You are on page 1of 97

TAHUN XXXVIII EDISI 385 DESEMBER 2006

SAP PDE
OUTWARD MANIFES
MENJAMIN VALIDITAS DATA
REALISASI EKSPOR

PROFIL WAWANCARA

MENUNGGU IMPLEMENTASI
I GUSTI AGUNG AYU ARI TIASTARY
SEBAGAI SEORANG WANITA, TUGAS DIBIDANG P2
MERUPAKAN TANTANGAN YANG MENARIK
ERLANGGA MANTIK
SISTEM OUTWARD AKAN MENGHASILKAN
DATA EKSPOR YANG LEBIH AKURAT
DARI REDAKSI

TERBIT SEJAK 25 APRIL 1968


MISI:
Membimbing dan meningkatkan kecerdasan serta
kesadaran karyawan Direktorat Jenderal Bea dan
Jende
Cukai terhadap tugas negara
Mendekatkan Hubungan antara atasan dan
bawahan serta antara karyawan Direktorat Jenderal
Jende
Bea dan Cukai dengan masyarakat

IZIN DEPPEN: NO. 1331/SK/DIRJEN-G/SIT/72


TANGGAL, 20 JUNI 1972 ISSN.0216-2483

PELINDUNG
Direktur Jenderal Bea dan Cukai:
Drs. Anwar Suprijadi, MSc
PENASEHAT
Direktur Penerimaan & Peraturan
Kepabeanan dan Cukai:
Drs. M. Wahyu Purnomo, MSc
Direktur Teknis Kepabeanan
Drs. Teguh Indrayana, MA
Direktur Fasilitas Kepabeanan
Drs. Ibrahim A. Karim
Direktur Cukai
Drs. Frans Rupang
Direktur Pencegahan & Penyidikan
Drs. Erlangga Mantik, MA
Direktur Verifikasi & Audit
Drs. Thomas Sugijata, Ak. MM
Direktur Kepabeanan Internasional
Drs. Kamil Sjoeib, M.A.
Direktur Informasi Kepabeanan & Cukai
Dr. Heri Kristiono, SH, MA
Kepala Pusat Pendidikan dan
Pelatihan Bea dan Cukai
Drs. Endang Tata
Inspektur Bea dan Cukai
Edy Setyo
KETUA DEWAN PENGARAH
Sekretaris Direktorat Jenderal
Bea dan Cukai:
Dr. Djunaedy Djusan
WAKIL KETUA DEWAN PENGARAH/
PENANGGUNG JAWAB
Kepala Bagian Umum:
M. Sadiatmo S., SE
DEWAN PENGARAH
Drs. Nofrial, M.A.,
Drs. Hanafi Usman,
Drs. Patarai Pabottinggi,
Drs. Bachtiar, M.Si.,
Dra. Cantyastuti Rahayu,
Drs. Nasar Salim, M. Si.,
Ir. Agung Kuswandono, M.A.,
J. Didit Krisnady, SH
Ir. Sucipto, M.M
Ir. Azis Syamsu Arifin
PEMIMPIN REDAKSI
Lucky R. Tangkulung
REDAKTUR
Aris Suryantini, Supriyadi Widjaya,
Ifah Margaretta Siahaan,
Zulfril Adha Putra
FOTOGRAFER
Andy Tria Saputra
KORESPONDEN DAERAH
Donny Eriyanto (Balikpapan),
Bendito Menezes (Denpasar),
Bambang Wicaksono (Surabaya)
KOORDINATOR PRACETAK
Keluarga Besar Asbial Nurdin
SEKRETARIS REDAKSI
Warta Bea Cukai Kitty Hutabarat
PIMPINAN USAHA/IKLAN
Piter Pasaribu
mengucapkan : TATA USAHA
Niko Budhi Darma, S. Sos, Untung Sugiarto
IKLAN
Wirda Renata Pardede
SIRKULASI
H. Hasyim, Amung Suryana

SELAMAT BAGIAN UMUM


Rony Wijaya
PERCETAKAN
PT. BDL Jakarta

HARI NATAL ALAMAT REDAKSI/TATA USAHA


Kantor Pusat Direktorat Jenderal
Bea dan Cukai,
Jl. Jenderal A. Yani (By Pass) Jakarta Timur
Telp. (021) 47865608, 47860504,
4890308 Psw. 154 - Fax. (021) 4892353
25 Desember 2006 E-Mail : - wbc@cbn.net.id
- majalah_wbc@yahoo.com
REKENING GIRO WARTA BEA CUKAI
BANK BNI CABANG JATINEGARA JAKARTA
Nomor Rekening : 8910841
Pengganti Ongkos Cetak Rp. 10.000,-

EDISI 385 DESEMBER 2006 WARTA BEA CUKAI 1


DAFTAR ISI

5
Laporan Utama
DJBC kembali menerapkan dan
memandatorikan Sistem Aplikasi
Pelayanan (SAP) Pertukaran Data
Elektronik (PDE) Outward
Manifest. Ini merupakan
kelanjutan dari program
pemerintah sebelumnya setelah
diluncurkannya sistem SAP PDE
Inward Manifest untuk
Pengangkutan Laut dan Udara.

15 30
Wawancara Cukai
Sama halnya dengan inward Tarif cukai Minuman
manifest, rencana penerapan Mengandung Etil Alkohol
sistem PDE Outward manifest (MMEA) dan Etil Alkohol
ini sebenarnya sudah dimulai (EA) naik rata-rata diatas
pada tahun 2000. Simak lebih 100 persen. Simak
lengkapnya dalam wawancara penjelasan Direktur Cukai
redaktur WBC dengan Direktur Frans Rupang mengenai
Pencegahan dan Penyidikan kebijakan yang mulai
DJBC, Erlangga Mantik yang diberlakukan per 1 Novem-
merupakan Wakil Ketua Tim ber 2006.
SAP PDE Manifes.

67
Pengawasan
DJBC kembali melakukan
penegahan barang impor
ilegal. Kali ini, bertempat di
Kantor Pusat DJBC,
digelar press release
tegahan produk tekstil,
elektronik part dan
beberapa barang illegal
lainnya asal Cina.

26 76
Daerah ke Daerah Profil
Rubrik Daerah ke Daerah Mengusung tema Hari
akan menurunkan tulisan Ibu yang jatuh setiap
mengenai KPBC Bekasi tanggal 22 Desember,
yang masuk nominasi Redaktur sengaja
peneriman penghargaan memilih pegawai
Citra Pelayanan Prima perempuan untuk
Tingkat Nasional 2006 TA diprofil. Kali ini I Gusti
2006, serta mengenal Ayu Ari Tiastary, SE,
lebih dekat KPBC Tipe C dipilih menjadi tokoh
Madiun. profil WBC.

2 WARTA BEA CUKAI EDISI 385 DESEMBER 2006


Surat Pembaca
1 DARI REDAKSI
3 SURAT PEMBACA
4 KARIKATUR
18 KEPABEANAN Kirimkan surat anda ke Redaksi WBC melalui alamat
surat, fax atau e-mail. Surat hendaknya dilengkapi
- Penerapan Single Administrative dengan identitas diri yang benar dan masih berlaku.
Document (SAD)
- Peranan Bea dan Cukai
Indonesia Dalam Membuka KARIS/KARSU
Peluang Baru Bagi Peningkatan Melalui surat ini, saya ingin mengajukan beberapa pertanyaan mengenai
kepegawaian, antara lain :
Perdagangan Indonesia dan 1. KARIS/KARSU
Australia Jika Suami dan Istri bekerja sebagai PNS, maka dalam pembuatan KARIS/
- MoU Indonesia dan AS KARSU apakah hanya yang menanggung dalam daftar gajinya atau keduanya ?
- Draft Economic Partnership 2. TAPERUM
Agreeement Taperum (Tabungan Perumahan) itu merupakan bantuan untuk PNS yang sifatnya
harus dikembalikan dengan cara mencicil atau bantuan cuma-cuma.
32 INFO PERATURAN Bagaimanakah prosedur pencairannya ?
33 OPINI
Impor dan Impor Untuk Dipakai Demikian pertanyaan dari saya, atas bantuannya diucapkan terima kasih.
(IUD)
Nama dan alamat pada Redaksi
37 SEKRETARIAT
JAWABAN :
Reorganisasi DJBC Sehubungan dengan pertanyaan yang diajukan, dengan ini disampaikan sebagai
38 PUSDIKLAT berikut :
DTSS II Kepabeanan dan Cukai
44 SIAPA MENGAPA 1. Menjawab pertanyaan nomor 1 dapat dijelaskan :
a. Berdasarkan Surat Edaran Kepala Badan Administrasi Kepegawaian Negara
- Sjamsu Rizal Nomor 08/SE/1983 tanggal 26 April 1983 tentang Izin Perkawinan dan
- Abdul Azis Hady Perceraian bagi Pegawai Negeri Sipil disebutkan bahwa Setiap Pegawai
- Radjipa Negeri Sipil yang telah melangsungkan perkawinan pertama, wajib
46 INFORMASI KEPABEANAN mengirimkan laporan perkawinan secara tertulis kepada pejabat melalui
DAN CUKAI saluran hirarki. Oleh karena itu pihak suami wajib mengajukan permohonan
pembuatan KARIS dan pihak istri wajib mengajukan permohonan pembuatan
SOA, Solusi Teknologi Informasi KARSU ke masing-masing pejabat melalui saluran hirarki yang sudah
Dalam Pertukaran Pelayanan ditentukan. Jadi keduanya diwajibkan.
Elektronik b. Selain hal tersebut, kedua pihak diwajibkan mengirimkan laporan perkawinan
50 SEPUTAR BEA CUKAI untuk kepentingan perekaman data ke dalam database kepegawaian dan
53 KOLOM personal file masing-masing pegawai.
Aspek Hukum Perlindungan 2. Untuk pertanyaan nomor 2 dapat dijelaskan bahwa :
Konsumen Pada Era a. Taperum PNS adalah Tabungan Perumahan PNS yang dikelola oleh
Perdagangan Bebas BAPERTARUM-PNS, dan dana bantuan dari BAPERTARUM-PNS tersebut
56 INFO PEGAWAI tidak diberikan secara cuma-cuma, namun dipotong setiap bulan dari gaji PNS.
b. Bagi Pegawai Negeri Sipil yang masih aktif bekerja dan belum memiliki rumah
- Upacara Hari Keuangan dapat mengajukan permohonan bantuan Biaya Membangun Rumah di atas
Nasional ke-60 tanah sendiri atau bantuan Uang Muka Kredit Pemilikan Rumah bagi yang
- Sambutan Menteri Keuangan membeli rumah melalui fasilitas KPR dan dapat diurus di Kantor
Pada Peringatan Ke-60 Hari BAPERTARUM-PNS Pusat (bagi PNS Jabotabek) serta Tim Penyalur Bantuan
Keuangan BAPERTARUM-PNS Propinsi (bagi PNS di luar Jabotabek).
c. Prosedur/tata cara pengembalian Taperum bagi PNS yang pensiun, meninggal
- Pelantikan Pejabat Eselon I dunia atau berhenti bekerja karena sebab lain adalah sebagai berikut :
Departemen keuangan 1) PNS yang bersangkutan/Ahli Waris mengisi Formulir Pengembalian
- Mutasi & Promosi Pejabat Taperum-PNS dengan melampirkan :
Eselon II a) KARPEG (Kartu Pegawai)/KARIP (Kartu Identitas Pensiun);
- Mengenal Marching Band Bea b) SK Golongan;
c) SK Pensiun;
dan Cukai d) Surat Keterangan Kematian (asli) dan Surat Keterangan Hak Waris
- Pegawai Pensiun Per 1 dari Camat;
Desember 2006 e) Kartu Tanda Penduduk (KTP)/Surat Ijin Mengemudi (SIM)
68 RENUNGAN ROHANI 2) Setelah Formulir Pengembalian Taperum-PNS diisi dengan lengkap dan
Pengorbanan Tuhan Bagi benar, ditandatangani oleh PNS yang bersangkutan/Ahli Waris di atas
meterai Rp 6.000,00 dan diketahui oleh Pejabat Kepegawaian berwenang.
Manusia 3) Selanjutnya PNS yang bersangkutan/Ahli Waris dapat meminta
70 RUANG KESEHATAN pengembalian Taperum PNS ke BRI (Bank Rakyat Indonesia) terdekat
Berat Badan Kurang Ideal dengan menyerahkan Formulir Pengembalian Taperum PNS dan dokumen
71 SELAK yang dipersyaratkan di atas.
HIV dan AIDS Demikian kami sampaikan, atas perhatiannya kami ucapkan terima kasih.
74 RUANG INTERAKSI
Memberi Hadiah Pjs. Kepala Bagian Kepegawaian
80 APA KATA MEREKA
- Renny Singgih Karlan S. Lubis
NIP 060034168
- Ririn Dwi Aryani

EDISI 385 DESEMBER 2006 WARTA BEA CUKAI 3


KARIKATUR

4 WARTA BEA CUKAI EDISI 385 DESEMBER 2006


LAPORAN UTAMA

Outward
Manifes
MENINGKATKAN EFEKTIFITAS PELAYANAN DAN
PENGAWASAN DIBIDANG EKSPOR
Pengertian outward manifes saat ini mengalami perubahan. Sebelum diberlakukannya ketentuan
baru, pengertian outward manifes hanya mencakup barang-barang ekspor. Sedangkan dalam
pengertian yang sekarang outward manifes merupakan daftar barang ekspor atau impor yang
diangkut oleh sarana pengangkut pada saat meninggalkan pelabuhan.

D
alam lingkup bisnis internasional pengangkut, DJBC kembali menerap- hanya berisi barang ekspor, tetapi me-
saat ini, masalah prosedur kan dan memandatorikan sistem rupakan daftar seluruh barang niaga
kepabeanan yang sederhana, aplikasi pelayanan (SAP) PDE outward yaitu meliputi barang ekspor dan impor,
efisien, dan predictable, diharapkan manifes. sehingga dengan PDE outward manifes
akan mampu menjadi titik sentra dalam Sistem baru yang telah diujicobakan ini lalu lintas barang ekspor dan impor
peningkatan pertumbuhan ekonomi dan dimandatorikan pada 1 Nopember makin dapat terpantau dan terawasi.
melalui partisipasi sektor usaha di pelabuhan Tanjung Priok, hingga kini “Untuk terlaksananya fungsi terse-
nasional dalam perdagangan telah berjalan dengan baik. Seperti but, SAP PDE manifes harus didukung
internasional. halnya pada penerapan inward, pada oleh sistem lain yaitu SAP ekspor,
Untuk mewujudkan ini semua, penerapan outward juga pada awalnya sistem di TPS dan sistem di perusaha-
tentunya hanya dapat dilakukan dengan mengalami berbagai kendala, namun an konsolidasi. Hal pokok yang
penyempurnaan sistem seperti yang dengan segala persiapan yang cukup diharapkan dari sistem ini adalah dapat
saat ini telah dilakukan oleh Direktorat baik dan dukungan yang maksimal dari dilakukanya rekonsiliasi yang tepat dan
Jenderal Bea dan Cukai (DJBC), yaitu para stakeholder, segala permasalahan cepat antara shipper declaration
melalui pertukaran data elektronik yang ada berkaitan dengan SAP selalu (outward manifes) dan trader declara-
(PDE) manifes. Sehingga wujud dicarikan solusi pemecahannya secara tion (PEB),” jelas Imik.
pelayanan otomasi manifes di Kantor cepat dan tepat, sehingga SAP yang
Pelayanan Bea dan Cukai (KPBC) diharapkan pun dapat berjalan dengan TATACARA PENYERAHAN OUTWARD
dapat berjalan dengan baik dan efisien. sempurna.. MANIFES
Setelah pada 1 Agustus 2006, Lebih lanjut Imik menjelaskan, ter-
DJBC memandatorikan pelayanan KONSEP OUTWARD MANIFES kait dengan tatacara penyampaian
inward manifes secara nasional, dan Sebelum berbicara lebih jauh outward manifes, hal ini telah diatur
hingga kini telah berjalan dengan baik, tentang outward manifes, ada baiknya dalam lampiran Peraturan Dirjen nomor
maka sesuai dengan Keputusan kita mengerti dulu apa sebenarnya P-10/BC/2006 tentang tatacata penye-
Menteri Keuangan Nomor 108/PMK.04/ konsep dari outward manifes ini. Untuk rahan dan penatausahaan pemberita-
2006 tentang perubahan atas peraturan konsep SAP PDE manifes ini, baik huan rencana kedatangan sarana
Menteri Keuangan nomor 39/PMK.04/ inward maupun outward pada dasarnya pengangkut, manifes kedatangan sa-
2006 tentang tatalaksana penyerahan memiliki konsep yang sama, yaitu rana pengangkut, dan manifes kebe-
pemberitahuan rencana kedatangan suatu sistem aplikasi prosedur yang rangkatan sarana pengangkut, yaitu :
sarana pengangkut, manifes bertujuan untuk meningkatkan Pertama, penyerahan dilakukan
kedatangan sarana pengangkut dan efektifitas pelayanan dan pengawasan melalui sistem PDE, untuk kantor
manifes keberangkatan saranan kepabeanan terutama yang terkait pabean yang menerapkan sistem PDE
pengangkut, dan juga sesuai dengan dengan ekspor. kepabeanan. Kedua, penyerahan
Peraturan Dirjen Bea dan Cukai Nomor Dengan SAP outward ini diharapkan dilakukan melalui media penyimpan
P-15/BC/2006 tentang perubahan atas dapat dilakukan penyempurnaan sistem data elektronik, untuk kantor pabean
Peraturan Dirjen Bea dan Cukai Nomor administrasi pelayanan dan sistem yang menerapkan sistem pertukaran
P-10/BC/2006 tentang tatacara pengawasan lalu lintas dan pergerakan data dengan media penyimpan data
penyerahan dan penatausahaan barang ekspor. elektronik. Dan ketiga, penyerahan
pemberitahuan rencana kedatangan Menurut Kepala Seksi Intelijen I dilakukan secara manual, untuk kantor
sarana pengangkut, manifes Direktorat Pencegahan dan Penyidikan pabean lainnya.
kedatangan sarana pengangkut, dan (P2), Imik Eko Putro, dalam konsep Dengan ketiga ketentuan tersebut,
manifes keberangkatan sarana sekarang ini, outward manifes bukan maka ada beberapa hal pokok yang

EDISI 385 DESEMBER 2006 WARTA BEA CUKAI 5


LAPORAN UTAMA
WBC/ADI WBC/ADI
barang dalam outward manifes.
Keempat, uraian barang dalam outward
manifes harus dapat menunjukan
klasifikasi sekurang-kurangnya 4 digit
pos HS. Dan kelima, sanksi
keterlambatan penyerahan outward
manifes.
“Dari penjelasan tersebut maka
untuk penerapan outward manifes
dilakukan secara bertahap. Tahap
pertama dilakukan di Tanjung Priok
yaitu dimulai pada 1 Nopember 2006,
selanjutnya di KPBC lainnya pada 1
Desember 2006,” kata Imik.
Suatu sistem yang baik sekalipun
jika tidak didukung oleh stakeholder
tentunya tidak akan berjalan dengan
optimal. Terkait dengan dukungan dan
partisipasi dari stakeholder ini, Imik
menjelaskan pada prinsipnya konsep
outward manifes telah disepakati oleh
seluruh stakeholder, terutama apabila
dilihat dari maksud dan tujuan
diberlakukannya sistem ini.
Hanya saja, saat ini masih
IMIK EKO PUTRO. Untuk terlaksananya fungsi SAP dibicarakan permasalahan teknis Drs. NASAR SALIM, Msi. Pengawasan dari
PDE outward manifes harus didukung oleh sistem pelaksanaan SAP outward dilakukan terhadap
lain, yaitu SAP ekspor, sistem di TPS dan sistem terutama hal-hal pokok yang dijadikan sisdur dan aplikasinya.
di perusahaan konsolidasi.. acuan dari pembangunan sistem ini.
Hal ini tentunya bertujuan agar tidak
diatur dalam outward manifes, outward tentunya tidak terlepas dari
terjadi kendala dalam fungsi sistem dan
diantaranya pertama, pengertian dari kendala-kendala yang dihadapi. Seperti
agar tidak memberatkan pihak-pihak
outward sendiri yang mengalami halnya pada kendala yang dihadapi
yang terlibat dalam sistem ini.
perubahan. Sebelum dilakukannya saat dilakukan uji coba dan sekaligus
Terkait dengan hal tersebut maka,
ketentuan PDE outward manifes, pilot run yang diikuti oleh 6 perusahaan
untuk saat ini masih difokuskan terlebih
outward manifes hanya mencakup shipping line, yaitu PT. Samudera
dahulu untuk Tanjung Priok, sehingga
barang-barang ekspor, sedangkan rapat koordinasi dalam rangkaIndonesia, PT. Tresna Muda Sejati, K-
dalam pengertian yang sekarang Line, Evergreen, PT.APL Indonesia, dan
penerapan sistem ini terus dilakukan
outward manifes merupakan daftar PT. Pilindo Mega Selatan, adalah:
dengan pihak-pihak yang terkait
barang ekspor atau impor yang Waktu pelaksanaan uji coba yang
dengan sistem ini, yaitu shipping line,
diangkut oleh sarana pengangkut pada bertepatan pada bulan Oktober 2006,
forwarder, eksportir, TPS maupun
saat meninggalkan pelabuhan. terdapat libur hari raya yang cukup
perusahaan konsolidasi. Dari hasil
Kedua, tentang kewajiban panjang. Uji coba yang direncanakan
pertemuan tersebut sejauh ini pada
penyerahan outward manifes dan waktu minggu ketiga dan keempat bulan
prinsipnya para pengguna jasa sudah
penyerahannya, yaitu paling lambat siap. Oktober 2006 sepertinya memang
sebelum keberangkatan sarana diperpanjang yaitu sampai minggu
Seperti telah dijelaskan pada awal
pengangkut. Ketiga, pengelompokan pertama bulan Nopember 2006.
tadi, untuk masa transisi penerapan
Penyerahan
Detail dari tatacara penyerahan yang perlu digambarkan disini adalah penyerahan yang outward manifes
dilakukan melalui sistem PDE, yaitu sebagai berikut : sebelum
keberangkatan
Meneliti uraian barang sarana pengangkut,
dalam pos BC 1.1 yang sebelumnya
BUKTI BAYAR adalah 3 x 24 jam
setelah
PNBP keberangkatan.
Untuk memenuhi
Data Outward manifes hal ini shipping line
SISTEM Outward Pejabat yang harus mempersiap-
Pengangkut APLIKASI manifes mengelola kan kelengkapan
PELAYANAN data outward lebih
Bukti Respons bukti manifes awal agar dapat
Bayar penerimaan
bayar segera dikirim ke
PNBP
PNBP (no. & tgl BC 1.1 KPBC sebelum
kapal berangkat.
Kendala dalam
penyiapan data
Bank l Validasi Data
outward ini terutama
l Memberi respon Nomor & masalah closing
tgl BC 1.1 time dan jam kerja
l Rekonsiliasi PEB dengan administrasi ship-
pos BC 1.1 Outward ping line.
Dan pada peng-

6 WARTA BEA CUKAI EDISI 385 DESEMBER 2006


WBC/ADI
isian nomor dan tanggal PEB, karena
ini merupakan hal yang baru dalam
data manifes dan dalam pengisian
nomor dan tanggal PEB ini shipping
line sangat tergantung dari para shipper
(eksportir/agen/forwarder). Sehingga
semua pihak yang terkait dalam proses
pengumpulan nomor dan tanggal PEB
diharapkan dapat melakukan
kerjasama dan komunikasi dengan baik
sehingga proses pengumpulan data
terutama nomor dan tanggal PEB tidak
mengalami kendala.

METODE PENGAWASAN OUTWARD


MANIFES
Pemberlakukan SAP PDE out-
ward manifes, memang diharapkan
dapat menjamin akan data ekspor
yang sebelumnya tidak dapat
dipastikan. Berkaitan dengan hal
tersebut, maka mekanisme
pengawasan yang dilakukan pun kini
menjadi semakin mudah jika
penerapan outward sudah berjalan RAPAT KOORDINASI. Dengan dukungan penuh dari stakeholdel , maka penerapan outward manifes
dengan baik. akan berjalan dengan baik.
Menanggapi persoalan mengenai
mekanisme pengawasan yang terhadap lalu lintas barang impor terutama dalam kelengkapan dan
dilakukan untuk outward manifes ini, maupun ekspor,” ujar Nasar Salim. kebenaran pengisian data PEB,” tutur
menurut Kasubdit Intelijen Direktorat Untuk mengetahui data jumlah Nasar Salim.
Pencegahan dan Penyidikan, Drs. ekspor, menurut Nasar Salim secara Nasar Salim juga berpendapat,
Nasar Salim, Msi, untuk mekanisme detail tidak dapat dilakukan dengan pada prinsipnya SAP-Ekspor dan SAP-
pengawasan baik inward ataupun SAP outward, karena untuk ekspor Outward manifes akan dapat dilakukan
outward pada dasarnya content data sudah ada aplikasinya tersendiri, yaitu apabila kedua sistem tersebut sudah
yang ada memiliki kesamaan, SAP-Ekspor. SAP-Outward merupakan benar-benar stabil termasuk kebenaran
sehingga pengawasannya tidak jauh sistem yang mendukung SAP-Ekspor dan kelengkapan data yang ada dalam
berbeda, hanya saja untuk SAP terutama dalam proses rekonsiliasi, kedua sistem tersebut. Dengan
inward lebih ditekankan untuk yaitu untuk memastikan bahwa integrasi tersebut diharapkan bae cukai
membantu pengawasan impor, terhadap suatu barang yang telah akan mempunyai data ekspor yang
sedangkan untuk SAP outward lebih didaftarkan ekspornya (di-PEB-kan) sudah lengkap dan valid.
kepada pengawasan ekspor. adalah benar-benar telah dimuat dan Dengan demikian, harapan kedepan
“SAP PDE manifes baik inward diberangkatkan. dengan berjalannya sistem outward
maupun outward merupakan salah “Untuk memiliki data ekspor yang manifes dan sudah dilakukannya
satu tools yang digunakan untuk valid DJBC sedang mengadakan upaya integrasi dengan SAP ekspor dan TPS
pengawasan kepabeanan, terutama dalam penyempurnaan SAP-Ekspor dan didukung koneksi antar KPBC
DOK. WBC
maka akan tercipta sistem
komputerisasi administrasi pelayanan
yang baik, dan dengan sistem tersebut
akan sangat membantu sistem
pengawasan terutama dalam analisa
dan penyampaian informasi, yaitu
dilakukan dengan cepat dan akurat,
sehingga sistem pengawasan lalu lintas
barang ekspor/impor akan berjalan
dengan lebih baik dan dapat lebih
menjamin hak-hak serta kepentingan
masyarakat dan negara.
Sehingga diharapkan dengan
sistem ini dapat menjadi salah satu
upaya dalam mencegah terjadinya
kasus-kasus terkait dengan ekspor,
seperti ekspor fiktif.
“Dengan berjalannya sistem ini
termasuk integrasi dengan SAP ekspor
dan TPS dan didukung koneksi antar
KPBC, maka proses analisa dan
penyampaian informasi dapat dilakukan
dengan cepat dan akurat, sehingga
sistem pengawasan akan berjalan
dengan baik dan dapat lebih menjamin
VALIDITAS DATA EKSPOR. Dengan SAP outward manifes dan SAP ekspor diharapkan validitas data hak-hak serta kepentingan masyarakat
ekspor akan benar-benar real . dan negara,” tandas Nasar Salim. adi

EDISI 385 DESEMBER 2006 WARTA BEA CUKAI 7


LAPORAN UTAMA

Sistem Aplikasi
PDE Outward Manifes
SIAP DITERAPKAN
Dalam sistem aplikasi pelayanan (SAP) outward manifes ada lima pihak yang paling dominan,
dan dari masing-masing pihak tersebut telah dilengkapi dengan modul atau aplikasi yang
digunakan, yaitu di Kantor Pelayanan Bea dan Cukai (KPBC), shipping line, freight forwarder,
shipper/eksportir, dan consolidator.

S
etelah penerapan SAP inward hampir sama ini selain dapat mendu- PROSES PENTAHAPAN SAP OUTWARD
manifes secara nasional berjalan kung sistem pelayanan menjadi lebih MANIFES
dengan baik, kini Direktorat Jen- efisien juga pengawasan akan barang- Dengan diterapkannya sistem out-
deral Bea dan Cukai (DJBC) kembali barang baik yang masuk dan keluar ward manifes secara mandatory pada 1
menerapkan SAP pertukaran data pun jauh lebih efektif. Nopember 2006 di pelabuhan Tanjung
elektronik (PDE) outward manifes. Karena perbedaan yang mendasar Priok sebagai pilot project-nya, dalam
Sistem baru untuk pelayanan ekspor dari kedua sistem ini hanya pada perkembangannya hingga kini telah
yang hingga kini telah berjalan dengan penyerahan dokumennya saja, yaitu menunjukan kemajuan yang cukup
baik, diharapkan dapat lebih untuk inward manifes berisikan daftar signifikan, hal ini dapat tergambar dari
mendukung terhadap sistem pelayanan muatan barang niaga yang diberitahu- sosialisasi yang terus dilakukan kepada
ekspor maupun sistem pengawasan kan oleh pengangkut atas sarana para pihak terkait yang secara nyata
terhadap barang-barang ekspor, dima- pengangkut yang memasuki kawasan sangat mendukung sistem baru terse-
na DJBC sebelumnya tidak melakukan pabean, dan diserahkan kepada bea but, yang secara aktif pula memberikan
pengawasan yang mendalam seperti cukai sebelum muatan dalam kapal masukan dan mendiskusikan setiap
halnya barang impor. tersebut dibongkar. Sedangkan untuk persoalan yang mereka temui terutama
Dengan penerapan dua sistem outward, berisikan daftar muatan yang berkaitan dengan sistem aplikasi
aplikasi ini (inward dan outward), DJBC barang niaga yang diberitahukan oleh yang digunakan.
diharapkan dapat menjalankan fungsi- pengangkut atas sarana pengangkut Untuk mendukung penerapan ini,
nya dengan lebih baik lagi, karena yang akan meninggalkan kawasan memang sistem aplikasi yang
kedua sistem yang memiliki karateristik pabean, sebelum kapal berangkat. digunakan juga telah dilakukan dengan
melalui proses pentahapan, baik
WBC/ATS
dengan penetapan jumlah stakeholder
hingga penetapan jumlah hari/waktu
yang dilalui dalam proses piloting.
Menurut Kepala Seksi Sistem Otomasi
Aplikasi Ekspor Direktorat Informasi
Kepabeanan dan Cukai, Jamin, sesuai
dengan Peraturan Direktur Jenderal
Bea dan Cukai No.P-10/BC/2006
tanggal 16 Juni 2006 dan No.P-15/BC/
2006 tanggal 25 Agustus 2006,
dinyatakan bahwa penerapan manda-
tory pelayanan outward manifes pada 1
Nopember 2006 untuk KPBC Tanjung
Priok dan 1 Desember 2006 mandatory
pelayanan outward manifes secara
nasional.
Untuk itu, penerapan SAP outward
manifes pada KPBC Tanjung Priok
telah dilakukan beberapa persiapan,
diantaranya persiapan sistem aplikasi
yang harus dipasang pada kantor
pelayanan, pendistribusian beberapa
modul yang harus dipasang di masing-
masing stakeholder, persiapan jaringan
komunikasi antara stakeholder dengan
kantor pelayanan, penyuluhan/
sosialisasi kepada shipping line, freight
forwarder, consolidator dan shipper/
SEBELUM KEBERANGKATAN KAPAL. Kini KPBC akan menerima outward manifes sebelum keberangkatan eksportir secara intensif, pelatihan
kapal meninggalkan kawasan pabean. pengoperasian sistem aplikasi baik di

8 WARTA BEA CUKAI EDISI 385 DESEMBER 2006


WBC/ATS
kantor pelayanan ataupun di perusaha- stakeholder keluhan yang mereka utara-
an, dan menyediakan posko manifes kan umumnya terletak pada penerapan
yang berfungsi untuk menerima perma- penyerahan dokumen, sementara untuk
salahan yang terkait dan memberikan keluhan sistem hingga kini tidak
penyelesaiannya. dipersoalkan karena terus mengalami
“Adapun penerapan menuju manda- perbaikan. Menanggapi hal tersebut,
tory SAP manifes telah dilakukan de- Jamin menyatakan sebenarnya tidak ada
ngan melalui proses pentahapan, baik perubahan yang mendasar pada
dengan penetapan mengenai jumlah peraturan di bea cukai terkait penyerahan
stakeholder yang dilibatkan dalam uji- outward tersebut, yang sebenarnya hanya
coba/piloting, maupun penetapan sekedar menegakkan ketentuan yang
jumlah hari/waktu yang dilalui dalam selama ini belum optimal.
proses piloting tersebut. Sedangkan Misalnya, sesuai Kep Dirjen No. Kep-
kegiatan monitoring dan evaluasi selalu 151/BC/2003 dan No. Kep-152/BC/2003,
dilakukan di posko manifes, baik yang pada bagian pembetulan/perubahan data
ada di kantor pelayanan atau kantor pu- PEB, dinyatakan bahwa pembetulan data
sat (DIKC) untuk mengetahui perkem- PEB mengenai jenis dan atau jumlah dan
bangan lebih lanjut,” jelas Jamin. atau harga barang dapat dilayani
sepanjang barang ekspor belum dimuat
MODUL OUTWARD ke sarana pengangkut. Dan sesuai
Lalu bagaimana dengan modul yang Undang-Undang nomor 10 tahun 1995
digunakan pada sistem outward manifes tentang Kepabeanan, pada pasal 11
ini, apakah sama dengan modul yang dinyatakan bahwa pengangkut pada saat
digunakan pada sistem inward manifes? sarana pengangkutnya akan
JAMIN. Tidak ada perubahan yang mendasar pada
Menurut Jamin, dalam SAP outward mani- peraturan di bea cukai terkait dengan penyerahan meninggalkan kantor pabean dengan
fes ada lima pihak yang paling dominan, outward manifes. tujuan keluar daerah pabean, wajib
dan pada masing-masing pihak ini telah memberitahukan barang-barang yang
dilengkapi dengan modul atau aplikasi sehingga memungkinkan dilakukan perba- diangkutnya dengan menggunakan
yang digunakan, yaitu pada KPBC dipa- ikan, dalam hal demikian, sebelum dilaku- pemberitahuan pabean.
sang inhouse aplikasi outward manifes kan perbaikan maka dilakukan pemberita- “Jika dilihat dari bisnis proses yang
untuk pelayanan dengan sistem PDE, dis- huan kepada stakeholder mengenai waktu ada, khususnya untuk pelayanan do-
ket atau manual (SAP outward manifes). kapan pelayanan aplikasi akan dimatikan. kumen dan pergerakan barang, sebe-
Pada shipping line dilengkapi dengan Jika gangguan menyangkut komunikasi narnya tidak ada perubahan yang
modul sarana pengangkut untuk entry elektronik (sistem PDE) maka pelayanan begitu prinsip. Yang berubah adalah
data dan penggabungan data outward akan dibuat dengan menggunakan sistem menyangkut penyesuaian/sinkronisasi
manifes dari partner atau shipping line pelayanan media disket atau media waktu pelayanan di masing-masing
lainnya, atau penggabungan data pecah lainnya, jika kedua sistem tersebut tidak perusahaan atau para pelaku bisnis,
BL/pos dari freght forwarder. Para freight dapat dilakukan, maka pelayanan dilaku- dan penegakan kedisiplinan/ budaya
forwarder, dilengkapi dengan Modul Entry kan secara manual. kerja terkait dengan penyerahan
untuk pemecahan BL/pos. Shipper/ Kedua, bilamana kerusakan terjadi outward manifes sebelum keberangkat-
eksportir dilengkapi dengan Modul PEB secara mendadak atau tidak diketahui/ an alat pengangkut,” papar Jamin.
untuk pembuatan dan pengiriman data tidak memungkinkan dan menyebabkan
PEB ke KPBC, baik dengan sistem PDE tidak terkirimnya respon/ketidakpastian KENDALA
atau disket. Sedangkan untuk para dalam hal pelayanan, maka akan diatur Lebih lanjut Jamin menjelaskan,
consolidator ‘akan’ dilengkapi dengan lebih lanjut dalam peraturan. saat ini ada beberapa kendala yang
Modul pemberitahuan konsolidasi barang Namun demikian, dari beberapa dirasakan cukup berat terutama yang
ekspor (PKBE) untuk pembuatan dan sosialisasi yang dilakukan kepada para terkait dengan bisnis proses kegiatan
pengiriman data PKBE ke KPBC. WBC/ADI ekspor, yaitu dokumen PEB dan ship-
Sedangkan keterlibatan PT. EDI Indone- ment barang ekspor volumenya paling
sia, adalah selaku penyedia jaringan untuk besar jatuh pada hari Jum’at, Sabtu dan
komunikasi antar pihak terkait tersebut. Minggu, tetapi beberapa stakeholder
Sementara itu dari hasil piloting yang justru tidak menerima pelayanan
dilakukan beberapa waktu yang lalu, dokumen dikarenakan hari libur, yang
memang masih terdapat beberapa mengakibatkan penyerahan outward
kendala. Namun demikian kendala manifes tidak dapat tepat waktu.
tersebut dapat diatasi dengan baik, karena Selain itu, kendala yang lain adalah
modul yang telah dipergunakan akan sinkronisasi waktu kerja di antara
selalu dilakukan perbaikan sesuai dengan stakeholder belum maksimal, sehingga
kebutuhan yang ada, baik karena masih berakibat terlambatnya penyerahan S/I
adanya bug (kesalahan) program, (shipping instruction)ke shipping line,
maupun belum sesuainya dengan belum adanya ketentuan mengenai
kebutuhan yang ada, dan modul versi mekanisme perubahan outward mani-
terakhir yang merupakan hasil perbaikan fes (redres), belum adanya ketentuan
akan diberitahukan dan di distribusikan mekanisme pengiriman data pecah B/L
kepada para stakeholder melalui media atau pos oleh forwarder (langsung ke
tercepat yaitu website PT. EDI Indonesia, bea cukai atau lewat shipping line), dan
website bea cukai maupun mailing list. masih adanya kekhawatiran akan ada-
Jika berbicara soal kerusakan sistem, nya denda terkait dengan perubahan
pada dasarnya secara teknis kerusakan outward manifes atau redres.
pada sistem aplikasi dapat digolongkan Dengan adanya penerapan sistem
dalam dua jenis, pertama, kerusakan yang CERAH BANGUN. Diharapkan rekonsiliasi outward outward manifes diharapkan dapat
didahului dengan adanya indikator awal dan PDE PED dapat cepat terealisasi. mencegah terjadinya ekspor fiktif dan

EDISI 385 DESEMBER 2006 WARTA BEA CUKAI 9


LAPORAN UTAMA
WBC/ATS
data yang diberikan memang benar-
benar valid. Pertanyaan yang muncul
adalah, akankan sistem yang
diterapkan saat ini untuk outward
manifes dapat menjamin kevalidan data
tersebut? Menurut Jamin, dengan
penerapan SAP PDE outward manifes
ini, validitas data ekspor dalam PEB
akan lebih baik, karena data PEB akan
dapat dibandingkan dengan data
outward manifes, baik dari sisi materi
data maupun dari sisi proses pelayanan
yang saling terkait. Dengan adanya
data pembanding tersebut akan
diketahui validitas data ekspor tersebut.
Selain itu, pihak pengawasan akan
lebih mudah melakukan kontrol/
pengawasan berdasarkan sumber data
PEB dan outward manifes yang sudah
diterima secara elektronik. Dan jika sistem
outward manifes telah di intergrasikan
dengan SAP ekspor, maka aplikasi akan
dapat melakukan rekonsiliasi secara
otomatis berdasarkan beberapa elemen MODUL. Modul yang telah digunakan akan selalu dilakukan perbaikan sesuai dengan kebutuhan yang ada..
yang sama (dapat dibandingkan) yang
meliputi nomor dan tanggal PEB, nomor Namun demikian Cerah Bangun sumber atau bagian dari pengawasan
kontainer dan elemen data lainnya. menambahkan, kendati telah mandatory, kita,” harap Cerah Bangun.
sistem outward belum terintegrasi antara Penerapan sistem outward manifes
MEKANISME PENGAWASAN MENJADI outward manifes dengan dokumen penge- memang mutlak harus dilakukan dan
LEBIH EFEKTIF luaran barang atau rekonsiliasi, untuk itu dijalankan di negara ini, karena dengan
Sementara itu menurut Kepala Seksi diharapkan rekonsiliasi tersebut dapat sistem outward manifes diharapkan
Pencegahan dan Penyidikan (P2) KPBC dengan cepat terealisasikan sehingga negara ini memiliki data ekspor yang real
Tipe A Khusus Tanjung Priok III, Cerah PEB benar-benar menunjuk pada pos-pos dan dapat digunakan sebagai acuan bagi
Bangun, dengan penerapan outward di manifes tersebut. penentu kebijakan ekonomi nasional.
manifes ini, mekanisme pengawasan Selain hal tersebut, sistem pelayanan Dengan dimandatorykannya SAP PDE
menjadi lebih efektif dan efisien, karena juga akan semakin efisien mulai dari SDM, outward manifes pada KPBC Tanjung
dari yang tadinya tiga hari setelah kapal biaya, tenaga dan kecepatan. Untuk SDM Priok mulai 1 Nopember 2006, semua ap-
berangkat, kini penyerahan outward yang ada khususnya di unit P2, selama ini likasi sudah berjalan dengan baik. Sehing-
diserahkan sebelum kapal berangkat harus merekonsiliasi antara PEB dengan ga aplikasi yang sudah berjalan di KPBC
dengan demikian analisa intelijen juga outward manifes, dan itu dilakukan secara Tanjung Priok ini dapat di instal ke KPBC
akan semakin akurat dan cepat. manual. Dapat dibayangkan dengan lainnya untuk penerapan mandatory pada
“Jika ada pemberitahuan barang yang jumlah SDM yang besar pun jika harus 1 Desember 2006 secara nasional.
tidak sesuai dengan dokumen yang ada, menutup pos BC. 1.1 tidak akan selesai Dengan diterapkannya outward
adanya barang larangan pembatasan dan melakukannya. Maka dengan penerapan manifes secara nasional, memang setiap
pelanggaran kepabeanan lainnya, maka outward manifes kendala tersebut dapat penerapan sistem baru pada awal-awal
dengan sistem outward ini kita akan men- diatasi dengan baik. penerapannya sudah pasti banyak
jadi lebih cepat mengetahuinya. Selain itu “Sebagai user kami berharap secepat- ditemukan kendala, karena sistem yang
yang lebih penting lagi dengan sistem nya diterapkan integrasi outward manifes baru tersebut akan berpengaruh terhadap
outward manifes ini maka data ekspor dengan sistem EDI PEB sehingga dengan kebiasaan atau kultur budaya kerja yang
akan benar-benar menggambarkan cepat dapat terekonsiliasi, dan begitu ada selama ini berjalan. Berdasarkan
realisasi ekspor,” kata Cerah Bangun. yang tidak terekonsiliasi dapat menjadi pengalaman beban psikologis yang paling
FOTO : ISTIMEWA
menonjol terutama pada saat menghadapi
masa transisi yang agak membingungkan
dan memerlukan waktu yang agak lama.
Karena perubahan ini merupakan
lompatan yang sangat besar dari sistem
manual kemudian menjadi elektronik,
maka hal ini sangat wajar terjadi dimana
setiap proses pasti memerlukan waktu
transisi. Dan kendala akan muncul dan
berkurang seiring dengan kesiapan dan
pemahaman semua pihak, untuk itu yang
paling penting dalam masa transisi terse-
but adalah selalu adanya komunikasi/
sosialisasi intensif antara DJBC dengan
seluruh stakeholder sehingga
permasalahan dapat dicarikan solusinya.
Monitoring dan evaluasi harus
selalu dilakukan sehingga kekurangan-
kekurangan dapat diketahui secara dini
REALISASI EKSPOR. Dengan penerapan outward manifes diharapakan realisasi ekspor dapat benar- dan penyelesaian dapat dilakukan
benar terwujud.. secepat mungkin. adi

10 WARTA BEA CUKAI EDISI 385 DESEMBER 2006


MODUL PENGANGKUT SEBAGAI
SARANA PENYAMPAIAN DATA
OUTWARD MANIFEST
Oleh: Johan Pratyaksono – PT. EDI Indonesia
Setelah berhasil menerapkan inward manifest secara nasional, maka sejak 1 November 2006
mulai diberlakukan ouward manifest (manifest keberangkatan) di KPBC Tanjung Priok yang
sekaligus merupakan persiapan untuk penerapan secara nasional.

P Form Isian Dokumen PEB


ada WBC edisi september telah Pengguna Modul Gambar 2.
penulis jelaskan tetang Modul Pengangkut biasanya agak
Pengangkut khususnya fungsi- kesulitan membedakan
fungsi untuk menyiapkan data inward kelompok no.1 dan no. 2.
manifest. Kali ini penulis hanya akan Kelompok no.1 adalah
menambahkan penjelasan fungsi-fungsi adalah barang ekspor yang
terkait dengan outward manifest. PEB-nya didaftarkan di
KPBC yang sama dengan
PENGELOMPOKAN POS OUTWARD KPBC tempat pemberita-
MANIFEST huan Outward Manifest.
Menyesuaikan dengan peraturan Sedang kelompok kedua
yang berlaku, setiap pos manifest adalah barang ekspor yang
outward dikelompokkan sebagai berikut PEB-nya didaftarkan di
: KPBC lain. Sebagai
1. Barang Ekspor yang didaftar dan ilustrasi dapat digambarkan
dimuat di KPBC setempat sebagai berikut :
2. Barang Ekspor (dari KPBC lain) Kelompok no. 1 : Barang
yang dimuat di KPBC setempat Ekspor dengan PEB yang didaftarkan di KEWAJIBAN PENCANTUMAN NO./TGL.
3. Barang Ekspor Angkut Lanjut KPBC Tanjung Priok, Outward Manifest PEB DALAM OUTWARD MANIFEST
4. Barang Ekspor Angkut Terus diberitahukan di KPBC Tanjung Priok. Form isian pos manifest outward da-
5. Barang Impor Angkut Lanjut Kelompok no. 2 : Barang Ekspor lam Modul Pengangkut sedikit berberbeda
6. Barang Impor Angkut Terus dengan PEB yang didaftarkan di KPBC dari form isian pos manifest inward,
7. Barang Diangkut Melalui Luar Bandung, Outward Manifest terutama adanya tambahan form isian
Daerah Pabean diberitahukan di KPBC Tanjung Priok No./Tgl. PEB di setiap pos-nya. Pengisian
8. Container Kosong (Barang dimuat di Tanjung Priok) No./Tgl. PEB ini dilakukan secara terpisah
dari form pengisian pos manifest, karena
Gambar 1. Form Isian Pos Outward Manifest dimungkinkan adanya lebih dari satu PEB
dalam setiap pos manifest outward. Untuk
lebih jelasnya silahkan lihat gambar form
isian pos manifest outward dan no./tgl.
PEB. (Gambar 1)
Setelah melakukan pengisian data
pos manifest secara lengkap, maka
dilanjutkan dengan pengisian no./tgl.
PEB yang berhubungan dengan pos
manifest tesebut dengan meng-klik
tombol “Dokumen Pabean”, sehingga
muncul isian seperti Gambar 2.
Untuk menambahkan (merekam)
dokumen PEB, klik tombol “tambah
data” (lihat gambar), kemudian pilih
jenis dokumen (untuk outward mani-
fest pilih PEB-BC 3.0 ). Selanjutnya
isikan kode KPBC tempat pendaftaran
PEB serta No. dan Tanggal. PEB.
Setelah isian lengkap, klik tombol
“simpan data”, maka apa yang telah
diisikan akan masuk ke dalam daftar /
list. Ulangi langkah diatas untuk
memasukkan data PEB yang lain jika
data lebih dari satu. (Gambar 2)
(Johan Pratyaksono-Senior Consultan)
PT. EDI Indonesia

EDISI 385 DESEMBER 2006 WARTA BEA CUKAI 11


LAPORAN UTAMA

Budaya Jam Kerja


Menjadi Persoalan Mendasar
Ketentuan penyerahan outward manifes sebelum kapal berangkat hingga kini masih menjadi
persoalan yang cukup serius antara shipper dan shipping line, perbedaan budaya jam kerja kedua
pihak tersebut, kini menjadi penentu akan kelancaran arus barang ekspor.

P
emberlakuan outward manifes Menteri Keuangan Nomor 108/KMK.04/ Sementara itu pihak shipper yang
secara mandatory di pelabuhan 2006 tentang perubahan atas peraturan memang memiliki jam kerja tujuh hari
Tanjung Priok, saat ini sudah Menteri Keuangan nomor 39/KMK.04/ dalam satu minggu, merasa keberatan
berjalan dengan baik kendati masih 2006 tentang tatalaksana penyerahan jika pada hari libur tersebut pihak
ditemukan beberapa kendala di pemberitahuan rencana kedatangan shipping line tidak dapat melayani
lapangan. Terhadap beberapa kendala sarana pengangkut, manifes kedatang- kegiatan ekspor mereka.
tersebut, pihak Direktorat Jenderal Bea an sarana pengangkut dan manifes Akan persoalan tersebut, pihak
dan Cukai (DJBC) juga telah berupaya keberangkatan sarana pengangkut. DJBC juga telah berupaya agar kedua
keras agar dapat dengan cepat Dalam peraturan tersebut, tepatnya pihak tersebut dapat mencari jalan
menyelesaikannya sehingga pelayanan yang dituangkan pada pasal 5 ayat 2, keluar yang menguntungkan bagi
dapat berjalan dengan lancar kembali. disebutkan kewajiban menyerahkan kedua pihak, hal ini dilakukan dengan
Untuk permasalahan sistem, pihak pemberitahuan sebagaimana dimaksud cara mengundang kedua pihak untuk
stakeholder hingga kini juga tidak pada ayat (1), dilaksanakan paling duduk bersama-sama dan mencari
terlalu mempersoalkannya, karena dari lambat sebelum keberangkatan sarana solusi yang tepat bagi kelangsungan
pihak PT. EDI Indonesia sebagai pengangkut. Secara prosedur, dan kelancaran kegiatan ekspor.
penyedia jaringan untuk komunikasi kebijakan ini sebenatnya tidak menjadi
antara pihak-pihak terkait, juga telah persoalan dari masing-masing pihak, EKSPORTIR PRODUSEN DENGAN
berupaya keras menyempurnakannya seperti Kantor Pelayanan Bea dan PELAYANAN KHUSUS
sekaligus memperbaiki jika terjadi Cukai (KPBC), shipping line, freight Menurut Senior Manager PT.
trouble pada sistem tersebut. forwarder, shipper/eksportir, dan SANYO Electronics Indonesia, D.
consolidator, mereka mendukung Fitriandi, sebagai eksportir produsen
BUDAYA JAM KERJA YANG BERBEDA secara penuh akan kebijakan tersebut. pihaknya sangat mendukung dengan
Namun demikian ada satu Hanya saja, beberapa pihak seperti penerapan outward manifes ini, namun
persoalan yang hingga kini masih alot shipper dan shipping line, merasa demikian pemberlakuan yang terkesan
untuk diperdebatkan, yaitu persoalan sangat keberatan. Seperti halnya terburu-buru ini dapat menyebabkan
budaya jam kerja antara pihak shipper shipping line, mereka harus mengubah terganggunya proses produksi mereka
dan shipping line. Persoalan utama budaya jam kerja yang tadinya hanya yang selama ini telah berjalan sesuai
tersebut sebenarnya berawal dari ke- lima hari dalam satu minggu kini harus dengan ketentuan waktu yang
tentuan yang tertuang dalam Peraturan full tujuh hari dalam satu minggu. ditetapkan oleh pihak buyer.
“Dengan diterapkannya penyerahan
WBC/ATS
dokumen sebelum kapal berangkat, hal
ini sebenarnya tidak menjadi soal. Yang
menjadi persoalan bagi kami adalah
adanya perbedaan budaya jam kerja
antara kami sebagai shipper dengan
pihak shipping line, untuk kami masalah
waktu itu sangat berharga sekali dan
produksi kami itu biasanya akan
meningkat pada hari Jum’at, Sabtu, dan
Minggu. Sementara pihak shipping line
pada hari itu umumnya libur, masak
kami tidak bisa ekspor hanya gara-gara
shipping line libur, kan ini akan
mengganggu kelancaran ekspor kami,”
ujar Fitriandi.
Akan hal tersebut pihak Sanyo juga
telah melakukan pertemuan dengan
seluruh shipping line yang mereka
gunakan, agar mereka mau menambah
jam kerja pada hari libur tersebut
sehingga kegiatan produksi meraka
dapat tetap berjalan dengan lancar.
“Satu hal yang juga perlu kami
sampaikan, yaitu kami sebagai
MASIH DIPERDEBATKAN. Waktu penyarahan dokumen setelah kapal berangkat, kini masih alot eksportir produsen sebenarnya tidak
diperdebatkan (foto diambil saat evaluasi penerapan outward manifes di KPBC Tanjung Priok). perlu dikhawatirkan oleh pihak bea

12 WARTA BEA CUKAI EDISI 385 DESEMBER 2006


WBC/ADI WBC/ADI
& Products Delivery Control Dept.
Production Planning Control Div. PT.
Indonesia EPSON Industry,
Hasanuddin. Untuk pelaksanaan
outward pihaknya juga sangat setuju,
namun dalam pelaksanannya yang
bertujuan untuk menghilangkan ekspor
fiktif itu sangat memberatkan pihak
eksportir produsen.
Selain itu, perbedaan budaya jam
kerja antara eksportir dengan shipping
line juga dirasakan sangat
memberatkan. Sama dengan SANYO,
Epson juga mempunyai waktu produksi
yang meningkat pada hari Jum’at,
Sabtu dan Minggu, dan ini semua tidak
dapat diekspor hanya karena pihak
shipping line libur.
“Ekspor kami dalam satu hari
mencapai 80 kontainer, jika satu
kontainer saja kami tidak dapat ekspor
hanya karena libur, tentunya kerugian
yang kami derita juga cukup besar, lagi
D. FITRIANDI. Setiap kebijakan yang akan pula untuk menghilangkan ekspor fiktif TRESNA PARDOSI. Penyerahan
diterapkan hendaknya dikomunikasikan terlebih seyogyanya bea cukai juga memilah- dokumen lebih efektif jika diberikan
dahulu dengan stakeholder. milah mana yang produsen dan mana setelah kapal berangkat.
yang bukan. Buat apa kami dapat
cukai, karena kami disini juga penerima fasilitas kawasan berikat yang Tresna Pardosi, pihak shipping line
fasilitas kawasan berikat karena ekspor memeriksa setiap kedatangan dan saat ini sangat mendukung dengan
kami dalam satu bulan mencapai 300 keberangkatan barang kami, buat apa diterapkannya outward manifes, namun
kontainer dan setiap barang yang kami di audit jika melakukan ekspor demikian untuk pelaksanaannya
masuk dan keluar juga terlebih dahulu fiktif, hal ini tentunya sangat dirasakan sangat tergesa-gesa bahkan
diperiksa oleh hanggar yang ada disini. bertentangan sekali dengan fasilitas terkesan dipaksakan. Hal ini
Jika pelaksanaan outward untuk yang selama ini kami terima,” kata menurutnya dapat dilihat dari
mencegah ekspor fiktif, ya jangan kami Hasanuddin. pelaksanaan uji coba dengan waktu
yang besar ikut dicurigai, buatlah suatu Baik Fitriandi maupun Hasanuddin yang sangat minim sekali, padahal
sistem tersendiri yang menjaring ekspor memang telah mencoba berbicara ketika inward akan diterapkan masa
fiktif namun tidak merugikan eksportir dengan pihak shipping line agar ujicobanya cukup lama sehingga para
produsen yang notabene nya juga mereka diberikan waktu khusus agar operator pelayaran juga memiliki waktu
sebagai investor di negara ini dengan produksi meraka tidak terganggu, dan yang cukup untuk mempersiapkannya.
nilai investasi yang cukup besar,” saran menurut mereka hal ini dapat “Kendala di ekspor sebenarnya jauh
Fitriandi. diselesikan dengan baik walau lebih rumit ketimbang di impor, untuk
Keluhan yang sama juga memerlukan biaya yang tidak sedikit. ekspor data yang jelas dan real itukan
diutarakan oleh Asst. Manager Customs Satu persoalan yang juga menjadi datangnya dari shipper sedangkan
WBC/ADI
kendala saat ini bagi pihak shipper WBC/ATS
adalah adanya ketentuan sanksi yang
harus mereka bayar jika terjadi
kesalahan maupun ketidak lengkapan
dokumen. Dengan ketentuan sanksi
tersebut pihak shipping line seakan-
akan panik sehingga para eksportir baik
produsen maupun umum diwajibkan
satu hari sebelum kapal berangkat
sudah harus menyelesaikan
dokumennya.
“Ini lebih bahaya lagi, karena
produksi kami banyak di penghujung
minggu, jika shipping line libur,
sementara kami melakukan ekspor di
hari Sabtu, apa S/I kami sudah harus
kami serahkan Jum’at, padahal hari itu
produksi kami masih terus berjalan, jadi
jangan hanya gara-gara ada sanksi dan
mereka libur kami dipaksa
menyerahkan S/I yang sebenarnya
masih dalam produksi,” protes Fitriandi.

SHIPPING LINE DUKUNG JAM KERJA


SHIPPER
HASANUDDIN. Jangan hanya karena perbedaan Menanggapai keluhan akan kedua FERRY. IT kami telah siap untuk
budaya jam kerja, kegiatan ekspor kami jadi hal tersebut, menurut Operation kebijakan baru ini, namun jam kerja
terganggu. Manager PT. Pilindo Megah Selatan, kami perlu penyesuaian.

EDISI 385 DESEMBER 2006 WARTA BEA CUKAI 13


LAPORAN UTAMA

kami shipping line hanya menerima akan jauh lebih baik jika diserahkan waktu untuk mulai diterapkannya sanksi
saja, setelah itu baru kami sharp setelah kapal berangkat. tersebut, karena jika yang berbicara
(perjelas-red) ke bea cukai, jika data itu “Kami juga telah menambah jam hanya pimpinan saja sementara tidak
belum lengkap padahal waktu kerja kami di hari sabtu dan minggu, dituangkan kedalam kebijakan, maka
penyerahannya sebelum kapal memang ini membutuhkan biaya yang hal tersebut akan menyulitkan banyak
berangkat, ini sangat memberatkan tidak sedikit, namun demikian demi pihak, karena petugas di lapangan
sekali,” ujar Tresna. kelancaran arus barang ekspor akan tetap mengacu pada keputusan
Selain hal tersebut, Tresna juga khususnya dari eksportir produsen kami yang ada sementara yang mengatur
menyatakan kalau dengan outward memberikan pelayanan khusus kepada kebijakan tersebut belum ditetapkan
manifes ini belum tentu kegiatan ekspor mereka,” jelas Tresna. secara pasti.
menjadi lancar, dan ini juga menjadi Senada dengan Tresna, Assistant Penerapan outward manifes
beban bagi pihak shipping line karena Manager EDP Departement PT. “K” Line memang mutlak harus dijalankan,
kalau sebelum outward diberlakukan Indonesia, Ferry, menyatakan namun kesan terburu-buru tetap
dokumen dalam waktu 24 jam masih perbedaan budaya jam kerja memang menjadi image bagi pihak stakeholder.
belum lengkap, kini sebelum kapal menjadi persoalan yang cukup Akan hal tersebut, pihak eksportir
berangkat dokumen tersebut sudah mendasar kali ini, seakan-akan diburu produsen menyarankan agar pihak bea
harus lengkap, kelengkapan ini waktu antara shipping line dan shipper, cukai mau berkomunikasi terlebih
tentunya juga membutuhkan proses. maka penyerahan dokumen atau S/I dahulu dengan pihaknya sebelum
Jadi yang ideal adalah setelah kapal (shipping Intructions)dilakukan sesuai kebijakan ini diterapkan. Karena seperti
berangkat, baru data akan lengkap dan dengan aturan yang ada. halnya saat ini, keluhan justru muncul
real. “Saat ini kami masih menyesuaikan bukan karena sistem dan prosedurnya,
Jika kelengkapan dokumen dengan pihak shipper, namun kedepan yang menjadi masalah justru pada hal-
diserahkan setelah kapal berangkat, nanti kami juga mengharapkan hal yang sebelumnya tidak terpikirkan
tentunya akan jauh dari tujuan outward kerjasama yang lebih baik lagi oleh pihak bea cukai.
yang menghendaki dengan penyerahan sehingga untuk eksportir produsen “Kami sebenarnya ingin diajak
lebih awal, maka akan mencegah akan diberikan pelayanan khusus,” ujar berdiskusi bersama dulu sebelum
terjadinya ekspor fiktif. Menanggapai Ferry. kebijakan ini ditetapkan, bukan maksud
hal tersebut, Tresna berpendapat justru Lebih lanjut Ferry menjelaskan, kami ingin memasukan kepentingan
dengan kelengkapan dokumen setelah kesiapan yang dilakukan oleh pihaknya kami di kebijakan tersebut, namun yang
kapal berangkatlah bea cukai baru memang hingga kini telah berjalan mengetahui bisnis proses yang kami
akan mengetahui secara real data sesuai dengan rencana, dan akan jalani, kan kami sendiri, sehingga
ekspor tersebut. Selain itu jika sebelum kebijakan ini pihaknya juga sangat jangan sampai apa yang sudah menjadi
kapal berangkat kemungkinan adanya mendukung sekali. Khusus berkaitan kebijakan justru akan memberatkan
nota pembetulan akan sering terjadi dengan teknologi informasi yang kami sebagai stakeholder bea cukai,”
dan itu tentunya juga akan menambah dibebankan kepada pihak shipping line, kata Fitriandi.
pekerjaan baru bagi bea cukai. hal tersebut tidak menjadi persoalan, Penetapan waktu memang tidak
Berkaitan dengan budaya jam kerja karena untuk menjadi lebih baik menjadi persoalan bagi bea cukai,
yang berbeda antara shipping line memang membutuhkan suatu biaya selagi dokumen diserahkan sebelum
dengan shipper, Tresna juga dan rela untuk meninggalkan kebiasaan kapal berangkat, itu masih dapat
memahami akan keluhan yang lama (manual-red). diterima. Namun pihak lain justru
disampaikan oleh pihak ekportir, Menanggapi masalah sanksi yang merasa panik, karena dengan
menurutnya dimasa transisi ini memang dikeluhkankan oleh pihak shipper, baik kebijakan ini akan muncul nota
segala sesuatu dapat menjadi kendala, Tresna maupun Ferry juga berpendapat pembetulan yang banyak dan harapan
namun demikian dirinya tetap sama, menurutnya pihak bea cukai akan kelancaran yang sebelumnya
berprinsip kalau kelengkapan dokumen seharus telah menetapkan kapan batas didengungkan justru akan sebaliknya,
barang akan terhambat karena
WBC/ATS
penetapan waktu yang ditafsirkan
berlainan antara stakeholader dengan
stakeholder yang lainnya.
Upaya sosialisasi dan evaluasi kini
terus dilakukan oleh bea cukai,
penjelasan akan perbedaan budaya
jam kerja, pengenaan sanksi dan
pengertian penetapan waktu, terus
dilakukan penjelasan agar masing-
masing pihak dapat menerima dan
kebijakan yang telah ditetapkan akan
berjalan dengan baik.
Dengan penerapan SAP PDE
outward manifes diharapkan negara ini
mempunyai kejelasan akan jumlah dan
nilai ekspor, namun di masa transisi ini
kendala demi kendala memang kerap
timbul. Namun demi terciptanya sistem
pelayanan yang prima semua hal
tersebut harus dihadapi dengan
kebersamaan dan kesatuan persepsi,
sehingga apa yang menjadi tujuan dari
kebijakan ini dapat terwujud dan
negara ini tidak diributkan lagi baik
DUDUK BERSAMA. Pihak shipping line dan shipper duduk bersama menyelasaikan persoalan waktu soal data maupun nilai ekspor yang
penyerahan dokumen, yang ditengahi oleh pihak bea cukai. sesungguhnya. adi

14 WARTA BEA CUKAI EDISI 385 DESEMBER 2006


WAWANCARA

ERLANGGA MANTIK
Direktur Pencegahan Dan Penyidikan

“Sistem
Outward
Manifes
Akan
Menjamin
Akurasi
Data
Ekspor”
Setelah sistem inward manifes
berjalan dengan baik, kini Direk-
torat Jendaral Bea dan Cukai
(DJBC) juga telah menerapkan
sistem outward manifes yang
mulai dimandatorikan pada 1
Nopember 2006 lalu di pelabuh-
an Tanjung Priok, dan akan
dimandatorikan secara nasional
pada 1 Desember 2006 ini.
Sebagaimana sistem inward,
pada sistem outward manifes
juga memiliki berbagai keuntung-
an dalam menjalankan fungsi
pelayanan dan pengawasan yang
dilakukan oleh DJBC. Adanya
kegiatan ekspor fiktif yang sangat
merugikan negara, diharapkan
dengan diberlakukannya SAP
PDE outward manifes akan dapat
terdeteksi lebih dini, dan yang
lebih utama lagi adalah dengan
outward manifes Indonesia akan
memiliki data ekspor baik nilai
maupun jumlah yang
sesungguhnya.
Untuk mengetahui sejauhma-
na persiapan dan pelaksanaan
outward manifes dimandatorikan
baik di Tanjung Priok maupun
secara nasional nanti, dan apa
saja keuntungan dengan diterap-
kannya outward manifes ini. Re-
porter WBC, Supriyadi.W mewa-
wancarai Direktur Pencegahan
dan Penyidikan, yang juga bertin-
dak selaku Wakil Ketua Tim SAP
PDE Manifes, Erlangga Mantik
Mantik.
Berikut petikan wawancaranya :

EDISI 385 DESEMBER 2006 WARTA BEA CUKAI 15


WAWANCARA

Sejak dulu DJBC tidak melakukan dijadikan sebagai salah satu sumber yang dipunyai DJBC adalah data
pemeriksaan terhadap barang data untuk dapat memastikan apakah softcopy. Hal ini sangat memudahkan
ekspor, bisa diceritakan bagaimana barang yang telah diberitahukan untuk bagi DJBC dalam proses
akhirnya sistem outward ini diekspor benar-benar telah administrasinya dan lebih mudah untuk
diterapkan bahkan dimandatorikan diberangkatkan. Hal ini tentunya terkait digunakan sebagai bahan analisa, serta
secara nasional pada 1 Desember dengan proses restitusi yang diajukan yang lebih penting adalah akan lebih
2006 ini? oleh eksportir. mudah untuk dilakukan rekonsiliasi
Sama dengan inward manifes, Sebagaimana kita ketahui bahwa dengan data PEB.
rencana penerapan sistem PDE saat tidak ada yang dapat menjamin
outward manifes ini sebenarnya sudah akurasi data ekspor kita, sehingga Apa kendala utama dari penerapan
dimulai pada tahun 2000, yaitu sejak dengan adanya sistem outward ini akan sistem outward? Dan dari sisi siapa
diterbitkannya surat Keputusan Direktur menghasilkan data ekspor yang lebih sebenarnya yang belum siap,
Jenderal Bea dan Cukai Nomor 61/BC/ akurat yang dapat digunakan sebagai apakah DJBC atau dari sisi
2000 tentang tatacara penyerahan dan support data bagi pemerintah dalam pelayaran?
penatausahaan pemberitahuan RKSP, rangka menilai neraca perdagangan Dengan telah diterapkannya inward
pemberitahuan kedatangan barang dan dalam menentukan kebijakan manifes, penerapan SAP outward ini
impor dan pemberitahuan ekonomi makro. dari sisi shipping line sendiri
keberangkatan barang ekspor, akan sebenarnya tidak terlalu mengalami
tetapi penerapan dari sistem dan Apa alasan DJBC sehingga berani kendala, karena dari sisi shipping line
aplikasi tersebut masih mengalami mengambil keputusan untuk tentunya sudah mempersiapkan
banyak kendala, terutama yang terkait menerapkan outward manifes ? terutama dari sisi aplikasinya.
dengan bisnis proses dari Karena sejak dulu DJBC tidak Yang masih menjadi kendala saat
pengumpulan data-data yang ada menjalankan outward? ini adalah masalah penambahan
dalam manifes. Perlu diketahui, bahwa sejak dulu content data yang ada dalam manifes,
Bertepatan dengan program DJBC telah menjalankan outward, yaitu data nomor dan tanggal PEB yang
reformasi kepabeanan dan cukai hanya saja dilakukan secara manual. sebelumnya tidak tercantum dalam
khususnya di bidang sistem dan Dari sisi prosedur dan aplikasi yang outward manifes. Data nomor dan
prosedur, pada tahun 2004 mulai diperlukan mendukung sistem PDE tanggal PEB sangat tergantung dari
dirintis kembali yaitu dengan beberapa informasi yang diberikan eksportir atau
kali dibentuknya tim kerja dalam rangka forwarder, sehingga diperlukan waktu
penerapan otomasi sistem dan dan upaya untuk menghimbau kepada
prosedur tatalaksana penyerahan dan
YANG MASIH MENJADI semua eksportir atau forwarder untuk
penatausahaan RKSP dan manifes KENDALA SAAT INI menyampaikan data nomor dan tanggal
oleh Direktur Jendaral Bea dan Cukai. PEB secara lengkap dan benar. Hal ini
Tim kerja inilah yang melakukan tugas ADALAH MASALAH tentunya akan membutuhkan waktu
menyusun peraturan dan membangun karena mengingat banyaknya jumlah
konsep sistem aplikasinya secara PENAMBAHAN CON- eksportir yang ada.
simultan dengan berkoodinasi dengan TENT DATA YANG ADA Data nomor dan tanggal PEB ini
pihak-pihak lain yang terkait, misalnya sangat dibutuhkan dalam outward
dari pelayaran, penerbangan, importir, DALAM MANIFES karena nantinya akan dijadikan salah
eksportir, dan asosiasi. satu key-link dalam proses rekonsiliasi
Penyempurnaan aplikasi PDE antara outward dengan PEB.
outward manifes didasarkan pada outward ini sudah siap dan keberadaan Kalau kita lihat masalah kesiapan
Permenkeu No. 39/PMK.04/2006 dan sistem ini sangat dibutuhkan oleh DJBC dalam penerapan SAP PDE outward
PerDirjen No. P-10/BC/2006 bahkan negara kita ini, maka sistem ini manifes ini sebenarnya baik bea cukai
sebagaimana telah diubah dengan harus segera diterapkan, sambil jalan maupun pelayaran telah siap. Hanya
PerDirjen No. P-15/BC/2006. Dengan nanti tentunya akan dilakukan saja karena data-data dari outward
peraturan Dirjen ini juga penerapan penyempurnaan. manifes tersebut juga tergantung dari
mandatory SAP PDE outward manifes pihak lain yaitu eksportir maka baik dari
secara nasional diberlakukan mulai 1 Dengan penarapan outward ini bea cukai maupun pelayaran sama
Desember 2006. tentunya biaya yang dikeluarkan berusaha mencari solusi yang tepat
juga besar, bagaimana Bapak sehingga penerapan PDE outward ini
Sebenarnya untuk apa DJBC menanggapi hal tersebut? tetap bisa berjalan.
memiliki sistem outward manifes? Biaya pembangunan aplikasi untuk Hal yang menjadi kendala adalah
Keberadaan sistem ini sangat SAP PDE outward manifes adalah sistem ini akan merubah culture dari
penting bagi DJBC dalam rangka menjadi satu kesatuan dengan SAP stakeholder DJBC terutama eksportir
penyempurnaan sistem administrasi PDE inward manifes dan ini adalah yang selama ini banyak diberikan
dan mendukung sistem pengawasan, merupakan kelanjutan dari pekerjaan kemudahan dan kelonggaran terutama
dengan berjalannya sistem outward tahun-tahun sebelumnya. Untuk dalam masalah pengisian data ekspor,
manifes ini dan sudah dilakukannya kepastian biaya dari pembuatan dengan sistem ini mereka harus lebih
integrasi dengan SAP ekspor dan TPS aplikasi ini yang lebih tahu adalah concern dalam hal kelengkapan dan
dan didukung koneksi antar KPBC, DIKC. Sedangkan untuk biaya lainnya kebenaran pengisian data ekspor,
maka akan tercipta sistem administrasi misalnya pendampingan ke KPBC- tentunya hal ini akan menimbulkan
pelayanan yang baik dan dengan KPBC dengan menggunakan anggaran resistensi bagi stakeholder terutama
sistem tersebut akan sangat membantu rutin (SPPD). eksportir.
sistem pengawasan terutama dalam
analisa dan penyampaian informasi, Apakah kelebihan dari sistem Bagaimana dengan kondisi saat ini,
yaitu dilakukan dengan cepat dan outward ini dari segala aspek? apakah DJBC benar-benar sudah
akurat, sehingga sistem pengawasan Kelebihan dari sistem ini yang siap baik dari segi sistem maupun
lalu lintas barang ekspor/impor akan utama adalah perubahan dari sistem dari segi pelayanan ?
berjalan dengan lebih baik. manual (hard-copy) menjadi sistem DJBC dan pihak pelayaran saat ini
Dengan sistem ini juga dapat komputerisasi, sehingga data manifes sudah siap baik dari segi sistem

16 WARTA BEA CUKAI EDISI 385 DESEMBER 2006


maupun dari aspek pelayanan. Dan tentunya SAP outward diharapkan pengangkut, apalagi data-data tersebut
Tentunya dalam proses penerapan dapat mendukung integrasi sistem dengan adanya SAP PDE outward
suatu sistem aplikasi pasti masih akan kepelabuhan. manifes akan lebih mudah dan lebih
mengalami perbaikan dan cepat diperoleh karena sudah
penyempurnaan terutama untuk Bagaimana hasil selama uji coba berbentuk data elektronik. Kondisi data
menampung dinamika permasalahan dan pilot run yang dilakukan yang demikian tentunya akan sangat
yang timbul, apalagi permasalahan untuk sistem outward ini? mendukung dalam proses analisa data
dalam kegiatan pelayanan manifes ini Uji coba dan pilot run sudah sebagai bahan masukan/informasi
relatif komplek dan beragam. dilaksanakan terhadap 6 dalam sistem pengawasan barang
perusahaan, yaitu PT. Samudera khususnya barang ekspor, misalnya
Dari beberapa pihak yang kami Indonesia, PT. Tresna Muda Sejati, terkait dengan larangan dan
wawancarai berkaitan dengan K-Line, Evergreen, PT.APL Indone- pembatasan barang ekspor.
penerapan outward, umumnya sia, PT. Pilindo Mega Selatan. Hasil
menyatakan, dimandatorikannya uji coba dari sisi sistem aplikasi pada Bagaimana integrasi dengan sistem
outward terkesan terburu-buru, prinsipnya sudah berjalan, yang lainnya, seperti PDE impor dan
bagaimana menurut Bapak akan masih menjadi kendala adalah ekspor?
hal ini? masalah pengisian nomor dan Integrasi segera akan dilakukan
Kalau dibilang terburu-buru tanggal PEB, masih sering dijumpai setelah sistem berjalan dengan stabil
sepertinya tidak, karena SAP out- tidak diisi atau diisi nomor dan dan lancar, karena itu, integrasi ini
ward ini merupakan rangkaian dari tanggal yang tidak benar, padahal adalah merupakan kebutuhan yang
penerapan SAP inward yang telah data nomor dan tanggal PEB adalah sudah mendesak. Khusus untuk sistem
berjalan dari bulan Juli 2006, dan sangat penting untuk proses SAP outward ini, akan dilakukan
waktu pelaksanaannya pun telah rekonsiliasi antara outward dan PEB. integrasi dengan SAP ekspor, dan
diatur dalam peraturan Direktur berikutnya adalah SAP outward ini akan
Jenderal. Memang karena persiapan Bagaimana dengan sistem diintegrasikan dengan sistem TPS atau
akhir penerapan outward dilakukan pengawasan dari outward ini? yang biasa disebut TPS-Online.
pada bulan Oktober 2006 yang Pengawasan PDE outward
terdapat libur hari raya yang cukup dilakukan terhadap implementasi Bagaimana dengan SDM yang
panjang maka waktu persiapannya mendukungnya, apakah semua
memang agak mepet, terutama yang sudah siap?
menyangkut sosialisasi kepada Dalam rangka penerapan sistem ini
eksportir dan forwarder.
PENGAWASAN PDE SDM bea cukai telah siap, apalagi
OUTWARD DILAKUKAN dengan telah diterapkannya SAP
Tentunya DJBC sejak awal inward, karena pada dasarnya secara
rencana penerapan sistem out- TERHADAP aplikasi SAP inward dan SAP outward
ward juga telah duduk bersama adalah tidak jauh berbeda.
dengan instansi terkait untuk IMPLEMENTASI
membahasnya. Apa masukan yang PROSEDUR DAN Untuk penerapan mandatory secara
paling utama dari mereka nasional nanti, apa kira-kira
terhadap sistem outward ini ? SISTEM APLIKASINYA hambatan yang akan dialaminya?
Koordinasi dalam rangka Sesuai Perdirjen no. P-10/BC/
penarapan SAP PDE outward 2006 sebagaimana telah diubah
manifes telah dilakukan oleh tim prosedur dan sistem aplikasinya. dengan Perdirjen no P-15/BC/2006,
kerja penerapan SAP PDE manifes, Terhadap sisdur misalnya terkait pelaksanaan mandatory secara
baik berupa rapat pembahasan, dengan penegakan waktu nasional untuk SAP outward adalah 1
konsinyering, sosialisasi, seminar, penyerahannya karena hal ini dapat Desember 2006. Hambatan atau
maupun kunjungan. Rapat berakibat pada pengenaan sanksi kendala yang mungkin akan timbul
pembahasan intensif telah dilakukan administrasi kepada pengangkut. adalah masalah waktu yang relatif
tim dengan pihak pelayaran, Sedangkan dari sisi aplikasi terbatas dan jumlah pegawai yang
penerbangan, eksportir, forwarder pengawasannya lebih ditekankan dapat melakukan asistensi/
dan asosiasi (INSA, GAFEKSI/INFA, kepada kebenaran dan kelengkapan pendampingan sistem aplikasi ke
GINSI) dari sejak pembuatan data outward. KPBC-KPBC.
peraturan/prosedur serta dalam Penerapan SAP outward
proses penyusunan konsep sistem Dengan diterapkannya outward melibatkan banyak pihak yang terkait
aplikasi. Koordinasi juga telah tentunya akan lebih cepat dan khususnya eksportir dan forwarder
dilakukan tim dengan instansi terkait, mudah lagi DJBC menerima data- yang jumlahnya sangat banyak untuk
yaitu PELINDO, operator pelabuhan data ekspor. Apakah yang akan masing-masing KPBC, sehingga
(JICT, TPK Koja, dsb) dan PBM. dilakukan DJBC dengan data-data dibutuhkan waktu untuk sosialisasi
Masukan paling utama pada tersebut? atau pemberian informasi kepada
dasarnya adalah sama dengan sistem Data ekspor yang ada dalam mereka mengenai apa saja yang
inward, yaitu sistem PDE outward outward dari segi kontennya memang harus dilakukan sehubungan dengan
manifes yang akan dibangun tidak sedetail yang ada dalam PEB, penerapan SAP outward ini.
diharapkan dapat menampung sehingga data-data outward ini dari Pada setiap pemberlakuan sistem
kepentingan dari bisnis proses dari segi administrasi akan dijadikan data aplikasi baru, biasanya akan dilakukan
pihak-pihak yang terkait seperti untuk direkonsiliasi dengan data pendampingan oleh tim dari Kantor
pelayaran, penerbangan, forwarder, PEB, yang tujuan utamanya adalah Pusat DJBC. Mengingat jumlah
dan eksportir. Dengan sistem ini sebagai salah satu tools secara ad- pegawai yang dapat melakukan
harapan semua pihak adalah dapat ministrasi untuk mengetahui lalu lin- pendampingan jumlahnya terbatas
mempermudah proses administrasi dan tas barang khususnya barang ekspor. maka hal ini juga akan menjadi kendala
pelayanan baik di sisi bea cukai Dari sisi pengawasan data-data dalam pemberlakuan SAP outward
maupun dari sisi pelayaran, dalam manifes sangat penting sebagai yang serentak diberlakukan pada 1
penerbangan, forwarder, dan eksportir. data awal yang diberitahukan oleh Desember 2006 tersebut.

EDISI 385 DESEMBER 2006 WARTA BEA CUKAI 17


KEPABEANAN

Penerapan
Single Administrative Document (SAD)
DENGAN MENGGUNAKAN SISTEM WEB-BASED DAN
JARINGAN INTERNET DI BATAM, BINTAN DAN KARIMUN (BBK)
Untuk mendukung berbagai kebijakan pemerintah yang telah menetapkan Kawasan Batam, Bintan
dan Karimun (BBK) sebagai Kawasan Ekonomi Khusus (Special Economic Zone), dari aspek
Kepabeanan perlu dilakukan penyempurnaan terhadap Sistem Aplikasi Pelayanan di Batam.

P
enetapan Kawasan BBK sebagai
Kawasan Ekonomi Khusus
tersebut tidak terlepas dari
keinginan pemerintah untuk dapat
meningkatkan investasi, terutama
dalam bentuk Foreign Direct Investment
(FDI) ke kawasan tersebut sehingga
diharapkan akan dapat menggerakkan
sektor rea1l disana yang pada akhirnya
akan berpengaruh positif pada kondisi
ekonomi makro.
Dalam rangka meningkatkan
investasi tersebut, pemerintah telah
secara intensif melakukan upaya untuk
melakukan pembicaraan dengan
berbagai pihak yang potensial untuk
bertindak selaku Investor di BBK,
terutama beberapa Investor besar yang
ada di Singapore. GAMBAR 1
Dari beberapa kali pertemuan
tersebut, telah disampaikan beberapa dirasakan terlalu banyaknya jenis do- pelaksanaan pengawasan di bidang
keluhan oleh Investor dan calon kumen Kepabeanan dan dokumen Kepabeanan.
Investor yang akan menanamkan yang harus disertakan dalam pembe- Karena itulah DJBC telah mene-
investasinya di Indonesia, yang ritahuan kepada pihak Customs. tapkan kebijakan untuk menerapkan
ternyata mencakup kedalam berbagai Untuk merespons hal tersebut Single Administrative Document
bidang dan menyangkut ke berbagai DJBC berusaha untuk membuat suatu (SAD) di Batam, Bintan dan Karimun
instansi pemerintah. kebijakan baru yang lebih ditujukan (BBK) dengan mendasarkan pada
Memang yang lebih menonjol untuk mengurangi banyaknya dokumen Peraturan Menteri Keuangan RI
adalah keluhan mengenai masalah Kepabeanan dan membangun suatu Nomor 103/PMK.04/2006 Tanggal 31
perpajakan dan tenaga kerja, namun system pelayanan yang lebih simple, Oktober 2006 yang mengatur
demikian ada juga beberapa keluhan efektif dan mengandalkan pada system mengenai “Penggunaan
yang menyangkut masalah IT, sehingga akan dapat meningkatkan Pemberitahuan Pabean Single
Kepabeanan, salah satunya adalah kinerja pelayanan dan mengoptimalkan Administrative Document (PP-SAD)

GAMBAR 2

18 WARTA BEA CUKAI EDISI 385 DESEMBER 2006


GAMBAR 3
di Pulau Batam, Bintan dan Karimun beberapa bulan yang lalu dan sudah di- yang lebih mudah lagi, mereka hanya
(BBK)” yang akan mulai berlaku efek- ujicobakan di beberapa Kawasan Beri- perlu koneksi ke Internet dengan meng-
tif mulai tanggal 1 Desember 2006. kat lainnya sehingga mulai 1 Desember akses ke alamat (web-address) di http://
Dengan berlakunya Peraturan 2006 sudah dapat diterapkan secara www.insw.beacukai.go.id maka secara
Menteri Keuangan tersebut maka atas mandatory di Kawasan BBK. langsung mereka dapat mengisi dan
pemasukan barang dari Luar Daerah Dalam system penyerahan mengirimkan dokumen PP-SAD secara
Pabean (LDP) ke BBK dan pengeluaran dokumen secara web-based ini, online ke KPBC (Gambar Illustrasi 2)
barang dari BBK ke LDP harus diberita- pengguna jasa kepabeanan (Importir, Pada dasarnya kedua sistem
hukan dengan menggunakan dokumen Eksportir, PPJK, Pengusaha TPB) penyampaian dokumen secara
PP-SAD yang pengajuannya dapat diberikan beberapa opsi pilihan yang elektronik dari Pengguna Jasa
dilakukan secara elektronik ke KPBC. lebih memudahkan bagi mereka Kepabeanan (PJK) ke KPBC Batam
Dokumen PP-SAD ini dimaksudkan untuk memilih teknologi mana yang tersebut menggunakan media jaringan
untuk menggantikan dokumen PIB akan digunakan. (Gambar 2) komunikasi data publik (public-network)
(BC2.0) dan BC2.3 sebagai dokumen Mereka dapat menggunakan Modul- atau melalui jaringan Internet sehingga
Pemberitahuan Pabean untuk impor di SAD yang bisa dioperasikan secara off- diharapkan lebih memudahkan PJK
BBK, dan sekaligus juga menggantikan line untuk pembuatan dokumen SAD dalam melakukan koneksi pengiriman
dokumen PEB (BC3.0) sebagai dan setelah selesai bisa dilakukan pe- data elektronik ke KPBC.
dokumen Pemberitahuan Pabean untuk ngiriman datanya secara elektronik ke Pada sistem yang menggunakan
ekspor di BBK. (Gambar 1) server Inhouse KPBC melalui jaringan Modul-SAD, pihak PJK (Importir,
Dengan demikian mulai 1 Internet (public-network). Kalau ingin Eksportir, PPJK ataupun Pengusaha
Desember 2006 semua pemasukan
dan pengeluaran barang ke dan dari
BBK sudah harus menggunakan
dokumen PP-SAD sehingga akan
terjadi perubahan yang cukup
mendasar dalam system pelayanan di
bidang Kepabeanan di KPBC Batam,
KPBC Tanjung Uban dan sebagian
kegiatan pelayanan di KPBC Tanjung
Balai Karimun.
Untuk di KPBC Batam seluruh
pelayanan dokumen sudah akan
menerapkan PP-SAD, di KPBC
Tanjung Uban akan diterapkan untuk
pelayan terhadap Bintan Industrial
Estate (BIE), sedangkan untuk KPBC
Tanjung Balai Karimun akan
diterapkan untuk pelayanan terhadap
Karimun Sembawang Shipyard yang
berada di kawasan Karimun Indus-
trial Cooperation (KIC).
Selain penggunaan dokumen PP-
SAD di Kawasan BBK tersebut, yang
lebih mendasar adalah diterapkannya
system yang baru dalam tatacara
penyerahan dokumen pemberitahuan
pabean ke KPBC yaitu melalui system
elektronik yang berbasis teknologi
Internet (Web-based).
Sistem baru dalam penyerahan do-
kumen secara elektronik ini sudah dite-
rapkan di Kawasan Berikat Kabil sejak GAMBAR 4

EDISI 385 DESEMBER 2006 WARTA BEA CUKAI 19


KEPABEANAN

TPB) akan mengoperasikan Modul- PP-SAD ini tidak terlepas sebagai terkoneksi secara langsung dengan portal
SAD secara off-line untuk menuangkan bentuk keseriusan DJBC dalam tersebut adalah pihak KPBC Batam, selu-
data-data dokumen pelengkap pabean mendukung penerapan secara pilotting ruh PJK di Batam dan beberapa Instansi
yang ada kedalam dokumen SAD, Indonesia National Single Window penerbit perijinan impor-ekspor (Other
setelah proses tersebut selesai barulah (INSW) di Batam yang sesuai dengan Government Agencies/ OGA).
mengirimkan data dokumen SAD keinginan pemerintah akan mulai Pada tahap awal, pihak OGA yang
tersebut secara elektornik ke server diberlakukan pada akhir Desember terkoneksi akan diprioritaskan pada
komputer di KPBC Batam. Berarti untuk 2006 ini. (Gambar 4) OGA yang dominan memberikan
para PJK yang mempunyai kegiatan Sebagaimana diketahui bahwa perijinan atas komoditi yang keluar-
impor-ekspor yang cukup tinggi volume untuk mempersiapkan penerapan NSW masuk Batam, dimana sementara ini
dokumennya akan lebih efektif kalau secara nasional, pemerintah telah ada 4 OGA yaitu Departemen
menggunakan system ini. membentuk Tim Persiapan NSW yang Perdagangan, Badan POM, Karantina
Sedangkan untuk sistem yang bisa diketuai oleh Menteri Keuangan dimana dan Dinas Perindag Batam.
diakses secara online melalui Internet di Tim tersebut telah menetapkan rencana Dengan demikian pada bulan
web-address http:// penerapan secara bertahap dengan Desember 2006 ini akan menjadi
www.insw.beacukai.go.id maka pihak dimulai dari Pilotting di Batam pada tonggak sejarah baru bagi DJBC dan
PJK hanya perlu akses ke Internet untuk akhir tahun 2006 ini. juga secara nasional di dalam
membuka semacam modul SAD untuk Menurut penjelasan Satgas IT Tim penerapan suatu system nasional yang
kemudian tinggal mengoperasikan Persiapan NSW yang diketuai oleh Di- terintegrasi atas penanganan barang-
secara online pengisian dokumen SAD rektur IKC DJBC, dengan INSW terse- barang impor dan ekspor di kawasan
tersebut dan langsung mengirimkan but semua pihak yang terkait dengan Batam, Bintan dan Karimun (BBK).
melalui jaringan Internet ke Server keseluruhan proses pemasukan dan Diharapkan dengan sistem baru ini
KPBC Batam (Gambar 3) pengeluaran barang-barang impor dan akan memberikan kontribusi yang sangat
. ekspor di Batam akan mengakses besar terhadap upaya pemerintah untuk
DUKUNGAN TERHADAP RENCANA suatu portal yang telah disiapkan oleh menarik investasi di kawasan BBK sehing-
PILOTTING NSW Tim tersebut, yaitu Portal INSW. ga akan mampu meningkatkan daya saing
Penerapan penggunaan dokumen Dengan sistem ini maka yang akan perekonomian nasional kita. tim SAD

20 WARTA BEA CUKAI EDISI 385 DESEMBER 2006


KEPABEANAN INTERNASIONAL

PERANAN BEA DAN CUKAI INDONESIA DALAM MEMBUKA


PELUANG BARU BAGI PENINGKATAN PERDAGANGAN

Indonesia
dan Australia
Fasilitas pemeriksan pendahuluan kepabeanan akan memiliki peranan yang penting guna
membuka peluang bagi peningkatan volume perdagangan antara Indonesia dan Australia

T
ahap kerjasama baru antara perusahaan-perusahaan sejenis yang Masuk Indonesia (BTBMI), meneliti
Australia khususnya negara ada di pulau Jawa. nilai barang, dan memperkirakan bea
bagian Northern Territory Sebelum adanya fasilitas masuk yang akan dibayar di Indone-
Goverment dengan Indonesia selaku kepabeanan ini, barang-barang yang sia.
negara tetangga terdekat bagi Australia diimpor dari Australia dapat melalui Oleh karena itu pada saat masuk
akan dapat dicapai dengan melanjutkan Jalur Merah dan terhadap barang ke Indonesia barang tersebut akan
kerjasama dibidang Kepabeanan dalam tersebut akan diperiksa secara fisik. masuk Jalur Hijau dan tidak perlu
hal ini Fasilitas Pemeriksaan Proses ini dapat berjalan dalam satu dilakukan pemeriksaan fisik. Barang
Pendahuluan Kepabeanan Indonesia minggu dan pada kasus tertentu bila dapat dengan mudah diambil setelah
di Darwin, Australia. dokumen tidak lengkap dapat membayar bea masuk, dan hal ini
Fasilitas ini mulai berjalan sejak memakan waktu yang lebih lama. akan banyak menghemat waktu.
tercapainya Memorandum of Coopera- Tetapi dengan adanya fasilitas ini, “Salah satu keuntungan utama
tion (MOC) antara Direktorat Jenderal waktu yang diperlukan akan semakin dalam kerangka kerjasama ini adalah
Bea dan Cukai (DJBC) dan Pemerintah singkat dengan adanya pemeriksaan menghilangkan penundaan waktu
negara bagian Northern Territory pada penduhuluan di Darwin dimana yang mungkin terjadi akibat ketidak-
tahun 2001 dan merupakan uji coba Pejabat Bea dan Cukai akan lengkapan dokumen pada pemeriksa-
pertama. melakukan pemeriksaan terhadap an di daerah pabean Indonesia dan
Fasilitas ini terus berlanjut hingga kelengkapan dokumen, jumlah dan juga mengurangi waktu tunggu
pada saat ini memberikan pelayanan jenis barang, klasifikasi pos tarif dipelabuhan untuk dikapalkan dari
kepada ekpsortir maupun pada barang berdasarkan Buku Tarif Bea Darwin” kata Brian O’Gallagher
masyarakat yang memerlukan
DOK. PRIBADI
informasi tentang kepabeanan di
Indoneisa. Fasilitas Pemeriksaan
Pendahuluan Kepabeanan Indonesia
ini yang hanya terdapat di Darwin
tetapi dapat digunakan oleh seluruh
pelaku bisnis di Australia yang
melakukan ekspor melalui Darwin ke
Indonesia bagian Timur, baik melalui
pelabuhan laut maupun udara.
Berdasarkan Memorandum of
Cooperation (MOC) ini Pejabat Bea dan
Cukai Indonesia ditempatkan di Darwin
dan akan melakukan pemeriksaan
pendahuluan terhadap barang-barang
yang akan diekspor dari Darwin
sebelum dikirim ke Indonesia dengan
hal ini diharapkan dapat
mempersingkat waktu pengiriman yang
barang tersebut.
Fasilitas tersebut sampai saat ini
dipakai terutama oleh industi-industri
pertambangan dan perminyakan dan
perusahaan sub kontraknya di bagian
Indonesia Timur dan hal ini diharapkan
dapat dikembangkan dengan
mencakup Jakarta dan Surabaya agar AUSTRALASIA TRADE ROUTE. Akan menghadirkan peluang yang sangat signifikan untuk
dapat memberi keuntungan pada meningkatkan volume perdagangan antara Indonesia dan Australia

EDISI 385 DESEMBER 2006 WARTA BEA CUKAI 21


KEPABEANAN INTERNASIONAL
DOK. PRIBADI DOK. PRIBADI

KERJASAMA DJBC DENGAN NORTHERN TERRITORY. FOTO BERSAMA. Penulis (dua dari kiri) berfoto bersama dengan Brian O
Menghilangkan penundaan waktu yang mungkin terjadi Gallagher, Direktur Investasi dan perdagangan pada northern Territory
akibat ketidaklengkapan dokumen governement, (kiri), Kristy (dua dari kanan) dan Rafin (Paling kanan).

selaku Direktur Investasi dan Perda- Balikpapan juga telah memakai layanan dapat menangani kargo secara umum,
gangan pada Northern Territory Go- selama beberapa tahun. PT Transkon impor dalam bentuk bulks, kontainer,
verment. Jaya menyediakan vehicle parts and dan break-bulk, kargo untuk peralatan
Perusahaan BridgeAuto Toyota yang panels,dan tools bagi perusahan- berat, dan dikelola secara profesional,
menjual genuine toyota parts dan tools perusahan pertambangan dan gudang penimbunan dekat dengan
Sidchrome kepada industri pertambangan perminyakan dan melakukan kegiatan pelabuhan terutama untuk bahan-
dan subkontraktornya selama 19 tahun, impor setiap minggu dari Darwin baik bahan kimia yang memerlukan penyim-
diantaranya kepada PT Inco di Soroako, melalui laut maupun udara. panan khusus dan juga jalur kereta api,
PT Transkon Jaya dan PT Trakindo di “Sebelum Fasilitas Pemeriksaan diharapkan akan mendukung
Balikpapan. Perusahan BridgeAuto Toyota Pendahuluan, perusahan kami kurang keberhasilan jalur perdagangan ini.
merupakan pengguna pertama dari fasili- diuntungkan karena kami tidak dapat Keuntungan utama dengan
tas kepabeanan Indonesia dengan peme- mengirim barang-barang kepada memakai jalur kereta api dari Adelaide
riksaan pendahuluan di Darwin. konsumen dengan tepat waktu. Mereka ke Darwin dan selanjutnya
BridgeAuto Toyota yang menggunakan merasa keberatan jika harus membayar menggunakan jasa pelayaran ke Asia
fasilitas ini sekali dalam seminggu menda- freight yang cukup tinggi tetapi mereka adalah mempersingkat waktu
pat keuntungan besar karena airfreight baru dapat menerima barang-barang pengiriman barang. Muatan barang-
barang-barang yang dikirim ke Balikpapan tersebut dalam jangka waktu dua hari barang dapat ditransportasikan lewat
dapat dipastikan dengan adanya waktu kemudian”, kata Trevor Kroemer, kereta api atau kendaraan dari Adelaide
pengiriman yang lebih singkat. General Manager PT Transkon Jaya. ke Darwin, dan selanjutnya dari
Sebagai contoh, barang-barang “Fasilitasnya cocok bagi perusahan Pelabuhan Darwin menggunakan kapal
yang telah dilakukan pemeriksaan oleh kami, karena pelanggan-pelanggan laut ke Jakarta, sebagai contoh, dapat
Pejabat Bea dan Cukai di Darwin di hari kami bekerja dalam 24 jam sehari dan mempersingkat waktu sebanyak 10-14
Jumat, setelah pengurusan dokumen kami harus dapat menyediakan alat hari dibandingkan naik kapal laut
kepabeanan barang dapat diterima kapan saja mereka butuhkan. Fasilitas langsung dari Adelaide ke Jakarta
pada hari Selasa pagi di Balikpapan. membantu kami mendapatkan parts melewati bagian timur Australia.
“Keuntungan utama bagi kami adalah dibutuhnya secara cepat” kata Kroemer Jumlah dan frekuensi layanan
Fasilitas Kepabeanan menyediakan pelayaran luar negeri dari dan ke
jalur rantai persediaan ke Indonesia. AUSTRALASIA TRADE ROUTE Pelabuhan Darwin akan semakin
Hal ini memberikan pelayanan yang Fasilitas Pemeriksaan Pendahuluan banyak. Layanan pelayaran dari
lebih mudah, lancar dan terjamin” kata Kepabeanan Indonesia ini akan terus Shanghai ke Darwin juga telah dimulai
John Berry, dari BridgeToyota. dipromosikan karena dapat tahun 2005 misalnya, dan beberapa
“Sebagai eksportir di Australia, menghadirkan potensi yang signifikan pihak sangat tertarik agar jasa
keberadaan Kepabeanan Indonesia di bagi para pelaku usaha karena Darwin pelayaran Surabaya-Darwin dapat
Australia memberi kepastian. terhubung dengan bagian Selatan terwujud secepatnya.
Pertanyaan-pertanyaan apapun dan Australia sesuai dalam jalur Pada masa mendatang jalur
bantuan menentukan klasifikasi pos perdagangan AustralAsia Trade Route. perdagangan AustralAsia Trade Route
dan tarif sesuai BTBMI, dapat Jalur perdagangan ini meliputi jalan akan menghadirkan peluang yang
ditanyakan ke Pejabat Perwakilan yang darat baik kendaraan dan kereta api sangat signifikan untuk meningkatkan
ada di Kantor Perwakilan Bea dan menghubungkan bagian Selatan volume perdagangan antara Indonesia
Cukai disini, hal ini akan mengurangi Australia dengan Darwin dan dan Australia dalam dua arah terutama
masalah yang dapat muncul nanti dan selanjutnya Darwin dengan Asia dengan adanya jalur perdaganan ini
membantu barang-barang tiba di dihubungkan melalui jasa pelayaran telah dicoba dimanfaatkan oleh salah
Indonesia secepat mungkin dan lancar” dari pelabuhan Darwin di Northern satu perusahaan Indonesia yang
kata Berry lebih lanjut. Territory. memproduksi produk kertas di
Importir PT Transkon Jaya di Dengan fasilitas pelabuhan yang Surabaya yaitu PT Tjiwi Kimia. Barang

22 WARTA BEA CUKAI EDISI 385 DESEMBER 2006


MoU
tersebut diangkut ke Darwin oleh
perusahaan pelayaran Swire Ship-
ping dan selanjutnya didistribusikan
ke seluruh Australia oleh
perusahaan Toll Holdings dan

Indonesia dan AS
hasilnya cukup positif.
Ini menjadi bukti bahwa jalur per-
dagangan yang baru ini dapat
membantu ekspor Indonesia dalam
bersaing di pasar Australia. Peluang
dengan adanya jalur ini juga dapat
dimanfaatkan untuk menjadi alternatif UNTUK PENINGKATAN PERDAGANGAN DAN
bagi penyediaan bahan-bahan kimia
yang diperlukan oleh industri
PENCEGAHAN TINDAK KEJAHATAN
pertambangan di Indonesia. Banyak
bahan kimia seperti misalnya Memorandum of Understanding (MoU) yang ditandatangani
amonium nitrat yang berasal dari kedua negara meliputi bantuan kerjasama timbal balik antara
China dan dikirim ke Indonesia melalui administrasi kepabeanan (customs) kedua negara.
Singapore. Sebagai alternatif hal ini
dapat dilakukan dengan lebih

P
kompetitif dengan menggunakan jalur ada 17 November 2006, tepatnya informasi, dan penegakan hukum di
pelayaran langsung antara Shanghai pukul 10.30 WIB, bertempat di bidang kepabeanan yang disusun
dan Darwin dan langsung dikirim ke Auditorium Kantor Pusat Direktorat berdasarkan asas saling menghormati,
Surabaya. Jenderal Bea dan Cukai (DJBC), Anwar saling menghargai dan saling
Dengan melihat perkembangan Suprijadi, Direktur Jenderal Bea dan menguntungkan kedua belah pihak
ini, fasilitas pemeriksan Cukai dan B. Lynn Pascoe, Duta Besar tanpa mengorbankan kepentingan
pendahuluan kepabeanan akan Amerika Serikat untuk Indonesia, nasional masing-masing kedua negara.
memiliki peranan yang penting guna menandatangani nota kesepahaman Substansi nota kesepahaman itu
membuka peluang bagi tentang bantuan kerjasama timbal balik sendiri disusun mengikuti model
peningkatan volume perdagangan antara administrasi kepabeanan kerjasama timbal balik yang disusun
antara Indonesia dan Australia. Bea (customs) kedua negara. oleh World Customs Organization
dan Cukai Indonesia akan dapat Acara penandatanganan tersebut (WCO) yang menjadi acuan bentuk
menjadi fasilitator dalam dihadiri oleh para pejabat eselon II dan kerjasama semacam ini di seluruh du-
meningkatkan perdagangan dengan III di lingkungan DJBC, serta para nia. Nota kesepahaman ini juga meru-
memperlancar arus pengiriman undangan yang merupakan mitra kerja pakan jawaban atas tuntutan perkem-
barang. Dan secara khusus bagi DJBC, seperti pejabat terkait dari bangan dunia internasional agar
Pejabat yang bertugas di Darwin Bareskrim POLRI, Departemen Luar administrasi kepabeanan antar negara
dapat memperoleh tambahan pe- Negeri, Departemen Perdagangan, dapat lebih meningkatkan dan meme-
ngalaman dalam hal bekerja dine- Imigrasi, Karantina, BIN, BNN, BPOM, lihara hubungan kerjasama diberbagai
gara maju dengan sistem pelayanan serta rekan-rekan pers. bidang dalam rangka menghadapi
pemerintahan yang tertata rapi, MoU tersebut berisi tentang tantangan di bidang kepabeanan yang
terukur dan menggunakan teknologi kerjasama yang saling menguntungkan bersifat lintas negara.
yang cukup canggih. bagi kedua institusi kepabeanan dalam Saat ini, pertumbuhan dan komplek-
Dengan melihat hal ini dapat rangka kerjasama teknis, pertukaran sitas perdagangan internasional yang
dikatakan adalah sangat penting begitu besar mengindikasikan adanya
WBC/ATS
untuk melanjutkan fasilitas permintaan yang lebih besar yang
kepabeanan ini sampai Juni 2008, dibebankan pada administrasi pabean
dan memperluas cakupan MOC di seluruh dunia. Hal itu dikarenakan
meliputi Jakarta dan Surabaya, sumber-sumber daya pemerintah
seperti yang telah disepakati seringkali tak mampu mengiringi
Direktur Jenderal Bea dan Cukai kecepatan pertumbuhan perdagangan.
Indonesia secara prinsip dan juga Dengan demikian, administrasi
diharapkan akan mendapat kepabeanan (customs) memegang
persetujuan dari Menteri Keuangan peranan penting. Untuk itu, antar
dalam tahun ini. administrasi kepabeanan harus terjalin
Pada kesempatan ini juga kerjasama agar dapat menjadi alat
disampaikan kepada para pelaku investigasi yang ampuh.
bisnis yang ingin menanyakan Nota kesepahaman ini, sebagaima-
sesuatu hal mengenai Fasilitas na kerjasama sejenis dengan negara
Pemeriksaan Pendahuluan lain yang telah ditandatangani,
Kepabeanan di Darwin, dapat mempunyai peran yang strategis bagi
menghubungi Kantor Perwakilan DJBC khususnya berkaitan dengan
Bea dan Cukai di Darwin dengan kerjasama pertukaran informasi dan
nomor telepon +61 8 8947 1525. bantuan teknis dalam rangka:
Jika menginginkan informasi a. Memerangi peredaran narkotika
mengenai Jalur perdagangan dan obat-obatan terlarang dan
AustralAsia Trade Route, dapat praktek pencucian uang (money
menghubungi, MaryAnne Taylor, laundering);
Trade and Major Projects Division, b. Memerangi perdagangan illegal
Department of Chief Minister, yang merugikan perekonomian
Northern Territory Government, +61 B. LYNN PASCOE. Pada 2005 ekspor Indonesia nasional;
8 8946 9550. rinsan siagian ke AS mencapai US$ 12 milyar. c. Pengawasan terhadap lalu lintas

EDISI 385 DESEMBER 2006 WARTA BEA CUKAI 23


KEPABEANAN INTERNASIONAL
WBC/ATS

PENANDATANGANAN MOU. Dirjen Bea dan Cukai, Anwar Suprijadi dan Duta Besar Amerika Serikat B. Lynn Pascoe, menandatangani MoU kerjasama
peningkatan perdagangan dan pencegahan tindak kejahatan.

orang dan barang berkaitan dengan tersebut merupakan kesempatan bagi sejak 1999 pembahasan kerjasama ini
keamanan nasional maupun kedua kepala negara untuk membica- telah dilakukan.
internasional; rakan kerjasama yang menguntungkan Untuk itu ia berharap dengan
d. Memfasilitasi ekspor komoditi antar dua negara. “Kita punya masa adanya MoU ini, dapat terjalin
Indonesia ke pasar Amerika Serikat; depan bersama, untuk itu kita harus hubungan yang lebih erat antar kedua
e. Memberikan pelayanan kepabeanan bekerjasama, dan bidang perdagangan administrasi kepabeanan (Indonesia
yang lebih baik kepada para merupakan hal yang harus kita cermati. dan AS-red). “Kami percaya dengan
stakeholders. Untuk mencapai hal itu, kita perlu MoU ini, kedua negara dapat
adakan kerjasama dengan administrasi meningkatkan perdagangan legal dan
Kepada pers, B. Lynn Pascoe, kepabeanan kedua negara. Itulah mencegah perdagangan illegal,”
Duta Besar Amerika Serikat (AS) untuk alasannya mengapa kami hadir hari ucapnya. Ia juga berharap agar
Indonesia, mengatakan bahwa AS dan ini,” ungkap Pascoe. Amerika memberikan bantuan yang
Indonesia memiliki kemitraan Mengenai aksi demonstrasi meno- lebih konkrit seperti assistant of
perdagangan yang sehat dan strategis. lak kedatangan Bush yang marak di technical matters, sehingga Indonesia,
Total volume perdagangan antara seluruh Indonesia, dengan lugas Pas- khususnya DJBC, dapat lebih
kedua negara mencapai US$ 15 milyar coe mengatakan pihaknya percaya meningkatkan upaya yang selama ini
pada 2005. Jumlah tersebut termasuk bahwa Indonesia merupakan negara telah dilakukan.
ekspor Indonesia ke AS yang mencapai demokrasi dimana masyarakatnya da- Menurutnya, ada dua hal yang ingin
US$ 12 milyar, dimana bagi Indonesia pat mengekspresikan apa yang mereka dikembangkan dalam waktu dekat ini.
kegiatan ekspor merupakan hal yang inginkan. Namun ia yakin, banyak Pertama, pertukaran informasi antara
penting untuk mendukung pertumbuhan masyarakat Indonesia yang mengerti dua negara agar illegal trading dapat
ekonomi. bahwa kunjungan Bush ke Indonesia ditangani dengan baik, dimana saat ini
“Oleh sebab itu, perjanjian ini akan akan membawa banyak manfaat bagi terdapat masalah khususnya dalam
membantu kita memajukan hubungan kedua negara. “Jadi demonstrasi yang transshipment tekstil dan udang. Kedua
ini. Juga memastikan bahwa pasar kita dilakukan oleh masyarakat, buat kami adalah pertukaran informasi di bidang
tetap terbuka bagi barang-barang dari tidak masalah,” imbuh Pascoe. drugs. “Tanpa kerjasama dengan
kedua negara, serta memfasilitasi Sementara itu, dalam negara-negara lain, termasuk AS,
perdagangan dan ekspor yang lebih wawancaranya dengan pers, Anwar masalah narkotika tidak akan bisa
besar lagi bagi keuntungan Suprijadi, Direktur Jenderal Bea dan ditangani,” tandas Anwar.
perekonomian dan masyarakat kedua Cukai, menolak pandangan jika pe- Sehingga, setelah penandatangan-
negara,” lanjut Pascoe. nandatangan MoU ini dilakukan ber- an MoU ini, kedua belah pihak akan
Saat disinggung tentang keda- kaitan dengan kedatangan Presiden membahas dan mengidentifikasi
tangan Presiden AS, George W. Bush George W. Bush ke Indonesia. Ia masalah yang ada agar high cost
ke Indonesia pada 20 November 2006, mengatakan, penandatanganan ini economy dapat dihindari dan Indonesia
Pascoe mengatakan bahwa kunjungan merupakan suatu titik final dimana dapat menarik investor dari AS. ifa

24 WARTA BEA CUKAI EDISI 385 DESEMBER 2006


DJBC TURUT SERTA DALAM PENYUSUNAN
Draft Economic
Partnership Agreement
EPA ini nantinya akan lebih menitik beratkan pada kerjasama bidang ekonomi dan perdagangan
antara Indonesia-Jepang yang sifatnya saling menguntungkan.

K
DOK. WBC
erja sama antara Indonesia dengan yaitu expert group on Customs procedures
Jepang yang terjalin selama ini untuk membahas masalah Kepabeanan
terutama dibidang ekonomi dan dalam pembahasan draft tersebut. Saat ini
perdagangan, kini diwujudkan dalam dapat dikatakan semua expert group telah
bentuk yang lebih konkrit melalui Indone- selesai melakukan pembahasan termasuk
sia-Japan Economic Partnership Agree- didalamnya mengenai kerjasama dibidang
ment (IJ-EPA). IJ-EPA merupakan suatu kepabeanan.
bentuk kerjasama dibidang perdagangan “EPA merupakan suatu wadah kerja
antara Indonesia dengan Jepang dimana sama antara Indonesia dengan Jepang
masalah kepabeanan menjadi salah satu dibidang ekonomi dimana dalam proses-
masalah yang dibahas oleh dua negara nya (EPA) tersebut instansi kepabeanan
tersebut. berperan dalam proses perdagangan
IJ-EPA sendiri pembahasannya Internasional, khususnya antara Indonesia
berada dibawah koordinasi Departemen dengan Jepang”ujar Direktur Kepabeanan
Perdagangan, sementara Direktorat Internasional, Kamil Sjoeib.
Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) maupun Dalam EPA tersebut masih menurut
Japan Customs juga terlibat dalam Kamil, ada lima pasal mengenai basic
pembahasan draft EPA terutama dalam agreement dan tujuh pasal mengenai
bidang kerjasama kepabeanan mengingat implementing agreement yang mengatur
kedua instansi kepabeanan tersebut juga mengenai kerjasama dibidang
mempunyai peran penting selain instansi kepabeanan antara Indonesia dengan
terkait lainnya yang berhubungan dengan Jepang, yang kesemuanya kini telah
perekonomian dan perdagangan. selesai dirumuskan dalam EPA tersebut KAMIL SJOEIB. ada lima pasal mengenai basic
agreement dan tujuh pasal mengenai imple-
Dalam pembahasan draft EPA terakhir Mengenai ketentuan yang tertuang menting agreement yang mengatur mengenai
yang berlangsung di Tokyo Jepang pada dalam EPA tersebut nantinya, akan digu- kerjasama dibidang kepabeanan antara
10-12 Oktober 2006 lalu, DJBC mengirim- nakan oleh Indonesia maupun Jepang Indonesia dengan Jepang
kan beberapa pejabatnya kedalam salah sebagai dasar dalam melakukan kerjasa-
satu expert group dari 13 expert group ma dibidang kepabeanan maupun juga bidang ekonomi dan perdagangan lainnya
FOTO : ISTIMEWA
yang sifatnya saling menguntungkan.
Proses yang dibutuhkan untuk menyu-
sun kerjasama dibidang kepabeanan da-
lam kerangka EPA ini menurut Kamil me-
merlukan waktu dua tahun dimana dalam
kurun waktu dua tahun tersebut DJBC
melakukan identifikasi mengenai kebutuh-
an yang diperlukan oleh DJBC dalam
rangka EPA. Kebutuhan tersebut merupa-
kan hasil dari rekonsiliasi kedalam ditubuh
DJBC sendiri termasuk juga manfaat yang
akan diperoleh dimasa yang akan datang.
Mengenai manfaat yang akan dirasa-
kan oleh Indonesia khususnya DJBC
dalam kerjasama tersebut, Kamil secara
garis besar mengatakan, EPA tersebut
nantinya memberi peluang untuk terjadi-
nya kerjasama yang sifatnya khusus kepa-
beanan, yang tentunya kerjasama terse-
but dibutuhkan oleh Indonesia, begitu juga
sebaliknya. Ia mencontohkan kerjasama
dalam rangka peningkatan sumber daya
manusia melalui pendidikan dan latihan
antara DJBC dengan pemerintah Jepang
dibidang kepabeanan Namun untuk
detailnya akan tertuang dalam draft
JEPANG. Kerjasama Indonesia dengan Jepang yang tertuang dalam EPA nantinya akan bersifat agreement yang nantinya ditandatangani
saling menguntungkan, baik bagi Indonesia maupun Jepang. oleh kedua kepala negara. zap

EDISI 385 DESEMBER 2006 WARTA BEA CUKAI 25


DAERAH KE DAERAH
WBC/ATS WBC/ATS

PRESENTASI. Kepala KPBC Bekasi melakukan presentasi PENILAIAN. Acara penilaian juga
mengenai profil KPBC Bekasi dihadapan tim penilai dalam dihadiri para stakeholder di wilayah
rangka penilaian Citra Pelayanan Prima tingkat nasional. Kerja KPBC Bekasi

KPBC Bekasi Masuk Nominasi


PENERIMA PENGHARGAAN CITRA PELAYANAN
PRIMA TINGKAT NASIONAL TA 2006
Penilaian dilakukan oleh tim penilai yang terdiri dari Kementrian Pendayagunaan Aparatur Negara,
LSM, universitas dan wartawan dengan menggunakan metode pedoman penilaian kinerja unit
pelayanan publik sesuai PerMenNegPan Nomor : Per/25/M.Pan/05/2006 yang hampir sama
dengan metode ISO 9001/2000 mengenai sistem manajemen.

S
etelah berhasil menjadi kantor penilai dari Kementrian PAN Hendrumal dikonfirmasikan tim penilai kepada para
percontohan terbaik di lingkungan Panjaitan beserta tim dan juga tim stakeholder yang hadir disana.
Direktorat Jenderal Bea dan pendamping dari Provinsi Jawa Barat. Pada umumnya para stakeholder
Cukai, Kantor Pelayanan Bea dan Penilaian ini juga diikuti berbagai yang hadir dalam acara tersebut merasa
Cukai (KPBC) tipe A Bekasi kembali kantor pelayanan publik lainnya seperti puas dengan pelayanan yang dilakukan
mengikuti penilaian Citra Pelayanan Perusahaan Gas Negara (PGN), Dinas oleh petugas KPBC Bekasi mulai dari
Prima (CPP) tingkat nasional tahun Perhubungan, Rumah Sakit Daerah proses yang tepat, cepat dan juga kenya-
2006 yang diadakan oleh Kementerian maupun juga pusat dan lain sebagainya manan kantor. Kalaupun ada proses
Pendayagunaan Aparatur Negara yang ada di Indonesia. Pada kesempatan yang tidak mudah masih menurut stake-
(PAN). Penilaian ini berlangsung pada penilaian yang juga dihadiri oleh holder, itu lebih dikarenakan prosedur
15 November 2006 di KPBC Bekasi Sekretaris Direktorat Jenderal Bea dan yang telah ditetapkan oleh kantor pusat
yang dipimpin langsung oleh ketua tim Cukai dr. Djunaedi Djusan, Kepala dan itu pun tidak mengganggu produksi.
WBC/ATS
Wilayah Perbendaharaan XII selaku WBC/ATS
Ketua Perwakilan Depkeu Jawa Barat,
Kepala Bagian Organisasi dan
Tatalaksana (OTL) Nofrial, para kepala
KPBC di wilayah Kanwil V DJBC dan juga
para stakeholder di lingkungan KPBC
Bekasi, Kepala KPBC Bekasi Istyastuti
Wuwuh Asri memaparkan mengenai profil
kantor beserta kinerja, pelayanan dan
penerimaan yang berhasil diperoleh
KPBC Bekasi baik dari sisi bea masuk,
cukai maupun juga dari PNBP sampai
tanggal 14 November 2006.
Pemaparan yang disampaikan Isty
demikian sapaan bagi Istyastuti, tidak
hanya diterima begitu saja oleh tim penilai,
berbagai pertanyaan pun disampaikan
oleh para tim penilai kepadanya, mulai
dari bagaimana cara KPBC Bekasi
HENDRUMAL PANJAITAN. metode penilaian yang memberikan pelayanan kepada stake- ISTYASTUTI WUWUH ASRI. Puas dengan
digunakan oleh tim penilai, mengacu pada sistem holder, bahkan juga pertanyaan mengenai hasil presentasi yang dilakukannya beserta
manajemen mutu ISO 9001/2000 kinerja KPBC Bekasi pun juga dengan para staf

26 WARTA BEA CUKAI EDISI 385 DESEMBER 2006


PENILAIAN BERDASARKAN ISO 9001/2000
Ketika ditemui setelah acara penilaian,
Hendrumal Panjaitan mengatakan dirinya
KPBC Tipe C Madiun
secara pribadi menilai KPBC Bekasi sudah

DISIPLIN KERJA
baik, dan apakah bisa memperoleh piala dari
Presiden, tentunya masih harus diplenokan
oleh tim penilai lainnya guna penilaian lebih
lanjut. Dan untuk itu pula pihaknya memberi-

PEGAWAI
kan waktu selama dua minggu kepada pihak
KPBC Bekasi untuk memberikan data
tambahan yang bisa digunakan bagi pihaknya
untuk melakukan penilaian lebih lanjut
Hendrumal mengatakan, metode
penilaian yang digunakan oleh tim penilai, dan Koordinasi Dengan Pihak Luar
mengacu pada sistem manajemen mutu
ISO 9001/2000 (International Standard Selain menjalankan tugas dan fungsinya sebagai instansi
Operation), dan ISO tersebut menjadi
panduan bagi pihaknya dalam mengajukan pemerintah, KPBC Madiun pun tergabung dalam
pertanyaan dalam rangka penilaian untuk paguyuban instansi pemerintah dan swasta yang dipimpin
menggali keberhasilan-keberhasilan yang walikota Madiun
dilakukan KPBC berdasarkan ISO tadi.
FOTO : BAMBANG WICAKSONO
Ketika ditanya apakah KPBC Bekasi
bisa mendapatkan ISO 9001/2000, ia
kembali mengatakan bahwa hal itu sangat
mungkin diperoleh karena proses yang ada
di KPBC Bekasi bisa disempurnakan untuk
bisa mendapat ISO tersebut karena
sasaran mutunya telah lengkap.
Kalaupun ada blank spot (kekurang-
an.red) lanjut Hendrumal itu harus diaudit.
Untuk itu ia menyarankan agar diundang
konsultan dari luar untuk mengaudit proses
pelayanan yang ada dengan melihat meka-
nisme kerja yang baku dan membanding-
kan keduanya.”Dari proses yang dilakukan
(audit) nanti, bisa diketemukan perbaikan- KPBC MADIUN. Sementara ini hanya melakukan pelayanan dan pengawasan di bidang
perbaikan yang bisa diterapkan secara cukai khususnya hasil tembakau.
nasional,”ujarnya kembali.

P
Dalam melakukan penilaian lanjut erjalanan menuju KPBC Madiun cukup jauh dan melelahkan, dengan
Hendrumal, pihaknya juga melakukan ins- menggunakan kendaraan umum dari Surabaya dapat kita tempuh dalam
peksi mendadak ke kantor yang akan dini- waktu kurang lebih empat jam. Kota Madiun berjarak kurang lebih 170 km
lai dan melihat secara langsung bagaima- dari kota Surabaya merupakan daerah Tingkat II dan dipimpin seorang Walikota.
na proses pelayanan publik ketika tim pe- Kota ini terkenal dengan makanan khas brem dan pecelnya yang lezat.
nilai tidak ada disana. Dan sebagai nara- Di kota inilah terdapat Kantor Pelayanan Bea dan Cukai (KPBC ) Tipe C
sumber dalam penilaian tersebut pihaknya Madiun yang terletak di jantung kota Madiun tepatnya di Jl. Larasati no.1 Madiun
mencari masukan dari pengguna jasa. berdekatan dengan kantor Dinas Tenaga Kerja.
Sementara Isty mengatakan bahwa KPBC Madiun wilayah kerjanya meliputi lima kabupaten dan satu
dirinya bersama dengan seluruh staf kotamadya yaitu Kabupaten Madiun, Kabupaten Pacitan, Kabupaten
merasa puas dengan apa yang telah ia Ponorogo, Kabupaten Ngawi, Kabupaten Magetan, dan Kodya Madiun.
sampaikan kepada tim penilai, dan itu tidak KPBC Madiun berdiri di atas lahan seluas 1226m2 dengan luas bangunan
akan bisa dihadapinya sendiri tanpa 900 m2 serta memiliki dua lantai dilengkapi dengan sarana ibadah berupa
dukungan dari para staf yang mendukung musholla. Lingkungan yang bersih, rapi, dan indah dikelilingi pepohonan
dirinya untuk menghadapi penilaian tadi. dan taman membuat pegawai terasa betah di dalamnya.
Ia pun mengatakan dalam penilaian Di ruang utama terdapat ruang tunggu untuk kenyamanan pengguna
tadi pihaknya tidak mengejar penghargaan jasa saat menunggu penyelesaian dokumennya. Ruang tunggu tersebut
yang diberikan nantinya, namun ia meskipun tidak dilengkapi AC tetapi cukup sirkulasi udara karena banyak
mencoba untuk bisa menjalankan jendela, dilengkapi pula tempat duduk bersandar, televisi dan information
kepercayaan yang diberikan DJBC desk . Para pengguna jasa benar-benar mendapat pelayanan yang baik
maupun juga Departemen Keuangan untuk sehingga merasa nyaman dan betah.
bisa jadi yang terbaik. Isty pun optimis apa Untuk mengawasi Wilayah kerja KPBC Madiun yang cukup luas
yang telah ia sampaikan kepada tim penilai tersebut telah ditunjuk pos-pos Direktorat Jenderal Bea dan Cukai yang
bisa meningkatkan kinerja dan citra DJBC. terletak di lima kabupaten sebagai berikut :
Mengenai kemungkinan diterapkannya 1. Pos Bea dan Cukai Ponorogo dengan daerah pengawasan meliputi
ISO 9001/2000 di KPBC Bekasi, pada Kabupaten Ponorogo
awalnya ia mengira ISO tersebut hanya 2. Pos Bea dan Cukai Magetan dengan daerah pengawasan meliputi
digunakan pada institusi swasta. Namun Kabupaten Magetan
apabila kantor yang dipimpinnya bisa 3. Pos Bea dan Cukai Pacitan dengan daerah pengawasan meliputi
menerapkan ISO tadi, maka ia akan Kabupaten Pacitan
mempelajarinya dan apabila DJBC 4. Pos Bea dan Cukai Ngawi dengan daerah pengawasan meliputi
merekomendasikan pihaknya untuk bisa Kabupaten Ngawi
memperoleh ISO 9001/2000 ia 5. Pos Bea dan Cukai Caruban dengan daerah pengawasan meliputi
mengatakan siap melaksanakan. zap Kabupaten Madiun

EDISI 385 DESEMBER 2006 WARTA BEA CUKAI 27


DAERAH KE DAERAH
FOTO : BAMBANG WICAKSONO
karena beberapa sebab. Seiring dengan dibebankan kepada KPBC Madiun,” kata
perjalanan waktu dan perkembangan Bambang Irawan
sosial di masyarakat terutama kalangan Sebagai bahan perbandingan untuk
calon pengusaha pabrik yang mengeluh- tahun anggaran 2005 yang lalu KPBC
kan adanya kabar bahwa betapa rumit Madiun dibebankan target penerimaan
dan susahnya serta biaya yang mahal negara dari Kanwil VII DJBC Surabaya
untuk mendapatkan sebuah NPPBKC, sebesar Rp 146.453.630.000. Dari target
maka atas hal tersebut menjadi pemikiran tersebut KPBC Madiun mencapai surplus
KPBC Madiun untuk menyampaikan penerimaan yaitu Rp 175.067.980.170
informasi kepada masyarakat. atau sekitar 119,54% dari target yang
“Kami selalu berupaya melakukan dibebankan.
sosialisasi peraturan cukai ke daerah- Sementara itu, hasil penerimaan nega-
daerah bekerja sama dengan Pemerintah ra dari cukai yang dikelola KPBC Madiun
Daerah. Selain itu juga memberikan Januari sampai dengan November 2006
penyuluhan melalui media cetak dan dapat dilihat pada tabel berikut ini :
radio. Hasil dari sosialisasi peraturan
tersebut sejak Januari sampai dengan No Periode Penerimaan Cukai
November 2006 telah terealisasi 38 Hasil Tembakau
NPPBKC baru,” kata Bambang Irawan. 1 Januari 20.369.203.200
Lebih lanjut Bambang Irawan menje- 2 Februari 27.504.844.800
laskan, sejak diterbitkan Peraturan Menteri 3 Maret 27.212.633.100
BAMBANG IRAWAN SH, Kepala KPBC Tipe C Keuangan RI No-75/PMK.04/2006 tanggal 4 April 10.372.620.000
Madiun. 31 Agustus tentang NPPBKC pengusaha 5 Mei 26.863.203.306
pabrik dan importir hasil tembakau pada 6 Juni 38.855.541.600
Dengan wilayah kerja yang luas terse- pasal 7 Menteri Keuangan telah memberi 7 Juli 11.579.587.138
but tentunya diperlukan kuantitas dan kua- wewenang kepada Kepala Kantor 8 Agusust 24.283.181.384
litas sumber daya manusia (SDM) yang Pelayanan untuk atas nama Menteri 9 September 37.331.241.600
handal didukung sarana dan prasarana Keuangan, Direkorat Jenderal Bea dan 10 Oktober 29.520.281.760
yang memadai untuk mencapai tingkat Cukai dapat menerbitkan NPPBKC yang 11 November
pelayanan yang prima dan efektif. mulai tanggal 1 Oktober 2006. Untuk s.d tanggal 15 15.373.815.600
Sementara ini masing-masing pos terse- kebijakan yang baru ini KPBC Madiun Total 269.302.557.086
but hanya satu orang yang dikumandah- masih memproses beberapa pemohon * dalam rupiah
kan dan tiap bulan dilakukan rolling. yang telah mengajukan NPPBKC.
KPBC Madiun sendiri memiliki pega- Pada kesempatan ini pula WBC diajak
wai sejumlah 35 orang yang terdiri atas TARGET PENERIMAAN 2006 OPTIMIS oleh Bambang Irawan melihat salah satu
11orang wanita dan 24 pria. Jumlah terse- TERCAPAI perusahaan rokok (PR) Digjaya Mulia
but masih dirasa kurang mendukung pe- Sehubungungan dengan surat Abadi yang merupakan Mitra Produksi
laksanaan tugas pelayanan dan penga- Direktur Jenderal Bea dan Cukai Nomor: Sigaret Sampoerna ( MPS ) Kabupaten
wasan secara optimal. Menurut Kepala S-736/BC/2006 tanggal 19 Oktober 2006 Madiun yang berjarak kurang lebih 10 Km
KPBC Madiun, Bambang Irawan, SH tentang Penetapan Perubahan Target dari kota Madiun.
idealnya pegawai ditambah 10 orang lagi Penerimaan Bea Masuk dan Cukai Tahun PR. Digjaya Mulia Abadi ini mempro-
termasuk 1 jabatan korlak umum yang Anggaran 2006 bahwa target penerimaan duksi rokok jenis SKT dan termasuk go-
kosong. Bea masuk dan Cukai Tahun anggaran longan I . Perusahaan rokok ini merupa-
2006 (APBN-P) untuk Kanwil VII DJBC kan perusahaan mitra kerja Sampoerna
LINGKUP PELAYANAN Surabaya ditetapkan menjadi Rp yang bahan bakunya telah disediakan
KPBC Madiun sebagai salah satu unit 28.978.077,40 miliar. Berkaitan hal standar dan pemasarannya pun dikoordi-
pelayanan yang melaksanakan tugas dan tersebut dilakukan pula perubahan target nasikan PT Sampoerna . Pekerjanya
fungsi DJBC di Jawa Timur berada di penerimaan Bea Masuk dan Cukai Tahun kebanyakan wanita dari penduduk sekitar
bawah koordinasi dan bertanggung jawab Anggaran 2006 untuk masing-masing perusahaan dan berjumlah kurang lebih
langsung kepada Kantor Wilayah VII Kantor Pelayanan Bea dan Cukai di 1200 orang. Meskipun PR Digjaya Mulia
DJBC Surabaya. Sementara ini KPBC wilayah VII DJBC Surabaya. KPBC Abadi baru berdiri tahun 2005 namun
Madiun hanya melakukan pelayanan dan Madiun sendiri diberi target penerimaan merupakan salah satu sumber
pengawasan di bidang cukai khususnya Bea Masuk dan Cukai sebesar Rp penerimaan terbesar berupa cukai bagi
hasil tembakau. Perusahaan yang 302.818.940.000( naik 1,04%). Sampai KPBC Madiun dan sekaligus mampu
mendapat pelayanan di bidang cukai dengan 15 November 2006 telah menciptakan lapangan kerja untuk
adalah 94 perusahaan rokok terdiri dari terkumpul Rp 269.302.557.086 (88,9%). mengurangi angka pengangguran.
berbagai golongan antara lain : “Dengan asumsi penerimaan cukai
LINGKUP PENGAWASAN
Karakteristik tugas dan fungsi DJBC
memang unik karena di satu sisi
diharuskan memberikan pelayanan yang
memuaskan kepada pengurus jasa, di sisi
lain dituntut untuk waspada dengan
melakukan pengawasan terhadap
kemungkinan pelanggaran yang terjadi di
bidang kepabeanan dan cukai.
“ Upaya yang kami lakukan dalam hal
pengawasan ada dua cara yaitu secara
Pada awalnya jumlah pabrik rokok dari PT HM Sampoerna yang rata-rata tiap fisik dan administratif. Secara fisik dengan
sampai Desember 2005 berjumlah 62 bulan Rp 25.000.000.000 ditambah melakukan pengawasan dengan operasi
perusahaan, namun ada enam dengan pabrik rokok lain kami optimis pasar karena banyaknya hasil tembakau
perusahaan telah dicabut NPPBKC nya akan dapat mencapai target yang terutama Sigaret Kretek Tangan (SKT)

28 WARTA BEA CUKAI EDISI 385 DESEMBER 2006


yang beredar dengan berbagai merek Tabel Pelanggaran Cukai KPBC Madiun 2006
dari berbagai daerah. Operasi ini
bertujuan dengan meminimalkan
peredaran rokok ilegal,” ujarnya.
“Sedangkan secara administratif de-
ngan memberikan surat perintah kepada
petugas-petugas pos, korlak P2 dan
Korlak Cukai untuk memeriksa pembuku-
an perusahaan apakah sesuai dengan
apa yang diberitahukan kepada Bea dan
Cukai. Pemeriksaan ini dilakukan secara
selektif dan bergantian. Dengan pemerik-
saan adminstratif pun akhirnya ada bebe-
rapa yang terkena sanksi administrasi,”
tambah Bambang Irawan lagi.
Hasil pengawasan cukai selama
tahun 2006 sebagai berikut : ( tabel
Pelanggaran Cukai)

KENDALA YANG DIHADAPI


Untuk mendapatkan prestasi tidak
datang begitu saja. Segala usaha yang
dilakukan secara berkesinambungan di
segala bidang dan dukungan dari seluruh
pegawai dan stakeholder akan mampu
menciptakan suatu sinergi hubungan
kerja.
KPBC Madiun pun tergabung dalam
paguyuban instansi pemerintah dan
swasta yang dipimpin walikota Madiun,
yang selalu mengadakan pertemuan rutin
sekali dalam dua bulan guna membahas
segala permasalahan.
“Menciptakan disiplin di lingkungan
kerja pegawai dan koordinasi dengan
pihak luar antara lain kepolisian, claim oleh pengusaha hasil tembakau. kekurangan yang ada, KPBC Madiun
kejaksaan, dan pemerintah daerah yang “Untungnya sejauh ini mereka mau tetap bertekad memberikan pelayanan
baik merupakan faktor pendukung dalam mengerti ketika diberikan penjelasan atas yang terbaik bagi stakeholder sebagai
menciptakan pelayanan prima,”kata keterlambatan tersebut. Harapan saya hal trade facilitator. Dengan lebih mening-
Bambang Irawan ketika ditanya mengenai seperti tersebut tidak terjadi lagi.” katkan kegiatan sosialisasi peraturan/
kiat-kiatnya memipin KPBC Madiun. Kendala lainnya yang juga penting perundang-undangan dan pembinaan/
“Kendala utama dalam menciptakan adalah sangat luasnya wilayah bimbingan yang lebih intensif kepada para
layanan prima di KPBC Madiun adalah pengawasan dan topografi daerah yang pengusaha Barang Kena Cukai (BKC)
masalah keterbatasan SDM. Untuk yang bergunung-gunung dan berbukit hingga dalam hal ini pabrik rokok/ pengusaha
akan datang kiranya perlu tambahan mempersulit untuk melakukukan hasil tembakau, sehingga diharapkan
pegawai pelaksana 10 orang termasuk pengawasan dan pembinaan/ bimbingan pada akhirnya lebih dapat meningkatkan
korlak Umum “ tutur Bambang Irawan. yang optimal kepada pengusaha Barang kerja sama antara KPBC Madiun dengan
Kendala lainnya, lanjut Bambang Kena Cukai (BKC). Terkadang diakuinya, stakeholder dan juga akan meningkatkan
Irawan, adalah pernah terjadi harus jalan kaki untuk mencapai lokasi penerimaan negara dari sektor cukai dan
keterlambatan pengiriman pita cukai pada yang dituju. pungutan negara lainnya.
awal tahun dari kantor pusat sehingga di- Dengan berbagai kendala dan Bambang Wicaksono/Koresponden Surabaya
FOTO : BAMBANG WICAKSONO FOTO : BAMBANG WICAKSONO

SOSIALISASI yang dilakukan diharapkan pada akhirnya lebih dapat


meningkatkan kerja sama antara KPBC Madiun dengan stakeholder dan
juga akan meningkatkan penerimaan negara dari sektor cukai dan
FOTO BERSAMA Kepala Kantor bersama para staf KPBC Madiun. pungutan negara lainnya

EDISI 385 DESEMBER 2006 WARTA BEA CUKAI 29


CUKAI

Tarif Cukai MMEA dan EA tarif, tujuan lain kenaikan tarif cukai un-
tuk MMEA dan EA tersebut adalah
untuk membatasi konsumsi, sesuai de-

NAIK RATA-RATA
ngan filosofi pengenaan cukai. Dengan
demikian, kenaikan tersebut juga
ditujukan agar masyarakat jangan ter-

DIATAS 100 PERSEN


lalu banyak mengkonsumsi minuman
beralkohol.
“Kita harapkan tidak akan menimbul-
kan protes yang terlalu besar, terutama
dari konsumen whisky atau brandy, tetapi
Kenaikan tarif Minuman Mengandung Etil Alkohol (MMEA) dan sepertinya tidak akan menimbulkan protes
yang terlalu keras karena kedua minuman
Etil Alkohol (EA) mulai berlaku sejak 1 November 2006. tersebut dikonsumsi oleh kalangan atas.
Sedangkan yang paling banyak diminum

B
erdasarkan Peraturan Menteri menjelaskan bahwa kenaikan tersebut masyarakat umum itu kan bir, dan bir itu
Keuangan No. 89/PMK.04/2006 telah diperhitungkan berdasarkan harganya masih terjangkau,” tambah
tanggal 13 Oktober 2006, tentang inflasi, perkiraan kenaikan pertahunnya Frans.
Penetapan Tarif Cukai Etil Alkohol atau (yang dihitung sejak tahun 2002 hingga Walaupun kenaikan tarif alkohol cukup
Etanol, tarif cukai sebagai dasar sekarang-red), dan sebagainya. tinggi, pemerintah tidak khawatir bahwa
perhitungan besarnya pungutan cukai “Jadi, kita hitung kira-kira naiknya hal tersebut akan mengganggu proses
atas etil alkohol atau etanol yang dibuat berapa persen kalau dihitung tiap tahun. produksi. Pasalnya, penggunaan alkohol
didalam negeri atau yang diimpor Nah, jumlah kenaikan tersebut kemudian khusus untuk industri, misalnya sebagai
ditetapkan berdasarkan sistem tarif digabung dan jadilah tarif yang sekarang bahan baku untuk industri jamu, kosmetik
cukai spesifik, naik sekitar 300 persen, ini ditetapkan. Memang agak terlambat (yang memproduksi hairspray, minyak
menjadi Rp 10.000/liter dari tapi daripada tidak sama sekali,” imbuh wangi) dan sebagainya, cukai yang harus
sebelumnya Rp 2.500/liter. Frans. Untuk itu ia berharap agar peng- dibayar sebesar nol persen alias tidak
Sementara untuk MMEA, berdasar- usaha MMEA dan EA dapat menerima dibebankan tarif cukai.
kan Peraturan Menteri Keuangan No. keputusan pemerintah menaikan tarif “Saat ini cukup banyak industri yang
90/PMK.04/2006 tanggal 13 Oktober MMEA dan EA tersebut. mendapatkan pembebasan cukai
2006, tentang Penetapan Tarif Cukai Sosialisasi terhadap kenaikan tarif tersebut. Yang penting, khusus untuk
Minuman dan Konsentrat yang cukai itu sendiri dilakukan mulai bulan penggunaan alkohol, pengusaha
Mengandung Etil Alkohol, juga menga- November 2006. Frans mengakui hal tersebut mengajukan permohonan
lami kenaikan rata-rata diatas 100 itu sedikit terlambat disebabkan terben- bebas cukai,” kata Frans.
persen. (lihat tabel). tur dengan liburan panjang Idul Fitri.
Kedua kebijakan tersebut diatas, Sosialisasi itu sendiri ditujukan bagi HARUS DIBARENGI OPERASI
mulai berlaku sejak 1 November 2006. asosiasi, importir maupun pabrikan PENERTIBAN
Menurut Direktur Cukai, Frans MMEA dan EA. Tujuannya agar DJBC Dengan jumlah produksi yang sama
Rupang, kebijakan kenaikan tarif memperoleh masukan maupun keluhan dengan tahun ini (2006), yakni
MMEA dan EA tersebut disebabkan dari pengusaha, importir maupun asosi- sebanyak 218.858.893,14 liter,
adanya penyesuaian tarif karena sudah asi terhadap kenaikan tarif cukai ini. diperkirakan penerimaan dari cukai
terlalu lama tarif kedua barang kena Tak hanya dikarenakan sudah MMEA dan EA tersebut akan
cukai (BKC) tersebut tidak mengalami sekian lama tidak mengalami kenaikan bertambah sekitar Rp 200 milyar.
kenaikan (sejak tahun 2001-red). Hal Sehingga untuk tahun 2007,
itu berbeda dengan rekan sejawatnya, WBC/ATS diperkirakan penerimaan cukai dari
cukai hasil tembakau (rokok), yang MMEA maupun EA menjadi Rp 800
terus mengalami kenaikan tarif tiap milyar, naik sekitar 35 persen dari tahun
tahunnya (untuk yang satu ini, tarif ini (2006) sebesar Rp 600 milyar. Saat
cukai hasil tembakau pernah ini, Kantor Pelayanan Bea dan Cukai
mengalami kenaikan hingga tiga kali (KPBC) Jakarta dan Surabaya
dalam setahun-red). merupakan penyumbang terbesar
Frans menolak jika kenaikan tarif dalam hal penerimaan untuk cukai
cukai MMEA dan EA tersebut dikaitkan MMEA dan EA, dengan komoditi utama
dengan keinginan pemerintah untuk cukai dari minuman bir.
dapat mencapai target penerimaan Frans optimis hal itu bisa dicapai
cukai (dimana pada 2007 target cukai sepanjang tidak terjadi penurunan
naik menjadi 42 trilyun rupiah dari produksi dan operasi penertiban
tahun ini (2006) sebesar 38,5 trilyun terhadap MMEA illegal dilaksanakan,
rupiah). Pasalnya untuk tahun 2005 terutama untuk minuman eks impor.
saja, pemasukan cukai dari MMEA dan Pasalnya, kenaikan tarif cukai akan
EA hanya sekitar Rp 600 milyar, merangsang terjadinya pelanggaran-
dibandingkan dengan pemasukan cukai pelanggaran. Saat ini saja masih
dari hasil tembakau yang mencapai Rp banyak minuman eks impor yang tidak
37 trilyun. membayar cukai. Tak hanya itu, adanya
Ia kembali menegaskan, kenaikan tendensi yang menyatakan bahwa
tarif tersebut dikarenakan sudah terlalu semakin tinggi tarif cukai membuat
lama pemerintah tidak menaikkan tarif orang dirangsang untuk menghindari
MMEA dan EA. Kenaikan tarif itu tentu kewajiban membayar cukai.
saja mendapatkan reaksi dari “Untuk minuman eks impor, masya-
FRANS RUPANG. Berharap pada petugas bea
pengusaha MMEA dan EA. Mereka cukai di lapangan, agar jangan hanya terpaku rakat biasanya tidak peduli apakah
(pengusaha-red) mengatakan bahwa pada operasi rokok saja, tetapi juga concern minuman tersebut cukainya sudah
kenaikan itu terlalu besar. Namun Frans dengan operasi penertiban MMEA illegal. dibayarkan atau belum. Bahkan, ada

30 WARTA BEA CUKAI EDISI 385 DESEMBER 2006


kecenderungan harga minuman terse- TARIF CUKAI MINUMAN DAN KONSENTRAT YANG
but akan lebih murah kalau tidak mem- MENGANDUNG ETIL ALKOHOL YANG BERLAKU SAAT INI
bayar cukai. Jadi, kesadaran masyara-
kat juga sangat penting,” ujar Frans. I. MINUMAN YANG MENGANDUNG ETIL ALKOHOL
Untuk itu Frans berharap agar petu- Tarif Cukai (per liter)
gas bea cukai yang berada di kantor Golongan Kadar Etil Alkohol
pelayanan maupun kantor wilayah di Dalam Negeri Impor
seluruh Indonesia, lebih aktif turun ke
lapangan untuk mengantisipasi hal A1 Sampai dengan 1 % Rp 2.500,00 Rp 2.500,00
tersebut, terutama operasi penertiban A2 Lebih dari 1 % Rp 3.500,00 Rp 5.000,00
MMEA illegal eks impor yang tidak sampai dengan 5 %
membayar cukai dengan melakukan B1 Lebih dari 5 % Rp 5.000,00 Rp 20.000,00
operasi penertiban. Operasi penertiban sampai dengan 15 %
itu sendiri saat ini sudah cukup gencar
dilakukan, terutama oleh unit P2. B2 Lebih dari 15 % Rp 10.000,00 Rp 30.000,00
sampai dengan 20 %
HAMPIR SELURUH DAERAH MULAI C Lebih dari 20 % Rp 26.000,00 Rp 50.000,00
MEMBATASI PENDIRIAN PABRIK BARU
Sementara itu, hingga tahun 2006, II. KONSENTRAT YANG MENGANDUNG ETIL ALKOHOL
jumlah pabrikan MMEA yang berada di
seluruh Indonesia berjumlah 82 pabrik. Tarif Cukai (per liter)
Jumlah tersebut diperkirakan masih Golongan Kadar Etil Alkohol
Dalam Negeri Impor
bisa bertambah sepanjang pemerintah
daerah (pemda) setempat, didukung Dari semua jenis konsentrat, kadar dan golongan, Rp 50.000,00 Rp 50.000,00
dengan Departemen Perdagangan dan sebagai bahan baku atau bahan penolong
Perindustrian, masih memberikan ijin dalam pembuatan Minuman yang
untuk pendirian pabrik baru. DJBC Mengandung Etil Alkohol
sendiri bertugas untuk memberikan

FOTO : ISTIMEWA
NPPBKC (Nomor Pokok Pengusaha
Barang Kena Cukai) pada pabrikan.
Namun demikian, Frans
memperkirakan pertambahan pabrikan
MMEA tersebut akan semakin
terkontrol, mengingat hampir seluruh
daerah di Indonesia mulai membatasi
adanya pabrik baru untuk MMEA,
seperti yang terjadi di Banten, Jawa
Barat, Jawa Timur dan Bali.
Sedangkan untuk importir MMEA,
jumlahnya hanya 2 importir saja, yakni PT.
PPI (Perusahaan Perdagangan Indone-
sia) yang juga merupakan BUMN (Badan
Usaha Milik Negara). Perusahaan inilah
yang mengimpor BKC yang dikenakan/
membayar cukai. Yang kedua adalah PT.
Sarinah yang juga merupakan BUMN.
Perusahaan ini yang mengimpor BKC
yang duty free (bebas cukai), yakni
minuman yang dijual di airport, yang
ditujukan bagi orang asing untuk dibawa MINUMAN BERALKOHOL. Jika masyarakat membeli minuman illegal eks impor (tidak dilekati pita
ke luar negeri. cukai), maka secara tidak langsung masyarakat sama saja dengan mensubsidi pabrikan MMEA
Di akhir wawancara, Frans berharap yang ada diluar negeri.
dengan naiknya tarif cukai, pertambahan
penerimaan cukai dari MMEA dan EA “Kantor yang intensif menangani Frans mengakui bahwa sulit untuk
yang menurut perhitungannya sebesar Rp masalah cukai kan cuma beberapa. menyadarkan masyarakat akan hal itu.
200 milyar pada 2007, dapat melebihi Sedangkan diseluruh Indonesia, Kantor Apalagi hukum pasar menyebutkan
angka tersebut (diatas Rp 200 milyar-red). Pelayanan Bea Cukai lebih dari 100 bahwa orang akan mencari barang
Tentunya hal itu bisa terwujud dengan kantor dan semuanya fokus pada pabean, yang bagus dengan harga yang murah.
ditertibkannya minuman illegal, terutama padahal pabean penerimaannya tidak Padahal, lanjutnya, kalau
yang eks impor. Untuk itu ia berharap sebesar cukai. Jadi, saya menghimbau masyarakat membeli minuman illegal
pada petugas bea cukai di lapangan, agar pada teman-teman di lapangan bahwa kita eks impor, maka secara tidak langsung
jangan hanya terpaku pada operasi rokok memang perlu fokus pada pebean tapi masyarakat sama saja dengan
saja, tetapi juga concern dengan operasi jangan lupakan masalah cukai karena mensubsidi pabrikan MMEA yang ada
penertiban MMEA illegal. untuk tahun 2007 penerimaan cukai terus diluar negeri, karena minuman illegal
Tak hanya itu, berdasarkan pada naik,” himbau Frans. eks impor tidak membayar cukai.
target cukai secara keseluruhan untuk Untuk itu, kembali ia menekankan “Kalau yang illegal dibiarkan
tahun 2007 (yakni sebesar Rp 42 trilyun pentingnya operasi penertiban terhadap berkembang tentu saja hal itu akan
rupiah), harus disadari jika ada minuman illegal agar masyarakat memukul dan mematikan industri dalam
penyimpangan di lapangan (entah itu terdorong untuk membayar cukai. negeri,” tandas Frans.
penyimpangan terhadap rokok maupun Selain itu, dibutuhkan pula kesadaran Pertanyaannya, apakah kita rela
MMEA-red), maka akan berakibat masyarakat agar tidak mengkonsumsi mensubsidi perusahaan minuman ber-
besar terhadap penerimaan negara. minuman yang tidak dilekati pita cukai. alkohol yang ada di luar negeri? ifa

EDISI 385 DESEMBER 2006 WARTA BEA CUKAI 31


INFO PERATURAN

PERATURAN MENTERI KEUANGAN


Per Nopember 2006
No. KEPUTUSAN P E R I H A L

Nomor Tanggal

1. 78/PMK.010/2006 25-09-06 Pembebasan Bea Masuk Atas Impor Bahan, Suku Cadang,
Komponen, Dan Peralatan Untuk Perbaikan Dan Pemeliharaan
Pesawat Terbang.

2. 79/PMK.010/2006 25-09-06 Pembebasan Bea Masuk Atas Impor Bagian Dan Perlengkapan
Kendaraan Bermotor Tujuan Ekspor.

3. 81/PMK.010/2006 28-09-06 Pengenaan Bea Masuk Anti Dumping Terhadap Impor Pisang
Cavendish Dari Filipina.

4. 88/PMK.010/2006 10-10-06 Perubahan Keempat Atas Peraturan Menteri Keuangan Nomor 92/
PMK.02/2005 Tentang Penetapan Jenis Barang Ekspor Tertentu Dan
Besaran Tarif Pungutan Ekspor.

5. 89/PMK.04/2006 13-10-06 Penetapan Tarif Cukai Etil Alkohol Atau Etanol.

6. 90/PMK.04/2006 13-10-06 Penetapan Tarif Cukai Minuman Dan Konsentrat Yang Mengandung
Etil Alkohol

PERATURAN DIREKTUR JENDERAL BEA DAN CUKAI


Per Nopember 2006
PERATURAN

No. Nomor Tanggal P E R I H A L

1. P-16/BC/2006 11-10-06 Petunjuk Pelaksanaan Peraturan Menteri Keuangan Republik Indonesia


Nomor 79/PMK.010/2006 Tanggal 25 September 2006 Tentang
Pembebasan Bea Masuk Atas Impor Bagian Dan Perlengkapan
Kendaraan Bermotor Untuk Pembuatan Kendaraan Bermotor Tujuan
Ekspor.

2. P-17/BC/2006 20-10-06 Pemberitahuan Harga Jual Eceran Minuman Mengandung Etil Alkohol.

SURAT EDARAN DIREKTUR JENDERAL BEA DAN CUKAI


Per Nopember 2006
SURAT EDARAN

No. Nomor Tanggal P E R I H A L

1. SE-29/BC/2006 21-09-06 Petunjuk Pelaksanaan Pemberitahuan NPPBKC

2. SE-30/BC/2006 20-10-06 Petunjuk Pelaksanaan Penetapan Tarif Cukai Minuman Dan Konsentrat
Mengandung Etil Alkohol Serta Etil Alkohol.

3. SE-31/BC/2006 31-10-06 Penegasan Surat Edaran Direktur Jenderal Bea dan Cukai Nomor : SE-
01/BC/2006 Tentang Peningkatan Pengawasan Barang Kena Cukai
Dalam Rangka Pengamanan Hak Keuangan Negara.

4. SE-32/BC/2006 01-11-06 Pelunasan Cukai Dan Pelekatan Pita Cukai.

5. SE-33/BC/2006 02-11-06 Batas Akhir Pelayanan Permintaan Penyediaan Pita Cukai Hasil
Tembakau.

6. SE-34/BC/2006 08-11-06 Pembayaran Cukai Minuman Dan Konsentrat Mengandung Etil Alkohol
Serta Etil Alkohol Dalam Negeri.

32 WARTA BEA CUKAI EDISI 385 DESEMBER 2006


OPINI

Oleh: Sutardi

IMPOR
DAN IMPOR
UNTUK DIPAKAI (IUD)
(Bagian I)

PENDAHULUAN telah dijelaskan di awal paragraf bahwa ”Di impor untuk : Dipakai; Diproses di

I
mpor untuk dipakai adalah impor pengertian ini sangat potensial dalam Kawasan Berikat; Diangkut Lanjut;
sedangkan tidak semua impor adalah menimbulkan suatu dispute, misunder- Diangkut Terus; Sementara; dsb.”.
impor untuk dipakai, kedua istilah ini standing (kesalahpahaman) bahkan Terus terang bahwa hingga saat ini
menjadi blunder dalam pelaksanaannya mempunyai efek yang sangat dahsyat masih banyak pejabat apalagi pelaks-
yang dikarenakan adanya salah apabila diantara pejabat Bea Cukai, aparat ana yang tidak/ kurang memahami
intepretasi, kekurang pahaman/ pemerintah yang terkait dengan secara mendalam apa sih yang dimak-
kekurang mengertian, kesengajaan, perdagangan internasional, dan juga sud dengan diimpor untuk dipakai,
atau apapun alasannya yang jelas perpajakan punya persepsi/interpretasi bagaimana sih filosofinya sehingga
hingga saat ini hal tersebut masih berbeda tentang apa yang menjadi hake- pada jaman dulu pemerintah Belanda
berlangsung dan hal tersebut mengaki- kat dari terminologi Impor Untuk Dipakai. secara intens sekali menyebutnya
batkan sesuatu tidak diletakkan pada Setelah Ordonansi Bea diganti dalam setiap peraturan yang apabila
proporsi yang sebenarnya, yang dengan Undang-Undang Nomor 10/ konteknya memang bermakna diimpor
selanjutnya dapat merugikan masyara- 1995 terminologi diimpor untuk dipakai untuk dipakai (invoerten verbruijk) atau
kat usaha, merusak iklim investasi, memang kurang populer, meskipun ada imported for home use, sekarang
yang pada gilirannya dapat merugikan beberapa pasal yang secara eksplisit untuk hal tersebut (hal yang sama)
perekonomian dan kehidupan bangsa menyebut terminologi diimpor untuk yang disebutkan selalu diimpor, diimpor
dan negara. dipakai, akan tetapi menurut pengamat- dan diimpor, kendati makna sebenar-
Sebenarnya, pengertian Impor an penulis pengertian diimpor untuk nya adalah diimpor untuk dipakai.
Untuk Dipakai merupakan pengertian dipakai tidak seprimadona seperti pada Dengan kurang dipahaminya
yang sangat elementer oleh karenanya waktu berlakunya Undang-Undang Tarif pengertian diimpor untuk dipakai, atau
harus dipahami oleh semua pegawai Indonesia dan Ordonansi Bea, yang tidak dicantumkannya secara eksplisit
DJBC. Dalam Undang-Undang Tarif begitu mendarah daging di setiap kata diimpor untuk dipakai apabila kon-
Indonesia (Indische Tarief Wet, mindset pegawai bea cukai karena teksnya menghendaki demikian, atau
Stbl.1873 Nomor 35 sebagaimana telah sangat sering suatu peraturan dimulai pemahaman yang sepotong-sepotong
diubah dan ditambah) dan Ordonansi dengan kata ”barang yang diimpor mengenai pengertian impor, dalam
Bea (Rechten Ordonantie, Stbl. 1931 untuk dipakai ke dalam daerah pabean kenyataannya sekarang, tidak jarang
Nomor 471 sebagaimana telah diubah Indonesia...dst”, sehingga pemberitahu- banyak menimbulkan kesalahpahaman,
dan ditambah), yang telah diganti an barang impor pun disebut PPUD salah pengertian bahkan banyaknya
dengan Undang-Undang Nomor 10/ (Pemberitahuan Pemasukan Barang dalil-dalil yang sebenarnya harus
1995, terminologi diimpor untuk dipakai Untuk dipakai), yang pada awal dikaitkan dengan pengertian impor un-
memegang peran sangat penting berlakunya Undang-Undang Nomor 10/ tuk dipakai justru memakai terminologi
karena barang yang diimpor akan tetapi 1995, PPUD diganti menjadi PIUD impor sehingga dapat dibayangkan jika
bukan untuk tujuan untuk dipakai, maka (Pemberitahuan Impor Untuk Dipakai). suatu aturan yang seharusnya diterap-
barang tersebut tidak subject pada Saat ini sebutan PIUD (Pemberita- kan/berlaku pada saat suatu barang
pengenaan Bea Masuk (BM) dan Pajak huan Impor Untuk Dipakai) diganti de- yang berasal dari luar daerah pabean
Dalam Rangka Impor (PDRI), ngan PIB (Pemberitahuan Impor Ba- pada waktu barang itu direlease dari
sedangkan barang yang memang rang) yang merupakan lawan kata dari pengawasan pabean (diimpor untuk
bertujuan diimpor untuk dipakai secara PEB (Pemberitahuan Ekspor Barang). dipakai) justru diterapkan/diberlakukan
tegas dinyatakan dikenakan bea masuk Sebutan PIB terhadap dokumen yang pada saat barang tersebut memasuki
sebesar apa yang terlampir dalam melindungi barang impor barang sangat wilayah daerah pabean (batas negara).
undang-undang tersebut sebagai cocok apabila telah diterapkan sistem Hal tersebut selain dapat
Lampiran A yang kemudian lebih single window, sehingga PIB merupa- menimbulkan kerancuan hukum, juga
dikenal sebagai Buku Tarif Bea Masuk. kan dokumen impor tahap pertama, dapat merugikan kepentingan rakyat
Meskipun pengertian Impor Untuk mengingat bahwa setelah barang diim- terutama pemakai jasa kepabeanan,
Dipakai merupakan pengertian yang sa- por melalui tahapan yang pertama ke- investor, importir dan pengusaha industri
ngat elementer akan tetapi sebagaimana mudian diikuti tahapan lanjutan seperti lainnya terutama yang berusaha di

EDISI 385 DESEMBER 2006 WARTA BEA CUKAI 33


OPINI

Kawasan Berikat, yang dengan itikad baik membangun suatu kantor di perbatasan di memberikan pelayanan (melakukan pe-
telah melakukan kewajiban kepabeanan tengah laut dan kemudian melakukan mungutan Bea Masuk dan PDRI), bahkan
sebagai kewajiban kenegaraan (tax pemeriksaan barang-barang impor untuk pengawasan terhadap keluar
payers) sebagaimana diamanatkan dalam disana, maka kantor pabean dibangun di masuknya barang-barang impor maupun
penjelasan umum Undang-Undang No. tempat-tempat tertentu dimana kapal- ekspor pun pegawai Bea Cukai hanya
10/1995 tentang Kepabeanan, masih juga kapal dapat berlabuh dan undang-undang mempergunakan kapal patrolinya.
dibebani kewajiban yang semestinya mewajibkan kapal-kapal atau sarana Ketentuan bahwa formalitas/kewajiban
tidak/belum dibebankan kepadanya. pengangkut melalui laut atau udara pabean diselesaikan di kantor-kantor Bea
Pemahaman akan perbedaan antara berlabuh pula di tempat-tempat tertentu dan Cukai sesuai Pasal 5 ayat (1) Un-
pengertian impor dan impor untuk dipakai yang sekarang kita kenal sebagai dang-Undang No.10/ 1995, dapat dilihat
ini menjadi sangat penting karena ada titik pelabuhan baik laut maupun udara, dan lebih jelas dalam penjelasan Pasal 5 Ayat
singgung dua kepentingan yang seringkali penyelesaian formalitas/kewajiban pabean (1) yang kami kutip sebagai berikut :
salah penerapannya baik karena kese- diselesaikan di kantor-kantor Bea dan “Dilihat dari keadaan geografis negara
ngajaan atau karena ketidak pahaman/ Cukai di pelabuhan-pelabuhan tersebut. Republik Indonesia yang demikian
ketidakmengertian para pengambil Formalitas pabean adalah luas dan merupakan negara
keputusan sehingga dapat mengganggu penyerahan Pemberitahuan Pabean kepulauan, maka tidaklah mungkin
keseimbangan dua kepentingan yaitu dan pelunasan Bea Masuk dan PDRI menempatkan Pejabat Bea dan Cukai
kepentingan negara dan hak warganega- atas barang impor. Meskipun formalitas/ di sepanjang pantai untuk menjaga
ra/ pembayar pajak (tax payers) yang kewajiban pabean diselesaikan di kantor- agar semua barang yang dimasukkan
patuh dalam melaksanakan tugas kantor Bea dan Cukai (Pasal 5 ayat (1) ke atau yang dikeluarkan dari Daerah
kenegaraan yaitu membayar bea masuk Undang-Undang No.10/ 1995), yaitu di pe- Pabean memenuhi ketentuan yang
dan juga pajak dalam rangka impor. labuhan-pelabuhan yang ditetapkan, akan telah ditetapkan. Oleh sebab itu,
Melalui tulisan yang singkat ini penulis tetapi atas barang impor yang memasuki ditetapkan bahwa pemenuhan
akan menjelaskan kepada pembaca apa Daerah Pabean, sudah diawasi oleh Bea Kewajiban Pabean hanya dapat
sih hakekat dari Impor Untuk Dipakai?, Cukai (under Customs Control) dilakukan di Kantor Pabean.
Bagaimana dan kapan penerapan impor dikarenakan terhadap barang-barang Penegasan bahwa pemenuhan
untuk dipakai, apa beda antara impor dan impor tersebut sudah terhutang/ wajib Kewajiban Pabean dilakukan di Kantor
diimpor untuk dipakai? BM dan PDRI akan tetapi belum dipungut Pabean maksudnya adalah kalau
BM dan PDRInya sampai barang tersebut kedapatan barang dibongkar atau
PENGERTIAN IMPOR diimpor untuk dipakai, yang berarti di dimuat di suatu tempat yang tidak
Impor adalah kegiatan memasukkan release dari pengawasan Bea Cukai. ditunjuk sebagai Kantor Pabean
barang ke dalam Daerah Pabean, demiki- Pasal 2 ayat (1) menyatakan bahwa, berarti terjadi pelanggaran terhadap
an yang tercantum dalam pasal 1 Un- “Barang yang dimasukkan ke dalam ketentuan undang-undang ini. Dengan
dang-Undang Nomor 10/ 1995 butir 13. Daerah Pabean diperlakukan sebagai demikian, pengawasan lebih mudah
Pengertian impor pada butir 13 pasal 1 barang impor dan terutang Bea Masuk” dilakukan, sebab tempat untuk
Undang-Undang Nomor 10/ 1995 yang oleh penjelasan ayat yang bersang- memenuhi Kewajiban Pabean seperti
tersebut hanyalah merupakan pengertian kutan dinyatakan bahwa, “Ayat ini membe- penyerahan Pemberitahuan Pabean
yuridis yang menjadi dasar hukum bagi rikan penegasan pengertian Impor secara atau pelunasan Bea Masuk telah
Bea Cukai untuk melakukan pengawasan, yuridis, yaitu pada saat barang memasuki dibatasi dengan penunjukan Kantor
dan bukan untuk tujuan pemungutan Bea Daerah Pabean dan menetapkan saat Pabean yang disesuaikan dengan
Masuk dan Pajak Dalam Rangka Impor barang tersebut wajib Bea Masuk serta kebutuhan perdagangan.
(PDRI). merupakan dasar yuridis bagi Pejabat
Secara teori, kantor pabean ini harus Bea dan Cukai untuk melakukan Pemenuhan Kewajiban Pabean di
dibangun di perbatasan-perbatasan pengawasan”, atau dengan kata lain tempat selain di Kantor Pabean dapat
sehingga untuk perbatasan yang berupa merupakan justifikasi bagi para petugas diizinkan dengan pemenuhan persya-
laut, kantor pabean juga harus di tengah Bea Cukai untuk melakukan patroli di ratan tertentu yang akan ditetapkan
laut sehingga barang-barang yang melin- tengah laut di dekat perbatasan atau di oleh Menteri, sesuai dengan kepen-
tasi perbatasan harus segera diperiksa dan jalur-jalur yang ditetapkan untuk dilalui tingan perdagangan dan perekono-
dipungut bea masuknya dan juga pajak kapal atau sarana pengangkut lainnya. mian; atau apabila dengan cara
dalam rangka impornya (PPN Impor dan Pengertian barang impor disini adalah tersebut Kewajiban Pabean dapat
PPh Pasal 22). Hal ini karena berdasarkan barang dari luar daerah pabean yang dipenuhi dengan lebih mudah, aman,
Undang-Undang PPh dan Undang- melintasi batas daerah pabean, dan murah, pemberian kemudahan
Undang PPN dinyatakan bahwa terhadap sedangkan pengertian daerah pabean tersebut bersifat sementara.”
PPh Pasal 22 dan PPN Impor pelaksana- adalah Wilayah Republik Indonesia yang
an pemungutannya dilakukan oleh Direk- meliputi wilayah darat, perairan dan ruang Pengertian barang impor sebagaima-
torat Jenderal Bea dan Cukai, tentu saja udara di atasnya, serta tempat tempat na dimaksud pada butir 13 pasal 1
dilaksanakan pada waktu Direktorat Jen- tertentu di Zona Ekonomi Eksklusif dan Undang-Undang Nomor 10/ 1995, sebe-
deral Bea dan Cukai melaksanakan pe- landasan kontinen yang di dalamnya narnya baru merupakan barang dari luar
mungutan Bea Masuk, pada saat yang sa- berlaku undang-undang ini. daerah pabean (luar negeri) yang masih
ma dipungut Pajak Dalam Rangka Impor. Bagi negara-negara yang mempunyai dalam pengangkutan dan belum dapat
Tidak jarang Bea Masuk yang perbatasan darat dengan negara-negara dimanfaatkan/ digunakan, atau setidak-
dipungut oleh DJBC tarifnya 0 %, tapi tetangganya, pengawasan lalu lintas tidaknya merupakan barang-barang yang
PDRI (PPN, PPh Pasal 22, dan PPn Bm barang yang akan keluar daerah pabean berada dibawah pengawasan pabean
kalau ada) tetap dipungut sesuai tarif yang tidaklah sulit karena pengawasan dapat (under Customs control).
berlaku (flat tarif), oleh karenanya tidak dilakukan di daerah perbatasan dengan Jadi jelas, sebagaimana telah kami
mengherankan apabila penerimaan Bea cara membangun kantor-kantor pabean di kemukakan diawal tulisan ini, bahwa
Masuk DJBC yang dipungutnya jauh lebih Entry Point (Pos Lintas Batas). Namun semua barang yang diimpor untuk dipakai
sedikit dari pada penerimaan pajak yang suatu negara kepulauan dimana batas- adalah merupakan barang impor
pemungutannya dilakukan oleh Direktorat batas wilayah dengan negara lain berupa sebagaimana dimaksud pada butir 13
Jenderal Bea dan Cukai. lautan, tidak memungkinkan negara pasal 1 Undang-Undang Nomor 10/ 1995,
Karena tidak memungkinkan tersebut menempatkan para pegawai Bea akan tetapi tidak semua barang impor
Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Cukai di tengah-tengah lautan untuk sebagaimana dimaksud pada butir 13

34 WARTA BEA CUKAI EDISI 385 DESEMBER 2006


pasal 1 Undang-Undang Nomor 10/ 1995 sejak barang tersebut dimasukan ke Indo- untuk memahami pengertian impor terse-
ditujukan/ merupakan barang yang akan nesia/ melalui perbatasan negara. but tidak bisa kita hanya menafsirkan
diimpor untuk dipakai. Sekali lagi bahwa hal ini dapat terjadi secara parsial (hanya sepotong), penger-
Prinsip kepabeanan adalah Bea karena kesalahan penafsiran atau salah tian impor harus dipahami aplikasinya
Masuk dan Pungutan Negara lainnya menginterprestasikan, ketidak tahuan, dengan kegiatan lain sehingga dipahami
dikenakan terhadap Barang yang di Impor atau bahkan karena kesengajaan. Apapun betul apa sih yang dimaksud impor
Untuk Dipakai, sedangkan terhadap alasannya, hal ini dapat mengacaukan sebagaimana dimaksud pada butir 13
barang-barang impor yang belum diimpor pelaksanaan dari suatu ketentuan yang pasal 1 Undang-Undang Nomor 10/ 1995
untuk dipakai tersebut belum dipungut BM merupakan hukum positif di Indonesia, tersebut, dan apa sih yang dimaksud
dan PDRInya sampai barang tersebut di yang tentunya dapat merugikan masyara- dengan diimpor untuk dipakai?
release dari pengawasan Bea Cukai guna kat usaha serta tidak menciptakan suasa- Sebagai contoh pengertian impor yang
diimpor untuk dipakai, dan prinsip ini telah na yang kondusif bagi iklim investasi di dikaitkan dengan adanya suatu pembatas-
dilaksanakan oleh Bea Cukai dan juga Indonesia, serta tidak menciptakan kepas- an kegiatan importasi suatu barang, ins-
oleh praktek kepabeanan internasional tian berusaha, kepastian kalkulasi, teruta- tansi yang mengeluarkan peraturan terse-
sejak ratusan tahun yang lalu. ma apabila ketentuan tersebut dibanding- but bersikukuh bahwa pengertian impor
Terhadap barang-barang yang masih kan dengan ketentuan kepabeanan di ne- adalah memasuki batas wilayah daerah
dibawah pengawasan pabean, treatment gara lain, yang juga sama sama menerap- pabean Indonesia (batas negara). Pada-
DJBC terhadapnya seakan-akan barang- kan praktek kepabeanan internasional hal apabila dicermati bahwa pembatasan
barang tersebut masih berada diluar yang direkomendasi baik oleh World tersebut sebenarnya ditujukan pada pe-
daerah pabean, dan hal ini merupakan Trade Organization (WTO) maupun oleh manfaatan/ pengkonsumsian/pemasaran
National/ International Customs Best Revised Kyoto Convention (merupakan barang tersebut di Indonesia atau pada
Practices (Lihat Revised Kyoto Conven- International Best Customs Practices), saat barang tersebut dilakukan pembong-
tion Anex khusus Bab 2). hanya masalahnya di Indonesia hal yang karan di salah satu pelabuhan di Indone-
sama ditafsirkan secara berbeda. sia dan kemudian di-release dari
PENGERTIAN IMPOR UNTUK DIPAKAI Adanya kesimpang siuran pengertian pengawasan Bea Cukai guna diimpor
Secara sederhana pengertian impor antara diimpor dan diimpor untuk dipakai untuk dipakai.
untuk dipakai adalah membawa (me- tersebut, memang cukup beralasan Sewaktu pertama kali penulis jelaskan
release) barang yang semula berada apabila seorang anggota pansus dari maksud dari peraturan pembatasan
dibawah pengawasan Bea Cukai (under Partai Demokrat menanyakan langsung tersebut, pejabat dari instansi yang
Customs control) ke peredaran bebas baik kepada Menteri Keuangan dan sekaligus mengeluarkan peraturan tersebut tetap
berasal dari barang yang ditimbun di minta klarifikasi mengenai pengertian berpendapat bahwa mereka merefer ke
Tempat Penimbunan Sementara (Gudang impor sebagaimana dimaksud dalam pengertian impor yang ada pada Undang-
Pelabuhan), maupun dari barang yang pasal 1 butir 13 pada Sidang Pansus Undang Nomor 10/ 1995 bahwa impor
ditimbun di Tempat Penimbunan Berikat pembahasan revisi Rancangan Undang- adalah masuk daerah pabean Indonesia.
(Gudang Berikat, Toko Bebas Bea, Enter- Undang Nomor 10 Tahun 1995 tentang Namun pada waktu penulis tanyakan
pot Tujuan Pameran maupun Kawasan Kepabeanan yang juga penulis hadiri apakah barang- barang yang dibatasi
Berikat). Sedangkan pengertian impor pada waktu itu. tersebut untuk tujuan Australia, Philipina
sebagaimana dimaksud dalam pasal 1 Dalam rapat pansus tersebut, anggota atau negara lain yang akan transit/
butir 13 Undang-Undang Nomor 10 Tahun DPR yang terhormat dari Partai Demokrat dilakukan transhipment di Indonesia juga
1995 tentang Kepabeanan adalah tersebut memberikan klarifikasi/ menegas- harus kita tolak, mengingat impor adalah
kegiatan memasukkan barang ke dalam kan bahwa pengertian pasal 1 butir 13 kegiatan memasukkan barang ke dalam
Daerah Pabean, jadi ini bukan merupakan Undang-Undang Nomor 10/ 1995 tersebut Daerah Pabean? Apakah semua
pengertian diimpor untuk dipakai. adalah memang benar-benar berbeda de- pelabuhan di Indonesia tidak dapat
Sudah beberapa kali penulis jumpai ngan pengertian awam mengenai impor, melakukan kegiatan transit/ transhipment
kesalahpengertian tentang impor. Hal ini yaitu mengeluarkan barang dari pelabuh- terhadap barang-barang tersebut? Apakah
dikarenakan mereka hanya melihat istilah an ke peredaran bebas (Penulis: yang di- kegiatan transit/ transhipment tersebut biar
impor ini secara sepotong-sepotong maksudkan adalah diimpor untuk dipakai). hanya dinikmati oleh negara tetangga kita
sehingga impor dihubungkan dengan Penegasan anggota DPR dari Partai Singapura dan Malaysia? Apakah negara
kepentingan-kepentingan sektoralnya Demokrat tersebut wajar, mungkin dikare- kita sebagai negara yang berdaulat tidak
yang sangat diuntungkan dan sangat nakan banyak instansi di luar Direktorat berhak untuk melakukan hal tersebut?
diperluas artinya. Padahal apabila disimak Jenderal Bea dan Cukai yang menafsirkan Atau kita hanya menonton saja, pada
substansinya secara seksama, bahwa berbeda dengan apa yang seharusnya di- kegiatan ekonomi yang sangat mengun-
yang dimaksudkan dari penerapan kehendaki oleh pembuat undang-undang. tungkan bagi perekonomian nasional
ketentuan yang berasal dari sektornya Hal tersebut bisa saja terjadi karena tersebut?
tersebut adalah bermakna diimpor untuk tidak dicantumkannya pegertian Impor Instansi di luar DJBC yang membuat
dipakai, bukan bermakna sekedar melalui Untuk Dipakai dalam pengertian umum suatu peraturan mengenai pembatasan
batas negara saja. (Pasal 1), atau dalam setiap konteksnya untuk pemanfaatan/ perdagangan/ peng-
Dikarenakan apabila dengan memakai apabila dikehendaki/ dimaksud oleh suatu konsumsian suatu barang yang berasal
istilah impor hal tersebut menjadi sangat peraturan yang mengatur tentang ”Diimpor dari luar daerah pabean/ negeri di Indone-
menguntungkan sektoralnya, maka entah Untuk Dipakai”, akan tetapi justru definisi sia hendaknya secara eksplisit mencan-
karena tidak tahu, atau pura-pura tidak impor yang tercantum dalam pasal 1 butir tumkan dalam peraturannya bahwa
tahu, atau sengaja mengambil manfaat 13 lah yang selalu dipakai. barang tersebut dilarang untuk diimpor
dari ke blunderan istilah impor/ impor Saat ini hampir semua instansi luar untuk dipakai di Indonesia, bukan dilarang
untuk dipakai ini, atau dengan sengaja memakai baik istilah ”Impor Untuk untuk diimpor saja, demikian juga pihak
sehingga hal yang seharusnya berlaku Dipakai” maupun “Impor” hanya dengan Bea Cukai hendaknya juga memberikan
pada saat barang tersebut diimpor untuk istilah impor saja, sehingga dapat sosialisasi mengenai pengertian diimpor
dipakai/ di release dari pengawasan dibayangkan bahwa banyak terjadi untuk dipakai ini, sehingga akan
pabean akan tetapi dipakai istilah diimpor kerancuan dan kesalah pahaman dalam memudahkan pelaksanaan di lapangan
dengan maksud agar diberlakukan tidak penerapannya, dan hal ini menurut dan tidak debateable /disputeable
saja sejak barang tersebut dikeluarkan ke pendapat penulis bukan merupakan hal dikarenakan artinya yang ambigu.
peredaran bebas dari pelabuhan/ dari yang sepele, tapi sangat serius. Dengan hanya mencantumkan kata
Tempat Penimbunan Berikat, akan tetapi Memang perlu kita sadari bahwa dilarang diimpor saja tanpa ditambah

EDISI 385 DESEMBER 2006 WARTA BEA CUKAI 35


OPINI

frasa untuk dipakai hal ini dapat menim- a. memasukkan barang ke dalam lapangan penimbunan di pelabuhan)
bulkan multi tafsir baik bagi pihak yang Daerah Pabean dengan tujuan tersebut, dapat dikeluarkan dari Kawasan
mengeluarkannya, petugas Bea Cukai, untuk dipakai; atau Pabean (pelabuhan) dalam arti dilepas
perusahaan jasa pengangkutan, customs b. memasukkan barang ke dalam dari pengawasan pabean di Kawasan
brokers, importirnya sendiri dan oleh siapa Daerah Pabean untuk dimiliki atau Pabean (di pelabuhan bongkar), setelah
saja terutama pihak-pihak yang terkena dikuasai oleh Orang yang dipenuhinya Kewajiban Pabean untuk:
peraturan tersebut. berdomisili di Indonesia. a. diimpor untuk dipakai;
Padahal apabila dilihat dari substansi (2) Barang impor dapat dikeluarkan b. diimpor sementara;
yang diatur, jelas yang dimaksudkan ada- sebagai barang impor untuk dipakai: c. ditimbun di Tempat Penimbunan
lah larangan/pembatasan untuk diimpor a. setelah diserahkan Pemberitahuan Berikat;
untuk dipakai tapi karena sangat diuntung- Pabean dan dilunasi Bea d. diangkut ke Tempat Penimbunan
kan atas penggunaan istilah impor maka Masuknya; Sementara di Kawasan Pabean
mereka menganggap hal seharusnya b. setelah diserahkan Pemberitahuan lainnya;
dipergunakan istilah diimpor untuk dipakai Pabean dan jaminan e. diangkut terus atau diangkut lanjut;
menjadi istilah diimpor. Padahal dengan sebagaimana dimaksud dalam atau
mempergunakan pengertian impor Pasal 42; atau f. diekspor kembali.
sebagaimana dinyatakan dalam pasal 1 c. setelah diserahkan dokumen
butir 13, hal tersebut akan menjadi rancu pelengkap pabean dan jaminan Dari ketentuan pasal 7 ayat (7)
lagi apabila barang yang dikenai aturan sebagaimana dimaksud dalam tersebut apabila dikaji lebih mendalam,
tersebut tidak jadi diimpor untuk dipakai, Pasal 42. sangat jelas bahwa hanya terhadap
misalnya hanya transit/ diangkut terus Ayat (3) s/d (6) dst.” barang yang diimpor untuk dipakai saja
atau diangkut lanjut (di ekspor kembali), (huruf a) yang wajib segera dilunasi Bea
diproses di Kawasan Berikat yang kemu- Dalam Penjelasan Pasal 8 tersebut Masuk dan pungutan negara lainnya
dian hasilnya diekspor, sebagaimana telah Ayat (1) dinyatakan cukup jelas, padahal (Pajak Dalam Rangka Impor), sedangkan
penulis jelaskan dimuka. belum ada penjelasan tentang apa yang terhadap kegiatan lanjutan yang lain
Melanggarkah kapal yang mengang- dimaksudkan dengan “tujuan untuk sebagaimana dimaksud pada pasal 7 ayat
kut barang tersebut padahal barang dipakai”, ayatnya mengatakan dalam huruf (7) huruf b sampai dengan f, merupakan
tersebut hanya akan melakukan transit/ a bahwa Impor untuk dipakai adalah barang dalam pengawasan Bea Cukai
transhipment untuk selanjutnya barang memasukkan barang ke dalam Daerah (Under Customs Control), belum
akan dibawa ke luar negeri, atau Pabean dengan tujuan untuk dipakai, tapi, dimanfaatkan, sehingga dianggap masih
melanggarkah Pengusaha Industri yang sekali lagi, tidak dijelaskan apa yang dalam proses pengangkutan atau
beroperasi di Kawasan Berikat padahal dimaksudkan dengan “tujuan untuk penimbunan, dan oleh karenanya
barang-barang yang terkena pembatasan dipakai”; padahal penjelasan ini sangat terhadap barang-barang tersebut belum
tersebut ditujukan untuk diproses di diperlukan untuk menghindari kerancuan wajib dilunasi Bea Masuk dan pungutan
Kawasan Berikat yang kemudian hasilnya dalam pelaksanaannya. negara lainnya, karena barang-barang
di ekspor, akankah barang yang demikian Sedangkan Ayat (2) berbunyi : tersebut tidak/ belum diimpor untuk
dikenai aturan tersebut? Kita perlu “Ayat ini memungkinkan importir dipakai (belum dimanfaatkan didalam
renungkan dan luruskan hal ini, sebelum yang memenuhi persyaratan, untuk daerah pabean), meskipun barang-barang
kesalahan ini menjadi berlarut-larut, dan mengeluarkan barang impor untuk sebagaimana dimaksud pada pasal 7 ayat
dimanfaatkan oleh oknum yang tidak dipakai sebelum melunasi Bea Masuk (7) huruf a sampai dengan f adalah sudah
bertanggung jawab dan dinikmati oleh yang terutang dengan menyerahkan merupakan barang impor sebagaimana
negara tetangga. jaminan. Namun, importir wajib dimaksud pada butir 13 pasal 1 Undang-
Tentu saja kesalah pahaman tersebut menyelesaikan kewajibannya dalam Undang Nomor 10/ 1995.
dapat terjadi karena kurangnya sosialisasi jangka waktu yang ditetapkan menurut Kemudian apabila dilihat
dan koordinasi antar instansi Bea Cukai undang-undang ini. Kemudahan ini pengaturannya lebih lanjut terhadap Pasal
dan instansi yang menitipkan peraturan- diberikan dengan tujuan untuk 7 ayat (7) huruf e tersebut, dapat dilihat
nya ke Bea Cukai untuk dilaksanakan, memperlancar arus barang” dalam pasal 24 Undang-Undang Nomor
atau dapat juga dikarenakan pajabat Bea 10/ 1995 yang bunyinya “Barang yang
Cukai yang diundang rapat untuk Berkenaan dengan aliran barang dimasukkan ke Daerah Pabean untuk
membahas rancangan peraturan tersebut impor dari luar daerah pebean ke dalam diangkut terus atau diangkut lanjut ke luar
kurang memahami apa beda diimpor dan daerah pabean, hal tersebut dapat kita Daerah Pabean tidak dipungut Bea
diimpor untuk dipakai, kapan perlu lihat pada Ketentuan pasal 7 Undang- Masuk”, yang dalam penjelasannya
diterapkan kata impor dan kapan perlu Undang Nomor 10/ 1995 yang mengatur dijelaskan :
diterapkan frasa diimpor untuk dipakai. mengenai Kedatangan, Pembongkaran, Penjelasan Pasal 24
Berbeda dengan Ordonansi Bea (Stbl. dan Pengeluaran Barang. “Pada dasarnya barang dari luar
1931 N0.471) yang mengatur dengan Berdasarkan pasal 7 ayat (1) bahwa Daerah Pabean sejak memasuki Daerah
tegas dalam pasalnya, dan aturan-aturan barang impor harus dibawa ke Kantor Pabean sudah terutang Bea Masuk.
pelaksanaannya, dalam Undang-Undang Pabean tujuan pertama melalui jalur yang Namun, mengingat barang tersebut tidak
Nomor 10/ 1995 masalah Impor Untuk ditetapkan dan kedatangan tersebut wajib diimpor untuk dipakai, barang tersebut
Dipakai dapat kita jumpai dalam pasal 8, diberitahukan oleh pengangkutnya. Lebih tidak dipungut Bea Masuk”.
yang seakan-akan hanya berlaku di pasal jauh dikatakan dalam ayat (6) bahwa
tersebut, padahal secara kontekstual, barang impor sebagaimana dimaksud Karena Pejabat Bea Cukai dalam me-
pengertian diimpor untuk dipakai sangat pada ayat (1), sementara menunggu lakukan pemungutan Bea Masuk, sekali-
luas pemakaiannya, dan perlu pengeluarannya dari Kawasan Pabean, gus juga melakukan Pajak Dalam Rangka
dicantumkan dalam pengertian umum, dapat ditimbun di Tempat Penimbunan Impor, maka terhadap barang yang belum
dan disebutkan dalam pasal apabila Sementara (digudang/ lapangan diimpor untuk dipakai juga belum dipungut
secara kontekstual mengatur mengenai penimbunan di pelabuhan). PDRI nya.
masalah Impor Untuk Dipakai. Kemudian dalam ayat (7) dinyatakan Jadi sekali lagi sangat jelas bahwa ti-
Adapun pasal 8 yang mengatur me- bahwa Terhadap barang-barang dak semua impor adalah impor untuk di-
ngenai Impor Untuk Dipakai tersebut impor(yang telah melewati batas negara) pakai, sedangkan semua impor untuk di-
berbunyi sebagai berikut : yang kemudian ditimbun di Tempat pakai pasti sudah diimpor. (Bersambung)
“(1) Impor untuk dipakai adalah : Penimbunan Sementara (digudang/ Penulis adalah Kasubdit Tempat Penimbunan

36 WARTA BEA CUKAI EDISI 385 DESEMBER 2006


SEKRETARIAT

REORGANISASI DJBC
Menuju organisasi yang selaras dan terakomodir sehingga mampu berperan secara optimal
sebagai trade facilitator, community protector dan revenue collection.

P
WBC/ADI
residen kembali mengeluarkan reorganisasi ditubuh suatu instansi tentu
peraturan dalam rangka mening- ada faktor yang melatarbelakanginya.
katkan efektivitas dan kinerja Begitu juga dengan DJBC, seperti yang
organisasi Departemen Keuangan serta telah disebutkan sebelumnya di atas
pelaksanaan peraturan Presiden RI mengenai latar belakang dilakukannya
melalui Peraturan Presiden (Perpres) reorgansasi dan berdasarkan
Republik Indonesia Nomor 66 Tahun pemantauan kinerja DJBC, ada beberapa
2006 tentang perubahan keempat atas masalah yang berhubungan dengan
Peraturan Presiden Nomor 10 Tahun ketidaksempurnaan struktur organisasi
2005 tentang Unit Organisasi dan yang berlaku, yang meliputi :
Tugas Eselon I Kementerian Negara Pertama, struktur organisasi dan tugas
Republik Indonesia. pokok organisasi tidak relevan disebabkan
Beberapa ketentuan dalam Perpres karena perkembangan sistem dan
Nomor 10 Tahun 2005 tentang Unit prosedur pelayanan dan pengawasan
Organisasi dan Tugas Eselon I sehingga menyebabkan tugas dan fungsi
Kementerian Negara RI yang telah unit tertentu menjadi tidak relevan.
beberapa kali diubah dengan Perpres No. Kedua, tugas dan fungsi tidak dapat
15 Tahun 2005, Nomor 63 Tahun 2005 dilaksanakan dikarenakan tugas dan
dan Nomor 80 Tahun 2005. Dalam Pepres fungsi yang diatur dalam naskah
No.66 Tahun 2006 yang diubah yaitu Keputusan Menteri Keuangan mengenai
pasal 15 dan pasal 16. organisasi dan tata kerja, tugas dan fungsi
Mengenai pasal 15 yang diubah, tidak didefinisikan secara sempurna atau
sehingga berbunyi ; Departemen tidak didelegasikan kepada pejabat
Keuangan terdiri dari ; Sekretaris Jenderal, dibawahnya. Jadi menyangkut masalah
Direktorat Jenderal Anggaran, Direktorat redaksional.
Jenderal Pajak, Direktorat Jenderal Bea Drs. NOVRIAL MA. Ada banyak hal yang melatar- Ketiga, tugas dan fungsi tumpang
dan Cukai, Direktorat Jenderal belakangi dilakukannya reorganisasi di DJBC. tindih antara unit-unit organisasi DJBC.
Perbendaharaan, Direktorat Jenderal Ini merupakan masalah utama
Kekayaan Negara, Direktorat Jenderal KMK.01/2006 tentang Organisasi dan Tata organisasi yang menimbulkan dampak
Perimbangan Keuangan, Direktorat Kerja Departemen Keuangan. negatif yang signifikan terhadap kinerja
Jenderal Pengelolaan Utang, Inspektorat Beberapa hal yang melatarbelakangi DJBC. Dikarenakan tidak diatur
Jenderal, Badan Pengawas Pasar Modal dilakukan reorganisasi di DJBC diungkap batasan yang jelas antara kewenangan
dan Lembaga Keuangan, Badan Kepala Bagian Organisasi dan Tatalaksa- Kantor Pusat, Kanwil dan KPBC.
Kebijakan Fiskal, Badan Pendidikan dan na Sekretariat DJBC, Drs. Novrial MA. Keempat, beban kerja tidak seimbang,
Pelatihan Keuangan, Staf Ahli. Sedangkan Menurutnya, ada banyak hal yang mela- baik di organisasi pusat maupun vertikal,
pasal 16 mengatur tentang tugas masing- tarbelakangi dilakukannya reorganisasi di yang tidak hanya meliputi permasalahan
masing unit organisasi. DJBC, antara lain; perkembangan praktek yang berhubungan dengan volume
Perpres tersebut secara tegas perdagangan internasional, pendayaguna- pekerjaan tetapi juga meliputi variasi jenis
mengisyaratkan perlunya dilakukan an teknologi informasi, meningkatnya pekerjaan.
penyempurnaan organisasi dan tata kerja tuntutan masyarakat terhadap DJBC, Kelima, pengelompokan kerja kurang
Departemen Keuangan. Pertimbangan terutama tuntutan terhadap optimalisasi relevan sehingga tidak sejalan dengan
penyempurnaan yang tertuang dalam kinerja baik dibidang pelayanan maupun gambaran pada nomenklatur struktur.
Peraturan Presiden Nomor 66 Tahun pengawasan, perubahan kebijakan peme- Keenam, reoganisasi Departemen
2006 itu bertujuan untuk lebih menunjang rintah, reformasi bidang kepabeanan, Keuangan. Dalam rangka menciptakan
kelancaran pelaksanaan pembangunan amandemen UU Kepabeanan dan Cukai, organisasi yang dapat berfungsi sesuai
yang tentu saja mengacu kepada eksisting organisasi (menyangkut masalah dengan prinsip good governance
tuntutan efisiensi dan efektifitas kerja di yang berhubungan dengan pimpinan Departemen Keuangan
semua lini dalam kaitannya dengan tugas ketidaksempurnaan struktur organisasi). mereformulasi dan mereposisi tugas
dan fungsi yang diembannya. Perlu diketahui juga, lanjutan dari dan fungsi unit-unit kerja di lingkungan
Direktorat Jenderal Bea dan Cukai program reorganisasi yang akan departemen.
(DJBC), yang mempunyai tugas meru- dilakukan oleh tim reorganisasi adalah
muskan serta melaksanakan kebijakan disamping akan segera ditempatkan POKOK-POKOK REORGANISASI
dan standarisasi teknis di bidang sumber daya manusia yang sesuai Mengenai pokok-pokok reorganisasi
kepabeanan dan cukai, merupakan salah dengan kualifikasi, saat ini tim juga akan DJBC tahun 2006 yang telah disusun
satu unit Direktorat Jenderal yang berada segera merumuskan peraturan mengenai oleh tim reorganisasi DJBC tahun
di bawah naungan Departemen Keuangan standar pelayanan publik untuk setiap unit 2006 meliputi ;
yang mengalami reorganisasi. pelayanan yang tujuannya untuk 1. Pembentukan struktur tenaga pengkaji
Dan rasanya memang sudah tepat, memberikan jaminan pelayanan bidang pelayanan dan penerimaan,
jika saatnya kini DJBC melakukan masyarakat terhadap optimalisasi kinerja. bidang pengawasan dan penegakan
reorganisasi ditubuhnya. Petunjuk hukum serta bidang pengembangan
pelaksanaan reorganisasi di instansi yang KETIDAKSEMPURNAAN STRUKTUR kapasitas dan kinerja organisasi.
dipimpin Anwar Suprijadi ini, diatur dalam ORGANISASI 2. Pembentukan struktur Subbagian Tata
Keputusan Menteri Keuangan No : 466/ Menurut Novrial, dilaksanakannya Usaha Direktur Jenderal, mengingat

EDISI 385 DESEMBER 2006 WARTA BEA CUKAI 37


PUSDIKLAT

DTSS II
beban kerja yang relatif tinggi dan
kompleksitas permasalahan.
3. Mempertegas fungsi Sekretaris
Direktorat Jenderal selaku pejabat
yang bertanggungjawab
melaksanakan pengawasan
internal terhadap kinerja seluruh
unsur dilingkungan Direktorat

KEPABEANAN DAN CUKAI


Jenderal (sistem pengawasan
intern).
4. Penghapusan Subbagian
Pengadaan II pada Sekretariat
Direktorat Jenderal. Melalui DTSS,diharapkan tumbuh nilai-nilai kepribadian yang
5. Reposisi Subdirektorat Tempat
Penimbunan dari Direktorat Teknis
positif agar dapat menunaikan tugas memberikan pelayanan
Kepabeanan ke Direktorat Fasilitas terbaik.
Kepabeanan.

P
6. Likuidasi Subdirektorat erkembangan bidang Kepabean- mereka dapat ditempatkan pada kan-
Kemudahan Ekspor II pada an dan Cukai yang semakin tor-kantor dilingkungan Bea dan
Direktorat Fasilitas Kepabeanan pesat pada saat ini, tentunya Cukai, “Penempatan tersebut diha-
yang direposisi ke Subdirektorat harus ditunjang dengan sumber daya rapkan mampu mendukung tugas-
Kemudahan Ekspor I. manusia (SDM) yang berkualitas tugas yang dipercayakan pemerintah
7. Perubahan nomenklatur, likuidasi, pula. Untuk itu, Direktorat Jenderal kepada DJBC,”ujarnya kembali.
reformulasi dan reposisi unit kerja Bea dan Cukai(DJBC) berusaha
dilingkungan Direktorat untuk meningkatkan kualitas dan TUMBUHNYA NILAI-NILAI
Pencegahan dan Penyidikan mutu SDM yang dimilikinya,salah KEPRIBADIAN
(menjadi Direktorat Penindakan satunya melalui Diklat Teknis Pada sambutannya, ia kembali
dan Penyidikan). Substantif Spesialisasi II (DTSS II) mengatakan, melalui DTSS II ini,
8. Perubahan nomenklatur, yang diselenggarakan oleh Pusat tumbuh nilai-nilai kepribadian yang
reformulasi dan reposisi unit kerja Pendidikan dan Pelatihan Bea dan baik yaitu disiplin yang tinggi, rasa
di lingkungan Direktorat Verifikasi Cukai (Pusdiklat Bea dan Cukai). percaya diri, jujur dan bertanggung
dan Audit (menjadi Direktorat Diklat DTSS II ini telah berlangsung jawab, integritras pribadi, kerjasama
Audit) sejak 28 Juli 2006 sampai 20 serta didukung oleh sikap fisik yang
9. Penyempurnaan pengelompokan Oktober 2006 di Pusdiklat Bea dan lebih tegap, tegas dan cermat.
tugas pada Direktorat Kepabeanan Cukai Jakarta. Nilai-nilai tersebut masih menu-
Internasional. Kepala Pusdiklat Bea dan Cukai rutnya, harus ditumbuh kembangkan
10. Reformulasi struktur, tugas dan Drs. Endang Tata pada acara oleh setiap diri pegawai DJBC agar
fungsi SubDirektorat Pengolahan penutupan DTSS II di Pusdiklat Bea dapat menunaikan tugasnya
Data dan Dukungan Teknis pada dan Cukai pada 20 Oktober 2006 memberikan pelayanan yang terbaik
Direktorat Informasi Kepabean mengatakan, DTSS II yang diikuti kepada kalangan industri,
dan Cukai. oleh 29 pegawai golongan III dari perdagangan dan masyarakat secara
11. Penghapusan tipe Kantor Wilayah berbagai Kantor Wilayah dan Kantor efisien dan professional. Lebih lanjut
Direktorat Jenderal Bea dan Cukai. Pelayanan Bea Endang Tata
12. Perubahan tugas dan fungsi dan Cukai diselu- WBC/ATS mengatakan jika
Kantor Wilayah. ruh Indonesia ini nilai-nilai tersebut
13. Pembentukan Kantor Wilayah bertujuan untuk tertanam dan
DJBC baru termasuk mempersiapkan diamalkan dengan
pembentukan Kantor Pelayanan SDM yang dimiliki baik oleh sebagi-
Utama. oleh DJBC yang an besar pegawai
14. Penyempurnaan struktur memadai dan DJBC, ia yakin
organisasi Kantor Pelayanan Bea mampu mengha- visi dan misi
dan Cukai dapi tugas dan DJBC menjadi ke-
15. Penyempurnaan tipe Kantor tantangan dalam nyataan dan dapat
Pelayanan Bea dan Cukai bidang Kepabean- mensejajarkan diri
16. Pembentukan dan likuidasi kantor an dan Cukai dengan institusi
pelayanan. yang saat ini ber- kepabeanan dan
kembang pesat, cukai dunia baik
Tujuan dilakukannya reorganisa- tentu saja dibidang kinerja
si di DJBC lanjut Novrial, salah tantangan yang maupun citranya.
satunya adalah menciptakan DJBC dihadapi tidaklah Materi DTSS II
sebagai organisasi pemerintah yang ringan. yang diselengga-
sensitif dan akomodatif terhadap Lebih lanjut rakan selama dua
perkembangan praktek perdagang- Endang Tata me- bulan tersebut
an internasional sehingga mampu ngatakan, bahwa menurut Kepala
berperan secara optimal sebagai para peserta yang Bidang
trade fasilitator. Disamping itu masih mengikuti DTSS II Penyelenggaraan
ada tujuan-tujuan reorgansasi di ini merupakan Pusdiklat Bea dan
tubuh DJBC yang lain, yang lebih asset yang sangat Cukai, Maruli
lengkapnya, secara khusus potensial yang Sitompul meliputi
Redaksi WBC akan menyajikan perlu ditumbuh DRS. ENDANG TATA. Para peserta yang mata pelajaran
dalam bentuk Laporan Utama edisi kembangkan, mengikuti DTSS II ini merupakan asset yang pokok, mata pela-
mendatang. ris dimana nantinya sangat potensial. jaran penunjang,

38 WARTA BEA CUKAI EDISI 385 DESEMBER 2006


WBC/ATS
mata pelajaran orientasi
dan lain-lain yang
kesemuanya mencapai 552
jam latihan. Sementara
para pengajar yang terlibat
dalam DTSS tersebut terdiri
dari para widyaiswara
Pusdiklat Bea dan Cukai,
para pejabat struktural
dilingkungan Pusdiklat Bea
dan Cukai, para pejabat
struktural dilingkungan
Kantor Pusat DJBC dan tim
pelatih dari Rindam Jaya.
Pada akhir Diklat, masih
menurut Maruli para
peserta telah mengikuti
ujian tertulis dan penilaian
diberikan oleh para
pengajar untuk dapat
mengetahui sampai sejauh
mana para peserta dapat
menyerap pelajaran yang
telah diberikan. zap

UCAPAN SELAMAT. Menandakan


telah usainya masa DTSS II yang
diikuti oleh para peserta selama
dua bulan

EDISI 385 DESEMBER 2006 WARTA BEA CUKAI 39


Direktur Jenderal

BEA DAN
CUKAI
Sekretaris
dan Seluruh Staf

SEKRETARIAT
DIREKTORAT JENDERAL
BEA DAN CUKAI
Direktur
dan Seluruh Staf

DIREKTORAT
PENCEGAHAN DAN
PENYIDIKAN
Pimpinan dan Seluruh Staf
KPBC TIPE A KHUSUS

40 WARTA BEA CUKAI


TANJUNG PRIOK II
EDISI 385 DESEMBER 2006
Pimpinan Pimpinan
dan Seluruh Staf
dan Seluruh Staf KPBC TIPE A
MEDAN
KANWIL IV DJBC TIPE A

JAKARTA
Pimpinan
dan Seluruh Staf
KPBC TIPE A
BELAWAN
Pimpinan Pimpinan
dan Seluruh Staf
dan Seluruh Staf KPBC TIPE B
TELUK NIBUNG
KPBC TIPE A

BATAM
Pimpinan
dan Seluruh Staf
KPBC TIPE C
RANAI
Pimpinan Pimpinan
dan Seluruh Staf
dan Seluruh Staf KPBC TIPE A
BANDAR LAMPUNG
KANWIL VII DJBC TIPE A

SURABAYA
Pimpinan
dan Seluruh Staf
KPBC TIPE B
PANGKAL PINANG
Pimpinan dan Seluruh Staf Pimpinan
dan Seluruh Staf
KPBC TIPE A KANWIL I DJBC TIPE A
PEKAN BARU MEDAN
EDISI 385 DESEMBER 2006 WARTA BEA CUKAI 41
Direktur Pimpinan
dan Seluruh Staf dan Seluruh Staf
DIREKTORAT KPBC TIPE B
TEKNIS KEPABEANAN BOGOR
Direktur Pimpinan
dan Seluruh Staf dan Seluruh Staf
FASILITAS KPBC TIPE B
KEPABEANAN CIREBON
Direktur Pimpinan
dan Seluruh Staf dan Seluruh Staf
DIREKTORAT KANWIL VI DJBC TIPE A
PENERIMAAN & PERATURAN
KEPABEANAN DAN CUKAI SEMARANG
Direktur Pimpinan
dan Seluruh Staf dan Seluruh Staf
DIREKTORAT KPBC TIPE A
CUKAI JUANDA
Pimpinan Pimpinan
dan Seluruh Staf dan Seluruh Staf
KPBC TIPE A KANWIL VIII DJBC TIPE B
JAKARTA DENPASAR
Pimpinan Pimpinan
dan Seluruh Staf dan Seluruh Staf
KPBC TIPE A KHUSUS KPBC TIPE C
SOEKARNO HATTA BENOA
Pimpinan Pimpinan
dan Seluruh Staf dan Seluruh Staf
KPBC TIPE A KPBC TIPE A

42 WARTA BEA CUKAI


MERAK
EDISI 385 DESEMBER 2006
PONTIANAK
Pimpinan dan Seluruh Staf Pimpinan
dan Seluruh Staf
KPBC TIPE A KANWIL IX DJBC TIPE B
TANJUNG EMAS PONTIANAK
Pimpinan dan Seluruh Staf Pimpinan
dan Seluruh Staf
KANWIL III DJBC TIPE B KPBC TIPE B
PALEMBANG ENTIKONG
Pimpinan dan Seluruh Staf Pimpinan
dan Seluruh Staf
KPBC TIPE A KHUSUS KPBC TIPE A
TANJUNG PRIOK I SAMARINDA
Pimpinan dan Seluruh Staf Pimpinan
KPBC TIPE A dan Seluruh Staf

BANDUNG KPBC TIPE B


TARAKAN
Pimpinan dan Seluruh Staf Pimpinan
dan Seluruh Staf
PANGKALAN SARANA OPERASI TIPE B KPBC TIPE C
TANJUNG PRIOK MANADO
Pimpinan dan Seluruh Staf Pimpinan
dan Seluruh Staf
PANGKALAN SARANA OPERASI TIPE B KPBC TIPE C
PANTOLOAN POSO
Pimpinan Pimpinan Pimpinan
dan Seluruh Staf dan Seluruh Staf dan Seluruh Staf
KANWIL XII DJBC TIPE B BPIB TIPE A KPBC TIPE C
AMBON JAKARTA MERAUKE
EDISI 385 DESEMBER 2006 WARTA BEA CUKAI 43
SIAPA MENGAPA
S J A M S U R I Z A L
Perjuangan Sjamsu mengikuti jejak orangtuanya menjadi tentara, (AURI)
begitu menggebu. Tanpa ragu-ragu, ia pun pergi ke Malang untuk mengikuti test
masuk AKABRI, namun ia gagal. Akhirnya orangtuanya menyarankan Sjamsu
untuk mencoba mengikuti tes di Bea dan Cukai dengan ijasah SMP. Tanpa pikir
panjang lagi, ia pun mencoba mengikuti tes dan diterima, padahal ia mengaku
tidak mengetahui sama sekali mengenai Bea dan Cukai pada saat itu.
Pada 1975, ia ditempatkan di Kanwil Tanjung Priok dengan pangkat
golongan Ib. Pada 1983 Sjamsu mengikuti ujian persamaan (DPI 1),
pangkatnya pun naik menjadi golongan 2a. Sjamsu memang ingin terus
meningkatkan pengetahuannya, ia pun melanjutkan kuliahnya di Universitas
Jayabaya jurusan ekonomi dan berhasil lulus, dengan demikian pangkatnya
pun disesuaikan menjadi 3a. Kemudian tahun 1987 Sjamsu dipindahkan lagi
ke Ujung Pandang, dua tahun berjalan tepatnya pada tahun 1990 Sjamsu
ditempatkan di KPBC Samarinda sebagai Kasubsi Hanggar dan bertugas
sebagai Komandan Patroli.
Dari Samarinda, pada 1994 Sjamsu dipindahkan ke KPBC Lampung. Setelah
tujuh bulan, ia dipromosi ke Papua, tepatnya KPBC Sorong sebagai Kepala Seksi
Verifikasi dan Kepala Seksi P2. Dari Sorong ia dipindahkan lagi ke KPBC
Purwakarta sebagai Kepala Seksi Pabean selama empat tahun. Pada 2001 ia
dimutasi ke Kanwil III DJBC Palembang sebagai Kasubag Rumah Tangga. Empat
tahun kemudian (2005) ia dipindahkan ke Kanwil IV DJBC Jakarta sebagai
Kasubag Rumah Tangga. Terakhir, (2006) ia dimutasi ke KPBC Soekarno Hatta
juga sebagai Kasubag Umum.
Dari sekian banyak bertugas di daerah, Sjamsu sangat terkesan saat
ditugaskan ke Samarinda dan Sorong. Saat di Sorong, Papua, Sjamsu
mendapat tugas sebagai tim penyuluhan UU Kepabeanan dan UU Cukai.
“Sebagai tim penyuluhan di Papua, tidak ada daerah yang tidak pernah saya
singgahi,” ujarnya.
Sedangkan waktu di Samarinda, ia menjadi Komandan Patroli Laut dimana
ia bisa berkeliling daerah mulai dari Tarakan, Ligitan, Nunukan hingga Pulau

ABDUL AZIS HADY, S.KOM.


Awalnya, menjadi pegawai bea cukai seperti sekarang ini bukanlah
merupakan cita-cita pria yang lahir pada tanggal 25 Februari 1971. Setelah
lulus SMA Negeri 1 Tangerang pada tahun 1990, Azis mendaftarkan diri ke
STAN. Ia pun diterima sebagai mahasiswa Prodip III spesialisasi Bea dan
Cukai Angkatan VI. Setelah bertugas menjadi pegawai bea cukai barulah ia
menyadari bahwa menjadi pegawai bea dan cukai adalah anugerah yang
patut disyukuri. Rasa syukur ini dia wujudkan dengan bekerja secara
sungguh-sungguh dan selalu berusaha menuntaskan pekerjaan yang
dibebankan kepadanya.
Pengalaman kerjanya dimulai dari Direktorat Perencanaan dan
Penerimaan KP DJBC (1993-1999). Kemudian ia dimutasi ke KPBC
Soekarno Hatta (1999-2004) dan sejak tahun 2004 hingga saat ini, ia
ditempatkan di KPBC Tipe C Pematang Siantar.
Azis yang kini menjabat sebagai Korlak P2 KPBC Tipe C Pematang
Siantar sejak Januari 2005, mempunyai pengalaman dan kesan yang
mendalam pada saat bekerja di KPBC Soekarno Hatta. Pada saat itu ia
berhasil mencegah terjadinya penyelundupan shabu-shabu seberat 40 kg
yang disembunyikan pada mesin tekstil di gudang Cargo Garuda.
“Menjadi orang yang bermanfaat” adalah motto hidupnya baik dalam

R A D J I P A
Baginya, saat bertugas di luar kantor, seperti memeriksa barang-barang
dipelabuhan maupun bongkar muat digudang memiliki risiko yang tinggi.
Selain mendapat hujatan, ia juga harus menghadapi para preman di
pelabuhan. Aksi teror pun kerap membayanginya setiap hari. “Hal itu sudah
menjadi makanan saya setiap hari. Hanya saja, selama saya bertugas tidak
ada orang yang main pukul, kalaupun ada, akan saya hadapi, ujar pria
keturunan India Tamil yang sebagian besar karirnya bertugas di lapangan.
Kasus-kasus teror seperti itu selama ini dihadapinya dengan lapang
dada lantaran tugas Bea dan Cukai adalah sebagai pelayanan masyarakat.
Dengan demikian, walaupun emosinya kerap dipancing, Radjipa tetap sabar
menghadapinya. Bahkan, kini ia telah terbiasa mendengar caci maki dari
orang-orang yang tidak bertanggung jawab.
Radjipa meniti karir di Bea dan Cukai sejak menjadi tenaga honorer
tahun 1973 di Kanwil I DJBC Medan selama tiga tahun. Sebagai honorer, ia
bertugas membuka dan membersihkan seluruh ruangan kantor. Pada 1976
ia diangkat menjadi pegawai dan bertugas dibagian administrasi staf Kanwil
I Medan yang dilakoni selama dua tahun. Pada 1978 ia dipindahkan ke
bagian luar kantor, memeriksa barang-barang apabila ada kapal yang
sandar dan juga memeriksa barang-barang yang dibongkar digudang.

44 WARTA BEA CUKAI EDISI 385 DESEMBER 2006


info buku
Sipadan. Bahkan, sewaktu Pangkalan Sarana Operasi
Pantoloan mulai dioperasikan, Sjamsu adalah orang
pertama yang menjadi Kopat disana. Tak hanya itu, yang
tadinya ia tidak tahu menahu tentang mesin kapal, akhirnya
ia menjadi tahu.
Sekitar 10 kali, Sjamsu berhasil menegah
penyelundupan kayu saat menjadi Kopat. Biasanya, dari
hasil tegahan tersebut diperoleh premi. Namun hingga
saat ini, premi tersebut belum pernah ia terima, bahkan

BILA ANDA BERMINAT,


penghargaan yang biasanya diberikan bagi pegawai
yang berhasil melakukan penegahan pun tidak pernah
sampai kepadanya. “Yang ada cuma tertulis di papan
pengumuman Kanwil X DJBC Balikpapan nama Sjamsu
Rizal Kopat BC menegah kayu,” kenangnya.
MAJALAH WARTA BEA CUKAI MENYEDIAKAN
Selain pengalaman tersebut, ia juga memiliki BUKU SEBAGAI BERIKUT:
pengalaman yang kurang menyenangkan saat bertugas
di daerah Ujung Pandang. Saat itu kantor tempatnya

BUNDEL WBC 2005


bekerja minim pemasukan. Gaji yang diterimanya pun
minim dan kehidupannya sangat memprihatinkan.
Bahkan ia pernah menangis ketika anaknya
memerlukan susu tapi ia tak mampu membelikannya.
Diakhir pembicaraan, pria kelahiran Pekanbaru, 30
Desember 1956 ini berharap agar generasi muda benar- Bundel Majalah Warta Bea Cukai Tahun 2005 (Edisi
benar mempelajari ilmu kebeacukaian dan jangan
bekerja di Bea dan Cukai karena ingin kaya. “Mudah-
Januari - Desember)
mudahan dengan pegawai DJBC yang baru dapat
merubah dan memperjuangkan sistem penggajian yang

Rp. 120.000
ada di Bea dan Cukai. Karena dengan gaji yang cukup
mudah-mudahan teman-teman senang bekerja
dimanapun dan tidak ada lagi yang ingin memilih tugas
di Tanjung Priok dan Soekarno-Hatta,” tandasnya. ats

menjalankan tugas sebagai pegawai bea dan cukai


maupun dalam kehidupan sehari-hari. Oleh sebab itu,
disamping sebagai pegawai negeri, Azis juga mengelola
Yayasan Rumah Yatim dan Dhuafa Hifzhul Amanah
(Yayasan Rydha) di tanah kelahirannya di Desa Banyu CATATAN:
Asih Mauk, Tangerang. Walaupun saat ini tempat kerjanya Ongkos kirim buku wilayah Jabotabek Rp. 25.000
berjarak cukup jauh dengan yayasan yang dikelolanya,
namun hubungan via telpon dan internet kerap ia lakukan ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○
dengan pengurus yayasan yang didirikannya itu.
Beberapa diklat kedinasan pun pernah ia ikuti, mulai
dari Bendaharawan (A), Asisten Akuntan, Customs Valuati-
LANGGANAN MAJALAH
WARTA BEA CUKAI
on, UPKP V, Air Passengger Control dan sebagainya.
Untuk itu, suami dari Weni P.Rahayu ini berharap bisa lulus
menjadi pegawai/pejabat pada Kantor Pelayanan Utama.
Ayah satu orang putri yang bernama Mafatiha Sabilina
Azwa ini juga berharap agar Bea dan Cukai tidak lagi
dianggap sebagai salah satu instansi terkorup dan
penyebab ekonomi biaya tinggi di Indonesia. “Mudah-
mudahan citra, kerja dan prestasi DJBC ke depan lebih
baik lagi,” begitu harapannya pada DJBC. ats/aah

Kemudian, tahun 1995 ia dipindahkan ke KPBC Teluk


Nibung selama 9 tahun, dan saat ini, sudah dua tahun ia
kembali bertugas di Kantor Wilayah I DJBC Medan sebagai
pelaksana di P2. Menurut Radjipa, antara tugas yang dulu
dengan sekarang sangat berbeda, bahkan ia merasa lebih
aman ditempatnya bekerja saat ini. Sebelumnya, saat ber-
tugas diluar sebagai pemeriksa, ia harus berhati-hati sekali, No Lama Diskon Harga Harga luar
bahkan tidurpun ia merasa tak nyenyak jika ada persoalan. Berlangganan Jabotabek Jabotabek
Pria kelahiran Medan tahun 1951 ini, akan
1 3 Bulan (3 edisi) 0% Rp. 4040..500 Rp. 4343..500
memasuki masa pensiun pada Mei 2007 nanti. Untuk
mengisi masa pensiun, ia tidak perlu merasa pusing. 2 6 Bulan (6 edisi) 5% Rp. 7878..00
0000 Rp. 8484..00
0000
Pasalnya, banyak tawaran dari teman-temannya yang 3 1 Tahun (12 edisi) 10% Rp. 1150
50.000
50.000 Rp. 1162
62 .000
62.000
menawarkan padanya untuk membuka usaha marmer,
Sudah Termasuk Ongkos Kirim
ambal untuk rumah, bahkan bidang ekspedisi.
Saat ini, Radjipa yang menikah tahun 1977 dan
dikaruniai 6 orang anak ini, aktif melakukan kegiatan MAJALAH WARTA BEA CUKAI
keagamaan. Kini, ia menjabat sebagai ketua Vihara Kantor Pusat Direktorat Jenderal Bea dan Cukai
Jl. A. Yani (By Pass) Jakarta Timur 13230
yang tugasnya adalah mengatur pendeta, mengatur
Telp. (021) 47860504, 4890308 ex. 154
kegiatan untuk memajukan perkembangan vihara dan Fax. (021) 4892353 / E-mail: wbc.cbn.net.id
umat, serta acara-acara keagamaan lainnya. ats dengan Hasim / Kitty

EDISI 385 DESEMBER 2006 WARTA BEA CUKAI 45


INFORMASI KEPABEANAN DAN CUKAI

SOA,
SOLUSI TEKNOLOGI INFORMASI
DALAM PERTUKARAN PELAYANAN ELEKTRONIK
A Service-Oriented Architecture (SOA) is a style of design that guides all aspects of creating and
using business services throughout their lifecycle (from conception to retirement), as well as
defining and provisioning the IT infrastructure that allows different applications to exchange data
andparticipate in business processes regardless of the operating systems or programming
languages underlying those applications.

DEFINISI aplikasi yang dapat berinteraksi nah ada dengan tujuan fleksibilitas

S
OA singkatan dari Services dengan aplikasi lain, dan sifatnya dan kemudahan dalam pertukaran
Oriented Architecture, sebuah tidak point-to-point. data/informasi. (Gambar 1.)
arsitektur pertukaran informasi Penerapan SOA membantu
berbasiskan pelayanan, yang eksekutif fokus pada mutu layanan.
memungkinkan pihak-pihak/instansi- Konsep ini mempermudah instansi EVOLUTION OF SOFTWARE ENGINEER-
instansi (entitas) berbeda menjadi membangun proses bisnis yang ING
sebuah pelayanan yang bersifat fleksibel dan terpadu, sehingga bisa Secara konsep, SOA sebenarnya
melayani. Lebih mudahnya beradaptasi terhadap perubahan bukan barang baru. Ia sudah dikenal
implementasi SOA adalah merubah iklim bisnis. sejak dua dasawarsa silam. Kalau
sebuah aplikasi yang pertama hanya SOA merupakan pengembangan belakangan SOA kembali mencuat,
dipakai untuk entry menjadi sebuah teknologi software yang sudah per- pemicunya adalah perkembangan
layanan berbasis
Gambar 1. Evolution of Software Engineering internet (web
based). SOA
memiliki lingkup
yang luas. Salah
satu kelebihannya
adalah memiliki
standar terbuka,
yang memungkin-
kan segala sumber
daya TI dirangkai
secara fleksibel.
Artinya, komunikasi
antarsistem TI tak
lagi mempedulikan
sistem operasi dari
perangkat lunak
dan perangkat
kerasnya. Ini
sungguh berbeda
dengan sistem
sebelumnya yang
membutuhkan
koneksi khusus
atau hardwired.

MENGAPA SOA
SOA dapat di
analogikan perta-
nyaan ”Mengapa

46 WARTA BEA CUKAI EDISI 385 DESEMBER 2006


Gambar 2. Silo Oriented Architecture perusahaan yang
memiliki banyak
divisi dalam proses
bisnisnya. Suatu
divisi dapat
berinteraksi dengan
divisi lain dalam
pemenuhan bisnis
divisi terbebut.
Perusahaan
tersebut juga
berinteraksi dengan
perusahaan lain
diluar perusahaan
tersebut (Suppliers
dan partners) dan
pelanggan
perusahaan itu
sendiri. Secara TI
teknologi, pola
komunikasi antar
entitas dalam
perusahaan
tersebut masih
menggunakan
arsitektur point to
point, seperti yang
digambarkan pada
gambar di bawah
ini. (Gambar 2.)

SILO ORIENTED
ARCHITECTURE
Dari gambar
diatas, dapat dilihat
kompleksitas dari
penerapan
arsitektur tersebut.
Kompleksitas yang
besar berakibat
berbanding lurus
dengan biaya yang
dibutuhkan dalam
implementasi dan
operasional. Dalam
percepatan transfer
kita meminta tolong orang lain untuk dan untuk menentukan apakah core data, semakin komplek arsitektur
mengerjakan sesuatu?”. Jawabannya competency tersebut akan komunikasi yang diterapkan membu-
karena mereka adalah ahlinya. disediakan sebagai servis kepada at flow data dalam jaringan semakin
Mengkonsumsi suatu servis untuk industri dan partner bisnis. Dan seba- lambat. Kelemahan lain yang akan
menyelesaikan suatu permasalahan liknya, apakah suatu perusahaan me- timbul adalah sulitnya melakukan in-
biasanya lebih murah dan lebih mutuskan bahwa apa yang semula tegrasi sistem.
efektif daripada jika harus dikerjakan dianggap sebagai core competency Permasahan di atas dapat
sendiri sementara kita bukan ahlinya sebenarnya bukan core competency disederhanakan dengan
dalam sehingga mereka memutuskan untuk menggunakan SOA, dimana
permasalahan itu. Dapatkah ”membeli” saja servis yang arsitektur yang rumit tadi dapat
dibayangkan jika kita harus disediakan oleh pihak lain. disederhanakan seperti pada gambar
melakukan segala hal yang kita Sebagai contoh, terdapat suatu di bawah ini. (Gambar.3)
perlukan sendirian? Pada saat ini
kehidupan kita sedikit banyak telah Gambar 3. Dari Silo ke Service-Oriented
berorientasi kepada servis misalnya
servis transportasi, telekomunikasi,
ritel, kesehatan,dan finansial.
Sebenarnya SOA sama saja
dengan proses lain yang bertujuan
untuk memodularisasi perangkat
lunak. Proses ini telah berlangsung
sekian lama dalam industri TI.
Perbedaannya adalah bahwa SOA
memberi kesempatan kepada
perusahaan untuk mengidentifi-
kasikan core competency mereka

EDISI 385 DESEMBER 2006 WARTA BEA CUKAI 47


INFORMASI KEPABEANAN DAN CUKAI

Gambar 4. Messaging Menggunakan SOAP komoditi yang diberitahukan terhadap


barang larangan pembatasan.
Seperti kita ketahui dalam SAP impor
kita komoditi barang merupakan
salah satu elemen yang digunakan
sebagai pendukung keputusan
penjaluran selain profil importir.
Komoditi barang dalam impor
dikategorikan menjadi 3 bagian yaitu
barang dengan kategori low risk,
medium risk dan high risk yang
membedakan ketiga kategori itu
adalah barang yang bersangkutan
termasuk barang-barang larangan
pembatasan (lartas) atau tidak
(pendekatan kode hs sebagai
pembanding).
Namun profil barang yang di
dimasukkan ke dalam SAP Impor
bukanlah data yang berasal dari Bea
dan Cukai, tetapi merupakan titipan
dari instansi pemerintah lainnya
DARI SILO KE SERVICE-ORIENTED komponen layanan aplikasi yang seperti Departemen Perdagangan,
Pada SOA, tiap- tiap entitas dapat dapat diakses melalui protokol BPOM, Depertemen Pertanian dan
membangun aplikasi-aplikasi terbuka yang memanfaatkan Web lain-lain. Proses terciptanya data-
komposit (composite applications) melalui Simple Object Access base larangan pembatasan yang ada
dengan saling menghubungkan atau Protocol (SOAP) dengan bahasa pada aplikasi Impor di KPBC dimulai
memadukan berbagai layanan dalam Web Services Description Language dari Direktorat P2 yang melakukan
suatu alur proses, yang semuanya (WSDL) dan teregistrasi dalam pengumpulan data barang larangan
ditampilkan sebagai satu service. Universal Discovery Description and pembatasan dari instansi pemerintah
Diharapkan dengan memakai Integration (UDDI). Web services lainnya. Data yang diperoleh
SOA, respon bisnis terhadap mendukung komunikasi antar aplikasi biasanya didapat dari hardcopy yang
perubahan kondisi pasar akan lebih dan integrasi aplikasi dengan dikirimkan oleh instansi pemerintah
cepat dan lebih sedikit memakan menggunakan XML dan Web. XML lainnya atau didapat dari hasil
biaya karena alih-alih harus (eXtensible Markup Language) pencarian di internet. Setelah data
membuat dari awal aplikasi yang adalah sebuah standar untuk terkumpul, Direktorat P2 melakukan
diperlukan, dimungkinkan untuk mendefinisikan data dalam format maintenance terhadap data tersebut
melakukan penggunaan kembali aset yang sederhana dan fleksibel. untuk selanjutnya di upload ke dalam
TI yang sudah ada, tak peduli apakah Tetapi tentu saja SOA itu bukan SAP Impor pelayanan melalui
itu milik sendiri maupun harus hanya Web Services saja. Ingat SOA Direktorat IKC.
memakai dari pihak lain. itu lebih luas, dan lebih luas dari Dari penjabaran singkat di atas,
Instansi yang menerapkan SOA yang dapat kita bayangkan. sebenarnya dapat terlihat kalau kita
dapat dikatakan memiliki arsitektur TI Web services adalah komponen yang melakukan maintenance
yang terbuka dan terstandarisasi. yang independen terhadap platform terhadap data milik instansi
Penerapan SOA menciptakan ataupun bahasa. Web services pemerintah lain. Hal ini dapat
fleksibilitas dalam membangun menggunakan web protokol (HTTP) menimbulkan potensi masalah antara
proses bisnis sehingga menjadi lebih yang sangat mendukung lain keterlambatan dalam rangka
adaptif terhadap perubahan model heterogenoitas dan interoperabilitas pendistribusian database lartas ke
bisnis dan memudahkan instansi serta memudahkan integrasi. Selain SAP Impor di KPBC, kemungkinan
membangun inovasi produk atau itu web services mendukung koneksi human error dalam entry data dari
layanan. loosely coupled, sehingga sebuah hardcopy ke digital, kurang up to
perubahan pada satu aplikasi tidak date nya database lartas kita dengan
WEB SERVICE akan memaksa perubahan pada data yang ada di instansi pemerintah
Dalam komunikasi teori komunikasi, aplikasi yang lain. Sebuah web terkait dan lain-lain. Dengan adanya
setiap data yang akan dikomunikasi services memiliki interface berupa masalah tersebut secara tidak
harus mematuhi aturan-aturan yang web API (Application Programming langsung DJBC menjadi pemegang
berlaku dalam proses komunikas. Interface) yang dapat dipanggil oleh tanggung jawab yang seharusnya
Aturan atau standar yang mengatur suatu aplikasi untuk mengakses tanggung jawab tersebut menjai milik
atau mengijinkan terjadinya hubungan, aplikasi yang mengimplementasikan instansi terkait.
komunikasi, dan perpindahan data layanan web services. (Gambar.4) Hal ini tidak mungkin terjadi jika
antara dua atau lebih titik komputer kita menggunakan konsep SOA,
disebut protokol. SOAP merupakan IMPLEMENTASI SOA PADA BEA dimana dengan konsep ini Bea Cukai
protokol yang telah menjadi cikal CUKAI hanya mengkonsumsi service yang
bakalnya SOA berkembang. Protokol Bea Cukai merupakan suatu disediakan oleh instansi pemerintah
yang pertama dikembangkan Microsoft instansi yang cocok menggunakan lain. Service yang dimaksud tentu
bernama BizTalk, kemudian dirubah teknologi SOA ini. Hal ini mengingat saja layanan instansi pemerintah
oleh W3C menjadi Simple Object banyak bisnis proses yang terkait dalam menyediakan data yang
Application Protocol (SOAP), maklum menfaatkan informasi dari instansi kita butuhkan (requet). Dengan
BizTalk adalah sebuah merek dagang, pemerintah lain maupun antar konsep ini partner kita yaitu instansi
dan merek dagang merupakan simbol aplikasi. Salah satunya adalah pemerintah lainnya yang menerbitkan
ketertutupan. Sistem Aplikasi Prosedur (SAP) ijin impor, bebas mengembangkan
Web Services adalah sebuah Impor pada modul pengecekan sistemnya sendiri tanpa

48 WARTA BEA CUKAI EDISI 385 DESEMBER 2006


terinterferensi atau menginterferensi Gambar 5. Desain Komunikasi Berbasis Service-Oriented
sistem SAP Impor kita dan otomatis
DJBC tidak perlu lagi melakukan
maintenance terhadap data mereka.
Output yang dihasilkan oleh sistem
dan prosedur partner kita saja yang
kita konsumsi untuk penentuan
keputusan customs clearance.
Namun sekali lagi output yang di
berikan ke DJBC hanyalah data yang
kita butuhkan saja (request) dan
untuk maintenance data perijinan
tersebut tetap menjadi tanggung
jawab instansi tersebut.
Draf desain komunikasi
pelayanan Impor berbasis service-
oriented dapat di lihat pada gambar
di bawah ini. (Gambar.5)

DESAIN KOMUNIKASI BERBASIS


SERVICE-ORIENTED
Jika desain di atas dapat
diterapkan, konsep National Single
Window (NSW) tinggal
menambahkan entitas lain yang
terkait seperti bank, importir/
eksportir/ppjk dan entitas lainnya,
dimana Portal Bea Cukai pada
gambar diatas akan digantikan oleh Tugas orang TI adalah merancang cukai pada SAP cukai pusat dan
Apllication Service Provider (ASP) servis, sedangkan tugas orang bisnis pelayanan dan lain-lain.
yang akan ditenterkan oleh tim NSW adalah mengkombinasikan servis- Ada empat fase untuk
nasional tahun 2007 mendatang. servis yang ada untuk menghasilkan mengadopsi SOA, yaitu :
Draf desian NSW berbasis sebuah nilai baru, yang pada 1. Layanan web individual yang
service-oriented dapat di gambarkan akhirnya menjadi sebuah keuntungan menciptakan bentuk-bentuk
pada gambar di bawah ini. baru perusahaan. layanan pekerjaan dari aplikasi
(Gambar.6) Implementasi SOA pada DJBC yang sudah ada.
tidak sebatas pertukaran informasi 2. Pengintegrasian fungsi bisnis
PENUTUP antara DJBC dengan instansi lainnya melalui layanan lewat berbagai
Penerapan SOA adalah sebuah saja tetapi bisa lebih luas. Misalnya aplikasi untuk tujuan bisnis.
awal dari perjalanan untuk pertukaran informasi antar SAP yang 3. Transformasi TI di seluruh bagian
mendapatkan fleksibilitas aplikasi telah ada di Bea Cukai, seperti perusahaan melalui arsitektur
yang digunakan untuk mendukung pertukaran informasi STTJ yang di yang mengintegrasikan seluruh
proses bisnis. SOA akan hasilkan oleh SAP kita untuk di proses bisnis.
memisahkan mana yang menjadi konsumsi oleh SAP Impor, 4. Transformasi bisnis sesuai
keahlian orang TI dan orang bisnis. pertukaran informasi data stock pita kebutuhan dari berbagai model
bisnis yang ada maupun yang
Gambar 6. NSW Berbasis Service-Oriented baru.

Akhir dari pembahasan ini,


penulis hanya mengingatkan secanggih
apapun konsep dan teknologi yang ada
tidak akan memberikan arti apa-apa jika
tidak ada dukungan, kerjasama antar
entitas dan kejelasan/kesatupahaman
konsep yang ingin dibangun.
Referensi :
l Ang Thiam Hock, “SOA overview”. Sun
Microsystem, Presentasi di Hanoi, 2006
l Eric Newcomer & Greg Lomow,
“Understanding SOA with Web Ser-
vices”, Addison Wesley Prefosesional,
2004
l http://id.wikipedia.org/wiki/Web_service,
“Web Service” ,2006
l Http://msdn.microsoft.com
l http://www.w3schools.com/webservices
l Narenda Wicaksono, “Web Services
Security”, http://blogs. netindonesia.net/
narn/, 2006
Yan Inderayana
Pelaksana pada Subdit OSPKC-DIKC
@Analys & Programmer Team

EDISI 385 DESEMBER 2006 WARTA BEA CUKAI 49


SEPUTAR BEACUKAI
FOTO : KIRIMAN

AMBON. Tim RUU Kepabeanan yang dipimpin oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati pada 11 Oktober 2006 mendengarkan pendapat akhir Fraksi-fraksi DPR-
RI terhadap Rancangan Undang-Undang tentang perubahan atas UU Nomor 10 tahun 1995 tentang Kepabeanan pada rapat panitia khusus (Pansus) DPR-RI dalam
rangka pembicaraan tingkat I/pengambilan keputusan terhadap rancangan tentang perubahan atas UU Nomor 10/1995 tentang Kepabeanan. Tim RUU tersebut
terlihat pada foto sebelah kiri, dari kiri ke kanan Kepala (Ka) Kantor III DJBC Palembang Joko Wiyono, Direktur Fasilitas Kepabeanan, Ibrahim A. Karim, Mantan
Sekretaris DJBC Sjahrir Djamaluddin, Dirjen Bea dan Cukai Anwar Suprijadi, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, Ka Kanwil XII DJBC Ambon Cyrus Fidelis
Sidjabat, Kasubdit Tempat Penimbunan, Sutardi, Ka. Kanwil XIII DJBC Aceh, Bahtiar dan Ka. KPBC Tanjung Priok II Mulia Simanjuntak. Usai mendengarkan
pendapat akhir fraksi-fraksi, Menkeu Sri Mulyani disaksikan anggota DPR-RI dan Dirjen Bea dan Cukai Anwar Suprijadi (belakang menteri) menandatangani
Keputusan Rancangan Undang-Undang tentang perubahan atas UU Nomor 10 tahun 1995 tentang Kepabeanan yang sudah disetujui untuk diserahkan dan disahkan
dalam sidang/Rapat Paripurna DPR RI. Kiriman Panja RUU Kepabeanan – C.F. Sidjabat
WBC/ATS

JAKARTA. Panitia Masjid Baitut Taqwa Kantor Pusat (KP) DJBC pada 24 Oktober 2006 menyelenggarakan Sholat Ied di halaman Kantor Pusat Direktorat Jenderal
Bea dan Cukai. Sholat Ied tahun ini yang dipimpin oleh Ust. Dr. Muqoddam, MA dari Yayasan Al-Hikma Bangka, dihadiri umat islam yang berada dilingkungan KP-
DJBC dan para pejabat eselon III dan IV lainnya (gambar kiri). Gambar kanan, usai Sholat Ied di Auditorium gedung B diselenggarakan halal bilhalal Dirjen Bea Dan
Cukai Anwar Suprijadi dengan keluarga besar DJBC. Hadir dalam acara tersebut Staf Inti dan para pejabat Kanwil dan pejabat eselon III dan IV. Acara diakhiri
dengan ramah tamah dan makan bersama.
WBC/ATS WBC/ATS

JAKARTA. Pada 17 Nopember 2006 diselenggarakan Silaturahmi Perkumpulan


Terjun Payung Bea dan Cukai di aula gedung pertemuan Bea dan Cukai Bojana
JAKARTA. Diruang Loka Utama lantai 2 gedung utama pada 14 Nopember Tirta Rawamangun. Acara diawali dengan sambutan ketua terjun payung Bea
2006 telah dilakukan serah terima jabatan Sekretaris Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Mulyadi (Seksi Penyidikan P2 KP-DJBC) dan dilanjutkan dengan
dan Cukai dari pejabat lama Pjs M. Wahyu Purnomo kepada pejabat baru yang sambutan dari Ketua Persatuan Olah Raga Dirgantara Terjun Payung PB. PASI,
telah dilantik oleh Menteri Keuangan pada 10 Nopember 2006, Djuneidy Djusan. Nisfu Chasbullah dan Pembina Terjun Payung Bea dan Cukai Permana Agung
Acara serah terima diawali dengan penandatangan naskah serah terima jabatan (Kepala Inspektorat Jenderal Departemen Keuangan) serta dilanjutkan dengan
disaksikan langsung oleh Direktur Jenderal Bea dan Cukai Anwar Suprijadi dan tanya jawab seputar permasalahan-permasalahan mengenai terjun payung.
beberapa pejabat yang hadir yakni Direktur Kepabeanan Internasional Kamil Acara dilanjutkan dengan pemotongan tumpeng yang dilakukan oleh Permana
Sjoeib, Kepala Organisasi Tatalaksana, Nofrial, Kepala Kanwil XI DJBC Agung yang diserahkan kepada penerjun wanita yang masih aktif terjun di Bea
Makassar (mantan Kepala Kepegawaian KP-DJBC) Yusuf Indarto, Kepala dan Cukai sampai sekarang yakni Endang Trihastuti (pegawai pelaksana
Bagian Umum, M. Sadiatmo S. dan beberapa pejabat eselon IV lainnya. Tanjung Priok II) dan acara diakhiri dengan ramah tamah.

50 WARTA BEA CUKAI EDISI 385 DESEMBER 2006


WBC/ATS

JAKARTA. Pada 20 Nopember 2006 Di Aula Loka Muda lantai 5 Gedung B Kantor Pusat DJBC dilaksanakan acara serahterima jabatan pejabat eselon II di DJBC.
Serah terima jabatan yang disaksikan Dirjen Bea dan Cukai Anwar Suprijadi yaitu Kepala Kanwil I DJBC Medan dari Pejabat lama Djasman Sutedjo kepada pejabat
baru Heryanto Budi Santoso, Kepala Kanwil II DJBC Tanjung Balai Karimun dari pejabat lama Bambang Prasodjo kepada pejabat baru Djasman Sutedjo, Kepala
Kanwil VII DJBC Surabaya dari pejabat lama Zeth Likumahwa kepada pejabat baru Bambang Prasodjo, Kepala Kanwil Semarang dari pejabat lama Pjs. Setyono
kepada pejabat baru Zeth Likumahwa, Kepala Kanwil VIII DJBC Denpasar dari pejabat lama Heryanto Budi Santoso kepada pejabat baru Faried Syibli Barchia,
Kepala Kanwil IX DJBC Pontianak dari pejabat lama Ismartono kepada pejabat baru Muhammad Chariri, Kepala Kanwil X DJBC Balikpapan dari pejabat lama Faried
Syibli Barchia kepada pejabat baru Ismartono, Kepala Kanwil XI DJBC Makassar dari pejabat lama Djunaedy Djusan kepada pejabat baru Yusuf Indarto dan, Kepala
Kanwil XIII DJBC Banda Aceh dari pejabat lama Muhammad Chariri kepada pejabat baru Bachtiar (seperti tampak pada gambar). Masing-masing pejabat melakukan
menandatangani naskah serah terima jabatan dan penyerahan memorandum serah terima jabatan dengan dihadiri beberapa Staf Inti dan seluruh pejabat kanwil.
Acara diakhiri dengan pengarahan dari Direktur Jenderal Bea dan Cukai Anwar Suprijadi.
FOTO : DONNY FOTO : DONNY

BALIKPAPAN. Dalam rangka memperingati Hari Keuangan ke-60, pada tanggal


30 Oktober 2006 segenap pegawai dan pejabat di jajaran instansi Departemen
Keuangan di Balikpapan mengadakan upacara peringatan Hari Keuangan dan
pemberian penghargaan Karya Satya Lancana di halaman Gedung Keuangan
Negara (GKN) Balikpapan . Bertindak sebagai Inspektur Upacara adalah Kakanwil
Ditjen Pajak, Drs. Ken Dwijugiasteadi, Ak,M.Sc. Don’s, Balikpapan
FOTO : BAMBANG WICAKSONO

BALIKPAPAN. Untuk mempererat tali silaturahmi antar pegawai, pada


tanggal 9 November 2006 KPBC tipe A Balikpapan mengadakan acara
Halal Bihalal yang diikuti segenap pejabat dan pegawai di lingkungan
KPBC tipe A Balikpapan. Acara yang bertempat di Aula KPBC Balikpapan
ini diisi oleh sambutan sekaligus ceramah agama oleh Kepala KPBC
Balikpapan, Muqoddam, SH. Tampak dalam gambar, para pegawai
sedang serius mendengarkan sambutan. Dons, Balikpapan
s

SURABAYA. Halal Bihalal, dilaksanakan pada Rabu, 11 Oktober 2006,


dihadiri para pejabat, pegawai dan Dharmawanita di Liingkungan Kanwil
VII Surabaya serta jemaah Masjid Baitut Taqwa. Acara ini dihadiri lebih
kurang 500 undangan. Dalam acara tersebut, mantan Ka. Kanwil VII, Zeth
Likumahwa (Kepala Kanwil VI DJBC Senarang) memberikan santunan
kepada anak yatim piatu dari Yayasan Aisyiah Tong sebanyak 25 orang
dan Ainun Salam sebanyak 20 orang. Bambang Wicaksono, Surabaya
FOTO : BENDITO

DENPASAR. Bertempat di halaman Kanwil VIII DJBC Denpasar tanggal 12 Oktober 2006 diadakan pemusnahan terhadap berbagai jenis rokok dan MMEA
yang merupakan hasil dari operasi cukai yang digelar oleh Kanwil VIII , KPBC Ngurah Rai dan Benoa. Tampak dalam gambar Kakanwil VIII Heryanto Budi
Santoso sedang menyulut api. Adito, Denpasar

EDISI 385 DESEMBER 2006 WARTA BEA CUKAI 51


SEPUTAR BEACUKAI
FOTO : BENDITO

DENPASAR. Tanggal 10 Nopember 2006, bertempat di halaman Kanwil VIII DJBC Denpasar diadakan Upacara Bendera untuk memperingati hari Pahlawan yang ke
– 61. sebagai Inspektur Upacara Kepala KPBC Ngurah Rai, Adam R. Kembuan. Acara dilanjutkan dengan hallal bi hallal. Adito, Denpasar
FOTO : BENDITO

DENPASAR. Rabu 15 Nopember 2006, Kantor Wilayah VIII DJBC Denpasar melaksanakan Rapat Kerja Wilayah, yang dihadiri oleh semua pejabat eselon III, para
Kepala Kantor, dan pejabat eselon IV di lingkungan Kanwil VIII, KPBC Ngurah Rai, dan Benoa. Acara diakhiri dengan foto bersama semua peserta. Adito, Denpasar
FOTO : KIRIMAN

BEKASI. Kantor Pelayanan Bea dan Cukai Bekasi menerima Penghargaan dalam bentuk Sertifikat dan Thropy dari P.T. Koexim Mandiri Finance (perusahaan
Leasing Investor Korea) atas pelayanan terbaik yang telah diberikan. Penyerahan penghargaan ini dilakukan pada 2 Nopember 2006 di ruangan Kepala Kantor KPBC
Bekasi, yang diserahkan langsung dari Presiden Direktur Shin Jae Yong kepada Kepala Kantor Pelayanan Bea dan Cukai Bekasi Istyastuti Wuwuh Asri, disaksikan
para pejabat eselon IV dan beberapa pejabat dari perusahaan PT. Koexim Mandiri Finance. Kiriman KPBC Bekasi

52 WARTA BEA CUKAI EDISI 385 DESEMBER 2006


KOLOM

Oleh: Redy Bambang, SG.,SH.,MH.

ASPEK HUKUM
PERLINDUNGAN
KONSUMEN
PADA ERA PERDAGANGAN BEBAS

S
etiap orang pada suatu waktu dalam sehingga dapat menimbulkan berbagai atau membujuk pelanggan/konsumen
posisi tunggal/sendiri maupun dampak, termasuk keadaan yang yang potensial untuk menukar
kelompok, dalam keadaan apapun menjurus pada tindakan yang bersifat uangnya dengan produk perusahaan.
orang lain, posisi bagaimanapun, akan negatif, bahkan tindakan yang tidak 2. Pada dekade enam puluhan,
menjadi konsumen untuk suatu produk terpuji yang berawal dengan itikad mengalihkan faktor pemasaran dari
atau jasa tertentu. Keadaan yang buruk. Dampak buruk yang lazim produk kepada pelanggan, sasaran
universal ini pada beberapa sisi terjadi, antara lain menyangkut masih tetap pada laba, tetapi
menunjukan adanya beberapa kelemahan perubahan/pengurangan kualitas atau pencapaian menjadi lebih luas yaitu
pada konsumen, sehingga konsumen mutu barang, informasi yang tidak jelas dengan bantuan pemasaran market-
tidak mempunyai kedudukan yang bahkan informasi yang menyesatkan, ing mix atau 4P (Product; Price;
“aman”. Oleh karena itu secara mendasar pemalsuan produk dan sebagainya. Promotion; and Place) produk, harga,
konsumen juga membutuhkan Pada situasi ekonomi global dan promosi dan saluran distribusi.
perlindungan hukum yang sifatnya menuju era perdagangan bebas, upaya 3. Konsep ketiga, sebagai konsep baru
universal. Mengingat lemahnya mempertahankan pelanggan/ pemasaran, dengan pembaharuan
kedudukan konsumen didalam banyak konsumen, atau mempertahankan dari konsep pemasaran menjadi
hal, maka akan selalu terasa aktual dan pasar, atau memperoleh kawasan pasar konsep strategi. Konsep strategi
penting untuk dikaji ulang. baru yang lebih luas merupakan pemasaran pada dasarnya merubah
Perlindungan terhadap konsumen dambaan bagi setiap produsen/ fokus pemasaran dari pelanggan atau
dipandang secara materil maupun formil pabrikan, mengingat semakin ketatnya produk kepada pelanggan kontek
terasa sangat penting, mengingat semakin persaingan untuk usaha. Persaingan lingkungan eksternal yang lebih luas.
majunya ilmu pengetahuan dan teknologi yang semakin ketat ini juga Disamping itu juga terjadi perubahan
yang merupakan motor penggerak bagi memberikan dampak negatif terhadap tujuan pemasaran, yaitu dari laba
produktivitas dan efisiensi produsen atas konsumen pada umumnya. menjadi keuntungan pihak yang
barang atau jasa yang dihasilkannya Pada saat ini sasaran setiap berkepentingan (yaitu orang per orang
dalam rangka mencapai sasaran usaha. negara, setiap produsen (perusahaan) atau kelompok yang mempunyai
Dalam rangka mencapai dan mengejar adalah menuju kepada pemasaran kepentingan dalam kegiatan usaha/
kedua hal tersebut, pada akhirnya baik global. Orientasi pemasaran global perusahaan termasuk di dalamnya
langsung maupun tidak langsung, pada dasarnya dapat merubah karyawan manajemen, pelanggan,
konsumenlah yang pada umumnya akan berbagai konsep, cara pandang dan masyarakat, dan negara).
merasakan dampaknya. cara pendekatan mengenai banyak hal
Dengan upaya-upaya untuk termasuk strategi pemasaran. Untuk itu harus memanfaatkan
memberikan perlindungan yang memadai Perubahan pemasaran tersebut mem- pelanggan yang ada termasuk pesaing,
terhadap kepentingan konsumen, bawa pengaruh pula tentang konsep kebijakan yang berlaku, peraturan
merupakan suatu hal yang sangat penting perlindungan konsumen secara global. pemerintah serta kekuatan makro,
dan mendesak untuk mencari solusi Perlindungan dalam era pasar ekonomi, sosial, politik secara luas dan
terutama di Indonesia, mengingat global menjadi sangat penting, sebab fleksibel.
sedemikian kompleks permasalahan yang konsumen mempunyai hak-hak yang Bertolak dari rangkaian perubahan
menyangkut perlindungan konsumen, bersifat sangat spesifik (baik kondisi konsep pemasaran tersebut,
lebih-lebih kita menyongsong era maupun situasi). Era perdagangan perlindungan terhadap konsumen juga
perdagangan bebas yang akan datang. bebas merupakan suatu era dimana membutuhkan pemikiran yang luas
Konsumen yang keberadaannya pemasaran merupakan suatu disiplin pula. Pemikiran konsep secara luas
sangatlah terbatas, dengan strata yang universal. Konsep-konsep pemasaran dan kajian dari aspek hukum pun juga
sangat bervariasi menyebabkan produsen dipandang dari strategi pemasaran membutuhkan wawasan hukum yang
melakukan kegiatan pemasaran dan global telah berubah dari waktu ke luas, sehingga tidaklah dapat dari satu
distribusi produk barang dan atau jasa waktu, sebagaimana tahapan konsep kajian aspek hukum semata-mata. Hal
dengan cara-cara yang seefektif mungkin pemasaran sebagai berikut : ini sangat penting mengingat
agar dapat mencapai sasaran yang kepentingan konsumen pada dasarnya
diinginkan konsumen yang sangat 1. Memfokuskan pada produk yang lebih sudah ada sejak awal sebelum pada
majemuk tersebut. berdasarkan standar nilai internal. Hal saat distribusi, sehingga sampai
Untuk itu semua cara pendekatan ini dilakukan dengan tujuan ditangan konsumen untuk
diupayakan semaksimal mungkin, memperoleh laba, dengan menjual dimanfaatkan secara maksimal.

EDISI 385 DESEMBER 2006 WARTA BEA CUKAI 53


KOLOM
HUBUNGAN HUKUM ANTARA PRODUSEN Undang-undang Hukum Perdata (KUH bersifat personal, hukum perdatalah yang
DAN KONSUMEN Perdt). akan lebih dominan dalam rangka
Secara umum dan mendasar, Tetapi kita ketahui bahwa KUH melindungi kepentingan masing-masing
hubungan antara produsen (perusahaan Perdata/terjemahan dari “Burgelijk para pihak.
penghasil barang dan atau jasa) dengan Wetboek(buku BW), yang mulai berlaku Pada era pasar bebas dimana lalu-
konsumen (pemakai akhir dari barang dan di Indonesia pada tahun 1848 mustahil lintas hubungan produsen dengan
atau jasa untuk diri sendiri atau keluarga) mengenal konsep tanggung jawab konsumen menjadi semakin dekat dan
merupakan hubungan yang terus produk, namun demikian kita dapat makin terbuka, campur tangan negara,
menerus dan berkesinambungan. berpegang pada pasal mengenai kerja sama antar negara dan kerja
Hubungan tersebut terjadi karena Wanprestasi (pasal 1243 KUH Perdt) sama internasional sangat dibutuhkan
keduanya saling membutuhkan dan saling dan perbuatan melawan hukum (pasal sekali, yaitu guna mengatur pola
menghendaki, juga mempunyai tingkat 1365 KUH.Perdt) hubungan produsen, konsumen dan
ketergantungan yang cukup tinggi antara Kalau korban adalah sekaligus pem- sistim perlindungan konsumen. Sistim
satu dengan yang lainnya. beli produk yang cacat, dengan kata lain, perlindungan tersebut tidak hanya
Produsen sangat membutuhkan dan ia berhubungan kontrak dengan dimanfaatkan perangkat hukum
sangat bergantung atas dukungan produsen, ia dapat menuntut ganti rugi nasional saja, tetapi membutuhkan pula
konsumen sebagai pelanggan. Tanpa berdasarkan perbuatan melawan hukum, hukum internasional dalam jaringan
dukungan konsumen, tidak mungkin hal ini penderita dapat menggugat kerja sama antara negara dan kerja
produsen dapat terjamin kelangsungan produsen. Hanya saja tidak setiap macam sama internasional.
usahanya, sebaliknya konsumen kerugian dapat digugat dengan cara ini, Hal ini sangat penting mengingat
kebutuhannya sangat tergantung dari hasil melainkan kerugian yang diakibatkan oleh konflik hukum antar negara dan pihak
produksi dari produsen. cacat produk (productschade gevolgscha- yang berkepentingan di era pasar
Saling ketergantungan, karena de), dapat menempuh kedua jalan terse- perdagangan bebas makin luas dan
ketergantungan tersebut dapat diciptakan but sekaligus yaitu gugatan berdasarkan makin terbuka serta bervariasi, yaitu
hubungan yang terus menerus dan wanprestasi dan melawan hukum. antar negara, antar asosiasi produsen
berkesinambungan sepanjang masa, Memang demikian sistim pertang- sejenis, antar kawasan ekonomi dan
sesuai dengan tingkat ketergantungan bahkan antar pihak-pihak yang
akan kebutuhan yang tidak terputus-putus. mempunyai pengaruh untuk produk
Hubungan antara produsen dan tertentu dalam hal memperebutkan
konsumen yang berkelanjutan terjadi PERLUNYA UNDANG- pangsa pasar.
sejak proses produksi, distribusi di
pemasaran dan penawaran. Rangkaian
UNDANG Hubungan antar produsen dan
konsumen yang bersifat massal
kegiatan tersebut merupakan rangkaian PERLINDUNGAN KON- tersebut dan hubungan antar pihak
perbuatan-perbuatan hukum yang tidak secara individualitas dapat menciptakan
mempunyai akibat hukum baik terhadap SUMEN TIDAK LAIN, hubungan-hubungan hukum yang
semua pihak, maupun pihak-pihak
tertentu saja.
KARENA LEMAHNYA spesifik.
Hubungan hukum yang spesifik ini
Hal tersebut secara sistematis POSISI KONSUMEN sangat bervariasi, yang sangat
dimanfaatkan oleh produsen dalam suatu dipengaruhi oleh berbagai keadaan,
sistim distribusi dan pemasaran produk DIBANDINGKAN antara lain :
barang guna mencapai suatu tingkat DENGAN POSISI 1. Kondisi, harga dari suatu jenis
produktivitas dan efektifitas tertentu dalam komoditas tertentu;
rangka mencapai sasaran usaha. PRODUSEN 2. Penawaran dan syarat perjanjian;
Sampai pada tahapan hubungan atau 3. Fasilitas yang ada, sebelum dan
distribusi tersebut menghasilkan suatu purna jual;
hubungan yang sifatnya massal. Karena gungjawaban atas dasar wanprestasi 4. Kebutuhan para pihak pada rentang
sifatnya massal tersebut, maka peran dan melawan hukum, adalah suatu waktu tertentu.
negara sangatlah dibutuhkan dalam kesalahan produk yang dapat
rangka melindungi kepentingan konsumen dibuktikan, dan hal ini sangat sulit Keadaan-keadaan seperti tersebut
pada umumnya. Untuk itu perlu diatur dilakukan pembuktian dari para diatas, pada dasarnya akan sangat
perlindungan konsumen berdasarkan konsumen, dengan demikian mempengaruhi dan menciptakan kondisi
undang-undang antara lain : perlindungan yang dibutuhkan oleh perjanjian yang juga sangat bervariasi.
1. mutu barang; para konsumen tidak tercapai/tidak Meskipun demikian di dalam praktek
2. cara dan prosedur produksi; efektif, sedangkan pada umumnya para hubungan hukum yang terjadi bahkan
3. syarat kesehatan, syarat konsumen dipandang pihak yang makin melemahkan posisi konsumen,
pengemasan; lemah, baik dari produsen maupun dari karena secara sepihak para produsen/
4. syarat lingkungan; dan sebagainya. distributor dan retailer. distributor sudah menyiapkan suatu
Bertolak dari luas dan kompleknya kondisi perjanjian, dengan adanya
Perlunya Undang-Undang hubungan antara produsen dan perjanjian baku yang syarat-syaratnya
Perlindungan Konsumen tidak lain, konsumen, serta banyaknya mata rantai secara sepihak telah ditentukan pula oleh
karena lemahnya posisi konsumen penghubung keduanya, maka untuk produsen/distributor atau jaringan-
dibandingkan dengan posisi produsen, melindungi konsumen, sebagai pemakai jaringannya.
karena mengenai proses sampai hasil akhir dari produk barang atau jasa Bertolak dari keadaan yang demikian
produksi barang atau jasa yang telah dibutuhkan berbagai aspek hukum agar itu, maka perlindungan hukum terhadap
dihasilkan tanpa campur tangan benar-benar dapat terlindungi dengan adil. hak-hak konsumen tidak dapat diberikan
konsumen sedikit pun. Sejak awal produksi perlindungan oleh aspek hukum saja, melainkan oleh
Jika konsumen menderita kerugian konsumen harus sudah dimulai. suatu sistim perangkat hukum yang
yang disebabkan oleh cacatnya hasil Diawali dengan sistim pengawasan mampu memberikan perlindungan yang
produksi/kesalahan produk, maka terhadap mutu dan kesehatan serta simultan dan komprehensif, sehingga
sarana perundang-undangan yang ketepatan manfaat bahan untuk sasaran terjadi persaingan yang jujur dan secara
dipakai sebagai dasar fundamental dari produk, untuk itu aspek hukum publik langsung atau tidak langsung akan
tanggungjawab produsen, adalah Kitab secara dominan. Setelah hubungan menguntungkan dari pihak konsumen.

54 WARTA BEA CUKAI EDISI 385 DESEMBER 2006


ASPEK HUKUM PADA PERLINDUNGAN hati menciptakan kondisi dengan secara sepihak, yang dalam hal ini secara
KONSUMEN berbisnis jujur dalam mewujudkan otomatis mengutamakan kepentingan/
Pada era perdagangan bebas, dimana persaingan yang sehat. kaitannya di pihak produsen dan kerugian,
arus barang dan jasa dapat masuk ke 3. Dalam hukum positif, undang-undang/ atau semakin melemahnya posisi
semua negara dengan bebas, maka yang peraturan yang sudah ada, dan dapat konsumen.
seharusnya terjadi adalah persaingan melindungi kepentingan konsumen, Untuk mengurangi ketidak seimbang-
jujur. Persaingan yang jujur adalah suatu diantaranya adalah : an tersebut, maka sudah waktunya
persaingan dimana konsumen dapat a. Undang-undang Perlindungan apabila disiapkan adanya syarat-syarat,
memiliki barang dan atau jasa karena Konsumen; bahkan harus dipenuhinya apabila ada
jaminan kualitas dengan harga yang b. Undang-undang Kesehatan; pihak berniat menyiapkan perjanjian yang
wajar. Oleh karena itu pola perlindungan c. Undang-undang Barang; telah dibakukan bagi calon konsumennya,
konsumen perlu diarahkan pada pola ker- d. Undang-undang Hygiene untuk misalnya :
jasama antar negara, antar semua pihak Usaha; 1. Waktu atau batas waktu untuk
yang berkepentingan dengan harmonis e. Undang-undang Pengawasan atas mengajukan keberatan/complain;
berdasarkan persaingan yang jujur. Edar barang; 2. Syarat atas memenuhi janji, dan;
Sampai saat ini acara universal diakui f. Peraturan tentang Wajib Daftar 3. Syarat kesanggupan untuk memenuhi
adanya hak-hak konsumen yang secara Obat, dan; kewajiban sesuai dengan promosi/
universal pula harus dilindungi dan g. Peraturan tentang Produksi dan iklan produk yang ditawarkan kepada
dihormati, yaitu : Peredaran Produk Tertentu. konsumen.
1. Hak atas keselamatan dan keamanan; 4. Peraturan tentang perjanjian,
2. Hak atas informasi; diharapkan diikuti, dilaksanakan KESIMPULAN
3. Hak atas lingkungan hidup; dengan pengawasan, pembinaan dan Di dalam masyarakat global dimana
4. Hak untuk memilih, dan; pemberian sanksi yang pasti dan batas-batas negara hampir tanpa batas,
5. Hak untuk didengar. tegas apabila terjadi pelanggaran dan perdagangan bebas merupakan
mengenai syarat dan operasional dari darah di dalam kehidupan global, masalah
Bertolak dari hak-hak konsumen perusahaan produsen tersebut. perlindungan konsumen menjadi
tersebut diatas, sudah waktunya sangatlah penting untuk dikaji. Arti
sekarang dipertanyakan darimana hak- pentingnya kajian ini adalah atas dasar
hak tersebut di peroleh? Bagaimana pemikiran-pemikiran dan pertanyaan-
hak-hak tersebut dapat dinikmati, PERSAINGAN YANG pertanyaan sebagai berikut :
dipertahankan, dan kapan adanya
jaminan perlindungan? Secara univer-
JUJUR ADALAH SUATU 1. Upaya-upaya apakah dan bagaimana
sal, hak-hak tersebut adalah hak yang PERSAINGAN DIMANA pemberian perlindungan terhadap
melekat pada setiap konsumen. hak-hak universal konsumen secara
Meskipun demikian kiranya, masih KONSUMEN DAPAT luas oleh masyarakat global dengan
dapat dikaji kembali dengan cermat,
dalam hubungan hukum secara mikro
MEMILIKI BARANG tidak memperhitungkan kepentingan-
kepentingan lokal atau nasional.
sifatnya. Bagaimana penjabarannya DAN ATAU JASA Dalam hal ini akan timbul berbagai
dan pelaksanaan hak-hak tersebut di pertanyaan yang mendasar, apakah
dalam hukum nasional dari masing- KARENA JAMINAN masing-masing negara produsen
masing negara. KUALITAS DENGAN mempunyai kemauan dan seberapa
Aspek-aspek hukum terhadap jauh hukum positif mampu untuk me-
perlindungan konsumen di era HARGA YANG WAJAR lindungi kepentingan masyarakat glo-
perdagangan bebas, pada dasarnya dapat bal. Seberapa jauh “Organisasi Masa
dikaji dari dua pendekatan, yaitu : Depan” mempunyai kekuatan untuk
1. Dari sisi Pasar Domestik; dan, Dari aspek hukum publik, termasuk melindungi konsumen masa depan?
2. Dari sisi Pasar Global. hukum administrasi negara, mempunyai
sumbangsih terbesar dalam rangka 2. Seberapa jauh hukum negara
Keduanya harus diawali dari sejak melindungi kepentingan konsumen. produsen mampu melindungi
barang dan atau jasa diproduksi, Sumbangan terbesar pada hukum publik konsumen global?
didistribusikan/dipasarkan dan diedarkan, di sini adalah kemampuan, kewenangan
sampai barang dan atau jasa tersebut di untuk memberikan ijin sesuai dengan 3. Seberapa jauh Indonesia mempunyai
konsumsi oleh pihak konsumen. kewenangan untuk mengawasi, membina perangkat hukum dan upaya-upaya
Bertolak dari pemikiran tersebut di dan mencabut ijin bila produsen hukum untuk melindungi konsumen
atas pada dasarnya, negara dapat melakukan suatu pelanggaran terbukti lokal terhadap produk barang dan atau
diketahui, bahwa aspek hukum publik dan dengan sah, yang mengakibatkan dapat jasa global. Dan juga seberapa jauh
hukum perdata yang mempunyai peran merugikan kepentingan umum/konsumen konsumen lokal aman terhadap
dan kesempatan yang sama untuk ataupun negara. barang dan atau jasa lokal maka di
melindungi kepentingan konsumen. Aspek hukum perdata secara umum dalam kesimpulan ada beberapa
Aspek hukum publik berperan dan hanya dapat dimanfaatkan oleh para pihak pertanyaan yang sampai saat ini
dapat dimanfaatkan oleh negara, untuk kepentingan-kepentingan subyektif. belum terjawab, oleh sebab itu
pemerintah, instansi yang mempunyai Meskipun demikian mengingat hubungan perlunya kajian yang lebih dalam lagi
wewenang dan perannya untuk hukum para pihak terjadi karena berbagai supaya konsumen pasar lokal dapat
melindungi konsumen. Kewenangan dan alasan dan faktor kebutuhan, fakta selalu mengerti hak dan kewajibannya, dan
peran tersebut dapat diwujudkan sebagai menunjukan bahwa posisi calon konsu- adanya suatu payung hukum dari
berikut : men dalam keadaan lebih karena faktor pemerintah yang dapat dimanfaatkan
1. Politik Will/kemauan politik untuk ekonomi dan kebutuhan yang sangat untuk berlindung, yang nantinya tidak
melindungi kepentingan konsumen mendesak dan tidak ada pilihan lain. akan tergusur oleh suatu era
domestik di dalam persaingan global Keadaan yang demikian mendorong globalisasi perdagangan dunia yang
dan atas persaingan tidak sehat yang pada pihak produsen, distributor dan se- telah semakin dekat saja.
terjadi di dalam/lokal. bagainya, memperkuat posisinya dengan Penulis adalah Kepala Seksi
2. Birokrasi dengan sadar dan senang menyiapkan dokumen yang ditentukan Kepabeanan dan Cukai I, KPBC Tipe B Kotabaru

EDISI 385 DESEMBER 2006 WARTA BEA CUKAI 55


INFO PEGAWAI
FOTO-FOTO : WBC/ATS

Upacara Hari Keuangan Nasional ke-60


H
ari Keuangan Nasional pada 30 Oktober 2006 diperingati dengan melakukan upacara bendera yang dipimpin langsung
oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani di halaman Departemen Keuangan Lapangan Banteng Jakarta Pusat. Pelaksanaan
tugas-tugas upacara seperti biasanya didelegasikan kepada Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, diantaranya pembacaan
naskah Pancasila, naskah Pembukaan UUD 45, naskah Mengenang Detik-detik Beredarnya Uang Republik Indonesia,
sebagai komandan upacara yaitu Kepala Seksi Pembebasan Proyek Pemerintah Dit. Fasilitas Kepabeanan, Evy Suhartantyo
R, dengan diiringi Marching Band Bea dan Cukai. Dalam upacara tersebut dilakukan penyerahan penghargaan kepada Kantor
Pelayanan (KP) Percontohan Terbaik tahun 2006 yakni Kantor Perbendaharaan Negara Singkawang, Kantor Lelang Negara
Mataram, Kantor Pajak Bumi dan Bangunan Malang, dan Kantor Pelayanan Bea dan Cukai Batam. Selain itu juga diserahkan
penghargaan Satyalencana Karya Satya 30 tahun, 20 tahun dan 10 tahun kepada 2681 pegawai. Sebagai penerima
penghargaan Satya Karya Satya 30 tahun adalah Staf Ahli Menteri Keuangan I Made Gde Erata dan RB Permana Agung.
Pada kesempatan yang sama diberikan pula piagam penghargaan pensiun kepada 236 pegawai. Upacara Hari Keuangan
tahun ini yang bertemakan ‘Melanjutkan Reformasi (Departemen Keuangan) Mewujudkan Pengelolaan Keuangan Negara
Yang Profesional, Transparan, dan Akuntabel”, dihadiri pejabat eselon I, II, III dan IV dilingkungan Departemen Keuangan.

56 WARTA BEA CUKAI EDISI 385 DESEMBER 2006


SAMBUTAN MENTERI KEUANGAN
PADA PERINGATAN KE-60 HARI KEUANGAN
TANGGAL 30 OKTOBER 2006
Assalamu’alaikum warahmatullahi disiplin anggaran. Dengan demikian,
wabarakatuh. pengelolaan keuangan negara yang
transparan dan akuntabel guna
Salam sejahtera bagi kita semua, mewujudkan good governance dapat
terlaksana. Hal itu diperlukan agar
Saudara-saudara, tujuan utama kita yaitu pengelolaan
Pertama-tama, marilah kita panjatkan dan pemanfaatan seluruh sumber
puji dan syukur kehadirat Allah SWT, daya yang dikuasai negara dapat
karena pada hari ini, kita dapat diarahkan dan dimanfaatkan secara
memperingati Hari Keuangan yang optimal bagi kesejahteraan rakyat.
merupakan sejarah dimulainya
peredaran pertama Uang Republik Saudara-saudara sekalian,
Indonesia 60 tahun yang lalu: Pada Seluruh jajaran di Departemen
kesempatan ini, saya juga Keuangan semakin dituntut untuk
mengucapkan selamat hari raya Idul mampu bekerja secara kompeten,
Fitri 1 Syawal 1427 H, mohon maaf professional, dengan penuh
lahir dan bathin. integritas dan loyalitas yang tinggi.
Kita semua bertanggung jawab untuk
Saudara-saudara sekalian, membangun sistem dan bisnis
Hari Keuangan senantiasa kita proses yang baik dengan struktur
peringati, karena memiliki makna yang kokoh. Reformasi merupakan
yang sangat penting bagi keniscayaan untuk membangun
keberadaan sebuah negara yang sistem dan struktur yang mampu
merdeka dan berdaulat. mengantisipasi tantangan politik
Kemerdekaan Republik Indonesia ekonomi dan social dewasa ini dan
pada tahun 1945 harus diisi dengan yang akan datang. Dengan Saudara-saudara sekalian,
alat-alat penyelenggaraan kekuasaan perkembangan dan tuntutan zaman Terkait dengan hal itu,
negara yang berdaulat setelah yang begitu cepat berubah, apabila Departemen Keuangan sebagai
terbentuknya pemerintahan yang kita tidak memperbaiki dan pengelola keuangan dan kekayaan
sah. Negara juga harus memiliki alat menyesuaikan sistem dan struktur negara membagi kebijakan fiscal
transaksi yang sah yakni perlu yang ada, maka Departemen dalam 5 (lima) bidang utama yaitu
adanya mata uang. Keuangan tidak akan mampu untuk pendapatan negara, belanja negara,
Apabila kita merefleksikan ke menjawab dan mengantisipasi pembiayaan anggaran, kekayaan
belakang pada masa 60 tahun yang persoalan-persoalan yang muncul negara dan system pengelolaan
lalu, ketika untuk pertama kalinya akibat perubahan tersebut. Salah keuangan negara. Pemisahan fungsi
Uang Republik Indonesia beredar. satu bentuk reformasi yang kita di dalam pengelolaan keuangan dan
Meskipun bentuk dan bahannya lakukan saat ini adalah dengan kekayaan negara perlu dilakukan
masih sangat sederhana, namun melakukan reorganisasi dan agar dapat dilaksanakan secara lebih
Uang Republik Indonesia telah meninjau kembali bisnis proses efektif dan efisien. Pemisahan fungsi
berhasil menggalang persatuan serta dalam rangka peningkatan pelayanan tersebut meliputi fungsi pengkajian
menggelorakan semangat masyarakat. kebijakan fiskal, fungsi perumusan
perjuangan dalam menegakkan dan Dalam reorganisasi dilakukan kebijakan fiskal, fungsi perencanaan,
mempertahankan kemerdekaan. penataan kembali tugas dan fungsi penyusunan, dan alokasi anggaran,
Kesederhanaannya itu tidak unit-unit eselon I dengan fungsi pelaksanaan anggaran dan
mengurangi kepercayaan, berpedoman pada prinsip-prinsip pertanggungjawaban atas
kebanggaan, serta hasrat rakyat profesionalitas, akuntabilitas, pelaksanaan anggaran, serta fungsi
pada masa itu untuk dapat memiliki transparansi, serta pemisahan fungsi pengawasan atas pelaksanaan
uang sendiri, yaitu Uang Republik yang jelas untuk terwujudnya anggaran. Fungsi-fungsi tersebut
Indonesia. Kenyataan tersebut mekanisme check and balance. harus dijalankan dengan baik,
membuktikan bahwa nilai sesuatu Reorganisasi Departemen Keuangan dengan landasan good governance.
tidak hanya ditentukan oleh bentuk sebenarnya merupakan mata rantai Konsep good governance
atau cara yang digunakan, melainkan dari perubahan dan penyempurnaan diarahkan untuk mencapai cita-cita
oleh makna, semangat, dan tujuan Sistem Manajemen Keuangan kita semua yaitu membangun
kemerdekaan dan kemandirian yang Pemerintah, sebagaimana Departemen Keuangan sebagai
hendak dicapai. Dewasa ini justru dikehendaki oleh Undang-undang pengelola keuangan dan kekayaan
kita membutuhkan semangat yang Nomor 17 Tahun 2003 tentang negara yang terpercaya, kredibel,
ekstra tinggi guna menghadapi Keuangan Negara dan Undang- dan kompeten sejalan dengan
tantangan zaman yang lebih berat undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang meningkatnya tuntutan dinamika
dan kompleks dengan tanpa Perbendaharaan Negara. Oleh pertumbuhan ekonomi kita. Diantara
kehilangan orientasi terhadap tujuan karena itu, sangatlah tepat apabila prinsip-prinsip good governance,
dan makna yang hendak kita capai. tema yang dipilih pada Hari terdapat empat prinsip yang perlu
Kita membutuhkan semangat Keuangan ini adalah : “Melanjutkan mendapat prioritas, yaitu : pertama,
kerja keras, teliti, akurat, efisien dan reformasi (Departemen Keuangan) Partisipasi, yang berarti
efektif dalam melaksanakan tugas, mewujudkan pengelolaan keuangan memperhatikan dan responsive
jujur, bersih dan tidak boros serta negara yang professional, terhadap berbagai aspirasi semua
tetap memegang teguh tertib dan transparan, dan akuntabel”. pihak yang berkepentingan (stake

EDISI 385 DESEMBER 2006 WARTA BEA CUKAI 57


INFO PEGAWAI

holder) dalam pengambilan suatu sumber daya manusia, teknologi manusia. Selama proses rotasi,
keputusan/kebijakan. Sebagai informasi dan pengawasan. mutasi atau promosi ditandaskan
pengelola keuangan dan kekayaan pada criteria yang obyektif dan faktor
negara serta penanggung jawab Saudara-saudara sekalian, kompetensi dan bukan karena faktor
kebijakan fiskal yang sangat strategis Berdasarkan Peraturan Presiden suka atau tidak suka secara pribadi
dalam penyelenggaraan negara dan Nomor 66 Tahun 2006, Departemen atau karena KKN, maka kita harus
pengelolaan ekonomi, kita dituntut Keuangan memiliki tugas untuk menerima proses ini sebagai
untuk terus menjaga kepekaan kita menyelenggarakan urusan kewajaran dan keharusan
dalam membaca dan memahami pemerintah di bidang keuangan dan berkembang. Pada hakekatnya,
perubahan dan tuntutan yang terus kekayaan negara, yang meliputi tujuan dari reformasi kelembagaan
berkembang yang berasal dari kegiatan dan upaya menghimpun, dan organisasi Departemen
berbagai pemangku kepentingan mengalokasikan, mengarahkan, dan Keuangan, adalah untuk lebih
(stake holder) maupun akibat mengerahkan dana, serta membina meningkatkan kinerja dan pelayanan
perubahan suasana global dan kekayaan negara. kepada masyarakat dalam bidang
nasional. Tugas Departemen Keuangan pengelolaan keuangan negara, serta
Kedua, Akuntabilitas dapat tersebut dari waktu ke-waktu agar lebih mampu mengantisipasi
diartikan bahwa para pembuat semakin bertambah kompleks dan dinamika dan tantangan tugas
keputusan dalam pemerintahan berat, antara lain karena semakin Departemen Keuangan yang semakin
harus bertanggung jawab kepada meningkatnya beban tugas untuk berat terutama dalam menjaga
publik dan lembaga-lembaga stake- mengoptimalisasi pendapatan kesinambungan dan stabilitas fiskal
holders baik untuk kepentingan negara, melakukan efisiensi dan serta menggerakan pertumbuhan
internal atau eksternal organisasi. efektivitas belanja negara, ekonomi nasional. Kita masih jauh
Dari sisi keuangan dan kinerja, mengoptimalisasi pengelolaan dari berhasil dalam membangun
Departemen telah menyusun pembiayaan anggaran, dan kepercayaan publik terhadap fungsi,
ketentuan-ketentuan untuk mengoptimalisasi pengelolaan dan peran dan kinerja dari Departemen
melaksanakan prinsip ini, penilaian kekayaan negara. Untuk itu Keuangan. Saya mengajak seluruh
diantaranya adalah melalui Peraturan perlu didukung dengan system jajaran Departemen Keuangan agar
Pemerintah No. 8 Tahun 2006 pengelolaan keuangan negara yang turut aktif mencapai tujuan tersebut.
tentang Pelaporan Keuangan dan transparan, akuntabel, serta sistem
Kinerja Instansi Pemerintah yang pelaksanaan anggaran dan sistem Saudara-saudara,
mengharuskan semua instansi penyusunan laporan keuangan yang Sebelum mengakhiri sambutan
sampai level tertentu untuk memadai. Di sisi lain, diperlukan juga ini, atas nama Departemen Keuang-
menyiapkan laporan keuangan dan organisasi yang efektif, efisien, tepat, an dan atas nama pribadi, saya ingin
kinerjanya yang harus direview akuntabel, independen, dan dapat menyampaikan selamat kepada
terlebih dahulu oleh unit pengawas merefleksikan dan Kantor Pelayanan Percontohan
internnya (Inspektorat Jenderal, mentransformasikan tugas-tugas Terbaik tahun 2006. Saya yakin, itu
Bawasda, Satuan Pengawas Intern) yang diembannya. Oleh karena itu, semua berkat dedikasi, kerja keras
yang kemudian akan diaudit oleh penataan organisasi Departemen dan sikap profesionalisme yang
Badan Pemeriksa Keuangan, Prinsip Keuangan harus selalu dilakukan, ditunjukkan oleh rekan-rekan dari
yang ketiga adalah, Rule of law, guna menjawab dan mengikuti kantor-kantor percontohan. Saya
yaitu penyiapan kerangka hukum tuntutan kebutuhan penyelenggaraan sungguh berharap agar di lingkungan
yang adil dan penegakannya yang tugas dan perkembangan kebijakan Departemen Keuangan selalu
konsisten dan tanpa pandang bulu, Pemerintah di bidang keuangan. mampu memunculkan teladan-
terutama terhadap pelanggaran yang Selain itu, penataan organisasi teladan yang memberi inspirasi bagi
sangat merugikan masyarakat dan dilakukan guna meningkatkan efekti- kita semua.Selain itu, saya juga ingin
menimbulkan citra buruk vitas dan efisiensi organisasi, sehing- menyampaikan selamat kepada
Departemen. Kepercayaan ga dapat memberikan pelayanan Saudara-saudara yang hari ini
masyarakat akan semakin tumbuh yang cepat dan baik, serta berdaya memperoleh penghargaan
apabila kita dapat menegakkan guna bagi masyarakat. Hal ini sesuai Satyalencana Karya Satya, maupun
peraturan dengan konsisten dan dengan misi Departemen Keuangan yang memperoleh Piagam
akuntabel. di bidang organisasi/kelembagaan Penghargaan Pensiun. Terima kasih
Prinsip ke-empat adalah yaitu “senantiasa memperbaharui diri atas loyalitas dan integritas, serta
Transparansi, yang berarti kebijakan (self reinventing) sesuai dengan as- kerja keras yang sudah saudara-
publik dan pelayanan yang diberikan pirasi masyarakat dan perkembangan saudara berikan kepada Departemen
harus didasari atas kebebasan arus mutakhir teknologi keuangan serta Keuangan. Semoga hal ini dapat
informasi secara akurat dan tepat administrasi publik, dengan didukung menjadi contoh dan suri tauladan
waktu. Dengan ketersediaan oleh pelaksana yang potensial dan bagi kita semua.
informasi seperti ini, masyarakat mempunyai integritas yang tinggi”. Akhir kata, saya ucapkan selamat
memanfaatkan sekaligus mengawasi Untuk mendukung pelaksanaan tu- hari ulang tahun Keuangan yang kke-
sehingga kebijakan publik yang gas tersebut, maka reorganisasi, 60, Semoga Allah SWT senantiasa
muncul dapat memberikan hasil yang reposisi, penambahan peran, tugas, memberikan bimbingan kepada kita
terbaik bagi masyarakat, serta dan fungsi di lingkungan Departemen semua dalam melaksanakan pengab-
mencegah terjadinya kecurangan menjadi keharusan. dian kepada bangsa dan negara.
dan manipulasi yang hanya akan Dalam rangka itu maka rotasi,
menguntungkan pihak tertentu. mutasi dan atau promosi pejabat dari Sekian dan terima kasih.
Oleh karena itu, saya tekankan satu tempat ke tempat lainnya juga
kepada seluruh unit-unit di perlu dipandang sebagai bagian yang Wassalamu’alaikum
lingkungan Departemen Keuangan wajar dalam upaya menjawab warahmatullahi wabarakatuh.
agar keempat prinsip tersebut tuntutan perubahan. Hal ini juga
diterapkan dalam pembinaan sumber merupakan wujud dinamika Menteri Keuangan
daya aparatur yang meliputi organisasi dalam rangka peningkatan
penataan kelembagaan, hukum, kinerja dan penyegaran sumber daya Sri Mulyani Indrawati

58 WARTA BEA CUKAI EDISI 385 DESEMBER 2006


FOTO BERSAMA. Para pejabat yang baru dilantik

WBC/ATS
bersama dengan Menteri Keuangan

PELANTIKAN PEJABAT ESELON I


DEPARTEMEN KEUANGAN
Pelantikan tersebut merupakan kelanjutan proses reformasi kelembagaan.
enteri Keuangan Sri Mulyani Mulia P. Nasution sebagai TEGASKAN TUGAS DAN FUNGSI

M
l
Indrawati pada 1 November 2006 Sekertaris Jenderal Departemen Masih dalam sambutannya, Menkeu
melantik beberapa pejabat eselon Keuangan kembali menegaskan tugas dan fungsi
satu dilingkungan Departemen l Achmad Rochyadi sebagai yang diemban para pejabat yang baru
Keuangan, setelah sebelumnya melantik Direktur Jenderal Anggaran dilantik tersebut. Kepada Badan Kebijakan
Dirjen Bea dan Cukai, Dirjen Pajak dan Departemen Keuangan Fiskal ia mengharapakan agar dapat
Kepala Badan Pengawas Pasar Modal l Herry Purnomo sebagai Direktur menjadi lembaga yang efektif dalam
dan Lembaga Keuangan. Pelantikan yang Jenderal Perbendaharaan memformulasikan berbagai kebijakan
berlangsung di Gedung Graha Sawala Departemen Keuangan fiskal dengan landasan dan kerangka
Departemen Keuangan tersebut l Hadiyanto sebagai Direktur kebijakan fiskal dengan landasan dan
merupakan kelanjutan dari proses Jenderal Kekayaan Negara kerangka kebijakan yang baik dari segi
reformasi kelembagaan sekaligus simbol Departemen Keuangan konsistensi, teori dan bukti empiris.
terlaksananya secara efektif perubahan l Mardiasmo sebagai Direktur Selanjutnya Menkeu juga
secara lengkap dan menyeluruh struktur Jenderal Perimbangan Keuangan menegaskan tugas dan fungsi yang
organisasi baru eselon I di Departemen Departemen Keuangan diemban kepada Dirjen Perbendaharaan
Keuangan. l Rahmat Waluyanto sebagai yang dipimpin oleh Herry Purnomo,
Dalam sambutannya Menkeu Direktur Jenderal Pengelolaan dimana Direktorat tersebut harus mampu
mengatakan, ada sembilan unit eselon I di Hutang Departemen Keuangan memperbaiki pengelolaan kas negara
Departemen Keuangan yang fungsi dan l RB. Permana Agung Daradjatun dengan mengadopsi prinsip-prinsip
tugasnya disempurnakan sebagaimana sebagai Inspektur Jenderal pengelolaan kas yang baik, pemanfaatan
yang diamanatkan pada Keputusan Departeman Keuangan kas yang menganggur secara maksimal,
Presiden RI nomor 66 tahun 2006 tentang l Eddy Abdurachman sebagai Staf pencegahan terjadinya penyimpangan
Unit Organisasi dan Tugas Eselon I Ahli Menteri Keungan Bidang penggunaan uang negara dan pencarian
Kementerian Negara Republik Indonesia Internasional sumber pembiayaan yang paling efisien
dan Keputusan Menteri Keuangan nomor l Agus Muhammad sebagai Staf Ahli untuk menutup kekurangan kas.
466/KMK.01/2006 tentang Organisasi dan Menteri Keuangan Bidang Direktur Jenderal Kekayaan Negara
Tata Kerja Departemen Keuangan. Kekayaan Negara yang dipimpin oleh Hadiyanto sebagai unit
Pejabat eselon satu yang dilantik l Marwanto sebagai staf Ahli Menteri baru,diharapkan meningkatkan landasan
tersebut adalah : Keuangan Bidang Pengeluaran Negara hukum yang kuat dalam pengelolaan

EDISI 385 DESEMBER 2006 WARTA BEA CUKAI 59


INFO PEGAWAI

MUTASI &
kekayaan negara, pengurusan piutang
negara dan lelang. Kepada Dirjen
Perimbangan Keuangan Menkeu
mengharapkan agar mampu untuk
membenahi dan sekaligus

PROMOSI
membangun hubungan keuangan
pusat sambil terus menjaga
keharmonisan.
Harapan agar dapat melakukan
penyusunan strategi dan kebijakan
serta melaksanakan pengelolaan
hutang negara dengan baik,
terintegrasi, transparan dan akuntabel
disampaikan Menkeu kepada Dirjen
Pengelolaan Hutang Rahmat
Waluyanto. Reformasi kelembagaan
PEJABAT ESELON II
dan kepegawaian di Departemen
Keuangan yang mencakup perbaikan DI LINGKUNGAN DEPARTEMEN KEUANGAN
kinerja, reorganisasi, sistem
remunerasi yang menurutnya sangat
diperlukan dilingkungan Departemen
Sebanyak empat (4) orang pejabat eselon III di lingkungan
Keuangan. Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) di promosi menjadi
Kepada Sekertaris Jenderal pejabat eselon II.
Departemen Keuangan. Mulya. P.
Nasution Menkeu berharap agar dapat

S
memberikan dukungan agar esuai dengan Keputusan Menteri reformulasi, revitalisasi dan streamlin-
koordinasi masing-masing unit eselon Keuangan Republik Indonesia No. ing tugas-tugas sehingga lebih fokus
I dapat terlaksana dan semakin baik, 865/KMK.01/UP.11/2006 dan No. pada kinerja, tugas dan fungsi secara
serta dapat lebih meningkatkan 866/KMK.01/UP.11/2006, tentang optimal,” jelasi Ani.
koordinasi Departemen Keuangan Mutasi Para Pejabat Eselon II di Ani menambahkan, dalam
dengan instansi terkait. lingkungan Departemen Keuangan, pelantikan kali ini, terdapat beberapa
Untuk meningkatkan pada 10 November 2006, bertempat di direktorat atau unit eselon II, yang
pengawasan internal dalam rangka ruang Graha Sawala, Departemen karena memiliki karakter dan spesifikasi
mewujudkan good governance Keuangan, Menteri Keuangan RI, Sri khusus, untuk sementara jabatan
sehingga dapat meningkatkan Mulyani Indrawati menunjuk/ tersebut dipimpin langsung oleh eselon
kinerja Departemen Keuangan dan mengangkat sebanyak 49 orang I dari unit yang bersangkutan.
membangun keyakinan masyarakat pejabat eselon II di lingkungan Beberapa unit tersebut antara lain
bahwa Departemen Keuangan Departemen Keuangan. adalah Direktorat Surat Berharga
mampu mengelola keuangan Hadir sebagai saksi pejabat adalah Negara, Direktorat Portfolio dan Risiko
negara secara modern, efektif dan Sekretaris Jenderal Departemen Utang (Ditjen Pengelolaan Utang),
efisien dan menciptakan pelayanan Keuangan Mulia Nasution dan Inspek- Pusat Kebijakan Belanja Negara dan
prima kepada masyarakat oleh unit- tur Jenderal Departemen Keuangan Pusat Pengelolaan Risiko Fiskal (BKF).
unit Departemen Keuangan , Permana Agung. Sekitar pukul 09.10 Kebijakan tersebut dilakukan dengan
disampaikan Menkeu kepada WIB, acara pelantikan tersebut dimulai. pertimbangan bahwa Depkeu
Inspektur Jenderal Departemen Tampak Direktur Jenderal Bea dan mengutamakan sikap kehati-hatian
Keuangan yang dipimpin oleh Cukai Anwar Suprijadi dan mantan (prudent), taat azas dan bersikap
Permana Agung. Direktur Jenderal Bea dan Cukai Eddy professional, khususnya dalam konteks
Selanjutnya ia mengatakan, Abdurachman hadir diantara para pemberian pelayanan kepada publik di
bahwa tugas Menteri Keuangan undangan. bidang fiskal.
yang tidak ringan tentunya sangat Dalam sambutannya, Menteri Keu- Ani kembali mengingatkan kepada
dibutuhkan masukan dari para Staf angan, Sri Mulyani Indrawati menga- jajaran pegawai Depkeu, agar terus
Ahli Menteri Keuangan, yang takan, acara pelantikan kali ini cukup bekerja keras dan meningkatkan
fugsinya harus semakin didaya penting karena merupakan tindak lanjut integritas serta profesionalisme supaya
gunakan dan bahkan perlu dari pelantikan eselon I yang dilakukan fungsi pengelolaan keuangan negara
didefinisikan kembali agar beban beberapa waktu yang lalu. Tindak dan pelayanan kepada publik dapat
Menkeu dan para dirjen atau kepala lanjut ini perlu dilakukan agar unit yang dilakukan dengan baik. “Dalam menge-
badan dapat dikelola dengan baik. bersangkutan, terutama unit yang baru lola Departemen Keuangan, caranya
Selain itu peran staf ahli tersebut dibentuk dapat segera melaksanakan adalah dengan menggunakan satu
masih menurut Menkeu, adalah tugas dan fungsinya sehingga roda kalimat yang sangat simpel, apakah
sebagai partner intelektual Menkeu kinerja Departemen Keuangan Depkeu menjadi institusi publik yang
dan para dirjen maupun juga para (Depkeu) terus berputar tanpa terjadi bisa dipercaya oleh publik?” tanya Ani.
kepala badan yang fungsinya semakin stagnasi akibat adanya perubahan Menurutnya, saat ini kepercayaan
dilibatkan secara aktif dan langsung struktur atau reorganisasi. adalah satu-satunya hal yang dianggap
dalam pembuatan keputusan dan Sesuai dengan Keputusan Presiden paling penting yang harus dibangun.
bahkan dalam pengelolaan dan RI No. 66 Tahun 2006 dan Keputusan Pasalnya, kepercayaan merupakan
monitoring pelaksanaan kebijakan. Menteri Keuangan No. 466/KMK.01/ fungsi dari reputasi, integritas dan
Para staf ahli tersebut terdiri dari Eddy 2006, ada beberapa unit eselon I di kinerja Depkeu. Selain itu, hal lain yang
Abdurachman staf ahli Menkeu Bidang Depkeu yang fungsi dan tugasnya di- tidak boleh dilupakan adalah upaya
Internasional, Agus Muhammad staf sempurnakan. “Sehingga, saya mengi- meningkatkan good governance di
ahli Menkeu Bidang Kekayaan Negara ngatkan kembali bahwa hakekat dari Depkeu. Sehingga, pengelolaan keu-
dan Marwanto staf ahli Menkeu penyempurnaan struktur unit-unit terse- angan negara tetap berlangsung sesuai
Bidang Pengeluaran Negara. zap but adalah untuk melaksanakan dengan koridor dan kaidah-kaidah good

60 WARTA BEA CUKAI EDISI 385 DESEMBER 2006


WBC/ATS

SUASANA PELANTIKAN. Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati melantik sejumlah 49 pejabat eselon II dilingkungan Departemen Keuangan.

governance. Dengan demikian, kredibi- informasi manajemen keuangan yang sebagai upaya meningkatkan peran
litas Depkeu tetap terjaga dengan baik. terpadu dan SDM yang profesional dan dan kemandirian daerah, khususnya
memiliki integritas yang tinggi. dalam memberikan pelayanan kepa-
UNIT BARU DI DEPKEU Sementara untuk Direktorat Pembi- da masyarakat di daerah.
Dalam rangka menghadapi semakin naan Pengelolaan Keuangan Badan Untuk pejabat dari Direktorat
meningkatnya kompleksitas permasa- Layanan Umum, dapat menjadi wadah Jenderal Pengelolaan Utang (DJPU),
lahan di bidang fiskal, dipandang perlu bagi kementrian/lembaga untuk Ani menekankan agar memiliki
untuk membentuk unit yang dapat men- meningkatkan pelayanan kepada ma- pemahaman dan mampu mengelola,
dukung Menteri Keuangan, khususnya syarakat dengan melaksanakan penge- membangun dan menjalin interaksi
dalam mengoptimalkan harmonisasi lolaan keuanganyang fleksibel dan yang sehat dan terbuka dengan
pelaksanaan program dan kegiatan menonjolkan aspek produktifitas, efisi- instansi pemerintah terkait, investor,
Menteri Keuangan. Unit tersebut dian- ensi dan efektifitas. Sedangkan bagi pelaku pasar dan lainnya, sehingga
taranya, Pusat Analisis dan Harmonisa- Direktorat Pengelolaan Dana Investasi, dicapai keberhasilan dalam
si Kebijakan (Pushaka) sebagai unit diharapkan agar mampu melakukan pengelolaan utang.
baru di bawah Sekretariat Jenderal. pemupukkan dan pemanfaatan dana Sementara untuk pejabat di
Kepada para pejabat di Sekretariat investasi guna mempercepat lingkungan Inspektorat Jenderal,
Jenderal, Menkeu berpesan agar fungsi pembangunan prasarana publik. harus mampu menerjemahkan
yang melekat pada Sektretariat Jende- Sebagai unit baru yang mengemban tambahan peran dan fungsi
ral, seperti masalah legal dan public tugas perumusan dan pelaksanaan Inspektorat Jenderal sebagai compli-
relations, dapat dijaga dan dilaksana- kebijakan dan standardisasi teknis di ance office untuk good governance
kan dengan baik. Kemudian, pada pe- bidang kekayaan negara, piutang dan penyelenggaraan audit terkait
jabat dari Direktorat Jenderal Anggaran, negara dan lelang, Ani berharap pada dengan risk management.
Menkeu berharap agar didalam menyi- pejabat baru yang dilantik dari “Saya juga menaruh harapan
apkan APBN, senantiasa mempertim- Direktorat Jenderal Kekayaan Negara yang tinggi kepada pejabat di Badan
bangkan upaya untuk menjaga kesi- (DJKN), agar segera melakukan Kebijakan Fiskal agar menjadi
nambungan fiskal (fiscal sustainability) penyusunan daftar barang milik negara, lembaga pemikir dan formulasi
dengan tetap memberikan stimulan penatausahaan, inventarisasi, kebijakan yang handal di
bagi perekonomian sesuai kemampuan pengawasan, pertanggungjawaban dan Departemen Keuangan,” imbuh Ani.
keuangan negara. pelaporan barang milik negara kepada
Di bidang perbendaharaan, Menku kementrian negara/lembaga dan PROMOSI PEJABAT DJBC
berharap agar kinerja pengelolaan badan layanan umum, kekayaan Sejumlah 10 orang pejabat eselon II
perbendaharaan negara dapat lebih negara yang dipisahkan dan kekayaan di lingkungan Direktorat Jenderal Bea
ditingkatkan, terutama pada unit-unit negara lainnya. dan Cukai (DJBC) dimutasi. Sementara
yang baru dibentuk. Untuk Direktorat Di bidang Perimbangan dua (2) orang pejabat eselon III di
Sistem Perbendaharaan, Menkeu Keuangan, ia berharap agar dapat lingkungan DJBC, dipromosi menjadi
menaruh harapan agar upaya moderni- mengembangkan kebijakan yang eselon II, mereka adalah Drs. R.P.
sasi pengelolaan perbendaharaan di- mampu mendukung berkelanjutannya Jusuf Indarto, yang diangkat sebagai
percepat, dengan didukung oleh sistem konsolidasi desentralisasi fiskal Kepala Kantor Wilayah XI DJBC Tipe B

EDISI 385 DESEMBER 2006 WARTA BEA CUKAI 61


INFO PEGAWAI

Keputusan Menteri Keuangan Republik Indonesia Makassar dan Drs. Bachtiar, M.Si, yang
Nomor 865/KMK.01/UP.11/2006, Tanggal 9 November 2006 diangkat sebagai Pj. Kepala Kantor
Nomor 866/KMK.01/UP.11/2006, Tanggal 9 November 2006 Wilayah XIII DJBC Tipe B Banda Aceh.
Kemudian, satu (1) orang pejabat
Tentang Mutasi Para Pejabat Eselon II di eselon III di lingkungan DJBC, juga
Lingkungan Departemen Keuangan di promosi menjadi eselon II di
lingkungan Sekretariat Jenderal,
MUTASI PEJABAT ESELON II Depkeu, yaitu Drs. Samsuar Said,
DIREKTORAT JENDERAL BEA DAN CUKAI M.Sc. Sementara itu, di lingkungan
Inspektorat Jenderal, Depkeu, Edy
No. N a m a Jabatan sebelumnya Jabatan saat ini Setyo dipromosi dan diangkat
sebagai Pj. Inspektur Bidang IV.
1 Dr. Djuneidy Djusan Kepala Kantor Sekretaris Dengan demikian, pejabat eselon III
Wilayah XI DJBC Direktorat Jenderal dilingkungan DJBC yang dipromosi
Tipe B Makassar Bea dan Cukai menjadi pejabat eselon II berjumlah 4
2 Drs. Erlangga Mantik, MA Direktur Pencegahan Direktur orang. (lihat tabel)
dan Penyidikan Penindakan dan Ditemui WBC usai pelantikan,
Penyidikan Bachtiar mengatakan, upaya pertama
3 Drs. Thomas Sugijata, Ak., MM Direktur Verifikasi Direktur Audit yang akan dilakukannya sebagai
dan Audit Kakanwil XIII DJBC Tipe B Banda Aceh
adalah melakukan konsolidasi dan
4 Heryanto Budi Santoso, S.H., MM Kepala Kantor Kepala Kantor melihat bagaimana kondisi daerah
Wilayah VIII Tipe B Wilayah I DJBC Aceh saat ini. “Seperti kita tahu, saat ini
Denpasar Tipe A Medan Aceh sedang melakukan pembangunan
5 Drs. Djasman Sutedjo Kepala Kantor Kepala Kantor kembali karena sebelumnya terkena
Wilayah I Tipe A Wilayah DJBC musibah gempa dan tsunami. Dengan
Medan Tipe Khusus demikian, pasti akan banyak barang
Tanjung Balai modal masuk dan bantuan yang datang
Karimun dan hal itu harus kita kelola dengan
6 Drs. Zeth Abraham Likumahwa Kepala Kantor Kepala Kantor baik,” kata Bachtiar.
Tak hanya itu, pelabuhan bebas Sa-
Wilayah VII DJBC Wilayah VI DJBC
bang akan menjadi salah satu perhati-
Tipe A Surabaya Tipe A Semarang annya. “Bagaimana upaya yang dapat
7 Drs. Bambang Prasodjo Kepala Kantor Kepala Kantor kita lakukan untuk bisa mendukung
Wilayah II DJBC tipe Wilayah VII DJBC iklim investasi disana. Apalagi Sabang
Khusus Tanjung Tipe A Surabaya memang dikembangkan untuk daerah
Balai Karimun industri yang dapat mendukung repub-
8 Drs. Faried Syibli Barchia, MA Kepala Kantor Kepala Kantor lik ini,” tambah Bachtiar.
Wilayah X DJBC Wilayah VIII DJBC Sementara itu, usai dilantik sebagai
Tipe B Balikpapan Tipe B Denpasar Kakanwil XI DJBC Tipe B Makassar,
9 Drs. Muhammad Chariri Kepala Kantor Kepala Kantor Jusuf Indarto mengatakan pada WBC,
saat ini ia ingin mempelajari terlebih
Wilayah XIII DJBC Wilayah IX DJBC dahulu, apa yang ia bisa lakukan di
Tipe B Banda Aceh Tipe B Pontianak Makassar. “Jadi, secara umum saya
10 Drs. Ismartono Kepala Kantor Kepala Kantor ingin mempelajari dahulu, kira-kira apa
Wilayah IX DJBC Wilayah X DJBC potensi dan fungsi yang bisa kita
Tipe B Pontianak Tipe B Balikpapan optimalkan disana, apakah mungkin
ekspornya bisa kita buat lebih bagus
atau bisa lebih disempurnakan, atau
PROMOSI PEJABAT ESELON II bagaimana,” ujarnya.
DI LINGKUNGAN DEPARTEMEN KEUANGAN Sedangkan Edy Setyo, yang
diangkat sebagai Pj. Inspektur Bidang
No. N a m a Jabatan sebelumnya Jabatan saat ini IV, Inspektorat Jenderal, mengatakan
bahwa bidang IV yang akan
1 Drs. R.P. Jusuf Indarto Kepala Bagian Kepala Kantor dipimpinnya membawahi bidang Bea
Kepegawaian, Wilayah XI DJBC dan Cukai. Tugasnya adalah
Sekretariat DJBC Tipe B Makassar melaksanakan pengawasan fungsional
2 Drs. Bachtiar, M.Si Kepala Subdirektorat Pj. Kepala Kantor pelaksanaan kerja berdasarkan/sesuai
dengan kebijaksanaan pimpinan dan
Impor dan Ekspor, Wilayah XIII DJBC
berdasarkan ketentuan yang ada.
Direktorat Teknis Tipe B Banda Aceh “Tentunya, saya perlu melihat apa
Kepabeanan DJBC yang sudah dilaksanakan sebelum-
3 Edy Setyo Kepala Bidang Pj. Inspektur nya. Tujuannya agar dapat
Pencegahan dan Bidang IV, memenuhi harapan dari tugas dan
Penyidikan Kanwil VI Inspektorat fungsi yang ada, karena ada bebera-
DJBC Semarang Jenderal pa hal yang menurut hemat saya,
4 Drs. Samsuar Said, M.Sc. Kepala Subdirektorat Pj. Kepala Biro perlu suatu penanganan secara
Fasilitas Hubungan terkoordinasi dengan rekan-rekan di
Pertambangan, Masyarakat, Bea dan Cukai. Misalnya yang ber-
kaitan dengan masalah pelaksanaan
Direktorat Fasilitas Sekretariat pengawasan di bidang pabean
Kepabeanan, DJBC Jenderal maupun cukai,” imbuhnya. ifa

62 WARTA BEA CUKAI EDISI 385 DESEMBER 2006


Mengenal

MARCHING BAND
BEA DAN CUKAI
Dibuka pendaftaran untuk anggota baru, hingga 10 Desember 2006.

M
inggu itu (5/11) lapangan tennis “Event kejuaraannya tidak perlu dan Cukai, Direktorat lain dibawah Dep-
indoor Bea dan Cukai penuh yang besar tapi paling tidak, para ang- keu, tidak ada yang memiliki kegiatan
disesaki oleh para remaja. Ada gota bisa menunjukan performance- marching band. Tak heran jika MBBC
yang sibuk mengibar-ngibarkan nya,” timpal Frans. Saat ini ia memang sering diminta tampil oleh Departemen
bendera, ada yang meniupkan terom- sedang berupaya mencari jalan agar Keuangan dalam event-eventnya,
pet, ada yang menabuh drum dan MBBC tetap eksis. Pasalnya selain Bea seperti saat memperingati Hari Kemer-
masih banyak lagi alat-alat musik yang dekaan beberapa waktu yang lalu.
mereka mainkan. Raut wajah mereka WBC/ATS “Hanya saja, orang-orang di Depkeu
tampak bersemangat, sesekali canda banyak yang tidak begitu paham bahwa
gurau dilemparkan, membuat suasana marching band yang sering tampil itu
menjadi ceria. berada di bawah asuhan Bea dan
Hari itu para remaja yang tergabung Cukai,” kata Frans. Untuk itu ia menya-
dalam Marching Band Bina Caraka rankan agar setiap Depkeu mengada-
yang berada dibawah asuhan Direktorat kan event yang memakai marching
Jenderal Bea dan Cukai, sedang band bea cukai, agar mengumumkan
berlatih. Mungkin diantara pembaca pada khalayak bahwa marching band
tidak mengetahui sebelumnya bahwa tersebut berada di bawah asuhan Bea
institusi Bea dan Cukai memiliki sebuah dan Cukai.
asset berupa marching band, sebagai Frans khawatir kalau MBBC
wadah bagi anak-anak pegawai menghilang, maka kord musiknya juga
maupun para pegawai itu sendiri untuk akan menghilang. Dengan demikian,
menyalurkan bakatnya dibidang seni. alat-alat musik yang harganya cukup
Diakui oleh Frans Rupang, Direktur mahal, yang dibeli puluhan tahun yang
Cukai yang juga merupakan pembina lalu, akan menjadi besi tua. Oleh sebab
Marching Band Bina Caraka (MBBC), itu, usaha untuk mempertahankan
saat ini MBBC sedang mengalami MBBC ini terus dilakukan. “Minimal
suatu kejenuhan. Pasalnya, para tetap eksis, walaupun tidak seperti
anggota MBBC belakangan ini lebih dahulu. Dulu ada sponsor yang mau
banyak hanya melakukan latihan saja membantu, tapi sekarang kita kesulitan
dibanding tampil menunjukan mendapatkan sponsor untuk marching
performancenya. Untuk itu, sebagai band,” kata Frans.
pembina, ia sudah menyiapkan Untuk itu, ia ingin agar seluruh
program kerja yang dimulai pada akhir insan bea cukai mempunyai rasa
tahun 2006 ini, untuk menyertakan FRANS RUPANG. Marching Band Bina Caraka memiliki terhadap marching band ini. Ia
MBBC dalam event-event kejuaraan. merupakan asset Bea dan Cukai. menyarankan, terutama pada para

EDISI 385 DESEMBER 2006 WARTA BEA CUKAI 63


INFO PEGAWAI
WBC/ATS WBC/ATS
penurunan bendera di istana negara
saat memperingati Hari Kemerdekaan.
Prestasi yang berhasil diraih MBBC
antara lain juara III Nasional Marching
Band pada Kejurnas Drumband ke II
(1982), mendapat penghargaan Field
Commander di tempat ke 3 pada
Grandprix Marching Band ke XV (De-
sember 1997), Parade Terbaik Remaja
pada Festival Marching Band (Juni
1998), Peringkat II Bandung Open
Marching Band 1998, Peringkat III
Bandung Open Marching Band (Okto-
ber 1999), Finalis Grandprix Marching
Band ke XVI (November 2000), Pering-
kat VIII pada Babak Final Grandprix
Marching Band XVII (November 2001)
dan masih banyak lagi.
Kendala yang dihadapi MBBC
saat ini adalah masalah recruitment
anggota baru yang menurut Frans
semakin sulit. Pasalnya, anak-anak
TEGUH RAY RAHWONO. Yang paling penting pegawai bea cukai yang diharapkan INTAN SEKARTAJI. Merasakan manfaat yang
adalah motivasi para calon anggota atau anggota menjadi anggota banyak yang sangat besar selama hampir 10 tahun
untuk bergabung dalam MBBC. disibukan dengan kegiatan di bergabung dengan MBBC, seperti menambah
sekolah mereka. Situasi tersebut teman, belajar berorganisasi, belajar disiplin,
pegawai yang berdomisili di Jakarta, berbeda dengan dahulu (pada masa team work dan menambah pengalaman.
agar menyertakan para putra-putrinya kejayaannya-red) dimana banyak
masih anak-anak maupun remaja, putra-putri pegawai bea cukai yang pernah memegang alat musik sebelum-
untuk mengikuti kegiatan marching menjadi anggota marching band. nya dengan begitu arahan yang diberi-
band ini. Kemudian, kendala lainnya kan bisa sesuai harapan.
“Karena kegiatan ini bagus, daripa- adalah biaya. Biaya untuk membayar Teguh Ray Rahwono, yang juga
da anak-anak main video game di pelatih dan sebagainya. “Selama ini merupakan salah seorang pelatih
rumah, disini mereka bisa memainkan dana yang diperoleh berasal dari MBBC menambahkan, yang paling
berbagai alat musik dengan gratis. swadaya teman-teman di bea cukai, penting adalah motivasi para calon
Apalagi bagi anak-anak yang punya ada yang menyumbang sekian rupiah anggota atau anggota untuk
jiwa seni, disini mereka bisa menyalur- tiap bulannya. Jadi kita ramai-ramai bergabung dalam MBBC. “Yang
kan jiwa seninya,” kata Frans. Ia juga membiayai marching band ini,” sering terjadi biasanya mereka hanya
menambahkan, tidak tertutup juga bagi ungkap Frans yang kembali sebulan saja latihan, setelah itu
pegawai bea cukai untuk ikut serta menegaskan bahwa masalah dana keluar. Sementara marching band itu
menjadi anggota marching band. adalah masalah yang paling utama. kan suatu kegiatan yang
Ia menyadari bahwa ketidaktahuan Untuk sementara ini, Frans tidak membutuhkan proses dan anak-anak
pegawai akan adanya marching band menetapkan target tertentu yang jaman sekarang lebih suka yang
ini menjadi salah satu kendala. harus dicapai oleh MBBC. Ia hanya instan,” imbuhnya.
Padahal, kegiatan marching band ingin mengupayakan bagaimana Ia mengakui, kesulitan yang kerap
tersebut sangat menyenangkan, caranya untuk melanggengkan MBBC ia alami dalam melatih adalah
terutama bagi remaja. Mereka bisa agar tetap eksis. Ia bersyukur saat ini menyatukan misi, visi, karakter tiap
berlatih kepemimpinan, memiliki rasa selain anak-anak pegawai, banyak anggota yang berbeda-beda. Untuk
kebersamaan dan sebagainya. Tak pula anggota marching band yang materi pelatihannya sendiri dibagi
hanya itu, anak-anak juga dapat bukan merupakan anak pegawai bea menjadi tiga items, yakni horn line
mencari pengalaman baru. “Sayang cukai, tapi keseriusan mereka dalam (alat tiup), percussion (perkusi) dan
rasanya kalau tidak diurus kemudian berlatih patut diacungi jempol. colour guard (bendera). Jadi pada
hilang. Sebab, untuk memulai lagi dari saat perekrutan, anggota baru diau-
awal itu justru lebih sulit, ini kan asset BELAJAR ALAT MUSIK GRATIS disi terlebih dahulu untuk mengetahui
Bea Cukai,” imbuh Frans. Saat ditemui WBC, Priyo Utomo, bakat dan minatnya terhadap tiga
Ia menambahkan, kalau dilihat dari salah seorang pelatih MBBC yang items tadi sampai ditemukan
sejarah, MBBC sudah ada sejak ia kerap dipanggil Tomy mengatakan, kecocokan anggota terhadap salah
menjadi pegawai bea cukai (sekitar dalam melatih anggota, metode satu items.
tahun 1975). Jadi sebelum tahun itu pelatihan yang paling utama adalah Dari segi peralatan, MBBC tergo-
(1975-red), marching band di Bea dan bagaimana mengurangi gap yang bisa long organisasi memiliki peralatan
Cukai sudah terbentuk. Menurutnya, terjadi antara anggota baru dan yang hampir lengkap. Alat-alat
perkembangan MBBC mengalami anggota lama. Sebab, kegiatan MBBC tersebut diantaranya adalah terom-
puncak kejayaannya di tahun 80-an. ini adalah suatu hobi yang diakomodir pet, mellophone, barithone, tuba,
Tetapi seiring dengan waktu MBBC menjadi kegiatan yang bermanfaat. perkusi, senar drum, bass drum,
mengalami kemunduran. Hal itu “Jadi, disini kita tidak ingin anak- quintom, cylophone, vibraphone,
disebabkan tingkat kepedulian para anak hanya bermain musik tetapi me- marimba, cymbal, dan sebagainya.
pengurus dan pejabat makin berkurang reka juga bisa belajar berorganisasi,” Tomy menambahkan, anggota yang
karena disibukan oleh pekerjaan. kata Tomy. Sehingga, orang yang ingin mengikuti kegiatan marching band ini
Padahal ketika masa jayanya, marching bergabung dalam marching band tidak memang tidak perlu mengeluarkan
band ini banyak memenangkan harus bisa menggunakan alat musik. biaya dan tidak perlu memiliki alat
berbagai event dan tampil diberbagai Justru ia lebih menyukai membina musik. Yang paling penting yang harus
acara, diantaranya tampil pada acara orang yang belajar dari nol alias belum dimiliki anggota adalah kemauan dan

64 WARTA BEA CUKAI EDISI 385 DESEMBER 2006


disiplin untuk berlatih. Sekali lagi ia
menekankan bahwa dalam organisasi Formulir Pendaftaran Marching Band Bina Caraka
marching band, bukanlah hasil atau
juara disuatu event yang dicari tetapi Yang bertanda tangan dibawah ini :
proses kemampuan para anggota untuk Nama : ............................................(L/P)
menjadi lebih baik dari sebelumnya. Tempat/tanggal lahir : ....................................................
Tomy mengatakan, yang bisa Alamat : ....................................................
diberikan pada anggota MBBC adalah
pengalaman, belajar berorganisasi, Nama orangtua/wali (untuk : ....................................................
belajar menghadapi masyarakat yang
heterogen, disiplin, ilmu dan kepuasan pegawai DJBC tidak perlu diisi)
dalam bermain musik. Untuk itu ia Orangtua/wali berdinas di DJBC : ....................................................
berharap agar MBBC terus pada unit organisasi
mendapatkan dukungan karena untuk (hanya diisi oleh anak yang
melaksanakan program-programnya orangtuanya pegawai DJBC)
dibutuhkan finansial, waktu dan tenaga Nomor telepon/Hp : ....................................................
yang tidak sedikit.
MBBC, menurut Tomy, merupakan
organisasi yang berada dibawah Jakarta,………….
asuhan institusi Bea dan Cukai, untuk Mengetahui Pemohon
itu para anggota membutuhkan Orangtua/wali/pimpinan unit kerja
perhatian dari pengurus maupun
pembina agar motivasi anggota dalam
berlatih bisa lebih giat lagi. Ia pun
(………………………….) (…………….…………….)
berharap agar para pegawai mau
mendaftarkan putra-putrinya menjadi
anggota MBBC. l Formulir pendaftaran bisa digunting atau di photo copy, dikirim langsung ke sanggar
“Porsi latihan kami juga tidak MBBC di Kantor Pusat DJBC Jakarta, mulai pukul 16.00 - 18.00 WIB.
ekstrem. Kami sudah membuat l Biaya pendaftaran Rp 10.000;
perhitungan kira-kira waktu yang l Untuk info lebih lanjut, dapat menghubungi Intan di Hp 0818 08333739.
dibutuhkan berapa lama untuk latihan
dan berapa lama waktu yang seorang anak dapat menyalurkan untuk melakukan tindakan-tindakan
dibutuhkan untuk tampil dalam suatu tenaga dan pikirannya ke hal yang lebih yang negatif.
event. Jadi, apa yang kami lakukan positif ketimbang nongkrong di jalanan. “Kegiatan ini juga bukan untuk
bukan buat kami tapi buat Bea dan Sebab, saat berlatih anggota harus menghambur-hamburkan uang dan
Cukai.” ucapnya. datang tepat waktu, disiplin, belajar waktu, tapi banyak sisi positif yang bisa
Teguh menambahkan, dengan mengharmonisasikan musik dan diraih. Bahkan ada seorang anggota
mengikuti kegiatan marching band, sebagainya, sehingga tidak terpikirkan MBBC, seorang pemain terompet, kini
WBC/ATS

BERLATIH. MBBC saat sedang latihan di lapangan tennis indoor Bea dan Cukai.

EDISI 385 DESEMBER 2006 WARTA BEA CUKAI 65


INFO PEGAWAI

tergabung dalam suatu grup orkestra, nanti nya berlatih secara rutin setiap Event-event di daerah tersebut
padahal sebelumnya anak itu tidak bisa hari Rabu (pukul 17.00 – 20.00 WIB) secara rutin diikutinya.
bermain terompet. Tapi melalui MBBC, dan Minggu (pukul 10.00-16.00 WIB) Sebagai Komandan Pasukan, ia
anak tersebut bisa menguasai alat di sanggar MBBC yang berlokasi di bertugas untuk mengurusi para
musik terompet. Jadi, disini anak-anak Kantor Pusat DJBC. anggota di lapangan dan aktif seba-
bisa belajar alat musik secara gratis,” Ditemui WBC saat latihan, Intan gai colour guard (pemain bendera).
tandas Teguh. Sekartaji, Komandan Pasukan Kendala yang kerap ia alami saat
MBBC mengatakan, pada awalnya, mengikuti kegiatan di MBBC adalah
PERLU REGENERASI motivasinya untuk ikut serta dalam waktu antara latihan dan sekolah.
Saat ini MBBC sedang membuka kegiatan marching band tersebut “Mungkin karena orangtua saya
pendaftaran bagi anggota baru. karena desakan orangtuanya yang sendiri yang dulu meminta saya
Recruitment itu sendiri tujuannya merupakan pegawai bea cukai. Saat untuk mengikuti kegiatan ini makanya
untuk mengatasi krisis itu Intan masih duduk di bangku mereka tidak komplain dengan
keanggotaaan. Pasalnya, saat ini kelas 6 SD. Namun lambat laun, kegiatan saya,” imbuh Intan. Untuk
jumlah anggota MBBC hanya sekitar Intan merasa enjoy dan jatuh cinta itu ia berharap agar MBBC bisa terus
68 orang dimana 30 persennya dengan kegiatan barunya tersebut. eksis, meningkatkan prestasi dan
merupakan anak pegawai bea cukai Hingga saat ini (hampir 10 tahun- lebih maju.
(anggota terkecil duduk di bangku red)), Intan masih aktif sebagai Saat ini MBBC sedang
kelas 6 SD dan yang terbesar adalah anggota MBBC (kini Intan merupakan mempersiapkan diri untuk mengikuti
pegawai bea cukai-red). Jumlah mahasiswi di salah satu perguruan Grand Prix Marching Band di Istora
tersebut termasuk sedikit jika tinggi negeri di Jakarta-red). Senayan, pada 6-7 Januari 2007.
dibandingkan dengan anggota tim Sebagai anggota MBBC, Intan Tema yang akan diusung MBBC
lain yang biasanya mencapai lebih merasakan manfaat yang sangat adalah Indonesian Movies. Sehingga
dari 100 orang. besar, seperti menambah teman, lagu-lagu yang dibawakan merupakan
Recruitment itu sendiri terbuka belajar berorganisasi, belajar disiplin, soundtrack dari beberapa film
bagi siapa saja entah itu anak team work dan menambah Indonesia, seperti film Dealova dan
pegawai, bukan anak pegawai pengalaman. Ia juga bisa tampil pada My heart. Untuk itu, para anggota kini
maupun para pegawai bea cukai itu beberapa event di beberapa daerah sedang berlatih keras agar dapat
sendiri dan tidak ada batasan umur. seperti di Jogjakarta (Hamengkubu- membawakan lagu-lagu tersebut
Pendaftaran tersebut ditutup hingga wono Cup) dan Bandung (Festival dengan baik dengan koreografi yang
10 Desember 2006. Para anggota Bandung Open Marching Band). baik pula. ifa

PEGAWAI PENSIUN
T.M.T 01 DESEMBER 2006 PERIODE T.A 2006
NO NAMA NIP GOL JABATAN KEDUDUKAN

1 Wirawan Sahli, SH 060036003 IV/c Kepala KPBC KPBC Tipe A Bandung

2 Suhadiningsih 060034404 IV/a Kepala Sub Bagian KPBC Tipe A Khusus


Umum Tanjung Priok II

3 Roebianto AS 060035432 IV/a Kepala Seksi KPBC Tipe A Khusus


Kepabeanan dan Tanjung Priok II
Cukai VII

4 Basuki Dwianto 060058374 III/c Korlak Adm. Tempat KPBC Tipe A Khusus
Penimbunan Berikat Tanjung Perak

5 Moh. Amin Husen 060031554 III/b Korlak Urusan Awak Pangsarop Tipe B
Kapal Pantoloan

6 Purwanti 060040689 III/b Pelaksana KPBC Tipe A Khusus


Tanjung Priok I

7 Daryanto 060056778 II/d Pelaksana KPBC Tipe A Surakarta

8 Marsito 060057725 II/d Pelaksana KPBC Tipe A Bekasi

9 Frits Fatary 060058053 II/d Pelaksana KPBC Tipe A Sorong

10 Tandi 060059448 II/d Pelaksana KPBC Tipe A Batam

66 WARTA BEA CUKAI EDISI 385 DESEMBER 2006


PENGAWASAN

Bea dan Cukai Gagalkan Penyelundupan


Produk Tekstil dan Elektronik dari China
Nilai barang yang diselundupkan diperkirakan mencapai lebih dari Rp 6 milyar.

P
WBC/ATS
ada 8 November 2006, bertempat di dari sektor bea masuk dan pajak dengan
Kantor Pusat Direktorat Jenderal Bea nilai barang diperkirakan mencapai lebih
dan Cukai, digelar press release me- dari Rp 6 milyar.
ngenai penegahan barang impor berupa Hingga saat ini pelaku masih dalam
produk tekstil, elektronik part dan sebagai- tahap penyelidikan DJBC. DJBC masih
nya. Barang-barang illegal tersebut diduga melakukan penyelidikan dengan meminta
berasal dari importasi secara illegal dari keterangan dari pihak-pihak terkait untuk
China dengan modus antar pulau. mengetahui siapa pemilik barang dan
Sebagian besar barang bukti yang tersangka barang-barang illegal tersebut.
berhasil ditegah berupa pakaian jadi Namun sampai sekarang, belum ada yang
dalam kondisi baru, seperti baju, baju menyatakan bertanggung jawab atas
muslim, celana jeans, mukena, baju anak- barang-barang tersebut maupun sebagai
anak dan beberapa produk seperti tas, pemilik atau pengurusnya.
boneka, electronik part/CDR dan Barang yang disita tersebut saat ini
sebagainya. Jumlah barang-barang telah disegel dan disimpan di gudang
tersebut sebanyak 862 pkgs, dimana Kantor Pusat DJBC untuk digunakan pada
keseluruhan barang diperkirakan lebih dari proses penyidikan. Proses penyidikan itu
kontainer 20 feet. sendiri telah sampai pada pengumpulan
Akibat importasi barang-barang illegal bukti-bukti lain berupa dokumen-dokumen
tersebut, kerugian yang diderita negara dan keterangan lainnya, serta
diperkirakan mencapai lebih Rp 1 milyar pemanggilan dan pemeriksaan terhadap
WBC/ATS
pihak-pihak yang diduga
mengetahui dan terkait atas
barang-barang illegal tersebut.
Jika dalam proses penyidikan
sudah dianggap cukup bukti
adanya tindak pidana ACHMAD BUDIANTO. Pengiriman dari Pontianak
kepabeanan maka akan ke Jakarta inilah yang menjadi dalih sebagai
dilanjutkan proses penyidikan pengiriman barang antar pulau sehingga terkesan
oleh PPNS Bea dan Cukai. barang-barang tersebut berasal dari dalam negeri.
Dengan demikian, ketentuan
yang dilanggar adalah pasal 102 Kecurigaan petugas bahwa barang
jo. pasal 103 huruf d UU No. 10 tersebut merupakan barang impor illegal
Tahun 1995 tentang adalah karena saat kejadian tidak ada
Kepabeanan, dimana pelaku yang dapat menunjukan dokumen
dapat dijerat dengan hukuman kepabeanannya dalam hal ini
pidana penjara paling lama 8 Pemberitahuan Impor Barang (PIB) dan
tahun dengan maksimal denda persyaratan tata niaganya (LS, NPIK).
sebesar Rp 500 juta. Sedangkan berdasarkan data yang
ada pada manifest kapal dan surat jalan,
KRONOLOGIS PERISTIWA diketahui bahwa barang tersebut dikirim
Keberhasilan aparat bea melalui jalur antar pulau dari Pontianak ke
cukai dalam mengungkap Jakarta dengan menggunakan kapal MV.
importasi illegal ini tidak lepas Bahar Mas Voy 34. Dari dokumen itu pula
dari serangkaian proses intelijen diketahui penerima barang adalah HD,
yang dilakukan. Saat itu HR, RN, AL yang beralamat di Jakarta.
diperoleh informasi adanya “Semula importasi secara illegal
pembongkaran terhadap barang- tersebut dilakukan ditempat lain, yang
barang impor tersebut di sebuah selanjutnya dikirim melalui pelabuhan
gudang yang beralamat di Jl. Pontianak menuju Jakarta. Pengiriman
Semper 36 Plumpang, Jakarta dari Pontianak ke Jakarta inilah yang
Utara. Barang-barang itu sendiri menjadi dalih sebagai pengiriman barang
diduga berasal dari importasi antar pulau sehingga terkesan barang-
illegal yang dilakukan pada 6 barang tersebut berasal dari dalam
November 2006. negeri,” ungkap Achmad Budianto, Pjs.
Petugas pun segera Direktur Pencegahan dan Penyidikan.
meluncur ke lapangan. Ia menambahkan, selama ini DJBC
Berdasarkan hasil pemeriksaan memang tidak melakukan pemeriksaan
petugas bea cukai di lapangan, antar pulau karena DJBC tidak memiliki
barang-barang yang dibongkar kewenangan untuk itu. Sehingga pada
ternyata berupa produk tekstil, saat dilakukan bongkar muat, barang-
PRODUK TEKSTIL ILLEGAL. Petugas bea cukai elektronik part dan sebagainya, barang illegal tersebut dapat masuk ke
memperlihatkan produk tekstil yang berhasil ditegah. yang diduga diimpor dari China. wilayah pabean Indonesia. ifa

EDISI 385 DESEMBER 2006 WARTA BEA CUKAI 67


RENUNGAN ROHANI

P Pengorbanan
olandia, 1941. Kematian bukan hal merlangannya, ia diprediksi akan memiliki

TUHAN
yang baru di Auschwitz, sebuah karir cemerlang dalam hierarki Gereja.
kamp konsentrasi Jerman di Polan- Tetapi hal itu bukanlah sesuatu yang
dia. Saat Jerman menginvasi Polandia menarik baginya. Ia memilih karya nyata
dalam Perang Dunia I, sebagian warga dalam pelayanan bagi sesama memberi-
bangsa itu dimasukkan dalam kamp- nya karunia kekal di surga. Bahkan

BAGI MANUSIA
kamp penyiksaan dan meregang nyawa nyawanya pun diberikan bagi sesamanya.
dalam kamar-kamar gas atau mati di
depan regu tembak. Francis Gajowniczek, PENGORBANAN TUHAN
salah seorang petinggi militer Polandia Natal datang lagi membawa sukacita.
yang ikut ditangkapi saat itu ikut terjaring (...kepada kasih setiaMu aku Satu hal yang tak jarang terlupakan dalam
tentara SS. Ia ditempatkan di sel blok 14 percaya, hatiku bersorak- Natal adalah makna pengorbanan sejati.
yang sempit nan pengap bersama 600-an Natal adalah teladan pengorbanan Tuhan.
tahanan lainnya. Tak ada detik berlalu tan-
sorak karena penyelamatan- Dari ketinggian dan kemuliaan surga,
pa erangan kesakitan dan kematian kare- Mu. Aku mau menyanyi Tuhan mengulurkan tangan penyelamatan
na siksaan kerja paksa dan kelaparan. untuk Tuhan karena ia telah dan mengambil tempat yang paling hina di
Pagi itu tanggal 31 Juli 1941 adalah berbuat baik kepadaku. – kalangan manusia.
hari terakhir bagi Sang Jenderal. Bersama Raja Daud, Mzm. 13:6
13:6) Manusia dengan segala kekurangan-
10 tahanan lainnya ia dijadwalkan untuk nya tidak mampu lagi untuk menggapai
menjalani hukuman mati dengan cara surga. Usaha-usaha manusia yang seper-
dimasukkan ke dalam bunker bawah tinya penuh kebaikan, tidaklah mampu
tanah sampai mati kelaparan. Ribuan menjembatani jurang antara manusia dan
tahanan dibariskan untuk menyaksikan Allah. Segala perbuatan baik manusia tak
acara yang hampir rutin itu. Di salah satu lebih dari kapas dalam timbangan Allah.
pojok lapangan terdapat tumpukan Apalah artinya dibandingkan dosa yang
tahanan yang sudah tidak mampu berdiri. menggunung dari hari ke hari.
Mereka yang dilemparkan ke situ Tetapi Allah adalah Tuhan yang penuh
menyerupai gundukan tulang. Kolonel kasih. Takkan dibiarkannya anak-anakNya
Fritsch, komandan penjara, berdiri pongah kehilangan hak kesulungan di surga.
di depan 10 korban untuk hari itu. Ia Untuk itu Dia sendirilah yang turun
memberi isyarat agar kesepuluh orang menawarkan keselamatan bagi manusia.
malang itu digiring ke bunker. Lewat Natal Tuhan menanggalkan segala
“Tunggu!,” seseorang berseru dari ke-IlahianNya dan mengambil rupa
barisan tahanan. Semua berbalik seorang hamba bagi umatNya. Suatu
memandangi seorang pria kurus berkaca pengorbanan, pengosongan diri yang
mata, mendekat diiringi tatapan ketakutan takkan pernah mampu kita teladani.
para tahanan lain. Langkah gontai si kurus Palungan hina nan kotor dengan seorang
itu kelihatan gagah menantang. bayi mungil di dalamnya adalah tanda
“Apa maumu!,” bentak sang pengorbanan Tuhan demi usahanya untuk
Komandan. solider dengan kemanusiaan kita.
“Lagerfuhrer, kehidupan sangat Adakah kasih yang lebih besar dari ini.
berharga. Mereka ini sangat berharga bagi Allah sendiri mengorbankan diri bagi kita.
keluarganya. Saya kira anda pun sangat sang imam yang masih hidup. Para Segala kenyamanan ke-Allah-an yang
berharga bagi keluarga anda. Izinkan saya serdadu terpaksa menghabisinya. Mereka dimilikiNya ditinggalkan untuk
menggantikan tempat salah satu dari para datang untuk membunuhnya lewat injeksi menunjukkan betapa Ia sayang kepada
tahanan ini”. Dia menunjuk kepada asam karbolat pada hari ke limabelas dari kita dan ingin selalu bersama-sama kita, di
Gajowniczek. “Yang itu.” kesengsaraannya, yaitu tanggal 14 dunia ini maupun setelah Ia memanggil
Sang Komandan tersentak. “Apa Agustus, sehari menjelang hari raya Maria kita. ‘Ah Tuhan’, maafkan kami yang
kau sudah gila!”. diangkat ke Surga (dirayakan setiap 15 sering melupakan pengorbananMu dalam
“Tidak, Tuan”. Tak ada keraguan Agustus). Dengan tersenyum dan berbisik, sukacita dan kenyamanan kami.
dalam kata-kata itu. “Ave Maria,” sang imam mengulurkan
“Apa pekerjaanmu?” tangannya untuk disuntik mati. PENGORBANAN ITU
“Saya Maximilian Kolbe, seorang imam”. Dr. Rudof Diem mengisahkan Menjelang hari raya keagamaan, se-
Kolonel Fritsch tersentak. Ia kemudian pengalamannya ketika merawat Pastor ring didengungkan upaya-upaya pengor-
membebaskan Gajowniczek dan pria ku- Kolbe. Suatu hari, Pastor Kolbe terjatuh banan nyata yang paling sederhana yaitu
rus tersebut bergabung dengan 10 tahan- karena tidak kuat membawa beban saat menyumbangkan harta. Tujuannya salah
an malang lainnya menuju ruang kemati- menjalani kerja paksa. Para serdadu satunya adalah mengajarkan bahwa apa
an. Di situ satu persatu mereka meninggal memukulinya sampai hampir mati. Meski yang dimiliki tidaklah kekal, tetapi semata
dalam penderitaan yang amat sangat. sekarat, ia menolak dibaringkan di tempat karunia Tuhan. Pengorbanan lewat amal
Tetapi para serdadu dan perawat sa- tidur rumah sakit. Ia tidur di lantai dan merupakan langkah awal yang baik. Tetapi
ngat takjub dengan kekuatan Sang Imam. memberikan ranjangnya kepada pasien pengorbanan memiliki arti yang lebih luas
Dialah yang memanggil para perawat bila lain. Jatah makan secuil roti dan kuah kol dan mendalam.
ada rekannya yang meninggal. Bahkan ia pun masih dibagikannya. “Dia masih Salah satu inti pengorbanan adalah
memberikan sakramen bagi yang sekarat. muda, harus hidup,” katanya selalu. ketika kita mengambil bagian yang tidak
Dalam penderitaannya, ia melayani dan Pastor Maximilian Kolbe lahir dari se- enak dari berbagai pilihan hidup untuk
menyiapkan rekan-rekannya untuk buah keluarga miskin Polandia pada ta- menunjukkan kasih kepada Tuhan dan
meninggal dengan layak. Seolah-olah dia hun 1894. Pada usia 13 tahun, ia memu- sesama. Pengorbanan berarti bersedia
harus menolong setiap kawan satu selnya tuskan untuk masuk sekolah para imam. kehilangan kemapanan dan kenyamanan
untuk melalui derita terakhir sebelum Kolbe muda berhasil memperoleh gelar demi suatu tujuan yang lebih mulia.
dirinya sendiri bisa terbebaskan dari derita doktor filsafat pada usia 21 tahun. Setahun Tayangan televisi sering menyuguh-
yang sama. setelah ditahbiskan ia memperoleh satu kan kisah kawin cerai. “Kami sudah tidak
Dua minggu berlalu, dan tinggallah gelar lain di bidang teologi. Dengan kece- cocok… Ada perbedaan mendasar di

68 WARTA BEA CUKAI EDISI 385 DESEMBER 2006


antara kami…. Suami saya ingin menda- sana tidak ada wawasan luas dan pikiran ladang kasih Tuhan yang terdekat. Ajarilah
patkan keturunan…“, adalah beberapa jauh ke depan, apalagi semangat berju- keluarga kita memulai dengan
alasan yang sering mengemuka. ang. Pengorbanan? Entahlah. Mungkin pengorbanan yang sederhana. Daripada
Perceraian seolah menjadi hal biasa bila sudah lebih baik untuk mengorbankan membeli baju baru, lebih baik anak-anak
“tidak ada kesesuaian lagi.” Padahal dari orang lain demi mencapai keinginan sen- kita diajak mengumpulkan baju-bajunya
kodratnya pria dan wanita itu berbeda. diri. Alam pun ikut murka. bagi sesama yang membutuhkan.
Jika dilihat lebih dalam, perceraian Dalam kondisi seperti ini, memang Sudahkah mereka diperkenalkan dengan
dewasa ini adalah tanda tidak adanya sangat sulit untuk bersikap idealis seperti yang namanya Panti Asuhan atau para
keinginan untuk berempati dan berkorban pesan kitab suci yang disampaikan para pengemis yang kita jumpai setiap hari?
antar pasangan suami isteri. ulama atau petinggi agama. Natal adalah waktunya berkorban dan
Di lain sisi, ada cerita-cerita tak Ketidakpastian membuat orang memilih memberi, bukan untuk menerima.
terungkap tentang para isteri-isteri yang jalan yang aman, kendati kadang-kadang Kondisi bangsa saat ini sungguh
begitu setia mendoakan suami-suami harus menempuh arah yang salah atau memerlukan anak-anak Tuhan yang mau
mereka yang selingkuh, main kasar, bahkan mengorbankan orang lain. Tidak merayakan Natal setiap hari. Tidak usah
penjudi, pemabuk dan sebagainya. Ya, jarang hal itu dikatakan sebagai sesuatu berpikir tentang mengorbankan jiwa raga,
hati mereka remuk-redam karena yang logis dan diterima umum. Kalau meski hal itu bukan tidak mungkin. Dalam
pengkhianatan. Dalam hal seperti ini, sudah demikian, entah bagaimana nasib pekerjaan kita, pengorbanan dalam Natal
hanya Tuhanlah yang memampukan bangsa kita esok lusa. berarti kesediaan kita untuk bekerja lebih
seseorang memberi hati untuk berkorban. keras, lebih setia, lebih jujur dan lebih
Setia kepada Tuhan, melalui kesetiaan NATAL BAGI BANGSA berkualitas. Bukan tidak mungkin saat
untuk melayani dan menyelamatkan Teladan Tuhan dalam Natal kiranya melayani bangsa, kita harus
pasangan yang jatuh ke dalam dosa. tidak berlalu begitu saja. Tanggal 25 mengorbankan keenakan dan
Kesetiaan yang kadang memerlukan Desember bukanlah hari ulang tahun kenyamanan yang kita miliki.
waktu sangat lama dalam penderitaan. Yesus. Hari itu adalah hari dimana kita Sebagai abdi negara, setiap hari kita
Pengorbanan yang tulus sangat diminta untuk kembali merenungkan kasih diminta untuk merayakan Natal melalui
diperlukan untuk menyelamatkan dan dan pengorbananNya bagi kita. tugas-tugas kita. Para gembala dipanggil
menjaga setiap pernikahan. Pernikahan Natal yang sejati selayaknya dirayakan Tuhan ketika mereka sedang mencari
Kristiani tidak didasarkan atas: “Aku setiap hari. Sebagai anak-anak Tuhan, nafkah di padang Efratha. Para murid
mencintaimu karena…” melainkan “Aku teladan pengorbanan Tuhan dalam Natal dipilih bukan ketika mereka sedang tidur,
mencintaimu walaupun…”. Tuhan sendiri harus nyata setiap hari. Mulailah dengan tetapi saat mereka sedang menjalani
telah memberi teladan, mencintai kita hal-hal yang kecil. Keluarga merupakan profesinya.
sepenuhnya, walaupun ia harus Profesi kita adalah tugas mulia yang
berkorban, dihinakan, demi kita yang jauh dikaruniakan dari atas, bukan karena kita
lebih kotor dan hina. PENGORBANAN YANG yang memilihnya. Adakah Natal sungguh
Dalam lingkup yang lebih luas, nyata dalam pekerjaan kita setiap hari?
kemanusiaan kita lebih sering mengajar TULUS SANGAT Bila Ia memanggil lewat profesi kita,
untuk memilih yang enak, nyaman, dan datanglah selagi Ia berkenan ditemui.
pasti. Adu jotos dan adu kepentingan DIPERLUKAN UNTUK Tuhan telah memberikan contoh yang
menjadi tontonan sehari-hari karena tidak
ada yang mau berkorban. Kondisi bangsa
MENYELAMATKAN maha sempurna. PengorbananNya lewat
Natal disempurnakan di bukit Kalvary.
yang tak kunjung sembuh dari berbagai DAN MENJAGA SETIAP Kesediaan melayani lebih adalah kunci
masalah salah satunya karena tidak kesuksesan bagi banyak pemimpin. Bila
banyak orang yang mau mengorbankan PERNIKAHAN. ada yang meminta bajumu, berikanlah
diri dan menunjukkan karya sejati bagi
kemajuan bangsa.
PERNIKAHAN juga jubahmu.
‘Ah’, menyadari betapa Tuhan menga-
Semangat berkorban kita mulai layu. KRISTIANI TIDAK sihi kita, seharusnya ada rasa malu saat
Entah karena kecintaan negeri yang kita begitu mementingkan diri dan jauh
makin turun, atau karena kekecewaan DIDASARKAN ATAS: dari kerelaan berkorban. Tuhan sudah
yang berkepanjangan atau rasa bosan “AKU MENCINTAIMU mencuci kaki kita, mengapa kita menem-
menanti janji yang tak kunjung datang. patkan diri begitu nyaman di ketinggian
Bangsa kita sedang dalam mengalami KARENA…” egoisme. Mari mengambil peran untuk
krisis semangat juang yang dulu sangat meringankan penderitaan orang lain.
kita banggakan. Para leluhur, para MELAINKAN “AKU
pahlawan perkasa yang bersimbah darah MENCINTAIMU NATAL BEA DAN CUKAI
merebut petak-petak tanah merdeka Warga Kristiani DJBC tahun ini ikut
bukan tidak mungkin kecewa dengan WALAUPUN…”. TUHAN merayakan Natal dalam refleksi keseder-
keadaan anak cucu negeri ini. hanaan. Panitia Natal DJBC merasa perlu
Berbagai ironi kini harus kita hadapi. SENDIRI TELAH mengedepankan kesederhanaan sebagai
Sebagai negara agraris, kita masih harus perlambang keinginan untuk mengorban-
mendatangkan beras dari bangsa lain.
MEMBERI TELADAN, kan keenakan dan kenyamanan yang
Hutan-hutan digunduli menyisakan MENCINTAI KITA ditawarkan kemewahan dunia. Bukankah
keperihan asap kebakaran. Kekayaan Natal memang dimulai dari sebuah
bumi dikuras oleh tangan-tangan asing. SEPENUHNYA, kandang domba nan hina? Pekerjaan
Pasir bahkan pulau-pulau kesayangan besar itu tidak berawal dari gedung megah
lepas dari pelukan Ibu Pertiwi. WALAUPUN IA HARUS di puncak dunia.
Pembangunan sebagian besar didanai BERKORBAN, Melayani dunia ini dapat dimulai dari
dari pinjaman. Tidak usah bermimpi untuk hal-hal yang sederhana, kecil, bahkan
memperoleh pendidikan atau pelayanan DIHINAKAN, DEMI KITA mungkin tidak berarti. Akan tetapi percaya-
kesehatan layak dengan gratis. lah, langkah kecilmu berarti sangat ber-
Di beberapa tempat, berbagai pihak YANG JAUH LEBIH harga di mata Tuhan. Ia menunggumu.
masih bertikai karena kepentingan
golongan demi keuntungan sesaat. Di
KOTOR DAN HINA. Selamat Natal !
(AL/Persekutuan Warga Kristiani DJBC)

EDISI 385 DESEMBER 2006 WARTA BEA CUKAI 69


RUANG KESEHATAN

BERAT BADAN Anda


Anda Bertanya
Bertanya
Dokter Menjawab
Dokter Menjawab
KURANG IDEAL DIASUH OLEH PARA DOKTER
DI KLINIK KANTOR PUSAT DJBC

S
aya adalah penggemar Berdasarkan indeks massa tubuh,
olahraga Taekwondo. maka berat badan anda yang
Tinggi saya 170 cm normal berkisar antara 57-72 Kg.
sedangkan berat badan saya Bila berat badan 15 persen dibawah
ringan sekali, sekitar 40 kg, angka normal, anda merasa mudah
usia saya 25 tahun. Padahal lelah, mudah merasa dingin maka
saya termasuk orang yang sebaiknya konsultasi kepada dokter
gemar makan banyak setelah untuk dilakukan pemeriksaan fisik,
berolah raga yang memang laboratorium maupun rontgen.
tujuannya adalah ingin Paling tidak dokter dapat membantu
menambah berat badan saya mengevaluasi status kesehatan
supaya ideal, tetapi tidak dan penyebab berat badan kurang
kunjung berhasil. Yang ingin anda.
saya tanyakan, setelah Banyak orang berpikir bahwa
berbagai upaya untuk berat badan yang kurang tidak
membesarkan badan tidak beresiko dalam kesehatan, padahal
berhasil apakah saya resikonya bisa sama besar dengan
mengidap kelainan berat yang berlebihan berat badan.
badan ? Kurangnya berat badan meningkat-
DODDY - Jakarta kan resiko terjadi osteoporosis dan
infertilitas (ketidaksuburan).

JAWAB : SARAN-SARAN
Olahraga sangat UNTUK MENAIKKAN BERAT BADAN
berguna untuk SECARA BERTAHAP :
meningkatkan status l Makan makanan sehat dan
kesehatan seseorang. imbang. Jumlah makan sering
Selain itu tetapi bergizi akan lebih efektif
meningkatkan serat- dalam menyimpan kalori dalam
serat otot sehingg otot tubuh daripada makan 1 atau 2
yang terbentuk menjadi porsi besar dalam sehari. Jangan
lebih besar dan kuat. lupa tambahkan susu dalam
Bahkan untuk menuh makan agar asupan
pembentuk tulang, kalsium untuk pembentukan
olahraga dapat tulang mencukupi. Makanan
memaksimalkan lemak tinggi dan makanan siap
massa tulang saji biasanya berkalori tinggi,
seseorang jadi tulang tetapi sebaiknya tetap
lebih besar dan menghindari jenis makanan
padat. tersebut dalam jumlah besar
Massa tulang karena efek tidak sehat, yaitu
puncaknya tercapai meningkatkan resiko tekanan
diakhir usia 20-an darah tinggi dan resiko penyakit
awal 30-an. Tetapi ini jantung.
semua harus l Lakukan evaluasi terhadap
diimbangi dengan olahraga yang dilakukan apakah
asupan gizi yang cukup seimbang atau sudah
baik. Dengan gizi berlebihan
yang baik, cara hidup l Perhatikan waktu istirahat anda.
sehat dan olahraga Seorang dewasa normal
yang imbang maka membutuhkan waktu istirahat
sewajarnya seseorang antara 9-7 jam. Istirahat yang
berada dalam status kurang membutuhkan kalori tubuh
kesehatan yang prima lebih banyak dan terhambatnya
dan berat badan sesuai. perbaikan sel-sel tubuh yang
Olahraga berlebihan rusak sehingga dapat
akan menyebabkan pem- menghabiskan kalori persediaan
bakaran kalori tubuh berle- dalam tubuh yang disimpan dalam
bihan, akibatnya asupan gizi bentuk lemak.
yang baik tidak cukup dan
akhirnya dapat menyebabkan Selamat mencoba, konsultasikan
gangguan kesehatan. pada dokter jika tidak ada kemajuan.

70 WARTA BEA CUKAI EDISI 385 DESEMBER 2006


SELAK

HIV& AIDS
KATA KEMBAR, SERUPA TAK SAMA
Tanggal 1 Desember diperingati sebagai Hari AIDS sedunia. Dalam rangka peringatan tersebut,
kolumnis WBC, Ratna Sugeng, yang saat ini memegang posisi sebagai Direktur Rumah Sakit
Ketergantungan Obat (RSKO) Jakarta, menuliskan artikel yang diharapkan bisa menambah
pengetahuan pembaca mengenai HIV dan AIDS, khususnya yang terjadi di Indonesia. (Redaksi)

SAMAKAH HIV DENGAN AIDS? kekebalan tubuh karena tertular, tertular merasa memetik dosa perbuatannya.

H
IV seringkali disama artikan artinya bukan merupakan penyakit Siapakah mereka ?
dengan AIDS. Kata yang pertama keturunan melainkan menyebar dari Mereka adalah sanak keluarga kita
merupakan awal dari AIDS. satu orang ke orang lainnya karena yang dilahirkan dari ibu yang tertular
Manakala orang dengan HIV adanya kontak. HIV, mereka adalah istri setia dari
mengalami sakit infeksi, yang disebut ODHA suatu singkatan dari orang suami yang pernah ’jajan’, mereka
infeksi oportunistik, maka ia dikatakan dengan HIV/AIDS, artinya pengidap adalah suami setia dari istri yang tak
mengalami AIDS. Orang dengan HIV, HIV/AIDS, sementara OHIDA adalah sengaja atau disengaja ’selingkuh’,
sama sehat tampilannya dengan orang orang yang hidup dengan penyandang mereka adalah pasangan pengguna
lainnya yang merasa sehat. Orang HIV/AIDS. narkotika suntik, atau mereka adalah
dengan HIV yang terbatuk-batuk karena pekerja kesehatan yang tertusuk jarum
kuman tuberkulosa bersemayam di MENGAPA MENJADI POKOK suntik yang terkotori darah pasien HIV,
paru-parunya, atau kelenjar limfe KEPRIHATINAN DUNIA ? mereka yang terinjak jarum yang
membentuk selendang benjol-benjol Banyak orang memberikan label pernah digunakan pengguna narkotika.
melingkari lehernya, maka ia disebut bahwa HIV/AIDS merupakan penyakit Penyebaran yang cepat dari satu
orang dengan AIDS. Artinya HIV + orang tak bermoral. Sekarang kita orang ke orang lain melalui kontak
infeksi kuman atau jamur sama dengan banyak mendapatkan bayi, anak, darah dan cairan tubuh membuat
AIDS. perempuan dan laki-laki yang tak ada pekerja kesehatan benar-benar
HIV adalah akronim dari Human kaitannya dengan moralitas, meninggal kelabakan menghentikan percepatan
Immuno Virus, virus yang hanya hidup dunia baik di rumah sakit atau di klinik, penularan. Simaklah apa yang
dalam tubuh manusia, dan merusak di rumah, dengan gejala sakit parah, dikatakan WHO (World Health Organi-
sistem kekebalan tubuh. AIDS mungkin tuberkulosa, mungkin zation) tentang besaran masalah di
merupakan kepanjangan dari Acquired dikatakan sebagai tifus, diare dunia dan berapa besar pengidapnya di
Immuno Deficiency Syndrome, artinya berkepanjangan, demam naik turun, Indonesia.
timbul gejala-gejala akibat turunnya terbaring tak berdaya, dan ia tak Disini saya cuplikan beberapa

ORAL HAIRY LEUKOPLAKIA SARKOMA KAPOSI

EDISI 385 DESEMBER 2006 WARTA BEA CUKAI 71


SELAK

ilustrasi dari materi tayangan bahan


ajar kami ketika melatih para konse-
lor yang bekerja untuk menghadapi
klien HIV/AIDS dan mereka yang
concern terhadap masalah ini.
Sumber dari grafik, diagram yang
disajikan berasal dari WHO dan
Departemen Kesehatan.
Mempelajari grafik tersebut, maka
tergambar pada kita besaran
masalah di Indonesia, dengan intisari
bahwa masalah HIV/AIDS makin
tahun makin besar jumlahnya,
kebanyakan penderita adalah laki-
laki, terbanyak adalah mereka di usia
produktif 20-29 tahun dan 30-39
tahun, penularan terbesar berasal
dari jarum suntik yang dipakai
bergantian diantara para pengguna
narkotika suntik. Di Asia ada 3
negara yang sangat mencemaskan
yakni China, India dan Indonesia,
negara dengan penduduk besar.
Di Amerika Serikat kaum
mudanya merupakan mereka yang
berisiko besar atas penyebaran HIV/
AIDS, dikatakan risiko terbesar pada
golongan etnik minoritas pada umur
13-24 tahun. Usia rawan hubungan
seksual tanpa pemahaman,
penggunaan zat adiktif termasuk
alkohol dan suntikan narkotika, serta
hubungan seks laki-laki dengan laki-
laki. Umur penyandang HIV di
Amerika terbanyak adalah usia 35-44
tahun, disusul umur 25-34 tahun,
menurut catatan Kantor Pengawasan
Penyakit Menular Amerika Serikat.

APA YANG TELAH INDONESIA LAKUKAN


UNTUK MENURUNKAN LAJU
PENYEBARAN ?
Untuk mendiagnosis HIV secara
tepat diperlukan pemeriksaan darah
yang dikenal sebagai tes HIV. Tes HIV
dapat dilakukan di semua rumah sakit
(RS) yang ditunjuk pemerintah.
Sebelum dilakukan tes terlebih dahulu
mereka melakukan konseling untuk
mempersiapkan mental emosional
menghadapi hasil tes laboratorium.
Dampaknya demikian besar

AGE OF PERSONS WITH HIV INFECTION OR AIDS DIAGNOSED DURING 2004

72 WARTA BEA CUKAI EDISI 385 DESEMBER 2006


secara mental emosional ketika
seseorang menunggu hasil
laboratorium, menerima hasilnya dan
mengerti dirinya mempunyai status
HIV (+). Karena itu pemerintah telah
menyiapkan ribuan konselor, dikenal
sebagai konselor VCT (Voluntary
Counselling and Testing) di berbagai
jenjang layanan kesehatan dan
masyarakat bekerjasama dengan
LSM HIV.
Jika hasil negatif dan risiko yang
disandang cukup besar, maka
diperlukan tes ulang tiga bulan
kemudian. Jika hasil tes (+) dan daya
tahan tubuh tetap baik, ditandai
dengan pemeriksaan darah CD4 di
atas 200, maka klien diminta tetap
menjaga kesehatannya dengan
makan-minum-tidur dan olahraga
cukup serta tidak melakukan
hubungan seks tanpa kondom dan
tidak lagi menggunakan zat adiktif.
Bagi mereka yang memerlukan
obat antiretroviral, pemerintah
memberikan subsidi atas obat
dimaksud, melalui jalur di RS yang
telah ditunjuk Menteri Kesehatan.
Obat antiretroviral bertugas mengusir kesehatanlah sebenarnya yang berisiko ma. Bersalaman, berdiskusi, meng-
virus dari sel darah agar sel darah paling besar jika mereka tidak gunakan toilet bersama, sama sekali
mampu memelihara daya tahannya menerapkan aturan kerja kewaspadaan tidak menularkan. Cegahlah HIV
terhadap serangan berbagai infeksi. baku, karena itu aturan kerja harus sebelum HIV masuk tubuh kita
Karena itu obat antiretroviral harus diterapkan secara cermat. Gunakan dengan cara hidup fisik-seksual dan
diminum pada jam yang sama setiap barang milik pribadi seperti pisau cukur mental sehat .
harinya dan tidak boleh terlambat kumis, sikat gigi, gunting kuku, alat
apalagi lupa. Kealpaan minum obat tindik dan tato, hanya untuk diri sendiri KEMANA MEMERIKSAKAN DIRI ?
menimbulkan virus yang bandel yang untuk meminimalkan penularan lewat Semua RS pemerintah di setiap
tak lagi mempan diobati, sehingga darah propinsi dan kabupaten, serta
obat pun harus diganti dengan jenis beberapa puskesmas telah siap
antiretroviral lainnya yang tidak APAKAH HIV SELALU BERARTI AIDS melayani konseling sebelum dan
disubsidi pemerintah. Seperti kita bicarakan di awal sesudah tes darah. RS Pemerintah di
tulisan ini, tidak semua HIV dapat seluruh propinsi Indonesia tersedia
SIAPA YANG RAWAN TERTULAR? cepat melanjutkan diri menjadi AIDS, obat antiretroviral yang diberikan
Para pasangan seksual dari orang dengan syarat harus hidup sehat. jika klien memenuhi syarat
yang pernah tertular, pengguna ODHA masih dapat ditolong dengan penggunaan, termasuk dapat disiplin
narkotika suntik serta pasangan ditemukannya obat antiretroviral, tanpa pernah lupa minum obat.
seksualnya dan teman sesama mereka dapat kembali bekerja dan Konseling sangat diperlukan guna
pengguna narkotika suntik, anak dari produktif. Mereka tidak menularkan memberi dukungan mental emosional
ibu yang menderita HIV yang tidak kepada teman kerja lainnya, kecuali bagi klien dan keluarganya.
dirawat sesuai aturan perawatan anak jika mereka berhubungan seks atau Ratna Sugeng, Kolumnis WBC dan
dari ibu HIV. Para petugas menggunakan jarum suntik bersa- Direktur RSKO Jakarta

EDISI 385 DESEMBER 2006 WARTA BEA CUKAI 73


RUANG INTERAKSI

Oleh: Ratna Sugeng

Memberi
HADIAH
Memberi, secara psikologi positif, terkait dengan
kedermawanan.

B
ulan-bulan tertentu dalam dapat datang dari hati yang dermawan. makin tinggi tingkatnya, makin baik
kalendar kita merupakan bulan Kedermawanan merupakan bagian dari karakter pemberinya.
menerima dan memberi hadiah empat pilar kehidupan masyarakat Rambam seorang Yahudi mengatakan
secara umum. Dalam hal ini seringkali berbudaya yakni : dermawan, adil, kasih, bahwa orang dikategorikan makin baik jika
hati sendiri bertanya mengapa saya dan integritas. Agama mengajarkan makin tinggi kedermawanannya. Rambam
memperoleh hadiah dan mengapa saya memberi lebih baik daripada menerima. membuat tangga delapan program
memberi hadiah. Hadiah banyak terkait Namun psikologi memberi tidak tentang bagaimana memberi pada
pada peristiwa rutin atau saat tertentu sesederhana hukum spiritual, sebab motif mereka yang tak mampu berdasarkan
seperti ulang tahun, pencapaian dan konsekuensi memberi sesuatu boleh hukum Yahudi pada abad 12.
keberhasilan, dan berharap jadi sangat rumit Julie Salamon, seorang penulis
memperoleh keuntungan. Cara Negara Kolumbia melepas terbaik dari New York Times,
menghadapi dan menyikapinya, narkotikanya yang membuat banyak mengembangkan tangga Rambam.
memerlukan kematangan diri dengan negara termasuk Amerika memeranginya. Tangga terendah merepresentasikan
membaca motivasi dibalik pemberian Dalih yang digunakan dalam menjual memberi dengan mengomel, seperti
dan penerimaan. narkotika ke Amerika adalah memberi terpaksa kepada pengemis di
mensejahterakan umat miskin di simpang jalan. Tangga yang tertinggi
FILOSOFI MEMBERI HADIAH Kolumbia, seperti membangun dan adalah memberi hadiah dengan
Dikatakan bahwa manusia hampir menjalankan rumah sakit, sekolah dan meningkatkan harkat seseorang,
tidak mungkin memberi tanpa mengharap, lapangan kerja. Apakah murni demikian misalnya memberi pekerjaan pada
sebab memberi berarti kehilangan, dan alasan dibalik penjualan narkotika untuk pengemis sehingga mereka tak perlu
seseorang berharap hilangnya pemberian memberi bagi si miskin ? lagi hidup dari mengemis.
diganti dengan pemberian juga. Filosofi Tak dapat dipungkiri bahwa si kaya Dibawah ini 8 langkah spiritual dari
Pickstock ini menunjuk bahwa dapat memberikan apapun dengan alasan memberi, makin tinggi nilainya bila
memberikan perhatian yang sama atas apapun kepada si miskin. Dan apakah si membuat pemberi dan penerima
barang yang diberikan akan kaya betul bermaksud membantu tulus mendapat berkah ;
menghilangkan rasa kehilangan atas ikhlas tanpa mengharap imbalan apapun
berpindahnya pemberian dari satu orang dari si miskin? Dari sisi psikologi 1. Memberi sambil mengomel untuk
ke orang lain, maka etiknya adalah jika penjelasannya menjadi makin rumit ketika melepaskan diri dari suasana yang tak
diberi hendaklah juga memberikan dinamika psikologi seseorang dikupas. nyaman
balasannya. Jadi tujuan utamanya adalah Beberapa korporasi besar mempunyai 2. Memberi dengan perasaan menolak
membagi kebahagiaan dengan program memberikan bea siswa kepada agar terhindar dari beban perasaan
menghadiahi secara timbal balik. mereka yang berprestasi tetapi tak bersalah atau kewajiban
Dalam The Seven Spiritual Laws of mampu secara finansial, atau beberapa 3. Memberi berulang untuk mendapatkan
Success, Deepak Chopra berkata tentang perusahaan memberi sebagian perhatian, pengurangan pajak atau
Hukum Pemberian : “Alam semesta keuntungannya untuk kepentingan sosial pengembalian dan keuntungan materi
berjalan dinamis secara timbal balik, dan kesehatan bagi mereka yang 4. Memberi dengan niat agar dibalas
memberi dan menerima melalui energi dikategorikan miskin, toko memberi dengan bantuan
yang berlawanan. Memberi membuat hadiah bonus jika produk mereka dibeli. 5. Memberi dengan dermawan, tanpa
perputaran kehidupan kita berjalan. Apakah mereka memang tulus dalam diminta, untuk memenuhi kebutuhan
Sebaliknya jika kita tidak memberi maka memberi hadiah atau ada alasan lainnya? orang lain
kita akan mendapatkan penderitaan Korporasi, perusahaan, toko, dikelola oleh 6. Memberi dengan pengorbanan, tanpa
karena aliran energi terhambat”. manusia, maka psikologi memberi terletak diminta, untuk memenuhi kebutuhan
Raja Solomon pernah berkata : dalam diri manusianya. orang lain
“Dermawan akan hidup baik, mereka yang 7. Memberi dengan pengorbanan dan
membuat orang senang akan menjadi TANGGA KEDERMAWANAN konsisten untuk alasan dan
disenangkan” (Proverb 11: 25) Memberi, secara psikologi positif, keuntungan kemanusiaan
Psikologi dari sisi pandang positif terkait dengan kedermawanan. 8. Memberikan diri dan mengorbankan
mengatakan, dasar tindak memberikan Kedermawanan mempunyai berbagai kehidupan untuk alasan dan
sesuatu kadang di luar rasional akal, yang tingkat atau kadar ketulusan memberi, keuntungan kemanusiaan

74 WARTA BEA CUKAI EDISI 385 DESEMBER 2006


FOTO : ISTIMEWA
Makin ke arah angka delapan, makin
tinggi kadar memberi, sebab
kedermawanan bukan lagi terbatas pada
uang atau kepemilikan atas benda. Pada
tingkat tinggi, seseorang menyumbangkan
kekuatan yang ada padanya, waktu dan
hidupnya untuk kepentingan
kemanusiaan. Ia betul tanpa pamrih.
Bagaimana dengan sikap memberi
diri kita masing-masing ? Apakah akan
bergerak sesuai tangga ini atau meniru
tangga korporasi ?

MENUMBUHKAN KEDERMAWANAN
Kalau kita melihat John Rockefeller
atau Bill Gates, yang telah
menyumbangkan uangnya untuk memberi
kebahagiaan dan kesehatan banyak
orang, dapatkah kita menggolongkan
mereka dalam tangga delapan? Di tangga
berapa pun mereka anda golongkan,
kedermawanan mereka telah membuat
banyak orang tertolong .
Setiap dermawan tidak langsung
demikian saja menjadi dermawan, ada
proses dalam hidupnya. Proses dimulai
sejak dini untuk membentuk kepribadian
yang peduli terhadap orang lain. Edukasi
tentang hal ini dimulai dari rumah, dari
seorang ibu yang dengan tulus
memberikan waktunya untuk
perkembangan dan pengasuhan anak
tanpa menuntut syarat apapun,
bagaimana mengasuh anak untuk dapat
bermain bersama dengan saudaranya.
Pemberian derma merupakan bagian
penting dari edukasi pembentukan
karakter anak, di rumah dan sekolah.
Pemberian sogok pun mereka pelajari di
rumah, sekolah dan lingkungan.
Pernahkah ibu atau bapak menyogok
anak atau memberikan hadiah kepada
guru agar anak memperoleh
keistimewaan? Ketika ibu atau bapak
merasa bersalah kepada anak, kemudian
memberikan hadiah agar anak
memaafkannya, bentuk hadiah kategori
apa ini dalam tangga di atas?
Di dalam diri sering ada perasaan
membela diri sendiri ketika tidak
memberikan sumbangan. Beberapa
alasan tertentu dicari penalarannya,
seperti ”saya masih pelajar tak
berpenghasilan” atau ”saya masih punya
hutang, jadi bolehkan saya tak
berderma?”. Senyatanya ini adalah alasan
yang dibuat rasional untuk tidak memberi.
Hambatan terbesar dalam memberi atau
berderma adalah egoisme.

KESIMPULAN
Memberi hadiah dan kedermawanan
mempunyai korelasi yang dapat diukur
oleh kejujuran diri sendiri. Seseorang
dapat memposisikan diri sebagai pemberi
atau penerima dan sudah selayaknya se-
bagai orang dewasa dapat menduga mo-
tif memberi dan diberi. Sikap dan ego diri
sendirilah yang seringkali menghambat
untuk menjadi matang dalam kehidupan
memberi dan menerima dan penilaian HADIAH. Bulan-bulan tertentu dalam kalendar kita merupakan
layak untuk pantas memberi atau diberi. bulan menerima dan memberi hadiah secara umum.

EDISI 385 DESEMBER 2006 WARTA BEA CUKAI 75


PROFIL

I Gusti Agung Ayu Ari Tiastary, S.E


KORLAK ADMINISTRASI PEMERIKSA DOKUMEN KPBC NGURAH RAI

“WANITA BAGIAN TAK TERPISAHKAN


DALAM TEAM WORK PELAKSANAAN
TUGAS–TUGAS DJBC”
Motivasinya dalam bekerja terbilang cukup tinggi, walaupun dirinya seorang wanita namun
untuk urusan tugas di Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) ia tidak pilih-pilih,
mulai dari pekerjaan yang umumnya dilakukan oleh pria hingga penataan administrasi pun
dirinya selalu siap menjalankan.

S
udah menjadi suatu tradisi kalau Tias masih berkutat dengan pekerjaan- kegiatan hobi melukisnya tidak dilakoni
wanita-wanita di pulau Bali selalu nya, padahal waktu telah menunjukan terus, kegiatan ini dijalaninya hanya
ingin bekerja dan tidak tabu dalam pukul 18.30 wita. Dengan terlihat lelah sampai SMP saja. Sedang untuk
mengerjakan pekerjaan yang biasanya namun tetap semangat, Tias menari, kegiatan ini terus dijalaninya
dilakukan oleh kaum pria. Kebiasaan menyambut WBC dengan suka cita. hingga dirinya duduk dibangku SMA
yang telah diturunkan oleh nenek mo- Setelah berbicara panjang lebar akan “Untuk melukis ini sebenarnya tidak
yang mereka ini, membuat kesetaraan pekerjaannya hari itu yang cukup padat, ada bakat dari orang tua, tapi saat itu
gender di pulau dewata jamak terlihat, Tias pun mengundang WBC keesokan saya memiliki guru kesenian yang
bahkan di pulau yang memiliki sumber harinya untuk berkunjung kerumahnya, sangat pandai sekali melukis, maka
alam yang sangat kaya ini, antara kaum di daerah Tabanan Bali. sejak itu saya senang sekali melukis,”
pria dan wanita duduk berdampingan Jarak tempuh 32 Km adalah jarak kata Tias
dalam segala hal. dari rumah menuju kantor, yang dilalui Orang tuanya juga sangat mendo-
Tradisi tersebut ternyata juga oleh Tias setiap harinya. Cukup jauh rong sekali akan bakat yang dimiliki
dijalani oleh tokoh profil kita bulan ini. dan melelahkan juga, namun semua itu tersebut, walaupun hanya mampu
Seorang wanita Bali berwajah cantik dijalaninya dengan penuh menyediakan fasilitas yang diperlukan,
yang selalu mengembangkan senyum. semangat.”Jalur ini saya lalui tiap hari, namun semua itu menggambarkan
Wanita keturunan bangsawan dari jarak yang cukup jauh dengan waktu kalau orang tuanya selalu mendukung
puri Tabanan ini, memiliki segudang tempuh hanya 1 jam, karena disini tidak apa yang dimaui dan dijalani oleh Tias.
pengalaman dalam menjalani hidupnya, ada macet seperti di Jakarta,” ujar Tias Menginjak SMP, prestasi Tias tak
dan dalam menjalankan tugas sehari- saat menuju rumahnya. berubah, dirinya selalu keluar sebagai
hari. Dengan pengalaman itu dirinya Di rumahnya yang cukup asri dan juara dikelasnya, dan di SMP ini
kini menjadi yakin kalau karir dapat berhawa sejuk ini, Tias pun mulai men- kegiatan Tias pun bertambah banyak,
diraih oleh siapapun, namun tak semua ceritakan perjalanan hidupnya. Dengan selain mengikuti kegiatan menari,
orang dapat menjalani karir itu sesuai sangat rendah hati, Tias mengutarakan dirinya juga aktif di kegiatan ektra
dengan harapannya. kalau perjalanan hidupnya ini kurikuler lainnya. Hal ini juga
I Gusti Agung Ayu Ari Tiastary, sebenarnya belum seberapa dan belum dilakukannya saat dirinya duduk di
S.E, yang lahir pada 16 Oktober 1974, memiliki pengalaman apa-apa bangku SMA, kegiatan menari tetap
di Tabanan Bali, adalah anak pertama ketimbang pegawai lainnya, baik yang menjadi kegiatan ekstra kulikuler
dari empat bersaudara, dari pasangan I lebih senior maupun yang telah utamanya, bahkan Tias mengaku kalau
Gusti Putu Muliasta (Ayah) dan Sri mengalami mutasi berkali-kali. kegiatan menari ini juga sempat
Malini (Ibu), yang merasa perjalanan “Sejak kecil saya dididik cukup di- menyita perhatiannya dan sedikit
hidupnya sejak kecil hingga kini, siplin dan demokratis, mungkin semua mengganggu pelajarannya.
dipenuhi dengan berbagai peristiwa orang tua dimanapun saat itu sama “Karena cukup banyak waktu yang
menarik yang belum tentu semua orang cara mendidiknya. Sejak di bangku terpakai untuk ekstra kurikuler menari
merasakannya. sekolah dasar, perintah yang diberikan ini, prestasi saya pun sempat anjok
Tias begitu sapaan akrab bagi orang tua kepada saya hanya belajar juga, jadi di SMA itu rangking saya
dirinya, dikalangan pegawai baik waktu dan belajar, makanya tak heran kalau mulai satu sampai lima. Namun ketika
ia bertugas di Kantor Pusat DJBC saya selalu juara kelas, mungkin ini naik dikelas dua dan mulai penjurusan,
maupun di KPBC Ngurah Rai, memang yang diharapkan oleh orang tua dengan saya terpilih masuk ke jurusan A1
dikenal cukup enerjik dan familiar cara mendidiknya,” kenang Tias saat (fisika-red), namun karena sejak SMP
terhadap siapapun orang yang mengawali cerita perjalanan hidupnya. saya lebih senang pelajaran biologi dan
ditemuinya. Hal ini juga terbukti ketika Tias kecil yang telah memiliki cita- cita-cita saya pun juga ingin menjadi
WBC pertama kali bertemu dengannya cita sebagai dokter, memang tak ubah- dokter, maka saya lebih memilih
pada 10 Mei 2006 lalu dan bermaksud nya anak-anak perempuan lain di Bali, jurusan A2 (biologi-red) ketimbang
mewawancarainya berkaitan dengan setiap pulang sekolah kegiatan yang fisika,” tutur Tias.
pelatihan yang baru saja diikutinya. dilakoninya adalah mengikuti latihan
Saat WBC berkunjung ke tempat menari dan melukis, bahkan untuk MENJADI PASKIBRAKA NASIONAL
tugasnya di KPBC Tipe A Ngurah Rai melukis ini Tias sempat keluar sebagai Seiring dengan penjurusan yang
pada awal September 2006, saat itu juara se-Kabupaten Tabanan. Namun diinginkan oleh Tias, disini jugalah Tias

76 WARTA BEA CUKAI EDISI 385 DESEMBER 2006


memiliki suatu pengalaman hidup yang
jarang sekali dimiliki oleh orang lain.
Pengalaman tersebut adalah terpilihnya
Tias sebagai satu dari dua siswa SMA
se-Bali untuk menjadi Pasukan
Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka)
nasional.
“Sebenarnya awal saya terpilih
menjadi Paskibraka nasional adalah,
dengan mengikuti kegiatan ekstra
kurikuler PKS (Polisi Khusus Sekolah),
dari kegiatan ini sekolah kami menjadi
juara di Tabanan. Setelah kami juara
itu, kami lalu menekuninya lebih lanjut
dengan latihan baris berbaris atau yang
disebut dengan Paskibraka, dari situlah
saya terpilih menjadi Paskibraka
nasional sekaligus mewakili sekolah,
kabupaten dan Profinsi Bali,” ujar Tias.
Lebih lanjut Tias bercerita,
perjalanan untuk menjadi Paskibraka
nasional tentunya juga tidak semudah
yang dibayangkan. Dengan melewati
masa seleksi yang cukup ketat dan
penggodokan yang sangat berat,
akhirnya dirinya terpilih sebagai
pembawa bendera duplikat di upacara
hari kemerdekaan RI ke 47 tahun 1991.
“Sunguh suatu keberuntungan dan
kebanggaan tersendiri bagi saya ketika
menjadi Paskibraka nasional itu, karena
saat itukan jarang orang yang bisa
masuk ke istana apalagi berhadapan
langsung dengan Presiden, jadi saat itu
berbagai perasaan bercampur baur
menjadi satu dan rasanya itu tak bisa
dibayangkan sebelumnya. Tapi dari
semua itu yang paling berkesan bagi
saya adalah, dengan terpilih menjadi
Paskibraka nasional itu akhirnya saya
dapat menginjakan kaki di Jakarta
untuk yang pertama kali, sekaligus bisa
masuk ke dalam istana negara,” cerita
Tias.Pengalaman penting yang di dapat
adalah memiliki teman dari ke- 27
popinsi yang ada saat itu di Indonesia
yang hingga kini masih keep in touch.
Para mantan Paskibraka Nasional ini
juga terhimpun dalam suatu organisasi
bagi para mantan Paskib bernama
Purna Paskibraka Nasional yang tiap
tahunnya selalu mengadakan kegiatan.
Selesai menjadi Paskibraka
nasional, dan masih menjadi duta
daerah di Jakarta, kegiatan lain pun
banyak yang harus diikuti oleh Tias,
mulai dari kunjungan ke Departemen
Pendidikan dan Kebudayaan untuk
berdialog langsung dengan menterinya
saat itu, dan berdialog di istana negara
dengan beberapa menteri lainnya.

AWAL KARIR DI DJBC


Selesai SMA, Tias pun kembali
dihadapi oleh beberapa pilihan untuk
masa depannya. Karena cita-cita
awalnya ingin menjadi dokter, maka
Tias pun mengikuti ujian masuk pergu-
ruan tinggi negeri (UMPTN) dengan
pilihan kedokteran dan ekonomi
sebagai cadangannya di Universitas
Udayana Bali. Sambil menunggu hasil

EDISI 385 DESEMBER 2006 WARTA BEA CUKAI 77


PROFIL
DOK. PRIBADI
rutin kepada pabrikan
rokok yang menjadi
primadona pemasukan
dari KPBC Malang. Tapi
baru tiga bulan disana
saya dimutasikan kembali
ke Kantor Pusat di
Direktorat Verifikasi dan
Audit,” ujar Tias.
Lebih lanjut Tias
bercerita, mutasi
pertamanya itu diawali
dengan kedatangan
Sekretaris DJBC yang
waktu itu dijabat oleh
Kamil Sjoeib, ke KPBC
Malang. Melihat Tias yang
baru lulus diklat PKN itu,
Sekditjen pun meminta
Tias untuk menerapkan
ilmu yang telah
didapatkannya pada saat
diklat di Direktorat
Verifikasi dan Audit.
Hampir sepuluh tahun
Tias menjalani tugas
sebagai auditor di
Direktorat Verifikasi dan
Audit Kantor Pusat DJBC
(1995-2006), banyak
sekali hal-hal yang terkait
dengan penemuan audit
BERSAMA KELUARGA. Menjadi panutan dalam keluarga, adalah tanda dari kesuksesan yang diraih. yang dialami Tias saat
menjalani tugasnya ini,
UMPTN, Tias pun mencoba untuk ekonomi hanya sebagai cadangan saja bahkan ketika ditanya berapa kali
mendaftar di STAN dengan pilihan dan sebenarnya ia tidak tertarik untuk menemukan temuan, Tias menjawab
jurusannya adalah Bea Cukai. belajar ekonomi, akhirnya kesempatan sudah lupa berapa kali karena
“Saya mengetahui STAN itu dari itu tidak diambilnya dan dirinya pun temuannya juga lumayan banyak.
koran, kebetulan saat itu diberitakan menunggu hasil pengumuman dari
kalau STAN sedang membuka STAN. Ketika hasil STAN diumumkan, IKUT DALAM TIM BOAT ZOEKING
pendaftaran untuk tahun ajaran baru. ternyata Tias berhasil lulus dan masuk Setelah hampir sepuluh tahun di
Karena tertarik, akhirnya saya diantar ke jurusan bea cukai. Jakarta, akhirnya Tias minta mutasi ke
ibu untuk mencoba mendaftar, dan PKL adalah praktek kerja untuk Bali dan mendapatkan promosi
pada pendaftaran itu saya tertarik melengkapi syarat kelulusan disamping sekaligus kesempatan berbakti di tanah
dengan jurusan bea cukai, karena menyusun karya tulis. Saat itulah PKL kelahirannya di Bali, dan Tias
sebelumnya saya belum tahu apa itu dilakukan di kantor – kantor pelayanan ditugaskan di KPBC Ngurah Rai
bea cukai,” kata Tias. Bea dan Cukai yang berada di bawah sebagai Korlak Administrasi Impor.
Lebih lanjut Tias bercerita, ada satu Kanwil V. “Cukup kaget juga ya waktu Sebagai orang yang tadinya bertugas di
kisah yang cukup unik pada perjalan pertama kali ke Cirebon, karena waktu bidang audit, tentunya banyak hal yang
saat mendaftar di STAN. Waktu itu di Soekarno-Hatta itu kegiatannya perlu Tias kembali pelajari dalam
karena tiket pesawat Bali-Jakarta masih ramai banget, eh di Cirebon kok sepi mengurus kegiatan impor.
cukup mahal, akhirnya Tias berangkat banget, jadi kayak kebalikannya gitu, “Dengan ditugaskannya saya di
ke Jakarta dengan mengunakan bus tapi saya tetap jalani dengan senang adminstrasi impor ini, ternyata saya
malam. Di tengah perjalanannya, tiba- hati karena ini sudah menjadi pekerjaan baru mengetahui tugas DJBC yang
tiba bus tersebut mogok dan saya,” ungkap Tias. sesunguhnya itu seperti apa. Karena
membutuhkan perbaikan yang serius, Selesai mengikuti praktek kerja atau selama ini saya hanya mengurusi audit
akhirnya Tias pun harus rela menunggu magang, dan dinyatakan lulus Tias jadi saya tidak paham kalau ternyata
sampai pagi di dalam bus yang sedang mendapatkan penempatan pertamanya tugas DJBC juga begitu berat dan
diperbaiki. Dari kejadian itu, Tias pun di KPBC Malang . Namun sebelum sangat membutuhkan system kerja yag
sempat berpikir, apa gerangan yang berangkat ke Malang, Tias saling menunjang antara satu seksi
bakal terjadi pada dirinya, apakan ini mendapatkan tugas untuk mengikuti dengan seksi yang lain atau bekerja
pertanda kalau dirinya akan diterima di diklat Pengawasan Keuangan Negara sebagai team work dalam menjaga
STAN? Atau sebaliknya dirinya malah (PKN) di Pusdiklat selama beberapa keamanan akan masuknya barang-
tidak akan diterima baik di universitas bulan. Setelah lulus dari diklat tersebut, barang berbahaya ke negara kita ini,”
negeri maupun di STAN. barulah Tias menempati tempat tutur Tias.
Setelah mendaftar di STAN dan Tias tugasnya yang pertama di KPBC Mungkin ada baiknya bila para
pun kembali ke Bali, beberapa minggu Malang, sebagai pelaksana di unit P2 pengambil keputusan di DJBC untuk
kemudian keluar hasil pengumuman masih ditahun yang sama 1995. mempertimbangkan bagi para lulusan
ujian UMPTN, dari pengumuman itu, “Cukup menantang juga STAN/Prodip yang akan bertugas
ternyata Tias lulus di ujian UMPTN pengalaman tugas pertama di Malang sebagai auditor agar diberi kesempatan
namun bukan jurusan kedokteran sebagai P2 disana, kita setiap untuk terjun langsung ke lapangan
melainkan di ekonomi, karena merasa beberapa minggu mengadakan operasi terlebih dahulu sehingga tahu betul

78 WARTA BEA CUKAI EDISI 385 DESEMBER 2006


DOK. PRIBADI
kenyataan yang dihadapi terutama sys-
tem aplikasi yang diterapkan oleh Bea
dan Cukai berikut interaksi dan perma-
salahan yang dihadapi di lapangan.
Bukan hanya tugas DJBC di
lapangan yang sesunguhnya yang baru
diketahui oleh Tias, di KPBC Ngurah
Rai ini, Tias juga telah beberapa kali
mengikuti pemeriksaan boat zoeking, di
lepas pantai. Pemeriksaan ini dilakukan
dengan penuh semangat oleh Tias, dan
mungkin baru dirinya saja satu-satunya
wanita di KPBC Ngurah Rai atau Kanwil
VIII Denpasar yang mengikuti kegiatan
boat zoeking. Sebetulnya menurut Tias,
setiap pegawai wanita di DJBC mampu
melaksanakan kegiatan tersebut.
“Kegiatan Boat zoeking di KPBC Ngu-
rah Rai adalah pemeriksaan atas kapal
tanker milik pertamina yang rutin sandar di
Pelabuhan Amuk, Manggis , Karangasem,
dan atas kapal pesiar yang kadang sandar
di sana dan kadang di Benoa. Kegiatan itu
penuh dengan resiko apalagi perlengkap-
an yang kita miliki sangat minim sekali,
jadi kemungkinan terjadi kecelakan juga
PASKIBRAKA NASIONAL. Tias (kanan) saat menjadi Paskibraka Nasional, dan menerima bendera duplikat
cukup besar, tapi syukur semua itu dapat dari Presiden Seoharto di hari kemerdekaan RI ke 47.
berjalan dengan lancar,” ujar Tias.
Selain kegiatan boat zoeking, kegiatan belajar dan memulai sesuatu. Khusus Tias memiliki kemampuan setara
plane zoeking, juga pernah Tias lakukan, untuk kaum hawa, Tias adalah contoh dengan pria, namun belum optimal.
untuk plane zoeking Tias telah lakukan salah satu dari kaum hawa lain yang Wanita memang terkadang dilemahkan
saat bertugas menjadi Korlak di Bandara tidak merasa malu untuk selalu belajar oleh kaum pria. Namun dalam era
Ngurah Rai.Berbagai pengalaman didapat dan tidak takut untuk melakukan globalisasi seperti sekarang wanita
saat bertugas di Bandara ini. Diantaranya sesuatu yang mungkin dinilai banyak adalah sebagai bagian tak terpisahkan
berkomunikasi dalam bahasa asing, baik orang tidak perlu untuk dilakukan. untuk kemajuan DJBC.Wanita dapat
Inggris, Jepang, bagaimana menerangkan “Kalau orang lain banyak yang men- memberi warna tersendiri dalam nilai
peraturan kepada penumpang yang cibir dengan cerita ini, saya merasa itu nilai positif, justru akan memberi
kadang temperamen karena kelelahan adalah penghargaan sekaligus tantang- semangat bekerja bagi lingkungan
setelah perjalanan lintas benua. Hingga an bagi diri saya, karena dengan sekitarnya.Kedepannya mungkin dapat
acara pulang pergi Tabanan Tuban yang demikian saya merasa masih ada yang dipertimbangkan lagi penerimaan
kadang karena tugas malam baru bisa kurang dari diri saya sehingga dapat pgawai wanita di lingkungan
meninggalkan bandara pada jam 2 pagi. menjadi cambuk untuk terus belajar DJBC.Untuk itu majulah kaum wanita
Bagi Tias semua adalah hal-hal baru yang dan menimba pengalaman dari tugas- dan perkayalah diri mu dengan ilmu
menyenangkan. Dengan mengikuti tugas tugas yang saya emban,” ujar Tias. dan berbagai pengalaman yang didapat
tersebut Tias yang kini menjabat sebagai Banyak wanita di DJBC menurut dari perjalanan hidup ini. adi
Korlak Administrasi Pemeriksa Dokumen DOK. PRIBADI
KPBC Ngurah Rai, berharap memiliki
suatu pengalaman dan pembelajaran
dalam tugasnya ini .
Diakhir ceritanya, Tias hingga kini
selalu mengingat pesan ayahnya untuk
dapat menjadi panutan dalam keluarga,
karena dengan menjadi panutan itu,
maka dirinya bisa dikatakan sukses
sebagai seorang wanita dalam meniti
karirnya. Merasa masih memiliki satu
tanggung jawab lagi yang harus
dijalankan dalam tugasnya di Bali ini,
yaitu mengingat sepanjang
perjalanannya mulai dari rumah hingga
kantor adalah lokasi wisata, maka
dirinya perlu untuk lebih memajukan
lagi wisata di Bali, hal ini dikarenakan
hanya melalui putra-putri daerah lah
lokasi wisata itu dapat menjadi lebih
maju dan lebih dikenal orang.
Dari cerita pengalaman hidup Tias,
yang menurutnya belum berarti apa-
apa, sebenarnya dapat ditarik benang
merah bahwa prestasi hanya dapat
didapatkan dengan cara menambah TIM BOAT ZOEKING. Tias (kiri) bersama tim boat zokeing KPBC Ngurah Rai, saat memeriksa kapal
pengetahuan dan tidak malu untuk tangker Pertamina di pelanuhan Amuk Manggis Karang Asem

EDISI 385 DESEMBER 2006 WARTA BEA CUKAI 79


APA KATA MEREKA

Ririn

○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○
Dwi Aryani

“Petugas–
Petugasnya
Ramah”
Setelah sukses
memerankan tokoh Cinta
dalam sinetron Ada Apa
dengan Cinta kini Ririn Dwi
Aryani banyak mendapat tawar-
an untuk berakting di sinet-

Renny Singgih
ron.Banyaknya tawaran
berperan dalam sinetron
diakuinya cukup
Senang Kalau Tarif melelahkan, namun ia
masih tetap bisa
Cukai Naik menjaga staminanya
Jika ada yang senang kebijakan kenaik- dengan cara melakukan
an tarif cukai pada produk rokok, mungkin olahraga teratur dan
ia salah satu yang menyambut gembira akan juga meminum
hal itu. Itulah dia Renny Singgih ketua Lem- suplemen vitamin.
baga Masyarakat Menanggulangi Masalah Pemeran tokoh Airin
Merokok (LM3), yang terus mengimbau ke- dalam sinteron Cincin
pada masyarakat agar menghindari kebiasa-
an merokok yang bisa berdampak pada
yang pernah tayang di
kesehatan. Renny merasa sangat setuju jika salah satu televisi
cukai terhadap rokok dinaikan sehingga swasta ini pun pada
jumlah perokok baru yang kebanyakan awalnya sempat kaget
berasal dari kalangan remaja dapat ditekan. ketika WBC tanyai
“Kalau Bea Cukai menaikan tarif cukai mengenai Bea Cukai.
pada produk rokok pastinya jumlah perokok Ia mengakui, ia hanya
baru akan berkurang dan program kita tahu Bea Cukai itu
bersama dengan pemerintah untuk menjalankan
menciptakan masyarakat sehat tanpa rokok
akan tercapai,”ujarnya kembali. Namun ia tugasnya dibandara
menyadari bahwa usulannya untuk dan memeriksa
menaikan tarif cukai cukai tidak segampang barang bawaan
membalikan telapak tangan dan untuk itu ia penumpang yang
selalu mencoba memeberi penjelasan kepa- berasal dari luar
da instansi pemerintah yang berhubungan negeri. “Aku juga
dengan penerimaan negara terutama dari pernah diperiksa
cukai tembakau bahwa kebijakan menaikan oleh petugas (Bea
tarif cukai bukan untuk mematikan usaha
pabrikan rokok tapi juga dilihat dampaknya
Cukai.red) ketika
bagi kesehatan masyarakat. pulang dari luar
Untuk itu ia percaya kalau pemerintah negeri dan yang
bisa mencari solusi bagaimana caranya aku tahu tugas
menaikan tarif cukai tanpa harus mematikan mereka ya…di
usaha pabrik rokok. Lebih lanjut Renny me- bandara,’ujar Ririn
ngatakan saat ini petugas Bea Cukai Indo- kembali.
nesia sudah menjalankan tugasnya dengan Ketika ditanya
baik dalam rangka mengumpulkan peneri- apakah ia pernah
maan negara terutama dari sektor cukai ma-
upun juga melakukan pengawasan terhadap mengalami
masuknya barang ilegal dari luar negeri. kesulitan ketika
Kesan tersebut Renny peroleh ketika ia diperiksa, Ririn
melihat secara langsung bagaimana petugas mengatakan,”Sejauh
Bea Cukai melakukan pemeriksaan barang ini petugas kita baik-
terhadap para penumpang yang pulang dari baik dan mereka
luar negeri di bandara, termasuk kepada menjalankan
dirinya ketika ia pulang dari mengikuti tugasnya dengan
konferensi Internasional mengenai masalah
kesehatan.”Saya melihat petugas kita sudah
baik, dan petugasnya
professional, tidak ada pembedaan dalam ramah-ramah, apa
pemeriksaan terhadap barang yang dibawa karena aku selebritis
penumpang, termasuk kepada saya,”ujarnya kali ya,”ujarnya
kembali. zap kembali. zap

80 WARTA BEA CUKAI EDISI 385 DESEMBER 2006


K E P U T U S A N & K E T E T A P A N
PERATURAN DIREKTUR JENDERAL BEA DAN CUKAI
NOMOR P-11/BC/2006

TENTANG
PERUBAHAN KETIGA ATAS KEPUTUSAN DIREKTUR JENDERAL
BEA DAN CUKAI NOMOR KEP-205/BC/2003 TENTANG PETUNJUK
PELAKSANAAN TATALAKSANA KEMUDAHAN IMPOR TUJUAN
EKSPOR DAN PENGAWASANNYA

DIREKTUR JENDERAL BEA DAN CUKAI,

Menimbang :
a. bahwa untuk meningkatkan ekspor non migas dipandang perlu
menyederhanakan tata cara pemberian fasilitas Kemudahan Impor Tujuan
Ekspor;
b. bahwa untuk meningkatkan pelayanan dengan mempergunakan system
elektronisasi yang terintegrasi dipandang perlu menyederhanakan tata cara
pemberian fasilitas Kemudahan Impor Tujuan Ekspor;
c. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a
dan b diatas, perlu dilakukan perubahan ketiga atas Keputusan Direktur
Jenderal Bea dan Cukai Nomor KEP-205/BC/2005 tentang Petunjuk
Pelaksanaan Tatalaksana Kemudahan Impor Tujuan Ekspor dan
pengawasannya.

Mengingat :
1. Keputusan Presiden Nomor 45/M/2006
2. Keputusan Menteri Keuangan Nomor 580/KMK.04/2003 tentang Tatalaksana
Kemudahan Impor Tujuan Ekspor dan Pengawasannya sebagaimana telah
diubah dengan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 36/PMK.04/2005;
3. Keputusan Direktur Jenderal Bea dan Cukai Nomor: KEP-205/BC/2003
tentang Petunjuk Pelaksanaan Tatalaksana Kemudahan Impor Tujuan
Ekspor dan Pengawasannya sebagaimana telah diubah beberapa kali
terakhir dengan Peraturan Direktur Jenderal Bea dan Cukai Nomor: P-25/
BC/2005.

MEMUTUSKAN:
Menetapkan :
PERATURAN DIREKTUR JENDERAL BEA DAN CUKAI TENTANG PERUBAHAN
KETIGA ATAS KEPUTUSAN DIREKTUR JENDERAL BEA DAN CUKAI NOMOR
KEP-205/BC/2003 TENTANG PETUNJUK PELAKSANAAN TATALAKSANA
KEMUDAHAN IMPOR TUJUAN EKSPOR DAN PENGAWASANNYA.

Pasal I

Beberapa ketentuan dalam Keputusan Direktur Jenderal Bea dan Cukai Nomor
KEP-205/BC/2003 tentang Petunjuk Pelaksanaan Tatalaksana Kemudahan
BONUS WARTA BEACUKAI EDISI 385 DESEMBER 2006
1
K E P U T U S A N & K E T E T A P A N
Impor Tujuan Ekspor dan Pengawasannya diubah sehingga keseluruhan
berbunyi sebagai berikut :

1. ketentuan Pasal 35 ayat (2) diubah sehingga Pasal 35 berbunyi sebagai


berikut :

Pasal 35

(1) Permohonan pengembalian diajukan kepada Kepala Kantor Wilayah


yang dilampiri dengan:
a. Laporan Penggunaan Barang dan/atau Bahan Asal Impor yang
Dimintakan Pengembalian (BCL.KT02); dan
b. SSB.

(2) Selain lampiran sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a dan b,
permohonan tersebut dilampiri dengan:
a. Dalam hal barang di ekspor:
1. dokumen impor atau dokumen penyerahan dari Kawasan Berikat
berupa:
a) copy PIB/PIBT/BC 2.5/PPKP yang telah mendapat SPPB/
SPPB-KB/persetujuan keluar oleh Pejabat. Dalam hal sudah
menggunakan sistem PDE, persetujuan keluar dari Pejabat
dapat diganti dengan perekaman data SPPB dari komputer
yang merubah status PIB dari gate menjadi barang keluar
yang tersimpan dalam data base PIB;
b) SSBC asli lembar ke 3/SSPCP.
2. dokumen ekspor berupa:
a) copy PEB yang telah mendapat Persetujuan Ekspor oleh
Pejabat;
b) LPBC/LHP asli;
c) Copy B/L atau AWB atau dokumen pengangkutan lainnya yang
disamakan.

b. Dalam hal barang diserahkan ke Kawasan Berikat dengan


melampirkan:
1. dokumen impor atau dokumen penyerahan dari Kawasan Berikat
berupa:
a) copy PIB/PIBT/PPKP yang telah mendapat SPPB/persetujuan
keluar oleh Pejabat;
b) SSBC asli lembar ke 3/SSPCP;
2. dokumen penyerahan ke Kawasan Berikat berupa:
a) BC 2.4;
b) Copy Invoice dan copy faktur Pajak;
c) SPPB-KB;
d) Purchase Order;
e) Copy kontrak penjualan ke Kawasan Berikat.

2 BONUS WARTA BEACUKAI EDISI 385 DESEMBER 2006


K E P U T U S A N & K E T E T A P A N
2. Mengubah Lampiran X huruf A Keputusan Direktur Jenderal Bea dan Cukai
Nomor KEP-205/BC/2003.

Pasal II
Peraturan Direktur ini mulai berlaku sejak tanggal ditetapkan.

Agar setiap orang mengetahuinya, memerintahkan pengumuman Peraturan


Direktur Jenderal ini dengan penempatannya dalam Berita Negara Republik
Indonesia.

Ditetapkan di Jakarta
pada tanggal 8 Agustus 2006

DIREKTUR JENDERAL,

ttd,-

ANWAR SUPRIJADI
NIP 120050332

BONUS WARTA BEACUKAI EDISI 385 DESEMBER 2006


3
K E P U T U S A N & K E T E T A P A N
LAMPIRAN X
PERUBAHAN KETIGA KEPUTUSAN DIREKTUR JENDERAL BEA DAN CUKAI
NOMOR KEP-205/BC/2003 TENTANG PETUNJUK PELAKSANAAN TATALAKSANA
KEMUDAHAN IMPOR TUJUAN EKSPOR DAN PENGAWASANNYA

TATAKERJA PEMBERIAN PENGEMBALIAN BEA MASUK DAN/


ATAU CUKAI

A. Perusahaan melakukan kegiatan :


1. Mengajukan surat permohonan pengembalian ke Petugas Pendok dan TU, yang
disertai dengan disket, Surat Sanggup Bayar (SSBC) dan Daftar Keterkaitan
antara barang ekspor/yang diserahkan ke Kawasan Berikat dengan barang dan
bahan asal impor yang dipakai (BCL.KT02) dengan melampirkan:
a. Dokumen Impor:
1) Copy PIB/PIBT/PPKP;
2) Copy Invoice dan Packing List;
3) Asli SSBC lembar ke 3 atau SSPCP;
4) Copy SPPB lembar ke 2 yang telah dicantumkan catatan pengeluaran
oleh Pejabat. Dalam hal sudah menggunakan sistem PDE,
persetujuan keluar dari Pejabat dapat diganti dengan perekaman data
SPPB dari komputer yang merubah status PIB dari gate menjadi
barang keluar yang tersimpan dalam data base PIB/impor;
b. Dokumen penyerahan dari Kawasan Berikat dalam hal mempergunakan
hasil produksi dari Kawasan Berikat:
1) Copy BC 2.5;
2) Copy Invoice dan Packing List;
3) Asli SSPCP lembar ke 3;
4) Copy SPPB-KB lembar ke satu yang telah dicantumkan catatan
pengeluaran oleh Pejabat;
5) Purchase Order.
c. Dokumen Ekspor:
1) Asli LPBC/LHP (yang tidak melebihi satu tahun sejak tanggal penerbitan);
2) Copy PEB;
3) Copy B/L, AWB atau dokumen pengangkutan lainnya yang
disamakan, yang telah dicantumkan tanda tangan, stempel pelayaran/
penerbangan dan tanggal;
4) Copy Invoice dan Packing List.
d. Dokumen penyerahan barang ke Kawasan Berikat:
1) Asli BC 2.4;
2) Asli Kontrak Penjualan;
3) Copy Invoice dan Faktur Pajak;
4) Purchase Order.
2. Menerima :
a. Surat tanda terima dari Kantor Wilayah dalam hal BCL.KT02 diterima; atau
b. Penolakan dalam hal BCL.KT02 ditolak.
3. Menerima SKPFP BM-C.

4 BONUS WARTA BEACUKAI EDISI 385 DESEMBER 2006


K E P U T U S A N & K E T E T A P A N
B. Petugas Pendok dan TU melakukan kegiatan :
1. Menerima dari Perusahaan surat permohonan pengembalian, dan SSB,
disket beserta Daftar Keterkaitan antara barang ekspor/yang dimasukkan ke
Kawasan Berikat dengan barang dan bahan asal impor yang dipakai
BCL.KT02 sebagaimana dimaksud dalam huruf A angka 1.
2. Melakukan penelitian berkas BCL.KT02 dalam hal:
a. dokumen tidak lengkap atau data pada disket tidak bisa dibaca, dokumen
permohonan pengembalian dikembalikan/ditolak;
b. dokumen lengkap dan data pada disket dapat dibaca, disket di transfer ke
Komputer.
3. Memberi nomor register dan surat tanda terima dalam hal disket berhasil
ditransfer.
4. Mengembalikan berkas BCL.KT02 kepada Perusahaan dalam hal disket
BCL.KT02 tidak dapat ditransfer.
5. Menerima kelengkapan data dan menerbitkan surat tanda terima
kelengkapan data.
6. Meneruskan dokumen BCL.KT02 dan kelengkapan data, surat tanda terima
dan bukti transfer ke Pejabat Koordinator Pemeriksa dengan disertai Daftar
Pengantar BCL.KT02 setiap hari.
7. Menerima listing hasil pemeriksaan yang siap cetak dari Ketua Tim
Pengembalian.
8. Mencetak Surat Keputusan Pembayaran Fasilitas Pengembalian Bea Masuk
dan/atau Cukai (SKPFP BM-C) dan Surat Perintah Membayar Pengembalian
Bea Masuk dan /atau Cukai (SPMK).
9. Menyerahkan berkas SKPFP BM-C dan SPMK ke Pejabat yang Menangani
Pengembalian untuk diparaf.
10. Menerima kembali dari Kepala Kantor Wilayah berkas SKPFP BM-C setelah
ditanda tangani.
11. Menerima kembali berkas SPMK setelah ditanda tangani Pejabat yang
Menangani Pengembalian.
12. Mengirim SKPFP BM-C dan SPMK ke instansi terkait.

C. Pejabat Koordinator Pemeriksa


1. Menerima berkas asli BCL.KT02 dari Petugas Pendok dan TU.
2. Menentukan petugas Pemeriksa.
3. Memonitor petugas Pemeriksa.
4. Menerima surat penolakan dari Pemeriksa.
5. Meneliti dan memaraf surat penolakan dan meneruskan Pemeriksa.
6. Menerima dan meneliti kembali listing pemeriksaan BCL.KT02 dan dokumen
BCL.KT02 yang telah diparaf oleh Pemeriksa.
7. Meneruskan listing pemeriksaan BCL.KT02 dan dokumen BCL.KT02 yang
telah diparaf setuju kepada Ketua Tim Pengembalian atau mengembalikan ke
Pemeriksa dalam hal masih ada yang salah/kurang lengkap.
8. Dalam hal Pemeriksa yang ditunjuk berhalangan dapat dilakukan
penggantian Pemeriksa.
9. Mengadministrasikan berkas asli BCL.KT02.
BONUS WARTA BEACUKAI EDISI 385 DESEMBER 2006
5
K E P U T U S A N & K E T E T A P A N
D. Pemeriksa Pengembalian melakukan kegiatan:
1. Menerima berkas asli BCL.KT02 dari Koordinator Pendok dan TU.
2. Meneliti kelengkapan data permohonan BCL.KT02.
3. Mencetak listing pemeriksaan.
4. Membuat konsep surat konfirmasi SSBC (SSPCP/BPPCP)/LPBC/LHP bila
diperlukan.
5. Menerima jawaban konfirmasi sebagaimana dimaksud butir 4.
6. Dalam hal jawaban konfirmasi tidak sesuai membuat surat penolakan dengan
menyebutkan alasan penolakan.
7. Menyelesaikan listing pemeriksaan BCL.KT02 dalam hal data BCL.KT02
sudah lengkap.
8. Meneliti dan memaraf surat penolakan dan meneruskan ke Koordinator
Pemeriksa untuk diteruskan ke Pejabat yang menangani Pengembalian.

E. Pejabat yang menangani Pengembalian melakukan kegiatan :


1. Menerima berkas asli BCL.KT02 dari Petugas Pendok dan TU.
2. Menerima surat penolakan dari Pejabat Koordinator Pemeriksa dan
membubuhkan tanda tangan.
3. Menyerahkan surat penolakan setelah membubuhkan tanda tangan ke
Pejabat Koordinator Pemeriksa untuk diteruskan ke Perusahaan.
4. Menerima dan meneliti kembali listing pemeriksaan BCL.KT02 dan dokumen
BCL.KT02 yang telah diparaf oleh Pemeriksa.
5. Meneruskan listing pemeriksaan BCL.KT02 dan dokumen BCL.KT02 yang
telah diparaf setuju kepada petugas Pendok dan TU untuk dicetak SKPFP
BM-C dan SPMK-nya atau mengembalikan ke Pemeriksa dalam hal masih
ada yang salah/kurang lengkap.
6. Menerima dan meneliti SKPFP BM-C dari Petugas Pendok dan TU dan
membubuhkan paraf untuk diteruskan ke Kepala Kantor Wilayah.

F. Kepala Kantor Wilayah melakukan kegiatan :


1. Menerima SKPFP BM-C dari Ketua Tim Pengembalian dan membubuhkan
tanda tangan.
2. Menyerahkan SKPFP BM-C yang telah ditanda-tangani ke Petugas Pendok
dan TU untuk dikirim kepada instansi terkait.

G. Pejabat yang menangani Pengembalian (Kepala Bidang Pabean


dan Cukai) melakukan kegiatan :
1. Menerima dan memeriksa SPMK dari Petugas Pendok dan TU untuk
ditandatangani.
2. Menandatangani SPMK dan menyerahkan kembali ke Petugas Pendok dan TU.

DIREKTUR JENDERAL
Ttd,-
ANWAR SUPRIJADI
NIP 120050332

6 BONUS WARTA BEACUKAI EDISI 385 DESEMBER 2006


K E P U T U S A N & K E T E T A P A N
PERATURAN DIREKTUR JENDERAL BEA DAN CUKAI
NOMOR P-12/BC/2006

TENTANG
PENYELENGGARAAN JASA LAYANAN
PERTUKARAN DATA ELEKTRONIK (PDE) KEPABEANAN
DALAM RANGKA PENYERAHAN RENCANA KEDATANGAN
SARANA PENGANGKUT (RKSP), INWARD MANIFEST DAN
OUTWARD MANIFEST

DIREKTUR JENDERAL BEA DAN CUKAI,

Menimbang :
a. bahwa penyerahan Pemberitahuan Pabean berupa Rencana Kedatangan
Sarana Pengangkut (RKSP), Inward Manifest dan Outward Manifest dari
Pengangkut atau kuasanya dapat dilakukan secara elektronik melalui sistem
Perutakaran Data Elektronik (PDE), untuk Kantor Pelayanan Bea dan Cukai
(KPBC) yang menerapkan sistem PDE Kepabeanan;
b. bahwa dalam penyerahan Pemberitahuan Pabean sebagaimana dimaksud Butir
a diatas, Pengangkut atau kuasanya dapat menggunakan perangkat
komputernya sendiri atau melalui perangkat PDE Kepabeanan lain yang
disediakan oleh Penyelenggara Jasa Layanan PDE Kepabeanan;
c. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud Butir a dan b diatas,
perlu ditetapkan pengaturan mengenai Penyelenggaraan Jasa Layanan
Pertukaran Data Elektronik (PDE) Kepabeanan Dalam Rangka Penyerahan
Rencana Kedatangan Sarana Pengangkut (RKSP), Inward Manifest dan Outward
Manifest;

Mengingat :
1. Undang-undang Nomor 10 Tahun 1995 tentang Kepabeanan (Lembaran Negara
Tahun 1995 Nomor 75, Tambahan Lembaran Negara Tahun 1995 Nomor 3612);
2. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 39/PMK.04/2006 tentang Tatalaksana
Penyerahan Pemberitahuan Rencana Kedatangan Sarana Pengangkut, Manifes
Kedatangan Sarana Pengangkut dan Manifes Keberangkatan Sarana
Pengangkut.
3. Peraturan Direktur Jenderal Bea dan Cukai Nomor P-10/BC/2006 tentang
Tatacara Penyerahan dan Penatausahaan Pemberitahuan Rencana Kedatangan
Sarana Pengangkut, Manifes Kedatangan Sarana Pengangkut, dan Manifes
Keberangkatan Sarana Pengangkut;

MEMUTUSKAN :
Menetapkan :
PERATURAN DIREKTUR JENDERAL BEA DAN CUKAI TENTANG
PENYELENGGARAAN JASA LAYANAN PERTUKARAN DATA ELEKTRONIK (PDE)
KEPABEANAN DALAM RANGKA PENYERAHAN RENCANA KEDATANGAN SARANA
PENGANGKUT (RKSP), INWARD MANIFEST DAN OUTWARD MANIFEST.
BONUS WARTA BEACUKAI EDISI 385 DESEMBER 2006
7
K E P U T U S A N & K E T E T A P A N
BAB I
KETENTUAN UMUM

Pasal 1
Dalam Peraturan Direktur Jenderal ini, yang dimaksud dengan :
1. Penyelenggaraan Jasa Layanan PDE Kepabeanan yang selanjutnya disebut
sebagai PDE Service Center adalah jasa layanan berupa penyediaan perangkat
PDE Kepabeanan dan sarana penunjang lainnya, yang dapat digunakan oleh pihak
Pengangkut atau kuasanya dalam rangka penyerahan RKSP, Inward Manifest dan
Outward Manifest secara elektronik melalui sistem PDE Kepabeanan.
2. Penyedia Jasa PDE Service Center adalah badan usaha yang berbadan hukum
yang melakukan kegiatan penyediaan perangkat PDE Kepabeanan dan sarana
penunjang lainnya, yang dapat digunakan oleh Pengangkut atau kuasanya
dalam rangka penyerahan RKSP, Inward Manifest dan Outward Manifest secara
elektronik melalui sistem PDE Kepabeanan.
3. Perangkat PDE Kepabeanan adalah perangkat keras (hardware) komputer,
perangkat jaringan dan perangkat lunak (software) berupa software komunikasi,
Modul Pengangkut dan Modul Entry Data serta perangkat penunjang lainnya
yang digunakan untuk kegiatan pertukaran data dalam rangka penyerahan
RKSP, Inward Manifest dan Outward Manifest secara elektronik melalui sistem
PDE Kepabeanan.
4. Pengguna Jasa PDE Kepabeanan adalah pengguna jasa kepabeanan yaitu
Pengangkut atau kuasanya yang bertanggung jawab atas pengoperasian Sarana
Pengangkut yang mengangkut barang dan/atau orang, yang telah memenuhi
persyaratan untuk melakukan penyerahan RKSP, Inward Manifest dan Outward
Manifest ke KPBC.
5. Customs Declaration (CUSDEC) adalah Pemberitahuan Pabean secara
elektronik berupa Rencana Kedatangan Sarana Pengangkut (RKSP), Manifes
Kedatangan Sarana Pengangkut (Inward Manifest) dan Manifes Keberangkatan
Sarana Pengangkut (Outward Manifest) yang menggunakan standard UN/
EDIFACT, yang disampaikan secara elektronik melalui sistem PDE Kepabeanan,
oleh Pengguna Jasa PDE Kepabeanan ke KPBC.
6. Customs Response (CUSRES) adalah pemberitahuan secara elektronik berupa
respons atau jawaban atas CUSDEC, yang disampaikan secara elektronik
melalui sistem PDE Kepabeanan, oleh SAP PDE Manifes di KPBC kepada
Pengguna Jasa PDE Kepabeanan.
7. EDI Number adalah nomor identitas Penyedia Jasa PDE Service Center yang
diberikan oleh Penyedia Jasa jaringan pertukaran data elektronik yang
dipergunakan dalam Sistem PDE Kepabeanan (Provider) dalam Sistem PDE
Kepabeanan.

BAB II
PDE SERVICE CENTER

Pasal 2
Penyelenggaraan Jasa Layanan PDE Kepabeanan (PDE Service Center) hanya

8 BONUS WARTA BEACUKAI EDISI 385 DESEMBER 2006


K E P U T U S A N & K E T E T A P A N
dapat dilaksanakan oleh badan usaha yang berbadan hukum yang telah memenuhi
persyaratan dan telah mendapatkan persetujuan melalui penetapan sebagai
Penyedia Jasa PDE Service Center.

Pasal 3
Penetapan perusahaan sebagai Penyedia Jasa PDE Service Center dilakukan
melalui Surat Keputusan yang dikeluarkan oleh Direktur Informasi Kepabeanan dan
Cukai atas nama Direktur Jenderal.

Pasal 4
Tatacara untuk mendapatkan persetujuan sebagaimana dimaksud pada Pasal 2
diatur lebih lanjut dalam Lampiran Peraturan Direktur Jenderal ini.

BAB III
KEWAJIBAN, TANGGUNG JAWAB DAN LARANGAN

Pasal 5
(1) Penyedia Jasa PDE Service Center wajib :
a. Menyediakan ruangan dan fasilitas pendukung lainnya yang diperlukan
untuk menyelenggarakan jasa layanan PDE Kepabeanan.
b. Menyediakan Perangkat PDE Kepabeanan yang dapat digunakan dalam
menyelenggarakan pengiriman data secara elektronik melalui sistem
PDE Kepabeanan, sesuai dengan persyaratan teknis yang ditetapkan.
c. Melakukan penelitian atas pemenuhan pembayaran PNBP sebagai
persyaratan dalam penyerahan Customs Declaration (CUSDEC).
d. Mengirimkan data Customs Declaration (CUSDEC) yang berasal dari
Pengangkut atau kuasanya melalui sistem PDE Kepabeanan.
e. Menyampaikan data Customs Response (CUSRES) atas pengiriman
data sebagaimana dimaksud pada Butir d kepada Pengangkut atau
kuasanya secara cepat dan tepat waktu.
(2) Penyedia Jasa PDE Service Center dalam menyelenggarakan pengiriman
data secara elektronik wajib memiliki nomor identitas berupa EDI Number
sebagai Penyedia Jasa PDE Service Center.

Pasal 6
(1) Penyedia Jasa PDE Service Center bertanggung jawab atas kerahasiaan data
dan/atau informasi yang diterima dari pihak Pengangkut atau kuasanya, yang
dikirimkan secara elektronik melalui sistem PDE Kepabeanan.
(2) Penyedia Jasa PDE Service Center dilarang :
a. Menyebarluaskan, mempublikasikan, melakukan penyaluran (transfer) data
atau menyerahkan kepada pihak lain, atas data dan/atau informasi yang
dikirim atau diterima melalui sistem PDE Kepabeanan.
b. Melakukan perubahan yang tidak sesuai dengan ketentuan yang berlaku,
atas data dan/atau informasi yang dikirim atau diterima melalui sistem PDE
Kepabeanan.
BONUS WARTA BEACUKAI EDISI 385 DESEMBER 2006
9
K E P U T U S A N & K E T E T A P A N
c. Memiliki atau menyimpan data dan/atau informasi yang dikirim atau diterima
melalui sistem PDE Kepabeanan tanpa persetujuan dari Pengangkut atau
kuasanya.

d. Memindahtangankan Perangkat PDE Kepabeanan kepada pihak lain tanpa


ijin dari Direktorat Jenderal Bea dan Cukai.

Pasal 7
(1) Penyedia Jasa PDE Service Center bertanggung jawab atas kelancaran
pengiriman dan penerimaan data secara elektronik melalui sistem PDE
Kepabeanan.

(2) Pengangkut atau kuasanya bertanggung jawab terhadap kebenaran dan


keabsahan atas data dan/atau informasi pada setiap elemen data yang
diberitahukan dalam Customs Declaration (CUSDEC) yang dikirim secara
elektronik melalui sistem PDE Kepabeanan.

Pasal 8
Pengusaha PDE Service Center wajib menyelenggarakan pembukuan dan
menyimpan catatan yang berkaitan dengan jasa layanan yang telah diberikan
kepada pihak Pengguna Jasa PDE Kepabeanan untuk jangka waktu 10
(sepuluh) tahun.

BAB IV
JANGKA WAKTU DAN PENCABUTAN PERSETUJUAN

Pasal 9
(1) Penetapan perusahaan sebagai Penyedia Jasa PDE Service Center untuk
melakukan Penyelenggaraan Jasa Layanan PDE Kepabeanan sebagaimana
dimaksud dalam pasal 2 berlaku sampai dengan adanya pencabutan yang
dilakukan oleh Direktur Informasi Kepabeanan dan Cukai atas nama Direktur
Jenderal.

(2) Pencabutan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dapat dilakukan dalam hal :
a. Penyedia Jasa PDE Service Center tidak memenuhi ketentuan sebagaimana
diatur dalam Peraturan ini dan/atau ketentuan perundang-undangan lainnya
di bidang Kepabeanan;
b. Penyedia Jasa PDE Service Center tidak menjalankan kegiatan/usaha dalam
jangka waktu 1 (satu) tahun secara terus menerus;
c. Berdasarkan rekomendasi dari Kepala Kantor Wilayah dan/atau Kepala
Kantor Pelayanan Bea dan Cukai yang terkait dengan pelanggaran ketentuan
perundang-undangan di bidang Kepabeanan yang dilakukan oleh Penyedia
Jasa PDE Service Center;
d. Dinyatakan pailit sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku;
e. Atas permohonan Penyedia Jasa PDE Service Center sendiri.

10 BONUS WARTA BEACUKAI EDISI 385 DESEMBER 2006


K E P U T U S A N & K E T E T A P A N
BAB V
LAIN-LAIN

Pasal 10
Pengawasan dan pembinaan terhadap Penyedia Jasa PDE Service Center yang
melakukan Penyelenggaraan Jasa Layanan PDE Kepabeanan dalam rangka
penyerahan Rencana Kedatangan Sarana Pengangkut (RKSP), Inward Manifest dan
Outward Manifest, dilakukan oleh Kepala Kantor Wilayah DJBC yang mengawasi,
bekerja sama dengan Direktorat Informasi Kepabeanan dan Cukai.

Pasal 11
Peraturan Direktur Jenderal ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan.

Agar setiap orang mengetahuinya, memerintahkan pengumuman Peraturan Direktur


Jenderal ini dengan penempatannya dalam Berita Negara Republik Indonesia.

Ditetapkan di Jakarta
Pada tanggal 15 Agustus 2006

DIREKTUR JENDERAL

ttd

ANWAR SUPRIJADI
NIP 120050332

BONUS WARTA BEACUKAI EDISI 385 DESEMBER 2006


11
K E P U T U S A N & K E T E T A P A N
LAMPIRAN
PERATURAN DIREKTUR JENDERAL BEA DAN CUKAI NOMOR P-12/BC/2006
TENTANG PENYELENGGARAAN JASA LAYANAN PERTUKARAN DATA ELEKTRONIK
(PDE) KEPABEANAN DALAM RANGKA PENYERAHAN RENCANA KEDATANGAN
SARANA PENGANGKUT (RKSP), INWARD MANIFEST DAN OUTWARD MANIFEST

TATACARA
PENYELENGGARAAN JASA LAYANAN PDE KEPABEANAN
(PDE SERVICE CENTER)
(1) Pengusaha Penyedia Jasa PDE Service Center mengajukan Surat Permohonan
kepada Direktur Jenderal u.p. Direktur Informasi Kepabeanan dan Cukai melalui
Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai yang mengawasi
tempat dimaksud.
(2) Surat Permohonan sebagaimana dimaksud pada Butir (1) dibuat diatas kertas kop
perusahaan, dibubuhi materai Rp 6000,00 (enam ribu rupiah), diberi tanggal dan ditan-
datangani oleh Pimpinan/Direktur Utama perusahaan, dan pada Surat Permohonan
dimaksud sekurang-kurangnya memuat data dan penjelasan mengenai :
a. Nama dan alamat pemohon;
b. Nama dan alamat badan usaha;
c. Lokasi usaha dan ruang kerja yang akan digunakan sebagai tempat PDE
Service Center;
d. Data perangkat PDE Kepabeanan dan sarana penunjang lainnya;
e. KPBC yang akan menjadi tujuan pengiriman data melalui Sistem PDE
Kepabeanan.
(3) Permohonan sebagaimana dimaksud pada Butir (1) dilampiri dengan :
a. Salinan Akte Pendirian Perusahaan dan Perubahannya yang terakhir,
sebagai badan hukum;
b. Surat Ijin Usaha Perusahaan;
c. Bukti kepemilikan dan/atau penguasaan peralatan kerja;
d. Gambar denah lokasi usaha dan ruang kerja;
e. Dokumen lain yang diperlukan terkait dengan adanya kegiatan usaha
pengiriman data elektronik ke KPBC melalui Sistem PDE Kepabeanan.
(4) Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai melakukan penelitian
atas kelengkapan dokumen yang diajukan dan pemeriksaan atas lokasi tempat
PDE Service Center sesuai dengan permohonan sebagaimana dimaksud dalam
Butir (1), meliputi pemenuhan persyaratan sebagai berikut :
a. Pemenuhan persyaratan administrasi, meliputi :
(1) Penelitian atas kebenaran dan keabsahan dokumen yang dilampirkan,
sebagaimana dimaksud pada Butir (3) diatas;
(2) Pengujian atas orang yang ditunjuk sebagai pengurus/penanggungjawab per-
usahaan, yaitu dengan melakukan pengujian kebenaran data pengurus/pe-
nanggungjawab yang diberitahukan berdasarkan bukti-bukti sebagai berikut :
2.1. Nama pengurus/penanggungjawab kegiatan perusahaan terdaftar
pada dokumen Akte Pendirian Perusahaan dan perubahannya yang
terakhir, SIUP, Kartu Tanda Penduduk atau pengenal identitas lainnya;
2.2. Keberadaan orang yang ditunjuk sebagai pengurus/penanggung
jawab dapat dibuktikan secara fisik atau yang bersangkutan
dapat dihadirkan pada saat proses penelitian lapangan;
2.3. Orang yang ditunjuk sebagai pengurus/penanggung jawab,
secara administrasi dapat dibuktikan dengan jelas dan wajar
serta dapat dipertanggungjawabkan statusnya, yang dapat dilihat
dari beberapa pembuktian sebagai berikut :

12 BONUS WARTA BEACUKAI EDISI 385 DESEMBER 2006


K E P U T U S A N & K E T E T A P A N
- Status yang bersangkutan dalam perusahaan tercantum pada
struktur organisasi perusahaan;
- Status yang bersangkutan secara resmi ditetapkan oleh
perusahaan atau tercantum dalam Anggaran Dasar/Anggaran
Rumah Tangga;
- Yang bersangkutan memiliki NPWP Perorangan; atau
- Status alamat rumah/tempat tinggal yang bersangkutan jelas.

b. Pemenuhan persyaratan lokasi tempat usaha perusahaan, meliputi :


1) Pengujian kebenaran data alamat yang diberitahukan dalam dokumen
yang dilampirkan sebagaimana dimaksud Butir (3) di atas, yang meliputi :
1.1 Kebenaran alamat secara fisik sesuai dengan :
- Surat Keterangan Domisili Perusahaan; dan
- Dokumen perusahaan lainnya, seperti; Akte Pendirian Perusahaan
dan perubahannya yang terakhir, Pengesahan Akte Pendirian,
NPWP, SIUP dan TDP.
1.2 Status kepemilikan tempat usaha perusahaan, dengan bukti :
- Surat bukti kepemilikan yaitu sertifikat bangunan atau bukti
kepemilikan lainnya yang sah secara hukum; atau
- Surat perjanjian sewa menyewa bangunan yang sah secara
hukum (dibuat oleh kedua belah pihak dihadapan Notaris atau
ditandatangani di atas materai yang cukup, dan disaksikan oleh
pihak ketiga).
2) Penelitian atas kegiatan atau aktifitas usaha perusahaan, dengan
indikator sebagai berikut :
- Mempunyai struktur organisasi perusahaan yang jelas;
- Adanya kegiatan aktifitas pegawai;
- Adanya penyelenggaraan kegiatan administrasi perkantoran;
- Hal-hal lainnya yang menunjukkan keberadaan perusahaan, misalnya
adanya Papan Nama Perusahaan, adanya asset perusahaan berupa
sarana dan prasarana perusahaan.

(5) Kepala Kantor Wilayah dalam waktu selambat-lambatnya 14 (empat belas) hari
sejak diterima Surat Permohonan, sudah menyelesaikan kegiatan sebagaimana
dimaksud Butir (4) dan dalam hal hasil penelitian dan pemeriksaan
menunjukkan permohonan telah memenuhi syarat maka segera meneruskan
Permohonan tersebut kepada Direktur Informasi Kepabeanan dan Cukai;
(6) Direktur Informasi Kepabeanan dan Cukai atas nama Direktur Jenderal Bea dan
Cukai memberikan keputusan penetapan sebagai Penyedia Jasa PDE Service
Center, dalam waktu selambat-lambatnya 14 (empat belas) hari sejak
Permohonan diterima secara lengkap.
(7) Keputusan sebagaimana dimaksud pada Butir (6) berupa :
a. Penerbitan Surat Keputusan Direktur Jenderal Bea dan Cukai tentang
penetapan sebagai Penyedia Jasa Layanan PDE Service Center; atau
b. Surat penolakan atas permohonan sebagai Penyedia Jasa Layanan PDE
Service Center.
DIREKTUR JENDERAL,

ttd

ANWAR SUPRIJADI
NIP 120050332
BONUS WARTA BEACUKAI EDISI 385 DESEMBER 2006
13
K E P U T U S A N & K E T E T A P A N
PERATURAN DIREKTUR JENDERAL BEA DAN CUKAI
NOMOR : P - 15/BC/2006

TENTANG
PERUBAHAN ATAS PERATURAN DIREKTUR JENDERAL
BEA DAN CUKAI NOMOR P-10/BC/2006
TENTANG TATA CARA PENYERAHAN DAN PENATAUSAHAAN
PEMBERITAHUAN RENCANA KEDATANGAN
SARANA PENGANGKUT, MANIFES KEDATANGAN
SARANA PENGANGKUT, DAN MANIFES KEBERANGKATAN
SARANAN PENGANGKUT

DIREKTUR JENDERAL BEA DAN CUKAI,

Menimbang :
a. bahwa agar pelaksanaan penerapan Sistem Aplikasi Pelayanan (SAP) PDE
Manifes dapat diterapkan dengan baik dan pelayanan administrasi manifes
dapat dilakukan secara efektif, dipandang perlu untuk dilakukan perubahan
tahapan pemberlakuan ketentuan mengenai RKSP/JKSP, Inward manifest dan
Outward Manifest sebagaimana yang telah diatur dalam Peraturan Direktur
Jenderal Nomor P-10/BC/2006 tentang Tata Cara Penyerahan dan
Penatausahaan Pemberitahuan Rencana Kedatangan Sarana Pengangkut,
Manifes Kedatangan Sarana Pengangkut, dan Manifes Keberangkatan Sarana
Pengangkut;
b. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a diatas
perlu menetapkan Perubahan atas Peraturan Direktur Jenderal Nomor P-10/BC/
2006 tentang Tata Cara Penyerahan dan Penatausahaan Pemberitahuan
Rencana Kedatangan Sarana Pengangkut, Manifes Kedatangan Sarana
Pengangkut, dan Manifes Keberangkatan Sarana Pengangkut;

Mengingat :
1. Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1995 tentang Kepabeanan (Lembaran Negara
Republik Indonesia Tahun 1995 Nomor 75, Tambahan Lembaran Negara Nomor
3612);
2. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 1997 tentang Penerimaan Negara Bukan
Pajak (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1997 Nomor 43, Tambahan
Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1997 Nomor 3687);
3. Peraturan Pemerintah Nomor 22 Tahun 1996 tentang Pengenaan Sanksi
Administrasi Kepabeanan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1996
Nomor 37, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3627);
4. Peraturan Pemerintah Nomor 44 Tahun 2003 tentang Tarif atas Jenis
Penerimaan Negara Bukan Pajak di Lingkungan Direktorat Jenderal Bea dan
Cukai (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 95, Tambahan
Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4313);
5. Keputusan Presiden Nomor 20/P Tahun 2005;

14 BONUS WARTA BEACUKAI EDISI 385 DESEMBER 2006


K E P U T U S A N & K E T E T A P A N
6. Keputusan Menteri Keuangan Nomor 575/KMK.05/1996 tentang Tatalaksana
Pengangkutan Terus Atau Pengangkutan Lanjut Barang Impor Atau Barang
Ekspor;
7. Keputusan Menteri Keuangan Nomor 101/KMK.05/1997 tentang Pemberitahuan
Pabean sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Peraturan
Menteri Keuangan Nomor 48/PMK.04/2005;
8. Keputusan Menteri Keuangan Nomor 453/KMK.04/2002 tentang Tata Laksana
Kepabeanan di Bidang Impor, sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir
dengan Keputusan Menteri Keuangan Nomor 112/KMK.04/2003;
9. Keputusan Menteri Keuangan Nomor 557/KMK.04/2002 tentang Tatalaksana
Kepabeanan Di Bidang Ekspor;

10.Keputusan Menteri Keuangan Nomor 118/KMK.04/2004 tentang Tatalaksana


Pembayaran dan Penyetoran Penerimaan Negara Bukan Pajak yang
Berlaku pada Direktorat Jenderal Bea dan Cukai;
11. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 39/PMK.04/2006 tentang Tatalaksana
Penyerahan Pemberitahuan Rencana Kedatangan Sarana Pengangkut,
Manifes Kedatangan Sarana Pengangkut dan Manifes Keberangkatan
Sarana Pengangkut;
12.Keputusan Direktur Jenderal Bea dan Cukai Nomor KEP-35/BC/2000
tentang Petunjuk Pelaksanaan Tatacara Pengangkutan Lanjut Kargo Udara
Melalui Bandar Udara Internasional;
13.Keputusan Direktur Jenderal Bea dan Cukai Nomor KEP-151/BC/2003
tentang Petunjuk Pelaksanaan Tatalaksana Kepabeanan Dibidang
ekspor;
14.Keputusan Direktur Jenderal Bea dan Cukai Nomor KEP-152/BC/2003
tentang Petunjuk Pelaksanaan Tatalaksanaan Kepabeanan Dibidang Ekspor
Yang Mendapat Kemudahan Impor Tujuan Ekspor;
15.Keputusan Direktur Jenderal Bea dan Cukai Nomor KEP-07/BC/2003
tentang Petunjuk Pelaksanaan Tatalaksana Kepabeanan Di Bidang Impor
sebagaimana telah diubah terakhir dengan Peraturan Direktur Jenderal Bea
dan Cukai Nomor P-19/BC/2005;
16.Keputusan Direktur Jenderal Bea dan Cukai Nomor KEP-27/BC/2004
tentang Petunjuk Pelaksanaan Pembayaran dan Penatausahaan
Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) Direktorat Jenderal Bea dan
Cukai;
17.Peraturan Direktur Jenderal Bea dan Cukai Nomor P-10/BC/2006 tentang
Tata Cara Penyerahan dan Penatausahaan Pemberitahuan Rencana
Kedatangan Sarana Pengangkut, Manifes Kedatangan Sarana Pengangkut,
dan Manifes Keberangkatan Sarana Pengangkut;

MEMUTUSKAN :
Menetapkan :
PERATURAN DIREKTUR JENDERAL BEA DAN CUKAI TENTANG
PERUBAHAN PERATURAN DIREKTUR JENDERAL BEA DAN CUKAI NOMOR
P-10/BC/2006 TENTANG TATA CARA PENYERAHAN DAN PENATAUSAHAAN
BONUS WARTA BEACUKAI EDISI 385 DESEMBER 2006
15
K E P U T U S A N & K E T E T A P A N
PEMBERITAHUAN RENCANA KEDATANGAN SARANA PENGANGKUT,
MANIFES KEDATANGAN SARANA PENGANGKUT, DAN MANIFES
KEBERANGKATAN SARANA PENGANGKUT.

Pasal I
Ketentuan Pasal 11 Peraturan Direktur Jenderal Bea dan Cukai Nomor P-10/
BC/2006 tentang Tata Cara Penyerahan dan Penatausahaan Pemberitahuan
Rencana Kedatangan Sarana Pengangkut, Manifes Kedatangan Sarana
Pengangkut, dan Manifes Keberangkatan Sarana Pengangkut, diubah sehingga
menjadi berbunyi sebagai berikut :

”Pasal 11
(1) Ketentuan mengenai RKSP/JKSP dan Inward Manifest dalam Peraturan Direktur
Jenderal ini diberlakukan secara bertahap yaitu :
a. Ketentuan mengenai RKSP/JKSP dan Inward Manifest untuk sarana
pengangkut melalui laut di :
1) Kantor Pelayanan Bea dan Cukai Tipe A Khusus Tanjung Priok I, II, dan
III, mulai berlaku pada tanggal 1 Juli 2006;
2) Kantor Pabean Lainnya, mulai berlaku pada tanggal 1 September 2006.
b. Ketentuan mengenai RKSP/JKSP dan Inward Manifest untuk sarana
pengangkut melalui udara mulai berlaku pada tanggal 1 Oktober 2006.
(2) Ketentuan mengenai Outward Manifest dalam Peraturan Direktur Jenderal ini
diberlakukan secara bertahap yaitu :
a. Ketentuan mengenai Outward Manifest untuk sarana pengangkut melalui
laut di :
1) Kantor Pelayanan Bea dan Cukai Tipe A Khusus Tanjung Priok I, II, dan
III, mulai berlaku pada tanggal 1 Nopember 2006;
2) Kantor Pabean Lainnya, mulai berlaku pada tanggal 1 Desember 2006.
b. Ketentuan mengenai Outward Manifest untuk sarana pengangkut melalui
udara mulai berlaku pada tanggal 1 Desember 2006.”

Pasal II
Peraturan Direktur Jenderal ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan.

Agar setiap orang mengetahuinya, memerintahkan pengumuman Peraturan Direktur


Jenderal ini dengan penempatannya dalam Berita Negara Republik Indonesia.

Ditetapkan di Jakarta
pada tanggal 25 Agustus 2006

DIREKTUR JENDERAL,

ttd,-

ANWAR SUPRIJADI
NIP 120050332

16 BONUS WARTA BEACUKAI EDISI 385 DESEMBER 2006