Abimanyu

ABIMANYU dikenal pula dengan nama : Angkawijaya, Jaya Murcita, Jaka Pangalasan, Partasuta, Kirityatmaja, Sumbadraatmaja, Wanudara dan Wirabatana. Ia merupakan putra Arjuna, salah satu dari lima satria Pandawa dengan Dewi Sumbadra, putri Prabu Basudewa, raja Negara Mandura dengan Dewi Badrahini. Ia mempunyaai 13 orang saudara lain ibu, yaitu : Sumitra, Bratalaras, Bambang Irawan, Kumaladewa, Kumalasakti, Wisanggeni, Wilungangga, Endang Pregiwa, Endang Pregiwati, Prabakusuma, Wijanarka, Anantadewa dan Bambang Sumbada. Abimanyu merupakan makhluk kekasih Dewata. Sejak dalam kandungan ia telah mendapat “Wahyu Hidayat”, yang mempunyai daya : mengerti dalam segala hal. Setelah dewasa ia mendapat “wahyu Cakraningrat”, suatu wahyu yang dapat menurunkan raja-raja besar. Abimanyu mempunyai sifat dan perwatakan; halus, baik tingkah lakunya, ucapannya terang, hatinya keras, besar tanggung jawabnya dan pemberani. Dalam olah keprajuritan ia mendapat ajaran dari ayahnya, Arjuna. Sedang dalam olah ilmu kebathinan mendapat ajaran dari kakeknya, Bagawan Abiyasa. Abimanyu tinggal di kesatrian Palangkawati, setelah dapat mengalahkan Prabu Jayamurcita. Ia mempunyai dua orang isteri, yaitu : 1. Dewi Siti Sundari, putri Prabu Kresna , Raja Negara Dwarawati dengan Dewi Pratiwi, dan 2. Dewi Utari, putri Prabu Matswapati dengan Dewi Ni Yutisnawati, dari negara Wirata, dan berputra Parikesit. Abimanyu gugur dalam perang Bharatayuda oleh gada Kyai Glinggang milik Jayadrata, satria Banakeling.

Amba
DEWI AMBA adalah putri sulung dari tiga bersaudara, putri Prabu Darmahumbara, raja negara Giyantipura dengan peramisuri Dewi Swargandini. Kedua adik kandungnya bernama; Dewi Ambika/Ambalika dan Dewi Ambiki/Ambaliki. Dewi Amba dan kedua adiknya menjadi putri boyongan Resi Bisma/Dewabrata, putra Prabu Santanu dengan Dewi Jahnawi/Dewi Gangga dari negara Astina yang telah berhasil memenangkan sayembara tanding di negara Giyantipura dengan membunuh Wahmuka dan Arimuka. Karena merasa sebelumnya telah dipertunangkan dengan Prabu Citramuka, raja negara Swantipura, Dewi Amba memohon kepada Dewabrata agar dikembalikan kepada Prabu Citramuka. Persoalan mulai timbul. Dewi Amba yang ditolak oleh Prabu Citramuka karena telah menjadi putri boyongan, keinginannya ikut ke Astina juga ditolak Dewabarata. Karena Dewi Amba terus mendesak dan memaksanya, akhirnya tanpa sengaja ia tewas oleh panah Dewabrata yang semula hanya bermaksud untuk menakutnakutinya.Sebelum meninggal Dewi Amba mengeluarkan kutukan, akan menuntut balas kematiannya dengan perantaraan seorang prajurit wanita. Kutukan Dewi Amba terhadap Dewabrata menjadi kenyataan. Dalam perang Bharatayuda arwahnya menjelma dalam tubuh Dewi Srikandi yang berhasil menewaskan Resi Bisma/Dewabrata.

Anggraini
DEWI ANGGRINI adalah istri Prabu Ekalaya/Palgunadi, rajanegara Paranggelung. Ia berwajah cantik karena putri hapsari/bidadari Warsiki. Dewi Anggraini mempunyai sifat dan perwatakan; setia, murah hati, baik budi, sabar dan jatmika (selalu dengan sopan santun), menarik hati dan sangat berbakti terhadap suami. Ketika terjadi permusuhan antara Prabu Ekalaya dengan Arjuna akibat dari perbuatan Arjuna yang menggangu dirinya, dan suaminya, Prabu Ekalaya mati dibunuh Resi Drona dengan cara memotong ibu jari tangan kanannya yang memakai cincin sakti Mustika Ampal, Dewi Anggraini menunjukan kesetiaannya sebagai istri sejati. Ia melakukan bela pati, bunuh diri untuk kehormatan suami dan dirinya sendiri. Dewi Anggraini mati sebagai lambang kesetiaan seorang istri terhadap suaminya. Walaupun menghadapi godaan yang berwujud keindahan dan kelebihan orang lain, namun Dewi Anggraini tetap teguh cinta kesetianya ke

yaitu Dewi Nagagini dan Naga Tatmala. atau Sang Hyang Nagasesa atau Sang Hyang Anantaboga atau Sang Hyang Basuki adalah dewa penguasa dasar bumi. atau lapisan ke tujuh dasar bumi. sesuai dengan yang dikehendakinya. Batara Guru juga pernah mengambil kulit yang tersisa ketika Sang Hyang Antaboga mlungsungi dan menciptanya menjadi makhluk ganas yang menge-rikan. walau itu anaknya. Dalam pewayangan disebutkan. Putrinya. istri Batara Yamadipati. ketika masih muda disebut Nagasesa. Sang Hyang Antaboga adalah putra Anantanaga. Dalam pewayangan. Karena Nagatatmala memang bersalah. Cucunya yang lahir dari Dewi Nagagini bernama Antareja atau Anantaraja. Waktu itu Nagatatmala kepergok sedang berkasihkasihan dengan Dewi Mumpuni. walaupun terletak di dasar bumi. anaknya sendiri. tetapi dalam keadaan triwikrama. Sang Hyang Antaboga pernah dimintai tolong Batara Guru menangkap Bambang Nagatatmala. tubuhnya berubah menjadi ular naga besar. dengan memasukkannya ke Kawah Candradimuka. Selain itu. putri Anantaswara. keadaan di Saptapratala tidak jauh berbeda dengan di kahyangan lainnya. karena ia memiliki air suci Tirta Amerta. ujudnya tetap seekor naga.Antaboga ANTABOGA. dalang menceritakan bahwa Sang Hyang Antaboga memiliki Aji Kawastrawam. karena ayahnya yang ber-nama Antawisesa juga seekor naga. Dari istrinya yang bernama Dewi Supreti. Namun para dewa gagal me-nangkapnya karena kalah sakti. kemudian menghidupkan kembali Bambang Nagatatmala dengan Tirta Amerta. Namun Dewa Ular itu tidak menyangka Batara Guru akan menjatuhkan hukuman mati pada anaknya. menikah dengan Bima. Sang Hyang Antaboga terpaksa menangkapnya. SANG HYANG. ia mempunyai dua anak. Air sakti itu kemudian diberikan kepada cucunya Antareja dan pernah dimanfaatkan untuk menghidupkan Dewi Wara Subadra yang mati karena dibunuh Burisrawa dalam lakon Subadra Larung. Dewi Nagagini. Untunglah Dewi Supreti. Sang Hyang Antaboga berganti kulit (mlung-sungi). Sang Hyang Antaboga mempunyai kemampuan menghidupkan orang mati yang kematiannya belum digariskan. Batara Guru menamakan makhluk ganas itu Candrabirawa. istrinya. Dewa itu beristana di Kahyangan Saptapratala. Sang Hyang Antaboga. Ibunya bernama Dewi Wasu. putri Sang . Ibu Nagasesa bernama Dewi Sayati. yang membuatnya dapat menjelma menjadi apa saja. setiap 1000 tahun sekali. Antara lain ia pernah menjelma menjadi garangan putih (semacam musang hutan atau cerpelai) yang menyelamatkan Pandawa dan Kunti dari amukan api pada peristiwa Bale Sigalagala. Walaupun dalam keadaan biasa Sang Hyang Antaboga serupa dengan ujud manusia. orang kedua dalam keluarga Pandawa. Walaupun ia cucu Sang Hyang Wenang.

Dengan cara melingkarkan badannya yang panjang ke gunung itu dan membetotnya ke atas. Mereka mencabut Gunung Mandira dari tempatnya. Cupu Linggamanik sangat penting bagi para dewa. Itulah sebabnya semua dewa di kahyangan merasa berhutang budi pada ke-baikan hati Nagasesa. yang artinya mengaduk-aduk. para dewa bukan membor samudra. Nagasesa yang kelak lebih dikenal dengan nama Sang Hyang Antaboga juga memiliki Tirta Amerta. Para dewa memang sangat menginginkan cupu mustika itu. bilamana pemuka dewa itu mau memeliharanya baik-baik. Guna memperoleh Tirta Amerta para dewa harus membor dasar samudra. . Itu pula sebabnya. Dengan demikian para dewa dapat mengambil Tirta Amerta yang mereka inginkan. karena benda itu mempunyai khasiat dapat membawa ketentraman di kahyangan. dan saat itulah muncul Batara Guru.Hyang Wenang. Para dewa juga memberinya hak sebagai penguasa alam bawah tanah. Untuk membangun ikatan keluarga. Batara Guru menyanggupinya. dan berhak atas gelar Batara atau Sang Hyang. para dewa juga menghadiahkan seorang bidadari bernama Dewi Supreti sebagai istrinya. Padahal jika gunung itu tidak bisa dicabut. membuat air samudra itu menjadi ‘kacau’. Waktu itu Nagasesa sedang bertapa di Guwaringrong dengan mulut terbuka. melainkan mengaduk-aduknya. Nagasesa menjawab. Pada saat para dewa sedang bingung itulah Nagasesa datang membantu. oleh para dewa Na-gasesa juga diberi Aji Kawastram ***) yang mem-buatnya sanggup mengubah ujud dirinya menjadi manusia atau makhluk apa pun yang dikehendakinya. Tiba-tiba melesatlah seberkas CATATAN KAKI: ***) Ada pendapat lain yang mengatakan bahwa untuk mendapatkan Tirta Amerta. ***) Jasa Nagasesa yang kedua adalah ketika ia menye-rahkan Cupu Linggamanik kepada Batara Guru. cahaya terang memasuki mulutnya. Nagasesa berhasil menjebol Gunung Mandira. Sejak itu ia bergelar Sang Hyang Antaboga. Tidak hanya itu. mustahil Tirta Amerta dapat diambil. Karena jasa-jasanya itu para dewa lalu mengha-diahi Nagasesa kedudukan yang sederajat dengan para dewa. dibawa ke samudra. para dewa tidak sanggup mencabut kembali gunung itu. Ini didasarkan atas arti kata ngebur dalam bahasa Jawa. Namun setelah berhasil memutarnya. sehingga ia mendapatkan Cupu Linggamanik yang semula berujud cahaya itu. lalu memutarnya untuk melubangi dasar samudra itu. Suatu ketika para dewa berusaha mendapatkan Tirta Amerta yang membuat mereka bisa menghi-dupkan orang mati. Dewa itu menanyakan kemana perginya cahaya berkilauan yang memasuki Guwaringrong. cahaya mustika itu ada pada dirinya dan akan diserahkan kepada Batara Guru. Nagasesa lang-sung mengatupkan mulutnya. mengacau. dibalikkan sehingga puncaknya berada di bawah. dan kemudian menempatkannya di tempat semula.

Antareja tidak pernah ada. artinya. maksudnya adalah ular naga yang besarnya luar biasa. yakni Antareja. cucu Sang Hyang Antaboga. Wahyu Senapati tetap diperuntukkan bagi Gatotkaca. hanya terdapat dalam pewayangan di Indonesia. tak terlihat. Antaboga berangkat ke kahyangan. Kata ‘maya’. Selisih pendapat yang hampir memanas ini karena Sang Hyang Antaboga hendak bersikeras. Jadi. Prabu Kresna. CATATAN KAKI = ***) Sebagian dalang menyebutnya Aji Kemayan. Dalam Kitab Mahabarata. kata anta artinya batas. dan Candrabirawa. yang suami Dewi Pertiwi. . Sebenarnya sebutan itu keliru. karena menurut pendapatnya Gatotkaca lebih pantas dan lebih berhak. Yang kelokannya tidak mengenal batas. sedangkan kata boga atau bhoga atinya kelokan.Perlu diketahui. Nama Antaboga atau Anantaboga artinya (naga yang) kelokannya tidak mengenal batas. untuk meminta Wahyu Senapati pada Batara Guru. tetapi akhirnya silang pendapat itu dapat diredakan oleh Batara Narada. Sang Hyang Antaboga pernah berbuat khilaf ketika dalam sebuah lakon carangan terbujuk hasutan Prabu Boma Narakasura. Bersama dengan menantunya. Ternyata Batara Guru tidak bersedia memberikan wahyu itu pada Boma. Kata an atau artinya tidak. Lihat Antareja. karena tokoh itu memang asli ciptaan nenek moyang orang Indonesia. cucunya. karena Kemayan yang berasal dari kata ‘maya’ adalah aji untuk membuat pemilik ilmu itu menjadi tidak terlihat oleh mata biasa. yang benar adalah Aji Kawastram.

rela berkorban dan besar kepercayaanya kepada Sang Maha Pencipta. dan berputra Arya Danurwenda. Ia memiliki ajian Upasanta pemberian Hyang Anantaboga. dan Arya Anantasena. Ia menikah dengan Dewi Ganggi. putri Hyang Anantaboga dengan Dewi Supreti dari Kahyangan Saptapratala. bernama: Raden Gatotkaca. dan dapat digunakan untuk menghidupkan kembali kematian di luar takdir. Anantareja memiliki sifat dan perwatakan : jujur. pendiam. Sejak kecil Anatareja tinggal bersama ibu dan kakeknya di Saptapratala (dasar bumi). Lidahnya sangat sakti. . salah satu dari lima satria Pandawa. mahluk apapun yang dijilat telapak kakinya akan menemui kematian.Antarja ANANTAREJA adalah putera Bima/Werkundara. Setelah dewasa Anantareja menjadi raja di negara Jangkarbumi bergelar Prabu Nagabaginda. Anatareja berkulit napakawaca. sangat berbakti pada yang lebih tua dan sayang kepada yang muda. pemberian ibunya. sehingga kebal terhadap senjata. menjauhkan dari kematian selama masih menyentuh bumi/tanah. dengan Dewi Nagagini. putra Bima dengan Dewi Urangayu. Ia meninggal menjelang perang Bharatayuda atas kemauannya sendiri dengan cara menjilat telapak kakinya sebagai tawur (korban untuk kemenangan) keluarga Pandawa dalam perang Bharatayuda. putra Bima dengan Dewi Arimbi. Kesaktian lain Anantareja dapat hidup dan berjalan didalam bumi. Ia juga memiliki cincin mustikabumi. yang mempunyai kesaktian. putri Prabu Ganggapranawa. Ia mempunyai 2 (dua) orang saudara lelaki lain ibu. raja ular/taksaka di Tawingnarmada.

dengan Dewi Urangayu. putra Dewi Arimbi. Sejak kecil Anantasena tinggal bersama ibu dan kakeknya di Kisiknarmada. putra Dewi Nagagini. Ia mempunyai 2 (dua) orang saudara seayah lain ibu. Anantasena dapat hidup di darat dan di dalam air. dan Gatotkaca. putri Hyang Mintuna (Dewa ikan air tawar) di Kisiknarmada. yang dapat . salah satu dari lima satria Pandawa. yaitu : Anantareja. mahluk apapun yang tersentuh dan terkena bisa-nya akan menemui kematian. Anantasena juga memiliki pusaka Cupu Madusena. Seluruh badannya berkulit sisik ikan/udang hingga kebal terhadap senjata. Ia mempunyai kesaktian berupa sungut sakti.Antasena ANANTASENA adalah Putra Bima/Werkundara.

yang tewas dalam peperangan melawan Bima. Brajadenta. Anantasena berwatak jujur. berani kerena membela kebenaran. Dewi Arimbi menikah dengan Bima/Werkudara. Brajalamatan. Dari perkawinan itu ia mempumyai seorang putra yang diberi nama Gatotkaca. salah seorang dari lima satria Pandawa. terus terang. Setelah dewasa. raja raksasa negara Pringgandani. Namun karena ia lebih sering tinggal di Kesatrian Jodipati mengikuti suaminya. Ia juga tidak dapat mati selama masih bersinggungan dengan air atau uap air. Ia mati moksa (lenyap dengan seluruh raganya) atas kehendak/kekuasaan Sang Hyang Wenang Arimbi DEWI ARIMBI atau Hidimbi (Mahabharata) adalah putri kedua Prabu Arimbaka. Arya Prabakesa. Brajamusti. menggantikan kedudukan kakaknya. raja negara Astina dari permaisuri Dewi Kunti. Dewi Arimbi menjadi raja negara Pringgandani. Arimba/Hidimba. kekuasaan . Prabu Arimba.mengembalikan kematian di luar takdir. Anatasena meninggal sebelum perang Bharatayuda. bekas negaranya Prabu Ganggatrimuka yang mati terbunuh dalam peperangan. putra Prabu Pandu. bersahaja. Brajawikalpa dan Kalabendana. dengan Dewi Hadimba. Ia mempunyai tujuh orang saudara kandung. bernama. Anantasena menjadi raja di negara Dasarsamodra. tidak pernah berdusta.

negara Pringgandani diwakilkan kepada adiknya, Brajadenta sampai Gatotokaca dewasa dan diangkat menjadai raja negara Pringgandani bergelar Prabu Kacanegara. Dewi Arimbi mempunyai kesaktian; dapat beralih rupa dari wujudnya raksasa menjadi putri cantik jelita. Ia mempunyai sifat dan perwatakan; jujur, setia, berbakti dan sangat sayang terhadap putranya. Akhir kehidupannya diceritakan, gugur di medan Perang Bharatayuda membela putranya, Gatotokaca yang gugur karena panah Kunta milik Adipati Karna, raja negara Awangga.

Arjuna
ARJUNA adalah putra Prabu Pandudewanata, raja negara Astinapura dengan Dewi Kunti/Dewi Prita --- putri Prabu Basukunti, raja negara Mandura. Ia merupakan anak ke-tiga dari lima bersaudara satu ayah, yang dikenal dengan nama Pandawa. Dua saudara satu ibu adalah Puntadewa dan Bima/Werkudara. Sedangkan dua saudara lain ibu, putra Pandu dengan Dewi Madrim adalah Nakula dan Sadewa. Arjuna seorang satria yang gemar berkelana, bertapa dan berguru menuntut ilmu. Selain menjadi murid Resi Drona di Padepokan Sukalima, ia juga menjadi murid Resi Padmanaba dari Pertapaan Untarayana. Arjuna pernah menjadi Pandita di Goa Mintaraga, bergelar Bagawan Ciptaning. Ia dijadikan jago kadewatan membinasakan Prabu Niwatakawaca, raja raksasa dari negara Manimantaka. Atas jasanya itu, Arjuna dinobatkan sebagai raja di Kahyangan Kaindran bergelar Prabu Karitin. dan mendapat anugrah pusaka-pusaka sakti dari para dewa, antara lain ;

Gendewa ( dari Bathara Indra ), Panah Ardadadali ( dari Bathara Kuwera ), Panah Cundamanik ( dari Bathara Narada ). Arjuna juga memiliki pusaka-pusaka sakti lainnya, atara lain ; Keris Kiai Kalanadah, Panah Sangkali ( dari Resi Durna ), Panah Candranila, Panah Sirsha, Keris Kiai Sarotama, Keris Kiai Baruna, Keris Pulanggeni ( diberikan pada Abimanyu ), Terompet Dewanata, Cupu berisi minyak Jayengkaton ( pemberian Bagawan Wilawuk dari pertapaan Pringcendani ) dan Kuda Ciptawilaha dengan Cambuk Kiai Pamuk. Sedangkan ajian yang dimiliki Arjuna antara lain ; Panglimunan, Tunggengmaya, Sepiangin, Mayabumi, Pengasih dan Asmaragama Arjuna mempunyai 15 orang istri dan 14 orang anak. Adapun istri dan anakanaknya adalah : 1. Dewi Sumbadra , berputra Raden Abimanyu. 2. Dewi Larasati , berputra Raden Sumitra dan Bratalaras. 3. Dewi Srikandi 4. Dewi Ulupi/Palupi , berputra Bambang Irawan 5. Dewi Jimambang , berputra Kumaladewa dan Kumalasakti 6. Dewi Ratri , berputra Bambang Wijanarka 7. Dewi Dresanala , berputra Raden Wisanggeni 8. Dewi Wilutama , berputra Bambang Wilugangga 9. Dewi Manuhara , berputra Endang Pregiwa dan Endang Pregiwati 10. Dewi Supraba , berputra Raden Prabakusuma 11. Dewi Antakawulan , berputra Bambang Antakadewa 12. Dewi Maeswara 13. Dewi Retno Kasimpar 14. Dewi Juwitaningrat , berputra Bambang Sumbada 15. Dewi Dyah Sarimaya. Arjuna juga memiliki pakaian yang melambangkan kebesaran, yaitu ; Kampuh/Kain Limarsawo, Ikat Pinggang Limarkatanggi, Gelung Minangkara, Kalung Candrakanta dan Cincin Mustika Ampal (dahulunya milik Prabu Ekalaya, raja

negara Paranggelung). Ia juga banyak memiliki nama dan nama julukan, antara lain ; Parta (pahlawan perang), Janaka (memiliki banyak istri), Pemadi (tampan), Dananjaya, Kumbaljali, Ciptaning Mintaraga (pendeta suci), Pandusiwi, Indratanaya (putra Bathara Indra), Jahnawi (gesit trengginas), Palguna, Danasmara ( perayu ulung ) dan Margana ( suka menolong ). Arjuna memiliki sifat perwatakan ; Cerdik pandai, pendiam, teliti, sopan-santun, berani dan suka melindungi yang lemah. Ia memimpin Kadipaten Madukara, dalam wilayah negara Amarta. Setelah perang Bhatarayuda, Arjuna menjadi raja di Negara Banakeling, bekas kerajaan Jayadrata. Akhir riwayat Arjuna diceritakan, ia muksa ( mati sempurna ) bersama ke-empat saudaranya yang lain.

Arya Prabu Rukma ARYA PRABU RUKMA adalah putra Prabu Basukunti. raja Negara Kumbina. raja negara Surateleng atau Trajutisna. putri Prabu Kunti. Secara tidak resmi Arya Prabu Rukma juga mengawini Ken Sagupi. Prabu Bismaka/Arya Prabu Rukma gugur di medan perang melawan Prabu Bomanarakasura. dan mempunyai seorang putri bernama Ken Rarasati/Dewi Larasati. dengan Dewi Krepi. putri Prabu Purungaji dari negara Tempuru. swaraswati keraton Mandura. trengginas. Dari perkawinan tersebut ia memperoleh dua orang putra bernama . raja Boja. Aswatama BAMBANG ASWATAMA adalah putra Resi Drona dari padepokan Sokalima. Arya Basudewa. Akhir riwayatnya diceritakan. Ia menjadi raja negara Kumbina menggantikan mertuanya. Dewi Kunti/Dewi Prita dan Arya Ugrasena. raja negara Mandura dengan permaisuri Dewi Dayita. Dewi Rukmini dan Arya Rukmana. Ia berambut dan . Prabu Wasukunti atau Prabu Hirayana. Prabu Rumbaka. cerdik pandai. Arya Prabu Rukma menikah dengan Dewi Rumbini. mahir mempergunakan senjata panah dan ahli strategi perang. dan bergelar Prabu Bismaka. Ia mempunyai tiga orang saudara kandung bernama. putra Prabu Rumbaka. Arya Prabu Rukma mempunyai sifat dan perwatakan berani.

Setelah Perang Bharatayuda berakhir dan keluarga Pandawa pindah dari Amarta ke Astina. keturunan Prabu Citragada. pemberani. Dewi Banowati (Janda Prabu Duryudana) dan Dewi Srikandi. Karena kecewa dengan sikap Prabu Duryudana yang terlalu membela Prabu Salya yang dituduhnya sebagai penyebab gugurnya Adipati Karna. raja negara Magada.bertelapak kaki kuda karena ketika awal mengandung dirinya. Dewi Krepi sedang beralih rupa menjadi kuda Sembrani. dengan Dewi Anggini. Resi Drona). Pada mulanya Bambang Anggana Putra berwujud satria tampan. sebelum akhirnya ia mati oleh Bima. Pancawala (putra Prabu Puntadewa). Ia berhasil membunuh Drestadyumna (pembunuh ayahnya. Ia memiliki sifat dan perwatakan . Ia kemudian menjadi brahmana di pertapaan Argabelah dan bergelar . Ketika ayahnya. cerdik dan pandai mempergunakan segala macam senjata. Resi Drona menjadi guru Keluarga Pandawa dan Kurawa di negara Astina. secara bersembunyi Aswatama masuk menyelundup ke dalam istana Astina. Dari ayahnya. tetapi kerena terkena kutukan Sanghyang Manikmaya tatkala akan memperistri Dewi Darmastuti wujudnya berubah menjadi raksasa. dalam upaya menolong Bambang Kumbayana/Resi Drona terbang menyeberangi lautan. Bagaspati BAGAWAN BAGASPATI yang sewaktu mudanya bernama Bambang Anggana Putra. Aswatama mendapat pusaka yang sangat sakti berupa panah bernama Cundamanik. badannya hancur dipukul gada Rujakpala. Aswatama ikut serta dalam mengikuti pendidikan ilmu olah keprajuritan. Aswatama memutuskan mundur dari kegiatan perang Bharatayuda. adalah putra Resi Jaladara dari Pertapaan Dewasana.

Ketika Sanghyang Ismaya akan turun ke Arcapada. sabar. tahu-tahu telah ada seseorang yang bentuk tubuhnya hampir menyerupai dirinya. percaya akan kekuasaan Tuhan. suara besar agak serak (agor . Ia memiliki Ajian Candrabirawa. lagak lagu katanya kekanak-kanakan. ia menyerahkan Aji Candrabirawa kepada Narasoma. raja negara Mandara yang merupakan saudara seperguruan. Akhir riwayatnya diceritakan. ia mohon kepada ayahnya seorang kawan yang akan menemaninya. Bagaspati sangat sakti. ikhlas.. Sebelum tewas. Ia menikah dengan Dewi Dharmastuti. Bagong dikenal pula dengan nama Bawor. Ia bersahabat karib dengan Prabu Mandrapati. Carub atau Astrajingga. Bagaspati rela mati dibunuh Narasoma. seorang hapsari/bidadari. Ia mempunyai tabiat . Di dalam cerita pedalangan Jawa. karena rasa cintanya dan demi kebahagiaan putrinya. karena Ismaya yang ditugaskan mengawasi trah keturunan Witaradya merasa tidak sah apabila sesuatu persaksian hanya dilakukan oleh seseorang. Dewi Pujawati. Sanghyang Tunggal kemudian menyuruh Sanghyang Ismaya menoleh ke belakang . ayahnya. rela berkorban dan sangat sayang pada putrinya. dan berputra Dewi Pujawati. Bagaspati mempunyai watak. tindakannya seperti . menantunya sendiri. Jawa). Bagong BAGONG terjadi dari bayangan Sanghyang Ismaya atas sabda Sanghyang Tunggal. lucu.Bagawan Bagaspati. sehingga tidak bisa mati kecuali atas kemauannya sendiri.

tetapi selalu tepat. Bagong berumur sangat panjang. ia hidup sampai jaman Madya . Perkawinannya itu bersamaan dengan perkawinan Semar dengan Dewi Kanistri dan perkawinan Resi Manumayasa dengan Dewi Kaniraras. putri Bathara Hira. Bagong menikah dengan Endang Bagnyawati. kata-katanya menjengkelkan. kakak Dewi Kanistri. Seperti halnya dengan Semar. anak Prabu Balya raja Gandarwa di Pucangsewu.orang bodoh.

Baladewa
PRABU BALADEWA yang waktu mudanya bernama Kakrasana, adalah putra Prabu Basudewa, raja negara Mandura dengan permaisuri Dewi Mahendra/Maekah (Jawa). Ia lahir kembar bersama adiknya, Narayana dan mempunyai adik lain ibu bernama; Dewi Sumbadra/Dewi Lara Ireng, putri Prabu Basudewa dengan permaisuri Dewi Badrahini. Baladewa juga mempunyai saudara lain ibu bernama Arya Udawa, putra Prabu Basudewa dengan Ken Sagupi, seorang swarawati keraton Mandura. Baladewa berwatak keras hati, mudah naik darah tapi pemaaf dan arif bijaksana. Ia sangat mahir dalam olah ketrampilan mempergunakan gada, hingga Bima dan Duryudana berguru kepadanya. Baladewa mempunyai dua pusaka sakti; Nangggala dan Alugara, keduanya pemberian Bathara Brahma. Ia juga mempunyai kendaraan gajah bernama Kyai Puspadenta. Prabu Baladewa yang mudanya pernah menjadi pendeta di pertapaan Argasonya bergelar Wasi Jaladara, menikah dengan Dewi Erawati, putri Prabu Salya dengan Dewi Setyawati/Pujawati dari negara Mandaraka. Dari perkawinan tersebut ia memperoleh dua orang putra bernama : Wisata dan Wimuka. Prabu Baladewa diyakini sebagi titisan Sanghyang Basuki , Dewa keselamatan. Ia berumur sangat panjang. Setelah selesai perang Bharatayuda, Prabu Baladewa menjadi pamong dan penasehat Prabu Parikesit, raja negara Astina setelah Prabu Kalimataya/Prabu Puntadewa, dengan gelar Resi Balarama. Ia mati moksa setelah punahnya seluruh Wangsa Yadawa.

Baladewa

PRABU BALADEWA yang waktu mudanya bernama Kakrasana, adalah putra Prabu Basudewa, raja negara Mandura dengan permaisuri Dewi Mahendra/Maekah (Jawa). Ia lahir kembar bersama adiknya, Narayana dan mempunyai adik lain ibu bernama; Dewi Sumbadra/Dewi Lara Ireng, putri Prabu Basudewa dengan permaisuri Dewi Badrahini. Baladewa juga mempunyai saudara lain ibu bernama Arya Udawa, putra Prabu Basudewa dengan Ken Sagupi, seorang swarawati keraton Mandura. Baladewa berwatak keras hati, mudah naik darah tapi pemaaf dan arif bijaksana. Ia sangat mahir dalam olah ketrampilan mempergunakan gada, hingga Bima dan Duryudana berguru kepadanya. Baladewa mempunyai dua pusaka sakti; Nangggala dan Alugara, keduanya pemberian Bathara Brahma. Ia juga mempunyai kendaraan gajah bernama Kyai Puspadenta. Prabu Baladewa yang mudanya pernah menjadi pendeta di pertapaan Argasonya bergelar Wasi Jaladara, menikah dengan Dewi Erawati, putri Prabu Salya dengan Dewi Setyawati/Pujawati dari negara Mandaraka. Dari perkawinan tersebut ia memperoleh dua orang putra bernama : Wisata dan Wimuka. Prabu Baladewa diyakini sebagi titisan Sanghyang Basuki , Dewa keselamatan. Ia berumur sangat panjang. Setelah selesai perang Bharatayuda, Prabu Baladewa menjadi pamong dan penasehat Prabu Parikesit, raja negara Astina setelah Prabu Kalimataya/Prabu Puntadewa, dengan gelar Resi Balarama. Ia mati moksa setelah punahnya seluruh Wangsa Yadawa.

Banuwati
DEWI BANOWATI adalah putri Prabu Salya, raja negara Mandaraka dengan permaisuri Dewi Pujawati/Setyawati putri tunggal Bagawan Bagaspati dari pertapaan Argabelah. Ia mempunyai empat saudara kandung masing-masing bernama; Dewi Erawati, Dewi Surtikanti, Arya Burisrawa dan Bambang Rukmarata. Dewi Banowati menikah dengan Prabu Suyudana/Duryadana, raja negara Astina, putra Prabu Drestarasta dengan Dewi Gandari. Dari perkawinan tersebut ia meperoleh dua orang putra bernama; Leksmanamandrakumara dan Dewi Laksmanawati. Dewi Banowati berwatak; jujur, penuh belas kasih, jatmika (selalu dengan sopan santun) dan agak sedikit genit. Akhir riwayatnya diceritakan, ia mati dibunuh oleh Aswatama putra Resi Durna, setelah berakhirnya perang Bharatayuda, saat menunggu boyongan/pindahan keluarga Pandawa dari Negara Amarta ke negara Astina.

ia menyerahkan Kerajaan Mandura kepada putranya. Prabu Basudewa mempunyai tiga orang isteri/permaisuri dan 4 (empat) orang putra.Basudewa PRABU BASUDEWA adalah putra sulung Prabu Basukunti raja negara Mandura dengan permaisuri Dewi Dayita. Sedangkan dengan permaisuri Dewi Badrahini ia berputra Dewi Wara Sumbadra/Dewi Lara Ireng. putri Prabu Kunti. Dengan permaisuri Dewi Mahira/Maerah (Jawa) ia berputra Kangsa. Kakrasana. Ia pandai olah keprajuritan dan mahir memainkan senjata panah dan lembing. Ia mempunyai tiga orang saudara kandung masing-masing bernama. Dengan permaisuri Dewi Mahindra/Maerah (Jawa). raja Boja. Arya Prabu Rukma dan Arya Ugrasena. Setelah usia lanjut. swaraswati Keraton Mandura. Dewi Prita/Dewi Kunti. Prabu Basudewa sangat sayang kepada keluarganya. Kangsa sebenaranya putra Prabu Gorawangsa. Prabu Basudewa memperoleh dua orang putra bernama. raja raksasa negara Gowabarong yang dengan beralih rupa menjadi Prabu Basudewa palsu dan berhasil mengadakan hubungan asmara dengan Dewi Mahira. dan memperoleh seorang putra bernama Arya Udawa. dan hidup sebagai pendeta di Pertapaan Randugumbala. Prabu Basudewa juga mengawini Ken Sagupi. Kakrasana dan Narayana. Prabu Basudewa meninggal saat negara Mandura digempur Prabu Sitija/ Bomanarakasura raja Negara Surateleng . Secara tidak resmi.

Beberapa tahun kemudian. Basukiswara . Prabu Basukesti mengijinkan dan menyerahkan puncak gunung Retawu di kawasan gunung Saptaarga kepada Manumayasa.Basukesti ARYA BASUKESTI adalah putra Prabu Basupati/Basuparicara. Ia mempunyai dua orang saudara kandung bernama. Arya Basukiswara diangkat menjadi raja negara Wirata. Arya Basunanda dan Arya Basumurti. Sebagai penggantinya. putra Bathara Parikenan dengan Dewi Brahmananeki. Dewi Basutari dan Arya Basukiswara. membagun sebuah padepokan/pertapaan. Prabu Basukesti pernah meninggalkan tahta kerajaan Wirata dan pergi bertapa sebagai ruwat atas nasibnya. raja negara Wirata dengan permaisuri Dewi Anganti/Dewi Girika. Dewi Basuwati. Dari perkawinan tersebut ia memperoleh tiga orang putra masing-masing bernama . Prabu Basukesti kembali ke istana dan mendapat permaisuri bernama Dewi Adrika/Dewi Pancawati. karena setiap memiliki permaisuri selalu saja meninggal. Prabu Basunanda yang mengundurkan diri hidup sebagai brahmana. putri Bagawan Kolagiri dengan Dewi Suktimati. Untuk sementara tahta kerajaan diserahkan kepada Arya Basumurti. Atas kemurahan hatinya. Arya Basukesti menjadi raja negara Wirata menggantikan kedudukan kakaknya. Prabu Basukesti meninggal dalam usia lanjut.

dan mempunyai dua orang putra masing-masing bernama . Dewi Pasuwati dan Dewi Basutari. arif bijaksana dan suka menolong. . raja Negara Mandura dengan permaisuri Dewi Sungganawati. Prabu Basukesti. berani. Basukiswara menjadi raja negara Wirata menggantikan kedudukan ayahnya. Merasa usianya sudah lanjut dan tak mampu lagi memerintah. cerdik pandai. Ia mempunyai adik kandung bernama Kuntadewa. adil dan sangat memperhatikan kehidupan rakyatnya. raja Boja. raja negara Wirata dengan permaisuri Dewi Adrika/Dewi Pancawati. Ia memerintah dengan arif dan bijaksana. Ia mempunyai dua orang kakak kandung masing-masing bernama . Basukunti PRABU BASUKUNTI atau WASUKUNTI yang waktu mudanya bernama Suradewa. yang setelah menjadi raja negara Boja bergelar Prabu Kuntiboja. Arya Basuketi. Tahta dan negara Wirata diserahkan kepada putra sulungnya. ia memutuskan untuk hidup sebagai brahmana. Arya Basudewa dan hidup sebagai brahmana sampai meninggal. Setelah usianya lanjut. Dari perkawinan tersebut ia memperoleh 4 ( empat ) orang putra masing-masing bernama: Arya Basudewa. Prabu Basukiswara menikah dengan Dewi Kiswati. putri Prabu Kunti. Prabu Basukunti mempunyai sifat dan perwatakan. adalah putera sulung Prabu Wasukunteya.ARYA BASUKISWARA adalah putra Bungsu prabu Basukesti. Prabu Basukiswara juga menjalin hubungan yang sangat erat dengan Resi Manumayasa dari padepokan Retawu di gunung Saptaarga. Arya Basuketi dan Arya Kistawan. Dewi Prita/Dewi Kunti. Arya Prabu Rukma dan Arya Ugrasena. Prabu Basukunti menikah dengan Dewi Dayita. ia menyerahkan tahta kerajaan Mandura kepada putra sulungnya.

putra Bathara Bremani/Brahmanaresi dengan Dewi Srihuna/Srihunon. dan mempunyai dua orang putra masing-masing bernama . Dewi Basundari dan Arya Basundara. juga tahu segala bahasa binatang. Prabu Basupati yang mengundurkan diri. Karena waktu itu putra-putranya masih kecil. Dengan kereta sakti Amarajaya. raja negara Wirata yang pertama dengan permaisuri Dewi Bramaniyuta. putri . Ia mengikuti jejak Prabu Basupati. Karena ketekunannya bertapa. mengundurkan diri dari tahta kerajaan untuk selanjutnya hidup sebagai brahmana. masuk ke dalam wilayah kekuasaan negara Wirata. Prabu Basupati menikah dengan Dewi Angati atau Dewi Girika (Mahabharata). Prabu Basupati mempunyai adik kandung bernama Bramananeki yang menikah dengan Bambang Parikenan. Ia Putra Bathara Srinada/Prabu Basurata. Prabu Basunanda menikah dengan Dewi Swakawati. Putri Bathara Brahma. Prabu Basupati menaklukkan tujuh negara. Arya Basukesti. Basupati PRABU BASUPATI dikenal pula dengan nama Prabu Basuparicara (Mahabharata). tahta kerajaan Wirata diserahkan kepada adiknya. Prabu Basupati menjadi sangat sakti . Ia mendapat anugerah Bathara Indra berwujud sebuah kereta sakti bernama Amarajaya lengkap dengan bendera perangnya yang membuatnya kebal terhadap segala macam senjata. Prabu Basunanda tidak terlalu lama memerintah negara Wirata.Basunanda Arya Basunanda menjadi raja negara Wirata menggantikan kedudukan ayahnya.

dengan permaisuri Dewi Srisekar. Putri Bathara Brahma dengan Dewi Sarasyati dari Kahyangan Daksinageni. Prabu Basurata adalah Putra Bathara Wisnu yang bertahta di Kahyangan Untarasegara. Ia menyerahkan tahta Kerajaan Wirata kepada Arya Basunada. Prabu Basupati memerintah negara Wirata sampai berusia lanjut. Dari perkawinan tersebut. Setelah menikahkan putrinya. putra Bathara Bremani/Brahmanaresi (Putra Bathara Brahma dengan Dewi Raraswati) dengan Dewi Srihuna (Putri Bathara Wisnu dengan Dewi Sripujayanti). Ia mempunyai dua orang saudara kandungmasing-masing bernama . Basurata PRABU BASURATA adalah raja negara Wirata yang pertama. Pada waktu mudanya ia bernama Bathara Srinada.Bagawan Kolagiri dengan Dewi Suktimati. Bathara Srigati dan Bathara Srinadi. ia memperoleh tiga orang putra masing-masing bernama . Arya Basupati. Arya Basupati/Basuparicara dan Dewi Bramananeki. Dari perkawinan tersebut ia memperoleh dua orang putra bernama . . Dewi Brahmananeki dengan Bambang Parikenan. Ia kemudian menyerahkan tahta dan negara Wirata kepada putranya. kemudian hidup sebagai brahmana sampai meninggal dalam keadaan bermudra. Arya Basukesti dan Arya Bamurti. Prabu Basurata berkeinginan moksa. Arya Basunada. Prabu Basurata menikah dengan Dewi Bramaniyuta.

Kelatbahu Candrakirana. Kusumayuda. Bratasena. berputra Arya Anantasena Akhir riwayat Bima diceritakan. mati sempurna (moksa) bersama ke empat saudaranya setelah akhir perang Bharatayuda. Sedangkan beberapa anugerah Dewata yang diterimanya antara lain. Dewi Arimbi. Gelung Pudaksategal. Aji Bandungbandawasa. Kalung Nagasasra. Bima mempunyai dua orang saudara kandung bernama: Puntadewa dan Arjuna. raja Negara Astina dengan Dewi Kunti. Kampuh/kain Poleng Bintuluaji. Sumping Surengpati. Gelang Candrakirana. Bima juga memiliki pakaian yang melambangkan kebesaran yaitu. Ia memiliki keistimewaan ahli bermain ganda dan memiliki berbagai senjata antara lain. tabah. berputra Raden Gatotkaca dan 3. Dewi Urangayu. Pupuk Jarot Asem. Nakula dan Sadewa. gagah berani. Dandunwacana. . Sena. atau Wijasena. Ia putra kedua Prabu Pandu. Aji Ketuklindu dan Aji Blabakpangantol-antol. Kowara. Kuku Pancanaka. Dewi Nagagini. Balawa. serta 2 orang saudara lain ibu. Bima tinggal di kadipaten Jodipati. patuh dan jujur. kuat. Kusumadilaga. yaitu : 1. Bargawa (kapak besar) dan Bargawasta. teguh. 2. Bima memililki sifat dan perwatakan. berputra Arya Anantareja. ikat pinggang Nagabanda dan Celana Cinde Udaraga. Bayusuta. Ia mempunyai tiga orang isteri dan 3 orang anak. Nagata. sedangkan ajian yang dimiliki adalah . Birawa. Pandusiwi. yaitu . wilayah negara Amarta. Alugara.Bima BIMA atau WERKUDARA dikenal pula dengan nama. putri Prabu Basukunti dengan Dewi Dayita dari negara Mandura. Sumping Surengpati dan pupuk Pudak Jarot Asem. Gada Rujakpala.

Ia bersaudara 100 orang --{ 99 orang pria dan 1 orang wanita} yang disebut Sata Kurawa. Durmagati. Kartadenta. raja negara Astina dengan permaisuri Dewi Gandari. Carucitra. (raja negara Banyutinalang). Gardapati (raja Negara Bukasapta). Bomawikata. Dursasana (Adipati Banjarjungut). . putri Prabu Gandara dengan Dewi Gandini dari negara Gandaradesa. Surtayuda. Citrayuda. Kartamarma. Citraboma. Wikataboma. Widandini (raja negara Purantara) dan Dewi Dursilawati. Citraksi. Surtayu. Durgempo. Durmuka. Gardapura . Diantaranya yang dikenal dalam pedalangan adalah Duryudana (raja Negara Astina).Bogadatta BOGADATTA atau Bogadenta adalah putra Prabu Drestarasta. Citraksa.

ia menjadi sangat sakti. Bogadatta maju kemedan peperangan bersama gajah Murdiningkung dan srati Murdiningsih. Dalam perang Bharatayuda. kejam. maka yang mati akan hidup kembali. bengis dan selalu menurutkan kata hatinya. Bila salah satu diantara mereka mati. Bomantara RABU BOMANTARA adalah raja negara Trajutisna/Prajatisa. Bogadatta juga memiliki kendaraan gajah bernama Murdiningkung dengan srati/pawang seorang prajurit wanita bernama Murdiningsih. putra Bathara Kala dengan Bathari Durga/Dewi Pramuni dari kahyangan Setragandamayit. Negara Surateleng dan Prajatisa oleh Prabu Sitija/Narakasura dijadikan satu.Bogadatta menjadi raja di negara Turilaya. ketiganya merupakan pasangan yang menakutkan lawan dan tak terkalahkan. Berwatak angkara murka. Prabu Sitija kemudian bergelar Prabu Bomanarakasura . Mereka semua mati dalam peperangan oleh panah Trisula milik Arjuna. Di medan peperangan. raja negara Surateleng. Arwahnya manunggal dalam tubuh Prabu Sitija. Ia masih keturunan Bathara Kalayuwana. Akhirnya Prabu Bomantara tewas dalam pertempuran melawan Prabu Narakasura yang waktu mudanya bernama Bambang Sitija. menewaskan Prabu Arimbaji untuk menguasai wilayah hutan Tunggarana. Prabu Bomantara kemudian menyerang negara Surateleng. dan diloncati salah satu diantara yang hidup. Selain sakti. putra Prabu Kresna dengan Dewi Pretiwi. Ia kemudian menyerang negara Gowasiluman. Karena ketekunanya bertapa. Belum puas dengan kekuasaan yang dimiliki. Prabu Bomantara pernah menyerang Suralaya dan mengalahkan para Dewa. Ia pandai bermain gada.

Brajadenta dan Brajamusti berhasil melarikan diri dan berlindung pada kemenakannya. Bima tinggal di Jadipati. Brajamusti. Usahanya kembali menghalami kekagalan.Brajadenta BRAJADENTA adalah putra ketiga Prabu Arimbaka. Arimba / Hidimba. . Brajalamatan. Brajadenta berwatak keras hati. barang siapa kena gigitannya pasti binasa. ingin menangnya sendiri. putra mendiang Prabu Arimba yang telah menjadi raja di negara Gowasiluman di hutan Tunggarana. Brajadenta sangat sakti. Brajalamatan dan Brajawikalpa. Pemberontakannya dapat ditumpas oleh Gatotkaca dengan tewasnya Brajalamatan dan Brajawikalpa. Brajadenta akhirnya tewas dalam peperangan melawan Gatotkaca. putra Dewi Arimbi dengan Bima sebagai raja Pringgandani. Dengan bantuan Bathari Durga. Arwahnya menjelma menjadi ajian/keaktian dan merasuk/menunggal dalam gigi Gatotkaca. Sejak itu Gatotkaca memiliki kesaktian. Dewi Arimbi. Prabu Arimbaji. Ia mempunyai tujuh orang saudara kandung bernama. Akhir riwayatnya diceritakan. Brajadenta dengan dibantu oleh ketiga adiknya. Oleh kakaknya. Dewi Arimbi. Brajamusti. Arya Prabakesana. melakukan pemberontakan karena ingin secara mutlak menguasai negara Pringgandani. karena tidak setuju dengan pengangkatan Gatotkaca. Brajadenta kembali memasuki negara Pringgandini untuk membunuh Gatotkaca. Brajadenta ditunjuk sebagai wakil raja memegang tampuk pemerintahan negara Pringgandani selama Dewi Arimbi ikut suaminya. berani serta ingin selalu menurutkan kata hatinya. Brajawikalpa dan Kalabendana. raja raksasa negara Pringgandani dengan Dewi Hadimba.

Brajawikalpa dan Kalabendana. Brajalamatan berwatak keras hati dan agak berangasan. raja raksasa negara Pringgandani dengan Dewi Hadimba. masing-masing bernama . Arimba/Hidimba. . Karena itu Brajalamatan ikut mendukung dan terlibat langsung gerakan pemberontakan yang dilakukan Brajadenta dan Brajamusti dalam upaya merebut tahta kerajaan Pringgandani dari tangan Gatotkaca. Dewi Arimbi.Brajalamatan BRAJALAMATAN adalah putra keenam Prabu Arimbaka. Brajamusti. Arya Prabakesa. pemberani dan sangat sakti. Dalam peperangan perebutan kekuasaan itu. Ia mempunyai tujuh orang saudara kandung. mudah marah. Brajalamatan sangat menentang keputusan Dewi Arimbi yang akan menyerahkan tahta kerajaan Pringgandani kepada Gatotkaca. Arwahnya kemudian menjelma menjadi ajian/kesaktian manunggal di tangan kiri Gatotkaca. putranya dengan Bima. Brajadenta. Brajalamatan akhirnya mati di tangan Gatotkaca.

keras hati dan ingin menang sendiri. dan arwahnya menjadi ajian/kesaktian merasuk/menunggal dalam tangan kanan Gatotkaca. Ia sangat sakti. istri Prabu Duryudana. Brajamusti mempunyai sifat mudah naik darah. berlindung pada kemenakannya. raja negara Astina. Brajamusti dan Brajadenta melarikan diri. Dewi Arimbi. ia melakukan pemberontakan merebut tahta negara Pringgandani dari kekuasaan Dewi Arimbi. . Brajalamantan dan Brajawikalpa. Ia menjelma menjadi Gatotkaca palsu dan menganggu Dewi Banowati. putra mendiang Prabu Arimba yang telah menjadi raja negara Guwasiluman di hutan Tunggarana. Arimba/Hidimba. Brajalamatan. raja raksasa negara Pringgandani dengan Dewi Hadimba. agak bengis. Brajawikalpa dan Kalabendana. Arya Prabakesa. Ia mempunyai tujuh orang saudara kandung bernama. Brajadenta dan kedua adiknya.Brajamusti BRAJAMUSTI adalah putra ke-lima Prabu Arimbaka. Akhirnya Brajamusti tewas dalam petempuran melawan Gatotkaca. Brajamusti kembali beraniat membunuh Gatotkaca melalui tangan ketiga. Dengan bantuan Bathari Durga. Bersama kakaknya. Ketika pemberontakan gagal dengan tewasnya Brajalamatan dan Brajawikalpa oleh Gatotkaca. Namun perbuatanya terseburt dapat dibongkar oleh Gatotkaca. Brajadenta. Prabu Arimbaji.

Dewi Arimbi. putri tunggal Bagawan Bagaspati dari pertapaan Argabelah. raja negara Mandaraka dengan permaisuri Dewi Pujawati/Setyawati. Brajawikalpa juga ikut terlibat langsung pemberontakan yang dipimpin oleh Brajadenta dan Brajamusti. Dewi Erawati. Arya Prabakesa. Ia mempunyai empat orang saudara kandung masingmasing bernama . Arwahnya menjelma menjadi ajian/kesaktian berujud perisai yang manunggal dalam punggung Gatotkaca. pendendam. Ia mempunyai tujuh orang saudara kandung masing-masing bernama. senang membuat keonaran dan membuat peristiwa . sedikit serakah dan tidak mempunyai pendirian yang tetap. Brajawikalpa mempunyai sifat perwatakan . raja raksasa negara Pringgandani dengan Dewi Hadimba. Ia juga ikut mendungkung Brajadenta dan saudara-saudaranya yang lain ketika menentang Dewi Arimbi yang akan mengangkat Gatotkaca sebagai raja Pringgandani. Ia berwatak sombong. ingin selalu menang sendiri. setia. pemberani. senang menurutkan kata hatinya.Brajawikalpa BRAJAWIKALPA adalah putra ketujuh Prabu Arimbaka. walau sebelumnya telah diperingatkan oleh Kalabendana. Brajamusti. Brahjawikalpa tewas dalam pertempuan melawan Gatotkaca. Dewi Banowati dan Bambang Rukmarata. Dalam peperangan pemberontakan tersebut. Arimba/Hidimba. Burisrawa berwujud setengah raksasa. tangguh. Brajadenta. gagah perkasa dan sangat sakti. Dewi Surtikanti. Brajalamatan dan Kalabendana.peristiwa . Burisrawa ARYA BURISRAWA adalah putra ke-empat Prabu Salya.

Ia gugur dalam peperangan melawan Arya Setyaki. raja Mandura. Prabu Duryudana. . putri Prabu Kiswaka. raja Awangga karena hubungan saudara ipar.yang penuh dengan kekerasan. Dalam perang Bhratayuda. raja negara Cedisekar/Cindekembang dan berputra Arya Kiswara. Ia sangat akrab hubungannya dengan Prabu Baladewa. putra Prabu Setyajid/Ugrasena. Burisrawa menikah dengan Dewi Kiswari. Burisrawa berada di pihak keluarga Kurawa. raja negara Lesanpura. raja Astina dan Adipati Karna.

banyak tingkah dan pandai bicara. bertugas menggembalakan kerbau/Andanu (Jawa) milik Bathari Durga. raja makhluk siluman yang bertahta di Kahyangan Setragandamayit. Kerbau Andanu berjumlah 40 ekor. Ia berwatak kejam. pemberani. Cakil selalu ada dan hidup di setiap negara raksasa. trengginas. Ia merupakan raksasa hutan (selalu tinggal di hutan) dengan tugas merampok para satria atau merusak dan mengganggu ketenteraman kehidupan para brahmana di pertapaan. serakah. semuanya berwarna hitam.Cakil CAKIL atau Gendirpenjalin. Dadungawuk tinggal di hutan Krendayana. tangkas. Cakil memiliki sifat. perang antara satria melawan raksasa yang merupakan lambang nafsu angkara murka. karena ia dan anak buahnya merupakan lambang nafsu angkara murka manusia yang memang harus dilenyapkan Dadungawuk DADUNGAWUK adalah raksasa kerdil anak buah Bathari Durga. berwujud raksasa dengan gigi tonggos berpangkat tumenggung. Dalam setiap peperangan Cakil mesti menemui ajalnya. selalu menurutkan kata hati dan mau menangnya sendiri. Tokoh Cakil hanya dikenal dalam ceruita pedalangan Jawa dan selalu dimunculkan dalam perang kembang. berkaki putih .

Atas seijin Bathari Durga. dan Ditya Sapulebu di kesatrian Baweratalun. di kawasan hutan Mertani. Arya Dananjaya menjadi benteng dan senapati perang negara Mertani. Arya Dananjaya juga mempunyai dua saudara seayah lain ibu masing-masing bernama . Dadungawuk bersedia menyerahkan Andanu. Tetapi setelah dikalahkan oleh Bima. sebuah kerajaan siluman yang dalam penglihatan mata biasa merupakan hutan belantara yang sangat angker. raja Jin negara Mertani dan Arya Dandunwacana yang bersemayam di kesatrian Jodipati. . yang akan digunakan untuk memeriahkan pawai perkawinan Dewi Subadra dengan Arjuna yang pestanya diselenggarkan di negara Dwarawati. Arya Danduwacana. Arya Dananjaya sangat sakti. Ditya Sapujagad yang bertempat tinggal di kesatrian Sawojajar. Dadungawuk sendiri bertindak sebagai pawangnya. Ia memiliki pusaka berupa jala sutra yang berwujud emas. Dadungawuk dan Andanu kembali kehutan Kerndayana. putri Prabu Basudewa dengan permaisuri Dewi Badrahini dari negara Mandura.(=pancal panggung/Jawa). Setelah pesta perkawinan selesai. yaitu : Prabu Yudhistira. Dananjaya ARYA DANANJAYA menurut cerita pedalangan Jawa adalah raja Jin negara Madukara. Ia mempunyai dua kakak kandung. Pada mulanya Dadungawuk menolak. Karena indahnya pernah dipinjam keluarga Pandawa untuk memenuhi persyaratan permintaan Dewi Sumbadra. Bersama kakaknya. ketika dipinang oleh Arjuna.

Ketika hutan Mertani berhasil ditaklukan keluarga Pandawa. . negara Madukara beserta seluruh balatentaranya. berkat daya kesaktian Minyak Jayengkaton milik Arjuna pemberian dari Bagawan Wilawuk. Podangbinurehan. naga bersayap dari pertapaan Pringcendani. Arya Dandunwacana bertubuh tinggi besar. setia dan memiliki rasa tanggung jawab yang besar. Ia bersemayam di kesatrian Jodipati. naga bersayap dari pertapaan Pringcendani. berkat daya kesaktian minyak Jayengkaton yang diperoleh Arjuna dari Bagawan Wilawuk. Dandunwacana ARYA DANDUNWACANA adalah adik Prabu Yudhistira. putri Prabu Yudhistira dengan Dewi Rahina yang sesungguhnya pewaris tunggal negara Madukara. Arya Dananjaya yang bersemayam di kesatiran Madukara. Ditya Sapujagad. putra Prabu Pandu raja negara Astina. Nama Dananjaya menjadi nama sebutan Arjuna. Arya Dandunwacana yang kalah dalam peperangan melawan Bima/Werkudara akhirnya menjelma/sejiwa dengan diri Bima. Kepada Arjuna ia menyerahkan . Arya Dananjaya yang kalah dalam peperangan melawan Arjuna. Kepada Bima. bertempat tinggal di kesatiran Sawojajar dan Ditya Sapulebu yang bertempat tinggal di kesatiran Baweratalun. Jangettinelon. sebuah kerajaan siluman yang dalam penglihatan mata biasa merupakan sebuah hutan belantara yang angker. yang menurut cerita pedalangan Jawa adalah raja Jin negara Mertani. dan memberi saran kepada Arjuna untuk mengawini Dewi Ratri. Ia bersama adik-adiknya menjadi senapati perang negara Mertani. pusaka Jala Sutra Emas. akhirnya menjelma/sejiwa dengan Arjuna. putra Prabu Pandu raja negara Astina. Arya Dandunwacana juga mempumyai dua saudara seayah lain ibu masing-masing bernama . gada pusaka bernama Rujakpala dan seluruh balatentaranya antara lain Patih Gagakbaka dan para putra Slagahima antara lain . jujur. hak memakai nama Arya Dandunwacana. Menjanganketawang dan Cecakandon. Berwatak pemberani.Ketika hutan Mertani berhasil ditaklukan keluarga Pandawa. Celengdemalung. negara Jodipati. gagah perkasa. Dandangminangsi. Arya Dandunwacana mempunyai adik kandung bernama . Arya Dandunwacana menyerahkan.

Nagapratala. yang mempunyai kesaktian. Anantareja. Danurwenda tidak bersedia menjadi raja negara Jangkarbumi.Danurwenda ARYA DANURWENDA adalah putra Arya Anantareja. Negara Jangkarbumi diserahkan kepada putranya. putri Prabu Ganggapranawa dari negara Tasikraja. raja negara Jangkarbumi dengan permaisuri Dewi Ganggi. sangat berbakti pada yang lebih tua dan sayang kepada yang muda. dan dapat digunakan untuk menghidupkan kembali kematian di luar takdir. cucu Prabu Kurandageni dari negara Tirtakandasan. Ia tetap tinggal di kahyangan Saptapratala bersama kakeknya. sehingga kebal terhadap segala macam senjata. Dari perkawinan tersebut ia memperoleh seorang putra bernama Nagapratala. Arya Danurwenda menikah dengan Dewi Kadriti. menjauhkan dari kematian selama masih menyentuh bumi/tanah. Danurwenda juga mewarisi cincin Mustikabumi dari ayahnya. Ia berkulit Napakawaca. Danurwenda memiliki sifat dan perwatakan. Hyang Anantaboga. rela berkorban dan besar kepercayaannya kepada Sang Maha Pencipta. tetapi ia memilih menjadi patih negara Astina di bawah pemerintahan Prabu Parikesit. jujur. . pendiam. Arya Danurwenda masih kecil. Ketika berlangsungnya perang Bharatayuda.

Dewi Ambika menurunkan keluarga Kurawa sedangkan Dewi Ambiki menurunkan keluarga Pandawa Dewayani DEWI DEWAYANI adalah nenek-moyang keluarga wangsa Yadawa. Dewi Ambika menikah dengan Arya Drestarasta dan Dewi Ambiki dengan Pandu. Dewi Ambika dan Dewi Ambiki. dan mempunyai tiga orang putri masing-masing bernama. Dewi Amba tidak ikut dipertaruhkan karena sebelunya telah bertunangan dengan Prabu Citramuka. Dewi Ambika dan Dewi Ambalika/Ambiki. Prabu Darmahambara pernah menyelenggarakan sayembara tanding pilih menantu untuk dua orang putrinya. keduanya putra Prabu Santanu dengan Dewi Durgandini dari negara Astina. Wresni dan . keduanya putra Dewi Durgandini dengan Bagawan Abiyasa. Putri sulungnya. Wahmuka dan Arimuka yang menjadin jago negara Giyantipura. dari pertapaan Retawu. raja negara Srawantipura. Ketiga putri Prabu Darmahambara mengalami nasib yang berbeda. Dewi Amba secara tidak sengaja tewas oleh Dewabrata. Setelah Prabu Citragada dan Prabu Wicitrawirya meninggal.Darmahambara PRABU DARMAHAMBARA adalah raja negara Giyantipura. Dewi Ambika menikah dengan Prabu Citragada dan Dewi Ambiki dengan Prabu Wicitrawirya. Permaisurinya bernama Dewi Swargandini. Dewi Amba. Sayembara tanding dimenangkan oleh Dewabrata/Bisma dari negara Astina setelah mengalahkan dua raksasa kembar.

Karena takut terhadap kutuk pastu Resi Sukra.000 tahun dan mendapat ilmu Sanjiwani. Ia mempunyai kakak kandung dua orang masingmasing bernama. masing-masing bernama . raja Amarta. Resi Sukra bertapa memuja Bathara Prameswara selama l. dan berputra tiga orang lelaki. Kedua putranya tersebut kelak menurunkan golongan wangsa Yadawa. Karena menghendaki kemenangan para daitya. Ia merupakan putri tunggal Resi Sukra dengan Dewi Jayanti. mantra sakti yang dapat menghidupkan orang mati. Lesanpura. Resi Sukra adalah brahmana mahasakti yang menjadi guru para daitya/raksasa di negara Sakiya. raja negara Pancala dengan permaisuri Dewi Gandawati. Drestadyumna ARYA DRESTADYUMNA atau Trustajumena adalah putra bungsu Prabu Drupada. istri Prabu Yudhistira. raja negara Astina.Andaka. putri Sanghyang Indra. dan dipenuhi dengan senang hati oleh Sarmista. Druhyu. Yadu dan Turwasu. Dewi Drupadi. putri tunggal Prabu Wrisaparwa. Dewayani meminta agar Sarmista menjadi budaknya. Dewayani meminta Resi Sukra. Wresni dan Andaka (keluarga Mandura. masing-masing bernama . Prabu Wrisaparwa dan Dewi Sarmista memohon ampun dan bersedia memenuhi serta melaksanakan apa yang diminta/dikehendaki Dewayani. Dewayani akhirnya dimadu dengan Dewi Sarmista yang diambil istri Prabu Yayati. ayahnya agar menghukum Prabu Wrisaparma dan Dewi Sarmista yang telah menghina dan mendorongnya ke dalam lumpur. Karena berselisih dengan Dewi Sarmista. Dari perkawinan tersebut ia memperoleh dua orang putra lelaki. putri Prabu Gandabayu dengan Dewi Gandini. Anu dan Puru (menurunkan wangsa Kuru/Pandawa-Kurawa). Dewayani kemudian menikah dengan Prabu Yayati. dan Dewi . raja daitya negara Parwata. Kumbina dan Dwarawti).

akhirnya Resi Drona dapat dibinasakan oleh Drestadyumna dengan dipenggal lehernya. memiliki sifat pemberani. Arya Kumbayaka dan Dewi Kumbayani. sombong. Drestaka dan Drestara. bengis. Ia mempunyai saudara seayah seibu bernama . raja negara Parangggelung yang ingin menuntut balas pada Resi Drona menyusup dalam diri Drestadyumna. congkak. istri Arjuna. Ia tampil sebagai senapati perang Pandawa. menghadapi senapati perang Kurawa. tinggi hati. Setelah melalui pertempuran sengit. Drestadyumna mati setelah berakhirnya perang Bharatayuda. cerdik. Dari perkawinan tersebut ia memperoleh dua orang putra lelaki bernama. Drestadyumna ikut terjun dalam kancah perang Bharatayuda.Srikandi. putra Resi Drona. Ia tewas dibunuh Aswatama. Ia menikah dengan Dewi Suwarni. raja negara Dasarna. . yaitu Resi Drona. Pada saat itu roh Ekalaya. tangkas dan trenginas. banyak bicaranya. Konon Arya Drestadyumna lahir dari tungku pedupaan hasil pemujaan Prabu Drupada kepada Dewata yang menginginkan seorang putra lelaki yang dapat membinasakan Resi Drona yang telah mengalahkan dan menghinanya. Drona RESI DRONA atau Durna yang waktu mudanya bernama Bambang Kumbayana adalah putra Resi Baratmadya dari Hargajembangan dengan Dewi Kumbini. Drestadyumna berwajah tampan. putri Prabu Hiranyawarma. Resi Drona berwatak. yang berhasil menyusup masuk istana Astina dalam usahanya membunuh bayi Parikesit.

Drupada PRABU DRUPADA yang waktu mudanya bernama Arya Sucitra. Ia mempunyai pusaka sakti berwujud keris bernama Cundamanik dan panah Sangkali (diberikan kepada Arjuna). putri Prabu Purungaji. Ia berhasil mendirikan padepokan Sokalima setelah berhasil merebut hampir setengah wilayah negara Pancala dari kekuasaan Prabu Drupada. raja negara Tempuru. Resi Drona gugur di medan pertempuran oleh tebasan pedang Drestadyumna. setelah gugurnya Resi Bisma. Karena kesaktian dan kemahirannya dalam olah keprajuritan.tetapi kecakapan. yang memenggal putus kepalanya. adalah putra Arya Dupara dari Hargajambangan. dan merupakan turunan ke tujuh dari Bathara Brahma. Arya Sucitra pergi meninggalkan . Ia sangat mahir dalam siasat perang dan selalu tepat menentukan gelar perang. putra Prabu Drupada. kecerdikan. dan memperoleh seorang putra bernama Bambang Aswatama. Resi Drona menikah dengan Dewi Krepi. Untuk mencari pengalaman hidup. Konon kematian Resi Drona akibat dendam Prabu Ekalaya raja negara Parangggelung yang arwahnya menyatu dalam tubuh Drestadyumna. Drona dipercaya menjadi guru anak-anak Pandawa dan Kurawa. Arya Sucitra bersaudara sepupu dengan Bambang Kumbayana/Resi Drona dan menjadi saudara seperguruan sama-sama berguru pada Resi Baratmadya. Dalam peran Bharatayuda Resi Drona diangkat menjadi Senapati Agung Kurawa. kepandaian dan kesaktiannnya luar baisa serta sangat mahir dalam siasat perang.

teliti dan . Dewi Drupadi berwajah sangat cantik. Dewi Srikandi dan Arya Drestadyumna. Dalam masa kekuasaanya. mengabdikan diri ke negara Astina kehadapan Prabu Pandudewanata. Dewi Srikandi dan Arya Drestadyumna. Ia menekuni seluk beluk tata kenegaraan dan tata pemerintahan. Ketika Prabu Gandabayu mangkat. oleh Prabu Pandu ia di jodohkan/dikawinkan dengan Dewi Gandawati. Ia mempunyai dua orang adik kandung bernama . Dari perkawinan tersebut ia memperoleh tiga orang putra masing-masing bernama.sabar. raja negara Pancala dengan permaisuri Dewi Gandawati. Arya Sucitra dinobatkan menjadi raja Pancala dengan gelar Prabu Drupada. Prabu Drupada tampil sebagai senapati perang Pandawa. Prabu Drupada berselisih dengan Resi Drona. Di dalam perang besar Bharatayuda. Dewi Drupadi. dan berputra mahkota Arya Gandamana menolak menjadi raja. bijaksana. Drupadi DEWI DRUPADI atau Dewi Kresna dan dikenal pula dengan nama Pancali (Mahabharata) adalah putri sulung Prabu Drupada. Ia gugur melawan Resi Drona terkena panah Cundamanik. luhur budinya. putri sulung Prabu Gandabayu dengan Dewi Gandarini dari negara Pancala. dan separo dari wilayah negara Pancala direbut secara paksa melalui peperangan oleh Resi Drona dengan bantuan anak-anak Pandawa dan Kurawa.Hargajembangan. Putri Prabu Gandabayu dengan Dewi Gandini. Karena kepatuhan dan kebaktiannya kepada negara.

1. yaitu. 3. Dari perkawinan tersebut ia memperoleh seorang putra yang diberi nama Arya Susena. Nakula dan Sahadewa. Dewi Drupadi mati moksa bersama-sama dengan kelima satria Pandawa setelah berakhirnya perang Bharatayuda. Dewi Drupadi menikah dengan lima orang satria Pandawa. besar kepala dan senang meremehkan orang lain. Yudhistira. takabur. Dursala mempunyai watak dan sifat. Dewi Drupadi menikah dengan Prabu Yudhistira/Puntadewa. seorang pendeta raksasa dari pertapaan Carangwulung di hutan Wanayasa. Ia diberi Aji Gineng oleh Bagawan Pisaca yang berkhasiat kesaktian siapa saja yang digertaknya badannya akan hancur lebur. Selain pernah berguru pada Resi Drona. Srutasoma dari Bima. Sedangkan menurut Mahabharata. 2. Dursala menikah dengan Dewi Sumini. raja negara Amarta dan berputra Pancawala. Ia selalu berbakti terhadap suaminya. Srutanika dari Nakula 5. Srutakirti dari Arjuna 4. Bima. Ia berbadan besar. Dursala juga menjadi murid kesayangan Bagawan Pisaca. Dursala tewas dalam pertempuran .setia. Dursala DURSALA adalah putra Arya Dursasana. gagah dan bermulut lemar. Dari perkawinan tersebut ia memperoleh lima orang putra. Arjuna. Menurut pedalangan Jawa. Adipati Banjarjumut yang merupakan salah satu dari seratus orang keluarga Kurawa dengan Dewi Saltani. Akhir riwayatnya diceritakan. ia sangat sakti. Srutawarman dari Sahadewa.Partawindya dari Yudhistira.

Dursasana mati di medan perang Bharatayuda oleh Bima/Werkudara dalam keadaan sangat menyedihkan. Durmagati. gagah dan bermulut lebar. Bomawikata. Wikataboma. Ia bersaudara 100 orang --{99 orang pria dan 1 orang wanita} yang disebut Sata Kurawa. Durmuka. (raja negara Banyutinalang). Kartadenta. Citraboma. Dari perkawinan ini ia berputra seorang lelaki bernama Dursala. yang akan dibuat kramas dan mencuci rambutnya. raja negara Astina dengan permaisuri Dewi Gandari. Gardapura . Citraksi. besar kepala. Bogadatta (raja negara Turilaya). Surtayu.melawan Gatotkaca tatkala ia bermaksud menguasai negara Amarta. Widandini (raja negara Purantara) dan Dewi Dursilawati. Surtayuda. Kartamarma. putri Adipati Banjarjungut. Citrayuda. Dursasana berbadan besar. Citraksa. Badannya hancur terkena hantaman Aji Narantaka Dursasana DURSASANA adalah putra Prabu Drestarasta. Dadanya dibelah dengan kuku Pancanaka. Gardapati (raja Negara Bukasapta). takabur. senang meremehkan dan menghina orang lain. Darah yang menyembur ditampung Bima untuk memenuhi sumpah Dewi Drupadi. putri Prabu Gandara dengan Dewi Gandini dari negara Gandaradesa. Dursasana menikah dengan Dewi Saltani. Carucitra. Diantaranya yang dikenal dalam pedalangan adalah Duryudana (raja Negara Astina). Durgempo.gemar bertindak sewenang-wenang. mempunyai watak dan sifat. Ia mempunyai pusaka sebuah keris yang luar biasa besarnya bernama Kyai Barla. Anggota tubuh dan kepala Dursasana .

Kartadenta. Kartamarma (raja negara Banyutinalang). Surtayu. putri Prabu Gandara dengan Dewi Gandini dari negara Gandaradesa. Durmuka. Gardapura. Carucitra. Bomawikata. Durgempo. Diantara 100 orang. Durmagati. Bogadatta (raja negara Turilaya). Dewi Dursilawati sangat dimanja oleh orang tuanya dan saudara-saudaranya.hancur berkeping-keping. Duryudana (raja Negara Astina). Dursasana (Adipati Banjar Jumut). Citrayuda. Citraboma. Citraksi. . raja negara Astina dengan permaisuri Dewi Gandari. Citraksa. Surtayuda. Dursilawati DEWI DURSILAWATI adalah satu-satunya wanita dari 100 (seratus) orang putra Prabu Drestarasta. dihantam gada Rujakpala. Wikataboma. keluarga Kurawa yang dikenal dalam pedalangan adalah. Gardapati (raja negara Bukasapta). dan Widandini (raja negara Purantara) .

Ekalaya seorang raja kesatria. gaya dan kata-katanya serba menarik. dengan penuh keikhlasan Ekalaya merelakan ibu jari tangan kanannya dipotong oleh Resi Drona. Wataknya bersahaja. yang mengakibatkan kematiaannya karena cincin Mustika Ampal lepas dari tubuhnya. Ia jarang sekali keluar dari lingkungan istana. Dalam perselisihannya dengan Arjuna. Menjelang . keinginanya selalu terlaksana. Dari perkawinan tersebut ia memperoleh dua orang putra bernama Arya Wiruta dan Arya Surata. menarik hati. setia. jujur. Ekalaya EKALAYA atau Ekalya (Mahabharata) dalam cerita pedalangan dikenal pula dengan nama Palgunadi.Dewi Dursilawati menikah dengan Arya Sinduraja/Arya Tirtanata atau lebih dikenal dengan nama Arya Jayadrata.Hidupnya serba mewah. Ia juga mempunyai cincin pusaka bernama Mustika Ampal yang menyatu dengan ibu jari tangan kanannya. Ekalaya mempunyai isteri yang sangat cantik dan sangat setia bernama Dewi Anggraini. Arya Jayadrata dan seluruh saudaranya dimedan perang Kurusetra. Ia sangat sakti dan sangat mahir mampergunakan senjata panah. Ia adalah raja negara Paranggelung. Sesekali ia datang kenegara Astina untuk membangun dan melanggengkan keakraban hubungan kekeluarga dengan keluarga Pandawa dan keturunannya. Arya Surata yang bertahta menjadi raja negara Sindu menggantikan ayahnya. raja negara Sindu. Setelah berakhirnya perang Bharatayuda dengan tewasnya suaminya. putri hapsari/bidadari Warsiki. Ekalaya berwatak. Dewi Dursilawati tinggal dinegara Sindu bersama putranya. sangat mencintai istrinya. yang selalu mendalami olah keprajuritan dan menekuni ilmu perang. tekun dan tabah.

penuh belas kasih. raja negara Mandura. . sabar dan wingit. Dari perkawinan tersebut ia memperoleh dua orang putra bernama. Winata dan Wimuka/Wilmuka. Erawati DEWI ERAWATI adalah putri sulung Prabu Salya raja negara Mandaraka dengan permaisuri Dewi Pujawati/Setyawati putri tunggal Bagawan Bagaspati dari pertapaan Argabelah. Hal ini karena mereka sekeluarga berada di luar pertikaian keluarga Kurawa dan keluarga Pandawa yang meletus dalam perang Bharatayuda. Dalam perang Bharatayuda kutuk dendam Ekalaya menjadi kenyataan. yang memenggal putus kepala Resi Drona hingga menemui ajalnya. setia. Arya Burisrawa dan Bambang Rukmarata. putra Prabu Basudewa dari permaisuri Dewi Mahindra/Maerah (Ped. Ia mempunyai empat saudara kandung masing-masing bernama.kematiaanya. Dewi Surtikanti. Jawa). Ekalaya berjanji akan membalas kematiannya pada Resi Drona. Arwahnya menyatu dalam tubuh Arya Drestadyumna satria Pancala. Dewi Erawati berwatak. Dewi Erawati menikah dengan Prabu Baladewa/Kakrasana. Dewi Banowati. Ia dan suaminya hidup tenang dan bahagia sampai masa sesudah perang Bharatayuda.

Gagakbaka ikut terjun ke medan perang Bharatayuda memimpin pasukan balatentara Jodipati. . semenjak jaman Arya Dandunwacana. Ia tewas dalam pertempuran melawan Prabu Salya. Pada mulanya Resi Pancandaseta menolak. raja negara Mandaraka. Ia sangat setia dan taat dalam pengabdiannya terhadap negara dan junjungannya. Gagakbaka berperawakan tinggi besar dan gagah perkasa. sampai kemudian diserahkan kepada Bima/Werkudara setelah keluarga Pandawa berhasil membangun negara Amarta di bekas hutan Mertani. Tapi setelah kalah berperang melawan Gagakbaka akhirnya bersedia pula datang dan menari di alun-alun Dwarawati.Gagakbaka GAGAKBAKA adalah patih negara Jodipati. Gagakbaka pernah disuruh oleh Bima pergi kepertapaan Pandansurat untuk meminta kesediaan Resi Prancandaseta (Kera putih) menari di alun-alun negara Dwarawati memeriahkan upacara perkawinan Arjuna dengan Dewi Sumbadra.

Prabu Gandabayu menikah dengan Dewi Gandarini. gagah berani. menantunya yang setelah menjadi . sehingga Dewi Gandawati dikawinkan dengan Arya Sucitra. pendiam dan sakti. punggawa dan murid kesayangan Prabu Pandudewanata.Gandabayu PRABU GANDABAYU adalah raja negara Pancala. Dewi Gandawati dan Arya Gandamana. Konon ia masih keturunan Resi Suksrana. teguh sentosa. Ia mempunyai hubungan yang sangat karib dengan Prabu Pandudewanata. murid Resi Boma. raja negara Astina. bersahaja. nama samaran Bathara Bayu ketika menjadi raja di negara Medanggora. putra mahkota Arya Gandamana tidak bersedia memegang kedudukan raja dan lebih senang menjabat Patih di negara Astina. Prabu Gandabayu memerintah negara Pancala sampai mangkatnya. tahta kerajaan kemudian diserahkan kepada Arya Sucitra. Karena penggantinya. dan berputra dua orang bernama. Prabu Gandabayu menurut wujudnya telah mencerminkan wataknya.

Ia relakan haknya menjadi raja kepada kakak iparnya. Ketika ayahnya. Gandamana tewas dalam peperangan melawan Bima saat ia melakukan pasanggiri/sayembara tanding dalam upaya mencarikan jodoh untuk Dewi Drupadi. pendiam. mengucapkan sumpah tidak akan menjadi raja sesuai wangsit Dewata. kuat dan sakti serta memiliki ilmu andalan Aji Bandungbandawasa dan Glagah Pangantol-atol. Sedangkan menurut pedalangan. pemberani. Ia berwajah tampan. Prabu Gandabayu meninggal. dan diangkat menjadi patih negara Astina. Arya Gandamana adalah kesatria yang tiada tandingannya. gagah. menurut Mahabharata. Jabatan itu dipegangnya sampai ia harus meninggalkan negara Astina karena penghianatan Sakuni. Gandamana tetap teguh dengan sumpahnya. Ia mempunyai kakak kandung bernama Dewi Gandawati. . Penyakit itu baru sembuh setelah ia berikrar. Akhir riwayat Gandamana diceritakan. Gandamana tewas dalam peperangan melawan Bima saat terjadi penyerbuan anak-anak Kurawa dan Pandawa ke negara Pancala atas perintah Resi Drona.Gandamana ARYA GANDAMANA adalah putra mahkota negara Pancala. Putra Prabu Gandabayu dengan permaisuri Dewi Gandarini. tegap. Gandamana kemudian pergi mengabdikan ke negara Astina kehadapan Prabu Pandu. Arya Gandamana pernah menderita penyakit yang tak tersembuhkan. Arya Sucitra yang menjadi raja Pancala bergelar Prabu Drupada.

Carucitra. Citraboma. Kartadenta. (raja negara Turilaya). Diantara mereka yang terkenal dalam pedalangan adalah: Duryudana (raja negara Astina). Ia mempunyai tiga orang saudara kandung. Durgempo. Dewi Gandari menikah dengan Prabu Drestarasta. Durmagati.Gandari DEWI GANDARI adalah putra Prabu Gandara. Ia selalu mementingkan diri sendiri dan tidak segan-segan berkhianat serta pendendam. Gardapati (raja negara Bukasapta). tetapi pada waktu lahirnya berwujud gumpalan darah kental. Arya Surabasata dan Arya Gajaksa. Ia mati terjun ke dalam Pancaka/api pembakaran jenazah bersama Dewi Kunti dan Prabu Drestarasta setelah berakhirnya perang Bharatayuda. . raja negara Astina. Bogadatta. raja negara Gandaradesa dengan permaisuri Dewi Gandini. Citrayuda. Surtayuda. Dendam dan kebenciannya terhadap Pandu. Wikataboma. Dursasana (Adipati Banjarjungut). yang oleh Dewi Gandari dicerai beraikan menjadi seratus potongan. Keseratus putra Dewi Gandari tersebut dikenal dengan nama Sata Kurawa. Kurawa terhadap Pandawa. Dewi Gandari mempunyai sifat kejam dan bengis. menjadi penyebab utama kebencian anak-anaknya. putra Prabu Kresnadwipayana/Bagawan Abiyasa dengan permaisuri Dewi Ambika. Surtayu. Kartamarma (raja negara Banyutinalang). Widandini (raja negara Purantara) dan Dewi Dursilawati. masingmasing bernama . dan atas kehendak Dewata menjelma menjadi bayi Manusia. Dari perkawinan tersebut ia memperoleh 100 (seratus) orang anak. Durmuka. Gardapura. Arya Sakuni.

Dewi Drupadi atau Pancali (Mahabharata) yang kemudian menjadi istri Prabu Yudhistira. 3. Dewi Srikandi. Ia mempunyai seorang adik kandung bernama Arya Gandamana yang menjadi patih negara Astina pada jaman pemerintahan Prabu Pandu. Dari perkawinan tersebut Dewi Gandawati memperoleh tiga orang putra. luhur budinya. yang kemudian menjadi istri Arjuna. bergelar Prabu Drupada. Ia sangat berbakti terhadap suaminya. putra Arya Sangara dari Hargajambangan yang telah lama mengabdi dan berguru pada Prabu Pandu di negara Astina. Dewi Gandawati menikah dengan Arya Sucitra.Gandawati DEWI GANDAWATI adalah putri sulung Prabu Gandabayu. Dewi Gandawati ikut belapati. yang dalam perang Bharatayuda berhasil membunuh Resi Drona. 1. Dewi Gandawati seorang putri cantik jelita. 2. suaminya naik tahta kerajaan Pancala. raja negara Amarta. Sepeninggal Prabu Gandabayu. Akhir riwayatnya diceritakan. . raja negara Pancala atau Pancalaradya (pedalangan Jawa) dengan permaisuri Dewi Gandarini. sabar dan teliti serta setia. masing-masing bernama . terjun ke dalam pancaka (api pembakaran jenasah) Prabu Drupada. suaminya yang gugur di medan perang Bharatayuda melawan Resi Drona. bijaksana. Hal ini karena Gandamana menolak untuk dinobatkan menjadi raja. Dretadyumna/ Trustajumena. Arya Sucitra.

yang memilki senjata gada Wesikuning peninggalan Arya Singamulangjaya. putri Prabu Kalayaksa. yang tewas dalam peperangan melawan Prabu Pandu saat menyerang Suralaya. Dari perkawinan tersebut ia memperoleh seorang putri yang bernama Dewi Garbarini. Dalam penyerangan tersebut Prabu Garbanata kalah dalam peperangan melawan Arya Setyaki. raja negara Astina dengan permaisuri Dewi Gandari. Ia bersaudara 100 orang --{99 orang pria dan 1 orang wanita} yang disebut Sata . Prabu Garbanata menikah dengan Dewi Danawati. raja negara Garbasumanda. putri Prabu Gandara dengan Dewi Gandini dari negara Gandaradesa. karena ingin memperistri bidadari. Prabu Garbanata ingin merebut kembali negara Karanggubarja yang kini telah dikuasai oleh Prabu Setyajid/Arya Ugrasena dan berganti nama menjadi negara Lesanpura. Dewi Garbarini. raja negara Karanggubarja. Untuk mengukuhkan tali persaudraan. Perdamaian pun akhirnya dilakukan antara negara Garbaruci dengan Lesanpura. Dewi Wersini. senapati perang negara Dwarawati.Garbanata PRABU GARBANATA adalah raja negara Garbaruci. Ia masih keturunan Prabu Kalaruci. Penyerangan besar-besaran pun dilakukan terhadap negara Lesanpura. putri Prabu Garbasumanda kemudian dijodohkan dengan Arya Setyaki. Gardapati GARDAPATI adalah putra Prabu Drestarasta. Terdorong oleh rasa dendam terhadap keluarga Mandura. putra Prabu Setyajid dengan Dewi Wersini.

Surtayuda. raja negara Glagahtinalang. Durgempo. Bogadatta (raja negara Turilaya). Durmuka. Gardapura . Durgempo. Citraboma. dan mengangkat dirinya menjadi raja bergelar Prabu Gardapati. Surtayu. Surtayuda. Wikataboma. putri Prabu Gandara dengan Dewi Gandini dari negara Gandaradesa. Durmagati. Bomawikata. Diantaranya yang dikenal dalam pedalangan adalah Duryudana (raja Negara Astina). Kartamarma (raja negara Banyutinalang). . Dursasana (Adipati Banjarjungut). Dursasana (Adipati Banjarjungut). Wikataboma. Adik kesayangannya Gardapura di angkat menjadi raja muda bergelar Prabu Anom Gardapura. Surtayu. Citrayuda. Carucitra. Tubuhnya hancur dihantam gada Rujakpala. Citrayuda. congkak. ia berhasil merebut negara Bukasapta. Saat berlangsungnya perang Bharatayuda. Kartamarma (raja negara Banyutinalang). Gardapati berwatak keras hati. Citraksi. Bogadatta (raja negara Turilaya). Durmuka. Dengan kesaktiannya. Ia pandai dalam olah ketrampilan mempergunakan senjata gada dan lembing. Kartadenta. Widandini (raja negara Purantura) dan Dewi Dursilawati. Diantaranya yang dikenal dalam pedalangan adalah Duryudana (raja Negara Astina). Ia bersaudara 100 orang -{99 orang pria dan 1 orang wanita} yang disebut Sata Kurawa. Citraboma. Kartadenta. Citraksa. cerdik dan licik. Gardapati tewas dalam peperangan melawan Bima. Durmagati. Bomawikata. Gardapati (raja negara Bukasapta). Citraksi. Citraksa. Gardapura GARDAPURA adalah putra Prabu Drestarasta. Gardapati diangkat menjadi senapati perang Kurawa dengan senapati pendamping Prabu Wresaya. Widandini (raja negara Purantara) dan Dewi Dursilawati. raja negara Astina dengan permaisuri Dewi Gandari.Kurawa. Carucitra.

Ia pandai dalam olah ketrampilan mempergunakan senjata gada dan panah. sehingga tiada yang kalah dan menang. cerdik dan licik. sedangkan Bambang Panyukilan menjadi Ptruk. Ketika Gardapati menjadi raja di negara Bukasapta. terjadilah peperangan antara keduanya. hidung bulat bundar. ia kemudian minta ijin pada ayahnya untuk pergi menaklukan raja-raja. ia diangkat sebagai raja pendamping dengan gelar Prabu Anom Gardapura.Gardapura bersifat sombong. Gardapura sangat dekat hubungannya dengan Gardapati. Gareng GARENG lazim disebut sebagai anaknya Semar. Karena sama-sama congkaknya dan sama-sama mempertahankan pendiriannya. putri Prabu Sarawasesa dengan permaisuri Dewi Saradewati dari negara Salarengka. dan masuk dalam golongan panakawan. Perkelahian baru berakhir setelah dilerai oleh Semar/Sanghyang Ismaya. perut gendut. ia hidup sampai jaman Madya. Oleh Sanghyang Ismaya namanya diganti menjadi Nala Gareng. berubahlah wujud keduanya menjadi sangat jelek. mendampingi Resi Drona yang berkedudukan sebagai Senapati utama. Mereka juga tak mau berhenti berkelahi walau tubuh mereka telah saling cacad tak karuan. tak berleher. tangannya bengkok/tekle/ceko (Jawa). Gareng bernama Bambang Sukskati. keras kepala. Matanya juling. Nala Gareng berumur sangat panjang. Ia tewas dalam peperangan melawan Bima. putra Resi Sukskadi dari padepokan Bluluktiba. . yang diperolehnya atas bantuan Resi Tritusta dari negara Purwaduksina. Karena sabda Sanghyang Ismaya. Kepalanya hancur dihantam gada Rujakpala. kakaknya. putra Bagawan Salantara dari padepokan Kembangsore. Setelah selesai tapanya. Tubuh Bambang Sukskati menjadi cacad. Saat berlangsungnya perang Bharatayuda. Aslinya. kaki pincang. Di tengah perjalanan Bambang Sukskati bertemu dengan Bambang Panyukilan. Bertahun-tahun Bambang Sukskati bertapa di bukit Candala untuk mendapatkan kesaktian. Mereka mempunyai kesaktian yang seimbang. Gardapura diangkat sebagai Senapati pendamping. Nala Gareng menikah dengan Dewi Sariwati.

Negeri ini diwarisinya dari ibunya. yang rakyatnya hampir seluruhnya terdiri atas bangsa raksasa. Tali pusarnya tidak dapat diputus. Dalam pewayangan.Gatotkaca GATOTKACA. Sebagai raja muda di Pringgadani. Ia adalah anak Bima. Akhirnya keluarga Pandawa sepakat menugasi Arjuna mencari senjata ampuh . Gatotkaca adalah seorang raja muda di Pringgadani. menjadi raja di negeri itu. Begitu lahir di dunia. Brajamusti. Gatotkaca banyak dibantu oleh patihnya. Gatotkaca telah membuat huru-hara. kakak ibunya yang bernama Arimba. adik Arimbi. Sebelum itu. ibunya bernama Dewi Arimbi. terkenal sebagai ksatria perkasa berotot kawat bertulang besi. Berbagai macam pisau dan senjata tak mampu memotong tali pusar itu.

begitu muncul kembali dari Kawah Candradimuka. Bayi Tutuka diambil olah Batara Narada. Para dewa lalu menyuruhnya berkelahi melawan bala tentara raksasa pimpinan Prabu Kala Pracona dan Patih Kala Sakipu lagi. penutup kepala gaib. Ia mengenakan Caping Basunanda. Tutuka pingsan. Ia juga mengenakan terompah Padakacarma yang jika digunakan menendang. Sedangkan bilah senjata Kunta tetap dilarikan Karna. Karena kesal. anak Arjuna. Untunglah ternyata sarung Kunta itu pun dapat digu-nakan memotong tali pusar Gatotkaca. setelah dewa itu menjelaskan bahwa me-nurut ramalan para dewa. Bayi Tutuka langsung ditaruh dihadapan kedua raksasa sakti itu. Istrinya yang kedua Dewi Sumpani. begitu tali pusar itu putus. Bima dan Arimbi mengizinkan. Setelah ditinggal pergi kedua raksasa itu. warangka Kunta langsung melesat masuk ke dalam pusar bayi itu. Kala Pracona dan Kala Sakipu dapat dibunuhnya. musuhnya akan mati. putri Batara Surya. Dalam pewayangan Gatotkaca mempunyai tiga orang istri. Usahanya ini tak berhasil. Dari perkawinan dengan Pergiwa. Sedangkan Suryakaca adalah anaknya dari Dewi Suryawati. Arjuna hanya dapat merebut sarung (warangka) senjata sakti itu. Tubuhnya tetap utuh. atas izin Bima dan keluarga Pandawa lainnya. Untuk menolongnya Batara Guru mengutus Batara Narada turun ke bumi membawa senjata pemotong tali pusar Gatotkaca. Namun. Kala Sakipu langsung memungut bayi itu dan mengunyahnya. dan yang ketiga Dewi Suryawati. bayi itu sudah berubah ujud menjadi ksatria muda yang perkasa. itu bukan diserahkan pada Arjuna. bayi itu dibantingnya sekuat tenaga ke tanah. Dengan Dewi Sumpani ia mempunyai anak bernama Arya Jayasumpena. dan dimasukkan ke Kawah Candradimuka. yang menyebabkannya tidak akan kehujanan dan tidak pula kepanasan. Untuk memperoleh senjata pemberian dewa itu Arjuna terpaksa mencoba merebutnya dari tangan Karna. Gatotkaca ternyata sanggup menunaikan tugas itu dengan baik. Namun Batara Narada membuat kekeliruan.untuk keperluan itu. walaupun raksasa itu mengunyah kuat-kuat. Di sini Gatotkaca digembleng oleh Empu Batara Anggajali. Istri pertamanya Dewi Pregiwa. me-lainkan pada Karna yang wajah dan penampilannya mirip Arjuna. . yang bernama Kunta Wijayandanu. Setelah tali pusarnya putus. Gatotkaca mendapat seorang anak bernama Sasikirana. Kala Sakipu dan Kala Pracona memang hanya dikalahkan oleh bayi yang di-namakan Tutuka itu. Setelah penggemblengan selesai. tetapi ternyata Tutuka bukan bayi biasa. Mula-mula Bima dan Dewi Arimbi tidak merelakan anaknya yang baru lahir itu dibawa Narada. Namun. Gatotkaca dibawa Batara Narada ke Kahyangan untuk meng-hadapi Kala Sakipu dan Kala Pracona yang mengamuk. Sementara itu para dewa pun tahu peristiwa itu. Di kahyangan. Senjata.

Kalabendana mengatakan bahwa ia tidak mau masuk ke sorga bilamana tidak bersama-sama dengan Gatotkaca. dan Bimaputra. Gatotkaca banyak memberikan bantuannya. Namun ketika Prabu Anom Duryudana menyaksikan betapa Gatotkaca telah menimbulkan banyak korban dan kerusakan di pihak Kurawa. ketika Gatotkaca menghindari senjata Kunta Wijayanda-nu dengan cara terbang setinggi-tingginya. dan anak kandung Prabu Trembaka — raja Pring-gadani terdahulu. Nama lain Gatotkaca yang lebih terkenal adalah Tutuka. Guritna. sewaktu berhadapan dengan Gatotkaca. Arimbiatmaja. Karena itu ketika Karna melemparkan senjata Kunta. hanya karena pamannya itu mengatakan pada Dewi Utari bahwa Abimanyu akan menikah lagi dengan Dewi Utari. Padahal Kalabendana adalah pengasuhnya sejak bayi. Ketika jatuh ke bumi. karena ia le-laki. Namun pemberontakan ini gagal karena Brajadenta ditentang adik-adiknya. Adipati Karna enggan menggunakan senjata Kunta. Trincingwesi. Senjata Kunta Wijayandanu itu melesat menembus perut Gatotkaca melalui pusarnya dan masuk ke dalam warangkanya. Gatotkaca berusaha agar jatuh tepat pada tubuh Adipati Karna. gelar ini hampir tidak pernah disebut dalam pergelaran wayang. Sewaktu Abimanyu hendak menikah dengan Dewi Siti Sundari. ada lagi nama alias Gatotkaca. terutama Brajamusti. dan Mladangtengah. sesudah Gatotkaca gugur. ia terbang amat tinggi. Saat berhadapan dengan Adipati Karna sebenarnya Gatotkaca sudah tahu akan bahaya yang mengancam jiwanya. Kancingjaya. Gatotkaca pernah melakukan kesalahan fatal dalam hidupnya. Adik Dewi Arimbi ini menganggap dirinya lebih pantas menduduki jabatan itu. ia mendesak agar Karna menggunakan senjata pamungkas itu. Abimanyu. Dengan demikian kesaktian Gatotkaca makin bertambah. Pengangkatan Gatotkaca sebagai penguasa Pringgadani sebenarnya tidak disetujui pamannya. Sebagai raja muda Pringgadani. Untuk berhasilnya pemberontakan yang dilakukannya Brajadenta minta dukungan Batari Durga dan Kurawa. sedang arwah Brajamusti di tangan kirinya. Menjelang ajalnya. Bimasiwi. Purbaya. Sebenarnya. Gurubaya. Namun senjata sakti itu terus saja memburunya. yakni Kalananata. Krincingwesi. Pada Wayang Golek Purwa Sunda. tetapi senapati Kurawa itu waspada dan cepat melompat menghindar sehingga yang hancur hanyalah kereta perangnya. Bra-jadenta. Brajadenta akhirnya mati bersama-sama dengan Brajamusti. ketika mereka berperang tanding. Akibatnya. sebenarnya Karna sudah tidak lagi memiliki senjata sakti yang benar-benar dapat diandalkan. Ia sampai hati membunuh Kalabendana. Ia merencanakan hanya akan menggunakan senjata sakti itu bila nanti berhadapan dengan Arjuna. Namun.Dalam Baratayuda Gatotkaca diangkat menjadi senapati dan gugur pada hari ke-15 oleh senjata Kunta yang dilemparkan Karna. Gatotkaca amat sayang pada sepupunya. . dan amat menyayangi Gatotkaca. sehingga akhirnya Gatotkaca gugur. Gatotkaca bergelar Prabu Anom Kacanagara. Karena itu. Arwah Brajadenta akhirnya menyusup ke telapak tangan kanan Gatotkaca.

Namun. Gatotkaca langsung pulih seperti sedia kala. Gantotkaca Rante 10. Dalam pertem-puran yang kedua kalinya ini. para putra Pandawa. Pada perang tanding itu Gatotkaca terkena pukulan Aji Gineng yang dimilliki oleh Dursala. Pregiwa . Brajadenta . Berbagai Lakon yang Melibatkan Gatotkaca 1. jika mampu menerima hantaman Aji Na rantaka. Setelah menguasai ilmu sakti itu Gatotkaca segera pergi mencari Dursala. Gatotkaca Rebutan Kikis 6. Keinginan Gatotkaca untuk bertemu kembali dengan Dursala akhirnya terlaksana. Dalam perjalanan ia berjumpa dengan Dewi Sumpani. Tindakannya ini dilakukan tanpa izin dan pemberita-huan dari para Pandawa. maka ia bersedia memperistri wanita cantik itu. bahwa kesaktiannya belum bisa mengimbangi Dursala. Gatotkaca Lair (Lahirnya Gatotkaca) 2. para putra Pandawa. putra Prabu Matswapati dari Wirata. yang menuntut agar latihan perang itu segera dihentikan. yang menyatakan keinginannya untuk diperistri. Ia segera diamankan oleh saudara-saudaranya. Gatotkaca pernah bertindak kurang bijaksana. Gatotkaca Sewu 5. Di tempat yang aman Antareja menyembuhkannya dengan Tirta Amerta yang dimilikinya. Gatotkaca saat itu juga tergugah untuk menambah ilmu dan kesaktiannya. ia sadar. Wahyu Senapati 7. Gatotkaca Sungging 4. putra Dursasana. Dari Resi Seta putra Bima itu mendapatkan Aji Narantaka. Kalabendana Lena 9. Maka terjadilah perang tanding antara Gatotkaca dengan Dursala. Gatotkaca menjawab. sehingga pingsan. Selain malu. Sesuai janjinya. Ia mengum-pulkan saudara-saudaranya. Subadra Larung 11. Baru saja latihan perang itu dimulai. Beberapa tahun menjelang Baratayuda.arwah Kalabendana mendorong senjata sakti itu sehingga dapat mencapai pusar putra kesayangan Bima itu. dengan Aji Narantaka itu .Pregiwati 3. Aji Narantaka 12. datanglah utusan dari Kerajaan Astina yang dipimpin oleh Dursala. Dari perkawinan itu mereka kelak mendapat anak yang diberi nama Jayasumpena. Ia lalu berguru pada Resi Seta. Gatotkaca dan saudara-saudaranya menolak tuntutan itu. Gatotkaca Gugur Dewi Sumpani ternyata mampu menahan Aji Narantaka. Gatotkaca lalu memperistri Dewi Sumpani. untuk mengadakan latihan perang di Tegal Kurusetra.Brajamusti 8.

Di Surakarta. Paku Buwana II (1655 Saka atau 1733 Masehi). dan Dukun. Dalam seni kriya Wayang Kulit Purwa gagrak Surakarta. Patih Kala Sakipu. Gatotkaca selalu bahu membahu dengan Abimanyu. Namun sejak Susuhunan Paku Buwana II memerintah Kartasura. pinggangnya lebih ram-ping dan posisinya agak maju. bahu belakang lebih tinggi dibandingkan dengan bahu depan. yakni pada tahun 1627 Saka atau 1705 Masehi. Sukarno.Gatotkaca mengalahkan Dursala. yang seringkali dibunuhnya dengan cara memuntir kepalanya. Gatot artinya se-suatu yang berbentuk bundar. lengkap dengan taringnya. anak Bima itu telah bergelung rambut bundar di atas kepalanya. Gatotkaca wanda Gelap merupakan ciptaan keraton terakhir. Gelap. Karena Dewi Arimbi sesungguhnya seorang raseksi (raksasa perempuan). Kedudukan bahu depan dan bahu belakang rata. Guntur Prahara. Guntur. Nama Gatotkaca yang diberikan pada anak Bima ini berarti ‘rambut gelung bundar’. Nama itu diberikan karena waktu lahir. Meskipun Gatotkaca selalu dilukiskan gagah perkasa. lawan-lawan Gatotkaca biasanya hanyalah raksasa-raksasa biasa. tetapi pecinta wayang pada umumnya tidak menganggapnya memiliki kesaktian yang hebat. tidak diketahui dengan jelas. Gatotkaca menyambar dari udara. Panglawung. ada sedikit perbedaan antara seni kriya Wayang Kulit Purwa gagrak Surakarta dengan gagrak Yogyakarta. Dalam pewayangan. Lawan-lawan Gatotkaca yang cukup sakti. dan Guntur Samodra. yakni Gatotkaca wanda Guntur Geni. sedangkan kata kaca artinya rambut. Boma Narakasura. Tatit. bahu belakang sedikit lebih tinggi dibandingkan dengan kedudukan bahu depan. yakni Butaprepat. Kapan dan oleh siapa wanda ini diciptakan. bahu belakang lebih tinggi dibandingkan bahu depan. maka dulu Gatotkaca dalam Wayang Kulit Purwa digambarkan berujud raksasa. Yang diambil sebagai pola adalah bentuk seni rupa wayang peraga Antareja tetapi diberi praba. sedangkan mukanya lebih tunduk ke bawah dibandingkan dengan wanda Tatit. yakni pada zaman pemerintahan Paku Buwana IV (1788 . dengan wajah mirip Bima. Pada tahun 1960-an Ir. hanyalah Prabu Kala Pracona. wanda-wanda Gatotkaca adalah wanda Tatit yang diciptakan oleh raja Kartasura. yakni wanda Kilat. mukanya agak tunduk tetapi tidak setunduk pada wanda Tatit. Bentuk badannya tegap. Badannya kekar dan kokoh. Wanda Kilat diciptakan pada zaman pe-merintahan Paku Buwana I.1820) di Surakarta. dengan muka agak . Mengenai soal wanda ini. mukanya tidak terlalu tunduk. Pelaksanaan pembuatan wayang Gatotkaca untuk ketiga wanda itu dilakukan oleh Ki Cerma Saweda dari Surakarta. Presiden RI. sehingga menampilkan kesan gagah. Dalam perang melawan raksasa. tokoh Gatotkaca ditampilkan dalam enam wanda. Wanda Gelap mempunyai kesan bentuk badan yang lebih kekar dan tegap. menambah lagi dengan tiga wanda ciptaannya. penampilan peraga wayang Gatotkaca dalam seni kriya Wayang Kulit Purwa diubah menjadi ksatria tampan dan gagah. dan Abimanyu di darat. dan Dursala.

merupakan wanda Gatotkaca yang tertua dalam bentuknya yang kita kenal sekarang ini. Pinggangnya tidak seramping pinggang Gatotkaca wanda Kilat. Bentuk bagian perut Gatotkaca wanda Dukun ini. sebelum diciptakan peraga Gatotkaca wan-da Guntur. Secara keseluruhan bentuk tubuh wanda Guntur seolah condong ke depan. Wayang Kulit Purwa menggambarkan ben-tuk Gatotkaca sebagai raksasa. seni kriya Wayang Kulit Purwa gagrak Yogyakarta. tunduk. raja Mataram. sedangkan wanda Dukun dipakai jika Ki Dalang menampilkan adegan Gatotkaca sedang bertapa. Sementara itu. yang diciptakan pada tahun 1578 Saka atau 1656 Masehi. dan Sukarno. Tubuh dan wajahnya dipantaskan sebagai anak Bima. wajah raksasa. wanda Paseban dipakai kalau Gatotkaca sedang menghadap para Pandawa. Pergiwati. lengkap dengan taringnya. Dengan pertimbangan bahwa wajah seorang anak tentu tidak jauh beda dengan orang tuanya.datar. Pinggangnya langsing seperti pada wanda Kilat. Bentuk badan Gatotkaca wanda Guntur menampilkan kesan kokoh. Maka terciptalah bentuk baru Gatotkaca yang disebut wanda Guntur itu. Dewi. wanda Prabu yang menampilkan kesan berwibawa. kuat. yakni wanda Kutis yang biasanya dimainkan untuk adegan perang ampyak. memerintahkan para penatah dan penyungging keraton untuk menciptakan bentuk baru peraga Gatotkaca dengan meninggalkan bentuk raksasa sama sekali. Baca Bima. Sunan Amangkurat Seda Tegal Arum. khusus ditampilkan pada kedudukan Gatotkaca sebagai raja di Pringgadani. seolah mencerminkan sifat andap asor. membagi Gatotkaca atas empat wanda. agak gendut dibandingkan ukuran perut Gatotkaca pada wanda lainnya. dengan tubuh besar. Wajahnya juga memandang ke bawah. Dulu. Wanda Guntur. dengan bahu depan lebih rendah daripada bagu belakang. .

putra Prabu Krtesna dengan permaisuri Dewi Jembawati. Surtayu. Durmuka. karena tiba saatnya titis Bathari Dermi harus bersatu kembali dengan titis Bathara Derma. Sesuai dengan ketentuan Dewata. Citrayuda. tetapi pada waktu lahirnya berwujud gumpalan darah kental. yang menitis pada Raden Samba/Wisnubrata. Bogadatta. Dewi Hagnyanawati diperistri oleh Bambang Sitija yang setelah menjadi raja negara Surateleng dan Prajatisa bergelar Prabu Bomanarakasuira. Dendam dan kebenciannya terhadap Pandu. sederhana. Dari perkawinan tersebut ia memperoleh 100 (seratus) orang anak. Dewi Hagnyanawati adalah titisan Bathari Dermi. putra Prabu Kresnadwipayana/Bagawan Abiyasa dengan permaisuri Dewi Ambika. Keseratus putra Dewi Gandari tersebut dikenal dengan nama Sata Kurawa. Durmagati. Carucitra. Putra Prasbu Kresna dengan Dewi Pertiwi dan negara Surateleng dikuasai Bambang Sitija. Dursasana (Adipati Banjarjungut). dengan bantuan Dewi . Ia berwajah sangat cantik dan memiliki sifat perwatakan . Arya Sakuni. Hangyanawati DEWI HANGYANAWATI atau Yadnyanawati adalah putri Prabu Narakasura. Kurawa terhadap Pandawa. Ia mati terjun ke dalam Pancaka/api pembakaran jenazah bersama Dewi Kunti dan Prabu Drestarasta setelah berakhirnya perang Bharatayuda. Wikataboma. yang oleh Dewi Gandari dicerai beraikan menjadi seratus potongan. istri Bathara Derma. Kartamarma (raja negara Banyutinalang). menjadi penyebab utama kebencian anak-anaknya.Gendari DEWI GANDARI adalah putra Prabu Gandara. raja negara Gandaradesa dengan permaisuri Dewi Gandini. dan atas kehendak Dewata menjelma menjadi bayi Manusia. Citraboma. Gardapura. Dewi Gandari menikah dengan Prabu Drestarasta. Ia selalu mementingkan diri sendiri dan tidak segan-segan berkhianat serta pendendam. Ia mempunyai tiga orang saudara kandung. raja negara Astina. lembut. Surtayuda. Durgempo. masingmasing bernama . raja negara Surateleng dengan permaisuri Dewi Yadnyagini. penuh belas kasih dan teguh dalam pendirian. suaminya. Dari perkawinan ini ia memperoleh seorang putra yang diberi nama . (raja negara Turilaya). Kartadenta. Dewi Gandari mempunyai sifat kejam dan bengis. Diantara mereka yang terkenal dalam pedalangan adalah: Duryudana (raja negara Astina). Arya Watubaji. Arya Surabasata dan Arya Gajaksa. Setelah Prabu Narakasura tewas dalam peperangan di negara Dwarawati melawan Bambang Sitija. baik budi. Widandini (raja negara Purantara) dan Dewi Dursilawati. Gardapati (raja negara Bukasapta).

Wisanggeni. dengan Dewi Ulupi. Irawan gugur dalam awal perang Bharatayuda melawan Ditya Kalaseringgi. Prabukusuma. Dewi Hagnyanawati dipertemukan dengan Raden Samba. Antakadena dan Bambang Sumbada. Sumitra. Endang Pregiwati. Wijanarka. Dewi Hagnyanawati mati bunuh diri terjun ke dalam pancaka (api pembakaran jenasah) bela mati atas kematian Raden Samba yang tewas dalam peristiwa perang gada sesama wangsa Yadawa Irawan BAMBANG IRAWAN adalah putra Arjuna. Endang Pregiwa. Dewi Hagnyanawati kemudian menjadi istri Raden Samba. jatmika. sesuai dengan takdir dewata. Bratalaras. Ia mempunyai 13 orang saudara lain ibu. Prabu Bomanarakasura tewas dalam peperangan melawan Prabu Kresna.Wilutama. Irawan lahir di pertapaan Yasarata dan sejak kecil tinggal di pertapaan bersama ibu dan kakeknya. menjelang pecah perang Bharatayuda. bernama. di keputrian negera Surateleng. ayahnya sendiri. Kumalasakti. salah satu dari lima satria Pandawa. putri Bagawan Kanwa (Bagawan Jayawilapa-pedalangan Jawa). Ia berwatak tenang. dari pertapaan Yasarata. Sedangkan menurut Mahabharata. Menurut kisah pedalangan Irawan tewas dalam peperangan melawan Ditya Kalasrenggi putra Prabu Jatagempol dengan Dewi Jatagini dari negara Gowabarong. mereka kemudian meninggalkan keputrian Surateleng pergi ke negara Dwarawati. . Perbuatan Dewi Hagnyawati dan Raden Samba ini membangkitkan kemarahan Prabu Bomanarakasura. raja negara Gowabarong yang berperang di pihak keluarga Kurawa/Astina. Kumaladewa. tekun dan wingit. yang segera menyerang negara Dwarawati untuk merebut kembali Dewi Hagnyanawati istrinya. Abimanyu. Akhir riwayatnya diceritakan. Setelah ada kesepakatan. Wilungangga.

Sedangkan tujuh putranya yang lain begitu lahir ia buang kesungai Gangga. . putra Prabu Pratipa dari negara Astina dengan permaisuri Dewi Sumanda. Bayi Dewabrata ia serahkan pada asuhan Prabu Santanu. tetapi hanya seorang yang ia kehendaki hidup dan diberi nama Dewabrata. Sesuai perjanjiannya dengan Prabu Santanu. Dewi Jahnawi kembali ke kahyangan hidup sebagai hapsari/bidadari. Dari perkawinan tersebut ia memperoleh delapan orang putra.Jahnawi DEWI JAHNAWI atau Dewi Gangga (Mahabharata) adalah seorang hapsari/bidadari yang turun ke Arcapada karena kutukan Bhatara Brahma. raja negara Astina. Ia ditetapkan akan bersuamikan Bathara Mahabhima yang karena kutukan Bathara Brahma akan menjelma menjadi putra Prabu Pratipa. Dewi Jahnawi menikah dengan Prabu Santanu. begitu kelahiran Dewabrata.

bengis. perkasa dan berwajah setengah raksasa. maka ia harus berhadapan dengan Bathara Wisnu. dengan dukungan sahabat karibnya yang juga sekutunya. keras hati. Karenanya berbadan tinggi besar. ingin menangnya sendiri. gagah. berani serta selalu menurutkan kata hatinya. Prabu Jarasanda akhirnya tewas dalam pertempuran melawan Bima/Werkudara.Jarasanda PRABU JARASANDA adalah raja negara Magada. Prabu Jarasanda bermaksud menyelenggarakan persembahan darah seratus orang raja kepada Bathari Durga. penganiaya. Prabu Jarasanda berwatak angkara murka. . Ia sangat sakti. Ia masih keturunan Prabu Darmawisesa. Prabu Jarasanda berkeinginan menjadi raja besar yang menguasai jagad raya. Tubuhnya hancur terkena hantaman gada Rujakpala. Prabu Supala raja negara Kadi. Karena niat jahatnya itu bertentangan dengan kodrat hidup dan dapat merusak ketentraman jagad raya. Untuk memenuhi ambisinya. raja raksasa dari negara Widarba.

Karena ketekunannya bertapa. berwatak angkara murka. Ia ingin membinasakan keluarga Pandawa yang merupakan keturunan Prabu Pandu. Ia masih keturunan Prabu Kalasasradewa. Prabu Jatagempol menjadi sangat sakti. raja raksasa di negara Guwamiring yang tewas dalam pertempuran melawan Prabu Pandu. ayahnya. Prabu Jatagempol menyerang negara Amarta. Karena ia dan prajuritnya menyerang negara Mandura untuk merebut Dewi Arumbini. Prabu Jatagenpol menikah dengan Dewi Jatagini. . Karena ketekunannya bertapa. Tubuhnya hancur terkena panah Kyai Sarotama. Prabu Jatagempol menjadi sangat sakti. Karena ia dan prajuritnya menyerang negara Mandura untuk merebut Dewi Arumbini. bengis dan selalu ingin menangnya sendiri.Jatagempol PRABU JATAGEMPOL adalah raja raksasa di negara Guwabarong. bengis dan selalu ingin menangnya sendiri. Prabu Jatagenpol menikah dengan Dewi Jatagini. istri Arya Prabu Rukma. raja raksasa di negara Guwamiring yang tewas dalam pertempuran melawan Prabu Pandu. Untuk membalas dendam kematian Prabu Kalasasradewa. Ia masih keturunan Prabu Kalasasradewa. Jatagempol PRABU JATAGEMPOL adalah raja raksasa di negara Guwabarong. istri Arya Prabu Rukma. berwatak angkara murka. Prabu Jatagempol tewas dalam pertempuran melawan Arjuna. dan mempunyai seorang anak bernama Kalasrenggi. dan mempunyai seorang anak bernama Kalasrenggi.

dikawinkan dengan Dewi Dursilawati dan diangkat sebagai Adipati Buanakeling. dan bergelar Prabu Sinduraja. Jayadrata mempunyai sifat perwatakan. Arya Tirtanata kemudian dinobatkan sebagai raja negara Sindu. Prabu Sinduraja pergi ke negara Astina untuk berguru pada Prabu Pandu Dewanata. Jayadrata. Jayadrata ARYA JAYADRATA nama sesungguhnya adalah Arya Tirtanata atau Bambang Sagara. Di negara Astina Jayadrata bertemu dengan Keluarga Kurawa. ayahnya. ia menukar namanya dengan nama patihnya. Dari perkawinan tersebut ia memperoleh dua orang putra bernama. . dan akhirnya diambil menantu Prabu Drestarasta. Ia ingin membinasakan keluarga Pandawa yang merupakan keturunan Prabu Pandu. Untuk menjaga kehormatan dan harga diri. Prabu Jatagempol tewas dalam pertempuran melawan Arjuna. Arya Wirata dan Arya Surata. Oleh Resi Sapwani ia diberi pusaka gada bernama Kyai Glinggang.Untuk membalas dendam kematian Prabu Kalasasradewa. Karena ingin memperdalam pengetahuannya dalam bidang tata pemerintahan dan tata kenegaraan. Prabu Jatagempol menyerang negara Amarta. penuh kesungguhan dan setia. Tubuhnya hancur terkena panah Kyai Sarotama. berani. Kepalanya terpangkas lepas dari badannya oleh panah sakti Pasopati. Ia mahir mempergunakan panah dan sangat ahli bermain gada. Ia putra angkat Resi Sapwani/Sempani dari padepokan Kalingga. yang tercipta dari bungkus Bima/Werkudara. Jayadrata tewas oleh Arjuna di medan perang Bharatayuda sebagai senapati perang Kurawa.

Ia mempunyai adik kandung benrama Jayasemadi yang menjabat patih nagera Plangkawati. Prabu Jayamurcita kemudian mati moksa. putri Prabu Sarawisesa dari negara Selarengka. Patih Jayasemedi tewas dalam peperangan melawan Gatotkaca. raja negara Madukara (lama).Jayamurcita PRABU JAYAMURCITA adalah raja negara Plangkawati. putra Dewi Pregiwa. Prabu Jayamurcita. mengutus adiknya. istri Arjuna. Perbuatannya yang lancang tersebut menimbulkan kemarahan Abimanyu. raja negara Pringgandani dengan Dewi Sumpani. dan Arya Suryakaca. Ia mempunyai dua orang saudara seayah lain ibu. bernama. putri Bathara Surya dengan permaisuri Dewi Ngruni. sukmanya manunggal dalam tubuh Abimanyu. putra Dewi Suryawati. Merasa sangat sakti. Bambang Sasikirana. Raden Gatotkaca. karena ketika . Jayasupena ARYA JAYASUPENA atau Jayasumpena adalah putra Gatotkaca. Arya Jayasupena tidak ikut terjun kekancah perang Bharatayuda. Abimanyu menyerang negara Plangklawati. Sebelum menemui ajalnya. Mereka masih keturunan Prabu Kumbala. Prabu Jayamurcita menyerahkan kekuasaan negara Plangkawati beserta gelar keprabuannya dan seluruh balatentaranya kepada Abimanyu. raja negara Pringgandani. patih Jayasemedi pergi ke negara Madukara untuk melamar Dewi Sumbadra. sedangkan Prabu Jayamurcita tewas oleh Abimanyu oleh tusukan keris Pulanggeni. putra tunggal Dewi Sumbadra dengan Arjuna Dengan bantuan saudara sepupunya.

sabar. Arya Jayasupena diangkat menjadi panglima perang negara Astina dalam masa pemerintahan Prabu Parikesit. putri Gunawan Wibisana dengan Dewi Triwati (seorang hapsari/bidadari) dari negara Alengka/Singgela. Selama menjadi permaisuri Prabu Kresna. berani tak mengenal takut. karena garis keturunan dari Resi Jembawan.perang berlangsung ia masih kecil. Drestadyumna yang mengetahui perbuatannya. Sesuai janji Dewata kepada Dewi Trijata. yang merupakan raja titisan Sanghyang Wisnu yang terakhir. Prabu Drupada kemudian meminta bantuan keluarga Pandawa. sangat berbakti dan penuh belas kasih. Setelah berakhiornya perang Bharatayuda dan negara Astina kembali ke dalam kekuasaan negara Pandawa. dengan Dewi Trijata. Tokoh Jungkungmardeya hanya dikenal dalam cerita pedalangan Jawa dan dimunculkan dalam lakon "Cocogan". dengan beralih rupa menjadi Arya Drestadyumna (adik Dewi Srikandi) palsu. Gatotkaca. ibunya. berusaha merebut Dewi Srikandi dari tangan Prabu Jungkungmardeya. Jayasupena tidak bisa terbang. Karena mati sebelum takdir. putri kedua Prabu Drupada dengan Dewi Gandawati dari negara Pancala. setia. Prabu Jungkungmardeya sangat sakti. teguh. Ia meninggal dalam usia lanjut dan dimakamkan di pertapaan Gadamadana. Dewi Jembawati dapat bersuamikan Prabu Kresna. keberanian dan kegagahannya tak berbeda dengan Gatotkaca. raja negara Dwarawati. Prabu Jungkungmardeya bercita-cita ingin memperistri Dewi Srikandi. Untuk membebaskan Dewi Srikandi. Dewi Jembawati berwatak jujur. tabah dan mempunyai rasa tanggung jawab yang besar. ia berhasil memasuki keputrian Pancala dan menculik Dewi Srikandi. Dari perkawinan tersebut. ia lebih sering tinggal di pertapaan Gadamadana mengasuh Gunadewa. kesetiaan. cerdik pandai. tangkas dan terampil. Drestadyumna dapat dihidupkan . selain memiliki aji sirep juga dapat beralih rupa. tangguh. Perbedaannya. yang berwajah sangat tampan. Demikian pula dengan tabiat. dan Gunadewa. Jungkungmadeya PRABU JUNGKUNGMADEYA adalah raja negara Awu-awulangit. gesit. tapi aklhirnya tewas terbunuh dalam peperangan. Ketika lamarannya ditolak. Samba. berwujud sebagai wanara / kera. daripada tinggal di istana Dwarawati. Ia berperawakan mirip dengan ayahnya. ia memperoleh dua orang putra bernama . waspada. Jembawati DEWI JEMBAWATI adalah Putri tunggal Resi Jembawan (berwujud kera/Wanara) dari pertapaan Gadamadana.

. Brajamusti. tepat menghujam masuk ke dalam pusar Gatotkaca yang mengakibatkan kematiannya. Kalabendana mempunyai sifat dan perwatakan. berkat kesaktian Bunga Wjayakusuma. raja Awangga. Tamparan Gatotkaca ke kepala Kalabendana hanya bermaksud menghentikan teriakan Kalabendana yang membuka rahasia perkawinan Abimanyu (putra Arjuna dengan Dewi Sumbandra) dengan Siti Sundari (putri Prabu Kresna dengan Dewi Pratiwi) tatkala Abimanyu akan menikah dengan Dewi Utari. Dendam Kalabendana terhadap Gatotkaca terlampiaskan saat berlangsung perang Bharatayuda. raja negara Dwarawati. Prabu Jungkungmardeya akhirnya tewas dalam peperangan melawan Arjuna dengan panah Pasopati. sangat jujur. Arimba/Hidimba. Brajalamatan dan Brajawikalpa. bernama. Arjuna yang mengejar ke negara Awu-awulangit berhasil menemukan Dewi Srikandi.kembali oleh Prabu Kresna. Brajadenta. Arwahnya mengantar/menuntun senjata Kunta yang dilepas Adipati Karna. dari negara Wirata. suka berterus terang dan tidak bisa menyimpan rahasia. Prabkesa. Kalabendana ARYA KALABENDANA adalah putra bungsu Prabu Arimbaka raja raksasa negara Pringgandani dengan Dewi Hadimba. Dewi Arimbi. setia. Kalabendana meninggal karena pukulan/tamparan Gatotkaca yang tidak sengaja membunuhnya. Ia mempunyai tujuh orang saudara kandung. putri bungsu Prabu Matswapati dengan Dewi Ni Yutisnawati.

Dalam cerita pedalangan. Daya berpkirnya lambat. ternyata tak mampu mengalahkan Prabu Kalaruci. Prabu Kalaruci mempunyai saudara kandung bernama Kalayaksadewa yang menjadi raja di negara Gowamiring. Ia masih keturnan Bathara Kalagotama. Merasa sangat sakti. dari negara Mandura. Dalam peperangan. putra Bathara Kala dengan Dewi Pramuni dari kahyangan Setragandamayit. namun memiliki gerakan yang cekatan. Kalaruci PRABU KALARUCI adalah raja raksasa negara Karanggubarja. Arya Ugrasena yang didatangan ke Suralaya. Bertubuh gemuk pendek. putra ke-empat Prabu Basukunti.Kalakatung KALAKATUNG atau sering pula disebut dengan nama Butaterong adalah raksasa hutan. maka ia selalu menjadi bahan ejekan para panakawan. Karena pembawaannya yang agak tolol ini. yang waktu itu telah diperjodohkan dengan Arya Ugrasena. Pabu Kalaruci datang ke Suralaya untuk meminang Dewi Wersini. kepala gundul dan berhidung besar bulat seperti terong. Kalakatung biasanya berpenampilan lucu karerna suaranya yang bindeng (memiliki suara hidung yang setengah tersendat). Kalakatung biasanya mati oleh Gareng atau Petruk. . Kalakatung biasa ditampilkan sebagai anak buah Cakil atau Yayahgriwa. seorang bidadari keturunan Sanghyang Pancaresi.

Ia mampunyai dua saudara kandung masing-masing bernama. Peperangan pun tidak dapat dihindarkan antara Mandura melawan Gowamiring. putra Bathara Kala dengan Dewi Pramuni dari Kahyangan Setragandamayit. pemberani dan sangat sakti. Prabu Kalasasradewa akhirnya tewas dalam peperangan melawan Prabu Pandu. Dalam peperangan tersebut. juga untuk membalas dendam atas kematian saudaranya. serakah. Prabu Kalayaksa menyerang negara Mandura. Selain ingin merebut Dewi Badrahini. putri Prabu Rumbaka. Ia pernah menyerang negara Kumbina. Dewi Wersini dan negara Karanggubarja kemudiasn disertahkan kepada Arya Ugrasena. Dalam peperangan tersebut semua putra-putra Mandura. Prabu Kalayaksa memiliki sfat dan perwatakan . Berwatak angkara murka. Pandu kemudian pergi ke Suralaya dengan mengerahkan pasukan Astina dibawah pimpian patih Gandamana dan Arya Sucitra. dan Prabu Kalayaksa yang menjadi di negara Garbasumanda. suka menurutkan kata hati. istri Prabu Basudewa. untuk dapat memperistri Dewi Rumbini. Prabu Basudewa kemudian meminta bantuan Prabu Pandu. raka negara Astina. mau menangnya sendiri. yang sudah dipertunangkan dengan Arya Prabu Rukma. Ia mempunyai dua saudara kandung masing-masing bernama. bengis. putra Bathara Kala dengan Dewi Pramuni/Bathari Durga dari Kahyangan Setragandamayit. putra ketiga Prabu Basukunti dengan Dewi Dayita dari negara Mandura. suami dari Dewi Kunti (adik Prabu Basudewa). kejam. raja negara Astina.Bathara Guru kemudian mengutus Bathara Narada turun ke Arcapada untuk meminta bantuan Prabu Pandu. Mereka masih keturunan Bathara Kalagotama. Prabu Kalasasradewa sangat sakti. Prabu Kalaruci dapat dibinasakan oleh Pandu. sejak jaman pemerintahan Prabu Baskunti. yang juga kakak ipar Ugrasena (Pandu menikah dengan Dewi Kunti. Kalayasa PRABU KALAYAKSA adalah raja raksasa negara Garbasumanda. Dengan mengerahkan seluruh kekuatan angkatan perannya. Sebagai keturnan Dewi Pramuni/Bathari Durga. Prabu . Mareka masih keturunan Bathara Kalagotama. Kalasasradewa PRABU KALASASRADEWA adalah raja raksasa negara Guwamiring. serakah. kakak Arya Ugrasena). juga Prabu Basudewa tidak dapat mengalahkan Prabu Kalasasradewa. Prabu Kalarodra raja di negara Girikadasar. Prabu Kalayaksa nenjadi seteru negara Mandura. seperti Arya Prabu Rukma. Prabu Kalarodra raja nergara Girikadasar dan Prabu Kalasasradewa yang menjadi raja di negara Guwamiring. tinggi hati dan mau menangnya sendiri. Arya Ugrasena.

Pemberontakan Kangsa gagal. Tapi akhirnya Prabu Kalayaksa mengalami nasib yang sama seperti Prabu Kalasasradewa. Kematian Prabu Kalayaksa bertepatan dengan kelahiran Raden Arjuna/Peermadi putra Prabu Pandu dengan Dewi Kunti Kangsa KANGSA. sering pula disebut Kangsadewa sesungguhnya putra Gorawangsa. Prabu Basudewa akkhirnya bersedia mengakui Kangsa sebagi putranya dan diberi kedudukan Adipati di Kesatrian Sengkapura Kangsa berwatak angkara murka. putra Prabu Basudewa dari permaisuri Dewi Mahendra/Maekah (Jawa). raja Mandura. oleh Suratrimantra. penghianat. Prabu Kalayaksa berhasil menguasai sebagian wilayah negara Mandura. Setelah remaja. keras hati. Kangsa dibawa ke negara Mandura untuk menuntut haknya sebagai putra Prabu Basudewa. Kangsa berniat merebut tahta kekuasaan negara Mandura dari tangan Prabu Basudewa. Dengan dukungan Suratimantra. ingin menangnya sendiri. bahkan nyaris menguasai kerajaan Mandura. Ia mati terbunuh dalam peperangan melawan Kakrasana dan Narayana. Ia tewas dalam pertempuran melawan Prabu Pandu. putra Prabu Pandu dengan Dewi Kunti . berani dan selalu menurutkan kata hatinya. permaisuri Prabu Basudewa. raja negara Astina. Ia lahir di negara Bombawirayang. raja raksasa negara Gowabarong yang beralih rupa menjadi Prabu Basudewa dan berhasil bermain asmara dengan Dewi Mahira/Maerah (Jawa).Kalasasradewa yang tewas dalam peperangan melawan Prabu Pandu di negara Mandura. Sedangkan Suratimatra tewas melawan Bima/Werkudara. Karena sangat sakti. adik Prabu Gorawangsa. dan sejak kecil hidup dalam asuhan ditya Suratrimantra. karena tidak satupun putra-putra Mandura yang berthasil menandingi kesaktiannya. pamannya yang sakti.

padahal ia masih gadis. . Ibunya adalah Dewi Kunti alias Dewi Prita. Guru Besar itu dipersalahkan telah mengajarkan ilmu tingkat tinggi pada gadis yang belum dewasa. ia amat marah dan segera memanggil Resi Druwasa. Ilmu dipelajarinya dari gurunya. Resi Druwasa. Padahal kedua ksatria itu sama-sama putra Dewi Kunti. yang lebih terkenal dengan sebutan Adipati Karna adalah lawan utama Arjuna dalam Baratayuda. Basukarna adalah anak buangan. Dewi Kunti mencoba-coba mengguna-kan Aji Adityarhedaya. Ternyata ilmu ajaran Resi Druwasa itu benar-benar ampuh. ***) Setelah Prabu Kuntiboja mengetahui perihal musibah yang menimpa putrinya. yakni ilmu un-tuk mendatangkan seorang dewa yang dikehendakinya.Karna KARNA. Dalam dunia pewayangan Basukarna merupakan profil tokoh wayang yang otodidak. Tetapi kedatangan Batara Surya yang tampan itu membuat Dewi Kunti mengandung. Tetapi pertapa itu juga menjelaskan. Dewi Prita alias Kunti berhasil mendatangkan Batara Surya. Waktu masih berusia remaja. berjuang sendiri tanpa mengandalkan bantuan keluarga. Ia juga menjadi perlambang bagi karakter manusia yang tahu membalas budi. putri bungsu raja Mandura. walaupun untuk itu ia harus mengorbankan jiwa dan bahkan juga nama baiknya. bahwa kelak Dewi Kunti akan memerlukan ilmu itu. Dengan mem-baca mantra Aji Adityarhedaya. Resi Druwasa mengaku bersalah dan bersedia menjamin keperawanan Dewi Kunti. sekaligus rela berkorban bagi menangnya kebenaran. yang se-ngaja didatangkan Prabu Basukunti ke Keraton Mandura untuk mendidik Dewi Kunti. Prabu Basukunti. Basukarna adalah putra sulung. sedangkan Arjuna anak yang ketiga.

yaitu para Kurawa dan para Pandawa. Bayi itu lalu diaku anak dan dipelihara dengan penuh kasih sayang oleh Adirata dan istrinya yang bernama Nyai Nanda (Dalam Mahabarata Nyai Nanda disebut Radha.CATATAN KAKI =***) Dewi Prita mempunyai kebiasaan buruk. ilmu itu masuk dan diresapi oleh Kunti melalui telinganya. sebagai wali para Pandawa yang saat itu masih kecil-kecil. Alasannya. dan matahari sudah naik. Sebelum bayinya dibuang Dewi Prita alias Kunti sempat memperhatikan. Itulah sebabnya. Sinar terang matahari yang masuk ke kamarnya membuatnya kagum. Dengan demikian segala sesuatu yang diajarkan oleh kedua mahaguru itu diketahui dan dipahami dengan baik oleh Karna. Itulah sebabnya. atau Suryatmaja. dan takhta Astina diduduki oleh Prabu Pandu Dewanata. sesudah masa kehamilannya cukup. Yang memerintah Astina saat itu adalah Prabu Krisna Dwipayana. Dalam pewayangan ia juga disebut Suryaputra. Menjelang masa remaja. dan Yama Widura. di telinga bayi itu terdapat Anting Mustika yang memancarkan sinar kemilau. menggantikan Prabu Krisna Dwipayana yang mengundurkan diri karena hendak menjadi pertapa. seorang sais kereta kerajaan di Keraton Astina. guru besar lainnya juga bersikap sama dengan Begawan Drona. ia diberi nama Karna . Minat dan semangat Basukarna untuk belajar amat tinggi. Prabu Basukunti segera memerintahkan agar bayi itu dibuang. Resi Krepa. Setelah lahir. . Kebetulan mereka memang tidak punya anak. Di sana ia selalu mengintip dan mencuri dengar dengan penuh perha-tian segala yang diajarkan oleh Resi Krepa dan Begawan Drona kepada murid-muridnya. Pandu. Druwasa mengeluarkan jabang bayi yang dikandung melalui telinga Dewi Kunti. karena Drona terikat aturan istana: hanya boleh mengajar para pangeran. Namun permohonan itu ditolak. Bayi yang malang itu kemudian ditemukan dan dirawat dengan baik oleh Adirata. Tanpa sadar ia mengamalkan Aji Adityarhedaya sambil membayangkan ketampanan Batara Surya. Basukarna juga disebut Radhea atau Ara-dea). bayi Karna pun ditaruh dalam sebuah peti dan dihanyutkan di Sungai Gangga. Suatu hari ia memberanikan diri men-jumpai Begawan Drona dan minta agar guru besar itu mau menerima dirinya sebagai murid. sering bangun siang. Ketika Prabu Pandu me-ninggal dalam usia muda. Tahun berganti tahun. Maka. Drestarastra menggantikannya untuk sementara waktu. Basukarna sering ikut ayah angkatnya ke Keraton Astina. Nama lain baginya adalah Talingasmara. Manakala hari telah terang. Dengan penolakan itu Basukarna tetap hanya bisa belajar dengan cara meng-intip dan mencuri dengar. yakni putra-putra Drestarastra. karena anak Kunti itu memang benar hasil pertemuan ibunya dengan Batara Surya. Dua nama yang terakhir ini digunakan oleh sebagian besar dalang untuk menyebut Karna sewaktu masih muda. ia masih tergolek di tempat tidurnya. Dengan ilmunya yang tinggi.yang artinya telinga.

Pada setiap pertandingan ksatria remaja yang tampan ini selalu mendapat angka tertinggi. Lagi pula. karena sebagai seorang putra raja Arjuna merasa dirinya tidak pantas melayani tantangan Karna yang hanya anak seorang sais kereta. Tantangan Karna itu memang mengejutkan semua orang. Selain wajahnya yang amat mirip dengan Arjuna. Dewi Kunti yang menyaksikan acara pertandingan itu. Karna menjadi Adipati di Awangga . karena baik raut wajah maupun bentuk tubuh Karna seolah bayangan Arjuna. apakah jika ia tiba-tiba mengakui Karna sebagai anak akan membuat situasi menjadi baik. ataukah sebaliknya. Namun Kunti juga ragu. merasa panas hati melihat kesombongan dan keangkuhan Arjuna. Tantangan Karna ini ditolak Arjuna. Dan ternyata keduanya sama kuat dan sama mahirnya. dengan nekad Karna lalu me-nantang Arjuna untuk adu tanding dalam ketrampilan keprajuritan dengan dirinya. gerak-gerik Karna boleh dibilang sama dengan Ksatria Panengah Pandawa itu. Walaupun ayah angkatnya telah berusaha mencegah. Dengan pengaruh yang dimilikinya selaku putra Prabu Drestarastra. Pada acara ujian seperti itu ternyata Pandawa selalu unggul. tidak ada lagi alasan bagi Arjuna untuk menolak tantangan itu. ***) Dengan kedudukan Karna sebagai seorang adipati. Karna sempat pula berguru pada seorang brahmana sakti bernama Rama Parasu alias Rama Bargawa. Keunggulan ini membuat Arjuna lalu bersikap sombong. Lebih-lebih Arjuna. CATATAN KAKI = ***) Menurut pewayangan. Namun untuk segera mengakuinya sebagai anak. secara berkala Begawan Drona dan Resi Krepa mengadakan uji keterampilan bagi mereka. Dewi Kunti merasa tidak menemukan alasan yang tepat. saat itu juga Duryudana mengangkat Basukarna sebagai adipati di Kadipaten Awangga. Dewi Kunti tercekam oleh perasaan antara yakin dan ragu. saat itu sudah yakin benar bahwa Karna sesungguhnya adalah anak sulungnya. Keduanya seimbang sama kuat. Ini dilakukan setelah permohonan Karna untuk diterima menjadi murid resmi Begawan Drona dan Resi Krepa.Untuk mengetahui sampai di mana tingkat kemajuan ilmu dan keterampilan para Pandawa dan Kurawa. Resi Krepa dan Begawan Drona akhirnya memberikan penilaian tidak ada yang kalah dan tak ada yang menang. ditolak. Basukarna yang sejak semula menyaksikan acara itu. Duryudana. yang belasan tahun sebelumnya dihanyutkan di sungai. Yakin. termasuk para Kurawa. si Sulung dalam keluarga Kurawa segera memanfaatkan peristiwa itu. Selain berguru secara tidak langsung pada Begawan Drona dan Resi Krepa yakni hanya dengan mendengar dan melihat dari kejauhan. Adu tanding pun dimulai. dari telinga Karna memancar sinar kemilau Anting Mustika yang telah menempel sejak dilahirkan. dan Anting Mustika itu pernah dilihatnya belasan tahun yang lalu.

yang menentukan hidup atau mati. Karna harus menyamar sebagai brahmana. menyengat paha Basukarna. tetapi karena hasil usahanya sendiri. yang telah merencanakan akan menikahkan Surtikanti dengan Duryudana. kutukan itu akan terbukti. Rama Bargawa justru terbangun ketika peluh Karna menetes ke wajahnya. putri Prabu Salya. Saat itu seekor ketonggeng. Basukarna menikah dengan Dewi Surtikanti. yakni ilmu ketrampilan memanah.bukan karena hadiah atau diangkat oleh Duryudana. bahkan kemudian melarikan Dewi Surtikanti. sehingga mereka terpaksa dinikahkan. Sewaktu tahu apa yang terjadi. raja Mandraka. ***) Sesudah mewariskan berbagai ilmunya. pada saat yang genting . Pernikahan ini sebenarnya tidak disetujui oleh Prabu Salya. barulah Rama Bargawa sadar bahwa Karna sebenarnya bukan dari golongan brahmana. dengan marah Rama Bar-gawa mengucapkan kutukannya: Kelak dalam Baratayuda. Karna akan lupa bunyi mantera ilmu Bramastra. Hanya seorang ksatria yang tangguh sanggup menahan rasa sakit yang demikian hebat. Penyamaran itu terpaksa dilakukan karena Rama Bargawa amat membenci golongan ksatria. Apalagi kemudian Prabu Salya menjanjikan akan menikahkan Duryudana dengan Dewi Banowati. Karena merasa ditipu. terutama pada saat menghadapi Baratayuda kelak. Sejak itu timbullah kebencian Prabu Salya terhadap Karna. walaupun telah menjadi menantunya. masalah Dewi Surtikanti itu tidak diperpanjang lagi. dengan sekuat tenaga Karna menahan rasa sakit yang alang kepalang itu. Saat itu Duryudana sudah berkedudukan sebagai Prabu Anom. Dan. Prabu Anom Duryudana sendiri sebenarnya amat sakit hati pada tindakan Karna melarikan Dewi Surtikanti. atau raja muda. adik Surtikanti. kelak ternyata. justru pada saat raja muda Astina itu sedang menyiapkan lamarannya pada Prabu Salya. melainkan seorang ksatria. Dari gurunya yang ini Basukarna antara lain mendapat ilmu Bramastra. Oleh sebab itu Karna diam-diam lalu sering masuk ke Istana Mandraka dan secara sembunyi-sembunyi memadu kasih dengan sang Dewi. Basukarna. Penyamaran Basukarna ini terbongkar manakala Rama Bargawa tidur berbantal paha muridnya. . sehingga keringatnya bercucuran. Namun untuk menjaga jangan sampai gurunya terbangun. Untuk dapat berguru pada brahmana yang kesaktiannya tidak tertandingi siapa pun di dunia ini. yaitu raja penguasa di Awangga. sejenis kalajengking berbisa. sadarlah Sang Guru bahwa muridnya itu tentu berasal dari golongan ksatria. Karna memperoleh negeri itu setelah me-ngalahkan Prabu Karnamandra. Namun karena keluarga Kurawa sangat memerlukan tenaga CATATAN KAKI = ***) Sebagian dalang menyebut ilmu itu Aji Kunta Bramasta.

Bima. dan Arjuna. Itu pula yang me-nyebabkan ada sebagian pecinta wayang menggolongkan Basukarna sebagai tokoh yang berpihak pada kejahatan dan mabuk akan derajat serta kedudukan. Ki Nartasabda. Jadi. Karena selalu diperlakukan dengan baik dan dihargai oleh Kurawa. kisah mengenai senjata Kun-ta ini diceritakan dalam lakon Lahirnya Gatotkaca. perjumpaan Karna dengan Narada bukan suatu kebetulan. Senjata pusaka pemberian dewa itu seharusnya diberikan kepada Arjuna untuk memotong tali pusar Gatotkaca yang baru lahir. dari aku sejak lahir engkau telah kuwarisi Anting Mustika dan Kotang Kerei Kaswargan. dan membenci orang yang terlalu mengagungagungkan kebangsawanannya. yaitu Batara Surya. dalam lakon Banjaran Karna menceritakan bahwa Batara Surya yang tahu rencana perjalanan Batara Narada memberitahu Karna agar mencegat dewa itu. Meskipun sebelumnya telah tahu. dan Prabu Ba-ladewa yang sebelumnya telah menikahi Dewi Erawati. Yang meya-kinkan adalah penjelasan yang diberikan oleh ayahnya sendiri. ayah Arjuna akan datang menemuinya dan membujuknya dengan berbagai cara guna mele-mahkan Karna. putri sulung Prabu Salya." . Adipati Karna merasa berhutang budi pada Duryudana dan adik-adiknya. Basukarna yakin benar bahwa ia sesungguhnya adalah putra sulung Dewi Kunti. tetapi baru tiga hari sebelum pecah Baratayuda. percaya diri. "Ingatlah Karna. Batara Surya juga memperingatkan agar Karna waspada. Anting Mustika berkhasiat akan mengingatkan engkau bilamana ada bahaya mengan-cam. Itulah sebabnya Batara Narada pernah keliru menganggap Arjuna tatkala akan memberikan senjata Kunta Wijayandanu. CATATAN KAKI = ***)Dalang ternama. penampilan dan wajah Basukarna amat mirip dengan Arjuna. tahu membalas budi. Karna mempunyai dua orang raja besar sebagai ipar. Yang berhasil direbut hanyalah wa-rangkanya (sarung) saja. dan mengaku sebagai Arjuna. teguh dalam pendirian. salah lihat. siapa pun yang memintanya.Karena perkawinannya dengan Dewi Surtikanti itu. yakni Prabu Anom Duryudana. tetapi gagal. Batara Narada yang secara kebetulan berjumpa dengan Basukarna. Jangan sampai kedua pusaka itu lepas dari tanganmu. Berarti ia adalah saudara tua yang seibu dengan Yudistira. sedangkan dengan Kotang Kerei Kaswargan engkau akan kebal terhadap senjata apa pun. Adipati Awangga itu memiliki sifat pantang berkhianat. sebab Batara Endra. Dalam pewayangan. Selain seimbang kesaktiannya. mengira bertemu Arjuna dan memberikan senjata Kunta Wijayandanu pada Karna. Waktu itu Batara Surya datang menjumpainya dan menceritakan siapa sebe-narnya Basukarna sesungguhnya. Dalam perja-lanannya mencari Arjuna. ***) Arjuna kemudian berusaha merebut kembali senjata pusaka itu.

Kresna secara khusus datang menemui Karna. Jika seorang brahmana datang meminta. terimalah pemberian hamba berupa anak panah Wijayacapa." Apa yang diperingatkan oleh Batara Surya memang terjadi. dengan mudah ia melepaskan kedua pusaka andalan Basukarna.Ketika itu Basukarna menjawab: "Ayahanda." Demikianlah. sebagai seorang ksatria tentu pantang bagi hamba untuk menolaknya.. Hamba sendiri yang akan melepaskannya. Pada pertemuan empat mata. walaupun yang diminta itu langsung menyangkut keamanan jiwa hamba . Sehari menjelang Baratayuda. tibalah saatnya bagi Karna untuk membalas budi baik para Kurawa. pada saat itu sebenarnya hati kecil Endra terharu dan heran menyaksikan ketulusan hati Karna. Karenanya... tetapi mendapat pusaka pengganti sebuah senjata pamungkas. terjadi peristiwa sebagai berikut: Sebelum pulang ke Kerajaan Wirata untuk me-laporkan hasil perundingannya pada pihak Pandawa." Karena brahmana itu memang penjelmaan dewa.yang masih dalam ujud brahmana.. dengan hati teguh dan ikhlas Karna menjawab: "Bilamana Bapa Brahmana memang menginginkan. raja Dwarawati itu berusaha membujuk Karna agar bersedia menyeberang ke pihak Pandawa. Seperti yang diduga oleh Batara Surya. ambillah. Esok harinya. Namun. Bilamana Bapa Brahmana juga memberikan senjata pamungkas itu dengan ikhlas. bahwa sebagai ksatria sudah selayaknya ia harus tahu membalas budi. itu tergantung pada siapa yang memintanya. dengan senang hati hamba akan menerimanya. . engkau sungguh seorang ksatria sejati yang berbudi luhur. beberapa saat setelah Prabu Kresna sebagai duta yang gagal kemu-dian dikroyok para Kurawa sehingga terpaksa me-lakukan triwikrama. Tanpa menanyakan. Karna menolak bujukan itu dengan alasan. saat itu brahmana tua yang sebenarnya penjelmaan Batara Endra meminta Anting Mustika dan Kotang Kerei Kaswargan.. berkata: "Karna.. Saat itulah terjadi perdebatan dan adu pendapat di antara mereka. Hanya seorang dewa saja yang akan sanggup melepaskannya . dua hari menjelang Baratayuda berlangsung Batara Endra datang menjumpainya dalam ujud seorang brahmana tua. hari itu Karna kehilangan dua pusaka yang merupakan perisai dirinya. sebagai ganti barang yang hamba ambil. ksatria mulia. . Namun hamba tidak memiliki kemampuan melepaskan kedua pusaka pemberian Ayahanda Batara Surya ini dari tubuh hamba. Sudah sepantasnya jika ksatria agung seperti Tuanku memiliki senjata pamungkas yang ampuh. apa alasan brahmana itu memintanya." Basukarna: "Hamba telah menyerahkan dengan ikhlas kedua barang yang Bapa Brahmana minta. Kurawa telah memberikan kemuliaan duniawi dan derajat kepangkatan kepadanya. Kini." Brahmana tua itu menjawab: "Jangan khawatir. Rasa simpati itu menyebabkan Batara Endra .

Itu adalah kewajiban Adinda. Kakanda Kresna." Karna: "Kakanda Kresna. Yang penting." Kresna: "Saya memahami hal itu. Kakek Abiyasa. sehingga Baratayuda dapat dicegah. Bahkan Maharesi Bisma. Antara kebaikan dan keadilan me-lawan keserakahan kebatilan. culas. jika Adinda berpihak pada para Kurawa dan berperang melawan adik-adikku para Pandawa. Namun. mengapa itu tidak Adinda lakukan? Apa alasannya?" Karna: "Kakanda Kresna yang bijaksana. Saya berketetapan hati untuk memihak Kurawa. Soal kalah atau menang bagi Adinda bukan lagi merupakan hal yang penting.. Adinda tahu benar akan keserakahan mereka. satu persatu secara pribadi sejak mereka masih kecil. Adinda berpendapat tidak ada cara lain untuk memberantas keangkaramurkaan dan kebatilan yang telah belasan tahun terjadi di Astina. sejak masih remaja. saya sengaja membakar-bakar semangat Adinda Duryudana." Kresna: "Tetapi. . pendirian mereka." Karna: "Justru Adinda yang sebenarnya sangat menginginkan Baratayuda segera terjadi. Adinda berperang di pihak mereka semata-mata hanya menjalani darma ksatria. Rasanya. tentu Kurawa tidak akan meneruskan niatnya me-nempuh jalan perang. bukan perang kecil. karena membela kebenaran bagi seorang ksatria lebih mutlak harus dilaksanakan. membalas kebaikan dengan kebaikan pula. Jadi. jika Adinda Karna mau menyeberang ke pihak Pandawa. Adinda mengenal benar tabiat dan watak mereka.Kresna: "Dinda Karna.. Itulah sebabnya. tentu akan menyulitkan para Pandawa untuk memenangkan Baratayuda. Baratayuda yang akan dimulai esok hari. saya bujuk mereka agar jangan takut berperang. itu semua agar Baratayuda dapat segera . bukan berarti Adinda berperang melawan kebaikan dan kebenaran. .. dalam hal ini soal balas budi bukanlah hal yang mutlak harus dilakukan. sebagai seorang titisan Wisnu mestinya kakanda maklum. Begawan Drona. sifat iri." Karna: "Kakanda Kresna. Mereka hanya mengikuti hasutan jahat dari Paman Sengkuni dan Ibunda Dewi Gendari. Tidak satu pun saran dan nasihat baik dari para pini sepuh Astina yang mereka dengar. bukan berarti Adinda berpihak pada keangkaramurkaan. mereka memang dilahirkan sebagai manusia-manusia pembawa sifat buruk yang tidak lagi dapat diperbaiki." Kresna: "Mengapa? Peperangan akan selalu membawa penderitaan bagi banyak orang. adik-adikku para Pandawa bukan ksatria yang takut dan enggan menghadapi kesulitan. Perang itu me-rupakan pertarungan antara pihak yang benar dengan pihak yang salah. melainkan juga hanya karena menjalani darma ksatria. Bilamana Adinda Karna dapat mencegahnya. Barata-yuda harus segera terjadi. Dengan adanya Adinda di pihak Kurawa.. bagaimana pun. yang tinggi wibawanya pun tidak sanggup memperbaiki sifat-sifat buruk mereka. Dinda Karna. dan dengki mereka. Adinda tahu benar. kecuali dengan meniadakan keberadaan mereka di dunia ini. sebagai ksatria Adinda harus menjalankan kewajiban sebagai prajurit menghadapi lawannya. Resi Krepa. Adinda telah mengenal para Kurawa. Jika Adinda harus berperang melawan adik-adik para Pandawa.

Baratayuda tentu akan berlangsung lebih lama dan korban di kedua pihak akan lebih banyak. dan siapa yang akan unggul. . Untuk mencapai masyarakat dunia yang tenteram dan damai. secara kebetulan Karna bertemu dengan Dewi Kunti yang juga baru saja selesai mensucikan tubuhnya. Setelah pertemuannya dengan Prabu Kresna. bagaimana pun." Kresna: "Adinda Karna. seandainya Adinda yang menang. Dengan penuh haru dipeluknya putra sulung Kunti itu erat-erat. Namun. jelas berbeda. "Semoga Yang Maha Mengetahui selalu memberikan berkah kepadamu. bukankah sebagai ksatria kita tidak boleh memperhitungkan untung rugi dalam menjalankan darmanya? Adinda berperang di pihak Kurawa karena menjalankan darma Adinda sebagai ksatria. Sekali lagi. kali ini Dewi Kunti juga berusaha membujuk Adipati Karna agar mau menyeberang ke pihak Pandawa. Entah siapa yang akan kalah. Adinda Basukarna tewas karena membela pihak angkara. sejarah akan mencatat Adinda Karna gugur karena berperang di pihak yang salah. Sedangkan jika Dinda Arjuna yang gugur. Jika Adinda Basukarna gugur dalam Baratayuda nanti. Kakanda benar-benar menaruh hormat akan pendirian Adinda yang teguh itu. Di tepi sungai yang dianggap suci itu. bahwa menurut takdir pada Baratayuda nanti Adinda harus berhadapan dengan Arjuna. sebagaimana perjumpaanya dengan Prabu Kresna. Itu sudah merupakan hukum alam yang berlaku pada zaman apa pun. Demikian pula. Biarlah nama baik Adinda hancur karena sikap Adinda dalam menjalankan darma. kita semua belum tahu. Tidakkah hal ini Dinda pertimbangkan?" Karna: "Adinda memahami hal itu. Seandainya Adinda yang gugur. Hati kecilnya merasa. Karena nama baik itu pun telah Dinda ikhlaskan sebagai pengorbanan demi tegaknya kebenaran dan keadilan . Karenanya. Dinda Basukarna . Namun dengan adanya Dinda Basukarna di pihak Kurawa. ia akan gugur dalam perang besar antarke-luarga Barata itu. Adipati Karna pergi ke Sungai Gangga hendak mensucikan dirinya. maka ia akan dianggap sebagai pahlawan pembela keberaran." Karna: "Itu pun Adinda pahami. Arjuna pun sebagai ksatria harus ikhlas karena pengorbanannya tentu tidak sia-sia. maka Adinda ikhlas sebab pe-ngorbanan Adinda adalah untuk kemenangan adik-adik para Pandawa dan itu berarti pengorbanan Adinda adalah untuk tegaknya kebenaran dan keadilan. Coba renungkan hal itu. Pengorbanan Adinda Karna dengan pengorbanan Adinda Arjuna. selalu harus ada yang menjadi korban.." Kresna: "Adinda Karna. anak pungut Sais Adirata itu ingin lebih dahulu mensucikan tubuhnya. Adinda tahu. dan selalu harus ada yang dikor-bankan. cobalah Adinda renungkan sekali lagi. bu-kankah jer basuki mawa beya? Kakanda Prabu Kresna tentu sudah faham benar..terjadi sebagaimana seharusnya. sebelum menghadap pada Sang Pencipta. Namun. lewat tengah hari. Biarlah sejarah mencatat Adinda sebagai pembela nafsu angkara pihak Kurawa." kata titisan Wisnu itu. Baratayuda adalah peristiwa yang menjadi sarana untuk memusnahkan segala yang jahat dan yang angkara." Prabu Kresna tidak bisa berkata-kata lagi. Hamba tidak peduli lagi tentang bagaimana sejarah akan mencatat nama Adinda..

Hamba mengerti. . ibumu ini. anakku?" Kunti tidak lagi dapat menahan air matanya.. Basukarna berkata dengan lembut: "Ibunda Dewi Kunti yang hamba hormati. Hamba yang hina ini memahami benar kepedihan hati Ibunda Dewi. engkau pun mempunyai kewajiban menjalankan darmamu sebagai seorang putra terhadap ibumu. Engkau tentu juga tahu.. engkau adalah prajurit sejati. Aku. Selain harus menjalani darmamu sebagai seorang ksatria.. Namun. maka itu berarti hamba menyalahi darma hamba sebagai seorang ksatria. Karna Anakku.. Namun. Ibunda mengerti. Arjuna... adik-adik hamba. junjungan hamba. Hamba akan menjadi pengkhianat bagi Kurawa yang selama ini telah memberikan derajat dan kemuliaan pada hamba. Namun hamba mohon. bahwa Baratayuda adalah salah satu sarana dan jalan untuk membebaskan dunia dari keangkaramurkaan yang selama ini dilakukan oleh para Kurawa. Hanya karena keadaan." Dengan penuh hormat Karna menjawab: "Ibunda Dewi Kunti yang amat hamba hormati. Hanya karena keadaan yang membuatmu terpaksa bergabung dengan pihak Kurawa.. manakala ia tahu dua orang putranya saling ber-hadapan di medan perang dengan tekad akan saling membunuh? Dapatkah kau bayangkan itu. dalam Baratayuda nanti besar kemungkinan engkau akan berhadapan dengan adikmu. betapa remuknya hati seorang ibu. bukankah kita tidak dapat hanya menyalahkan keadaan? Bilamana Ibunda Dewi Kunti mengharapkan agar hamba menyeberang ke pihak Pandawa dan meninggalkan Kurawa. perang besar akan terjadi esok hari. salah satu dari kalian berdua akan menjadi korban kekejaman perang besar itu. bilamana hamba dapat menjalankan darma hamba sebagai seorang ksatria. Bergabunglah engkau bersama kelima adikmu. Ada yang ditakdirkan harus mengorbankan jiwanya. . Basukarna pun terharu mendengar kata-kata yang diucapkan oleh wanita yang dulu melahirkannya itu. Tidak bisa tidak. Tidak adakah keinginanmu untuk membahagiakan wanita yang telah melahirkanmu?" Karna: "Ibunda Dewi Kunti. Baratayuda yang akan dimulai esok hari. berarti engkau membahagiakan wanita yang pernah melahirkanmu.. engkau terpaksa berpisah dengan adik-adikmu para Pandawa. Engkau seorang ksatria utama. bukan alasan bagi hamba untuk mengecewakan harapan para Kurawa yang mengandalkan kekuatan hamba ."Basukarna anakku. cobalah engkau renungkan barang sejenak. Dapatkah engkau membayangkan." Kunti: "Karna. Jika harapanku ini engkau kabulkan. dengan menguatkan hati." Kunti: "Tetapi . sangat berharap engkau tidak berdiri di pihak yang berlawanan dengan adik-adikmu. sebenar-benarnyalah bahwa engkau itu anak sulungku.. anggaplah kepedihan itu sebagai pengorbanan Ibunda untuk ketentraman dan kedamaian masyarakat banyak. Ibunda tentu juga tahu. Tentu saja hamba ingin membahagiakan Ibunda Dewi. Namun. Namun. keadaan telah membuat hamba terpaksa berpisah dengan adik-adik hamba. Anakku. Semua orang yang melangkah pada jalan darmanya harus ikut berkorban demi ketentraman dunia. Hamba ingin agar Ibunda Kunti dapat merasakan kebahagiaan serta bangga. Hamba akan menjadi manusia yang tidak tahu membalas budi. Para dewa dapat menjadi saksi.. ada yang . Hamba juga mengerti bahwa karena keadaan pula hamba sekarang berdiri di pihak Kurawa yang merupakan lawan para Pandawa. yang membalas kebaikan orang dengan pengkhianatan.

maka ia akan gugur sebagai pahlawan. ia merencanakan penggunaan senjata sakti yang hanya dapat sekali digunakan itu untuk menghadapi Arjuna. kemuliaan. Aku tidak lagi dapat merangkai kata-kata. tidak terlaksana. menciumi ubunubunnya. karena bisa jadi Duryudana akan memilih jalan damai." Dengan air mata bercucuran Dewi Kunti memeluk anak sulungnya. Hati kecil Basukarna memang menaruh dendam pada Arjuna sejak ksatria Pandawa itu menghinanya di hadapan umum dengan menolak mengadu ketrampilan dengannya. derajat dan pangkat. maka hamba bukan mati sebagai pengkhianat" Kunti merasa. Jika hamba gugur. walaupun tentu dalam kesedihan se-orang ibu yang kehilangan putra.. jika ia tidak ikut beperang. ia akan tetap dikenal sebagai anak sais kereta Adirata. Semula Adipati Karna menolak karena ia sedang mencari- . Di tengah pertempuran Duryudana mencari Basukarna dan memintanya untuk menghadapi Gatotkaca.harus mengorbankan suaminya. aku telah kehilangan engkau. Karena itu. Sikap Basukarna yang siap untuk mati dalam pe-rang juga dibuktikan ketika ia menolak tawaran bantuan Naga Ardawalika yang diam-diam akan ikut menyerang Arjuna.. Walaupun tawaran bantuannya ditolak. Bilamana ternyata dalam Baratayuda nanti Adinda Arjuna yang terpaksa menjadi korban. ketika tahu bahwa Adipati Karna gugur. Tanpa bantuan Suyudana dan keluarga Kurawa lainnya. Biarlah aku memelukmu barang sejenak. memelihara dan mengasihimu. tetapi ksatria Pandawa itu pun berhasil membunuhnya. mengorbankan orang yang disayanginya. Puluhan tahun. Penggunaan senjata pamungkas ini se-benarnya sama sekali di luar rencananya. Untuk itu. dan . Sekarang ibu para Pandawa itu tahu benar keteguhan hati anak sulungnya itu. anakku .. Karna. sambil berkata terisak di sela tangisnya: "Restuku untukmu. mungkin Baratayuda akan gagal.. Kesedihanku sebagai seorang ibu. Doaku untukmu. anakku. Pertimbangan yang lain adalah. Ibunda Dewi dapat membanggakannya. maafkanlah Ibumu ini.. Namun sewaktu Gatotkaca memporakpo-randakan barisan prajurit Kurawa dan membunuh beberapa adik Duryudana. izinkan aku memelukmu. tidak akan ada manfaatnya ia membujuk Karna lebih lanjut. Sejak ia menerima Kunta dari tangan Batara Narada. tentunya tidak terkecuali Ibunda Dewi. Demikian pula. Aku tidak berkesempatan merawat. kumohon kepadamu. membuat tenggorokanku serasa tersumbuat. jika ini terjadi berarti kesewenangan di dunia akan tetap berjalan terus. anakku. Dan. Tetapi. sejak engkau masih berujud bayi merah. Kunti lalu berkata: "Anakku.. sebagai ksatria. . Ibunda Dewi pun boleh merasa bangga karena hamba tewas dalam menjalankan darma hamba sebagai seorang prajurit.. penguasa Astina itu mulai khawatir. batal. bilamana hamba yang tewas dalam perang tanding itu. Basukarna sebagai panglima perang di pihak Kurawa. Ardawalika atas inisiatifnya sendiri langsung menyerang Arjuna.. karena sebagai ksatria ia harus tahu membalas budi kepada Kurawa yang sudah memberinya kedudukan. Dalam Baratayuda... buah hatiku . pada hari ke-15 berhasil membunuh Gatotkaca dengan senjata Kunta Wijayandanu." Pertimbangan Karna dalam mengambil keputusan itu adalah.

Karena desakan Duryudana ini. mengasuh. Sementara itu. Tetapi Arjuna yang selalu waspada segera menangkis serangan keris itu dengan gendewa pusakanya. Pada suatu kesempatan Basukarna melepaskan panah pusakanya Wijayacapa. Di medan perang Karna menggunakan kereta perang bernama Jaladra. seorang anak yang terbuang sejak bayi. ia minta agar mertuanya Prabu Salya bersedia menjadi saisnya. namun dengan demikian ia kehilangan Kunta Wijayandanu. Putra Bima itu memang berhasil dikalahkannya. Ia telah mendarmabaktikan jiwanya pada Kerajaan Astina yang telah mengangkat derajatnya dari kedudukan anak sais menjadi seorang adipati. Agar seimbang dan tampak sederajat. dibidikkan tepat ke leher Arjuna. Waktu berperang tanding melawan Arjuna. dan mengatakannya sebagai menantu yang tidak tahu diri. sedangkan kereta perang Arjuna bernama Jatisura. Dan. bahwa perang ini bukan perang pribadi. kemudian membujuk Prabu Salya. akhirnya Salya mau menuruti permintaan Basukarna. kereta perangnya juga harus dikendalikan seorang raja. raja Dwarawati. Basukarna terpaksa menghadapi Gatotkaca. Basukarna.cari Arjuna. Ia juga telah merelakan jiwanya untuk membahagiakan Dewi Kunti. Sesaat berikutnya Arjuna me-lepaskan anak panah pusaka Pasopati dan tepat menebas leher Basukarna. Basukarna . kereta perang Arjuna dikemudikan Sri Kresna. Permintaan ini amat menyakitkan hati Prabu Salya dan serta merta raja Mandraka itu mendampratnya. Hanya karena bujukan Duryudana. ketika tubuh Karna roboh ke bumi. Karena jika bukan dia yang gugur. seorang anak pungut sais kereta bernama Adirata. pada saat yang tepat Prabu Salya menarik tali kekang kuda. keris Kyai Jalak Kaladite yang disandangnya lepas dari warangkanya (sarung keris) dan melayang. Duryudana dengan cepat melerai. tetapi bidikannya tidak tepat lagi. dan mengasihinya. melesat ke arah dada Arjuna. Alasannya. bila ini terjadi tentu akan membuat ibunya lebih berduka. Namun. dan menurut anggapannya. sehingga kereta perang yang dikendarainya tergoncang. Peristiwa itu menambah kebencian raja Mandraka itu pada menantunya itu. Kedua kereta perang yang berisi dua ksatria utama itu seolah menjadi primadona pertempuran. maka Arjunalah yang harus tewas dalam perang tanding itu. sebagaimana dikehendakinya. Ia minta agar Basukarna melupakan dulu dendam pribadinya. gugur dalam keyakinan untuk menjalankan darmanya sebagai ksatria utama. Panah Wijayacapa meluncur deras. Duryudana lalu meng-ingatkan. yang paling tepat adalah Prabu Salya. Supaya dirinya sederajat dengan Arjuna. Basukarna sudah tidak lagi memiliki senjata andalan. ibu kandung yang tidak pernah menyusui. dan lebih memikirkan kemenangan bagi seluruh Kurawa. Panah sakti itu hanya menyambar mahkota gelung rambut Arjuna. ***) Karna yang berperang dengan sepenuh hati akhirnya gugur sebagai ksatria utama dalam Bara-tayuda. CATATAN KAKI = ***) Menurut salah satu versi Ma-habarata di India.

selain sebagai ipar. maka ia akan dijatuhi hukuman sebagai si Penculik. Tetapi versi lain menyebutkan. ksatria itu segera lari membawa sang Dewi. Jawa) ketika ia bertempur melawan Patih Udawa. Kejadian ini membuat marah Prabu Salya dan Prabu Anom Duryudana. Karna lalu melepaskan seluruh senjatanya. namun tidak seorang pun yang percaya. yakni patih Kadipaten Awangga. sehingga Dewi Surtikanti salah mengerti. Kisahnya begini: Suatu ketika Keraton Mandraka geger karena Dewi Surtikanti dilarikan oleh seorang ksatria muda yang tampan. kemudian mencoba mendorong kereta itu untuk membebaskan roda kereta yang terbenam di lumpur. Dari keterangan para dayang. Para prajurit yang berusaha menghalanginya. Perkawinan Basukarna alias Basusena dengan Dewi Surtikanti sebenarnya dapat berlangsung dengan bantuan Arjuna. Patih Adimanggala gugur bersama (sampyuh . Dewi Surtikanti meninggal karena bunuh diri. ia selalu mengikuti berita dari medan perang yang disampaikan oleh Patih Adimanggala. Pada saat itu Kresna memberi isyarat. Tanpa pikir panjang Surtikanti bunuh diri dengan mencabut patrem (keris kecil) lalu menusukkannya ke dadanya sendiri. Basukarna mendapat dua orang putra. Dengan demikian. ia juga merupakan besan. Ia mengira suaminya gugur di palagan Ba-ratayuda. tidak sanggup menghadapi kesaktian ksatria tampan itu. Jadi. Prabu Salya dan Duryudana langsung menu-duh Permadi (nama panggilan Arjuna selagi muda) sebagai pelakunya. Tanpa banyak bicara Karna segera membunuh Patih Adimanggala. turun dari kereta. Waktu itu salah satu roda kereta perang Karna terperosok ke dalam lumpur. Suatu hari. Ketika mereka dipergoki para dayang istana dan terjadi ke-ributan. patih Kadipaten Awangga itu menyampaikan be-rita yang tidak jelas. Permadi sanggup.Bhs. Kelak Warsakusuma kawin dengan Dewi Lesmanawati. Bila dalam waktu itu Permadi tidak berhasil. sesuatu yang sebenarnya terlarang dalam Baratayuda. Ia mempersalahkan Adimanggala. Mulanya ksatria itu memasuki keputren dan berasyikmasyuk dengan Dewi Surikanti. putri Prabu Salya. yaitu Warsasena dan Warsakusuma. agar Arjuna melepaskan anak panahnya. Permadi mencoba membantah. abang satu ibu lain ayah. karena sebenarnya Dewi Surtikanti akan dikawinkan dengan raja muda Astina itu. Karna terpanah dalam keadaan tidak bersenjata. .gugur karena siasat licik Kresna. putri Prabu Anom Duryudana. Resi Bisma lalu mengambil kebijaksanaan: Permadi harus mencari pelaku penculikan atas Dewi Surtikanti dalam waktu tiga hari. Dari perkawinannya dengan Dewi Surtikanti. Kematian Dewi Surtikanti membuat Adipati Karna amat marah. yang menyebut bahwa pria yang melarikan sang Putri itu sangat tampan. Pada saat Baratayuda berlangsung. hu-bungan Basukarna dengan Duryudana.

Surtikanti Brantalaras Rabi Banjaran Karna Salya Gugur Bisma Gugur Karna Tanding turun ke dunia untuk melihat apa yang menjadi penyebabnya. sehingga penguasa Astina itu memilih jalan peperangan daripada perdamaian. yang diharapkan bantuannya pada saat pecah Baratayuda kelak. dewa itu segera melerainya. Lagi pula.Dalam waktu singkat. Karna menolak. Batara Narada lalu Lakon-lakon Yang Melibatkan Basukarna Pandadaran Siswa Sokalima Bale Sigala-gala Suryatmaja . Guna me-nyirnakan angkara murka. terpaksa menerima kenyataan itu. karena Permadi menyanggupi akan memintakan maaf pada Prabu Salya. yang dianggapnya telah memberikan malu kepadanya. Karenanya. sekaligus membujuknya agar Karna diterima sebagai menantu. Karna sebenarnya adalah putra sulung Dewi Kunti yang ketika masih bayi dibuang ke Sungai Gangga dan ditemukan oleh Adirata. Usaha Permadi ini berhasil. Sedangkan Permadi adalah anak Kunti yang keempat. ia sanggup mengorbankan jiwanya. Setelah tahu apa yang terjadi. Diterangkan. Ia tahu benar kekuatan Kurawa dan sekutunya tidak akan sanggup menandingi para Pandawa. Duryudana juga berusaha tetap memelihara persahabatannya dengan Karna. walaupun hati kecilnya masih tetap tak menyukai Karna. ksatria Pandawa itu minta agar Basukarna menurut dibawa ke Mandraka sebagai tertuduh. Dengan penjelasan itu mereka pun berdamai. . Sedangkan Duryudana yang amat kecewa karena gagal kawin. Narada menjelaskan bahwa sebenarnya keduanya bersaudara. Adu ketrampilan dan kesaktian di antara keduanya begitu seru sehingga kahyangan goncang karenanya. dan bahkan juga nama baiknya. mengenai peran Basukarna dalam memantik api perang Baratayuda ada dua versi. Dalam pewayangan di Indonesia. namun ia membesar-besarkan hati dan membakar semangat Prabu Anom Duryudana. dan terjadilah perang tanding. Basukarna diakui oleh Prabu Salya sebagai menantu. Permadi menemukan Dewi Surtikanti di Istana Awangga. Sebagian dalang menceritakan bahwa Basukarna sengaja menyulut api perang dengan maksud agar angkara murka keluarga Kurawa cepat hancur punah dengan terjadinya perang besar itu. Basukarna bersedia membawa kembali Dewi Surti-kanti ke Mandraka.

terutama pada Arjuna yang dinilainya angkuh." Kata-kata Dewi Drupadi ini amat menyakitkan hati Basukarna.1881) dipilih sebagai salah satu tokoh dari tiga orang ksatria teladan dalam Serat Tripama. ketika Pandawa kalah main dadu dan Drupadi sebagai barang taruhan dipanggil untuk diper-malukan oleh para Kurawa. tidak akan mungkin saya menikah dengan pria berdarah sudra (orang biasa. Dalam Mahabarata. Ksatria teladan lainnya adalah Kumbakarna dan Bambang Sumantri. Adipati Awangga itu juga sangat membenci Dewi Drupadi. Lihat juga Kunti. yakni wanda Badru (Bedru) dan wanda Lontang. raja Pancala (di pewayangan Pancala disebut Cempalaradya) hendak men-carikan jodoh bagi Dewi Drupadi. . atau Basusena. Kelak. selain dendam pada Arjuna. Dewi. Basukarna adalah salah seorang pesertanya. Gambaran tentang pribadi Basukarna dalam pewayangan pada umumnya memang sedikit lebih baik dibandingkan dengan yang tergambar dalam Kitab Mahabarata. Basukarna. Namun pada saat itu Dewi Drupadi berseru dengan nyaring: "Saya adalah putri raja besar. Dalam seni kriya Wayang Kulit Purwa tokoh Basukarna dirupakan dalam dua wanda. Karna ternyata sanggup. yang dalam pewayangan lebih sering disebut Adipati Karna. Kebencian Basukarna pada Dewi Drupadi disebabkan karena peristiwa berikut ini: Ketika Prabu Drupada. oleh Sri Mangkunegara IV (1853 . Basukarna berkesempatan membalas sakit hatinya.Sebagian dalang yang lain menyebutkan. Tanpa bicara apa pun ia lalu berjalan keluar istana. bukan bangsawan). dan Arjuna. Waktu itu Adipati Karna sengaja memanas-manasi Dursasana agar mene-lanjangi Dewi Drupadi di hadapan umum. sikap Basukarna menyulut api peperangan disebabkan karena dendamnya pada para Pandawa. Setelah para peserta lain gagal mengangkat gendewa pusaka.

gagah dan berwajah setengah raksasa. Durgempo. agak pengecut dan selalu ingin enaknya sendiri. berani dan selalu menuruti kata hati. Setelah mertuanya meninggal. Gardapura. Bogadatta (raja negara Turilaya). Duryudana (raja Negara Astina). Citraksa. Kartamarma memliki perwatakan. Citraksi. Ia berbadan besar. lincah. . Ia mati dibunuh oleh Bima setelah berakhirnya perang Bharatayuda. Durmagati. Wikataboma. Citraboma. Durmuka. Bomawikata. Kartawiyoga berwatak keras hati. Citrayuda. Gardapati (raja negara Bukasapta). keras hati. putri Prabu Gandara dengan Dewi Gandini dari negara Gandaradesa. cerdik. Surtayu. Surtayuda. Diantara saudaranya yang dikenal dalam pedalangan adalah. Kartamarma tidak mati di medan perang Bharatayuda. Ia putra Prabu Drestarasta raja negara Astina dengan permaisuri Dewi Gandari. Carucitra.Kartamarma KARTAMARMA adalah salah seorang diantara 100 orang keluarga Kurawa (Sata Kurawa) yang terkemuka. pandai bicara. Ia menikah dengan Dewi Karastri. Kartadenta. putri raja Banyutinalang. Kartapiyoga KARTAPIYOGA atau Kartawiyoga adalah putra Prabu Kurandageni dari negara Tirtakandasan. tatkala bersama Aswatama menyeludup masuk ke dalam istana negara Astina dengna niat menculik dan membunuh bayi Parikesit. Widandini (raja negara Purantara) dan Dewi Dursilawati. putra Abimanyu dengan Dewi Utari. Kartamarma dinobatkan menjadi raja di Banyutinalang. Dursasana (Adipati Banjarjungut).

Upakeca / Rupakeca. Dewi Erawati ia larikan ke negara Tirtakandasan dengan maksud akan diperistri. Citragada dan Wicitrawirya. Namun sebelum maksud Kartawiyoga terlaksana. putri Prabu Basukesti raja negara Wirata. ingin menangnya sendiri. putra Prabu Baladewa dengan Dewi Mahindra dari negara Mandura yang datang bersama Arjuna. berani dan . yaitu. dengan Dewi Durgandini. Kencakarupa juga mempunyai tiga saudara angkat lainnya. Ia tercipta dari kemudi perahu yang pecah terbentur batu besar. putra Resi Palasara dengan Dewi Durgandini. Bagawan Abiyasa. keduanya putra Dewi Durgandini dengan Prabu Santanu. penghianat. telah datang menyusul Kakrasana. Kencakarupa berwatak keras hati. Tubuhnya hancur terkena hantaman Alugara. Gendawana dan Dewi Ni Yutisnawati / Rekatawati. putri sulung Prabu Salya dengan Dewi Pujawati/Setyawati.Nama Kartawiyoga mulai dikenal karena dengan kesaktiannya ia nekad memasuki keputrian negara Mandaraka dan menculik Dewi Erawati. Kancakapura terjadi berbarengan dengan saudaranya yang lain. Rajamala. yaitu. raja negara Astina. dari padepokan Retawu. Kencakarupa KENCAKARUPA atau Kecaka (Mahabharata) adalah putra angkat Resi Palasara. satu dari lima satria Pandawa untuk membebaskan Dewi Erawati. Akhirnya Kartawiyoga tewas dalam peperangan melawan Kakrasana. Setatama. yang digunakan Resi Palasara dan Dewi Durgandini menyeberangi sungai Gangga.

Kisah lain menyebutkan. setia dan penuh pengabdian. Ia mempunyai kakak kandung bernama Dewi Krepi yang kemudian menjadi istri Resi Drona. Karena mahir dalam ilmu falsafah ia diangkat menjadi penasehat kerajaan. Dalam Mahabharata diceritakan.selalu menurutkan kata hati. karena ia menentang pengangkatan Adipati Karna menjadi Senapati Agung Kurawa. Sangat sakti dan mahir dalam olah keprajuritan mempergunakan senjata gada dan lembing/tombak. raja negara Tempuru dengan permaisuri Dewi Uruwaci. . Krepa berwatak jujur. Ia hidup sebagai pendeta wadat (tidak bersentuhan dengan wanita). Krepa mati oleh tangan Adipati Karna. Kencakarupa tewas dalam peperangan melawan Bilawa/Bima karena bersama saudaranya Rupakenca. tatkala ia bersama Aswatama menyenludup masuk ke dalam istana Astina untuk membunuh Parikesit. dan diangkat menjadi Parampara/Ahli nujum kerajaan. Krepa mati oleh panah Arjuna setelah berakhirnya perang Bharatayuda. Dari padepokan Sokalima Sejak muda Krepa mengabdi di negara Astina sejak masa pemerintahan Prabu Pandu. Resi Krepa hidup sampai jaman Prabu Parikesit. Ada beberapa versi tentang akhir hidup Resi Krepa. Prabu Matswapati. Cerita Pedalangan menyebutkan. Akhir riwayatnya diceritakan. Krepa RESI KREPA atau Kirpa (Mahabharata) adalah putra kedua Prabu Purungaji. Setatama dan Gandawana melakukan pemberontakan untuk mengulingkan kekuasaan raja Wirata.

Ia pernah beralih rupa menjadi Kuda Sembrani betina untuk menolong Bambang Kumbayana/Resi Drona terbang menyeberangi lautan. Dewi Krepi mempunyai kesaktian dapat beralih rupa menjadi apa saja yang ia kehendaki. sampai akhir hayatnya. raja negara Tempuru dengan Permaisuri Dewi Uruwaci. dan berputra seorang lelaki bernama Bambang Aswatama. Ia mempunyai adik kandung bernama Krepa/Kirpa yang menjadi pendeta Istana Negara Astina.Krepi DEWI KREPI atau Kirpi (Mahabharata) adalah putri sulung Prabu Purungaji. . Dewi Krepi tetap menetap di negara Tumpuru. Ketika Resi Drona dan Aswatama tinggal di negara Astina dan berhasil membangun padepokan Sokalima. Dewi Krepi kemudian menjadi isteri Bambang Kumbayana.

ia juga mempunyai pusaka-pusaka sakti.Dewi Rukmini. Ia lahir kembar bersama kakaknya. putri Nagaraja dari Sumur Jalatunda. putri Prabu Setyajid/Arya Ugrasena dengan Dewi Wersini. dan mempunyai adik lain ibu bernama Dewi Sumbadra/Dewi Lara Ireng. putri Prabu Basudewa dengan permaisuri Dewi Badrahini. kemudian naik tahta bergelar Prabu Sri Bathara Kresna. 2. putri Prabu Bismaka/Arya Prabu Rukma dengan Dewi Rumbini dari negara Kumbina. istri turunan sebagai titisan Sanghyang Wisnu. raja negara Mandura dengan permaisuri Dewi Mahendra/Maekah (Jawa). dari negara Lesanpura. berputra: Saradewa (berwujud raksasa). Aji Pameling dan Aji Kawrastawan. Bambang Sitija dan Dewi Siti Sundari.Dewi Jembawati. putra Prabu Basudewa dengan Ken Sagupi. Kakrasana. Partadewa dan Dewi Titisari/Sitisari.Kresna PRABU KRESNA yang waktu mudanya bernama Narayana. 4. seorang swarawati keraton Mandura. adalah putra Prabu Basudewa.Dewi Setyaboma. berputra . Samba dan Gunadewa (berwujud kera). Prabu Kresna juga mempunyai saudara lain ibu bernama Arya Udawa. berputra . Terompet/Sangkala Pancajahnya. Arya Setyaka. Selain sangat sakti dan dapat bertiwikrama. putri Resi Jembawan dengan Dewi Trijata dari pertapaan Gadamadana. antara lain. Kembang Wijayakusuma. berputra . . Prabu Kresna adalah titisan Sanghyang Wisnu yang terakhir.Dewi Pratiwi. Prabu Kresna mempunyai 4 (empat) orang permaisuri : 1. Senjata Cakra. 3. Ia mendapat negara Dwarawati setelah mengalahkan Prabu Narasinga. Kaca paesan.

Daya khasiat minyak Jayengkaton. Endang Pregiwa. Kumaladewa mempunyai sifat dan perwatakan. Bima/Werkundara dan Arjuna. Prabu Kresna menginginkan moksa. Kumaladewa BAMBANG KUMALADEWA adalah putra Arjuna. raja negara Mandura dengan permaisuri Dewi Dayita. Puntadewa. Dewi Kunti telah mempunyai seorang putra dari Bathara Surya sebagai akibat kesalahannya merapal/membaca mantera Aji Pepanggil/Aji Gineng ajaran Resi Druwasa. putri Prabu Kunti. kakaknya. Selain memiliki berbagai ilmu kesaktian. maka ia akan dapat melihat semua mahluk halus/ mahluk siluman. putra Prabu . Bambang Irawan. Kumaladewa tinggal bersama ibu dan kakeknya di pertapaan Pringcendani. Sebelum menikah dengan Prabu Pandu. Ia wafat dalam keadaan bertapa dengan perantaraan panah seorang pemburu bernama Ki Jara yang mengenai kakinya. Sejak kecil. Ia mempunyai adik kandung bernama Bambang Kumalasakti. Bagawan Wilawuk. Kunti DEWI KUNTI atau Dewi Prita (Mahabrata) adalah putri kedua Prabu Basukunti. raja negara Astina dari permaisuri Dewi Kunti. Abimanyu. bernama. Bratalaras. Wilugangga. ia juga memiliki cupu berisi minyak Jayengkaton pemberian kakeknya. Endang Pregiwati. Wisanggeni. apabila dioleskan pada pelupuk mata.Setelah meninggalnya Prabu Baladewa/Resi Balarama. tenang. Dewi Kunti menikah dengan Prabu Pandu. pemberani. Sumitra. Dengan penuh kecintaan ia mengasuh dan mendidik dua orang anak tirinya. setia dan wingit. Antakawulan dan Bambang Sumbada. Akhir riwayatnya diceritakan gugur pada awal pecah perang Bharatayuda melawan Prabu Salya raja negara Mandaraka. putri Bagawan Wilwuk/Wilawuk dari pertapaan Pringcendani. putra Bagawan Abiyasa dengan Dewi Ambiki. Nakula dan Sadewa. raja Boja. dan musnahnya seluruh Wangsa Yadawa. Dari perkawinan tersebut ia memperoleh tiga orang putra bernama. baik tingkah lakunya dan sangat berbakti. dengan Dewi Jimambang. Wijanarka. Arya Basudewa. Kumaladewa juga mempunyai 12 orang saudara lain ibu. raja negara Astina. Ia berwatak penuh belas kasih. Putranya tersebut bernama Basukarna/Aradea atau Suryatmaja yang setelah menjadi raja di negara Awangga dikenal dengan nama Adipati Karna. satria Pandawa putra Prabu Pandu. Dewi Kunti sangat menyenangi dan mempelajari ilmu-ilmu kejiwaan/kebatinan. Arya Prabu Rukma dan Arya Ugrasena. Ia mempunyai tiga orang saudara kandung bernama.

Pandu dengan Dewi Madrim. raja negara Awangga dengan permaisuri Dewi Surtikanti. melebihi kecintaannya pada putra-putranya sendiri. Ia mempunyai kakak kandung bernama Leksmanamdrakumara/Bambang Sarajakusuma. Ia mempunyai daya pikir yang lambat dan agak pengecut. Wataknya bersahaja. raja negara Astina dengan permaisuri Dewi Banowati putri Prabu Salya dengan Dewi Pujawati/Setyawati dari negara Mandaraka. Lesmanamandrakumara sangat dimanja oleh orang tuanya. Lesmanamandrakumara mempunyai seorang adik perempuan bernama Dewi Lesmanawati. Ia adalah putra sulung Prabu Suyudana/Duryudana. Dari perkawinan tersebut ia memperoleh seorang putra bernama Warsaka. Akhir riwayatnya diceritakan. menarik hati. Leksmanamandrakumara BAMBANG LESMANAMANDRAKUMARA dikenal pula dengan nama Bambang Sarajakusuma (pedalangan Jawa). Leksmanawati DEWI LEKSMANAWATI adalah putri Prabu Suryudana/Duryudana. Hidupnya serba mewah. putra kedua Adipati Karna dengan Dewi Surtikanti dari negara Awangga. putra kedua Adipati Karna. putra Arjuna dengan Dewi Sumbadra yang sudah dalam keadaan tak berdaya. gaya dan kata-katanya serba menarik. yang setelah perang Bharatayuda diangkat menjadi punggawa istana negara Astina dibawah pemerintahan Prabu Parikesit. Dewi Kunti mati moksa bersama-sama dengan Dewi Gandari dan Prabu Drestarasta setelah selesainya perang Bharatayuda. Ia yang bermaksud membunuh Abimanyu. Ia mempunyai kakak kandung . raja negara Mandaraka dengan permaisuri Dewi Tejawati. Dewi Laksmanawati sangat dimanja oleh orang tuanya. raja negara Astina dengan permaisuri Dewi Banowati. yang menjadi istri Arya Warsakapura. Dewi Leksmanawati menikah dengan Arya Warsakusuma. Ia jarang sekali keluar dari lingkungan istana. keinginanya selalu terlaksana. akhirnya tewas oleh Abimanyu karena lebih dahulu tertusuk keris Pulanggeni. putri Prabu Salya dengan Dewi Pujawati/Setyawati dari negara Mandaraka. Lesmanamandrakumara ikut terjun di medan pertempuran perang Bharatayuda. Madrim DEWI MADRIM atau Dewi Madri adalah putri Prabu Mandrapati.

Di tempat pengasingannya itu Dewi Maerah melahirkan seorang putra lelaki yang berwujud setenah raksasa yang diberi nama Kangsa atau Kangsadewa. raja negara Astina dan menjadi permaisuri ke dua mendampingi Dewi Kunti. Ia termasuk keturunan Wangsa Yadawa. digauli oleh Prabu Gorawangsa. Prabu Mandrapati menjadi raja negara Mandaraka menggantikan ayahnya. bahwa ia sesungguhnya permaisuri Prabu Basudewa. ia terjun kedalam Pancaka (api pembakaran jenazah) ikut bela pati atas kematian suaminya. Ia akhirnya diakui sebagai putra Prabu Basudewa dan diangkat menjadi Adipati di Sengkapura. Dewi Madrim menikah dengan Prabu Pandu. Dewi Madrim berwatak penuh belas kasih. Atas perbuatannya itu ia mendapat hukuman. Dengan tidak disengaja dan disadarinya. raja raksasa negara Gowabarong yang beralih rupa menjadi Prabu Basudewa palsu. Ia mempunyai adik kandung bernama Dewi Mahindra atau Dewi Maekah (pedalangan Jawa). Dewi Maerah menceritakan keadaan sebenarnya. Akhir riwayat Dewi Madrim diceritakan. Kangsa tidak sepenuhnya putra Gorawangsa. raja negara Widarba. raja negara Mandura. yang setelah menjadi raja Mandaraka bergelar Prabu Salya. tetapi juga putra Prabu Basudewa. setia. ia berputra dua orang kembar yang diberi nama Nakula dan Sadewa. Setelah Kangsa dewasa dengan terus terang. Nakula dan Sadewa yang masih bayi kemudian diasuh oleh Dewi Maerah DEWI MAERAH atau Dewi Mahira (Mahabharata) adalah putra Prabu Kurandapati.bernama Narasoma. sabar dan Wingit. Kedua putra kembarnya. adik Prabu Gorawangsa. Oleh Kangsa. yang berdasarkan garis keturunan masih memiliki hubungan dengan keluarga Mandura dan Dwarawati (Wangsa Yadawa) Wangsa Boja dan Wangsa Kuru (Kurawa dan Pandawa). diusir keluar dari negara Mandura. Prabu Pandu. sehingga berhak mendapat pengakuan sebagai putra Prabu Basudewa. Dewi Maerah diboyong ke Sengkapura. Dengan dukungan Suratrimantra. Dewi Maerah dan Dewi Maekah keduanya menjadi permaisuri Prabu Basudewa. Dewi Maerah ikut Mandrapati PRABU MANDRAPATI adalah putra Prabu Mandradipa raja negara Mandaraka dengan permaisuri Dewi Ayutamayi. Kangsa pergi kenegara Mandura. Dewi Maerah telah mengalami malapetaka. Dari perkawinan tersebut. Prabu Mandradipa yang mengundurkan diri hidup sebagai brahmana. Ketika Kangsa tewas dalam peperangan melawan Kakrasana dan Narayana. raja negara Mandura. . Dewi Maerah yang dalam keadaan hamil ditempatkan di negara Bombawirayang. diserahkan kepada ditya Suratrmantra.

dan dikarunia 2 (dua) orang putra. yang berdasarkan garis keturunan masih memiliki hubungan dengan keluarga Mandura dan Dwarawati (Wangsa Yadawa) Wangsa Boja dan Wangsa Kuru (Kurawa dan Pandawa). Prabu Mandrapati menjadi raja negara Mandaraka menggantikan ayahnya. tahu membalas guna dan selalu bertindak adil. percaya akan kekuasaan Tuhan. Narasoma yang sangat tercela membunuh Bagawan Bagasapati. Narasoma dan Dewi Madrim. Resi Mayanggaseta masih keturunan Resi Supalawa. percaya akan kekuasaan Tuhan. kera putih andel kepercayaan Resi Manumayasa/Kanumayasa di pertapaan Paremana. yaitu. dan kerajaan Jodipati berada dalam kekuasaan Bima/Werkudara. Ketika negara Mertani berhasil ditahklukkan dan dikuasi oleh keluarga Pandawa menjadi negara Amarta. Narasoma yang sangat tercela membunuh Bagawan Bagasapati. sabar. tahu membalas guna dan selalu bertindak adil. Mandrapati mempunyai watak. ikhlas. yaitu. Narasoma dan Dewi Madrim. padepokan Pandansurat dimerdekakan. Prabu Mandrapati meninggal karena bunuh diri akibat tidak tahan menanggung malu atas perbuatan putranya. Ia bersahabat karib dengan Bagawan Bagaspati. Pendeta raksasa di pertapaan Argabelah. di daerah kerajaan Jodipati. Ia termasuk keturunan Wangsa Yadawa. Ia bersahabat karib dengan Bagawan Bagaspati. seorang hapsari/bidadari. Mandrapati PRABU MANDRAPATI adalah putra Prabu Mandradipa raja negara Mandaraka dengan permaisuri Dewi Ayutamayi. wilayah negara Mertani. Prabu Mandrapati menikah dengan Dewi Tejawati. dan dikarunia 2 (dua) orang putra. Prabu Mandrapati meninggal karena bunuh diri akibat tidak tahan menanggung malu atas perbuatan putranya. salah satu dari tujuh puncak Gunung Saptaarga. Mayanggaseta RESI MAYANGGASETA atau Resi Pracandaseta (cerita pedalangan) berwujud kera/wanara putih dan bertempat tinggal di pertapaan Pandansurat. Menurut purwacarita. ikhlas. menjadi tanah perdikan yang bebas darti pembayaran pajak atau upeti. Resi Mayanggaseta pernah diminta bantuannya oleh keluarga Pandawa agar . seorang hapsari/bidadari. Mandrapati mempunyai watak. Akhir riwayatnya diceritakan. Akhir riwayatnya diceritakan. sabar.Prabu Mandrapati menikah dengan Dewi Tejawati. Pendeta raksasa di pertapaan Argabelah. Prabu Mandradipa yang mengundurkan diri hidup sebagai brahmana.

dengan permaisuri Dewi Kunti. Konon ia mati moksa karena usia lanjut. putra Prabu Pandu dengan Dewi Kunti. Dari perkawinan tersebut. sangat berbakti. Akhir riwayatnya tidak banyak diceritakan. setia. dari negara Mandaraka. Mereka bertemu. dari negara Mandura bernama. Resi Mayanggaseta akhirnya bersedia memenuhi permintaan Bima dan keluarga Pandawa untuk pergi ke negara Dwarawati. lahir seorang putra yang diberi nama Arya Anantareja. Puntadewa. Namun setelah ia kalah berperang melawan Gagakbaka. Bima/Werkundara dan Arjuna Nakula adalah titisan Bathara Aswi. Nakula tidak akan dapat lupa . Pada mulanya Resi Mayanggaseta menolak. salah satu dari lima satria Pandawa. tatkala keluarga Pandawa dan Dewi Kunti dalam upaya menyelamatkan diri dari rencana pembunuhan oleh keluarga Kurawa dalam peristiwa ru. Nakula NAKULA yang dalam pedalangan Jawa disebut pula dengan nama Pinten (nama tumbuh-tumbuhan yang daunnya dapat dipergunakan sebagai obat) adalah putra ke-empat Prabu Pandudewanata. Nakula juga menpunyai tiga saudara satu ayah. Sahadewa atau Sadewa (pedalangan Jawa).ah damar di hutan Wanayasa (peristiwa "Bale Sigala-gala") sampai di Kahyangan Saptapratala. sebab walau berwujud kera ia seorang brahmana yang juga bisa berbicara dan beradat istiadat sebagaimana manusia. Ia lahir kembar bersama adiknya. putra Prabu Pandu raja negara Astina. Dewa Tabib. Untuk meminta kesediaan Resi Mayanggaseta. Nagagini DEWI NAGAGINI adalah putri Hyang Anantaboga dengan Dewi Supreti dari Kahyangan Saptapratala. putri Prabu Mandrapati dengan Dewi Tejawati. Bima mengutus patih Gagakbaka ke pertapaan Pandansurat. Dewi Nagagini mempunyai sifat dan perwatakan. raja negara Astina dengan permaisuri Dewi Madrim. Ia mahir menunggang kuda dan pandai mempergunakan senjata panah dan lembing. Dewi Nagagini menikah dengan Bima/Werkundara. karena ia merasa dihinakan/direndahkan martabatnya. Selain itu ia juga masih keturunan Resi Supalawa. Ia mempunyai adik kandung bernama Bambang Nagatatmala. adik Prabu Kresna raja negara Dwarawati. manusia kera kekasih dewata. memperrtunjukkan kemahirannya menari. cinta terhadap sesama makhluk dan suka menolong.bersedia menari di alun-alun negara Dwarawati sebagai persyaratan memeriahkan upacara perkawinan antara Arjuna dengan Dewi Wara Sumbadra.

Dari perkawinan itu Nakula mendapat anugrah cupu pusaka berisi air kehidupan bernama Tirtamanik. Ia tinggal di kesatrian Sawojajar. Badawanangala dikenal sebagai raja negara Gisiksamodra/Ekapratala) dan memperoleh seorang putri bernama Dewi Sritanjung. kura-kura raksasa yang tinggal di sungai/narmada Wailu (menurut Purwacarita. wilayah negara Amarta. Dewi Madrim. Senapati negara Mretani. Dewi Sayati putri Prabu Kridakirata. 1. Nakula diangkat menjadi raja negara Mandaraka sesuai amanat Prabu Salya kakak ibunya. taat. Setelah selesai perang Bharatyuda. tahu membalas guna dan dapat menyimpan rahasia. belas kasih.tentang segala hal yang diketahui karena ia mepunyai Aji Pranawajati pemberian Ditya Sapujagad. Ia juga mempunyai cupu berisi. putri Resi Badawanganala. "Banyu Panguripan/Air kehidupan" pemberian Bhatara Indra. Bambang Pramusinta dan Dewi Pramuwati. Nakula mempunyai dua orang isteri yaitu . dan memperoleh dua orang putra masingmasing bernama. Akhir riwayatnya diceritakan. Nakula mempunyai watak jujur. 2. raja negara Awuawulangit. setia. . Nakula mati moksa bersama keempat saudaranya. Dewi Srengganawati.

raja negara Surateleng. Ia masih bersaudara dengan Prabu Narakasura. Ia merebut negara Dwarawati setelah menewaskan Prabu Yudakalakresna dalam satu peperangan. Narasinga menjadi sangat sakti. Ia tewas dalam . putra Bathara Kala dengan Bathari Durga/Dewi Pramuni dari kahyangan Sentragandamayit/Ganda Umayi. Arya Singamulangjaya. yang berarti masih keturunan Bathara Kalayuwana.Narasinga PRABU NARASINGA adalah raja negara Dwaraka/Dwarawati. adik mendiang Prabu Yudakalakresna diangkatnya menajadi Senapati perangnya. Karena ketekunannya bertapa. Prabu Narasinga tidak terlalu lama memerintah negara Dwarawati. Setelah mengangkat dirinya menjadi raja negara Dwarawati bergelar Prabu Narasingamurti.

ia juga berguru pada Rajamala pamannya. putra Prabu Kresna. raja negara Mandura dari permaisuri Dewi Mahendra/Maerah (Jawa). Arya Nirbita menikah dengan Dewi Kuwari. Arya Nirbita memangku jabatan pimpinan pasukan negara Wirata terjun ke medan perang membela keluarga Pandawa. setia. Arya Nirbita sangat pandai bermain gada dan senjata trisula. oleh Prabu Matswapati ia diangkat menjadi patih negara Wirata menggantikasn ayahnya. Ketika Prabu Narakasura tewas dalam peperangan melawan Bambang Sitija. enam keturunan dari Bathara Brahmanakanda. Pada saat berkobarnya perang Bharatayuda. Pancatnyana DITYA PANCATNYANA adalah patih negara Surateleng pada masa pemerintahan Prabu Narakasura. Ibunya bernama Dewi Kandini. putri Prabu Basukesti dari negara Wirata. patuh pada perintah dan sangat berbakti kepada negara dan rajanya. Pancatnyana tetap menduduki jabatan patih. Ia gugur dalam pertempuran melawan Prabu Salya. putra Prabu Basudewa. dan Bambang Sitija menjadi raja Surateleng. jujur. Selain sakti. Arya Setatama tewas dalam pertempuran melawan Jagalabilawa/Bima karena terlibat dalam tindakan makar menggulingkan Prabu Durgandana/Matswapati yang dilakukan Rupakenca dan Kencakarupa. andel Resi Palasara.peperangan melawan Narayana. putra angkat Resi Palasara dengan Dewi Durgandini/Dewi Setyawati. Senapati perang Dwarawati. ia juga cerdik dan mahir dalam tata gelar perang. Pancatnyana pula yang mengatur strategi perang dan menghancurkan angkatan .. yang merebut negara Dwarawati dengan bantuan keluarga Pandawa. Arya Nirbita memiliki sifat dan perwatakan . salah satu puncak gunung Saptaarga dalam hal ilmu kasidan/kesaktian. Setelah ayahnya. putra Sanghyang Brahma. putri Arya Kidangtalun. Karena itu selain sakti.Dari perkawinan tersebut ia memperoleh seorang putra yang diberi nama Arya Kawakwa. raja negara Dwarawati dengan Dewi Pretiwi. manusia yang tercipta dari seekor menjangan/kidang sewaktu Resi Palasara menjadi raja di kerajaan Gajahoya. dari negara Lesanpura. Sedangkan dalam olah keprajuritan. selain berguru pada ayahnya. Arya Singamulajaya tewas dalam peperangan melawan Arya Setyaki putra Arya Ugarsena/Prabu Setyajid dengan Dewi Wersini. Arya Nirbita pernah berguru pada Resi Parasara di padepokan Paremana. raja negara Mandaraka. Nirbita ARYA NIRBITA adalah putra Arya Setatama.

berputra . dengan Dewi Manuhara. berputra . akhir riwayatnya diceritakan : Prabu Parikesit meninggal karena digigit Naga Taksaka sesuai dengan kutukan Brahmana Granggi yang merasa sakit hati karena Prabu Parikesit telah mengkalungkan bangkai ular hitam di leher ayahnya. Dalam kitab Adiparwa. Wijarnaka. kekuasaan Pancatnyana semakin besar. raja negara Praiggandani dalam peristiwa persengketaan hutan Tunggarana. Dewi Satapi/Dewi Tapen. Kumalasakti. salah satu dari lima satria Pandawa. Pancatnyana tewas dalam peperangan melawan Prabu Gatotkaca. ia menjadi patih Surateleng/Prajatisa dan orang kepercayaan Prabu Bomanarakasura (nama gelar Bambang Sitija setelah menjadi raja Surateleng dan Prajatisa). Ramaprawa dan Basanta. berputra . Ia seorang anak yatim. Ia berwatak bijaksana. Parikesit naik tahta negara Astina menggantikan kakeknya Prabu Karimataya.perang negara Prajatisa di bawah pimpinan Prabu Bomantara yang menyerang negara Surateleng. Ia mempunyai saudara kandung yang merupakan adik kembarnya bernama Endang Pregiwati. Sumitra. jujur dan adil. Dewi Impun. Dewi Niyedi 5. berputra . berputra . Pregiwa juga mempunyai 12 orang saudara lain ibu bernama. Antakadewa dan Bambang . Pergiwa ENDANG PREGIWA adalah putra Arjuna. Bratalaras. Dewi Dangan. Parikesit lahir di istana Astina setelah keluarga Pandawa boyong dari Amarta ke Astina. Abimanyu. Ketika negara Prajatisa disatukan dengan Surateleng. ia masih dalam kandungan ibunya. Yudayana dan Dewi Pramasti 4. Parikesit PARIKESIT adalah putra Abimanyu/Angkawijaya satria Plangkawati dengan permaisuri Dewi Utari. Wilugangga. Dewi Puyangan. putri Bagawan Sidik Wacana dari pertapaan Andong Sumiwi. karena ketika ayahnya gugur di medan perang Bharatayuda. 1. Prabu Bomantara tewas dalam peperangan melawan Prabu Sitija/Narakasura. Bambang Irawan. nama gelar Prabu Yudhistira setelah menjadi raja negara Astina. yaitu . Bagawan Sarmiti. Kumaladewa. Prabu Parikesit mempunyai 5 (lima) orang permasuri dan 8 (delapan) orang putra. putri Prabu Matswapti dengan Dewi Ni Yustinawati dari negara Wirata. Dewi Tamioyi 3. Akhir riwayatnya diceritakan. Prabakusuma. Dewi Gentang. Ramayana dan Pramasata 2.

Arjuna. setia. Dari perkawinan tersebut. menarik hati/merakati dan mudah tersinggung. Kumaladewa. Brajalamatan. putra Prabu Pandu raja negara Astina dari permaisuri Dewi Kunti. Sejak kecil Endang Pregiwati dan kakaknya. Ia mempunyai tujuh saudara kandung. Baru setelah remaja ia dan Pregiwa pergi ke Madukara untuk menemui ayahnya. bernama. baik budi. raja negara Amarta dengan Dewi Drupadi yang berarti masih saudara sepupu sendiri. Brajamusti. putra Bima dengan Dewi Arimbi. Brajawikalpa dan Kalabendana. sabar dan jatmika (selalu dengan sopan santun). putra Prabu Puntadewa. Sejak kecil Pregiwa dan adik kandungnya. berbakti dan teguh dalam pendirian. Prabakesa mempunyai sifat dan perwatakan. Pregiwati juga mempunyai 12 orang saudara lain ibu. Prabakesa ARYA PRABAKESA atau Prabakeswa (Mahabharata) adalah putra ke-empat Prabu Arimbaka. Ketika Gatotkaca naik tahta menjadi raja Pringgandani mengantikan ibunya. dengan Dewi Manuhara. Arya Kalabendana menentang rencana pemberontakan Brajadenta dan tiga saudaranya yang akan merebut kekuasaan dan tahta kerajaan Pringgandani dari tangan Dewi Arimbi. putri Bagawan Sidik Wacana dari pertapaan Andong Sumiwi. Pergiwati ENDANG PREGIWATI adalah putri Arjuna. Pregiwa menikah dengan Raden Gatotkaca. sabar dan jatmika (selalu dengan sopan santun). jujur. setia. Abimanyu. Pregiwati memiliki sifat dan perwatakan. Pregiwati tinggal di pertapaan Andong Sumiwi bersama ibu dan kakeknya. Brajadenta. Bambang Irawan. Pregiwa tinggal di pertapaan Andong Sumiwi bersama ibu dan kakeknya. Pregiwa memiliki sifat dan perwatakan. Ia mempunyai saudara kandung yang merupakan kakak kembarnya bernama Endang Pregiwa. ia dan Pregiwati meninggalkan pertapaan pergi ke Mandukara untuk mencari ayahnya. Bratalaras.Sumbada. Antakadewa dan Bambang Sumbada. Pregiwati menikah dengan Raden Pancawala. ia mempunyai seorang putra yang diberi nama Arya Sasikirana. yang berarti masih saudara sepupunya sendiri. Ia dan adik bungsunya. jujur. Dewi . Arjuna. Wijanarka. Sumitra. bernama. Prabakusuma. raja raksasa negara Pringgandani dengan Dewi Hadimba. Wilugangga. setia. Dewi Arimbi. Kumalasakti. raja negara Pringgondani. Baru setelah remaja. Arimba/Hidimba.

Wijanarka dan Antakadewa saat melawan Resi Bisma. Endang Pregiwati. baik tingkah lakunya. dipinjam ke Suralaya sebagai jago kadewatan melawan Prabu Pracona . Ia kemudian mengutus patihnya. Ia mempunyai 13 orang saudara lain ibu. raja negara Astina dengan permaisuri Dewi Kunti. putra Dewi Arimbi dari negara Pringgandani dengan Bima/Werkudara yang waktu itu belum berumur sepekan. Wisanggeni. Bambang Tetuka/Gatotkaca. Pracona PRABU PRACONA adalah raja raksasa dari negara Tasikwaja. Wijarnaka. mengalahkan semua para Dewa. Akhir riwayatnya diceritakan. Kumalasakti. satria Pandawa putra Prabu Pandu. besar tanggung jawabnya. Prabakusuma mempunyai sifat dan perwatakan. raja raksasa dari negara Manikmantaka. Antakawulan dan Bambang Sumbada. Prabakesa diangkat menjadi patih negara Pringgandani. raja negara Awangga. Abimanyu. putri Prabu Niwatakawaca dari negara Manikmantaka. tenang. atau sering pula disebut negara Gilingwesi. Konon ia masih keturunan Prabu Jonggirupaksa raja negara Jonggarba. Prabakusuma BAMBANG PRABAKUSUMA di dalam pedalangan Jawa disebut dengan nama Bambang Priyambada. Akhir riwayatnya diceritakan. Dewi Mustakaweni. Atas keputusan Bathara Guru. Prabakusuma lahir di Kahyangan Kainderan saat Arjuna menjadi raja di Suralaya bergelar Prabu Kariti sebagai anugerah Sanghyang Jagadnata/Sanghyang Manikmaya atas jasanya membunuh Prabu Niwatakawaca.Arimbi. juga ahli dalam ilmu pengobatan. Bratalaras. berwatak angkara murka. Sumitra. jatmika. Kumaladewa. Ia sangat sakti. Dewi Mustakaweni kemudian menjadi istri Prabakusuma. Karena lamarannya ditolak Bathara Guru. gugur dalam perang Bharatayuda bersama-sama Gatotkaca melawan Adipati Karna. Prabakusuma gugur pada awal perang Bharatayuda bersama-sama dengan Sumitra. Wilugangga. Endang Pregiwa. Bambang Irawan. Prabu Pracona dan Sakipu mengamuk di Suralaya. dengan Dewi Supraba. yaitu. Ia berhasil merebut kembali pusaka Jamus Kalimasada dari tangan si pencuri. Wilugangga. halus. Ia adalah putra Arjuna. putri Bathara Indra. Detya Sakipu pergi ke Suralaya meminang/melamar Dewi Gagarmayang. Prabu Pracona ingin mempunyai isteri seorang bidadari. Prabakusuma pernah menjadi penyelamat keluarga Pandawa. bengis dan selalu ingin benarnya sendiri.

seorang gembala dan tinggal di kabuyutan Widarakanda/Widarakandang. Bambang Sitija menjadi raja di negara Surateleng dan bergelar Prabu Bomanarakasura. Ketika Bathara Wisnu turun ke Mancapda dan menitis pada Narayana/Prabu Kresna. Akhir riwayatnya diceritakan. ia mempunyai dua orang saudara bernama. Pratiwi DEWI PRATIWI adalah putri Prabu Nagaraja. Arya Udawa. Wresni dan Andaka. putra Ken Sagupi dengan Prabu Basudewa. Suaranya lantang. kalau bicara disudahi dengan gelak tawa yang berderai. Selain itu dari garis keturunan Arya Ugrasena. dan Dewi Rarasati/Larasati. dengan Ken Sagupi. raja di kerajaan Sumur Jalatunda. seorang swarawati Keraton Mandura. Sedangkan dari garis keturunan ibunya. Dewi Pratiwi ikut menjadi isteri Prabu Kresna. diaduk dengan segala macam senjata milik para Dewa. senang bergurau. Prabu Pracona dan Patih Sakipu akhirnya tewas dalam peperangan melawan Bambang Tetuka yang sebelunya telah dimasukan kedalam kawah Candradimuka. selain Arya Adimanggala ia mempunyai dua orang saudara. Arya Pragota mempunyai perawakan tinggi besar dan gagah. juga ikut turun sebagai putra Prabu Kresna. putra Arjuna dengan Dewi Sumbadra. Dewi Setyaboma (istri Prabu Kresna) dan Arya Setyaki. yaitu. putri Ken Sagupi dengan Arya Prabu Rukma. Ia menjadi patih negara Mandura mendampingi Prabu Baladewa. Arya Pragota mempunyai adik kandung bernama Arya Adimanggala yang menjadi patih Adipati Karna di negara Awangga. Pragota ARYA PRAGOTA konon adalah putra Arya Ugrasena yang setelah naik tahta negara Lesanpura bergelar Prabu Setyajid. Ia mempunyai adik kandung bernama Bambang Pratiwanggana. Arya Pragota dianggap sebagai putra Ken Sagupi dengan Antagopa. . setelah selesainya perang Bharatayuda. Dewi Pratiwi sesungguhnya istri Bathara Wisnu.dan Kasipu. Kedua putranya. Ken Sagupi. Dewa keadilan dan kesejahteraan. Setelah Ken Sagupi dikawinkan dengan Antagopa. yaitu : Bambang Sitija dan Dewi Siti Sundari. Sedangkan Dewi Siti Sundari menjadi isteri Abimanyu atau Angkawijaya. Arya Pragota tewas dalam peristiwa perang gada antara keluarga sendiri Trah Yadawa.

putra sulung Prabu Mandrapati dengan Dewi Tejawati dari negara Mandaraka. Bima/Werkudara dan Arjuna. Puntadewa adalah titisan Bathara Darma. setia. Ia mempunyai dua orang adik kandung masing-masing bernama . tekun dalam agamanya. ikut bela pati sebagai rasa cinta dan baktinya terhadap suamiya. Ia menikah dengan Narasoma/Prabu Salya. Karena kesetiaanya terhadap suaminya itulah maka oleh Prabu Salya namanya diganti menjadi Dewi Setyawati. Arya Burisrawa dan Bambang Rukmarata. Ia juga bergelar Prabu Yudhistira karena dalam tubuhnya menunggal arwah Prabu Yudhistira. Ia sangat sakti dan memiliki pusaka Cangkok Wijayamulya. dan mempunyai seorang putra bernama Pancawala. seorang hapsari/bidadari. sabar. Prabu Salya yang gugur di medan perang Bharatayuda. ikhlas. raja jin negara Mertani. jujur. putri Prabu Basukunti dengan Dewi Dayita dari negara Mandura. Perkawinan Dewi Pujawati dengan Narasoma/Prabu Salya dikarunia lima orang putra. percaya atas kekuasaan Tuhan. . tahu membalas guna dan selalu bertindak adil dan jujur. penuh belas kasih. Sitija. jujur. Ia juga terkenal pandai bermain catur. Setelah Pandawa berhasil membangun negara Amarta di hutan Mertani. Dewi Erawati. masing-masing bernama. yang kemudian diberikan kepada putranya. sabar. Ia mempunyai watak. dan sangat berbakti. dengan Dewi Darmastuti. putri Prabu Drupada dengan Dewi Gandawati dari negara Pancala. raja negara Astina dengan permaisuri Dewi Kunti. Dewi Pujawati berwatak. penuh belas kasih dan sangat berbakti terhadap suami. bernama Nakula/Pinten dan Sahadewa/Tansen. Akhir riwayatnya diceritakan. Pujawati DEWI PUJAWATI adalah putri tunggal Bagawan Bagaspati brahmana raksasa dari pertapaan Argabelah. putri Prabu Mandrapati dari negara Mandaraka. dan dua orang adik kembar lain ibu. Prabu Puntadewa mempunyai pusaka kerajaan berwujud payung bernama Kyai Tunggulnaga dan sebuah tombak bernama Kyai Karawelang. Dewi Pujawati/Setyawati mati bunuh diri. Puntadewa dinobatkan sebagai raja negara Amarta bergelar Prabu Darmakusuma. putra Prabu Pandu dengan Dewi Madrim. Puntadewa PUNTADEWA adalah putra sulung Prabu Pandudewanata. Dewi Surtikanti.Dewi Pratiwi berwatak setia. Prabu Puntadewa menikah dengan Dewi Drupadi. Dewi Banowati.

Prabu Puntadewa menjadi raja negara Astina bergelar Prabu Karimataya / Kalimataya. Prabu Puntadewa memimpin perjalanan moksa para Pandawa yang diikuti Dewi Drupadi menuju ke Nirwana. Sayangnya ia berwatak lilck dan culas. Akhirnya Purocana ikut mati terbakar dalam peristiwa kebakaran "Rumah Damar" yang dibuatnya sendiri. Sesudah berakhirnya perang Bharatayuda. raja negara Mandaraka. Purocana PUROCANA adalah patih Mangkubumi negara Astina di bawah pemerintahan prabu Pandudewanata. Purocana menjadi perencana dan palaksana pembangunan "Rumah Damar" di hutan Wanayasa untuk membiunasakan keluarga Pandawa. Ia seorang arsitek ulung. Setelah Drestarasta menjadi raja negara Astina menggantikan Prabu Pandu. Selain ahli dalam tata pemerintahan dan kenegaraan. Arya Gamdamana. putra Abimanyu dengan Dewi Utari sebagai raja negara Astina. Sedangkan keluarga Pandawa selamat berkat terowongan yang dibuat Yamawidura. Purocana tetap menjabat sebagai patih Manmgkubumi dan menjadi orang keprcayaan Patih Sakuni. Purocana juga ahli dalam tata bangunan. Atas perintah Arya Sakuni. . serta berjiwa penjilat. Setelah menobatkan Parikesit. Purocana ikut membantu Arya Sakuni merebut kedudukan patih negara Astina dengan mencelakakan Arya Gandamana. Dengan demikian kekuasaannya di bawah patih utama. Prabu Puntadewa tampil sebagai senapati perang Pandawa.Dalam perang Bharatayuda. dan berhasil menewaskan Prabu Salya. putra Prabu Gandabayu dengan Dewi Gandarini dari negara Pancala.

Rajamala RAJAMALA adalah putra angkat Resi Palasara. putra Resi Palasara dengan Dewi Durgandini. tidak bisa mati selama masih terkena air. yang waktu itu hidup menyamar dinegara Wirata dengan nama Balawa. Ia maju ke medan pertempuran memimpin sendiri prajurit negara Petapralaya. Dewi Nirada. keduanya putra Dewi Duragandini dengan Prabu Santanu. sais kereta kerajaan Astina. Duryudana dan Bima. Prabu Radeya tewas dalam pertempuran melawan Arjuna. masing-masing bernama . Di dalam cerita pedalangan Jawa. Rajamala akhirnya tewas dalam peperangan melawan Bima.Radeya PRABU RADEYA adalah raja negara Petapralaya. yaitu: Resi Bisma. . Prabu Radeya berpihak pada keluarga Kurawa. Setatama. Ia terjadi berbarengan dengan saudaranya yang lain. ingin selalu menangnya sendiri dan selalu menurutkan kata hati. Menurut ketentuan dewata.Sedangkan menurut Mahabharata yang mengambil Basukarna sebagai anak adalah suami-istri Adirata dan Ni Rada. berani. Gandawana dan Dewi Ni Yutisnawati/Rekatawati. Upakeca/Rupakenca. putri Prabu Basukunti raja negara Mandura. sebagai tindakan Rajamala yang ingin menjamah Salidri nama samaran Dewi Drupadi. raja negara Astina. dari padepokan Retawu dengan Dewi Durgandini. Rajamala juga mempunyai tiga orang saudara angkat lainnya yaitu : Bagawan Abiyasa. Citragada dan Wicitrawiya. Prabu Radeya memperoleh dua orang putra-putri. Resi Balarama/Baladewa. Basukarna diambil sebagai anak ketika Prabu Radeya masih menjalani bulan madu dengan istrinya. hanya ada lima orang satria yang dapat mengalahkan dan membunuh Rajamala. Dari perkawinannya dengan Dewi Nirada. bernama. Kecaka/Kencakarupa. kisah perkawinan Basukarna/Suryaputra dengan Dewi Surtikanti. putri kedua Prabu Salya dengan Dewi Pujawati/Setyawati dari negara Mandaraka. Prabu Radeya mempunyai anak angkat bernama Basukarna atau Aradeya yang sesungguhnya putra Bathara Surya dengan Dewi Kunti. Adipati Karna. Tokoh Prabu Radeya hanya ditampilkan dalam lakon "Alap-alapan Surtikanti". Ia sangat sakti. Rajamala berwatak keras hati. sebagai persyaratan agar segera mempunyai anak sendiri. Ia tercipta dari mala penyakit Dewi Durgandini/Dewi Lara Amis yang tertelan seekor ikan betina. Bambang Suryanirada dan Dewi Suryawati. Dalam peristiwa perang besar Bharatayudha antara keluarga Pandawa dan Kurawa di Tegal Kurusetra. putri Prabu Basukesti raja negara Wirata.

Selain pandai dalam mengurus rumah tangga. Setelah Ken Sagupi dikawinkan dengan Antagopa. Dari perkawinan tersebut ia memperoleh dua orang putra bernama. putri Arya Prabu Rukma.Rarasati DEWI RARASATI atau Dewi Larasati. Ia memiliki tabiat senang menyenangkan hati orang lain. Retna Kasimpar DEWI RETNA KASIMPAR adalah putri Prabu Jayaindra. dengan Ken Sagupi. Arya Prabu Rukma. konon adalah putri Arya Prabu Rukma yang setelah naik tahta negara Kumbina bergelar Prabu Bismaka. untuk dapat menerima pinangan Prabu Duryudana. berhasil mendapatkan Dewi Retna Kasimpar dan gajah putihnya. ia mempunyai tiga orang saudara. istri pertama Arjuna. Sedangkan dari garis keturunan ibuny. Arjuna yang dimintai bantuan oleh keluarga kurawa. Dewi Retna Kasimpar merupakan satu-satunya wanita di dunia yang memiliki gajah putih dan sekaligus menjadi pawangnya. karena semasa kecil hidup bersama di Widarakandang. raja negara Astina. Ken Sagupi. Dewi Rarasati mempunyai seorang saudara bernama Dewi Rukmini (istri Prabu Kresna). Bambang Sumitra dan Bratalaras. sangat menginsyafi. putri prabu Jayaindra dengan Dewi Ceklatoma. Ia sangat dekat hubungannya dengan Dewi Sumbadra. Ia mahir menggunakan senjata panah dan keris. Dari perkawinan tersebut ia tidak mempunyai putra. Dewi Rarasati dianggap sebagai putri Ken Sagupi dengan Antagopa. Dewi Rarasati menikah dengan Arjuna dan menjadi isterinya yang pertama. . Dari garis keturunan ayahnya. raja negara Tasikmadu dengan permaisuri Dewi Retnawati. putri ketiga Prabu Salya dengan Dewi Pujawati/Setyawati dari negara Mandaraka. Dewi Rarasati berwatak setia. mengerti dan menguasai dirinya. Dewi Retna Kasimpar kemudian menjadi isteri Arjuna.dengan permaisuri Dewi Rumbini. seorang gembala dan tinggal di Kebuyutan Widarakanda/Widarakandang. Ia mempunyai saudara lain ibu bernama Dewi Retnajuwita. sabar. Gajah putih berpawang wanita/putri ini pernah menjadi persyaratan Dewi Banowati. yaitu : Arya Udawa. setelah lebih dulu mengalahkan Prabu Kurandageni. raja negara Tirtakandasan yang ingin memperistri Dewi Retna Kasimpar. seorang swarawati keraton Mandura. keduanya putra Ken Sagupi dengan Arya Ugrasena. dan Arya Pragota serta Arya Adimanggala. Dewi Rarasati juga pandai berolah keparajuritan. putra Ken Sagupi dengan Arya Basudewa. patuh dan berbakti.

Setelah Narayana berhasil merebut negara Dwarawati dari kekuasaan Prabu Narasinga. putra Prabu Basudewa raja negara Mandura dengan permaisuri Dewi Mahendra/Maerah (Jawa). Setatama. Rupakenca terjadi berbarengan dengan saudaranya yang lain. bela pati menyusul suaminya kembali ke Nirwana. Setelah Prabu Kresna mati moksa. dari padepokan Retawu. Dewi Banowati dan Arya Burisrawa. raja negara Kumbina dengan permaisuri Dewi Rumbini. Rupakenca juga mempunyai tiga orang saudara angkat lainnya. memanah Resi Seta dari luar garis pertempuran. raja negara Astina. cerdik pandai. putri Prabu Basukesti raja negara Wirata. tenang. Dari perkawinan tersebut ia memperoleh 3 (tiga) orang putra masing-masing bernama: Saranadewa (berwujud raksasa). Narayana. Ia tewas di hantam gada Kyai Pecatnyawa oleh Resi Seta. yang setelah dewasa menjadi isteri Bambang Irawan. Citragada dan Wicitrawirya. halus. raja negara Mandaraka dengan Permaisuri Dewi Pujawati/Setyawati. yang digunakan Resi Palasara dan Dewi Durgandini menyeberangi sungai Gangga. Rukmini DEWI RUKMINI adalah putri sulung Prabu Bismaka / Arya Prabu Rukma. putri tunggal Bagawan Bagaspati dari pertapaan Argabelah. pada awal perang Bharatayuda akibat dari keusilannya. putra Arjuna dengan Dewi Ulupi/Palupi. Bagawan Abiyasa. yaitu. Dewi Rukmini diangkat menjadi permaisuri. keduanya putra Dewi Durgandini dengan Prabu Santanu. Ia mempunyai empat orang saudara kandung. Ia tercipta dari kemudi perahu yang pecah terbentur batu besar. Dewi Surtikanti. Dewi Rukmini menikah dengan saudara sepupunya. bernama. setia dan jatmika (selalu dengan sopan santun). sabar. Rupakenca RUPAKENCA atau Upakenca (Mahabharta) adalah putra angkat Resi Palasara. putra Prabu Matswapati dari negara Wirata. Partadewa dan Dewi Titisari/Sitisari. Dewi Rukmini berwatak : penuh belas kasih. Rukmarata mempunyai sifat dan perwatakan. ia bersama isteri Prabu Kresna yang lain. Ia meningal dalam usia lanjut. dengan Dewi Durgandini. hatinya keras dan sedikit suka usil. dan menobatkan diri sebagai raja Dwarawati bergelar Prabu Sri Bathara Kresna. Kencaka/Kencakarupa. Dewi Erawati. terjun ke dalam Pancaka (api pembakaran jenazah). Ia mempunyai adik kandung bernama Arya Rukmana dan saudara lain ibu bernama Dewi Rarasati/Dewi Larasati putri Arya Prabu Rukma dengan Ken Sagupi seorang swarawati keraton Mandura. Rajamala. putra Resi Palasara dengan Dewi Durgandini. . Gandawanadan Dewi Ni Yutisnawati/Rekatawati.Rukmarata BAMBANG RUKMARATA adalah putra bungsu Prabu Salya. bernama.

Badawanangala dikenal sebagai raja negara Gisiksamodra/Ekapratala). putra Prabu Pandu dengan Dewi Kunti. Ia lahir kembar bersama kakanya. Sahadewa menikah dengan Dewi Srengginiwati. bernama. Bima/Werkundara dan Arjuna. Ia sangat mahir dalam ilmu kasidan (Jawa)/seorang mistikus. Puntadewa. Mahir menunggang kuda dan mahir menggunakan senjata panah dan lembing. taat. sombong. Dewa Tabib. Sadewa juga mempunyai tiga orang saudara satu ayah. wilayah negara Amarta. Nakula. dapat mengerti dan mengingat dengan jelas pada semua peristiwa. putri Prabu Mandrapati dengan Dewi Tejawati dari negara Mandaraka. keras kepala dan mau menangnya sendiri. Sedewa menjadi patih negara Astina mendampingi Prabu Kalimataya/Prabu Yudhistrira. Senapati negara Mretani yang berkhasiat. Ia tinggal di kesatrian Bawenatalun/Bumiretawu. Dari perkawinan tersebut ia memperoleh seorang putra bernama Bambang Widapaksa/ Sidapaksa). Akhir riwayatnya diceritakan. setia. Rupakenca tewas dalam peperangan melawan Bilawa/Bima karena bersama saudaranya Kencakarupa. belas kasih. Sadewa mempunyai watak jujur. Selain sangat sakti. Sahadewa mati moksa bersama ke empat saudaranya . Sangat sakti dan mahir dalam olah keprajuritan mempergunakan senjata gada dan lembing. tahu membalas guna dan dapat menyimpan rahasia. adik Dewi Srengganawati (Isteri Nakula). dari negara Mandura. Sadewa adalah titisan Bathara Aswin. Akhir riwayatnya di ceritakan. putri Resi Badawanganala. Sadewa juga memiliki Aji Purnamajati pemberian Ditya Sapulebu. Setatama dan Gandawana melakukan pemberontakan untuk mengulingkan kekuasaan raja Wirata. Prabu Matswapati. Sadewa SAHADEWA atau Sadewa yang dalam pedalangan Jawa disebut pula dengan nama Tangsen (=buah dari tumbuh-tumbuhan yang daunnya dapat dipergunakan dan dipakai untuk obat) adalah putra ke-lima/bungsu Prabu Pandudewanata.Rupakenca berwatak tinggi hati. raja negara Astina dengan permaisuri Dewi Madrim. kura-kura raksasa yang tinggal di sungai/narmada Wailu (menurut Purwacarita. Setelah selesai perang Bharatayuda.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful