William Grandinata Soeseno 10.2008.

210 D2

Perdarahan pada bilik depan mata
“hyphema”

Skenario Anak laki-laki berusia 7 tahun dibawa oleh orang tuanya ke UGD RS UKRIDA dengan keluhan mata kanan merah dan nyeri. Sebelumnya saat main pistol-pistolan, tanpa sengaja temannya menembakkan peluru plastic yang mengenai kelopak mata kanannya sampai lecet dan bengkak. Pemeriksaan mata kanan : tampak perdarahan pada bilik mata depan setinggi batas bawah pupil. TIO : N 2+ per palpasi.

Abstrak Penyakit mata meliputi kelainan refraksi dan juga kelainan media refraksi. Semuanya itu dapat disebabkan oleh berbagai macam factor, contoh paling umum adalah trauma. Hifema merupakan suatu penyakit yang disebabkan oleh suatu trauma yang menyebabkan perdarahan di bilik depan mata. Perdarahan ini apabila tidak ditangani dengan baik maka akan menyebabkan penderita mengalami penurunan visus(ketajaman penglihatan). Sehingga upaya preventif sangat dianjurkan untuk menghindari penyakit-penyakit mata yang disebabkan oleh trauma mata Abstrack
1

Kalau dilihat .faktor eksternal sebagai contoh : trauma. tertusuk benda tajam. Banyak factor yang dapat menyebabkan mata menjadi rusak atau bahkan kebutaan. baik dari factor eksternal maupun internal. They can be caused by many factor. debu. its caused by trauma so camera okuli anterior may bleeding.The eye deseases consist of abnormal refraksion and optic tool fracture. Hifema is the one deseases from many desease. Sedangkan. Visus has been decreased slowly by sure. virus dan lain-lain. mata tampak sederhana. Cara kerja mata. sehingga si penderita tidak lagi dapat melakukan sesuatu yang biasanya ia dapat lakukan. Pendahuluan Mata merupakan suatu organ yang sangat membantu dalam melihat suatu benda. hamper menyerupai dengan cara kerja alat optic yang biasa ditemukan dalam kehidupan sehari-hari. prevention is the most important. dengan kata lain mata merupakan alat optic natural yang diapatkan secara lahiriah ketika dilahirkan. maka si penderita akan mengalami penurunan dalam kualitas hidupnya. benda asing. So. factor internalnya : penyakit 2 . 1 Apabila mata menjadi rusak. Susunan mata dan struktur mata adalah suatu struktur yang sangat komplek dan apabila salah satu komponen mengalami kerusakan maka fungsi penglihatan menjadi kabur atau bahkan dapat mengalami kebutaan(tidak dapat melihat). tapi sesungguhnya tidak sesederhana apa yang dibayangkan.bakteri. such as trauma.

Bagian-bagian mata akan diulas lebih dalam pada pembahasan anatomi dan fisiologis pada mata. terutama pada kornea. tapi bayangan tersebut jatuh di depan atau jatuh di belakang macula. sumbat botol sampanye merupakan beberapa penyebab trauma).2 Sebelum terjadinya kerusakan mata. 3 . tapi mata tetap dapat terkena trauma karena factor-faktor yang tidak disengaja. dapat didahului oleh penurunan visus(ketajaman melihat). Semua factor diatas dapat membahayakan mata apabila tidak ditangani dengan tepat dan cepat. penurunan antibody seperti AIDS. Cedera atau trauma yang dapat terjadi antara lain : 1) Benda asing yang menempel di bawah kelopak mata atas atau pada permukaan mata. Walaupun mata dilindungi oleh orbita.Ini dapat membantu dalam memahami penyebab kerusakan mata. dan lain – lain. penyakit mata dapat diklasifikasikan seperti : 1) Mata merah dengan penglihatan normal 2) Mata merah dengan penglihatan turun mendadak 3) Penglihatan turun mendadak tanpa mata merah 4) Penglihatan turun perlahan tanpa mata merah 5) Strabismus (terdapat otot mata yang mengalami kerusakan 6) Trauma mata Semua yang terdapat diatas merupakan rangkuman jenis penyakit mata yang terjadi. Tapi tidak semua penurunan visus dikatakan karena ada salah satu struktur rusak(pada umumnya) namun penurunan visus yang terjadi dapat juga akibat adanya gangguan refraksi dalam melihat yang dimana seharusnya bayangan benda yang dilihat jatuh tepat pada bagian macula mata(didaerah retina). bola squash. autoimmune deseases. Secara umum. Perubahan tekanan mendadak dan distorsi mata dapat menyebabkan kerusakan berat. Dalam keadaan ini penderita harus dibantu dengan menggunakan kacamata baik itu lensa cekung(sferis negative) atau lensa positif(sferis positif) tergantung gangguan refraksi apa yang dialami oleh penderita.Diabetes mellitus(DM). Untuk trauma tetap bisa saja terjadi. 2) Trauma tumpul akibat objek yang cukup kecil dan tidak menyebabkan impaksi pada pinggir orbita(kok.

sehingga obat tidak diberikan sembarangan. oabat topical (seperti salep) dan juga obat yang dirancang secara khusus untuk di implant-kan ke dalam mata dalam jangka waktu yang panjang. 4) Trauma kimia dan radiasi di mana reaksi resultan jaringan ocular menyebabkan kerusakan. Semua jenis obat tersbut diberikan sesuai dengan keluhan pasien yang dating. Memang ketika penyakit mata juga semakin bertambah. Banyak obat yang dapat diberikan baik obat tetes mata . juga dapat merupakan factor yang dapat menyebabkan kerusakan mata karena iritasi. Obat cuci mata juga dapat diberikan dalam upaya pencegahan infeksi jamur.3) Trauma tembus di mana struktur okuler mengalami kerusakan akibat benda asing yang menembus lapisan okuler dan juga dapat tertahan dalam mata.bidang farmakologi juga tidak kalah dalam mengupayakan untuk penyembuhannya.2 A. tapi juga tidak sedikit cedera yang mengakibatkan bekas yang menyebabkan mata menjadi tidak utuh dari sebelumnya atau yang lebih parah adalah kebutaan permanen. karena apabila obat diberikan sembarangan. Penggunaan sabuk pengaman dalam kendaraan menurunkan insidensi cedera tembus akibat kecelakaan lalu lintas.Memang terdapat cedera yang penyembuhannya berjalan dengan lancer dan baik. bakteri ataupun virus tapi tidak dapat mencegah factor yang sifatnya internal. cedera karena truma sangat dapat terjadi karena mata merupakan organ lunak yang dapat luka apabila terkena tekanan yang sangat hebat atau tertusuk sesuatu yang tajam. Anamnesis 4 . Mata walaupun memiliki pelindung seperti orbita. sehingga upaya preventif sangat ditekankan untuk hal ini.

sehingga anamnesis harus dilakukan dengan teliti. dapat menembus kornea dengan cepat. Seperti pada semua pengambilan anamnesis. setidaknya 70 % diagnosis dapat ditegakkan apabila anamnesis dilakukan dengan baik dan benar. atau paku. kadang menghasilkan jalur yang hamper tidak terlihat.Dalam anamnesis merupakan hal terpenting yang harus dilakukan dokter dalam upaya menegakkan diagnosis. tapi statement) : • Penggunaan palu dan alat pahat dapat melepaskan serpihan-serpihan logam yang akan menembus bola mata. lakrimasi. Sangat penting untuk menentukan sifat bahan kimia yang mungkin mengalami kontak dengan mata. Dari anamnesis tersebut. sehingga anamnesis yang dilakukan harus yang berhubungan dengan penyebab trauma yang yang dialami oleh pasien anak ini.Dalam scenario ini. namun gejala ringan dapat menyamarkan benda asing intraocular yang berpotensi membutakan. Contohnya seperti(bukan pertanyaan. dan hanya meninggalkan petunjuk perdarahan subkonjungtiva yang mengindikasikan adanya penetrasi sclera dan benda asing yang tertinggal. Pertanyaan-pertanyaan dapat diberikan oleh seorang dokter guna untuk lebih memastikan penyebab kerusakan yang dialami oleh pasien dan juga mencegah salah diagnosis terhadap penyakit yang diderita oleh pasien tersebut. Contoh pertanyaan yang dapat diberikan oleh dokter yakni : • • • • • • Trauma apa yang trjadi pada anda? Sudah berapa lama? Sejak kapan? Apakah penglihatan anda menjadi berkurang? Apakah ada demam yang menyertai anda? Apakah anda merasakan pusing yang sangat hebat? 5 . dan pandangan kabur merupakan gambaran umum trauma. Gejala pasien yang berhubungan dengan derajat dan jenis trauma yang dialami. • • • Kawat yang tegang. Trauma tumpul pada mata juga dapat menyebabkan kerusakan orbita(blow-out-fracture). anak mengalami truma. Basa kuat menembus jaringan anterior mata dan dapat dengan cepat menyebabkan kerusakan irreversible. penting untuk menanyakan tentang riwayat mata dan pengobatan sebelumnya. Nyeri.

Dilihat permukaan kornea bila terlihat warna hijau dengan sinar biru berarti ada kerusakan epitel kornea misalnya terdapat pada keratitis superficial epithelial. Kemudian dilihat adanya cairan mata yang keluar dari fistel kornea. Diketahui bahwa serabut sensible kornea melalui saraf trigeminus. 1) Uji sensibilitas kornea – Digunakan untuk fungsi trigeminus kornea. Kertas fluoresein yang dibasahi terlebih dahulu dengan garam fisiologik diletakkan pada sakus konjungtiva inferior. Bila terdapat kebocoran kornea adanya fistel kornea akan terlihat pengaliran cairan mata yang berwarna hijau mulai dari lubang fistel. Pemeriksaan mata yang berkaitan dengan kasus diatas antara lain : 1) Pemeriksaan fluoresein – Pemeriksaan ini dilakukan dengan tujuan untuk melihat adanya defek epitel kornea. Pada konjungtiva inferior ditaruh kertas fluoresein atau diteteskan fluoresein. beberapa saat kemudian kertas ini diangkat. Pemeriksaan Pemeriksaan merupakan langkah terpenting juga setelah anamnesis yang harus dilakukan oleh seorang dokter untuk mencegah diagnosis yang salah dan lebih mememantabkan diagnosis yang sebelumnya telah di tegakkan. Pada keadaan ini disebut uji flouresein positif. Pemeriksaan yang dilakukan harus dilakukan dengan prosedur yang benar agar hasil yang didapat lebih akurat. Defek kornea akan terlihat berwarna hijau akibat pada setiap defek kornea. Dilakukan irigasi konjungtiva dengan garam fisiologik. Bila dirangsang akan terdapat refleks aferen pada saraf 6 . Cairan mata terlihat bening dengan disekitarnya terdapat larutan fluoresein yang berwarna hijau. 1) Uji festel – Disebut juga Seidel(untuk mengetahui letak dan adanya kebocoran kornea).• • Apakah terjadi pendarahan yang hebat? Dan lain-lain. tukak kornea dan erosi kornea. Penderita diminta untuk menutup matanya selama 20 detik. maka bagian tersebut akan bersifat basa dan memberikan warna hijau pada kornea.

3 1) Pemeriksaan sudut bilik mata depan – Sudut bilik mata dibentuk jaringan korneosklera dengan pangkal iris . Hubungannya adalah dalam scenario ini anak mengalami sakit mata yang perih akibat adanya trauma peluru plastic yang menhantam bola matanya. hipermetropia. Pada sudut filtrasi terdapat garis schwalbe yang merupakan akhir perifer endotel dan membran descement. hifema. katarak intumesen dan sinekia posterior perifer. Penderita yang diminta melihat jauh ke depan dirangsang dengan kapas kering dari bagian lateral kornea. blockade pupil. trauma bedah. 1) Pemeriksaan bilik mata depan – Kelainan pada bilik mata depan dinyatakan dalam kedalaman dangkal. Bila ada reflex tersebut berarti fungsi trigeminus dan fasial baik. Darah di dalam bilik mata depan terdapat pada cedera mata. 1) Uji snellen – Dalam uji snellen ini ditujukan untuk melihat apakah terdpat kerusakan refraksi atau adanya kerusakan media refraksi. Hifema . suar(fler). – Sudut filtrasi berbatas dengan akar iris. diskrasia darah(hemophilia). Sehingga ketika terjadi trauma. canal schlemm. Berdekatan dengan sudut ini didapatkan jaringan trabekulum . adanya hipopion. 7 . Anyaman trabekula mengisi kelengkuangan sudut filtrasi yang mempunyai dua komponen yaitu badan siliar dan uvea. dan tumor intracranial. baji sclera. garis schwalbe dan jonjot iris. harus dicek apakah diikuti dengan adanya kerusakan refraksi atau media refraksi. dalam. hubungan sclera kornea dan di sini ditemukan sclera spur yang membuat cincin melingkar 360 derajat dan merupakan batas belakang sudut filtrasi serta tempat insersi otot siliar longitudinal.fasial dan mata akan berkedip. Dilihat terjadinya reflek mengedip. rasa sakit dan mata berair. dan canal schlemm yang menampung cairan mata keluar ke salurannya. Bila terdapat hambatan pengaliran keluar cairan mata maka akan terjadi penimbunan cairan bilik mata di dalam bola mata sehingga tekanan bola mata meninggi atau gluokoma. sel darah di dalam bilik mata depan dengan permukaan darah yang datar atau rata. – Sudut bilik mata depan sempit terdapat pada mata berbakat gluokoma sudut tertutup. Pada bagian ini terjadi pengaliran keluar cairan bilik mata.

Pada iridodialisis akan terlihat pupil lonjong. Bila keluhan demikian maka pada pasien sebaiknya dilakukan pembedahan dengan melakukan reposisi pangkal iris yang terlepas. Dalam kasus ini. tapi perlu juga diperiksa bagian-bagian yang lain seperti orbita. Dan pendarahan tersebut mengumpul dib again Camera Okuli Anterior(COA). konjungtiva. 3 Juga terdapat Differential Diagnosis(DD) yang mendekati gejala seperti Hypema. akibat adanya darah di dalam bilik mata depan maka akan terdapat suar dan pupil yang mengecil dengan tajam penglihatan menurun. Pasien akan melihat ganda dengan satu matanya. Biasanya iridodialisis terjadi bersam-sam dengan terbentuknya hyfema.1) Inspeksi menyeluruh – Dalam ispeksi meyeluruh. ➢ Iridodialisis – – Trauma tumpul dapat mengakibatkan robekan pada pangkal iris sehingga bentuk pupil menjadi berubah. Pada mata akan terlihat mata merah. Sehingga berdasarkan analisa tersebut diagnosis yang mendekati dengan gejala keabnormalitasan mata tersebut adalah Hypema. Semuanya harus diperiksa agar tingkat penyembuhan yang akan ddicapai berdifat holistic dan menyeluruh. yakni : ➢ Iridosiklitis – – – Pada trauma tumpul dapat terjadi reaksi jaringan uvea sehingga menimbulkan iridosiklitis atau radang uvea anterior. dilihat bagian-bagian mata yang yang berkiatan sehubungan dengan trauma yang terjadi. Sebaiknya pada mata ini diukur tekanan bola mata untuk persiapan memeriksa fundus dengan midriatika.kornea. Pada uveitis anterior diberikan tetes mata midriatik dan steroid topical. 8 . dan kelopak. adalah perdarahan bilik mata depan mata. sclera. Diagnosis Dalam scenario tersebut. Bila terlihat tanda radang berat maka dapat diberikan steroid sistemik. anak tersebut dating dengan keluhan mata merah dan nyeri dan ketika dilakukan pemeriksaan mata kanan terdapat pendarahan bilik mata depan bagian kanan.

9 . Emboli dapat berasal dari perkapuran yang berasal dari penyakit emboli jantung. Edema kornea yang berat dapat mengakibatkan masuknya serbukan sel radang dan neovaskularisasi ke dalam jaringan stroma kornea. Kornea akan terlihat keruh. dengan uji placid yang positif. edema kornea. Pupil ini tidak bereaksi terhadap sinar. Pada mata menyebabkan keluhan sangat sakit. Pada pasien dengan iridoplegia sebaiknya diberi istirahat untuk mencegah terjadinya kelelahan sfingter dan pemberian roborantia. rubeosiris. retina sentral yang paling sering. carotid pleuque atau emboli endokarditis. dan neovaskularisasi. – Pupil terlihat tidak sama besar atau anisokoria dan bentuk pupil dapat menjadi irregular. – Emboli merupakan penyebab penyumbatan arteri.➢ Iridoplegia – Trauma tumpul pada uvea dapat mengakibatkan kelumpuhan otot sfingter pupil atau iridoplegia sehingga pupil menjadi lebar atau midriasis.4 ➢ Glaukoma sekunder a) Glaucoma kontusi sudut – Trauma dapat mengakibatkan tergesernya pangkal iris ke belakang sehingga terjadi robekan trubekulum dan gangguan fungsi trubekulum dan ini akan mengakibatkan hambatan pengaliran keluar cairan mata. suar pada cairan mata. ➢ Edema kornea – Trauma tumpul yang keras atau cepat mengenai mata dapat mengakibatkan edema kornea malahan rupture membrane descement. hipotoni. Iridoplegia akibat trauma akan berlangsung beberpa hari sampai beberapa minggu. Pasien akan sukar melihat dekat karena gangguan akomodasi. katarak. pupil dilatasi dan atrofi. Nodus-nodus reuma. ➢ Okulopatik iskemik – Merupakan suatu sindrom yang terjadi akut akibat oklusi arteri karotis yang mengakibatkan iskemia seluruh bola mata. silau akibat gangguan pengaturan masuknya sinar pada pupil. mikroaneurisma. Edema kornea akan memberikan keluhan penglihatan kabur dan terlihatnya pelangi sekitar bola lampu atau sumber cahaya yang dilihat.

Zat besi dalam bola mata dapat menimbulkan siderosis bulbi yang bila didiamkan akan menimbulkan ptisis bulbi dan kebutaan. Glukoma sekunder dapat saja terjadi akibat kontusi badan siliar berakibat suatu reses sudut bilik mata sehingga terjadi gangguan pengairan cairan mata. Kadang-kadang sesudah hifema hilang atau 7 hari setelah trauma dapat terjadi perdarahan atau hifema baru yang disebut hifema sekunder yang pengaruhnya akan lebih hebat karena pendarahan lebih sukar hilang.– Pengobatan biasanya dilakukan seperti mengobati galukoma sudut terbuka yaitu dengan obat local atau sistemik. Bila pasien duduk hifema akan terlihat terkumpul di bagian bawah bilik mata depan. tapi mengenai alalt-alat optic yang rudak akibat terjadinya hifema. terlebih dahulu akan dibahas secara singkat tentang anatomi dan fisiologis mata. Biasanya hifema akan hilang sempurna.4 Patofisiologi Untuk lebih memudahkan melihat kerusakan pada hifema. disertai dengan epifora dan blefarospasme. Bila tidak terkontrol dengan pengobatan maka dilakukan pembedahan. Pasien akan mengeluh sakit. Bila berjalan penyakit tidak berjalan demikian maka sebaiknya penderita dirujuk. Hifema spontan pada anak sebaiknya dipikirkan kemungkinan leukemia dan retinoblastoma. 10 . Kadang-kadang terlihat iridoplegia dan iridodialisis. Tapi anatomi dan fisiologis yang akan dibahas tidak samapai menyeluruh dan detil. dan hifema dapat memenuhi seluruh ruang bilik depan. Etiologi Hyfema atau darah di dalam bilik mata depan dapat terjadi akibat trauma tumpul yang merobek pembuluh darah iris atau badan siliar.

– Sumber-sumber nutrisi untuk kornea adalah pembuluh-pembuluh darah limbus.Kornea – Kornea adalah jaringan transparan yang ukuran dan strukturnya sebanding dengan Kristal sebuah jam tangan kecil.75 mm dan vertikalnya 10. Di dalam stroma iris. terdapat sfingter dan otot-otot dilator.Badan uveitis ✔ Iris – Perpanjangan korpus siliaris ke anterior. yaiut : lapisan epitel (kira-kira 6 lapis).6 mm. Kedua lapisan berpigmen pekat pada permukaan posterior iris merupakan perluasan neuroretina dan lapisan epitel pigmen retina ke arah anterior. subtantia propia(stroma). Kornea dewasa ratarata mempunyai tebal 550 µm di pusatnya. Kornea ini disisipkanke dalam sclera pada limbus. lekukan melingkar pada sambungan ini disebut sulcus scleralis. membrane descement(lamina elastika posterior) dan juga endothelium ( yang mengatur kadar air dan enzim Na-K ATP ase).a) Anatomi i. pupil. membrane bowman(lamina elastika anterior). dan air mata. Kapiler-kapiler iris mempunyai lapisan endotel yang tidak berlubang sehingga normalnya tidak membocorkan 11 . Kornea superfisisalis juga mendapatkan sebagian besar oksigen dari atmosfer. memisahkan bilik mata depan dari bilik mata belakang. humor aqueous. yang masing-masing berisi humor aqueous. Saraf-saraf sensorik kornea didapat dari cabang pertama (opthalmicus) nervus kranialis V (trigeminus). i. – Pendarahan iris didapat dari circulus major iris. Dari anterior ke posterior. Iris berupa permukaan pipih dengan arpertura bulat yang terletak di tengah. diameter horizontalnya sekitar 11. kornea mempunyai 5 lapisan yang berbeda. Iris terletak bersambungan dengan permukaan anterior lensa.

membentang ke depan dari ujung anterior koroid ke pangkal iris. Koroid tersusun atas tiga lapis pembuluh darah koroid.5 a) Fisiologis Secara fisiologis iris sangat diperlukan untuk mengendalikan cahaya yang datang. dan satu lapisan berpigmen di sebelah luar. ✔ Badan siliar – Secara kasar berbentuk segitiga pada potongan melintang. Koroid di sebelah dalam dibatasi oleh membrane membrane Bruch dan di sebelah luar oleh sclera. Persarafan sensoris iris melalui serabutserabut dalam nervi siliaris. koroid bergabung dengan corpus siliaris. Ukuran pupil pada prinsipnya ditentukan oleh keseimbangan antara konstriksi akibat aktivitas parasimpatis yang dihantarkan melalui nervus kranialis III dan dilatasi yang ditimbulkan oleh aktivitas simpatis. Iris merupakanmedia refraksi yang tidaka dapat dianggap enteng untuk proses melihat suatu 12 . Darah dari pembuluh koroid dialirkan melalui empat vena voticosa. Disebelah anterior. Semakin dalam pembuluh terletak di dalam koroid . Ruang supra korid terletak dia antara koroid dan sclera. dan kecil. diantara retina dan sclera. pars plana. dan zona posterior yang datar. Prosesus siliaris ini terutama terbentuk dari kapiler dan vena yang bermuara ke vena-vena kortikosa. pars plicata. yang merupakan perluasan neuroretina ke anterior. sedang. Ada dua lapisan epitel siliaris : satu lapisan tanpa pigmen di sebelah dalam. ✔ Koroid – Merupakan segemen posterior uvea. Kapiler-kapilernya yang besar dan berlubang-lubang sehingga membocorkan fluorresein yang disuntikkan secara intravena. Prosesus ciliaris ini terutama dari pars plicata . besar . semakin lebar lumennya. Koroid melekat erat ke posterior pada tepi-yepi nervus optikus. Corpus siliaris terdiri atas zona anterior yang berombak-ombak. Bagian dalam pembuluh darah koroid di kenal sebagai koriokapilaris. yang merupakan perluasan lapisan epitel siliaris pembungkusnya berfungsi sebagai pembentuk humor aqueous. – Iris mengendalikan banyaknya cahaya yang masuk ke dalam mata. satu di tiap kuadran posterior.fluoresein yang disuntikkan secara intravena.

Oleh karena itu. dan pengeluaran bekuan darah secara bedah harus dipertimbangkan lebih awal. Pedarahan ulang terjadi pada 16-20% kasus dalam 2-3 hari. Sehingga dapat dikatakan semua media refraksi yang terdapat di mata sangatlah penting untuk proses melihat. apabila salah satu saja terganggu maka proses untuk melihat pun akan terganggu sehingga penderita dalam menghadapi kehidupannya akan mengalami penurunan kulaitas hidup. pemeriksaan dini untuk mencari kerusakan segmen posterior mungkin memerlukan pemeriksaan ultrasonografi.6 13 . galukoma. Cara lain untuk membersihkan bilik mata depan adalah dengan evakuasi viskoelastik. Beberapa penelitian mengisyratkan bahwa penggunaan asam amino kaproat oral(100mg/kg setiap 4 jam sampai maksimum 30 g / hari selama 5 hari) untuk mensatbilkan pembentukka bekuan darh sehingga menurunkan resiko perdarahan ulang. Dibuat sebuah insisi kecil di limbus untuk menyuntikkan bahan viskoelastik. Mata sebaiknya diperiksa secara berkala untuk mencari adanya perdarah sekunder.benda. Hifema harus dievakuasi secara bedah bila tekanan intraocular tetap tinggi (> 35 mmHg selama 7 hari atau 50 mmHg selama 5 hari) untuk menghindari kerusakan nervus optikus dan perwarnaan kornea. dan sebuah insisi yang lebih besar berjarak 180 derajat(dari insisi pertama) utnuk memungkinakan hifema didorong keluar. Aspirin dan antiinflamasi non steroid harus dihindari. atau becak darah di kornea akibat pigmen besi. Instrumen-intrumen vitrektomi digunakan untuk mengeluarkan bekuan disentral dan membilas (lavage) bilik mata depan. Dimasukkan alat irigasi dan probe mekanis di sebelah anterior limbus melalui bagian kornea yang jernih untuk menghidari kerusakan iris dan lensa. Dilatasi pupil dapat meningkatkan risiko pendarahan kembali sehingga mungkin ditunda sampai hifema reda dengan penyerapan spontan. Komplikasi ini memiliki resiko tinggi menimbulkan galukoma dan pewarnaan kornea. Jika pasien mengidap haemoglobinopati. Pemberian steroid tetes harus segera dimulai. Jangan mencoba mengeluarkan bekuan yang terdapat di sudut bilik mata depan atau di jaringan iris. Penatalaksanaan Pasien dengan hifema yang tamapak mengisis lebih dari 5% bilik mata depan sebaiknya diistirahatkan. besar kemungkinan terjadi atrofi optic glaukomatosa. tetapi terdapat resiko terjadinya perdarahan kembali. Disini dilakukan iridektomi perifer.

Streoid menurunkan risiko perdarahan ulang. Biasanya luka insisi korna pada parasentesis tidak perlu dijahit. Komplikasi tersering adalah peningkatan tekanan intraocular. Istirahat penting untuk mencegah terjadinay perdarahan kedua ini. Bila hifema telah membaik. Komplikasi secara umum : ○ Glukoma 14 . Komplikasi Komplikasi yang ditimbulkan oleh penyakit hifema ini cukup mengganggu penglihatan atau dapat menurunkan kualitas penglihatan. Anak-anak biasanya harus dirawat di rumah sakit selama beberapa hari. mata harus diperiksa untuk mencari komplikasi lain akiba trauma tumpul.6. Tetes mata steroid diberikan jangka pendek bersama dengan dilatasi pupil. sementara orang dewasa dapat dirawat di rumah bila mereka dapat beristirahat dan tidak terjadi komplikasi. dengan teknik sebagai berikut : dibuat insisi kornea 2 mm dari limbus kea rah korena yang sejajajr dengan permukaan iris. Hifema membaik secara perlahan setelah trauma pada pasien dengan penyakit sel sabit Karen abentuk sabit menghambat pengeluaran sel darah merah dari bilik mata. namun dapat terjadi perdarahan kemabli pada 5-6 hari pertama setelah cedera. Biasanya bila dilakukan penekanan pada bibir luka maka koagulum dari bilik mata depan keluar. terutama jika terdapat perdarahan sekunder yang cenderung lebih berat dibandingkan dengan yang pertama.Hifema biasanya membaik dengan istirahat. sehingga samapai suatu waktu media refraksi akan rusak secara kronis. Bila darah tidak keluar seluruhnya maka bilik mata depan dibilas dengan garam fisiologik. Karena apabila dibiarkan akan menyebar kerusakannya ke media refraksi lainnya.7 Tindakan bedah pada hifema Parasentesis – Merupakan tindakan pembedahan dengan mengeluarkan darah atau nanah dari bilik mata depan. Peningkatan tekanan biasanya member respon tehadap terapi medis namun kadang membutuhkan intervensi bedah.

15 . Dalam jangka panjang dapat timbul glaucoma sekunder pada mata beberapa tahun setelah cedera awal jika jalinan trabekula mengalami kerusakan. Trauma orbita berat juga dapat menyebabkan masalah kosmetik dan okulomotor. Langkah ini sangatlah penting untuk upaya pencegahan karena tidak dapat dipungkiri bahwa organ mata merupakan suatu oragan yang rentan sekali mengalami truma walaupun terdapat alat pelindung yang melindungi mata. ○ Dan lain-lain Prognosis Trauma tumpul dapat menyebabkan kehilangan penglihatan yang tidak dapat diterapi jika terjadi lubang retina pada fovea. dapat dilakukan peningkatan kewaspadaan dalam melakukan apapun apalagi suatu pekerjaan yang memiliki intensitas yang tinggi untuk trauma mata. Dan juga dapat juga menggunakan kacamata apabila diperlukan untuk menurunkan anaka kejadian yang tidak disengaja yang dapat menimbulkan suatu trauma .○ Penurunan visus ○ Iridosklitis ○ Penurunan kualitas penglihatan ○ Hifema sekunder. Dan secara keseluruhan prognosis hifema adalah baik.7 Preventif Dalam upaya preventif. Penglihatan juga akan terganggu jika koroid pada macula rusak.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful