You are on page 1of 98

TAHUN XXXVIII EDISI 388 MARET 2007

MENUJU PORTAL
INDONESIA NATIONAL
SINGLE WINDOW
PROFIL WAWANCARA

MENUNGGU IMPLEMENTASI
SAFUADI
“...SUDAH SELAYAKNYA PENGGUNAAN TI
MENDAPAT SKALA PRIORITAS UTAMA”
EDY PUTRA IRAWADY
“SETELAH BLUE PRINT ADA, BARU KITA
BUKA TENDER”
Investasi Unilever Tingkatkan Devisa dan Perluas
Lapangan Kerja
PT Unilever Indonesia Tbk yang beroperasi di Indonesia sejak tahun 1933 telah
tumbuh menjadi perusahaan penyedia produk-produk konsumen yang mempunyai
peran penting di Indonesia. Produk-produk Unilever telah menjadi bagian dari
keseharian konsumen untuk keperluan perawatan diri, hygiene dan nutrisi. Akar
Unilever yang kokoh dalam budaya dan pasar lokal di dunia memberikan Unilever
hubungan yang erat dengan konsumen dan merupakan landasan pertumbuhan
Unilever di masa depan.

Tambahkan Vitalitas dalam Hidup Masyarakat Menurut penelitian Oxfam tahun 2005, Unilever dengan
melalui Produk-produknya bisnisnya telah berkontribusi menciptakan 300.000
lapangan pekerjaan.
Misi Unilever adalah menambahkan vitalitas ke dalam
kehidupan. Unilever memenuhi kebutuhan akan Jadikan Tanggung Jawab Sosial sebagai bagian
nutrisi, kesehatan dan perawatan pribadi sehari-hari dari Pelaksanaan Bisnis
dengan produk-produk yang membantu para
pemakainya merasa nyaman, berpenampilan lebih
baik dan menikmati hidup. Vitalitas merupakan
benang merah yang menggabungkan seluruh merek
Unilever. Logo Unilever yang baru merupakan
ekspresi sempurna dari misi vitalitas ini. Setiap
lambang dalam logo tersebut mewakili satu aspek
dari bisnis Unilever dan menunjukkan komitmennya
untuk menjadikan hidup masyarakat lebih bervitalitas.

Produk-produk Unilever petama kali memperoleh


sertifikat halal dari MUI pada tanggal 7 April 1994.

Tingkatkan Devisi Negara dengan menjadikan


Indonesia Regional Sourcing Centre

Bagi Unilever, tanggung jawab sosial adalah bagian tak


Selama beroperasi di Indonesia, Unilever secara terpisahkan dari pelaksanaan bisnis. Setiap aspek bisnis
berkesinambungan melakukan peningkatan investasi, dilakukan dengan bertanggung jawab sehingga
antara lain dengan menjadikan Indonesia sebagai menciptakan dampak positif bagi masyarakat.
regional sourcing centre untuk negara-negara lain di
Asia Pasifik, antara lain pasta gigi, teh, es krim dan Melalui Yayasan Unilever Peduli, Unilever
sabun mandi. Per tahunnya, nilai ekspor Unilever melaksanakan program-program tanggung jawab sosial
Indonesia mencapai Rp 492,568 milliar (data tahun yang berkelanjutan, meliputi pengembangan usaha kecil
2006) atau sekitar 6 % dari penjualan. dan menengah, pengembangan dan perlindungan
lingkungan, pendidikan dan kesehatan masyarakat
Selain meningkatkan devisa negara, hal ini juga telah serta bantuan sosial bagi masyarakat yang
membuka lebih banyak lapangan kerja bagi membutuhkan.
masyarakat Indonesia.
Lebih dari 3000 Komitmen Unilever terhadap dunia usaha dan
karyawan saat ini masyarakat Indonesia yang diwujudkan dengan kerja
bergabung bersama keras untuk merealisasikannya telah membuahkan
Unilever Indonesia prestasi yang memperoleh pengakuan dari berbagai
dan 20.000 pekerja pihak. Pada tahun 2006, Unilever telah memperoleh 70
memperoleh nafkah penghargaan lokal dan internasional yang meliputi
dari usaha-usaha kinerja korporasi, kinerja brand, pengembangan sumber
kecil dan menengah terkait. daya manusia, dan lain lain-lain.

4 WARTA BEA CUKAI EDISI 388 MARET 2007


DARI REDAKSI

TERBIT SEJAK 25 APRIL 1968


MISI:
Membimbing dan meningkatkan kecerdasan serta
kesadaran karyawan Direktorat Jenderal Bea dan
Jende
Cukai terhadap tugas negara
Mendekatkan Hubungan antara atasan dan
bawahan serta antara karyawan Direktorat Jenderal
Jende
Bea dan Cukai dengan masyarakat

IZIN DEPPEN: NO. 1331/SK/DIRJEN-G/SIT/72


TANGGAL, 20 JUNI 1972 ISSN.0216-2483

PELINDUNG
Direktur Jenderal Bea dan Cukai:
Drs. Anwar Suprijadi, MSc
PENASEHAT
Direktur Penerimaan & Peraturan
Kepabeanan dan Cukai:
Drs. M. Wahyu Purnomo, MSc
Direktur Teknis Kepabeanan
Drs. Teguh Indrayana, MA
Direktur Fasilitas Kepabeanan
Drs. Ibrahim A. Karim
Direktur Cukai
Drs. Frans Rupang
Direktur Pencegahan & Penyidikan
Drs. Erlangga Mantik, MA
Direktur Verifikasi & Audit
Drs. Thomas Sugijata, Ak. MM
Direktur Kepabeanan Internasional
Drs. Kamil Sjoeib, M.A.
Direktur Informasi Kepabeanan & Cukai
Dr. Heri Kristiono, SH, MA
Kepala Pusat Pendidikan dan
Pelatihan Bea dan Cukai
Drs. Endang Tata
Inspektur Bea dan Cukai
Edy Setyo
KETUA DEWAN PENGARAH
Sekretaris Direktorat Jenderal
Bea dan Cukai:
Dr. Djunaedy Djusan
WAKIL KETUA DEWAN PENGARAH/
PENANGGUNG JAWAB
Kepala Bagian Umum:
Sonny Subagyo, S.Sos
DEWAN PENGARAH
Drs. Nofrial, M.A., Drs. Patarai Pabottinggi,
Dra. Cantyastuti Rahayu,
Ariohadi, SH, MA.
Marisi Zainuddin Sihotang, SH.,M.M.
Drs. Martediansyah M.P.M,
J. Didit Krisnady, SH
Ir. Sucipto, M.M, Ir. Azis Syamsu Arifin
PEMIMPIN REDAKSI
Lucky R. Tangkulung
REDAKTUR
Aris Suryantini,
Supriyadi Widjaya,
Ifah Margaretta Siahaan,
Zulfril Adha Putra
FOTOGRAFER
Andy Tria Saputra
KORESPONDEN DAERAH
Donny Eriyanto (Balikpapan),
Bendito Menezes (Denpasar),
Bambang Wicaksono (Surabaya)
Ari Widodo (Medan)
KOORDINATOR PRACETAK
Asbial Nurdin
SEKRETARIS REDAKSI
Kitty Hutabarat
PIMPINAN USAHA/IKLAN
Piter Pasaribu
TATA USAHA
Mira Puspita Dewi S.Pt., M.S.M.,
Keluarga Besar Untung Sugiarto
IKLAN
WARTA BEA CUKAI Wirda Renata Pardede
SIRKULASI
H. Hasyim, Amung Suryana
mengucapkan : BAGIAN UMUM
Rony Wijaya
PERCETAKAN
PT. BDL Jakarta
ALAMAT REDAKSI/TATA USAHA
SELAMAT Kantor Pusat Direktorat Jenderal
Bea dan Cukai,
Jl. Jenderal A. Yani (By Pass) Jakarta Timur

HARI RAYA NYEPI Telp. (021) 47865608, 47860504,


4890308 Psw. 154 - Fax. (021) 4892353
E-Mail : - wbc@cbn.net.id
- majalah_wbc@yahoo.com
TAHUN BARU SAKA 1929 REKENING GIRO WARTA BEA CUKAI
BANK BNI CABANG JATINEGARA JAKARTA
Nomor Rekening : 8910841
Pengganti Ongkos Cetak Rp. 10.000,-

EDISI 388 MARET 2007 WARTA BEA CUKAI 1


DAFTAR ISI

1 DARI REDAKSI
3 KARIKATUR

4 20 CUKAI
Cara Mendapatkan Pita Cukai
Laporan Utama 24
Hasil Tembakau (Bagian II)
MITRA
Pada 29 Desember 2006, Menteri All The Way, Fokus Utama DHL di
Perhubungan selaku wakil ketua Tahun 2007
tim persiapan National Single 25 KOPERASI
Window, meluncurkan penggunaan Rapat Tahunan XVII Koperasi
portal single window di Batam. Kantor Pusat DJBC
Bagaimana persiapan seluruh 26 OPINI
instansi yang terkait dengan Beberapa Resiko Dalam Sistem
adanya kebijakan internasional Informasi Kepabeanan
tersebut? Ulasan lebih lanjut ada di 29 KONSULTASI
rubrik Laporan Utama. KEPABEANAN & CUKAI
Barang Penumpang
30 KEPABEANAN

16
Sosialisasi UU No.17/2006,
Kepada Para Pengusaha di KP-
DJBC
Wawancara 38 SEPUTAR BEACUKAI
44 SIAPA MENGAPA
Menurut Edy Putra Irwandy, Deputi
Bidang Koordinasi Industri dan - Rusiah Marliati
Perdagangan Kementerian Koordi- - Andrian Tulus
nator Bidang Perekonomian, saat - Beni Ridwan
ini Thailand dan Filipina sedang 46 KEPABEANAN
melakukan pertukaran dokumen INTERNASIONAL
(SKA), sedangkan Malaysia sudah - Hari Pabean Sedunia 2007, No
membangun dagangNet-nya. Bru- to Counterfeiting and Piracy.
nei masih akan membangung pilot - Peranan Bea dan Cukai Dalam
NSW. Lalu bagaimana komentar- Pemberantasan Peredaran
nya tentang kesiapan Indonesia? Barang Palsu dan Hasil
Bajakan.
54 INFO PEGAWAI
- Dirjen Bea Cukai Lantik 155

32 Pejabat Eselon III


- Pegawai Pensiun per 1 Maret
Daerah ke Daerah 60
2007
INFO PERATURAN
Di rubrik Daerah Ke Daerah kali 61 PENGAWASAN
ini, akan diceritakan mengenai - Kerjasama Antar Instansi
pelaksanaan Hari Pabean Sedunia Untuk Pengamanan Laut
ke 55 yang dilaksanakan oleh Indonesia
Kanwil Balikpapan dan Kanwil - Audit, Pengawasan Untuk
Medan. Berita lainnya dari daerah, Pengamanan Penerimaan
akan menceritakan tentang Negara
kegiatan sosialisasi Undang-
- Perhiasan dan 35 Tas
Undang Nomor 17 tahun 2006
serta kunjungan Dirjen ke Kanwil I Perempuan Ditegah Petugas
Nanggroe Aceh Darussalam. Bea Cukai Soekarno-Hatta
- Aparat KPBC Dumai Tegah 60
Ton Kayu Ilegal
69 PERISTIWA

76 - Raih Dua Emas Inkado Korda


Jabar Mendapat Peringkat
Lima
Profil - Marching Band Bina Caraka
Didikan disiplin yang ia Peringkat 7 GPMB Nasional
rasakan cukup 72 RENUNGAN ROHANI
menyakitkan ketika itu, Mengenal Jati Diri Melalui
menempatkannya Perayaan Hari Raya Nyepi
menjadi seorang yang 73 RUANG KESEHATAN
teguh dan kuat. Perut Terasa Perih
Selanjutnya mengenai 74 RUANG INTERAKSI
kisah hidup Safuadi tokoh Stres Paska Banjir
profil bulan ini, dapat 80 APA KATA MEREKA
disimak pada rubrik Profil. - Winda Viska
- Lucky Octavian

2 WARTA BEA CUKAI EDISI 388 MARET 2007


KARIKATUR

JUARA I
LOMBA KARIKATUR
DALAM RANGKA HARI PABEAN SEDUNIA
KE-55 TAHUN 2007
KARYA : MOCHAMAD TAKARI, SE, MM
NIP : 060072103
UNIT KERJA : KANWIL X DJBC JAWA TENGAH

EDISI 388 MARET 2007 WARTA BEA CUKAI 3


LAPORAN UTAMA

Portal
Single Window
di Batam
D
Setelah pada edisi Juli 2006 WBC menyajikan alam declaration of Asean Concord II (Bali Concord II)
laporan utama mengenai National Single Win- mengenai visi integrasi ekonomi, para pemimpin
negara-negara Asean berkomitmen untuk membentuk
dow (NSW), kini WBC kembali mengulas hal Asean Economic Community pada tahun 2020 (yang
tersebut. Titik berat dari laporan utama kali ini dipercepat menjadi 2015). Salah satu komitmen
adalah mengenai portal single window (SW) di bersama dalam melaksanakan deklarasi tersebut adalah
kesepakatan untuk membangun Asean Single Window (ASW)
Batam yang telah diresmikan pada 29 yang merupakan sistem terintegrasi yang mewadahi suatu trade
Desember 2006 dan rencana piloting NSW di facilitating environment, yang didasarkan pada standardisasi
Tanjung Priok yang dimulai bulan Juni 2007. informasi parameter, prosedur, formalitas dan international best
practise, yang berkaitan dengan proses
release and clearance of cargoes oleh
otoritas kepabeanan (customs).
Dalam konteks nasional, untuk bisa
bergabung ke dalam ASW, negara
anggota Asean harus mengembang-
kan National Single Window (NSW).
Berdasarkan Asean Agreement to
Establish and Implement The Asean
Single Window, NSW adalah sistem
yang memungkinkan single submis-
sion dari data dan informasi, single and
synchronous processing dari data dan
informasi, serta a single decision ma-
king untuk pemeriksaan dan pengelu-
aran barang.
Untuk mengembangkan NSW,
pemerintah melalui Keputusan Menko
Perekonomian No. 22/M.EKON/03/
2006, telah membentuk Tim Persiapan
NSW. Tim ini terdiri dari 5 Satuan
Tugas (Satgas), yang salah satunya
adalah Satgas Bidang Teknologi
Informasi (TI) yang dikoordinasikan
oleh Bea dan Cukai (DJBC). Satgas ini
telah melakukan persiapan sejak April
2006 dan secara intensif mulai
melakukan pembangunan Portal NSW
sejak Oktober 2006.
Sebelum dilakukan penerapan sis-
tem single window (SW) secara nasio-
HOMEPAGE PORTAL SINGLE WINDOW nal (nation wide), dirasa perlu dilaku-

4 WARTA BEA CUKAI EDISI 388 MARET 2007


DOK. WBC
kan pilot project penerapan portal SW secara live untuk penanga- na dalam SW ter-
nan kegiatan yang terkait dengan perdagangan dan lalulintas dapat penyederha-
barang ekspor-impor sampai dengan proses customs clearance naan sistem dan
and release. Hal itu dimulai dengan pelaksanaan pilot project prosedur dari paper
penggunaan portal SW di Batam pada akhir Desember 2006. work base menjadi
Berdasarkan Kep.Menko No. 22/2006, yang dimaksud electronic base yang
dengan single window (SW) adalah sistem elektronik yang mam- bersifat mudah
pu melayani pengajuan dan pengolahan data serta informasi, dilakukan oleh
pengambilan keputusan penyelesaian dokumen kepabeanan, semua pihak yang
kepelabuhanan dan kebandarudaraan secara terpadu dengan terlibat didalam
prinsip kesatuan, kecepatan pelayanan, konsisten, sederhana, sistem tersebut
transparan, efisien dan berkelanjutan. (user friendly).
Mengingat waktu yang sangat mendesak sehingga tidak Hingga kini, lanjut
memungkinkan untuk dilakukan penunjukan provider pengelola Tri, pemanfaatan
portal SW atau application service provider (ASP) maka portal tersebut oleh
ditugaskan kepada Satgas TI untuk membangun Portal NSW di pengguna jasa SAD. Dengan diberlakukannya SAD di Batam
Batam dengan menggunakan infrastruktur (server, jaringan dan memperlihatkan oleh Bea dan Cukai, Indonesia menjadi negara
pertama di Asean yang telah menerapkan sistem
perangkat lainnya) milik DJBC di Batam. grafik peningkatan single document secara elektronik dalam proses
Pertimbangan pemerintah dalam menetapkan Batam sebagai berkaitan dengan administrasi pelayanan kepabeanan.
pilot project untuk penerapan portal NSW antara lain didasarkan proses distribusi
pada transaksi kegiatan impor-ekspor di Batam yang cukup besar modul PPSAD, EDI Number dan instalasi extrim pada perangkat
dengan frekuensi arus lalu lintas barang yang sangat cepat, posisi komputer masing-masing perusahaan.
strategis Batam yang sangat dekat dengan Singapura dan
Malaysia sehingga sangat memungkinkan untuk uji coba integrasi HOMEPAGE PORTAL SW
sistem dengan negara Asean lainnya. Juga sejalan dengan Selain penerapan PP-SAD, telah dilakukan penyiapan dan
kebijakan pemerintah untuk meningkatkan investasi di Batam dan pembangunan portal SW dengan sistem web service yang akan
pelaksanaan kerjasama pengembangan ekonomi melalui special digunakan sebagai portal SW di Batam dalam rangka penerapan
economic zone. pilot project INSW secara nasional. Homepage portal SW
Untuk merealisasikan hal tersebut, sejak Oktober 2006 telah tersebut dapat dibuka pada alamat situs http://insw.beacukai.go.id
dilakukan persiapan dan pembangunan portal SW dengan sistem dimana didalamnya terdapat beberapa fitur, fasilitas kelengkapan
web-service yang akan digunakan sebagai portal SW di Batam website dan standar web-content untuk bisa diakses oleh seluruh
dalam rangka penerapan pilot project Indonesia National Single masyarakat usaha yang terkait dengan proses kegiatan
Window (INSW) secara nasional. perdagangan dan ekspor-impor.
Ada beberapa langkah persiapan yang telah dilakukan Tim Tri menambahkan, sejauh ini penerapan Portal SW yang meng-
Persiapan NSW dalam rangka mewujudkan keinginan pemerin- gunakan server yang dimiliki oleh DJBC yang berada di KPBC
tah untuk segera membangun portal SW di Batam. Diantaranya, Batam belum mengalami kendala dari segi keberadaan hardwa-
telah dilakukan penerapan sistem aplikasi pelayanan (SAP) PP- re yang ada. Meskipun apabila diimplementasikan secara penuh
SAD (pemberitahuan pabean-single administrative document) di memerlukan peningkatan kapasitas dari yang telah ada saat ini.
KPBC Tipe A Batam sejak 1 Desember 2006. Keberadaan situs itu sendiri merupakan hasil kerjasama
Hal itu sesuai PMK No. 103/KM.4/2006 dan Peraturan Dirjen antara Direktorat Informasi Kepabeanan dan Cukai-DJBC dengan
No P-18/BC/2006, dengan perubahan yang mendasar pada PT. EDI untuk menjembatani pertukaran data yang berbasis web
format dokumen pemberitahuan pabean dengan menggunakan dalam kerangka NSW. Situs ini memuat informasi–informasi
format single document, yaitu penggunaan PP-SAD dan tatacara penting tentang berita seputar NSW sebagai bahan sosialisasi
penyampaian dokumen PP-SAD ke KPBC yang telah bagi pengguna jasa. Pengguna jasa juga dapat
menerapkan teknologi web-based, baik melalui modul SAD mempergunakannya untuk melihat informasi lain seperti down-
secara offline maupun menggunakan web-form melalui browser load modul aplikasi PP-SAD, informasi aturan, resource NSW,
internet secara online. kurs NDPBM serta BTBMI walaupun sampai saat ini keberadaan
Menurut Padmoyo Triwikanto, Mantan Kepala KPBC Tipe A informasi ini belum ter-update secara real time.
Batam, yang kini menjabat sebagai Kepala KPBC Tanjung Priok I, “Namun, inti dari keberadaan situs ini pengguna jasa dapat
DOK. WBC PP-SAD merupakan memantau secara langsung alur dari dokumen yang mereka
suatu upaya yang ajukan, apakah berada pada instansi Bea Cukai atau OGA (other
dilakukan oleh DJBC government agencies-red), juga menginformasikan bagaimana
untuk melakukan status dokumennya,” jelas Tri.
penyederhanaan/ Untuk dapat mengakses situs tersebut, pengguna jasa harus
penggabungan dok- melakukan registrasi terlebih dahulu. Gunanya untuk menjamin
umen pemberitahu- keamanan lalulintas dan pertanggung jawabannya serta tertib
an pabean yang administrasi terhadap pertukaran data di awan internet. Untuk
semula mengguna- sementara ini, yang dapat mengakses situs tersebut, disamping
kan; BC 2.0 PIB analyzing point KPBC Batam, juga pihak OGA dalam hal ini baru
untuk impor umum, diwakili oleh pihak Karantina, sedangkan untuk pihak Deprindag
BC 2.3 impor Kawa- dan BPOM masih menunggu persiapan sarana dan prasarana
san Berikat dan BC pendukungnya.
3.0 untuk ekspor, “Dari beberapa OGA yang direncanakan terkoneksi dengan
menjadi satu doku- portal single window, untuk sementara baru Karantina yang dapat
men berupa PP-SAD. difungsikan. Itupun dengan menyisakan permasalahan-
Penerapan PP- permasalahan berkaitan dengan proses alur dokumen yang
SAD di Batam, Bin- terkendala di sana,” lanjut Tri.
tan dan Karimun jika Setelah dibangunnya homepage portal SW, langkah
dikaitkan dengan berikutnya adalah melakukan sosialisasi dan penjelasan kepada
PADMOYO TRIWIKANTO. Penerapan sistem SW
saja tidak cukup, harus didukung dengan kebera- SW akan bermanfa- seluruh stakeholder yang terkait di Batam tentang rencana
daan aturan dan sarana prasarana pendukung at dari sisi imple- penerapan Portal SW di Batam. Menurut Tri, terdapat pandangan
lainnya, termasuk keberadaan gate online. mentasi SW. Dima- yang positif terhadap perkembangan penerapan portal SW ini

EDISI 388 MARET 2007 WARTA BEA CUKAI 5


LAPORAN UTAMA
DOK. WBC
berkaitan dengan pendayagunaan IT sehu- Tri menambahkan, pada dasarnya kebe-
bungan dengan proses kecepatan peneri- radaan portal SW dan pengoperasiannya
maan dan respon dokumen kepabeanan sudah dalam bentuk instant dilakukan oleh
yang lebih transparan dalam mendukung Dit. IKC, KPDJBC dan PT. EDI. Adapun
pelayanan prima kepabeanan. Pegawai KPBC Batam dalam ruang lingkup
“Harapan dunia usaha ini sebaiknya Seksi OKDD sampai saat ini hanya bertugas
ditindaklanjuti dengan persiapan teknis dan terhadap pemantauan operasional kompu-
aturan yang baik guna mendukung sistem ternya saja karena penanganan masalah
ini serta diperlukan koordinasi yang lebih alih kemampuan belum dilaksanakan karena
baik lagi diantara instansi-instansi terkait,” ada beberapa hal yang masih merupakan
katanya. pekerjaan yang menjadi domainnya PT.EDI.
Langkah selanjutnya adalah melakukan “Keberadaan sistem SW di Batam seca-
tahapan pilot run dengan menunjuk 5 peru- ra simultan belum dapat kita lihat korelasi-
sahaan piloting, sehingga atas kelima peru- nya dengan pengurangan pegawai, karena
sahaan pengguna jasa kepabeanan (PPJK) penerapan sistem SW saja tidak cukup, ha-
tersebut, semua proses penanganan doku- rus didukung dengan keberadaan aturan dan
men yang terkait dengan customs clearan- sarana prasarana pendukung lainnya, ter-
ce telah menggunakan portal SW di Batam. masuk keberadaan gate online,” imbuh Tri.
Namun demikian, lanjut Tri, peserta piloting Permasalahan lain yang juga muncul
sejak 31 Januari 2007 telah ditingkatkan SUWANDI. Sosialisasi mengenai single window yang adalah berkaitan dengan pemutusan
menjadi 10 (sepuluh) perusahaan. diberikan oleh Bea Cukai dirasakan belum maksimal. dokumen yang berada dalam kewenangan
Ke-10 perusahaan tersebut yakni, PT. OGA dalam hal ini Karantina. Dari beberapa
Budi Jasa, PT. Citra Pembina Pengangkutan Industries, PT. Trans permasalahan dokumen yang memerlukan proses lebih lanjut
Makroindo, PT. Howah Genting, Koperasi Bina Cipta, PT. Sanyo pada pihak Karantina, tidak dapat diselesaikan. Sehingga, lanjut
Energy Batam, PT. Birotika Semesta, PT. Adhyana Karya Mandiri, Tri, perusahaan (10 perusahaan piloting-red) menjadi enggan
PT. Expres 21, PT. Esqarada. untuk menggunakan portal SW apabila dokumen dimaksud
Penunjukan perusahaan–perusahaan tersebut dipilih secara memerlukan ijin Karantina.
random dengan kreteria yang harus dimiliki antara lain, telah ber- Hingga saat ini, berdasarkan distribusi modul PP-SAD berikut
hasil dalam PDE-nya dan mempunyai dokumen yang bervariatif EDI Number telah terdaftar 151 perusahaan, terdiri dari 66
(PP-SAD ekspor, impor umum dan impor kawasan berikat). perusahaan Importir/Eksportir dan 84 perusahaan PPJK dan
Kemudian, perusahaan-perusahaan tersebut sebelumnya telah diantaranya terdapat kurang lebih 100 perusahaan yang telah
mendapatkan sosialisasi tentang Dokumen PP-SAD dan penyam- dapat mengajukan dokumen melalui portal SW.
paian dokumennya secara elektronik. Perusahaan tersebut juga Pada wilayah kerja KPBC Batam, terdapat 273 PDKB
telah mendapatkan aplikasi modul PP-SAD berikut software (Pengusaha Di Kawasan Berikat) dan 112 PDKB yang
Extrim yang telah terinstal pada masing-masing komputernya. merangkap sebagai PKB (Penyelenggara Kawasan Berikat)
Masing-masing perusahaan juga telah memiliki perangkat yang sebagian besar penyampaian dokumen kepabeanannya
teknologi di atas standar minimal keberadaan perangkat dilaksanakan oleh PPJK.
teknologi, yang diperlukan untuk personal computer dan printer.
“Untuk PDE, selain memerlukan modem dan line telepon MEMPERPENDEK BIROKRASI
diperlukan juga dial-up connection untuk internet yang Saat diminta pendapatnya tentang portal SW di Batam,
mempunyai lalulintas yang tidak begitu ramai (khusus) agar Suwandi dari PT. Tritunas Bangun Perkasa mengatakan, portal
proses transfer dan receive data tidak terganggu,” imbuh Tri. SW sangat membantu kepentingan industri terutama dalam hal
keluar-masuk barang dari dan ke Pulau Batam. Sebagai stake-
INDONESIA NEGARA PERTAMA ASEAN TERAPKAN SINGLE holder, ia berharap keuntungan atau kemudahan yang ia peroleh
DOCUMENT dari diresmikannya portal single window di Batam adalah dapat
Melalui persiapan panjang yang telah dilakukan Tim Persiap- memperpendek birokrasi kepabeanan sehingga membuat Batam
an NSW, akhirnya pada 29 Desember 2006, pemerintah melalui secara keseluruhan menarik bagi para investor asing sehingga
Menteri Perhubungan (selaku Wakil Ketua Tim Persiapan NSW), ikut mengangkat okupansi kawasan industri di Batam.
secara resmi mengumumkan pemberlakuan portal SW di Batam Keempat instansi yang terintegrasi dalam portal single window
sebagai pilot project penerapan Indonesia NSW secara nasional. di Batam (Departemen Perdagangan, Karantina, Badan POM dan
Dengan diberlakukannya single administrative document di Bea dan Cukai-red) juga sudah cukup membantu.
Batam oleh Bea dan Cukai sejak 1 Desember 2006 dan diresmi- “Persetujuannya jadi lebih cepat turun,” katanya. Namun
kannya portal SW di Batam, maka harus diakui oleh seluruh demikian, ia berharap instansi lain seperti BP Migas, Departemen
negara anggota Asean bahwa Indonesia menjadi negara pertama Kesehatan dan Departemen Pertahanan dan Keamanan turut
di Asean yang telah menerapkan sistem single document secara serta berintegrasi dengan single window di Batam.
elektronik dalam proses administrasi pelayanan kepabeanan. Ia mengaku homepage portal SW di Batam, sudah cukup
Selain itu, Indonesia juga menjadi negara pertama diantara bagus. Pasalnya, dengan diresmikannya single window di Batam,
negara-negara anggota Asean yang telah berhasil menerapkan akan mengurangi kontak dengan personel bea cukai. “Namun de-
konsep sistem terintegrasi menggunakan layanan sistem mikian, masih ada hal yang mengganjal, diantaranya jaringan ko-
berbasis internet (web-based) melalui gateway-portal berupa neksi dan penyedia software dirasa masih kurang,” imbuh Suwandi.
portal SW yang menggunakan layanan sistem interface melalui Tak hanya itu, sosialisasi mengenai single window yang dibe-
jaringan publik (internet). rikan oleh Bea Cukai pun dirasakan belum maksimal. Karena ke-
“Seiring perkembangan single window tersebut, kami nyataannya, dilapangan masih banyak pelaku usaha yang belum
menemukan permasalahan-permasalahan berkaitan dengan mengetahui apa itu portal single window terutama pelaksanaannya.
proses transfer dan respon dokumen dari KPBC Batam, hal ini Untuk itu, ia menyarankan agar pemerintah terus mengembangkan
berkaitan dengan proses penyesuaian data dan program dari portal SW sehingga dapat terjangkau luas dan biayanya murah.
web dengan inhouse aplikasi,” kata Tri. Suwandi berharap, dengan adanya INSW akan terjadi pe-
Tak hanya itu, pihaknya juga masih menemukan ningkatan secara signifikan pada perdagangan internasional ter-
permasalahan berkaitan dengan beberapa program pendukung utama ekspor non migas. “Walaupun Indonesia National Single
pada aplikasi komputer KPBC Batam. Guna mengatasi Window merupakan salah satu solusi bagi pelaku usaha tetapi
masalah-masalah tersebut, KPBC Batam mendapat pemerintah diharapkan lebih aktif dan nyata membantu meme-
pendampingan dari Direktorat IKC-KPDJBC dan PT. EDI. cahkan permasalahan industri dalam negeri,” harapnya. ifa

6 WARTA BEA CUKAI EDISI 388 MARET 2007


Mempersiapkan

“YANG MENJADI
BACKBONE
ATAU TULANG
PUNGGUNGNYA
NSW INDONESIA

Piloting NSW
ITU ADALAH
SISTEMNYA
BEA CUKAI.”

di Tanjung Priok
Akhirnya, pada 29 Desember 2006,
Menteri Perhubungan selaku Wakil Ketua Tim

Kemudian terkait pula dengan economic operator, yang
meliputi trading-community dan transport-community seperti
importir, eksportir, forwarders, customs broker, shipping/
Persiapan National Single Window mewakili airlines, dan masyarakat usaha lainnya. Selain itu juga terkait
pemerintah, secara resmi meluncurkan dengan banking, insurance dan lembaga keuangan yang
penggunaan portal single window di Batam terkait dengan pembayaran dan pembiayaan kegiatan trading
and logistics. Terakhir, terkait dengan port community seperti,
untuk menyediakan fasilitas bagi seluruh pengelola pelabuhan, terminal operator, perusahaan bongkar
kegiatan penanganan atas proses trading and muat, shipping/airlines, perusahaan pengangkutan dan
logistics dalam rangka mempercepat customs lainnya.
release and clearance of cargoes. Saat ditemui WBC di ruang kerjanya, Direktur Informasi
Kepabeanan dan Cukai, Heri Kristiono yang juga menjabat

D
sebagai Ketua Satuan Tugas Teknologi Informasi (Satgas TI)
engan diresmikannya penggunaan portal single mengatakan, usai menyelenggarakan Seminar Nasional dan
window (SW) di Batam tersebut, Indonesia menjadi Workshop Indonesia National Single Window (INSW) pada
negara pertama diantara negara-negara anggota 14 – 16 Pebruari 2007, Satgas TI segera membuat draft blue
Asean yang telah berhasil menggunakan portal print INSW. Draft tersebut disusun berdasarkan agreement/
single window dalam DOK. WBC
protocol/technical guidance dari Asean
penanganan dan pelayanan kegiatan Single Window (ASW) dan masukan-
perdagangan dan lalulintas barang masukan yang diperoleh dari workshop.
ekspor-impor. Blue print tersebut nantinya dapat
Pada dasarnya, tujuan utama menjadi referensi untuk pengembangan
dilakukannya penerapan sistem SW ini NSW kedepan. “Dengan blue print
menyangkut dua aspek, yang pertama tersebut diharapkan kita tahu persis
untuk melakukan percepatan atas bagaimana konsep, desain, arsitektur
penanganan lalulintas barang ekspor- dan bagaimana fase-fase
impor serta peningkatan efektifitas dan implementasinya, artinya kita tahu road
kinerja pelayanan dan penanganan mapnya. Tentu diharapkan dalam waktu
proses trading dan logistik. Kedua, 2 hingga 3 minggu setelah workshop ini,
meminimalisasi waktu dan biaya yang penyelesaian draft blue print bisa
diperlukan dalam seluruh kegiatan dilakukan,” imbuh Heri.
trading dan logistik, terutama terkait Setelah draft blue print tersebut
dengan proses customs clearance and selesai, tahap berikutnya adalah
release of cargoes. membicarakan draft tersebut bersama
Untuk itu, penerapan sistem SW ini Tim Persiapan NSW. Kemudian,
sangat mengandalkan adanya kerjasa- dilakukan tahap finalisasi yang
ma dan kolaborasi yang harmonis selanjutnya dilaporkan kepada Menteri
antara beberapa entitas yang terkait, Keuangan (Menkeu) selaku Ketua Tim
seperti Administrasi Kepabeanan Persiapan NSW. Setelah dilaporkan
(customs), instansi teknis penerbit pada Menkeu, maka Menkeu akan
perijinan ekspor-impor atau other mereview laporan atau rekomendasi
government agencies (OGA), seperti tersebut. Dalam mereview laporan
Departemen Perdagangan, Karantina, tersebut, Menkeu melakukannya
Badan POM, Departemen Pertanian, HERI KRISTIONO. Kalau TI dilakukan dengan bersama-sama dengan Tim Persiapan
Departemen Kesehatan dan lainnya tergesa-gesa maka perencanaan yang dibuatpun NSW seperti Menteri Perhubungan,
(di Indonesia ada sekitar 29 OGA). menjadi kurang bagus. Menteri Perdagangan dan steering

EDISI 388 MARET 2007 WARTA BEA CUKAI 7


LAPORAN UTAMA
DOK. WBC
committee eselon I dari ins-
tansi-instansi terkait.
Kemudian akan diputuskan
langkah-langkah apa yang
harus dilaksanakan oleh Tim
Persiapan NSW.
Berdasarkan Keputusan
Menteri Keuangan No. 1049/
KMK.01/2006 tanggal 28
Desember, pelaksanaan pilot
project NSW dilakukan di
Batam pada akhir Desember
2006 dan Tanjung Priok pada
Juni 2007. Menurut Heri,
pada akhir Juni 2007 piloting
NSW sudah bisa dilakukan di
Tanjung Priok. Dalam arti,
persiapan menuju NSW di
Tanjung Priok dimulai sejak
Juni 2007. Hal itu
disebabkan karena hampir
60 persen volume ekspor
dan impor di Indonesia ber-
ada di Tanjung Priok. Selain
itu, Tanjung Priok merupakan
pelabuhan yang sangat
besar dan kompleks, tidak
seperti Batam.
Ia menjelaskan, di Batam
hanya barang-barang terten-
tu yang terkena bea masuk TERBATAS. Sumber daya yang dimiliki Satgas TI sangat terbatas.
dan barang tersebut banyak
yang merupakan bahan baku yang diproduksi di Kawasan Komunikasi dan Informasi dan kementrian terkait sebagai
Berikat Batam. Sehingga, banyak barang yang tidak terkena payung hukum transaksi elektronik ini, lanjut Heri.
pembatasan dan larangan maupun barang yang diawasi. Yang pasti, aspek sisdur dan legal tersebut merupakan
Jumlah barang yang masuk pun tidak sekompleks yang ada dasar yang kuat untuk mengembangkan IT sesuai dengan
di Tanjung Priok. Sehingga persiapan yang di Batam terlihat filosofi dasar dari NSW. Yakni, tercapainya tiga tujuan, single
lebih singkat dibanding Tanjung Priok. submission of data and information, single and synchronous
“Jadi, secara step by step kita mulai persiapan untuk di processing of data and information, single decision making
Tanjung Priok pada Juni sehingga piloting full running di for customs release and clearance of cargoes.
Tanjung Priok itu mudah-mudahan sekitar bulan Desember Oleh sebab itu, ketiga aspek tersebut (sisdur, legal
2007,” jelas Heri. dan TI) harus terpenuhi. Jika tidak, sangat sulit
mengembangkan portal NSW seperti yang diharapkan. Heri
BUKAN TENDER BESAR-BESARAN sendiri mengaku tidak yakin kalau dalam waktu dekat akan
Lalu, kapan tender untuk providernya itu sendiri? Heri diadakan tender. “Pada prinsipnya kita ingin
mengatakan bahwa banyak aspek yang harus dilihat sebelum mengembangkan NSW secara step by step. Kita tidak ingin
membicarakan tender. Aspek-aspek tersebut menyangkut melakukan suatu perubahan yang sangat besar sekaligus,
sistem dan prosedur (sisdur), IT (information technology) dan kita tidak melakukan big bang atau sekali pukul,” imbuh Heri.
legal (hukum). Untuk sisdur, berkaitan dengan bisnis proses, Jadi untuk institusi yang sudah memiliki sistem,
standardisasi data dan informasi, penyederhanaan sisdur diharapkan sistem tersebut bisa tetap berjalan sehingga tidak
maupun seluruh dokumen perdagangan. terjadi penggantian sistem apapun. Kemudian, bagi mereka
Sedangkan untuk aspek legal, Heri mengaku bahwa (institusi-red) yang belum mengembangkan sistem, pada
Indonesia belum memiliki cyber law. Walaupun begitu, saat diminta menstandardisasi data prosedur agar bersedia
khusus bagi Bea dan Cukai, untuk pertukaran data secara menyimplifikasi sisdur yang dimiliki. Dan bagi yang ingin
elektronik telah diatur oleh UU No.10/1995 sebagaimana membuat TI agar membuat TI yang menganut kaidah-kaidah
yang telah diamandemen menjadi UU No.17/2006 tentang standar TI.
Kepabeanan. “Dengan demikian tidak akan ada perubahan besar.
Sehingga bagi Bea dan Cukai, pertukaran data secara Karena seperti yang anda ketahui, kalau boleh kita bilang,
elektronik tidak perlu menunggu cyber law. Tetapi bagi yang menjadi backbone atau tulang punggungnya NSW
instansi lain yang terkait dengan NSW, dimana mereka belum Indonesia itu adalah sistemnya Bea Cukai,” tandas Heri.
mempunyai peraturan mengenai elektronik sistem, maka Sebab, sistem yang dimiliki Bea dan Cukai sudah eksis.
payung hukum itu sangat penting. Hal itu untuk menghindari Sehingga yang paling utama saat ini adalah melihat kesiapan
terjadinya dispute di pengadilan. Tanpa ada ketentuan atau Departemen Perdagangan, apakah sistemnya sudah
payung hukum, pihak pemerintah pasti akan kesulitan. memenuhi minimum requirement untuk bergabung dalam
Menurut informasi dari Departemen Komunikasi dan NSW. Begitu juga dengan Karantina, Badan POM dan yang
Informasi, UU mengenai transaksi elektronik tersebut sedang lainnya.
dibahas di DPR bersama pemerintah. Diharapkan pada Juni Menurut perkiraannya, kalaupun ada tender pada 2007
atau Juli tahun ini pembahasan tersebut sudah selesai dan atau 2008, bukanlah tender besar-besaran seperti yang
bisa diundangkan dengan segera. Namun demikian sebagai diharapkan dan dipertanyakan orang selama ini. Estimasinya,
short cut (sebelum UU itu keluar) kalau memang diperlukan kalau dipandang sudah siap, baru pada 2009 nanti akan ada
akan dicari suatu terobosan, entah itu berupa suatu NSW yang komprehensif. Pasalnya, jika pemerintah ingin
keputusan presiden atau keputusan bersama antara Menteri memberikan flying feet atau suatu kesempatan yang sama

8 WARTA BEA CUKAI EDISI 388 MARET 2007


kepada semua pihak, seharusnya pemerintah memberi mengkoordinasikan hal tersebut agar pertukaran SKA
kesempatan dengan waktu yang agak panjang kepada dapat dilaksanakan akhir 2007 nanti.
semua potensial ASP (application service provider) untuk Saat ditanya kendala yang saat dihadapi Satgas TI, Heri
bisa berpartisipasi. menerangkan, jika pengembangan portal NSW di Tanjung
Heri menjelaskan, agreement Asean yang menyatakan Priok dibebankan pada Satgas TI (misalnya diminta untuk
bahwa pada 2008, enam negara Asean harus terintegrasi mendevelop seperti yang di Batam), maka Satgas TI akan
dengan ASW, bukanlah merupakan patokan. “Seperti kita kesulitan. Pasalnya, sumber daya yang dimiliki Satgas TI
diketahui bersama, kalau TI dilakukan dengan tergesa-gesa sangat terbatas. Seperti contoh, untuk mengembangkan
maka perencanaan yang dibuatpun menjadi kurang bagus. single window di Batam, Satgas TI menugaskan sekitar 18
Jadi, kalau kita sudah membuat sesuatu yang keliru, orang dari Direktorat IKC selama 4 bulan terus menerus.
akibatnya investasi akan fatal. Kita kan tidak berharap seperti Padahal banyak tugas-tugas TI di Bea dan Cukai yang harus
itu,” katanya. diselesaikan. Jadi, jika blue print pengembangan NSW
Ia pun menegaskan bahwa hingga saat ini portal ASW tersebut sudah ada dan disetujui untuk dikembangkan secara
belum terbentuk. Oleh karena itu, Indonesia tidak perlu outsourcing, maka hal itu akan lebih baik.
menganggap agreement tersebut suatu pressure. Malaysia “Tetapi, untuk mengembangkan IT secara komprehensif,
pun tidak menganggap agreement tersebut suatu pressure. tentu kita tidak bisa jalan sendiri-sendiri, semua harus line,
Namun demikian, Heri mengakui bahwa dalam terkoordinasi, sinergi dan synchronous. Ini memang yang
mengembangkan NSW, harus memiliki komitmen nasional, agak sulit dan itu bukan hanya Indonesia yang kesulitan,
melihat environtment yang ada, infrastruktur serta semua Malaysia pun begitu,” jelas Heri.
kesiapan dari stakeholder yang terkait dengan
pengembangan NSW. CHANGE MANAGEMENT
Sehingga, jika pada 2007 Indonesia sudah bisa Saat ditanya mengenai change management, Heri
mengembangkan NSW di Tanjung Priok dan Batam, itu menjelaskan bahwa change management itu perlu karena
berarti sudah lebih dari 60 persen internal trade di Indonesia tidak mudah untuk merubah suatu kebiasaan yang sudah
sudah melalui NSW. Tetapi, NSW tersebut tidak bisa dilakukan sejak lama. Untuk itu, harus ada penjelasan
diterapkan ke seluruh Indonesia karena ada daerah-daerah yang meyakinkan bahwa kalau NSW dilakukan maka
tertentu atau pelabuhan kecil yang memang tidak efisien jika akan menjadi lebih baik.
di NSW-kan. Ia mencontohkan, pada saat ingin diberlakukannya
Untuk itu ia berharap bahwa semua perijinan yang ada PP-SAD (pemberitahuan pabean-single administrative
sudah terstandardisasi saat piloting di Tanjung Priok pada document) di Batam, banyak PPJK yang merasa khawatir
akhir 2007 nanti. Kalaupun tidak, diharapkan sebagian dari bahwa pekerjaannya akan hilang. Hal itu dikarenakan
perijinan tersebut sudah terstandardisasi. Jika hal itu sudah mudahnya melakukan pemberitahuan pabean dengan
terjadi maka langkah awal menuju NSW yang komprehensif cara elektronik sehingga tercipta asumsi bahwa para
sudah dimulai. pengusaha enggan menggunakan jasa PPJK. Padahal,
lanjut Heri, mengirim data ke Bea Cukai dengan
PERTUKARAN SKA menggunakan disket atau secara elektronik, hanyalah
Pada saatnya nanti ketika Indonesia terintegrasi dengan merupakan bagian kecil dari impor clearance.
ASW maka pertukaran data yang dicoba pun dilakukan step Ada banyak hal yang harus dilaksanakan, misalnya
by step. Sebab, untuk berintegrasi secara keseluruhan bukan masalah trucking, mengurus barang di pelabuhan, membayar
perkara mudah. Karena dalam pertukaran data tersebut, ke bank dan sebagainya. Setelah Bea Cukai
harus disepakati data apa yang dipertukarkan. Misalnya saja memperkenalkan PP-SAD, akhirnya mereka (PPJK-red)
data perdagangan, data tersebut merupakan data pemerintah sadar bahwa hal itu memudahkan pekerjaan mereka. Hingga
yang berdasarkan undang-undang ada sifat rahasianya. saat ini, sekitar 70-80 persen PPJK di Batam sudah
Sehingga dalam pertukaran data, jangan sampai terjadi menggunakan elektronik dan terbukti tidak satupun yang
kekeliruan. Kalau keliru atau tidak mengikuti ketentuan yang kehilangan importir.
ada, hal itu berarti bisa membocorkan rahasia negara. “Jadi, Di sektor pemerintah, hal semacam itu juga dialami.
pertukaran data itu memang bisa dilakukan tapi tidak G to G Banyak instansi maupun pegawai yang merasa khawatir
melainkan B to B dalam rangka trade fasilitation,” jelas Heri kalau kewenangannya akan hilang dengan adanya sistem
Ia mencontohkan pertukaran data impor antara Indonesia elektronik ini. “Tapi bagi kami di Bea Cukai yang sudah lama
(dalam hal ini Batam) dengan Singapura. Sebelum hal itu melaksanakan sistem elsktronik ini, kita yakin tidak ada
terjadi, yang pertama dilakukan adalah membicarakan hal itu kewenangan yang hilang. Malah dengan sistem elektronik ini
dengan provider di Singapura. Tetapi sebelumnya, provider good governance itu akan terjadi dengan sendirinya. Dan itu
Singapura harus mendapatkan terlebih dahulu ijin dari yang diharapkan oleh pemerintah,” tandas Heri.
eksportir Singapura (sebagai user). Jika diijinkan maka NSW merupakan suatu proyek yang sangat penting
provider Singapura akan mengirimkan pemberitahuan ekspor bagi bangsa Indonesia, oleh sebab itu, jika proyek
dari Singapura ke Batam melalui provider di Batam. tersebut berhasil (sesuai dengan filosofi dasarnya), maka
Kemudian oleh provider di Batam pemberitahuan tersebut akan memperlancar semua arus dokumen dan arus
dikirim ke importir di Batam secara elektronik. Importir di barang. Kalau hal itu bisa terjadi, segala ongkos yang
Batam hanya akan menambah elemen-elemen data yang tidak perlu akan berkurang, terutama ongkos produksi.
kurang. Kemudian, data tersebut diserahkan ke KPBC Batam Jika ongkos produksi menjadi rendah maka harga barang
melalui portal single window secara elektronik sehingga tersebut di pasaran internasional dan di dalam negeri
memudahkan importir di Batam. Untuk melakukan itu semua, akan menjadi kompetitif, serta mampu berkompetisi
tambah Heri, harus ada approvelnya. dengan barang-barang dari luar negeri.
Menurut informasi dari Asean Secretariat, saat ini Itu berarti, skala ekonomi produksi Indonesia akan
antara Filipina dan Thailand telah melakukan integrasi atau mempunyai cukup kemampuan dan menghasilkan
pertukaran data certificate of origin atau surat keterangan keuntungan yang lebih besar. Hal itu akan menyebabkan
asal (SKA). Di Indonesia sendiri, SKA merupakan produk banyaknya investor (yang tidak perlu ditarik tapi akan
dari Dinas Perdagangan dan SKA tersebut bisa tertarik dengan sendirinya) untuk berinvestasi di Indone-
ditempatkan di portal NSW. Dengan demikian, diharapkan sia. Dengan demikian, multiplier efek yang diharapkan
kalau Tanjung Priok sudah NSW, maka Indonesia bisa adalah pertumbuhan ekonomi yang lebih baik, sehingga
bergabung untuk melakukan pertukaran SKA. Oleh sebab kesejahteraan dan income perkapita rakyat Indonesia
itu, Departemen Perdagangan harus bekerja keras dapat tumbuh dan berkembang. ifa

EDISI 388 MARET 2007 WARTA BEA CUKAI 9


LAPORAN UTAMA

Harmonisasi
Perijinan
Sebanyak 34 unit instansi pemerintah setingkat tingkat direktorat atau eselon II. Sehingga, diseluruh Indonesia
eselon I dan II, telah menyerahkan perijinan secara total terdapat 34 unit yang terlibat dalam perijinan ekspor
impor yang sudah teridentifikasi oleh Satgas 2 dan telah
ekspor dan impornya. menyerahkan bisnis prosesnya atau ketentuan/prosedur ekspor

D
dan impornya,” imbuh Harmen.
engan diresmikannya Portal Single Window (SW) di Menurut Harmen, ke-34 unit tersebut memiliki komitmen
Batam, langkah untuk menuju Indonesia National yang tinggi dan mempersiapkan sistem SW ini dengan
Single Window (INSW) semakin mantap. Dengan serius. Sebagai contoh, Badan POM dan Karantina saat ini
adanya Portal SW tersebut, tercipta era baru dalam tengah membangun website sendiri. Walaupun begitu,
penyediaan sistem pelayanan publik, terutama dalam seluruh unit tidak harus memiliki portal sendiri. Misalnya saja
menangani seluruh kegiatan yang terkait dengan proses trading Perdagangan, dari 34 unit tersebut, 5 diantaranya bernaung
and logistic atas lalu lintas barang ekspor-impor. di bawah Perdagangan. Kalau ke-5 unit tersebut masing-
Disadari sepenuhnya, portal SW yang telah resmi digunakan masing membuat portal sendiri, tentu tidak efisien.
di Batam ini hanya merupakan langkah awal untuk dapat Namun demikian, OGA yang telah teridentifikasi tersebut
mewujudkan Portal NSW. Salah satu upaya pemerintah untuk saat ini sedang membangun inhouse elektronik sistem di
mewujudkan INSW adalah dengan mengharmonisasikan masing-masing unitnya. “Jadi, sebenarnya mereka sudah
dokumen perijinan. siap, tinggal di interface saja. Sehingga kita optimis bisa
Ditemui WBC diruang kerjanya, Harmen Sembiring, Direktur melakukan ini,” tandas Harmen.
Fasilitas Ekspor dan Impor, Direktorat Perdagangan Luar Negeri, Hingga kini, perijinan ekspor dan impor di Indonesia yang
Departemen Perdagangan sekaligus sebagai Ketua Satuan telah teridentifikasi dari 34 instansi pemerintah setingkat eselon I
Tugas (Satgas) Bidang Keterpaduan WBC/ATS dan II berdasarkan komoditi/produknya
Ketentuan dan Prosedur Ekspor dan Impor adalah sebagai berikut; untuk dokumen
(K2PEI) atau Satgas 2 mengatakan, SW di perijinan ekspor terdapat 43 jenis perijinan
Batam belum sampai pada proses harmo- berdasarkan komoditinya, untuk dokumen
nisasi perijinan. “Saat ini semuanya masih perijinan impor, terdapat 95 jenis perijinan.
berjalan apa adanya, belum ada penyama- Sedangkan untuk dokumen perijinan
an terhadap bisnis proses,” katanya. pendukung ekspor dan impor, terdapat 23
Hal itu disebabkan karena belum selu- jenis perijinan dan untuk dokumen kepabe-
ruh instansi yang terkait dengan ekspor-im- anan terdiri dari 1 (satu) jenis perijinan.
por atau other government agencies (OGA) Menurut Harmen, ada kemungkian
terlibat dalam tahapan negosiasi yang ke-34 unit instansi pemerintah setingkat
diperlukan untuk melakukan harmonisasi eselon I dan II tersebut bertambah.
terhadap dokumen perijinan. Karena pada Pasalnya, identifikasi tersebut belum ter-
akhirnya seluruh dokumen perijinan masuk barang-barang pertahanan, se-
tersebut akan menjadi single administrative perti senjata. Walaupun senjata merupa-
document (SAD). “Tapi itu bukan masalah kan salah satu jenis barang yang diper-
karena yang di Batam itu kan untuk pilot dagangkan tetapi penggunanya di Indo-
project, jadi tidak harus sekaligus. Itu dipa- nesia sangat terbatas, yakni militer. Se-
kai sebagai bahan pembanding untuk pilo- hingga, untuk seluruh barang yang diatur
ting di Tanjung Priok, Jakarta,” tambahnya. oleh Departemen Pertahanan dan Kea-
Saat ini sudah 22 OGA yang manan, termasuk Polri, tidak diolah oleh
teridentifikasi terlibat dalam perijinan Satgas 2. Karena sifat securitynya, pena-
ekspor-impor. Ke-22 OGA tersebut terdiri nganan terhadap barang-barang tersebut
dari 34 unit setingkat eselon I dan II. “Istilah HARMEN SEMBIRING. Tahap akhir yang sedang menjadi berbeda. Dengan demikian,
eselon I dan II di Perdagangan itu dan akan dilakukan adalah melakukan saat ini pemerintah lebih fokus terhadap
maksudnya, dokumen perijinan sampai ke harmonisasi perijinan. barang-barang perdagangan umum.

10 WARTA BEA CUKAI EDISI 388 MARET 2007


WBC/ATS
Ikan), serta Bea dan Cukai.
Depperdag saja baru memasuk-
kan 7 jenis perijinan ekspor dari
43 jenis perijinan ekspor yang
ada dalam sistem SW di Batam.
Oleh karena itu, dalam
rangka mempersiapkan piloting
NSW di Tanjung Priok pada
Desember 2007 (sebelumnya
ditetapkan pada Juni 2007
namun saat workshop INSW di
Kantor Pusat DJBC, diumumkan
piloting di Tanjung Priok ditunda
menjadi Desember 2007-red)
inhouse sistem dimasing-masing
unit instansi pemerintah harus
dipersiapkan. Depperdag sendiri
tengah membuat e-licensing
untuk seluruh perijinan yang ada
di Perdagangan.
Pada lantai dasar Gedung II
Departemen Perdagangan terda-
pat sebuah ruang yang akan ber-
fungsi sebagai tempat pelayanan
terpadu pedagangan dalam dan
luar negeri. Sehingga, pelaku
usaha nantinya tidak perlu lagi
datang ke beberapa lantai untuk
mengurus perijinan ekspor mau-
pun impor, tetapi cukup datang
ke ruang tersebut. Perijinan yang
diproses dalam ruang tersebut
terbagi dalam dua bagian yakni
manual dan elektronik.
Harmen mencontohkan, un-
tuk permohonan atau pendaf-
taran pertama, pengusaha dapat
menyerahkan dokumen perijinan-
nya secara manual berikut per-
syaratannya dalam bentuk hard
copy. Petugas yang ada akan
memproses dokumen tersebut
ke dalam database secara elek-
tronik atau melakukan internal
proses. Waktu yang dibutuhkan
untuk memproses dokumen
tersebut juga sudah dapat
ditentukan. Jadi kalau melewati
batas yang ditentukan, petugas
harus bisa memberikan alasan.
Untuk permohonan
seterusnya, pengusaha tinggal
datang dan menyebutkan nama
DENGAN SINGLE WINDOW, Indonesia mampu meningkatkan daya saing dalam dunia perdagangan internasional. perusahaannya saja, tidak perlu
lagi membawa hard copy
E-LICENSING DI DEPPERDAG persyaratan perijinan, karena semuanya telah tersimpan dalam
Setelah selesai menyusun dan mengidentifikasi sistem komputer database. Sedangkan bagi pengusaha yang telah siap
perijinan maupun bisnis proses, Satgas 2 menyerahkan hasilnya dengan sistem elektronik, tidak harus datang ke Depperdag untuk
ke Satgas Teknologi Informasi (TI), yang diketuai oleh Direktur memproses perijinannya tetapi bisa melalui portal atau internet
Informasi Kepabeanan dan Cukai, Direktorat Jenderal Bea dan dengan alamat www.inatrade.go.id.
Cukai (DJBC). Oleh Satgas TI, bisnis proses tersebut dipindah- Tetapi kalau pengusaha itu juga merupakan pemohon
kan ke dalam sistem elektronik atau re-engineering. pertama, maka terlebih dahulu ia juga harus datang ke Deperdag
Harmen sendiri mengaku sebelum ada single window, Depar- untuk menyerahkan hard copy persyaratan perijinannya. Setelah
temen Perdagangan (Depperdag) dan Bea Cukai telah melaku- itu pengusaha tadi akan memperoleh password agar dapat
kan pertukaran data secara elektronik (PDE). Semua perijinan memproses perijinan selanjutnya melalui website.
yang diterbitkan oleh Direktorat Perdagangan Luar Negeri (Daglu) Saat ditanya guna hard copy tersebut, Harmen
dikirim ke Bea dan Cukai melalui sistem elektronik. “Sehingga, menjelaskan, sebagai dasar untuk menginput data dan juga
saat piloting di Batam, Perdagangan hanya meneruskan saja sebagai dokumen formal. Hard copy tersebut nantinya di
karena dasarnya sudah ada,” kata Harmen. scan dan dimasukkan dalam filing system. “Karena sekarang
Namun demikian, saat ini belum semua OGA yang ada di belum ada aturannya apakah kalau secara elektronik itu sah?
Batam terintegrasi dengan SW. Hanya 4 instansi yang terlibat Jadi, sambil menunggu aturannya, kita minta hard copy untuk
yakni Badan POM, Perdagangan, Karantina (Tumbuhan dan pemohon pertama,” tambah Harmen.

EDISI 388 MARET 2007 WARTA BEA CUKAI 11


LAPORAN UTAMA

Tetapi, bagi pengusaha yang masih ragu-ragu atau ingin bela- dikirim maka AS diminta untuk menghubungi Indonesia (Depper-
jar bagaimana caranya melakukan permohonan perijinan, ia bisa dag-red) dan menanyakannya karena data tersebut patut diragu-
datang ke Depperdag dengan membawa hard copy persyaratan kan. Saat ini, hanya ada 14 perusahaan yang boleh menerbitkan
perijinan serta disket atau USB (flash drive). Pengusaha tersebut SKA (sebelumnya ada 193 perusahaan-red). Di lingkungan
tinggal mengisi form perijinan ke dalam disket/USB. Sehingga, Asean sendiri, lanjut Harmen, Thailand dan Filipina sudah mela-
kalau ada kesalahan pada saat memasukkan data maka dapat kukan pilot project pertukaran perijinan untuk SKA.
segera diperbaiki langsung tanpa perlu di print out (bisa Saat ditanya kendala yang saat ini masih dihadapi Satgas 2,
menghemat kertas-red). Jadi, ketika pengusaha tersebut sudah Harmen mengatakan tidak ada kendala. Hampir semua tugas
menguasai maka ia bisa menggunakan fasilitas yang diberikan. pokok Satgas 2 telah dilakukan. Seperti, membuat bisnis proses,
Harmen berharap fasilitas tersebut dapat beroperasi pada 23 melakukan sosialisasi dan meningkatkan capacity building
Pebruari 2007. Namun demikian, training terhadap pegawai (yang petugas di bidang ketentuan dan prosedur ekspor, impor dan
mewakili direktorat-direktorat yang ada di Daglu) yang akan customs. Tahap akhir yang sedang dan akan dilakukan adalah
bertugas di ruang pelayanan terpadu tersebut belum dilakukan. melakukan harmonisasi perijinan.
Kendalanya terletak pada anggaran untuk training yang belum Untuk melakukan harmonisasi perijinan tersebut, Satgas 2
turun. Padahal, petugas yang ditempatkan nantinya harus dapat bekerjasama dengan Satgas TI yang melakukan proses re-engi-
menjawab semua pertanyaan dari pengusaha. neering. Jika pada saat proses re-engineering ternyata ada hal-
Selain itu, Depperdag juga akan membuat brosur perijinan hal yang tidak perlu muncul lagi, maka Satgas 2 akan memberi-
yang isinya mengenai apa saja yang diperlukan kalau ingin tahukan pada instansi yang bersangkutan agar hal itu segera di
mengajukan permohonan perijinan. Dengan adanya brosur dan cover. Misalnya saja dalam perijinan ekspor A tidak perlu muncul
website tersebut, diharapkan pelaku usaha akan lebih mudah lagi NPWP, maka hal itu diberitahukan ke instansi yang
mengetahui persyaratan perijinan dan waktu yang dibutuhkan berwenang terhadap ekspor A tersebut. Jika instansi tersebut
untuk memperoleh ijin tersebut. setuju, maka harus menyiapkan draft SK (surat keputusan) untuk
merubahnya.
SKA ELEKTRONIK “Tetapi kalau undang-undangnya mengatakan bahwa harus
Sejak 1 Desember 2006, khusus untuk aplikasi permohonan ada tanda tangan basah misalnya, berarti harus ada peraturan
surat keterangan asal (SKA) atau certificate of origin, pengusaha baru lagi. Seperti di dalam Undang-Undang di Bea Cukai yang
dapat melakukannya secara elektronik, manual maupun sekarang mengatakan bahwa dokumen elektronik sama dengan
menggunakan disket/USB di 23 kantor Dinas Perdagangan yang dokumen hard copy,” jelas Harmen.
berada di seluruh Indonesia. Atau bisa apply langsung dengan
mengklik alamat www.skaservices.com. DREAMING TEAM
Dengan adanya sistem elektronik tersebut, Indonesia melalui Untuk mewujudkan INSW, Satgas 2 kerap melakukan sosiali-
Depperdag, dapat mengirim SKA ke Amerika Serikat (AS) sesuai sasi antara lain menghadiri undangan ke perusahaan-perusaha-
dalam perjanjian MoU. “Jadi, kita punya MoU dengan Amerika an, seperti beberapa waktu yang lalu, Satgas 2 diminta membri-
dalam rangka pengembangan perdagangan tekstil dan produk efing pegawai yang ada di sebuah perusahaan farmasi (PMA)
tekstil. Amerika merupakan pasar ekspor tektil kita yang sangat milik Jerman. Kemudian, Satgas 2 juga melakukan sosialisasi
besar, sekitar US$ 2 milyar setahun,” jelas Harmen. dengan mengundang pengusaha-pengusaha yang ada dan ber-
Untuk menghindari penyalahgunaan SKA tersebut, Indonesia diskusi mengenai pelaksanaan NSW. Satgas 2 juga menghadiri
dan AS saling bertukar info termasuk data-data mengenai SKA. undangan dari instansi lain untuk memberikan briefing mengenai
Dengan demikian, jika pihak AS menerima SKA diluar daftar yang NSW, seperti Dinas Perdagangan di Surabaya, Medan dan seba-
WBC/ATS
gainya.
Dari sosialisasi tersebut, berbagai tanggapan dari para
pengusaha pun bermunculan. Harmen mengatakan bahwa
secara umum tanggapan dari para pengusaha dapat dibagi
menjadi tiga kelompok. Pertama, mereka (pengusaha-red)
mengatakan bahwa apa yang akan dilakukan pemerintah
merupakan mimpi. “Seperti waktu kita melakukan sosialisasi di
Medan, kita dibilang sebagai dreaming team. Tapi saya katakan
bahwa kita ingin membuat the dream come true,” tandas Harmen.
Kedua, pengusaha mendukung apa yang akan dilakukan
pemerintah. Mereka melihat hal itu dari adanya keseriusan
pemerintah, seperti political will yang mendukung, kuatnya
komitmen dari unit-unit yang menangani perjanjian, ditambah
adanya pengalaman dari beberapa instansi pemerintah dengan
data elektronik, misalnya saja seperti Bea dan Cukai dengan
PDE-nya. Bahkan, di beberapa daerah tingkat kabupaten seperti
Kabupaten Sragen, Yogyakarta, telah menggunakan sistem
elektronik dalam mengurus perijinan, mulai dari mengurus akte
perkawinan, kelahiran, KTP dan sebagainya. Sementara
kelompok ketiga lebih memilih wait and see.
Untuk itu, sebagai Ketua Satgas 2, Harmen berharap agar
semua OGA memberikan full support. Ia juga berharap agar
semua menyadari bahwa single window merupakan kebutuhan
bangsa Indonesia, bukan tekanan dari pihak asing. Pasalnya,
dengan adanya single window, cost of transaction dapat
dikurangi. Dengan demikian, Indonesia mampu meningkatkan
daya saing dalam dunia perdagangan internasional sekaligus
menghasilkan transparansi dan good governance.
“Kalau ini berhasil, mudah-mudahan isu-isu yang selama ini
menjadi masalah bisa dikendalikan dengan sistem ini,” katanya.
Ia menambahkan, jika Indonesia tidak bisa terintegrasi dengan
ASW pada 2008 nanti, maka Indonesia akan terisolasi dari peta
DEPARTEMEN PERDAGANGAN perdagangan internasional. ifa

12 WARTA BEA CUKAI EDISI 388 MARET 2007


SEMINAR NASIONAL DAN WORKSHOP INDONESIA NATIONAL SINGLE WINDOW. Mengambil tempat di Kantor Pusat DJBC.

Mencari Konsep dan Blue Print

NSW
Persiapan menuju penerapan secara nasioal
Indonesia National Single Window (INSW) di
Anwar menjelaskan, Tim Persiapan NSW membutuhkan
waktu untuk menetapkan kriteria nasional provider.
Sementara workshop untuk mencari blue print NSW-nya
seluruh Indonesia pada akhir tahun 2007 sendiri baru dilakukan pada 14 – 16 Pebruari 2007. “Kalau
merupakan bagian dari komitmen menuju Asean kita tetapkan (providernya-red) secara mendadak nanti anda
Single Window (ASW) pada 2008. Mengingat curiga. Makanya dengan adanya acara workshop ini, jadi
lebih transparansi, terbuka dan akuntabilitasnya jelas,”
waktu yang sangat singkat, yaitu hanya imbuhnya lagi. Penundaan piloting tersebut juga sudah
sepanjang tahun 2007 ini, maka tim harus segera disampaikan bulan lalu kepada Menteri Keuangan, selaku
melakukan langkah-langkah percepatan. Ketua Tim Persiapan NSW.
Ia menambahkan, kalau piloting di Tanjung Priok sudah

K
berjalan maka untuk mengembangkan NSW di daerah lain
epada pers, disela-sela acara Seminar Nasional tidak akan ada masalah, pasalnya 60 persen kegiatan ekspor
dan Workshop Indonesia National Single Window, di Indonesia berada di Tanjung Priok. Sehingga, diharapkan
Direktur Jenderal Bea dan Cukai, Anwar Suprijadi pada akhirnya Indonesia bisa terintegrasi dengan ASW pada
yang juga merupakan Anggota Tim Persiapan NSW akhir 2008.
mengatakan, uji coba NSW di Pelabuhan Tanjung Saat ditanya kapan pelaksanaan tender terhadap provider
Priok ditunda dari bulan Juni 2007 menjadi Desember 2007. NSW, Anwar mengaku tidak bisa menjawab pertanyaan
“Kita ingin menyiapkan lebih teliti dan lebih mendengar tersebut. Pasalnya, untuk melaksanakan tender tersebut
masukan dari stakeholder, oleh sebab itulah setelah kita harus ada kriteria dan pembentukan komite serta tim untuk
hitung, ternyata bulan Juni tidak realistis,” katanya. tender supaya pemerintah lebih good governance. Yang

EDISI 388 MARET 2007 WARTA BEA CUKAI 13


LAPORAN UTAMA
WBC/ATS
jelas, lanjut Anwar, setelah workshop ini Sementara untuk barang yang telah
blue printnya akan disempurnakan. “Ke- terselesaikan prosedur
mungkinan besar blue print untuk NSW kepabeanannya, masuk kedalam lini
sudah bisa diperoleh pada bulan dua, untuk selanjutnya barang tersebut
Pebruari atau Maret 2007,” tambahnya. diangkut dan dibawa keluar area
Ketika disinggung mengenai portal pelabuhan. “Jadi soal tata ruang kita
SW di Batam, Anwar mengatakan, portal tidak ada masalah. Misalnya saja untuk
di Batam masih menggunakan web milik KOJA dan JICT, mereka hanya tinggal
Bea Cukai. Instansi-instansi yang ada di menyinkronkan saja,” tambah Jimmy.
Batam belum terintegrasi dengan Bea Saat ini, yang terlibat dalam
Cukai, sehingga yang dilakukan di Batam PortNet di Pelabuhan adalah Pelindo,
belum sepenuhnya bisa digunakan untuk Perhubungan Laut (sebagai regulator),
nasional. Administrator Pelabuhan, termasuk
Walaupun begitu, perusahaan-peru- operator-operator yang ada didalam
sahaan yang melakukan investasi di pelabuhan. Kalau piloting di Tanjung
Batam sudah merasakan iklim yang lebih Priok berhasil, yang akan dilakukan
kondusif di Bea Cukai. “Tetapi, karena adalah menyiapkan SOP, budgeting
portal SW baru berjalan sekitar dua bu- dan perencanaan. “Kemudian kita
lan lalu, kita belum bisa melihat berapa rembukkan kembali untuk menerapkan
banyak investor yang bisa berdeal dengan sistem NSW tersebut di 8 pelabuhan
kita. Waktunya masih belum cukup untuk kontainer lainnya,” imbuh Jimmy.
mengevaluasi,” tandas Anwar. Ia menambahkan, khusus untuk
pelabuhan Batam akan langsung/
PELABUHAN TANJUNG PRIOK SIAP NSW otomatis terintegrasi. Jadi, kalau
Sementara itu, saat ditemui WBC Tanjung Priok selesai, berarti Batam
ANWAR SUPRIJADI. Uji coba NSW di
disela-sela Seminar Nasional dan Work- Pelabuhan Tanjung Priok ditunda dari bulan sudah interconnection. Hal itu bisa
shop Indonesia National Single Window, Juni 2007 menjadi Desember 2007. terjadi kalau provider untuk portal
Direktur Lalu Lintas Angkutan Laut, NSW sudah ada. “Jadi nanti kita bikin
Direktorat Jenderal Perhubungan Laut, SOP-nya dulu. Sekarang kan kita
Departemen Perhubungan, Jimmy AB. Nikijuluw yang juga konsentrasi di Priok. Setelah SOP-nya ada baru kita
merupakan Ketua Satgas Kepelabuhanan mengatakan, pada sosialisasikan,” kata Jimmy. Ia menambahkan, dengan
dasarnya dalam menghadapi NSW di Tanjung Priok, Satgas terintegrasinya antara PortNet dan TradeNet, banyak
Kepelabuhanan menyiapkan dua hal yakni regulasi dan keuntungan yang bisa diperoleh. Diantaranya, tidak
kesiapan perencanaan SOP (standard operating procedure). terjadi pertemuan face to face, mengurangi under table
Regulasinya sendiri disiapkan oleh Menteri Perhubungan money, kemacetan lalu lintas dan tertatanya kapal yang
(yang juga Wakil Ketua II Tim Persiapan NSW), yang kemu- keluar masuk pelabuhan karena batas waktunya sudah
dian dijabarkan di lapangan atau dalam kegiatan operasional ditentukan. Kemudian, biaya operasi dan pengurusan
di pelabuhan. dokumen sudah menjadi satu atau single administrative
Ia sendiri mengaku baru tahu penundaan piloting NSW di document.
Tanjung Priok pada saat workshop tersebut. Pasalnya, ia “Kita juga bisa tracking kapal, mengetahui barang kita
belum menerima surat keputusan dari Menteri Keuangan ada dimana, kapalnya dimana, nama kaptennya siapa, itu
mengenai penundaan tersebut. Namun demikian, Pelabuhan bisa dilakukan, karena Imigrasi, Bea Cukai, Karantina dan
Tanjung Priok telah siap karena telah memiliki perangkat Pelabuhan merupakan satu kesatuan,” tandas Jimmy.
lunak dan keras yang kini sedang dimodifikasi untuk
kepentingan NSW. MENCARI BLUE PRINT NSW
Ia menjelaskan, sudah lama pelabuhan memiliki PPSA Seminar Nasional dan Workshop Indonesia Nasional
(pusat pelayanan satu atap). Ditempat itu kegiatan Single Window yang berlangsung pada 14 –16 Pebruari
kepelabuhanan dapat diketahui seperti kapan kapal masuk, 2007 merupakan acara yang diselenggarakan oleh Tim
kontainer nomor sekian dimuat di dermaga mana dan Persiapan NSW dalam rangka merumuskan konsep ideal
sebagainya. Semua itu telah menggunakan sistem online. dalam penerapan INSW, dengan penanggungjawab
Saat ini yang sedang dikembangkan yang berkaitan utama adalah Satuan Tugas Bidang TI-Tim Persiapan
dengan prosedur dan sistem di Bea Cukai adalah e-manifest NSW yang diketuai oleh Direktur Informasi Kepabeanan
dan positioning terhadap kargo/barang itu sendiri. Dengan dan Cukai, DJBC.
positioning tersebut, keberadaan kontainer dapat diketahui, Acara yang mengambil tempat di Ruang Auditorium
begitu juga dengan trucking/sarana pengangkut di darat. Gedung B, Kantor Pusat Direktorat Jenderal Bea dan
Sistem tersebut nantinya akan dikembangkan ke Cukai tersebut dibiayai dengan menggunakan anggaran
sembilan pelabuhan kontainer lainnya, yakni Pelabuhan Tim Persiapan NSW dengan Sekretariat yang berada
Tanjung Perak Surabaya, Belawan, Bitung, Makassar, dibawah Menko Perekonomian. Tujuan dari workshop
Balikpapan, Banjarmasin, Samarinda, Pontianak dan tersebut diantaranya untuk menampung usulan dan
Batam. “Untuk itulah pada workshop hari ini, kita masukan tentang konsepsi INSW, serta melakukan
bicarakan interconnection antara customs dan pelabuhan, pembahasan bersama seluruh stakeholder sehingga
jadi antara TradeNet dan PortNet. Dari TradeNet dan dihasilkan rumusan konkret tentang konsep, model dan
PortNet ini nanti muncul yang disebut dengan Indonesia arsitektur INSW.
National Single Window,” katanya. Kemudian, dari rumusan tersebut akan dijadikan
Mengenai masalah tata ruang pelabuhan, saat ini acuan utama dalam merumuskan blue print INSW. Dalam
pelabuhan Tanjung Periok sedang di tata berdasarkan workshop tersebut, sasaran yang akan dicapai adalah
rekomendasi dari Gubernur DKI Jakarta mengenai semua stakeholder terkait yang telah dilibatkan dari awal
masterplan Tanjung Priok. Saat ini tata ruang pelabuhan sejak penyusunan dan perumusan konsep dan blue print
dibagi menjadi dua lini. Lini satu merupakan restricted area, yang akan dijadikan dasar dalam langkah-langkah
dimana barang yang diturunkan di gudang maupun lapangan, implementasi penerapan INSW.
belum terselesaikan prosedur administrasi kepabeanan dan Pembicara yang hadir pada workshop tersebut adalah,
masih dalam pengawasan administrasi kepabeanan. pembicara yang terdiri dari Tim INSW, instansi pemerin-

14 WARTA BEA CUKAI EDISI 388 MARET 2007


WBC/ATS
tah dan pakar/akademisi serta pembi- bisa menemukan dan membandingkan
cara dari ICT company/provider yang apa kegunaan sistem ini bagi bisnis
terdiri dari 14 perusahaan (4 mereka. Dengan demikian, pelaku
perusahaan asing dan 8 nasional). Ke- usaha bisa mempersiapkan cost yang
14 IT company yang menjadi pembica- harus dibayar nantinya.
ra tersebut adalah Korean Trade Net
(penyelenggara NSW di Korea Sela- HARUS PUNYA DASAR HUKUM
tan), Crimson Logic Pte.Ltd Edy Putra Irawady, Deputi Bidang
(penyelenggara TradeNet dan NSW di Koordinasi Industri dan Perdagangan,
Singapore), PT. Microsoft Indonesia Kementrian Koordinator Bidang
(mewakili Microsoft Asia Pasifik), Perekonomian yang juga merupakan
DagangNet (penyelenggara NSW di Sekretaris Tim Persiapan NSW
Malaysia), PT. EDI Indonesia, PT. mengatakan, blue print NSW yang
Finnet Indonesia, PT. Pos Indonesia, sedang dicari adalah yang berlaku
PT.IBM Indonesia, PT. Sucofindo, PT. pemanen atau berkelanjutan. Hal itu
Mitra Integrasi Komputindo, PT. tidak mudah, karena transaksi
Indonesia Comnets Plus, PT. Trijaya perdagangan di Indonesia cukup
Cipta Solusindo, PT. Elnusa dan PT. kompleks baik dari segi volume,
Infokom Elektrindo. bentuk geografis dan bentuk perijinan
Sementara sebagai pembicara maupun instansi yang terlibat.
yang mewakili pemerintah dan pakar Berdasarkan protocol dan technical
terdiri dari Deputi IV Menko guide yang diberikan Asean, yang
Perekonomian selaku Sekretaris Tim diterjemahkan berdasarkan
Persiapan NSW, Direktur IKC selaku kepentingan nasional, baik itu
Ketua Satgas TI, Direktur Jenderal menyangkut security, biaya, beban
JIMMY AB. NIKIJULUW. Dalam menghadapi NSW
Aplikasi Telematika, Dep. Komunikasi di Tanjung Priok, Satgas Kepelabuhanan kepada user, kesempatan, segi
dan Informasi, Dewan Telekomunikasi, menyiapkan dua hal yakni regulasi dan kesiapan operatornya, dan sebagainya, ada tiga
Informasi dan Komunikasi (DTIK) perencanaan SOP (standard operating procedure). hal yang dimintakan pendapat dari
Nasional, Kepala Pusat Pengkajian semua provider pada saat workshop.
Pengadaan Barang dan Jasa, Bappenas dan Pusat Ilmu Pertama, teknologinya harus jelas. Kedua, sistem
Komputer, Universitas Indonesia. prosedurnya jelas dan ada peraturannya, maksudnya
Dalam pidato pembukaannya, Menteri Keuangan yang peraturan mengenai cyber law. Lalu ketiga government
diwakili oleh Inspektur Jenderal Departemen Keuangan, procurement, apakah menggunakan outsourcing semua/
Agung Permana mengatakan, saat ini pemerintah sedang setengah outsourcing atau apakah hanya membeli atau
berupaya keras untuk memperbaiki, menyempurnakan dan memodifikasi desain yang sudah ada.
melakukan reformasi terhadap semua sistem administrasi Edy menambahkan, yang dimaksud cyber law disini
pelayanan kepada masyarakat. Pemerintah dituntut agar adalah ketentuan mengenai transaksi melalui elektronik
mampu menyediakan suatu sistem pelayanan yang cepat, berupa norma standar yang sebenarnya sudah diatur
mudah dan murah serta dapat menjamin adanya kepastian dalam Asean agreement. “Kita mengambil norma-norma
usaha. Dengan begitu diharapkan dapat mendorong standar dalam rangka memproteksi data dan informasi
peningkatan daya saing dunia usaha. maupun payment. Kan ada norma-norma maupun RUU
Harapan dan tuntutan masyarakat dunia usaha yang sedang dibuat oleh Departemen Komunikasi dan
tersebut kini telah dijawab oleh pemerintah dengan Informatika (yang juga merupakan anggota Tim Persiapan
rencana untuk membangun suaru portal nasional yang NSW-red). Jadi untuk melindungi transaksi itu maka kita
diharapkan dapat digunakan oleh seluruh instansi harus punya dasar hukum,” jelasnya.
pemerintah, dunia usah dan semua komponen Saat ditanya apakah perusahaan asing bisa ikut da-
masyarakat lainnya dalam menyelesaikan semua urusan lam tender pembangunan portal INSW, berkaitan dengan
administrasi dan birokrasi pelayanan. masalah security, Edy mengungkapkan bahwa yang
“Untuk itu, melalui seminar dan workshop ini, saya paling penting keterlibatan sumber daya lokal di bidang
mengharapkan kepada semua pihak yang terlibat untuk ICT itu harus lebih banyak karena peraturannya sudah
berperan serta secara aktif, dalam membantu dan ada.
mendukung pelaksanaan tugas Tim Persiapan NSW, Sesuai Keppres No. 80/2003, perusahaan asing
terutama dalam merumuskan blue print Indonesia NSW, boleh mengikuti tender jasa pemborongan di atas Rp 50
yang sesuai dengan kepentingan nasional Indonesia,” milyar, diatas Rp 10 milyar untuk barang dan jasa lain,
tandas Agung. serta di atas Rp 5 milyar untuk jasa konsultasi. Keppres
Saat ditemui WBC disela-sela workshop, Barney Yiu, itu juga menetapkan agar perusahaan asing tersebut
pembicara dari PT. Microsoft Indonesia mengatakan, melakukan kerjasama dengan perusahaan nasional
karena Indonesia saat ini tidak punya blue print untuk dalam bentuk kemitraan atau subkontrak bila ada
membangun INSW, maka dengan adanya workshop ini, perusahaan nasional yang mempunyai kemampuan
pemerintah Indonesia ingin mencari saran dan masukan dibidang yang bersangkutan. Satu-satunya pengecualian
dari kalangan industri, perusahaan IT dan konsultan, (asing tidak bisa diikutsertakan-red) yang ditetapkan
untuk membangun blue print NSW. dalam Keppres tersebut adalah pengadaan material atau
“Tapi saya bisa katakan dari fakta yang ada, begitu peralatan pertahanan di lingkungan Departemen
banyak menteri yang berkoordinasi dan begitu banyak orang- Pertahanan/TNI yang ditetapkan Menteri Pertahanan/
orang yang hadir. Tapi yang masih kurang adalah orang- Panglima TNI/Kepala Staf Angkatan. (Bisnis Indonesia
orang dari kalangan industri, pelaku usaha. Seharusnya (27/1))
mereka hadir, mungkin bukan hari ini, tapi untuk langkah Dengan adanya NSW, Edy berharap implikasi positif
selanjutnya saya pikir Tim Persiapan NSW akan melibatkan yang dapat diperoleh adalah pengurangan (kalau tidak
dan berdiskusi dengan pelaku usaha seperti KADIN, asosiasi bisa dikatakan menanggulangi) masalah bentuk-bentuk
forwarder dan lainnya,” tambah Barney. pelanggaran aturan kepabeanan maupun kepelabuhanan,
Barney merasa pelaku usaha perlu hadir karena kare- seperti customs fraud, misdeclarasi, under invoice, over
na mereka merupakan pengguna. Sehingga, pengguna invoice dan sebagainya. ifa

EDISI 388 MARET 2007 WARTA BEA CUKAI 15


WAWANCARA

Edy Putra Irawady


DEPUTI BIDANG KOORDINASI INDUSTRI DAN PERDAGANGAN
KEMENTRIAN KOORDINATOR BIDANG PEREKONOMIAN

“Indonesia Lebih Maju


Dalam Merancang Konsep Model

National
Single Window”
Pada 29 Desember 2006, pemerintah melalui memerlukan penanganan yang ekstra. Kedua program
Menteri Perhubungan (selaku Wakil Ketua Tim tersebut harus dapat terintegrasi dalam INSW sesuai
yang diamanatkan pemerintah dan harus dikerjakan oleh
Persiapan Nasional Single Window), secara Tim Persiapan NSW. Kalau anda lihat konsep NSW di
resmi mengumumkan pemberlakuan Portal negara Asean lainnya, mereka hanya akan menangani
National Single Window di Batam sebagai pilot dari segi TradeNet saja, sesuai dengan komitmen Asean
di dalam agreementnya.
project penerapan Indonesia NSW secara
nasional. Sejak itu, proses penanganan dan Bagaimana perbandingannya dengan negara Asean
pelayanan kegiatan ekspor-impor di Pulau lainnya?
Batam sudah bisa menggunakan Portal NSW Sekarang antara Thailand dan Filipina sedang
melakukan pertukaran dokumen SKA (Surat Keterangan
secara live melalui jaringan internet (public- Asal). Sedangkan Malaysia sudah mengembangkan
network). DagangNet-nya, itu pun khusus untuk kepabeanannya
Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai saja belum instansi lain. Sementara Brunai Darussalam,
perkembangan Indonesia NSW, redaktur WBC walaupun jumlah transaksi barangnya tidak besar tapi
sampai sekarang belum punya NSW yang sudah
Ifah Margaretta dan Fotografer Andy Tria dipilotkan. Padahal tahun 2006 Asean bilang bahwa
Saputra, menyambangi Edy Putra Irawady, semua negara Asean harus bikin pilot.
Deputi Bidang Koordinasi Industri dan Kita sudah bikin pilot SW di Batam. Disana, orang
Perdagangan, Kementrian Koordinator Bidang Singapura yang melakukan ekspor maupun impor,
dokumennya sudah bisa kita kirim dengan menggunakan
Perekonomian di kantornya, yang juga SAD (Single Administrative Document). Sementara dari
menjabat sebagai Sekretaris Tim Persiapan Singapura ke kita, itu belum bisa karena disana masih
NSW. Berikut petikan wawancaranya; ada masalah kompetensi, misalnya customs dan
karantinanya belum bisa nyatu. Ini yang kita bilang kita
lebih dari yang lain.
Sudah sejauhmana perkembangan Indonesia Na-

J
tional Single Window (INSW) saat ini? Pada 29 Desember 2006 lalu, Menteri Perhubungan
ujur saja, kalau dibandingkan dengan negara telah meresmikan Portal SW di Batam. Apakah itu
ASEAN lainnya, Indonesia lebih maju dalam berarti langkah untuk menuju INSW semakin mudah?
merancang konsep model National Single Window. Mudah sih nggak, tapi kerja keras dan komitmen iya.
Indonesia merancang model NSW dengan Dengan kerja keras dan komitmen bersama, uji konsep
menggabungkan dua program kegiatan besar yaitu INSW di Batam, seperti yang anda lihat kan berjalan
customs clearance (TradeNet) dan port clearance dengan baik. Itu artinya konsep NSW dapat
(PortNet), yang masing-masing pekerjaannya spesifik dan diimplementasikan dalam teknologi informasi.

16 WARTA BEA CUKAI EDISI 388 MARET 2007


EDISI 388 MARET 2007 WARTA BEA CUKAI 17
WAWANCARA

Kalau yang di Batam itu baru hanya TradeNet saja, Jadi, ada kemungkinan lebih dari satu provider yang
PortNetnya kan belum? ikut serta membangun INSW?
Sebenarnya sudah ada PortNet dan TradeNet, hanya Mungkin saja ada lebih dari satu provider dalam
saja sistemnya masih menggunakan hyperlink jadi bukan bentuk konsorsium yang membangun dan
integrasi. Maksudnya, Batam telah melakukan mengembangkannya. Namun yang perlu diingat, sistem
pengembangan sistem PortNet, yang diberi nama pengadaan barang dan jasa kita kalau nggak salah
Simoppel, pada saat sistem SAD belum diberlakukan di menganut sistem tunggal sebagai pemenang. Jadi, dalam
Batam. Sehingga terdapat sedikit perbedaan dalam menentukan pemenangnya harus ditentukan satu
pertukaran datanya. Padahal piloting di Batam per 1 pemenang ASP (Application Service Provider) yang akan
Desember 2006 untuk pengurusan dokumen kepabeanan menanganinya dan yang bertanggung jawab secara
sudah menggunakan format pengurusan dokumen untuk penuh.
NSW dan ASW. Mungkin dalam praktek mereka harus menggandeng
Tapi jangan khawatir, satgas TI dari Bea dan Cukai ASP yang lainnya apabila mereka tidak mampu di segi
menjanjikan dalam waktu dekat akan menindaklanjuti yang lain. Bisa dibayangkan kalau yang menangani lebih
dengan mengintegrasikan kedua sistem tersebut, tunggu dari satu ASP, bagaimana kalau nanti ada trouble di ASP
saja. yang lain. Menurut saya, lebih baik kalau hanya tunggal
sebagai pemenangnya, biar ada yang tanggung jawab
Keuntungan apa yang bisa diperoleh dengan adanya secara penuh.
sistem PortNet?
Apa syarat yang harus dimiliki pihak yang ingin ikut
Kita bisa mengetahui pergerakan barang yang serta menjadi ASP penyelenggara portal INSW ini?
diangkut. Barang itu adanya dimana, diangkut oleh siapa, Syaratnya secara detail ditentukan nanti setelah Tim
kaptennya siapa, nama kapalnya apa, ada Persiapan NSW mengeluarkan blue print
masalah apa, ditaruh atau disimpan dimana NSW. Namun secara umum ASP harus yang
barangnya. Itu saja. benar-benar professional, mampu, efisien,


mempunyai teknologi informasi yang baik,
Hanya ada 4 instansi yang terintegrasi berpengalaman dan tentu saja mempunyai
dengan Portal SW di Batam dukungan dana yang besar.
(Badan POM, Karantina, Perdagangan
dan Bea Cukai) apakah hanya LEBIH Lalu tendernya kapan dilakukan?
instansi tersebut saja yang terkait BAIK
dengan SW? Kalau kita hanya mencari pengembang
KALAU atau desain yang menerjemahkan blue print,
Hasil dari mapping komoditi yang tender itu bisa kita lakukan Maret atau April.
dilakukan transaksi eksim di Batam hanya HANYA Itu yang nantinya akan kita pakai untuk
4 OGA yang terlibat dalam masalah perijinan piloting NSW di Tanjung Priok pada Juni
untuk dipakai dalam analising point di
TUNGGAL nanti (dalam seminar nasional dan workshop
sistem NSW, jadi OGA yang lain belum SEBAGAI INSW di DJBC pada 14 – 16 Pebruari,
berperan dalam piloting di Batam. Tapi piloting NSW di Tanjung Priok ditunda
begini, yang pertama karena transaksi di PEMENANGNYA, menjadi Desember 2007-red). Tapi kita juga
Batam itu tidak begitu rumit. Kedua, saat ini masih berpikir, apakah nantinya di
perusahaan di Batam lebih banyak berada BIAR Tanjung Priok kita akan membuat replikasi
di Kawasan Berikat, dimana barang yang ADA dari SW di Batam atau kita buat sekaligus
masuk kesana belum dianggap impor kecuali sebagai pengembangan INSW yang akan
terhadap 4 komoditi. Hal itu membuat YANG berlaku di seluruh Indonesia. Oleh sebab itu,
instansi yang terkait tidak banyak. Jadi ada dua step yang harus kita pikirkan.
bukannya kita mengurangi jumlah instansi TANGGUNG Pertama, mencari suatu konsultan atau
tapi memang kenyataannya seperti itu.

Setelah di piloting Batam, apa yang


selanjutnya akan dilakukan pemerintah?

Portal yang sudah diresmikan itu akan



JAWAB
SECARA
PENUH
provider yang bisa melakukan
pengembangan NSW di Tanjung Priok atau
provider yang kita pilih juga sekaligus
menjadi operator NSW yang melakukan
pengembangan.

dipakai terus untuk pengurusan dokumen Kesiapan dari pelabuhan tanjung priok
ekspor-impor/kepabeanan untuk lalu lintas itu sendiri bagaimana?
barang yang melalui pelabuhan di Batam
sampai sistem INSW secara nasional Sudah siap. Jadi, instansi yang ada di
diterapkan. Target untuk awal 2007 adalah, Tanjung Priok sudah memiliki sistem
dengan pengalaman piloting di Batam, Tim Persiapan teknologi, seperti yang dimiliki Bea Cukai dan Pelindo.
NSW akan menyusun dan mengeluarkan blue print INSW Sistem ini yang mau kita satukan menjadi single window.
yang akan dipakai secara nasional dan kita undang Nantinya, ada 10 pelabuhan yang terintegrasi dengan
semua provider, pakar-pakar IT untuk hadir dalam NSW yakni, Belawan, Batam, Tanjung Priok, Tanjung
workshop tanggal 14-16 Pebruari 2007, untuk mencari Perak, Pontianak, Banjarmasin, Balikpapan, Bitung,
blue print yang permanen. Makassar, Samarinda.

Kemudian, setelah blue print apa langkah Mungkinkah hanya dalam hitungan bulan, bisa
selanjutnya? membangun INSW secara nasional dengan piloting
Setelah blue print ada, baru kita buka tender. Ada di Tanjung Priok?
beberapa kemungkinan tender, pertama, langsung mencari Makanya, saya bilang kalau dipikirkan kemungkinan,
provider operatornya. Kedua, operator yang langsung tergantung daripada semua pihak. Jadi membangun ini
merangkap pengembang, atau pengembang sendiri dan bukan untuk kepentingan pemerintah tapi untuk
operator sendiri. Jadi key-nya adalah pada saat workshop. kepentingan semua. Jadi kalau dibilang keyakinan,

18 WARTA BEA CUKAI EDISI 388 MARET 2007


secara akal sehat membangun secara besar, saya tidak Makanya saya katakan, saya tidak bicara bendera, saya
yakin, tapi kan batas akhirnya September 2008 dimana tidak bicara lembaga, bagi saya SDM ICT (Information
kita sudah harus terintegrasi dengan Asean Single and Communication Technology) Indonesia itu cukup
Window (ASW). Nah, berdasarkan pengalaman kita di qualified. Jadi ini peluang bagi kita untuk memberikan
Batam, dengan sumber daya lokal, saya yakin bisa. kesempatan bagi SDM kita untuk membangun NSW kita.
Apalagi Bea Cukai sudah berpengalaman dengan PDE Yang paling penting, benefitnya harus lebih besar
(pertukaran data elektronik), Perdagangan juga begitu. jatuh kedalam (negara-red), sebab kita bisa mengawasi
Semuanya sudah mengetahui apa itu NSW sehingga harga/tarifnya sehingga tidak membebani user dan
masing-masing saling memberi kontribusi. Sekarang ini, kedua, masalah security. Berdasarkan pengalaman kita,
tata ruang pelabuhannya sedang dibenahi. pemerintah mempunyai posisi runding yang lemah, di
berbagai sektor. Tapi kalau SDM-nya dari kita sendiri,
Untuk bandara bagaimana? paling tidak untuk proteksi kita aman. Saya percaya SDM
Selama ini pergerakan barang/cargo di bandara kita pun kuat, tidak kalah dengan yang lain. Hanya saja
diserahkan atau diurus kepada masing-masing airline, sekarang berikan mereka kesempatan dan peluang.
berbeda dengan pelabuhan yang dilakukan oleh Pelindo.
Di bandara, Angkasa Pura tidak melakukan seperti halnya Lalu, kendala apa yang masih dihadapi hingga saat
Pelindo, Angkasa Pura hanya mengurus masalah traffic, ini?
ijin mendarat, ijin berangkat dan sebagainya. Nah saat ini Yang utama, kesiapan atau adjustment masing-masing
kita sedang membangun dan menyatukan seluruh instansi. Misalnya kita sekarang minta back up peraturan
informasi kargo dari berbagai airline. penyesuaian, itu masih agak lambat. Kedua adalah
anggaran. Kemudian yang tidak kalah penting, technical
Ada 29 OGA (Other Government Agencies) yang guidenya itu baru ditanda tangani oleh Menkeu sekitar
terlibat dalam NSW. Apakah mereka Desember lalu. Menurut agreement ASW,
sudah link semua dengan sistem aplikasi technical guidenya seharusnya sudah
dan prosedurnya? ditanda tangani pada awal 2006 tapi karena


Belum link tapi kita gunakan ada masalah internal antar menteri di
standardisasi. Kemungkinan pertama, seluruh negara Asean makanya itu jadi
mereka yang belum atau tidak memiliki problem.
portal, bisa mengirimkan data dengan cara Mereka (para menteri di negara Asean-
apa adanya. Jadi, mau kirim lewat disket TIDAK red) tidak bisa sekaligus melakukan
atau internet, kita terima. Yang paling penandatangan pada pertemuan bulan Mei
penting kan engine yang mengelola proses ADA 2006. Misalnya saja Menteri Financenya
transaksi itu. Malaysia pada waktu itu harus berunding
Kemungkinan kedua, ke-29 OGA itu YANG dulu dengan Menteri Commercenya sebelum
membangun sendiri sistem portalnya. Dua- HILANG, melakukan penandatanganan. Sehingga,
duanya bagus, tapi kita sekarang bermain Asean harus mendatangi satu persatu
dengan waktu. Kalau kita harapkan semua MALAH negara-negara tersebut dan itu baru selesai
instansi itu punya portal sendiri-sendiri, sebulan yang lalu. Kalau kita kan tidak
mereka terhambat anggaran. Belum lagi AKAN begitu, Menteri Keuangan sudah diberikan
mereka harus melakukan tender pengadaan
portal. Itu berarti memakan waktu lagi. Jadi
MENAMBAH otoriasi untuk menandatangani atas nama
nasional.
sudahlah mereka menggunakan sistem yang KECEPATAN
mereka miliki sekarang. Yang penting kita
punya standar minimal, yakni jangan
menyerahkan data secara manual.

Berapa biaya untuk membangun portal


sendiri?
“ DAN
EFISIENSI
PPJK
Bagaimana tanggapan dari para pelaku
bisnis?
Sekarang ini kelemahan kita sosialisasi
yang belum luas. Jadi masih ada persepsi
yang belum tepat dari pada eksportir,
importir, customs broker dan forwarder. Ada
Membangun portal biayanya murah, yang mengatakan akan mengurangi rejeki.
untuk mendaftarkan portal saja sekitar Rp 1 Padahal ini kan hanya cara, tidak akan
juta. Membuat disainnya agak mahal sekitar merubah perijinan. Bisnis jasa itu biasanya
Rp 10 - 25 juta. Tapi yang jauh lebih mahal untuk efisiensi waktu. Bagi perusahaan yang
adalah operasinya seperti penggunaan line tidak punya waktu maka akan menyerahkan
telepon. pengurusan dokumennya pada orang lain misalnya PPJK.
Kalau kita melakukan pengembangan NSW atau Di Amerika pun orang ngurus visa selalu
desain dari negara lain memakan biaya sekitar Rp 1,5 - menggunakan jasa kurir padahal dia bisa ngurus sendiri.
14 juta. Kita sendiri punya anggaran sekitar Rp 3 milyar. Ini namanya opportunity cost. Jadi tidak ada yang hilang,
Jadi, kalau kita sendiri yang membangun dengan konsep malah akan menambah kecepatan dan efisiensi PPJK.
yang sederhana sih bisa. Tapi kenapa kita butuh Makanya di Batam kemarin semuanya (PPJK-red) pada
konsultan atau pengembang? Karena mereka punya alat daftar. Karena mereka sudah tahu manfaatnya. Memang
sendiri, paling tidak mereka punya modal sekitar Rp 30 tidak mudah mensosialisasikan sesuatu yang baru karena
milyar untuk mesinnya saja sebab mereka harus memiliki kecurigaan pasti ada.
server sendiri dan sebagainya.
Pernah ada negara yang menawarkan pada kita untuk Yakin 2008 nanti kita bisa ASW?
membangun desain/pengembangnya, belum termasuk Jadi, action plan ASW menyatakan bahwa integrasi
operasinya, ada paket lengkap dan ada pula paket seder- dengan ASW pada September 2008 akan dilakukan
hana, biayanya antara Rp 300 - 500 milyar. secara perlahan. Mungkin pada awalnya pertukaran
dokumen SKA dulu atau dokumen kepabeanan dulu. Yang
Harga tersebut belum termasuk operasinya? jelas, ujung-ujungnya adalah single administrative
Itu belum termasuk operasinya. Operasinya lain lagi, document. Tapi untuk mencapai itu konsolidasinya pelan-
tambah cost lagi, ada biaya traffic, line telepon dan pelan. Jujur saja, semua negara-negara Asean itu belum
segala macam. Oleh karena itu kita tidak mau tergantung. ada yang siap.

EDISI 388 MARET 2007 WARTA BEA CUKAI 19


CUKAI

Cara Mendapatkan

PITA CUKAI
ADALAH SUATU
ALAT YANG
DIGUNAKAN

Pita Cukai
UNTUK
PELUNASAN
CUKAI YANG

Hasil Tembakau
TERUTANG
ATAS BARANG
KENA CUKAI


Bagian-II

Oleh: Tedy Himawan

S
etelah mengetahui jenis dan golongan rokok yang Berdasarkan tabel 1 tersebut dapat dihitung jumlah cukai
akan diproduksi, maka pengusahapun menyerah- yang harus dibayar atas suatu produk hasil tembakau, misalkan:
kan dokumen penetapan harga jual eceran (HJE) PR. Laris Manis, adalah pabrik hasil tembakau jenis SKT
kepada Kepala Kantor Pelayanan Bea dan Cukai dengan jumlah produksi tahun lalu sebanyak 100.000.000
(KPBC), dimana pabrik tersebut didirikan. (seratus juta) batang, sehingga termasuk dalam pabrik hasil
tembakau jenis SKT golongan III A. Pabrik tersebut mempunyai
b. Tarif Cukai dan Batasan Harga Jual Eceran produksi rokok SKT merek Manis Special isi 12 batang per bung-
Jumlah cukai yang dihitung berdasarkan sistem tarif kus. HJE minimum yang diperbolehkan untuk rokok Merek Manis
advalorum adalah sebesar perkalian antara prosentase tarif Special tersebut adalah Rp 380,- per batang atau sama dengan
cukai dikalikan dengan harga dasar. Harga dasar yang Rp. 4.560 per bungkus. Sesuai ketentuan, HJE per bungkus
digunakan untuk penghitungan cukai hasil tembakau adalah harus dibulatkan keatas kedalam kelipatan Rp 50, sehingga HJE
harga jual eceran (HJE). untuk Merek Manis Special adalah Rp 4.600. Jumlah cukai yang
Besarnya tarif cukai dan HJE minimun untuk masing-masing harus dibayar untuk satu bungkus rokok Merek Manis Special
golongan dan jenis hasil tembakau sebagaimana diatur dalam adalah 8% dikalikan Rp 4.600 = Rp 368.
Peraturan Menteri Keuangan nomor 43/PMK.04/2005
sebagaimana telah diubah terakhir dengan Peraturan Menteri C. Tarif Cukai Spesifik
Keuangan nomor 118/PMK.04/2006 adalah sebagai berikut : Sesuai Peraturan Menteri Keuangan nomor 43/PMK.04/2005
sebagaimana telah diubah terakhir dengan Peraturan Menteri
TABEL 2 Keuangan nomor 118/PMK.04/2006, terhitung mulai tanggal 1 Juli
Nilai Tarif Cukai dan Batasan Harga Jual Eceran 2007, terhadap hasil tembakau jenis SKM, SPM, dan SKT
Hasil Tembakau Buatan Dalam Negeri ditambah dengan dengan pengenaan cukai untuk setiap batang
No. Jenis Hasil Golongan HJE Minimum Tarif hasil tembakau masing-masing sebesar Rp 7 untuk golongan 1,
Tembakau Pengusaha Pabrik Per Batang/Gram Cukai Rp 5 untuk golongan II, dan Rp 3 untuk golongan III.
I Rp 550 40 % TABEL 3
a. SKM II Rp 450 36 % Tarif Cukai Spesifik per Batang
III Rp 440 26 % Hasil Tembakau Buatan Dalam Negeri
I Rp 345 40 % Jenis Hasil Golongan Tarif Cukai
b. SPM II Rp 265 36 % Tembakau Pengusaha Pabrik Spesifik/Batang
III Rp 255 26 %
I Rp 7
I Rp 475 22%
c. SKT II Rp 395 16 % a. SKM II Rp 5
III/A Rp 380 8%
III Rp 3
III/B Rp 275 4%
d. KLM, KLB I Rp 215 8% I Rp 7
atau SPT II Rp 180 4% b. SPM II Rp 5
I Rp 50 20 %
III Rp 3
e. TIS II Rp 50 16 %
III / A Rp 50 8% I Rp 7
III / B Rp 40 4% c. SKT II Rp 5
f. CRT Tanpa Golongan Rp 275 20 %
g. HPTL Tanpa Golongan Rp 275 20 % III Rp 3

Sumber: Lampiran 1 Peraturan Menteri Keuangan nomor: 118/PMK.04/2006 Sumber: Lampiran IV Peraturan Menteri Keuangan nomor: 118/PMK.04/2006

20 WARTA BEA CUKAI EDISI 388 MARET 2007


DOK. WBC

PITA CUKAI. Pita Cukai untuk hasil tembakau disediakan dalam tiga seri.

Dengan adanya penambahan cukai spesifik tersebut di tentang Tata Laksana Pembayaran dan Penyetoran
atas, maka mulai tanggal 1 Juli 2007, jumlah cukai yang Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) yang berlaku pada
harus dibayar oleh PR Laris Manis atas satu bungkus rokok Direkorat Jenderal Bea dan Cukai, terhadap kegiatan
merek Manis Special sebesar Rp Rp 368 (cukai advalorum) pelayanan pemesanan pita cukai dikenakan jasa pelayanan
ditambah dengan Rp 36 (cukai spesifik) sama dengan Rp yang dimasukan sebagai PNBP. Besarnya jasa pelayanan
404. pemesanan pita cukai ditetapkan sebesar Rp 30.000 untuk
setiap dokumen pemesanan pita cukai (CK-1).
D. PPN Hasil Tembakau
Sesuai Keputusan Menteri Keuangan nomor 62/KMK.03/
2002 tentang Dasar Perhitungan, Pemungutan dan F. Tata Cara Penetapan Harga Jual Eceran
Penyetoran Pajak Pertambahan Nilai atas Penyerahan Hasil Sebelum memproduksi hasil tembakau dengan merek
Tembakau dan sesuai Keputusan Direktur Jenderal Pajak baru atau mengubah desain atau tampilan kemasan
nomor Kep-103/PJ./2002 tentang Pengenaan Pajak penjualan eceran atas merek yang sudah ada penetapan
Pertambahan Nilai atas Penyerahan Hasil Tembakau: Pajak HJE-nya, pengusaha pabrik hasil tembakau wajib
Pertambahan Nilai (PPN) yang dikenakan atas penyerahan mengajukan permohonan penetapan HJE kepada Kepala
hasil tembakau dihitung dengan DOK. WBC Kantor Pelayanan Bea dan Cukai
menerapkan tarif efektif dikalikan dengan dengan menggunakan formulir yang
harga jual eceran. Besarnya tarif efektif telah ditentukan. Permohonan penetapan
ditetapkan sebesar 8,4 persen. PPN HJE dilampiri dengan:
yang terutang atas penyerahan hasil 1. Dokumen kalkulasi HJE hasil
tembakau dipungut oleh pengusaha tembakau buatan dalam negeri (Formulir
pabrik dan disetor ke kas negara CK-1A)
bersamaan dengan saat pembayaran 2. Contoh kemasan penjualan
cukai atas pemesanan pita cukai. eceran hasil tembakau yang akan
Sesuai contoh di atas, maka rokok diproduksi
merek Manis Special produksi PR Laris 3. Daftar HJE untuk merek-merek
Manis, dikenakan PPN sebesar 8,4 hasil tembakau yang masih berlaku
persen dikalikan Rp 4.600 sama dengan (untuk pabrik baru diisi nihil)
Rp 386,4. Jumlah PPN sebesar Rp 386,4 4. Surat Pernyataan di atas meterai
harus dibayar bersamaan dengan yang cukup bahwa merek/desain
pembayaran cukai. kemasan yang dimohon penetapan
HJE-nya tidak memiliki kesamaan pada
E. Penerimaan Negara Bukan Pajak pokoknya atau pada keseluruhannya
(PNBP) atas pelayanan pemesanan dengan merek/desain kemasan yang
pita cukai telah dimiliki atau dipergunakan oleh
Sesuai Peraturan Pemerintah Nomor pengusaha pabrik lain.
44 tahun 2003 tentang Tarif dan Jenis
Penerimaan Negara Bukan Pajak yang Berdasarkan permohonan tersebut,
berlaku pada Departemen Keuangan dan TEDY HIMAWAN. Pada pita cukai tercetak Petugas Bea dan Cukai akan segera
berdasarkan Keputusan Menteri besarnya tarif cukai dan harga jual eceran sebagai melakukan penelitian. Dalam jangka
Keuangan nomor 118/KMK.04/2004 harga dasar pengenaan cukai. waktu paling lama 30 (tiga puluh) hari

EDISI 388 MARET 2007 WARTA BEA CUKAI 21


CUKAI
DOK. WBC
kerja terhitung sejak tanggal permohonan yang diterima
secara lengkap dan benar, Kepala Kantor Pelayanan Bea
dan Cukai wajib memberikan keputusan. Keputusan
penetapan HJE dibuat dalam rangkap 4 lembar asli untuk
pengusaha pabrik, lembar tembusan untuk Direktur Cukai,
Kepala Kantor Wilayah, dan arsip Kantor Pelayanan
setempat.
Kepala Kantor Pelayanan Bea dan Cukai dapat
membatalkan Keputusan Penetapan HJE suatu merek hasil
tembakau dalam hal:
1. Merek/desain kemasan yang bersangkutan memiliki
kesamaan nama, baik tulisan maupun pengucapannya
atau kemiripan dengan merek/desain kemasan milik
pengusaha pabrik atau importir lainnya sehingga tidak
mudah untuk membedakannya, yang telah terlebih dahulu
dimiliki oleh pengusaha pabrik atau importir lainnya dan
tercatat pada administrasi Direktorat Jenderal Bea dan
Cukai atau,
2. Atas permohonan/gugatan pengusaha pabrik atau impotir
lainnya, yang berdasarkan keputusan Pengadilan yang
telah mempunyai ijin disengketakan merupakan hak
merek pemohon.

Hal lain yang perlu diketahui terkait dengan permohonan


penetapan HJE adalah persyaratan kemasan eceran hasil
tembakau dan ketentuan tentang isi/jumlah batang/gram
yang diperbolehkan dalam satu kemasan penjualan eceran
hasil tembakau. Sesuai Keputusan Direktur Jenderal Bea dan
Cukai nomor Kep-79/BC/2002 tentang Kemasan Penjualan
Eceran Hasil Tembakau. Pada kemasan penjualan eceran
hasil tembakau untuk pemasaran di dalam negeri wajib KEBIJAKAN BARU. Untuk rokok jenis SKM, SKT, dan SPM golongan I, II, dan
dicantumkan secara jelas dan mudah terbaca dengan III akan dikenakan kebijakan baru pada Maret dan Juli 2007.
menggunakan cetakan permanen:
a. Merek dan jenis hasil tembakau yang dikemas; PEMESANAN PITA CUKAI
b. Nama lengkap dan lokasi pabrik atau perusahaan. Bila Setelah pengusaha pabrik hasil tembakau mempunyai
nama pabrik lebih dari 2 (dua) kata dapat digunakan NPPBKC dan keputusan penetapan harga jual eceran, tahap
singkatan; berikutnya baru dapat melakukan pemesanan pita cukai.
c. Kalimat peringatan kesehatan tentang bahaya merokok;
dan a. Pengertian Pita Cukai
d. Ketentuan-ketentuan lainnya yang disyaratkan oleh Pita cukai adalah suatu alat yang digunakan untuk pelunasan
instansi terkait cukai yang terutang atas barang kena cukai. Pita cukai berupa
kepingan kertas dengan ukuran dan desain tertentu yang
Isi kemasan penjualan eceran hasil tembakau untuk ditetapkan. Pita cukai digunakan oleh wajib cukai (pengusaha
masing-masing jenis hasil tembakau dan golongan pabrik yang telah mempunyai NPPBKC) sebagai tanda
Pengusaha Pabrik Hasil Tembakau yang ditujukan untuk pelunasan cukai yang terutang. Pita cukai diperoleh oleh wajib
pemasaran di dalam negeri adalah: cukai di Kantor Pelayanan Bea dan Cukai.
Pada dasarnya pelunasan cukai atas barang kena cukai
TABEL 4 merupakan pemenuhan persyaratan dalam rangka
Jumlah Isi Kemasan Untuk Masing-masing mengamankan hak-hak negara yang melekat pada barang kena
jenis Hasil Tembakau dan cukai, dalam hal ini berupa hasil tembakau (rokok), sehingga hasil
Golongan Pengusaha Pabrik Hasil Tembakau tembakau tersebut dapat dikeluarkan dari pabrik. Pelunasan
untuk Pemasaran Dalam Negeri cukai dengan cara pelekatan pita cukai dilakukan dengan cara
melekatkan pita cukai yang seharusnya. Hasil tembakau
Jenis Hasil Golongan Jumlah Isi Kemasan dianggap telah dilunasi cukainya, setelah hasil tembakau tersebut
Tembakau (batang/gram)
telah dilekati pita cukai sesuai ketentuan yang berlaku. Untuk
I 12, 16, 20, dan 50 batang hasil tembakau yang dibuat di Indonesia, pelekatan pita cukai
a. SKM II 10, 12, 16, 20, dan 50 batang harus dilakukan sebelum hasil tembakau dikeluarkan dari pabrik.
III 12, 16, 20, dan 50 batang Ketentuan tentang cara pelekatan pita cukai diatur dalam
I 20 batang Pasal 3 ayat (4) Keputuasan Menteri Keuangan nomor 240/
b. SPM II 20 batang KMK.05/1996 tentang Pelunasan Cukai sebagaimana telah
III 20 batang
diubah dengan Keputuasan Menteri Keuangan nomor 105/
KMK.05/1997:
I 10, 12, 16, 20, dan 50 batang
a. Pita cukai yang dilekatkan harus sesuai dengan tarif
c. SKT II 10, 12, 16, 20, dan 50 batang cukai dan harga dasar barang kena cukai yang ada di
IIIA 10, 12, 16, 20, dan 50 batang dalam pengemas;
IIIB 10, 12, dan 16 batang b. Pita cukai yang dilekatkan harus pita cukai yang
d. KLB, KLM dan SPT Semua Gol 6, 10, 12, dan 16 batang belum pernah dipakai;
e. TIS Semua Gol Maksimum 2.500 gram c. Pita cukai yang dilekatkan harus utuh dan tidak lebih
CRT Tanpa Gol Maksimum 100 batang dari satu keping;
d. Pita cukai harus dilekatkan pada kemasan barang
HPTL Tanpa Gol Maksimum 100 gram
kena cukai yang tertutup dan menutup tempat
Sumber: Keputusan Direktur Jenderal Bea dan Cukai nomor: KEP-79/BC/2002 pembuka yang tersedia;

22 WARTA BEA CUKAI EDISI 388 MARET 2007


e. Untuk hasil tembakau berupa cerutu, pita cukai dapat Desain dan warna pita cukai hasil tembakau, setiap
dilekatkan pada batang demi batang atau pada kemasan. tahun hampir selalu dilakukan perubahan. Salah satu tujuan
dari perubahan desain dan warna pita cukai adalah untuk
b. Desain dan Warna Pita Cukai Hasil Tembakau mengurangi tingkat pemalsuan pita cukai.
Unsur utama yang terdapat pada pita cukai hasil
tembakau adalah kertas, hologram, dan cetakan. Pada c. Tata Cara Pemesanan Pita Cukai Hasil Tembakau
masing-masing unsur tersebut ditanamkan kelengkapan Sesuai Pasal 7 ayat (4) Undang-Undang nomor 11 tahun
pengaman (security feature), agar pita cukai sulit dipalsukan. 1995 tetang Cukai, pita cukai disediakan oleh Menteri
Pada pita cukai tercetak besarnya tarif cukai dan harga jual Keuangan. Arti kata “disediakan” dalam Pasal 7 ayat (4),
eceran sebagai harga dasar pengenaan cukai. Selain besar adalah suatu norma yang menyatakan bahwa Menteri
tarif dan harga jual eceran, pada pita cukai juga tercetak Keuangan mempunyai kewajiban untuk menyediakan pita
tahun anggaran. Tujuan dari pencetakan tahun anggaran cukai di Kantor Bea dan Cukai; pengusaha pabrik dapat
pada pita cukai adalah agar pada saat pengembalian pita mengambil pita cukai yang dibutuhkan untuk pelunasan
cukai dan pemusnahan barang kena cukai, pita cukai dapat cukai, di Kantor Bea dan Cukai. Penyediaan pita cukai hasil
diketahui tahun pemesanannya, sehingga ketentuan dalam tembakau berbeda dengan penyediaan meterai, pada
Peraturan Menteri Keuangan nomor P-26/PMK.4/2006 meterai, wajib bayar meterai memperoleh meterai dengan
tentang Pengembalian Cukai dapat dilaksanakan. membeli dari pasar secara bebas, sedangkan pita cukai
hanya dapat diperoleh di Kantor Bea dan Cukai.
SEKURITI Sesuai dengan Peraturan Direktur Jenderal Bea dan
Sesuai Peraturan Menteri Keuangan nomor 610/PMK.04/ Cukai nomor P-22/BC/2005 tentang Penyediaan dan Tata
2004 tentang Penyediaan dan Desain Pita Cukai Hasil Cara Pemesanan Pita Cukai Hasil Tembakau sebagaimana
Tembakau, pita cukai hasil tembakau disediakan dalam tiga telah diubah dengan Peraturan Direktur Jenderal Bea dan
seri, yaitu pita cukai seri I, pita cukai seri II, dan pita cukai seri Cukai nomor P-04/BC/2006, tata cara untuk memperoleh pita
III. Sesuai Peraturan Direktur Jenderal Bea dan Cukai nomor cukai adalah sebagai berikut:
P-24/BC/2004 tentang Desain dan Warna Pita Cukai Hasil 1. Pengusaha pabrik mengajukan permohonan penyediaan
Tembakau: pita cukai (P3C) untuk rencana pemakaian/kebutuhan
1. Pita cukai seri I berjumlah 120 keping pita cukai setiap selama tiga bulan ke depan ke Kantor Pelayanan Bea dan
lembar dengan ukuran 0,8 cm X 11,4 cm per keping. Cukai.
2. Pita cukai seri II berjumlah 56 keping pita cukai setiap 2. Berdasarkan permohonan tersebut, Direktorat Jenderal
lembar dengan ukuran 1,3 cm X 17,5 cm per keping Bea dan Cukai melakukan proses penyediaan pita cukai
3. Pita cukai seri III berjumlah 150 keping pita cukai setiap dengan membuat order pencetakan ke Peruri.
lembar dengan ukuran 1,9 cm X 4,5 cm 3. Setelah pita cukai tersedia, pengusaha pabrik
mengajukan permohonan pemesanan pita cukai dengan
Untuk memudahkan administrasi, penyimpanan dan mempergunakan formulir pemesanan pita cukai (CK-1) di
pendistribusian pita cukai serta untuk memudahkan pengawasan, Kantor Pelayanan Bea dan Cukai, sesuai dengan jenis
pita cukai hasil tembakau disediakan dalam beberapa warna. dan merek rokok yang akan ditempeli pita cukai.
Sesuai Peraturan Direktur Jenderal Bea dan Cukai nomor P-24/ 4. Petugas Bea dan Cukai melakukan penelitian dan
BC/2004 tentang Desain dan Warna Pita Cukai Hasil Tembakau, penomoran CK-1.
warna pita cukai hasil tembakau adalah: 5. Setelah CK-1 diteliti dan dinomori oleh petugas Bea dan
1. Warna biru dominan dikombinasikan dengan warna hijau, Cukai, pengusaha pabrik melakukan pembayaran cukai
digunakan untuk hasil tembakau jenis SKM, SPM, SKT, dan PPN hasil tembakau ke Bank.
TIS yang diproduksi oleh pengusaha pabrik golongan I; 6. Bukti pembayaran dan CK-1 diserahkan ke petugas Bea
2. Warna coklat dominan dikombinasikan dengan warna dan Cukai untuk mendapatkan pita cukai.
hijau, digunakan untuk hasil tembakau jenis SKM, SPM, 7. Petugas Bea dan Cukai menyerahkan pita cukai ke
SKT, TIS yang diproduksi oleh pengusaha pabrik pengusaha pabrik.
golongan II; (Tedy Himawan Kasi Kepabeanan IV pada KPBC Tipe A Jakarta,
3. Warna hijau dominan dikombinasikan dengan warna sebelumnya menjabat sebagai Kasi Fasilitas dan Perijinan Hasil Tembakau)
coklat, digunakan untuk hasil DOK. WBC
tembakau jenis:
a. SKM dan SPM yang diproduksi oleh
pengusaha pabrik golongan III;dan
b. SKT dan TIS yang diproduksi oleh
pengusaha pabrik golongan III/
A;dan
c. KLM, KLB dan SPT yang diproduksi
oleh pengusaha pabrik golongan II;
4. Warna jingga dominan dikombinasikan
dengan warna hijau, digunakan untuk
hasil tembakau jenis:
a. SKT dan TIS yang diproduksi oleh
pengusaha pabrik golongan III/
B;dan
b. KLM, KLB dan SPT yang diproduksi
oleh pengusaha pabrik golongan II;
5. Warna merah dominan dikombinasi-
kan dengan warna coklat, digunakan
untuk hasil tembakau jenis Cerutu
dan Hasil Pengolahan Tembakau
Lainnya;
6. Warna ungu dominan dikombinasikan
dengan warna coklat, digunakan untuk RENCANA PEMAKAIAN. Saat ini pengusaha diharuskan memesan pita cukai untuk tiga bulan kedepan
hasil tembakau buatan luar negeri untuk memudahkan pengontrolan rencana pemakaian pita cukai.

EDISI 388 MARET 2007 WARTA BEA CUKAI 23


MITRA
WBC/KY
mastikan bahwa DHL adalah
mitra yang kooperatif dan mu-
dah diajak bekerja sama de-
ngan para pelanggan manapun.
“Kami juga memiliki produk
serta layanan yang inovatif untuk
memenuhi kebutuhan ekspres
dan logistik mereka. Selain itu
kami juga telah mengembang-
kan gateway kami di empat kota,
yaitu Bali, Banjarmasin,
Palangkaraya, dan Tanjung Bara
Sangata,” jelas David Ng.
Peluncuran inisiatif branding
“All The Way” lebih difokuskan
pada keunggulan utama DHL
yang memperhatikan perilaku
karyawan DHL yang berfokus
pada layanan proaktif dalam
mengkomunikasikan personal
touch DHL dalam situasi sehari-
hari. Elemen-elemen inti dalam
komunikasi tersebut meliputi,
penyedia layanan ekspres de-
ngan reputasi yang baik, mudah
bekerja sama, memahami, serta
menghargai para pelanggannya.
Inovasi layanan dan produk
serta fasilitator perdagangan
global, yang menjadikan DHL
sebagai pilihan pertama bagi
pelanggannya.
Menurut Corporate Commu-
nications DHL, Bimo Dewanto,
kampanye yang diluncurkan di
seluruh wilayah Asia Pasifik pa-
da kuartal pertama 2007, bertu-
KAMPANYE. Senior Technical Advisor, David Ng (tengah) didampingi National Marketing Manager, Eddy Prayitno (kiri) juan untuk memantapkan tagline
dan Corporate Communications, Bimo Dewanto (kanan), saat mengkampanyekan brand DHL yang baru “All The Way”. “All The Way” DHL bagi para
pelanggannya, yaitu dengan

All The Way,


memperhatikan komitmen DHL
dalam mendukung kesuksesan
para pelanggan.

Fokus Utama DHL Di Tahun 2007


“Dengan brand yang jika
diartikan ke dalam bahasa
Indonesia berarti segala upaya,
maka kami mencoba
menggambarkannya (dalam
Sebagai perusahaan jasa layanan ekspres dan bentuk iklan di TV dan media cetak) dengan tiga situasi yang
logistik, DHL (PT. Birotika Semesta), saat ini relatif sulit untuk dijalankan oleh perusahaan lain. Seperti
keadaan jalan yang serba macet dimana pun di dunia ini, namun
dituntut oleh seluruh pengguna jasanya, agar DHL telah memiliki suatu perangkat yang dapat memonitor situasi
menjadi perusahaan ekspres yang proaktif jalan dan ditambah dengan keahlian kurir yang mengerti akan
dalam menghadapi masalah, juga mengerti jalan-jalan yang harus dilaluinya,” kata Bomo Dewanto.
Selain itu ujar Bimo, gambaran lain yang juga ditampilkan
akan masalah bisnis. adalah, situasi dimana terdapat badai namun kiriman barang

M
tetap dapat sampai tepat pada waktunya. Dan gambaran terakhir
emasuki tahun 2007, DHL sebagai penyedia layanan yang merupakan gambaran yang sebelumnya sangat sulit untuk
ekspres dan logistik terkemuka di dunia, memantap- diterapkan bagi jasa layanan lain, adalah memberikan waktu
kan posisinya sebagai pemimpin di kawasan Asia yang lebih fleksibel kepada pelanggan terhadap barang yang
Pasifik melalui peluncuran kampaye brand regional akan dikirimnya.
yang baru. Brand yang terfokus pada tema “All The Sementara itu menurut Edi Prayitno yang juga selaku
Way” bagi para pelanggannya ini, diharapkan akan menjadi pilih- National Marketing Manager DHL, kepedulian DHL kepada
an pertama bagi para pelanggannya. pelanggannya juga diberikan melalui seminar-seminar mengenai
Kampanye DHL yang disampaikan pada acara media kondisi pasar baik dalam maupun luar negeri yang ditujukan
gathering ini, berlangsung di Cilantro Lounge Wisma 46-Kota kepada pelanggannya.
BNI Jakarta, pada 24 Januari 2007. Hadir pula pada acara ini, “Di tahun 2006 lalu hampir tiap tiga bulan kita mengadakan se-
Senior Technical Advisor, David Ng yang juga merupakan minar yang diperuntukkan bagi pelanggan-pelanggan kami. Selain itu
wajah baru untuk DHL di Indonesia. kami juga telah menciptakan inovasi baru bagi pelanggan yang
Pada kata sambutannya David Ng menyatakan, DHL berko- membutuhkan suatu penghargaan lebih, khususnya untuk ke-
mitmen untuk mempertahankan posisi kepemimpinan di industri langsungan bisnisnya, yaitu berupa sample ekspres dengan di-
dengan melayani pelanggan secara all the way. Hal ini berarti me- sain dan kemasan yang lebih menarik,” kata Edi Prayitno. adi

24 WARTA BEA CUKAI EDISI 388 MARET 2007


KOPERASI

KOPERASI BERPRESTASI. Dirjen Bea dan Cukai, Anwar Suprijadi saat memberikan sambutan pada rapat anggota tahunan XVII Kopesat DJBC, yang
pada tahun 2006 telah menjadi koperasi yang berprestasi di wilayah Jakarta

Rapat Tahunan XVII Koperasi Kantor Pusat DJBC


Walaupun mengalami penurunan jumlah Hal lainnya, Kopesat DJBC mendapatkan hasil penilaian
anggota di tahun 2006 yang dikarenakan sementara dari akuntan publik dengan nilai rasio likuiditas, rasio
solvabilitas yang dapat menunjukan kondisi Kopesat DJBC yang
mutasi pegawai, namun untuk jumlah/omzet sangat sehat. Hal ini dapat dilihat dari kekayaan bersih per 31
penjualan serta usaha-usaha lainnya justru Desember 2006 mencapai Rp.7.142,155,413.84, sementara itu di
mengalami peningkatan yang cukup baik jika tahun 2005 per 31 Desember mencapai Rp.6.845,944,700.64.
Untuk pengelolaan aset, Kopesat DJBC yang menerima
dibandingkan dengan tahun 2005. amanat dari Direktorat Jenderal untuk mengelola dan

R
memanfaatkannya kepada kepentingan anggota dan masyarakat
apat anggota tahunan ke XVII Koperasi Kantor Pusat umum, meskipun belum menunjukan profitabilitas yang
(Kopesat) Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC), diharapkan, namun telah dirasakan dapat memberikan manfaat
kembali di gelar di awal tahun 2007 ini. Rapat yang bagi para anggota dan masyarakat umum.
berlangsung pada 14 Februari 2007 di aula gedung “Kami juga menghimbau kepada anggota sekalian untuk
serba guna kolam renang Bojana Tirta Bea dan Cukai, membantu kami dalam memasarkan unit-unit kolam renang,
selain melaporkan kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh lapangan tenis dan aula/ruang pertemuan ini kepada relasi
Kopesat juga melaporkan hasil usaha yang telah diraih oleh maupun kerabatnya. Dengan demikian, unit-unit ini dapat lebih
Kopesat selama tahun 2006 lalu. dikenal luas dan pada gilirannya dapat memberikan keuntungan
Acara Rapat tahunan ini selain dihadiri oleh Direktur yang lebih besar lagi,” ujar Oentarto Wibowo.
Jenderal Bea dan Cukai, Anwar Suprijadi yang juga Rapat anggota tahunan XVII Kopesat DJBC kali ini
bertindak selaku pembina Kopesat DJBC, juga dihadiri bertemakan “Bersama Kopesat DJBC Kita Wujudkan Pegawai
Kepala Suku Dinas Koperasi dan UKM Kotamadya Jakarta yang Profesional, Berintegritas Tinggi dan Sejahtera”. Kopesat
Timur, para penasehat Kopesat DJBC, Pejabat eselon II, III, DJBC bertekad senantiasa menjadi partner DJBC dalam upaya
dan IV dilingkungan Kantor Pusat DJBC dan unit-unit kerja di meningkatkan kepasitas para pegawainya. Pada kesempatan itu
Jabodetabekpur, serta tidak ketinggalan para perwakilan juga diutarakan mengenai kegiatan toko sebagai kegiatan utama
anggota Kopesat. Kopesat DJBC yang telah berusaha keras agar dapat memenuhi
Dalam kata sambutannya Dirjen merasa bersyukur karena keinginan anggota dengan memperbanyak jenis barang yang
Kopesat DJBC sudah termasuk kelompok koperasi yang dijual. Selain itu Kopesat DJBC juga terus memperhatikan
berprestasi dan mendapatkan nilai yang cukup baik, bahkan keinginan para anggota yang menginginkan harga barang yang
untuk wilayah Jakarta Timur Kopesat DJBC berada diurutan dijual bisa semurah yang dinginkan para anggota.
nomor 2 setelah ASTRA.”Dari segi kedinasan saya sangat Untuk kegiatan favorit dikalangan anggota, yaitu unit simpan
mengandalkan koperasi, karena sesuai dengan tema koperasi pinjam, Kopesat DJBC selama setahun terakhir ini sangat berhati-
untuk mewujudkan negara yang profesional dengan memajukan hati dalam menyalurkan pinjaman kepada anggotanya. Karena,
bidang kesejahteraan anggotanya, maka apa yang diinginkan kendati berkepentingan menyalurkan dana dalam rangka
pun dapat terwujud,” ujar Dirjen. mendapatkan profit, Kopesat DJBC juga memiliki kewajiban
Sementara itu, dalam kata sambutannya Ketua Kopesat moral untuk mendidik para anggota agar meminjam dalam jumlah
DJBC, Oentarto Wibowo, menjelaskan beberapa peningkatan yang wajar sesuai kemampuan.
yang telah diraih Kopesat DJBC selama tahun 2006, diantaranya Satu hal yang patut dibanggakan pada Kopesat DJBC ditahun
peningkatan jumlah/omzet penjualan serta peningkatan usaha- 2006, adalah mendapatkan penghargaan dari Gubernur DKI
usaha lainnya yang membuat total kekayaan bersih lebih mening- Jakarta, sebagai salah satu koperasi berprestasi di Jakarta. Hal
kat dari tahun sebelumnya, walaupun ditahun 2006 terjadi penu- ini tentunya menjadi cambuk dan pemicu semangat agar di tahun
runan jumlah anggota yang dikarenakan mutasi para pegawai. 2007 Kopesat DJBC dapat berprestasi lebih tinggi lagi. adi

EDISI 388 MARET 2007 WARTA BEA CUKAI 25


OPINI

Beberapa Resiko dalam



SANGAT SULIT
MENEMUKAN
PEGAWAI BEA CUKAI
YANG MAU

Sistem
BERPROFESI DI
BIDANG TI
Oleh : DIBANDING DENGAN
Mohammad

Informasi
Tsani Annafari, KARIR DI BIDANG
M.Sc LAIN SEPERTI P2,

Kepabeanan
PABEAN ATAU CUKAI

” Always plan ahead. it wasn”t rain when Noah


built the ark” (Richard C. Cushing)

Tanjung Priok. Jika kebakaran tersebut merusakkan komputer
dan sistem aplikasi yang berjalan disana, apakah mungkin tiba-
tiba mengubah sistem pelayanan yang begitu tergantung pada
aplikasi menjadi sistem manual. Kemudian bagaimanakah

T
melakukan upaya recovery terhadap data-data transaksi yang
eknologi informasi (TI – Information Technology/IT) tersimpan dalam sistem, dan seterusnya.
telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kegiatan Dalam pembahasan berikut, penulis mencoba mengulas
pelayanan kepabeanan di DJBC. Dimulai sejak sejumlah resiko yang mungkin terjadi yang disusun berdasarkan
penerapan Custom Fast Release System (CFRS) di pengalaman selama menjadi staf di DIKC (Direktorat Informasi
awal ’90-an hingga menuju era Single Window System Kepabeanan dan Cukai).
yang menurut rencana akan diimplementasikan dalam waktu
dekat. Yang jelas, hingga saat ini data yang ada telah DISASTER RECOVERY PLAN
menunjukkan bahwa lebih dari 60 persen dokumen impor telah Beberapa tahun yang lalu saat bertugas di DIKC penulis
dilayani secara elektronis. Fakta ini mengindikasikan betapa sempat bertemu seorang pejabat divisi IT Bank Indonesia.
teknologi informasi telah menjadi bagian yang vital dari aktifitas Beliau menceritakan bahwa bank tempatnya bekerja memiliki
pelayanan kepabeanan. unit khusus yang menangani pengarsipan dan backup sistem
Tentu saja keterlibatan TI berdampak positif terhadap kegiatan informasi yang berlokasi di luar kota Jakarta. Unit tersebut
pelayanan kepabeanan. Kerumunan dan antrian panjang di loket bertugas melakukan duplikasi secara real time (mirroring)
kantor pelayanan yang di era ’70 - ’90- an banyak terlihat kini jauh terhadap aplikasi yang sedang berjalan di kantor pusat BI di
berkurang karena pengguna jasa dapat mengirimkan dokumen Jakarta dan seluruh kantor utama, sehingga apabila terjadi
kepabeanan lewat jaringan elektronik dari kantornya masing- hal-hal yang tidak diinginkan di kantor-kantor tersebut,
masing. Dokumen yang dikirim pun dapat diproses lebih cepat aplikasi dan perangkat di unit tersebut dapat di aktifkan
dan mendapatkan pelayanan sesuai antrian yang bebas dari sebagai backup system.
intervensi petugas. Unit tersebut beserta perangkat-nya nyaris sama dengan
Di sisi lain, para pegawai KPBC juga mendapatkan yang tersedia di kantor pusat dan terhubung secara online.
kemudahan serupa. Dengan bantuan aplikasi, semua data yang Disamping itu, unit ini sengaja ditempatkan jauh di luar kota agar
terkait dengan dokumen telah terpampang di layar monitor sesuai berbeda lokasi dengan kantor pusat, sehingga apabila terjadi
kewenangan masing-masing, sehingga tugas yang perlu mereka kondisi force majour yang melanda satu area, semisal gempa,
lakukan juga menjadi jauh lebih sederhana dan mudah. banjir atau kerusuhan besar seperti kudeta, unit tersebut tidak
Namun demikian, dengan berbagai kemudahan tersebut kian akan mengalami dampak yang sama dengan kantor pusat.
hari aplikasi yang ada menjadi kian kompleks. Bahkan kini Dengan demikian, backup system tetap terjaga dengan baik.
dengan system scoring dalam proses penjaluran dokumen impor, Tentu DJBC bukanlah Bank Indonesia yang memiliki
rasanya peran dari petugas di kantor pelayanan makin jauh critical data begitu besar. Namun setidaknya kita perlu belajar
berkurang sementara ketergantungan terhadap aplikasi justru bahwa sikap sedia payung sebelum hujan sangatlah diperlu-
menjadi kian bertambah besar. kan untuk memberi jaminan kepastian serta tanggung jawab
Namun demikian, apabila kita cermati, ketergantungan yang pelayanan pada dunia usaha. Minimal saat ini diperlukan
besar terhadap sistem aplikasi sebenarnya juga memunculkan penyusunan Standard Operating Procedure (SOP) sebagai
sejumlah potensi resiko yang dapat memiliki dampak sangat bagian dari disaster recovery plan sehingga manakala hal-hal
serius. Terlebih sebagaimana kita tahu, kegiatan customs tidak diinginkan tersebut secara tak terduga terjadi kita telah
clearance sangat peka waktu, dan gangguan terhadapnya akan siap dan tahu apa yang harus dilakukan sehingga dapat
berdampak langsung pada proses ekonomi di masyarakat. melakukan recovery kegiatan pelayanan secara cepat.
Sebagai contoh, bisakah kita bayangkan apa yang terjadi jika
kebakaran besar yang terjadi di kantor pusat Pertamina beberapa KETERGANTUNGAN PERSONAL
waktu yang lalu terjadi di salah satu kantor pelayanan utama di Di DJBC ketergantungan terhadap sistem aplikasi yang begitu

26 WARTA BEA CUKAI EDISI 388 MARET 2007


WBC/KY

BANJIR. apabila terjadi kondisi force majour yang melanda satu area, semisal gempa, banjir atau kerusuhan besar seperti kudeta, unit back up system
tidak akan mengalami dampak yang sama dengan kantor pusat. Dengan demikian, backup system tetap terjaga dengan baik.

tinggi ternyata diikuti juga dengan ketergantungan personal ada, akibatnya sistem aplikasi yang ada berubah tanpa dapat
terhadap tenaga-tenaga ahli di bidang TI. Haruslah diakui bahwa terdokumentasikan dengan baik.
sangat sulit menemukan pegawai bea cukai yang mau berprofesi Kondisi tersebut umum terjadi karena aplikasi yang ada sering
di bidang TI dibanding dengan karir di bidang lain seperti P2, tidak melewati tahap quality control karena keterbatasan waktu
Pabean atau Cukai. Kondisi ini menyebabkan hanya orang-orang dan sumberdaya. Akibatnya ketika dikirim ke kantor pelayanan
itu itu saja yang melakukan penanganan terhdapat sistem atau didistribusikan ke pengguna jasa, aplikasi masih
informasi di DIKC. Kondisi tersebut tentulah tidak sehat, sebab mengandung bug (kesalahan program), atau kesalahan proses
sehebat-hebatnya seorang pegawai, mereka hanyalah manusia yang disebabkan kesalahan interpretasi peraturan. Bahkan
biasa yang juga bisa sakit, bosan dan alpa. pernah terjadi, satu aplikasi yang sudah tersimpan di dalam CD
Dalam beberapa kasus, tanggung jawab terhadap aplikasi dan didistribusikan ke ribuan importir harus ditarik kembali untuk
seringkali hanya dipegang satu atau dua orang, sehingga ketika dibenahi karena ditemukan kesalahan dalam aplikasi.
yang bersangkutan cuti atau berhalangan masuk, maka Hal tersebut seringkali harus dimaklumi, mengingat dengan
permasalahan menjadi tertunda dan tidak dapat diselesaikan. jumlah SDM yang minim DIKC sering dibebani beban pekerjaan
Tentu saja, ketergantungan personal ini perlu diatasi dengan yang sulit dengan waktu yang sangat terbatas. Namun dengan
melakukan pengelolaan sumber daya manusia secara teknologi yang ada saat ini, seharusnya perlu penyeragaman dan
proporsional dan terencana. Mekanisme rolling internal di DIKC standarisasi aplikasi. Bahkan bilamana perlu, master aplikasi
pun juga perlu dilakukan agar ketergantungan personal ini dapat yang akan diinstall haruslah disimpan di media tertentu dan diberi
dihindari. Disamping itu yang tidak kalah pentingnya adalah nomer registrasi dan hanya aplikasi tersebutlah yang boleh
bagaimana membuat DIKC menjadi unit yang menarik bagi diinstall di KPBC. Tentunya sebelum sampai tahap tersebut perlu
pegawai DJBC untuk mendarmabaktikan diri di dalamnya, yang dilakukan uji mutu (quality control) untuk memastikan bahwa tidak
dibarengi dengan upaya kaderisasi serta peningkatan skill lewat ada masalah dengan aplikasi tersebut. Dengan demikian, stok
pelatihan-pelatihan eksternal. aplikasi yang “sehat” yang siap untuk diinstal setiap saat selalu
tersedia.

STANDARISASI DAN DOKUMENTASI COMPUTER FRAUD


Di sisi lain, tidak adanya standarisasi aplikasi membuat sistem Berbicara tentang kejahatan, ada baiknya kita memegang
aplikasi yang ada saat ini menjadi tidak seragam dan sulit prinsip “bertindak di saat orang lain belum memikirkannya”.
didokumentasikan. Sebagai contoh, saat ini, aplikasi impor Karena seringkali setan melintas secara tiba-tiba dan
inhouse di KPBC A bisa jadi berbeda dengan KPBC B, sebab memberi ide buruk pada orang untuk melakukan kejahatan
umumnya ketika terjadi permasalahan di KPBC-KPBC, program- secara tak terduga. Apabila berbagai kemungkinan kejahatan
mer yang dikirim hanya melakukan operasi ‘tambal sulam’, tersebut sudah diantisipasi sebelumnya tentu resiko yang
dimana yang terpenting adalah menyelesaikan masalah yang buruk akan dapat diminimalisir.

EDISI 388 MARET 2007 WARTA BEA CUKAI 27


OPINI

Terkait dengan ini, hal krusial yang belum dilakukan DIKC atas rata-rata dan memiliki integritas tinggi sehingga dapat
adalah membentuk unit pengawasan. Hal ini sangat diperlukan menjalankan tugasnya dengan baik.
karena kejahatan dibidang komputer sangatlah khas dan hanya
bisa dideteksi oleh mereka yang kompeten di bidangnya. Bahkan IT PLAN
seringkali terjadi sistem yang terlihat adem ayem berjalan Sejauh ini, meski sudah lebih dari satu dekade DJBC
ternyata dipenuhi intruder (penyusup) yang melakukan pencurian
mengembangkan sistem informasi, tampak belum ada secara
maupun manipulasi data. konkret satu bangunan sistem informasi yang dituju. Hal ini
Untuk memastikan hal tersebut tidak terjadi, unit pengawasan
terutama terjadi karena adanya cara pandang yang
yang terdiri dari orang yang berkompeten dibidangnya sangat menempatkan DIKC hanya sebagai ’tukang jahit’ yang tugasnya
diperlukan untuk melakukan pemantauan akses terhadap hanya menerima order dari unit terkait dengan pola dan ukuran
database, manajemen password dan melakukan audit IT. yang sudah ditentukan, akibatnya pola pengembangan aplikasi
(Pembahasan tentang audit IT dan computer fraud ini akan masih sangat bersifat sektoral.
dilakukan secara komprehensif pada tulisan terpisah). Unit Cara pandang semacam ini mungkin masih relevan jika
pengawasan internal ini juga sangat diperlukan untuk memantauditerapkan pada sistem yang berskala kecil, namun dengan
kinerja para pegawai dan yang terlibat dalam sistem informasikompleksitas sistem pelayanan kepabeanan yang ada saat ini
serta untuk memastikan bahwa tidak ada penyimpangan atau tentu hal tersebut akan menjadi sulit untuk dilakukan, sebab
ketidak beresan data transaksi yang tersimpan. pengembangan aplikasi yang bersifat sektoral hanya akan
Lebih jauh, antisipasi oleh unit pengawasan terhadap menambah kerumitan dalam integrasi dan pengendalian.
kejahatan di bidang komputer juga perlu dilakukan terhadap Untuk mengatasi hal tersebut IT plan (Rencana TI) juga
kemungkinan gangguan dari luar. Hal ini terutama terkait sangat diperlukan oleh DIKC. Dengan IT plan berbagai
dengan penggunaan teknologi internet serta berbagai permasalahan yang selama ini muncul akan dapat diatasi dengan
teknologi jaringan yang memungkinkan akses dari luar untuk baik, seperti misalnya koordinasi pengembangan hardware dan
masuk ke dalam sistem utama. Dalam hal ini termasuk di software yang selama ini sering tidak “nyambung” karena tidak
dalamnya adalah antisipasi terhadap serangan virus dan adanya IT plan. IT Plan juga membuat DIKC tidak mudah “didikte”
hacker. Kebutuhan akan hal ini terutama akan pihak lain dalam hal pengembangan aplikasi,


semakin meningkat terkait dengan rencana sehingga DIKC dapat menentukan scope
Single Windows System yang akan mengaitkan pekerjaan yang harus ditangani dan diprioritaskan
sistem aplikasi internal DJBC dengan berbagai sesuai dengan sumber daya yang dimiliki.
intansi lain dalam satu network bersama. Dengan demikian pengembangan aplikasi
dapat dilakukan secara terukur dan redudansi
PEMETAAN STRUKTUR ORGANISASI DIKC aplikasi serta berbagai permasalahan dalam
Hal lain yang tidak kalah pentingnya adalah
melakukan pemetaan struktur organisasi MEMERLUKAN melakukan penyelarasan kerja antar aplikasi IT
dapat dilaksanakan dengan baik.
sehingga terdapat pengaturan hubungan kerja UNIT KERJA
yang jelas antara tugas perencanaan, pengem- RESEARCH AND DEVELOPMENT
bangan, pemeliharaan dan pengawasan. YANG BERTUGAS Teknologi informasi adalah bidang yang ber-
Sejauh ini di DIKC mekanisme semacam ini kembang sangat cepat, karenanya antisipasi dan
belum dibakukan, sehingga sering ditemui MELAKUKAN pemantauan perkembangan yang ada sangat
seorang programmer melakukan pekerjaan PEMANTAUAN diperlukan agar kita tidak tertinggal dengan per-
rangkap sebagai sistem analis, tester sekaligus, kembangan terbaru. Ketidak tahuan perkembang-
akibatnya kualitas aplikasi yang dihasilkan TERHADAP an terbaru di bidang TI seringkali banyak
kadang menjadi sulit dipertanggung jawabkan. merugikan, misalnya ketidaktahuan akan adanya
Dalam beberapa kasus programmer pun PERKEMBANGAN release aplikasi versi terbaru seringkali membuat
juga bisa sekaligus bertindak sebagai Database kita terkecoh membeli aplikasi yang lama dengan
Administrator (DBA) dan melakukan akses da-
TERBARU DI harga murah. Atau dalam banyak kasus,
tabase secara langsung. Padahal analog de- BIDANG TI ketidaktahuan membuat kita membeli perangkat


ngan sistem keuangan, pemegang pembukuan hardware yang ternyata dalam jangka waktu tidak
tentu harus dipisahkan dengan pemegang uang terlalu lama menjadi barang usang yang tidak lagi
agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. kompatibel dengan sistem yang ada.
Terkait dengan hal tersebut DIKC memerlukan
PENINGKATAN INTEGRITAS unit kerja yang bertugas melakukan pemantauan
Sebuah ironi yang dijumpai di DIKC adalah fakta bahwa terhadap perkembangan terbaru di bidang TI. Dengan adanya
pegawai DIKC dengan skill yang dimilikinya ’hanya’ digaji sama unit ini, dapat dihindari ketergantungan untuk meminta ”saran”
dengan pegawai kebanyakan. Profesi Database Administrator dari vendor terkait pengembangan aplikasi maupun hardware,
yang di banyak tempat selalu mendapat gaji lebih dari cukup sehingga konflik kepentingan dapat diminimalisir. Unit ini juga
ternyata hanya bergaji jauh dibawah yang seharusnya. Kondisi ini diharapkan untuk dapat melakukan perencanaan pengembangan
tentu saja beresiko memunculkan penyimpangan dalam kegiatan skill dan keahlian pegawai dengan melakukan perencanaan
pengolahan data, terutama dengan mengingat tanggung jawab pelatihan sesuai tuntutan perkembangan terbaru teknologi
atas data yang dikelola. informasi.
Sejumlah kasus di kantor pelayanan yang sempat terungkap Tugas lain yang harus dilakukan unit ini adalah melakukan
menjadi bukti bahwa kesejahteraan menjadi kunci penting dalam evaluasi dan analisa performance system yang ada, sehingga
mengurangi resiko penyimpangan oleh pegawai. Dalam banyak dapat diketahui secara jelas kekurangan apa saja yang perlu
kasus yang dibahas di literatur, computer fraud justru banyak dibenahi. Bilamana perlu evaluasi ini dilakukan dengan
dilakukan oleh pegawai atau mantan pegawai yang memahami melibatkan stakeholder sehingga dapat diperoleh masukan yang
operasional sistem informasi yang dikelolanya. Bahkan resiko obyektif yang berguna bagi penyempurnaan aplikasi.
kerugian terbesar dalam sistem informasi sangat mungkin terjadi Demikian identifikasi sejumlah resiko dalam sistem
karena adanya sabotase oleh kalangan internal. informasi kepabeanan yang menurut hemat penulis perlu
Dengan mempertimbangkan resiko tersebut, DIKC perlu mendapatkan perhatian serius saat ini. Namun demikian
membentuk unit pengawasan internal yang terdiri dari orang tindak lanjut semua ini sangat tergantung pada agenda kerja
yang berkompeten dibidangnya sangat diperlukan untuk dan skala prioritas DIKC yang saat ini sedang menyongsong
melakukan pemantauan terhadap kinerja para staf TI. Tentu saja implementasi National Single Window.
mereka yang berada dalam tim ini harus memiliki kemampuan di Penulis adalah Staf pada bagian Kepegawaian

28 WARTA BEA CUKAI EDISI 388 MARET 2007


KONSULTASI
KEPABEANAN & CUKAI
Dengan ini kami informasikan agar setiap surat pertanyaan yang masuk ke Redaksi Warta Bea Cukai baik melalui pos, fax ataupun
e-mail, agar dilengkapi dengan identitas yang jelas dan benar. Redaksi hanya akan memproses pertanyaan-pertanyaan yang diajukan
dengan menyebutkan identitas dan alamat yang jelas dan benar. Dan sesuai permintaan, kami dapat merahasiakan identitas anda.
Demikian pemberitahuan ini kami sampaikan, atas perhatiannya kami ucapkan terimakasih. Redaksi

Barang Penumpang
Dalam kesempatan ini saya ingin menanyakan menggunakan sarana pengangkut, tetapi bukan awak
mengenai barang penumpang, mengingat masih banyak sarana pengangkut dan bukan pelintas batas;
terjadi kesalahpahaman antara penumpang dan petugas Yang dimaksud dengan barang penumpang adalah
BC sendiri tentang pengertian barang penumpang : barang impor milik penumpang yang tiba bersama
1. Apakah yang dimaksud dengan barang penumpang ? penumpang, sebelum atau setelah kedatangan
2. Di Custom Declaration bahwa barang yang nilainya penumpang bersangkutan, yang dapat berupa :
lebih dari USD 250,00 dikenakan BM dan pajak impor, - Barang keperluan diri dan sisa bekal penumpang
apakah batasan USD 250,00 itu untuk nilai satu yaitu barang baik dalam keadaan baru maupun
barang saja atau penjumlahan dari keseluruhan bekas pakai yang wajar diperlukan selama masa
barang yang dibawa penumpang ? perjalanannya;
3. Apabila seorang penumpang pesawat membawa suatu - Barang bawaan penumpang yaitu barang yang
barang sample yang tidak berharga (No Value Com- bukan merupakan barang keperluan diri dan sisa
mercial) tetapi bila ditaksir harganya lebih dari USD bekal penumpang.
250,00 apakah atas barang tersebut bisa dikenakan
BM dan PDRI lainnya ? 2. Bahwa batasan nilai pabean yang tidak dikenakan Bea
4. Apabila seorang penumpang membawa barang bahan Masuk tidak didasarkan pada jumlah item/jenis barang
baku atau spare parts mesin yang di dalam invoice melainkan per orang atau per keluarga. Sebagaimana
tidak lebih dari USD 250,00, apakah terhadap barang diatur pada ketentuan yang berlaku, pembebasan Bea
tersebut dikenakan BM dan pajak impor. Masuk dan pajak impor diberikan kepada :
- barang keperluan diri dan sisa bekal penumpang;
Demikian disampaikan dan atas jawabannya kami dan
ucapkan banyak terima kasih. - barang bawaan penumpang yang nilai pabeannya
tidak melebihi FOB USD 250,00 untuk setiap orang
NAMA DAN ALAMAT atau FOB USD 1.000,00 untuk setiap keluarga.
ADA PADA REDAKSI Sehingga atas barang bawaan yang nilainya melebihi
batasan tersebut dikenakan Bea Masuk dan pajak
dalam rangka impor.

JAWABAN : 3. Sekaligus menjawab pertanyaan butir 4, dapat


disampaikan sebagai berikut :
Sehubungan dengan pertanyaan yang diajukan, - Bahwa sesuai Pasal 2 Undang-undang Nomor 17
dengan ini disampaikan tanggapan sebagai berikut : Tahun 2006 dinyatakan barang yang dimasukkan
ke dalam daerah pabean Indonesia diperlakukan
Sebelum menjawab pertanyaan tersebut satu demi sebagai barang impor dan terutang Bea Masuk;
satu, perlu kiranya mengetahui dasar hukum yang - Sehubungan dengan ketentuan tersebut diatas,
dipergunakan adalah : semua barang yang diimpor wajib membayar Bea
1. Pasal 25 ayat (1) huruf n Undang-Undang Nomor 10 Masuk dan pajak impor, kecuali diberikan
Tahun 1995 tentang Kepabeanan sebagaimana telah pembebasan berdasarkan peraturan yang berlaku.
diubah dengan Pasal 25 ayat (1) huruf m Undang- - Sehingga atas pemasukan barang sample maupun
Undang Nomor 17 Tahun 2006; bahan baku atau spare part tetap dikenakan Bea
2. Keputusan Menteri Keuangan Nomor 490/KMK.05/ Masuk dan pajak impor karena tidak memenuhi
1996 tentang Tata Laksana Impor Barang Penumpang, kriteria barang keperluan diri atau sisa bekal
Awak Sarana Pengangkut, Pelintas Batas, Kiriman melainkan memenuhi kriteria barang bawaan
Pos, dan Kiriman Melalui Perusahaan Jasa Titipan; penumpang.
3. Keputusan Direktur Jenderal Bea dan Cukai Nomor : - Berdasarkan Pasal 15 Undang-undang Nomor 17
KEP-78/BC/1997 tentang Petunjuk Pelaksanaan Tahun 2006 dinyatakan dalam hal nilai pabean
Penyelesaian Barang Penumpang, Awak Sarana tidak dapat ditentukan berdasarkan nilai transaksi
Pengangkut, Pelintas Batas, Kiriman Melalui Jasa (no commercial value) maka nilai pabean
Titipan dan Kiriman Pos sebagaimana telah diubah ditentukan berdasarkan nilai transaksi barang
dengan Keputusan Direktur Jenderal Bea dan Cukai identik dan seterusnya secara berurutan.
Nomor : KEP-83/BC/2002.
Demikian disampaikan, untuk dapat dipahami.
Selanjutnya disampaikan tanggapan pertanyaan
sebagai berikut : Pjs. Direktur Teknis Kepabeanan
1. Pertama-tama sebaiknya mengetahui terlebih dahulu
definisi penumpang adalah setiap orang yang Ariohadi
melintasi perbatasan wilayah negara dengan NIP. 060035491

EDISI 388 MARET 2007 WARTA BEA CUKAI 29


KEPABEANAN

Sosialisasi
UU No.17/2006,
Kepada Para Pengusaha di KP-DJBC
WBC/ATS
pada 26 Januari 2006 melakukan sosialisasi mengenai undang-
udang tersebut kepada para pengusaha yang berdomisili di
Jakarta dan sekitarnya.
Pada sambutannya dihadapan para perwakilan pengusaha
dan juga jajaran staf inti KP-DJBC di Auditorium Kantor Pusat
DJBC, Dirjen Bea dan Cukai Anwar Suprijadi mengatakan,
amandemen terhadap UU No.10/1995 merupakan suatu langkah
maju untuk menuju institusi kepabeanan yang reformis.
Amandemen lanjutnya, bukan hanya sekedar mengakomodir
kepentingan pemerintah dalam hal ini DJBC namun juga
mengakomodir kepentingan nasional termasuk didalamnya
masyarakat usaha. Sehingga dengan adanya amandemen
tersebut berbagai upaya untuk meningkatkan penerimaan negara
dan juga kemudahan masyarakat usaha dalam melakukan
kegiatan ekspor impor dapat terjamin.
Selanjutnya Anwar mengatakan, lahirnya UU No17/2006
merupakan bentuk manifestasi dalam bidang penegakkan
hukum, karena dalam undang-undang tersebut pengenaan
sanksi tidak hanya diberikan kepada para pelaku usaha yang
melanggar UU No.17/2006, namun sanksi serupa juga dibe-
rikan kepada petugas yang melanggar ketentuan dari
undang-undang tersebut. Bahkan sanksi yang dikenakan ke-
pada petugas yang melanggar tersebut lebih berat sepertiga
WBC/ATS
daripada sanksi
yang diberikan
kepada pengusaha.
Hal tersebut
timbul karena
masyarakat meng-
inginkan agar
sanksi tidak hanya
dikenakan kepada
pengusaha tetapi
TIM SOSIALISASI. Memaparkan kepada para pengusaha mengenai isi juga kepada petugas
dari UU No.17/2006. yang melanggar.
“Masyarakat melalui
wakilnya di DPR
Acara sosialisasi dihadiri wakil pengusaha menginginkan hal
yang ingin mengetahui lebih lanjut mengenai isi tersebut (pengenaan
dari UU No.17/2006 sanksi.red) diatur

S
dalam undang-un-
etelah berhasil diundangkannya Undang Nomor 17 dang,”terang Anwar
Tahun 2006 (UU No.17/2006) tentang Perubahan Atas kembali. Selain itu
Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1995 tentang Kepa- pengaturan secara
beanan, kini Indonesia telah mempunyai suatu undang- detail mengenai de-
undang kepabeanan yang sifatnya melengkapi isi dari finisi penyelundupan
Undang-Undang Nomor 10 tahun 1995 tentang Kepabeanan. ANWAR SUPRIJADI. Amandemen terhadap UU juga diatur dalam
Untuk menyebarluaskan isi dari UU No.17/2006 terse- No.10/1995 merupakan suatu langkah maju untuk undang-undang ter-
but, Kantor Pusat Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (KP-DJBC) menuju institusi kepabeanan yang reformis sebut. Masih menu-

30 WARTA BEA CUKAI EDISI 388 MARET 2007


WBC/ATS

SOSIALISASI UU NO 17/2006. Mendapat perhatian dari kalangan pengusaha mengingat adanya hal baru dan kewenangan baru yang dimiliki DJBC

rut Anwar, jika ketentuan dalam pasal 102 yang mengatur menge- tertentu seperti kayu dan lain sebagainya sering berbelok ke arah
nai masalah penyelundupan tersebut tidak dipenuhi salah satu lain untuk diselundupkan ke luar negeri, dengan dalih bahwa
saja, maka dapat dikategorikan sebagai penyelundupan, dan hal komoditi tersebut akan dibawa ke wilayah lain di Indonesia.
ini berbeda dengan pasal serupa pada UU No10/1995, dimana Mengenai isi dari UU No17/2006, Raihan Ramlie perwakilan
jika salah satu unsur terpenuhi dalam proses kepabeanan selain dari pengusaha yang hadir pada acara tersebut mengatakan, isi
unsur lainnya, maka belum dapat dikatakan sebagai penyelundupan. dari undang-undang tersebut sudah cukup baik dari pada undang-
Mengingat singkatnya waktu sosialisasi tersebut, Anwar undang terdahulu. Bahkan dengan adanya ketentuan yang lebih
mempersilahkan para pengusaha untuk dapat menyampaikan detail mengenai masalah penyelundupan, maka sudah pasti orang
pertanyaan atau mendapatkan informasi lebih lanjut mengenai yang akan melakukan tindakan penyelundupan akan dapat ditindak.
undang-undang tersebut kepada tim sosialisasi UU No.17/2006 Raihan menambahkan, pengenaan sanksi yang cukup
berimbang antara sanksi untuk oknum pengusaha yang ‘nakal’
SAMBUTAN POSITIF PENGUSAHA dan juga oknum petugas yang mencoba untuk mencari
Sosialisasi UU No.17/2006 yang dilakukan oleh anggota tim keuntungan pribadi, dapat memberikan suatu kepastian hukum
sosialisasi dari KP-DJBC memaparkan secara garis besar me- kepada masyarakat bahwa tidak hanya oknum pengusaha saja
ngenai kewenangan baru DJBC dan hal-hal baru dalam undang- yang ditindak, tetapi juga dikenakan kepada oknum petugas.
undang tersebut. Joko Wijono Tenaga Pengkaji Bidang Ia juga mengharapkan agar dalam prakteknya undang-
Pengembangan Kapasitas dan Kinerja Organisasi Kepabeanan undang tersebut tidak menjadi ‘macan kertas’, yang tidak
dan Cukai yang juga merupakan anggota tim sosialisasi menga- bergigi dalam praktek karena digunakannya celah hukum
takan perkembangan pesat dalam berbagai bidang menimbulkan yang terdapat dalam undang-undang tersebut, mengingat
tuntutan dari masyarakat umum dan juga masyarakat pengusaha produk undang-undang buatan manusia tidak ada yang
agar mereka dilindungi baik dari keberadaan barang-barang ilegal sempurna. Walaupun diakui belum membaca secara
yang merusak maupun juga perlindungan dari peredaran barang keseluruhan UU No.17/2006, namun Raihan optimis bahwa
ilegal yang bisa mengganggu industri. isi dari undang-undang tersebut dapat dijalankan dengan
Joko menambahkan, dalam UU No17/2006 tidak semua baik jika adanya kesamaan visi dan misi antara pimpinan dan
pasal mengalami perubahan, namun undang-undang tersebut anak buah dalam menjalankan aturan tersebut.
merupakan pelengkap dari UU No.10/1995. Pada UU No.17/2006 Sosialisasi serupa juga dilakukan di beberapa daerah, pada
terdapat 52 pasal yang tetap diberlakukan, 52 pasal yang dirubah, waktu yang hampir bersamaan, sosialisasi juga dilakukan di
36 pasal mengalami penambahan dan 14 pasal yang dihapus. Kanwil VII Jakarta I dan II, Kanwil XIII Bali, NTB dan NTT, Kanwil
Pembicara lain adalah Kusdirman Iskandar, Tenaga Pengkaji XVI Sulawesi dan Kanwil XV Kalimantan Timur. Sedangkan
Bidang Pengawasan dan Penegakkan Hukum Kepabeanan dan pada 30-1 Februari sosialisasi UU No.17/2006 dilakukan di
Cukai juga menyampaikan kepada peserta mengenai masalah Kanwil VI Banten, Kanwil IX Jawa Barat, Kanwil XI Jawa Timur I,
penegakkan hukum terhadap UU No.17/2006, termasuk juga me- Kanwil XIV Kalimantan Bagian Barat, dan Kanwil XVII
ngenai kewenangan Bea Cukai dalam menjalankan tugas penga- Maluku,Papua dan Irian Jaya Barat. Sosialisasi tersebut
wasan terhadap perdagangan antar pulau. dilakukan oleh para trainers yang telah mengikuti Training of
Pengawasan ini lanjut Kusdirman dilakukan terhadap Trainers (TOT) yang diselenggarakan beberapa waktu lalu,
beberapa komoditi tertentu, karena dalam prakteknya komoditi didampingi oleh tim sosialisasi dari KP-DJBC. zap

EDISI 388 MARET 2007 WARTA BEA CUKAI 31


DAERAH KE DAERAH

FOTO : DONS
UPACARA HARI PABEAN SEDUNIA. Di Kanwil XV Upacara Hari
Kepabeanan Sedunia dipimpin langsung oleh Kakanwil XV Ismartono
dengan membacakan amanat dari Dirjen DJBC Anwar Suprijadi.

Peringatan Hari Pabean Sedunia


ke-55 di Balikpapan dan Medan
Hari Pabean Sedunia ke-55 yang jatuh pada tanggal 26 Januari 2007 lalu diperingati oleh
setiap negara diberbagai belahan dunia, termasuk Indonesia. Direktorat Jenderal Bea dan Cukai
(DJBC), dalam hal ini Kantor Wilayah (Kanwil) XV DJBC Kalimantan Bagian Timur dan Kantor
Pelayanan Bea dan Cukai (KPBC) tipe A3 Balikpapan dalam menyambut Hari Pabean Internasional
menggelar berbagai kegiatan yang menarik.

P
eringatan Hari Pabean Sedunia ke-55 di Kanwil XV kekalahannya dulu dengan skor cukup telak 4-0. Empat gol
DJBC Kalimantan Bagian Timur dan KPBC tipe A3 KPBC Balikpapan diborong oleh Adi Marwanto dan Aulia
Balikpapan dimulai dengan kegiatan upacara Rachman (masing-masing 2 gol). Setelah pertandingan berakhir,
bendera di halaman Kanwil XV DJBC pada 26 Januari langsung dilakukan penyerahan hadiah dari panitia kepada
2007. Bertindak sebagai Inspektur Upacara adalah Kapten tim KPBC Balikpapan, Aulia Rachman.
Kepala Kanwil (KaKanwil) XV DJBC Kalimantan Bagian Timur, Selanjutnya, pada hari Selasa tanggal 6 Februari 2007
Ismartono. Upacara yang dimulai tepat pukul 07.30 WITA diselenggarakan kegiatan bakti sosial berupa donor darah di Aula
tersebut diikuti oleh seluruh pegawai dan pejabat dari Kanwil XV KPBC Balikpapan. Acara ini sengaja diadakan sebagai bentuk
DJBC dan KPBC tipe A3 Balikpapan. sumbangsih dari KPBC Balikpapan kepada para masyarakat
Dalam kesempatan tersebut, dibacakan amanat Direktur yang membutuhkan bantuan darah.
Jenderal Bea dan Cukai, Anwar Suprijadi . Dalam amanat Khusus untuk hari itu, panitia mengambil tema ‘Selasa Amal’.
tertulisnya yang dibacakan oleh Inspektur Upacara, Dirjen Pasalnya, pada selasa itu diadakan dua kali kegiatan amal.
menekankan pentingnya upaya dalam memberantas barang Sebelum acara donor darah dimulai juga diadakan terlebih dulu
bajakan dan produk palsu. DJBC sebagai institusi yang bertugas pengajian di Musholla At-Taqwa KPBC Balikpapan. Pengajian
dalam mengawasi keluar masuknya barang harus dituntut untuk yang berlangsung kurang lebih satu jam tersebut menghadirkan
berperan aktif dalam masalah perlindungan Hak atas Kekayaan penceramah Ustadz Sartono dengan dihadiri oleh para pejabat
Intelektual (HaKI) guna melindungi masyarakat dari barang dan pegawai KPBC Balikpapan.
bajakan dan produk palsu. Hal ini dimungkinkan karena DJBC Selesai pengajian, pukul 09.00 WITA langsung digelar
telah mempunyai perangkat hukum sendiri dalam perlindungan kegiatan donor darah di Aula KPBC Balikpapan. Acara donor
HaKI yaitu pasal 54-64 UU No.17 tahun 2006. darah dibuka langsung oleh Kakanwil XV Ismartono. Ismartono
Sebagai rangkaian dari peringatan Hari Pabean Sedunia ini yang dalam kunjungan donor darah didampingi oleh Mantan
digelar juga berbagai acara untuk meramaikan Hari Pabean Kabid P2, Aflah Farobi dan Kabid P2 Kanwil XV, Hatta
tersebut. Karena keterbatasan waktu dan persiapan yang terlalu Wardhana, dalam sambutan pembukaannya menyambut positif
‘mepet’ , dalam kesempatan Hari Pabean Sedunia tahun ini hanya kegiatan donor darah ini.”Kegiatan ini merupakan suatu kegiatan
digelar beberapa acara tertentu saja. Kegiatan yang digelar antara yang sangat mulia…”katanya.
lain donor darah, lomba tenis meja dan pertandingan sepakbola. Setelah membuka acara, Ismartono melakukan kunjungan ke
Dalam kesempatan pertama digelar pertandingan pegawai yang sedang diambil darahnya. Beliau juga sempat
sepakbola antara pegawai Kanwil XV DJBC Kalimantan Bagian sedikit berdialog dengan petugas PMI. “Berapa banyak darah
Timur melawan KPBC tipe A3 Balikpapan pada tanggal 3 Februari yang diambil,Bu,?Tanya Ismartono. Dijawab petugas
2007. Kedua tim yang selama ini latihan bersama untuk kali ini PMI,”Masing-masing 250 cc, Pak”.
harus saling berhadapan. Partai ‘derby’ yang diadakan di Tidak hanya membuka dan melakukan kunjungan, Kakanwil
lapangan Telaga Sari, Gunung Pasir ini sendiri cukup juga ikut serta langsung dengan mendonorkan darahnya. Aksi
berlangsung seru. Pasalnya, pertandingan kali ini merupakan donor darah Kakanwil ini pun diikuti juga oleh Aflah Farobi dan
revans dari KPBC Balikpapan karena sebelumnya pada kegiatan Hatta Wardhana yang mendampingi.
Agustusan 2006 lalu dikalahkan tim Kanwil dengan skor 3-1. Selain pegawai KPBC Balikpapan, kegiatan donor darah juga
Tapi, kali ini tim KPBC Balikpapan mampu membalas diikuti oleh pegawai Kanwil XV dan para pengguna jasa. Dari aksi

32 WARTA BEA CUKAI EDISI 388 MARET 2007


FOTO : ARI WIDODO FOTO : ARI WIDODO

POTONG TUMPENG. Dilakukan oleh Kakanwil PENYERAHAN BANTUAN. Pemberian bantuan kepada pengurus panti asuhan
II DJBC sesaat setelah dan panti jompo yang diserahkan langsung oleh Kakanwil II DJBC Sumatera
Upacara Hari Pabean Sedunia Utara Heryanto Budis Santoso

donor darah yang berlangsung selama kurang lebih dua semua memeriahkan dan merayakannya sebagaimana ins-
setengah jam ini didapat sebanyak 34 kantong darah. Banyak tansi lain yang juga merayakan ‘hari raya’ mereka.
dari pegawai yang berkeinginan mendonorkan darahnya tapi
ditolak oleh petugas PMI dengan berbagai sebab. Seperti MEDAN
tekanan darah tidak normal, belum genap 3 bulan berdonor Sementara itu peringatan Hari Pabean Sedunia juga
darah, kurang tidur atau minum obat sebelum donor. dilakukan di Kantor Wilayah (Kanwil) I DJBC Medan (Kini menjadi
Selanjutnya, kegiatan Hari Pabean Sedunia 2007 di KPBC Kanwil II DJBC Sumatera Utara.red) pada 26 Januari 2006,
Balikpapan ditutup dengan lomba tenis meja. Karena banyaknya dengan melaksanakan upacara dan dilanjutkan dengan bakti
peserta dan minimnya waktu, lomba tenis meja kali ini hanya sosial, berupa pemberian santunan kepada panti asuhan dan
diikuti oleh pegawai KPBC Balikpapan dan para pengguna jasa. panti jompo yang berada di kota Medan. Selain itu juga dilakukan
Jumlah peserta yang ikut sebanyak 32 orang dan hanya pemberian bantuan atas bencana alam yang terjadi di Madina
memperlombakan nomor tunggal putra saja. Dengan jumlah itu (Mandailing Natal- Sumatera Utara) yang diterima secara simbolis
saja, dibutuhkan waktu lama untuk menyelesaikan lomba ini. oleh kepala KPBC Sibolga untuk diteruskan kepada satkorlak
Pasalnya, lomba diselenggarakan ditengah-tengah kesibukan bencana alam Madina.
kerja dan menunggu luang waktunya pegawai atau pengguna Usai upacara dan pemberian santunan dan bantuan, acara
jasa. Lomba dimulai sejak tanggal 31 Januari dan berakhir dilanjutkan dengan ramah tamah yang diawali dengan
tanggal 12 Februari 2007. pemotongan tumpeng oleh Kakanwil I Medan Heryanto Budi
Dengan selesainya lomba tenis meja, selesai juga Santoso dan dilanjutkan dengan makan bersama.
seluruh rangkaian kegiatan Hari Pabean Sedunia 2007 di Selesai acara ramah tamah, dilanjutkan dengan kegiatan
KPBC Balikpapan. Meski sederhana tapi penuh makna. donor darah yang dilaksanakan atas kerjasama dengan pihak
Karena selain meramaikan, juga dapat menumbuhkan Palang merah Indonesia (PMI) kota Medan. Kakanwil turut
kebanggaan pada diri pegawai akan institusi kepabeanan menjadi salah satu peserta donor darah disamping puluhan
kita, DJBC. Hari Pabean Sedunia seha- rusnya merupakan pejabat dan pegawai di Lingkungan Kanwil I DJBC Medan.
‘hari raya’ bagi para pegawai Kepabeanan. Sepatutnyalah Don’s, Balikpapan. Ari Widodo, Medan
FOTO : DONI

TIM SEPAKBOLA KANWIL XV. Yang tampil untuk memeriahkan HUT Pabean Sedunia.

EDISI 388 MARET 2007 WARTA BEA CUKAI 33


DAERAH KE DAERAH
FOTO : ARI WIDODO FOTO : BAMBANG W

PEMBICARA DI MEDAN. Para pembicara SURABAYA. Sosialisasi UU No.17 Tahun 2006 juga dilakukan di Kanwil VII
pada sosialisasi dari kiri ke kanan DJBC Surabaya pada tanggal 30 Januari dan 1 Februari 2007. Pembicara dari
Kakanwil II DJBC Sumatera Utara Heryanto Budi Santoso, KP-DJBC yaitu dari KP-DJBC yaitu Joko Wiyono ( Tenaga Pengkaji Bidang
tim Sosialisasi dari Kantor Pusat Pengembangan Kapasitas dan Kinerja Organisasi), Heru Pambudi ( Kasi Impor
Bachtiar dan Tambos M. Naiborhu memberikan Dit Teknis Pabean) dan Djarot Utomo ( Kasi Perencanaan dan Evaluasi Audit)
pengarahan kepada para peserta. Sosialisasi ini juga diikuti oleh pejabat, pegawai dan stake holder .

Sosialisasi UU Nomor 17 Tahun 2006


di Daerah
Liputan dari wilayah Denpasar, Balikpapan, pemerintah perlu mengeluarkan Peraturan Pemerintah
Medan dan Surabaya Pengganti Undang-undang (PERPU).
Menurutnya kembali, UU No.17/2006 yang ditanda tangani

H
oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada 15 November
ari Kamis 25 Januari 2007, bertempat di aula Kantor 2006 adalah bentuk manifestasi dari upaya pemerintah untuk le-
Wilayah VIII (Kanwil VIII) DJBC Denpasar, bih menjamin kepastian hukum dan akuntabilitas pelayanan publik.
berlangsung sosialisasi mengenai UU Nomor 17 Hal hal yang mengalami perubahan atau yang baru dalam
tahun 2006 (UU No.17/2006) tentang Perubahan undang – undang nomor 17 tahun 2006 antara lain :
Atas UU Nomor 10 tahun 1995 (UU No.10/1995) 1. Denda minimum 500% dan maksimum 1000% serta hu-
tentang Kepabeanan yang dihadiri oleh pegawai dari Kanwil kuman penjara minimal 1 tahun dan maksimal 10 tahun.
VIII, Kantor Pelayanan Bea dan Cukai (KPBC) Ngurah Rai, 2. Kewenangan bea cukai dalam menanggani barang-
KPBC Benoa dan para pejabat eselon III dan kepala kantor barang yang terkait kejahatan terorisme
dari semua KPBC yang berada dibawah koordinasi Kanwil 3. Pengenaan bea keluar terhadap komoditi tertentu
VIII Denpasar atau yang saat ini berubah menjadi Kanwil XIII 4. Kewenangan bea cukai dalam mengawasi pengangkutan
Bali, NTB dan NTT. barang tertentu dalam daerah pabean yang diangkut
Sebagai pembicara pada kesempatan tersebut Ibrahim melalui laut.
Karim Direktur Fasilitas Kepabeanan selaku Ketua Tim 5. Pengenaan bea masuk tindakan pengamanan, serta
Sosialisasi UU No.17/2006 dan Agung Kuswandono, Kepala 6. Pengaturan tentang kode etik pegawai bea dan cukai.
KPBC Soekarno Hatta. Acara sosialisasi ini dibuka oleh
Kepala Kantor Wilayah VIII Denpasar Farid Sibly Barchia. Pada sesi kedua sosialisasi pada hari itu, materi penjelasan
Dalam pemaparannya pada sesi pertama sosialisasi, Ibrahim pasal demi pasal disampaikan oleh Kepala KPBC Soekarno
Karim menjelaskan secara detail faktor-faktor yang Hatta, Agung Kuswandono. Sosialisasi kali ini bersifat interaktif
mendorong adanya revisi atau amandemen terhadap UU sehingga tidak disediakan waktu khusus untuk sesi tanya jawab.
Nomor 10 tahun 1995 tentang kepabeanan. Setiap peserta yang memiliki pertanyaan bisa langsung menyam-
Dalam beberapa hal, UU No.10/1995 tidak bisa lagi paikannya sementara pembicara menyampaikan sosialasasi.
menjawab tantangan kemajuan jaman. Disamping tidak Secara umum, dalam UU No.17/2006 ada 52 pasal yang
mampu menurunkan tingkat penyelundupan, undang-undang diubah, 30 pasal yang ditambahkan, dan 14 pasal yang
ini dinilai terlalu ringan dalam hal sanksi bagi para pelaku dihilangkan sehingga secara keseluruhan ada 140 pasal.
pelanggaran sehingga tidak menimbulkan efek jera bagi Sosialisasi untuk para pegawai merupakan sosialisasi hari
penyelundup. Pasal 102 tentang ketentuan pidana terlalu kedua, sedangkan hari pertama sosialisasi yang
singkat, alhasil penyelundup tidak dapat dijerat dengan pasal berlangsung pada tanggal 24 Januari 2007 dikhususkan
ini. Bahkan untuk mengatasi masalah penyelundupan, bagi stakeholders atau pengguna jasa kepabeanan.

34 WARTA BEA CUKAI EDISI 388 MARET 2007


FOTO : ADITO FOTO : DONS

PARA PEMBICARA. Di Denpasar, pegawai mendengarkan pemaparan SOSIALISASI DI BALIKPAPAN. Dibuka langsung oleh KaKanwil XV Kalimantan
mengenai isi dari UU No.17/2006 dari pembicara. Bagian Timur, Ismartono, sosialisasi hari pertama ditujukan kepada para pegawai

DI BALIKPAPAN (Yang kini menjadi Kanwil II DJBC Sumatera Utara) . Acara yang
Salah satu wilayah tujuan sosialisasi lainnya adalah berlangsung selama tiga hari ini dibagi menjadi tigas sesi, dimana
Balikpapan. Bertempat di Aula Kanwil XV Kalimantan Bagian pada sesi pertama dan kedua diikuti oleh para pejabat dan
Timur diadakan sosialisasi UU No. 17 /2006 selama 2 hari. pegawai dilingkungan Kanwil I DJBC Medan dan Kanwil XIII
Hari pertama, tanggal 24 Januari 2007 diperuntukkan bagi Banda Aceh (yang sekarang menjadi Kanwil I DJBC Nanggore
para pejabat dan pegawai Kanwil XV Kalimantan Bagian Aceh Darussalam.red), sedangkan hari ketigas diikuti oleh para
Timur dan KPBC di lingkungan Kanwil XV Kalimantan Bagian pengguna Jasa Kepabeanan (stake holder). Tampil sebagai
Timur. Hari berikutnya, tanggal 25 Januari 2007 sosialisasi pembicara dalam sosialisasi tersebut adalah Bachtiar dari Tim
bagi para pengguna jasa. Sosialisasi tersebut dibuka Sosialisasi Kantor Pusat yang juga menjabat sebagai Kepala
langsung oleh KaKanwil XV Kalimantan Bagian Timur, Kanwil I DJBC Nanggroe Aceh Darussalam disertai rombongan
Ismartono dengan menghadirkan narasumber Lupi Hartono, yaitu Safuadi dan Ishak Fauzi.
Kasi Perencanaan Audit Kantor Pusat DJBC ( sekarang Dalam sosialisasi ini Tim Kantor Pusat didampingi oleh
Kepala KPBC Bontang) dibantu oleh 3 pejabat Kanwil XV Kepala Bidang (Kabid) Pabean dan Cukai Tambos M.
Kalimantan Bagian Timur, yakni Abien Prastowidodo (Kasi Naiborhu, Sofianty Anwar dan Ari Widodo. Melalui sosialisasi
Impor), Prijo Andono (Kasi Penyidikan) dan Moch. Heru tersebut, diharapkan para pegawai dapat memahami
Subagyo (Kasi Audit). Sosialisasi itu sendiri berjalan dengan perubahan-perubahan atas UU No.10/1995 sehingga dapat
menarik dengan berbagai pertanyaan yang diajukan oleh lebih memacu semangat untuk menjadi aparatur Bea dan
para peserta, baik dari pegawai maupun pengguna jasa. Cukai yang lebih baik. Bagi pengguna jasa diharapkan
dengan adanya sosialisasi ini , dapat menjadi media untuk
DI MEDAN membuka wawasan atas perubahan yang terjadi dalam
Sosialisasi UU No.17/2006 berlangsung mulai tanggal 24 sistem kepabeanan Indonesia.
sampai dengan 26 Januari 2007 di Aula Kanwil I DJBC Medan Don’s-Balikpapan, Adito-Denpasar, Ari Widodo-Medan, Bambang W.-Sby
FOTO : DONS FOTO : ADITO

SOSIALISASI PADA PENGGUNA JASA DI BALIKPAPAN. Berjalan dengan PARA PESERTA. Yang merupakan pegawai
menarik dengan berbagai pertanyaan yang diajukan oleh para peserta, baik di wilayah Kanwil XIII DJBC Bali, NTB dan NTT mendengarkan
dari pegawai maupun pengguna jasa. pamaparan dari para pembicara

EDISI 388 MARET 2007 WARTA BEA CUKAI 35


DAERAH KE DAERAH

Kunjungan Dirjen Bea dan Cukai


di Bumi Serambi Mekah
Pada kesempatan ramah tamahnya bersama Pahlawan dan sebagainya. Ini bukan merupakan
para pegawai di lingkungan Kanwil I NAD, Dirjen penyambutan yang biasa karena hanya orang-orang tertentu
saja yang disambut sedemikian rupa kedatangannya.
menyampaikan empat hal penting. Pada kesempatan ramah tamahnya bersama para
pegawai di lingkungan Kanwil I NAD Dirjen menyampaikan

T
empat hal penting yaitu : Peningkatan citra Bea Cukai di mata
ahun 2007 merupakan tahun yang bersejarah bagi masyarakat, Reformasi Kepabeanan dan Cukai yang tengah
Kantor Wilayah I Nanggroe Aceh Darussalam (NAD), dilaksanakan, Perbaikan di segala bidang dan lini DJBC,
karena pada tahun inilah untuk pertama kali dalam serta Menghindari segala bentuk praktek KKN .
sejarah keberadaannya dikunjungi oleh Dirjen Bea Acara dilanjutkan dengan tanya jawab yang disambut dengan
dan Cukai. Tepatnya Senin 5 Pebruari 2007, Dirjen sangat antusias oleh para pegawai dalam suasana santai namun
Bea dan Cukai, Anwar Suprijadi, melakukan kunjungan kerja tetap disiplin di halaman belakang kantor wilayah sehingga waktu
selama dua hari ke Tanah Rencong Bumi Serambi Mekkah. yang tersedia pun rasanya kurang. Menjelang waktu Sholat
Senin pagi itu ada suasana berbeda di Kantor Wilayah I Ashar, Dirjen beserta rombongan menuju Masjid di Ulee Lheue
DJBC NAD. Ada perasaan hangat yang tiba-tiba menjalar di yang merupakan bangunan yang masih utuh pada saat bencana
seluruh komponen penghuni Kanwil I NAD. Maklumlah tsunami, sedangkan bangunan lain disekitarnya luluh lantak
mereka menunggu kedatangan orang nomor satu di jajaran sampai rata dengan bumi. Setelah melakukan shalat Ashar,
Direktorat Jenderal Bea dan Cukai. Adapun rencana rombongan melanjutkan kunjungan ke bekas Kantor Wilayah
kedatangan Dirjen adalah: lama yang telah rata dengan tanah.
l Meninjau proyek pembangunan Kantor Wilayah, KPBC Setelah itu rombongan Dirjen meninjau KPBC Ulee Lheue
Ulee Lheue, KPBC Iskandar Muda dan rumah dinas di daerah Lampineueng dimana kantor tersebut merupakan
pegawai rumah yang dikontrak sebagaimana kantor wilayah.
l Tatap muka dan ramah tamah dengan para pegawai Kedatangan Dirjen disambut Kepala KPBC, Iskandar, yang
l Tatap muka dan diskusi dengan para pengguna jasa dan selanjutnya mendampingi Anwar Suprijadi berkeliling
institusi terkait se-wilayah kerja KWBC I NAD. memeriksa sarana dan prasarana yang digunakan oleh
KPBC Ulee Lheue dan sekaligus bertatap muka dengan
Dirjen yang datang seorang diri mendarat di Bandara Sultan pegawai, yang pada intinya Dirjen menekankan pentingnya
Iskandar Muda sekitar pukul 11.15 WIB dengan menggunakan memberikan pelayanan prima dengan pengawasan yang
pesawat Lion Air. Di area kedatangan domestik, ia di sambut optimal. Selanjutnya Dirjen meneruskan perjalanan menuju
langsung oleh Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) I NAD, Mess Kanwil untuk beristirahat sejenak sambil
Bachtiar, Kabid P2, Posman Pohan, Kabid IKC, Safuadi dan menunggu bedug Maghrib tanda untuk berbuka puasa (saat
Kepala KPBC Iskandar Muda, Mochamad Munif. itu Dirjen sedang menjalankan ibadah puasa Sunnah).
Dari bandara, Dirjen langsung mengunjungi proyek pem- Setelah berbuka puasa dan menunaikan ibadah shalat
bangunan rumah dinas pegawai dan Kantor Wilayah I NAD Maghrib berjamaah, acara dilanjutkan dengan makan malam
yang bertempat di Lueng Bata. Dalam peninjauan tersebut, bersama seluruh pegawai Kanwil I. Dirjen memutuskan untuk
Dirjen banyak mengajukan pertanyaan tentang progress bermalam di Mess Kanwil bersama-sama pegawai dan para
report proyek dan berpesan agar proyek berjalan sesuai pejabat yang memang bertempat tinggal disana. Suasana
dengan ketentuan. Adapun kantor yang dipakai sekarang ini Mess pada malam itu terasa hangat dengan kehadiran orang
merupakan kantor sementara yang disewa, setelah kantor nomor satu di Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, acara diisi
sebelumnya porak poranda dihantam gelombang tsunami dengan Kultum oleh Kakanwil dilanjutkan dengan diskusi
pada tahun 2004, begitu juga dengan Mess yang digunakan dan ramah tamah yang berlangsung hingga pukul 22.00 WIB.
para pejabat dan pelaksana Kanwil I NAD. Untuk lebih mengetahui situasi dan kondisi di wilayah kerja
Dari lokasi proyek tersebut Anwar Suprijadi ditemani oleh KWBC I NAD, pada hari ke-2 kunjungannya ke NAD tepatnya
Kakanwil I NAD langsung beranjak ke Masjid Raya Baiturrahman hari Selasa, 6 Februari 2007, Dirjen melakukan kunjungan ke
untuk melaksanakan ibadah shalat Dhuhur berjamaah di Masjid KPBC Iskandar Muda yang saat ini menempati Rumah Dinas
kebanggaan warga Tanah Rencong tersebut. Setelah selesai Kepala Kantor Pelayanan Bea dan Cukai Iskandar Muda.
shalat berjamaah ia langsung beranjak ke Kantor Wilayah I NAD Disamping itu Dirjen juga meninjau perumahan pegawai KPBC
untuk beramah tamah dengan para pegawai di lingkungan Kanwil Iskandar Muda yang sebagian telah selesai dikerjakan.
I NAD yang sudah tidak sabar untuk bertatap muka dengannya. Pukul 9.00 WIB, rombongan berada di Kantor Wilayah I
Sekitar pukul 13.30 WIB Dirjen beserta rombongan tiba di NAD, dalam kesempatan itu walaupun waktunya sangat
Kanwil I NAD. Kedatangannya disambut secara adat Aceh terbatas, Dirjen menyempatkan diri untuk beramah tamah
oleh pemuka LAKA (Lembaga Adat dan Kebudayaan Aceh) dengan para stakeholder baik instansi pemerintah terkait,
dengan acara Peusijuek dan pemakaian baju adat Aceh importir, eksportir maupun pengangkut yang antara lain
berupa rencong dan kopiah aceh (meuketup) selayaknya dihadiri oleh : Wakil dari KODAM I Iskandar Muda,
para pejuang Aceh terdahulu seperti Teuku Umar, Johan Kejaksaan Tinggi NAD, Badan POM, Kadinda NAD, BPKS,

36 WARTA BEA CUKAI EDISI 388 MARET 2007


DOK. PENULIS DOK. PENULIS
Garuda Indonesia,
Pengguna jasa ke-
pabeanan lainnya.
Selesai diskusi
yang hangat de-
ngan para stake-
holder yang dipan-
du Kakanwil, Dirjen
langsung menuju
ke Jakarta.
Sebelum mening-
galkan Banda
Aceh, Dirjen Bea
dan Cukai sempat
menuliskan pesan
yang berbunyi :
Mari kita tingkat-
kan citra Bea dan
Cukai dengan
melaksanakan
tugas sesuai TATAP MUKA pegawai dan pejabat Kanwil I DJBC NAD dengan Dirjen Bea Cukai.
ketentuan yang
berlaku serta
berdoalah agar
selalu mendapat
lindungan Allah
SWT, sukses
selalu.
Wassalam,
Anwar Suprijadi

Walaupun
kunjungan kerja ini
sangat singkat,
namun sangat
bermanfaat
DIRJEN BEA DAN CUKAI, Anwar Suprjadi dalam terutama bagi para
busana adat Aceh, memberikan pengarahan di
depan para pegawai dan pejabat di lingkungan pegawai di NAD
Kanwil I DJBC NAD. yang akan semakin
termotivasi karena
merasa dilecut semangatnya dengan mendapat perhatian GAMBAR. Dirjen Bea dan Cukai Anwar Suprijadi, sedang mengamati gambar
langsung dari pimpinan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai. dengan seksama denah rencana pembangunan gedung Kantor Wilayah I DJBC
Handoko Nindyo Wardono, Kasi Verifikasi Impor pada Kanwil I NAD DJBC NAD sambil mendengarkan progress report dari Kakanwil I DJBC, Bachtiar.
DOK. PENULIS

FOTO BERSAMA Dirjen Bea dan Cukai dengan para pejabat dan pegawai Kanwil I DJBC NAD. Tampak Dirjen BC duduk di tengah dengan busana adat
Aceh. Inset: Tulisan Tangan Pesan Dirjen Bea dan Cukai.

EDISI 388 MARET 2007 WARTA BEA CUKAI 37


SEPUTAR BEACUKAI
WBC/ATS

JAKARTA. Bapor Tenis DJBC bekerjasama dengan Koperasi DJBC pada 21 Januari 2006 menyelenggarakan turnamen tenis dalam rangka Hari Pabean Sedunia ke-
55 di Lapangan Tenis Bea dan Cukai Bojana Tirta Rawamangun. Turnamen tenis bertemakan “Dengan Turnamen Tenis Hari Pabean Sedunia Ke-55 Kita Wujudkan
Eksistensi DJBC Dalam Rangka Meningkatkan Citra Bangsa”, dibuka oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati ditandai dengan Pemukulan Bola. Pertandingan ini
diikuti 8 Tim (1 tim 8 Peserta), dihadiri beberapa pejabat dilingkungan Depkeu diantaranya Dirjen Bea dan Cukai Anwar Suprijadi, Kepala Inspektorat Jenderal Depkeu
Permana Agung D, Direktur Teknis Kepabeanan Teguh Indrayana, Direktur Fasilitas Kepabeanan Ibrahim A. Karim, Direktur P2 Erlangga Mantik, Direktur PPKC Wahyu
Purnomo dan Direktur Kepabeanan Internasional Kamil Sjoeib. Sebelum pertandingan pertama dimulai antara Menkeu bersama Suami melawan Heri Kristiono dan Ny.
Agus Lahina, Dirjen Bea dan Cukai menyerahkan cindera mata kepada Menteri Kuangan.
WBC/ATS WBC/ZAP

JAKARTA. Jumat, 2 Pebruari 2007, Direktur Jenderal Bea dan Cukai Anwar
Suprijadi menerima kunjungan Duta Besar Australia, Bill Farmer, yang hadir
bersama Kate Walker, Customs Counsellor pada kedutaan besar Australia di
JAKARTA. Dalam rangka memperingati Hari Pabean Sedunia ke-55 Koperasi Pegawai Jakarta. Turut mendampingi Dirjen, Direktur Kepabeanan Internasional Kamil
KP-DJBC bekerjasama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) menyelenggarakan acara Sjoeib, dan Kasubdit Kerjasama Internasional I Oentarto Wibowo, (kini Kepala
donor darah pada 23 Januari 2007 di Auditorium Gedung B KP-DJBC. Tahun ini ada 83 KPBC Tipe A1 Tanjung Emas). Kunjungan tersebut dimaksudkan sebagai
orang yang didonorkan darahnya ke PMI, diantaranya Direktur Jenderal Bea dan Cukai dukungan atas kerjasama erat antara DJBC dengan Australian Customs
Anwar Suprijadi (tampak pada gambar), Sekretaris Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Service (ACS). Tampak dalam gambar dari kiri kekanan, Kamil Sjooeib, Bill
Djunaedy Djusan, dan beberapa pejabat eselon II, III dan IV lainnya. Farmer, Anwar Suprijadi, Kate Walker, dan Oentarto.
WBC/ATS

JAKARTA. Pengurus Masjid Baitut Taqwa menyelenggarakana acara Muharram Peduli 1428 H pada 30 Januari 2007. Acara Muharam Peduli ini dihadiri seluruh pegawai di
KP-DJBC dan beberapa pejabat diantaranya Dirjen Bea dan Cukai Anwar Suprijadi di dampingi Sekditjen Bea dan Cukai Djunaedy Djusan dan Direktur Teknis Kepabeanan
Teguh Indrayana. Acara diisi dengan ceramah agama yang dibawakan oleh Ketua Umum Badan Zakat Nasional (Baznas) DR. Didin Hafidhudin. Diakhir ceramah dilakukan
penyerahan Naskah Surat Keputusanyang dikeluarkan oleh Baznas atas dibukanya pengelolaan Zakat di Masjid Baitut Taqwa KP-DJBC yakni UPZ (Unit Pengumpul Zakat) yang
diserahkan langsung oleh Ketua Umum Baznas DR. Didin Hafidhudin kepada Pengurus Masjid Baitut Taqwa Lukman. Acara dilanjutkan dengan penyerahan santunan anak yatim
piatu, yang diserahkan oleh Sekditjen Djunaedy Djusan kepada Anak yatim piatu dari Yayasan An Nahl Pulogadung Jakarta Timur.

38 WARTA BEA CUKAI EDISI 388 MARET 2007


WBC/ATS

JAKARTA. Paguyuban Pensiunan Bea dan Cukai DKI Jakarta pada 3 Pebruari 2007 menyelenggarakan acara silahturahmi di Auditorium KP-DJBC. Acara
bertemakan “Dengan Silahturrahmi Kita Tingkatkan Rasa Solidaritas Dalam Wadah Paguyuban Pensiunan Bea dan Cukai DKI Jakarta”, dihadiri Dirjen Bea dan Cukai
Anwar Suprijadi dan Istri bersama staf inti yaitu Sekditjen Bea dan Cukai Djunaedy Djusan, Direktur Kepabeanan Internasional Kamil Sjoeib, Direktur Audit Thomas
Sugijata, Direktur Fasilitas Kepabeanan Ibrahim Karim, dan Direktur Cukai Frans Rupang. Tampak hadir pula mantan Dirjen BC Martiono Hadianto, Soehardjo dan
beberapa mantan pejabat eselon II dan III lainnya. Dalam acara tersebut diisi dengan pemberian cindera mata kepada para pensiunan pria dan wanita yang berumur
lanjut usia, yang diserahkan oleh Dirjen BC Anwar Suprijadi dan mantan Dirjen BC Suhardjo. Tampak pada gambar kiri foto Dirjen bersama dengan pegawai pensiun
yang sudah lanjut usia dan gambar kanan usai acara semua panitia penyelenggara berfoto bersama.
FOTO : KIRIMAN

JAKARTA. Pada 12 Pebruari 2007, Dharma Wanita (DW) Persatuan KPBC Tipe A Jakarta yang dipimpin oleh Ketuanya Ibu Sudi Raharjo (baju merah) dan para
pengurus melakukan aksi sosial yakni mengunjungi warga Jakarta disekitar Kali Ciliwung Kalibata yang terkena musibah banjir untuk memberi sedikit bantuan berupa
nasi bungkus, susu, biskuit dan dilanjutkan mengunjungi anggota yang terkena banjir. Tampak pada gambar Ketua Dharma Wnita Persatuan KPBC Tipe A Jakarta foto
bersama dengan warga yang terkena musibah banjir. Kiriman KPBC Tipe A Jakarta
WBC/ATS WBC/ATS

JAKARTA. HUT SD Bhakti Tugas ke-40 (20 Januari 1967 – 20 januari 2007) dan HUT Sekolah
JAKARTA. Acara perpisahan mantan Kepala Bagian Umum KP-DJBC TPA Bhakti Tugas ke-7 (20 Januari 1999 – 20 Januari 2007) diselenggarakan secara sederhana
sekaligus Penanggung Jawab WBC M. Sadiatmo S dan Kasubag Tata pada 21 Januari 2006 di halaman sekolah Bakti Tugas Pasar Minggu. Acara diawali kata
Usaha dan Kearsipan Niko Budhi Darma, diselenggarakan oleh Warta Bea sambutan Ketua Pengurus Sekolah Bakti Tugas Ny. Yayok dengan dihadiri oleh seluruh pengurus
dan Cukai di Restoran Handayani Matraman Jakarta Timur pada 29 Yayasan Bhakti Tugas, dan Ibu-ibu Dharma Wanita Persatuan yang diantaranya hadir Ny,
Januari 2007. Acara perpisahan ini dihadiri oleh Kepala Bagian Umum yang Djunaedy Djusan dan Ny Teguh Indrayana, serta hadir pula Kepala Bagian Umum (KBU) KP-
baru Sonny Subagyo, Kepala Rumah Tangga Wahyudi Adrianto dan pejabat DJBC Sonny Subagyo. Acara dilanjutkan dengan pemotongan dua tumpeng yang masing-masih
lainnya serta kru WBC. Dalam acara tersebut diberikan kenang-kenangan dilakukan oleh KBU KP-DJBC Sonny Subagyo (kiri) dan Ny. Djunaedy Djusan (kanan), seperti
kepada Sadiatmo berupa gambar Sadiatmo di kelilingi kru WBC yang terlihat pada gambar. Acara diakhiri dengan ramah tamah yang dimeriahkan oleh penampilan
dibuat dalam bentuk karikatur yang diserahkan oleh Sonny Subagyo. siswa dan siswi dalam paduan suara yang diiringi oleh grup musik dan juga beberapa tarian.

EDISI 388 MARET 2007 WARTA BEA CUKAI 39


SEPUTAR BEACUKAI
FOTO : KIRIMAN

JAKARTA. Dharma Wanita Persatuan (DWP) keluarga besar Kanwil VII DJBC Jakarta I pada 14 - 15 Pebruari 2007 melakukan aksi sosial peduli banjir. Pada tanggal 14
Pebruari 2007 DWP keluarga besar Kanwil VII DJBC Jakarta I menyalurkan bantuan pada korban banjir di Kalibata, berupa bahan pokok dan pakaian bekas dan pada 15
pebruari dilanjutkan ke anggota DWP yang menjadi korban banjir berupa uang. Mereka yang mendapat santunan meliputi anggota DW Tanjung Priok I, II, III, Kanwil VII DJBC
Jakarta I dan KPBC Halim. Tampak pada gambar Ketua DWP keluarga besar Kanwil VII DJBC Jakarta I Ibu Heru Santoso didampingi para pengurus DWP KPBC Tanjung Priok
II, III berfoto bersama korban banjir. Kiriman Kanwil VII DJBC Jakarta I
FOTO : KIRIMAN

PALEMBANG. Kanwil III DJBC Palembang (sekarang Kanwil V DJBC Sumatera Bagian Selatan) menyelenggarakan pemotongan hewan kurban pada 2 Januari
2007. Acara diisi dengan sambutan dari Kakanwil, yang saat itu dijabat oleh Drs. Joko Wiyono, MA, didampingi oleh Ir. Heru Setioko, MM (Kabid Kepabeanan dan
Cukai sekaligus sbg Ketua umum DKM Al Barokah), Wahidin, SE, Msi.(Kabid Verifikasi) dan para kepala seksi kantor wilayah (gambar kiri). Tampak pada gambar
kanan, penyerahan hewan kurban dari Joko Wiyono kepada Syalman selaku ketua panitia KPU (Kurban Peduli Umat). Dalam kesempatan tersebut alhamdulillah
kantor wilayah memotong hewan kurban sebanyak 4 ekor sapi dan 3 ekor kambing. Kiriman Kanwil III DJBC Palembang
FOTO : KIRIMAN
BANDA ACEH. Pada 12 Januari 2007
bertempat di aula Kanwil XIII DJBC Banda
Aceh (sekarang Kanwil I DJBC Nanggroe
Aceh Darusalam) diselenggarakan acara
pelantikan dan serah terima jabatan
pejabat eselon III dan IV di lingkungan
KWBC Banda Aceh. Pejabat eselon IV
yang dilantik adalah Irwan Julianto, S.Sos,
M.Si sebagai Kasi Audit Impor dan Dawny
Marbagio, S.Sos, M.Si sebagai Kasi P2
KPBC Sabang (gambar kiri). Pada saat
yang sama dilakukan juga serah terima
jabatan Kepala Bagian Umum dari
Sjamsul Arifin, SIP, MM kepada pejabat
baru Hudi Harjanto, MPM, untuk jabatan
Kabid Kepabeanan dan Cukai dari Ir. Hari
Sumanto kepada Drs. Tjoek Martono dan
untuk jabatan Ka KPBC Lhoksemauwe
dari Ir. Muhammad Poerwantoro kepada
Sugeng Apriyanto, S.Sos. MSi (gambar
kanan). kiriman Handoko Nindyo
Wardono, Kanwil I DJBC Nanggroe
Aceh Darusalam
FOTO : BENDITO

DENPASAR. Jumat, 26
Januari 2007 Kantor Wilayah
VIII DJBC Denpasar (sekarang
Kanwil XIII DJBC Bali, NTB dan
NTT) menggelar Upacara untuk
memperingati Hari Pabean
Sedunia yang diikuti oleh
semua pegawai dari kantor
wilayah, KPBC Ngurah Rai,
KPBC Benoa, pejabat eselon
III, dan IV dilingkungan Kanwil
VIII Denpasar. Upacara
berlangsung dihalaman Kantor
Wilayah VIII Denpasar dengan
Inspektur Upacara Kepala
Kanwil VIII Denpasar Farid
Sibly Barchia. Adito, Denpasar

40 WARTA BEA CUKAI EDISI 388 MARET 2007


FOTO : KIRIMAN FOTO : DONNY

BANDA ACEH. Bertempat di aula Kanwil XIII DJBC Banda Aceh (sekarang BALIKPAPAN. bertempat di Aula Kanwil XV DJBC Kalimantan Bagian Timur,
Kanwil I DJBC Nanggroe Aceh Darusalam) pada 11 Januari 2007 berlangsung pada 8 Februari 2007 diadakan acara Pisah Sambut pejabat Eselon III di
Rakerwil I tahun 2007, diikuti oleh para Pejabat eselon dilingkungan KWBC dan lingkungan Kanwil XV DJBC Kalimantan Bagian Timur. Pejabat yang pindah
kepala Kantor Pelayanan Bea dan Cukai se wilayah NAD. Rakerwil dengan tema tugas antara lain : Hendi Budi Santosa, Arzul Akbar dan M. Aflah Farobi.
“Dengan Semangat Kebersamaan, dan Saling Percaya Kita Tingkatkan Kinerja dan Sedang yang akan bertugas di Kanwil XV DJBC Kalimantan Bagian Timur
Citra Kantor Wilayah XIII DJBC Banda Aceh tersebut mempunyai agenda adalah Wisnu Wibowo, Yahya Haris dan Hatta Wardhana. Acara tersebut
pembahasan evaluasi kerja tahun 2006 dan rencana kerja dan target penerimaan selain dihadiri KaKanwil XV DJBC Kalimantan Bagian Timur, Ismartono, juga
2007. Tampak pada gambar, suasana Rakerwil I 2007 Kanwil XIII DJBC yang para pegawai dan pejabat di lingkungan Kanwil XV DJBC Kalimantan Bagian
dipimpin oleh moderator K. Iwanto Saksono selaku Pj. Kabag Umum dan Timur. Don’s, Balikpapan
narasumber Ka Kanwil Banda Aceh, Drs. Bachtiar, MSi. kiriman Handoko Nindyo FOTO : DONNY
Wardono, Kanwil I DJBC Nanggroe Aceh Darusalam
WBC/ATS

JAKARTA. Direktur Fasilitas Kepabeanan Ibrahim A. Karim pada 5 Pebruari 2007 BALIKPAPAN. Dalam rangka menjalankan perintah Allah SWT untuk berqurban,
memimpin acara JFI Customs Working Group Meeting X diruang Loka Utama Gedung KPBC tipe A Balikpapan dengan koordinasi dibawah Musholla At – Taqwa KPBC
Utama KP-DJBC. Dalam rapat ini diagendakan dua pembahasan yakni tentang Balikpapan mengadakan kegiatan pemotongan hewan Qurban Idul Adha 1427 H pada
presentasi mengenai amandemen UU Kepabeanan No. 10 Tahun 1995 Jo. No. 17 Tahun tanggal 1 Januari 2007. Kegiatan yang dilaksanakan di halaman depan KPBC
2006 dengan fokus pada pasal 2A, pasal 44, pasal 92A dan pasal 37A, dan monitoring Balikpapan ini dilakukan dengan pemotongan hewan qurban sebanyak 2 ekor sapi
perkembangan SIAP (Strategic Investment Action Plan). Hadir dalam acara tersebut 13 dan 2 ekor kambing. Selanjutnya daging qurban dibagi-bagikan kepada para
undangan dari Kedutaan Jepang dan Jakarta Japan Club, berapa pejabat staf inti, Mustahiq yang berada di lingkungan KPBC Balikpapan. Don’s, Balikpapan
Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) IV DJBC Jakarta, Kepala Kanwil V DJBC Bandung,
Kepala KPBC Tanjung Priok I, II, III, Kepala KPBC Soekarno-Hatta, Kepala KPBC FOTO : DONNY
Bekasi, Kepala KPBC Purwakarta dan Kepala KPBC Bogor.
FOTO : DONNY

BALIKPAPAN. Dharma Wanita Persatuan ( DWP ) Kanwil X Balikpapan dan


KPBC Balikpapan pada 16 Januari 2007 mengadakan acara pisah sambut
BALIKPAPAN. Bertempat di aula Kanwil X DJBC Balikpapan, pada 9 Januari 2007 beberapa pengurus dan anggota DWP. Acara yang berlangsung di Aula KPBC
dilangsungkan upacara pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan pejabat eselon IV Balikpapan ini dipimpin oleh Ketua DWP, Ny Ismartono. Pada kesempatan
yang akan bertugas di lingkungan Kanwil X Balikpapan. Acara yang dipimpin langsung tersebut, dilaksanakan juga pemberian bea siswa untuk putra-putri Ibu-ibu DWP
oleh Kakanwil X DJBC Balikpapan, Ismartono ini dihadiri oleh beberapa pejabat eselon yang berprestasi. Tampak dalam gambar, Ny. Ismartono tengah memberikan
III dan IV di lingkungan Kanwil X Balikpapan. Don’s, Balikpapan bingkisan dan bea siswa kepada penerima bea siswa. Don’s, Balikpapan

EDISI 388 MARET 2007 WARTA BEA CUKAI 41


SEPUTAR BEACUKAI
WBC/ATS FOTO : DICKY HADI PRATAMA

PONTIANAK. Dalam rangka HUT Kalimantan Barat ke-50, Kanwil XIV DJBC
JAKARTA. Usai dilaksanakan serah terima jabatan eselon III dilingkungan Kanwil Kalimantan Bagian Barat dan KPBC Tipe A3 Pontianak berpartisipasi pada Pameran
IV DJBC Jakarta (sekarang Kanwil VII DJBC Jakarta I) pada 8 Pebruari 2007 Pembangunan Kalbar Fair yang berlangsung mulai 27 Januari-4 Februari 2007.
diselenggaran acara Pisah Sambut Pejabat eselon III dilingkungan Kanwil IV DJBC Dalam pameran tersebut Stand DJBC mendapatkan perhatian yang cukup antusias
Jakarta di Aula gedung Induk KPBC Tanjung Priok. Pejabat yang akan menempati dari para pengunjung yang mencapai 100 orang per hari. Selain fasilitas dan
tempat di Kanwil IV Jakarta yakni Setijono sebagai Kepala bagian Umum, prosedur pabean dan cukai, contoh-contoh narkoba beserta foto-foto hasil
Yusmariza sebagai Kabid. Informasi Kepabeanan dan Cukai, Padmoyo Triwikanto tangkapan mendapatkan perhatian khusus dari pengunjung. Dalam kunjungannya di
sebagai Kepala KPBC Tipe A1 Tanjung Priok I, dan pejabat yang akan stand DJBC, Gubernur Kalbar beserta Wakil Gubernur menyampaikan selamat dan
meninggalkan Kanwil IV DJBC Jakarta yakni BM Ganot Wibowo (sekarang Kepala berterimakasih atas partispasi DJBC pada pameran tersebut. Dicky Hadi Pratama,
KPBC Tipe A2 Tangerang), Nasir Adenan (sekarang Kepala Kanwil VIII DJBC Pontianak
Jakarta II) dan Weko Loekitardjo (sekarang Kabid. Audit Kanwil VI DJBC Banten). FOTO : ARI WIDODO
Tampak pada gambar Kepala Kanwil IV DJBC Jakarta Heru Santoso memberikan
cindera mata kepada pejabat yang akan meninggalkan Kanwil IV DJBC Jakarta.
FOTO : DICKY HADI PRATAMA

MEDAN. Pada, 19 Januari 2007 bertempat di Aula Kantor Wilayah I DJBC


Medan dilaksanakan acara serah terima jabatan pejabat eselon III dan
pengambilan sumpah jabatan pejabat eselon IV di lingkungan Kanwil I DJBC
Medan. Upacara dipimpin langsung oleh Kepala Kanwil I DJBC Medan, Heryanto
Budi Santoso dan dihadiri para pejabat eselon III dan IV di lingkungan Kanwil I
PONTIANAK. Untuk turut merayakan HUT Kalimantan Barat ke-50 Kanwil XIV DJBC Medan. Pejabat yang melaksanakan serah terima adalah Kepala Bagian
Kalimantan Bagian Barat mengikuti turnamen Futsal antar instansi se-Kalbar. Umum, Ir. Harry Mulya. Sedangkan pejabat eselon IV yang diambil sumpahnya
Dalam kompetisi yang sangat ketat, Tim Kanwil XIV DJBC Kalimantan Bagian adalah Kasubbag TU & RT, Yuli Kristiana; Kepala Seksi Tempat Penimbunan II
Barat berhasil mencapai peringkat IV dari 52 tim perserta turnamen. Dicky Hadi KPBC Tipe A Belawan, Agustinus Djoko Pinandjojo; Pj. Kepala Seksi
Pratama, Kasi Cukai KPBC Pontianak Pencegahan dan Penyidikan KPBC Tipe A Medan, Iwan Kurniawan dan Kepala
FOTO : KIRIMAN Seksi Perencanaan dan Evaluasi Audit, Widhi Hartono. Acara tersebut juga diisi
dengan penampilan Tim Paduan Suara Kanwil I DJBC Medan menyanyikan lagu
Mars Bea dan Cukai. Acara diakhiri dengan ramah tamah dan menyanyikan lagu
Bravo Charlie Number One yang menjadi yel-yel Kanwil I DJBC Medan, sejak
Heryanto Budi Santoso memimpin pada akhir 2006 lalu. Ari Widodo, Medan
FOTO : BAMBANG WICAKSONO

BOGOR. KPBC Bogor pada 12 Januri 2007 menyelenggarakan malam pisah


sambut Kepala Kantor BC Bogor dari pejabat lama Sonny Subagyo (kini KBU KP- SURABAYA. Sosialisasi Peraturan Ditjen BC P-01/BC/2007 tentang Nilai
DJBC) kepada pejabat baru Karlan Lubis di aula KPBC Bogor. Selain itu juga Pabean tanggal 8 Pebruari 2007 di Kanwil VII DJBC Surabaya (sekarang
dilaksanakan pisah sambut mutasi Kepala Seksi P2 dari Ricky M. Hanafie (ke Kanwil XI DJBC Jawa Timur I) diikuti oleh pejabat, pegawai, dan Stakeholder.
KPBC Bekasi) kepada Tatang Yuliono serta promosi Awan Jogyantoro sebagai Sosialisasi dipaparkan oleh Pejabat dari KP-DJBC yakni Teguh Indrayana (Dir.
Kepala Seksi di Makasar. Tampak pada gambar, pejabat lama dan pejabat baru Teknis Kepabeanan) Iswan Ramdana (Kanwil VI DJBC Banten), dan Kusuma
beserta istri foto bersama dengan para staf KPBC Bogor. Kiriman KPBC Bogor Santi (Kasi Nilai Pabean I). Bambang Wicaksono, Surabaya

42 WARTA BEA CUKAI EDISI 388 MARET 2007


FOTO : BENDITO

DENPASAR. Bertempat diaula Kanwil VIII DJBC Denpasar pada 16 Januari 2007 Kakanwil VIII Denpasar Farid Sibly Barchia melantik dan mengambil sumpah para
pejabat eselon IV dilingkungan Kanwil VIII DJBC Denpasar. Adito, Denpasar
FOTO : BAMBANG WICAKSONO

SURABAYA. Upacara Peringatan Hari Pabean Sedunia ke-55 pada, 26 Januari 2006 di Kanwil VII DJBC Surabaya (sekarang Kanwil XI DJBC Jawa Timur I) diikuti
oleh seluruh pejabat dan pegawai di lingkungan kerja Kanwil. Usai upacara dilanjutkan dengan pemotongan tumpeng oelh Kepala Kanwil VII DJBC Surabaya
Bambang Prasodjo dan diakhiri dengan ramah tamah. Bambang Wicaksono, Surabaya
FOTO : KIRIMAN

ACEH. Kanwil XIII DJBC Aceh pada 13 Pebruari 2007 melakukan serah terima jabatan Kepala KPBC Sabang yakni dari Pejabat lama Safuadi, S.T. kepada pejabat baru
Rusman Hadi, ditandai dengan penandatanganan naskah serah terima jabatan dan penyerahan buku memorandum kantor disaksikan Kepala Kantor Wilayah XIII DJBC Aceh
Bachtiar. Usai acara tersebut Kepala Kanwil XIII DJBC Aceh meresmikan parasarana dan sarana lingkungan gedung KPBC Sabang. Kiriman KPBC Sabang

EDISI 388 MARET 2007 WARTA BEA CUKAI 43


○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○
SIAPA MENGAPA

R U S I A H M A R L I A T I
Sosok yang satu ini telah meniti karir di Bea dan Cukai selama 29
tahun tepatnya tahun 1977 dengan menjadi tenaga honorer di
Banyuwangi dengan berbekal ijasah SMA. Sebelum menjadi honorer, ia
sempat kuliah di fakultas Hukum Universitas Jember, tetapi karena
faktor biaya akhirnya ia berhenti. Setahun kemudian (1978) ia mengikuti
ujian Departemen Keuangan di Banyuwangi. Nasib baik berpihak pada
Rusiah dengan jumlah peserta ribuan ia berhasil lulus dengan 52 orang
lainnya.
Penempatan pertama kali di Kanwil VII DJBC Surabaya tahun 1979
sampai dengan 1983. Setelah itu ia bertugas di KPBC Madiun mengikuti
suami yang berdinas di kota Madiun sampai saat ini. Maka dia terhitung
pegawai yang tertua di KPBC Madiun dan orang-orang sering
memanggilnya “Mami”. Beberapa diklat kedinasan pun pernah dilalui
antara lain : Prajab tahun 1978 di Surabaya, DPT I tahun 1982 di
Surabaya, dan Diklat Radio Komunikasi tahun 1990.
Selain itu di luar jam dinas ia juga aktif di lingkungan tempat
tinggalnya dalam berbagai kegiatan misalnya ikut pengajian dan
mengikuti senam secara rutin sekaligus menjadi salah satu
instrukturnya. Senam tersebut dilakukan dua kali seminggu setelah jam

A N D R I A N T U L U S
Enam tahun sudah Andrian menjadi pegawai bea cukai. Selama itu
pula ia mengaku masih dalam proses pembelajaran. Adrian merupakan
putra kedua dari tiga bersaudara yang lahir di Ambarawa, 14 Oktober
1980. Orangtuanya bekerja sebagai prajurit TNI. Ia sendiri mengaku
tidak ingin mengikuti jejak orangtuanya karena kakaknya sudah ada
yang menjadi prajurit TNI.
Pegawai lulusan Prodip III angkatan XIV tahun 2001 ini, pertama
kali ditempatkan di KP-DJBC pada Direktorat PPKC yakni Subdit
Peraturan Kepabeanan dan Cukai selama empat tahun. Selanjutnya
dimutasi ke KPBC Merak hingga sekarang di bagian Seksi P2.
Menurutnya, bekerja di Kantor Pusat dan KPBC Merak sangat
berbeda. Di KPBC Merak, para pegawai dituntut untuk lebih tahu
tentang peraturan, oleh sebab itu ia harus terus belajar. Tak hanya itu,
para pegawai juga harus belajar tata cara melayani masyarakat dan
belajar berkoordinasi dengan instansi lain. ”Kalau ada orang yang
tanya, kita gak bisa menjawab kan malu,” ujarnya.
Lain halnya saat bekerja di Kantor Pusat DJBC. Ia punya
pengalaman yang berkesan saat betugas di Kantor Pusat. Waktu itu ia
mendapat tugas melakukan penyuluhan ke daerah-daerah. Hampir
seluruh daerah telah dikunjunginya kecuali Papua dan Pulau Timor
lantaran harus dipindah ke KPBC Merak.
Saat ditanya suka dan dukanya menjadi pegawai bea cukai, Andrian
mengaku yang dulunya ia tidak tahu menahu tentang Bea dan Cukai,

B E N I R I D W A N, S E.
Pegawai yang satu ini adalah sosok yang terbuka dan supel ketika ditemui di
ruang kerjanya saat WBC berkunjung ke KPBC Bojonegoro. Pengabdiannya di DJBC
telah mencapai 27 tahun, sekarang ia menjabat sebagai Kepala Kantor KPBC Tipe B
Bojonegoro berpangkat penata muda Tk I. Beni mulai meniti karir di Bea Cukai sejak
1979. Menjadi pegawai negeri sipil bukan cita-citanya sejak kecil karena sebenarnya
ia ingin menjadi politikus.
Jalan hidup memang tidak bisa ditebak. Setelah lulus STM di Garut pada 1978 ia
mencoba melamar di Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) dan akhirnya diterima.
Penempatan pertama dilalui di Kantor Pusat DJBC Jakarta hingga 1980, kemudian
dipindahtugaskan ke KINSP Jayapura sampai 1992.
Lama bertugas di Jayapura, banyak pengalaman yang tak terlupakan. Pernah
suatu ketika diajak ke pesta rakyat pada tahun 80-an bersama rekan–rekan yang
merupakan penduduk setempat dan ternyata itu adalah perayaan ulang tahun OPM
(Organisasi Papua Merdeka). “Selain itu saya pernah mengikuti lomba motorcross dan
sempat mengakibatkan cidera sehingga membuat saya jera,” kenang pria kelahiran 17
Mei 1960.
“Untuk mengisi waktu senggang saya suka bermain catur hingga pernah ikut
lomba dan mendapat juara III Bupati Jayapura Cup,“cerita ayah lima orang putra ini.
Pada penugasan ini pula Beni bertemu dengan istrinya Nahria yang waktu itu bertugas
di Dinas Penerangan. Selama waktu penugasan tersebut tidak pernah ia sia-siakan
juga untuk menimba ilmu bidang Ekonomi di STIE Jayapura dan berhasil meraih
gelar sarjana ekonomi pada 1990.
Setelah itu pindah tugas ke Kanwil V Bandung hingga 1995. Kemudian menjadi
auditor di Kanwil IV Jakarta hingga tahun 1997 .Pada 2000 mendapat promosi
sebagai Kasi Verifikasi dokumen impor Kanwil XI Makasar. Selanjutnya pada 2001 di
Kanwil yang sama mendapat tugas baru sebagai Kasi Auditor. Setelah itu ia dipercaya
memimpin KPBC Bojonegoro pada 2002 hingga kini.

44 WARTA BEA CUKAI EDISI 388 MARET 2007


info buku
kerja kantor. “Saya ingin kegiatan yang saya
lakukan itu positif dan juga bermanfaat untuk orang
lain,” kata ibu kelahiran Banyuwangi 24 Maret 1952
Ketika ditanya pengalaman yang berkesan
selama berdinas, ia mengatakan bahwa selama ini
pengalaman yang didapat hanya di bidang
administrasi saja sehingga semua pekerjaan dapat
dilksanakan dengan baik, tetapi ia merasa senang
selama bekerja di Bea dan Cukai karena dapat
BILA ANDA BERMINAT,
merasakan kekompakan kerja antar pegawai. MAJALAH WARTA BEA CUKAI MENYEDIAKAN
Di ujung karirnya yang kurang dua tahun lagi BUKU SEBAGAI BERIKUT:
(tahun 2008), Rusiah menyatakan sudah siap

BUNDEL WBC 2005


menghadapi pensiun. “Apabila waktu pensiun telah
tiba saya akan buat usaha konveksi kecil-kecilan
untuk mengisi waktu luang,” tutur ibu dua orang
putra ini. Bundel Majalah Warta Bea Cukai Tahun 2005 (Edisi
Di akhir wawancara Rusiah mempunyai pesan
buat instansi DJBC agar Bea Cukai menjadi
Januari - Desember)
organisasi yang lebih maju dan setara dengan
Pabean Internasional lainnya. bambang w., sby
Rp. 120.000
kini ia bisa tahu. Banyak sekali hal yang baru yang
diperolehnya tentang kebeacukaian. “Yang paling
menarik bagi saya adalah dalam hal melakukan pe-
meriksaan barang dan mengklasfikasikan barang,”
katanya.
Selain itu, Adrian juga menyukai kegiatan operasi,
seperti yang belum lama ini dilakukan. Secara
bergantian ia harus mengintai truk selama seminggu CATATAN:
dari Merak. “Hasilnya, satu truk bermuatan rokok tanpa
pita cukai dan rokok yang dilekati pita cukai tapi bukan
Ongkos kirim buku wilayah Jabotabek Rp. 25.000
untuk peruntukannya, berhasil ditegah,” tandas Andrian
yang menikah tahun 2006 dengan dr. Eva Susanna ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○
(saat ini sedang mengambil program spesialisasi
kedokteran di Semarang-red).
Sementara untuk dukanya, saat harus mutasi ke
daerah, ia harus meninggalkan keluarga. LANGGANAN MAJALAH
“Belakangan ini saya sering tidur di kantor lantaran
di rumah sepi. Di kantor banyak teman,” imbuh WARTA BEA CUKAI
Andrian yang gemar olah raga badminton dan rutin
mengikuti olah pernapasan “Mahatma”. Menurutnya,
olah pernapasan sangat banyak manfaatnya. Selain
badan menjadi sehat dan tidak mudah lelah,
berbagai penyakit yang diderita pun berangsur-
angsur hilang. ats

“Menciptakan rasa persaudaraan di lingkungan kerja


pegawai dan koordinasi dengan pihak luar antara lain
kepolisian, kejaksaan, pemerintah daerah, dan pengguna
jasa kepabeanan dan cukai yang baik merupakan faktor
pendukung dalam menciptakan pelayanan prima,”kata Beni
ketika ditanya mengenai kiat-kiatnya memipin KPBC
Bojonegoro.
Selain kenyang dengan pengalaman tugas yang
berpindah-pindah, ia juga mengenyam berbagai
pendidikan dan latihan di lingkungan kerja antara lain :
DPT II tahun 1992,Diklat Pengelolaan Keuangan Negara No Lama Diskon Harga Harga luar
(PKN)1994, Diklat Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS)
1999. Diklat Persamaan Ijasah III 1994.
Berlangganan Jabotabek Jabotabek
Di akhir perbincangan ,Beni memiliki suatu harapan 1 3 Bulan (3 edisi) 0% Rp. 4040..500 Rp. 4343..500
kepada institusi DJBC di masa yang akan datang.” Bea
Cukai harus menjadi organisasi yang jelas arahnya, paling 2 6 Bulan (6 edisi) 5% Rp. 7878..00
0000 Rp. 8484..00
0000
tidak sesuai dengan visi dan misi yang ada. Beberapa
masalah yang ada di lapangan antara lain. Perlunya 3 1 Tahun (12 edisi) 10% Rp. 1150
50.000
50.000 Rp. 1162
62 .000
62.000
publikasi tugas pokok dan fungsi Bea dan Cukai sehingga Sudah Termasuk Ongkos Kirim
masyarakat luas tahu, Pendistribusian SDM harus
proporsional sesuai dengan kebutuhan tiap-tiap kantor
sehingga tidak terjadi ketimpangan, Pembinaan pegawai
yang bermasalah hendaknya dilakukan oleh Kantor Pusat
MAJALAH WARTA BEA CUKAI
DJBC atau Pusdiklat, bukan malah ditempatkan di KPBC Kantor Pusat Direktorat Jenderal Bea dan Cukai
daerah-daerah sehingga akan menimbulkan permasalahan Jl. A. Yani (By Pass) Jakarta Timur 13230
baru, serta Mutasi dan promosi pegawai pun harus jelas Telp. (021) 47860504, 4890308 ex. 154
dan terarah,” harap pria yang juga mahir mengobati Fax. (021) 4892353 / E-mail: wbc.cbn.net.id
penyakit dengan metode alternatif. bambang w., sby dengan Hasim / Kitty

EDISI 388 MARET 2007 WARTA BEA CUKAI 45


KEPABEANAN INTERNASIONAL

Hari Pabean Sedunia 2007


No to Counterfeiting
and Piracy
Saat ini tidak ada lagi ketentuan yurisdiksi terealisasinya Peraturan Pemerintah (PP) tersebut lanjutnya,
yang berbeda antara Undang-Undang karena adanya perkembangan ketentuan yang mengatur tentang
yurisdiksi yang berbeda antara Undang-Undang Nomor 10 Tahun
Kepabeanan dengan Undang-Undang Merek 1995 tentang Kepabeanan dengan undang-undang umum yang
dan Undang-Undang Hak Cipta mengatur HaKI seperti Undang-Undang Merek atau Undang-
Undang Hak Cipta. Namun permasalahan tersebut lanjutnya,

U
sudah dapat dipecahkan dengan diberlakukannya Undang-Un-
ntuk kali kedua Menteri Keuangan RI Sri Mulyani Indra- dang Nomor 17 Tahun 2006 tentang perubahan Undang-Undang
wati menjadi inspektur upacara pada upacara Hari Nomor 10 Tahun 1995 tentang Kepabeanan.
Pabean Sedunia yang ke-55 pada 26 Januari 2007 di UU No.17/2006 menurutnya, telah mengubah beberapa hal
lapangan upacara Kantor Pusat Direktorat Jenderal yaitu pasal 54 sampai dengan pasal 64 yang juga terdapat pada
Bea dan Cukai. Upacara yang dihadiri oleh pejabat UU No.10/1995, sehingga saat ini tidak ada lagi ketentuan
dilingkungan Departemen Keuangan, Staf Inti Direktorat Jenderal yurisdiksi yang berbeda antara Undang-Undang Kepabeanan
Bea dan Cukai (DJBC) dan seluruh pegawai dilingkungan Kantor dengan Undang-Undang Merek dan Undang-Undang Hak Cipta.
Pusat Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (KP-DJBC) mengambil Saat ini masih menurutnya DJBC melalui tim penyusun
tema No to Counterfeiting and Piracy yang merupakan tema yang Peraturan Pelaksanaan yang diamanatkan UU No.17/2006
dipilih oleh World Customs Organization (WCO) sebagai induk sedang menyelesaikan Rancangan Peraturan Pemerintah
dari organisasi kepabeanan dunia. tentang Pengawasan HaKI oleh DJBC dan diharapkan
Dalam sambutannya Sri Mulyani mengatakan, mengenai Rancangan Peraturan Pemerintah tersebut dapat selesai
masalah pembajakan, institusi kepabeanan di dunia melalui dalam waktu yang tidak lama lagi. (Selengkapnya sambutan
ketentuan Trade Related Aspect of Intellectual Property Rights menteri Keuangan dapat dilihat dalam boks)
(TRIPs) diberikan kewe- WBC/ATS
nangan penuh untuk PAPARAN NSW
mengawasi lalu litas ba- Usai upacara,Menteri
rang di perbatasan yang Keuangan beserta peja-
ditengarai merupakan bat dilingkungan Depar-
hasil pelanggaran Hak temen Keuangan dan
atas Kekayaan Intelektual Staf inti DJBC mende-
(HaKI). DJBC lanjut Sri ngarkan pemaparan me-
Mulyani telah mengako- ngenai kesiapan DJBC
modir rekomendasi TRIPs dalam mendukung
tersebut dalam Undang- program National Single
Undang Nomor 10 tahun Window. Pemaparan di-
1995 tentang kepabean- lakukan langsung oleh
an pada pasal 54-64, na- Direktur Informasi Kepa-
mun disadari dalam prak- beanan dan Cukai Heri
teknya selama ini DJBC Kristiono kepada Menteri
belum dapat berperan dan para pejabat lainnya
optimal sesuai dengan mengenai kesiapan
tuntutan undang-undang DJBC serta berbagai
tersebut. Hal ini menurut- perangkatnya sampai
nya karena masih belum pada perkembangan
rampungnya Peraturan terakhir mengenai NSW.
Pemerintah (PP) tentang Pada kesempatan
pengawasan HaKI yang tersebut Menteri
mengatur antara lain pe- Keuangan mengatakan
ran DJBC dalam penga- PAPARAN NSW. Menteri Keuangan beserta dengan pejabat dilingkungan Departemen bahwa sebagai institusi
wasan HaKI. Keuangan, Staf inti DJBC dan juga pejabat lainnya mendengarkan pemaparan mengenai yang yang menentukan
Kendala utama tidak NSW dari Direktur IKC Heri Kristiono. terlaksananya NSW,

46 WARTA BEA CUKAI EDISI 388 MARET 2007


AMANAT MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA
DALAM RANGKA MEMPERINGATI HARI PABEAN SEDUNIA KE-55
TANGGAL 26 JANUARI 2007
Para Pejabat Struktural, para Pejabat Intelektual seperti Undang-Undang
Fungsional serta seluruh pegawai Merek atau Undang-Undang Hak Cipta.
Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Alhamdulillah permasalahan tersebut
yang saya banggakan, saat ini sudah dapat dipecahkan
Assalamu’alaikum Wr.Wb, dengan diberlakukannya Undang-

P
Salam Sejahtera bagi kita semua. Undang Nomor 17 Tahun 2006.
ertama-tama, mari kita Dalam kesempatan ini saya ingin
panjatkan puji syukur ke menyampaikan tiga hal penting yang
hadirat Allah SWT. atas telah dilakukan oleh Direktorat Jenderal
limpahan nikmat dan rahmat Bea dan Cukai untuk mengoptimalkan
yang telah diberikan sehingga hasil kerja pengawasan Hak Atas
kita dapat berkumpul bersama pada hari Kekayaan Intelektual oleh Direktorat
ini dalam rangka memperingati Hari Jenderal Bea dan Cukai.
Pabean Sedunia ke-55 yang 1. Pertama, Undang-Undang
merupakan sebuah momen penting Kepabeanan kita yang baru yaitu
dalam menyatukan gerak dan langkah Undang-Undang Nomor 17 Tahun
administrasi pabean. 2006 telah mengubah beberapa hal
Sebagai negara anggota, Indonesia dalam pasal-pasal 54-64 Undang-
selalu mengacu kepada World Customs Undang Kepabeanan yang lama
Organization sebagai organisasi sehingga sekarang tidak ada lagi
internasional yang mewadahi sebagian ketentuan yuridiksi yang berbeda
besar administrasi pabean di dunia. antara Undang-Undang Kepabeanan
Pada peringatan Hari Pabean Sedunia dengan Undang-Undang Merek dan
ke-55 kali inipun, kita berjalan seiring dengan tema yang Undang-Undang Hak Cipta.
ditetapkan oleh World Customs Organization yaitu “No to 2. Kedua, pada saat ini Direktorat Jenderal Bea dan Cukai
Counterfeiting and Piracy”. melalui Tim Penyusun Peraturan Pelaksanaan yang
Maraknya kegiatan pemalsuan dan pembajakan khusus- diamanatkan oleh Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2006
nya di negara-negara berkembang menimbulkan keprihatinan sedang menyelesaikan Rancangan Peraturan Pemerintah
banyak pihak termasuk World Customs Organization. Berba- tentang Pengawasan Hak Atas Kekayaan Intelektual oleh
gai kasus pembajakan kerapkali meresahkan masyarakat Direktorat Jenderal Bea dan Cukai dan diharapkan
khususnya para pembuat suatu karya cipta. Begitu pula prob- Rancangan Peraturan Pemerintah tersebut dapat selesai
lema pemalsuan yang makin banyak ditemui pada produk dalam waktu tidak lama lagi.
dengan merek-merek terkenal. Pelanggaran tersebut menim- 3. Ketiga, memadukan fungsi unit kerja Hak Atas Kekayaan
bulkan kerugian berbagai pihak, tidak hanya si pemilik hak Intelektual ke dalam Subdirektorat Intelijen. Reorganisasi
tetapi juga konsumen yang harus membayar barang palsu ini kita lakukan karena pada prinsipnya unit kerja Hak Atas
dan bajakan yang umumnya kurang berkualitas serta merugi- Kekayaan Intelektual sangat erat hubungannya dengan
kan pemerintahan karena pembajak tidak membayar pajak. pengolahan dan tindak lanjut informasi intelijen sehingga
dengan penyatuan unit kerja tersebut ke dalam
Saudara-saudara sekalian, Subdirektorat Intelijen maka diharapkan pengawasan Hak
Sesuai dengan ketentuan dalam TRIPS (Trade Related Atas Kekayaan Intelektual Direktorat Jenderal Bea dan
Aspects of Intellectual Property Rights), institusi kepabeanan Cukai akan lebih efisien.
di dunia diberikan wewenang penuh untuk mengawasi lalu Pada kesempatan ini saya mengucapkan terima kasih
lintas barang di perbatasan yang ditengarai merupakan hasil kepada segenap pegawai Direktorat Jenderal Bea dan Cukai
pelanggaran Hak Atas Kekayaan Intelektual. Rekomendasi yang telah ikut serta dalam penegakan Hak Atas Kekayaan
TRIPs tersebut telah kita akomodir dalam Undang-Undang Intelektual. Saya berharap semoga upaya yang telah
Nomor 10 Tahun 1995 tentang Kepabeanan, yaitu pada pasal dilaksanakan dapat terus ditingkatkan.
54-64. Namun dalam prakteknya selama ini, Direktorat Akhir kata, marilah kita bersama-sama meningkatkan
Jenderal Bea dan Cukai belum dapat berperan optimal sesuai kinerja dalam mendukung berbagai tugas yang menjadi
dengan tuntutan undang-undang tersebut. Hal ini disebabkan tanggung jawab Direktorat Jenderal Bea dan Cukai
belum rampungnya Peraturan Pemerintah tentang khususnya di bidang perlindungan Hak Atas Kekayaan
pengawasan Hak Atas Kekayaan Intelektual yang mengatur Intelektual. Semoga Allah SWT senantiasa memberikan
antara lain peran Direktorat Jenderal Bea dan Cukai dalam petunjuk dalam setiap langkah kita.
pengawasan Hak Atas Kekayaan Intelektual. Kendala utama
mengapa Peraturan Pemerintah tersebut tidak terealisir Terima kasih
adalah karena adanya perkembangan ketentuan yang Wassalaammu’alaikum Wr.Wb.
mengatur tentang yuridiksi yang berbeda antara Undang-
Undang Nomor 10 Tahun 1995 tentang Kepabeanan dengan Menteri Keuangan Republik Indonesia
Undang-Undang Umum yang mengatur Hak Atas Kekayaan Sri Mulyani Indrawati

DJBC harus lebih mengintensifkan segala persiapan tersebut diserahkan kepada para pemenang lomba dalam rangka mem-
agar dapat terlaksana seperti yang telah ditetapkan. peringati hari Pabean Sedunia. Potongan tumpeng diserahkan
Masih pada kesempatan yang sama, Menteri Keuangan kepada juara satu lomba karya tulis, Darmawan Sigit Pranoto,
melakukan acara pemotongan tumpeng sebagai tanda Hari pelaksana pada KPBC Kendari dan juara satu lomba karikatur
Pabeanan Sedunia yang ke-55, dan potongan tumpeng tersebut Widia Ariadi MPA, Kepala KPBC tipe A 2 Kupang. zap

EDISI 388 MARET 2007 WARTA BEA CUKAI 47


KEPABEANAN INTERNASIONAL

JUARA II
LOMBA
KARYA TULIS
BAHASA

Peranan Bea dan Cukai


INDONESIA
DALAM RANGKA

Dalam Pemberantasan
HARI PABEAN
SEDUNIA
KE-55
Peredaran Barang Palsu
dan Hasil Bajakan
Oleh: Anton Martin, S.E., M.H.

S
PENDAHULUAN komponen untuk pembuatan software, untuk pembuatan
etiap hasil karya, karsa dan cipta manusia, optical disc, atau yang memberikan fasilitas untuk
apapun bentuknya, apakah gubahan lagu, membuat barang bajakan oleh instansi-instansi terkait.
coretan berbentuk lukisan atau produk industri, Para pelaku pelanggaran hak cipta banyak mendapat
seharusnya mendapatkan tempat yang tinggi keuntungan karena tidak perlu membayar royalti kepada
dan penghormatan yang layak. Manusia pemegang hak cipta yang produknya digandakan. Selain
merupakan ciptaan Sang Maha Pencipta yang tertinggi, itu, produk hasil pembajakan pada umumnya diproduksi
karena diberi akal dan budi. Akan tetapi, kadangkala secara gelap atau sembunyi-sembunyi, sehingga dapat
manusia juga yang ‘merusak’ makna penghormatan menghindari pengenaan pajak yang semestinya wajib
tertinggi tersebut. Dalam perkembangannya, semua hasil dibayar (lihat Lampiran I).
karya, karsa dan cipta itu kemudian dapat dimasukkan
dan digolongkan dalam suatu ‘keluarga’ yang diberi nama 2. Aspek Sosial
Hak Kekayaan Intelektual (HKI)1 . Pengaruh globalisasi secara umum mendorong para
Sebagaimana proses timbulnya pelanggaran pada pengusaha untuk memacu perkembangan hasil
umumnya yang tumbuh dan berkembang di tengah industrinya yang sekaligus memacu pula adanya
masyarakat, terjadinya peredaran barang palsu (counter- persaingan curang dan memberi peluang terjadinya
feiting) dan hasil bajakan (piracy) dipengaruhi oleh aspek praktik-praktik pelanggaran HKI seperti pemalsuan
ekonomi, aspek sosial dan aspek budaya. 2 merek, pembajakan hak cipta dan sebagainya.
Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang
1. Aspek Ekonomi demikian pesat telah mempengaruhi pula terhadap
Pada umumnya harga produk-produk ‘ilegal’ yang berbagai kemungkinan atau kemudahan dan kemampuan
beredar di pasaran lebih murah dibandingkan dengan akan teknik-teknik tertentu untuk melakukan pelanggaran
produk yang legal atau asli, sehingga konsumen terutama di bidang HKI (lihat Lampiran II).
golongan masyarakat menengah ke bawah cenderung Tingginya angka pengangguran dan terbatasnya
membeli produk yang murah terutama apabila kualitasnya kesempatan memperoleh pekerjaan mendorong sebagian
tidak jauh berbeda. masyarakat untuk berupaya melakukan apa saja
Hal ini berdampak terhadap meningkatnya peredaran termasuk pekerjaan yang berkaitan dengan pelanggaran
barang ‘palsu’. Bagi pedagang atau produsen yang HKI, misalnya pedagang kaki lima VCD bajakan. Terlebih
biasanya berusaha di bidang produk rekaman film, musik lagi belum meratanya sosialisasi masalah HKI terutama
dan perangkat lunak komputer, karena tidak mau pada kelompok atau golongan masyarakat bawah
bersaing dengan produk ilegal, maka agar usahanya sehingga kurang mendukung terhadap kesadaran akan
tetap bisa bertahan, mereka cenderung untuk beralih perlunya menghargai hasil karya orang lain.
usaha di bidang produk yang ilegal pula, dengan
pertimbangan lain yaitu memperoleh keuntungan dalam 3. Aspek Budaya
pemasaran produknya secara mudah dan cepat serta Adanya budaya kebersamaan pada masyarakat yang
melalui jalan pintas, yaitu dengan menggunakan merek bercirikan masyarakat patembayan di Indonesia dapat
terkenal sehingga produknya cepat laku dan tanpa menimbulkan perbedaan persepsi tentang makna HKI
mengeluarkan biaya promosi. yang cenderung individual tentunya akan menghambat
Para pelaku mudah memperoleh perizinan resmi atas proses sosialisasi pelaksanaan HKI. Selain itu, adanya
bidang usahanya (pabrik, gudang, pertokoan) dan kurang kecenderungan brand minded bagi sebagian masyarakat,
diikuti dengan suatu sistem pengawasan yang ketat atas terutama terhadap merek-merek produk tertentu bagi
penyalahgunaan izin yang telah dikeluarkan, bahkan sebagian masyarakat yang dianggap dapat berpengaruh
belum ada ketegasan mengenai aturan-aturan terhadap ‘prestise’ seseorang, sehingga dapat
pembatasan izin memasukkan suatu barang tertentu, mendorong adanya penggunaan merek-merek palsu.

48 WARTA BEA CUKAI EDISI 388 MARET 2007


Perkiraan Kerugian Negara yang Diakibatkan
Pembajakan Karya Rekaman Suara
Tahun VCD CD Kaset Total Kerugian Negara

1996 0 46.277.500 14.394.501.875 14.440.779.375


1997 290.233.126.000 177.012.500 9.968.752.500 300.378.890.000
1998 386.977.500.000 952.600.000 4.659.116.875 392.589.216.675
1999 615.970.000.000 1.299.383.750 5.297.670.625 522.567.054.375
2000 802.620.000.000 2.449.576.000 8.951.954.100 812.071.530.100
2001* 935.825.800.000 5.185.136.000 15.904.016.100 968.714.752.100

* PERKIRAAN
SUMBER : ASOSIASI INDUSTRI REKAMAN INDONESIA TAHUN 2002

Perbandingan Peredaran Produk Legal dan Produk


Bajakan Karya Rekaman Suara
Tahun Total Unit Produk Legal Total Unit Produk Bajakan

1996 77.552.008 23.068.225


1997 67.366.071 112.835.989
1998 41.658.674 137.209.167
1999 54.464.951 181.505.780
2000 52.502.569 240.084.555
2001* 46.894.940 291.855.722

T O T A L 350.429.213 989.559.438

* PERKIRAAN LAMPIRAN 1
SUMBER : ASOSIASI INDUSTRI REKAMAN INDONESIA TAHUN 2002

Selain ketiga aspek tersebut di atas, peredaran barang PERANAN BEA DAN CUKAI DALAM PEMBERANTASAN
palsu dan hasil bajakan juga dipengaruhi oleh faktor PEREDARAN BARANG PALSU DAN HASIL BAJAKAN
penegakan hukum di bidang HKI. Karena apabila aparatur A. Potensi Bea dan Cukai Sebagai ”Border Enforce-
penegak hukumnya baik tentunya akan membawa ment Agency”
perlindungan terhadap HKI yang baik. Sebab bagaimanapun, Sebelum berlakunya Agreement on Trade Related
perlindungan HKI adalah untuk melindungi masyarakat dari Aspects of Intellectual Property Rights (TRIPs)3 , insitusi
kebohongan (penipuan), untuk membantu ekonomi tumbuh kepabeanan di banyak negara umumnya tidak banyak
berdasarkan persaingan yang ‘fair’ sehingga dapat terlibat dalam pemberantasan peredaran barang palsu
meningkatkan ‘citra bangsa’ tanpa meninggalkan dan hasil bajakan. Namun dengan meningkatnya
kepentingan bangsa. Sebaliknya, apabila aparatur penegak perdagangan internasional dan semakin meluasnya
hukum lemah, maka pemalsuan dan pembajakan HKI akan pelanggaran HKI yang melintasi batas-batas negara,
terus tumbuh subur dan berkembang. maka disadari pentingnya peran yang dapat dilakukan
Sebagai aparat pengawasan lalu-lintas impor-ekspor oleh pihak pabean dalam melaksanakan perlindungan
(border cross control), Direktorat Jenderal Bea dan Cukai HKI. Beberapa potensi yang dimiliki oleh bea dan cukai,
(DJBC) memiliki peranan penting, karena tindakan ialah antara lain:4
penangguhan DJBC (suspension of release by customs) 1. Dengan posisinya di pintu-gerbang dan perbatasan
pada ‘exit’ atau ‘entry point’ di kawasan pabean (pelabuhan, wilayah negara, sebagai aparat pengawasan lalu-
bandara udara, maupun perbatasan darat) dapat mencegah lintas barang, maka bea dan cukai akan dapat secara
barang yang diduga melanggar HKI baik barang yang efektif menegah dan menangkal barang-barang yang
dipalsukan maupun barang hasil bajakan sebelum barang diduga melanggar HKI, sebelum barang tersebut
tersebut beredar ke pasaran domestik atau sebelum barang masuk dalam sistem distribusi dan peredaran bebas –
tersebut di ekspor ke luar daerah pabean. dimana akan sangat rumit dan memakan biaya besar
Keterlibatan DJBC dalam membantu pelaksanaan untuk memberantasnya;
perlindungan HKI baru dimulai sejak 1 April 1997, 2. Aparat bea dan cukai memiliki kewenangan di
bersamaan dengan berlakunya secara efektif Undang- bidangnya, yang memungkinkan untuk melakukan
undang Nomor 10 Tahun 1995 tentang Kepabeanan. penegahan atau penyitaan barang, melakukan
Sejak itu, DJBC telah berhasil melakukan penegahan pemeriksaan fisik (termasuk di tempat importir dan
barang yang melanggar HKI dalam jumlah yang cukup eksportir), serta memeriksa dokumen yang berkaitan;
berarti (lihat Lampiran III, IV, V, VI dan VII). 3. Dengan informasi yang dimiliki bea dan cukai dapat

EDISI 388 MARET 2007 WARTA BEA CUKAI 49


KEPABEANAN INTERNASIONAL

Estimated Trade Losses Due to Piracy (in millions of US dollars)


And Levels of Piracy : 1995-2000
2000 1999 1998 1997 1996 1995
INDUSTRY Loss Level Loss Level Loss level Loss Level Loss Level Loss level

Motion 25.0 0.9 25.0 90% 25.0 90% 19.0 85% 19.0 85% 15.0 98%
Pictures
Sound Recording/ 19.6 87% 3.0 20% 3.0 12% 9.0 12% 12.0 15% 2.0 9%
Musical
Compositions
Business 32.9 0.9 33.2 85% 47.3 92% 139.6 93% 170.3 98% 117.3 98%
Software
Aplication
Entertainment NA 1.0 80.4 92% 81.7 95% 87.2 89% 86.0 82% 82.6 80%
Software
Books 32.0 NA 32.0 NA 30.0 NA 47.0 NA 47.0 NA 45.0 NA

TOTAL 109.5 173.6 187.0 301.8 334.3 261.9

SUMBER : INTERNATIONAL INTELLECTUAL PROPERTY ALIANCE 2001 SPECIAL 301 REPORT INDONESIA LAMPIRAN 2
LAMPIRAN III, IV, V, VI DAN VII BERUPA DATA PENEGAHAN HKI OLEH DJBC
TIDAK IKUT DICANTUMKAN MENGINGAT BANYAKNYA MATERI TERSEBUT. (Redaksi)

mengidentifikasi dan menangani sampai ke sumber Indonesia, DJBC diwajibkan mengendalikan impor-ekspor
darimana barang yang melanggar tersebut berasal; barang-barang hasil pelanggaran di bidang HKI sebagai
dan kelanjutan dari ratifikasi Indonesia tersebut di atas
4. Dengan kerjasama antar bea dan cukai di berbagai mengenai ketentuan border measure control yang termuat
negara (negara pengekspor — transit–pengimpor), dalam Article 51 s.d. Article 60 the TRIPs Agreement,
diharapkan dapat dilacak dan dicegah terjadinya tepatnya diimplementasikan dalam Pasal 54 s.d. Pasal 64
pelanggaran HKI. Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1995 tentang
Kepabeanan 5 jo Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2006
B. Keterbatasan-keterbatasan dalam Pelaksanaan tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 10
Peran Bea dan Cukai di bidang HKI Tahun 1995 tentang Kepabeanan 6 (Bagian kedua Bab X).
Walaupun secara umum bea dan cukai dapat DJBC melaksanakan fungsi pengendalian tersebut di
berperan penting dalam perlindungan HKI, perlu juga atas dengan cara menangguhkan pengeluaran barang
diperhatikan bahwa bea dan cukai sendiri disibukkan impor/ekspor dari kawasan pabean untuk memberikan
dengan pengawasan wilayah yang luas dan pelayanan kesempatan kepada yang berhak atas HKI untuk
terhadap kelancaran perdagangan internasional yang mengambil tindakan hukum.
semakin meningkat volumenya. Bea dan cukai juga harus Penangguhan pengeluaran barang dilakukan dengan
menangani bermacam-macam kepentingan dan prioritas dua cara: Pertama, penangguhan pengeluaran barang
dengan prasarana yang terbatas, ini berarti bahwa impor atau ekspor berdasarkan perintah tertulis ketua
disamping peranan dalam perlindungan HKI, bea dan pengadilan niaga atas permintaan pemilik/pemegang HKI
cukai juga harus memperhatikan kepentingan penegakan dengan mengajukan bukti yang cukup mengenai adanya
hukum di bidang lain (seperti narkotika, larangan pelanggaran HKI disertai penempatan jaminan untuk
pembatasan dan commercial fraud lainnya). dipertaruhkan (passive action procedure). 7 Kedua,
Selain itu, sebelum permasalahan pemalsuan dan penangguhan pengeluaran barang impor atau ekspor
pembajakan menjadi masalah yang serius dalam karena jabatan (secara ex-officio) berdasarkan bukti yang
perdagangan internasional, perundang-undangan HKI di cukup mengenai adanya pelanggaran HKI (active action
banyak negara tidak melibatkan bea dan cukai untuk ikut procedure). 8
membantu melakukan perlindungan HKI. Sehingga
perlindungan terhadap HKI ini merupakan suatu tugas A. Penangguhan Pengeluaran Berdasarkan Perintah
baru yang tentunya memiliki banyak kekurangan dalam Tertulis Ketua Pengadilan Niaga
pelaksanaannya, antara lain diperlukan berbagai 1. Jurisdiksi Pengadilan
perbaikan, pembenahan dan penyempurnaan terhadap Dalam Article 51 TRIPs Agreement diatur bahwa
sumber daya manusia, maupun perangkat sarana dan dalam hal pemilik atau pemegang hak memiliki
prasarana yang tersedia di bea dan cukai. bukti yang cukup untuk menduga adanya impor
barang yang melanggar hak merek atau hak cipta,
KETENTUAN DAN PROSEDUR PENEGAKAN HUKUM HKI ia dapat mengajukan permintaan tertulis kepada
DALAM UNDANG-UNDANG NOMOR 17 TAHUN 2006 pihak yang bewenang –administratif atau judicial–
Dalam posisinya sebagai aparat pengawas lalu lintas untuk dilakukannya penangguhan pengeluaran
barang baik yang masuk maupun yang keluar dari wilayah barang tersebut oleh Bea dan Cukai. TRIPs tidak

50 WARTA BEA CUKAI EDISI 388 MARET 2007


menentukan kepada pihak mana (competent atau hak cipta, kita perlu kembali kepada arti
authorities) permintaan penangguhan ini harus pelanggaran hak atas merek dan hak cipta.
diajukan, hal ini tergantung pada ketentuan yang Pertama-tama yang perlu diuji atau diketahui
berlaku di masing-masing negara, dengan adalah bukti kepemilikannya. Selanjutnya
demikian permintaan tersebut dapat diajukan pengujian terhadap objek pemilikannya atau
kepada pihak pengadilan (judicial) atau kepada barangnya.
instansi-instansi lain (administratif) termasuk yang Pembuktian atas hak merek akan relatif lebih
diajukan langsung kepada pihak kepabeanan. mudah daripada atas hak cipta, karena pemilikan
Berdasarkan Pasal 54 UU No.17/2006, maka di merek didasarkan pada pendaftaran atau
Indonesia permintaan (oleh pemilik atau pemegang pengalihan hak sedangkan pemilikan hak cipta
hak) tersebut diajukan kepada ketua pengadilan belum tentu didaftarkan. Karena itu terutama untuk
niaga . Dengan dipilihnya jalur permintaan melalui yang tidak didaftarkan, pembuktian pemilikan atas
pengadilan ini, maka Pengadilan Niaga 9 hak cipta merupakan ‘problem’ tersendiri.
berwenang menetapkan penangguhan sementara Mengenai pengujian atas barangnya (objek
pengeluaran barang (injunction) maupun untuk pemilikannya). Dalam hal merek, terutama merek
memutus perkara pelanggaran HKI. terkenal, bukti permulaan yang cukup bisa
Di beberapa negara, permintaan semacam ini diperoleh dari data atau dokumen yang diajukan
diajukan kepada Bea dan Cukai, tanpa melalui oleh pihak yang meminta penangguhan, yaitu bukti
pengadilan.10 pemilikan hak yang dipunyai serta rincian dan
keterangan yang jelas mengenai fisik barangnya.
2. Jenis-jenis HKI yang dapat Ditangguhkan Namun dalam beberapa kejadian, mengenai merek
Pengeluarannya ini dan terutama mengenai hak cipta, data atau
Berdasarkan Pasal 54 UU No.17/2006, maka jenis- dokumen yang diajukan belum memadai untuk
jenis HKI yang dapat dimintakan penangguhan dianggap sebagai bukti permulaan yang cukup
pengeluarannya oleh DJBC hanya meliputi: merek tentang adanya pelanggaran. Dalam hal merek,
dan hak cipta. Menurut Pasal 64 UU No.10/1995, masalah yang sering timbul adalah yang berkaitan
dengan Peraturan Pemerintah, pengendalian impor dengan tingkat/derajat kesamaan antara produk
atau ekspor barang yang melanggar HKI juga yang sejenis.
dapat diperluas untuk jenis HKI selain merek dan Sedangkan dalam hak cipta berkaitan dengan
hak cipta, mengingat jenis HKI lainnya sudah diatur tingkat tingkat/ derajat kesamaan, baik di antara
dalam undang-undang tersendiri (misalnya produk sejenis maupun antara produk yang satu
terhadap: paten, desain industri, dan desain tata dengan produk lain yang tidak sejenis (misalnya
letak sirkuit terpadu). kesamaan antara motif pada barang tekstil dengan
Perluasan pelanggaran jenis HKI yang dapat motif pada lukisan). Dalam hal demikian, bukti
ditangguhkan oleh DJBC ini, menurut Penjelasan permulaan yang cukup mungkin baru terpenuhi
Pasal 64 UU No.10/1995, dilakukan secara setelah melihat fisik barang.
bertahap dengan mempertimbangkan kemampuan Masalahnya, bila bukti permulaan yang cukup baru
dan kesiapan pengelolaan sistem HKI. terpenuhi setelah melihat fisik barang, tentunya
Dalam TRIPs sendiri, standar minimum yang akan timbul keraguan pada ketua pengadilan niaga
ditentukan bagi jenis HKI yang dapat ditangguhkan untuk memerintahkan penangguhan pengeluaran
pengeluarannya oleh bea dan cukai, hanya barang. Bahkan untuk pengujian atas tingkat/
meliputi merek dan hak cipta. Di Australia, Austra- derajat kesamaan barang yang tidak terlalu rumit,
lian Customs Service hanya keraguan dapat timbul karena data
melakukan penangguhan barang pada dokumen impor tidak
pengeluaran untuk barang yang sejelas data barang pada bukti
melanggar hak cipta dan merek, SEBELUM pemilikan haknya.
sedangkan di Jepang, sesuai Secara umum, dokumen impor yang
dengan kepentingan negaranya, PERMASALAHAN dapat diperoleh pemilik/ pemegang
tindakan penangguhan oleh bea
dan cukai meliputi: hak cipta,
PEMALSUAN DAN hak merek atau hak cipta adalah
sebatas dokumen pengapalan atau
merek, paten, desain, circuit- PEMBAJAKAN MENJADI manifes dengan uraian tentang barang
layout dan utility model.11 yang kurang detail. Contoh bukti-bukti
MASALAH YANG mengenai adanya pelanggaran merek
3. Definisi Bukti yang Cukup SERIUS DALAM yang dapat diajukan, antara lain:
Bukti yang cukup mengenai 1. Nama dan alamat importir atau
adanya pelanggaran HKI PERDAGANGAN eksportir dan/atau penerima
merupakan syarat mutlak barang yang diduga melanggar
sebelum mengambil keputusan INTERNASIONAL, HKI;
untuk menangguhkan PERUNDANG- 2. Negara asal barang yang diduga
pengeluaran barang dari melanggar HKI;
kawasan pabean, baik bagi UNDANGAN HKI DI 3. Negara pembuat barang yang
ketua pengadilan niaga dalam diduga melanggar HKI;
passsive action procedure BANYAK NEGARA 4. Nama dan alamat orang atau
maupun bagi pihak DJBC dalam perusahaan yang terlibat dalam
active action procedure.
TIDAK MELIBATKAN pembuatan dan pendistribusian
Tentunya yang dimaksudkan BEA DAN CUKAI UNTUK barang yang melanggar HKI;
dengan bukti yang cukup tadi 5. Cara pengangkutan dan identitas
adalah bukti permulaan yang IKUT MEMBANTU alat pengangkut yang diduga
cukup. Dan untuk memahami melanggar HKI;
apa itu bukti permulaan yang MELAKUKAN 6. Perkiraan pelabuhan dimana
cukup mengenai adanya PERLINDUNGAN HKI pemberitahuan impor/ekspor
pelanggaran hak atas merek akan diajukan;

EDISI 388 MARET 2007 WARTA BEA CUKAI 51


KEPABEANAN INTERNASIONAL

7. Perkiraan tanggal penyerahan pemberitahuan perlu dipertaruhkan jumlahnya relatif kecil


impor/ekspor kepada Bea dan Cukai; dan dibandingkan dengan keuntungan yang akan
8. Nomor Tarif Pos Harmonized System dari diperoleh dengan menguasai pasar terlebih dahulu,
barang yang diduga melanggar HKI (apabila bukan tidak mungkin upaya hukum permintaan
diketahui). penangguhan pengeluaran barang dimanfaatkan
oleh pihak-pihak tertentu. Sebaliknya, jika jumlah
Bukti permulaan yang cukup dapat diperoleh dengan jaminan relatif besar, bukan tidak mungkin si
membandingkan data pemilikan HKI dengan data pemilik/pemegang HKI menghadapi kesulitan untuk
barang yang tercantum pada dokumen pengapalan. menggunakan upaya hukum ini. Akibatnya relatif
Namun sering bukti permulaan yang cukup itu hanya sulit untuk menentukan besarnya jaminan yang
dapat diperoleh setelah dilakukan penelitian pada dapat dianggap memenuhi rasa keadilan semua
dokumen impor/ekspor yang lebih detail, seperti pihak yang terkait.12
invoice dan packing list, dan bahkan setelah melihat
fisik barang. B. Penangguhan Pengeluaran Barang Karena Jabatan
Berdasarkan kesulitan-kesulitan seperti disebutkan (Ex-Officio Action)
di atas, maka dapat disimpulkan bahwa active Pasal 62 UU No.10/1995 tidak menguraikan
action procedure, yaitu penangguhan pengeluaran pengertian “tindakan penangguhan karena jabatan” serta
barang yang dilakukan oleh pejabat bea dan cukai ruang lingkupnya. Pada Penjelasan Pasal 62 UU No.10/
karena jabatannya (ex officio), sebenarnya akan 1995 dinyatakan bahwa tindakan ini dilakukan hanya
lebih efektif dibandingkan dengan cara passive kalau dimiliki bukti-bukti yang cukup, dan tujuannya
action procedure, yaitu penangguhan pengeluaran adalah untuk mencegah peredaran barang-barang yang
barang oleh pejabat bea dan cukai berdasarkan melanggar merek dan hak cipta yang berdampak buruk
perintah ketua pengadilan niaga atas permintaan terhadap perekonomian pada umumnya.
pemilik/pemegang HKI. Selanjutnya dinyatakan bahwa dalam hal diambil
tindakan penangguhan karena jabatan, maka berlaku
4. Jumlah dan Bentuk Jaminan sepenuhnya tata cara sebagaimana diatur dalam Undang-
Dalam pelaksanaan passive action procedure, Undang Merek dan Undang-Undang Hak Cipta. Sehingga
suatu jaminan dengan nilai yang cukup diperlukan perlu untuk dijabarkan dan diatur lebih lanjut dalam
untuk melindungi pemilik barang (yang diduga Peraturan Pemerintah, agar jelas batasan, ruang lingkup
melakukan pelanggaran) dari kerugian yang tidak dan beban tanggung-jawabnya
perlu yang timbul karena pengeluaran barangnya Sebagai catatan bahwa walaupun pejabat bea dan
ditangguhkan, dan dengan demikian dapat cukai adalah Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS)
mengurangi kemungkinan penyalahgunaan hak. dalam kasus pelanggaran kepabeanan, tetapi PPNS
Jaminan yang cukup juga dapat melindungi DJBC DJBC di bidang HKI tidak mempunyai kewenangan ‘ex-
dari kemungkinan adanya tuntutan ganti rugi officio’ (karena jabatan), penanganan kasus seterusnya
karena pelaksanaan penangguhan pengeluaran diserahkan kapada pihak Kepolisian Republik Indonesia
(active action procedure). atau PPNS Direktorat Jenderal HKI, untuk proses hukum
Yang menjadi masalah, apa yang menjadi dasar lebih lanjut. Atas dasar hal tersebut, kewenangan DJBC
pertimbangan dalam menentukan jumlah dan dari segi active action procedures perlu kiranya diberikan
bentuk jaminan yang perlu dipertaruhkan, dan landasan yang kuat. Walaupun si pemilik/pemegang HKI
bagaimana kaitannya dengan efektivitas tugas tidak merasa keberatan dengan pelanggaran atas
pengendalian impor/ekspor barang hasil haknya, maka proses hukum harus tetap dijalankan atas
pelanggaran HKI. dasar pelanggarannya terhadap HKI tersebut, bukan atas
Besarnya kerugian pemilik barang sebagai akibat pengaduan dari si pemilik/pemegang.
penangguhan pengeluaran barangnya adalah Bertolak dari hal tersebut di atas, perlu ditempuh
sangat relatif dan sulit diukur. Disamping keadaan langkah untuk lebih mengefektifkan active action proce-
dan sifat barang yang bersangkutan, keadaan dures dengan memperkenalkan sistem pencatatan oleh
pasar juga sangat menentukan. pemilik/ pemegang HKI kepada DJBC. Sistem ini diadopsi
Dalam hal kerugian karena keadaan atau sifat dari sistem yang lazim dilaksanakan banyak negara,
barang (misal: barangnya cepat rusak), besarnya dimana pemilik/pemegang HKI mengajukan permintaan
kerugian relatif lebih mudah diukur dan dapat kepada DJBC untuk mendapatkan perlindungan terhadap
dihindarkan atau ditekan dengan mengeluarkan pelanggaran HKI. 13 Karena selama ini DJBC mengalami
barang terlebih dahulu atas persetujuan ketua kesulitan menemukan pemilik/pemegang yang HKI-nya
pengadilan niaga dengan mempertaruhkan dilanggar, sehingga kasus-kasus tersebut tidak dapat
jaminan. Namun, kerugian yang disebabkan karena diteruskan ke pengadilan.
keterlambatan akses ke pasar dapat Atau cara lainnya atas dasar tugas negara, DJBC
mengakibatkan hilangnya peluang karena pasar dapat menegah sementara waktu untuk memeriksa
bisa saja berkembang menjadi sudah jenuh. barang tersebut dengan tanpa jaminan sampai yang
Demikian pula keterlambatan pengiriman barang bersangkutan terbukti melanggar HKI dengan ditambah
untuk suatu proyek dapat mengakibatkan kewenangan untuk dapat menyita, memusnahkan barang
permasalahan yang kompleks. yang melanggar HKI, dan/atau memerintahkan si importir
Maka penetapan besarnya jaminan yang perlu untuk mengirim kembali barang tersebut. 14 Hal ini harus
dipertaruhkan oleh pihak yang mengajukan didukung dengan kerjasama serta koordinasi dengan
permintaan penangguhan bukanlah hal yang aparat penegak hukum lainnya.
mudah. Persaingan merupakan bagian penting dan Namun DJBC harus berhati-hati dalam melaksanakan ‘ex-
tidak terpisahkan dari kegiatan perdagangan. officio action’ ini, karena tidak seperti penangguhan
Sepanjang persaingan itu dilakukan dalam pengeluaran barang berdasarkan perintah pengadilan, dalam
keadaan “fair” tidak menjadi masalah. Pengaturan penangguhan pengeluaran barang berdasarkan ‘ex-officio
penegakan hukum dalam bidang HKI yang action’ tidak diatur mengenai uang jaminan yang harus
dilakukan oleh pihak pabean adalah salah satu diserahkan. Dengan demikian DJBC menghadapi risiko untuk
cara untuk mencegah persaingan yang tidak sehat. menghadapi ganti rugi, apabila terjadi kesalahan/kekurang
Ikut dipertimbangkan, misalnya, jika jaminan yang akuratan dalam melaksanakan tindakan tersebut.

52 WARTA BEA CUKAI EDISI 388 MARET 2007


PENUTUP
5
Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1995 tentang Kepabeanan, disahkan dan
diundangkan pada tanggal 30 Desember 1995 dalam Lembaran Negara Republik
Beberapa hal yang dapat disimpulkan dari Indonesia tahun 1995 Nomor 75, Tambahan Lembaran Negara Nomor 3612, berlaku
pembahasan mengenai peranan Bea dan Cukai dalam tanggal 1 April 1996.
pemberantasan peredaran barang palsu dan hasil 6
Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2006 tentang Perubahan Atas Undang-Undang
bajakan adalah sebagai berikut: Nomor 10 Tahun 1995 tentang Kepabeanan, disahkan dan diundangkan pada tanggal
1. Dalam posisinya diperbatasan negara, tindakan DJBC 15 Nopember 2006 dalam Lembaran Negara Republik Indonesia tahun 2006 Nomor 93,
berlaku paling lama sejak 1 (satu) tahun sejak diundangkan.
dalam melaksanakan “border enforcement”, berupa
penangguhan pengeluaran barang impor/ekspor, 7
Lihat Republik Indonesia, UU No.17/2006, LN No. 93 Tahun 2006, Pasal 54 dan
diharapkan akan efektif dalam ikut membantu Republik Indonesia, UU No.10/1995, LN No. 75 Tahun 1995, TLN No. 3612,.Pasal 55.

memberantas peredaran barang palsu dan hasil 8


Lihat Republik Indonesia, UU No.10/1995, LN No. 75 Tahun 1995, TLN No. 3612,
bajakan sehingga dapat meningkatkan citra bangsa. Pasal 62.
2. Hal yang paling mendesak ialah perlu segera 9
Berdasarkan Keputusan Presiden R.I. Nomor : 97 Tahun 1999, daerah hukum
diadakannya Peraturan Pemerintah yang mengatur Pengadilan Niaga adalah sebagai berikut : 1. Pengadilan Niaga pada Pengadilan
secara jelas dan rinci mengenai pelaksanaan Pasal Negeri Ujung Pandang (Makassar), meliputi wilayah Propinsi Sulawesi Selatan,
Sulawesi Tenggara, Sulawesi Tengah, Selawesi Utara, Maluku dan Propinsi Irian Jaya;
54-64 UU No.10/1995 jo UU No.17/2006, agar 2. Pengadilan Niaga pada Pengadilan Negeri Surabaya, meliputi wilayah Propinsi
hambatan-hambatan terhadap pelaksanaan prosedur Jawa Timur, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Bali, Nusa
penangguhan pengeluaran barang yang melanggar Tenggara Barat, dan Propinsi Nusa Tenggara Timur; 3. Pengadilan Niaga pada
Pengadilan Negeri Semarang, meliputi wilayah Propinsi Jawa Tengah dan Daerah
HKI oleh DJBC dapat diatasi. Istimewa Yogyakarta; 4. Pengadilan Niaga pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat,
3. Tindakan penangguhan karena jabatan (ex-officio meliputi wilayah Propinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta, Jawa Barat, Sumatera
action) yang dilaksanakan oleh pejabat bea dan cukai Selatan, Lampung dan Propinsi Kalimantan Barat; 5. Pengadilan Niaga pada
Pengadilan Negeri Medan, meliputi wilayah Propinsi Sumatera Utara, Riau, Sumatera
merupakan suatu tindakan yang cukup efektif sebagai Barat, Bengkulu, Jambi dan Propinsi Daerah Istimewa Aceh;
alternatif dari penangguhan berdasarkan perintah
10
pengadilan, namun demikian “tindakan karena Lihat Nils Vistor, Trademark Anticounterfeiting in Asia and The Pacific, (New York:
International Trademark Association, 2001), hal. 44-46 (mengenai penanganan HKI
jabatan” ini juga perlu untuk dijabarkan dan diatur oleh Bea Cukai Amerika Serikat) dan hal. 295-296 (mengenai penanganan HKI oleh
lebih lanjut dalam Peraturan Pemerintah, agar jelas Bea Cukai Jepang). Lihat juga Ade Maman Suherman, “Penegakan Hukum atas Hak
Kekayaan Intelektual di Indonesia,” Jurnal Hukum Bisnis, Vol. 23, No. 1, 2004, hal. 86-
batasan, ruang lingkup dan beban tanggung- 91.
jawabnya.
4. Perlindungan HKI harus tetap dilaksanakan secara 11
Suherman, loc.cit.
konsisten sambil menunggu Peraturan Pemerintah 12
Lihat Article 53 TRIPs Agreement. Lihat juga Vistor, op.cit., hal. 415 (Bea Cukai
sebagai pelaksanaan Pasal 54-64 UU No. 10/1995 jo Singapura menetapkan jaminan berupa fee S$200) dan hal. 173 (Bea Cukai Australia
UU No.17/2006, dengan menggunakan ketentuan menetapkan jaminan sebesar US $7,000).
alternatif lainnya yang berlaku. Walaupun Peraturan 13
Vistor, loc.cit.
Pemerintah dimaksud belum ada, sejauh ini DJBC
14
telah melaksanakan penangguhan pengeluaran Ibid. Lihat juga Suherman, loc.cit.
barang berdasarkan kewenangan ‘ex-officio’ yang ada.
5. Karena DJBC dituntut untuk meningkatkan fungsi DAFTAR PUSTAKA
‘trade facilitation’ dimana pemeriksaan fisik hanya Buku
dilakukan secara selektif, maka agar teknik ‘risk Direktorat Jnederal Hak Kekayaan Intelektual Departemen Kehakiman dan HAM RI.
assessement’ yang diterapkan lebih akurat, diperlukan Buku Panduan Hak Kekayaan Intelektual 2003, Jakarta 2003.
kerjasama dari pemilik/pemegang HKI untuk Priapantja, Cita Citrawinda, Hak Kekayaan Intelektual Tantangan Masa Deoan. Cet. 1.
menyampaikan informasi tentang kemungkinan Jakarta:
terjadinya pelanggaran HKI. Kerjasama dan koordinasi Vistor, Nils. Trademark Anticounterfeiting in Asia and The Pacific, New York:
juga perlu ditingkatkan dengan aparat penegak hukum International Trademark Association, 2001.
lainnya. Ar tikel
6. Harus ada sistem pengawasan ketat atas
Suherman, Ade Maman, “Penegakan Hukum atas Kekayaan Intelektual di
penyalahgunaan izin oleh bidang usaha dan aturan- Indonesia.”Jurnal Hukum Bisnis (Vol.23, No.1, 2004): 86-91.
aturan pembatasan izin memasukkan suatu barang
Supriyadi.”Peran DJBC Melindungi Hak Cipta”. Warta Bea Cukai (Ed.347, Oktober
tertentu, komponen untuk pembuatan software, untuk 2003):13-15
pembuatan optical disc, atau yang memberikan
Makalah
fasilitan untuk membuat barang bajakan dari instansi Direktorat Jenderal Bea dan Cukai. “Peranan Bea dan Cukai Dalam Perlindungan Hak
terkait di bidang HKI. Kekayaan Intelektual.” Makalah disampaikan pada Training Course on Intellectual
Property Rights, Jakarta, 24-28 Mei 2004.

1
Peraturan Perundang-Undangan
Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual Departemen Kehakiman dan HAM RI,
Buku Panduan Hak Kekayaan Intelektual 2003, (Jakarta: 2003), hal. 3. Hak Kekayaan Republik Indonesia. Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1994 tentang Pengesahan
Intelektual, disingkat “HKI” atau akronim “HaKi”, adalah padanan kata yang biasa Agreement Establishing the World Trade Organization (Persetujuan Pembentukan
digunakan untuk Intellectual Property Right (IPR) yakni hak yang timbul bagi hasil olah Organisasi Perdagangan Dunia). LN No.57 Tahun 1994, TLN No.3564.
pikir otak yang menghasilkan suatu produk atau proses yang berguna untuk manusia.
HKI secara garis besar terbagi dalam 2 (dua) bagian: 1) Hak Kekayaan Industri Republik Indonesia, Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1995 tentang Kepabeanan.
(Industrial Property Rihts), yang mencakup: Paten (Patent); Desain Industri (Industrial LN No.75 Tahun 1995, TLN No. 3612.
Design); Merek (Trademark); Penanggulangan Praktik Persaingan Curang (Repression
of Unfair Competition); Desain Tata Letak Sirkuit Terpadu (Layout Design of Integrated Republik Indonesia. Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2001 tentang Merek. LN.
No.110 Tahun 2001, TLN No.4131
Circuit); dan Rahasia Dagang (Trade Secret). 2) Hak Cipta (Copyright) yang mencakup
pula Related Rights atau yang juga disebut Neighboring Rights. Republik Indonesia, Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2002 tentang Hak Cipta. LN
2
No.85 Tahun 2002. TLN No. 422.
Cita Citrawinda Priapantja, Hak Kekayaan Intelektual Tantangan Masa Depan, Cet. 1,
(Jakarta: Badan Penerbit Fakultas Hukum Universitas Indonesia, 2003), hal. 166-168. Republik Indonesia, Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2006 tentang Perubahan Atas
Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1995 tentang Kepabeanan. LN. 93 Tahun 2006.
3
Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1994 tentang Pengesahan Agreement Establishing
the World Trade Organization (Persetujuan Pembentukan Organisasi Perdagangan Repiblik Indonesia. Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 97 Tahun 1999
Dunia), disahkan dan diundangkan pada tanggal 2 Nopember 1994 dalam Lembaran Agreement on Trade-Related Aspects of Intellectual Property Rights, 1994
Negara Republik Indonesia tahun 1994 Nomor 57, Tambahan Lembaran Negara Nomor
3564. Lihat ketentuan pasal 65 TRIPs Agreement (1994). Ditandatangani pada tanggal
15 April 1994, dan berlaku Januari 1995. Lihat Pasal 11 ayat (2) Persetujuan WTO, BIODATA PENULIS
persetujuan Trips mengikat seluruh anggota Persetujuan WTO.

4
Nama lengkap : Anton Martin, S.E., M.H.
Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, “Peranan Bea dan Cukai Dalam Perlindungan
Hak Kekayaan Intelektual,” (Makalah disampaikan pada Training Course on Intellectual
NIP : 060099553
Property Rights, Jakarta, 24-28 Mei 2004), hal. 4. Unit kerja : Direktorat Audit

EDISI 388 MARET 2007 WARTA BEA CUKAI 53


INFO PEGAWAI
WBC/ATS WBC/ATS

KOMPOSISI PEGAWAI. Sekditjen saat meminta


masukan akan komposisi pejabat eselon IV
dimasing-masing KPBC dalam rapat koordinasi
DILANTIK. Sebanyak 155 pejabat eselon III dilantik oleh Direktur Jenderal Bea dan Cukai. dengan seluruh kepala KPBC.

Dirjen Bea Cukai


Lantik 155 Pejabat Eselon III
Sebanyak 155 pejabat eselon III dilantik Direktur Jenderal Bea Hal yang sama juga disampaikan oleh
dan Cukai. Pada pelantikan ini sebanyak 18 pejabat eselon IV Lupi Hartono, yang kali ini mendapatkan
promosi menjadi Kepala Kantor Tipe A4
mendapatkan promosi menjadi pejabat eselon IIIb dan sebanyak Bontang, menurutnya peningkatan kinerja
32 pejabat eselon IVa dan IIIB mendapat promosi menjadi tetap menjadi prioritas utama dalam me-
pejabat eselon IIIa. ningkatkan mutu pelayanan, sedangkan
kemampuan SDM juga terus ditingkatkan

S
sejalan dengan peningkatan kinerja.
eiring dengan bergulirnya prog- Keuangan Nomor 31/KM.1/UP.11/2007, Seusai acara pelantikan pejabat ese-
ram re-organisasi di jajaran menetapkan mutasi dan promosi kepada lon III, acara kemudian dilanjutkan dengan
Direktorat Jenderal Bea dan 155 pejabat eselon III dalam rangkaian sosialisasi pemaparan Bakorkamla dari
Cukai (DJBC), maka dalam siklus pengelolaan sumber daya manusia, TNI angkatan laut, dan kemudian seusai
waktu kurang lebih dua bulan, alih tugas dan promosi jabatan yang juga acara tersebut masih dilanjutkan dengan
DJBC melakukan dua kali mutasi kepada merupakan bagian dari pembinaan karier rapat koordinasi antara seluruh Kepala
pejabat eselon III. Untuk mutasi yang pegawai. Untuk itu selain merupakan Kantor Pelayanan Bea dan Cukai (KPBC)
kedua kalinya ini, beberapa pejabat tugas, mutasi ini juga merupakan amanah mulai dari tipe A hingga tipe B, yang
eselon IVa mendapatkan promosi menjadi rakyat yang harus dijalankan. dipimpin Sekretaris Direktorat Jendaral
pejabat eselon IIIB dan IIIA, dan ada juga “Undang-Undang Nomor 17 tahun Bea dan Cukai, Djuneid Djusan.
yang mendapatkan promosi dari pejabat 2006 tentang perubahan Undang-Undang Rapat kordinasi tersebut, dimaksud-
eselon IIIB menjadi pejabat eselon IIIA. Nomor 10 tahun 1995 tentang Kepabean- kan untuk mengetahui komposisi
Selain itu pada mutasi kali ini bebera- an telah diberlakukan, hal ini tidak lepas penetapan pejabat eselon IV dari masing-
pa pejabat yang sebelumnya telah dilantik, dari tuntutan masyarakat agar sistem dan masing kantor dan penetapan Kasubsi
kali ini ikut dilantik kembali yang dikarena- pelayanan kita kepada mereka diharapkan untuk KPBC tipe B dan Korlak untuk
kan adanya perubaha tipe kantor. Satu hal lebih baik lagi. Namun prakteknya semua KPBC tipe A.
yang cukup menarik pada pentikan kali ini tergantung kepada komitmen kita, apabila “Masukan ini sangat penting meng-
adalah, dilantinya beberapa pejabat kita tetap berpegang teguh pada aturan ingat adanya beberapa kantor pelayanan
Kepala Kantor dan Kepala Bidang baru yang benar dan menyadari bahwa apa yang baru, sehingga kantor-kantor terse-
hasil pemekaran Kantor Wilayah DJBC yang kita emban merupakan amanah but dapat mengetahui berapa banyak jum-
dari 13 menjadi 17. yang sangat besar serta ditunjang lah pegawai yang dibutuhkannya. Selain
Acara pelantikan 155 pejabat eselon keikhlasan dan penuh tanggung jawab itu untuk kantor tipe A tidak akan menye-
III oleh Direktur Jenderal Bea dan Cukai, dalam melaksanakan tugas, Insya Allah butkan jabatan Kasubsi namun tetap
Anwar Suprijadi, berlangsung pada 31 kita semua akan mendapatkan kebaikan menyebutkan jabatan Korlak, sedangkan
Januari 2007 di aula gedung utama dari pada Nya,” jelas Dirjen. untuk kantor pelayanan tipe B akan me-
Kantor Pusat DJBC. Pada kesempan itu Sementara itu menurut Eddhi Sutarto, nyebutkan jabatan Kasubsi tidak lagi me-
bertindak selaku saksi pejabat adalah yang dilantik kembali menjadi Kepala nyebutnya sebagai Korlak,” ujar Sekditjen.
Direktur Cukai, Frans Rupang, dan Tim Kantor Pelayanan Bea dan Cukai Tipe A4 Pada akhir rapat koordinasi
Pengkaji Bidang Penerimaan, Hanafi Cilacap, saat diwawancarai WBC seusai tersebut, Sekditjen juga menjelaskan
Usman. Pada pelantikan tersebut juga acara pelantikan menjelaskan, rencana mengenai penambahan jumlah
dihadiri oleh pejabat eselon II dan pejabat kedepan dengan kantor yang dipimpinnya pegawai di masing-masing KPBC dan
eselon III dilingkungan Kantor Pusat dan adalah lebih meningkatkan lagi kinerja jumlah pegawai di Kantor Pelayanan
Pusdiklat DJBC. yang telah berjalan selama ini dan Utama (KPU) yang rencananya pada
Dalam kata sambutanya, Dirjen meningkatkan kemampuan SDM dalam Maret mendatang seluruhnya sudah
menjelaskan sesuai keputusan Menteri melaksanakan tugasnya sehari-hari. dapat diketahui komposisinya. adi

54 WARTA BEA CUKAI EDISI 388 MARET 2007


Keputusan Menteri Keuangan Nomor 31/KM.1/UP.11/2007
Tentang
Mutasi Para Pejabat Eselon III Di Lingkungan
Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Departemen Keuangan
Pangkat JABATAN DAN TEMPAT KEDUDUKAN
NO NAMA/NIP Golongan/
Ruang LAMA BARU

DIREKTORAT TEKNIS KEPABEANAN :


1 Drs. R. Syarif Hidayat, M.Sc. Penata TK.I Kepala Kantor Pelayanan Bea dan Cukai Pj. Kepala Subdirektorat Nilai Pabean
060079967 III/d Tipe B Ternate
DIREKTORAT PENINDAKAN DAN PENYIDIKAN :
2 Maman Anurachman, S.H., M.Si. Pembina Kepala Kantor Pelayanan Bea dan Cukai Kepala Subdirektorat Intelijen
060051196 IV/a Jambi
DIREKTORAT KEPABEANAN INTERNASIONAL :
3 Ir. Hendi Budi Santoso, M.Eng. Pembina Kepala Bidang Kepabeanan dan Cukai Kepala Subdirektorat Kerjasama
060079938 IV/a Kantor Wilayah X DJBC Tipe B Balikpapan Internasional I
DIREKTORAT PENERIMAAN DAN PERATURAN KEPABEANAN DAN CUKAI :
4 Muhammad Zein, S.H., M.A. Pembina TK.I Kepala Subdirektorat Penyuluhan dan Kepala Subdirektorat Peraturan dan Bantuan
060034210 IV/b Publikasi Hukum
5 Drs. Bambang Sudjatmoko Pembina TK.I Kepala Kantor Pelayanan Bea dan Cukai Kepala Subdirektorat Penyuluhan dan
060059690 IV/b Tipe A Kediri Publikasi
KANTOR WILAYAH I DJBC NANGROE ACEH DARUSSALAM :
6 Drs. Hudi Marjanto, M.P.M. Pembina Kepala Bagian Umum Kantor Wilayah XIII Kepala Bagian Umum
060040116 IV/a DJBC Tipe B Banda Aceh
7 Drs. Tjoek Martono, M.M. Pembina Kepala Bidang Kepabeanan dan Cukai Kepala Bidang Kepabeanan dan Cukai
060051386 IV/a Kantor Wilayah XIII DJBC Banda Aceh
8 Drs. Posman Pohan Siahaan Pembina TK.I Kepala Bidang Pencegahan dan Penyidikan Kepala Bidang Penindakan dan penyidikan
060047795 IV/b Kantor Wilayah XIII DJBC Banda Aceh
9 Kustejo Iwanto Saksono, S.E. Penata TK.I Pj. Kepala Bidang Verifikasi dan Audit Pj. Kepala Bidang Audit
060079950 III/d Kantor Wilayah XIII DJBC Banda Aceh
10 Safuadi, S.T., M.Si. Pembina Kepala Kantor Pelayanan Bea dan Cukai Kepala Bidang Informasi Kepabeanan dan
060089910 IV/a Tipe B Sabang Cukai
11 Rusman Hadi, S.Sos. Penata TK.I Kepala Seksi Tempat Penimbunan KPBC Kepala Kantor Pelayanan Bea dan Cukai Tipe
060078151 III/d Tipe A Malang A4 Sabang
12 Sugeng Apriyanto, S.Sos., M.Si. Pembina TK.I Pj. Kepala Kantor Pelayanan Bea dan Cukai Kepala Kantor Pelayanan Bea dan Cukai Tipe
060078253 III/d Tipe A Lhok Seumawe A4 Lhok Seumawe
KANTOR WILAYAH II DJBC SUMATERA UTARA :
13 Zul Achir Siregar, S.H., M.M. Pembina Kepala Bagian Umum Kantor Wilayah VIII Kepala Bagian Umum
060040581 IV/a DJBC Tipe B Denpasar
14 Tambos Maringan Naiborhu, S.H., L.L.M. Pembina TK.I Kepala Bidang Kepabeanan dan Cukai Kepala Bidang Kepabeanan dan Cukai
060040560 IV/b Kantor Wilayah I DJBC Tipe A Medan
15 Sahat Simamora, S.H. Pembina Kepala Bidang Pencegahan Dan Penyidikan Kepala Bidang Penindakan dan Penyidikan
060040301 IV/a Kantor Wilayah I DJBC Tipe A Medan
16 Ir. Karuna Penata TK.I Pj. Kepala Bidang Audit Kantor Wilayah I Pj. Kepala Bidang Audit
060079869 III/d DJBC Tipe A Medan
17 Sudirman S., S.H., M.M. Pembina Kepala Seksi Perijinan dan Faslitas Aneka Kepala Bidang Informasi Kepabeanan dan
060051058 IV/a Cukai Direktorat Cukai Cukai
18 Ir. Harry Mulya, M.Si. Pembina Kepala Bagian Umum Kantor Wilayah I Kepala Kantor Pelayanan Bea dan Cukai Tipe
060079900 IV/a DJBC Tipe A Medan A1 Belawan
19 Drs. Supraptono Pembina TK.I Kepala Bidang Verifikasi Kantor Wilayah I Kepala Kantor Pelayanan Bea dan Cukai Tipe
060062025 IV/b DJBC Tipe A Medan A3 Medan
20 Dr. Djafar Albram, S.H., S.E., M.M., M.Hum. Pembina Kepala Kantor Pelayanan Bea dan Cukai Kepala Kantor Pelayanan Bea dan Cukai Tipe
060041444 IV/a Tipe B Teluk Nibung A4 Teluk Nibung
KANTOR WILAYAH III DJBC RIAU DAN SUMATERA BARAT :
21 Drs. Imron, M.Si. Pembina Kepala Seksi Cukai I Kantor Pelayanan Bea Kepala Bagian Umum
060079945 IV/a dan Cukai Tipe A Pekanbaru
22 Fauzan, S.E., M.M. Pembina Kepala Seksi Analisis tarif, Harga dan Kepala Bidang Kepabeanan dan Cukai
060035499 IV/a Produksi Aneka Cukai Direktorat Cukai
23 Mulyadi, S.H., M.Hum. Penata TK.I Kepala Seksi Penyidikan I Direktorat Pj. Kepala Bidang Penindakan dan Penyidikan
060040187 III/d Penindakan dan Penyidikan
24 Ir. Noviandi Penata TK.I Kepala Seksi Audit Impor Kantor Wilayah I Pj. Kepala Bidang Audit
060079874 III/d DJBC Tipe A Medan
25 Amrullah Saidi, S.H. Pembina Kepala Kantor Pelayanan Bea dan Cukai Kepala Bidang Informasi Kepabeanan dan
060052370 IV/a Tipe A Teluk Bayur Cukai
26 Ir. Isja Bewirman Pembina Kepala Kantor Pelayanan Bea dan Cukai Kepala Kantor Pelayanan Bea dan Cukai Tipe
060079880 IV/a Tipe A Pekanbaru A3 Pekanbaru

EDISI 388 MARET 2007 WARTA BEA CUKAI 55


INFO PEGAWAI

27 Saipullah Nasution, S.H., M.M. Penata TK.I Pj. Kepala Kantor Pelayanan Bea dan Cukai Kepala Kantor Pelayanan Bea dan Cukai Tipe
060067239 III/d Tipe A Dumai A3 Dumai
28 Buhari Sirait, S.E., M.A. Penata TK.I Kepala Seksi Penagihan dan Pengembalian Pj. Kepala Kantor Pelayanan Bea dan Cukai
060079061 III/d Direktorat Penerimaan dan Peraturan Tipe A3 Teluk Bayur
Kepabeanan dan Cukai
29 Efrizal, S.E. Penata TK.I Kepala Kantor Pelayanan Bea dan cukai Kepala Kantor Pelayanan Bea dan Cukai Tipe
060079935 III/d Tipe C Kuala Enok A4 Tembilahan

KANTOR WILAYAH IV DJBC KEPULAUAN RIAU :


30 Drs. Roeslan Motjo Saatadjo Pembina TK.I Kepala Bagian Umum Kantor Wilayah II Kepala Bagian Umum
060044452 IV/b DJBC Tipe Khusus Tanjung Balai Karimun
31 Ir. Amin Tri Sobri, M.A. Pembina Kepala Seksi Kepabeanan II KPBC Tipe A Kepala Bidang Kepabeanan dan Cukai
060079889 IV/a Tanjung Balai Karimun
32 Thamrin, S.H., M.M. Penata TK.I Pj. Kepala Bidang Penyidikan dan Barang Pj. Kepala Bidang Penindakan dan Penyidikan
060049375 III/d Bukti Kantor Wilayah II DJBC Tipe Khusus
Tanjung Balai Karimun
33 Drs. Rambang Firatyadi, M.Si. Pembina Kepala Bidang Verifikasi dan Audit Kantor Kepala Bidang Audit
060079879 IV/a Wilayah II DJBC Tipe Khusus Tanjung Balai
Karimun
34 Walter Gultom, S.H., M.M. Pembina Kepala Bidang Kepabeanan dan Cukai Kepala Bidang Informasi Kepabeanan dan
060040576 IV/a Kantor Wilayah V DJBC Tipe A Bandung Cukai
35 Drs. Cece Kuswandi, M.Si. Pembina Kepala Kantor Pelayanan Bea dan Cukai Kepala Kantor Pelayanan Bea dan Cukai Tipe
060040671 IV/a Tipe A Tanjung Balai Karimun A3 Tanjung Balai Karimun
36 Iskandar, S.E., M.B.A. Pembina Kepala Kantor Pelayanan Bea dan Cukai Kepala Kantor Pelayanan Bea dan Cukai Tipe
060079965 IV/a Tipe A Purwakarta A3 Batam
37 Drs. Daniel Hutabarat, M.M. Pembina Kepala Seksi Verifikasi Ekspor dan Cukai Kepala Kantor Pelayanan Bea dan Cukai Tipe
060079966 IV/a Kantor Wilayah VI DJBC Tipe A Semarang A2 Batam Muka Kuning
38 Drs. Arwansjah Penata TK.I Kepala Seksi Kepabeanan III KPBCukai Pj. Kepala Kantor Pelayanan Bea dan Cukai
060040027 III/d Tipe B Tanjung Pinang Tipe A3 Tanjung Pinang
39 Heru Pambudi, S.E., L.L.M. Penata Kepala Seksi Impor Direktorat Teknis Pj. Kepala Kantor Pelayanan Bea dan Cukai
060078154 III/c Kepabeanan Tipe A4 Tanjung Uban

KANTOR WILAYAH V DJBC SUMATERA BAGIAN SELATAN :


40 Drs. Sjamsul Bahri Pembina TK.I Kepala Bagian Umum Kantor Wilayah III Kepala Bagian Umum
06004439 IV/b DJBC Tipe B Palembang
41 Ir. Heru Setioko, M.M. Pembina Kepala Bagian Kepabeanan dan Cukai Kepala Bidang Kepabeanan dan Cukai
060079906 IV/a Kantor Wilayah III DJBC Tipe B Palembang
Pj. Kepala Bidang Pencegahan dan Pj. Kepala Bidang Penindakan dan Penyidikan
42 I Gusti Putu Sudarwa, B.Sc. Penata TK.I Penyidikan Kantor Wilayah III Tipe B DJBC
060040096 III/d Pelembang
43 Wahidin, S.E., M.Si. Pembina TK.I Kepala Bidang Verifikasi dan Audit Kepala Bidang Audit
060079878 IV/b Kantor Wilayah III DJBC Tipe B
Pelembang
44 Suyatman, S.E., M.M. Penata TK.I Kepala Seksi Tempat Penimbunan I Kantor Pj. Kepala Bidang Informasi Kepabeanan dan
060040776 III/d Pelayanan Bea dan Cukai Tipe A Bekasi Cukai
45 Drs. Bambang Irawan Aribasar Pembina TK.I Kepala Kantor Pelayanan Bea dan Cukai Kepala Kantor Pelayanan Bea dan Cukai Tipe
060045072 IV/b Tipe A Palembang A3 Palembang
46 Ir. Juli Puhadi Penata TK.I Kepala Seksi Verifikasi Impor Direktorat Kepala Kantor Pelayanan Bea dan Cukai Tipe
060079972 III/d verifikasi dan Audit A4 Bengkulu
Kepala Seksi Keberatan dan Banding III Kepala Kantor Pelayanan Bea dan Cukai Tipe
47 Indra Djaya Bahri, S.E. Penata TK.I Direktorat Penerimaan dan Peraturan A4 Pangkal Pinang
060044932 III/d Kepabeanan dan Cukai
48 Drs. Indra Buana, M.M. Pembina Kepala Kantor Pelayanan Bea dan Cukai Kepala Kantor Pelayanan Bea dan Cukai Tipe
060034185 IV/a Tipe B Pangkal Pinang A3 Jambi
49 Drs. Surendro Suprijadi, M.M. Pembina TK.I Kepala Kantor Pelayanan Bea dan Cukai Kepala Kantor Pelayanan Bea dan Cukai Tipe
060035493 IV/b Tipe A Medan A3 Bandar Lampung

KANTOR WILAYAH VI DJBC BANTEN :


50 Drs. Eddy Kusuma, M.M. Pembina TK.I Kepala Kantor Pelayanan Bea dan Cukai Kepala Bagian Umum
060071334 IV/b Tipe A Belawan
51 Ir. Agus Hermawan, M.A. Penata TK.I Kepala Kantor Pelayanan Bea dan Cukai Pj. Kepala Bidang Kepabeanan dan Cukai
060079903 III/d Tipe B Amamapare
52 Alamsyah, S.E., M.Si. Penata TK.I Kepala Kantor Pelayanan Bea dan Cukai Pj. Kepala Bidang Penindakan dan Penyidikan
060076091 III/d Tipe B Gorontalo
53 Ir. Weko Loekitardjo Pembina Kepala Bidang Verifikasi Kantor Wilayah IV Kepala Bidang Audit
060079876 IV/a DJBC Tipe A Jakarta
54 Drs. Wellington, M.M. Pembina Kepala Kantor Pelayanan Bea dan Cukai Kepala Bidang Informasi Kepabeanan dan
060045603 IV/a Bitung Cukai
55 Ir. Agung Kuswandono, M.A. Pembina TK.I Kepala Kantor Pelayanan Bea dan Cukai Kepala Kantor Pelayanan Bea dan Cukai Tipe
060079971 IV/b Tipe A Khusus Soekarno-Hatta A1 Soekarno-Hatta
56 Ir. Agus Sudarmadi, M.Sc. Pembina TK.I Kepala Kantor Pelayanan Bea dan Cukai Kepala Kantor Pelayanan Bea dan Cukai Tipe
060079885 IV/b Tipe A Merak A3 Merak
57 Ir. B.N. Ganot Wibowo Pembina TK.I Kepala Bagian Umum Kantor Wilayah IV Kepala Kantor Pelayanan Bea dan Cukai Tipe
060058702 IV/b DJBC Tipe A Jakarta A2 Tangerang

56 WARTA BEA CUKAI EDISI 388 MARET 2007


KANTOR WILAYAH VII DJBC JAKARTA I :
58 Setijono, S.H. Pembina TK.I Kepala Bagian Umum Kantor Wilayah VI Kepala Bagian Umum
060034348 IV/b DJBC Tipe A Semarang
59 Drs. Muryadi Pembina TK.I Kepala Bidang Kepabeanan dan Cukai Kepala Bidang Kepabeanan dan Cukai
060044466 IV/b Kantor Wilayah IV DJBC Tipe A Jakarta
60 Ir. Rahmat Subagio Pembina Kepala Bidang Pencegahan dan Penyidikan Kepala Bidang Penindakan dan Penyidikan
060079871 IV/a Kantor Wilayah IV DJBC Tipe A Jakarta
61 Ir. Hari Susanto Pembina Kepala Bidang Audit Kantor Wilayah IV Kepala Bidang Audit
060079877 IV/a DJBC Tipe A Jakarta
62 Ir. Yusmariza, M.A. Pembina Kepala Kantor Pelayanan Bea dan Cukai Kepala Bidang Informasi Kepabeanan dan
060079901 IV/a Tipe B Bontang Cukai
63 Ir. Padmoyo Triwikanto, M.M. Pembina TK.I Kepala Kantar Pelayanan Bea dan Cukai Kepala Kantor Pelayanan Bea dan Cukai Tipe
060079944 IV/b Tipe A Batam A1 Tanjung Priok I
64 Mulia Simandjuntak, S.H., M.Hum. Pembina Kepala Kantor Pelayanan Bea dan Cukai Kepala Kantor Pelayanan Bea dan Cukai Tipe
060034175 IV/a Tipe A Khusus Tanjung Priok II A1 Tanjung Priok II
65 Drs. Ganjar Nugraha Pembina TK.I Kepala Kantor Pelayanan Bea dan Cukai Kepala Kantor Pelayanan Bea dan Cukai Tipe
060059697 IV/b Tipe A Khusus Tanjung Priok III A1 Tanjung Priok III
KANTOR WILAYAH VIII DJBC JAKARTA II :
66 Ojong Mardias, S.H. Pembina Kepala Kantor Pelayanan Bea dan Cukai Kepala Bagian Umum
060040278 IV/a Tipe B Tanjung Bara Sangata
67 Muqoddam, S.H. Pembina TK.I Kepala Kantor Pelayanan Bea dan Cukai Kepala Bidang Kepabeanan dan Cukai
060035380 IV/b Tipe A Balikpapan
68 Septia Atma, S.Sos. Penata TK.I Pj. Kepala Bidang Pencegahan dan Sarana Pj. Kepala Bidang Penindakan dan Penyidikan
060051392 III/d Operasi Kantor Wilayah II DJBC Tipe
Khusus Tanjung Balai Karimun
69 Drs. Meidy Kassim, M.A. Pembina Kepala Bidang Verifikasi dan Audit Kantor Kepala Bidang Audit
060079968 IV/a Wilayah XII DJBC Ambon
70 Drs. Adam Rudhi Kembuan, M.A. Pembina TK.I Kepala Kantor Pelayanan Bea dan Cukai Kepala Bidang Informasi Kepabeanan dan
060044497 IV/b Tipe A Ngurah Rai Cukai
71 Sudi Rahardjo, S.Ip. Pembina TK.I Kepala Kantor Pelayanan Bea dan Cukai Kepala Kantor Pelayanan Bea dan Cukai Tipe
060035365 IV/b Tipe A Jakarta A3 Jakarta
KANTOR WILAYAH IX DJBC JAWA BARAT :
72 Drs. Nurkiswar Eddy, M.M. Pembina Kepala Bagian Umum Kantor Wilayah V Kepala Bagian Umum
060040547 IV/a DJBC Tipe A Bandung
73 Drs. Siswa Murwono Pembina TK.I Kepala Bidang Verifikasi Kantor Wilayah V Kepala Bidang Kepabeanan dan Cukai
060066144 IV/b DJBC Tipe A Bandung
74 Gatot Hariyo Sutejo, S.H., M.M. Penata TK.I Pj. Kepala Bidang Pencegahan dan Pj. Kepala Bidang Penindakan dan Penyidikan
060070911 III/d Penyidikan Kantor Wilayah V DJBC Tipe A
Bandung
75 Drs. Pardamean Sudabutar Pembina TK.I Kepala Bidang Audit Kantor Wilayah V Kepala Bidang Audit
060057652 IV/b DJBC Tipe A Bandung
76 Drs. Bambang Wahyudi Penata TK.I Kepala Kantor Pelayanan Bea dan Cukai Pj. Kepala Bidang Informasi Kepabeanan dan
060057707 III/d Tipe B Cirebon Cukai
77 Drs. Istyastuti Wuwuh Asri, M.Si. Pembina TK.I Kepala Kantor Pelayanan Bea dan Cukai Kepala Kantor Pelayanan Bea dan Cukai Tipe
060034168 IV/b Tipe A Bekasi A2 Bekasi
78 Karlan Sjuaibun Lubis, S.Sos Penata TK.I Kepala Kantor Pelayanan Bea dan Cukai Pj. Kepala Kantor Pelayanan Bea dan Cukai
060034168 III/d Tipe B Bogor Tipe A2 Bogor
79 Ir. Muhamad Purwantoro, M.A. Pembina Kepala Kantor Pelayanan Bea dan Cukai Kepala Kantor Pelayanan Bea dan Cukai Tipe
060079897 IV/a Tipe A Bandung A3 Bandung
80 Kukuh Sumardono Basuki, M.Sc. Penata Kepala Seksi Perencanaan Sistem dan Pj. Kepala Kantor Pelayanan Bea dan Cukai
060077636 III/c Sarana Otomasi Direktorat Informasi Tipe A4 Cirebon
Kepabeanan dan Cukai
81 Drs. Rudy Hernanto, M.M. Pembina TK.I Kepala Bidang Verifikasi Kantor Wilayah VI Kepala Kantor Pelayanan Bea dan Cukai Tipe
060071506 IV/b DJBC Tipe A Semarang A2 Purwakarta

KANTOR WILAYAH X DJBC JAWA TENGAH DAN DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA :


82 Maimun, S.E., M.B.A. Pembina TK.I Kepala Kantor Pelayanan Bea dan Cukai Kepala Bagian Umum
060040158 IV/b Tipe A Tanjung Mas
83 Ir. Iwan Riswanto Pembina Kepala Bidang Kepabeanan dan Cukai Kepala Bidang Kepabeanan dan Cukai
060079936 IV/a Kantor Wilayah VI DJBC Tipe A Semarang
84 Ir. Tahi Bonar Lumban Raja Pembina Kepala Bidang Pencegahan dan Penyi- Kepala Bidang Penindakan dan Penyidikan
060079943 IV/a dikan Kanwil VI DJBC Tipe A Semarang
85 Ir. Purwidi, M.M. Penata TK.I Pj. Kepala Bidang Audit Kantor Wilayah VI Pj. Kepala Bidang Audit
060079875 III/d DJBC Tipe A Semarang
86 Drs. Zulkarnain Pembina TK.I Kepala Kantor Pelayanan Bea dan Cukai Kepala Bidang Informasi Kepabeanan dan
060044478 IV/b Tipe A Bandar Lampung Cukai
87 Ir. Oentarto Wibowo, M.P.A. Pembina TK.I Kepala Subdirektorat Kerjasama Internasio- Kepala Kantor Pelayanan Bea dan Cukai Tipe
060079882 IV/b nal I Direktorat Kepabeanan Internasional A2 Tanjung Mas
88 Drs. Amin Shofwan Pembina TK.I Kepala Kantor Pelayanan Bea dan Cukai Kepala Kantor Pelayanan Bea dan Cukai Tipe
060044464 IV/B Tipe A Kudus A2 Kudus
89 Eddhi Sutarto, S.IP., S.H., M.Hum. Penata TK.I Kepala Kantor Pelayanan Bea dan Cukai Kepala Kantor Pelayanan Bea dan Cukai Tipe
060048015 III/d Tipe B Cilacap A4 Cilacap

EDISI 388 MARET 2007 WARTA BEA CUKAI 57


INFO PEGAWAI

90 Sudardjo, S.H. Pembina Kepala Kantor Pelayanan Bea dan Cukai Kepala Kantor Pelayanan Bea dan Cukai Tipe
060041119 IV/a Tipe A Jayapura A3 Surakarta
91 Dr. Robert Leonard Marbun, S.IP., M.P.A. Penata Pj. Kepala Kantor Pelayanan Bea dan Cukai Kepala Kantor Pelayanan Bea dan Cukai Tipe
060089789 III/c Tipe B Yogyakarta A4 Yogyakarta
KANTOR WILAYAH XI DJBC JAWA TIMUR I :
92 Ir. Harry Wahyudi Pembina TK.I Kepala Bagian Umum Kantor Wilayah VII Kepala Bagian Umum
060060054 IV/b DJBC Tipe A Surabaya
93 Drs. Mangarapot Siregar Pembina TK.I Kepala Bidang Kepabeanan dan Cukai Kepala Bidang Kepabeanan dan Cukai
060044498 IV/b Kantor Wilayah VII DJBC Tipe A Surabaya
94 Supri Ady, S.H., M.M. Pembina Kepala Bidang Pencegahan dan Penyidikan Kepala Bidang Penindakan dan Penyidikan
060051365 IV/a Kantor Wilayah VII DJBC Tipe A Surabaya
95 Gamal Saktaji, S.E., M.Si. Pembina Kepala Bidang Audit Kantor Wilayah VII Kepala Bidang Audit
060079948 IV/a DJBC Tipe A Surabaya
96 Drs. Sumardjana, M.M. Pembina TK.I Kepala Bidang Verifikasi Kantor Wilayah VII Kepala Bidang Informasi Kepabeanan dan
060035913 IV/b DJBC Tipe A Surabaya Cukai
97 Drs. Dwi Tjahjono Sukarso Pembina TK.I Kepala Kantor Pelayanan Bea dan Cukai Kepala Kantor Pelayanan Bea dan Cukai Tipe
060044461 IV/b Tipe A Khusus Tanjung Perak A1 Tanjung Perak
98 Ir. Edi Burman, M.M. Pembina Kepala Kantor Pelayanan Bea dan Cukai Kepala Kantor Pelayanan Bea dan Cukai Tipe
060079970 IV/a Tipe A Gresik A3 Gresik
99 Drs. Argandiono Pembina Kepala Kantor Pelayanan Bea dan Cukai Kepala Kantor Pelayanan Bea dan Cukai Tipe
060071415 IV/a Tipe A Juanda A3 Juanda
100 Bambang Prijo Koesoemo, S.H. Pembina Kepala Kantor Pelayanan Bea dan Cukai Kepala Kantor Pelayanan Bea dan Cukai Tipe
060051197 IV/a Tipe B Pasuruan A2 Pasuruan
KANTOR WILAYAH XII DJBC JAWA TIMUR II :
101 Ngadiman, S.H. Pembina Kepala Kantor Pelayanan Bea dan Cukai Kepala Bagian Umum
060041389 IV/a Tipe A Malang
102 Untung Basuki, S.E. Penata TK.I Kepala Subbagian Kepegawaian Kantor Pj. Kepala Bidang Kepabeanan dan Cukai
060079038 III/d Wilayah XI DJBC Tipe B Makassar
103 Mohammad Afiah Fatobi, S.Sos., M.M. Penata TK.I Pj. Kepala Bidang Pencegahan dan penyi- Kepala Bidang Penindakan dan Penyidikan
060076059 III/d dikan Kanwil X DJBC Tipe B Balikpapan
104 Drs. Gery Korimba Kuabiyono Penata TK.I Pj. Kepala Bidang verifikasi dan Audit Kantor Pj. Kepala Bidang Audit
060079890 III/d Wilayah XI DJBC Tipe B Makassar
105 Drs. Effendy Saleh, M.M. Pembina Kepala Kantor Pelayanan Bea dan Cukai Kepala Bidang Informasi Kepabeanan dan
060035755 IV/a Tipe A Sorong Cukai
106 Ir. Barid Effendi Pembina TK.I Kepala Bidang Kepabeanan dan Cukai Kepala Kantor Pelayanan Bea dan Cukai Tipe
060079947 IV/b Kantor Wilayah II DJBC Tipe Khusus A2 Malang
Tanjung Balai Karimun
107 Ir. Iyan Rubiyanto, M.A. Pembina Kepala Bidang Kepabeanan dan Cukai Kepala Kantor Pelayanan Bea dan Cukai Tipe
060079873 IV/a Kantor Wilayah XII DJBC Ambon A2 Kediri
KANTOR WILAYAH XIII DJBC BALI, NUSA TENGGARA BARAT, DAN NUSA TENGGARA TIMUR :
108 Drs. Efratha Simanjuntak Pembina TK.I Kepala Kantor Pelayanan Bea dan Cukai Kepala Bagian Umum
060044476 IV/b Tipe A Surakarta
109 Drs. Hansen Hutagalung Pembina TK.I Kepala Bidang Kepabeanan dan Cukai Kepala Bidang Kepabeanan dan Cukai
060044468 IV/b Kantor Wilayah VIII DJBC Tipe B Denpasar
110 Ir. Mathias Buluama, M.Sc. Pembina TK.I Kepala Bidang Pencegahan dan Penyidikan Kepala Bidang Penindakan dan Penyidikan
060079977 IV/b Kantor Wilayah VIII DJBC Tipe B Denpasar
111 Drs. Eksi Nugroho Heru Prasetiyo Pembina Kepala Bidang Verifikasi dan Audit Kantor Kepala Bidang Audit
060079801 IV/a Wilayah VIII DJBC Tipe B Denpasar
112 Oza Olavia, S,Si., Apt., M.Si. Penata TK.I Kepala Seksi Kepabeanan IV Kantor Pj. Kepala Bidang Informasi Kepabeanan dan
060089902 III/d Pelayanan Bea dan Cukai Tipe A Kediri Cukai
113 Drs. Sunarto. M.M. Penata TK.I Kepala Kantor Pelayanan Bea dan Cukai Pj. Kepala Kantor Pelayanan Bea dan Cukai
060040351 III/d Tipe B Sintete Tipe A3 Ngurah Rai
114 Ir. Rulijanto, M.Sc. Pembina Kepala Seksi Kerjasama APEC Direktorat Kepala Kantor Pelayanan Bea dan Cukai Tipe
060079933 IV/a Kepabeanan Internasional A4 Mataram
115 Drs. Budiarto, M.M. Pembina Kepala Kantor Pelayanan Bea dan Cukai Kepala Kantor Pelayanan Bea dan Cukai Tipe
060049225 IV/a Tipe C Benoa A4 Kupang
KANTOR WILAYAH IV DJBC KALIMANTAN BAGIAN BARAT :
116 Drs. Soedjita Pembina Kepala Bagian Umum Kantor Wilayah IX Kepala Bagian Umum
060035513 IV/a DJBC Tipe B Pontianak
117 Ir. Moh. Sutartib Penata TK.I Kepala Subbagian Umum Balai Pengujian Pj. Kepala Bidang Kepabeanan dan Cukai
060079979 III/d dan Identifikasi Barang Tipe A Jakarta
118 Budiman Karo Karo, S.E., M.M. Pembina Kepala Bidang Pencegahan dan Penyidikan Kepala Bidang Penindakan dan Penyidikan
060056416 IV/a Kantor Wilayah IX DJBC Tipe B Pontianak
119 Nirwala Dwi Heryanto, S.E. Pembina TK.I Kepala Bidang Verifilasi dan Audit Kantor Kepala Bidang Audit
060079963 IV/b Wikayah IX DJBC Tipe B Pontianak
120 Ir. Arzul Akbar, M.M. Penata TK.I Pj. Kepala Bidang Verifikasi dan Audit Kantor Pj. Kepala Bidang Informasi Kepabeanan dan
060079960 III/d Wilayah X DJBC Tipe B Balikpapan Cukai
121 Eisenhower Penata TK.I Pj. Kepala Kantor Pelayanan Bea dan Cukai Pj. Kepala Kantor Pelayanan Bea dan Cukai
060051278 III/d Tipe A Pontianak Tipe A3 Pontianak
122 Guntur Cahyo Purnomo, S.H. Penata TK.I Kepala Kantor Pelayanan Bea dan Cukai Kepala Kantor Pelayanan Bea dan Cukai Tipe
060076049 III/d Tipe B Entikong A4 Entikong

58 WARTA BEA CUKAI EDISI 388 MARET 2007


123 Eka Hadi Tugas Winarto, S.E. Penata TK.I Kepala Seksi Kepabeanan V Kantor Kepala Kantor Pelayanan Bea dan Cukai Tipe
060076055 III/d Pelayanan Bea dan Cukai Tipe A Juanda A4 Sintete
124 Robert Darmadio Sadarpo, S.H. Penata TK.I Kepala Kantor Pelayanan Bea dan Cukai Kepala Kantor Pelayanan Bea dan Cukai Tipe
060066341 III/d Tipe B Sampit A4 Sampit

KANTOR WILAYAH XV DJBC KALIMANTAN BAGIAN TIMUR :


125 Drs. Hary Susanto, M.Si. Pembina Kepala Bagian Umum Kantor Wilayah X Kepala Bagian Umum
060050201 IV/a DJBC Tipe B Balikpapan
126 Ir. Wisnu Wibowo Pembina Kepala Seksi Tempat Penimbunan III Kepala Bidang Kepabeanan dan Cukai
060079939 IV/a KPBC Tipe A Kediri
127 Hatta Wardhana, S.E., M.M. Penata TK.I Kepala Seksi Pencegahan dan Penyidikan Pj.Kepala Bidang Penindakan dan Penyidikan
060077455 III/d KPBC Tipe A Kudus
128 Drs. Yahya Haris. M.M. Penata TK.I Kepala Seksi Cukai II Kantor Pelayanan Pj. Kepala Bidang Audit
060079888 III/d Bea dan Cukai Tipe A Ngurah Rai
129 Ir. Sijianto, M.M. Pembina Kepala Seksi Audit Impor Kantor Wilayah Kepala Bidang Informasi Kepabeanan dan Cukai
060079902 IV/a V DJBC Tipe A Bandung
130 Harmanto, S.H. Pembina Kepala Kantor Pelayanan Bea dan Cukai Kepala Kantor Pelayanan Bea dan Cukai Tipe
060040539 IV/a Tipe A Banjarmasin A3 Banjarmasin
131 Drs. Samsu Pembina Kepala Kantor Pelayanan Bea dan Cukai Kepala Kantor Pelayanan Bea dan Cukai Tipe
060060059 IV/a Tipe B Kotabaru A4 Kotabaru
132 Taryono Ekso Wardoyo, S.E. Penata TK.I Kepala Seksi Tempat Penimbunan II Pj. Kepala Kantor Pelayanan Bea dan Cukai
060059683 III/d Kantor Pelayanan Bea dan Cukai Tipe A Tipe A3 Balikpapan
Balikpapan
133 Drs. Zulfikri Pembina TK.I Kepala Kantor Pelayanan Bea dan Cukai Kepala Kantor Pelayanan Bea dan Cukai Tipe
060044381 IV/b Tipe A Samarinda A3 Samarinda
134 Lupi Hartono, S.E. Penata Kepala Seksi Perencanaan Audit Pj. Kepala Kantor Pelayanan Bea dan Cukai
060079027 III/c Direktorat Audit Tipe A4 Bontang
135 Drs. Heru Hariadi Penata TK.I Kepala Kantor Pelayanan Bea dan Cukai Kepala Kantor Pelayanan Bea dan Cukai Tipe
060070832 III/d Tipe B Tarakan A4 Tarakan
136 Sudirman Mamma, S.Sos. Penata TK.I Kepala Kantor Pelayanan Bea dan Cukai Kepala Kantor Pelayanan Bea dan Cukai Tipe
060065757 III/d Tipe B Nunukan A4 Nunukan
KANTOR WILAYAH XVI DJBC SULAWESI :
137 Ir. Tutung Budi Karya, M.A. Penata TK.I Pj. Kepala Bagian Umum Kantor Wilayah Kepala Bagian Umum
060079894 III/d XI DJBc Tipe B Makassar
138 Henry Saut Siahaan, S.H. Penata TK.I Pj. Kepala Bidang Kepabeanan dan Cukai Pj. Kepala Bidang Kepabeanan dan Cukai
060050211 III/d Kantor Wilayah XI DJBC Tipe B Makassar
139 Ir. Hary Budi Wicaksono, M.Si. Pembina Kepala Bidang Pencegahan dan Kepala Bidang Penindakan dan Penyidikan
060079883 IV/a Penyidikan Kantor Wilayah XI DJBC Tipe
B Makassar
Kepala Bidang Audit
140 Yulius, S.E. Pembina Kepala Seksi Audit Impor Kantor Wilayah
060079992 IV/a VII DJBC Tipe A Surabaya
Kepala Bidang Informasi Kepabeanan dan Cukai
141 Ir. Alfian Chaniago, M.B.A. Pembina Kepala Seksi Tempat Penimbunan II
060079893 IV/a KPBC Tipe A Purwakarta
Kepala Kantor Pelayanan Bea dan Cukai Tipe
142 Drs. Abdul Latif Naleng Pembina TK.I Kepala Kantor Pelayanan Bea dan Cukai A3 Makassar
060062024 IV/b Tipe A Makassar
Kepala Kantor Pelayanan Bea dan Cukai Tipe
143 Ir. Dwi Restu Nugroho, M.A. Pembina Kepala Kantor Pelayanan Bea dan Cukai A4 Kendari
060079941 IV/a Tipe B Kendari
Kepala Kantor Pelayanan Bea dan Cukai Tipe
144 Rambat Giliano Ogasmus Penata TK.I Kepala Seksi Kepabeanan dan Cukai IV A4 Bitung
060051828 III/d KPBC Tipe A Khusus Tanjung Priok I
Kepala Kantor Pelayanan Bea dan Cukai Tipe
145 Dwi Kuswiyanto, S.E. Penata TK.I Kepala Subbagian Tatalaksana Sekretariat A4 Gorontalo
060076048 III/d Direktorat Jenderal Bea dan Cukai
KANTOR WILAYAH XVII DJBC MALUKU DAN PAPUA :
146 Natal Siahaan, S.E. M.H. Pembina Kepala Bagian Umum Kantor Wilayah XII Kepala Bagian Umum
060040269 IV/a DJBC Tipe B Ambon
147 Drs. Koento Wijanarko, M.Si. Pembina Kepala Subbagian Keuangan Kantor Kepala Bidang Kepabeanan dan Cukai
060079887 IV/a Wilayah VIII DJBC Tipe B Denpasar
148 Chairul Saleh, S.H., M.Si. Penata TK.I Pj. Kepala Bidang Pencegahan dan Pj. Kepala Bidang Penindakan dan Penyidikan
060076057 III/d Penyidikan Kanwil XII DJBC Tipe B Ambon
149 Drs. Gatot Priyo Waspodo, M.Si. Pembina Kepala Seksi Audit Ekspor dan Cukai Kepala Bidang Audit
060079964 IV/a Kantor Wilayah VI DJBC Tipe A Semarang
150 YFR Hermiyana, S.E., M.Si. Penata TK.I Kepala Seksi Cukai II Kantor Pelayanan Pj. Kepala Bidang Informasi Kepabeanan dan
060078061 III/d Bea dan Cukai Tipe A Palembang Cukai
151 Munady Radiani, S.H. Pembina Kepala Kantor Pelayanan Bea dan Cukai Kepala Kantor Pelayanan Bea dan Cukai Tipe
060049005 IV/a Tipe B Ambon A4 Ambon
152 Ir. Ardiyanto, M.A. Penata TK.I Kepala Seksi Klarifikasi III Direktorat Kepala Kantor Pelayanan Bea dan Cukai Tipe
060079898 III/d Teknis Kepabeanan A4 Ternate
153 Parjiya Penata TK.I Kepala Seksi Kepabeanan III KPBC Tipe A Kepala Kantor Pelayanan Bea dan Cukai Tipe
060077448 III/d Palembang A4 Sorong
154 Drs. Totok Purwanto Penata TK.I Kepala Verifikasi Impor Kantor Wilayah VI Kepala Kantor Pelayanan Bea dan Cukai Tipe
060079872 III/d DJBC Tipe A Semarang A4 Jayapura
155 Kabul Yulianto Penata TK.I Kepala Seksi Perbendaharaan Kantor Kepala Kantor Pelayanan Bea dan Cukai Tipe
060076054 III/d Pelayanan Bea dan Cukai Tipe B Cilacap A4 Amamapare

EDISI 388 MARET 2007 WARTA BEA CUKAI 59


INFO PEGAWAI

PEGAWAI PENSIUN T.M.T 01 MARET 2007


NO NAMA NIP GOL JABATAN KEDUDUKAN

1 Ir. J.B. Bambang Widyastata 060059708 IV/c Kepala Balai Pengujian dan BPIB Tipe A Jakarta
Identifikasi Barang
2 Mulia Simandjuntak, S.H., M.Hum. 060034175 IV/b Kepala Kantor Pelayanan KPBC Tipe A Khusus
Bea dan Cukai Tanjung Priok II
3 Surja Sitepu 060034167 IV/b Kepala Kantor Pelayanan KPBC Tipe C Kantor Pos
Bea dan Cukai Pasar Baru
4 Lelly Soedibyo 060034288 IV/b Kepala Seksi Tempat KPBC Tipe A Juanda
Penimbunan V
5 Dwi Mursintowati, S.E. 060040068 IV/a Kepala Seksi Klasifikasi IV Direktorat Teknis
Kepabeanan
6 Walujo Widijanto 060040529 IV/a Kepala Seksi Tempat KPBC Tipe A Khusus
Penimbunan III Tanjung Priok II
7 M. Amin 060052325 III/c Koordinator Pelaksana KPBC Tipe A Khusus
Administrasi Impor Tanjung Priok I
8 Rahmah 060040368 III/c Koordinator Pelaksana KPBC Tipe A Jakarta
Administrasi Pemeriksaan
Dokumen
9 Edy Surya 060045429 III/a Pelaksana Kanwil II DJBC Tipe A
Khusus Tanjung Balai
Karimun
10 Sri Harjati 060032088 II/d Pelaksana KPBC Tipe A Khusus
Tanjung Priok I

PERATURAN MENTERI KEUANGAN INFO PERATURAN


Per Pebruari 2007
No. PERATURAN P E R I H A L
Nomor Tanggal
1. 04/PMK.011/2007 25-01-06 Perpanjangan Penetapan Tarif Bea Masuk Dalam Rangka Normal Track ASEAN-CHINA
Free Trade Area (AC-FTA)

PERATURAN DIREKTUR JENDERAL BEA DAN CUKAI


Per Pebruari 2007
PERATURAN
No. Nomor Tanggal P E R I H A L
1. P-01/BC/2007 00-00-07 Perubahan Kelima Atas Keputusan Direktur Jenderal Bea dan Cukai Nomor Kep-81/
BC/1999 tentang Petunjuk Pelaksanaan Penetapan Nilai Pabean Untuk Penghitungan
Bea Masuk.

SURAT EDARAN DIREKTUR JENDERAL BEA DAN CUKAI


Per Pebruari 2007
PERATURAN
No. Nomor Tanggal P E R I H A L
1. SE-38/BC/2006 19-12-06 Pencabutan Surat Edaran Direktur Jenderal Bea dan Cukai Nomor SE-18/BC/1998
Tanggal 30 April 1998 Tentang Uang Harian Khusus Bagi Pegawai Direktorat Jenderal
Bea dan Cukai Yang Melakukan Tugas Kumandah Di Luar Tempat Kedudukan Kantor
Yang Bersangkutan.
2. SE-37/BC/2006 15-12-06 Petunjuk Pelaksanaan Penggunaan Buku Tarif Bea Masuk atas Barang Impor.
3. SE-36/BC/2006 22-11-06 Penyusunan, Sosialisasi dan Penerapan Standar Pelayanan Publik Di Lingkungan
Direktorat Jenderal Bea dan Cukai.
4. SE-35/BC/2006 22-11-06 Petunjuk Pelaksanaan Pemungutan Bea Masuk Anti Dumping Terhadap Pisang
Cavendish Dari Filipina.
5. SE-01/BC/2007 16-01-07 Petunjuk Pelaksanaan Penetapan Harga Jual Eceran Hasil Tembakau, Penambahan
Pagu Penundaan Pembayaran Cukai Atas Pemesanan Pita Cukai Hasil Tembakau,
Dan Batas Waktu Pelekatan Dan Pencacahan Pita Cukai.

60 WARTA BEA CUKAI EDISI 388 MARET 2007


PENGAWASAN

menggunakan pesawat Lion Air, ditegah sebanyak 75 buah


perhiasan bertahtakan berlian.
Kedua orang tersebut disinyalir akan menghindar dari
pengenaan pajak, karena mereka dengan sengaja tidak
menyebutkan barang bawaannya ke dalam Customs
Delaration/BC 2.2. Padahal nilai barang yang mereka bawa
melebihi dari ketentuan yang ada, yaitu sebesar US$ 250.
Sementara itu pada 31 Januari 2007 di terminal D,
petugas juga menegah barang bawaan penumpang berupa
tas, dompet, dan sepatu wanita merk Louis Vuitton, Prada,
Channel, dan Hermes dengan jumlah keseluruhan sebanyak
35 buah. Penumpang dengan inisial Sdri. LM ini, adalah
warga negara Indonesia yang datang dari Belanda dengan
menggunakan pesawat Singapore Airlines, dengan sengaja
membawa barang-barang tersebut dengan tujuan
diperjualkan kembali, namun sebelumnya dirinya juga tidak
menyebutkan ke dalam Customs Declaration/BC 2.2.
Menurut Kepala KPBC Tipe A1 Soekarno-Hatta, Agung
Kuswandono, pada acara press release yang diselenggara-
kan pada 13 Februari 2007 di ruang press center KPBC Tipe
A1 Soekarno-Hatta, total keseluruhan tegahan kali ini bernilai
Rp.2 milyar dengan pungutan impor yang terhutang yang
berhasil diselamatkan atas barang-barang tersebut,
diperkirakan sebesar Rp.1 milyar.”Ketiga penumpang ini
dinyatakan telah melanggar Undang-Undang Nomor 10 tahun
1995 tentang Kepabeanan, yaitu perbuatan dengan tidak
memberitahukan barang bawaannya dalam Customs
Declaration/BC 2.2 dan pelanggaran ini bersifat administratif
dengan sanksi berupa denda,” jelas Agung Kuswandono
Lebih lanjut dijelaskan kembali oleh Agus Kuswandono,
dengan undang-undang kepabeanan yang baru yaitu Un-
dang-Undang Nomor 17 tahun 2006 tentang perubahan atas
Undang-Undang Nomor 10 tahun 1995, perbuatan dengan
tidak memberitahukan barang bawaannya dengan benar da-
lam Custom Declaration/BC 2.2 adalah merupakan perbuatan
tindak pidana sebagaimana yang tertera dalam pasal 103
huruf C, dengan pidana penjara paling singkat dua tahun dan
BARANG PENUMPANG. Kepala KPBC Tipe A1 Soekarno-Hatta, Agung Kuswan- paling lama delapan tahun, dan/atau denda paling sedikit
dono dan Kakanwil V DJBC Bandung, Jody koesmendro saat memperlihatkan seratus juta rupiah dan paling banyak lima milyar rupiah.
barang tegahan dari penumpang yang bernilai 2 milyar rupiah. “Dalam kesempatan ini kami juga menghimbau masyara-

Perhiasan dan 35 Tas Perempuan


Ditegah Petugas Bea Cukai Soekarno-Hatta
Karena tidak memberitahukan barang kat yang sering bepergian keluar negeri, agar senantiasa
bawaannya dalam Customs Declaration/BC2.2, memberitahukan dengan benar barang bawaannya dalam
Customs Declaration/BC 2.2,” kata Agung Kuswandono.
barang penumpang seharga Rp.2 milyar Sementara itu menurut Kepala Kantor Wilayah V DJBC
yang terdiri dari emas bertahtakan berlian dan Bandung, Jody Koesmendro, yang turut juga hadir pada
35 tas perempuan merk luar negeri ditegah acara press release, saat ini banyak outlet-outlet yang
menjajakan jam tangan seharga ratusan juta rupiah, yang
petugas Kantor Pelayanan Bea dan Cukai diindikasikan dibawa oleh para pedagang dengan cara
(KPBC) Tipe A1 Soekarno-Hatta. dipakai atau masuk melalui tas yang mereka bawa.

B
“Untuk itu kedepan ini dengan undang-undang yang
arang penumpang kembali ditegah petugas baru, petugas bea cukai berwenang memeriksa tempat
KPBC Tipe A1 Soekarno-Hatta, tegahan kali ini tersebut kecuali rumah tinggal untuk memeriksa apakah
meliputi puluhan perhiasan emas berupa anting, pajak bea masuk dan pajak lainnya telah dibayar,” ujar
giwang, liontin, kalung, gelang dan jam tangan Jody Koesmendro.
yang keseluruhannya bertahtakan berlian. Pada kesempatan itu juga Agung Kuswandono
Keseluruhan perhiasan tersebut ditegah dari dari dua menyatakan, rasa terima kasihnya atas kerjasama yang
orang warga negara Indonesia dengan insial Sdri. TLJ telah dijalin selama ini, dan kedepan kerjasama ini akan
dan Sdri. JCD. lebih ditingkatkan lagi khususnya pada instansi-instansi
Dari Sdri. TLJ yang datang dari Singapura pada 24 yang ada di bandara Soekarno-Hatta, seperti Imigrasi,
Januari 2007 dengan menggunakan pesawat Garuda Karantina, Kepolisian, dan Angkasa Pura sehingga
Indonesia, petugas menegah sebanyak 20 buah perhiasan bandara Soekarno-Hatta akan menjadi lebih baik dalam
yang bertahtakan berlian. Sementara itu pada 1 Februari hal keamanan dan kenyamanan dan sebanding dengan
2007 dari Sdri. JCT yang datang dari Singapura dengan bandara internasional di negara lain. adi

EDISI 388 MARET 2007 WARTA BEA CUKAI 61


PENGAWASAN

Kerjasama Antar Instansi


Untuk Pengamanan Laut Indonesia
Sebagai negara kepulauan, Indonesia memiliki pengamanan laut (dalam hal ini Bakorkamla khusus
garis pantai sekitar 81.900 km. Perbatasan menangani masalah penyelundupan dan illegal fishing atau
pencurian ikan).
maritim atau laut pada umumnya berupa pulau- Resminya, Bakorkamla dibentuk pada 29 Desember
pulau terluar yang jumlahnya 92 pulau yang 2006, sedangkan Peraturan Presiden No 81 Tahun 2005
tersebar di 17 provinsi, mulai dari Aceh sampai tentang Badan Koordinasi Keamanan Laut telah
ditandatangani Presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono
ke Papua bagian utara. Pulau-pulau kecil terluar (SBY), setahun sebelumnya, yaitu pada 2005. Rintisan
tersebut berbatasan langsung dengan negara mengenai Bakorkamla itu sendiri sudah dimulai sejak
lain, yaitu India, Malaysia, Singapura, Vietnam, tahun 2002 ketika SBY menjabat sebagai
Thailand, Filipina, Australia, Palau, Republik Menkopolhukam (Menteri Koordinator Politik Hukum dan
Keamanan) dengan membentuk kelompok kerja untuk
Demokrasi Timor Leste. Sementara sembilan mengkaji pembentukan Bakorkamla.
pulau lainnya berbatasan dengan laut lepas. Perlu waktu tiga tahun, dan pada 2005 baru ditanda-
tangani dan satu tahun untuk mengkomunikasikan

D
kepada semua stakeholder yang memiliki kewenangan
ari keseluruhan pulau-pulau terluar yang ada, mengamankan perairan. “Mari duduk bersama dan kita
hanya 33 berpenghuni. Pulau-pulau yang tidak masuk dalam rezim efisiensi supaya yang selama ini
dapat dihuni pada umumnya berupa pulau berbatu dilaksanakan di lapangan, kita tahu instansi yang telah
(pulau karang) dengan luas wilayah yang kecil melaksanakannya dan juga tahu mengingat kompleksitas
sehingga sulit didarati kapal. Sebagian besar pulau permasalahan di laut, bisa dikatakan tidak ada instansi
kecil terluar merupakan pulau terpencil dengan aksesibilitas yang mampu menangani secara sendiri-sendiri. Itulah
yang rendah serta tidak memiliki infrastruktur yang memadai. perlunya keterpaduan, inilah salah satu jawaban rejim
Karena jauhnya keterjangkauan dari pulau utama, pulau- ISPS (International Ship and Port Security) yang sedang
pulau kecil terluar ini berpotensi bagi sarang perompak kapal, mengglobal saat ini. Wujudnya adalah instansi yang di-
basis penyelundupan barang perdagangan ilegal serta amanatkan mengemban fungsi sebagai national security
penyelundupan manusia untuk tenaga kerja ilegal di Malaysia committee,” demikian diungkapkan Kepala Pelaksana
dan Singapura. Harian Badan Koordinasi Keamanan Laut (Bakorkamla),
Disamping sebagai kawasan perbatasan, sebagian besar Laksamana Madya TNI Djoko Sumaryono, saat melaku-
pulau kecil terluar belum memiliki garis batas maritim yang REPRO : IMSCB
jelas dengan negara lain serta rawan terhadap ancaman
sosial budaya, pertahanan dan keamanan. Bahkan
diindikasikan pula terjadi penurunan kualitas lingkungan
sumber daya alam akibat aktivitas manusia yang tidak
terkendali seperti penambangan pasir maupun degradasi
lingkungan secara alamiah (abrasi) serta belum optimalnya
pemanfaatan potensi sumber daya alam yang ada.
Hal itu dapat menyebabkan terancamnya keberadaan dan
fungsi pulau-pulau terluar. Tidak berkembangnya pulau-pulau
terluar di perbatasan Indonesia dapat menyebabkan
lunturnya wawasan kebangsaan dan nasionalisme
masyarakat setempat, terancamnya kedaulatan negara
karena hilangnya garis batas negara akibat abrasi atau
pengerukan pasir laut, terjadinya penyelundupan barang-
barang ilegal, pencurian ikan oleh nelayan asing, adanya
imigran gelap, pelarian dari negara tetangga, hingga
ancaman okupasi (pendudukan) oleh negara asing.
Untuk mengantisipasi hal tersebut, pemerintah merasa
perlu membentuk suatu badan yang menangani pengamanan
wilayah laut bersifat sinergi yang merupakan gabungan dari
beberapa unsur instansi yang memiliki kewenangan dalam
melakukan pengawasan dan pengamanan laut. Maka itu,
melalui Peraturan Presiden (Perpres) No 81 tahun 2005
pemerintah membentuk Badan Koordinasi Keamanan Laut BAKORKAMLA. Bentuk kerjasama antar instansi terkait dalam bentuk
(Bakorkamla) yang beranggotakan berbagai instansi penanganan keamanan laut di Indonesia.

62 WARTA BEA CUKAI EDISI 388 MARET 2007


WBC/ATS
kan Sosialisasi struktur organisasi Bakorkamla. Duduk sebagai Ketua adalah
Pemaparan Menkopolhukam, Widodo AS dan bertanggung jawab kepada
Bakorkamla di Presiden dengan dibantu oleh 12 pejabat menteri dan
Auditorium setingkat menteri antara lain Menteri Luar Negeri, Menteri
Gedung B Kantor Dalam Negeri, Menteri Pertahanan, Menteri Hukum dan Ham,
Pusat Direktorat Menteri Keuangan, Menteri Perhubungan, Menteri Kelautan
Jenderal Bea dan dan Perikanan, Jaksa Agung RI, Panglima TNI, Kepala Staf
Cukai pada 31 TNI AL, Kapolri, serta kepala Badan Intelijen Negara (BIN).
Januari 2007. Dibawah level menteri terdapat struktur harian, yaitu Kepala
Disampaikan Pelaksana Harian (Kalakhar) dibantu oleh tim Korkamla
Djoko, Bakorkamla sebagai perwakilan dari tingkat menteri dan terdapat 12
merupakan bentuk pejabat eselon I setingkat dirjen, termasuk dalam hal ini
kerjasama antar in- Dirjen Bea dan Cukai.
stansi terkait yang Disampaikan Djoko bahwa Bea dan Cukai merupakan
berada dalam ben- instansi yang pertama memberikan apresiasi terhadap
tuk penanganan pembentukan organisasi Bakorkamla yang telah
keamanan laut di disempurnakan. “Setelah diresmikan pada 29 Desember
Indonesia. Instansi 2006, tiga hari berikutnya Dirjen Bea Cukai sudah membuat
yang kini bertugas edaran kepada semua instansi di wilayah Bea dan Cukai
di laut antara lain untuk menegaskan bahwa telah lahir Bakorkamla dan
Kesatuan Pemang- bagaimana mekanisme kerja Bakorkamla dengan instansi
ku Pelabuhan dan Bea dan Cukai. Terimakasih dan rasa bangga kami karena
Laut (KPLP) milik Bea dan Cukai menjadi instansi pertama merespon dan
Departemen Per- menanggapi secara positif lahirnya Bakorkamla.”
hubungan (Dewan
LAKSAMANA MADYA TNI DJOKO SUMARYONO. Keamanan Laut/ PENGAMANAN LAUT OLEH BEA DAN CUKAI
Bea dan Cukai merupakan instansi yang pertama DKP), Bea dan Cu- Bagi institusi Bea dan Cukai, mengamankan jalur laut dari
memberikan apresiasi terhadap pembentukan kai, Polisi Air dan tindak pelanggaran hukum, khususnya pelanggaran atas
organisasi Bakorkamla yang telah disempurnakan. Udara (Polairud), Undang-Undang Kepabeanan yang sering dilakukan oleh
Departemen Kela- penyelundup melalui jalur laut, bukanlah hal baru. Dengan
utan dan Perikanan, serta TNI AL. Namun selama instansi- kekuatan armada kapal patroli dan sarana penunjang lainnya
instansi itu tidak disatukan dalam satu wadah, tumpang tindih yang tersebar di Pangkalan Sarana Operasi dibeberapa
kewenangan akan sulit dihindari. wilayah di Indonesia, Bea dan Cukai melakukan kegiatan
Karena itulah dibentuk semacam coast guard atau patroli laut.
penjaga pantai untuk menggantikan peran instansi-instansi Maka tak heran, beberapa kerjasama dengan unsur-
tersebut. Menurut Djoko, Bakorkamla bisa menjadi embrio unsur pengamanan di laut, Bea dan Cukai sering terlibat
dari pembentukan penjaga pantai Indonesia. Tugas penjaga dalam kegiatan tersebut. Seperti diungkapkan Djoko, bahwa
pantai tidak akan tumpang tindih dengan TNI AL karena lebih sejak dulu instansi Bea dan Cukai sering mengirimkan
banyak mengurusi tindak pelanggaran di laut seperti illegal aparatnya untuk mengikuti beberapa kegiatan, seperti kursus
fishing dan penyelundupan. Sementara TNI AL tetap sebagai pemeriksaan di laut, Operasi Hiu Macan. Bahkan diakuinya
penjaga kedaulatan sehingga bisa menjadi instrumen perang saat menjadi Komandan Gugus Keamanan Laut, pihaknya
(man of war) yang profesional. Penanganan keamanan laut merasa terdukung dan terbantu oleh para stakeholder
ini sendiri dilakukan dengan kerja tim yang terbagi tiga yaitu khususnya aparat dari Bea dan Cukai.
Pusat Pengkajian dan Kebijakan, Pusat Koordinasi Operasi, Sejalan dengan agenda reformasi, dengan adanya
dan Pusat Kerjasama Internasional. perubahan tata pemerintahan, terlebih lagi pemisahan TNI
Untuk melaksanakan tugas tersebut maka disusunlah dengan Polri, maka Bakorkamla yang sebelumnya telah
DOK. TBK

DENGAN KEKUATAN ARMADA KAPAL PATROLI dan sarana penunjang lainnya yang tersebar di Pangkalan Sarana Operasi dibeberapa wilayah di
Indonesia, Bea dan Cukai melakukai kegiatan patroli laut.

EDISI 388 MARET 2007 WARTA BEA CUKAI 63


PENGAWASAN

terbentuk perlu dilakukan penyesuaian sesuai dengan kaidah nilai ekonomisnya sudah jatuh dan tidak bisa dimanfaatkan
hukum yang berlaku saat ini. lagi untuk kepentingan lebih besar.
Mengenai upayanya mengamankan laut, maka yang Maka melalui Bakorkamla ini akan coba ditabulasikan,
dilakukan Bakorkamla meliputi aspek penjagaan, aspek misalnya unsur penyidikan di laut atau di lapangan dari Bea
pengawasan, pencegahan dan penindakan pelanggaran dan Cukai atau siapapun dari TNI atau polri, saat menang-
hukum serta keselamatan pelayaran. kap memeriksa dan menahan maka tentu sudah punya
“Contoh secara konseptual seperti musibah Kapal Laut rumusan tuntutan dan sudah ada delik yang akan dituntut.
Senopati Nusantara, kami tadi berbincang dengan bapak “Kita akan coba buat tabulasi, suatu gambaran yang utuh,
dirjen bea cukai bagaimana kontribusi atau atensi dari the clear picture of the law enforcement at sea in the illegal
masing-masing instansi terhadap masalah ini. Tentu perlu kita logging, suatu saat akan kita paparkan kepada publik, inilah
sinergikan bersama. Kemudian pengamanan terhadap gambaran penegakan hukum di laut dalam hal illegal logging
aktivitas masyarakat dan pemerintah di wilayah perairan termasuk masalah lainnya. Maka itu kepada stakeholder
Indonesia. Inilah spektrum dari keamanan laut,” ujarnya. khususnya unsur Bea dan Cukai bisa menyampaikan kepada
Mengenai tugas Bakorkamla, ada dua hal yang kami hal-hal yang menyangkut ini,” ujar Djoko.
diembannya, pertama, mengkoordinasikan penyusunan ke- Disamping penanganan masalah illegal logging,
bijakan dalam konteks keamanan laut. Kedua, melaksana- penanganan masalah pelanggaran lain terhadap komoditi
kan kegiatan operasi keamanan laut secara terpadu. yang rawan diselundupkan melalui jalur laut, seperti pasir
Mengenai mekanisme kerja internalnya, lanjut Djoko, timah dan komoditi lainnya yang umumnya menggunakan
dikarenakan organisasi ini merupakan badan koordinasi, modus pengangkutan antar pulau.
maka koordinasi dilakukan dengan berbagai cara. Untuk “Kami menjadwalkan ada dua operasi besar yang kami
tim Korkamla paling tidak sekali sebulan mengadakan pilih dan berharap dari unsur bea cukai bisa memberikan
rapat dan untuk level menteri rapat dilakukan sesuai masukan mengenai apa yang bisa kita pilih untuk kita
dengan kebutuhan, tetapi paling tidak diharapkan dua laksanakan operasi besar sehingga hasilnya signifikan,
bulan sekali. hasilnya tidak sekedar hanya ke laut,..menghabiskan
Bahwa stakeholder atau instansi yang diberi kewenangan anggaran operasi, tetapi betul-betul ada efisiensi. Itu operasi
tadi telah melaksanakan kegiatan keamanan laut atau yang kita harapkan,” tegas Joko.
penegakan hukum di laut, berarti instansi tersebut, misalnya Seperti kerjasama dengan unsur BNN dalam hal
Bea dan Cukai mengetahui tentang data tindak pelanggaran pengawasan peredaran narkotika ilegal, pihak Bakorkmala
di laut. Seperti diungkap Nasar Salim, mantan Kasubdit ada updating dari Bea dan Cukai mengenai 39 pelabuhan
Intelijen, yang saat ini menjabat sebagai Kakanwil XII DJBC yang diduga menjadi jalur narkotik. “Saya kira disamping
Jawa Timur II, bahwa untuk kasus illegal logging saja dalam pelabuhan udara setelah ditelusuri ternyata juga melalui laut.”
setahun bisa mencapai 100 kasus yang ditangkap, ditangani, Tentunya untuk mewujudkan itu perlu ada penyesuaian
diungkap, diperiksa dan disidik oleh aparat bea cukai. dari Bea dan Cukai dengan unsur yang lain. Seperti
Namun dalam konteks illegal logging ini khususnya dikemukakan Djoko, pihaknya akan memasuki masa trans
penyelesaian di ujung saat putusan pengadilan, masih building. Termasuk kehadirannya di forum pertemuan dengan
dirasakan banyak tidak memenuhi harapan dan tuntutan Bea dan Cukai, disamping memperkenalkan dan sosialisasi
publik. Proses penanganannya pun sangat lamban sehingga juga ingin membentuk trans building untuk membentuk rasa
WBC/ATS saling percaya diantara unsur terkait.
“Karena pengalaman kami,
koordinasi mudah diucapkan tetapi
dalam pelaksanaannya sulit sekali,
nah salah satu untuk membantu
memudahkan untuk mencapainya
melalui trans building sehingga ada
saling percaya antara kita. Disamping
itu kami juga akan membangun jaring
informasi dan membangun kerjasama
dengan mitra luar negeri.”
“Kita ingin teknologi informasi
yang dikembangkan di Bakorkamla
memiliki kemampuan the real time
satellite data for maritime surveil-
lance. Kita bangun kemampuan ini,
kita berharap inilah konfigurasinya,
stakeholder yang ada di maritime
surveillance mengenai udara, kapal
TNI, Bea dan Cukai, KPLP, DKP dan
sebagainya. Kita berharap bisa
disinergikan upaya ini bersama-sama
sehingga mampulah memberikan
kemampuan early warning
(peringatan dini) sehingga ada aksi
responsif yang cepat dan memadai,”
tegas Djoko.
Semua ini tentunya membutuhkan
dukungan dan informasi dari stake-
holder terutama Bea dan Cukai.
Apakah sifatnya teknologi informasi ,
maupun visual atau informasi secara
lisan (oral). Sarana operasi serta
SOSIALISASI. Saat Sosialisasi Pemaparan Bakorkamla di Auditorium Gedung B Kantor Pusat Direktorat jalinan kerjasama yang baik juga
Jenderal Bea dan Cukai pada 31 Januari 2007. kami perlukan,” tandasnya. ris

64 WARTA BEA CUKAI EDISI 388 MARET 2007


DOK. KPBC DUMAI
jaringan informasi untuk mendapatkan petunjuk
awal mengenai akan berlangsungnya tindak
pidana penyelundupan kayu. Demikian
diungkapkan Kepala KPBC Dumai, Saipullah
Nasution, SH, MM.
Dengan menggunakan informan-informan
yang bisa masuk dalam lingkungan penebangan
dan penimbunan kayu yang akan diselundupkan,
tepatnya pada 12 Januari 2007 sekitar pukul
17.00 WIB didapat informasi bahwa telah selesai
dimuat kayu balak dengan perkiraan jumlah 60
ton lebih yang akan diselundupkan ke Malaysia
melalui muara Sungai Bulu Ala. Bergulirlah
informasi tersebut dari tim intelijen dan dilaporkan
kepada Seksi P2, Aris Murdiyanto, SH, MM.
Selanjutnya, Kasi P2 mencoba untuk melaku-
kan analisa bersama tim untuk menentukan
persiapan dan pola operasi yang akan dilakukan.
Dengan berbekal informasi dan sarana patroli
yang sudah standby, Kasi P2 akan memimpin
sendiri operasi penangkapan upaya
penyelundupan kayu balak tersebut. Dengan
melakukan briefing dan persiapan singkat namun
tetap mengedepankan kerahasiaan informasi
HALAMAN KPBC DUMAI, dipenuhi kayu ilegal hasil tegahan aparatnya. termasuk kepada pegawai di lingkungan KPBC
Dumai (sebab jaringan penyelundup kayu, bukan

Aparat KPBC Dumai


tidak mungkin ‘memasang’ orang di dalam untuk
mengamati pergerakan petugas patroli.
Selanjutnya, dengan menggunakan Kapal

Tegah 60 Ton Kayu Ilegal


Patroli BC 1509 dan satu boat pengintai, serta
persenjataan dan perbekalan yang cukup, be-
rangkatlah tim patroli dipimpin sendiri oleh Ka-
si P2 untuk melakukan operasi penangkapan.

Jumlah kayu yang akan diselundupkan OPERASI PENANGKAPAN


melebihi 60 ton atau sekitar 460 batang kayu Pukul 18.00 WIB, tim patroli mulai bergerak meninggalkan
pelabuhan Dumai sampai pada posisi di sekitar Perairan Bulu Ala,
dengan diameter rata-rata 40-50 cm. lewat agak jauh di atas pulau Ketam. Dengan teknik ‘mengapung’

S
atau berhenti sambil mematikan mesin dan lampu-lampu kapal,
edang mengemuka persoalan banjir di negeri ini, maka sayup-sayup didengarlah suara kapal mesin besar yang
bencana yang sulit dihindarkan ketika musim diduga memuat kayu tersebut.
penghujan tiba sangat menyengsarakan rakyat. Kalau Setelah suara mesin terdengar makin dekat, dalam
kita berpikir ke belakang tentang penyebab terjadinya kegelapan sore menjelang malam, maka mesin kapal patroli
banjir, salah satunya, suka atau tidak suka karena ulah dihidupkan dan dengan kecepatan tinggi diarahkan pada
oknum yang melakukan penebangan hutan secara liar atau lebih kapal sasaran, tidak lama kapal yang diduga memuat kayu
dikenal dengan istilah illegal logging. Gundulnya hutan pun berada di hadapan kapal patroli, kemudian
menyebabkan hilangnya pula daerah serapan air hujan, sehingga disandarkanlah kapal patroli untuk melakukan pemeriksaan.
air hujan langsung menuju sungai yang daya tampungnya tidak DOK. KPBC DUMAI
sesuai dengan curah hujan yang turun. Karena sungai tidak
mampu menampung, akibatnya terjadi banjir.
Sementara itu, hasil penebangan ilegal tadi diperdagangkan
secara domestik, maupun secara internasional. Peran Direktorat
Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) dalam hal ini sebagai salah satu
aparat penegakkan hukum di perbatasan bisa ditingkatkan untuk
menanggulangi hal tersebut.
Ekspor kayu illegal merupakan salah satu pilihan untuk
mencetak uang dengan cepat, tapi sangat merugikan, baik
secara ekonomi (dari pungutan hasil hutan maupun pajak ekspor)
dan secara ekologi atau keselamatan lingkungan.
Bertolak pada pemikiran tersebut, dengan tetap berusaha
menunjang upaya DJBC untuk memberantas penyelundupan,
Kantor Pelayanan Bea dan Cukai (KPBC) Tipe A3 Dumai
berusaha meningkatkan pengawasan perdagangan lintas batas
kayu ilegal, yang akan diselundupkan ke Malaysia.
Berbekal patroli rutin dan penggalangan informasi eksternal, tim
intelijen KPBC Dumai berusaha mengumpulkan informasi berkaitan
dengan upaya penyelundupan kayu illegal dari perairan Dumai.

PENYELUNDUPAN 60 TON KAYU ILEGAL


Sejalan dengan upaya pencegahan penyelundupan, dimana KEPALA KPBC TIPE A3 DUMAI, Drs. Saipullah Nasution SH, MM bersama
penyeludupan kayu tetap marak terjadi melalui perairan Riau dan jajaran aparat KPBC Dumai, sesaat setelah meninjau lokasi penarikan kapal
kepulauan di sekitarnya, maka KPBC Dumai mengembangkan KM Bahtera Jaya yang mengangkut 60 ton kayu ilegal.

EDISI 388 MARET 2007 WARTA BEA CUKAI 65


PENGAWASAN

Audit,
Suasana tegang pun terjadi saat
melakukan pemeriksaan dokumen,
fisik dan awak sarana pengangkut.
Hingga akhirnya ditemukan bukti
awal yang kuat bahwa kapal dengan
nama KM Bahtera Jaya akan me-
nyelundupkan kayu balak ke Malay-
sia melalui selat Malaka.
Dengan serta merta awak kapal

Pengawasan untuk Pengamanan


digiring masuk ke kapal patroli,
sedangkan kapal dan barang bukti
kayu berada dibawah pengawasan
dan kendali petugas bea cukai yang
memiliki kemampuan untuk menge- Penerimaan Negara
mudikan kapal.
Selanjutnya kapal pengangkut
kayu yang merupakan barang bukti, Pemenuhan target penerimaan Direktorat Jenderal Bea dan
di bawah kemudi anak buah kapal Cukai (DJBC) pada dasarnya merupakan tanggung jawab
patroli dan dikawal kapal patroli BC
1509 diarahkan menuju ke perair-
semua unit organisasi dalam tubuh DJBC. Dan akan
an Pelabuhan Dumai. optimal pencapaiannya apabila semua unit organisasi ikut
berperan aktif dan bersinergi dalam menjalankan tugas dan
HASIL OPERASI tanggung jawab masing-masing.
Sesampainya di perairan pelabuh-

S
an Dumai, setelah kapal disandarkan
selanjutnya kayu yang berada di atas ecara umum, kegiatan DJBC dapat dikelompokkan menjadi tiga
kapal dibongkar untuk ditimbun di tahap yang meliputi tahap pre-clearance, tahap clearance dan tahap
KPBC Dumai. Setelah proses pem- post-clearance. Kinerja DJBC akan optimal apabila ketiga tahap ini
bongkaran dan penimbunan berlang- berjalan dengan baik dan optimal karena setiap tahapan dimaksud
sung diketahui jumlah kayu yang akan merupakan suatu rangkaian proses yang saling terkait dan
diselundupkan melebihi 60 ton atau merupakan suatu siklus.
sekitar 460 batang kayu dengan Pada tahap pre-clearance, dilakukan penggolongan risiko perusahaan yang
diameter rata-rata 40-50 cm. bergerak dibidang kepabeanan ke dalam golongan importir low risk, medium risk
“Terhadap kapal, barang bukti dan dan high risk melalui registrasi kepabeanan, intelijen maupun surveillance.
tersangka awak sarana pengangkut Hasil penggolongan pada tahap pre-clearance akan menjadi masukan dan
selanjutnya dilakukan penyidikan untuk acuan dalam tahap clearance yaitu pelayanan dan pengawasan barang impor di
proses hukum lebih lanjut,” ujar lapangan. Apabila dalam tahap clearance ditemukan kejanggalan dan kecurigaan
Saipullah Nasution kembali. maka akan ditindaklanjuti dalam tahap post-clearance baik melalui Post Audit
Saat berita ini diturunkan, setelah maupun penyidikan. Hasil pelayanan, pengawasan baik dalam tahap clearance
sebelumnya berhasil melakukan ataupun post clearance merupakan record importir dan akan menjadi masukan
penangkapan terhadap 60 ton kayu, kembali tahap pre-clearance.
kembali patroli gabungan Bea dan
Cukai Tanjung Balai Karimun dan KONSEP PENGAWASAN MELALUI POST CLEARANCE AUDIT
KPBC Dumai mengungkap dua kasus Pada dasarnya, post clearance audit (PCA) yang dilakukan oleh Direktorat
penyelundupan kayu yang saat ini Audit dan Kantor Wilayah DJBC adalah DOK. WBC
masih dalam proses pemeriksaan dan bagian dari sistem pengawasan yang
penyidikan dengan jumlah barang- dilakukan setelah barang dikeluarkan
bukti 10 ton dan 30 ton lebih kayu dari dari Kawasan Pabean. Pelaksanaan
perairan sekitar Sinaboy dekat Selat pengawasan dengan cara audit di-
Malaka dan Bagan Siapi-api. samping bertujuan untuk mengamankan
Praktis, pemandangan yang me- penerimaan negara juga ditujukan untuk
menuhi halaman depan dan samping mengetahui dan menilai tingkat
KPBC Dumai sepanjang mata kita kepatuhan audit terhadap peraturan
melihat hanyalah hamparan potongan perundang-undangan Kepabeanan,
kayu hasil operasi illegal logging. Cukai dan peraturan lainnya.
Kalau di Ibu Kota Jakarta banjir air, Menurut Direktur Audit DJBC, Drs.
sebaliknya di KPBC Dumai banjir Thomas, Sugijata MA, prinsip
kayu tegahan. pengawasan yang diterapkan pada saat
Memang, meski Tuhan telah clearance stage. Pada clearance stage
memberikan peringatan kepada ma- pengawasan lebih ditujukan pada
nusia, namun sepertinya ulah para importir yang berisiko tinggi, baik
oknum penebang liar, tidak jera- dengan cara melakukan pemeriksaan
jeranya melakukan kegiatan illegal, fisik. Sedangkan importir tersebut akan
pembabatan hutan secara digolongkan sebagai low risk pada
semena-mena. Ditutup jalur ilegal di pengawasan post clearance
wilayah yang satu , terbuka lagi jalur yang dilakukan dengan audit
ilegal yang lain. Akankah ulah karena terhadap barang-barang yang
mereka baru akan berhenti setelah diimpor telah dilakukan pemeriksaan
hutan kita benar-benar habis tak fisik barang. DIREKTUR AUDIT DJBC, THOMAS SUGIJATA.
Pelaksanaan audit kedepan akan mengacu pada
tersisa ? Sebagaimana kita tahu, Audit secara umum, lanjut Thomas, konsep pelayanan yang intinya akan
kondisi hutan kita saat ini sudah terdiri dari 3 (tiga) tahapan yaitu, peren- memisahkan pelayanan berdasarkan tingkat
sangat rusak parah. tzm - kpbc dumai canaan, pelaksanaan dan evaluasi. Hal kepatuhan importir (profil risiko).

66 WARTA BEA CUKAI EDISI 388 MARET 2007


Tabel Pelaksanaan Audit Keputusan Menteri Keuangan
Nomor: Kep-466/KMK.01/2006
Jenis Audit Tahun 2005 Tahun 2006 tanggal 31 Juli 2006 tentang
Organisasi dan Tata Kerja
Audit Terencana (DROA) 80 surat tugas 15 surat tugas Departemen Keuangan. Hal ini
Audit Insidentil 373 surat tugas 450 surat tugas diharapkan akan menciptakan
mekanisme pengendalian intern
l Permintaan Dit. Teknis Kepabeanan 113 surat tugas 62 surat tugas dan cross check antar Subdit
secara sistemik.
l Permintaan Dit. PPKC 218 surat tugas 316 surat tugas Peniadaan subdit dan bidang
(Keberatan Nilai Pabean) verifikasi dilakukan dengan
l Permintaan Dirjen/ Dit Lain/ Kanwil 25 surat tugas 51 surat tugas pertimbangan :
l Kegiatan verifikasi pada
l Analisis permintaan audit 17 surat tugas 21 surat tugas dasarnya adalah bagian dari
pihak luar/lainnya pekerjaan audit khususnya
pada tahap perencanaan audit
Jumlah Keseluruhan 453 surat tugas 465 surat tugas l Untuk kepastian hukum bagi
market force mengenai
Tabel Hasil Temuan Audit l
kegiatan post clearance,
Untuk menghindari tumpang
Direktorat Jenderal Bea dan Cukai tindih pemeriksaan untuk
TA. 2004 Sampai dengan 2006 (Oktober) obyek yang sama.

No Unit Organisasi 2004 2005 2006 (Oktober) Disamping peniadaan unit


verifikasi, dalam organisasi yang
1 Kantor Pusat 75.366.801.046 185.163.500.022 93.259.894.732 baru ditimbulkan Seksi Registrasi
Kepabeanan yang berada di
2 KW I Medan 1.202.480.125 4.832.772.275 1.829.978.706 bawah Subdit Perencanaan Audit
3 KW II TBK 5.558.382.924 65.205.193.493 26.421.216.041 untuk menampung kegiatan regis-
trasi yang selama ini dibebankan
4 KW III Palembang 281.570.555 12.386.218.094 1.283.379.373 kepada Direktorat Audit.
5 KW IV Tg. Priok 90.483.514.470 53.794.527.711 18.425.991.442
TAHAPAN AUDIT DAN INDIKATOR
6 KW V Bandung 28.273.127.947 12.084.357.984 109.769.538.307 KEBERHASILAN
Lebih lanjut dikemukakan
7 KW VI Semarang 4.872.565.988 12.591.879.471 2.820.543.811
Thomas, tahapan perencanaan
8 KW VII Surabaya 56.811.499.796 36.284.638.940 28.728.374.992 audit merupakan penerapan risk
management dengan melakukan
9 KW VIII Denpasar 1.963.149.179 1.231.711.925 992.825.732 profiling, penilaian berdasarkan
kriteria tertentu dan targeting
10 KW IX Potianak 1.613.467.847 3.606.726.869 4.495.818.871 untuk menentukan obyek audit
11 KW X Balikpapan 1.020.423.871 7.306.991.329 47.038.141.599 berdasarkan tingkat risiko. Pada
tahapan pelaksanaan audit
12 KW XI Makasar 1.969.814.428 2.156.902.820 9.176.755.254 dilakukan melalui 3 subtahapan
yaitu preliminary stage, field stage
13 KW XII Ambon 3.408.224.521 5.072.248.069 5.093.657.750
dan reporting stage yang
14 KW XIII Aceh 0 29.455.296 1.432.583.105 pelaksanaannya mengacu pada
Keputusan Direktur Jenderal Bea
Total 272.825.022.698 401.747.124.298 350.768.699.712 dan Cukai Nomor Kep-12/BC/2000
tentang Tatalaksana Audit di
Bidang Kepabeanan dan Cukai.
ini pula yang menjadikan dasar dirubahnya struktur organi- Sedangkan proses controlling tahapan perencanaan dan
sasi Direktorat Audit sehingga menjadi Subdit Perencanaan, pelaksanaan audit dilakukan dengan tahapan evaluasi.
Subdit Pelaksanaan dan Subdit Evaluasi berdasarkan Dengan demikian indikator keberhasilan pada Direktorat

STRUKTUR ORGANISASI DIREKTORAT AUDIT


DIREKTUR AUDIT

KASUBDIT PERENCANAAN AUDIT KASUBDIT PELAKSANAAN AUDIT KASUBDIT EVALUASI AUDIT

t t t t t t t t t t
Kepala Kepala Kepala Kepala Kepala Kepala Kepala Kepala Kepala Kepala
Seksi Seksi Seksi Seksi Seksi Seksi Seksi Seksi Seksi Seksi
Perencanaan Perencanaan Perencanaan Registrasi Pelaksaan Pelaksanaan Pelaksanaan Evaluasi Evaluasi Evaluasi
Audit Impor Audit Ekspor Audit Cukai Kepabeanan Audit Impor Audit Ekspor Audit Cukai Audit Impor Audit Ekspor Audit Cukai

PEMERIKSA / AUDITOR

EDISI 388 MARET 2007 WARTA BEA CUKAI 67


PENGAWASAN
DOK. WBC
Dengan melakukan sosialisasi ke
dunia usaha tentang pembukuan dan
pelaksanaan audit dikaitkan dengan
3 pilar pelayanan pabean (self
assessment, risk management, dan
post clearance audit).

Dari sisi registrasi, perbaikan


yang akan dilakukan adalah
dengan :
1. Meningkatkan penelitian
lapangan eksistensi
perusahaan;
2. Menyempurnakan sistem
penomoran SPR (Surat
Penomoran Registrasi)
3. Melakukan review eksistensi
secara berkala berkaitan
dengan kewajiban melaporkan
perubahan eksistensi;
4. Membatasi masa berlaku SPR;
5. Melakukan pemblokiran dan
pencabutan atas
penyalahgunaan SPR

PELAKSANAAN PENGAWASAN dengan cara audit disamping bertujuan untuk mengamankan penerimaan AMANDEMEN UU NO. 10 TAHUN
negara juga ditujukan untuk mengetahui dan menilai tingkat kepatuhan audit terhadap peraturan 1995
perundang-undangan Kepabeanan, Cukai, peraturan lainnya. Dengan adanya Undang-
Undang Nomor 17 Tahun 2006
Audit ditentukan oleh kinerja ketiga tahapan tersebut. tentang Penyempurnaan Undang Undang Kepabeanan
Indikator keberhasilan pada tahapan perencanaan adalah Nomor 10 Tahun 1995, terdapat amandemen yang cukup
bagaimana membuat konsep perencanaan strategis di berarti bagi kegiatan audit, yang meliputi :
bidang audit dan sistem pemilihan obyek audit yang jelas dan l Penegasan eksistensi Audit Kepabeanan
tepat sasaran. l Memberikan dukungan formal bagi pelaksanaan audit
Sedangkan indikator keberhasilan pelaksanaan audit, kepabeanan.
lanjut Thomas, adalah bagaimana pelaksanaan audit dapat
dilaksanakan secara efektif dan efisien sesuai dengan Sehubungan dengan hal tersebut, pelaksanaan audit di
ketentuan yang ada. Pelaksanaan audit kedepan akan Direktorat Audit dalam tahun anggaran 2007 akan difokuskan
mengacu pada konsep pelayanan yang intinya akan pada perusahaan-perusahaan yang berindikasikan
memisahkan pelayanan berdasarkan tingkat kepatuhan melakukan pelanggaran kepabeanan melalui managemen
importir (profil risiko). Indikator keberhasilan pada tahap resiko dan targeting dari masing-masing Kantor Wilayah,
evaluasi adalah dikaitkan dengan penetapan sasaran serta informasi dari unit terkait lainnya seperti Direktorat P2.
evaluasi dan keberhasilan pencapaian sasaran tersebut.
GAMBARAN KINERJA
LANGKAH KEDEPAN Berdasarkan pelaksanaan audit, dapat digambarkan
Mengenai upaya optimalisasi pelaksanaan audit dan kinerja sebagai berikut : (Lihat Tabel di halaman depan)
upaya pencapaian target yang telah ditetapkan sesuai
indikator keberhasilan pelaksanaan tugas, dikemukakan Kecuali temuan audit yang berakibat tindakan
Thomas bahwa Direktorat Audit berupaya dengan melakukan administrasi berupa tagihan Bea Masuk dan PDRI, juga
beberapa perbaikan pada : terdapat temuan audit yang ditindaklanjuti dengan
1. Strategic audit plan, dengan membuat konsep penyelidikan/ penyidikan.
perencanaan strategis di bidang audit dan sistem Guna optimalisasi pelaksanaan audit, juga telah
pemilihan obyek audit yang jelas dan tepat sasaran. dilakukan audit bersama atau gabungan dengan
2. Program standar audit. Direktorat Jenderal Pajak dan BPKP, dengan kinerja :
3. Infrastruktur
Guna penerapan audit yang efektif dan efisien, unit audit Tabel Hasil Temuan Audit
Tim Gabungan DJBC dengan BPKP, DJP
harus memiliki infrastruktur berupa dasar hukum dan
struktur organisasi yang mendukung. Struktur organisasi
yang dimaksud disini adalah bentuk struktur yang
fungsional.
TA 2004 Sampai dengan 2006
4. Tatalaksana Audit, No Tahun Tim Tim
5. Evaluasi/Assestment terhadap : Anggaran Gabungan Gabungan
l Pemenuhan Prosedur Audit (Kelengkapan LHA DJBC-DJP DJBC-BPKP
(Laporan Hasil Audit) dan waktu penyelesaian audit)
l Pemenuhan Pencapaian Sasaran Audit (pemeriksaan 1 TA 2004 2.060.366.618 592.128.476
SPI(Standar Pengendalian Internal) , Nilai Pabean, 2 TA 2005 54.990.473.031 33.024.108
Tarif dan Pembebanan, Jumlah dan Jenis,
Pemenuhan Fasilitas, Penerapan Ketentuan atas 3 TA 2006 56.187.839.084 -
Temuan), dan
l Penilaian Temuan Hasil Audit (Tagihan/ Potensi
Total 113.238.678.733 625.152.584
Tagihan, Non Tagihan). Temuan
l Culture Dunia Usaha ris

68 WARTA BEA CUKAI EDISI 388 MARET 2007


PERISTIWA

DOK. INKADO
PERINGKAT LIMA. Ketua Inkado Korda Jawa Barat, Agustinus Djoko Pinandjojo berfoto bersama para atlet Inkado yang berhasil meraih medali emas dan
perunggu, dan berhasil menduduki peringkat ke lima dari 35 cabang lainnya.

Raih Dua Emas Inkado Korda Jawa Barat Mendapat Peringkat Lima
Kejuaraan yang bertepatan dengan ujian Forki lain di wilayah Jawa Barat, dan kelas ini juga menjadi
sekolah, menyebabkan Inkado Korda Jawa andalan pada event kejuaran berikutnya.
Peringkat tersebut memang wajar diraih oleh Inkado Korda
Barat turun tidak full team. Jawa Barat, karena dari hasil training center yang dilakukan

K
selama satu bulan penuh sebelumnya, para atlet ditelah
ejuaraan tahunan karate yang memperebutkan digembleng dengan latihan yang cukup berat dan intensif, selain
piala Pangdam Siliwangi kembali di gelar di GOR itu juga telah diujicobakan para pertandingan di wilayah Bekasi.
Pajajaran Bandung. Ikut serta dalam kejuaraan “Dari hasil ini juga diharapkan atlet Inkado dapat mewakili
tersebut 34 cabang Forki kota dan kabupaten propinsi Jawa Barat pada PON mendatang, dan satu hal yang
Bandung, atau sekitar 600 atlet karateka yang juga diharapkan dari para atlet adalah kesiapan mereka dalam
turun dalam 17 kelas pertandingan. mempertahankan gelar juara umum di kejuaran Inkado wilayah
Kejuaraan karate yang berlangsung pada 26-28 barat yang akan diselenggarakan di Lampung,” kata Agustinus.
Januari ini, dibuka oleh langsung oleh Pangdam Siliwangi Terkait dengan mutasi dirinya ke KPBC Belawan, Agustinus
Mayjen TNI George Toui Suta. Dalam kata sambutannya, menyatakan, hal tersebut tidak menjadi hambatan dalam
Pangdam berharap agar kejuaraan kali ini dapat mencari kepemimpinannya di Inkado Korda Jawa Barat, karena mutasi
bibit unggul yang dapat mewakili propinsi Jawa Barat adalah hal yang sudah biasa dan harus dijalankan oleh seluruh
pada pekan olah raga nasional mendatang di Lampung. jajaran DJBC.
Inkado Korda Jawa Barat pimpinan Agustinus Djoko Setelah dua hari bertanding akhirnya Forki kota Bandung
Pinandjojo yang juga merupakan Kepala Seksi keluar sebagai juara umum pada kejuaran kareta piala Pangdam
Penimbunan pada Kantor Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Siliwangi, dengan meraih empat medali emas, dan untuk runer up
A2 Belawan, turut serta pada event kejuaraan kali ini. diraih oleh Forki kabupaten Bogor, namun demikian dari seluruh
Namun demikian pada kejuaraan kali ini, Inkado Korda medali yang diraih, umumnya direbut oleh atlet Inkado yang
Jawa Barat hanya menurunkan 12 atletnya saja. mewakili Forki daerahnya. Dan kejuaran ini pun akhirnya ditutup
“Kejuaraan kali ini bertepatan dengan ujian sekolah oleh ketua Harian Forki Jawa Barat, Agustinus Djoko Pinandjojo.
jadi banyak atlet kami yang tidak turun, karena itulah Sementara itu Inkado Korda DKI pimpinan Maman
kami tidak turun full team, padahal dari hasil seleksi di Anurachman yang juga merupakan Kasubdit Intelijen Direktorat
kejuaraan wilayah barat kemarin di Bekasi, banyak atlet P2, pada 18 Februari 2007 mengadakan ujian Kyu bagi 600
kita yang sebenarnya siap untuk bertanding,” jelas atletnya, di Dojo Cilandak Jakarta Selatan. Pada kesempatan itu
Agustinus. Maman Anurachman mengatakan, Inkado Korda DKI juga tengah
Kendati demikian Agustinus yang juga merupakan Ketua mempersiapkan diri untuk mengikuti event kejuaran karate,
Harian Forki Jawa Barat menambahkan, dirinya memang merasa seperti kejuaraan Inkado wilayah barat di Lampung, PON dan
kurang puas akan hasil pertandingan ini, namun dengan meraih piala Mendagri.
dua emas di kelas –60 Kg junior dan kelas + 60 Kg, dan satu “Pada ujian kali ini juga kami melakukan seleksi kepada para
perunggu untuk kelas kata beregu, Inkado Korda Jawa Barat atlet yang akan diturunkan pada kejuaran nanti, dan setelah itu
menduduki peringkat kelima dari 34 cabang Forki lainnya. kami akan melakukan training center sehingga para atlet dapat
Selain hal tersebut, untuk kelas kata beregu atlet Inkado benar-benar tampil dengan maksimal dan tentunya target kami
Korda Jawa Barat untuk saat ini belum dapat tersaingi oleh atlet akan tercapai,” tandas Maman Anurachman. adi

EDISI 388 MARET 2007 WARTA BEA CUKAI 69


PERISTIWA

Marching Band
Bina Caraka
Peringkat 7 GPMB Nasional
MBBC tampil maksimal dengan jumlah maksimal. Masih menurutnya, seluruh tim mengikuti Training
tim minimal Center (TC) yang berada di Cilodong Jawa Barat dan juga di
GOR Ragunan untuk persiapan pertandingan dibawah

S
pengawasan pelatih MBBC. “Ketika TC kami latihan fisik
etelah absen pada beberapa kali penampilan maupun juga latihan lagu,”ujarnya.
Grand Prix Marching Band(GPMB) Nasional, Hal serupa juga disampaikan oleh Sumarno Yunus
Marching Band Bina Caraka (MBBC) yang berada Pengurus Harian MBBC, walaupun ia mengaku kurang
dibawah pembinaan Direktorat Jenderal Bea dan puas dengan penampilan timnya, namun ia merasa apa
Cukai, berhasil masuk dalam 10 besar final GPMB yang dilakukan oleh MBBC sudah cukup maksimal.
yang diselenggarakan di Jakarta pada 6-7 Januari 2007 di ”Persyaratan untuk mengikuti GPMB itu, tim harus
Istora Senayan Jakarta. Dengan mengusung tema movie berjumlah paling sedikit 60 dan maksimalnya lebih dari
soundtrack, MBBC tampil membawakan 3 lagu yang itu, nah…kami bermain dengan jumlah minimal 60 orang,
merupakan soundtrack dari film Indonesia. dan cukup membanggakan akhirnya tim kami masuk
Dipilihnya soundtrack lagu dari beberapa film Indone- sepuluh besar, menempati peringkat tujuh,”ujar Sumarno
sia untuk dimain- DOK. MBBC
kan dalam GPMB
menurut Intan
Sekartaji, koman-
dan pasukan
MBBC, lebih dika-
renakan keinginan
dari para anggota
tim yang masih
remaja, yang ten-
tunya juga lagu-
lagu tersebut ak-
rab di telinga para
anggota tim mar-
ching band.”Kita
memilih lagu ter-
sebut karena para
pemain marching
band kebanyakan
masih remaja,
supaya mereka
semangat dan
lagu-lagu tersebut
maupun filmnya
memang digemari
remaja,”ujarnya
kembali.
Intan mengata-
kan, timnya tampil
tanpa tanpa beban,
sehingga itu mung-
kin yang membuat
tim MBBC yang
berjumlah 60 per-
sonil tampil dengan PENYERAHAN PIALA. Teguh Ray Rahwono salah satu pelatih pada MBBC menyerahkan piala kepada pembina MBBC Frans Rupang.

70 WARTA BEA CUKAI EDISI 388 MARET 2007


MBBC. Saat tampil pada babak final GPMB yang diadakan di Istora Senayan Jakarta. Bagi yang ingin mulai bergabung saat ini, dengan berlatih selama
sekitar 10 bulan bisa tampil dalam GPMB berikutnya.

Keterbatasan anggota diakui Sumarno juga Bukan hanya menampilkan permainan musik saja,
merupakan masalah yang cukup rumit, untuk itu ia selalu namun juga kekompakkan dalam penampilan, kostum dan
menyampaikan kepada anggota MBBC untuk dapat juga koreografer juga mendapat perhatian dari tim juri,
merekrut teman-temannya yang lain. Tidak masalah jika karena kesemuanya itu merupakan satu kesatuan yang
anggota baru tersebut belum bisa membaca not balok tidak dapat dipisahkan dalam suatu tim marching band.
atau belum bisa memainkan alat WBC/ATS
Walaupun tampil dengan tim yang
musik, karena nanti mereka akan kecil, tidak menyurutkan penampilan
dilatih oleh pelatih yang kini berjumlah mereka, bahkan semangat tim
lima orang. terpompa ketika Frans Rupang selaku
Ia kembali mengatakan, setelah pembina MBBC hadir pada acara
disebarkannya formulir pendaftaran tersebut. “Kehadiran beliau mampu
yang terdapat pada majalah WBC memompa semangat kami, bahkan
edisi 385 bulan Desember 2006, beliau juga hadir pada latihan,”ujar
ternyata animo untuk untuk mendaftar Intan.
pada MBBC cukup baik, terbukti ada Mengenai kegiatan yang akan
beberapa anggota baru yang dilaksanakan oleh MBBC, baik
mendaftar dan bergabung pada MBBC. Sumarno maupun Intan sepakat akan
Mengenai latihan kepada anggota baru kembali mengikuti GPMB tahun 2007
Sumarno kembali mengatakan, bahwa yang rencananya akan
mereka akan dilatih bagaimana cara diselenggarakan sekitar bulan
membaca not balok maupun juga cara Desember, dan setelah melihat
memainkan alat musik,”Kalau mereka penampilan tahun 2006 lalu mereka
latihan terus pasti bisa baca not balok berusaha agar MBBC masuk dalam
maupun juga memainkan alat,”ujar posisi lima besar. Untuk itu MBBC
Sumarno. sejak awal 2007 telah melakukan
Pada GPMB tersebut, tim MBBC persiapan untuk menghadapi GPMB
diakui oleh Sumarno dan Intan harus selanjutnya dengan berbagai latihan,
menghadapi berbagai tim yang sudah baik itu lagu, koreografi dan lain
punya nama dan sudah sering menjuarai sebagainya.”Memang untuk GPMB
GPMB seperti marching band dari Pupuk SUMARNO. Menghimbau agar orang tua Pegawai kami memerlukan persiapan kurang
Kaltim, Garuda Indonesia, Universitas Bea Cukai untuk memperkenalkan Marching Band lebih hampir setahun,”ujar Intan
Indonesia dan lain sebagainya. Bea Cukai kepada anak-anaknya. kembali. zap

EDISI 388 MARET 2007 WARTA BEA CUKAI 71


RENUNGAN ROHANI

Mengenal Jati Diri Melalui Perayaan

Hari Raya Nyepi


OM Swastyastu. mata pentradisian ritual, namun mempunyai hakekat yang
Seyogyanya Hari Raya Nyepi untuk dihayati, sangat mulia yaitu sebagai pembuka pintu kesadaran yang
maha dalam dan tidak tersentuh aspek material. Sebab itu
bukan untuk dinikmati. Nyepi tak cuma Hari betapa pentingnya manusia melakukan renungan agar
Besar, Hari Suci dan sebagai tempat umat tercapai keseimbangan dan keselarasan sekala dan niskala.
berkaca dalam Samadi, tapi saat yang maha Usai keriuhan/kegaduhan pelaksanaan upacara Tawur
Agung Kesanga di hari Ngrupuk, keesokan harinya Bali pun
penting untuk melakukan kilas balik, agar seakan betul-betul mati. Seluruh kegiatan fisik dihentikan
manusia bisa mematut dandanan kembali. total. Alam lenggang. Jagat agung seakan betul-betul padam.
Maka sungguh sayang Hari Suci ini dimeriahkan Kebutuhan akan nikmat indria dilebur ke dalam sunyi-sepi-
dengan makan sepuas hati sepanjang hari. NYEPI. Pada hari inilah umat Hindu merayakan Hari Raya
Nyepi yang kali ini jatuh pada hari Senin, 19 Maret 2007
Sungguh keliru kalau diisi dengan kemeriahan sebagai datangnya Tahun Baru Saka 1929.
main judi domino atau maceki. Dalam menyambut Tahun Baru Saka yang diperingati
dengan Nyepi, umat Hindu melaksanakan Catur Brata

D
Penyepian yaitu : Amati Geni (tidak menyalakan api), Amati
i tengah krisis multidimensi yang mengarah kepada Karya (tidak bekerja), Amati Lelungan (tidak bepergian) dan
disintegrasi bangsa, ada secercah harapan hendak Amati Lelanguan (tidak menikmati hiburan).
diberikan umat Hindu lewat aktualisasi dan Suasanapun menjadi begitu hening dan udara bebas
pengamalan rangkaian Hari Raya Nyepi dan polusi. Bali menjadi pulau steril dari segala macam polusi,
pelaksanaan catur brata penyepian. karena semua pelabuhan sebagai pintu keluar dan masuk
Hari Raya Nyepi diawali upacara melasti ke laut, Bali baik laut maupun Bandara ditutup total selama 24 jam.
beberapa hari menjelang Nyepi. Selain sebagai wujud terima Suasana hening-sepi seperti ini hanya ada di pulau Bali, tidak
kasih kepada Sang Hyang Baruna dewa penguasa laut, yang ada di belahan dunia manapun.
telah menganugerahkan air suci kehidupan, upacara melasti
juga mempunyai makna pembersihan Bhuwana Agung (alam Amati Geni pada hakekatnya merupakan tuntunan bagi
semesta) dan Bhuwana Alit (diri manusia sendiri). Laut umat untuk mengheningkan perasaan dengan
merupakan simbol pembersihan keletehan (segala kotoran). mengendalikan api nafsu indria termasuk tidak berbicara,
Lewat ritual melasti ini umat Hindu membersihkan segala tidak makan dan minum (puasa) sehari penuh.
kotoran, baik yang ditimbulkan oleh pikiran, perkataan,
maupun perbuatan seluruh warga masyarakat yang telah Amati Karya, tidak bekerja atau tidak melakukan
dibutakan mata hatinya oleh nafsu indriawi. aktivitas, pada hakekatnya merupakan tuntunan untuk mulat
Setelah melasti, dilaksanakan upacara Tawur Agung sarira (introspeksi diri), merenungkan sepak terjang selama
Kesanga yang jatuh pada hari Minggu, 18 Maret 2007 ini. Setiap orang mesti mampu memilah atau menentukan
bertepatan dengan Tilem Kesanga. Upacara ini merupakan baik buruknya suatu perbuatan.
simbolis usaha manusia untuk mengembalikan
keseimbangan dan keharmonisan alam semesta beserta Amati Lelungan dan Amati Lelanguan pada hakekatnya
isinya. Prosesi upacara ini dilakukan di tingkat rumah tangga, sama yakni menyadarkan umat manusia agar tidak mudah
desa adat sampai ke tingkat propinsi dan tingkatan tergoda dengan gaya hidup hura-hura, boros, iri hati, dan
upacaranya pun berbeda sesuai tingkat wilayahnya. suka berpuas diri patut dihindari.
Pada sandyakala (senja hari) dilaksanakan upacara
Ngrupuk yaitu mengelilingi pekarangan rumah tiga kali Dalam kaitan religius-spiritual, Nyepi menjadi suatu
dengan membawa obor terbuat dari daun kelapa tua yang tahapan proses untuk mencapai pembebasan pengaruh
dibakar serta membunyikan kentongan atau apa saja yang duniawi guna mencapai penyatuan dengan Sang Pencipta.
dapat mengeluarkan suara riuh/gaduh dan sudut-sudut Maka berbahagialah mereka yang bisa melaksanakan
pekarangan rumah disimbuh (disemburi) dengan mesui Catur Brata Penyepian di hari suci Nyepi, karena dengan
(rempah-rempah yang dikunyah) serta diolesi bawang merah. demikian mereka berhasil memanfaatkan satu titik dari
Hal ini bertujuan untuk menetralkan kekuatan alam, sehingga perjalanan hidup dalam setahun untuk melakukan kilas balik
seluruh penghuni rumah bisa hidup tenang dan damai. sebagai satu upaya mengenal jati dirinya sendiri.
Selanjutnya di tingkat wilayah desa pekraman/desa adat, Sehari setelah Nyepi, diistilahkan Ngembak Geni,
sekaa teruna (organisasi para pemuda) mengarak keliling membuka api suci diri yang baru dan lebih cerah dan
desa Ogoh-ogoh yang berwajah seram, sebagai wujud dari cemerlang. Sebagai manusia biasa sudah tentu tidak luput
Bhuta Kala, yang diiringi dengan tabuh balaganjur. dari kesalahan baik yang disengaja maupun tidak disengaja,
Gegap gempita pawai ogoh-ogoh ini bermakna untuk dan momen ini sangat tepat untuk saling maaf memaafkan.
nyomya/mengembalikan para bhuta kala ke wujud dan Demikianlah Nyepi, jadi merupakan pengosongan diri
hakekat sejatinya, bahwa bhuta kala kembali menjadi dewa, yang sudah penuh dan letih selama setahun oleh berbagai
kegelapan beralih menjadi kecemerlangan dan keramaian rutinitas aktivitas, kepentingan, pikiran, ambisi, mungkin juga
kembali ke sejatinya yang hening-sepi, sehingga para bhuta dendam, iri hati, benci dan seterusnya. Dengan pengosongan
kala tidak lagi mengganggu kehidupan manusia. itu maka Nyepi adalah satu momentum penyiapan diri untuk
Makna yang sangat esensial dalam upacara Ngrupuk ini menjadi pribadi yang lebih jernih, cemerlang dan
adalah umat manusia dituntun agar mampu mengendalikan berpencerahan sehingga menjadi lebih kreatif dan produktif.
sifat-sifat keraksasaannya yang melekat pada dirinya sendiri. OM Santih Santihh Santi OM
Jadi upacara Tawur Agung Kesanga ini bukan semata- Umat Hindu KWBC XIII Bali - I Gusti Ngurah Winata

72 WARTA BEA CUKAI EDISI 388 MARET 2007


RUANG KESEHATAN

Perut Anda
Anda Bertanya
Bertanya
Dokter Menjawab
Dokter Menjawab

Terasa Perih DIASUH OLEH PARA DOKTER


DI KLINIK KANTOR PUSAT DJBC

S
aya seorang wanita berusia 30 tahun. Secara umum pada perut sebelah kiri, jarang ketempat perut bagian bawah.
kesehatan saya baik. Saya tidak pernah menderita Terdapat keluhan lain yaitu konstipasi (susah Buang Air
penyakit serius. Jika memang ada keluhan sakit, Besar) dan merasa adanya nyeri diperut yang tidak
biasanya akan sembuh setelah saya istirahat dan tidur berhubungan dengan makanan. Sifat nyerinya biasanya terus
cukup. Namun akhir-akhir ini saya sering sakit perut menerus atau kolik (sakit seperti diperas-peras) dan dapat
dibagian kiri bawah. Rasanya pedih dan melilit-lilit. Bila perut saya timbul saat defikasi (Buang Air Besar).
tekan, rasa sakitnya akan berkurang dan rasa sakitnya biasa l di usus buntu
saja. Bila terasa sakit buru-buru saya minum obat maag, akhirnya Sering disebut sebagai Appendicitis akan memberikan rasa
saya sering minum obat maag yang dalam sehari saya bisa nyeri yang dalam dan ditusuk-tusuk yang berpusat diperut
minum 2 tablet, memang tidak serta merta rasa sakit itu hilang, kanan bawah yang menjalar ke punggung sampai ke bahu.
biasanya akan hilang kalau saya minum obat maag kemudian l di Pankreas
tidur. Yang ingn saya tanyakan dokter, apakah saya menderita Rasa nyeri terdapat di ulu hati atau diperut kiri atas dan
penyakit maag atau penyakit lain ? dan bagaimana cara biasanya menjalar ke punggung bagian tengah dan bahu kiri.
mengatasinya. Terimakasih atas penjelasannya. Riza-Jakarta Sifat nyeri terasa sangat hebat dan dalam sehingga untuk
menghindari rasa nyeri biasanya sampai membungkukkan
Jawab : badan dari rasa nyeri biasanya sampai membungkukkan
Sakit perut yang dirasakan masih perlu dicari apakah ada badan.
hubungannya dengan makan, apakah timbulnya terus menerus, l di organ dalam kandungan
adakah perjalan ke lain tempat (ke pinggang, ke punggung, ke Rasa nyeri di perut bawah bagian tengah disertai keputihan
bahu, ke ulu hati, dan lain-lain). dan berhubungan dengan
Sifat nyerinya apakah seperti menstruasi.
diperas-peras ditusuk-tusuk atau Kelainan pada ginjal dan saluran
terjadi nyeri pada waktu atau kemih
sebelum buang air besar dan atau Esophagus l Rasa nyeri diperut bawah
buang air kecil. bagian tengah disertai keluhan
Hal ini berhubungan dengan waktu Buang Air Kecil seperti
adanya beberapa organ dalam sakit waktu buang air kecil atau
tubuh yang bisa menyebabkan Usus 12 Jari anyang-anyangan.
sakit perut, yaitu :
l Lambung yang bisa disebut Dilihat dari keluhan anda yang
sakit maag Pankreas berlokalisasi di perut kiri bawah di-
l Usus halus sertai perut terasa perih dan melilit-
l Usus besar lilit seperti di tusuk-tusuk kemung-
l Usus buntu kinan terjadi akibat peningkatan
l Kandung empedu dan asam lambung. Sebagian besar
Lambung
salurannya penyakit lambung yang disebut
l Pancreas sakit maag ini timbul beberapa saat
l Organ dalam kandungan atau beberapa jam setelah makan,
l Kelainan pada ginjal dan atau timbul pada waktu lapar
saluran kemih. Usus Besar kemudian makan makanan pedas-
pedas, asam atau makan mie.
Menurut lokasi dan kualitas Mie ini sangat cepat
dari rasa nyeri perut dari berbagai memberikan keluhan sakit perut
organ tadi akan berbeda. Usus Halus jika ada riwayat terlambat makan
l Bila dilambung atau tidak teratur makan. Pada
Timbulnya nyeri berhubungan Usus Buntu
saat tidak teratur makan atau
dengan makanan dan terlambat makan, asam lambung
berpusat digaris tengah ulu sedang meningkat. Mie yang
hati. Nyeri perut bisa kearah bersifat basa akan bertemu
perut sebelah kiri seperti pedih dan melilit-lilit. Biasanya dengan asam dari lambung menyebabkan keluhan sakit perut
disertai kembung, mual sampai muntah. Sebelumnya ada seperti perih dan melilit-lilit di perut kiri atau di daerah ulu hati.
riwayat kebiasaan makan tidak teratur dan terlambat makan, Untuk mengatasinya, diperlukan sikap hidup untuk mengatur
ada riwayat mengkonsumsi makanan pedas-pedas, asam, pola makan secara baik dari sarapan pagi, makan siang dan
mie dan kadang-kadang diikuti diare. Besar kemungkinan ada makan malam. Mengurangi makanan pedas-pedas, asam, mie
hubungan dengan pikiran (psikis) sehingga sulit tidur yang begitu juga minuman yang asam-asam. Istirahat yang cukup.
diikuti dengan peningkatan asam lambung. Sebaiknya untuk mengurangi mengkonsumsi obat maag ini harus
l di usus halus segera kontrol ke dokter dimana akan lebih terarah cara minum
Timbulnya nyeri di sekitar usus bilikus (pusar), yang obatnya untuk beberapa hari secara teratur selain diet yang baik
mungkin dapat menjalar ke punggung bagian tengah bila menurut saran dokter anda. Jika ada kemungkinan untuk dilaku-
rangsangannya sampai berat. kan Gastroskopi oleh dokter sebagai tindakan untuk melihat kela-
l di usus besar/kolon inan dinding lambung secara visuil (mata), tetapi ini bila dengan
Rasa nyeri yang di sebabkan kelainan di usus besar terutama obat-obatan belum ada perubahan. Semoga cepat sembuh.

EDISI 388 MARET 2007 WARTA BEA CUKAI 73


RUANG INTERAKSI


DALAM

Stres
KETIDAK
BERDAYAAN
KITA
MASIH ADA
Oleh: ORANG
Ratna Sugeng YANG LEBIH

Paska Banjir
TIDAK
BERDAYA

Pagi 7 Februari 2007 saya diminta muncul


dalam acara Healthy Life di salah satu program
televisi, topik yang dibahas sesuai dengan

Walaupun selalu saja ada barang yang hilang atau rusak se-
sudah banjir, mereka menikmati tinggal di wilayah nyaman
mereka. Kemana-mana dekat, tetangga akrab. Tetangga selalu
siap menolong dalam kesulitan, seperti mengantar ke dokter, kata
judul tulisan ini. bapak ibu ini. Ruli sendiri sering berada di luar kota atas tuntutan

J
pekerjaannya. Begitu mendengar kabar hujan turun di Jakarta, ia
akarta memang diguyur hujan sejak beberapa hari, segera menelpon ibunya, suatu antisipasi ketakutannya kalau-
sungai Ciliwung yang membelah kota Jakarta meluap, kalau ibunya kebanjiran. Bahkan seringkali hujan di kota tempat
dengan sendirinya sungai-sungai yang menumpahkan kerjanya pun memaksa dirinya untuk menelpon bapak-ibunya
airnya ke dalamnya ikut memuntahkan airnya ke menanyakan keadaan terkait banjir.
daratan yang dilaluinya. Akibatnya daerah-daerah
yang pada banjir besar tahun 2002 tidak banjir, menjadi BANJIR TANPA ANTISIPASI
digenangi air. Inilah banjir terbesar di Jakarta. Bagi warga bumi Bintaro di Jakarta banjir tak pernah dian-
Banjir tidak saja melumpuhkan perekonomian kota, ia ju- tipasi. Sejak duapuluh tahun lebih kawasan ini dikembang-
ga melumpuhkan kehidupan. Membuat perasaan terombang- kan, tak pernah air singgah masuk rumah. Maka ketika tanah
ambing antara harapan banjir segera surut dengan ketidak sekitar terendam, para penghuni tak pernah mengira air akan
tentuan masalah yang dihadapi sesudah banjir. Perasaan menyapa tempat mereka tidur dengan cepat dan merusak
kehilangan harta bergerak, tak bergerak bahkan orang-orang harta benda mereka. Air setinggi paha orang dewasa sampai
yang dikasihi. Harta tak sepenuhnya emas berlian, ia dapat setinggi leher. Tak ada lagi yang dapat diselamatkan, seluruh
berupa ijazah, sertifikat, perangkat kerja, akses informasi, benda yang dimiliki ikut terbawa arus yang lumayan deras.
alat transportasi, segala sesuatu yang mendukung denyut Hanya empat jam air menggenangi rumah namun dampak
kehidupan dan membuat hidup berarti. kehilangan sangat memukul. Syok, marah, sedih, bingung,
tak berdaya, putus asa dan lelah lahir batin.
BANJIR DENGAN ANTISIPASI
Bagi warga Kampung Melayu di Jakarta, banjir adalah ri- REAKSI STRES PASKA TRAUMA KARENA BANJIR
tual tahunan. Setiap musim hujan warga sudah bersiap Serangan tiba-tiba, tak dinyana, melenyapkan milik ber-
menghadapinya. Salah satunya adalah ibu dan bapak dari harga menimbulkan reaksi emosional mendalam dan
teman kami Ruli. Mereka tinggal sejak tahun 1970-an di pengalaman membuat tekanan berat. Suatu reaksi normal
Kampung Melayu, dimulai dari sebuah ruang yang kemudian atas situasi abnormal. Keadaan ini dikenal sebagai stres
terus beranjak sebagai sebuah rumah berlantai dua. paska trauma.
Berbagai kenangan atas upaya mewujudkan sebuah tempat Seseorang yang mengalami stres paska trauma merasa
tinggal begitu besar artinya dalam kehidupan keluarga ini. sangat ketakutan, tak berdaya atau di teror oleh (dalam hal ini)
Sejak banjir besar di Jakarta tahun 2002, Ruli dan sauda- hujan meski belum banjir. Peristiwa banjir ini meresap masuk
ra-saudaranya mengajak ayah dan ibunya untuk pindah dari dalam relung kalbu sehingga berulangkali bayangan, pikiran, atau
rumah itu, dan selalu dijawab dengan tolakan, meski persepsi banjir muncul seperti sebuah film yang diputar ulang
sebenarnya mereka mempunyai rumah di daerah bebas atau mimpi banjir menakutkan, bahkan ketika termenung sejenak
banjir tak jauh dari lokasi rumah banjir mereka sekarang. pun muncul kembali peristiwa banjir yang pernah dialami.
Setiap awal akan musim hujan setiap tahun ibunda Ruli Setiapkali melihat, mendengar, merasakan sensasi seperti bunyi
sudah bersiap-siap menghadapi banjir. Barang-barang yang bisa guntur, turunnya hujan, sungai, atau apapun terkait peristiwa
diangkatnya, satu persatu dinaikkan ke lantai dua rumahnya. banjir digambar atau nyata, akan membangkitkan perasaan
Mulanya ayah Ruli tak peduli dengan sikap isterinya, namun sejak terancam yang sangat tidak nyaman.
beberapa tahun ini ayahnya ikut membantu menaikkan Mereka yang mengalami stres paska trauma berusaha
barang-barang. Bulan Januari 2007 awal ibunda Ruli sudah menghindari peristiwa atau tanda yang mengingatkannya
mulai dengan aktivitas rutinnya menaikkan barang-barangnya pada kejadian tersebut, tak mampu mengingat kembali
ke lantai dua, dan saat itu hujan belum mulai turun di Jakarta. peristiwa yang sangat menyakitkan, kehilangan semangat

74 WARTA BEA CUKAI EDISI 388 MARET 2007


untuk melanjutkan kehidupan dan berprestasi, menjauh melihat hal negatif dari sisi positif, mengulurkan bantuan bu-
dari ikatan sosial dengan orang sekitarnya. Bahkan tidur kan menunggu bantuan. Banjir dapat dilihat sebagai sarana
terganggu, mudah marah tak terkendali, mudah tersing- untuk mengenal tetangga, memberi sumbangan tenaga dan
gung, sangat waspada, sulit konsentrasi. Gejala ini ber- pikiran membantu orang lain yang tak berdaya. Bangkitkan
tahan lebih dari sebulan, sehingga mengganggu hubung- diri bahwa diri masih berharga buat orang lain. Hiduplah un-
an sosial, pekerjaan dan fungsi manusia penting lainnya. tuk masyarakat, mereka membutuhkan anda, dalam ketidak
WBC/KY berdayaan kita
ANCAMAN DAN masih ada orang
RESPON yang lebih tidak
Banjir adalah berdaya.
ancaman, ia me- Bagi mereka
lahap setiap kepe- yang mengalami
milikan orang. stres paska trau-
Banjir juga mem- ma, berbagi duka
buat orang takut cerita bersama
akan hujan, takut sesama akan
dijarah, takut tidak menolong, selain
mendapatkan du- menyibukkan diri
kungan kebutuh- berkarya apa
an hidup (makan- saja. Beraktivitas
an, air bersih, akan membuat
MCK) dan berhen- pergeseran
tinya hujan serta ingatan buruk de-
banjir tak dapat ngan fokus pada
diramal. Tak ada kegiatan fisik.
kepastian dari Jika masih tak
BMG berapa be- dapat menggiring
sar curah hujan, kenangan buruk,
sampai kapan kunjungi psikiater
hujan deras turun. atau psikolog
Juga tak ada klinis yang anda
pelajaran tentang merasa nyaman
penyelamatan diri berbicara
dan membaca dengannya.
tanda alam akan
bencana. ORANG DAN BUMI
Pengetahuan YANG
yang minim ten- DIPIJAKNYA
tang penyelamat- Banjir rutin
an dan info bantu- bagi ibu dan ba-
an, listrik mati, ke- pak Ruli seakan
tidak berfungsian dinikmati, meski
alat komunikasi dengan kecemas-
membuat orang an tinggi bahkan
semakin mera- setiap selesai
sa terpojok dalam bencana banjir
bahaya. Orang kedua orangtua
menjadi seperti ini selalu dirawat
terkurung dalam di rumah sakit
gua tanpa tahu untuk gejala ke-
kejadian yang ada cemasannya
diluar sana. yang muncul da-
Berbagai res- lam gangguan
pon orang-orang sistem peredaran
seperti ini terjadi, darahnya.
ada yang pasrah Pindah rumah
tak berbuat apa- menurut Ruli a-
apa karena tak dalah solusi ter-
berminat dan tak baik, tetapi tidak
tahu. Ada yang baik bagi kedua
berinisiatif menyibukkan diri dengan membantu orang lain bapak-ibunya. Bagi bapak ibu ini, rumahnya sekarang meru-
(tim SAR, dapur umum, posko kesehatan), sebab dengan pakan bukti upaya optimalnya menegakkan kebersamaan
membantu orang lain ia merasa dirinya masih diperlukan dan membangun rumah tangga. Ada senang, ada duka, ada
berharga. Respon rasa mendapatkan penghargaan dengan kenangan manis dan pahit bersama. Disanalah mereka
menolong orang merupakan penyeimbang ketidak berdayaan tumbuh dan berkembang menjadikan diri berpasangan kuat
diterjang air bah. dan beranak pinak, disanalah bumi pijakannya.
Pindah dari tempat ini serasa mencabut pohon dan
BAGAIMANA MENOLONG DIRI DARI KETERPURUKAN akarnya, tanah berserakan tercerabut. Perlu pendidikan
Kehilangan harta benda membuat seseorang terjerembab menyerasikan logika dengan emosi. Logika menghindari
dalam titik nadir ketidak berdayaan. Membuat diri menjadi banjir, emosi lekat pada tanah perjuangan, dua hal yang
berdaya adalah jalan keluarnya. Setiap orang mempunyai bertolak belakang yang memerlukan proses panjang
mekanisme pertahanan diri. Anda bisa mengajari diri dengan negosiasi diri untuk dapat sampai pada keputusan.

EDISI 388 MARET 2007 WARTA BEA CUKAI 75


PROFIL

SAFUADI, ST. M.Sc


KABID IKC KANWIL I DJBC NAD

“TI di Bea Cukai


Sangat Mungkin Dikembangkan Sendiri...”
Kerja keras pasti akan membuahkan hasil, ketika suatu kali Safuadi, menangis di sekolah ketika ia tidak
begitulah gambaran hidup tokoh profil WBC kali memperoleh rangking pertama di kelas. Sudah terbayang di
benaknya ia akan mendapat hukuman sebagai konsekuensi
ini. Sejak kecil setiap hari didikan disiplin lepasnya rangking kelas. Benar saja, setibanya di rumah
menempanya untuk belajar lebih keras dan hukuman rutin berupa sabetan tali pinggang mendarat di
tidak boleh mendapat nilai rendah dari setiap badan ditambah pula hukuman tidak mendapat uang saku
selama satu kuartal.
mata pelajaran, hal ini semata-mata untuk Sejak saat itu, praktis perhatian pamannya semakin ketat.
mencapai keberhasilan dalam hidup. Meski Setiap sebulan sekali seluruh lemari buku diperiksa dan lembar
cukup menyakitkan dan sulit untuk diterapkan demi lembar buku-buku tulis miliknya diperiksa dan dihitung
pada anak seusianya ketika itu, namun ia jumlah halamannya sesuai tebalnya buku. Maksud pamannya
menghitung isi halaman buku tulis, lanjut Safuadi adalah agar
yakin kerja kerasnya kelak akan membuahkan sang paman tahu berapa nilai yang didapatnya. ”Dari halaman
hasil untuk hidupnya. buku itu beliau dapat berkesimpulan, kalau halaman buku

K
tersebut lengkap(jumlah halamannya) maka nilai-nilai saya
arena menganggap dirinya masih terlalu junior di bagus, tapi kalau jumlah halamannya berkurang berarti ada nilai
jajaran Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, maka saya yang jelek dan halamannya dirobek agar tidak ketahuan
saat diminta untuk ditulis profilnya, semula ia beliau.Misalnya jumlah halaman buku ada 40 halaman, setelah
merasa kurang tepat karena menurutnya masih dihitung paman tinggal 38 halaman, berarti saya menyobek dua
banyak senior-senior yang lebih tepat untuk halaman yang nilainya dianggap paman jelek.”ujarnya.
diangkat dalam profil WBC. Namun akhirnya ia pun bersedia Hukuman kepadanya sudah siap menunggu jika dirinya
menceritakan pengalaman hidupnya kepada pembaca WBC. mendapat nilai jelek atau dibawah standar yang ditetapkan sang
Safuadi, ST. M.Sc lahir di Matang Glumpang Dua – paman yaitu harus mendapat nilai sepuluh.
Kabupaten Bireuen (Nanggroe Aceh Darussalam) pada 5 Sejak sang paman membina rumah tangga, Safuadi
September 1969. Sebuah kota kecil 40 km arah barat kota dibawa serta pindah ke Bireuen dan meneruskan pendidikan
Lhokseumawe dari pasangan M. Harun (alm) dan Nuraida. di Bireuen. Meski perhatian sudah terbagi untuk keluarga,
Karena ayahnya adalah petani kopi di dataran tinggi Gayo sang paman masih tetap menerapkan disiplin yang keras. Ia
(terkenal dengan kopi Gayonya), Safuadi kecil tidak sempat tidak pernah boleh keluar rumah pada waktu malam hingga
mengecap masa kecilnya di tanah kelahirannya karena menamatkan sekolah menengah. Seluruh waktu di malam
dibawa ke Takengon hari dihabiskan untuk belajar.
Memasuki masa sekolah, Safuadi kecil dibawa ke Medan Untuk melanjutkan pendidikan tinggi sebenarnya ia
oleh pamannya karena standar pendidikan yang ketika itu sangat ingin meneruskan ke Pulau Jawa. Institut Teknologi
dianggap masih rendah di Takengon. Memasuki jenjang Bandung (ITB) adalah tujuan pendidikan S1-nya, namun
pendidikan dasar di Sekolah Dasar Angkasa di kawasan karena ketidakmampuan dana ia harus memilih di Universitas
Polonia Medan dengan pola didikan ala militer oleh paman Syiah Kuala di Banda Aceh, itupun harus dengan perdebatan
membuatnya terdidik disiplin. panjang ketika kedua orang tuanya memaksa untuk memilih
Setiap hari didikan disiplin menempanya untuk belajar lebih FKIP (Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan) dengan
keras, tidak boleh mendapat nilai rendah dari setiap mata pertimbangan biaya kuliah yang lebih murah.
pelajaran. Pernah sekali waktu Safuadi, demikian panggilannya, Tekad yang sedemikian besar untuk masuk di fakultas
memberikan jawaban yang salah pada mata pelajaran teknik memberikan konsekuensi bahwa ia harus bekerja
matematika, sesampai di rumah ia mendapat tugas mengulang paruh waktu agar biaya kuliah dapat tertanggulangi. Mulailah
jawaban yang salah hingga penuh satu buku tulis disertai Safuadi memasuki babak baru sebagai mahasiswa yang
pukulan tali pinggang. Buah dari didikan keras tersebut, ia selalu “nyambi” kerja sebagai penyiar radio di sebuah radio swasta.
mendapat rangking teratas dikelasnya sejak Sekolah Dasar. “Ibarat burung lepas dari sangkar, saya jadi tidak dapat
Ada pengalaman yang diakuinya cukup memalukan, yaitu membagi waktu, hari-hari diisi dengan “siaran, off air dan

76 WARTA BEA CUKAI EDISI 388 MARET 2007


EDISI 388 MARET 2007 WARTA BEA CUKAI 77
PROFIL
DOK. PRIBADI
menyelesaikan DPT III khusus di Pusdiklat Bea dan Cukai
Rawamangun, ia dimutasi sebagai pelaksana di KPBC Balik-
papan. Karena jarak yang sangat jauh dari Nanggroe Aceh
Darussalam, ia memohon untuk dapat dimutasi ke Aceh.
Pertimbangan permintaan mutasinya adalah karena ia
tidak dapat membawa istrinya (Julinawati. S.Si, M.Si) yang
berstatus sebagai dosen di FMIPA Kimia Universitas Syiah
Kuala, sementara di Balikpapan tidak ada universitas negeri,
terlebih setelah kelahiran putra pertamanya M. Hafidz Ash
Siddiq, keinginannya untuk kembali ke Aceh sangat besar.
Tepatnya 21 September 1998, ia di mutasi sebagai Kasubsi
Perbendaharaan di KPBC Ulee Lheue – Banda Aceh dan
hingga sekarang ia belum pernah di mutasi ke luar Aceh.
Selama di Aceh, ia dikaruniai dua orang putri Arina Khairu
Ummah dan Azzahra Humaira Fatin.
Kondisi Aceh pada waktu kepindahannya sangat kondusif,
namun dua bulan setelah itu, terjadi perubahan besar yang
diawali dilaksanakannya referendum yang dimotori oleh SIRA
BERSAMA KELUARGA. Berfoto bersama dengan keluarga yang dicintai (Sentra Referendum Aceh) yang ketika itu diketuai oleh
Muhammad Nazar yang sekarang menjadi wakil gubernur
lebih banyak meninggalkan pelajaran, termasuk bermain NAD. Suasana konflik semakin hari semakin manjadi, suasana
domino dan kartu truft yang menjadi rutinitas barunya ketika mencekam dan teror sudah menjadi hal yang lazim di NAD.
itu. Kuliah jadi terbengkalai dan pada semester 4 saya Suasana mencekam dan intimidasi ketika itu sudah terlalu
menghadapi masa kritis karena SKS yang terkumpul di sering dirasakannya dan juga para pegawainya sehingga
ambang batas Drop Out (DO),” kenang Safuadi. berdampak pada eksodusnya pegawai-pegawai non Aceh.
Menyadari ketertinggalan, dan nasehat dari temannya, maka Hal ini berdampak pada pelaksanaan tugas sehari-hari
mulailah Safuadi memacu diri dengan disiplin yang pernah ter- disana dimana seluruh jabatan Kasubsi ia rangkap. Selain itu
tanam. Buah dari itu semua prestasi kuliahnya meningkat, pada ia juga mengatakan, ketika itu KPBC Ulee Lheue yang
beberapa semester terakhir ia diangkat menjadi asisten dosen berada dalam lingkungan Kanwil I DJBC Medan
dan direkomendasikan menjadi dosen oleh laboratorium tempat mengharuskan pejabat Bea Cukai di NAD rutin untuk pergi ke
ia menjadi asisten (diluar jalur calon dosen penerima bea siswa Kanwil di Medan, sementara penerbangan dari Banda Aceh
TID). Dari tiga orang asisten dosen yang dipromosikan menjadi ke Medan hanya satu kali, sehingga perjalanan darat adalah
dosen, hanya satu orang yang diangkat menjadi dosen, hal ini alternatif satu-satunya menuju Medan.
disebabkan sedikitnya formasi yang tersedia pada waktu itu, ia Dalam perjalanan tersebut, ia harus diperiksa di pos
dan satu orang temannya menunggu untuk pengangkatan selan- pemeriksaan aparat keamanan dan pos pemeriksaan pihak
jutnya. Karena Safuadi tidak sabar menunggu pengangkatan, ia GAM yang membuat hal tersebut menjadi sangat
pun melamar ke Departemen Keuangan. tidak nyaman. Tidak jarang pula ia berulang kali terjebak
dalam kontak senjata para pihak yang bersengketa, bahkan
JADI PEGAWAI BEA DAN CUKAI PENUH TANTANGAN tidak jarang pula ia bermalam di jalan hingga kontak senjata
Diakuinya, cukup banyak tantangan yang harus ia hadapi berakhir. Sering kali ia ‘mengakali’ pihak GAM saat
setelah menjadi pegawai bea cukai. Situasi Aceh yang masih pemeriksaan, dengan cara mengirim perlengkapan dinas
belum aman ketika ia diangkat menjadi pegawai sampai dalam satu paket pada bus yang sama, sehingga seolah-olah
pengalamannya saat menghadapai musibah bencana alam ia sebagai pedagang yang akan berbelanja barang ke
Tsunami yang sangat dahsyat yang terjadi pada akhir tahun Medan. Pada akhir tahun 2000, kepala kantor memasuki
2004, merupakan kenangan hidup yang selamanya tidak masa purna bakti dan ia dipercaya menggantikan posisi
akan dilupakan Safuadi. Kepala KPBC Tipe C Ulee Lheue yang ketika itu dijabat oleh
Tepatnya pada tanggal 1 Maret 1996 ia resmi menjadi M. Nur Djalil pada 22 Juni 2001.
pegawai Direktorat Jenderal Bea dan Cukai. (DJBC). Setelah Enam bulan kemudian ia diberikan amanah untuk
DOK. PRIBADI
menjabat Kepala KPBC Tipe B Sabang. Karena adanya
reorganisasi, KPBC Sabang yang sebelumnya merupakan
Kantor Bantu dilingkungan KPBC Ulee Lheue dinaikkan
statusnya menjadi KPBC Tipe B. Jabatan eselon III yang
diberikan menurutnya masih terlalu dini untuk dijabat, karena
masa kerjanya pada waktu itu baru 5 tahun. “Mungkin karena
keadaan Aceh ketika itu dalam kondisi konflik yang membuat
Direktorat tidak mempunyai pilihan (mengangkatnya) menjadi
kepala KPBC Sabang,”ujarnya.
Meskipun demikian ia berprinsip bahwa jabatan itu adalah
amanah dan kepercayaan pimpinan yang harus dilaksanakan
dengan penuh tanggung jawab. Kondisi konflik memberikan
pelajaran berharga, dimana meski dalam kondisi sulit, tugas
harus tetap dapat terlaksana dengan baik.
Selama bertugas di Aceh, Safuadi mengalami tiga kali
masa darurat. Diawali dengan darurat militer, darurat sipil dan
tanggap darurat tsunami. Pada saat peristiwa tsunami yang
melanda Aceh pada akhir tahun 2004, ia bersama keluarga
dapat menyelamatkan diri dari kejaran air laut yang menuju
daratan, walau sempat terjebak dalam air, namun akhirnya,
ia bersama keluarga berhasil menyelamatkan diri.
Pada peristiwa tersebut, Safuadi bersama keluarga segera
DI SABANG. Safuadi bersama dengan staf saat menerima kunjungan mengarahkan mobilnya menuju daerah yang lebih tinggi.
Kakanwil I NAD Bactiar di KPBC Sabang Bersyukur, pada saat air bah datang dari berbagai penjuru, ia

78 WARTA BEA CUKAI EDISI 388 MARET 2007


DOK. PRIBADI
segera mengarahkan mobilnya ke depan sebuah rumah berlantai
dua milik orang lain. “Seluruh keluarga saya suruh masuk ke
rumah yang berlantai dua tadi, meski harta benda saya
semuanya hancur dan hilang oleh tsunami, namun Alhamdulillah
kami masih dilindungi Allah SWT,” kenangnya.

S2 TI DI MALAYSIA
Disela-sela bertugas di Aceh, ia sempat meneruskan
pendidikan S2. Diawali oleh keinginannya untuk meneruskan
pendidikan, ia mendapat tawaran untuk menjadi pelajar
pasca sarjana di Nasional University of Malaysia (UKM).
Tawaran ini datang dari teman sesama asisten semasa masih
di bangku kuliah S1 yang pada saat itu sedang melanjutkan
kuliah di Malaysia. Bidang studi yang ditawarkan adalah
bidang “pemrograman (computational)”, Sebenarnya bidang
ini jauh dari bidang studi yang digelutinya di S1, namun
karena beasiswa yang tersedia adalah bidang tersebut, maka
ia mencoba untuk mendalaminya.
Setelah mendapat ijin belajar dari Sekretariat Negara,
Safuadi melepas jabatan kepala kantor dan berangkat ke
Malaysia pada bulan November 2002 untuk memulai kuliah
pasca sarjana. Dua tahun kemudian pendidikan tersebut DI DEPAN TOYO UNIVERSITY JEPANG. Sesaat ketika akan menjumpai
selesai. Karena memperoleh hasil yang baik, profesor professor
memintanya untuk meneruskan ke program Doktoral (S3).
Safuadi sendiri mempertimbangkan untuk segera kembali ke Fresh graduate, baik bagi adik-adik prodip, (begitu ia
Indonesia untuk melaksanakan tugas di DJBC, sebaliknya menyebut para juniornya), maupun dari penerimaan sarjana
profesor tetap menyarankan agar program yang sudah di- agar diberi kesempatan melanjutkan pendidikan S2 bidang
develop semasa S2 dapat diteruskan. TI. Bentuk kerjasama dapat dilakukan antara DJBC dan pihak
Ia sangat bersyukur karena mendapatkan seorang profesor universitas dengan cara membimbing mereka membangun
yang sangat baik. Sang professor membantunya untuk bisa terus software untuk keperluan Bea Cukai. “Dengan begitu,
melanjutkan program kuliah doktoralnya dengan membuat suatu selesainya pendidikan ditandai dengan selesainya software
kesepakatan berupa MOU antara UKM (University Kebangsaan yang dibuat oleh para adik-adik tadi,”usulnya.
Malaysia) dengan Universitas Syiah Kuala di Banda Aceh dan “Dengan biaya kuliah yang relatif murah hanya Rp.7 juta
Toyo University di Jepang. Sehingga saat ini ia tetap terdaftar per semester atau kira-kira Rp.200 juta sudah termasuk biaya
sebagai mahasiswa program Doktoral di UKM Malaysia dengan hidup, uang saku, uang buku, uang sidang, pembelian laptop,
gabungan supervisor dari UKM-Unsyiah dan Toyo University dan software pendukung untuk program master (di Malay-
sebagai Central Computational Research. Untuk pertemuan rutin sia). DJBC akan mempunyai ahli untuk menyelesaikan
atau konsultasi akademik dilaksanakan di Malaysia maupun di berbagai permasalahan, misalnya permasalahan administrasi
Indonesia. Sedangkan untuk pertemuan di Jepang dihadiri oleh kepegawaian (yang selama ini cenderung manual) network-
para pembimbing. ing, pengelolaan web, pengelolaan dan optimalisasi database
Sepulang dari mengikuti pendidikan di Malaysia, banyak bahkan software-software pelayanan kepabeanan dan cukai.
rekan sejawat mengatakan bahwa ia adalah ahli Teknologi Sehingga DJBC dapat membangun sendiri aplikasi TI tanpa
Informasi (TI) di Bea dan Cukai, namun menurut tergantung pada pihak luar. Semoga hal ini bisa terwujud,”
pengakuannya mungkin ini sedikit kekeliruan, pemrograman tandas Safuadi yang kini menjabat sebagai Kepala Bidang
adalah bagian dari TI, dan TI itu sendiri sangat luas, bahkan Informasi Kepabeanan dan Cukai, Kanwil I DJBC NAD .
sekarang ini ada banyak universitas yang mengembangan TI Sebuah harapan ia sampaikan. Suatu saat nanti
sebagai satu fakultas tersendiri. Direktorat Jenderal Bea dan Cukai akan menerapkan
Tuntutan globalisasi dan perkembangan teknologi teknologi informasi untuk semua bidang tugas sehingga
memberikan peluang optimalisasi berbagai bidang pekerjaan. tercapai optimalisasi dan efisiensi pelaksanaan tugas
Peningkatan kualitas kerja, kecepatan, ketepatan dan demi peningkatan kinerja dan citra. zap
efisiensi biaya akan dapat diperoleh dengan penggunaan TI. DOK. PRIBADI
“Cara-cara manual dan konvensional sudah banyak
ditinggalkan untuk berbagai aktifitas pekerjaan. Penggunaan
teknologi informasi di berbagai negara telah dapat
meminimalkan human error, personal interest dan berbagai
permasalahan inefisiensi lainnya,” ujar Safuadi.
Demikian halnya dengan DJBC, menurut Safuadi sebagai
institusi yang terlibat langsung dengan dunia internasional,
terlebih dengan visi “mensejajarkan diri dengan institusi
kepabeanan dunia”, sudah selayaknya penggunaan teknologi
informasi mendapatkan skala prioritas utama. Banyak hal
sudah dilaksanakan oleh DJBC dalam hal penerapan
teknologi informasi, namun masih banyak yang perlu
dioptimalkan. Selama ini pengembangan dan penerapan TI di
DJBC sangat tergantung pada pihak luar, disisi lain DJBC
mempunyai SDM yang sangat potensial untuk
mengembangkan TI bagi keperluan internal Bea dan Cukai.
Safuadi punya pemikiran bahwa TI di Bea dan Cukai
sangat mungkin dikembangkan sendiri oleh Bea dan Cukai.
Menurutnya semua bidang kerja dapat dioptimalkan menggu-
nakan TI, ia menyarankan bahwa untuk jangka menengah DI JEPANG. Safuadi (kanan) bersama Kasubdit Penimbunan ketika itu Sutardi
perlu dilahirkan SDM-SDM yang pakar di bidang TI. (kiri.) saat Mengikuti Midlle Management Training di Jepang

EDISI 388 MARET 2007 WARTA BEA CUKAI 79


APA KATA MEREKA
Minggu itu
(10/12) masya- W i n d a V i s k a
rakat tumpah
ruah memban-
jiri sirkuit Sen- “Ada Teman yang Mengurus Semuanya...”
tul, Bogor.
Pasalnya, pada Bagi anda penggemar serial komedi OB (Office Boy-red) yang diputar di salah
hari itu untuk satu televisi swasta Indonesia, anda pasti akrab dengan sosok perempuan mungil
yang kedua ka- penggemar warna ungu yang bernama Shachya. Shachya yang memiliki nama asli
linya Indonesia Winda Viska ini, mulai meroket namanya sejak ia masuk dalam lima besar
menjadi tuan Indonesian Idol yang pertama. Kini, wajahnya pun semakin dikenal masyarakat
rumah perhe- setelah ia membintangi serial OB.
latan akbar, A1 Winda yang kini lebih sering dipanggil orang dengan nama Shachya
Grand Prix mengatakan aktingnya yang lucu dalam serial OB lebih dikarenakan ia mengikuti
World Cup of apa yang ditulis dalam skrip. Namun ia mengaku, kalau skrip yang bagus tidak
Motorsport didukung dengan pemain yang bagus maka jadinya tidak akan bagus. “Kebetulan
2006. Duapu- semua pemain-pemain di serial OB itu aktingnya natural. Walaupun aku sebenarnya
luh tiga negara gak seperti Shachya lho, tapi aku berusaha bermain tanpa beban,” ungkapnya.
mengirim para Selain syuting OB, Shachya tidak lupa dengan kegiatan nyanyinya. Hanya saja
pembalap han- ia mengaku sulit untuk mengatur jadwalnya menyanyi karena syuting OB yang
dalnya untuk begitu menyita waktu (senin-jumat-red). Beberapa tawaran untuk bermain film pun
bersaing di sempat ditolaknya karena untuk saat ini Shachya memilih berkosentrasi di serial OB
pentas dan nyanyi.
bergengsi itu. Ditemui WBC disela-sela kejuaraan A1 GP, Shachya mengatakan, kejuaraan A1
Indonesia sen- di Indonesia digelar untuk yang kedua kalinya dan hal itu merupakan suatu
diri diwakili oleh kehormatan bagi Indonesia. “Yang aku tahu, pada April lalu seharusnya negara lain
pembalap yang ketempatan menjadi tuan rumah, tapi karena negara itu mengundurkan diri
Lucky Octavian nasional, Anan-
da Mikola. Wa-
maka Indonesia langsung mengajukan diri. Yang jelas Indonesia keren banget udah
bisa menyelenggarakan event internasional dengan persiapan yang sepanjang aku
laupun Indone- tahu cuma 3 minggu,” ujarnya.
“Gak Pernah Bawa sia tidak mam-
pu duduk
Saat disinggung apakah ia pernah kesulitan berhadapan dengan petugas bea
cukai di bandara Soekarno Hatta, Shachya mengaku tidak pernah mengalami
yang Aneh-aneh...” dalam 10 besar
(Ananda bera-
kesulitan saat berhadapan dengan petugas bea cukai. “Semuanya biasa-biasa aja.
Dan biasanya yang ngurusin semuanya saat aku ada di bandara ya teman aku, jadi
da diposisi ke- aku nggak pernah mengalami kesulitan dengan petugas, baik yang di Indonesia
12-red), namun perhelatan itu bisa menjadi bukti bahwa maupun yang diluar negeri,” imbuh Shachya yang biasanya pergi keluar negeri
Indonesia mampu menjadi tuan rumah yang baik. dalam rangka nyanyi dan berlibur.
Ditemui WBC sebelum dimulainya A1 GP, Lucky Ketika ditanya apakah ia tahu tugas dan fungsi bea cukai, Shachya terlihat
Octavian, Indonesian Idol, mengatakan bahwa A1 GP berpikir sejenak dan mengatakan, “Aduh… aku
memang tidak sekelas Formula 1, tapi tetap merupakan pernah belajar dulu waktu di SMA,
kejuaraan dunia antar negara. Sehingga ia merasa untuk barang-barang yang masuk
bangga karena Indonesia mampu menjadi tuan rumah. ke Indonesia misalnya barang
Oleh sebab itu ia tidak ragu untuk memberikan belanjaan harus kena bea
dukungannya pada pembalap Indonesia. cukai. Aku sendiri nggak
Saat ditanya mengenai kesannya terhadap petugas pernah bayar karena ka-
bea cukai di bandara Soekarno Hatta, Lucky mengaku lau aku belanja kotak-
tidak pernah mengalami masalah yang berarti dengan nya dibuang hehe….”
petugas saat pulang dari luar negeri. “Biasanya suka Shachya menyaran-
ditanya ini itu, tapi nggak terlalu ribet,” ungkap Lucky kan pada petugas bea
yang pada event A1 GP tersebut tampil bersama Winda cukai agar keep
Viska menyanyikan sebuah lagu berjudul We Are The smiling dalam bertu-
Champion dari grup musik legendaris Queen. gas. Ia juga berharap
Barang-barang bawaannya pun tidak pernah ditegah agar petugas lebih
atau ditahan oleh petugas. Hingga saat ini semuanya bertanggung jawab
masih aman-aman saja. “Paling kalau bawa makanan terhadap tugasnya
diperiksa dan aku gak pernah bawa yang aneh-aneh. dan lebih taat pada
Jadi di travel bag aku hanya ada baju, sepatu, peralatan peraturan. Kalau
mandi dan alat cukur hehehe…udah itu aja, aku gak mengenai korupsi
pernah bawa yang macem-macem,” imbuhnya. dan kolusi,
Saat ditanya apakah ia tahu tugas dan fungsi Bea semata-mata
dan Cukai, Lucky mengatakan bahwa Bea Cukai bukan hanya milik
merupakan suatu badan yang bertugas sebagai Bea dan Cukai
keamanan dimana para wisatawan atau siapapun yang tetapi juga instansi
berkunjung ke suatu negara, harus melalui proses- lain yang ada di
proses yang sudah ditetapkan Bea Cukai. “Hanya saja, Indonesia. Oleh
disetiap negara kan berbeda-beda prosesnya. Seperti sebab itu, semuanya
yang aku dengar, kalau ke Singapura bawa rokok maka kembali pada diri
akan ditanyain sama petugas bea cukainya,” katanya. masing-masing. Aparat
Ketika diminta sarannya bagi petugas bea cukai di birokrasi harus
Indonesia, Lucky langsung nyeletuk, “Kalau lagi meriksa memulainya de-
jangan galak-galak ya, soalnya kadang bikin sport ngan mem-
jantung juga. Jadi kalau senyum kan lebih baik. Tapi apa perbaiki
memang sikapnya sudah seharusnya begitu kali ya. dirinya
Kalau aku ngadepin itu ya bersikap nice aja lah, supaya sendiri
prosesnya lancar hehe….” terlebih
Lucky sendiri mengaku selama ini pergi ke luar dahulu.
negeri dalam rangka “ngamen”. Untuk saat ini, negara Akur
yang ia kunjungi dalam rangka “ngamen” masih di sekitar deh
Asia, seperti Brunai Darussalam dan Singapura. Selain Sha…
“ngamen”, kegiatan Lucky saat ini adalah ifa
mempromosikan album singlenya yang berjudul
Interload, yang saat ini sudah beredar dipasaran. Tak
hanya itu, ia pun sedang sibuk membuat album yang
akan menjadi salah satu soundtrack film Indonesia
(namanya masih dirahasiakan-red) yang rencananya
akan keluar sekitar Januari 2007. ifa

80 WARTA BEA CUKAI EDISI 388 MARET 2007


K E P U T U S A N & K E T E T A P A N
KEPUTUSAN MENTERI KEUANGAN
NOMOR 925/KMK.04/ 2006

TENTANG
PENGADAAN PITA CUKAI
TAHUN 2007
MENTERI KEUANGAN,
Menimbang :
a. bahwa dalam rangka melaksananan ketentuan Pasal 7 ayat (4) Undang-Undang Nomor 11 Tahun 1995
tentang Cukai, pita cukai sebagai bukti pelunasan cukai disediakan oleh Menteri Keuangan.
b. bahwa guna menjamin ketersediaan pita cukai dalam rangka pengamanan penerimaan negara dan
kepastian bagi dunia usaha terkait untuk memperoleh pita cukai, pita cukai harus sudah tersedia pada
awal Januari 2007;
c. bahwa pita cukai sebagai barang yang mempunyai nilai sekuriti tinggi perlu dijamin keamanan,
kerahasiaan, kelancaran, dan kontinuitas ketersediaannya sepanjang Tahun 2007, sehingga oleh
karenanya pengadaan pita cukai Tahun 2007 dipandang perlu dilakukan dengan penunjukan langsung;
d. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a, b, dan c, perlu menetapkan
Keputusan Menteri Keuangan tentang Pengadaan Pita Cukai Tahun 2007;
Mengingat :
1. Undang – Undang Nomor 11 Tahun 1996 tentang Cukai (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun
1995 Nomor 76, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3613);
2. Undang – Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara (Lembaran Negara Republik
Indonesia Tahun 2003 Nomor 47, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4286);
3. Undang – Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara (Lembaran Negara Republik
Indonesia Tahun 2004 Nomor 5, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4355);
4. Peraturan Pemerintah Nomor 32 Tahun 2006 tentang Perusahaan Umun Percetakan Uang Republik
Indonesia (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2006 Nomor 68);
5. Keputusan Presiden Nomor 42 Tahun 2002 tentang Pedoman Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan
Belanja Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2002 Nomor 73, Tambahan Lembaran
Negara Republik Indonesia Nomor 4214) sebagaimana telah diubah dengan Keputusan Presiden Nomor
72 Tahun 2004 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 92, Tambahan Lembaran
Negara Republik Indonesia Nomor 4418);
6. Keputusan Presiden Nomor 80 Tahun 2003 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa
Instansi Pemerintah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 120, Tambahan
Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4330) sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir
dengan Peraturan Presiden Nomor 8 Tahun 2006;
7. Keputusan Presiden Nomor 20/P Tahun 2005;
8. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 43/PMK.04/2005 tentang Penetapan Harga Dasar dan Tarif Cukai Hasil
Tembakau sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 17/PMK.04/2006;
MEMUTUSKAN
Menetapkan :
KEPUTUSAN MENTERI KEUANGAN TENTANG PENGADAAN PITA CUKAI TAHUN 2007.
PERTAMA :
Pengadaan pita cukai Tahun 2007 dilaksanakan dengan menunjuk Perusahaan Umum Percetakan Uang
Republik Indonesia (Perum PERURI).
KEDUA :
Teknis pelaksanaan pengadaan pita cukai sebagaimana dimaksud dalam Diktum PERTAMA berpedoman
pada ketentuan pengadaan barang/jasa pemerintah.
KETIGA :
Keputusan Menteri Keuangan ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan.
Ditetapkan di Jakarta
Pada tanggal 23 November 2006
MENTERI KEUANGAN
ttd
SRI MULYANI INDRAWATI

BONUS WARTA BEACUKAI EDISI 388 MARET 2007


1
K E P U T U S A N & K E T E T A P A N
PERATURAN DIREKTUR JENDERAL BEA DAN CUKAI
NOMOR P-22/BC/2006

TENTANG
PENYEDIAAN DAN
TATA CARA PEMESANAN
PITA CUKAI MINUMAN
MENGANDUNG ETIL
ALKOHOL ASAL IMPOR
DIREKTUR JENDERAL BEA DAN CUKAI,
Menimbang :
bahwa untuk melaksanakan ketentuan Pasal 4 Peraturan Menteri Keuangan Nomor 112/PMK.04/2006
tentang Penyediaan dan Desain Pita Cukai Minuman Mengandung Etil Alkohol Asal Impor, perlu menetapkan
Peraturan Direktur Jenderal Bea dan Cukai tentang Penyediaan dan Tata Cara Pemesanan Pita Cukai
Minuman Mengandung Etil Alkohol Asal Impor;

Mengingat :
1. Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1995 tentang Kepabeanan (Lembaran Negara Republik Indonesia
Tahun 1995 Nomor 75, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3612) sebagaimana
telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2006 (Lembaran Negara Republik Indonesia
Tahun 2006 Nomor 93, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4661);

2. Undang-Undang Nomor 11 Tahun 1995 tentang Cukai (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1995
Nomor 76, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3613);

3. Keputusan Menteri Keuangan Nomor 240/KMK.05/1996 tentang Pelunasan Cukai sebagaimana telah
diubah dengan Keputusan Menteri Keuangan Nomor 105/KMK.05/1997;

4. Keputusan Menteri Keuangan Nomor 466/KMK.01/2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen
Keuangan;

5. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 112/PMK.04/2006 tentang Penyediaan dan Desain Pita Cukai
Minuman Mengandung Etil Alkohol Asal Impor;

MEMUTUSKAN :
Menetapkan :
PERATURAN DIREKTUR JENDERAL BEA DAN CUKAI TENTANG PENYEDIAAN DAN TATA CARA
PEMESANAN PITA CUKAI MINUMAN MENGANDUNG ETIL ALKOHOL ASAL IMPOR.

Pasal 1
Dalam Peraturan Direktur Jenderal ini, yang dimaksud dengan :
1. Permohonan Penyediaan Pita Cukai Minuman Mengandung Etil Alkohol Asal Impor (P3CM) adalah
dokumen yang digunakan Pengusaha untuk mengajukan permohonan penyediaan/pencetakan pita cukai
sebelum pengajuan CK-1A.
2. Importir adalah importir minuman mengandung etil alkohol asal impor yang ditunjuk/kuasanya sesuai
dengan ketentuan yang berlaku.
3. Kantor Pelayanan adalah Kantor Pelayanan Bea dan Cukai yang mengawasi tempat importasi minuman
mengandung etil alkohol asal impor.
Pasal 2
(1) Pita cukai minuman mengandung etil alkohol (MMEA) asal impor disediakan di Direktorat Cukai.

2 BONUS WARTA BEACUKAI EDISI 388 MARET 2007


K E P U T U S A N & K E T E T A P A N
(2) Penyediaan pita cukai sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dapat dilakukan berdasarkan permohonan
importir dengan menggunakan P3CM melalui Kantor Pelayanan.
(3) Dalam rangka penyediaan pita cukai sebagaimana dimaksud pada ayat (1), Direktorat Cukai dapat
mengadakan persediaan pita cukai MMEA asal impor yang disimpan di gudang pita cukai Kantor Pusat
Direktorat Jenderal Bea dan Cukai.
(4) P3CM sebagaimana dimaksud pada ayat (2) menggunakan format sebagaimana ditetapkan dalam
Lampiran I Peraturan Direktur Jenderal Bea dan Cukai ini.
Pasal 3
(1) Pemesanan pita cukai MMEA asal impor hanya boleh dilakukan oleh importir dengan mengajukan CK-1A
melalui Kantor Pelayanan.

(2) Tata cara pemesanan pita cukai MMEA asal impor sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diatur
sebagaimana ditetapkan dalam Lampiran II Peraturan Direktur Jenderal Bea dan Cukai ini.

Pasal 4
(1) Pada akhir tahun anggaran, importir yang telah mengajukan P3CM yang tidak diselesaikan seluruhnya
dengan CK-1A dikenakan biaya pengganti yang ditetapkan sebesar Rp250,00 per keping.
(2) Biaya pengganti sebagaimana dimaksud pada ayat (1) tidak dikenakan dalam hal terjadi perubahan tarif
cukai sebagai akibat kebijakan pemerintah atau temuan audit.
(3) Kepala Kantor Pelayanan mengenakan biaya pengganti sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dengan
menerbitkan Surat Pemberitahuan Pengenaan Biaya Pengganti (SPPBP) kepada Importir.
(4) SPPBP sebagaimana dimaksud pada ayat (3) menggunakan format sebagaimana ditetapkan dalam
Lampiran III Peraturan Direktur Jenderal Bea dan Cukai ini.
Pasal 5
(1) Biaya pengganti sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 ayat (1) harus dilunasi paling lambat 30 (tiga
puluh) hari sejak diterimanya SPPBP.
(2) Pembayaran biaya pengganti sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dibuktikan dengan menggunakan
Surat Setoran Pabean, Cukai dan Pajak Dalam Rangka Impor (SSPCP) sebagai Penerimaan Cukai
Lainnya dengan Kode Mata Anggaran Penerimaan (MAP) 0169.

(3) Dalam hal biaya pengganti tidak dilunasi dalam waktu sebagaimana dimaksud pada ayat (1), CK-1A
berikutnya tidak dilayani.

Pasal 6
Dalam hal akhir tahun anggaran terdapat kelebihan persediaan pita cukai MMEA asal impor yang tidak
diselesaikan seluruhnya dengan CK-1A oleh Importir atau sebab lain, dimusnahkan sesuai ketentuan tata
cara penghapusan yang berlaku.
Pasal 7
Peraturan Direktur Jenderal Bea dan Cukai ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan.
Agar setiap orang mengetahuinya, memerintahkan pengumuman Peraturan Direktur Jenderal Bea dan Cukai
ini dengan penempatannya dalam Berita Negara Republik Indonesia.

Ditetapkan di Jakarta
pada tanggal 26 Desember 2006

DIREKTUR JENDERAL BEA DAN CUKAI


ttd
ANWAR SUPRIJADI
NIP 120050332

BONUS WARTA BEACUKAI EDISI 388 MARET 2007


3
K E P U T U S A N & K E T E T A P A N
LAMPIRAN I
PERATURAN DIREKTUR JENDERAL BEA DAN CUKAI NOMOR : P-22/BC/2006
TANGGAL : 26 DESEMBER 2006
Nomor : …..……/WBC…...…./KP…...../200…....
Tanggal : ………...............………..
PERMOHONAN PENYEDIAAN PITA CUKAI MINUMAN MENGANDUNG ETIL ALKOHOL
ASAL IMPOR (P3CM) DI KANTOR PUSAT DIREKTORAT JENDERAL BEA DAN CUKAI
A.N. PT.....................................DI .................................................
NPPBKC NO.....................................TANGGAL .......................................

NO JENIS GOLONGAN DAN VOLUME/ JUMLAH JUMLAH PESANAN


MMEA KADAR ALKOHOL ISI KEMASAN (ml/L) KEMASAN (LEMBAR)
1
2
3
dst.

Atas pita cukai yang telah kami pesan tersebut, apabila tidak diselesaikan dengan CK-1A kami bersedia
dikenakan biaya pengganti ongkos cetak pita cukai sesuai ketentuan yang berlaku.
Mengetahui ................................, ..................................
Kepala Kantor Pelayanan Bea dan Cukai Importir
CAP

............................................. ................................................
NIP.......................................

DIREKTUR JENDERAL BEA DAN CUKAI


ttd
ANWAR SUPRIJADI
NIP 120050332
○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○

LAMPIRAN II
PERATURAN DIREKTUR JENDERAL BEA DAN CUKAI NOMOR : P-22/BC/2006
TANGGAL : 26 DESEMBER 2006
TATA CARA PEMESANAN PITA CUKAI
MINUMAN MENGANDUNG ETIL ALKOHOL ASAL IMPOR
1. Importir mengisi P3CM dengan lengkap dan benar yang diajukan kepada Kepala Kantor Pelayanan
dalam rangkap 3, terdiri dari :
a. lembar asli untuk Kepala Kantor Pelayanan;
b. lembar ke-2 untuk Direktur Cukai up. Kasubdit Pita Cukai;
c. lembar ke-3 untuk Importir yang bersangkutan.
2. Setelah menerima P3CM, Kepala Kantor Pelayanan melakukan kegiatan sebagai berikut :
a. meneliti apakah Importir yang bersangkutan adalah Importir yang berhak untuk memesan pita cukai;
b. meneliti kebenaran pengisian P3CM meliputi jenis MMEA, golongan dan tarif cukai, volume/isi
kemasan dan jumlah lembar pita cukai yang diminta;
c. dalam hal pengisian P3CM tidak lengkap dan/atau tidak benar, mengembalikan P3CM tersebut
kepada Importir yang bersangkutan untuk diperbaiki;
d. dalam hal pengisian P3CM lengkap dan benar, membukukan P3CM dalam buku bambu, memberi
nomor dan menandatangani P3CM;
e. mengarsipkan lembar asli untuk diperhitungkan dengan CK-1A-nya, mengirimkan lembar ke-2 untuk
Direktur Cukai up. Kasubdit Pita Cukai dan lembar ke-3 untuk Importir yang bersangkutan.
3. Kasubdit Pita Cukai menerima P3CM lembar ke-2 dari Kantor Pelayanan dan meneruskannya kepada
Kepala Seksi Penyimpanan dan Pendistribusian Pita Cukai.

4 BONUS WARTA BEACUKAI EDISI 388 MARET 2007


K E P U T U S A N & K E T E T A P A N
4. Kepala Seksi Penyimpanan dan Pendistribusian Pita Cukai menerima P3CM lembar ke-2, kemudian
melakukan kegiatan sebagai berikut :
a. membukukan dalam buku bambu P3CM;
b. membuatkan usulan pesanan pita cukai MMEA asal impor kepada Kepala Seksi Penyediaan dan
Penukaran Pita Cukai;
c. menerima pita cukai dari Kepala Seksi Penyediaan dan Penukaran Pita Cukai;
d. mengarsipkan P3CM.
5. Importir mengisi dan menandatangani CK-1A dalam rangkap 5 kemudian mengajukan CK-1A kepada
Kepala Kantor dengan perincian sebagai berikut :
a. Lembar ke-1 untuk Direktorat Cukai;
b. Lembar ke-2 untuk Kantor Pelayanan;
c. Lembar ke-3 untuk Importir;
d. Lembar ke-4 untuk Kantor Wilayah DJBC;
e. Lembar ke-5 untuk Kantor Pelayanan Pajak.
6. Kepala Kantor Pelayanan melakukan kegiatan sebagai berikut :
a. meneliti apakah Importir yang bersangkutan adalah Importir yang berhak untuk memesan pita cukai;
b. meneliti kelengkapan dan kebenaran pengisian dokumen CK-1A meliputi :
1) nama dan alamat perusahaan;
2) nama Importir atau kuasanya yang berhak menandatangani CK-1A;
3) NPPBKC;
4) merk, kemasan, isi, golongan dan tarif cukai MMEA asal impor yang dipesankan pita cukainya;
5) jumlah lembar dan seri pita cukai yang dipesan; dan
6) kebenaran penghitungan dan jumlah cukai.
c. dalam hal pengisian CK-1A telah lengkap dan benar, mencatat data CK-1A pada Buku Daftar
Dokumen Pemesanan Pita Cukai (BDCK-2) khusus pita cukai MMEA asal impor dan memberi nomor
CK-1A dari buku BDCK-2;
d. dalam hal pengisian CK-1A tidak lengkap atau tidak benar, CK-1A dikembalikan kepada Importir
untuk dilengkapi/diperbaiki;
e. Menerima CK-1A dari Kasubdit Pita Cukai dalam hal pengisian CK-1A ditemukan tidak lengkap atau
tidak benar atau saldo P3CM tidak mencukupi, maka CK-1A tersebut tidak dilayani untuk diserahkan
kepada importir.
7. Importir menyerahkan CK-1A lembar ke-1 kepada Direktur Cukai u.p. Kasubdit Pita Cukai guna
pengambilan pita cukai.
8. Kasubdit Pita Cukai menerima dan meneruskan CK-1A kepada Kepala Seksi Penyimpanan dan
Pendistribusian Pita Cukai.
9. Kepala Seksi Penyimpanan dan Pendistribusian Pita Cukai menerima CK-1A kemudian melakukan
kegiatan sebagai berikut :
a. memeriksa ulang kebenaran pengisian CK-1A;
b. meneliti apakah saldo P3CM untuk pita cukai dimaksud cukup untuk memenuhi CK-1A yang
diajukan;
c. apabila pengisian CK-1A kedapatan benar serta saldo P3CM mencukupi, Kepala Seksi
Penyimpanan dan Pendistribusian Pita Cukai mencatat pada buku bambu (Buku Daftar CK-1A) dan
memberi nomor penerimaan dokumen CK-1A;
d. dalam hal pengisian CK-1A ditemukan tidak benar atau saldo P3CM tidak mencukupi, maka CK-1A
tersebut tidak dilayani dan dikembalikan kepada Kepala Kantor melalui Kasubdit Pita Cukai;
e. menyetujui pengeluaran pita cukai untuk diserahkan kepada Importir dengan membuat tanda terima
pita cukai;
f. menyerahkan pita cukai sesuai CK-1A kepada Importir;
g. mengirimkan carik III CK-1A kepada Kepala Kantor Pelayanan asal CK-1A; dan
h. mengarsipkan CK-1A lembar ke 1 tanpa carik III beserta tanda terima pita cukai.
10. Importir pada saat menerima pita cukai melakukan kegiatan:
a. mencocokkan jenis dan jumlah pita cukai yang diterima dengan yang tertera dalam CK-1A; dan
b. menandatangani CK-1A lembar ke-1 pada carik II dan tanda terima pita cukai sebagai bukti telah
menerima pita cukai dengan lengkap dan benar.
11. Setelah berakhirnya tahun anggaran, Kepala Kantor Pelayanan segera menerbitkan dan mengirimkan
Surat Pemberitahuan Pengenaan Biaya Pengganti (SPPBP) pita cukai setelah mendapat pemberitahuan
dari Direktur Cukai.
DIREKTUR JENDERAL BEA DAN CUKAI
ttd
ANWAR SUPRIJADI
NIP 120050332

BONUS WARTA BEACUKAI EDISI 388 MARET 2007


5
K E P U T U S A N & K E T E T A P A N
LAMPIRAN III
PERATURAN DIREKTUR JENDERAL BEA DAN CUKAI NOMOR : P-22/BC/2006
TANGGAL : 26 DESEMBER 2006
DEPARTEMEN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA SPPBP
DIREKTORAT JENDERAL BEA DAN CUKAI
KANTOR WILAYAH ………………….....………..
KANTOR PELAYANAN TIPE ……...……………
(Tempat), (Tanggal)….................................
Kepada
Yth. Nama /Perusahaan :…….....………….
NPPBKC :………............................……..…
Alamat :………...............................………..
SURAT PEMBERITAHUAN PENGENAAN BIAYA PENGGANTI
NOMOR : …………………..
Sehubungan dengan Permohonan Penyediaan Pita Cukai Minuman Mengandung Etil Alkohol Asal Impor (P3CM)
untuk Tahun …… yang Saudara ajukan dengan nomor :
1. .……….....………. tanggal …………………….
2. .……….....………. tanggal …………………….
3. .……….....………. tanggal …………………….
4. dst
dengan perincian sebagai berikut :
No Jenis Golongan Volume/Isi Jumlah Jumlah Jumlah sisa
MMEA TarifCukai Kemasan permohonan CK-1A persediaan
1
2
3
dst
Untuk sisa persediaan pita cukai tersebut dikenakan biaya pengganti berdasarkan
Sebesar :
Jumlah Seri I = lembar x 60 x Rp ….. = Rp…………………………………..
Jumlah Seri II = lembar x 75 x Rp ….. = Rp…………………………………..
Jumlah Seri III = lembar x 105 x Rp ….. = Rp…………………………………..
Jumlah = Rp…………………………………..
Terbilang ……………………………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………................…………………………
Setelah diterimanya pemberitahuan ini agar Saudara segera melunasi dengan SSPCP.
A.N. DIREKTUR JENDERAL BEA DAN CUKAI
KEPALA KANTOR PELAYANAN
…………………………
Tanggal : NIP.
Diterima Di :

Yang Menerima :
(………………………)
Tembusan disampaikan kepada :
1. Direktur Jenderal Bea dan Cukai.
2. Direktur Penerimaan dan Peraturan Kepabeanan dan Cukai.
3. Direktur Cukai.
4. Kepala Kantor Wilayah...... DJBC………………
DIREKTUR JENDERAL BEA DAN CUKAI
ttd
ANWAR SUPRIJADI
NIP 120050332

6 BONUS WARTA BEACUKAI EDISI 388 MARET 2007


K E P U T U S A N & K E T E T A P A N
PERATURAN DIREKTUR JENDERAL BEA DAN CUKAI
NOMOR P-23/BC/2006

TENTANG
DESAIN DAN WARNA PITA CUKAI
MINUMAN MENGANDUNG ETIL
ALKOHOL ASAL IMPOR
DIREKTUR JENDERAL BEA DAN CUKAI,
Menimbang :
bahwa untuk melaksanakan ketentuan Pasal 4 Peraturan Menteri Keuangan Nomor 112/PMK.04/2006 tentang
Penyediaan dan Desain Pita Cukai Minuman Mengandung Etil Alkohol Asal Impor, perlu menetapkan Peraturan
Direktur Jenderal Bea dan Cukai tentang Desain dan Warna Pita Cukai Minuman Mengandung Etil Alkohol Asal Impor;
Mengingat :
1. Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1995 tentang Kepabeanan (Lembaran Negara Republik Indonesia
Tahun 1996 Nomor 75, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3612) sebagaimana
telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2006 (Lembaran Negara Republik Indonesia
Tahun 2006 Nomor 93, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4661);
2. Undang-Undang Nomor 11 Tahun 1995 tentang Cukai (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1996
Nomor 76, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3613);
3. Keputusan Menteri Keuangan Nomor 240/KMK.05/1996 tentang Pelunasan Cukai sebagaimana telah
diubah dengan Keputusan Menteri Keuangan Nomor 105/KMK.05/1997;
4. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 112/PMK.04/2006 tentang Penyediaan dan Desain Pita Cukai
Minuman Mengandung Etil Alkohol Asal Impor;
MEMUTUSKAN :
Menetapkan :
PERATURAN DIREKTUR JENDERAL BEA DAN CUKAI TENTANG DESAIN DAN WARNA PITA CUKAI
MINUMAN MENGANDUNG ETIL ALKOHOL ASAL IMPOR.
Pasal 1
Pita cukai minuman mengandung etil alkohol asal impor disediakan dalam bentuk lembaran yang terdiri dari
Seri I, Seri II dan Seri III.
Pasal 2
(1) Setiap lembar pita cukai minuman mengandung etil alkohol asal impor Seri I sebagaimana dimaksud
dalam Pasal 1, berjumlah 60 keping.
(2) Setiap keping pita cukai Seri I sebagaimana dimaksud pada ayat (1), berukuran 1,9 cm X 7,2 cm.
Pasal 3
(1) Setiap lembar pita cukai minuman mengandung etil alkohol asal impor Seri II sebagaimana dimaksud
dalam Pasal 1, berjumlah 75 keping.
(2) Setiap keping pita cukai Seri II sebagaimana dimaksud pada ayat (1), berukuran 1,9 cm X 5,6 cm.
Pasal 4
(1) Setiap lembar pita cukai minuman mengandung etil alkohol asal impor Seri III sebagaimana dimaksud
dalam Pasal 1, berjumlah 105 keping.
(2) Setiap keping pita cukai Seri III sebagaimana dimaksud pada ayat (1), berukuran 1,9 cm X 4 cm.
Pasal 5
Desain setiap keping pita cukai MMEA asal impor Seri I, Seri II dan Seri III, sekurang-kurangnya memuat :
a. teks “REPUBLIK INDONESIA” di dalam blok warna;
b. teks “CUKAI MMEA IMPOR”;
c. teks “BEA CUKAI BEA CUKAI”;
d. teks “BCBC”;
e. golongan;
f. kadar;
g. tarif cukai;
h. volume/isi kemasan;
i. angka Tahun Anggaran.

BONUS WARTA BEACUKAI EDISI 388 MARET 2007


7
K E P U T U S A N & K E T E T A P A N
Pasal 6
(1) Pita cukai minuman mengandung etil alkohol asal impor disediakan dalam 5 (lima) jenis warna.
(2) Masing-masing warna pita cukai sebagaimana dimaksud pada ayat (1) digunakan berdasarkan golongan
tarif cukai.
Pasal 7
Warna pita cukai minuman mengandung etil alkohol asal impor sebagaimana dimaksud dalam Pasal 6
ditetapkan sebagai berikut :
a. Hijau muda, untuk golongan A1.
b. Biru muda, untuk golongan A2.
c. Kuning muda, untuk golongan B1.
d. Jingga muda, untuk golongan B2.
e. Merah muda, untuk golongan C.
Pasal 8
Pada saat Peraturan Direktur Jenderal Bea dan Cukai ini mulai berlaku, Keputusan Direktur Jenderal Bea
dan Cukai Nomor KEP-09/BC/2001 tentang Penyediaan dan Warna Pita Cukai Minuman Mengandung Etil
Alkohol Asal Impor dicabut dan dinyatakan tidak berlaku.
Pasal 9
Peraturan Direktur Jenderal Bea dan Cukai ini mulai berlaku pada tanggal 1 Januari 2007.
Agar setiap orang mengetahuinya, memerintahkan pengumuman Peraturan Direktur Jenderal Bea dan Cukai
ini dengan penempatannya dalam Berita Negara Republik Indonesia.
Ditetapkan di Jakarta
pada tanggal 26 Desember 2006
DIREKTUR JENDERAL BEA DAN CUKAI
ttd
ANWAR SUPRIJADI
NIP 120050332
○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○

PERATURAN DIREKTUR JENDERAL BEA DAN CUKAI


NOMOR P-24/BC/2006

TENTANG
PERUBAHAN KEDUA ATAS
PERATURAN DIREKTUR
JENDERAL BEA DAN CUKAI
NOMOR 07/BC/2005 TENTANG
TATA CARA PENETAPAN
HARGA JUAL ECERAN HASIL
TEMBAKAU
DIREKTUR JENDERAL BEA DAN CUKAI,
Menimbang :
bahwa sehubungan dengan telah ditetapkannya Peraturan Menteri Keuangan Nomor 118/PMK.04/2006
tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan Menteri Keuangan Nomor 43/PMK.04/2005 tentang Penetapan
Harga Dasar dan Tarif Cukai Hasil Tembakau, perlu menetapkan Peraturan Direktur Jenderal Bea dan Cukai
tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan Direktur Jenderal Bea dan Cukai Nomor 07/BC/2005 tentang Tata
Cara Penetapan Harga Jual Eceran Hasil Tembakau;

8 BONUS WARTA BEACUKAI EDISI 388 MARET 2007


K E P U T U S A N & K E T E T A P A N
Mengingat :
1. Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1995 tentang Kepabeanan (Lembaran Negara Republik Indonesia
Tahun 1995 Nomor 75, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3612) sebagaimana
telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2006 (Lembaran Negara Republik Indonesia
Tahun 2006 Nomor 93, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4661);
2. Undang-Undang Nomor 11 Tahun 1995 tentang Cukai (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1995
Nomor 76, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3613);
3. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 43/PMK.04/2005 tentang Penetapan Harga Dasar dan Tarif Cukai Hasil
Tembakau sebagaimana telah diubah terakhir dengan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 118/PMK.04/2006;
4. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 16/PMK.04/2006 tentang Kenaikan Harga Dasar Hasil Tembakau;
5. Peraturan Direktur Jenderal Bea dan Cukai Nomor 07/BC/2005 tentang Tata Cara Penetapan Harga Jual
Eceran Hasil Tembakau sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Direktur Jenderal Bea dan Cukai
Nomor P-02/BC/2006;

MEMUTUSKAN :
Menetapkan :
PERATURAN DIREKTUR JENDERAL BEA DAN CUKAI TENTANG PERUBAHAN KEDUA ATAS PERATURAN
DIREKTUR JENDERAL BEA DAN CUKAI NOMOR 07/BC/2005 TENTANG TATA CARA PENETAPAN HARGA
JUAL ECERAN HASIL TEMBAKAU.

Pasal I
Beberapa ketentuan dalam Peraturan Direktur Jenderal Bea dan Cukai Nomor 07/BC/2005 tentang Tata Cara
Penetapan Harga Jual Eceran Hasil Tembakau sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Direktur
Jenderal Bea dan Cukai Nomor P-02/BC/2006, diubah sebagai berikut:
1. Ketentuan Pasal 10 ayat (1) dan ayat (3) diubah, sehingga Pasal 10 berbunyi sebagai berikut:

“Pasal 10
(1) HJE hasil tembakau baru yang ditetapkan tidak boleh lebih rendah dari HJE minimum sebagaimana
ditetapkan dalam Lampiran I Peraturan Menteri Keuangan Nomor 118/PMK.04/2006 tentang
Perubahan Kedua Atas Peraturan Menteri Keuangan Nomor 43/PMK.04/2005 tentang Penetapan
Harga Dasar dan Tarif Cukai Hasil Tembakau.
(2) HJE hasil tembakau untuk tujuan ekspor ditetapkan sama dengan HJE hasil tembakau dari merek
yang sama untuk tujuan pemasaran di dalam negeri.
(3) HJE hasil tembakau per kemasan penjualan eceran ditetapkan berdasarkan hasil akhir perhitungan
dengan pembulatan ke atas dalam kelipatan Rp 50,00 (lima puluh rupiah).”
2. Ketentuan Pasal 11 diubah, sehingga Pasal 11 berbunyi sebagai berikut:
“Pasal 11
Kepala Kantor Pelayanan Bea dan Cukai menetapkan kenaikan HJE sebagaimana dimaksud dalam
Pasal I angka 1 huruf a Peraturan Menteri Keuangan Nomor 118/PMK.04/2006 tentang Perubahan Kedua
Atas Peraturan Menteri Keuangan Nomor 43/PMK.04/2005 tentang Penetapan Harga Dasar dan Tarif
Cukai Hasil Tembakau, atas merek-merek hasil tembakau yang masih berlaku, dengan format Surat
Keputusan sesuai contoh sebagaimana dimaksud dalam Lampiran IX Peraturan Direktur Jenderal ini.”
3. Mengubah Lampiran V, Lampiran VI, Lampiran VII, Lampiran VIII, dan Lampiran IX Peraturan Direktur
Jenderal Bea dan Cukai Nomor 07/BC/2005 tentang Tata Cara Penetapan Harga Jual Eceran Hasil
Tembakau sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Direktur Jenderal Bea dan Cukai Nomor P-02/
BC/2006 menjadi sebagaimana dimaksud dalam Lampiran I, Lampiran II, Lampiran III, Lampiran IV, dan
Lampiran V Peraturan Direktur Jenderal Bea dan Cukai ini.
Pasal II
Peraturan Direktur Jenderal Bea dan Cukai ini mulai berlaku sejak tanggal ditetapkan.
Agar setiap orang mengetahuinya, memerintahkan pengumuman Peraturan Direktur Jenderal Bea dan Cukai
ini dengan penempatannya dalam Berita Negara Republik Indonesia.
Salinan Sesuai Dengan Aslinya
Ditetapkan di Jakarta
pada tanggal 26 Desember 2006
DIREKTUR JENDERAL BEA DAN CUKAI
ttd
ANWAR SUPRIJADI
NIP 120050332

BONUS WARTA BEACUKAI EDISI 388 MARET 2007


9
K E P U T U S A N & K E T E T A P A N
LAMPIRAN I
PERATURAN DIREKTUR JENDERAL BEA DAN CUKAI NOMOR P-24/BC/2006
TENTANG PERUBAHAN KEDUA ATAS PERATURAN
DIREKTUR JENDERAL BEA DAN CUKAI NOMOR 07/BC/2005
TENTANG TATA CARA PENETAPAN HARGA JUAL ECERAN HASIL TEMBAKAU

SURAT PERNYATAAN
Yang bertanda tangan di bawah ini :
Nama : ……………………………..........................……………...…………
Jabatan/Pekerjaan : ………………………………....................………………...…………
Alamat : ………………………………....................………………...…………
………………………………....................………………...…………
Selaku pemilik/kuasa dari :
Nama Pabrik/Importir hasil tembakau : ………………………………....................………………...…………
Nomor NPPBKC : ……………………………........................………………...…………
Nomor NPWP : ………………………………....................………………...…………
Nomor PKP : ………………………………………....................………...…………
Alamat Pabrik/Importir hasil tembakau : ……………………………...............................…………...…………
……………………………........................………………...…………

dengan ini menyatakan dengan sebenarnya, bahwa merek/desain merek hasil tembakau sebagaimana
dimaksud dalam Surat Permohonan Penetapan Harga Jual Eceran Hasil Tembakau Merek Baru atas nama
………………… Nomor: …...………… tanggal …….........………….. yang kami ajukan kepada Kepala Kantor
Pelayanan Bea dan Cukai ………........……………, adalah:
a. tidak memiliki kesamaan nama, baik tulisan maupun pengucapannya, atau kemiripan dengan merek/
desain merek hasil tembakau lainnya sehingga tidak mudah untuk membedakannya, yang telah terlebih
dahulu dimiliki oleh Pengusaha Pabrik atau Importir hasil tembakau lainnya dan tercatat pada
administrasi Direktorat Jenderal Bea dan Cukai; atau
b. tidak memiliki kesamaan pada pokoknya atau pada keseluruhannya dengan merek/desain merek milik
orang lain yang telah terlebih dahulu didaftarkan dan telah mendapat hak merek dari instansi yang
berwenang.
Dalam hal pernyataan ini tidak benar adanya, maka saya selaku pemilik/kuasa dari
………………….......……… bersedia menerima sanksi pembatalan Penetapan Harga Jual Eceran Hasil
Tembakau Merek Baru sebagaimana ditetapkan dalam Peraturan Direktur Jenderal Bea dan Cukai Nomor
........................................... (Peraturan Direktur Jenderal Bea dan Cukai tentang Tata Cara Penetapan Harga
Jual Eceran Hasil Tembakau).
Demikian Surat Pernyataan ini saya buat untuk memenuhi persyaratan Permohonan Penetapan Harga Jual
Eceran Hasil Tembakau Merek Baru.
Dibuat di …………….......….….
pada tanggal ……….......……...
Yang membuat pernyataan,

Meterai

………………….......……………

DIREKTUR JENDERAL BEA DAN CUKAI


ttd
ANWAR SUPRIJADI
NIP 120050332

10 BONUS WARTA BEACUKAI EDISI 388 MARET 2007


K E P U T U S A N & K E T E T A P A N
LAMPIRAN II
PERATURAN DIREKTUR JENDERAL BEA DAN CUKAI NOMOR P-24/BC/2006
TENTANG PERUBAHAN KEDUA ATAS PERATURAN
DIREKTUR JENDERAL BEA DAN CUKAI NOMOR 07/BC/2005
TENTANG TATA CARA PENETAPAN HARGA JUAL ECERAN HASIL TEMBAKAU

Nomor : ……………………………………………..
Lampiran : ……………………………………………..
Hal : Permohonan Penetapan Kenaikan
Harga Jual Eceran Hasil Tembakau
a.n. ..............…………………………….
di ……………………………………..…...
Yth. Kepala Kantor Pelayanan Bea dan Cukai
………….…………………………………………
di …….....……………..........................……….
Dengan Hormat,
Yang bertanda tangan di bawah ini :
Nama : …………………………….........................…………………...…………
Jabatan/Pekerjaan : …………………………….........................…………………...…………
Alamat : …………………………….........................…………………...…………
…………………………….........................…………………...…………

Selaku pemilik/kuasa dari :


Nama Pabrik/Importir hasil tembakau : …………………………….........................…………………...…………
Nomor NPPBKC : …………………………….........................…………………...…………
Nomor NPWP : …………………………….........................…………………...…………
Nomor PKP : …………………………….........................…………………...…………
Alamat Pabrik/Importir hasil tembakau : …………………………….........................…………………...…………
…………………………….........................…………………...…………
dengan ini mengajukan permohonan Penetapan Kenaikan Harga Jual Eceran (HJE) untuk hasil tembakau
yang sebelumnya telah mendapatkan Keputusan Penetapan HJE dengan rincian sebagaimana tercantum
dalam Lampiran permohonan ini.
Permohonan ini dibuat untuk memenuhi ketentuan dalam Peraturan Direktur Jenderal Bea dan Cukai
Nomor ..................................... (Peraturan Direktur Jenderal Bea dan Cukai tentang Tata Cara Penetapan
Harga Jual Eceran Hasil Tembakau).
Demikian permohonan ini kami ajukan untuk mendapatkan pertimbangan sebagaimana mestinya.
Dibuat di ..............................
pada tanggal .......................
Diterima tanggal : ……………………….. Pemohon,
Nomor Agenda : ………………………..
Pejabat Bea dan Cukai :
Nama : ………………………..
NIP : ……………………….. Meterai
Tanda tangan : ………………………..
……………………………….
Catatan:
Contoh format ini dapat diubah/disesuaikan dengan kebutuhan.

DIREKTUR JENDERAL BEA DAN CUKAI


ttd
ANWAR SUPRIJADI
NIP 120050332

BONUS WARTA BEACUKAI EDISI 388 MARET 2007


11
K E P U T U S A N & K E T E T A P A N
LAMPIRAN III
PERATURAN DIREKTUR JENDERAL BEA DAN CUKAI NOMOR P-24/BC/2006 TENTANG
PERUBAHAN KEDUA ATAS PERATURAN DIREKTUR JENDERAL BEA DAN CUKAI NOMOR 07/BC/2005
TENTANG TATA CARA PENETAPAN HARGA JUAL ECERAN HASIL TEMBAKAU

DEPARTEMEN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA


DIREKTORAT JENDERAL BEA DAN CUKAI
KANTOR WILAYAH …
KANTOR PELAYANAN BEA DAN CUKAI ……………
KEPUTUSAN KEPALA KANTOR PELAYANAN BEA DAN CUKAI .........................
NOMOR .............................................
TENTANG
PENETAPAN HARGA JUAL ECERAN HASIL TEMBAKAU MEREK BARU
ATAS NAMA …………...… NPPBKC ………….... DI ..................
KEPALA KANTOR PELAYANAN BEA DAN CUKAI .........……,
Menimbang :
a. bahwa …..... (nama Pabrik/Importir hasil tembakau) telah mengajukan Surat Permohonan Nomor …........………
tanggal ……… untuk memperoleh penetapan harga jual eceran merek baru hasil tembakau;
b. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud pada huruf a dan berdasarkan ketentuan dalam
Peraturan Direktur Jenderal Bea dan Cukai Nomor ....... (Peraturan Direktur Jenderal Bea dan Cukai tentang Tata
Cara Penetapan Harga Jual Eceran Hasil Tembakau), perlu menetapkan Keputusan Kepala Kantor Pelayanan
Bea dan Cukai ..….. tentang Penetapan Harga Jual Eceran Hasil Tembakau Merek Baru Atas Nama ….........….
NPPBKC ………….... Di ……………;
Mengingat :
1. Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1995 tentang Kepabeanan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1995
Nomor 75, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3612) sebagaimana telah diubah dengan
Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2006 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2006 Nomor 93, Tambahan
Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4661);
2. Undang-Undang Nomor 11 Tahun 1995 tentang Cukai (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1995 Nomor
76, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3613);
3. Peraturan Menteri Keuangan Nomor .............. (Peraturan Menteri Keuangan tentang Penetapan Harga Dasar dan
Tarif Cukai Hasil Tembakau);
4. Peraturan Direktur Jenderal Bea dan Cukai Nomor .............. (Peraturan Direktur Jenderal Bea dan Cukai tentang
Tata Cara Penetapan Harga Jual Eceran Hasil Tembakau);
MEMUTUSKAN :
Menetapkan :
KEPUTUSAN KEPALA KANTOR PELAYANAN BEA DAN CUKAI ………………... TENTANG PENETAPAN HARGA
JUAL ECERAN HASIL TEMBAKAU MEREK BARU ATAS NAMA …………... NPPBKC …………... DI .....................
PERTAMA :
Memberikan Penetapan Harga Jual Eceran Hasil Tembakau kepada:
Nama Pengusaha : …………………………………..
Alamat : …………………………………..
Nama Pabrik/Importir hasil tembakau : …………………………………..
Nomor NPPBKC : …………………………………..
Nomor NPWP : …………………………………..
Nomor PKP : …………………………………..
Alamat Pabrik/Importir hasil tembakau : …………………………………..
dengan rincian merek sebagai berikut :
a. Merek :
Jenis Hasil Tembakau : …………………................................................………………………….
Harga Jual Eceran : ……………………................................................……………………….
Tarif Cukai : ……………………................................................……………………….
Isi kemasan : ……………………................................................……………………….
Bahan kemasan : ……………………................................................……………………….
Warna dasar bahan : ……………………................................................……………………….
kemasan

12 BONUS WARTA BEACUKAI EDISI 388 MARET 2007


K E P U T U S A N & K E T E T A P A N
Tampilan kemasan:
l Sisi depan : ………………………..................................................…………………….
l Sisi belakang : …………………………..................................................………………….
l Sisi kiri : …………………………..................................................………………….
l Sisi kanan : ………………………..................................................…………………….
l Sisi atas : ………………………..................................................…………………….
l Sisi bawah : ………………………..................................................…………………….
b. Merek :
Jenis Hasil Tembakau : ………………………..................................................…………………….
Harga Jual Eceran : ……………………..................................................……………………….
Tarif cukai : ……………………..................................................……………………….
Isi kemasan : ……………………..................................................……………………….
Bahan kemasan
Warna dasar bahan : ……………………..................................................……………………….
kemasan
Tampilan kemasan:
l Sisi depan : ……………………..................................................……………………….
l Sisi belakang : …………………..................................................………………………….
l Sisi kiri : ……………………..................................................……………………….
l Sisi kanan : …………………..................................................………………………….
l Sisi atas : ……………………..................................................……………………….
l Sisi bawah : …………………..................................................………………………….

KEDUA :
Keputusan Kepala Kantor Pelayanan Bea dan Cukai ……………… ini dapat dicabut dalam hal:
a. apabila sertifikat merek hasil tembakau yang bersangkutan dibatalkan atau dicabut oleh instansi yang
berwenang; atau
b. atas permohonan/gugatan Pengusaha Pabrik atau Importir hasil tembakau lainnya, yang berdasarkan keputusan
pengadilan yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap, bahwa merek atau desain kemasan yang
bersangkutan memiliki kesamaan pada pokoknya atau pada keseluruhannya dengan merek atau desain
kemasan miliknya yang telah terlebih dahulu didaftarkan dan telah mendapat sertifikat merek dari instansi yang
berwenang.
KETIGA :
Keputusan Kepala Kantor Pelayanan Bea dan Cukai ……………… ini mulai berlaku pada ……… (tanggal ditetapkan
atau tanggal tertentu), dengan ketentuan apabila dikemudian hari terdapat kekeliruan akan diadakan perbaikan
sebagaimana mestinya.
Salinan Keputusan Kepala Kantor Pelayanan Bea dan Cukai ……………
ini disampaikan Kepada:
1. ...............................................................
2. ...............................................................
Asli Keputusan Kepala Kantor Pelayanan Bea dan Cukai ……………… ini disampaikan kepada yang bersangkutan
untuk dipergunakan sebagaimana mestinya.
Ditetapkan di ….………………....
pada tanggal ……………………..
KEPALA KANTOR PELAYANAN
....................................................

……………………………………..
NIP ………………………………...
Catatan:
Format dan lainnya dapat disesuaikan sesuai dengan materi yang diperlukan.

DIREKTUR JENDERAL BEA DAN CUKAI


ttd
ANWAR SUPRIJADI
NIP 120050332

BONUS WARTA BEACUKAI EDISI 388 MARET 2007


13
K E P U T U S A N & K E T E T A P A N
LAMPIRAN IV
PERATURAN DIREKTUR JENDERAL BEA DAN CUKAI NOMOR P-24/BC/2006 TENTANG
PERUBAHAN KEDUA ATAS PERATURAN DIREKTUR JENDERAL BEA DAN CUKAI NOMOR 07/BC/2005
TENTANG TATA CARA PENETAPAN HARGA JUAL ECERAN HASIL TEMBAKAU
DEPARTEMEN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA
DIREKTORAT JENDERAL BEA DAN CUKAI
KANTOR WILAYAH .......…
KANTOR PELAYANAN BEA DAN CUKAI ……….......……

KEPUTUSAN KEPALA KANTOR PELAYANAN BEA DAN CUKAI ..................


NOMOR .............................................
TENTANG
PENETAPAN KENAIKAN HARGA JUAL ECERAN HASIL TEMBAKAU
ATAS NAMA …………...… NPPBKC ………….... DI ..................

KEPALA KANTOR PELAYANAN BEA DAN CUKAI .........……,


Menimbang :
a. bahwa ………….. (nama Pabrik/Importir hasil tembakau) telah mengajukan Surat Permohonan Nomor ……..…… tanggal
…....…… untuk memperoleh penetapan kenaikan harga jual eceran hasil tembakau;
b. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud pada huruf a dan berdasarkan ketentuan dalam Peraturan
Direktur Jenderal Bea dan Cukai Nomor .......... (Peraturan Direktur Jenderal Bea dan Cukai tentang Tata Cara Penetapan
Harga Jual Eceran Hasil Tembakau), perlu menetapkan Keputusan Kepala Kantor Pelayanan Bea dan Cukai ….…………..
tentang Penetapan Kenaikan Harga Jual Eceran Hasil Tembakau Atas Nama …..…. NPPBKC ……...... Di ……….......……;

Mengingat :
1. Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1995 tentang Kepabeanan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1995 Nomor
75, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3612) sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang
Nomor 17 Tahun 2006 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2006 Nomor 93, Tambahan Lembaran Negara
Republik Indonesia Nomor 4661);
2. Undang-Undang Nomor 11 Tahun 1995 tentang Cukai (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1995 Nomor 76,
Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3613);
3. Peraturan Menteri Keuangan Nomor .............. (Peraturan Menteri Keuangan tentang Penetapan Harga Dasar dan Tarif
Cukai Hasil Tembakau);
4. Peraturan Direktur Jenderal Bea dan Cukai Nomor .............. (Peraturan Direktur Jenderal Bea dan Cukai tentang Tata
Cara Penetapan Harga Jual Eceran Hasil Tembakau);

MEMUTUSKAN :
Menetapkan :
KEPUTUSAN KEPALA KANTOR PELAYANAN BEA DAN CUKAI ………………... TENTANG PENETAPAN KENAIKAN HARGA
JUAL ECERAN HASIL TEMBAKAU ATAS NAMA .......……...… NPPBKC ……… DI .....................................
PERTAMA :
Menaikkan harga jual eceran hasil tembakau untuk merek yang tersebut pada lajur 2, dari harga jual eceran yang tersebut pada
lajur 9 menjadi yang tersebut pada lajur 10 dalam Lampiran Keputusan Kepala Kantor Pelayanan Bea dan Cukai ………… ini.
KEDUA :
Keputusan Kepala Kantor Pelayanan Bea dan Cukai ……………… ini mulai berlaku pada ……… (tanggal ditetapkan atau
tanggal tertentu), dengan ketentuan apabila dikemudian hari terdapat kekeliruan akan
diadakan perbaikan sebagaimana mestinya.

Salinan Keputusan Kepala Kantor Pelayanan Bea dan Cukai ……………… ini disampaikan Kepada:
1. ...............................................................
2. ...............................................................
Asli Keputusan Kepala Kantor Pelayanan Bea dan Cukai ……………… ini disampaikan kepada yang bersangkutan untuk
dipergunakan sebagaimana mestinya.
Ditetapkan di ….………………....
pada tanggal ……………………..
KEPALA KANTOR PELAYANAN
....................................................

……………………………………..
NIP ………………………………..
Catatan:
Format dan lainnya dapat disesuaikan sesuai dengan materi yang diperlukan.
DIREKTUR JENDERAL BEA DAN CUKAI
ttd
ANWAR SUPRIJADI
NIP 120050332

14 BONUS WARTA BEACUKAI EDISI 388 MARET 2007


K E P U T U S A N & K E T E T A P A N
LAMPIRAN
KEPUTUSAN KEPALA KANTOR PELAYANAN BEA DAN CUKAI ……... NOMOR …….. TENTANG PENETAPAN
KENAIKAN HARGA JUAL ECERAN HASIL TEMBAKAU ATAS NAMA …… NPPBKC ................. DI ……..………
DAFTAR KENAIKAN HARGA JUAL ECERAN HASIL TEMBAKAU
Nama Pabrik/Importir hasil tembakau : .........................................................
Nomor NPPBKC : .........................................................
Alamat Pabrik/Importir hasil tembakau : .........................................................
No MEREK KODE JENIS TARIF ISI KEPUTUSAN TERAKHIR PENETAPAN HARGA JUAL
MEREK HASIL CUKAI HARGA JUAL ECERAN ECERAN (Rp)
TEMBAKAU (%) Nomor Tanggal Lama Baru
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10

Ditetapkan di ….………………....
pada tanggal ……………………..
KEPALA KANTOR PELAYANAN
....................................................
……………………………………..
NIP ………………………………..

DIREKTUR JENDERAL BEA DAN CUKAI


ttd
ANWAR SUPRIJADI
NIP 120050332
○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○

LAMPIRAN V
PERATURAN DIREKTUR JENDERAL BEA DAN CUKAI NOMOR P-24/BC/2006 TENTANG
PERUBAHAN KEDUA ATAS PERATURAN DIREKTUR JENDERAL BEA DAN CUKAI NOMOR 07/BC/2005
TENTANG TATA CARA PENETAPAN HARGA JUAL ECERAN HASIL TEMBAKAU
DEPARTEMEN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA
DIREKTORAT JENDERAL BEA DAN CUKAI
KANTOR WILAYAH …
KANTOR PELAYANAN BEA DAN CUKAI ……………
KEPUTUSAN KEPALA KANTOR PELAYANAN BEA DAN CUKAI ..................
NOMOR .............................................
TENTANG
PENETAPAN KENAIKAN HARGA JUAL ECERAN HASIL TEMBAKAU
ATAS NAMA …………...… NPPBKC ………….... DI ..................
KEPALA KANTOR PELAYANAN BEA DAN CUKAI .........……,
Menimbang :
a. bahwa berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan Nomor .............. (Peraturan Menteri Keuangan tentang
Penetapan Harga Dasar dan Tarif Cukai Hasil Tembakau), harga jual eceran hasil tembakau yang masih
berlaku atas masing-masing Pengusaha Pabrik/Importir hasil tembakau harus dinaikkan;
b. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud pada huruf a dan berdasarkan ketentuan
dalam Peraturan Direktur Jenderal Bea dan Cukai Nomor .............. (Peraturan Direktur Jenderal Bea dan
Cukai tentang Tata Cara Penetapan Harga Jual Eceran Hasil Tembakau), perlu menetapkan Keputusan
Kepala Kantor Pelayanan Bea dan Cukai ….………….. tentang Penetapan Kenaikan Harga Jual Eceran
Hasil Tembakau Atas Nama …………. NPPBKC ………….... Di ……………;
Mengingat :
1. Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1995 tentang Kepabeanan (Lembaran Negara Republik Indonesia
Tahun 1995 Nomor 75, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3612) sebagaimana
telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2006 (Lembaran Negara Republik Indonesia
Tahun 2006 Nomor 93, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4661);
2. Undang-Undang Nomor 11 Tahun 1995 tentang Cukai (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1995
Nomor 76, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3613);

BONUS WARTA BEACUKAI EDISI 388 MARET 2007


15
K E P U T U S A N & K E T E T A P A N
3. Peraturan Menteri Keuangan Nomor .............. (Peraturan Menteri Keuangan tentang Penetapan Harga
Dasar dan Tarif Cukai Hasil Tembakau);
4. Peraturan Direktur Jenderal Bea dan Cukai Nomor .............. (Peraturan Direktur Jenderal Bea dan Cukai
tentang Tata Cara Penetapan Harga Jual Eceran Hasil Tembakau);
MEMUTUSKAN:
Menetapkan :
KEPUTUSAN KEPALA KANTOR PELAYANAN BEA DAN CUKAI ………... TENTANG PENETAPAN KENAIKAN
HARGA JUAL ECERAN HASIL TEMBAKAU ATAS NAMA ....…...… NPPBKC …….......… DI ............................
PERTAMA :
Menaikkan harga jual eceran hasil tembakau untuk merek yang tersebut pada lajur 2, dari harga jual eceran
yang tersebut pada lajur 9 menjadi yang tersebut pada lajur 10 dalam Lampiran Keputusan Kepala Kantor
Pelayanan Bea dan Cukai ……………… ini.
KEDUA :
Keputusan Kepala Kantor Pelayanan Bea dan Cukai ……………… ini mulai berlaku pada ……… (tanggal
ditetapkan atau tanggal tertentu), dengan ketentuan apabila dikemudian hari terdapat kekeliruan akan
diadakan perbaikan sebagaimana mestinya.
Salinan Keputusan Kepala Kantor Pelayanan Bea dan Cukai …………… ini disampaikan Kepada :
1. ...............................................................
2. ...............................................................
Asli Keputusan Kepala Kantor Pelayanan Bea dan Cukai ……………… ini disampaikan kepada yang
bersangkutan untuk dipergunakan sebagaimana mestinya.
Ditetapkan di ….………………....
pada tanggal ……………………..
KEPALA KANTOR PELAYANAN
....................................................
……………………………………..
NIP ………………………………..
Catatan:
Format dan lainnya dapat disesuaikan sesuai dengan materi yang diperlukan.
DIREKTUR JENDERAL BEA DAN CUKAI
ttd
ANWAR SUPRIJADI
NIP 120050332
○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○

LAMPIRAN
KEPUTUSAN KEPALA KANTOR PELAYANAN BEA DAN CUKAI ……... NOMOR …….. TENTANG PENETAPAN
KENAIKAN HARGA JUAL ECERAN HASIL TEMBAKAU ATAS NAMA ……… NPPBKC ............ DI …….……
DAFTAR KENAIKAN HARGA JUAL ECERAN HASIL TEMBAKAU
Nama Pabrik/Importir hasil tembakau : .........................................................
Nomor NPPBKC : .........................................................
Alamat Pabrik/Importir hasil tembakau : .........................................................
NO MEREK KODE JENIS TARIF ISI KEPUTUSAN TERAKHIR PENETAPAN HARGA JUAL ECERAN
MEREK HASIL CUKAI HARGA JUAL ECERAN (Rp)
TEMBAKAU (%) Nomor Tanggal Lama Baru
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10

Ditetapkan di ….………………..…
pada tanggal ……………………...
KEPALA KANTOR PELAYANAN
....................................................
……………………………………..
NIP ………………………………..
DIREKTUR JENDERAL BEA DAN CUKAI
ttd
ANWAR SUPRIJADI
NIP 120050332

16 BONUS WARTA BEACUKAI EDISI 388 MARET 2007