KONSOLIDASI

By M Firdaus, ST, MT www.dauspoli.host56.com

Pengertian
‡ Konsolidasi adalah proses berkurangnya volume atau berkurangnya rongga pori dari tanah jenuh berpermeabilitas rendah akibat pembebanan, dimana prosesnya dipengaruhi oleh kecepatan terperasnya air pori keluar dari rongga tanah. ‡ Diamati dengan pemasangan piezometer, untuk mencatat perubahan tekanan air pori dengan waktunya.

Analogi Konsolidasi Satu Dimensi
Alat ukur Tek. Hidrostatis

Seimbang (tek. Overburden)

Proses konsolidasi

Kelebihan tek. Air Pori (Excess pore water pressure) / kond. undrained

Konsolidasi berakhir, Tek. Air pori = 0

‡ Pegas divisualisasikan sebagai tanah yang mudah mampat, air dalam piston sebagai air pori dan lubang pada piston dilukiskan sebagai kemampuan tanah meloloskan air.

‡ Pada sembarang waktu, tekanan yang terjadi pada pegas identik dengan kondisi tegangan efektif di dalam tanah. ‡ Tekanan air dalam silinder identik dengan tekanan air pori. ‡ Kenaikan tekanan akibat penerapan beban ( p) identik dengan tambahan tegangan normal yang bekerja. ‡ Gerakan piston menggambarkan perubahan volume tanah yang dipengaruhi oleh kompresibilitas (kemudahmampatan) pegas. ‡ Permodelan menggambarkan apa yang terjadi bila tanah kohesif jenuh dibebani di laboratorium maupun lapangan.

Proses konsolidasi di lapangan

‡ Pondasi dibangun di atas tanah lempung jenuh yang diapit oleh lapisan pasir. ‡ Segera setelah pembebanan, lapisan lempung mengalami kenaikan tegangan sebesar p ‡ Air pori dalam lapisan lempung mudah mengalir ke lapisan pasir

‡ Tinggi air dalam pipa piezometer menyatakan besarnya kelebihan tekanan air pori (excess pore water pressure) di lokasi pipa dipasang. ‡ Akibat tambahan tegangan p, tinggi air dalam pipa naik : h = p/ w yang dinyatakan oleh garis DE yang menunjukkan tekanan air pori awal. ‡ Kurva K1 menunjukkan dalam waktu tertentu, tekanan air pori lapisan lempung masih tetap dibandingkan dekat dengan lapisan pasir yang cepat berkurang. Sesudahnya sesuai kurva yang ditunjukkan K2 ‡ kedudukan garis AC menunjukkan proses konsolidasi telah selesai, yaitu ketika kelebihan tekanan air pori ( u) telah nol.

Lempung normally dan overconsolidated
‡ Menggambarkan sifat penting dari tanah lempung ‡ Tanah lempung yang biasanya terjadi dari proses pengendapan dan akibat tanah di atasnya lempung mengalami konsolidasi atau penurunan, suatu ketika tanah di atas mungkin kemudian hilang karena proses alam sehingga tanah pernah mengalami tekanan yang lebih besar dari tekanan sekarang yang biasa disebut overconsolidated. ‡ Tanah yang tidak pernah mengalami tekanan yang lebih besar dari sekarang di sebut tanah normally consolidated.

‡ Nilai banding overconsolidation (overconsolidation ratio, OCR) didefinisikan sebagai nilai banding tekanan prakonsolidasi terhadap tegangan efektif yang ada, dalam persamaan :
Pc OCR ! ' Po
'

‡ Tanah normally consolidated mempunyai OCR = 1, overconsolidated mempunyai OCR > 1. ‡ Tanah dalam proses konsolidasi (underconsolidated) mempunyai OCR < 1, tanah yang belum seimbang.

Uji Konsolidasi

‡ Beban P diterapkan di atas benda uji, penurunan diukur dengan arloji pembacaan (dial gauge) ‡ Beban diterapkan dalam periode 24 jam dan benda uji selalu terendam air

Sifat khusus grafik hubungan H atau e terhadap log t

‡ Tiap penambahan beban selama pengujian, tegangan yang terjadi berupa tegangan efektif ‡ Bila berat jenis tanah (specific gravity), dimensi awal dan penurunan pada tiap pembebanan dicatat, maka nilai angka pori e dapat diperoleh.

Interpretasi hasil uji konsolidasi
‡ Perubahan tinggi ( H) per satuan dari tinggi awal (H) adalah sama dengan perubahan volume ( V) per satuan volume awal (V), atau
(H (V ! H V
(H ! H (e 1  eo

Koefisien pemampatan (av) Dan Koefisien perubahan volume (mv)
‡ Koefisien pemampatan adalah koefisien yang menyatakan kemiringan kurva e p
Kemiringan kurva e ± p¶ (av) didefinisikan sebagai :

(e e1  e2 av ! ! (p p2 ' p1 '

‡ Koefisien perubahan volume (mv) didefinisikan sebagai perubahan volume persatuan penambahan tegangan efektif. ‡ Jika terjadi kenaikan tegangan efektif dari p1 ke p2 maka angka pori akan berkurang dari e1 dan ke e2 dengan perubahan tebal H. ‡ Satuan dari mv adalah m2/kN ‡ Karena mv adalah perubahan volume per satuan penam bahan tegangan, maka :

av (p 1 av mv ! ! 1  e1 (p 1  e1

Contoh soal 1
Hitunglah av dan mv untuk kenaikan tegangan dari 20 sampai 40 kN/m2 dari kurva uji Konsolidasi. Penyelesaian : Dari kurva diperoleh hubungan angka pori & tegangan Untuk : p1 ' ! 20 kN / m 2 , e1 ! 1,77

p2 ' ! 40 kN / m , e2 ! 1,47
e1  e2 1,77  1,47 Jadi, av ! ! ! 0,015 m 2 / kN p2 ' p1 ' 40  20

2

Dari kurva, untuk :

p1 ' ! 20 kN / m , (H1 / H ! 0,24 p2 ' ! 40 kN / m , (H / H ! 0,31 0,31  0,24 2 ! 0,0035 m / kN mv ! 40  20
2

2

Contoh soal 2
Hasil uji konsolidasi pada lempung jenuh :

Hasil uji terakhir stlh 24 jam, kadar air = 24,5 % dan Gs = 2,70. Gambarkan hubungan angka pori vs tegangan efektif dan tentukan av dan mv

‡ Contoh tanah jenuh berlaku hubungan, e = wGs maka angka pori akhir pengujian : e1 = 0,254 x 2,70 = 0,662 ‡ Tebal contoh kondisi akhir : H1 = 19,25 mm ‡ Angka pori awal pengujian e0 = e1 + e ‡ Umumnya hubungan antara e dan H dinyatakan :

(e 1  e0 1  e1  (e ! ! (H H H (H ! 20  19,25 ! 0,75 mm (e 1,662  (e ! 0,75 20 (e ! 0,065 e0 ! 0,662  0,065 ! 0,727 (e 1  e0 1,727 ! ! ! 0,0864 jadi, 20 (H H (e ! 0,0864 (H

‡ Persamaan digunakan menentukan angka pori, dalam tabel :
H
0,00 0,351 0,481 0,652 0,849 1,050 0,750

e
0,000 0,030 0,042 0,056 0,073 0,091 0,065

e
0,727 0,697 0,685 0,671 0,653 0,636 0,662

‡ Dari grafik :

p1 ! 250kN / m 2 , e1 ! 0,665 p2 ! 350kN / m 2 , e2 ! 0,658 (e 0,665  0,658 ! ! 0,00007m 2 / kN av ! (p 350  250 0,00007 av ! ! 0,000042m 2 / kN mv ! 1  e1 1,665
'

'

Indeks Pemampatan (Cc)
‡ Indeks kompresi adalah kemiringan dari bagian lurus grafik e log p

‡ Dinyatakan oleh persamaan :
Cc ! (e e1  e2 e1  e2 ! ! ( log p ' log p2 ' log p1 ' log( p2 ' / p1 ' )

‡ Penelitian Terzaghi & Peck untuk tanah normally consolidation :
Cc ! 0,009( LL  10) Cc ! 0,007( LL  10)
----- remoulded

Dimana : LL = liquid limit

Indeks Pemampatan kembali (Cr )
‡ Indeks rekompresi adalah kemiringan dari kurva pelepasan beban dan pembebanan kembali pada grafik e log p
(e e1  e2 e1  e2 ! ! ( log p ' log p2 ' log p1 ' log( p2 ' / p1 ' )

Cr !

Contoh Soal
‡ Dari hasil pengujian, tentukan besarnya Cr
e1 = 0,636; p1 = 800 kN/m2 e2 = 0,662; p2 = 10 kN/m2

Cc !

(e e1  e2 0,636  0,662 ! ! ! 0,013 ( log p ' log( p2 ' / p1 ' ) log(10 / 800)

Penurunan Konsolidasi
‡ Ditinjau lapisan tanah lempung jenuh dengan tebal H dan akibat beban yang bekerja, lapisan tanah menerima tambahan tegangan sebesar p. ‡ Dianggap regangan arah lateral nol
(V (H e0  e1 (e ! ! ! V H 1  e0 1  e0
dengan : V = volume awal H = tebal tanah awal V = perub. Volume H = perub. Tebal e = perub. Angka pori

‡ Bila H = Sc, maka persamaan umum :
(e e0  e1 Sc ! H! H 1  e0 1  e0

‡ Untuk lempung tertentu, penurunan konsolidasi primer (pc = p0 + p) : a. Normally consolidated (pc = p0 )
H p1 ' S c ! Cc log 1  e0 p0 '

b. Overconsolidated (pc > p0 ) :

‡ Bila p1 < pc :

H p1 ' S c ! Cr log 1  e0 p0 '

‡ Bila p1 > pc :
H pc ' H p1 ' S c ! Cc log  Cr log 1  e0 p0 ' 1  e0 pc '

Contoh Soal :
Hasil uji konsolidasi pada kedalaman 20 m, tek. Overburden efektif p0 = 275 kN/m2 , e0 = 0,91. Tentukan kemiringan kurva pemampatan asli dan hitung penurunan konsolidasi jika tambahan tegangan p1 = 800 kN/m2, H = 10 m

Penyelesaian :

‡ Perpotongan di titik B ditentukan dari perpotongan garis mendatar 0,42e0 = 0,42 x 0,91 = 0,38 ‡ Nilai Cc diperoleh pada kurva pemampatan : untuk p1 = 900 kN/m2 ; e1 = 0,71 untuk p2 = 2000 kN/m2 ; e2 = 0,58
0,71  0,58 Cc ! ! 0,38 log 2000  log 900

‡ Untuk p1 = 800 kN/m2 maka e1 = 0,74, jadi :
0,91  0,74 e0  e1 Sc ! H! .10 ! 0,89 m 1  e0 1  0,91

‡ Penurunan untuk lempung normally consolidated :
10 800 H p1 ' ! 0,38. ! 0,92 m log log S c ! Cc 1  e0 1  0,91 275 p0 '

‡ Kesimpulan : perbedaan disebabkan pengambilan data pada kurva.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful