You are on page 1of 97

TAHUN XXXIX EDISI 392 JULI 2007

Pengawasan DJBC
Dalam UU No.17/2006
PROFIL WAWANCARA

MENUNGGU IMPLEMENTASI
RISTOLA S.I. NAINGGOLAN
“DJBC TELAH BANYAK MEMBERIKAN SAYA
KESEMPATAN”
CYRUS FIDELIS SIDJABAT
“HUKUM ITU ADA ATAU EKSIS KARENA
DITEGAKKAN”
DARI REDAKSI

TERBIT SEJAK 25 APRIL 1968


IZIN DEPPEN: NO. 1331/SK/DIRJEN-G/SIT/72

Dari Daerah
TANGGAL, 20 JUNI 1972 ISSN.0216-2483

PELINDUNG

ke Daerah
Direktur Jenderal Bea dan Cukai:
Drs. Anwar Suprijadi, MSc
PENASEHAT
Direktur Penerimaan & Peraturan
Kepabeanan dan Cukai:
Drs. Hanafi Usman
“Om wartawan ya.. ?” Direktur Teknis Kepabeanan
Drs. Teguh Indrayana, MA
“Kok tahu” Direktur Fasilitas Kepabeanan
“Papa kan suka bawa Warta Bea Cukai ke rumah” Drs. Kusdirman Iskandar
Direktur Cukai
”Kamu baca ?” Drs. Frans Rupang
”Iya,” sambil mengangguk perlahan Direktur Penindakan & Penyidikan
Heru Santoso, SH

C
Direktur Audit
uplikan percakapan di atas terjadi antara WBC dengan Drs. Thomas Sugijata, Ak. MM
Direktur Kepabeanan Internasional
seorang anak laki-laki berumur sekitar 11 tahun, ketika kami Drs. M. Wahyu Purnomo, MSc
Direktur Informasi Kepabeanan & Cukai
sedang berada di Tanjung Pinang pada pertengahan bulan Dr. Heri Kristiono, SH, MA
Juni lalu. Menarik mengetahui bahwa WBC juga ikut ‘dibaca’ Kepala Pusat Pendidikan dan
Pelatihan Bea dan Cukai
anggota keluarga pegawai, bahkan yang termuda sekalipun. Drs. Endang Tata
Dari awal redaksi menyadari bahwa sebagai majalah internal DJBC, Inspektur Bea dan Cukai
Edy Setyo
majalah WBC pastinya akan terasa “berat” buat orang awam karena Tenaga Pengkaji Bidang Pelayanan &
muatannya yang bersifat teknis. Namun kami berusaha agar majalah Penerimaan KC
Drs. Bambang Prasodjo
ini tetap bisa diikuti oleh masyarakat luas. Beberapa waktu lalu redaksi Tenaga Pengkaji Bidang Pengawasan &
menerima permohonan dari sebuah universitas di Jawa Tengah yang Penegakan Hukum KC
Drs. Erlangga Mantik, MA
meminta agar WBC bisa dikirimkan secara reguler untuk ditempatkan Tenaga Pengkaji Bidang Pengembangan
di perpustakaan universitas tersebut, sehingga bisa menjadi sumber Kapasitas & Kinerja Organisasi KC
Drs. Joko Wiyono
informasi mengenai masalah kepabeanan dan cukai bagi para
KETUA DEWAN PENGARAH
mahasiswa dan mahasiswinya. Sekretaris Direktorat Jenderal
Di edisi bulan Juli ini, kami harap bisa memberikan banyak informa- Bea dan Cukai:
Dr. Kamil Sjoeib, MA
si untuk anda. Sebelumnya kami mengucapkan terima kasih atas WAKIL KETUA DEWAN PENGARAH/
undangan dan sambutan selama kunjungan WBC ke KPBC Tanjung PENANGGUNG JAWAB
Kepala Bagian Umum:
Pinang dan KPBC Batam. Persinggahan kami di Batam utamanya Sonny Subagyo, S.Sos
karena ingin melihat KPBC Batam yang dipersiapkan menjadi Kantor DEWAN PENGARAH
Drs. Nofrial, M.A.,
Pelayanan Utama (KPU) per 1 Juli, bersamaan dengan KPBC Tanjung Drs. Patarai Pabottinggi,
Priok. Dra. Cantyastuti Rahayu,
Ariohadi, SH, MA.
Namun, dalam perkembangan terakhir, Menteri Keuangan, Sri Marisi Zainuddin Sihotang, SH.,M.M.
Mulyani, ketika melakukan kunjungan ke pelabuhan Tanjung Priok (22/ Drs. Martediansyah M.P.M,
J. Didit Krisnady, SH
6) untuk melihat persiapan penerapan KPU di Tanjung Priok mengata- Ir. Sucipto, M.M, Ir. Azis Syamsu Arifin,
kan, launching KPU di Batam tidak akan dilakukan secara bersamaan Muhammad Zein, SH, MA.
PEMIMPIN REDAKSI
dengan Tanjung Priok pada tanggal 1 Juli. Dirjen Bea Cukai Anwar Lucky R. Tangkulung
REDAKTUR
Suprijadi ketika diwawancarai WBC lebih lanjut menjelaskan, diharap- Aris Suryantini,
kan KPU di Batam akan segera dimulai paling lambat bulan Oktober Supriyadi Widjaya,
Ifah Margaretta Siahaan,
mendatang. Zulfril Adha Putra
Dari Bandung, WBC meliput acara pertemuan Direktur Jenderal FOTOGRAFER
Andy Tria Saputra
Bea dan Cukai se-ASEAN, dimana DJBC bertindak sebagai tuan KORESPONDEN DAERAH
rumah. Event internasional ini tentunya diharapkan tidak sekedar ` Bambang Wicaksono (Surabaya)
Ian Hermawan (Pontianak)
menjadi seremoni belaka, namun ada semangat untuk berdiskusi KOORDINATOR PRACETAK
bersama masalah kepabeanan di kawasan regional. Salah satu topik Asbial Nurdin
SEKRETARIS REDAKSI
yang dibicarakan mengenai Asean Single Window (ASW) misalnya, Kitty Hutabarat
sangat erat kaitannya dengan implementasi National Single Window PIMPINAN USAHA/IKLAN
Piter Pasaribu
(NSW) di Indonesia, yang pelaksanaannya direncanakan dimulai di TATA USAHA
Tanjung Priok pada bulan Desember 2007 mendatang. Mira Puspita Dewi S.Pt., M.S.M.,
Untung Sugiarto
Ada cukup banyak liputan dari berbagai daerah yang bisa anda IKLAN
Wirda Renata Pardede
baca di edisi ini, misalnya dari Bogor, Dumai, Tembilahan, Makasar, SIRKULASI
hingga Malang sehubungan dengan peristiwa dibekukannya ijin usaha H. Hasyim, Amung Suryana
BAGIAN UMUM
20 pabrik rokok skala kecil di wilayah tersebut. Sementara dari internal Rony Wijaya
DJBC, mutasi dan promosi yang dilakukan terhadap pejabat eselon II PERCETAKAN
PT. BDL Jakarta
diharapkan mampu menghadirkan pelayanan dan pengawasan yang
prima dan utama, tidak hanya di KPU, tapi juga di seluruh kantor- ALAMAT REDAKSI/TATA USAHA
Kantor Pusat Direktorat Jenderal
kantor bea cukai. Mengutip sambutan dari Menteri Keuangan, bahwa Bea dan Cukai,
betapapun besar semangat Menkeu dan Dirjen untuk memperbaiki Jl. Jenderal A. Yani (By Pass) Jakarta Timur
Telp. (021) 47865608, 47860504,
institusi bea cukai, pada akhirnya yang banyak menentukan terutama 4890308 Psw. 154 - Fax. (021) 4892353
E-Mail : - wbc@cbn.net.id
adalah pada jajaran eselon II. - majalah_wbc@yahoo.com
Selamat bertugas, selamat membaca. REKENING GIRO WARTA BEA CUKAI
BANK BNI CABANG JATINEGARA JAKARTA
Nomor Rekening : 8910841
Lucky R. Tangkulung Pengganti Ongkos Cetak Rp. 10.000,-

EDISI 392 JULI 2007 WARTA BEA CUKAI 1


DAFTAR ISI

5-15
Laporan Utama
Dengan diterbitkannya
Undang-Undang Nomor 17
tahun 2006 tentang
Kepabeanan, ada banyak hal
baru yang diatur didalamnya,
diantaranya masalah
pengawasan. Hal baru apa
saja yang ada di pengawasan?
Ulasan lebih lanjut ada di rubrik
Laporan Utama.

16-18 39-45
Wawancara Kepabeanan
Menurut Cyrus Fidelis Sidjabat,
Internasional
berbicara soal pengawasan, ada Untuk meningkatkan kerjasama
kendala-kendala yang dihadapi kepabeanan di antara negara-
oleh DJBC, seperti pengawasan negara Asean, berbagai
orang dan pengawasan barang. pertemuan dilakukan, salah
Apa saja kendala tersebut, dan satunya adalah pertemuan para
bagaimana upaya yang dilakukan Dirjen Bea dan Cukai se-Asean
untuk DJBC untuk menghadapi ke-16 yang diselenggarakan di
kendala tersebut? Akan Bandung. Liputannya dapat
penjelasannya ini dapat disimak dilihat pada rubrik Kepabeanan
pada rubrik Wawancara. Internasional kali ini.

55-58
Pengawasan
Rubrik pengawasan kali ini akan
menurunkan keberhasilan DJBC
dalam menegah masuknya barang
ilegal, diantaranya dari Kanwil IX
DJBC Bandung yang menegah 11
kontainer berisi tekstil, KPBC
Soekarno-Hatta memusnahkan
ribuan keping VCD, DVD, telpon
selular, dan senjata mainan. Serta
pelatihan Seaport Interdiction yang
dilakukan oleh Kanwil VII Jakarta I.

22-38 76-79
Daerah ke Daerah Profil
Rubrik dearah-ke Antara cita-cita dan
daerah kali ini, akan keinginan orang tuanya
menurunkan berita- sangat bertentangan, namun
berita dari daerah, demi kecintaannya kepada
diantaranya KPBC orang tua, semua itu dapat
Malang, Tembilahan, dijalani dengan sukses.
Dumai, Bogor, Tanjung Bagaimana Ristola yang
Pinang, Batam, Merak, merupakan tokoh profil kali
Kanwil XVI Sulawesi, ini menjalani pertentangan
dan BPIB Jakarta. batinnya? Dapat disimak
pada rubrik Profil.

2 WARTA BEA CUKAI EDISI 392 JULI 2007


1
3
DARI REDAKSI
SURAT PEMBACA Surat Pembaca
4 KARIKATUR Kirimkan surat anda ke Redaksi WBC melalui alamat
surat, fax atau e-mail. Surat hendaknya dilengkapi
dengan identitas diri yang benar dan masih berlaku.
19 CUKAI
Cegah Pelanggaran Melalui

RALAT
Operasi Cukai
46 PERISTIWA
- Inkado Korda DKI Juara Umum
Kejuaraan Gubernur DKI Cup Pada Rubrik Peristiwa hal. 66, pada tulisan berjudul Kejurnas
- Marching Band Bina Caraka Terjun Payung, terdapat kesalahan penulisan yaitu di kolom kedua,
Buka Pendaftaran Anggota baru
alinea ke empat dari atas, di baris ke empat tertulis,
- Oxford Bussines Group
Untuk ketepatan mendarat, Propinsi Kepulauan Riau mendapat
Luncurkan The report : Emerging
Indonesia 2007 peringkat I sedangkan untuk propinsi Jawa Barat mendapat

51 INFO PEGAWAI peringkat ke III.


- Pegawai Pensiun per 1 Juli
2007
Seharusnya ditulis,
- Mutasi dan Promosi Eselon II di
Untuk kelas kerjasama di udara, Propinsi Jawa Barat mendapat
Lingkungan DJBC
53 INFO PERATURAN peringkat III, sedangkan Propinsi Kepulauan Riau tidak mendapat
54 PUSDIKLAT peringkat atas”.
Diklat PFPD KPU : Kemampuan
dan Integritas Harus Sejalan
Dengan demikian, pada hal. 67, kolom pertama alinea kedua dari
59 SEPUTAR BEACUKAI
63 KOLOM atas, di baris keempat yang tertulis,

Bukti Audit (Audit Evidence) vs Namun dengan semangat yang ada mereka mendapat peringkat
Bukti Hukum (Legal Evidence) pertama, dianggap tidak berlaku.
65 OPINI
- Sanksi Hukum terhadap PFPD
Demikian kesalahan kami perbaiki, atas perhatiannya kami ucapkan
yang salah Dalam Menghitung
Bea Masuk/Bea Keluar terima kasih.
(Tinjauan Yuridis Pasal 113B) Redaksi
- Customs Valuation : Sekedar
Otokritik (Bukan Otokratik)
Kontributif
NOMOR TELEPON
71 RENUNGAN ROHANI
Tawakal dan Takdir Setiap tulisan, artikel, foto, dan lain sebagainya untuk kepentingan
72 RUANG INTERAKSI
pemberitaan yang dikirimkan ke redaksi WBC baik secara langsung,
Selamat datang tahun Ajaran baru
74 RUANG KESEHATAN melalui alamat pos, maupun e-mail, mohon dicantumkan nomor telepon

Kiat Menjadi Pria Sejati Untuk langsung penulis/pengirim (kantor ataupun HP), sehingga memudahkan
Keharmonisan Rumah Tangga redaksi untuk menghubungi apabila sewaktu-waktu diperlukan. Terima
80 APA KATA MEREKA
kasih atas perhatian dan kerjasamanya.
- Boy Tirajoh
Redaksi
- Yana Julio

EDISI 392 JULI 2007 WARTA BEA CUKAI 3


KARIKATUR

4 WARTA BEA CUKAI EDISI 392 JULI 2007


Peningkatan
Pengawasan
DALAM AMANDEMEN UU KEPABEANAN
Waktu terus berjalan. Seiring dengan waktu, peraturan kepabeanan pun mengalami
perubahan. Dimulai sejak tahun 1873 pada jaman berlakunya Ordonansi Bea, Tahun 1995
Ordonansi Bea dinyatakan tidak berlaku lagi seiring dengan terbitnya UU No. 10/1995 tentang
Kepabeanan. Sekitar 10 tahun kemudian, keluarlah UU No. 17/2006 tentang
Perubahan Atas UU No. 10/1995 tentang Kepabeanan.
Ada banyak hal baru yang diatur dalam UU No. 17/2006 tersebut, diantaranya mengenai
peningkatan pengawasan yang dilakukan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC).
Oleh sebab itu, dalam edisi kali ini, WBC hendak mengulas lebih jauh beberapa pasal mengenai
pengawasan yang terkandung dalam UU No. 17/2006 tersebut. Berikut ulasannya.

S
elama ini, pengawasan yang dilakukan oleh DJBC daerah pabean merupakan domain dari DJBC maka yang
ditujukan baik kepada pemakai jasa kepabeanan bertindak sebagai manajemen authority adalah Departemen
maupun pihak lainnya yang dalam melakukan Keuangan atau tepatnya Direktorat Jenderal Bea dan Cukai
kegiatan bisnis maupun tindakannya berhubungan (DJBC).
dengan aparat atau instansi DJBC. Tak hanya itu, Kemudian, oleh Sekneg, Draft Perpu tersebut dikirim ke
pengawasan juga dilakukan terhadap para pegawai DJBC DJBC untuk ditanggapi dan disempurnakan. Dalam
agar dalam menjalankan tugas dan kewajibannya tidak pembahasan di internal DJBC disimpulkan bahwa tidak tepat
melakukan penyimpangan atau sesuai dengan ketentuan apabila masalah penyelundupan itu dibuatkan suatu produk
perundang-undangan yang berlaku. hukum berupa Perpu yang kekuatan hukumnya sama dengan
Menurut Sutardi, Mantan Kasubdit Tempat Penimbunan, Undang-Undang. Sebab, masalah penyelundupan merupa-
Direktorat Teknis Kepabeanan, yang kini menjabat sebagai kan suatu sub sistem dari masalah kepabeanan, yang
Inspektur bidang VII, Departemen Keuangan, yang nantinya dapat menyulitkan dalam mengimplementasikannya
mengawasi Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan karena banyak pasal-pasal yang elastis.
(DJPK) dan Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN), Disamping itu, penerapan Perpu tersebut juga lebih me-
secara segmental bentuk pengawasan yang dilakukan oleh nitikberatkan pada pengenaan sanksi pidana kepada hampir
DJBC dapat dibagi menjadi 3 bagian yaitu pre clearance seluruh pelanggaran terhadap formalitas pabean tanpa mem-
control (dilakukan sebelum kedatangan barang impor/sarana pertimbangkan aspek-aspek pelayanan. Dengan demikian,
pengangkut), in process clearance control (pengawasan oleh hal tersebut dapat mengancam kelangsungan hidup dunia
pejabat bea cukai pada waktu melakukan pelayanan usaha karena berakibat sangat kontra produktif bagi kegiatan
kepabeanan) dan post clearance control (dilakukan setelah usaha mereka. Pasalnya, karena kesalahan sekecil apapun,
kegiatan kepabeanan impor dan/atau ekspor telah selesai yang memang biasa dimungkinkan terjadi karena asas self
dilakukan dan barang sudah di release ke peredaran bebas). assessment, sanksi hukuman badan dan dendanya sangat
Lantas, apa yang melatar belakangi keluarnya pasal 102, tinggi, tidak sebanding antara kesalahan yang diperbuat dan
UU No.17/2006 tentang kategori orang yang melakukan hukuman yang dijatuhkan.
penyelundupan? Menurut tuturan Sutardi, yang juga “Demikian juga sanksi terhadap petugas bea cukai, bah-
merupakan Anggota Tim RUU Kepabeanan, kelahiran pasal kan apabila pejabat bea cukai patut menduga adanya
102 tersebut dimulai dari diserahkannya suatu draft penyelundupan tapi membiarkannya juga dikenai sanksi yang
Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang (Perpu) cukup berat,” tandas Sutardi.
Tentang Penyelundupan oleh Menteri Perdagangan dan Kemudian, momentum tersebut dipergunakan oleh DJBC
Industri (pada waktu itu dijabat Rini Suwandi) ke Sekretaris untuk melakukan beberapa perubahan pasal dalam Undang-
Negara untuk ditanda tangani oleh Presiden Megawati. undang No.10/ 1995 tentang Kepabeanan yang dalam 10 ta-
Sesuai aturan dan tata tertib pembuatan peraturan hun perjalananannya dinilai terdapat banyak kekurangan dan
perundangan, maka inisiatif pembuatan suatu peraturan kelemahan. Sehingga, disusunlah suatu Draft Rancangan
perundangan harus diajukan oleh manajemen authority-nya. Perubahan UU No. 10/1995, sekaligus merevisi ketentuan
Karena masalah kepabeanan atau yang berkaitan dengan pasal 102 tentang penyelundupan dengan mengacu pada ke-
keluar masuknya barang impor maupun ekspor ke dan dari tentuan tentang penyelundupan yang tercantum dalam Perpu

EDISI 392 JULI 2007 WARTA BEA CUKAI 5


LAPORAN UTAMA
DOK. WBC

KAPAL PATROLI. Permasalahan yang kerap di hadapi petugas bea cukai dalam melakukan pengawasan di lapangan merupakan masalah yang umum.
Diantaranya adalah kurangnya sarana dan prasarana.

yang diajukan oleh Menperindag (setelah sebelumnya diba- sal 102 dan 102A dan yang kedua adalah tindak pidana atau
has dengan pihak perguruan tinggi, pengguna jasa delik materil yaitu sebagaimana diatur dalam pasal 102B.
kepabeanan, asosiasi, Kadin dan pihak-pihak lain yang Untuk kategori yang kedua (tindak pidana materil), tindak
berkepentingan dengan masalah penyelundupan tersebut). pidana penyelundupan tersebut dapat dikategorikan kedalam
Sehingga, lahirlah suatu rumusan pasal yang kemudian kegiatan pidana berat. Karena untuk hukuman pasal 102B
disetujui oleh DPR sebagaimana pasal 102 sekarang ini. sanksinya berupa pidana penjara paling singkat 5 (lima)
Sutardi menegaskan, dalam UU No.17/2006 maupun UU tahun dan pidana penjara paling lama 20 (dua puluh) tahun
No.10/1995 kata penyelundupan itu tidak didefinisikan, dan pidana denda paling sedikit Rp5.000.000.000 (lima miliar
melainkan dirumuskan deliknya. Jadi, ada beberapa rumusan rupiah) dan paling banyak Rp100.000.000.000 (seratus miliar
delik yang dikategorikan kedalam penyelundupan. rupiah).
Lalu, apa perbedaan antara definisi penyelundupan yang Lebih lanjut ia menjelaskan, kriteria yang dipakai agar
terdapat dalam UU No. 10/1995 dengan UU No. 17/2006? suatu perbuatan pidana dapat dikategorikan sebagai tindak
Menurut Sutardi, dalam UU No. 10/1995 suatu tindakan pidana berat adalah besar kecilnya sanksi hukuman. “Suatu
pelanggaran kepabeanan dikategorikan kedalam tindak tindak pidana dapat digolongkan kedalam pidana berat
pidana penyelundupan apabila tindakan tersebut sama sekali apabila sanksinya memang berat. Sanksi pidana yang berat
tidak mengindahkan ketentuan UU No.10/1995. tersebut bertujuan untuk memberikan suatu efek jera
“Apabila yang bersangkutan dalam melakukan importasi (deterrent effect) agar orang tidak melanggar atau mencoba
melakukan pelanggaran akan tetapi tetap mengindahkan melanggar pasal tersebut,” tandasnya.
ketentuan UU meskipun hanya sebagian saja dari ketentuan Berbicara mengenai pasal 102B, UU No.17/2006 tentang
tersebut maka yang bersangkutan tidak bo- WBC/IFA pelanggaran yang mengakibatkan tergang-
leh dikategorikan masuk kedalam tindak pi- gunya sendi-sendi perekonomian negara,
dana penyelundupan,” tambahnya. Sutardi menjelaskan bahwa frasa
Jadi, secara teoritis semua pelanggaran “terganggunya sendi-sendi perekonomian
yang dilakukan di pelabuhan tidak dapat negara” merupakan delik yang abstrak,
dikategorikan kedalam tindak pidana penye- sehingga sulit untuk diimplementasikan.
lundupan, karena semua barang impor atau Sesuai teori perundang-undangan,
ekspor yang melewati pelabuhan dianggap suatu pasal dalam undang-undang harus
telah mengindahkan ketentuan dalam UU jelas (konkrit) sehingga mudah dipahami
No. 10/1995, walaupun hanya sebagian. seperti dikatakan dalam suatu adagium Lex
Sementara dalam UU No.17/2006, tin- Epsa Loquitur yang artinya biarlah undang-
dak pelanggaran yang dikategorikan keda- undang menjelaskan dirinya sendiri. Kare-
lam tindak pidana penyelundupan secara na Pasal 102B ini dikategorikan sebagai
limitatif dirumuskan dalam pasal 102 yang delik materil, maka si pelaku baru dihukum
baru tersebut. apabila perbuatannya telah terbukti menga-
kibatkan terganggunya sendi-sendi pereko-
TERGANGGUNYA SENDI-SENDI nomian negara, yang hingga saat ini belum
PEREKONOMIAN NEGARA ada batasannya sejauhmana sendi-sendi
Menurut Sutardi, secara teori hukum, perekonomian negara tersebut terganggu.
tindak pidana penyelundupan sebagaimana Dalam delik materil ini, beban pembuk-
SUTARDI. Sanksi pidana yang berat tersebut
diatur dalam pasal 102 ini dibagi menjadi 2 bertujuan untuk memberikan suatu efek jera tian (burden of proof) bahwa telah tergang-
(dua). Pertama tindak pidana atau delik (deterrent effect) agar orang tidak melanggar gunya sendi-sendi perekonomian negara
formil yaitu sebagaimana diatur dalam pa- atau mencoba melanggar pasal tersebut. adalah pada penyidik. Karena penjelasan

6 WARTA BEA CUKAI EDISI 392 JULI 2007


DOK. WBC
undang-undang (memorie van toelichting) maupun peraturan
pelaksanaannya tidak secara tegas memberikan definisi/ba-
tasan tentang terganggunya sendi-sendi perekonomian nega-
ra tersebut, maka interpretasi tersebut diserahkan kepada ha-
kim yang mengadili perkaranya, sejauhmana telah tergang-
gunya sendi-sendi perekonomian negara telah terbukti.
“Jadi, pelanggaran yang menyebabkan terganggunya
sendi-sendi perekonomian negara sebagaimana diatur dalam
pasal 102B adalah merupakan delik materil. Artinya bahwa
delik tersebut dianggap selesai dilakukan apabila akibat yang
dilarang oleh undang-undang tersebut muncul,” ujarnya.

SANKSI BAGI OKNUM PEGAWAI


Berbicara mengenai sanksi bagi oknum pejabat bea cukai
yang membantu atau turut serta dalam melakukan
penyelundupan, Sutardi menjelaskan bahwa dalam UU
No.17/2006 secara eksplisit tidak dinyatakan adanya sanksi
terhadap oknum pejabat bea cukai yang membantu atau turut
serta dalam melakukan penyelundupan.
Tetapi, dalam pasal 103 KUHP dinyatakan apabila
ketentuan pidana tidak diatur khusus oleh undang-undang
diluar KUHP maka diberlakukanlah ketentuan dalam Bab I
KUHP atau apabila tidak diatur secara khusus maka yang
berlaku adalah ketentuan umumnya (Generalia Sunt
Praeponenda Singularibus) artinya General things are to
precede particular things, general law are to precede particu-
lar laws atau Undang-Undang dan peraturan yang bersifat
umum dapat diadopsi dan diterapkan pada undang-undang
yang bersifat khusus apabila dalam undang-undang yang
bersifat khusus tersebut tidak diatur tersendiri.
Karena dalam UU No.17/2007 tidak diatur masalah turut me-
lakukan dan membantu melakukan tindak pidana, maka sesuai
pasal 55 ayat (1) KUHP dinyatakan bahwa dipidana sebagai pela-
ku tindak pidana adalah orang yang melakukan, yang menyuruh
melakukan, atau yang turut melakukan tindak pidana.
“Apabila ada oknum pejabat bea cukai yang membantu
atau turut serta dalam melakukan penyelundupan maka PENGAWASAN DI PELABUHAN. Kegiatan pengawasan yang dilakukan di
kepadanya diberi sanksi pemberat sebagaimana diatur pelabuhan.
dalam pasal 102C yaitu berupa tambahan sepertiga dari
ancaman hukuman,” lanjutnya. Pasal ini sendiri diadop dari Untuk itu ia berharap dengan adanya UU No. 17/2006
pasal 52 KUHP dengan substansi yang sama. Jadi, apabila ada perubahan dalam perilaku dan sikap, baik pejabat
tidak ada pasal 102C UU No. 17/2006, maka pasal 52 KUHP pabean itu sendiri maupun para pemakai jasa kepabeanan.
juga dapat diterapkan untuk kasus yang demikian. Namun, Selain itu juga UU No.17/2006 ini diharapkan akan memper-
karena pasal ini merupakan usulan dari anggota DPR, mudah jajaran DJBC dalam menyongsong pembentukan tata
pemerintah pun menyetujuinya. kelola pemerintahan yang baik (good governance), sehingga
Menurut Sutardi, permasalahan yang kerap di hadapi pe- citra dan kinerja DJBC semakin baik. ifa
tugas bea cukai dalam melakukan peng- DOK. WBC
awasan di lapangan merupakan masa-
lah yang umum. Diantaranya adalah
kurangnya sarana dan prasarana, minim-
nya anggaran, luasnya area yang
diawasi, tidak sebandingnya rasio petu-
gas pengawas dan objek pengawasan-
nya dan juga kapabilitas atau kompeten-
si dari petugas pengawas itu sendiri.
Namun, yang tak kalah pentingnya
adalah integritas dari pejabat pengawas
yang perlu selalu dibina mengingat ba-
nyaknya godaan yang dihadapi para pe-
tugas pengawas. Selain itu, intervensi da-
ri oknum pihak-pihak tertentu yang mem-
punyai kekuasaan terhadap petugas bea
cukai dilapangan (walaupun ti-dak seba-
nyak beberapa tahun yang lalu).
Di akhir wawancara Sutardi mengung-
kapkan harapannya dengan terbitnya UU
No.17/2006 ini. “Sebagaimana yang dike-
mukakan oleh Roscoe Pound dalam kon-
sepsinya law as a tool of social engineering
bahwa hukum merupakan alat pembaharu-
an dalam kehidupan bermasyarakat, demi-
kian juga UU No.17/2006 ini,” katanya. TEKSTIL HASIL TEGAHAN petugas bea cukai.

EDISI 392 JULI 2007 WARTA BEA CUKAI 7


LAPORAN UTAMA

Pengawasan

PENGAWASAN
TERHADAP BARANG
TERTENTU INI BUKAN
MERUPAKAN SUATU
BEBAN BAGI
PEGAWAI BEA CUKAI

PENGANGKUTAN
BARANG TERTENTU
UU No. 17/2006 tentang Perubahan Atas UU
No. 10/1995 tentang Kepabeanan

DJBC maka diharapkan, paling tidak, mampu menahan hingga
ke limit yang rendah untuk mengurangi penyelundupan ekspor
barang tersebut,” katanya.
mengamanatkan pada Bea dan Cukai untuk Lebih lanjut Karim menjelaskan, sebelum UU No. 10/1995
melakukan pengawasan terhadap barang terbit, DJBC mengenal pengawasan terhadap pengangkutan
tertentu. Setelah sebelumnya Bea dan Cukai barang antar pulau. Pada saat itu (1873) peraturan yang
digunakan adalah UU Tarif Indonesia atau Indische Tarief Wet
pernah mengawasi pengangkutan barang antar Staatsblad. Saat menggunakan Indische Tarief tersebut dan UU
pulau, kini Direktorat Jenderal Bea dan Cukai pelaksanaannya (Ordonansi bea atau Rechten Ordonnantie
(DJBC) mendapat tugas baru untuk melakukan Staatsblad) yang terbit tahun 1882, semua pengangkutan barang
pengawasan terhadap barang tertentu. dalam daerah pabean melalui laut, diawasi oleh Bea dan Cukai.
Untuk itu, semua barang niaga yang diangkut melalui laut dalam

M
daerah pabean harus menggunakan dokumen AVI (Angivte Van
enurut UU No. 10/1995, kepabeanan adalah segala Inlading) atau pemberitahuan muat barang (PMB).
sesuatu yang berhubungan dengan pengawasan Dalam UU Indishe Tarief tersebut dikatakan, jika pengguna
atas lalu lintas barang yang masuk atau keluar daerah jasa mengangkut barang misalnya kayu dari Makasar ke
pabean dan pemungutan bea masuk. Sedangkan Surabaya melalui laut, harus memiliki dokumen AVI. Sehingga,
berdasarkan UU No. 17/2006, kepabeanan adalah petugas bea cukai bisa mengontrol lalu lintas pengangkutan antar
segala sesuatu yang berhubungan dengan pengawasan atas lalu pulau tersebut. Jadi, dokumen bernama AVI tadi dibawa didalam
lintas barang yang masuk atau keluar daerah pabean serta kapal yang mengangkut kayu tadi hingga tiba di pelabuhan
pemungutan bea masuk dan bea keluar. tujuannya di Surabaya.
Dalam UU No. 17/2006 tentang Perubahan Atas UU No. 10/ Jika kayu tersebut telah sampai di Surabaya, maka Kantor
1995 tentang Kepabeanan, pengawasan yang dilakukan oleh Bea Cukai di Surabaya wajib mengirimkan kembali dokumen AVI
DJBC bertambah, diantaranya melakukan pengawasan lalu lintas tadi ke Kantor Bea Cukai tempat kayu tersebut dimuat, ditambah
barang tertentu di dalam daerah pabean. Berdasarkan pasal 1 pemberitahuan bahwa kayu tersebut sudah sampai ke tujuannya.
butir 19, UU No. 17/2006, barang tertentu ada- DOK. WBC “Sehingga, kontrol yang dilakukan walaupun
lah barang yang ditetapkan oleh instansi tek- manual tapi sangat rijit,” kata Karim.
nis terkait sebagai barang yang pengangkut- Lantas, kenapa pengawasan pengangkut-
annya di dalam daerah pabean diawasi. an barang antar pulau hilang setelah terbitnya
Saat ditemui WBC dikantornya di bilangan UU No. 10/1995? Karim menjelaskan bahwa
pisangan baru, Jakarta Timur, Ketua Tim Pe- saat ini Indonesia sudah menganut wawasan
nyusunan Peraturan Pelaksanaan di Bidang nusantara, dimana seluruh daerah pabean In-
Kepabeanan, Ibrahim Karim mengatakan, ke- donesia telah menjadi satu. “Dulu pada jaman
luarnya pasal mengenai pengawasan peng- Belanda, beberapa daerah di luar pulau Jawa,
angkutan barang tertentu dikarenakan peme- bukan merupakan daerah pabean Indoensia
rintah menyadari bahwa selama ini sering ter- sehingga pengangkutannya dari satu tempat
jadi penyelundupan ekspor terhadap barang- ke tempat lain harus menggunakan dukumen
barang tertentu, seperti kayu, rotan dan AVI,” jelas Karim.
barang-barang bersubsidi seperti BBM dan Karena konsep wawasan nusantara itulah,
pupuk. begitu UU No. 10/1995 diundangkan, maka
Tak hanya itu, tuntutan masyarakat dan tidak layak lagi Bea dan Cukai mengontrol
saran dari anggota DPR yang melihat adanya pengangkutan barang dalam daerah pabean
kelemahan dalam pengawasan pengangkutan Indonesia. Tetapi, dengan terbitnya UU No. 17/
barang tertentu di wilayah pabean, serta ba- 2006, pengawasan terhadap pengangkutan
nyaknya penyelundup dengan modus operan- barang dianggap masih efektif untuk melindu-
di antar pulau yang dibebaskan oleh pengadil- ngi, menghalangi dan mencegah penyelun-
an karena bukti yang ada dianggap tidak cu- dupan ekspor tadi. Sehingga, dibuatlah
kup kuat, juga menjadi salah satu alasan kelu- IBRAHIM KARIM. Jika barang tertentu peraturan mengenai pengawasan terhadap
dijadikan objek pengawasan oleh DJBC
arnya pengawasan terhadap barang tertentu. diharapkan mampu menahan hingga ke pengangkutan barang tertentu.
“Jika terhadap barang-barang tertentu limit yang rendah untuk mengurangi Menurut pasal 4A, UU No. 17/2006, ayat
tersebut dijadikan objek pengawasan oleh penyelundupan ekspor barang tersebut. (1) terhadap barang tertentu dilakukan penga-

8 WARTA BEA CUKAI EDISI 392 JULI 2007


DOK. WBC
operasi intelijen. Jadi, saat pengirim barang tertentu
menyerahkan dokumen PPBT, maka perusahaan si
pengirim barang tersebut langsung di teliti, apakah
memiliki alamat yang jelas atau tidak.
Pengawasan tidak hanya dilakukan di kantor
pemuatan dan pembongkaran tetapi juga di saat kapal
berada diperairan. Jika petugas patroli bea cukai
meminta agar dokumen PPBT ditunjukkan tapi ternyata
nakhoda kapal tidak bisa menunjukkan dokumen
tersebut, maka barang tertentu yang diangkut dalam
kapal tersebut bisa ditegah petugas.
“Lalu, kalau ada kapal yang memiliki dokumen
PPBT tapi coba-coba melenceng, misalnya arah kapal
malah menuju perbatasan negara, walaupun tidak bisa
kita tangkap, paling tidak kita bisa arahkan kapalnya
untuk kembali ke tujuannya,” terang Karim.
Menurutnya, pengawasan terhadap barang tertentu
ini bukan merupakan suatu beban bagi pegawai bea
cukai. Melainkan kewajiban dan tanggung jawab
institusi Bea dan Cukai pada negara dan masyarakat,
untuk mengawasi hasil hutan atau sumber daya alam
lainnya, jangan sampai terkuras karena ulah manusia
yang tidak bertanggung jawab. Apalagi selama ini
mereka dibiarkan bebas karena tidak ada mekanisme
KAYU SELUNDUPAN yang berhasil ditegah petugas bea cukai. untuk melakukan pencekalan.
Karim menjelaskan bahwa saat ini sudah
disiapkan rancangan peraturan pemerintah
wasan pengangkutannya dalam daerah pabean. Ayat (2) instansi mengenai barang tertentu dan rancangan peraturan Menteri
teknis terkait, melalui menteri yang membidangi perdagangan, Keuangannya. Ia juga menerangkan bahwa untuk merancang
memberitahukan jenis barang yang ditetapkan sebagai barang peraturan tersebut, harus melibatkan instansi teknis terkait,
tertentu kepada Menteri Keuangan. seperti Departemen Perdagangan, Perindustrian, Kehutanan,
“Jadi, kalau Menteri Kehutanan menganggap bahwa kayu Pertanian, Hukum dan HAM, serta Sekretariat Negara.
dan rotan merupakan barang yang sering diselundupkan, maka Diperkirakan, pada bulan November 2007, kedua rancangan
Menteri Kehutanan bisa meminta pada pemerintah supaya kedua peraturan tersebut sudah selesai. Sebab, DPR memberikan
tugas pada pemerintah, agar seluruh peraturan pelaksana UU
jenis barang tadi ditetapkan sebagai barang tertentu,” jelas Karim.
Kemudian, Menteri Kehutanan dapat mengirim surat pada No. 17/2006 harus selesai satu tahun setelah UU tersebut
Menteri yang membidangi perdagangan, agar barang berupa diundangkan, tepatnya 15 November 2007.
rotan dan kayu tadi, ditetapkan sebagai barang tertentu. Setelah Namun demikian, hingga saat ini belum ada instansi terkait
itu Menteri yang membidangi perdagangan akan meneruskan yang meminta pada Bea dan Cukai untuk menetapkan suatu
permintaan tersebut kepada Menteri Keuangan. Lalu, Menteri Ke- barang menjadi barang tertentu karena peraturan pemerintah dan
uangan akan memerintahkan kepada Direktur Jenderal Bea dan peraturan Menteri Keuangannya belum keluar. “Karena belum
ada mekanismenya, sehingga mereka belum tahu bagaimana
Cukai, misalnya terhitung mulai saat ini atau bulan depan, rotan
dan kayu merupakan barang tertentu sehingga pergerakkannya caranya? Jadi, kalau PP dan Permenkeunya sudah keluar,
perlu di awasi di dalam daerah pabean. Dalam hal ini, Menteri barulah instansi terkait bisa meminta suatu barang ditetapkan
yang membidangi perdagangan bertindak sebagai mediator. menjadi barang tertentu,” jelasnya. ifa
“Rencananya, orang yang mengangkut rotan dan DOK. WBC
kayu wajib menggunakan dokumen pabean yang
namanya, ini baru rencana ya… pemberitahuan
pengangkutan barang tertentu atau PPBT,” ujarnya.
Mekanismenya, lanjut Karim, dokumen PPBT ikut
menyertai barang di atas kapal, mirip seperti doku-
men AVI dulu.
Ia menerangkan, nantinya, terhadap barang-barang
tertentu (misalnya kayu) yang dimuat di kantor pemuat-
an (misalnya Kantor Bea Cukai di Papua), maka kayu
tersebut harus menggunakan dokumen PPBT dengan
memberitahukan tujuan pengangkutannya (misalnya
Surabaya). Sebelum kapal berangkat, kantor pemuatan
sudah mengirim dokumen PPBT tersebut misalnya
lewat fax ke kantor tujuan. Ketika kayu tersebut tiba di
tempat tujuannya, maka harus melapor kembali ke kan-
tor tujuan (misalnya Kantor Bea Cukai Surabaya). Kalau
kayu tersebut tidak sampai ke tujuan (Surabaya), maka
pengirim barang yang berada di Papua, harus
bertanggung jawab.
Selanjutnya, jika barang tertentu tersebut tiba dituju-
an tapi setelah dilakukan pemeriksaan fisik ternyata
jumlah barang berkurang, maka akan terkena sanksi
adminstrasi sesuai pasal 8C, UU No. 17/2006, minimal
denda Rp. 5 juta dan maksimal Rp. 50 juta.
Bagaimana jika pengirimnya merupakan perusaha-
an fiktif? Karim menjelaskan bahwa ada yang namanya PENGANGKUTAN BARANG melalui pelabuhan.

EDISI 392 JULI 2007 WARTA BEA CUKAI 9


LAPORAN UTAMA


TOOLS
YANG

Pengawasan
DISEDIAKAN
UNTUK
PFPD MASIH
KURANG

PENETAPAN DAN
PENGHITUNGAN NILAI PABEAN
UU No.17/2006 masih menyisakan beberapa
pertanyaan, diantaranya seputar pasal 113B.

belum terpenuhinya pungutan negara, maka harus diminta
suatu putusan yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap
(in kracht van gewijsde). Apabila dikaji secara seksama,
Pasal ini terbilang cukup kontroversi karena untuk dituntut berdasarkan pasal 113B, harus ada 2 (dua)
pasal tersebut berisi sanksi bagi pejabat bea akumulasi unsur delik. Pertama, pejabat bea dan cukai dalam
cukai yang salah dalam menetapkan dan menghitung atau menetapkan bea masuk atau bea keluar
terbukti tidak sesuai dengan ketentuan dalam UU No. 17/
menghitung nilai pabean. Mungkin ada pegawai 2006. Kedua, atas perhitungan atau penetapan pejabat
yang mengurungkan niatnya untuk menjadi tersebut, terbukti mengakibatkan belum terpenuhinya
PFPD (Pejabat Fungsional Pemeriksa Dokumen) pungutan negara.
karena khawatir dengan terbitnya pasal ini, tapi Dengan demikian secara gramatical, apabila pejabat bea
dan cukai dalam menghitung atau menetapkan bea masuk
tak sedikit yang terus maju. atau bea keluar terbukti tidak sesuai dengan ketentuan dalam

P
UU No. 17/2006, tetapi atas perhitungan atau penetapan
asal 113B, UU No. 17/2006 merupakan pasal yang pejabat tersebut tidak terbukti mengakibatkan belum terpe-
diadop dari pasal 36A, UU No. 16/2000 tentang nuhinya pungutan negara (dengan kata lain bahwa pungutan
Ketentuan Umum Dan Tata Cara Perpajakan. Bunyi negara telah terpenuhi) maka terhadap pegawai tersebut
dari pasal 113B adalah Apabila pejabat bea dan cu- tidak dapat dikenakan sanksi berdasarkan pasal 113B.
kai dalam menghitung atau menetapkan bea masuk
atau bea keluar tidak sesuai dengan undang-undang ini se- APA KATA PFPD?
hingga mengakibatkan belum terpenuhinya pungutan negara, Saat ditanya komentarnya mengenai pasal 113B, UU No.
pejabat bea dan cukai dikenai sanksi sesuai dengan ketentu- 17/2006 tentang sanksi bagi pejabat bea cukai yang salah
an peraturan perundang-undangan yang berlaku. dalam menetapkan dan menghitung nilai pabean, Budi
Terhadap pelanggaran pasal 113B yang berindikasi tindak Kristanto, Pejabat Fungsional Pemeriksa Dokumen (PFPD)
pidana kepabeanan yang menyangkut pegawai Direktorat Kantor Pelayanan Utama (KPU) Tanjung Priok mengatakan
Jenderal Bea dan Cukai, Menteri Keuangan dapat menugasi bahwa pasal tersebut bukan merupakan beban, bukan pula
WBC/ATS
unit pemeriksa internal tantangan, tetapi meru- DOK. WBC
di lingkungan Departe- pakan suatu kewajiban
men Keuangan (Inspek- yang harus dilaksana-
torat Jenderal), sehing- kan. “Jadi, semua doku-
ga apabila setelah pe- men harus kita kerjakan
meriksaan dinyatakan dengan benar dan se-
sebagai suatu tindak pi- suai dengan aturan ka-
dana kepabeanan, ma- rena konsekuensi yang
ka penyelesaian atas ada sangat memberat-
pelanggaran pasal ter- kan kita,” katanya.
sebut secara otomatis Namun ia mengaku,
melalui proses penyidik- dengan adanya pasal
an sebagaimana diatur 113B tersebut, sebagai
dalam pasal 112 ayat PFPD dirinya seperti
(1) yang dilakukan oleh berdiri di dua sisi yang
Penyidik Pegawai Ne- sulit. Pertama, PFPD
geri Sipil (PPNS) Bea merupakan tempat ter-
dan Cukai. akhir untuk menentukan
Menurut Sutardi, apakah barang yang di
Inspektur Bidang VII, impor bisa direlease
Departemen Keuangan, atau tidak. Sehingga,
untuk menguji apakah PFPD dituntut oleh mar-
perhitungan atau pene- ket forces untuk bekerja TOTO DIRGANTORO. Kalau pun harus
AGUS SJAFIIN PANE. Tools yang tapan pejabat tersebut dengan cepat untuk dilakukan cek harga pasar, pasar yang
disediakan untuk PFPD masih kurang. terbukti mengakibatkan menghindari high cost. bagaimana yang menjadi patokan.

10 WARTA BEA CUKAI EDISI 392 JULI 2007


WBC/ATS
Kedua, PFPD harus mengamankan keua- pegawai harus mengeluarkan biaya sendiri
ngan negara dengan keakuratan penetapan untuk transportasi, bahkan terkadang harus
nilai pabean yang dilakukan. merogoh kocek sendiri untuk membeli ba-
Agus Sjafiin Pane, PFPD KPU Tanjung rang tersebut sebagai bukti bahwa barang
Priok menambahkan, pasal 113B tidak ha- itu harganya sekian.
nya terikat pada PFPD tapi juga pada peja- Ia menyadari bahwa selama melaksa-
bat-pejabat bea cukai yang terkait dengan nakan tugas sesuai ketentuan, ia tidak
proses penghitungan atau penetapan nilai perlu merasa takut. “Tapi, sejalan dengan
pabean. Ia berharap, ada petunjuk pelaksa- waktu kami merasa bahwa tools yang di-
naan yang lebih tegas lagi dari penerapan sediakan untuk PFPD dalam hal ini, masih
pasal 113B. kurang. Misalnya, kendala untuk menerap-
“Masalahnya, kalau kami salah menghi- kan P-01/BC/2007, adalah masih belum
tung atau menetapkan, apakah langsung di lengkapnya komoditi yang masuk dalam
vonis bersalah dan langsung kena pasal data base harga,” tandas Agus.
113B? Atau ada mekanisme lain? Mekanis- Budi menjelaskan, dalam satu hari rata-
me lain ini yang kita harapkan merupakan rata dokumen yang singgah ke meja satu
juklak dari pasal 113B ini. Maksudnya, kita orang PFPD sekitar 8 dokumen. Idealnya,
memiliki unit Audit dan P2. Kita semua satu orang PFPD memegang 5 – 6 doku-
adalah satu unit. Sehingga, kalau PFPD men sebab, terkadang dokumen belum
melakukan kesalahan dalam penetapan ni- dapat diputuskan nilai pabeannya pada hari
lai pabean, apakah itu salah kami semua? itu juga karena harus melakukan cek ke
Jadi, kalau kita salah harus bagaimana? BUDI KRISTANTO. Pasal 113B bukan
lapangan dan sebagainya. Untuk KPU
Jangan sampai nanti kalau kita salah, merupakan beban, bukan pula tantangan, Tanjung Priok, saat ini PFPD yang bertugas
langsung larinya kepada KPK dan lainnya, tetapi merupakan suatu kewajiban yang masih gabungan antara PFPD yang lama
padahal kita sudah bekerja secara benar harus dilaksanakan. (sekitar 70 orang) dan PFPD KPU (17
disini,” tandas Agus. orang).
Ia mengaku, secara psikologis pasal 113B merupakan Menurut Agus, jumlah importir high risk (biasanya importir
beban bagi PFPD. Tapi kalau dalam pelaksanaanya didukung umum, tapi ada beberapa juga yang merupakan importir
oleh tools tadi, beban psikologis itu bisa diminimalisir. “Tapi produser dan terdaftar) mencapai 30 persen dari seluruh PIB
kalau toolsnya sendiri tidak disiapkan sementara kita terus yang masuk. Untuk itu ia berharap perlu banyaknya
berjalan, terus terang pasti nanti akan ada PFPD yang stress. sosialisasi ke market forces dalam rangka pelaksanaan UU
Itu yang kita khawatirkan,” katanya. No. 17/2006. “Sehingga, pada saat market forces
Saat ditanya apakah sanksi yang ditetapkan itu setelah menyerahkan dokumen atau berinteraksi dengan kita, kita
dilakukannya audit atau pada saat kapan? Agus mengatakan bisa nyambung,” tambah Agus.
bahwa untuk hal itu belum ada petunjuk pelaksanaan yang
jelas. Menurutnya, perlu ada sharing jobs description, sehing- NILAI TRANSAKSI
ga perlu adanya pemisahan siapa yang berbuat dan siapa Saat ditanya adanya keluhan dari importir umum yang
bertanggung jawab dalam penerapan pasal 113B tersebut. nilai transaksinya ditolak dan PFPD langsung menetapkan
Sebab, proses importasi barang tidak hanya melibatkan dengan metode ke 6, Agus menjelaskan, dalam P-01
PFPD, tetapi dimulai dari pemberitahuan pemasukan, gudang, terdapat beberapa komoditi yang harganya tercantum dalam
pemeriksaan barang, penetapan nilai pabean, keluarnya data base harga dengan selisih harga sebesar 5 persen.
SPPB dan terakhir, audit. Kalau nilai transaksi importir tidak masuk atau tidak terdaftar
dalam data base harga, maka metode 1 (nilai transaksi)
DATA BASE HARGA langsung gugur dan PFPD harus menggunakan metode
Agar dapat melakukan pekerjaannya dengan baik, PFPD berikutnya, begitu seterusnya. Demikian pula jika importir
harus ditunjang dengan data base harga yang lengkap. Budi tersebut termasuk high risk, metode 1 pun langsung gugur.
menjelaskan, data base harga yang dimiliki Bea dan Cukai Masalahnya, lanjut Agus, seringkali metode 2 hingga 5
terkadang tidak bisa menampung seluruh WBC/IFA
(barang identik, barang serupa, deduksi,
data barang impor yang masuk. Kalau su- komputasi-red) tidak ada. Sehingga,
dah begitu PFPD menggunakan metode 6 terpaksa metode yang digunakan adalah
atau fleksibilitas metode 4 (deduksi) dalam harga pasar atau metode 6 atau fleksibilitas
menentukan nilai pabean. metode 4 (deduksi). Dengan sendirinya,
“Jadi, untuk tahu harganya wajar atau harga pemberitahuan importir akan naik
tidak, kita harus cek pasar dan hal itu me- kalau menggunakan harga pasar.
makan waktu. Harga di pasar pun berbeda- Agus menolak jika dibilang tidak fair
beda. Itu salah satu kesulitan kami. Tapi dalam menetapkan nilai pabean. Pasalnya,
kita sudah punya standar sendiri yang fair atau unfair, tergantung dari dokumen
disebut dengan sistem multiplicator, dimana yang diajukan importir. “Kalau memang
dengan rumus-rumus yang sudah ditentu- benar ia membeli dan membayarnya
kan maka akan keluar nilai impor dalam dengan benar dan dokumennya tidak di
mata uang yang digunakan. Namun demiki- buat-buat, saya yakin pasti harga
an, rumusan yang sudah baku ini perlu pemberitahuannya diterima,” tandas Agus.
disesuaikan lagi dengan berbagai macam Budi menambahkan, untuk importir jalur
tingkat pasar,” jelasnya. hijau, kebanyakan mengimpor barang yang
Ia menambahkan, dalam melaksanakan sama dan core bisnisnya jelas. Sedangkan
tugasnya, PFPD memiliki beberapa kendala importir umum, biasanya mengimpor ba-
yang terkait dengan penetapan atau peng- rang yang berbeda-beda. Hampir sebagian
hitungan bea masuk/keluar. Pertama, ke- besar importir umum menggunakan harga
terbatasan data base harga. Kedua, keter- WIDIJANTO. Umumnya, pejabat bea cukai borongan. Oleh sebab itu, Bea dan Cukai
menetapakan nilai pabean dengan
batasan waktu untuk melakukan survei atau menggunakan metode 6 (harga pasar) harus memberikan sosialisasi pada importir
cek pasar. Ketiga, keterbatasan biaya kare- karena metode 2 - 5 sulit dilakukan jika nilai agar tidak lagi menggunakan harga
na selama ini untuk melakukan cek pasar transaksi importir diragukan. borongan dan mendeclare harga sesuai

EDISI 392 JULI 2007 WARTA BEA CUKAI 11


LAPORAN UTAMA
DOK. WBC
dengan harga sebenarnya.
Lebih lanjut Budi
menjelaskan, untuk barang
yang sama, penetapan
yang dilakukan PFPD tidak
mungkin berbeda-beda.
Karena, disamping meng-
gunakan data base harga 1
(data base yang ditetapkan
oleh Kantor Pusat) untuk
uji kewajaran, PFPD juga
menggunakan data base
harga 2 (harga yang per-
nah di tetapkan sebelum-
nya oleh kantor pelayanan)
untuk tes value. Kedua-du-
anya memberikan dispen-
sasi 5 persen untuk meng-
atasi jika ada gejolak di
pasar. “Jadi, kalau atas ba-
rang yang sama tidak ter-
dapat notul, maka peneta-
pan tersebut akan menjadi
acuan bagi penetapan se-
lanjutnya. Data base harga
itu sendiri secara otomatis
terus di up date,” katanya.
Kalau memang ternyata DATA BASE HARGA. Kendala untuk menerapkan P-01/BC/2007, adalah masih belum lengkapnya komoditi yang
harus dilakukan tes pasar, masuk dalam data base harga.
lanjut Budi, ia berharap
agar dibentuk suatu tim yang khusus melakukan tes pasar. dengan dokumen dan didukung dengan invoice yang sebe-
Tes pasar ini pun tidak hanya dilakukan di satu tempat tapi di narnya. Tetapi kenyataannya, pejabat bea cukai kerap
banyak tempat. “Jadi, bukan PFPD yang harus keluar menetapkan nilai pabean tersebut dengan menggunakan
mengecek pasar. Sehingga hal itu bisa menghemat waktu,” metode lain, bukan berdasarkan nilai transaksi.
kata Budi. Toto menyarankan agar customs jangan langsung menge-
Selain melalui pasar, mengecek harga juga bisa dilakukan nakan notul tanpa melakukan cek terlebih dahulu apakah
lewat internet untuk menghemat waktu. Hanya saja, tambah barang tersebut nilai transaksinya benar. Kalau pun harus
Agus, saat ini komputer yang digunakan di KPU Tanjung dilakukan cek harga pasar, pasar yang bagaimana yang men-
Priok langsung link pada hub atau konsul utama data base jadi patokannya? Sebab, harga barang di suatu pasar belum
PDE. Sehingga, komputer yang ada di KPU hanya bisa tentu sama di pasar lainnya. “Jadi, kalau bea cukai sudah
mengakses atau diakses melalui hub. “Jadi, kalau ingin punya daftar barang dengan bea masuk yang harus dibayar
menggunakan internet, berarti kita harus mengambil saluran sekian, maka nilai pabean sudah tidak berlaku lagi dan kalau
dari luar. Kalau mau modal sendiri, kita beli laptop sendiri, itu memang nilai pabean sudah tidak berlaku lagi maka tidak
kan high cost,” tandas Agus. usah lagi kami disuruh bikin invoice,” tandas Toto.
Budi yang kerap melakukan browsing di internet untuk Untuk itu ia berharap agar Bea dan Cukai dapat
mencari harga pasar suatu barang mengatakan bahwa memanfaatkan petugas bea cukai yang ada di negara lain tempat
internet biasanya hanya menampilkan profil barang saja, barang tersebut berasal, untuk melakukan pengecekan
tidak mencantumkan harga. Selain itu, prosedur untuk kebenaran harga barang tersebut. Melalui bea cukai di negara
mengetahui harga barang berbelit-belit, diantaranya harus asal barang tersebut, DJBC bisa bertanya pada produsen barang
memasukkan nomor account terlebih dahulu. Tentu saja hal tersebut berapa harga barang itu melalui email. Dengan
tersebut kembali memakan waktu. demikian, DJBC memiliki estimasi harga yang diberikan oleh
Agus menambahkan, sebelumnya DJBC pernah link masing-masing perwakilan customs di luar negeri.
dengan konsul Bea dan Cukai di luar negeri. Tetapi hal itu Saat ditanya mengenai UU No. 17/2006 dimana terdapat
dilakukan hanya untuk menguji kewajaran saja. “Sekarang, pasal pengenaan sanksi bagi pegawai yang salah dalam
dengan P-01 kita sudah diberi guidance, apa yang harus menetapkan dan memutuskan nilai pabean, Toto mengatakan
dilakukan untuk uji kewajaran? yakni 5 persen dari data base bahwa pasal tersebut merupakan pasal abu-abu karena
harga,” tambahnya. pembuktian nilai pabean tidak mudah. Ia berharap, dengan
Lantas, apakah antar world customs bisa dijalin adanya sanksi tersebut pejabat bea cukai tetap berani dalam
kerjasama untuk mengetahui data harga suatu barang? Budi mengambil keputusan.
menjelaskan, hal itu bisa saja terjadi. Namun, biasanya harus “Tetapi, pasal 113B merupakan sanksi bagi pejabat bea
melewati birokrasi yang panjang, sementara pegawai hanya cukai yang salah dalam melakukan penetapan hingga
punya waktu 3 hari untuk menetapkan nilai pabean. Untuk itu mengakibatkan kerugian pada negara. Lantas, bagaimana
Budi berharap, dengan berjalannya KPU, PFPD dapat jika mengakibatkan kerugian pada pengusaha, apakah
bekerja lebih nyaman, dengan remunerasi yang cukup dan pejabat tersebut juga dikenakan sanksi ?” tanya Toto.
aturan yang lebih diperjelas. Menurut Toto, kalau berbicara tentang kesetaraan, tentu
pejabat bea cukai yang merugikan pengusaha harus dikena-
PASAL ABU-ABU kan sanksi. Tetapi sanksi tersebut nantinya dapat menimbul-
Saat ditemui WBC di kantornya, Toto Dirgantoro, Ketua kan dua kemungkinan. Kemungkinan pertama, pejabat akan
Kepelabuhanan dan Kepabeanan, Dewan Pemakai Jasa berhati-hati dalam menetapkan nilai pabean. Kemungkinan
Angkutan Laut Indonesia (Depalindo) mengatakan, ketika UU kedua, pejabat tidak berani melakukan pekerjaannya karena
No. 10/1995 masih berlaku, nilai pabean adalah nilai nilai pabean merupakan kondisi yang sangat rawan.
transaksi, sepanjang transaksi itu benar dan dapat dibuktikan Oleh sebab itu Toto menyarankan agar setiap kebijakan

12 WARTA BEA CUKAI EDISI 392 JULI 2007



yang dikeluarkan Bea dan Cukai, dipikirkan secara
mendalam dan matang, untuk kemudian disosialisasikan
ke seluruh pegawai bea cukai. Setelah itu kebijakan
tersebut disosialisasikan pada masyarakat dan pengguna PENGENAAN
jasa. Hal itu untuk menghindari terjadinya benturan antara SANKSI DALAM
petugas dan pengguna jasa di lapangan.
PASAL 86A,
NILAI TRANSAKSI YANG BAGAIMANA YANG DITERIMA? DIMAKSUDKAN
Ditemui di Sekretariat GAFEKSI (Gabungan Forwarder
dan Ekspedisi Indonesia), M. Nur Said, Wakil Ketua Wila- UNTUK
yah Koordinator Bidang Kepelabuhanan, Kepabeanan MENIMBULKAN
dan Bidang Perdagangan GAFEKSI mengatakan, sanksi


bagi pejabat bea cukai yang menghitung dan menetapkan EFEK JERA
nilai pabean yang tertuang dalam amandemen UU
Kepabeanan itu berkaitan dengan dokumen BCF 2.7.
BCF 2.7 merupakan risalah yang harus dibuat oleh

Pengawasan
pejabat bea cukai yang menghitung dan menetapkan nilai
pabean. Sehingga, pada saat pejabat tersebut
menetapkan nilai pabean, apakah itu terkena notul atau
tidak, maka pejabat tersebut harus membuat risalah.
Pembuatan risalah tersebut sangat penting sebagai

DI BIDANG
pertanggungjawaban pejabat yang menetapkan dan
menghitung nilai pabean. “Dulu, risalah itu tidak ada, tapi

AUDIT
sejak ada P-01/BC/2007 yang berlaku mulai 1 Maret
2007, semua PFPD harus membuat risalah. Gunanya
apa? Untuk naik banding kalau ada importir yang
keberatan,” kata Nur Said.
Prinsipnya, lanjut Nur Said, Kalau pejabat bea cukai
mengakibatkan kerugian pada negara saat menetapkan Dalam UU yang lama (UU No. 10/1995),
dan menghitung nilai pabean, dapat dikenakan sanksi. pengertian audit kepabeanan belum ada, hanya
Tetapi, jika pejabat tersebut merugikan pengusaha dalam
menghitung dan menetapkan nilai pabean, apakah saja dalam penjelasan pasal 86 secara ringkas
pejabat tersebut terkena sanksi? telah dijelaskan apa itu audit di bidang
Widijanto, Ketua Bidang Kepabeanan GAFEKSI kepabeanan. Namun seiring dengan waktu,
menambahkan, sebenarnya peraturan mengenai nilai customs audit (audit kepabeanan) telah
pabean tidak memberikan kepastian hukum pada
pengusaha. “Kalau pengusaha merasa keberatan dengan menjadi salah satu terminologi sebagaimana
penetapan yang dilakukan pejabat bea cukai dan halnya tax audit (audit perpajakan). Sehingga,
melakukan banding, kemudian oleh pengadilan pajak UU No. 17/2006 hanya memasukkan
pengusaha tadi menang, apa sanksi bagi pejabat yang
menetapkan nilai pabeannya? Sementara pemilik barang
terminologi customs audit dan mempertegas
sudah dirugikan karena harus mengeluarkan cost yang kembali pengertiannya.

P
besar dan waktu yang panjang hingga ke pengadilan
pajak?” tanya Widijanto. engawasan di bidang audit adalah salah satu
Untuk itu, lanjut Widijanto, harus ada sanksi bagi peja- bentuk pengawasan terhadap kegiatan
bat yang menyebabkan kerugian pada pengusaha jika sa- kepabeanan yang dilakukan setelah
lah dalam menghitung dan menetapkan nilai pabean. diselesaikannya formalitas pabeanannya atau
Sanksinya bukan hanya administrasi, tetapi juga bisa be- dikenal dengan post clearance audit.
rupa ganti rugi dan lainnya. Hal itu bertujuan agar pejabat Adapun bentuk pengawasan yang dilakukan bea dan
bea cukai tidak seenaknya dalam menetapkan nilai pabean. cukai dalam hal audit adalah dengan cara melaksanakan
Ia menambahkan, pada umumnya pejabat bea cukai audit terhadap buku, catatan, dokumen dan surat serta
menetapakan nilai pabean dengan menggunakan metode ketersediaan barang. Menurut Direktur Audit, Thomas
6 (harga pasar) karena metode 2 - 5 sulit dilakukan jika Sugijata, memang dalam undang-undang yang lama,
nilai transaksi importir diragukan. Dalam peraturan yang pengertian audit kepabeanan belum ada. Hanya saja,
ada, terdapat pasal yang menyebutkan bahwa nilai dalam penjelasan pasal 86 secara ringkas telah
transaksi dapat diterima apabila terpenuhinya persyaratan dijelaskan apa itu audit di bidang kepabeanan. Seiring
nilai transaksi. “Tapi kenapa Bea Cukai tidak mengguna- perjalanan waktu, customs audit (audit kepabeanan) ini
kan persyaratan itu? Kenapa harus ada metode 1 - 6? telah menjadi salah satu terminologi sebagaimana halnya
Kalau Bea Cukai menganggap persyaratan nilai transaksi- tax audit (audit perpajakan).
nya itu kurang berbobot, tambahkan saja supaya bisa “Jadi, di undang-undang yang baru ini kita hanya
diterima nilai transaksinya. Jadi sebenarnya nilai transaksi memasukkan terminologi customs audit (audit
yang bagaimana yang bisa diterima?” tanya Widijanto. kepabeanan) dan mempertegas kembali pengertiannya
Nursaid menambahkan, dengan situasi jaman yang sehingga menjadi jelas apa itu audit kepabeanan,”
semakin modern, saat ini pengecekan harga barang ke imbuhnya.
supplier di luar negeri (metode komputasi) sudah bisa Ia melanjutkan, pada dasarnya, latar belakang audit
dilakukan melalui email. Tetapi kendalanya, kalau pejabat kepabeanan ini merupakan konsekuensi dari
bea cukai sering melakukan metode komputasi tersebut, diberlakukannya, sistem self assessment, ketentuan nilai
maka eksportir/supplier di luar negeri bisa ‘bekerjasama’ pabean berdasarkan nilai transaksi serta pemberian
dengan importir di Indonesia. “Jadi, bagaimanapun fasilitas tidak dipungut, pembebasan, keringanan,
bagusnya peraturan, itu tergantung dengan orang yang pengembalian, atau penangguhan bea masuk yang hanya
melaksanakan peraturan tersebut, the man behind the dapat diawasi dan dievaluasi setelah barang impor keluar
gun,” tandasnya. ifa dari kawasan pabean.

EDISI 392 JULI 2007 WARTA BEA CUKAI 13


LAPORAN UTAMA
DOK. WBC
Ada tiga tahap dalam melaksanakan LHA disusun berdasarkan lembar persetu-
audit kepabeanan, yang pertama adalah juan DTS atau hasil pembahasan akhir.
tahap perencanaan. Tahap perencanaan LHA berisi rekomendasi-rekomendasi tim
dilakukan dengan cara menganalisis audit seperti rekomendasi penagihan atas
data untuk menentukan objek audit yang kekurangan pembayaran pungutan nega-
akan di audit. Penentuan objek audit ini ra, rekomendasi kelebihan pembayaran pu-
dilakukan secara terencana dan dilaku- ngutan negara, atau juga berupa rekomen-
kan setiap 6 bulan sekali yang tertuang dasi perbaikan sistem perusahaan.
dalam Daftar Rencana Objek Audit Penyusunan objek audit kepabeanan
(DROA). Selain penentuan audit dilaku- tersebut dilakukan secara terencana dan
kan dalam DROA, penentuan audit juga periodik, yakni setiap 6 bulan sekali
dilakukan berdasarkan rekomendasi dari yang tertuang dalam DROA. Adapun
unit lain seperti unit P2 atau masyarakat. pelaksanaan auditnya disesuaikan
Tahap kedua adalah pelaksanaan. dengan rencana yang terdapat dalam
Tahap pelaksanaan dimulai dengan pener- DROA karena setiap DROA terdapat
bitan surat tugas atau surat perintah dan target waktu pelaksanaan audit.
audit lapangan. Audit lapangan (field audit) Sedangkan untuk pelaksanaan audit
dilakukan diperusahaan yang diaudit yang terhadap suatu perusahaan, belum tentu
dimulai dengan tahap perkenalan, dilakukan secara periodik. Hal ini
mempelajari struktur pengendalian intern, dikarenakan keterbatasan dana dan
pengumpulan data yang diperlukan, serta sumber daya manusia (auditor).
melakukan stock opname jika diperlukan. Sementara objek audit yang harus
Hasil audit lapangan ini di-tuangkan keda- diaudit sangat banyak sehingga audit
lam Kertas Kerja Audit (KKA) yang selanjut- THOMAS SUGIJATA. Adanya pengenaan terhadap suatu perusahaan belum dapat
nya sebagai dasar penerbitan daftar temu- sanksi atas kesalahan pemberitahuan jumlah dilaksanakan secara periodik.
an sementara (DTS). dan/atau jenis (pasal 86A), dimaksudkan
Daftar temuan sementara tersebut untuk menimbulkan efek jera bagi perusahan. TIDAK ADA PERBEDAAN
diajukan ke perusahaan untuk diminta Saat dikonfirmasi mengenai perbeda-
tanggapannya. Atas DTS tersebut, perusahaan dapat an antara UU No. 10/1995 dan UU No. 17/2006 mengenai
menyetujui seluruh DTS dengan menandatangani lembar kewajiban pembukuan dan penyimpanan buku, catatan,
persetujuan DTS, dapat menyetujui sebagian, atau dapat dokumen dan surat yang bertalian dengan impor dan
menolak seluruh DTS. Atas DTS yang tidak disetujui oleh ekspor, Thomas mengatakan bahwa tidak ada perbedaan.
perusahaan selanjutnya akan dilakukan pembahasan Yang ada hanya terjadi rekonstruksi pasal.
akhir (closing conference). Kalau dalam pasal 49 UU No. 10/1995 kewajiban pem-
Tahap ketiga adalah pelaporan. Setiap audit kepabeanan bukuan dan penyimpanan tercantum dalam satu pasal,
selalu diakhiri dengan penerbitan Laporan Hasil Audit (LHA). sedangkan dalam UU No. 17/2006 dipecah menjadi dua
DOK. WBC pasal yakni pasal 49,
khusus mengenai
kewajiban menye-
lenggarakan pembu-
kuan. Sedangkan
kewajiban penyimpa-
nan buku, catatan,
dokumen dan surat
yang bertalian de-
ngan impor dan eks-
por dimasukkan da-
lam pasal 51 ayat 3.
Thomas mengaku
pada awalnya memang
banyak dijumpai pe-
ngusaha yang meno-
lak atau mempersulit
untuk menyerahkan
laporan keuangan,
buku, catatan, doku-
men, surat, termasuk
data elektronik dalam
pelaksanaan audit.
Namun, seiring
dengan perkembang-
annya, saat ini
hampir tidak dijumpai
lagi pengusaha yang
berbuat demikian.
“Mereka menyada-
ri bahwa audit kepa-
beanan merupakan
kewenangan petugas
bea cukai. Justru ter-
AUDITOR. Bentuk pengawasan yang dilakukan bea dan cukai dalam hal audit adalah dengan cara melaksanakan audit kadang dijumpai ter-
terhadap buku, catatan, dokumen dan surat serta ketersediaan barang. jadinya penyimpang-

14 WARTA BEA CUKAI EDISI 392 JULI 2007


DOK. WBC

KAWASAN BERIKAT. Salah satu penyebab banyaknya perusahaan yang tidak menyelenggarakan pembukuan karena terlalu ringannya sanksi bagi
perusahaan yang tidak menyelenggarakan pembukuan.

an di internal perusahaan setelah adanya audit yang Audit, maka tim audit merekomendasikan ke Kantor
dilakukan oleh auditor bea dan cukai,” imbuhnya. Wilayah DJBC untuk memerintahkan Kantor Pelayanan
Dalam prakteknya, sejak UU No. 10/1995 diterapkan, Bea dan Cukai di bawah pengawasannya untuk melaku-
masih banyak perusahaan yang tidak menyelenggarakan kan penagihan kekurangan pembayaran bea masuk.
pembukuan. Hal ini sangat menyulitkan DJBC dalam Sedangkan jika audit dilakukan oleh Kantor Wilayah
melaksanakan audit kepabeanan terhadap perusahaan maka tim audit merekomendasikan ke Kantor Pelayanan
tersebut. Salah satu penyebab banyaknya perusahaan Bea dan cukai dibawah pengawasannya untuk melakukan
yang tidak menyelenggarakan pembukuan ini adalah penagihan kekurangan pembayaran bea masuk.
karena terlalu ringannya sanksi bagi perusahaan yang Dengan demikian, audit kepabeanan tidak mengatur
tidak menyelenggarakan pembukuan. tersendiri mengenai tata cara penagihan kekurangan
Oleh sebab itu, lanjut Thomas, pada UU No. 17/2006, pembayaran bea masuk. “Mengenai kekurangan pemba-
sanksi akibat tidak menyelenggarakan pembukuan ini yaran bea masuk, tim audit mengikuti tata cara penagihan
diperberat dari Rp 5 juta menjadi Rp 50 juta. Hal ini kekurangan pembayaran bea masuk,” ujar Thomas.
dimaksudkan agar dapat menjadi efek jera bagi Lantas, apa perbedaan antara audit investigasi
perusahaan. dengan audit kepabeanan? Thomas menjelaskan bahwa
Ia juga menjelaskan bahwa sebenarnya tidak ada audit investigasi sebenarnya merupakan bagian dari audit
perbedaan kewenangan tim audit bea dan cukai dalam kepabeanan. Audit investigasi adalah audit kepabeanan
UU No. 10/1995 dan UU No. 17/2006. Dalam UU No. 17/ yang dilakukan secara investigasi untuk mencari dan
2006, kewenangan tersebut hanya diperjelas. Bukan menemukan suatu peristiwa yang diduga sebagai tindak
untuk memperluas kewenangan tapi justru untuk pidana kepabeanan yang diatur dalam undang-undang.
membatasi dan memperjelas mengenai kewenangan tim “Jadi, audit investigasi ini dilakukan untuk mendukung
audit bea dan cukai. kegiatan penyidikan yang dilakukan unit penindakan dan
Dalam prakteknya, kesalahan jumlah/atau jenis sering penyidikan (P2),” tambahnya.
dijumpai dalam audit kepabeanan namun tidak dikenakan Ia mencontohkan pada saat unit P2 melakukan
sanksi administrasi. “Adanya pengenaan sanksi atas penangkapan atas kontainer perusahaan penerima
kesalahan pemberitahuan jumlah dan/atau jenis fasilitas kawasan berikat. Untuk mendukung penyidikan
sebagaimana dimaksud dalam pasal 86A, dimaksudkan atas tangkapan P2 tersebut, maka unit audit melakukan
untuk menimbulkan efek jera sehingga perusahan tidak audit investigasi atas perusahaan tersebut untuk mencari
mengulangi kesalahan tersebut,” imbuh Thomas. bukti-bukti pendukung atas tindak pidana kepabeanan.
Pada dasarnya, audit kepabeanan bertujuan untuk Di akhir wawancara Thomas berharap, dengan diter-
menilai kepatuhan perusahaan terhadap ketentuan bitkannya UU No. 17/2006, khususnya untuk pengawasan
perundang-undangan di bidang kepabeanan. Dalam hal audit kepabeanan kedepan, agar audit kepabeanan dapat
tim audit menemukan adanya kekurangan pembayaran berjalan dengan efektif dan efisien serta berdaya guna
bea masuk, jika audit tersebut dilakukan oleh Direktorat dan berhasil guna. ifa

EDISI 392 JULI 2007 WARTA BEA CUKAI 15


WAWANCARA

Cyrus Fidelis Sidjabat


KEPALA KANTOR WILAYAH XII DJBC JAWA TIMUR II, MALANG

“Pengawasan yang Bagaimana


yang Harus Dilakukan DJBC?”
Pengawasan merupakan salah satu tugas dan fungsi Direktorat Jenderal Bea dan Cukai selain
melakukan pelayanan. Dalam UU No. 17/2006 tentang Perubahan Atas Undang-Undang No. 10/1995
tentang Kepabeanan, terdapat beberapa pasal yang berisi upaya Direktorat Jenderal
Bea dan Cukai (DJBC) dalam meningkatkan fungsi pengawasannya.
Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai bagaimana pengawasan yang dilakukan DJBC yang terdapat
dalam amandemen UU Kepabeanan, berikut wawancara redaktur WBC, Ifah Margaretta dan
Fotografer, Andy Tria Saputra, dengan Cyrus Fidelis Sidjabat, Kakanwil XII DJBC Jawa Timur II yang
juga merupakan Anggota Tim Penyusun Peraturan Pelaksanaan di Bidang Kepabeanan.

Salah satu tugas DJBC adalah melakukan pengawasan. terminologi hukuman paling tinggi/lama. Tapi DPR keberatan dan
Apa yang dimaksud dengan pengawasan tersebut? mengajukan sanksi minimum 2 tahun pidana. Namun, setelah
Pengawasan merupakan salah satu fungsi Bea dan Cukai kita memberitahukan kondisi di lapangan maka hukumannya
disamping pelayanan. Pengawasan merupakan bentuk ditambah. Sehingga timbul pasal 102B yang menyatakan sanksi
kontrol yang dilakukan oleh salah satu fungsi/bagian di Bea minimum 5 tahun dan maksimal 20 tahun pidana.
dan Cukai untuk meneliti apakah pelayanan itu telah dilaku- Jadi, pada waktu itu Pansus DPR meminta dibuatkan
kan sebagaimana mestinya. Artinya, apakah pekerjaan yang pasal khusus. Kalau penyelundupan itu menyebabkan
dilakukan di front line, termasuk di lapis berikutnya, sudah se- rusaknya sendi-sendi perekonomian negara maka sanksinya
suai dengan standar yang telah ditetapkan. Sehingga orang minimum 5 tahun. Jadi, masalah penetapan sanksi minimal
bekerja sesuai dengan tugasnya masing-masing. ini dibuat sangat singkat sekali di DPR, mungkin beberapa
saat saja dalam merumuskan pasal ini.
Bagaimana pandangan Bapak tentang fungsi Menurut saya, pasal ini merupakan pesan dari pimpinan
pengawasan yang dilaksanakan oleh DJBC? sidang Pansus di DPR, agar kita melakukan pengawasan
Berbicara mengenai pengawasan, ada kendala-kendala yang dengan hati-hati. Tapi ini merupakan pasal yang sulit dibukti-
kita hadapi. Untuk mengawasi orang misalnya importir, pejabat kan karena memerlukan pembuktian materil. Siapa yang me-
bea cukai dan sebagainya, itu sudah jelas ada aturannya. Tetapi nentukan bahwa perbuatan importasi barang atau penyelun-
kalau kita berbicara mengenai area, misalnya kawasan pabean, dupan itu sudah mengakibatkan rusaknya sendi-sendi
akan timbul pertanyaan, apakah bea cukai sekarang masih perekonomian negara? Apakah institusi? Tenaga ahli? Atau
konsisten dengan best practices international yang mengatakan apa? Dan bagaimana menghitungnya? Kan harus spesifik.
bahwa kawasan pabean itu steril. Steril dalam pengertian Ketika itu kesepakatan tidak sampai pada tahap itu. Tapi
terminologi bea cukai adalah orang tidak boleh sembarangan kemungkinan pengadilan yang akan memutuskan hal itu.
masuk ke dalam kawasan pabean karena di tempat itu ada
barang yang belum membayar bea masuk atau pungutan lainnya Mengenai penetapan sanksi minimal, apakah hal itu
dan berada di bawah pengawasan Bea dan Cukai. tidak melampaui kewenangan hakim?
Seperti contoh, pelabuhan Tanjung Priok, kondisinya saat ini Dalam perdebatan di sidang, memang kita sudah ungkapkan
membuat pengawasan yang dilakukan Bea dan Cukai menjadi agar law making process itu jangan dikaitkan dengan law
sulit. Semua orang tumpah ruah di pelabuhan Tanjung Priok, enforcement, apakah orang itu akan dihukum atau dibebaskan,
pelabuhan penumpang dan barang pun menyatu, ditambah lagi itu merupakan hak hakim. Tetapi pendapat yang muncul waktu itu,
dengan padatnya lalu lintas barang. Itu tantangan yang harus pembatasan ini merupakan suatu bagian dari law making itu
dijawab oleh Bea dan Cukai. Kalau pelabuhannya tertib, kita bisa sendiri. Jadi mereka punya kewenangan dengan pembatasan
melaksanakan tugas pabean dengan baik. tersebut. Hal ini bukan hanya terdapat pada UU Kepabeanan saja
Kemudian dalam melakukan pemeriksaan barang, tapi juga di undang-undang lainnya, seperti pada UU Tipikor juga
bagaimana pengawasan yang dilakukan Bea dan Cukai? Apa terdapat batasan minimal sanksi.
yang diawasi? Siapa yang mengawasi? Sekarang ini tidak Jadi, hakim itu punya kewenangan sendiri, apakah ia
jelas. Untuk itu perlu diatur ulang batasan-batasan tentang membebaskan atau menghukum, itu kan tergantung pembuktian
dimana kewenangan Bea dan Cukai dalam melakukan di sidang. Kalau terbukti bersalah maka akan dihukum. Kalau
pengawasan. Terutama pada kawasan pabean yang agak ternyata dihukumnya dibawah sanksi minimal, itu saya tidak
ruwet, karena areanya sudah terlalu ruwet. tahu… tapi saya kira kalau terbukti bersalah maka langsung
dikenakan sanksi, paling rendah sanksi minimal.
Kalau kita berbicara mengenai penyelundupan, apakah
definisi penyelundup dalam UU No. 17/2006 merupakan Dalam pasal 102 butir h, UU No. 17/2006, salah satu
kategori tindak pidana berat? kategori melakukan penyelundupan adalah jika dengan
Penyelundupan memang termasuk tindak pidana yang sengaja memberitahukan jenis/jumlah barang impor
ancaman hukumannya berat karena ada batas minimum sanksi. secara salah. Apa yang terjadi jika kasusnya terhadap
Jadi, pada waktu itu kita mohon ke DPR untuk dibuat suatu barang penumpang, dimana karena ketidaktahuannya

16 WARTA BEA CUKAI EDISI 392 JULI 2007


penumpang tidak mendeclare barang
bawaannya sehingga dikenakan
denda minimal Rp 50 juta.
Apakah itu adil?
Jadi, sebenarnya ada 2 hal di
dalam pasal 102 yang memerlukan
pembuktian materil antara lain butir
e dan h. Kalau untuk butir yang
lainnya lebih mudah
pembuktiannya. Di dalam hukum,
ada asas dimana orang bukan
dihukum karena kebodohannya,
tapi karena kesalahannya. Jadi,
kalau dia tidak tahu dan tidak ada
unsur sengaja, maka wajib bagi
kita untuk memberitahukan.
Perbuatan tersebut masih dapat
dikategorikan pelanggaran.

Apakah pembuktian materil


tersebut nantinya di atur dalam
juklak tertentu?
Pembuktian itu sendiri sebenarnya
tidak bisa diatur walaupun bisa
dibuatkan semacam guidance, tetapi
tidak bisa diatur karena penyidikan itu
berhubungan dengan seni, jadi kalau
dibikin aturannya justru akan kaku. Jadi,
semuanya tergantung pada kemampuan
penyidik. Penyidik perlu pengalaman,
membaca teori, sehingga ia bisa
mempunyai pengetahuan yang tepat dan
dapat mengetahui apakah penumpang itu
memang benar-benar memang tidak tahu atau
sengaja pura-pura tidak tahu.

Berbicara mengenai barang tertentu, apa


yang melatarbelakangi keluarnya
pengawasan yang dilakukan Bea dan
Cukai terhadap barang tertentu?
Ada kondisi tertentu dimana banyak orang yang
mengaku hendak mengirim barang antar pulau, tetapi
ketika tiba di perbatasan, barang tersebut
ternyata dibawa keluar negeri. Jadi,
tidak bisa dilakukan kontrol,
apakah barang itu antar
pulau atau untuk di
ekspor. Sehingga,
beberapa institusi
meminta agar
hal ini diatur,
mereka memin-
ta Bea dan Cu-
kai menga-
wasi ba-
rang ter-
tentu
terse-
but.

EDISI 392 JULI 2007 WARTA BEA CUKAI 17


WAWANCARA

Namun demikian, masalahnya adalah Kantor Bea dan Saya belum sampai sana. Itu nanti akan berkembang
Cukai yang ada di seluruh Indonesia jumlahnya hanya sekitar sesuai dengan implementasinya. Kalau kita bikin duluan
150 kantor. Sementara titik pengawasan tidak terhitung maka seolah-olah kita seperti memagari, kan tidak baik kalau
banyaknya. Itu kesulitan kita, makanya kita akan menyusun kita buat aturan yang memagari pegawai kita, juga tidak baik
peraturan perundangannya dalam hal pengawasan itu seperti untuk hukum di negeri ini. Biarkan hukum itu berkembang,
apa. Yang perlu ditekankan disini adalah, Bea dan Cukai tinggal lihat implementasinya, kalau para pegawai memang
hanya melakukan pengawasan pengangkutan. Jadi, apakah melaksanakan tugasnya sesuai dengan aturan maka kita
barang itu ditentukan sebagai barang yang diawasi atau akan melakukan pembelaan-pembelaan.
barang tertentu itu bukan urusannya Bea dan Cukai.
Jadi, nanti akan kita spesifikasi, apakah Bea dan Cukai Jika seorang importir mengajukan keberatan banding
bertugas mengawasi pengangkutan melalui pelabuhan kecil ke BPSP (Badan Penyelesaian Sengketa Pajak), dan
juga atau hanya dari tempat-tempat tertentu. Tetapi, yang ternyata oleh BPSP diterima, apakah itu berarti PFPD
mendapat perhatian lebih dari kita adalah pengiriman dari yang menetapkan nilai pabean importir tersebut
tempat-tempat tertentu yang dekat dengan perbatasan melakukan kesalahan dan dikenakan pasal 113B?
negara, misalnya dari Belawan mau dikirim ke Kalimantan, itu Jadi begini, itu bisa diketahui melalui audit, misalnya
kan melewati batas laut negara. pejabat menetapkan nilai pabeannya dengan jumlah tambah
bayar Rp 3.000 tapi setelah di audit ternyata tambah
Lantas, apakah peraturan pelaksana perundang- bayarnya menjadi Rp 6.000 sehingga masih kurang bayar Rp
undangan mengenai barang tertentu sudah selesai? 3.000. Begitu harus tambah bayar maka PFPD dinyatakan
Belum, tapi tahun ini harus selesai, maksimal bulan bersalah karena dalam melakukan penetapan ia tidak benar
November 2007 harus selesai, setahun setelah amandemen sehingga, ada keuangan negara yang tidak terbayar.
UU Kepabeanan terbit.
Lantas, nilai transaksi yang bagaimana yang diterima
Apakah pengawasan terhadap barang tertentu ini oleh pejabat bea cukai?
merupakan tambahan kerja bagi Bea dan Cukai? Pertanyaan saya, importirnya yang bagaimana dulu? Nilai
Itu jelas, sebenarnya sejak Inpres No. 4 tahun 1985, peng- transaksi itu kan yang bikin mereka (importir-red). Nilai
awasan antar pulau sudah bukan merupakan bagian tugas transaksi itu hanya 3 yang tahu, penjual, pembeli dan Tuhan.
dari Bea dan Cukai. Tapi sekarang kita harus mengawasi Sebenarnya importir itu yang tahu persis apakah ia sudah
bagian negara kita yang berbatasan dengan luar negeri dan melakukan nilai transaksi dengan benar sesuai dengan asas-
itu sangat sulit. Sarana yang kita miliki pun terbatas. asas perdagangan internasional yang normal atau normal
trade.
Berbicara mengenai pasal 113B UU No. 17/2006 Sekarang saya tanya, apakah importir itu sudah
tentang sanksi bagai pejabat bea cukai yang salah memahami transaksi yang dilakukan normal trade atau tidak?
dalam menetapkan nilai pabean. Apa yang mendasari Jadi kalau importir itu merasa benar, kalau ia disalahkan
keluarnya pasal tersebut? seharusnya ia menggunakan pasal 93 tadi. Ia bisa
Ini sebenarnya suatu aturan yang memaksa agar petugas membuktikan bahwa ia sudah melakukan transaksi dengan
menetapkan dengan benar. Tetapi dalam satu sisi, sebenarnya normal trade, jadi buktikan saja… importir berhak
berbenturan dengan pasal lainnya. Dari awal sebetulnya saya mengajukan keberatan, berhak mengajukan banding, berhak
berbeda pendapat dengan pasal 113B. Karena disitu disebutkan mengajukan peninjauan kembali di Mahkamah Agung.
kalau pajabat salah menghitung atau menetapkan bea masuk
akan dikenakan sanksi. Menurut saya ini tidak sinkron dengan Lalu, apa saran Bapak untuk pejabat yang menetapkan
pasal 16 dan 17. Di kedua pasal itu, ada istilah penetapan dan dan memutuskan nilai pabean?
penetapan kembali yang merupakan tugas atau kewajiban dari Tidak ada yang perlu ditakutkan, tetapkanlah sesuai
pegawai yang melakukan penetapan. aturan. Tugas PNS adalah melakukan pekerjaannya dengan
Di dalam implementasi pasal 16 dan 17 sebenarnya hukum itikad baik, dengan prinsip kehati-hatian. Jadi kita harus teliti,
memberikan perlindungan yang setara kepada pejabat bea cukai ada dasar pertimbangannya, ada sarana untuk memutuskan
yang salah dalam melakukan penetapan dan pada importir yang sehingga hasil putusan itu jelas. Kalau suatu putusan sudah
dirugikan. Misalnya, kalau ada importir yang merasa dirugikan valid dilakukan dengan asas good governance, saya kira
oleh penetapan yang dilakukan pejabat bea cukai maka importir tidak gampang menyatakan seorang pejabat itu bersalah.
tersebut masih diberikan hak untuk mengajukan keberatan sesuai Karena dalam hukum ada istilah Presumptio Justae Causa
yang tercantum pada pasal 93, UU No. 17/2006. yang berarti kira-kira ‘keputusan seseorang itu dianggap
Jadi, ada equal treatment disini. Undang-undang benar sepanjang belum dibuktikan bahwa itu adalah salah’.
memungkinkan pejabat bisa salah dalam melakukan Saya kira, kita perlu peninjauan kembali secara holistik
penetapan. Karena pada pasal 93 disebutkan ‘orang yang bagaimana kualitas pegawai kita harus ditingkatkan.
berkeberatan terhadap penetapan pejabat bea cukai…’ Terutama integritas pegawai. Saya merasa pasal 113B ini
berarti kemungkinan penetapan itu salah kan ada. Sehingga tidak perlu ditakuti oleh pegawai asal melakukan
importir bisa mengajukan keberatan. pekerjaannya dengan benar dan dengan itikad baik
Menurut saya, seharusnya implementasi pasal itu masih ada
pendahulunya yaitu ketentuan mengenai code of conduct. Jadi, Harapan Bapak dengan terbitnya UU No. 17/2006 ini?
perlu dipertimbangkan juga bahwa sebelum orang dipidana, ada Bahwa hukum itu ada atau eksis karena ditegakkan. Jadi
kondisi code of conduct yang perlu penelitian terlebih dahulu, bagaimana kita menegakkan hukum itu. Kalau tidak
apakah kesalahannya patut dikenakan pasal 113B? Ataukah ia ditegakkan kan susah, nanti akan dibuat lagi yang lebih
melakukah hal itu karena kewenangannya? Atau karena keras. Jadi, mumpung orang belum berpendapat baru lagi
kesengajaannya? Atau karena kelalaiannya? tentang undang-undang kita yang baru ini, kita tegakkan dulu.
Kalau karena kewenangannya, itu berarti hukum itu sen- Kalau sudah kita tegakkan, nanti kita akan tahu apa
diri memakan anak buahnya, tapi kalau itu karena kelalaian- kelemahannya, apa keuntungannya.
nya menurut saya bisa kena PP 30, tapi kalau karena kese- Kalau kita lihat sejarahnya, ordonansi bea itu eksis dari tahun
ngajaannya, silahkan di pidana. Tapi menurut saya, seyogya- 1872 sampai 1995. Tetapi mengapa UU No. 10/1995 hanya
nya dilakukan pemeriksaan code of conduct terlebih dahulu. bertahan 10 tahun? Kalau bisa, saya berharap UU No. 17/2006
bertahan lama. Saya berharap semua pegawai mengerti undang-
Apakah nanti di dalam peraturan pelaksanaannya akan undang, mampu mengimplementasikan dan mampu
dijelaskan, kapan seorang PFPD bisa dikenakan sanksi? menjelaskan atau menyosialisasikannya pada masyarakat.

18 WARTA BEA CUKAI EDISI 392 JULI 2007


CUKAI

Cegah
Pelanggaran
MELALUI OPERASI CUKAI
Selama tahun 2007, Direktorat Jenderal Bea Lebih lanjut disampaikan Agus, pelanggaran tanpa di-
dan Cukai (DJBC) melalui Direktorat lekati pita cukai (rokok polos) sebanyak 12 kasus dengan
perkiraan kerugian negara Rp. 38.875.200. Penggunaan
Penindakan dan Penyidikan (P2) pada Subdit pita cukai salah sebanyak 8 kasus, perkiraan kerugian
Penindakan telah menerbitkan tiga buah Surat negara Rp. 9.771.600. Penggunaan pita cukai palsu
Perintah untuk melakukan operasi Barang Kena sebanyak 2 kasus, perkiraan kerugian negara Rp.
21.507.200. Produk rokok tanpa izin sebanyak 9 kasus,
Cukai Hasil Tembakau (BKC HT) dengan tidak ada kerugian negara dan pelanggaran administrasi
wilayah operasi meliputi wilayah Jawa Tengah, sebanyak 136 kasus dengan kerugian negara sebesar
Jawa Timur dan Sulawesi Selatan. Rp. 582.014.140. Sehingga total perkiraan negara sebe-
sar Rp. 652.168.140.

S
Mengenai mekanisme pelaksanaan operasi cukai,
eperti disampaikan Kasi Penindakan III, seperti dikemukakan Agus, antara lain dilakukan dengan
Direktorat P2 DJBC, Agus Yulianto, sebelumnya beberapa cara sebagai berikut :
pada tahun 2006, operasi cukai yang telah l Melakukan surveillance dan membuat jaringan untuk
dilakukan menemukan lima jenis pelanggaran memperoleh informasi mengenai peredaran pita cukai
dengan perkiraan kerugian negara sebesar Rp. palsu dan atau BKC yang dilekati pita cukai palsu atau
652.168.140 dengan jenis pelanggaran antara lain; tanpa tidak sesuai ketentuan yang berlaku;
dilekati pita cukai (rokok polos), penggunaan pita cukai l Melakukan penindakan di tempat-tempat yang diduga
salah, penggunaan pita cukai palsu, produksi rokok tanpa digunakan untuk membuat,
izin dan pelanggaran administrasi. Mengenai proses menyimpan,mendistribusikan, menjual pita cukai palsu
penyelesaian kasus berupa pelanggaran administrasi dan atau BKC yang dilekati pita cukai palsu atau tidak
sebanyak 136 kasus dikenakan denda, sedangkan 31 sesuai ketentuan yang berlaku;
kasus untuk pidana dengan jenis pelanggaran antara lain; l Menegah dan memeriksa sarana pengangkut yang didu-
rokok polos, penggunaan pita cukai salah, penggunaan ga memuat pita cukai palsu dan atau BKC yang dilekati
pita cukai palsu dan produksi rokok tanpa izin. pita cukai palsu atau tidak sesuai ketentuan yang berlaku.
DOK. WBC DOK. WBC

BARANG BUKTI, atas pelanggaran pita cukai yang ditemukan di Kanwil GUDANG DISTRIBUTOR cukai HT berupa rokok yang disegel aparat KPBC
XVI DJBC Sulawesi. Makasar.

EDISI 392 JULI 2007 WARTA BEA CUKAI 19


CUKAI
DOK. WBC
penyegelan tersebut sesuai
hasil penyelidikan diketahui
berlokasi di beberapa kota
di Pulau Jawa dan 6 PR
diantaranya berlokasi di
Malang.
Barang bukti berupa
BKC HT, lanjut Agus, beru-
pa rokok dengan dilekati
pita cukai yang salah per-
sonalisasi dan atau bukan
peruntukkannya yang ditim-
bun dalam gudang distribu-
tor, merupakan bukti awal
yang cukup tentang terjadi-
nya tindak pidana cukai
pasal 54 UU 11/1995 ten-
tang cukai yang menyebut-
kan bahwa barang siapa
menawarkan, menyerah-
kan, menjual atau menyedi-
akan untuk dijual BKC yang
tidak dikemas untuk penju-
alan eceran atau tidak dile-
kati pita cukai sebagaimana
dimaksud dalam pasal 29
ayat (1), dipidana dengan
pidana denda paling banyak
10 kali nilai cukai yang se-
harusnya dibayar, sehingga
terhadap pemilik kedua
gudang penimbunan terse-
but telah dilakukan proses
penyidikan.
Lebih lanjut, barang
bukti berupa BKC HT rokok
yang ditimbun dalam
gudang yang dilekati pita
cukai yang salah personali-
BERAWAL DARI OPERASI pemantauan dan pengawasan bidang cukai oleh Dit.P2 KP DJBC dengan target operasi sasi dan atau bukan perun-
di kota Makasar, DJBC membekukan izin produksi 20 PR. tukkannya tersebut juga
menjadi dasar penindakan
Dengan adanya pelaksanaan operasi cukai, pada dan penyelidikan lebih lanjut atas dugaan pelanggaran
dasarnya dimaksudkan untuk mencegah terjadinya ketentuan peraturan perundang-undangan di bidang cukai
pelanggaran di bidang cukai, sehingga diharapkan yang dilakukan baik oleh para pemilik 10 PR yang
dengan adanya operasi cukai akan berdampak pada memproduksi maupun 82 PR yang pita cukai personalisa-
meningkatknya kepatuhan para pengusaha Pabrik Rokok si miliknya secara tidak benar/ bukan peruntukkannya di-
(PR )dalam mematuhi ketentuan di bidang cukai. Hal lekatkan pada rokok-rokok yang terkena penindakan ter-
tersebut akan berpotensi pada peningkatan penerimaan sebut.
keuangan negara dari sektor cukai. Terkait dugaan terjadinya pelanggaran di bidang cukai
tersebut serta berpedoman pada ketentuan pasal 9
PEMBEKUAN IJIN PRODUKSI 20 PR Peraturan Menteri Keuangan Nomor 75/PMK.04/2006
Berawal dari Operasi Pemantauan dan Pengawasan tanggal 31 Agustus 2006 yang pada pokoknya
Bidang Cukai oleh Direktorat P2 Kantor Pusat DJBC menyebutkan terhadap PR yang melakukan pelanggaran
dengan target operasi di kota Makassar, antara lain dapat dibekukan Nomor Pokok Pengusaha Barang Kena
dilakukan penindakan dibidang cukai berupa penyegelan Cukai (NPPBKC) nya, maka Direktur P2 telah meminta
atas dua buah gudang distributor tempat penimbunan kepada masing-masing Kantor Wilayah DJBC yang
BKC HT berupa rokok, yang pada saat penindakan mengawasi PR dimaksud untuk membekukan NPPBKC,
kedapatan (secara keseluruhan dalam dua gudang termasuk 20 PR di Malang .
dimaksud) ditemukan 2.743 karton rokok terdiri dari
bermacam-macam merk (hasil produksi 10 PR berbeda) PERKIRAAN KERUGIAN NEGARA RP.2,2 MILYAR
yang dilekati pita cukai milik PR lain (salah Keberhasilan ini menurut Agus, merupakan hasil ope-
personalisasi), dan rokok sigaret kretek mesin yang rasi pemantauan dan pengawasan di bidang cukai yang
seharusnya terkena tarif cukai 22 persen dengan harga dilakukan oleh Direktorat P2 pada wilayah pengawasan
jual eceran (HJE) yang lebih tinggi namun dilekati pita Kanwil XVI DJBC Sulawesi periode 4 sampai 10 Februari
cukai untuk sigaret kretek tangan yang tarif cukainya 2007.
hanya 8 persen dengan HJE yang lebih rendah (dilekati Terhadap PR yang melakukan pelanggaran telah di-
pita cukai bukan peruntukkannya). Pita cukai yang salah minta kepada masing-masing Kanwil di DJBC yang meng-
personalisasi atau bukan peruntukkannya tersebut awasi PR yang kemudian diteruskan kepada masing-
diketahui milik 82 PR. masing KPBC yang mengawasi PR termasuk diantaranya
Menurut Agus, 10 PR yang merk rokoknya ditemukan KPBC Tipe A2 Malang untuk melakukan proses penyeli-
dalam kedua gudang yang terkena penindakan berupa dikan/penyidikan, berkoordinasi dengan Kanwil XVI DJBC

20 WARTA BEA CUKAI EDISI 392 JULI 2007


Sulawesi untuk penyisihan barang bukti dan membekukan terhadap 20 PR tersebut bukanlah penutupan pabrik
NPPBKC dari PR yang melakukan pelanggaran cukai. karena memang DJBC tidak punya kewenangan menutup
Dijelaskan Agus, secara umum ke-20 pabrik rokok pabrik melainkan pembekuan NPPBKC yang berarti
tersebut diduga telah melakukan terhadap PR bersangkutan tidak dapat dilayani
tindak pidana di bidang cukai sebagaimana dimaksud pemesanan pita cukainya.
pada pasal 58 UU No. 11/1995 tentang cukai, yaitu; “Namun, kami perkirakan karena pihak-pihak yang
pabrik rokok diduga menggunakan pita cukai yang bukan berkepentingan atas pembekuan NPPBKC tersebut belum
haknya atau bukan peruntukkannya. Dan pabrik rokok memahami ketentuan peraturan perundang-undangan
diduga menjual atau menyerahkan pita cukainya kepada yang berlaku tentang cukai, maka pembekuan NPPBKC
yang tidak berhak atau pabrik rokok lain. yang menyebabkan PR yang bersangkutan tidak bisa
Perkiraan kerugian negara yang dapat timbul sebagai melakukan pemesanan pita cukai oleh banyak pihak
akibat penindakan BKC HT di Makassar sebesar Rp.2,2 diartikan sebagai ‘penutupan’ pabrik,” ujar Agus.
milyar (belum termasuk PPN) yang mana sebagian Kini penanganan secara hukum, sedang dilakukan
diantaranya merupakan BKC HT hasil produksi dan oleh KPBC Malang maupun KPBC lainnya, yakni dalam
menggunakan pita cukai PR di Malang. Namun perkiraan tahap penelitian lebih lanjut/penyidikan yang apabila
kerugian negara khusus untuk PR di wilayah pengawasan memang didapat bukti yang cukup telah terjadinya tindak
KPBC Tipe A2 Malang masih dalam tahap penelitian lebih pidana akan dilanjutkan ke tahap penyidikan serta tahap
lanjut. selanjutnya.
Mengenai ke-20 pabrik rokok yang telah dibekukan “Pembekuan NPPBKC PR bersangkutan dilakukan
NPPBKC-nya di Malang, menurut Agus, memang ada untuk mempermudah proses penelitian lebih lanjut dan
beberapa PR yang mengajukan keberatan karena merasa merupakan bagian upaya penegakan hukum yaitu
pita cukai yang dilekatkan pada BKC HT milik PR lain mencegah terulangnya pelanggaran tindak pidana cukai
merupakan pita cukai bekas yang dapat diambil secara dimaksud,” demikan kata Agus.
utuh dari bekas kemasan rokok produksi mereka yang Pencabutan atas pembekuan NPPBKC dapat dilakukan
sudah terpakai dan hal tersebut tanpa sepengetahuan jika syarat-syarat pada pasal 13 huruf b atau c Peraturan
atau di luar kontrol mereka. Menteri Keuangan dimaksud telah dipenuhi, yaitu tidak cukup
Penelitian dan penyelidikan/ penyidikan yang bukti untuk dilakukan penyidikan atau telah adanya putusan
dilakukan, disamping dimaksudkan untuk mendapatkan hakim yang mempunyai kekuatan hukum tetap. ris
bukti ada atau tidaknya tindak pidana DOK. WBC
yang terjadi dalam kasus tersebut, juga
untuk mengetahui kebenaran penggu-
naan pita cukai bekas yang disampai-
kan oleh beberapa PR.
Penindakan yang dilakukan DJBC
termasuk berupa pembekuan NPPBKC
merupakan usaha penegakan hukum
di bidang cukai yang dilaksanakan
karena memang terdapat cukup bukti
bahwa pabrik rokok-pabrik rokok (peng-
usaha) tersebut melakukan pelanggar-
an ketentuan peraturan perundang-un-
dangan yang berlaku di bidang cukai,
yang semestinya sudah disadari oleh
para pengusaha bersangkutan bahwa
pelanggaran yang dilakukan akan ber-
konsekuensi adanya penindakan dari
institusi penegak hukum yang dapat
berdampak pada terhentinya proses
produksi dan pada akhirnya dapat ber-
akibat pada nasib para pekerja/ buruh-
nya.
“Dengan demikian jelaslah, bahwa
hal tersebut juga merupakan tanggung
jawab pengusaha PR yang bersangkut-
an sebagai bentuk konsekuensi atas
pelanggaran yang dilakukannya,” de-
mikian ujar Agus.

BUKAN PENUTUPAN, MELAINKAN


PEMBEKUAN
Selain berlokasi di Kota Malang, PR
yang dibekukan NPPBKC-nya
sehubungan dengan hasil penindakan
BKC HT berupa rokok di Makassar
tersebut, antara lain juga berlokasi di
Gresik, Panarukan, Blitar, Kediri,
Tulung Agung, Madiun, Kudus dan
Cirebon.
Menurut Agus, satu hal yang perlu
diluruskan berkaitan dengan
pembekuan produksi PR tersebut,
bahwa yang dilakukan KPBC Malang PEMBEKUAN PRODUKSI. Bentuk konsekuensi atas pelanggaran yang dilakukan PR

EDISI 392 JULI 2007 WARTA BEA CUKAI 21


DAERAH KE DAERAH
WBC/KY

GEDUNG BARU. Menyambut KPU, KPBC Batam memiliki gedung baru yang lokasinya berada disebelah kiri gedung lama.

KPBC Batam
MENJELANG KANTOR PELAYANAN UTAMA
Ada tiga hal yang telah dijalankan oleh kawasan berikat menjadi lebih disederhanakan, ini disebabkan
Kantor Pelayanan Bea dan Cukai (KPBC) Tipe industri yang ada di Pulau Batam didominasi oleh kawasan
berikat, sehingga untuk kawasan industri tertentu tidak lagi
A3 Batam pada masa transisi menjadi Kantor ditempatkan petugas bea cukai untuk mengawasinya.
Pelayanan Utama (KPU). Dengan perkembangan industri yang pesat di Pulau Batam,

P
direncanakan 1 Juli 2007, KPBC Tipe A3 Batam menjadi sa-
ulau Batam yang merupakan pulau tujuan investasi lah satu KPBC yang dipersiapkan menjadi Kantor Pelayanan
asing karena letak geografisnya yang dekat dengan Utama (KPU). Sebagai KPU, KPBC Batam dimasa transisi
negara tetangga Singapura dan Malaysia, sejak dulu telah melakukan berbagai kegiatan untuk menyambut disah-
memang telah dipersiapkan untuk menjadi kannya sebagai KPU.
penopang industri-industri baik dalam maupun luar
negeri. Berbagai bentuk fasilitas yang diberikan untuk inves- TIGA HAL YANG DIKERJAKAN PADA MASA TRANSISI
tasi di Pulau Batam pun, pada umumnya berbeda dengan Kepala KPBC Tipe A3 Batam, Iskandar, ketika ditemui
pulau lain di Indonesia, lebih dari itu Pulau Batam juga kerap WBC (19/6) di ruang kerjanya mengatakan, ada tiga hal yang
menjadi pilot project bagi kebijakan nasional maupun telah dilakukan pada masa transisi KPU, yaitu melakukan
internasional. pemeriksaan barang dengan lebih baik dan cermat lagi, baik
Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) dalam hal ini terhadap jumlah maupun jenisnya. Karena 80 persen industri
KPBC Batam, juga telah berupaya agar Batam dapat menjadi yang ada adalah kawasan berikat yang dalam hal ini
daerah industri yang benar-benar murni sebagai pusat perda- pembayaran bea masuknya tertunda, maka pengawasannya
gangan bisnis dan usaha. Adapun langkah konkrit yang dila- juga semakin diperketat, sehingga pengawasan akan lebih
kukan KPBC Batam adalah pada pelayanan dan pengawasan difokuskan pada tahap audit.

22 WARTA BEA CUKAI EDISI 392 JULI 2007


WBC/KY
Hal yang kedua adalah, meminta kepada seluruh importir
umum untuk memiliki registrasi impor atau registrasi pabean.
Hal ini tidak lain agar data-data yang disampaikan importir
tersebut dapat terkoneksi dengan baik dengan sistem yang
ada di KPBC Batam. Dan hal ketiga adalah, melakukan
seleksi terhadap pegawai.
Untuk seleksi ini, dari sekitar 140 pegawai yang ada di
KPBC Batam saat ini, untuk yang tetap tinggal dan menjadi
pegawai KPU Batam hanya sekitar 60 pegawai. Hal ini tak
lain karena setelah dua kali dilakukan seleksi jumlah terse-
butlah yang dinyatakan lulus sebagai pegawai KPU Batam,
sedangkan untuk idealnya nanti KPBC Batam diharapkan
dapat memiliki 450 hingga 500 pegawai.
“Untuk sarana dan prasarana juga sedang dijajaki, dan
setelah kami memiliki gedung baru yang kini hampir jadi, itu
akan kita gunakan untuk KPBC modern karena nanti akan full
otomasi termasuk perubahan struktur organisasi pola
pelayanan. Satu hal juga, kita saat ini sudah bekerja keras
untuk memenuhi standar operasional prosedur dan menghin-
dari terjadinya mal praktek di bidang pelayanan,” jelas
Iskandar.
Lebih lanjut Iskandar menjelaskan, secara efektif terhitung
sejak 1 Mei hingga 30 Juni, KPBC Batam telah melaksanakan
ketiga unsur tersebut, termasuk menanggapi keluhan
masyarakat pengguna jasa dan komplian kepada petugas
yang terhadap hal tersebut, akan langsung dilakukan
wawancara kepada pegawai yang kemudian akan ditentukan
apakah dilakukan tindakan tegas baik hukuman disiplin
ringan, menengah, atau berat.
Dengan dijadikannya KPBC Batam sebagai KPU, tangga-
pan masyarakat usaha di Pulau Batam sangat antusias, ka-
rena pola kedepan yang akan dilaksanakan oleh KPU Batam
yaitu, “Kita akan melayani pelanggan yang baik dengan lebih
baik, tapi kita juga akan melayani pelanggan yang nakal
dengan lebih nakal”. Hal ini dimaksudkan agar ada efek jera
kepada yang nakal untuk cenderung menjadi baik.
“Dengan kita bertekad menjadi clean governance dan
clean government yang pasti masyarakat usaha akan
menjadi lebih responsif terhadap pelayanan kita, kecuali ada
importir yang aji mumpung atau kick and run, kalau itu pasti
mereka akan mengeluh, dan itu sudah dibuktikan selama dua
bulan ini, yang dapat bertahan untuk tetap melakukan impor-
tasi adalah perusahaan-perusahaan yang selama ini kita PELABUHAN KABIL. Letaknya berhadapan langsung dengan kawasan berikat.
kenal memiliki reputasi baik, sedangkan yang reputasinya aji
mumpung perlahan-lahan mereka mulai meninggalkan Ba- Batam memikili hambatan yang cukup krusial, yaitu belum
WBC/KY
tam,” ungkap Iskandar. dapat mewujudkan suatu konsep pelayanan yang paperless,
Secara garis besar, untuk dokumen masih tetap menggunakan soft copy dan
industri di Batam me- hard copy. Hal ini disebabkan sistem yang ada belum
mang lebih didominasi berjalan dengan baik. Satu contoh, pengguna jasa
oleh industri kawasan mengirimkan dokumen ke bea cukai melalui elektronik
berikat, namun untuk sehinga tidak perlu datang ke bea cukai, namun ternyata
penyumbang bea respon yang masuk tidak diterima karena jaringan yang ada
masuk terbesar tetap sekarang belum sempurna.
didominasi oleh importir Iskandar mengutarakan, kondisi ini juga tidak murni
umum. Hal ini tak lain karena kurang siapnya bea cukai, namun pihak pengguna
karena importir umum jasa juga saat ini masih enggan untuk menginvestasikan
lebih sering melakukan sistem mereka untuk dapat link dengan sistem yang ada di
importasi berupa bea cukai. Untuk itu Iskandar pun optimis jika KPBC Batam
barang-barang kebutuh- telah full menjadi KPU, hambatan tersebut akan teratasi, hal
an masyarakat Batam ini karena untuk sistem tidak ada kaitannya dengan KPU,
dan importasi yang namun sistem yang telah berjalan lama ini juga sudah
sering dilakukan adalah memasuki beberapa tahap seperti lelang sehingga jaminan
empat komoditi yang kelancaran dokumen secara elektronik akan dapat terwujud.
justru wajib dikenai bea “Cita-cita KPU sebenarnya jauh lebih luhur dari itu semua,
masuk, yaitu otomotif, cita-cita KPU adalah meningkatkan kesejahteraan pegawai
elektronik, cukai hasil sehingga mereka dapat bekerja dan melayani dengan baik
tembakau, dan MMEA. tanpa harus merusak mekanisme pelayanan dengan
melakukan hal-hal yang sekiranya tidak patut dilakukan
HAMBATAN MASA pegawai negeri sipil dalam kode etik yang baik. Jika
TRANSISI sistemnya sedikit terlambat mungkin kita dapat menyikapi
ISKANDAR. Ada tiga hal yang telah Di masa transisi dengan sistem manual atau sistem yang lain yang secara
dilakukan KPBC Batam menjelang KPU. yang berjalan, KPBC garis besar masih tetap bisa mengedepankan kepuasan

EDISI 392 JULI 2007 WARTA BEA CUKAI 23


DAERAH KE DAERAH
WBC/KY

PELABUHAN BATU AMPAR, BATAM

pelanggan walaupun itu sedikit lebih lambat atau lebih repot merespon dokumen maupun dalam melaksanakan pengawas-
dibandingkan jauh dengan on line,” ujar Iskandar. an barang impor maupun eskpor. Namun hal ini juga masih
Terkait dengan kesejahteraan pegawai, Iskandar menyatakan sedikit terhambat karena keterkaitan instansi lain yang belum
pertaruhan yang paling berat adalah apakah pada tanggal 1 Juli siap menerapakan sistem SAD maupun NSW, seperti Karan-
nanti gaji pegawai KPU sudah disesuaikan atau tidak, karena jika tina, Departemen Perindustrian, Departemen Perdagangan,
hal itu tidak terwujud maka apa yang diusung selama ini akan dan instansi lainnya.
gagal. Karena DJBC sudah mengharapkan pegawai dapat benar- Untuk masalah pengawasan, KPBC Batam yang memang
benar baik dalam bekerja, dan pegawai pun sudah juga harus mengawasi daerah perbatasan antara Indonesia
menyanggupinya dengan harapan gaji mereka sudah sesuai dengan Singapura dan Malaysia, hingga saat ini masih cukup
dengan yang direncanakan. Namun kembali lagi, jika hal tersebut terkendala dengan sarana yang ada. Kini unit pengawasan
tidak terlaksana maka hal ini akan menjadi pukulan berat bagi KPBC Batam harus bertugas 1 x 24 jam sehari dan tujuh hari
pegawai bahkan bagi tim KPU Kantor Pusat DJBC. dalam seminggu, dan ini terus dilakukan dengan kemampuan
yang seadanya.
SAD DAN NSW NILAI LEBIH BATAM Kondisi ini menyebabkan KPBC Batam harus berdamai
Jika KPBC Batam sistemnya masih belum selancar dengan suasana yang tidak sempurna, artinya saat ini KPBC
Tanjung Priok, namun demikian KPBC Batam memiliki Batam memiliki empat kapal patroli dan itupun yang layak
kelebihan lain dibandingkan KPBC yang akan menjadi KPU untuk melaksanakan patroli hanya satu kapal, sedangkan tiga
lainnya, yaitu importasi dan eksportasi yang dilakukan di kapal lainnya sudah tidak memungkinkan untuk patroli. Me-
pulau Batam kini tidak lagi menggunakan banyak dokumen, nurut Iskandar, dengan kondisi pengawasan yang cukup sulit
karena saat ini Batam telah menerapkan Single Administra- saat ini, KPBC Batam idealnya memiliki dua kapal patroli.
tion Document (SAD) dan National Single Windows (NSW). “Kenapa dua? Karena supaya ada proses shift, ini juga
Penerapan dua sistem yang lebih simpel dan sederhana didasarkan atas seseorang mampu mengerjakan
ini membuat KPBC Batam menjadi lebih efisien baik dalam pekerjaannya dengan baik dalam kurun waktu delapan jam,
WBC/KY
lebih dari itu mungkin emosinya dan staminanya sudah tidak
stabil, sedangkan petugas yang di satu kapal ini terpaksa
tidak bisa efektif kadang-kadang mereka berlayar siang
hinggga malam bisa juga hingga pagi, sehingga ada waktu
jeda yang kita tidak bisa mengawasinya, namun sekali lagi ini
karena siatuasi yang terpaksa,” kata Iskandar.
Dengan tujuh pelabuhan resmi dan 43 pelabuhan rakyat
atau tangkahan, sementara jumlah petugas pengawasan
hanya 23 personil, tentunya ini memerlukan jumlah SDM
yang sangat besar untuk melakukan pekerjaan pengawasan
termasuk sarana dan prasarana. Untuk itu KPBC Batam pun
telah meminta kepada kantor pusat agar sarana yang ada
sekarang lebih dilengkapi lagi, seperti tempat penimbunan
pabean, mobil untuk patroli darat termasuk personil khusus
untuk bidang pengawasan sebanyak 60 personil.
“Kami menilai dengan jumlah 60 personil, maka konsep
bekerja delapan jam akan terwujud sehingga 20 orang
melakukan pengawasan di shift pagi, 20 orang melakukan
pengawasan sore hingga tengah malam, dan 20 orang lagi
melakukan pengawasan tengah malam hingga pagi. Dengan
HANGGAR BEA CUKAI. Salah satu kawasan berikat yang masih diawasi demikian tidak ada kondisi yang terlepas dari pengawasan
oleh petugas bea cukai, adalah kawasan berikat yang berada di kawasan kita dan ini juga yang saya mohonkan untuk konsep KPU
industri Kabil Semblog. nanti,” tandas Iskandar. adi

24 WARTA BEA CUKAI EDISI 392 JULI 2007


Ribuan MMEA
DIMUSNAHKAN KPBC MERAK
Bertempat di Depo Krakatau Steel, Cilegon, negara akan mengalami kerugian hingga Rp.25 miliar akibat
Banten, pada 19 Juni 2007, aparat KPBC penjualan minuman keras ilegal Sedangkan potensi kerugian
atas bea masuk sendiri diperkirakan mencapai Rp. 18,5
Merak memusnahkan Minuman Mengandung miliar,” Agus Sudarmadi menjelaskan.
Etil Alkohol (MMEA) milik PT Sarana Niaga Menurutnya, tiga kontainer minuman keras itu disita
Perdana. MMEA ini dimusnahkan karena PT sekitar bulan Agustus 2006. Miras berjumlah 32.028 botol itu
diangkut dengan kapal Uni Crown V 205S yang sandar di
Sarana Niaga Perdana tidak memiliki ijin Pelabuhan Merak pada bulan Juli 2006. Diperkirakan total
sebagai importir terdaftar. harga miras itu mencapai Rp. 6,5 miliar. Melihat harga rata-

D
rata di pasaran untuk ke-32 jenis miras itu berkisar antara
alam keterangannya sebelum acara pemusnahan, Rp.500.000 hingga Rp. 5,6 juta perbotol.
Kepala KPBC Tipe A3 Merak, Agus Sudarmadi PT Sarana Niaga Perdana dikenai sanksi berupa penin-
mengatakan, salah satu aturan pembatasan yang dakan terhadap MMEA yang diimpor dan selanjutnya atas
ditetapkan oleh Menteri Perindustrian dan Perda- barang tersebut dilakukan pemusnahan. “Sebetulnya saat
gangan Nomor : KEP-406/MPP/KEP/6/2004 tanggal MMEA itu kami sita, perusahaan importir diminta untuk me-
24 Juni 2004, tentang Tataniaga impor MMEA, disebutkan menuhi standar persyaratan ijin importir terdaftar paling lam-
bahwa impor MMEA diatur tata niaganya dan hanya boleh di- bat selama 60 hari. Namun karena tidak kunjung melengkapi
impor oleh importir terdaftar antara lain PT (persero) Perusa- persyaratan impor minuman beralkohol, oleh karena itulah,
haan Perdagangan Indonesia dan PT (Persero) Sarinah. KPBC Merak memutuskan untuk memusnahkan miras asal
Sedangkan mengenai miras yang terdiri dari 32 merek Singapura ini,” ujar Agus Sudarmadi.
yang berasal dari Singapura dan diimpor oleh PT Sarana Peristiwa pemusnahan MMEA ini selain dihadiri para pe-
Niaga Perdana itu, meski telah menyerahkan dokumen gawai KPBC Merak dan jajaran inti DJBC antara lain Direktur
Pemberitahuan Impor Barang (PIB), tetapi ternyata PT. Penindakan dan Penyidikan DJBC, Erlangga Mantik dan
Sarana Niaga Perdana tidak memiliki ijin sebagai importir Kakanwil VI DJBC Banten, Iswan Ramdana, juga dihadiri
terdaftar. Atas dasar itulah, Bea dan Cukai KPBC Merak oleh Gubernur Banten, Ratu Atut Choisyah dan jajaran
menyita dan menetapkan barang telah dikuasai negara. Pemda Banten dan unsur Muspida, serta Kepolisian dan TNI.
Penyitaan ini, lanjut Agus Sudarmadi, berdasarkan hasil Dalam keterangannya, Ratu Atut Chosyah mengatakan,
analisa intelijen KPBC Merak pada bulan Agustus 2006. Dari berdasarkan keterangan dari Bea dan Cukai, pemusnahan ini
hasil pengawasan atas impor MMEA asal Singapura di merupakan pemusnahan yang pertama dan terbesar di Provinsi
Pelabuhan Merak Mas diduga MMEA itu tidak mempunyai ijin Banten. Berdasarkan tujuannya, pemusnahan ini adalah untuk
dari Deperdag. Dan berdasarkan ketentuan Deperdag, mengamankan tata niaga impor sesuai dengan aturan yang
barang yang tidak mempunyai ijin dari instansi ini dinyatakan telah ditetapkan dan tujuan lainnya adalah untuk mencegah
sebagai barang dikuasai negara dan segera dimusnahkan. peredaran MMEA ilegal di Banten khususnya di Kota Cilegon
“Jika ribuan MMEA ini tidak dimusnahkan diperkirakan dan membatasi serta mengawasi pemakaian MMEA. ris
WBC/RIS WBC/RIS

MIRAS BERJUMLAH 32.028 BOTOL itu diangkut dengan kapal Uni Crown V DIMUSNAHKAN. MMEA ilegal ini
205S yang sandar di Pelabuhan Merak pada bulan Juli 2006. Diperkirakan dimusnahkan dengan cara dihancurkan
total harga miras itu mencapai Rp. 6,5 miliar dengan mesin penggiling.

EDISI 392 JULI 2007 WARTA BEA CUKAI 25


DAERAH KE DAERAH

PRESS RELEASE hasil tangkapan Kanwil XVI DJBC Sulawesi.

Kanwil XVI DJBC Sulawesi


BERHASIL MENGGAGALKAN
BERBAGAI UPAYA PENYELUNDUPAN
Sejak kurun waktu Pebruari - Mei 2007 telah Sulawesi Barat. KLM Amanah Indah GT 25 yang dinakhodai oleh
berhasil ditegah sembilan kali upaya Husain dengan 6 orang ABK tersebut akhirnya kami tarik ke
Mamuju untuk seterusnya diserahkan ke Dinas Perkebunan dan
penyelundupan dengan nilai barang kurang Kehutanan Mamuju,” jelas Kopat Semtje dalam laporan patroli-
lebih Rp. 6.076.000.000. nya. Nilai barang yang disita diperkirakan mencapai Rp.140 juta.

T
Perjalanan menuju Mamuju memakan waktu sekitar 26 jam,
im patroli laut Kanwil XVI Sulawesi berhasil mengukir sehingga baru keesokan harinya (tanggal 14 Pebruari 2007) ka-
prestasi gemilang. Tidak tanggung-tanggung sebanyak pal KLM Amanah Indah dan para tersangka diserahkan ke Dinas
sembilan kali upaya penyelundupan berhasil ditegah. Perkebunan dan Kehutanan Mamuju guna dilakukan penyelidik-
Berbagai komoditi barang seperti kayu hitam (ebony), an/penyidikan lebih lanjut. Penyerahan tersebut disaksikan pula
kayu meranti, pakaian bekas (cakar), dan ammonium oleh Syahbandar dan petugas Bea dan Cukai Pare-Pare.
nitrate dicoba diselundupkan tanpa dilindungi dokumen yang sah. Seminggu kemudian, tepatnya 20 Pebruari 2007, Kapal
Keberhasilan petugas patroli laut ini tidak terlepas dari upaya Patroli BC 7001 dalam patroli ini juga sekaligus berhasil menegah
pengawasan ekstra ketat dari petugas. Operasi pun digelar kapal KLM Sinar Pelita yang memuat sekitar 5m3 atau 120 batang
secara rutin dengan rute Pantoloan, Mamuju, Selat Makassar, senilai Rp. 50 juta di sekitar Tanjung Mangkaliat. Kapal dengan
Pare-Pare, Makassar, Toli-Toli, dan Perairan Laut Sulawesi. nakhoda Arman N dan ABK sebanyak 3 orang ini berasal dari
Mamuju dengan tujuan Tawao, Malaysia. Selanjutnya kapal
KAYU HITAM, KAYU MERANTI, DAN KAYU CAMPURAN tersebut ditarik menuju Pantoloan untuk diserahterimakan ke
Penegahan pertama kali dilakukan Kapal Patroli BC 7001 KPBC Pantoloan sebagai KPBC terdekat dari TKP (Tempat
yang dikomandani oleh Semtje Takasihaeng pada tanggal 13 Kejadian Perkara ) guna proses penyelidikannya. Sekarang ini
Pebruari 2007 pada pukul 14.00 Wita. Dengan Nakhoda proses penyidikan kasus ini sudah lengkap atau P21.
A.Anshar Pandita, Kapal BC 7001 memergoki sebuah kapal Operasi patroli berikutnya, tanggal 6 Maret 2007 Kapal Patroli
dengan nama KLM Amanah. BC 9005 dengan Komandan Patroli Aswad dan Nakhoda Luk-
“Kami menghentikan kapal tersebut dan memerintahkan man Haris juga berhasil menegah kapal motor KLM. Lisnawati.
nakhoda untuk ke kapal patroli beserta dokumen yang ada. Kapal yang berasal dari Mamuju, Sulawesi Barat tujuan Tawao,
Setelah kami periksa dokumen dan muatan kapal tersebut, Malaysia ini ditangkap di sekitar Selat Makassar (GPS 000-05’-30”
ternyata KLM Amanah Indah memuat kurang lebih 35m3 kayu Utara / 1190-57’-06” Timur) setelah kedapatan memuat kayu hitam
campuran yang kurang lebih 20m3 diantaranya adalah kayu ulin sebanyak kurang lebih 57m3 tanpa dilindungi dokumen yang sah.
olahan berasal dari Biduk-biduk Kalimantan tujuan Majene, Nilai barang yang ditegah ini diperkirakan sejumlah Rp. 855

26 WARTA BEA CUKAI EDISI 392 JULI 2007


juta. Selanjutnya kapal, tersangka
Nakhoda M.Fitri dan 11 orang
ABK diserahkan pada PPNS Bea
dan Cukai di KPBC Pantoloan.
Saat ini semua tersangka ditahan
di Rumah Tahanan Negara di
Palu dan status penyidikan kasus
ini telah P21.
Komoditi yang diselundupkan
ternyata tidak hanya kayu hitam
saja tetapi juga kayu meranti. Hal
ini terbukti dengan ditegahnya
kapal KM. Nur yang bermuatan
kayu meranti sebanyak 189m3
tanggal 28 Maret 2007. Kapal BC
5003 dengan Kopat Semtje T
dan Nakhoda Prasetyo C.N
menegah KM Nur yang berasal
dari Tg. Manumbar, Kalimantan
Timur tujuan Tawao, Malaysia di
sekitar perairan Selat Makassar
posisi 01’49”85 LS dan 118’51”97
BT. Nilai barang yang hendak
diselundupkan ini sekitar Rp. 756
juta.
Untuk penyelidikan/penyidik-
an lebih lanjut, kapal dan muatan
kapal serta tersangka Nakhoda
Bakhtiar berikut 12 ABK-nya di-
serahkan pada PPNS KPBC
Pantoloan. Sekarang ini penyidik-
an sudah dalam tahap P21 atau
dinyatakan lengkap oleh Kejak-
saan.
Keberhasilan tim patroli laut
Kanwil XVI Sulawesi tidak
berhenti disini saja, berikutnya
pada tanggal 27 Mei 2007 kapal
patroli BC 5001 berhasil mene-
gah 2 kapal sekaligus, KLM
Tanpa Nama dan KLM Cahaya
Bulan 08. Kopat Aswad dan
Nakhoda Lukman Haris serta
para ABK menegah kedua kapal
dengan muatan kayu hitam
masing-masing sebanyak 8m3
tanpa dilindungi dokumen yang
sah. Nilai barang yang dimuat
kedua kapal dari Tambu dan Pa-
sang Kayu tujuan Tawao, Malay-
sia ini diperkirakan mencapai
Rp.160 juta.
Akan tetapi, keesokan hari-
nya tanggal 28 Mei 2007, KLM
Tanpa Nama tenggelam akibat
mengalami kebocoran dan patah
kemudi setelah dihantam ombak
setinggi 1-2 meter. ABK kapal itu
sendiri berhasil diselamatkan dan
barang bukti diangkut ke kapal
patroli BC 5001. Dengan alasan
keamanan, barang bukti kemu-
dian ditarik ke KPBC terdekat,
yakni KPBC Tarakan.
Keberhasilan tim patroli laut
Kanwil XVI Sulawesi dalam me-
negah kapal-kapal yang memuat
kayu illegal ini merupakan tindak
lanjut dari Instruksi Presiden No-
mor 4 Tahun 2005 tentang Pem-
berantasan Penebangan Kayu
Secara Ilegal di Kawasan Hutan

EDISI 392 JULI 2007 WARTA BEA CUKAI 27


DAERAH KE DAERAH

dan Peredarannya di seluruh Wilayah Republik Indonesia, dan Harapan Maju, sesuai pengakuan Nakhoda Zainuddin alias
Surat Dirjen Bea dan Cukai Nomor : SR-29/BC/2005 tentang Rusdi, memuat pakaian bekas yang berasal dari Tawao, Malaysia
Peningkatan Pengawasan terhadap Lalu Lintas Pengangkutan dengan tujuan Pare-Pare, Sulawesi Selatan,” papar Kopat BC
Kayu Ilegal sebagai Tindak Lanjut Instruksi Presiden Nomor 4 7001 itu dalam laporannya. Nilai barang yang disita itu sendiri
Tahun 2005. mencapai Rp. 4,2 Milyar (dengan asumsi Rp.1 juta per ball).
Untuk proses penyidikan selanjutnya, para tersangka
PAKAIAN BEKAS (CAKAR) DAN AMMONIUM NITRATE (nahkoda dan 11 ABK) berikut kapal dan muatannya diserahkan
Selain komoditi kayu, tim patroli laut Kanwil XVI Sulawesi juga pada PPNS Kanwil XVI Sulawesi. Atas perbuatan mereka ini,
berhasil menangkap komoditi lainnya, seperti pakaian bekas para tersangka dari kapal KM. Anugerah dan KLM. Harapan Maju
(Cakar) dan ammonium nitrate. Khusus untuk pakaian bekas, kini mendekam di Rumah Tahanan Negara di Palu dan Makassar.
komoditi ini ditegah karena merupakan barang larangan. Dan status penyidikan telah P-21.
Pasalnya, selain kapal tersebut tidak dilengkapi manifest dan SIB
(Surat Izin Berlayar), impor pakaian bekas juga terkena aturan SANKSI PIDANA
larangan impor berdasarkan Keputusan Menteri Perindustrian Menurut Zaky Firmansyah, atas perbuatan para tersangka
dan Perdagangan No. 642/MPP/KEP/7/2002 tentang Perubahan dari berbagai upaya penyelundupan diatas, nakhoda beserta para
Lampiran Keputusan Menteri Perindustrian dan Perdagangan ABK masing-masing kapal motor tersebut diancam melakukan
No. 230/MPP/KEP/7/1997 tentang Barang yang diatur tata niaga tindak pidana penyelundupan impor yang melanggar Pasal 102
impornya, dan Surat Dirjen Daglu Nomor : 71/DJPLN/V/2000 huruf (a) Undang-Undang Nomor 17 tahun 2006 tentang
tentang larangan impor pakaian bekas. Perubahan atas UU No.10 tahun 1995. Sedangkan untuk upaya
Kronologis penegahan kapal cakar ini, menurut Zaky penyelundupan ekspor tanpa dokumen yang sah, mereka
Firmansyah, Kasi Pencegahan Kanwil XVI Sulawesi, tanggal 8 dinyatakan melanggar UU No.17 tahun 2006 Pasal 102A huruf (a)
Maret 2007 Kapal Patroli BC 9001 yang dikomandani Semtje T “Mengekspor barang tanpa menyerahkan pemberitahuan
dan Nakhoda Sulaiman N berhasil menangkap kapal KM. pabean” dan huruf (e) “ Mengangkut barang ekspor tanpa dilin-
Anugerah yang bermuatan cakar sebanyak kurang lebih 200 dungi dengan dokumen yang sah sesuai dengan pemberitahuan
balls. KM. Anugerah dengan Nahkoda Haruna dan 6 orang ABK pabean sebagaimana dimaksud dalam pasal 9A ayat 1”.
ditegah di Selat Makassar dengan posisi GPS 000-30’-00” Utara / Ancaman pidana penjara atas pelanggaran diatas paling
1180-40’-00” Timur. Sebelumnya kapal tersebut berangkat dari singkat 1 tahun dan paling lama 10 tahun dan pidana denda
Tawao, Malaysia dengan tujuan Bontang, Kalimantan Timur. paling sedikit Rp. 50.000.000 (lima puluh juta rupiah) dan paling
Perkiraan nilai barang yang berhasil ditegah mencapai sekitar banyak Rp. 5.000.000.000 (lima miliar rupiah).
Rp.200 juta. Dalam kesempatan lain, Kakanwil XVI Sulawesi, Jusuf
Penegahan lebih besar lagi terjadi 10 hari kemudian, tepatnya Indarto (saat ini menjabat sebagai Kakanwil IV DJBC Kepulauan
18 Maret 2007. Kopat Arief Setiawan beserta para ABK Kapal BC Riau –red), menyampaikan harapannya bahwa dalam upaya
7001 melakukan penegahan atas kapal KLM. Harapan Maju yang penegahan dan pemberantasan penyelundupan ini untuk
bermuatan kurang lebih 4200 balls pakaian bekas. Menurut Arief kedepannya perlu dipikirkan masalah kesulitan penyimpanan
Setiawan dalam laporan patrolinya menyebutkan bahwa KLM barang bukti. “(Hal ini) mengganggu kinerja kantor sehari-hari
Harapan Maju berhasil ia tegah di Selat Makassar di posisi karena (barang bukti) dimasukkan ke dalam kantor sehingga
03.58.00 S / 119.29.00 T. pegawai harus pindah-pindah dan halaman belakang penuh
“Informasi (yang kami dapat) mengarah pada sektor bawah dengan cakar. Itu keluhan saya,” kata Kakanwil dengan tegas.
Selat Makassar dengan target sebuah kapal kayu dengan muatan Kakanwil menambahkan, seandainya kita ingin terus melaku-
lebih dari 4000 balls pakaian bekas eks-impor. Kami memergoki kan penegahan-penegahan ini konsekuensinya memang harus
dan menghentikan kapal tersebut (KLM Harapan Maju). Setelah dipikirkan masalah tempat penyimpanan barang bukti mengingat
kami periksa dokumen dan muatan kapal tersebut, ternyata KLM (keberadaan) cakar yang sangat mengganggu. donny eriyanto
DOK. KANWIL XVI DJBC DOK. KANWIL XVI DJBC

CAKAR (Pakaian Bekas) yang disita oleh petugas. Tampak Kakanwil XVI
DJBC Jusuf Indarto (sekarang menjabat sebagai Kakanwil IV DJBC
Kepulauan Riau) ketika diwawancarai oleh pers BARANG BUKTI yang disimpan di Kanwil

28 WARTA BEA CUKAI EDISI 392 JULI 2007


WBC/KY
masuknya barang-barang ilegal tersebut, hal ini dibuktikan
dengan selalu rutin melakukan patroli laut terhadap kapal-
kapal yang memasuki Tanjung Pinang maupun patroli darat
untuk mencegah masuknya barang ilegal yang dibawa oleh
penumpang asal Malayasia maupun Singapura.
Pertengahan Maret lalu KPBC Tanjung Pinang berhasil
menegah ratusan handphone asal Singapura yang dibawa
melalui penyeberangan internasional pelabuhan Sri Bintan
Pura dengan modus barang bawaan penumpang.
Menurut Kepala Seksi Penindakan dan Penyidikan KPBC
Tipe A3 Tanjung Pinang, Bier Budy Kismulyanto,
keberhasilan tegahan ini berawal dari adanya informasi pada
20 Maret 2007, yang menyebutkan akan datang pada tanggal
tersebut seorang warga negara Indonesia dari Singapura
dengan ciri-ciri yang juga telah spesifik dengan membawa
sembilan dus handphone dan asesorisnya dengan kapal MV
Penguin 9.
“Dengan informasi tersebut kami dari P2 langgung
bergerak dan menunggu kedatangan kapal tersebut. Setelah
kapal datang dan kami menemukan ciri-ciri orang yang
dimaksud kami langsung mengikuti dan di pos P2 orang
tersebut kami geledah. Namun karena tidak cukup bukti
orang tersebut membawa barang yang diinformasikan, maka
orang tersebut kami lepaskan,” jelas Bier.
Lebih lanjut Bier menjelaskan, setelah melepas orang
tersebut karena tidak cukup bukti, petugas langsung
menggeledah kapal dan setelah barang penumpang turun
semua, tertinggal sembilan dus tanpa pemilik. Dus tersebut
akhirnya disita oleh petugas dan dari manifes kapal juga telah
disebutkan secara spesifik kalau barang yang dimaksud
adalah handphone dan asesorisnya.
Setelah barang tersebut disita dan dicacah kedapatan
berisi 900 handphone merek Nokia, 21 PDA merek Alcatel,
dan beberapa ratus asesoris handphone. Pihak KPBC
Tanjung Pinang pun mengeluarkan pengumuman kepada
masyarakat, bagi pemilik barang tersebut untuk segera
menghubungi pihak KPBC, namun setelah mengunggu
selama lebih dari 30 hari tidak ada yang merasa memiliki,
pihak KPBC Tanjung Pinang akhirnya memutuskan menjadi
barang milik negara.
CONTOH. Kepala Seksi P2 KPBC Tipe A3 Tanjung Pinang, Bier Budy “Untuk kerugian negara kami masih menunggu proses
Kismulyanto, menunjukan contoh HP dan PDA yang berhasil ditegah.
penghitungan lebih lanjut, dan barang tersebut kini juga
menunggu tahap lelang yang sebelumnya sudah kita ajukan

KPBC TANJUNG PINANG


kepada Kantor Wilayah dan Kantor Pusat, dan kini
menunggu keputusan Menteri Keuangan untuk kapan

Berhasil Tegah
pelaksanaan lelangnya,” tandas Bier. adi
WBC/KY

Ratusan HP Ilegal
Dengan modus barang bawaan
penumpang, sebanyak 900 unit handphone
merek Nokia dan 21 unit PDA Alcatel asal
Singapura, berusaha dimasukkan ke
Indonesia melalu pelabuhan internasional
Sri Bintan Pura, Tanjung Pinang.

I
ndonesia sebagai negara kepulauan memang kerap dijadi-
kan lokasi masuknya barang-barang ilegal asal luar nege-
ri. Salah satu wilayah yang cukup rawan akan masuknya
barang-barang ilegal ini adalah kepulauan Riau tepatnya
di daerah Tanjung Pinang. Dengan lokasi yang cukup ber-
dekatan dengan negara Malaysia dan Singapura, ditambah
lagi banyaknya tangkahan-tangkahan yang sulit untuk diawa-
si, menjadikan Tanjung Pinang sebagai salah satu daerah
tujuan masuknya barang ilegal.
Kantor Pelayanan Bea dan Cukai (KPBC) Tipe A3 Tanjung BARANG BUKTI. Barang bukti yang disimpan di dalam gudang KPBC
Pinang, telah berupaya semaksimal mungkin untuk menekan Tanjung Pinang.

EDISI 392 JULI 2007 WARTA BEA CUKAI 29


DAERAH KE DAERAH
WBC/ATS

KPBC Tipe A2 Bogor


BIDANG KERJANYA FOKUS PADA PENGAWASAN
Sesuai dengan beban kerjanya yang dari waktu ke waktu terus meningkat,
Kantor Pelayanan Bea dan Cukai (KPBC) Bogor telah lama diusulkan untuk dinaikkan status tipe
kantornya. Dan pada reorganisasi yang dilakukan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC)
belum lama ini, KPBC Bogor yang semula bertipe B, naik tingkat menjadi Tipe A2.

S
eperti disampaikan Kepala KPBC Tipe A2 Bogor, nyimpanan Etil Alkohol (TPE) 3 perusahaan, pabrik hasil
Karlan Lubis, volume dan kegiatan kerja yang tembakau 12 perusahaan, pabrik MMEA 1 perusahaan
selama ini ada di KPBC Bogor memang sudah dan tempat penjualan eceran MMEA 7 perusahaan.
memenuhi syarat untuk naik tipe menjadi A2. Dari hasil pengawasan KPBC Bogor periode Januari
Otomatis, karena tipenya berubah maka terjadi sampai Mei 2007, telah diketahui 6 pelanggaran yang
penambahan dibeberapa sektor, baik penambahan jumlah dilakukan oleh pengusaha KB dan 1 kasus penindakan
pejabat, pelaksana dan sarana prasarana untuk mendu- terhadap MMEA berpita cukai palsu/ tidak berpita cukai di
kung kegiatan kerja. TPE di daerah Bogor, Puncak dan Sukabumi.
“Intinya KPBC Bogor melakukan pengawasan khusus-
nya pengawasan di bidang kepabeanan, yaitu kegiatan PERLU TAMBAHAN PEGAWAI
produksi di Kawasan Berikat (KB) yang jumlahnya kurang Mengenai jumlah SDM untuk melakukan tugas pelaya-
lebih dari 102 KB,” ujar Karlan. nan dan pengawasan, diakui Karlan kondisinya saat ini
Di KPBC Bogor, ada 156 obyek pelayanan yang men- masih banyak yang merangkap tugas. Misalnya satu
jadi wilayah kerja KPBC ini, meliputi, Kemudahan Impor orang hanggar mengawasi lebih dari satu KB padahal
Tujuan Ekspor (KITE) sebanyak 24 perusahaan, KB 102 idealnya satu orang hanggar mengawasi satu KB.
perusahaan, Gudang Berikat 7 perusahaan, Tempat Pe- Namun begitu satu orang hanggar mengawasi lebih

30 WARTA BEA CUKAI EDISI 392 JULI 2007


WBC/ATS
dari satu KB masih dianggap wajar yaitu PENERIMAAN
antara 1 sampai 3 KB. Tapi kondisinya, KPBC Bogor memang tidak ditarget-
di KPBC Bogor satu orang hanggar bisa kan dalam hal penerimaan, karena
merangkap antara 4 sampai 5 KB. bidang kerjanya mengarah kepada peng-
Saat ini jumlah personil di KPBC Bo- awasan. Namun begitu, pada tahun 2006
gor terdiri dari 112 orang dan menurut realisasi penerimaan KPBC ini dari bidang
Karlan jumlah itu kurang ideal mengingat pabean dan cukai sebesar Rp.
perlu tambahan personil untuk ditempat- 356.006.946.870. Dan untuk tahun 2007
kan di KB. Mengenai pola pembinaan ini, tercatat hingga Mei 2007 jumlah
pada pegawai, KPBC Bogor melakukan- penerimaan dari cukai sebesar Rp.
nya melalui P2KP yang dilakukan sebu- 39.199.569.280 sedangkan dari penerima-
lan sekali. Selain itu pembinaan juga an pabean sebesar Rp. 119.038.279.895
dilakukan dengan melakukan evaluasi sehingga total penerimaan cukai dan
kepada petugas di lapangan. “Evaluasi pabean hingga bulan Mei mencapai Rp.
yang dilakukan antara lain mengenai 158.237.849.175.
kepatuhan jam kerja, bahkan untuk wak- “Sebetulnya kami bukan ditargetkan
tu-waktu tertentu saya mendatangi para untuk mengumpulkan penerimaan tetapi
hanggar di KB.” lebih mengarah kepada pengawasan,
Mengenai sarana pendukung kerja namun karena kita juga punya gudang
yang ada saat ini menurutnya dirasa su- berikat sebanyak 7 gudang(1 cukup
dah cukup memadai, namun yang kurang besar) maka kita ada target penerimaan
memadai adalah untuk kendaraan lebih dari Rp.300 miliar. Seiring berjalan-
operasional roda dua dan roda empat KARLAN LUBIS. “Kami bukan ditargetkan nya bulan alhamdulilah masih bisa
dikarenakan jumlahnya kurang. Namun untuk penerimaan tetapi mengarah kepada tercapai. Tahun kemarin (2006) target
begitu, meski jumlahnya masih kurang pengawasan...” penerimaan cukai tercapai bahkan
tidak menjadi kendala KPBC ini untuk melebihi karena terbantu dengan adanya
menjalankan tugasnya. Perawatan yang baik pun dilaku- kenaikan tarif cukai dimana wilayah kerja kami ada 3
kan untuk mempertahankan kendaraan supaya tahan la- tempat penimbunan. Sedangkan untuk tahun ini target
ma dipakai. cukai ditetapkan Rp. 31 miliar dan kini sudah melebihi
Wilayah kerja KPBC Bogor bisa dikatakan cukup luas, dari target yang sudah mencapai angka Rp. 40 miliaran
meliputi mulai dari Kotamadya Bogor, Kabupaten Bogor, karena tarif etil alkohol naik dari Rp. 2500 menjadi Rp.
Kabupaten Sukabumi sampai ke perbatasan Cianjur. 10.000,” ungkap Karlan.
Karena wilayahnya yang cukup luas inilah, kepada para Ketika ditanyakan kendala yang ditemui dalam hal pe-
pegawainya terutama yang melakukan pengawasan, menuhan target, Karlan mengemukakan, pihaknya tidak
agar lebih mengefektifkan lagi tugas para hanggar, menemukan kendala. Kalaupun sampai tidak terpenuhi
begitu juga dengan patroli pengawasan yang dilakukan target, itu tergantung pada aktifitas gudang berikat, sebab
pada malam hari. penerimaan KPBC Bogor terbatas oleh kegiatan dan
Dalam menjalankan tugasnya sebagai Kepala Kantor, aktifitas di gudang berikat, dikarenakan di KPBC ini tidak
Karlan berpedoman, bahwa semua beban kerja yang ada memiliki bandara maupun pelabuhan.
di wilayah kerjanya, ia bagikan secara merata kepada
para pegawainya sesuai dengan bidang-bidangnya dan ia PENGAWASAN KAWASAN BERIKAT
pun siap membantu setiap kesulitan yang dihadapi para Pengusaha di KB, lanjut Karlan, memang bervariasi
anak buahnya. “Saya membagi habis pekerjaan yang dan tidak semuanya bisa dikatakan bereputasi baik, maka
ada, setelah itu saya siap membantu mana yang perlu itu perlu dibuat profil perusahaan di KB, tujuannya untuk
saya bantu,” ujar Karlan. bisa memilah dan mengetahui antara pengusaha yang

DATA PELANGGARAN YANG BERADA DI DALAM PENGAWASAN KPBC BOGOR


PERIODE JANUARI SAMPAI DENGAN MEI 2007
NO Perusahaan Jenis Pelanggaran Penyelesaian

1 PT. BW Pengeluaran barang sebelum diberikan persetujuan Sanksi administrasidenda Rp.5000.000 dan telah diusulkan
keluar oleh pejabat bea cukai (9-1-2007) ke Kanwil IX DJBC Jabar untuk dilakukan audit investigasi

2 PT.BW Pengeluaran Shirt kaos sebanyak 1.153 pcs ke DPIL Telah diusulkan ke kanwil IX DJBC Jabar untuk dilakukan
sebelum mendapat persetujuan dari korlak administrasi audit investigasi
Impor Ekspor.

3 PT.DPPI Pengeluaran barang sebelum diberikan persetujuan Sanksi administrasi denda Rp.5000.000, telah diusulkan ke
keluar oleh pejabat bea cukai (17-1-2007) Kanwil IX DJBC Jabar untuk dilakukan audit investigasi

4 PT.NI Pembongkaran barang tujuan ekspor ditempat selain Penyelidikan dan penyidikan selanjutnya ditangani Kantor
yang telah ditentukan (24-1-2007) Pusat DJBC

5 PT.MK Pengeluaran barang sebelum diberikan persetujuan Sanksi administrasi denda Rp.5000.000.
keluar dari pejabat bea cukai (27-2-2007)

6 PT.NS Pelanggaran kepabeanan pasal 103 a jo pasal 102 Saat ini penyelesaian atas masalah tersebut masih
huruf d UU No.10 tahun 1995 sebagaimana yang diubah menunggu petunjuk dari Kakanwil IX DJBC Jabar
dan ditambah terakhir dengan UU No.17 Tahun 2006

7 TPE (Bogor, Penindakan terhadap MMEA berpita cukai palsu/tidak Masih dilaksanakan pengumpulan bahan keterangan atas
Puncak berpita cukai di TPE did aerah Bogor, Puncak dan kasus ini
Sukabumi) Sukabumi.

EDISI 392 JULI 2007 WARTA BEA CUKAI 31


DAERAH KE DAERAH
WBC/ATS
mungkin di lempar ke dalam negeri, dari ukurannya tidak
cocok untuk orang Asia, itu yang low risk. Sedangkan yang
tidak bisa dibedakan misalnya produk garmen yang tidak
spesifik, misalnya blus dengan ukuran yang cocok untuk
orang Asia, bisa saja barang dilempar ke pasar dalam negeri,
ini masuk kategori high risk,” ujar Karlan.
Ia juga menambahkan beberapa langkah atisipasi dila-
kukan pihaknya diantaranya dengan melakukan penem-
patan petugas di kawasan-kawan berikat, mulai dengan
menempatkan kepala hanggar hingga pelaksana.”Bagi
mereka yang ditempatkan di KB, mereka harus sudah
tahu konsekuensinya diantaranya harus bersedia bertu-
gas diluar jam kerja, harus pasang mata dan telinga agar
tidak ada rembesan,”ujarnya menjelaskan tugas para
stafnya yang berada di KB untuk mencegah terjadinya
hal-hal yang merugikan pendapatan negara.
Untuk Seksi P2 yang berada di KPBC Bogor hal seru-
pa juga ditekankannya mengingat Seksi P2 mempunyai
tugas untuk mengefektifkan pengawasan, maka mereka
mendapat tugas ekstra untuk melakukan pengawasan di
luar hari kerja dan juga diluar jam kerja, mengingat di
waktu-waktu tersebut sering terjadi pelanggaran.
“Kalau ada perusahaan yang melakukan kegiatan dilu-
ar jam kerja dan hari kerja, maka mereka harus ijin kepa-
da kita. Hanggar yang bertugas harus tetap waspada jika
terjadi suatu hal yang tidak diinginkan terjadi pada waktu–
waktu tersebut,”terang Karlan kembali.
Sebagai mitra para pengusaha, KPBC Bogor selalu
aktif melakukan sosialisasi kepada pengusaha baik
mengenai aturan maupun juga undang-undang, hal ini
lanjut Karlan untuk menghindari terjadinya pelanggaran
kepabeanan. Begitu juga dengan kinerja para pegawai,
PENGUSAHA DI KB, bervariasi dan tidak semuanya bisa dikatakan
Karlan menetapkan agar para pegawai selalu mematuhi
bereputasi baik. aturan yang ada dan juga menjalankan prosedur yang
telah ditentukan seperti halnya membuat laporan. Hal ini
berisiko tinggi dan berisiko rendah dan memang pembu- ditekankannya agar KPBC Bogor melalui para stafnya
atan profil ini sudah mulai dilakukan. Dari profil itu sudah mampu memberikan yang terbaik kepada pengusaha.
diketahui, ada beberapa perusahaan yang beresiko ting- “Begitu juga kepada para pengusaha, administrasi
gi, tetapi ada juga yang memenuhi syarat. perusahaan di masing-masing KB ditertibkan dan
Misalnya ada perusahaan KB yang memproduksi tatacaranya diseragamkan. Sepanjang dia membuat
pakaian dalam wanita yang diekspor ke Amerika. “Karena laporan sesuai dan tidak melanggar aturan, maka kita
produksinya adalah ukuran orang Amerika, jadi itu tidak tidak lakukan teguran,” tandas Karlan. ris
WBC/ATS

FOTO BERSAMA. Kepala Kantor dan para pegawai KPBC Tipe A2 Bogor.

32 WARTA BEA CUKAI EDISI 392 JULI 2007


DOK. BPIB DOK. BPIB

FOTO BERSAMA. Kepala BPIB, traine r dari Jepang dan seluruh pegawai KEGIATAN TRAINING yang langsung diberikan para trainer kepada para
BPIB DJBC Jakarta. pegawai BPIB di laboratorium.

Bantuan Alat Laboratorium


Untuk BPIB Jakarta
Balai Penelitian Impor Barang (BPIB) Direktorat di DJBC jadi bisa langsung diteruskan ke Jepang. Rasanya
Jenderal Bea dan Cukai Jakarta, menerima apapun yang kita minta sepanjang budget mereka ada kemu-
dian alat itu juga tersedia, kita mudah sekali mendapatnya,”
bantuan dari pemerintah Jepang melalui JICA ujar Aminuddin.
berupa hibah peralatan laboratorium. Mengenai lamanya pengajuan barang kepada pemerintah

S
Jepang, menurut Aminuddin itu tergantung jenis barang yang
elain menyerahkan bantuan alat, juga dikirim dua orang diminta. Jika yang diminta instrumennya mahal terkadang
tenaga ahli dari Central Custom Laboratory (CCL) agak lama, sebaliknya jika harga instrumennya tidak terlalu
Ministery of Finance, yaitu Yukari Ikehara (Chief Third mahal biasanya cepat sekali.
Analisys Section CCL Ministery of Finance) dan Yoshi- “Kita memang komunikasi dengan JICA sering sekali baik le-
aki Sekihawa (Deputi Director General CCL Ministery of wat email maupun perwakilan JICA, jadi memang kerjasamanya
Finance) untuk memberikan training selama dengan JICA sangat baik. Hanya saja, training
WBC/RIS
empat hari, yang berlangsung pada 12 hingga rutin yang biasanya setahun sekali diadakan
15 Mei 2007. oleh CCL di Jepang sudah cukup lama DJBC
Dijelaskan Kepala BPIB DJBC Jakarta, tidak diberitahukan untuk mengirimkan peser-
Aminuddin Budiarjo, bantuan alat-alat yang tanya mengikuti training ke Jepang. Mungkin
diberikan kepada BPIB berjumlah 14 item. ini yang perlu ditanyakan kembali mengapa
Namun ada 4 unit alat yang paling utama kita tidak diundang lagi, sedangkan kerjasama
sedangkan sisanya adalah tambahan untuk masih terus kita dilakukan,” ujarnya.
kelengkapan instrumen alat-alat laboratorium. Materi training yang dilakukan oleh kedua
Keempat alat tersebut adalah, full tenaga ahli kepada para analis di BPIB
automatic surface tension meter CBVP-Z (alat merupakan permasalahan yang disampaikan
pengukur tekanan permukaan), Fourier kepada pihak CCL Jepang sebelum datang ke
transform infra red (FtiR) spectrum 100, Seta Indonesia. Biasanya, sebelum datang ke
oil content of wax apparatus (pengukur kadar Indonesia ,ditanyakan terlebih pemasalahan
air pada lilin) dan GX 51-233 v2 inverted maupun kebutuhan yang diperlukan, sehingga
metallurgical microscope(Mikroskop untuk pada saat para tenaga ahli CCL datang
melihat jenis batuan). langsung memberikan materi yang
Bantuan dari CCL Jepang selama ini, disampaikan ke CCL sebelumnya, misalnya
selain memberikan bantuan alat, juga mengenai standar atau metode untuk
sangat berperan dalam membantu mening- kemudian diajarkan ke para analis di BPIB.
katkan kualitas dan kinerja, baik sarana “Jadi hampir semua permasalahan
dan prasarana laboratorium maupun sepanjang hal itu ada solusinya pasti akan
SDM-nya. mereka terangkan, termasuk kebutuhan
“Peran mereka memang sangat mem- AMINUDDIN BUDIARJO. Peran mereka alat laboratorium yang diperlukan.
memang sangat membantu, boleh
bantu, boleh dikatakan apa yang menjadi dikatakan apa yang menjadi keluhan kita Diharapkan dengan adanya tambahan alat-
keluhan kita selalu ditanggapi secara posi- selalu ditanggapi secara positif dan alat ini akan lebih menunjang pelaksanaan
tif dan kebetulan kita ada perwakilan JICA kebetulan kita ada perwakilan JICA. tugas BPIB Jakarta,” ujar Aminuddin. ris

EDISI 392 JULI 2007 WARTA BEA CUKAI 33


DAERAH KE DAERAH
DOK. KPBC TEMBILAHAN

GEDUNG KPBC Tembilahan.

PERESMIAN PEMBUKAAN
Gedung KPBC Tipe A4 Tembilahan
DOK. KPBC TEMBILAHAN
Pada reorganisasi yang dilakukan belum lama
ini oleh Direktorat Jenderal Bea dan Cukai
(DJBC), KPBC Kuala Enok yang dulu
statusnya tipe C kini statusnya dinaikkan
menjadi Tipe A4 dan lokasinya dipindahkan
ke Tembilahan, otomatis namanya kini
menjadi Kantor Pelayanan Bea dan Cukai
(KPBC) Tipe A4 Tembilahan.

D
an pada 6 Juni 2007, KPBC Tembilahan diresmi-
kan pembukaan kantornya oleh Kepala Kantor
Wilayah III DJBC Riau dan Sumbar, Drs. Joko
Sutoyo Riyadi, dengan mengambil tempat di ge-
dung KPBC Tipe A4 Tembilahan di Jalan Jende-
ral Sudirman No.48 Tembilahan.
Menurut Kepala KPBC Tembilahan, Efrizal, SE,MM,
pendirian KPBC Tembilahan berdasarkan Keputusan
Menteri Keuangan RI Nomor 133/PMK.01/2006 tanggal 22
Desember 2006 tentang Organisasi dan Tatakerja Kantor
Wilayah DJBC dan Kantor Pelayanan Bea dan Cukai.
KPBC Tembilahan yang ada sekarang dulunya dikenal PEMOTONGAN PITA oleh Kakanwil III DJBC Riau dan Sumatera Barat,
dengan nama KPBC Tipe C Kuala Enok yang diturunkan Drs. Joko Sutoyo Riyadi.

34 WARTA BEA CUKAI EDISI 392 JULI 2007


Penggagalan
DOK. KPBC TEMBILAHAN
statusnya menjadi
Kantor Bantu Bea

Penyelundupan
dan Cukai. Lokasi
kantorpun dipin-
dahkan dari Keca-

Kayu Balak
matan Kuala Enok
ke Kota Tembilahan
di Kabupaten
Indragiri. “Dipilhnya

KPBC TIPE A3 DUMAI


Tembilahan, kare-
na memang disitu
sudah ada fasilitas,
baik gedung kantor
maupun perumah-
an dinas,” ujar Efri- Kegiatan pengawasan yang diterapkan seksi
zal. penindakan dan penyidikan diawali dari siklus
Efrizal mengha-
rapkan dengan
informasi intelijen dan analisa dokumen
berdirinya KPBC (RKSP dan Manifes), dilanjutkan dengan
EFRIZAL. Diharapkan dengan berdirinya Tembilahan, akan distribusi informasi maupun tindak lanjut
KPBC Tembilahan, akan lebih lebih mempermu- informasi baik yang merupakan hasil pengo-
mempermudah akses serta mutu pelayanan dah akses serta
kepada pengguna jasa di Kabupaten mutu pelayanan lahan internal, maupun informasi instant
Indragiri Hilir dan Indragiri Hulu kepada pengguna eksternal dengan tingkat akurasi yang tinggi.
jasa di Kabupaten

B
Indragiri Hilir dan Indragiri Hulu karena letak kantor
yang mudah dijangkau oleh masyarakat pengguna ja- erdasarkan hasil informasi yang didapat, maka
sa serta tersedianya sarana dan prasarana pendukung distribusi informasi dilakukan pada tim analis, tim
yang cukup memadai. patroli laut maupun patroli darat, untuk melakukan
Yang banyak dilayani KPBC Tembilahan adalah tindak lanjut sesuai surat perintah dan lokasi tugas
kegiatan ekspor untuk pengolahan minyak kelapa yang diemban oleh masing-masing tim.
sawit dan minyak kelapa. Untuk minyak kelapa sawit Tim analis intelijen melakukan pengumpulan informasi
diekspor ke Malaysia. Selain dari pajak eskpor, baik berasal dari sumber internal (dokumen) maupun
penerimaan dari bea masuk dari beberapa Kawasan sumber eksternal, informan yang dipasang pada lokasi-
Berikat (KB). lokasi rawan pelanggaran, yang selanjutnya dianalisa
Sehubungan dengan adanya KB tersebut, lanjut secepat dan tepat mungkin tentang akurasi dan
Efrizal, saat ini KPBC Tembilahan mengalami kemungkinan-kemungkinan yang akan terjadi.
kekurangan SDM, terutama untuk para hanggar yang Tim patroli laut, melakukan ‘random patrol’ atau patroli
ditugaskan di KB, dikarenakan letaknya yang berjauh- secara acak di lokasi perairan pelabuhan dan sungai
an maka sulit bagi pegawai untuk merangkap tugas Dumai, untuk menghindari deteksi dari pihak yang
hanggar sekaligus dalam waktu yang bersamaan. mencoba melakukan pelanggaran atau penyelundupan.
“Idealnya yang dibutuhkan 50 orang sedangkan Di samping itu tim patroli laut, yang terdiri dari tiga
yang ada saat ini baru 27 pegawai termasuk kami armada (BC 1509, BC 15016, BC 15019), juga bekerja
juga kekurangan sarana operasi mengingat saat ini berdasarkan informasi yang didapatkan dari tim analis
Tembilahan mengalami perkembangan ekonomi yang intelijen, untuk menindaklanjuti informasi untuk
cukup pesat dengan terus bertambahnya lahan kelapa melakukan patroli pencarian target informasi. Dan apabila
sawit,” tandas Efrizal. ris target informasi berhasil ditangkap maka selanjutnya
DOK. KPBC TEMBILAHAN penanganan tersangka dan barang bukti diserahkan
prosesnya pada tim penyidik dan administrasi barang
bukti.
Tim penyidik dan barang bukti selanjutnya melakukan
proses pemeriksaan, penyelidikan dan penyidikan hingga
cukup bukti dan fakta untuk dilimpahkan pada proses
penuntutan sesuai dengan Undang-Undang Kepabeanan
dan KUHAP.
Kegiatan pengawasan yang dilakukan oleh Seksi
Penindakan dan Penyidikan KPBC Tipe A Dumai, adalah
proses penangkapan kayu yang diduga sebagai kayu
merah dan meranti yang akan dicoba untuk
diselundupkan ke Malaysia melalui perairan Selat Malaka,
dari Pulau Rupat bagian barat di kawasan Perairan
Dumai.
Pada hari Kamis menjelang sore, pada tanggal 07 Juni
2007, berdasarkan informasi intelijen, didapatkan
informasi yang akurat dari informan luar bahwa ada
usaha untuk menyelundupkan kayu balok/asalan tanpa
dilengkapi dokumen yang sah dari intansi terkait, di
sekitar perairan Dumai yang berjarak 1,5 jam perjalanan
dari dermaga Dumai di sekitar perairan Pulau Babi dan
Pulau Rupat. Kapal yang mengangkut kayu akan
SERAH TERIMA KANTOR, oleh Kakanwil kepada Kepala KPBC bergerak keluar pada saat air pasang setelah matahari
Tembilahan, Efrozal. terbenam, dengan jumlah muatan sekitar 60 ton.

EDISI 392 JULI 2007 WARTA BEA CUKAI 35


DAERAH KE DAERAH
DOK. WBC

DOK. KPBC TIPE A3 DUMAI


KAPAL yang diduga memuat kayu illegal kini diamankan aparat KPBC Dumai.

Berdasarkan informasi yang diolah tersebut, Kasi P2 pelaku penyelundupan kayu adalah aspek kepabeanan
yang baru dijabat oleh Arie Papiano langsung melakukan dan aspek ketentuan dari instansi terkait, dalam hal ini
persiapan patroli dan operasi penangkapan, Departemen Kehutanan. Dari aspek kepabeanan,
mengumpulkan anggota tim patroli laut untuk melakukan pemuatan kayu untuk tujuan ekspor sebagaimana diatur
briefing pra-operasi, selesai briefing, sekitar pukul 18.30, dalam UU no 17 th 2006 tentang kepabeanan bahwa
maka bergeraklah tim patroli laut dengan dilengkapi ekspor harus dilengkapi dengan dokumen kepabeanan
senjata dengan mengunakan armada kapal patroli BC yang selanjutnya diatur dalam Kep-151/BC/2003 tentang
15016 menuju sasaran informasi. Tatalaksanan Kepabeanan di bidang ekspor.
Kurang lebih 3 jam setelah keberangkatan atau sekitar Sedangkan dari aspek instansi terkait, ekspor kayu di
pukul 21.30, dan setelah mengapung diperairan dengan samping harus menggunakan PEB (Pemberitahuan
kondisi pengintaian tanpa lampu, berdasarkan gelagat Ekspor Barang) juga harus memenuhi ketentuan Menteri
serta suara mesin yang terdengar dari jauh oleh seluruh Kehutanan No 32/MPP/Kep/1/2003, bahwa ekspor kayu
anggota kapal patroli, maka diduga adanya target tidak dilarang sepanjang telah dikerjakan pada kedua
informasi tersebut, sebuah kapal yang diduga memuat atau keempat sisinya, dilengkapi dengan SKSHH (Surat
kayu ilegal, maka kopat (komandan patroli) Keterangan Sahnya Hasil Hutan), Outward Manifes.
memerintahkan seluruh crew kapal patroli untuk Apabila proses ekspor dilakukan tanpa mengindahkan
mengarahkan sasaran dan kapal patroli ke arah target. ketentuan kepabeanan maka dapat dijerat dengan pasal
Lima belas menit kemudian kapal patroli mulai 102A Undang-Undang No. 17/2006 tentang Kepabeanan.
merapatkan badannya ke kapal yang diduga memuat Selanjutnya kasus tersebut dalam penanganan KPBC
kayu tersebut. Berdasarkan pemeriksaan sementara, Tipe A3 Dumai untuk penyelidikan dan penyidikan lebih
maka dipastikan bahwa kapal tersebut memuat kayu lanjut oleh unit penyidikan, guna diproses secara hukum
asalan / balak tim. Berdasarkan temuan sementara sesuai peraturan perundang-undangan terkait.
tersebut maka mulai dilakukan pemeriksaan sementara Demikianlah salah satu bagian tugas pengawasan yang
kapal, dokumen dan awak kapal tersebut di tengah laut. dilakukan oleh Seksi Penindakan dan Penyidikan dibawah
Setelah didapatkan bukti permulaan yang cukup, kendali Kepala KPBC Tipe A3 Dumai, secara sinergi bersama
maka kapal bermuatan kayu beserta awak kapalnya jajaran anggotanya dengan berbagai keterbatasan sarana
ditangkap dan diarahkan untuk menepi di dermaga dan prasarana yang dimiliki, namun KPBC Dumai tetap
pelabuhan dumai, untuk dilakukan proses pemeriksaan mencoba untuk mendukung penuh upaya Direktorat Jenderal
dan penyidikan lebih lanjut. Bea dan Cukai untuk menegakkan peraturan perundang-
Beberapa aspek ketentuan yang tidak diindahkan oleh undangan di bidang Kepabeanan. tzm

36 WARTA BEA CUKAI EDISI 392 JULI 2007



SAAT INI SEBAGIAN
BKC HASIL

Diduga
PENEGAHAN DI
KANWIL SULAWESI
BERADA DI GUDANG
KPBC MALANG

Melanggar,
20 PR Kecil Dibekukan

Kasus ini terungkap atas hasil operasi cukai dari sedang disidik dan segera akan dilimpahkan ke pengadilan,”
Tim P2 Pusat DJBC di Makassar. ungkap Nasar Salim.
Ketika ditayakan apakah sanksi denda selama ini belum

K
membuat efek jera terhadap PR yang melanggar, sehingga
antor Pelayanan Bea dan Cukai (KPBC) Tipe A2 dilakukan pembekuan ijin, dengan tegas Nasar menjawab, sanksi
Malang membekukan ijin usaha 20 pabrik rokok (PR) denda selama ini belum membuat pengusaha menjadi jera untuk
skala kecil yang beroperasi di wilayah Malang dengan tidak melakukan pelanggaran, karena nilai denda terlalu kecil, hal
cara membekukan NPPBKC terhitung sejak 24 April ini terlihat dengan masih banyaknya pelanggaran di bidang cukai.
2007. Pembekuan dilakukan karena ke-20 PR dinilai “Pembekuan yang dilakukan bukan pembekuan ijin usahanya
telah menyalahgunakan pita cukai dengan sengaja menempel di tetapi pembekuan NPPBKC-nya sehingga PR tidak dapat dilayani
produk rokok lain dan adanya kesalahan penempelan pita cukai pemesanan pita cukainya (CK-1) tetapi pabrik rokok tersebut
rokok yang diproduksi dalam satu pabrik . masih boleh beroperasi.”
Ke-20 PR skala kecil yang dibekukan operasinya antara lain; Sampai sejauh ini, lanjut Nasar, di Kanwil Jawa Timur II
Adi Bungsu, Akhas, Jagung Putra, Jagung Padi, dan Elite Jati ada 5 PR yang telah dicabut pembekuan NPPBKC-nya
Massal. Perusahaan itu berada di wilayah Kota Malang. karena tidak cukup bukti untuk dilakukan penyidikan, 6 PR
Sedangkan 15 pabrik lain berasal dari Kabupaten Malang, yakni sedang dalam proses penyidikan dan sisanya masih
Bintang Mas Wijaya, HE Prima, Jati Putra Mandiri, Samudra, dilakukan penyelidikan.
Welas asih Jaya, Sonora Putra Jaya, Tiga Roda, Sinar Berlian,
M39, Tiga Roda, Sidorejo, Sinar Bukit Mas, Bola Dunia Jaya, KRONOLOGIS PENGUNGKAPAN
Permata Dunia, Putra Sinar Mandiri. Seperti disampaikan oleh Kepala KPBC Malang, Barid
Menurut Kepala Kanwil XII DJBC Jawa Timur II, Nasar Salim Effendi, pembekuan terhadap 20 PR ini dilakukan sebagai
(dalam mutasi baru-baru ini menjabat sebagai Kepala Kanwil XVII tindak lanjut dari temuan aparat bea cukai di Kantor Wilayah
DOK. WBC Maluku dan Papua), XVI DJBC Sulawesi. DOK. WBC
kasus ini terungkap atas Bermula pada 21 dan
hasil operasi cukai dari 22 Februari, Tim P2 Kan-
Tim P2 Pusat DJBC di tor Pusat DJBC bersama
Makassar. Ke-20 PR pertugas P2 Kanwil XVI
yang dibekukan itu DJBC Sulawesi melaku-
yang barada di bawah kan penindakan Barang
Kanwil XII Jawa Timur II Kena Cukai (BKC) di Ma-
ada 20 PR, selain itu di kasar. Selanjutnya pada,
KPBC Kediri ada 10 PR, 6 Maret 2007, Direktur P2
KPBC Madiun dan KPBC per Surat Nomor : 217/
Tulungagung masing- BC.5/2007 tanggal 6
masing ada 2 PR serta Maret 2007 memerintah-
KPBC Panarukan dan kan melakukan penyeli-
KPBC Blitar masing- dikan dan pembekuan
masing ada 1 PR. NPPBKC terhadap pab-
“Apabila cukup bukti rikan yang terlibat. Ber-
melakukan pelanggaran dasarkan lampiran terse-
akan dilanjutkan but, jumlah pabrikan
dengan penyidikan, dibawah pengawasan
namun apabila tidak KPBC Malang yang di-
cukup bukti maka akan duga terlibat kasus seba-
dicabut pembekuan nyak 20 perusahaan.
BARID EFFENDI, pembekuan terhadap 20 NASAR SALIM. Sanksi denda selama ini
PR dilakukan sebagai tindak lanjut dari NPPBKC-nya. Di Kanwil Pada 20 Maret 2007, belum membuat pengusaha menjadi jera
temuan aparat bea cukai di Kantor Jawa Timur II saat ini Kepala Kanwil XII DJBC untuk tidak melakukan pelanggaran,
Wilayah XVI DJBC Sulawesi. terdapat 6 PR yang Jawa Timur II per surat karena nilai denda terlalu kecil.

EDISI 392 JULI 2007 WARTA BEA CUKAI 37


DAERAH KE DAERAH
DOK. WBC
UPAYA PENEGAKAN HUKUM
Menanggapi adanya pendapat yang mengata-
kan bahwa penutupan terhadap ke-20 PR kare-
na adanya intervensi dari PR skala besar, sebab
selama ini PR kecil kerap dituding merusak
pasaran karena dijual tanpa cukai tembakau,
Barid menegaskan, pembekuan terhadap 20 PR
tidak berdasarkan intervensi dari PR besar.
Tindakan yang diambil murni sebagai upaya
penegakan hukum (law enforcement) dari DJBC,
sesuai prosedur yang ada.
“Memang ada pelanggaran cukai dilakukan PR
kecil khususnya menyangkut pita cukai. Namun
bukan berarti PR kecil identik dengan pelanggaran
pita cukai, karena masih banyak PR kecil yang baik
dan tidak menutup kemungkinan pelanggaran ini
dilakukan PR besar,” ujar Barid.
Mengenai pembinaan bagi pengusaha PR kecil
untuk menjalankan usahanya sesuai dengan aturan,
menurut Barid, hal itu terus dilakukan dengan cara
melakukan kunjungan rutin ke pabrik untuk meme-
riksa pembukuan dan sekaligus melakukan peratur-
an. Disamping itu petugas dari Seksi P2 melakukan
pengawasan secara intensif.
“Dalam kasus ini, pelanggaran yang diduga
dilakukan oleh PR tersebut antara lain, menjual pita
cukai kepada yang tidak berhak, menggunakan pita
KPBC TIPE A2 MALANG membekukan ijin usaha 20 pabrik rokok (PR) skala kecil yang cukai yang bukan haknya, menggunakan pita cukai
beroperasi di wilayah di Malang. bukan peruntukkannya,” ungkap Barid.
Atas keputusan pembekuan itu, Dewan
Nomor : S-11/WBC.12/2007 tanggal 20 Maret 2007 memerintah- Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Malang dan Kota
kan (meneruskan perintah Direktur P2) Kepala KPBC Malang Malang meminta KPBC Malang mencabut pembekuan 20 PR.
melakukan penyelidikan terhadap pabrikan yang terlibat pelang- Permintaan itu disampaikan untuk menghindari PHK pada PR
garan cukai di Makasar dan membekukan NPPBKC terhadap 20 tersebut. Karena ada sekitar 15 ribu pekerja terancam mengang-
PR yang diduga terlibat tersebut. gur jika pembekuan tak dicabut. Meski DPRD mendukung
Kemudian pada 2 April 2007, KPBC Malang melakukan penindakan yang dilakukan Kantor Bea dan Cukai, tapi sanksi
penyelidikan terhadap 20 pabrikan yang diduga terlibat hukumnya diharapkan jangan berupa pembekuan, mungkin bisa
pelanggaran cukai di Makasar dengan hasil : 10 masih aktif dan dilakukan dengan sanksi denda.
10 tidak aktif. Lebih lanjut disampaikan Barid, terhadap 10 PR Mengenai hal itu, Barid memberikan tanggapannya. Menurut-
yang tidak aktif direkomendasikan untuk dibekukan dan nya, dari sudut pandang Pemkab Malang, memang dampak so-
pembekuannya telah dilaksanakan terhadap 5 PR dengan dasar sialnya yang menjadi titik perhatiannya, dimana dengan mengang-
sudah tidak produksi. Sedangkan terhadap 10 PR yang masih gurnya ribuan pekerja akan menimbulkan dampak sosial yang
aktif dimintakan alat bukti dari KWBC XVI Sulawesi untuk proses luar biasa di Kabupaten/ Kota Malang seperti faktor keamanan
selanjutnya (pabrik masih belum dibekukan). dan seterusnya. Namun diharapkan jangan sampai gejolak sosial
Pada 17 April 2007, Kepala Kanwil XII DJBC Jawa ini justru yang mencuat dan mengesampingkan tujuan awal yaitu
Timur II per surat Nomor : S-53/WBC.12/2007 tanggal 17 penegakan hukum, dan sejauh ini belum ada upaya dari PR me-
April 2007 memerintahkan kembali kepada Kepala KPBC lakukan gugatan.
Malang untuk membekukan NPPBKC atas semua pabrik “Saat ini sebagian BKC hasil penegahan Kanwil XVI DJBC
yang diduga terlibat pelanggaran cukai di Makasar. Mei Sulawesi berada di gudang KPBC Malang. Kemudian dilakukan
2007, terhadap 20 pabrik tersebut di atas saat ini masih penggabungan data dengan hasil penyelidikan KPBC Malang.
dalam proses penyelidikan dan penyidikan KPBC Malang. Apabila terdapat bukti permulaan yang cukup maka ditindaklanjuti
dengan penyidikan dan jika tidak ada bukti permulaan yang
DOK. WBC
cukup maka tidak dilanjutkan penyidikan,” ujar Barid.
Menurutnya, dari 20 PR yang diduga melakukan pelanggaran
tersebut, 5 PR telah dibuka pembekuan ijinnya karena tidak
cukup bukti untuk dilakukan penyidikan, 4 pabrik telah memasuki
tahap penyidikan dan sisanya masih terus diselidiki.
Disinggung mengenai operasi pita cukai yang dilakukan
KPBC Malang, Barid menyatakan, operasi yang dijalankan
selama ini tidak dikhususkan hanya untuk pelanggaran pita
cukai, tetapi juga terhadap pelanggaran-pelanggaran cukai
lainnya. Dan dalam pelaksanaan operasi, tidak ada jadwal
operasi rutin dalam setahun. Operasi dilakukan sesuai
urgensinya berdasarkan pengolahan informasi intelijen yang
ada dan penerapan manajemen resiko.
Sebagai informasi, KPBC Malang untuk tahun anggaran
2006 penerimaan cukai dari pabrikan dengan golongan kecil
(Gol III A dan Gol III B), sebesar Rp.308.128.992.156 (3.258
dokumen CK-1), sedangkan untuk tahun anggaran 2007 (1
Januari 2007-6 Juni 2007) realisasi penerimaan cukai dari
PEMBINAAN bagi pengusaha PR kecil untuk menjalankan usahanya pabrikan dengan golongan kecil (gol III A dan III B) mencapai
sesuai dengan aturan, terus dilakukan. Rp. 132.441.449.760 (1.264 dokumen CK-1). ris

38 WARTA BEA CUKAI EDISI 392 JULI 2007


KEPABEANAN INTERNASIONAL

ASEAN DIRECTOR GENERAL OF CUSTOMS. Berupaya terus meningkatkan kerjasama di bidang kepabeanan untuk kemajuan ASEAN.

Sixteenth Meeting of the ASEAN


Director General of Customs
Sepakat untuk lebih meningkatkan kerjasama di dunia yang pesat, peran institusi kepabeanan pun mengalami
bidang kepabeanan diantara anggota ASEAN peningkatan.
Semenjak terjadinya peristiwa 11 September 2001 lalu, peran

P
institusi kepabeanan sudah tidak hanya sebatas pada fungsi
ertemuan tahunan para Direktur Jenderal Bea dan penerimaan negara, namun kini sudah meningkat menjadi salah
Cukai seluruh Asia Tenggara kembali dilaksanakan, kali satu institusi yang berperan dalam menjaga stabilitas keamanan
ini Departemen Keuangan RI melalui Direktorat Jenderal negara, mengingat instansi kepabeanan merupakan ujung
Bea dan Cukai bertindak sebagai tuan rumah tombak untuk mencegah masuknya barang illegal yang
penyelenggara acara Sixteenth Meeting of the ASEAN mempunyai potensi merugikan negara.
Director General of Custom. Mengenai perkembangan kerjasama kepabeanan
Acara diikuti oleh 10 dirjen dari 10 negara anggota ASEAN ASEAN, Sri Mulyani mengatakan banyak manfaat yang bisa
membahas berbagai agenda yang telah dipersiapkan diperoleh dengan adanya kerjasama tersebut. Ia
sebelumnya oleh Sekretariat ASEAN guna pengembangan mencontohkan dengan adanya kerjasama tersebut, maka
kerjasama kepabeanan di kawasan Asia Tenggara. investasi dan juga perkembangan ekonomi di kawasan
Acara yang berlangsung pada 12-14 Juni 2007 di Bandung ASEAN akan meningkat. Untuk itu kerjasama antar instansi
Jawa Barat tersebut dibuka langsung oleh Menteri Keuangan RI kepabeanan harus semakin ditingkatkan mengingat
Sri Mulyani Indrawati. Dalam sambutannya Menteri Keuangan Sri kepabeanan mempunyai peran yang cukup besar dalam
Mulyani Indrawati mengatakan, seiring dengan perkembangan kegiatan perekonomian di kawasan Asia Tenggara.

EDISI 392 JULI 2007 WARTA BEA CUKAI 39


KEPABEANAN INTERNASIONAL
WBC/ATS
Menanggapi kerjasama antar negara anggota
ASEAN, Pen Siman mengatakan, secara umum dapat
dikatakan kerjasama antar negara ASEAN sudah
cukup baik. Namun akan lebih baik lagi jika ASEAN 6
(negara pendiri ASEAN.red) yang lebih memiliki
pengalaman dan juga sumber daya yang cukup
memadai, menyediakan bantuan kepada ASEAN 4
(Negara baru anggota ASEAN-red) yang memiliki
pengalaman dan sumber daya yang terbatas,”
Selain itu ia juga mengatakan, pada pertemuan
serupa pada tahun lalu di Kamboja, telah dibentuk
kelompok kerja yaitu Coordinating committee on
customs (CCC) Customs Procedures and Trade
Facilitation Working Group (CPTFWG), ASEAN Single
Window Steering committee, Customs procedures and
Trade facilitation Working Group (CPTFWG) dan
Customs Enforcement and Compliance Working
Group (CECWG).
“Kelompok kerja ini bekerja keras dalam hal
menjaga hasil yang pernah dihasilkan oleh panitia
beserta dengan kelompok kerja terdahulu, serta
menjalankan kerjasama baru dan program integrasi
yang tertuang dalam the Strategic Plan of Customs
Develompent.

AGENDA PERTEMUAN
SRI MULYANI INDRAWATI. Peran institusi kepabeanan mengalami peningkatan. Sixteenth Meeting of the ASEAN Director General
of Customs yang berlangsung selama tiga hari terse-
“Salah satu institusi yang memegang peranan penting dalam but penuh dengan berbagai agenda. Pada hari pertama pertemu-
proses perekonomian di kawasan Asia Tenggara adalah an diisi dengan laporan mengenai perkembangan dan keputusan
kepabeanan, dan melalui kerjasama ini maka diharapkan visi yang berhubungan dengan ASEAN Economic Integration dan
ASEAN pada 2020 yaitu menuju ASEAN Economic Integrity bisa juga laporan singkat mengenai kesimpulan hasil pertemuan
terwujud,”ujarnya dihadapan para delegasi. Menteri Keuangan ASEAN yang berlangsung di Chiang May,
Thailand 5 April 2007 yang disampaikan oleh delegasi Thailand.
TERUS TINGKATKAN KERJASAMA. Selanjutnya acara dilanjutkan dengan laporan dari komisi dan
Direktur Jenderal Bea dan Cukai Anwar Suprijadi dalam kelompok kerja mengenai perkembangan dan pelaksanaan
sambutannya mengatakan, untuk menuju ASEAN Customs vision program kerja masing-masing negara.Laporan tersebut
2020 maka institusi kepabeanan harus memberikan pelayanan disampaikan oleh Kamboja selaku ketua Coordinating Committee
yang prima kepada masyarakat ASEAN untuk bisa mencapai on Customs (CCC), Singapura selaku ketua Customs procedures
efisiensi dalam proses kepabeanan, yang diikuti dengan and Trade facilitation dan Malaysia selaku Customs Enforcement
peningkatan integritas SDM, transparansi dan lain sebagainya. and Compliance Working Group (CECWG).
“Sebagai instansi kepabeanan di kawasan Asia Tenggara Selanjutnya Thailand selaku ketua customs capacity building
kami sudah sepakat untuk lebih meningkatkan kerjasama workshop group (CPBWG) memaparkan perkembangan capacity
kepabeanan diantara anggota ASEAN, meningkatkan kelancaran building dan perkembangan ASEAN Single Window (ASW)
alur lalu lintas barang melalui perbatasan di kawasan ASEAN, disampaikan oleh ASEAN Single Window Steering Committee
menekan biaya transaksi ekonomi di kawasan ASEAN, dan yang diketuai oleh Filipina.
memastikan perkembangan tersebut berjalan sesuai dengan apa Pertemuan pada hari kedua, para delegasi membahas
yang diinginkan,”terang Anwar kembali. mengenai rencana program kerja sama kepabeanan ASEAN
Dalam pertemuan para pemimpin ASEAN di Bali (Oktober untuk periode Juli 2007 hingga Juni 2008 yang dilanjutkan
2003), para pemimpin ASEAN sepakat untuk menciptakan dengan endorsement (pengesahan) berbagai kegiatan working
perdagangan di kawasan ASEAN yang berbasis pada single group tadi untuk satu tahun kedepan.
market dan berbasis pada produksi untuk menciptakan daya Pada pertemuan hari ketiga atau hari terakhir,
saing yang tinggi sesuai dengan perkembangan jaman. Itu mengagendakan pertemuan konsultasi antara ASEAN dengan
sebabnya instansi kepabeanan memegang peran yang cukup mitra dialog yaitu dengan negara Jepang, China, Korea, US-
besar dan harus tetap di tingkatkan kualitasnya melalui berbagai ASEAN Business dan WCO untuk memaparkan berbagai
kerjasama baik regional diantara anggota ASEAN maupun juga perkembangan yang berhubungan dengan perdagangan dan
dengan mitra dialog lainnya seperti China, Jepang, Korea juga kepabeanan. Pertemuan diakhiri dengan penetapan tanggal
Amerika Serikat dan lain sebagainya. dan tempat pertemuan selanjutnya yang dilanjutkan dengan
Direktur Jenderal Bea dan Cukai Kamboja Pen Siman ketika penyempurnaan redaksional hasil pertemuan
ditemui WBC mengatakan, berbagai hasil dari berbagai Sebelum dimulainya acara pada hari ketiga, delegasi US-
pertemuan yang telah dilakukan merupakan suatu upaya serius ASEAN Business Council Inc yang merupakan mitra dialog
dari ASEAN menuju kawasan ASEAN yang mempunyai potensi ASEAN dari Amerika Serikat melangsungkan pertemuan dengan
perekonomian yang tinggi. Dirjen Bea dan Cukai Anwar Suprijadi beserta dengan pejabat
“Salah satunya dapat kita lihat dengan adanya ASEAN Single eselon II DJBC. Dalam perbincangan dengan WBC Saanjay
Window (ASW), dengan adanya program ini maka negara- Kumar Shamdasani US-ASEAN Business Council Inc Country
negara di kawasan ASEAN harus semakin meningkatkan Manager Indonesia mengatakan, pihaknya merupakan mitra
kerjasamanya agar tujuan ASW dapat terwujud. Banyak manfaat dialog ASEAN, dan melalui kerjasama ASEAN dengan US-
yang diperoleh dengan adanya ASW tersebut dimana nantinya ASEAN Business Council Inc diharapkan terjalin kerjasama
segala proses perdagangan termasuk didalamnya berbagai biaya strategis antar dua organisasi tersebut, mengingat US-ASEAN
dapat ditekan sehingga ASEAN menjadi wilayah yang Business Council Inc yang terdiri dari berbagai pengusaha
mempunyai nilai kompetitif yang tinggi dan meningkatkan Amerika mempunyai peran penting dalam kegiatan usaha di
perekonomian negara-negara anggota ASEAN,”ujarnya kembali. kawasan ASEAN. zap

40 WARTA BEA CUKAI EDISI 392 JULI 2007


Anwar Suprijadi
(DIREKTUR JENDERAL BEA DAN CUKAI)
WBC/ATS
Bagaimana anda melihat instansi kepabeanan ASEAN
saat ini ?
Seperti yang kita ketahui, instansi kepabeanan ASEAN
merupakan salah satu institusi yang dinamis dan berkembang
dalam konteks ASEAN integration. Sesuai dengan ASEAN
customs vision 2015, saya yakin kedepannya institusi
kepabeanan di kawasan ASEAN bisa menyediakan pelayanan
beserta kualitasnya yang baik kepada komunitas ASEAN.

Dari berbagai pertemuan yang pernah dilakukan baik itu


ASEAN Directorate General of Customs Meeting dan juga
pertemuan lainnya, apa yang dapat diperoleh Indonesia
dalam hal ini Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) ?
Tentunya banyak yang diperoleh oleh Indonesia dalam perte-
muan-pertemuan yang pernah dilakasanakan termasuk pertemu-
an Sixteenth ASEAN DG Meeting di Bandung, tidak hanya Indo-
nesia tapi negara ASEAN lainnya juga mendapatkan manfaat.
Pertama, melalui pertemuan tersebut sudah pasti tentunya akan
meningkatkan kerjasama antar customs di kawasan ASEAN.
Karena kita (DJBC) punya program mengenai capacity
building, national single window, kemudian mengenai
fasilitasi dan pentarifan, maka melalui pertemuan tersebut,
kita bisa ambil manfaat yang telah dilaksanakan oleh rekan
kita dari negara ASEAN lainnya mengenai hal tersebut.
Yang kedua kita melakukan branch marking antar negara-
negara anggota ASEAN lainnya. Atau kalau kita lebih maju dari
mereka dalam satu bidang bisa jadi apa yng kita miliki bisa
menjadi manfaat bagi negara-negara ASEAN lainnya dan juga
sebaliknya dengan Indonesia. Jadi kegiatan ini bisa dikatakan
sebagai sarana tukar menukar informasi diantara kita.

Lalu bagaimana dengan implementasi dari pertemuan


tersebut dan juga pertemuan-pertemuan sebelumnya?
Mengenai implementasi, selalu mengikuti dulu perkebangan
report dari mereka (working Group) melalui berbagai committee
dan kelompok kerja. Ada beberapa country coordinator yang di-
tunjuk untuk membahas berbagai perkembangan seperti Coordi-
nating Committee on Customs (CCC) yang dipimpin Kamboja,
kemudian mengenai ASEAN Single Window (ASW) dengan Fili-
pina sebagai ketua Steering Committee-nya.
Selain itu ada juga Customs Enforcement and Compli-
ance Working Group (CECWG) yang diketuai oleh Malaysia.
Mengenai Capacity Building Thailand memimpin Customs
Capacity Building Working Group (CCBWG), dan Singapura
memimpin Customs Procedures and Trade Facilitation
Working Group (CPTFWG)

Lalu apakah ada isu menarik dari pertemuan tersebut


yang berhubungan dengan kepabeanan Indonesia?
Kalau itu kita mengantisipasi isu global, mengantisipasi
harmonisasi tariff, kita juga mencoba mengantisipasi ASEAN
Economic Community.

Apa harapan anda dengan berlangsungnya pertemuan


tersebut?
Harapannya adalah agar kepentingan nasional kita bisa
ditonjolkan untuk kepentingan bersama ASEAN. Jadi hal itu
yang kita perlukan supaya memudahkan pelayanan dan
pengawasan kita di bidang kepabeanan.
teral dengan negara-negara yang berbatasan dengan Indonesia
Lalu bagaimana dengan kerjasama DJBC dengan mitra seperti dengan Malaysia dan Singapura. Kerjasama tersebut ter-
kerja dari kepabeanan di negara ASEAN lainnya? jalin dengan baik dan diharapkan akan lebih meningkat lagi kerja-
Kerjasama kita saat ini lebih mengarah pada kerjasama bila- sama antara DJBC Dengan customs dari kedua negara tadi.

EDISI 392 JULI 2007 WARTA BEA CUKAI 41


KEPABEANAN INTERNASIONAL

Sundram Pushpanatran
(PRINCIPAL DIRECTOR BUREAU FOR ECONOMIC INTEGRATION AND FINANCE, ASEAN SECRETARIAT)
WBC/ATS
dimana rencana strategis tersebut terdiri dari 15 tujuan
yang dimulai dari pelaksanaannya, fasilitasi dan lain
sebagainya. Sebelumnya kerjasama hanya sebatas
kerjasama kepabeanan saja tanpa adanya pemikiran
untuk menuju ASEAN Economic Community

Lalu manfaat apa yang bisa diambil dengan adanya


pertemuan ini ?
Pada dasarnya pertemuan ini bermanfaat, dimana
melalui pertemuan ini kita bisa membahas berbagai
permasalahan yang timbul termasuk mengenai
permasalahan biaya yang cukup tinggi pada transaksi
bisnis, sehingga upaya untuk dapat menekan
permasalahan tersebut dapat dilaksanakan. Pada saat
yang sama instansi kepabeanan tidak lagi hanya
sebatas pada pemungutan bagi penerimaan negara, tapi
sudah meluas hingga pada masalah keselamatan,
keamanan negara dan lain sebagainya. Dan menurut
saya customs merupakan ujung tombak bagi hal-hal
tersebut. Keuntungan keseluruhan adalah bisa menekan
bisnis cost yang besar dan meningkatkan mutu dari
instansi kepabeanan ASEAN, bukan hanya sebagai alat
untuk mendapatkan penerimaan negara tapi juga meluas
dalam rangka menjaga keamanan negara.

ASEAN yang terdiri dari negara dengan berbagai


latar belakang berbeda, apakah ada kesulitan untuk
menyatukan visi dan misi ASEAN melalui berbagai
pertemuan yang telah dilakukan termasuk dalam
pertemuan kali ini di Bandung?
Melalui pertemuan ini, baik yang saat ini tengah
berlangsung maupun yang telah dilakukan sebelumnya,
maka akan terjalin kerjasama yang erat diantara anggota.
Dan menurut saya DG Meeting yang sudah berlangsung
ke-16 kalinya mestinya harus lebih baik atau dengan kata
lain tidak ada suatu permasalahan yang sulit, mengingat
berbagai pertemuan serupa sering dilakukan.
Dan tentunya melalui pertemuan ini setidaknya
sesama anggota ASEAN dapat membicarakan suatu
permasalahan yang timbul, seperti membicarakan
mengenai ASEAN Single Window (ASW) dan lain
sebagainya, mengingat ASW merupakan suatu icon yang
penting untuk ASEAN economic integration. Dan instansi
kepabeanan ASEAN merupakan institusi yang bisa
diandalkan untuk ASW, dan kita semakin dekat dengan
kemajuan customs dunia.

Bisa diceritakan sampai sejauhmana perkembangan


untuk menjalankan program (ASW) ?
Tentunya untuk bisa menjalankan, maka negara-
negara anggota ASEAN harus mempersiapkan National
Single Window-nya sehingga jika semua negara sudah
siap NSW-nya maka baru bisa dijalankan ASW-nya. Dan
untuk bisa menuju ASW, kita tidak bisa melihat
kebelakang dan untuk bisa menjalankan program ASEAN
salah satunya melalui ASW, maka kerjasama antar
anggota sangat berarti agar program tersebut dapat
berjalan. Bagi negara anggota yang mempunyai
kelebihan dalam menjalankan NSW, maka bisa
Bisa diceritakan tujuan dari adanya pertemuan ditranformasikan kepada negara anggota lainnya. Saya
ASEAN DG Meeting Kali ini ? yakin jika semua ini bisa berjalan, maka apa yang
Tujuan yang ingin dicapai adalah untuk diinginkan dalam ASEAN vision 2015 dapat dijalankan
mengimplementasikan ASEAN Customs strategic plan, dengan baik

42 WARTA BEA CUKAI EDISI 392 JULI 2007


Dato’ Sri Haji Abd Rahman Bin Abd Hamid
(KETUA PENGARAH KASTAM DIRAJA MALAYSIA)
WBC/ATS
Apa keuntungan bagi Kastam Diraja Malaysia
dengan mengikuti DG Meeting kali ini di Indonesia ?
Bagi kami keuntungan yang diperoleh adalah
keuntungan bagi anggota ASEAN, dimana melalui
pertemuan ini, anggota ASEAN semakin solid dengan
tujuannya yaitu ASEAN Customs vision 2015, seperti
layaknya Uni Eropa dan untuk mencapai tujuan ASEAN
tahun 2015 tentunya juga harus didukung dengan
pertumbuhan ekonomi negara anggota ASEAN lebih baik.

Apakah ASEAN bisa menjalankan program, tahun


2015 ?
Saya optimis ASEAN bisa menjalankannya. Menurut
pendapat pribadi saya, untuk bisa menjalankan program
ASEAN Vision 2015, maka kita harus memegang pada
prinsip 3D. D yang pertama adalah determination, dimana
komitmen kita harus terjaga untuk bisa menjalankan
program tersebut. Untuk itu kita mempunyai komitmen
untuk terus bergerak maju ke depan dalam arti kita harus
bisa mencapai tujuan kita yaitu ASEAN Vision 2015.
D yang kedua adalah dedikasi, disini semua usul yang
telah dibuat dalam benuk blue print dan lain sebagainya
harus kita jalankan dan didedikasikan pada kemajuan
ASEAN itu sendiri dengan cara menjalankan program
yang telah dibuat tersebut.
Kemudian D yang ketiga, adalah disiplin, prosedur
untuk mencapai ASEAN Vision 2015 sudah ada dan kita
harus menerapkannya secara disiplin, baik dari segi
aturan maupun prosedurnya. Kalau kita tidak disiplin,
maka berbagai program tersebut tidak akan tercapai.

Bisa diceritakan permasalahan yang menarik dalam


pertemuan Customs DG Meeting kali ini ?
Hal yang menarik menurut saya adalah ketika kita
mengadakan dialog dengan mitra dialog dari negara yang
bukan anggota ASEAN.seperti Jepang, Korea, China dan
juga Amerika Serikat. Kita menjalin hubungan dengan
mereka mengingat negara-negara tersebut mempunyai
volume perdagangan yang cukup besar dengan negara
ASEAN, dan kita meminta masukan mereka untuk
meningkatkan kinerja dari instansi kepabeanan di
kawasan ASEAN.
Sementara melalui dialog dengan World Customs
Organisation(WCO), kita dapat mengetahui perkembangan
kepabeanan dunia saat ini karena instansi kepabeanan ini
dipimpin oleh negara maju, maka kita sebagai anggota
WCO yang berada di ASEAN bisa mendapatkan informasi
mengenai perkembangan kepabeanan dunia terkini dan
mencoba untuk mempelajari perkembangan tersebut untuk
kemajuan kepabeanan di ASEAN sehingga kita tidak
ketinggalan pada tingkat global.
Selanjutnya mengenai Customs Portal, kita sepakat
ASEAN akan memberlakukan Customs Portal (ASEAN
Single Window.red). Namun dalam perkembangannya
ada masalah teknis. Nah masalah teknis yang coba untuk
dibahas agar dalam pelaksanaannya dapat berjalan
sesuai dengan apa yang diinginkan. Beberapa negara
sudah ada yang siap, sementara waktu pemberlakuannya
pun berbeda antara negara yang satu dengan negara
yang lain. Untuk itu kerjasama antar instansi kepabeanan Customs Portal itu sendiri bisa mempersingkat proses
di kawasan ASEAN harus terjalin dengan baik agar kepabeanan dan untuk itu tentunya harus melibatkan
program tersebut dapat terlaksana karena saat ini ada instansi lain selain instansi kepabeanan ASEAN.
negara yang sudah siap dan ada juga yang belum siap. Sementara salah satu manfaat yang diperoleh dengan

EDISI 392 JULI 2007 WARTA BEA CUKAI 43


KEPABEANAN INTERNASIONAL
DOK. DIT. KI
adanya customs portal adalah bisa
meningkatkan investasi di kawasan
ASEAN, karena jalur birokrasi yang
panjang menjadi singkat dengan
adanya customs portal ini.
Kemudian mengenai AHTN, kita
hampir memberlakukannya di level
ASEAN. Dengan adanya AHTN
maka semua barang yang masuk
ke ASEAN tidak mempunyai suatu
masalah dengan code number
ini akan membantu dari
peningkatan hasil. Hampir semua
sektor akan menggunakan code
number yang tidak kena cukai
(Pajak.red) jika masih berada di
kawasan ASEAN. Namun luar
ASEAN akan menggunakan code
number yang benar.
Mengenai capacity building,
Malaysia sudah lebih jauh
berkembang dalam bidang SDM.
Salah satu cara meningkatkan
SDM melalui e-learning dimana
untuk mempelajari masalah
customs tidak perlu menghadiri
kelas yang diadakan oleh akademi,
dan dapat dilakukan dengan e-
learning. Dan kami bersedia untuk
membagi pengalaman kami
dengan negara ASEAN lainnya.

Bagaimana menjalankan hasil


dari pertemuan serupa pada
tahun lalu ?
Masalahnya mengenai DIRJEN BEA DAN CUKAI Anwar Suprijadi dan CEO ACS Michael Carmody berjabat tangan seusai
pergantian pucuk pimpinan. penandatangan MoU.
Dimana dengan adanya pergantian
maka akan ganti kebijakan dan
pejabat yang baru harus PERTEMUAN BILATERAL TAHUNAN KE-9
Customs to Customs Talk
membutuhkan waktu yang cukup
untuk menjabarkan pertemuan

DJBC dan ACS


yang telah dilakukan pada masala
lalu. Dan melalui hasil pertemuan
yang telah dilaksanakan beberapa
waktu lalu tersebut merupakan
acuan bagi kami untuk kemajuan
ASEAN ke depannya. Agenda yang dibicarakan pada pertemuan ke-9 ini antara lain
adalah mengenai program reformasi di tubuh ACS dan DJBC.
Bisa diceritakan perkembangan

C
kerjasama ASEAN ?
Saya melihat, kita bekerjasama ustoms to Customs Talk merupakan pertemuan bilateral antara DJBC
kalau ada meeting saja . Tapi dengan Australia Customs Service (ACS). Di dalam pertemuan
menurut saya kerjasama yang tersebut dibahas tentang isu-isu bilateral serta regional yang
informal baik bilateral maupun menyangkut customs procedures dan customs performance serta
regional dan lain sebagainya apabila dibutuhkan, dibicarakan pula technical assistance yang
memang sangat diperlukan yang ditawarkan ACS terhadap DJBC. Pertemuan bilateral tersebut diupayakan untuk
pada akhirnya bermanfaat pada diselenggarakan tiap tahun dengan tuan rumah bergantian.
peningkatan perdagangan di Customs to Customs Talk ke-9 tahun 2007 dilaksanakan di Sydney Australia
kawasan ASEAN. Kalau Indonesia pada tanggal 15-16 Mei 2007, setelah sebelumnya tertunda di tahun 2006 karena
dengan Malaysia kita sudah masalah politik RI – Australia. Delegasi Indonesia terdiri dari Anwar Suprijadi,
menjalin kerjasama baik yang Direktur Jenderal Bea dan Cukai, Kamil Sjoeib, Direktur Kepabeanan
formal dan informal. Internasional (saat ini menjabat sebagai Sekretaris DJBC -red), Erlangga Mantik,
Direktur P2 (ssat ini menjabat sebagai Tenaga Pengkaji Bid. Pengawasan &
Harapan dengan adanya meet- Penegakan Hukum Kepabeanan dan Cukai -red), Heri Kristiono, Direktur IKC dan
ing ini di Bandung ? Amelia Rose, Kasi Australia dan Pasifik Direktorat Kepabeanan Internasional.
Kita berharap kerjasama ini Sedangkan delegasi Australia terdiri dari CEO ACS Michael Carmody sebagai
akan berjalan sesuai dengan apa Chairman of the Talks dan tujuh orang anggota yang merupakan National Director
yang telah dirancang melalui ASEAN dari berbagai disiplin pekerjaan.
Vision 2015 dan semakin mening- Agenda yang dibicarakan pada pertemuan ke-9 ini antara lain adalah
katkan kinerja dengan instansi ke- mengenai program reformasi di tubuh ACS dan DJBC. Pihak DJBC
pabeanan ASEAN lainnya. menyampaikan tentang pembentukan Kantor Pelayanan Utama (KPU) dan

44 WARTA BEA CUKAI EDISI 392 JULI 2007


pemberlakuan Amandemen Undang-Undang Kepabeanan No pengajar dari DJBC, dan pihak ACS akan bertindak sebagai
17 tahun 2006. Isu lain yang dibicarakan adalah kelanjutan fasilitator.
program Special Travel Security Fund yang meliputi training Isu lain yang juga penting adalah program Single Window.
Analisis Intelijen, Ship Search, dan CCTV connectivity. Australia sebagai ketua (chair) tahun 2007 dari Asia Pacific
ACS menyampaikan perkembangan terakhir dalam Economic Cooperation Sub-Committee on Customs Proce-
reformasi di tubuh ACS, dimana pada saat ini ACS sedang dures (APEC SCCP) sekaligus anggota Single Window
berfokus pada border enforcement and security, serta Working Group (SWWG) dalam APEC SCCP mengharapkan
passenger and cargo processing. Pada bidang border keterlibatan DJBC yang juga tengah berencana
security and enforcement, ACS berfokus pada masalah- mengimplementasikan Indonesian National Single Window
masalah trans-national crime, termasuk illegal fishing. Di (INSW). DJBC sendiri berkesempatan memaparkan progress
bidang passenger and cargo processing, dalam mengatur dari implementasi INSW tersebut.
dan mengidentifikasi kedatangan penumpang serta barang Selanjutnya dibahas juga kemungkinan kedua pihak melaksa-
yang sangat besar, Australian Customs menerapkan sistem nakan program Computer Forensics dan Chemical Awareness di
risk management serta menerapkan teknologi mutakhir. Indonesia. Kedua pihak sepakat untuk melaksanakan semua
Teknologi yang dikembangkan antara lain adalah inte- program tersebut sebagai technical assistance dari ACS dalam
grated chip untuk cargo processing dalam sistem yang periode jangka pendek dengan melibatkan expert yang mengua-
dinamakan Smartgate. Selain itu, dalam menjalankan sai masing-masing bidang pada program-program tersebut
tugasnya Australian Customs berkoordinasi dan bekerja Agenda terakhir dari pertemuan hari pertama adalah
sama dengan banyak instansi pemerintah Australia lain. penandatanganan Memorandum of Understanding Between
Fokus utama mereka adalah meningkatkan capability di The Directorate General of Customs and Excise Ministry of
bidang sumber daya manusia, sistem serta teknologi agar Finance of The Republic of Indonesia and The Australian
dapat berkembang sekomprehensif mungkin. Customs Service of The Commonwealth of Australia on
Pada agenda berikutnya kedua pihak membicarakan Customs Co-Operation and Mutual Administrative Assistance
tentang kelanjutan kerjasama program Special Travel in Customs Matters (MoU). Penandatanganan ini diharapkan
Security Fund (STSF) yang sudah berlangsung sejak tahun menjadi payung hukum yang akan melandasi kerjasama
2004. Pada dasarnya, program STSF tahap pertama dapat selanjutnya antara DJBC dan ACS.
dikatakan sudah berakhir karena ACS sudah Sebenarnya pada tahun 2003, MoU sejenis sudah pernah
menyelenggarakan training of trainers (TOT) di beberapa ditandatangani pada Customs to Customs Talk ke-6 di
bidang yang menyangkut maritime security serta Jakarta, namun untuk mengikuti perkembangan terakhir, MoU
menyerahkan peralatan CCTV dan radiator detector. tersebut direview dan diamandemen, dan akhirnya dapat
Kedua belah pihak masih perlu menyelenggarakan ditandatangani pada Customs to Customs Talk ke-9.
training analisis intelijen tahap kedua di Indonesia agar Pada hari kedua (tanggal 16 Mei 2007) kegiatan
program STSF tahap pertama dapat dianggap selesai dilanjutkan dengan mengadakan kunjungan ke fasilitas peti
sepenuhnya. Training Analisis Intelijen baik tahap pertama kemas, passenger processing environment di Sydney
atau kedua merupakan kelanjutan dari TOT yang International Airport dan sarana pelatihan bagi pegawai
diselenggarakan di Australia. Training tahap kedua bagian penindakan ACS.
diharapkan memberi tanggung jawab lebih besar kepada (Kepala Seksi Australia dan Pasifik, Direktorat Kepabeanan Internasional)
DOK. DIT. KI

DELEGASI DJBC dan ACS berfoto bersama

EDISI 392 JULI 2007 WARTA BEA CUKAI 45


PERISTIWA
WBC/ATS

PELUNCURAN THE REPORT: EMERGING INDONESIA 2007. Ketua BKPM Muhammad Lutfi bersama dengan tim yang terlibat dalam penyusunan The
Report: Emerging Indonesia 2007

Oxford Bussines Group Luncurkan


The Report : Emerging Indonesia 2007
Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) Muhammad Lutfi mengatakan, pihaknya hanya sebatas
periode Januari hingga Mei 2007 mengalami sebagai fasilitator dan tidak turut serta secara langsung
maupun tidak langsung, sehingga objektifitas dari laporan
peningkatan yang cukup tajam yaitu tersebut terjaga.
mencapai 46,08 persen Sementara itu editor in chief OBG Andrew Jeffreys

O
mengatakan, buku setebal 236 halaman tersebut menghadirkan
rganisasi penerbitan, riset dan layanan konsultasi suatu riset independen yang paling lengkap, netral dan akurat,
berbasis di Inggris, Oxford Business Group (OBG) termasuk didalamnya melakukan wawancara dengan Presiden
meluncurkan laporan tahunan yang diberi judul The Republik Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono, Menteri
Report: Emerging Indonesia 2007 di Jakarta 6 Juni Keuangan Sri Mulyani Indrawati termasuk didalamnya
2007 lalu. Laporan yang disusun dalam bentuk wawancara dengan GroupChairman dari Standard Chartered
hampir menyerupai buku tersebut berisi mengenai beragam Mervyn Davies, Presiden Asian Development Bank Haruhiko
aspek tentang Indonesia termasuk mengenai makro ekonomi, Kuroda dan perwakilan Kantor Dagang Amerika Serikat untuk
infrastruktur,perbankan,pasar modal dan lain sebagainya. wilayah Asia Tenggara dan Pasifik David Kartz.
Laporan yang dibuat oleh OBG tersebut merupakan hasil Indonesia lanjut Jeffreys, harus bisa mengatasi beberapa
kerjasama antara OBG dengan Badan Penanaman Koodinasi faktor penghalang peningkatan ekonomi. Beberapa faktor itu
Penanaman Modal (BKPM) yang bertindak sebagai fasilitator diantaranya adalah kenyataan bahwa pertumbuhan ekonomi
dalam pembuatan laporan tersebut. Indonesia di berbagai sektor tidak seimbang, dimana ada yang
Dalam peluncuran tersebut OBG Chairman.Michael Benson mengalami pertumbuhan yang cepat dan ada yang lambat.
Colpi mengatakan, pihaknya mempunyai peranan penting untuk “Jika seluruh halangan dapat teratasi, maka Indonesia bisa
menginformasikan riset mengenai keadaan ekonomi, politik dan berpeluang meningkatkan peran ekonomi yang lebih luas, yaitu
bisnis suatu negara kepada halayak ramai. Selain itu pihaknya mencapai pasar Asia bahkan Amerika Serikat.
juga menawarkan pemahaman yang mendalam mengenai Mengenai perkembangan investasi di Indonesia, Lutfi
negara dan masyarakat yang ada didalamnya. lebih lanjut mengatakan, Penanaman Modal Dalam Negeri
Lebih lanjut Colpi mengatakan, pihaknya menurunkan tim (PMDN) periode Januari hingga Mei 2007 mengalami
yang terdiri dari para analis dan juga penulis yang selama peningkatan yang cukup tajam yaitu mencapai 46,08 persen.
hampir satu tahun melakukan tiga ratus wawancara yang Dan hal ini berbeda dengan periode yang sama tahun 2006
mencakup seluruh aspek yang ada di Indonesia, termasuk lalu. Peningkatan tersebut lanjutnya terjadi sebelum ada
didalamnya keadaan masyarakatnya beserta dengan Undang-Undang Penanaman Modal dan Undang-Undang
keadaan eknominya. “Ini merupakan suatu pendekatan yang Pajak yang berarti Indonesia belum memberikan insentif
telah dikembangkan melalui rekan utama kami dalam proyek pajak.”Dengan adanya Undang-Undang Penanaman Modal
ini yaitu BKPM. Ketua BKPM yang hadir pada acara tersebut kondisinya akan lebih baik,”ujarnya kembali. zap

46 WARTA BEA CUKAI EDISI 392 JULI 2007


Inkado Korda DKI

WBC/ATS
JUARA UMUM KEJUARAAN
GUBERNUR DKI CUP
Untuk yang ketiga kalinya dari lima event
Gubernur DKI Cup, Indonesia Karate-Do
(Inkado) Koordinator Daerah (Korda) DKI Jaya
berhasil meraih gelar juara umum. Turun
dengan full team, akhirnya Inkado DKI berhasil
meraih 13 Emas, 9 perak dan 15 perunggu,
dan berhak atas piala Gubernur DKI Jakarta.

U
ntuk yang kelima kalinya Gubernur DKI Jakarta
menyelenggarakan kejuaraan karate untuk seluruh
perguruan karate yang ada di DKI. Pada kejuaran
yang berlangsung di Gedung Olah Raga (GOR)
Jakarta Timur ini, diikuti kurang lebih 1200 atlet dari
54 perguruan karate maupun sekolah. Kejuaraan yang
berlangsung selama tiga hari sejak 1 hingga 3 Juni 2007,
berlangsung cukup ketat karena masing-masing perguruan
menurunkan atlet-atlet terbaiknya untuk merebut gelar juara.
Inkado DKI Jaya yang dipimpin oleh Maman
Anurachman yang juga merupakan Kasubdit Intelijen pada
Direktorat P2 Kantor Pusat Direktorat Jenderal Bea dan
Cukai (DJBC), juga tidak ketinggalan ikut serta dalam event
yang cukup bergengsi ini. Turun dengan full team atau sekitar
151 atlet, Inkado DKI Jaya berjuang untuk mempertahankan
gelar juara umum yang diraihnya pada tahun lalu.
Kejuaraan yang mengalami dua kali penundaan
pelaksanaan yang dikarenakan berbarengan dengan ujian
sekolah ini, akhirnya dapat terselenggara dengan sukses dan
berakhir dengan hasil yang sangat memuaskan. Untuk
Inkado DKI Jaya, kejuaraan yang mereka tunggu-tunggu ini PIALA GUBERNUR DKI JAKARTA. Ketua Inkado Korda DKI Jaya, Maman
adalah ajang seleksi mereka dalam menghadapi kejuaraan Anurachman menerima piala tetap Gubernur DkI Jakarta setelah berhasil
piala Menteri Dalam Negeri (Mendagri) mendatang yang akan meraih gelar juara umum.
WBC/ATS

FULL TEAM. Dengan turun full team, akhirnya Inkado Korda DKI jaya berhasil meraih 13 emas, 9 perak dan 15 perunggu.

EDISI 392 JULI 2007 WARTA BEA CUKAI 47


PERISTIWA
DOK. WBC
diselenggarakan di kota Pa-
lembang pada awal bulan
Juli.
Menurut Maman
Anurachman, dikejuaraan
kali ini walaupun untuk
mempertahankan gelar
juara umum, namun
persiapan yang mereka la-
kukan sangat minim sekali,
bahkan untuk pemusatan
latihan tidak dilakukan
sama sekali. Sehingga
atlet-atlet yang diturunkan
kali ini diserahkan
sepenuhnya kepada ranting
masing-masing untuk
melatih sekaligus
mempersiapkan segala
sesuatunya kepada atlet.
Selain hal tersebut, tim
Inkado DKI juga diperkuat
oleh ranting tim Inkado Bea
dan Cukai Tanjung Priok,
pimpinan Devid yang
merupakan pelaksana pada
Sekretariat DJBC, yang
mana pada kejuaraan ini Marching Band Bina Caraka
BUKA PENDAFTARAN ANGGOTA BARU
ranting Inkado Bea cukai
Tanjung Priok menurunkan
15 atletnya untuk

M
mendukung tercapainya
arching Band Bina Caraka (MBBC) yang berada di bawah asuhan Direktorat
gelar juara umum yang
Jenderal Bea dan Cukai, membuka pendaftaran untuk anggota baru.
ketiga kalinya.
Pendaftaran itu sendiri dibuka mulai 9 – 29 Juli 2007. Bagi pegawai bea cukai
Dengan kuatnya tim
yang berminat atau memiliki putra-putri yang tertarik di bidang seni, khususnya
Inkado DKI Jaya ini, maka
musik, dapat mendaftarkan anak-anaknya untuk menjadi anggota MBBC.
pada lima kelas komite
Banyak hal yang bisa diperoleh dengan menjadi anggota MBBC. Diantaranya, belajar
yang dipertandingkan,
berorganisasi, belajar menggunakan alat musik, belajar disiplin, belajar team work,
empat kelas berhasil
mendapatkan pengalaman baru, serta memperluas pergaulan.
direbut oleh Inkado DKI,
MBBC sendiri kerap meraih prestasi, diantaranya juara III Nasional Marching Band pada
sedangkan satu kelas
Kejurnas Drumband ke II (1982), mendapat penghargaan Field Commander di tempat ke 3
diraih oleh tim Inkai.
pada Grand Prix Marching Band ke XV (Desember 1997), Parade Terbaik Remaja pada
Sementara itu untuk tim
Festival Marching Band (Juni 1998), Peringkat II Bandung Open Marching Band 1998,
putri, atlet Inkado DKI
Peringkat III Bandung Open Marching Band (Oktober 1999), Finalis Grandprix Marching
juga tidak kalah hebatnya
Band ke XVI (November 2000), Peringkat VIII pada Babak Final Grandprix Marching Band
dengan tim lain, walaupun
XVII (November 2001) dan masih banyak lagi. Yang terakhir, MBBC berhasil meraih
masih banyak kekurangan
peringkat 7 GrandPrix Marching Band Nasional (Januari 2007). ifa
namun beberapa kelas
juga berhasil diraihnya.
“Dua tahun lalu kami Formulir Pendaftaran Marching Band Bina Caraka
hanya mendapatkan gelar
Yang bertanda tangan dibawah ini
runner up, namun sekarang
dua kali berturut-turut kami Nama : (L/P)
meraih gelar juara umum, Tempat/tanggal lahir :
ini semua berkat kemauan Alamat :
atlet-atlet kami yang mau
berlatih dengan sungguh- Nama orangtua/wali (untuk pegawai DJBC tidak perlu diisi) :
sungguh yang tentunya Orangtua/wali berdinas di DJBC pada unit organisasi :
juga didukung sepenuhnya (hanya diisi oleh anak yang orangtuanya pegawai DJBC)
oleh pelatih masing- Nomor telepon/Hp :
masing,” ujar Maman
Anurachman. Jakarta, …......................……….
Setelah berjuang sela-
ma tiga hari berturut-turut, Mengetahui Pemohon
akhirnya Inkado DKI Jaya Orangtua/wali/pimpinan unit kerja
berhasil meraih 13 medali
emas, 9 perak dan 15
perunggu. Dengan hasil ini (…………………………………….) (…………………………………….)
maka Inkado Korda DKI Ja-
ya berhak atas gelar juara l Formulir pendaftaran bisa digunting atau di photo copy, dikirim langsung ke sanggar MBBC di
umum dan piala tetap dari Kantor Pusat DJBC Jakarta.
Gubernur DKI Jakarta. adi l Biaya pendaftaran Rp 10.000;

48 WARTA BEA CUKAI EDISI 392 JULI 2007


PERISTIWA

START. Dengan ditandai pengibaran bendera start oleh Pjs. Kepala KPBC Tanjung Pinang, Armijn acara sepeda bersama antara DJBC dengan Kastam
Malaysia pun dimulai..

DJBC dan Kastam Diraja Malaysia


Tour De Bintan Island
Untuk mempererat hubungan kerjasama antara Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) dan Kastam
Diraja Malaysia yang telah terjalin sejak lama melalui kegiatan formal patroli bersama, kegiatan informal pun
juga dijalin melalui olahraga bersepeda bersama yang diwujudkan dalam bentuk tour de Bintan island.

H
WBC/KY WBC/KY
ubungan ker- bersama yang dilaksa-
jasama anta- nakan belum lama ini.
ra DJBC de- Kegiatan ini,
ngan Kastam berawal dari keinginan
Diraja Malay- Kelab Basikal Kastam
sia memang sudah ter- Diraja Malaysia (KDRM)
jalin sejak lama, selain Negeri Johor
kerjasama melalui pat- berkunjung ke Indone-
roli bersama atau Pat- sia untuk berolahraga
korkastima tiap tahun- sepeda bersama yang
nya, kerjasama lain disambut baik oleh
juga diwujudkan melalui DJBC dalam hal ini
training kepegawaian melalui Kantor Wilayah
baik yang dilakukan di IV DJBC Kepulauan
Indonesia maupun di Riau Tanjung Balai
Malaysia. Karimun. DJBC yang
Selain kerjasama juga memiliki wadah
formal tersebut, olah raga bersepeda
hubungan kerja ini juga yang tergabung dalam
diwujudkan dalam Customs Cycling Club
bentuk informal. Salah (CCC), akhirnya
DJASMAN SUTEDJO. Dengan kegiatan WAN NOR BIN WAN MAMAT. Kegiatan ini
bersepeda bersama, diharapkan satu kegiatan informal menyambut keinginan tidak berhenti sampai disini, acara berikut-
kerjasama DJBC dengan Kastam Diraja yang dilakukannya ada- Kastam Diraja Malaysia nya Kastam Malaysia akan mengundang DJBC
Malaysia menjadi semakin baik. lah berolahraga sepeda ini, dan memutuskan bersepeda bersama di Negeri Johor Malaysia.

EDISI 392 JULI 2007 WARTA BEA CUKAI 49


PERISTIWA
WBC/KY WBC/KY

CINDERAMATA. Delegasi Kastam Diraja Malaysia menyerahkan


cinderamata kepada DJBC yang diwakili oleh, Kabag Umum Kanwil IV
TBK, Ruslan, Pjs. Kepala KPBC Tanjung Pinang, Armijn Renaldy, Kepala FOTO BERSAMA. Diakhir acara seluruh peserta berfoto bersama dengan
Seksi Keberatan dan Banding Kanwil IX DJBC Bandung, Darsim, dan Kakanwil IV DJBC TBK, Djasman Sutedjo dan Kabag Umum Kanwil IV
Kepala Seksi Intelijen I Direktorat P2 KP DJBC, Nugroho DJBC TBk, Ruslan.

kegiatan dilakukan di Tanjung Pinang Kepulauan Riau pada Surabaya, ditambah beberapa peserta dari instansi lain seperti
bulan Februari, dengan alasan Johor - Tanjung Pinang TNI AL serta pihak swasta untuk berkumpul di Melayu square
jaraknya berdekatan. melaksanakan senam pagi sebagai pemanasan sebelum
Menurut Kepala Kantor Pelayanan Bea dan Cukai (KPBC) dilaksanakannya acara bersepeda.
Tipe A3, Arwansjah, akhirnya setelah mengalami penundaan be- Tepat pukul 08.00 acarapun dimulai yang ditandai dengan
berapa kali, diputuskan olah raga sepeda bersama pada 17 Juni pengibaran bendera start oleh Pjs. Kepala KPBC Tanjung Pinang
2007 dengan tuan rumah KPBC Tanjung Pinang. Sebagai tuan Armijn Renaldi. Adapun rute maupun medan yang dilalui sepeda
Rumah, telah melaporkan kegiatan tersebut ke pemerintah dae- bersama ini terbilang cukup berat, yaitu dengan jarak tempuh
rah (Pemda) setempat, yang ternyata disambut dengan antusias. seluruhnya 57 kilometer, dengan melalui dua pos untuk rehat dan
Sambutan antusias ini rupanya bukan hanya dari pemda satu pos finish.
setempat, pemerintah kota, DPRD bahkan dinas pariwisata Untuk 14 kilometer pertama, para peserta dapat melaluinya
Tanjung Pinang turut mendukung acara bersepeda bersama, dengan santai, namun setelah pos pertama di Klenteng kilometer
yang menurut mereka dapat dijadikan sebagai ajang promosi 14, seluruh peserta mulai menunjukkan kepiawaian dan
pariwisata di pulau Tanjung Pinang. Lebih dari itu kegiatan ini juga kekuatannya bersepeda dengan medan yang lebih berat lagi. Hal
didukung oleh TNI Angkatan Laut wilayah Tanjung Pinang, ini mereka tunjukan dengan tidak berhenti di pos dua tepatnya di
termasuk media cetak dan elektronik baik dari Tanjung Pinang Kawal kilometer 30, yang umumnya para peserta terus melaju
maupun dari luar Tanjung Pinang. dan tidak berhenti untuk rehat.
Acara bersepeda bersama antara DJBC dengan Kastam Lepas pos dua, para peserta disuguhi dengan rute yang
Diraja Malaysia ini, diawali dengan malam ramah-tamah sebagai cukup menantang namun pemandangan sekitar cukup indah
malam sambutan bagi Kastam Malaysia yang berkunjung ke karena melewati tepi pantai yang pasirnya putih sehingga
Indonesia yang juga ditandai dengan pertukaran cindera mata memberikan kesejukan dan semangat para peserta. Akhirnya
antara kedua belah pihak. Dan puncak acara dilaksanakan pada peserta pun finish di lokasi pariwisata Pantai Trikora.
esok harinya pada pukul 08.00 wib. Menurut Kepala Kantor Wilayah IV DJBC Kepulauan Riau
Pada pukul 07.00 wib (17/6) seluruh peserta bersepeda Tanjung Balai Karimun, Djasman Sutedjo (kini sebagai Kepala
bersama yang berjumlah 120 orang, terdiri dari 20 peserta asal Kantor Wikayah XI DJBC Jawa Timur I Surabaya), acara
Malaysia, 90 peserta asal DJBC yang juga mewakili beberapa informal bersepeda bersama ini, memang akan digalakkan terus
KPBC diantaranya, KPBC Tanjung Pinang, Batam, Dumai, dan terbukti pada bulan September mendatang pihak Kastam
Tanjung Balai Karimun, Tanjung Uban, Jakarta, Bandung, dan Diraja Malaysia akan mengundang DJBC bersepeda bersama
WBC/KY tepatnya di daerah Batu Pahat negeri Johor Malaysia.
“Dengan kegiatan ini kami mengharapkan hubungan kerja
antara DJBC dengan Kastam Diraja Malaysia akan lebih baik lagi,
walaupun saat ini sudah ada hubungan kerja secara formal me-
lalui Patkorkastima, namun kegiatan informal ini akan menambah
rasa persaudaraan di kedua pihak,” ujar Djasman Sutedjo.
Sementara itu menurut Wan Nor Bin Wan Mamat yang juga
merupakan Ketua Kastam Batu Pahat, kegiatan ini memberikan
inspirasi bagi hubungan kerja kedua negara khususnya DJBC
dengan Kastam untuk menjadi lebih baik lagi.”Kami sangat
senang dengan kegiatan bersama ini dan kami merasa DJBC
adalah partner kerja yang sangat mendukung untuk kerjasama
bilateral kami,” katanya.
Akhirnya acara sepeda bersama ini pun diakhiri dengan
hiburan yang cukup sederhana namun penuh dengan nuansa
kekeluargaan, dan sebagai pemenang pada sepeda bersama ini
diraih seluruhnya oleh peserta dari Tanjung Balai Karimun atas
PANORAMA PANTAI. Dengan medan yang cukup berat, namun peserta nama M.Isa dengan waktu 1 jam 9 menit 35 detik, Herman
dapat melaluinya dengan nyaman karena sepanjang jalur yang dilalui dengan waktu 1 jam 9 menit 36 detik, dan Andre dengan waktu 1
adalah panorama pantai. jam 10 menit 10 detik. adi

50 WARTA BEA CUKAI EDISI 392 JULI 2007


INFO PEGAWAI

PEGAWAI PENSIUN
T.M.T 01 JULI 2007
NO NAMA NIP GOL JABATAN KEDUDUKAN

1 Nasrul Fadjar 060034209 IV/a Kepala Seksi Kepabeanan Kantor Pelayanan Bea dan Cukai
dan Cukai II Tipe A1 Tanjung Priok II
2 Suhirman 060035991 IV/a Kepala Seksi Kepabeanan Kantor Pelayanan Bea dan Cukai
dan Cukai I Tipe A3 Dumai
3 Sujatin 060041378 IV/a Kepala Seksi Tempat Kantor Pelayanan Bea dan Cukai
Penimbunan I Tipe A1 Tanjung Priok III
4 Suprahatmono 060040193 IV/a Kepala Seksi Kantor Pelayanan Bea dan Cukai
Perbendaharaan Tipe A2 Kudus
5 Wimprit 060071569 III/c Kepala Sub Pangsarop Bea dan Cukai Tipe A
Bagian Umum Tanjung Balai Karimun
6 Sudiro 060040335 III/b Pelaksana Kantor Pelayanan Bea dan Cukai
Tipe A1 Tanjung Priok II
7 Djuarno 060052604 III/b Pelaksana Kantor Pelayanan Bea dan Cukai
Tipe A1 Soekarno Hatta
8 Supriyadi 060044094 III/b Pelaksana Kantor Pelayanan Bea dan Cukai
Tipe A1 Belawan
9 Tolosang Junias Korneles 060071523 III/b Pelaksana Kantor Wilayah IX DJBC Tipe A3
Pontianak
10 Edy Sutrisno.II 060058137 II/d Pelaksana Kantor Pelayanan Bea dan Cukai
Tipe A1 Tanjung Perak
11 Hamid M 060045249 II/d Pelaksana Kantor Wilayah IV DJBC
Kepulauan Riau
12 Maryono 060070998 II/d Pelaksana Kantor Pelayanan Bea dan Cukai
Tipe A2 Purwakarta
13 Siswanto 060056524 II/d Pelaksana Kantor Pelayanan Bea dan Cukai
Tipe A3 Surakarta
14 Abd. Rauf S. 060059447 II/c Pelaksana Kantor Pelayanan Bea dan Cukai
Tipe A3 Batam
15 Inswihardjo 060059751 II/c Pelaksana Kantor Pelayanan Bea dan Cukai
Tipe A4 Yogyakarta

BERITA DUKA CITA


Telah meninggal dunia, Bachrun Tjahja, Pelaksana Administrasi pada Kantor Pelayanan Bea dan Cukai Tipe A1
Soekarno-Hatta, pada hari Kamis, 22 Maret 2007, pukul 08.00 WIB. Jenazah telah dimakamkan pada hari Kamis,
22 Maret 2007, pukul 13.00 WIB.

Telah meninggal dunia, Sukasa, Pelaksana Administrasi pada Kantor Pelayanan Bea dan Cukai Tipe A1 Soekarno Hatta,
pada hari Senin, 02 April 2007, Pukul 13.30 WIB di RS. Sentra Medika Bandara Soekarno Hatta.
Jenazah telah dimakamkan pada hari Selasa, 03 April 2007, Pukul 09.30 WIB di Cirebon Jawa Barat.

Telah meninggal dunia, Jaha Soritua Situmorang, Pelaksana Administrasi pada Kantor Pelayanan Bea dan Cukai
Tipe A1 Soekarno-Hatta, pada hari Senin, 07 Mei 2007, pukul 23.30 WIB.

Segenap jajaran Direktorat Jenderal Bea dan Cukai menyatakan duka yang sedalam-dalamnya. Bagi keluarga yang
ditinggalkan semoga diberikan ketabahan dan kekuatan oleh Tuhan Yang maha Esa. Amin.

EDISI 392 JULI 2007 WARTA BEA CUKAI 51


INFO PEGAWAI
WBC/ATS

Mutasi dan
Promosi Eselon II
DILINGKUNGAN DJBC
DILANTIK. Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati saat melantik dan mengambil sumpah jabatan bagi pejabat eselon II di jajaran bea cukai baik yang
mendapatkan mutasi mapun yang mendapatkan promosi.

Sebanyak 14 pejabat eselon II dijajaran membutuhkan kualifikasi kepemimpinan yang lebih dari rata-
Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) rata,” ujar Menkeu.
Lebih lanjut Menkeu menyatakan, dirinya paham untuk
mendapat mutasi untuk yang kesekian kalinya, bertugas di bea cukai tidak hanya membutuhkan kejujuran.
dan satu orang pejabat eselon III mendapat Kejujuran hanya basis dasar saja, orang jujur yang tidak
promosi menjadi eselon II. berani juga kurang berguna di bea cukai, sehingga
dibutuhkan kombinasi kejujuran dan keberanian, kelenturan

M
yang tidak kompromistis, karena sangat disadari tekanan di
utasi dan promosi adalah suatu hal yang sudah bidang bea cukai begitu sangat besar dan sangat tidak
lazim dilaksanakan di jajaran departemen mana mudah untuk dihadapi.
pun, selain sebagai sarana untuk penyegaran Dengan demikian Menkeu akan sangat mendukung bagi
pengetahuan dan pengalaman, mutasi juga seluruh aparat bea cukai yang ingin memperbaiki institusinya,
dilaksanakan sebagai wujud dari penataan “betapapun besar semangat kami maupun Dirjen Bea Cukai
organisasi untuk mencapai yang lebih baik lagi. untuk memperbaiki institusi bea cukai, pada akhirnya yang
Departemen Keuangan (Depkeu) pada 8 Juni 2007 lalu, banyak menentukan terutama adalah ada pada jajaran
kembali melantik dan mengambil sumpah jabatan 22 pejabat eselon II nya”.
eselon II yang mendapatkan mutasi dan promosi. Bertempat Sementara itu Agung Kuswandono yang diwawancarai
di gedung Graha Shawala Depkeu. WBC seusai acara pelantikan promosinya menjabat sebagai
Pada mutasi dan promosi kali ini, jajaran DJBC adalah eselon II mengatakan, sama ketika dirinya pertama kali
yang paling banyak mendapatkan mutasi, sebanyak 14 menjabat di KPBC Soekarno-Hatta, di Tanjung Priok, dirinya
pejabat eselon II yang mendapatkan mutasi dan satu pejabat masih belum tahu untuk itu dirinya akan mengidentifikasi
eselon III mendapatkan promosi menjadi eselon II. keadaan dan permasalahan yang ada termasuk mengenal
Dalam sambutannya Menteri Keuangan (Menkeu) Sri dulu orang-orang yang ada disekitarnya.
Mulyani Indrawati, menyatakan, di satu sisi jajaran DJBC “Alhamdulillah, dari Soekarno-Hatta saya sudah punya
telah berhasil menyelesaikan Undang-Undang Kepabeanan bekal untuk di Tanjung Priok, Namun sebenarnya polanya
bersama dengan DPR, dengan demikian RUU Cukai adalah tidak berbeda karena menurut saya benar apa yang
tugas yang masih harus diselesaikan. dikatakan ibu menteri tadi kalau peraturanlah yang akan
“Saya juga memperhatikan kalau sebentar lagi DJBC dipakai nanti. Untuk Soekarno-Hatta, the best place
akan menyeluarkan Kantor Pelayanan Utama (KPU) yang actually. Saya bangga dengan teman-teman disana
diharapkan akan menjadi jawaban bagi tuntutan publik, bagi semua bekerja keras luar biasa mendukung saya. Market
kinerja bea cukai yang transparan, efisien, dan berlandaskan forces-nya juga sangat luar biasa, karena kami membuka
good governance. Saya berharap untuk KPU dalam hal ini untuk dikritik dan saran untuk perbaikan diri kita dan
bagi pejabat baru yang akan mengemban tugas jelas, DJBC,” ujar Agung Kuswandono. adi

52 WARTA BEA CUKAI EDISI 392 JULI 2007


INFO PERATURAN

Ringkasan PERATURAN MENTERI KEUANGAN


Lampiran Keputusan Menteri Keuangan Per Juni 2007
Republik Indonesia No. Peraturan PERIHAL
Nomor 252/KMK.01/UP.11/2007,
Tanggal 7 Juni 2007 Nomor Tanggal
Tentang Mutasi dan Promosi Pejabat Eselon II
Dijajaran Departemen Keuangan 1. 45/PMK.04/2007 25-04-07 Perjalanan Dinas Jabatan Dalam
Negeri Bagi Pejabat Negara,
Pegawai Negeri, Dan Pegawai Tidak
DIREKTORAT JENDERAL BEA DAN CUKAI Tetap
2. 47/PMK.04/2007 1-05-07 Pembebasan Cukai
No. Nama Kedudukan Baru 3. 48/PMK.04/2007 1-05-07 Nomor Pokok Pengusaha Barang
Kena Cukai Untuk Pengusaha Pabrik
1 Drs. Kamil Sjoeib, Diangkat sebagai Sekretaris Etil Alkohol Dan Pengusaha Tempat
M.A. Direktorat Jenderal Bea dan Penyimpanan
Cukai;
PERATURAN DIREKTUR JENDERAL BEA DAN CUKAI
Per Juni 2007
2 Drs. Kusdirman Diangkat sebagai Pj. Direktur
Iskandar Fasilitas Kepabeanan; PERATURAN

3 Heru Santoso, Diangkat sebagai Direktur No. Nomor Tanggal PERIHAL


S.H. Penindakan dan Penyidikan;
1. P-10/BC/2007 11-05-07 Petunjuk Pelaksanaan Penyelesaian
Kewajiban Pabean Atas Sepeda
4 Drs. Muhammad Diangkat sebagai Direktur Motor Dan Kapal Pesiar Termasuk
Wahyu Purnomo, Kepabeanan Internasional; Yacht Yang Pada Saat
M.Sc. Pemasukannya Ke Dalam Daerah
Pabean Indonesia Belum
5 Drs. Hanafi Diangkat sebagai Pj. Direktur Diselesaikan Kewajiban Pabeannya
2. P-11/BC/2007 31-05-07 Tata Cara Pemberian, Perubahan,
Usman Penerimaan dan Peraturan Dan Pencabutan Nomor Pokok
Kepabeanan dan Cukai; Pengusaha Barang Kena Cukai
Untuk Pengusaha Pabrik Etil Alkohol
6 Drs. Bambang Diangkat sebagai Tenaga Dan Pengusaha Tempat
Prasodjo Pengkaji Bidang Pelayanan dan Penyimpanan
Penerimaan Kepabeanan dan 3. P-12/BC/2007 31-05-07 Tata Cara Pemberian, Perubahan,
Dan Pencabutan Nomor Pokok
Cukai; Pengusaha Barang Kena Cukai
Untuk Pengusaha Pabrik Dan
7 Drs. Erlangga Diangkat sebagai Tenaga Importir Minuman Mengandung Etil
Mantik, M.A. Pengkaji Bidang Pengawasan Alkohol
dan Penegakan Hukum 4. P-13/BC/2007 31-05-07 Tata Cara Pemberian Pembebasan
Kepabeanan dan Cukai; Cukai Etil Alkohol
5. P-14/BC/2007 31-05-07 Tata Cara Pencampuran Dan
Perusakan Etil Alkohol Yang
8 Drs. Achmad Diangkat sebagai Pj. Kepala Mendapat Pembebasan Cukai
Riyadi Kantor Wilayah I DJBC Nanggroe 6. P-17/BC/2007 06-06-07 Penyediaan Dan Pemesanan Pita
Aceh Darussalam, Banda Aceh; Cukai Hasil Tembakau
7. Kep-55/BC/2007 31-05-07 Pelimpahan Wewenang Kepada
9 Drs. R.P. Jusuf Diangkat sebagai Kepala Kantor Kepala Kantor Pelayanan Bea dan
Indarto Wilayah IV DJBC Kepulauan Cukai Untuk Dan Atas Nama Menteri
Keuangan Untuk Menandatangani
Riau, Tanjung Balai Karimun; Keputusan Dan Atau Surat Dalam
Rangka Pelaksanaan Peraturan
10 Dr. Djuneidy Diangkat sebagai Kepala Kantor Menteri Keuangan Tentang Nomor
Djusan Wilayah V DJBC Sumatera Pokok Pengusaha Barang Kena
Bagian Selatan, Palembang; Cukai Untuk Pengusaha Pabrik Dan
Importir Minuman Mengandung Etil
Alkohol, Pengusaha Pabrik Etil
11 Ir. Agung Diangkat sebagai Pj. Kepala Alkohol Dan Pengusaha Tempat
Kuswandono, Kantor Wilayah VII DJBC Penyimpanan
M.A. Jakarta I; 8. Kep-55/BC/2007 31-05-07 Pelimpahan Wewenang Kepada
Direktur Cukai Untuk Dan Atas Nama
12 Drs. Djasman Diangkat sebagai Kepala Kantor Menteri Keuangan Untuk
Sutedjo Wilayah XI DJBC Jawa Timur I, Menandatangani Keputusan Dan
Atau Surat Dalam Rangka
Surabaya;
Pelaksanaan Peraturan Menteri
Keuangan Tentang Pembebasan
13 Cyrus Fidelis Diangkat sebagai Pj. Kepala Cukai
Sidjabat, S.H., Kantor Wilayah XII DJBC Jawa
MPA Timur II, Malang; SURAT EDARAN DIREKTUR JENDERAL BEA DAN CUKAI
Per Juni 2007
14 Drs. Bachtiar, Diangkat sebagai Pj. Kepala PERATURAN
M.Si. Kantor Wilayah XVI DJBC
Sulawesi, Makassar; No. Nomor Tanggal PERIHAL

15 Drs. Nasar Salim, Diangkat sebagai Pj. Kepala 1. SE-08/BC/2007 23-05-07 Peningkatan Pengawasan
M.Si. Kantor Wilayah XVII DJBC Pengusaha Hasil Tembakau
2. SE-10/BC/2007 06-06-07 Petunjuk Pelaksanaan Penyediaan
Maluku, Papua, dan Irian Jaya Dan Pemesanan Pita Cukai Hasil
Barat, Ambon; Tembakau

EDISI 392 JULI 2007 WARTA BEA CUKAI 53


PUSDIKLAT
WBC/ATS

S
ebanyak 57 pegawai golongan
III dari berbagai kantor Bea dan
Cukai di Indonesia yang nanti-
nya akan ditempatkan pada Kantor
Pelayanan Utama Bea Cukai (KPU),
mengikuti Pendidikan dan Pelatihan
Pejabat Fungsional Pemeriksa
Dokumen (PFPD) yang diselengga-
rakan atas kerjasama Kantor Pusat
DJBC dengan Pusat Pendidikan dan
Latihan (Pusdiklat) Bea Cukai, yang
dimulai 3 Mei hingga 30 Mei 2007
dengan jumlah jam latihan sebanyak
280 jam latihan. Menurut Kepala
Pusdiklat Endang Tata, pendidikan
dan latihan (Diklat) ini merupakan
suatu hal yang istimewa mengingat
diklat tersebut tidak terjadwal pada
Pusdiklat.
“Untuk meningkatkan kemampu-
an para petugas yang nantinya akan
menjadi PFPD di KPU, maka DJBC
PELEPASAN TANDA SISWA. Menandakan usainya pelatihan dan kesiapan untuk ditempatkan di KPU. bekerjasama dengan pusdiklat
menyelenggarakan diklat ini,”ujar

Diklat PFPD KPU


Tata ketika menyampaikan sambutan
pada acara penutupan diklat pada 30
Mei 2007 lalu.
Menurutnya para PFPD yang
nantinya akan ditempatkan di KPU
KEMAMPUAN DAN INTEGRITAS harus bisa menjalankan tugas dan
fungsinya dengan baik, mengingat
HARUS SEJALAN KPU merupakan unggulan yang
dimiliki oleh DJBC untuk meningkat-
kan citra di masyarakat. Tantangan
Tingkah laku dan juga hati nurani harus menjadi filter bagi yang dihadapi oleh para PFPD pun
kini semakin meningkat, sehingga
para PFPD dalam menjalankan tugas, selain kemampuan yang melalui diklat tersebut diharapkan
diperoleh dari berbagai pendidikan dan latihan. pada PFPD dapat menghadapi tan-
WBC/ATS

PESERTA DIKLAT. Diharapkan mampu meningkatkan citra DJBC melalui tempat tugasnya nanti KPU

54 WARTA BEA CUKAI EDISI 392 JULI 2007


PENGAWASAN
WBC/ATS
tangan yang sema- MEMERANGI PENYELUNDUPAN
BARANG ILLEGAL MELALUI
kin pesat tersebut.
Lebih lanjut ia

Seaport
mengatakan, selain
kemampuan dan
keterampilan yang
diperoleh dari

Interdiction
diklat dan juga dari
berbagai pendidik-
an yang pernah
diikuti para peser-

Training
ta, masalah tingkah
laku dan juga hati
nurani harus
menjadi filter bagi
para PFPD dalam
menjalankan
tugas.”Jadi selain International Seaport Interdiction Training
menerapkan prose- merupakan suatu upaya untuk meningkatkan
dur dan menerap-
kan hasil dari pela- kemampuan personil untuk mencegah
tihan, hati nurani masuknya barang illegal yang dilakukan
SOUVENIR LISTYANTO. Selain pelatihan teknis, pun harus juga melalui jalur laut.
pelatihan integritas masih diperlukan untuk terasah, tanyakan

M
tetap menjaga integritas petugas dilapangan pada hati nurani
apakah benar saya araknya kegiatan terorisme dan juga peredaran
sebagai seorang PFPD telah menerapkan prosedur de- narkoba di suatu negara sudah pasti memerlu-
ngan baik apa belum?”ujar Tata. kan suatu penanganan khusus. Terlebih lagi
Ia pun mengatakan, sekali saja para PFPD tidak dapat jika hal tersebut sifatnya sudah lintas negara.
menjalankan tugas dengan baik atau melanggar Instansi pemerintah yang berada di kawasan
ketentuan dalam menjalankan tugasnya di KPU nanti, perbatasan darat, pelabuhan laut dan juga bandar udara
maka andalan DJBC yaitu KPU tidak akan mempunyai peran penting untuk mempersempit ruang ge-
berhasil,”Begitu KPU gagal, maka akan berimbas pula rak masuknya narkoba dari luar negeri maupun juga kegi-
pada DJBC, jangan sampai hal ini terjadi,”tegas Tata. atan terorisme.
Souvenir Yustianto, Kepala Seksi Klasifikasi I Untuk meningkatkan kemampuan dan pengetahuan pe-
Direktorat Teknis Kepabeanan DJBC yang juga salah satu tugas di pelabuhan laut terutama untuk mencegah masuknya
peserta diklat tersebut mengatakan, yang terpenting dari narkoba dan pencegahan tindak terorisme di Indonesia,
pelaksanaan diklat tersebut adalah peningkatan integritas United States Department of Homeland Security dalam hal ini
para PFPD, mengingat para PFPD yang ditempatkan di US Customs and Border Protection, bekerja sama dengan
KPU adalah PFPD terpilih. Kedutaan Besar Amerika Serikat di Indonesia menyelengga-
“Para peserta diklat secara teknis mempunyai rakan pelatihan International Seaport Interdiction Training
kemampuan yang sama dan yang membedakan adalah yang berlangsung selama lima hari di Jakarta sejak tanggal
integritasnya,”ujarnya. 21 hingga 25 Mei 2007. Pelatihan ini diikuti oleh 12 peserta
Ketika ditanya apakah ada perbedaan antara PFPD dari Bea Cukai dan instansi lain yang ada di pelabuhan, me-
KPU dengan non KPU, Souvenir mengatakan, hal ngingat berbagai instansi tersebut mempunyai kewenangan
tersebut tidak dapat dibedakan. Menurutnya tuntutan yang di pelabuhan dan terlibat dalam satgas Seaport Interdiction.
harus dihadapi PFPD saat ini selain harus memiliki Jack Ramzey salah satu pelatih yang juga petugas
kualitas teknis yang memadai, maka kualitas integritas pada US Customs and Border Protection mengatakan, ke-
PFPD pun sangat diperlukan.“Selain kualitas teknis, para WBC/ATS beradaan Seaport In-
PFPD harus mendapat dukungan dari pimpinan Bea terdiction di pelabuhan
Cukai untuk selalu menjaga integritas, dengan cara internasional sangat
memberikan motivasi kepada PFPD dengan tidak henti- efektif untuk menang-
hentinya baik dari sisi integritas maupun teknis,”papar kal masuknya barang-
Souvenir. barang illegal seperti
Ia pun menambahkan tantangan yang akan dihadapi di narkoba dan lain seba-
KPU nantinya adalah adanya tuntutan masyarakat yang gainya, bahkan tindak
makin tinggi, baik dari sisi pelayanan maupun juga terorisme pun dapat
keterampilan petugas. Tuntutan yang tinggi tersebut lanjutnya digagalkan dengan ber-
tidak selalu dipikul oleh para PFPD. Souvenir mengibaratkan fungsinya lembaga
PFPD sebagai ujung tombak di KPU, yang harus diasah baik yang terdiri dari berba-
dari segi teknis maupun integritasnya agar tetap tajam untuk gai instansi ini. Seaport
“menombak” atau dalam menjalankan tugas. Interdiction yang terdi-
”Agar “tombak” PFPD tetap runcing dan kuat, maka ri dari berbagai instan-
pelatihan teknis dan pelatihan integritas seperti Emotional si di pelabuhan bertu-
Spiritual Quotient (ESQ) dan lain sebagainya sangat juan untuk memudah-
penting agar kemampuan dan integritas kita tetap kan koordinasi dan
tajam,”ujarnya kembali. pengambilan keputus-
Peserta lain Maulidyah Kepala Sub Bagian Umum an jika ditemukan sua-
KPBC Merak meyampaikan hal senada, menurutnya tu hal yang mencuriga-
pelatihan tersebut menambah wawasan dan JACK RAMZEY. Seaport interdiction di kan atau ditemukan-
pengetahuannya terutama yang berkaitan dengan fungsi pelabuhan internasional sangat efektif untuk nya suatu kegiatan pe-
dan tugas PFPD yang akan ditempatkan di KPU. zap menangkal masuknya barang-barang illegal ngiriman barang illegal.

EDISI 392 JULI 2007 WARTA BEA CUKAI 55


PENGAWASAN
WBC/ATS
Ketika ditanya pendapatnya mengenai pakan musuh bersama, sehingga kita mera-
pelaksanaan Seaport Interdiction di sa perlu untuk membagi pengalaman dalam
Indonesia khususnya di Pelabuhan bidang seaport interdiction agar kegiatan
Tanjung Priok, Jack mengatakan Seport illegal dapat ditegah sejak dini,”ujarnya
Interdiction di Tanjung Priok sudah baik, Ketika ditanya lebih lanjut apakah
begitu pula dengan kemampuan para seaport interdiction lebih menitikberatkan
personilnya. Namun ia mengingatkan pada pencegahan masalah terorisme,
agar para petugas yang berada Jack mengatakan kegiatan tersebut
dilapangan senantiasa membekali diri bukan hanya pada masalah terorisme
dengan berbagai pengetahuan baik saja, tapi juga narkoba dan juga hal-hal
melalui pelatihan maupun juga dari lain yang bisa merugikan suatu negara
berbagai media yang ada, mengingat yang dilakukan dengan cara
kegiatan-kegiatan illegal tersebut selalu penyelundupan.”Disini kemampuan SDM
mengalami peningkatan. yang handal sangat diperlukan mengingat
Jack mengatakan, Pelabuhan Tanjung para sindikat narkoba dan pelaku
Priok khususnya Jakarta International terorisme dan lain sebagainya semakin
Container Terminal (JICT) sudah ideal canggih untuk menyelundupkan barang
menjadi suatu pelabuhan international, illegal, khususnya yang dilakukan melalui
sehingga masalah koordinasi antar jalur laut,”terangnya kembali.
instansi di pelabuhan seharusnya sudah
baik. Mengenai keberadaan Kantor Bea SUWINARNO. Tidak ada perbedaan antara PRAKTEK
Cukai di JICT Jack pun menilai sudah Indonesia dengan Amerika Serikat dalam Pada pelatihan tersebut, para peserta
prosedur pelaksanan Seaport Interdiction.
baik terutama dengan penempatan juga terjun kelapangan untuk mendapatkan
fasilitas yang dimiliki oleh bea Cukai pengarahan bagaimana cara melakukan
seperti x-ray container yang tempatnya sudah baik dan sudah pemeriksaan kapal yang datang dari luar negeri di Pelabuhan
memadai untuk melakukan pemeriksaan. Tanjung Priok. Pada praktek lapangan tersebut, para peserta
Pelatihan Seaport Interdiction yang diselenggarakan oleh mendapat arahan langsung dari para pelatih mengenai cara
Kedutaan Besar Amerika Serikat di Indonesia menurut Jack melakukan suatu pemeriksaan kapal. Pelatih menunjukan
merupakan suatu upaya untuk meningkatkan pengetahuan bagian-bagian kapal yang tersebunyi yang mungkin saja
dan kemampuan petugas, dimana diharapkan dari materi dapat digunakan untuk menyimpan barang-barang illegal dan
yang telah diperoleh para peserta tadi, dapat dilaksanakan semuanya hampir dilakukan secara detail seperti pemeriksa-
dalam kegiatan sehari-hari para petugas di lapangan. an rutin.
“Terorisme dan narkoba dan kegiatan pengiriman barang Salah satu peserta training Suwinarno Kepala Seksi Pe-
illegal dari luar negeri kedalam negeri atau sebaliknya meru- nindakan dan Penyidikan Kantor Pelayanan Bea Cukai
WBC/ATS (KPBC) Tarakan mengatakan, pelatihan ini
merupakan suatu kesempatan bagi dirinya
dan juga bagi para peserta lainnya untuk
lebih meningkatkan kemapuan dalam bidang
Seaport Interdiction. Pelaksanaan Seaport
Interdiction antara Indonesia dengan Amerika
Serikat menurut Winarno tidak ada perbeda-
an, namun ia mengatakan di Indonesia
mungkin masalah koordinasi dengan instansi
lain di pelabuhan harus lebih ditingkatkan
agar pelaksanaan di lapangan dapat diterap-
kan dengan maksimal.
Begitu pula dengan prosedur untuk mela-
kukan pemeriksaan kapal yang menurutnya
tidak ada perbedaan antara Indonesia
dengan Amerika. Menurutnya koordinasi
yang ada saat ini sudah baik dan harus
ditingkatkan agar hal-hal yang merugikan
dapat ditanggulangi sedini mungkin, dapat
dicegah dengan kecepatan pengembilan
keputusan. “Semakin baik koordinasi maka
semakin baik proses pelaksanaan dan
pengambilan keputusan,” ujarnya.
Lebih lanjut Winarno mengatakan, pada
pelatihan tersebut ia mengetahui di bagian
mana saja dari kapal yang bisa digunakan
untuk menyimpan barang illegal dengan ber-
bagai cara yang canggih. Ia mengatakan, da-
lam perkembangan penyelundupan di Ameri-
ka Serikat, segel kontainer bisa dimodifikasi
oleh pelaku penyelundupan, sehingga ada
modus dimana suatu kontainer yang belum
disegel bisa terlihat seperti telah disegel.Dan
segel tersebut sangat mirip dengan segel
resmi. “Ini merupakan suatu pengetahuan ba-
ru bagi kami dan kami mendapatkan cara ba-
PRAKTEK LAPANGAN. Peserta menyimak para pelatih yang menerangkan bagian kapal yang gaimana cara membedakan mana segel asli
dapat digunakan untuk menyimpan barang illegal. dan yang sudah dimodifikasi,”ujarnya. zap

56 WARTA BEA CUKAI EDISI 392 JULI 2007


pesawat udara periode tahun 2005-2006, baik melalui
terminal Kedatangan Internasional Bandara Soekar- no-
Hatta maupun paket kiriman pos (EMS) yang melalui Kantor
Tukar Pos Udara Soekarno-Hatta.
Ke-5.379 kg atau 167 koli barang berupa VCD dan DVD
yang dimusnahkan itu terdiri dari 85 koli atau 2.814 Kg yang
melalui Gudang Ekspor JAS. 33 Koli atau 1.048 Kg yang
melalui Gudang Ekspor Garuda dan 49 kolli atau 1.517 kg
yang melalui terminal kedatangan internasional.
Kepala Seksi Penindakan dan Penyidikan KPBC Soekar-
no-Hatta, Eko Darmanto dalam jumpa persnya di Media
Center Gedung A KPBC Soekarno-Hatta, Jumat 15 Juni 2007
menjelaskan, dipilihnya pemusnahan dengan cara dilebur di
tempat pemusnahan milik PT. Milenium Plastik berdasarkan
pertimbangan yaitu, selain biaya pemusnahan lebih rendah
dibandingkan dibakar, lebih dari itu karena kaset DVD dan
VCD dibuat dari polikarbonat, jika dibakar malah akan mence-
mari lingkungan. “Makanya. lebih aman jika dilebur menjadi
biji plastik,” Eko Darmanto menjelaskan.

PRESS RELEASE. Selain memusnahkan ribuan keeping VCD, pihak Bea TELEPON SELULAR, PISTOL MAINAN DAN OBAT
dan Cukai KPBC Soekarno-Hatta juga mengumumkan telah menyita 30 Pada kesempatan itu juga, pihak Bea dan Cukai KPBC
pucuk senjata api mainan (air soft gun) dan perlengkapannya yang Soekarno-Hatta juga mengumumkan telah menyita 30 pucuk
dikirim lewat kargo udara. senjata api mainan (air soft gun) dan perlengkapannya.
Barang-barang terlarang itu dikirim lewat kargo udara dengan
tujuan Jakarta. Ke-30 pucuk senjata api mainan itu
Ribuan Kilo VCD dan DVD merupakan hasil tegahan sebanyak sembilan kali dari

Bajakan Dimusnahkan
periode 23 April hingga 8 Juni 2007.
Menurut Eko, sesuai dengan peraturan, 30 pucuk pistol
beragam ukuran dengan warna hitam dan putih akan dise-
rahkan ke Mabes Kepolisian RI dalam waktu dekat. Meski
Kantor Pelayanan Bea dan Cukai Tipe A1 merupakan senjata mainan, namun pistol yang sangat mirip
Soekarno-Hatta yang kini berada dibawah dengan aslinya itu memang merupakan barang terlarang.
Sementara itu, sebelumnya, yakni pada periode 12 Mei
Kanwil VI DJBC Banten, memusnahkan ribuan hingga 30 Mei 2007, KPBC Soekarno-Hatta telah menyita
keping VCD dan DVD bajakan seberat 5,379 barang impor berupa telepon selular yang melalui Kantor
kg yang merupakan barang-barang yang tidak Pos Udara Soekarno-Hatta. Barang sitaan yang dilaporkan
dikuasai, barang dikuasai negara dan barang dalam surat pemberitahuan isi barang berupa onderdil, obat,
peralatan, aksesori dan perlengkapan telepon genggam sam-
milik negara yang berada dalam pengawasan pai mainan, sebenarnya berisi telepon genggam sebanyak
KPBC ini. Pemusnahan dilakukan di PT. 2.240 buah. Benda-benda tersebut ditaksir bernilai Rp.750
Milenium Plastik, Jalan Peternakan, Kapuk juta. Kini penanganannya masih dalam proses penyidikan.
Jakarta Utara dengan cara dilebur. Disamping tegahan tersebut, selama peride tahun 2007,
aparat KPBC Soekarno-Hatta telah melakukan tindakan

B
penegahan terhadap brang impor berupa obat-obatan yang
arang-barang itu adalah barang impor yang masuk masuk melalui Terminal Bandara Soekarno-Hatta sebanyak
dalam kategori barang larangan dan pembatasan 27 kali penegahan. Diantara ke-27 penegahan itu, 6
yang disita aparat bea cukai di Bandara Soekarno- penegahan telah diselesaikan karena pemiliknya sudah
Hatta dari gudang terminal. Barang-barang tersebut melengkapi persyaratan sesuai dengan aturan. Sedangkan
merupakan barang kiriman dan bawaan penumpang 21 penegahan belum diselesaikan. ris

RIBUAN KEEPING VCD DAN DVD bajakan seberat 5,379 kg dimusnahkan SEBELUM DIMUSNAHKAN, dihitung kembali barang sitaan sesuai dengan
dengan cara dilebur. dokumen.

EDISI 392 JULI 2007 WARTA BEA CUKAI 57


PENGAWASAN

perusahaan sub kontrak


PT. DMI.
Pada kenyataannya
lanjut Jody, barang yang
dikeluarkan tersebut akan
dijual di peredaran bebas.
Setelah dilakukan
pengecekan dengan
perusahaan sub kontrak
PT DMI tersebut, diperoleh
keterangan bahwa
perusahaan tersebut tidak
pernah melakukan kontrak
dengan PT NS.
Sebagai perusahaan
penerima fasilitas KB, PT
NS lanjut Jody, harus
tunduk pada aturan
tentang KB dimana
perusahaan dalam KB
tidak diperkenankan untuk
menjual atau
memindahtangankan
bahan baku eks impor ke
pasar dalam
negeri.”Kenyataannya PT
NS melanggar ketentuan
tersebut dengan
mengeluarkan barang-
barang tadi ke pasaran
dalam negeri,”ujarnya lagi.
Proses penyelidikan
lebih lanjut akan dilakukan
oleh Kanwil VI DJBC
Banten mengingat tempat
11 KONTAINER TEGAHAN. Berisi berbagai macam barang impor yang seharusnya diserahkan pada subkon untuk kejadian perkara berada di
diolah dan di ekspor kembali, tapi kenyataannya di jual di pasaran bebas Banten tepatnya di
Cikupa, sedangkan

Bea Cukai Ungkap


penegahan dilakukan di
wilayah Bogor oleh
petugas gabungan Kanwil

Penyalahgunaan
IX Jawa Barat, KPBC
Bogor dan unit P2 Kanwil
VI DJBC Banten.

Fasilitas Kepabeanan
Ketika ditanya potensi
pendapatan negara yang
hilang dari kejadian terse-
but Jody mengatakan, Bea
Cukai masih melakukan
Maraknya penyalahgunaan fasilitas Kawasan Berikat lebih mengarah penghitungan karena ma-
pada motif mencari keuntungan. sih belum selesainya pro-
ses penyelidikan terhadap

K
kasus yang berhasil dite-
erjasama Kantor Wilayah IX (Kanwil) DJBC Jawa gah pada 24 Mei 2007 lalu. Dijelaskan maraknya penyalah-
Barat, Kanwil VI DJBC Banten dan Kantor gunaan fasilitas kepabeanan berupa KB lebih mengarah
Pelayanan Bea dan Cukai (KPBC) Bogor berhasil pada motif mencari keuntungan, dimana perusahaan dalam
melakukan penegahan dan penyegelan terhadap 11 KB diberi keringanan untuk tidak membayar Bea Masuk (BM)
unit truk jenis wingbox ukuran 35 feet yang berisi dan penundaan kewajiban lainnya.
bahan baku tekstil dan asesorisnya yang akan dikeluarkan “Karena ada keringanan maka perusahaan tersebut
dari perusahaan atas nama PT NS di kawasan Cikupa berusaha menjual barang yang diimpornya di pasaran bebas
Tangerang, Banten untuk dijual ke peredaran bebas. secara ilegal,”ujarnya lagi.
Dalam acara press release yang dilaksanakan di Kantor Tindakan PT NS tersebut diancam dengan sanksi yang
Pusat DJBC 19 Juni lalu Kakanwil IX DJBC Jawa Barat Jody terdapat pada pasal 103 huruf a Undang-Undang nomor 17
Kusmendro mengatakan, penegahan tersebut berawal dari tahun 2006 tentang Kepabeanan berupa pidana penjara
pelaksanaan tugas rutin pengawasan di bidang kepabeanan paling singkat dua tahun dan pidana penjara paling lama
dan cukai di wilayah kerja Kantor Wilayah IX DJBC Jawa delapan tahun, dan atau denda paling sedikit Rp.100.000.000
Barat. Dalam penjelasannya kepada pers Jodi mengatakan dan paling banyak banyak lima miliar rupiah.
PT NS selaku perusahaan penerima fasilitas kepabeanan Tidak hanya itu PT NS juga dikenakan pasal berlapis lain-
berupa Kawasan Berikat (KB) yang juga merangkap nya yaitu pasal 102 huruf d Undang-Undang nomor 17 tahun
Perusahaan Dalam Kawasan Berikat (PDKB) 2006 dengan sanksi pidana penjara paling singkat satu tahun
memberitahukan pengeluaran barang bahan baku berupa dan paling lama 10 tahun dan pidana denda paling sedikit
tekstil dengan maksud untuk proses lebih lanjut pada Rp. 50.000.000, paling banyak lima miliar rupiah. zap

58 WARTA BEA CUKAI EDISI 392 JULI 2007


SEPUTAR BEACUKAI
WBC/ZAP WBC/ATS

JAKARTA. Direktur Jenderal Bea dan Cukai Anwar Suprijadi menerima BANDUNG. Salah satu rangkaian acara Sixteenth Customs DG Meeting
kunjungan kepala Badan Pendidikan Pelatihan Keuangan Departemen yang berlangsung pada 12 - 14 Juni 2007 di Bandung, adalah para peserta
Keuangan di Loka Utama KP-DJCB pada 15 Juni 2007. Pada pertemuan pertemuan yang terdiri dari para Dirjen Bea dan Cukai negara anggota
tersebut dilakukan penandatanganan kerjasama antara DJBC dengan ASEAN mengikuti acara makan malam bersama yang diselenggarakan oleh
BPPK dalam rangka peningkatan kerjasama dalam bidang pendidikan dan Kanwil IX DJBC Jawa Barat. Disela acara tersebut tampak para anggota
pelatihan bagi SDM di DJBC. Pertemuan tersebut juga dihadiri oleh Kepala delegasi saling memberikan cendera mata kepada para peserta lainnya
Pusdiklat Bea dan Cukai Endang Tata, Direktur STAN dan juga para termasuk kepada Dirjen Bea dan Cukai Anwar Suprijadi. Acara berlangsung
pejabat dilingkungan KP-DJBC. pada 13 Juni 2007 di salah satu restauran di Bandung Jawa Barat.
FOTO : KIRIMAN

FOTO : KIRIMAN
PEKAN BARU. Upacara pengambilan sumpah jabatan
dan pelantikan pejabat eselon IV dilingkungan kerja
Kanwil III DJBC Riau dan Sumatera Barat (Sumbar) pada
22 Mei 2007 berlangsung di Aula Kanwil III DJBC Riau
dan Sumatera Barat Jln. Jenderal Sudirman 467
Pekanbaru – Riau. Bertindak selaku Inspektur Upacara
Kepala Kanwil III DJBC Riau dan Sumbar Djoko Soetojo
Riyadi, sebagai Perwira Upacara Kabid P2 Mulyadi dan
komandan upacara Kepala KPBC Tipe A4 Tembilahan,
Efrizal. Tampak pada gambar kiri, Djoko Soetojo Riyadi
membacakan sumpah jabatan dihadapan 46 orang
pejabat eselon IV yang mengangkat sumpah dan gambar
kanan, salah seorang perwakilan pejabat yang diangkat
sumpahnya, Bachtarudin Nur sedang menandatangani
naskah berita acara pengambilan sumpah jabatan
disaksikan oleh pejabat/pihak terkait. Fauzan (Kanwil III
DJBC Riau dan Sumatera Barat)

PEKAN BARU. Usai pengambilan sumpah jabatan


eselon IV pada 22 Mei 2006 Kepala Kantor Wilayah III
DJBC Riau dan Sumbar Djoko Soetojo Riyadi
meresmikan penggunaan papan nama Kanwil III DJBC
Riau dan Sumbar disaksikan oleh para pejabat eselon IV
dilingkungan Kanwil dan pejabat lainnya. Fauzan (Kanwil
III DJBC Riau dan Sumatera Barat)

EDISI 392 JULI 2007 WARTA BEA CUKAI 59


5
SEPUTAR BEACUKAI
WBC/RIS FOTO : MUQSITH

JAKARTA. Bertempat di Auditorium Gedung Utama KP DJBC pada 12 Juni


2007 berlangsung Sosialisasi Pita Cukai 2007. Acara dibuka oleh Direktur
PPKC, Wahyu Purnomo (sekarang Direktur Kepabeanan Internasional) didam- BALIKPAPAN. Pada 12 Mei 2007, Dharma Wanita (DW) Persatuan Kanwil XV
pingi Direktur Cukai, Frans Rupang. Para peserta adalah seluruh Seksi Cukai DJBC Kalimantan Bagian Timur dan KPBC Tipe A3 Balikpapan yang dipimpin
dan P2 yang di KPBC-nya ada kegiatan cukai serta seluruh perwakilan kanwil di ketuanya Ibu Kuswidiani (berdiri no.2 dari kiri mengenakan jilbab hitam),
seluruh Indonesia.. Acara tersebut terbagi dalam tiga sesi. Sesi pertama, PT bersama pengurus dan semua anggotanya mengadakan “Family Gathering”
Kertas Padalarang tentang fitur-fitur Security pada Kertas Bandrol. Sesi kedua, dalam rangka meningkatkan hubungan silaturahmi antar sesama dengan ref-
PT Pura, tentang Spesifikasi Hologram Pita Cukai HT 2007, dan Sesi ketiga : reshing jalan-jalan ke tempat wisata di Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartane-
PT Peruri tentang ciri-ciri dan security fitur pada pita cukai HT dan MMEA, tera- gara. Tampak dalam gambar keakraban yang terjalin antar anggota Dharma
khir tanya jawab serta peragaan untuk mendeteksi pita cukai oleh para peserta. Wanita saat foto bersama. Kanwil XV DJBC Kalimantan Bagian Timur
FOTO : DONNY

MAKASSAR. Bertempat di Aula Kanwil XVI DJBC Sulawesi, pada tanggal 8 Mei 2007 dilangsungkan upacara pelantikan dan pengambilan sumpah
jabatan pejabat eselon IV yang akan bertugas di lingkungan Kanwil XVI Makassar. Acara yang dipimpin langsung oleh Kakanwil XVI DJBC Makassar,
Jusuf Indarto (sekarang Kepala Kanwil IV DJBC Kepulauan Riau) ini dihadiri oleh beberapa pejabat eselon III di lingkungan Kanwil XVI Sulawesi. Tampak
dalam gambar, Kakanwil menandatangani naskah sumpah jabatan dan suasana acara pelantikan tersebut Don’s, Makassar
FOTO : KIRIMAN

BOGOR. Pada 4 Mei 2007 didepan KPBC Tipe A2 Bogor dilaksanakan pertandingan persahabatan bola voli antara tim voli Kantor Pusat DJBC melawan tim voli
KPBC Tipe A2 Bogor. Dari hasil pertandingan, tim Putri KP-DJBC menang 2 : 0 atas tim putri KPBC Tipe A2 Bogor, dan tim putra KP-DJBC juga menang 2 : 1 atas
KPBC Tipe A2 Bogor. Tampak pada gambar kiri, kedua tim voli putri foto bersama dengan Kepala Subbagian Umum KPBC Tipe A2 Bogor, Sri Soegiarti dan gambar
kanan, kedua tim voli putra juga melakukan foto bersama dengan Kepala KPBC Tipe A2 Bogor Karlan S. Lubis. Kiriman KPBC Tipe A2 Bogor

6
60 WARTA BEA CUKAI EDISI 392 JULI 2007
FOTO : BAMBANG WICAKSONO WBC/ATS

SURABAYA. Bertindak sebagai inspektur upacara pada pelantikan JAKARTA. Sekretaris Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (sekarang Kepala
pejabat eselon IV Kanwil XI Jawa Timur I dipimpin langsung oleh Kakanwil Kanwil V DJBC Sumatera Bag. Selatan - Palembang), Djunaedy Jusan pada
Bambang Prasodjo (sekarang Tenaga Pengkaji Bidang Pelayanan dan 31 Mei 2007 membuka acara Sosialisasi Sistem Akuntansi Institusi di Aula Loka
Penerimaan Kepabeanan dan Cukai) di Aula Kanwil XI pada 15 Mei 2007 Muda Lantai 5 Gedung B. Sosialisasi dihadiri oleh pejabat eselon IV dari seluruh
yang dihadiri beberapa pejabat di lingkungan Kanwil XI. Tampak pada Indonesia ini menghadirkan dua pembicara dari Departemen Keuangan. Tampak
gambar, Kepala Kanwil XI DJBC Jawa Timur I sedang menyaksikan pada gambar, Djunaedy Djusan didampingi Kepala Bagian Umum Sonny
penandatangan naskah berita acara pengambilan sumpah jabatan dari Subagyo, Kepala Bagian Perlengkapan M. Sadiatmo sedang memberikan
perwakilan pejabat yang dilantik. Bambang Wicaksono, Surabaya sambutan kepada peserta sosialisasi.
WBC/ATS

JAKARTA. Untuk meningkatkan kemampuan dan juga mutu anjing pelacak dan juga para dog handler, KP-DJBC menyelenggarakan pelatihan anjing pelacak pada
18 Juni 2007 hingga 18 September. Pelatihan tersebut berlangsung dalam dua gelombang yang melibatkan 16 dog handler beserta dengan anjing pelacaknya.
Pelatihan ini melibatkan para pelatih dari KP-DJBC. Tampak pada gambar Direktur P2 ketika itu Erlangga Mantik (Sekarang Tenaga Pengkaji Bidang Pengawasan
dan Penegakan Hukum KC) membuka secara resmi acara pembukaan pelatihan tersebut yang dihadiri oleh oleh beberapa pejabat dari Dit P2 dan juga sekretariat.
FOTO : KIRIMAN

MANADO. Pada 30 Mei – 8 Juni 2007, bertempat di Manado, Sulawesi Utara diselenggarakan Second International Open Parachuting Championship. Dalam ajang
tersebut, Ken Indarto, yang merupakan pegawai bea cukai, menjadi salah satu wasit untuk kategori ketepatan mendarat. Kejuaraan tersebut diikuti oleh tim terjun
payung dari Australia, Inggris, Belanda, Singapura, Malaysia dan Indonesia. Untuk kategori kerjasama di udara, Tim PTP AU Riau, dimana salah satu atlitnya
merupakan pegawai bea cukai, Baharudin, berhasil mengantongi juara dua. Juara pertama diraih oleh Tim Australia. Sedangkan untuk kategori ketepatan mendarat,
juara pertama putra diraih oleh Tim Kopasus dan juara pertama putri diraih oleh Tim Sulawesi Utara. (PTP BC)

EDISI 392 JULI 2007 WARTA BEA CUKAI 61


7
SEPUTAR BEACUKAI
FOTO : KIRIMAN

GORONTALO. Pada 12 Juni 2007, bertempat di rumah dinas Gubernur Gorontalo, Kepala KPBC Gorontalo, Dwi Kuswiyanto, didampingi oleh Achmad Fatoni
(Kasi Kepabeanan dan Cukai) dan Arief Ferdiansyah (Korlak Penyidikan dan Administrasi Barang Bukti) memenuhi undangan Gubernur Gorontalo, Fadel
Muhammad dalam rangka koordinasi penyiapan ekspor komoditas/produk-produk unggulan Gorontalo seperti jagung dan sapi. Pada kesempatan tersebut juga
dilakukan pemaparan visi dan misi propinsi Gorontalo terutama dalam peningkatan ekspor agropolitan (hasil perkebunan, peternakan). KPBC GORONTALO
WBC/ADI

JAKARTA. Pada 13 Juni 2007, delegasi Jepang yang terdiri dari Direktur Jenderal Japan Customs and Tariff Bureau, Mr. Yukiyasu Aoyama, Deputi sekjen WCO 3,
Mr. Kunio Mikuriya, Customs Attche Embassy of Japan, Mr. Tetsuaki Yaneyama, dan Deputy Director/Office of Economic Partnership, Mr. Okamoto, berkunjung ke
Kantor Wilayah VII DJBC Jakarta I. Pada kunjungan itu seluruh delegasi yang juga didampingi oleh perwakilan dari Direktorat Kepabeanan Internasional DJBC,
selain mengunjungi Kantor Wilayah juga mengunjungi Kantor Pelayanan Tanjung Priok I untuk melihat lebih jauh kegiatan pelayanan khususnya penentuan bea
masuk yang dilakukan oleh PFPD. Setelah itu kunjungan juga dilakukan di X-Ray kontainer untuk melihat bagaimana pengoperasian dan efektifitas dari X-ray
tersebut. Dan kunjungan akhirnya diakhiri dengan melihat sekeliling pelabuhan Tanjung Priok.
FOTO : KIRIMAN

JAKARTA. Disela-sela
kunjungan resminya ke
Indonesia, Direktur
Jenderal Customs Tariff
Bureau Jepang, Mr.
Yukiyasu Aoyama dan
Deputi Sekretaris Jenderal
World Customs Organiza-
tion, Mr. Kunio Mikuriya
menyempatkan diri
mengunjungi kolega
lamanya Kepala Kanwil
VIII DJBC Jakarta II, Nasir
Adenan pada 13 Juni
2007. Tampak dalam
gambar saat jamuan
makan siang bersama,
dari kiri ke kanan Meidi
Kasim, Mr. Okamoto, Mr.
Aoyama, Nasir Adenan,
Mr. Mikuriya, Mr.
Yoneyama, Oyong Mardias
dan A. Rudi Kembuan.
Kiriman Kanwil VIII DJBC
Jakarta II

8
62 WARTA BEA CUKAI EDISI 392 JULI 2007
KOLOM

Bukti Audit Oleh:


Muhamad

BUKTI AUDIT
YANG RELEVAN
ADALAH BUKTI-
BUKTI YANG
BERKAITAN
DENGAN TUJUAN

(Audit Evidence) Rafik PENGUJIAN YANG


DILAKUKAN
vs OLEH AUDITOR

Bukti Hukum
(Legal Evidence) ”
D
alam pelaksanaan audit di bidang kepabeanan dan saja yang dapat menjadi bukti hukum, sehingga tidak semua
cukai, beberapa kali auditor dihadapkan pada sesuatu hal dapat menjadi bukti hukum. Selain itu pula diba-
beberapa istilah yang kadangkala tampak sebagai tasi oleh keyakinan hakim atas kekuatan bukti hukum terse-
sesuatu yang sepele tetapi pada hakikatnya but dalam hal pembuktian.
merupakan permasalahan yang cukup rumit, salah
satunya adalah mengenai bukti audit dan bukti hukum. BUKTI AUDIT
Permasalahan yang mungkin muncul adalah, apakah auditor Dalam auditing, bukti merupakan data/informasi yang diguna-
dan/atau pihak-pihak lain yang memiliki latar belakang kan auditor untuk menentukan apakah informasi kuantitatif
pendidikan dan pengalaman di luar auditing dapat (quantifiable information) yang sedang diaudit disajikan sesuai
membedakan mana yang menjadi bukti audit dan mana yang dengan kriteria yang ditetapkan. Data/informasi yang digunakan
menjadi bukti hukum? Apakah bukti audit sama dengan bukti auditor tersebut dapat berasal dari beberapa jenis bukti, yaitu:
hukum? Atau dapatkah bukti audit menjadi bukti hukum? bukti pemeriksaan fisik (physical examination), bukti konfirmasi
(confirmation), dokumentasi (documentation), bukti pengamatan
BUKTI HUKUM (observation), tanya jawab dengan klien (inquiry/questionnaire),
Dalam ilmu hukum, bukti hukum pada dasarnya terbagi dua hasil pelaksanaan ulang (reperformance), dan hasil prosedur
yaitu barang bukti dan alat bukti. Banyak pihak yang analitis (analytical procedures). Jadi dengan demikian bukti audit
menganggap bahwa apa yang dimaksud dengan barang bukti tidak hanya sebatas bukti dalam bentuk dokumen seperti
adalah sama dengan apa yang dimaksud dengan alat bukti dan Laporan Keuangan, Buku Besar, Buku Pembantu, dan dokumen-
tidak sedikit pula di antara para sarjana hukum yang belum dokumen transaksi yang menjadi dasar dalam proses akuntansi.
mampu membedakannya. Umumnya mereka menyamakan Batasan tentang apa itu bukti hukum dan yang bagaimana
pengertian barang bukti dengan alat bukti atau sebaliknya. yang dapat disebut sebagai bukti hukum telah diatur dengan
Istilah barang bukti umumnya hanya ditemukan dalam peraturan perundang-undangan, sedangkan bukti audit dibatasi
hukum pidana. Dalam perspektif hukum pidana, yang oleh beberapa hal, diantaranya adalah bukti audit tersebut harus
dimaksud dengan barang bukti di antaranya adalah: relevan, kompeten, cukup, dan tepat waktu.
1. barang yang merupakan alat/benda hasil tindak pidana, Bukti audit yang relevan adalah bukti-bukti yang berkaitan
misalnya perhiasan hasil pencurian, dengan tujuan pengujian yang dilakukan oleh auditor. Misalnya
2. barang yang merupakan alat/benda yang digunakan jika auditor bea cukai hendak menguji kebenaran nilai pabean,
untuk melakukan tindak pidana, misalnya pisau yang maka bukti-bukti yang dikumpulkan haruslah bukti-bukti yang
digunakan untuk membunuh, terkait dengan pengujian tersebut. Sangat tidak relevan apabila
3. barang yang merupakan alat bantu yang digunakan untuk auditor meminta General Ledger Accounts Receivable (Piutang)
melakukan tindak pidana, misalnya sepeda motor yang untuk mencapai tujuan pengujian kebenaran nilai pabean.
digunakan oleh penjambret. Kompeten tidaknya suatu bukti ditentukan oleh keyakinan
auditor atas keandalan bukti tersebut yang sepenuhnya
Sedangkan tentang alat bukti hampir dapat dijumpai pada disandarkan pada beberapa kriteria, yaitu: independensi
setiap peraturan perundang-undangan. Berdasarkan Kitab penyedia data, efektifitas struktur pengendalian intern,
Undang-Undang Hukum Perdata (KUHPer) Buku Keempat Bab pengetahuan yang diperoleh sendiri oleh auditor, kualifikasi
Kesatu Pasal 1866, alat bukti adalah terdiri atas bukti tulisan, bukti orang yang menyediakan informasi, dan tingkat objektivitas.
dengan saksi-saksi, persangkaan-persangkaan, pengakuan, dan Atas dasar inilah setiap auditor bea cukai diwajibkan untuk
sumpah. Jenis-jenis alat bukti ini hampir sama dengan yang terlebih dahulu mempelajari dan memahami struktur
dimaksud pada setiap peraturan perundang-undangan. pengendalian intern (SPI) auditee. Berdasarkan pemahaman
Dengan membandingkan pengertian barang bukti dan atas SPI ini diharapkan auditor dapat meyakini atau tidak
alat bukti, dapat ditarik kesimpulan bahwa barang bukti bukan dapat meyakini efektitivitas SPI, independensi penyedia data,
merupakan alat bukti dan begitu juga sebaliknya. kualifikasi penyedia informasi, dan tingkat objektivitasnya.
Peraturan perundang-undangan sangat membatasi apa Bukti audit yang cukup dikaitkan dengan luasnya pengujian

EDISI 392 JULI 2007 WARTA BEA CUKAI 63


KOLOM

dan jumlah bukti yang harus dikumpulkan dan dianalisis. Selain antara data keuangan dan non keuangan termasuk perbandingan
itu pula dikaitkan dengan ketersediaan waktu untuk jumlah-jumlah yang tercatat dengan ekspektasi auditor. Misalnya
mengumpulkan dan menganalisisnya. Jika cakupan pengujian dengan cara membandingkan data klien dengan industri sejenis,
cukup atau terlalu luas dan waktu yang tersedia menurut membandingkan data klien dengan data yang serupa pada
keyakinan auditor tidak cukup untuk meng-cover-nya, auditor periode sebelumnya (seperti membandingkan saldo tahun
dapat melakukan pengumpulan dan analisis bukti audit secara berjalan dengan saldo tahun lalu, membandingkan rincian total
sampling. Ada beberapa teknik dalam menentukan besaran saldo dengan rincian serupa pada tahun sebelumnya, dan
sampling/sample, auditor bebas menentukan teknik mana yang membandingkan rasio dan hubungan persentase dengan tahun
mau dipakainya sesuai dengan keyakinannya. sebelumnya), membandingkan data klien dengan data yang
Bukti audit yang tepat waktu adalah terkait dengan tanggal diperkirakan oleh klien, membandingkan data klien dengan data
bukti audit dengan periode audit. Bukti audit yang dikumpulkan yang diperkirakan oleh auditor, membandingkan data klien
dan yang dianalisis harus bertanggal sesuai dengan periode audit dengan hasil perkiraan yang menggunakan data non keuangan.
atau berdekatan dengan periode audit, kecuali bukti yang terkait Berdasarkan hasil prosedur analitis ini diharapkan auditor
dengan bukti audit tersebut. Misalnya periode audit adalah 1 bea dan cukai mampu mempertimbangkan reliable atau tidak
Januari 2006 sampai dengan 31 Desember 2006, salah satu reliable informasi yang diberitahukan, misalnya logis tidaknya
bukti yang dapat auditor kumpulkan adalah invoice bertanggal 1 nilai pabean yang diberitahukan di dalam PIB jika nilai pabe-
Januari 2006 sampai dengan 31 Desember 2006, kecuali bukti an auditee dibandingkan dengan nilai pabean dari importir
yang mendukungnya seperti purchase order dan sales contract. dalam industri sejenis.
Beberapa perbedaan di atas antara bukti audit di bidang
BUKTI AUDIT DALAM AUDIT DI BIDANG KEPABEANAN DAN kepabeanan dan cukai dengan bukti audit dalam pengertian
CUKAI auditing tidak serta merta menutup hak dan kewenangan
Dalam peraturan perundang-undangan kepabeanan dan auditor bea dan cukai untuk mendapatkan bukti audit
cukai, belum dijumpai satu pun yang menyebutkan secara menurut pengertian auditing tersebut, karena pada dasarnya
jelas dan tegas tentang apa yang dimaksud dengan bukti audit di bidang kepabeanan dan cukai merupakan bagian dari
audit dan apa saja yang dapat menjadi bukti audit. Selama ini auditing. Oleh karena itu sebenarnya teknik audit, prosedur
auditor beranggapan bahwa bukti audit di bidang audit, dan begitu pula halnya dengan bukti audit dalam
kepabeanan dan cukai terdiri dari buku, catatan, dan pengertian auditing dapat digunakan oleh auditor bea dan
dokumen serta hasil pengujian fisik sediaan barang yang cukai dalam melaksanakan audit di bidang kepabeanan dan
terkait dengan kegiatan kepabeanan dan cukai. cukai.
Anggapan ini disandarkan pada interpretasi Pasal 1
Keputusan Direktur Jenderal Bea dan Cukai Nomor: Kep-12/BC/ BUKTI AUDIT VERSUS BUKTI HUKUM
2000 tentang Tata Laksana Audit di Bidang Kepabeanan dan Segala data atau informasi yang telah dikumpulkan dan
Cukai yang menyatakan bahwa Audit di bidang kepabeanan dan dievaluasi oleh auditor sepanjang telah memenuhi kriteria
cukai adalah serangkaian kegiatan pemeriksaan buku, catatan relevan, kompeten, cukup, dan tepat waktu, sudah dapat
dan dokumen serta sediaan barang Perusahaan dalam rangka dinyatakan sebagai bukti yang selanjutnya dikenal dengan
pengawasan terhadap pemenuhan ketentuan di bidang istilah bukti audit. Bukti-bukti yang dikumpulkan tidak harus
kepabeanan dan cukai serta ketentuan lain yang pelaksanaannya selalu sesuai dengan apa yang dimaksud oleh peraturan
dibebankan kepada Direktorat Jenderal Bea dan Cukai. perundang-undangan karena yang dicari, dikumpulkan, dan
Selanjutnya cakupan bukti audit kepabeanan dan cukai dievaluasi oleh auditor bukanlah semata-mata bukti hukum.
diperluas lagi berdasarkan Pasal 86 ayat (1a) Undang-Undang Mengapa demikian?
Nomor 17 Tahun 2006 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Karena sebagian besar data atau informasi yang dicari,
Nomor 10 Tahun 1995 menjadi: dikumpulkan, dan dievaluasi oleh auditor bea dan cukai
1. Laporan Keuangan, Buku, Catatan, Dokumen, Surat, dan adalah data atau informasi yang terkait dengan transaksi
Data Elektronik, keuangan yang tercatat dan disajikan di dalam laporan
2. Keterangan Lisan dan/atau Tertulis dari pihak terkait, dan keuangan (financial statement). Transaksi keuangan dan
3. Petunjuk peristiwa yang dicatat dan disajikan di dalam laporan
keuangan merupakan transaksi dan peristiwa yang dicatat
Namun yang patut disayangkan dari redaksional pasal-pasal dan disajikan sesuai dengan substansi dan realitas ekonomi
yang berkenaan dengan audit kepabeanan tersebut, tidak ada dan bukan hanya bentuk hukumnya, yang selanjutnya dikenal
yang menyinggung tentang pengujian atas sediaan barang dengan istilah substansi (economic substance) mendahului
sebagaimana dimaksud dalam Kep-12 tersebut di atas. Tetapi hal bentuk (legal form).
ini bisa saja diatur lebih lanjut dengan peraturan menteri Hal ini sesuai dengan apa yang dimaksud di dalam Stan-
sebagaimana diamanatkan oleh undang-undang. dar Akuntansi Keuangan (SAK), Kerangka Dasar Penyusun-
Coba bandingkan pengertian audit menurut beberapa literatur an dan Penyajian Laporan Keuangan, Paragraf 35. Selama
auditing, menurut Arens & Loebbecke, Audit adalah proses bukti-bukti yang dicari, dikumpulkan, dan dievaluasi tersebut
pengumpulan dan pengevaluasian bukti-bukti atas informasi yang berkaitan dengan keperluan untuk mencapai tujuan audit,
dapat diukur (quantifiable) mengenai suatu entitas ekonomi untuk maka bukti-bukti tersebut dapat dinyatakan sebagai bukti
menentukan dan melaporkan kesesuaian informasi yang audit. Bisa jadi di dalam bukti audit yang dicari, dikumpulkan,
dimaksud dengan kriteria - kriteria yang ada yang dilakukan oleh dan dievaluasi tersebut terdapat bukti hukum juga.
seorang yang kompeten dan independen. Selanjutnya, apakah bukti audit dapat menjadi bukti
Jika jenis-jenis bukti audit kepabeanan dan cukai tersebut di hukum. Jika bukti audit yang ada merupakan bukti yang
atas dikaitkan dengan bukti audit dalam pengertian auditing, sesuai dengan kriteria tentang bukti dalam peraturan
maka jenis bukti yang belum ada menurut audit di bidang perundang-undangan, bukti audit ini bisa juga menjadi bukti
kepabeanan dan cukai adalah hasil reperformance dan hasil hukum. Tetapi bagaimana jika tidak sesuai dengan kriteria
prosedur analitis. Reperformance atau pelaksanaan ulang mirip dalam peraturan perundang-undangan? Pada dasarnya
dengan kegiatan simulasi dimana auditor mengerjakan kembali keyakinan hakimlah yang dapat menentukan apakah bukti
apa yang telah dikerjakan oleh auditee, misalnya melakukan audit tersebut dapat diterima sebagai bukti atau tidak.
penjurnalan kembali transaksi yang pernah dijurnal sehingga Oleh karena itu argumentasi di atas dapat digunakan untuk
dapat diketahui konsekuensi penjurnalan tersebut terhadap posisi meyakinkan hakim bahwa bukti audit merupakan bukti yang ber-
aset, kewajiban, dan ekuitas auditee serta posisi rugi-labanya. sifat spesifik yang digunakan untuk mencapai tujuan audit.
Sedangkan prosedur analitis adalah evaluasi atas informasi Penulis adalah Kepala Seksi Evaluasi Audit I pada Kanwil XV DJBC
keuangan yang dilakukan dengan mempelajari hubungan logis Kalimantan Bagian Timur

64 WARTA BEA CUKAI EDISI 392 JULI 2007


OPINI


DARI AWAL
PEMBAHASAN PROSES

Sanksi
KELAHIRAN PASAL 113B
INI MEMANG SANGAT
Oleh: ALOT TERUTAMA DALAM
Sutardi PEMBAHASAN-

Hukum
PEMBAHASAN INTERN
ANGGOTA TIM
PERUNDANG-UNDANGAN
ITU SENDIRI

TERHADAP PFPD YANG SALAH


DALAM MENGHITUNG
BEA MASUK/ BEA KELUAR
(Tinjauan Yuridis Pasal 113B)

Catatan :
(Bagian I)

Substansi dari tulisan ini pernah penulis jelaskan kepada



bea dan cukai tersebut dikenai sanksi sesuai dengan ke-
tentuan yang berlaku. Ketentuan ini merupakan
anggota kelompok Tim penyuluhan Undang-Undang implementasi dari asas keseimbangan yang dianut oleh
nomor17 tahun 2006 sebagai perubahan Undang-Undang Undang-Undang Kepabeanan, mengingat sanksi selama
nomor 10 tahun 1995 terutama pada waktu ini secara eksplisit hanya ditujukan kepada para pemakai
mempersiapkan bahan sosialisasi yang menyangkut jasa kepabeanan dalam hal ini importir dan eksportir.
pasal 113B ini. Paling tidak itulah yang merupakan penilaian dari

S
masyarakat, seolah-olah tidak ada sanksi bagi pejabat
alah satu alasan dilakukan revisi terhadap Undang- bea cukai apabila melakukan pelanggaran. Padahal
Undang Nomor 10 tahun 1995 adalah adanya dalam pasal-pasal Undang-Undang Nomor 10 tahun 1995
perkembangan nilai-nilai yang tumbuh dan berkem- tentang kepabeanan, bahwa kata “setiap orang” dalam
bang di masyarakat, terutama dalam menyikapi ketentuan pidana (Bab XIV) tersebut juga berlaku bagi
masalah maraknya pelanggaran kepabeanan, pejabat bea dan cukai, namun karena secara eksplisit
serta perlu dilakukan empowering bagi Direktorat Jende- tidak disebutkan pejabat bea cukai, maka kesan
ral Bea dan Cukai (DJBC) untuk menanggulangi berbagai masyarakat pasal tersebut hanya ditujukan kepada para
modus operandi penyelundupan di bidang impor maupun pemakai jasa kepabeanan.


ekspor, termasuk illegal logging dengan kedok sebagai Memang dalam Undang-Undang Kepabeanan tidak
pengangkutan antar pulau yang dilakukan oleh diketemukan kata PFPD, kata PFPD
pelaku kejahatan yang semuanya itu merupa- sebagaimana tersebut dalam judul ini
kan tugas pokok dan fungsi (tupoksi) DJBC, se- merupakan pengganti/ identik dengan frasa
hingga beberapa pasal yang diatur dalam
Undang-Undang Nomor 10 tahun 1995 tersebut DALAM PASAL pejabat bea dan cukai yang bertugas
menghitung atau menetapkan bea masuk atau
perlu direvisi. 113B INI JELAS bea keluar, mengingat dalam teori tulis menulis
Hal tersebut sejalan dengan apa yang dike-
mukakan oleh Roscoe Pound dalam konsepsi- BAHWA SUBJEK judul harus dibuat sedemikian rupa sehingga
menarik pembaca untuk membacanya, maka
nya “law as a tool of social engineering”, yang HUKUMNYA penulis sengaja memunculkan kata PFPD, yang
maksudnya bahwa hukum merupakan alat memang tugasnya adalah menetapkan nilai
pembaharuan dalam kehidupan bermasyarakat, ADALAH pabean dan klasifikasi HS sebagaimana
yang dalam kaitannya dengan tulisan ini adalah PEJABAT BEA dimaksud dalam pasal 113B Undang-Undang
masyarakat kepabeanan, baik perilaku dan Nomor 17 tahun 2006 sebagai perubahan
DAN CUKAI


sikap tindak pejabat pabean itu sendiri maupun Undang-Undang Nomor 10 tahun 1995 tentang
para pemakai jasa kepabeanan yang perlu Kepabeanan.
dibangun/ diperbaharui sesuai dengan perkem- Dari awal pembahasan proses kelahiran
bangan tata nilai di masyarakat terutama sekali pasal 113B ini memang sangat alot terutama
lagi dalam menyikapi maraknya pelanggaran kepabeanan dalam pembahasan-pembahasan intern anggota tim
yang berdampak pada perkembangan industri dalam perundang-undangan itu sendiri. Sesungguhnya pasal ini
negeri, bertambahnya pengangguran, serta perekonomian diadopt dari pasal 36A Undang-Undang Nomor 16 Tahun
nasional kita. 2000 yang ditetapkan pada tanggal 2 Agustus 2000, yang
Dengan diundangkannya Undang-Undang Nomor 17 merupakan Perubahan Kedua Atas Undang-Undang
tahun 2006 sebagai perubahan Undang-Undang Nomor Nomor 6 Tahun 1983 Tentang Ketentuan Umum Dan Tata
10 tahun 1995, didalamnya telah dimasukkan sanksi Cara Perpajakan yang intinya memberikan sanksi kepada
terhadap pejabat Bea Cukai dalam hal seorang pejabat pejabat Direktorat Jenderal Pajak apabila dalam
bea cukai melakukan perbuatan yang mengakibatkan be- menetapkan pajak terjadi kerugian negara. Adapun bunyi
lum terpenuhinya pungutan negara, dan untuk itu pejabat lengkap pasal 36A tersebut sebagai berikut :

EDISI 392 JULI 2007 WARTA BEA CUKAI 65


OPINI

“Apabila petugas pajak dalam menghitung atau Jelas bahwa meskipun Undang-Undang Nomor 10
menetapkan pajak tidak sesuai dengan Undang- tahun 1995 sebagaimana dirubah dengan Undang-
Undang perpajakan yang berlaku sehingga merugikan Undang Nomor 17 tahun 2006 menganut asas self
negara, maka petugas pajak yang bersangkutan dapat assessment, ternyata undang-undang masih menganggap
dikenakan sanksi sesuai dengan ketentuan peraturan perlu dilakukannya penetapan oleh pegawai (official
perUndang-Undangan yang berlaku.” assessment) yang dilakukan dalam waktu 30 (tiga puluh)
hari sejak tanggal pemberitahuan pabean, hal ini
Mengingat Undang-Undang Kepabeanan adalah dimaksudkan sebagai kontrol (preventive check) terhadap
merupakan bagian dari hukum fiskal maka berdasarkan diberlakukannya asas self assessment tersebut, yang
asas konkor dan ketentuan dalam Undang-Undang dilakukan oleh pejabat bea cukai sembari melakukan
Perpajakan tersebut kemudian diserap/diterapkan dalam pelayanan kepabeanan.
Undang-Undang Kepabeanan, meskipun banyak yang pro Sebagaimana dinyatakan dalam penjelasan terhadap
dan kontra pada waktu itu akhirnya jadilah substansi kedua ayat tersebut bahwa, Penetapan tarif dan nilai
pasal tersebut sebagai peraturan yang wajib ditaati, atau pabean atas pemberitahuan pabean secara self
dengan kata lain bahwa pasal itu akhirnya lahir juga assesment hanya dilakukan dalam hal tarif dan nilai
sebagai hukum positif kita, dan dengan telah disetujuinya pabean yang diberitahukan berbeda dengan tarif yang
oleh DPR dan telah diundangkan dalam Lembaran ada dan/atau nilai pabean barang yang sebenarnya
Negara, maka pasal tersebut sudah merupakan aturan sehingga:
yang mengikat bagi seluruh rakyat Indonesia.
Memang apabila dilihat secara sekilas, nampaknya a. Terdapat kekurangan pembayaran bea masuk apabila
pasal tersebut merupakan momok yang sangat pejabat bea cukai menetapkan tarif dan/atau nilai
menakutkan bagi pejabat bea cukai dalam menjalankan pabean lebih tinggi dari yang diberitahukan; atau
tugasnya, terutama bagi PFPD yang merupakan pejabat b. Terdapat kelebihan pembayaran bea masuk apabila
di front line yang tugas sehari-harinya harus melakukan pejabat bea cukai menetapkan tarif dan/atau nilai
penetapan terhadap pengklasifikasian tarif (nomor HS) pabean lebih rendah dari yang diberitahukan.


dan penetapan nilai pabean secara Penjelasan pasal 16 ayat (1) dan
cepat, sebagaimana tercantum dalam (2) yang secara eksplisit menjelaskan
judul tulisan ini. Akankah kesalahan masih adanya official assessment
pegawai tersebut berakibat yang ber- adalah berbunyi sebagai berikut:
sangkutan dikenai sanksi sesuai bu- MEMANG DALAM UNDANG-
nyi pasal 113B tersebut? Ayat (1)
UNDANG KEPABEANAN TIDAK Yang dimaksud dengan penetapan
ASAS SELF ASSESSMENT DIKETEMUKAN KATA PFPD, KATA tarif sebelum penyerahan
Pada prinsipnya, bahwa Undang- pemberitahuan pabean yaitu
Undang Nomor 10 tahun 1995 seba-
PFPD ... IDENTIK DENGAN penetapan tarif yang dilakukan
gaimana dirubah dengan Undang- FRASA PEJABAT BEA DAN CUKAI terhadap importasi tertentu secara
Undang Nomor 17 tahun 2006 meng- official assesment.
anut asas self assessment. Ini berarti
YANG BERTUGAS MENGHITUNG
bahwa dalam menghitung atau mene- ATAU MENETAPKAN BEA MASUK Ayat (2)
tapkan bea masuk atau bea keluar Yang dimaksud dengan penetapan
ATAU BEA KELUAR


Undang-Undang menyerahkannya ke- nilai pabean sebelum penyerahan
pada si pemberitahu, dalam hal ini pemberitahuan pabean yaitu
importir maupun eksportir yang ber- penetapan nilai pabean yang
sangkutan. Namun demikian ada be- dilakukan terhadap importasi tertentu
berapa hal yang masih diperlukan berkenaan dengan asas seperti impor sementara, barang penumpang, atau
official assessment, misalnya terhadap barang-barang barang kiriman secara official assesment.
yang dikirim melalui pos maupun barang-barang yang
dikirim melalui perusahaan jasa titipan, serta barang- Karena Undang-Undang Nomor 10 tahun 1995
barang penumpang dan pelintas batas, bahkan Undang- sebagaimana dirubah dengan Undang-Undang Nomor 17
Undang juga secara eksplisit menyatakan bahwa impor tahun 2006 juga menganut asas keadilan oleh karenanya
sementara dapat memakai official assessment (lihat apabila atas penetapan pejabat bea cukai tersebut dirasa
penjelasan pasal 16 ayat (1) dan (2)). kurang memenuhi rasa keadilan, maka si pemberitahu
Apabila dalam Undang-Undang Kepabeanan berlaku (importir), diberikan kesempatan untuk mengajukan
asas self assessment, kenapa pasal 113B masih keberatan, hal ini diatur pada ayat (3)-nya sebagai
diperlukan? Apakah pasal tersebut hanya diberlakukan berikut:
terhadap barang-barang yang dikirim melalui pos “Dalam hal penetapan sebagaimana dimaksud pada
maupun barang-barang yang dikirim melalui perusahaan ayat (1) dan/atau ayat (2) mengakibatkan kekurangan
jasa titipan, barang-barang penumpang, barang impor pembayaran bea masuk kecuali importir
sementara, dan pelintas batas? mengajukan keberatan sebagaimana dimaksud
dalam Pasal 93 ayat (1), importir wajib melunasi bea
Untuk melakukan pembahasan lebih lanjut marilah kita masuk yang kurang dibayar sesuai dengan
baca pasal 16 ayat (1) dan (2) bagian ketiga tentang penetapan”.
Penetapan Tarif dan Nilai Pabean yang berbunyi :
Demikian pula halnya apabila penetapan pejabat bea
(1) Pejabat bea dan cukai dapat menetapkan tarif cukai mengakibatkan kelebihan pembayaran, atas
terhadap barang impor sebelum penyerahan kelebihan pembayaran tersebut dapat dilakukan
pemberitahuan pabean atau dalam waktu 30 (tiga pengembalian, hal ini diatur pada ayat (5) yang berbunyi
puluh) hari sejak tanggal pemberitahuan pabean. sebagai berikut:
(2) Pejabat bea dan cukai dapat menetapkan nilai pabean “ Dalam hal penetapan sebagaimana dimaksud pada
barang impor untuk penghitungan bea masuk sebelum ayat (1) dan/atau ayat (2) mengakibatkan kelebihan
penyerahan pemberitahuan pabean atau dalam waktu pembayaran bea masuk, pengembalian bea masuk
30 (tiga puluh) hari sejak tanggal pemberitahuan pabean. dibayar sebesar kelebihannya”.

66 WARTA BEA CUKAI EDISI 392 JULI 2007


Maksud penulis mencantumkan bunyi pasal 16 ayat Apabila dikaji secara seksama tersurat bahwa untuk
(3) adalah agar dipahami bahwa keputusan pejabat di dituntut berdasarkan pasal ini, harus ada 2 (dua)
front line yang oleh undang-undang diberi waktu paling akumulasi unsur delik yaitu :
lama 30 hari adalah tidak selalu merupakan suatu
keputusan yang bersifat final artinya, bahwa putusan pe- 1. pejabat bea dan cukai dalam menghitung atau
jabat tersebut apabila dirasakan kurang adil/ merugikan menetapkan bea masuk atau bea keluar terbukti
pihak importir atau eksportir, maka hal tersebut dapat tidak sesuai dengan ketentuan dalam Undang-
diajukan keberatan sesuai ketentuan. Perihal keputusan Undang ini; dan
yang bersifat final ini penting untuk dipahami karena 2. atas perhitungan atau penetapan pejabat tersebut
apabila suatu kasus yang menyangkut masalah butir 1 terbukti mengakibatkan belum terpenuhinya
kepabeanan karena satu dan lain hal digeser menjadi pungutan negara
permasalahan yang masuk ke ranah Hukum Administrasi
Negara, maupun Hukum Pidana, maka yang dipakai Dengan demikian secara gramatical interpretasi
sebagai pedoman adalah suatu keputusan yang sudah apabila pejabat bea dan cukai dalam menghitung atau
punya kekuatan hukum yang tetap (in kracht van menetapkan bea masuk atau bea keluar terbukti tidak
gewijsde). sesuai dengan ketentuan dalam undang-undang ini;
Apabila perselisihan (dispute) mengenai masalah akan tetapi atas perhitungan atau penetapan pejabat
penetapan tarif dan/atau nilai pabean tersebut karena tersebut butir 1 tidak terbukti mengakibatkan belum
satu dan lain hal menjadi permasalahan yang terpenuhinya pungutan negara, atau dengan kata lain
menyangkut ranah Hukum Administrasi Negara, maka bahwa pungutan negara telah terpenuhi, maka tehadap
tetap akan diperlukan adanya suatu Keputusan Pejabat pegawai tersebut tidak dapat dikenai sanksi berdasarkan
Administrasi Negara yang bersifat konkrit, individual dan pasal ini.
final yang menjadi prasyarat adanya gugatan ke Demikian pula halnya apabila pejabat bea dan cukai
peradilan Administrasi Negara. Dan apabila menyangkut dalam menghitung atau menetapkan bea masuk atau bea
Hukum Pidana maka akan diperlukan adanya suatu keluar telah sesuai dengan ketentuan dalam Undang-


kebenaran yang hakiki (kebenaran materiel) Undang ini; akan tetapi atas perhitungan atau
oleh karenanya perlu dikenal adanya suatu penetapan pejabat tersebut butir 1 terbukti
keputusan mengenai penetapan nilai pabean mengakibatkan belum terpenuhinya
dan penetapan klasifikasi (HS) yang telah pungutan negara, maka tehadap pegawai
mempunyai keputusan hukum yang tetap. APABILA DALAM tersebut juga tidak dapat dikenai sanksi
Keputusan hukum yang tetap tersebut UNDANG-UNDANG berdasarkan pasal ini, akan tetapi dalam hal
akan dipakai sebagai sarana penguji apakah demikian pejabat tersebutlah yang harus
suatu keputusan pejabat bea dan cukai yang KEPABEANAN membuktikan bahwa penghitungan dan/atau
bertugas menghitung atau menetapkan bea penetapan yang dilakukan tersebut telah
masuk atau bea keluar telah sesuai/ tidak
BERLAKU ASAS benar-benar sesuai dengan ketentuan
sesuai dengan undang-undang ini sehingga SELF ASSESSMENT, dalam Undang-Undang Kepabeanan serta
mengakibatkan belum/ sudah terpenuhinya peraturan pelaksanaannya. Jadi beban
pungutan negara, sebagaimana disyaratkan
KENAPA PASAL pembuktiannya (burden of proof) ada pada
dalam ketentuan pasal 113B. 113B MASIH pejabat bea cukai tersebut apabila ia
mendalilkan bahwa dalam menetapkan bea
DIPERLUKAN?


PELANGGARAN MACAM APA YANG DAPAT masuk atau bea keluar telah dilakukan
DITUNTUT BERDASARKAN PASAL 113B sesuai dengan ketentuan dalam Undang-
TERSEBUT ? Undang ini.
Namun apabila dalam kasus yang sama
Pasal 113B itu sendiri berbunyi sebagai berikut : penyidik menuduh bahwa pejabat tersebut dalam
“Apabila pejabat bea dan cukai dalam menghitung menetapkan bea masuk atau bea keluar dilakukan tidak
atau menetapkan bea masuk atau bea keluar tidak sesuai dengan ketentuan dalam Undang-Undang ini,
sesuai dengan Undang-Undang ini sehingga maka penyidik harus membuktikan hal tersebut sehingga
mengakibatkan belum terpenuhinya pungutan negara, beban pembuktiannya (burden of proof) ada pada
pejabat bea dan cukai dikenai sanksi sesuai dengan penyidik. Dalam persidangan, hakim setelah
ketentuan peraturan perUndang-Undangan yang mendengarkan keterangan dari saksi ahli akan
berlaku.” menetapkan pihak mana yang benar dan pihak mana
yang salah.
Dalam pasal 113B ini jelas bahwa subjek hukumnya Untuk dituntut telah melanggar ketentuan pasal 113B
adalah pejabat bea dan cukai, tindakan yang dilarang Undang-Undang Nomor 17 tahun 2006 sebagai
adalah menghitung atau menetapkan bea masuk atau bea perubahan Undang-Undang Nomor 10 tahun 1995
keluar tidak sesuai dengan Undang-Undang ini, dan sebagaimana telah kami terangkan diatas, seorang
berakibat belum terpenuhinya pungutan negara, pejabat bea cukai harus memenuhi kedua unsur delik
sedangkan sanksi yang dijatuhkan atas pelanggaran tersebut secara akumulatif, artinya bahwa kedua unsur
tersebut adalah sesuai ketentuan hukum yang berlaku, delik sebagaimana dirumuskan dalam pasal 113B
jadi tergantung dari hasil penyidikannya, bisa saja dalam tersebut harus terpenuhi. Kata “dan” merupakan kata
kasus tersebut diterapkan ketentuan dalam undang- kunci (key word) bahwa delik tersebut bersifat kumulatif.
undang lain selain Undang-Undang Nomor 10 tahun 1995 Lain halnya dengan delik yang bersifat alternatif, yang
Tentang Kepabeanan sebagaimana dirubah dengan perumusannya ditandai dengan kata “atau” yang
Undang-Undang Nomor 17 tahun 2006. merupakan key word bahwa suatu delik bersifat
Dalam teori hukum, delik pasal 113B merupakan delik alternatif. Dalam delik alternatif, apabila suatu delik
hukum yang materiel atau disebut delik materil, yang pidana terdiri dari beberapa unsur delik yang dipisahkan
artinya bahwa unsur delik tersebut baru dapat diterapkan oleh kata “atau”, maka apabila salah satu unsur dari delik
atau suatu delik materiel baru dianggap selesai apabila tersebut dipenuhi maka delik tersebut sudah dianggap
telah menimbulkan suatu akibat yang dilarang oleh rampung. (Bersambung)
Undang-Undang. Dalam pasal ini akibat yang dilarang Penulis adalah pengamat masalah bea cukai,
tersebut adalah belum terpenuhinya pungutan negara. sekarang menjabat sebagai Inspektur Bidang VII pada Itjen Depkeu

EDISI 392 JULI 2007 WARTA BEA CUKAI 67


OPINI


KONSEKUENSI
DARI PADA

Customs
PENERAPAN GVA,
SEPANJANG BISA
Oleh: DIBUKTIKAN,
Nasir SEMUA HARGA

Valuation :
Adenan TRANSAKSI
HARUS DITERIMA,
BERAPAPUN
NILAINYA

SEKEDAR OTOKRITIK
(BUKAN OTOKRATIK) KONTRIBUTIF


P
erbedaan pendapat mengenai nilai pabean, BRUSSELS DEFINITION OF VALUE (BDV)
sebagai sebuah masalah klasik, akan selalu Sejak tahun 1950-an, beberapa negara menetapkan
mengemuka dan akan selalu menjadi perdebatan bea masuk berdasarkan The Brussels Definition of Value
panjang diantara para “ahli” nilai pabean. Nilai (BDV). Dalam metode ini, nilai pabean barang impor
pabean, secara umum, juga dapat digunakan ditetapkan berdasarkan harga (pasar) normal, yang
sebagai hambatan bagi perdagangan lintas negara. didefinisikan sebagai “the price that a good would fetch
Tahun 1923, konvensi internasional mengenai simplifikasi in an open market between a buyer and seller indepen-
formalitas kepabeanan, untuk pertama kalinya sepakat dent of each other (harga yang terjadi/dicapai di pasar
membuat peraturan mengenai transaksi-transaksi antar antara pembeli dan penjual yang tidak saling mengenal)”.
negara yang terjadi. Penyimpangan-penyimpangan harga akan diterima/
Pada tahun 1948, setahun setelah GATT terbentuk, 13 dipertimbangkan jika harga yang diberitahukan lebih
negara Eropa mengadakan konferensi untuk membahas tinggi dari harga yang ada dalam daftar (daftar harga/


berbagai masalah, termasuk nilai pabean. Sa- listed value).
lah satu hasil penting yang disepakati dalam Sedangkan, variasi harga-harga yang lebih
pertemuan tersebut adalah membuat draft The rendah dari daftar harga hanya
Brussels Convention on Valuation, yang dipertimbangkan/diterima jika lebih rendah
kemudian menghasilkan Brussels Definition of maksimum 10% dari daftar harga. Metode ini
Value (BDV). Lebih kurang dua dekade ke-
PELANGGARAN menimbulkan ketidak puasan bagi para
mudian terbentuk kesepakatan GATT Valuation NILAI PABEAN ITU pedagang dan pengusaha jasa, karena
Agreement (GVA) sebagai penerapan alterna- perubahan harga dan competitive advantage
tif nilai pabean. BUKAN HANYA perusahaannya tidak tercermin dalam daftar
Sistim nilai pabean, baik BDV maupun GVA, UNDERINVOICING, harga tersebut. Harga produk-produk baru dan
hanya diterapkan untuk barang impor dengan
melakukan pungutan bea masuk berdasarkan MELAINKAN JUGA langka sering tidak muncul dalam daftar
harga, sehingga menimbulkan kesulitan untuk
bea advalorem, tidak berlaku untuk bea spesi- OVERINVOICING menetapkan harga normal-nya.


fik (karena untuk bea spesifik, nilai pabeannya Oleh karena itu, dibutuhkan suatu metode
tidak perlu ditetapkan). Namun, GVA harus nilai pabean yang lebih fleksibel, adil, netral
diterapkan secara hirarki berdasarkan dan seragam untuk mengharmoniskan semua
tahapan-tahapannya. GVA akan menjadi rumit sistem yang ada, yang disesuaikan dengan
jika penerapannya dikondisikan dengan penambahan ber- realita perdagangan.
bagai persyaratan.
AGREEMENT ON IMPLEMENTATION OF ARTICLE VII OF
PASAL VII GATT THE GATT (TOKYO ROUND VALUATION CODE)
Pasal VII The General Agreement on Tariffs and Trade The Agreement on Implementation of Article VII of the
meletakkan prinsip-prinsip umum bagi sistim nilai pabean GATT, dulu lebih dikenal dengan The Tokyo Round
internasional. Pasal ini menjelaskan bahwa nilai pabean Valuation Code, disepakati pada tahun 1979.
barang impor harus didasarkan pada nilai aktual/harga Kesepakatan ini menentukan suatu sistim yang positif
sebenarnya dari barang impor bersangkutan, bukan berda- (positive concept) bagi penetapan nilai pabean, yakni
sarkan harga barang dalam negeri atau bukan ditetapkan berdasarkan “harga transaksi”, yaitu “the price actually
secara fiktif maupun sewenang-wenang. Meskipun paid or payable (harga sebenarnya dibayar atau dapat
Pasal VII memberikan definisi mengenai “nilai aktual/ dibayar)” bagi barang impor. Ini yang membedakan dari
harga sebenarnya”, namun pasal ini juga memungkinkan “notional concept” yang digunakan dalam the Brussels
penggunaan metode yang berbeda untuk menetapkan Definition of Value (BDV).
nilai pabean barang impor. Dengan usainya Putaran Uruguay, pada tahun 1994,

68 WARTA BEA CUKAI EDISI 392 JULI 2007


The Tokyo Round Code diganti dengan the WTO Agree- an maksimal, yaitu biasanya dengan membeli barang-ba-
ment on Implementation of Article VII of the GATT 1994. rang diskon pada akhir musim, barang-barang “cuci
Karena kesepakatan-kesepakatan dalam Putaran tersebut gudang” atau “reject”.
diadopsi secara “single undertaking”, maka pada Barang-barang produksi China, kadang-kadang dijual
prinsipnya, kandungan WTO Agreement adalah sama dengan harga luar biasa murah, tidak rasional, tapi itulah
dengan Tokyo Round Valuation Code, yang hanya berlaku yang dimaksud dengan realita perdagangan internasional
untuk barang impor. (karena berfluktuasinya harga merupakan bagian dari
perdagangan internasional). Produk-produk empat musim
NILAI TRANSAKSI pun akan dijual dengan harga diskon berkisar 30 – 50% pada
Kesepakatan diatas menjelaskan bahwa penetapan akhir musim (harga barang yang sama akan lebih mahal
nilai pabean, kecuali dalam kondisi tertentu, harus pada awal musim dibandingkan harganya pada akhir musim).
berdasarkan “actual price/harga sebenarnya” dari barang Barang-barang “cuci gudang” pun akan dijual dengan harga
impor, yang umumnya tercantum dalam invoice. Actual diskon yang tinggi, apalagi barang-barang “reject.”
price/harga sebenarnya ini, setelah disesuaikan dengan Karena seluruh produk yang diproduksi bersamaan, -
persyaratan dalam pasal 8 GVA, adalah sama dengan hanya karena beberapa unit di reject-, maka seluruh produk
nilai transaksi, yang merupakan metode pertama dan akan dijual dengan potongan harga yang tinggi, misalnya
yang paling penting didalam Kesepakatan Penerapan keramik dari China. Selain itu, alasan pemberian fleksibilitas
Pasal VII GATT 1994 dimaksud. Penggunaan metode selama “90 hari (ninety days)” untuk penerapan metode “fall-
berikutnya hanya digunakan jika tidak ada transaksi jual- back” kemungkinan mempertimbangkan jangka waktu musim
beli (no sale available). yang berlaku ( setiap musim/season, normalnya, berlangsung
selama tiga bulan), wallahualam.
HARGA PATOKAN = MINIMUM CUSTOMS VALUE ?
Sejak lama ada beberapa pertanyaan yang muncul, OVERINVOICING
salah satunya mempertanyakan apakah harga minimum Perlu diketahui juga bahwa pelanggaran nilai pabean


sama dengan harga patokan atau apa yang itu bukan hanya underinvoicing,
dimaksud dengan harga patokan ataupun melainkan juga overinvoicing. Selama ini
harga minimum (minimum customs value), ketentuan yang dibuat hanya terfokus
karena pengertiannya tidak dijelaskan untuk mengatasi underinvoicing,
secara rinci baik dalam BDV maupun da- DIBUTUHKAN SUATU sedangkan untuk overinvoicing belum
lam GVA. Secara umum, harga patokan ada rambu-rambu yang menganggap
lebih sering dikaitkan dengan BDV METODE NILAI PABEAN bahwa suatu nilai transaksi merupakan
sedangkan harga minimum merupakan sa- YANG LEBIH FLEKSIBEL, overinvoicing.
lah satu dari “7 dosa” dalam metode fall- Overinvoicing memberikan peluang
back (metode ke-6) GVA yang tidak boleh ADIL, NETRAL DAN bagi perusahaan-perusahaan
digunakan. SERAGAM UNTUK multinasional (umumnya perusahaan-
Pengertian patok (peg), didalam kamus perusahaan bonafide) untuk menghindari
bahasa, adalah alat untuk memberikan MENGHARMONISKAN pajak (penghasilan), yakni dengan
batas, sehingga tidak dapat melebihi batas SEMUA SISTEM YANG melakukan transfer pricing atau transfer
ataupun mengurangi batas yang ditentu- keuntungan. Caranya, dengan ilustrasi
kan. Sebagai contoh, harga barang “X” di ADA, YANG DISESUAIKAN sederhana berikut ini, perusahaan induk
patok sebesar “P” rupiah, sehingga tidak DENGAN REALITA di luar negeri menjual bahan baku
bisa menjadi “P minus” ataupun “P plus” kepada anak perusahaan di Indonesia
rupiah (dengan kata lain disebut sebagai PERDAGANGAN. dengan harga yang lebih tinggi (misal :


harga patokan). Kecuali ada toleransi biasanya dengan harga “P + 10”,
yang ditetapkan. Namun, manakala tole- sedangkan harga normal adalah “P”).
ransi diberikan, misal : harga barang “X” Kemudian setelah bahan baku tersebut
adalah sebesar “P” rupiah, dan harga ter- diproses di Indonesia, diekspor kembali
sebut masih dianggap wajar jika diberikan toleransi mak- dengan harga (biasanya underinvoicing) ke negara
simum 10% lebih rendah, sehingga harganya menjadi ”P pengimpor, misalnya dengan harga “P+12” (dimana harga
minus 10%”, maka harga toleransi ini berubah menjadi di negara pengimpor adalah “P+15”). Dengan demikian
harga minimum. Artinya, harga tersebut akan diterima pajak penghasilannya akan dipungut berdasarkan profit
karena lebih rendah tidak melebihi toleransi 10%. sebesar “2”, dimana seharusnya dipungut berdasarkan
Dengan kata lain harga minimum tidak sama dengan profit sebesar “12”.
harga patokan. Sejak menganut sistim BDV, pengertian Disamping itu, perusahaan ini juga mendapatkan
minimum price/minimum customs value yang dipahami keuntungan dari penjualan underinvoicing-nya. Tidak
selama ini adalah sama dengan harga patokan (sebagai- heran jika instansi pajak selama ini mengeluhkan bahwa
mana tercantum dalam pasal 15 UU No.10/1995). mereka “babak belur” karena tidak adanya ketentuan
Dalam ketentuan nilai pabean yang kita terapkan saat ini, yang membantu mendeteksi dini overinvoicing pada saat
nilai pabean dikategorikan wajar jika nilai pabean yang importasi.
diberitahukan adalah sama, lebih rendah maksimal 5% atau
lebih besar dari harga barang identik pada DBH I (baca: PEDOMAN PENERAPAN DATABASE HARGA NASIONAL WCO
daftar harga). Dengan kata lain, menurut pemahaman di atas, Didalam pedoman penerapan database harga
untuk yang lebih rendah maksimal 5% adalah sama dengan nasional yang dikeluarkan WCO sangat jelas
harga minimum (minimum customs value). mengharamkan (melarang) :

TOLERANSI - penggunaan database harga untuk menetapkan nilai


Pemberian toleransi sebesar maksimum 5% dibawah barang impor sebagai nilai pengganti/substitusi
daftar harga (DBH), juga perlu ditinjau kembali, karena barang impor atau sebagai mekanisme untuk
tidak mempertimbangkan barang-barang yang diimpor menentukan nilai minimum,
dari negara-negara yang mempunyai empat musim (four - menolak harga yang diberitaukan semata-mata
seasons) dan faktor lainnya. Kebiasaan pedagang adalah berdasarkan adanya perbedaan antara harga yang
memanfaatkan modal yang ada untuk mencari keuntung- diberitahukan dengan harga pada database,

EDISI 392 JULI 2007 WARTA BEA CUKAI 69


OPINI

Iklan
- penggunaan database harga sebagai pengganti
mekanisme tehnis lain, seperti audit, dengan tujuan
untuk menilai kebenaran atau akurasi harga yang
diberitahukan

Selain itu dijelaskan bahwa database harga hanya


boleh digunakan sebagai “a risk assessment tool”.

PENUTUP
Ketentuan nilai pabean dalam UU No.10/1995
seyogyanya dibaca bersama-sama dengan UU No.7/
Keluarga
Mulai edisi Juni 2007, Majalah Warta Bea Cukai
1994, karena UU No.7/1994 ini mengadopsi secara utuh
seluruh kesepakatan dalam GATT/1994 dan kesepakatan menyediakan halaman untuk mempublikasikan
lainnya.
Dalam pasal 15 UU No.10/1995, pengertian minimum Iklan Keluarga khusus bagi keluarga besar,
customs value dalam The Agreement on Implementation kerabat atau pensiunan pegawai DJBC di
of Article VII of GATT, diterjemahkan sebagai harga
patokan, yang menurut pemahaman diatas dijelaskan seluruh Indonesia tentang :
bahwa harga minimum bukan harga patokan. Pasal ini
juga melarang penetapan nilai pabean berdasarkan harga
patokan (baca : minimum customs value). u PERNIKAHAN
Berbeda dengan BDV yang menerapkan harga normal
dan menghalalkan harga minimum (lebih rendah tidak u KELAHIRAN ANAK
melebihi 10% dari daftar harga) dan menerima semua u UCAPAN TERIMA KASIH
harga yang melebihi daftar harga, maka GVA menetapkan
nilai pabean berdasarkan harga transaksi dan u UCAPAN DUKA CITA
mengharamkan penggunaan harga minimum. u INFORMASI LAINNYA
Sebenarnya, penerapan GVA adalah untuk
memberikan suatu metode nilai pabean yang lebih
fleksibel, adil, netral dan seragam untuk Dengan memasang iklan keluarga di majalah
mengharmoniskan semua sistem yang ada, sesuai Warta Bea Cukai ini, apapun informasi anda
dengan realita perdagangan (internasional). tentang keluarga bisa sampai kepada kerabat
Konsekuensi dari pada penerapan GVA, sepanjang anda, dengan harga yang cukup terjangkau
bisa dibuktikan, semua harga transaksi harus diterima, seperta tabel berikut :
berapapun nilainya. Disamping itu, penerapan metode
penetapan harga, baik dalam UU Kepabeanan maupun UKURAN HARGA
dalam GVA, harus dilakukan secara hirarki (kecuali untuk
metode IV dan metode V, yang bisa dipertukarkan Halaman Cm Hitam/Putih Berwarna
penerapannya). Dengan kata lain, tidak boleh
menerapkan metode lain sebelum menerapkan metode I 1 21x28 2.000.000 3.000.000
terlebih dahulu, apapun alasannya. Artinya, merupakan 1/2 14x21 1.000.000 1.500.000
penyimpangan jika terhadap barang impor langsung
diterapkan metode II dan seterusnya. 1/4 10x14 500.000 750.000
Pemberian toleransi dibawah dan diatas data harga 1/8 7x10 300.000 500.000
(DBH, baca: daftar harga) membuat penerapan nilai
pabean dalam GVA tak ubahnya serupa dengan
penerapan nilai pabean dalam BDV, yakni penerapan
harga minimum yang sebenarnya dalam Kesepakatan
Mengimplementasikan Pasal VII GATT merupakan “dosa”
yang tidak boleh diterapkan. Kalaupun harus berbuat 1/2 Halaman
“dosa”, toleransi harga seharusnya diberikan bukan 14 x 21
hanya sebesar 5%, sebaiknya mempertimbangkan faktor-
faktor seperti antara lain; empat musim, potongan harga
”cuci gudang”, dan obral barang reject (hot-stuff) yang
ada di negara pemasok /pengekspor. 1 Halaman
Pemberian instruksi penerapan database harga juga 21 x 28
1/8
harus jelas, sehingga petugas di lapangan tidak Halaman
menyalahartikan DBH I sebagai harga minimum, yang 1/4 7 x 10
dibuat rujukan oleh petugas untuk menetapkan harga Halaman
substitusi atau harga minimum. 10 x 14
Untuk mengatasi overinvoicing, yang juga berarti
membantu instansi pajak, pemberian toleransi diatas
harga sebaiknya ditetapkan toleransi maksimumnya,
yang besarannya dapat dikoordinasikan dengan instansi
pajak. Untuk itu perlu memberikan perhatian lebih kepada
perusahaan multinasional (biasanya perusahaan jalur Materi iklan disediakan dan diserahkan pemasang paling lambat
prioritas/hijau) akan kemungkinan adanya overinvoicing tanggal 15 untuk penerbitan bulan berikutnya ke alamat redaksi
yang dilakukan. Overinvoicing memang dapat dan pembayaran bisa ditransfer ke rekening Warta Bea Cukai
meningkatkan penerimaan negara dari bea masuk. Tetapi sesuai pada kolom redaksi.
sebaliknya, secara signifikan dapat mengurangi
penerimaan negara dari pajak. Informasi hubungi :
Penulis adalah Kepala Kantor Wilayah VIII DJBC Jakarta II Wirda, telp (021) 47865608, 47860504 fax (021) 4892353

70 WARTA BEA CUKAI EDISI 392 JULI 2007


RENUNGAN ROHANI


DENGAN MEMAHAMI
TAKDIR, ORANG ISLAM

Tawakal
SESUNGGUHNYA
TIDAK BOLEH PASIF,
TETAPI HARUS AKTIF
DALAM BERBUAT…

dan Takdir ”
Terminologi tawakal dan takdir merupakan dua buruk panggilan ialah (panggilan0 yang buruk sesudah iman dan
istilah yang sering dijumpai dalam ilmu akidah. barang siapa yang tidak bertaubat, maka mereka itulah orang-
orang yang zalim)”, (QS. Al-Hujarat (49):11).

T
Ayat ini membicarakan tentang tata cara bertutur kata. Di
awakal berarti menyerahkan diri secara pasrah kepada dalam ayat itu, terdapat petunjuk Allah yang berbentuk larangan.
Allah SWT, baik dalam sikap dan perilaku, maupun Jika larangan itu dilanggar maka ada akibatnya, yakni seperti
situasi dan kondisi. Penyerahan diri seorang muslim yang terjadi di negara kita saat ini. Penyebab yang
sering diikrarkan terutama ketika shalat, yakni dengan mengakibatkan kekacauan ini sesungguhnya adalah ucapan-
mengucapkan “sesungguhnya shalatku, ibadahku, ucapan yang tidak terkendali. Dengan demikian, hubungan antara
hidup dan matiku itu diserahkan kepada Allah SWT”. ketidakpatuhan terhadap larangan Allah dengan akibat yang
Sedangkan takdir adalah ketentuan Allah. Ketentuan Allah itu terjadi itu adalah takdir.
ada yang berbentuk permanen dan ada yang tidak permanen. Firman Allah berikut membicarakan tentang metode
Dalam ilmu tauhid, ketentuan yang berbentuk permanen disebut dalam berbicara, “Maka disebabkan rahmat dan Allah-lah ka-
taqdir ittirariyah, yaitu suatu ketetapan yang tidak ada sedikitpun mu berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu
dipengaruhi oleh makhluk. Contoh takdir model ini diperlihatkan bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauh-
oleh SWT dalam QS. Yasin (36), “Matahari itu berjalan di tempat kan diri dari sekelilingmu. Karena itu maafkanlah mereka,
peredarannya. Demikianlah ketetapan Yang Maha Perkasa lagi mohonkanlah ampun bagi mereka dan bermusyawarahlah
Maha Mengetahui” (QS. Yasin (36):38). Pada tubuh manusiapun, dengan mereka dalam urusan itu. Kemudian apabila kamu
ada taqdir ittirariyah, misalnya rambut di atas kepala itu bisa telah membulatkan tekad, maka bertawakallah kepada Allah.
panjang sementara rambut di atas mata (alis mata) tidak bisa Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakal
panjang. Itu adalah ketetapan Allah, sehingga jika diberi obat kepada-Nya:. (QS. Ali Imran (3):159).
apapun, alis itutidak akan panjang seperti halnya rambut di atas Al-Quran juga mengajarkan tentang makan. “Makan dan
kepala. minumlah dan jangan berlebih-lebihan, sesungguhnya Allah tidak
Takdir yang kedua, takdir yang tidak permanen, disebut takdir menyukai orang-orang yang berlebihan”. (QS.al-A’raf(7):31). Ayat
ikhtiyariyah, yakni sebuah ketentuan yang memungkinkan kita ini berisi larangan, yakni larangan makan dengan berlebihan. Jika
bisa menghindar atau menerimanya, dengan cara diusahakan. itu dilanggar tentu ada akibatnya, yakni orang yang banyak
Kita bisa mendapatkan kebaikan atau tidak, itu tergantung pada makan berpotensi menyimpan penyakit. Begitupun sebaliknya,
usaha yang dilakukan. Contoh takdir ini adalah beberapa firman jika tidak cukup makan, maka badan menjadi kurus kering dan
Allah SWT berikut. “Jika kamu berbuat baik (berarti) kamu berpotensi mengidap penyakit TBC.
berbuat baik bagi dirimu sendiri dan jika kamu berbuat jahat, Dengan memahami ayat-ayat di atas, kehidupan orang
maka (kejahatan) itu bagi dirimu sendiri”, (QS. Al-Isra (17):7). beragama sejatinya tidak boleh lepas dari ajaran Allah dan
“Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrahpun, rasul. Jika itu sudah dilakukan maka kita hendaknya
niscaya dia akan melihat (balasan)nya. Dan barang siapa yang bertawakal kepada Allah.
mengerjakan kejahatan seberat dzarrahpun, niscaya dia akan Tawakal memang gampang diucapkan akan tetapi,
melihat (balasan)nya pula”, (QS. Al-Zalzalah (99):7-8). prakteknya tidak mudah. Umpamanya, seorang ibu keluar rumah
“Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan sesuatu kaum dengan membaca “bismillahi tawakaltu alallah la hawla wala
sehingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka quwwata illa billah. Namun, sang ibu itu berpakaian seperti
sendiri”, (QS.al-Ra’d (13):11). peraga busana, dengan pakaian yang mewah dan tipis serta
menggunakan perhiasan mas yang mencolok. Bahkan ia
MANUSIA ITU TERBATAS menggunakan kendaraan metro mini. Contoh ini mengindikasikan
Dengan memahami takdir, orang Islam sesungguhnya tidak bahwa antara kenyataan dan doanya itu bertolak belakang,
boleh pasif, tetapi harus aktif dalam berbuat. Sesungguhpun sehingga dimungkinkan doanya itu tidak dikabulkan.
demikian, perlu diingat bahwa perbuatan manusia itu terukur, Di masa akhir hidupnya, Rasulallah SAW pernah bersabda
mulai dari merencanakan sampai pelaksanaan. Bahkan dengan suara terbata-bata, “Aku tinggalkan kalian, dua harta
perkataan manusiapun terukut. Allah SWT berfirman, “Hai orang- pusaka. Kalian tidak akan tersesat selama-lamanya selagi kalian
orang yang beriman, janganlah suatu kaum mengolok-olok kaum berpegang pada yang dua itu, yaitu al-Quran dan sunnahku.”
yang lain (karena) boleh jadi mereka (yang diolok-olok) lebih baik Merujuk hadits ini, sebagai penawar duka atas situasi dan kondisi
dari mereka (yang mengolok-olokkan) wanita-wanita lain yang dihadapi bangsa saat ini, kita semua secara keseluruhan
(karena) boleh jadi wanita-wanita (yang diperolok-olokkan) lebih dari rakyat paling bawah hingga paling atas, harus membaca dan
baik dari wanita (yang mengolok-olokkan) dan janganlah kamu mengamalkan al-Quran dan Hadits.
panggil memanggil dengan gelar-gelar yang buruk. Seburuk- Drs. H. Marsimin Manan/Titian Dak`wah

EDISI 392 JULI 2007 WARTA BEA CUKAI 71


RUANG INTERAKSI

Oleh: Ratna Sugeng

SELAMAT DATANG
Tahun Ajaran
Baru
Pilihan bidang dapat ditelusuri pada informasi tidak banyak, termasuk keterbatasan waktu belajar dan
di website, pengalaman anak atau orangtua berada di rumah.
Ia dipilihkan ibunya jurusan ilmu komunikasi di sebuah
lainnya, atau telah disiapkan sejak dini. perguruan tinggi swasta di Jakarta. Dua semester belajar
di perguruan tingghi ini, ia dipindahkan ibunya ke

B
perguruan tinggi dimana ibunya bekerja. Harapan ibunya ,
erakhirnya tahun ajaran 2005/2006, bermulanya ia akan lebih dapat mengelola waktu untuk dirinya belajar
tahun ajaran 2006/2007, membuat kesibukan luar ilmu komunikasi, berkembang dengan hobi fotografinya,
biasa bagi keluarga dilihat dari sisi ekonomi, dan tetap dekat dengan ibunya yang senantiasa
psikologi dan sosial. Masa ajaran baru bagi memantaunya. Ibunya juga memerlukan Dhana
anggota keluarga merupakan masa perubahan menemaninya dalam berbagai aktivitas yang mobilitasnya
besar, terutama bagi mereka yang meninggalkan sekolah tinggi.
lama dan mengharuskan mereka berada dalam tempat Dari cerita Dhana, Riza membentangkan faktor yang
belajar baru, mempunyai status baru dari pelajar menjadi mempengaruhi pemilihan jurusan studi, tempat studi,
mahasiswa. Tulisan dibawah ini hasil komunikasi dengan bahkan pengelolaan diri selama studi. Faktor tersebut
Dra. Riza Sarasvita, MSi, MHS, seorang psikolog yang meliputi :


aktif bekerja dengan remaja dan dewasa muda, 1. Finansial
tentang faktor apa saja yang mempengaruhi pe- 2. Keterpantauan
milihan tempat menimba ilmu. 3. Spesifikasi jurusan/bidang studi
Orangtua dan anak sebaiknya berkolaborasi 4. Peminatan
dan berdiskusi untuk mempertimbangkan banyak BEBERAPA 5. Fokus pada kebutuhan atau fokus pada
faktor dari kedua belah pihak sebelum sampai pengendalian
pada pemilihan. Persiapan dimulai saat anak la- ORANGTUA
hir, tumbuh dan berkembang. Amati secara MASIH SULIT FINANSIAL
seksama ciri kepribadian anak, bakat, minat, ke- Perhitungan finansial meliputi biaya masuk
mampuan adaptasi terhadap lingkungan. Persiap- DIGOYAHKAN studi, biaya tiap semester, lamanya studi, biaya
an lainnya adalah dukungan ekonomi dan mental GUNA hidup. Lamanya studi menjadi bahan
emosional orangtua menghadapi perubahan pertimbangan penting, selain menyangkut
gaya hidup anak yang diimbas oleh gaya hidup MENYETUJUI keuangan untuk biaya hidup serta studi, juga
lingkungannya. ANAK batas waktu investasi sejak anak sekolah
sampai ia mengambil alih roda bisnis atau
CERITA DHANA BERSEKOLAH penanggung jawab kelangsungan hidup
Dhana, laki-laki, anak kedua dari dua BERBAU SENI keluarga.


bersaudara. Ibunya seorang doktor dalam bidang Bagi cerita Dhana diatas, ibunya
hukum, ayahnya seorang auditor. Dhana tumbuh memperhitungkan masa kerja ayahnya yang
menjadi anak yang mudah bergaul, pernah terpi- pensiun, ibu yang tinggi mobilitasnya sehingga
lih sebagai anggota pengibar bendera pusaka di memerlukan dampingan Dhana
Istana Merdeka, hobi fotografi, berminat dalam bidang ko- mengantarkannya ke setiap tempat ia beraktivitas. Jika
munikasi massa. Mengingat abangnya telah bersekolah di ibu tetap dekat dengan Dhana maka keuntungannya
luar kota, ketika lulus SMA ia tak diijinkan ibunya untuk adalah ia tak perlu mencari asisten untuk mendampingi di
sekolah di kota lain. banyak aktifitasnya, menghemat uang pondokan,
Ibunya beralasan, mengingat kemudahannya bergaul, mengurangi waktu berkumpul dengan teman sehingga
Dhana lebih sering terlihat bersama-sama teman sebaya lebih ada waktu untuk belajar agar masa studi tepat
dalam berbagai kegiatan sosial, tempat curhat teman- waktu. Dan last but not least menyiapkan Dhana menjadi
temannya yang membutuhkan, melibatkan diri dalam asisten kantor aktivitas ibunya.
kesulitan teman-temannya. Atas dasar ini ibunya
berpendapat Dhana tak pernah dapat menolak memberi KETERPANTAUAN
waktunya bagi kawan-kawannya, atau dengan kata lain ia Orangtua akan sangat risau bilamana anak lepas dari
dimanfaatkan kawan sehingga sebagian besar waktunya pantauan, mengingat tanggung jawabnya sebagai
untuk kawan. Ini membuat waktu untuk dirinya sendiri pemantau keselamatan dan kesejahteraan anak. Bila

72 WARTA BEA CUKAI EDISI 392 JULI 2007


anak tak dipantau, kekuatiran akan bahaya kebebasan anak bercita untuk hidup dari seni. Beberapa orangtua masih
menghantui orangtua. sulit digoyahkan guna menyetujui anak bersekolah berbau
Pemantauan dapat dilakukan oleh diri orangtua seni. Seringkali orangtua mendorong anak untuk sekolah
sendiri, menitipkannya pada keluarga yang dapat formal sebelum anak memenuhi peminatan diri di bidang
dipercaya, bila tak ada keluarga /kawan yang dapat seni, karena menganggap seni tak dapat menghidupi.
dipercaya maka orangtua (dan anak) mempertimbangkan Banyak anak memilih bidang peminatan sesuai
keamanan diri dari situasi kondisi sosial budaya tempat dengan lingkungan tempat ia dibesarkan, misalnya anak
tinggal selama studinya. Dari cerita Dhana diatas, dokter akan lebih mudah memilih peminatan kedokteran,
orangtuanya tak dapat menitipkan Dhana studi di luar berlaku juga untuk peminatan teknik, ekonomi, hukum,
kota pada pemantau lainnya karena mereka seni, sastra. Peminatan memang dapat ditumbuhkan dari
memperhitungkan keterbatasan daya tarik pemantau kehidupan sehari-hari, yang dalam ilmu perilaku
mengingat Dhana yang mudah bergaul dan banyak dikatakan sebagai pembiasaan.
berpihak kepada kawan.
Bagi keluarga yang menyekolahkan anak di luar FOKUS PADA KEBUTUHAN ANAK ATAU
negeri atau wilayah, pemantauan sulit PENGENDALIAN
dilakukan, maka dasar memilih negeri, Ketika Dhana
kota, universitas, fakultas, mempunyai
menjadi rumit. Orangtua dan perminatan
anak perlu menyiapkan dalam bi-
diri atas perubahan dang komu-
gaya hidup. nikasi mas-
Gaya hidup sa, sederet
dipengaruhi fakultas il-
oleh budaya mu komuni-
setempat, kasi ditulis-
bilamana kan dalam
gaya hidup ini daftar bahan
sangat diskusi.
berbeda dari Daftar uni-
kultur dan tata versitas luar
nilai asal, Jakarta se-
maka gera dicoret,
bersiaplah mengingat
untuk kesulitan
menerima orangtua me-
’kepribadian’ mantaunya.
baru anak Maka dipilih-
ketika kembali lah universi-
atau tas yang me-
mempersiapkan nonjol fakul-
mental bahwa tas ilmu ko-
mungkin anak munikasinya.
tak akan Beberapa
kembali, atau waktu kuliah
bahkan ditempat ter-
memilih sebut, orang-
jodoh yang tua meng-
berbeda dari amati dan
kultur mengum-
budaya asal. pulkan
informasi,
SPESIFIKASI kemudian
JURUSAN / BIDANG memutuskan
STUDI untuk menarik
Sebelum melangkah, setiap anak bersama orangtua Dhana kuliah di perguruan
telah memutuskan ruang gerak pilihannya. Pilihan tinggi yang dapat dipantau ibunya.
tergantung kepada bidang studi yang diminati, kemudian Gina lain lagi. Ia memilih jurusan kedokteran, dipilihnya
dicocokkan dimana tempat sekolah yang mengusung Universitas Gajah Mada Yogyakarta. Ia memang ingin
bidang studi dimaksud. Pada umumnya bidang studi memenuhi peminatannya dalam bidang kedokteran, orangtua
tertentu kuat di universitas tertentu, di kota tertentu. berpikir dapat memantaunya melalui saudara sepupunya,
Pilihan bidang dapat ditelusuri pada informasi di dan kebudayaan Jawa diperkirakan akan membuat Gina
website, pengalaman anak atau orangtua lainnya, atau lebih matang dalam menimbang setiap pengaruh lingkungan.
telah disiapkan sejak dini. Persiapan sejak dini, semisal
bila anak ingin jadi dokter, maka kenalkanlah apa tugas SIMPULAN
dan kewajiban dokter, kesibukannya, ketersediaan waktu Pertimbangan di atas menurut Riza Sarasvita sangat
dan sosialisasinya. Juga akan bermanfaat jika perlu ditilik satu per satu bersama anak, berbicara dari
diperkenalkan pada tokoh profesi yang diminati. hati ke hati, agar menunjang keberhasilan studi,
kematangan kepribadian, kesesuaian tata nilai budaya
PEMINATAN keluarga, dan keunggulan diri untuk berkompetisi di dunia
Peminatan berkembang dari keinginan diri yang sangat kerja. Siap melepaskan anak berarti orangtua siap juga
dipengaruhi paparan lingkungan. Menjamurnya industri sinet- menata diri bila anak akan jauh dari dirinya, sementara
ron dan gemerlapnya panggung hiburan, membuat banyak atau dalam jangka waktu seterusnya.

EDISI 392 JULI 2007 WARTA BEA CUKAI 73


RUANG KESEHATAN

Anda
Anda Bertanya
Bertanya
Dokter Menjawab
Dokter Menjawab
DIASUH OLEH
PARA DOKTER
DI KLINIK KANTOR

Kiat Menjadi
PUSAT DJBC

Pria Sejati
UNTUK KEHARMONISAN RUMAH TANGGA
DARI SEMINAR YANG DISAMPAIKAN DR. NAEK L. TOBING

P
erkawinan adalah penyatuan laki-laki dan perempuan Namun keharmonisan rumah tangga dapat terancam
yang dipengaruhi oleh faktor kebutuhan seks, nonseks karena adanya gangguan dalam hubungan seks.
dan anak.
Pada perempuan gangguan seks berupa :
Faktor seks bisa berupa : - Libido rendah : dalam keadaan normal isteri/perempuan
- Penampilan menarik bagi pasangan pada umumnya suka diraba-raba oleh suami. Bila isteri
- Sikap yang saling menghormati digoda atau diajak oleh suami dan keinginan nya tidak
- Kepuasan dalam berhubungan intim bangkit walaupun sudah cukup lama, berarti ada
- Normal kemungkinan isteri mengalami gangguan libido.
- Frekwensi berhubungan intim yang sesuai dengan - Terangsang susah : libido cukup tapi saat bercumbu tidak
kebutuhan pasangan kunjung terangsang, rasa nikmat tidak ada atau hanya
- Teknis yang digunakan dapat dibicarakan secara terbuka sedikit sekali.
- Kecocokan dalam hubungan - Orgasme susah : biasanya libido normal, terangsang juga
- Afterplay menyudahi berhubungan intim dengan penuh kasih. mudah saat bercumbu semuanya serba enak. Tetapi pada
saat senggama rasa enak tidak bertambah bahkan
Faktor non seks bisa berupa : menurun sehingga tidak kunjung orgasme.
- Pendidikan dalam pembicaraan dapat saling mengerti
dengan baik, wawasan yang kurang lebih sama, Hal ini di sebabkan oleh :
- Karir menjadi salah satu daya tarik bagi lawan jenis - Faktor kejiwaan
- Keuangan yang cukup dapat memenuhi kebutuhan - Sejak muda : pengalaman atau trauma ketegangan
- Komunikasi : interpersonal berjalan lancar, dapat jiwa dulu melekat dalam jiwanya dan susah melepas-
membicarakan masalah dengan terbuka. kan dari ketegangan. Akibatnya setiap ada tantangan
- Sifat seseorang, hal ini tidak selalu tampak sebelum termasuk senggama akan timbul ketegangan.
pernikahan - Sesudah kawin : adanya perselingkuhan.
- Faktor hubungan suami isteri :
Siklus seks normal dimulai dari : - Jiwa : tidak cocok misalnya sama-sama keras,
1. Libido : ialah nafsu atau keinginan yang timbul dalam otak tuntutan yang berbeda dalam kehidupan sehari.
untuk melakukan aktifitas seksual. Pada laki-laki timbul - Seks : yang tidak cocok misalnya frekwensi hubungan
setelah melihat wanita cantik, penampilan seksi dll. Bagi seks yang diharapkan pasangan tidak sama, teknik
perempuan factor non seks lebih banyak melatar yang digunakan tidak disukai dll.
belakangi meningkatnya libido. - Faktor fisik : adanya penyakit yang sedang berlangsung
2. Foreplay : cumbuan antara pasangan seperti rabaan,
pijatan, ciuman dan lain-lain. Pada laki-laki gangguan seks berupa :
3. Terangsang : pada laki-laki ditandai dengan penis yang - Libido rendah : testosteron adalah hormone pendukung
ereksi (berdiri) dan perempuan ditandai dengan utama yang menghasilkan libido. Menurunnya testosteron
meningkatnya cairan di vagina. dalam darah akan menyebabkan menurunnya libido.
4. Senggama : terjadinya penetrasi penis ke dalam vagina. Menurunnya libido karena testosteron menurun,
5. Orgasme : puncak dari hubungan seks yang ditandai menyebabkan menurunnya ereksi.
dengan disemprotnya sperma keluar (ejakulasi) pada laki- - Disfungsi ereksi : yaitu keadaan dimana penis tidak bisa
laki dan pada perempuan ditandai dengan mencapai ereksi yang cukup keras pada saat melakukan
mengencangnya otot bawah panggul, vagina. aktifitas seksual sendiri atau bersama pasangan.
6. Istirahat/afterplay. - Gangguan fisik : adanya penyakit yang sedang dialami
misalnya : diabetes, hipertensi, ginjal, stroke, lever
Puncak dan hasil hubungan seks yang baik adalah : (hati), kegemukan, penyakit sendi dan tumor.
- Klimaks/orgasme ditandai dengan suara, gerakan, nafas, - Gangguan psikologis : depresi, stress pekerjaan,
yang cepat, lemas khawatir, ketegangan jiwa dll. Dalam keadaan
- Suami isteri senang dan bahagia demikian biasanya ereksi menurun.
- Semangat untuk apa saja - Gangguan seksual :

74 WARTA BEA CUKAI EDISI 392 JULI 2007


- Sendiri : homoseksual, biseksual,
pedofilia
- Pasangan :
- Gangguan ejakulasi :
- Ejakulasi premature yaitu
terjadinya ejakulasi terlalu cepat
atau singkat misalnya ketika
kepala penis baru menyentuh
bibir vagina cairan sperma
langsung keluar. Istri menjadi
tidak puas dan timbul rasa
takut tidak dapat memuas-
kan istri. Akibat-
nya terjadi
disfungsi ereksi.
- Ejakulasi lama
(retarded)

Gangguan seks karena


problema psikologis
emosional banyak dise-
babkan oleh :
- Perbedaan sifat dan
kebiasaan pasangan.
- Konflik keuangan sering
terjadi pada keluarga
yang tidak terpenuhi
kebutuhannya.
- Perselingkuhan timbul
perasaan dikhianati, tidak
dicintai, tersakiti dll
- Masalah anak
- Family/keluarga : konflik dengan
mertua, ipar atau keluarga dekat.
- Mengkonsumsi rokok dalam jumlah
besar. Contoh kasus 1 ½ s/d 2 bungkus
per hari menyebabkan disfungsi ereksi.
- Hobi yang berbeda dengan pasangan atau
hobi yang dijalani berlebihan
- Dan sebagainya

Gangguan seks pada pasangan suami isteri bila dibiarkan


berkepanjangan, tidak cepat bertindak dan berobat kepada ahli-
nya dapat mengakibatkan kehancuran hidup perkawinannya.

Pengobatan atau terapi disfungsi ereksi :


1. Secara kausal, diobati penyakit yang diderita seperti penyakit gula,
hipertensi dll.
2. Secara simptometik, dengan petunjuk dokter diobati gejalanya dengan
metode :
- Injeksi intrakavernosa
- Alar ereksi vakum
- Penile prosthesis
- Oral erektogenik yaitu obat yang dapat meningkatkan kemampuan ereksi.

KIAT HIDUP SEHAT, BAHAGIA DAN HARMONIS


1. Fisik
- Suami dan isteri jaga kesehatan, hindari kegemukan
- Istri jaga kecantikan dan penampilan
2. Psikoemosional
Kecocokan dipelihara, ketidak cocokan diterima
3. Seks
Pelihara fungsi libido, rangsangan dan orgasme
- Teknik dan romantisme bervariasi
- Frekwensi berhubungan seks sering dan teratur. Minimal 1x seminggu
4. Olah raga
Untuk menjaga stamina
5. Konsultasi dokter
Bila ada problem yang sulit di atasi selama >1 bulan segera konsultasi ke
dokter
Buku “Seks Tuntunan Bagi Pria” oleh dr Naek L Tobing tersedia di Koperasi Bea dan
Cukai dan Poliklinik KP DJBC. Call center : 0-800-1-910-910

EDISI 392 JULI 2007 WARTA BEA CUKAI 75


PROFIL

RISTOLA S.I. NAINGGOLAN


KEPALA SEKSI PENINDAKAN DAN PENYIDIKAN KPBC TIPE A4 YOGYAKARTA

“Kalau Orang Lain Bisa Berhasil


dan Sukses Kenapa Kita Tidak...?”
Mewujudkan cita-cita orang tua, adalah annya, dengan keberanian dan bisa berbahasa asing, Ristola pun
suatu kebahagiaan hidup yang tiada nilainya, menegur keras turis tersebut hingga terjadi perdebatan yang
cukup seru, bahkan hampir terjadi adu fisik. Akhirnya turis asing
walau pada awalnya terjadi konflik batin yang setengah mabuk tersebut mengakui kesalahannya dan me-
untuk menjalankan cita-cita tersebut, namun minta maaf kepada Ristola.
pada akhirnya ditemukan juga jawaban “Saat menjelang ujian di kelas 3 SMA itu saya juga telah
mempersiapkan segala sesuatunya untuk mendaftar di Akademi
dari arti hidup yang sesungguhnya. Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (AKABRI), baik dengan

S
olahraga yang lebih intensif, hingga belajar yang lebih giat lagi.
etiap orang tua pasti menginginkan anaknya dapat Sebelum lulus SMA saya mendaftar di AKABRI tanpa
sukses dalam kehidupan kelak, walaupun dengan sepengetahuan orang tua,” kata Ristola.
sedikit memaksakan kehendaknya kepada sang
anak, namun semua itu diharapkan dapat KONFLIK BATIN ANTARA CITA-CITA DAN KEINGINAN ORANG TUA
menjadikan sang anak sukses baik dalam berkarier Tidak sepengetahuan orang tuanya mendaftar di AKABRI,
maupun dalam perjalanan hidupnya. Ristola punya alasan tersendiri, ketika Ristola lulus SMA, ayahnya
Kenyataan hidup seperti di atas rupanya dialami oleh tokoh sudah berpesan agar dirinya mencari sekolah yang jika lulus
profil kita bulan ini, dengan berat hati namun demi kecintaan dapat langsung mandiri, dan ayahnya menyarankan agar Ristola
kepada orang tua, semua yang diinginkan orang tuanya dijalani. mendaftar di Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (STAN) Prodip
Dan kini, dirinya dapat memetik hikmah dari apa yang telah terjadi jurusan Bea dan Cukai.
pada dirinya dan cita-cita orang tuanya. “Ayah saya waktu itu terkesan memaksa saya untuk mendaf-
Ristola S.I Nainggolan, merupakan putra ketiga dari lima tar di STAN, setelah saya berbicara dengan orang tua ternyata
bersaudara (pandawa lima) pasangan Alm. Drs. D. Nainggolan ayah saya dulu pernah bercita-cita bekerja di bea cukai, hingga
(ayah) dan S. Tambunan (ibu), yang mudanya masing-masing saya dimintanya untuk mewujudkan cita-cita tersebut. Tapi karena
studi di Malang dan Bandung. Menjalani masa kecil hingga tekad saya sudah bulat untuk masuk AKABRI ya saya lanjutkan
remajanya di kota Medan dengan penuh lika-liku yang saja tes di AKABRI hingga tes terakhir,” ujar nya.
menuntutnya untuk dapat belajar dari apa yang diperbuat dan apa Dengan tekad yang kuat itu akhirnya orang tuanya merestui,
yang akan diperbuatnya dimasa itu. Ayahnya yang seorang walaupun dalam hati kecil mereka sangat keberatan dengan
pegawai negeri pada Departemen Dalam Negeri dan ibunya yang harapan Ristola tersebut. Mengetahui apa yang dirasakan oleh
juga pegawai pemerintah pada Departemen Kesehatan, telah orang tuanya, Ristola pun melunak walaupun dalam hatinya terja-
mendidiknya untuk tetap disiplin agar dapat meraih prestasi di gejolak untuk tetap meneruskan cita-citanya sejak kecil. Dan
sehingga dapat bersaing didalam kariernya nanti. memang kenyataan berkata lain, ia dinyatakan tidak lulus pada
Di masa kanak-kanak, Ristola sudah menunjukkan keinginan ujian akhir (pantukhir) di AKABRI dan dirinya pun menerima
dan bakatnya pada dunia perang-perangan, hal ini dapat dilihat kenyataan tersebut dengan ikhlas.
dengan gemarnya ia terhadap berbagai permainan yang berbau Setelah dinyatakan tidak lulus AKABRI, Ristola pun mengikuti
outdoor atau di lapangan terbuka. Maka tak heran jika sejak ka- ujian Ujian Masuk Perguruan Tinggi Negeri (UMPTN) dan STAN
nak-kanak Ristola sudah memiliki cita-cita menjadi tentara. Ayah- Prodip. Dari dua ujian ini Ristola dinyatakan lulus kedua-duanya,
nya yang juga mantan tentara pelajar, sebenarnya sudah melihat namun karena pengumuman STAN lebih dulu akhirnya STAN
bakat dan keinginan Ristola, namun pada masa itu Ristola tetap yang dipilihnya.”Perang batin antara keinginan orang tua dan cita-
diberikan kebebasan untuk memilih apa yang diinginkannya. cita kembali berkecamuk di hati saya, dan ini saya rasakan
hingga tahun pertama kuliah. Bahkan pada tahun itu juga saya
SERING BERKELAHI masih meminta pendapat orang tua bagaimana jika mencoba
Memasuki masa SD, Ristola tergolong anak yang pandai, de- untuk mengikuti ujian AKABRI kembali,” kenang nya.
ngan rangking rata-rata menengah keatas dirinya berusaha untuk Namun ibarat orang yang naik kereta api dan takut saat me-
menjadi yang terbaik sesuai dengan pesan orang tuanya. masuki terowongan, kereta api tersebut tetap melaju memasuki
Kegemarannya akan mata pelajaran matematika, ilmu bumi dan terowongan tanpa henti. Hal ini juga dialami Ristola, walaupun
bahasa sejak duduk di bangku SD, ternyata membuahkan hasil dirinya menginginkan ke AKABRI tidak di STAN, namun kuliah di
yang membuat dirinya dapat bersaing dikancah pendidikan. STAN tetap dijalaninya dengan berat hati. Dengan apa yang
Satu hal yang juga sering terjadi sejak SD hingga SMA adalah dijalaninya itu Ristola pun mulai berpikir dan introspeksi diri, dan
berkelahi, hal ini diakui Ristola karena dirinya paling tidak suka jawaban semuanya ditemui saat memasuki tahun kedua kuliah di
melihat orang yang lemah ditindas apalagi dirinya.”Walaupun STAN dan dirinya merasa yakin akan dapat tetap berkarier
rangking di sekolah saya rata-rata menengah keatas, tapi untuk dengan baik melalui STAN Prodip Bea Cukai ini.
urusan berkelahi saya juga rangking satu, dan saya benar-benar Setelah lulus dari STAN prodip III jurusan bea cukai tahun 1994,
kapok berkelahi itu ketika SMA saya sempat dibawa ke kantor dengan dosen pembimbing Kamil Sjoeib (sekarang Sekditjen),
Kodim karena kasus perkelahian,” cerita Ristola. Ristola sudah merasa lebih yakin dengan jalan pilihan orang tua-
Bukan hanya di sekolah Ristola sering berkelahi, suatu ketika nya, diawali dengan mengikuti praktek lapangan di Kantor Wila-
saat Ristola pulang sekolah waktu di SMA, dirinya melihat yah V DJBC Bandung (saat ini Kanwil IX DJBC Bandung-red) te-
seorang turis asing mabuk dan meludah sembarangan di hadap- patnya di Kantor Pelayanan Bea dan Cukai (KPBC) Cirebon, lalu

76 WARTA BEA CUKAI EDISI 392 JULI 2007


EDISI 392 JULI 2007 WARTA BEA CUKAI 77
PROFIL
DOK. PRIBADI
ini saya ceritakan kepada keluara dan secara manusiawi ada ra-
sa takut, namun orang tua saya hanya berpesan agar saya tetap
berhati-hati, tetap waspada dan jangan lupa berdoa agar dapat
selamat dalam menjalankan tugas tersebut,” ungkap Ristola.
Pengalaman lain bagi Ristola yang cukup berkesan juga keti-
ka bertugas di bidang pabean, adalah saat dirinya terpilih sebagai
liasion officer untuk peserta dari Amerika pada Indonesia Air Show
tahun 1996. Saat itu Ristola yang dianggap memiliki kemampuan
berbahasa asing cukup baik ditunjuk untuk mewakili DJBC pada
kegiatan tersebut, dan dirinya pun menerima penghargaan
Indonesia Air Show tahun 1996 dari Wakil Presiden RI Prof. DR.
Ing. Bacharuddin Yusuf Habibie.

BERHASIL MENEGAH HEROIN


Dengan prestasi yang dimilikinya itu maka pada akhir 1996
Ristola dimutasikan dari bidang pabean ke bidang pencegahan
dan penyidikan masih di KPBC Soekarno-Hatta I. Bertugas dibi-
dang P2 tentunya membuat Ristola berpikir lebih kritis terhadap
pemeriksaan dokumen maupun terhadap pemeriksaan
penumpang. Satu prestasi juga yang ditunjukan Ristola saat itu
adalah dapat menegah masuknya narkotika jenis heroin yang
dibawa oleh penumpang dengan modus swallowed atau ditelan.
“Kami dari unit P2 saat ini memang selalu meng-up date
informasi-informasi dari Customs negara lain tentang modus-
BERSAMA KELUARGA. Masih ada PR yang belum terselesaikan. modus yang trend saat itu, dan kebetulan suatu hari saya melihat
seseorang dengan ciri-ciri yang sama. Melihat itu saya langsung
Bandung dan terakhir di Soekarno-Hatta. Ristola pun mulai melihat memeriksa orang tersebut, namun dengan tenang orang tersebut
kalau bertugas di Direktorat Jendaral Bea dan Cukai (DJBC) juga menjelaskan kalau dirinya tidak membawa apa-apa, yang setelah
tidak bedanya dengan abdi negara lainnya seperti TNI, karena kami geledah memang tidak terdapat barang yang terlarang,”
selain melaksanakan tugas berat memungut penerimaan negara, cerita Ristola.
juga mengawasi akan masuknya barang larangan ke negeri ini. Namun, Ristola tetap merasa yakin kalau di diri orang tersebut
ada yang tidak benar (membawa barang yang terlarang),
PENEMPATAN PERTAMA KPBC SOEKARNO-HATTA I walaupun tim yang ada saat itu sudah tidak mendukungnya lagi
Penempatan Ristola pertama kali adalah pada KPBC Tipe A karena tersangka tidak membawa barang yang dicurigai. Ristola
Soekarno-Hatta I sebagai pemeriksa verifikasi tahun 1995 yang pun akhirnya menemukan suatu keganjilan pada salah satu obat
saat itu dikepalai oleh Nisfu Chasbullah. Di penempatan yang dibawa tersangka, yaitu obat Immodium yang merupakan
pertamanya ini Ristola tidak terlalu lama, hanya sekitar dua bulan obat sakit perut, namun ketika ditanya dua orang tersangka
saja. Setelah dua bulan di verifikasi, Ristola ditempatkan dibidang mengaku kalau obat tersebut adalah obat sakit tenggorokan.
cukai sebagai pemeriksa dan ditempatkan di pabrik bir. “Saat itu kepala kantor kami adalah Pak Tony Sunanto dan
“Di cukai ini saya benar-benar mendapat pengalaman yang Kasi P2 Pak Agus Sudarmadji (sekarang Kepala KPBC Merak),
cukup berharga, karena ternyata PT. Bir Bintang pada saat itu menanyakan kepada saya, ‘Apa yang menyebabkan kamu tidak
mempunyai kontribusi penerimaan negara yang cukup besar tiap melepaskan orang tersebut? Saya menjawab tolong beri saya
bulannya, yaitu cukai MMEA sekitar empat milyar rupiah dan saya satu kali kesempatan lagi karena saya curiga pada salah satu
dituntut untuk dapat mengawasinya dengan baik walaupun sistem obat yang dibawa tersangka. Dan Pak Tony juga Pak Agus pun
yang ada telah berjalan dengan baik dan benar pula”. akhirnya mem-back up saya,” kata Ristola.
Sama dengan saat di verifikasi, di cukai pun Ristola bertugas Saat itu memang untuk melakukan rontgen masih belum
hanya dalam hitungan bulan, dan selanjutnya dirinya dimutasi dapat dilakukan di rumah sakit bandara, Ristola pun bersama tim
masih di KPBC Soekarno-Hatta I pada bidang Pabean. Disinilah membawanya ke rumah sakit Polri di Kramat Jati, dan setelah di
Ristola memiliki pengalaman pertama yang tak terlupakan hingga rontgen akhirnya diketahui kalau tersangka memang benar
kini, pengalaman tersebut bermula pada saat dirinya bertugas di DOK. PRIBADI
terminal kedatangan untuk memeriksa barang penumpang. Saat
itu ketika memeriksa barang penumpang asal Singapura, Ristola
menemukan keganjilan pada beberapa bungkusan coklat yang
dibawa oleh penumpang tersebut.
“Saat itu saya meminta penumpang membuka salah satu
bungkusan coklat tersebut. Dengan wajah yang pucat dan sedikit
gugup, penumpang itu malah memaki saya sambil berkata, anda
petugas apakah tidak pernah makan coklat? Walupun dia mema-
ki namun saya tetap tegas untuk membuka bungkusan tersebut,
dan ternyata kedapatan isinya psikotropika jenis ekstasi”.
Setelah penegahan tersebut, ternyata tidak berselang lama
berhasil ditegah juga psikotropika yang sama, yang ternyata me-
reka itu adalah jaringan internasional. Namun ada hal lain yang
cukup mengganggunya saat itu, yaitu ketika selesai menegah
dan kembali ke kantor, ternyata Ristola bersama seorang
rekannya bernama Suprapto dibuntuti oleh sekelompok orang
yang diyakini jaringan dari tersangka yang berhasil ditegahnya.
Bukan hanya dibuntuti, Ristola ketika akan kembali kerumah,
sempat dihadang oleh sekelompok orang tersebut, dan tanpa pi-
kir panjang Ristola mengamankan diri dengan melarikan kenda-
raannya sekencang-kencangnya dan sambil menghubungi Posko INWARD MANIFES. Ristola menyaksikan penandatanganan inward manifes
bea cukai di bandara dan saudara yang bertugas diTNI/Polri.”Hal oleh Kepala KPBC SH Achmad Rijadi. Acara berlangsung tahun 2006 lalu.

78 WARTA BEA CUKAI EDISI 392 JULI 2007


DOK. PRIBADI DOK. PRIBADI

TRAINING ENFORCEMENT AND INTELLIGENCE MANAGEMENT. Ristola baris TRAINING COURSE ON PRECURSORS. Ristola berdiri
ketiga dari kiri, saat mengikuti training enforcement and intelligence paling kiri saat mengikuti training course on Precursors
management di Jepang. di Bangkok Thailand

membawa narkotika jenis heroin seberat hampir satu kilogram Kini Ristola telah mendapatkan promosi ke tahap Kasi se-
per orang dengan cara ditelan. bagai Kepala Seksi Penindakan dan Penyidikan KPBC Tipe
Prestasi demi prestasi diberikan Ristola saat bertugas di P2, A4 Yogyakarta, yang dikepalai oleh Robert Marbun. Sebagai
dan Ristola mengakui kalau hasil tegahan yang didapatkannya kepala seksi, dirinya berusaha semaksimal mungkin untuk
tersebut selain berdasarkan informasi yang diterima, termasuk dapat memberikan yang terbaik kepada direktorat, akan hal
dari para senior dan rekan kerja, juga kemauan untuk terus tersebut telah dibuktikan oleh Ristola dan rekan tim di KPBC
berlatih. Ristola juga menegaskan bakat juga dapat Yogyakarta dengan beberapa hasil tegahan berupa VCD dan
mempengaruhi kemampuan seseorang, namun tanpa latihan majalah porno juga buku ajaran komunis yang bergambarkan
yang terus menerus bakat tersebut pun tentunya tidak akan palu arit, yang didapat melalui kantor pos lalu bea Yogyakarta
membuahkan suatu hasil yang maksimal. pada 17 April 2007.
Apa yang telah dijalankan oleh suami dari Vanina Prisca
BEBERAPA KALI TRAINING DI LUAR NEGERI Waas yang dinikahinya enam tahun lalu ini, memang tak
Dengan prestasi Ristola, ia mendapatkan promosi menjadi pernah dibayangkan sebelumnya, walau pada awalnya terjadi
koordinator pelaksana (korlak) intelijen masih tetap di KPBC tipe perang batin untuk memilih apa yang sekarang
A khusus Soekarno-Hatta, yang saat itu dikepalai oleh Jusuf dijalankannya, namun dengan melihat banyak sisi baik
Indarto (sekarang Kakanwil TBK) dan Kasi P2-nya Ucok Marisi. S lainnya dari tugas sekarang, Ristola pun telah menemukan
(sekarang Kasubdit Penindakan P2 pusat). Saat menjadi korlak apa yang dimaksud dengan tugas abdi negara.
ini lah Ristola diberi kesempatan untuk mengikuti training di “Walaupun merasa di diri ini belum berbuat banyak di DJBC,
beberapa negara, yaitu Training Enforcement and Intelligence namun saat ini sepertinya saya sudah menemukan apa yang
Management tahun 2002 di Jepang. Dari training tersebut Ristola diharapkan oleh keluarga kepada saya, selain itu saya pun telah
dapat melihat secara langsung bagaimana Customs Jepang berhasil menyelesaikan kuliah hingga ke jenjang S2 di STIA LAN
begitu selektifnya dalam memeriksa penumpang dan berhasil Jakarta,” ujar Ristola.
mengungkap kasus-kasus penyelundupan narkoba yang dibawa Namun demikian, Ristola hanya mengingat akan falsafah
baik oleh penumpang, kargo, maupun bagasi. Selain itu dirinya hidup yang diberikan orang tua kepada dirinya yaitu, “Kalau
pun berkesempatan melihat secara langsung bagaimana orang lain bisa berhasil dan sukses kenapa kita tidak”, ini
kehebatan K9 (tim anjing pelacak) Jepang dalam mendeteksi yang terus dijalaninya untuk mencapai harapan dan juga
penumpang, bagasi kargo, dan paket POS. prestasi demi prestasi.
Tahun 2003 Ristola juga mendapat kesempatan untuk mengi- “Sebenarnya ada tiga hal yang selalu saya kenang dari
kuti Training Effective Approach In Passenger Examination Servi- orang tua saya untuk menjalani hidup ini, yaitu janganlah
ce di Malaysia tepatnya di Royal Customs Academy Malaysia berharap mendapatkan sesuatu imbalan jika telah berbuat
(Akmal). Disini Ristola mendapat pembelajaran bagaimana baik kepada orang lain, berbahagialah jika kita dapat berbuat
Pusdiklat Customs Malaysia menseleksi pegawai-pegawai yang baik kepada orang lain. Untuk itu saya paling tidak suka jika
akan bertugas di airport, karena bukan hanya keterampilan tapi melihat orang lemah yang dizalimi dan ditindas. Dan hal
performence juga dilihat termasuk kemampuan berbahasa asing. lainnya adalah kalau orang lain bisa kenapa kita tidak? Hal ini
Dan tahun 2006, Ristola untuk yang ketiga kali mendapat ke- tentunya dalam konteks yang positif, dan ini sangat memacu
sempatan mengikuti Training Course on Precursors and Chemi- saya untuk berbuat yang terbaik bagi siapa pun,” ujar Ristola.
cals Control For Asean Narcotics Law Enforcement Officers di Kepada DJBC, Ristola berharap agar pelaksanaan Kantor
Bangkok Thailand. Disini Ristola mendapatkan pengetahuan ten- Pelayanan Utama (KPU) dapat dengan segera direalisasikan di-
tang bahan-bahan kimia yang dapat digunakan untuk membuat seluruh KPBC, karena KPU merupakan suatu pemikiran yang sa-
bahan psikotropika. Namun karena precursors dapat juga diimpor ngat modern dan ideal yang memang sudah saatnya. Dan de-
secara legal oleh perusahaan-perusahaan farmasi, maka peserta ngan terlaksanannya KPU, maka terjawablah apa yang diinginkan
diajarkan untuk dapat memonitor importasi illegal yang bertopeng/ DJBC, para pegawai dan masyarakat usaha ke depan nanti.
berkedok legal. Ditambah lagi pengalaman training dari instruktur “Kepada petugas yang lebih muda di lingkungan KPBC
luar negeri namun pelatihan di dalam negeri. Soekarno-Hatta, maupun KPBC Yogyakarta dan KPBC lainnya,
“Saya sangat berterimkasih sekali kepada DJBC yang telah saya berharap agar tetap mempertahankan prestasi yang sudah
memberikan banyak kesempatan kepada saya untuk belajar dan di dapat saat ini, dan jangan sia-siakan kesempatan baik yang di-
melihat secara langsung bagaimana bea cukai negara lain dalam berikan direktorat kepada kita, karena sudah banyak hal yang di-
bertugas. Dan saya berharap DJBC juga mau memberikan berikan direktorat kepada kita, meskipun itu suatu kewajiban yang
kesempatan kepada pegawai lainnya sehingga kemampuan harus dijalankan, maka sudah sepatutnya kita berbuat yang lebih
pegawai untuk hal-hal tersebut dapat merata.” baik lagi,” tandas Ristola dengan sikap merendah dan akrab. adi

EDISI 392 JULI 2007 WARTA BEA CUKAI 79


APA KATA MEREKA

Boy Tirajoh

○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○
“Sama Seperti Orang Kebanyakan…”
Ditemui WBC saat syuting sebuah sinetron di bilangan Jagakarsa,
Jakarta Selatan, Boy Tirajoh, mengaku sejauh ini, ia tidak pernah dipersulit
oleh petugas bea cukai di bandara, semuanya berjalan biasa saja. “Kalau kita
baik sama orang, orang juga pasti akan baik sama kita,” katanya. Sehingga,
saat turun dari pesawat, Om Boy begitu ia biasa di panggil, tidak pernah
memasang wajah cemberut.
Entah karena petugas mengenalinya sebagai salah satu artis Indonesia
atau tidak, terkadang Om Boy tidak diperiksa oleh petugas. Menurutnya hal itu
wajar terjadi karena orang kerap memperlakukan artis secara istimewa,
walaupun sebenarnya Om Boy tidak pernah merasa sebagai artis saat ia tidak
sedang syuting.
“Menjadi artis itu kan pekerjaan saya, jadi saya merasa sebagai artis itu
saat saya sedang syuting. Di luar itu saya sama seperti orang kebanyakan,”
ujarnya merendah. Sehingga, kalau setibanya dari luar negeri ia diperiksa
oleh petugas, hal itu sah-sah saja. Pernah suatu kali Om Boy membawa pisau
lipat dalam tas jinjingnya saat akan berangkat keluar negeri, otomatis petugas
pun melarangnya membawa pisau tersebut. Alhasil, ia harus rela
meninggalkan pisau tersebut di bandara.
Om Boy merasa bahwa petugas bea cukai yang bekerja di bandara, yang
memeriksa tas atau barang bawaan penumpang, merupakan suatu pekerjaan
yang dapat menimbulkan kebosanan. “Sebab pekerjaannya hanya itu-itu

Yana Julio
saja… sementara petugas juga dituntut untuk benar-benar memeriksa agar
jangan sampai ada barang terlarang yang lolos,” katanya.
Ia sendiri mengaku perjalanannya ke luar negeri biasanya dalam rangka
“Gak pernah bawa barang liburan. China, Afrika, Singapura, merupakan sebagian dari negara-negara
yang macem-macem…” yang pernah ia kunjungi. Dalam setahun tidak bisa dipastikan berapa kali ia
pergi ke luar negeri karena pekerjaannya sebagai artis kerap menyita waktu.
Suara yang oke diiringi gerakan kaki dan tangan Saat ini saja ia sedang sibuk menggarap tiga judul sinetron yakni penjaga hati,
yang enerjik, mampu membius penonton yang hadir sorry gue sayang sama elo dan cinta remaja. Selain itu, ia juga membuka
pada saat itu untuk ikut bergoyang. Yana Julio, suatu agency dan Kelompok Paguyuban Sahabat yang bergerak di bidang
bersama teman-temannya yang tergabung dalam sosial.
Elfa’s Singers, hari itu (4/4) tampil membawakan Pada dasarnya, Om Boy lebih menyukai traveling keliling Indonesia
beberapa lagu dalam suatu acara launching sebuah daripada luar negeri. Ia lebih suka membawa
warehouse cargo di Cengkareng. keluarganya menyusuri pantai-pantai indah
Usai tampil menghibur audience-nya, WBC di Lombok, Bali maupun menjelajahi ko-
langsung menghampirinya dan memberondonginya ta-kota yang ada di Indonesia. Om Boy
dengan beberapa pertanyaan. Kepada WBC Yana memang menyukai suasana alam. Di
mengaku selama ini ia tidak pernah berurusan rumahnya yang terletak di Ciledug,
dengan petugas bea cukai di bandara internasioal Tangerang, setiap pagi ia sering
seperti Bandara Soekarno Hatta, semuanya berjalan jalan-jalan naik sepeda bersa-ma
lancar dan biasa saja. anak-anaknya meniti sawah dan
Ia sendiri tidak tahu, apakah karena petugas bea melewati jembatan bambu yang tak
cukai mengenal dirinya, sehingga setiap ia pulang dari jauh berada di belakang rumahnya.
luar negeri, terkadang petugas tidak memeriksanya. Saat ditanya tugas dan fungsi
“Mungkin karena kebanyakan petugas kenal dengan Bea dan Cukai, Om Boy mengata-
saya jadi mereka ramah terhadap saya,” tambahnya. kan bahwa tugas Bea dan Cukai
Namun ia sendiri memaklumi jika tampang para adalah menjaga keluar masuknya
petugas terlihat tidak mengenakkan. Pasalnya, orang yang legal maupun yang
pertugas tersebut mungkin kelelahan karena telah tidak legal, mencegah barang-
bekerja dari pagi hingga sore. barang yang dilarang atau barang-
“Saya juga gak pernah bawa barang yang macem- barang yang dianggap rawan seperti
macem dan gak bawa barang yang berlebihan juga. narkoba, emas dan senjata api. Juga
Memang saya ke luar negeri itu pasti belanja, memang barang-barang yang tidak memakai
koper saya beranak tapi masih dalam tahap yang cukai yang diperjual belikan dimana
wajar,” ujarnya berseloroh. uangnya tidak masuk ke dalam kas negara.
Ia sendiri mengaku pergi ke luar negeri kebanyakan Ketika diminta sarannya untuk petu-
dalam rangka diundang untuk menyanyi. “Saya ke luar gas bea cukai, Om Boy tampak terdiam
negeri biasanya gratisan, bahkan dibayar karena sejenak kemudian berkata, “Kita punya
diminta untuk nyanyi, hehehe…” tambahnya lagi. agama, kita punya Tuhan, kalau kita
Kedepannya, ia menyarankan agar petugas bea percaya segala sesuatu yang baik
cukai lebih terbuka terhadap peraturan yang ada karena pasti ada imbalannya dan segala
banyak orang yang tidak mengerti peraturan Bea dan sesuatu yang tidak baik juga pas-
Cukai. Ia berharap agar semua program maupun aturan ti ada balasannya. Jangan
di Bea dan Cukai terus disosialisasikan pada berpikir dengan menge-
masyarakat agar masyarakat mengerti. Dengan ruk uang dengan ca-
demikian masyarakat tidak akan melanggar peraturan ra yang tidak jujur
yang ditetapkan. lantas kita akan
“Masyarakat itu banyak yang melanggar karena bahagia. Jujur
mereka tidak tahu aturannya, bukannya karena mau saja uang itu
melanggar. Jadi kurang sosialisasi aja kayanya,” imbuh tidak men-
Yana. Di akhir wawancara Yana mengatakan saat ini ia jamin ke-
sedang sibuk mempersiapkan rencana launching solo bahagiaan
albumnya dalam waktu dekat. Dalam launching album hidup,”
yang berjudul Haruskah Ku Mencintaimu Lagi tersebut, tandas-
sekaligus ia juga akan menyelenggarakan acara nya.
pameran fotografi dan lukisan. ifa ifa

80 WARTA BEA CUKAI EDISI 392 JULI 2007


K E P U T U S A N & K E T E T A P A N
PERATURAN DIREKTUR JENDERAL BEA DAN CUKAI
NOMOR : P-10/BC/2007

TENTANG
PETUNJUK PELAKSANAAN PENYELESAIAN KEWAJIBAN PABEAN ATAS
SEPEDA MOTOR DAN KAPAL PESIAR TERMASUK YACHT YANG PADA
SAAT PEMASUKANNYA KE DALAM DAERAH PABEAN INDONESIA BELUM
DISELESAIKAN KEWAJIBAN PABEANNYA

DIREKTUR JENDERAL BEA DAN CUKAI,


Menimbang :
a. bahwa dalam rangka penegakan hukum dan memberikan rasa keadilan bagi
masyarakat luas, akan dilaksanakan penindakan secara tegas sesuai ketentuan yang
berlaku terhadap barang dengan karakteristik yang mempunyai nilai ekonomi tinggi
berupa sepeda motor dengan kapasitas silinder di atas 250cc dan Kapal Pesiar
termasuk Yacht yang pada saat pemasukannya ke dalam Daerah Pabean Indonesia
belum diselesaikan kewajiban pabeannya;
b. bahwa upaya penindakan tersebut dimulai dengan pendekatan fiskal dengan memberi
kesempatan kepada para pemilik barang sebagaimana dimaksud huruf a untuk
menyelesaikan kewajiban pabean dengan cara melunasi Bea Masuk dan Pajak dalam
rangka impor;
c. bahwa berdasarkan persetujuan Presiden Republik Indonesia, Menteri Keuangan
menginstruksikan kepada Direktur Jenderal Bea dan Cukai untuk menyiapkan
petunjuk pelaksanaan dalam rangka penyelesaian kewajiban pabean dengan
pendekatan fiskal dalam jangka waktu terbatas;
d. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud pada huruf a, b, dan c,
perlu menetapkan Peraturan Direktur Jenderal Bea dan Cukai tentang Petunjuk
Pelaksanaan Penyelesaian Kewajiban Pabean Atas Sepeda Motor dan Kapal Pesiar
termasuk Yacht Yang Pada Saat Pemasukannya Ke Dalam Daerah Pabean Indonesia
Belum Diselesaikan Kewajiban Pabeannya;

Mengingat :
1. Undang-undang Nomor 10 Tahun 1995 tentang Kepabeanan (Lembaran Negara
Republik Indonesia Tahun 1995 Nomor 75, Tambahan Lembaran Negara Republik
Indonesia Nomor 3612) sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang Nomor 17
Tahun 2006 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2006 Nomor 93, Tambahan
Lembaran Negara Nomor 4661);
2. Keputusan Menteri Keuangan Nomor 101/KMK.05/1997 tentang Pemberitahuan
Pabean;
3. Keputusan Menteri Keuangan Nomor 453/KMK.04/2002 tentang Tatalaksana
Kepabeanan di Bidang Impor sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir
dengan Keputusan Menteri Keuangan Nomor 112/KMK.03/2003;
4. Surat Menteri Keuangan Nomor S-167/MK.04/2007 tanggal 19 April 2007 perihal
Pelaksanaan Penyelesaian Kewajiban Pabean dengan Pendekatan Fiskal Atas
Barang Berupa Kapal Pesiar termasuk Yacht, Motor Besar, Jam Tangan Mewah,
Perhiasan dan Barang-barang Bermerek Terkenal Lainnya Yang Pada Saat
Pemasukannya Ke Dalam Daerah Pabean Indonesia Belum Diselesaikan Kewajiban
Pabeannya;

Menetapkan :
PERATURAN DIREKTUR JENDERAL BEA DAN CUKAI TENTANG PETUNJUK
PELAKSANAAN PENYELESAIAN KEWAJIBAN PABEAN ATAS SEPEDA MOTOR DAN
KAPAL PESIAR TERMASUK YACHT YANG PADA SAAT PEMASUKANNYA KE DALAM
DAERAH PABEAN INDONESIA BELUM DISELESAIKAN KEWAJIBAN PABEANNYA.

BONUS WARTA BEACUKAI EDISI 392 JULI 2007


1
K E P U T U S A N & K E T E T A P A N
Pasal 1
(1) Terhadap Sepeda Motor dengan kapasitas silinder melebihi 250cc dan Kapal
Pesiar temasuk Yacht yang pada saat pemasukannya ke dalam Daerah Pabean
Indonesia belum diselesaikan kewajiban pabeannya, wajib diselesaikan
kewajiban pabeannya.
(2) Penyelesaian kewajiban pabean sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan
dengan melunasi bea masuk dan pajak dalam rangka impor.

Pasal 2
(1) Pemilik Sepeda Motor dengan kapasitas silinder melebihi 250cc dan Kapal
Pesiar temasuk Yacht atau kuasanya mengajukan permohonan penyelesaian
kewajiban pabean kepada Direktur Jenderal Bea dan Cukai u.p. Direktur Teknis
Kepabeanan sesuai contoh sebagaimana ditetapkan dalam Lampiran I Peraturan
Direktur Jenderal Bea dan Cukai ini dengan mendapatkan tanda terima.
(2) Permohonan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) untuk Sepeda Motor dengan
kapasitas silinder melebihi 250cc dilampiri:
a. fotokopi identitas pemilik (KTP);
b. fotokopi NPWP;
c. Berita Acara Pemeriksaan (BAP) sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3;
d. surat pernyataan kepemilikan sesuai dengan contoh yang ditetapkan dalam
Lampiran II-a Peraturan Direktur Jenderal Bea dan Cukai ini; dan
e. surat kuasa, apabila pengurusannya dikuasakan kepada pihak lain.
(3) Permohonan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) untuk Kapal Pesiar temasuk
Yacht dilampiri:
a. identitas pemilik kapal (KTP / Paspor);
b. fotokopi NPWP;
c. identitas kapal antara lain nama kapal, builder certificate, dan bill of sale
yang telah dilegalisasi oleh notaris;
d. perizinan yang telah diperoleh dari intansi terkait seperti surat izin berlayar
dari Direktorat Jenderal Perhubungan Laut;
e. Berita Acara Pemeriksaan (BAP) sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3;
f. surat pernyataan kepemilikan sesuai dengan contoh yang ditetapkan dalam
Lampiran II-b Peraturan Direktur Jenderal Bea dan Cukai ini; dan
g. surat kuasa, apabila pengurusannya dikuasakan kepada pihak lain.

Pasal 3
(1) Sebelum mengajukan permohonan penyelesaian sebagaimana dimaksud dalam
Pasal 2 ayat (1), pemilik Sepeda Motor dengan kapasitas silinder melebihi 250cc
dan Kapal Pesiar temasuk Yacht atau kuasanya mengajukan permohonan
pemeriksaan fisik barang kepada:
a. Direktur Teknis Kepabeanan; atau
b. Kepala Kantor Pelayanan Bea dan Cukai yang terdekat dengan lokasi
barang.
(2) Hasil pemeriksaan fisik barang sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dituangkan
dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP) sesuai contoh yang ditetapkan dalam
Lampiran III Peraturan Direktur Jenderal Bea dan Cukai ini.

Pasal 4
(1) Permohonan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 ayat (1) diproses
sepanjang telah diterima pada tanggal 1 Juni 2007 sampai dengan 31 Desember
2007.
(2) Terhadap Sepeda Motor dengan kapasitas silinder melebihi 250cc dan Kapal
Pesiar termasuk Yacht yang tidak diajukan permohonan sebagaimana dimaksud
dalam Pasal 2 ayat (1) sampai dengan tanggal 31 Desember 2007 dilakukan
penindakan sesuai peraturan perundangundangan yang berlaku.

2 BONUS WARTA BEACUKAI EDISI 392 JULI 2007


K E P U T U S A N & K E T E T A P A N
Pasal 5
(1) Atas permohonan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 ayat (1) diterbitkan
Keputusan Direktur Jenderal Bea dan Cukai tentang pemberian izin penyelesaian
kewajiban pabean yang ditandatangani oleh Direktur Teknis Kepabeanan atas nama
Direktur Jenderal Bea dan Cukai sesuai contoh sebagaimana ditetapkan dalam
Lampiran IV Peraturan Direktur Jenderal Bea dan Cukai ini.
(2) Dalam Keputusan Direktur Jenderal sebagaimana dimaksud pada ayat (1), ditetapkan
klasifikasi, pembebanan impor, dan nilai pabean serta besarnya bea masuk dan pajak
dalam rangka impor yang wajib dilunasi.
(3) Penetapan nilai pabean dilakukan dengan menggunakan database harga pada
Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, nilai jual kendaraan bermotor yang ditetapkan
dalam Keputusan Menteri Dalam Negeri, atau data harga lainnya yang dapat
dipertanggungjawabkan.
(4) Klasifikasi dan pembebanan impor ditetapkan berdasarkan Buku Tarif Bea Masuk
Indonesia yang berlaku pada saat penetapan.

Pasal 6
Pemilik atau kuasanya mengajukan Pemberitahuan Impor Barang (PIB) secara manual
disertai bukti pembayaran bea masuk dan pajak dalam rangka impor ke Kantor Pelayanan
Bea dan Cukai (KPBC) yang ditunjuk, yaitu:
a. untuk Sepeda Motor dengan kapasitas silinder melebihi 250cc ke KPBC Medan, KPBC
Batam, KPBC Pekan Baru, KPBC Jakarta, KPBC Bandung, KPBC Tanjung Emas, KPBC
Tanjung Perak, KPBC Ngurah Rai, KPBC Balikpapan, atau KPBC Makassar; dan
b. untuk Kapal Pesiar termasuk Yacht ke KPBC Belawan, KPBC Batam, KPBC Tanjung
Priok I, KPBC Tanjung Emas, KPBC Tanjung Perak, KPBC Benoa, KPBC Balikpapan,
KPBC Bitung, atau KPBC Makassar.

Pasal 7
(1) Pelunasan bea masuk dan pajak dalam rangka impor dilakukan melalui bank devisa
persepsi/pos persepsi.
(2) Pelunasan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan paling lama 60 (enam
puluh) hari terhitung sejak tanggal Keputusan Direktur Jenderal Bea dan Cukai
sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5 ayat (1).
(3) Apabila sampai dengan jangka waktu yang telah ditetapkan sebagaimana dimaksud
pada ayat (2), bea masuk dan pajak dalam rangka impor yang terutang belum
dilunasi, dikenakan bunga sebesar 2% (dua persen) dari bea masuk dan pajak dalam
rangka impor setiap bulan, bagian bulan dihitung satu bulan, dengan pelunasan paling
lambat pada tanggal 30 April 2008.
(4) Terhadap Sepeda Motor dengan kapasitas silinder melebihi 250cc dan Kapal Pesiar
temasuk Yacht yang telah diterbitkan Keputusan Direktur Jenderal Bea dan Cukai
sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5 ayat (1) yang tidak dilunasi sampai dengan
tanggal 30 April 2008, maka Keputusan Direktur Jenderal Bea dan Cukai yang
bersangkutan dinyatakan tidak berlaku dan penyelesaian lebih lanjut dilakukan dengan
penindakan sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Pasal 8
(1) Terhadap Sepeda Motor dengan kapasitas silinder melebihi 250cc yang telah
diselesaikan kewajiban pabeannya, diterbitkan Formulir A oleh Kepala KPBC tempat
pengajuan PIB atau pejabat yang ditunjuknya.
(2) Pendistribusian Formulir A dilakukan berdasarkan ketentuan yang berlaku.

Pasal 9
Tatacara penyelesaian kewajiban pabean atas Sepeda Motor dengan kapasitas silinder
melebihi 250cc dan Kapal Pesiar temasuk Yacht adalah sebagaimana ditetapkan dalam
Lampiran V Peraturan Direktur Jenderal Bea dan Cukai ini.

BONUS WARTA BEACUKAI EDISI 392 JULI 2007


3
K E P U T U S A N & K E T E T A P A N
Pasal 10
Terhadap Sepeda Motor dengan kapasitas silinder melebihi 250cc yang merupakan hasil
rakitan dari beberapa spare part produsen yang berbeda (modifikasi/customize) harus
mendapatkan rekomendasi dari Departemen Perindustrian tentang identifikasi sepeda
motor yang bersangkutan.

Pasal 11
(1) Kepala KPBC tempat penyelesaian kewajiban pabean melaporkan realisasi
penyelesaian kewajiban pabean kepada Direktur Teknis Kepabeanan setiap bulan.
(2) Direktur Teknis Kepabeanan melaporkan realisasi penyelesaian kewajiban pabean
kepada Direktur Jenderal.

Pasal 12
Peraturan Direktur Jenderal Bea dan Cukai ini mulai berlaku sejak tanggal 1 Juni 2007
sampai dengan 30 April 2008.

Ditetapkan di Jakarta
pada tanggal 11 Mei 2007

DIREKTUR JENDERAL BEA DAN CUKAI,

ttd.

ANWAR SUPRIJADI
NIP 120050332

4 BONUS WARTA BEACUKAI EDISI 392 JULI 2007


K E P U T U S A N & K E T E T A P A N
Lampiran I-a
Peraturan Direktur Jenderal Bea dan Cukai Nomor: P-10/BC/2007 tentang Petunjuk Pelaksanaan
Penyelesaian Kewajiban Pabean Atas Sepeda Motor dan Kapal Pesiar termasuk Yacht Yang Pada Saat
Pemasukannya Ke Dalam Daerah Pabean Indonesia Belum Diselesaikan Kewajiban Pabeannya

Contoh Permohonan Untuk Penyelesaian Sepeda Motor

Yth. Direktur Jenderal Bea dan Cukai


u.p. Direktur Teknis Kepabeanan
Kantor Pusat Direktorat Jenderal Bea dan Cukai
Jalan Ahmad Yani, Jakarta Timur

Sehubungan dengan sepeda motor yang saya miliki belum memenuhi kewajiban pabean
pada saat pemasukannya, dengan ini saya mengajukan permohonan izin penyelesaian
kewajiban pabean atas sepeda motor tersebut dengan data:

Merek dan Tipe :


Tahun Pembuatan :
Nomor Mesin :
Nomor Rangka :
Kapasitas Silinder :
Negara Asal :
Warna :

Sebagai bahan pemrosesan, bersama ini saya lampirkan:


1. fotokopi identitas pemilik (KTP);
2. fotokopi NPWP;
3. Berita Acara Pemeriksaan (BAP);
4. surat pernyataan kepemilikan; dan
5. surat kuasa, apabila pengurusannya dikuasakan kepada pihak lain.

Untuk pengajuan Pemberitahuan Impor Barang (PIB) akan saya lakukan di Kantor
Pelayanan Bea dan Cukai (KPBC): *)
1. KPBC Medan 4. KPBC Jakarta 8. KPBC Ngurah Rai
2. KPBC Batam 5. KPBC Bandung 9. KPBC Balikpapan
3. KPBC Pekan Baru 6. KPBC Tanjung Emas 10. KPBC Makassar
7. KPBC Tanjung Perak

Demikian permohonan ini saya buat dengan data yang sebenarnya dan saya akan
segera menyelesaikan kewajiban pabean sesuai ketentuan yang berlaku.
................., ........................... 2007

Hormat saya,

..................
*) Pilih salah satu

DIREKTUR JENDERAL BEA DAN CUKAI,

ttd.

ANWAR SUPRIJADI
NIP 120050332

BONUS WARTA BEACUKAI EDISI 392 JULI 2007


5
K E P U T U S A N & K E T E T A P A N
Lampiran I-b
Peraturan Direktur Jenderal Bea dan Cukai Nomor: P-10/BC/2007 tentang Petunjuk Pelaksanaan
Penyelesaian Kewajiban Pabean Atas Sepeda Motor dan Kapal Pesiar termasuk Yacht Yang Pada Saat
Pemasukannya Ke Dalam Daerah Pabean Indonesia Belum Diselesaikan Kewajiban Pabeannya
Contoh Permohonan Untuk Penyelesaian Kapal Pesiar / Yacht
Yth. Direktur Jenderal Bea dan Cukai
u.p. Direktur Teknis Kepabeanan
Kantor Pusat Direktorat Jenderal Bea dan Cukai
Jalan Ahmad Yani, Jakarta Timur
Sehubungan dengan kapal pesiar / yacht yang saya miliki belum memenuhi kewajiban
pabean pada saat pemasukannya, dengan ini saya mengajukan permohonan izin
penyelesaian kewajiban pabean dengan data:
1. Identitas Pemilik :
a. Nama :
b. Alamat :
c. Kewarganegaraan :
d. Pekerjaan :
e. Nomor KTP/Paspor :
2. Identitas Kapal :
a. Nama Kapal :
b. Bendera :
c. Negara Asal :
d. Tahun Pembuatan :
e. Ukuran (panjang, lebar, dalam) :
f. Gross Tonage/Net Tonage :
g. Kapasitas Penumpang :
h. Bukti kepemilikan : Akte jual-beli / Akte Hibah / Akte Waris *)
i. Tempat Sandar / Dermaga :
Sebagai bahan pertimbangan, saya lampirkan :
1. fotokopi identitas pemilik (KTP / Paspor);
2. fotokopi NPWP;
3. fotokopi identitas kapal antara lain nama kapal, builder certificate, bill of sale;
4. fotokopi perizinan yang telah diperoleh dari instansi terkait;
5. Berita Acara Pemeriksaan (BAP);
6. surat pernyataan kepemilikan;
7. surat kuasa, apabila pengurusannya dikuasakan kepada pihak lain.
Untuk pengajuan Pemberitahuan Impor Barang (PIB) akan saya lakukan di Kantor
Pelayanan Bea dan Cukai (KPBC): *)
1. KPBC Belawan 4. KPBC Tanjung Emas 7. KPBC Balikpapan
2. KPBC Batam 5. KPBC Tanjung Perak 8. KPBC Bitung
3. KPBC Tanjung Priok I 6. KPBC Benoa 9. KPBC Makassar
Demikian permohonan ini saya buat dengan data yang sebenarnya dan saya akan segera
menyelesaikan kewajiban pabean sesuai ketentuan yang berlaku.
................., ........................... 2007
Hormat saya,

..................
*) Pilih salah satu
DIREKTUR JENDERAL BEA DAN CUKAI,
ttd.
ANWAR SUPRIJADI
NIP 120050332

6 BONUS WARTA BEACUKAI EDISI 392 JULI 2007


K E P U T U S A N & K E T E T A P A N
Lampiran II-a
Peraturan Direktur Jenderal Bea dan Cukai Nomor: P-10/BC/2007 tentang Petunjuk Pelaksanaan
Penyelesaian Kewajiban Pabean Atas Sepeda Motor dan Kapal Pesiar termasuk Yacht Yang Pada Saat
Pemasukannya Ke Dalam Daerah Pabean Indonesia Belum Diselesaikan Kewajiban Pabeannya

Contoh Surat Pernyataan Untuk Sepeda Motor

SURAT PERNYATAAN

Saya yang bertanda tangan di bawah ini :


Nama :
Alamat :
No. Identitas :
dengan ini menyatakan :
1. Sepeda Motor dengan data:

Merek dan Tipe :


Tahun Pembuatan :
Nomor Mesin :
Nomor Rangka :
Kapasitas silinder :
Warna :

adalah benar dan sah milik saya.

2. Tidak akan melakukan perubahan merek/tipe dan tahun pembuatan atas kendaraan
bermotor tersebut di atas.

3. Surat Pernyataan ini saya buat dengan sebenar-benarnya dan saya bersedia
bertanggung jawab di depan hukum atas pernyataan saya ini.

Demikian Surat Pernyataan ini saya buat untuk dapat dipergunakan.

.............., ............................. 2007


Yang menyatakan,

meterai 6000

...........................

DIREKTUR JENDERAL BEA DAN CUKAI,

ttd.

ANWAR SUPRIJADI
NIP 120050332

BONUS WARTA BEACUKAI EDISI 392 JULI 2007


7
K E P U T U S A N & K E T E T A P A N
Lampiran II-b
Peraturan Direktur Jenderal Bea dan Cukai Nomor: P-10/BC/2007 tentang Petunjuk Pelaksanaan
Penyelesaian Kewajiban Pabean Atas Sepeda Motor dan Kapal Pesiar termasuk Yacht Yang Pada Saat
Pemasukannya Ke Dalam Daerah Pabean Indonesia Belum Diselesaikan Kewajiban Pabeannya

Contoh Surat Pernyataan Untuk Kapal Pesiar / Yacht

SURAT PERNYATAAN

Saya yang bertanda tangan di bawah ini:

Nama :

Alamat :

No. Identitas :

dengan ini menyatakan :

1. Kapal Pesiar / Yacht dengan data :

Nama Kapal :
Bendera :
Negara Asal :
Tahun Pembuatan :
Ukuran :
Tempat Sandar / Dermaga :

adalah benar dan sah milik saya.

2. Tidak akan melakukan perubahan data atas Kapal Pesiar / Yacht tersebut di atas.

3. Surat Pernyataan ini saya buat dengan sebenar-benarnya dan saya bersedia
bertanggung jawab di depan hukum atas pernyataan saya ini.

Demikian Surat Pernyataan ini saya buat untuk dapat dipergunakan.

..............., ............................. 2007


Yang menyatakan,

meterai 6000

...........................

DIREKTUR JENDERAL BEA DAN CUKAI,

ttd.

ANWAR SUPRIJADI
NIP 120050332

8 BONUS WARTA BEACUKAI EDISI 392 JULI 2007


K E P U T U S A N & K E T E T A P A N
Lampiran III-a
Peraturan Direktur Jenderal Bea dan Cukai Nomor: P-10/BC/2007 tentang Petunjuk Pelaksanaan
Penyelesaian Kewajiban Pabean Atas Sepeda Motor dan Kapal Pesiar termasuk Yacht Yang Pada Saat
Pemasukannya Ke Dalam Daerah Pabean Indonesia Belum Diselesaikan Kewajiban Pabeannya

Contoh Berita Acara Pemeriksaan Untuk Sepeda Motor

KOP SURAT KPBC

BERITA ACARA PEMERIKSAAN


NOMOR:

Berdasarkan Surat Tugas ………… (diisi nama jabatan penanda tangan surat tugas)
nomor : …...…… (diisi nomor surat tugas) tanggal …….… (diisi tanggal surat tugas), kami
yang bertanda tangan di bawah ini:

1. Nama / NIP :
Pangkat / Gol. :
Jabatan :

2. Nama/NIP :
Pangkat / Gol. :
Jabatan :

pada hari ini …… …. tanggal ……..… …..(dalam huruf), di lokasi ………………………


(diisi lokasi pemeriksaan fisik barang secara detail), telah melaksanakan tugas
pemeriksaan fisik atas Sepeda Motor dengan hasil sebagai berikut.

Merek :
Tipe :
Tahun Pembuatan :
Nomor Rangka :
Nomor Mesin :
Kapasitas Silinder :
Warna :

Hasil cek fisik :


TEMPELKAN HASIL CEK FISIK NOMOR RANGKA DI SINI

TEMPELKAN HASIL CEK FISIK NOMOR MESIN DI SINI

Foto barang terlampir.

Demikian Berita Acara Pemeriksaan ini dibuat dengan sebenar-benarnya.

.................., ....................2007

Pemeriksa I, Pemeriksa II, Mengetahui,


Nama : Nama : Pemilik/kuasanya
NIP : NIP : Nama :

DIREKTUR JENDERAL BEA DAN CUKAI,


ttd.
ANWAR SUPRIJADI
NIP 120050332

BONUS WARTA BEACUKAI EDISI 392 JULI 2007


9
K E P U T U S A N & K E T E T A P A N
Lampiran III-b
Peraturan Direktur Jenderal Bea dan Cukai Nomor: P-10/BC/2007 tentang Petunjuk Pelaksanaan
Penyelesaian Kewajiban Pabean Atas Sepeda Motor dan Kapal Pesiar termasuk Yacht Yang Pada Saat
Pemasukannya Ke Dalam Daerah Pabean Indonesia Belum Diselesaikan Kewajiban Pabeannya

Contoh Berita Acara Pemeriksaan Untuk Kapal Pesiar / Yacht

KOP SURAT KPBC

BERITA ACARA PEMERIKSAAN

Berdasarkan Surat Tugas …………(diisi nama jabatan penanda tangan surat tugas)
nomor : ……diisi nomor surat tugas tanggal …………(diisi tanggal surat tugas), kami yang
bertanda tangan di bawah ini:

1. Nama / NIP :
Pangkat / Gol. :
Jabatan :

2. Nama/NIP :
Pangkat / Gol. :
Jabatan :

pada hari ini …….......…. tanggal …….........…. (dalam huruf), di lokasi ….......……… (diisi
lokasi pemeriksaan fisik barang secara detail), telah melaksanakan tugas pemeriksaan
fisik atas kapal pesiar / yacht dengan hasil sebagai berikut.

Jumlah barang : angka (huruf ) unit;


Nama barang : diisi kapal pesiar (yacht)
Merk : diisi merk / nama kapal pesiar
Tipe/Model : diisi tipe atau model
Ukuran : diisi panjang, lebar dan tinggi;
Hull Material : diisi fiberglass, kayu, aluminium atau lainnya;
Kapasitas penumpang : diisi jumlah kapasitas penumpang;
Tonage : diisi kapasitas gross weight / net weight
Mesin : diisi merk, tipe, kapasitas dan spesifikasi mesin lengkap
Tahun pembuatan : diisi angka dan huruf
Negara asal : diisi nama negara pembuat barang;

Foto barang (dari beberapa sisi eksterior dan interior) terlampir.

Demikian Berita Acara Pemeriksaan ini dibuat dengan sebenar-benarnya.

.................., ....................2007

Pemeriksa I, Pemeriksa II, Mengetahui,

Nama : Nama : Pemilik/kuasanya


NIP : NIP : Nama :

DIREKTUR JENDERAL BEA DAN CUKAI,


ttd.
ANWAR SUPRIJADI
NIP 120050332

10 BONUS WARTA BEACUKAI EDISI 392 JULI 2007


K E P U T U S A N & K E T E T A P A N
Lampiran IV-a
Peraturan Direktur Jenderal Bea dan Cukai Nomor: P-10/BC/2007 tentang Petunjuk Pelaksanaan
Penyelesaian Kewajiban Pabean Atas Sepeda Motor dan Kapal Pesiar termasuk Yacht Yang Pada Saat
Pemasukannya Ke Dalam Daerah Pabean Indonesia Belum Diselesaikan Kewajiban Pabeannya

Contoh Keputusan Direktur Jenderal untuk Sepeda Motor

DEPARTEMEN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA


KEPUTUSAN DIREKTUR JENDERAL BEA DAN CUKAI
NOMOR : KEP- /BC.2/MB/200..
TENTANG
PEMBERIAN IZIN PENYELESAIAN KEWAJIBAN PABEAN ATAS SEPEDA
MOTOR
KEPADA ......................

DIREKTUR JENDERAL BEA DAN CUKAI,


Membaca :
Surat permohonan Sdr. ....................... tanggal ...........

Menimbang :
a. bahwa kendaraan Sepeda Motor sebagaimana dimaksud dalam Keputusan Direktur
Jenderal Bea dan Cukai ini belum diselesaikan kewajiban pabeannya pada saat
dimasukkan ke dalam Daerah Pabean Indonesia;
b. bahwa untuk memberikan kepastian hukum atas status sepeda motor dimaksud,
kewajiban pabean yang terutang wajib dipenuhi;
c. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud pada huruf a dan b, perlu
menetapkan Keputusan Direktur Jenderal Bea dan Cukai tentang Pemberian Izin
Penyelesaian Kewajiban Pabean Atas Sepeda Motor Kepada ................;

Mengingat :
1. Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1995 tentang Kepabeanan (Lembaran Negara
Republik Indonesia Tahun 1995 Nomor 75, Tambahan Lembaran Negara Republik
Indonesia Nomor 3612) sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang Nomor 17
Tahun 2006 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2006 Nomor 93, Tambahan
Lembaran Negara Nomor 4661);
2. Surat Menteri Keuangan Nomor S-167/MK.04/2007 tanggal 19 April 2007;
3. Peraturan Direktur Jenderal Bea dan Cukai Nomor: ..... tentang Petunjuk Pelaksanaan
Penyelesaian Kewajiban Pabean Atas Sepeda Motor dan Kapal Pesiar termasuk
Yacht Yang Pada Saat Pemasukannya Ke Dalam Daerah Pabean Indonesia Belum
Diselesaikan Kewajiban Pabeannya;

MEMUTUSKAN:
Menetapkan :
Keputusan Direktur Jenderal Bea dan Cukai tentang Pemberitan Izin Penyelesaian
Kewajiban Pabean Atas Sepeda Motor Kepada ................

PERTAMA :
Memberikan izin kepada Sdr. .................... untuk menyelesaikan kewajiban pabean atas
Sepeda Motor dengan data :
Merek dan Tipe :
Tahun Pembuatan :
Nomor Mesin :
Nomor Rangka :
Kapasitas silinder :
Warna :

BONUS WARTA BEACUKAI EDISI 392 JULI 2007


11
K E P U T U S A N & K E T E T A P A N
KEDUA :
Izin Penyelesaian kewajiban pabean sebagaimana dimaksud dalam Diktum
PERTAMA diberikan dengan ketentuan melunasi bea masuk dan pajak dalam rangka
impor dengan pos tarif ....... dan nilai pabean CIF Rp. .... (...... dalam huruf .....),
yakni:
a. bea masuk dengan tarif pembebanan ..%, sebesar Rp. ...;
b. Pajak Pertambahan Nilai dengan tarif pembebanan 10%, sebesar Rp. ...;
c. Pajak Penjualan atas Barang Mewah dengan tarif pembebanan ..%, sebesar Rp.
...;
d. Pajak Penghasilan Pasal 22 Impor dengan tarif pembebanan ..%, sebesar Rp. ....

KETIGA :
(1) Yang berkepentingan diwajibkan untuk menyelesaikan kewajiban pabean dengan
mengajukan Pemberitahuan Impor Barang (PIB) ke Kantor Pelayanan Bea dan Cukai
............ disertai bukti pembayaran bea masuk dan pajak dalam rangka impor;
(2) Penyelesaian kewajiban pabean sebagaimana dimaksud pada butir (1) dilakukan
selambat-lambatnya 60 (enam puluh) hari terhitung sejak tanggal Keputusan
Direktur Jenderal Bea dan Cukai ini;
(3) Apabila sampai dengan jangka waktu yang telah ditetapkan sebagaimana
dimaksud pada butir (2), bea masuk dan pajak dalam rangka impor yang terutang
belum dibayar, maka dikenakan bunga sebesar 2% (dua persen) dari bea masuk
dan pajak dalam rangka impor setiap bulan, dihitung sejak tanggal jatuh tempo
sampai dengan tanggal pembayarannya, dan bagian bulan dihitung satu bulan;
(4) Apabila sampai dengan tanggal 30 April 2008 tidak dilakukan pelunasan atas bea
masuk dan pajak dalam rangka impor, maka Keputusan Direktur Jenderal Bea
dan Cukai ini dinyatakan tidak berlaku.

KEEMPAT :
Apabila dikemudian hari ternyata terdapat kekeliruan/kekurangan dalam Keputusan
Direktur Jenderal Bea dan Cukai ini akan diadakan perbaikan sebagaimana
mestinya.

KELIMA :
Keputusan Direktur Jenderal Bea dan Cukai ini mulai berlaku pada tanggal
ditetapkan.

Salinan Keputusan Direktur Jenderal Bea dan Cukai ini disampaikan kepada:
Kepala Kantor Pelayanan Bea dan Cukai ……….

Asli Keputusan Menteri Keuangan ini disampaikan kepada:


Sdr. ..........
dengan alamat ………….

Ditetapkan di Jakarta
pada tanggal ………….
a.n. Direktur Jenderal Bea dan Cukai
Direktur Teknis Kepabeanan

…………………

DIREKTUR JENDERAL BEA DAN CUKAI,


ttd.
ANWAR SUPRIJADI
NIP 120050332

12 BONUS WARTA BEACUKAI EDISI 392 JULI 2007


K E P U T U S A N & K E T E T A P A N
Lampiran IV-b
Peraturan Direktur Jenderal Bea dan Cukai Nomor: P-10/BC/2007 tentang Petunjuk Pelaksanaan
Penyelesaian Kewajiban Pabean Atas Sepeda Motor dan Kapal Pesiar termasuk Yacht Yang Pada Saat
Pemasukannya Ke Dalam Daerah Pabean Indonesia Belum Diselesaikan Kewajiban Pabeannya

Contoh Keputusan Direktur Jenderal untuk Kapal Pesiar / Yacht

DEPARTEMEN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA


KEPUTUSAN DIREKTUR JENDERAL BEA DAN CUKAI
NOMOR: /BC.2/KAPAL/200..
TENTANG
PEMBERIAN IZIN PENYELESAIAN KEWAJIBAN PABEAN ATAS KAPAL
PESIAR / YACHT
KEPADA ......................

DIREKTUR JENDERAL BEA DAN CUKAI,


Membaca :
Surat permohonan Sdr. ....................... tanggal ...........

Menimbang :
a. bahwa kapal pesiar atau yacht sebagaimana dimaksud dalam Keputusan Direktur
Jenderal Bea dan Cukai ini belum diselesaikan kewajiban pabeannya pada saat
dimasukkan ke dalam Daerah Pabean Indonesia;
b. bahwa untuk memberikan kepastian hukum atas status kapal pesiar / yacht, kewajiban
pabean yang terutang wajib dipenuhi;
c. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud pada huruf a dan b, perlu
menetapkan Keputusan Direktur Jenderal tentang Pemberian Izin Penyelesaian
Kewajiban Pabean Atas Kapal Pesiar / Yacht Kepada ................;

Mengingat :
1. Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1995 tentang Kepabeanan (Lembaran Negara
Republik Indonesia Tahun 1995 Nomor 75, Tambahan Lembaran Negara Republik
Indonesia Nomor 3612) sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang Nomor 17
Tahun 2006 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2006 Nomor 93, Tambahan
Lembaran Negara Nomor 4661);
2. Surat Menteri Keuangan Nomor S-167/MK.04/2007 tanggal 19 April 2007;
3. Peraturan Direktur Jenderal Bea dan Cukai Nomor: ..... tentang Petunjuk Pelaksanaan
Penyelesaian Kewajiban Pabean Atas Sepeda Motor dan Kapal Pesiar termasuk
Yacht Yang Pada Saat Pemasukannya Ke Dalam Daerah Pabean Indonesia Belum
Diselesaikan Kewajiban Pabeannya;

MEMUTUSKAN:
Menetapkan :
Keputusan Direktur Jenderal Bea dan Cukai tentang Pemberian Izin Penyelesaian
Kewajiban Pabean Atas Kapal Pesiar / Yacht Kepada ................

PERTAMA :
Memberikan izin kepada Sdr. .................... untuk menyelesaikan kewajiban pabean atas
Kapal Pesiar / Yacht dengan data:
Nama Kapal :
Bendera :
Negara Asal :
Tahun Pembuatan :
Ukuran :
Tempat Sandar / Dermaga :

BONUS WARTA BEACUKAI EDISI 392 JULI 2007


13
K E P U T U S A N & K E T E T A P A N
KEDUA :
Izin Penyelesaian kewajiban pabean sebagaimana dimaksud dalam Diktum
PERTAMA diberikan dengan ketentuan melunasi bea masuk dan pajak dalam rangka
impor dengan pos tarif ....... dan nilai pabean CIF Rp. .... (...... dalam huruf .....),
yakni:
a. bea masuk dengan tarif pembebanan ..%, sebesar Rp. ...;
b. Pajak Pertambahan Nilai dengan tarif pembebanan 10%, sebesar Rp. ...;
c. Pajak Penjualan atas Barang Mewah dengan tarif pembebanan ..%, sebesar Rp.
...;
d. Pajak Penghasilan Pasal 22 Impor dengan tarif pembebanan ..%, sebesar Rp. ....

KETIGA :
(1) Yang berkepentingan diwajibkan untuk menyelesaikan kewajiban pabean dengan
mengajukan Pemberitahuan Impor Barang (PIB) ke Kantor Pelayanan Bea dan
Cukai ............ disertai bukti pembayaran bea masuk dan pajak dalam rangka
impor;
(2) Penyelesaian kewajiban pabean sebagaimana dimaksud pada butir (1) dilakukan
selambat-lambatnya 60 (enam puluh) hari terhitung sejak tanggal Keputusan
Direktur Jenderal Bea dan Cukai ini;
(3) Apabila sampai dengan jangka waktu yang telah ditetapkan sebagaimana
dimaksud pada butir (2), bea masuk dan pajak dalam rangka impor yang terutang
belum dibayar, maka dikenakan bunga sebesar 2% (dua persen) dari bea masuk
dan pajak dalam rangka impor setiap bulan, dihitung sejak tanggal jatuh tempo
sampai dengan tanggal pembayarannya, dan bagian bulan dihitung satu bulan;
(4) Apabila sampai dengan tanggal 30 April 2008 tidak dilakukan pelunasan atas bea
masuk dan pajak dalam rangka impor, maka Keputusan Direktur Jenderal Bea
dan Cukai ini dinyatakan tidak berlaku.

KEEMPAT :
Apabila dikemudian hari ternyata terdapat kekeliruan/kekurangan dalam Keputusan
Direktur Jenderal Bea dan Cukai ini akan diadakan perbaikan sebagaimana
mestinya.

KELIMA :
Keputusan Direktur Jenderal Bea dan Cukai ini mulai berlaku pada tanggal
ditetapkan.

Salinan Keputusan Direktur Jenderal Bea dan Cukai ini disampaikan kepada:
Kepala Kantor Pelayanan Bea dan Cukai ……….

Asli Keputusan Menteri Keuangan ini disampaikan kepada:


Sdr. ..........
dengan alamat ………….

Ditetapkan di Jakarta
pada tanggal ………….
a.n. Direktur Jenderal Bea dan Cukai
Direktur Teknis Kepabeanan

…………………

DIREKTUR JENDERAL BEA DAN CUKAI,


ttd.
ANWAR SUPRIJADI
NIP 120050332

14 BONUS WARTA BEACUKAI EDISI 392 JULI 2007


K E P U T U S A N & K E T E T A P A N
Lampiran V-a
Peraturan Direktur Jenderal Bea dan Cukai Nomor: P-10/BC/2007 tentang Petunjuk Pelaksanaan
Penyelesaian Kewajiban Pabean Atas Sepeda Motor dan Kapal Pesiar termasuk Yacht Yang Pada Saat
Pemasukannya Ke Dalam Daerah Pabean Indonesia Belum Diselesaikan Kewajiban Pabeannya

TATACARA PENYELESAIAN KEWAJIBAN PABEAN


ATAS SEPEDA MOTOR DENGAN KAPASITAS SILINDER MELEBIHI 250CC

1. Pemilik atau kuasanya mengajukan permohonan pemeriksaan fisik barang


kepada Direktur Teknis Kepabeanan atau Kepala KPBC dimana lokasi barang
berada;
2. Direktur Teknis Kepabeanan atau Kepala KPBC dimana lokasi barang berada
menunjuk pegawai untuk melakukan pemeriksaan fisik;
3. Pegawai yang ditunjuk melakukan pemeriksaan fisik barang dan membuat Berita
Acara Pemeriksaan (BAP) sesuai contoh yang ditetapkan serta menyerahkan
BAP kepada Pemilik atau kuasanya;
4. Pemilik atau kuasanya mengajukan permohonan penyelesaian Sepeda motor
kepada Direktur Jenderal Bea dan Cukai u.p. Direktur Teknis Kepabeanan sesuai
contoh yang ditetapkan dengan dilampiri dokumen yang dipersyaratkan.
5. Pejabat yang menerima permohonan memberikan tanda terima kepada
pemohon.
6. Direktur Teknis Kepabeanan melakukan penelitian atas kelengkapan
permohonan yang bersangkutan:
a. Dalam hal permohonan telah lengkap menerbitkan Keputusan Direktur
Jenderal Bea dan Cukai tentang Pemberian Izin Penyelesaian Kewajiban
Pabean Atas sepeda motor dengan mencantumkan penetapan klasifikasi,
pembebanan impor, dan nilai pabean serta besarnya bea masuk dan pajak
dalam rangka impor yang wajib dilunasi;
b. Dalam hal permohonan tidak lengkap, permohonan ditolak dengan
menyampaikan alasan penolakan.
7. Staf Tata Usaha Direktorat Teknis Kepabeanan mengadministrasikan Keputusan
Direktur Jenderal Bea dan Cukai dimaksud dan mendistribusikannya kepada
pemohon dan Kepala KPBC yang ditunjuk.
8. Pemilik atau kuasanya:
a. membuat PIB dengan mencantumkan nomor dan tanggal Keputusan Direktur
Jenderal Bea dan Cukai dalam kolom 19 (Skep fasilitas);
b. melunasi bea masuk dan pajak dalam rangka impor melalui Bank Devisa
Persepsi/Pos Persepsi dengan menerima Surat Setoran Pabean, Cukai, dan
Pajak dalam rangka impor (SSPCP);
c. mengajukan PIB secara manual disertai SSPCP ke KPBC yang ditunjuk.
9. KPBC yang ditunjuk:
a. melakukan penelitian terhadap kelengkapan dan kebenaran pengisian PIB
beserta
SSPCP;
b. memberikan nomor dan tanggal pendaftaran PIB, dengan tidak:
1) menetapkan jalur pengeluaran barang;
2) melakukan penetapan tarif dan nilai pabean;
3) menerbitkan Surat Persetujuan Pengeluaran Barang (SPPB).
c. menerbitkan Formulir A dan mendistribusikannya sesuai ketentuan yang berlaku.

DIREKTUR JENDERAL BEA DAN CUKAI,


ttd.
ANWAR SUPRIJADI
NIP 120050332

BONUS WARTA BEACUKAI EDISI 392 JULI 2007


15
K E P U T U S A N & K E T E T A P A N
Lampiran V-b
Peraturan Direktur Jenderal Bea dan Cukai Nomor: P-10/BC/2007 tentang Petunjuk Pelaksanaan
Penyelesaian Kewajiban Pabean Atas Sepeda Motor dan Kapal Pesiar termasuk Yacht Yang Pada Saat
Pemasukannya Ke Dalam Daerah Pabean Indonesia Belum Diselesaikan Kewajiban Pabeannya

TATACARA PENYELESAIAN KEWAJIBAN PABEAN


ATAS KAPAL PESIAR / YACHT

1. Pemilik atau kuasanya mengajukan permohonan pemeriksaan fisik barang kepada


Kepala KPBC dimana lokasi barang berada;
2. Kepala KPBC dimana lokasi barang berada menunjuk pegawai untuk melakukan
pemeriksaan fisik;
3. Pegawai yang ditunjuk melakukan pemeriksaan fisik barang dan membuat Berita
Acara Pemeriksaan (BAP) sesuai contoh yang ditetapkan serta menyerahkan BAP
kepada Pemilik atau kuasanya;
4. Pemilik atau kuasanya mengajukan permohonan penyelesaian Kapal Pesiar / Yacht
kepada Direktur Jenderal Bea dan Cukai u.p. Direktur Teknis Kepabeanan sesuai
contoh yang ditetapkan dengan dilampiri dokumen yang dipersyaratkan.
5. Pejabat yang menerima permohonan memberikan tanda terima kepada pemohon.
6. Direktur Teknis Kepabeanan melakukan penelitian atas kelengkapan permohonan
yang bersangkutan:
a. dalam hal permohonan telah lengkap, menerbitkan Keputusan Direktur Jenderal
Bea dan Cukai tentang Pemberian Izin Penyelesaian Kewajiban Pabean Atas
Kapal Pesiar / Yacht dengan mencantumkan penetapan klasifikasi, pembebanan
impor, dan nilai pabean serta besarnya bea masuk dan pajak dalam rangka impor
yang wajib dilunasi;
b. dalam hal permohonan tidak lengkap, permohonan ditolak dengan menyampaikan
alasan penolakan.
7. Staf Tata Usaha Direktorat Teknis Kepabeanan mengadministrasikan Keputusan
Direktur Jenderal Bea dan Cukai dimaksud dan mendistribusikannya kepada pemohon
dan Kepala KPBC yang ditunjuk.
8. Pemilik atau kuasanya:
a. membuat PIB dengan mencantumkan nomor dan tanggal Keputusan Direktur
Jenderal Bea dan Cukai dalam kolom 19 (Skep fasilitas);
b. melunasi bea masuk dan pajak dalam rangka impor melalui Bank Devisa Persepsi/
Pos Persepsi dengan menerima SSPCP;
c. mengajukan PIB secara manual disertai SSPCP ke KPBC yang ditunjuk.
9. KPBC yang ditunjuk:
a. melakukan penelitian terhadap kelengkapan dan kebenaran pengisian PIB beserta
SSPCP;
b. memberikan nomor dan tanggal pendaftaran PIB, dengan tidak:
1) menetapkan jalur pengeluaran barang;
2) melakukan penetapan tarif dan nilai pabean;
3) menerbitkan Surat Persetujuan Pengeluaran Barang (SPPB).
c. menerbitkan Formulir A dan mendistribusikan sesuai peruntukannya.
10. Berdasarkan PIB beserta SSPCP, KPBC yang mengawasi lokasi Kapal Pesiar / Yacht:
a. melakukan pembukaan segel terhadap Kapal Pesiar / Yacht yang masih dalam
keadaan disegel.
b. mengembalikan jaminan apabila pemilik menyerahkan jaminan sebelum dilakukan
penyelesaian kewajiban pabean.

DIREKTUR JENDERAL BEA DAN CUKAI,


ttd.
ANWAR SUPRIJADI
NIP 120050332

16 BONUS WARTA BEACUKAI EDISI 392 JULI 2007