FILSAFAT KETUHANAN TRINITAS: TUHAN KRISTEN

OLEH: JULIHAN BONANG MUKLIS Indriyani 10/302325/FI/03544

FAKULTAS FILSAFAT UNIVERSITAS GADJAH MADA YOGYAKARTA 2012

satu-satunya kebenaran. iklim intelektual di Aleksandria telah berubah sejak masa Origen dan orangorang tidak lagi yakin bahwa Tuhan Plato dapat berhasil dibandingkan dengan Tuhan Alkitab. Aleksander. Teks itu juga menyatakan bahwa Hikmat merupakan sarana penciptaan.TRINITAS A. Tuhan menciptakan setiap satu wujud dari ketiadaan tak bertepi. Arius. satu-satunya yang abadi. Aleksander dan Athanasius misalnya mempercayai sebuah doktrin yang pasti mengejutkan setiap orang yang penganut Platonis: mereka beranggapan bahwa Tuhan telah menciptakan alam dari ketiadaan (ex nihilo) dengan mendasarkan pendapat mereka pada kitab suci. tak sempurna. yang menyatakan secara eksplisit bahwa Tuhan telah menciptakan Hikmat sejak dahulu kala. satu-satunya yang bijak. Yesus sendiri secara spesifik telah mengatakan bahwa Tuhan Bapa itu lebih agung daripada dirinya. melemparkan sebuah pertanyaan yang oleh uskupnya. bahkan. Orang Kristen mengetahui bahwa Yesus Kristus telah menyelamatkan mereka melalui kematian dan kebangkitannya. orang Kristen mulai sependapat dengan kaum Gnostis bahwa dunia ini secara inheren rentan. Lewat suatu cara Kristus telah membuat mereka mampu menyeberangi jurang lebar yang memisahkan Tuhan dan manusia. tetapi berpendapat bahwa meyakini dia itu ilahiah secara hakikinya merupakan suatu penghujatan. Kitab Kejadian tidak memuat klaim semacam itu. Doktrin baru penciptaan ex nihilo ini menekankan pandangan tentang kosmos yang pada dasarnya lemah dan sepenuhnya bergantung kepada Tuhan untuk mewujud dan hidup. Tak ada lagi mata rantai wujud yang secara abadi beremanasi dari Tuhan. Penulis tradisi Para Imam pernah menyiratkan bahwa Tuhan telah menciptakan alam dari kekacauan primordial. Arius bermaksud menekankan perbedaan esensial antara Tuhan yang unik dengan semua mahkluk ciptaannya. . sebuah gagasan yang diulang lagi dalam prolog Injil Yohanes. Pertanyaannya adalah. Tuhan adalah ³satu-satunya yang tidak memperanakkan. Pada kenyataannya. satu-satunya yang tak berawal. dan terpisah dari Tuhan oleh suatu jurang yang sangat lebar. satu-satunya yang baik. dan kapan pun dia bisa menarik kembali tangannya yang memberi sokongan. Akan tetapi. Sebuah ayat kunci adalah deskripsi tentang Hikmat suci dalam kitab Amsal. Awal Kontrovesi Trinitas: Arius dan Athanasisus Arius. tidak mungkin diabaikan tetapi akan lebih sulit lagi untuk dijawab: bagaimana mungkin Yesus Kristus menjadi Tuhan dalam cara yang sama dengan Tuhan Bapa? Arius tidak menyangkal ketuhanan Kristus. seorang pemuka gereja dari Aleksandria. dan satu-satunya yang kuasa. Namun pada abad keempat. Arius mempersenjatai argumennya dengan teks-teks kitab suci untuk mendukung klaimnya bahwa Kristus sang Firman tak lain adalah mahkluk seperti kita semua. dia menyebut Yesus ³Tuhan Kuat´ dan ³Tuhan sepenuhnya´. satu-satunya yang memiliki keabadian. Seperti tertulis dalam suratnya kepada Uskup Aleksander. bagaimana cara dia melakukan hal itu? Pada sisi mana dari Jurang Lebar itu dia berada? Arius dan Athanasius memberikan penjelasan yang berbeda mengenai pertanyaan tersebut.

sebuah intoleransi dogmatik telah merayap ke dalam agama Kristen. karena itu pula dia menganut konsep Yunani tentang penyelamatan. Dinyatakan bahwa Yesus itu ilahiah. Dia memandang kemanusiaan secara inheren merupakan suatu konsep yang rapuh. kebapakan pada dasarnya menyiratkan eksistensi yang lebih dahulu dan menunjukkan superioritas terhadap anak. yang jauh dan sangat transenden terhadap dunia. kesucian Yesus bukanlah alamiah baginya: itu hanyalah sebuah pemberian atau karunia. Yesus telah merintiskan sebuah jalan bagi manusia. ia telah mematuhi Allah bahkan hingga kematian di kayu salib adalah karena kepatuhannya hingga mati maka Allah sangat meninggikannya dan mengaruniakan kepadanya gelar Tuhan (kyrios).Yohanes mempertegas bahwa Yesus adalah logos. Namun sayangnya. Logos dibuat menjadi daging untuk memberi hidup kepada kita. Yang menarik adalah kegigihan yang terus dipertahankan oleh orang Kristen terhadap perasaan mereka bahwa keilahian Yesus merupakan hal yang esensial. yang diyakini menjadi jaminan keselamatan manusia. Oleh karena itu. melalui logos-nya. Tuhan telah mengetahui bahwa jika logos menjadi manusia. yang akhirnya menetapkan pengadopsian simbol-simbol yang . Athanasius. Tuhan Arius menyerupai Tuhan para filosof Yunani. Banyak orang Kristen merasa terusik oleh ancaman terhadap kesatuan ilahi. Kenyataan bahwa Yesus telah menyebut Allah sebagai ³Bapa-³nya mengimplikasikan sebuah perbedaan. dia akan mematuhi Tuhan secara sempurna. dia juga mengatakan bahwa logos itu adalah Allah. dan Marcellus yakin bahwa sesuatu yang baru telah menyusup ke dunia bersama Yesus. kita berasal dari ketiadaan dan akan kembali ke dalam ketiadaan jika kita berdosa. rumusan Nicene dapat dituduh sebagai treitisme. kepercayaan bahwa ada tiga tuhan: Tuhan Bapa. Yesus berbeda dengan manusia karena Tuhan telah menciptakannya secara langsung sedangkan mahkluk-mahkluk lain diciptakan melalui dia. Kredo Athanasius menimbulkan banyak pertanyaan penting. secara apa adanya. Arius tak bermaksud merendahkan Yesus. Dia telah menjalani kehidupan seorang manusia sempurna. tetapi tidak dijelaskan bagaimana logos bisa berasal ³dari bahan yang sama´ dengan Tuhan Bapa tanpa menjadi Tuhan kedua. Arius. dia tak akan mampu menyelamatkan manusia dari kebinasaan. namun karena diciptakan oleh Tuhan logos secara esensial berbeda dari Tuhan itu sendiri. dia mempunyai pandangan luhur tentang keutamaan dan kerelaan pengorbanan Yesus. Kata-kata itu sendiri hanya mungkin bersifat simbolik. Akan tetapi. manusia bisa terhindar dari ketiadaan karena Tuhan sejauh yang merupakan Wujud sempurna. dan Roh Kudus. dan mereka berupaya untuk mengartikulasikan pengalaman ini ke dalam simbol-simbol konseptual untuk menjelaskannya kepada diri mereka sendiri dan kepada orang lain. Sedangkan Athanasius memiliki pandangan yang kurang optimis terhadap kapasitas manusia di hadapan Tuhan. Jika logos pun merupakan mahkluk biasa. Hanya dengan cara turut serta dalam Tuhan. Tuhan telah menganugerahkan kesucian kepada Yesus sejak semula. Putra. sebab realitas yang ingin mereka tunjukkan memang tak terucapkan. Logos merupakan instrumen yang digunakan Tuhan untuk membuat segala ciptaan menjadi ada. Marcellus berpendapat bahwa logos tidak mungkin merupakan sebuah wujud suci yang abadi. Ia hanyalah sebuah kualitas atau potensi yang inheren di dalam Tuhan.

namun berkeyakinan bahwa hanya pengalaman keagamaanlah yang mampu memberikan kunci pemecahan atas persoalan-pesoalan ketuhanan. Gagasan tentang adanya doktrin ³rahasia´ tidak dimakudkan untuk memilah-milah orang. Uskup Nyssa dan sahabatnya Gregory dari Nazianzus. Mereka adalah Basil. gereja telah memilih paradoks Inkarnasi. tetapi dogma mewakili makna kebenaran biblikal yang lebih dalam. yang hanya dapat dipahami melalui pengalaman keagamaan dan diungkapkan dalam bentuk simbolik. Kedua ajaran Kristiani ini esensial bagi agama. Dengan latar belakang filasafat Yunani yang kuat. dia membedakan antara dogma dan kerygma. begitu mereka sering disebut. setiap konsep tentang Tuhan hanyalah sebuah simulakrum. dengan diam. Kristen telah senantiasa merupakan sebuah keimanan yang bersifat paradoks: pengalaman keagamaan generasi awal Kristen yang kuat telah mengalahkan keberatan ideologis mereka terhadap skandal seorang Mesias yang disalib. Kristen Barat akan menjadi sebuah agama sangat riuh berbicara dan memusatkan diri pada kerygma. Akan tetapi dalam Gereja Ortodoks Yunani. terdapat tradisi rahasia dan esoterik yang diwarisi ³dalam sebuah misteri´ dari para rasul. mereka semua sadar akan perbedaan penting antara kandungan kebenaran faktual dengan aspek-aspeknya yang lebih sukar dipahami. Orang Kristen harus menjadi seperti Abraham yang dalam sejarah hidupnya versi Gregory. tetapi kita tak berdaya untuk mendekati esensinya. Kini di Nicaea. Sebagaimana yang dikatakan oleh Gregory dari Nyssa. Kapadokian. menyingkirkan semua gagasan tentang Tuhan dan berpegang teguh pada sebuah keimanan yang ³murni dan tidak bercampur dengan konsep apa pun´. ini merupakan ³pengajaran yang pribadi dan rahasia´. semua teologi yang baik akan mengambil sikap diam atau apofatik. Realitas keagamaan yang licin ini hanya mungkin didekati dengan isyarat liturgi yang simbolik atau. Solusi dari Para Kapadokian Muncul sebuah pertanyaan dari orang-orang Kristen yang masih kebingungan: Jika hanya ada satu Tuhan. Mereka sangat gandrung akan spekulasi dan filsafat. B. Inilah kata kunci dari semua teologi masa depan di Gereja Timur. Basil mengungkapakan pandangannya mengenai pengertian Kristiani.³benar´ atau ortodoks sebagai sesuatu yang penting dan wajib. Kerygma adalah pengajaran umum gereja yang didasarkan pada kitab suci. Uskup Caesarea. . sebuah berhala: ia tak bisa mengungkapkan Tuhan itu sendiri. Basil menggunakan perbedaan yang telah dibuat oleh Philo antara esensi (ousia) dan aktivitas (energeiai). Di samping pesan-pesan Injil yang jelas. akan lebih baik. Basil sekedar hanya ingin mengetengahkan imbauan untuk memusatkan perhatian kepada fakta bahwa tidak semua kebenaran agama bisa diungkapkan dan didefinisikan dengan jelas dan logis. bagaimana bisa logos itu juga menjadi Tuhan? Akhirnya tiga teolog terkemuka dari Kapadokian di Turki Timur muncul dengan sebuah solusi yang memuaskan bagi Gereja Ortodoks Timur. adalah orangorang yang sangat spiritualis. Pembedaan antara kebenaran esoterik dan eksoterik merupakan hal yang sangat penting dalam sejarah Tuhan. kemiripan yang menyesatkan. meskipun dengan ketidaksesuaiannya yang terang-terangan dengan monoteisme. adiknya Gregory.

Sedangkan hypostases dipakai untuk mengungkapkan suatu objek dilihat dari luar. Ia bukanlah sebuah rumusan logis atau intelektual. Oleh karena itu. bagi kebanyakan kaum Kristen Barat. Kadangkala. melainkan sebuah paradigma imajinatif yang membungkam akal. Orang-orang kebingungan tentang Roh Kudus. Akibatnya tidak berbeda dengan hypostases. Putra dan Roh. dan ³Roh´ hanyalah ³istilah-istilah yang kita pakai´ untuk membicarakan energeiai yang melaluinya Tuhan menjadikan dirinya diketahui. prosopon berarti ekspresi luar watak batin seorang individu sebagaimana tampak oleh orang lain. ³Putra´. yang mereka rasakan tidak ditelaah secara sungguh-sungguh di Niceae. Namun demikian ini tidak berarti bahwa Kapadokian percaya tentang tiga wujud ilahi. Jadi. Kapadokian suka menggunakan kata prosospon untuk menggantikan hypostases. melainkan sebagai sesuatu paradigma yang bersesuaian dengan fakta-fakta real yang tersembunyi dalam Tuhan. pada akhirnya. Roh Kudus yang kehadirannya di dalam diri kita dipandang sebagai penyelamat kita. Ousia sebuah objek adalah yang menjadikan objek itu sebagaimana adanya. Karena ousia Tuhan tak terpahamkan maka kita hanya dapat mengenalnya melalui manifestasi-manifestasi yang telah diwahyukan kepada kita sebagai Bapa. dia adalah tiga prospon. Prosospon pada dasarnya berarti ´daya´. Ini barangkali karena mereka . akibatnya. hypostases Bapa. Kapadokian menggunakan rumusan yang pernah dipakai Athanasius dalam perselisihannya Arius: Tuhan memiliki satu esensi (ousia) yang tak dapat kita pahami tetapi tiga bentuk ekspresi (hypostases) yang membuat dia diketahui. Akan tetapi. sesungguhnya yang mereka maksudkan adalah Tuhan dalam dirinya sendiri itu Satu: hanya ada satu kesadaran-diri ilahi. juga untuk sebuah peran yang secara sadar diadopsinya atau karakter yang diniatkan untuk dijalaninya. Trinitas hanya bisa dipahami sebagai sebuah pengalaman mistik atau spiritual: ia harus dialami. Kapadokian mengaskan ada satu perbedaan penting antar ousia dengan hypotases yang harus betul-betul diingat. karena Tuhan berada jauh di luar jangkauan konsep manusia. tetapi juga telah mendapatkan sejumlah arti sekunder sehingga ia juga dipakai untuk merujuk kepada ekspresi wajah seseorang yang mencerminkan keadaan pikirannya. Dengan demikian. Putra. Apakah ia bersinonim dengan Tuhan atau merupakan sesuatu yang lebih? ³Ada yang memahami (Roh itu) sebagai sebuah aktivitas´. ketika Kapadokian berkata bahwa Tuhan adalah satu ousia dalam tiga hypostases. Akan tetapi. ousia biasanya diterapkan pada objek sebagaimana di dalam dirinya sendiri. ³hakikat ilahi (ousia) tak dapat dinamai dan dibicarakan´. penciptaan dan penyucian tetapi aktivitasaktivitas ini hanya mungkin dikerjakan oleh Tuhan. Orang Kristen Ortodoks Yunani dan Rusia selalu menemukan bahwa kontemplasi tentang Trinitas merupakan sebuah pengalaman keagamaan yang penuh ilham. Trinitas tidak boleh dilihat sebagai fakta harfiah. Trinitas justru membingungkan.Kapadokian juga ingin sekali untuk mengembangkan ajaran tentang Roh Kudus. ketika dia membiarkan bagi dirinya diketahui oleh mahkluknya. dan Roh tidak mesti disamakan dengan Tuhan itu sendiri karena seperti dijelaskan oleh Gregory dari Nyssa. Akan tetapi. ujar Gregory. ³Bapa´. Paulus berbicara tentang Roh Kudus sebagai upaya pembaruan. pastilah ilahiah dan bukan sekedar mahkluk ciptaan. Kapadokian memulai penjelasan mereka dengan pengalaman manusia tentang hypotases Tuhan. bukan dipikirkan.

namun dia masih menolak dibaptis. kontemplasi. hanya karena satu dosa adam. pengenalan diri. Agustinus telah mencari sebuah agama yang bercorak teistik. pengertian dan kehendak yang bersesuaian dengan pengetahuan. Agustinus percaya bahwa trinita dalam pikiran juga merupakan bayangan yang mencakup kehadiran Tuhan dan diarahkan kepadanya. C. Oleh karena itu Tuhan bukanlah realitas objektif. sebuah agama yang mengajarkan kaum pria dan wanita untuk memandang kemanusiannya sebagai sesuatu yang sangat lemah secara kronis. Dengan demikian trinitas tidak boleh diinterpretasikan secara harfiah. satu pikiran dan satu esensi. Dalam jiwa ada tiga macam isi yaitu ingatan. trinitas yang kita temukan dalam diri bukanlah tuhan itu sendiri. Agustinus juga meninggalkan warisan yang sulit. Banyak yang dilalui Agustinus hingga ia akhirnya bersimpuh menangis ditanah dan mendengar anak kecil berteriak ³bangkit dan bacalah´. Mungkinkah mencintai reealitas yang tidak kita kenal? Agustinus menjawab dengan membuktikan bahwa didalam pikiran kita sendiri terdapat trinitas yang mencerminkan Tuhan.hanya memperhatikan apa yang oleh Kapadokian disebut sebagai kualitas-kualitas kerygmatik. Memori menurut Agustinus merupakan misteri yang mengilhami ketakjuban. dia memandang Tuhan sangat esensial bagi manusia. Agustinus percaya bahwa Tuhan telah menjatuhkan kutukan abadi bagi manusia. Melalui dunia batin inilah Agustinus menemukan Tuhannya. sementara bagi orang Yunani itu merupakan kebenaran dogmatik yang hanya bisa dicerap secara intuitif dan sebagai hasil pengalaman keagamaan. Jika kita mengawali dengan mempertimbangkan pikiran yang mencintai dirinya sendiri. Seperti trinitas illahi yang digambarkan oleh kapadokian. melainkan jejak Tuhan yang telah membuat kita. Yang mengakibatkan banyak perendahan terhadap kaum wanita. Namun jika pikiran itu sadar tentang dirinya sendiri. ia bukanlah sebuah teori yang musykil tetapi hasil dari theoria. yang secara paradoks berada di dalam dan di atas dirinya. sebuah bentuk Gnotisisme Mesopotamia. ketiga unsur itu membentuk satu hidup. Agustinus sempat diyakinkan oleh uskup saat di Italia bahwa kristen bukan tidak sejalan dengan Plato dan Plotinos. Dia sempat menganut paham Manichisme. yang ditemukan adalah dualitas yakni cinta dan pikiran. Penjelasan Trinitas dari Agustinus Agustinus bisa disebut pendiri spiritualitas barat. namun teologi Agustinus justru berangkat dari kisahnya sendiri. Trinitas mungkin harus dilihat sebagai puisi atau tarian teologis antara apa yang dipercayai dan diterima oleh manusia fana tentang ³Tuhan´ dengan kesadaran bahwa setiap pernyataan atau kerygma pasti bersifat sementara. dengan bukunya Confessions. dan cinta. Para teolog Yunani tidak membawa pengalaman kedalam tulisan teologis mereka. Ini . Pemahaman tentang cara kerja pikiran kita ini baru merupakan langkah pertama. Agustinus mengembangkan trinitarianisme psikologinya sendiri dalam risalah de trinitate. melainkan suatu kehadiran spiritual di kedalaman batin yang komplek. sebuah paparan yang fasih dan hangat tentang usahanya menemukan Tuhan. kemudian ia bangkit dan mengambil kitab perjanjian baru. namun meninggalkannya karena teori kosmologinya yang tidak memuaskan.

Tuhan Bapa menjadi hening: tak ada yang bisa kita ketahui hanyalah logos atau Putra. dia memandang serius pembedaan antara kerygma dengan dogma. menyerahkan segala sesuatu ± bahkan kemungkinan untuk mengungkapkan diri dalam Firman yang lain. melainkan mesti menjadi sebuah disiplin paradoksikal yang mengubah kerygma menjadi dogma. Dia sependapat dengan Kapadokian bahwa semua kata dan konsep kita untuk Tuhan tidaklah memadai dan tidak boleh diambil sebagai deskripsi akurat tentang realitas yang sebenarnya berada di ruang lingkup kita. Bapa tidak . Kesimpulan Mengenai Trinitas Doktrin Trinitas telah sering disalahpahami di dunia Barat. Bahkan kata ³Tuhan´ itu sendiri keliru. yang pada dasarnya bersifat liturgis: theurgy di dalam dunia pagan merupakan penyerapan mana ilahi melalui pengorbanan dan penyucian. yang lainnya ³bersifat simbolik dan bersyarat. keduanya berasal dari para nabi. D. merupakan jalan utama menuju Tuhan den mendominasi teologinya.ironis ganda. Denys sama sekali tidak menyukai penggunaan kata ³Tuhan´. melainkan konsep-konsep ke taraf realitas Tuhan yang tak terungkapkan itu sendiri. Yang satu merupakan ³permulaan simbolik dan bersyarat´. Orang-orang cenderung membayangkan adanya tiga figur suci atau sama sekali mengabaikan doktrin itu dan mengidentifikasikan ³Allah´ dengan Tuhan Bapa dan memandang Yesus sebagai pendamping ilahi ± tidak lagi dalam peringkat yang setara. Dalam Trinitas. tetapi untuk semua umat kristen. Membaca kitab suci bukanlah proses menemukan fakta-fakta tentang Tuhan.dan yang tak terucap terjalin dengan apa yang terucapkan. yang dilaksanakan semua yang mengimaninya. Injil kerygmatik sudah jelas dan diketahui. Liturgi. Sebenarnya. Dia berada di atas segala nama sebagaimana halnya dia berada di atas segala wujud. Begitu Firman telah diucapkan. sebab Tuhan berada ³di atas Tuhan´ sebuah ³misteri yang melampaui wujud´. Denys merupakan pewaris para Kapadokian. F. sebab gagasan bahwa Tuhan telah mendaging dan ikut dalam kemanusiaan mestinya mendorong orang Kristen untuk menghargai jasad. Denys tidak mengajukan sebuah disiplin musykil yang hanya cocok bagi para pendeta dan rahib saja. Sebenarnya adalah lebih akurat untuk menyebut Tuhan sebagai ³Tiada´: bahkan tidak mesti menyebutnya suatu Trinitas sebab dia ³bukanlah kesatuan maupun trinitas dalam pengertian yang kita ketahui. Karena itu. Namun keduanya saling bergantung dan esensial bagi keyakinan Kristen. Dia menegaskan bahwa ada dua tradisi teologis. yang berada pada puncak hierarki di atas wujud-wujud lain yang lebih rendah. dia disebut sebagai orang Atena pertama yang menjadi pengikut Paulus. Denys: Pewaris Para Kapadokian Denys bukanlah nama asli. Bapa menyalurkan segala yang ada pada dirinya kepada Putra. Orang Kristen harus menyadari bahwa Tuhan bukanlah Wujud Tertinggi. seperti halnya Basil. Alasan mengapa kebenaran-kebenaran ini disembunyikan di belakang sebuah tabir pelindung bukanlah untuk menjauhkan manusia.´ Makna tersembunyi atau esoterik bukan ditujukan bagi kalangan elit saja. injil dogmatik bersifat tutup dan mistik. Dia lebih suka menggunakan istilah theurugy dari Proclus.

Mizan: Bandung. tak ada ³Aku´ dalam pengertian biasa. berperilaku dan bereaksi dengan cara yang sama seperti kita. Paradigma atau simbol Trinitas menyarankan bahwa personalisme mesti ditransedensikan dan bahwa tidaklah cukup untuk membayangkan Tuhan sebagai manusia yang diperluas. Daftar Pustaka Armstrong. .memiliki identitas. dan membingungkan pengertian kita tentang kepribadian. perjalanan Kristen menjadi gerakan maju yang tak bertujuan. Karena Bapa biasanya ditampilkan sebagai pencarian Akhir dari Kristen. 2001. Sejarah Tuhan. Karen.