You are on page 1of 5

Taklim “PT.

Technip Indonesia”
Tanggal : 24 Juli 2008
Nara Sumber : Ust. Ruslan Effendi

AGAR BAHAGIA DUNIA DAN AKHIRAT (1)

∩⊄⊃⊇∪ Í‘$¨Ζ9$# z>#x‹tã $oΨÏ%uρ ZπuΖ|¡ym ÍοtÅzFψ$# ’Îûuρ ZπuΖ|¡ym $u‹÷Ρ‘‰9$# ’Îû $oΨÏ?#u !$oΨ−/u‘ ãΑθà)tƒ ¨Β Οßγ÷ΨÏΒuρ
201. dan di antara mereka ada orang yang bendoa: "Ya Tuhan Kami, berilah Kami kebaikan di dunia dan
kebaikan di akhirat dan peliharalah Kami dari siksa neraka"[127].

[127] Inilah doa yang sebaik-baiknya bagi seorang Muslim.

(Al-Baqoroh : 201)

Syarat yg harus di penuhi :


1. BERIMAN yg Benar:
* Perintah untuk Beriman:

É=≈tFÅ6ø9$#uρ Ï&Î!θß™u‘ 4’n?tã tΑ¨“tΡ “Ï%©!$# É=≈tFÅ3ø9$#uρ Ï&Î!θß™u‘uρ «!$$Î/ (#θãΨÏΒ#u (#þθãΨtΒ#u tÏ%©!$# $pκš‰r'¯≈tƒ

¨≅|Ê ô‰s)sù ÌÅzFψ$# ÏΘöθu‹ø9$#uρ Ï&Î#ß™â‘uρ ϵÎ7çFä.uρ ϵÏFs3Íׯ≈n=tΒuρ «!$$Î/ öàõ3tƒ tΒuρ 4 ã≅ö6s% ÏΒ tΑt“Ρr& ü“Ï%©!$#

∩⊇⊂∉∪ #´‰‹Ïèt/ Kξ≈n=|Ê


136. Wahai orang-orang yang beriman, tetaplah beriman kepada Allah dan Rasul-Nya dan kepada kitab
yang Allah turunkan kepada Rasul-Nya serta kitab yang Allah turunkan sebelumnya. Barangsiapa yang
kafir kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya, dan hari Kemudian, Maka
Sesungguhnya orang itu telah sesat sejauh-jauhnya.

* Tidak mempermainkan ke-Imanan yg telah di miliki :

Ÿωuρ öΝçλm; tÏøóu‹Ï9 ª!$# Çä3tƒ óΟ©9 #\øä. (#ρߊ#yŠø—$# ¢ΟèO (#ρãxx. ¢ΟèO (#θãΖtΒ#u ¢ΟèO (#ρãxx. ¢ΟèO (#θãΨtΒ#u tÏ%©!$# ¨βÎ)

∩⊇⊂∠∪ Kξ‹Î6y™ öΝåκu‰Ï‰öκuÏ9


137. Sesungguhnya orang-orang yang beriman kemudian kafir, kemudian beriman (pula), kamudian kafir
lagi, kemudian bertambah kekafirannya[362], Maka sekali-kali Allah tidak akan memberi ampunan kepada
mereka, dan tidak (pula) menunjuki mereka kepada jalan yang lurus.

[362] Maksudnya: di samping kekafirannya, ia merendahkan Islam pula.

(An-Nisa : 136-137)
tÏ%©!$%x. (#θçΡθä3tƒ Ÿωuρ Èd,ptø:$# zÏΒ tΑt“tΡ $tΒuρ «!$# Ìò2Ï%Î! öΝåκæ5θè=è% yìt±øƒrB βr& (#þθãΖtΒ#u tÏ%©#Ï9 Èβù'tƒ öΝs9r& *

∩⊇∉∪ šχθà)Å¡≈sù öΝåκ÷]ÏiΒ ×ÏWx.uρ ( öΝåκæ5θè=è% ôM|¡s)sù ߉tΒF{$# ãΝÍκön=tã tΑ$sÜsù ã≅ö6s% ÏΒ |=≈tGÅ3ø9$# (#θè?ρé&
16. Belumkah datang waktunya bagi orang-orang yang beriman, untuk tunduk hati mereka mengingat Allah
dan kepada kebenaran yang telah turun (kepada mereka), dan janganlah mereka seperti orang-orang yang
sebelumnya telah diturunkan Al kitab kepadanya, kemudian berlalulah masa yang panjang atas mereka lalu
hati mereka menjadi keras. dan kebanyakan di antara mereka adalah orang-orang yang fasik.

(Al-Hadid : 16)

* Tidak memakan harta haram, cara yg bathil dan enggan untuk menafkahkan di jalan Allah:

È≅ÏÜ≈t6ø9$$Î/ Ĩ$¨Ψ9$# tΑ≡uθøΒr& tβθè=ä.ù'u‹s9 Èβ$t7÷δ”9$#uρ Í‘$t6ômF{$# š∅ÏiΒ #ZÏWŸ2 ¨βÎ) (#þθãΖtΒ#u tÏ%©!$# $pκš‰r'¯≈tƒ *

È≅‹Î6y™ ’Îû $pκtΞθà)ÏΖムŸωuρ sπÒÏø9$#uρ |=yδ©%!$# šχρã”É∴õ3tƒ šÏ%©!$#uρ 3 «!$# È≅‹Î6y™ tã šχρ‘‰ÝÁtƒuρ

öΝßγèδ$t6Å_ $pκÍ5 2”uθõ3çGsù zΟ¨Ζyγy_ Í‘$tΡ ’Îû $yγøŠn=tæ 4‘yϑøtä† tΠöθtƒ ∩⊂⊆∪ 5ΟŠÏ9r& A>#x‹yèÎ/ Νèδ÷Åe³t7sù «!$#

∩⊂∈∪ šχρâ“ÏΨõ3s? ÷ΛäΖä. $tΒ (#θè%ρä‹sù ö/ä3Å¡àΡL{ öΝè?÷”t∴Ÿ2 $tΒ #x‹≈yδ ( öΝèδâ‘θßγàßuρ öΝåκæ5θãΖã_uρ
34. Hai orang-orang yang beriman, Sesungguhnya sebahagian besar dari orang-orang alim Yahudi dan
rahib-rahib Nasrani benar-benar memakan harta orang dengan jalan batil dan mereka menghalang-halangi
(manusia) dari jalan Allah. dan orang-orang yang menyimpan emas dan perak dan tidak menafkahkannya
pada jalan Allah, Maka beritahukanlah kepada mereka, (bahwa mereka akan mendapat) siksa yang pedih,
35. pada hari dipanaskan emas perak itu dalam neraka Jahannam, lalu dibakar dengannya dahi mereka,
lambung dan punggung mereka (lalu dikatakan) kepada mereka: "Inilah harta bendamu yang kamu simpan
untuk dirimu sendiri, Maka rasakanlah sekarang (akibat dari) apa yang kamu simpan itu."

(At-Taubah : 34-35)

* Tidak mencampur adukan antara keimanan dengan ke musyrikan.

∩∇⊄∪ tβρ߉tGôγ•Β Νèδuρ ßøΒF{$# ãΝßγs9 y7Íׯ≈s9'ρé& AΟù=ÝàÎ/ ΟßγuΖ≈yϑƒÎ) (#þθÝ¡Î6ù=tƒ óΟs9uρ (#θãΖtΒ#u tÏ%©!$#
82. orang-orang yang beriman dan tidak mencampuradukkan iman mereka dengan kezaliman (syirik),
mereka Itulah yang mendapat keamanan dan mereka itu adalah orang-orang yang mendapat petunjuk.

(Al-An’am : 82)
* Sangsi melakukan ke musyrikan maka amalannya akan hapus,

zÏΒ £tΡθä3tGs9uρ y7è=uΗxå £sÜt6ósu‹s9 |Mø.uõ°r& ÷È⌡s9 šÎ=ö6s% ÏΒ tÏ%©!$# ’n<Î)uρ y7ø‹s9Î) zÇrρé& ô‰s)s9uρ

∩∉∈∪ zƒÎÅ£≈sƒø:$#
65. dan Sesungguhnya telah diwahyukan kepadamu dan kepada (nabi-nabi) yang sebelummu. "Jika kamu
mempersekutukan (Tuhan), niscaya akan hapuslah amalmu dan tentulah kamu Termasuk orang-orang yang
merugi.

(Az-Zumar : 65)

* Jika ber-Iman dengan benar maka para Malaikat akan mendo’akannya.

tÏ%©#Ï9 tβρãÏøótGó¡o„uρ ϵÎ/ tβθãΖÏΒ÷σãƒuρ öΝÍκÍh5u‘ ωôϑpt¿2 tβθßsÎm7|¡ç„ …çµs9öθym ôtΒuρ z¸öyèø9$# tβθè=Ïϑøts† tÏ%©!$#

öΝÎγÏ%uρ y7n=‹Î6y™ (#θãèt7¨?$#uρ (#θç/$s? tÏ%©#Ï9 öÏøî$$sù $Vϑù=Ïãuρ Zπyϑôm§‘ &óx« ¨≅à2 |M÷èÅ™uρ $uΖ−/u‘ (#θãΖtΒ#u

öΝÎγÍ←!$t/#u ôÏΒ yxn=|¹ tΒuρ öΝßγ¨?‰tãuρ ÉL©9$# Aβô‰tã ÏM≈¨Ζy_ óΟßγù=Åz÷Šr&uρ $uΖ−/u‘ ∩∠∪ ËΛÅspgø:$# z>#x‹tã

ÏN$t↔ÍhŠ¡¡9$# È,s? tΒuρ 4 ÏN$t↔Íh‹¡¡9$# ãΝÎγÏ%uρ ∩∇∪ ÞΟ‹Å3ysø9$# Ⓝ͓yèø9$# |MΡr& y7¨ΡÎ) 4 óΟÎγÏG≈−ƒÍh‘èŒuρ öΝÎγÅ_≡uρø—r&uρ

∩∪ ÞΟŠÏàyèø9$# ã—öθxø9$# uθèδ šÏ9≡sŒuρ 4 …çµtF÷Η¿qu‘ ô‰s)sù 7‹Í≥tΒöθtƒ


7. (malaikat-malaikat) yang memikul 'Arsy dan Malaikat yang berada di sekelilingnya bertasbih memuji
Tuhannya dan mereka beriman kepada-Nya serta memintakan ampun bagi orang-orang yang beriman
(seraya mengucapkan): "Ya Tuhan Kami, rahmat dan ilmu Engkau meliputi segala sesuatu, Maka berilah
ampunan kepada orang-orang yang bertaubat dan mengikuti jalan Engkau dan peliharalah mereka dari
siksaan neraka yang menyala-nyala,
8. Ya Tuhan Kami, dan masukkanlah mereka ke dalam syurga 'Adn yang telah Engkau janjikan kepada
mereka dan orang-orang yang saleh di antara bapak-bapak mereka, dan isteri-isteri mereka, dan keturunan
mereka semua. Sesungguhnya Engkaulah yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana,
9. dan peliharalah mereka dari (balasan) kejahatan. dan orang-orang yang Engkau pelihara dari
(pembalasan) kejahatan pada hari itu Maka Sesungguhnya telah Engkau anugerahkan rahmat kepadanya
dan Itulah kemenangan yang besar".

(Al-Mu’min : 7-9)
2. TAQWA
Definisi menurut Ali bin Abi Tholib:

“Takut kepada yg maha Agung, Beramal sesuai Al-Quran, Bersyukur dengan yg banyak, Ridho dengan yg
sedikit, dan Mempersiapkan diri di hari yg sangat panjang (Akhirat).

* Perintah untuk ber TAQWA

$yϑÎ/ 7Î7yz ©!$# ¨βÎ) 4 ©!$# (#θà)¨?$#uρ ( 7‰tóÏ9 ôMtΒ£‰s% $¨Β Ó§øtΡ öÝàΖtFø9uρ ©!$# (#θà)®?$# (#θãΖtΒ#u šÏ%©!$# $pκš‰r'¯≈tƒ

∩⊇∇∪ tβθè=yϑ÷ès?
18. Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah Setiap diri memperhatikan
apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat); dan bertakwalah kepada Allah, Sesungguhnya Allah
Maha mengetahui apa yang kamu kerjakan.

(Al-Hasyr : 18)

* Tetapi kebanyakan manusia itu berada dalam kelalaian,

∩⊇∪ tβθàÊÌ÷è•Β 7's#øxî ’Îû öΝèδuρ öΝßγç/$|¡Ïm Ĩ$¨Ψ=Ï9 z>utIø%$#


1. telah dekat kepada manusia hari menghisab segala amalan mereka, sedang mereka berada dalam
kelalaian lagi berpaling (daripadanya).

(Al-Anbiya : 1)

* Dengan kelalaiannya menganggap bahwa hari akhir itu masih jauh.

∩∠∪ $Y7ƒÌs% çµ1ttΡuρ ∩∉∪ #Y‰‹Ïèt/ …çµtΡ÷ρttƒ öΝåκ¨ΞÎ)


6. Sesungguhnya mereka memandang siksaaan itu jauh (mustahil).
7. sedangkan Kami memandangnya dekat (mungkin terjadi).

(Al-Ma’arij : 6-7)

(END) Kamis, 24 Juli 2008


Do’a
Perintah Ber Do’a:

tΛ©yγy_ tβθè=äzô‰u‹y™ ’ÎAyŠ$t6Ïã ôtã tβρçÉ9õ3tGó¡o„ šÏ%©!$# ¨βÎ) 4 ö/ä3s9 ó=ÉftGó™r& þ’ÎΤθãã÷Š$# ãΝà6š/u‘ tΑ$s%uρ

∩∉⊃∪ šÌÅz#yŠ
60. dan Tuhanmu berfirman: "Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya
orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku[1326] akan masuk neraka Jahannam dalam
Keadaan hina dina".

[1326] Yang dimaksud dengan menyembah-Ku di sini ialah berdoa kepada-Ku.

(Al-Mu’min : 60)

Do’a ketika di Dzholimi:

∩∇∈∪ šÏϑÎ=≈©à9$# ÏΘöθs)ù=Ïj9 ZπuΖ÷FÏù $uΖù=yèøgrB Ÿω $uΖ−/u‘ $uΖù=©.uθs? «!$# ’n?tã (#θä9$s)sù
85. lalu mereka berkata: "Kepada Allahlah Kami bertawakkal! Ya Tuhan kami; janganlah Engkau jadikan
Kami sasaran fitnah bagi kaum yang'zalim,

∩∇∉∪ tÍÏ≈s3ø9$# ÏΘöθs)ø9$# zÏΒ šÏGoΗôqtÎ/ $oΨÅngwΥuρ


86. dan selamatkanlah Kami dengan rahmat Engkau dari (tipu daya) orang-orang yang kafir."

(Yunus : 85-86)

Do’a ketika di timpa Musibah:

ÌÏe±o0uρ 3 ÏN≡tyϑ¨W9$#uρ ħàΡF{$#uρ ÉΑ≡uθøΒF{$# zÏiΒ <Èø)tΡuρ Æíθàfø9$#uρ Å∃öθsƒø:$# zÏiΒ &óy´Î/ Νä3¯Ρuθè=ö7oΨs9uρ

y7Íׯ≈s9'ρé& ∩⊇∈∉∪ tβθãèÅ_≡u‘ ϵø‹s9Î) !$¯ΡÎ)uρ ¬! $¯ΡÎ) (#þθä9$s% ×πt7ŠÅÁ•Β Νßγ÷Fu;≈|¹r& !#sŒÎ) tÏ%©!$# ∩⊇∈∈∪ šÎÉ9≈¢Á9$#

∩⊇∈∠∪ tβρ߉tGôγßϑø9$# ãΝèδ šÍׯ≈s9'ρé&uρ ( ×πyϑômu‘uρ öΝÎγÎn/§‘ ÏiΒ ÔN≡uθn=|¹ öΝÍκön=tæ


155. dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan
harta, jiwa dan buah-buahan. dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar.
156. (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan: "Inna lillaahi wa innaa ilaihi
raaji'uun"[101].
157. mereka Itulah yang mendapat keberkatan yang sempurna dan rahmat dari Tuhan mereka dan mereka
Itulah orang-orang yang mendapat petunjuk.

[101] Artinya: Sesungguhnya Kami adalah milik Allah dan kepada-Nya-lah Kami kembali. kalimat ini
dinamakan kalimat istirjaa (pernyataan kembali kepada Allah). Disunatkan menyebutnya waktu ditimpa
marabahaya baik besar maupun kecil.

(Al-Baqoroh : 155-157)