BAGIAN / SMF OBSTETRI & GINEKOLOGI FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS RIAU / RSUD – ARIFIN ACHMAD PEKANBARU STATUS GINEKOLOGI I.

Usia MR ANAMNESA PBM via IGD RSUD Arifin Achmad. Keluhan Utama : keluar darah dari kemaluan. Riwayat Penyakit Sekarang : Keluar darah dari kemaluan sejak 3 hari sebelum masuk Rumah Sakit, darah yang keluar sedikit, berwarna merah kehitaman, ada gumpalan daging. Pasien merasakan perutnya nyeri saat pertama kali keluar darah sampai dengan sekarang. Pasien sudah berobat ke dokter spesialis kandungan dan diberi obat. Hari pertama haid terakhir 5 September 2011 : Menarche usia 14 tahun, teratur, lama 4-5 hari, 2-3 kali ganti duk/hari, nyeri haid (-) Riwayat Perkawinan Riwayat Persalinan Riwayat Pemakaian Kontrasepsi Riwayat Penyakit Dahulu Riwayat Penyakit Keluarga Riwayat Operasi Sebelumnya : 1 kali, lama perkawinan 6 bulan. Usia saat kawin 24 tahun. : belum ada : Tidak memakai KB : Asma (-), DM (-), peny.jantung (-), paru (-) : Asma (-), DM (-), peny.jantung (-), paru (-) : (-) Riwayat haid INDENTITAS PENDERITA : Ny. Devi Utami : 24 tahun : 74 78 66

Nama

NT (-). OUE tertutup. laserasi (-). perdarahan (-). kedalaman uteri 9 cm Adneksa dan parametrium Kavum Douglas Rectal Toucher . CRT <2” ND : 80x/i S : 36. sklera ikterik (-/-) Jantung : dbn Status Generalis Keadaan Umum Kesadaran Tanda-tanda vital Kepala Dada : dbn Abdomen Genitalia Ekstremitas Status Ginekologi : Muka Mamma Aksilla Abdomen Inspeksi Palpasi Perkusi Auskultasi Genitalia : : V/U tenang : : Massa (-). massa (-). : Utuh dan licin. lunak. OUE terdapat jaringan plasenta. NL (-) : Timpani : BU (+) Normal Korpus Uteri : retroflexi.II. : lemas.50C Nfs : 28x/i : konjunctiva pucat (-/-). dinding vagina licin : massa (-). terfiksir. kiri = kanan : tidak menonjol :Inspeksi Inspekulo Vagina Portio : Kloasma gravidarum (-/-) : hiperpigmentasi areola dan papile mammae (+) : pembesaran KGB (-) : : perut datar : TFU tidak teraba. PEMERIKSAAN FISIK : Tampak sakit sedang : Composmentis : TD : 100/70 Paru : dbn : Status Ginekologis : Status Ginekologis : udem tungkai (-/-). laserasi (-). portio erosi (-) polip (-) massa (-) Pemeriksaan dalam / bimanual : Vagina Portio : massa (-).

PEMERIKSAAN LABORATORIUM Darah Rutin : Hb Trombosit Leukosit HT : 13. Curettage Pasien tidur telentang dengan posisi litotomi dan anestesi TIVA Dilakukan tindakan aseptik dan antiseptik pada daerah vulva dan sekitarnya Pasang spekulum bawah dan dipegang oleh asisten. Pada saat dikuret jaringan terasa lebih lengket dan keras. Sebaiknya dilakukan secara hati-hati karena lebih mudah terjadi perforasi. Lakukan sondase uterus  uterus retroflexi.100 /ul : 38. Lakukan kuret secara sistematis .6 gr/dl : 261.III. jepit portio dengan tenakulum di jam 11 atau jam 1. tampak portio.000/ul : 12.7 % PEMERIKSAAN PENUNJANG : USG : kantong gestasi (+) janin (-) Kesan: Blighted ovum DIAGNOSA KERJA : G1P0A0 gravid 14 minggu + Blighted ovum TERAPI : IVFD RL 20 tpm Metilergometrin 3x500 mg SF 2x1 : Kuretase RENCANA PROGNOSA : Bonam Laporan Tindakan : 1. kedalaman 9 cm Kemudian lakukan kuretase pada uterus bagian dalam dan keluarkan jaringan dengan sendok kuret.

Dilakukan kembali tindakan aseptik dan antiseptik pada vagina pasien Observasi keadaan umum dan tanda tanda vital : TD. Kedalaman uteri : 9 cm Tarik tenakulum (yang masih menjepit serviks sesudah melakukan sonde uterus). tekan dengan kassa sampai perdarahan berhenti. . nadi dan frekuensi nafas Terapi : Ciprofloxacin 2x 500 mg Asam mefenamat 3x500 mg Metil ergometrin 3x1 SF 2x1 2. sedang tangan lain menarik tabung inserter sampai pangkal pendorong. spekulum bawah dilepas. sehingga kavum uteri. Keluarkan pendorong dengan tetap memegang dan menahan tabung inserter. Sesuai dengan arah dan posisi kavum uteri. Bila ada perdarahan banyak dari tempat bekas jahitan tenakulum.- Setelah kesan : bersih (tampak gelembung-gelembung dan suara kerokan). kuret selesai dilakukan Tenakulum dilepas. Pemasangan AKDR Lakukan sondase uterus untuk mengetahui arah uterus dan kedalaman uterus. Arah uterus : retrofleksi. Keluarkan sebagian tabung inserter dari kanalis servikalis. Lepas tenakulum. Potong benang tersebut menggunakan gunting mayo yang tajam. Pada waktu benang tampak keluar dari lubang serviks sepanjang 3-4cm. dorong tabung inserter sampai leher biru menyentuh serviks atau sampai terasa ada tahanan dari fundus uteri Pegang serta tahan tenakulum dan pendorong dengan satu tangan. Setelah pendorong keluar dari tabung inserter dengan pelan-pelan dan hati-hati sampai terasa ada tahanan fundus. kanalis servikalis dan vagina berada dalam satu garis lurus (sebelumnya lengan AKDR dimasukkan ke dalam tabung di dalam kemasan) Masukkan dengan pelan-pelan dengan hati-hati tabung inserter yang sudah berisi AKDR ke dalam kanalis servikalis dengan mempertahankan posisi leher biru dalam arah horizontal.

Mengetahui : Dokter Ruangan Mahasiswa yang memeriksa dr. Sp. Rustam.OG Hanifal Yunis NIM : 0608120631 .Pencabutan AKDR Jepit benang didekat serviks dengan menggunakan klem dan tarik benang dengan pelan-pelan. Ruza P. tidak boleh menarik dengan kuat.