You are on page 1of 81

TAHUN XXXIX EDISI 398 JANUARI 2008

KPU Bea dan Cukai


Tanjung Priok
IMPLEMENTASI PELAYANAN PRIMA
DAN PENGAWASAN EFEKTIF

PROFIL WAWANCARA

MENUNGGU IMPLEMENTASI
HENGKY TP ARITONANG
BERUSAHA MENJADIKAN KENDALA
SEBAGAI PELUANG
ANWAR SUPRIJADI
KPU YANG LAIN SECARA BERTAHAP SEGERA
DIIMPLEMENTASIKAN TAHUN 2008
DARI REDAKSI

TERBIT SEJAK 25 APRIL 1968


MELAYANI DENGAN TULUS IZIN DEPPEN: NO. 1331/SK/DIRJEN-G/SIT/72
TANGGAL, 20 JUNI 1972 ISSN.0216-2483

A
Salam jumpa di tahun yang baru. PELINDUNG
Direktur Jenderal Bea dan Cukai:
pa yang Anda ingat di tahun 2007 lalu yang belum lama usai ? Drs. Anwar Suprijadi, MSc
PENASEHAT
Saya percaya, setiap individu pasti melewati dan mengalami Direktur Penerimaan & Peraturan
Kepabeanan dan Cukai:
banyak kejadian di dalam satu tahun perjalanan hidupnya, Drs. Hanafi Usman
Direktur Teknis Kepabeanan
both in personal and/or professional life. Perjalanan hidup Drs. Teguh Indrayana, MA
Direktur Fasilitas Kepabeanan
sering diibaratkan seperti menaiki roller coaster Halilintar di Drs. Kusdirman Iskandar
Direktur Cukai
Dunia Fantasi. Naik turun begitu cepat, mencampur adukkan berbagai Drs. Frans Rupang
Direktur Penindakan & Penyidikan
macam emosi dan perasaan. Dalam konteks yang lebih luas, negara ini Heru Santoso, SH
Direktur Audit
misalnya, sepanjang tahun lalu melewati beragam pergulatan di berbagai Drs. Thomas Sugijata, Ak. MM
Direktur Kepabeanan Internasional
bidang, sosial, politik, hukum, keamanan, lingkungan hidup, kebudayaan, Drs. M. Wahyu Purnomo, MSc
Direktur Informasi Kepabeanan & Cukai
serta yang sangat penting: ekonomi. Dr. Heri Kristiono, SH, MA
Kepala Pusat Pendidikan dan
Tidak mudah memang mengurusi ekonomi Indonesia, negara dengan Pelatihan Bea dan Cukai
Drs. Endang Tata
200 juta lebih penduduk tersebar dari Sabang hingga Merauke. Refleksi Inspektur Bea dan Cukai
Edy Setyo
akhir tahun di bidang ekonomi pada sebuah harian nasional memuat sebuah Tenaga Pengkaji Bidang Pelayanan &
Penerimaan KC
artikel dengan judul tulisan yang sangat simpatik yaitu: “Mulailah tulus Drs. Bambang Prasodjo
Tenaga Pengkaji Bidang Pengawasan &
melayani masyarakat”. Judul dan tulisan di dalamnya memang lebih menitik Penegakan Hukum KC
Drs. Erlangga Mantik, MA
beratkan kepada aparatur pemerintahan yang tugas sehari-harinya Tenaga Pengkaji Bidang Pengembangan
Kapasitas & Kinerja Organisasi KC
berhubungan dengan pelayanan kepada masyarakat. Drs. Joko Wiyono
Pertanyaannya kemudian adalah, apakah petugas Direktorat Jenderal KETUA DEWAN PENGARAH
Sekretaris Direktorat Jenderal
Bea dan Cukai (DJBC) telah dengan tulus melayani masyarakat? Bea dan Cukai:
Drs. Kamil Sjoeib, MA
Transparency International Indonesia setiap awal tahun selalu merilis WAKIL KETUA DEWAN PENGARAH/
PENANGGUNG JAWAB
daftar institusi pemerintah yang dipersepsikan korupsi, dan DJBC dalam Kepala Bagian Umum:
Sonny Subagyo, S.Sos
beberapa tahun terakhir selalu masuk 5 besar. Tidak hanya soal korupsi, DEWAN PENGARAH
Drs. Nofrial, M.A., Drs. Patarai Pabottinggi,
DJBC sering dipersepsikan sebagai instansi yang banyak hambatan dan Dra. Cantyastuti Rahayu, Ariohadi, SH, MA.
Marisi Zainuddin Sihotang, SH.,M.M.
birokrasi yang rumit. Hendi Budi Santosa,
Ir. Azis Syamsu Arifin, Muhammad Zein, SH, MA.
Tentu saja tidak adil bila mempersepsikan seluruh pegawai DJBC Maimun, Ir. Agus Hermawan, MA.
PEMIMPIN REDAKSI
bermental korup. Upaya untuk memperbaiki pelayanan terus dilakukan. Lucky R. Tangkulung
REDAKTUR
Pertengahan tahun 2007, DJBC meluncurkan Kantor Pelayanan Utama Aris Suryantini,
(KPU) Bea Cukai di Tanjung Priok yang akan mempraktekkan pelayanan Supriyadi Widjaya,
Zulfril Adha Putra
prima dengan pengawasan yang efektif. Dirjen Bea Cukai Anwar Suprijadi FOTOGRAFER
Andy Tria Saputra
ketika diwawancarai WBC mengatakan (lihat rubrik wawancara), KORESPONDEN DAERAH
` Hulman Simbolon (Medan),
pembentukan KPU adalah jawaban atas tuntutan masyarakat pengguna Abdul Rasyid (Medan), Ian Hermawan (Pontianak)
Donny Eriyanto (Makassar)
jasa terhadap peningkatan citra dan kinerja DJBC. Bambang Wicaksono (Ambon)
KOORDINATOR PRACETAK
Tentunya diharapkan tidak hanya di KPU bisa didapatkan pelayanan Asbial Nurdin
SEKRETARIS REDAKSI
yang prima, di kantor-kantor bea cukai lainnya yang non-KPU banyak Kitty Hutabarat
PIMPINAN USAHA/IKLAN
harapan digantungkan untuk bisa mendapatkan pelayanan sekelas KPU. Piter Pasaribu
TATA USAHA
Tinggal sekarang kembali ke masing-masing individu sebagai abdi negara, Mira Puspita Dewi S.Pt., M.S.M.,
Untung Sugiarto
apakah mau dengan tulus melayani masyarakat ? Atau tetap dengan jargon IKLAN
Wirda Renata Pardede
lama, “Kalau bisa dipersulit, buat apa dipermudah”. SIRKULASI
H. Hasyim, Amung Suryana
Albert Einstein pernah bilang begini, Everything should be made as BAGIAN UMUM
Rony Wijaya
simple as possible, but not simpler. PERCETAKAN
PT. BDL Jakarta
Melayani dengan tulus bisa jadi merupakan salah satu resep cespleng
ALAMAT REDAKSI/TATA USAHA
bagi kesembuhan ekonomi Indonesia yang sedang meriang. Memang Kantor Pusat Direktorat Jenderal
Bea dan Cukai,
mudah mengucapkan, tapi sejujurnya agak susah untuk mulai menjalankan. Jl. Jenderal A. Yani (By Pass) Jakarta Timur
Telp. (021) 47865608, 47860504,
Pilihannya ada pada diri kita masing-masing, either talk the talk or… start to 4890308 Psw. 154 - Fax. (021) 4892353
E-Mail : - wbc@cbn.net.id
walk the talk. - majalah_wbc@yahoo.com
REKENING GIRO a/n :
Selamat berkarya, selamat melayani, Selamat Tahun Baru 2008. MIRA PUSPITA DEWI
BANK BNI 1946 CABANG CIPINANG
RAWAMANGUN, JAKARTA TIMUR
Nomor Rekening : 131339374
Lucky R. Tangkulung Pengganti Ongkos Cetak Rp. 10.000,-

EDISI 398 JANUARI 2008 WARTA BEA CUKAI 1


DAFTAR ISI
1 DARI REDAKSI
KARIKATUR
4-17
3
21 PUSDIKLAT
Laporan Utama DJBC dan Pusdiklat DJBC
Selenggarakan DTSS dan Diklat
Keberadaaan Kantor Pelayanan PCA
Utama Bea Cukai di Tanjung
Priok yang menjanjikan 23 DAERAH KE DAERAH
pelayanan prima pada pengguna - Kanwil DJBC Jawa Barat
jasa dan pengawasan efektif Serahkan Berkas Perkara Tindak
untuk kepentingan negara,
Pidana ke Kejaksaan Tinggi
menjadi topik pembahasan WBC
kali ini. Selengkapnya liputan - Upacara Pembukaan Patkor
mengenai KPU dapat disimak Kastima 13/2007, Kanwil DJBC
laporan utama WBC kali ini. Sumatera Utara
26 PPKC
- Target Bea Masuk dan Cukai

18-20 2007 Tercapai


- Website DJBC, Dari Peraturan
Wawancara Terbaru Hingga Pengumuman
“Tuntutan organisasi secara Mutasi
internal serta eksternal akan 32 SELAK
peningkatan kinerja DJBC,
Bratislava - Slovakia
merupakan salah satu hal
yang melatarbelakangi 36 SIAPA MENGAPA
terbentuknya KPU,” demikian - Agus Supriyanto
disampaikan Dirjen Bea dan - Kapitan Hendrik
Cukai Anwar Suprijadi ketika
memaparkan konsep serta - Syamsuddin
evaluasi pelaksanaan KPU. 38 INFO PEGAWAI
44 SEPUTAR BEACUKAI
46 PERISTIWA
- CCC Jelajahi Magelang -

39-43 Boyolali
- Inkado Buka Ranting Baru Dari
Pengawasan Kalangan Pondok Pesantren
Diklat PPNS dan penggagalan dan Armed
eksportasi illegal produk hasil 48 OPINI
hutan yang berhasil digagalkan Gak Ada Loe.... Mana Mungkin
aparat Bea dan Cukai, dapat
disimak pada rubrik Gua Ikutan jadi Bos ?!
pengawasan kali ini. 50 KOLOM
Disamping berita mengenai Penjualan ke DPIL Dari Kawasan
Rakor BNN dan juga kegiatan Berikat
operasi Cukai hasil tembakau
di daerah Jawa Tengah. 52 KEPABEANAN
INTERNASIONAL
Pertemuan Komisi Teknis HS
WCO

60-63 54
55
INFO PERATURAN
RUANG KESEHATAN
Daerah ke Daerah Memperlancar ASI
“Ada tantangan tersendiri di 56 RENUNGAN ROHANI
setiap penempatan tugas,” Makna-makna Ibadah haji dan
demikian dikatakan Hengky Qurban
TP Aritonang ketika
58 RUANG INTERAKSI
memaparkan kisah perjalanan
karirnya di DJBC. Selengkap- Tahun baru, harapan baru, Visi
nya mengenai perjalanan Baru
karirnya, rubrik profil kali ini 64 APA KATA MEREKA
akan memaparkannya untuk
para pembaca. - Ferry salim
- Didi Petet

2 WARTA BEA CUKAI EDISI 398 JANUARI 2008


KARIKATUR

EDISI 398 JANUARI 2008 WARTA BEA CUKAI 3


LAPORAN UTAMA

KPU Bea dan Cukai Tanjung Priok :

TERUS BERUSAHA
SUKSESKAN
PROGRAM KPU
Kantor Pelayanan Utama (KPU) Bea dan Cukai Tipe A Tanjung Priok
terus melakukan pembenahan. Perubahan secara sistemik yang dimanifestasikan
melalui KPU ini dilakukan seiring dengan upaya peningkatan citra
dan kinerja Bea dan Cukai melalui pembenahan di segala bidang, baik itu pelayanan,
sistim dan prosedur, pengawasan, sumber daya manusia (SDM),
organisasi dan adanya dukungan bagi peningkatan kesejahteraan pegawai.

W
ilayah kerja pelayanan dan pengawasan KPU Keempat, masalah sarana dan prasarana. Kegiatan reno-
Bea dan Cukai Tanjung Priok saat ini masih te- vasi dan pembangunan gedung kantor sedang dilakukan
tap menggunakan status wilayah kerja eks sejak saat launching KPU di Tanjung Priok hingga saat ini,
KPBC Tanjung Priok I, II, III setelah dikurangi disamping belum terpenuhinya sarana-prasarana lain seperti
oleh wilayah kerja KPPBC Tipe A4 Sunda Kela- komputer, telepon, faksimili, serta internet juga menjadi
pa dan KPPBC Tipe A2 Jakarta (berdasarkan KEP-68/BC/ perhatian utama untuk dapat segera dipenuhi supaya tidak
2007). Mengenai ketentuan wilayah kerja, dalm hal ini harus mengganggu optimalitas pelaksanaan kinerja pegawai seha-
menunggu keputusan dari Direktur Jenderal sebagai pengam- ri-hari.
bil keputusan final. Kelima, masalah budaya kerja organisasi. Untuk merubah
Berjalannya KPU Bea dan Cukai Tanjung Priok, baru budaya tidaklah mudah, memerlukan waktu, tidak sekedar
memasuki 6 bulan serta masa transisi dari Kanwil biasa membalik telapak tangan karena terkait dengan sikap dan pe-
menjadi KPU, tentu- FOTO-FOTO : DOK. WBC rilaku individu yang
nya menemui berba- mungkin telah bera-
gai kendala. Menurut kar sejak lama. Hal
Kepala KPU Bea dan inilah yang menjadi
Cukai Tipe A Tanjung critical success fac-
Priok, Ir Agung tor terpenting dalam
Kuswandono, M.A, implementasi KPU di
hambatan yang terja- Tanjung Priok yang
di dalam masa tran- ingin diwujudkan.
sisi tersebut antara “ Selain kendala
lain; yang telah ada
Pertama, masa- sejak masa transisi
lah sistem dan pro- yang masih belum
sedur. Beberapa sis- selesai dipecahkan
dur yang mengatur seperti masalah sis-
pelaksanaan tugas di tem dan prosedur,
KPU baru ditetapkan SDM, sarana dan
setelah KPU di-laun- prasarana, dan juga
ching, sehingga ma- masalah anggaran,
sih tetap mengguna- juga masih dirasa-
kan prosedur yang kan adanya conflict
lama dalam kinerja of interest yang ber-
pelayanan dan peng- asal baik dari inter-
awasan. nal maupun ekster-
Kedua, masalah KPU BEA DAN CUKAI TIPE A TANJUNG PRIOK, saat peluncurannya pada Juli 2007. nal institusi dimana
SDM. Pegawai DJBC mereka (pihak in-
yang bekerja di Tanjung Priok pada masa transisi masih terdi- ternal dan eksternal.red) masih berharap dan mencari ce-
ri dari SDM yang telah lulus saringan KPU dan sebagian lain- lah untuk dapat mempertahankan ’budaya lama’ yang se-
nya adalah pegawai yang berasal dari eks kantor lama, yang dang kita usahakan untuk dihilangkan di KPU,” demikian
dilanjutkan dengan program mutasi para pegawai yang meng- ungkap Agung Kuswandono.
gantikan pegawai eks kantor lama.
Ketiga, masalah anggaran. Mekanisme anggaran masih KINERJA
menggunakan anggaran eks Kantor Wilayah dan KPBC Tan- Target penerimaan bea masuk yang dibebankan kepa-
jung Priok I,II,III sedangkan anggaran KPU sampai saat ini da KPU Bea dan Cukai Tanjung Priok untuk tahun 2007
masih menggunakan anggaran dropping dari Kantor Pusat. adalah sebesar Rp 7.750 milyar. Sampai dengan tanggal

4 WARTA BEA CUKAI EDISI 398 JANUARI 2008


4 Desember 2007, telah terpenuhi target dan tentunya kompeten di bidangnya,” imbuh-
penerimaan dari bea masuk sejumlah Rp nya.
7.673,63 milyar, denda administrasi dan Sedangkan untuk sarana dan prasarana
bunga sebesar Rp. 196,85 milyar, total operasional pendukung di KPU, selaras
penerimaan pabean sebesar Rp. 7.870,49 dengan adanya perubahan tatalaksana impor
milyar atau 101,2 persen dari total target di KPU serta dalam mewujudkan kecepatan
penerimaan. kinerja kepabeanan yang diharapkan oleh
Dalam memberikan pelayanan kepada seluruh stakeholder maka diperlukan adanya
masyarakat, KPU menawarkan pelayanan penambahan dan updating terhadap sarana-
yang lebih cepat, tidak ada pungli dan trans- prasarana yang ada. Hal ini telah ditindaklan-
paran. Untuk melaksanakan semua itu, ko- juti dengan pengadaan atas keperluan terse-
mitmen yang kuat merupakan modal utama- but serta permintaan penambahan sarana
nya, demikian menurut Agung Kuswandono. dan prasarana operasional kepada Direktorat
Hal ini tentunya harus dan telah disadari oleh Jenderal dalam rangka kelancaran pelaksa-
seluruh pegawai yang ditempatkan di KPU naan tugas.
Bea dan Cukai Tanjung Priok.
“Amanah yang diberikan oleh institusi PENEGAKAN DISIPLIN DAN PEMBERIAN
dan publik kepada kami untuk dapat mem- REWARD
berikan pelayanan yang lebih cepat, tidak Tentunya atas kerja keras, loyalitas dan in-
ada pungli dan transparan selalu menjadi tegritas dari pegawai KPU patut untuk diberi-
dasar motivasi dalam pelaksanaan tugas. AGUNG KUSWANDONO. Amanah yang kan reward sebagai penghargaan dari pimpin-
Tentu harapan kami bagi pihak stake- diberikan oleh institusi dan publik an. Mengenai hal itu Agung Kuswandono me-
holder juga dapat membantu dengan tidak kepada kami untuk dapat memberi- nyatakan bahwa dalam hal pemberian peng-
memberikan peluang serta mau untuk kan pelayanan yang lebih cepat, tidak hargaan/reward kepada pegawai, sampai sa-
ada pungli dan transparan selalu
bekerja lebih baik, bersih, jujur, dan meng- menjadi dasar motivasi dalam pelak- at ini sedang disiapkan konsep dan metode-
ikuti segala aturan serta prosedur yang te- sanaan tugas. nya supaya lebih objektif, adil, dan sesuai
lah ditetapkan,” imbuh Agung Kuswandono. dengan fungsi dari tiap-tiap unit kerja di KPU.
Saat ini jumlah total pegawai dari level pejabat sampai Sebaliknya untuk penegakan disiplin bagi pegawai yang
dengan pelaksana di KPU Tipe A Tanjung Priok adalah dinilai lalai menjalankan tugasnya, sampai dengan saat ini
sebanyak 1.027 orang dengan komposisi sebagai berikut : data penegakan disiplin pegawai dari Bidang Kepatuhan In-
ternal adalah sebagai berikut :
No J e n j a n g Jumlah l 1 Pejabat Fungsional Pemeriksa Dokumen dalam proses
penjatuhan hukuman disiplin berat;
1. Eselon II 1 orang l 6 orang staf hanggar dan 1 orang Pejabat Pemeriksa Ba-
2. Eselon III 11 orang rang dalam proses pemeriksaan terkait pungli;
3. Eselon IV 42 orang l 1 orang staf administrasi dalam proses penjatuhan hukum-
4. Pejabat Fungsional 80 orang an terkait tindakan indisipliner;
5. Pelaksana Pemeriksa 466 orang l 17 orang Pejabat Pemeriksa Barang dalam proses
6. Pelaksana Administrasi 427 orang penjatuhan hukuman disiplin, terkait kasus sebelum KPU.

Dari jumlah tersebut nantinya sebagian pegawai KPU akan Sebenarnya yang menjadi obsesi Agung Kuswandono se-
dilimpahkan ke KPPBC Tipe A2 Jakarta dan KPPBC Tipe A4 bagai kepala kantor dalam peningkatan disiplin pegawai
Sunda Kelapa setelah ketetapan mengenai Tempat Penim- adalah adanya perilaku mental terpuji yang timbul langsung
bunan Sementara (TPS) yang menjadi daerah wewenang di- dari tiap individu, bukan dari hasil pengawasan Bidang
tetapkan oleh Direktur Jenderal. Kepatuhan Internal. Hal ini bukan bermaksud mengecilkan
arti dari unit Kepatuhan Internal, karena disiplin pegawai bu-
SUMBER DAYA kan hanya merupakan faktor kuantitatif dan kualitatif (kapasi-
Dengan jumlah personil yang ada di KPU Bea dan Cukai tas dan kualitas kinerja) namun juga termasuk hal yang
Tanjung Priok sebanyak 1.027 orang menurut Agung normatif (berhubungan dengan code of conduct yang menjadi
Kuswandono, dirasakan sudah cukup memadai untuk menja- dasar pegawai dalam bekerja) sehingga hanya akan dapat
lankan tugas pelayanan dan pengawasan kepabeanan. Jum- terwujud jika individu yang berbuat benar-benar melakukan
lah dirasakan sudah cukup memadai karena dalam formasi secara konsisten dan tergerak atas dasar kesadaran pribadi
dan penempatan pegawai didasarkan pada tingkat kebutuhan masing-masing.
riil tiap unit, volume, serta jam kerja pelayanan dan pengawas- Hal tersebut tidaklah mudah untuk diwujudkan, maka
an. Tentunya juga mempertimbangkan latar belakang dengan adanya Bidang Kepatuhan Internal dirasakan sangat
pendidikan dan pelatihan yang pernah diterima oleh pegawai. membantu dan diperlukan sebagai alat manajemen yang
Sebelum menduduki posisi masing-masing di KPU, lanjut penting dalam rangka penegakan disiplin pegawai supaya
Agung Kuswandono, para pegawai telah mendapatkan pem- dapat sesuai dengan aturan dan koridor yang berlaku.
bekalan dari Tim Percepatan Reformasi DJBC dan juga telah
mendapat pendidikan teknis terkait dengan bidangnya masing- INSTANSI TERKAIT DAN PENGGUNA JASA
masing. Selain itu materi maupun training pengembangan diri Untuk menjalankan tugas KPU tanpa disertai image ’me-
juga telah mereka dapatkan dari konsultan independen/swasta. langkahi wewenang’ instansi terkait lainnya maka dilakukan
Sedangkan pembinaan pegawai, yang dilakukan untuk koordinasi yang rutin serta terpadu. Hal itu selalu dilakukan
meningkatkan spirit para pegawai juga dilakukan. Pertemuan, dalam setiap kegiatan yang menyangkut tugas dan wewenang
baik berupa briefing dari atasan langsung maupun pertemuan kepabeanan di lingkungan pelabuhan Tanjung Priok dengan
lain yang bersifat informal diusahakan untuk selalu dapat di- instansi terkait untuk lebih menyelaraskan serta menciptakan
lakukan secara rutin guna meningkatkan spirit dalam bekerja sinergi dalam pelaksanaan tugas masing-masing instansi.
dan mengingatkan pada komitmen pegawai dalam pelaksana- Sedangkan dengan para pengguna jasa, pertemuan, baik
an tugas sehari-hari. yang bersifat formal maupun non formal kerap dilakukan
“Selain itu pemberian motivasi juga kita lakukan melalui antara pihak KPU dengan para pengguna jasa kepabeanan
mediasi konsultan manajemen dari luar institusi dalam rang- maupun yang diwakili oleh asosiasi atau kelompoknya.
ka menciptakan SDM yang berkualitas, mempunyai integritas, “Dalam hal peningkatan dan kelancaran pelayanan kepa-

EDISI 398 JANUARI 2008 WARTA BEA CUKAI 5


LAPORAN UTAMA
FOTO-FOTO : DOK. WBC

KOORDINASI rutin serta terpadu selalu dilakukan dalam setiap kegiatan yang menyangkut tugas dan wewenang kepabeanan di lingkungan pelabuhan
Tanjung Priok dengan instansi terkait untuk lebih menyelaraskan serta menciptakan sinergi dalam pelaksanaan tugas masing-masing instansi.

beanan terkadang kita melibatkan pihak pengusaha dalam mengubah budaya lama yang telah subur berkembang di Tan-
koordinasi pelaksanaan supaya dapat tercipta hubungan dan jung Priok. “Untuk itu dukungan penuh dari institusi khusus-
kinerja yang sinergis dan harmonis. Contohnya dalam hal nya DJBC dan pemerintah secara keseluruhan mutlak diper-
perijinan TPS, pelayanan form A, pelayanan jalur MITA lukan untuk dapat selalu mengikuti perkembangan dan mem-
Prioritas dan Non Prioritas, pelayanan yang terkait dengan berikan asistensi terhadap upaya kami dalam mewujudkan
institusi lain seperti karantina hewan, tumbuhan dan Badan suksesnya KPU yang merupakan tanggung jawab dan harap-
POM,” ungkap Agung Kuswandono. an yang ingin kita capai bersama,” demikian harapan Agung
“Sementara tanggapan pengguna jasa atas perbaikan layan- Kuswandono kepada Direktorat Jenderal bagi suksesnya KPU.
an kepabeanan, yang jelas sejauh ini masukan dan komplain
yang ada selalu kita usahakan untuk dapat segera ditindaklanjuti REMUNERASI DI KPU
dan diberikan pelayanan sesuai dengan kapasitas yang dimiliki Strategi yang dilakukan dalam rangka tercapainya kantor pe-
dan tentunya sesuai dengan aturan yang ada,” tambahnya. layanan yang bebas korupsi, kolusi dan nepotisme yang
Memang, tidak mudah untuk dapat mengubah persepsi didukung oleh SDM yang profesional dan berintegritas tinggi sa-
yang telah berkembang selama ini tentang kinerja aparat DJBC lah satunya adalah dengan melakukan perbaikan remunerasi
khususnya yang ada di Tanjung Priok, apalagi untuk dapat pegawai, namun masih ada berbagai pendapat mengenai hal ini.
Di KPU Bea dan Cukai Tanjung Priok, pegawai telah menerima
remunerasi per bulan Juli 2007.
Mengenai masalah remunerasi di KPU Bea dan Cukai Tan-
jung Priok, Agung Kuswandono menyatakan pendapatnya.
Menurutnya, memang ada banyak pendapat mengenai hal ini,
baik yang positif atau yang menyatakan remunerasi yang diterima
sudah merupakan suatu nominal yang layak, maupun pendapat
yang menyatakan bahwa nominal remunerasi tersebut belum
cukup untuk hidup di kota besar seperti Jakarta.
Pendapat-pendapat negatif mengenai remunerasi di KPU ju-
ga timbul dari selisih yang sedikit atau tidak signifikan jika diban-
dingkan dengan remunerasi yang didapat oleh pegawai yang
bertugas di kantor Bea dan Cukai non KPU. Hal tersebut,
tentunya terpulang kepada pribadi masing-masing pegawai KPU
dalam menyikapi hal tersebut.
“Namun jika kita mau berpikir lebih objektif dan membanding-
kan dengan perusahaan swasta atau institusi pemerintah lain di
kota yang sama maka sudah seharusnya kita harus lebih
bersyukur dan menerima kondisi yang ada sekarang dan tetap
JUMLAH PERSONIL yang ada di KPU Bea dan Cukai Tanjung Priok menjaga komitmen secara sungguh-sungguh dalam bekerja,”
sebanyak 1.027 orang dirasakan sudah cukup memadai untuk ujar Agung Kuswandono.
menjalankan tugas pelayanan dan pengawasan kepabeanan. Mengenai besarnya remunerasi, mulai dari pimpinan hingga

6 WARTA BEA CUKAI EDISI 398 JANUARI 2008


level terbawah apakah sudah memenuhi standar kesejahtera-
an, mengingat volume dan beban kerja yang cukup berat,
menurut Agung Kuswandono, hal itu tergantung dari sisi ma- PELAYANAN
KEPABEANAN
na menilainya. Kalau hanya menuruti hawa nafsu, tidak akan
pernah cukup. Tapi kalau dibandingkan dengan sebelumnya,
remunerasi tersebut sudah signifikan bagi peningkatan kese-

DAN CUKAI
jahteraan pegawai.
“Untuk menjawab keluhan mengenai hal itu saya rasa bu-
kan merupakan porsi dan tanggung jawab kami sebagai

DI KPU
pimpinan disini. Seluruh pegawai yang diterima dan masuk di
KPU merupakan pegawai yang seharusnya sudah siap dan
sadar pada konsekuensi yang berupa prioritas suksesnya
pelaksanaan tugas dan amanah pemerintah dan masyarakat
untuk dapat menciptakan institusi kepabeanan yang lebih
baik. Sedangkan hal remunerasi yang telah diterima sudah Konsep pelayanan yang diterapkan di
bersifat final dan harus dapat diterima apapun kondisinya,” KPU Bea dan Cukai Tipe A1 Tanjung
ujar Agung Kuswandono menanggapi adanya keluhan pega- Priok pada dasarnya hampir sama
wai tentang masalah remunerasi. dengan yang diterapkan di Kantor
“Sebagai pimpinan kami hanya bisa mencoba untuk dapat Pelayanan Bea dan Cukai yang lain,
menularkan virus ’positive attitude’ yang perlu untuk terus namun dalam rangka mengoptimalkan
diperjuangkan dan diimplementasikan dalam kondisi apapun
dan bagaimanapun. Jika kita sudah menaburkan sifat dan pelayanan kepada masyarakat usaha,
sikap yang positif dan dapat menjadi teladan, diharapkan serta meningkatkan efektifitas
seluruh komponen di KPU dapat selalu melakukan introspeksi pengawasan untuk meminimalkan
diri dan selalu mensyukuri pada apa yang telah kita terima,” potensi kerugian negara, pada sistem
tambahnya. pelayanan dan pengawasan di KPU
Sebagai Kepala Kantor, yang ia lakukan untuk memberi disesuaikan dengan tingkat kepatuhan
semangat kepada anak buah agar masalah remunerasi yang
belum sesuai harapan tidak mengganggu kinerja organisasi
(compliance level) atas tiap pengguna
yang telah diprogramkan adalah dengan menghimbau untuk jasa kepabeanan dan cukai.

Y
selalu bersyukur dan senantiasa melihat ke bawah, bahwa
apa yang telah didapatkan masih lebih baik dibandingkan ang membedakan KPU dengan Kantor Wilayah
dengan saudara-saudara lainnya sesama PNS selain DJBC lainnya dalam hal pelaksanaan pelayanan
atau di Departemen Keuangan. kepabeanan adalah adanya konsep pelayanan
Dalam himbauan itu ia tekankan, bahwa remunerasi bu- yang didasarkan pada tingkat kepatuhan atas
kan segala-galanya, namun kerjasama tim, perhatian kepada tiap kelompok pengguna jasa tertentu yang
individu, pemenuhan sarana dan prasarana, dan masih ba- selanjutnya menimbulkan implikasi pembedaan perlakuan
nyak yang lainnya akan dapat mengobati harapan yang tidak pada sistem pelayanan yang hanya ada dan dikenal di
sesuai terutama mengenai masalah remunerasi tersebut. In- KPU, yaitu:
sentif-insentif lain yang didasarkan pada kinerja sedang di- - Jalur MITA (Mitra Utama) Prioritas;
upayakan untuk dapat direalisasikan dan diterima oleh pega- - Jalur MITA Non Prioritas;
wai sesuai dengan hak-haknya, misalnya mengenai pembe- - Jalur Hijau;
rian uang lembur untuk pegawai yang bertugas di luar jam - Jalur Kuning; dan
kerja yang telah ditentukan maupun pemberian uang premi - Jalur Merah.
sesuai dengan prestasi atau temuan pengawasan.
Hasil dari pemberian semangat dan pengertian kepada KPU Bea dan Cukai merupakan salah satu unit eselon II
anak buah memang memerlukan waktu untuk dapat melihat di DJBC yang menggabungkan fungsi pelayanan dan penga-
hasil, karena ini terkait dengan sesuatu yang tidak terlihat dan wasan yang terdapat pada Kantor Wilayah dan Kantor Pela-
sangat tergantung dari individu yang bersangkutan. yanan sekarang ini. Penggabungan fungsi pelayanan, fungsi
“Dengan menunjukkan komitmen kinerja yang baik, audit, fungsi pengawasan, fungsi perijinan dan fasilitas, fung-
sudah menjadi usulan yang sangat efektif untuk pimpinan si keberatan, serta fungsi umum dan pengendalian
DJBC karena dengan begitu kita telah membuktikan pro- merupakan pengembangan strategi untuk mewujudkan suatu
ses reformasi memang betul-betul ada serta kita laksana- struktur organisasi yang efektif dan efisien.
kan di sini, bukan sekedar janji belaka. Kami tidak mau Salah satu program dalam pelayanan yang diberikan KPU
menjadi makhluk yang tidak bersyukur. Kami sadar adalah penyederhanaan prosedur dan diberikannya
semua ini memerlukan proses, dan saat ini menurut saya pelayanan prima, salah satunya adalah penunjukan Client
langkah-langkah yang diambil pimpinan sudah tepat,” de- Coordinator (CC) untuk melayani konsultasi dan pembinaan
mikian jawab Agung Kuswandono ketika ditanya adakah kepada stakeholders. Lantas pertanyaannya, apakah hal ini
usulannya sebagai Kepala Kantor untuk memperbaiki re- menjamin tidak akan terjadi Kolusi Korupsi Nepotisme (KKN)
munerasi tersebut kepada pimpinan DJBC. di lingkungan KPU ?
Bahwa kebutuhan sebagai manusia akan senantiasa Menurut Kabid Bimbingan Kepatuhan dan Layanan Infor-
kurang jika tidak pandai bersyukur apalagi jika dibanding- masi, Harry Mulya, tidak ada yang bisa menjamin 100 persen
kan dengan sebelum KPU. “Saya kira kita harus tetap be- tidak akan terjadi KKN di KPU. Seperti diketahui bahwa KKN
kerja dengan baik dengan terpenuhi atau tidaknya remu- timbul karena adanya budaya, peluang dan pola pikir yang
nerasi, karena sebenarnya tidak tepat mengukur kinerja salah. Dengan adanya KPU yang commit untuk memberikan
dengan remunerasi. Kalau suatu saat nanti misalnya re- pelayanan prima dan pengawasan yang efektif kepada peng-
munerasi dicabut, apakah kemudian pegawai boleh pung- guna jasa kepabeanan dan cukai, dengan mengimplementa-
li? Jadi remunerasi merupakan faktor penunjang penting, sikan cara kerja yang cepat, efisien, transparan dan respon-
namun bukan satu-satunya. Kami akan terus berusaha sif terhadap pengguna jasa, diharapkan peluang, budaya dan
keras untuk mewujudkan Bea dan Cukai yang bersih dan pola pikir yang salah tadi dapat dihilangkan.
berwibawa,” demikian tanggapannya mengenai pengaruh Berkaitan dengan adanya layanan Client Coordinator
remunerasi dikaitkan dengan kinerja pegawai KPU. ris di KPU, diharapkan dapat memberikan citra yang positif

EDISI 398 JANUARI 2008 WARTA BEA CUKAI 7


LAPORAN UTAMA
WBC/ATS
dan kepastian pelayanan, kepada CC yang ditunjuk untuk menangani tiap-tiap MITA.
dengan mekanisme konsul- Selain itu sejalan dengan fasilitas pelayanan kepabeanan
tasi dan pembinaan kepada yang tidak lagi memerlukan dokumen (paperless) yang
pengguna jasa. Peran CC diberikan kepada MITA, maka mereka juga diwajibkan untuk
dalam hal ini adalah mem- melaporkan kegiatan kepabeanannya secara periodik kepada
berikan bimbingan dan pe- CC masing-masing.
nyuluhan kepada pengguna Sedangkan Seksi LI mempunyai fungsi untuk melakukan
jasa agar patuh kepada kegiatan pemberian layanan informasi serta kegiatan
peraturan yang ada, dan penyuluhan dan publikasi di lingkungan KPU BC. CC yang
CC juga senantiasa meng- berada di Seksi LI juga melakukan kegiatan konsultasi dan
informasikan bahwa Bea layanan informasi secara langsung baik berupa menjawab
dan Cukai sedang berbenah pertanyaan mengenai kepabeanan dan cukai serta
dalam menerapkan “good penanganan komplain serta menerima saran dan masukan
governance”, untuk itu dari pengguna jasa selain yang dikategorikan sebagai MITA.
peran pengguna jasa sangat Mengenai pelayanan yang diberikan kepada stakeholder
penting dalam mendukung yang telah terakreditasi AEO (Authorized Economic Opera-
langkah Bea dan Cukai, tors) dimana di KPU dikenal sebagai MITA, diberikan
khususnya KPU, dengan pelayanan prima yang diantaranya adalah penyederhanaan
HARRY MULYA. Peran pengguna jasa cara tidak memberikan im- prosedur layanan dan disediakannya berbagai fasilitas yang
sangat penting dalam mendukung balan dalam bentuk apa- berupa pelayanan antara lain:
langkah Bea dan Cukai, khususnya KPU, pun, baik diminta maupun - pelayanan dokumen kepabeanan yang bersifat paperless;
dengan cara tidak memberikan imbalan
dalam bentuk apapun, baik diminta tidak oleh petugas KPU. - tidak dilakukan penelitian dokumen dan pemeriksaan fisik
maupun tidak oleh petugas KPU. “Dalam hal pengguna barang sebagaimana dilakukan terhadap jalur merah dan
jasa merasa dipersulit atau jalur hijau, kecuali terhadap barang impor sementara,
dimintai sesuatu oleh petugas KPU, mereka bisa barang re-impor, barang yang terkena Nota Hasil Intelijen
menyampaikan kepada CC untuk ditindaklanjuti oleh Bidang (NHI), barang tertentu yang ditetapkan oleh Direktur
Kepatuhan Internal,” demikian saran Harry Mulya. Jenderal (Pemeriksaan fisik barang dapat dilakukan di gu-
dang importir);
SISTEM DAN MEKANISME KERJA BIDANG CC - SPPB akan terbit setelah sistem berhasil melakukan
Lebih lanjut disampaikan Harry Mulya, unit CC berada pa- rekonsiliasi atas pelunasan SPKPBM;
da Bidang Bimbingan Kepatuhan dan Layanan Informasi di- - penyederhanaan birokrasi permohonan beberapa fasilitas
mana untuk KPU Bea dan Cukai Tipe A Tanjung Priok bidang seperti penangguhan, reimpor, dan impor sementara;
ini mempunyai struktur yang terdiri atas 3 Seksi Bimbingan - pembayaran berkala (untuk MITA Prioritas).
Kepatuhan (BK) dan 1 Seksi Layanan Informasi (LI).
Pada Seksi BK dikhususkan untuk dapat memberikan de- Selain itu, seperti telah dijelaskan di atas, terhadap peng-
dicated services kepada pengguna jasa yang masuk dalam guna jasa kepabeanan dan cukai yang telah terakreditasi ju-
kategori MITA baik Prioritas maupun yang Non Prioritas. ga ditawarkan hubungan yang bersifat kemitraan dengan Bea
Disini MITA dapat melakukan kegiatan konsultasi dan segala dan Cukai berupa penunjukan petugas khusus (client coordi-
kebutuhan informasi yang diinginkan dapat langsung diakses nators) untuk melayani konsultasi dan layanan informasi
WBC/ATS
terhadap perusahaan-
perusahaan tersebut
sehingga respon DJBC
terhadap semua
permasalahan terkait
kepabeanan dan cukai
akan cepat tertangani.
Sedangkan untuk peng-
guna jasa kepabeanan
dan cukai yang tidak
atau belum terakredita-
si akan dilayani dengan
sistim pelayanan pabe-
an dan cukai sebagai-
mana yang berlaku sa-
at ini.
“Dengan pemisah-
an sistim pelayanan
tersebut selain diha-
rapkan dapat mengop-
timalkan pengalokasi-
an sumber daya untuk
lebih fokus kepada
layanan-layanan yang
berisiko, juga diharap-
kan dapat mendorong
para pengguna jasa
kepabeanan untuk
memperbaiki tingkat
kepatuhannya terha-
dap ketentuan perun-
ADANYA LAYANAN CLIENT COORDINATOR (CC) DI KPU, diharapkan dapat memberikan citra yang positif dan kepastian dang-undangan yang
pelayanan, dengan mekanisme konsultasi dan pembinaan kepada pengguna jasa. berlaku guna menda-

8 WARTA BEA CUKAI EDISI 398 JANUARI 2008


patkan fasilitas dan layanan yang lebih baik dari Bea dan Waktu pelayanan kepabeanan impor Customs Clearance
Cukai,” imbuh Harry Mulya. adalah phase waktu pelayanan yang dilakukan oleh Petugas
Dalam hal ini untuk dapat menjadi AEO (MITA KPU) maka Bea dan Cukai atau disebut dengan pemeriksaan pabean,
suatu perusahaan harus memenuhi syarat berikut: yang meliputi, pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan dokumen.
1. dapat berkomunikasi secara elektronik dengan Direktorat Untuk pemeriksaan dokumen terbagi menjadi dua hal, yaitu
Jenderal Bea dan Cukai; pemeriksaan Analyzing Point serta Pemeriksaan Nilai
2. mempunyai sifat bisnis (nature of bussiness) yang jelas; Pabean dan Klasifikasi HS, dan sebagainya.
3. memiliki sistem pengendalian yang memadai untuk Waktu Customs Clearance dapat dikategorikan berdasar-
menjamin keakuratan data yang disajikan; kan jenis jalur pemeriksaan pabean sebagaimana chart diba-
4. memiliki rekam jejak keakuratan pemberitahuan pabean wah ini, sebagai berikut:
dan/atau cukai yang baik; a. Jalur MITA Prioritas dan Non Perioritas;
5. telah diaudit oleh kantor akuntan publik yang menyatakan b. Jalur Hijau;
bahwa perusahaan tersebut mendapatkan opini wajar c. Jalur Kuning; dan
tanpa pengecualian; dan d. Jalur Merah.
6. selalu dapat memenuhi ketentuan tentang perijinan dan
persyaratan impor/ekspor dari instansi teknis terkait.

Untuk lebih jelasnya mengenai hal tersebut telah diatur


dalam Peraturan Dirjen BC Nomor P-24/BC/2007 tentang
Mitra Utama.
Dalam hal ini AEO (MITA KPU) terdiri dari importir
MITA (Mitra Utama) Prioritas dan Non Prioritas, jadi im-
portir jalur prioritas adalah AEO, sedangkan importir jalur
hijau ditetapkan bagi importir yang berisiko menengah
yang mengimpor komoditi berisiko rendah dan importir
berisiko rendah yang mengimpor komoditi berisiko rendah
atau menengah.
Konsep AEO atau MITA di KPU, lanjut Harry Mulya, sebe-
narnya merupakan pengembangan dari sistem manajemen
resiko yang dapat digunakan untuk memberikan fasilitas
kepabeanan sebesar-besarnya secara aman dan terkendali,
kepada perusahaan-perusahaan tertentu yang telah terakre-
ditasi. Untuk mengukur real waktu pelayanan pabean di KPU
Metode atau standar ini telah diterapkan di beberapa ne- Bea dan Cukai Tanjung Priok, dihitung hanya waktu Customs
gara maju dan direkomendasikan oleh World Customs Orga- Clearance, yaitu waktu pemeriksaan pabean yang meliputi
nization (WCO) untuk diterapkan kepada anggota-anggota- real waktu pemeriksaan fisik barang oleh petugas pemeriksa
nya dengan program Authorized Economic Operators (AEO). fisik barang dan waktu pemeriksaan dokumen yang dilakukan
Pada sistem ini, analisis resiko tidak diterapkan transaksi per oleh PFPD, dengan Sistem Aplikasi Impor sebagaimana chart
transaksi sebagaimana penerapan manajemen resiko kon- dibawah ini.
vensional, melainkan diterapkan secara sistematis terhadap
perusahaan sebagai entitas dimana identifikasi resiko dilaku-
kan berdasarkan pada perilaku dan sistem pengendalian in-
ternal perusahaan.

WAKTU PELAYANAN
KPU menjanjikan pelayanan yang cepat. Waktu yang di-
perlukan dalam pengurusan barang impor mulai penyampai-
an PIB sampai pengeluaran barang (terbit SPPB) bervariasi
sesuai jenis penjaluran pelayanan impor melalui KPU Bea
dan Cukai Tanjung Priok :
1. Jalur MITA Prioritas, pelayanan tanpa intervensi dari petu-
gas Bea dan Cukai, setelah pengiriman PIB lewat sistem
EDI, sistim layanan KPU langsung merespon dengan
SPPB setelah dilakukan rekonsiliasi pembayaran SSPCP,
kecuali untuk barang impor yang terkena NHI, barang
impor sementara dan barang reimpor, dilakukan pemerik-
saan fisik barang (dapat dilaksanakan di gudang importir);
Bagi Importir MITA Prioritas dengan pembayaran berkala,
tidak dilakukan rekonsiliasi SSPCP per pengiriman PIB.
Pelayanan bagi Importir MITA memungkinkan dalam
hitungan menit terbit SPPB;
2. Jalur MITA Non Prioritas sama dengan layanan MITA
Prioritas;

Untuk kedua jalur MITA di atas, pada saat pengiriman PIB


dipersyaratkan sudah memenuhi ketentuan perijinan oleh
instansi terkait.
Waktu pelayanan impor atau dapat disebut dengan Import
Clearance pada KPU Tanjung Priok secara umum dapat
dikategorikan menjadi 2 (dua) pelayanan, yaitu:
a. Pelayanan kepabeanan (Customs Clearance) dan
b. Pelayanan Non Customs Clearance.

EDISI 398 JANUARI 2008 WARTA BEA CUKAI 9


LAPORAN UTAMA
DOK. WBC
Namun pelayanan
yang cepat yang diharap- PENGAWASAN EFEKTIF,
kan kadang mengalami
kendala, hal ini disebab-
BERDASARKAN

TINGKAT
kan adanya faktor-faktor
eksternal yang mempe-
ngaruhi waktu pelayanan

KEPATUHAN
impor. Diungkpakan
Harry Mulya, kendala da-
lam pemeriksaan fisik
yang sering dijumpai di-
antaranya, barang yang
akan diperiksa fisik 43,23
persen tidak siap dan sa- Pegawai KPU dan para pengguna jasa
rana dan prasarana untuk menjadi obyek pengawasan. Pengawasan
pergerakan barang impor bagi pegawai KPU atau disebut pengawas-
belum optimal an internal dilakukan untuk memastikan
ORRY WOROTIKAN. Semoga bisa terus
Sementara itu dalam pegawai menjalankan tugasnya sesuai
berjalan dan semakin bisa ditingkatkan hal pemeriksaan dokumen, dengan peraturan kepabeanan dan
kualitasnya. kendala eksternal yang
kerap dijumpai diantara-
cukai, serta kode etik pegawai. Sedang-
nya; respon mengenai kekurangan data dan informasi dari kan bagi pengguna jasa atau disebut
importir dalam rangka penetapan nilai pabean dan klasifikasi pengawasan eksternal adalah meyakin-
HS. Dan mengenai persetujuan dan konfirmasi dari instansi kan bahwa pengguna jasa telah menja-
terkait yang menyangkut barang larangan dan pembatasan. lankan kegiatannya sesuai dengan aturan
Peningkatan pelayanan yang diberikan KPU Bea dan kepabeanan dan Cukai yang berlaku.
Cukai Tanjung Priok, umumnya mendapat sambutan sangat

S
positif bari para pengguna jasa. Seperti yang diutarakan Orry
Worotikan, Direktur PT. Surya Kamangta. Menurutnya, umber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas merupa-
pelayanan kepabeanan yang diberikan aparat bea dan cukai, kan ujung tombak bagi kesuksesan Kantor Pelayanan
mengalami perubahan yang baik setelah menjadi KPU. Pela- Utama (KPU) untuk memberikan suatu pelayanan yang
yanan yang cepat, tranparans dan pelayanan yang ramah prima kepada para pengguna jasa kepabeanan dan
dari para petugas CC. cukai. Untuk mendapatkan SDM berkualitas tersebut,
Orry merasakan sebagai pengguna jasa, ia dibimbing serangkaian proses rekrutmen pun dilakukan oleh DJBC
untuk menjalankan prosedur sesuai aturan. Meski selama ini bekerjasama dengan akademisi. Setelah menjadi pegawai KPU,
pihaknya sudah menjalankan sesuai dengan prosedur SDM itu masih harus perlu dikontrol agar mereka menjalankan
kepabeanan, namun jika menemui kesulitan kadang mesti tugasnya dengan baik dan sesuai dengan peraturan kepabeanan
kesulitan dulu mencari tempat dimana ia bisa menanyakan dan cukai.
kendala yang sedang dihadapi. Sedangkan pengawasan eksternal bertujuan untuk meyakin-
“Ibaratnya, kalau dulu saya seperti kebingungan mencari kan bahwa pengguna jasa telah menjalankan aturan kepabean-
alamat, namun hal itu sekarang sudah tidak lagi saya jumpai, an, sehingga aparat pengawas KPU Bea dan Cukai mampu me-
karena petugas CC siap membantu setiap kami menemui ke- ncegah masuknya barang-barang yang dilarang impornya teru-
sulitan dan waktu pelayanannya pun menjadi lebih cepat. Un- tama barang yang dapat merusak mental dan moral masyarakat
tuk itu harapan saya, semoga ini bisa terus berjalan dan sema- serta mengganggu keamanan nasional sebagai akibat
kin bisa ditingkatkan kualitasnya,” demikian masukan Orry. pelanggaran aturan kepabeanan yang dilakukan pengguna jasa.
Tanggapan serupa juga disampaikan W. Purindriayoga,
selaku export-import coordinator PT. Sanggar Sarana Baja. PENGAWASAN SDM KPU (INTERNAL)
Menurutnya, kepastian waktu yang diberikan KPU telah mem- Mekanisme pengawasan bagi SDM KPU dilakukan sepenuh-
berikan keuntungan bagi pihaknya, artinya ia bisa segera nya oleh Bidang Kepatuhan Internal (KI) dipimpin oleh Kepala
memprediksikan langkah-langkah selanjutnya setelah urusan Bidang KI. Pimpinan bidang ini melakukan penilaian terhadap se-
kepabeanannya selesai. Begitu juga dengan pelayanan yang tiap unsur satuan kerja dan pelaku organisasi melalui suatu me-
DOK. WBC diberikan oleh petugas kanisme yang sistematik untuk mengevaluasi dan meningkatkan
CC yang semakin mem- efektifitas dari risk management, kontrol dan proses bisnis dalam
perlancar tugasnya da- rangka pencapaian tujuan organisasi.
lam mengurus dokumen Menurut Kepala Bidang Kepatuhan Internal, KPU Bea dan
kepabeanan. Cukai Tanjung Priok, Oza Olavia, dalam menjalankan fungsi pe-
“Sepanjang ini saya ti- ngawasan internal, KPU melalui Bidang Kepatuhan Internal me-
dak pernah menemui ken- lakukan suatu rangkaian kegiatan yang sistematis dan berkesi-
dala, karena kepastian di- nambungan melalui lima tahapan sebagai berikut :
berikan oleh KPU Tanjung Pertama penanganan informasi, disini Bidang Kepatuhan
Priok. Yang jelas pihak Internal melakukan penanganan analisis informasi yang dapat
kami menyambut dengan diperoleh dari empat sumber yaitu :
senang atas perbaikan l Laporan Hasil Pelaksanaan Kegiatan (LHPK),
kinerja aparat bea cukai l Sistem Manajemen Pengaduan dan Pujian Masyarakat
di KPU khususnya menge- (SMPP),
nai pelayanan kepabean- l Hasil pengawasan pelaksanaan tugas di bidang pelayanan,
an karena memberi pengawasan dan administrasi kepabeanan dan cukai, dan
dampak positif yang luas l perintah tertulis Direktur Jenderal dan/atau Kepala kantor.
bagi usaha kami khusus- Kedua, analisis informasi, merupakan proses pengukuran
W. PURINDRIAYOGA. Pihaknya me- nya, dan industri lain pa- atau penilaian kinerja pegawai dan/atau unit bidang kerja melalui
nyambut senang atas perbaikan kinerja
yang dilakukan aparat bea dan cukai di da umumnya,” imbuh W. informasi yang diperoleh. Proses penilaian kinerja di dalam tahap
KPU Bea dan Cukai Tanjung Priok. Purindriayoga. ris analisis informasi ini dilakukan dengan membandingkan tingkat

10 WARTA BEA CUKAI EDISI 398 JANUARI 2008


DOK. WBC
performance yang ditunjukkan dari hasil pelak- kepercayaan masyarakat, investor, dunia usaha
sanaan kerja dan perilaku yang ditampilkan oleh dan pemerintah.
pegawai dibandingkan dengan semua standar Mengenai parameter keberhasilan, Oza
yang berupa Program Layanan Unggulan menjelaskan, secara umum tingkat keberhasilan
(Quick Win), Key Performance Indicator (KPI), bidang ini akan ditunjukkan dari dua hal,
peraturan perundang-undangan di bidang pertama: makin tingginya tingkat pencapaian
kepabeanan dan cukai, serta peraturan kode kinerja terhadap standard yang ada oleh seluruh
etik dan perilaku DJBC. pegawai dan unit kerja KPU dan yang kedua
Ketiga pemeriksaan kepatuhan internal. Di- makin tingginya tingkat kepuasan masyarakat
sini tindak lanjut dari simpulan hasil analisis in- terhadap kinerja pelayanan KPU.
formasi suatu kinerja atau perilaku pegawai atau Yang menjadi tolok ukur bagi bidang ini da-
unit kerja yang kedapatan tidak memenuhi stan- lam menilai tingkat kepatuhan atau kinerja
dar atau kriteria tertentu tertulis, akan dilakukan pegawai atau organisasi adalah standar yang
pemeriksaan kepatuhan internal jika terdapat terukur dan applicable (measurable), yang me-
dugaan kuat telah terjadinya penyimpangan liputi: Program Layanan Unggulan (Quick Win),
dan/atau penyalahgunaan wewenang pegawai Key Performance Indicator (KPI), peraturan
dan/atau unit kerja di lingkungan KPU. kode etik dan perilaku DJBC dan peraturan tata
Keempat adalah pelaporan dan tindak lanjut. laksana / tatacara pelaksanaan perundang-
Hasil pemeriksaan kepatuhan internal disampai- OZA OLAVIA. Hasil kerja Bidang KI undangan di bidang kepabeanan dan cukai.
kan kepada kepala kantor dengan nota dinas sebenarnya bukan seberapa banyak Berdasarkan data pemeriksaan KI yang telah
temuan pelanggaran yang
tindak lanjut laporan untuk diteruskan kepada tetapi seberapa besar peningkatan diperoleh, dan sedang dilakukan oleh Bidang KI, terdapat 3
pimpinan unit terkait yang berwenang. tingkat kepatuhan yang diukur jenis pelanggaran atau kepatuhan, yaitu pungli/
Kelima mengenai pemantauan tindak lanjut dengan meningkatnya kinerja. gratifikasi, kelalaian prosedur kerja dan kurang
laporan kinerja. Pemantauan tindak lanjut hasil optimalnya pelayanan kepada masyarakat.
pemeriksaan yang dilakukan oleh Bidang Kepatuhan Internal me- Disamping itu juga, terdapat 2 kasus yang melibatkan pega-
rupakan salah satu fungsi control demi terciptanya efektivitas wai terkait dengan kasus kolusi . Atas 2 kasus tersebut, satu
pelaksanaan sistem pengendalian internal pada KPU. Laporan kasus telah diselesaikan pemeriksaan kepatuhan internalnya dan
kinerja hasil pelaksanaan sistem pengendalian internal yang sekarang sudah dilimpahkan penyelesaiannya ke Direktur Jende-
merupakan tugas pokok dari Bidang Kepatuhan Internal berfungsi ral. Sedangkan 1 kasus lainnya sedang dalam pengembangan
sebagai bahan evaluasi dan penilaian bagi pimpinan terhadap informasi guna pemeriksaan kepatuhan internal.
efektivitas kinerja Bidang Kepatuhan Internal. Dalam kaitannya dengan ini, langkah yang akan diambil oleh
Mengenai metode yang digunakan tersebut apakah membe- Bidang KI jika dari hasil pemeriksaan kepatuhan internal terbukti
rikan dampak yang cukup baik bagi perubahan paradigma di melakukan pelanggaran: maka akan diberikan rekomendasi se-
Tanjung Priok, Oza menyatakan bahwa perubahan paradigma suai jenis dan tingkat pelanggarannya. Misalnya, pelanggaran ter-
pegawai KPU yang telah terasa selama ini bukan sebagai akibat kait dengan kode etik pegawai, maka berupa pengenaan sanksi
dari adanya Bidang KI. Ini merupakan sebuah komitmen bersama atau hukuman sebagaimana yang ditetapkan dalam ketentuan
dan individual pada saat menjadi pegawai KPU Tanjung Priok. Ini PP Nomor 30 tahun 1980 tentang Peraturan Disiplin Pegawai
dibuktikan dengan telah ditandatanganinya Pakta Integritas oleh Negeri Sipil dan peraturan pelaksanaannya. Rekomendasi akan
semua pegawai pada awal berdirinya KPU. diteruskan kepada Kepala Kantor untuk ditindaklanjuti kepada
Bidang KI berikut dengan mekanisme kerjanya lebih berfungsi unit atau pihak yang berwenang sesuai jenis pelanggarannya.
sebagai “Sado Delman yang bertugas untuk mengendalikan kuda Mengenai Metode apa yang digunakan Bidang KI dalam
supaya baik jalannya, “ demikian imbuh Oza. Dan perlu ditegas- pengungkapan kasus yang melibatkan pegawai yang
kan bahwa untuk menjamin perubahan paradigma di Tanjung berhubungan dengan kepatuhan, menurut Oza, dapat berupa :
Priok tidak bisa hanya dilakukan oleh Bidang KI semata karena 1. Melakukan peninjauan dan pengamatan terhadap pegawai
sangat dipengaruhi oleh kondisi lingkungan internal maupun yang bersangkutan untuk memperoleh pembuktian yang
eksternal. Internal berpulang pada diri pribadi dan komitmen dan dilakukan secara berkelanjutan selama kurun waktu tertentu;
dukungan pimpinan. Sedangkan lingkungan ekternal perlu 2. Melakukan wawancara yang dilakukan secara lisan atau
dukngan dari pengguna jasa untuk turut meningkatkan kepatuhan tertulis dengan pegawai yang bersangkutan dan sumber lain
dan budaya kerjanya. yang independen untuk memperoleh pembuktian;
3. Melakukan konfirmasi baik secara lisan maupun tertulis
FUNGSI PENGENDALIAN YANG BERSIFAT PREVENTIF dengan mengusahakan memperoleh informasi dari sumber
Lebih lanjut disampaikan Oza, keberadaan Bidang Kepatuhan lain yang independen untuk pengungkapan kasus;
Internal di KPU sangat penting, mengingat dengan adanya 4. Melakukan pengujian dengan memeriksa hal-hal atau sam-
Bidang KI, maka diharapkan kinerja, baik dari sisi profesionalisme pel-sampel yang representatif dengan maksud untuk menca-
maupun integritas pegawai, unit kerja dan organisasi KPU dapat pai simpulan, sehubungan dengan pengungkapan kasus;
memenuhi standar yang telah ditetapkan sehingga diharapkan 5. Melakukan analisis dengan memecah atau menguraikan ka-
tujuan, visi dan misi KPU khususnya dan DJBC pada umumnya sus untuk dihubungkan dengan keseluruhan atau dibanding-
dapat tercapai. kan dengan yang lain dalam rangka pengungkapan kasus;
“Perlu diketahui bahwa Bidang KI dibentuk bukan sebagai 6. Melakukan pembandingan untuk mencari kesamaan dan
“pemadam kebakaran (whistle blower)” yang baru bertindak sete- perbedaan antara dua atau lebih gejala/fenomena kasus yang
lah ada penyimpangan atau pelanggaran, melainkan lebih kepa- dihadapi;
da fungsi pengendalian yang bersifat preventif melalui mekanis- 7. Melakukan pemeriksaan bukti/keotentikan dengan meme-
me yang sistematis dalam menjaga tingkat kinerja dan kepatuhan riksa otentik tidaknya serta lengkap tidaknya bukti yang men-
pelaksanaan tugas,” imbuh Oza. dukung suatu pengungkapan kasus;
Penciptaan good government KPU melalui Bidang KI tidaklah 8. Melakukan rekonsiliasi dengan penyesuaian antara dua
semudah membalikkan tangan, namun, tetap optimis bahwa golongan data yang berhubungan tetapi masing-masing
dengan adanya Bidang KI dan peningkatan pengawasan melekat dibuat oleh pihak-pihak yang independen (terpisah) dalam
pada setiap pegawai, manfaat bidang KI akan lebih terasa dan rangka pengungkapan kasus;
makin besar pengaruhnya ke arah penciptaan tujuan KPU. Pada 9. Melakukan penelusuran melalui pemeriksaan dengan jalan
gilirannya, keberhasilan KPU dapat menjadi ujung tombak pem- menelusuri proses suatu kasus kepada sumber atau bahan
baharuan sekaligus menjadi pilot project reformasi kepabeanan pembuktiannya; dan/atau
DJBC yang pada akhirnya diharapkan mampu mengembalikan 10. Melakukan penelaahan pintas dengan melakukan penelaah-

EDISI 398 JANUARI 2008 WARTA BEA CUKAI 11


LAPORAN UTAMA
FOTO-FOTO : DOK. WBC
an secara umum dan cepat untuk menemu- na suatu perubahan tentu perlu proses dan pe-
kan hal-hal yang memerlukan pemeriksaan mahaman dari seluruh pegawai KPU, bahwa
lebih lanjut. tugas Bidang KI adalah melakukan pengawasan
dan mengevaluasi kerja semua pegawai KPU.
Kemudian, hal penting yang Oza tekankan Kendala yang terbesar adalah masalah per-
berkaitan dengan hasil kerja Bidang KI, bahwa ubahan budaya. Dari yang sebelumnya merasa
yang perlu dipahami terlebih dahulu, hasil kerja bebas bekerja tanpa harus diawasi oleh pihak
Bidang KI sebenarnya bukan seberapa banyak lain, sekarang ada petugas KI yang memiliki tu-
temuan pelanggaran yang diperoleh, tetapi se- gas untuk itu. Pada masa-masa awal KPU
berapa besar peningkatan tingkat kepatuhan mungkin beberapa pegawai merasa “risih” apa-
yang diukur dengan meningkatnya kinerja. Ka- bila aktivitas mereka diawasi pekerjaanya.
laupun keberhasilan pelaksanaan tugas, dapat Kendala lainnya yang dihadapi bidang ini ada-
diukur dengan tanggap tidaknya bidang ini meng- lah penetapan pengukuran dan standar yang
identifikasi terjadinya atau potensi akan terjadi- menyangkut kinerja pegawai. Mengingat semua
nya pelanggaran serta tingkat penyelesaian tin- penilaian yang ada berbasis kinerja dan SOP,
dak lanjut atas pelanggaran yang terjadi. maka perlu waktu untuk dikoordinasikan dan di-
sepakati bersama sebagai kesepakatan organi-
BUKAN UNTUK MENAKUTI PEGAWAI sasi. Hal ini untuk menjamin semua pegawai
Mengenai tingkatan sanksi yang diberikan mengerti apa yang akan dinilai dan dengan
kepada pegawai yang terbukti melakukan HERU SULASTYONO. Salah satu kendala menggunakan standard mana diukur kinerjanya.
pelanggaran, menurut Oza tentunya berdasar- yang juga masih dihadapi adalah Karena itu ungkap Oza, untuk menyikapi-
pengawasan terhadap barang impor,
kan pada tingkat dan jenis pelanggaran yang di- ekspor dan antar pulau (barang nya ada dua hal (kedalam dan keluar) yang
lakukan. Tingkatan pelanggaran dan sanksi strategis) masih sulit dilakukan telah dan sedang dilakukan. Kedalam: dengan
kepegawaian didasarkan pada aturan kepega- mengingat bercampurnya penumpukan menanamkan sikap amanah dan bertanggung-
waian yang berlaku (PP Nomor 30 Tahun 1980 barang-barang tersebut dalam gudang jawab, obyektif dan tegas. Sementara Keluar
Peraturan Disiplin Pegawai Negeri Sipil). Selain yang sama di Pelabuhan Tanjung Priok. dilakukan dengan sosialisasi dan pemberian
sanksi diatas, ada pula rekomendasi lain sesuai pengertian baik secara formal maupun informal.
dengan jenis dan tingkat pelanggarannya kepada unit terkait atau Koordinasi dan komunikasi dengan unit-unit dilingkungan KPU
kepala kantor. dalam menetapkan penetapan pengukuran dan standard kinerja
Di samping itu, yang paling penting adalah pemberian reko- serta Internalisasi mengenai penegakan disiplin dan kode etik
mendasi berupa langkah-langkah perbaikan atau tindak lanjut pegawai. Kedua hal tersebut harus dilakukan secara konsisten
yang perlu dilakukan oleh pejabat unit terkait yang berwenang ter- dan berkelanjutan.
masuk di antaranya saran kepada atasan langsung dari pihak
yang terlibat. PENGAWASAN KEPADA PENGGUNA JASA (EKSTERNAL)
Ditegaskan Oza, tugas kepatuhan internal bukan untuk mena- Wilayah pengawasan KPU meliputi bekas wilayah pengawas-
kut-nakuti pegawai tapi dalam arti menjamin semua proses berja- an Kantor Pelayanan Bea dan Cukai Tipe A1 Tanjung Priok I, Tan-
lan sesuai prosedur dan ketentuan. Harus dapat dipahami oleh jung Priok II dan Tanjung Priok III meliputi Area Dalam Pelabuhan
semua pegawai KPU bahwa Bidang KI menjalankan tugas untuk Tanjung Priok dan wilayah mulai dari Kawasan Berikat Nasional
melakukan pengawasan, penilaian, evaluasi kerja serta penegak- (KBN) Marunda sampai dengan Pelabuhan Sunda Kelapa.
kan pelaksanaan kode etik dan integritas atau menjamin pegawai Dalam hal melakukan pengawasan maka konsep pengawas-
bekerja secara efisien dan efektif. an yang digunakan oleh Bidang
“Bidang KI harus dipandang se- Penindakan dan Penyidkan (P2 )
bagai partner kerja dalam mencapai adalah dengan menerapkan konsep
tujuan KPU. Namun, KI perlu pengawasan proaktif, pengawasan
dukungan dari semua pegawai di melalui infomasi intelijen (Surveil-
lingkungan KPU dan DJBC agar bi- lance) dan kegiatan patroli rutin atas
dang ini tetap amanah dalam menja- kegiatan bongkar dan muat kapal.
lankan tugas serta mampu melaku- Mengenai konsep pengawasan
kan kerja secara objektif dan trans- proaktif, menurut Kepala Bidang P2
paran,” imbuh Oza. Tanjung Priok, Heru Sulastyono,
Bidang KI dipimpin oleh Kepala yaitu pengawasan yang dilakukan
Bidang yang membawahi tiga seksi dengan melakukan analisa data im-
yaitu: Seksi Kepatuhan Pelaksanaan portasi atau eksportasi dari importir
Tugas Pelayanan, Seksi Kepatuhan atau eksportir untuk menentukan ke-
Pelaksanaan Tugas Pengawasan, biasaan impor dan ekspor perusaha-
dan Seksi Kepatuhan Pelaksanaan an tersebut. “Pengawasan ini
Tugas Administrasi. Sedangkan pe- biasanya dilakukan terhadap importir-
laksana Bidang Kepatuhan Internal importir jalur hijau dan importir MITA,”
ada sebanyak 24 orang pelaksana imbuhnya.
pemeriksa dan 4 orang pelaksana Lebih lanjut menurut Heru, di KPU
administrasi. Bea dan Cukai Tg. Priok, Bidang P2
“Untuk saat ini jumlah personil terdiri dari Satu Kepala Bidang yang
yang ada di Bidang KI sudah sesuai membawahi 2 Seksi Intelijen (Seksi
dengan yang diinginkan dan diharap- Intelijen I dan Seksi Intelijen II) , 3
kan pegawai yang bersangkutan Seksi Penindakan (Seksi Penindak-
mempunyai karakteristik objective, an I, Seksi Penindakan II dan Seksi
integrity, confidentiality dan compe- Penindakan III) dan 2 Seksi Penyidik-
tency dalam menjalankan tugasnya,” an. (Seksi Penyidikan I dan Seksi Pe-
ujar Oza. nyidikan II) .
KASUS PELANGGARAN KEPABEANAN yang berhasil diungkap oleh
Sebagai suatu bidang baru di su- KPU, sejak awal launching KPU Bidang P2 sudah melakukan Untuk Seksi Penindakan yang
atu kantor yang juga baru tentu ada penegahan sebanyak 20 (dua puluh) kali meliputi pelanggaran terdiri dari 3 Seksi ini memiliki wilayah
banyak kendala yang dihadapi kare- terhadap ketentuan Impor dan Ekspor. kerja masing-masing : (1) Seksi

12 WARTA BEA CUKAI EDISI 398 JANUARI 2008


REMUNERASI
Penindakan I mempunyai wilayah pengawasan eks. penga-
wasan KPBC Tipe A1 Tanjung Priok I. (2) Seksi Penindakan II
mempunyai wilayah pengawasan eks. pengawasan KPBC
Tipe A1 Tanjung Priok II. (3) Seksi Penindakan III mempunyai
wilayah pengawasan eks. pengawasan KPBC Tipe A1 IDEALNYA MENGIKUTI
GRAFIK GENERAL MARKET
Tanjung Priok III.
Mengenai kasus pelanggaran kepabeanan yang berhasil
diungkap oleh KPU, seperti diungkap Heru bahwa sejak awal
launching KPU Bidang P2 sudah melakukan penegahan
sebanyak 20 (dua puluh) kali meliputi pelanggaran terhadap Ada lima langkah strategis yang
ketentuan Impor dan Ekspor. menjadi program utama dalam reformasi
Sedangkan total kerugian negara yang berhasil diselamat- birokrasi yang dilakukan Depkeu,
kan belum dapat dikalkulasikan secara pasti karena sampai yang salah satunya adalah mengenai
dengan saat ini sebagian pelanggaran tersebut masih dalam
proses penyidikan. Yang jelas dari pelanggaran tersebut
perbaikan remunerasi.

M
disamping merugikan secara material tetapi juga merugikan
secara imaterial yaitu merugikan industri kecil dalam negeri, asalah remunerasi hanyalah salah satu bagian
mencegah potensi penyebaran virus berbahaya, dan dari program Reformasi Birokrasi Pusat
penyalahgunaan fasilitas dengan tidak dipenuhinya kewajiban Departemen Keuangan (Depkeu) dan bukan
kepabeanan. merupakan tujuan dari reformasi birokrasi.
Lebih lanjut disampaikan Heru, beberapa komoditi yang Demikian disampaikan Drs. Eddy Abdurach-
berhasil digagalkan dari berbagai upaya pelanggaran terha- man, Staf Ahli Menteri Keuangan Bidang Hubungan
dap ketentuan kepabeanan impor yaitu diantaranya alat berat, Ekonomi Keuangan Internasional yang juga Wakil Ketua
truk, mobil mewah, tepung daging/ tulang (Meat Bone Meal), Tim Reformasi Birokrasi Pusat Departemen Keuangan. “
kompor gas, katup tabung gas, tabung gas, mobil dan kabel. Jadi reform-nya akan bisa berjalan baik kalau dilakukan
Sedangkan untuk ekspor komoditi yang dapat digagalkan ya- dengan langkah yang lain, misalnya perbaikan remune-
itu kayu ebony dan rotan. rasi. Namun yang sering disalahartikan orang bahwa re-
formasi birokrasi is remunerasi,” imbuhnya.
SDM DAN SARANA OPERASIONAL Lebih lanjut menurut Eddy, tujuan diberikannya remu-
Untuk sarana operasi pendukung pelaksanaan pengawa- nerasi adalah karena pimpinan Depkeu ingin memberikan
san yang dilakukan Bidang P2, menurut Heru dirasakan suatu imbalan terhadap kinerja yang diberikan oleh pega-
cukup, mengingat nantinya wilayah pengawasan KPU hanya wai Depkeu. Jadi, pegawai Depkeu yang di dalam melak-
berada di daerah pelabuhan Tanjung Priok, sedangkan sanakan tugas dan fungsinya sesuai dengan aturan-
wilayah lainnya akan diawasi oleh Kanwil VIII Jakarta dalam aturan, sesuai dengan Perpu, kemudian juga dibatasi ko-
hal ini KPPBC Sunda Kelapa. de etik, performance-nya tinggi, harus amanah, bersih,
“Mungkin yang perlu diperbaiki sarana pengawasan beru- profesional dan mempunyai kompetensi yang tinggi dan
pa database informasi baik yang berasal dari media internet sebagainya, harus diimbangi dengan pemberian remune-
maupun media lain agar dapat mengoptimalkan informasi rasi yang seimbang.
untuk keakuratan analisa pelanggaran impor dan ekspor,” ujar Sebelum menguraikan lebih lanjut mengenai soal re-
Heru.. munerasi, Eddy menjelaskan secara garis besar menge-
Sementara itu untuk SDM yang ada di Bidang P2 KPU nai tujuan dan langkah-langkah strategis di dalam Refor-
Bea dan Cukai Tanjung Priok saat ini terdiri dari 120 orang masi Birokrasi Pusat Departemen Keuangan. Menurutnya,
personil. Yang terdiri dari satu orang Kepala Bidang, 7 orang latar belakang dilakukannya Reformasi Birokrasi Pusat
Kepala Seksi dan 112 pelaksana yang ditugaskan pada Depkeu yang pertama adalah, Depkeu merupakan satu
masing-masing seksi. departemen yang sangat strategis karena hampir semua
Mengingat konsep dari KPU yang menuntut adanya efisi- kebijakan-kebijakan yang dikeluarkan atau diterbitkan
ensi dan efektifitas yang tinggi, maka jumlah pelaksana yang DOK. WBC oleh Depkeu selalu mem-
ada dirasakan cukup karena telah dilakukan optimalisasi punyai dampak yang luas.
tugas sesuai Key Perfomance Indicator (KPI) yang dibeban- Hal ini dikarenakan ling-
kan kepada Bidang P2. Akan tetapi akan lebih berdaya dan kup daripada tugas Dep-
berhasil guna apabila petugas bea dan cukai yang melakukan keu, khususnya menyang-
pengawasan ditambah jumlah personilnya, mengingat jam kut Anggaran Pendapatan
kerja dari petugas bea dan cukai pada Bidang P2 cukup pan- dan Belanja Negara
jang (terkadang sampai 24 jam), sehingga dilakukan (APBN) mulai dari penda-
pergantian petugas yang telah melaksanakan tugas seharian patan, perpajakan, kepa-
penuh. beanan dan cukai, peneri-
Mengenai kendala yang dihadapi oleh bidang ini dalam maan negara bukan pajak
melakukan fungsi pengawasan menurut Heru, salah satunya hingga alokasi budget
adalah pemutakhiran data importir dan eksportir beserta (penganggaran) untuk pe-
nature of business (NOB) yang dirasakan kurang karena pada laksanaan program-prog-
saat ini masih dibentuk sistem database impor dan ekspor ram kerja pemerintah. Baik
KPU yang belum berjalan secara penuh. itu bersifat rutin atau yang
Disamping itu juga jam kerja petugas bea dan cukai berkaitan dengan masalah
Bidang P2 yang cukup panjang dapat mengakibatkan kurang- pembangunan.
nya efektifitas pengawasan karena kelelahan yang dialami Kemudian yang kedua
pegawai, sehingga dirasakan perlu ditambah petugas untuk menyangkut masalah pem-
dilakukan pergantian pegawai secara rutin (piket). biayaan dalam rangka
Kendala lain yang juga masih dihadapi adalah peng- menutup defisit seandainya
awasan terhadap barang impor, ekspor dan antar pulau Drs. EDDY ABDURACHMAN. Tujuan APBN mengalami defisit.
diberikannya remunerasi adalah
(barang strategis) masih sulit dilakukan mengingat ber- karena pimpinan Depkeu ingin Jadi, Depkeu merupakan
campurnya penumpukan barang-barang tersebut dalam memberikan suatu imbalan terhadap salah satu institusi atau de-
gudang yang sama di Pelabuhan Tanjung Priok. ris kinerja yang diberikan oleh pegawai. partemen yang dimana

EDISI 398 JANUARI 2008 WARTA BEA CUKAI 13


LAPORAN UTAMA
FOTO-FOTO : DOK. WBC
setiap kebijakannya pasti akan mempunyai Pada saat penyusunan remunerasi, jika
dampak bagi perekonomian Indonesia. di level bawah di Depkeu sampai pada
Disamping itu juga, Depkeu merupakan grade 13 (ada 27 grade di Depkeu), maka
holding company yang artinya organisasinya remunerasinya sudah berada di atas harga
terdiri dari beberapa unit organisasi dibawah- pasar. Justru yang perbandingannya sangat
nya yang masing-masing mempunyai disiplin jauh ada di level atas, misalnya Direktur
yang berbeda-beda mulai dari pendapatan, Jenderal dibandingkan dengan Direktur Uta-
pajak, bea cukai, penganggaran, perbend- ma suatu bank swasta, akan sangat jauh
aharaan, pembiayaan, pengelolaan hutang, sekali.
kekayaan negara hingga pasar modal, yang “Maka itu didalam penyusunan remu-
jika dilihat dari jumlah pegawai Depkeu ada- nerasi kemarin yang di level atas ini kita
lah yang paling besar yaitu 62.000 pegawai. dekatkan jangan sampai menyamai gene-
“Semua ini yang melatarbelakangi Men- ral market, sekitar 50 persen dari yang
teri Keuangan untuk melakukan reformasi berlaku di general market. Yang di level
birokrasi. Sebab bagaimanapun juga apa bawah kita naikan bahkan akhirnya kita
yang menjadi tujuan Depkeu akan sulit dica- samakan dengan harga yang di pasar ,
pai tanpa didukung birokrasi di Depkeu yang jadi kalau kita lihat sarjana baru yang ma-
profesional, bersih dan bisa bekerja secara suk di Depkeu, mungkin gajinya imbang
efektif dan efisien,” ungkap Eddy. dengan sarjana baru yang masuk di bank,
Reformasi yang dilakukan Depkeu bertu- Drs. KAMIL SJOEIB, MA. Tidak hanya bahkan mungkin lebih tinggi kalau dia itu
juan untuk meningkatkan kinerja, pengelola- memikirkan besar kecilnya bekerja di kantor-kantor modern, misalnya
an keuangan Negara dan kekayaan negar, remunerasi, tetapi bagaiamana para di Kantor Pajak Modern atai KPU Bea
termasuk pasar modal, secara terencana pegawai menyikapi remunerasi secara Cukai. Tetapi di level atas masih jauh dari
dan bertahap. Menurut Eddy, ada dua aspek benar dan professional. harga pasar. Jadi itu ukurannya,” tambah
yang yang hendak dicapai dari reformasi Eddy, yang menurutnya, seharusnya tidak
birokrasi yang dilakukan oleh Depkeu, pertama, dilihat dari ada alasan lagi bagi pegawai yang berada di level bawah
aspek birokrasi yaitu sebagai suatu sistim birokrasi, Departe- mengatakan bahwa remunerasinya masih kecil.
men Keuangan bisa menjadi suatu birokrasi yang efektif dan Berkaitan dengan remunerasi di Kantor Pelayanan
efisien. Kemudian yang kedua, dari aspek birokratnya atau Utama (KPU) Bea dan Cukai, Eddy mengemukakan, bah-
penyelenggara negara itu sendiri bagaiamana menjadi birok- wa KPU merupakan hasil dari penataan organisasi, yaitu
rat yang profesional, bersih dan amanah. Kedua hal inilah melalui pembentukan unit kerja atau kantor yang lang-
yang sebenarnya menjadi tujuan akhir dari reformasi khusus- sung berhubungan dengan pelayanan masyarakat yang
nya di lingkup Depkeu. dibentuk dengan menggunakan prinsip-prinsip perkantor-
Untuk mencapai tujuan tersebut, ada lima langkah strate- an modern, artinya dilengkapi dengan sistim informasi
gis yang menjadi program utama dalam reformasi birokrasi dan teknologi di dalam proses pelaksanaan tugasnya.
yang dilakukan Depkeu, yaitu, pertama, dari aspek KPU, harus didukung oleh SDM yang mempunyai kompe-
perundang-undangan yang menjadi dasar pelaksanaan tugas tensi tinggi di dalam jabatannya sehingga harus melalui
Depkeu. Kedua, penataan organisasi, ketiga, perbaikan asesment dan sebagainya. Ini yang kemudian akan dijadikan
business process ,keempat, peningkatan manajemen SDM, kantor percontohan sehingga penerapan suatu sistim dan
kelima, perbaikan remunerasi. (Lebih lanjut mengenai sebagainya betul-betul strict, bahkan ada unit kepatuhan in-
Program Reformasi Birokrasi Pusat Departemen Keuangan ternal supaya benar-benar mengawasi, melihat dan meng-
akan dibahas pada WBC edisi 2008). evaluasi kepatuhan pegawai bea cukai dalam melaksanakan
tugasnya.
REMUNERASI DI DEPKEU Karena tuntutannya begitu tinggi, dalam kaitannya de-
Didalam program reformasi, tim reformasi melakukan ngan remunerasi Menkeu mempunyai suatu kebijakan
penilaian kembali remunerasi yang saat ini berlaku, apa- untuk membedakan remunerasi yang diberikan dalam
kah sudah sesuai dengan praktek-praktek yang berlaku bentuk tunjangan khusus pengelolaan keuangan negara.
secara umum dalam bidang remunerasi. Di dalam proses Mengenai tunjangan, terdapat tiga jenis, yaitu; tunjang-
penentuan remunerasi, yang dilakukan tim reformasi an pokok, tunjangan tambahan dan tunjangan tambahan
adalah dengan melakukan benchmark terhadap general khusus.
market. Misalnya, untuk jabatan yang sama di lingkungan Tunjangan pokok diberikan sama kepada seluruh pe-
Depkeu di-benchmark dengan general market, sebab gawai Depkeu sesuai dengan peringkatnya (grade-nya),
idealnya mengikuti grafik yang berlaku di market. sementara tunjangan tambahan dan tunjangan khusus
Seperti di negara maju, misalnya Singapura, ingin men- diberikan kepada unit-unit kerja yang dipandang oleh
dudukkan posisi birokrasi di pemerintahan sama dengan pimpinan memiliki satu kelebihan dibandingkan unit-unit
di pasaran atau market (swasta), sehingga bisa saling yang lain, contohnya kalau di DJBC ada KPU . Sehingga
dipertukarkan. “Nah itu sebetulnya yang ideal, bisa ter- pegawai di KPU, disamping memperoleh tunjangan pokok
jadi suatu pergerakan tenaga kerja antara pemerintah de- sebagaimana diterima oleh semua pegawai di Depkeu,
ngan swasta. Bahkan rekrutmen pegawai, baik itu untuk juga ada tunjangan lainnya, yaitu tunjangan tambahan
level bawah atau atas dapat diambil dari market, misal- dan tunjangan tambahan khusus,. Tunjangan tambahan
nya untuk jabatan Dirjen tidak harus dari pegawai karir, khusus KPU tidak diberikan kepada semua pegawai yang
tetapi bisa diambil dengan menawarkan, misalnya mela- ada di KPU, tetapi hanya diberikan kepada pegawai-
lui iklan lowongan, hal itu bisa dilakukan karena levelnya pegawai tertentu saja, contohnya Client Coordinator, unit
sudah sama, sehingga betul-betul bisa mendapatkan di X-ray dan sebagainya.
SDM yang qualified dan betul-betul memiliki kompetensi Kalau ada yang menyatakan bahwa remunerasi pega-
yang tinggi,” ujar Eddy. wai di KPU dengan yang non KPU perbedaannya sedikit,
Di Indonesia, untuk masalah remunerasi, berdasarkan Eddy memiliki alasan, bahwa pegawai di KPU selain
keputusan presiden, remunerasi tetap harus mempertim- mendapatkan tunjangan pokok, juga mendapat tunjangan
bangkan kemampuan keuangan negara. Untuk mencapai tambahan dan tunjangan tambahan khusus. Dalam
ke arah itu (seperti Singapura) keuangan negara harus beberapa hal, pegawai di KPU memiliki grade lebih tinggi,
siap. Maka yang dilakukan saat ini adalah caranya dengan katakanlah Kepala KPU, grade-nya tertinggi di eselon II.
coba mendekatkan dengan pasaran (general market). Kepala KPU grade-nya lebih tinggi dibandingkan Kakan-

14 WARTA BEA CUKAI EDISI 398 JANUARI 2008


wil atau direktur tertentu dan otomatis penerimaannya ju- ada juga pelaksana berpangkat diatas IV A (IV B misalnya).
ga lebih tinggi dan ini akan diikuti oleh level-level dibawah- Maka itu, untuk sementara pegawai berpangkat diatas IV A ini
nya. berada pada grade 12, yaitu grade untuk pelaksana.
Ideal atau tidaknya suatu remunerasi memang sifatnya “Ini yang menurut saya harus disempurnakan. Penen-
subyektif. Pastinya semua orang menginginkan remune- tuan grade untuk pangkat IV A keatas yang menjadi pelak-
rasi yang lebih tinggi , maka itu menurut Eddy, yang ideal sana tidak diatur dalam PMK, sehingga untuk sementara
adalah mengikuti general market untuk suatu jabatan- pelaksana untuk pangkat IV A keatas grade-nya disama-
jabatan yang bisa diperbandingkan karena bisa saling di- kan dengan pangkat IV A pelaksana , yaitu 12,”ujarnya
pertukarkan. kembali.
Menurut Kamil, walaupun jabatannya sama, misalnya
GRADING DAN REMUNERASI jabatan Sekditjen, pada unit eselon I di lingkungan Depar-
Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) sebagai temen Keuangan, tetapi grade-nya belum tentu sama.
unit eselon I di lingkungan Depkeu mempunyai pedoman Bisa saja, jabatan Sekditjen di DJBC lebih tinggi dari ja-
khusus untuk mengatur masalah remunerasi atau peng- batan Sekditjen di Direktorat Anggaran, atau sebaliknya
gajian yang diperoleh para pegawainya. Menurut (Jabatan eselon I grade-nya 24-27). Begitu juga untuk
Sekretaris Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, Drs. Kamil pejabat eselon II yang grade-nya berkisar antar 20-23
Sjoeib MA, penetapan remunerasi bagi para pegawai di- yang berlaku pada unit eselon I atau badan yang berada
lingkungan DJBC, menjadi kewenangan Depkeu sebagai di lingkungan Departemen Keuangan belum tentu sama
induk dari unit eselon dibawah Depkeu, termasuk didalam- grade-nya.
nya DJBC.
Menentukan remunerasi bagi para pegawai, lanjutnya, MENSYUKURI DAN MENJAGA REMUNERASI
haruslah memperhatikan berbagai aspek dan tidak hanya Dengan adanya grade yang ditentukan oleh PMK ter-
melihatnya dari satu aspek saja. Volume kerja, tingkat sebut, maka akan berdampak pada jumlah remunerasi
risiko dan lain sebagainya yang berkaitan dengan suatu yang diterima oleh para pegawai sesui dengan grade
jabatan, merupakan beberapa hal yang dipaparkan Kamil yang dimiliki dan telah ditetapkan oleh pimpinannya, ber-
untuk menetapkan tingkat remunerasi para pegawai, khu- dasarkan PMK Nomor 289 tentang Peringkat Jabatan di
susnya yang berada pada DJBC. “Hal-hal tadi tidak diatur lingkungan Departemen Keuangan. Dengan adanya re-
oleh DJBC,melainkan oleh Depkeu, jadi kami (DJBC.red) munerasi berdasarkan grade tadi papar Kamil, diharap-
hanya menjalankan saja aturan mengenai remunerasi kan akan meningkatkan kinerja.
yang dikeluarkan oleh Depkeu (Departemen Keuangan),” Bagi pejabat yang menduduki suatu jabatan dengan
papar Kamil. grade yang lebih tinggi dengan pegawai yang tanpa jabat-
Untuk menentukan tingkat remunerasi, Depkeu mene- an, apabila kehilangan jabatannya karena suatu hal maka
rapkan sistem grading atau peringkat, dimana grading dia akan turun grade-nya dan menjadi pelaksana lagi. Makin
tersebut diditetapkan bedasarkan job-nya. Kamil mencon- tinggi jabatannya semakin jauh grade-nya turun. “Seperti
tohkan, jika seorang pejabat eselon II ketika ia menjabat saya misalnya, dengan pangkat sudah maksimal lalu kehi-
di Kantor Pusat, kemudian dia pindah menjadi Kepala langan jabatan maka saya bisa jadi pelaksana dan grade-
Kantor Wilayah, maka grading-nya akan mengikuti job nya jadi 12, anjlok sekali khan ? Oleh karena itu hal ini
barunya. “Jadi yang di- grading adalah job-nya, bukan perlu menjadi perhatian bagi para pejabat supaya tidak ke-
individunya!,” tegas Kamil kembali. hilangan jabatannya” ujar Kamil yang menyatakan banyak
Mengenai grading tersebut, semuanya diatur dalam Pera- faktor penyebab pejabat bisa kehilangan jabatannya.
turan Menteri Keuangan (PMK)
Nomor 289 tentang Peringkat
Jabatan di lingkungan Departe-
men Keuangan, dimana pada
PMK tersebut diatur mengenai
posisi grade para pegawai.
Kamil mencontohkan, untuk pe-
gawai non struktural atau pelak-
sana, maka grade-nya ditentu-
kan antara grade 1 hingga 12.
Jika seorang pegawai pelaksana
yang ditunjuk sebagai tim
perumus, maka grade-nya dilihat
antara 1 hingga 12, dan
ditentukan oleh kepala kantor.
Penentuan grade lanjut
Kamil, juga ditetapkan berdasar-
kan pangkat. Jika seorang pega-
wai dengan pangkat IIIb sampai
IIId hanya sebagai pelaksana,
maka grade pegawai tersebut
disesuaikan untuk tingkat pelak-
sana.
PMK tersebut lanjut Kamil
memang masih perlu disempur-
nakan, untuk mengantisipasi
suatu kejadian yang berada di
luar ketentuan PMK tersebut. Ia
mencontohkan, pangkat tertinggi
untuk pegawai pelaksana yang
diatur dalam PMK tersebut ada- VOLUME KERJA, tingkat risiko dan lain sebagainya yang berkaitan dengan suatu jabatan, merupakan
lah IVA, tetapi dalam prakteknya beberapa hal untuk menetapkan tingkat remunerasi pegawai. Dok.WBC.

EDISI 398 JANUARI 2008 WARTA BEA CUKAI 15


LAPORAN UTAMA

Mengenai selisih jumlah remunerasi yang diterima pega- yang harus dikeluarkan dari gajinya yang dulu relatif kecil, na-
wai menurut Kamil janganlah hal itu dijadikan alasan untuk mun kini tidak terjadi lagi. Para pegawai di level pelaksana
tidak meningkatkan kinerja. Dengan adanya remunerasi saat dalam masalah remunerasi lebih di appreciate oleh pemerin-
ini seharusnya para pegawai dapat bekerja dengan nyaman tah, makanya remunerasinya lebih tinggi dibandingkan
tanpa memikirkan lain-lain dan hal ini patut disyukuri. Dan dengan pangkat yang sama di sektor swasta. “Hanya mung-
dijaga. “Jadi tidak hanya memikirkan besar kecilnya remune- kin ada sebagian pegawai mengatakan sudah tidak memper-
rasi, tetapi bagaiamana para pegawai menyikapi remunerasi masalahkan jumlah remunerasi yang sekarang dirasa cocok
secara benar dan professional.” dengan pekerjaan dan besarnya resiko, jadi pada dasarnya
Dengan adanya pemberian remunerasi menurut tidak ada masalah,” ujar Kamil yang menekankan kepada
Kamil, ada tiga hal yang mesti dipahami, yaitu; Pertama, para pegawai untuk mensyukuri remunerasi yang telah dibe-
ada peningkatan pendapatan yang cukup subtansial. Ha- rikan oleh pemerintah dan menjaga remunerasi itu dengan
rusnya dengan remunerasi yang cukup besar, maka kon- cara meningkatkan kualitas kinerjanya.
tribusinya harus lebih besar lagi dari sebelumnya misal-
nya bekerja lebih baik, lebih berkualitas, lebih giat, mini- REMUNERASI HANYA SALAH SATU MOTIVASI
mal ia mengharapkan pegawai tidak membuat satu hal Salah seorang pegawai KPU Bea dan Cukai Tanjung
yang sifatnya negatif, seperti, sudah dibayar remunerasi- Priok, ketika ditemui WBC, mengutarakan pendapatnya
nya tetapi tidak ada ada perubahan, masih suka membo- tentang KPU, khususnya masalah remunerasi ditingkat
los, terlibat masalah dan sebagainya. pegawai pelaksana.
Kedua, seharusnya dari semua yang telah didapat, pega- Bagi Ari Julianto, bayangannya sebagai pegawai KPU
wai mestinya terus mengembangkan diri. Jangan mengharap adalah bisa bekerja dengan ketentuan yang ada dan
pengembangan diri hanya melalui diklat atau kursus saja. benar-benar diterapkan di lapangan. Karena menurutnya
Mestinya dari dalam diri pegawai harus ada kesadaran untuk hanya ada dua rumus, ya atau tidak. Tidak ada yang abu-
terus mengembangkan diri karena telah begitu banyak dibe- abu. Namun tentunya diimbangi dengan pemberian remu-
rikan kesempatan dalam hal ini, misalnya mencari sekolah nerasi yang memadai.
untuk melanjutkan pendidikan yang lebih tinggi lagi. “Banyak Kemudian ia coba men-collect permasalahan dan
juga yang kita kirim sekolah kemudian mengundurkan diri. keluhan yang dihadapi rekan-rekan sesama pegawai KPU
Menurut saya harusnya tidak begitu,” ujar Kamil. Bea dan Cukai Tanjung Priok. Menurut Ari, saat ini ada
Ketiga, pemberian remunerasi baru merupakan awal, se- istilah pegawai bea cukai yang KPU dan non KPU dan
bab jika suatu saat pemerintah melihat lebih rinci lagi bahwa mendapat take home pay, yang dapat dikatakan hampir
ada pegawai atau job yang tidak penting dan kemudian diga- sama. Hal itu ternyata membuat beberapa pegawai di
bung, maka yang telah ada sekarang (baik pegawai maupun KPU yang notabene memiliki kompetensi kerja yang ting-
job-nya) bisa dihilangkan.atau dikurangi dengan pertimbang- gi menjadi kecewa. Apalagi jika bertemu pegawai bea
an, negara terlalu banyak mengeluarkan biaya. cukai non KPU, acapkali mendapat guyonan tentang per-
Untuk level pejabat terutama kepala kantor, semestinya bandingan remunerasi. Jadi ada semacam diskriminasi
dengan remunerasi ini harus lebih melihat pada di persoalan take home pay-nya, karena kewajiban yang
pengembangan dan peningkatan kinerja pada unit kerja yang dituntut bagi pegawai KPU sangat jauh berbeda.
dipimpinnya, termasuk pengembangan diri pegawai. “Karena “Sebenarnya, masalah remunerasi bagi saya adalah
semestinya produk yang dihasilkan dari remunerasi ini harus motivasi yang kesekian. Jadi tergantung bagaimana kita bisa
lebih luas dan dalam serta lebih nyata. Yang saya khawatir- bersikap lebih dewasa, bagaimana kita melihatnya dan
kan, mereka mendapat remunerasi tetapi kerjanya begitu- menentukan cara pandang kita. Saya bilang ke teman-teman
begitu saja, padahal mendapatkan suatu insentif seharusnya yang sering curhat saya, Insya Allah dengan kita punya
orang menjadi lebih giat lagi,” imbuh Kamil. kinerja yang lebih bagus dan lebih baik, nanti pemerintah
Untuk level tingkat pelaksana, Kamil juga menegaskan, akan melihat kita bekerja, sebab kita bukan decision maker,
bahwa sebelum adanya remunerasi, pegawai harus diberat- apalagi DPR banyak mengkritisi pemberian remunerasi di
kan dengan biaya-biaya seperti transportasi dan sebagainya Depkeu, jadi ada beda pendapat,” imbuh Ari Julianto.
DOK. WBC
Menurut Ari, dengan remu-
nerasi yang diberikan saat ini,
ia merasa sudah cukup untuk
hidup, dan sebenarnya pega-
wai PNS di luar Depkeu pun
seperti inilah take home pay-
nya. Jadi kenaikan tentang
remunerasi yang sekarang cu-
kup untuk hidup. Namun un-
tuk kehidupan di Jakarta, untuk
keperluan saving memang pe-
rlu kecermatan tersendiri dan
kepintaran untuk mengolah
uang. Beda kalau misalnya hi-
dup di luar Jakarta yang masih
di Pulau Jawa, misalnya Yogya-
karta atau Solo. “Jika sedikit
saja saya merasa cukup, mung-
kin orang lain merasa tidak cu-
kup. Bagi saya take home pay
hanya merupakan salah satu
motivasi,” ujar Ari Julianto yang
mengutip salah satu hadist
bahwa orang yang terlalu ba-
nyak mengambil jatah didunia-
REFORMASI DEPARTEMEN KEUANGAN. Bertujuan untuk meningkatkan kinerja, pengelolaan keuangan Negara nya adalah orang yang paling
dan kekayaan negar, termasuk pasar modal, secara terencana dan bertahap. pailit di akhirat nanti. ris

16 WARTA BEA CUKAI EDISI 398 JANUARI 2008


SRI MULYANI INDRAWATI
MENTERI KEUANGAN

“JAJARAN KPU DI
TANJUNG PRIOK
HARUS TERUS-MENERUS
MENJAGA INTEGRITAS,
KEJUJURAN DAN
MELAYANI
SEBAIK-BAIKNYA.”
Saat melakukan kunjungan kerja ke
KPU Bea dan Cukai Tanjung Priok,
pada 8 September 2007, Menteri Ke-
uangan Sri Mulyani Indrawati mene-
gaskan kembali bahwa program refor-
masi birokrasi Departemen Keuangan
khususnya jajaran di lingkungan Direk-
torat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC)
dimulai dengan pembentukan KPU
Bea Cukai. Berikut pernyataannya.

K
PU Bea dan Cukai Tipe A Tanjung Priok adalah terus-menerus menjaga integritas, kejujuran dan melayani
yang paling awal dibentuk sebagai proyek percon- sebaik-baiknya.
tohan dalam rangka pembenahan di Direktorat Disamping itu, penataan juga dilakukan pada Tempat
Jenderal Bea dan Cukai (DJBC), terutama di dalam Penimbunan Sementara (TPS). Pengaturan jarak antara
hubungannya dengan fungsinya yang pertama container yang satu dengan yang lain diatur, hal ini
yaitu melayani agar arus barang yang masuk dan keluar In- dimaksudkan agar memudahkan untuk melakukan inspeksi.
donesia betul-betul melalui suatu dokumen dan proses yang Dan dari penertiban itu, baru 15 pengusaha TPS yang
legal, yang tentu saja dalam ini hal bisa menjaga kepentingan dianggap mengikuti aturan . Sedangkan untuk Pengusaha
maupun kebutuhan perekonomian Indonesia yang harus kita Pengurusan Jasa Kepabeanan (PPJK) yang tercatat
dijaga dari berbagai kepentingan-kepentingan yang berjumlah 3000 PPJK dilakukan registrasi untuk mengetahui
merugikan. Misalnya, untuk impor suatu barang yang masuk lebih jelas pemilik, pengurus dan alamat perusahaannya.
ke Indonesia menggunakan dokumen palsu, menyampaikan Hanya kepada PPJK yang telah memiliki kartu identitas yang
barangnya A ternyata isinya B. bisa melakukan kegiatannya di Tanjung Priok.
Saya mengetahui, kalau aparat bea cukai setiap hari ha- Jadi semua kita rapihkan, baik dari sisi tempat penimbun-
rus menghadapi persoalan, di satu sisi kita harus terus annya, perusahaan jasa kepabeanan dan teman-teman di
menerus memperbaiki pelayanan kepada para eksportir dan Bea Cukai sendiri juga kita perbaiki, mudah-mudahan dalam
importir karena dari hasil survei selalu menunjukkan Bea dan hal ini Tanjung Priok bisa menjadi salah satu tempat yang bisa
Cukai sebagai salah satu lembaga terkorup, apakah dia dianggap contoh atau tempat yang baik untuk melakukan
memeras orang yang akan mengimpor ataukah dia memeras atau menfasilitasi berbagai transaksi barang keluar masuk
orang yang mau mengekspor, budaya KKN dan lain-lain. dari Indonesia. Tentunya, jika perdagangan itu, baik yang
Godaan seperti itu terus menerus harus dihadapi oleh masuk maupun keluar berdasarkan aturan-aturan yang ada
aparat kita di lapangan, kalau melihat jenis barangnya, dan ni- kami tidak ada, alasan untuk melakukan berbagai tindakan-
lainya tinggi, importir nakal tidak segan-segan untuk mengelu- tindakan yang membuat mereka sulit.
arkan barang dengan memberikan sogokan kepada aparat Masih diseputar kawasan Tanjung Priok bahwa mulai
kita. Karena itu kita coba perbaiki di Tanjung Priok dulu, selan- Desember 2007, kawasan ini menjadi pilot project pene-
jutnya akan kita coba terapkan di kantor-kantor yang lain. rapan National Single Window (NSW). Adanya NSW ini
Hal ini disadari menjadi salah satu tugas yang tidak berarti beberapa instansi yang berhubungan dengan keluar
ringan. Untuk itu dalam upaya mencapai keberhasilan KPU masuknya barang akan bekerja di dalam satu sistim yang
maka salah satunya saat ini diberikan remunerasi kepada sama dengan menerapkan teknologi informasi. Sehingga
pegawai KPU. Disamping itu juga harus menandatangani dokumen bisa diproses lebih cepat. Beberapa instansi
pakta integritas bagi pegawai KPU yang notabene adalah tersebut antara lain; Badan POM, Badan Karantina,
pegawai yang telah melalui seleksi yang sangat ketat. Departemen Pertanian dan Perkebunan, Departemen
Tentunya untuk memperbaiki sesuatu yang sudah lama Perdagangan dan Departemen Perhubungan, termasuk
berjalan tidak baik akan membutuhkan waktu, namun saya kami Departemen Keuangan masuk dalam sistim ini su-
melihat melihat semangat para aparat dan personil luar biasa paya mereka semua memiliki pengertian dan proses yang
besarnya dan kemajuan yang telah diperoleh menjadi salah standar sehingga bisa mempermudah barang masuk dan
satu bukti. Untuk itu, atas nama pimpinan departemen saya keluar tanpa harus berinteraksi lebih banyak dengan
mengucapkan terimakasih kepada jajaran Bea Cukai di petugas. Tentunya anda semua tahu bahwa Indonesia
Tanjung Priok. Ini baru merupakan perjalanan awal. Saya memiliki banyak pelabuhan, dan itu akan kita usahakan
berharap kepada para jajaran KPU di Tanjung Priok untuk secara bertahap melalui program yang sama. ris

EDISI 398 JANUARI 2008 WARTA BEA CUKAI 17


WAWANCARA

Drs. ANWAR SUPRIJADI, MSc.


DIREKTUR JENDERAL BEA DAN CUKAI

“KITA HARUS TETAP KONSISTEN,


TIDAK BOLEH ADA DISKRIMINASI
DAN PENYIMPANGAN.“
Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai yang baru masih membutuhkan waktu, meskipun saat ini te-
Tipe A Tanjung Priok telah berjalan lah mulai dirasakan perbedaan budaya kerja jika dibanding-
efektif sejak Juli 2007. Memasuki enam kan dengan kondisi sebelum KPU.
bulan perjalanan KPU (hingga Desember Dengan adanya KPU apakah tingkat kebocoran negara
2007.red) berbagai keberhasilan telah akibat penyelundupan dapat diredam ?
diraih sesuai dengan target yang Pemberantasan penyelundupan merupakan tugas bersama
diharapkan.Apa saja target-target dari setiap institusi yang terkait di pelabuhan, termasuk didalam-
tersebut dan sejauhmana rencana untuk nya DJBC. Karena merupakan tugas bersama, maka diperlukan
pembentukan KPU di kantor-kantor upaya yang dilakukan secara bersama dan terkoordinasi. Sebagai
Bea dan Cukai yang lainnya di wilayah
bagian dari upaya tersebut, DJBC membentuk KPU dalam rang-
ka melakukan pengawasan yang efektif kepada pengguna jasa.
Indonesia ? Serta bagaimana rencana Dalam rangka meningkatkan koordinasi, pemerintah
kerja DJBC di Tahun Anggaran 2008, membentuk Tim Keppres No.54 tahun 2002 yang diketuai
Redaktur WBC, Aris Suryantini oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian dan Menteri
berkesempatan melakukan wawancara Keuangan menjadi salah satu anggotanya, dengan salah
dengan Direktur Jenderal Bea dan Cukai, satu tugasnya adalah mengkoordinasikan pengintensifan
Drs Anwar Suprijadi MSc. upaya-upaya pemberantasan segala bentuk penyelundupan.
Berikut petikan wawancaranya. Menurut pemberitaan di media massa, meski saat ini sudah
ada KPU, tetapi pungli masih tetap ada. Apakah memang
Sejak diluncurkan pada bulan Juli 2007, bagaimana perja- sulit untuk menghilangkan sama sekali pungli khususnya
lanan KPU, apakah sudah sesuai dengan yang Bapak ha- yang berkaitan dengan pengurusan kepabeanan ?
rapkan sebagai penggagas berdirinya KPU? Pungli, atau secara lebih luas dapat dikatakan sebagai
Salah satu yang melatarbelakangi pembentukan KPU ada- korupsi, dapat digambarkan sebagai persamaan: korupsi =
lah adanya tuntutan organisasi secara internal serta eksternal monopoli + diskresi – akuntabilitas. Umumnya, administrasi
yaitu masyarakat dan pengguna jasa terhadap peningkatan kepabeanan adalah satu-satunya institusi yang menjalankan
citra dan kinerja institusi DJBC. Dalam perjalanannya, fungsi administrasi dan regulator di bidang kepabeanan
berbagai prestasi telah diukir oleh KPU, meskipun masih ada (monopoli), dimana pegawai pada posisi tertentu memiliki hak
beberapa hal yang harus disempurnakan. sebagai pengambil keputusan (diskresi), sementara tingkat
pengawasan dan akuntabilitas relatif rendah.
Bagaimana dengan target penerimaan dan target-target Di KPU telah dilakukan berbagai upaya untuk mengelimi-
prestasi KPU, apakah tercapai khususnya untuk TA 2007 ? nasi, atau paling tidak mengurangi, terjadinya pungli. Secara
Penerimaan Bea Masuk di KPU Tanjung Priok Januari sampai internal DJBC, pada KPU telah dibentuk unit kepatuhan inter-
dengan Oktober 2007 mencapai Rp6,855 triliun atau naik Rp nal yang bertindak sebagai pengawas tingkah laku dan pelak-
1,778 triliun dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sanaan kode etik pegawai. Untuk mengurangi diskresi dalam
yang lalu. (Berdasarkan data dari KPU Bea dan Cukai Tanjung pengambilan keputusan, pada KPU dilakukan optimalisasi
Priok, target penerimaan bea masuk yang dibebankan untuk ta- pemanfaatan IT dan layanan informasi secara proaktif.
hun 2007 adalah sebesar Rp 7.750 milyar. Sampai dengan tanggal Contohnya, untuk MITA, dimana proses pelayanan dilaku-
4 Desember 2007, telah terpenuhi target penerimaan dari bea kan tanpa intervensi, KPU melakukan pengawasan melalui
masuk sejumlah Rp 7.673,63 milyar, denda administrasi dan bu- aplikasi ProAct. Kepada MITA diberikan Client Coordinator
nga sebesar Rp. 196,85 milyar, total penerimaan pabean sebesar sehingga pengguna jasa dapat menanyakan segala sesuatu
Rp. 7.870,49 milyar atau 101,2 persen dari total target penerimaan) yang terkait dengan pemenuhan kewajiban pabean dan cu-
Pembenahan internal melalui unit kepatuhan internal telah kainya. Seluruh pengguna jasa dan masyarakat juga dapat
diterapkan secara konsisten dimana 1 orang Pejabat Fungsi- menyampaikan keluhan melalui unit kepatuhan internal, dan
onal Pemeriksa Dokumen telah dalam proses penjatuhan akan ditangani dan ditindaklanjuti sesuai dengan standar
hukuman disiplin berat, 6 orang staf hanggar dan 1 orang pe- penanganan keluhan dan pujian KPU.
meriksa barang dalam proses pemeriksaan terkait pungli, Pungli selalu menyangkut setidaknya dua pihak, pemberi
serta 1 orang staf administrasi dalam proses penjatuhan hu- dan penerima, dan terjadi karena adanya kesempatan dan
kuman terkait tindakan indisipliner. niat dari kedua belah pihak tersebut. Oleh sebab itu, selain
Jalur MITA yang diterapkan di KPU juga mendapatkan effort yang dilakukan untuk mengurangi kesempatan sebagai-
respon yang positif dari pengguna jasa. Sejumlah kemudah- mana disebutkan , pemberantasan pungli juga harus
an dan keuntungan yang diperoleh oleh perusahaan MITA menyentuh tataran budaya, baik budaya si pemberi maupun
diyakini telah meningkatkan efisiensi dalam proses clearance budaya si penerima, untuk mengurangi niat terjadinya pungli.
barang, dengan menekan biaya hingga 50 persen. Yang juga tidak kalah penting adalah penerapan reward
Memang, proses perubahan paradigma dan budaya kerja and punishment secara tegas dan konsisten.

18 WARTA BEA CUKAI EDISI 398 JANUARI 2008


Dari yang kami ketahui, kebanyakan pega-
wai DJBC melamar menjadi pegawai KPU
DJBC karena tertarik dengan sistim
remunerasinya, namun kenyataannya
ada yang mengatakan bahwa take home
pay mereka tidak jauh berbeda dengan
pegawai non KPU, hanya berbeda
sedikit. Bagaimana tanggapan Bapak ?
Pada dasarnya, melalui proses
reformasi birokrasi yang dilakukan oleh
Departemen Keuangan saat ini, dimana salah
satu programnya adalah perbaikan struktur
remunerasi, yang hendak dituju adalah tercipta-
nya aparatur negara yang bersih, profesional, dan
bertanggung jawab, serta terciptanya birokrasi
yang efektif dan efisien. Tuntutan reformasi ter-
sebut berlaku tidak hanya di KPU, tetapi juga
di seluruh KPPBC dan Kantor Pusat DJBC.
Berbicara tentang perbedaan take home
pay antara pegawai KPU dan Non-KPU, sangatlah
relatif. Secara konsepsi, perbedaan take home pay
antara pegawai KPU dan Non-KPU disebabkan
oleh harus adanya diskriminasi dalam hal
pemberian remunerasi terhadap organisasi yang
mempunyai tingkat kinerja yang tinggi dengan
yang tidak mencapai kinerja yang baik.

Bagaimana keluhan pegawai KPU terhadap


masalah remunerasi ini, apakah bisa menjadi
kendala tercapainya program KPU ?
Memang, salah satu unsur dari perubahan
sistemik yang dilakukan oleh DJBC melalui pemben-
tukan KPU adalah adanya dukungan bagi peningkat-
an remunerasi. Remunerasi yang ada saat ini telah
menggunakan pendekatan kinerja (performance ba-
sed), menghargai perbedaan bobot, risiko, dan
tanggung jawab pekerjaan, serta, tentunya, memperha-
tikan keuangan negara.
Seperti yang telah disebutkan sebelum-
nya, berbicara tentang perbedaan
take home pay antara pega-
wai KPU dan Non-
KPU, sangatlah
relatif. Setidaknya,
remunerasi yang
diterima saat ini
telah mening-
kat berkali lipat
dibandingkan
remunerasi
sebelumnya.
Jadi prinsip-
nya adalah
seberapa
jauh kita
mengucap
syukur
atas apa
yang kita
sudah
terima
saat
ini.

EDISI 398 JANUARI 2008 WARTA BEA CUKAI 19


WAWANCARA

Sebenarnya remunerasi yang ideal di DJBC umumnya Bagaimana sejauh ini persiapan KPU Cukai di Malang ?
dan di KPU seperti apa ? Mengenai hal itu, Tim Percepatan Reformasi telah melakukan
Idealnya, perbedaan take home pay antara pegawai KPU survei lapangan, melakukan kajian dan berdiskusi dengan
dan Non-KPU harus mencerminkan adanya diskriminasi da- pejabat terkait di Direktorat Cukai, pegawai dan pejabat di KPPBC
lam hal pemberian remunerasi terhadap organisasi yang Malang, Kediri, dan Kudus, serta Tim Penyusun Peraturan
mempunyai tingkat kinerja yang tinggi dan yang tidak menca- Pelaksanaan di Bidang Cukai, dalam rangka mempersiapkan
pai kinerja yang baik. pembentukan KPU Cukai pada kantor-kantor tersebut.
Draft Cetak Biru, Position Paper, dan Concept Paper telah
Jika remunerasi ditingkatkan jumlahnya apakah menjamin diselesaikan dan dilakukan finalisasi oleh Tim, dimana sebe-
berhasilnya program kerja KPU ? lumnya telah dimintakan pendapat dan tanggapan kepada
Tidak ada yang menjamin berhasilnya program KPU hanya de- staf inti. Karena menyangkut perubahan organisasi instansi
ngan meningkatkan remunerasi. KPU hanya akan dapat berhasil vertikal DJBC, maka saat ini sedang dilakukan upaya aman-
melalui upaya yang sungguh-sungguh, komitmen, dan kerja keras demen terhadap legal framework yang berlaku untuk instansi
dari seluruh pegawai DJBC untuk melakukan perubahan ke arah vertikal DJBC.
yang lebih baik, dengan didukung oleh political will dari pimpinan
pemerintahan, instansi terkait, pengguna jasa, dan masyarakat. Apa yang menjadi latar belakang pemikiran Bapak sehingga
diperlukan KPU khusus cukai di DJBC ?
Selama pelaksanaan KPU di Tanjung Priok, sudah berapa Secara umum, latar belakang pembentukan KPU adalah
kali dilakukan evaluasi? Lalu bagaimana hasilnya dan apa tuntutan dari masyarakat dan juga internal organisasi terhadap
saja yang dievaluasi ? upaya peningkatan citra dan kinerja DJBC.
Evaluasi terhadap pelaksanaan KPU di Tanjung Priok telah Secara spesifik, penerimaan cukai masih menjadi andalan
dilakukan selama beberapa kali. Bahkan, pada saat masa transisi dalam APBN. Namun di sisi lain, dari sisi pengawasan, modus
yang dilaksanakan mulai April 2007, evaluasi dilaksanakan seca- dan pola pelanggaran dalam bidang cukai terus berkembang,
ra periodik setiap minggu. Banyak hal yang dievaluasi, antara lain antara lain, rokok ilegal dan jual beli pita cukai. Oleh sebab itulah,
menyangkut sistim dan prosedur pelayanan dan pengawasan perlu dibentuk KPU Cukai.
serta SDM. Memang, tuntutan pengusaha jika dilihat dari sisi pelayanan
Pelaksanaan evaluasi secara rutin dan menyangkut pemba- tidak besar, mengingat cukai tidak peka waktu. Namun, jika dilihat
hasan yang detil dan komprehensif, terbukti telah memberikan dari sisi pengawasan maka dirasakan perlu untuk dilakukan
dampak yang positif dalam perkembangan pelaksanaan KPU di peningkatan.
Tanjung Priok. Sebenarnya, inti dari pelaksanaan evaluasi adalah
transparansi dan akuntabilitas, sesuatu yang menjadi tantangan Kapan KPU Cukai di Malang akan direalisasikan ?
terbesar yang dihadapi banyak organisasi dalam mengembang- Untuk KPU Cukai di Malang, Kediri, dan Kudus direncanakan
kan organisasinya. diimplementasikan pada tahun 2008.
Pelaksanaan evaluasi yang telah dilaksanakan di KPU Tan-
jung Priok kiranya dapat dilaksanakan secara periodik dan konti- Apakah rekrutmennya juga akan sama dengan di KPU
nyu, serta menular di KPPBC lainnya sehingga dapat meningkat- Tanjung Priok ?
kan kinerja DJBC secara institusi. Sistem rekrutmen untuk KPU Cukai agak sedikit berbeda
dengan KPU Tanjung Priok. Hal yang sama adalah, assess-
Bagaimana dengan rencana penerapan KPU di Batam. Apa ment test dilakukan oleh lembaga independen untuk
saja yang menjadi kendala-kendala sehingga KPU di Batam menjamin obyektivitasnya. Hal yang berbeda adalah, untuk
belum bisa dilaksanakan saat ini ? tahap pertama, tes diberlakukan secara mandatory kepada
Saat ini prinsip-prinsip KPU telah dilaksanakan di KPU Batam, seluruh pegawai pada kantor-kantor yang akan menjadi KPU,
antara lain yang menyangkut fungsi pelayanan dan pengawasan, dan pada tahap selanjutnya dilakukan tes yang bersifat
bimbingan kepatuhan dan layanan informasi, audit, dan kepatuh- terbuka kepada seluruh pegawai DJBC.
an internal.
Dari analisis kinerja melalui Key Performance Indicator yang Untuk kepemimpinan di KPU, baik itu KPU Cukai maupun
disusun oleh Tim Percepatan Reformasi, dari 30 kegiatan yang KPU lainnya, bagaimana cara menentukannya, apakah ada
dinilai, terdapat 23 kegiatan yang tercapai (69,57 persen) dan 7 kemungkinan dilakukan fit and proper test ?
kegiatan yang belum tercapai. Setiap perubahan menuntut hadirnya pemimpin yang kuat.
Dari sisi penerimaan BM dan cukai, dibandingkan tahun 2006 Rhenald Kasali dalam salah satu tulisannya menyatakan bahwa
terdapat kenaikan 147,85 persen. Dari sisi pengawasan, telah tanpa kekuatan kepemimpinan, perubahan tak cukup berenergi
dilakukan penyidikan sebanyak 10 kasus selama tahun 2007, untuk bergulir seperti yang diharapkan. Oleh sebab itu,
serta optimalisasi penerimaan melalui enforcement terhadap menentukan pemimpin yang tepat adalah suatu keharusan.
kapal-kapal tradisional, dan telah menghasilkan penerimaan BM, Untuk menentukan pemimpin yang tepat, seperti yang telah
PDRI, dan Sanksi Administrasi sebesar Rp178.486.393. dilakukan pada saat implementasi KPU Tanjung Priok, salah satu
Selain itu juga, koordinasi dengan instansi terkait, antara lain hal yang dilakukan adalah melalui fit and proper test. Dengan fit
Pemkot, Otorita Batam, Kepolisian, TNI AL, dan Kejaksaan, juga and proper test diharapkan pemimpin yang terpilih adalah
terus diupayakan menjelang diberlakukannya FTZ di Batam. seseorang yang profesional, kompeten, berdedikasi, memiliki visi
yang sama dengan pendirian KPU, serta memiliki komitmen
Bagaimana pula dengan rencana penerapan KPU-KPU yang untuk terus melakukan perubahan sejalan dengan misi KPU.
lain seperti Soekarno-Hatta, Tanjung Perak dan lain-lain ?
KPU yang lain akan segera secara bertahap diimplementasi- Lantas bagaimana rencana penempatan pegawai untuk KPU
kan pada tahun 2008. Hal ini dimaksudkan agar dalam di Batam dan Malang ?
pelaksanaannya dapat dimonitor dan dievaluasi secara konsisten, Setelah hasil dari assessment test yang dilakukan oleh lem-
terarah, dan terukur. baga independen didapatkan, maka berdasarkan hasil tes
Saat ini Tim Percepatan Reformasi sedang melakukan tersebut akan ditempatkan pegawai di KPU. Sejalan dengan tun-
berbagai survei dan kajian pada kantor-kantor yang akan menjadi tutan reformasi birokrasi yang dilakukan oleh Departemen
KPU, baik terhadap organisasi, sistim dan prosedur, serta SDM, Keuangan dalam rangka meningkatkan kualitas dan kompetensi
secara detil dan komprehensif, agar implementasi KPU di lokasi- pegawai, maka terhadap pegawai pada kantor-kantor yang akan
lokasi tersebut dapat berjalan dengan baik dan tepat. Pada awal dijadikan KPU, dilakukan training / retraining yang menyangkut,
Desember telah dilaksanakan assessment dan training/retraining antara lain, materi etika, motivasi, dan integritas oleh pihak
teradap para pegawai di tujuh kantor yang akan menjadi KPU. eksternal, tanpa menunggu proses penempatan mereka.

20 WARTA BEA CUKAI EDISI 398 JANUARI 2008


PUSDIKLAT

Apa yang menjadi kendala dalam pemenuhan penerima-


an Bea Masuk dan Cukai?
DJBC DAN PUSDIKLAT DJBC
Sebenarnya kendalanya adalah konsistensi teman-te- SELENGGARAKAN

DTSS DAN
man untuk melakukan pemeriksaan barang dan penetap-
an nilai pabean yang benar, itu saja, karena masih banyak
beberapa aparat bea cukai di lapangan yang tidak konsis-
ten, masih borongan dan memainkan harga plafon yang

DIKLAT PCA
menurut saya menyimpang dari aturan. Saya meminta hal
itu tidak ada lagi, karena akan dikenai sanksi tegas.

Setelah Bapak menjadi Dirjen DJBC apakah Bapak


puas dengan berbagai perubahan yang dilakukan
untuk memperbaiki citra DJBC ? Para peserta diklat merupakan
Konsep saya, manusia itu tidak pernah puas. Karena para pegawai yang tersebar dari seluruh
tuntutan dari masyarakat sifatnya dinamis. Jadi konsep
saya itu still improvement saja, mungkin puas untuk Indonesia yang bertugas
sekarang tetapi masyarakat belum tentu puas untuk satu pada Kantor Pusat, Kantor Wilayah
tahun yang akan datang, jadi harus mengikuti customer DJBC maupun juga Kantor Pelayanan
satisfaction. dan Pengawasan Bea Cukai.

P
Bagaimana Bapak melihat kinerja DJBC tahun 2007 dan
apa rencana atau program kerja tahun 2008 ? usat Pendidikan dan Latihan (Pusdiklat) Bea dan
Target penerimaan tahun 2008 mengalami peningkatan. Cukai bekerja sama dengan Direktorat Jenderal
Untuk cukai sebesar. 44 triliun rupiah. Begitu juga dengan Bea dan Cukai, pada tahun anggaran 2007
Bea Masuk mengalami peningkatan menjadi sekitar 15 triliun menyelenggarakan dua diklat bagi para pegawai
rupiah. Dan pada saat krisis harga BBM naik, Menteri Bea Cukai, yaitu Diklat Teknis Substansif Spesial-
Keuangan meminta tambahan 1 triliun rupiah lagi. isasi (DTSS) Kepabeanan dan Cukai yang diselenggara-
Sedangkan untuk rencana atau program yang kita lak- kan bagi lulusan program Diploma I, dan juga diklat Post
sanakan pada tahun 2008, ya konsistensi untuk itu tadi, Clearance Audit (PCA).
dibidang kepabeanan pemeriksaan barang harus benar Acara pembukaan kedua diklat tersebut dilaksanakan
kemudian menetapkan nilai pabean dengan benar, sesuai pada tanggal 29 Oktober 2007 di Pusdiklat Bea dan Cukai
dengan aturan yang berlaku. Kemudian law enforcement dan dibuka langsung oleh Kepala Pusdiklat Bea dan Cu-
dari teman-teman P2 dan Kepatuhan Internal. Selanjutnya kai Drs. Endang Tata yang juga dihadiri oleh pejabat di-
kita dukung pengem- bangan KPU di luar Tanjung Priok, lingkungan Pusdiklat dan juga pejabat dilingkungan Sek-
yaitu untuk cukai di Malang, untuk Pabean di Surabaya, retariat DJBC.
Soekarno-Hatta dan Batam Dalam sambutannya pada pembukaan diklat tersebut,
Kapusdiklat Endang Tata, menekankan beberapa poin
Memasuki tahun anggaran baru 2008, apa pesan yang harus didapat oleh para siswa dalam mengikuti se-
Bapak kepada pegawai DJBC di seluruh Indonesia ? rangkaian pelatihan tersebut. Bagi para siswa peserta dik-
Yang pertama saya berterimakasih kepada seluruh lat PCA, Diklat jangan hanya dipandang sebagai sarana un-
jajaran Bea dan Cukai, bahwa untuk tahun 2007 tuk peningkatan karir saja, melainkan sebagai bekal
kinerjanya jauh lebih baik dibandingkan tahun-tahun pengetahuan, keterampilan dan sikap kepada pegawai
sebelumnya. Kalau tahun-tahun sebelumnya jika DJBC dalam melaksanakan pemeriksaan pembukuan per-
pemenuhan target penerimaan kurang, kadang-kadang usahaan dalam rangka pengawasan keuangan negara.
orang bicara ngijon, artinya seharusnya pendapatan untuk Sedangkan tujuan bagi siswa yang mengikuti DTSS
tahun yang akan datang ditarik untuk mencukupi target, menurut Tata adalah untuk memberikan bekal pengetahu-
tetapi kini tanpa ijon target kita sudah tercapai, makanya an, keterampilan dan sikap kepada para pegawai DJBC
saya berterimakasih atas komitmennya. dalam rangka pelaksanaan tugas teknis di bidang kepa-
Kedua, saya minta adanya perubahan yang berarti ke beanan dan cukai pada tingkat pelaksana pemeriksa.
arah perbaikan karena remunerasi sudah diperbaiki
sehingga tidak ada alasan lain bahwa remunerasinya TERUS BELAJAR
tidak memadai, kami akan lebih tegas untuk itu. Diklat DTSS yang dilaksanakan pada 29 Oktober hing-
Ketiga, sekali lagi kita harus serius dan konsisten ga 23 November 2007, diikuti oleh 120 peserta, dimana
untuk ini. para peserta mengikuti 13 mata pelajaran pokok dan
Keempat, saya minta supaya pegawai jangan terjebak mata pelajaran penunjang yang diakhiri dengan orientasi
atau dijebak kasus-kasus yang merugikan institusi, seper- dan ujian evaluasi atau ujian bagi para peserta DTSS,
ti pengalaman kita untuk masalah ekstasi baru-baru ini. dengan total jam latihan selama 188 jam latihan.
Pada penutupan diklat DTSS 23 November 2007, Ke-
Bagaimana target KPU Tanjung Priok di untuk tahun pala Bidang Rencana dan Program Agus Hermawan
2008 ? mewakili Kepala Pusdiklat Bea Cukai mengatakan, para
Yang pasti targetnya akan meningkat. Saya optimis peserta yang telah mengikuti diklat diharapkan dapat
dengan peningkatan dan perubahan yang berlangsung di menerapkan ilmu yang telah didapat sewaktu diklat pada
KPU Tanjung Priok dan kini polanya sudah nampak terang pelaksanaan tugas sehari-harinya.
dan memang kalau kita ingin membenahi Bea dan Cukai Salah satu peserta DTSS Bendito Menezez yang ber-
maka harus secara bertahap. tugas pada KPPBC Batam mengatakan, DTSS yang
Yang juga penting, saya meminta kepada teman-te- diikuti olehnya dan juga rekan-rekannya yang lain, meru-
man, bahwa tahun 2008-2009 adalah momen menjelang pakan sarana baginya untuk dapat menjalankan tugas
pemilu dan biasanya banyak orang memanfaatkan situasi dengan baik terutama yang berkaitan langsung dengan
menjelang pemilu untuk kepentingan pihak tertentu sehing- pelaksanaan tugas sehari-hari. Menurutnya kegiatan
ga Bea dan Cukai dikorbankan. Jangan kasus-kasus yang kepabeanan di Batam yang cukup padat mengharuskan
lalu muncul di tahun depan, kita harus tetap konsisten, para pegawainya mampu untuk memahami berbagai
tidak boleh ada diskriminasi dan penyimpangan. peraturan kepabeanan dan cukai, agar pelayanan dan

EDISI 398 JANUARI 2008 WARTA BEA CUKAI 21


PUSDIKLAT
FOTO-FOTO WBC/ATS

PEMBUKAAN DIKLAT DTSS DAN PCA. Melibatkan para pegawai yang ditunjuk dan tersebar di seluruh Indonesia

pengawasan dapat berjalan dengan baik dan efisien kepa- Dengan adanya diklat ini maka para auditor diharap-
da para pengguna jasa. kan menjadi auditor yang profesional dalam melaksana-
Menurutnya lagi dalam pelaksanaan tugas sehari-hari, kan tugasnya, independent dan mempunyai integritas
kenyataan dengan teori terkadang tidak dapat berjalan tinggi pada pelaksanaan tugasnya.
bersamaan, namun dengan adanya DTSS ini, maka para Krisnawan peserta peringkat pertama yang bertugas
pegawai semakin diasah keterampilan dan juga kreatifitas pada Kanwil Bea Cukai Jakarta mengatakan, diklat yang
untuk dapat memecahkan masalah yang mungkin timbul diperolehnya merupakan pengetahuan, dimana materi
dalam pelaksanaan tugas, yang tentunya juga harus yang diperlolehnya cukup memadai termasuk didalam
sesuai dengan apa yang digariskan pada undang-undang diklat tersebut dipaparkan berbagai contoh kasus.
kepabeanan dan cukai. Mengenai pelaksanaan dilapangan menurutnya, ter-
Sementara itu diklat PCA yang berlangsung pada 29 gantung lagi pada kreatifitas petugas dilapangan
Oktober hingga 11 Desember 2007, ditutup langsung oleh menyikapinya tanpa mengabaikan faktor pelayanan yang
Direktur Audit Thomas Sugijata. Dalam amanatnya ia me- prima dan juga pengawasan. Ia menambahkan, undang-
ngatakan, selesainya diklat PCA bukan berarti berhenti- undang kepabeanan dan cukai yang baru memberi ruang
nya proses belajar yang harus dijalankan oleh para bagi para auditor untuk melaksanakan tugasnya dengan
peserta diklat. Diklat yang disampaikan oleh para widyais- baik dalam rangka pelaksanaan PCA.
wara, pejabat struktural pada Pusdiklat Bea dan Cukai “Dan tentunya juga harus diperhatikan oleh para auditor agar
dan juga pejabat struktural DJBC, harus diimbangi dengan jangan sampai menyimpang dari aturan tersebut mengingat
proses belajar lainnya sanksi yang berat bagi audi-
yang harus dilakukan para tor jika salah atau bertindak
peserta, baik yang diluar undang-undang tadi,”.
dilakukan secara formal Mengenai materi yang
maupun informal, baik disampaikan, menurut
dari literatur maupun ber- Krisnawan masih kurang
bagai diskusi mengingat keterbatasan
Diklat PCA lanjut Tho- waktu, dan ia pun sepakat
mas merupakan hal yang dengan perkataan Thomas
sangat penting, mengingat yang mengatakan bahwa
PCA merupakan salah satu proses belajar tidak harus
pilar dari instansi kepabean- berakhir di pusdiklat namun
an yang modern, dimana terus berjalan dengan
perkembangan ekspor dan berbagai cara dan bentuk.
impor yang meningkat saat Diklat PCA tersebut
ini tidak memungkinkan diikuti oleh 60 pegawai
dilakukannya pemeriksaan yang tersebar diseluruh
fisik secara keseluruhan. Indonesia, dengan jam
Disini PCA mempunyai pe- latihan sebanyak 296 jam
ran penting demi latihan dengan 10 mata
kelangsungan kelancaran pelajaran pokok dan mata
BENDITO MENEZEZ. Para peserta diha- kegiatan ekspor dan impor pelajaran penunjang yang KRISNAWAN. Proses belajar PCA
rapakan dapat memberikan kontribusi tanpa meninggalkan aspek diakhiri dengan orientasi tidak hanya berasal diklat tapi dari
terbaiknya dalam pelakasanaan tugas. pelayanan prima. dan juga evaluasi. zap berbagai sumber

22 WARTA BEA CUKAI EDISI 398 JANUARI 2008


DAERAH KE DAERAH

KANWIL DJBC JAWA BARAT SERAHKAN


BERKAS PERKARA TINDAK PIDANA
KE KEJAKSAAN TINGGI FOTO-FOTO WBC/ATS

SERAH TERIMA. Kakanwil DJBC Jawa Barat Jody Koesmendro menyerahkan KAKANWIL DJBC JAWA BARAT Jody Koesmendro didampingi Kepala Seksi
berkas pidana kasus pemalsuan bank garansi kepada Kepala Kejaksaan Tinggi Penyidikan dan Barang Bukti I Eko Rudi Hartono, memberikan keterangan
Jawa Barat Suhartoyo di gedung Kajati. kepada pers mengenai data penyidikan tahun 2007 Kanwil DJBC Jawa Barat.

Selama periode tahun 2007 telah atau dokumen pelengkap pabean dan atau memberikan keterang-
dilakukan penyidikan oleh aparat Kanwil an lisan atau tertulis yang palsu atau dipalsukan yang digunakan
DJBC Jawa Barat berkoordinasi dengan untuk pemenuhan kewajiban pabean; terancam dipidana penjara
maksimal 5 tahun dan denda maksimal Rp. 250 juta.
Kejaksaan Tinggi Jawa Barat atas tiga Ketika ditanya mengenai bentuk pengawasan terhadap kasus
berkas perkara yang telah dinyatakan seperti pemalsuan jaminan bank seperti ini, Jody mengatakan
lengkap (P21) dan sembilan kasus tindak sedang memikirkan mekanisme rekonsiliasi. “Kita terima bank
pidana cukai yang telah diserahkan garansi banyak sekali, saya sudah sampaikan ke pihak bank
tahap pertama kepada Kejaksaan Tinggi bahwa untuk bank-bank yang sering menerbitkan bank garansi
untuk mengirimkan minimal specimen tandatanganlah, biar kita
Jawa Barat untuk diteliti. tahu bahwa itu memang diterbitkan oleh bank.”

K
Sementara itu, Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Barat,
antor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Suhartoyo, menjelaskan mengenai penyerahan yang
(DJBC) Jawa Barat pada 29 November 2007 menye- berlangsung di gedung Kajati, “Ini penyerahan berkas perkara
rahkan berkas perkara tindak pidana pabean yang tahap kedua, yang diserahkan adalah tersangka dan barang
telah dinyatakan lengkap (P21) kepada Kejaksaan bukti. Kalau tahap pertama sudah diberkas perkaranya. Jadi
Tinggi (Kajati) Jawa Barat, di gedung Kajati Jawa Barat, berkas perkara pertama sudah diserahkan, diteliti. Penelitian ini
Jl. Martadinata no. 54 Bandung. Berkas yang diserahkan berikut cepat karena ada koordinasi antara Jaksa Penuntut Umum
barang bukti dan seorang tersangka adalah tindak pidana di dengan Penyidik Kepabeanan Bea Cukai. Nah sekarang karena
bidang kepabeanan dengan modus operandi menyerahkan tiga sudah dinyatakan langkah P21, baru ditindaklanjuti dengan
bank garansi palsu atau dipalsukan dalam importasi barang penyerahan tahap dua yaitu tersangka dan barang bukti.
menggunakan fasilitas impor (KITE). Selanjutnya kita proses, tersangka kita lakukan penahanan dan
Kepala Kanwil DJBC Jawa Barat, Jody Koesmendro, dalam secepatnya dilimpahkan ke pengadilan Bandung untuk disidang.”
acara penyerahan berkas perkara kepada Kepala Kejaksaan
Tinggi Jawa Barat, Suhartoyo, dihadapan wartawan menyatakan, SEMBILAN KASUS CUKAI
tersangka berinisial JH Direktur Utama PT MSUA menyerahkan Selain tindak pidana pabean, selama tahun 2007 Kanwil
kepada Kanwil DJBC Jawa Barat tiga (3) buah garansi Bank BNI DJBC Jawa Barat juga memproses 9 berkas perkara tindak pida-
Kantor Cabang Utama yang palsu atau dipalsukan, yang na di bidang cukai yaitu Tempat Penjualan Eceran (TPE) yang
digunakan untuk mendapatkan Surat Tanda Terima Jaminan menyediakan barang kena cukai berupa Minuman Mengandung
(STTJ) sebagai pemenuhan kewajiban pabean dalam importasi Ethyl Alkohol (MMEA) untuk dijual yang tidak dilekati pita cukai
barang menggunakan fasilitas impor (KITE). sebagaimana dimaksud dalam pasal 29 UU No. 11 Tahun 1995
“Dia (tersangka -red) menyerahkan pemberitahuan pabean tentang Cukai. Para tersangka melanggar pasal 54 UU No. 11
atau dokumen yang melengkapi untuk pemenuhan syarat penye- Tahun 1995 dan diancam pidana denda maksimal sepuluh kali
lesaian kepabeanan barang impornya. Dokumen yang meleng- nilai cukai yang harus dibayar. “Minuman beralkohol itu dalam
kapi ini (ternyata) palsu yaitu bank garansi palsu, yang waktu kita pengawasan Bea Cukai dan harus dilekati pita cukai, tapi pita
tagih, Bank BNI mengatakan bahwa bank garansi itu bukan cukainya palsu, nah ini ada sembilan kasus. Dari hasil penyidikan
diterbitkan oleh BNI. Tagihannya itu sekitar 350 juta plus denda kita, mereka (para penjual -red) tidak tahu bahwa itu (pita cukai)
seratus persen jadi sekitar 700 juta,” ujar Jody. palsu. Kita punya alat mendeteksi bahwa itu palsu,” ujar Jody.
Setelah melakukan penyidikan, Kanwil DJBC Jawa Barat ber- Berkas perkara tersebut telah diserahkan tahap pertama
hasil mengamankan satu orang tersangka, sementara masih ada kepada Kejasaan Tinggi Jawa Barat dan sedang dalam pene-
satu orang lagi yang menurut tersangka JH yang memberikan litian Jaksa Penuntut Umum
bank garansi palsu tersebut. Jody telah meminta bantuan Kepoli- Sementara itu modus pemalsuan pita cukai diduga
sian mengejar tersangka berinisial BD dan memasukkannya dilakukan di Jakarta yang kemudian didistribusikan di wilayah
dalam daftar pencarian orang (DPO). Jawa Barat. Untuk itu, penyidikan terhadap pihak distributor
Akibat tindakannya tersebut, tersangka JH melanggar Pasal MMEA dilakukan oleh Kantor Pusat DJBC. “Ini salah satu
103 huruf a Undang-Undang No. 10/1995 tentang Kepabeanan proses transparansi bahwa akhirnya memang kita selesaikan
yaitu barang siapa menyerahkan Pemberitahuan Pabean dan/ sampai ke pengadilan,” tambah Jody. ky

EDISI 398 JANUARI 2008 WARTA BEA CUKAI 23


DAERAH KE DAERAH
FOTO-FOTO : HULMAN SIMBOLON DAN ABD. RASYID

UPACARA PEMBUKAAN PATKOR KASTIMA. Dipimpin oleh Inspektur Upacara Direktur P2 DJBC, Heru Santoso (kiri) dan Timbalan Ketua Pengarah
Kastam (Pencegahan) Malaysia, Dato Hjh, Mardina Binti Alwi (kanan).

UPACARA PEMBUKAAN
PATKOR KASTIMA 13/2007
KANWIL DJBC SUMATERA UTARA
Tujuan Patkor Kastima hanya dapat Kegiatan patroli Patkor Kastima antara dua negara ini di-
dicapai jika para petugas patroli selenggarakan dengan tujuan antara lain :
memiliki komitmen, kesungguhan, 1. Peningkatan penegakan hukum yaitu undang-undang
keberanian, kejujuran, dan kerja keras
kepabeanan kedua negara ;
dalam menunaikan tugas patroli
dengan meningkatkan kualitas Patroli
Patkor Kastima melalui kerjasama saling
memberi informasi di laut.

B
ertempat di halaman Kantor Wilayah Direktorat Jen-
deral Bea dan Cukai (DJBC) Sumatera Utara pada
28 Nopember 2007 diadakan upacara pembukaan
Patkor Kastima 13/2007 dengan Inspektur Upacara
Direktur Penindakan dan Penyidikan (P2) DJBC,
Heru Santoso dan Timbalan Ketua Pengarah Kastam
(Pencegahan) Malaysia, Dato’ Hjh, Mardina Binti Alwi.
Direktur P2, dalam sambutannya mengatakan, Patkor Kasti-
ma merupakan operasi laut bersama antara Direktorat Jenderal
Bea dan Cukai dengan Kastam Diraja Malaysia dalam upaya
mencegah dan memberantas kegiatan penyelundupan di sepan-
jang Perairan Selat Malaka, yang rutin dilaksanakan setiap tahun,
sejak Patkor Kastima pertama dimulai tanggal 24 Juli 1994.
SURAT PERINTAH OPERASI. Penyerahan Surat Perintah Operasi dan
Patkor Kastima tahun 2007 ini dibuka secara resmi di Belawan, Pemasangan Topi Patkor Kastima 13/2007 kepada masing-masing
Sumatera Utara pada tanggal 28 Nopember 2007 dan ditutup Komandan Operasi yaitu Zaky Firmansyah (DJBC) dan Tn.Azrul bin Mohd
pada tanggal 7 Desember 2007 di Muar, Malaysia. Salleh (Kastam Malaysia).

24 WARTA BEA CUKAI EDISI 398 JANUARI 2008


FOTO-FOTO : HULMAN SIMBOLON DAN ABD. RASYID
2. Menjalin saling pengertian dan kerjasama antara Direkto-
rat Jenderal Bea dan Cukai dengan Kastam Diraja Malay-
sia dalam melaksanakan patroli baik secara terkoordinasi
maupun patroli laut rutin ;
3. Sebagai upaya preventif maupun represif untuk mengham-
bat, menangkal, dan memberantas berkembangnya perda-
gangan illegal yang merugikan kedua negara.

Kerjasama antara Kapal Patroli Direktorat Jenderal Bea


dan Cukai dengan Kapal Patroli Kastam Diraja Malaysia
menjadi sangat penting mengingat kondisi geografis kedua
negara bertetangga yang terdiri dari kepulauan dan semenan-
jung mempunyai garis batas langsung, sehingga interaksi
antar warga kedua negara sangat tinggi, baik dalam bidang
perdagangan, kebudayaan, kunjungan wisata dan lainnya.
Tujuan Patkor Kastima hanya dapat dicapai jika para
petugas patroli memiliki komitmen, kesungguhan,
keberanian, kejujuran, dan kerja keras dalam menunaikan
tugas patroli dengan meningkatkan kualitas Patroli Patkor
Kastima melalui kerjasama saling memberi informasi di laut. CINDERAMATA. Dalam acara malam ramah tamah,, Direktur P2 DJBC,
Patroli Patkor Kastima dimulai dengan menyerahkan Heru Santoso, memberikan cinderamata kepada Timbalan Ketua Pengarah
Surat Perintah Operasi dan Pemasangan Topi Patkor (Pencegahan) Malaysia, Dato Hjh Mardina binti Alwi.
Kastima 13/2007 kepada masing-masing Komandan Operasi
yaitu Zaky Firmansyah (DJBC) dan Tn.Azrul bin Mohd Salleh (DJBC) dan Kastam Diraja Malaysia pada 27 Nopember
(Kastam Malaysia) oleh Direktur P2 DJBC dan Timbalan 2007 (malam) di Hotel Grand Angkasa Internasional, Medan.
Ketua Pengarah(Pencegahan) Malaysia. Hadir dalam acara tersebut yaitu Direktur P2 DJBC, Timbalan
Pada kesempatan yang sama, Direktur P2 DJBC Ketua Pengarah (Pencegahan) Kastam Diraja Malaysia,
menyampaikan terima kasih kepada Dato’ Mardina binti Alwi Kepala Kantor Wilayah DJBC Sumatera Utara, Kepala
selaku Tim Ketua Pengarah Kastam (Pencegahan) dengan Kantor Wilayah DJBC Kepulauan Riau beserta rombongan
harapan semoga Patkor Kastima dapat berlangsung pejabat Bea dan Cukai dari kedua negara.
berkesinambungan untuk tahun-tahun yang datang serta Malam Ramah Tamah dimulai dengan kata sambutan dari
membawa manfaat untuk meningkatkan kesejahteraan dan Kepala Kantor Wilayah DJBC Sumatera Utara, Heryanto
kemakmuran kedua negara. Budi Santoso, kemudian dilanjutkan dengan kata sambutan
Heru Santoso, atas nama Direktur Jenderal Bea dan Cukai dari Direktur P2 DJBC, Heru Santoso serta sambutan dari
menyampaikan terima kasih kepada semua tamu undangan yang Timbalan Ketua Pengarah (Pencegahan) Kastam Diraja
hadir meliputi instansi terkait di Sumatera Utara, intansi di lingkung- Malaysia, Dato’ Hjh, Mardina binti Alwi.
an Pelabuhan Belawan dan kepada Kepala Kantor Wilayah DJBC Acara ini diadakan dengan harapan untuk mempererat
Sumatera Utara dan seluruh jajarannya yang telah mempersiap- silaturahmi antar kedua bangsa khususnya hubungan antara
kan upacara pembukaan Patkor Kastima ini dengan baik. DJBC dengan Kastam Diraja Malaysia agar semakin mesra
Selesai upacara pembukaan, dilakukan foto bersama dan bersinerji. Acara makan malam bersama yang diadakan,
pejabat DJBC, Kastam Diraja Malaysia dan Konjen Malaysia. diselingi dengan Paduan Suara Kanwil DJBC Sumatera
Utara, tarian daerah serta nyanyian hiburan lainnya.
ACARA MALAM RAMAH TAMAH Sebelum acara ditutup, dilakukan pertukaran cenderamata
Sehari sebelum pembukaan Patkor Kastima 13/2007, antar Pejabat Direktorat Jenderal Bea dan Cukai dengan
diadakan acara Malam Ramah Tamah dalam rangka Patroli Pejabat Kastam Diraja Malaysia.
Laut Terkoordinasi antara Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Hulman Simbolon dan Abd. Rasyid, Koresponden Kanwil DJBC Sumatera Utara

FOTO BERSAMA. Tampak dalam gambar, seluruh pejabat dari DJBC, Kastam Diraja Malaysia, beserta Konjen Malaysia

EDISI 398 JANUARI 2008 WARTA BEA CUKAI 25


PPKC

TARGET BEA MASUK diakhir tahun dipastikan


akan melebihi 100 persen.
DAN CUKAI 2007 (lihat tabel-2)

TERCAPAI
“Berdasarkan data yang
diterima dari Ditjen Per-
bendaharaan, realisasi
total penerimaan bea ma-
suk dan cukai sampai de-
ngan tanggal 30 Nopem-
Kendati baru di akhir bulan Nopember ber 2007 adalah sebesar
2007, namun secara keseluruhan target Rp. 56.755.396,09 triliun
penerimaan baik bea masuk maupun atau 100,54 persen dari
cukai sudah dapat dipastikan akan target APBN-P dengan
rincian, penerimaan bea
tercapai. Hal ini tak lain karena adanya masuk sebesar Rp. 15.
peningkatan kinerja Direktorat Jenderal 193.700,19 triliun (105,38
Bea dan Cukai (DJBC) yang semakin persen) dan penerimaan
baik, dan peningkatan pengawasan yang cukai sebesar Rp. 41.561.
sudah semakin optimal. 695,91 triliun (98,87 per- HANAFI USMAN. Untuk tahun anggaran
sen),” ungkap Hanafi. 2008 target penerimaan DJBC naik se-

D
Lebih lanjut Hanafi besar setengah triliun.
i semester satu 2007, target bea masuk maupun menjelaskan, sampai de-
cukai sudah dapat diramalkan akan dapat ngan akhir tahun anggaran 2007, penerimaan bea masuk
tercapai. Sekalipun begitu perjalanan selama lima diprediksi mencapai nilai Rp. 16.313,09 triliun (113,15
bulan berikutnya (Juli hingga Nopember 2007- persen dari target APBN-P), sedangkan penerimaan cukai
red) penuh dengan hambatan dan upaya keras diprediksi mencapai nilai Rp. 45.065,85 triliun (107,21
dari seluruh jajaran DJBC untuk tetap dapat memenuhi persen dari target APBN-P). Dengan demikian sampai
target tersebut. akhir tahun anggaran 2007, penerimaan bea masuk dan
Dengan adanya 20 komoditi unggulan yang dapat di- cukai diprediksi mencapai Rp. 61.378,94 milyar (108,73
katakan sebagai penyumbang bea masuk terbesar, perja- persen dari target APBN-P atau 104,47 persen dari target
lanan lima bulan berikutnya akhirnya dapat menunjukan tambahan).
target secara keseluruhan akan tercapai. Namun demikian Hanafi juga menjelaskan, dari
Menurut Direktur Penerimaan dan Peraturan seluruh Kantor Wilayah DJBC, ada dua Kantor Wilayah
Kepabeanan dan Cukai (PPKC), Hanafi Usman, untuk yang tidak dapat memenuhi target yang telah ditentukan.
semester dua tahun 2007, penerimaan bea masuk dapat Hal ini lebih disebabkan karena minimnya kegiatan yang
berjalan lebih lancar sesuai dengan rencana, bahkan da- ada di kedua wilayah tersebut, dan lebih banyaknya
pat melebihinya. Sementara itu untuk cukai hingga akhir kegiatan impor yang nilai pabeannya telah turun menjadi
bulan Nopember sudah mendekati angka 100 persen dan nol hingga lima persen saja. (lihat tabel-4).
FOTO-FOTO WBC/ATS

PUNGUTAN EKSPOR. Mulai 1 januari 2008, pungutan ekspor resmi menjadi terget penerimaan DJBC.

26 WARTA BEA CUKAI EDISI 398 JANUARI 2008


EDISI 398 JANUARI 2008 WARTA BEA CUKAI 27
PPKC

TARGET TAHUN 2008


Untuk tahun 2008, sehubungan
telah ditetapkannya Undang-Un-
dang nomor 45 tahun 2007 tentang
Anggaran Pendapatan dan Belanja
Negara tahun anggaran 2008 oleh
Dewan Perwakilan Rakyat (DPR),
DJBC ditugaskan menghimpun
penerimaan negara yang bersum-
ber dari perdagangan internasional
dan barang kena cukai sebesar
Rp.66.433.230 triliun, dengan rin-
cian sebagai berikut :

1. BEA MASUK :
Rp. 17.940.800 triliun
2. CUKAI :
Rp. 44.426.530 triliun
3. BEA KELUAR :
Rp. 4.065.900 triliun

JUMLAH :
Rp. 66.433.230 triliun

“Berbeda dengan tahun ang-


garan 2007, tahun anggaran 2008
DJBC mendapat target penerima-
an, yaitu bea keluar sebesar Rp.
4.065.900 triliun, serta dalam tar-
get penerimaan bea masuk sebe-
sar Rp. 17.940.800 triliun yang
terdiri dari target penerimaan bea
masuk sebesar Rp. 14.940.800
triliun dan target penerimaan bea
masuk dan/atau PDRI ditanggung
pemerintah (TDP) sebesar Rp. 3
triliun,” kata Hanafi. (lihat tabel-1)
Masih menurut Hanafi, untuk
bea masuk TDP sebesar Rp.3 trili-
un tidak dialokasikan ke masing-
masing Kantor Wilayah, namun
tiap Kantor Wilayah dan KPU wajib
melaporkan realisasinya dalam
laporan realisasi penerimaan.
Dari masing-masing target ter-
sebut, DJBC untuk tahun anggaran
2008 telah membuat suatu kebijak-
an dimana, untuk pencapaian
target penerimaan bea masuk diti-
tikberatkan pada intensifikasi
penerimaan bea masuk dengan
melaksanakan ketentuan nilai
pabean dalam rangka memerangi
manipulasi harga transaksi (under-
invoicing), pemeriksaan barang
dengan risk management, post
audit, penagihan piutang bea ma-
suk dengan surat paksa yang
mengacu pada Undang-Undang
nomor 19 tahun 1997.
Penerimaan bea keluar dititik-
beratkan pada konsistensi pelak-
sanaan peraturan tentang komoditi
kena pungutan ekspor, tarif
pungutan ekspor dan harga patok-
an ekspor.
Sedangkan untuk pencapaian
target penerimaan cukai dititikbe-
ratkan pada intensifikasi
penerimaan cukai hasil tembakau
dengan menyesuaikan struktur
tarif dan harga jual eceran. adi

28 WARTA BEA CUKAI EDISI 398 JANUARI 2008


WEBSITE
kali diluncurkan pada bulan November 1997, website DJBC yang
dikelola oleh Dit PPKC mendapat tanggapan positif dari masyara-
kat usaha, dimana dengan adanya website tersebut berbagai

DJBC
informasi mengenai proses dan juga peraturan kepabeanan dan
cukai terbaru dapat diakses dengan cepat dan mudah tanpa
mengharuskan masyarakat untuk datang ke Kantor Pusat Bea
dan Cukai, Kantor Wilayah Bea Cukai maupun Kantor Pengawas-
an Pelayanan Bea dan Cukai.
DARI PERATURAN TERBARU Website DJBC yang dapat diakses dengan alamat
www.beacukai.go.id, pernah mendapatkan penghargaan sebagai
HINGGA PENGUMUMAN MUTASI website terbaik untuk kategori layanan umum dari Master Web
Indonesia pada 2003. Tidak hanya itu, berdasarkan survei yang
Ketika website pertama kali dilakukan oleh Japan International Cooperation Agency (JICA)
diperkenalkan kepada publik pada 30 April pada 2004, website DJBC juga mendapat penilaian tertinggi dari
sebelas kategori pelayanan DJBC yang disurvei. 70 persen res-
1991 oleh ahli komputer Inggris Tim ponden ketika itu, mengatakan puas dengan peningkatan fungsi
Bernes-Lee, laju perkembangannya seolah website sebagai bagian dari pelayanan DJBC.
tidak terbendung lagi. Jika dulu hanya
segelintir orang saja yang mengusai UPDATE BERITA DAN ATURAN KEPABEANAN DAN CUKAI
pembuatan dan kepemilikkan website, kini Berbagai hal yang berkaitan dengan informasi kepabeanan
siapa saja bisa membuatnya dengan biaya dan cukai tersedia pada website DJBC, termasuk didalamnya
majalah Warta Bea Cukai. Bagi para pengguna jasa dan para pe-
murah, mengkreasikan sesuai dengan gawai DJBC,informasi terbaru mengenai peraturan kepabeanan
keinginan, sekaligus memilikinya. dan cukai lebih sering dikunjungi, mengingat aktivitas yang ber-

B
kaitan dengan masalah kepabeanan dan cukai.
egitu juga dengan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Website DJBC lanjut Endang, biasanya selalu padat diakses
(DJBC) yang menggunakan website sebagai sarana setiap hari Senin yang bisa mencapai 11.173 kunjungan. Para pe-
penyebaran informasi kepabeanan dan cukai kepada ngunjung yang kebanyakan adalah pengguna jasa, mengakses
para pengguna jasa, pegawai dilingkungan DJBC website untuk melihat kurs mata uang selain melihat perkembang-
maupun juga masyarakat umum. Menurut Kepala Seksi an peraturan terbaru dan juga berita terkini mengenai Bea Cukai
Publikasi Direktorat Penerimaan dan Peraturan Kepabeanan dan dari berbagai media masa. Tercatat hingga tahun 2007 ini website
Cukai (Dit. PPKC) Endang Worokesti, S.kom, sejak pertama resmi DJBC telah diakses oleh 3.270.000 user dari berbagai kalangan.

EDISI 398 JANUARI 2008 WARTA BEA CUKAI 29


PPKC
FOTO-FOTO WBC/ATS
Selain peraturan, website tersebut juga me- tanggapan yang beragam dari para pengunjung
nyediakan elektronik services seperti registrasi website. Menurutnya tanggapan masih pada se-
importir dan Pengusaha Pengurusan Jasa putar kecepatan website pada saat melakukan
Kepabeanan (PPJK) secara on-line. Untuk hal akses. Menurutnya kelambatan tersebut me-
tersebut,proses pemasukkan data dilakukan mang terjadi, untuk itu pihaknya telah melapor-
melalui website oleh importir dan PPJK, dimana kan kepada Direktorat Informasi Kepabeanan
data yang dibuat oleh importir dan PPJK terse- dan Cukai (Dit IKC) sebagai penyedia server un-
but kemudian dikirimkan kepada tim registrasi tuk menambah bandwith yang saat ini mencapai
importer pada Direktorat Audit dan tim registrasi 512 MB.
PPJK pada Direktorat Teknis Kepabeanan Kan-
tor Pusat DJBC, sehingga segala isi dan data PERNAH DISERANG HACKER
yang dikirim para pengguna jasa melalui websi- Kemajuan teknologi informasi (TI) tidak ja-
te diluar tanggung jawab Dit PPKC. “Setelah rang membuat sebagian orang-orang yang ahli
mereka (importir dan PPJK.red) mendaftar, di bidang tersebut menyalahgunakan kemampu-
keputusan registrasinya diterima atau tidak, annya untuk merusak website. Website DJBC
disampaikan oleh masing-masing tim dan ditam- pun juga pernah menjadi sasaran para perusak
pilkan kembali di website,”ujar Endang. website atau yang lebih dikenal dengan nama
Website DJBC cukup memadai untuk diak- Hacker. Ketika itu tampilan atau gambar yang
ses oleh masyarakat. Namun pada suatu waktu terdapat pada website Bea Cukai rusak dan
ENDANG WOROKESTI.Skom. Website
tertentu, website agak sulit untuk diakses. “Hal biasanya selalu padat dikunjungi juga ada beberapa bagian website yang hilang.
ini (kesulitan akses.red) biasanya terjadi kalau setiap hari Senin yang kunjungannya Para hacker menggunakan objek dan
ada pengumuman mutasi pegawai melalui web- bisa mencapai 11.173 kunjungan. metode penyerangan yang selalu berbeda,
site atau adanya peraturan baru, pengumuman sehingga cukup sulit untuk memantau serangan
mutasi paling banyak dikunjungi terutama oleh para pegawai,” je- tersebut. Untuk menangkal serangan hacker, Direktorat Informasi
las Endang kembali. Kepabeanan dan Cukai (Dit IKC) selaku fasilitator website
Untuk terus melakukan update terhadap berbagai peratur- mempunyai trik-trik tertentu untuk menangkis serangan hacker
an baik itu Keputusan Menteri Keuangan (KMK), Keputusan yang tidak bertanggung jawab.
Dirjen dan lain sebagainya, Dit PPKC selalu mendapatkan Mengenai tingkat kerusakan akibat hacker menurut Endang
data tersebut baik dari Departemen Keuangan maupun juga cukup bervariatif. Ia mencontohkan jika akibat dari serangan
dari direktorat terkait. hacker tersebut berdampak pada kerusakan software, maka akan
Diakui Endang, memang terkadang aturan yang ada di websi- diperbaiki dari Dit PPKC, sementara untuk pengamanan
te terlambat untuk diperbaharui.Menurutnya keterlambatan terse- selanjutnya dilakukan oleh Dit IKC.” Kalau tampilannya saja yang
but lebih dikarenakan pada masalah teknis dimana Dit PPKC rusak, kita bisa perbaiki dengan cara me-restore dari data yang
belum mendapat aturan yang terbaru dari direktorat tertentu sebelumnya,untuk tampilan website, PPKC menggunakan
mengenai suatu aturan sehingga terlambat untuk di update di bahasa pemrograman PHP mengingat bahasa pemrograman
website.”Kedepannya kita berusaha untuk lebih baik lagi,”ujarnya. tersebut lebih up to date,”terang Endang.
Untuk saat ini lanjutnya semua peraturan dari tahun-tahun Mengenai perawatan website, Endang menjelaskan dua ma-
sebelumnya masih ada dan bisa dilihat di website, namun untuk cam perawatan, yaitu perawatan software dan perawatan hardwa-
selanjutnya Dit PPKC akan mencoba menampilkan mengenai re. Untuk perawatan softaware dilakukan oleh PPKC seperti
peraturan-peraturan yang sudah dicabut beserta dengan aturan controlling terhadap script halaman website serta penambahan
penggantinya. atau perubahan isi materi. Sedangkan perawatan terhadap hard-
Mengenai tanggapan pengguna jasa terhadap website DJBC, ware dilakukan oleh Dit IKC, mengingat webserver berada pada
Endang kembali mengatakan, pihaknya banyak menerima Dit IKC sehingga perawatan tersebut harus dilakukan Dit IKC.

FASILITAS EMAIL
Website DJBC juga dilengkapi dengan fasilitas email bagi pa-
ra pegawai DJBC yang diharapkan berguna mendukung kinerja
pegawai. Untuk mendapatkan account email pada website DJBC
dapat dilakukan secara kolektif maupun perorangan dengan
mengajukan permohonan yang ditujukkan kepada tim webmail
pada Subdit Penyuluhan dan Publikasi pada Kantor Pusat DJBC.
Hal ini lanjut Endang berlaku bagi pegawai yang merasa perlu
menggunakan email dengan domain beacukai.go.id, baik di kan-
tor pusat maupun di daerah.
Selain fasilitas email, website DJBC juga dilengkapi dengan
forum diskusi. Forum yang terdapat pada website tersebut
menurut Endang cukup banyak diminati para pengusaha dan
juga pegawai untuk mendiskusikan berbagai permasalahan yang
berkaitan dengan kepabeanan dan cukai. Untuk dapat terlibat
dalan forum diskusi tersebut, maka para peserta harus mendaftar
melalui website untuk dapat login dan ikut dalam forum diskusi.
Diharapkan dimasa yang akan datang, keberadaan website
DJBC akan semakin meningkat penggunaannya. Bagi kalangan
pengusaha diharapkan website DJBC dapat digunakan, karena
melalui website berbagai peraturan kepabeanan dan cukai dapat
diperoleh dengan mudah, begitu juga dengan informasi lainnya
yang berkaitan dengan DJBC.
Sedangkan bagi pegawai DJBC, keberadaan website dapat
meningkatkan kinerja, mengingat banyak hal-hal yang diharapkan
dapat mendukung kinerja pegawai ada didalam website, mulai
dari aturan hingga berita terkini mengenai DJBC dan juga sarana
KEGIATAN UPDATE materi website pertukaran informasi antar pegawai. zap

30 WARTA BEA CUKAI EDISI 398 JANUARI 2008


Segenap Relasi dan Mitra Kerja
Direktorat Jenderal Bea dan Cukai

Mengucapkan Dirgahayu
HARI
KEPABEANAN
INTERNASIONAL
KE-56
26 Januari 2008

GMF AeroAsia
Marketing Building
Soekarno Hatta International Airport Cengkareng
Telp. + 62-21-5508609
Fax. + 62-21-5502489
marketing@gmf-aeroasia.co.id
www.gmf-aeroasia.co.id PT. PRIMA TRANSINDO LOGISTIK
International Freight Forwarder
Telp: 021-861-6133, 861-6091, 862-1133
Fax: 021-861-5892

HOLOGRAM MANUFACTURER
KUDUS : Jl. AKBP R. Agil Kusumadya No. 102 Kudus, 59343
Phone (0062-291) 440474, 431566, 440963
Fax (0062-291) 439636
JAKARTA : GRAHA PURA Lt. 2, Jl. Pancoran Indah I No. 52 Jakarta 12780
Phone (021) 79193585, 79193686 pt Bhinneka Dirgantara Loka
Fax (021) 79193774, 79193775 SUPLIER - OFFSET PRINTING
EDISI 398 JANUARI 2008 WARTA BEA CUKAI 31
S E L A K
arah timurnya banyak desa-desa sepi seperti tidak berpen-
duduk. Mata pencaharian penduduk desa adalah bertani ang-
gur, gandum dan jagung.
Sekarang, Bratislava dan sekitarnya merupakan kota kedua
paling makmur di Eropa Tengah dan Timur, sesudah Praha. Luas
kota ini 367,9 km persegi dengan populasi 425.208 terletak 126-
514 m dari permukaan laut, dengan suhu pada bulan Oktober
5,5-15,9 derajat Celcius.

SEJARAH
Sampai abad 9 Slovakia merupakan negara merdeka, ke-
mudian pada abad 10-11 Slovakia merupakan bagian dari
Hungaria, lalu merupakan bagian dari Czechoslovakia sejak
1918, meski Presiden Czechoslovak selalu berasal dari Slo-
vakia seperti Presiden Alexander Dubcek atau Gustav Husak.
Selama Perang Dunia II, Slovakia merupakan wilayah
kekuasaan Nazi. Slovakia modern terbangun mulai 1993. An-
tara tahun 1992 dan 1998, dibawah Perdana Menteri Vladimir
Meciar, masih belum banyak berubah, sesudah itu negara ini
berkembang dengan pesat secara internasional.
Bratislava merupakan ibukota Slovakia (1536 - 1784), ko-
ta tempat para raja dimahkotai (1563-1830) dan tempat kedu-
dukan Raja Hungaria (1536 - 1848). Selama Perang Dunia II
menjadi ibukota Slovakia. Sejak 1968 merupakan ibukota
negara bagian federal Slovakia yang merupakan bagian dari
negara Czechoslovakia dan sejak 1993, menjadi ibukota ne-
gara merdeka Slovakia.

BRATISLAVA-
Sekarang kebanyakan penduduk Bratislava adalah orang-
orang Slovak, namun sejak abad 13 sampai awal abad 19
kebanyakan penduduk dari etnik Jerman, demikian sampai

SLOVAKIA
Perang Dunia I. Penduduk terbanyak kedua adalah etnik
Hungaria, namun setelah Perang Dunia I, orang Jerman dan
Hungaria meninggalkan Slovakia pergi ke Austria.

PERJALANAN KE BRATISLAVA
Saya belum tahu dimana Dengan pesawat terbang; Bandara Bratislava bernama
letak kota Bratislava ketika seorang M. R. Stefanik International Airport, dilayani oleh pesawat
terbang dari maskapai penerbangan murah, dengan koneksi
teman mengirimkan pesan penerbangan ke banyak kota besar di Eropa seperti London,
singkat dari Jakarta : “Mau tidak Paris, Roma dan Amsterdam. Bila ingin mudah dan murah
diajak ke Bratislava untuk Konferensi gunakan Sky Europe Airlines yang punya banyak akses pe-
EUROPAD (Europa Addiction)”. nerbangan ke kota ini. Syaratnya, anda harus punya setidak-
nya visa Schengen untuk dapat menapakkan kaki di kota-ko-

S
ta penerbangan koneksinya.
aya masih di Wina ketika itu. Spontan saya menja- Perjalanan ke bandara dengan bis yang besar dan nyaman
wab mau, karena aneh mendengar nama kotanya.
Keberangkatan saya hanya disertai satu visa: Visa
Republik Slovanska. Alasan visa inilah yang mem-
buat saya ditolak naik Lufthansa jurusan Jakarta-
Singapura-Frankfurt-Munich-Bratislava. Keinginan yang besar
untuk lihat Bratislava membuat saya dan teman melakukan
reroute penerbangan menjadi Jakarta-Singapura-Frankfurt-
Praha-Bratislava.
Dari Jakarta sampai Frankfurt menggunakan penerbang-
an Singapore Airlines, Frankfurt-Praha dengan Lufthansa,
Praha-Bratislava dengan CSA (Czech Airlines). Bandara
Praha dan Bratislava kecil, modern, baru dibangun dan
mempersiapkan diri untuk jadi bandara besar. Dari Praha ke
Bratislava ada dua kali penerbangan dengan CSA, pesawat-
nya kecil, berbaling-baling, dimuati 46 orang saja, dengan
jarak tempuh 50 menit. Kejutan bagi saya menyaksikan pesa-
wat kecil ini untuk penerbangan antar negara.
Bratislava (sebelum tahun 1919 dikenal dengan Prešpo-
rok bahasa Slovakia, Pozsony bahasa Hungaria, dan Press-
burg dalam bahasa Jerman) merupakan kota kecil, ibukota
terkecil di Eropa, ternyaman dan termurah dengan jalan yang
tak terlalu lebar, dikelilingi oleh kompleks perumahan dalam
bentuk kompleks blok-blok terbesar di Eropa (disebut “pane-
lak”, yakni flat-flat). Sekilas nampak sama dengan Praha.
Bedanya Bratislava dikatakan jantung Eropa, letaknya satu
jam naik kapal dari Wina diatas sungai Danube, satu jam naik
bus dari Wina. Mirip jarak kota Depok buat Jakarta. Sedikit ke PATUNG CUMIL, Man at Work

32 WARTA BEA CUKAI EDISI 398 JANUARI 2008


FOTO-FOTO DOK. PENULIS

KATEDRAL dan Asrama Biarawati Fransiscan

bertanyalah pada anak muda. Centrum merupakan pusat kota


yang hanya boleh ditempuh dengan berjalan kaki. Kafe, res-
toran, tempat musik bertebaran sepanjang pedestrian, juga
KATEDRAL di Devin ada kasino. Tempat duduk taman pun menyenangkan untuk
duduk-diskusi dengan kawan sambil menikmati hangatnya
dapat ditempuh dengan bis No. 61 dari Stasiun Kota Utama kopi di suasana dingin sejuk meski matahari bersinar terang.
(Hlavna stanica) atau ganti di Trnavske ke pusat kota yang Kalau anda tak dapat menikmati makanan khas Slovakia,
dikenal dengan sebutan Centrum, dimana trem listrik berse- makanan Eropa lainnya dapat dinikmati, juga ada dua
liweran. Kalau tak mau pusing dan kocek cukup, taksi tidak restoran China di Centrum, yang makananannya cocok bagi
terlalu mahal dibanding negara Eropa lainnya. lidah Asia. Mau makan cepat saji Mc Donald pun ada, meski
Pesawat CSA Czech Airlines langsung terbang ke Bratis- tak ada nasinya.
lava dari Praha dan Lufthansa dari Munich. Cara terbang mu-
dah adalah dari Wina melalui Vienna International Airport. BRATISLAVA KOTA GEREJA DAN ISTANA
Jarak Wina - Bratislava hanya 60 km. Anda dapat naik bis St. Martin’s Cathedral (Dóm sv. Martina) letaknya di Rud-
dari Terminal Bratislava, selama 1 jam, langsung ke bandara nayovo námestie di tepi Sungai Danube. Gereja ini tempat
internasional Wina. Bis berangkat tiap jam. Ada juga bis dari raja-raja Hungaria zaman dulu dimahkotai. Antara 1563-1830,
bandara Bratislava langsung ke bandara Internasional Wina . 11 raja dan 8 consorts dimahkotai disini. Bangunan dengan
Dengan Kereta Api; Dari Wina ke Bratislava anda juga dominasi Gothic, bangunan Romawi dari abad 14 yang
dapat naik kereta api yang berangkat dari pusat kota Wina, digunakan untuk kepentingan ibadah letaknya dibawah istana
dari stasiun Sudbahnhof atau Westbahnhof. Dari Sudbahnhof Bratislava, bagian lain merupakan menara tinggi menjulang
ke stasiun kereta api Bratislava - Petr•alka di selatan kota lebih berfungsi untuk sistem pertahanan.
memakan waktu 50 menit , dan 70 menit ke Bratislava - Pada tahun 1800 St Martin’s orang Hungaria membangun
Hlavná stanica (stasiun besar) di bagian utara kota. Peme- menara utama, dan bangunan yang paling terkenal di kated-
riksaan imigrasi akan dilakukan pada kedua stasiun, jadi ral dibangun oleh perupa Austrian Georg Raphael Donner
anda harus punya visa Schengen Staten untuk bisa keluar atas perintah Imre Esterhazy, uskup dari Esztergom. Ia mem-
masuk negara Schengen, ditambah visa Slovanska. Kereta bangun altar utama, kapel kecil untuk St John dan patung
api lainnya dapat digunakan untuk tujuan Praha, Polandia, besar saint, Martin, duduk menunggang kuda didalam gereja.
Hungaria, Ukraina dan Rusia melalui stasiun Hlavna stanica. Dikatakan ini karya terbaik Donner : patung St Martin. Martin
Dari stasiun ini bermula trem dan bus ke banyak jurusan merunduk dari atas kuda, merobek separuh jubahnya dan
dalam kota Bratislava. memberikannya separuh pada orang miskin yang menggigil
Dengan Kapal; Nampaknya menarik menyusuri sungai Da- telanjang kedinginan. Patung karya Donner begitu hidup, ter-
nube dari Wina sampai Bratislava sampai Budapest. Speed letak dekat altar, diseberangnya ada tempat duduk raja, West-
boat melayani rute ini dan sekaligus kita dapat menikmati De- werk, sehingga raja dapat mengikuti prosesi keagamaan.
vine, Istana di puncak bukit karang di pertemuan Sungai Dibawah galeri tempat duduk raja terdapat Beethoven’s
Danube dan Moravia. Dari stasiun kereta api Shwedenplatz op. 123, yang secara perdana ditampilkan disini pada abad
atau Donauinsell di Wina, speed boat akan merapat di depan lalu. Kaca patri berlukiskan St Martin’s merupakan pusat per-
Hotel Danube di Centrum Bratislava dengan membayar 15 hatian di gereja ini yang terletak di plafon gereja. Warna
Euro. Anda dapat singgah makan ikan trouts di restoran tera- Hungaria merah, putih dan hijau mendominasi pewarnaan se-
pung di depan Hotel Danube sebelum memasuki Cetrum, pu- luruh gambaran di gereja. Di depan gereja terdapat kapel St
sat kota bersejarah di Bratislava. Ikan trouts merupakan ikan John. Disebelah kanan kapel terdapat papan peringatan meng-
khas daerah Eropa yang enaknya membuat lidah berdecak. hormati kunjungan Paus John Paul II tanggal 3 Juni 1995.
Menuruni anak tangga keluar terdapat papan peringatan
JALAN-JALAN DI BRATISLAVA penghormatan untuk Franz Liszt, komposer besar Hungaria.
Kota ini dapat ditempuh dengan jalan kaki, kalau anda Gereja ini sejaman dengan gereja St Stephens di Wina.
memang senang berjalan kaki. Pada dasarnya berjalan kaki Gereja St Clare’s (Kostol sv. Kláry) di jalan Klariská, ba-
di kota ini merupakan kenikmatan utama, sebab di Jakarta ngunan gereja Gothic Cistercian, dibuat pada abad 13, mena-
jalan kaki tidak nyaman. Kotanya kecil, sepi, bersih, nyaman, ranya berbentuk pentagonal (1360), gereja kecil yang
orangnya cukup ramah, meski kebanyakan orangtua tak dekorasinya amat banyak.
dapat berbahasa Inggris, karena itu jika anda butuh bantuan, Church of the Annunciation (Kostol Zvestovania / Fran-

EDISI 398 JANUARI 2008 WARTA BEA CUKAI 33


S E L A K
FOTO-FOTO DOK. PENULIS

ISTANA BRATISLAVA ISTANA DEVIN. Di puncak bukit cadas, simbol kerajaan Moravian Agung.
Tahun 1809 diluluhlantakan oleh Napoleon.

tiškáni / Františkánsky kostol). Dikenal sebagai gereja Fran- ya pada abad 15 guna melawan perampok Hussites. Istana
ciscan, salah satu gereja tertua di Bratislava, dibangun berta- ini berubah bentuknya seperti sekarang dibawah raja Eropa
hun-tahun dari tahun 1297, bangunan kapel dengan gelas Tengah King Sigismond of Luxemburg dan Queen Maria The-
patri bergambar ala Gothic. Diseberangnya ada istana resa, yang lebih sering tinggal tinggal di Bratislava. Ia
Mirbach, yang berisi banyak koleksi seni antik. Raja Hunga- melakukan renovasi besar-besaran pada abad 18 sebelum
ria, King Andrew III, menyempurnakan interiornya. Gereja St ibukota kerajaan berpindah ke Buda.
John the Evangelist, mempunyai kuburan dibawah tanah dan Pada perang dunia, istana ini dibom dan menjadi gedung
dibangun khusus untuk keluarga pemerintahan kota bernama pusat kementrian komunis di tahun 1950-an. Model gedung
Jacob, sekarang merupakan satu-satunya contoh seni Gothic ini nampak biasa saja dari luar, kalau anda naik ke puncak-
terbaik di Slovakia. nya, maka seluruh Austria dan Hungaria dapat dinikmati, dan
Church of the Holy Savior (Kostol Najsvätejšieho Spasitel’a). katanya kadang kota United Nation Organization di Wina pun
Gereja di Eropa Tengah dengan gaya Protestant dibangun oleh terlihat. Lembah panelak juga dapat dilihat dari sini. Kastil ini
penduduk Jerman antara tahun 1636-1638 untuk melakukan iba- dituliskan pertama kali dalam The Salzburg Chronicle pada
dah mereka, dan kemudian dihuni oleh aliran Jesuits pada 1672. 907 sebagai Brezelauspurc, tempat tinggal Pangeran Slavo-
Dari luar terlihat sepi dekorasi, sebelah dalamnya sangat kaya nic dari negara Great Moravia. Salzburg merupakan kota
akan dekorasi. Kelompok Jesuits pada masa itu sangat kaya, se- religi dan budaya di Eropa Tengah sebelum Wina yang ber-
hingga mereka dapat meletakkan karya perupa terbaik bertema sama Budapes dan kota-kota lainnya sebagai tempat tinggal
religi. Kesannya adalah ramai dekorasi. Bagian depan gereja di- para biarawan disekitar pegunungan Alpen. Pada tahun 1811,
penuhi oleh berbagai kenangan keagamaan termasuk pilar me- kastil terbakar sampai rata tanah, kemudian dibangun
morial tertua di Eropa Tengah. Gereja ini tak dilengkapi dengan kembali. Sekarang istana ini lebih sebagai museum Nasional
menara, nampaknya raja Hungaria, tak ingin bangunan ini tampil Slovakia peninggalan sejarah.
beda dari bangunan disekitarnya. Roland Fountain (Rolandova fontána). Air mancur
Kastil Bratislava (Bratislavský hrad). Dari Hussites sam- dengan kolam ini dibangun oleh perupa Ondrej Luttringer
pai Maria Theresa hingga perang abad 20, istana ini menju- atas permintaan Raja Hungaria Maximilian pada tahun 1527,
lang tinggi dan menarik perhatian begitu orang sampai Bratis- air mancur pertama di Bratislava.
lava. Mulai berdiri setidaknya sejak zaman Neolithik, diperka- Primatial Palace (Primaciálny palác). Dibelakang Balaikota
“Old Town Hall” terdapat bangunan tua neo klasik Slovakia, diba-
ngun pada 1778-1781 untuk Paus dari Esztergom, Paus
Hungaria, oleh arsitek M. Hefele. Hungaria dan Austria memang
bertahun-tahun menguasai Slovakia, sampai kini 9,7% penduduk
berbahasa Hungarian. Slovakia juga dipengaruhi religi Hungary,
yang utamanya beragama Katolik. Sementara penduduk sekitar
Republik Cecko lebih banyak beragama Protestant. Istana Prima-
tial dibangun dilengkapi dengan Ruang Kaca seperti di
Versailles, dimana Napoleon menandatangani perjanjian Treaty of
Pressburg (Pressburg adalah sebutan Bratislava oleh orang
Jerman) 26 Desember 1805 sesudah kalah perang dari tentara
Austria. Dilantai dua dapat disaksikan permadani lukisan dinding
abad ke-7.
Didekat bangunan ini terdapat gerbang lengkung yang pada
lantainya tergambar lingkaran. Pada lingkaran kita dapat melihat
berapa jarak kota tertentu dari Bratislava, termasuk Jakarta. Diu-
jung gerbang lengkung saya menjumpai seorang kakek bermain
biola mendendangkan karya Mozart.
Grassalkovich Palace (Grassalkovièov palác) On Hod•ovo
námestie. Istana Rococo dibangun tahun 1760 oleh arsitek
Mayerhofer atas permintaan Count Anton Grassalkovich, Kepala
Pengadilan Hungarian. Komposer Joseph Haydn pernah meng-
KIOS di Town Square Centrum gelar orkestranya pada tahun 1772 disini. Sesudah direkonstruksi

34 WARTA BEA CUKAI EDISI 398 JANUARI 2008


pada tahun 1996, istana ini menjadi tempat tinggal Presiden Re- got bawah tanah. Dua kali ia patah kepala, karena terlindas ken-
publik Slovakia. Didepannya ada taman luas yang digunakan daraan. Kini ia berada disimpang jalan pejalan kaki yang aman,
masyarakat untuk kegiatan lepas sekolah. Disini juga ada patung antara jalan Panska dan Sediarska. Patung laki-laki dandy
komposer Bratislava J.N. Hummel. eksentrik, Schone Naci, menggambarkan seorang laki-laki
Mirbach Palace (Mirbachov palác). Istana Rococo yang perlente yang selalu membagikan bunga pada perempuan yang
dimiliki pengusaha anggur kaya raya, Michal Spech. Pemilik lewat selama satu dekade setelah ia putus cinta. Ia hidup pada
terakhir istana ini, Dr Emil Mirbach, menyerahkan bangunan abad 20. Patung tentara santai menemani anda duduk dikursi
ini pada pemerintah kota untuk dijadikan galeri, City Gallery taman di depan air mancur Roland. Patung tentara di rumah jaga
of Bratislava, dengan koleksi seni Baroque dan Rococo. tetap berdiri tegak dalam dingin dan panas, masih disekitar taman
Palffy Palace (Pálffyho palác). Dikenal karena tempat pertun- air mancur Roland.
jukkan musik oleh Wolfgang Amadeus Mozart pada tahun1762, Perjalanan kaki dari Hotel Danube tempat saya tinggal ke
ketika berumur 6 tahun. Juga trofi kemenangan perang Centrum pusat wisata sangat menyenangkan, nampak pejalan
kepunyaan Marshal Leopoldl Palffy yang tergantung pada portal kaki menikmati es krim, atau duduk menikmati kopi panas. Kios-
masuk. Sekarang tempat ini menjadi gedung kedutaan Austria. kios penjual cinderamata menjajakan hasil kerajinan Bratislava
Academia Istropolitana. Universitas pertama di Slovakia. berupa boneka dari kulit jagung dalam berbagai gaya, telur-telur
Universitas Istropolitana, didirikan oleh Raja Hungaria King Mat- paskah dan hiasan natal baik dari kayu maupun kulit telur,
thias. Sekarang menjadi lembaga pendidikan musik dan drama. sulaman Bratislava yang mirip sulaman Gorontalo dan Bukittinggi,
Slovak National Theatre (Slovenské národné divadlo). boneka dari logam yang melukiskan tentara pada zaman
Merupakan gedung teater profesional, dibangun tahun 1776, kerajaan, serta aneka pernik-pernik kalung .
disempurnakan oleh arsitek Wina Fellner dan Helmer pada tahun Dengan semangat menggebu, kami menaiki bis antar
1884-1886. Gedung bergaya Neo-Renaissance berbeda sekali kota dari terminal dibawah jembatan UFO ke Devine, melihat
dengan gedung teater klasik. Sekarang menjadi Slovak Opera istana dipuncak bukit, pada pertemuan sungai Morava dan
House dan pertunjukan balet nasional. Perupa patung asli Danube. Istana ini sekarang merupakan museum kebanggan
Bratislava, Victor Tilgner, membuat Ganymede’s Fountain pada Slovakia, simbol dari keagungan kerajaan Moravia nenek
1888, didepan gedung teater. moyang orang Slovakia. Istana ini dibangun sebagai benteng
Lenin Museum (Leninovo múzeum). Dulu merupakan muse- pelindung kerajaan Romawi dari serangan musuh di utara.
um Lenin, sekarang sebagai galeri seni. Sayangnya istana ini tutup pada hari Senin dan kamipun ber-
Michael’s Gate bermenara (Michalská brána). Michael’s Gate gabung dengan dua pasang kakek-nenek dari negara diba-
merupakan gerbang utama kota, dengan menara Gothic dan wah Inggris namun mengaku bukan orang Inggris.
dibangun kembali dalam gaya Baroque pada tahun 1753-58, dan Merasa masih mempunyai waktu, perjalanan diteruskan
diimbuhi patung tembaga Archangel Michael diatasnya. Ada dengan mengambil bis No.70 dari kota Bratislava, ke terminal bis
simbol seni dan senjata yang menggambarkan suasana militer antar kota, lalu menunggu bis No. 42 ke Modra untuk menuju
dan perdagangan. Casta melihat kebun anggur dan istana Red Stone atau Carveny
Farmaceutické Múzeum (Pharmacological Museum), muse- Camen Castle. Sampai Modra setelah 50 menit perjalanan kami
um farmasi bangunan kecil disela-sela toko kecil-kecil dipojok berhenti dengan kebingungan tak tahu arah tempuh dan bis apa
jalan dengan gambar lobster merah diatas pintunya. yang akan ditumpangi. Menengok dan bertanya kesana-sini,
Menceritakan perkembangan laboratorium farmasi abad 16-17. akhirnya kami dibantu petugas apotek di Modra, kami dipesankan
Disini laboratorium gila, Frankestein yang menggunakan bagian taksi yang menurut perjanjian dibayar 500 Sk (Slovakia Krown).
tubuh manusia, juga membuat emas dari timbal serta logam Perjalanan menembus keteduhan hutan membuat suasana
lainnya. Disini bekerja Paracelsus (1493-1545), seorang dokter mencekam, namun senang juga dapat mencapai penelusuran
dan ahli kimia Salzburg yang berkunjung ke Bratislava tahun rute tur Karpatian. Dari sini kami dikembalikan ke Pezinok, bayar
1537. Obat-obat racik pada sebelum abad 20 susunannya tertulis lunas 500 Sk. Dari Pezinok kami lanjut dengan bis antar kota
disini. Dilantai atas ada museum obat-obatan, timbangan, terapi dengan biaya 20 Sk.
homeopatik. Aturan tentang obat-obatan kedokteran tersimpan Perjalanan ini memang mengasah keberanian, mengingat
disini, juga bagaimana bahan tumbuhan disarikan untuk dijadikan kendaraan bis terbatas tujuan dan waktu operasionalnya,
obat pada zamannya. sementara istana berada di tengah hutan, dan bahasa Inggris tak
Patung-patung di Centrum. Berbagai patung di pedestrian banyak digunakan di kota kecil yang dikunjungi. Beruntung
Centrum menyapa anda dalam menikmati perjalanan dengan penduduk baik hati, kotanya aman, sehingga apapun tujuan kami
kaki. Patung Cumil, man at work , menggambarkan seorang pe- dapat terfasilitasi. Indah dan amannya Slovakia.....
kerja gorong-gorong yang menyembulkan kepalanya dari lubang Ratna Sugeng, Kontributor WBC, dari Bratislava

CENDERAMATA. Hiasan bentuk telur dari kayu (kiri) dan boneka dari kulit jagung (kanan).

EDISI 398 JANUARI 2008 WARTA BEA CUKAI 35


SIAPA MENGAPA
A G U S S U P R I Y A N T O
Mungkin hanya segelintir orang yang mengalami dan merasakan yang nama-
nya reposisi pekerjaan. Pegawai yang satu ini, empat kali mengalami reposisi.
Agus Supriyanto meniti karir menjadi pegawai negeri pertama kali tahun 1982 di
Kantor Wilayah Ditjen Anggaran Jawa Barat, ketika sudah berjalan enam tahun
(1988) dipindahkan ke Kantor Pengolahan Data Regional (KPDR) Bandung yang
merupakan Unit Vertikal dari BAPELATA Keuangan.
Dua tahun berjalan di KPDR, dipindahkan ke Kantor Pelayanan Kemudahan
Ekspor Regional (KPKER) Bandung yang merupakan unit vertikal dari Bapeksta.
Tahun 2003 keluar kebijakan dari pemerintah dalam hal ini Menteri Keuangan
yang melikuidasi Bapeksta. Lagi-lagi Agus mengalami reposisi dan diharuskan
memilih salah satu instansi dilingkungan Depkeu. Ia memilih Direktorat Jenderal
Bea dan Cukai, untuk kemudian ditempatkan di Kantor Wilayah DJBC Jawa
Barat bagian Fasilitas Kepabeanan pada bagian Kemudahan Impor Tujuan
Ekspor (KITE).
Ditanya ada kesulitan ketika bertugas di kantor yang baru ? “Alhamdullilah
ditempatkan yang baru yakni di KITE tidak ada masalah, itu pekerjaan lama dan
kebetulan waktu di Bapeksta, pekerjaan itu bersinggungan langsung dengan
kepabeanan. Tidak hanya itu pegawainyapun hampir semuanya adalah teman
lama dan sangat akrab sekali”, ujarnya
Agus kelahiran asli Sunda, 5 Agustus 1962, sekarang bertugas di dibagian
Fasilitas Kepabeanan Kanwil DJBC Jawa Barat dengan pangkat yang disandang
3d selama 3 tahun. Diklat penjenjangan karir seperti ADUM angkatan 140 tahun
2000 sudah diikutinya ditambah lagi dengan diklat-diklat (ada 9 jenis) yang telah
dimilikinya sebelum bertugas di Beacukai, bahkan ditahun 2006 juga telah
mengikuti diklat DTSD dan DTSS. “Mungkin sudah garis tangannya begitu dan
masalah jabatan itu adalah kepercayaan” , ujarnya merendah.
Ditempat yang baru ini Agus punya pendapat tentang KITE yang menjadi
pekerjaannya sehari-hari selama 3 tahun. Menurutnya, obyek pekerjaan KITE
yang tidak terkait dengan perijinan (diluar penerbitan surat keputusan pembebas-
an dan pengembalian) seperti penyerahan jaminan dan laporan pertanggungja-

K A P I T A N H E N D R I K
Kapitan Hendrik atau sering dipanggil Hengky. Nama Kapitan bukan
menunjukkan pangkat tetapi merupakan asli pemberian orang tua. Pegawai
satu ini tidak asing bagi seluruh pejabat dan pegawai Kanwil Maluku, Papua,
dan Irian Jaya Barat. Bagaimana tidak, dia adalah salah seorang protokoler
Bea dan Cukai di Bandara Internasional Patimura Ambon. Meskipun di
Bandara Internasional Patimura tidak terdapat penerbangan secara rutin
yang datang atau berangkat dari dan ke luar negeri, tetapi karena statusnya
sebagai kantor bantu KPPBC Ambon maka perlu dilakukan pengawasan.
Ketika ditanya mengenai awal masuk ke Bea dan Cukai Hengky
menceritakan panjang lebar sejak dia lulus sekolah.” Saya dulu sering berpindah
kerja antara lain di pabrik pengolahan kayu, ikut kontraktor pembangunan rumah,
pembangunan jalan, dan sebagai tenaga penjaga rumah. Pekerjaan tersebut
saya lalui dari tahun 1972 selepas lulus SMP Kayratu di Seram sampai 1978,”
tutur pria kelahiran Huku Kecil, Seram Barat 15 Mei 1956
“Selepas SMP sebenarnya saya ingin melanjutkan di sekolah pelayaran, tapi
pada waktu test gagal akhirnya saya memutuskan untuk bekerja. Keinginan
masuk sekolah pelayaran tersebut sangat diidamkan, sedangkan alternatif lain
untuk menjadi tentara juga tidak diperkenankan oleh orang tua. Semua itu dicita-
citakan karena senang melihat orang memakai pakaian berseragam dengan
pangkat di pundak,” cerita ayah lima orang putra ini.
Tetapi akhirnya Tuhan mendengarkan keinginan Hengky mengenakan pakaian

S Y A M S U D D I N
Jalan hidup seseorang memang banyak misteri dan penuh liku. Syamsuddin
atau yang sering dipanggil Udin kini menjadi seorang pegawai Bea dan Cukai.
“ Saya dulu bekerja ikut kontraktor salah satu perusahaan di Ambon.
Pekerjaan tersebut saya lalui dari tahun 1993 selepas lulus SMA sampai 1999,”
tutur pria yang murah senyum ini mengawali ceritanya.
“ Pada tahun 1999 terjadi kerusuhan di Ambon, waktu itu saya sedang diajak
kakak mengerjakan bangunan di sekitar wilayah pelabuhan Yos Sudarso Ambon.
Karena kondisi tidak memungkinkan akhirnya saya tinggal juga di Pelabuhan
Ambon sedangkan keluarga tinggal di Pulau Buton, “ kenang pria yang hobby
sepak bola dan bulutangkis ini.
Selanjutnya ia diajak oleh seorang pegawai Bea dan Cukai yang bernama Ali
Sangaji untuk menemani menjaga Kantor Pelayanan Bea dan Cukai (KPBC)
yang kosong, berlokasi di area pelabuhan. Selain menjaga kantor yang tidak
ditempati pegawai ia sekaligus membersihkan, merawat kantor, dan tidur di
kantor.
Pada 2001 ia diangkat menjadi pegawai honor di Bea dan Cukai dan
kemudian diangkat menjadi Calon Pegawai Negeri Sipil pada 2005 berbekal
ijasah SMA.
Penempatan pertama dilalui di staf Kepala Kantor Pelayanan Bea dan Cukai
Ambon kemudian pelaksana P2 dan sekarang kembali menjadi staf Kepala
KPPBC Ambon.
Ketika ditanya mengenai suka duka berdinas di Bea dan Cukai, Udin
mengatakan dukanya, “Ketika masih terjadi kerusuhan untuk komunikasi surat
menyurat dan sebagainya antar pegawai sangat sulit karena kantor pelayanan

36 WARTA BEA CUKAI EDISI 398 JANUARI 2008


info buku
waban fasilitas idealnya jangan dikerjakan/berada Kanwil,
seharusnya berada di KPPBC. Karena tugas Kanwil seba-
gai koordinator, melakukan bimbingan teknis, perpanjangan
tangan Kantor Pusat dan pembuatan kebijakan. Kurang
pas mengelola pekerjaan yang bersifat operasional, yang
seharusnya tugas tersebut ada di kantor pelayanan.
Selain itu, KITE adalah suatu fasilitas pembebasan
yang sifatnya relatif dan pada saat impor harus
memberikan jaminan. “Jaminan tersebut adalah tugas

BILA ANDA BERMINAT,


kebendaharaan sedangkan di kantor wilayah tidak ada
bendahara penerima, yang ada bendahara pengeluaran.
Bendahara pengeluaran dan penerimaan adanya di
kantor pelayanan”, ujar bapak tiga anak laki-laki yang
menikah dengan Yeti Rusyati tahun 1988
MAJALAH WARTA BEA CUKAI MENYEDIAKAN
Masih dalam masalah KITE, menurut Agus data impor BUKU SEBAGAI BERIKUT:
dan ekspor sebagian besar berada di kantor pelayanan
sehingga sangat memudahkan dalam pengawasannya.

BUNDEL WBC 2006


Selain itu tentang pemilihan kantor menjadi tumpang tindih.
Banyak sekali perusahaan yang lokasi pabriknya berada di
Kantor Wilayah Jawa Barat, begitupula sebaliknya memilih
KITE nya di Jakarta. “Memang tidak disalahkan, akan lebih
baik apabila pabriknya ada di Bekasi, yang melayani (juga)
di KPPBC Bekasi. SDMnya gak kalah hebat dengan di Bundel Majalah Warta Bea Cukai Tahun 2005 (Edisi
Kantor Pusat”, ujarnya memberi contoh.
Selain sebagai pegawai Beacukai, Agus juga
Januari - Desember)
diminta menjadi tenaga pengajar bidang matakuliah
administrasi ekspor impor di Universitas Padjajaran

Rp. 120.000
Bandung program Diploma III. “Memang sewaktu masih
di Bapeksta sudah pernah mengajar pada beberapa
lembaga pendidikan di Bandung untuk materi Fasilitas
Bapeksta dan Perdagangan Internasional. ats

seragam dengan pangkat di pundak dengan diterimanya


menjadi pegawai Bea dan Cukai. Awalnya ia diterima seba-
gai tenaga honorer pada bulan Maret 1978 di Kantor Bea dan
Cukai Ambon dan baru diangkat menjadi CPNS pada 1984.
Pengalaman bertugas banyak dilalui di kantor bantu dan
pos-pos pengawasan di lingkungan KKPBC Ambon (seka- CATATAN:
rang) yang letaknya sangat jauh dan tersebar di pulau-pu-
lau luar. Meskipun demikian ia tetap menikmati tugas terse- Ongkos kirim buku wilayah Jabotabek Rp. 25.000
but meskipun harus sering berpisah dengan keluarga.
Ketika dia bertugas di pos-pos pengawasan ia selalu beru- ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○
saha menyatu dengan penduduk setempat sehingga
seperti keluarga sendiri. “Prinsip saya dalam menjalankan

LANGGANAN MAJALAH
tugas harus dengan sepenuh hati dan bertanggung jawab,”
tutur suami Agustin Matitaputih ini

WARTA BEA CUKAI


Kurang empat tahun lagi Hengky akan memasuki masa
pensiun, di sela-sela kesibukan kantornya ia berkebun di
sekitar pekarangan rumahnya dan selalu menyempatkan
olah raga jalan kaki setiap hari.
Di akhir wawancara Hengky memiliki harapan kepada in-
stitusi Bea dan Cukai. “ Bea dan Cukai harus terus berubah
ke arah yang lebih baik seiring dengan perubahan jaman,”
tutur pegawai yang hobi renang ini. bambang w. (ambon)

dipindah ke kanwil, sedangkan kanwilnya pindah ke Kantor


Pusat Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Jakarta.”
Sedangkan pengalaman berkesan yang pernah ia
alami ketika awal bertugas melakukan pengawasan di
daerah Opin, Pulau Seram. “ Perjalanan yang jauh turut
serta dengan kapal asing dari Ambon menuju Opin penuh
tantangan, saya harus tetap waspada agar tidak ada
pelanggaran-pelanggaran yang dilakukan,” cerita ayah
sembilan orang anak ini.
Di usia yang menginjak 38 tahun ini Udin merasa No Lama Diskon Harga Harga luar
bersyukur menjadi pegawai DJBC karena sudah memiliki Berlangganan Jabotabek Jabotabek
masa depan yang jelas dan akan selalu berpikir dan
berbuat yang tebaik bagi institusi yang dicintainya, 1 3 Bulan (3 edisi) 0% Rp. 4040..500 Rp. 4343..500
meskipun cita-cita awalnya sebagai TNI tidak terwujud. 2 6 Bulan (6 edisi) 5% Rp. 7878..00
0000 Rp. 8484..00
0000
Kini ia tinggal bersama keluarganya di komplek
perumahan Bea dan Cukai Poka dan mengisi kegiatan 3 1 Tahun (12 edisi) 10% Rp. 1150
50.000
50.000 Rp. 1162
62 .000
62.000
di luar jam kantor dengan bercocok tanam.” Semua Sudah Termasuk Ongkos Kirim
yang kita dapat sekarang harus disyukuri dan perlu juga
menjaga keseimbangan hidup untuk urusan dunia dan
akhirat,” tutur Udin mengenai prinsip hidupnya MAJALAH WARTA BEA CUKAI
Di akhir wawancara Udin memiliki suatu harapan Kantor Pusat Direktorat Jenderal Bea dan Cukai
kepada organisasi DJBC ,”Saya harap semua pegawai Jl. A. Yani (By Pass) Jakarta Timur 13230
terus meningkatkan kinerjanya di mana saja berada dan Telp. (021) 47860504, 4890308 ex. 154
dalam keadaan apa saja,” harap pria kelahiran Buton 9 Fax. (021) 4892353 / E-mail: wbc.cbn.net.id
Desember 1968. bambang w. (ambon) dengan Hasim / Kitty

EDISI 398 JANUARI 2008 WARTA BEA CUKAI 37


INFO PEGAWAI

PEGAWAI PENSIUN T.M.T 01 DESEMBER 2007


NO NAMA NIP GOL JABATAN KEDUDUKAN

1 Drs. Zeth Abraham Likumahwa 060027823 IV/e Kepala Kantor Kanwil DJBC Jawa Tengah
dan D.I. Yogyakarta
2 Drs. Effendy Saleh, M.M. 060035755 IV/c Kepala Sub Direktorat Direktorat Informasi
Manajemen Resiko Kepabeanan dan Cukai
3 Hasbullah 060045839 IV/a Kepala Seksi KPPBC Tipe A3
Kepabeanan dan Cukai II Banjarmasin
4 Widhya Rahardja 060034086 IV/a Kepala Seksi KPPBC Tipe A2
Kepabeanan dan Cukai II Bandung
5 M. Bagijoso, S.H. 060035316 IV/a Kepala Seksi KPPBC Tipe A1
Tempat Penimbunan I Tanjung Emas
6 Astono 060035317 IV/a Kepala Seksi Dukungan Teknis KPPBC Tipe A2
dan Distribusi Dokumen Bandung
7 Thamrin, SH., MM 060049379 IV/a Kepala Bidang Penyidikan Kanwil DJBC Khusus
dan Barang Bukti Kepulauan Riau
8 Zahari Umar 060045599 III/c Koordinator Pelaksana KPPBC Tipe A
Administrasi Impor Jakarta
9 Marjono 060032082 III/c Koordinator Pelaksana KPPBC Tipe A
Administrasi Ekspor Bekasi
10 Efendi Hutabarat 060071568 III/c Pelaksana Kanwil VIII DJBC
Jakarta II
11 Sumiati Maidi 060048531 III/b Pelaksana KPPBC Tipe A3
Ngurah Rai
12 Pramono 060052543 III/b Pelaksana Kanwil VIII DJBC
Jakarta II
13 Muliana Hasanuddin 060051069 III/b Pelaksana KPPBC Tipe A Khusus
Soekarno-Hatta
14 Muhamad Hasjim 060051114 III/b Pelaksana KPPBC Tipe A Khusus
Soekarno-Hatta
15 Sugito 060049071 III/b Koordinator Pelaksana KPPBC Tipe B
Operasi Yogyakarta
16 Marharetha Sakka 060047900 III/b Pelaksana Kanwil XI DJBC Tipe B
Makassar
17 Hendro Mulyono 060058056 III/a Pelaksana KPPBC Tipe B
Bintuni
18 Ismail Mohammad 060051328 III/a Pelaksana KPPBC Tipe A
Pontianak
19 I Made Subawa 060044132 II/d Pelaksana Kanwil VIII DJBC Tipe B
Denpasar
20 Abdul Gofar 060057736 II/d Pelaksana KPPBC Tipe A
Jakarta
21 Zainuddin 060057501 II/d Pelaksana KPPBC Tipe A
Jambi
22 Abdul Madjid 060045406 II/b Pelaksana Pangsarop Bea dan Cukai Tipe A
Tg. Balai Karimun
23 Unda bin Narsa 060032076 II/b Pelaksana KPPBC Tipe A
Bekasi

BERITA DUKA CITA


Telah meninggal dunia, Abdul Rasyid, Pelaksana Pemeriksa pada KPPBC Tipe A3 Merak,
pada hari Senin, 6 Agustus 2007. Jenazah telah dimakamkan pada hari Senin, 6 Agustus 2007 di TPU Bontoa – Makassar.
Telah meninggal dunia, Donny Dumpang H. Harahap, Pelaksana Pemeriksa pada KPPBC Tipe A3 Merak,
pada hari Rabu, 17 Oktober 2007, pukul 05.30 WIB di Cilegon.
Jenazah telah dimakamkan pada hari Rabu, 17 Oktober 2007 di TPU Pondok Kelapa Jakarta.
Telah meninggal dunia, Putu Ogik Suarsana, Pelaksana non Pemeriksa pada KPPBC Tipe A3 Merak,
pada hari Minggu, 21 Oktober 2007 pukul 00.30 WIB di Bandung dan di Kremasikan/Ngaben
pada hari Santu, 27 Oktober 2007 di Singaraja Bali.
Telah meninggal dunia, Sueb, Pelaksana pada Bagian Kepegawaian Sekretariat DJBC,
pada hari Minggu, 09 Desember 2007, pukul 14.30 WIB.
Jenazah telah dimakamkan pada hari Senin, 10 Desember 2007, pukul 09.00 WIB di TPU Mangun Jaya Tambun, Bekasi.
Telah meninggal dunia, Henry Antony Sitompul, Pelaksana Administrasi pada KPPBC Tipe A3 Medan,
pada hari Minggu, 9 Desember 2007 pukul 10.00 WIB.
Jenazah telah dimakamkan pada hari Selasa, 11 Desember 2007 di Pahae Jae Tapanuli Utara.

Segenap jajaran Direktorat Jenderal Bea dan Cukai menyatakan duka yang sedalam-dalamnya. Bagi keluarga yang
ditinggalkan semoga diberikan ketabahan dan kekuatan oleh Tuhan Yang maha Esa. Amin.

38 WARTA BEA CUKAI EDISI 398 JANUARI 2008


PENGAWASAN
WBC/ATS

EKSPORTASI ILLEGAL. Direktur Jenderal Bea dan Cukai bersama Direktur P2 dan Kepala KPU Bea Cukai Tanjung Priok ketika memberikan keterangan
mengenai kegiatan eksportasi illegal terhadap produk hasil hutan

EKSPORTASI ILEGAL 26 kontainer yang disebut berupa produk furniture, pada kenyata-
annya adalah produk hasil hutan berupa rotan dan kayu eboni
PRODUK HASIL HUTAN, yang masuk dalam daftar barang larangan dan pembatasan.

KEMBALI DITEGAH
Untuk pengiriman kayu eboni tersebut Agung
menceritakan, para pelaku menggunakan modus operandi

BEA DAN CUKAI


dengan menggunakan satu dokumen Pemberitahuan Ekspor
Barang (PEB) untuk setiap kontainer yang berisi kayu eboni,
yang sebenarnya satu PEB bisa digunakan untuk lebih dari
satu kontainer.”Jadi kalau satu kontainer ketahuan,
Direktorat Jenderal Bea dan Cukai diperkirakan kontainer yang lain masih bisa lolos, karena
(DJBC) mendapat dukungan penuh dari PEB-nya masing-masing satu”ujar Agung Kembali.
Kejaksaan dan juga Kepolisian RI untuk Atas kecurigaan tersebut petugas langsung mengeluar-
mendukung upaya pemberantasan kan Nota Hasil Intelejen (NHI) dan dilanjutkan dengan peme-
riksaan fisik 100 persen atas partai barang dimaksud dengan
penyelundupan dengan berbagai berkoordinasi denga Badan Rehabilitasi Industri Kehutanan
perangkat hukum yang ada. (BRIK). Kasus tersebut kini masih dalam proses penyidikan

S
dan penyelidikan, termasuk para pelaku kegiatan eksportasi
etelah berhasil menggagalkan eksportasi illegal terha- illegal tersebut. Terhadap kegiatan illegal tersebut, pemerint-
dap kayu eboni pada pertengahan Oktober 2007 lalu, ah menjerat para pelaku dengan pasal 103 huruf (1) Undang-
Direktorat Jenderal Bea dan Cukai melalui Kantor Undang Nomor 17/2006 tentang Kepabeanan dengan sanksi
Pelayaan Utama (KPU) Bea dan Cukai Tanjung Priok penjara maksimal 8 tahun dan denda maksimal lima miliar.
Jakarta, kembali menegah eksportasi komoditi yang Sementara itu kerugian negara yang berupa kayu eboni
sama, namun kali ini penegahan disertai pula dengan penegahan dan rotan asalan tersebut mencapai Rp.22.275.000.000, dan
terhadap rotan asalan. Pada acara press release yang digelar di tidak hanya kerugian material, negara juga mengalami
KPU Bea Cukai Tanjung Priok pada 22 November 2007, Kepala kerugian immaterial berupa kerusakan hutan dan ekosistem
KPU Bea dan Cukai Tanjung Priok Agung Kuswandono sebagai akibat penebangan kayu eboni dan rotan secara liar
mengatakan, keberhasilan pihaknya menegah eksportasi produk yang tidak ternilai kerugiannya.
hutan ke beberapa negara seperti China, Hongkong dan Direktur Jenderal Bea dan Cukai Anwar Suprijadi yang juga
Singapura berawal dari kegiatan intelejen Bidang Penindakkan hadir pada acara press release bersama dengan Direktur
dan Penyidikan KPU Bea dan Cukai Tanjung Priok. Penindakkan dan Penyidikkan (P2) Heru Santoso mengatakan,
Para eksportir yang melakukan ekspor terhadap komoditi untuk melakukan penegakkan hukum terhadap undang-undang
tersebut lanjut Agung, memberitahukan kepada pihak Bea Cukai kepabeanan dan cukai, pihaknya mendapat dukungan penuh dari
bahwa barang yang diekspor adalah barang yang tidak terkena pihak Kejaksaan Agung dan juga pihak Kepolisian RI.
larangan pembatasan. Hal ini dilakukan untuk menghindari aturan Dukungan tersebut lanjut Anwar, akan memberikan efek jera
larangan dan pembatasan yang dikeluarkan oleh pemerintah. bagi para pelaku yang melakukan pelanggaran dan juga sebagai
Jalur distribusi terhadap produk hasil hutan yang berasal dari contoh, jika melakukan pelanggaran hukum terutama
Kalimantan dan Sulawesi, dilakukan dari daerah tersebut melalui kepabeanan dan cukai akan mendapat sanksi yang cukup berat.
Cirebon, Jakarta untuk seterusnya dikirim ke Singapura,China Mengenai bentuk dukungan dari berbagai pihak seperti kejaksa-
dan Hongkong.Untuk menghindari pemeriksaan, para pelaku an lanjut Anwar, dapat berupa penuntutan yang sesuai dengan
memanfaatkan waktu pada saat-saat closing time pemuatan undang-undang, sehingga nantinya tidak akan terdengar lagi
barang ke kapal untuk terhindar dari pemeriksaan barang oleh adanya pelaku kejahatan terutama kepabeanan dan cukai yang
petugas Bea dan Cukai. mengulang kembali kegiatan illegalnya lagi karena sanksinya
Saat closing time tidak membuat petugas lengah, dari peme- yang cukup berat.”Bahkan Presiden pun mendukung upaya kami
riksaan yang dilakukan oleh petugas kegiatan eksportasi sebanyak (DJBC) untuk menegakkan hukum,”ujar Anwar zap

EDISI 398 JANUARI 2008 WARTA BEA CUKAI 39


PENGAWASAN

OPERASI CUKAI
HASIL TEMBAKAU
SELAMATKAN KERUGIAN NEGARA
HINGGA MILAYARAN RUPIAH
Dari tujuh kali operasi yang dilakukan wil setempat melakukan operasi cukai dengan target penam-
Kantor Pusat Direktorat Jenderal Bea pung rokok ilegal yang ada di luar Jawa dan di Pulau Jawa.
dan Cukai (DJBC) bekerja sama dengan Menurut Kepada Sub Bidang Penindakan Direkktorat P2
Kantor Wilayah (Kanwil) dan Kantor
KP DJBC, Marisi Zainuddin Sihotang, operasi pertama dila-
kukan pada 13 Nopember 2007, dengan target operasi sentra
Pengawasan dan Pelayanan Bea dan distribusi rokok di Makassar dan kedapatan beberapa merk
Cukai (KPPBC) di Sulawesi dan Jawa, rokok ilegal, seperti Akbar (SKM) yang diproduksi oleh pabrik
berhasil diamankan kerugian negara rokok Batu Hitam Mulia, I Mild (SKM), dan Z Mild (SKM) yang
hingga Rp. 173,6 milyar, yang berasal diproduksi oleh pabrik rokok Putra Tomas Perkasa.
dari berbagai pelanggaran Cukai. “Dengan hasil operasi tersebut, kami mengembangkan
operasi lebih lanjut dan pada 19 Nopember 2007, dengan tar-

B
get operasi sebuah gudang di jalan Slamet Riyadi II dan Solo
erdasarkan informasi yang diterima dari masyarakat Baru Surakarta, kami berhasil menegah rokok-rokok yang
dan pemetaan target operasi dari berbagai sumber, siap dikirim ke Makassar, dimana dalam kegiatannya pabrik
seperti laporan dan contoh rokok dari beberapa rokok tersebut memproduksai rokok tanpa ijin dan menerima
Kanwil dan KPPBC atas operasi pasar yang dilaku- “jahitan” rokok dari pabrik-pabrik di Kudus dan Jepara,” jelas
kannya, serta hasil pemetaan diberbagai daerah Marisi.
distribusi rokok, akhirnya diperoleh contoh rokok-rokok yang Masih menurutnya, dari tegahan tersebut, dilakukan penye-
telah beredar di Pulau Jawa dan di luar Jawa yang melang- gelan terhadap dua mesin rokok, dua gudang dan barang
gar ketentuan cukai, yang ternyata rokok-rokok tersebut bukti lain berupa rokok batangan, tembakau, dan etiket rokok.
sebagian besar diproduksi oleh pabrik rokok di Jawa Tengah Dan dari barang bukti yang ada diperkirakan kegiatan ilegal
(Kudus, Jepara, Surakarta) dan Jawa Timur. tersebut telah berlangsung selama lima tahun.
Dengan adanya informasi dan hasil pemetaan tersebut, Pengembangan dari hasil operasi pertama terus dilaku-
tim Direktorat Penindakan dan Penyidikan (P2) KP DJBC kan oleh DJBC, dan untuk operasi ketiga dilakukan pada 21
yang berjumlah sembilan personil, berkoordinasi dengan Kan- Nopember 2007 di daerah Jepara dengan menegah sebuah
DOK. DIT P-2 gudang yang memproduksi
rokok tanpa ijin, dan diperki-
rakan telah berjalan satu
tahun. Dari operasi tersebut,
kemudian dikembangkan lagi
hingga pada 5 Desember
2007 berhasil menegah PR.
Tri Cakrawala Adiguna di
Ponorogo Jawa Timur yang
juga memproduksi rokok tan-
pa ijin dengan perkiraan pro-
duksi sudah berjalan selama
dua tahun.
Masih di daerah Jawa Ti-
mur, operasi kemudian
dikembangkan lagi keesokan
harinya pada 6 Desember
2007 dengan berhasil mene-
gah sebuah gudang di dae-
rah Jember, yang memproduk-
si rokok tanpa ijin dan
diperkirakan telah berjalan
selama satu tahun.
“Di hari yang sama juga,
kami bergerak ke Jawa
Tengah tepatnya di daerah
Jepara, dimana operasi kami
targetkan pada pabrik rokok
Putra Permata Biru, Karimun
Jawa Makmur dan Putra
Tomas Perkasa. Dari ketiga
pabrik rokok tersebut, keda-
patan memproduksi rokok
tanpa ijin, melekati pita cukai
SIAP EDAR. Ribuan batang rokok ilegal siap edar yang berhasil ditegah dari sebuah gudang di Jawa Tengah. yang bukan haknya, dan ro-

40 WARTA BEA CUKAI EDISI 398 JANUARI 2008


FOTO-FOTO DOK. DIT P-2
kok polos atau tanpa pita cukai,” ujar Marisi.
Lebih lanjut Marisi menjelaskan, dari ke-
tujuh operasi yang dilakukan Kantor Pusat
dan bekerjasama dengan Kanwil dan
KPPBC, kerugian negara yang berhasil dise-
lamatkan atas pelanggaran tersebut sebesar
Rp. 173,6 milyar. Sementara itu untuk
pelanggaran yang dilakukan oleh pabrikan
rokok tersebut terdiri atas lima pelanggaran,
yaitu:
a. memproduksi rokok tanpa ijin dan
menerima jahitan rokok dari pabrik-
pabrik rokok lain;
b. Melekatkan pita cukai yang bukan
haknya (personalisasi cukai);
c. Melekatkan pita cukai palsu;
d. Mengedarkan rokok kepasaran tanpa
dilekati pita cukai (polos); dan
e. Melekatkan pita cukai yang tidak sesuai
peruntukannya (pita cukai tidak sesuai
HJE dan tarifnya).

SAKSI YANG DIKENAKAN


Dengan lima pelanggaran yang dilaku-
kan oleh pabrikan rokok tersebut, maka
sanksi yang akan dikenakan oleh para ter-
sangka atas kasus tersebut terdiri atas em-
pat pasal, yaitu :
1. Pasal 50 Undang-Undang Cukai nomor DISITA. Petugas Menyita Mesin pembuat rokok ilegal.
39 tahun 2007, menjalankan pabrik
tanpa ijin dengan maksud mengelakkan pembayaran mengambil manfaat dari keberadaan pabrik rokok ilegal men-
cukai, dengan pidana penjara paling singkat satu tahun coba menghalangi pemeriksaan petugas dengan berbagai
dan paling lama lima tahun, dan pidana denda paling cara, terkadang dengan cara-cara kekerasan.
sedikit dua kali nilai cukai dan paling banyak 10 kali nilai Selain itu kendala lainnya, tanpa informasi yang tepat
cukai yang seharusnya dibayar. dan akurat akan sangat susah menemukan keberadaan
2. Pasal 53 Undang-Undang Cukai nomor 39 tahun 2007, tempat pembuatan rokok ilegal, mengingat tempat pem-
memperlihatkan catatan, pembukuan/dokumen yang buatannya tanpa ijin/tidak terdaftar dan bisa dilakukan di
berkaitan dengan usaha yang palsu atau dipalsukan, rumah-rumah penduduk.
dengan pidana penjara paling singkat satu tahun dan “Kini dari ketujuh hasil operasi yang dilakukan DJBC,
paling lama enam tahun, atau pidana denda paling sedikit kasusnya telah dilimpahkan kepada Kanwil masing-ma-
Rp.75.000.000 atau paling banyak Rp. 750.000.000. sing untuk dilakukan penyidikan lebih lanjut dan melihat
3. Pasal 54 Undang-undang Cukai nomor 39 tahun 2007, tindak pidana apa yang akan dikenakan kepada para ter-
menawarkan, menyerahkan, menjual atau menyediakan sangka tersebut,” ungkap Marisi. adi
untuk dijual barang kena cukai yang tidak
dikemas untuk penjualan eceran atau ti-
dak dilekati pita cukai atau tidak dibubuhi
tanda pelunasan cukai, dipidana penjara
paling singkat satu tahun dan paling la-
ma lima tahun, atau pidana denda paling
sedikit dua kali nilai cukai atau paling
banyak 10 kali nilai cukai yang seharus-
nya dibayar.
4. Pasal 54 Undang-Undang Cukai nomor
39 tahun 2007, membuat secara melawan
hukum meniru atau memalsukan pita
cukai atau tanda pelunasan cukai
lainnya, dipidana penjara paling singkat
satu tahun dan paling lama delapan
tahun, atau pidana denda paling sedikit
10 kali nilai cukai atau paling banyak 20
kali nilai cukai yang seharusnya dibayar.

“Saat ini kendala yang kami hadapi untuk


melaksanakan operasi cukai adalah, opera-
si cukai khususnya rokok membutuhkan
waktu yang tepat dan kerahasiaan informa-
si, karena jika tidak dalam waktu yang sing-
kat barang bukti bisa dengan mudah
dihilangkan atau dipindahkan,” kata Marisi.
Kendala lainnya Marisi menjelaskan,
masyarakat sekitar yang sebagian besar PELANGGARAN PERSONALISASI. Beberapa bungkus rokok yang berhasil ditegah ternyata
adalah buruh pabrik dan orang-orang yang dilekati pita cukai yang bukan haknya atau pelanggaran personalisasi cukai

EDISI 398 JANUARI 2008 WARTA BEA CUKAI 41


PENGAWASAN

DIKLAT PPNS yang lulus pada diklat PPNS kali ini sebanyak 179 pega-
wai dari 180 yang direncanakan.
Diklat yang selesai pada 7 Desember 2007, akhirnya
KEMBALI MENCETAK 179 ditutup oleh Direktur Jenderal Bea dan Cukai, Anwar
PENYIDIK DJBC
Suprijadi yang juga didampingi oleh Kasubdit
Penyidikan, Sugeng Apriyanto. Sementara itu dari Pusdik
Reskrim, Dirjen didampingi oleh Kepala Pusdik Reskrim,
Melihat kebutuhan akan penyidik Komisaris Besar Polisi Abdul Kholik, dan jajarannya.
DJBC semakin mendesak, kembali DJBC Dalam kata sambutannya Dirjen berharap, sejalan
menyelenggarakan diklat PPNS dengan reformasi di bidang kepabeanan, dimana DJBC
yang diikuti oleh 179 pegawai yang mengawasi keluar masuknya barang impor-ekspor, maka
peran PPNS sangatlah penting untuk menegakan
dibagi menjadi dua bagian. peraturan, karena ada sebagian masyarakat yang berbuat

D
kejahatan dari pelayanan kepabeanan dan cukai. Untuk
ua bagian ini terdiri dari kelas eksekutif yang itu PPNS harus memahami teknologi informasi,
diikuti oleh 60 pegawai tingkat eselon III, IV dan khususnya pertukaran data elektronik, sehingga dapat
korlak selama dua minggu atau 100 jam pelajar, memahami modus yang dilakukan.
yang dimulai pada 23 Nopember 2007 hingga 7 “Pendidikan dan pelatihan ini merupakan suatu hal
Desember 2007. Serta untuk tingkat pelaksana, yang strategis, karena di tahun 2008 hingga 2009 kita
diklat diikuti oleh 120 pegawai yang dilaksanakan selama akan mendekati masa pemilihan umum, ada banyak
dua bulan atau 400 jam pelajaran, dan dimulai sejak 2 unsur pelanggaran kepabeanan baik yang dilakukan di
Oktober hingga 7 Desember 2007. pelabuhan laut maupun udara. Untuk itu PPNS harus
Diklat yang dilaksanakan di Pusat Pendidikan Reserse dapat mengungkap setiap pelanggaran tersebut sehingga
Kriminal (Pusdik Reskrim) Megamendung Bogor Jawa citra DJBC dapat meningkat yang akhirnya dapat
Barat ini, diharapkan dapat mencetak penyidik DJBC dibanggakan dan dicintai oleh masyarakat,” harap Dirjen.
yang profesional dan handal dalam menjalankan Diakhir sambutannya Dirjen juga berharap, agar PPNS
tugasnya. Hal ini dapat dilihat dari jam pelajaran yang dapat menjalankan tugasnya secara profesional sesuai
begitu padat dan terfokus pada materi yang diajarkan, dengan amanat Undang-Undang Kepabeanan dan Cukai,
juga tenaga pengajar yang memang handal dalam untuk itu amalkan dan abdikan ilmu yang didapat kendati
bidangnya. banyak sekali rintangan yang akan dihadapi dalam
Untuk tenaga pengajar, diklat kedua kelas tersebut menjalankan tugas tersebut.
melibatkan 21 pengajar, antara lain 18 pengajar dari Di kesempatan itu juga, Dirjen memberikan
Pusdik Reskrim, dua dari DJBC dan satu pengajar dari penghargaan kepada lulusan terbaik pada diklat PPNS,
Departemen Kehakiman dan HAM. Pada diklat untuk pola dimana untuk kelas eksekutif, lulusan terbaik diraih oleh
400 jam pelajaran yang diikuti oleh level pelaksana, satu Heru Sulastiono dan Isja Bewirman, sementara untuk
pegawai dinyatakan tidak dapat meneruskan diklat kelas pelaksana, lulusan terbaik diraih oleh Budi Pranyito
dikarenakan sakit, sehingga jumlah keseluruhan pegawai dan Teri Zakia Muslim. adi
WBC/ATS

PPNS YANG PROFESIONAL. Sebanyak 179 pegawai DJBC yang lulus diklat PPNS diharapkan dapat menjalankan tugasnya secara profesional walaupun
banyak rintangan yang akan dihadapi.

42 WARTA BEA CUKAI EDISI 398 JANUARI 2008


WBC/ZAP
RAKER BNN. Membahas Perpes Nomor 83 mengenai BNN, BNP dan BNK guna menekan kejahatan narkoba.

RAKOR BNN
luasi berbagai hal, baik yang sudah maupun yang belum dilaksa-
nakan dari hasil rekomendasi pada rakor-rakor sebelumnya.
Rakor juga membahas Peraturan Presiden (Pepres) Nomor

PERANGI NARKOBA
83/2007 tentang BNN, BNP dan Badan Narkotika tingkat Kotama-
dya (BNK) sehingga struktur, dan fungsi dari ketiga lembaga tadi

DENGAN PERPRES 38
dalam rangka memerangi kejahatan narkoba semakin jelas.
Ketika ditanya mengenai peran instansi lainnya yang berada
di perbatasan seperti Direktorat Jenderal Bea dan Cukai dalam
Dijadikannya Indonesia sebagai tempat menjalankan peran sebagai anggota BNN, menurut Made sudah
produksi narkoba oleh para sindikat semakin baik, begitu juga dengan instansi lain yang semakin
narkoba internasional, merupakan suatu meningkat.
“Tidak mungkin kita kerja sendiri mengungkap peredaran
keprihatinan bagi bangsa ini. narkoba di Indonesia tanpa adanya bantuan dan peran serta

H
dari teman-teman lain seperti Bea Cukai dan lain sebagainya,
al tersebut disampaikan oleh Ketua Pelaksana Harian dan kerjasama ini harus dipertahankan dan terus di tingkat-
Badan Narkotika Nasional ( BNN) inspektur Jenderal kan,”ujarnya.
Polisi I Made Mangkupastika pada acara Rapat Koordi-
nasi (rakor) anggota BNN dan Ketua Pelaksana Harian RAKER LANJUTAN
Badan Narkotika Propinsi (BNP), yang berlangsung di Sebagai tindak lanjut dari rakor tersebut, BNN kembali meng-
Gedung Bidakara, 29 November 2007. adakan rapat koordinasi yang kali ini membahas perkembangan
Menurutnya kejahatan narkoba di Indonesia setiap tahun- dan tindak lanjut dari keberadaan Satuan Tugas Seaport
nya meningkat dengan persentase 51,3 persen. Begitu juga Interdiction dan juga Airport Interdiction yang terdiri dari berbagai
dengan kualitas kejahatan narkoba yang semakin meresah- instansi yang berada di pelabuhan laut yang melayani pelayaran
kan dengan ditemukannya tempat penyimpanan, pembuatan internasional maupun juga di bandara yang juga melayani pener-
maupun laboraturium rahasia yang berkapasitas besar. bangan internasional.
Keberhasilan pengungkapan beberapa kasus tersebut yang Rakor berlangsung selama dua hari sejak tanggal 4 hingga 5
melibatkan instansi lainnya di BNN merupakan data keberha- Desember 2007 di Hotel Accacia Jakarta. Rakor dibuka oleh Ins-
silan, namun dalam kenyataannya masih banyak kasus-ka- pektur Pelaksana Harian Brigjen Pranowo Dahlan mewakili Ketua
sus lainnya yang masih belum terungkap. Pelaksana Harian BNN. Menurut Sutopo, diharapkan ada suatu
“Tidak hanya BNN namun instansi lain juga sangat terobosan baru yang diperoleh satgas Seaport dan Airport inter-
membantu untuk menggulung kejahatan narkoba, dan ini terlihat diction yang didalamnya terdiri dari otoritas pelabuhan dan juga
dengan pengungkapan beberapa kasus yang melibatkan instansi bandar udara untuk memerangi masalah penyelundupan narkoba.
pemerintah,”ujarnya kepada pers. Hal serupa juga disampaikan oleh Ahmad Budiyanto Kasubdit
Rakor BNN tersebut lanjut Made untuk mengoptimalkan dan Sarana Operasi DJBC yang pada pertemuan tersebut mewakili
meningkatkan kinerja serta mensinergikan program kegiatan Direktur P2. Raker tersebut menurutnya membahas keberadaan
yang sudah direncanakan. Untuk melaksanakan program satgas seaport dan airport interdiction sebagai tindak lanjut dari
kegiatan tersebut, BNN telah mendapat dukungan anggaran dari Perpres No 83. “Dengan adanya Perpres tersebut maka satgas
pemerintah melalui masing-masing instansi maupun juga wilayah, airport interdiction di daerah yang memiliki Bandar udara interna-
sehingga dapat terkoordinasi serta berjalan secara simultan. sional harus semakin maksimal, dimana penegahan masuknya
Rakor tersebut merupakan momen penting dan sarana bagi narkoba dari luar negeri, berdasarkan informasi dari pusat dapat
para anggota didalamnya untuk bertukar pengalaman antar ins- di tindaklanjuti di daerah melalui satgas Airport Interdiction mau-
tansi dalam memerangi masalah narkoba, dan juga sarana eva- pun satgas Seaport interdiction,”ujar Budi. zap

EDISI 398 JANUARI 2008 WARTA BEA CUKAI 43


SEPUTAR BEACUKAI WBC/ATS

JAKARTA. Dalam rangka memperingati HUT Ke-8 Dharma Wanita Persatuan (DWP), Pengurus DWP Kantor Pusat pada 4 Desember 2007 menyelenggarakan
kegiatan aksi penghijauan dengan penanaman pohon dilingkungan Kantor Pusat. Aksi ini ini merupakan wujud partisipasi aktif DWP dalam aksi gerakan perempuan
tanam dan pelihara pohon yang diselenggarakan serentak di Indonesia oleh Ibu negara Ny. Susilo Bambang Yudhoyono pada hari Sabtu 1 Desember 2007. HUT kali
ini bertemakan “Dengan Semangat HUT ke-8 DWP Kita Tingkatkan Kepedulian Lingkungan Melalui Penanaman Seribu Pohon”. Tampak pada gambar kiri, Ibu Dirjen
Bea dan Cukai Ny. Anwar Suprijadi didampingi para pengurus DWP DJBC melakukan penaman pohon di depan gedung Sekretariat DWP Kantor Pusat DJBC dan
gambar kanan, disamping kiri halaman gedung sekretariat DWP sedang dibenahi dan akan dihiasi dengan beberapa jenis tanam.
FOTO : ARI JULIANTO FOTO : ARI JULIANTO

JAKARTA. Bidang Kepatuahn dan Layanan Informasi (BKLI) Kantor Pelayanan Utama
Bea dan Cukai Tanjung Priok menyelenggarakan Workshop Anti KKN pada 15
Nopember 2007 di Aula Gedung Induk Jl. Pabean No. 1 Tanjung Priok. Workshop
bertemakan KPU Bea Cukai Tanjung Priok Dalam Pemberantasan Korupsi dihadiri
kurang lebih 479 orang dengan mengadirkan pembicara tunggal, Direktur Gratifikasi
KPK Lambok Hamonangan Hutauruk, yang menekankan aspek gratifikasi yang kerap JAKARTA. Dewan Kemakmuran Mesjid Kantor Pelayanan Utama
terjadi di instansi pemerintah, khususnya bea cukai Gratifikasi sendiri menurut pasal12 b Bea dan Cukai Tanjung Priok Jakarta, mengadakan acara taklim
ayat 1 UU No.20/2007 adalah pemberian dalam arti luas yakni meliputi pemberian uang, eksekutif pada 27 November 2007 di Gedung Induk KPU Tanjung
barang rabat (discount), komisi, pinjaman tanpa bunga, tiket perjalanan, fasilitas Priok Jakarta. Taklim kali ini mengangkat tema mengenai Miracle of
penginapan, perjalanan wisata, pengobatan cuma-cuma dan fasilitas lainnya. Menurut Giving (Keajaiban Memberi) dengan pembicara Arif Alamsyah MARS.
Kasi Layanan Informasi Totok Sucahyo, workshop satu hari yang terbagi dalam dua sesi, Pada taklim tersebut diceritakan mengenai banyaknya orang yang
digelar untuk menjaga integritas dan semangat anti KKN SDM KPU Tanjung Priok, dan masuk surga bukan karena amal ibadahnya, namun karena kebaikan-
bertujuan agar kebiasaan menerima sesuatu yang berhubungan dengan jabatan nya yang banyak. Bahkan ada yang karena segelas susu, seteguk air,
seorang penyelenggara negara atau PNS dapat dihindari, dan kebiasaan memberi atau karena menghilangkan satu kesulitan orang lain. Taklim tersebut
sesuatu dari pengusaha dapat dihindari pula. Arie Julianto KPU Tanjung Priok diikuti oleh 100 peserta. Arie Julianto KPU Tanjung Priok
FOTO : AGUS CAHYONO

BONTANG. Sejalan dengan kegiatan penanaman pohon serentak se-Indonesia, pada 28 November 2007 di Bontang dicanangkan kegiatan yang sama
oleh Walikota Bontang dengan mengambil tempat di area Pelabuhan Tanjung Laut Indah yang berdekatan dengan KPPBC Tipe A4 Bontang. Sesuai dengan
Instruksi Kakanwil Kalimantan Bagian Selatan, jajaran KPPBC Bontang juga berperan aktif dengan melakukan penanaman 10 (sepuluh) batang pohon yang
terdiri dari beberapa Pohon Tanjung dan Sawo Kecik, sebagian diantaranya merupakan bibit bantuan dari Pemerintah Kota Bontang yang mendistribusikan
20.000 batang pohon. Pada gambar tampak para pejabat dan pegawai sedang melakukan penanaman dan pemeliharaan pohon sebagai bentuk kepedulian
pemerintah bersama masyarakat dalam mengantisipasi pemanasan global. Kiriman KPPBC Tipe A4 Bontang

44 WARTA BEA CUKAI EDISI 398 JANUARI 2008


FOTO : HULMAN SIMBOLON & ABD. RASYID

MEDAN. Sehari sebelum pembukaan Patroli Laut Terkoordinasi (Patkor Kastima) 13/2007, diadakan acara Malam Ramah Tamah antara DJBC dan
Kastam Diraja Malaysia pada 27 Nopember 2007 di Hotel Grand Angkasa Internasional, Medan. Dalam acara tersebut dilakukan pertukaran cinderamata
antara Pejabat Direktorat Jenderal Bea dan Cukai dengan Pejabat Kastam Diraja Malaysia. Tampak pada gambar kiri, Kepala Kantor Wilayah DJBC
Sumatera Utara, Heryanto Budi Santoso, dan pada gambar kanan, Kepala Kantor Wilayah DJBC Kepulauan Riau, R.P Jusuf Indarto, sedang memberikan
cinderamata kepada Timbalan Ketua Pengarah (Pencegahan) Malaysia Dato’ Hjh, Mardina binti Alwi. (Hulman Simbolon, Sumatera Utara)
FOTO : MUQSITH HAMIDI FOTO : KIRIMAN

BALIKPAPAN. Bertempat di ruang Dharma Wanita Persatuan (DWP)


KPPBC Tipe A3 Balikpapan, diadakan kunjungan oleh Pengurus DWP
Pemerintah Kota Balikpapan yang diketuai oleh Ny. Ida Heru Bambang. TARAKAN. Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC)
Selain sebagai wujud silaturahmi antar pengurus DWP juga untuk Tarakan,pada 8 November 2007, mengadakan sosialisasi terhadap
membahas berbagai kegiatan yang akan diselenggarakan untuk Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2007 tentang Perubahan Terhadap
menyambut Hari Ulang Tahun Dharma Wanita Persatuan Pemerintah Kota Undang-Undang Nomor 11 Tahun 1995 tentang Cukai kepada para pegawai
Balikpapan yang ke-8. Tampak pada gambar pengurus DWP KPPBC Tipe dilingkungan KPPBC Tarakan. Bertindak sebagai pembicara Kepala Seksi
A3 Balikpapan, Ny. A. Muzakir (tiga dari kanan) tengah berdiskusi dengan Kepabeanan dan Cukai Purwanto dan Kepala Seksi P2 Suwinarno .
pengurus DWP Pemkot Balikpapan. (Muqsith Hamidi, Balikpapan) (Suwinarno, Kasie P2 KPPBC Tarakan)
FOTO : ARI JULIANTO

JAKARTA. Dewan Kemakmuran Mesjid (DKM) Kantor Pelayanan Utama Bea Cukai Tanjung Priok menggelar rapat kerja di Kampung Bamboe Desa
Cibaruyat Cijeruk Bogor sekaligus membangun kesolidan organisasi dan pengurus. Raker yang terbagi menjadi empat komisi tersebut juga diisi dengan out
bond dan tausyiah. Tampak pada gambar suasana outbond dan juga suasana raker. (Ari Julianto KPU Tanjung Priok)

EDISI 398 JANUARI 2008 WARTA BEA CUKAI 45


PERISTIWA
FOTO-FOTO WBC/ADI
Dengan meng-
ambil start di de-
pan halaman Hotel
Trio Megelang, se-
luruh peserta be-
rangkat pada pukul
7.00 pagi dan me-
masuki daerah
Mungkid pada pu-
kul 8.30. Mulai da-
erah tersebut, pe-
serta mulai banyak
yang kehabisan e-
nergi karena landai-
nya tanjakan yang
harus ditempuh.
Namun demikian
para peserta tetap
bersemangat, apa-
lagi perjalan yang
di dilaluinya melalui
taman nasional gu-
nung Merapi yang
saat itu terlihat
dengan jelas dan
begitu cantiknya.
Semakin men-
START. Dengan mengambil start di depan halaman Hotel Trio Magelang, seluruh peserta CCC menempuh jarak 64 kilometer hingga ke Boyolali. dekati Keteppass,

CCC
semakin menanjak
rute yang ditempuh, disini seluruh perserta sudah semakin lelah
dan terpaksa mereka menuntun sepeda karena curamnya tanjak-
an dan tajamnya kelokan yang dilalui. Banyak memang yang ter-
paksa beristirahat di tempat sebelum memasuki pos I, namun se-
JELAJAHI MAGELANG - lepas itu seluruh peserta kembali melanjutkan perjalanan hingga
BOYOLALI pos I di daerah Selo.
Selepas pos I, rute yang ditempuh masih terus menanjak bah-
kan tanjakan yang dilalui semakin tinggi, bukan hanya kehabisan
Kendati medan yang dilalui cukup berat, tenaga, satu persatu peserta banyak yang kram, namun dengan
namun para biker dari Direktorat kesiapan tim medis mereka akhirnya dapat melanjutkan
Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) yang perjalanan. Sebelum memasuki daerah Boyolali, seluruh peserta
tergabung dalam Customs Cycling Club kembali beristirahat untuk sholat Zuhur, dan setelah itu melanjut-
(CCC) mampu menjelajahi rute Magelang kanSetelah perjalanan.
istirahat kedua, rute yang ditempuh sudah tidak
hingga Boyolali sejauh 64 kilometer. menanjak lagi, karena dari daerah tersebut hingga finish di

S
rumah makan soto rumput Boyolali, jalannya menurun.
ebanyak 50 pegawai DJBC dari berbagai daerah meng- Setelah sampai di finish sambil menikmati makan siang,
ikuti ajang CCC yang diadakan pada 1 Desember 2007 seluruh peserta tampak begitu gembira, karena mereka tidak
lalu, dengan mengambil rute Magelang hingga Boyolali, menyangka kalau rute yang dijalaninya begitu berat namun
para biker harus menempuh jarak sejauh 64 kilometer mereka tetap dapat menjelajahinya. adi
dengan medan yang cukup berat.
Untuk medan yang ditempuh, memang bukan rute yang da-
pat dianggap enteng oleh biker CCC, pada kali ini mereka harus
menempuh rute menanjak sejauh 30 kilometer yang diawali dari
daerah Mungkid Magelang, Keteb hingga ke Selo, dimana
terdapat pos pengamatan gunung Merapi, dan jalan menurun se-
jauh 20 kilometer hingga finish di Boyolali.
Kegiatan CCC kali ini memang cukup mendapat perhatian
banyak dari para pegawai DJBC, karena selain mendapat
tantangan baru, rute yang ditempuh benar-benar menguji ke-
tahanan fisik dan kepiawaian dalam bersepeda.
Menurut Ketua penyelenggara CCC Magelang-Boyolali,
Siswa Murwono, yang juga sebagai Kepala Bidang Penin-
dakan dan Penyidikan Kantor Wilayah Semarang, selain
sebagai ajang silaturahmi pegawai DJBC, kegiatan CCC kali
ini juga merupakan kegiatan rutin tahunan CCC.
“Dilihat dari peserta yang mengikutinya memang cukup banyak,
dan dari mereka ini tidak hanya pegawai DJBC yang masih aktif,
tapi juga ada yang sudah memasuki masa purna bakti, dengan
demikian kegiatan CCC masih tetap dicintai oleh pegawai DJBC
dan kami berusaha untuk terus menjalaninya, karena kegiatan ini
tidak membutuhkan biaya yang mahal namun menghasilkan PANORAMA MERAPI. Dengan latar belakang gunung Merapi, seluruh peserta
kesehatan jiwa dan jasmani untuk pegawai DJBC,” ujar Siswo. memutuskan untuk beristirahat sejenak karena beratnya medan yang dilalui.

46 WARTA BEA CUKAI EDISI 398 JANUARI 2008


WBC/ADI
RANTING BARU. Selain mengadakan gasuku, Inkado korda Jabar juga meresmikan ranting baru dari ponpes Fajar Dunia.

INKADO
Cukai Tipe A1 Belawan, program gasuku adalah program tahunan
yang wajib diadakan oleh perguruan, selain itu pada kegiatan kali
ini juga sekaligus meresmikan ranting baru dari ponpes Fajar
Dunia.
BUKA RANTING BARU DARI “Kami berterima kasih sekali kepada pimpinan ponpes karena
KALANGAN PONDOK telah mempercayakan program karate sebagai program wajibnya,
untuk itu kami juga berharap dapat menciptakan atlet-atlet yang
PESANTREN DAN ARMED berprestasi dari ponpes ini, dimana saat ini kami sedang
mempersiapkan diri untuk kejurnas Inkado di Makassar,” ungkap
Sebanyak 21 ranting dari perguruan Agustinus.
Sementara itu di hari yang sama, perguruan karate Amura
karate Inkado koordinator Jawa Barat mendeklarasikan kepengurusan barunya, dimana untuk ketua ha-
(korda Jabar) melakukan gasuku riannya dipimpin oleh Marisi Zainuddin Sihotang yang merupa-
dan ujian kenaikan Dan, di pondok kan Kepala Sub Direktorat Penindakan DJBC. Pada acara terse-
pesantren (ponpes) Fajar Dunia Desa but Marisi juga didampingi oleh Ketua Inkado korda DKI Jaya,
Mampir Cileungsi Jawa Barat. Maman Anurachman yang juga merupakan Kepala Sub Direkto-
Sementara Korda DKI Jaya membuka rat Intelijen DJBC.
ranting baru yang keseluruhan Pada acara pendeklarasian tersebut, Marisi mengatakan
akan bekerjasama dengan Inkado untuk berlatih bersama,
karatekanya terdiri dari TNI AD Artileri khususnya bagi para pegawai DJBC yang ingin
Medan (Armed) Bekasi. mengikutinya.”Bagi pegawai DJBC yang ingin berlatih karate,

A
kami telah menyediakan tempat di aula lapangan bola Bojana
da satu hal yang cukup istimewa pada acara gasuku Tirta, sehingga kami berharap banyak pengawai yang
dan ujian kenaikan Dan pada 18 November 2007 lalu, mengikutinya, karena selain sebagai bekal bela diri, kegiatan
yang dilakukan oleh 500 karateka dari Inkado korda karate juga dapat menumbuhkan kedisiplinan di kalangan pe-
Jabar. Dengan mengambil tempat di lapangan ponpes ngawai,” ungkap Marisi.
Fajar Dunia Cileungsi Jabar, acara gasuku juga diba-
rengi dengan peresmian ranting baru dari ponpes Fajar Dunia RANTING ARMED
yang mana mengharuskan seluruh santrinya untuk mengikuti la- Sementara itu Inkado korda DKI Jaya pimpinan Maman
tihan karate. Anurachman, pada 2 Desember 2007, mem buka secara resmi
Penegasan ini ditekankan oleh pimpinan ponpes Fajar Dunia, ranting baru yang keseluruhan karatekanya berasal dari kalangan
Abu Arif saat menyampaikan kata sambutan. Menurutnya, angkatan bersenjata Armed Bekasi.
seluruh santrinya diwajibkan untuk mengikuti latihan karate, jika “Pada ranting ini seluruh kepengurusannya diserahkan
ada yang tidak mau mengikuti maka ponpes akan mengeluarkan kepada Armed, sedangkan Inkado DKI hanya menyiapkan
santri tersebut. pelatihnya saja. Dengan pembukaan ranting Armed ini,
“Mengapa kami lebih memilih karate ketimbang ilmu bela berarti Inkado sudah dipercaya oleh banyak kalangan untuk
diri lain, karena dalam karate lebih tertanam kedisiplinan dan menciptakan atlet-atlet baru pada cabang olah raga karate,”
ketegaran mental yang bersifat edukatif, selain itu ponpes jelas Maman.
Fajar Dunia juga mengajarkan tiga bahasa yang wajib dikua- Sama halnya dengan Inkado korda Jabar, korda DKI Jaya
sai oleh santrinya, yaitu Arab, Inggris, dan Jepang,” ujarnya. juga tengah mempersiapkan diri untuk menghadapi kejurnas
Sementara itu menurut Ketua Inkado korda Jabar, Agustinus Inkado di Makassar. Pada event tersebut, Maman berharap bisa
Djoko Pinandojo yang juga merupakan Kepala Seksi Penindak- mendapatkan medali sebanyak-banyaknya walaupun secara teori
an dan Penyidikan Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan sangat sulit untuk dapat menjadi juara umum. adi

EDISI 398 JANUARI 2008 WARTA BEA CUKAI 47


O P I N I
Oleh : Kalau diterjemahkan, akan jadi cerita seperti berikut ini :
Fauzan Misal bila sampeyan sebagai orang tua bercita-cita bahwa
anak sampeyan, setelah dewasa nanti akan menjadi seorang
pemimpin, entah pimpinan instansi pemerintah, badan usaha,
Astra Grup, atau hanya sekedar sebagai ketua RT, maka sam-
peyan sendiri harus terlebih dahulu melakukan berbagai ana-
lisa atau penilaian secara objektif terhadap unsur 6M +L sebe-

GAK ADA
lum membuat keputusan yang terbaik bagi anak sampeyan.
Bila sebagai orang tua, sampeyan tidak dapat atau sang-
gup melakukan analisa atau penilaian secara objektif, hanya

LOE, ...
karena rasa kecintaan yang berlebihan terhadap anak kesa-
yangan yang setiap hari sampeyan nina bobokkan, sayang-
sayang dengan limpahan harta kekayaan sampeyan selama
ini, maka janganlah sampeyan mengklaim diri sebagai orang
MANA MUNGKIN GUA IKUTAN JADI BOSS ?! tua yang baik, yang dapat memberikan keputusan yang tepat
bagi masa depan anaknya, apa lagi untuk keharmonisan
keluarga sampeyan.

“G
Lebih baik bila sampeyan menyerahkan sang anak kesa-
antungkan Cita-Citamu Setinggi Bintang Di yangan kepada orang lain, untuk dijadikan anak asuh. Terse-
Langit,” kata Bung Karno, dulu. rah yang diserahin anak itu, mau diasuh jadi pejabat atau
Kata Mbah Ronggo, “Nggak apa, walau penjahat, sama saja !! Toh sudah bukan anak sampeyan lagi.
akhirnya hanya setinggi kawat jemuran. Sebaliknya, apabila sampeyan yakin mampu secara objektif
Toh sama saja, akhirnya tergantung juga. melakukan analisa dan penilaian, maka langkah pertama yang
Melambai-lambai, mengikuti arah angin menghembus”. harus dilakukan adalah melakukan analisa atau penilaian
“Pemuda, harapan bangsa. Di tanganmu, terletak (be- terhadap anak sampeyan. Apakah anak itu memiliki kemampuan
ban) kejayaan bangsamu,” kata para politikus. untuk menyerap segala ilmu yang diperlukan untuk menjadi
Kata Mbah Ronggo, “Mari kita bina pemuda, turuti apa seorang pemimpin masa depan, tidak hanya ilmu yang diberikan
kemauan mereka, sediakan biaya, kerahkan semua di sekolah formal seperti di SD, sampai dengan Strata 1, jika perlu
sarana dan prasarana untuk meraih cita-cita para sampai dengan Strata 3, tetapi juga ilmu pengetahuan yang
pemuda, agar bangsa ini menjadi makmur dan sejahtera”. diperoleh dari hasil pergaulan sehari-hari.
Anak pinter tapi kuper atau keblinger dapat dipastikan ti-
Kalau tidak salah, ada buku yang mengatakan bahwa ma- dak akan membaur apalagi bersinergi dengan rekan sekerja-
nusia itu termasuk mahluk homo economicus, nya. Bahkan bisa jadi dengan para bawahan ia
artinya manusia tidak dapat hidup sendiri, mela-
inkan memiliki ketergantungan dengan manusia
lainnya.
Mungkin untuk beberapa hal, manusia dapat
mencukupi kebutuhan sendiri seperti makan, cu-
kup dari buah atau biji-bijian yang ditanamnya
sendiri, mumpung tanah leluhur masih subur. Mi-
num dari air yang mengalir dari mata air yang tak

KALAU
TERNYATA
SAMPEYAN
TIDAK JADI
ANAK
akan memposisikan diri sebagai bendoro yang
harus dihormati dan dipatuhi perkataannya.
Sabdo pandito ratu. Setali tiga uang, alias persis
kayak sampeyan.
Jika sampeyan yakin bahwa anak sampeyan
memiliki kemampuan menyerap segala ilmu tadi,
bergaul, menyelami segala kebutuhan dan keingin-
an masyarakat dan keluarganya, dan para bawah-
kunjung kering, karena hutan masih melebat, PEMIMPIN, ITU annya kalau nanti menjadi pemimpin, maka
dimana ? Pakaian dari bahan kulit pohon warisan
leluhur, maksudnya pakaiannya, bukan pohonnya.
ARTINYA BELUM sampeyan melanjutkan analisa terhadap objek
berikutnya, yaitu likuiditas keuangan keluarga.
Tetapi pada saat sakit, tua tak berdaya, un- BERUNTUNG, Berapa kira-kira dana yang diperlukan untuk
tuk menyuapkan makanan dan minum, mau biaya pendidikan, biaya kost, biaya anak
tidak mau ia harus dibantu oleh orang lain, BELUM LUCKY keluyuran dalam rangka perluasan pergaulannya,


apa lagi saat meninggal nanti, ia sangat perlu biaya untuk mendirikan bisnis keluarga, biaya
bantuan orang lain untuk menguburkan jena- menyogok para oknum agar anak dapat diterima
sahnya, kecuali ia mau berjalan sendiri ke kuburannya di suatu perusahaan atau instansi pemerintah, naik jabatan
atau dibiarkan bak bangkai hewan liar. Lha wong kucing jadi pemimpin. Adakah harta kekayaan yang sewaktu-waktu
mati saja ada saja orang yang mau bersusah payah dapat dicairkan untuk biaya itu semua ? Atau adakah tempat
menguburkannya, kok ini mau saja dibiarkan membusuk berutang, bila kepepet? Analisa dengan seksama dan
di sembarang tempat. Kalah dong, sama kucing ! akurat, jangan asal menggampangkan !!
Kata para sesepuh, nasib manusia itu sudah dari sononya. “Ah, gampang !! Itu urusan nanti....”. Nggak bisa bayar
Jadi gak usah ngoyo, semua sudah ada yang mengatur. Ada kost, bisa mbambung anak sampeyan !!
nasib manusia jadi kuli, gelandangan, eksekutif, priyayi, artis, “Ah gampang, Gusti Allah ora sare.....”. Enak saja, riya´
dan berbagai nasib lainnya. Jadi, biar kamu jungkir balik ber- tahu !! Lha wong sampeyan yang enak-enak bikin anak, kok
usaha ingin jadi apapun yang terbaik, tapi bila dari sononya Gusti Allah yang disuruh tanggung jawab ngempanin anak
nasibmu digariskan jadi kere, ya tetap saja kamu jadi kere. sampeyan. Tanggung jawabmu itu lho, mana ........?
Sebaliknya, ada pula manusia dengan nasib baik, dari yang Nah, kalau soal biaya sampeyan sebagai orang tua dapat
semula kere di kampungnya, jadi eksekutif baru dua tahun menyediakannya, atau setidak-tidaknya dapat solusinya, maka
saja sudah bisa hidup mewah, menikmati hidup jadi priyayi. objek berikutnya adalah kebiasaan atau cara sampeyan
Dibalik itu semua, tidak seluruhnya benar apa yang di- menggapai cita-cita, khususnya untuk mewujudkan keingin-
katakan oleh para sesepuh tadi. Menurut pendapat bebera- an menjadikan sang anak sebagai pemimpin masa depan.
pa pakar manajemen jaman sekarang, unsur-unsur yang Bila selama ini sampeyan hidup serampangan, main
mempengaruhi keberhasilan seseorang itu berturut-turut perintah semau dewek, jorok lagi, maka saat anak sudah
adalah kemampuan diri (man), modal (money), kebiasaan mulai bisa berfikir sendiri, maka pada saat itulah sampeyan
atau cara mencapai tujuan (methods), bahan yang digu- harus mengubah sikap atau kebiasaan yang jelek itu.
nakan (materials), alat bantu (machines), dan peluang akhir Witing tresno jalaran kulino, tumbuhnya cinta itu karena
(markets). Namun yang paling menentukan adalah hoki biasa. Yah, kalau cintanya para remaja, itu tumbuh karena
atau keberuntungan atau lucky (teori pemasaran: 6M + L). biasa ketemu, saling curhat. Lha kalau sampeyan setiap hari-

48 WARTA BEA CUKAI EDISI 398 JANUARI 2008


nya memperlihatkan sikap jorok di depan anak, maka sang Mana ada yang mau menerima calon pemimpin dengan otak pas-
anak akan menjadi biasa dan akrab dengan segala kejorokan pasan, badan kurus kering persis pecandu narkoba ?
sampeyan, dan akhirnya lama-lama beranggapan bahwa Carikan tempat kost di lingkungan yang baik bagi anak
dunia ini memang penuh kejorokan, semua manusia harus sampeyan, jangan dikostkan dekat lokalisasi, apalagi di
jorok, dan anak itu pun merasa harus bisa menjadi pemimpin dalamnya. Bisa jadi anak sampeyan nggak nyampai di seko-
jorok, yang dapat bebas berbuat semaunya. lahnya, di kamar kostnya juga tidak ada. Ujung-ujungnya
Perlihatkanlah pada anak segala kebiasaan yang baik, asyik kelonan dengan gendakannya.
bersih, rapi, rajin, sopan dan santun. Setidak-tidaknya Nah, kalau sampeyan dapat menyediakan sandang,
berpura-puralah di depan anak, biar sang anak beranggapan pangan, dan papan yang baik atau terbaik, mudah-mudahan
bahwa dunia ini indah, yang keindahannya perlu dinikmati, anak sampeyan nanti jadi orang yang pintar dan berfisik
disayang, dilestarikan, serta dijaga sepenuh hati, bak milik sehat. Men sana in corpore sano.
sendiri. Sekali lagi, maksudnya keindahannya itu lho, bukan Bahan itu juga perlu dilengkapi dengan alat bantu bagi
fisiknya. Jangan sampai rakus gitu dong !! kesuksesan anak sampeyan menyelesaikan pendidikannya,
Beri nasihat pengertian, dan contoh yang baik bagi anak seperti buku-buku dan peralatan laboratorium, komputer,
sampeyan sejak kecil, agar setelah dewasa jangan sampai atau alat praktek lainnya, biar anak sampeyan tidak hanya
keliru mengartikan, sehingga isteri tetangga yang indah ngerti teori doang, hanya bisa berandai-andai, tapi tidak tahu
dipandang terus mau dimiliki dan dinikmati secara fisik. Baru cara memprakteknnya.
melototi secara sengaja apalagi secara terus menerus saja Kalau perlu, belikan pula anak sampeyan peralatan musik,
sudah dianggap berzina batin, apa lagi yang tadi, bisa babak khususnya peralatan band atau rebana. Dan suruh anak sampe-
belur anak sampeyan dihajar para tetangga. Nggak jadi yan aktif latihan band atau rebana bersama teman-temannya.
pemimpin yang masyhur, malah jadi ahli kubur... Biar sejak awal anak sampeyan terbiasa bekerja sama secara
Setelah sampeyan dapat mengubah kebiasaan yang jelek sinergi bersama teman sesama pemain band atau rebana,
dan jorok menjadi yang baik-baik bahkan kalau perlu yang bagaimana memainkan musik bersama-sama atau menciptakan
terbaik menurut tuntutan masyarakat, maka selanjutnya sam- lagu yang merdu dan enak dinikmati oleh penonton.
peyan tentukan, cara apa yang terbaik untuk menggembleng Jangan dibelikan peralatan musik untuk dimainkan sendirian,
anak sampeyan agar siap jadi pemimpin. Mau disekolahkan seperti keyboard, kalau anak sampeyan tidak ingin dijadikan
di mana anak sampeyan ? sebagai pengiring orang belajar nyanyi, atau rebana apa gitar,
Kalau anak sampeyan mau dijadikan pemimpin spiritual kalau tidak ingin anak sampeyan akan ngelantur jadi pengamen.
alias jadi kyai, pondok atau kampung, ya pendidikannya di Katanya mau jadi pemimpin, ya belajar sinergi gitu lho ...
pesantren. Setidaknya selama 14 tahun, kalau perlu sampai Juga alat transportasi untuk mondar-mandir alias mobilitas
25 tahun, agar biar hapal dan memahami Al Quran berikut anak mengejar pengetahuan. Jangan anak disuruh jalan kaki
makna dan maksud atau tafsirnya, serta hapal segala macam atau setiap saat naik angkot, sementara uang saku pas-
contoh tindakan dan ucapan Rasulullah agar pasan. Bisa jual kolor anak sampeyan nanti !!
bila jadi kyai nantinya tidak akan menyesatkan
para santrinya atau membuat aliran sesat.
Kalau ingin anak sampeyan jadi pemim-
pin bisnis keluarga, maka kalau bisnisnya di
bidang keuangan, maka sekolahkan anak
sampeyan di bidang keuangan, seperti akun-
tansi atau ekonomi. Tambahi dengan bekal
ilmu perpajakan dan hukum. Biar kalau jadi
DIPASTIKAN

ANAK PINTER TAPI
KUPER ATAU
KEBLINGER DAPAT
TIDAK
Dan objek terakhir yang perlu sampeyan
analisa, seandainya anak sampeyan dapat
menuntaskan pendidikannya secara cum
laude, adakah peluang bagi anak sampeyan
untuk jadi pemimpin ?
Persiapkan peluang itu di luar, jangan diada-
adakan sendiri. Mentang-mentang sampeyan
kaya dan berkuasa, kok lantas sampeyan cipta-
pebisnis handal nantinya, anak sampeyan AKAN MEMBAUR kan sendiri peluang untuk anak sampeyan seba-
ngerti juga kewajibannya untuk membayar APALAGI BERSINERGI gai pemimpin. Iya kalau anak sampeyan cuma
pajak dan mematuhi peraturan yang berlaku satu, bagaimana kalau anak sampeyan berjibun
di bidang bisnis keuangan, etika bisnis. DENGAN REKAN seperti anak kelinci ? Kalau sampeyan nekat
Jangan malah jadi pebisnis curang, yang bikin peluang di bisnis keluarga, merombak
tahunya cari untung dengan cara main sogok
SEKERJANYA struktur bisnis keluarga dengan banyak struktur,


untuk mendapatkan order atau nilep pajak. dimana di setiap struktur masing-masing anak
Kapan bangsa ini menjadi makmur dan sampeyan angkat jadi pimpinan dengan tingkat
sejahtera, kalau anak sampeyan yang pemimpin itu tidak ngerti kewenangan yang sama, lalu siapa di antara anak sampeyan
aturan hukum dan tidak mau bayar ikut pajak juga ? Kan pajak itu yang diakui sebagai pimpinan bisnis keluarga ?
katanya digunakan untuk biaya menyejahterakan rakyat ? Bukan sinergi yang timbul, bahkan bisa jadi anak-anak sampe-
yan akan saling berantem, berebut kekuasaan. Atau memang ini
SANDANG, PANGAN, DAN PAPAN maunya sampeyan, sehingga saat sampeyan mati nanti, di alam
Objek analisa berikutnya adalah bahan yang digunakan kubur sana, sampeyan dapat berbangga diri kepada para ahli
untuk mencapai keberhasilan cita-cita sampeyan, seperti kubur tetangga sampeyan: “Lihat tuh, anak-anak sekarang. Wak-
sandang, pangan, dan papan untuk anak sampeyan. Agar tu aku masih hidup, bisnis keluarga sangat bagus, tapi sekarang
anak dapat tenang belajar dan menghayati tujuannya untuk ? Hancur-hancuran.... Ah, ternyata aku masih lebih baik dari me-
menjadi pemimpin masa depan, maka persiapkan dan reka.....”. Dan kalau anak-anak sampeyan mendengar omongan
sediakanlah segala keperluannya sejak awal. Carikan sampeyan itu, pasti mereka akan menjawab: “Iya...... Tapi, kalo
pakaian yang layak untuk sekolah, jangan baju lusuh, mana gak ada loe..., mana mungkin gua ikutan jadi boss ...?”
bau dan jarang dicuci lagi yang disuruh pakai. Bisa bubar Setelah analisa dan penilaian terhadap objek 6M sudah
kelas anak sampeyan, nggak tahan baunya. sampeyan lakukan dengan sebaik-baiknya, maka selanjutnya
Sediakan makanan yang layak, bergizi, dan halal untuk sampeyan tunggu saja. Toh sampeyan sudah berusaha se-
anak sampeyan, agar badannya sehat, sehingga otaknya kuat tenaga kok, secara ikhlas, secara baik dan benar. Kalau
dapat berpikir lebih jernih, dapat menyerap segala ilmu ternyata anak sampeyan tidak jadi pemimpin, itu artinya
dengan lebih mudah, terutama agar dapat membedakan belum beruntung, belum lucky.
mana yang baik dan mana yang buruk, mana yang boleh dan Kata pak ustadz, itu yang dinamakan takdir. Percaya saja,
mana yang dilarang. jangan diingkari. Sampeyan bisa dikatakan nggak beriman !!
Kalau sampeyan sembarangan menyediakan makanan untuk (Bagimu negri, jiwa raga kami...)
anak sampeyan, dapat dijamin anak sampeyan akan lulus de- Penulis adalah Kepala Bidang Kepabeanan dan Cukai
ngan nilai pas-pasan, dan jadi pengangguran. Bagaimana tidak ? Kanwil DJBC Riau dan Sumatera Barat

EDISI 398 JANUARI 2008 WARTA BEA CUKAI 49


K O L O M
Oleh : ke KB diberikan fasilitas tidak harus membayar pungutan
Budi Nugroho perpajakannya.
Dengan begitu ketika barang hasil olahannya diekspor, tidak
perlu dilakukan restitusi atau pengembalian atas pajak-ajak yang
telah dibayar. Pemberian fasilitas itu ternyata tidak terbatas pada
bahan yang diolah dan kemudian diekspor kembali. Fasilitas itu
meliputi pula untuk importasi barang modal bahkan bisa meliputi

PENJUALAN
impor barang modal atau peralatan untuk pembangunan/
konstruksi/perluasan KB dan peralatan perkantoran yang semata-
mata dipakai oleh pengusaha KB.

KE DPIL PENJUALAN KE DPIL


Selain tujuan utama penjualan untuk ekspor, Kawasaan
Berikat diberi kesempatan pula untuk melakukan penjualan hasil
DARI KAWASAN BERIKAT produksinya ke dalam DPIL. Atas pengeluaran barang yang telah
diolah oleh Pengusaha di Kawasan Berikat (PDKB) ke DPIL
dikenakan BM, Cukai, PPN, PPnBM dan PPh Pasal 22 Impor

“D
sepanjang terhadap pengeluaran tersebut tidak ditujukan kepada
alam era globalisasi perdagangan dunia seka- pihak yang memperoleh fasilitas pembebasan atau penangguhan
rang ini, persaingan untuk mendapatkan pasar BM, cukai, dan pajak dalam rangka impor.
bagi produk industri bukan minyak dan gas Sesuai Keputusan Menteri Keuangan nomor 291 /
bumi sedemikian ketatnya. Oleh karena itu da- KMK.05/1997, dasar perhitungan pungutan negara adalah:
ya saing produk ekspor Indonesia perlu diting- BM berdasarkan tarif bahan baku dengan pembebanan yang
katkan antara lain dengan jalan efisiensi proses produksi, berlaku pada saat impor untuk dipakai dan nilai pabean yang
peningkatan mutu barang, memperlancar arus keluar terjadi pada saat barang dimasukkan ke KB, Cukai
masuknya barang ke dan dari Indonesia serta tersedianya berdasarkan ketentuan perundang-undangan cukai yang
sarana promosi dalam mendukung pemasarannya. berlaku, pajak dalam rangka impor (PPN, PPnBM, dan PPh
Peningkatan mutu barang dan efisiensi proses produksi Pasal 22) berdasarkan harga penyerahan.
tersebut dapat lebih dipacu apabila persediaan bahan baku Keputusan Meneteri Keuangan dimaksud mengatur bah-
bagi kebutuhan industri dalam negeri tersedia tepat waktu wa pengeluaran barang yang telah diolah oleh PDKB dengan
dan produk yang dihasilkan belum dibebani dengan tujuan ke DPIL, dapat dilakukan dengan menggunakan Pem-
kewajiban-kewajiban kepabeanan, cukai, dan perpajakan. beritahuan Impor Barang sesuai tatalaksana kepabeanan di
Dengan adanya pemberian fasilitas tersebut, para investor bidang impor setelah ada realisasi ekspor dan/atau pengelu-
akan lebih terangsang untuk melakukan kegiatan bisnisnya aran ke PDKB lainnya, dalam jumlah sebanyak-banyaknya
secara terpadu dan dapat lebih bersaing di pasaran 25% (dua puluh lima persen) dari nilai realisasi ekspor dan/
internasional atas produk industri yang mereka hasilkan.” atau pengeluaran ke PDKB lainnya. Perhitungan 25% dimak-
sud didasarkan pada PEB dan/atau dokumen
Paragraf di atas merupakan kutipan dari pen-
jelasan umum Peraturan Pemerintah nomor 33
tahun 1996 tentang Tempat Penimbunan Berikat
(TPB). Dari kalimat-kalimat itu tampak jelas bah-
wa TPB dicipta dengan salah satu tujuan untuk
meningkatkan daya saing produk ekspor Indo-
nesia di pasar internasional.
Barang atau bahan impor yang dimasukkan

TPB DICIPTA
DENGAN SALAH Formulir
SATU TUJUAN
UNTUK
pengeluaran ke KB lain (Formulir BC.2.3) dalam
jangka waktu tidak lebih dari 1 (satu) tahun sejak
tanggal pendaftaran PEB/PEBT dan/atau
BC.2.3 tersebut.
Ketentuan persentase itu diubah dengan
Keputusan Menteri Keuangan nomor 547 /
KMK.01/1997. Pengeluaran barang yang telah
diolah oleh PDKB dengan tujuan ke DPIL, dapat
ke TPB diberikan fasilitas penangguhan bea MENINGKATKAN dilakukan setelah ada realisasi ekspor dan/atau
masuk, pembebasan cukai, tidak dipungut Pa- pengeluaran ke PDKB lainnya dalam jumlah :
jak Pertambahan Nilai (PPN), Pajak Penjualan
DAYA SAING a. untuk komponen, yaitu barang atau bahan
atas Barang Mewah (PPn BM) dan Pajak PRODUK EKSPOR yang akan dirangkai dan/atau digabungkan
Penghasilan (PPh) Pasal 22. Atas penyerahan dengan barang atau bahan lain dalam
Barang Kena Pajak dalam negeri ke Tempat Pe-
INDONESIA DI perakitan atau pembuatan suatu barang yang
nimbunan Berikat diberikan fasilitas berupa tidak PASAR lebih tinggi derajatnya yang sifat hakikinya
dipungut PPN, dan PPn BM. Atas pemasukan berbeda dari produksi semula, sebanyak-
Barang Kena Cukai yang berasal dari dalam Da- INTERNASIONAL banyaknya berjumlah 50% (lima puluh


erah Pabean Indonesia lainnya (DPIL) dibebas- persen) dari nilai realisasi ekspor dan/atau
kan dari pengenaan cukai. Bila dikaji mendalam, pengeluaran ke PDKB lainnya; dan
inilah fasilitas perpajakan dengan grade tertinggi. Segala ke- b. untuk barang lainnya, sebanyak-banyaknya berjumlah
wajiban pembayaran pajak ditiadakan, setidaknya untuk 25% (dua puluh lima persen) dari nilai realisasi ekspor
sementara yaitu selama barang berada di TPB. dan/atau pengeluaran ke PDKB lainnya;
Salah satu bentuk dari TPB adalah Kawasan Berikat (KB)
yaitu suatu bangunan, tempat, atau kawasan dengan batas- Tahun 1999, Menteri Keuangan kembali mengubah
batas tertentu yang di dalamnya dilakukan kegiatan usaha in- besaran persentase penjualan ke DPIL dengan Keputusan
dustri pengolahan barang dan bahan, kegiatan rancang bangun, nomor 349/KMK.01/1999. Pengeluaran ke DPIL untuk
perekayasaan, penyortiran, pemeriksaan awal, pemeriksaan perusahaan-perusahaan yang menggunakan fasilitas
akhir, dan pengepakan atas barang dan bahan asal impor Bapeksa Keuangan (KITE) diperlakukan sama dengan
atau barang dan bahan dari dalam Daerah Pabean Indonesia pengeluaran untuk ekspor. Pengeluaran ke DPIL dapat
lainnya (DPIL), yang hasilnya terutama untuk tujuan ekspor. dilakukan setelah realisasi ekspor dan/atau pengeluaran ke
Pada dasarnya pajak dikenakan atas barang yang di- PDKB lainnya dalam jumlah:
konsumsi di dalam negeri. Barang yang diproduksi di a. untuk barang yang tidak memerlukan proses lebih lanjut, da-
Indonesia dan kemudian diekspor, tidak dikenakan pajak pat berfungsi sendiri tanpa bantuan barang lainnya dan digu-
karena tidak akan dikon-sumsi di daerah pabean. nakan oleh konsumen akhir sebanyak-banyaknya 50% dari
Berdasarkan prinsip itu maka importasi bahan dan barang nilai realisasi ekspor dan/atau pengeluaran ke PDKB lainnya;

50 WARTA BEA CUKAI EDISI 398 JANUARI 2008


PERBANDINGAN PENJUALAN KB BERDASARKAN NILAI HASIL PRODUKSI
291 /KMK.05/1997 547 /KMK.01/1997 349/KMK.01/1999 101/PMK.04/2005
% DPIL 20 33,33 atau 20 33,33 atau 50 50 atau 60 atau 75
% Ekspor 80 66,67 atau 80 66,67 atau 50 50 atau 40 atau 25
Produksi 100 100 100 100

b. barang selain sebagaimana dimaksud dalam huruf a se-


besar 100% dari nilai realisasi ekspor dan/atau pengeluar- Keputusan nomor 349/KMK.01/1999, pengeluaran ke
an ke PDKB lainnya. DPIL dapat dilakukan dalam jumlah :
a. untuk barang yang tidak memerlukan proses lebih lanjut,
Perhitungan persentase didasarkan pada PEB dan atau doku- sebanyak-banyaknya 50% dari nilai realisasi ekspor atau
men pengeluaran ke KB lain (formulir BC.2.3) dalam jangka wak- sama dengan 33,33 % dari total produksi
tu tidak lebih dari 1 (satu) tahun sejak tanggal pendaftaran PEB b. barang selain sebagaimana dimaksud dalam huruf a
dan atau formulir BC.2.3 tersebut. sebesar 100% dari nilai realisasi ekspor atau sama
dengan 50% dari total produksi.
KEP 101/PMK.04/2005
Menteri Keuangan dengan Keputusan nomor Kep 101/ PERLU DIKAJI KEMBALI
PMK.04/2005 mengubah secara drastis besaran persentase pen- Dari penjelasan di atas, sangat terlihat bahwa fasilitas di
jualan ke DPIL. Pengeluaran barang yang telah diolah oleh PDKB Kawasan Berikat semakin ditingkatkan. Persentase penjualan
dengan tujuan DPIL, dapat dilakukan sesuai tatalaksana ke DPIL semakin dilonggarkan bahkan paling tinggi mencapai
kepabeanan di bidang impor dengan ketentuan sebagai berikut : 75% dari total nilai produksi. Bila dikaji labih dalam lagi, nam-
1. Pengeluaran barang ke DPIL diberikan dalam jumlah : paknya pemberian fasilitas ini telah keluar dari definisi
a. sebanyak-banyaknya 50% dari jumlah nilai hasil pro- Kawasan Berikat yang sebenarnya. Peraturan Pemerintah
duksi tahun berjalan, untuk barang yang tidak memer- nomor 33 tahun 1996 menyatakan bahwa Kawasan Berikat
lukan proses lebih lanjut dan dapat berfungsi sendiri adalah suatu bangunan, tempat atau kawasan …. yang ha-
tanpa bantuan barang lainnya serta digunakan oleh silnya terutama untuk tujuan ekspor. Pemberian ijin menjual
konsumen akhir; ke DPIL mencapai 50% atau lebih dibanding total produksi,
b. sebanyak-banyaknya 60% dari jumlah nilai hasil pro- telah tidak lagi sesuai dengan definisi “terutama untuk tujuan
duksi tahun berjalan, untuk barang selain sebagaima- ekspor”.
na dimaksud dalam huruf poin 1.a.; Barangkali penjelasan umum Peraturan Pemerintah nomor
2. Pengeluaran barang ke DPIL sebanyak-banyaknya 33 tahun 1996 tentang Tempat Penimbunan Berikat (TPB)
75% dari jumlah nilai hasil produksi tahun berjalan, perlu ditelaah kembali. Persentase ijin penjualan ke DPIL perlu
diberikan khusus kepada PDKB yang hasil dikaji lagi mengingat tujuan pembentukan Kawasan Berikat
produksinya digunakan untuk mensuplai adalah untuk meningkatkan daya saing produk
perusahaan pertambangan, minyak dan
gas, serta PDKB yang bergerak di bidang
industri perminyakan dan gas, perkapalan
di dalam negeri dan industri oleochemical.

Keputusan itu membawa perubahan drastis


di Kawasan Berikat. Setidaknya ada dua hal
yang menjadikan aturan pada keputusan ini ber-

PENINGKATAN
PERSENTASE

DPIL, JUGA
ekspor Indonesia di pasaran internasional.
Peningkatan persentase penjualan ke
DPIL, juga membawa akibat yang dirasa tidak
adil oleh pelaku usaha yang tidak berstatus
KB. Walaupun penjualan ke DPIL wajib
PENJUALAN KE membayar Bea Masuk dan Pajak Dalam
Rangka Impor, namun pembayaran itu tidak
memperhitungkan pemberian fasilitas pada
beda dari keputusan-keputusan sebelumnya. MEMBAWA AKIBAT importasi barang modal dan peralatan.
Pertama, penjualan ke DPIL tidak harus didahu- Mesin-mesin produksi di KB diimpor dengan
lui dengan realisasi ekspor. Pada peraturan
YANG DIRASA fasilitas free pungutan negara. Pengusaha
sebelumnya, penjualan ke DPIL dapat dilakukan TIDAK ADIL OLEH non KB tentu menjual hasil produksinya
hanya setelah ada realisasi ekspor.
Kedua, perhitungan prsentase untuk penjual-
PELAKU USAHA dengan memperhitungkan cost berupa pajak-
pajak atas barang modal dan peralatannya.
an ke DPIL dilakukan berdasarkan pembanding- YANG TIDAK Dengan perhitungan itu pengusaha non KB
an dengan jumlah nilai hasil produksi tahun ber- bisa dipastikan akan menjual dengan harga
jalan. Pada peraturan sebelumnya, perbanding- BERSTATUS KB yang lebih tinggi dan akhirnya kalah bersaing.


an itu didasarkan pada nilai realisasi ekspor. Pengusaha non KB itu tentu saja meliputi para
Keputusan nomor 291/KMK.05/1997 meng- pengusaha yang sepenuhnya berorientasi lokal/
atur bahwa penjualan ke DPIL sebanyak-banyaknya 25% domestik baik dalam hal permodalan maupun pemasaran.
(dua puluh lima persen) dari nilai realisasi ekspor. Bila Pembandingan itu akan makin terasa bila memperhitung-
realisasi ekspor Rp 100,00 maka diperkenankan menjual kan berbagai kemudahan yang dinikmati pengusaha KB, ter-
ke DPIL Rp 25,00. Dengan contoh ini maka total produksi masuk dalam prosedur pemasukan dan pengeluaran barang.
ada- lah Rp 125,00. Dengan demikian penjualan ke DPIL Penjualan dari KB ke DPIL bisa diartikan sebagai penundaan
dibanding total produksi adalah 25/125 yaitu sama pembayaran pajak tanpa memperhitungkan bunga dan tidak
dengan 20%. ada kewajiban mempertaruhkan jaminan. Masalah akan lebih
Keputusan Menteri Keuangan nomor 547 /KMK.01/1997, komplek bila dikaitkan dengan kemudahan pemberian ijin
pengeluaran barang ke DPIL dapat dilakukan dalam jumlah : pengerjaan sub kontrak dari DPIL ke KB.
a. untuk komponen, sebanyak-banyaknya berjumlah 50% Semoga perubahan Peraturan Pemerintah mengenai Tempat
(lima puluh persen) dari nilai realisasi ekspor; dengan Penimbunaan Berikat yang sedang dalam pembahasan
perhitungan seperti paragraf di atas sama dengan 33,33% mengikuti amandemen Undang-undang Kepabeanan, bisa
dari nilai produksi. mengakomodir pendapat-pendapat di atas sehingga pemberikan
b. untuk barang lainnya, sebanyak-banyaknya berjumlah fasilitas bisa lebih efektif dan tepat sasaran.
25% (dua puluh lima persen) dari nilai realisasi ekspor Penulis adalah Widyaiswara pada Balai Diklat Keuangan III Yogyakarta
atau sama dengan 20% dari total produksi. Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan Depkeu (BPPK)

EDISI 398 JANUARI 2008 WARTA BEA CUKAI 51


KEPABEANAN INTERNASIONAL

dasi dari sub-komisi, keputusannya tetap sama, ada ke-


mungkinan komisi HS memutuskan untuk tidak membahas-
nya lagi. Keputusan untuk tidak membahasnya lagi juga
ditetapkan berdasarkan konsensus atau voting, sehingga
keputusan klasifikasi ditetapkan pada pertemuan sesi itu
juga dan tidak diagendakan untuk dibahas lagi pada
pertemuan komisi HS berikutnya.
Jadi dalam pertemuan komisi HS ini apapun bisa terja-
di sepanjang disepakati oleh negara anggota dan
dimasukkan dalam agenda untuk dibahas. Apakah akan
menetapkan klasifikasi atas produk tertentu yang masih
diragukan, atau ada permintaan dari negara anggota yang
mempunyai kepentingan terhadap keputusan klasifikasi
jenis barang tertentu berkaitan dengan kebijakan perda-
gangan negaranya, atau karena ada produk baru yang
menurut satu atau beberapa negara anggota mempunyai
kriteria khusus yang belum tercakup dalam heading atau
PERTEMUAN sub-heading dalam HS.
Pengalokasian klasifikasi baru ini bisa hanya menam-
KOMISI TEKNIS HS bah heading atau sub-heading dan menambah Kompen-

WCO
dium Pendapat Klasifikasi tanpa menambah atau mengu-
bah Catatan Bagian dan Catatan Bab atau mengubah
Catatan Penjelasan; atau bisa juga memerlukan perubah-
an Catatan Bagian atau perubahan Catatan Bab; dan se-
bagai konsekuensinya juga memerlukan perubahan
Catatan Penjelasan dan perubahan Kompendium Penda-
pat Klasifikasi.

KLASIFIKASI YANG BERKOMPETISI


Dalam pertemuan komisi HS, keputusan Klasifikasi yg sulit diputuskan oleh komisi HS dan me-
klasifikasi atas suatu jenis barang nimbulkan perdebatan yang panjang, biasanya adalah
ditentukan berdasarkan konsensus. karena berdasarkan ketentuan untuk menginterpretasi
Apabila konsensus tidak dapat dicapai dan Catatan Penjelasannya, suatu barang dapat diklasifi-
biasanya dilakukan voting. kasikan dalam beberapa heading atau sub-heading yang
berbeda dalam satu bab atau dalam bab yang berbeda,

D
tergantung pada argumentasi yang diajukan oleh masing-
alam kesempatan ini kami ingin sekedar berbagi masing perwakilan negara anggota dengan merujuk pada
pengalaman dengan pembaca Warta Bea Cukai pendapat ahli atau informasi ilmiah yang ada untuk men-
tentang salah satu pertemuan yang berlangsung dukung argumentasinya.
dalam kerangka kerja World Customs Organiza- Kemungkinan klasifikasi yang berbeda-beda atas sua-
tion (WCO), yaitu pertemuan Komisi Teknis Har- tu jenis barang ini merupakan atau disebut sebagai klasi-
monized System (HS). Pertemuan ini menjadi penting FOTO : ISTIMEWA
karena berkaitan langsung dengan kepentingan masing-
masing negara anggota, baik yang telah maju, sedang
berkembang ataupun yang kurang berkembang.
Uraian yang singkat ini diharapkan dapat memberikan
sedikit gambaran tentang bagaimana sebenarnya kegiat-
an pertemuan itu sendiri berlangsung; keterkaitan antara
keputusan dalam pertemuan ini dengan kepentingan
negara dalam perdagangan internasional; dan bagaimana
sikap kita yang seharusnya sebagai negara anggota
WCO.

KEPUTUSAN KLASIFIKASI
Dalam pertemuan komisi HS, keputusan klasifikasi
atas suatu jenis barang ditentukan berdasarkan konsen-
sus. Apabila konsensus tidak dapat dicapai biasanya
dilakukan voting. Keputusan komisi diambil berdasarkan
suara terbanyak dari hasil voting dan keputusan ini untuk
sementara berlaku, sampai diputuskan lain pada
pertemuan berikutnya apabila komisi HS memutuskan
akan membahasnya lagi (diagendakan).
Keputusan untuk membahas kembali tersebut biasa-
nya karena masih ada negara anggota yg reservasi, atau
bisa juga diputuskan untuk dibahas lebih dulu dalam
pertemuan sub-komisi review atau sub-komisi ilmu
pengetahuan (tergantung isu yang akan dibahas), karena
masih diperlukan informasi tambahan. Setelah diperoleh
informasi yang lengkap, baru dibahas kembali pada
pertemuan komisi HS berikutnya.
Akan tetapi, kalau komisi HS sepakat bahwa karena SIDANG WCO. Maryanto Danuraharjo (kiri) sebagai atase Bea dan Cukai
telah beberapa kali diagendakan dan telah ada rekomen- mewakili Indonesia dalam sidang WCO di Brussel, Belgia.

52 WARTA BEA CUKAI EDISI 398 JANUARI 2008


FOTO : ISTIMEWA
fikasi yang berkompetisi. Terhadap klasifikasi yang ber-
kompetisi ini masing-masing perwakilan negara anggota
memfokuskan argumentasinya untuk menguatkan
keputusan klasifikasi yang akan ditetapkan oleh komisi
HS sesuai dengan kepentingan negaranya terhadap kepu-
tusan klasifikasi itu.

KEPENTINGAN TERHADAP KEPUTUSAN KLASIFIKASI


Kepentingan terhadap keputusan klasifikasi ini berbe-
da-beda antara satu negara dengan negara lainnya ter-
gantung pada jenis barang apa saja yang pada umumnya
ia ekspor atau impor; kebijakan perdagangannya, yang
diaplikasikan dalam bentuk kebijakan tarif; negara mana
saja yang menjadi partner dagangnya dan bagaimana ke-
bijakan perdagangan negara partner dagangnya itu, yang
juga diaplikasikan dalam bentuk kebijakan tarif.
Apabila jenis barang itu bukan merupakan jenis
barang yang pada umumnya ia ekspor atau impor, maka
negara itu dapat dikatakan tidak mempunyai kepentingan
khusus terhadap keputusan klasifikasi yang akan
ditetapkan oleh komisi HS, karena apapun keputusannya
mempunyai konsekuensi yang tidak berbeda.
Dalam hal barang tersebut adalah barang yang pada
umumnya ia ekspor atau impor ke atau dari negara lain,
akan berbeda masalahnya. Kalau barang itu merupakan
barang yang ia ekspor ke negara lain, ia akan melihat
apakah tarif impor negara partner dagangnya menjadi le-
bih tinggi atau lebih rendah setelah keputusan klasifikasi
ditetapkan atau termasuk yang terkena ketentuan impor,
ketentuan standar atau kuota atau tidak.
Atau sebaliknya, kalau barang itu merupakan barang
yang ia impor dari negara lain, ia akan melihat apakah ta-
rif impor negaranya sendiri menjadi lebih rendah atau
lebih tinggi atau masih bisa dikenakan bea masuk barang
mewah atau tidak setelah keputusan klasifikasi itu
ditetapkan. Untuk dapat mengetahuinya, harus diketahui
jenis barang yang diekspor dan diimpor; kebijakan tarif
negaranya sendiri (yang dituangkan dalam besaran tarif
di dalam buku tarif bea masuk), dan kebijakan tarif nega- GEDUNG WCO
ra partner dagang (yang juga dituangkan dalam besaran
tarif di dalam buku tarif bea masuk) negara tersebut. reservasi atas keputusan komisi HS dan meminta agar
Sekedar contoh: grape”water’’ berdasarkan uraian ba- isu yang sama tetap diagendakan untuk dibahas kembali
rangnya dapat diklasifikasikan ke dalam bab minuman pada pertemuan berikutnya, walaupun berdasarkan hasil
dan dapat juga diklasifikan ke dalam bab obat-obatan, voting selalu kalah telak. Itu semua dilakukan semata-ma-
dengan masing-masing argumentasinya. Bagi negara ta karena komitmennya terhadap kepentingan tersebut.
pengekspor akan lebih menguntungkan apabila barang
tersebut diklasifikasikan dalam bab minuman karena akan KESIMPULAN
terhindar dari ketentuan impor bahan obat-obatan yang Pembahasan dan negosiasi dalam pertemuan komisi
biasanya cenderung lebih ketat terutama di negara maju. HS pada dasarnya tidak terlepas dari masalah
Contoh lainnya, misalnya: “outdoor unit split air condi- kepentingan negara dalam perdagangan internasional
tioner’’ bagi negara pengimpor akan lebih menguntungkan masing-masing anggota, dan kepentingan ini mencakup
jika diklasifikasikan dalam heading air conditioner agar semua negara, baik negara yang telah maju, sedang
tetap dapat dikenakan bea masuk barang mewah bukan berkembang atau kurang berkembang, sepanjang barang
dalam heading yang lain. yang akan diklasifikasikan merupakan barang yang pada
umumnya diekspor atau diimpor oleh negara tersebut.
MENENTUKAN POSISI Untuk mengetahui dimana kepentingan kita, perlu
Sekalipun negara tidak mempunyai kepentingan khusus dilakukan analisa seperti diuraikan di atas. Dalam zaman
terhadap keputusan klasifikasi yang akan ditetapkan oleh teknologi informasi sekarang ini, data yang diperlukan
komisi HS karena jenis barang yang akan ditetapkan kla- berkaitan dengan jenis barang yang pada umumnya
sifikasinya bukan termasuk barang yang pada umumnya diekspor atau diimpor dan besaran tarif bea masuk
ia ekspor atau impor, perwakilannya di komisi HS harus negara partner dagang atas jenis barang tertentu dapat
dapat menentukan posisi dalam proses negosiasi agar diakses dengan mudah melalui internet
argumentasinya bisa fokus pada apa yang menjadi (www.depdag.go.id; www.apectariff.org; www.wto.org ).
kepentingan negaranya, atau kalau dilakukan voting bisa Apabila tidak ada kepentingan khusus, perlu diputus-
menentukan pilihan yang sesuai dengan kepentingan itu. kan, berdasarkan permintaan dukungan yang diterima,
Posisi ini biasanya ditentukan oleh pemerintah berda- akan memberi dukungan kepada siapa atau negara mana
sarkan analisa seperti tersebut diatas atau berdasarkan dan kemungkinan kompensasinya, atau sebaliknya akan
keputusan dalam mekanisme memberi dan menerima du- meminta dukungan kepada siapa apabila di kemudian ha
kungan sesuai permintaan dukungan yang diterima atau ri kita memerlukan dukungan negara lain dalam memper-
disalurkan melalui nota diplomatik atau langsung antar juangkan kepentingan kita.
administrasi pabean. Untuk membela kepentingan negara- Maryanto Danuraharjo
nya, seringkali perwakilan negara anggota mengajukan Atase Bea dan Cukai Brussels Belgia Kedutaan Besar Republik Indonesia

EDISI 398 JANUARI 2008 WARTA BEA CUKAI 53


INFO PERATURAN

54 WARTA BEA CUKAI EDISI 398 JANUARI 2008


RUANG KESEHATAN

MEMPERLANCAR Anda
Anda Bertanya
Bertanya

ASI
Dokter Menjawab
Dokter Menjawab
DIASUH OLEH PARA DOKTER
DI KLINIK KANTOR PUSAT DJBC

S
aya seorang ibu (36 tahun) yang saat ini sedang - Pada waktu menyusui sebaiknya dalam keadaan lapar, tidak
menyusui anak saya yang baru berusia 40 hari. terlalu hangat dan tidak terlalu dingin, serta dalam posisi yang
Keinginan saya untuk memberikan ASI secara eks- menyenangkan.
klusif kepada anak saya sangat tinggi, namun - Bayi minum dari kedua payudara secara bergantian antara kiri
kendala ada pada diri saya, karena ASI yang keluar dan kanan. Lama menyusui pada hari-hari pertama sekitar 5 –
tidak banyak padahal berbagai jenis sayuran yang dianjurkan 10 menit tiap payudara, kemudian menjadi 15 – 20 menit.
untuk memperbanyak produksi ASI telah saya coba Untuk minum berikutnya harus mulai dari payudara yang
konsumsi. Pertanyaan saya, mengapa produksi ASI saya belum kosong. Pengosongan payudara oleh isapan mulut
sedikit sekali dok, apakah ini memang sudah bawaan saya ? bayi merupakan stimulasi utama untuk produksi ASI.
Lantas suplemen apa saja yang bias membantu saya untuk
memproduksi, ASI lebih banyak ? Beberapa hal yang mempengaruhi berkurangnya produksi
ASI :
Jawab : 1. Faktor psikologik.
ASI merupakan makanan terbaik karena telah disesuaikan Kecemasan dapat mengurangi produksi ASI bahkan dapat
oleh Sang Pencipta untuk kebutuh- FOTO : ISTIMEWA terhenti sama sekali. Banyak
an bayi kita. Karena itu sejak keha- faktor yang menimbulkan kece-
milan payudara yang mengandung masan pada ibu terutama pada
lobul-lobul (= kelenjar air susu) men- ibu yang melahirkan anak
jadi lebih banyak. Dengan bertam- pertama, bayi yang rewel, sering
bahnya usia kehamilan, kelenjar- gumoh, perasaan bahwa ASI ti-
kelenjar tersebut akan menghasilkan dak mencukupi, sakit setelah
kolostrum dan setelah kelahiran melahirkan, luka pada putting,
dapat memproduksi air susu sampai rasa tidak nyaman menyusui di
1 L/hari. tempat terbuka atau ada orang
Para ibu menyusui umumnya lain didekatnya merupakan
berpendapat bahwa kuantitas atau gangguan emosional yang dapat
jumlahnya ASI merupakan factor menghambat produksi ASI.
penentu sukses tidaknya menyusui. 2. Faktor kelelahan
Persepsi ini tidak terlalu tepat karena 3. Faktor kebersihan
selain kuantitas, kualitas ASI juga Payudara perlu dibersihkan pa-
penting. Dalam meningkatkan kuan- ling kurang sehari 1x dan kemu-
titas (jumlah) harus melalui manaje- dian dikeringkan dengan baik.
men laktasi yang di mulai sebelum Puting susu yang dibiarkan
kelahiran. Mudah-mudahan pemapar- basah akan mudah lecet. ASI
an di bawah ini dapat menjawab yang tersisa pada puting perlu
pertanyaan ibu. Sebelum kelahiran : dibersihkan untuk menjaga pu-
- Perhatikan payudara itu yang ting selalu kering perlu diberi alas
menjadi sumber makanan utama dengan saputangan atau potong-
bayi. Bila putting tertarik kedalam an kain yang dapat menyerap
perlu dilakukan traksi dengan ASI bila menetes.
alat penyedot susu setiap hari. 4. Posisi bayi waktu menyusui
Dimulai ± 3 bulan sebelum kela- Posisi mulut bayi terhadap puting
hiran. susu ibu waktu menyusui juga
- Gunakan pakaian dalam yang sangat penting untuk keberhasil-
sesuai sebelum melahirkan dan an menyusui. Posisi salah akan
pada masa menyusui. menyebabkan lecet pada puting.
- Pengobatan dini terhadap 5. Faktor lain
berbagai penyakit yang timbul. Merokok dan minum alcohol
- Gizi cukup. sebaiknya dihentikan karena da-
pat menghambat produksi ASI.
Segera setelah lahir bila kondisi
ibu dan bayi mengizinkan : Makanan untuk ibu yang menyu-
- Bayi ditempelkan ke payudara ibu untuk merangsang hormon sui harus mengandung kalori yang cukup, cairan yang banyak,
pembentukan air susu (prolaksia) vitamin dan mineral melalui buah-buahan dan sayur-sayuran.
- Bayi disusui setiap ia menginginkan (biasanya 2 jam sekali) Juga dianjurkan minum susu dan tidak boleh melakukan pantang
Hari pertama tidak perlu digeri tambahan minum karena makan apalagi untuk menjaga supaya tetap kurus. Suplemen
akan membuat bayi kenyang dan malas menetek. Akibatnya akan membantu memenuhi kebutuhan zat-zat tersebut.
rangsangan ke payudara berkurang dan produksi ASI terham- Ibu yang menyusui sebaiknya minum air ± 3 L/hari. Jumlah air
bat. Hari kedua bila produksi ASI masih belum ada dan bayi kemih yang keluar merupakan parameter yang baik untuk
rewel, tambahkan susu formula tapi tidak boleh dengan botol. menilai bahwa apa yang diminum sudah cukup atau belum.
Menghisap dari botol/dot lebih mudah dari pada menghisap Pendapat yang menyatakan susu, bir, teh ataupun makanan
dari payudara sehingga akhirnya bayi akan memilih botol. lain dapat memperbanyak produksi ASI adalah tidak benar. Yang
Akibatnya produksi ASI bias berkurang karena rangsangan pa- benar makanan yang bergizi, berkalori tinggi akan meningkatkan
da payudara berkurang dan refleks hisap bayi juga berubah. kualitas ASI. dr. Maya LLM. - Poliklinik Kantor Pusat DJBC

EDISI 398 JANUARI 2008 WARTA BEA CUKAI 55


RENUNGAN ROHANI
MAKNA-MAKNA IBADAH
HAJI DAN QURBAN
Qurban berasal dari kata qaraba, yang artinya dekat. Secara harfiah berqurban
dapat diartikan sebagai usaha untuk mendekatkan diri kepada Allah.

S
PERJALANAN KELUARGA IBRAHIM besar. Orang yang berhaji adalah tamu-tamu Allah. Sebagai tamu
aat ini kita telah memasuki bulan Dzulhijjah. Dan kita harus tahu diri, jangan melanggar aturan tuan rumah.
saudara-saudara kita telah berkumpul di Makkah al- Kedua, ibadah haji merupakan sarana untuk menunjukkan
Mukarramah menyelesaikan ibadah haji. Dalam bu- kemuliaan dan kebenaran Islam. Islam mempersilahkan umatnya
lan ini ada dua ibadah yang sangat penting dan untuk mengecek kebenaran agamanya dengan mendatangi
bernilai historis tinggi, yaitu ibadah haji dan ibadah langsung tempat yang menjadi sumber sejarah Islam, yaitu tanah
qurban. Kedua ibadah tersebut menunjukkan kesinambungan Arab. Selama ini kita mendapatkan ajaran Islam tidak dari sum-
tradisi ritual ibadah sejak jaman Ibrahim yang sering digelari bernya langsung. Kita tidak berhadapan dengan Nabi
Bapak Monoteisme hingga Nabi Penutup, Muhammad Saw, Muhammad, kita hanya mendapatkan Islam dari orang tua, guru-
pembawa ajaran Islam yang sempurna. Ibadah haji dilakukan guru, buku-buku dan ceramah-ceramah. Melalui ibadah haji kita
di kota Suci Makkah dank arena itu hanya seorang muslim bisa langsung mengecek dari sumber aslinya. Jika kita selama ini
yang telah memenuhi persyaratan tertentu yang mampu me- salat lima waktu, lihatlah bagaimana praktek salat di Masjid Na-
lakukannya. Sedangkan ibadah qurban bisa dilakukan dima- bawi dan Masjidil Haram, apakah sama atau tidak. Khatib menda-
na saja kita berada. pati di Indonesia ini ada orang yang meyakini bahwa salat itu
Ibadah haji dan ibadah qurban yang merupakan satu ben- cukup dengan tiga waktu saja, sebagaimana dikembangkan oleh
tuk napak tilas perjalanan FOTO : ISTIMEWA salah satu yayasan yang
kehidupan Nabi Ibrahim a.s bermarkas di bilangan Jakarta
beserta keluarganya. Keluar- Selatan. Jika melihat ke sana
ga Ibrahim merupakan dan memeriksa leaflet yang
keluarga teladan bagi seluruh diterbitkan oleh aliran tersebut
muslimin dan muslimat didalamnya termuat ajaran-
dikarenakan ketakwaan dan ajaran yang tidak sesuai de-
kepasrahannya yang tinggi ngan ajaran Islam yang sela-
kepada Tuhan Yang Maha ma ini kita praktekkan. Ajaran
Esa. Dua putera beliau, Is- tersebut tentu ketika
mail dan Ishaq, adalah dibandingkan dengan yang
orang-orang yang saleh se- ada di Masjidil Haram akan
hingga Allah berkenan meng- bertolak dengan sendirinya.
angkat keduanya sebagai Kita pun bisa melakukan ricek
nabi dan rasul. atas hal yang lain. Misalnya
Dari keduanya lahirlah dalam sejarah kita baca ada
keturunan-keturunan yang perang Uhud dan perang Ba-
menjadi nenek moyang bagi dar. Kita buktikan apakah
dua bangsa besar dunia, bukit Uhud dan bukit Badar itu
Arab dan Yahudi. Sedangkan ada atau tidak. Begitu juga
istri beliau, Siti Hajar dan Siti tempat-tempat bersejarah
Farah adalah dua srikandi yang lain, dapat kita cocokkan
agung yang selalu dapat di- antara yang kita dengar dan
jadikan teladan bagi wanita- baca dengan kenyataann.
wanita Islam sepanjang Ajaran Islam bukan seke-
jaman. Siapapun dan dima- dar dongeng atau cerita yang
napun kita, kalau perilaku menjadi santapan menjelang
kita baik dan telah menyum- tidur. Ia bukan sekadar peng-
bangkan sesuatu yang ber- hibur dikala senggang dan
arti bagi sejarah manusia, pasti da- pat dijadikan teladan dan cukup berhenti sampai disitu. Ajaran Islam adalah ajaran yang di-
akan dikenang sepanjang masa. namis. Al-Quran sendiri mempersilahkan umatnya untuk selalu
berijtihad, menggali dengan sungguh-sungguh ajaran-ajaran Is-
IBADAH HAJI lam dari sumber utamanya al-Quran dan hadist serta tradisi Nabi
Ibadah haji memiliki banyak nilai yang sangat bermakna untuk dan sahabat. Al-Quran menantang siapa saja untuk membuktikan
kita jadikan renungan. Pertama, ibadah haji merupakan rukun kebenaran ajaran yang dikandungnya.
Islam yang kelima, oleh karena itu ia menjadi penyempurna keis- Ketiga, ibadah haji mengajarkan kepada kita makna jihad,
laman seseorang. Namun tidak semua orang dapat melaksana- terutama jihad bil amwal, (jihad dengan harta). Orang-orang yang
kan ibadah haji, karena ibadah haji hanya dapat dilakukan oleh pergi berhaji menghabiskan dana yang besar. Itu semua harus
orang yang mampu melaksanakannya. Ibadah haji membutuhkan diikhlaskan sebagai pengorbanan dalam berjihad. Dr Abdullan
kesiapan materiil maupu mental, dana/ harta benda maupun ke- Nashih Ulwan menggolongkan jihad menjadi lima macam, yaitu
sehatan. Dalam melaksanakan ibadah haji pertama-tama kita ha- 1) Jihad bil amwal (jihad dengan harta), 2) Jihad bit-tarbiyah (jihad
rus memiliki niat yang teguh hanya mengharap keridhaan Allah. melalui pendidikan), 3) Jihad bit-tabligh (jihad melalui lisan
Jangan niat itu bergeser ke kanan ke kiri, apalagi hanya untuk dengan ceramah atau khotbah), 4) jihad bis-siyasah (jihad melalui
mencapai prestise tertentu di mata orang-orang. Hal itu akan mem- politik), 5) jihad bil harb (jihad dengan perang melawan orang ka-
buat ibadah yang kita lakukan menjadi tidak bernilai. Luntur fir). Jihad harta dikategorikan sebagai yang pertama karena jihad
segala pahala yang kita harapkan dengan susah payah dan biaya ini relative paling mudah dilakukan tetapi juga sangat menentu-

56 WARTA BEA CUKAI EDISI 398 JANUARI 2008


Iklan
WBC/ATS

Keluarga
Mulai edisi Juni 2007, Majalah Warta Bea Cukai
menyediakan halaman untuk mempublikasikan
Iklan Keluarga khusus bagi keluarga besar,
kerabat atau pensiunan pegawai DJBC di
seluruh Indonesia tentang :

u PERNIKAHAN
u KELAHIRAN ANAK
u UCAPAN TERIMA KASIH
kan terlaksananya jihad-jihad berikutnya. Ini juga permasalahan u UCAPAN DUKA CITA
besar yang menimpa kebanyakan kaum muslimin saat ini. Secara u INFORMASI LAINNYA
ekonomi Negara-negara muslim berada dalam control barat.
Banyak negara muslim yang memiliki ketergantungan besar ke-
pada negara barat dengan memiliki utang yang besar. Dengan memasang iklan keluarga di majalah
Warta Bea Cukai ini, apapun informasi anda
IBADAH QURBAN tentang keluarga bisa sampai kepada kerabat
Ibadah qurban juga merupakan napak tilas perjalanan anda, dengan harga yang cukup terjangkau
Nabi Ibrahim a.s. Pada mulanya beliau diperintah oleh Allah seperta tabel berikut :
untuk menyembelih anak semata wayang yang sangat
dikasihinya, yaitu Ismail. Sebelum itu Ibrahim sudah terbiasa UKURAN HARGA
melakukan ibadah qurban ratusan sapi dan kambing. Tetapi
Allah ingin menguji keimanan dan keteguhan Ibrahim dalam Halaman Cm Hitam/Putih Berwarna
memegang agama Allah, apakah dia berani atau tidak me-
ngorbankan sesuatu yang paling dicintainya. Setelah Ibrahim 1 21x28 2.000.000 3.000.000
merasa yakin bahwa itu merupakan perintah Allah, ia merun- 1/2 14x21 1.000.000 1.500.000
dingkan hal itu dengan Ismail. Ini merupa kan satu contoh
betapa demokratisnya kehidupan keluarga Ibrahim. Dam 1/4 10x14 500.000 750.000
ternyata jawaban Ismail sangat membahagiakan ayahnya. Ia 1/8 7x10 300.000 500.000
berani disembelih demi melaksanakan perintah Tuhan.
Bagi kebanyakan kita, ibadah qurban bukanlah sesuatu yang
sangat berat. Satu ekor kambing dinilai dengan satu jiwa,s atu
ekor sapi dinilai dengan tujuh jiwa. Tetapi bagi orang yang peng-
hasilannya milyaran, rasanya sangat lucu kalau hanya berqurban
satu ekor kambing. Sepantasnya ia berqurban sepuluh ekor sapi 1/2 Halaman
atau lebih, biar para fakir miskin tidak hanya menerima setengah 14 x 21
kilo daging, itu pun kebanyakan tulang. Biar sekali-kali fakir miskin
menerima daging qurban lima kilo. Ini untuk keseimbangan gizi
mereka yang selama ini terlalu banyak mengkonsumsi zat-zat
nabati. Sementara orang-orang kaya mungkin tidak dapat 1 Halaman
memakan daging bukan karena tak mampu beli, melainkan 21 x 28
1/8
karena punya penyakit, larangan dokter dan sebagainya. Halaman
Tentang qurban ini Rasulullah bersabda : “Barang siapa diberi 1/4 7 x 10
keleluasaan rizki oleh Allah tetapi dia tak mau berkorban, maka Halaman
orang itu jangan mendekati tempat salat kami.” Ini menunjukkan 10 x 14
betapa tidak sukanya Rasul kepada orang-orang yang tidak mau
berkorban.
Qurban berasal dari kata qaraba, yang artinya dekat. Se-
cara harfiah berqurban dapat diartikan sebagai usaha untuk
mendekatkan diri kepada Allah. Ingatlah bahwa bukan darah
dan daging itu yang akan sangat sampai kepada Allah, mela- Materi iklan disediakan dan diserahkan pemasang paling lambat
inkan ketakwaan kita. Oleh karena itu dalam berqurban kita tanggal 15 untuk penerbitan bulan berikutnya ke alamat redaksi
harus selalu ikhlas. Jangan menyebut-nyebut pemberian yang dan pembayaran bisa ditransfer ke rekening Warta Bea Cukai
kita lakukan. Jangan pamer dan riya agar mendapat pujian sesuai pada kolom redaksi.
dari sesame manusia. Semuanya harus kita kembalikan ke-
pada Allah karena Dialah yang akan membalas segala amal Informasi hubungi :
ibadah kita, bukan manusia. Drs. H. Muhaimin RD. Titian Dakwah Wirda, telp (021) 47865608, 47860504 fax (021) 4892353

EDISI 398 JANUARI 2008 WARTA BEA CUKAI 57


RUANG INTERAKSI

Oleh: Ratna Sugeng

TAHUN BARU
HARAPAN BARU, VISI BARU
Tahun baru merupakan tahun yang AGUSTINUS SOLLU, 40 tahun, Polisi
disambut dengan optimisme Baginya hidup bagai air yang
yang tinggi bagi banyak orang, dan mengalir, tak pernah ada perenca-
pesimisme bagi orang tertentu. naan khusus dalam hidupnya.
Akademi Kepolisian ditapakinya

P
untuk dapat menjadi abdi Negara
ergantian tahun, memang pergantian kalender, yang dibidang keamanan. Pada perja-
dapat diartikan sebagai pergantian buku lembaran lanan karirnya ia beberapa kali
hidup. Pertanggungan jawab buku tahun lalu segera memperoleh kesempatan berdia-
dilaporkan, dan rencana tindak yang telah disusun log dengan seniornya, salah satu-
pada akhir tahun mulai direalisasikan dengan berba- nya adalah bapak S yang menga-
gai strategi yang telah disusun dalam pikiran. Kita coba ber- jarkan ia bekerja dengan penuh
tanya pada beberapa orang tentang apa yang mereka harap- semangat sesuai keterampilannya
kan dalam tahun 2008. tanpa harus meniru dan terpenga-
ruh besar pada ukuran materi
SRI SURYAWATI, PhD, 53 tahun, konsultan pada sejawatnya. Ibunya sendiri yang
United Nation hidup di Sulawesi Tengah membe-
Ia nenek dari satu cucu. Kiprah- kalinya dengan falsafah: “Jangan terburu-buru ingin kaya.
nya di dunia internasional membu- Menjadi kaya ada waktunya”. Tahun 2008 merupakan
at ia pelanggan tetap pesawat harapan untuk memperoleh kesempatan mendapatkan
terbang ke seluruh pelosok dunia. tugas belajar pada Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian dan
Pada pertemuan kami di atas terkendalinya masalah penyalahgunaan narkoba.
pesawat KLM Amsterdam-Jakarta,
di kelas bisnis yang tempat DIAH SETIA UTAMI, Psikiater, Magister dalam ilmu
duduknya didisain 8 tempat duduk manajemen rumah sakit
di sisi kanan dan 8 di sisi kiri serta Tahun 2008 membawa angin
dua tempat duduk di tengah segar untuk perkembangan pera-
bagian belakang, merupakan watan mereka yang mempunyai
gambaran kereta kuda keraton kaitan dengan penggunaan
dengan 8 kuda di masing-masing narkotika. Obat-obatan subsitusi
sisinya dan putri serta pangeran telah terbukti efektif menjaga
mengemudikannya di tengah mereka untuk stabil dan dapat
belakang. Ide cemerlang, dan berkarya pada bidang aktivitas
saya setuju, karena kami berdua masing-masing. Bagi mereka yang
kemudian duduk dibangku putri raja. Suatu tanggapan menyimpan HIV dalam tubuhnya,
positif atas kondisi kelas bisnis yang pada waktu itu terapi anti retroviral menolong
berpenumpang hanya dua perempuan dan selebihnya untuk mempertahankan kesehatan
laki-laki. Kebanyakan penumpang bisnis saat itu adalah jika berdisiplin dalam monitor yang
pekerja profesional dan konsultan. baik pemakaiannya. Ia optimis
Ia berharap di tahun 2008 lebih banyak orang Indone- banyak pengguna napza suntik
sia (dan perempuan Indonesia) maju berkiprah di dunia dengan HIV terangkat kesehatan-
internasional agar wawasan luas serta keterampilan nya sehingga mampu berdharma bakti pada keluarga,
mensejahterakan bangsa dapat sama-sama diraih guna lingkungan dan masyarakatnya.
mengangkat martabat bangsa Indonesia. Kami kemudian
berdiskusi untuk memprovokasi kawan-kawan agar mau SHELLY, 30 tahun, Dokter-akupunkturist, ahli
meletakkan kakinya dalam kancah internasional. Ibu biomedik, Dosen FK UNPAD
Suryawati punya web sendiri yang unik, isinya dari Ia seorang yang energik, dengan banyak minat. Bergaul
masalah ilmiah bidangnya, sampai resep makanan yang dengannya membuat hidup lebih berwarna karena
’aneh’ dan pantas dicoba. Ternyata yang banyak diakses banyaknya bidang yang digelutinya. Tahun 2008 ia berharap
publik bukan materi ilmiah namun resep masakan. menambah point dalam hidupnya dengan menempuh ilmu

58 WARTA BEA CUKAI EDISI 398 JANUARI 2008


adiksi di Belanda, jika beasiswa yang dan kini sedang diajukannya. Menu-
diajukan sejak setahun lalu disetujui. rutnya banyak dari masyarakat
Di Bandung ia aktif mengajar kita yang punya keterampilan, na-
sebagai dosen di FK UNPAD, belajar mun sulit ’menjual’ keterampilan-
mendalami ilmu kedokteran nya. Ilmu menjual nampaknya
akupunktur serta mempraktekannya, perlu dipelajari dan diterapkan. Ia
masih sempat ia melirik masalah telah menjelajahi sebagian benua
narkoba dan HIV. Ia berharap banyak di dunia dan mencatat bagian-ba-
pada kawula muda untuk bergiat gian kecil yang ia mungkin dapat
dalam banyak bidang yang diminati, raih. Seni menari dan bermusik
hendaklah aggresivitas disalurkan ikut digelutinya agar ia bisa santai
dalam peminatan yang membuahkan setelah serius melihat deretan
keuntungan bagi banyak pihak angka. Olahraga dengan memain-
seperti mengedukasi pergaulan kan bola kecil di lapangan tenis
muda untuk aggresivitas dalam ilmu atau golf menarik perhatiannya.
dan keterampilan pengetahuan. Barangkali ini juga membuat
wacana para geng motor untuk berhaluan ilmiah dalam hobi KUSUMOWARDHONO, 50 tahun, Magister Hukum,
bermotornya, semisal memahami seluk beluk mesin motor mengurus aspek legal dari SPRINT Sucofindo
dan perangkatnya, wisata motor sekitar wilayahnya, berlalu Dalam tahun mendatang berha-
lintas sesuai etika berlalu lintas. rap banyak institusi menerapkan ISO
yang menunjukkan tingginya kualitas
ANNE, 56 tahun, Pekerja Okupasi Rehabilitasi Medik, dari institusi dimaksud untuk dapat
Tasmania mempunyai nilai ’jual’. Keterjagaan
Mempunyai masalah fisik mem- lingkungan dalam keserasian hidup
buat keterbatasan dalam melaku- perlu mempertimbangkan dampak
kan aktivitas. Dengan kerjasama keberadaannya atas lingkungan, mi-
yang makin baik antara dokter salnya apakah jalur busway di Pon-
(terbanyak dokter bedah syaraf, dok Indah sudah mempertimbang-
dokter syaraf) dan fisioterapi ser- kan AMDAL (berita Open House
ta terapi fisik lainnya ternyata Republik Mimpi November 2007).
keterbatasan fisik dapat diminima-
lisasi. Ia berharap tahun 2008 SYORS KESPO, 28 tahun, pegawai Bea Cukai Jayapura
membawa pencerahan kepada se- Orangnya cukup aktif dalam
mua pekerja kesehatan dalam mengikuti pelatihan dunia kerja
bidang ini, dan dapat ditingkatkan tentang alkohol di Jayapura. Dalam
agar tercapai pemulihan fisik yang perbincangan dikemukakannya
optimal. Harapan lainnya adalah harapan putra Papua untuk maju
agar para remaja dapat memilih menempuh pendidikan, jauh dari
berbagai aktiivitas yang mabuk-mabukan dan teguh meng-
mendorongkan dirinya ke arah pencapaian cita-cita dalam hadapi tantangan. Ia juga berminat
ilmu dan terapan sehingga hidup mereka mandiri. mendalami ilmu bidang kerja
kepabeanan dan cukai, menimba
WIJANARKA, 40 tahun, Sarjana Ekonomi, bekerja pengalaman di wilayah negeri ini
pada SPRINT Sucofindo dan pada saatnya dapat memim-
Ia betah tinggal di lingkungan as- pin kelompok profesi bidangnya.
ri di selatan Jakarta, melebur dalam
budaya Betawi. Ia menggambarkan JULIA PASTINA, 40 tahun, Polisi, Hobart – Tasmania
kehidupan sentuhan budaya Betawi Ia menggambarkan kegiatan yang
dan modernisasi dapat berjalan se- positif bagi remaja Australia, mendo-
tara mengisi pribadi anak-anaknya. rong mereka untuk menjauhi keterli-
Agar mereka mempunyai dasar buda- batan mereka dalam aktivitas kena-
ya dan agama yang kuat dan menem- kalan yang menuju ke arah tergang-
puh kehidupan modern yang berkom- gunya keamanan masyarakat. Bagi
pe- tisi dengan cerah dan sportif. kebanyakan mereka yang muda
Baginya harapan berkompetisi seca- usia, harapan untuk menjadi
ra sportif sangat penting agar langsing, bebas dari rokok dan alko-
kecurangan yang banyak diamati hol merupakan incaran. Seperti
sekarang ini dapat makin mereduksi. kebanyakan mereka ketika mengu-
capkan wishes pada perayaan Ta-
SATWIKA, 21 tahun, Asisten pada dosen ekonometri, hun Baru, ketiga hal tersebut banyak
FE-UGM disebutkan. Buktinya akan kita lihat
Ia giat dalam perhimpunan mahasiswa jurusannya pa- selama perjalanan tahun berjalan.
da tahun lalu, kini mencoba menekuni angka yang merep-
resentasikan suasana kemampuan penduduk Indonesia Nada optimis telah penulis temukan dari banyak individu
dalam bidang menolong diri di sisi ekonomi. Pekerjaan yang dapat dituangkan disini. Mereka mewakili generasinya,
yang baru ditekuninya bersama sekumpulan anak muda adalah pembakar semangat kita untuk melihat bahwa
yang energik, menelusuri setiap data dan fakta dari se- matahari tahun baru membawa kecerahan dalam menyiasati
antero nusantara dan cakrawala lainnya. Dengan pekerja- perjalanan kemajuan kehidupan. Sukses kita ciptakan sendiri,
an baru ini ia menimba banyak hal seperti, memilih data dan bukan hadiah yang disodorkan kawan. Selamat menem-
akurat, menyusunnya dan menuliskannya dalam narasi puh tahun 2008. Sukses bersama kita semua.
sehingga membuat orang lebih mudah membacanya. Ia Ratna Sugeng adalah seorang Psikiater,
berharap ia dapat menempuh perjalanan ilmu lanjutan pertanyaan ataupun konsultasi bisa melalui ardiawika@yahoo.com

EDISI 398 JANUARI 2008 WARTA BEA CUKAI 59


P R O F I L
Hengky TP Aritonang, SE, MM.
KEPALA SEKSI PENINDAKAN II KPU BEA DAN CUKAI TIPE A TANJUNG PRIOK

“ADA TANTANGAN TERSENDIRI


DISETIAP PENEMPATAN TUGAS”
Mendapat kepercayaan sebagai Kepala BELAJAR DISIPLIN SEJAK KECIL
Seksi Penindakan II di Kantor Pelayanan Untuk orang muda seusianya, Hengky sudah terbiasa disiplin,
Utama (KPU) Bea dan Cukai Tipe A hidup teratur, rapih dan belajar menghargai waktu . Itu bisa ter-
Tanjung Priok, menurutnya, selain cermin dari suasana ruang kerjanya yang meski sederhana dan
tidak luas tetapi bisa ia buat sedemikian rapih dan apik, yang cu-
merupakan tantangan juga anugerah kup membuat betah untuk berlama-lama di ruangannya. Tentu-
buat dirinya. Karena di usia yang relatif nya kebiasaan hidup teratur dan rapih tersebut itu dimilikinya tidak
masih muda, lajang berusia 31 tahun ini dalam waktu singkat. Ia sudah mendapatkan didikan disiplin sejak
diberi amanat pada bidangnya yang saat kecil dari orang tuanya yang berprofesi sebagai tentara.
ini membutuhkan ide dan kreativitas “Pertama kali orang tua saya menekankan disipilin pada
untuk menciptakan pola-pola anak-anaknya mengenai kebersihan, itu yang jadi nomor sa-
tu, makanya sampai sekarang menurun ke saya, penampilan
pengawasan yang efektif sebagai upaya maupun ruangan tempat saya tinggal atau bekerja inginnya
mensiasati terbatasnya jumlah personil. resik, apik dan dan tertata,” imbuh Hengky.

S
Sulung dari lima bersaudara pasangan H. Aritonang dan
ebagai pimpinan, Hengky selalu menekankan kepa- L Simorangkir kelahiran Palembang, 8 Juli 1976 yang berna-
da personilnya, agar tetap semangat dan tidak ma lengkap Hengky Tomuan Parlindungan Aritonang, rupa-
menyerah dengan berbagai keterbatasan terutama nya sudah terbiasa berpindah-pindah kota untuk mengikuti
jumlah sumber daya manusia pada Seksi yang tugas sang ayah. Pada usia tiga tahun setelah lama tinggal di
dipimpinnya. “Saya tekankan pada anggota untuk Palembang (Sumatera Selatan) keluarga ini pindah ke Beng-
tidak menyerah dan pesimis melihat kondisi ini. Saya dua ta- kulu. Saat duduk di bangku SD kelas tiga ia pun berpindah
hun yang lalu tugasnya sama seperti mereka, ya patroli, lagi ke Kupang (NTT), Malang (Jawa Timur) dan kemudian ke
dinas malam dan sekarang bisa seperti sekarang ini. Itu yang Jakarta, dan di kota inilah ia melanjutkan pendidikan SMP,
saya sampaikan sebagai penyemangat teman-teman pelak- SMA hingga menamatkan kuliahnya.
sana di lapangan.” Cara orang tua Hengky mendidik anak-anaknya dengan
Dengan berubahnya Kantor Wilayah Bea dan Cukai Jakarta disiplin dan harus memiliki tanggung jawab memang tidak sia-
(Tanjung Priok) menjadi Kantor Pelayanan Utama (KPU) Bea sia. Kedua orang tuanya kini sudah bisa memetik hasilnya.
dan Cukai Tipe A Tanjung Priok, tentunya Hengky harus mengikuti Kelima anak mereka kini sudah bisa dikatakan sukses dibidang
irama kerja sesuai dengan program KPU yaitu, memberikan karirnya masing-masing. Karir Hengky di Bea dan Cukai bisa
pelayanan prima kepada masyarakat. Dan menurutnya lagi, KPU dikatakan sudah cukup baik diusia yang terbilang muda dengan
merupakan pertaruhan bagi instansi Bea dan Cukai beserta menjadi pejabat eselon IV. Adiknya yang nomor dua Lenny
jajarannya untuk merubah paradigma Bea dan Cukai yang bersih Aritonang bekerja di Bank Indonesia. Yang ketiga, Lastri Greta
dan bebas dari KKN. Aritonang, bekerja disalah satu bank swasta nasional,
“Obsesi saya pribadi saat ini dan menjadi obsesi jajaran di sedangkan adiknya yang nomor empat, Lilis Aritonang sedang
KPU mulai dari pimpinan sampai level yang terbawah adalah menempuh kuliah S2 di Universitas Indonesia (UI). Si bungsu,
ingin mensukseskan KPU. Kalau KPU ini gagal berarti kita semua Harry Aritonang baru saja lulus dari Akademi Kepolisian dan mulai
yang ada di KPU juga dinilai tidak berhasil. itu seperti yang berkarir sebagai seorang polisi.
disampaikan Dirjen Bea dan Cukai, Anwar Suprijadi dalam suatu Lulus dari SMA 39 Cijantung Jakarta Timur tahun 1994,
pengarahan khusus kepada para pegawai yang lulus seleksi Hengky kemudian mengikuti test di STAN mengambil jurusan
KPU,” ujar Hengky. Bea dan Cukai. Melihat latar belakang ayahnya yang salah satu
Ketika ditanya, prinsip kerja yang diterapkan dalam memim- petinggi militer di Angkatan Darat ketika itu sebenarnya bisa saja
pin anak buah, diungkapkannya, bahwa pada dasarnya ia orang ia masuk Akabri atau pun Akademi Kepolisian dengan
yang sangat terbuka dan tidak terlalu menyukai hal yang sifatnya menggunakan referensi atas nama ayahnya, Namun ia bukanlah
formal. Hengky menganggap anak buah sebagai rekan kerja, tipe orang yang suka memanfaatkan situasi dan fasilitas yang
bisa jadi hal itu terjadi karena beda usia antara dirinya dengan re- dimiliki orang tua yang terakhir menjabat sebagai Kepala Biro
kan-rekan kerja di lingkungannya tidak terpaut jauh. Keamanan Presiden, di Sekretariat Militer.
Di setiap bidang baru yang dilakoninya, Hengky selalu mera- Mengenal Bea dan Cukai pun ia ketahui dari salah seorang
sa yakin ada rekan atau personilnya yang lebih ahli disuatu saudaranya yang kebetulan bekerja di Departemen Keuangan.
bidang tertentu. Karena itu ia tidak pernah merasa sungkan me- Saudaranya ini menceritakan kepada orang tua Hengky. Dari
minta pendapat pada mereka terlebih dahulu jika menemui suatu cerita itu, ayahnya menyuruh Hengky mencoba mengikuti test di
kendala, misalnya untuk masalah pembongkaran atau masalah STAN Prodip bahkan jurusan Bea dan Cukai juga atas saran
narkoba, Hengky akan bertanya pada siapa saja dari personilnya ayahnya. Ternyata setelah tes, Hengky dinyatakan lulus. Waktu
yang ahli di bidang itu. itu ia juga mencoba mengikuti tes UMPTN dan PLP Curug untuk
Itu semua dilakukannya karena ia sadar sebagai manusia menjadi pilot dan kesemuanya lulus, hanya saja untuk
pasti memiliki kemampuan yang terbatas. Baginya, bukan pendidikan di PLP Curug tidak diambilnya, karena ia lebih
berarti pimpinan pasti lebih pintar dari anak buah, melainkan memilih ke Prodip Bea dan Cukai.
ia merasa setiap personilnya memiliki keahlian di bidangnya “Ketika itu alasan saya mungkin karena dinamika pekerjaan
masing-masing dan dalam hal ini tugas pimpinan adalah me- saja, kalau misalnya saya masuk ke (sekolah) Pilot, sampai saya
manage semua keahlian mereka untuk kemudian digabungkan. pensiun hanya menerbangkan pesawat saja dan paling tinggi

60 WARTA BEA CUKAI EDISI 398 JANUARI 2008


EDISI 398 JANUARI 2008 WARTA BEA CUKAI 61
P R O F I L
FOTO-FOTO : DOK. PRIBADI
Mengenai tempat tugas yang sangat berkesan baginya, Heng-
ky langsung menceritakan ketika bertugas di KPBC Soekarno-
Hatta.”Sebenarnya pengalaman yang paling berkesan adalah
saat saya dipromosikan sebagai Korlak Intelijen P2 Soekarno-
Hatta, suatu posisi yang sangat menantang,” ujar pegawai yang
pernah mengikuti diklat intelijen dan beberapa seminar HAKI di
Bangkok dan Los Angeles.
Menurutnya, dibanding dengan kantor-kantor lain, KPBC Soe-
karno-Hatta mungkin yang paling unik. Sebab, KPBC Soekarno
Hatta bisa jadi merupakan satu-satunya kantor yang memiliki
target utama pemberantasan narkoba yang mungkin bidang P2 di
kantor lain tidak fokus sekali masalah itu, dibandingkan dengan
Tanjung Priok yang lebih fokus pada penerimaan negara.
Bisa dikatakan tugas bidang P2 di SH menjalankan setengah-
nya tugas polisi. Hengky yang ketika itu menjabat sebagai Korlak
Intelijen, sebelumnya tidak pernah berkecimpung di masalah
narkotika. Sebagai orang baru untuk masalah narkotika, ia
memiliki teman-teman yang bertugas di lapangan yang memiliki
keahlian dan pengalaman sangat baik. Jadi untuk me-manage
KELUARGA. Hengky bersama orang tua dan keempat adiknya.. mereka, Hengky tidak terlalu mengalami kesulitan, namun begitu
Hengky terus berupaya keras untuk mengetahui lebih dalam me-
pangkat kapten, tidak bisa jadi mayor sedangkan kalau bekerja di ngenai seluk-beluk penyelundupan narkotika, baik yang ia per-
Bea dan Cukai pengembangan karirnya lebih bagus, disamping oleh dari literatur maupun yang didapatnya dari berbagai diklat.
itu juga bisa lebih berperan untuk masyarakat dan ekonomi di- “Kita mulai bekerjasama dengan BNN, Polda, Bareskim dari
bandingkan misalnya pilot, dia hanya bertanggung jawab terhadap Mabes. Kita juga ada Satgas Airport Interdiction, kesemuanya itu
pesawat dan penumpangnya,” demikian alasan Hengky ketika itu untuk fokus ke narkoba,” tandas pegawai berpangkat III/ b ini.
tanpa mengecilkan peran dan tanggung jawab seorang pilot. Selama bertugas di KPBC Soekarno-Hatta, ada dua kasus
narkoba yang membuatnya meraih penghargaan dari DJBC dan
KARIR DI BEA DAN CUKAI Kepolisian. Yaitu ketika menegah erimin 5 yang jumlahnya seki-
Selesai mengikuti pendidikan di STAN, Hengky pun lulus dari tar 40 ribu butir, juga pada saat berhasil menegah lebih dari 4,5
Prodip Bea dan Cukai pada tahun 1997. Penempatan pertama- kg shabu-shabu, dimana dalam proses pengembangan untuk men-
nya di Kantor Pusat (KP) Direktorat Jenderal Bea dan Cukai jebak bandar shabu-shabu itu bekerjasama dengan kepolisian.
(DJBC) pada Direktorat Perencanaan dan Penerimaan sebagai “Pengalaman melakukan penegahan mungkin tidak saya
pelaksana pada Bagian Penyuluhan. Di tempat ini Hengky memi- dapatkan di kantor lain dan itu sangat mendebarkan karena
liki kesempatan melanjutkan pendidikan S1 di UI yang diselesai- berurusan dengan mafia narkoba yang kita tidak tahu siapa
kannya selama dua tahun. Tak lama kemudian melanjutkan S2 orangnya,” ujar Hengky.
juga di UI dengan gelar Magister Management yang ia raih tahun Kisah itu terjadi dua tahun yang lalu di awal tahun 2006.
2005. Selama mengikuti pendidikan S2, Hengky pun pindah tu- Aparat bea cukai KPBC Soekarno-Hatta bekerjasama dengan
gas sebagai pelaksana di KPBC Tanjung Priok III, sampai dengan polisi guna mengungkap temuan barang dari hasil screening
tahun 2005, yang kemudian diikuti dengan promosi sebagai yang dilakukan aparat bea cukai di Bandara Soekarno-Hatta
Koordinator Pelaksana Intelijen di KPBC Tipe A Soekarno-Hatta, terhadap 4,5 kg shabu-shabu yang dikirim melalui jasa
Cengkareng sampai dengan tahun 2007. Karirnya pun semakin pengiriman barang DHL.
melesat setelah selanjutnya dipromosikan sebagai eselon IV Setelah informasi terkumpul selanjutnya dilakukan control de-
dengan jabatan sebagai Kepala Kantor di KPBC Tipe B Nabire livery di suatu lokasi di daerah Kelapa Gading. “Kita menyamar
yang dijabat hanya dua bulan, karena pada Juli 2007 ia dan menyebar sebagai petugas pengirim barang dari DHL,
ditempatkan di KPU Bea dan Cukai Tipe A Tanjung Priok dengan anggota disuruh pakaian DHL berpura-pura mengantar paket.
jabatan sebagai Kepala Seksi Penindakan II sampai sekarang. Saya yang waktu itu menjadi komandan di lini-1 bersama
Ketika ditanya bagaimana kesannya yang hanya menja- polisi, jadi saya tidak menyamar. Sedangkan yang menyamar dan
bat dua bulan sebagai kepala kantor di Nabire, ia pun menga- mengantar barang adalah teman-teman di lini-2,” ujar Hengky
ku awalnya tidak terbayang kondisi Nabire, tetapi bagaimana- yang menurutnya untuk pengembangan kasus ini bersama
pun juga tugas harus tetap dijalankan. dengan kepolisian membutuhkan waktu selama satu minggu.
“Yang pasti, begitu mendengar nama Nabire saya langsung Setelah jelas alamat penerima barang yang dituju, lalu dibe-
cari peta, dan sudah terpikir dibenak
saya setibanya disana saya akan
mencari rumah dinas dan gedung
kantor. Kemudian saya mulai
mensetting kantor, anggota dan pola
kerja, dengan melakukan
perombakan-perombakan. Ternyata
dua bulan disana saya belum bisa
berbuat banyak karena kantor dan
personilnya belum ada yang ada baru
kepala kantornya dan masih dalam
tahap koordinasi. Karena Nabire
belum efektif maka persiapan masih
dilakukan Kanwil Ambon. Kita disana
baru ancang-ancang untuk persiapan
anggaran dan segala macamnya,
saya malah sudah keburu ke KPU.
Sekarang tinggal penerus saya yang
melanjutkan,” ujar lulusan STAN KERJA KERAS DAN BERTANGGUNG JAWAB, PADA SUATU KEGIATAN press release mengenai tegahan
Prodip III Bea dan Cukai angkatan X. merupakan motto hidup yang dipegang Hengky. replika senjata api di KPU Bea dan Cukai, Tanjung Priok.

62 WARTA BEA CUKAI EDISI 398 JANUARI 2008


FOTO-FOTO : DOK. PRIBADI
kuklah si penerima barang tersebut, mes- saya benar-benar tertantang dan tidak
ki sebelumnya sempat terjadi insiden sa- akan saya lupakan sampai sekarang “
at istri si pelaku coba menghalang- kenang Hengky
halangi petugas dengan aksi coba bunuh
diri, namun si pelaku lanjut Hengky bisa MENJADIKAN KENDALA SEBAGAI
dibekuk setelah menggeledah rumahnya. PELUANG
“Saya lihat istri bersama bayinya mau Sebelum Bea dan Cukai Tanjung
bunuh diri tetapi itu urung karena diaman- Priok Di KPU-kan, jumlah personil yang
kan petugas. Sempat juga saya memba- ada dibidang P2 hampir sekitar 400 orang
tin dalam diri bahwa ini bukan kerjaannya untuk KPBC Tanjung Priok 1,II, III dan
bea cukai, tetapi karena dilibatkan juga Kanwil. Tetapi kini setelah dilebur menjadi
bersama polisi, saya pun harus jalankan satu jumlahnya hanya sekitar 120 orang .
tugas itu.” Dan pada Seksi Penindakan II yang
Operasi tersebut dilanjutkan pada ma- jumlah personil sebelumnya bisa menca-
lam harinya, dimana Hengky terjun lang- pai 70-80 orang, saat ini hanya 30 orang
sung bersama satuan tim dari kepolisian saja dengan tugas yang bisa dikatakan
yang hendak menjebak big boss (Bandar) sama, tidak ada bedanya dengan kondisi
sebagai pemilik shabu-shabu karena pelabuhan yang sangat ramai. Namun
yang baru tertangkap ketika penggebrek- kondisi akan kekurangan personil tidak
an tersebut baru kurirnya saja tanpa se- hanya dialami oleh bidang P2 saja, tetapi
pengetahuan si bandar. Komunikasi me- juga bidang-bidang lainnya.
lalui ponsel pun terjadi, dan sepakat Namun adanya kendala itu menurut
bertemu di salah satu hotel, itu pun tidak Hengky tidak lantas membuat patah se-
langsung menuju ke satu hotel saja kare- mangat para personil di Seksi Penindakan
na informasi berubah-ubah dan berpin- II khususnya, termasuk dirinya. Sebalik-
REHAT dengan berjalan-jalan setelah mengikuti
dah-pindah hotel. Setelah sudah pasti seminar HAKI di Los Angeles. nya, bagaimana memutar otak agar
nama hotel yang dituju (Hotel Danau Sun- kendala yang ada bisa menjadi peluang.
ter) si bandar berjanji menunggu di salah satu kamar hotel yang “Kita akhirnya jadi kreatif dalam arti terus mencoba mencari
telah ditentukan. pola-pola pengawasan yang lebih efektif. Dulu kita mungkin tidak
“Si big bos ini bilang jika sudah pegang paketnya, barang you terkondisi untuk coba mencari terobosan baru, karena memang
taruh di deposit box, dua kilo setengah di box ini, dua kilo lagi di dulu jumlah personil mencukupi, tetapi kini di satu lapangan yang
box satunya dengan nomor safety sekian, selesai itu serahkan biasanya terdapat 15 personil P2, sekarang tinggal 4 orang saja.
kunci kamar pada receptionis, nanti ada teman yang datang Lalu bagaimana caranya mensiasati keterbatasan personil tadi ?
mengambil barang. Memang rapih sekali kerja mereka, begitulah Maka dicarilah terobosan baru, yaitu dengan cara melakukan
kalau berhadapan dengan mafia,” ujar Hengky. sortir data dan dibuat list sehingga terlihat antara yang high risk
“Setelah semua perintah dijalankan saya menunggu di teras dengan yang low risk, yang kemudian diikuti dengan cara mobile
kamar dekat pintu masuk bersama seorang polisi yang juga dan targeting. Dari itu kita jadi tahu mana yang perlu diikuti mana
menunggu orang yang diinformasikan datang mengambil paket yang tidak perlu dengan terus menganalisa dan mempertajam
shabu-shabu. Saya pikir ini siapa lagi yang datang ? Saya data, begitu cara kita mensiasatinya, semacam risk management-
enggak bisa memprediksi, hanya menduga-duga dalam hati, lah,” demikian ia menjelaskan pola pengawasannya. Menurut
jangan-jangan datang orang berbadan besar dan membawa Hengky, bekerja di lingkungan Pelabuhan Tanjung Priok dituntut
pistol lalu baku tembak, wah mati nih saya di hotel ini, apalagi untuk terbiasa bekerja cepat dikarenakan volume barang yang
polisi yang bersama saya badannya kecil. Tak lama datanglah sangat tinggi dan semua personilnya dituntut untuk dapat
seorang wanita yang dari penampilannya seperti wanita menjalankan tugas.
panggilan, bersamaan dengan itu tim dari Polres tiba-tiba Secara pribadi Hengky menyampaikan suatu masukan kepa-
langsung menggerebek, mestinya kita tunggu dulu supaya wanita da Direktorat Jenderal terutama bagi bidangnya, Seksi P2 yang
ini membuka safety box-nya, tapi keduluan digrebek sehingga dituntut untuk berhubungan dengan instansi luar terkait, dimana
wanita itu menyangkal, dia bilang hanya diorder dan menunggu bidang P2 yang paling sering merasakan ‘benturan ‘ dengan
pelanggannya di kamar tersebut, nah alibi dia kuat, akhirnya instansi lain. Sebagai contoh, yang seharusnya menjadi kewe-
wanita itu dibebaskan. Jadi akhirnya kasus itu putus sampai pada nangan Bea dan Cukai tetapi justru diintervensi oleh pihak luar.
orang yang kita tangkap pertama tadi, pemilik barang Karena itu ia mengharapkan, seharusnya hal seperti ini harus se-
sesungguhnya tidak tertangkap. Kejadian ini membuat adrenalin gera dibicarakan pada level tingkat pimpinan antara lain Menteri
Keuangan, Kejaksaan dan Kepolisian, demi kelancaran pelaksa-
naan tugas.
“ Sekarang timbul kesan bahwa ada bea cukai kedua, sehing-
ga kita yang berada di garda depan agak sulit menghadapi itu,
apalagi P2 yang berinteraksi dengan mereka (instansi luar terkait.
red) merasakan sekali benturan itu. Harusnya pembicaraan ada
pada tingkat level pimpinan. Kalau sekedar di level bawah
hanya adu otot saja, pola pikirnya hanya terbatas di lapangan
saja, sebaliknya kalau sampai pada level atas mungkin bisa lebih
dibicarakan pola dan pemecahan permasalahannya. Ini terutama
untuk keberhasilan program KPU yang jadi pertaruhan sangat
berat bagi DJBC.,” imbuh Hengky.
Menjalani hidup dengan motto bekerja keras dan ber-
tanggung jawab atas setiap pekerjaan yang dilakukan
membuat ia jadi selalu bisa menikmati setiap pekerjaannya.
Menurutnya, jika seseorang sudah tidak menyukai pekerjaan
yang dilakoninya tidak mungkin bisa memberikan hasil
yang terbaik. Hengky yang penyuka olahraga golf ini
mengaku enjoy saja disetiap penempatan tugasnya, hal itu ia
SAAT mengikuti training HAKI di Bangkok, Thailand. lakukan supaya bisa menikmati setiap pekerjaannya. ris

EDISI 398 JANUARI 2008 WARTA BEA CUKAI 63


APA KATA MEREKA
Ferry Salim
FOTO-FOTO : ISTIMEWA

“ADA PLUS-NYA…”
Profesinya sebagai aktor dan juga presenter di beberapa televisi swasta
Indonesia, membuat Ferry Salim menjadi sosok familiar di masyarakat,
sehingga pada beberapa kesempatan banyak para penggemar mengajaknya
untuk sekedar berfoto bersama atau juga meminta tandatangannya.
Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) bahkan menunjuknya menjadi duta
UNICEF lembaga PBB yang menangani masalah anak-anak, karena Ferry
dinilai mampu dijadikan panutan bagi masyarakat dunia terutama Indonesia
untuk memperhatikan permasalahan seputar anak-anak yang kini sudah
semakin meningkat.
Kesibukkannya tersebut dijalani Ferry dengan senang hati dan juga tanpa
paksaan, karena menurutnya jika setiap pekerjaan dilakukan dengan baik
dan sungguh-sungguh maka akan menghasilkan yang terbaik dan memberi-
kan kepuasan tersendiri, tidak hanya untuk
dirinya maupun juga kepuasan bagi pihak lain.

Didi Petet
Ketika WBC menanyakan pengalamannya
ketika melalui pos pemeriksaan oleh petu-
gas Bea Cukai bandara setelah pulang
dari luar negeri, Ferry mengatakan TIDAK MAU AJI MUMPUNG
biasa-biasa saja dan tidak jauh ber-
beda dengan pemeriksaan di nega- Siapa yang tidak kenal dengan Emon atau
ra lain. Menurutnya jika di negara Kabayan, tokoh fiktif dalam film Catatan Si Boy dan
lain pemeriksaan dilakukan juga film Kabayan yang pernah populer pada tahun
dengan ketat, kalau di Indonesia 80’an. Sudah pasti ketika mendengar dua nama
pemeriksaan ketat disertai tersebut maka pikiran kita akan tertuju pada aktor
kawakan Didi Petet. Karena penampilannya yang
dengan keramahan petugas sangat total pada kedua film tersebut, namanya se-
ketika harus memeriksa barang makin muncul ke permukaan. Walaupun kini tidak
bawaan,”Cara kerjanya terlalu sering muncul di layar lebar maupun layar
sama,cuma kalau di Indonesia televisi, namun namanya tetap diperhitungkan di
ada plus-nya, yaitu ramah, tapi kalangan perfilman Indonesia sebagai seorang kri-
saya gak tahu deh kalau tikus film.
Tidak salah kiranya ia bersama dengan rekan-
memeriksa penumpang lain rekannya yang lain seperti Garin Nugroho, Putu Wi-
ramah juga atau tidak,”ujarnya jaya dan lain sebagainya didaulat sebagai juri pada
sambil tersenyum. Festival Film Indonesia (FFI) tahun 2007 ini. Menu-
Menurutnya petugas Bea Cu- rut Didi Petet hasil karya anak bangsa kini mulai
kai di bandara sudah menjalankan bangkit dengan banyaknya sineas muda yang telah
tugasnya dengan baik, dan setidak- membuat berbagai film, dan juga bermunculannya
para aktor dan aktris muda dengan kualitas yang
nya harus ramah kepada para pe- cukup baik.
numpang yang baru datang dari luar Walau disibukkan dengan proses penilaian
negeri,”Sikap bangsa kita yang ramah, terhadap film yang akan dilombakan pada FFI , Didi
terlihat terlebih dahulu dari keramah- masih menyempatkan diri pula sebagai juri pada
an petugas di perbatasan, sa- salah satu acara di salah satu stasiun televisi swas-
ta. Disini ia bertugas untuk menilai totalitas aktor
lah satunya adalah petu- atau aktris yang memainkan peran dengan suatu
gas Bea Cukai,” tema yang belum diketahui oleh mereka,
ujar Ferry begitu pula dengan skenario yang sama sekali tidak
kembali. dimiliki oleh para aktor dan aktris tadi.
zap Kepiawaiannya berakting dan juga kapasitas-
nya sebagai kritikus seni, sesekali membawanya ke
luar negeri. Sebagai publik figur rupanya Didi tidak
menggunakan predikat keartisannya untuk aji mum-
pung. “Kalau saya ke luar negeri saya tidak mau aji
mumpung bawa barang-barang yang belebihan,
selain repot saya juga gak terlalu senang bawa ba-
rang-barang yang gak perlu,”ujarnya.
Begitu juga ketika harus melalui pemeriksaan
petugas pada otoritas bandara ketika pulang dari
luar negeri termasuk oleh petugas Bea Cukai. Didi
tidak mau mendapat perlakuan khusus karena
faktor keartisannya tersebut ,termasuk ketika harus
diperiksa oleh petugas Bea Cukai. Menurutnya
petugas Bea Cukai di bandara sudah menjalankan
tugasnya dengan baik, dan seudah menunjukkan
perbaikan. Ia pun juga menyadari bahwa rutinitas
kerja yang dialami petugas Bea Cukai terkadang
menjemukan. Untuk itu Didi berpesan agar
petugas menjalani tugas dengan baik dan jangan
bekerja asal-asalan.
“Memang kerja di Bea Cukai itu banyak goda-
an, tapi yang penting petugas jangan mau disogok-
lah sama orang yang ingin barang bawaannya ma-
suk Indonesia tanpa melalui prosedur kepabeanan,”
ujar Didi kepada WBC zap

64 WARTA BEA CUKAI EDISI 398 JANUARI 2008


K E P U T U S A N & K E T E T A P A N
PERATURAN MENTERI KEUANGAN
NOMOR 124/PMK.04/2007
TENTANG
REGISTRASI IMPORTIR
MENTERI KEUANGAN,
Menimbang :
bahwa dalam rangka melaksanakan ketentuan Pasal 6A Undang-Undang Nomor 17 Tahun
2006 tentang Perubahan Atas UndangUndang Nomor 10 Tahun 1995 tentang Kepabeanan,
perlu menetapkan Peraturan Menteri Keuangan tentang Registrasi Importir;
Mengingat :
1. Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1995 tentang Kepabeanan (Lembaran Negara
Republik Indonesia Tahun 1995 Nomor 75 Tambahan Lembaran Negara Republik
Indonesia Nomor 3612) sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 17
tahun 2006 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2006 Nomor 93 Tambahan
Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4661);
2. Keputusan Presiden Nomor 20 /P Tahun 2005;
Memperhatikan :
Peraturan Menteri Perdagangan Nomor : 31/M-DAG/PER/7/2007 tentang Angka Pengenal
Importir (API);
MEMUTUSKAN:
Menetapkan :
PERATURAN MENTERI KEUANGAN TENTANG REGISTRASI IMPORTIR.

Pasal 1
Dalam Peraturan Menteri Keuangan ini yang dimaksud dengan:
1. Undang-Undang Kepabeanan adalah Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1995 tentang
Kepabeanan sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 17 tahun 2006.
2. Importir adalah orang perseorangan atau badan hukum pemilik Angka Pengenal Importir
(API) atau Angka Pengenal Importir Terbatas (APIT) yang mengimpor barang.
3. Registrasi importir adalah kegiatan pendaftaran yang dilakukan oleh importir ke
Direktorat Jenderal Bea dan Cukai untuk mendapatkan Nomor Identitas Kepabeanan.
4. Nomor Identitas Kepabeanan yang selanjutnya disingkat NIK adalah nomor identitas
yang bersifat pribadi yang diberikan oleh Direktorat Jenderal Bea dan Cukai kepada
importir yang telah melakukan registrasi untuk mengakses atau berhubungan dengan
sistem kepabeanan yang menggunakan teknologi informasi maupun secara manual.
5. Direktorat Jenderal Bea dan Cukai adalah unsur pelaksana tugas pokok dan fungsi
Departemen Keuangan di bidang kepabeanan dan cukai.
6. Direktur Jenderal adalah Direktur Jenderal Bea dan Cukai.
7. Kantor pabean adalah kantor dalam lingkungan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai tempat
dipenuhinya kewajiban pabean sesuai dengan ketentuan Undang-Undang Kepabeanan.
Pasal 2
(1) Untuk dapat melakukan pemenuhan kewajiban pabean, importir wajib melakukan
registrasi importir ke Direktorat Jenderal Bea dan Cukai.
(2) Registrasi importir sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan oleh importir dengan
mengajukan permohonan kepada Direktur Jenderal melalui media elektronik.
(3) Permohonan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dilakukan dengan mengisi formulir
isian sebagaimana ditetapkan dalam Lampiran I Peraturan Menteri Keuangan ini.

Pasal 3
(1) Pejabat bea dan cukai melakukan penelitian terhadap kebenaran data pada formulir isian
sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 ayat (3).
(2) Penelitian sebagaimana dimaksud pada ayat (1) meliputi penelitian administrasi dan
dapat dilakukan pemeriksaan lapangan.
(3) Penelitian sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan untuk menguji kebenaran
tentang:
a. eksistensi;
b. identitas pengurus dan penanggung jawab;

BONUS WARTA BEACUKAI EDISI 398 JANUARI 2008 1


s
K E P U T U S A N & K E T E T A P A N
c. jenis usaha; dan
d. kepastian penyelenggaraan pembukuan.

Pasal 4
Terhadap formulir isian sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 ayat (3) diberikan penilaian
sesuai dengan standar penilaian sebagaimana ditetapkan oleh Direktur Jenderal.
Pasal 5
(1) Direktur Jenderal dapat menerima atau menolak permohonan registrasi importir dalam
jangka waktu 30 (tiga puluh) hari kerja sejak diterimanya formulir isian sebagaimana
dimaksud dalam Pasal 2 ayat (3) secara lengkap dan benar.
(2) Dalam hal permohonan registrasi importir diterima, Direktur Jenderal memberikan NIK
yang disampaikan dalam surat pemberitahuan registrasi sebagaimana ditetapkan dalam
Lampiran II Peraturan Menteri Keuangan ini.
(3) Dalam hal permohonan registrasi importir ditolak, Direktur Jenderal memberitahukan
penolakan permohonan registrasi importir dengan disertai alasan penolakan melalui
media elektronik.
(4) NIK sebagaimana dimaksud pada ayat (2) berlaku di seluruh kantor pabean.
Pasal 6
(1) Setiap perubahan data yang terkait dengan eksistensi dan/atau identitas pengurus dan
penanggung jawab dalam formulir isian sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 ayat (3),
harus diberitahukan oleh importir yang telah mendapat NIK secara tertulis kepada
Direktur Jenderal.
(2) Terhadap perubahan data yang tidak, terkait dengan eksistensi dan/atau identitas
pengurus dan penanggung jawab dalam formulir isian sebagaimana dimaksud dalam
Pasa12 ayat (3), dapat diberitahukan oleh importir yang telah mendapat NIK secara
tertulis kepada Direktur Jenderal.
(3) Terhadap pemberitahuan mengenai perubahan data sebagaimana dimaksud pada
ayat (1) dan ayat (2), pejabat bea dan cukai melakukan penelitian dan penilaian
kembali.
(4) Apabila hasil penelitian dan penilaian kembali sebagaimana dimaksud pada ayat (3)
telah sesuai dengan pemberitahuan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat
(2), Direktur Jenderal atau pejabat yang ditunjuk melakukan perubahan data dan
memberitahukan kepada yang bersangkutan.
Pasal 7
Untuk kepentingan pengawasan, terhadap importir yang telah mendapat NIK sewaktu-
waktu dapat dilakukan penelitian kembali oleh pejabat bea dan cukai atas kekurangan
data pada formulir isian sebagaimana dimaksud dalam Pasa12 ayat (3).

Pasal 8
(1) NIK sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5 ayat (2) dapat diblokir apabila:
a. dalam jangka waktu 12 (dua belas) bulan berturut-turut importir yang mendapat NIK
tidak melakukan kegiatan impor;
b. dari hasil penelitian dan penilaian kembali sebagaimana dimaksud dalam Pasal 6
ayat (3) atau hasil penelitian kembali sebagaimana dimaksud dalam Pasal 7,
ditemukan:
1. eksistensi tidak sesuai dengan pemberitahuan;
2. identitas pengurus dan penanggung jawab tidak sesuai dengan pemberitahuan;
3. API/ APIT habis masa berlakunya; dan/ atau
4. tidak menyelenggarakan pembukuan.
(2) Direktur Jenderal memberitahukan tindakan pemblokiran sebagaimana dimaksud pada
ayat (1) kepada importir dengan disertai alasan yang jelas.
Pasal 9
NIK yang diblokir sebagaimana dimaksud dalam Pasal 8 ayat (1) dapat diaktifkan kembali
apabila:
a. Importir yang dikenakan tindakan pemblokiran karena alasan sebagaimana dimaksud
dalam Pasa18 ayat (1) huruf a:
1. dapat membuktikan bahwa yang bersangkutan melakukan kegiatan impor;
2. mendapat rekomendasi dari instansi teknis terkait yang menerbitkan API/ APIT; atau

2 BONUS WARTA BEACUKAI EDISI 398 JANUARI 2008


s
K E P U T U S A N & K E T E T A P A N
3. masih melakukan kegiatan usahanya berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan
oleh Direktur Jenderal atau pejabat yang ditunjuk.
b. Importir yang dikenakan tindakan pemblokiran karena alasan sebagaimana dimaksud
dalam Pasal 8 ayat (1) huruf b, telah memperbaiki data/dokumen.
Pasal 10
(1) NIK sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5 ayat (2) dapat dicabut apabila:
a. importir melakukan pelanggaran ketentuan pidana menurut peratuan perundang-
undangan tentang kepabeanan, cukai, dan/atau perpajakan yang telah mempunyai
kekuatan hukum tetap;
b. dalam waktu 3 (tiga) bulan setelah dilakukan pemblokiran karena alasan
sebagaimana dimaksud dalam Pasal 8 ayat (1) huruf b, importir tidak memperbaiki
data/dokumen;
c. API/ APIT dicabut;
d. diminta oleh instansi teknis terkait yang menerbitkan API/APIT;
e. importir dinyatakan pailit oleh pengadilan; dan/atau
f. diminta oleh importir yang bersangkutan.
(2) Direktur Jenderal memberitahukan tindakan pencabutan sebagaimana dimaksud pada
ayat (1) kepada importir dengan disertai alasan yang jelas.
(3) Pemberitahuan mengenai pencabutan sebagaimana dimaksud pada ayat (1), diberikan
tembusan kepada instansi yang menerbitkan API/ APIT.
Pasal 11
Ketentuan mengenai kewajiban untuk melakukan registrasi importir sebagaimana dimaksud
dalam Pasal 2 ayat (1) dikecualikan bagi importir yang melakukan pemenuhan kewajiban
pabean tertentu yang berkaitan dengan:
a. barang perwakilan negara asing beserta para pejabatnya yang bertugas di Indonesia;
b. barang untuk keperluan badan internasional beserta pejabatnya yang bertugas di
Indonesia;
c. barang pribadi penumpang, awak sarana pengangkut, pelintas batas dan barang kiriman;
d. barang pindahan;
e. barang kiriman hadiah dan hibah untuk keperluan ibadah umum, amal, sosial,
kebudayaan atau penanggulangan bencana alam;
f. barang untuk keperluan pemerintah/lembaga negara lainnya yang diimpor sendiri oleh
lembaga tersebut; atau
g. barang-barang yang mendapat persetujuan impor tanpa API/APIT dari instansi terkait
yang menerbitkan API/APIT.

Pasal 12
Importir yang belum mendapatkan NIK, dapat dilayani pemenuhan kewajiban
kepabeanannya untuk 1 (satu) kali pemberitahuan pabean impor setelah mendapat
persetujuan dari kepala kantor pabean.
Pasal 13
Ketentuan lebih lanjut mengenai pelaksanaan registrasi importir diatur oleh Direktur
Jenderal.

Pasal 14
Surat Pemberitahuan Registrasi Impor yang telah dimiliki oleh importir sebelum
berlakunya Peraturan Menteri Keuangan ini, diberlakukan sebagai NIK sesuai
Peraturan Menteri Keuangan ini.
Pasal 15
Peraturan Menteri Keuangan ini mulai berlaku pada tanggal 1 Desember 2007.
Agar setiap orang mengetahuinya, memerintahkan pengumuman Peraturan Menteri
Keuangan ini dengan penempatannya dalam Berita Negara Republik Indonesia.
Ditetapkan di Jakarta
pada tanggal 5 Oktober 2007
MENTERI KEUANGAN,
ttd,-
SRI MULYANI INDRAWATI

BONUS WARTA BEACUKAI EDISI 398 JANUARI 2008 3


s
K E P U T U S A N & K E T E T A P A N

4 BONUS WARTA BEACUKAI EDISI 398 JANUARI 2008


s
K E P U T U S A N & K E T E T A P A N

BONUS WARTA BEACUKAI EDISI 398 JANUARI 2008 5


s
K E P U T U S A N & K E T E T A P A N

6 BONUS WARTA BEACUKAI EDISI 398 JANUARI 2008


s
K E P U T U S A N & K E T E T A P A N

BONUS WARTA BEACUKAI EDISI 398 JANUARI 2008 7


s
K E P U T U S A N & K E T E T A P A N

8 BONUS WARTA BEACUKAI EDISI 398 JANUARI 2008


s
K E P U T U S A N & K E T E T A P A N

BONUS WARTA BEACUKAI EDISI 398 JANUARI 2008 9


s
K E P U T U S A N & K E T E T A P A N

10 BONUS WARTA BEACUKAI EDISI 398 JANUARI 2008


s
K E P U T U S A N & K E T E T A P A N

BONUS WARTA BEACUKAI EDISI 398 JANUARI 2008 11


s
K E P U T U S A N & K E T E T A P A N

12 BONUS WARTA BEACUKAI EDISI 398 JANUARI 2008


s
K E P U T U S A N & K E T E T A P A N

BONUS WARTA BEACUKAI EDISI 398 JANUARI 2008 13


s
K E P U T U S A N & K E T E T A P A N
PERATURAN MENTERI KEUANGAN
NOMOR 125/PMK.04/2007
TENTANG
AUDIT KEPABEANAN

MENTERI KEUANGAN,
Menimbang :
bahwa dalam rangka melaksanakan ketentuan Pasal 86 ayat (3) Undang-Undang Nomor 10 Tahun
1995 tentang Kepabeanan sebagaimana telah diubah dengan UndangUndang Nomor 17 Tahun
2006, perlu menetapkan Peraturan Menteri Keuangan tentang Audit Kepabeanan;

Mengingat :
1. Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1995 tentang Kepabeanan (Lembaran Negara Republik
Indonesia Tahun 1995 Nomor 75 Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor
3612) sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2006 tentang
Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1995 tentang Kepabeanan (Lembaran
Negara Republik Indonesia Tahun 2006 Nomor 93 Tambahan Lembaran Negara Republik
Indonesia Nomor 4661);
2. Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1997 tentang Dokumen Perusahaan (Lembaran Negara
Republik Indonesia Tahun 1997 Nomor 18 Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia
Nomor 3674);
3. Peraturan Pemerintah Nomor 21 Tahun 1996 tentang Penindakan Di Bidang Kepabeanan
(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1996 Nomor 36 Tambahan Lembaran Negara
Republik Indonesia Nomor 3626);
4. Keputusan Presiden Nomor 20 / P Tahun 2005;

MEMUTUSKAN:
Menetapkan :
PERATURAN MENTERI KEUANGAN TENTANG AUDIT KEPABEANAN.

Pasal 1
Dalam Peraturan Menteri Keuangan ini yang dimaksud dengan:
1. Undang-Undang Kepabeanan adalah Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1995 tentang
Kepabeanan sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2006.
2. Audit Kepabeanan yang selanjutnya disebut audit adalah kegiatan pemeriksaan laporan
keuangan, buku, catatan dan dokumen yang menjadi bukti dasar pembukuan, dan Surat
yang berkaitan dengan kegiatan usaha, termasuk data elektronik, serta surat yang
berkaitan dengan kegiatan di bidang kepabeanan, dan/atau sediaan barang dalam
rangka pelaksanaan ketentuan perundang-undangan di bidang kepabeanan.
3. Orang adalah orang perseorangan atau badan hukum.
4. Pejabat Bea dan Cukai adalah pegawai Direktorat Jenderal Bea dan Cukai yang ditunjuk
dalam jabatan tertentu untuk melaksanakan tugas tertentu berdasarkan undang-undang
kepabeanan.
5. Auditee adalah orang yang diaudit oleh pejabat bea dan cukai.
6. Direktur Jenderal adalah Direktur Jenderal Bea dan Cukai.
7. Audit Umum adalah audit kepabeanan yang memiliki ruang lingkup pemeriksaan secara
lengkap dan menyeluruh terhadap pemenuhan kewajiban kepabeanan.
8. Audit Khusus adalah audit kepabeanan yang memiliki ruang lingkup pemeriksaan terhadap
pemenuhan kewajiban kepabeanan tertentu.
9. Audit Investigasi adalah audit kepabeanan yang dilakukan untuk menyelidiki dugaan tindak
pidana kepabeanan.
10. Tim Audit adalah tim yang diberi tugas untuk melaksanakan audit kepabeanan berdasarkan
Surat tugas atau Surat perintah dari Direktur Jenderal.
11. Daftar Temuan Sementara yang selanjutnya disingkat DTS adalah daftar yang memuat temuan
dan kesimpulan sementara atas hasil pelaksanaan audit.
12. Laporan Hasil Audit yang selanjutnya disingkat LHA adalah laporan pelaksanaan audit yang
disusun oleh tim audit sesuai dengan ruang lingkup dan tujuan audit.
13. Auditor adalah pegawai Direktorat Jenderal Bea dan Cukai yang telah memperoleh
sertifikat keahlian sebagai auditor yang diberi tugas, wewenang dan tanggung jawab
untuk melaksanakan audit.
14. Ketua auditor adalah auditor yang telah memperoleh sertifikat keahlian sebagai ketua
auditor Bea dan Cukai.

14 BONUS WARTA BEACUKAI EDISI 398 JANUARI 2008


s
K E P U T U S A N & K E T E T A P A N
15. Pengendali Teknis Audit yang selanjutnya disingkat PTA adalah auditor yang telah
memperoleh sertifikat keahlian sebagai pengendali teknis audit Bea dan Cukai.
16. Pengawas Mutu Audit yang selanjutnya disingkat PMA adalah auditor yang telah memperoleh
sertifikat keahlian sebagai pengawas mutu audit Bea dan Cukai.

Pasal 2
Pejabat bea dan Cukai berwenang melakukan audit terhadap orang yang bertindak sebagai
importir, eksportir, pengusaha tempat penimbunan sementara, pengusaha tempat penimbunan
berikat, pengusaha pengurusan jasa kepabeanan, atau pengusaha pengangkutan.

Pasal 3
Audit bertujuan untuk menguji tingkat kepatuhan orang sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2
atas pelaksanaan pemenuhan ketentuan perundang-undangan di bidang kepabeanan dan
ketentuan perundangundangan lainnya yang berkaitan dengan kepabeanan.

Pasal 4
(1) Audit terdiri dari audit umum, audit khusus, dan audit investigasi.
(2) Audit sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan secara terencana atau sewaktu-waktu.

Pasal 5
(1) Untuk melakukan audit sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2, Direktur Jenderal
membentuk tim audit.
(2) Susunan keanggotaan tim audit sebagaimana dimaksud pada ayat (1) terdiri dari:
a. PMA;
b. PTA;
c. ketua auditor; dan
d. seorang atau lebih auditor.
(3) Dalam hal diperlukan, susunan keanggotaan tim audit sebagaimana dimaksud pada ayat
(2) dapat ditambah:
a. seorang atau lebih pejabat bea dan cukai selain auditor; dan/atau
b. seorang atau lebih pejabat instansi lain di luar Direktorat Jenderal Bea dan Cukai.

Pasal 6
(1) Anggota tim audit sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5 ayat (2) harus memiliki
sertifikat keahlian sesuai dengan jenjang penugasannya sebagai PMA, PTA, ketua
auditor atau auditor.
(2) Sertifikat keahlian sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diterbitkan oleh Direktur
Jenderal.

Pasal 7
(1) Audit umum dan audit khusus dilaksanakan berdasarkan Surat tugas dari Direktur Jenderal.
(2) Audit investigasi dilaksanakan berdasarkan Surat perintah dari Direktur Jenderal.

Pasal 8
Audit dapat dilaksanakan secara bersama-sama dengan instansi lain.

Pasal 9
Dalam melaksanakan audit, tim audit harus berpedoman pada standar audit kepabeanan.

Pasal 10
Dalam melaksanakan audit, tim audit berwenang:
a. meminta laporan keuangan, buku, catatan, dan dokumen yang menjadi bukti dasar
pembukuan, surat yang berkaitan dengan kegiatan usaha termasuk data elektronik, serta
surat yang berkaitan dengan kegiatan di bidang kepabeanan;
b. meminta keterangan lisan dan/atau tertulis dari orang dan pihak lain yang terkait;
c. memasuki bangunan kegiatan usaha, ruangan tempat untuk menyimpan laporan
keuangan, buku, catatan, dan dokumen yang menjadi bukti dasar pembukuan, dan surat
yang berkaitan dengan kegiatan usaha, termasuk sarana/media penyimpan data
elektronik, sediaan barang, dan barang yang dapat memberi petunjuk tentang keadaan
kegiatan usaha yang berkaitan dengan kegiatan kepabeanan; dan
d. melakukan tindakan pengamanan yang dipandang perlu terhadap tempat atau ruangan
penyimpanan dokumen yang berkaitan dengan kegiatan kepabeanan.

BONUS WARTA BEACUKAI EDISI 398 JANUARI 2008 15


s
K E P U T U S A N & K E T E T A P A N
Pasal 11
(1) Untuk kepentingan pelaksanaan audit, auditee wajib:
a. menyerahkan laporan keuangan, buku, catatan, dan dokumen yang menjadi bukti dasar
pembukuan, surat yang berkaitan dengan kegiatan usaha termasuk data elektronik, surat
yang berkaitan dengan kegiatan di bidang kepabeanan, serta menunjukkan sediaan
barangnya untuk diperiksa;
b. memberikan keterangan lisan dan/atau tertulis;
c. menyediakan tenaga dan/atau peralatan atas biaya auditee apabila penggunaan data
elektronik memerlukan peralatan dan/ atau keahlian khusus; dan
(2) Dalam hal pimpinan auditee tidak berada di tempat atau berhalangan, kewajiban sebagaimana
dimaksud pada ayat (1) beralih kepada yang mewakilinya.
(3) Terhadap auditee yang tidak melaksanakan kewajiban sebagaimana dimaksud pada ayat (1),
dikenakan sanksi sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku.

Pasal 12
(1) Pelaksanaan audit harus diselesaikan dalam jangka waktu paling lama 3 (tiga) bulan sejak
tanggal surat tugas atau Surat perintah.
(2) Jangka waktu sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dapat diperpanjang yang ketentuannya
diatur dengan Keputusan Direktur Jenderal.

Pasal 13
(1) Atas pelaksanaan audit, tim audit menyusun DTS.
(2) Dikecualikan dari ketentuan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dalam hal:
a. audit khusus yang dilakukan dalam rangka keberatan atas penetapan pejabat bea dan
cukai; dan
b. audit investigasi.
(3) DTS sebagaimana dimaksud pada ayat (1) disampaikan oleh tim audit kepada auditee untuk
ditanggapi.
(4) Tanggapan sebagaimana dimaksud pada ayat (3) disampaikan kepada tim audit dalam jangka
waktu 7 (tujuh) hari kerja sejak tanggal diterimanya DTS oleh auditee, dan dapat diperpanjang
satu kali untuk waktu paling lama 7 (tujuh) hari kerja.
(5) Dalam hal auditee tidak memberikan tanggapan dalam jangka waktu sebagaimana dimaksud
pada ayat (4), temuan dalam DTS dianggap disetujui oleh auditee.

Pasal 14
(1) Hasil pelaksanaan audit dituangkan dalam bentuk LHA.
(2) LHA sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditandatangani oleh PMA, PTA, dan Ketua Auditor.

Pasal 15
LHA sebagaimana dimaksud dalam Pasal 14 digunakan sebagai dasar penetapan Direktur
Jenderal dan ditindaklanjuti dengan surat tagihan dan/atau surat rekomendasi.

Pasal 16
Ketentuan lebih lanjut mengenai audit, sertifikasi keahlian, dan standar audit, diatur dengan
Peraturan Direktur Jenderal.

Pasal 17
Pada saat Peraturan Menteri Keuangan ini mulai berlaku Keputusan Menteri Keuangan Nomor
489/KMK.05/1996 tentang Pelaksanaan Audit Di Bidang Kepabeanan, dicabut dan dinyatakan
tidak berlaku.

Pasal 18
Peraturan Menteri Keuangan ini mulai berlaku setelah 30 (tiga puluh) hari sejak tanggal ditetapkan.

Agar setiap orang mengetahuinya, memerintahkan pengumuman Peraturan Menteri Keuangan ini
dengan penempatannya dalam Berita Negara Republik Indonesia.

Ditetapkan di Jakarta
pada tanggal 5 Oktober 2007
Menteri Keuangan,
ttd,-
SRI MULYANI INDRAWATI

16 BONUS WARTA BEACUKAI EDISI 398 JANUARI 2008


s