MENGOPRASIKAN DAN MEMPROGRAM MESIN CNC FRAIS TU-3A Kegiatan Belajar 1

BAGIAN-BAGIAN MESIN DAN PENGENDALI
a. Tujuan Kegiatan Pembelajaran  Menyebutkan bagian-bagian utama mesin CNC TU-3A  Menyebutkan fungsi bagian-bagian control mesin CNC TU-3A  Menyebutkan fungsi setiap tombol pada panel pengendali mesin a. Uraian Materi Pembelajaran 1. Bagian-bagian mesin CNC TU-3A Yang termasuk pada bagian-bagian utama mesin CNC TU-3A adalah :

a. Panel pengendali b. Monitor c. Motor utama d. Spindel utama e. Meja mesin f. Motor step g. Landasan luncur meja mesin h. Pintu mesin Secara lengkap bagian-bagian utama mesin CNC TU-3A ditunjukan pada gambar di bawah ini

Gambar 1.1 Mesin CNC TU-30 1. Panel pengendali Unsur-unsur pengendali untuk pelayanan mesin CNC TU-3A adalah semua piranti yang terdapat pada panel pengendali mesin seperti pada gambar di bawah ini :

Gambar 1.2 panel pengendali mesin secara umum Keterangan gambar : 1. Saklar ON spindel untuk operasi mesin CNC secara manual 2. Tombol pengatur kecepatan spindel 3. Saklar utama ON atau OFF 4. Lampu indikator 5. Tombol darurat 6. Tombol pilihan satuan sistem persumbuan untuk milimeter (mm) atau inchi 7. Penggerak disket 8. Lampu petunjuk operasi manual 9. Tombol pengatur kecepatan pemakanan 10. Tombol pelintasan cepat-tombol ini ditekan
bersamaan dengan salah satu tombol penggerak eretan peda arah relatif

11. Penunjukan alamat pemrograman 12. Penampilan data alamat aktif berbagai jenis alarm

dan

untuk mengembalikan kursor blok per blok f. untuk memajukan kursor per alamat . Tombol FWD. Tombol START untuk menjalankan mesin 17. Lampu penunjuk operasi mesin CNC 14.13. Tombol minus (-) untuk mengubah arah lintasan c. Tombol untuk mengaktifkan alamat M pada waktu menyimpan program dan menguji ketapan data geometris program 16. untuk menyimpan data alamat yand masuk d. untuk memajukan kursor per blok g. Tombol pilihan pelayanan manual atau CNC 15. Tombol-tombol untuk memasukan data a. Tombol DEL. Tombol angka 0-9 b. Tombol INP. untuk menghapus data per alamat e. Tombol panah. Tombol REV.

Tombol +Y. Tombol +X. Tombol ±Y.walaupun yang bergerak mejanya) a. pisau melintas arah melintang ke dalam atau menjauhi operator e. Amperemeter Kegiatan Belajar 2 . Tombol +Z. Tombol ±Z. pisau melintas arah naik 19. pisau melintas arah turun f. Tombol penggerak manual arah relatif dengan step motor : (pedoman arah penggerakan memanjang dan melintang kita anggap menggerakan pisau. untuk mengaktifkan fungsi M 18. pisau melintas arah memanjang kekiri (meja mesin bergerak ke kanan) b. Tombol M.h. Tombol ±X. pisau melintas arah memanjang ke kanan (meja mesin bergerak ke kiri) c. pisau melintas arah melintang ke luar atau menuju operator d.

. Tujuan Kegiatan Pembelajaran  Menyebutkan langkah pengoperasian mesin CNC TU-3A secara manual  Memasang dan melepas pisau pada mesin  Mengefrais secara manual b. dan lampu indikator arus masuk akan menyala. Menghidupkan mesin Langkah operasional yang di lakukan untuk menghidupkan mesin CNC TU3A ialah dengan memutar saklar utama mesin ke kanan (angka 1) pada kedudukan ON. Uraian Materi Pembelajaran Langkah-langkah pengoperasian mesin CNC TU-3A secara manual sebagai berikut : 1.MENGOPERASIKAN MESIN SECARA MANUAL a.

Menggeser pisau .2 Menyetel Kecepatan Spindel kecepatan yang di inginkan.Gambar 2.1 menghidupkan mesin 1. Memutar dan menyetel kecepatan spindel Untuk memutar spindel utama mesin putar saklar ON spindel untuk operasi mesin CNC secara manual. 1. apabila knob di putar searah jarum jam maka kecepatan putar spindel mesin semakin besar. setelah spindel utama mesin berputar atur kecepatan putar spindel mesin dengan memutar knob pengatur kecepatan spindel mesin sesuai dengan Gambar 2.

3 Sistim persumbuan kaidah tangan kanan Gambar di bawah ini menunjukan berbagai sistem persumbuan untuk mesin frais vertikal (tegak) Pada mesin frais jenis ini kepala fairs dan pisau bergerak secara vertikal dan benda kerja yang terpasang di atas meja . Untuk memudahkan penunjukan persumbuan mesin CNC TU-3A (tegak). operator berhadapan dengan mesin.a. Sistem Persumbuan Sistem persumbuan distandarkan untuk berbagai permesinan berdasarkan ISO 841 dan DIN 66217 dengan dasar sistem koordinat cartesian. lalu buka jari-jari tangan kanan (kaidah tangan kanan) seperti pada gambar berikut. Gambar 2.

Gambar 2.4 Sistem persumbuan mesin frais vertikal (alat potong yang bergerak) Pada mesin frais jenis kedua ini kepala mesin frais dan pisaunya diam tidak melakukan gerakan vertikal dan benda kerja yang terpasang di atas meja melaksanakan gerakan melintang dan memanjang.5 Sistem Persumbuan Mesin frais vertikal (meja mesin yang bergerak) a. Gambar 2.melaksanakan gerakan melintang dan memanjang. Menyetel kecepatan pemakanan/ingsutan (feeding/F) kemampuan alat potong melakukan penyayatan bahan Kecepatan pemakanan/ingsutan berkenaan dengan dalam setiap satu menit yang di pengaruhi oleh : .

diameter pisau dan kecepatan sayat seperti gambar di bawah ini. Kondisi mesin 3. Pengefraisan Dalamnya pemotongan-Diameter alat potong ± Asutan . Geometri mata pisau frais Untuk menentukan besarnya kecepatan pemakanan mesin dapat di lakukan dengan dua cara yaitu dengan rumus menghitung besarnya kecepatan pemakanan : F=n x f x s Keterangan : F = Kecepatan pemakanan (mm/menit) n = jumlah mata sayat f = lebar penyayatan s = Kecepatan putar spindel mesin atau dapat juga menggunakan tabel hubungan kedalaman pemotongan. Bahan benda kerja/bahan pisau 2.1.

Pemboran Diameter batang bor ± Asutan Contoh : Bahan benda kerja aluminium. kedalaman pemotongan(t) = 10 mm dan diameter pisau (d) = 10 mm. Untuk mengatur kecepatan pemakanan secara manual : putarlah knob pengatur kecepatan pemakanan searah jarum jam untuk memperbesar kecepatan pemakanan dan . maka kecepatan pemakanan (F) yang sesuai = 60 mm/men. bahan pisau HSS.

Gambar 2. yaitu tombol : -X -Y -Z +X +Y +Z untuk .ke kiri untuk memperkecil kecepatan pemakanan. yaitu tombol c. Menggeser eretan secara bebas Untuk melakukan perlintasan secara cepat pada mesin CNC TU-3A di lakukan dengan cara menekan tombol pelintas cepat tombol ini ditekan bersamaan dengan salah satu tombol penggerak eretan pada arah relatif.6 Menyetel feedin b. Menggeser eretan secara terukur Untuk melakukan penggeseran eretan secara terukur pada mesin CNC TU-3A dilakukan dengan cara menekan tombol penggerak eretan pada arah relatif.

lakukan-langkah berikut : a. c.melihat besaran pergerakan eretan yang di butuhkan dapat dilihat pada monitor mesin. . Siapkan kolet untuk mencekam pisau pada holder.sehingga bagian eksentrik masuk kedalam alur kolet. apabila penggeseran sesuai dengan yang di inginkan hentikan penekanan tombol arah relatif pada panel pengendali. b. d. Masukkan mur pengencang dengan koletnya ke ujung holder. Letakan kolet ke dalam rumah/mur. Memasang/melepas pisau jari pada pemegang (holder) Untuk memasang pisau fraisjari pada holder. Masukkan mur pengencang dengan posisi miring sedemikian rupa. e. 4. Masukan alat potong kedalam kolet dan kencangkan mur dengan pen silindris searah jarum jam.

Gambar 2. Putar berlawanan jarum jam mur pengencang b. cabut alat potong dari kolet. Memasang/melepas holder pada sumbu utama Lakukan langkah berikut ini untuk memasang holder pada spindel utama mesin : . Setelah mur pengencang di kendorkan.Untuk melepas pisau frais jari dan holdernya.7 memasang pisau jari 5.lakukan langkah berikut : a.

Putar handel penetap holder searah jarum jam untuk membuka pen penetap spindel b.Gambar 2. Putar holder bolakbalik untuk menetapkan kedudukan alurholder pada pen penetap.8 memasang holder a. Setelah kedudukan pen penetap pada spindel masuk ke dalam alurholder lepas kembali hendel penetap sehingga holder terku . Masukkan holder ke dalam lubang spuindel. d. c.

maka sajian Z pada layar monitor menunjukan angka 0). . Mengefrais benda kerja secara manual Apabila akan melakukan pengefraisan secara manual dengan diameter pisau frais 10 mm.nci secara otomatis 1. Gerakkan pisau frais pada arah ±Z sampai sedikit menggores permukaan benda kerja. maka lakukan langkahlangkah penyetelan nol benda kerja sebagai berikut: a. lalu tekan tombol INP dua kali.

lalu tekan tombol INP dua kali. lalu tekan tombol INP dua kali. Gambar 2.10 Gerakkan pisau ke Arah X c.11 gerakkan Pisau ke Arah Y .9 Gerakkan Pisau ke Arah Z b. maka sajian X pada layar monitor menunjukan angka 0).Gambar 2. Gambar 2. Gerakkan pisau pada arah X sampai sedikit menggores sisi benda kerja. Goreskan sisinya pada arah Y. maka sajian Y pada layar monitor menunjukan angka 0).

.. setelah sajian menunjukan nol...... put......... z (mm) Perhatikan penyetelan ingsutan secara benar Gambar 2.10 Gerakkan Pisau frais Setelah langkah di atas.. Gerakkan pisau frais ke arah Y..... Pengoperasian Manual Sajian Monitor ............... Spindel (put/men) Ingsutan F ................11 Skema Gerakkan Pengfraisan Manual 2......................... (mm) Kedalaman ...... Gambar 2...................d... (mm/men) Lebar X ..... isilah terlebih dahulu data berikut: Kecepatan ..

lampu-lampu X. Setelah anda mengangkat jari dari Jika anda menghidupkan mesin. penunjukan memperlihatkan terus menerus dalam langkah 0. Sajian menunjukan 245 Jika anda menekan tombol Z. Dengan jarak 2. . Y. nyala meloncat ke lampu Z. lampu X menyala. Y.Setlah menghidupkan mesin. Jika anda melepas jari dari tombol. jarak gerakannya ditunjukan dalam 1/100 mm pada VDU.45 mm. layar menunjukan nol untuk X. Z menyala Jika anda menggerakkan kearah X. Z Dengan pengecualian gerakkan cepat. sajian menunjukan 0.5 mm.

tombol. Tanda minus pada sajian. menyetel posisi start pisau jari ( PST = position of setting tool / start point ) langkah penyetelan posisi start pisau jari dapat dilakukan sebagai berikut : .28 mm akan muncul 628). 1. jarak gerakan muncul (dengan 6.

maka kedipan lampu X akan berhenti. sajian harus menunjukan nol pisau frais berada pada titik yang ditentukan ( Y=0. lakukan penyetelan pisau agar sajikan X. Y.15 dengan prosedur : 1) lampu X pada sajian menyala 2) tekan INP ± lampu X 2 berkedip 3) masukan nilai 5 ( tanpa tanda +/-. Z =0). masukan nilai Y dan . geser posisi pisau pada sisi X dengan jarak 22. sebab pisau frais dengan geraqkan arah + harus nol ) 4) tekan tombol INP.a. Z berada pada titik nol b. c.

13 Langkah Menyetel PST Untuk penyetelan posisi start pisau jari dengan metoda pelayanan manual dilakukan dengan cara berikut : a. goreskan pisau pada permukaan benda kerja.Z dengan cara yang sama. Gambar 2. lalu setel sajian Z=0 b. goreskan sisi pisau pada sisi .

Tombol tanda minus. Gambar 2. Tombol DEL. untuk menghapus . fungsi tombol ± tombol penyunting ( edit ) Gambar 2.benda kerja arah X. 3. Tombol INPUT. Memuat ( entry ) data program CNC ke mesin a. Tombol angka 2. lalu masukan nilai radius pisau frais (r). untuk menyimpan data 4. lalu masukan nilai radius pisau frais (r). goreskan sisi pisau pada sisi benda kerja arah Y. c.13 Penyetelan posisi start pisau 1. untuk memasukan nilai minus.14 Tombol penyunting Keterangan gambar : 1. tombol minus harus ditekan setelah memasukan angka.

untuk program melompat maju blok demi blok 6.15 Memasukan program Memasukan program pada mesin CNC TU-3A dengan cara menggunakan tombol penyunting yang dapat dilakukan dengan dua cara. Tombol FWD. Tombol panah . Tombol M.5. Secara manual Untuk memasukkan program secara manual dengan menggunakan tombol penyunting . Dari disket Langkah-langkah memasukan program melalui disket adalah sebagai berikut :  Masukan disket kedalam program melalui disket adalah pengendali  Memasukan data G65 tekan INP sebanyak dua kali  Pilih nomor program tekan INP b. memuat/memasukan program Gambar 2. untuk program melompat mundur blok demi blok 7. Tombol REV. untuk sajian melompat per alamat 8. yaitu : a. untuk memesukan fungsi lain b.

untuk menyimpan data  Tombol DEL. untuk menghapus  Tombol FWD. Tombol angka 0-9  Tombol tanda minus. Langkah mematikan mesin sesuai dengan prosedur merupakan salah satu bagian dari pemeliharaan. untuk memasukan nilai minus. maka langkah yang penting kemudian ialah mematikan mesin. untuk sajian melompat per alamat  Tombol M. Sebelum mematikan tombol power listrik pada mesin. untuk program melompat mundur blok demi blok  Tombol panah. terlebih dulu lakukan pemutusan arus listrik pada motor step dengan langkah : . Mematikan mesin Setelah mesin digunakan. tombol ±harus ditekan setelah memasukkan angka  Tombol INPUT. untuk memasukan fungsi lain 2. untuk program melompat maju blok demi blok  Tombol REV.

Tujuan Kegiatan pembelajaran Setelah menyelesaikan kegiatan belajar 3 ini. Setelah langkah di atas selesai dilakukan. Tekan tombol angka 6dan 4 dalam alamat G tersebut d. Kegiatan Belajar 3 MEMBUAT PROGRAM CNC TU-3A A.a. Aktifkan pelayanan mesin CNC dengan menekan tombol H/C b. anda akan dapat : y Memahami pengertian program CNC TU3A y Memahami struktur program CNC . Tekan tombol panah untuk mengaktifkan alamat G c. kemudian matikan saklar utama mesin. Tetapkan kombinasi angka tersebut dengan menekan tombol INP e. Kembali ke pelayanan manual dengan menekan tombol H/C Gambar motor listrik sudah tidak nampak lagi pada layar monitor.

dimana ukuran dan kapasitas mesin lebih kecil dibandingkan dengan PU (Production Unit). Pengoperasian mesin tersebut menggunakan kode-kode numeris yang di susun dalam bentuk program NC. Uraian Materi TU (Training Unit)-3A merupakan mesin frais CNC yang khusus digunakan untuk pelatihan. 1.y Memahami metoda pengukur titik koordinat absolut dan inkremental/relatif y Menyebutkan fungsi kode ´G´ dan ³M´ y Melakukan pemrograman uintuk pengefraisan kontur lurus. Bahasa perintah ini tersusun dari kodekode numeris yakni kode berupa huruf dan . radius dan kantong (pocket) B. Pengertian Program NC Program NC pada intinya adalah perintah kepada pisau (alat pemotong) untuk bergerak dari yiyik koordinat yang lainnya sehingga akhirnya menghasilkan kontur benda sesuai yang diharapkan oleh program.

angkan tertentu yang oleh pengendali mesin CNC kode numeris tersebut diubah menjadi sinyal-sinyal listrik yang menggerakan.1: Keterangan : Pengkodean gerakan Gerakan X : pisau memanjang Gerakan Y : melintang Gerakan Z : tegak Pengkodean dengan huruf seperti di atas merupakan sebuah intruksi terhadap gerakan pisau untuk lintasan memenjang.1 berikut : Gambar 3. Sedangkan arah gerakannya mengikuti tanda + (plus) atau ± (minus). misalnya : motor step pada eretan. . melintang dan tegak. Pengkodean gerak pisau dinyatakan dengan menggunakan persumbuan sistem koordinat Cartesian seperti dalam gambar 3.

1 :Perubahan Intruksi dalam Bentuk Kode Intruksi Verbal Intruksi Bentuk Kode 1.Contoh intruksi pada mesin CNC untuk melakikan operasi seperti gambar 3.2 : Intruksi Pengkodean lintasan pisau jari pada gambar di atas dapat dilihat pada tabel berikut.2 dibawah dapat diuraikan sebagai berikut : Gambar 3. . Gerakan pisau maju (eretan melintang) 30 mm Pada gerakan 1 tidak terjadi pembuangan tatal. Dengan gerakan secepat mungkin. Gerakan cepat ini dikodekan GOO. Gerakan pisau ke bawah Z -15 (eretan tegak) 15 mm X 50 2. Tabel 3. Gerakan pisau ke kanan Y 30 (eretan memanjang) 50mm 3.

. Dalam hal agar mesin CNC dapat melakukan gerakan seperti gambar 3. 150 0 ..... .... ..2 : Penisian kode G V Y Z F N (M (I) (D (Y) (S (K) (L) (T) ) ) ) (H) ....Pada gerakan 2 dan 3 merupakan gerakan lurus dan terjadi pembuangan tatal. .. Gerakan interpolasi lurus ini dikodekan GO1.. ......... Kecepatan gerakan 2 dan 3 harus diatur sesuai perhitungan.. 01 5000 0 .... maka perintah harus diberikan kepada komputer dengan mengisi format yang terdapat pada layar sebagai berikut : Tabel 3.... 01 0 3000 0 .. yang tergantung dari diameter pisau frais........... jenis bahan dan dalamnya pemotonan. .............2.................... 00 0 0 .. ...

Keterangan : Pada TU ± 3A panjangnya gerakan di program tanpa titik desimal dalam 1/100 mm atau 1/1000 inci. dimana setiap blok berisikan semua data .  Blok Program terdiri dari beberapa blok. perintah gerakan 50mm diprogramkan 5000 dst. baik blok. 2. kata-kata maupun kata-nya. Sedangkan dalam sebuah inci. perintah gerakan 1. perintah gerakan 30 mm diprogramkan 3000. Struktur Program CNC Program CNC merupakan naskah program yang di dalamnya memuat data pokok untuk pembuatan/pengerjaan bahan bakal menjadi suatu bentuk benda kerja. Dengan demikian program CNC terdiri dari beberapa dagian yang tersusun secara berurutan.sehingga perintah gerakan 15 mm diprogramkan 1500.235 inci diprogramkan 1235 dst.

Contoh : N 01.N 00 01 02 03 untuk melakukan satu pekerjaan. .3 : Blok G X Y Z F (M) (I) (J) (K) (L) (T) (D) (S) (H) 00 -3000 0 0 01 0 -2500 0 120 01 1050 0 0 120 01 0 -1680 100 120  Kata-Kata Setiap blok pada suatu program terdiri dari derbagai kata-kata. dimana setiap kata terdiri dari satu huruf dan satu kombinasi angka. perintah : gerakan eretan memanjang 25 mm. (contoh. dengan kecepatan 120 mm/menit) Tabel 3. Huruf yang terletak pada kata disebut juga adres.  Kata Kata tediri dari satu huruf dan kombinasi angka (nomor kunci).

4 : Adres G X Y Z F (M) (I) (Y) (K) (L) (T) (D) (S) (H) a.N Beberapa adres yang terdapat di dalam lembaran program didefinisikan sebagai berikut : Tabel 3. melintang (Y) dan tegak (z) yang diprogram tanpa titik desimal. c. d. Adres ³X. Adres ³F´ Kolom ³F´ akan memberikaqn informasi atau perintah kecepatan . Adres ³N´ ³N´ merupakan singkatan dari nomor intriksi atau perintah satu pekerjaan di dalam blok. b.Z´ Kolom-kolom ini memuat data panjangnya gerakan eretan memanjang (X). Adres ³G´ Pada kolom ini akan kita masukan informasi kunci fungsi jalan.Y. dalam 1/100 mm dan 1/1000 inci.

Contoh : Putaran Pisau 2000 rpm akan kita tulis S 2000 h.pemakanan/ingsutan dalam satuan mm/ menit atau 1/10 inci/ menit. Adres ³S´ +Adres ini merupakan kecepatan putaran spindle atau pisau. Adres ³I´.´J´dan ³K´ Adres ini merupakan parameter pemrograman melingkar (akan di uraikan pada uraian G 02 / G 03). Adres ³M´ Fungsi ³M´ di sebut sebagai fungsi bantu yang dituliskan pada kolom ³g¶ di sertai nomor kunci. sehingga bila radius pisau=5mm akan kita tulis D 500 g. f. e. . Adres ³T´ Adres ³T¶ digunakan untuk memilih alat potong sesuai dengan nomor yang ada. Adres ³D´ Adres ³D´ merupakan besarnya radius pisau. contoh : T 02 i.

Pengukurai Inkremental dan Pengukuran Campuran.3. Metode Pengukuran Absolut .3 : Metode Pengukuran Absolut dan Inkremental Metode pengukuran titik koordinat ini dapat dipilih sesuai dengan keinginan kita dengan memberikan infornasi kunci pada kolom ³G´. Metode Pengukuran Titik Koordinat Metode pengukuran titik koordinat pada mesin CNC penting sekali untuk di pelajari mengingat bahwa ketepatan gerakan pisau akan menentukan keakuratan hasil dan bentuk benda kerja yang dibuat. Ada 3 (tiga) metode pengukuran titik koordinat yang akan dibahas berikut ini. yaitu untuk Absolut = G 90 dan Inkremental = G 91 a. Pengukuran Absolut Pengukuran Inkremental Gambar 3. yaitu Pengukuran Absolut.

4 : Pada metode Pengukuran Absolut pengukuran koordinat secara absolut semua titik koordinat diukur dari titik tertentu sebagai titik 0 (nol)/titik referensi.C.B.4) titiktitik A. Pada gambar contoh (gambar 3. sebagai berikut (Skala 10 mm tiap petak) : .Gambar 3. diukur dari titik W sebagai titik nolnya. Penulisannya dalam format program.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful