Abimanyu

ABIMANYU dikenal pula dengan nama : Angkawijaya, Jaya Murcita, Jaka Pangalasan, Partasuta, Kirityatmaja, Sumbadraatmaja, Wanudara dan Wirabatana. Ia merupakan putra Arjuna, salah satu dari lima satria Pandawa dengan Dewi Sumbadra, putri Prabu Basudewa, raja Negara Mandura dengan Dewi Badrahini. Ia mempunyaai 13 orang saudara lain ibu, yaitu : Sumitra, Bratalaras, Bambang Irawan, Kumaladewa, Kumalasakti, Wisanggeni, Wilungangga, Endang Pregiwa, Endang Pregiwati, Prabakusuma, Wijanarka, Anantadewa dan Bambang Sumbada. Abimanyu merupakan makhluk kekasih Dewata. Sejak dalam kandungan ia telah mendapat “Wahyu Hidayat”, yang mempunyai daya : mengerti dalam segala hal. Setelah dewasa ia mendapat “wahyu Cakraningrat”, suatu wahyu yang dapat menurunkan raja-raja besar. Abimanyu mempunyai sifat dan perwatakan; halus, baik tingkah lakunya, ucapannya terang, hatinya keras, besar tanggung jawabnya dan pemberani. Dalam olah keprajuritan ia mendapat ajaran dari ayahnya, Arjuna. Sedang dalam olah ilmu kebathinan mendapat ajaran dari kakeknya, Bagawan Abiyasa. Abimanyu tinggal di kesatrian Palangkawati, setelah dapat mengalahkan Prabu Jayamurcita. Ia mempunyai dua orang isteri, yaitu : 1. Dewi Siti Sundari, putri Prabu Kresna , Raja Negara Dwarawati dengan Dewi Pratiwi, dan 2. Dewi Utari, putri Prabu Matswapati dengan Dewi Ni Yutisnawati, dari negara Wirata, dan berputra Parikesit. Abimanyu gugur dalam perang Bharatayuda oleh gada Kyai Glinggang milik Jayadrata, satria Banakeling.

Amba
DEWI AMBA adalah putri sulung dari tiga bersaudara, putri Prabu Darmahumbara, raja negara Giyantipura dengan peramisuri Dewi Swargandini. Kedua adik kandungnya bernama; Dewi Ambika/Ambalika dan Dewi Ambiki/Ambaliki. Dewi Amba dan kedua adiknya menjadi putri boyongan Resi Bisma/Dewabrata, putra Prabu Santanu dengan Dewi Jahnawi/Dewi Gangga dari negara Astina yang telah berhasil memenangkan sayembara tanding di negara Giyantipura dengan membunuh Wahmuka dan Arimuka. Karena merasa sebelumnya telah dipertunangkan dengan Prabu Citramuka, raja negara Swantipura, Dewi Amba memohon kepada Dewabrata agar dikembalikan kepada Prabu Citramuka. Persoalan mulai timbul. Dewi Amba yang ditolak oleh Prabu Citramuka karena telah menjadi putri boyongan, keinginannya ikut ke Astina juga ditolak Dewabarata. Karena Dewi Amba terus mendesak dan memaksanya, akhirnya tanpa sengaja ia tewas oleh panah Dewabrata yang semula hanya bermaksud untuk menakutnakutinya.Sebelum meninggal Dewi Amba mengeluarkan kutukan, akan menuntut balas kematiannya dengan perantaraan seorang prajurit wanita. Kutukan Dewi Amba terhadap Dewabrata menjadi kenyataan. Dalam perang Bharatayuda arwahnya menjelma dalam tubuh Dewi Srikandi yang berhasil menewaskan Resi Bisma/Dewabrata.

Anggraini
DEWI ANGGRINI adalah istri Prabu Ekalaya/Palgunadi, rajanegara Paranggelung. Ia berwajah cantik karena putri hapsari/bidadari Warsiki. Dewi Anggraini mempunyai sifat dan perwatakan; setia, murah hati, baik budi, sabar dan jatmika (selalu dengan sopan santun), menarik hati dan sangat berbakti terhadap suami. Ketika terjadi permusuhan antara Prabu Ekalaya dengan Arjuna akibat dari perbuatan Arjuna yang menggangu dirinya, dan suaminya, Prabu Ekalaya mati dibunuh Resi Drona dengan cara memotong ibu jari tangan kanannya yang memakai cincin sakti Mustika Ampal, Dewi Anggraini menunjukan kesetiaannya sebagai istri sejati. Ia melakukan bela pati, bunuh diri untuk kehormatan suami dan dirinya sendiri. Dewi Anggraini mati sebagai lambang kesetiaan seorang istri terhadap suaminya. Walaupun menghadapi godaan yang berwujud keindahan dan kelebihan orang lain, namun Dewi Anggraini tetap teguh cinta kesetianya ke

Dewi Nagagini. tetapi dalam keadaan triwikrama. Waktu itu Nagatatmala kepergok sedang berkasihkasihan dengan Dewi Mumpuni. Ibu Nagasesa bernama Dewi Sayati. ia mempunyai dua anak. Sang Hyang Antaboga adalah putra Anantanaga. istrinya. putri Anantaswara. walaupun terletak di dasar bumi. anaknya sendiri. sesuai dengan yang dikehendakinya. atau lapisan ke tujuh dasar bumi. Antara lain ia pernah menjelma menjadi garangan putih (semacam musang hutan atau cerpelai) yang menyelamatkan Pandawa dan Kunti dari amukan api pada peristiwa Bale Sigalagala. Cucunya yang lahir dari Dewi Nagagini bernama Antareja atau Anantaraja. Dalam pewayangan disebutkan. Sang Hyang Antaboga terpaksa menangkapnya. Dewa itu beristana di Kahyangan Saptapratala. tubuhnya berubah menjadi ular naga besar. istri Batara Yamadipati. Ibunya bernama Dewi Wasu. ketika masih muda disebut Nagasesa. Sang Hyang Antaboga berganti kulit (mlung-sungi). Selain itu. Karena Nagatatmala memang bersalah. SANG HYANG.Antaboga ANTABOGA. walau itu anaknya. Sang Hyang Antaboga mempunyai kemampuan menghidupkan orang mati yang kematiannya belum digariskan. Putrinya. dengan memasukkannya ke Kawah Candradimuka. yang membuatnya dapat menjelma menjadi apa saja. atau Sang Hyang Nagasesa atau Sang Hyang Anantaboga atau Sang Hyang Basuki adalah dewa penguasa dasar bumi. kemudian menghidupkan kembali Bambang Nagatatmala dengan Tirta Amerta. Sang Hyang Antaboga. yaitu Dewi Nagagini dan Naga Tatmala. Namun para dewa gagal me-nangkapnya karena kalah sakti. setiap 1000 tahun sekali. Sang Hyang Antaboga pernah dimintai tolong Batara Guru menangkap Bambang Nagatatmala. Air sakti itu kemudian diberikan kepada cucunya Antareja dan pernah dimanfaatkan untuk menghidupkan Dewi Wara Subadra yang mati karena dibunuh Burisrawa dalam lakon Subadra Larung. orang kedua dalam keluarga Pandawa. Walaupun dalam keadaan biasa Sang Hyang Antaboga serupa dengan ujud manusia. Walaupun ia cucu Sang Hyang Wenang. Dalam pewayangan. keadaan di Saptapratala tidak jauh berbeda dengan di kahyangan lainnya. karena ia memiliki air suci Tirta Amerta. Namun Dewa Ular itu tidak menyangka Batara Guru akan menjatuhkan hukuman mati pada anaknya. putri Sang . ujudnya tetap seekor naga. Batara Guru juga pernah mengambil kulit yang tersisa ketika Sang Hyang Antaboga mlungsungi dan menciptanya menjadi makhluk ganas yang menge-rikan. Batara Guru menamakan makhluk ganas itu Candrabirawa. Dari istrinya yang bernama Dewi Supreti. menikah dengan Bima. karena ayahnya yang ber-nama Antawisesa juga seekor naga. Untunglah Dewi Supreti. dalang menceritakan bahwa Sang Hyang Antaboga memiliki Aji Kawastrawam.

sehingga ia mendapatkan Cupu Linggamanik yang semula berujud cahaya itu. yang artinya mengaduk-aduk. dan kemudian menempatkannya di tempat semula. Itu pula sebabnya. mustahil Tirta Amerta dapat diambil. dibawa ke samudra. Pada saat para dewa sedang bingung itulah Nagasesa datang membantu. membuat air samudra itu menjadi ‘kacau’. Batara Guru menyanggupinya. Padahal jika gunung itu tidak bisa dicabut. Untuk membangun ikatan keluarga. mengacau. Tidak hanya itu. Ini didasarkan atas arti kata ngebur dalam bahasa Jawa. Itulah sebabnya semua dewa di kahyangan merasa berhutang budi pada ke-baikan hati Nagasesa. lalu memutarnya untuk melubangi dasar samudra itu. Para dewa memang sangat menginginkan cupu mustika itu. Cupu Linggamanik sangat penting bagi para dewa. bilamana pemuka dewa itu mau memeliharanya baik-baik. cahaya terang memasuki mulutnya. Nagasesa lang-sung mengatupkan mulutnya. Guna memperoleh Tirta Amerta para dewa harus membor dasar samudra. dan saat itulah muncul Batara Guru. karena benda itu mempunyai khasiat dapat membawa ketentraman di kahyangan. dibalikkan sehingga puncaknya berada di bawah. Suatu ketika para dewa berusaha mendapatkan Tirta Amerta yang membuat mereka bisa menghi-dupkan orang mati. Nagasesa berhasil menjebol Gunung Mandira. Waktu itu Nagasesa sedang bertapa di Guwaringrong dengan mulut terbuka. ***) Jasa Nagasesa yang kedua adalah ketika ia menye-rahkan Cupu Linggamanik kepada Batara Guru. Tiba-tiba melesatlah seberkas CATATAN KAKI: ***) Ada pendapat lain yang mengatakan bahwa untuk mendapatkan Tirta Amerta. . Dengan demikian para dewa dapat mengambil Tirta Amerta yang mereka inginkan. Mereka mencabut Gunung Mandira dari tempatnya. Para dewa juga memberinya hak sebagai penguasa alam bawah tanah. Namun setelah berhasil memutarnya. Karena jasa-jasanya itu para dewa lalu mengha-diahi Nagasesa kedudukan yang sederajat dengan para dewa. cahaya mustika itu ada pada dirinya dan akan diserahkan kepada Batara Guru. Dengan cara melingkarkan badannya yang panjang ke gunung itu dan membetotnya ke atas. para dewa tidak sanggup mencabut kembali gunung itu. Nagasesa yang kelak lebih dikenal dengan nama Sang Hyang Antaboga juga memiliki Tirta Amerta. melainkan mengaduk-aduknya. oleh para dewa Na-gasesa juga diberi Aji Kawastram ***) yang mem-buatnya sanggup mengubah ujud dirinya menjadi manusia atau makhluk apa pun yang dikehendakinya. para dewa bukan membor samudra.Hyang Wenang. dan berhak atas gelar Batara atau Sang Hyang. Dewa itu menanyakan kemana perginya cahaya berkilauan yang memasuki Guwaringrong. Sejak itu ia bergelar Sang Hyang Antaboga. Nagasesa menjawab. para dewa juga menghadiahkan seorang bidadari bernama Dewi Supreti sebagai istrinya.

Kata ‘maya’. Antaboga berangkat ke kahyangan. Lihat Antareja. Kata an atau artinya tidak. hanya terdapat dalam pewayangan di Indonesia. tak terlihat. maksudnya adalah ular naga yang besarnya luar biasa. untuk meminta Wahyu Senapati pada Batara Guru. Dalam Kitab Mahabarata. Ternyata Batara Guru tidak bersedia memberikan wahyu itu pada Boma. Yang kelokannya tidak mengenal batas. Selisih pendapat yang hampir memanas ini karena Sang Hyang Antaboga hendak bersikeras. karena tokoh itu memang asli ciptaan nenek moyang orang Indonesia. Wahyu Senapati tetap diperuntukkan bagi Gatotkaca. cucunya. Bersama dengan menantunya. cucu Sang Hyang Antaboga. . sedangkan kata boga atau bhoga atinya kelokan. karena Kemayan yang berasal dari kata ‘maya’ adalah aji untuk membuat pemilik ilmu itu menjadi tidak terlihat oleh mata biasa. tetapi akhirnya silang pendapat itu dapat diredakan oleh Batara Narada. artinya. Sang Hyang Antaboga pernah berbuat khilaf ketika dalam sebuah lakon carangan terbujuk hasutan Prabu Boma Narakasura. Nama Antaboga atau Anantaboga artinya (naga yang) kelokannya tidak mengenal batas. Prabu Kresna. CATATAN KAKI = ***) Sebagian dalang menyebutnya Aji Kemayan. Jadi. kata anta artinya batas. karena menurut pendapatnya Gatotkaca lebih pantas dan lebih berhak.Perlu diketahui. Antareja tidak pernah ada. yang benar adalah Aji Kawastram. yakni Antareja. Sebenarnya sebutan itu keliru. dan Candrabirawa. yang suami Dewi Pertiwi.

Lidahnya sangat sakti. yang mempunyai kesaktian. Ia juga memiliki cincin mustikabumi. Ia meninggal menjelang perang Bharatayuda atas kemauannya sendiri dengan cara menjilat telapak kakinya sebagai tawur (korban untuk kemenangan) keluarga Pandawa dalam perang Bharatayuda. Anantareja memiliki sifat dan perwatakan : jujur. pendiam. sangat berbakti pada yang lebih tua dan sayang kepada yang muda. dan dapat digunakan untuk menghidupkan kembali kematian di luar takdir. Kesaktian lain Anantareja dapat hidup dan berjalan didalam bumi. putri Prabu Ganggapranawa. dengan Dewi Nagagini. Ia menikah dengan Dewi Ganggi. raja ular/taksaka di Tawingnarmada. mahluk apapun yang dijilat telapak kakinya akan menemui kematian. salah satu dari lima satria Pandawa. Sejak kecil Anatareja tinggal bersama ibu dan kakeknya di Saptapratala (dasar bumi). Anatareja berkulit napakawaca. menjauhkan dari kematian selama masih menyentuh bumi/tanah. putra Bima dengan Dewi Arimbi. putri Hyang Anantaboga dengan Dewi Supreti dari Kahyangan Saptapratala. bernama: Raden Gatotkaca. sehingga kebal terhadap senjata. putra Bima dengan Dewi Urangayu.Antarja ANANTAREJA adalah putera Bima/Werkundara. Ia memiliki ajian Upasanta pemberian Hyang Anantaboga. . Ia mempunyai 2 (dua) orang saudara lelaki lain ibu. pemberian ibunya. rela berkorban dan besar kepercayaanya kepada Sang Maha Pencipta. dan Arya Anantasena. dan berputra Arya Danurwenda. Setelah dewasa Anantareja menjadi raja di negara Jangkarbumi bergelar Prabu Nagabaginda.

putra Dewi Nagagini. Anantasena juga memiliki pusaka Cupu Madusena. Sejak kecil Anantasena tinggal bersama ibu dan kakeknya di Kisiknarmada. putra Dewi Arimbi. dengan Dewi Urangayu. dan Gatotkaca. putri Hyang Mintuna (Dewa ikan air tawar) di Kisiknarmada. yaitu : Anantareja. mahluk apapun yang tersentuh dan terkena bisa-nya akan menemui kematian. salah satu dari lima satria Pandawa. Anantasena dapat hidup di darat dan di dalam air. yang dapat . Ia mempunyai kesaktian berupa sungut sakti.Antasena ANANTASENA adalah Putra Bima/Werkundara. Seluruh badannya berkulit sisik ikan/udang hingga kebal terhadap senjata. Ia mempunyai 2 (dua) orang saudara seayah lain ibu.

Anantasena menjadi raja di negara Dasarsamodra. Ia mempunyai tujuh orang saudara kandung. bersahaja. bekas negaranya Prabu Ganggatrimuka yang mati terbunuh dalam peperangan. Setelah dewasa. Ia juga tidak dapat mati selama masih bersinggungan dengan air atau uap air. Dewi Arimbi menikah dengan Bima/Werkudara. kekuasaan . raja negara Astina dari permaisuri Dewi Kunti. Brajalamatan. menggantikan kedudukan kakaknya. dengan Dewi Hadimba. Brajamusti. salah seorang dari lima satria Pandawa. Brajadenta. Dari perkawinan itu ia mempumyai seorang putra yang diberi nama Gatotkaca. Prabu Arimba. Arya Prabakesa. yang tewas dalam peperangan melawan Bima. Arimba/Hidimba. Dewi Arimbi menjadi raja negara Pringgandani. putra Prabu Pandu. terus terang.mengembalikan kematian di luar takdir. Anatasena meninggal sebelum perang Bharatayuda. Ia mati moksa (lenyap dengan seluruh raganya) atas kehendak/kekuasaan Sang Hyang Wenang Arimbi DEWI ARIMBI atau Hidimbi (Mahabharata) adalah putri kedua Prabu Arimbaka. berani kerena membela kebenaran. tidak pernah berdusta. bernama. Brajawikalpa dan Kalabendana. Namun karena ia lebih sering tinggal di Kesatrian Jodipati mengikuti suaminya. raja raksasa negara Pringgandani. Anantasena berwatak jujur.

negara Pringgandani diwakilkan kepada adiknya, Brajadenta sampai Gatotokaca dewasa dan diangkat menjadai raja negara Pringgandani bergelar Prabu Kacanegara. Dewi Arimbi mempunyai kesaktian; dapat beralih rupa dari wujudnya raksasa menjadi putri cantik jelita. Ia mempunyai sifat dan perwatakan; jujur, setia, berbakti dan sangat sayang terhadap putranya. Akhir kehidupannya diceritakan, gugur di medan Perang Bharatayuda membela putranya, Gatotokaca yang gugur karena panah Kunta milik Adipati Karna, raja negara Awangga.

Arjuna
ARJUNA adalah putra Prabu Pandudewanata, raja negara Astinapura dengan Dewi Kunti/Dewi Prita --- putri Prabu Basukunti, raja negara Mandura. Ia merupakan anak ke-tiga dari lima bersaudara satu ayah, yang dikenal dengan nama Pandawa. Dua saudara satu ibu adalah Puntadewa dan Bima/Werkudara. Sedangkan dua saudara lain ibu, putra Pandu dengan Dewi Madrim adalah Nakula dan Sadewa. Arjuna seorang satria yang gemar berkelana, bertapa dan berguru menuntut ilmu. Selain menjadi murid Resi Drona di Padepokan Sukalima, ia juga menjadi murid Resi Padmanaba dari Pertapaan Untarayana. Arjuna pernah menjadi Pandita di Goa Mintaraga, bergelar Bagawan Ciptaning. Ia dijadikan jago kadewatan membinasakan Prabu Niwatakawaca, raja raksasa dari negara Manimantaka. Atas jasanya itu, Arjuna dinobatkan sebagai raja di Kahyangan Kaindran bergelar Prabu Karitin. dan mendapat anugrah pusaka-pusaka sakti dari para dewa, antara lain ;

Gendewa ( dari Bathara Indra ), Panah Ardadadali ( dari Bathara Kuwera ), Panah Cundamanik ( dari Bathara Narada ). Arjuna juga memiliki pusaka-pusaka sakti lainnya, atara lain ; Keris Kiai Kalanadah, Panah Sangkali ( dari Resi Durna ), Panah Candranila, Panah Sirsha, Keris Kiai Sarotama, Keris Kiai Baruna, Keris Pulanggeni ( diberikan pada Abimanyu ), Terompet Dewanata, Cupu berisi minyak Jayengkaton ( pemberian Bagawan Wilawuk dari pertapaan Pringcendani ) dan Kuda Ciptawilaha dengan Cambuk Kiai Pamuk. Sedangkan ajian yang dimiliki Arjuna antara lain ; Panglimunan, Tunggengmaya, Sepiangin, Mayabumi, Pengasih dan Asmaragama Arjuna mempunyai 15 orang istri dan 14 orang anak. Adapun istri dan anakanaknya adalah : 1. Dewi Sumbadra , berputra Raden Abimanyu. 2. Dewi Larasati , berputra Raden Sumitra dan Bratalaras. 3. Dewi Srikandi 4. Dewi Ulupi/Palupi , berputra Bambang Irawan 5. Dewi Jimambang , berputra Kumaladewa dan Kumalasakti 6. Dewi Ratri , berputra Bambang Wijanarka 7. Dewi Dresanala , berputra Raden Wisanggeni 8. Dewi Wilutama , berputra Bambang Wilugangga 9. Dewi Manuhara , berputra Endang Pregiwa dan Endang Pregiwati 10. Dewi Supraba , berputra Raden Prabakusuma 11. Dewi Antakawulan , berputra Bambang Antakadewa 12. Dewi Maeswara 13. Dewi Retno Kasimpar 14. Dewi Juwitaningrat , berputra Bambang Sumbada 15. Dewi Dyah Sarimaya. Arjuna juga memiliki pakaian yang melambangkan kebesaran, yaitu ; Kampuh/Kain Limarsawo, Ikat Pinggang Limarkatanggi, Gelung Minangkara, Kalung Candrakanta dan Cincin Mustika Ampal (dahulunya milik Prabu Ekalaya, raja

negara Paranggelung). Ia juga banyak memiliki nama dan nama julukan, antara lain ; Parta (pahlawan perang), Janaka (memiliki banyak istri), Pemadi (tampan), Dananjaya, Kumbaljali, Ciptaning Mintaraga (pendeta suci), Pandusiwi, Indratanaya (putra Bathara Indra), Jahnawi (gesit trengginas), Palguna, Danasmara ( perayu ulung ) dan Margana ( suka menolong ). Arjuna memiliki sifat perwatakan ; Cerdik pandai, pendiam, teliti, sopan-santun, berani dan suka melindungi yang lemah. Ia memimpin Kadipaten Madukara, dalam wilayah negara Amarta. Setelah perang Bhatarayuda, Arjuna menjadi raja di Negara Banakeling, bekas kerajaan Jayadrata. Akhir riwayat Arjuna diceritakan, ia muksa ( mati sempurna ) bersama ke-empat saudaranya yang lain.

Prabu Bismaka/Arya Prabu Rukma gugur di medan perang melawan Prabu Bomanarakasura. Arya Basudewa. Prabu Rumbaka. putra Prabu Rumbaka. dan mempunyai seorang putri bernama Ken Rarasati/Dewi Larasati. Dewi Kunti/Dewi Prita dan Arya Ugrasena. Ia menjadi raja negara Kumbina menggantikan mertuanya. Ia mempunyai tiga orang saudara kandung bernama. dan bergelar Prabu Bismaka. Arya Prabu Rukma menikah dengan Dewi Rumbini.Arya Prabu Rukma ARYA PRABU RUKMA adalah putra Prabu Basukunti. trengginas. raja negara Mandura dengan permaisuri Dewi Dayita. swaraswati keraton Mandura. Dewi Rukmini dan Arya Rukmana. Akhir riwayatnya diceritakan. Secara tidak resmi Arya Prabu Rukma juga mengawini Ken Sagupi. Aswatama BAMBANG ASWATAMA adalah putra Resi Drona dari padepokan Sokalima. putri Prabu Kunti. raja Boja. Arya Prabu Rukma mempunyai sifat dan perwatakan berani. cerdik pandai. dengan Dewi Krepi. putri Prabu Purungaji dari negara Tempuru. raja negara Surateleng atau Trajutisna. Prabu Wasukunti atau Prabu Hirayana. Dari perkawinan tersebut ia memperoleh dua orang putra bernama . raja Negara Kumbina. mahir mempergunakan senjata panah dan ahli strategi perang. Ia berambut dan .

Dewi Krepi sedang beralih rupa menjadi kuda Sembrani. Resi Drona).bertelapak kaki kuda karena ketika awal mengandung dirinya. keturunan Prabu Citragada. Pancawala (putra Prabu Puntadewa). Karena kecewa dengan sikap Prabu Duryudana yang terlalu membela Prabu Salya yang dituduhnya sebagai penyebab gugurnya Adipati Karna. Aswatama ikut serta dalam mengikuti pendidikan ilmu olah keprajuritan. Ia kemudian menjadi brahmana di pertapaan Argabelah dan bergelar . Dewi Banowati (Janda Prabu Duryudana) dan Dewi Srikandi. Setelah Perang Bharatayuda berakhir dan keluarga Pandawa pindah dari Amarta ke Astina. Bagaspati BAGAWAN BAGASPATI yang sewaktu mudanya bernama Bambang Anggana Putra. Ia memiliki sifat dan perwatakan . Ia berhasil membunuh Drestadyumna (pembunuh ayahnya. Aswatama memutuskan mundur dari kegiatan perang Bharatayuda. raja negara Magada. tetapi kerena terkena kutukan Sanghyang Manikmaya tatkala akan memperistri Dewi Darmastuti wujudnya berubah menjadi raksasa. dengan Dewi Anggini. dalam upaya menolong Bambang Kumbayana/Resi Drona terbang menyeberangi lautan. secara bersembunyi Aswatama masuk menyelundup ke dalam istana Astina. Resi Drona menjadi guru Keluarga Pandawa dan Kurawa di negara Astina. Ketika ayahnya. badannya hancur dipukul gada Rujakpala. cerdik dan pandai mempergunakan segala macam senjata. Aswatama mendapat pusaka yang sangat sakti berupa panah bernama Cundamanik. Dari ayahnya. Pada mulanya Bambang Anggana Putra berwujud satria tampan. sebelum akhirnya ia mati oleh Bima. pemberani. adalah putra Resi Jaladara dari Pertapaan Dewasana.

Ia bersahabat karib dengan Prabu Mandrapati. Ia memiliki Ajian Candrabirawa. dan berputra Dewi Pujawati. Bagong dikenal pula dengan nama Bawor. sehingga tidak bisa mati kecuali atas kemauannya sendiri. seorang hapsari/bidadari. rela berkorban dan sangat sayang pada putrinya.. raja negara Mandara yang merupakan saudara seperguruan. Jawa). Ia mempunyai tabiat . Bagong BAGONG terjadi dari bayangan Sanghyang Ismaya atas sabda Sanghyang Tunggal. Ia menikah dengan Dewi Dharmastuti. Bagaspati sangat sakti. menantunya sendiri. Di dalam cerita pedalangan Jawa. Carub atau Astrajingga. karena rasa cintanya dan demi kebahagiaan putrinya. Sebelum tewas. lucu. sabar.Bagawan Bagaspati. Akhir riwayatnya diceritakan. Dewi Pujawati. Sanghyang Tunggal kemudian menyuruh Sanghyang Ismaya menoleh ke belakang . ayahnya. ia menyerahkan Aji Candrabirawa kepada Narasoma. ikhlas. ia mohon kepada ayahnya seorang kawan yang akan menemaninya. Bagaspati rela mati dibunuh Narasoma. Ketika Sanghyang Ismaya akan turun ke Arcapada. Bagaspati mempunyai watak. tahu-tahu telah ada seseorang yang bentuk tubuhnya hampir menyerupai dirinya. percaya akan kekuasaan Tuhan. karena Ismaya yang ditugaskan mengawasi trah keturunan Witaradya merasa tidak sah apabila sesuatu persaksian hanya dilakukan oleh seseorang. suara besar agak serak (agor . lagak lagu katanya kekanak-kanakan. tindakannya seperti .

Perkawinannya itu bersamaan dengan perkawinan Semar dengan Dewi Kanistri dan perkawinan Resi Manumayasa dengan Dewi Kaniraras. anak Prabu Balya raja Gandarwa di Pucangsewu. kata-katanya menjengkelkan. Bagong berumur sangat panjang. kakak Dewi Kanistri.orang bodoh. tetapi selalu tepat. ia hidup sampai jaman Madya . Bagong menikah dengan Endang Bagnyawati. Seperti halnya dengan Semar. putri Bathara Hira.

Baladewa
PRABU BALADEWA yang waktu mudanya bernama Kakrasana, adalah putra Prabu Basudewa, raja negara Mandura dengan permaisuri Dewi Mahendra/Maekah (Jawa). Ia lahir kembar bersama adiknya, Narayana dan mempunyai adik lain ibu bernama; Dewi Sumbadra/Dewi Lara Ireng, putri Prabu Basudewa dengan permaisuri Dewi Badrahini. Baladewa juga mempunyai saudara lain ibu bernama Arya Udawa, putra Prabu Basudewa dengan Ken Sagupi, seorang swarawati keraton Mandura. Baladewa berwatak keras hati, mudah naik darah tapi pemaaf dan arif bijaksana. Ia sangat mahir dalam olah ketrampilan mempergunakan gada, hingga Bima dan Duryudana berguru kepadanya. Baladewa mempunyai dua pusaka sakti; Nangggala dan Alugara, keduanya pemberian Bathara Brahma. Ia juga mempunyai kendaraan gajah bernama Kyai Puspadenta. Prabu Baladewa yang mudanya pernah menjadi pendeta di pertapaan Argasonya bergelar Wasi Jaladara, menikah dengan Dewi Erawati, putri Prabu Salya dengan Dewi Setyawati/Pujawati dari negara Mandaraka. Dari perkawinan tersebut ia memperoleh dua orang putra bernama : Wisata dan Wimuka. Prabu Baladewa diyakini sebagi titisan Sanghyang Basuki , Dewa keselamatan. Ia berumur sangat panjang. Setelah selesai perang Bharatayuda, Prabu Baladewa menjadi pamong dan penasehat Prabu Parikesit, raja negara Astina setelah Prabu Kalimataya/Prabu Puntadewa, dengan gelar Resi Balarama. Ia mati moksa setelah punahnya seluruh Wangsa Yadawa.

Baladewa

PRABU BALADEWA yang waktu mudanya bernama Kakrasana, adalah putra Prabu Basudewa, raja negara Mandura dengan permaisuri Dewi Mahendra/Maekah (Jawa). Ia lahir kembar bersama adiknya, Narayana dan mempunyai adik lain ibu bernama; Dewi Sumbadra/Dewi Lara Ireng, putri Prabu Basudewa dengan permaisuri Dewi Badrahini. Baladewa juga mempunyai saudara lain ibu bernama Arya Udawa, putra Prabu Basudewa dengan Ken Sagupi, seorang swarawati keraton Mandura. Baladewa berwatak keras hati, mudah naik darah tapi pemaaf dan arif bijaksana. Ia sangat mahir dalam olah ketrampilan mempergunakan gada, hingga Bima dan Duryudana berguru kepadanya. Baladewa mempunyai dua pusaka sakti; Nangggala dan Alugara, keduanya pemberian Bathara Brahma. Ia juga mempunyai kendaraan gajah bernama Kyai Puspadenta. Prabu Baladewa yang mudanya pernah menjadi pendeta di pertapaan Argasonya bergelar Wasi Jaladara, menikah dengan Dewi Erawati, putri Prabu Salya dengan Dewi Setyawati/Pujawati dari negara Mandaraka. Dari perkawinan tersebut ia memperoleh dua orang putra bernama : Wisata dan Wimuka. Prabu Baladewa diyakini sebagi titisan Sanghyang Basuki , Dewa keselamatan. Ia berumur sangat panjang. Setelah selesai perang Bharatayuda, Prabu Baladewa menjadi pamong dan penasehat Prabu Parikesit, raja negara Astina setelah Prabu Kalimataya/Prabu Puntadewa, dengan gelar Resi Balarama. Ia mati moksa setelah punahnya seluruh Wangsa Yadawa.

Banuwati
DEWI BANOWATI adalah putri Prabu Salya, raja negara Mandaraka dengan permaisuri Dewi Pujawati/Setyawati putri tunggal Bagawan Bagaspati dari pertapaan Argabelah. Ia mempunyai empat saudara kandung masing-masing bernama; Dewi Erawati, Dewi Surtikanti, Arya Burisrawa dan Bambang Rukmarata. Dewi Banowati menikah dengan Prabu Suyudana/Duryadana, raja negara Astina, putra Prabu Drestarasta dengan Dewi Gandari. Dari perkawinan tersebut ia meperoleh dua orang putra bernama; Leksmanamandrakumara dan Dewi Laksmanawati. Dewi Banowati berwatak; jujur, penuh belas kasih, jatmika (selalu dengan sopan santun) dan agak sedikit genit. Akhir riwayatnya diceritakan, ia mati dibunuh oleh Aswatama putra Resi Durna, setelah berakhirnya perang Bharatayuda, saat menunggu boyongan/pindahan keluarga Pandawa dari Negara Amarta ke negara Astina.

Prabu Basudewa memperoleh dua orang putra bernama. Secara tidak resmi.Basudewa PRABU BASUDEWA adalah putra sulung Prabu Basukunti raja negara Mandura dengan permaisuri Dewi Dayita. Kangsa sebenaranya putra Prabu Gorawangsa. Kakrasana dan Narayana. dan memperoleh seorang putra bernama Arya Udawa. raja Boja. Setelah usia lanjut. Prabu Basudewa sangat sayang kepada keluarganya. Arya Prabu Rukma dan Arya Ugrasena. Dengan permaisuri Dewi Mahira/Maerah (Jawa) ia berputra Kangsa. Ia pandai olah keprajuritan dan mahir memainkan senjata panah dan lembing. ia menyerahkan Kerajaan Mandura kepada putranya. swaraswati Keraton Mandura. Prabu Basudewa mempunyai tiga orang isteri/permaisuri dan 4 (empat) orang putra. Sedangkan dengan permaisuri Dewi Badrahini ia berputra Dewi Wara Sumbadra/Dewi Lara Ireng. dan hidup sebagai pendeta di Pertapaan Randugumbala. raja raksasa negara Gowabarong yang dengan beralih rupa menjadi Prabu Basudewa palsu dan berhasil mengadakan hubungan asmara dengan Dewi Mahira. Kakrasana. Dengan permaisuri Dewi Mahindra/Maerah (Jawa). Prabu Basudewa juga mengawini Ken Sagupi. Dewi Prita/Dewi Kunti. putri Prabu Kunti. Prabu Basudewa meninggal saat negara Mandura digempur Prabu Sitija/ Bomanarakasura raja Negara Surateleng . Ia mempunyai tiga orang saudara kandung masing-masing bernama.

Beberapa tahun kemudian. Arya Basukiswara diangkat menjadi raja negara Wirata. Prabu Basukesti kembali ke istana dan mendapat permaisuri bernama Dewi Adrika/Dewi Pancawati. Atas kemurahan hatinya. karena setiap memiliki permaisuri selalu saja meninggal. Ia mempunyai dua orang saudara kandung bernama. Dewi Basutari dan Arya Basukiswara. Basukiswara . Prabu Basukesti meninggal dalam usia lanjut. putri Bagawan Kolagiri dengan Dewi Suktimati. membagun sebuah padepokan/pertapaan. Prabu Basukesti mengijinkan dan menyerahkan puncak gunung Retawu di kawasan gunung Saptaarga kepada Manumayasa. Arya Basukesti menjadi raja negara Wirata menggantikan kedudukan kakaknya. Untuk sementara tahta kerajaan diserahkan kepada Arya Basumurti. Dari perkawinan tersebut ia memperoleh tiga orang putra masing-masing bernama . putra Bathara Parikenan dengan Dewi Brahmananeki.Basukesti ARYA BASUKESTI adalah putra Prabu Basupati/Basuparicara. Sebagai penggantinya. Prabu Basukesti pernah meninggalkan tahta kerajaan Wirata dan pergi bertapa sebagai ruwat atas nasibnya. Arya Basunanda dan Arya Basumurti. Dewi Basuwati. raja negara Wirata dengan permaisuri Dewi Anganti/Dewi Girika. Prabu Basunanda yang mengundurkan diri hidup sebagai brahmana.

Prabu Basukunti menikah dengan Dewi Dayita. Ia mempunyai adik kandung bernama Kuntadewa. Ia memerintah dengan arif dan bijaksana. Dari perkawinan tersebut ia memperoleh 4 ( empat ) orang putra masing-masing bernama: Arya Basudewa. Arya Prabu Rukma dan Arya Ugrasena. dan mempunyai dua orang putra masing-masing bernama . raja Negara Mandura dengan permaisuri Dewi Sungganawati. Prabu Basukesti. yang setelah menjadi raja negara Boja bergelar Prabu Kuntiboja. Dewi Prita/Dewi Kunti. raja negara Wirata dengan permaisuri Dewi Adrika/Dewi Pancawati. ia menyerahkan tahta kerajaan Mandura kepada putra sulungnya. Dewi Pasuwati dan Dewi Basutari. . ia memutuskan untuk hidup sebagai brahmana. cerdik pandai. Basukunti PRABU BASUKUNTI atau WASUKUNTI yang waktu mudanya bernama Suradewa. adil dan sangat memperhatikan kehidupan rakyatnya. Prabu Basukiswara juga menjalin hubungan yang sangat erat dengan Resi Manumayasa dari padepokan Retawu di gunung Saptaarga. Ia mempunyai dua orang kakak kandung masing-masing bernama . adalah putera sulung Prabu Wasukunteya. Arya Basuketi.ARYA BASUKISWARA adalah putra Bungsu prabu Basukesti. Basukiswara menjadi raja negara Wirata menggantikan kedudukan ayahnya. Prabu Basukiswara menikah dengan Dewi Kiswati. putri Prabu Kunti. Setelah usianya lanjut. berani. Arya Basuketi dan Arya Kistawan. Prabu Basukunti mempunyai sifat dan perwatakan. arif bijaksana dan suka menolong. raja Boja. Arya Basudewa dan hidup sebagai brahmana sampai meninggal. Tahta dan negara Wirata diserahkan kepada putra sulungnya. Merasa usianya sudah lanjut dan tak mampu lagi memerintah.

masuk ke dalam wilayah kekuasaan negara Wirata. Ia mengikuti jejak Prabu Basupati. Ia mendapat anugerah Bathara Indra berwujud sebuah kereta sakti bernama Amarajaya lengkap dengan bendera perangnya yang membuatnya kebal terhadap segala macam senjata. mengundurkan diri dari tahta kerajaan untuk selanjutnya hidup sebagai brahmana. Prabu Basunanda menikah dengan Dewi Swakawati. Karena waktu itu putra-putranya masih kecil. tahta kerajaan Wirata diserahkan kepada adiknya. dan mempunyai dua orang putra masing-masing bernama . raja negara Wirata yang pertama dengan permaisuri Dewi Bramaniyuta. Putri Bathara Brahma.Basunanda Arya Basunanda menjadi raja negara Wirata menggantikan kedudukan ayahnya. Prabu Basupati mempunyai adik kandung bernama Bramananeki yang menikah dengan Bambang Parikenan. Dengan kereta sakti Amarajaya. Arya Basukesti. juga tahu segala bahasa binatang. putra Bathara Bremani/Brahmanaresi dengan Dewi Srihuna/Srihunon. Prabu Basupati menjadi sangat sakti . Prabu Basupati menaklukkan tujuh negara. putri . Dewi Basundari dan Arya Basundara. Prabu Basupati menikah dengan Dewi Angati atau Dewi Girika (Mahabharata). Ia Putra Bathara Srinada/Prabu Basurata. Basupati PRABU BASUPATI dikenal pula dengan nama Prabu Basuparicara (Mahabharata). Prabu Basunanda tidak terlalu lama memerintah negara Wirata. Prabu Basupati yang mengundurkan diri. Karena ketekunannya bertapa.

Prabu Basurata menikah dengan Dewi Bramaniyuta. putra Bathara Bremani/Brahmanaresi (Putra Bathara Brahma dengan Dewi Raraswati) dengan Dewi Srihuna (Putri Bathara Wisnu dengan Dewi Sripujayanti). Prabu Basurata adalah Putra Bathara Wisnu yang bertahta di Kahyangan Untarasegara. Putri Bathara Brahma dengan Dewi Sarasyati dari Kahyangan Daksinageni. Ia mempunyai dua orang saudara kandungmasing-masing bernama . Arya Basunada. Arya Basupati/Basuparicara dan Dewi Bramananeki. Bathara Srigati dan Bathara Srinadi. Prabu Basurata berkeinginan moksa. Dari perkawinan tersebut ia memperoleh dua orang putra bernama .Bagawan Kolagiri dengan Dewi Suktimati. ia memperoleh tiga orang putra masing-masing bernama . kemudian hidup sebagai brahmana sampai meninggal dalam keadaan bermudra. Dewi Brahmananeki dengan Bambang Parikenan. Arya Basukesti dan Arya Bamurti. Basurata PRABU BASURATA adalah raja negara Wirata yang pertama. dengan permaisuri Dewi Srisekar. Setelah menikahkan putrinya. Pada waktu mudanya ia bernama Bathara Srinada. . Arya Basupati. Ia kemudian menyerahkan tahta dan negara Wirata kepada putranya. Prabu Basupati memerintah negara Wirata sampai berusia lanjut. Dari perkawinan tersebut. Ia menyerahkan tahta Kerajaan Wirata kepada Arya Basunada.

yaitu . Bima juga memiliki pakaian yang melambangkan kebesaran yaitu. Gelung Pudaksategal. Kampuh/kain Poleng Bintuluaji. Kusumadilaga. Bima memililki sifat dan perwatakan. Aji Ketuklindu dan Aji Blabakpangantol-antol. Ia putra kedua Prabu Pandu. Kelatbahu Candrakirana. Sedangkan beberapa anugerah Dewata yang diterimanya antara lain. Sena.Bima BIMA atau WERKUDARA dikenal pula dengan nama. tabah. Aji Bandungbandawasa. Gada Rujakpala. Dewi Urangayu. Bargawa (kapak besar) dan Bargawasta. teguh. raja Negara Astina dengan Dewi Kunti. Ia memiliki keistimewaan ahli bermain ganda dan memiliki berbagai senjata antara lain. Kuku Pancanaka. kuat. Nagata. Alugara. Dandunwacana. ikat pinggang Nagabanda dan Celana Cinde Udaraga. . berputra Arya Anantasena Akhir riwayat Bima diceritakan. Bayusuta. Kowara. gagah berani. Dewi Nagagini. wilayah negara Amarta. Nakula dan Sadewa. berputra Arya Anantareja. Sumping Surengpati dan pupuk Pudak Jarot Asem. Bima tinggal di kadipaten Jodipati. Kalung Nagasasra. Balawa. serta 2 orang saudara lain ibu. mati sempurna (moksa) bersama ke empat saudaranya setelah akhir perang Bharatayuda. Dewi Arimbi. atau Wijasena. Bratasena. sedangkan ajian yang dimiliki adalah . Pupuk Jarot Asem. putri Prabu Basukunti dengan Dewi Dayita dari negara Mandura. Gelang Candrakirana. Sumping Surengpati. yaitu : 1. Kusumayuda. patuh dan jujur. Pandusiwi. berputra Raden Gatotkaca dan 3. Bima mempunyai dua orang saudara kandung bernama: Puntadewa dan Arjuna. Ia mempunyai tiga orang isteri dan 3 orang anak. 2. Birawa.

Bogadatta BOGADATTA atau Bogadenta adalah putra Prabu Drestarasta. Citraksi. Dursasana (Adipati Banjarjungut). Diantaranya yang dikenal dalam pedalangan adalah Duryudana (raja Negara Astina). Wikataboma. Durgempo. Durmuka. Kartamarma. Durmagati. Kartadenta. Ia bersaudara 100 orang --{ 99 orang pria dan 1 orang wanita} yang disebut Sata Kurawa. Citraksa. Widandini (raja negara Purantara) dan Dewi Dursilawati. Bomawikata. (raja negara Banyutinalang). raja negara Astina dengan permaisuri Dewi Gandari. . Citraboma. Gardapati (raja Negara Bukasapta). Carucitra. putri Prabu Gandara dengan Dewi Gandini dari negara Gandaradesa. Surtayuda. Citrayuda. Surtayu. Gardapura .

Akhirnya Prabu Bomantara tewas dalam pertempuran melawan Prabu Narakasura yang waktu mudanya bernama Bambang Sitija. Karena ketekunanya bertapa. Bogadatta juga memiliki kendaraan gajah bernama Murdiningkung dengan srati/pawang seorang prajurit wanita bernama Murdiningsih. putra Bathara Kala dengan Bathari Durga/Dewi Pramuni dari kahyangan Setragandamayit. Belum puas dengan kekuasaan yang dimiliki. Selain sakti. Prabu Bomantara pernah menyerang Suralaya dan mengalahkan para Dewa. Ia pandai bermain gada. Mereka semua mati dalam peperangan oleh panah Trisula milik Arjuna. ia menjadi sangat sakti. kejam. Bomantara RABU BOMANTARA adalah raja negara Trajutisna/Prajatisa. Prabu Bomantara kemudian menyerang negara Surateleng. Prabu Sitija kemudian bergelar Prabu Bomanarakasura . ketiganya merupakan pasangan yang menakutkan lawan dan tak terkalahkan.Bogadatta menjadi raja di negara Turilaya. Negara Surateleng dan Prajatisa oleh Prabu Sitija/Narakasura dijadikan satu. Ia masih keturunan Bathara Kalayuwana. Di medan peperangan. Ia kemudian menyerang negara Gowasiluman. maka yang mati akan hidup kembali. Dalam perang Bharatayuda. Bila salah satu diantara mereka mati. Arwahnya manunggal dalam tubuh Prabu Sitija. Berwatak angkara murka. menewaskan Prabu Arimbaji untuk menguasai wilayah hutan Tunggarana. dan diloncati salah satu diantara yang hidup. Bogadatta maju kemedan peperangan bersama gajah Murdiningkung dan srati Murdiningsih. bengis dan selalu menurutkan kata hatinya. putra Prabu Kresna dengan Dewi Pretiwi. raja negara Surateleng.

Brajadenta dengan dibantu oleh ketiga adiknya. Brajadenta ditunjuk sebagai wakil raja memegang tampuk pemerintahan negara Pringgandani selama Dewi Arimbi ikut suaminya. Sejak itu Gatotkaca memiliki kesaktian. Arimba / Hidimba. Brajalamatan. raja raksasa negara Pringgandani dengan Dewi Hadimba. Brajadenta dan Brajamusti berhasil melarikan diri dan berlindung pada kemenakannya. Prabu Arimbaji. Brajamusti. Pemberontakannya dapat ditumpas oleh Gatotkaca dengan tewasnya Brajalamatan dan Brajawikalpa. Akhir riwayatnya diceritakan. Brajadenta akhirnya tewas dalam peperangan melawan Gatotkaca. melakukan pemberontakan karena ingin secara mutlak menguasai negara Pringgandani. Dewi Arimbi. ingin menangnya sendiri. putra Dewi Arimbi dengan Bima sebagai raja Pringgandani. Bima tinggal di Jadipati. putra mendiang Prabu Arimba yang telah menjadi raja di negara Gowasiluman di hutan Tunggarana. Brajamusti. Brajadenta kembali memasuki negara Pringgandini untuk membunuh Gatotkaca. Brajalamatan dan Brajawikalpa. berani serta ingin selalu menurutkan kata hatinya. Dengan bantuan Bathari Durga. . Brajadenta sangat sakti. Usahanya kembali menghalami kekagalan. barang siapa kena gigitannya pasti binasa. Brajawikalpa dan Kalabendana. Ia mempunyai tujuh orang saudara kandung bernama. Brajadenta berwatak keras hati. Arya Prabakesana. Dewi Arimbi. Arwahnya menjelma menjadi ajian/keaktian dan merasuk/menunggal dalam gigi Gatotkaca. Oleh kakaknya.Brajadenta BRAJADENTA adalah putra ketiga Prabu Arimbaka. karena tidak setuju dengan pengangkatan Gatotkaca.

Karena itu Brajalamatan ikut mendukung dan terlibat langsung gerakan pemberontakan yang dilakukan Brajadenta dan Brajamusti dalam upaya merebut tahta kerajaan Pringgandani dari tangan Gatotkaca. Ia mempunyai tujuh orang saudara kandung. Arwahnya kemudian menjelma menjadi ajian/kesaktian manunggal di tangan kiri Gatotkaca. masing-masing bernama . Brajalamatan berwatak keras hati dan agak berangasan. Brajawikalpa dan Kalabendana. Brajadenta. Arya Prabakesa. Brajalamatan akhirnya mati di tangan Gatotkaca. putranya dengan Bima. raja raksasa negara Pringgandani dengan Dewi Hadimba.Brajalamatan BRAJALAMATAN adalah putra keenam Prabu Arimbaka. Brajalamatan sangat menentang keputusan Dewi Arimbi yang akan menyerahkan tahta kerajaan Pringgandani kepada Gatotkaca. Dalam peperangan perebutan kekuasaan itu. Brajamusti. Dewi Arimbi. Arimba/Hidimba. pemberani dan sangat sakti. . mudah marah.

Brajalamantan dan Brajawikalpa. . Brajadenta dan kedua adiknya. Brajamusti dan Brajadenta melarikan diri. Arya Prabakesa. Ia sangat sakti. berlindung pada kemenakannya. Brajawikalpa dan Kalabendana. raja negara Astina. keras hati dan ingin menang sendiri. raja raksasa negara Pringgandani dengan Dewi Hadimba. Ia mempunyai tujuh orang saudara kandung bernama. Ketika pemberontakan gagal dengan tewasnya Brajalamatan dan Brajawikalpa oleh Gatotkaca.Brajamusti BRAJAMUSTI adalah putra ke-lima Prabu Arimbaka. Bersama kakaknya. Dewi Arimbi. Arimba/Hidimba. putra mendiang Prabu Arimba yang telah menjadi raja negara Guwasiluman di hutan Tunggarana. ia melakukan pemberontakan merebut tahta negara Pringgandani dari kekuasaan Dewi Arimbi. Prabu Arimbaji. istri Prabu Duryudana. Brajamusti mempunyai sifat mudah naik darah. Dengan bantuan Bathari Durga. Brajadenta. Brajamusti kembali beraniat membunuh Gatotkaca melalui tangan ketiga. agak bengis. dan arwahnya menjadi ajian/kesaktian merasuk/menunggal dalam tangan kanan Gatotkaca. Brajalamatan. Ia menjelma menjadi Gatotkaca palsu dan menganggu Dewi Banowati. Akhirnya Brajamusti tewas dalam petempuran melawan Gatotkaca. Namun perbuatanya terseburt dapat dibongkar oleh Gatotkaca.

tangguh. ingin selalu menang sendiri. raja negara Mandaraka dengan permaisuri Dewi Pujawati/Setyawati. Ia mempunyai empat orang saudara kandung masingmasing bernama . Dewi Erawati. Brajawikalpa juga ikut terlibat langsung pemberontakan yang dipimpin oleh Brajadenta dan Brajamusti. Burisrawa berwujud setengah raksasa. Ia berwatak sombong. Arimba/Hidimba. Brajalamatan dan Kalabendana. Arya Prabakesa. Ia juga ikut mendungkung Brajadenta dan saudara-saudaranya yang lain ketika menentang Dewi Arimbi yang akan mengangkat Gatotkaca sebagai raja Pringgandani.peristiwa . Dalam peperangan pemberontakan tersebut. raja raksasa negara Pringgandani dengan Dewi Hadimba. Brajawikalpa mempunyai sifat perwatakan . gagah perkasa dan sangat sakti. walau sebelumnya telah diperingatkan oleh Kalabendana. Burisrawa ARYA BURISRAWA adalah putra ke-empat Prabu Salya. putri tunggal Bagawan Bagaspati dari pertapaan Argabelah. senang membuat keonaran dan membuat peristiwa . pemberani. sedikit serakah dan tidak mempunyai pendirian yang tetap. Dewi Banowati dan Bambang Rukmarata. senang menurutkan kata hatinya.Brajawikalpa BRAJAWIKALPA adalah putra ketujuh Prabu Arimbaka. Dewi Arimbi. Brajadenta. Ia mempunyai tujuh orang saudara kandung masing-masing bernama. Arwahnya menjelma menjadi ajian/kesaktian berujud perisai yang manunggal dalam punggung Gatotkaca. setia. pendendam. Brajamusti. Brahjawikalpa tewas dalam pertempuan melawan Gatotkaca. Dewi Surtikanti.

Ia gugur dalam peperangan melawan Arya Setyaki. raja Awangga karena hubungan saudara ipar. raja negara Cedisekar/Cindekembang dan berputra Arya Kiswara. raja negara Lesanpura. Ia sangat akrab hubungannya dengan Prabu Baladewa. Burisrawa menikah dengan Dewi Kiswari. raja Astina dan Adipati Karna. Burisrawa berada di pihak keluarga Kurawa. putri Prabu Kiswaka. raja Mandura. Dalam perang Bhratayuda. putra Prabu Setyajid/Ugrasena. .yang penuh dengan kekerasan. Prabu Duryudana.

Cakil selalu ada dan hidup di setiap negara raksasa. karena ia dan anak buahnya merupakan lambang nafsu angkara murka manusia yang memang harus dilenyapkan Dadungawuk DADUNGAWUK adalah raksasa kerdil anak buah Bathari Durga. Kerbau Andanu berjumlah 40 ekor. raja makhluk siluman yang bertahta di Kahyangan Setragandamayit. Tokoh Cakil hanya dikenal dalam ceruita pedalangan Jawa dan selalu dimunculkan dalam perang kembang. perang antara satria melawan raksasa yang merupakan lambang nafsu angkara murka. pemberani. banyak tingkah dan pandai bicara. berwujud raksasa dengan gigi tonggos berpangkat tumenggung. berkaki putih . Dalam setiap peperangan Cakil mesti menemui ajalnya. Ia berwatak kejam. selalu menurutkan kata hati dan mau menangnya sendiri. trengginas.Cakil CAKIL atau Gendirpenjalin. Ia merupakan raksasa hutan (selalu tinggal di hutan) dengan tugas merampok para satria atau merusak dan mengganggu ketenteraman kehidupan para brahmana di pertapaan. Dadungawuk tinggal di hutan Krendayana. serakah. Cakil memiliki sifat. bertugas menggembalakan kerbau/Andanu (Jawa) milik Bathari Durga. tangkas. semuanya berwarna hitam.

Setelah pesta perkawinan selesai. Dadungawuk bersedia menyerahkan Andanu. Ia mempunyai dua kakak kandung. Ditya Sapujagad yang bertempat tinggal di kesatrian Sawojajar. sebuah kerajaan siluman yang dalam penglihatan mata biasa merupakan hutan belantara yang sangat angker. Dananjaya ARYA DANANJAYA menurut cerita pedalangan Jawa adalah raja Jin negara Madukara. Bersama kakaknya. Arya Dananjaya sangat sakti. yang akan digunakan untuk memeriahkan pawai perkawinan Dewi Subadra dengan Arjuna yang pestanya diselenggarkan di negara Dwarawati. Dadungawuk dan Andanu kembali kehutan Kerndayana. di kawasan hutan Mertani. Dadungawuk sendiri bertindak sebagai pawangnya. raja Jin negara Mertani dan Arya Dandunwacana yang bersemayam di kesatrian Jodipati. Pada mulanya Dadungawuk menolak. ketika dipinang oleh Arjuna. Arya Danduwacana. putri Prabu Basudewa dengan permaisuri Dewi Badrahini dari negara Mandura. dan Ditya Sapulebu di kesatrian Baweratalun. Tetapi setelah dikalahkan oleh Bima. . Arya Dananjaya juga mempunyai dua saudara seayah lain ibu masing-masing bernama . yaitu : Prabu Yudhistira. Atas seijin Bathari Durga.(=pancal panggung/Jawa). Karena indahnya pernah dipinjam keluarga Pandawa untuk memenuhi persyaratan permintaan Dewi Sumbadra. Arya Dananjaya menjadi benteng dan senapati perang negara Mertani. Ia memiliki pusaka berupa jala sutra yang berwujud emas.

putra Prabu Pandu raja negara Astina. Arya Dandunwacana juga mempumyai dua saudara seayah lain ibu masing-masing bernama . Ia bersemayam di kesatrian Jodipati. dan memberi saran kepada Arjuna untuk mengawini Dewi Ratri. Ketika hutan Mertani berhasil ditaklukan keluarga Pandawa. Celengdemalung. Arya Dananjaya yang bersemayam di kesatiran Madukara. Arya Dandunwacana bertubuh tinggi besar. naga bersayap dari pertapaan Pringcendani. putra Prabu Pandu raja negara Astina. setia dan memiliki rasa tanggung jawab yang besar. putri Prabu Yudhistira dengan Dewi Rahina yang sesungguhnya pewaris tunggal negara Madukara. Arya Dandunwacana mempunyai adik kandung bernama . Kepada Arjuna ia menyerahkan . Dandunwacana ARYA DANDUNWACANA adalah adik Prabu Yudhistira. naga bersayap dari pertapaan Pringcendani. bertempat tinggal di kesatiran Sawojajar dan Ditya Sapulebu yang bertempat tinggal di kesatiran Baweratalun. berkat daya kesaktian Minyak Jayengkaton milik Arjuna pemberian dari Bagawan Wilawuk. Ia bersama adik-adiknya menjadi senapati perang negara Mertani. negara Jodipati.Ketika hutan Mertani berhasil ditaklukan keluarga Pandawa. jujur. negara Madukara beserta seluruh balatentaranya. Ditya Sapujagad. Arya Dananjaya yang kalah dalam peperangan melawan Arjuna. Kepada Bima. pusaka Jala Sutra Emas. sebuah kerajaan siluman yang dalam penglihatan mata biasa merupakan sebuah hutan belantara yang angker. akhirnya menjelma/sejiwa dengan Arjuna. yang menurut cerita pedalangan Jawa adalah raja Jin negara Mertani. gada pusaka bernama Rujakpala dan seluruh balatentaranya antara lain Patih Gagakbaka dan para putra Slagahima antara lain . Nama Dananjaya menjadi nama sebutan Arjuna. Berwatak pemberani. Arya Dandunwacana yang kalah dalam peperangan melawan Bima/Werkudara akhirnya menjelma/sejiwa dengan diri Bima. Jangettinelon. hak memakai nama Arya Dandunwacana. Arya Dandunwacana menyerahkan. Podangbinurehan. gagah perkasa. Menjanganketawang dan Cecakandon. . berkat daya kesaktian minyak Jayengkaton yang diperoleh Arjuna dari Bagawan Wilawuk. Dandangminangsi.

Dari perkawinan tersebut ia memperoleh seorang putra bernama Nagapratala. cucu Prabu Kurandageni dari negara Tirtakandasan. raja negara Jangkarbumi dengan permaisuri Dewi Ganggi. Arya Danurwenda masih kecil. tetapi ia memilih menjadi patih negara Astina di bawah pemerintahan Prabu Parikesit.Danurwenda ARYA DANURWENDA adalah putra Arya Anantareja. pendiam. sangat berbakti pada yang lebih tua dan sayang kepada yang muda. Danurwenda juga mewarisi cincin Mustikabumi dari ayahnya. jujur. Anantareja. sehingga kebal terhadap segala macam senjata. Nagapratala. putri Prabu Ganggapranawa dari negara Tasikraja. yang mempunyai kesaktian. Danurwenda tidak bersedia menjadi raja negara Jangkarbumi. . dan dapat digunakan untuk menghidupkan kembali kematian di luar takdir. Negara Jangkarbumi diserahkan kepada putranya. rela berkorban dan besar kepercayaannya kepada Sang Maha Pencipta. Ia berkulit Napakawaca. Arya Danurwenda menikah dengan Dewi Kadriti. Ketika berlangsungnya perang Bharatayuda. Danurwenda memiliki sifat dan perwatakan. menjauhkan dari kematian selama masih menyentuh bumi/tanah. Ia tetap tinggal di kahyangan Saptapratala bersama kakeknya. Hyang Anantaboga.

Dewi Ambika menikah dengan Arya Drestarasta dan Dewi Ambiki dengan Pandu. Sayembara tanding dimenangkan oleh Dewabrata/Bisma dari negara Astina setelah mengalahkan dua raksasa kembar. Dewi Ambika dan Dewi Ambiki. Dewi Amba. Putri sulungnya. Dewi Amba secara tidak sengaja tewas oleh Dewabrata. Prabu Darmahambara pernah menyelenggarakan sayembara tanding pilih menantu untuk dua orang putrinya. Dewi Amba tidak ikut dipertaruhkan karena sebelunya telah bertunangan dengan Prabu Citramuka.Darmahambara PRABU DARMAHAMBARA adalah raja negara Giyantipura. Ketiga putri Prabu Darmahambara mengalami nasib yang berbeda. Dewi Ambika menikah dengan Prabu Citragada dan Dewi Ambiki dengan Prabu Wicitrawirya. Permaisurinya bernama Dewi Swargandini. Dewi Ambika menurunkan keluarga Kurawa sedangkan Dewi Ambiki menurunkan keluarga Pandawa Dewayani DEWI DEWAYANI adalah nenek-moyang keluarga wangsa Yadawa. Dewi Ambika dan Dewi Ambalika/Ambiki. raja negara Srawantipura. keduanya putra Dewi Durgandini dengan Bagawan Abiyasa. Setelah Prabu Citragada dan Prabu Wicitrawirya meninggal. keduanya putra Prabu Santanu dengan Dewi Durgandini dari negara Astina. dari pertapaan Retawu. dan mempunyai tiga orang putri masing-masing bernama. Wahmuka dan Arimuka yang menjadin jago negara Giyantipura. Wresni dan .

raja daitya negara Parwata. Druhyu. dan berputra tiga orang lelaki. dan dipenuhi dengan senang hati oleh Sarmista. Dewayani akhirnya dimadu dengan Dewi Sarmista yang diambil istri Prabu Yayati. Anu dan Puru (menurunkan wangsa Kuru/Pandawa-Kurawa). Dewayani meminta Resi Sukra. Prabu Wrisaparwa dan Dewi Sarmista memohon ampun dan bersedia memenuhi serta melaksanakan apa yang diminta/dikehendaki Dewayani. Karena takut terhadap kutuk pastu Resi Sukra. istri Prabu Yudhistira. Kedua putranya tersebut kelak menurunkan golongan wangsa Yadawa. dan Dewi . Dewayani meminta agar Sarmista menjadi budaknya. Drestadyumna ARYA DRESTADYUMNA atau Trustajumena adalah putra bungsu Prabu Drupada. Wresni dan Andaka (keluarga Mandura. Resi Sukra bertapa memuja Bathara Prameswara selama l. mantra sakti yang dapat menghidupkan orang mati. Kumbina dan Dwarawti). masing-masing bernama . putri tunggal Prabu Wrisaparwa. Resi Sukra adalah brahmana mahasakti yang menjadi guru para daitya/raksasa di negara Sakiya.Andaka. Ia mempunyai kakak kandung dua orang masingmasing bernama. Karena berselisih dengan Dewi Sarmista. Dewi Drupadi. Lesanpura.000 tahun dan mendapat ilmu Sanjiwani. Yadu dan Turwasu. raja negara Pancala dengan permaisuri Dewi Gandawati. raja negara Astina. Dari perkawinan tersebut ia memperoleh dua orang putra lelaki. Dewayani kemudian menikah dengan Prabu Yayati. ayahnya agar menghukum Prabu Wrisaparma dan Dewi Sarmista yang telah menghina dan mendorongnya ke dalam lumpur. putri Sanghyang Indra. raja Amarta. Karena menghendaki kemenangan para daitya. putri Prabu Gandabayu dengan Dewi Gandini. masing-masing bernama . Ia merupakan putri tunggal Resi Sukra dengan Dewi Jayanti.

Resi Drona berwatak. Ia tewas dibunuh Aswatama. bengis. Setelah melalui pertempuran sengit.Srikandi. Ia menikah dengan Dewi Suwarni. raja negara Parangggelung yang ingin menuntut balas pada Resi Drona menyusup dalam diri Drestadyumna. sombong. tinggi hati. cerdik. Pada saat itu roh Ekalaya. raja negara Dasarna. Drestaka dan Drestara. Konon Arya Drestadyumna lahir dari tungku pedupaan hasil pemujaan Prabu Drupada kepada Dewata yang menginginkan seorang putra lelaki yang dapat membinasakan Resi Drona yang telah mengalahkan dan menghinanya. istri Arjuna. putra Resi Drona. banyak bicaranya. congkak. yang berhasil menyusup masuk istana Astina dalam usahanya membunuh bayi Parikesit. Drestadyumna ikut terjun dalam kancah perang Bharatayuda. tangkas dan trenginas. Ia mempunyai saudara seayah seibu bernama . Drestadyumna berwajah tampan. . menghadapi senapati perang Kurawa. Arya Kumbayaka dan Dewi Kumbayani. akhirnya Resi Drona dapat dibinasakan oleh Drestadyumna dengan dipenggal lehernya. Drestadyumna mati setelah berakhirnya perang Bharatayuda. putri Prabu Hiranyawarma. Drona RESI DRONA atau Durna yang waktu mudanya bernama Bambang Kumbayana adalah putra Resi Baratmadya dari Hargajembangan dengan Dewi Kumbini. Ia tampil sebagai senapati perang Pandawa. yaitu Resi Drona. memiliki sifat pemberani. Dari perkawinan tersebut ia memperoleh dua orang putra lelaki bernama.

Resi Drona menikah dengan Dewi Krepi. dan merupakan turunan ke tujuh dari Bathara Brahma. Untuk mencari pengalaman hidup. kecerdikan. putri Prabu Purungaji. Resi Drona gugur di medan pertempuran oleh tebasan pedang Drestadyumna. Karena kesaktian dan kemahirannya dalam olah keprajuritan. Konon kematian Resi Drona akibat dendam Prabu Ekalaya raja negara Parangggelung yang arwahnya menyatu dalam tubuh Drestadyumna. dan memperoleh seorang putra bernama Bambang Aswatama. Arya Sucitra bersaudara sepupu dengan Bambang Kumbayana/Resi Drona dan menjadi saudara seperguruan sama-sama berguru pada Resi Baratmadya. Ia sangat mahir dalam siasat perang dan selalu tepat menentukan gelar perang. Arya Sucitra pergi meninggalkan . kepandaian dan kesaktiannnya luar baisa serta sangat mahir dalam siasat perang. raja negara Tempuru. adalah putra Arya Dupara dari Hargajambangan. Ia berhasil mendirikan padepokan Sokalima setelah berhasil merebut hampir setengah wilayah negara Pancala dari kekuasaan Prabu Drupada. Drona dipercaya menjadi guru anak-anak Pandawa dan Kurawa. putra Prabu Drupada. Ia mempunyai pusaka sakti berwujud keris bernama Cundamanik dan panah Sangkali (diberikan kepada Arjuna).tetapi kecakapan. Drupada PRABU DRUPADA yang waktu mudanya bernama Arya Sucitra. setelah gugurnya Resi Bisma. Dalam peran Bharatayuda Resi Drona diangkat menjadi Senapati Agung Kurawa. yang memenggal putus kepalanya.

Ia menekuni seluk beluk tata kenegaraan dan tata pemerintahan.sabar. Dewi Drupadi. teliti dan . Dari perkawinan tersebut ia memperoleh tiga orang putra masing-masing bernama. Ia gugur melawan Resi Drona terkena panah Cundamanik. bijaksana. Ia mempunyai dua orang adik kandung bernama . dan berputra mahkota Arya Gandamana menolak menjadi raja. dan separo dari wilayah negara Pancala direbut secara paksa melalui peperangan oleh Resi Drona dengan bantuan anak-anak Pandawa dan Kurawa.Hargajembangan. Putri Prabu Gandabayu dengan Dewi Gandini. luhur budinya. Prabu Drupada berselisih dengan Resi Drona. Prabu Drupada tampil sebagai senapati perang Pandawa. raja negara Pancala dengan permaisuri Dewi Gandawati. Arya Sucitra dinobatkan menjadi raja Pancala dengan gelar Prabu Drupada. Ketika Prabu Gandabayu mangkat. Dalam masa kekuasaanya. Drupadi DEWI DRUPADI atau Dewi Kresna dan dikenal pula dengan nama Pancali (Mahabharata) adalah putri sulung Prabu Drupada. Karena kepatuhan dan kebaktiannya kepada negara. Dewi Srikandi dan Arya Drestadyumna. Di dalam perang besar Bharatayuda. oleh Prabu Pandu ia di jodohkan/dikawinkan dengan Dewi Gandawati. Dewi Drupadi berwajah sangat cantik. mengabdikan diri ke negara Astina kehadapan Prabu Pandudewanata. putri sulung Prabu Gandabayu dengan Dewi Gandarini dari negara Pancala. Dewi Srikandi dan Arya Drestadyumna.

Srutanika dari Nakula 5. Menurut pedalangan Jawa. Ia selalu berbakti terhadap suaminya.Partawindya dari Yudhistira. Dewi Drupadi mati moksa bersama-sama dengan kelima satria Pandawa setelah berakhirnya perang Bharatayuda. Dursala menikah dengan Dewi Sumini. Arjuna. Srutawarman dari Sahadewa. Ia berbadan besar. Adipati Banjarjumut yang merupakan salah satu dari seratus orang keluarga Kurawa dengan Dewi Saltani. 2. Srutasoma dari Bima. Dari perkawinan tersebut ia memperoleh seorang putra yang diberi nama Arya Susena. 1. yaitu. Yudhistira. Selain pernah berguru pada Resi Drona. Srutakirti dari Arjuna 4. gagah dan bermulut lemar. ia sangat sakti.setia. Nakula dan Sahadewa. Dewi Drupadi menikah dengan lima orang satria Pandawa. takabur. Dewi Drupadi menikah dengan Prabu Yudhistira/Puntadewa. Dursala juga menjadi murid kesayangan Bagawan Pisaca. 3. seorang pendeta raksasa dari pertapaan Carangwulung di hutan Wanayasa. raja negara Amarta dan berputra Pancawala. Dursala DURSALA adalah putra Arya Dursasana. Sedangkan menurut Mahabharata. besar kepala dan senang meremehkan orang lain. Dursala mempunyai watak dan sifat. Ia diberi Aji Gineng oleh Bagawan Pisaca yang berkhasiat kesaktian siapa saja yang digertaknya badannya akan hancur lebur. Akhir riwayatnya diceritakan. Dari perkawinan tersebut ia memperoleh lima orang putra. Bima. Dursala tewas dalam pertempuran .

raja negara Astina dengan permaisuri Dewi Gandari. mempunyai watak dan sifat. Durmuka. Bomawikata. Durmagati. putri Prabu Gandara dengan Dewi Gandini dari negara Gandaradesa. (raja negara Banyutinalang). Bogadatta (raja negara Turilaya). senang meremehkan dan menghina orang lain. Citraboma. Widandini (raja negara Purantara) dan Dewi Dursilawati. Kartadenta. Dursasana mati di medan perang Bharatayuda oleh Bima/Werkudara dalam keadaan sangat menyedihkan. Ia mempunyai pusaka sebuah keris yang luar biasa besarnya bernama Kyai Barla. Citraksa. putri Adipati Banjarjungut. gagah dan bermulut lebar.gemar bertindak sewenang-wenang. Surtayuda. yang akan dibuat kramas dan mencuci rambutnya. Gardapati (raja Negara Bukasapta). Wikataboma. Darah yang menyembur ditampung Bima untuk memenuhi sumpah Dewi Drupadi. Dari perkawinan ini ia berputra seorang lelaki bernama Dursala. Citraksi. Carucitra. Kartamarma. Durgempo. Badannya hancur terkena hantaman Aji Narantaka Dursasana DURSASANA adalah putra Prabu Drestarasta. takabur. Dursasana menikah dengan Dewi Saltani. Citrayuda. besar kepala. Surtayu. Anggota tubuh dan kepala Dursasana . Gardapura . Ia bersaudara 100 orang --{99 orang pria dan 1 orang wanita} yang disebut Sata Kurawa. Diantaranya yang dikenal dalam pedalangan adalah Duryudana (raja Negara Astina).melawan Gatotkaca tatkala ia bermaksud menguasai negara Amarta. Dursasana berbadan besar. Dadanya dibelah dengan kuku Pancanaka.

Wikataboma. Citrayuda. dan Widandini (raja negara Purantara) . keluarga Kurawa yang dikenal dalam pedalangan adalah. Gardapati (raja negara Bukasapta). Dursasana (Adipati Banjar Jumut). . Durmagati. Diantara 100 orang. Citraboma. Kartadenta. Dursilawati DEWI DURSILAWATI adalah satu-satunya wanita dari 100 (seratus) orang putra Prabu Drestarasta. Surtayuda. dihantam gada Rujakpala. Bomawikata. Carucitra. putri Prabu Gandara dengan Dewi Gandini dari negara Gandaradesa.hancur berkeping-keping. Gardapura. Citraksa. raja negara Astina dengan permaisuri Dewi Gandari. Dewi Dursilawati sangat dimanja oleh orang tuanya dan saudara-saudaranya. Durmuka. Kartamarma (raja negara Banyutinalang). Bogadatta (raja negara Turilaya). Citraksi. Surtayu. Durgempo. Duryudana (raja Negara Astina).

Wataknya bersahaja. Ekalaya EKALAYA atau Ekalya (Mahabharata) dalam cerita pedalangan dikenal pula dengan nama Palgunadi.Hidupnya serba mewah. Dewi Dursilawati tinggal dinegara Sindu bersama putranya. setia. Ekalaya mempunyai isteri yang sangat cantik dan sangat setia bernama Dewi Anggraini. Sesekali ia datang kenegara Astina untuk membangun dan melanggengkan keakraban hubungan kekeluarga dengan keluarga Pandawa dan keturunannya. Dalam perselisihannya dengan Arjuna. Ekalaya seorang raja kesatria. Arya Jayadrata dan seluruh saudaranya dimedan perang Kurusetra. dengan penuh keikhlasan Ekalaya merelakan ibu jari tangan kanannya dipotong oleh Resi Drona. Ia jarang sekali keluar dari lingkungan istana. keinginanya selalu terlaksana. raja negara Sindu. Setelah berakhirnya perang Bharatayuda dengan tewasnya suaminya. tekun dan tabah. Arya Surata yang bertahta menjadi raja negara Sindu menggantikan ayahnya. Ia sangat sakti dan sangat mahir mampergunakan senjata panah. Ia juga mempunyai cincin pusaka bernama Mustika Ampal yang menyatu dengan ibu jari tangan kanannya. putri hapsari/bidadari Warsiki. yang selalu mendalami olah keprajuritan dan menekuni ilmu perang. sangat mencintai istrinya. menarik hati. gaya dan kata-katanya serba menarik. Dari perkawinan tersebut ia memperoleh dua orang putra bernama Arya Wiruta dan Arya Surata. yang mengakibatkan kematiaannya karena cincin Mustika Ampal lepas dari tubuhnya. Ekalaya berwatak. Menjelang .Dewi Dursilawati menikah dengan Arya Sinduraja/Arya Tirtanata atau lebih dikenal dengan nama Arya Jayadrata. jujur. Ia adalah raja negara Paranggelung.

Hal ini karena mereka sekeluarga berada di luar pertikaian keluarga Kurawa dan keluarga Pandawa yang meletus dalam perang Bharatayuda. Winata dan Wimuka/Wilmuka. setia. Jawa). Ekalaya berjanji akan membalas kematiannya pada Resi Drona. Dewi Banowati. Ia dan suaminya hidup tenang dan bahagia sampai masa sesudah perang Bharatayuda. Dewi Erawati menikah dengan Prabu Baladewa/Kakrasana. yang memenggal putus kepala Resi Drona hingga menemui ajalnya. Dalam perang Bharatayuda kutuk dendam Ekalaya menjadi kenyataan. penuh belas kasih. Erawati DEWI ERAWATI adalah putri sulung Prabu Salya raja negara Mandaraka dengan permaisuri Dewi Pujawati/Setyawati putri tunggal Bagawan Bagaspati dari pertapaan Argabelah. raja negara Mandura.kematiaanya. Arwahnya menyatu dalam tubuh Arya Drestadyumna satria Pancala. Dewi Erawati berwatak. Ia mempunyai empat saudara kandung masing-masing bernama. putra Prabu Basudewa dari permaisuri Dewi Mahindra/Maerah (Ped. Dari perkawinan tersebut ia memperoleh dua orang putra bernama. Arya Burisrawa dan Bambang Rukmarata. sabar dan wingit. . Dewi Surtikanti.

Gagakbaka pernah disuruh oleh Bima pergi kepertapaan Pandansurat untuk meminta kesediaan Resi Prancandaseta (Kera putih) menari di alun-alun negara Dwarawati memeriahkan upacara perkawinan Arjuna dengan Dewi Sumbadra. Gagakbaka ikut terjun ke medan perang Bharatayuda memimpin pasukan balatentara Jodipati. raja negara Mandaraka. . Tapi setelah kalah berperang melawan Gagakbaka akhirnya bersedia pula datang dan menari di alun-alun Dwarawati. semenjak jaman Arya Dandunwacana. Gagakbaka berperawakan tinggi besar dan gagah perkasa. Ia tewas dalam pertempuran melawan Prabu Salya. Ia sangat setia dan taat dalam pengabdiannya terhadap negara dan junjungannya.Gagakbaka GAGAKBAKA adalah patih negara Jodipati. sampai kemudian diserahkan kepada Bima/Werkudara setelah keluarga Pandawa berhasil membangun negara Amarta di bekas hutan Mertani. Pada mulanya Resi Pancandaseta menolak.

tahta kerajaan kemudian diserahkan kepada Arya Sucitra. Prabu Gandabayu menikah dengan Dewi Gandarini. putra mahkota Arya Gandamana tidak bersedia memegang kedudukan raja dan lebih senang menjabat Patih di negara Astina. menantunya yang setelah menjadi . gagah berani. Dewi Gandawati dan Arya Gandamana. Karena penggantinya. dan berputra dua orang bernama. punggawa dan murid kesayangan Prabu Pandudewanata. bersahaja. Konon ia masih keturunan Resi Suksrana.Gandabayu PRABU GANDABAYU adalah raja negara Pancala. sehingga Dewi Gandawati dikawinkan dengan Arya Sucitra. murid Resi Boma. Prabu Gandabayu menurut wujudnya telah mencerminkan wataknya. teguh sentosa. raja negara Astina. Prabu Gandabayu memerintah negara Pancala sampai mangkatnya. nama samaran Bathara Bayu ketika menjadi raja di negara Medanggora. pendiam dan sakti. Ia mempunyai hubungan yang sangat karib dengan Prabu Pandudewanata.

Gandamana tewas dalam peperangan melawan Bima saat terjadi penyerbuan anak-anak Kurawa dan Pandawa ke negara Pancala atas perintah Resi Drona. Gandamana tewas dalam peperangan melawan Bima saat ia melakukan pasanggiri/sayembara tanding dalam upaya mencarikan jodoh untuk Dewi Drupadi. gagah. Gandamana kemudian pergi mengabdikan ke negara Astina kehadapan Prabu Pandu. mengucapkan sumpah tidak akan menjadi raja sesuai wangsit Dewata. Arya Gandamana adalah kesatria yang tiada tandingannya. Arya Gandamana pernah menderita penyakit yang tak tersembuhkan. Sedangkan menurut pedalangan. Gandamana tetap teguh dengan sumpahnya. Ketika ayahnya. kuat dan sakti serta memiliki ilmu andalan Aji Bandungbandawasa dan Glagah Pangantol-atol. Ia mempunyai kakak kandung bernama Dewi Gandawati. pemberani. dan diangkat menjadi patih negara Astina. Penyakit itu baru sembuh setelah ia berikrar. Ia berwajah tampan. Ia relakan haknya menjadi raja kepada kakak iparnya. Prabu Gandabayu meninggal. tegap. Arya Sucitra yang menjadi raja Pancala bergelar Prabu Drupada. menurut Mahabharata. pendiam. Akhir riwayat Gandamana diceritakan. . Jabatan itu dipegangnya sampai ia harus meninggalkan negara Astina karena penghianatan Sakuni.Gandamana ARYA GANDAMANA adalah putra mahkota negara Pancala. Putra Prabu Gandabayu dengan permaisuri Dewi Gandarini.

Kartadenta. . dan atas kehendak Dewata menjelma menjadi bayi Manusia. putra Prabu Kresnadwipayana/Bagawan Abiyasa dengan permaisuri Dewi Ambika. Arya Sakuni. raja negara Gandaradesa dengan permaisuri Dewi Gandini. Arya Surabasata dan Arya Gajaksa. Ia mati terjun ke dalam Pancaka/api pembakaran jenazah bersama Dewi Kunti dan Prabu Drestarasta setelah berakhirnya perang Bharatayuda. Durmuka. tetapi pada waktu lahirnya berwujud gumpalan darah kental. masingmasing bernama . Carucitra. Keseratus putra Dewi Gandari tersebut dikenal dengan nama Sata Kurawa. Bogadatta. Kartamarma (raja negara Banyutinalang). Dewi Gandari mempunyai sifat kejam dan bengis. yang oleh Dewi Gandari dicerai beraikan menjadi seratus potongan. Dursasana (Adipati Banjarjungut). Surtayuda. Citraboma. Ia selalu mementingkan diri sendiri dan tidak segan-segan berkhianat serta pendendam. Dendam dan kebenciannya terhadap Pandu. Dewi Gandari menikah dengan Prabu Drestarasta.Gandari DEWI GANDARI adalah putra Prabu Gandara. Widandini (raja negara Purantara) dan Dewi Dursilawati. Surtayu. raja negara Astina. Dari perkawinan tersebut ia memperoleh 100 (seratus) orang anak. Citrayuda. Gardapati (raja negara Bukasapta). Durmagati. Ia mempunyai tiga orang saudara kandung. Gardapura. menjadi penyebab utama kebencian anak-anaknya. Wikataboma. Durgempo. (raja negara Turilaya). Kurawa terhadap Pandawa. Diantara mereka yang terkenal dalam pedalangan adalah: Duryudana (raja negara Astina).

sabar dan teliti serta setia. 3. Hal ini karena Gandamana menolak untuk dinobatkan menjadi raja. Ia sangat berbakti terhadap suaminya. bijaksana. yang dalam perang Bharatayuda berhasil membunuh Resi Drona. suaminya yang gugur di medan perang Bharatayuda melawan Resi Drona.Gandawati DEWI GANDAWATI adalah putri sulung Prabu Gandabayu. Akhir riwayatnya diceritakan. Sepeninggal Prabu Gandabayu. raja negara Amarta. raja negara Pancala atau Pancalaradya (pedalangan Jawa) dengan permaisuri Dewi Gandarini. . bergelar Prabu Drupada. Dewi Gandawati ikut belapati. suaminya naik tahta kerajaan Pancala. Dewi Srikandi. putra Arya Sangara dari Hargajambangan yang telah lama mengabdi dan berguru pada Prabu Pandu di negara Astina. terjun ke dalam pancaka (api pembakaran jenasah) Prabu Drupada. 1. luhur budinya. 2. Ia mempunyai seorang adik kandung bernama Arya Gandamana yang menjadi patih negara Astina pada jaman pemerintahan Prabu Pandu. Dewi Drupadi atau Pancali (Mahabharata) yang kemudian menjadi istri Prabu Yudhistira. Arya Sucitra. Dari perkawinan tersebut Dewi Gandawati memperoleh tiga orang putra. masing-masing bernama . Dretadyumna/ Trustajumena. yang kemudian menjadi istri Arjuna. Dewi Gandawati seorang putri cantik jelita. Dewi Gandawati menikah dengan Arya Sucitra.

Dewi Garbarini. raja negara Astina dengan permaisuri Dewi Gandari. Untuk mengukuhkan tali persaudraan. karena ingin memperistri bidadari. Gardapati GARDAPATI adalah putra Prabu Drestarasta. Ia masih keturunan Prabu Kalaruci. putri Prabu Garbasumanda kemudian dijodohkan dengan Arya Setyaki. Prabu Garbanata ingin merebut kembali negara Karanggubarja yang kini telah dikuasai oleh Prabu Setyajid/Arya Ugrasena dan berganti nama menjadi negara Lesanpura. raja negara Karanggubarja. Prabu Garbanata menikah dengan Dewi Danawati. yang tewas dalam peperangan melawan Prabu Pandu saat menyerang Suralaya. putri Prabu Gandara dengan Dewi Gandini dari negara Gandaradesa. Dari perkawinan tersebut ia memperoleh seorang putri yang bernama Dewi Garbarini. Dalam penyerangan tersebut Prabu Garbanata kalah dalam peperangan melawan Arya Setyaki. Penyerangan besar-besaran pun dilakukan terhadap negara Lesanpura. Terdorong oleh rasa dendam terhadap keluarga Mandura. raja negara Garbasumanda.Garbanata PRABU GARBANATA adalah raja negara Garbaruci. Perdamaian pun akhirnya dilakukan antara negara Garbaruci dengan Lesanpura. putra Prabu Setyajid dengan Dewi Wersini. Ia bersaudara 100 orang --{99 orang pria dan 1 orang wanita} yang disebut Sata . senapati perang negara Dwarawati. yang memilki senjata gada Wesikuning peninggalan Arya Singamulangjaya. putri Prabu Kalayaksa. Dewi Wersini.

Carucitra. putri Prabu Gandara dengan Dewi Gandini dari negara Gandaradesa. Widandini (raja negara Purantura) dan Dewi Dursilawati. cerdik dan licik. Diantaranya yang dikenal dalam pedalangan adalah Duryudana (raja Negara Astina). Kartamarma (raja negara Banyutinalang). Gardapura GARDAPURA adalah putra Prabu Drestarasta. Gardapati berwatak keras hati. Wikataboma. Citraksi. raja negara Glagahtinalang. Dursasana (Adipati Banjarjungut). Kartadenta. Citraboma. Durgempo. dan mengangkat dirinya menjadi raja bergelar Prabu Gardapati. ia berhasil merebut negara Bukasapta. Tubuhnya hancur dihantam gada Rujakpala. Surtayu. Bomawikata. Gardapati (raja negara Bukasapta). Durmuka. congkak. raja negara Astina dengan permaisuri Dewi Gandari. Adik kesayangannya Gardapura di angkat menjadi raja muda bergelar Prabu Anom Gardapura. Citrayuda. Durmagati. Ia bersaudara 100 orang -{99 orang pria dan 1 orang wanita} yang disebut Sata Kurawa. Dengan kesaktiannya. Saat berlangsungnya perang Bharatayuda. Diantaranya yang dikenal dalam pedalangan adalah Duryudana (raja Negara Astina). Gardapura . Carucitra. Citraksi. Durgempo. Durmagati. Citraboma. Dursasana (Adipati Banjarjungut). Durmuka. Surtayuda. Widandini (raja negara Purantara) dan Dewi Dursilawati. . Bogadatta (raja negara Turilaya). Bogadatta (raja negara Turilaya). Gardapati diangkat menjadi senapati perang Kurawa dengan senapati pendamping Prabu Wresaya. Surtayuda. Citraksa. Citrayuda. Citraksa. Kartadenta. Wikataboma. Ia pandai dalam olah ketrampilan mempergunakan senjata gada dan lembing. Gardapati tewas dalam peperangan melawan Bima.Kurawa. Bomawikata. Kartamarma (raja negara Banyutinalang). Surtayu.

ia diangkat sebagai raja pendamping dengan gelar Prabu Anom Gardapura. hidung bulat bundar.Gardapura bersifat sombong. Mereka juga tak mau berhenti berkelahi walau tubuh mereka telah saling cacad tak karuan. sehingga tiada yang kalah dan menang. Gareng bernama Bambang Sukskati. Karena sama-sama congkaknya dan sama-sama mempertahankan pendiriannya. Nala Gareng menikah dengan Dewi Sariwati. Kepalanya hancur dihantam gada Rujakpala. kakaknya. Aslinya. Nala Gareng berumur sangat panjang. mendampingi Resi Drona yang berkedudukan sebagai Senapati utama. putra Bagawan Salantara dari padepokan Kembangsore. Bertahun-tahun Bambang Sukskati bertapa di bukit Candala untuk mendapatkan kesaktian. Gardapura sangat dekat hubungannya dengan Gardapati. terjadilah peperangan antara keduanya. Setelah selesai tapanya. Di tengah perjalanan Bambang Sukskati bertemu dengan Bambang Panyukilan. Gardapura diangkat sebagai Senapati pendamping. yang diperolehnya atas bantuan Resi Tritusta dari negara Purwaduksina. Saat berlangsungnya perang Bharatayuda. Ia pandai dalam olah ketrampilan mempergunakan senjata gada dan panah. cerdik dan licik. Gareng GARENG lazim disebut sebagai anaknya Semar. keras kepala. Matanya juling. ia kemudian minta ijin pada ayahnya untuk pergi menaklukan raja-raja. berubahlah wujud keduanya menjadi sangat jelek. putri Prabu Sarawasesa dengan permaisuri Dewi Saradewati dari negara Salarengka. Ketika Gardapati menjadi raja di negara Bukasapta. dan masuk dalam golongan panakawan. Oleh Sanghyang Ismaya namanya diganti menjadi Nala Gareng. Karena sabda Sanghyang Ismaya. tangannya bengkok/tekle/ceko (Jawa). Ia tewas dalam peperangan melawan Bima. putra Resi Sukskadi dari padepokan Bluluktiba. tak berleher. kaki pincang. Mereka mempunyai kesaktian yang seimbang. Tubuh Bambang Sukskati menjadi cacad. ia hidup sampai jaman Madya. . perut gendut. sedangkan Bambang Panyukilan menjadi Ptruk. Perkelahian baru berakhir setelah dilerai oleh Semar/Sanghyang Ismaya.

Dalam pewayangan. Begitu lahir di dunia. ibunya bernama Dewi Arimbi. Ia adalah anak Bima. adik Arimbi. Negeri ini diwarisinya dari ibunya. Sebagai raja muda di Pringgadani. Gatotkaca telah membuat huru-hara.Gatotkaca GATOTKACA. Tali pusarnya tidak dapat diputus. Brajamusti. Gatotkaca adalah seorang raja muda di Pringgadani. yang rakyatnya hampir seluruhnya terdiri atas bangsa raksasa. kakak ibunya yang bernama Arimba. terkenal sebagai ksatria perkasa berotot kawat bertulang besi. Sebelum itu. Berbagai macam pisau dan senjata tak mampu memotong tali pusar itu. menjadi raja di negeri itu. Akhirnya keluarga Pandawa sepakat menugasi Arjuna mencari senjata ampuh . Gatotkaca banyak dibantu oleh patihnya.

Sedangkan Suryakaca adalah anaknya dari Dewi Suryawati. Tutuka pingsan. Istrinya yang kedua Dewi Sumpani. Setelah penggemblengan selesai. Untuk memperoleh senjata pemberian dewa itu Arjuna terpaksa mencoba merebutnya dari tangan Karna. Karena kesal. Sementara itu para dewa pun tahu peristiwa itu. Dalam pewayangan Gatotkaca mempunyai tiga orang istri. Di kahyangan. Di sini Gatotkaca digembleng oleh Empu Batara Anggajali. penutup kepala gaib. begitu tali pusar itu putus.untuk keperluan itu. Bayi Tutuka diambil olah Batara Narada. Untuk menolongnya Batara Guru mengutus Batara Narada turun ke bumi membawa senjata pemotong tali pusar Gatotkaca. dan yang ketiga Dewi Suryawati. Kala Sakipu dan Kala Pracona memang hanya dikalahkan oleh bayi yang di-namakan Tutuka itu. bayi itu dibantingnya sekuat tenaga ke tanah. Usahanya ini tak berhasil. Namun. putri Batara Surya. yang bernama Kunta Wijayandanu. Untunglah ternyata sarung Kunta itu pun dapat digu-nakan memotong tali pusar Gatotkaca. Sedangkan bilah senjata Kunta tetap dilarikan Karna. atas izin Bima dan keluarga Pandawa lainnya. bayi itu sudah berubah ujud menjadi ksatria muda yang perkasa. musuhnya akan mati. Ia mengenakan Caping Basunanda. Setelah ditinggal pergi kedua raksasa itu. Bima dan Arimbi mengizinkan. setelah dewa itu menjelaskan bahwa me-nurut ramalan para dewa. yang menyebabkannya tidak akan kehujanan dan tidak pula kepanasan. . Setelah tali pusarnya putus. Dengan Dewi Sumpani ia mempunyai anak bernama Arya Jayasumpena. Gatotkaca dibawa Batara Narada ke Kahyangan untuk meng-hadapi Kala Sakipu dan Kala Pracona yang mengamuk. Kala Pracona dan Kala Sakipu dapat dibunuhnya. Gatotkaca ternyata sanggup menunaikan tugas itu dengan baik. Arjuna hanya dapat merebut sarung (warangka) senjata sakti itu. Gatotkaca mendapat seorang anak bernama Sasikirana. Tubuhnya tetap utuh. me-lainkan pada Karna yang wajah dan penampilannya mirip Arjuna. Para dewa lalu menyuruhnya berkelahi melawan bala tentara raksasa pimpinan Prabu Kala Pracona dan Patih Kala Sakipu lagi. Namun Batara Narada membuat kekeliruan. itu bukan diserahkan pada Arjuna. Senjata. Ia juga mengenakan terompah Padakacarma yang jika digunakan menendang. begitu muncul kembali dari Kawah Candradimuka. Kala Sakipu langsung memungut bayi itu dan mengunyahnya. dan dimasukkan ke Kawah Candradimuka. Mula-mula Bima dan Dewi Arimbi tidak merelakan anaknya yang baru lahir itu dibawa Narada. walaupun raksasa itu mengunyah kuat-kuat. Dari perkawinan dengan Pergiwa. tetapi ternyata Tutuka bukan bayi biasa. anak Arjuna. Istri pertamanya Dewi Pregiwa. Bayi Tutuka langsung ditaruh dihadapan kedua raksasa sakti itu. warangka Kunta langsung melesat masuk ke dalam pusar bayi itu. Namun.

. Namun pemberontakan ini gagal karena Brajadenta ditentang adik-adiknya. ia mendesak agar Karna menggunakan senjata pamungkas itu. Gatotkaca bergelar Prabu Anom Kacanagara. Pengangkatan Gatotkaca sebagai penguasa Pringgadani sebenarnya tidak disetujui pamannya. Arwah Brajadenta akhirnya menyusup ke telapak tangan kanan Gatotkaca. Menjelang ajalnya. Gurubaya. karena ia le-laki. Purbaya. Sebenarnya. sesudah Gatotkaca gugur. Gatotkaca banyak memberikan bantuannya. ketika Gatotkaca menghindari senjata Kunta Wijayanda-nu dengan cara terbang setinggi-tingginya. Untuk berhasilnya pemberontakan yang dilakukannya Brajadenta minta dukungan Batari Durga dan Kurawa. Gatotkaca pernah melakukan kesalahan fatal dalam hidupnya. Bra-jadenta. Adik Dewi Arimbi ini menganggap dirinya lebih pantas menduduki jabatan itu. sewaktu berhadapan dengan Gatotkaca. terutama Brajamusti. Guritna. Padahal Kalabendana adalah pengasuhnya sejak bayi. Sebagai raja muda Pringgadani. Trincingwesi. Krincingwesi. sedang arwah Brajamusti di tangan kirinya. dan amat menyayangi Gatotkaca. Abimanyu. gelar ini hampir tidak pernah disebut dalam pergelaran wayang. Dengan demikian kesaktian Gatotkaca makin bertambah. ia terbang amat tinggi. Karena itu ketika Karna melemparkan senjata Kunta. Namun ketika Prabu Anom Duryudana menyaksikan betapa Gatotkaca telah menimbulkan banyak korban dan kerusakan di pihak Kurawa. Adipati Karna enggan menggunakan senjata Kunta. Ia sampai hati membunuh Kalabendana. Namun. Sewaktu Abimanyu hendak menikah dengan Dewi Siti Sundari. ada lagi nama alias Gatotkaca. Brajadenta akhirnya mati bersama-sama dengan Brajamusti.Dalam Baratayuda Gatotkaca diangkat menjadi senapati dan gugur pada hari ke-15 oleh senjata Kunta yang dilemparkan Karna. dan anak kandung Prabu Trembaka — raja Pring-gadani terdahulu. Arimbiatmaja. Gatotkaca amat sayang pada sepupunya. sebenarnya Karna sudah tidak lagi memiliki senjata sakti yang benar-benar dapat diandalkan. Akibatnya. Ketika jatuh ke bumi. Gatotkaca berusaha agar jatuh tepat pada tubuh Adipati Karna. tetapi senapati Kurawa itu waspada dan cepat melompat menghindar sehingga yang hancur hanyalah kereta perangnya. sehingga akhirnya Gatotkaca gugur. hanya karena pamannya itu mengatakan pada Dewi Utari bahwa Abimanyu akan menikah lagi dengan Dewi Utari. Nama lain Gatotkaca yang lebih terkenal adalah Tutuka. Namun senjata sakti itu terus saja memburunya. dan Mladangtengah. yakni Kalananata. dan Bimaputra. Pada Wayang Golek Purwa Sunda. Kalabendana mengatakan bahwa ia tidak mau masuk ke sorga bilamana tidak bersama-sama dengan Gatotkaca. Kancingjaya. Senjata Kunta Wijayandanu itu melesat menembus perut Gatotkaca melalui pusarnya dan masuk ke dalam warangkanya. ketika mereka berperang tanding. Karena itu. Bimasiwi. Ia merencanakan hanya akan menggunakan senjata sakti itu bila nanti berhadapan dengan Arjuna. Saat berhadapan dengan Adipati Karna sebenarnya Gatotkaca sudah tahu akan bahaya yang mengancam jiwanya.

Baru saja latihan perang itu dimulai. putra Dursasana. Gatotkaca Rebutan Kikis 6. Gantotkaca Rante 10. putra Prabu Matswapati dari Wirata. Brajadenta . yang menuntut agar latihan perang itu segera dihentikan. Sesuai janjinya. untuk mengadakan latihan perang di Tegal Kurusetra. Gatotkaca saat itu juga tergugah untuk menambah ilmu dan kesaktiannya. Dari Resi Seta putra Bima itu mendapatkan Aji Narantaka.arwah Kalabendana mendorong senjata sakti itu sehingga dapat mencapai pusar putra kesayangan Bima itu. Maka terjadilah perang tanding antara Gatotkaca dengan Dursala. Gatotkaca Lair (Lahirnya Gatotkaca) 2. Keinginan Gatotkaca untuk bertemu kembali dengan Dursala akhirnya terlaksana. Kalabendana Lena 9. Gatotkaca langsung pulih seperti sedia kala. Gatotkaca Gugur Dewi Sumpani ternyata mampu menahan Aji Narantaka. Ia mengum-pulkan saudara-saudaranya. Subadra Larung 11. Gatotkaca lalu memperistri Dewi Sumpani. Tindakannya ini dilakukan tanpa izin dan pemberita-huan dari para Pandawa.Pregiwati 3. Gatotkaca pernah bertindak kurang bijaksana. dengan Aji Narantaka itu . Aji Narantaka 12. Pada perang tanding itu Gatotkaca terkena pukulan Aji Gineng yang dimilliki oleh Dursala. Gatotkaca menjawab. bahwa kesaktiannya belum bisa mengimbangi Dursala. Di tempat yang aman Antareja menyembuhkannya dengan Tirta Amerta yang dimilikinya. Dalam pertem-puran yang kedua kalinya ini. Wahyu Senapati 7. Beberapa tahun menjelang Baratayuda. para putra Pandawa. sehingga pingsan. Berbagai Lakon yang Melibatkan Gatotkaca 1. Ia segera diamankan oleh saudara-saudaranya. Gatotkaca Sungging 4. Gatotkaca dan saudara-saudaranya menolak tuntutan itu.Brajamusti 8. Ia lalu berguru pada Resi Seta. maka ia bersedia memperistri wanita cantik itu. para putra Pandawa. ia sadar. Selain malu. Namun. datanglah utusan dari Kerajaan Astina yang dipimpin oleh Dursala. yang menyatakan keinginannya untuk diperistri. Pregiwa . Dari perkawinan itu mereka kelak mendapat anak yang diberi nama Jayasumpena. Gatotkaca Sewu 5. Dalam perjalanan ia berjumpa dengan Dewi Sumpani. Setelah menguasai ilmu sakti itu Gatotkaca segera pergi mencari Dursala. jika mampu menerima hantaman Aji Na rantaka.

wanda-wanda Gatotkaca adalah wanda Tatit yang diciptakan oleh raja Kartasura. Mengenai soal wanda ini. sehingga menampilkan kesan gagah. Wanda Gelap mempunyai kesan bentuk badan yang lebih kekar dan tegap. dan Dukun. Lawan-lawan Gatotkaca yang cukup sakti. pinggangnya lebih ram-ping dan posisinya agak maju. Di Surakarta. Nama Gatotkaca yang diberikan pada anak Bima ini berarti ‘rambut gelung bundar’. Presiden RI. Paku Buwana II (1655 Saka atau 1733 Masehi). Gatotkaca selalu bahu membahu dengan Abimanyu. dan Dursala.Gatotkaca mengalahkan Dursala. Gelap. ada sedikit perbedaan antara seni kriya Wayang Kulit Purwa gagrak Surakarta dengan gagrak Yogyakarta. tidak diketahui dengan jelas. bahu belakang sedikit lebih tinggi dibandingkan dengan kedudukan bahu depan. maka dulu Gatotkaca dalam Wayang Kulit Purwa digambarkan berujud raksasa. Dalam seni kriya Wayang Kulit Purwa gagrak Surakarta. penampilan peraga wayang Gatotkaca dalam seni kriya Wayang Kulit Purwa diubah menjadi ksatria tampan dan gagah. Wanda Kilat diciptakan pada zaman pe-merintahan Paku Buwana I. mukanya tidak terlalu tunduk. Gatot artinya se-suatu yang berbentuk bundar. hanyalah Prabu Kala Pracona. Panglawung. bahu belakang lebih tinggi dibandingkan dengan bahu depan. Badannya kekar dan kokoh. Karena Dewi Arimbi sesungguhnya seorang raseksi (raksasa perempuan). menambah lagi dengan tiga wanda ciptaannya. bahu belakang lebih tinggi dibandingkan bahu depan. dan Abimanyu di darat. Bentuk badannya tegap. Nama itu diberikan karena waktu lahir. Guntur. Yang diambil sebagai pola adalah bentuk seni rupa wayang peraga Antareja tetapi diberi praba. sedangkan kata kaca artinya rambut. Gatotkaca wanda Gelap merupakan ciptaan keraton terakhir. yakni pada zaman pemerintahan Paku Buwana IV (1788 . lawan-lawan Gatotkaca biasanya hanyalah raksasa-raksasa biasa. anak Bima itu telah bergelung rambut bundar di atas kepalanya. Dalam pewayangan. Kapan dan oleh siapa wanda ini diciptakan. Dalam perang melawan raksasa. Namun sejak Susuhunan Paku Buwana II memerintah Kartasura. Kedudukan bahu depan dan bahu belakang rata. tetapi pecinta wayang pada umumnya tidak menganggapnya memiliki kesaktian yang hebat. dan Guntur Samodra. mukanya agak tunduk tetapi tidak setunduk pada wanda Tatit. yakni pada tahun 1627 Saka atau 1705 Masehi. Gatotkaca menyambar dari udara. Tatit. lengkap dengan taringnya. Sukarno. yang seringkali dibunuhnya dengan cara memuntir kepalanya.1820) di Surakarta. yakni Butaprepat. Meskipun Gatotkaca selalu dilukiskan gagah perkasa. yakni wanda Kilat. Boma Narakasura. Guntur Prahara. dengan muka agak . sedangkan mukanya lebih tunduk ke bawah dibandingkan dengan wanda Tatit. yakni Gatotkaca wanda Guntur Geni. Pelaksanaan pembuatan wayang Gatotkaca untuk ketiga wanda itu dilakukan oleh Ki Cerma Saweda dari Surakarta. Pada tahun 1960-an Ir. dengan wajah mirip Bima. tokoh Gatotkaca ditampilkan dalam enam wanda. Patih Kala Sakipu.

Bentuk bagian perut Gatotkaca wanda Dukun ini. Sementara itu. dan Sukarno. sedangkan wanda Dukun dipakai jika Ki Dalang menampilkan adegan Gatotkaca sedang bertapa. seolah mencerminkan sifat andap asor. memerintahkan para penatah dan penyungging keraton untuk menciptakan bentuk baru peraga Gatotkaca dengan meninggalkan bentuk raksasa sama sekali. wanda Prabu yang menampilkan kesan berwibawa. wanda Paseban dipakai kalau Gatotkaca sedang menghadap para Pandawa. Dengan pertimbangan bahwa wajah seorang anak tentu tidak jauh beda dengan orang tuanya. raja Mataram. yakni wanda Kutis yang biasanya dimainkan untuk adegan perang ampyak. Pinggangnya langsing seperti pada wanda Kilat. merupakan wanda Gatotkaca yang tertua dalam bentuknya yang kita kenal sekarang ini. Secara keseluruhan bentuk tubuh wanda Guntur seolah condong ke depan. Wanda Guntur. Pinggangnya tidak seramping pinggang Gatotkaca wanda Kilat. Sunan Amangkurat Seda Tegal Arum. Dulu. Bentuk badan Gatotkaca wanda Guntur menampilkan kesan kokoh. Baca Bima. yang diciptakan pada tahun 1578 Saka atau 1656 Masehi. lengkap dengan taringnya. Maka terciptalah bentuk baru Gatotkaca yang disebut wanda Guntur itu. wajah raksasa. Dewi. sebelum diciptakan peraga Gatotkaca wan-da Guntur. Wajahnya juga memandang ke bawah. tunduk. agak gendut dibandingkan ukuran perut Gatotkaca pada wanda lainnya. khusus ditampilkan pada kedudukan Gatotkaca sebagai raja di Pringgadani. Wayang Kulit Purwa menggambarkan ben-tuk Gatotkaca sebagai raksasa. Tubuh dan wajahnya dipantaskan sebagai anak Bima. dengan tubuh besar. Pergiwati. seni kriya Wayang Kulit Purwa gagrak Yogyakarta. .datar. kuat. membagi Gatotkaca atas empat wanda. dengan bahu depan lebih rendah daripada bagu belakang.

Dewi Gandari menikah dengan Prabu Drestarasta. yang oleh Dewi Gandari dicerai beraikan menjadi seratus potongan. baik budi. karena tiba saatnya titis Bathari Dermi harus bersatu kembali dengan titis Bathara Derma. Ia mempunyai tiga orang saudara kandung. Dursasana (Adipati Banjarjungut). Arya Surabasata dan Arya Gajaksa. Setelah Prabu Narakasura tewas dalam peperangan di negara Dwarawati melawan Bambang Sitija. dan atas kehendak Dewata menjelma menjadi bayi Manusia. Putra Prasbu Kresna dengan Dewi Pertiwi dan negara Surateleng dikuasai Bambang Sitija. putra Prabu Krtesna dengan permaisuri Dewi Jembawati. Durmuka. Widandini (raja negara Purantara) dan Dewi Dursilawati. Dewi Hagnyanawati diperistri oleh Bambang Sitija yang setelah menjadi raja negara Surateleng dan Prajatisa bergelar Prabu Bomanarakasuira. istri Bathara Derma. Dari perkawinan tersebut ia memperoleh 100 (seratus) orang anak. Surtayu. lembut. Durgempo. masingmasing bernama . Kartadenta. Keseratus putra Dewi Gandari tersebut dikenal dengan nama Sata Kurawa. Ia berwajah sangat cantik dan memiliki sifat perwatakan . raja negara Surateleng dengan permaisuri Dewi Yadnyagini. Ia mati terjun ke dalam Pancaka/api pembakaran jenazah bersama Dewi Kunti dan Prabu Drestarasta setelah berakhirnya perang Bharatayuda. Ia selalu mementingkan diri sendiri dan tidak segan-segan berkhianat serta pendendam. Citraboma. dengan bantuan Dewi . (raja negara Turilaya). raja negara Astina. Bogadatta. Arya Sakuni. raja negara Gandaradesa dengan permaisuri Dewi Gandini. yang menitis pada Raden Samba/Wisnubrata.Gendari DEWI GANDARI adalah putra Prabu Gandara. Citrayuda. Dendam dan kebenciannya terhadap Pandu. Diantara mereka yang terkenal dalam pedalangan adalah: Duryudana (raja negara Astina). Hangyanawati DEWI HANGYANAWATI atau Yadnyanawati adalah putri Prabu Narakasura. Arya Watubaji. penuh belas kasih dan teguh dalam pendirian. Wikataboma. Gardapura. Kartamarma (raja negara Banyutinalang). menjadi penyebab utama kebencian anak-anaknya. Durmagati. tetapi pada waktu lahirnya berwujud gumpalan darah kental. Carucitra. Gardapati (raja negara Bukasapta). sederhana. Dewi Hagnyanawati adalah titisan Bathari Dermi. suaminya. Kurawa terhadap Pandawa. Sesuai dengan ketentuan Dewata. Surtayuda. Dewi Gandari mempunyai sifat kejam dan bengis. putra Prabu Kresnadwipayana/Bagawan Abiyasa dengan permaisuri Dewi Ambika. Dari perkawinan ini ia memperoleh seorang putra yang diberi nama .

Endang Pregiwa. Sumitra. .Wilutama. raja negara Gowabarong yang berperang di pihak keluarga Kurawa/Astina. Prabukusuma. dengan Dewi Ulupi. di keputrian negera Surateleng. Wisanggeni. Ia mempunyai 13 orang saudara lain ibu. salah satu dari lima satria Pandawa. jatmika. Dewi Hagnyanawati mati bunuh diri terjun ke dalam pancaka (api pembakaran jenasah) bela mati atas kematian Raden Samba yang tewas dalam peristiwa perang gada sesama wangsa Yadawa Irawan BAMBANG IRAWAN adalah putra Arjuna. dari pertapaan Yasarata. Bratalaras. Dewi Hagnyanawati kemudian menjadi istri Raden Samba. sesuai dengan takdir dewata. Kumalasakti. Perbuatan Dewi Hagnyawati dan Raden Samba ini membangkitkan kemarahan Prabu Bomanarakasura. Irawan lahir di pertapaan Yasarata dan sejak kecil tinggal di pertapaan bersama ibu dan kakeknya. Ia berwatak tenang. menjelang pecah perang Bharatayuda. Menurut kisah pedalangan Irawan tewas dalam peperangan melawan Ditya Kalasrenggi putra Prabu Jatagempol dengan Dewi Jatagini dari negara Gowabarong. Wijanarka. mereka kemudian meninggalkan keputrian Surateleng pergi ke negara Dwarawati. putri Bagawan Kanwa (Bagawan Jayawilapa-pedalangan Jawa). yang segera menyerang negara Dwarawati untuk merebut kembali Dewi Hagnyanawati istrinya. Antakadena dan Bambang Sumbada. Wilungangga. Sedangkan menurut Mahabharata. tekun dan wingit. Irawan gugur dalam awal perang Bharatayuda melawan Ditya Kalaseringgi. Akhir riwayatnya diceritakan. Dewi Hagnyanawati dipertemukan dengan Raden Samba. Prabu Bomanarakasura tewas dalam peperangan melawan Prabu Kresna. Kumaladewa. Endang Pregiwati. Abimanyu. bernama. ayahnya sendiri. Setelah ada kesepakatan.

Dari perkawinan tersebut ia memperoleh delapan orang putra. begitu kelahiran Dewabrata. Ia ditetapkan akan bersuamikan Bathara Mahabhima yang karena kutukan Bathara Brahma akan menjelma menjadi putra Prabu Pratipa. Bayi Dewabrata ia serahkan pada asuhan Prabu Santanu. Sedangkan tujuh putranya yang lain begitu lahir ia buang kesungai Gangga. tetapi hanya seorang yang ia kehendaki hidup dan diberi nama Dewabrata. . Dewi Jahnawi menikah dengan Prabu Santanu. putra Prabu Pratipa dari negara Astina dengan permaisuri Dewi Sumanda. Dewi Jahnawi kembali ke kahyangan hidup sebagai hapsari/bidadari. Sesuai perjanjiannya dengan Prabu Santanu.Jahnawi DEWI JAHNAWI atau Dewi Gangga (Mahabharata) adalah seorang hapsari/bidadari yang turun ke Arcapada karena kutukan Bhatara Brahma. raja negara Astina.

Karena niat jahatnya itu bertentangan dengan kodrat hidup dan dapat merusak ketentraman jagad raya. Prabu Jarasanda berkeinginan menjadi raja besar yang menguasai jagad raya. dengan dukungan sahabat karibnya yang juga sekutunya. Ia sangat sakti. Ia masih keturunan Prabu Darmawisesa. Prabu Supala raja negara Kadi. Karenanya berbadan tinggi besar. penganiaya. keras hati. Prabu Jarasanda bermaksud menyelenggarakan persembahan darah seratus orang raja kepada Bathari Durga. Untuk memenuhi ambisinya. perkasa dan berwajah setengah raksasa. bengis. ingin menangnya sendiri. Tubuhnya hancur terkena hantaman gada Rujakpala. Prabu Jarasanda akhirnya tewas dalam pertempuran melawan Bima/Werkudara. gagah. . Prabu Jarasanda berwatak angkara murka. maka ia harus berhadapan dengan Bathara Wisnu. berani serta selalu menurutkan kata hatinya. raja raksasa dari negara Widarba.Jarasanda PRABU JARASANDA adalah raja negara Magada.

Jatagempol PRABU JATAGEMPOL adalah raja raksasa di negara Guwabarong. Untuk membalas dendam kematian Prabu Kalasasradewa. .Jatagempol PRABU JATAGEMPOL adalah raja raksasa di negara Guwabarong. berwatak angkara murka. raja raksasa di negara Guwamiring yang tewas dalam pertempuran melawan Prabu Pandu. berwatak angkara murka. istri Arya Prabu Rukma. Karena ia dan prajuritnya menyerang negara Mandura untuk merebut Dewi Arumbini. Ia ingin membinasakan keluarga Pandawa yang merupakan keturunan Prabu Pandu. Prabu Jatagempol menjadi sangat sakti. Karena ketekunannya bertapa. raja raksasa di negara Guwamiring yang tewas dalam pertempuran melawan Prabu Pandu. Prabu Jatagempol menjadi sangat sakti. Ia masih keturunan Prabu Kalasasradewa. Prabu Jatagempol tewas dalam pertempuran melawan Arjuna. ayahnya. dan mempunyai seorang anak bernama Kalasrenggi. Karena ia dan prajuritnya menyerang negara Mandura untuk merebut Dewi Arumbini. Karena ketekunannya bertapa. bengis dan selalu ingin menangnya sendiri. istri Arya Prabu Rukma. Tubuhnya hancur terkena panah Kyai Sarotama. Ia masih keturunan Prabu Kalasasradewa. bengis dan selalu ingin menangnya sendiri. Prabu Jatagenpol menikah dengan Dewi Jatagini. dan mempunyai seorang anak bernama Kalasrenggi. Prabu Jatagenpol menikah dengan Dewi Jatagini. Prabu Jatagempol menyerang negara Amarta.

Ia mahir mempergunakan panah dan sangat ahli bermain gada. .Untuk membalas dendam kematian Prabu Kalasasradewa. Jayadrata tewas oleh Arjuna di medan perang Bharatayuda sebagai senapati perang Kurawa. Di negara Astina Jayadrata bertemu dengan Keluarga Kurawa. Jayadrata ARYA JAYADRATA nama sesungguhnya adalah Arya Tirtanata atau Bambang Sagara. Karena ingin memperdalam pengetahuannya dalam bidang tata pemerintahan dan tata kenegaraan. Tubuhnya hancur terkena panah Kyai Sarotama. Jayadrata mempunyai sifat perwatakan. Dari perkawinan tersebut ia memperoleh dua orang putra bernama. Oleh Resi Sapwani ia diberi pusaka gada bernama Kyai Glinggang. Prabu Jatagempol tewas dalam pertempuran melawan Arjuna. ia menukar namanya dengan nama patihnya. Prabu Jatagempol menyerang negara Amarta. Prabu Sinduraja pergi ke negara Astina untuk berguru pada Prabu Pandu Dewanata. ayahnya. yang tercipta dari bungkus Bima/Werkudara. Jayadrata. Kepalanya terpangkas lepas dari badannya oleh panah sakti Pasopati. Arya Wirata dan Arya Surata. dikawinkan dengan Dewi Dursilawati dan diangkat sebagai Adipati Buanakeling. dan akhirnya diambil menantu Prabu Drestarasta. penuh kesungguhan dan setia. Ia ingin membinasakan keluarga Pandawa yang merupakan keturunan Prabu Pandu. berani. Untuk menjaga kehormatan dan harga diri. Ia putra angkat Resi Sapwani/Sempani dari padepokan Kalingga. dan bergelar Prabu Sinduraja. Arya Tirtanata kemudian dinobatkan sebagai raja negara Sindu.

Arya Jayasupena tidak ikut terjun kekancah perang Bharatayuda. karena ketika . Prabu Jayamurcita. dan Arya Suryakaca. sukmanya manunggal dalam tubuh Abimanyu. patih Jayasemedi pergi ke negara Madukara untuk melamar Dewi Sumbadra. Patih Jayasemedi tewas dalam peperangan melawan Gatotkaca. istri Arjuna. Bambang Sasikirana. mengutus adiknya. Jayasupena ARYA JAYASUPENA atau Jayasumpena adalah putra Gatotkaca. raja negara Pringgandani. Sebelum menemui ajalnya. Abimanyu menyerang negara Plangklawati. Raden Gatotkaca. putri Bathara Surya dengan permaisuri Dewi Ngruni.Jayamurcita PRABU JAYAMURCITA adalah raja negara Plangkawati. raja negara Pringgandani dengan Dewi Sumpani. Ia mempunyai adik kandung benrama Jayasemadi yang menjabat patih nagera Plangkawati. Merasa sangat sakti. putri Prabu Sarawisesa dari negara Selarengka. putra Dewi Pregiwa. Prabu Jayamurcita kemudian mati moksa. sedangkan Prabu Jayamurcita tewas oleh Abimanyu oleh tusukan keris Pulanggeni. Ia mempunyai dua orang saudara seayah lain ibu. Prabu Jayamurcita menyerahkan kekuasaan negara Plangkawati beserta gelar keprabuannya dan seluruh balatentaranya kepada Abimanyu. Perbuatannya yang lancang tersebut menimbulkan kemarahan Abimanyu. putra Dewi Suryawati. Mereka masih keturunan Prabu Kumbala. raja negara Madukara (lama). bernama. putra tunggal Dewi Sumbadra dengan Arjuna Dengan bantuan saudara sepupunya.

tangkas dan terampil. daripada tinggal di istana Dwarawati. Selama menjadi permaisuri Prabu Kresna. cerdik pandai. setia. yang berwajah sangat tampan. ia lebih sering tinggal di pertapaan Gadamadana mengasuh Gunadewa. Drestadyumna yang mengetahui perbuatannya. karena garis keturunan dari Resi Jembawan. Arya Jayasupena diangkat menjadi panglima perang negara Astina dalam masa pemerintahan Prabu Parikesit. Jayasupena tidak bisa terbang. Demikian pula dengan tabiat. sangat berbakti dan penuh belas kasih. Prabu Jungkungmardeya sangat sakti. tabah dan mempunyai rasa tanggung jawab yang besar. waspada. putri kedua Prabu Drupada dengan Dewi Gandawati dari negara Pancala. Sesuai janji Dewata kepada Dewi Trijata. Dari perkawinan tersebut. Tokoh Jungkungmardeya hanya dikenal dalam cerita pedalangan Jawa dan dimunculkan dalam lakon "Cocogan". ia memperoleh dua orang putra bernama . dengan beralih rupa menjadi Arya Drestadyumna (adik Dewi Srikandi) palsu. Perbedaannya. Ia berperawakan mirip dengan ayahnya. ia berhasil memasuki keputrian Pancala dan menculik Dewi Srikandi.perang berlangsung ia masih kecil. Dewi Jembawati dapat bersuamikan Prabu Kresna. Jungkungmadeya PRABU JUNGKUNGMADEYA adalah raja negara Awu-awulangit. tapi aklhirnya tewas terbunuh dalam peperangan. Dewi Jembawati berwatak jujur. kesetiaan. Setelah berakhiornya perang Bharatayuda dan negara Astina kembali ke dalam kekuasaan negara Pandawa. Samba. berwujud sebagai wanara / kera. dan Gunadewa. dengan Dewi Trijata. Untuk membebaskan Dewi Srikandi. Jembawati DEWI JEMBAWATI adalah Putri tunggal Resi Jembawan (berwujud kera/Wanara) dari pertapaan Gadamadana. Prabu Drupada kemudian meminta bantuan keluarga Pandawa. sabar. teguh. berusaha merebut Dewi Srikandi dari tangan Prabu Jungkungmardeya. selain memiliki aji sirep juga dapat beralih rupa. Gatotkaca. Ia meninggal dalam usia lanjut dan dimakamkan di pertapaan Gadamadana. Prabu Jungkungmardeya bercita-cita ingin memperistri Dewi Srikandi. Ketika lamarannya ditolak. ibunya. berani tak mengenal takut. Drestadyumna dapat dihidupkan . Karena mati sebelum takdir. yang merupakan raja titisan Sanghyang Wisnu yang terakhir. gesit. keberanian dan kegagahannya tak berbeda dengan Gatotkaca. putri Gunawan Wibisana dengan Dewi Triwati (seorang hapsari/bidadari) dari negara Alengka/Singgela. tangguh. raja negara Dwarawati.

raja negara Dwarawati. dari negara Wirata. Ia mempunyai tujuh orang saudara kandung. tepat menghujam masuk ke dalam pusar Gatotkaca yang mengakibatkan kematiannya. . Prabkesa. sangat jujur. Tamparan Gatotkaca ke kepala Kalabendana hanya bermaksud menghentikan teriakan Kalabendana yang membuka rahasia perkawinan Abimanyu (putra Arjuna dengan Dewi Sumbandra) dengan Siti Sundari (putri Prabu Kresna dengan Dewi Pratiwi) tatkala Abimanyu akan menikah dengan Dewi Utari. suka berterus terang dan tidak bisa menyimpan rahasia.kembali oleh Prabu Kresna. raja Awangga. Kalabendana mempunyai sifat dan perwatakan. Prabu Jungkungmardeya akhirnya tewas dalam peperangan melawan Arjuna dengan panah Pasopati. Brajalamatan dan Brajawikalpa. Arimba/Hidimba. Arjuna yang mengejar ke negara Awu-awulangit berhasil menemukan Dewi Srikandi. putri bungsu Prabu Matswapati dengan Dewi Ni Yutisnawati. Brajadenta. Dewi Arimbi. bernama. berkat kesaktian Bunga Wjayakusuma. Kalabendana ARYA KALABENDANA adalah putra bungsu Prabu Arimbaka raja raksasa negara Pringgandani dengan Dewi Hadimba. Kalabendana meninggal karena pukulan/tamparan Gatotkaca yang tidak sengaja membunuhnya. Dendam Kalabendana terhadap Gatotkaca terlampiaskan saat berlangsung perang Bharatayuda. Brajamusti. Arwahnya mengantar/menuntun senjata Kunta yang dilepas Adipati Karna. setia.

yang waktu itu telah diperjodohkan dengan Arya Ugrasena. ternyata tak mampu mengalahkan Prabu Kalaruci. seorang bidadari keturunan Sanghyang Pancaresi. kepala gundul dan berhidung besar bulat seperti terong. Bertubuh gemuk pendek. Karena pembawaannya yang agak tolol ini. Merasa sangat sakti. Kalakatung biasanya mati oleh Gareng atau Petruk. Prabu Kalaruci mempunyai saudara kandung bernama Kalayaksadewa yang menjadi raja di negara Gowamiring. Arya Ugrasena yang didatangan ke Suralaya. putra ke-empat Prabu Basukunti. namun memiliki gerakan yang cekatan. putra Bathara Kala dengan Dewi Pramuni dari kahyangan Setragandamayit. Kalakatung biasa ditampilkan sebagai anak buah Cakil atau Yayahgriwa. Daya berpkirnya lambat. Kalaruci PRABU KALARUCI adalah raja raksasa negara Karanggubarja. Pabu Kalaruci datang ke Suralaya untuk meminang Dewi Wersini. Dalam peperangan. Dalam cerita pedalangan. Ia masih keturnan Bathara Kalagotama. maka ia selalu menjadi bahan ejekan para panakawan. Kalakatung biasanya berpenampilan lucu karerna suaranya yang bindeng (memiliki suara hidung yang setengah tersendat). . dari negara Mandura.Kalakatung KALAKATUNG atau sering pula disebut dengan nama Butaterong adalah raksasa hutan.

Berwatak angkara murka. kakak Arya Ugrasena). Prabu Basudewa kemudian meminta bantuan Prabu Pandu. Prabu Kalayaksa menyerang negara Mandura. putra Bathara Kala dengan Dewi Pramuni dari Kahyangan Setragandamayit. Prabu . juga untuk membalas dendam atas kematian saudaranya. Selain ingin merebut Dewi Badrahini. kejam. mau menangnya sendiri. Ia mempunyai dua saudara kandung masing-masing bernama. Kalayasa PRABU KALAYAKSA adalah raja raksasa negara Garbasumanda. Mareka masih keturunan Bathara Kalagotama. Dengan mengerahkan seluruh kekuatan angkatan perannya. Pandu kemudian pergi ke Suralaya dengan mengerahkan pasukan Astina dibawah pimpian patih Gandamana dan Arya Sucitra. bengis. Arya Ugrasena. yang juga kakak ipar Ugrasena (Pandu menikah dengan Dewi Kunti. suami dari Dewi Kunti (adik Prabu Basudewa). Prabu Kalarodra raja nergara Girikadasar dan Prabu Kalasasradewa yang menjadi raja di negara Guwamiring. Prabu Kalarodra raja di negara Girikadasar. dan Prabu Kalayaksa yang menjadi di negara Garbasumanda. seperti Arya Prabu Rukma. Prabu Kalayaksa memiliki sfat dan perwatakan . Dalam peperangan tersebut. pemberani dan sangat sakti. Dalam peperangan tersebut semua putra-putra Mandura. Prabu Kalasasradewa akhirnya tewas dalam peperangan melawan Prabu Pandu. Prabu Kalayaksa nenjadi seteru negara Mandura. yang sudah dipertunangkan dengan Arya Prabu Rukma. serakah. istri Prabu Basudewa.Bathara Guru kemudian mengutus Bathara Narada turun ke Arcapada untuk meminta bantuan Prabu Pandu. sejak jaman pemerintahan Prabu Baskunti. Prabu Kalasasradewa sangat sakti. tinggi hati dan mau menangnya sendiri. putri Prabu Rumbaka. Peperangan pun tidak dapat dihindarkan antara Mandura melawan Gowamiring. Prabu Kalaruci dapat dibinasakan oleh Pandu. putra Bathara Kala dengan Dewi Pramuni/Bathari Durga dari Kahyangan Setragandamayit. Kalasasradewa PRABU KALASASRADEWA adalah raja raksasa negara Guwamiring. Ia mampunyai dua saudara kandung masing-masing bernama. Sebagai keturnan Dewi Pramuni/Bathari Durga. raja negara Astina. serakah. untuk dapat memperistri Dewi Rumbini. Ia pernah menyerang negara Kumbina. juga Prabu Basudewa tidak dapat mengalahkan Prabu Kalasasradewa. Dewi Wersini dan negara Karanggubarja kemudiasn disertahkan kepada Arya Ugrasena. raka negara Astina. putra ketiga Prabu Basukunti dengan Dewi Dayita dari negara Mandura. suka menurutkan kata hati. Mereka masih keturunan Bathara Kalagotama.

Ia lahir di negara Bombawirayang. Prabu Kalayaksa berhasil menguasai sebagian wilayah negara Mandura. ingin menangnya sendiri. Kematian Prabu Kalayaksa bertepatan dengan kelahiran Raden Arjuna/Peermadi putra Prabu Pandu dengan Dewi Kunti Kangsa KANGSA. Dengan dukungan Suratimantra. Sedangkan Suratimatra tewas melawan Bima/Werkudara. putra Prabu Basudewa dari permaisuri Dewi Mahendra/Maekah (Jawa). putra Prabu Pandu dengan Dewi Kunti .Kalasasradewa yang tewas dalam peperangan melawan Prabu Pandu di negara Mandura. adik Prabu Gorawangsa. raja negara Astina. bahkan nyaris menguasai kerajaan Mandura. sering pula disebut Kangsadewa sesungguhnya putra Gorawangsa. Ia mati terbunuh dalam peperangan melawan Kakrasana dan Narayana. Kangsa dibawa ke negara Mandura untuk menuntut haknya sebagai putra Prabu Basudewa. Pemberontakan Kangsa gagal. Setelah remaja. penghianat. keras hati. Karena sangat sakti. Ia tewas dalam pertempuran melawan Prabu Pandu. Kangsa berniat merebut tahta kekuasaan negara Mandura dari tangan Prabu Basudewa. Tapi akhirnya Prabu Kalayaksa mengalami nasib yang sama seperti Prabu Kalasasradewa. karena tidak satupun putra-putra Mandura yang berthasil menandingi kesaktiannya. dan sejak kecil hidup dalam asuhan ditya Suratrimantra. oleh Suratrimantra. raja raksasa negara Gowabarong yang beralih rupa menjadi Prabu Basudewa dan berhasil bermain asmara dengan Dewi Mahira/Maerah (Jawa). permaisuri Prabu Basudewa. berani dan selalu menurutkan kata hatinya. pamannya yang sakti. Prabu Basudewa akkhirnya bersedia mengakui Kangsa sebagi putranya dan diberi kedudukan Adipati di Kesatrian Sengkapura Kangsa berwatak angkara murka. raja Mandura.

***) Setelah Prabu Kuntiboja mengetahui perihal musibah yang menimpa putrinya. Basukarna adalah anak buangan.Karna KARNA. yang se-ngaja didatangkan Prabu Basukunti ke Keraton Mandura untuk mendidik Dewi Kunti. Padahal kedua ksatria itu sama-sama putra Dewi Kunti. Ilmu dipelajarinya dari gurunya. putri bungsu raja Mandura. Tetapi kedatangan Batara Surya yang tampan itu membuat Dewi Kunti mengandung. berjuang sendiri tanpa mengandalkan bantuan keluarga. Dalam dunia pewayangan Basukarna merupakan profil tokoh wayang yang otodidak. Ibunya adalah Dewi Kunti alias Dewi Prita. Dewi Kunti mencoba-coba mengguna-kan Aji Adityarhedaya. walaupun untuk itu ia harus mengorbankan jiwa dan bahkan juga nama baiknya. sedangkan Arjuna anak yang ketiga. sekaligus rela berkorban bagi menangnya kebenaran. Dewi Prita alias Kunti berhasil mendatangkan Batara Surya. Ternyata ilmu ajaran Resi Druwasa itu benar-benar ampuh. Tetapi pertapa itu juga menjelaskan. padahal ia masih gadis. bahwa kelak Dewi Kunti akan memerlukan ilmu itu. yang lebih terkenal dengan sebutan Adipati Karna adalah lawan utama Arjuna dalam Baratayuda. Prabu Basukunti. yakni ilmu un-tuk mendatangkan seorang dewa yang dikehendakinya. Guru Besar itu dipersalahkan telah mengajarkan ilmu tingkat tinggi pada gadis yang belum dewasa. Resi Druwasa mengaku bersalah dan bersedia menjamin keperawanan Dewi Kunti. Waktu masih berusia remaja. Basukarna adalah putra sulung. Resi Druwasa. ia amat marah dan segera memanggil Resi Druwasa. Ia juga menjadi perlambang bagi karakter manusia yang tahu membalas budi. . Dengan mem-baca mantra Aji Adityarhedaya.

Druwasa mengeluarkan jabang bayi yang dikandung melalui telinga Dewi Kunti. Prabu Basukunti segera memerintahkan agar bayi itu dibuang. Kebetulan mereka memang tidak punya anak. atau Suryatmaja. Minat dan semangat Basukarna untuk belajar amat tinggi. Dua nama yang terakhir ini digunakan oleh sebagian besar dalang untuk menyebut Karna sewaktu masih muda. karena anak Kunti itu memang benar hasil pertemuan ibunya dengan Batara Surya. Alasannya.yang artinya telinga. Itulah sebabnya. Sinar terang matahari yang masuk ke kamarnya membuatnya kagum. sering bangun siang. Yang memerintah Astina saat itu adalah Prabu Krisna Dwipayana. ia masih tergolek di tempat tidurnya. seorang sais kereta kerajaan di Keraton Astina. Pandu. Resi Krepa. Bayi itu lalu diaku anak dan dipelihara dengan penuh kasih sayang oleh Adirata dan istrinya yang bernama Nyai Nanda (Dalam Mahabarata Nyai Nanda disebut Radha. sebagai wali para Pandawa yang saat itu masih kecil-kecil. ilmu itu masuk dan diresapi oleh Kunti melalui telinganya. Namun permohonan itu ditolak. Nama lain baginya adalah Talingasmara. dan matahari sudah naik. Menjelang masa remaja. Dengan penolakan itu Basukarna tetap hanya bisa belajar dengan cara meng-intip dan mencuri dengar. di telinga bayi itu terdapat Anting Mustika yang memancarkan sinar kemilau. Tahun berganti tahun. Di sana ia selalu mengintip dan mencuri dengar dengan penuh perha-tian segala yang diajarkan oleh Resi Krepa dan Begawan Drona kepada murid-muridnya. yakni putra-putra Drestarastra. . menggantikan Prabu Krisna Dwipayana yang mengundurkan diri karena hendak menjadi pertapa. yaitu para Kurawa dan para Pandawa. Suatu hari ia memberanikan diri men-jumpai Begawan Drona dan minta agar guru besar itu mau menerima dirinya sebagai murid. Basukarna sering ikut ayah angkatnya ke Keraton Astina. sesudah masa kehamilannya cukup. Ketika Prabu Pandu me-ninggal dalam usia muda. Setelah lahir. Dengan ilmunya yang tinggi. Bayi yang malang itu kemudian ditemukan dan dirawat dengan baik oleh Adirata. Manakala hari telah terang. Tanpa sadar ia mengamalkan Aji Adityarhedaya sambil membayangkan ketampanan Batara Surya. Maka. guru besar lainnya juga bersikap sama dengan Begawan Drona.CATATAN KAKI =***) Dewi Prita mempunyai kebiasaan buruk. Itulah sebabnya. ia diberi nama Karna . dan takhta Astina diduduki oleh Prabu Pandu Dewanata. dan Yama Widura. Basukarna juga disebut Radhea atau Ara-dea). bayi Karna pun ditaruh dalam sebuah peti dan dihanyutkan di Sungai Gangga. Drestarastra menggantikannya untuk sementara waktu. Sebelum bayinya dibuang Dewi Prita alias Kunti sempat memperhatikan. Dengan demikian segala sesuatu yang diajarkan oleh kedua mahaguru itu diketahui dan dipahami dengan baik oleh Karna. Dalam pewayangan ia juga disebut Suryaputra. karena Drona terikat aturan istana: hanya boleh mengajar para pangeran.

Tantangan Karna itu memang mengejutkan semua orang. saat itu juga Duryudana mengangkat Basukarna sebagai adipati di Kadipaten Awangga. apakah jika ia tiba-tiba mengakui Karna sebagai anak akan membuat situasi menjadi baik. Selain wajahnya yang amat mirip dengan Arjuna. Lagi pula. Dewi Kunti merasa tidak menemukan alasan yang tepat. Lebih-lebih Arjuna. Tantangan Karna ini ditolak Arjuna. tidak ada lagi alasan bagi Arjuna untuk menolak tantangan itu. si Sulung dalam keluarga Kurawa segera memanfaatkan peristiwa itu. karena sebagai seorang putra raja Arjuna merasa dirinya tidak pantas melayani tantangan Karna yang hanya anak seorang sais kereta.Untuk mengetahui sampai di mana tingkat kemajuan ilmu dan keterampilan para Pandawa dan Kurawa. Duryudana. dan Anting Mustika itu pernah dilihatnya belasan tahun yang lalu. Dewi Kunti yang menyaksikan acara pertandingan itu. termasuk para Kurawa. Dengan pengaruh yang dimilikinya selaku putra Prabu Drestarastra. Ini dilakukan setelah permohonan Karna untuk diterima menjadi murid resmi Begawan Drona dan Resi Krepa. dengan nekad Karna lalu me-nantang Arjuna untuk adu tanding dalam ketrampilan keprajuritan dengan dirinya. Basukarna yang sejak semula menyaksikan acara itu. Dan ternyata keduanya sama kuat dan sama mahirnya. saat itu sudah yakin benar bahwa Karna sesungguhnya adalah anak sulungnya. karena baik raut wajah maupun bentuk tubuh Karna seolah bayangan Arjuna. Resi Krepa dan Begawan Drona akhirnya memberikan penilaian tidak ada yang kalah dan tak ada yang menang. Selain berguru secara tidak langsung pada Begawan Drona dan Resi Krepa yakni hanya dengan mendengar dan melihat dari kejauhan. Keduanya seimbang sama kuat. merasa panas hati melihat kesombongan dan keangkuhan Arjuna. ***) Dengan kedudukan Karna sebagai seorang adipati. Namun untuk segera mengakuinya sebagai anak. ditolak. Karna menjadi Adipati di Awangga . Pada setiap pertandingan ksatria remaja yang tampan ini selalu mendapat angka tertinggi. CATATAN KAKI = ***) Menurut pewayangan. Adu tanding pun dimulai. gerak-gerik Karna boleh dibilang sama dengan Ksatria Panengah Pandawa itu. Yakin. yang belasan tahun sebelumnya dihanyutkan di sungai. Dewi Kunti tercekam oleh perasaan antara yakin dan ragu. Keunggulan ini membuat Arjuna lalu bersikap sombong. dari telinga Karna memancar sinar kemilau Anting Mustika yang telah menempel sejak dilahirkan. secara berkala Begawan Drona dan Resi Krepa mengadakan uji keterampilan bagi mereka. Walaupun ayah angkatnya telah berusaha mencegah. Namun Kunti juga ragu. Karna sempat pula berguru pada seorang brahmana sakti bernama Rama Parasu alias Rama Bargawa. ataukah sebaliknya. Pada acara ujian seperti itu ternyata Pandawa selalu unggul.

Penyamaran itu terpaksa dilakukan karena Rama Bargawa amat membenci golongan ksatria. Saat itu seekor ketonggeng. terutama pada saat menghadapi Baratayuda kelak. ***) Sesudah mewariskan berbagai ilmunya. Pernikahan ini sebenarnya tidak disetujui oleh Prabu Salya. justru pada saat raja muda Astina itu sedang menyiapkan lamarannya pada Prabu Salya. sehingga mereka terpaksa dinikahkan. Rama Bargawa justru terbangun ketika peluh Karna menetes ke wajahnya. Penyamaran Basukarna ini terbongkar manakala Rama Bargawa tidur berbantal paha muridnya. sadarlah Sang Guru bahwa muridnya itu tentu berasal dari golongan ksatria. Namun untuk menjaga jangan sampai gurunya terbangun. Karena merasa ditipu. kelak ternyata. Apalagi kemudian Prabu Salya menjanjikan akan menikahkan Duryudana dengan Dewi Banowati. Prabu Anom Duryudana sendiri sebenarnya amat sakit hati pada tindakan Karna melarikan Dewi Surtikanti. kutukan itu akan terbukti. Saat itu Duryudana sudah berkedudukan sebagai Prabu Anom. Karna memperoleh negeri itu setelah me-ngalahkan Prabu Karnamandra. putri Prabu Salya. adik Surtikanti. Basukarna menikah dengan Dewi Surtikanti. Hanya seorang ksatria yang tangguh sanggup menahan rasa sakit yang demikian hebat. atau raja muda. masalah Dewi Surtikanti itu tidak diperpanjang lagi. barulah Rama Bargawa sadar bahwa Karna sebenarnya bukan dari golongan brahmana. tetapi karena hasil usahanya sendiri. Sewaktu tahu apa yang terjadi. Namun karena keluarga Kurawa sangat memerlukan tenaga CATATAN KAKI = ***) Sebagian dalang menyebut ilmu itu Aji Kunta Bramasta. Karna harus menyamar sebagai brahmana. Karna akan lupa bunyi mantera ilmu Bramastra.yang menentukan hidup atau mati. walaupun telah menjadi menantunya.bukan karena hadiah atau diangkat oleh Duryudana. . Oleh sebab itu Karna diam-diam lalu sering masuk ke Istana Mandraka dan secara sembunyi-sembunyi memadu kasih dengan sang Dewi. Basukarna. yang telah merencanakan akan menikahkan Surtikanti dengan Duryudana. sehingga keringatnya bercucuran. Untuk dapat berguru pada brahmana yang kesaktiannya tidak tertandingi siapa pun di dunia ini. Sejak itu timbullah kebencian Prabu Salya terhadap Karna. Dan. dengan sekuat tenaga Karna menahan rasa sakit yang alang kepalang itu. sejenis kalajengking berbisa. dengan marah Rama Bar-gawa mengucapkan kutukannya: Kelak dalam Baratayuda. yaitu raja penguasa di Awangga. yakni ilmu ketrampilan memanah. raja Mandraka. pada saat yang genting . menyengat paha Basukarna. melainkan seorang ksatria. bahkan kemudian melarikan Dewi Surtikanti. Dari gurunya yang ini Basukarna antara lain mendapat ilmu Bramastra.

Jangan sampai kedua pusaka itu lepas dari tanganmu. dan mengaku sebagai Arjuna. dan Prabu Ba-ladewa yang sebelumnya telah menikahi Dewi Erawati. penampilan dan wajah Basukarna amat mirip dengan Arjuna. sedangkan dengan Kotang Kerei Kaswargan engkau akan kebal terhadap senjata apa pun. kisah mengenai senjata Kun-ta ini diceritakan dalam lakon Lahirnya Gatotkaca. CATATAN KAKI = ***)Dalang ternama. Yang meya-kinkan adalah penjelasan yang diberikan oleh ayahnya sendiri. Senjata pusaka pemberian dewa itu seharusnya diberikan kepada Arjuna untuk memotong tali pusar Gatotkaca yang baru lahir. teguh dalam pendirian. dan membenci orang yang terlalu mengagungagungkan kebangsawanannya. tahu membalas budi. dari aku sejak lahir engkau telah kuwarisi Anting Mustika dan Kotang Kerei Kaswargan. Adipati Karna merasa berhutang budi pada Duryudana dan adik-adiknya. Dalam pewayangan. siapa pun yang memintanya. Batara Narada yang secara kebetulan berjumpa dengan Basukarna. tetapi gagal. Dalam perja-lanannya mencari Arjuna. Ki Nartasabda. sebab Batara Endra. Waktu itu Batara Surya datang menjumpainya dan menceritakan siapa sebe-narnya Basukarna sesungguhnya.Karena perkawinannya dengan Dewi Surtikanti itu. Jadi." . mengira bertemu Arjuna dan memberikan senjata Kunta Wijayandanu pada Karna. Selain seimbang kesaktiannya. Anting Mustika berkhasiat akan mengingatkan engkau bilamana ada bahaya mengan-cam. Yang berhasil direbut hanyalah wa-rangkanya (sarung) saja. Basukarna yakin benar bahwa ia sesungguhnya adalah putra sulung Dewi Kunti. Bima. putri sulung Prabu Salya. perjumpaan Karna dengan Narada bukan suatu kebetulan. Batara Surya juga memperingatkan agar Karna waspada. Meskipun sebelumnya telah tahu. tetapi baru tiga hari sebelum pecah Baratayuda. Karena selalu diperlakukan dengan baik dan dihargai oleh Kurawa. Adipati Awangga itu memiliki sifat pantang berkhianat. ayah Arjuna akan datang menemuinya dan membujuknya dengan berbagai cara guna mele-mahkan Karna. Berarti ia adalah saudara tua yang seibu dengan Yudistira. "Ingatlah Karna. percaya diri. dalam lakon Banjaran Karna menceritakan bahwa Batara Surya yang tahu rencana perjalanan Batara Narada memberitahu Karna agar mencegat dewa itu. ***) Arjuna kemudian berusaha merebut kembali senjata pusaka itu. Itulah sebabnya Batara Narada pernah keliru menganggap Arjuna tatkala akan memberikan senjata Kunta Wijayandanu. Karna mempunyai dua orang raja besar sebagai ipar. salah lihat. yaitu Batara Surya. Itu pula yang me-nyebabkan ada sebagian pecinta wayang menggolongkan Basukarna sebagai tokoh yang berpihak pada kejahatan dan mabuk akan derajat serta kedudukan. dan Arjuna. yakni Prabu Anom Duryudana.

saat itu brahmana tua yang sebenarnya penjelmaan Batara Endra meminta Anting Mustika dan Kotang Kerei Kaswargan. Kurawa telah memberikan kemuliaan duniawi dan derajat kepangkatan kepadanya. Karenanya." Demikianlah.. Seperti yang diduga oleh Batara Surya. Sehari menjelang Baratayuda. Tanpa menanyakan. walaupun yang diminta itu langsung menyangkut keamanan jiwa hamba . raja Dwarawati itu berusaha membujuk Karna agar bersedia menyeberang ke pihak Pandawa. Karna menolak bujukan itu dengan alasan. itu tergantung pada siapa yang memintanya. dua hari menjelang Baratayuda berlangsung Batara Endra datang menjumpainya dalam ujud seorang brahmana tua. Namun.. Namun hamba tidak memiliki kemampuan melepaskan kedua pusaka pemberian Ayahanda Batara Surya ini dari tubuh hamba. Pada pertemuan empat mata. tibalah saatnya bagi Karna untuk membalas budi baik para Kurawa... dengan hati teguh dan ikhlas Karna menjawab: "Bilamana Bapa Brahmana memang menginginkan. ." Brahmana tua itu menjawab: "Jangan khawatir. dengan mudah ia melepaskan kedua pusaka andalan Basukarna. Hanya seorang dewa saja yang akan sanggup melepaskannya . bahwa sebagai ksatria sudah selayaknya ia harus tahu membalas budi. Hamba sendiri yang akan melepaskannya. Rasa simpati itu menyebabkan Batara Endra . dengan senang hati hamba akan menerimanya.yang masih dalam ujud brahmana. pada saat itu sebenarnya hati kecil Endra terharu dan heran menyaksikan ketulusan hati Karna. berkata: "Karna. Kresna secara khusus datang menemui Karna. apa alasan brahmana itu memintanya." Karena brahmana itu memang penjelmaan dewa. Sudah sepantasnya jika ksatria agung seperti Tuanku memiliki senjata pamungkas yang ampuh. engkau sungguh seorang ksatria sejati yang berbudi luhur.Ketika itu Basukarna menjawab: "Ayahanda. tetapi mendapat pusaka pengganti sebuah senjata pamungkas. ksatria mulia." Basukarna: "Hamba telah menyerahkan dengan ikhlas kedua barang yang Bapa Brahmana minta. sebagai ganti barang yang hamba ambil. .. Kini." Apa yang diperingatkan oleh Batara Surya memang terjadi. beberapa saat setelah Prabu Kresna sebagai duta yang gagal kemu-dian dikroyok para Kurawa sehingga terpaksa me-lakukan triwikrama. hari itu Karna kehilangan dua pusaka yang merupakan perisai dirinya. terimalah pemberian hamba berupa anak panah Wijayacapa. terjadi peristiwa sebagai berikut: Sebelum pulang ke Kerajaan Wirata untuk me-laporkan hasil perundingannya pada pihak Pandawa. Saat itulah terjadi perdebatan dan adu pendapat di antara mereka. Jika seorang brahmana datang meminta.. ambillah. sebagai seorang ksatria tentu pantang bagi hamba untuk menolaknya. Bilamana Bapa Brahmana juga memberikan senjata pamungkas itu dengan ikhlas. Esok harinya.

Perang itu me-rupakan pertarungan antara pihak yang benar dengan pihak yang salah." Kresna: "Tetapi. Jika Adinda harus berperang melawan adik-adik para Pandawa. Kakek Abiyasa. Kakanda Kresna. Jadi. Dengan adanya Adinda di pihak Kurawa. Saya berketetapan hati untuk memihak Kurawa. karena membela kebenaran bagi seorang ksatria lebih mutlak harus dilaksanakan. Dinda Karna. Yang penting. sebagai seorang titisan Wisnu mestinya kakanda maklum. Mereka hanya mengikuti hasutan jahat dari Paman Sengkuni dan Ibunda Dewi Gendari. Namun. Itulah sebabnya. jika Adinda berpihak pada para Kurawa dan berperang melawan adik-adikku para Pandawa. dalam hal ini soal balas budi bukanlah hal yang mutlak harus dilakukan. pendirian mereka. Adinda tahu benar akan keserakahan mereka. bukan berarti Adinda berperang melawan kebaikan dan kebenaran. melainkan juga hanya karena menjalani darma ksatria. Bilamana Adinda Karna dapat mencegahnya. tentu akan menyulitkan para Pandawa untuk memenangkan Baratayuda. . bagaimana pun. mengapa itu tidak Adinda lakukan? Apa alasannya?" Karna: "Kakanda Kresna yang bijaksana.. Begawan Drona. . sifat iri. sebagai ksatria Adinda harus menjalankan kewajiban sebagai prajurit menghadapi lawannya.. sehingga Baratayuda dapat dicegah. Barata-yuda harus segera terjadi. tentu Kurawa tidak akan meneruskan niatnya me-nempuh jalan perang.Kresna: "Dinda Karna. Antara kebaikan dan keadilan me-lawan keserakahan kebatilan. sejak masih remaja." Kresna: "Saya memahami hal itu. Rasanya." Karna: "Kakanda Kresna. Soal kalah atau menang bagi Adinda bukan lagi merupakan hal yang penting." Kresna: "Mengapa? Peperangan akan selalu membawa penderitaan bagi banyak orang." Karna: "Kakanda Kresna. itu semua agar Baratayuda dapat segera . Resi Krepa. jika Adinda Karna mau menyeberang ke pihak Pandawa. Adinda mengenal benar tabiat dan watak mereka. satu persatu secara pribadi sejak mereka masih kecil. Itu adalah kewajiban Adinda. bukan perang kecil. adik-adikku para Pandawa bukan ksatria yang takut dan enggan menghadapi kesulitan. Bahkan Maharesi Bisma." Karna: "Justru Adinda yang sebenarnya sangat menginginkan Baratayuda segera terjadi.. membalas kebaikan dengan kebaikan pula. bukan berarti Adinda berpihak pada keangkaramurkaan. Adinda berperang di pihak mereka semata-mata hanya menjalani darma ksatria. Tidak satu pun saran dan nasihat baik dari para pini sepuh Astina yang mereka dengar. mereka memang dilahirkan sebagai manusia-manusia pembawa sifat buruk yang tidak lagi dapat diperbaiki. kecuali dengan meniadakan keberadaan mereka di dunia ini. Adinda berpendapat tidak ada cara lain untuk memberantas keangkaramurkaan dan kebatilan yang telah belasan tahun terjadi di Astina. Adinda tahu benar. Baratayuda yang akan dimulai esok hari. Adinda telah mengenal para Kurawa.. yang tinggi wibawanya pun tidak sanggup memperbaiki sifat-sifat buruk mereka. saya sengaja membakar-bakar semangat Adinda Duryudana. culas. saya bujuk mereka agar jangan takut berperang. dan dengki mereka.

" Prabu Kresna tidak bisa berkata-kata lagi. secara kebetulan Karna bertemu dengan Dewi Kunti yang juga baru saja selesai mensucikan tubuhnya. maka Adinda ikhlas sebab pe-ngorbanan Adinda adalah untuk kemenangan adik-adik para Pandawa dan itu berarti pengorbanan Adinda adalah untuk tegaknya kebenaran dan keadilan. . "Semoga Yang Maha Mengetahui selalu memberikan berkah kepadamu. dan selalu harus ada yang dikor-bankan. Namun dengan adanya Dinda Basukarna di pihak Kurawa. Karena nama baik itu pun telah Dinda ikhlaskan sebagai pengorbanan demi tegaknya kebenaran dan keadilan . anak pungut Sais Adirata itu ingin lebih dahulu mensucikan tubuhnya. cobalah Adinda renungkan sekali lagi. Adinda Basukarna tewas karena membela pihak angkara. kali ini Dewi Kunti juga berusaha membujuk Adipati Karna agar mau menyeberang ke pihak Pandawa. Arjuna pun sebagai ksatria harus ikhlas karena pengorbanannya tentu tidak sia-sia. Namun. Dengan penuh haru dipeluknya putra sulung Kunti itu erat-erat. jelas berbeda. sebagaimana perjumpaanya dengan Prabu Kresna.. Untuk mencapai masyarakat dunia yang tenteram dan damai. sebelum menghadap pada Sang Pencipta. kita semua belum tahu. Baratayuda tentu akan berlangsung lebih lama dan korban di kedua pihak akan lebih banyak. maka ia akan dianggap sebagai pahlawan pembela keberaran. Setelah pertemuannya dengan Prabu Kresna. selalu harus ada yang menjadi korban. Coba renungkan hal itu. Biarlah nama baik Adinda hancur karena sikap Adinda dalam menjalankan darma. bahwa menurut takdir pada Baratayuda nanti Adinda harus berhadapan dengan Arjuna." Karna: "Itu pun Adinda pahami.. Pengorbanan Adinda Karna dengan pengorbanan Adinda Arjuna. Biarlah sejarah mencatat Adinda sebagai pembela nafsu angkara pihak Kurawa. Sekali lagi. sejarah akan mencatat Adinda Karna gugur karena berperang di pihak yang salah. Dinda Basukarna ." Kresna: "Adinda Karna. bagaimana pun.. seandainya Adinda yang menang." Kresna: "Adinda Karna." kata titisan Wisnu itu. bukankah sebagai ksatria kita tidak boleh memperhitungkan untung rugi dalam menjalankan darmanya? Adinda berperang di pihak Kurawa karena menjalankan darma Adinda sebagai ksatria. Itu sudah merupakan hukum alam yang berlaku pada zaman apa pun. ia akan gugur dalam perang besar antarke-luarga Barata itu. Namun. Kakanda benar-benar menaruh hormat akan pendirian Adinda yang teguh itu. Jika Adinda Basukarna gugur dalam Baratayuda nanti. lewat tengah hari. Adipati Karna pergi ke Sungai Gangga hendak mensucikan dirinya. Baratayuda adalah peristiwa yang menjadi sarana untuk memusnahkan segala yang jahat dan yang angkara. Demikian pula. Entah siapa yang akan kalah. Hati kecilnya merasa. dan siapa yang akan unggul. Tidakkah hal ini Dinda pertimbangkan?" Karna: "Adinda memahami hal itu. Hamba tidak peduli lagi tentang bagaimana sejarah akan mencatat nama Adinda. Sedangkan jika Dinda Arjuna yang gugur. Karenanya. bu-kankah jer basuki mawa beya? Kakanda Prabu Kresna tentu sudah faham benar.terjadi sebagaimana seharusnya. Adinda tahu. Seandainya Adinda yang gugur. Di tepi sungai yang dianggap suci itu.

Dapatkah engkau membayangkan. Tentu saja hamba ingin membahagiakan Ibunda Dewi. Hamba akan menjadi pengkhianat bagi Kurawa yang selama ini telah memberikan derajat dan kemuliaan pada hamba. Namun. engkau adalah prajurit sejati. . Bergabunglah engkau bersama kelima adikmu. engkau pun mempunyai kewajiban menjalankan darmamu sebagai seorang putra terhadap ibumu. cobalah engkau renungkan barang sejenak.. Semua orang yang melangkah pada jalan darmanya harus ikut berkorban demi ketentraman dunia. Hamba akan menjadi manusia yang tidak tahu membalas budi. Selain harus menjalani darmamu sebagai seorang ksatria.. Tidak bisa tidak. Namun hamba mohon. sangat berharap engkau tidak berdiri di pihak yang berlawanan dengan adik-adikmu... manakala ia tahu dua orang putranya saling ber-hadapan di medan perang dengan tekad akan saling membunuh? Dapatkah kau bayangkan itu. Aku. Ada yang ditakdirkan harus mengorbankan jiwanya. Namun. anakku?" Kunti tidak lagi dapat menahan air matanya. Engkau tentu juga tahu. berarti engkau membahagiakan wanita yang pernah melahirkanmu. Hanya karena keadaan. bilamana hamba dapat menjalankan darma hamba sebagai seorang ksatria. Hanya karena keadaan yang membuatmu terpaksa bergabung dengan pihak Kurawa. adik-adik hamba. Tidak adakah keinginanmu untuk membahagiakan wanita yang telah melahirkanmu?" Karna: "Ibunda Dewi Kunti. Arjuna.." Dengan penuh hormat Karna menjawab: "Ibunda Dewi Kunti yang amat hamba hormati." Kunti: "Karna. Basukarna berkata dengan lembut: "Ibunda Dewi Kunti yang hamba hormati. bukan alasan bagi hamba untuk mengecewakan harapan para Kurawa yang mengandalkan kekuatan hamba ." Kunti: "Tetapi . salah satu dari kalian berdua akan menjadi korban kekejaman perang besar itu. yang membalas kebaikan orang dengan pengkhianatan. Baratayuda yang akan dimulai esok hari. anggaplah kepedihan itu sebagai pengorbanan Ibunda untuk ketentraman dan kedamaian masyarakat banyak. Engkau seorang ksatria utama. bukankah kita tidak dapat hanya menyalahkan keadaan? Bilamana Ibunda Dewi Kunti mengharapkan agar hamba menyeberang ke pihak Pandawa dan meninggalkan Kurawa. Basukarna pun terharu mendengar kata-kata yang diucapkan oleh wanita yang dulu melahirkannya itu. Namun. Para dewa dapat menjadi saksi.. ibumu ini. Karna Anakku... sebenar-benarnyalah bahwa engkau itu anak sulungku. Hamba yang hina ini memahami benar kepedihan hati Ibunda Dewi. Hamba juga mengerti bahwa karena keadaan pula hamba sekarang berdiri di pihak Kurawa yang merupakan lawan para Pandawa. Jika harapanku ini engkau kabulkan. Anakku. junjungan hamba. . ada yang .. maka itu berarti hamba menyalahi darma hamba sebagai seorang ksatria. Hamba mengerti. dengan menguatkan hati. bahwa Baratayuda adalah salah satu sarana dan jalan untuk membebaskan dunia dari keangkaramurkaan yang selama ini dilakukan oleh para Kurawa. Namun. Ibunda tentu juga tahu. keadaan telah membuat hamba terpaksa berpisah dengan adik-adik hamba. Ibunda mengerti. perang besar akan terjadi esok hari."Basukarna anakku. Hamba ingin agar Ibunda Kunti dapat merasakan kebahagiaan serta bangga. dalam Baratayuda nanti besar kemungkinan engkau akan berhadapan dengan adikmu. betapa remuknya hati seorang ibu.. engkau terpaksa berpisah dengan adik-adikmu para Pandawa.

Pertimbangan yang lain adalah. mungkin Baratayuda akan gagal. jika ini terjadi berarti kesewenangan di dunia akan tetap berjalan terus. Basukarna sebagai panglima perang di pihak Kurawa. dan . Aku tidak berkesempatan merawat. aku telah kehilangan engkau." Pertimbangan Karna dalam mengambil keputusan itu adalah. Dalam Baratayuda..harus mengorbankan suaminya. Jika hamba gugur. tetapi ksatria Pandawa itu pun berhasil membunuhnya.. Penggunaan senjata pamungkas ini se-benarnya sama sekali di luar rencananya. buah hatiku . tidak akan ada manfaatnya ia membujuk Karna lebih lanjut. maafkanlah Ibumu ini. sambil berkata terisak di sela tangisnya: "Restuku untukmu. menciumi ubunubunnya. ketika tahu bahwa Adipati Karna gugur.. anakku. Ibunda Dewi dapat membanggakannya. ia akan tetap dikenal sebagai anak sais kereta Adirata. ia merencanakan penggunaan senjata sakti yang hanya dapat sekali digunakan itu untuk menghadapi Arjuna. karena sebagai ksatria ia harus tahu membalas budi kepada Kurawa yang sudah memberinya kedudukan. derajat dan pangkat. maka ia akan gugur sebagai pahlawan.. Doaku untukmu. anakku. sebagai ksatria. sejak engkau masih berujud bayi merah. Di tengah pertempuran Duryudana mencari Basukarna dan memintanya untuk menghadapi Gatotkaca. bilamana hamba yang tewas dalam perang tanding itu. batal. Biarlah aku memelukmu barang sejenak. Ibunda Dewi pun boleh merasa bangga karena hamba tewas dalam menjalankan darma hamba sebagai seorang prajurit. Bilamana ternyata dalam Baratayuda nanti Adinda Arjuna yang terpaksa menjadi korban.. anakku . Puluhan tahun. Untuk itu. walaupun tentu dalam kesedihan se-orang ibu yang kehilangan putra. Demikian pula. kumohon kepadamu. Karna. Kesedihanku sebagai seorang ibu. Semula Adipati Karna menolak karena ia sedang mencari- . Tanpa bantuan Suyudana dan keluarga Kurawa lainnya. penguasa Astina itu mulai khawatir. Tetapi. Walaupun tawaran bantuannya ditolak. Namun sewaktu Gatotkaca memporakpo-randakan barisan prajurit Kurawa dan membunuh beberapa adik Duryudana. Kunti lalu berkata: "Anakku. kemuliaan.. Ardawalika atas inisiatifnya sendiri langsung menyerang Arjuna.. Hati kecil Basukarna memang menaruh dendam pada Arjuna sejak ksatria Pandawa itu menghinanya di hadapan umum dengan menolak mengadu ketrampilan dengannya." Dengan air mata bercucuran Dewi Kunti memeluk anak sulungnya. . Sejak ia menerima Kunta dari tangan Batara Narada.. Dan. jika ia tidak ikut beperang. memelihara dan mengasihimu.. tentunya tidak terkecuali Ibunda Dewi. Aku tidak lagi dapat merangkai kata-kata. Karena itu. Sekarang ibu para Pandawa itu tahu benar keteguhan hati anak sulungnya itu. pada hari ke-15 berhasil membunuh Gatotkaca dengan senjata Kunta Wijayandanu.. Sikap Basukarna yang siap untuk mati dalam pe-rang juga dibuktikan ketika ia menolak tawaran bantuan Naga Ardawalika yang diam-diam akan ikut menyerang Arjuna. karena bisa jadi Duryudana akan memilih jalan damai. maka hamba bukan mati sebagai pengkhianat" Kunti merasa. tidak terlaksana. mengorbankan orang yang disayanginya. izinkan aku memelukmu. membuat tenggorokanku serasa tersumbuat.

Di medan perang Karna menggunakan kereta perang bernama Jaladra. kereta perangnya juga harus dikendalikan seorang raja. bila ini terjadi tentu akan membuat ibunya lebih berduka. Alasannya. sedangkan kereta perang Arjuna bernama Jatisura. Panah sakti itu hanya menyambar mahkota gelung rambut Arjuna. dan mengatakannya sebagai menantu yang tidak tahu diri. Ia minta agar Basukarna melupakan dulu dendam pribadinya. Panah Wijayacapa meluncur deras. sebagaimana dikehendakinya. maka Arjunalah yang harus tewas dalam perang tanding itu. Pada suatu kesempatan Basukarna melepaskan panah pusakanya Wijayacapa. gugur dalam keyakinan untuk menjalankan darmanya sebagai ksatria utama. Peristiwa itu menambah kebencian raja Mandraka itu pada menantunya itu. Hanya karena bujukan Duryudana. melesat ke arah dada Arjuna. bahwa perang ini bukan perang pribadi. dibidikkan tepat ke leher Arjuna. tetapi bidikannya tidak tepat lagi. Putra Bima itu memang berhasil dikalahkannya. Karena jika bukan dia yang gugur. sehingga kereta perang yang dikendarainya tergoncang. Agar seimbang dan tampak sederajat. ia minta agar mertuanya Prabu Salya bersedia menjadi saisnya. Duryudana lalu meng-ingatkan.cari Arjuna. Basukarna sudah tidak lagi memiliki senjata andalan. dan menurut anggapannya. keris Kyai Jalak Kaladite yang disandangnya lepas dari warangkanya (sarung keris) dan melayang. akhirnya Salya mau menuruti permintaan Basukarna. mengasuh. Kedua kereta perang yang berisi dua ksatria utama itu seolah menjadi primadona pertempuran. kemudian membujuk Prabu Salya. Dan. Waktu berperang tanding melawan Arjuna. Basukarna terpaksa menghadapi Gatotkaca. Basukarna. dan lebih memikirkan kemenangan bagi seluruh Kurawa. Sesaat berikutnya Arjuna me-lepaskan anak panah pusaka Pasopati dan tepat menebas leher Basukarna. seorang anak pungut sais kereta bernama Adirata. kereta perang Arjuna dikemudikan Sri Kresna. ibu kandung yang tidak pernah menyusui. yang paling tepat adalah Prabu Salya. Sementara itu. Supaya dirinya sederajat dengan Arjuna. Ia telah mendarmabaktikan jiwanya pada Kerajaan Astina yang telah mengangkat derajatnya dari kedudukan anak sais menjadi seorang adipati. namun dengan demikian ia kehilangan Kunta Wijayandanu. Basukarna . CATATAN KAKI = ***) Menurut salah satu versi Ma-habarata di India. pada saat yang tepat Prabu Salya menarik tali kekang kuda. Permintaan ini amat menyakitkan hati Prabu Salya dan serta merta raja Mandraka itu mendampratnya. Tetapi Arjuna yang selalu waspada segera menangkis serangan keris itu dengan gendewa pusakanya. ***) Karna yang berperang dengan sepenuh hati akhirnya gugur sebagai ksatria utama dalam Bara-tayuda. seorang anak yang terbuang sejak bayi. raja Dwarawati. dan mengasihinya. Namun. Ia juga telah merelakan jiwanya untuk membahagiakan Dewi Kunti. Karena desakan Duryudana ini. ketika tubuh Karna roboh ke bumi. Duryudana dengan cepat melerai.

Bila dalam waktu itu Permadi tidak berhasil. selain sebagai ipar. ksatria itu segera lari membawa sang Dewi. Kematian Dewi Surtikanti membuat Adipati Karna amat marah. Karna terpanah dalam keadaan tidak bersenjata. Dari perkawinannya dengan Dewi Surtikanti.Bhs. Patih Adimanggala gugur bersama (sampyuh . patih Kadipaten Awangga itu menyampaikan be-rita yang tidak jelas. Jadi. Kejadian ini membuat marah Prabu Salya dan Prabu Anom Duryudana. Permadi mencoba membantah. Waktu itu salah satu roda kereta perang Karna terperosok ke dalam lumpur. putri Prabu Salya. . kemudian mencoba mendorong kereta itu untuk membebaskan roda kereta yang terbenam di lumpur. Para prajurit yang berusaha menghalanginya. Karna lalu melepaskan seluruh senjatanya. namun tidak seorang pun yang percaya. ia juga merupakan besan. Ketika mereka dipergoki para dayang istana dan terjadi ke-ributan. ia selalu mengikuti berita dari medan perang yang disampaikan oleh Patih Adimanggala. Perkawinan Basukarna alias Basusena dengan Dewi Surtikanti sebenarnya dapat berlangsung dengan bantuan Arjuna. Pada saat itu Kresna memberi isyarat. Tanpa banyak bicara Karna segera membunuh Patih Adimanggala. Ia mengira suaminya gugur di palagan Ba-ratayuda. yaitu Warsasena dan Warsakusuma. Suatu hari. Permadi sanggup. putri Prabu Anom Duryudana.gugur karena siasat licik Kresna. abang satu ibu lain ayah. Prabu Salya dan Duryudana langsung menu-duh Permadi (nama panggilan Arjuna selagi muda) sebagai pelakunya. yakni patih Kadipaten Awangga. Tanpa pikir panjang Surtikanti bunuh diri dengan mencabut patrem (keris kecil) lalu menusukkannya ke dadanya sendiri. yang menyebut bahwa pria yang melarikan sang Putri itu sangat tampan. karena sebenarnya Dewi Surtikanti akan dikawinkan dengan raja muda Astina itu. Resi Bisma lalu mengambil kebijaksanaan: Permadi harus mencari pelaku penculikan atas Dewi Surtikanti dalam waktu tiga hari. agar Arjuna melepaskan anak panahnya. tidak sanggup menghadapi kesaktian ksatria tampan itu. Kelak Warsakusuma kawin dengan Dewi Lesmanawati. Tetapi versi lain menyebutkan. Kisahnya begini: Suatu ketika Keraton Mandraka geger karena Dewi Surtikanti dilarikan oleh seorang ksatria muda yang tampan. Jawa) ketika ia bertempur melawan Patih Udawa. hu-bungan Basukarna dengan Duryudana. turun dari kereta. Mulanya ksatria itu memasuki keputren dan berasyikmasyuk dengan Dewi Surikanti. Ia mempersalahkan Adimanggala. Dari keterangan para dayang. Dengan demikian. Dewi Surtikanti meninggal karena bunuh diri. maka ia akan dijatuhi hukuman sebagai si Penculik. Basukarna mendapat dua orang putra. Pada saat Baratayuda berlangsung. sesuatu yang sebenarnya terlarang dalam Baratayuda. sehingga Dewi Surtikanti salah mengerti.

yang diharapkan bantuannya pada saat pecah Baratayuda kelak. dewa itu segera melerainya. walaupun hati kecilnya masih tetap tak menyukai Karna. karena Permadi menyanggupi akan memintakan maaf pada Prabu Salya. Basukarna bersedia membawa kembali Dewi Surti-kanti ke Mandraka. Basukarna diakui oleh Prabu Salya sebagai menantu. Guna me-nyirnakan angkara murka. Setelah tahu apa yang terjadi. yang dianggapnya telah memberikan malu kepadanya. sekaligus membujuknya agar Karna diterima sebagai menantu. Permadi menemukan Dewi Surtikanti di Istana Awangga. namun ia membesar-besarkan hati dan membakar semangat Prabu Anom Duryudana. sehingga penguasa Astina itu memilih jalan peperangan daripada perdamaian. Sedangkan Permadi adalah anak Kunti yang keempat. Narada menjelaskan bahwa sebenarnya keduanya bersaudara. terpaksa menerima kenyataan itu. Karna sebenarnya adalah putra sulung Dewi Kunti yang ketika masih bayi dibuang ke Sungai Gangga dan ditemukan oleh Adirata.Dalam waktu singkat. Karna menolak. dan bahkan juga nama baiknya. Lagi pula. . Karenanya. ksatria Pandawa itu minta agar Basukarna menurut dibawa ke Mandraka sebagai tertuduh. Usaha Permadi ini berhasil. Duryudana juga berusaha tetap memelihara persahabatannya dengan Karna. Sebagian dalang menceritakan bahwa Basukarna sengaja menyulut api perang dengan maksud agar angkara murka keluarga Kurawa cepat hancur punah dengan terjadinya perang besar itu. Batara Narada lalu Lakon-lakon Yang Melibatkan Basukarna Pandadaran Siswa Sokalima Bale Sigala-gala Suryatmaja .Surtikanti Brantalaras Rabi Banjaran Karna Salya Gugur Bisma Gugur Karna Tanding turun ke dunia untuk melihat apa yang menjadi penyebabnya. Diterangkan. Adu ketrampilan dan kesaktian di antara keduanya begitu seru sehingga kahyangan goncang karenanya. Dalam pewayangan di Indonesia. Ia tahu benar kekuatan Kurawa dan sekutunya tidak akan sanggup menandingi para Pandawa. dan terjadilah perang tanding. mengenai peran Basukarna dalam memantik api perang Baratayuda ada dua versi. ia sanggup mengorbankan jiwanya. Sedangkan Duryudana yang amat kecewa karena gagal kawin. Dengan penjelasan itu mereka pun berdamai.

ketika Pandawa kalah main dadu dan Drupadi sebagai barang taruhan dipanggil untuk diper-malukan oleh para Kurawa. selain dendam pada Arjuna. atau Basusena. Lihat juga Kunti.1881) dipilih sebagai salah satu tokoh dari tiga orang ksatria teladan dalam Serat Tripama. Dalam seni kriya Wayang Kulit Purwa tokoh Basukarna dirupakan dalam dua wanda. Dalam Mahabarata. yang dalam pewayangan lebih sering disebut Adipati Karna. tidak akan mungkin saya menikah dengan pria berdarah sudra (orang biasa. Waktu itu Adipati Karna sengaja memanas-manasi Dursasana agar mene-lanjangi Dewi Drupadi di hadapan umum. Gambaran tentang pribadi Basukarna dalam pewayangan pada umumnya memang sedikit lebih baik dibandingkan dengan yang tergambar dalam Kitab Mahabarata. Tanpa bicara apa pun ia lalu berjalan keluar istana. terutama pada Arjuna yang dinilainya angkuh." Kata-kata Dewi Drupadi ini amat menyakitkan hati Basukarna. dan Arjuna. Dewi. Karna ternyata sanggup.Sebagian dalang yang lain menyebutkan. sikap Basukarna menyulut api peperangan disebabkan karena dendamnya pada para Pandawa. Setelah para peserta lain gagal mengangkat gendewa pusaka. yakni wanda Badru (Bedru) dan wanda Lontang. Adipati Awangga itu juga sangat membenci Dewi Drupadi. Basukarna. . Kelak. bukan bangsawan). Basukarna adalah salah seorang pesertanya. Kebencian Basukarna pada Dewi Drupadi disebabkan karena peristiwa berikut ini: Ketika Prabu Drupada. oleh Sri Mangkunegara IV (1853 . Namun pada saat itu Dewi Drupadi berseru dengan nyaring: "Saya adalah putri raja besar. Basukarna berkesempatan membalas sakit hatinya. Ksatria teladan lainnya adalah Kumbakarna dan Bambang Sumantri. raja Pancala (di pewayangan Pancala disebut Cempalaradya) hendak men-carikan jodoh bagi Dewi Drupadi.

Durmagati. Kartamarma dinobatkan menjadi raja di Banyutinalang. Duryudana (raja Negara Astina). Surtayuda. Citraksi. Ia menikah dengan Dewi Karastri. keras hati. Diantara saudaranya yang dikenal dalam pedalangan adalah. pandai bicara. Wikataboma. Gardapura. Ia berbadan besar. Kartapiyoga KARTAPIYOGA atau Kartawiyoga adalah putra Prabu Kurandageni dari negara Tirtakandasan. lincah. Widandini (raja negara Purantara) dan Dewi Dursilawati. Bomawikata.Kartamarma KARTAMARMA adalah salah seorang diantara 100 orang keluarga Kurawa (Sata Kurawa) yang terkemuka. Dursasana (Adipati Banjarjungut). Durmuka. Ia putra Prabu Drestarasta raja negara Astina dengan permaisuri Dewi Gandari. Kartamarma memliki perwatakan. Gardapati (raja negara Bukasapta). gagah dan berwajah setengah raksasa. tatkala bersama Aswatama menyeludup masuk ke dalam istana negara Astina dengna niat menculik dan membunuh bayi Parikesit. Ia mati dibunuh oleh Bima setelah berakhirnya perang Bharatayuda. putri raja Banyutinalang. berani dan selalu menuruti kata hati. Bogadatta (raja negara Turilaya). Citraksa. . putra Abimanyu dengan Dewi Utari. Setelah mertuanya meninggal. Surtayu. Kartamarma tidak mati di medan perang Bharatayuda. Kartadenta. Kartawiyoga berwatak keras hati. Carucitra. Citrayuda. agak pengecut dan selalu ingin enaknya sendiri. Durgempo. cerdik. putri Prabu Gandara dengan Dewi Gandini dari negara Gandaradesa. Citraboma.

berani dan . Upakeca / Rupakeca. putri Prabu Basukesti raja negara Wirata. keduanya putra Dewi Durgandini dengan Prabu Santanu. ingin menangnya sendiri. dengan Dewi Durgandini. Setatama. Kancakapura terjadi berbarengan dengan saudaranya yang lain. yang digunakan Resi Palasara dan Dewi Durgandini menyeberangi sungai Gangga. Akhirnya Kartawiyoga tewas dalam peperangan melawan Kakrasana. Bagawan Abiyasa. putra Resi Palasara dengan Dewi Durgandini. Gendawana dan Dewi Ni Yutisnawati / Rekatawati. Tubuhnya hancur terkena hantaman Alugara. penghianat. yaitu. satu dari lima satria Pandawa untuk membebaskan Dewi Erawati. Namun sebelum maksud Kartawiyoga terlaksana. putri sulung Prabu Salya dengan Dewi Pujawati/Setyawati. Kencakarupa juga mempunyai tiga saudara angkat lainnya. Ia tercipta dari kemudi perahu yang pecah terbentur batu besar. putra Prabu Baladewa dengan Dewi Mahindra dari negara Mandura yang datang bersama Arjuna. Citragada dan Wicitrawirya. telah datang menyusul Kakrasana. raja negara Astina. Kencakarupa berwatak keras hati. dari padepokan Retawu. yaitu. Rajamala.Nama Kartawiyoga mulai dikenal karena dengan kesaktiannya ia nekad memasuki keputrian negara Mandaraka dan menculik Dewi Erawati. Dewi Erawati ia larikan ke negara Tirtakandasan dengan maksud akan diperistri. Kencakarupa KENCAKARUPA atau Kecaka (Mahabharata) adalah putra angkat Resi Palasara.

Krepa mati oleh tangan Adipati Karna. Resi Krepa hidup sampai jaman Prabu Parikesit. Kencakarupa tewas dalam peperangan melawan Bilawa/Bima karena bersama saudaranya Rupakenca. Setatama dan Gandawana melakukan pemberontakan untuk mengulingkan kekuasaan raja Wirata. dan diangkat menjadi Parampara/Ahli nujum kerajaan. Krepa berwatak jujur. Sangat sakti dan mahir dalam olah keprajuritan mempergunakan senjata gada dan lembing/tombak. Ada beberapa versi tentang akhir hidup Resi Krepa. Prabu Matswapati. Dari padepokan Sokalima Sejak muda Krepa mengabdi di negara Astina sejak masa pemerintahan Prabu Pandu.selalu menurutkan kata hati. Akhir riwayatnya diceritakan. tatkala ia bersama Aswatama menyenludup masuk ke dalam istana Astina untuk membunuh Parikesit. Krepa RESI KREPA atau Kirpa (Mahabharata) adalah putra kedua Prabu Purungaji. Cerita Pedalangan menyebutkan. setia dan penuh pengabdian. Karena mahir dalam ilmu falsafah ia diangkat menjadi penasehat kerajaan. raja negara Tempuru dengan permaisuri Dewi Uruwaci. Kisah lain menyebutkan. karena ia menentang pengangkatan Adipati Karna menjadi Senapati Agung Kurawa. Krepa mati oleh panah Arjuna setelah berakhirnya perang Bharatayuda. . Dalam Mahabharata diceritakan. Ia hidup sebagai pendeta wadat (tidak bersentuhan dengan wanita). Ia mempunyai kakak kandung bernama Dewi Krepi yang kemudian menjadi istri Resi Drona.

Ia mempunyai adik kandung bernama Krepa/Kirpa yang menjadi pendeta Istana Negara Astina. Ketika Resi Drona dan Aswatama tinggal di negara Astina dan berhasil membangun padepokan Sokalima. Dewi Krepi tetap menetap di negara Tumpuru. Ia pernah beralih rupa menjadi Kuda Sembrani betina untuk menolong Bambang Kumbayana/Resi Drona terbang menyeberangi lautan. .Krepi DEWI KREPI atau Kirpi (Mahabharata) adalah putri sulung Prabu Purungaji. Dewi Krepi kemudian menjadi isteri Bambang Kumbayana. Dewi Krepi mempunyai kesaktian dapat beralih rupa menjadi apa saja yang ia kehendaki. raja negara Tempuru dengan Permaisuri Dewi Uruwaci. sampai akhir hayatnya. dan berputra seorang lelaki bernama Bambang Aswatama.

Selain sangat sakti dan dapat bertiwikrama. berputra . 2. kemudian naik tahta bergelar Prabu Sri Bathara Kresna. Partadewa dan Dewi Titisari/Sitisari. putri Prabu Setyajid/Arya Ugrasena dengan Dewi Wersini. 4. Prabu Kresna mempunyai 4 (empat) orang permaisuri : 1. istri turunan sebagai titisan Sanghyang Wisnu. adalah putra Prabu Basudewa. ia juga mempunyai pusaka-pusaka sakti. Kembang Wijayakusuma. putri Nagaraja dari Sumur Jalatunda. putri Prabu Bismaka/Arya Prabu Rukma dengan Dewi Rumbini dari negara Kumbina. putra Prabu Basudewa dengan Ken Sagupi. . Terompet/Sangkala Pancajahnya. raja negara Mandura dengan permaisuri Dewi Mahendra/Maekah (Jawa). Ia mendapat negara Dwarawati setelah mengalahkan Prabu Narasinga.Dewi Jembawati. dan mempunyai adik lain ibu bernama Dewi Sumbadra/Dewi Lara Ireng. Kaca paesan. Prabu Kresna adalah titisan Sanghyang Wisnu yang terakhir. putri Resi Jembawan dengan Dewi Trijata dari pertapaan Gadamadana. seorang swarawati keraton Mandura. putri Prabu Basudewa dengan permaisuri Dewi Badrahini.Dewi Setyaboma. Bambang Sitija dan Dewi Siti Sundari. Prabu Kresna juga mempunyai saudara lain ibu bernama Arya Udawa. berputra .Kresna PRABU KRESNA yang waktu mudanya bernama Narayana. Senjata Cakra. dari negara Lesanpura. Aji Pameling dan Aji Kawrastawan. Ia lahir kembar bersama kakaknya.Dewi Rukmini. Arya Setyaka. berputra: Saradewa (berwujud raksasa). 3. antara lain. Samba dan Gunadewa (berwujud kera). Kakrasana. berputra .Dewi Pratiwi.

Dari perkawinan tersebut ia memperoleh tiga orang putra bernama. satria Pandawa putra Prabu Pandu. Dewi Kunti menikah dengan Prabu Pandu. Ia wafat dalam keadaan bertapa dengan perantaraan panah seorang pemburu bernama Ki Jara yang mengenai kakinya. tenang. Dengan penuh kecintaan ia mengasuh dan mendidik dua orang anak tirinya. apabila dioleskan pada pelupuk mata.Setelah meninggalnya Prabu Baladewa/Resi Balarama. Wilugangga. Kumaladewa tinggal bersama ibu dan kakeknya di pertapaan Pringcendani. Kumaladewa mempunyai sifat dan perwatakan. maka ia akan dapat melihat semua mahluk halus/ mahluk siluman. kakaknya. raja negara Mandura dengan permaisuri Dewi Dayita. raja negara Astina. bernama. Wisanggeni. putri Bagawan Wilwuk/Wilawuk dari pertapaan Pringcendani. Selain memiliki berbagai ilmu kesaktian. Abimanyu. raja negara Astina dari permaisuri Dewi Kunti. Bambang Irawan. ia juga memiliki cupu berisi minyak Jayengkaton pemberian kakeknya. Endang Pregiwati. Antakawulan dan Bambang Sumbada. Nakula dan Sadewa. dengan Dewi Jimambang. Wijanarka. Kunti DEWI KUNTI atau Dewi Prita (Mahabrata) adalah putri kedua Prabu Basukunti. Arya Prabu Rukma dan Arya Ugrasena. Bima/Werkundara dan Arjuna. Kumaladewa BAMBANG KUMALADEWA adalah putra Arjuna. Dewi Kunti sangat menyenangi dan mempelajari ilmu-ilmu kejiwaan/kebatinan. Arya Basudewa. Puntadewa. Sebelum menikah dengan Prabu Pandu. baik tingkah lakunya dan sangat berbakti. Endang Pregiwa. putra Prabu . Akhir riwayatnya diceritakan gugur pada awal pecah perang Bharatayuda melawan Prabu Salya raja negara Mandaraka. Ia mempunyai tiga orang saudara kandung bernama. putra Bagawan Abiyasa dengan Dewi Ambiki. Sumitra. Dewi Kunti telah mempunyai seorang putra dari Bathara Surya sebagai akibat kesalahannya merapal/membaca mantera Aji Pepanggil/Aji Gineng ajaran Resi Druwasa. Bratalaras. Kumaladewa juga mempunyai 12 orang saudara lain ibu. Sejak kecil. raja Boja. pemberani. Ia mempunyai adik kandung bernama Bambang Kumalasakti. Putranya tersebut bernama Basukarna/Aradea atau Suryatmaja yang setelah menjadi raja di negara Awangga dikenal dengan nama Adipati Karna. dan musnahnya seluruh Wangsa Yadawa. Ia berwatak penuh belas kasih. setia dan wingit. Bagawan Wilawuk. Daya khasiat minyak Jayengkaton. putri Prabu Kunti. Prabu Kresna menginginkan moksa.

Ia yang bermaksud membunuh Abimanyu. Dewi Kunti mati moksa bersama-sama dengan Dewi Gandari dan Prabu Drestarasta setelah selesainya perang Bharatayuda. akhirnya tewas oleh Abimanyu karena lebih dahulu tertusuk keris Pulanggeni. Madrim DEWI MADRIM atau Dewi Madri adalah putri Prabu Mandrapati. Wataknya bersahaja. putra kedua Adipati Karna dengan Dewi Surtikanti dari negara Awangga. Lesmanamandrakumara sangat dimanja oleh orang tuanya. raja negara Astina dengan permaisuri Dewi Banowati putri Prabu Salya dengan Dewi Pujawati/Setyawati dari negara Mandaraka. melebihi kecintaannya pada putra-putranya sendiri. Hidupnya serba mewah. putra kedua Adipati Karna.Pandu dengan Dewi Madrim. Ia jarang sekali keluar dari lingkungan istana. raja negara Awangga dengan permaisuri Dewi Surtikanti. Ia mempunyai daya pikir yang lambat dan agak pengecut. raja negara Mandaraka dengan permaisuri Dewi Tejawati. yang setelah perang Bharatayuda diangkat menjadi punggawa istana negara Astina dibawah pemerintahan Prabu Parikesit. yang menjadi istri Arya Warsakapura. menarik hati. Leksmanawati DEWI LEKSMANAWATI adalah putri Prabu Suryudana/Duryudana. gaya dan kata-katanya serba menarik. Lesmanamandrakumara ikut terjun di medan pertempuran perang Bharatayuda. Lesmanamandrakumara mempunyai seorang adik perempuan bernama Dewi Lesmanawati. raja negara Astina dengan permaisuri Dewi Banowati. Dewi Leksmanawati menikah dengan Arya Warsakusuma. keinginanya selalu terlaksana. Ia mempunyai kakak kandung . Akhir riwayatnya diceritakan. Dari perkawinan tersebut ia memperoleh seorang putra bernama Warsaka. putri Prabu Salya dengan Dewi Pujawati/Setyawati dari negara Mandaraka. Dewi Laksmanawati sangat dimanja oleh orang tuanya. putra Arjuna dengan Dewi Sumbadra yang sudah dalam keadaan tak berdaya. Ia mempunyai kakak kandung bernama Leksmanamdrakumara/Bambang Sarajakusuma. Leksmanamandrakumara BAMBANG LESMANAMANDRAKUMARA dikenal pula dengan nama Bambang Sarajakusuma (pedalangan Jawa). Ia adalah putra sulung Prabu Suyudana/Duryudana.

Ia mempunyai adik kandung bernama Dewi Mahindra atau Dewi Maekah (pedalangan Jawa). diserahkan kepada ditya Suratrmantra. raja negara Mandura. Dewi Maerah telah mengalami malapetaka. Di tempat pengasingannya itu Dewi Maerah melahirkan seorang putra lelaki yang berwujud setenah raksasa yang diberi nama Kangsa atau Kangsadewa. Dewi Maerah menceritakan keadaan sebenarnya. setia. digauli oleh Prabu Gorawangsa. Setelah Kangsa dewasa dengan terus terang. yang berdasarkan garis keturunan masih memiliki hubungan dengan keluarga Mandura dan Dwarawati (Wangsa Yadawa) Wangsa Boja dan Wangsa Kuru (Kurawa dan Pandawa). Oleh Kangsa. raja negara Widarba. Kangsa tidak sepenuhnya putra Gorawangsa. tetapi juga putra Prabu Basudewa. Ketika Kangsa tewas dalam peperangan melawan Kakrasana dan Narayana. sehingga berhak mendapat pengakuan sebagai putra Prabu Basudewa. Kedua putra kembarnya. Prabu Mandradipa yang mengundurkan diri hidup sebagai brahmana. adik Prabu Gorawangsa. bahwa ia sesungguhnya permaisuri Prabu Basudewa. Dewi Maerah dan Dewi Maekah keduanya menjadi permaisuri Prabu Basudewa. Ia akhirnya diakui sebagai putra Prabu Basudewa dan diangkat menjadi Adipati di Sengkapura. ia terjun kedalam Pancaka (api pembakaran jenazah) ikut bela pati atas kematian suaminya. ia berputra dua orang kembar yang diberi nama Nakula dan Sadewa. Dengan dukungan Suratrimantra. Dewi Madrim berwatak penuh belas kasih. Dewi Maerah yang dalam keadaan hamil ditempatkan di negara Bombawirayang. Dengan tidak disengaja dan disadarinya. Prabu Pandu. sabar dan Wingit. Akhir riwayat Dewi Madrim diceritakan. Kangsa pergi kenegara Mandura. Nakula dan Sadewa yang masih bayi kemudian diasuh oleh Dewi Maerah DEWI MAERAH atau Dewi Mahira (Mahabharata) adalah putra Prabu Kurandapati. Prabu Mandrapati menjadi raja negara Mandaraka menggantikan ayahnya. raja negara Mandura. diusir keluar dari negara Mandura. Dewi Maerah diboyong ke Sengkapura. Atas perbuatannya itu ia mendapat hukuman. . Dari perkawinan tersebut. raja raksasa negara Gowabarong yang beralih rupa menjadi Prabu Basudewa palsu.bernama Narasoma. raja negara Astina dan menjadi permaisuri ke dua mendampingi Dewi Kunti. Dewi Madrim menikah dengan Prabu Pandu. yang setelah menjadi raja Mandaraka bergelar Prabu Salya. Dewi Maerah ikut Mandrapati PRABU MANDRAPATI adalah putra Prabu Mandradipa raja negara Mandaraka dengan permaisuri Dewi Ayutamayi. Ia termasuk keturunan Wangsa Yadawa.

Menurut purwacarita. padepokan Pandansurat dimerdekakan. Narasoma yang sangat tercela membunuh Bagawan Bagasapati. di daerah kerajaan Jodipati. dan dikarunia 2 (dua) orang putra. Akhir riwayatnya diceritakan. Prabu Mandrapati menikah dengan Dewi Tejawati. seorang hapsari/bidadari. sabar. sabar. tahu membalas guna dan selalu bertindak adil. dan kerajaan Jodipati berada dalam kekuasaan Bima/Werkudara. Narasoma yang sangat tercela membunuh Bagawan Bagasapati. Prabu Mandrapati menjadi raja negara Mandaraka menggantikan ayahnya.Prabu Mandrapati menikah dengan Dewi Tejawati. Ia bersahabat karib dengan Bagawan Bagaspati. Narasoma dan Dewi Madrim. yang berdasarkan garis keturunan masih memiliki hubungan dengan keluarga Mandura dan Dwarawati (Wangsa Yadawa) Wangsa Boja dan Wangsa Kuru (Kurawa dan Pandawa). Mandrapati mempunyai watak. Mandrapati mempunyai watak. Pendeta raksasa di pertapaan Argabelah. Ia termasuk keturunan Wangsa Yadawa. salah satu dari tujuh puncak Gunung Saptaarga. tahu membalas guna dan selalu bertindak adil. Prabu Mandrapati meninggal karena bunuh diri akibat tidak tahan menanggung malu atas perbuatan putranya. percaya akan kekuasaan Tuhan. ikhlas. Ia bersahabat karib dengan Bagawan Bagaspati. Prabu Mandrapati meninggal karena bunuh diri akibat tidak tahan menanggung malu atas perbuatan putranya. Pendeta raksasa di pertapaan Argabelah. ikhlas. yaitu. Prabu Mandradipa yang mengundurkan diri hidup sebagai brahmana. Narasoma dan Dewi Madrim. menjadi tanah perdikan yang bebas darti pembayaran pajak atau upeti. kera putih andel kepercayaan Resi Manumayasa/Kanumayasa di pertapaan Paremana. Ketika negara Mertani berhasil ditahklukkan dan dikuasi oleh keluarga Pandawa menjadi negara Amarta. Resi Mayanggaseta pernah diminta bantuannya oleh keluarga Pandawa agar . seorang hapsari/bidadari. dan dikarunia 2 (dua) orang putra. Akhir riwayatnya diceritakan. Resi Mayanggaseta masih keturunan Resi Supalawa. percaya akan kekuasaan Tuhan. wilayah negara Mertani. yaitu. Mayanggaseta RESI MAYANGGASETA atau Resi Pracandaseta (cerita pedalangan) berwujud kera/wanara putih dan bertempat tinggal di pertapaan Pandansurat. Mandrapati PRABU MANDRAPATI adalah putra Prabu Mandradipa raja negara Mandaraka dengan permaisuri Dewi Ayutamayi.

Ia mempunyai adik kandung bernama Bambang Nagatatmala. Dari perkawinan tersebut. dari negara Mandaraka. Namun setelah ia kalah berperang melawan Gagakbaka. salah satu dari lima satria Pandawa. Dewi Nagagini mempunyai sifat dan perwatakan. Nakula NAKULA yang dalam pedalangan Jawa disebut pula dengan nama Pinten (nama tumbuh-tumbuhan yang daunnya dapat dipergunakan sebagai obat) adalah putra ke-empat Prabu Pandudewanata. Pada mulanya Resi Mayanggaseta menolak. Nagagini DEWI NAGAGINI adalah putri Hyang Anantaboga dengan Dewi Supreti dari Kahyangan Saptapratala. sangat berbakti. setia. Puntadewa. tatkala keluarga Pandawa dan Dewi Kunti dalam upaya menyelamatkan diri dari rencana pembunuhan oleh keluarga Kurawa dalam peristiwa ru. Mereka bertemu. Untuk meminta kesediaan Resi Mayanggaseta. dengan permaisuri Dewi Kunti. Ia lahir kembar bersama adiknya. Nakula tidak akan dapat lupa . Akhir riwayatnya tidak banyak diceritakan.bersedia menari di alun-alun negara Dwarawati sebagai persyaratan memeriahkan upacara perkawinan antara Arjuna dengan Dewi Wara Sumbadra. Bima/Werkundara dan Arjuna Nakula adalah titisan Bathara Aswi. dari negara Mandura bernama. memperrtunjukkan kemahirannya menari. karena ia merasa dihinakan/direndahkan martabatnya. Sahadewa atau Sadewa (pedalangan Jawa). putri Prabu Mandrapati dengan Dewi Tejawati. lahir seorang putra yang diberi nama Arya Anantareja. cinta terhadap sesama makhluk dan suka menolong. Nakula juga menpunyai tiga saudara satu ayah.ah damar di hutan Wanayasa (peristiwa "Bale Sigala-gala") sampai di Kahyangan Saptapratala. Dewa Tabib. Konon ia mati moksa karena usia lanjut. raja negara Astina dengan permaisuri Dewi Madrim. Dewi Nagagini menikah dengan Bima/Werkundara. adik Prabu Kresna raja negara Dwarawati. Ia mahir menunggang kuda dan pandai mempergunakan senjata panah dan lembing. sebab walau berwujud kera ia seorang brahmana yang juga bisa berbicara dan beradat istiadat sebagaimana manusia. manusia kera kekasih dewata. putra Prabu Pandu raja negara Astina. putra Prabu Pandu dengan Dewi Kunti. Selain itu ia juga masih keturunan Resi Supalawa. Resi Mayanggaseta akhirnya bersedia memenuhi permintaan Bima dan keluarga Pandawa untuk pergi ke negara Dwarawati. Bima mengutus patih Gagakbaka ke pertapaan Pandansurat.

raja negara Awuawulangit. Dewi Srengganawati. 1. belas kasih. Nakula mati moksa bersama keempat saudaranya. dan memperoleh dua orang putra masingmasing bernama. putri Resi Badawanganala. taat. Ia juga mempunyai cupu berisi. setia. tahu membalas guna dan dapat menyimpan rahasia. Nakula mempunyai watak jujur. Senapati negara Mretani. Dewi Madrim. kura-kura raksasa yang tinggal di sungai/narmada Wailu (menurut Purwacarita. Bambang Pramusinta dan Dewi Pramuwati. Ia tinggal di kesatrian Sawojajar. "Banyu Panguripan/Air kehidupan" pemberian Bhatara Indra. Badawanangala dikenal sebagai raja negara Gisiksamodra/Ekapratala) dan memperoleh seorang putri bernama Dewi Sritanjung. Dari perkawinan itu Nakula mendapat anugrah cupu pusaka berisi air kehidupan bernama Tirtamanik.tentang segala hal yang diketahui karena ia mepunyai Aji Pranawajati pemberian Ditya Sapujagad. Nakula mempunyai dua orang isteri yaitu . Dewi Sayati putri Prabu Kridakirata. . 2. Nakula diangkat menjadi raja negara Mandaraka sesuai amanat Prabu Salya kakak ibunya. Setelah selesai perang Bharatyuda. Akhir riwayatnya diceritakan. wilayah negara Amarta.

Narasinga menjadi sangat sakti. Prabu Narasinga tidak terlalu lama memerintah negara Dwarawati. raja negara Surateleng. Karena ketekunannya bertapa.Narasinga PRABU NARASINGA adalah raja negara Dwaraka/Dwarawati. Ia tewas dalam . putra Bathara Kala dengan Bathari Durga/Dewi Pramuni dari kahyangan Sentragandamayit/Ganda Umayi. Ia masih bersaudara dengan Prabu Narakasura. adik mendiang Prabu Yudakalakresna diangkatnya menajadi Senapati perangnya. Setelah mengangkat dirinya menjadi raja negara Dwarawati bergelar Prabu Narasingamurti. Ia merebut negara Dwarawati setelah menewaskan Prabu Yudakalakresna dalam satu peperangan. Arya Singamulangjaya. yang berarti masih keturunan Bathara Kalayuwana.

Pancatnyana pula yang mengatur strategi perang dan menghancurkan angkatan . raja negara Mandaraka. Pada saat berkobarnya perang Bharatayuda. Arya Nirbita memangku jabatan pimpinan pasukan negara Wirata terjun ke medan perang membela keluarga Pandawa. Senapati perang Dwarawati. ia juga berguru pada Rajamala pamannya. Ketika Prabu Narakasura tewas dalam peperangan melawan Bambang Sitija. Selain sakti. putra Prabu Basudewa. jujur. ia juga cerdik dan mahir dalam tata gelar perang. salah satu puncak gunung Saptaarga dalam hal ilmu kasidan/kesaktian. Pancatnyana DITYA PANCATNYANA adalah patih negara Surateleng pada masa pemerintahan Prabu Narakasura. Arya Nirbita sangat pandai bermain gada dan senjata trisula. raja negara Mandura dari permaisuri Dewi Mahendra/Maerah (Jawa). putra angkat Resi Palasara dengan Dewi Durgandini/Dewi Setyawati. Nirbita ARYA NIRBITA adalah putra Arya Setatama. raja negara Dwarawati dengan Dewi Pretiwi. Arya Nirbita pernah berguru pada Resi Parasara di padepokan Paremana. manusia yang tercipta dari seekor menjangan/kidang sewaktu Resi Palasara menjadi raja di kerajaan Gajahoya. dari negara Lesanpura. andel Resi Palasara. Ia gugur dalam pertempuran melawan Prabu Salya. Pancatnyana tetap menduduki jabatan patih. putra Sanghyang Brahma. Setelah ayahnya.peperangan melawan Narayana. Arya Nirbita memiliki sifat dan perwatakan . Arya Nirbita menikah dengan Dewi Kuwari. yang merebut negara Dwarawati dengan bantuan keluarga Pandawa. selain berguru pada ayahnya. dan Bambang Sitija menjadi raja Surateleng.Dari perkawinan tersebut ia memperoleh seorang putra yang diberi nama Arya Kawakwa. oleh Prabu Matswapati ia diangkat menjadi patih negara Wirata menggantikasn ayahnya. Ibunya bernama Dewi Kandini. Sedangkan dalam olah keprajuritan. enam keturunan dari Bathara Brahmanakanda.. Karena itu selain sakti. setia. patuh pada perintah dan sangat berbakti kepada negara dan rajanya. putra Prabu Kresna. Arya Singamulajaya tewas dalam peperangan melawan Arya Setyaki putra Arya Ugarsena/Prabu Setyajid dengan Dewi Wersini. putri Arya Kidangtalun. Arya Setatama tewas dalam pertempuran melawan Jagalabilawa/Bima karena terlibat dalam tindakan makar menggulingkan Prabu Durgandana/Matswapati yang dilakukan Rupakenca dan Kencakarupa. putri Prabu Basukesti dari negara Wirata.

Ia mempunyai saudara kandung yang merupakan adik kembarnya bernama Endang Pregiwati. Ramayana dan Pramasata 2. Kumaladewa. Bagawan Sarmiti. Bambang Irawan. Parikesit lahir di istana Astina setelah keluarga Pandawa boyong dari Amarta ke Astina. Akhir riwayatnya diceritakan. kekuasaan Pancatnyana semakin besar. ia masih dalam kandungan ibunya. berputra . Ketika negara Prajatisa disatukan dengan Surateleng. Pancatnyana tewas dalam peperangan melawan Prabu Gatotkaca. Wijarnaka. Antakadewa dan Bambang . Abimanyu. Dewi Puyangan. akhir riwayatnya diceritakan : Prabu Parikesit meninggal karena digigit Naga Taksaka sesuai dengan kutukan Brahmana Granggi yang merasa sakit hati karena Prabu Parikesit telah mengkalungkan bangkai ular hitam di leher ayahnya. Ramaprawa dan Basanta. dengan Dewi Manuhara. Ia berwatak bijaksana. Wilugangga. nama gelar Prabu Yudhistira setelah menjadi raja negara Astina. Prabu Parikesit mempunyai 5 (lima) orang permasuri dan 8 (delapan) orang putra. Dewi Tamioyi 3. jujur dan adil. berputra . karena ketika ayahnya gugur di medan perang Bharatayuda. Dewi Impun. yaitu . Parikesit naik tahta negara Astina menggantikan kakeknya Prabu Karimataya.perang negara Prajatisa di bawah pimpinan Prabu Bomantara yang menyerang negara Surateleng. Sumitra. putri Bagawan Sidik Wacana dari pertapaan Andong Sumiwi. Pergiwa ENDANG PREGIWA adalah putra Arjuna. Yudayana dan Dewi Pramasti 4. Dalam kitab Adiparwa. Ia seorang anak yatim. Parikesit PARIKESIT adalah putra Abimanyu/Angkawijaya satria Plangkawati dengan permaisuri Dewi Utari. Kumalasakti. berputra . Prabakusuma. Pregiwa juga mempunyai 12 orang saudara lain ibu bernama. Prabu Bomantara tewas dalam peperangan melawan Prabu Sitija/Narakasura. putri Prabu Matswapti dengan Dewi Ni Yustinawati dari negara Wirata. 1. berputra . Dewi Satapi/Dewi Tapen. Bratalaras. salah satu dari lima satria Pandawa. Dewi Niyedi 5. berputra . Dewi Dangan. raja negara Praiggandani dalam peristiwa persengketaan hutan Tunggarana. Dewi Gentang. ia menjadi patih Surateleng/Prajatisa dan orang kepercayaan Prabu Bomanarakasura (nama gelar Bambang Sitija setelah menjadi raja Surateleng dan Prajatisa).

Kumalasakti. setia. jujur. Arjuna. Baru setelah remaja. sabar dan jatmika (selalu dengan sopan santun). Arimba/Hidimba. Baru setelah remaja ia dan Pregiwa pergi ke Madukara untuk menemui ayahnya. menarik hati/merakati dan mudah tersinggung. Pergiwati ENDANG PREGIWATI adalah putri Arjuna. Brajadenta. Prabakesa ARYA PRABAKESA atau Prabakeswa (Mahabharata) adalah putra ke-empat Prabu Arimbaka. setia. sabar dan jatmika (selalu dengan sopan santun). Dari perkawinan tersebut. setia. Antakadewa dan Bambang Sumbada. bernama. putra Prabu Puntadewa. putri Bagawan Sidik Wacana dari pertapaan Andong Sumiwi. jujur. Arya Kalabendana menentang rencana pemberontakan Brajadenta dan tiga saudaranya yang akan merebut kekuasaan dan tahta kerajaan Pringgandani dari tangan Dewi Arimbi. Arjuna. Pregiwa tinggal di pertapaan Andong Sumiwi bersama ibu dan kakeknya. Wijanarka. dengan Dewi Manuhara. putra Prabu Pandu raja negara Astina dari permaisuri Dewi Kunti. Brajamusti. raja negara Pringgondani. yang berarti masih saudara sepupunya sendiri. Sejak kecil Pregiwa dan adik kandungnya. ia mempunyai seorang putra yang diberi nama Arya Sasikirana. Pregiwati tinggal di pertapaan Andong Sumiwi bersama ibu dan kakeknya. Pregiwa memiliki sifat dan perwatakan. Pregiwati memiliki sifat dan perwatakan. Sumitra. Dewi .Sumbada. Ia mempunyai saudara kandung yang merupakan kakak kembarnya bernama Endang Pregiwa. Brajawikalpa dan Kalabendana. Prabakesa mempunyai sifat dan perwatakan. Ketika Gatotkaca naik tahta menjadi raja Pringgandani mengantikan ibunya. Bambang Irawan. Bratalaras. bernama. Sejak kecil Endang Pregiwati dan kakaknya. Brajalamatan. baik budi. Prabakusuma. putra Bima dengan Dewi Arimbi. raja raksasa negara Pringgandani dengan Dewi Hadimba. Pregiwati juga mempunyai 12 orang saudara lain ibu. Abimanyu. Ia mempunyai tujuh saudara kandung. berbakti dan teguh dalam pendirian. Wilugangga. Ia dan adik bungsunya. ia dan Pregiwati meninggalkan pertapaan pergi ke Mandukara untuk mencari ayahnya. Dewi Arimbi. raja negara Amarta dengan Dewi Drupadi yang berarti masih saudara sepupu sendiri. Kumaladewa. Pregiwati menikah dengan Raden Pancawala. Pregiwa menikah dengan Raden Gatotkaca.

Arimbi. Pracona PRABU PRACONA adalah raja raksasa dari negara Tasikwaja. halus. Prabu Pracona ingin mempunyai isteri seorang bidadari. Ia mempunyai 13 orang saudara lain ibu. yaitu. Prabakusuma gugur pada awal perang Bharatayuda bersama-sama dengan Sumitra. raja negara Astina dengan permaisuri Dewi Kunti. Endang Pregiwa. putri Prabu Niwatakawaca dari negara Manikmantaka. tenang. Kumaladewa. raja raksasa dari negara Manikmantaka. Kumalasakti. Wisanggeni. Antakawulan dan Bambang Sumbada. Prabu Pracona dan Sakipu mengamuk di Suralaya. Atas keputusan Bathara Guru. Prabakusuma BAMBANG PRABAKUSUMA di dalam pedalangan Jawa disebut dengan nama Bambang Priyambada. Ia adalah putra Arjuna. dipinjam ke Suralaya sebagai jago kadewatan melawan Prabu Pracona . Ia kemudian mengutus patihnya. Detya Sakipu pergi ke Suralaya meminang/melamar Dewi Gagarmayang. Bambang Tetuka/Gatotkaca. atau sering pula disebut negara Gilingwesi. Bambang Irawan. Prabakusuma mempunyai sifat dan perwatakan. juga ahli dalam ilmu pengobatan. raja negara Awangga. putri Bathara Indra. Ia berhasil merebut kembali pusaka Jamus Kalimasada dari tangan si pencuri. Ia sangat sakti. bengis dan selalu ingin benarnya sendiri. Dewi Mustakaweni kemudian menjadi istri Prabakusuma. Wilugangga. Akhir riwayatnya diceritakan. Prabakesa diangkat menjadi patih negara Pringgandani. Wijarnaka. Abimanyu. Prabakusuma pernah menjadi penyelamat keluarga Pandawa. Konon ia masih keturunan Prabu Jonggirupaksa raja negara Jonggarba. Dewi Mustakaweni. jatmika. berwatak angkara murka. Akhir riwayatnya diceritakan. gugur dalam perang Bharatayuda bersama-sama Gatotkaca melawan Adipati Karna. dengan Dewi Supraba. putra Dewi Arimbi dari negara Pringgandani dengan Bima/Werkudara yang waktu itu belum berumur sepekan. Wijanarka dan Antakadewa saat melawan Resi Bisma. Endang Pregiwati. Wilugangga. Prabakusuma lahir di Kahyangan Kainderan saat Arjuna menjadi raja di Suralaya bergelar Prabu Kariti sebagai anugerah Sanghyang Jagadnata/Sanghyang Manikmaya atas jasanya membunuh Prabu Niwatakawaca. Karena lamarannya ditolak Bathara Guru. besar tanggung jawabnya. Sumitra. satria Pandawa putra Prabu Pandu. mengalahkan semua para Dewa. baik tingkah lakunya. Bratalaras.

yaitu. dan Dewi Rarasati/Larasati. putra Ken Sagupi dengan Prabu Basudewa. Arya Pragota mempunyai adik kandung bernama Arya Adimanggala yang menjadi patih Adipati Karna di negara Awangga. Suaranya lantang. Sedangkan Dewi Siti Sundari menjadi isteri Abimanyu atau Angkawijaya. Dewa keadilan dan kesejahteraan. Arya Pragota mempunyai perawakan tinggi besar dan gagah. selain Arya Adimanggala ia mempunyai dua orang saudara. Wresni dan Andaka. Prabu Pracona dan Patih Sakipu akhirnya tewas dalam peperangan melawan Bambang Tetuka yang sebelunya telah dimasukan kedalam kawah Candradimuka. Sedangkan dari garis keturunan ibunya. Dewi Setyaboma (istri Prabu Kresna) dan Arya Setyaki. Ken Sagupi. senang bergurau. Selain itu dari garis keturunan Arya Ugrasena. Pratiwi DEWI PRATIWI adalah putri Prabu Nagaraja. putri Ken Sagupi dengan Arya Prabu Rukma. ia mempunyai dua orang saudara bernama. Setelah Ken Sagupi dikawinkan dengan Antagopa. seorang gembala dan tinggal di kabuyutan Widarakanda/Widarakandang. setelah selesainya perang Bharatayuda. Arya Pragota dianggap sebagai putra Ken Sagupi dengan Antagopa. Ketika Bathara Wisnu turun ke Mancapda dan menitis pada Narayana/Prabu Kresna. Pragota ARYA PRAGOTA konon adalah putra Arya Ugrasena yang setelah naik tahta negara Lesanpura bergelar Prabu Setyajid. Ia menjadi patih negara Mandura mendampingi Prabu Baladewa.dan Kasipu. Kedua putranya. . Ia mempunyai adik kandung bernama Bambang Pratiwanggana. seorang swarawati Keraton Mandura. raja di kerajaan Sumur Jalatunda. Dewi Pratiwi ikut menjadi isteri Prabu Kresna. yaitu : Bambang Sitija dan Dewi Siti Sundari. putra Arjuna dengan Dewi Sumbadra. juga ikut turun sebagai putra Prabu Kresna. Bambang Sitija menjadi raja di negara Surateleng dan bergelar Prabu Bomanarakasura. diaduk dengan segala macam senjata milik para Dewa. Arya Pragota tewas dalam peristiwa perang gada antara keluarga sendiri Trah Yadawa. Dewi Pratiwi sesungguhnya istri Bathara Wisnu. Arya Udawa. Akhir riwayatnya diceritakan. kalau bicara disudahi dengan gelak tawa yang berderai. dengan Ken Sagupi.

Arya Burisrawa dan Bambang Rukmarata. tahu membalas guna dan selalu bertindak adil dan jujur.Dewi Pratiwi berwatak setia. seorang hapsari/bidadari. Ia menikah dengan Narasoma/Prabu Salya. Prabu Salya yang gugur di medan perang Bharatayuda. raja negara Astina dengan permaisuri Dewi Kunti. ikhlas. putri Prabu Drupada dengan Dewi Gandawati dari negara Pancala. percaya atas kekuasaan Tuhan. Ia mempunyai watak. putra Prabu Pandu dengan Dewi Madrim. putri Prabu Mandrapati dari negara Mandaraka. Dewi Pujawati/Setyawati mati bunuh diri. Dewi Erawati. dan dua orang adik kembar lain ibu. dengan Dewi Darmastuti. Ia juga terkenal pandai bermain catur. Dewi Pujawati berwatak. sabar. penuh belas kasih. Sitija. setia. Puntadewa adalah titisan Bathara Darma. masing-masing bernama. Ia juga bergelar Prabu Yudhistira karena dalam tubuhnya menunggal arwah Prabu Yudhistira. Akhir riwayatnya diceritakan. Prabu Puntadewa mempunyai pusaka kerajaan berwujud payung bernama Kyai Tunggulnaga dan sebuah tombak bernama Kyai Karawelang. dan mempunyai seorang putra bernama Pancawala. Karena kesetiaanya terhadap suaminya itulah maka oleh Prabu Salya namanya diganti menjadi Dewi Setyawati. raja jin negara Mertani. sabar. Ia sangat sakti dan memiliki pusaka Cangkok Wijayamulya. tekun dalam agamanya. Pujawati DEWI PUJAWATI adalah putri tunggal Bagawan Bagaspati brahmana raksasa dari pertapaan Argabelah. Bima/Werkudara dan Arjuna. bernama Nakula/Pinten dan Sahadewa/Tansen. Dewi Banowati. Puntadewa PUNTADEWA adalah putra sulung Prabu Pandudewanata. Prabu Puntadewa menikah dengan Dewi Drupadi. putri Prabu Basukunti dengan Dewi Dayita dari negara Mandura. Dewi Surtikanti. Ia mempunyai dua orang adik kandung masing-masing bernama . putra sulung Prabu Mandrapati dengan Dewi Tejawati dari negara Mandaraka. jujur. penuh belas kasih dan sangat berbakti terhadap suami. yang kemudian diberikan kepada putranya. jujur. Setelah Pandawa berhasil membangun negara Amarta di hutan Mertani. dan sangat berbakti. Puntadewa dinobatkan sebagai raja negara Amarta bergelar Prabu Darmakusuma. ikut bela pati sebagai rasa cinta dan baktinya terhadap suamiya. Perkawinan Dewi Pujawati dengan Narasoma/Prabu Salya dikarunia lima orang putra. .

serta berjiwa penjilat. putra Abimanyu dengan Dewi Utari sebagai raja negara Astina. raja negara Mandaraka. Prabu Puntadewa memimpin perjalanan moksa para Pandawa yang diikuti Dewi Drupadi menuju ke Nirwana. Setelah Drestarasta menjadi raja negara Astina menggantikan Prabu Pandu. Sesudah berakhirnya perang Bharatayuda. Sayangnya ia berwatak lilck dan culas. Ia seorang arsitek ulung. Atas perintah Arya Sakuni. Prabu Puntadewa menjadi raja negara Astina bergelar Prabu Karimataya / Kalimataya. Sedangkan keluarga Pandawa selamat berkat terowongan yang dibuat Yamawidura. Purocana PUROCANA adalah patih Mangkubumi negara Astina di bawah pemerintahan prabu Pandudewanata. Purocana menjadi perencana dan palaksana pembangunan "Rumah Damar" di hutan Wanayasa untuk membiunasakan keluarga Pandawa. Dengan demikian kekuasaannya di bawah patih utama. Setelah menobatkan Parikesit. Purocana juga ahli dalam tata bangunan. Prabu Puntadewa tampil sebagai senapati perang Pandawa. putra Prabu Gandabayu dengan Dewi Gandarini dari negara Pancala.Dalam perang Bharatayuda. dan berhasil menewaskan Prabu Salya. Akhirnya Purocana ikut mati terbakar dalam peristiwa kebakaran "Rumah Damar" yang dibuatnya sendiri. Arya Gamdamana. Purocana tetap menjabat sebagai patih Manmgkubumi dan menjadi orang keprcayaan Patih Sakuni. Selain ahli dalam tata pemerintahan dan kenegaraan. . Purocana ikut membantu Arya Sakuni merebut kedudukan patih negara Astina dengan mencelakakan Arya Gandamana.

Ia tercipta dari mala penyakit Dewi Durgandini/Dewi Lara Amis yang tertelan seekor ikan betina. putri Prabu Basukesti raja negara Wirata. sais kereta kerajaan Astina. Prabu Radeya mempunyai anak angkat bernama Basukarna atau Aradeya yang sesungguhnya putra Bathara Surya dengan Dewi Kunti. Ia maju ke medan pertempuran memimpin sendiri prajurit negara Petapralaya. masing-masing bernama . Bambang Suryanirada dan Dewi Suryawati. Rajamala juga mempunyai tiga orang saudara angkat lainnya yaitu : Bagawan Abiyasa. Prabu Radeya tewas dalam pertempuran melawan Arjuna. Ia sangat sakti. Ia terjadi berbarengan dengan saudaranya yang lain. Prabu Radeya memperoleh dua orang putra-putri. Gandawana dan Dewi Ni Yutisnawati/Rekatawati. keduanya putra Dewi Duragandini dengan Prabu Santanu. Di dalam cerita pedalangan Jawa. Dalam peristiwa perang besar Bharatayudha antara keluarga Pandawa dan Kurawa di Tegal Kurusetra. Duryudana dan Bima. . kisah perkawinan Basukarna/Suryaputra dengan Dewi Surtikanti. yaitu: Resi Bisma.Sedangkan menurut Mahabharata yang mengambil Basukarna sebagai anak adalah suami-istri Adirata dan Ni Rada. Dewi Nirada. Rajamala RAJAMALA adalah putra angkat Resi Palasara. Adipati Karna. Prabu Radeya berpihak pada keluarga Kurawa. Citragada dan Wicitrawiya. berani. Basukarna diambil sebagai anak ketika Prabu Radeya masih menjalani bulan madu dengan istrinya. Upakeca/Rupakenca. sebagai persyaratan agar segera mempunyai anak sendiri. yang waktu itu hidup menyamar dinegara Wirata dengan nama Balawa.Radeya PRABU RADEYA adalah raja negara Petapralaya. raja negara Astina. putra Resi Palasara dengan Dewi Durgandini. Menurut ketentuan dewata. hanya ada lima orang satria yang dapat mengalahkan dan membunuh Rajamala. tidak bisa mati selama masih terkena air. dari padepokan Retawu dengan Dewi Durgandini. putri Prabu Basukunti raja negara Mandura. sebagai tindakan Rajamala yang ingin menjamah Salidri nama samaran Dewi Drupadi. Rajamala akhirnya tewas dalam peperangan melawan Bima. Rajamala berwatak keras hati. Dari perkawinannya dengan Dewi Nirada. Setatama. putri kedua Prabu Salya dengan Dewi Pujawati/Setyawati dari negara Mandaraka. bernama. Resi Balarama/Baladewa. ingin selalu menangnya sendiri dan selalu menurutkan kata hati. Tokoh Prabu Radeya hanya ditampilkan dalam lakon "Alap-alapan Surtikanti". Kecaka/Kencakarupa.

Dari perkawinan tersebut ia tidak mempunyai putra. Dewi Rarasati juga pandai berolah keparajuritan. Dari perkawinan tersebut ia memperoleh dua orang putra bernama. Arya Prabu Rukma. Ia memiliki tabiat senang menyenangkan hati orang lain. dengan Ken Sagupi. Dewi Rarasati mempunyai seorang saudara bernama Dewi Rukmini (istri Prabu Kresna). Ia mempunyai saudara lain ibu bernama Dewi Retnajuwita. Bambang Sumitra dan Bratalaras. Dewi Retna Kasimpar merupakan satu-satunya wanita di dunia yang memiliki gajah putih dan sekaligus menjadi pawangnya. sangat menginsyafi. seorang gembala dan tinggal di Kebuyutan Widarakanda/Widarakandang. dan Arya Pragota serta Arya Adimanggala. Dari garis keturunan ayahnya. setelah lebih dulu mengalahkan Prabu Kurandageni. putra Ken Sagupi dengan Arya Basudewa. mengerti dan menguasai dirinya. raja negara Tirtakandasan yang ingin memperistri Dewi Retna Kasimpar. istri pertama Arjuna. Selain pandai dalam mengurus rumah tangga. Setelah Ken Sagupi dikawinkan dengan Antagopa. untuk dapat menerima pinangan Prabu Duryudana. Dewi Rarasati menikah dengan Arjuna dan menjadi isterinya yang pertama. putri ketiga Prabu Salya dengan Dewi Pujawati/Setyawati dari negara Mandaraka. sabar. Retna Kasimpar DEWI RETNA KASIMPAR adalah putri Prabu Jayaindra. Ia mahir menggunakan senjata panah dan keris. Arjuna yang dimintai bantuan oleh keluarga kurawa. Dewi Rarasati dianggap sebagai putri Ken Sagupi dengan Antagopa. yaitu : Arya Udawa. karena semasa kecil hidup bersama di Widarakandang. Ken Sagupi. keduanya putra Ken Sagupi dengan Arya Ugrasena.dengan permaisuri Dewi Rumbini. . raja negara Tasikmadu dengan permaisuri Dewi Retnawati.Rarasati DEWI RARASATI atau Dewi Larasati. Gajah putih berpawang wanita/putri ini pernah menjadi persyaratan Dewi Banowati. ia mempunyai tiga orang saudara. konon adalah putri Arya Prabu Rukma yang setelah naik tahta negara Kumbina bergelar Prabu Bismaka. Sedangkan dari garis keturunan ibuny. Dewi Rarasati berwatak setia. putri Arya Prabu Rukma. putri prabu Jayaindra dengan Dewi Ceklatoma. patuh dan berbakti. raja negara Astina. Ia sangat dekat hubungannya dengan Dewi Sumbadra. Dewi Retna Kasimpar kemudian menjadi isteri Arjuna. seorang swarawati keraton Mandura. berhasil mendapatkan Dewi Retna Kasimpar dan gajah putihnya.

keduanya putra Dewi Durgandini dengan Prabu Santanu. Rajamala. halus. Kencaka/Kencakarupa. putra Arjuna dengan Dewi Ulupi/Palupi. Bagawan Abiyasa. Ia tewas di hantam gada Kyai Pecatnyawa oleh Resi Seta. bernama. putra Prabu Matswapati dari negara Wirata. cerdik pandai. raja negara Mandaraka dengan Permaisuri Dewi Pujawati/Setyawati. putra Resi Palasara dengan Dewi Durgandini. sabar. Rukmini DEWI RUKMINI adalah putri sulung Prabu Bismaka / Arya Prabu Rukma. hatinya keras dan sedikit suka usil. memanah Resi Seta dari luar garis pertempuran. Ia meningal dalam usia lanjut. putri tunggal Bagawan Bagaspati dari pertapaan Argabelah. Gandawanadan Dewi Ni Yutisnawati/Rekatawati. tenang. raja negara Kumbina dengan permaisuri Dewi Rumbini. dari padepokan Retawu. Dewi Rukmini diangkat menjadi permaisuri. Ia mempunyai adik kandung bernama Arya Rukmana dan saudara lain ibu bernama Dewi Rarasati/Dewi Larasati putri Arya Prabu Rukma dengan Ken Sagupi seorang swarawati keraton Mandura. Dewi Surtikanti. Dewi Rukmini menikah dengan saudara sepupunya. Dewi Rukmini berwatak : penuh belas kasih. Rupakenca terjadi berbarengan dengan saudaranya yang lain. setia dan jatmika (selalu dengan sopan santun). terjun ke dalam Pancaka (api pembakaran jenazah). putra Prabu Basudewa raja negara Mandura dengan permaisuri Dewi Mahendra/Maerah (Jawa). dan menobatkan diri sebagai raja Dwarawati bergelar Prabu Sri Bathara Kresna. . Dari perkawinan tersebut ia memperoleh 3 (tiga) orang putra masing-masing bernama: Saranadewa (berwujud raksasa). Rupakenca RUPAKENCA atau Upakenca (Mahabharta) adalah putra angkat Resi Palasara. yang setelah dewasa menjadi isteri Bambang Irawan. dengan Dewi Durgandini. putri Prabu Basukesti raja negara Wirata. Rupakenca juga mempunyai tiga orang saudara angkat lainnya. Dewi Erawati. bela pati menyusul suaminya kembali ke Nirwana. Setelah Prabu Kresna mati moksa. Ia tercipta dari kemudi perahu yang pecah terbentur batu besar. Narayana.Rukmarata BAMBANG RUKMARATA adalah putra bungsu Prabu Salya. Rukmarata mempunyai sifat dan perwatakan. bernama. raja negara Astina. ia bersama isteri Prabu Kresna yang lain. Dewi Banowati dan Arya Burisrawa. yang digunakan Resi Palasara dan Dewi Durgandini menyeberangi sungai Gangga. Ia mempunyai empat orang saudara kandung. Partadewa dan Dewi Titisari/Sitisari. yaitu. pada awal perang Bharatayuda akibat dari keusilannya. Setelah Narayana berhasil merebut negara Dwarawati dari kekuasaan Prabu Narasinga. Setatama. Citragada dan Wicitrawirya.

bernama. Sangat sakti dan mahir dalam olah keprajuritan mempergunakan senjata gada dan lembing. Ia tinggal di kesatrian Bawenatalun/Bumiretawu. sombong. Ia sangat mahir dalam ilmu kasidan (Jawa)/seorang mistikus. putri Resi Badawanganala. Sadewa adalah titisan Bathara Aswin. kura-kura raksasa yang tinggal di sungai/narmada Wailu (menurut Purwacarita. Dari perkawinan tersebut ia memperoleh seorang putra bernama Bambang Widapaksa/ Sidapaksa). Nakula. Setatama dan Gandawana melakukan pemberontakan untuk mengulingkan kekuasaan raja Wirata. Sedewa menjadi patih negara Astina mendampingi Prabu Kalimataya/Prabu Yudhistrira. Badawanangala dikenal sebagai raja negara Gisiksamodra/Ekapratala). Akhir riwayatnya di ceritakan. Puntadewa. putra Prabu Pandu dengan Dewi Kunti. Rupakenca tewas dalam peperangan melawan Bilawa/Bima karena bersama saudaranya Kencakarupa. Setelah selesai perang Bharatayuda. keras kepala dan mau menangnya sendiri. dari negara Mandura. Ia lahir kembar bersama kakanya. raja negara Astina dengan permaisuri Dewi Madrim.Rupakenca berwatak tinggi hati. putri Prabu Mandrapati dengan Dewi Tejawati dari negara Mandaraka. Sadewa juga mempunyai tiga orang saudara satu ayah. taat. Dewa Tabib. Prabu Matswapati. Sadewa juga memiliki Aji Purnamajati pemberian Ditya Sapulebu. dapat mengerti dan mengingat dengan jelas pada semua peristiwa. Bima/Werkundara dan Arjuna. tahu membalas guna dan dapat menyimpan rahasia. belas kasih. adik Dewi Srengganawati (Isteri Nakula). Senapati negara Mretani yang berkhasiat. Mahir menunggang kuda dan mahir menggunakan senjata panah dan lembing. Sadewa mempunyai watak jujur. Sadewa SAHADEWA atau Sadewa yang dalam pedalangan Jawa disebut pula dengan nama Tangsen (=buah dari tumbuh-tumbuhan yang daunnya dapat dipergunakan dan dipakai untuk obat) adalah putra ke-lima/bungsu Prabu Pandudewanata. Sahadewa menikah dengan Dewi Srengginiwati. Selain sangat sakti. Akhir riwayatnya diceritakan. setia. wilayah negara Amarta. Sahadewa mati moksa bersama ke empat saudaranya .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful