P. 1
Region Hielmi

Region Hielmi

|Views: 19|Likes:
Published by Ados Ksb

More info:

Published by: Ados Ksb on Jan 06, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/06/2012

pdf

text

original

Nama NIM MK Model Gravitasi

: Adimuddin : 0810210023 : Regional

Model gravitasi dasar hanya menggambarkan pengaruh ukuran pasar dan jarak terhadap tingkat perdagangan internasional. Kondisi pasar yang semakin besar akan meningkatkan perdagangan internasional. Selain itu, jarak menggambarkan biaya transportasi dan waktu yang dibutuhkan untuk mengantarkan barang serta berbagai resiko lainnya seperti kerusakan barang atau hilang, sebagai contoh kapal tenggelam di laut. Dalam analisa gratvitasi, daerah dianggap sebagai suatu massa. Hubungan antara daerah dipersamakan dengan hubungan antara masa-masa wilayah yang mempunyai daya tarik, sehingga saling mempengaruhi antara daerah sebagai perwujudan kekuatan tarik menarik antar daerah Negara dengan geografis yang sama (jarak yang dekat) membentuk satu asosiasi yang mana bertujuan untuk menghapuskan hambatan dalam perdagangan internasional, tetapi hal tersebut kuang disetujui oleh Krugman dan Summers, mereka berpendapan bahwa, suatu hal yang wajar jika Negara- negara mempunyai jarak yang dekat melakukan perdagangan, dalam jangka panjang dengan intensitas perdagangan yang tinggi, hambatan perdagangan juga akan menghilang, karena saling ketergantungannya produk antar Negara yang mempunyai jarak yang dekat. Tetapi ada pengecualian untuk Negara yang dekat tetapi mengalami konsflik, sehingga variable jarak menjadi sangat tidak penting atau tidak di hiraukan. Contoh kasusnya adalah india ± Pakistan. Selain dipengaruhi oleh jarak, model gravitasi ini juga memprediksikan bahwa ekspor juga dipengaruhi oleh impor negara tujuan ekspor. Berdasarkan hasil pengolahan data diperoleh bahwa besarnya elastisitas pendapatan dari komoditi ekspor dipengaruhi oleh karakteristik dari komoditi tersebut. Dalam kasus Negara Bagian, dengan Letak geografis, kondisi social, politik dan militer yang sama merupakan suatu potensi besar untuk perdagangan antar Negara. Salah satu contohnya adalah persamaan mata uang. Suatu Negara akan prioritas melakukan perdagangan dengan Negara yang sama mata uanganya, karena hal tersebut dapat dapat mengurangi cost dari selisih kurs antar Negara. Penelitian untuk melihat pola perdagangan yang dilakukan oleh setiap propinsi dengan menggunakan pendekatan model gravitasi juga pernah dilakukan oleh

Faktor pendapatan merupakan salah satu variable yang dapat meningkatkan kapasitas perdagangan antar Negara. Negara dengan pendapaan yang tinggi akan lebih tertarik dengan produk yang berkelas. factor politik dan aliansi juga sangat berpengaruh terhadap besar kecilnya perdagangan antar Negara tersebut. kami telah menegaskan bahwa statistik signifikan perjanjian perdagangan regional yang memang bermunculan di sejumlah tempat. Sementara hasil penelitian yang lain menemukan perilaku berbeda dari setiap propinsi di Canada dengan partnernya (US) di dalam perdagangan internasional sebagai akibat adanya border effect antara US dan Canada Negara dengan latar belakang yang sama justru mempunyai tingkat perdagangan yang lebih tinggi dari pada Negara yang mempunyai jarak yang dekat. tingkat benua. adalah apapun. baik di tingkat formal perjanjian dan pada tingkat yang lebih luas dari kelompok continentwide informal. dalam hak hubungan yang Asia mereka temuan politik efek perdagangan historis bahwa temuan bab dan FDI bilateral. dalam hal adalah 5 dari efek regional . Pesan yang lebih besar. begitu ini yang paling juga Uni Eropa. Pada umumnya arus perdagangan lebih tinggi antar Negara sekutu dan lebih rendah dengan Negara lawan. seperti yang dikemukakan Krugman. Mungkin bab sendiri. Mereka meneliti secara lebih detail dampak keberadaan perbatasan antara US dan Canada yang telah menurunkan perdagangan internasional pada setiap propinsi di Canada. Pada imur atau Pasifik. Selain itu. dan menarik. Mercosur. dimana produk-produk seperti itu bisa diproduksi oleh Negara yang berpendapatan tinggi pula (asumsi : semakin tinggi pendapatan semakin tinggi pula konsumsi barang mewah).Anderson dan Smith (1996). misalnya factor pendapatan. Negara kaya dan Negara miskin pun tetap melakukan perdagangan atas dasar keunggulan tiap Negara tersebut. Dengan menggunakan model gravitasi akan dapat mengukur interaksi diantara pusat wilayah dengan hinterlandnya. dimana Negara kaya intensif modal dan Negara miskin intensif tenaga kerja. Amerika. Grup Andes. Selajutnya juga akan dapat mengetahui bahwa pusat daerah berguna memberi daya tarik bagi wilayah sekitarnya. bahkan ironisnya kebanyakan tidak terjadi perdagangan sama sekali. Ini melengkapi ekstensi ekonometrik kami dari model gravitasi. dan ASEAN tetap efektif preferensial perjanjian perdagangan. Selain pendapatan. Tidak signifikan kini telah adanya faktor-endowmen sistematis efek juga berkesan.

telah berdiri dengan baik. di keseluruhan. Kami akan kembali ke gravitasi perkiraan menjelang akhir buku ini. ketika kita mengevaluasi regionalisasi kebijakan perdagangan sesuai dengan apa yang dapat dibenarkan di dasar kedekatan dan faktor-faktor penentu alam lainnya yang kita miliki dianalisis di sini. Pertanyaan berikutnya adalah apakah tren regionalisasi merupakan suatu yang tidak diinginkan ancaman bagi sistem perdagangan dunia.dikenakan gangguan banyak sekali dan cek ketahanan dan. .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->