimal. Sehingga dapat tentu saja dapat menghemat biaya
pelayanan publik tidak perlu sepenuhnya dianalisa, apakah infrastruktur yang yang harus dikeluarkan oleh KPBC
dilayani oleh pemerintah. tersedia cukup atau perlu ditingkatkan untuk datang ke Jakarta.
Strategi kelima adalah (upgrading). Selain itu, sistem aplikasi
mengembangkan kapasitas sumber daya juga harus mampu memenuhi KEAMANAN E-GOVERNMENT
manusia, baik pada pemerintah maupun kebutuhan pengguna. Untuk melaksanakan e-government
pemerintah daerah otonomi disertai de- yang handal, keamanan merupakan faktor
ngan meningkatkan e-literacy masyarakat. MANFAAT E-GOVERNMENT yang sangat penting. Hal ini dikarenakan
Strategi keenam adalah Manfaat yang diperoleh dari E- proses yang terkait dengan on-line
melaksanakan pengembangan secara Government antara lain : transaction tanpa membocorkan informasi
sistematik melalui tahapan yang realistik l Pelayanan yang lebih baik kepada pribadi atau informasi sensitif lainnya yang
dan terukur. Dalam pengembangan e- masyarakat, antara lain penyediaan dimiliki oleh masyarakat dan komponen
government, dapat dilaksanakan dengan informasi 24 jam sehari, 7 hari bisnis. Proses penjaminan keamanan ini
empat tingkatan yaitu, persiapan, pema- dalam seminggu tanpa menunggu diperlukan untuk mmbangun dan menjaga
tangan, pemantapan dan pemanfaatan. dibukanya kantor. keamanan masyarakat dan dunia bisnis
l Peningkatan hubungan antara peme- terhadap sistem e-government yang
PELAKSANAAN E-GOVERNMENT rintah, pelaku bisnis, dan masyarakat sedang diimplementasikan.
Untuk dapat melaksanakan E-Gover- umum. Hal ini dikarenakan Pengamanan sistem e-government
nment, kita harus mempunyai setidaknya terciptanya suatu proses dengan tidak terlepas dari pengamanan
dua hal yang menjadi kebutuhan dasar, keterbukaan (transparansi), sehingga jaringan komputer dan internet. Untuk
yaitu : masing-masing pihak tidak merasa itu peranan network administrator yang
l Sumber daya manusia yang kompeten saling curiga, atau diperlakukan handal sangat diperlukan untuk me-
di bidang teknologi informasi (kompu- dengan tidak semestinya (dipersulit nunjang kehandalan e-government.
ter), jaringan komputer, dan internet. atau dipermudah). Hal ini dikarenakan Hotmauli Simamora SubDit OSPKC, Dit.IKC

EDISI 384 NOPEMBER 2006 WARTA BEA CUKAI 47


CUKAI

Telah Terbit,
PERATURAN BARU TENTANG
PENDIRIAN PABRIK ROKOK
Ada tiga hal pokok yang berubah pada ketentuan baru tentang Nomor Pokok Pengusaha Barang
Kena Cukai (NPPBKC), dan mulai 1 Oktober 2006, ketentuan baru tersebut telah efefktif dijalankan
oleh seluruh Kantor Pelayanan Bea dan Cukai (KPBC).

P
WBC/ATS
emerintah melalui Departemen pabrik rokok sebagai alat untuk melaku-
Keuangan (Depkeu), kembali kan penyimpangan pajak cukai.
mengeluarkan kebijakan baru
tentang cukai. Kebijakan yang TIGA HAL PENTING YANG BERUBAH
merupakan terobosan baru ini, boleh Untuk menciptakan itu semua,
dikatakan sebagai upaya untuk maka dalam peraturan baru tersebut
melaksanakan pengawasan terhadap ada tiga hal yang cukup signifikan peru-
pabrik rokok khususnya pabrik rokok bahannya, adapun ketiga hal tersebut
golongan kecil, yang saat ini cenderung adalah pertama, mulai 1 Oktober 2006,
dimanfaatkan sebagai sarana untuk proses pemberian NPPBKC,
dijual belikan pita cukai. pembekuan NPPBKC, pencabutan
Selain hal tersebut, adanya berita pembekuan NPPBKC, dan pencabutan
tentang penyelewengan cukai yang NPPBKC pengusaha pabrik dan
nilainya mencapai 5 triliun atau 15 per- importir hasil tembakau didelegasikan
sen dari total peredaran barang kena kepada Kepala KPBC. Kedua,
cukai, membuat Depkeu melalui Direk- menambah persyaratan permohonan,
torat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) yaitu nama pabrik/importir hasil
selaku pembuat kebijakan dan pemu- tembakau yang diajukan tidak boleh
ngut pajak cukai, mendapat sorotan memiliki kesamaan dengan nama
yang cukup tajam dari berbagai pabrik/importir yang telah diberikan
kalangan. Walaupun DJBC juga telah NPPBKC sebelumnya. Ketiga,
membantah hal tersebut yang sebenar- menambah ketentuan tentang luas
nya tidak jelas proses penghitungan- minimal bagunan yang dapat
nya, namun rumor yang cukup membu- digunakan sebagai bangunan pabrik
at panas telinga tersebut terlanjur FRANS RUPANG. Target Cukai tahun 2007 naik hasil tembakau, yaitu 50 meter persegi.
menjadi berita hangat dimana-mana. 9,1 persen dari target APBN-P 2006. Dan keseluruhan perubahan ini juga
dijelaskan secara rinci melalui Surat
PERATURAN BARU MENTERI KEUANGAN sampai dengan Agustus 2006 hanya Edaran Dirjen Bea dan Cukai nomor
Peraturan baru yang dikeluarkan 91,3 persen. SE-29/BC/2006.
oleh Menteri Keuangan nomor 75/ ”Di tahun 2007 nanti target cukai Terkait dengan pendelegasian
PMK.04/2006 tentang Nomor Pokok telah ditetapkan sebesar Rp.42,03 Kepala KPBC sebagai penentu
Pengusaha Barang Kena Cukai triliun jadi naik sekitar 9,1 persen dari pemberian keputusan NPPBKC, hal ini
(NPPBKC) untuk pengusaha pabrik dan APBN-P 2006. Bagaimana kita dapat telah diatur dengan jelas melalui
importir hasil tembakau. Merupakan menjalankan ini semua, tentunya Keputusan Dirjen Bea dan Cukai nomor
peraturan baru yang diharapkan dapat dengan kerja keras dan pengawasan Kep-99/BC/2006 tentang pelimpahan
menciptakan suatu suasana dan iklim yang benar-benar efektif, kita memiliki wewenang kepada Kepala KPBC untuk
yang kondusif bagi para pabrikan rokok. dana untuk melakukan operasi pasar, dan atas nama Menkeu untuk
Dalam acara sosialisasi peraturan jadi kepada seluruh KPBC agar jangan menandatangani keputusan dan/atau
baru pada 29 September 2006 di ragu-ragu untuk melakukan operasi surat dalam rangka pelaksanaan
Kantor Pusat DJBC, Direktur Penerima- pasar. Dengan itu maka statement peraturan Menkeu nomor 75/PMK.04/
an dan Peraturan Kepabeanan dan berbagai pihak yang mensinyalir 2006 tentang NPPBKC untuk
Cukai (PPKC), Wahyu Purnomo, da- penyimpangan cukai mencapai 15 pengusaha pabrik dan importir hasil
lam sambutannya menjelaskan, target persen dari total peredaran BKC atau tembakau.
cukai saat ini masih cukup mempriha- sekitar 5 trilun, dapat kita buktikan Dalam keputusan tersebut jelas ter-
tinkan dan memerlukan upaya keras kalau hitungan itu tidaklah benar, dan gambar bahwa mulai 1 Oktober 2006,
agar dapat tercapai. Sementara itu bea cukai juga telah berupaya keras seluruh proses permohonan NPPBKC
target tahun depan yang jelas-jelas agar tidak terjadinya penyimpangan,” tidak lagi ditentukan oleh Kantor Pusat
lebih tinggi dari tahun ini, harus dijalani ujar Frans Rupang. DJBC melainkan ditentukan oleh
dengan cermat sehingga apa yang Lebih lanjut Frans Rupang KPBC. Menurut Kepala Seksi Fasilitas
ditargetkan dapat tercapai. menjelaskan, dengan dikeluarkannya dan Perijinan Hasil Tembakau, Tedy
Sementara itu Direktur Cukai, Frans keputusan baru untuk NPPBKC Himawan, diberikannya kewenangan
Rupang, yang memimpin jalannya tentunya juga akan membantu DJBC penuh kepada KPBC dalam mengeluar-
sosialisasi menjelaskan target cukai dalam melakukan pengawasan, dan kan dan membekukan NPPBKC,
menurut APBN-P 2006 menjadi Rp.38,5 mencegah maksud-maksud tertentu dimaksudkan agar KPBC dapat lebih
triliun, sedangkan pencapaian target dari orang-orang yang mendirikan berdaya guna dalam pemberian kepu-

48 WARTA BEA CUKAI EDISI 384 NOPEMBER 2006


WBC/ADI
Hal lainnya yang juga terkait Tabel I
dengan latar belakang dikeluarkannya DATA NPPBKC PER KPBC
peraturan nomor 75 ini, Tedy
menjelaskan bahwa pada peraturan
PER SEPTEMBER 2006
yang lalu seluruh permohonan
NPPBKC ditentukan oleh Kantor Pusat NO. KPBC TOTAL
dan alurnya pun cukup rumit, mulai dari
KPBC lalu diserahkan kepada Kantor 1 Bajoe 2
Wilayah, dan di Kantor Wilayah ini
permohonan hanya diketik ulang, lalu 2 Bandar Lampung 1
disampaikan kepada Kantor Pusat 3 Bandung 29
untuk keputusannya. 4 Banjarmasin 2
Selain itu masih adanya rasa 5 Batam 2
keengganan ataupun takut untuk
menolak setiap permohonan yang 6 Bekasi 1
diajukan oleh pengusaha hasil 7 Blitar 85
tembakau, membuat fungsi pelayanan 8 Bogor 11
menjadi kurang efektif dan perijinan 9 Bojonegoro 83
pun menjadi semakin sulit dan
membutuhkan jangka waktu yang 10 Cilacap 30
cukup lama. 11 Cirebon 209
TEDY HIMAWAN. Ada empat motif pendirian 12 Gresik 34
pabrik hasil tembakau. EMPAT MOTIVASI PENDIRIAN PABRIK 13 Jakarta 3
HASIL TAMBAKAU
tusan tersebut, sehingga tugas Kantor Lalu bagaimana untuk 14 Jogyakarta 50
Pusat, lebih berfungsi sebagai regulator mendapatkan NPPBKC dengan 15 Juanda 187
saja. peraturan yang baru tersebut? Didalam 16 Kalianget 50
“Sebenarnya ada tiga hal utama peraturan yang baru tersebut dijelaskan
sebagai latar belakang dikeluarkannya untuk mendapatkan NPPBKC ada dua 17 Kediri 230
peraturan Menkeu nomor 75 ini, hal yang perlu diperhatikan, pertama, 18 Luala Langsa 1
pertama, sesuai dengan inpres nomor 3 telah mendapat ijin dari instansi 19 Kudus 1231
tahun 2006 tentang paket kebijakan perindustrian dan/atau perdagangan. 20 Kupang 1
perbaikan iklim investasi, sehingga Dua, mengajukan permohonan
mendorong instansi pelayanan pemeriksaan lokasi/bangunan/tempat 21 Lhok Suemawe 1
masyarakat untuk memudahkan dan usaha disertai gambar denah lokasi/ 22 Madiun 94
mempercepat proses perijinan. Kedua, bangunan/tempat usaha. 23 Makassar 2
menjadikan KP DJBC hanya sebagai Dalam persyaratan lokasi/bangunan 24 Malang 304
regulator saja, sehingga semua pabrik hasil tembakau, satu hal baru
perijinan dapat dikeluarkan oleh KPBC. yang diatur disini adalah memiliki luas 25 Mataram 15
Ketiga, dari sudut pengawasan akan paling kurang 50 meter persegi. Hal ini 26 Maumere 1
lebih baik, karena KPBC akan merasa dimaksudkan agar dapat menghindari 27 Medan 3
lebih mempunyai kewajiban untuk para spekulan yang hanya menjadikan 28 Merak 2
melakukan pengawasan terhadap pabrik rokok sebagai sarana
pabrik-pabrik yang ijinnya telah mereka penyelewengan pajak cukai. Selain itu 29 Ngurah rai 1
keluarkan,” papar Tedy Himawan. juga disyaratkan agar dalam berita 30 Palembang 2
acara pemeriksaan dan gambar denah 31 Panarukan 40
DOK. PRIBADI memuat secara rinci, persil, bangunan,
32 Pare-Pare 5
ruang, tempat dan pekarangan yang
termasuk bagian dari pabrik hasil 33 Pasuruan 112
tembakau atau tempat usaha importir 34 Pekalongan 45
hasil tembakau. Selain itu juga memuat 35 Pematang Siantar 7
batas-batas pabrik atau tempat usaha
hasil tembakau, dan merinci dengan 36 Probolinggo 36
jelas luas pabrik atau tempat usaha 37 Pulau Pisau 1
importir hasil tembakau. 38 Purwakarta 1
Inilah beberapa hal yang baru 39 Sibolga 1
dalam peraturan Menkeu nomor 75
tentang NPPBKC, sementara itu hal-hal 40 Surakarta 116
lainnya tentang permohonan tidak me- 41 Tanjung Mas 295
ngalami perubahan dan untuk pemohon 42 Tasikmalaya 77
yang diajukan sebelum 1 Oktober 2006 43 Tegal 152
masih tetap mengikuti aturan yang
lama, sedangkan yang mengajukan 44 Teluk Bayur 2
setelah 1 Oktober 2006 secara otoma- 45 Teluk Nibung 3
tis akan mengikuti aturan yang baru. 46 Ternate 1
Jika pengaturan permohonan 47 Tual 1
NPPBKC diatur sedemikian rupa,
apakah hingga saat ini masih banyak 48 Tulungagung 207
para pengusaha yang ingin 49 Ulee Lheue 1
BAMBANG PRIJO KOESOEMO. KPBC Tipe B
Pasuruan selalu berkoordinasi dengan pemda mengajukan NPPBKC? Masih
setempat, sehingga perijinan NPPBKC dapat menjanjikankah usaha hasil tembakau
GRAND TOTAL 3770
dijalani sesuai prosedur. ini sebenarnya di Indonesia? Menurut

EDISI 384 NOPEMBER 2006 WARTA BEA CUKAI 49


CUKAI

lebih peduli terhadap harga rokok yang


dibelinya.
PER SEPTEMBER 2006 Keadaan ini akan mendorong
produsen/pabrikan, terutama yang telah
mempunyai jaringan pemasaran untuk
mengambil strategi mempertahankan
harga yang ada atau meluncurkan
produk baru dengan harga yang lebih
rendah. Kebanyakan pabrik tidak mau
mengambil resiko menaikan golongan
yang berakibat pada kenaikan harga
dan tarif. Pabrikan lebih memilih
membuat merek baru di pabrik baru
dengan NPPBKC baru atas nama
orang lain yang secara riil sebenarnya
orang yang sama.
Jual beli pita cukai (ilegal), adalah
motivasi lainnya, dimana motivasi ini
bukan didasari untuk mendirikan pabrik
hasil tembakau, melainkan agar yang
bersangkutan dapat melakukan peme-
sanan pita cukai yang kemudian pita
cukai tersebut akan dijual kepada pab-
rik lain yang benar-benar berproduksi.
Tedy Himawan, ada beberapa hal dibidang lain, ini juga merupakan Praktek jual beli pita cukai ini pada
mengapa hingga saat ini masih banyak motivasi mengapa masih banyak umumnya terjadi pada golongan IIIA
para pengusaha yang mengajukan pengajuan NPPBKC, selain itu krisis dan golongan IIIB, praktek jual beli pita
NPPBKC, antara lain: ekonomi yang menyebabkan cukai ini akan menguntungkan bagi ke-
Jiwa wirausaha masyarakat mening- banyaknya industri lain gulung tikar dua belah pihak karena pabrikan pem-
kat, yang lebih dikarenakan adanya dimana salah satu solusinya adalah beli pita cukai tidak termonitor produksi-
keinginan untuk berusaha dibidang membuat usaha hasil tembakau. nya dan tidak tercatat sebagai pabrikan
hasil tembakau, karena kesadaran dari Motivasi lain mengapa masih yang harus menaikan golongan.
masyarakat itu sendiri ataupun hasil banyak pengusaha yang mengajukan Pabrikan yang membeli pita cukai
pembinaan instansi terkait. NPPBKC adalah, pemecahan pabrik juga akan mendapatkan keuntungan
Disatu sisi, keinginan berusaha (mendirikan anak perusahaan). Untuk karena tidak membayar PPN atau
pada industri hasil tembakau pada level motivasi yang ini memang marak seharusnya membayar PPN lebih dari
bawah lebih dikarenakan, bahan baku terjadi, maksudnya tak lain agar yang ditentukan. Penjual pita cukai
yang semakin mudah dan murah dapat terhindar dari kenaikan golo- mendapat keuntungan karena dapat
diperoleh dipasar, mulai dari tembakau, ngan pabrik. Pabrik yang demikian menjual pita cukai dengan harga yang
cengkih, saos, ambri/vapir dan etiket adalah pabrik yang tingkat produksinya lebih tinggi dari harga perolehan dari
pembungkus rokok. Modal yang sudah cukup tinggi dan berada bea cukai tanpa berproduksi.
diperlukan juga relatif kecil, juga diambang batas kenaikan golongan. Motivasi lainnya yang juga sangat
kesempatan pasar yang masih terbuka Seperti diketahui bahwa pasar rokok menentukan adalah, adanya dukungan
lebar, menjanjikan keuntungan yang untuk harga murah merupakan pasar dari pemerintah daerah setempat.
cukup besar, ketersediaan tenaga kerja yang responsif terhadap harga, atau Motivasi mendirikan pabrik hasil
yang sudah mempunyai keahlian dengan kata lain konsumen rokok jenis tembakau juga dikarenakan pemerintah
dibidang rokok, dan difasilitasi oleh tertentu, pada umumnya tidak daerah memandang sektor rokok telah
pemerintah setempat. mempertimbangkan brand image dari membantu dalam mengatasi
Kurang berkembangnya usaha merek rokok yang dibelinya, melainkan pengangguran, karena menyediakan
WBC/ATS WBC/ADI

SOSIALISASI. Untuk lebih mendayagunakan KPBC sebagai ujung tombak HOME INDUSTY.. Pemda daerah
pelayanan, sosialisasi pelimpahan wewenang perijinan NPPBKC dilakukan lebih menggunakan konsep ini dalam
di Kantor Pusat oleh Direktorat Cukai. persyaratan NPPBKC.

50 WARTA BEA CUKAI EDISI 384 NOPEMBER 2006


KONSULTASI
KEPABEANAN & CUKAI
menyediakan lapangan kerja dan
kesempatan berusaha. Sehingga
pemda daerah memberikan kemu-
dahan dalam perijinan pndiriaan Dengan ini kami informasikan agar setiap surat pertanyaan yang masuk ke Redaksi
industri rokok. Warta Bea Cukai baik melalui pos, fax ataupun e-mail, agar dilengkapi dengan identitas
Hingga saat ini sebenarnya yang jelas dan benar. Redaksi hanya akan memproses pertanyaan-pertanyaan yang
terdapat ketidaksamaan persepsi diajukan dengan menyebutkan identitas dan alamat yang jelas dan benar. Dan sesuai
antara pemda dengan bea cukai, permintaan, kami dapat merahasiakan identitas anda. Demikian pemberitahuan ini
terkait dengan syarat-syarat kami sampaikan, atas perhatiannya kami ucapkan terimakasih. Redaksi
bangungan yang dapat dijadikan
sebagai pabrik hasil tembakau.
Sesuai peraturan pemerintah nomor
5 tahun 1997, salah satu persyarat-
an lokasi/bangunan/tempat usaha DOKUMEN BARANG
PRODUKSI KB
yang dapat digunakan sebagai
pabrik hasil tembakau adalah
dilarang berhubungan langsung
dengan rumah tinggal. Namun
dalam kenyataannya pendirian Dalam mekanisme pengeluaran barang dari Kawasan Berikat (KB) Kep-63/
pabrik hasil tembakau, khususnya BC/1997 tanggal Juli 1997, apabila akan mengeluarkan barang untuk
golongan IIIB pemda menggunakan penjualan lokal (DPIL) menggunakan dokumen PIB (BC 2.0) dan berlaku
konsep “home industry” yang ketentuan impor seperti biasa.
sebenarnya tidak sesuai dengan PP
nomor 5 tahun 1997.
Berkaitan dengan perijinan pabrik Pertanyaan :
hasil tembakau perlu dikemukakan, Dalam hal barang yang akan dikeluarkan dari KB itu tidak terkandung
bahwa Menkeu cq. Direktur Jenderal unsur impor, bahan bakunya murni dari DPIL (masuk dengan BC 4.0) yang
Bea dan Cukai adalah instansi yang telah mengalami proses produksi di dalam KB, apakah juga tetap
memberikan ijin berupa NPPBKC
menggunakan dokumen PIB (BC 2.0), bagaimana perhitungan pajak-
setelah perijinan dari instansi terkait
lengkap. Bea dan cukai sering pajaknya. Menurut hemat kami unsur pajak yang masih melekat pada barang
dihadapkan pada suatu keadaan itu adalah PPN saja.
dimana bea cukai tidak bisa menolak Demikian pertanyaan kami atas perhatiannya kami mengucapkan terima
permohonan yang diajukan karena kasih.
seluruh perijinan diinstansi terkait telah
terpenuhi.
Salah satu contoh permohonan PARIYO
NPPBKC yang masih cukup tinggi Korlak Adm. Ekspor Impor
adalah di KPBC Tipe B Pasuruan. KPBC Tipe B Yogyakarta
Menurut Kepala KPBC Tipe B Pasu-
ruan, Bambang Prijo Koesoemo SH,
di wilayah kerjanya ada sekitar 116 Jawaban :
industi hasil tembakau yang umumnya
golongan rendah, dan hingga saat ini
masih ada kurang lebih 30 pemohon Sehubungan dengan pertanyaan yang dikirimkan, dengan ini disampaikan
untuk mendapatkan NPPBKC. sebagai berikut :
“Terkait dengan peraturan nomor
75 tentang NPPBKC, saya berharap 1. Prosedur (dokumen) yang digunakan dalam proses pengeluaran barang
tidak ada masalah dalam pemberian
NPPBKC, karena sampai saat ini kami hasil produksi di dalam KB, dimana seluruh bahan baku yang digunakan
juga telah berkoordinasi dengan pem- untuk membuat barang tersebut berasal dari DPIL adalah :
da setempat, agar pengurusan per- a. Menggunakan dokumen BC 4.0 dilampiri faktur pajak;
ijinannya dapat diselesaikan dengan b. Dilakukan pemeriksaan fisik oleh pejabat Bea dan Cukai di KB;
memperhatikan segala persyaratan c. Untuk barang hasil olahan berupa BKC dilekati pita cukai, sedangkan
yang telah ditentukan, baik oleh BKC yang tidak dapat dilekati pita cukai dilampiri dengan dokumen CK-
Departemen Perindustrian maupun
bea cukai,” kata Bambang Koesoemo. 15;
Lebih lanjut Bambang menjelas- d. Jumlah yang dikeluarkan ke DPIL sebanyak-banyaknya 50% dari
kan, pihaknya juga telah melakukan jumlah nilai hasil produksi tahun berjalan.
sosialisasi kepada pemda setempat
terkait dengan persyaratan yang 2. Pajak-pajak yang harus dibayarkan atas barang tersebut adalah :
telah ditentukan oleh DJBC,
a. PPN dan PPnBM berdasarkan harga penyerahan;
sehingga dalam pemberian ijinnya,
pemda setempat tidak lagi terlalu b. Cukai sesuai dengan undang-undang cukai.
mudah memberikan, termasuk
dalam mensurvei bangunan yang Demikian untuk dimaklumi.
juga perlu selalu melibatkan bea
cukai. Dengan langkah ini maka DIREKTUR TEKNIS KEPABEANAN
permohonan NPPBKC juga akan
terlihat motivasinya, sehingga
pengawasanpun juga akan lebih Teguh Indrayana
mudah dilakukan. adi NIP 060054090

EDISI 384 NOPEMBER 2006 WARTA BEA CUKAI 51


KEPABEANAN

BEA MASUK TINDAKAN


PENGAMANAN (SAFEGUARDS )
SUATU CARA PERLINDUNGAN INDUSTRI DALAM NEGERI
DI ERA PERDAGANGAN BEBAS
Oleh : Dheni Wiguna, SE, SST, Ak, MM
Berbeda dengan Anti Dumping yang didasarkan pada tindakan perdagangan yang
unfair, maka safeguards ini didasarkan pada tindakan perdagangan yang fair dalam
kondisi pasar persaingan sempurna.

S
ebagai anggota organisasi perda- SAFEGUARDS DAN ANTIDUMPING Sesuai dengan Keputusan Menteri
gangan dunia (WTO) dan organisasi WTO memperbolehkan negara Perindustrian dan Perdagangan Nomor:
perdagangan regional ASEAN anggotannya untuk melindungi industri 85/MPP/KEP/2003 tanggal 17 Februari
(AFTA), Indonesia wajib tunduk dan dalam negerinya dalam menghadapi 2003 tentang Tata Cara dan Persyarat-
mengikuti aturan-aturan dan kesepakatan- serbuan barang impor yang dianggap an Permohonan Penyelidikan Atas Pe-
kesepakatan yang telah dibuat oleh dapat mematikan industri tersebut ngamanan Industri Dalam Negeri Dari
organisasi-organisasi perdagangan asalkan sesuai dengan peraturan dan Akibat Lonjakan Impor, pihak yang ber-
tersebut. Salah satu isi dari kesepakatan ketentuan yang ada. Cara yang sudah hak mengajukan permohonan adalah:
tersebut adalah Free Trade Area yang lazim digunakan adalah dengan Bea a. Produsen dalam negeri Indonesia
telah dimulai secara bertahap. Masuk Anti Dumping dan Bea Masuk yang menghasilkan barang sejenis
Dampak dari proses Free Trade Tindak Pengamanan (Safeguards). Anti barang terselidik dan atau barang
Area tersebut yang telah dirasakan Dumping telah dibahas dalam tulisan yang secara langsung bersaing.
adalah penurunan tarif bea masuk bulan lalu, dalam tulisan ini penulis b. Asosiasi produsen barang sejenis
secara bertahap. Saat ini rata-rata tarif akan mengulas tentang safeguards. barang terselidik dan atau baran
bea masuk di seluruh dunia sudah Apa itu safeguards? Sesuai dengan yang secara langsung bersaing.
berkisar 4% saja. Untuk organisasi Keputusan Presiden Nomor 84 Tahun c. Organisasi buruh yang mewakili
perdagangan regional seperti AFTA 2002 tanggal 16 Desember 2002 tentang para pekerja industri dalam negeri.
malah kita mengenal tarif khusus Tindakan Pengamanan Industri Dalam Syarat dari pemohon adalah
(CEPT) untuk pos-pos tarif tertentu. Negeri Akibat Lonjakan Impor, Safeguards mempunyai volume produksi secara
Dengan arah perdagangan dunia yang adalah tindakan yang diambil pemerintah kolektif maupun individu lebih besar
tengah menuju ke era perdagangan be- untuk memulihkan kerugian serius dan dari 50% total produksi nasional.
bas tentu akan menimbulkan pertanyaan atau mencegah ancaman kerugian serius
di benak kita, ‘Bagaimana nantinya nasib dari industri dalam negeri akibat dari APLIKASI PERMOHONAN SAFEGUARDS
industri dalam negeri yang tidak mampu lonjakan impor barang sejenis atau barang Aplikasi permohonan disampaikan
bersaing dengan barang impor yang yang secara langsung merupakan kepada KPPI secara tertulis dengan
masuk tanpa dikenakan bea?’ Tentu saja saingan hasil industri dalam negeri memuat:
jawabannya hanya satu, ‘tutup’. Jika suatu dengan tujuan agar industri dalam negeri l Identitas pemohon
industri tutup maka akan timbul pengang- yang mengalami kerugian serius dan atau l Uraian lengkap barang sejenis dan
guran dan multiplier effect yang sangat ancaman kerugian serius tersebut dapat atau barang yang secara langsung
besar yang sulit untuk kita bayangkan. melakukan penyesuaian struktural. Di bersaing
Kalau memang dirasa merugikan dalam Keppres ini juga diatur mengenai l Uraian lengkap barang yang diselidiki
kenapa, Indonesia harus ikut pembentukan Komite Pengamanan l Nama eksportir dan negara
perdagangan bebas? Jawabannya Perdagangan Indonesia (KPPI) yang pengekspor
kembali kepada pelajaran Dasar merupakan badan yang memiliki l Industri dalam negeri yang dirugikan
Ekonomi tentang Comparative kewenangan penuh untuk melaksanakan dan asosiasinya
Advantage dimana suatu negara penyelidikan dalam rangka tindakan l Nama importir dan asosiasinya
mempunyai kelebihan masing-masing pengamanan sesuai dengan ketentuan l Informasi dan data impor barang yang
dalam kemampuan menghasilkan sebagaimana diatur dalam Keppres ini. diselidiki 5 tahun terakhir
suatu produk. Era perdagangan Berbeda dengan Anti Dumping yang l Informasi dan data mengenai kerugian
bebas memang merugikan industri didasarkan pada tindakan perdagangan serius dan atau ancaman kerugian
dalam negeri yang daya saingnya yang unfair, maka safeguards ini serius dalam 3 tahun terakhir
lemah, tetapi akan sangat didasarkan pada tindakan perdagangan l Informasi program penyesuaian yang
menguntungkan bagi industri dalam yang fair dalam kondisi pasar persaingan dilakukan industri dalam negeri
negeri yang menghasilkan komoditi sempurna. Safeguards diberlakukan jika l Informasi perubahan yang tidak
berdaya saing tinggi di perdagangan terjadi lonjakan impor atas produk tertentu diperkirakan.
dunia. Jadi janganlah bertanya-tanya yang secara nyata mengancam
mengapa harus ikut perdagangan kelangsungan hidup industri dalam negeri. Sebagai alat analisis awal sebelum
bebas, tetapi alihkanlah pertanyaan dilakukan penyelidikan oleh KPPI,
menjadi bagaimana caranya PEMOHON SAFEGUARDS pemohon harus mengemukakan
membantu industri dalam negeri Siapakah pihak yang dapat meng- kerugian yang diderita akibat adanya
menghadapi serbuan barang impor. ajukan permohonan akan safeguards? lonjakan barang impor, baik kerugian

52 WARTA BEA CUKAI EDISI 384 NOPEMBER 2006


DOK. PRIBADI

SEMINAR SAFEGUARDS. Penulis (dua dari kiri) bersama dengan rekan-rekan KADI/KPPI dan ITAP (Indonesia Trade Assistance Project) saat seminar WTO Law
On Safeguard Measure, tanggal 31 Agustus 2006 bertempat di Hotel Borobudur, Jakarta. Dari kiri ke kanan, Moch Asep Kurniawan (Dit Vera/KADI), Dheni
Wiguna (penulis), Simon Lacey (ITAP), Amanda Deatherage Hermati (ITAP), Erick Lestario (ITAP), James K. Locket (ITAP) dan Adeltus Lolok (Dit Vera/KPPI).

material yang telah terjadi maupun sejak pengajuan permohonan diterima Pengenaan Bea Masuk Tindakan
kerugian yang dianggap akan terjadi lengkap oleh KPPI, berdasarkan hasil Pengamanan Terhadap Impor Produk
dalam waktu dekat. Indikator kerugian penelitian serta bukti-bukti awal, KPPI Keramik Tableware yang berlaku
tersebut adalah sebagai berikut : memberikan keputusan menolak atau selama 3 (tiga) tahun sejak tanggal
l Penurunan penjualan dalam negeri menerima permohonan. Dalam hal per- ditetapkan. Hal ini bisa disebabkan
l Penurunan profit atau malah mohonan diterima, KPPI mengumum- karena industri dalam negeri sanggup
mengalami loss kan kepada media cetak dan bersaing dengan barang impor atau
l Penurunan produksi memberitahukan kepada pihak yang karena kurang informasi. Padahal
l Penurunan utilitasi kapasitas berkepentingan tentang dimulainya seperti anti-dumping, KPPI tidak kurang
l Penurunan pangsa pasar penyelidikan terhadap barang yang 10 kali dalam setahun melakukan
l Penurunan / tidak mampu diduga sebagai penyebab kerugian seminar dan sosialisasi di kota-kota
meningkatkan produktivitas serius dan atau ancaman kerugian besar di seluruh Indonesia.
l Meningkatnya tingkat persediaan serius terhadap industri dalam negeri. Karena baru pertama kali diberlakukan
l Terjadinya penurunan jumlah upah Bea Masuk Tindak Pengamanan (safe-
kerja PELAKSANAAN SAFEGUARDS DI guards), maka dalam pelaksanaannya
l Terjadinya pengurangan tenaga kerja INDONESIA pun sempat terjadi beberapa masalah.
Walaupun sebenarnya safeguards Berdasarkan pengamatan penulis
Selain itu juga Pemohon harus mem- merupakan sarana perlindungan masalah yang timbul antara lain adalah:
berikan ringkasan bahwa lonjakan impor terhadap industri dalam negeri yang 1. Peraturan Menteri Keuangan
tersebut telah menyebabkan kerugian secara prosedur lebih mudah Nomor: 01/PMK.010/2006 pasal 1
pada industri dalam negeri. Hubungan penyelidikannya dibandingkan anti- menyebutkan bahwa Terhadap
sebab akibat ini sering dihubungkan dumping, namun hingga saat ini baru impor produk keramik tableware
dengan efek volume dan efek harga. Efek satu kasus yang telah dikenakan Bea dengan pos tarif 6911.10.00.00,
volume diukur dengan terjadinya Masuk Tindakan Pengamanan (Safe- 6911.90.00.00 dan 6912.00.00.00
peningkatan impor dari negara-negara guards). Safeguards baru dikenakan kecuali produk peralatan toilet
tertuduh sedangkan efek harga terdiri dari terhadap impor produk keramik dikenakan Bea Masuk Tindakan
3 indikator, yaitu price undercutting, price tableware sesuai dengan Peraturan Pengamanan (safeguards) yang
depression dan price suppression. Menteri Keuangan Nomor: 01/PMK.010/ berupa tarif spesifik. Selanjutnya
Dalam waktu 30 (tiga puluh) hari 2006 tanggal 4 Januari 2006 tentang dalam Pasal 3 disebutkan: ‘..Bea

EDISI 384 NOPEMBER 2006 WARTA BEA CUKAI 53


KEPABEANAN

DJBC Dan Airlines


Masuk Tindakan Pengamanan…
a. Tahun I : Rp 1.600,00/ per
kg…dst. Hal ini akan menimbul-
kan pertanyaan, apakah yang

TANDATANGANI PERJANJIAN
digunakan tarif advolerum
ditambah Rp 1.600,00 per kg
atau menjadi hanya Rp 1.600,00
per kg saja? Jawabannya
adalah tarif advolerum
ditambah Rp 1.600,00 per kg.
PDE MANIFES
2. Berdasarkan Peraturan Menteri
Keuangan Nomor: 01/PMK.010/ Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) dan airlines perlu
2006 pasal 2 menyebutkan: penyeragaman sistem, demi kesempurnaan jalannya sistem
‘..Bea Masuk Tindakan aplikasi pelayanan (SAP) pertukaran data elektronik (PDE)
Pengamanan….dikenakan manifes udara yang mulai 2 Oktober 2006 telah dimandatorikan.
terhadap importasi dari semua
negara kecuali negara-negara

P
sebagaimana ditetapkan dalam DE manifes udara kini sudah penerbangan) dalam dan luar negeri.
Lampiran Peraturan Menteri mulai diterapkan. Khusus untuk Di dalam nota perjanjian tersebut
Keuangan ini..’. Dasar pengecu- bandara Soekarno-Hatta yang dijelaskan, masing-masing pihak sepa-
alian ini adalah negara-negara mempunyai frekuensi kedatangan dan kat melakukan pertukaran (pengiriman
tersebut merupakan negara ber- keberangkatan pesawatnya paling dan penerimaan) dokumen/informasi
kembang yang impornya kurang banyak, saat ini mulai dimandatorikan pemberitahuan pabean berupa rencana
dari 3% dari total impor Indone- penerapan sistem PDE manifes yang kedatangan sarana pengangkut
sia untuk produk tableware. Hal dalam tahap ujicobanya telah berjalan (RKSP), inward manifes dan outward
ini akan menimbulkan importir dengan lancar. manifes, yang dilakukan dengan
mengalihkan importasinya dari Untuk lebih memperlancar dan me- menggunakan sistem PDE kepabeanan
negara yang dikenakan Bea nyamakan sistem PDE manifes terse- melalui jaringan komputer.
Masuk Tindakan Pengamanan but, beberapa waktu yang lalu, tepatnya Hal lain yang juga disepakati oleh
ke negara yang dikecualikan, 29 September 2006, bertempat di aula masing-masing pihak, adalah kewajib-
sehingga importasi dari negara gedung A Kantor Pelayanan Bea dan an menyimpan data pemberitahuan
tersebut kemungkinan akan Cukai Tipe A Khusus Soekarno-Hatta, pabean sebagaimana dimaksud dalam
melebihi batas 3% dari total dilakukan penandatanganan nota bentuk softcopy selama sepuluh tahun
impor Indonesia untuk produk kesepakatan bersama antara DJBC pada tempat usahanya di Indonesia.
tableware, namun tidak dikena- yang diwakili oleh KPBC Soekarno- Pada perjanjian yang telah
kan Bea Masuk Tindakan Peng- Hatta dengan 30 airlines (perusahaan dimandatorikan pada 2 Oktober 2006
amanan. Untuk itu perlu dibuat
WBC/ATS
aturan-aturan yang jelas untuk
mencegah terjadinya penghin-
daran bea masuk dengan jalan
tersebut.

PENUTUP
Walaupun Bea Masuk Tindakan
Pengamanan (safeguards)
memberikan perlindungan kepada
industri dalam negeri, namun
sifatnya hanya sementara saja.
Dalam periode perlindungan ini
hendaknya industri dalam negeri
yang telah dilindungi oleh Bea
Masuk Tindakan Pengamanan
berbenah diri dan melakukan
rekonsiliasi internal agar dapat lebih
meningkatkan daya saingnya
sehingga saat periode Tindakan
Pengamanan ini berakhir, industri
dalam negeri sudah siap bersaing
dengan barang impor tanpa
perlindungan lagi. Untuk informasi
lebih lanjut dapat menghubungi :
Komite Pengamanan
Perdagangan Indonesia (KPPI)
Departemen Perdagangan
Gedung II Lantai 3
Jl. MI Ridwan Rais No. 5
Jakarta 10110
Telp : (021) 3857758
Fax : (021) 3857758
Penulis adalah
Pengendali Teknis Audit pada Kanwil IV DJBC PENANDATANGANAN. Sebanyak 30 airlines menandatangani nota kesepakatan bersama dengan
Jakarta dan Investigator pada KADI DJBC yang diwakili oleh KPBC Tipe A Khusus Soekarno-Hatta.

54 WARTA BEA CUKAI EDISI 384 NOPEMBER 2006


WBC/ATS
lalu, pada saat itu hanya ada dua airli-
nes saja yang secara simbolis melaku-
kan penandatanganan, sedangkan si-
sanya menyusul di hari yang sama dan
beberapa hari kemudian, dan saat ini
seluruh airlines telah menandatangani
nota kesepakatan bersama tersebut.
Kepala KPBC Tipe A Khusus
Soekarno-Hatta, Achmad Riyadi dalam
kata sambutannya di acara penandata-
nganan perjanjian mengatakan, DJBC
berusaha semaksimal mungkin untuk
dapat menerapkan prinsip-prinsip good
governance, dengan sejak awal
penyusunan konsepnya telah
melibatkan stakeholder yang terkait.
“Sistem aplikasi pelayanan dengan
menggunakan sistem pertukaran data
elektronik dalam pelayanan manifes,
merupakan suatu sistem pelayanan di
bidang kepabeanan terhadap
penyerahan dan penatausahaan
dokumen inward/outward manifes
melalui media elektronik dan jaringan POSKO MANIFES. Untuk lebih memperlancar pertukaran data melalui PDE Manifes, KPBC Tipe A
data elektronik,” jelas Achmad Riyadi. Khusus Soekarno-Hatta telah menyiapkan posko manifes yang siap siaga selama 24 jam dan tujuh
hari dalam seminggu.
Lebih lanjut Achmad Riyadi menje-
laskan, dari segi pelayanan, manifes Terkait dengan ujicoba, memang oleh pihak KPBC Soekarno-Hatta,
merupakan alat kontrol terhadap semua pada saat dilakukan masih banyak tanpa dikenakan sanksi. Dan untuk
dokumen pemberitahuan pabean dan kendala yang dihadapi, dan hingga kini lebih memperlancar pertukaran data,
semua bentuk kegiatan pelayanan ke- pun masih ada beberapa airlines yang saat ini KPBC Soekarno-Hatta telah
pabeanan, sehingga semua dokumen mengalami kendala dalam pengiriman menyiapkan posko manifes yang
pelayanan kepabeanan, seperti BC 2.0, datanya. Namun hal tersebut masih bertugas selama 24 jam dan tujuh hari
BC2.3, BC2.3, dan lain-lain, harus tetap dilayani dengan cara dibimbing dalam seminggu. adi
merujuk/rekonsiliasi dengan pos-pos
yang ada pada manifes. Selain itu un-
tuk dapat melakukan pengajuan RKSP/
JKSP, inward manifes dan outward
Inna Lillahi Wa Inna Ilaihi Raaji’uun
manifes melalui sistem PDE ini, maka
diperlukan kesepakatan antara pihak
pengangkut dengan Kepala KPBC yang
dituangkan dalam nota perjanjian Telah berpulang ke Rahmatullah dengan tenang di
penggunaan sistem PDE. RS Puri Medika Jakarta
Sementara itu menurut Cargo pada hari Minggu tanggal 01 Oktober 2006 pkl. 20.40 WIB,
Handling Group Manager PT.JAS, Paul Suami/Bapak/Teman kami yang tercinta :
Koagouw, yang diwawancarai WBC
usai penandatanganan dan peninjauan
posko manifes, dengan adanya nota Purbo Waluyo
kesepakatan ini merupakan suatu hal Bin Sugiyanto
yang dapat menunjang kegiatan
eksportasi maupun importasi barang- Pegawai pada
barang, dan ini juga sebagai langkah Kantor Wilayah IV DJBC Jakarta
maju dimana sebelumnya dikerjakan (dalam usia 36 tahun)
secara manual kini dikerjakan secara
sistem (elektronik-red). Jl. Swasembada Timur VIII No. 27A,
“Dengan sistem ini tentunya kita Tanjung Priok,
akan terpenuhi aspek cepat dan tepat Jakarta Utara
waktu, sehingga keinginan para
konsumen maupun para pelaku bisnis Pada kesempatan ini kami menyampaikan ucapan terima kasih yang
dapat tercapai,” kata Paul sebesar-besarnya kepada rekan-rekan dan pihak-pihak yang telah
Sedangkan dari pihak airlines, yaitu memberikan segala perhatian, bantuan moril maupun materiil sejak
menurut Operation Manager Singapore
Airlines, Widya Kusuma, dengan
wafat hingga pemakamannya dan do’a yang diberikan kepada kami
adanya sistem PDE manifes ini sekeluarga dan almarhum. Disertai permohonan maaf atas segala
diharapkan akan lebih memudahkan kekurangan dan kekhilafan almarhum semasa hidupnya.
dalam proses pengolahan data yang
pada akhirnya akan mempercepat Kami yang berduka cita,
proses pengurusan di Customs.”Kami Keluarga (Alm.) Purbo Waluyo
sebagai airlines, beberapa waktu yang dan
lalu telah melakukan ujicoba melalui Keluarga Besar
ground handling kami dan ternyata data Himpunan Alumni Prodip III Bea Cukai dan Akuntansi Angkatan 7
kami bisa diterima dengan baik oleh
Customs,” papar Widya Kusuma

EDISI 384 NOPEMBER 2006 WARTA BEA CUKAI 55


PERISTIWA
DOK.CCC
CCC sebelumnya le-
bih berorientasi pada
jalan raya yang juga
memiliki medan yang
cukup terjal, di acara
kali ini lebih kepada
pengenalan alam
yang jauh dari pemu-
kiman penduduk.
Satu hal yang
cukup menarik pada
CCC kali ini adalah,
perkiraan jarak tem-
puh yang telah diren-
canakan selama

CCC
empat jam mulai dari
start hingga finish,
ternyata meleset.
Hampir seluruh pe-
serta rata-rata menye-
lesaikannya dalam
enam jam, hal ini me-
nunjukan kalau rute
yang ditempuh kali ini
Wisata Sepeda di Cirebon benar-benar merupa-
kan rute yang sangat
dan Jelajah Alam Sumedang menantang dan me-
narik untuk dijalani.
Namun demikian
dari 25 peserta yang
Sebanyak 45 peserta yang berasal dari berbagai daerah, mengikuti wisata mengikuti kegiatan
bersepeda di Cirebon dengan menempuh jarak 72 Km pada 8 hingga 9 Juli CCC menjelajah alam
Sumedang, ada em-
2006. Sementara itu pada 27 Agustus 2006, kembali diadakan kegiatan pat peserta yang ti-
bersepeda yang menjelajah alam Sumedang dengan jarak 40 Km. dak sanggup menca-
pai garis finish, yang

U
ntuk yang kesekian kalinya Customs perkebunan teh, sawah, dan yang lebih akhirnya harus ditandu dengan mobil pani-
Cycling Club (CCC) yang merupa- menantang lagi adalah peserta harus me- tia. Menurut Hari Prabowo selalu koor-
kan klub bersepeda bagi pegawai lewati hutan. dinator panitia CCC Sumedang, dengan
Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC), “Boleh dikatakan rute kali ini adalah persiapan yang matang akhirnya dapat
kembali menyelenggarakan kegiatan menjelajahi alam Sumedang, jalur yang diselenggarakan kegiatan ini dengan
bersepeda bersama. Kegiatan yang kita lalui memang lain dari pada yang lain cukup sukses, walaupun ada beberapa
diselenggarakan pada 27 Agustus 2006 atau off road, di mana hanya 10 Km saja peserta yang tidak mencapai garis finish,
ini, dimotori oleh Bidang Verifikasi Kanwil yang merupakan jalan beraspal sedang- ini menunjukan kalau medan yang dipilih
V DJBC Bandung, dan diikuti kurang lebih kan sisanya adalah jalan berbatu-batu dan selain membutuhkan fisik yang kuat, juga
25 peserta yang berasal dari Medan, sawah,” jelas Siswa Murwono yang mental yang tangguh untuk menghadapi
Bandung, Surabaya, Ambon, dan Jakarta. menjadi ketua penyelenggara kegiatan segala rintangan disetiap rutenya.
Untuk rute yang ditempuh pada CCC di Sumedang. “Dari bantuan masyarakat sekitar yang
kegiatan CCC kali ini, adalah menjelajahi Lebih lanjut Siswa Murwono menjelas- cukup antusias di kegiatan CCC Sume-
alam Sumedang dengan jarak tempuh kan, terpilihnya rute Sumedang ini, setelah dang ini, memang kita sangat terbantu
sejauh 40 Km. Dari jarak tersebut setiap panitia mensurvei daerah tersebut seba- sekali, bahkan kita juga telah menyiapkan
peserta diharuskan melewati 12 desa, nyak tiga kali, selain itu jika pada acara 9 motor ojek sebagai tim sapu bersih yang
DOK.CCC nyata-nyata sangat bermanfaat karena
banyak peserta yang tidak sanggup
melewati rutenya,” papar Hari Prabawo.
Sementara itu menurut para peserta
yang mengikuti CCC jelajah alam Sume-
dang, yang salah satunya adalah Hari
Prasetyo dari Ambon, rute kali ini cukup
menantang, dan alamnya sangat bagus.
”Untuk yang baru pertama kali ikut atau
yang jarang sekali latihan, di rute ini pasti
akan nyerah duluan, rutenya benar-benar
menantang,” komentar Hari Prasetyo
Sedangkan Kepala BPIB Medan, Ami-
nuddin, yang juga ikut serta menyatakan,
rute yang ditempuh memang sangat me-
nantang, dan untuk mencapai garis finish
hanya dapat dicapai dengan stamina dan
mental yang kuat.”Sebetulnya di Medan
SIAP MENJELAJAH. Sebanyak 25 peserta dari berbagai daerah, siap menempuh rute sejauh 40 Km juga ada rute yang lebih dahsyat dari ini,
dan menjelajah alam Sumedang pada kegiatan CCC. tapi karena saya sudah tiga bulan vakum

56 WARTA BEA CUKAI EDISI 384 NOPEMBER 2006


DOK.CCC
pos tersebut adalah tempat wisata,
sehingga selain bersepeda kita juga dapat
mengenal objek wisata yang ada di
wilayah Cirebon dan Kuningan,” ujar
Bambang Wahyudi.
Lebih lanjut Bambang Wahyudi
mengutarakan, pos-pos yang dilalui itu
adalah pos satu terletak di daerah
Gronggong, yang mana peserta dapat
melihat kota Cirebon dari atas. Pos dua
terletak di pemandian Cibulan, yaitu
tempat wisata dimana terdapat pemandian
dan mata air yang berisi ikan-ikan yang
penuh dengan cerita legendanya, selain
itu di pos dua ini juga dapat melihat secara
langsung tempat petilasan Prabu Siliwangi
lengkap dengan tujuh mata airnya.
Pos berikutnya adalah pos tiga, dima-
na pos ini terletak di daerah Grage Sang-
kan Urip, merupakan wisata natural hot
water and aquamedic pool. Di pos tiga ini
KATA SAMBUTAN. Kepala KPBC Tipe B Cirebon, Bambang Wahyudi, sebagai tuan rumah, peserta berisitrahat sekaligus makan
memberikan kata sambutan sebelum acara dimulai. siang. Untuk pos keempat, peserta diajak
untuk melihat museum sejarah atau te-
tidak latihan ya ditengah jalan saya nyerah KPBC Tipe B Cirebon juga mengadakan patnya di daerah Linggar Jati. Pos terakhir
juga. Rutenya memang sangat bagus dan wisata bersepeda dengan tema “Gather- atau pos lima, peserta diajak untuk melihat
rute seperti ini yang jarang diselengara- ing Fun Bike”. Acara ini diikuti kurang lebih objek wisata “Sangeh” Cirebon (seperti
kan,” kata Aminuddin. 45 orang peserta dari berbagai anggota lokasi wisata di Bali, dimana pengunjung
Dari kegiatan CCC jelajah alam CCC pusat maupun daerah. dapat berinteraksi langung dengan kera-
Sumedang ini, terlihat seluruh peserta Menurut Kepala KPBC Tipe B Cirebon, kera penghuni daerah tersebut-red), yaitu
yang mengikutinya menyatakan sangat Drs. Bambang Wahyudi, peserta yang di daerah Plogan, dan dari pos ini kembali
puas. Sementara itu satu hal yang banyak ikut pada acara ini terbilang cukup banyak menuju KPBC.
dikoreksi oleh peserta di kegiatan CCC di dengan jumlah daerah yang mengikuti ju- Dari kegiatan CCC di Sumedang dan
Sumedang, adalah minimnya buah segar ga banyak, yaitu 18 peserta dari Jakarta, 9 Cirebon ini, baik Siswa Murwono
yang disediakan oleh panitia, yang peserta dari Surabaya, 8 peserta dari Ban- maupun Bambang Wahyudi sama-sama
menjadi salah satu penyebabkan kurang dung, 3 peserta dari Tanjung Balai Karimun, berharap agar olah raga sepeda yang
mendukungnya stamina peserta. 2 peserta dari Bali, 1 peserta dari Bontang, ada di DJBC dapat kembali digalakan
dan sisanya berasal dari Cirebon. seperti dulu lagi, karena selain sebagai
GATHERING FUN BIKE “Jarak tempuh yang kita lalui kurang olah raga yang relatif murah, juga lebih
Jika Kanwil V Bandung melalui Bidang lebih 72 Km, dengan start awal nyata dalam memberikan kesehatan dan
Verifikasinya mengajak CCC untuk dilaksanakan pada KPBC Cirebon sekitar kebugaran tubuh, sehingga di tempat
menjelajah alam Sumedang, sebelumnya jam 6 pagi. Di rute ini, peserta diharuskan lain pun kedepan nanti dapat diadakan
pada 8 hingga 9 Juli 2006 lalu, CCC melewati lima pos, yang mana tiap-tiap kembali acara CCC. adi
DOK.CCC DOK.CCC

RUTE MENANTANG. Hanya dengan rutin FOTO BERSAMA. Seluruh peserta


menjalani latihan dan memiliki stamina yang gathering fun bike foto bersama sesaat sebelum
kuat, yang dapat menempuh rute seperti ini. bendera star dikibarkan.

EDISI 384 NOPEMBER 2006 WARTA BEA CUKAI 57


MITRA

University Express dari DHL


Minat belajar pelajar dan mahasiswa Indonesia ke luar negeri setiap tahunnya
mengalami peningkatan.
DOK. COGNITO

S
ebagai wujud perhatian kepada para
pelajar dan mahasiswa Indonesia
yang akan dan sedang menuntut
ilmu di luar negeri, perusahaan jasa titipan
berskala Internasional DHL melalui PT.
Birotika Semesta, meluncurkan program
layanan pengiriman dokumen yang inova-
tif yang bertujuan membantu para pelajar
Indonesia yang berencana untuk melan-
jutkan pendidikan ke luar negeri atau bagi
mereka yang sedang belajar di luar negeri.
Bimo Dewanto, Communication
Manager PT. Birotika Semesta /DHL pada
acara peluncuran program baru yang
dinamai University Express di kawasan
Kebayoran Baru Jakarta pada 10 Oktober,
2006 mengatakan, pihaknya sangat
memperhatikan kebutuhan para pelajar
dan mahasiswa yang berada di luar
negeri, terutama kebutuhan pengiriman
dokumen dari Indonesia ke negara
tempatnya belajar, atau sebaliknya yang
mungkin sangat dibutuhkan guna
menunjang program belajar mereka.
Bimo kembali mengatakan, para
pelajar dan mahasiswa Indonesia yang PELUNCURAN UNIVERSITY EXPRESS : dari ki-ka: Andrias Soesilo, Team Leader UK Education
Services British Council Indonesia; Veronica Yetty, Product Development Manager PT Birotika
akan belajar di luar negeri melakukan Semesta/DHL Express; Irene Pingkan, Manager Australian Education Centres; Bimo Dewanto,
pengiriman formulir aplikasi pendaftaran Communications Manager PT Birotika Semesta/DHL Express
ke tiga sampai lima universitas, dimana
tiap universitas memiliki peraturan dan sebelumnya telah dijalankan di beberapa terpercaya ke universitas di luar
kualifikasi yang berbeda-beda. Dan negara di kawasan Asia Pasifik,”terang negeri.”Konsumen juga dapat melacak
seluruh pelajar dan mahasiswa yang Bimo ketika menjelaskan latar belakang sampai sejauh mana dokumen mereka itu
mengirimkan formulir pendaftaran tersebut diluncurkannya program layanan tersebut. berjalan melalui fasilitas track and trace
harus memastikan dokumen dan paket University express memiliki fasilitas atau melalui customer service
mereka diterima tepat pada waktunya di yang sama dengan produk layanan DHL kami,”terang Bimo kembali.
universitas yang dituju, untuk lainnya dan perlakuannya pun menurut Mengenai minat pelajar dan
memperbesar kesempatan mereka Bimo bisa dibilang agak lebih khusus mahasiswa Indonesia yang belajar diluar
diterima di universitas tersebut. guna menjamin kelancaran pengiriman. negeri, Andrias Susilo, Team Leader UK
“Atas perhatian kami dalam bidang Semua fitur ini menjadikan pengiriman Education Services dari British Council
pendidikan, DHL Indonesia meluncurkan dokumen dengan university Express mengatakan tiap tahunnya minat pelajar
layanan University Express, dimana dapat dilakukan dengan cepat, aman dan dan mahasiswa Indonesia yang belajar di
WBC/KY
Inggris, semakin meningkat, dan tentunya
program University Express yang
diluncurkan DHL bisa memberikan
semangat baru kepada mereka untuk
melanjutkan pendidikan ke luar negeri,
terutama mengenai ketepatan waktu
dalam pengiriman dokumen seperti ijasah,
formulir pendaftaran dan lain sebagainya.
Sementara itu Irene Pinkan, dari
Australian Education Centres
mengatakan, jumlah pelajar Indonesia dan
mahasiswa yang belajar di Australia pada
tahun 2005 mencapai 16.000. “Dengan
adanya layanan university express yang
mempunyai jaminan keamanan dan
ketepatan waktu pengiriman lanjutnya,
maka mereka tidak usaha merasa
khawatir akan keterlambatan pengiriman
dokumen yang berkaitan dengan
BIMO DEWANTO. pihaknya sangat memperhatikan kebutuhan para pelajar dan mahasiswa yang berada di keperluan belajar mereka dan juga
luar negeri, terutama kebutuhan pengiriman dokumen dari Indonesia ke negara tempatnya belajar, atau keamanan yang terjamin, serta juga harga
sebaliknya yang mungkin sangat dibutuhkan guna menunjang program belajar mereka. yang kompetitif,”terang Pinkan. zap

58 WARTA BEA CUKAI EDISI 384 NOPEMBER 2006


KOLOM

Oleh: Nasir Adenan

Kejahatan Baru :
Environmental
Crime
G
lobalisasi selain membawa demikian, kita juga menyadari bahwa global untuk zat-zat perusak ozon ini
manfaat bagi perdagangan du- beberapa negara/wilayah, dengan tu- berkisar antara 20.000 sampai
nia juga banyak menimbulkan juan untuk mengurangi bahaya yang 30.000 MT per tahunnya.
berbagai dampak yang merugikan diakibatkan oleh sampah di negara- Oleh karena seriusnya situasi di
masyarakat, diantaranya lalu lintas nya, tetap secara ilegal membuang atas, jalan keluar yang paling
barang-barang bekas atau sampah sampah berbahaya tersebut ke memungkinkan untuk memerangi lalu
yang merupakan pembuangan dari negara lain, terutama negara-negara lintas illegal ODS dan sampah
negara-negara maju atau industri ke miskin atau sedang berkembang, berbahaya adalah menggagaskan
negara-negara miskin, kecil dan me- sehingga membahayakan negara suatu operasi bersama yang
merlukan banyak dana untuk pemba- yang menerima pembuangan sampah dikoordinir oleh WCO, RILO A/P dan
ngunan negaranya. Dan peluang ini berbahaya itu. UNEP dengan pihak-pihak seperti
dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang Amerika Serikat melaporkan institusi bea cukai, badan-badan
tidak bertanggung jawab untuk dalam “International Crime Threat yang menangani lingkungan dan
mengeruk keuntungan sebanyak- Assessment tahun 2000” bahwa organisasi-organisasi internasional
banyaknya tanpa memperhatikan organisasi kejahatan diperkirakan lainnya.
kesehatan masyarakat. menghasilkan sekitar USD 22-31 Untuk itu, Bea Cukai China telah
Kejahatan lingkungan (environ- mengajukan proposal kerjasama
mental crime) adalah salah satu kawasan pada pertemuan Dirjen Bea
kegiatan kejahatan internasional Cukai pada Konferensi Regional
yang tumbuh dengan pesat dan ADALAH MERUPAKAN WCO ke-11 di Beijing pada bulan
dianggap paling menguntungkan saat
ini. Kejahatan lingkungan terjadi
KEWAJIBAN DJBC April lalu. Rencana ini dikenal
dengan nama “Project Sky-Hole-
dalam berbagai bentuk antara lain: UNTUK Patching (proyek menutup lubang
pencurian dan penyelundupan zat-zat angkasa)”. Project yang akan diben-
yang dapat mengurangi/merusak MENGANTISIPASI DAN tuk inilah yang akan menciptakan
ozon (ozone-depleting substances, MENDUKUNG PELAK- sistim yang melakukan monitoring
ODS), perdagangan dan penggunaan dan notifikasi terhadap pergerakan
pestisida secara ilegal, pencemaran SANAAN PROYEK kiriman yang mencurigakan saat
sungai-sungai, perdagangan hewan bahan-bahan berbahaya itu di impor,
langka yang dilindungi, dan pembu- SKY-HOLE-PATCHING re-ekspor, transit ataupun dipindah
angan ilegal sampah berbahaya ke kapalkan ke beberapa wilayah
darat atau ke dalam air/laut. dibawah pengawasan bea cukai.
Kejahatan lingkungan dianggap milyar per tahun dari pembuangan Mekanisme pengawasan atas lalu
sebagai kejahatan terorganisir yang sampah berbahaya tersebut. lintas illegal ODS dan sampah
dapat menyebabkan kerusakan Perdagangan illegal ODS (ozone- berbahaya yang akan dilakukan
permanen terhadap ekosistim, yang depleting substances) sangat antara lain :
juga berdampak kepada masalah ke- dilarang oleh The Montreal Protocol, l Menunjuk contact point dan mem-
sehatan yang serius terhadap yang ditandatangani di Montreal berikan rincian terkini termasuk
manusia. tahun 1987, dan mempunyai jangka nama, jabatan, nomor telepon,
Sampah selain merupakan salah waktu yang mengikat bagi negara nomor faksimil dan alamat e-mail
satu sumber daur ulang yang penting maju maupun negara berkembang kepada RILO A/P
juga merupakan suplemen yang untuk mengurangi produksi dan l Mengidentifikasi importir/eks-
diperlukan sebagai sumber untuk konsumsi bahan kimia yang merusak portir, agen pelayaran, forwarder
memproduksi barang-barang yang ozon (sampai tahun 2010). dan lain-lain yang mempunyai
diperlukan masyarakat. Namun Diperkirakan besarnya pasar gelap resiko tinggi, yang diduga terlibat

EDISI 384 NOPEMBER 2006 WARTA BEA CUKAI 59


KOLOM
dalam kegiatan penyelundup-
an dan terdapat dalam daftar
Oleh: Bagus Ariyanto, SST., Ak.
target,
l Menentukan target eksportasi/
importasi dari importir/ekspor-
tir beresiko tinggi yang mencu-
rigakan untuk kepentingan
monitoring,
l Memberitahukan negara ang-
gota pengimpor secara simul-
tan mengenai kiriman barang
berbahaya itu dan meminta
negara bersangkutan untuk

Meningkatkan
mengambil alih monitoring ter-
hadap pergerakan lanjutan da-

Kualitas
ri kiriman tersebut; dan
l Memberi informasi kepada
RILO A/P atas permintaan
negara anggota pengimpor
tersebut

Negara-nagara yang menerima

Audit
pemberitahuan untuk memonitor
kiriman yang mencurigakan, harus :

l Mulai menerapkan sistim


monitoring
l Memberitahu negara anggota
pengekspor dan RILO A/P
mengenai kedatangan barang
kiriman tersebut
l Menjaga dan mengawasi jalur
pergerakan kiriman
bersangkutan
DI BIDANG KEPABEANAN DAN CUKAI
l Segera memberitahu negara

S
anggota pengekspor dan RILO alah satu butir kebijakan yang kesimpulannya telah
A/P jika tujuan kargo itu untuk tertuang dalam Road Map merefleksikan secara akurat dari
konsumsi dalam negeri,; Departemen Keuangan 2005- kondisi aktual mengenai hal yang
l Harus memberi informasi 2009 yang dibebankan oleh Menteri diperiksa. Apakah laporan hasil
kepada negara anggota Keuangan kepada Direktorat audit didukung dengan data-data
pengimpor berikutnya jika Jenderal Bea dan Cukai adalah yang diperoleh selama
pengiriman itu merupakan meningkatkan kualitas audit di penugasan audit.
bagian dari barang kiriman bidang kepabeanan dan cukai. 3. Obyektivitas (objectivity)
berbahaya dimaksud; dan Secara umum, audit di bidang Apakah penilaian audit dan
l Menahan kargo bersangkutan kepabeanan dan cukai merupakan kesimpulan audit yang dihasilkan
jika kedapatan bahwa compliance audit, yaitu menguji mengedepankan prinsip
pemberi- tahuan kiriman ketaatan Orang (pengertian Orang obyektivitas dan menjauhkan dari
tersebut palsu. disini sesuai Amandemen UU) prinsip subyektifitas dan
terhadap peraturan dan ketentuan menjujung prinsip fairness.
Project ini difinalisasi dan yang berlaku, dalam hal ini peraturan Auditor harus mendasarkan
diadopsi pada pertemuan ke-4 dan ketentuan di bidang kepabeanan penilaian dan opininya hanya
Joint SEAP-SA Customs-ODS dan cukai. Apakah temuan audit yang semata-mata berdasarkan fakta
Officers Cooperation Workshop, menghasilkan tagihan besar otomatis dan analisis data.
di Bangkok pada bulan Mei 2006 menandakan kualitas audit tersebut? 4. Tepat ruang lingkup (scope)
yang lalu. Implementasi tahap Jawabannya belum tentu. Lantas, Apakah rencana penugasan audit
pertama dari proyek ini bagaimana sih suatu audit dapat mengungkapkan secara tepat
direncanakan pada bulan Septem- dikatakan berkualitas?
ber 2006, dengan 6 bulan periode Kualitas adalah mutu. Kualitas ini
percobaan yang terpusat pada ditandai dengan pengakuan positif
zat-zat perusak ozon (ODS). kebanyakan orang terhadap hasil
APAKAH TEMUAN
Adalah merupakan kewajiban suatu kegiatan. Suatu audit dapat AUDIT YANG
DJBC untuk mengantisipasi dan dikatakan berkualitas jika memenuhi
mendukung pelaksanaan proyek kriteria sebagai berikut : MENGHASILKAN
Sky-Hole-Patching (proyek 1. Signifikan (significance)
menutup lubang angkasa) ini, Seberapa penting hal yang TAGIHAN BESAR
mengingat tidak menutup diperiksa untuk dilakukan audit OTOMATIS
kemungkinan Indonesia bakal seperti seberapa besar ukuran
menjadi tempat pembuangan keuangan auditee, skala efek MENANDAKAN
ODS, seperti pengiriman sampah kinerja auditee, nilai impor
B3 pada beberapa waktu lalu. auditee. KUALITAS AUDIT
Penulis adalah 2. Dapat dipercaya (reliability) TERSEBUT?
Kepala KPBC Tipe A Khusus Tanjung Priok I Apakah temuan audit dan

60 WARTA BEA CUKAI EDISI 384 NOPEMBER 2006


seluruh elemen yang dibutuhkan dan adanya punishment terhadap Upaya meningkatkan kualitas
untuk kesuksesan audit. Apakah auditor yang melanggar kode etik audit harus menjadi semangat kita.
pelaksanaan penugasan audit ini. Di Direktorat kita kode etik ini Kita tidak mau hasil audit kita dinilai
memenuhi seluruh element yang dapat mengikuti Kode etik dan (maaf, sampah) dan tidak
dituangkan dalam rencana kerja perilaku pegawai DJBC sesuai mencerminkan kondisi yang
audit (audit plan). dengan Keputusan Direktur sebenarnya dari auditee. Di era yang
5. Tepat waktu (timeliness) Jenderal Bea dan Cukai Nomor: menuntut adanya transparansi ini,
Apakah hasil audit diserahkan KEP-04/BC/2002. auditee sudah berani melakukan
tepat pada waktunya. Jika laporan 2. Standar audit komplain atas hasil audit yang
hasil audit tidak disampaikan Setiap penugasan audit harus wujudnya keberatan atas hasil audit.
tepat waktu, terutama untuk memenuhi standar audit yang Hal ini seharusnya tidak akan terjadi
membantu dalam pengambilan meliputi standar umum, standar jika kualitas audit kita bagus. Hal-hal
keputusan, maka hasil auditnya pekerjaan lapangan, dan standar berikut ini dapat membangun kualitas
sia-sia. pelaporan. Standar audit di dalam proses audit:
6. Jelas (clarity) bidang kepabeanan dan bidang 1. Memastikan arahan yang tepat,
Apakah laporan hasil audit jelas cukai tertuang dalam Keputusan supervisi yang memadai pada
dan secara singkat menyajikan Direktur Jenderal Bea dan Cukai seluruh tahapan audit dari proses
hasil audit. Ruang lingkup, Nomor: KEP-33/BC/1997. perencanaan, pekerjaan
temuan dan rekomendasi dapat 3. Struktur organisasi dan sumber lapangan, sampai proses
mudah dipahami oleh auditee dan daya yang memadai pelaporannya.
pemberi tugas audit Struktur organisasi Dit. Vera dan 2. Membagi peran dan tanggung
7. Efisien (efficiency) Bidang Audit di Kanwil harus jawab secara spesifik peran
Apakah sumber daya yang digu- sedemikian rupa sehingga proses masing-masing auditor,
nakan untuk melakukan penugas- birokrasi yang menghambat Pengendali Teknis Audit,
an audit cukup dan didayaguna- setiap penugasan audit dan Pengendali Mutu Audit pada
kan secara tepat dalam menanga- pelaporannya dapat dieleminasi. setiap tahapan audit.
ni kompleksitas penugasan audit Demikian juga dengan sumber 3. Mengidentifikasikan dan
yang dibebankan. daya, harus cukup untuk mendokumentasikan kriteria
8. Efektif (effective) melakukan penugasan audit kendali mutu yang dapat
Apakah temuan, kesimpulan dan berdasarkan manajemen resiko. diterapkan pada setiap tahapan
rekomendasi mendapat respon audit.
yang tepat dari auditee dan 4. Menetapkan prosedur kendali
pemberi tugas. KITA TIDAK MAU HASIL mutu secara jelas yang harus
diikuti pada setiap tahapan audit.
Banyak pendapat yang AUDIT KITA DINILAI
menyatakan bahwa kualitas audit itu Prosedur penilaian kendali mutu
dilihat dari output yang dihasilkan (MAAF, SAMPAH) ... audit dapat dilakukan dengan post-
yaitu Laporan Hasil Audit, namun audit review dari sample audit yang
sebenarnya kualitas audit tidak telah selesai, termasuk mereview
hanya dicerminkan oleh laporan audit 4. Manual Book dan Guidance (audit kertas kerja auditnya. Ini dapat
saja, tetapi dimulai sejak dari proses program) dilakukan oleh individu atau
perencanaan, proses pelaksanaan Tersedianya buku panduan audit kelompok yang independen. Tujuan
audit, sampai proses pelaporan dan untuk beberapa obyek audit sangat mereview ini tidak untuk mengkritisi
tindak lanjutnya. membantu auditor untuk atau mencari-cari kesalahan audit
Agar audit berkualitas, melaksanakan penugasan audit. tertentu yang sedang direview, tapi
manajemen harus menetapkan Dengan adanya panduan ini setiap hanya memastikan apakah prosedur
kebijakan, sistem, dan prosedur yang penugasan audit dapat terarah. kendali mutu telah diterapkan secara
dapat mendorong tindakan auditor 5. Pegawai yang cakap tepat, konsisten, dan efektif, dan
meningkatkan kualitas hasil Diperlukan pegawai yang cakap untuk mengidentifikasi kendali mana
auditnya.dan mencegah tindakan untuk melakukan penugasan audit yang dapat ditingkatkan untuk
yang mungkin mengurangi kualitas dan dapat ditunjuk sebagai auditor. meningkatkan kualitas audit
hasil auditnya. Kendali mutu ini harus Seorang auditor harus mempunyai selanjutnya.
dikembangkan dan pengetahuan yang baik tentang ilmu Akhirnya, untuk meningkatkan
diimplementasikan dengan baik pada akuntansi, auditing, dan praktik kualitas audit di bidang kepabeanan
seluruh tahapan audit, yang meliputi: kepabeanan dan cukai. dan cukai diperlukan komitmen yang
1. Pemilihan obyek audit 6. Kebijakan manajemen kualitas dan menyeluruh dari seluruh elemen
2. Penentuan waktu audit pengendaliannya organisasi untuk meningkatkan
3. Perencanaan audit Dituntut ada suatu kebijakan dari kualitas audit. Tanpa ada komitmen
4. Pelaksanaan audit manajemen untuk menjamin yang menyeluruh, peningkatan
5. Pelaporan hasil audit kualitas audit. Manajemen dalam kualitas audit di bidang kepabeanan
6. Tindak lanjut, dan evaluasi hal ini pejabat struktural di bidang dan cukai yang tertuang dalam
temuan audit, kesimpulan dan audit harus mempunyai komitmen RoadMap Depkeu yang dibebankan
rekomendasi audit terhadap kualitas audit dan pada DJBC tidak akan tercapai.
pengendaliannya dan dapat Selamat meningkatkan kualitas audit
Untuk menjamin kualitas menerapkan mekanisme “stick and Anda!!
penugasan audit dan pelaporannya, carrot” terhadap kualitas audit.
Sumber Penulisan :
diperlukan syarat-syarat yang harus 7. Proses pembelajaran dan perbaikan Supreme Audit Institution (SAI), “Guidelines on
dipenuhi antara lain: yang berkesinambungan Audit Quality” (Desember 2004)
1. Kode etik profesi auditor Setiap auditor harus mau terus me- Road Map Departemen Keuangan 2005-2009
Kode etik profesi untuk menjamin nerus belajar dan mengembangkan
bahwa auditor akan bekerja kemampuan dirinya untuk Penulis adalah Auditor pelaksana
sesuai dengan profesionalitasnya menghadapi perkembangan jaman. pada Direktorat Verifikasi dan Audit

EDISI 384 NOPEMBER 2006 WARTA BEA CUKAI 61


OPINI

Oleh: Bakhroni ST., MSi.

Leadership
PENGARUH
GAYA KEPEMIMPINAN TERHADAP
KEPUASAN KERJA BAWAHAN
KEPEMIMPINAN sosial yang luas (social maturity and 52). Dikembangkan oleh Robert House,

S
ecara umum kepemimpinan breadth) teori jalur-tujuan merupakan suatu
didefinisikan sebagai suatu usaha 4 Motivasi diri dan dorongan model kemungkinan dari kepemimpinan
yang digunakan untuk berprestasi yang menyuling unsur-unsur utama dari
mempengaruhi dan tidak memaksa 4 Sikap hubungan manusiawi riset kepemimpinan Ohio mengenai
untuk memotivasi individu dalam struktur awal dan pertimbangan serta
mencapai tujuan (Gibson et.al.; 1997: KEPEMIMPINAN SITUASIONAL teori pengharapan dari motivasi. Teori
5). Menurut Gitosudarmo dan Sudita Dalam mempelajari kepemimpinan jalur-tujuan berkaitan dengan konsep
(1997: 127), pada umumnya situasional, terdapat beberapa model teori pengharapan dari teori motivasi.
kepemimpinan didefinisikan sebagai atau teori kepemimpinan situasional Robert House memulai dengan
suatu proses mempengaruhi aktivitas yang terkenal dan telah dikembangkan formulasi awal dari teorinya sebagai
dari individu atau kelompok untuk mulai tahun 1970-an, yaitu: berikut (Gitosudarmo dan Sudita, 1997:
mencapai tujuan dalam situasi tertentu. 4 Teori telaah Universitas Michigan 148):
Dari definisi di atas, dapat diketahui dalam Robbins (1997: 42) “ Fungsi motivasi pemimpin terdiri
bahwa proses dalam kepemimpinan 4 Teori kisi manajerial menurut Blake dari peningkatan imbalan pribadi
mempunyai tiga faktor, yaitu dan Mouton dalam Robbins (1996: kepada bawahan atas pencapaian
(Gitosudarmo dan Sudita;1997: 127) : 43). tugasnya, membuat jalur yang
1. Pemimpin, yang meliputi perilaku, 4 Teori pengarahan kepada tujuan lebih mudah untuk mendapatkan
keterampilan, pengetahuan, dan imbalan tersebut,dengan memberi
nilai-nilai. penjelasan, mengurangi
2. Kelompok, yang meliputi norma dan hambatan, dan meningkatkan
nilai, kepaduan, keterikatan pada KEPUASAN KERJA peluang untuk mendapatkan
tujuan, harapan kelompok, dan
kebutuhan kelompok.
SECARA UMUM kepuasan pribadi “.

3. Situasi, yang meliputi nilai MENYANGKUT SIKAP Pada awal penelitian jalur-tujuan
organisasi, teknologi, tuntutan menganggap pemrakarsa struktur dan
tugas, dan variasi tugas. SESEORANG pertimbangan sebagai dimensi dari
MENGENAI gaya kepemimpinan. Pemrakarsa
Jika definisi-definisi tersebut dikaji struktur menyediakan suatu mekanisme
lebih jauh, maka ada beberapa PEKERJAANNYA kejelasan bagi jalur-tujuan, dan
perbedaan dan persamaan penekanan. pertimbangan dipandang sebagai
Sebagian menekankan pada “membuat jalur yang lebih mudah”.
kemampuan seseorang mengarahkan (path goal theory) yang Misalnya, seorang manajer dapat
orang lain, lainnya menekankan pada dikembangkan oleh Robert House menggunakan pemrakarsa struktur
kemampuan mempengaruhi orang lain dalam Robbins (1996: 52). untuk memperjelas tugas-tugas yang
untuk mencapai tujuan pada situasi 4 Model Kepemimpinan kontingensi tidak jelas dan mendua (ambiguous)
tertentu. Implikasi semua definisi (contingensi model of leadership) dengan membuat tugas lebih mudah
tersebut adalah bahwa seseorang dalam Robbins (1996: 45) yang dikerjakan, merinci tujuan, dan
pemimpin harus memiliki kemampuan dikembangkan oleh F. Fiedler. memberikan umpan balik.
lebih untuk mengarahkan dan 4 Model kepemimpinan situasional Di lain pihak jika pengharapan
mempengaruhi orang lain dalam (situasional leadership) yang sudah jelas dan karyawan bekerja
pencapaian tujuan. dikemukakan oleh Paul Hersey dan dalam tugas-tugas rutin, tugas
Keith Davis dalam Sukanto (1999: Kenneth II Blanchard (1995:180) terstruktur, dengan suatu tingkat
266) mengikhtisarkan ada empat ciri pertimbangan yang tinggi dari
utama yang mempunyai pengaruh PATH GOAL THEORY pemimpin akan menyebabkan tugas-
terhadap kesuksesan kepemimpinan Dewasa ini, salah satu pendekatan tugas lebih menyenangkan. Pada
dalam organisasi, antara lain: yang paling dihormati terhadap masing-masing contoh tersebut akan
4 Kecerdasan (intellegence) kepemimpinan adalah path goal theory menghasilkan motivasi dan kepuasan
4 Kedewasaan sosial dan hubungan atau teori jalur-tujuan (Robbins, 1996: yang lebih tinggi.

62 WARTA BEA CUKAI EDISI 384 NOPEMBER 2006


Gambar 1. TEORI JALUR -TUJUAN (PATH GOAL THEORY)

FAKTOR-FAKTOR KEMUNGKINAN LINGKUNGAN


l STRUKTUR TUGAS
l SISTEM OTORITAS FORMAL/FAKTOR ORGANISASI
l KELOMPOK KERJA

GAYA KEPEMIMPINAN :
HASIL :
l DIREKTIF
l PARTISIPATIF l KINERJA
l BERORIENTASI-PRESTASI l KEPUASAN
l MENDUKUNG

FAKTOR KEMUNGKINAN BAWAHAN


l TEMPAT KEDUDUKAN KONTROL
l PENGALAMAN
l KEMAMPUAN YANG DIPERSEPSIKAN

Sumber: Robbins (1996)

A. Proposisi Dasar Pendekatan Teori mengidentifikasi empat perilaku pemberian informasi, dan menekan-
Jalur-Tujuan kepemimpinan, yaitu perilaku instru- kan pada konsultasi dengan bawah-
Setelah usaha-usaha awal dari mental (direktif), perilaku suportif an, dan menggunakan gagasan
penelitian, teori direvisi dengan (mendukung), perilaku partisipatif, dan bawahan dalam memutuskan
mengembangkan proposisi, perilaku orientasi prestasi. keputusan yang berkaitan dengan-
mendefinisikan gaya kepemimpinan, nya, meskipun pengambilan
termasuk tambahan faktor situasi. B. Gaya Kepemimpinan keputusan masih tetap berada di
Revisi dari teori ini terdiri dari dua Sekalipun pada awalnya riset jalur- tangan pemimpin.
proposisi pertama berkaitan dengan tujuan menggunakan dua dimensi d) Perilaku berorientasi prestasi
peran dari pemimpin dan yang kedua yaitu pemrakarsa struktur dan Perilaku berorientasi prestasi
berkaitan dengan dinamika dari situasi pertimbangan untuk menggambarkan meliputi menetapkan tugas-tugas
(Gitosudarmo dan Sudita, 1997:149): gaya kepemimpinan, sedangkan yang yang menantang, dengan harapan
1) Gaya kepemimpinan adalah efektif baru meliputi empat kerangka kerja agar bawahan bekerja dengan
seandainya bawahan menganggap tingkat prestasi yang tinggi, dan
perilaku semacam itu merupakan secara terus-menerus berupaya
sumber kepuasan langsung atau meningkatkan prestasi. Pemimpin
sebagai sarana kepuasan yang SECARA UMUM KEPE- menginginkan prestasi yang baik
akan datang.
2) Dampak motivasi dari gaya
MIMPINAN DIDEFINISI- dan pada saat yang bersamaan
menunjukkan keyakinannya akan
kepemimpinan ditentukan oleh situasi KAN SEBAGAI SUATU kemampuan bawahan untuk
dari fungsi kepemimpinan. Dua faktor melaksanakan tugasnya dengan
utama yang berpengaruh terhadap USAHA YANG baik.
efektivitas gaya kepemimpinan adalah
karakteristik dari bawahan dan
DIGUNAKAN UNTUK C. Faktor Situasi
karakteristik dari lingkungan kerja, MEMPENGARUHI... Dalam teori jalur-tujuan, ada dua
termasuk tugas, kerja kelompok, dan faktor situasional yang berkaitan
faktor organisasi yang lain. dengan gaya dan gaya kepemimpin-
yaitu perilaku instrumental, perilaku an, yaitu karakteristik bawahan dan
Menurut Robbins (1996:52) teori suportif, perilaku partisipatif, dan karakteristik lingkungan kerja.
jalur-tujuan menyatakan bahwa perilaku perilaku orientasi prestasi. a) Karakteristik Bawahan
seorang pemimpin dapat diterima-baik a) Perilaku direktif i. Kemampuan
oleh para bawahan sejauh itu mereka Perilaku instrumental meliputi ii. Locus of control
pandang sebagai suatu sumber perencanaan, pengorganisasian, iii. Kebutuhan dan Motivasi
kepuasan yang segera atau sebagai pengendalian, dan koordinasi dari b) Karakteristik Lingkungan Kerja
suatu sarana bagi kepuasan masa kegiatan bawahan oleh pemimpin. i. Tugas Bawahan
depan. Perilaku seorang pemimpin b) Perilaku suportif ii. Kelompok Kerja
bersifat motivasional sejauh itu (1) Perilaku suportif meliputi iii. Faktor-faktor Organisasi
membuat bawahan memerlukan memberikan pertimbangan terhadap
kepuasan yang bergantung pada kebutuhan dari bawahan, Teori jalur-tujuan dapat
kinerja yang efektif, dan (2) menunjukkan perhatiannya pada digambarkan seperti terlihat pada
memberikan latihan (coaching), kesejahteraan, dan menciptakan gambar 1.
bimbingan, dukungan, dan ganjaran lingkungan yang menyenangkan.
yang perlu untuk kinerja yang efektif. c) Perilaku partisipatif EFEKTIVITAS KEPEMIMPINAN
Untuk mentes pernyataan ini, House Perilaku partisipatif dicirikan oleh Tolak ukur efektivitas kepemim-

EDISI 384 NOPEMBER 2006 WARTA BEA CUKAI 63


OPINI
Gambar 2. GAYA DASAR KEPEMIMPINAN
(Low) --- Relationship Behaviour s (High)
d. Delegating/S4 (rendah tugas dan
rendah hubungan) yaitu gaya
S3 S2 kepemimpinan yang cenderung
mendelegasikan tanggung jawab
pengambilan keputusan dan
pelaksanaan pekerjaan pada
HIGH HIGH TASK bawahan.
RELATIONSHIP AND Keempat gaya kepemimpinan
AND HIGH tersebut dapat dilihat pada gambar 2.

LOW TASK RELATIONSHIP Hubungan antara gaya


kepemimpinan yang sesuai dengan
tingkat kematangan tertentu dari
individu dapat digambarkan dengan
kurve preskriptif yang berbentuk
LOW TASK HIGH TASK lonceng bergerak melalui empat
kuadran kepemimpinan karena
AND AND menunjukkan gaya kepemimpinan
yang sesuai dan langsung di atas
LOW LOW tingkat kematangan yang berkaitan.
RELATIONSHIP RELATIONSHIP DIMENSI KEPRIBADIAN DALAM
PERILAKU ORGANISASI

S4 S1
Terdapat atribut-atribut kepribadian
tertentu yang dapat digunakan
untuk meramalkan perilaku individu
dalam organisasi. Salah satunya
(Low) ------ Task Behaviour ------ (High) adalah sumber kendali atau locus of
Sumber : Hersey dan Blachard, (1988 : 117) control yang akan dibahas berikut ini.
Locus Of Control
pinan yang biasa digunakan adalah b. Komponen yang digunakan Locus of control atau tempat
tingkat dimana pemimpin dapat dalam menentukan kematangan kedudukan kendali merupakan derajat
melaksanakan tugas-tugas kelompok antara lain: sejauh mana orang meyakini mereka
dengan sukses dan mencapai tujuan 1. Kemampuan menguasai nasib mereka sendiri
kelompok. Secara obyektif, efektivi- 2. Mempunyai rasa tanggung (Robbins 2002:226).
tas ini dapat diukur dengan ukuran 3. Mempunyai pendidikan dan Locus of control ini dibedakan atas
pertumbuhan profit, target penjualan, pengalaman locus of control internal dan eksternal,
produktivitas, prestasi kerja, biaya c. Hubungan antara gaya dimana individu yang mempunyai locus
per unit output, dan sebagainya. kepemimpinan dengan of control internal merasa yakin bahwa
Secara subyektif, ukuran efektivitas tingkat kematangan. apa yang terjadi pada dirinya
ini diperoleh dari atasan pemimpin, disebabkan oleh faktor-faktor dari
teman sekerja atau bawahan. Kombinasi perilaku tugas dan dirinya sendiri, mereka merasa mampu
perilaku hubungan menghasilkan mengontrol akibat dari tingkah lakunya
FAKTOR-FAKTOR EFEKTIVITAS empat gaya kepemimpinan (Hersey dan sendiri, sedangkan individu dengan
KEPEMIMPINAN Blanchard,1988:177-179): locus of control eksternal merasa tidak
Teori kepemimpinan situasional a. Telling/S1 (tinggi tugas dan rendah mempunyai kemampuan untuk
menurut pendapat Hersey dan hubungan) yaitu gaya mengontrol peristiwa-peristiwa yang
Blanchard (1988 : 169-189) pada kepemimpinan yang cenderung terjadi pada dirinya, segala hal
intinya membahas mengenai efektivitas memberikan instruksi spesifik dan dikembalikan penyebabnya pada faktor
kepemimpinan yang dihasilkan dari menyelia pelaksanaan pekerjaan dari luar yaitu nasib, kesempatan, takdir
kesesuaian antara beberapa faktor bawahan secara seksama. dan kekuatan-kekuatan lain yang tidak
berikut ini : b. Selling/S2 (tinggi tugas dan tinggi dapat diperkirakan.
v Perilaku tugas adalah pemimpin hubungan) yaitu gaya Menurut Robbins ( 1996:227 ),
mengorganisasi dan menetapkan kepemimpinan yang cenderung “Kaum internalis yakin bahwa mereka
peranan anggota kelompok menjelaskan keputusan dan mengendalikan tujuan akhir mereka
(pengikut), menjelaskan semua memberi kesempatan bawahan sendiri sedangkan kaum eksternalis
aktivitas . memperoleh kejelasan. Dalam hal yakin bahwa kehidupan mereka
v Perilaku hubungan adalah upaya ini, pemimpin tetap memberikan dikendalikan oleh kekuatan-kekuatan
pemimpin dalam membina pengawasan dan pengarahan luar“. Perbedaan karakteristik antara
hubungan pribadi di antara mereka dalam penyelesaian tugas yang internal dan eksternal menurut Crider
sendiri dan dengan para anggota dilakukan bawahan. yang dikutip oleh Wardani ( 1990:15 ),
kelompok (bawahan) dengan c. Participating/S3 (rendah tugas diperinci sebagai berikut :
membuka lebar saluran komunikasi, dan tinggi hubungan) yaitu gaya 1. Locus of control internal
menyediakan dukungan sosial kepemimpinan yang cenderung a. Suka bekerja keras
emosional dan pemudahan perilaku. memberi kesempatan pada ba- b. Mempunyai inisiatif tinggi
v Tingkat Kematangan Pengikut wahan untuk saling bertukar ide c. Selalu berusaha mencapai
atau Kelompok dan ikut serta dalam pengambilan pemecahan masalah, apa yang
a. Tingkat Kematangan Pengikut keputusan. Pemimpin dalam gaya dapat dikerjakannya, apa yang
atau Kelompok kepemimpinan turut mendukung menyebabkan masalah itu.
i. Kematangan pekerjaan usaha yang dilakukan bawahan d. Mereka selalu mencoba berfikir
ii. Kematangan psikologis dalam menyelesaikan tugas. seefektif mungkin

64 WARTA BEA CUKAI EDISI 384 NOPEMBER 2006


e. Individu tergolong memiliki Gambar 3. RESPON TERHADAP KETIDAKPUASAN KERJA
persepsi bahwa usaha harus
dilakukan jika ingin mencapai aktif
tujuan

2. Locus of control eksternal


a. Kurang memiliki inisiatif
b. Umumnya mereka mempunyai
harapan bahwa ada sedikit EXIT SUARA
korelasi antara usaha dengan
kesuksesan
c. Cenderung percaya adanya
faktor-faktor luarlah yang destruktif konstruktif
mengontrol mereka, sehingga
mereka kurang berusaha.
d. Kurang peduli akan pemecahan PENGABAIAN KESETIAAN
apa yang terbaik apabila ada
masalah.

KEPUASAN KERJA
Kepuasan kerja secara umum
menyangkut sikap seseorang mengenai pasif
pekerjaannya. Karena menyangkut si- Sumber: Robbins. (1996:185)
kap, pengertian kepuasan kerja menca-
kup berbagai hal, seperti emosi dan 4 Kepuasan kerja ini dinyatakan mempunyai locus of control
kecenderungan perilaku seseorang. dalam bentuk perilaku. eksternal akan lebih dipuaskan dengan
George Strauss dan Leonard suatu gaya kepemimpinan direktif.
Sayless (1980) mengemukakan, Teori Kepuasan Kerja Oleh karena itu diharapkan dengan
kepuasan kerja masing-masing individu Menurut Wexley dan Yukl penerapan gaya kepemimpinan yang
pada dasarnya ditentukan oleh faktor- (1998:130), ada tiga teori tentang sesuai dengan kepribadian bawahan
faktor berikut: kepuasan kerja yang lazim dikenal, akan dapat menguatkan hubungan
4 Harapan yaitu : antara gaya kepemimpinan dengan
4 Pembawaan diri 4 Teori Ketidaksesuaian (Discrepancy kepuasan kerja bawahan.
4 Norma-norma Theory) Penulis adalah
4 Perbandingan sosial 4 Teori Keadilan (Equity Theory) Kasi Program dan Evaluasi BPIB Tipe A Jakarta
4 Pengorbanan dan perolehan 4 Teori Dua Faktor (Two Factors
DAFTAR PUSTAKA
4 Komitmen Theory) Arnold, J. and C. Feldman. 1988. Organizational Behavior.
4 Perkiraan International Edition. Management Series. New York: Mc
Graw-Hill.
Respon Karyawan terhadap
As’ad, M. 1996. Seri Ilmu Manajemen Sumber Daya
Pengertian Kepuasan Kerja Ketidakpuasan Manusia, Psikologi Industri, Bandung: Alumni.
Dari berbagai definisi yang Ketidakpuasan karyawan dapat Gibson, dkk., 1996, Organisasi & Manajemen Perilaku
berkembang saat ini dapat dinyatakan dalam sejumlah cara. Struktur Proses, Edisi Kedelapan, Alih Bahasa : Ir. Nunuk
Adiarni MM. Jakarta: Binapura Aksara.
digarisbawahi bahwa kepuasan kerja Misalnya, daripada berhenti, karyawan Gitosudarmo, Indriyo dan I Nyoman Sudita. 1997. Perilaku
merupakan suatu ungkapan sikap dapat mengeluh, tidak patuh, mencuri Keorganisasian. Edisi Pertama. Yogyakarta: BPFE.
menyenangkan dari karyawan terhadap milik organisasi, atau mengelakkan Hersey, Paul and Kenneth Blanchard. 1995. Management
of Organiztion Behavior, diterjemahkan oleh Agus Dharma,
pekerjaan dan lingkungan kerjanya, sebagian dari tanggung jawab kerja Manajemen Perilaku Organisasi. Edisi 4. Jakarta: Penerbit
dimana hal tersebut timbul bila mereka. (Lihat gambar 3) Erlangga.
karyawan merasa apa yang seharusnya Herzberg, Frederick, B. Mausner, and B. Synderman. 1959.
FAKTOR-FAKTOR PENENTU KEPUASAN
The Motivation to Work. New York: John Wiky and Sons.
diterima dari pekerjaan yang dilakukan Ivancevich, John. Mateson, and Donnelly J. H. Jr,. 1992.
sesuai apa yang telah dia lakukan atas KERJA Organisasi dan Manajemen, Jakarta: Penerbit Erlangga.
pekerjaan tersebut. Menurut Smith, Kendall, dan Hulin Katz. D., & Kahn, R.L. 1978. The social psychology of
organizations (2nd ed.) New York : Wiley.
(1969) sebagaimana dikutip oleh
Luthans, Fred, 1992. Organizational Behavior. Sixth Edition.
Dimensi Kepuasan Kerja Gibson (1996:153), lima karakteristik New York: McGraw Hill International Editions Management
Luthans (1998:144) mengemukakan penting yang mempengaruhi kepuasan Series.
bahwa ada tiga dimensi kepuasan kerja adalah Majid, Yusuf A. 2000. Pengaruh Perilaku Pemimpin
Terhadap Kinerja dan Kepuasan Kerja Karyawan Pada
kerja, yaitu : 4 Pekerjaan itu sendiri. Industri Kecil Kembang Gula di Kodya Malang. Malang:
Pasca Sarjana UNIBRAW.
4 Kepuasan kerja adalah suatu emosi 4 Upah atau gaji.
Newstrom, John W. and Keith Davis. 1993. Organizational
yang merupakan respon terhadap 4 Peluang promosi, adanya Bahavior : Human Bahavior at Work. 9th Edition. New York:
situasi kerja. kesempatan untuk maju dan Mc Graw-Hill Book Inc.
4 Kepuasan kerja seringkali mengembangkan diri. Nitisemito, Alex S. 1984. Manajemen Sumber Daya
Manusia (Manajemen Personalia). Jakarta: Ghalia
dinyatakan dengan perolehan hasil 4 Penyelia (pemimpin). Indonesia.
yang sesuai atau bahkan melebihi 4 Rekan sekerja Robbins, Stephen P. 1996. Perilaku Organisasi, Konsep
Kontropersi dan Aplikasi. Cetakan Ketiga. Jakarta: PT.
yang diharapkan. Buana Ilmu Populer.
KESIMPULAN Schermehorn, John R, James G Hunt, Richard N. Osborn.
Bawahan dengan kepribadian yang 1994. Managing Organizational Behavior. New York: John
Willey & Sons.
KETIDAKPUASAN cenderung mempunyai locus of Sukanto Rekso Hadiprojo. 1999. Orgnisasi Perusahaan -
control internal (mereka yang Perusahaan Teori Struktur dan Perilaku. Cetakan
KARYAWAN DAPAT meyakini bahwa mengendalikan tujuan Kesebelas. Yogyakarta: BPFE.
Thoha, Miftah. 2000. Perilaku Organisasi, Konsep Dasar
akhirnya sendiri) akan lebih dipuaskan
DINYATAKAN DALAM dengan suatu gaya kepemimpinan
dan Aplikasinya. Cetakan Kesebelas. Jakarta: Rajawali
Press.

SEJUMLAH CARA partisipatif. Sebaliknya bawahan


dengan kepribadian yang cenderung
Wexley, Kenneth N. and Gary Yukl. 1998. Organizational
Behavior and Personnel Psychology. Revised Edition.
Illionis : Richard D. Irwin Inc.

EDISI 384 NOPEMBER 2006 WARTA BEA CUKAI 65


RUANG KESEHATAN

Mulut, Gigi dan Anda


Anda Bertanya
Bertanya
Dokter Menjawab
Dokter Menjawab

Pembentukan Karang Gigi DIASUH OLEH PARA DOKTER


DI KLINIK KANTOR PUSAT DJBC

MULUT empat buah pada tiap rahangnya.

D
alam kehidupan sehari-hari mulut Mahkota berbentuk agak bulat,
dan gigi adalah salah satu bagian 1 1 mempunyai dua tonjolan, masing-
tubuh yang memiliki banyak masing memiliki satu atau dua akar.
fungsi, yaitu untuk bicara, tersenyum, 2 2 l Gigi geraham (molar), gigi besar
menunjukkan emosi atau ekspresi dan yang terletak di bagian paling
mengunyah. 3 3 belakang dari mulut. Digunakan
Melalui bibir dan mulut, kita menuju 4 4 untuk melumatkan makanan,
rongga mulut. Rongga mulut dibatasi kebanyakan orang memiliki enam
oleh bibir, pipi, dasar mulut dan lidah 5 5 geraham pada tiap rahangnya.
pada bagian bawah dan bagian atas Semua molar mempunyai mahkota
oleh palatum lunak dan palatum keras persegi empat dan memiliki tiga
atau biasa disebut langit-langit mulut. atau empat atau lima tonjolan.
Seluruh bagian dalam mulut ditutupi
oleh mukosa membrane yang licin, ini Selama periode pertumbuhan ma-
disebabkan karena selalu ada air liur di GAMBAR 1 nusia memperoleh dua set gigi, yaitu:
dalam mulut. Air liur berisi zat yang Keterangan : l Gigi susu yang berjumlah 20
membantu pencernaan. Juga berisi 1. Mahkota Gigi 2. Leher Gigi 3. Gusi berkembang selama 2 tahun
mineral dan protein yang melindungi 4. akar Gigi 5. Tulang pertama, dengan bentuk lebih kecil,
gigi geligi. Kita mengeluarkan banyak lebih bulat dan lebih putih.
liur ketika makan makanan yang kasar GIGI l Gigi tetap berjumlah 32 secara
dan mengeluarkan sedikit air liur ketika Berikutnya adalah gigi. Gigi bertahap tumbuh antara 6-12 tahun.
tidur. tersusun pada dua bagian lengkung
Adapun air liur keluar melalui : rahang atas dan rahang bawah. Setiap Jaringan yang mengelilingi gigi dan
l Saluran berupan lubang-lubang gigi terdiri dari mahkota gigi dan akar menutupi rahang disebut gusi atau
kecil dalam mucosa membrane pipi gigi yang menyatu pada bagian yang gingival. Jaringan gusi yang sehat
yang berdekatan dengan geraham- paling tipis disebut leher gigi (gambar.1) melekat secara rapat dan terasa padat
geraham atas pada sisi kiri dan Mahkota ada dalam rongga mulut, bila disentuh, dan tidak berdarah bila
kanan akar gigi tertanam di dalam rahang dan kena tekanan.
l Lubang-lubang kecil pada rongga memegang gigi pada tempatnya. Gigi
dasar mulut di belakang gigi depan mempunyai bentuk yang berbeda Gigi geligi mempunyai beberapa
tergantung fungsinya (gambar.2) :‘ lapisan, yaitu (gambar 3).
LIDAH l Gigi seri (incisive), gigi paling l Email, bagian terluar gigi, menutupi
Bagian yang tidak kalah penting depan, berbentuk seperti sekop seluruh permukaan mahkota gigi.
dalam mulut adalah lidah. Lidah selain dengan tepi yang lebar untuk Email adalah bagian paling keras,
berfungsi sebagai perasa yang dapat menggigit makanan. Ada empat tidak merupakan suatu jaringan yang
membedakan antara manis, asin, asam buah pada tiap rahangnya dan hidup dan tidak dapat sembuh sendiri.
dan pahit, juga membantu dalam masing-masing memiliki satu akar. l Dentin, berada di bawah email,
mengunyah makanan. Bila kita makan, l Gigi taring (caninus), terletak pada merupakan bagian utama dari gigi.
maka lidah, bibir dan pipi menempatkan sudut-sudut mulut. Tiap rahang memi- Dentin juga keras tetapi tidak
potongan-potongan makanan diantara liki dua gigi taring. Mereka merupakan sekeras email, merupakan jaringan
gigi sehingga makanan dapat dikunyah gigi yang kuat, runcing terletak pada hidup dan dalam keadaan tertentu
dan dicampur dengan air liur. Makanan sudut-sudut mulut. Gigi taring masing- dapat sembuh sendiri
kemudian dapat ditelan dan dicerna. masing memiliki satu akar. l Pulpa bagian tengah gigi, berisi
Lidah merupakan otot yang sangat efektif. l Gigi geraham kecil (premolar), ada syaraf-syaraf dan pembuluh yang
masuk ke dalam gigi melalui lubang
GAMBAR 2 halus pada ujung akar gigi. Pulpa
menghubungkan gigi dengan
bagian tubuh lainnya dan
merupakan sumber dari semua
nutrisi gigi dan seluruh rasa sakit.

PLAK GIGI DAN KARANG GIGI


Di dalam mulut ada bermilyar-milyar
bakteri yang hidup. Sebagian besar
bakteri ini tidak berbahaya. Beberapa
bakteri membantu pencernaan kita. Plak
gigi adalah lapisan yang lunak, putih atau
kekuningan yang melekat pada gigi. Plak
terbentuk dari bakteri, air liur dan sel-sel
darah dari mukosa membrane.
Seri/ Taring/ Geraham Kecil/ Geraham/ Bila plak sudah ditempeli dengan
Incisive Canin Premolar Molar serat-serat sisa makanan maka

66 WARTA BEA CUKAI EDISI 384 NOPEMBER 2006


INFO PEGAWAI

PEGAWAI PENSIUN
Email

Dentin T.M.T 01 NOPEMBER 2006 PERIODE T.A 2006


Pulpa NO N A M A NIP GOL JABATAN KEDUDUKAN

1 Toto Sugiatno Samingan, SH 060035015 IV/e Kepala Kanwil VI


Kanwil VI DJBC DJBC
Semarang Semarang

2 Drs. Zaenuri, MM 060035298 IV/c Kepala Sekretariat


GAMBAR 3 Bagian KP DJBC
Keuangan
berubah menjadi debri atau sering
juga disebut jigong. Plak dapat ber- 3 Drs. Sindarto Diwerno Putro 060054841 IV/c Kepala Direktorat
kembang pada seluruh permukaan Subdirektorat Verifikasi dan
gigi. Dari sinilah penyakit gigi Verifikasi Audit
biasanya dimulai. Plak ditemukan
pada mulut setiap orang. 4 Mochtar, SE, MM 060035505 IV/b Kepala Seksi KPBC Tipe A
Plak mulai terbentuk pada per- Cukai I Jakarta
mukaan gigi setelah gigi dibersih-
kan. Suatu lapisan yang sangat tipis 5 Maman Rachman 060034197 IV/b Kepala KPBC Tipe A
dari komponen air liur terbentuk Subbagian Purwakarta
pada seluruh permukaan gigi. Umum
Bakteri menetap dalam lapisan air
liur dan mulai berkembang sampai 6 Eddy Rochendy 060033013 IV/a Kepala Seksi KPBC Tipe A
terbentuk suatu lapisan tipis yang Tempat Bandung
utuh dari penumpukan yang lunak. Penimbunan II
Bilamana bakteri dipenuhi de-
ngan gula mereka akan menghasil- 7 Soeratno 060033496 IV/a Kepala Seksi KPBC Tipe B
kan zat-zat yang lengket yang Kepabeanan Jambi
memungkinkan plak berkembang dan Cukai II
dengan cepat. Bilama plak tidak
dibersihkan setiap hari maka kom- 8 Koswara 060040148 IV/a Kepala Seksi KPBC Tipe A
posisinya akan berubah dan akan
Kepabeanan II Bandung
menjadi perusak gigi.
Bilamana plak menetap pada gigi
untuk periode yang lama maka akan 9 Ratna Suharwati 060048890 III/b Pelaksana KPBC Tipe A
menjadi keras. Hal ini disebabkan oleh Bandung
adanya kalsium dan mineral lainnya
dalam air liur dan beberapa makanan 10 Katma 060045276 III/b Pelaksana KPBC Tipe A
tertentu yang menetapkan dalam plak. Dumai
Subtansi baru ini disebut karang gigi
atau calculus. 11 Abdul Latief 060045416 III/b Pelaksana Pangsarop
l Calculus muda berwarna kuning Tipe A Tg. Balai
terang dan mempunyai Karimun
permukaan kasar yang mudah
menjadi kotor oleh sisa-sisa 12 Y. Rusli Gultom 060061677 III/a Pelaksana KPBC Tipe A
makanan, the dan tembakau. Dumai
l Permukaan selalu ditutupi
bakteri plak yang lunak 13 Djoko Soebagijo 060052360 III/a Pelaksana KPBC
l Sering kali calculus ditemukan Tipe A Khusus
dekat lubang-lubang tempat Tanjung Perak
keluarnya air liur
l Calculus dapat terbentuk pada 14 Alexander Lefrandt 060059720 III/a Pelaksana KPBC Tipe A
semua permukaan gigi Bitung

Pembentukan calculus dapat 15 Rama Chandra 060052410 II/d Pelaksana KPBC Tipe A
dicegah dengan rajin membersihkan Jakarta
gigi, minimal dua kali sehari, yaitu
pada saat setelah sarapan pagi dan 16 Mutiha L. Tobing 060057131 II/d Pelaksana KPBC
malam sebelum tidur. Tipe A Khusus
Bila calculus sudah terbentuk Tanjung Priok I
segeralah menghubungi dokter gigi
untuk melakukan pembersihan 17 Bernard Ramopoly 060057821 II/d Pelaksana KPBC Tipe A
karang gigi atau calculus, karena Bitung
calculus dapat merusak gusi dan
jaringan mulut lainnya. 18 Supami 060040781 II/d Pelaksana KPBC
Dikutip dari : Pusat kerjasama WHO Tipe A Khusus
untuk Penelitian Pelayanan Kesehatan Gigi dan Tanjung Priok III
Mulut Universitas Groningen, Netherlands

EDISI 384 NOPEMBER 2006 WARTA BEA CUKAI 67


RENUNGAN ROHANI

D o
SEBAGAI KEBU
O
rang yang banyak berdoa adalah seorang hamba yang tawadhu’, rendah hati di
hadapan Allah Swt. Sedangkan mereka yang tidak pernah berdoa adalah orang yang
sombong dan angkuh, sebab ia menyangka dengan kemampuan pribadinya segala
persoalan dapat diatasi. Oleh karena itu, Nabi Muhammad saw mengingatkan kita agar
jangan melalaikan unsure doa dalam kehidupan, beliau Bersabda. “Barangsiapa tidak
berdoa kepada Allah, maka Allah akan murka kepadanya (HR.Bukhari).
“Berdoalah kalian, karena doa merupakan permintaan dari allah yang dapat
menolak bencana yang telah lalu dari sisi qadha dan qadar, dan doa tidaklah lain
kecuali penyempurnaan.” (Imam Musa bin Ja’far al-Kazhim as).
Sesungguhnya kita adalah miskin dan tidak punya apa-apa. Apa yang kita klaim
sebagai milik kita adalah nisbi sifatnya dan kapan pun bisa lepas dari kita. Bagaikan mobil
inventaris yang diklaim seseorang sebagai miliknya. Instansi atau perusahaan sebagai
pemilik sebenarnya kapan pun dapat mengambilnya kembali, setelah masa kerjanya
berakhir atau karena dinilai telah disalahgunakan untuk kepentingan-kepentingan pribadi.
Semua yang kita miliki pada hakikatnya bukanlah milik kita, melainkan milik Sang
Pemberi (al-Mu’thy). Ia hanyalah barang inventaris sebagai fasilitas yang
dianugerahkan kepada kita untuk menjalan seluruh perintah-Nya, dan saat terjadi
penyalahgunaan, Ia berhak mencabut kembali seluruhnya.
Allah Swt adalah tuan yang paling mengerti akan segala kebutuhan hamba-hamba-
Nya dan karena itu Ia berjanji dan Ia tidak pernah ingkar pada janji-Nya, sebagaimana
firman-Nya : Maka sesungguhnya Allah tidak akan memungkiri janji-Nya? (QS. al-
Baqarah : 80) akan menganugerahkan berbagai fasilitas untuk kebahagiaan dan
kesempurnaannya kepada Siapa pun yang memintanya. Bahkan menantang dan
memerintahkan mereka memohon apa saja dan Ia berjanji akan mengabulkannya.
Dan Tuhanmu berfirman : Beroalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan
bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku
akan masuk neraka jahanam dalam keadaan hina dina (QS. al-Mukmin : 60).
Setiap keberadaan seseorang selalu dikelilingi oleh problem, kefakiran, kemiskinan
dan kebutuhan, dan pada dasarnya orang yang mengingkari atau tidak mengakui bahwa ia
Berdoa termasuk butuh dan bergantung kepada Sang Pemberi Azza wa Jalla adalah orang sombong yang
telah Allah janjikan neraka Jahanam. Alangkah tidak tahu diri apabila seseorang miskin,
salah satu kebutuhan yang tidak punya apa-apa dan memiliki kebergantungan yang tinggi kepada-Nya tidak mau
manusia, sebab doa memohon dan membentangkan tangannya kepada Dzat yang Maha Kaya (al-Ghani).
adalah panggilan jiwa FUNGSI DOA
manusia. Dalam Sebuah doa mempunyai peranan penting dan mendasar dalam pemenuhan
berbagai kebutuhan. Doa memiliki berbagai macam fungsi dan manfaat yang tidak
kehidupan seorang terhitung, dimana seseorang dapat
muslim, doa memperoleh manfaatnya dalam kehidupan.
menempati posisi Doa-doa tersebut akan mengajari dan BAHKAN, DOA ADALAH
mengantarkan seseorang kepada kondisi
strategis, bahkan yang lebih baik dan lebih pantas. SEBAIK-BAIKNYA
frekuensi doa dapat Berdoa merupakan kebutuhan PERANTARA DALAM
mendasar yang harus dipenuhi setiap saat,
dijadikan barometer pada kondisi senang atau sedih, kondisi IKHTIAR SESEORANG,
sampai sejauhmana beruntung ataupun merugi. Kebutuhan akan
doa bagaikan kebutuhan meminum air dan YANG DENGANNYA IA
kedekatan dan menghirup udara yang dibutuhkan setiap DAPAT MEMPERKUAT
keharmonisan orang dalam setiap kondisi dan waktu.
Demikian pula kebutuhan seseorang DAN MEMPERKOKOH
seorang hamba kepada Sang Pemberi Azza Wajalla. Allah
dengan Rabbnya. Swt berfirman, Hai manusia, kamulah yang HUBUNGANNYA
butuh kepada Allah dan Allah Dialah Yang
Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) lagi
DENGAN ALLAH DAN...”

68 WARTA BEA CUKAI EDISI 384 NOPEMBER 2006


a
UTUHAN Maha Terpuji (QS Fathir:15),
“...KEBUTUHAN AKAN dan doa adalah perwujudan
ketergantungan seorang ham-
DOA BAGAIKAN ba kepada Rabb-nya.
Keinginan memperolah
KEBUTUHAN MEMINUM keutamaan-keutamaan dan
AIR DAN MENGHIRUP selamat dari segala bencana
dan kebejatan telah terkandung
UDARA YANG dalam berbagai doa, dan ketika
seseorang berdoa, ia dapat
DIBUTUHKAN SETIAP melewati jalan kesempurnaan dan
ORANG DALAM SETIAP sampai pada sebuah tingkat dan kedudukan
tinggi di sisi-Nya Swt. Oleh karenanya, semua
KONDISI DAN WAKTU orang diharuskan membentangkan tangan-
tangannya sebagai wujud permintaan tolong
atas penjagaan Ilahiah yang suci.
Dalam kondisi apapun, ketika seseorang telah keluar dari segala kegelisahannya, atau
saat ia hidup dalam kenyamanan dan kemakmuran, dan saat ia telah mendapatkan apa
yang ia cita-citakan, maka tidaklah berarti ia tidak lagi membutuhkan doa, karena doa
merupakan kebutuhan fitri yang mendasar, yang dengannya seseorang dapat mengga-
pai ketinggian maqam dan selamat dari berbagai keterjerumusan dan kehancuran.
Bahkan, doa adalah sebaik-baiknya perantara dalam ikhtiar seseorang, yang
dengannya ia dapat memperkuat dan memperkokoh hubungannya
dengan Allah dan men- cari ampunan serta kederma-
wanan-Nya terhadap dosa-dosa dan maksiat
yang ia lakukan, seperti yang kita baca dalam
doa Kumail, “Wahai yang cepat keridha-
annya, ampuilah or- ang yang tidak
memiliki apa-apa selain doa.”
Doa adalah wujud ketulusan
hati, realisasi ke- sung-
guhan dan gambaran se-
buah harapan. Melalui doa
seorang hamba meref-
leksikan seluruh harapan,
ikhtiar dan
permohonannya kepada
Allah. Dengan berdoa seseorang
membangun harapan dan semangat
dalam dirinya. Sehingga dengan doanya
yang tulus, seorang hamba akan terjauh dari
rasa frustasi, keputusasaan dan keterasingan,
karena Allah Swt senantiasa bersamanya.
Dia mendengar, melihat dan memperhatikan apa
yang diminta hambanya, seperti yang disebutkan da-
lam al-Quran, Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya
kepadamu tentang Aku, maka jawablah bahwasannya
Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang
yang mendo’a apabila ia berda’a kepada-Ku (QS. al-
Baqarah:186).
Akhirnya doa akan melahirkan kekuatan jiwa dan keber-
sihan hati dari prasangka buruk terhadap Allah, sehingga akan
tumbuhlah rasa optimis dan gairah dalam hidup. Dan akhirnya,
selamat berdoa dan bekerja. hasan mawardi

EDISI 384 NOPEMBER 2006 WARTA BEA CUKAI 69


RUANG INTERAKSI

Oleh: Ratna Sugeng

RELASI
NARSISISTIK
DAN MEMENTINGKAN
DIRI SENDIRI
Narsisisme adalah istilah psikologi sebagai gambaran
seseorang yang sangat mencintai diri sendiri, sehingga sulit
berempati dengan orang lain, segala sesuatu dirinya yang
paling dalam segala bidang.

N
arsisistik tumbuh pada awal kehi- pada orangtua seakan keberbaktian kerapuhan percaya dirinya yang lemah,
dupan seseorang dalam asuhan yang sulit dilepaskan. Sementara orang hidup dalam fantasinya dimana semua
orangtua yang merasa tak yang tumbuh normal akan melepaskan yang dikehendakinya pasti didapatkan.
nyaman, bertindak dengan kekerasan, kerekatannya pada orangtua, menjadi Seringkali keinginan tak realistik
pecandu atau pola dirinya juga mandiri dan dapat berhubungan timbal mereka sorongkan kepada orangtua,
narsisistik. balik saling memberi-menerima. minta segera dipenuhi dengan berbagai
Trauma narsisistik terjadi jika anak Anak-anak ini menjadi anak yang intimidasi, misalnya menonton di
dibesarkan dalam lingkungan orangtua sulit, keras kepala, temperamental. bioskop mahal, mobil mutakhir,
yang tak dapat memenuhi kebutuhan Mereka mengamati orangtua mereka permainan video, musik rock,
emosional anak. Orangtua para anak yang mementingkan diri sendiri, dandanan, semua permintaan dengan
narsisistik merupakan orangtua yang merampas hak mereka untuk ancaman, dan biasanya dipenuhi oleh
haus perhatian berlebihan karena pada mendapatkan dukungan dan perhatian, orangtua.
masa kanak dan mudanya tak cukup Ukuran kasih sayang mereka
perhatian baginya. Pengabaian fisik, adalah terpenuhinya semua permintaan
mental dan emosional, bahkan materi. Mereka tak dapat menunda
kekerasan seksual, terlalu dimanja dan SETIAP ORANG keinginan, sekarang diminta, sekarang
tak dibiasakan dengan batasan
peraturan terstruktur.
MEMPUNYAI ada, seperti permainan sulap. Orangtua
menjadi terbelenggu dalam ancaman
Sikap dan perilaku narsisistik mun- PERILAKU NARSISTIK permintaan yang tak kunjung henti dan
cul dari pertahanan diri yang berfungsi berakhir dengan kartu mati ketika
menyamarkan atau menyembunyikan DALAM DIRINYA materi tak lagi dapat menjwab, akibat
rasa malu yang dalam akibat himpitan permintaan yang berlebihan
tekanan fisik dan emosi yang
merendahkan dirinya sebagai anak sehingga masuklah mereka kepada PERTAHANAN DIRI NARSISTIK
yang sedang tumbuh. Anak-anak ini suatu keterampilan baru memanipulasi Para narsistik hidup mewah, di atas
kelak tumbuh dan berkembang dalam lingkungan dan menggunakan rasa penderitaan atau ongkos orang lain.
suasana yang menganggap dunia luar bersalah orangtua sebagai balasan Cara mendapatkan semua
kejam dan menyakitkan, maka atas apa yang mereka inginkan. pendongkrak rasa percaya diri
terjadilah penetapan kepribadian yang Dengan agresif dan intimidasi (dandanan, aksesori, mobil mewah dan
galak, keras, memuja diri sendiri dan mereka mengancam orangtua untuk sebagainya) didapatkan di atas
tak dapat mempercayai orang lain. mendapatkan apa yang mereka kerugian orang lain. Jika mereka tak
inginkan, dan orangtua yang mendapatkan semua keindahan
NARSISISTIK ATAU KODEPENDENSI terangsang rasa bersalahnya segera kemewahan ini, mereka merasa tak
Perkembangan masa anak ke memenuhi permintaan dengan berharga, jatuh harga dirinya karena
dewasa dilandasi trauma diabaikan, ancaman tersebut. Jadilah saling mereka tak dapat berdamai dengan
korban kekerasan membentuk ketergantungan yang tidak sehat, ketakutan, rasa sakit hati, ketidak
kepribadian yang sulit mempercayai, kodependensi dan narsisistik. berdayaan diri mereka sendiri
mencintai, memberi kepada orang lain, Para narsisistik tak dapat
kemudian dibungkus dengan rapih HIDUP DALAM ALAM FANTASI menghargai upaya orang lain,
guna menutupi rasa ketidakmampuan, Orang narsisistik berpikir dan pemberian dan perhatian orang lain
kerapuhan, dengan ketergantungan berperilaku membungkus rapih kepadanya. Mereka menganggap

70 WARTA BEA CUKAI EDISI 384 NOPEMBER 2006


setiap orang berlaku memberikan apa dan ditolak atau diabaikan oleh orang
yang mereka minta adalah suatu hal lain. Apa yang dibutuhkan orang adalah KETIKA SEORANG
yang sudah sepantasnya. John dapat berhubungan dengan orang lain,
Masterson menyebut cara pikir kaku ini saling berhubungan, tetapi tidak NARSISISTIK JATUH
sebagai “Swiss Cheese Brain” dengan mengikat dan membatasi ruang dan CINTA, MAKA IA
lubang di tengah otak tanpa nurani. gerak indiidu. Jadi ada semacam area
Mereka pantang dikritik, pantang bebas bagi individu untuk tidak MENARUH HARAPAN
disalahkan. Mereka supersensitive diintervensi orang lain.
terhadap tudingan merendahkan, Orang narsisistik memperluas ruang DILUAR KEWAJARAN
menyalahkan. Bila orang lain menjadi ini dan merasa sangat terancam
terancam atau rendah diri atas sikap dengan berespon luar biasa jika ruang
mereka, mereka merasa seperti di geraknya tersenggol orang lainnya, dan pasangannya memanjakan bak
awang-awang. sementara ia ingin berhubungan erat putri raja. Orang yang mengalami
pada orang lain. narsisistik berat akan mencari
PARA NARSISTIK DALAM HUBUNGAN Ketika seorang narsisistik jatuh pasangan romantis, mampu memenuhi
RELASI cinta, maka ia menaruh harapan diluar semua keinginannya, untuk menutupi
Dua hal yang paling tidak disukai kewajaran, cinta yang sempurna, tak kerapuhan hatinya. Cinta dan
orang dalam hidup adalah dikendalikan pernah terluka atau tersinggung hati, hubungan seperti ini tak akan pernah
terjadi
FOTO : ISTIMEWA
Ada kesenjangan antara cinta ideal-
nya narsisistik dengan cinta dalam
jagad nyata. Mereka merindukan simbi-
osis bercinta ideal untuk menstabilkan
hidupnya, tetapi juga takut sangat dekat
karena takut disakiti hatinya.
Karena setiap saat mereka selalu
menuntut diperhatikan, maka seakan
mereka harus dikawal oleh mereka
yang senantiasa mengiyakan setiap
keinginannya. Mereka selalu merasa
benar, orang lain selalu salah,
sementara mereka sendiri tak pernah
mengakui bahwa diri mereka juga dapat
salah. Mereka akan dengan mudah
menyakiti orang lain dengan kritik,
kekerasan, baik verbal maupun non-
verbal tanpa mempertimbangkan
bahwa orang sakit hati dibuatnya,
kalaupun kita mendorongkan edukasi
bahwa dirinya menyulitkan orang ,
mereka tak dapat memahaminya

NARSISISTIK YANG MATANG DAN SEHAT


Setiap orang mempunyai perilaku
narsistik dalam dirinya. Setiap orang
ingin mendapat perhatian dan tak mau
disepelekan orang lain. Namun mereka
yang matang narsisistiknya akan dapat
menghargai orang lain untuk mendapat
penghargaan atas dirinya. Jika
seseorang mementingkan dirinya
sendiri dan mengabaikan kepentingan
orang lain, maka ia akan dijauhi orang
dalam pergaulan.
“Setiap orang mempunyai inti
narsisistik dalam dirinya,” kata Marion
Soloman, ahli psikologi psikodinamik.
Rasa narsisistik ini yang membuat kita
berhasil dalam hidup. Setiap orang
punya rasa mementingkan diri sendiri,
namun masih dapat menghargai orang
lain dan mendahulukan kepentingan
orang lain dengan mempertimbangkan
tingkat urgensi. Dalam relasi sehat
diperlukan keseimbangan antara
memberi dan menerima.

NARSISISTIK. Orang narsisistik selalu merasa


benar, orang lain selalu salah, sementara
mereka sendiri tak pernah mengakui bahwa diri
mereka juga dapat salah. Mereka akan dengan
mudah menyakiti orang lain dengan kritik.

EDISI 384 NOPEMBER 2006 WARTA BEA CUKAI 71


SELAK

Ketika penulis sedang tugas belajar di Korea Selatan, tepatnya pada Ajou University di pihak Korea Utara dan liberal dari pihak
Korea Selatan dengan mengambil program MBA Jurusan Internasional Business, ia Korea Selatan. Pada tahun 1950,
yang tercatat sebagai pelaksana pada Sekretariat DJBC berkesempatan melakukan mereka berperang selama tiga tahun
perjalanan ke perbatasan Korea Utara-Korea Selatan. Berbagai pengalaman menarik ia tanpa ada pihak yang menang ataupun
tuangkan dalam tulisan ini. Nasruddin Djoko Surjono, yang baru saja menyelesaikan kalah. Ketegangan itu berlangsung
kuliahnya pada akhir Agustus 2006 lalu membagi kisah perjalanannya ke perbatasan hingga sekarang, dimana kesiagaan
Korea Utara-Korea Selatan kepada para pembaca. Berikut pengalamannya. persiapan perang terus menerus
dilakukan seperti pelaksanaan wajib
DOK. PRIBADI militer untuk pemuda-pemuda Korea
selatan ataupun gelar latihan perang
dengan tentara adidaya seperti AS
dalam menghadapi isu Nuklir Korea
Utara.
Namun perang hanyalah
menyisakan kepedihan karena
banyaknya korban sipil dan batas
wilayah ini memisahkan keluarga
mereka yang sebelumnya.
Semenanjung Korea ini telah bersatu
dibawah Dinasti Chosun. Perundingan
gencatan senjata inilah yang akhirnya
menghasilkan DMZ tersebut, walaupun
saya belum tahu persis alasan
sejarahnya kenapa Korea Selatan
waktu itu tidak dilibatkan sebagai pihak
yang turut berunding dalam penentuan
demarkasi ini.
Setelah kami melewati Sungai Han
baru kemudian menyusuri Sungai Imjin,
melalui sungai inilah pasukan Korea
Utara dulu melakukan infiltrasi ke Korea
Selatan, dari Sungai Imjin masuk ke
Sungai Han kemudian menusuk
jantung pertahanan kota Seoul. Di
sepanjang sungai terlihat kawat berduri
dengan diawasi pasukan militer Korsel
di tiap pos yang siaga untuk
menghadang infiltrasi. Di Imjin gang
(gang artinya sungai) ini pula kami bisa
KAWAT BERDURI di sepanjang perbatasan DMZ. lihat perbukitan-perbukitan tandus
wilayah Korea Utara.
Kawasan perbatasan ini memang

Dari Panmunjom,
dijaga ketat oleh tentara Korea Selatan,
mengingat beberapa terowongan
infiltrasi pernah dibuat oleh Korea Utara
untuk menembus Korea Selatan.
Misalkan 3rd tunnel, terowongan dalam

AREA PERBATASAN
tanah yang ditemukan tahun 1978,
panjangnya mencapai 1625 meter
dengan tinggi 1,95 meter dan lebar 2,1
KOREA UTARA-KOREA SELATAN meter seperti halnya gua jepang di
Indonesia. Terowongan ini berada 73
meter di bawah tanah, kapasitasnya

S
uhu pagi itu sejuk, sekitar 10 kedua Korea ini. Garis perbatasan ini bisa mengantarkan satu divisi penuh
derajat celcius, cuaca cerah dibatasi oleh pagar kawat berduri di dua pasukan, lengkap dengan senjata per
sangatlah tepat untuk travelling. sisi. Daerah ini disebut DMZ atau De- jamnya, terowongan ini dirancang untuk
Musim dingin “winter sonata“ di Korea Militerized Zone, daerah bebas militer serangan mendadak ke kota Seoul.
yang suhunya bisa mencapai -10 dibuat pada tanggal 27 Juli 1953.
derajat celcius mulai berakhir. Bis yang Daerah dimana operasi militer tidak DARI MUNSAN MENUJU CHECKPOINT
kami tumpangi berangkat dari kota boleh dilakukan di dalamnya. Daerah IMJINGAK
Suwon pukul 9 pagi. Perjalanan itu ini nampaknya tidak cocok dijadikan Pada sekitar pukul 12 siang hari
menyusuri sepanjang Sungai Han model perbatasan antar dua negara baru kami sampai di daerah Munsan,
menuju daerah Panmunjom sekitar 45 yang memiliki hubungan diplomatik pertama-tama kami mengunjugi tempat
km ke arah sebelah utara kota Seoul. normal. Panmunjom itu sendiri berada memorial tower, seperti Taman Makam
Perjalanan tak terasa karena jalan di dalam garis buffer tersebut, tepatnya Pahlawan, dimana pada prasasti
aspal yang kami lalui sangat mulus 2000 meter dari Korea Selatan atau tersebut dimaksud untuk mengenang
ibarat jalan tol menuju perbatasan 2000 meter dari Korea Utara. Persis Bom bunuh diri yang dilakukan oleh
Korea Utara. ditengah tengah kubu yang berseteru. sepuluh tentara resimen 11, Divisi
Perbatasan Korea Utara dan Konfrontasi ideologi kedua infanteri 1, Korea Selatan pada tahun
Selatan berupa garis tebal atau disebut pemerintahan ini kemudian meletus 1949. Mereka berperang melawan
Buffer zone sepanjang 155 mil dan perang. Merupakan sisa perang dingin, gerilyawan merah yang menyeberangi
selebar 4000 meter, memisahkan perang ideologi antara komunis dari sungai Imjin dengan tank serta

72 WARTA BEA CUKAI EDISI 384 NOPEMBER 2006


melakukan penyerangan di Gunung
Song Ok.
Setelah dari memorial tower,
selanjutnya karena peserta di dalam bis
perutnya pada lapar, bus meluncur
untuk makan siang di restoran Munsan
ini. Masakan Korea biasanya di
lengkapi dengan Kimchi makanan hasil
fermentasi dari sayuran seperti kol yang
rasanya kalau di Indonesia seperti acar,
berwarna agak kemerah-merahan
mereka membuatnya agak pedas dan
rasa asamnya terasa. Masakan
terkenal mereka dihidangkan di
restoran ini antara lain seperti Bulgogi
(gogi artinya daging), berupa daging
panggang, dihidangkan masih dalam
kondisi panas karena bara api-nya turut
pula disajikan di nampan. Dari aroma
bau daging bakar ini cukup membikin
perut ini keroncongan seketika.
Meskipun daging sapi, namun karena
diragukan kehalalannya maka saya
memilih Bibimpap (pap artinya nasi),
bareng-bareng rekan lain dari Nepal
dan Myanmar karena mereka vegetar-
ian.
Bibimpab adalah nasi, biasanya
nasi merah, dicampur dengan sayuran-
sayuran seperti wortel, timun, seledri, yang ada di dalam bis diperiksa pas- Salut juga sama prajurit satu itu, dia
tauge dicampur dengan saus dan telur pornya satu persatu. Tidak saya lihat periksa secara cermat.
ceplok setengah matang yang aparat Imigrasi, Karantina ataupun Sempat bis kami tertunda gara-gara
disiapkan dalam mangkok yang masih Bea Cukai di tempat ini, yang terlihat ada rekan kami mahasiswa dari Ghana
hangat. Cara makannya tinggal diaduk semuanya adalah serdadu. Prajurit memakai visa gratis, fasilitas misi
semua antara sayuran dan telur. Korsel bergegas masuk ke dalam bis diplomatik dari negara mereka, karena
Karena masih lapar kami minta tambah kemudian sesuai prosedur, prajurit selain mahasiswa dia juga berprofesi
nasi, tinggal mengucapkan Ajuma, Pap tersebu memeriksa visa paspor. sebagai diplomat dari negaranya.
Juseyo....(artinya Bu, nasi lagi dong...) Nampaknya prajurit tersebut tidak Paspor dia izin visanya lain daripada
Setelah makan kenyang, kembali memakai konsep risk analisis atau mahasiswa yang lain, hal tersebut
kami meneruskan perjalanan dan pemeriksaan secara random, namun membingungkan prajurit yang berjaga.
sampailah ke Imjingak daerah semua penumpangnya tanpa Memang pernah dijelaskan sebelumnya
checkpoint, di daerah ini kami semua terkecuali diperiksa satu persatu. oleh tour guide kami apabila satu
peserta melanggar ketentuan maka
DOK. PRIBADI
bisa jadi serombongan bis tidak
diperbolehkan masuk DMZ.
Namun kemudian tour guide kami
menjelaskan ke tentara tersebut bahwa
mereka semua adalah benar-benar
mahasiswa, kemudian tentara tersebut
balik ke pos melaporkan kejadian ini,
namun akhirnya kami semua
diperbolehkan masuk.
Dari pengamatan saya justru
tidak ada kata D dalam singkatan DMZ,
semuanya zone militer. Ketat sekali
memang perjalanan field trip kali ini,
banyak aturan yang harus ditaati.
Misalnya kami harus membawa paspor
selama di dalam daerah DMZ, tidak
boleh memakai celana jeans atau baju
jacket, dilarang berfoto di daerah
daerah tertentu, tidak boleh tangan
kami menunjuk ke arah Korea Utara
ataupun gerak gerik yang dianggap
memberi aba-aba karena dianggap
akan memberi kode-kode sandi
rahasisa tertentu ke arah musuh,
dilarang berisik ketika memasuki area
dan lain-lain.
Tour yang kami lakukan ini dikelola
oleh Korean Veteran Association, Tour
RUANG KONFERENSI yang dijaga dua perajurit Korea Selatan dan Gedung Panmun Gak Pavilion. guide-nya setengah menakut-nakuti

EDISI 384 NOPEMBER 2006 WARTA BEA CUKAI 73


SELAK
DOK. PRIBADI

BENDERA KOREA UTARA berdiri dengan megahnya di desa Kijong Dong, yang terlihat jelas di pos observasi Panmunjom.

bilang memang tur ini adalah “danger- dua ratus orang yang berprofesi tangan kesediaan untuk memenuhi
ous tour“, karena anda memasuki sebagai petani, namun keberadaan aturan militer di daerah DMZ serta
daerah militer maka anda harus mereka ini, keluar masuknya diawasi kemungkinan-kemungkinan kalau
mematuhi aturan mainnya. Kami hanya ketat. Petani tersebut memiliki lahan terjadi kecelakaan misalnya tertembak
meringis saja sambil menggerutu sial pertanian yang cukup luas dan atau mati adalah resiko kami sendiri,
mau piknik kok malah jadi tameng merupakan bagian dari proyek unifikasi. karena area ini masih termasuk “war
hidup. Dalam hati bisa saja orang zone“ dimana prajurit perbatasan masih
Korea ini, daerah perbatasan yang SAMPAI DI PANMUNJOM gatal untuk menggerakan pelatuk
masih mengandung konflik dikemas Akhirnya tidak sampai 15 menit dari senjata.
menjadi wisata tontonan menarik. check point, kami sudah mencapai Selanjutnya bis mengantarkan kami
Daerah imjingak, daerah ini dulu Panmunjom yang luas areanya tak ke lokasi Joint Security Area, area yang
dipakai sebagai daerah pertukaran lebih dari 800 m2, disitu kami memasuki dulunya merupakan tempat pertemuan
tawanan setelah perang Korea. Saya kawasan militer United Nations Com- antara dua Korea berlangsung. Setelah
lihat beberapa jip militer tentara Korea mand Security Battalion. Daerah ini kejadian berdarah tahun 1978 di
berlalu lalang, beberapa serdadu Korea merupakan camp tentara PBB, mereka kawasan DMZ ini, area Panmunjom ini
Selatan berseragam sambil membawa memiliki motto “in front of them all”. akhirnya dipecah menjadi dua,
senjata laras otomatis ditangannya Baru disitu saya melihat tentara tentara beberapa gedung milik Korea Utara
sambil berjalan-jalan mengawasi lalu asing hilir mudik, laiknya seperti beberapa lainnya milik Korea Selatan.
lintas pengunjung yang memasuki memasuki markas TNI di Cijantung, Insiden berdarah ini terjadi ketika pihak
kawasan perbatasan DMZ ini. kami bisa temui tempat latihan militer JSA memerintahkan untuk memotong
Setelah lewat pemeriksaan pertama pula. Kemudian bis kami berhenti dan pohon di area ini, karena menutup
baru kemudian kami benar-benar kami semua di dalamnya di suruh pemandangan, namun malah justru
memasuki kawasan DMZ, sebelum turun…diperiksa lagi. Pada komandan JSA dan komandan Pleton I
masuk Panmunjom terdapat areal yang pemeriksaan kedua, kami dibariskan di bantai dengan kapak oleh serdadu
memang dibuat sedemikian rupa oleh dua berbanjar di luar bis, sementara Korea Utara hingga meninggal di
Korea Selatan untuk pertahanan. Tour tentara masuk memeriksa bis, dan foto tempat. Di area ini kami bisa melihat
guide-nya menyebutkan terowongan paspor kami dilihat sambil kami masuk langsung perajurit Korea Utara dari
yang kami lewati sekarang adalah kembali ke bis satu persatu. dekat, kurang lebih 20 meter.
jalan yang dipersiapkan untuk Selanjutnya di dalam camp ini, bis Memang terlihat kontras berbeda
pertahanan, terowongan ini dilengkapi kami diganti dengan bis PBB, dimana antara dua bangunan yang berhadap-
Anti-tank booby-traps, artinya kalau disopiri oleh tentara meluncur perlahan hadapan di joint security area ini,
kondisi berbahaya ranjau untuk tank di perbukitan dengan dipandu oleh bangunan Freedom House milik Korea
bisa siap meledak. Demikian pula di konvoi jip militer di depannya. Kami Selatan berarsitektur modern di
beberapa tempat sudah tertanam tidak boleh berdiri ketika dalam depannya bangunan Panmun Gak
ranjau. perjalanan serta berfoto-foto kecuali Pavilion milik Korea Utara yang
Walaupun situasinya tegang, kalau diizinkan. Kemudian kami berarsitektur gaya lama namun
namun saya lihat beberapa area di diberikan briefing sebentar mengenai terkesan berwibawa. Selama memasuki
dalam DMZ masih ada penduduk, terjadinya DMZ ini. Uniknya setelah gedung freedom house kami
mereka itu kata si Tour guide berjumlah briefing kami diminta untuk tanda diperintahkan baris dua banjar tidak

74 WARTA BEA CUKAI EDISI 384 NOPEMBER 2006


DOK. PRIBADI
boleh menoleh ke belakang. Kemudian
memasuki ruang konferensi, yang
merupakan rumah di antara dua pavili-
on Korea Utara dan Korea Selatan. Di
ruang konferensi inilah kami bisa meli-
hat lokasi sejarah penandatanganan
garis demarkasi. Suasana di ruang ini
hening senyap dan dijaga oleh prajurit
Korea Selatan berpakaian hijau dengan
kaca mata hitam yang bepenampilan
kaku laiknya patung.
Kalau pengunjung dari Korea Sela-
tan bisa memasuki ruang konferensi ini,
demikian pula sebaliknya pengunjung
dari Korea Utara dapat pula memasuki
ruang konferensi tersebut. Apabila
wisatawan Korea Selatan memasuki
ruang konferensi maka yang menjaga-
nya perajurit Korea Selatan dan
sebaliknya apabila wisatawan Korea
Utara memasuki ruang konferensi maka
perajurit Korea Utara berbaju cokelat
akan menjaganya. Sayangnya ketika
disana kami tidak menjumpai
wisatawan Korea Utara tersebut.
Selanjutnya kami berjalan ke pos
observasi, di tingkat pos observasi
tingkat dua inilah kami bisa melihat dari
ketinggian kondisi Korea Utara. Kondisi
di atas pos observasi yang terbuka,
sesekali angin dingin semilir menembus
tebalnya baju kami. Terlihat dari
kejauhan bukit dengan pohon-pohonan
yang kering kecokelatan serta tiang PENULIS DAN PRAJURIT KOREA SELATAN di ruang konferensi.
bendera Korea Utara yang tegak berdiri
tinggi bermodelkan seperti menara Eifel hanya bisa tersenyum, karena memang Dalam hati saya wah..isu pragmatis
serta beberapa gedung di sekitarnya. mereka telah lama diisolir dunia luar. memang lebih mengemuka, bukankah
Kami mendengarnya seperti propa- Dua kelompok ini memang dulu Korea Utara lebih maju daripada
ganda ketika tour guide kami bilang berseteru, kami lihat dari atas bendera Korea Selatan, baru kemudian sekitar
“Lihat itu kondisi Korea Utara, Anda besar Korea Selatan setinggi 100 meter tahun 1970-an Korsel perkembangan
bisa menyaksikan tanah-tanahnya ada di dekat pamunjom, sebaliknya tak ekonomi mulai melesat meninggalkan
tandus, gersang banyak pepohonan mau kalah di seberangnya bendera Korea Utara dan baru beberapa tahun
yang dibabat habis, mereka tidak Korea Utara juga membuat tiang ini menjadi negara anggota kelompok
memperhatikan kondisi lingkungan bendera yang tingginya 160 meter, negara maju .
hidup karena pepohonan hanya dipakai masuk Guiness Book Record tiang Berbeda dengan tour guide kami
sebagai kayu bakar serta memudahkan bendera tertinggi di dunia. Tiang yang juga orang Korea Selatan, Dia
bagi pengawasan militer apabila ada bendera Korea Utara berlokasinya di lebih optimis menatap masa depan
perajurit Korsel yang masuk“. Kata tour Kijong Dong ini bisa jelas terlihat dari menghadapi proses reunifikasi. Pada
guide itu lagi, “Coba bandingkan pos pengawas di Panmunjom. Kijong akhir perjalanan dia mengatakan
dengan kondisi Korsel..perbukitannya Dong mereka sebut sebagai desa “Semoga anda nanti datang kemari
hijau kan?“ Hmm dalam hati saya propaganda, desa di Korea Utara ini kondisi sudah berubah, Korea Utara
DOK. PRIBADI
berhimpitan dengan daerah DMZ. dan Korea Selatan semoga bersatu,
Walaupun saat ini mereka sehingga DMZ hanya tinggal kenangan
berkeinginan untuk unifikasi, namun saja“. Kami semua mengangguk
pendapat masyarakat Korsel sangat mengamininya.
beragam. Misalkan ketika saya Pukul 3 sore, akhirnya kami keluar
bertanya ke staf kampus kami orang dari DMZ, diluar DMZ sekali lagi kami
Korea Selatan, saya bilang “Bagaimana lihat satu kompi serdadu pasukan
peluang negara anda bersatu dengan Korsel sedang berlari-lari kecil latihan
Korea Utara?“, dia bilang “Ah...tidak..itu sambil memanggul senjata sepanjang
sulit sekali“, dia contohkan bagaimana kawat berduri di perbatasan, jadi
Jerman Barat dan Timur sedang teringat Samapta bersama Kopassus
mengalami kesulitan ekonomi gara- saat di Pusdiklat DJBC. Di benak kami
gara reunifikasi akibat gap ekonomi masih tertinggal kesan Korea Utara
yang timpang. yang masih misterius, negara yang
“Lho... bagaimanapun mereka belum pernah kami kunjungi. Bis
Saudaramu juga“, sergah saya kembali meluncur ke daerah normal
menimpali, lanjut kata staf kampus, “Iya menuju kota Seoul, kota ketiga
namun untuk mengimbangi sisi termahal di dunia, kota metropolitan
DI SEBELAH KIRI bangunan Korea Selatan, sebelah ekonomi ini sangat susah, Apa kami yang seakan-akan jauh dari masalah
kanan bangunan milik Korea Utara, batas negara harus mengalami banyak konflik dengan negara tetangga.
ada di tengah-tengah kedua gedung tersebut. pengangguran karena harus bersatu“. Nasruddin Djoko Surjono

EDISI 384 NOPEMBER 2006 WARTA BEA CUKAI 75


PROFIL

Wirawan Sahli, S.H


KEPALA KPBC TIPE A BANDUNG

“Suatu Pemikiran yang Diakui Orang Banyak,


Merupakan Kebahagiaan Dalam Hidup”
Memberikan sumbangan pemikiran yang akhirnya diakui dan diterapkan dalam suatu organisasi,
merupakan kebahagiaan dalam hidupnya. Sementara keinginannya untuk terus mengabdi kepada
institusi yang dicintainya ini, akan dijalani terus walaupun masa purna bakti telah tiba.

S
osok tokoh profil kita kali ini, memiliki sepatu. Jarak dari rumah tidak dengan apa yang dijalaninya. Selain
memang sudah tak asing lagi bagi jauh, karena itu saya tempuh dengan penerapan ilmu kimia yang begitu banyak
pegawai Direktorat Jenderal Bea berjalan kaki. Sejak saya SD, saya sangat hitungannya, Wirawan pun rupanya tidak
dan Cukai (DJBC). Kendati dalam tugas- menyukai pelajaran ilmu bumi (Geografi- betah dengan praktikum kimia yang
nya hampir selalu dibidang penyidikan , red) karena dari situ saya banyak tahu menyebabkan dirinya memutuskan untuk
namun sumbangan pemikirannya untuk tentang banyak hal khususnya negara- berhenti dan tidak melanjutkannya lagi.
DJBC, kini sudah banyak yang menjadi negara besar yang selama ini hanya “Lepas kuliah itu saya bekerja di
acuan atau kebijakan yang diterapkan di mendengar dari cerita atau buku,” ujar Apotek “Kepunton” di kota Solo, tugas
DJBC. Wirawan mengawali cerita tentang dirinya. saya selain mencek barang-barang yang
Sudah menjadi ciri khas dari dirinya Lebih lanjut Wirawan bercerita akan masuk juga melayani pembelian obat baik
untuk selalu terlihat serius, namun demi- pengalaman lucunya sewaktu di SD yang melalui resep maupun eceran. Dan jika
kian pria ramah ini selalu mengembang- hingga kini masih dikenangnya. Cerita dapat giliran malam, saya juga kadang
kan senyum bila sedang berdiskusi lucu tersebut berawal ketika pelajaran bertugas sebagai kasir. Pekerjaan ini saya
dengan lawan bicaranya. Ketika menjadi Geografi, dimana gurunya sedang lakoni mulai tahun 1970 hingga 1972,”
salah satu dewan pengarah WBC, kese- menceritakan penerbangan pertama kata Wirawan.
riusannya dalam memberikan masukan pesawat luar angkasa milik Amerika. Saat bekerja di apotek ini, ada satu
akan naskah-naskah yang akan dimuat Cerita tersebut sebenarnya sudah pernah pengalaman yang juga tidak dapat
oleh WBC, selalu diutarakan dengan dibaca Wirawan di majalah Life. dilupakan oleh Wirawan. Saat itu apotek
penuh bijaksana dan mudah dimengerti “Waktu diterangkan, guru saya tempatnya bekerja juga menjual alkohol
oleh siapa pun. mengatakan kalau tempat peluncurannya eceran atau pada saat itu disebut nering
Pembicaraan dengannya di ruang itu namanya Cape Carnaval. Saya yang (sekarang PBKC-red) dan itu harus dipe-
kerja di gedung Kantor Pelayanan Bea tahu benar apa nama tempat riksa oleh petugas bea cukai dari kantor
dan Cukai (KPBC) Tipe A Bandung, peluncurannya itu langsung mengoreksi inspeksi Solo. Ketika dilakukan Aanpeiling
tempat ia menjabat sebagai kepala kantor, guru kalau yang benar adalah Cape atau pengukuran volume alkohol yang ada
pada suatu sore pertengahan September Canaveral. Jaman dulu itu guru sangat di dalam drum dan mencatatnya dalam
2006, berlangsung dengan penuh dihormati jadi pantang untuk dibantah, dan formulir yang disebut relaas, ada salah
keakraban, sesekali ia melontarkan saya langsung dipelototi oleh guru saya, satu petugas bea cukai yang selalu melo-
guyonannya, ia pun bercerita mengenai namun beliau juga sadar akan tot jika melakukan pemeriksaan. Wirawan
sekilas kisah hidupnya secara kronologis. kesalahannya,” kenang Wirawan. takut bila terjadi kesalahan, apalagi apotek
Wirawan Sahli, SH anak pasangan Saat di bangku SMP pun Wirawan tempat Wirawan bekerja milik orang
dari Nurman Sahli (Ayah-Alm) dan tetap menyukai mata pelajaran ilmu Tionghoa yang sangat takut dengan yang
Partinah (Ibu), adalah anak ke dua dari pengetahuan umum, namun ketika duduk namanya petugas pemerintah.
enam bersaudara yang lahir di Solo pada di bangku SMA, Wirawan juga menyukai
11 November 1950. Sang ayah berprofesi mata pelajaran kimia, hal ini bukan karena AWAL KARIR DI DJBC
sebagai pemilik sekaligus wartawan untuk hitungannya, namun semua hafalan ru- Setelah dua tahun bekerja di apotek,
majalah Star News di kota Solo, dan sete- mus-rumus kimia menjadi kegemaran ba- pada tahun 1972, Wirawan mendapatkan
lah majalah tersebut ditutup, ayahnya me- runya kala itu. Dengan kegemaran informasi melalui koran Kompas waktu itu,
neruskan pekerjaan sebagai wartawan di barunya itu saat penjurusan pun Wirawan kalau Departemen Keuangan membutuh-
koran Suara Merdeka, Semarang. Seba- lebih memilih jurusan ilmu alam ketimbang kan banyak pegawai. Wirawan merasa
gai putra seorang wartawan, Wirawan ilmu sosial. perlu memperbaiki hidup, karena ketika itu
mewarisi bakat sang ayah yang hingga “Saat SMA itu saya satu sekolah dan selain dirinya hanya menerima gaji Rp.
kini tetap ditekuninya yaitu menulis. Selain satu angkatan dengan Pak Joko Wiyono 5000 sebulan, juga jenjang karirnya pun
itu, sejak kecil Wirawan juga senang yang sekarang menjadi Kakanwil di tidak jelas. Melihat iklan tersebut Wirawan
membaca terutama majalah anak-anak Palembang, saya di IPA beliau di IPS. sangat tertarik, apa lagi saat itu banyak ce-
“Si Kuncung”, dan dirinya juga senang Karena saya senang sekali dengan rita kalau bekerja di Departemen Keuang-
membolak-balik majalah Life yang berba- pelajaran kimia maka waktu lulus SMA an gajinya 9 kali lipat dari departemen lain.
hasa Inggris, karena gambarnya bagus- pun nilai kimia saya di ijasah 9, maka Dengan bekal seadanya Wirawan
bagus dan kertasnya berbau harum. Ke- ketika memilih jurusan saat kuliah di UGM pergi ke Semarang untuk mencoba
gemarannya akan membaca ini membuat saya juga memilih jurusan kimia dan melamar pada Departemen Keuangan.
Wirawan memiliki banyak pengetahuan. Alhamdulillah saya diterima di jurusan itu,” Proses yang panjang mulai dari pendaf-
“Sewaktu SD itu saya sekolah di ujar Wirawan. taran hingga tes, membuat Wirawan
kampung dan pada saat itu belum ada Satu tahun kuliah di jurusan kimia, tidak putus asa, dan sambil menunggu
yang menggunakan sepatu, karena pada Wirawan mulai merasa jenuh karena apa hasil tes tersebut, Wirawan tetap
jaman itu memang semua murid tidak yang dibayangkan selama ini tidak sesuai bekerja di apotek seperti sedia kala.

76 WARTA BEA CUKAI EDISI 384 NOPEMBER 2006


EDISI 384 NOPEMBER 2006 WARTA BEA CUKAI 77
PROFIL
DOK. PRIBADI
gunakan bahasa Inggris mereka complain
kepada bea cukai. Dari sinilah saya mera-
sa beruntung karena banyak bertemu
orang asing dan dapat melancarkan
bahasa Inggris saya,” ujar Wirawan.
Lebih lanjut Wirawan bercerita, selesai
mengikuti diklat inilah saat penugasannya
di Halim pada 1977, dirinya mempersun-
ting Sri Hartini yang juga merupakan
teman sesama bea cukai yang sama-
sama satu angkatan di Pusdiklat.
Penugasan Wirawan di Halim
terbilang cukup lama yaitu sejak 1976
hingga 1981, dari penempatannya ini
dirinya pun lebih kenal dengan panggilan
Wirawan “kasir” bukan Wirawan Sahli. Di
Halim ini juga Wirawan melanjutkan
kuliahnya di Fakultas Hukum UI, jika pagi
hingga sore Wirawan bekerja, sepulang
itu ia langsung menuju Rawamangun
untuk kuliah. Namun demikian kuliahnya
tidak berjalan mulus karena tahun 1981
dirinya dimutasikan ke Makassar sebagai
pelaksana. Kuliah di UI tersebut akhirnya
FOTO BERSAMA. Bersama keluarga, dari kiri ke kanan Indro Cahyono (anak ke-I), Anung Anandito (anak dapat diselesaikan oleh Wirawan pada
ke-II), Sri Hartini (istri), Ny. Partinah (ibu). Wirawan Sahli, dan Mira Erwinda (duduk di depan, anak ke-III). tahun 1984 sewaktu dirinya sudah
bertugas tugas di Makassar.
“Beruntunglah saya diterima dan untuk membaca buku-buku tentang kepa- “Ini merupakan mutasi saya yang
ditempatkan di bea cukai, saya pikir ini beanan, sehingga pada saat diklat pun se- pertama keluar Jawa, banyak di antara
pasti pertolongan dari Tuhan, karena saya mua itu bagaikan pengulangan saja. teman-teman yang waktu itu menakut-
sudah 3 tahun tidak sekolah, apalagi Selesai pendidikan pada 1976, Wira- nakuti saya, kalau disana itu orangnya
waktu itu matematika yang jadi bahan test. wan langsung ditempatkan di Bandara keras-keras dan selalu menggunakan
Untunglah saya punya saudara yang Halim Perdana Kusuma sebagai pemerik- senjata. Sebelumnya saya merasa ngeri
kuliah di IKIP jurusan matematika, jadi sa. Walaupun sebagai pemeriksa, tetapi juga, tapi waktu saya tugas disana saya
selama tiga hari saya diajar oleh dia, dan pada kenyataannya mayoritas penugasan disambut dengan baik oleh teman-teman,
ternyata hasil belajar saya banyak yang Wirawan adalah sebagai kasir. Kembali bahkan baru satu minggu di sana saya
keluar,” kenang Wirawan. lagi pekerjaan lama Wirawan terulang di sudah di undang makan bersama oleh
Setelah dinyatakan lulus dan ditempat- pekerjaan barunya, namun demikian ini pegawai yang asli sana. Jadi kalau
kan di DJBC tahun 1973, penempatan menjadi suatu keberuntungan juga bagi selama ini banyak yang mengatakan
pertama Wirawan adalah di KPBC Solo Wirawan, karena dengan menjadi kasir, tugas di luar Jawa itu besar resikonya, itu
yang letaknya di utara Pasar Legi. Satu kemampuannya dalam berbahasa Inggris tidak benar, asalkan kita baik tentunya
hal yang juga unik disini adalah, apotek menjadi lebih sempurna lagi. mereka juga akan baik,” jelas Wirawan
tempat bekerja Wirawan sebelumnya ada- “Terkadang banyak orang asing yang yang sewaktu tugas di Makassar tahun
lah di selatan Pasar Legi, jadi alih profesi- keberatan dengan denda bea masuk yang 1985 mengikuti diklat penyesuaian ijasah
nya Wirawan juga beralih dari selatan ke dikenakan kepada mereka, dengan meng- III, sehingga pangkatnya naik dari
utara. golongan IIc ke IIIa.
DOK. PRIBADI
“Waktu di kantor bea cukai Solo saya Lima tahun di Makassar, tahun 1986
bertemu dan berkenalan dengan petugas Wirawan kembali dimutasi dan kembali ke
yang selalu melotot tadi, tapi dia tidak tugas pertamanya yaitu Halim. Karena
mengenal saya, dan ternyata dia memang pada waktu itu airport internasionalnya
selalu melotot jika melihat orang, apalagi telah pindah ke Soekarno-Hatta, Wirawan
kalau ada pegawai pabrik rokok yang pun tidak banyak pekerjaan meskipun
datang untuk memesan pita cukai, dia telah menjabat sebagai Kasubsi Hanggar.
juga pelototi. Mungkin maksudnya supaya
orang takut sama dia, dan memang jaman MENJADI TIM RUU KEPABEANAN
itu sangat terkenal kalau orang bea cukai Dikarenakan minimnya tugas yang
banyak yang badannya gede dan suka ada pada saat itu, akhirnya Wirawan
melintir kumis biar orang yang ketemu jadi dikumandahkan ke Kantor Pusat untuk
deg-degan,” ungkap Wirawan. membantu tugas penyelidikan di
Sebelum masuk pendidikan, Wirawan Direktorat P2 dalam rangka Operasi Citra
yang waktu itu masih disebut pegawai 105 . Cukup lama kumandah di Kantor
meloopen (magang), dalam keseharian Pusat, tahun 1988 Wirawan ditunjuk
tugasnya membantu membuat informasi menjadi salah satu anggota tim RUU
harga rokok bulanan yang datanya diambil Kepabeanan.”Disinilah saya merasa
dari petugas dinas luar ataupun ikut sangat beruntung, karena dengan masuk
mengontrol ke pabrik-pabrik rokok. sebagai tim RUU, maka banyak pemikiran
Tahun 1975 Wirawan dipanggil masuk saya tentang bea cukai dapat ditampung.
Pusdiklat untuk dididik menjadi pemeriksa Selain itu melalui WBC pun saya sering
pabean. Satu tahun menjalani pendidikan. BERSAMA SEKJEN WCO. Wirawan berfoto menulis tentang hal-hal yang kiranya perlu
bersama Sekjen WCO Michel Danet, di
Wirawan tidak banyak mengalami masa- Yokohama Jepang, April 2003, saat mengikuti diketahui oleh seluruh pegawai, yang
lah, hal ini dikarenakan pada waktu seng- “Symposium on Security and Facilitation of pada akhirnya juga dimasukan ke dalam
gang ketika di Solo banyak digunakan the International Trade Supply Chain”. Undang-Undang Kepabeanan,” tegas

78 WARTA BEA CUKAI EDISI 384 NOPEMBER 2006


DOK. PRIBADI
Wirawan. Selain itu bahkan tulisan-tulisan dan menjabat sebagai Kepala Bidang
Wirawan yang umumnya membahas Pencegahan dan Penindakan Kanwil II
tentang P2, banyak digunakan oleh DJBC Tanjung Balai Karimun (TBK). Di
dosen-dosen di Pusdiklat Bea dan Cukai TBK ini, kembali Wirawan mendapat wan-
sebagai bahan ujian. ti-wanti dari kawan-kawannya, katanya di
Di tahun 1989, Wirawan kembali men- TBK harus hati-hati karena jika para ABK
dapatkan mutasi, yang kali ini dirinya di- tidak senang kita akan di berikan Broklak
mutasikan ke Surabaya tepatnya di KPBC (pencuci perut) ketika ikut patroli.
Tanjung Perak, sebagai Kasubsi Penyidik- Kembali lagi hal itu hanya isapan
an dan Penyelesaian Perkara. Dua tahun jempol belaka, karena selama di TBK,
di Tanjung Perak, tahun 1991, Wirawan para ABK-nya baik-baik, Wirawan justru
mendapatkan promosi dan dimutasikan ke banyak belajar dan berbagi pengalaman
Semarang, sebagai Kepala Seksi bersama para jajarannya. Kesibukannya
Penyidikan dan Penyelesaian Perkara yang tinggi karena hampir dua kasus yang
pada Kanwil VI DJBC Semarang. terjadi tiap hari, membuat Wirawan
“Ada satu kenangan pada saat tugas banyak belajar akan teknis penyidikan dan
di Semarang ini, pada waktu itu saya pembuatan berita acara. Kendati padatnya
kedatangan tim dari P2 pusat yang tugas tersebut, Wirawan pun selalu
dipimpin oleh Pak Setio Juwarno, untuk menyempatkan diri untuk ikut patroli laut.
menangkap seorang pengedar pita cukai Ia tidak memilah-milah saat bertugas di
palsu di kota Kudus. Pada awalnya dia lapangan. Ketika ia turut serta dalam
tidak mengaku, padahal pencetaknya di patroli laut, Wirawan selalu bertindak
Jakarta mengaku kalau orang di Kudus ini tegas terhadap para penyelundup tanpa
adalah distributornya. Akhirnya setelah pandang bulu. Hal ini dilakukannya agar
digeledah seluruh rumahnya ditemukan- seluruh jajarannya juga bertindak tegas
lah bukti transfer uang dari dirinya ke dalam setiap tugas patroli. REKREASI DI TAMAN BALEKAMBANG. Wirawan
orang di Jakarta tadi,” cerita Wirawan. Setelah dua tahun di TBK, tahun 2000 pada tahun 1955, bersama ayah dan ibu rekreasi
di taman Balekambang Solo yang dulu merupakan
Lebih lanjut Wirawan menceritakan, Wirawan dimutasikan ke Kanwil IV DJBC taman yang cukup menarik, yang kini telah
selesai penangkapan itu satu bulan Jakarta sebagai Kepala Bidang ditutup. Wirawan berdiri di depan paling kanan
berikutnya yaitu di tahun 1995, ada mutasi Pencegahan dan Penyidikan,”Saat itu mengenakan topi pelaut, namun setelah dewasa
Kepala Seksi dan dirinya termasuk Kakanwilnya Pak Roy, dan hampir dua kali bukanya menjadi pelaut, dirinya justru berkarir di
didalamnya. Wirawan pun dimutasikan ke dalam seminggu kita selalu mengadakan Bea Cukai. Yang tugasnya juga tidak jauh dari laut
Kantor Pusat sebagai Kepala Seksi press release, tentang hasil-hasil tangkap-
Penyidikan Perkara Direktorat P2, dan an, disini saya dapat menyalurkan hobi satu bulan ini, suami dari Sri Hartini dan
tugas pertama yang diembannya adalah saya dalam menulis, karena setiap press ayah dari Indro Cahyono (anak pertama),
menyelesaikan apa yang sebelumnya release saya sendiri yang membuatnya. Anung Anandito (anak kedua), dan Mira
dijalaninya di Semarang ketika Selain itu kinerja kita pun mendapat Erwinda (anak ketiga), telah menyiapkan
menangkap distributor pita cukai palsu. perhatian yang baik, karena pada saat itu diri untuk terus memberikan sumbangan
“Saya ditugaskan menyelesaikan pe- masyarakat menilai Tanjung Priok bersih pemikirannya kepada DJBC, dan dengan
nyidikan kasus pita palsu yang harus sele- dari penyelundup,” jelas Wirawan. waktu yang tentunya cukup luang, riset
sai dalam satu bulan, ya akhirnya tuntas ju- Satu tahun di Kanwil IV Jakarta, tahun tentang bea cukai pun termasuk dalam
ga meskipun selama tiga hari pertama sa- 2001, Wirawan dimutasikan kembali ke rencanannya.
ya harus tidur di kantor,” kenang Wirawan. Kantor Pusat, sebagai Kepala Apa yang telah dijalaninya selama
Subdirektorat Penyidikan Direktorat P2. tugas di DJBC bagi Wirawan merupakan
DITAKUT-TAKUTI AKAN DIBERI Setelah dua tahun di Kantor Pusat, tahun suatu hal yang sangat berarti bagi dirinya,
BROKLAK OLEH ABK 2003, Wirawan dimutasikan ke Kanwil V seperti mengikuti beberapa kali workshop
Empat tahun menjabat sebagai Kepa- Bandung, sebagai Kepala KPBC Tipe A di luar negeri. Bahkan dirinya pernah hadir
la Seksi, tahun 1998 Wirawan kembali Bandung hingga sekarang. selaku pembicara di “Symposium on
mendapatkan promosi sebagai eselon III Diakhir masa tugasnya yang tinggal Security and Facilitation of the Interna-
DOK. PRIBADI DOK. PRIBADI
tional Trade Supply Chain” yang diseleng-
garakan oleh WCO di Yokohama Jepang
tahun 2003, dimana Wirawan memapar-
kan makalahnya yang berjudul “Bali Bomb
Supply Chair”. Selain itu Wirawan juga
pernah tampil sebagai pembicara di work-
shop yang disponsori oleh pemerintah
Inggris tentang illegal logging di London,
dengan makalahnya yang berjudul
“Problem of Illegal Logging from Customs
View”, dan masih banyak lagi seminar lain
yang telah diikutinya, baik sebagai
pembicara maupun sebagai peserta.
“Saya hanya berpesan kepada pega-
wai yang masih muda-muda, agar terus
menambah pengetahuan dan penga-
MENJADI DELEGASI INDONESIA. Bersama Nabiel laman, karena sifat pengetahuan itu tidak
Makarim (ketiga dari kiri) yang pada waktu itu terbatas, tidak seperti jabatan yang sifat-
menjabat sebagai Deputi Menteri Lingkungan nya sangat terbatas. Selain itu janganlah
Hidup dan ketua delegasi Indonesia. Wirawan takut untuk ditempatkan di luar Jawa,
(kedua dari kiri) ikut dalam delegasi Indonesia ke
pertemuan negara peserta konvensi Basel PATROLI LAUT. Wirawan ketika menjabat karena di luar Jawa pun kita bisa bekerja
(Konvensi Pelarangan Ekspor Limbah B3) di sebagai Kabid P2 Kanwil II Tanjung Balai dan memiliki pengalaman yang sama
Geneve, Swiss pada September 1996. Karimun, berpatroli laut bersama jajarannya. dengan di Jawa,” tandas Wirawan. adi

EDISI 384 NOPEMBER 2006 WARTA BEA CUKAI 79


APA KATA MEREKA
FOTO : ISTIMEWA
Kemampuannya menjadi seorang

○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○
pembawa acara atau MC berawal ketika
Charles, diajak oleh sang ibu yang
mengelola pernikahan adat Batak untuk
memandu acara tersebut. Rupanya
acara yang dipandu oleh pria bernama
lengkap Charles Bonar Sirait ini
mendapat sambutan positif dan
akhirnya kegiatan sebagai pembawa
acara ia tekuni dan kini menjadi salah
satu pembawa acara yang
diperhitungkan di Indonesia.
Berbagai acara di televisi mulai dari
kuis, acara musik sampai pada
pembawa acara pesta perkawinan ia
jalani dan selalu berjalan dengan sukses.
Walaupun ia pernah bekerja di suatu Bank
swasta di Jakarta, namun jiwa sebagai
seorang entertainment masih melekat kuat
pada dirinya, sehingga ia kemudian kembali
ke dunia entertainment yang pernah
membesarkannya dan keluar dari Bank tersebut. Mario Lawalatta
Walaupun ia berhenti dari Bank, job untuknya
sebagai pembawa acara selalu menunggu, “GAK MASALAH KALAU
bukan hanya acara di televisi saja namun HARUS BUKA KOPER”
juga acara-acara formal lainnya.
REPRO : BINTANG INDONESIA

Sebagai pembawa acara terkenal, Sudah lama tidak terdengar kabarnya, artis
diakuinya tidak harus selalu identik sinetron dan juga model Mario Lawalatta
dengan keistimewaan, bahkan ia me- rupanya baru menyelesaikan pendidikan
rasa bahwa keistimewaan itu terkadang dibidang bisnis di negeri Kangguru Australia,
membuatnya tidak nyaman, karena sehingga ia jarang muncul di sinetron.
berbeda dengan orang lain. “Selebritis Alasannya memilih sekolah bisnis di Australia
itu gak harus diistimewakan, kalau menurut adik dari perancang busana Oscar
perlu buka koper ya buka aja,”ujarnya Lawalatta lebih dikarenakan ketertarikannya
ketika ditanya mengenai pada dunia bisnis, dan rencananya ia juga
pengalamannya ketika diperiksa akan memulai bisnis kecil-kecilan yang masih
oleh petugas bea cukai setelah ia ia rahasiakan jenisnya.
pulang dari luar negeri. Ia juga Sekolah di Australia masih menurutnya,
mengatakan terkesan dengan membuatnya menjadi seorang yang harus
keramahan dan kejelian petugas pandai mengatur diri sendiri dan juga
ketika menjalankan tugas. menyiasati pengeluaran dana untuk kebutuhan
Charles mengatakan, bagi hidup dan juga biaya kuliah. “Untuk itu saya
orang yang terbiasa bepergian ke kerja part time sebagai cleaning service atau
luar negeri tentu tidak masalah juga waitress, hasilnya lumayan buat makan
ketika ia harus melalui prosedur dan keperluan sehari-hari,”ujarnya.
kepabenan dan mengisi beberapa Rasa kangen akan Indonesia kerap ia
formulir bagi beberapa rasakan, dan terkadang ia pun pulang ke
penumpang tertentu. Namun ia Indonesia disela-sela waktu liburan, dan
terkadang melihat masih ada tentunya biaya yang ia dapat berasal dari kerja
sebagaian anggota masyarakat part time-nya tadi. “Saya disana kerja part time
yang merasa kebingungan ketika terus nabung buat beli tiket pulang ke Indone-
harus diperiksa oleh petugas Bea sia kalau liburan,”ujar Mario.
Cukai dan mengisi formulir. Ketika ditanya mengenai pemeriksaan oleh
Menurutnya, alangkah baik- petugas Bea Cukai di bandara ketika ia sampai
nya jika Bea Cukai memberikan dari Australia, Mario mengatakan petugas
pengetahuan yang lebih luas sudah cukup professional dan cukup cekatan

Charles
kepada masyarakat mengenai menjalankan tugas untuk memeriksa, tapi jika
prosedur Kepabeanan di dibandingkan dengan Australia Mario
bandara melalui media iklan mengakui petugas Bea Cukai Indonesia harus
layanan masyarakat agar banyak belajar dari mereka. “Saya gak

Bonar Sirait
masyarakat menjadi paham masalah kalau harus disuruh buka koper, ya
mengenai prosedur saya turuti aja, saya khan gak bawa apa-apa
Kepabeanan di bandara. yang mencurigakan,”terang Mario.
“Mungkin awalnya dari iklan Diakhir wawancaranya, Mario mengatakan
layanan masyarakat se- Bea Cukai sebaiknya lebih banyak menempat-

TIDAK HARUS
perti proses Kepabeanan kan satuan anjing pelacak di bandara untuk
di bandara, nanti bidang mencegah penyelundupan narkoba dari luar
pelabuhan, dan lain negeri. Menurutnya narkoba itu jahat karena
DIPERLAKUKAN dan sebagainya, ya
sekalian meningkatkan
bisa merusak generasi muda. “Kalau bisa
bandara kita seperti di Australia, satuan anjing

ISTIMEWA image Bea Cukai lah,”


ujar Charles. zap
pelacaknya banyak untuk bisa mencegah
narkoba masuk,”ujar Mario kembali. zap

80 WARTA BEA CUKAI EDISI 384 NOPEMBER 2006


K E P U T U S A N & K E T E T A P A N
PERATURAN MENTERI KEUANGAN
NOMOR 75/PMK.04/2006
TENTANG
NOMOR POKOK PENGUSAHA BARANG KENA CUKAI UNTUK
PENGUSAHA PABRIK DAN IMPORTIR HASIL TEMBAKAU

MENTERI KEUANGAN,
Menimbang :
a. bahwa dalam rangka mempercepat proses pemberian, pembekuan, dan pencabutan Nomor Pokok
Pengusaha Barang Kena Cukai untuk Pengusaha Pabrik dan Importir Hasil Tembakau, maka dipandang
perlu mengatur kembali aturan Nomor Pokok Pengusaha Barang Kena Cukai untuk Pengusaha Pabrik
dan Importir Hasil Tembakau;
b. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a, perlu menetapkan Peraturan
Menteri Keuangan tentang Nomor Pokok Pengusaha Barang Kena Cukai untuk Pengusaha Pabrik
dan Importir Hasil Tembakau;

Mengingat :
1. Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1995 tentang Kepabeanan (Lembaran Negara Republik Indonesia
Tahun 1995 Nomor 75, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3612);
2. Undang-Undang Nomor 11 Tahun 1995 tentang Cukai (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun
1995 Nomor 76, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3613);
3. Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2001 tentang Merek (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun
2001 Nomor 110, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4131);
4. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 1997 tentang Pengawasan Barang Kena
Cukai (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1997 Nomor 8, Tambahan Lembaran Negara
Republik Indonesia Nomor 3669);
5. Keputusan Presiden Nomor 20/P Tahun 2005;

Memperhatikan :

1
Instruksi Presiden Nomor 3 Tahun 2006 tentang Paket Kebijakan Perbaikan Iklim Investasi;

MEMUTUSKAN :
Menetapkan :
PERATURAN MENTERI KEUANGAN TENTANG NOMOR POKOK PENGUSAHA BARANG KENA CUKAI
UNTUK PENGUSAHA PABRIK DAN IMPORTIR HASIL TEMBAKAU.

Pasal 1
Untuk kepentingan pengawasan Barang Kena Cukai dan penerimaan negara, Pengusaha Pabrik Hasil
Tembakau atau Importir Hasil Tembakau yang telah mendapat izin dari instansi yang tugas dan tanggung
jawabnya di bidang perindustrian dan/atau perdagangan, wajib memiliki Nomor Pokok Pengusaha Barang
Kena Cukai (NPPBKC).

Pasal 2
(1) Untuk mendapatkan NPPBKC sebagai Pengusaha Pabrik Hasil Tembakau atau Importir Hasil
Tembakau, pemohon mengajukan permohonan kepada Kepala Kantor Pelayanan Bea dan Cukai yang
mengawasi untuk melakukan pemeriksaan lokasi/bangunan/tempat usaha.
(2) Permohonan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) disertai gambar denah lokasi/bangunan/tempat usaha.
(3) Atas hasil pemeriksaan lokasi/bangunan/tempat usaha sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dibuatkan
Berita Acara Pemeriksaan.
(4) Berita Acara Pemeriksaan sebagaimana dimaksud pada ayat (3) merupakan salah satu persyaratan
kelengkapan Surat Permohonan untuk mendapatkan NPPBKC.

Pasal 3
Lokasi/bangunan Pabrik Hasil Tembakau dan Importir Hasil Tembakau harus memenuhi ketentuan
sebagai berikut :
1. Untuk Pabrik Hasil Tembakau:
a. dilarang berhubungan langsung dengan Pabrik lainnya, Tempat Penyimpanan, atau tempat
pembuatan hasil tembakau di luar Pabrik;
b. dilarang berhubungan langsung dengan rumah tinggal atau Tempat Penjualan Eceran Barang
Kena Cukai;
c. harus berbatasan langsung dengan jalan umum, kecuali yang lokasinya dalam kawasan industri;
d. memiliki luas bangunan paling rendah 50 (lima puluh) meter persegi.

BONUS WARTA BEACUKAI EDISI 384 NOPEMBER 2006


K E P U T U S A N & K E T E T A P A N
2. Untuk tempat usaha Importir Hasil Tembakau :
a. dilarang berhubungan langsung dengan Pabrik atau tempat pembuatan hasil tembakau di luar Pabrik;
b. dilarang berhubungan langsung dengan rumah tinggal atau Tempat Penjualan Barang Kena Cukai ;
c. harus berbatasan langsung dengan jalan umum.

Pasal 4
Berita Acara Pemeriksaan dan gambar denah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 harus memuat
secara rinci :
a. persil, bangunan, ruangan, tempat, dan pekarangan yang termasuk bagian dari Pabrik Hasil Tembakau
atau tempat usaha Importir Hasil Tembakau;
b. batas-batas Pabrik Hasil Tembakau atau tempat usaha Importir Hasil Tembakau; dan
c. luas Pabrik Hasil Tembakau atau tempat usaha Importir Hasil Tembakau.

Pasal 5
(1) Untuk mendapatkan NPPBKC sebagai Pengusaha Pabrik Hasil Tembakau atau Importir Hasil
Tembakau sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1, pemohon mengajukan permohonan kepada Menteri
Keuangan c.q. Kepala Kantor Pelayanan Bea dan Cukai yang mengawasi, dengan menggunakan
PMCK-6 sesuai contoh dalam Lampiran I Peraturan Menteri Keuangan ini.
(2) Permohonan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) untuk Pengusaha Pabrik Hasil Tembakau dilampiri dengan:
a. Berita Acara Pemeriksaan dan gambar denah lokasi/bangunan Pabrik sebagaimana dimaksud
dalam Pasal 2.
b. Salinan atau photo copy surat atau izin dari instansi terkait yang telah ditandasahkan oleh pejabat
yang berwenang yaitu:
1. Izin Mendirikan Bangunan (IMB) dari Pemerintah Daerah setempat.
2. Izin berdasarkan Undang-Undang Gangguan dari Pemerintah Daerah setempat atau izin
Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) dari Pemerintah Daerah setempat.
3. Izin Usaha Industri atau Tanda Daftar Industri dari instansi yang tugas dan tanggung jawabnya
di bidang perindustrian.
4. Izin Usaha Perdagangan dari instansi yang tugas dan tanggung jawabnya di bidang perdagangan.

2
5. Izin atau rekomendasi dari instansi yang tugas dan tanggung jawabnya di bidang tenaga kerja.
6. Nomor Pokok Wajib Pajak.
7. Surat Keterangan Catatan Kepolisian dari Kepolisian Republik Indonesia, apabila pemohon
merupakan orang pribadi.
8. Kartu Tanda Pengenal Diri, apabila pemohon merupakan orang pribadi.
9. Akte Pendirian Usaha, apabila pemohon merupakan Badan Hukum.
c. Surat pernyataan di atas meterai yang cukup akan menyelenggarakan pembukuan perusahaan
berdasarkan Standar Akuntansi Keuangan yang berlaku dan menyimpan dokumen, buku, dan
laporan selama 10 (sepuluh) tahun pada tempat usahanya.
d. Surat pernyataan di atas meterai yang cukup bahwa NPPBKC yang diajukan akan ditolak atau NPPBKC
yang telah diberikan akan dibekukan dalam hal nama pabrik yang bersangkutan memiliki kesamaan nama,
baik tulisan maupun pengucapannya dengan nama pabrik yang telah mendapatkan NPPBKC terlebih dahulu
atau atas permohonan/gugatan pengusaha pabrik lainnya yang berdasarkan keputusan pengadilan yang
telah mempunyai kekuatan hukum tetap bahwa nama pabrik yang disengketakan merupakan hak pemohon.
(3) Permohonan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) untuk Importir Hasil Tembakau dilampiri dengan:
a. Berita Acara Pemeriksaan dan gambar denah lokasi/bangunan tempat usaha Importir sebagaimana
dimaksud dalam Pasal 2.
b. Salinan atau photo copy surat atau izin dari instansi terkait yang telah ditandasahkan oleh pejabat
yang berwenang yaitu:
1. Izin sebagai Importir dan Izin Usaha Perdagangan dari instansi yang tugas dan tanggung
jawabnya di bidang perindustrian dan/atau perdagangan.
2. Nomor Pokok Wajib Pajak.
3. Surat Keterangan Catatan Kepolisian dari Kepolisian Republik Indonesia, apabila pemohon
merupakan orang pribadi.
4. Kartu Tanda Pengenal Diri, apabila pemohon merupakan orang pribadi.
5. Akte Pendirian Usaha, apabila pemohon merupakan Badan Hukum.
6. Surat penunjukan sebagai agen penjualan dari produsen hasil tembakau yang diimpor.
c. Surat pernyataan di atas meterai yang cukup akan menyelenggarakan pembukuan perusahaan
berdasarkan Standar Akuntansi Keuangan yang berlaku dan menyimpan dokumen, buku, dan
laporan selama 10 (sepuluh) tahun pada tempat usahanya.
d. Surat pernyataan di atas meterai yang cukup bahwa NPPBKC yang diajukan akan ditolak atau NPPBKC
yang telah diberikan akan dibekukan dalam hal nama Importir yang bersangkutan memiliki kesamaan nama,
baik tulisan maupun pengucapannya dengan nama Importir yang telah mendapatkan NPPBKC terlebih

BONUS WARTA BEACUKAI EDISI 384 NOPEMBER 2006


K E P U T U S A N & K E T E T A P A N
dahulu atau atas permohonan/gugatan Importir lainnya yang berdasarkan keputusan pengadilan yang telah
mempunyai kekuatan hukum tetap bahwa nama Importir yang disengketakan merupakan hak pemohon.

Pasal 6
Permohonan NPPBKC ditolak, dalam hal nama Pabrik Hasil Tembakau atau Importir Hasil Tembakau
yang diajukan memiliki kesamaan nama, baik tulisan maupun pengucapannya dengan nama Pabrik Hasil
Tembakau atau Importir Hasil Tembakau yang telah mendapatkan NPPBKC terlebih dahulu.

Pasal 7
(1) Dalam hal permohonan diterima secara lengkap dan benar, Direktur Jenderal Bea dan Cukai atau Pejabat yang
ditunjuknya atas nama Menteri Keuangan dalam waktu paling lama 30 (tiga puluh) hari sejak permohonan diterima,
mengeluarkan Keputusan Pemberian NPPBKC sebagai Pengusaha Pabrik Hasil Tembakau atau Importir Hasil
Tembakau dengan menggunakan format sesuai contoh dalam Lampiran II Peraturan Menteri Keuangan ini.
(2) Dalam hal permohonan diterima secara tidak lengkap atau tidak benar, Direktur Jenderal Bea dan
Cukai atau Pejabat yang ditunjuknya dalam waktu paling lama 30 (tiga puluh) hari sejak permohonan
diterima, mengeluarkan surat pemberitahuan penolakan yang memuat alasan penolakan.
(3) Keputusan Pemberian NPPBKC sebagaimana dimaksud pada ayat (1) atau surat pemberitahuan
penolakan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) disampaikan kepada Pemohon.

Pasal 8
Pengusaha Pabrik Hasil Tembakau pemilik NPPBKC yang diizinkan untuk memproduksi hasil tembakau
dengan jenis Sigaret Kretek Mesin, dilarang memproduksi Sigaret Kretek Tangan dengan filter.

Pasal 9
NPPBKC sebagai Pengusaha Pabrik Hasil Tembakau atau Importir Hasil Tembakau yang telah diberikan
dapat dibekukan dalam hal:
a. memiliki kesamaan nama, baik tulisan maupun pengucapannya dengan nama Pabrik Hasil Tembakau
atau Importir Hasil Tembakau yang telah mendapatkan NPPBKC terlebih dahulu, atau atas permohonan/
gugatan pengusaha Pabrik Hasil Tembakau atau Importir Hasil Tembakau lainnya yang berdasarkan

3
keputusan pengadilan yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap bahwa nama Pabrik Hasil
Tembakau atau Importir Hasil Tembakau yang disengketakan merupakan hak pemohon;
b. diduga dengan bukti awal yang cukup, sehingga persyaratan NPPBKC sebagaimana dimaksud dalam
Pasal 3 atau Pasal 5 ayat (2) atau ayat (3) tidak lagi dipenuhi;
c. diduga dengan bukti awal yang cukup, pemegang NPPBKC melakukan pelanggaran pidana
berdasarkan peraturan perundang-undangan di bidang Cukai.

Pasal 10
(1) Bukti awal yang cukup sebagaimana dimaksud dalam Pasal 9 huruf b berupa:
a. Surat Bukti Penindakan yang dibuat oleh Pejabat Bea dan Cukai sesuai dengan peraturan
perundang-undangan di bidang cukai, atau
b. bukti temuan berupa persyaratan administrasi yang tidak dipenuhi lagi.
(2) Bukti awal yang cukup sebagaimana dimaksud dalam Pasal 9 huruf c berupa keterangan dan data
yang didapat dari paling sedikit dua unsur antara :
a. Laporan Kejadian;
b. Berita Acara Wawancara;
c. Laporan Hasil Penyelidikan;
d. Keterangan Saksi/Saksi Ahli; atau
e. Barang Bukti.

Pasal 11
(1) Pengusaha Pabrik Hasil Tembakau atau Importir Hasil Tembakau yang NPPBKC-nya dibekukan
sebagaimana dimaksud dalam Pasal 9, Pemesanan Pita Cukai (CK-1) tidak dilayani.
(2) Pengusaha Pabrik Hasil Tembakau atau Importir Hasil Tembakau yang NPPBKC-nya dibekukan sebagaimana
dimaksud dalam Pasal 9, tetap melaksanakan kewajiban sesuai ketentuan di bidang cukai.

Pasal 12
(1) Pembekuan NPPBKC sebagaimana dimaksud dalam Pasal 9 dilakukan oleh Direktur Jenderal Bea
dan Cukai atau Pejabat yang ditunjuknya atas nama Menteri Keuangan dengan menerbitkan Keputusan
Pembekuan NPPBKC Pengusaha Pabrik Hasil Tembakau atau Importir Hasil Tembakau dengan
menggunakan format sesuai contoh dalam Lampiran III Peraturan Menteri Keuangan ini.
(2) Keputusan Pembekuan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) disampaikan kepada Pengusaha Pabrik
Hasil Tembakau atau Importir Hasil Tembakau bersangkutan.

BONUS WARTA BEACUKAI EDISI 384 NOPEMBER 2006


K E P U T U S A N & K E T E T A P A N
Pasal 13
Pencabutan Pembekuan NPPBKC dilakukan dalam hal:
a. persyaratan NPPBKC sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 atau Pasal 5 ayat (2) atau ayat (3) telah
dipenuhi kembali;
b. tidak cukup bukti untuk dilakukan penyidikan;
c. adanya putusan hakim yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap, yang menetapkan:
1. tidak terbukti bersalah; atau
2. terbukti bersalah dan telah melaksanakan/memenuhi keputusan.

Pasal 14
(1) Pencabutan Pembekuan NPPBKC sebagaimana dimaksud dalam Pasal 13 dilakukan oleh Direktur
Jenderal Bea dan Cukai atau Pejabat yang ditunjuknya atas nama Menteri Keuangan dengan
menerbitkan Keputusan Pencabutan Pembekuan NPPBKC Pengusaha Pabrik Hasil Tembakau atau
Importir Hasil Tembakau dengan menggunakan format sesuai contoh dalam Lampiran IV Peraturan
Menteri Keuangan ini.
(2) `Keputusan Pencabutan Pembekuan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) disampaikan kepada
Pengusaha Pabrik Hasil Tembakau atau Importir Hasil Tembakau bersangkutan.

Pasal 15
Pencabutan Pembekuan NPPBKC sebagaimana dimaksud dalam Pasal 13 huruf c angka 2 tidak
mengurangi kewenangan Pejabat Bea dan Cukai untuk mencabut NPPBKC sebagaimana diatur dalam
Pasal 14 ayat (4) Undang-Undang Nomor 11 Tahun 1995 tentang Cukai.

Pasal 16
(1) NPPBKC sebagai Pengusaha Pabrik Hasil Tembakau atau Importir Hasil Tembakau yang telah
diberikan dapat dicabut dalam hal :
a. atas permohonan pemegang NPPBKC yang bersangkutan;
b. tidak dilakukan kegiatan selama satu tahun;
c. persyaratan NPPBKC sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 atau Pasal 5 ayat (2) atau (3) tidak

4
lagi dipenuhi;
d. pemegang NPPBKC tidak lagi secara sah mewakili badan hukum atau orang pribadi berkedudukan
di luar Indonesia;
e. pemegang NPPBKC dinyatakan pailit;
f. tidak lagi dipenuhi ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 14 ayat (3) Undang Nomor 11
Tahun 1995 tentang Cukai;
g. pemegang NPPBKC dipidana berdasarkan keputusan hakim yang telah mempunyai hukum tetap
karena melanggar Undang-Undang Nomor 11 Tahun 1995 tentang Cukai;
h. pemegang NPPBKC melanggar ketentuan Pasal 30 Undang-Undang Nomor 11 Tahun 1995 tentang
Cukai;
i. melanggar ketentuan Pasal 8;
(2) Ketentuan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf b tidak berlaku dalam hal:
a. dilakukan renovasi;
b. terjadi bencana alam atau keadaan lain yang berada di luar kemampuan Pengusaha Barang
Kena Cukai.
(3) Pemegang NPPBKC wajib melaporkan kepada Kepala Kantor Pelayanan Bea dan Cukai paling lambat
7 (tujuh) hari:
a. sebelum melakukan kegiatan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) huruf a; atau
b. setelah peristiwa sebagaimana dimaksud pada (2) huruf b terjadi.

Pasal 17
(1) Pencabutan NPPBKC sebagaimana dimaksud dalam Pasal 16 ayat (1) dilakukan oleh Direktur Jenderal
Bea dan Cukai atau Pejabat yang ditunjuknya atas nama Menteri Keuangan dengan menerbitkan
Keputusan Pencabutan NPPBKC dengan menggunakan format sesuai contoh dalam Lampiran V
Peraturan Menteri Keuangan ini.
(2) Keputusan Pencabutan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) disampaikan kepada Pengusaha Pabrik
Hasil Tembakau atau Importir Hasil Tembakau bersangkutan.

Pasal 18
(1) Dalam hal NPPBKC dicabut, untuk Hasil Tembakau yang masih berada di Pabrik Hasil Tembakau dan
belum dilunasi cukainya, dalam jangka waktu 30 (tiga puluh) hari sejak keputusan pencabutan diterima
oleh pemilik NPPBKC wajib dilunasi cukainya dengan cara dilekati pita cukai.
(2) Untuk mendapat kepastian jumlah Hasil Tembakau yang belum dilunasi cukainya, Kepala Kantor

BONUS WARTA BEACUKAI EDISI 384 NOPEMBER 2006


K E P U T U S A N & K E T E T A P A N
Pelayanan Bea dan Cukai melakukan pencacahan terhadap Hasil Tembakau yang masih berada di
Pabrik Hasil Tembakau.
(3) Pencacahan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dilakukan juga terhadap sisa pita cukai yang berada
di Pabrik Hasil Tembakau atau tempat usaha Importir Hasil Tembakau.
(4) Terhadap sisa pita cukai sebagaimana dimaksud pada ayat (3) diselesaikan sesuai dengan Peraturan
Perundangundangan di bidang Cukai.
(5) Dalam hal kewajiban sebagaimana dimaksud pada ayat (1) tidak dipenuhi, Hasil
Tembakau dimusnahkan oleh Kepala Kantor Pelayanan Bea dan Cukai atas biaya pemilik
Hasil Tembakau.

Pasal 19
Perubahan luas tanah dan/atau perubahan atas bangunan/lokasi Pabrik Hasil Tembakau atau tempat
usaha Importir Hasil Tembakau, demikian pula penambahan jenis hasil tembakau hanya dapat dilakukan
setelah mendapat persetujuan dari Direktur Jenderal Bea dan Cukai atau Pejabat yang ditunjuknya atas
nama Menteri Keuangan.

Pasal 20
Pengusaha Pabrik Hasil Tembakau yang telah memiliki NPPBKC sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1
dapat membuat hasil tembakau di luar Pabrik setelah mendapat persetujuan dari Direktur Jenderal Bea
dan Cukai atau Pejabat yang ditunjuknya atas nama Menteri Keuangan.

Pasal 21
Ketentuan lebih lanjut mengenai ta ta cara Pemberian NPPBKC, Pembekuan NPPBKC,
Pencabutan Pembekuan NPPBKC, Pencabutan NPPBKC, dan Perubahan NPPBKC untuk
Pengusaha Pabrik Hasil Tembakau dan Importir Hasil Tembakau, diatur dengan Peraturan Direktur Jenderal
Bea dan Cukai.

Pasal 22
NPPBKC untuk Pengusaha Pabrik Hasil Tembakau dan Importir Hasil Tembakau yang telah

5
d i t e r b i t k a n b e r d a s a r k a n K e p u t u s a n M e n t e r i K e u a n g a n N o m o r 1 0 4 / K M K . 0 5 / 1 9 9 7 t e n ta n g
Pemberian dan Pencabutan Nomor Pokok Pengusaha Pabrik Hasil Tembakau atau Importir
Hasil Tembakau serta Persetujuan Pembuatan Hasil Tembakau di Luar Pabrik sebagaimana
telah diubah terakhir dengan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 126/PMK.04/2005 dinyatakan
masih tetap berlaku.

Pasal 23
Permohonan untuk mendapatkan NPPBKC yang telah diajukan oleh Pemohon sebelum
berlakunya Peraturan Menteri Keuangan ini, mengikuti ketentuan sebagaimana diatur dalam
Keputusan Menteri Keuangan Nomor 104/KMK.05/1997 tentang Pemberian dan Pencabutan Nomor
Pokok Pengusaha Pabrik Hasil Tembakau atau Importir Hasil Tembakau serta Persetujuan Pembuatan
Hasil Tembakau di Luar Pabrik sebagaimana telah diubah terakhir dengan Peraturan Menteri Keuangan
Nomor 126/PMK.04/2005.

Pasal 24
Pada saat Peraturan Menteri Keuangan ini mulai berlaku, Keputusan Menteri Keuangan Nomor 104/KMK.05/
1997 tentang Pemberian dan Pencabutan Nomor Pokok Pengusaha Pabrik Hasil Tembakau atau
Importir Hasil Tembakau serta Persetujuan Pembuatan Hasil Tembakau di Luar Pabrik sebagaimana
telah diubah terakhir dengan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 126/PMK.04/2005 dicabut dan
dinyatakan tidak berlaku.

Pasal 25
Peraturan Menteri Keuangan ini mulai berlaku setelah 1 (satu) bulan sejak tanggal ditetapkan.

Agar setiap orang mengetahuinya, memerintahkan pengumuman Peraturan Menteri Keuangan ini dengan
penempatannya dalam Berita Negara Republik Indonesia.

Ditetapkan di Jakarta
pada tanggal 31 Agustus 2006

MENTERI KEUANGAN,
Ttd,-
SRI MULYANI INDRAWATI

BONUS WARTA BEACUKAI EDISI 384 NOPEMBER 2006


K E P U T U S A N & K E T E T A P A N
LAMPIRAN I
PERATURAN MENTERI KEUANGAN NOMOR : 75/ PMK.04 / 2006 TENTANG
NOMOR POKOK PENGUSAHA BARANG KENA CUKAI UNTUK PENGUSAHA PABRIK
DAN IMPORTIR HASIL TEMBAKAU
KOP PERUSAHAAN
PMCK-6
Nomor : ...............................................................
Lampiran : ................................................................
Hal : Permohonan Nomor Pokok Pengusaha Barang Kena Cukai (NPPBKC)
Sebagai Pengusaha Pabrik Hasil Tembakau atau Importir Hasil Tembakau.
Yth. Menteri Keuangan Republik Indonesia
c.q. Kepala Kantor Pelayanan Bea dan Cukai .................
di ...................................................
Dengan Hormat,
Yang bertanda tangan di bawah ini:
Nama : .............................................................................................................
Pekerjaan/Jabatan : .............................................................................................................
Alamat : .............................................................................................................
.............................................................................................................
Bertindak atas nama :
Nama Perusahaan : .............................................................................................................
Alamat : .............................................................................................................
Perusahaan .............................................................................................................
NPWP Perusahaan : .............................................................................................................
Mengajukan permohonan untuk mendapatkan NPPBKC Sebagai (Pengusaha Pabrik Hasil Tembakau)
(Importir Hasil Tembakau) dengan rincian penjelasan sebagai berikut :
1. Lokasi Pabrik / Tempat Usaha Importir:
a. Alamat Jalan : .............................................................................................
b. Kelurahan/Desa : ...............................................RT/RW..................................

6
c. Kecamatan : .............................................................................................
d. Kabupaten/Kodya : .............................................................................................
e. Propinsi : .............................................................................................
f. Telepon/Faksimili : .............................................................................................
2. Batas-batas :
a. Utara : .............................................................................................
b. Timur : .............................................................................................
c. Selatan : .............................................................................................
d. Barat : .............................................................................................
3. Kondisi Pabrik:
a. Luas Tanah : .............................................................................................
b. Luas Bangunan : .............................................................................................
c. Status Kepemilikan : .............................................................................................
4. Jenis Hasil Tembakau yang diproduksi atau diimpor :
a. ...................................................................
b. ...................................................................
c. ............................................................. dst.
5. Jenis-jenis hasil produksi sampingan :
a. ...................................................................
b. ...................................................................
c. ............................................................. dst.
6. Lampiran-lampiran :
a. ...................................................................
b. ...................................................................
c. ............................................................. dst.
Demikian permohonan ini kami ajukan untuk mendapatkan pertimbangan sebagaimana mestinya.
Di buat di ................................
pada tanggal ...........................
Pemohon,

Materai
.................................................
MENTERI KEUANGAN,
ttd
SRI MULYANI INDRAWATI

BONUS WARTA BEACUKAI EDISI 384 NOPEMBER 2006


K E P U T U S A N & K E T E T A P A N
LAMPIRAN II
PERATURAN MENTERI KEUANGAN NOMOR : 75/ PMK.04 / 2006 TENTANG NOMOR POKOK
PENGUSAHA BARANG KENA CUKAI UNTUK PENGUSAHA PABRIK DAN IMPORTIR HASIL TEMBAKAU
TEMBAKAU
A.1. Format Keputusan Pemberian NPPBKC Untuk Pengusaha Pabrik Hasil Tembakau :

DEPARTEMEN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA


KEPUTUSAN MENTERI KEUANGAN
NOMOR …………….................
TENTANG
PEMBERIAN NOMOR POKOK PENGUSAHA BARANG KENA CUKAI (NPPBKC)
SEBAGAI PENGUSAHA PABRIK HASIL TEMBAKAU
KEPADA ……………….........… DI ………………..…..

MENTERI KEUANGAN,
Menimbang :
a. bahwa persyaratan untuk memperoleh NPPBKC sebagai Pengusaha Pabrik Hasil Tembakau, telah diatur
dalam Peraturan Menteri Keuangan Nomor ................
b. bahwa ..............(nama perusahaan) telah menyampaikan Surat Permohonan Nomor .............. tanggal .............
untuk memperoleh NPPBKC sebagai Pengusaha Pabrik Hasil Tembakau dan telah melampirkan persyaratan
sebagaimana tersebut huruf a;
c. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud huruf a dan huruf b, perlu menetapkan Keputusan
Menteri Keuangan tentang Pemberian Nomor Pokok Pengusaha Barang Kena Cukai (NPPBKC) Sebagai
Pengusaha Pabrik Hasil Tembakau Kepada..............Di...................;

Mengingat :
1. Keputusan Presiden Nomor 20/P Tahun 2005;
2. Peraturan Menteri Keuangan Nomor ……….................. tentang Nomor Pokok Pengusaha Barang Kena
Cukai Untuk Pengusaha Pabrik dan Importir Hasil Tembakau ;

Menetapkan :
MEMUTUSKAN :

KEPUTUSAN MENTERI KEUANGAN TENTANG PEMBERIAN NOMOR POKOK PENGUSAHA BARANG KENA
7
CUKAI (NPPBKC) SEBAGAI PENGUSAHA PABRIK HASIL TEMBAKAU
KEPADA ………………………….… DI ……………………….

PERTAMA :
Memberikan Nomor Pokok Pengusaha Barang Kena Cukai (NPPBKC) sebagai Pengusaha Pabrik
Hasil Tembakau:
Nomor NPPBKC : ……………………………..……………
Nama Pemilik : ……………………………..……………
Alamat Pemilik : ……………………………..……………
Nama Perusahaan : ……………………………..……………
NPWP : ……………………………..……………
Lokasi Pabrik : ……………………………..……………
Jenis Barang Kena Cukai : Hasil Tembakau
Jenis …………….
KPBC yang mengawasi : ……………………………..……………

sebagaimana dimaksud dalam Lampiran Keputusan Menteri Keuangan ini.

KEDUA :
Pengusaha Pabrik Hasil Tembakau sebagaimana dimaksud dalam Diktum PERTAMA wajib mematuhi
peraturan perundang-undangan yang berlaku.

KETIGA :
Dalam hal Pengusaha Pabrik Hasil Tembakau sebagaimana dimaksud dalam Diktum PERTAMA tidak
mematuhi peraturan perundangundangan yang berlaku, maka NPPBKC yang telah diberikan dapat dicabut
dan dapat dikenai sanksi menurut ketentuan yang berlaku.

KEEMPAT :
NPPBKC tidak dapat dipindahtangankan dan dapat ditinjau kembali apabila dipandang perlu.

BONUS WARTA BEACUKAI EDISI 384 NOPEMBER 2006


K E P U T U S A N & K E T E T A P A N
KELIMA :
Keputusan Menteri Keuangan ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan.

Salinan Keputusan Menteri Keuangan ini disampaikan kepada:

1. ......................
2. ......................

Asli Keputusan Menteri Keuangan ini disampaikan kepada yang bersangkutan untuk dipergunakan
sebagaimana mestinya.

Ditetapkan di ..............................
pada tanggal ..............................

a.n. MENTERI KEUANGAN


DIREKTUR JENDERAL BEA DAN CUKAI/
PEJABAT YANG DITUNJUKNYA
……............................................................,

....................................................
NIP .............................................

A.2. Format NPPBKC Untuk Pengusaha Pabrik Hasil Tembakau :

LAMPIRAN
KEPUTUSAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR …...………. TENTANG
PEMBERIAN NOMOR POKOK PENGUSAHA BARANG KENA CUKAI (NPPBKC) SEBAGAI

8
PENGUSAHA PABRIK HASIL TEMBAKAU KEPADA ….…....................……… DI………......…………

DEPARTEMEN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA


DIREKTORAT JENDERAL BEA DAN CUKAI

NOMOR POKOK PENGUSAHA BARANG KENA CUKAI


(NPPBKC)
..............0000.0.0.0000..............

Diberikan kepada :
1. Nama Pemilik : ………………….......................…………..……………
2. Alamat Pemilik : ……………........................………………..……………
…………….........................……………..……………...
3. Nama Perusahaan : ……………......................………….……..……………
4. NPWP : ………………......................…………..…..……………
5. Lokasi Pabrik : ………………......................………..……..……………
……………........................………………..……………
6. Jenis Barang Kena Cukai : Hasil Tembakau
Jenis …………….
7. KPBC yang mengawasi : …………………........................…………..……………

NPPBKC ini berlaku selama pemegang NPPBKC masih menjalankan usahanya, dengan ketentuan
wajib mematuhi peraturan perundang-undangan yang berlaku.
............................, ..........................

a.n. MENTERI KEUANGAN


DIREKTUR JENDERAL BEA DAN
CUKAI/ PEJABAT YANG DITUNJUKNYA
....................................................

....................................................
NIP .............................................

BONUS WARTA BEACUKAI EDISI 384 NOPEMBER 2006


K E P U T U S A N & K E T E T A P A N
B.1. Format Keputusan Pemberian NPPBKC Untuk Importir Hasil Tembakau :

DEPARTEMEN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

KEPUTUSAN MENTERI KEUANGAN


NOMOR …………….................

TENTANG
PEMBERIAN NOMOR POKOK PENGUSAHA BARANG KENA CUKAI (NPPBKC)
SEBAGAI IMPORTIR HASIL TEMBAKAU
KEPADA ……………….........…DI ………………..…..

MENTERI KEUANGAN,
Menimbang :
a. bahwa persyaratan untuk pemberian NPPBKC sebagai Importir Hasil Tembakau, telah diatur dalam
Peraturan Menteri Keuangan Nomor ....
b. bahwa ..............(nama importir) di ................ telah menyampaikan Surat Permohonan Nomor.......
tanggal..... untuk memperoleh NPPBKC sebagai Importir Hasil Tembakau dan telah melampirkan
persyaratan sebagaimana tersebut huruf a;
c. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud huruf a dan huruf b, perlu menetapkan
Keputusan Menteri Keuangan tentang Pemberian Nomor Pokok Pengusaha Barang Kena Cukai
(NPPBKC) Sebagai Importir Hasil Tembakau Kepada .........(nama importir) Di.............. ;

Mengingat :
1. Keputusan Presiden Nomor 20/P Tahun 2005;
2. Peraturan Menteri Keuangan Nomor ……….............. tentang Nomor Pokok Pengusaha Barang Kena Cukai
Untuk Pengusaha Pabrik dan Importir Hasil Tembakau;

9
MEMUTUSKAN :
Menetapkan :
KEPUTUSAN MENTERI KEUANGAN TENTANG PEMBERIAN NOMOR POKOK PENGUSAHA BARANG KENA
CUKAI (NPPBKC) SEBAGAI IMPORTIR HASIL TEMBAKAU KEPADA ………………..…… DI ……………………

PERTAMA :
Memberikan Nomor Pokok Pengusaha Barang Kena Cukai (NPPBKC) sebagai Importir Hasil Tembakau :
Nomor NPPBKC : ……………………………..……………
Nama Pemilik : ……………………………..……………
Alamat Pemilik : ……………………………..……………
Nama Perusahaan : ……………………………..……………
NPWP : ……………………………..……………
Lokasi Tempat Usaha : ……………………………..……………
Jenis Barang Kena Cukai : Hasil Tembakau
Jenis …………….
KPBC yang mengawasi : ……………………………..……………

sebagaimana dimaksud dalam Lampiran Keputusan Menteri Keuangan ini.

KEDUA :
Importir Hasil Tembakau sebagaimana dimaksud dalam Diktum PERTAMA wajib mematuhi peraturan perundang-
undangan yang berlaku.

KETIGA :
Dalam hal Importir Hasil Tembakau sebagaimana dimaksud dalam Diktum PERTAMA tidak mematuhi peraturan
perundangundangan yang berlaku, maka NPPBKC yang telah diberikan dapat dicabut dan dapat dikenai sanksi
menurut ketentuan yang berlaku.

KEEMPAT :
NPPBKC tidak dapat dipindahtangankan dan dapat ditinjau kembali apabila dipandang perlu.

KELIMA :
Keputusan Menteri Keuangan ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan.

BONUS WARTA BEACUKAI EDISI 384 NOPEMBER 2006


K E P U T U S A N & K E T E T A P A N
Salinan Keputusan Menteri Keuangan ini disampaikan kepada:
1. ..................
2. ..................
Asli Keputusan Menteri Keuangan ini disampaikan kepada yang bersangkutan untuk dipergunakan sebagaimana
mestinya.

Ditetapkan di ..............................
pada tanggal ..............................
a.n. MENTERI KEUANGAN
DIREKTUR JENDERAL BEA DAN CUKAI/
PEJABAT YANG DITUNJUKNYA
……..............................................................,

....................................................
NIP .............................................

B.2. Format NPPBKC Untuk Importir Hasil Tembakau :

LAMPIRAN
KEPUTUSAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR …...………. TENTANG
PEMBERIAN NOMOR POKOK PENGUSAHA BARANG KENA CUKAI (NPPBKC) SEBAGAI
IMPORTIR HASIL TEMBAKAU KEPADA ………….............….……… DI………....…………………….

DEPARTEMEN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

DIREKTORAT JENDERAL BEA DAN CUKAI

10
NOMOR POKOK PENGUSAHA BARANG KENA CUKAI
(NPPBKC)
..............0000.0.0.0000..............

Diberikan kepada:
1. Nama Pemilik : ……………….....................................……………..……………
2. Alamat Pemilik : ……………….....................................……………..……………
……………....................................….…………..……………...
3. Nama Perusahaan : ………………………….....................................…..……………
4. NPWP : …………………….....................................………..……………
5. Lokasi Tempat Usaha : …………………….....................................………..……………
……………………….....................................……..……………
6. Jenis Barang Kena Cukai : Hasil Tembakau
Jenis ………...................…….
7. KPBC yang mengawasi : ……………....................................………………..……………

NPPBKC ini berlaku selama pemegang NPPBKC masih menjalankan usahanya, dengan ketentuan
wajib mematuhi peraturan perundang-undangan yang berlaku.

................................, ..............................
a.n. MENTERI KEUANGAN
DIREKTUR JENDERAL BEA DAN
CUKAI/ PEJABAT YANG DITUNJUKNYA
.................................................................,

....................................................
NIP .............................................

MENTERI KEUANGAN,
ttd
SRI MULYANI INDRAWATI

BONUS WARTA BEACUKAI EDISI 384 NOPEMBER 2006


K E P U T U S A N & K E T E T A P A N
LAMPIRAN III
PERATURAN MENTERI KEUANGAN NOMOR : 75/ PMK.04 / 2006 TENTANG NOMOR POKOK
PENGUSAHA BARANG KENA CUKAI UNTUK PENGUSAHA PABRIK DAN IMPORTIR HASIL TEMBAKAU

A. Format Keputusan Pembekuan NPPBKC Untuk Pengusaha Pabrik Hasil Tembakau:

DEPARTEMEN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA


KEPUTUSAN MENTERI KEUANGAN
NOMOR ………………….
TENTANG
PEMBEKUAN NOMOR POKOK PENGUSAHA BARANG KENA CUKAI (NPPBKC)
SEBAGAI PENGUSAHA PABRIK HASIL TEMBAKAU
ATAS NAMA ………………DI…………
MENTERI KEUANGAN
Menimbang :
a. bahwa persyaratan untuk pembekuan NPPBKC sebagai Pengusaha Pabrik Hasil Tembakau, telah diatur
dalam Peraturan Menteri Keuangan Nomor………;
b. bahwa NPPBKC atas nama ……….. (nama perusahaan) di ……… telah ………. (alas an pembekuan);
c. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a dan huruf b, perlu menetapkan
Keputusan Menteri Keuangan tentang Pembekuan Nomor Pokok Pengusaha Barang Kena Cukai (NPPBKC)
Sebagai Pengusaha Pabrik Hasil Tembakau Atas Nama …………. (nama pabrik) Di………….;
Mengingat :
1. Keputusan Presiden Nomor 20/P Tahun 2005;
2. Peraturan Menteri Keuangan Nomor ……… tentang Nomor Pokok Pengusaha Barang Kena Cukai Untuk
Pengusaha Pabrik Hasil Tembakau dan Importir Hasil Tembakau;

MEMUTUSKAN:
Menetapkan :
KEPUTUSAN MENTERI KEUANGAN TENTANG PEMBEKUAN NOMOR POKOK PENGUSAHA BARANG KENA
CUKAI (NPPBKC) SEBAGAI PENGUSAHA PABRIK HASIL TEMBAKAU ATAS NAMA…………… DI………….

PERTAMA :

11
Membekukan Nomor Pokok Pengusaha Barang Kena Cukai (NPPBKC) sebagai Pengusaha Pabrik Hasil
Tembakau:
NPPBKC : …………………………………………………………….
Nama Pemilik : …………………………………………………………….
Alamat Pemilik : ……………………………...........……………………….
Nama Perusahaan : …………………………………………………………….
NPWP : …………………………………………………………….
Lokasi Pabrik : …………………………………………………………….
Jenis Barang Kena Cukai : Hasil Tembakau
Jenis…………
KPBC yang mengawasi : …………………………………………………………….

KEDUA :
Dengan dibekukannya NPPBKC sebagaimana dimaksud dalam Diktum PERTAMA, maka:
a. pemesanan Pita Cukai (CK-1) yang dilakukan Pengusaha Pabrik Hasil Tembakau tidak dilayani;
b. pengusaha Pabrik Hasil Tembakau tetap melaksanakan kewajibannya sesuai ketentuan di bidang cukai.
KETIGA :
Pencabutan Pembekuan NPPBKC dilakukan dalam hal:
……..(alasan pencabutan pembekuan)
KEEMPAT :
Keputusan Menteri Keuangan ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan.
Salinan Keputusan Menteri Keuangan ini disampaikan kepada:
1. ……………..;
2. ……………..;
Asli Keputusan Menteri Keuangan ini disampaikan kepada yang bersangkutan untuk dipergunakan sebagaimana
mestinya.
Ditetapkan di ……………………………
pada tanggal …………………………….

a.n. MENTERI KEUANGAN


DIREKTUR JENDERAL BEA DAN CUKAI/
PEJABAT YANG DITUNJUKNYA
……………………………………………………,
………………………………….
NIP ……………………………….

BONUS WARTA BEACUKAI EDISI 384 NOPEMBER 2006


K E P U T U S A N & K E T E T A P A N
B. Format Keputusan Pembukuan NPPBKC Untuk Importir Hasil Tembakau:
DEPARTEMEN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA
KEPUTUSAN MENTERI KEUANGAN
NOMOR ………………….
TENTANG
PEMBEKUAN NOMOR POKOK PENGUSAHA BARANG KENA CUKAI (NPPBKC)
SEBAGAI IMPORTIR HASIL TEMBAKAU
ATAS NAMA……………DI…………………

MENTERI KEUANGAN,
Menimbang :
a. bahwa persyaratan untuk pembekuan NPPBKC sebagai Importir Hasil Tembakau, telah diatur dalam Peraturan
Menteri Keuangan Nomor………….;
b. bahwa NPPBKC atas nama ……………………. (nama importir) di ……………. telah ………….(alasan
pembekuan)
c. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a dan huruf b, perlu menetapkan
Keputusan Menteri Keuangan tentang Pembekuan Nomor Pokok Pengusaha Barang Kena Cukai (NPPBKC)
Sebagai Importir Hasil Tembakau Atas Nama …………….(nama importir) Di…………..;
Mengingat :
1. Keputusan Presiden Nomor 20/P Tahun 2005;
2. Peraturan Menteri Keuangan Nomor ………../PMK.04/2006 tentang Nomor Pokok Pengusaha Barang Kena
Cukai Untuk Pengusaha Pabrik Hasil Tembakau dan Importir Hasil Tembakau;

MEMUTUSKAN:
Menetapkan :
KEPUTUSAN MENTERI KEUANGAN TENTANG PEMBEKUAN NOMOR POKOK PENGUSAHA BARANG KENA
CUKAI (NPPBKC) SEBAGAI IMPORTIR HASIL TEMBAKAU ATAS NAMA ……………..DI…………………

PERTAMA :
Membekukan Nomor Pokok Pengusaha Barang Kena Cukai (NPPBKC) sebagai Importir Hasil Tembakau:
Nomor NPPBKC : ……………………………………………………………

12
Nama Pemilik : ……………………………………………………………
Alamat Pemilik : ……………………………………………………………
Nama Perusahaan : ……………………………………………………………
NPWP : ……………………………………………………………
Lokasi Tempat Usaha : ……………………………………………………………
Jenis Barang Kena Cukai : Hasil Tembakau
Jenis …………..
KPBC yang mengawasi : …………………………………………………………….
KEDUA :
Dengan dibekukannya NPPBKC sebagaimana dimaksud dalam Diktum PERTAMA, maka:
a. pemesanan Pita Cukai (CK-1) yang dilakukan Importir Hasil Tembakau tidak dilayani;
b. Importir Hasil Tembakau tetap melaksanakan kewajibannya sesuai ketentuan di bidang cukai.
KETIGA :
Pencabutan Pembekuan NPPBKC dilakukan dalam hal :
…..(alas an pencabutan pembekuan).
KEEMPAT :
Keputusan Menteri Keuangan ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan.
Salinan Keputusan Menteri Keuangan ini disampaikan kepada:
1. Direktur Cukai
2. Kepala Kantor Wilayah ………………….

Asli Keputusan Menteri Keuangan ini disampaikan kepada yang bersangkutan untuk dipergunakan sebagaimana
mestinya.
Ditetapkan di …………………
Pada tanggal ………………….
a.n. MENTERI KEUANGAN
DIREKTUR JENDERAL BEA DAN CUKAI/
PEJABAT YANG DITUNJUKNYA

………………………………………………..
………………………..
NIP …………………..

MENTERI KEUANGAN
ttd.
SRI MULYANI INDRAWATI

BONUS WARTA BEACUKAI EDISI 384 NOPEMBER 2006


K E P U T U S A N & K E T E T A P A N
LAMPIRAN IV
PERATURAN MENTERI KEUANGAN NOMOR : 75/ PMK.04 / 2006 TENTANG NOMOR POKOK
PENGUSAHA BARANG KENA CUKAI UNTUK PENGUSAHA PABRIK DAN IMPORTIR HASIL TEMBAKAU

A. Format Keputusan Pencabutan Pembekuan NPPBKC Untuk Pengusaha Pabrik Hasil


Tembakau :

DEPARTEMEN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA


KEPUTUSAN MENTERI KEUANGAN
NOMOR …………….................
TENTANG
PENCABUTAN PEMBEKUAN NOMOR POKOK PENGUSAHA BARANG KENA CUKAI
(NPPBKC) SEBAGAI PENGUSAHA PABRIK HASIL TEMBAKAU
ATAS NAMA …………………DI ……………..

MENTERI KEUANGAN,
Menimbang :
a. bahwa persyaratan untuk pencabutan pembekuan NPPBKC sebagai Pengusaha Pabrik Hasil Tembakau,
telah diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan Nomor .................;
b. bahwa NPPBKC atas nama ……………….. (nama perusahaan) di ....................... telah ..............................
(alasan pencabutan pembekuan);
c. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a dan huruf b, perlu menetapkan
Keputusan Menteri Keuangan tentang Pencabutan Pembekuan Nomor Pokok Pengusaha Barang Kena
Cukai (NPPBKC) Sebagai Pengusaha Pabrik Hasil Tembakau Atas Nama ………..(nama pabrik) Di........;
Mengingat :
1. Keputusan Presiden Nomor 20/P Tahun 2005;
2. Peraturan Menteri Keuangan Nomor …………………. tentang Nomor Pokok Pengusaha Barang Kena Cukai
Untuk Pengusaha Pabrik Hasil Tembakau dan Importir Hasil Tembakau ;

MEMUTUSKAN :
Menetapkan :

13
KEPUTUSAN MENTERI KEUANGAN TENTANG PENCABUTAN PEMBEKUAN NOMOR POKOK PENGUSAHA
BARANG KENA CUKAI (NPPBKC) SEBAGAI PENGUSAHA PABRIK HASIL TEMBAKAU ATAS NAMA
……….………… DI…………. ……….

PERTAMA :
Mencabut pembekuan Nomor Pokok Pengusaha Barang Kena Cukai (NPPBKC) sebagai Pengusaha Pabrik
Hasil Tembakau:
NPPBKC : …………………..........…………..…………….
Nama Pemilik : …………………..........…………..…………….
Alamat Pemilik : …………………..........…………..…………….
Nama Perusahaan : ……………………..........………...…………….
NPWP : ………………………..........……..…….……….
Lokasi Pabrik : ………………………..........……..…………….
Jenis Barang Kena Cukai : Hasil Tembakau
Jenis ………….
KPBC yang mengawasi : ……………………………............…………….
KEDUA :
Dengan dicabutnya pembekuan NPPBKC sebagaimana dimaksud dalam Diktum PERTAMA, maka pemesanan
Pita Cukai (CK-1) yang dilakukan Pengusaha Pabrik Hasil Tembakau dapat dilayani.

KETIGA :
Keputusan Menteri Keuangan ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan.
Salinan Keputusan Menteri Keuangan ini disampaikan kepada:
1. ......................;
2. ......................
Asli Keputusan Menteri Keuangan ini disampaikan kepada yang bersangkutan untuk dipergunakan sebagaimana
mestinya.
Ditetapkan di ..............................
pada tanggal ..............................
a.n. MENTERI KEUANGAN
DIREKTUR JENDERAL BEA DAN CUKAI/
PEJABAT YANG DITUNJUKNYA
……..................................................,
....................................................
NIP .............................................

BONUS WARTA BEACUKAI EDISI 384 NOPEMBER 2006


K E P U T U S A N & K E T E T A P A N
B. Format Keputusan Pencabutan Pembekuan NPPBKC Untuk Importir Hasil Tembakau:
DEPARTEMEN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

KEPUTUSAN MENTERI KEUANGAN


NOMOR …………….................

TENTANG
PENCABUTAN PEMBEKUAN NOMOR POKOK PENGUSAHA BARANG KENA CUKAI
(NPPBKC) SEBAGAI IMPORTIR HASIL TEMBAKAU
ATAS NAMA …………………DI ……………..

MENTERI KEUANGAN,
Menimbang :
a. bahwa persyaratan untuk pencabutan pembekuan NPPBKC sebagai Importir Hasil Tembakau, telah diatur
dalam Peraturan Menteri Keuangan Nomor...................;
b. bahwa NPPBKC atas nama ……………….. (nama importir) di ....................... telah .............................. (alasan
pencabutan pembekuan)
c. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a dan huruf b, perlu menetapkan
Keputusan Menteri Keuangan tentang Pencabutan Pembekuan Nomor Pokok Pengusaha Barang Kena
Cukai (NPPBKC) Sebagai Importir Hasil Tembakau Atas Nama ………..(nama importir) Di ..................;
Mengingat :
1. Keputusan Presiden Nomor 20/P Tahun 2005;
2. Peraturan Menteri Keuangan Nomor ………./PMK.04/2006 tentang Nomor Pokok Pengusaha Barang Kena
Cukai Untuk Pengusaha Pabrik Hasil Tembakau dan Importir Hasil Tembakau;

MEMUTUSKAN :
Menetapkan :
KEPUTUSAN MENTERI KEUANGAN TENTANG PEMBEKUAN NOMOR POKOK PENGUSAHA BARANG KENA
CUKAI (NPPBKC) SEBAGAI IMPORTIR HASIL TEMBAKAU ATAS NAMA …..........……… DI………....……….

14
PERTAMA :
Mencabut pembekuan Nomor Pokok Pengusaha Barang Kena Cukai (NPPBKC) sebagai Importir Hasil Tembakau:
Nomor NPPBKC : ……………………………..…………….
Nama Pemilik : ……………………………..…………….
Alamat Pemilik : ……………………………..…………….
Nama Perusahaan : ……………………………..…………….
NPWP : ……………………………..…………….
Lokasi Tempat Usaha : ……………………………..…………….
Jenis Barang Kena Cukai : Hasil Tembakau
Jenis ………….
KPBC yang mengawasi : ……………………………..…………….

KEDUA :
Dengan dicabutnya pembekuan NPPBKC sebagaimana dimaksud dalam Diktum PERTAMA, maka: pemesanan
Pita Cukai (CK-1) yang dilakukan Importir Hasil Tembakau dapat dilayani.

KETIGA :
Keputusan Menteri Keuangan ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan.
Salinan Keputusan Menteri Keuangan ini disampaikan kepada:
1. ...............................................;
2. ................................................
Asli Keputusan Menteri Keuangan ini disampaikan kepada yang bersangkutan untuk dipergunakan sebagaimana
mestinya.
Ditetapkan di ..............................
pada tanggal ..............................
a.n. MENTERI KEUANGAN
DIREKTUR JENDERAL BEA DAN CUKAI/
PEJABAT YANG DITUNJUKNYA
……................................................................,
....................................................
NIP .............................................

MENTERI KEUANGAN,
ttd
SRI MULYANI INDRAWATI

BONUS WARTA BEACUKAI EDISI 384 NOPEMBER 2006


K E P U T U S A N & K E T E T A P A N
LAMPIRAN V
PERATURAN MENTERI KEUANGAN NOMOR : 75/ PMK.04 / 2006 TENTANG NOMOR POKOK
PENGUSAHA BARANG KENA CUKAI UNTUK PENGUSAHA PABRIK DAN IMPORTIR HASIL TEMBAKAU
A. Format Keputusan Pencabutan NPPBKC Untuk Pengusaha Pabrik Hasil Tembakau:
DEPARTEMEN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA
KEPUTUSAN MENTERI KEUANGAN
NOMOR …………….................
TENTANG
PENCABUTAN NOMOR POKOK PENGUSAHA BARANG KENA CUKAI (NPPBKC)
SEBAGAI PENGUSAHA PABRIK HASIL TEMBAKAU
ATAS NAMA …………………DI ……………..
MENTERI KEUANGAN,
Menimbang :
a. bahwa persyaratan untuk pencabutan NPPBKC sebagai Pengusaha Pabrik Hasil Tembakau, telah diatur
dalam Peraturan Menteri Keuangan Nomor ………………..;
b. bahwa NPPBKC atas nama ……………….. (nama perusahaan) di ....................... telah ..............................
(alasan pencabutan);
c. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a dan huruf b, perlu menetapkan
Keputusan Menteri Keuangan tentang Pencabutan Nomor Pokok Pengusaha Barang Kena Cukai (NPPBKC)
Sebagai Pengusaha Pabrik Hasil Tembakau Atas Nama ………..(nama pabrik) Di ................ ;
Mengingat :
1. Keputusan Presiden Nomor 20/P Tahun 2005;
2. Peraturan Menteri Keuangan Nomor ……….......................... tentang Nomor Pokok Pengusaha Barang
Kena Cukai Untuk Pengusaha Pabrik Hasil Tembakau dan Importir Hasil Tembakau;
MEMUTUSKAN:
Menetapkan :
KEPUTUSAN MENTERI KEUANGAN TENTANG PENCABUTAN NOMOR POKOK PENGUSAHA BARANG
KENA CUKAI (NPPBKC) SEBAGAI PENGUSAHA PABRIK HASIL TEMBAKAU ATAS NAMA
……….………… DI…………. ……….
PERTAMA :

15
Mencabut Nomor Pokok Pengusaha Barang Kena Cukai (NPPBKC) sebagai Pengusaha Pabrik Hasil Tembakau:
NPPBKC : ……………………………..…………….
Nama Pemilik : ……………………………..…………….
Alamat Pemilik : ……………………………..…………….
Nama Perusahaan : ……………………………..…………….
NPWP : ……………………………..…………….
Lokasi Pabrik : ……………………………..…………….
Jenis Barang Kena Cukai : Hasil Tembakau
Jenis ………….
KPBC yang mengawasi : ……………………………..…………….
KEDUA :
Dengan dicabutnya NPPBKC sebagaimana dimaksud dalam Diktum PERTAMA, maka:
a. terhadap Hasil Tembakau yang masih berada di Pabrik dan belum dilunasi cukainya, dalam jangka waktu 30
(tiga puluh) hari sejak keputusan pencabutan wajib dilunasi cukainya dengan cara dilekati pita cukai;
b. untuk mendapat kepastian jumlah Hasil Tembakau yang belum dilunasi cukainya, Kepala Kantor Pelayanan
Bea dan Cukai melakukan pencacahan terhadap Hasil Tembakau yang masih berada di Pabrik;
c. pencacahan sebagaimana dimaksud pada huruf b dilakukan juga terhadap sisa pita cukai yang berada di Pabrik;
d. terhadap sisa pita cukai sebagaimana dimaksud pada huruf c, diselesaikan sesuai dengan Peraturan
Perundang-undangan di bidang cukai;
e. dalam hal kewajiban sebagaimana dimaksud pada huruf a tidak dipenuhi, Hasil Tembakau dimusnahkan
oleh Kepala Kantor Pelayanan Bea dan Cukai atas biaya pemilik Hasil Tembakau.
KETIGA :
Keputusan Menteri Keuangan ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan.
Salinan Keputusan Menteri Keuangan ini disampaikan kepada:
1. ...................;
2. ....................
Asli Keputusan Menteri Keuangan ini disampaikan kepada yang bersangkutan untuk dipergunakan sebagaimana
mestinya.
Ditetapkan di ..............................
pada tanggal ..............................
a.n. MENTERI KEUANGAN
DIREKTUR JENDERAL BEA DAN CUKAI/PEJABAT
YANG DITUNJUKNYA
…….........................................................................,
....................................................
NIP .............................................

BONUS WARTA BEACUKAI EDISI 384 NOPEMBER 2006


K E P U T U S A N & K E T E T A P A N
B. Format Keputusan Pencabutan NPPBKC Untuk Impor tir Hasil Tembakau:
DEPARTEMEN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA
KEPUTUSAN MENTERI KEUANGAN
NOMOR …………….................
TENTANG
PENCABUTAN NOMOR POKOK PENGUSAHA BARANG KENA CUKAI (NPPBKC)
SEBAGAI IMPORTIR HASIL TEMBAKAU
ATAS NAMA …………………DI ……………..
MENTERI KEUANGAN,
Menimbang :
a. bahwa persyaratan untuk pencabutan NPPBKC sebagai Importir Hasil Tembakau, telah diatur dalam
Peraturan Menteri Keuangan Nomor..............................;
b. bahwa NPPBKC atas nama ……….. (nama importir) di ................. telah ................. (alasan pencabutan)
c. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a dan huruf b, perlu menetapkan
Keputusan Menteri Keuangan tentang Pencabutan Nomor Pokok Pengusaha Barang Kena Cukai
(NPPBKC) Sebagai Importir Hasil Tembakau Atas Nama ………..(nama importir) Di ..................;
Mengingat :
1. Keputusan Presiden Nomor 20/P Tahun 2005; Keputusan Presiden Nomor 20/P Tahun 2005;
2. Peraturan Menteri Keuangan Nomor ………./PMK.04/2006 tentang Nomor Pokok Pengusaha Barang
Kena Cukai Untuk Pengusaha Pabrik Hasil Tembakau dan Importir Hasil Tembakau;
MEMUTUSKAN:
Menetapkan :
KEPUTUSAN MENTERI KEUANGAN TENTANG PENCABUTAN NOMOR POKOK PENGUSAHA BARANG
KENA CUKAI (NPPBKC) SEBAGAI IMPORTIR HASIL TEMBAKAU ATAS NAMA …… DI ………
PERTAMA :
Mencabut Nomor Pokok Pengusaha Barang Kena Cukai (NPPBKC) sebagai Importir Hasil Tembakau:
NPPBKC : …………………..........…………..…………….
Nama Pemilik : …………………………..........…..…………….
Alamat Pemilik : ……………………………..…..........………….

16
Nama Perusahaan : ……………………………..…………..........….
NPWP : ……………………………..………..........…….
Lokasi Tempat Usaha : ……………………………..…………..........….
Jenis Barang Kena Cukai : Hasil Tembakau
Jenis …......……….
KPBC yang mengawasi : ……………………..........………..…………….
KEDUA :
Dengan dicabutnya NPPBKC sebagaimana dimaksud dalam Diktum PERTAMA, maka terhadap pengusaha
yang bersangkutan dilarang melakukan kegiatan usaha memasukkan, menyimpan, dan menyalurkan Hasil
Tembakau di lokasi tempat usaha Importir Hasil Tembakau tersebut.
KETIGA :
Terhadap sisa pita cukai yang tidak digunakan, diselesaikan sesuai dengan peraturan perundang-undangan
di bidang cukai.
KEEMPAT :
Dalam hal pengusaha yang bersangkutan tidak mematuhi ketentuan
sebagaimana dimaksud dalam Diktum KEDUA, maka terhadap yang
bersangkutan dapat dikenai sanksi menurut ketentuan yang berlaku.
KELIMA :
Keputusan Menteri Keuangan ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan.
Salinan Keputusan Menteri Keuangan ini disampaikan kepada:
1. ................................................;
2. ................................................
Asli Keputusan Menteri Keuangan ini disampaikan kepada yang bersangkutan untuk dipergunakan
sebagaimana mestinya.
Ditetapkan di ..............................
pada tanggal ..............................
a.n. MENTERI KEUANGAN
DIREKTUR JENDERAL BEA DAN CUKAI/PEJABAT
YANG DITUNJUKNYA
…….........................................................................,
....................................................
NIP .............................................
MENTERI KEUANGAN,
ttd
SRI MULYANI INDRAWATI

BONUS WARTA BEACUKAI EDISI 384 NOPEMBER 2006