2009

UPN Petrography Laboratory
Special Dedicated to Almandina Sweesti Fatimah

SANDI STRATIGRAFI INDONESIA
Disalin Ulang Untuk Kepentingan Kalangan Sendiri
Oleh : Muhammad Jendri Harahap

MUKADDIMAH
Pada hakekatnya ada hubungan tertentu antara mulajadi dan aturan batuan di alam dalam kedudukan ruang dan waktu geologi, Stratigrafi membahas aturan, hubungan, mulajadi lapisan serta tubuh batuan di alam. Sandi stratigrafi Indonesia di maksudkan untuk memberikan pengarahan kepada geologiawan yang bekerja di Indonesia dalam cara penggolongan startigrafi. Sandi Stratigrafi Indonesia ini memberikan kemungkinan. untuk tercapainya keseragaman dalam pengertian dan tatanama satuan-satuan stratigrafi di Indonesia. Pada azasnya, Sandi Stratigrafi Indonesia mengakui adanya satuan litostratigrafi, satuan litodemik,satuan stratigrafi gunungapi, satuan biostratigrafi, satuan sikuenstratigrafi, satuan kronostratigrafi dan satuan geokronologi. Sandi ini dapat dipakai untuk semua macam batuan yang kedudukanya dapat dijelaskan dalam ruang dan waktu.

BAB I AZAS-AZAS UMUM
Pasal 1 STRATIGRAFI Stratigrafi dalam arti luas adalalah ilmu yang membahas aturan, hubungan dan kejadian (genesa) macam-rnacam batuan di alam dalam ruang dan waktu sedangkan dalam arti sempitnya ialah ilmu pemerian lapisan-lapisan batuan. Pasal 2 PENGGOLONGAN STRATIGRAFI Penggolongan Stratigrafi ialah pengelompokan bersistem batuan menurut berbagai cara, untuk mempermudah pemerian,aturan dan hubungan batuan yang satu terhadap lainnya. Kelompok bersistem tersebut di atas dikenal dengan Satuan Stratigrafi. Pasal3 BATAS SATUAN STRATIGRAFI Batas Satuan Stratigrafi ditentukan sesuai dengan batas penyebaran ciri satuan tersebut sebagaimana didefenisikan. Batas Satuan Stratigrafi jenis tertentu tidak harus berimpit dengan batas Satuan Stratigrafi jenis lain, bahkan dapat mcmotong satu sama lain. Pasal 4 TATANAMA STRATIGRAFI Tatanama Stratigrafi ialah aturan penamaan satuan-satuan stratigrafi, baik resmi maupun tak resmi. sehingga terdapat keseragaman dalam nama maupun pengertian nama-nama tersebut seperti misalnya; Formasi/formasi, Zona/zona, Sistem sebagainya. dan

Pasal 5 TATANAMA SATUAN STRATIGRAFI RESMI DAN TAK RESMI Dalam Sandi diakui nama resmi dan tak resmi. Aturan pemakaian satuan resmi dan tak resmi masing - masing satuan stratigrafi, menganut batasan satuan yang bersangkutan. Penamaan satuan tak resmi hendaknya jangan mengacaukan yang resmi. Penjelasan : a. Nama satuan resmi menggunakan huruf besar pada setiap tingkat satuannya (misalnya Formasi Baturaja yang terdiri dari batugamping) sedangkan untuk satuan tak resmi menggunakan huruf kecil misalnya gamping Baturaja b. Untuk keperluan tertentu yang sifatnya interen, penamaannya tetap menggunakan sistem binomial/dwinama), hal ini tergantung pada cara yang dipakai (misalnya batupasir Ngrayong, seam/lapisan Sangata, horison kuning), bila menggunakan tambahan "angka/huruf maka urutan angka/huruf tersebut menunjukkan urutan kronologis (misalnya horison 16, kedudukan stratigrafinya relatif di atas horison 15, batugamping unit 1, unit 2 dan Iain-lain.). Pasal 6 STRATOTIPE ATAU PELAPISAN JENIS Stratotipe ialah tipe perwujudan alamiah satuan stratigrafi yang memberikan gambaran cirri umum dan batas batas satuan stratigrafi. Tipe ini merupakan sayatan pangkal suatu satuan stratigrafi. Stratotipe hendaknya memberikan kemungkinan penyelidikan lebih lanjut. a. Stratotipe Gabungan ialah satuan stratotipe yang dibentuk oleh kombinasi beberapa sayatan komponen b. Hipostratotipe Ialah sayatan tambahan (stratotipe sekonder) untuk memperluas keterangan pada stratotipe c. Lokasitipe ialah letak geografi suatu stratotipe atau tempat mula-mula ditemukannya satuan stratigrafi. kecuali ditulis pada awal kalimat seperti

Horison dapat berupa: horison listrik. Diterbitkan dalam suatu penerbitan ilmiah berkala.Pasal 7 KORELASI Korelasi adalah penghubungan titik-titik kesamaan waktu atau penghubungan satuan satuan stratigrafi dengan mempertimbangkan kesamaan waktu. lapisan tipis di mukabumi atau di bawah permukaan) yang menghubungkan titik-titik kesamaan waktu. marker. Memenuhi persyaratan sandi 2. Pasal 8 HORISON Horison adalah suatu bidang (dalam praktek. kimia atau biologi suatu endapan dalam kesamaan waktu. kimia atau biologinya. Dua tubuh batuan yang diendapkan pada waktu yang sama dikatakan beda fasies. horison seismic. majalah geologi atau buku yang terbuka untuk umum. cukup luas penyebarannya dan dapat dipetik (tanpa adanva pembatasan ) . Istilah-istilah seperti: datum. lapisan pandu sebagai padanannya dan sering dipakai dalam keperluan korelasi Pasal 9 FASIES Fasies adalah aspek fisika. horison batuan. kalau kedua batuan tersebut berbeda ciri fisik. Pasal 10 PENGUSULAN SATUAN STRATIGRAFI RESMI DAN TAK RESMI Satuan Stratigrafi dapat dianggap resmi bila: 1. horison fosil dan sebagainya.

Pasal 11 SATUAN RESMI BAWAH PERMUKAAN Satuan Resmi Bawah Permukaan ialah satuan resmi yang didapatkan berdasar keterangan dari data bawah permukaan. Jika sekiranya suatu satuan stratigrafi tersebut tersingkap di permukaan maka hendaknya dihindari pemakaian stratigrafi bawah permukaan. pengurangan atau perubahan dalam segala bentuk dari pada wujud Sandi Stratigrafi ini dapat disampaikan secara tertulis kepada Komisi Sandi Stratigrafi Indonesia. bertepatan dengan Pertemuan Tahunan IAGI . Pembahasan tentang usul perubahan di selenggarakan sekali setahun. mengikuti aturan masing-masing satuan stratigrafi yang bersangkutan. Pengusulan satuan resmi bawah permukaan. Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI). Pasal 12 PROSEDUR AMANDEMEN Usul penambahan.

kombinasi jenis batuan. d.gejala lain tubuh batuan di lapangan. Pasal 14 SATUAN RESMI DAN TAK RESMI Satuan litostratigrafi resmi ialah satuan yang memenuhi persyaratan Sandi. maka fosil dalam satuan batuan diperlakukan sebagai komponen batuan. keseragaman gejala litologi batuan dan gejala. Sebagaimana halnya mineral.BAB II SATUAN LITOSTRATIGRAFl Pasal 13 AZAS TUJUAN Pembagian litostratigrafi dimaksud untuk menggolongkan batuan di bumi secara bersistem menjadi satuan-satuan bernama yang bersendi pada ciri-ciri litologi. Ciri-ciri litologi meliputi jenis batuan. Satuan litostratigrafi dapat terdiri dari batuan sedimen. Satuan Litostratigrafi pada umumnya sesuai dengan Hukum Superposisi. metasedimen. Penjelasan : a. Penentuan batas penyebarannya tidak tergantung kepada batas waktu. c. dengan demikian maka batuan beku. b. metamorfosa yang tidak menunjukkan sifat perlapisan dikelompokkan ke dalam Satuan Litodemik. Pada Satuan Litostratigrafi penentuan satuan didasarkan pada ciri-ciri batuan yang dapat diamati di lapangan. . batuan asal gunung api (Pre-resen) dan batuan hasil proses tertentu serta kombinasi daripadanya. Dalam hal pencampuran antar jenis batuan oleh suatu proses tertentu vang sulit untuk dipisahkan maka pemakaian kata "Komplek" dapat dipakai sebagai padanan dari tingkatan satuannya (misalnya Komplek Lukulo).

maka ciri sebagai sandi satuan tak resmi. Dari segi praktis. peralihannya dapat dipisahkan sebagai satuan tersendiri apabila memenuhi persyaratan Sandi. Satuan-satuan yang berangsur berubah atau menjari-jemari. 4. 6. geofisika. Penyebaran suatu satuan litostratigrafi semata-mata ditentukan oleh kelanjutan ciri-ciri litologi yang menjadi ciri penentunya. batasnya merupakan bidang yang diperkirakan kedudukannya ( batas arbitrer) 3. 5. Batas satuan litostratigrafi ialah sentuhan antara dua satuan yang berlainan ciri litologi. penyebaran suatu satuan litostratigrafi dibatasi oleh batas cekungan pengendapan atau aspek geologi lain. ciri yang didapat dengan cara b. dapat pula dipakai . 2. yang dijadikan dasar pembeda kedua satuan tersebut. Penjelasan : a.sedangkan satuan litostratigrafi tak resmi ialah satuan yang tidak seluruhnya memenuhi persyaratan Sandi. masing-masing dari besar sampai mekanik. Penjelasan : Batas satuan litostratigrafi tidak perlu berimpit dengan batas satuan stratigrafi lainnya (misalnya batas satuan waktu). Batas-batas daerah hukum (geografi) tidak boleh dipergunakan sebagai alas an berakhirnya penyebaran lateral (pelamparan) suatu satuan. Bila ciri litologi tak dipergunakan. Satuan tak resmi sedapat dapatnya harus bersendi kepada ciri litologi. Urutan tingkat satuan litostratigrafi resmi. geokimia atau penelitian lainnya. Batas satuan ditempatkan pada bidang yang nyata perubahan litologinya atau dalam hal perubahan tersebut tidak nyata. Pasal 15 BATAS DAN PENYEBARAN SATUAN 1. Pasal 16 TINGKAT-TINGKAT SATUAN LITOSTRATIGRAFl 1.

c. Formasi yang bersangkutan. c. Kalau suatu Formasi mempunyai satu Anggota atau lebih. Anggota ialah bagian dari suatu Formasi yang secara litologi berbeda dengan ciri umum. d. Formasi harus memiliki keseragaman atau ciri-ciri litologi yang nyata. Formasi haruslah mempunyai nilai stratigrafi yang meliputi daerah cukup luas dan lazimnya dapat dipetakan pada skala 1 : 25. 3. Kelompok ialah satuan litostratigrafi resmi setingkat lebih tinggi daripada Formasi dan karenanya terdiri dari dua Formasi atau lebih yang menunjukkan keseragaman ciri-ciri litologi (Gb.1) Penjelasan : a. Formasi adalah satuan dasar dalam pembagian satuan litostratigrafi. baik terdiri dari satu macam jenis batuan.000.kecil ialah: Kelompok. 4. Penjelasan : a. oleh karena itu ketebalan bukanlah suatu syarat pembatasan Formasi. Batas penyebaran lateral (pelamparan) suatu Anggota tidak boleh melampaui batas pelamparan Formasi. Anggota selalu merupakan bagian dari suatu Formasi. Formasi dapat tersingkap dipermukaan. Penjelasan : a. b. berkelanjutan ke bawah permukaan atau seluruhnya di bawah permukaan. 2. maka bagian yang lain dari Formasi tersebut tidak perlu dinyatakan sebagai Anggota. Formasi dan Anggota.2). tetapi Formasi tidak selalu perlu mempunyai Anggota b. serta memiliki penyebaran lateral yang berarti (Gb. perulangan dari dua jenis batuan atau lebih. Kelompok harus terdiri dari dua Formasi atau lebih yang telah ada dan . Tebal suatu Formasi berkisar antara kurang dari satu meter sampai beberapa ribu meter.

E dan F. Mengingat akan pentingnya stratotipe atau perlapisan jenis dalam satuan litostratigrafi sebagai sayatan pangkal. Apabila dalam suatu Kelompok terdapat Formasi yang membaji.karenanya suatu Kelompok tidak dapat berdiri sendiri. Suatu stratotipe merupakan perwujudan alamiah satuan litostratigrafi resmi di lokasi tipe yang dapat dijadikan pedoman umum. Nama Kelompok mempergunakan nama Formasi yang telah diakui. Formasi A yang ditingkatkan menjadi Kelompok. Letak suatu stratotipe dinyatakan dengan kedudukan koordinat geografi. Apabila pemerian stratotipe suatu satuan litostratigrafi di lokasi tipenya tidak memungkinkan. Suatu Formasi dapat ditingkatkan menjadi Kelompok kalau ternyata memenuhi persyaratan. c. b. di daerah II terdiri dari Formasi E dan F. b. Kelompok tidak memiliki stratotipe tersendiri. 3. . maka jumlah dan jenis susunan Formasinya tidak selalu tetap. maka penentuannya haruslah pada suatu tempat yang mewakili pemerian litologi satuan litostratigrafi yang bersangkutan. Setiap Formasi dan Anggota harus dilengkapi dengan stratotipe. maka sebagai gantinya cukup dinyatakan lokasi tipenya. suatu Kelompok-Y di daerah I terdiri dari Formasi D. 2. Harus diingat bahwa Formasi itu adalah satuan dasar resmi dan tidak perlu termasuk dalam suatu kelompok serta tidak pula selalu terbagi menjadi Anggota. Sebagai misal. Sebagai misal. nama barunya jadi Kelompok A. Pasal 17 STRATOTIPE ATAU PELAPISAN JENIS 1. Penjelasan : a.

Untuk menghindari duplikasi. b. Penjelasan : a.Pasal 18 TATANAMA SATUAN LITOSTRATIGRAFI 1. 4. Gunung Masigit menjadi Bengawansolo. dimana "A" adalah nama geografi. Untuk tingkat Kelompok. 3. Suatu satuan litostratigrafi resmi bertingkat Formasi dengan lokasitipe di daerah A dinamakan "Formasi A". c. nama geografi tersebut berbeda satu . Tatanama satuan litostratigrafi resmi ialah dwinama (binomial). Formasi dan Anggota dipakai istilah tingkatnya dan diikuti nama geografinya. maka nama resmi yang di usulkan terdahulu yang harus dipakai. Statusnya dipastikan atau diubah menurut aturan satuan litostratigrafi yang sesuai. Nama geografi sebarang satuan di waktu lampau. nama geografi yang lelah dipakai untuk nama satuan litostratigrafi resmi tidak boleh dipergunakan untuk nama satuan litostratigrafi resmi yang lain. Nama geografi suatu satuan hendaknya terdiri dari dua suku kata maka di dalam nama satuan litostratigrafi. Jika untuk satuan litostratigrafi yang sama terdapat dua buah penamaan. 2. nama-nama itu menjadi satu kesatuan. misalnya Bengawan Solo. baik yang sama maupun yang berbeda tingkatnya walaupun posisi nama dengan lainnya. yang telah populer atau telah dikenal dalam pustaka. Masigit. sebaiknya dipertahankan. kecuali ditulis pada awal kalimat (lihat Pasal 5). Penulisan kedua kata nama satuan litostratigrafi resmi harus dimulai dengan hururbesar sedangkan nama satuan tak resmi selalu dengan huruf kecil.

b. umur-umur geologi sampai tingkat satuan Zaman atau lebih kecil. nama dan tingkat satuan yang diusulkan. majalah geologi atau buku. Pengusulan suatu satuan litostratigrafi resmi harus dilakukan melalui cara. tanpa adanya . b. keterangan mengenai nama-nama yang dipergunakan sebelumnya. Pernyataan tersebut harus meliputi hal hal berikut : a. d. Satuan resmi litostratigrafi bawah permukaan ialah satuan yang diperoleh berdasarkan data bawah permukaan. Penjelasan : a. e. g.cara yang dinyatakan secara terbuka dan tertulis. yang terbuka untuk umum. Sedapat-dapatnya selain stratotipe dikemukakan pula hipostratotipe atau sayatan pangkal tambahan (lihat Pasal 6).Pasal 19 CARA PENGUSULAN SATUAN LITOSTRATIGRAFI RESMI 1. dan dapat dipetik pembatasan. f. hubungan antara satuan yang diusulkan dengan satuan lain dan keterangan tentang batas satuan. lokasi geografi stratotipe atau lokasi tipe. c. Pernyataan tentang maksud pengusulan suatu satuan resmi. Bentuk publikasi dapat berupa penerbitan ilmiah berkala. h. prosedur penerbitan harus resmi (Pasal 10. adanya stratipe atau lokasi tipe dan pemerian ciri-ciri litologi satuan pada umumnya. penyebaran satuan ke arah tegak (ketebalan) dan lateral (pelamparan).2). Pasal 20 SATUAN RESMI BAWAH PERMUKAAN 1. i.

c. Penjelasan : Batuan penyusun Satuan Litodemik tidak mengikuti kaidah Hukum Superposisi dan kontaknya dengan satuan litostratigrafi dapat bersifat extrusif. Pasal 21 SATUAN LITODEMIK Pembagian Satuan Litodemik dimaksudkan untuk menggolongkan batuan beku. Keterangan lengkap meliputi lokasi geografi. Penampang geologi bawah permukaan ialah rekonstruksi antar penampang sayatan (antar sumur bor) yang menggambarkan pelamparan dari satuan yang didefinisikan serta hubunganya dengan satuan disekitrnya.2. tempat penyimpanan conto potongan (tahibor). kedalaman seluruhnya. Penjelasan : a. inti dan conto lainnya. sumurtipe atau tambangtipe. b. penampang geologi bawah permukaan. d. ketinggian muka-tanah dan nivo tambang tempat data sumur. d. nama perusahaan yang bertanggung jawab atas pemboran atau penambangan. dan tambangtipe mempunyai makna yang sama dengan mekanik lainnya (misalnya data sumur . b. intrusif. Selain persyaratan yang tercantum dalam pasal 19. metamorf dan batuan lain yang terubah kuat menjadi satuan-satuan bernama yang bersendi kepada ciri-ciri litologi. Tempat penyimpanan conto batuan harus terbuka untuk studi. c. metamorfosa atau tektonik. sayatan geolistrik atau cara pemboran). masih diperlukan persyaratan tambahan yang melipuli keterangan lengkap tentang: a. Sumurtipe lokasitipe.

Litodem adalah satuan dasar dalam pembagian Satuan Litodemik. Penjelasan : Batuan kontak antara dua Satuan Litodemik yang berangsur/bergradasi. satuan di bawah litodem merupakan satuan tidak resmi Penjelasan : a. Litodem harus mempunyai keseragaman ciri litologi yang dapat berupa batuan intrusi. Satuan ini dapat tersingkap di permukaan dan dapat berlanjut ke bawah permukaan serta dapat dipetakan. 3. Urutan tingkat Satuan Litodemik resmi. metamorfosa. "Suite" dan Litodem.Pasal 22 BATAS DAN PENYEBARAN SATUAN Batas antar Satuan Litodemik berupa sentuhan antara dua satuan yang berbeda ciri litologinya. Suite adalah satuan litodemik resmi yang setingkat lebih tinggi dari pada Litodem. Penjelasan : Pengelompokan ke dalam Suite ditujukan untuk Satuan Litodemik yang memperlihatkan hubungan secara alamiah dari asosiasi satuan litodemik yang . intrusif. masing-masing dari besar ke kecil adalah : "Supersuite". 2. tektonik atau kontak berangsur. dimana kontak tersebut dapat bersifat extrusif. Satuan yang didefinisikan berdasarkan analisis kimia/sifat kimiawi maupun geofisika merupakan satuan tidak resmi. extrusi atau metamorf dan sedapat mungkin mempunyai keseragaman ciri litologi. b. dimana ciri litologinya cukup berbeda dan memenuhi persyaratan Sandi dapat dikelompokkan menjadi satuan tersendiri Pasal 23 TINGKAT-TINGKAT SATUAN LITODEMIK 1. oleh karenanya terdiri dari dua atau lebih asosiasi litodem yang serumpun.

Supersuite adalah satuan Litodemik setingkat lebih tinggi daripada Suite.mempunyai kesamaan ciri litologinya yang sejenis dan kesamaan genesa. oleh karenanya Supersuite terdiri dari dua Suite atau lebih. Genis. . Suite Metamorfosa Karangsambung c. b. Gabro dan lain-lain. misalnya Suite Intrusi Cikotok. Ciri utama komposisi dimaksud di sini adalah ciri umum yang mudah dikenal (terutama di lapangan) misalnya Sekis. 4. Nama geografi Supersuite tidak harus sama dengan pada nama Suite atau Litodem. misalnya Suite Metamorfosa Bayat terdiri dari Litodem Filit. Penjelasan : a. diikuti genesa kelompok litodem dan nama geografi yang berkaitan. terdiri dari nama tingkat. misalnya Diorit Cihara. Pasal 24 TATANAMA SATUAN LITODEMIK Tatanama Satuan dasar Litodem yang terdiri dari nama geografi dan ciri utama komposisi litologinya. Pasal 25 CARA PENGUSULAN SATUAN LITODEMIK Pengusulan suatu Satuan Litodemik resmi dilakukan melalui cara-cara yang dinyatakan secara terbuka dan tertulis (Pasal 5) dan pernyataannya harus meliputi hal-hal seperti pada Pasal 19. Penamaan pada tingkat Suite. Litodem Sekis dan Litodem Genis. Penamaan Supersuite terdiri dari kombinasi nama tingkatan dan geografi.

( gambar di edit ulang.1 : Hubungan antara Formasi dan Anggota dan kesamaan waktu dalam Satuan Litostratigrafi. a.Gb. The Jhen ) .b dan c= garis kesamaan waktu / garis korelasi .

ABCDEF adalah nama Formasi maka ABC dan DEF masing masing dapat dipisahkan menjadi dua kelompok yaitu kelompok X dan Kelompok Y.Gb.2 : Hubungan antara Kelompok dan Formasi. The Jhen ) . ( gambar di edit ulang.

D. The Jhen ) . H dan I adalah Satuan Litostratigrafi. C. ABCD dapat dinyatakan sebagai Supersuite.Gb. B. E dan G adalah Satuan litodem. 3: Tingkat Satuan Litodemik A. AB adalah Suite Satu dan CD adalah Suite Dua. (Modifikasi dari NASC 93). F. (gambar di edit ulang.

b. Penjelasan : a. deskripsi dan genesa. Sumber adalah tempat terjadinya erupsi yang dapat berupa kawah atau kaldera.BAB III SATUAN STRATIGRAFI GUNUNGAPI Pasal 26 . peta rencana tata ruang. peta tata air. c. Kegiatan secara langsung merupakan proses keluarnya magma ke permukaan bumi (erupsi) berupa letusan (eksplosi) dan lelehan (efusi) atau proses yang berhubungan. Peta geologi gunungapi yang memuat informasi sebaran batuan/endapan dan stratigrafi gunung api dapat di pakai sebagai data dasar dalam pembuatan peta kawasan rawan bencana gunungapi. d. Satuan batuan/endapan gunungapi adalah kesatuan batuan/endapan gunungapi sebagai hasil proses kegiatan gunungapi baik secara primer maupun sekunder dalam suatu interval waktu. Kegiatan tidak langsung (sekunder) adalah proses yang mengikuti kejadian primer. penyelidikan sumber tenaga panas bumi serta keperluan ilmiah lainnya. Batuan gunungapi merupakan hasil kegiatan gunungapi secara langsung (primer) maupun tidak langsung (sekunder). AZAZ TUJUAN Penyusunan sandi stratigrafi batuan/endapan gunungapi dimaksudkan untuk menata batuan/endapan gunungapi berdasarkan urutan kejadian agar evolusi pembentukan gunungapi mudah dipelajari dan dimengerti. peta potensi bahan galian. Pembagian batuan/endapan gunungapi dimaksudkan untuk menggolongkan batuan/endapan secara bersistem berdasarkan sumber. Deskripsi batuan/endapan gunungapi dimaksudkan untuk memberikan .

lava. daur letusan atau waktu kejadiannya. Satuan yang berubah berangsur atau jari-jemari. baik secara stratigrafis maupun struktur. Batas satuan batuan/endapan gunungapi adalah sentuhan antara dua satuan atau lebih yang berlainan. . miring. Genesa diwujudkan dengan istilah yang mencerminkan cara terbentuknya seperti kubah. ciri batuan/endapan genesa. Genesa dimaksudkan sebagai proses terbentuknya batuan/endapan gunungapi. Sentuhan antara dua satuan dapat berupa bidang horizontal. 6. Sebaran lateral satuan stratigrafi gunungapi dapat berupa batas jangkauan tubuh gunungapi atau benturan dengan satuan lainnya. aliran lava. dan Iain-lain. 2. jatuhan piroklastik. Batas daerah hukum (geografi) tidak dapat dipergunakan sebagai batas berakhirnya penyebaran satuan batuan/endapan gunungapi. Pasal 28 BATAS DAN SEBARAN SATUAN STRATIGRAFI GUNUNGAPI 1. 4. dibedakan berdasarkan sumber erupsi. Pasal 27 SATUAN RESMI DAN TAK RESMI Satuan resmi adalah satuan batuan/endapan gunungapi yang memenuhi persyaratan sandi dan sedangkan satuan tak resmi adalah satuan yang tidak seluruhnya memenuhi persyaratan sandi. Satu atau lebih satuan batuan dapat dihasilkan oleh satu letusan (monogenetik) atau beberapa peristiwa letusan (poligenetik). 3. peralihannya dapat dipisahkan sebagai satuan tersendiri apabila memenuhi persyaratan sandi 5. atau tegak dan perubahannya dapat tegas maupun berangsur. e.nama litologi batuan/endapan yang bersangkutan.

baik sebagai hasil erupsi pusat maupun erupsi samping. Gumuk Gunungapi harus mempunyai nilai stratigrafi/geologi yang penting dan lazimnya dapat dipetakan pada skala 1:50. Khuluk Gunungapi adalah satuan dasar dalam pengelompokan satuan stratigrafi gunungapi. b. Penjelasan : a. Khuluk. Khuluk Gunungapi merupakan kumpulan batuan/endapan yang dihasilkan oleh satu atau lebih titik erupsi yang membentuk satu tubuh gunungapi. Gumuk Gunungapi dapat lerdiri dari satu atau lebih batuan/endapan gunungapi yang dihasilkan oleh satu atau beberapa daur letusan gunungapi. dan lazimnya dapat dipetakan dengan skala 1:50. Gumuk Gunungapi adalah bagian dari Khuluk yang terbentuk sebagai hasil suatu erupsi pada tubuh gunungapi tersebut.000 atau lebih besar. Batas sebaran lateral suatu Gumuk Gunungapi tidak melampaui batas pelamparan Khuluk Gunungapi.Pasal 29 TINGKAT-TINGKAT SATUAN STRATIGRAFI GUNUNGAPI 1. Khuluk Gunungapi harus mempunyai nilai stratigrafi/geologi. 4. 3. Tingkatan satuan stratigrafi gunungapi masing-masing dari kecil ke besar adalah: Gumuk. Manggala dan Busur. Penjelasan : a. d. Bregada Gunungapi adalah satuan stratigrafi gunungapi yang mencakup sebaran endapan/batuan gunungapi hasil letusan yang terdiri dari dua atau . Bregada. meliputi daerah yang luas. c. b. Khuluk Gunungapi tersingkap di permukaan dan dapat berkelanjutan ke bawah c. 2.000 atau lebih besar. Gumuk Gunungapi merupakan bagian dari Khuluk Gunungapi akan tetapi Khuluk Gunungapi tidak selalu mempunyai Gumuk Gunungapi.

Manggala Gunungapi adalah satuan stratigrafi gunungapi yang mencakup sebaran batuan/endapan hasil letusan -letusan gunungapi yang mempunyai lebih dari satu kaldera pada satu atau lebih tubuh gunungapi. Bregada dan Manggala Gunungapi dan mempunyai kedudukan tektonik yang sama. Busur Gunungapi adalah satuan stratigrafi gunungapi yang terdiri dari kumpulan Khuluk. Tatanama satuan ini digunakan tiga karakter secara berurutan yang merupakan gabungan huruf dan angka. Jenis batuan/endapan dan urutan kejadian.000. b. Penjelasan : a.000 alau lebih besar.lebih Khuluk Gunungapi atau yang berhubungan dengan pembentukan kaldera. Busur Gunungapi merupakan rangkaian kesatuan gunungapi yang mempunyai kedudukan tektonik yang sama. Penjelasan: a. Manggala Gunungapi harus mempunyai lebih dari satu Bregada Gunungapi.000 atau lebih besar. 6. b. Bregada Gunungapi harus mempunyai nilai sratigrafi/geologi yang penting dan lazimnya dapat dipetakan dengan skala 1: 100. Penjelasan : a. b. Pasal 30 TATANAMA SATUAN STRATIGRAFI GUNUNGAPI Tatanama satuan stratigrafi gunungapi didasarkan pada sumber. Bregada Gunungapi selalu mempunyai Khuluk Gunungapi. Manggala Gunungapi harus mempunyai nilai stratigrafi/geologi yang penting dan lazimnya dapat dipetakan dalam skala 1 : 100. Busur Gunungapi lazimnya dapat dipetakan dengan skala 1: 1. 5.000 atau lebih besar. Huruf merupakan singkatan nama sumber dan jenis satuan sedangkan angka .

Contoh susunan gambar dalam korelasi satuan peta pada Peta Geologi Gunungapi lihat Tabel 2. Angka ditulis pada satu garis yang sama dengan huruf dan dicantumkan tanda titik sebelumnya. ditulis dengan angka (arabik). Penjelasan : a. dapat dipakai nama geografi yang terdekat dan mudah dikenal. e. Satu huruf besar adalah huruf pertama nama Khuluk atau Gumuk Gunungapi 2. c. Karakter ketiga. Dua huruf kecil adalah huruf pertama yang diikuti huruf hasil eksplosi yang bukan magmatik (proses primer) 3. menunjukkan urutan kejadian satuan pada sebuah sumber erupsi. menunjukkan singkatan nama satuan batuan/endapan gunungapi. ditulis dengan huruf besar yang terdiri dari satu atau dua huruf 1. Dua huruf kecil adalah huruf pertama yang diikuti oleh huruf lainnya dari nama satuan endapan bukan sebagai hasil erupsi (proses sekunder). Urutan pertama/tertua dimulai dengan angka I (satu) dan seterusnya. Dua huruf besar adalah huruf pertama yang diikuti huruf lainnya dari nama Gumuk Gunungapi. 1. Untuk sumber erupsi yang tidak diketahui namanya atau tidak ada namanya. b. Karakter pertama. Satu huruf kecil adalah huruf pertama nama satuan hasil erupsi magmatik ( proses primer) 2.menunjukkan urutan kejadiannya. d. ditulis dengan huruf kecil yang terdiri dari satu atau dua huruf. Penggunaan dua huruf dilakukan jika huruf pertama nama Khuluk Gunungapinya sama dengan huruf pertama nama Gumuk lainnya. . Karakter kedua. menunjukkan singkatan nama sumber erupsi.

Satuan biostratigrafi tubuh batuan sekitarnya. Fosil rombakan. b. Kandungan fosil yang dimaksud disini ialah fosil yang terdapat dalam batuan yang seumur (kontemporer) dengan pengendapan batuan. Penjelasan: a. ialah tubuh lapisan batuan yang dipersatukan berdasar kandungan fosil atau ciri-ciri paleontologi sebagai sendi pembeda terhadap .BAB IV SATUAN BIOSTRATIGRAFI Pasal 31 AZAS TUJUAN Pembagian biostratigrafi dimaksud untuk menggolongkan lapisan-lapisan batuan di bumi secara bersistem menjadi satuan-satuan bernama berdasar kandungan dan penyebaran fosil. Pasal 33 KELANJUTAN SATUAN Kelanjutan satuan biosiratigrafi ditentukan oleh penyebaran kandungan fosil yang mencirikannya. apabila mempunyai makna yang penting dapat dipakai dalam penentuan satuan biostratigrafi (tak resmi). Pasal 32 SATUAN RESMI DAN TAK RESMI Satuan biostratigrafi resmi ialah satuan yang memenuhi persyaratan Sandi sedangkan satuan biostratigrafi tak resmi adalah satuan yang tidak seluruhnya memenuhi persyaratan Sandi.

Penjelasan : a. Zona ialah satuan dasar biostratigrafi. Zona Kumpulan ialah satu lapisan atau kesatuan sejumlah lapisan yang terciri oleh kumpulan alamiah fosil yang khas atau kumpulan sesuatu jenis fosil. Kegunaan Zona Kumpulan. Kumpulan alamiah fosil yang dimaksud di sini adalah fosil-fosil yang mempunyai lingkungan hidup yang sama dan terdapat dalam lapisan-lapisan batuan yang . Zona Selang (Gambar I). dibedakan: Zona Kumpulan. Urutan tingkat satuan biostratigrafi resmi. selain sebagai penunjuk lingkungan kehidupan purba dapat juga dipakai sebagai penciri waktu. Sub-Zona dan Zonula. Berdasarkan ciri paleontologi yang dijadikan sendi satuan biostratigrafi. Zona Kisaran Takson. Zona Kisaran. Pasal 35 ZONA KUMPULAN (Gb. 2. Nama Zona Kumpulan harus diambil dari satu unsur fosil atau lebih yang menjadi penciri utama kumpulannya. Zona adalah suatu lapisan atau tubuh batuan yang dicirikan oleh satu takson fosil atau lebih. masing masing dari besar sampai kecil ialah: Super-Zona.Pasal 34 TINGKAT DAN JENIS SATUAN BIOSTRATIGRAFl (Gb. Zona Rombakan dan Zona Padat. 4. 4. Zona Puncak. Penjelasan : Zona Oppel.5a) 1. 3. Zona Kisaran Bersamaan dan Zona Silsilah merupakan jenis-jenis Zona Kisaran. Zona. 3. Batas dan kelanjutan Zona Kumpulan ditentukan oleh batas-batas terdapat kebersamaannya (kemasyarakatan) unsur-unsur utama dalam kesinambungan yang wajar.5) 1. 2.

Zona Kisaran dapat berupa kisaran satu unsur takson. Fosil rombakan tidak dapat dipakai dalam penentuan Zona Kisaran. silsilah takson atau ciri paleontologi lain yang menunjukkan kisaran. 5b) tubuh lapisan batuan dan sebagai dasar untuk penempatan batuan-batuan dalam skala waktu . Zona Kumpulan B atau Zona Kumpulan C atau gabungan dari takson-takson yang khas misalnya Zona Kumpulan A-B. takson-takson bermasyarakat. b. Pasal 36 ZONA KISARAN (Gb. Batas dan kelanjutan Zona Kisaran ditentukan oleh penyebaran tegak dan mendatar takson (takson-takson) yang mencirikannya. Kegunaan Zona Kisaran terutama ialah untuk korelasi tubuh geologi. Nama Zona Kisaran diambil dan satu jenis fosil atau lebih yang menjadi ciri utama Zona. c.seumur dengan saat pengendapan lapisan batuan tersebut. Pemberian penamaan dapat dilihat pada Gambar 5a. Zona Kisaran ialah tubuh lapisan batuan yang mencakup kisaran stratigrafi unsur terpilih dan kumpulan seluruh fosil yang ada. 3. kumpulan kisaran takson.5b) 1. b. Sebagai contoh Zona Kisaran Takson ialah Zona Kisaran Globorotalia margaritae . sedangkan kisaran takson-ganda ialah Zona Kisaran Globigerinoides sicanus Globigerinetella insueta (Gb. 2. B dan C maka nama zonanya dinamakan Zona Kumpulan A. Penjelasan : a. 4. Seandainya suatu kumpulan terciri oleh takson A.

5d). Zona Selang ialah selang stratigrafi antara pemunculan awal/akhir dari dua takson penciri (Gb. Pada umumnya yang dimaksud dengan perkembangan maksimum adalah jumlah populasi suatu takson dan bukan seluruh kisarannya (Gb. Penjelasan : a. Pemunculan awal/akhir dari takson ialah awal/akhir dari munculnya taksonZona Puncak dalam hal tertentu ialah untuk menunjukan . 2. Nama Zona Puncak diambil dari nama takson yang berkembang secara maksimum dalam Zona tersebut.5d) 1. 3. b. iklim purba. Batas vertikal dan lateral Zona Puncak sedapat-mungkin bersifat objektif. Zona Puncak ialah tubuh lapisan batuan yang menunjukan perkembangan maksimum suatu takson tertentu. Batas atas atau bawah suatu Zona Selang ditentukan oleh pemunculan awal atau akhir dari takson takson penciri 4.Pasal 37 ZONA PUNCAK (Gb. Nama Zona Selang diambil dari nama-nama takson penciri yang merupakan batas atas dan bawah Zona tersebut. 2. Penjelasan : a.5c) 1. 4. Fosil-fosil rombakan tidak dapat digunakan untuk penentuan Zona Puncak. Kegunaan Zona Selang pada umumnya ialah untuk korelasi tubuh-tubuh lapisan batuan. 3. Pasal 38 ZONA SELANG (Gb. Kegunaan kedudukan kronostratigrafi tubuh lapisan batuan dan dapat dipakai sebagai petunjuk lingkungan pengendapan purba.5c).

Zona Rombakan umumnya khas berhubungan dengan penurunan muka air laut relatif yang cukup besar dan sering bersifat local.takson penciri pada sayatan stratigrafi. Penjelasan : Zona Padat ini umumnya diakibatkan oleh sedikitnya pengendapan material lain selain fosil. Pasal 39 ZONA ROMBAKAN Zona Rombakan adalah tubuh lapisan batuan yang ditandai oleh banyaknya fosil rombakan. Dalam kegunaannya pada korelasi inter-regional atau global sebaiknya umur mutlak ( pentarikhan radiometrik) disertakan. Bidang dimana titik-titik tempat pemunculan awal/akhir tersebut berada disebut sebagai biohorison dan sering dikenal sebagai biodatum. Pasal 40 ZONA PADAT Zona Padat ialah tubuh lapisan batuan yang ditandai oleh melimpahnya fosil dengan kepadatan populasi jauh lebih banyak dari pada tubuh batuan di atas dan di bawahnya. berbeda jauh dari pada tubuh lapisan batuan di atas dan di bawahnya. b. Penjelasan : a. Globigerinoides sicanus/Orbulina suturalis. Zona Rombakan ini merupakan satuan biostratigrafi tak resmi. regional sampai global. b. c. Sebagai contoh penamaan Zona Selang dengan ciri pemunculan awal adalah Zona Selang howei. contoh dengan cirri pemunculan akhir adalah Zona Selang Truncorotaloides rohri/Globigerinita .

prosedur penerbitan harus resmi (Pasal 10). penampang geologi bawah permukaan/penampang geologi sumur. nama perusahaan yang d. Satuan resmi biostratigrafi bawah permukaan ialah satuan yang diperoleh berdasarkan data bawah permukaan. pernyataan tentang maksud pengusulan suatu satuan resmi. d. e. 2. intibor dan conto sejenisnya. pelamparan secara lateral dan penyebarannya ke arah vertikal. hubunganya dengan satuan stratigrafi lainnya misalnya dengan umur geologi (Zaman atau yang lebih kecil). tempat penyimpanan conto batuan (tahibor). c. c. bilamana diperlukan. keterangan tentang batas satuan. g. penampang geofisika (misalnya penampang seismik) atau yang lainnya. nama tingkat satuan yang diusulkan. masih diperlukan tambahan yang meliputi keterangan lengkap tentang: a. sumur tipe atau tambang tipe. b. Selain prosedur yang tercantum dalam Pasal 29. Penjelasan: a.Pasal 41 PROSEDUR PENETAPAN SATUAN BIOSTRATIGRAFI Pengusulan suatu satuan biostratigrafi resmi harus dinyatakan secara terbuka dan tertulis. Pasal 42 SATUAN RESMI BAWAH PERMUKAAN 1. Keterangan Lengkap meliputi lokasi geografi. f. adanya stratotipe atau lokasitipe. b. hubungan antara satuan yang diusulkan dengan satuan lain dan . keterangan mengenai nama-nama yang dipergunakan sebelumnya dan h. pemerian ciri-ciri fosil dan litologi. Pernyataan tersebut meliputi hal-hal sebagai berikut: a.

. Sumurtipe dan tambangtipe mempunyai makna sama seperti lokasitipe. Tempat penyimpanan contoh fosil dan contoh batuan harus terbuka untuk studi(umum). c. kedalaman lubang bor. b. letak geografis dan nivo tambang tempat conto batuannya.bertanggungjawab atas data bawah permukaan.

4.Gb.5. Bagan jenis Report n.1971 jenis Zona Biostratigrafi dengan kisaran Takson-takson fosil menurut ISSC .

Pembagian ini merupakan kerangka untuk menyusun urutan peristiwa geologi. . Satuan sikuenstratigrafi ialah suatu tubuh lapisan batuan yang terbentuk dalam satuan waktu pada satu daur perubahan muka-laut relatif Pasal 44 BATAS SATUAN Batas atas dan bawah satuan sikuenstratigrafi adalah bidang ketidakselarasan Penjelasan : a.BAB V SATUAN SIKUENSTRATIGRAFI Pasal 43 AZAS TUJUAN 1. besaran interval waktu atau kesamaan fisik batuan. pada umumnya terjadi di atas muka laut (sub-aerial) ditandai oleh rumpang waktu geologi. sedimentasi maupun tektonik. Bidang keselarasan padanan adalah bidang kelanjutan dari bidang ketidakselarasan ke arah susunan lapisan batuan yang selaras. Bidang ketidakselarasan atau bidang erosi batas satuan sjkuenstratigrafi disebabkan oleh proses penurunan relatif muka-laut. b. 2. di bagian bawah dan atasnya oleh bidang ketidakselarasan atau keselarasan padanannya. Pasal 45 KELANJUTAN SATUAN Penyebaran satuan sikuen stratigrafi didasarkan hanya oleh kelanjutan bidang batas satuan dan tidak dibatasi oleh ketebalan. Pembagian sikuenstratigrafi ialah penggolongan lapisan batuan secara bersistem menjadi satuan benama berdasarkan satuan genesa yang dibatasi. Bidang ketidakselarasan merupakan bidang erosi. yang disebabkan oleh banyak hal diantaranya gerak muka-laut global.

c. 2. Penulisan tingkat satuan sikuenstratigrafi tak resmi menggunakan huruf kecil dan bila namanya diambil dari urutan angka/abjad maka urutan angka/abjad tersebut mencerminkan urutan umur dari tua ke muda (misalnya: sikuen 1. sikuen 2 dan sikuen 3 atau sikuen A. Penamaan/peristilahan pada satuan tak resmi hendaknya tidak mengacaukan penamaan/ peristilahan satuan resmi. data pemboran atau gabungan daripadanya. Urutan tingkat satuan sikuenstratigrafi. data seismic. gabungan parasikuen merupakan unsur-unsur pembentuk sikuen tetapi bukan merupakan satuan sikuenstratigrafi tersendiri. 3 atau A. parasikuen.Pasal 46 TINGKAT-TINGKAT SATUAN SIKUENSTRATIGRAFI 1. Sikuen ialah satuan dasar dalam pembagian satuan sikuen stratigrafi Penjelasan : a. B. gabungan lapisan. lapisan. masing masing dari besar sampai kecil adalah : Megasikuen. C menunjukan urutan kronologi dari tua (I/A) ke muda (3/C). . Supersikuen dan Sikuen 2. Urutan tingkat satuan mencerminkan tingkat besaran dan lamanya waktu selang suatu daur perubahan muka-laut relatif setempat. sikuen C maka urutan I. gabungan lamina. Sikuen dapat ditentukan berdasar data singkapan. b. sikuen B. Lamina. Pasal 47 SATUAN RESMI DAN TAK RESMI Satuan sikuenstratigrafi resmi ialah satuan yang memenuhi persyaratan Sandi sedangkan satuan tak resmi adalah satuan yang tidak seluruhnya memenuhi persyaratan Sandi. Penjelasan : a. b.

Sebagai misal: Sikuen Klandasan. f. Nama satuan sikuen stratigrafi dihindarkan persamaannya dengan nama satuan stratigrafi c. korelasi secara regional/inter-regional atau global (bila memungkinkan). b. Untuk tingkat sikuen atau yang lebih tinggi. umur satuan dan dasar penentunya. penerbitan (lihat Pasal 10). Untuk pengusulan satuan sikuenstratigrafi resmi diperlukan hal-hal sebagai berikut: a. b.Pasal 48 TATANAMA SATUAN SIKUENSTRATIGRAFI Tatanama satuan sikuenstratigrafi resmi ialah dwinama (binomial). . dipakai istilah tingkatnya dan diikuti nama geografi lokasi tipenya (yang mudah dikenal). g. Pasal 49 PROSEDUR PENGUSULAN SATUAN SIKUENSTRATIGRAFI RESMI Pengusulan suatu sikuenstratigrafi resmi harus dinyatakan secara terbuka dan tertulis. Penjelasan : a. defenisi batas atas dan batas bawah suatu satuan di lokasi tipe dan ciri pengenal serta keterangan kedua batas tersebut. d. pernyataan tentang maksud pengusulan suatu satuan. Nama geografi sebaiknya diambil dari nama tempat yang mudah dikenal (sudah dikenal) dan tidak harus nama geografi lokasi tipenya itu sendiri. Sikuen Handil dan Supersikuen Mahakam. stratotipe dan batas satuan. e. nama dan tingkat satuan c.

Pembagian ini merupakan kerangka untuk menyusun urutan peristiwa geologi secara lokal. berdasarkan pertimbangan objektif. Eratem dengan Masa. 5. Sistem dengan Zaman. Seri dengan Kala dan Jenjang dengan Umur . . Batas satuan kronostratigrafi adalah bidang isokron Batas satuan kronostratigrafi ditetapkan pada stratotipe. 3. 2. Dalam Kronostratigrafi dikenal Stratotipe Satuan dan Stratotipe Batas. Pasal 52 STRATOTIPE DAN BATAS SATUAN 1.BAB VI SATUAN KRONOSTRATIGRAFl Pasal 50 AZAS TUJUAN Pembagian kronostratigrafi ialah penggolongan lapisan batuan secara bersistem menjadi satuan bernama berdasarkan interval waktu geologi. Stratotipe Satuan adalah sayatan (penampang) selang stratigrafi yang dibatasi oleh stratotipe batas atas dan bawah di tempat asal nama satuan. PASAL 51 HUBUNGAN KRONOSTRATIGRAFl DAN GEOKRONOLOGI Bagi setiap Satuan Kronostratigrafi terdapat satuan geokronologi bandingannya: Eonotem dengan Kurun. Interval waktu geologi ini dapat ditentukan berdasarkan geokronologi atau metoda lain yang menunjukkan kesamaan waktu. 4. Stratotipe Batas ialah tipe batas bawah dan atas satuan. regional dan global.

d. Eratem. PASAL 53 TINGKAT-TINGKAT SATUAN KRONOSTRATIGRAFl 1. Kronostratigrafi. oleh karena itu suatu lapisan yang menerus. dapat merupakan penunjuk kesamaan waktu dan dinamakan lapisan pandu. Urutan tingkat satuan kronostratigrafi resmi. 3. tetapi lebih dipergunakan adalah "Sub". Keragaman metoda yang dipakai akan lebih . Dalam praktek tidak selalu mungkin untuk mendapatkan suatu sayatan menerus yang dapat dipergunakan sebagai stratotipe satuan. Kronozone Selang Polaritas. Seri dan Jenjang. Satuan ini dapat diberi awalan "Super" bila tingkatnya dianggap lebih tinggi daripada satuan tertentu. Stratotipe Batas dapat ditentukan dengan satu atau memastikan kebenaran Stratotipe Batas. Stratotipe Batas harus dipilih dari suatu sayatan stratigrafi hasil pengendapan yang menerus tanpa adanya rumpang. masing-masing dari besar sampai kecil ialah: Eonotem. b. Tubuh batuan yang terdapat di antara batas atas dan batas bawah suatu satuan kronostratigrafi dapat berbeda ciri litologinya dari satu tempat ke tempal lain. Sistem. Lapisan yang ditandai oleh keseragaman polaritas geomagnit yang mempunyai kesamaan waktu dinamakan (Superkronozone.Penjelasan : a. Selang antara dua lapisan pandu disebut Selang Antara. Karena itu suatu stratotipe satuan umumnya merupakan penampang majemuk yang tersusun dari beberapa sayatan di antara stratotipe batas. c. Bidang lapisan pada dasarnya adalah bidang kesamaan waktu. cirinya mudah dikenal serta mempunyai pelamparan luas. 2. dan Satuan ) stratigrafi sebagai magnet Satuan Subkronozone lebih metoda penentuan batas waktu.

Pasal 56 SATUAN KRONOSTRATIGRAFI TAK RESMI Pemakaian istilah satuan kronostratigrafi tak resmi tidak boleh mengacaukan istilah satuan resmi.Pasal 54 PENYEBARAN SATUAN KRONOSTRATIGRAFI Kelanjutan suatu satuan kronostratigrafi dari stratotipe hanya mungkin. ciri pengenal dan dasar penentuan umur (mutlak) satuan. c. d. pemilihan nama satuan. korelasi dan penerbitan ilmiah. e. pernyataan tentang maksud mendirikan suatu satuan. f. Pasal 55 URUTAN SATUAN KRONOSTRATIGRAFI Pembagian Kronostratigrafi dalam Sandi adalah seperti tercantum pada Tabel 1. Pasal 58 PERUBAHAN TINGKAT ATAU NAMA SATUAN KRONOSTRATIGRAFI Perubahan tingkat atau nama satuan kronostratigrafi harus memenuhi persyaratan seperti mendirikan satuan resmi baru. . definisi batas atas dan bawah satuan di lokasitipe. Pasal 57 PROSEDUR PENGUSULAN SATUAN KRONOSTRATIGRAFI RESMI Untuk pengusulan satuan kronostratigrafi resmi diperlukan: a. bila terdapat bukti bukti akan adanya kesamaan waktu. b.

Mesozoikum menurut HAQ dkk. 25.5= umur dalam MY. ( PENNSILV =Pennsilvanian. 1989 ) Kenozoikum . 1988. Hubungan antara Kronostratigrafi dan Geokronologi.Tabel 1. Paleozoikum menurut HARLAND dkk. MESSISSIP = Messissipian.

Kala dan Umur. Masa.P. Zaman. Cara penentuannya didasarkan atas analisis radiometrik atau isotropik. . Pasal 60 TINGKAT SATUAN GEOKRONOLOGl Tingkat tingkat satuan geokronologi dari besar ke kecil adalah: Kurun.= Millions of years Before Present). Interval waktu geologi ini disebut sebagai Satuan geokronologi. b.BAB VII PEMBAGIAN GEOKRONOLOGl Pasal 59 AZAS TUJUAN Pembagian waktu geologi ialah pembagian waktu menjadi interval-interval tertentu berdasarkan peristiwa geologi. milyaran tahun (Ga = thousands of millions year) atau ribuan tahun (Ka). Hubungannya dengan Satuan Kronostratigrafi dapat dilihat pada Pasal 51. Besaran waktu geologi dinyatakan dalam jutaan tahun yang lalu (Ma B. Penjelasan : a.

co.Tabel 2 : Korelasi Satuan Peta Geologi Gunung Api UMUR Relatif Absolut PERIODE KEGIATAN SATUAN STRATIGRAFI Mg Br Khu Gm PUSAT KEGIATAN ERUPSI Batuan/Endapan Primer Sekunder k l j a s ll f gv lh fr Mg : Manggala Br : Bregada Khu : Khuluk Gm : Gumuk k : kubah lava l : aliran lava j : jatuhan piroklastik a : aliran piroklastik S : Surge ll : lahar letusan f : freatomagmatik gv : guguran volkanik lh : lahar fr : freatik Sekian. Orang yang paling baik adalah orang yang paling banyak manfaatnya bagi orang lain For more Information : HP : 0813 93 9557 93 E . dan semoga bermanfaat.id .mail : aapg_fans@yahoo.

Master your semester with Scribd & The New York Times

Special offer for students: Only $4.99/month.

Master your semester with Scribd & The New York Times

Cancel anytime.