Abimanyu

ABIMANYU dikenal pula dengan nama : Angkawijaya, Jaya Murcita, Jaka Pangalasan, Partasuta, Kirityatmaja, Sumbadraatmaja, Wanudara dan Wirabatana. Ia merupakan putra Arjuna, salah satu dari lima satria Pandawa dengan Dewi Sumbadra, putri Prabu Basudewa, raja Negara Mandura dengan Dewi Badrahini. Ia mempunyaai 13 orang saudara lain ibu, yaitu : Sumitra, Bratalaras, Bambang Irawan, Kumaladewa, Kumalasakti, Wisanggeni, Wilungangga, Endang Pregiwa, Endang Pregiwati, Prabakusuma, Wijanarka, Anantadewa dan Bambang Sumbada. Abimanyu merupakan makhluk kekasih Dewata. Sejak dalam kandungan ia telah mendapat “Wahyu Hidayat”, yang mempunyai daya : mengerti dalam segala hal. Setelah dewasa ia mendapat “wahyu Cakraningrat”, suatu wahyu yang dapat menurunkan raja-raja besar. Abimanyu mempunyai sifat dan perwatakan; halus, baik tingkah lakunya, ucapannya terang, hatinya keras, besar tanggung jawabnya dan pemberani. Dalam olah keprajuritan ia mendapat ajaran dari ayahnya, Arjuna. Sedang dalam olah ilmu kebathinan mendapat ajaran dari kakeknya, Bagawan Abiyasa. Abimanyu tinggal di kesatrian Palangkawati, setelah dapat mengalahkan Prabu Jayamurcita. Ia mempunyai dua orang isteri, yaitu : 1. Dewi Siti Sundari, putri Prabu Kresna , Raja Negara Dwarawati dengan Dewi Pratiwi, dan 2. Dewi Utari, putri Prabu Matswapati dengan Dewi Ni Yutisnawati, dari negara Wirata, dan berputra Parikesit. Abimanyu gugur dalam perang Bharatayuda oleh gada Kyai Glinggang milik Jayadrata, satria Banakeling.

Amba
DEWI AMBA adalah putri sulung dari tiga bersaudara, putri Prabu Darmahumbara, raja negara Giyantipura dengan peramisuri Dewi Swargandini. Kedua adik kandungnya bernama; Dewi Ambika/Ambalika dan Dewi Ambiki/Ambaliki. Dewi Amba dan kedua adiknya menjadi putri boyongan Resi Bisma/Dewabrata, putra Prabu Santanu dengan Dewi Jahnawi/Dewi Gangga dari negara Astina yang telah berhasil memenangkan sayembara tanding di negara Giyantipura dengan membunuh Wahmuka dan Arimuka. Karena merasa sebelumnya telah dipertunangkan dengan Prabu Citramuka, raja negara Swantipura, Dewi Amba memohon kepada Dewabrata agar dikembalikan kepada Prabu Citramuka. Persoalan mulai timbul. Dewi Amba yang ditolak oleh Prabu Citramuka karena telah menjadi putri boyongan, keinginannya ikut ke Astina juga ditolak Dewabarata. Karena Dewi Amba terus mendesak dan memaksanya, akhirnya tanpa sengaja ia tewas oleh panah Dewabrata yang semula hanya bermaksud untuk menakutnakutinya.Sebelum meninggal Dewi Amba mengeluarkan kutukan, akan menuntut balas kematiannya dengan perantaraan seorang prajurit wanita. Kutukan Dewi Amba terhadap Dewabrata menjadi kenyataan. Dalam perang Bharatayuda arwahnya menjelma dalam tubuh Dewi Srikandi yang berhasil menewaskan Resi Bisma/Dewabrata.

Anggraini
DEWI ANGGRINI adalah istri Prabu Ekalaya/Palgunadi, rajanegara Paranggelung. Ia berwajah cantik karena putri hapsari/bidadari Warsiki. Dewi Anggraini mempunyai sifat dan perwatakan; setia, murah hati, baik budi, sabar dan jatmika (selalu dengan sopan santun), menarik hati dan sangat berbakti terhadap suami. Ketika terjadi permusuhan antara Prabu Ekalaya dengan Arjuna akibat dari perbuatan Arjuna yang menggangu dirinya, dan suaminya, Prabu Ekalaya mati dibunuh Resi Drona dengan cara memotong ibu jari tangan kanannya yang memakai cincin sakti Mustika Ampal, Dewi Anggraini menunjukan kesetiaannya sebagai istri sejati. Ia melakukan bela pati, bunuh diri untuk kehormatan suami dan dirinya sendiri. Dewi Anggraini mati sebagai lambang kesetiaan seorang istri terhadap suaminya. Walaupun menghadapi godaan yang berwujud keindahan dan kelebihan orang lain, namun Dewi Anggraini tetap teguh cinta kesetianya ke

Batara Guru menamakan makhluk ganas itu Candrabirawa. Sang Hyang Antaboga terpaksa menangkapnya. sesuai dengan yang dikehendakinya. Dalam pewayangan disebutkan. menikah dengan Bima. Dalam pewayangan. Air sakti itu kemudian diberikan kepada cucunya Antareja dan pernah dimanfaatkan untuk menghidupkan Dewi Wara Subadra yang mati karena dibunuh Burisrawa dalam lakon Subadra Larung. yaitu Dewi Nagagini dan Naga Tatmala. yang membuatnya dapat menjelma menjadi apa saja. atau Sang Hyang Nagasesa atau Sang Hyang Anantaboga atau Sang Hyang Basuki adalah dewa penguasa dasar bumi. Walaupun dalam keadaan biasa Sang Hyang Antaboga serupa dengan ujud manusia. SANG HYANG. Namun para dewa gagal me-nangkapnya karena kalah sakti. Batara Guru juga pernah mengambil kulit yang tersisa ketika Sang Hyang Antaboga mlungsungi dan menciptanya menjadi makhluk ganas yang menge-rikan. atau lapisan ke tujuh dasar bumi. Sang Hyang Antaboga pernah dimintai tolong Batara Guru menangkap Bambang Nagatatmala. Dewi Nagagini. Untunglah Dewi Supreti.Antaboga ANTABOGA. karena ayahnya yang ber-nama Antawisesa juga seekor naga. tetapi dalam keadaan triwikrama. istrinya. walau itu anaknya. Dari istrinya yang bernama Dewi Supreti. Cucunya yang lahir dari Dewi Nagagini bernama Antareja atau Anantaraja. Walaupun ia cucu Sang Hyang Wenang. dalang menceritakan bahwa Sang Hyang Antaboga memiliki Aji Kawastrawam. walaupun terletak di dasar bumi. ujudnya tetap seekor naga. Dewa itu beristana di Kahyangan Saptapratala. tubuhnya berubah menjadi ular naga besar. Ibunya bernama Dewi Wasu. anaknya sendiri. Antara lain ia pernah menjelma menjadi garangan putih (semacam musang hutan atau cerpelai) yang menyelamatkan Pandawa dan Kunti dari amukan api pada peristiwa Bale Sigalagala. istri Batara Yamadipati. Namun Dewa Ular itu tidak menyangka Batara Guru akan menjatuhkan hukuman mati pada anaknya. Sang Hyang Antaboga berganti kulit (mlung-sungi). ketika masih muda disebut Nagasesa. kemudian menghidupkan kembali Bambang Nagatatmala dengan Tirta Amerta. Ibu Nagasesa bernama Dewi Sayati. orang kedua dalam keluarga Pandawa. Karena Nagatatmala memang bersalah. ia mempunyai dua anak. putri Sang . Putrinya. Sang Hyang Antaboga mempunyai kemampuan menghidupkan orang mati yang kematiannya belum digariskan. Sang Hyang Antaboga adalah putra Anantanaga. putri Anantaswara. keadaan di Saptapratala tidak jauh berbeda dengan di kahyangan lainnya. setiap 1000 tahun sekali. karena ia memiliki air suci Tirta Amerta. Sang Hyang Antaboga. dengan memasukkannya ke Kawah Candradimuka. Waktu itu Nagatatmala kepergok sedang berkasihkasihan dengan Dewi Mumpuni. Selain itu.

Pada saat para dewa sedang bingung itulah Nagasesa datang membantu. Padahal jika gunung itu tidak bisa dicabut. dan berhak atas gelar Batara atau Sang Hyang. dan kemudian menempatkannya di tempat semula. Cupu Linggamanik sangat penting bagi para dewa. Ini didasarkan atas arti kata ngebur dalam bahasa Jawa. Nagasesa yang kelak lebih dikenal dengan nama Sang Hyang Antaboga juga memiliki Tirta Amerta. Mereka mencabut Gunung Mandira dari tempatnya. Itulah sebabnya semua dewa di kahyangan merasa berhutang budi pada ke-baikan hati Nagasesa. Waktu itu Nagasesa sedang bertapa di Guwaringrong dengan mulut terbuka. Guna memperoleh Tirta Amerta para dewa harus membor dasar samudra. oleh para dewa Na-gasesa juga diberi Aji Kawastram ***) yang mem-buatnya sanggup mengubah ujud dirinya menjadi manusia atau makhluk apa pun yang dikehendakinya. Tidak hanya itu. lalu memutarnya untuk melubangi dasar samudra itu. dan saat itulah muncul Batara Guru. para dewa juga menghadiahkan seorang bidadari bernama Dewi Supreti sebagai istrinya. Dewa itu menanyakan kemana perginya cahaya berkilauan yang memasuki Guwaringrong. bilamana pemuka dewa itu mau memeliharanya baik-baik. melainkan mengaduk-aduknya. Dengan cara melingkarkan badannya yang panjang ke gunung itu dan membetotnya ke atas. dibawa ke samudra. ***) Jasa Nagasesa yang kedua adalah ketika ia menye-rahkan Cupu Linggamanik kepada Batara Guru. karena benda itu mempunyai khasiat dapat membawa ketentraman di kahyangan. Dengan demikian para dewa dapat mengambil Tirta Amerta yang mereka inginkan. Batara Guru menyanggupinya. membuat air samudra itu menjadi ‘kacau’. Para dewa juga memberinya hak sebagai penguasa alam bawah tanah. Itu pula sebabnya. Suatu ketika para dewa berusaha mendapatkan Tirta Amerta yang membuat mereka bisa menghi-dupkan orang mati. para dewa bukan membor samudra. Sejak itu ia bergelar Sang Hyang Antaboga. para dewa tidak sanggup mencabut kembali gunung itu. Nagasesa berhasil menjebol Gunung Mandira. Tiba-tiba melesatlah seberkas CATATAN KAKI: ***) Ada pendapat lain yang mengatakan bahwa untuk mendapatkan Tirta Amerta. Untuk membangun ikatan keluarga.Hyang Wenang. cahaya terang memasuki mulutnya. Namun setelah berhasil memutarnya. Karena jasa-jasanya itu para dewa lalu mengha-diahi Nagasesa kedudukan yang sederajat dengan para dewa. Nagasesa menjawab. sehingga ia mendapatkan Cupu Linggamanik yang semula berujud cahaya itu. . mengacau. Para dewa memang sangat menginginkan cupu mustika itu. mustahil Tirta Amerta dapat diambil. dibalikkan sehingga puncaknya berada di bawah. yang artinya mengaduk-aduk. cahaya mustika itu ada pada dirinya dan akan diserahkan kepada Batara Guru. Nagasesa lang-sung mengatupkan mulutnya.

cucunya. Sang Hyang Antaboga pernah berbuat khilaf ketika dalam sebuah lakon carangan terbujuk hasutan Prabu Boma Narakasura. Prabu Kresna. Antareja tidak pernah ada.Perlu diketahui. Nama Antaboga atau Anantaboga artinya (naga yang) kelokannya tidak mengenal batas. sedangkan kata boga atau bhoga atinya kelokan. Lihat Antareja. Antaboga berangkat ke kahyangan. tetapi akhirnya silang pendapat itu dapat diredakan oleh Batara Narada. karena Kemayan yang berasal dari kata ‘maya’ adalah aji untuk membuat pemilik ilmu itu menjadi tidak terlihat oleh mata biasa. Kata ‘maya’. cucu Sang Hyang Antaboga. Bersama dengan menantunya. maksudnya adalah ular naga yang besarnya luar biasa. yang benar adalah Aji Kawastram. Ternyata Batara Guru tidak bersedia memberikan wahyu itu pada Boma. karena menurut pendapatnya Gatotkaca lebih pantas dan lebih berhak. Selisih pendapat yang hampir memanas ini karena Sang Hyang Antaboga hendak bersikeras. yang suami Dewi Pertiwi. tak terlihat. dan Candrabirawa. Jadi. CATATAN KAKI = ***) Sebagian dalang menyebutnya Aji Kemayan. untuk meminta Wahyu Senapati pada Batara Guru. Sebenarnya sebutan itu keliru. artinya. Wahyu Senapati tetap diperuntukkan bagi Gatotkaca. . Yang kelokannya tidak mengenal batas. Kata an atau artinya tidak. hanya terdapat dalam pewayangan di Indonesia. karena tokoh itu memang asli ciptaan nenek moyang orang Indonesia. kata anta artinya batas. Dalam Kitab Mahabarata. yakni Antareja.

Ia meninggal menjelang perang Bharatayuda atas kemauannya sendiri dengan cara menjilat telapak kakinya sebagai tawur (korban untuk kemenangan) keluarga Pandawa dalam perang Bharatayuda. mahluk apapun yang dijilat telapak kakinya akan menemui kematian. Lidahnya sangat sakti. Kesaktian lain Anantareja dapat hidup dan berjalan didalam bumi. Ia menikah dengan Dewi Ganggi. . pemberian ibunya. bernama: Raden Gatotkaca. Setelah dewasa Anantareja menjadi raja di negara Jangkarbumi bergelar Prabu Nagabaginda. dengan Dewi Nagagini. sehingga kebal terhadap senjata. Anatareja berkulit napakawaca. sangat berbakti pada yang lebih tua dan sayang kepada yang muda. dan Arya Anantasena. Ia memiliki ajian Upasanta pemberian Hyang Anantaboga. dan dapat digunakan untuk menghidupkan kembali kematian di luar takdir. raja ular/taksaka di Tawingnarmada. putri Hyang Anantaboga dengan Dewi Supreti dari Kahyangan Saptapratala. Ia mempunyai 2 (dua) orang saudara lelaki lain ibu. yang mempunyai kesaktian. putri Prabu Ganggapranawa. pendiam.Antarja ANANTAREJA adalah putera Bima/Werkundara. putra Bima dengan Dewi Urangayu. dan berputra Arya Danurwenda. Ia juga memiliki cincin mustikabumi. salah satu dari lima satria Pandawa. Anantareja memiliki sifat dan perwatakan : jujur. rela berkorban dan besar kepercayaanya kepada Sang Maha Pencipta. Sejak kecil Anatareja tinggal bersama ibu dan kakeknya di Saptapratala (dasar bumi). putra Bima dengan Dewi Arimbi. menjauhkan dari kematian selama masih menyentuh bumi/tanah.

Sejak kecil Anantasena tinggal bersama ibu dan kakeknya di Kisiknarmada. Anantasena dapat hidup di darat dan di dalam air. dengan Dewi Urangayu. Ia mempunyai kesaktian berupa sungut sakti. Ia mempunyai 2 (dua) orang saudara seayah lain ibu. putra Dewi Arimbi.Antasena ANANTASENA adalah Putra Bima/Werkundara. dan Gatotkaca. Seluruh badannya berkulit sisik ikan/udang hingga kebal terhadap senjata. yaitu : Anantareja. putri Hyang Mintuna (Dewa ikan air tawar) di Kisiknarmada. putra Dewi Nagagini. salah satu dari lima satria Pandawa. yang dapat . mahluk apapun yang tersentuh dan terkena bisa-nya akan menemui kematian. Anantasena juga memiliki pusaka Cupu Madusena.

Anantasena menjadi raja di negara Dasarsamodra. bekas negaranya Prabu Ganggatrimuka yang mati terbunuh dalam peperangan. Dewi Arimbi menjadi raja negara Pringgandani. yang tewas dalam peperangan melawan Bima. berani kerena membela kebenaran. Brajalamatan. Brajawikalpa dan Kalabendana. bernama.mengembalikan kematian di luar takdir. Prabu Arimba. Dari perkawinan itu ia mempumyai seorang putra yang diberi nama Gatotkaca. Setelah dewasa. putra Prabu Pandu. kekuasaan . salah seorang dari lima satria Pandawa. Ia mati moksa (lenyap dengan seluruh raganya) atas kehendak/kekuasaan Sang Hyang Wenang Arimbi DEWI ARIMBI atau Hidimbi (Mahabharata) adalah putri kedua Prabu Arimbaka. dengan Dewi Hadimba. Brajamusti. Namun karena ia lebih sering tinggal di Kesatrian Jodipati mengikuti suaminya. raja raksasa negara Pringgandani. bersahaja. terus terang. Ia mempunyai tujuh orang saudara kandung. tidak pernah berdusta. Arimba/Hidimba. Anantasena berwatak jujur. menggantikan kedudukan kakaknya. Brajadenta. Ia juga tidak dapat mati selama masih bersinggungan dengan air atau uap air. raja negara Astina dari permaisuri Dewi Kunti. Arya Prabakesa. Dewi Arimbi menikah dengan Bima/Werkudara. Anatasena meninggal sebelum perang Bharatayuda.

negara Pringgandani diwakilkan kepada adiknya, Brajadenta sampai Gatotokaca dewasa dan diangkat menjadai raja negara Pringgandani bergelar Prabu Kacanegara. Dewi Arimbi mempunyai kesaktian; dapat beralih rupa dari wujudnya raksasa menjadi putri cantik jelita. Ia mempunyai sifat dan perwatakan; jujur, setia, berbakti dan sangat sayang terhadap putranya. Akhir kehidupannya diceritakan, gugur di medan Perang Bharatayuda membela putranya, Gatotokaca yang gugur karena panah Kunta milik Adipati Karna, raja negara Awangga.

Arjuna
ARJUNA adalah putra Prabu Pandudewanata, raja negara Astinapura dengan Dewi Kunti/Dewi Prita --- putri Prabu Basukunti, raja negara Mandura. Ia merupakan anak ke-tiga dari lima bersaudara satu ayah, yang dikenal dengan nama Pandawa. Dua saudara satu ibu adalah Puntadewa dan Bima/Werkudara. Sedangkan dua saudara lain ibu, putra Pandu dengan Dewi Madrim adalah Nakula dan Sadewa. Arjuna seorang satria yang gemar berkelana, bertapa dan berguru menuntut ilmu. Selain menjadi murid Resi Drona di Padepokan Sukalima, ia juga menjadi murid Resi Padmanaba dari Pertapaan Untarayana. Arjuna pernah menjadi Pandita di Goa Mintaraga, bergelar Bagawan Ciptaning. Ia dijadikan jago kadewatan membinasakan Prabu Niwatakawaca, raja raksasa dari negara Manimantaka. Atas jasanya itu, Arjuna dinobatkan sebagai raja di Kahyangan Kaindran bergelar Prabu Karitin. dan mendapat anugrah pusaka-pusaka sakti dari para dewa, antara lain ;

Gendewa ( dari Bathara Indra ), Panah Ardadadali ( dari Bathara Kuwera ), Panah Cundamanik ( dari Bathara Narada ). Arjuna juga memiliki pusaka-pusaka sakti lainnya, atara lain ; Keris Kiai Kalanadah, Panah Sangkali ( dari Resi Durna ), Panah Candranila, Panah Sirsha, Keris Kiai Sarotama, Keris Kiai Baruna, Keris Pulanggeni ( diberikan pada Abimanyu ), Terompet Dewanata, Cupu berisi minyak Jayengkaton ( pemberian Bagawan Wilawuk dari pertapaan Pringcendani ) dan Kuda Ciptawilaha dengan Cambuk Kiai Pamuk. Sedangkan ajian yang dimiliki Arjuna antara lain ; Panglimunan, Tunggengmaya, Sepiangin, Mayabumi, Pengasih dan Asmaragama Arjuna mempunyai 15 orang istri dan 14 orang anak. Adapun istri dan anakanaknya adalah : 1. Dewi Sumbadra , berputra Raden Abimanyu. 2. Dewi Larasati , berputra Raden Sumitra dan Bratalaras. 3. Dewi Srikandi 4. Dewi Ulupi/Palupi , berputra Bambang Irawan 5. Dewi Jimambang , berputra Kumaladewa dan Kumalasakti 6. Dewi Ratri , berputra Bambang Wijanarka 7. Dewi Dresanala , berputra Raden Wisanggeni 8. Dewi Wilutama , berputra Bambang Wilugangga 9. Dewi Manuhara , berputra Endang Pregiwa dan Endang Pregiwati 10. Dewi Supraba , berputra Raden Prabakusuma 11. Dewi Antakawulan , berputra Bambang Antakadewa 12. Dewi Maeswara 13. Dewi Retno Kasimpar 14. Dewi Juwitaningrat , berputra Bambang Sumbada 15. Dewi Dyah Sarimaya. Arjuna juga memiliki pakaian yang melambangkan kebesaran, yaitu ; Kampuh/Kain Limarsawo, Ikat Pinggang Limarkatanggi, Gelung Minangkara, Kalung Candrakanta dan Cincin Mustika Ampal (dahulunya milik Prabu Ekalaya, raja

negara Paranggelung). Ia juga banyak memiliki nama dan nama julukan, antara lain ; Parta (pahlawan perang), Janaka (memiliki banyak istri), Pemadi (tampan), Dananjaya, Kumbaljali, Ciptaning Mintaraga (pendeta suci), Pandusiwi, Indratanaya (putra Bathara Indra), Jahnawi (gesit trengginas), Palguna, Danasmara ( perayu ulung ) dan Margana ( suka menolong ). Arjuna memiliki sifat perwatakan ; Cerdik pandai, pendiam, teliti, sopan-santun, berani dan suka melindungi yang lemah. Ia memimpin Kadipaten Madukara, dalam wilayah negara Amarta. Setelah perang Bhatarayuda, Arjuna menjadi raja di Negara Banakeling, bekas kerajaan Jayadrata. Akhir riwayat Arjuna diceritakan, ia muksa ( mati sempurna ) bersama ke-empat saudaranya yang lain.

Ia menjadi raja negara Kumbina menggantikan mertuanya. raja Boja. putri Prabu Purungaji dari negara Tempuru. Dari perkawinan tersebut ia memperoleh dua orang putra bernama . Aswatama BAMBANG ASWATAMA adalah putra Resi Drona dari padepokan Sokalima. raja negara Mandura dengan permaisuri Dewi Dayita. trengginas.Arya Prabu Rukma ARYA PRABU RUKMA adalah putra Prabu Basukunti. Prabu Wasukunti atau Prabu Hirayana. Prabu Rumbaka. Ia mempunyai tiga orang saudara kandung bernama. Ia berambut dan . swaraswati keraton Mandura. mahir mempergunakan senjata panah dan ahli strategi perang. Secara tidak resmi Arya Prabu Rukma juga mengawini Ken Sagupi. putra Prabu Rumbaka. Arya Prabu Rukma menikah dengan Dewi Rumbini. dengan Dewi Krepi. Akhir riwayatnya diceritakan. dan bergelar Prabu Bismaka. Prabu Bismaka/Arya Prabu Rukma gugur di medan perang melawan Prabu Bomanarakasura. raja negara Surateleng atau Trajutisna. raja Negara Kumbina. putri Prabu Kunti. cerdik pandai. Dewi Kunti/Dewi Prita dan Arya Ugrasena. Arya Prabu Rukma mempunyai sifat dan perwatakan berani. Dewi Rukmini dan Arya Rukmana. dan mempunyai seorang putri bernama Ken Rarasati/Dewi Larasati. Arya Basudewa.

Resi Drona). pemberani. secara bersembunyi Aswatama masuk menyelundup ke dalam istana Astina. badannya hancur dipukul gada Rujakpala. Ketika ayahnya. Ia memiliki sifat dan perwatakan . Ia kemudian menjadi brahmana di pertapaan Argabelah dan bergelar . Dari ayahnya. Aswatama memutuskan mundur dari kegiatan perang Bharatayuda. Dewi Krepi sedang beralih rupa menjadi kuda Sembrani. dalam upaya menolong Bambang Kumbayana/Resi Drona terbang menyeberangi lautan. Pada mulanya Bambang Anggana Putra berwujud satria tampan. cerdik dan pandai mempergunakan segala macam senjata. Resi Drona menjadi guru Keluarga Pandawa dan Kurawa di negara Astina. Pancawala (putra Prabu Puntadewa). Dewi Banowati (Janda Prabu Duryudana) dan Dewi Srikandi. keturunan Prabu Citragada. adalah putra Resi Jaladara dari Pertapaan Dewasana. raja negara Magada. Bagaspati BAGAWAN BAGASPATI yang sewaktu mudanya bernama Bambang Anggana Putra. Aswatama ikut serta dalam mengikuti pendidikan ilmu olah keprajuritan. tetapi kerena terkena kutukan Sanghyang Manikmaya tatkala akan memperistri Dewi Darmastuti wujudnya berubah menjadi raksasa. dengan Dewi Anggini. Aswatama mendapat pusaka yang sangat sakti berupa panah bernama Cundamanik. sebelum akhirnya ia mati oleh Bima. Setelah Perang Bharatayuda berakhir dan keluarga Pandawa pindah dari Amarta ke Astina. Ia berhasil membunuh Drestadyumna (pembunuh ayahnya.bertelapak kaki kuda karena ketika awal mengandung dirinya. Karena kecewa dengan sikap Prabu Duryudana yang terlalu membela Prabu Salya yang dituduhnya sebagai penyebab gugurnya Adipati Karna.

lagak lagu katanya kekanak-kanakan. Ia mempunyai tabiat . Di dalam cerita pedalangan Jawa. Dewi Pujawati. suara besar agak serak (agor . Akhir riwayatnya diceritakan. Bagong BAGONG terjadi dari bayangan Sanghyang Ismaya atas sabda Sanghyang Tunggal. ia menyerahkan Aji Candrabirawa kepada Narasoma. ikhlas. sabar. raja negara Mandara yang merupakan saudara seperguruan. Carub atau Astrajingga. karena Ismaya yang ditugaskan mengawasi trah keturunan Witaradya merasa tidak sah apabila sesuatu persaksian hanya dilakukan oleh seseorang. rela berkorban dan sangat sayang pada putrinya. Ia memiliki Ajian Candrabirawa. karena rasa cintanya dan demi kebahagiaan putrinya. tahu-tahu telah ada seseorang yang bentuk tubuhnya hampir menyerupai dirinya. Ia bersahabat karib dengan Prabu Mandrapati. lucu. sehingga tidak bisa mati kecuali atas kemauannya sendiri. Bagaspati sangat sakti. Sanghyang Tunggal kemudian menyuruh Sanghyang Ismaya menoleh ke belakang . Bagaspati rela mati dibunuh Narasoma. dan berputra Dewi Pujawati. Bagaspati mempunyai watak. Bagong dikenal pula dengan nama Bawor.Bagawan Bagaspati. Jawa). Sebelum tewas.. menantunya sendiri. ayahnya. tindakannya seperti . seorang hapsari/bidadari. percaya akan kekuasaan Tuhan. Ia menikah dengan Dewi Dharmastuti. ia mohon kepada ayahnya seorang kawan yang akan menemaninya. Ketika Sanghyang Ismaya akan turun ke Arcapada.

putri Bathara Hira. Bagong berumur sangat panjang.orang bodoh. ia hidup sampai jaman Madya . anak Prabu Balya raja Gandarwa di Pucangsewu. kakak Dewi Kanistri. kata-katanya menjengkelkan. Seperti halnya dengan Semar. Perkawinannya itu bersamaan dengan perkawinan Semar dengan Dewi Kanistri dan perkawinan Resi Manumayasa dengan Dewi Kaniraras. Bagong menikah dengan Endang Bagnyawati. tetapi selalu tepat.

Baladewa
PRABU BALADEWA yang waktu mudanya bernama Kakrasana, adalah putra Prabu Basudewa, raja negara Mandura dengan permaisuri Dewi Mahendra/Maekah (Jawa). Ia lahir kembar bersama adiknya, Narayana dan mempunyai adik lain ibu bernama; Dewi Sumbadra/Dewi Lara Ireng, putri Prabu Basudewa dengan permaisuri Dewi Badrahini. Baladewa juga mempunyai saudara lain ibu bernama Arya Udawa, putra Prabu Basudewa dengan Ken Sagupi, seorang swarawati keraton Mandura. Baladewa berwatak keras hati, mudah naik darah tapi pemaaf dan arif bijaksana. Ia sangat mahir dalam olah ketrampilan mempergunakan gada, hingga Bima dan Duryudana berguru kepadanya. Baladewa mempunyai dua pusaka sakti; Nangggala dan Alugara, keduanya pemberian Bathara Brahma. Ia juga mempunyai kendaraan gajah bernama Kyai Puspadenta. Prabu Baladewa yang mudanya pernah menjadi pendeta di pertapaan Argasonya bergelar Wasi Jaladara, menikah dengan Dewi Erawati, putri Prabu Salya dengan Dewi Setyawati/Pujawati dari negara Mandaraka. Dari perkawinan tersebut ia memperoleh dua orang putra bernama : Wisata dan Wimuka. Prabu Baladewa diyakini sebagi titisan Sanghyang Basuki , Dewa keselamatan. Ia berumur sangat panjang. Setelah selesai perang Bharatayuda, Prabu Baladewa menjadi pamong dan penasehat Prabu Parikesit, raja negara Astina setelah Prabu Kalimataya/Prabu Puntadewa, dengan gelar Resi Balarama. Ia mati moksa setelah punahnya seluruh Wangsa Yadawa.

Baladewa

PRABU BALADEWA yang waktu mudanya bernama Kakrasana, adalah putra Prabu Basudewa, raja negara Mandura dengan permaisuri Dewi Mahendra/Maekah (Jawa). Ia lahir kembar bersama adiknya, Narayana dan mempunyai adik lain ibu bernama; Dewi Sumbadra/Dewi Lara Ireng, putri Prabu Basudewa dengan permaisuri Dewi Badrahini. Baladewa juga mempunyai saudara lain ibu bernama Arya Udawa, putra Prabu Basudewa dengan Ken Sagupi, seorang swarawati keraton Mandura. Baladewa berwatak keras hati, mudah naik darah tapi pemaaf dan arif bijaksana. Ia sangat mahir dalam olah ketrampilan mempergunakan gada, hingga Bima dan Duryudana berguru kepadanya. Baladewa mempunyai dua pusaka sakti; Nangggala dan Alugara, keduanya pemberian Bathara Brahma. Ia juga mempunyai kendaraan gajah bernama Kyai Puspadenta. Prabu Baladewa yang mudanya pernah menjadi pendeta di pertapaan Argasonya bergelar Wasi Jaladara, menikah dengan Dewi Erawati, putri Prabu Salya dengan Dewi Setyawati/Pujawati dari negara Mandaraka. Dari perkawinan tersebut ia memperoleh dua orang putra bernama : Wisata dan Wimuka. Prabu Baladewa diyakini sebagi titisan Sanghyang Basuki , Dewa keselamatan. Ia berumur sangat panjang. Setelah selesai perang Bharatayuda, Prabu Baladewa menjadi pamong dan penasehat Prabu Parikesit, raja negara Astina setelah Prabu Kalimataya/Prabu Puntadewa, dengan gelar Resi Balarama. Ia mati moksa setelah punahnya seluruh Wangsa Yadawa.

Banuwati
DEWI BANOWATI adalah putri Prabu Salya, raja negara Mandaraka dengan permaisuri Dewi Pujawati/Setyawati putri tunggal Bagawan Bagaspati dari pertapaan Argabelah. Ia mempunyai empat saudara kandung masing-masing bernama; Dewi Erawati, Dewi Surtikanti, Arya Burisrawa dan Bambang Rukmarata. Dewi Banowati menikah dengan Prabu Suyudana/Duryadana, raja negara Astina, putra Prabu Drestarasta dengan Dewi Gandari. Dari perkawinan tersebut ia meperoleh dua orang putra bernama; Leksmanamandrakumara dan Dewi Laksmanawati. Dewi Banowati berwatak; jujur, penuh belas kasih, jatmika (selalu dengan sopan santun) dan agak sedikit genit. Akhir riwayatnya diceritakan, ia mati dibunuh oleh Aswatama putra Resi Durna, setelah berakhirnya perang Bharatayuda, saat menunggu boyongan/pindahan keluarga Pandawa dari Negara Amarta ke negara Astina.

Setelah usia lanjut. raja raksasa negara Gowabarong yang dengan beralih rupa menjadi Prabu Basudewa palsu dan berhasil mengadakan hubungan asmara dengan Dewi Mahira. Ia pandai olah keprajuritan dan mahir memainkan senjata panah dan lembing.Basudewa PRABU BASUDEWA adalah putra sulung Prabu Basukunti raja negara Mandura dengan permaisuri Dewi Dayita. swaraswati Keraton Mandura. putri Prabu Kunti. raja Boja. ia menyerahkan Kerajaan Mandura kepada putranya. Prabu Basudewa juga mengawini Ken Sagupi. Kakrasana dan Narayana. Arya Prabu Rukma dan Arya Ugrasena. Secara tidak resmi. Kakrasana. Kangsa sebenaranya putra Prabu Gorawangsa. Prabu Basudewa sangat sayang kepada keluarganya. Prabu Basudewa meninggal saat negara Mandura digempur Prabu Sitija/ Bomanarakasura raja Negara Surateleng . Sedangkan dengan permaisuri Dewi Badrahini ia berputra Dewi Wara Sumbadra/Dewi Lara Ireng. Dengan permaisuri Dewi Mahira/Maerah (Jawa) ia berputra Kangsa. Ia mempunyai tiga orang saudara kandung masing-masing bernama. Dewi Prita/Dewi Kunti. dan memperoleh seorang putra bernama Arya Udawa. Dengan permaisuri Dewi Mahindra/Maerah (Jawa). dan hidup sebagai pendeta di Pertapaan Randugumbala. Prabu Basudewa memperoleh dua orang putra bernama. Prabu Basudewa mempunyai tiga orang isteri/permaisuri dan 4 (empat) orang putra.

Dari perkawinan tersebut ia memperoleh tiga orang putra masing-masing bernama . Ia mempunyai dua orang saudara kandung bernama. Dewi Basuwati. membagun sebuah padepokan/pertapaan. putra Bathara Parikenan dengan Dewi Brahmananeki. karena setiap memiliki permaisuri selalu saja meninggal. Dewi Basutari dan Arya Basukiswara. raja negara Wirata dengan permaisuri Dewi Anganti/Dewi Girika. Sebagai penggantinya. Basukiswara . Prabu Basukesti meninggal dalam usia lanjut. Beberapa tahun kemudian. Prabu Basukesti kembali ke istana dan mendapat permaisuri bernama Dewi Adrika/Dewi Pancawati. Atas kemurahan hatinya. Untuk sementara tahta kerajaan diserahkan kepada Arya Basumurti. Arya Basunanda dan Arya Basumurti. Arya Basukesti menjadi raja negara Wirata menggantikan kedudukan kakaknya. Prabu Basukesti pernah meninggalkan tahta kerajaan Wirata dan pergi bertapa sebagai ruwat atas nasibnya. Prabu Basukesti mengijinkan dan menyerahkan puncak gunung Retawu di kawasan gunung Saptaarga kepada Manumayasa. putri Bagawan Kolagiri dengan Dewi Suktimati. Prabu Basunanda yang mengundurkan diri hidup sebagai brahmana. Arya Basukiswara diangkat menjadi raja negara Wirata.Basukesti ARYA BASUKESTI adalah putra Prabu Basupati/Basuparicara.

Dari perkawinan tersebut ia memperoleh 4 ( empat ) orang putra masing-masing bernama: Arya Basudewa. Ia mempunyai adik kandung bernama Kuntadewa. yang setelah menjadi raja negara Boja bergelar Prabu Kuntiboja. Arya Basuketi.ARYA BASUKISWARA adalah putra Bungsu prabu Basukesti. Basukiswara menjadi raja negara Wirata menggantikan kedudukan ayahnya. ia memutuskan untuk hidup sebagai brahmana. Arya Basuketi dan Arya Kistawan. Prabu Basukunti menikah dengan Dewi Dayita. putri Prabu Kunti. Setelah usianya lanjut. ia menyerahkan tahta kerajaan Mandura kepada putra sulungnya. cerdik pandai. dan mempunyai dua orang putra masing-masing bernama . Ia mempunyai dua orang kakak kandung masing-masing bernama . raja Negara Mandura dengan permaisuri Dewi Sungganawati. Prabu Basukesti. berani. Arya Basudewa dan hidup sebagai brahmana sampai meninggal. Basukunti PRABU BASUKUNTI atau WASUKUNTI yang waktu mudanya bernama Suradewa. . Ia memerintah dengan arif dan bijaksana. Dewi Prita/Dewi Kunti. raja negara Wirata dengan permaisuri Dewi Adrika/Dewi Pancawati. raja Boja. Prabu Basukiswara menikah dengan Dewi Kiswati. adalah putera sulung Prabu Wasukunteya. Dewi Pasuwati dan Dewi Basutari. Prabu Basukiswara juga menjalin hubungan yang sangat erat dengan Resi Manumayasa dari padepokan Retawu di gunung Saptaarga. Merasa usianya sudah lanjut dan tak mampu lagi memerintah. Tahta dan negara Wirata diserahkan kepada putra sulungnya. Prabu Basukunti mempunyai sifat dan perwatakan. adil dan sangat memperhatikan kehidupan rakyatnya. Arya Prabu Rukma dan Arya Ugrasena. arif bijaksana dan suka menolong.

Arya Basukesti. Putri Bathara Brahma. Karena waktu itu putra-putranya masih kecil. masuk ke dalam wilayah kekuasaan negara Wirata. Basupati PRABU BASUPATI dikenal pula dengan nama Prabu Basuparicara (Mahabharata). raja negara Wirata yang pertama dengan permaisuri Dewi Bramaniyuta. Karena ketekunannya bertapa. Prabu Basunanda tidak terlalu lama memerintah negara Wirata. juga tahu segala bahasa binatang. Ia Putra Bathara Srinada/Prabu Basurata. dan mempunyai dua orang putra masing-masing bernama . Prabu Basupati menjadi sangat sakti . Prabu Basupati yang mengundurkan diri. mengundurkan diri dari tahta kerajaan untuk selanjutnya hidup sebagai brahmana. Dengan kereta sakti Amarajaya. Prabu Basupati menaklukkan tujuh negara. Dewi Basundari dan Arya Basundara. tahta kerajaan Wirata diserahkan kepada adiknya. putra Bathara Bremani/Brahmanaresi dengan Dewi Srihuna/Srihunon. Prabu Basupati menikah dengan Dewi Angati atau Dewi Girika (Mahabharata). Prabu Basupati mempunyai adik kandung bernama Bramananeki yang menikah dengan Bambang Parikenan. Ia mengikuti jejak Prabu Basupati.Basunanda Arya Basunanda menjadi raja negara Wirata menggantikan kedudukan ayahnya. putri . Prabu Basunanda menikah dengan Dewi Swakawati. Ia mendapat anugerah Bathara Indra berwujud sebuah kereta sakti bernama Amarajaya lengkap dengan bendera perangnya yang membuatnya kebal terhadap segala macam senjata.

Ia menyerahkan tahta Kerajaan Wirata kepada Arya Basunada. Prabu Basurata menikah dengan Dewi Bramaniyuta. dengan permaisuri Dewi Srisekar. Arya Basukesti dan Arya Bamurti. Arya Basunada. kemudian hidup sebagai brahmana sampai meninggal dalam keadaan bermudra. Dari perkawinan tersebut ia memperoleh dua orang putra bernama . Dewi Brahmananeki dengan Bambang Parikenan. Bathara Srigati dan Bathara Srinadi. putra Bathara Bremani/Brahmanaresi (Putra Bathara Brahma dengan Dewi Raraswati) dengan Dewi Srihuna (Putri Bathara Wisnu dengan Dewi Sripujayanti). ia memperoleh tiga orang putra masing-masing bernama . Prabu Basurata berkeinginan moksa. Dari perkawinan tersebut. Arya Basupati. Prabu Basupati memerintah negara Wirata sampai berusia lanjut.Bagawan Kolagiri dengan Dewi Suktimati. Arya Basupati/Basuparicara dan Dewi Bramananeki. Ia kemudian menyerahkan tahta dan negara Wirata kepada putranya. . Prabu Basurata adalah Putra Bathara Wisnu yang bertahta di Kahyangan Untarasegara. Basurata PRABU BASURATA adalah raja negara Wirata yang pertama. Setelah menikahkan putrinya. Pada waktu mudanya ia bernama Bathara Srinada. Putri Bathara Brahma dengan Dewi Sarasyati dari Kahyangan Daksinageni. Ia mempunyai dua orang saudara kandungmasing-masing bernama .

berputra Arya Anantareja. Kowara. Gelung Pudaksategal. Gelang Candrakirana. Bima juga memiliki pakaian yang melambangkan kebesaran yaitu. Ia putra kedua Prabu Pandu. Pandusiwi. teguh. Alugara. Bratasena. Kuku Pancanaka. raja Negara Astina dengan Dewi Kunti. Nagata. Kusumayuda. Gada Rujakpala. Birawa. Bima tinggal di kadipaten Jodipati. mati sempurna (moksa) bersama ke empat saudaranya setelah akhir perang Bharatayuda. Dewi Nagagini. putri Prabu Basukunti dengan Dewi Dayita dari negara Mandura. Pupuk Jarot Asem. Kelatbahu Candrakirana. Sedangkan beberapa anugerah Dewata yang diterimanya antara lain. Balawa. Aji Bandungbandawasa. yaitu . serta 2 orang saudara lain ibu. Bargawa (kapak besar) dan Bargawasta. . Bayusuta. Kalung Nagasasra. yaitu : 1. Bima memililki sifat dan perwatakan. gagah berani. Nakula dan Sadewa. 2. sedangkan ajian yang dimiliki adalah . Dewi Urangayu. Sena. tabah. Dandunwacana. Kusumadilaga. Dewi Arimbi. Kampuh/kain Poleng Bintuluaji. Sumping Surengpati dan pupuk Pudak Jarot Asem. Sumping Surengpati. Bima mempunyai dua orang saudara kandung bernama: Puntadewa dan Arjuna. ikat pinggang Nagabanda dan Celana Cinde Udaraga. atau Wijasena. kuat. berputra Raden Gatotkaca dan 3.Bima BIMA atau WERKUDARA dikenal pula dengan nama. Ia mempunyai tiga orang isteri dan 3 orang anak. Ia memiliki keistimewaan ahli bermain ganda dan memiliki berbagai senjata antara lain. berputra Arya Anantasena Akhir riwayat Bima diceritakan. patuh dan jujur. wilayah negara Amarta. Aji Ketuklindu dan Aji Blabakpangantol-antol.

Diantaranya yang dikenal dalam pedalangan adalah Duryudana (raja Negara Astina). (raja negara Banyutinalang). Citraksi. Citraksa.Bogadatta BOGADATTA atau Bogadenta adalah putra Prabu Drestarasta. Gardapati (raja Negara Bukasapta). putri Prabu Gandara dengan Dewi Gandini dari negara Gandaradesa. Gardapura . Durmagati. Durgempo. Ia bersaudara 100 orang --{ 99 orang pria dan 1 orang wanita} yang disebut Sata Kurawa. Widandini (raja negara Purantara) dan Dewi Dursilawati. Durmuka. Surtayu. Dursasana (Adipati Banjarjungut). Citrayuda. raja negara Astina dengan permaisuri Dewi Gandari. Kartamarma. Wikataboma. Citraboma. Surtayuda. Kartadenta. . Carucitra. Bomawikata.

Bomantara RABU BOMANTARA adalah raja negara Trajutisna/Prajatisa. Selain sakti. putra Prabu Kresna dengan Dewi Pretiwi. Mereka semua mati dalam peperangan oleh panah Trisula milik Arjuna. menewaskan Prabu Arimbaji untuk menguasai wilayah hutan Tunggarana. Bogadatta maju kemedan peperangan bersama gajah Murdiningkung dan srati Murdiningsih. putra Bathara Kala dengan Bathari Durga/Dewi Pramuni dari kahyangan Setragandamayit. Prabu Sitija kemudian bergelar Prabu Bomanarakasura . Belum puas dengan kekuasaan yang dimiliki. Bogadatta juga memiliki kendaraan gajah bernama Murdiningkung dengan srati/pawang seorang prajurit wanita bernama Murdiningsih. Dalam perang Bharatayuda.Bogadatta menjadi raja di negara Turilaya. ketiganya merupakan pasangan yang menakutkan lawan dan tak terkalahkan. Berwatak angkara murka. dan diloncati salah satu diantara yang hidup. Akhirnya Prabu Bomantara tewas dalam pertempuran melawan Prabu Narakasura yang waktu mudanya bernama Bambang Sitija. Ia pandai bermain gada. Di medan peperangan. kejam. Karena ketekunanya bertapa. Bila salah satu diantara mereka mati. Arwahnya manunggal dalam tubuh Prabu Sitija. Negara Surateleng dan Prajatisa oleh Prabu Sitija/Narakasura dijadikan satu. Prabu Bomantara kemudian menyerang negara Surateleng. maka yang mati akan hidup kembali. Ia kemudian menyerang negara Gowasiluman. Prabu Bomantara pernah menyerang Suralaya dan mengalahkan para Dewa. raja negara Surateleng. Ia masih keturunan Bathara Kalayuwana. bengis dan selalu menurutkan kata hatinya. ia menjadi sangat sakti.

Oleh kakaknya. Arwahnya menjelma menjadi ajian/keaktian dan merasuk/menunggal dalam gigi Gatotkaca. Usahanya kembali menghalami kekagalan. Sejak itu Gatotkaca memiliki kesaktian. Ia mempunyai tujuh orang saudara kandung bernama. melakukan pemberontakan karena ingin secara mutlak menguasai negara Pringgandani. Brajalamatan. karena tidak setuju dengan pengangkatan Gatotkaca. raja raksasa negara Pringgandani dengan Dewi Hadimba. Brajamusti. Akhir riwayatnya diceritakan. Brajadenta dan Brajamusti berhasil melarikan diri dan berlindung pada kemenakannya. Brajamusti. Prabu Arimbaji. Brajawikalpa dan Kalabendana. Brajadenta sangat sakti. Brajadenta berwatak keras hati. Brajalamatan dan Brajawikalpa. Arimba / Hidimba. ingin menangnya sendiri. . berani serta ingin selalu menurutkan kata hatinya. Pemberontakannya dapat ditumpas oleh Gatotkaca dengan tewasnya Brajalamatan dan Brajawikalpa. putra mendiang Prabu Arimba yang telah menjadi raja di negara Gowasiluman di hutan Tunggarana. Dengan bantuan Bathari Durga. Brajadenta dengan dibantu oleh ketiga adiknya. Brajadenta akhirnya tewas dalam peperangan melawan Gatotkaca. barang siapa kena gigitannya pasti binasa.Brajadenta BRAJADENTA adalah putra ketiga Prabu Arimbaka. Bima tinggal di Jadipati. Brajadenta ditunjuk sebagai wakil raja memegang tampuk pemerintahan negara Pringgandani selama Dewi Arimbi ikut suaminya. putra Dewi Arimbi dengan Bima sebagai raja Pringgandani. Brajadenta kembali memasuki negara Pringgandini untuk membunuh Gatotkaca. Dewi Arimbi. Arya Prabakesana. Dewi Arimbi.

masing-masing bernama . . raja raksasa negara Pringgandani dengan Dewi Hadimba. Brajalamatan sangat menentang keputusan Dewi Arimbi yang akan menyerahkan tahta kerajaan Pringgandani kepada Gatotkaca.Brajalamatan BRAJALAMATAN adalah putra keenam Prabu Arimbaka. Dewi Arimbi. Brajawikalpa dan Kalabendana. pemberani dan sangat sakti. Arya Prabakesa. putranya dengan Bima. Arimba/Hidimba. mudah marah. Brajalamatan akhirnya mati di tangan Gatotkaca. Brajalamatan berwatak keras hati dan agak berangasan. Brajadenta. Arwahnya kemudian menjelma menjadi ajian/kesaktian manunggal di tangan kiri Gatotkaca. Dalam peperangan perebutan kekuasaan itu. Ia mempunyai tujuh orang saudara kandung. Brajamusti. Karena itu Brajalamatan ikut mendukung dan terlibat langsung gerakan pemberontakan yang dilakukan Brajadenta dan Brajamusti dalam upaya merebut tahta kerajaan Pringgandani dari tangan Gatotkaca.

istri Prabu Duryudana. Brajadenta. Bersama kakaknya. Brajalamatan.Brajamusti BRAJAMUSTI adalah putra ke-lima Prabu Arimbaka. raja raksasa negara Pringgandani dengan Dewi Hadimba. Brajawikalpa dan Kalabendana. Ia mempunyai tujuh orang saudara kandung bernama. Dewi Arimbi. Arimba/Hidimba. Brajamusti kembali beraniat membunuh Gatotkaca melalui tangan ketiga. . Brajadenta dan kedua adiknya. agak bengis. berlindung pada kemenakannya. Ia sangat sakti. Ia menjelma menjadi Gatotkaca palsu dan menganggu Dewi Banowati. Brajamusti mempunyai sifat mudah naik darah. Akhirnya Brajamusti tewas dalam petempuran melawan Gatotkaca. Namun perbuatanya terseburt dapat dibongkar oleh Gatotkaca. putra mendiang Prabu Arimba yang telah menjadi raja negara Guwasiluman di hutan Tunggarana. keras hati dan ingin menang sendiri. ia melakukan pemberontakan merebut tahta negara Pringgandani dari kekuasaan Dewi Arimbi. dan arwahnya menjadi ajian/kesaktian merasuk/menunggal dalam tangan kanan Gatotkaca. Brajalamantan dan Brajawikalpa. Ketika pemberontakan gagal dengan tewasnya Brajalamatan dan Brajawikalpa oleh Gatotkaca. Dengan bantuan Bathari Durga. raja negara Astina. Arya Prabakesa. Brajamusti dan Brajadenta melarikan diri. Prabu Arimbaji.

Dewi Surtikanti. ingin selalu menang sendiri. Arwahnya menjelma menjadi ajian/kesaktian berujud perisai yang manunggal dalam punggung Gatotkaca.peristiwa . Arya Prabakesa. raja negara Mandaraka dengan permaisuri Dewi Pujawati/Setyawati. Brajamusti. raja raksasa negara Pringgandani dengan Dewi Hadimba. Dalam peperangan pemberontakan tersebut. Brahjawikalpa tewas dalam pertempuan melawan Gatotkaca. pemberani. senang membuat keonaran dan membuat peristiwa . senang menurutkan kata hatinya. Ia juga ikut mendungkung Brajadenta dan saudara-saudaranya yang lain ketika menentang Dewi Arimbi yang akan mengangkat Gatotkaca sebagai raja Pringgandani. Dewi Arimbi. sedikit serakah dan tidak mempunyai pendirian yang tetap.Brajawikalpa BRAJAWIKALPA adalah putra ketujuh Prabu Arimbaka. Burisrawa berwujud setengah raksasa. Arimba/Hidimba. putri tunggal Bagawan Bagaspati dari pertapaan Argabelah. Brajadenta. Dewi Erawati. Ia mempunyai empat orang saudara kandung masingmasing bernama . Brajawikalpa juga ikut terlibat langsung pemberontakan yang dipimpin oleh Brajadenta dan Brajamusti. Dewi Banowati dan Bambang Rukmarata. Brajawikalpa mempunyai sifat perwatakan . setia. Ia berwatak sombong. tangguh. walau sebelumnya telah diperingatkan oleh Kalabendana. gagah perkasa dan sangat sakti. Brajalamatan dan Kalabendana. Burisrawa ARYA BURISRAWA adalah putra ke-empat Prabu Salya. Ia mempunyai tujuh orang saudara kandung masing-masing bernama. pendendam.

Ia sangat akrab hubungannya dengan Prabu Baladewa. Ia gugur dalam peperangan melawan Arya Setyaki. Burisrawa berada di pihak keluarga Kurawa. Prabu Duryudana. raja negara Cedisekar/Cindekembang dan berputra Arya Kiswara. raja negara Lesanpura. Dalam perang Bhratayuda. putri Prabu Kiswaka. putra Prabu Setyajid/Ugrasena. raja Astina dan Adipati Karna. Burisrawa menikah dengan Dewi Kiswari. raja Mandura.yang penuh dengan kekerasan. raja Awangga karena hubungan saudara ipar. .

berkaki putih . perang antara satria melawan raksasa yang merupakan lambang nafsu angkara murka. Cakil selalu ada dan hidup di setiap negara raksasa. Ia merupakan raksasa hutan (selalu tinggal di hutan) dengan tugas merampok para satria atau merusak dan mengganggu ketenteraman kehidupan para brahmana di pertapaan. trengginas. Cakil memiliki sifat. semuanya berwarna hitam. selalu menurutkan kata hati dan mau menangnya sendiri. Ia berwatak kejam. raja makhluk siluman yang bertahta di Kahyangan Setragandamayit. serakah. karena ia dan anak buahnya merupakan lambang nafsu angkara murka manusia yang memang harus dilenyapkan Dadungawuk DADUNGAWUK adalah raksasa kerdil anak buah Bathari Durga. Kerbau Andanu berjumlah 40 ekor. Dalam setiap peperangan Cakil mesti menemui ajalnya. bertugas menggembalakan kerbau/Andanu (Jawa) milik Bathari Durga. Dadungawuk tinggal di hutan Krendayana. berwujud raksasa dengan gigi tonggos berpangkat tumenggung. pemberani.Cakil CAKIL atau Gendirpenjalin. Tokoh Cakil hanya dikenal dalam ceruita pedalangan Jawa dan selalu dimunculkan dalam perang kembang. banyak tingkah dan pandai bicara. tangkas.

dan Ditya Sapulebu di kesatrian Baweratalun. ketika dipinang oleh Arjuna. . sebuah kerajaan siluman yang dalam penglihatan mata biasa merupakan hutan belantara yang sangat angker. Ia mempunyai dua kakak kandung. Dadungawuk sendiri bertindak sebagai pawangnya. Arya Dananjaya sangat sakti. yaitu : Prabu Yudhistira. Bersama kakaknya. Pada mulanya Dadungawuk menolak. di kawasan hutan Mertani. Arya Dananjaya juga mempunyai dua saudara seayah lain ibu masing-masing bernama . raja Jin negara Mertani dan Arya Dandunwacana yang bersemayam di kesatrian Jodipati. Ia memiliki pusaka berupa jala sutra yang berwujud emas. Karena indahnya pernah dipinjam keluarga Pandawa untuk memenuhi persyaratan permintaan Dewi Sumbadra. Arya Danduwacana. Dadungawuk dan Andanu kembali kehutan Kerndayana. Atas seijin Bathari Durga. Dananjaya ARYA DANANJAYA menurut cerita pedalangan Jawa adalah raja Jin negara Madukara.(=pancal panggung/Jawa). putri Prabu Basudewa dengan permaisuri Dewi Badrahini dari negara Mandura. Ditya Sapujagad yang bertempat tinggal di kesatrian Sawojajar. Dadungawuk bersedia menyerahkan Andanu. Setelah pesta perkawinan selesai. yang akan digunakan untuk memeriahkan pawai perkawinan Dewi Subadra dengan Arjuna yang pestanya diselenggarkan di negara Dwarawati. Tetapi setelah dikalahkan oleh Bima. Arya Dananjaya menjadi benteng dan senapati perang negara Mertani.

Kepada Arjuna ia menyerahkan . Arya Dandunwacana menyerahkan. yang menurut cerita pedalangan Jawa adalah raja Jin negara Mertani. sebuah kerajaan siluman yang dalam penglihatan mata biasa merupakan sebuah hutan belantara yang angker. Podangbinurehan. Ia bersama adik-adiknya menjadi senapati perang negara Mertani. Kepada Bima. Celengdemalung. putra Prabu Pandu raja negara Astina. Ditya Sapujagad. Nama Dananjaya menjadi nama sebutan Arjuna. bertempat tinggal di kesatiran Sawojajar dan Ditya Sapulebu yang bertempat tinggal di kesatiran Baweratalun.Ketika hutan Mertani berhasil ditaklukan keluarga Pandawa. akhirnya menjelma/sejiwa dengan Arjuna. Arya Dananjaya yang bersemayam di kesatiran Madukara. negara Jodipati. setia dan memiliki rasa tanggung jawab yang besar. Dandunwacana ARYA DANDUNWACANA adalah adik Prabu Yudhistira. berkat daya kesaktian Minyak Jayengkaton milik Arjuna pemberian dari Bagawan Wilawuk. Dandangminangsi. dan memberi saran kepada Arjuna untuk mengawini Dewi Ratri. putri Prabu Yudhistira dengan Dewi Rahina yang sesungguhnya pewaris tunggal negara Madukara. Menjanganketawang dan Cecakandon. jujur. naga bersayap dari pertapaan Pringcendani. naga bersayap dari pertapaan Pringcendani. Arya Dandunwacana bertubuh tinggi besar. Arya Dananjaya yang kalah dalam peperangan melawan Arjuna. Jangettinelon. gada pusaka bernama Rujakpala dan seluruh balatentaranya antara lain Patih Gagakbaka dan para putra Slagahima antara lain . . Arya Dandunwacana juga mempumyai dua saudara seayah lain ibu masing-masing bernama . putra Prabu Pandu raja negara Astina. Berwatak pemberani. hak memakai nama Arya Dandunwacana. Ia bersemayam di kesatrian Jodipati. berkat daya kesaktian minyak Jayengkaton yang diperoleh Arjuna dari Bagawan Wilawuk. Arya Dandunwacana yang kalah dalam peperangan melawan Bima/Werkudara akhirnya menjelma/sejiwa dengan diri Bima. pusaka Jala Sutra Emas. gagah perkasa. negara Madukara beserta seluruh balatentaranya. Arya Dandunwacana mempunyai adik kandung bernama . Ketika hutan Mertani berhasil ditaklukan keluarga Pandawa.

dan dapat digunakan untuk menghidupkan kembali kematian di luar takdir. raja negara Jangkarbumi dengan permaisuri Dewi Ganggi. menjauhkan dari kematian selama masih menyentuh bumi/tanah. Negara Jangkarbumi diserahkan kepada putranya. sangat berbakti pada yang lebih tua dan sayang kepada yang muda. tetapi ia memilih menjadi patih negara Astina di bawah pemerintahan Prabu Parikesit. cucu Prabu Kurandageni dari negara Tirtakandasan. Ia tetap tinggal di kahyangan Saptapratala bersama kakeknya. Arya Danurwenda masih kecil. Danurwenda memiliki sifat dan perwatakan. sehingga kebal terhadap segala macam senjata. Arya Danurwenda menikah dengan Dewi Kadriti. Nagapratala. Anantareja. pendiam. Ketika berlangsungnya perang Bharatayuda. Hyang Anantaboga. putri Prabu Ganggapranawa dari negara Tasikraja. jujur. Danurwenda tidak bersedia menjadi raja negara Jangkarbumi. Ia berkulit Napakawaca. Dari perkawinan tersebut ia memperoleh seorang putra bernama Nagapratala. yang mempunyai kesaktian. . Danurwenda juga mewarisi cincin Mustikabumi dari ayahnya.Danurwenda ARYA DANURWENDA adalah putra Arya Anantareja. rela berkorban dan besar kepercayaannya kepada Sang Maha Pencipta.

dari pertapaan Retawu. Dewi Ambika menikah dengan Arya Drestarasta dan Dewi Ambiki dengan Pandu. Dewi Amba. keduanya putra Dewi Durgandini dengan Bagawan Abiyasa. Dewi Ambika dan Dewi Ambalika/Ambiki. Dewi Ambika menurunkan keluarga Kurawa sedangkan Dewi Ambiki menurunkan keluarga Pandawa Dewayani DEWI DEWAYANI adalah nenek-moyang keluarga wangsa Yadawa. Prabu Darmahambara pernah menyelenggarakan sayembara tanding pilih menantu untuk dua orang putrinya.Darmahambara PRABU DARMAHAMBARA adalah raja negara Giyantipura. Dewi Amba secara tidak sengaja tewas oleh Dewabrata. dan mempunyai tiga orang putri masing-masing bernama. Dewi Amba tidak ikut dipertaruhkan karena sebelunya telah bertunangan dengan Prabu Citramuka. Setelah Prabu Citragada dan Prabu Wicitrawirya meninggal. raja negara Srawantipura. Dewi Ambika menikah dengan Prabu Citragada dan Dewi Ambiki dengan Prabu Wicitrawirya. Ketiga putri Prabu Darmahambara mengalami nasib yang berbeda. Dewi Ambika dan Dewi Ambiki. Putri sulungnya. keduanya putra Prabu Santanu dengan Dewi Durgandini dari negara Astina. Wresni dan . Permaisurinya bernama Dewi Swargandini. Sayembara tanding dimenangkan oleh Dewabrata/Bisma dari negara Astina setelah mengalahkan dua raksasa kembar. Wahmuka dan Arimuka yang menjadin jago negara Giyantipura.

Yadu dan Turwasu. dan dipenuhi dengan senang hati oleh Sarmista. raja daitya negara Parwata. Karena takut terhadap kutuk pastu Resi Sukra. raja Amarta. ayahnya agar menghukum Prabu Wrisaparma dan Dewi Sarmista yang telah menghina dan mendorongnya ke dalam lumpur. Druhyu. mantra sakti yang dapat menghidupkan orang mati. putri Prabu Gandabayu dengan Dewi Gandini. Resi Sukra adalah brahmana mahasakti yang menjadi guru para daitya/raksasa di negara Sakiya. Dewayani meminta agar Sarmista menjadi budaknya. Anu dan Puru (menurunkan wangsa Kuru/Pandawa-Kurawa). Dewayani meminta Resi Sukra. Wresni dan Andaka (keluarga Mandura. Ia merupakan putri tunggal Resi Sukra dengan Dewi Jayanti. raja negara Pancala dengan permaisuri Dewi Gandawati. dan Dewi . Kumbina dan Dwarawti). Dewi Drupadi. Karena menghendaki kemenangan para daitya. Dari perkawinan tersebut ia memperoleh dua orang putra lelaki. Lesanpura. Resi Sukra bertapa memuja Bathara Prameswara selama l. Ia mempunyai kakak kandung dua orang masingmasing bernama. masing-masing bernama . istri Prabu Yudhistira. dan berputra tiga orang lelaki. putri Sanghyang Indra. Drestadyumna ARYA DRESTADYUMNA atau Trustajumena adalah putra bungsu Prabu Drupada. Dewayani akhirnya dimadu dengan Dewi Sarmista yang diambil istri Prabu Yayati. masing-masing bernama . Kedua putranya tersebut kelak menurunkan golongan wangsa Yadawa. putri tunggal Prabu Wrisaparwa. Dewayani kemudian menikah dengan Prabu Yayati. raja negara Astina. Karena berselisih dengan Dewi Sarmista.Andaka. Prabu Wrisaparwa dan Dewi Sarmista memohon ampun dan bersedia memenuhi serta melaksanakan apa yang diminta/dikehendaki Dewayani.000 tahun dan mendapat ilmu Sanjiwani.

Setelah melalui pertempuran sengit. Drestadyumna mati setelah berakhirnya perang Bharatayuda. Dari perkawinan tersebut ia memperoleh dua orang putra lelaki bernama. putri Prabu Hiranyawarma. yaitu Resi Drona. Drona RESI DRONA atau Durna yang waktu mudanya bernama Bambang Kumbayana adalah putra Resi Baratmadya dari Hargajembangan dengan Dewi Kumbini. Pada saat itu roh Ekalaya. putra Resi Drona. Ia tampil sebagai senapati perang Pandawa. Drestadyumna berwajah tampan. congkak. Drestaka dan Drestara. memiliki sifat pemberani. raja negara Parangggelung yang ingin menuntut balas pada Resi Drona menyusup dalam diri Drestadyumna.Srikandi. banyak bicaranya. tinggi hati. Ia tewas dibunuh Aswatama. Ia mempunyai saudara seayah seibu bernama . akhirnya Resi Drona dapat dibinasakan oleh Drestadyumna dengan dipenggal lehernya. tangkas dan trenginas. menghadapi senapati perang Kurawa. bengis. . raja negara Dasarna. Konon Arya Drestadyumna lahir dari tungku pedupaan hasil pemujaan Prabu Drupada kepada Dewata yang menginginkan seorang putra lelaki yang dapat membinasakan Resi Drona yang telah mengalahkan dan menghinanya. Arya Kumbayaka dan Dewi Kumbayani. yang berhasil menyusup masuk istana Astina dalam usahanya membunuh bayi Parikesit. cerdik. Drestadyumna ikut terjun dalam kancah perang Bharatayuda. istri Arjuna. Resi Drona berwatak. sombong. Ia menikah dengan Dewi Suwarni.

Konon kematian Resi Drona akibat dendam Prabu Ekalaya raja negara Parangggelung yang arwahnya menyatu dalam tubuh Drestadyumna. raja negara Tempuru. Arya Sucitra pergi meninggalkan . setelah gugurnya Resi Bisma. Drona dipercaya menjadi guru anak-anak Pandawa dan Kurawa. Ia mempunyai pusaka sakti berwujud keris bernama Cundamanik dan panah Sangkali (diberikan kepada Arjuna). kepandaian dan kesaktiannnya luar baisa serta sangat mahir dalam siasat perang. adalah putra Arya Dupara dari Hargajambangan. Ia sangat mahir dalam siasat perang dan selalu tepat menentukan gelar perang. Untuk mencari pengalaman hidup. putri Prabu Purungaji. Arya Sucitra bersaudara sepupu dengan Bambang Kumbayana/Resi Drona dan menjadi saudara seperguruan sama-sama berguru pada Resi Baratmadya. Dalam peran Bharatayuda Resi Drona diangkat menjadi Senapati Agung Kurawa. Resi Drona menikah dengan Dewi Krepi. Ia berhasil mendirikan padepokan Sokalima setelah berhasil merebut hampir setengah wilayah negara Pancala dari kekuasaan Prabu Drupada. Resi Drona gugur di medan pertempuran oleh tebasan pedang Drestadyumna. dan memperoleh seorang putra bernama Bambang Aswatama. kecerdikan. Drupada PRABU DRUPADA yang waktu mudanya bernama Arya Sucitra. dan merupakan turunan ke tujuh dari Bathara Brahma.tetapi kecakapan. yang memenggal putus kepalanya. Karena kesaktian dan kemahirannya dalam olah keprajuritan. putra Prabu Drupada.

oleh Prabu Pandu ia di jodohkan/dikawinkan dengan Dewi Gandawati. Di dalam perang besar Bharatayuda.Hargajembangan. Putri Prabu Gandabayu dengan Dewi Gandini. Dewi Drupadi. Dewi Srikandi dan Arya Drestadyumna. bijaksana. Arya Sucitra dinobatkan menjadi raja Pancala dengan gelar Prabu Drupada. mengabdikan diri ke negara Astina kehadapan Prabu Pandudewanata. Ia mempunyai dua orang adik kandung bernama . dan separo dari wilayah negara Pancala direbut secara paksa melalui peperangan oleh Resi Drona dengan bantuan anak-anak Pandawa dan Kurawa. putri sulung Prabu Gandabayu dengan Dewi Gandarini dari negara Pancala. Ketika Prabu Gandabayu mangkat. Ia gugur melawan Resi Drona terkena panah Cundamanik. teliti dan . Drupadi DEWI DRUPADI atau Dewi Kresna dan dikenal pula dengan nama Pancali (Mahabharata) adalah putri sulung Prabu Drupada. Prabu Drupada berselisih dengan Resi Drona. Ia menekuni seluk beluk tata kenegaraan dan tata pemerintahan.sabar. dan berputra mahkota Arya Gandamana menolak menjadi raja. luhur budinya. Dewi Drupadi berwajah sangat cantik. Dewi Srikandi dan Arya Drestadyumna. raja negara Pancala dengan permaisuri Dewi Gandawati. Dari perkawinan tersebut ia memperoleh tiga orang putra masing-masing bernama. Prabu Drupada tampil sebagai senapati perang Pandawa. Dalam masa kekuasaanya. Karena kepatuhan dan kebaktiannya kepada negara.

Dewi Drupadi menikah dengan lima orang satria Pandawa. Akhir riwayatnya diceritakan. 1. Dursala mempunyai watak dan sifat. Dari perkawinan tersebut ia memperoleh seorang putra yang diberi nama Arya Susena. gagah dan bermulut lemar. Ia diberi Aji Gineng oleh Bagawan Pisaca yang berkhasiat kesaktian siapa saja yang digertaknya badannya akan hancur lebur. takabur. Adipati Banjarjumut yang merupakan salah satu dari seratus orang keluarga Kurawa dengan Dewi Saltani. Dursala menikah dengan Dewi Sumini. Dursala juga menjadi murid kesayangan Bagawan Pisaca. besar kepala dan senang meremehkan orang lain. Yudhistira. Bima. Dursala tewas dalam pertempuran .setia. yaitu. Srutanika dari Nakula 5. Dewi Drupadi mati moksa bersama-sama dengan kelima satria Pandawa setelah berakhirnya perang Bharatayuda. Nakula dan Sahadewa. Selain pernah berguru pada Resi Drona. Arjuna. raja negara Amarta dan berputra Pancawala. Srutasoma dari Bima. Ia selalu berbakti terhadap suaminya. Sedangkan menurut Mahabharata. Dursala DURSALA adalah putra Arya Dursasana. Srutawarman dari Sahadewa. Menurut pedalangan Jawa. 2. 3. Dewi Drupadi menikah dengan Prabu Yudhistira/Puntadewa. Srutakirti dari Arjuna 4.Partawindya dari Yudhistira. seorang pendeta raksasa dari pertapaan Carangwulung di hutan Wanayasa. ia sangat sakti. Dari perkawinan tersebut ia memperoleh lima orang putra. Ia berbadan besar.

putri Adipati Banjarjungut. Ia mempunyai pusaka sebuah keris yang luar biasa besarnya bernama Kyai Barla. Citraboma.gemar bertindak sewenang-wenang. gagah dan bermulut lebar. Darah yang menyembur ditampung Bima untuk memenuhi sumpah Dewi Drupadi. Wikataboma. Dari perkawinan ini ia berputra seorang lelaki bernama Dursala. (raja negara Banyutinalang). Gardapati (raja Negara Bukasapta). raja negara Astina dengan permaisuri Dewi Gandari. Bomawikata. Durmagati. Bogadatta (raja negara Turilaya). Citraksa. Diantaranya yang dikenal dalam pedalangan adalah Duryudana (raja Negara Astina). mempunyai watak dan sifat. Anggota tubuh dan kepala Dursasana . Durgempo. yang akan dibuat kramas dan mencuci rambutnya. Ia bersaudara 100 orang --{99 orang pria dan 1 orang wanita} yang disebut Sata Kurawa. Dadanya dibelah dengan kuku Pancanaka. besar kepala. Surtayu. Carucitra. Badannya hancur terkena hantaman Aji Narantaka Dursasana DURSASANA adalah putra Prabu Drestarasta. Widandini (raja negara Purantara) dan Dewi Dursilawati. senang meremehkan dan menghina orang lain. Citraksi. Kartamarma. Gardapura . Dursasana berbadan besar. Dursasana menikah dengan Dewi Saltani. Dursasana mati di medan perang Bharatayuda oleh Bima/Werkudara dalam keadaan sangat menyedihkan. Surtayuda. takabur. Citrayuda. Kartadenta. putri Prabu Gandara dengan Dewi Gandini dari negara Gandaradesa. Durmuka.melawan Gatotkaca tatkala ia bermaksud menguasai negara Amarta.

Gardapura. dihantam gada Rujakpala. Durgempo. Surtayuda. Diantara 100 orang. keluarga Kurawa yang dikenal dalam pedalangan adalah. raja negara Astina dengan permaisuri Dewi Gandari. Gardapati (raja negara Bukasapta). Carucitra. Citraksi. dan Widandini (raja negara Purantara) .hancur berkeping-keping. putri Prabu Gandara dengan Dewi Gandini dari negara Gandaradesa. Duryudana (raja Negara Astina). Bogadatta (raja negara Turilaya). Wikataboma. Citrayuda. Kartadenta. Kartamarma (raja negara Banyutinalang). Durmagati. Surtayu. . Dursasana (Adipati Banjar Jumut). Dursilawati DEWI DURSILAWATI adalah satu-satunya wanita dari 100 (seratus) orang putra Prabu Drestarasta. Dewi Dursilawati sangat dimanja oleh orang tuanya dan saudara-saudaranya. Bomawikata. Durmuka. Citraboma. Citraksa.

Dari perkawinan tersebut ia memperoleh dua orang putra bernama Arya Wiruta dan Arya Surata. Arya Surata yang bertahta menjadi raja negara Sindu menggantikan ayahnya. sangat mencintai istrinya. Ia juga mempunyai cincin pusaka bernama Mustika Ampal yang menyatu dengan ibu jari tangan kanannya. Ekalaya seorang raja kesatria. gaya dan kata-katanya serba menarik. yang selalu mendalami olah keprajuritan dan menekuni ilmu perang. Dalam perselisihannya dengan Arjuna. keinginanya selalu terlaksana. Ia jarang sekali keluar dari lingkungan istana.Hidupnya serba mewah. Ia adalah raja negara Paranggelung. Ekalaya berwatak. Setelah berakhirnya perang Bharatayuda dengan tewasnya suaminya. Sesekali ia datang kenegara Astina untuk membangun dan melanggengkan keakraban hubungan kekeluarga dengan keluarga Pandawa dan keturunannya. menarik hati. Wataknya bersahaja. setia. Ia sangat sakti dan sangat mahir mampergunakan senjata panah. tekun dan tabah. Ekalaya mempunyai isteri yang sangat cantik dan sangat setia bernama Dewi Anggraini. Menjelang . Dewi Dursilawati tinggal dinegara Sindu bersama putranya. yang mengakibatkan kematiaannya karena cincin Mustika Ampal lepas dari tubuhnya. putri hapsari/bidadari Warsiki. Arya Jayadrata dan seluruh saudaranya dimedan perang Kurusetra. dengan penuh keikhlasan Ekalaya merelakan ibu jari tangan kanannya dipotong oleh Resi Drona. Ekalaya EKALAYA atau Ekalya (Mahabharata) dalam cerita pedalangan dikenal pula dengan nama Palgunadi. raja negara Sindu. jujur.Dewi Dursilawati menikah dengan Arya Sinduraja/Arya Tirtanata atau lebih dikenal dengan nama Arya Jayadrata.

Dewi Surtikanti. putra Prabu Basudewa dari permaisuri Dewi Mahindra/Maerah (Ped. Ia mempunyai empat saudara kandung masing-masing bernama. Erawati DEWI ERAWATI adalah putri sulung Prabu Salya raja negara Mandaraka dengan permaisuri Dewi Pujawati/Setyawati putri tunggal Bagawan Bagaspati dari pertapaan Argabelah. Dari perkawinan tersebut ia memperoleh dua orang putra bernama. Jawa). setia. Hal ini karena mereka sekeluarga berada di luar pertikaian keluarga Kurawa dan keluarga Pandawa yang meletus dalam perang Bharatayuda. Arwahnya menyatu dalam tubuh Arya Drestadyumna satria Pancala. Dewi Banowati. Arya Burisrawa dan Bambang Rukmarata. Ekalaya berjanji akan membalas kematiannya pada Resi Drona. Dewi Erawati menikah dengan Prabu Baladewa/Kakrasana. Dewi Erawati berwatak.kematiaanya. . yang memenggal putus kepala Resi Drona hingga menemui ajalnya. sabar dan wingit. Dalam perang Bharatayuda kutuk dendam Ekalaya menjadi kenyataan. penuh belas kasih. Ia dan suaminya hidup tenang dan bahagia sampai masa sesudah perang Bharatayuda. raja negara Mandura. Winata dan Wimuka/Wilmuka.

Pada mulanya Resi Pancandaseta menolak. raja negara Mandaraka. Gagakbaka pernah disuruh oleh Bima pergi kepertapaan Pandansurat untuk meminta kesediaan Resi Prancandaseta (Kera putih) menari di alun-alun negara Dwarawati memeriahkan upacara perkawinan Arjuna dengan Dewi Sumbadra. semenjak jaman Arya Dandunwacana. Gagakbaka ikut terjun ke medan perang Bharatayuda memimpin pasukan balatentara Jodipati.Gagakbaka GAGAKBAKA adalah patih negara Jodipati. . Gagakbaka berperawakan tinggi besar dan gagah perkasa. Ia sangat setia dan taat dalam pengabdiannya terhadap negara dan junjungannya. Tapi setelah kalah berperang melawan Gagakbaka akhirnya bersedia pula datang dan menari di alun-alun Dwarawati. sampai kemudian diserahkan kepada Bima/Werkudara setelah keluarga Pandawa berhasil membangun negara Amarta di bekas hutan Mertani. Ia tewas dalam pertempuran melawan Prabu Salya.

Prabu Gandabayu menurut wujudnya telah mencerminkan wataknya. teguh sentosa. Karena penggantinya. raja negara Astina. Prabu Gandabayu memerintah negara Pancala sampai mangkatnya. nama samaran Bathara Bayu ketika menjadi raja di negara Medanggora. tahta kerajaan kemudian diserahkan kepada Arya Sucitra. gagah berani. bersahaja. punggawa dan murid kesayangan Prabu Pandudewanata.Gandabayu PRABU GANDABAYU adalah raja negara Pancala. menantunya yang setelah menjadi . pendiam dan sakti. Ia mempunyai hubungan yang sangat karib dengan Prabu Pandudewanata. Dewi Gandawati dan Arya Gandamana. putra mahkota Arya Gandamana tidak bersedia memegang kedudukan raja dan lebih senang menjabat Patih di negara Astina. Prabu Gandabayu menikah dengan Dewi Gandarini. murid Resi Boma. dan berputra dua orang bernama. sehingga Dewi Gandawati dikawinkan dengan Arya Sucitra. Konon ia masih keturunan Resi Suksrana.

menurut Mahabharata. tegap. Gandamana tewas dalam peperangan melawan Bima saat terjadi penyerbuan anak-anak Kurawa dan Pandawa ke negara Pancala atas perintah Resi Drona. Akhir riwayat Gandamana diceritakan. Penyakit itu baru sembuh setelah ia berikrar. Gandamana kemudian pergi mengabdikan ke negara Astina kehadapan Prabu Pandu. Ia berwajah tampan. Putra Prabu Gandabayu dengan permaisuri Dewi Gandarini. Ketika ayahnya. Jabatan itu dipegangnya sampai ia harus meninggalkan negara Astina karena penghianatan Sakuni. Gandamana tetap teguh dengan sumpahnya. Arya Gandamana adalah kesatria yang tiada tandingannya. Ia mempunyai kakak kandung bernama Dewi Gandawati. Ia relakan haknya menjadi raja kepada kakak iparnya. pemberani. Arya Gandamana pernah menderita penyakit yang tak tersembuhkan. dan diangkat menjadi patih negara Astina.Gandamana ARYA GANDAMANA adalah putra mahkota negara Pancala. gagah. pendiam. Arya Sucitra yang menjadi raja Pancala bergelar Prabu Drupada. mengucapkan sumpah tidak akan menjadi raja sesuai wangsit Dewata. kuat dan sakti serta memiliki ilmu andalan Aji Bandungbandawasa dan Glagah Pangantol-atol. Gandamana tewas dalam peperangan melawan Bima saat ia melakukan pasanggiri/sayembara tanding dalam upaya mencarikan jodoh untuk Dewi Drupadi. . Prabu Gandabayu meninggal. Sedangkan menurut pedalangan.

Arya Surabasata dan Arya Gajaksa. putra Prabu Kresnadwipayana/Bagawan Abiyasa dengan permaisuri Dewi Ambika. Dewi Gandari menikah dengan Prabu Drestarasta. Ia selalu mementingkan diri sendiri dan tidak segan-segan berkhianat serta pendendam. Keseratus putra Dewi Gandari tersebut dikenal dengan nama Sata Kurawa. Dursasana (Adipati Banjarjungut). Kartamarma (raja negara Banyutinalang). Ia mempunyai tiga orang saudara kandung. menjadi penyebab utama kebencian anak-anaknya. Wikataboma. Ia mati terjun ke dalam Pancaka/api pembakaran jenazah bersama Dewi Kunti dan Prabu Drestarasta setelah berakhirnya perang Bharatayuda. Gardapati (raja negara Bukasapta). dan atas kehendak Dewata menjelma menjadi bayi Manusia. Kartadenta. Diantara mereka yang terkenal dalam pedalangan adalah: Duryudana (raja negara Astina). Durmuka. Carucitra. Dewi Gandari mempunyai sifat kejam dan bengis. raja negara Astina. Durgempo.Gandari DEWI GANDARI adalah putra Prabu Gandara. Surtayuda. Widandini (raja negara Purantara) dan Dewi Dursilawati. masingmasing bernama . (raja negara Turilaya). Dari perkawinan tersebut ia memperoleh 100 (seratus) orang anak. . Kurawa terhadap Pandawa. Gardapura. yang oleh Dewi Gandari dicerai beraikan menjadi seratus potongan. raja negara Gandaradesa dengan permaisuri Dewi Gandini. Dendam dan kebenciannya terhadap Pandu. Surtayu. Citraboma. tetapi pada waktu lahirnya berwujud gumpalan darah kental. Arya Sakuni. Citrayuda. Durmagati. Bogadatta.

raja negara Pancala atau Pancalaradya (pedalangan Jawa) dengan permaisuri Dewi Gandarini. putra Arya Sangara dari Hargajambangan yang telah lama mengabdi dan berguru pada Prabu Pandu di negara Astina. Ia sangat berbakti terhadap suaminya. 1. Akhir riwayatnya diceritakan. luhur budinya. . raja negara Amarta. yang kemudian menjadi istri Arjuna. Dewi Gandawati ikut belapati. 3. suaminya yang gugur di medan perang Bharatayuda melawan Resi Drona. Sepeninggal Prabu Gandabayu. Dretadyumna/ Trustajumena. Hal ini karena Gandamana menolak untuk dinobatkan menjadi raja. Arya Sucitra. sabar dan teliti serta setia.Gandawati DEWI GANDAWATI adalah putri sulung Prabu Gandabayu. yang dalam perang Bharatayuda berhasil membunuh Resi Drona. Dewi Drupadi atau Pancali (Mahabharata) yang kemudian menjadi istri Prabu Yudhistira. terjun ke dalam pancaka (api pembakaran jenasah) Prabu Drupada. Dewi Gandawati seorang putri cantik jelita. Ia mempunyai seorang adik kandung bernama Arya Gandamana yang menjadi patih negara Astina pada jaman pemerintahan Prabu Pandu. bergelar Prabu Drupada. 2. Dewi Srikandi. Dewi Gandawati menikah dengan Arya Sucitra. bijaksana. Dari perkawinan tersebut Dewi Gandawati memperoleh tiga orang putra. masing-masing bernama . suaminya naik tahta kerajaan Pancala.

karena ingin memperistri bidadari. putra Prabu Setyajid dengan Dewi Wersini. Prabu Garbanata menikah dengan Dewi Danawati. putri Prabu Kalayaksa. yang memilki senjata gada Wesikuning peninggalan Arya Singamulangjaya. raja negara Astina dengan permaisuri Dewi Gandari. Ia bersaudara 100 orang --{99 orang pria dan 1 orang wanita} yang disebut Sata .Garbanata PRABU GARBANATA adalah raja negara Garbaruci. raja negara Karanggubarja. putri Prabu Gandara dengan Dewi Gandini dari negara Gandaradesa. Prabu Garbanata ingin merebut kembali negara Karanggubarja yang kini telah dikuasai oleh Prabu Setyajid/Arya Ugrasena dan berganti nama menjadi negara Lesanpura. Gardapati GARDAPATI adalah putra Prabu Drestarasta. raja negara Garbasumanda. Perdamaian pun akhirnya dilakukan antara negara Garbaruci dengan Lesanpura. Ia masih keturunan Prabu Kalaruci. Dari perkawinan tersebut ia memperoleh seorang putri yang bernama Dewi Garbarini. putri Prabu Garbasumanda kemudian dijodohkan dengan Arya Setyaki. Untuk mengukuhkan tali persaudraan. Dalam penyerangan tersebut Prabu Garbanata kalah dalam peperangan melawan Arya Setyaki. yang tewas dalam peperangan melawan Prabu Pandu saat menyerang Suralaya. Penyerangan besar-besaran pun dilakukan terhadap negara Lesanpura. Dewi Wersini. senapati perang negara Dwarawati. Dewi Garbarini. Terdorong oleh rasa dendam terhadap keluarga Mandura.

raja negara Astina dengan permaisuri Dewi Gandari. Dengan kesaktiannya. Wikataboma. Citraboma. Citraboma. Durmagati. cerdik dan licik. Gardapura GARDAPURA adalah putra Prabu Drestarasta. Bogadatta (raja negara Turilaya). dan mengangkat dirinya menjadi raja bergelar Prabu Gardapati. Bomawikata. Surtayu. Citrayuda. Durgempo. Gardapati (raja negara Bukasapta). raja negara Glagahtinalang. Surtayuda. Dursasana (Adipati Banjarjungut). Widandini (raja negara Purantara) dan Dewi Dursilawati. Saat berlangsungnya perang Bharatayuda. Kartamarma (raja negara Banyutinalang). ia berhasil merebut negara Bukasapta. putri Prabu Gandara dengan Dewi Gandini dari negara Gandaradesa. Gardapati diangkat menjadi senapati perang Kurawa dengan senapati pendamping Prabu Wresaya. Carucitra. Adik kesayangannya Gardapura di angkat menjadi raja muda bergelar Prabu Anom Gardapura. Bomawikata. Durmuka. Diantaranya yang dikenal dalam pedalangan adalah Duryudana (raja Negara Astina). Surtayu. Durmagati. Citraksi. Dursasana (Adipati Banjarjungut). Tubuhnya hancur dihantam gada Rujakpala. Carucitra. Durmuka. Wikataboma. Kartadenta. Kartadenta. Ia bersaudara 100 orang -{99 orang pria dan 1 orang wanita} yang disebut Sata Kurawa. Diantaranya yang dikenal dalam pedalangan adalah Duryudana (raja Negara Astina). Citraksa. Citrayuda. Bogadatta (raja negara Turilaya). Durgempo. congkak. Surtayuda.Kurawa. . Gardapati berwatak keras hati. Gardapati tewas dalam peperangan melawan Bima. Gardapura . Citraksi. Widandini (raja negara Purantura) dan Dewi Dursilawati. Citraksa. Kartamarma (raja negara Banyutinalang). Ia pandai dalam olah ketrampilan mempergunakan senjata gada dan lembing.

tangannya bengkok/tekle/ceko (Jawa). cerdik dan licik. tak berleher. berubahlah wujud keduanya menjadi sangat jelek. Nala Gareng berumur sangat panjang. Karena sabda Sanghyang Ismaya. Matanya juling. Kepalanya hancur dihantam gada Rujakpala. Ketika Gardapati menjadi raja di negara Bukasapta. Setelah selesai tapanya. putra Resi Sukskadi dari padepokan Bluluktiba. Tubuh Bambang Sukskati menjadi cacad. sehingga tiada yang kalah dan menang. sedangkan Bambang Panyukilan menjadi Ptruk. Gareng GARENG lazim disebut sebagai anaknya Semar. Aslinya. . Di tengah perjalanan Bambang Sukskati bertemu dengan Bambang Panyukilan. Gardapura diangkat sebagai Senapati pendamping. mendampingi Resi Drona yang berkedudukan sebagai Senapati utama. ia kemudian minta ijin pada ayahnya untuk pergi menaklukan raja-raja. putri Prabu Sarawasesa dengan permaisuri Dewi Saradewati dari negara Salarengka. terjadilah peperangan antara keduanya. Saat berlangsungnya perang Bharatayuda. Nala Gareng menikah dengan Dewi Sariwati.Gardapura bersifat sombong. Ia tewas dalam peperangan melawan Bima. Gardapura sangat dekat hubungannya dengan Gardapati. perut gendut. hidung bulat bundar. keras kepala. putra Bagawan Salantara dari padepokan Kembangsore. Mereka juga tak mau berhenti berkelahi walau tubuh mereka telah saling cacad tak karuan. Oleh Sanghyang Ismaya namanya diganti menjadi Nala Gareng. ia hidup sampai jaman Madya. Perkelahian baru berakhir setelah dilerai oleh Semar/Sanghyang Ismaya. kaki pincang. Karena sama-sama congkaknya dan sama-sama mempertahankan pendiriannya. yang diperolehnya atas bantuan Resi Tritusta dari negara Purwaduksina. Mereka mempunyai kesaktian yang seimbang. Bertahun-tahun Bambang Sukskati bertapa di bukit Candala untuk mendapatkan kesaktian. kakaknya. Gareng bernama Bambang Sukskati. Ia pandai dalam olah ketrampilan mempergunakan senjata gada dan panah. dan masuk dalam golongan panakawan. ia diangkat sebagai raja pendamping dengan gelar Prabu Anom Gardapura.

Gatotkaca GATOTKACA. Gatotkaca telah membuat huru-hara. Gatotkaca banyak dibantu oleh patihnya. Akhirnya keluarga Pandawa sepakat menugasi Arjuna mencari senjata ampuh . Negeri ini diwarisinya dari ibunya. Berbagai macam pisau dan senjata tak mampu memotong tali pusar itu. adik Arimbi. kakak ibunya yang bernama Arimba. Sebelum itu. menjadi raja di negeri itu. Sebagai raja muda di Pringgadani. ibunya bernama Dewi Arimbi. yang rakyatnya hampir seluruhnya terdiri atas bangsa raksasa. Ia adalah anak Bima. Brajamusti. Gatotkaca adalah seorang raja muda di Pringgadani. terkenal sebagai ksatria perkasa berotot kawat bertulang besi. Dalam pewayangan. Begitu lahir di dunia. Tali pusarnya tidak dapat diputus.

Kala Sakipu dan Kala Pracona memang hanya dikalahkan oleh bayi yang di-namakan Tutuka itu. anak Arjuna. penutup kepala gaib. Senjata. Sedangkan bilah senjata Kunta tetap dilarikan Karna. Gatotkaca ternyata sanggup menunaikan tugas itu dengan baik. Tubuhnya tetap utuh. yang bernama Kunta Wijayandanu. Ia mengenakan Caping Basunanda. Di kahyangan. Setelah ditinggal pergi kedua raksasa itu. itu bukan diserahkan pada Arjuna. putri Batara Surya. dan yang ketiga Dewi Suryawati. Dengan Dewi Sumpani ia mempunyai anak bernama Arya Jayasumpena. Untuk menolongnya Batara Guru mengutus Batara Narada turun ke bumi membawa senjata pemotong tali pusar Gatotkaca. musuhnya akan mati. bayi itu sudah berubah ujud menjadi ksatria muda yang perkasa. Para dewa lalu menyuruhnya berkelahi melawan bala tentara raksasa pimpinan Prabu Kala Pracona dan Patih Kala Sakipu lagi. begitu muncul kembali dari Kawah Candradimuka. begitu tali pusar itu putus. Sedangkan Suryakaca adalah anaknya dari Dewi Suryawati. Gatotkaca mendapat seorang anak bernama Sasikirana. Mula-mula Bima dan Dewi Arimbi tidak merelakan anaknya yang baru lahir itu dibawa Narada. walaupun raksasa itu mengunyah kuat-kuat. Dari perkawinan dengan Pergiwa. Kala Sakipu langsung memungut bayi itu dan mengunyahnya. Bima dan Arimbi mengizinkan. Bayi Tutuka diambil olah Batara Narada. Usahanya ini tak berhasil. Bayi Tutuka langsung ditaruh dihadapan kedua raksasa sakti itu. Dalam pewayangan Gatotkaca mempunyai tiga orang istri. Tutuka pingsan. Namun Batara Narada membuat kekeliruan. Setelah penggemblengan selesai. dan dimasukkan ke Kawah Candradimuka. setelah dewa itu menjelaskan bahwa me-nurut ramalan para dewa.untuk keperluan itu. Sementara itu para dewa pun tahu peristiwa itu. bayi itu dibantingnya sekuat tenaga ke tanah. Gatotkaca dibawa Batara Narada ke Kahyangan untuk meng-hadapi Kala Sakipu dan Kala Pracona yang mengamuk. Setelah tali pusarnya putus. tetapi ternyata Tutuka bukan bayi biasa. warangka Kunta langsung melesat masuk ke dalam pusar bayi itu. Ia juga mengenakan terompah Padakacarma yang jika digunakan menendang. atas izin Bima dan keluarga Pandawa lainnya. Namun. Istri pertamanya Dewi Pregiwa. me-lainkan pada Karna yang wajah dan penampilannya mirip Arjuna. . Untuk memperoleh senjata pemberian dewa itu Arjuna terpaksa mencoba merebutnya dari tangan Karna. Namun. Di sini Gatotkaca digembleng oleh Empu Batara Anggajali. Karena kesal. Untunglah ternyata sarung Kunta itu pun dapat digu-nakan memotong tali pusar Gatotkaca. yang menyebabkannya tidak akan kehujanan dan tidak pula kepanasan. Kala Pracona dan Kala Sakipu dapat dibunuhnya. Istrinya yang kedua Dewi Sumpani. Arjuna hanya dapat merebut sarung (warangka) senjata sakti itu.

Arimbiatmaja. Sebagai raja muda Pringgadani. Brajadenta akhirnya mati bersama-sama dengan Brajamusti. Gatotkaca bergelar Prabu Anom Kacanagara. ada lagi nama alias Gatotkaca.Dalam Baratayuda Gatotkaca diangkat menjadi senapati dan gugur pada hari ke-15 oleh senjata Kunta yang dilemparkan Karna. Nama lain Gatotkaca yang lebih terkenal adalah Tutuka. dan Mladangtengah. Adipati Karna enggan menggunakan senjata Kunta. dan anak kandung Prabu Trembaka — raja Pring-gadani terdahulu. . Sewaktu Abimanyu hendak menikah dengan Dewi Siti Sundari. yakni Kalananata. Ia sampai hati membunuh Kalabendana. Arwah Brajadenta akhirnya menyusup ke telapak tangan kanan Gatotkaca. sewaktu berhadapan dengan Gatotkaca. Kancingjaya. sesudah Gatotkaca gugur. Sebenarnya. Senjata Kunta Wijayandanu itu melesat menembus perut Gatotkaca melalui pusarnya dan masuk ke dalam warangkanya. Gatotkaca berusaha agar jatuh tepat pada tubuh Adipati Karna. Ia merencanakan hanya akan menggunakan senjata sakti itu bila nanti berhadapan dengan Arjuna. Padahal Kalabendana adalah pengasuhnya sejak bayi. sebenarnya Karna sudah tidak lagi memiliki senjata sakti yang benar-benar dapat diandalkan. karena ia le-laki. Namun. Ketika jatuh ke bumi. sehingga akhirnya Gatotkaca gugur. hanya karena pamannya itu mengatakan pada Dewi Utari bahwa Abimanyu akan menikah lagi dengan Dewi Utari. Adik Dewi Arimbi ini menganggap dirinya lebih pantas menduduki jabatan itu. Gatotkaca amat sayang pada sepupunya. ia terbang amat tinggi. Namun ketika Prabu Anom Duryudana menyaksikan betapa Gatotkaca telah menimbulkan banyak korban dan kerusakan di pihak Kurawa. ia mendesak agar Karna menggunakan senjata pamungkas itu. tetapi senapati Kurawa itu waspada dan cepat melompat menghindar sehingga yang hancur hanyalah kereta perangnya. Bimasiwi. Kalabendana mengatakan bahwa ia tidak mau masuk ke sorga bilamana tidak bersama-sama dengan Gatotkaca. Namun pemberontakan ini gagal karena Brajadenta ditentang adik-adiknya. Krincingwesi. Akibatnya. Gatotkaca pernah melakukan kesalahan fatal dalam hidupnya. gelar ini hampir tidak pernah disebut dalam pergelaran wayang. Gurubaya. Abimanyu. Bra-jadenta. Karena itu ketika Karna melemparkan senjata Kunta. Trincingwesi. Menjelang ajalnya. Saat berhadapan dengan Adipati Karna sebenarnya Gatotkaca sudah tahu akan bahaya yang mengancam jiwanya. Karena itu. Namun senjata sakti itu terus saja memburunya. sedang arwah Brajamusti di tangan kirinya. dan Bimaputra. Gatotkaca banyak memberikan bantuannya. ketika Gatotkaca menghindari senjata Kunta Wijayanda-nu dengan cara terbang setinggi-tingginya. Pada Wayang Golek Purwa Sunda. ketika mereka berperang tanding. Guritna. terutama Brajamusti. dan amat menyayangi Gatotkaca. Pengangkatan Gatotkaca sebagai penguasa Pringgadani sebenarnya tidak disetujui pamannya. Untuk berhasilnya pemberontakan yang dilakukannya Brajadenta minta dukungan Batari Durga dan Kurawa. Dengan demikian kesaktian Gatotkaca makin bertambah. Purbaya.

Selain malu. Dalam perjalanan ia berjumpa dengan Dewi Sumpani. putra Prabu Matswapati dari Wirata. Maka terjadilah perang tanding antara Gatotkaca dengan Dursala. maka ia bersedia memperistri wanita cantik itu. datanglah utusan dari Kerajaan Astina yang dipimpin oleh Dursala. Gatotkaca pernah bertindak kurang bijaksana. Gatotkaca saat itu juga tergugah untuk menambah ilmu dan kesaktiannya. para putra Pandawa. Keinginan Gatotkaca untuk bertemu kembali dengan Dursala akhirnya terlaksana. sehingga pingsan. Ia mengum-pulkan saudara-saudaranya. yang menuntut agar latihan perang itu segera dihentikan. jika mampu menerima hantaman Aji Na rantaka. Ia segera diamankan oleh saudara-saudaranya. bahwa kesaktiannya belum bisa mengimbangi Dursala. Di tempat yang aman Antareja menyembuhkannya dengan Tirta Amerta yang dimilikinya.Pregiwati 3. Gantotkaca Rante 10. Gatotkaca Lair (Lahirnya Gatotkaca) 2. Wahyu Senapati 7. Namun. Gatotkaca dan saudara-saudaranya menolak tuntutan itu. Sesuai janjinya. Gatotkaca langsung pulih seperti sedia kala. Tindakannya ini dilakukan tanpa izin dan pemberita-huan dari para Pandawa. Berbagai Lakon yang Melibatkan Gatotkaca 1. Aji Narantaka 12. ia sadar. Brajadenta . putra Dursasana. Gatotkaca Sungging 4. Dari Resi Seta putra Bima itu mendapatkan Aji Narantaka. dengan Aji Narantaka itu . Gatotkaca lalu memperistri Dewi Sumpani. para putra Pandawa. Beberapa tahun menjelang Baratayuda.Brajamusti 8. Ia lalu berguru pada Resi Seta. Kalabendana Lena 9. Baru saja latihan perang itu dimulai. Gatotkaca Sewu 5. Setelah menguasai ilmu sakti itu Gatotkaca segera pergi mencari Dursala. Gatotkaca Rebutan Kikis 6. Gatotkaca menjawab. Pada perang tanding itu Gatotkaca terkena pukulan Aji Gineng yang dimilliki oleh Dursala. Dalam pertem-puran yang kedua kalinya ini. untuk mengadakan latihan perang di Tegal Kurusetra.arwah Kalabendana mendorong senjata sakti itu sehingga dapat mencapai pusar putra kesayangan Bima itu. Pregiwa . yang menyatakan keinginannya untuk diperistri. Dari perkawinan itu mereka kelak mendapat anak yang diberi nama Jayasumpena. Gatotkaca Gugur Dewi Sumpani ternyata mampu menahan Aji Narantaka. Subadra Larung 11.

Gatotkaca selalu bahu membahu dengan Abimanyu. sedangkan kata kaca artinya rambut. Badannya kekar dan kokoh. ada sedikit perbedaan antara seni kriya Wayang Kulit Purwa gagrak Surakarta dengan gagrak Yogyakarta.1820) di Surakarta. Wanda Gelap mempunyai kesan bentuk badan yang lebih kekar dan tegap. yakni wanda Kilat. Gatotkaca wanda Gelap merupakan ciptaan keraton terakhir. yang seringkali dibunuhnya dengan cara memuntir kepalanya. Panglawung. yakni pada zaman pemerintahan Paku Buwana IV (1788 . Nama Gatotkaca yang diberikan pada anak Bima ini berarti ‘rambut gelung bundar’. Kedudukan bahu depan dan bahu belakang rata. Patih Kala Sakipu. Presiden RI. pinggangnya lebih ram-ping dan posisinya agak maju. dan Dursala. dan Abimanyu di darat. Dalam seni kriya Wayang Kulit Purwa gagrak Surakarta. Guntur Prahara. Wanda Kilat diciptakan pada zaman pe-merintahan Paku Buwana I. wanda-wanda Gatotkaca adalah wanda Tatit yang diciptakan oleh raja Kartasura. dengan wajah mirip Bima. maka dulu Gatotkaca dalam Wayang Kulit Purwa digambarkan berujud raksasa. Dalam pewayangan. lengkap dengan taringnya. Karena Dewi Arimbi sesungguhnya seorang raseksi (raksasa perempuan). Gatotkaca menyambar dari udara. lawan-lawan Gatotkaca biasanya hanyalah raksasa-raksasa biasa. mukanya tidak terlalu tunduk. bahu belakang sedikit lebih tinggi dibandingkan dengan kedudukan bahu depan. tokoh Gatotkaca ditampilkan dalam enam wanda. bahu belakang lebih tinggi dibandingkan bahu depan. sedangkan mukanya lebih tunduk ke bawah dibandingkan dengan wanda Tatit. Pelaksanaan pembuatan wayang Gatotkaca untuk ketiga wanda itu dilakukan oleh Ki Cerma Saweda dari Surakarta. Gelap. Nama itu diberikan karena waktu lahir. Paku Buwana II (1655 Saka atau 1733 Masehi). Sukarno. bahu belakang lebih tinggi dibandingkan dengan bahu depan. Di Surakarta. menambah lagi dengan tiga wanda ciptaannya. Meskipun Gatotkaca selalu dilukiskan gagah perkasa. Gatot artinya se-suatu yang berbentuk bundar. yakni pada tahun 1627 Saka atau 1705 Masehi.Gatotkaca mengalahkan Dursala. mukanya agak tunduk tetapi tidak setunduk pada wanda Tatit. Tatit. dan Guntur Samodra. Bentuk badannya tegap. Guntur. Dalam perang melawan raksasa. Kapan dan oleh siapa wanda ini diciptakan. tidak diketahui dengan jelas. yakni Butaprepat. penampilan peraga wayang Gatotkaca dalam seni kriya Wayang Kulit Purwa diubah menjadi ksatria tampan dan gagah. dengan muka agak . Boma Narakasura. yakni Gatotkaca wanda Guntur Geni. anak Bima itu telah bergelung rambut bundar di atas kepalanya. Namun sejak Susuhunan Paku Buwana II memerintah Kartasura. hanyalah Prabu Kala Pracona. Pada tahun 1960-an Ir. Mengenai soal wanda ini. Yang diambil sebagai pola adalah bentuk seni rupa wayang peraga Antareja tetapi diberi praba. Lawan-lawan Gatotkaca yang cukup sakti. sehingga menampilkan kesan gagah. tetapi pecinta wayang pada umumnya tidak menganggapnya memiliki kesaktian yang hebat. dan Dukun.

datar. Dulu. Pinggangnya langsing seperti pada wanda Kilat. Dewi. tunduk. membagi Gatotkaca atas empat wanda. Bentuk badan Gatotkaca wanda Guntur menampilkan kesan kokoh. Wayang Kulit Purwa menggambarkan ben-tuk Gatotkaca sebagai raksasa. seni kriya Wayang Kulit Purwa gagrak Yogyakarta. wanda Prabu yang menampilkan kesan berwibawa. yang diciptakan pada tahun 1578 Saka atau 1656 Masehi. raja Mataram. Bentuk bagian perut Gatotkaca wanda Dukun ini. Maka terciptalah bentuk baru Gatotkaca yang disebut wanda Guntur itu. Dengan pertimbangan bahwa wajah seorang anak tentu tidak jauh beda dengan orang tuanya. Wanda Guntur. Pinggangnya tidak seramping pinggang Gatotkaca wanda Kilat. Wajahnya juga memandang ke bawah. wajah raksasa. khusus ditampilkan pada kedudukan Gatotkaca sebagai raja di Pringgadani. dengan tubuh besar. dengan bahu depan lebih rendah daripada bagu belakang. kuat. wanda Paseban dipakai kalau Gatotkaca sedang menghadap para Pandawa. Tubuh dan wajahnya dipantaskan sebagai anak Bima. Pergiwati. dan Sukarno. Sementara itu. Sunan Amangkurat Seda Tegal Arum. seolah mencerminkan sifat andap asor. lengkap dengan taringnya. merupakan wanda Gatotkaca yang tertua dalam bentuknya yang kita kenal sekarang ini. memerintahkan para penatah dan penyungging keraton untuk menciptakan bentuk baru peraga Gatotkaca dengan meninggalkan bentuk raksasa sama sekali. Baca Bima. . agak gendut dibandingkan ukuran perut Gatotkaca pada wanda lainnya. sedangkan wanda Dukun dipakai jika Ki Dalang menampilkan adegan Gatotkaca sedang bertapa. sebelum diciptakan peraga Gatotkaca wan-da Guntur. Secara keseluruhan bentuk tubuh wanda Guntur seolah condong ke depan. yakni wanda Kutis yang biasanya dimainkan untuk adegan perang ampyak.

Dewi Hagnyanawati diperistri oleh Bambang Sitija yang setelah menjadi raja negara Surateleng dan Prajatisa bergelar Prabu Bomanarakasuira. Kartamarma (raja negara Banyutinalang). dengan bantuan Dewi . Ia mati terjun ke dalam Pancaka/api pembakaran jenazah bersama Dewi Kunti dan Prabu Drestarasta setelah berakhirnya perang Bharatayuda. Wikataboma. Dewi Gandari mempunyai sifat kejam dan bengis. penuh belas kasih dan teguh dalam pendirian. dan atas kehendak Dewata menjelma menjadi bayi Manusia. Diantara mereka yang terkenal dalam pedalangan adalah: Duryudana (raja negara Astina). putra Prabu Krtesna dengan permaisuri Dewi Jembawati. masingmasing bernama .Gendari DEWI GANDARI adalah putra Prabu Gandara. Kartadenta. Durmagati. Citraboma. Ia selalu mementingkan diri sendiri dan tidak segan-segan berkhianat serta pendendam. Dendam dan kebenciannya terhadap Pandu. Durmuka. Citrayuda. Ia berwajah sangat cantik dan memiliki sifat perwatakan . Carucitra. istri Bathara Derma. Dewi Hagnyanawati adalah titisan Bathari Dermi. Bogadatta. lembut. suaminya. Widandini (raja negara Purantara) dan Dewi Dursilawati. Putra Prasbu Kresna dengan Dewi Pertiwi dan negara Surateleng dikuasai Bambang Sitija. karena tiba saatnya titis Bathari Dermi harus bersatu kembali dengan titis Bathara Derma. Dewi Gandari menikah dengan Prabu Drestarasta. Kurawa terhadap Pandawa. Arya Sakuni. Sesuai dengan ketentuan Dewata. Surtayuda. yang menitis pada Raden Samba/Wisnubrata. Gardapati (raja negara Bukasapta). Setelah Prabu Narakasura tewas dalam peperangan di negara Dwarawati melawan Bambang Sitija. Keseratus putra Dewi Gandari tersebut dikenal dengan nama Sata Kurawa. Gardapura. Durgempo. Surtayu. menjadi penyebab utama kebencian anak-anaknya. Dari perkawinan ini ia memperoleh seorang putra yang diberi nama . raja negara Surateleng dengan permaisuri Dewi Yadnyagini. tetapi pada waktu lahirnya berwujud gumpalan darah kental. Ia mempunyai tiga orang saudara kandung. Dari perkawinan tersebut ia memperoleh 100 (seratus) orang anak. yang oleh Dewi Gandari dicerai beraikan menjadi seratus potongan. (raja negara Turilaya). raja negara Astina. putra Prabu Kresnadwipayana/Bagawan Abiyasa dengan permaisuri Dewi Ambika. Arya Watubaji. sederhana. Dursasana (Adipati Banjarjungut). Arya Surabasata dan Arya Gajaksa. Hangyanawati DEWI HANGYANAWATI atau Yadnyanawati adalah putri Prabu Narakasura. baik budi. raja negara Gandaradesa dengan permaisuri Dewi Gandini.

Prabukusuma. raja negara Gowabarong yang berperang di pihak keluarga Kurawa/Astina. Akhir riwayatnya diceritakan. Kumalasakti. Sumitra. Kumaladewa. Wisanggeni. Irawan gugur dalam awal perang Bharatayuda melawan Ditya Kalaseringgi. mereka kemudian meninggalkan keputrian Surateleng pergi ke negara Dwarawati. Irawan lahir di pertapaan Yasarata dan sejak kecil tinggal di pertapaan bersama ibu dan kakeknya. Endang Pregiwa. Abimanyu. . Endang Pregiwati. Dewi Hagnyanawati dipertemukan dengan Raden Samba.Wilutama. yang segera menyerang negara Dwarawati untuk merebut kembali Dewi Hagnyanawati istrinya. Antakadena dan Bambang Sumbada. Wijanarka. di keputrian negera Surateleng. sesuai dengan takdir dewata. Dewi Hagnyanawati mati bunuh diri terjun ke dalam pancaka (api pembakaran jenasah) bela mati atas kematian Raden Samba yang tewas dalam peristiwa perang gada sesama wangsa Yadawa Irawan BAMBANG IRAWAN adalah putra Arjuna. jatmika. Menurut kisah pedalangan Irawan tewas dalam peperangan melawan Ditya Kalasrenggi putra Prabu Jatagempol dengan Dewi Jatagini dari negara Gowabarong. ayahnya sendiri. Setelah ada kesepakatan. menjelang pecah perang Bharatayuda. Ia berwatak tenang. Perbuatan Dewi Hagnyawati dan Raden Samba ini membangkitkan kemarahan Prabu Bomanarakasura. Dewi Hagnyanawati kemudian menjadi istri Raden Samba. bernama. Wilungangga. dari pertapaan Yasarata. Ia mempunyai 13 orang saudara lain ibu. salah satu dari lima satria Pandawa. dengan Dewi Ulupi. Bratalaras. Prabu Bomanarakasura tewas dalam peperangan melawan Prabu Kresna. putri Bagawan Kanwa (Bagawan Jayawilapa-pedalangan Jawa). Sedangkan menurut Mahabharata. tekun dan wingit.

Bayi Dewabrata ia serahkan pada asuhan Prabu Santanu. putra Prabu Pratipa dari negara Astina dengan permaisuri Dewi Sumanda. tetapi hanya seorang yang ia kehendaki hidup dan diberi nama Dewabrata. Dewi Jahnawi menikah dengan Prabu Santanu. Dewi Jahnawi kembali ke kahyangan hidup sebagai hapsari/bidadari. begitu kelahiran Dewabrata. Sedangkan tujuh putranya yang lain begitu lahir ia buang kesungai Gangga. Sesuai perjanjiannya dengan Prabu Santanu. raja negara Astina. Ia ditetapkan akan bersuamikan Bathara Mahabhima yang karena kutukan Bathara Brahma akan menjelma menjadi putra Prabu Pratipa. Dari perkawinan tersebut ia memperoleh delapan orang putra.Jahnawi DEWI JAHNAWI atau Dewi Gangga (Mahabharata) adalah seorang hapsari/bidadari yang turun ke Arcapada karena kutukan Bhatara Brahma. .

Ia sangat sakti. ingin menangnya sendiri. Untuk memenuhi ambisinya.Jarasanda PRABU JARASANDA adalah raja negara Magada. gagah. penganiaya. . Prabu Jarasanda bermaksud menyelenggarakan persembahan darah seratus orang raja kepada Bathari Durga. Ia masih keturunan Prabu Darmawisesa. Prabu Supala raja negara Kadi. perkasa dan berwajah setengah raksasa. Tubuhnya hancur terkena hantaman gada Rujakpala. dengan dukungan sahabat karibnya yang juga sekutunya. berani serta selalu menurutkan kata hatinya. Karenanya berbadan tinggi besar. Prabu Jarasanda berwatak angkara murka. bengis. maka ia harus berhadapan dengan Bathara Wisnu. Prabu Jarasanda berkeinginan menjadi raja besar yang menguasai jagad raya. Prabu Jarasanda akhirnya tewas dalam pertempuran melawan Bima/Werkudara. Karena niat jahatnya itu bertentangan dengan kodrat hidup dan dapat merusak ketentraman jagad raya. raja raksasa dari negara Widarba. keras hati.

Jatagempol PRABU JATAGEMPOL adalah raja raksasa di negara Guwabarong. dan mempunyai seorang anak bernama Kalasrenggi. Prabu Jatagenpol menikah dengan Dewi Jatagini. Untuk membalas dendam kematian Prabu Kalasasradewa. Jatagempol PRABU JATAGEMPOL adalah raja raksasa di negara Guwabarong. bengis dan selalu ingin menangnya sendiri. istri Arya Prabu Rukma. bengis dan selalu ingin menangnya sendiri. Tubuhnya hancur terkena panah Kyai Sarotama. Ia masih keturunan Prabu Kalasasradewa. Karena ketekunannya bertapa. raja raksasa di negara Guwamiring yang tewas dalam pertempuran melawan Prabu Pandu. istri Arya Prabu Rukma. Prabu Jatagempol menjadi sangat sakti. raja raksasa di negara Guwamiring yang tewas dalam pertempuran melawan Prabu Pandu. ayahnya. Karena ia dan prajuritnya menyerang negara Mandura untuk merebut Dewi Arumbini. Karena ia dan prajuritnya menyerang negara Mandura untuk merebut Dewi Arumbini. Prabu Jatagenpol menikah dengan Dewi Jatagini. Prabu Jatagempol tewas dalam pertempuran melawan Arjuna. berwatak angkara murka. Ia masih keturunan Prabu Kalasasradewa. Prabu Jatagempol menyerang negara Amarta. . dan mempunyai seorang anak bernama Kalasrenggi. Ia ingin membinasakan keluarga Pandawa yang merupakan keturunan Prabu Pandu. berwatak angkara murka. Prabu Jatagempol menjadi sangat sakti. Karena ketekunannya bertapa.

Jayadrata tewas oleh Arjuna di medan perang Bharatayuda sebagai senapati perang Kurawa. ayahnya. Kepalanya terpangkas lepas dari badannya oleh panah sakti Pasopati. Arya Wirata dan Arya Surata. Prabu Jatagempol menyerang negara Amarta. penuh kesungguhan dan setia. Tubuhnya hancur terkena panah Kyai Sarotama. yang tercipta dari bungkus Bima/Werkudara. Jayadrata ARYA JAYADRATA nama sesungguhnya adalah Arya Tirtanata atau Bambang Sagara. dan bergelar Prabu Sinduraja. dikawinkan dengan Dewi Dursilawati dan diangkat sebagai Adipati Buanakeling. Ia mahir mempergunakan panah dan sangat ahli bermain gada. Karena ingin memperdalam pengetahuannya dalam bidang tata pemerintahan dan tata kenegaraan. Jayadrata. Prabu Sinduraja pergi ke negara Astina untuk berguru pada Prabu Pandu Dewanata. dan akhirnya diambil menantu Prabu Drestarasta. berani. Di negara Astina Jayadrata bertemu dengan Keluarga Kurawa. Arya Tirtanata kemudian dinobatkan sebagai raja negara Sindu. Ia putra angkat Resi Sapwani/Sempani dari padepokan Kalingga. Untuk menjaga kehormatan dan harga diri. . Ia ingin membinasakan keluarga Pandawa yang merupakan keturunan Prabu Pandu. Prabu Jatagempol tewas dalam pertempuran melawan Arjuna. Dari perkawinan tersebut ia memperoleh dua orang putra bernama. Jayadrata mempunyai sifat perwatakan.Untuk membalas dendam kematian Prabu Kalasasradewa. ia menukar namanya dengan nama patihnya. Oleh Resi Sapwani ia diberi pusaka gada bernama Kyai Glinggang.

Patih Jayasemedi tewas dalam peperangan melawan Gatotkaca. karena ketika . Prabu Jayamurcita kemudian mati moksa. Ia mempunyai dua orang saudara seayah lain ibu. putra Dewi Pregiwa. Arya Jayasupena tidak ikut terjun kekancah perang Bharatayuda. Ia mempunyai adik kandung benrama Jayasemadi yang menjabat patih nagera Plangkawati. Raden Gatotkaca. raja negara Madukara (lama).Jayamurcita PRABU JAYAMURCITA adalah raja negara Plangkawati. Abimanyu menyerang negara Plangklawati. sedangkan Prabu Jayamurcita tewas oleh Abimanyu oleh tusukan keris Pulanggeni. bernama. Prabu Jayamurcita menyerahkan kekuasaan negara Plangkawati beserta gelar keprabuannya dan seluruh balatentaranya kepada Abimanyu. putra tunggal Dewi Sumbadra dengan Arjuna Dengan bantuan saudara sepupunya. Merasa sangat sakti. Jayasupena ARYA JAYASUPENA atau Jayasumpena adalah putra Gatotkaca. Mereka masih keturunan Prabu Kumbala. sukmanya manunggal dalam tubuh Abimanyu. mengutus adiknya. dan Arya Suryakaca. putri Bathara Surya dengan permaisuri Dewi Ngruni. putri Prabu Sarawisesa dari negara Selarengka. raja negara Pringgandani dengan Dewi Sumpani. patih Jayasemedi pergi ke negara Madukara untuk melamar Dewi Sumbadra. Bambang Sasikirana. istri Arjuna. raja negara Pringgandani. putra Dewi Suryawati. Sebelum menemui ajalnya. Perbuatannya yang lancang tersebut menimbulkan kemarahan Abimanyu. Prabu Jayamurcita.

waspada. cerdik pandai. Sesuai janji Dewata kepada Dewi Trijata. Selama menjadi permaisuri Prabu Kresna. Ia meninggal dalam usia lanjut dan dimakamkan di pertapaan Gadamadana. Dewi Jembawati berwatak jujur. raja negara Dwarawati. Jayasupena tidak bisa terbang. berwujud sebagai wanara / kera. daripada tinggal di istana Dwarawati. karena garis keturunan dari Resi Jembawan. Ia berperawakan mirip dengan ayahnya. Dewi Jembawati dapat bersuamikan Prabu Kresna. ia memperoleh dua orang putra bernama . Ketika lamarannya ditolak. Demikian pula dengan tabiat. gesit. tangkas dan terampil. Drestadyumna dapat dihidupkan . tapi aklhirnya tewas terbunuh dalam peperangan. berusaha merebut Dewi Srikandi dari tangan Prabu Jungkungmardeya. tabah dan mempunyai rasa tanggung jawab yang besar. Tokoh Jungkungmardeya hanya dikenal dalam cerita pedalangan Jawa dan dimunculkan dalam lakon "Cocogan". tangguh. Arya Jayasupena diangkat menjadi panglima perang negara Astina dalam masa pemerintahan Prabu Parikesit.perang berlangsung ia masih kecil. ibunya. kesetiaan. ia lebih sering tinggal di pertapaan Gadamadana mengasuh Gunadewa. dan Gunadewa. Prabu Drupada kemudian meminta bantuan keluarga Pandawa. Gatotkaca. setia. sabar. berani tak mengenal takut. keberanian dan kegagahannya tak berbeda dengan Gatotkaca. ia berhasil memasuki keputrian Pancala dan menculik Dewi Srikandi. Drestadyumna yang mengetahui perbuatannya. Perbedaannya. dengan Dewi Trijata. teguh. putri kedua Prabu Drupada dengan Dewi Gandawati dari negara Pancala. Untuk membebaskan Dewi Srikandi. dengan beralih rupa menjadi Arya Drestadyumna (adik Dewi Srikandi) palsu. yang merupakan raja titisan Sanghyang Wisnu yang terakhir. Karena mati sebelum takdir. selain memiliki aji sirep juga dapat beralih rupa. Prabu Jungkungmardeya sangat sakti. Samba. Setelah berakhiornya perang Bharatayuda dan negara Astina kembali ke dalam kekuasaan negara Pandawa. putri Gunawan Wibisana dengan Dewi Triwati (seorang hapsari/bidadari) dari negara Alengka/Singgela. Prabu Jungkungmardeya bercita-cita ingin memperistri Dewi Srikandi. Jungkungmadeya PRABU JUNGKUNGMADEYA adalah raja negara Awu-awulangit. sangat berbakti dan penuh belas kasih. Dari perkawinan tersebut. yang berwajah sangat tampan. Jembawati DEWI JEMBAWATI adalah Putri tunggal Resi Jembawan (berwujud kera/Wanara) dari pertapaan Gadamadana.

Prabu Jungkungmardeya akhirnya tewas dalam peperangan melawan Arjuna dengan panah Pasopati. suka berterus terang dan tidak bisa menyimpan rahasia. dari negara Wirata. bernama. Arwahnya mengantar/menuntun senjata Kunta yang dilepas Adipati Karna. Dendam Kalabendana terhadap Gatotkaca terlampiaskan saat berlangsung perang Bharatayuda. Brajamusti. Prabkesa. setia. berkat kesaktian Bunga Wjayakusuma. Ia mempunyai tujuh orang saudara kandung. Tamparan Gatotkaca ke kepala Kalabendana hanya bermaksud menghentikan teriakan Kalabendana yang membuka rahasia perkawinan Abimanyu (putra Arjuna dengan Dewi Sumbandra) dengan Siti Sundari (putri Prabu Kresna dengan Dewi Pratiwi) tatkala Abimanyu akan menikah dengan Dewi Utari. Brajadenta. Dewi Arimbi. Kalabendana meninggal karena pukulan/tamparan Gatotkaca yang tidak sengaja membunuhnya. Kalabendana ARYA KALABENDANA adalah putra bungsu Prabu Arimbaka raja raksasa negara Pringgandani dengan Dewi Hadimba. putri bungsu Prabu Matswapati dengan Dewi Ni Yutisnawati. Arimba/Hidimba. raja Awangga. Arjuna yang mengejar ke negara Awu-awulangit berhasil menemukan Dewi Srikandi. tepat menghujam masuk ke dalam pusar Gatotkaca yang mengakibatkan kematiannya. Brajalamatan dan Brajawikalpa. . sangat jujur. raja negara Dwarawati. Kalabendana mempunyai sifat dan perwatakan.kembali oleh Prabu Kresna.

kepala gundul dan berhidung besar bulat seperti terong. Bertubuh gemuk pendek. Dalam peperangan. putra Bathara Kala dengan Dewi Pramuni dari kahyangan Setragandamayit. Ia masih keturnan Bathara Kalagotama. Karena pembawaannya yang agak tolol ini. . ternyata tak mampu mengalahkan Prabu Kalaruci.Kalakatung KALAKATUNG atau sering pula disebut dengan nama Butaterong adalah raksasa hutan. Prabu Kalaruci mempunyai saudara kandung bernama Kalayaksadewa yang menjadi raja di negara Gowamiring. Daya berpkirnya lambat. namun memiliki gerakan yang cekatan. Merasa sangat sakti. putra ke-empat Prabu Basukunti. yang waktu itu telah diperjodohkan dengan Arya Ugrasena. Kalakatung biasa ditampilkan sebagai anak buah Cakil atau Yayahgriwa. maka ia selalu menjadi bahan ejekan para panakawan. Dalam cerita pedalangan. Kalakatung biasanya berpenampilan lucu karerna suaranya yang bindeng (memiliki suara hidung yang setengah tersendat). Arya Ugrasena yang didatangan ke Suralaya. seorang bidadari keturunan Sanghyang Pancaresi. dari negara Mandura. Kalaruci PRABU KALARUCI adalah raja raksasa negara Karanggubarja. Pabu Kalaruci datang ke Suralaya untuk meminang Dewi Wersini. Kalakatung biasanya mati oleh Gareng atau Petruk.

Pandu kemudian pergi ke Suralaya dengan mengerahkan pasukan Astina dibawah pimpian patih Gandamana dan Arya Sucitra. Selain ingin merebut Dewi Badrahini. pemberani dan sangat sakti. Prabu Basudewa kemudian meminta bantuan Prabu Pandu. yang juga kakak ipar Ugrasena (Pandu menikah dengan Dewi Kunti. raja negara Astina. Prabu Kalarodra raja di negara Girikadasar. Prabu Kalasasradewa sangat sakti. Prabu Kalayaksa menyerang negara Mandura. mau menangnya sendiri. Peperangan pun tidak dapat dihindarkan antara Mandura melawan Gowamiring. Ia mempunyai dua saudara kandung masing-masing bernama. Dewi Wersini dan negara Karanggubarja kemudiasn disertahkan kepada Arya Ugrasena. Kalasasradewa PRABU KALASASRADEWA adalah raja raksasa negara Guwamiring. dan Prabu Kalayaksa yang menjadi di negara Garbasumanda. Prabu Kalasasradewa akhirnya tewas dalam peperangan melawan Prabu Pandu. putra Bathara Kala dengan Dewi Pramuni/Bathari Durga dari Kahyangan Setragandamayit. Dengan mengerahkan seluruh kekuatan angkatan perannya. bengis. Arya Ugrasena. Dalam peperangan tersebut. juga Prabu Basudewa tidak dapat mengalahkan Prabu Kalasasradewa. putra ketiga Prabu Basukunti dengan Dewi Dayita dari negara Mandura. Prabu Kalayaksa memiliki sfat dan perwatakan . suka menurutkan kata hati. juga untuk membalas dendam atas kematian saudaranya. untuk dapat memperistri Dewi Rumbini. serakah. Ia mampunyai dua saudara kandung masing-masing bernama. Prabu Kalayaksa nenjadi seteru negara Mandura. serakah. putra Bathara Kala dengan Dewi Pramuni dari Kahyangan Setragandamayit. Prabu . istri Prabu Basudewa. seperti Arya Prabu Rukma. kejam. Berwatak angkara murka. Prabu Kalaruci dapat dibinasakan oleh Pandu. sejak jaman pemerintahan Prabu Baskunti. tinggi hati dan mau menangnya sendiri. Sebagai keturnan Dewi Pramuni/Bathari Durga. suami dari Dewi Kunti (adik Prabu Basudewa). yang sudah dipertunangkan dengan Arya Prabu Rukma. Mereka masih keturunan Bathara Kalagotama. raka negara Astina. Mareka masih keturunan Bathara Kalagotama. Dalam peperangan tersebut semua putra-putra Mandura. kakak Arya Ugrasena). Kalayasa PRABU KALAYAKSA adalah raja raksasa negara Garbasumanda. putri Prabu Rumbaka. Prabu Kalarodra raja nergara Girikadasar dan Prabu Kalasasradewa yang menjadi raja di negara Guwamiring.Bathara Guru kemudian mengutus Bathara Narada turun ke Arcapada untuk meminta bantuan Prabu Pandu. Ia pernah menyerang negara Kumbina.

Kangsa dibawa ke negara Mandura untuk menuntut haknya sebagai putra Prabu Basudewa. Karena sangat sakti. Prabu Kalayaksa berhasil menguasai sebagian wilayah negara Mandura. Prabu Basudewa akkhirnya bersedia mengakui Kangsa sebagi putranya dan diberi kedudukan Adipati di Kesatrian Sengkapura Kangsa berwatak angkara murka. raja raksasa negara Gowabarong yang beralih rupa menjadi Prabu Basudewa dan berhasil bermain asmara dengan Dewi Mahira/Maerah (Jawa). permaisuri Prabu Basudewa. putra Prabu Pandu dengan Dewi Kunti . Ia mati terbunuh dalam peperangan melawan Kakrasana dan Narayana.Kalasasradewa yang tewas dalam peperangan melawan Prabu Pandu di negara Mandura. Kangsa berniat merebut tahta kekuasaan negara Mandura dari tangan Prabu Basudewa. Pemberontakan Kangsa gagal. putra Prabu Basudewa dari permaisuri Dewi Mahendra/Maekah (Jawa). raja negara Astina. Ia lahir di negara Bombawirayang. Ia tewas dalam pertempuran melawan Prabu Pandu. berani dan selalu menurutkan kata hatinya. dan sejak kecil hidup dalam asuhan ditya Suratrimantra. sering pula disebut Kangsadewa sesungguhnya putra Gorawangsa. bahkan nyaris menguasai kerajaan Mandura. pamannya yang sakti. ingin menangnya sendiri. Sedangkan Suratimatra tewas melawan Bima/Werkudara. Setelah remaja. oleh Suratrimantra. keras hati. Tapi akhirnya Prabu Kalayaksa mengalami nasib yang sama seperti Prabu Kalasasradewa. Dengan dukungan Suratimantra. raja Mandura. adik Prabu Gorawangsa. karena tidak satupun putra-putra Mandura yang berthasil menandingi kesaktiannya. penghianat. Kematian Prabu Kalayaksa bertepatan dengan kelahiran Raden Arjuna/Peermadi putra Prabu Pandu dengan Dewi Kunti Kangsa KANGSA.

Ibunya adalah Dewi Kunti alias Dewi Prita. Basukarna adalah putra sulung. sekaligus rela berkorban bagi menangnya kebenaran. Dewi Prita alias Kunti berhasil mendatangkan Batara Surya. bahwa kelak Dewi Kunti akan memerlukan ilmu itu. Prabu Basukunti. yakni ilmu un-tuk mendatangkan seorang dewa yang dikehendakinya. padahal ia masih gadis.Karna KARNA. walaupun untuk itu ia harus mengorbankan jiwa dan bahkan juga nama baiknya. . Resi Druwasa. yang lebih terkenal dengan sebutan Adipati Karna adalah lawan utama Arjuna dalam Baratayuda. Tetapi pertapa itu juga menjelaskan. yang se-ngaja didatangkan Prabu Basukunti ke Keraton Mandura untuk mendidik Dewi Kunti. Waktu masih berusia remaja. ***) Setelah Prabu Kuntiboja mengetahui perihal musibah yang menimpa putrinya. Resi Druwasa mengaku bersalah dan bersedia menjamin keperawanan Dewi Kunti. Ternyata ilmu ajaran Resi Druwasa itu benar-benar ampuh. putri bungsu raja Mandura. sedangkan Arjuna anak yang ketiga. Dalam dunia pewayangan Basukarna merupakan profil tokoh wayang yang otodidak. Dengan mem-baca mantra Aji Adityarhedaya. Tetapi kedatangan Batara Surya yang tampan itu membuat Dewi Kunti mengandung. Padahal kedua ksatria itu sama-sama putra Dewi Kunti. Basukarna adalah anak buangan. Guru Besar itu dipersalahkan telah mengajarkan ilmu tingkat tinggi pada gadis yang belum dewasa. Ia juga menjadi perlambang bagi karakter manusia yang tahu membalas budi. berjuang sendiri tanpa mengandalkan bantuan keluarga. Ilmu dipelajarinya dari gurunya. Dewi Kunti mencoba-coba mengguna-kan Aji Adityarhedaya. ia amat marah dan segera memanggil Resi Druwasa.

Menjelang masa remaja. yaitu para Kurawa dan para Pandawa. ia masih tergolek di tempat tidurnya. dan takhta Astina diduduki oleh Prabu Pandu Dewanata. Di sana ia selalu mengintip dan mencuri dengar dengan penuh perha-tian segala yang diajarkan oleh Resi Krepa dan Begawan Drona kepada murid-muridnya. atau Suryatmaja. Dengan ilmunya yang tinggi.yang artinya telinga. Kebetulan mereka memang tidak punya anak. Itulah sebabnya. Basukarna sering ikut ayah angkatnya ke Keraton Astina. dan Yama Widura. Ketika Prabu Pandu me-ninggal dalam usia muda. Sinar terang matahari yang masuk ke kamarnya membuatnya kagum. sering bangun siang. Alasannya. Prabu Basukunti segera memerintahkan agar bayi itu dibuang. ilmu itu masuk dan diresapi oleh Kunti melalui telinganya. Setelah lahir. di telinga bayi itu terdapat Anting Mustika yang memancarkan sinar kemilau. Dengan demikian segala sesuatu yang diajarkan oleh kedua mahaguru itu diketahui dan dipahami dengan baik oleh Karna. Maka. Sebelum bayinya dibuang Dewi Prita alias Kunti sempat memperhatikan. bayi Karna pun ditaruh dalam sebuah peti dan dihanyutkan di Sungai Gangga. karena Drona terikat aturan istana: hanya boleh mengajar para pangeran. Yang memerintah Astina saat itu adalah Prabu Krisna Dwipayana. Nama lain baginya adalah Talingasmara. Itulah sebabnya. seorang sais kereta kerajaan di Keraton Astina. Dengan penolakan itu Basukarna tetap hanya bisa belajar dengan cara meng-intip dan mencuri dengar. sesudah masa kehamilannya cukup. Resi Krepa. Druwasa mengeluarkan jabang bayi yang dikandung melalui telinga Dewi Kunti. Pandu. guru besar lainnya juga bersikap sama dengan Begawan Drona. Suatu hari ia memberanikan diri men-jumpai Begawan Drona dan minta agar guru besar itu mau menerima dirinya sebagai murid. dan matahari sudah naik. Minat dan semangat Basukarna untuk belajar amat tinggi. Dua nama yang terakhir ini digunakan oleh sebagian besar dalang untuk menyebut Karna sewaktu masih muda. Tanpa sadar ia mengamalkan Aji Adityarhedaya sambil membayangkan ketampanan Batara Surya. Namun permohonan itu ditolak. Basukarna juga disebut Radhea atau Ara-dea). Tahun berganti tahun. yakni putra-putra Drestarastra. . Dalam pewayangan ia juga disebut Suryaputra. ia diberi nama Karna . Drestarastra menggantikannya untuk sementara waktu. karena anak Kunti itu memang benar hasil pertemuan ibunya dengan Batara Surya. menggantikan Prabu Krisna Dwipayana yang mengundurkan diri karena hendak menjadi pertapa. Manakala hari telah terang.CATATAN KAKI =***) Dewi Prita mempunyai kebiasaan buruk. sebagai wali para Pandawa yang saat itu masih kecil-kecil. Bayi yang malang itu kemudian ditemukan dan dirawat dengan baik oleh Adirata. Bayi itu lalu diaku anak dan dipelihara dengan penuh kasih sayang oleh Adirata dan istrinya yang bernama Nyai Nanda (Dalam Mahabarata Nyai Nanda disebut Radha.

Keunggulan ini membuat Arjuna lalu bersikap sombong. Dewi Kunti merasa tidak menemukan alasan yang tepat. dan Anting Mustika itu pernah dilihatnya belasan tahun yang lalu. secara berkala Begawan Drona dan Resi Krepa mengadakan uji keterampilan bagi mereka. saat itu sudah yakin benar bahwa Karna sesungguhnya adalah anak sulungnya.Untuk mengetahui sampai di mana tingkat kemajuan ilmu dan keterampilan para Pandawa dan Kurawa. Dan ternyata keduanya sama kuat dan sama mahirnya. Selain berguru secara tidak langsung pada Begawan Drona dan Resi Krepa yakni hanya dengan mendengar dan melihat dari kejauhan. yang belasan tahun sebelumnya dihanyutkan di sungai. Tantangan Karna ini ditolak Arjuna. si Sulung dalam keluarga Kurawa segera memanfaatkan peristiwa itu. merasa panas hati melihat kesombongan dan keangkuhan Arjuna. ataukah sebaliknya. karena sebagai seorang putra raja Arjuna merasa dirinya tidak pantas melayani tantangan Karna yang hanya anak seorang sais kereta. tidak ada lagi alasan bagi Arjuna untuk menolak tantangan itu. Namun Kunti juga ragu. Namun untuk segera mengakuinya sebagai anak. saat itu juga Duryudana mengangkat Basukarna sebagai adipati di Kadipaten Awangga. Dengan pengaruh yang dimilikinya selaku putra Prabu Drestarastra. Pada acara ujian seperti itu ternyata Pandawa selalu unggul. Selain wajahnya yang amat mirip dengan Arjuna. Resi Krepa dan Begawan Drona akhirnya memberikan penilaian tidak ada yang kalah dan tak ada yang menang. dari telinga Karna memancar sinar kemilau Anting Mustika yang telah menempel sejak dilahirkan. Pada setiap pertandingan ksatria remaja yang tampan ini selalu mendapat angka tertinggi. Dewi Kunti yang menyaksikan acara pertandingan itu. Lebih-lebih Arjuna. apakah jika ia tiba-tiba mengakui Karna sebagai anak akan membuat situasi menjadi baik. Karna menjadi Adipati di Awangga . Basukarna yang sejak semula menyaksikan acara itu. Lagi pula. CATATAN KAKI = ***) Menurut pewayangan. karena baik raut wajah maupun bentuk tubuh Karna seolah bayangan Arjuna. dengan nekad Karna lalu me-nantang Arjuna untuk adu tanding dalam ketrampilan keprajuritan dengan dirinya. Karna sempat pula berguru pada seorang brahmana sakti bernama Rama Parasu alias Rama Bargawa. ***) Dengan kedudukan Karna sebagai seorang adipati. ditolak. Dewi Kunti tercekam oleh perasaan antara yakin dan ragu. termasuk para Kurawa. Walaupun ayah angkatnya telah berusaha mencegah. Duryudana. Adu tanding pun dimulai. Ini dilakukan setelah permohonan Karna untuk diterima menjadi murid resmi Begawan Drona dan Resi Krepa. gerak-gerik Karna boleh dibilang sama dengan Ksatria Panengah Pandawa itu. Tantangan Karna itu memang mengejutkan semua orang. Keduanya seimbang sama kuat. Yakin.

yaitu raja penguasa di Awangga. adik Surtikanti.yang menentukan hidup atau mati. Penyamaran Basukarna ini terbongkar manakala Rama Bargawa tidur berbantal paha muridnya. Prabu Anom Duryudana sendiri sebenarnya amat sakit hati pada tindakan Karna melarikan Dewi Surtikanti. atau raja muda. terutama pada saat menghadapi Baratayuda kelak. sadarlah Sang Guru bahwa muridnya itu tentu berasal dari golongan ksatria. Sejak itu timbullah kebencian Prabu Salya terhadap Karna. tetapi karena hasil usahanya sendiri. Pernikahan ini sebenarnya tidak disetujui oleh Prabu Salya. Namun untuk menjaga jangan sampai gurunya terbangun. kelak ternyata. dengan sekuat tenaga Karna menahan rasa sakit yang alang kepalang itu. Saat itu seekor ketonggeng. Dari gurunya yang ini Basukarna antara lain mendapat ilmu Bramastra. Penyamaran itu terpaksa dilakukan karena Rama Bargawa amat membenci golongan ksatria. Rama Bargawa justru terbangun ketika peluh Karna menetes ke wajahnya. kutukan itu akan terbukti. ***) Sesudah mewariskan berbagai ilmunya. pada saat yang genting . justru pada saat raja muda Astina itu sedang menyiapkan lamarannya pada Prabu Salya. Karna harus menyamar sebagai brahmana. dengan marah Rama Bar-gawa mengucapkan kutukannya: Kelak dalam Baratayuda. Karena merasa ditipu. sejenis kalajengking berbisa. yakni ilmu ketrampilan memanah. Sewaktu tahu apa yang terjadi. bahkan kemudian melarikan Dewi Surtikanti. Oleh sebab itu Karna diam-diam lalu sering masuk ke Istana Mandraka dan secara sembunyi-sembunyi memadu kasih dengan sang Dewi. sehingga mereka terpaksa dinikahkan. walaupun telah menjadi menantunya. Saat itu Duryudana sudah berkedudukan sebagai Prabu Anom. sehingga keringatnya bercucuran. Basukarna. raja Mandraka. melainkan seorang ksatria. barulah Rama Bargawa sadar bahwa Karna sebenarnya bukan dari golongan brahmana. Apalagi kemudian Prabu Salya menjanjikan akan menikahkan Duryudana dengan Dewi Banowati. . Hanya seorang ksatria yang tangguh sanggup menahan rasa sakit yang demikian hebat. yang telah merencanakan akan menikahkan Surtikanti dengan Duryudana.bukan karena hadiah atau diangkat oleh Duryudana. Untuk dapat berguru pada brahmana yang kesaktiannya tidak tertandingi siapa pun di dunia ini. Karna memperoleh negeri itu setelah me-ngalahkan Prabu Karnamandra. Basukarna menikah dengan Dewi Surtikanti. menyengat paha Basukarna. masalah Dewi Surtikanti itu tidak diperpanjang lagi. putri Prabu Salya. Namun karena keluarga Kurawa sangat memerlukan tenaga CATATAN KAKI = ***) Sebagian dalang menyebut ilmu itu Aji Kunta Bramasta. Dan. Karna akan lupa bunyi mantera ilmu Bramastra.

Berarti ia adalah saudara tua yang seibu dengan Yudistira. tetapi baru tiga hari sebelum pecah Baratayuda. dan Arjuna. Yang meya-kinkan adalah penjelasan yang diberikan oleh ayahnya sendiri. tahu membalas budi. Ki Nartasabda. yaitu Batara Surya. Dalam perja-lanannya mencari Arjuna. Dalam pewayangan. Itulah sebabnya Batara Narada pernah keliru menganggap Arjuna tatkala akan memberikan senjata Kunta Wijayandanu. Jadi. dan membenci orang yang terlalu mengagungagungkan kebangsawanannya. Anting Mustika berkhasiat akan mengingatkan engkau bilamana ada bahaya mengan-cam. Karna mempunyai dua orang raja besar sebagai ipar. Waktu itu Batara Surya datang menjumpainya dan menceritakan siapa sebe-narnya Basukarna sesungguhnya. Senjata pusaka pemberian dewa itu seharusnya diberikan kepada Arjuna untuk memotong tali pusar Gatotkaca yang baru lahir. dari aku sejak lahir engkau telah kuwarisi Anting Mustika dan Kotang Kerei Kaswargan. Batara Narada yang secara kebetulan berjumpa dengan Basukarna. sebab Batara Endra. ayah Arjuna akan datang menemuinya dan membujuknya dengan berbagai cara guna mele-mahkan Karna. Selain seimbang kesaktiannya. putri sulung Prabu Salya. Itu pula yang me-nyebabkan ada sebagian pecinta wayang menggolongkan Basukarna sebagai tokoh yang berpihak pada kejahatan dan mabuk akan derajat serta kedudukan. mengira bertemu Arjuna dan memberikan senjata Kunta Wijayandanu pada Karna. Karena selalu diperlakukan dengan baik dan dihargai oleh Kurawa. percaya diri. Jangan sampai kedua pusaka itu lepas dari tanganmu. sedangkan dengan Kotang Kerei Kaswargan engkau akan kebal terhadap senjata apa pun. Meskipun sebelumnya telah tahu. Adipati Karna merasa berhutang budi pada Duryudana dan adik-adiknya. Basukarna yakin benar bahwa ia sesungguhnya adalah putra sulung Dewi Kunti. tetapi gagal. Bima." . "Ingatlah Karna.Karena perkawinannya dengan Dewi Surtikanti itu. Yang berhasil direbut hanyalah wa-rangkanya (sarung) saja. salah lihat. Adipati Awangga itu memiliki sifat pantang berkhianat. ***) Arjuna kemudian berusaha merebut kembali senjata pusaka itu. dan Prabu Ba-ladewa yang sebelumnya telah menikahi Dewi Erawati. CATATAN KAKI = ***)Dalang ternama. kisah mengenai senjata Kun-ta ini diceritakan dalam lakon Lahirnya Gatotkaca. yakni Prabu Anom Duryudana. Batara Surya juga memperingatkan agar Karna waspada. dan mengaku sebagai Arjuna. siapa pun yang memintanya. teguh dalam pendirian. penampilan dan wajah Basukarna amat mirip dengan Arjuna. perjumpaan Karna dengan Narada bukan suatu kebetulan. dalam lakon Banjaran Karna menceritakan bahwa Batara Surya yang tahu rencana perjalanan Batara Narada memberitahu Karna agar mencegat dewa itu.

walaupun yang diminta itu langsung menyangkut keamanan jiwa hamba . dua hari menjelang Baratayuda berlangsung Batara Endra datang menjumpainya dalam ujud seorang brahmana tua. Namun hamba tidak memiliki kemampuan melepaskan kedua pusaka pemberian Ayahanda Batara Surya ini dari tubuh hamba. terimalah pemberian hamba berupa anak panah Wijayacapa. ksatria mulia.. . Saat itulah terjadi perdebatan dan adu pendapat di antara mereka. dengan mudah ia melepaskan kedua pusaka andalan Basukarna. Pada pertemuan empat mata. dengan senang hati hamba akan menerimanya.. Jika seorang brahmana datang meminta." Demikianlah.. itu tergantung pada siapa yang memintanya. Kini." Brahmana tua itu menjawab: "Jangan khawatir. engkau sungguh seorang ksatria sejati yang berbudi luhur. Sehari menjelang Baratayuda. Esok harinya. Rasa simpati itu menyebabkan Batara Endra . terjadi peristiwa sebagai berikut: Sebelum pulang ke Kerajaan Wirata untuk me-laporkan hasil perundingannya pada pihak Pandawa. berkata: "Karna. tetapi mendapat pusaka pengganti sebuah senjata pamungkas. Seperti yang diduga oleh Batara Surya. Kresna secara khusus datang menemui Karna." Basukarna: "Hamba telah menyerahkan dengan ikhlas kedua barang yang Bapa Brahmana minta..yang masih dalam ujud brahmana. Tanpa menanyakan.Ketika itu Basukarna menjawab: "Ayahanda. Kurawa telah memberikan kemuliaan duniawi dan derajat kepangkatan kepadanya. sebagai ganti barang yang hamba ambil. apa alasan brahmana itu memintanya." Karena brahmana itu memang penjelmaan dewa. beberapa saat setelah Prabu Kresna sebagai duta yang gagal kemu-dian dikroyok para Kurawa sehingga terpaksa me-lakukan triwikrama. ambillah. Hamba sendiri yang akan melepaskannya. Karenanya. Bilamana Bapa Brahmana juga memberikan senjata pamungkas itu dengan ikhlas." Apa yang diperingatkan oleh Batara Surya memang terjadi. Namun. Karna menolak bujukan itu dengan alasan. raja Dwarawati itu berusaha membujuk Karna agar bersedia menyeberang ke pihak Pandawa. dengan hati teguh dan ikhlas Karna menjawab: "Bilamana Bapa Brahmana memang menginginkan. .. saat itu brahmana tua yang sebenarnya penjelmaan Batara Endra meminta Anting Mustika dan Kotang Kerei Kaswargan. hari itu Karna kehilangan dua pusaka yang merupakan perisai dirinya. tibalah saatnya bagi Karna untuk membalas budi baik para Kurawa.. sebagai seorang ksatria tentu pantang bagi hamba untuk menolaknya. bahwa sebagai ksatria sudah selayaknya ia harus tahu membalas budi. pada saat itu sebenarnya hati kecil Endra terharu dan heran menyaksikan ketulusan hati Karna. Hanya seorang dewa saja yang akan sanggup melepaskannya . Sudah sepantasnya jika ksatria agung seperti Tuanku memiliki senjata pamungkas yang ampuh.

sebagai ksatria Adinda harus menjalankan kewajiban sebagai prajurit menghadapi lawannya. Mereka hanya mengikuti hasutan jahat dari Paman Sengkuni dan Ibunda Dewi Gendari. Tidak satu pun saran dan nasihat baik dari para pini sepuh Astina yang mereka dengar. jika Adinda Karna mau menyeberang ke pihak Pandawa. sebagai seorang titisan Wisnu mestinya kakanda maklum. sejak masih remaja. Antara kebaikan dan keadilan me-lawan keserakahan kebatilan. bukan berarti Adinda berpihak pada keangkaramurkaan. Yang penting.. satu persatu secara pribadi sejak mereka masih kecil. dalam hal ini soal balas budi bukanlah hal yang mutlak harus dilakukan. mereka memang dilahirkan sebagai manusia-manusia pembawa sifat buruk yang tidak lagi dapat diperbaiki. Rasanya. Adinda telah mengenal para Kurawa. tentu Kurawa tidak akan meneruskan niatnya me-nempuh jalan perang. itu semua agar Baratayuda dapat segera ." Karna: "Kakanda Kresna. dan dengki mereka. Adinda berperang di pihak mereka semata-mata hanya menjalani darma ksatria. Adinda berpendapat tidak ada cara lain untuk memberantas keangkaramurkaan dan kebatilan yang telah belasan tahun terjadi di Astina. Barata-yuda harus segera terjadi. Bahkan Maharesi Bisma." Karna: "Kakanda Kresna. adik-adikku para Pandawa bukan ksatria yang takut dan enggan menghadapi kesulitan. Adinda mengenal benar tabiat dan watak mereka. Bilamana Adinda Karna dapat mencegahnya." Kresna: "Tetapi. Saya berketetapan hati untuk memihak Kurawa. tentu akan menyulitkan para Pandawa untuk memenangkan Baratayuda. . bukan berarti Adinda berperang melawan kebaikan dan kebenaran.. Begawan Drona. bukan perang kecil. Namun. saya bujuk mereka agar jangan takut berperang. Adinda tahu benar. Itu adalah kewajiban Adinda. Soal kalah atau menang bagi Adinda bukan lagi merupakan hal yang penting. pendirian mereka. sifat iri. jika Adinda berpihak pada para Kurawa dan berperang melawan adik-adikku para Pandawa. melainkan juga hanya karena menjalani darma ksatria. sehingga Baratayuda dapat dicegah. yang tinggi wibawanya pun tidak sanggup memperbaiki sifat-sifat buruk mereka. saya sengaja membakar-bakar semangat Adinda Duryudana. Perang itu me-rupakan pertarungan antara pihak yang benar dengan pihak yang salah. Resi Krepa. Baratayuda yang akan dimulai esok hari. Dengan adanya Adinda di pihak Kurawa. culas. mengapa itu tidak Adinda lakukan? Apa alasannya?" Karna: "Kakanda Kresna yang bijaksana." Kresna: "Mengapa? Peperangan akan selalu membawa penderitaan bagi banyak orang. Adinda tahu benar akan keserakahan mereka. bagaimana pun. Jadi. Kakanda Kresna. membalas kebaikan dengan kebaikan pula. Itulah sebabnya.Kresna: "Dinda Karna. kecuali dengan meniadakan keberadaan mereka di dunia ini. Kakek Abiyasa." Karna: "Justru Adinda yang sebenarnya sangat menginginkan Baratayuda segera terjadi. .. karena membela kebenaran bagi seorang ksatria lebih mutlak harus dilaksanakan. Dinda Karna." Kresna: "Saya memahami hal itu.. Jika Adinda harus berperang melawan adik-adik para Pandawa.

Karenanya. Jika Adinda Basukarna gugur dalam Baratayuda nanti.terjadi sebagaimana seharusnya. Dinda Basukarna . Kakanda benar-benar menaruh hormat akan pendirian Adinda yang teguh itu. sebelum menghadap pada Sang Pencipta. Karena nama baik itu pun telah Dinda ikhlaskan sebagai pengorbanan demi tegaknya kebenaran dan keadilan . Coba renungkan hal itu." Prabu Kresna tidak bisa berkata-kata lagi. Hati kecilnya merasa. jelas berbeda. Seandainya Adinda yang gugur. bu-kankah jer basuki mawa beya? Kakanda Prabu Kresna tentu sudah faham benar. "Semoga Yang Maha Mengetahui selalu memberikan berkah kepadamu. ia akan gugur dalam perang besar antarke-luarga Barata itu. Baratayuda tentu akan berlangsung lebih lama dan korban di kedua pihak akan lebih banyak. Demikian pula. Namun dengan adanya Dinda Basukarna di pihak Kurawa. lewat tengah hari.. Di tepi sungai yang dianggap suci itu. Hamba tidak peduli lagi tentang bagaimana sejarah akan mencatat nama Adinda. Untuk mencapai masyarakat dunia yang tenteram dan damai. secara kebetulan Karna bertemu dengan Dewi Kunti yang juga baru saja selesai mensucikan tubuhnya. selalu harus ada yang menjadi korban." Kresna: "Adinda Karna." kata titisan Wisnu itu. sebagaimana perjumpaanya dengan Prabu Kresna. maka ia akan dianggap sebagai pahlawan pembela keberaran. bagaimana pun. sejarah akan mencatat Adinda Karna gugur karena berperang di pihak yang salah. Adipati Karna pergi ke Sungai Gangga hendak mensucikan dirinya.. Adinda Basukarna tewas karena membela pihak angkara." Karna: "Itu pun Adinda pahami. Setelah pertemuannya dengan Prabu Kresna. . Tidakkah hal ini Dinda pertimbangkan?" Karna: "Adinda memahami hal itu. Adinda tahu. kita semua belum tahu. Namun. bahwa menurut takdir pada Baratayuda nanti Adinda harus berhadapan dengan Arjuna. maka Adinda ikhlas sebab pe-ngorbanan Adinda adalah untuk kemenangan adik-adik para Pandawa dan itu berarti pengorbanan Adinda adalah untuk tegaknya kebenaran dan keadilan. Pengorbanan Adinda Karna dengan pengorbanan Adinda Arjuna. dan selalu harus ada yang dikor-bankan. Dengan penuh haru dipeluknya putra sulung Kunti itu erat-erat. anak pungut Sais Adirata itu ingin lebih dahulu mensucikan tubuhnya. Sedangkan jika Dinda Arjuna yang gugur. Biarlah nama baik Adinda hancur karena sikap Adinda dalam menjalankan darma. kali ini Dewi Kunti juga berusaha membujuk Adipati Karna agar mau menyeberang ke pihak Pandawa. bukankah sebagai ksatria kita tidak boleh memperhitungkan untung rugi dalam menjalankan darmanya? Adinda berperang di pihak Kurawa karena menjalankan darma Adinda sebagai ksatria. cobalah Adinda renungkan sekali lagi. Entah siapa yang akan kalah. Namun. Itu sudah merupakan hukum alam yang berlaku pada zaman apa pun. Sekali lagi. dan siapa yang akan unggul. Baratayuda adalah peristiwa yang menjadi sarana untuk memusnahkan segala yang jahat dan yang angkara. seandainya Adinda yang menang. Arjuna pun sebagai ksatria harus ikhlas karena pengorbanannya tentu tidak sia-sia. Biarlah sejarah mencatat Adinda sebagai pembela nafsu angkara pihak Kurawa.." Kresna: "Adinda Karna.

Namun. dengan menguatkan hati. Engkau seorang ksatria utama."Basukarna anakku. Namun. anakku?" Kunti tidak lagi dapat menahan air matanya.. bukan alasan bagi hamba untuk mengecewakan harapan para Kurawa yang mengandalkan kekuatan hamba . yang membalas kebaikan orang dengan pengkhianatan. engkau pun mempunyai kewajiban menjalankan darmamu sebagai seorang putra terhadap ibumu." Kunti: "Karna.. junjungan hamba. keadaan telah membuat hamba terpaksa berpisah dengan adik-adik hamba. . sangat berharap engkau tidak berdiri di pihak yang berlawanan dengan adik-adikmu. Basukarna berkata dengan lembut: "Ibunda Dewi Kunti yang hamba hormati.. Dapatkah engkau membayangkan. engkau terpaksa berpisah dengan adik-adikmu para Pandawa." Kunti: "Tetapi . manakala ia tahu dua orang putranya saling ber-hadapan di medan perang dengan tekad akan saling membunuh? Dapatkah kau bayangkan itu. Hanya karena keadaan yang membuatmu terpaksa bergabung dengan pihak Kurawa... ibumu ini.. Ibunda tentu juga tahu. anggaplah kepedihan itu sebagai pengorbanan Ibunda untuk ketentraman dan kedamaian masyarakat banyak. Hamba akan menjadi pengkhianat bagi Kurawa yang selama ini telah memberikan derajat dan kemuliaan pada hamba. salah satu dari kalian berdua akan menjadi korban kekejaman perang besar itu... Aku. Ada yang ditakdirkan harus mengorbankan jiwanya. Tidak adakah keinginanmu untuk membahagiakan wanita yang telah melahirkanmu?" Karna: "Ibunda Dewi Kunti. Bergabunglah engkau bersama kelima adikmu. Engkau tentu juga tahu." Dengan penuh hormat Karna menjawab: "Ibunda Dewi Kunti yang amat hamba hormati. ada yang . engkau adalah prajurit sejati. cobalah engkau renungkan barang sejenak. Hamba akan menjadi manusia yang tidak tahu membalas budi. Hamba juga mengerti bahwa karena keadaan pula hamba sekarang berdiri di pihak Kurawa yang merupakan lawan para Pandawa. maka itu berarti hamba menyalahi darma hamba sebagai seorang ksatria. Selain harus menjalani darmamu sebagai seorang ksatria. Hamba yang hina ini memahami benar kepedihan hati Ibunda Dewi. berarti engkau membahagiakan wanita yang pernah melahirkanmu. . adik-adik hamba. Baratayuda yang akan dimulai esok hari. Hamba ingin agar Ibunda Kunti dapat merasakan kebahagiaan serta bangga. betapa remuknya hati seorang ibu. Hanya karena keadaan. Anakku. Ibunda mengerti. Tentu saja hamba ingin membahagiakan Ibunda Dewi.. bahwa Baratayuda adalah salah satu sarana dan jalan untuk membebaskan dunia dari keangkaramurkaan yang selama ini dilakukan oleh para Kurawa. Tidak bisa tidak. Semua orang yang melangkah pada jalan darmanya harus ikut berkorban demi ketentraman dunia. perang besar akan terjadi esok hari. Karna Anakku. dalam Baratayuda nanti besar kemungkinan engkau akan berhadapan dengan adikmu. Namun. Basukarna pun terharu mendengar kata-kata yang diucapkan oleh wanita yang dulu melahirkannya itu. Namun hamba mohon. Namun.. Hamba mengerti. Arjuna. bukankah kita tidak dapat hanya menyalahkan keadaan? Bilamana Ibunda Dewi Kunti mengharapkan agar hamba menyeberang ke pihak Pandawa dan meninggalkan Kurawa. sebenar-benarnyalah bahwa engkau itu anak sulungku. Jika harapanku ini engkau kabulkan. bilamana hamba dapat menjalankan darma hamba sebagai seorang ksatria. Para dewa dapat menjadi saksi.

penguasa Astina itu mulai khawatir.. Semula Adipati Karna menolak karena ia sedang mencari- . izinkan aku memelukmu. anakku. Sejak ia menerima Kunta dari tangan Batara Narada. derajat dan pangkat. Bilamana ternyata dalam Baratayuda nanti Adinda Arjuna yang terpaksa menjadi korban. Sekarang ibu para Pandawa itu tahu benar keteguhan hati anak sulungnya itu.. Doaku untukmu. jika ia tidak ikut beperang. tidak akan ada manfaatnya ia membujuk Karna lebih lanjut. sambil berkata terisak di sela tangisnya: "Restuku untukmu. Ibunda Dewi dapat membanggakannya.. membuat tenggorokanku serasa tersumbuat. kumohon kepadamu. Untuk itu. mengorbankan orang yang disayanginya. karena bisa jadi Duryudana akan memilih jalan damai. Pertimbangan yang lain adalah. maka hamba bukan mati sebagai pengkhianat" Kunti merasa. anakku . Karena itu. mungkin Baratayuda akan gagal. bilamana hamba yang tewas dalam perang tanding itu. tidak terlaksana. memelihara dan mengasihimu. pada hari ke-15 berhasil membunuh Gatotkaca dengan senjata Kunta Wijayandanu. aku telah kehilangan engkau. tentunya tidak terkecuali Ibunda Dewi. Kesedihanku sebagai seorang ibu. Dalam Baratayuda. Ardawalika atas inisiatifnya sendiri langsung menyerang Arjuna. Puluhan tahun. Hati kecil Basukarna memang menaruh dendam pada Arjuna sejak ksatria Pandawa itu menghinanya di hadapan umum dengan menolak mengadu ketrampilan dengannya.. menciumi ubunubunnya. dan . . Dan. karena sebagai ksatria ia harus tahu membalas budi kepada Kurawa yang sudah memberinya kedudukan. Jika hamba gugur. Di tengah pertempuran Duryudana mencari Basukarna dan memintanya untuk menghadapi Gatotkaca. Sikap Basukarna yang siap untuk mati dalam pe-rang juga dibuktikan ketika ia menolak tawaran bantuan Naga Ardawalika yang diam-diam akan ikut menyerang Arjuna. ketika tahu bahwa Adipati Karna gugur. Karna." Pertimbangan Karna dalam mengambil keputusan itu adalah. Demikian pula. maafkanlah Ibumu ini." Dengan air mata bercucuran Dewi Kunti memeluk anak sulungnya. Tanpa bantuan Suyudana dan keluarga Kurawa lainnya. jika ini terjadi berarti kesewenangan di dunia akan tetap berjalan terus. ia merencanakan penggunaan senjata sakti yang hanya dapat sekali digunakan itu untuk menghadapi Arjuna. walaupun tentu dalam kesedihan se-orang ibu yang kehilangan putra. Kunti lalu berkata: "Anakku. Ibunda Dewi pun boleh merasa bangga karena hamba tewas dalam menjalankan darma hamba sebagai seorang prajurit.... Aku tidak berkesempatan merawat. Namun sewaktu Gatotkaca memporakpo-randakan barisan prajurit Kurawa dan membunuh beberapa adik Duryudana. tetapi ksatria Pandawa itu pun berhasil membunuhnya. Tetapi. Penggunaan senjata pamungkas ini se-benarnya sama sekali di luar rencananya. sebagai ksatria. Basukarna sebagai panglima perang di pihak Kurawa. buah hatiku . Aku tidak lagi dapat merangkai kata-kata. Biarlah aku memelukmu barang sejenak. Walaupun tawaran bantuannya ditolak.. sejak engkau masih berujud bayi merah.harus mengorbankan suaminya. batal.. ia akan tetap dikenal sebagai anak sais kereta Adirata.. maka ia akan gugur sebagai pahlawan. anakku. kemuliaan.

ibu kandung yang tidak pernah menyusui. Dan. ketika tubuh Karna roboh ke bumi. sedangkan kereta perang Arjuna bernama Jatisura. dan mengatakannya sebagai menantu yang tidak tahu diri. Namun. dan mengasihinya. tetapi bidikannya tidak tepat lagi. ***) Karna yang berperang dengan sepenuh hati akhirnya gugur sebagai ksatria utama dalam Bara-tayuda. bila ini terjadi tentu akan membuat ibunya lebih berduka. CATATAN KAKI = ***) Menurut salah satu versi Ma-habarata di India. Duryudana lalu meng-ingatkan. pada saat yang tepat Prabu Salya menarik tali kekang kuda. gugur dalam keyakinan untuk menjalankan darmanya sebagai ksatria utama. Di medan perang Karna menggunakan kereta perang bernama Jaladra. Sementara itu. dibidikkan tepat ke leher Arjuna. Peristiwa itu menambah kebencian raja Mandraka itu pada menantunya itu. raja Dwarawati. Permintaan ini amat menyakitkan hati Prabu Salya dan serta merta raja Mandraka itu mendampratnya. akhirnya Salya mau menuruti permintaan Basukarna. Supaya dirinya sederajat dengan Arjuna. melesat ke arah dada Arjuna. mengasuh. Ia minta agar Basukarna melupakan dulu dendam pribadinya. Basukarna . sebagaimana dikehendakinya. keris Kyai Jalak Kaladite yang disandangnya lepas dari warangkanya (sarung keris) dan melayang. Basukarna sudah tidak lagi memiliki senjata andalan. Ia juga telah merelakan jiwanya untuk membahagiakan Dewi Kunti. maka Arjunalah yang harus tewas dalam perang tanding itu. Putra Bima itu memang berhasil dikalahkannya. Basukarna terpaksa menghadapi Gatotkaca. dan lebih memikirkan kemenangan bagi seluruh Kurawa. namun dengan demikian ia kehilangan Kunta Wijayandanu. kereta perangnya juga harus dikendalikan seorang raja. Alasannya. Hanya karena bujukan Duryudana.cari Arjuna. Agar seimbang dan tampak sederajat. sehingga kereta perang yang dikendarainya tergoncang. kereta perang Arjuna dikemudikan Sri Kresna. Ia telah mendarmabaktikan jiwanya pada Kerajaan Astina yang telah mengangkat derajatnya dari kedudukan anak sais menjadi seorang adipati. Sesaat berikutnya Arjuna me-lepaskan anak panah pusaka Pasopati dan tepat menebas leher Basukarna. Basukarna. kemudian membujuk Prabu Salya. Kedua kereta perang yang berisi dua ksatria utama itu seolah menjadi primadona pertempuran. Karena jika bukan dia yang gugur. Karena desakan Duryudana ini. ia minta agar mertuanya Prabu Salya bersedia menjadi saisnya. Panah Wijayacapa meluncur deras. bahwa perang ini bukan perang pribadi. yang paling tepat adalah Prabu Salya. dan menurut anggapannya. seorang anak yang terbuang sejak bayi. Waktu berperang tanding melawan Arjuna. Tetapi Arjuna yang selalu waspada segera menangkis serangan keris itu dengan gendewa pusakanya. Panah sakti itu hanya menyambar mahkota gelung rambut Arjuna. Pada suatu kesempatan Basukarna melepaskan panah pusakanya Wijayacapa. Duryudana dengan cepat melerai. seorang anak pungut sais kereta bernama Adirata.

ia juga merupakan besan. Waktu itu salah satu roda kereta perang Karna terperosok ke dalam lumpur.gugur karena siasat licik Kresna. Mulanya ksatria itu memasuki keputren dan berasyikmasyuk dengan Dewi Surikanti. Permadi sanggup. . turun dari kereta. ksatria itu segera lari membawa sang Dewi. Perkawinan Basukarna alias Basusena dengan Dewi Surtikanti sebenarnya dapat berlangsung dengan bantuan Arjuna. yang menyebut bahwa pria yang melarikan sang Putri itu sangat tampan. Pada saat itu Kresna memberi isyarat. Tetapi versi lain menyebutkan. Ketika mereka dipergoki para dayang istana dan terjadi ke-ributan. Para prajurit yang berusaha menghalanginya. Suatu hari. Prabu Salya dan Duryudana langsung menu-duh Permadi (nama panggilan Arjuna selagi muda) sebagai pelakunya. Ia mengira suaminya gugur di palagan Ba-ratayuda. Jawa) ketika ia bertempur melawan Patih Udawa. Kelak Warsakusuma kawin dengan Dewi Lesmanawati. putri Prabu Salya. Kematian Dewi Surtikanti membuat Adipati Karna amat marah. abang satu ibu lain ayah. hu-bungan Basukarna dengan Duryudana. Pada saat Baratayuda berlangsung. Tanpa pikir panjang Surtikanti bunuh diri dengan mencabut patrem (keris kecil) lalu menusukkannya ke dadanya sendiri. agar Arjuna melepaskan anak panahnya. patih Kadipaten Awangga itu menyampaikan be-rita yang tidak jelas. Tanpa banyak bicara Karna segera membunuh Patih Adimanggala. sesuatu yang sebenarnya terlarang dalam Baratayuda. putri Prabu Anom Duryudana. Kisahnya begini: Suatu ketika Keraton Mandraka geger karena Dewi Surtikanti dilarikan oleh seorang ksatria muda yang tampan. Permadi mencoba membantah. Karna lalu melepaskan seluruh senjatanya.Bhs. sehingga Dewi Surtikanti salah mengerti. yaitu Warsasena dan Warsakusuma. Dari perkawinannya dengan Dewi Surtikanti. Dari keterangan para dayang. Karna terpanah dalam keadaan tidak bersenjata. Dewi Surtikanti meninggal karena bunuh diri. Patih Adimanggala gugur bersama (sampyuh . kemudian mencoba mendorong kereta itu untuk membebaskan roda kereta yang terbenam di lumpur. tidak sanggup menghadapi kesaktian ksatria tampan itu. maka ia akan dijatuhi hukuman sebagai si Penculik. ia selalu mengikuti berita dari medan perang yang disampaikan oleh Patih Adimanggala. Kejadian ini membuat marah Prabu Salya dan Prabu Anom Duryudana. karena sebenarnya Dewi Surtikanti akan dikawinkan dengan raja muda Astina itu. Basukarna mendapat dua orang putra. Ia mempersalahkan Adimanggala. selain sebagai ipar. Dengan demikian. yakni patih Kadipaten Awangga. namun tidak seorang pun yang percaya. Jadi. Resi Bisma lalu mengambil kebijaksanaan: Permadi harus mencari pelaku penculikan atas Dewi Surtikanti dalam waktu tiga hari. Bila dalam waktu itu Permadi tidak berhasil.

yang dianggapnya telah memberikan malu kepadanya. Sebagian dalang menceritakan bahwa Basukarna sengaja menyulut api perang dengan maksud agar angkara murka keluarga Kurawa cepat hancur punah dengan terjadinya perang besar itu. dan terjadilah perang tanding. Usaha Permadi ini berhasil. Sedangkan Duryudana yang amat kecewa karena gagal kawin. mengenai peran Basukarna dalam memantik api perang Baratayuda ada dua versi. Sedangkan Permadi adalah anak Kunti yang keempat. Guna me-nyirnakan angkara murka. Permadi menemukan Dewi Surtikanti di Istana Awangga. Karna sebenarnya adalah putra sulung Dewi Kunti yang ketika masih bayi dibuang ke Sungai Gangga dan ditemukan oleh Adirata. . dan bahkan juga nama baiknya. sekaligus membujuknya agar Karna diterima sebagai menantu. Dengan penjelasan itu mereka pun berdamai. dewa itu segera melerainya. Ia tahu benar kekuatan Kurawa dan sekutunya tidak akan sanggup menandingi para Pandawa. terpaksa menerima kenyataan itu. Lagi pula.Surtikanti Brantalaras Rabi Banjaran Karna Salya Gugur Bisma Gugur Karna Tanding turun ke dunia untuk melihat apa yang menjadi penyebabnya. Karenanya. Dalam pewayangan di Indonesia. Basukarna bersedia membawa kembali Dewi Surti-kanti ke Mandraka. Basukarna diakui oleh Prabu Salya sebagai menantu. Setelah tahu apa yang terjadi. Karna menolak. Narada menjelaskan bahwa sebenarnya keduanya bersaudara. ia sanggup mengorbankan jiwanya. sehingga penguasa Astina itu memilih jalan peperangan daripada perdamaian. walaupun hati kecilnya masih tetap tak menyukai Karna.Dalam waktu singkat. karena Permadi menyanggupi akan memintakan maaf pada Prabu Salya. Diterangkan. Batara Narada lalu Lakon-lakon Yang Melibatkan Basukarna Pandadaran Siswa Sokalima Bale Sigala-gala Suryatmaja . yang diharapkan bantuannya pada saat pecah Baratayuda kelak. ksatria Pandawa itu minta agar Basukarna menurut dibawa ke Mandraka sebagai tertuduh. Duryudana juga berusaha tetap memelihara persahabatannya dengan Karna. Adu ketrampilan dan kesaktian di antara keduanya begitu seru sehingga kahyangan goncang karenanya. namun ia membesar-besarkan hati dan membakar semangat Prabu Anom Duryudana.

Basukarna berkesempatan membalas sakit hatinya. Basukarna adalah salah seorang pesertanya. dan Arjuna. sikap Basukarna menyulut api peperangan disebabkan karena dendamnya pada para Pandawa. atau Basusena. Waktu itu Adipati Karna sengaja memanas-manasi Dursasana agar mene-lanjangi Dewi Drupadi di hadapan umum. Lihat juga Kunti. terutama pada Arjuna yang dinilainya angkuh. selain dendam pada Arjuna. raja Pancala (di pewayangan Pancala disebut Cempalaradya) hendak men-carikan jodoh bagi Dewi Drupadi. tidak akan mungkin saya menikah dengan pria berdarah sudra (orang biasa. Gambaran tentang pribadi Basukarna dalam pewayangan pada umumnya memang sedikit lebih baik dibandingkan dengan yang tergambar dalam Kitab Mahabarata. Setelah para peserta lain gagal mengangkat gendewa pusaka. Dalam seni kriya Wayang Kulit Purwa tokoh Basukarna dirupakan dalam dua wanda.1881) dipilih sebagai salah satu tokoh dari tiga orang ksatria teladan dalam Serat Tripama. yakni wanda Badru (Bedru) dan wanda Lontang. oleh Sri Mangkunegara IV (1853 . Tanpa bicara apa pun ia lalu berjalan keluar istana. . Karna ternyata sanggup. yang dalam pewayangan lebih sering disebut Adipati Karna. Dewi." Kata-kata Dewi Drupadi ini amat menyakitkan hati Basukarna. Ksatria teladan lainnya adalah Kumbakarna dan Bambang Sumantri. Adipati Awangga itu juga sangat membenci Dewi Drupadi. ketika Pandawa kalah main dadu dan Drupadi sebagai barang taruhan dipanggil untuk diper-malukan oleh para Kurawa.Sebagian dalang yang lain menyebutkan. Kelak. Namun pada saat itu Dewi Drupadi berseru dengan nyaring: "Saya adalah putri raja besar. Basukarna. Kebencian Basukarna pada Dewi Drupadi disebabkan karena peristiwa berikut ini: Ketika Prabu Drupada. bukan bangsawan). Dalam Mahabarata.

gagah dan berwajah setengah raksasa. Ia berbadan besar. Kartapiyoga KARTAPIYOGA atau Kartawiyoga adalah putra Prabu Kurandageni dari negara Tirtakandasan. Kartawiyoga berwatak keras hati. Diantara saudaranya yang dikenal dalam pedalangan adalah. Surtayuda. Bogadatta (raja negara Turilaya). keras hati. Durmagati. Duryudana (raja Negara Astina). Ia putra Prabu Drestarasta raja negara Astina dengan permaisuri Dewi Gandari. Gardapura. Ia mati dibunuh oleh Bima setelah berakhirnya perang Bharatayuda. Durmuka. Setelah mertuanya meninggal. Wikataboma. Citrayuda. Dursasana (Adipati Banjarjungut). Ia menikah dengan Dewi Karastri. tatkala bersama Aswatama menyeludup masuk ke dalam istana negara Astina dengna niat menculik dan membunuh bayi Parikesit. putra Abimanyu dengan Dewi Utari. Citraksi. cerdik. putri raja Banyutinalang. Gardapati (raja negara Bukasapta). Citraboma. Kartadenta. agak pengecut dan selalu ingin enaknya sendiri. Durgempo. putri Prabu Gandara dengan Dewi Gandini dari negara Gandaradesa. Bomawikata. Kartamarma dinobatkan menjadi raja di Banyutinalang. Carucitra. lincah. pandai bicara. Widandini (raja negara Purantara) dan Dewi Dursilawati.Kartamarma KARTAMARMA adalah salah seorang diantara 100 orang keluarga Kurawa (Sata Kurawa) yang terkemuka. Kartamarma memliki perwatakan. Surtayu. Kartamarma tidak mati di medan perang Bharatayuda. Citraksa. berani dan selalu menuruti kata hati. .

Upakeca / Rupakeca. Namun sebelum maksud Kartawiyoga terlaksana. keduanya putra Dewi Durgandini dengan Prabu Santanu. putra Prabu Baladewa dengan Dewi Mahindra dari negara Mandura yang datang bersama Arjuna. putri sulung Prabu Salya dengan Dewi Pujawati/Setyawati. Citragada dan Wicitrawirya. yang digunakan Resi Palasara dan Dewi Durgandini menyeberangi sungai Gangga. telah datang menyusul Kakrasana.Nama Kartawiyoga mulai dikenal karena dengan kesaktiannya ia nekad memasuki keputrian negara Mandaraka dan menculik Dewi Erawati. dari padepokan Retawu. Akhirnya Kartawiyoga tewas dalam peperangan melawan Kakrasana. Kancakapura terjadi berbarengan dengan saudaranya yang lain. Kencakarupa berwatak keras hati. putri Prabu Basukesti raja negara Wirata. yaitu. Dewi Erawati ia larikan ke negara Tirtakandasan dengan maksud akan diperistri. Setatama. Gendawana dan Dewi Ni Yutisnawati / Rekatawati. dengan Dewi Durgandini. Rajamala. Bagawan Abiyasa. putra Resi Palasara dengan Dewi Durgandini. raja negara Astina. ingin menangnya sendiri. Kencakarupa juga mempunyai tiga saudara angkat lainnya. Kencakarupa KENCAKARUPA atau Kecaka (Mahabharata) adalah putra angkat Resi Palasara. Tubuhnya hancur terkena hantaman Alugara. berani dan . penghianat. Ia tercipta dari kemudi perahu yang pecah terbentur batu besar. satu dari lima satria Pandawa untuk membebaskan Dewi Erawati. yaitu.

Sangat sakti dan mahir dalam olah keprajuritan mempergunakan senjata gada dan lembing/tombak. Resi Krepa hidup sampai jaman Prabu Parikesit. Setatama dan Gandawana melakukan pemberontakan untuk mengulingkan kekuasaan raja Wirata. Krepa mati oleh panah Arjuna setelah berakhirnya perang Bharatayuda. Cerita Pedalangan menyebutkan. Ia mempunyai kakak kandung bernama Dewi Krepi yang kemudian menjadi istri Resi Drona. Prabu Matswapati. raja negara Tempuru dengan permaisuri Dewi Uruwaci. Ada beberapa versi tentang akhir hidup Resi Krepa. Ia hidup sebagai pendeta wadat (tidak bersentuhan dengan wanita). dan diangkat menjadi Parampara/Ahli nujum kerajaan. Krepa RESI KREPA atau Kirpa (Mahabharata) adalah putra kedua Prabu Purungaji.selalu menurutkan kata hati. karena ia menentang pengangkatan Adipati Karna menjadi Senapati Agung Kurawa. tatkala ia bersama Aswatama menyenludup masuk ke dalam istana Astina untuk membunuh Parikesit. Kisah lain menyebutkan. Krepa mati oleh tangan Adipati Karna. setia dan penuh pengabdian. . Akhir riwayatnya diceritakan. Dalam Mahabharata diceritakan. Karena mahir dalam ilmu falsafah ia diangkat menjadi penasehat kerajaan. Krepa berwatak jujur. Kencakarupa tewas dalam peperangan melawan Bilawa/Bima karena bersama saudaranya Rupakenca. Dari padepokan Sokalima Sejak muda Krepa mengabdi di negara Astina sejak masa pemerintahan Prabu Pandu.

raja negara Tempuru dengan Permaisuri Dewi Uruwaci. Dewi Krepi tetap menetap di negara Tumpuru. dan berputra seorang lelaki bernama Bambang Aswatama. Ia mempunyai adik kandung bernama Krepa/Kirpa yang menjadi pendeta Istana Negara Astina. . Dewi Krepi kemudian menjadi isteri Bambang Kumbayana. Ketika Resi Drona dan Aswatama tinggal di negara Astina dan berhasil membangun padepokan Sokalima. sampai akhir hayatnya. Ia pernah beralih rupa menjadi Kuda Sembrani betina untuk menolong Bambang Kumbayana/Resi Drona terbang menyeberangi lautan. Dewi Krepi mempunyai kesaktian dapat beralih rupa menjadi apa saja yang ia kehendaki.Krepi DEWI KREPI atau Kirpi (Mahabharata) adalah putri sulung Prabu Purungaji.

Kaca paesan. Kembang Wijayakusuma. Terompet/Sangkala Pancajahnya. kemudian naik tahta bergelar Prabu Sri Bathara Kresna. berputra . Selain sangat sakti dan dapat bertiwikrama. Partadewa dan Dewi Titisari/Sitisari. Samba dan Gunadewa (berwujud kera). istri turunan sebagai titisan Sanghyang Wisnu. putra Prabu Basudewa dengan Ken Sagupi. Prabu Kresna mempunyai 4 (empat) orang permaisuri : 1. 2. ia juga mempunyai pusaka-pusaka sakti. Kakrasana. putri Prabu Setyajid/Arya Ugrasena dengan Dewi Wersini. adalah putra Prabu Basudewa. putri Prabu Bismaka/Arya Prabu Rukma dengan Dewi Rumbini dari negara Kumbina. berputra: Saradewa (berwujud raksasa). Prabu Kresna adalah titisan Sanghyang Wisnu yang terakhir. 4. 3. putri Prabu Basudewa dengan permaisuri Dewi Badrahini. Aji Pameling dan Aji Kawrastawan. Prabu Kresna juga mempunyai saudara lain ibu bernama Arya Udawa.Kresna PRABU KRESNA yang waktu mudanya bernama Narayana.Dewi Rukmini. Ia mendapat negara Dwarawati setelah mengalahkan Prabu Narasinga. raja negara Mandura dengan permaisuri Dewi Mahendra/Maekah (Jawa). Senjata Cakra. Bambang Sitija dan Dewi Siti Sundari. Ia lahir kembar bersama kakaknya. antara lain.Dewi Jembawati.Dewi Setyaboma. berputra . . berputra .Dewi Pratiwi. dan mempunyai adik lain ibu bernama Dewi Sumbadra/Dewi Lara Ireng. seorang swarawati keraton Mandura. putri Nagaraja dari Sumur Jalatunda. dari negara Lesanpura. putri Resi Jembawan dengan Dewi Trijata dari pertapaan Gadamadana. Arya Setyaka.

raja negara Mandura dengan permaisuri Dewi Dayita. setia dan wingit. Arya Prabu Rukma dan Arya Ugrasena. kakaknya. pemberani. putri Prabu Kunti. baik tingkah lakunya dan sangat berbakti. Antakawulan dan Bambang Sumbada. Ia wafat dalam keadaan bertapa dengan perantaraan panah seorang pemburu bernama Ki Jara yang mengenai kakinya. Abimanyu. Wijanarka. Selain memiliki berbagai ilmu kesaktian. Daya khasiat minyak Jayengkaton. Bratalaras. Dewi Kunti menikah dengan Prabu Pandu. Ia mempunyai tiga orang saudara kandung bernama. raja negara Astina dari permaisuri Dewi Kunti. Puntadewa. Kumaladewa tinggal bersama ibu dan kakeknya di pertapaan Pringcendani. Endang Pregiwati. putra Prabu . Kumaladewa juga mempunyai 12 orang saudara lain ibu. maka ia akan dapat melihat semua mahluk halus/ mahluk siluman. Dewi Kunti sangat menyenangi dan mempelajari ilmu-ilmu kejiwaan/kebatinan. bernama.Setelah meninggalnya Prabu Baladewa/Resi Balarama. Wisanggeni. Ia berwatak penuh belas kasih. Putranya tersebut bernama Basukarna/Aradea atau Suryatmaja yang setelah menjadi raja di negara Awangga dikenal dengan nama Adipati Karna. Kunti DEWI KUNTI atau Dewi Prita (Mahabrata) adalah putri kedua Prabu Basukunti. Dengan penuh kecintaan ia mengasuh dan mendidik dua orang anak tirinya. Sumitra. apabila dioleskan pada pelupuk mata. Ia mempunyai adik kandung bernama Bambang Kumalasakti. dengan Dewi Jimambang. ia juga memiliki cupu berisi minyak Jayengkaton pemberian kakeknya. Dari perkawinan tersebut ia memperoleh tiga orang putra bernama. raja Boja. Bima/Werkundara dan Arjuna. Endang Pregiwa. Wilugangga. putra Bagawan Abiyasa dengan Dewi Ambiki. Akhir riwayatnya diceritakan gugur pada awal pecah perang Bharatayuda melawan Prabu Salya raja negara Mandaraka. tenang. raja negara Astina. satria Pandawa putra Prabu Pandu. Prabu Kresna menginginkan moksa. Sejak kecil. Bagawan Wilawuk. Kumaladewa mempunyai sifat dan perwatakan. Nakula dan Sadewa. putri Bagawan Wilwuk/Wilawuk dari pertapaan Pringcendani. Kumaladewa BAMBANG KUMALADEWA adalah putra Arjuna. dan musnahnya seluruh Wangsa Yadawa. Dewi Kunti telah mempunyai seorang putra dari Bathara Surya sebagai akibat kesalahannya merapal/membaca mantera Aji Pepanggil/Aji Gineng ajaran Resi Druwasa. Bambang Irawan. Sebelum menikah dengan Prabu Pandu. Arya Basudewa.

Pandu dengan Dewi Madrim. akhirnya tewas oleh Abimanyu karena lebih dahulu tertusuk keris Pulanggeni. yang setelah perang Bharatayuda diangkat menjadi punggawa istana negara Astina dibawah pemerintahan Prabu Parikesit. Hidupnya serba mewah. Ia mempunyai kakak kandung bernama Leksmanamdrakumara/Bambang Sarajakusuma. Leksmanawati DEWI LEKSMANAWATI adalah putri Prabu Suryudana/Duryudana. putra kedua Adipati Karna. Lesmanamandrakumara sangat dimanja oleh orang tuanya. putri Prabu Salya dengan Dewi Pujawati/Setyawati dari negara Mandaraka. Leksmanamandrakumara BAMBANG LESMANAMANDRAKUMARA dikenal pula dengan nama Bambang Sarajakusuma (pedalangan Jawa). Ia mempunyai kakak kandung . keinginanya selalu terlaksana. Ia yang bermaksud membunuh Abimanyu. raja negara Awangga dengan permaisuri Dewi Surtikanti. Dewi Leksmanawati menikah dengan Arya Warsakusuma. Dari perkawinan tersebut ia memperoleh seorang putra bernama Warsaka. raja negara Astina dengan permaisuri Dewi Banowati putri Prabu Salya dengan Dewi Pujawati/Setyawati dari negara Mandaraka. Dewi Kunti mati moksa bersama-sama dengan Dewi Gandari dan Prabu Drestarasta setelah selesainya perang Bharatayuda. raja negara Astina dengan permaisuri Dewi Banowati. putra Arjuna dengan Dewi Sumbadra yang sudah dalam keadaan tak berdaya. Ia mempunyai daya pikir yang lambat dan agak pengecut. putra kedua Adipati Karna dengan Dewi Surtikanti dari negara Awangga. Lesmanamandrakumara mempunyai seorang adik perempuan bernama Dewi Lesmanawati. raja negara Mandaraka dengan permaisuri Dewi Tejawati. melebihi kecintaannya pada putra-putranya sendiri. Lesmanamandrakumara ikut terjun di medan pertempuran perang Bharatayuda. Dewi Laksmanawati sangat dimanja oleh orang tuanya. Akhir riwayatnya diceritakan. Ia jarang sekali keluar dari lingkungan istana. Madrim DEWI MADRIM atau Dewi Madri adalah putri Prabu Mandrapati. Wataknya bersahaja. menarik hati. gaya dan kata-katanya serba menarik. yang menjadi istri Arya Warsakapura. Ia adalah putra sulung Prabu Suyudana/Duryudana.

Dewi Maerah yang dalam keadaan hamil ditempatkan di negara Bombawirayang. Di tempat pengasingannya itu Dewi Maerah melahirkan seorang putra lelaki yang berwujud setenah raksasa yang diberi nama Kangsa atau Kangsadewa. Ia akhirnya diakui sebagai putra Prabu Basudewa dan diangkat menjadi Adipati di Sengkapura. yang berdasarkan garis keturunan masih memiliki hubungan dengan keluarga Mandura dan Dwarawati (Wangsa Yadawa) Wangsa Boja dan Wangsa Kuru (Kurawa dan Pandawa). sabar dan Wingit. Dewi Madrim berwatak penuh belas kasih. raja negara Astina dan menjadi permaisuri ke dua mendampingi Dewi Kunti. yang setelah menjadi raja Mandaraka bergelar Prabu Salya. diusir keluar dari negara Mandura. Ia termasuk keturunan Wangsa Yadawa. Dewi Maerah telah mengalami malapetaka. Dewi Maerah ikut Mandrapati PRABU MANDRAPATI adalah putra Prabu Mandradipa raja negara Mandaraka dengan permaisuri Dewi Ayutamayi. Ketika Kangsa tewas dalam peperangan melawan Kakrasana dan Narayana. adik Prabu Gorawangsa. Dewi Maerah dan Dewi Maekah keduanya menjadi permaisuri Prabu Basudewa. Prabu Mandradipa yang mengundurkan diri hidup sebagai brahmana. Setelah Kangsa dewasa dengan terus terang. Prabu Mandrapati menjadi raja negara Mandaraka menggantikan ayahnya. bahwa ia sesungguhnya permaisuri Prabu Basudewa. raja raksasa negara Gowabarong yang beralih rupa menjadi Prabu Basudewa palsu. Kangsa tidak sepenuhnya putra Gorawangsa. Oleh Kangsa. Dewi Maerah diboyong ke Sengkapura. Kedua putra kembarnya. raja negara Mandura. Prabu Pandu. digauli oleh Prabu Gorawangsa. Ia mempunyai adik kandung bernama Dewi Mahindra atau Dewi Maekah (pedalangan Jawa). diserahkan kepada ditya Suratrmantra. ia berputra dua orang kembar yang diberi nama Nakula dan Sadewa. ia terjun kedalam Pancaka (api pembakaran jenazah) ikut bela pati atas kematian suaminya. Akhir riwayat Dewi Madrim diceritakan. . Dengan tidak disengaja dan disadarinya. Dari perkawinan tersebut. Dewi Maerah menceritakan keadaan sebenarnya. sehingga berhak mendapat pengakuan sebagai putra Prabu Basudewa. Atas perbuatannya itu ia mendapat hukuman. raja negara Mandura. Dewi Madrim menikah dengan Prabu Pandu. Kangsa pergi kenegara Mandura. Dengan dukungan Suratrimantra. Nakula dan Sadewa yang masih bayi kemudian diasuh oleh Dewi Maerah DEWI MAERAH atau Dewi Mahira (Mahabharata) adalah putra Prabu Kurandapati. setia. raja negara Widarba.bernama Narasoma. tetapi juga putra Prabu Basudewa.

di daerah kerajaan Jodipati. Mandrapati mempunyai watak. yaitu. Resi Mayanggaseta pernah diminta bantuannya oleh keluarga Pandawa agar . tahu membalas guna dan selalu bertindak adil. salah satu dari tujuh puncak Gunung Saptaarga. padepokan Pandansurat dimerdekakan. Menurut purwacarita. dan dikarunia 2 (dua) orang putra. Ketika negara Mertani berhasil ditahklukkan dan dikuasi oleh keluarga Pandawa menjadi negara Amarta. Ia termasuk keturunan Wangsa Yadawa. Akhir riwayatnya diceritakan. Ia bersahabat karib dengan Bagawan Bagaspati. seorang hapsari/bidadari. Prabu Mandrapati menikah dengan Dewi Tejawati. Ia bersahabat karib dengan Bagawan Bagaspati. yang berdasarkan garis keturunan masih memiliki hubungan dengan keluarga Mandura dan Dwarawati (Wangsa Yadawa) Wangsa Boja dan Wangsa Kuru (Kurawa dan Pandawa). Mandrapati mempunyai watak. kera putih andel kepercayaan Resi Manumayasa/Kanumayasa di pertapaan Paremana. dan kerajaan Jodipati berada dalam kekuasaan Bima/Werkudara. ikhlas. Prabu Mandrapati menjadi raja negara Mandaraka menggantikan ayahnya. ikhlas. menjadi tanah perdikan yang bebas darti pembayaran pajak atau upeti.Prabu Mandrapati menikah dengan Dewi Tejawati. sabar. tahu membalas guna dan selalu bertindak adil. percaya akan kekuasaan Tuhan. Pendeta raksasa di pertapaan Argabelah. Narasoma yang sangat tercela membunuh Bagawan Bagasapati. Narasoma dan Dewi Madrim. Narasoma yang sangat tercela membunuh Bagawan Bagasapati. Pendeta raksasa di pertapaan Argabelah. wilayah negara Mertani. yaitu. Prabu Mandrapati meninggal karena bunuh diri akibat tidak tahan menanggung malu atas perbuatan putranya. Akhir riwayatnya diceritakan. Narasoma dan Dewi Madrim. Resi Mayanggaseta masih keturunan Resi Supalawa. percaya akan kekuasaan Tuhan. Mayanggaseta RESI MAYANGGASETA atau Resi Pracandaseta (cerita pedalangan) berwujud kera/wanara putih dan bertempat tinggal di pertapaan Pandansurat. sabar. dan dikarunia 2 (dua) orang putra. seorang hapsari/bidadari. Prabu Mandradipa yang mengundurkan diri hidup sebagai brahmana. Mandrapati PRABU MANDRAPATI adalah putra Prabu Mandradipa raja negara Mandaraka dengan permaisuri Dewi Ayutamayi. Prabu Mandrapati meninggal karena bunuh diri akibat tidak tahan menanggung malu atas perbuatan putranya.

Ia lahir kembar bersama adiknya. putra Prabu Pandu raja negara Astina. Puntadewa. Pada mulanya Resi Mayanggaseta menolak. setia. salah satu dari lima satria Pandawa. Mereka bertemu. Bima/Werkundara dan Arjuna Nakula adalah titisan Bathara Aswi.bersedia menari di alun-alun negara Dwarawati sebagai persyaratan memeriahkan upacara perkawinan antara Arjuna dengan Dewi Wara Sumbadra.ah damar di hutan Wanayasa (peristiwa "Bale Sigala-gala") sampai di Kahyangan Saptapratala. putra Prabu Pandu dengan Dewi Kunti. cinta terhadap sesama makhluk dan suka menolong. sebab walau berwujud kera ia seorang brahmana yang juga bisa berbicara dan beradat istiadat sebagaimana manusia. memperrtunjukkan kemahirannya menari. Dewi Nagagini mempunyai sifat dan perwatakan. Resi Mayanggaseta akhirnya bersedia memenuhi permintaan Bima dan keluarga Pandawa untuk pergi ke negara Dwarawati. Bima mengutus patih Gagakbaka ke pertapaan Pandansurat. dari negara Mandaraka. manusia kera kekasih dewata. Nagagini DEWI NAGAGINI adalah putri Hyang Anantaboga dengan Dewi Supreti dari Kahyangan Saptapratala. lahir seorang putra yang diberi nama Arya Anantareja. Selain itu ia juga masih keturunan Resi Supalawa. putri Prabu Mandrapati dengan Dewi Tejawati. dengan permaisuri Dewi Kunti. Akhir riwayatnya tidak banyak diceritakan. Ia mahir menunggang kuda dan pandai mempergunakan senjata panah dan lembing. Sahadewa atau Sadewa (pedalangan Jawa). tatkala keluarga Pandawa dan Dewi Kunti dalam upaya menyelamatkan diri dari rencana pembunuhan oleh keluarga Kurawa dalam peristiwa ru. Konon ia mati moksa karena usia lanjut. Dewi Nagagini menikah dengan Bima/Werkundara. raja negara Astina dengan permaisuri Dewi Madrim. Nakula juga menpunyai tiga saudara satu ayah. Nakula NAKULA yang dalam pedalangan Jawa disebut pula dengan nama Pinten (nama tumbuh-tumbuhan yang daunnya dapat dipergunakan sebagai obat) adalah putra ke-empat Prabu Pandudewanata. Nakula tidak akan dapat lupa . dari negara Mandura bernama. sangat berbakti. Untuk meminta kesediaan Resi Mayanggaseta. Namun setelah ia kalah berperang melawan Gagakbaka. Ia mempunyai adik kandung bernama Bambang Nagatatmala. Dari perkawinan tersebut. Dewa Tabib. adik Prabu Kresna raja negara Dwarawati. karena ia merasa dihinakan/direndahkan martabatnya.

Nakula mati moksa bersama keempat saudaranya. Dewi Sayati putri Prabu Kridakirata. setia. 2. wilayah negara Amarta. tahu membalas guna dan dapat menyimpan rahasia. Dewi Madrim. Badawanangala dikenal sebagai raja negara Gisiksamodra/Ekapratala) dan memperoleh seorang putri bernama Dewi Sritanjung. belas kasih. Nakula diangkat menjadi raja negara Mandaraka sesuai amanat Prabu Salya kakak ibunya. raja negara Awuawulangit.tentang segala hal yang diketahui karena ia mepunyai Aji Pranawajati pemberian Ditya Sapujagad. taat. Akhir riwayatnya diceritakan. "Banyu Panguripan/Air kehidupan" pemberian Bhatara Indra. Dewi Srengganawati. Setelah selesai perang Bharatyuda. putri Resi Badawanganala. Nakula mempunyai dua orang isteri yaitu . Ia tinggal di kesatrian Sawojajar. 1. Senapati negara Mretani. . Nakula mempunyai watak jujur. Dari perkawinan itu Nakula mendapat anugrah cupu pusaka berisi air kehidupan bernama Tirtamanik. Bambang Pramusinta dan Dewi Pramuwati. dan memperoleh dua orang putra masingmasing bernama. Ia juga mempunyai cupu berisi. kura-kura raksasa yang tinggal di sungai/narmada Wailu (menurut Purwacarita.

Karena ketekunannya bertapa. yang berarti masih keturunan Bathara Kalayuwana. Ia merebut negara Dwarawati setelah menewaskan Prabu Yudakalakresna dalam satu peperangan. Ia masih bersaudara dengan Prabu Narakasura. Arya Singamulangjaya.Narasinga PRABU NARASINGA adalah raja negara Dwaraka/Dwarawati. Setelah mengangkat dirinya menjadi raja negara Dwarawati bergelar Prabu Narasingamurti. raja negara Surateleng. Prabu Narasinga tidak terlalu lama memerintah negara Dwarawati. Ia tewas dalam . adik mendiang Prabu Yudakalakresna diangkatnya menajadi Senapati perangnya. putra Bathara Kala dengan Bathari Durga/Dewi Pramuni dari kahyangan Sentragandamayit/Ganda Umayi. Narasinga menjadi sangat sakti.

patuh pada perintah dan sangat berbakti kepada negara dan rajanya. manusia yang tercipta dari seekor menjangan/kidang sewaktu Resi Palasara menjadi raja di kerajaan Gajahoya. putra Sanghyang Brahma. ia juga berguru pada Rajamala pamannya. Arya Nirbita memangku jabatan pimpinan pasukan negara Wirata terjun ke medan perang membela keluarga Pandawa. Pancatnyana DITYA PANCATNYANA adalah patih negara Surateleng pada masa pemerintahan Prabu Narakasura.. Arya Nirbita memiliki sifat dan perwatakan . Pada saat berkobarnya perang Bharatayuda. Selain sakti. Arya Singamulajaya tewas dalam peperangan melawan Arya Setyaki putra Arya Ugarsena/Prabu Setyajid dengan Dewi Wersini. putra Prabu Basudewa. dan Bambang Sitija menjadi raja Surateleng. dari negara Lesanpura. enam keturunan dari Bathara Brahmanakanda. Karena itu selain sakti. setia. selain berguru pada ayahnya. Senapati perang Dwarawati. Nirbita ARYA NIRBITA adalah putra Arya Setatama. Arya Nirbita pernah berguru pada Resi Parasara di padepokan Paremana. Arya Nirbita menikah dengan Dewi Kuwari. Ia gugur dalam pertempuran melawan Prabu Salya. andel Resi Palasara. jujur.Dari perkawinan tersebut ia memperoleh seorang putra yang diberi nama Arya Kawakwa. raja negara Dwarawati dengan Dewi Pretiwi. Arya Setatama tewas dalam pertempuran melawan Jagalabilawa/Bima karena terlibat dalam tindakan makar menggulingkan Prabu Durgandana/Matswapati yang dilakukan Rupakenca dan Kencakarupa. yang merebut negara Dwarawati dengan bantuan keluarga Pandawa. Ibunya bernama Dewi Kandini. putri Prabu Basukesti dari negara Wirata. Sedangkan dalam olah keprajuritan. Setelah ayahnya. Arya Nirbita sangat pandai bermain gada dan senjata trisula. putri Arya Kidangtalun. putra angkat Resi Palasara dengan Dewi Durgandini/Dewi Setyawati. oleh Prabu Matswapati ia diangkat menjadi patih negara Wirata menggantikasn ayahnya. raja negara Mandaraka. salah satu puncak gunung Saptaarga dalam hal ilmu kasidan/kesaktian. Pancatnyana tetap menduduki jabatan patih. Pancatnyana pula yang mengatur strategi perang dan menghancurkan angkatan . putra Prabu Kresna. Ketika Prabu Narakasura tewas dalam peperangan melawan Bambang Sitija. raja negara Mandura dari permaisuri Dewi Mahendra/Maerah (Jawa).peperangan melawan Narayana. ia juga cerdik dan mahir dalam tata gelar perang.

Ramayana dan Pramasata 2. Dewi Impun.perang negara Prajatisa di bawah pimpinan Prabu Bomantara yang menyerang negara Surateleng. Ia mempunyai saudara kandung yang merupakan adik kembarnya bernama Endang Pregiwati. Prabakusuma. Antakadewa dan Bambang . jujur dan adil. Pergiwa ENDANG PREGIWA adalah putra Arjuna. berputra . Ia berwatak bijaksana. Bambang Irawan. ia menjadi patih Surateleng/Prajatisa dan orang kepercayaan Prabu Bomanarakasura (nama gelar Bambang Sitija setelah menjadi raja Surateleng dan Prajatisa). Ketika negara Prajatisa disatukan dengan Surateleng. Pancatnyana tewas dalam peperangan melawan Prabu Gatotkaca. Kumalasakti. nama gelar Prabu Yudhistira setelah menjadi raja negara Astina. Abimanyu. berputra . yaitu . Akhir riwayatnya diceritakan. Dewi Dangan. Dalam kitab Adiparwa. Prabu Bomantara tewas dalam peperangan melawan Prabu Sitija/Narakasura. salah satu dari lima satria Pandawa. berputra . Kumaladewa. kekuasaan Pancatnyana semakin besar. Yudayana dan Dewi Pramasti 4. berputra . Dewi Satapi/Dewi Tapen. akhir riwayatnya diceritakan : Prabu Parikesit meninggal karena digigit Naga Taksaka sesuai dengan kutukan Brahmana Granggi yang merasa sakit hati karena Prabu Parikesit telah mengkalungkan bangkai ular hitam di leher ayahnya. ia masih dalam kandungan ibunya. Bagawan Sarmiti. Prabu Parikesit mempunyai 5 (lima) orang permasuri dan 8 (delapan) orang putra. Ramaprawa dan Basanta. karena ketika ayahnya gugur di medan perang Bharatayuda. Dewi Gentang. Dewi Niyedi 5. Wilugangga. putri Bagawan Sidik Wacana dari pertapaan Andong Sumiwi. Parikesit PARIKESIT adalah putra Abimanyu/Angkawijaya satria Plangkawati dengan permaisuri Dewi Utari. 1. berputra . putri Prabu Matswapti dengan Dewi Ni Yustinawati dari negara Wirata. Ia seorang anak yatim. Dewi Puyangan. Bratalaras. Pregiwa juga mempunyai 12 orang saudara lain ibu bernama. Wijarnaka. Parikesit lahir di istana Astina setelah keluarga Pandawa boyong dari Amarta ke Astina. Sumitra. Parikesit naik tahta negara Astina menggantikan kakeknya Prabu Karimataya. Dewi Tamioyi 3. dengan Dewi Manuhara. raja negara Praiggandani dalam peristiwa persengketaan hutan Tunggarana.

sabar dan jatmika (selalu dengan sopan santun). Prabakesa ARYA PRABAKESA atau Prabakeswa (Mahabharata) adalah putra ke-empat Prabu Arimbaka. setia. Pregiwa tinggal di pertapaan Andong Sumiwi bersama ibu dan kakeknya. baik budi. Brajamusti. Pregiwati juga mempunyai 12 orang saudara lain ibu. putri Bagawan Sidik Wacana dari pertapaan Andong Sumiwi. Baru setelah remaja. Arimba/Hidimba. Arya Kalabendana menentang rencana pemberontakan Brajadenta dan tiga saudaranya yang akan merebut kekuasaan dan tahta kerajaan Pringgandani dari tangan Dewi Arimbi. Arjuna. bernama. Ia mempunyai tujuh saudara kandung. Baru setelah remaja ia dan Pregiwa pergi ke Madukara untuk menemui ayahnya. Ketika Gatotkaca naik tahta menjadi raja Pringgandani mengantikan ibunya. yang berarti masih saudara sepupunya sendiri. Arjuna. setia. setia. Pregiwa memiliki sifat dan perwatakan. Abimanyu. Pregiwati tinggal di pertapaan Andong Sumiwi bersama ibu dan kakeknya. Pregiwati memiliki sifat dan perwatakan. Prabakusuma. Sejak kecil Pregiwa dan adik kandungnya. Pregiwa menikah dengan Raden Gatotkaca. Ia dan adik bungsunya. Dewi . dengan Dewi Manuhara. Pregiwati menikah dengan Raden Pancawala. Brajawikalpa dan Kalabendana. berbakti dan teguh dalam pendirian. ia mempunyai seorang putra yang diberi nama Arya Sasikirana. putra Bima dengan Dewi Arimbi. putra Prabu Puntadewa. sabar dan jatmika (selalu dengan sopan santun).Sumbada. Pergiwati ENDANG PREGIWATI adalah putri Arjuna. Prabakesa mempunyai sifat dan perwatakan. Bambang Irawan. jujur. raja raksasa negara Pringgandani dengan Dewi Hadimba. bernama. Wilugangga. Brajalamatan. raja negara Pringgondani. Kumaladewa. Ia mempunyai saudara kandung yang merupakan kakak kembarnya bernama Endang Pregiwa. Antakadewa dan Bambang Sumbada. Bratalaras. menarik hati/merakati dan mudah tersinggung. Wijanarka. Brajadenta. Dari perkawinan tersebut. ia dan Pregiwati meninggalkan pertapaan pergi ke Mandukara untuk mencari ayahnya. Dewi Arimbi. putra Prabu Pandu raja negara Astina dari permaisuri Dewi Kunti. jujur. Sejak kecil Endang Pregiwati dan kakaknya. Sumitra. Kumalasakti. raja negara Amarta dengan Dewi Drupadi yang berarti masih saudara sepupu sendiri.

bengis dan selalu ingin benarnya sendiri. jatmika. halus. gugur dalam perang Bharatayuda bersama-sama Gatotkaca melawan Adipati Karna. atau sering pula disebut negara Gilingwesi.Arimbi. Bambang Irawan. raja negara Awangga. Wilugangga. Antakawulan dan Bambang Sumbada. Karena lamarannya ditolak Bathara Guru. raja raksasa dari negara Manikmantaka. Ia mempunyai 13 orang saudara lain ibu. Endang Pregiwati. Bratalaras. Dewi Mustakaweni. putri Bathara Indra. Ia adalah putra Arjuna. Konon ia masih keturunan Prabu Jonggirupaksa raja negara Jonggarba. Wijarnaka. putra Dewi Arimbi dari negara Pringgandani dengan Bima/Werkudara yang waktu itu belum berumur sepekan. berwatak angkara murka. Prabakusuma BAMBANG PRABAKUSUMA di dalam pedalangan Jawa disebut dengan nama Bambang Priyambada. dengan Dewi Supraba. Wisanggeni. mengalahkan semua para Dewa. putri Prabu Niwatakawaca dari negara Manikmantaka. Prabakusuma lahir di Kahyangan Kainderan saat Arjuna menjadi raja di Suralaya bergelar Prabu Kariti sebagai anugerah Sanghyang Jagadnata/Sanghyang Manikmaya atas jasanya membunuh Prabu Niwatakawaca. Wijanarka dan Antakadewa saat melawan Resi Bisma. yaitu. Prabu Pracona ingin mempunyai isteri seorang bidadari. Abimanyu. Bambang Tetuka/Gatotkaca. raja negara Astina dengan permaisuri Dewi Kunti. Kumalasakti. Akhir riwayatnya diceritakan. Prabu Pracona dan Sakipu mengamuk di Suralaya. Atas keputusan Bathara Guru. Prabakusuma mempunyai sifat dan perwatakan. Ia kemudian mengutus patihnya. Kumaladewa. Detya Sakipu pergi ke Suralaya meminang/melamar Dewi Gagarmayang. Ia berhasil merebut kembali pusaka Jamus Kalimasada dari tangan si pencuri. Prabakusuma gugur pada awal perang Bharatayuda bersama-sama dengan Sumitra. juga ahli dalam ilmu pengobatan. Endang Pregiwa. baik tingkah lakunya. satria Pandawa putra Prabu Pandu. Wilugangga. Ia sangat sakti. tenang. Sumitra. Dewi Mustakaweni kemudian menjadi istri Prabakusuma. dipinjam ke Suralaya sebagai jago kadewatan melawan Prabu Pracona . besar tanggung jawabnya. Prabakesa diangkat menjadi patih negara Pringgandani. Pracona PRABU PRACONA adalah raja raksasa dari negara Tasikwaja. Prabakusuma pernah menjadi penyelamat keluarga Pandawa. Akhir riwayatnya diceritakan.

kalau bicara disudahi dengan gelak tawa yang berderai. Sedangkan Dewi Siti Sundari menjadi isteri Abimanyu atau Angkawijaya. putra Ken Sagupi dengan Prabu Basudewa. raja di kerajaan Sumur Jalatunda. Pratiwi DEWI PRATIWI adalah putri Prabu Nagaraja. Arya Udawa. Setelah Ken Sagupi dikawinkan dengan Antagopa. dan Dewi Rarasati/Larasati. Dewa keadilan dan kesejahteraan. ia mempunyai dua orang saudara bernama. Wresni dan Andaka. diaduk dengan segala macam senjata milik para Dewa. juga ikut turun sebagai putra Prabu Kresna. senang bergurau. Dewi Pratiwi sesungguhnya istri Bathara Wisnu. Ken Sagupi. Sedangkan dari garis keturunan ibunya. Arya Pragota dianggap sebagai putra Ken Sagupi dengan Antagopa. yaitu : Bambang Sitija dan Dewi Siti Sundari. putri Ken Sagupi dengan Arya Prabu Rukma. Selain itu dari garis keturunan Arya Ugrasena. Arya Pragota tewas dalam peristiwa perang gada antara keluarga sendiri Trah Yadawa. Suaranya lantang. . putra Arjuna dengan Dewi Sumbadra. dengan Ken Sagupi. Ketika Bathara Wisnu turun ke Mancapda dan menitis pada Narayana/Prabu Kresna. seorang swarawati Keraton Mandura. Ia menjadi patih negara Mandura mendampingi Prabu Baladewa. Pragota ARYA PRAGOTA konon adalah putra Arya Ugrasena yang setelah naik tahta negara Lesanpura bergelar Prabu Setyajid. Arya Pragota mempunyai perawakan tinggi besar dan gagah. yaitu. Akhir riwayatnya diceritakan. Arya Pragota mempunyai adik kandung bernama Arya Adimanggala yang menjadi patih Adipati Karna di negara Awangga. Dewi Setyaboma (istri Prabu Kresna) dan Arya Setyaki. Prabu Pracona dan Patih Sakipu akhirnya tewas dalam peperangan melawan Bambang Tetuka yang sebelunya telah dimasukan kedalam kawah Candradimuka. Kedua putranya. seorang gembala dan tinggal di kabuyutan Widarakanda/Widarakandang. setelah selesainya perang Bharatayuda. Dewi Pratiwi ikut menjadi isteri Prabu Kresna. Ia mempunyai adik kandung bernama Bambang Pratiwanggana. Bambang Sitija menjadi raja di negara Surateleng dan bergelar Prabu Bomanarakasura.dan Kasipu. selain Arya Adimanggala ia mempunyai dua orang saudara.

Dewi Pratiwi berwatak setia. Puntadewa PUNTADEWA adalah putra sulung Prabu Pandudewanata. putri Prabu Basukunti dengan Dewi Dayita dari negara Mandura. yang kemudian diberikan kepada putranya. Ia juga bergelar Prabu Yudhistira karena dalam tubuhnya menunggal arwah Prabu Yudhistira. . Karena kesetiaanya terhadap suaminya itulah maka oleh Prabu Salya namanya diganti menjadi Dewi Setyawati. Bima/Werkudara dan Arjuna. Ia mempunyai watak. masing-masing bernama. Ia menikah dengan Narasoma/Prabu Salya. tahu membalas guna dan selalu bertindak adil dan jujur. percaya atas kekuasaan Tuhan. sabar. Ia juga terkenal pandai bermain catur. jujur. Ia mempunyai dua orang adik kandung masing-masing bernama . raja jin negara Mertani. seorang hapsari/bidadari. setia. putra sulung Prabu Mandrapati dengan Dewi Tejawati dari negara Mandaraka. Akhir riwayatnya diceritakan. Dewi Erawati. Setelah Pandawa berhasil membangun negara Amarta di hutan Mertani. Prabu Salya yang gugur di medan perang Bharatayuda. Dewi Surtikanti. Pujawati DEWI PUJAWATI adalah putri tunggal Bagawan Bagaspati brahmana raksasa dari pertapaan Argabelah. Puntadewa dinobatkan sebagai raja negara Amarta bergelar Prabu Darmakusuma. Perkawinan Dewi Pujawati dengan Narasoma/Prabu Salya dikarunia lima orang putra. penuh belas kasih dan sangat berbakti terhadap suami. jujur. dengan Dewi Darmastuti. putri Prabu Mandrapati dari negara Mandaraka. putri Prabu Drupada dengan Dewi Gandawati dari negara Pancala. Dewi Banowati. Ia sangat sakti dan memiliki pusaka Cangkok Wijayamulya. dan mempunyai seorang putra bernama Pancawala. Prabu Puntadewa menikah dengan Dewi Drupadi. dan sangat berbakti. penuh belas kasih. dan dua orang adik kembar lain ibu. Prabu Puntadewa mempunyai pusaka kerajaan berwujud payung bernama Kyai Tunggulnaga dan sebuah tombak bernama Kyai Karawelang. Arya Burisrawa dan Bambang Rukmarata. Dewi Pujawati/Setyawati mati bunuh diri. ikut bela pati sebagai rasa cinta dan baktinya terhadap suamiya. putra Prabu Pandu dengan Dewi Madrim. Dewi Pujawati berwatak. raja negara Astina dengan permaisuri Dewi Kunti. ikhlas. sabar. tekun dalam agamanya. Sitija. Puntadewa adalah titisan Bathara Darma. bernama Nakula/Pinten dan Sahadewa/Tansen.

Purocana juga ahli dalam tata bangunan. Dengan demikian kekuasaannya di bawah patih utama.Dalam perang Bharatayuda. Purocana ikut membantu Arya Sakuni merebut kedudukan patih negara Astina dengan mencelakakan Arya Gandamana. Arya Gamdamana. Purocana PUROCANA adalah patih Mangkubumi negara Astina di bawah pemerintahan prabu Pandudewanata. serta berjiwa penjilat. Prabu Puntadewa tampil sebagai senapati perang Pandawa. . Akhirnya Purocana ikut mati terbakar dalam peristiwa kebakaran "Rumah Damar" yang dibuatnya sendiri. Prabu Puntadewa menjadi raja negara Astina bergelar Prabu Karimataya / Kalimataya. Prabu Puntadewa memimpin perjalanan moksa para Pandawa yang diikuti Dewi Drupadi menuju ke Nirwana. Sayangnya ia berwatak lilck dan culas. Purocana menjadi perencana dan palaksana pembangunan "Rumah Damar" di hutan Wanayasa untuk membiunasakan keluarga Pandawa. putra Prabu Gandabayu dengan Dewi Gandarini dari negara Pancala. Purocana tetap menjabat sebagai patih Manmgkubumi dan menjadi orang keprcayaan Patih Sakuni. Sedangkan keluarga Pandawa selamat berkat terowongan yang dibuat Yamawidura. raja negara Mandaraka. putra Abimanyu dengan Dewi Utari sebagai raja negara Astina. Atas perintah Arya Sakuni. Setelah Drestarasta menjadi raja negara Astina menggantikan Prabu Pandu. dan berhasil menewaskan Prabu Salya. Sesudah berakhirnya perang Bharatayuda. Ia seorang arsitek ulung. Setelah menobatkan Parikesit. Selain ahli dalam tata pemerintahan dan kenegaraan.

yang waktu itu hidup menyamar dinegara Wirata dengan nama Balawa. putri Prabu Basukesti raja negara Wirata. bernama. Citragada dan Wicitrawiya. Rajamala RAJAMALA adalah putra angkat Resi Palasara. Rajamala berwatak keras hati. putri kedua Prabu Salya dengan Dewi Pujawati/Setyawati dari negara Mandaraka. Rajamala juga mempunyai tiga orang saudara angkat lainnya yaitu : Bagawan Abiyasa. Duryudana dan Bima. Dalam peristiwa perang besar Bharatayudha antara keluarga Pandawa dan Kurawa di Tegal Kurusetra. Bambang Suryanirada dan Dewi Suryawati. Menurut ketentuan dewata. berani. Prabu Radeya mempunyai anak angkat bernama Basukarna atau Aradeya yang sesungguhnya putra Bathara Surya dengan Dewi Kunti. Upakeca/Rupakenca. . putra Resi Palasara dengan Dewi Durgandini. yaitu: Resi Bisma. Dewi Nirada. Prabu Radeya memperoleh dua orang putra-putri. Gandawana dan Dewi Ni Yutisnawati/Rekatawati. Basukarna diambil sebagai anak ketika Prabu Radeya masih menjalani bulan madu dengan istrinya. masing-masing bernama . Ia sangat sakti.Radeya PRABU RADEYA adalah raja negara Petapralaya. kisah perkawinan Basukarna/Suryaputra dengan Dewi Surtikanti. Di dalam cerita pedalangan Jawa. Resi Balarama/Baladewa. putri Prabu Basukunti raja negara Mandura. keduanya putra Dewi Duragandini dengan Prabu Santanu. ingin selalu menangnya sendiri dan selalu menurutkan kata hati. raja negara Astina. Kecaka/Kencakarupa. Prabu Radeya berpihak pada keluarga Kurawa. dari padepokan Retawu dengan Dewi Durgandini. Adipati Karna. Dari perkawinannya dengan Dewi Nirada.Sedangkan menurut Mahabharata yang mengambil Basukarna sebagai anak adalah suami-istri Adirata dan Ni Rada. Setatama. sais kereta kerajaan Astina. Prabu Radeya tewas dalam pertempuran melawan Arjuna. sebagai persyaratan agar segera mempunyai anak sendiri. Tokoh Prabu Radeya hanya ditampilkan dalam lakon "Alap-alapan Surtikanti". Ia maju ke medan pertempuran memimpin sendiri prajurit negara Petapralaya. Rajamala akhirnya tewas dalam peperangan melawan Bima. tidak bisa mati selama masih terkena air. Ia terjadi berbarengan dengan saudaranya yang lain. Ia tercipta dari mala penyakit Dewi Durgandini/Dewi Lara Amis yang tertelan seekor ikan betina. hanya ada lima orang satria yang dapat mengalahkan dan membunuh Rajamala. sebagai tindakan Rajamala yang ingin menjamah Salidri nama samaran Dewi Drupadi.

ia mempunyai tiga orang saudara. Dewi Rarasati berwatak setia. raja negara Tasikmadu dengan permaisuri Dewi Retnawati. keduanya putra Ken Sagupi dengan Arya Ugrasena. Ia mempunyai saudara lain ibu bernama Dewi Retnajuwita.Rarasati DEWI RARASATI atau Dewi Larasati. Dari perkawinan tersebut ia tidak mempunyai putra. yaitu : Arya Udawa.dengan permaisuri Dewi Rumbini. Arjuna yang dimintai bantuan oleh keluarga kurawa. mengerti dan menguasai dirinya. Dewi Retna Kasimpar merupakan satu-satunya wanita di dunia yang memiliki gajah putih dan sekaligus menjadi pawangnya. karena semasa kecil hidup bersama di Widarakandang. putra Ken Sagupi dengan Arya Basudewa. Dewi Rarasati juga pandai berolah keparajuritan. Retna Kasimpar DEWI RETNA KASIMPAR adalah putri Prabu Jayaindra. Dewi Retna Kasimpar kemudian menjadi isteri Arjuna. Sedangkan dari garis keturunan ibuny. sabar. istri pertama Arjuna. raja negara Astina. sangat menginsyafi. raja negara Tirtakandasan yang ingin memperistri Dewi Retna Kasimpar. Gajah putih berpawang wanita/putri ini pernah menjadi persyaratan Dewi Banowati. Setelah Ken Sagupi dikawinkan dengan Antagopa. Dewi Rarasati mempunyai seorang saudara bernama Dewi Rukmini (istri Prabu Kresna). konon adalah putri Arya Prabu Rukma yang setelah naik tahta negara Kumbina bergelar Prabu Bismaka. putri ketiga Prabu Salya dengan Dewi Pujawati/Setyawati dari negara Mandaraka. . dengan Ken Sagupi. setelah lebih dulu mengalahkan Prabu Kurandageni. dan Arya Pragota serta Arya Adimanggala. Ia sangat dekat hubungannya dengan Dewi Sumbadra. Selain pandai dalam mengurus rumah tangga. Ia mahir menggunakan senjata panah dan keris. Ia memiliki tabiat senang menyenangkan hati orang lain. Dari perkawinan tersebut ia memperoleh dua orang putra bernama. berhasil mendapatkan Dewi Retna Kasimpar dan gajah putihnya. patuh dan berbakti. Dewi Rarasati menikah dengan Arjuna dan menjadi isterinya yang pertama. untuk dapat menerima pinangan Prabu Duryudana. seorang swarawati keraton Mandura. putri Arya Prabu Rukma. putri prabu Jayaindra dengan Dewi Ceklatoma. Arya Prabu Rukma. Dari garis keturunan ayahnya. Dewi Rarasati dianggap sebagai putri Ken Sagupi dengan Antagopa. Ken Sagupi. seorang gembala dan tinggal di Kebuyutan Widarakanda/Widarakandang. Bambang Sumitra dan Bratalaras.

yang setelah dewasa menjadi isteri Bambang Irawan. Dewi Banowati dan Arya Burisrawa. pada awal perang Bharatayuda akibat dari keusilannya. Rukmarata mempunyai sifat dan perwatakan. Ia tewas di hantam gada Kyai Pecatnyawa oleh Resi Seta. Setelah Prabu Kresna mati moksa. sabar. putra Resi Palasara dengan Dewi Durgandini. Dewi Erawati. Ia mempunyai empat orang saudara kandung. Dewi Rukmini menikah dengan saudara sepupunya. bernama. Ia meningal dalam usia lanjut. cerdik pandai. bela pati menyusul suaminya kembali ke Nirwana. Narayana. dari padepokan Retawu. bernama. yaitu. putra Prabu Matswapati dari negara Wirata. Rukmini DEWI RUKMINI adalah putri sulung Prabu Bismaka / Arya Prabu Rukma. Dewi Rukmini diangkat menjadi permaisuri. raja negara Astina. putra Arjuna dengan Dewi Ulupi/Palupi. Rupakenca RUPAKENCA atau Upakenca (Mahabharta) adalah putra angkat Resi Palasara. tenang. dan menobatkan diri sebagai raja Dwarawati bergelar Prabu Sri Bathara Kresna. Bagawan Abiyasa. Rajamala. Partadewa dan Dewi Titisari/Sitisari. memanah Resi Seta dari luar garis pertempuran. dengan Dewi Durgandini. Citragada dan Wicitrawirya. Setelah Narayana berhasil merebut negara Dwarawati dari kekuasaan Prabu Narasinga. Rupakenca terjadi berbarengan dengan saudaranya yang lain. keduanya putra Dewi Durgandini dengan Prabu Santanu. Kencaka/Kencakarupa. putri Prabu Basukesti raja negara Wirata. hatinya keras dan sedikit suka usil. Ia tercipta dari kemudi perahu yang pecah terbentur batu besar. Dewi Surtikanti. . Dari perkawinan tersebut ia memperoleh 3 (tiga) orang putra masing-masing bernama: Saranadewa (berwujud raksasa). Rupakenca juga mempunyai tiga orang saudara angkat lainnya. setia dan jatmika (selalu dengan sopan santun).Rukmarata BAMBANG RUKMARATA adalah putra bungsu Prabu Salya. raja negara Mandaraka dengan Permaisuri Dewi Pujawati/Setyawati. raja negara Kumbina dengan permaisuri Dewi Rumbini. ia bersama isteri Prabu Kresna yang lain. putra Prabu Basudewa raja negara Mandura dengan permaisuri Dewi Mahendra/Maerah (Jawa). yang digunakan Resi Palasara dan Dewi Durgandini menyeberangi sungai Gangga. Gandawanadan Dewi Ni Yutisnawati/Rekatawati. halus. putri tunggal Bagawan Bagaspati dari pertapaan Argabelah. Ia mempunyai adik kandung bernama Arya Rukmana dan saudara lain ibu bernama Dewi Rarasati/Dewi Larasati putri Arya Prabu Rukma dengan Ken Sagupi seorang swarawati keraton Mandura. Setatama. terjun ke dalam Pancaka (api pembakaran jenazah). Dewi Rukmini berwatak : penuh belas kasih.

taat. bernama. Prabu Matswapati. Badawanangala dikenal sebagai raja negara Gisiksamodra/Ekapratala). Sahadewa mati moksa bersama ke empat saudaranya .Rupakenca berwatak tinggi hati. putra Prabu Pandu dengan Dewi Kunti. Selain sangat sakti. Bima/Werkundara dan Arjuna. Rupakenca tewas dalam peperangan melawan Bilawa/Bima karena bersama saudaranya Kencakarupa. Puntadewa. sombong. Ia sangat mahir dalam ilmu kasidan (Jawa)/seorang mistikus. Sadewa adalah titisan Bathara Aswin. dari negara Mandura. Ia lahir kembar bersama kakanya. adik Dewi Srengganawati (Isteri Nakula). Senapati negara Mretani yang berkhasiat. kura-kura raksasa yang tinggal di sungai/narmada Wailu (menurut Purwacarita. putri Resi Badawanganala. Sadewa juga mempunyai tiga orang saudara satu ayah. Setatama dan Gandawana melakukan pemberontakan untuk mengulingkan kekuasaan raja Wirata. Akhir riwayatnya diceritakan. belas kasih. Nakula. setia. Mahir menunggang kuda dan mahir menggunakan senjata panah dan lembing. Dari perkawinan tersebut ia memperoleh seorang putra bernama Bambang Widapaksa/ Sidapaksa). Dewa Tabib. Akhir riwayatnya di ceritakan. Sahadewa menikah dengan Dewi Srengginiwati. Setelah selesai perang Bharatayuda. Sadewa mempunyai watak jujur. raja negara Astina dengan permaisuri Dewi Madrim. keras kepala dan mau menangnya sendiri. Sadewa juga memiliki Aji Purnamajati pemberian Ditya Sapulebu. Sadewa SAHADEWA atau Sadewa yang dalam pedalangan Jawa disebut pula dengan nama Tangsen (=buah dari tumbuh-tumbuhan yang daunnya dapat dipergunakan dan dipakai untuk obat) adalah putra ke-lima/bungsu Prabu Pandudewanata. dapat mengerti dan mengingat dengan jelas pada semua peristiwa. wilayah negara Amarta. Ia tinggal di kesatrian Bawenatalun/Bumiretawu. Sedewa menjadi patih negara Astina mendampingi Prabu Kalimataya/Prabu Yudhistrira. putri Prabu Mandrapati dengan Dewi Tejawati dari negara Mandaraka. tahu membalas guna dan dapat menyimpan rahasia. Sangat sakti dan mahir dalam olah keprajuritan mempergunakan senjata gada dan lembing.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful