BAB 1 PENDAHULUAN

1.1 LATAR BELAKANG Sebelum menyusun suatu asuhan keperawatan yang baik, kita harus memahami langkah langkah dari proses keperawatan. Proses perawatan merupakan suatu metode bagi perawat untuk Memberikan asuihan keperawatan kepada klien. Beberapa pengertian proses kaparawatan adalah sebagai berikut Suatu metoda pemberian asuhan keperawatan yang sistematis dan rasional (Kozier, 1991) Metoda pemberian asuhan keperawatan yang terorganisir dan sistematis, berfokus pada respon yang unik dari individu terhadap masalah kesehatan yang actual dan potensial (Rosalinda,1986) Suatu aktifitas yang dinamika dan berkelanjutan yang meliputi interaksi perawat klien dan proses pemecahan masalah (Schultz dan Videbeck). Proses keperawatan bukan hanya sekedar pendekatan sistematik dan terorganisir melalui enam langkah dalam mengenali masalah-masalah klien, namun merupakan suatu metode pemecahan masalah baik secara episodic maupun secara linier. Kemudian dapat dirumuskan diagnosa keparawatannya, dan cara pemecahan masalah. Adapun karakteristik dari proses keperawatan antara lain: y y y y y y Merupakan kerangka berpikir dalam memberikan asuhan keperawatan kepada klien, keluarga, dan komunitas. Bersifat teratur dan sistematis. Bersifat saling bergantung satu dengan yang lain. Memberikan asuhan keperawatan secara individual. Klien menjadi pusat dan menghargai kekuatan klien. Dapat digunakan dalam keadaan apapun. 1.2 RUMUSAN MASALAH Adapun pokok-pokok rumusan yang di bahas dalam makalah ini meliputi: y y Pengertian dari proses keperawatan ? Tahap ± tahap dari proses keperawatan ? Meliputi menjelaskan pengertian dan tujuan. 1.3 TUJUAN PENULISAN MAKALAH Dari rumusan masalah yang terdapat dalam poin ke 2 dapat dirumuskan tujuan penulisan makalah sebagai berikut : y y Untuk menghasilkan asuhan keperawatan yang berkualitas sehingga berbagai masalah kebutuhan klien dapat teratasi. Untuk mencapai kebutuhan secara umum, dalam proses keperawatan.
1

Dapat menentukan diagnosis keperawatan yang ada pada manusia setelah dilakukan identifikasi. Dapat menentukan rencana tindakan yang akan dilakukan setelah diagnosis dikerjakan. Dapat melaksanakan tindakan keperawatan setelah direncanakan .y y y y y Dapat mengidentifikasi berbagai kebutuhan dasar manusia yang dibutuhkan. Dapat mengetahui perkembangan pasien dari berbagai tindakan yang telah dilakukan untuk menentukan tingkat kebersihan . 2 .

2 Pengumpulan Data Perawat mengumpulkan data yang bersifat deskriptif. atau stres mental.3 Tipe Data Selama pengkajian. atau centimeter pada pita pengukur. verifikasi. tidak lengkap. seperti ukuran celsius pada termometer. yang teridentifikasi melalui pengumpulan data objektif. dan komunikasi data tentang klien. pengamatan perawat. Hanya klien yang dapat memberikan informasi. atau tidak sesuai mengarah pada identifikasi kebutuhan perawatan klien yang tidak tepat dan akibatnya diagnosa keperawatan yang dibuat menjadi tidak akurat. subjektif dan objektif. Meskipun hanya klien yang dapat memberikan data subjektiv yang relevan terhadap perasaan ini. 3 . Pengkajian tekanan darah klien dan identifikasi ukuran ruam tubuh setempat adalah contoh data objektif yang teramati. Suhu tubuh dan lingkar kepala adalah contoh dari data objektif yang dapat diukur. perawat mendapatkan dua tipe data. ketidaknyamanan fisik. Pengumpulan data yang tidak akurat. Data deskriptif berasal dari persepsi klien tentang gejala. atau laporan dari anggota tim perawatan kesehatan. Hanya klien yang dapat memberikan informasi tentang frekuensi. 2. durasi. dan intensitas nyerinya.BAB II PEMBAHASAN 2. adanya nyeri merupakan temuan subjektif. perawat harus waspada bahwa masalah ini dapat terjadi pada perubahan fisiologi. seperti in Sebagai contoh. singkat dan lengkap. Adapun tujuan dari pengkajian adalah sebagai berikut : y y y y y y menjelaskan tentang Pengumpulan Data menjelaskan tentang Tipe Data menjelaskan tentang Sumber-sumber Data menjelaskan tentang Metode Pengumpulan Data menjelaskan tentang Merumuskan Penilaian Keperawatan menjelaskan tentang Mendokumentasi Data 2.1 Pengkajian keperawatan Pengkajian keperawatan adalah proses sistematik dari pengumpulan. Data subjektif biasanya mencakup perasaan ansietas. Data Objektif adalah pengamatan atau pengukuran yang dibuat oleh pengumpul data. tidak lengkap atau tidak sesuai. lokasi. persepsi dan pengamatan keluarga. Pengukuran data objektif didasarkan pada standar yang diterima. Data Subjektif adalah persepsi klien tentang masalah kesehatan mereka.

palpasi. kesehatan spiritual. 3) Pengkajian Fisik Pengkajian fisik dan pengumpulan data laboratorium dan diagnostik mencakup pengumpulan objektif. 4) Data Diagnostik dan Laboratorium Sumber data pengkajian yang terakhir adalah hasil dari pemeriksaan diagnostik dan laboratorium.4 Sumber-sumber Data Data didapatkan dari klien. perkusi. riwayat sosial buda. perubahan dalam pola kehidupan. melakukan pengamatan lebih lanjut untuk mengklarifikasi informasi. teman dekat.2. auskultasi. Pemeriksaan ini sangat penting. hasil dari pemeriksaan diagnostik dan laboratorium. Riwayat keperawatan dikumplkuna selama wawancara dan merupakan langkah pertama dalam melakukan pengkajian. 2. dan literatur medis atau keperawata yang berkaitan. riwayat keluarga.6 Merumuskan Penilaian Keperawatan Perawat secara kritis memilih tipe informasi yang dikumpulkan tentang klien. keluarga. dan reaksi mental serta emosi terhadap penyakit.5 Metode Pengumpulan Data 1) Jenis teknik wawancara Pada situasi darurat mengharuskan tipe teknik wawancara dimana perawat mengajukan pertanyaan fokus yang berkaitan dengan status fisik klien. artinya bagi perawat untuk menelaah hasil pemeriksaan ini untuk memastikan perubahan yang teridentifikasi dalam riwayat kesehatan keperawatan dan pemeriksaan fisik. 4 . 2) Riwayat Kesehatan Keperawatan Riwayat kesehatan keperawatan adalah data yang dikumpulkan tentang tingkat kesejahteraan klien (saat ini dan masa lalu). catatan kesehatan. pemeriksaan fisik. Pemeriksaan fisik adalah mengukur tanda-tanda vital dan pengukuran lainnya serta pemeriksaan semua bagian tubuh dengan menggunakan teknik inspeksi. dan kemudian menyebutkan masalah klien dalam format diagnosa keperawatan. informasi yang dapat diamati yang tidak dikaburkan oleh persepsi klien. Perawat dapat menggunakan berbagai teknik wawancara untuk mendaptkan informasi yang diperlukan dari klien atau sumber lainnya. menginterprestasi informasi untuk menentukan abnormalitas. anggota tim perawatan kesehatan. 2.

Jika suatu hal tidak dicatat. Kedua. Pertama. Undang-undang praktik perawat disemua negara bagian. Kelengkapan dan ke akuratan diperlukan ketika mencatatkan data. Informasi tersebut mungkin akan berkaitan nantinya.2. 5 . Aturan umum yang berlaku adalah. Bahkan informasi yang tampaknya menunjukkan abnormalitas skalianpun harus dicatat. semua data yang berkaitan dengan status klien dimasukkan. maka hal tersebtu hilang dan tidak tersedia pada data dasar. Kelengkapan dalam dokumentsi penting untuk dua alasan.7 Dokumentasi Data Dokumentasi data adalah bagian terakhir dari penkajian yang lengkap. jika hal tersebut dikaji maka harus dicatat. dan berfungsi sebagai nilai dasar untuk perubahan dalam status. dan mewajibkan pengumpulan data dan pencatatan sebagai fungsi mandiri esensial untuk peran perawat profesional. pengamatan dan pencatatan status klien adalah tanggung jawab legal dan profesional. Menjadi faktual adalah mudah setelah hal tersebut menjadi kebiasaan.

adalah ketentuan klinis mengenai individu. Struktur diagnosa keperawatan komponennya tergantung pada tipenya. Tipe dari diagnosa keperawatan ini mempunyai empat komponen yaitu label. Carpenito. Diagnosa keperawatan sindroma (Syndrome Nursing Diagnoses). Diagnosa keperawatan memberikan dasar-dasar pemilihan intervensi untuk mencapai hasil yang menjadi tanggung gugat perawat. NANDA telah menyetujui dua diagnosa keperawatan sindrom yaitu ³Sindrom trauma perkosaan´ dan ³Risiko terhadap sindrom disuse´ (Carpenito. 2000. memberikan arahan pada asuhan keperawatan. Diagnosa keperawatan adalah struktur dan proses. 1997). adalah keputusan klinis bahwa individu. 2000. Diagnosa keperawatan kemungkinan (Possible Nursing Diagnoses). misal ³Potensial terhadap peningkatan proses keluarga´ (Craven & Hirnle. Namun banyak perawat-perawat telah diperkenalkan untuk menghindari sesuatu yang bersifat sementara dan NANDA tidak mengeluarkan diagnosa keperawatan untuk jenis ini (Craven & Hirnle. Pernyataan diagnostik untuk diagnosa keperawatan sejahtera merupakan bagian dari pernyataan yang berisikan hanya sebuah label. dan faktor-faktor yang berhubungan (Craven & Hirnle. dalam Carpenito. adalah pernyataan tentang masalah-masalah yang diduga masih memerlukan data tambahan. 3. antara lain: y Diagnosa keperawatan aktual (Actual Nursing Diagnoses). 6 y y y y . Carpenito. diikuti tingkat sejahtera yang lebih tinggi yang dikehendaki oleh individu atau keluarga. keluarga atau masyarakat sebagai akibat dari masalah-masalah kesehatan/ proses kehidupan yang aktual atau risiko. dapat dilaksanakan oleh perawat dan mencerminkan keadaan kesehatan klien. Adapun persyaratan dari diagnosa keperawatan adalah perumusan harus jelas dan singkat dari respons klien terhadap situasi atau keadaan yang dihadapi. Carpenito.´.1 DIAGNOSA KEPERAWATAN Pada tahun 1953. keluarga dan masyarakat sangat rentan untuk mengalami masalah bila tidak diantisipasi oleh tenaga keperawatan. 2000. keluarga dan masyarakat dalam transisi dari tingkat kesehatan khusus ketingkat kesehatan yang lebih baik. Diagnosa keperawatan risiko dan risiko tinggi (Risk and High-Risk Nursing Diagnoses). 1997). Carpenito. terdiri dari sekelompok diagnosa keperawatan aktual atau risiko tinggi yang diduga akan tampak karena suatu kejadian atau situasi tertentu. 1997) diagnosa keperawatan adalah keputusan klinis mengenai seseorang. 1997). Label ini dimulai dengan ³Potensial terhadap peningkatan««.2 jenis Diagnosa Keperawatan. Menurut North American Nursing Diagnosis Association (NANDA) (1990. Diagnosa keperawatan aktual menyajikan keadaan yang secara klinis telah divalidasi melalui batasan karakteristik mayor yang dapat diidentifikasi. Fry dengan menguraikan langkah yang diperlukan dalam mengembangkan rencana asuhan keperawatan. dibanding yang lain pada situasi yang sama atau hampir sama (Craven & Hirnle. 1997). 1997). Diagnosa keperawatan sejahtera (Wellness Nursing Diagnoses).3. batasan karakteristik. definisi. spesifik dan akurat. istilah diagnosa keperawatan diperkenalkan oleh V. 2000.

Etiologi (penyebab). adalah ciri.kebutuhan keamanan dan keselamatan. dengan kategori: y Berdasarkan tingkat Kegawatan a.3.6.Persepsi tentang kesehatan dan keperawatan. Sign/symptom (tanda/ gejala). Diagnosa Medis : Berfokus pada faktor-faktor yang bersifat pengobatan dan penyembuhan penyakit.Keadaan yang tidak gawat dan tidak mengancam kehidupan.5.kebutuhan harga diri dan kebutuhan aktualisasi diri. Memberikan arahan pada rencana asuhan keperawatan. bio-psiko-sosio-spiritual. Persyaratan diagnosa keperawatan. Berdasarkan Kebutuhan maslow.kebutuhan mencintai dan dicintai. Dapat dilaksanakan intervensi keperawatan oleh perawat. Prioritas Diagnosa Keperawatan.Keadaan yang mengancam kehidupan. b. Berorientasi pada kebutuhan individu. c. 3. Menyusun prioritas sebuah diagnosa keperawatan hendaknya diurutkan sesuai dengan keadaan dan kebutuhan utama klien.3 Komponen perencanaan Keperawatan. Perbedaan Diagnosa Keperawatan Dengan Diagnosa Medis.4. y Problem (masalah). adalah keadaan yang menunjukkan penyebab terjadinya problem (masalah). Berdasarkan sarana/sumber yang tersedia.yaitu Kebutuhan fisiologis. Beberapa perbedaan antara diagnosa keperawatan dengan diagnosa medis dibawah ini: y Diagnosa keperawatan : Berfokus pada respons atau reaksi klien terhadap penyakitnya. y y 3. y 7 . Merupakan pernyataan dari: P(Problem)+ E (Etiologi)+S (Sign/Simptom) atau P (Problem) + E (Etiologi). Mengarah kepada fungsi mandiri perawat dalam melaksanakan tindakan keperawatan dan evaluasi. Spesifik dan akurat. y y 3. adalah gambaran keadaan klien dimana tindakan keperawatan dapat diberikan karena adanya kesenjangan atau penyimpangan dari keadaan normal yang seharusnya tidak terjadi. Persyaratan Diagnosa Keperawatan. meliputi: y y y y y Perumusan harus jelas dan singkat berdasarkan respon klien terhadap Situasi atau keadaan kesehatan yang sedang dihadapi. tanda atau gejala relevan yang muncul sebagai akibat adanya masalah. Berubah sesuai dengan perubahan respons klien.

1997). penyakitnya. tindakan untuk memperbaiki kondisi. antara lain: 1)Individualitas klien. dengan mengkomunikasikan makna dasar dari suatu implementasi keperawatan yang akan dilakukan. keadaan psiko-sosio-kultural. pengobatan. 3) Berdasarkan penggunaan sumber-sumber yang tersedia. 2)Berdasarkan ilmu pengetahuan. Mengarah kepada tindakan medik yang sebahagian besar dikolaborasikan kepada perawat. hukum dan kode etik keperawatan. pendidikan untuk klien-keluarga. Beberapa pedoman dalam pelaksanaan implementasi keperawatan (Kozier et al. 1995) adalah sebagai berikut: 1) Berdasarkan respons klien. atau tindakan untuk mencegah masalah kesehatan yang muncul dikemudian hari. dalam Potter & Perry. 5) Upaya rasa aman dan bantuan kepada klien dalam memenuhi kebutuhannnya. 1994. 4)Sesuai dengan tanggung jawab dan tanggung gugat profesi keperawatan. hasil penelitian keperawatan.2. mulai dari sakit sampai sembuh. hakikat stressor. 2) Melibatkan klien dengan mempertimbangkan energi yang dimiliki. 4. PENGERTIAN Implementasi keperawatan adalah serangkaian kegiatan yang dilakukan oleh perawat untuk membantu klien dari masalah status kesehatan yang dihadapi kestatus kesehatan yang lebih baik yang menggambarkan kriteria hasil yang diharapkan (Gordon. Ukuran intervensi keperawatan yang diberikan kepada klien terkait dengan dukungan. standar pelayanan professional. 4) Mempertahankan kondisi tubuh agar penyakit tidak menjadi lebih parah serta upaya peningkatan kesehatan. 6) Penampilan perawat yang bijaksana dari segala kegiatan yang dilakukan kepada klien. 8 . 3) Pencegahan terhadap komplikasi yang mungkin terjadi..Berorientasi kepada keadaan patologis Cenderung tetap. Dalam Implementasi tindakan keperawatan memerlukan beberapa pertimbangan.1 IMPLEMENTASI KEPERAWATAN 4. pengertian terhadap penyakit dan intervensi.

10) Bersifat holistik .Technical implementations. mengawasi penampilan klien dan keluarga. 12) Melakukan dokumentasi Dapat 4. mengawasi tim keperawatan.Cognitive implementations. meliputi pengajaran/ pendidikan. harga diri dan melindungi klien.11) Kerjasama dengan profesi lain. melakukan aktivitas rutin keperawatan. menjaga rasa aman. menghubungkan tingkat pengetahuan klien dengan kegiatan hidup sehari-hari. meliputi koordinasi kegiatan-kegiatan. 9 . role model. meningkatkan pelayanan. kolaborasi.3 JENIS IMPLEMENTASI Menurut Craven dan Hirnle (2000) secara garis besar terdapat tiga kategori dari implementasi keperawatan. bertindak sebagai advokasi klien. 7) Menekankan pada aspek pencegahan dan upaya peningkatan status kesehatan. pengungkapan perasaan. 9) Memberikan pendidikan. dan lain-lain. menciptakan komunikasi terapeutik. dan rujukan. memberikan dukungan spiritual. menemukan perubahan dari data dasar klien. dukungan dan bantuan. serta menciptakan lingkungan sesuai kebutuhan. menetapkan jadwal personal.5) Mengerti dengan jelas pesanan-pesanan yang ada dalam rencana intervensi keperawatan.Interpersonal implementations. memberikan umpan balik. dan lain lain. 2. 6) Harus dapat menciptakan adaptasi dengan klien sebagai individu dalam upaya meningkatkan peran serta untuk merawat diri sendiri (Self Care). 3. meliputi pemberian perawatan kebersihan kulit. antara lain: 1. dan lain lain. melakukan tindakan keperawatan mandiri. membuat strategi untuk klien dengan disfungsi komunikasi. mengorganisir respon klien yang abnormal.

Evaluasi keperawatan merupakan tahap akhir dari rangkaian proses keperawatan yang berguna apakah tujuan dari tindakan keperawatan yang telah di lakukan tercapai atau perlu pendekatan lainnya.  Evaluasi hasil Evaluasi hasil berfokus pada respons dan fungsi klien .1 pengertian evaluasi Tahap evaluasi merupakan perbandingan yang sistematik dan terencana tentang kesahatan klien dan tenaga kesehatan lainnya. Evaluasi terbagi menjadi 3 :  Evaluasi struktur Di fokuskan pada kelengkapan tata cara atau keadaan sekeliling tempat pelayanan keperawatan di berikan.V EVALUASI 5. Metode evaluasi Metode yang di pakai dalam evaluasi antara lain : y y y y observasi langsung wawancara memeriksa laporan latihan stimulasi 10 .  Evaluasi proses Evaluasi berfokus pada penampilan kerja perawat dan apakah perawat dalam memberikan pelayanan keperawatan sesuai wewenang. 2) Evaluasi akhir Dengan cara membandingkan antara tujuan yang akan di capai. Tahap evaluasi Evaluasi di bagi menjadi 2 jenis : 1) Evaluasi berjalan (sumatif) Evaluasi jenis ini di kerjakan dalam bentuk pengisian format catatan perkembangan dengan berorientasi kepada masalah keluarga.

2. Keluarga tidak dapat mencapai hasil yang telah dii tentukan. Merangkum hasil dan membuat kesimpulan. Tujuan tercapai sebagian. 3.standar dan pertanyaan evaluasi. 11 . Tujuan tercapai. Membandingkan data baru dengan standar yang berlaku. 3. Keluarga telah mencapai hasil yang di tentukan dalam tujuan. Untuk menambah ketepat gunaan tindakan keperawatan. Menafsirkan data baru. 6. 5. Menghentikan tindakan / kegiatan yang tidak berguna. 4. 2. 3.antara lain : 1) Kognitif (pengetahuan) 2) afektif(status emosional) 3) Psikomotorik Penentuan keputusn pada tahap evaluasi Ada 3 kemungkinan keputusan pada tahap ini: 1.sehingga perllu penambahan waktu.Mengukur pencapaian tujuan keluarga Faktor yang di evaluasi ada beberapa komponen. Menentukan kriteria. Mengumpulkan data baru tentang klien. Melaksanakan tindakan sesuai berdasarkan kesimpulan.sehingga rencana munggkin di hentikan. Alasan penting nya penilaian 1. Hasil evaluasi 1. Untuk pengembangan dan penyempurnaan praktik keperawatan. Keluarga masih dalam proses mencapai hasil yang di tentukan. 2. 2. 4. Sebagai bukti hasil dari tindakan perawatan. Langkah ± langkah evaluasi 1.

Perhatian terhadap rencana medis untuk terapi. Relevansi faktor-faktor yang berkaitan. Kecukupan informasi 2. Beberapa hal yang pelu dipertanyakan dalam evaluasi 1. 12 . 3.perawat dan yang lainnya.keefektifan di tentukan dengan melihat respon keluarga dan hasil bukan intervensi-intervensi yang di implementasikan. Pertimbangan faktor-faktor yang unik. 7.3. 5. Prioritass masalah yang di susun. 4. Kesimpulan Evaluasi di dasarkan bagaimana efektifnya intervensi-intervensi yang di lakukan oleh keluarga. 6. Kesesuaian rencana dengan masalah. Logika hasil yang di harapakan. 8. Tujuan tidak tercapai. Penjelsan dari tindakan keperawatan yang di lakukan.

Z Mencegah pengabaian dan penanggulangan yang tidak perlu. diagnosa. Metode sistematis untuk mengidenfikasi masih klien. menimplementasi strategi pemecahan masalah mengevaluasi efektifitas dari tindakan keperawatan yang telah diberikan.Metode pemecahan masalah sistematis yang diterapkan dalam askep. menginplementasi dan mengevaluasi askep.2. Whole. foto. perencanaan. Ellis dan Nowlis. Otentik yang dapat dibuktikan secara hukum dan dapat dipertanggung jawabkan sesuai dengan aturan dan dapat digunakan untuk melindungi klien ( Infurmes Concent ). Kesimpulan : Dokumentasi keperawatan . 2. . Z Mendorong partisipasi klien. Z Audit / pemeriksaan 13 . Z Tersedia metode yang terorganisir dalam askep. 4.1. Z Pendidikan.VI DOKUMENTASI 6. 6. Z Sebagai statistik. Yaitu setiap penglihatan / bukti fisik dapat berupa tulisan. Manfaat Dokumentasi Keperawatan. merencanakan. kaset dan lain-lain. video klip. proses keperawatan yang meliputi : . impelemntasi dan evaluasi. merencanakan. Jieger. Z Sebagai sarana dokumentasi fungsi : Membantu pelaksanaan asuhan yang diberikan secara team meningkatkan kecermatan dan mengurangi kesalahan membantu terwujudnya efektivitas dan efistensi waktu. 3.Indentifikasi dalam pemecahan masalah kesehatan yang dihadapi. implementasi dan evaluasi. Z Memberi fleksibilitas dalam memberi askep. Z Mempermudak komunikasi. Proses pemecahan masalah dan diterapkan untuk mengambil keputusan tentang askep pada klien meliputi 5 langkah pengkajian.3.4. Z Sarana penelitian. Z Memberi kepuasaan kepada perawat. Kozier dan ERB. Metode pemecahan masih dalam askep yang telah diberikan meliputi 4 langkah : pengkajian. perencanaan. Tujuan Dokumentasi Keperawatan. Pengertian Dokumentasi. yang telah dilakukan dan dpat dikumpulkan / dipakai kembali ( thyredot ) atau semua data. Pengertian Dokumentasi Keperawatan Menurut Ahli. Sekelompok tindakan yang dilakukan untuk menentukan. 1. Z Dokumentasi legal. 6. 6.

Z Penulisan hal-hal pokok terhadap komunikasi secara kintinue tiap langkah proses keperawatan. Z Setiap kegiatan yang telah dikelompokkan dicatat dan didokumentasi. Z Merupakan dokumentasi legal dari data yang diperoleh.6. Prinsip Dokumentasi Keperawatan. Z Berisi pemasukan terhadap kegiatan keperawatan dan kelanjutannya. Z Memerlukan format setiap langkah proses keperawatan.. Z Pencatatan identik untuk mengidentifikasi merencanakan dan mengevaluasi. 14 . Z Catatan yang telah didokumentasi secara spesifik didasari oleh standar yang ada.5. Z Dalam pencatatan sebagai pelayanan secara identik kejadian kegiatan setiap langkah proses keperawatan.

3. emosi.BAB III PENUTUP A. 2. dimana perawat dan klien bekerjasama. psikologi. Saran Untuk memahami secara keseluruhan situasi yang sedang dihadapi oleh klien dengan cara memperhatikan kodisi fisik. Dimana proses keperawatan merupakan kerangka kerja dalam proses keperawatan. Proses keperawatan adalah metode yang sistematis. B. Kesimpulan 1. Dengan proses keperawatan kita mendapatkan asuhan keperawatan yang efektif dan efisien dengan partisipasi aktif dari klien. 15 . sosial kultural dan spritual yang bisa mempengaruhi status kesehatan agar dalam melaksanakan proses keperawatan pasien lebih merasa nyaman dan tidak merasa terganggu dengan kehadiran perawat.

1990.renncana asuhan dan dokumentasi keperawatan.malang:ya3 malang Carpeniito. 2009. Jakarta : Salemba Medika Rofi¶udin. Proses Keperawatan dan Berpikir Kritis.DAFTAR PUSTAKA Deswari.ahmad dkk.lynda.paduan penulisan makalah.1993.jakarta:EGC 16 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful