KEBUTUHAN MOBILISASI dan IMOBILISASI

MATA KULIAH KDPK TINGKAT I/SEMESTER I

Mobilitas
Kemampuan individu untuk bergerak secara penuh dan bebas, mudah, dan teratur dengan tujuan untuk memenuhi kebutuhan aktivitas guna mempertahankan kesehatannya

SISTEM TUBUH YANG BERPERAN DALAM AKTIVITAS ‡ ‡ ‡ ‡ ‡ TULANG OTOT DAN TENDON LIGAMEN SISTEM SARAF SENDI .

JENIS MOBILITAS 1 Mobilitas Penuh ‡ Kemampuan seseorang untuk bergerak secara penuh dan bebas sehingga dapat melakukan interaksi sosial dan menjalankan peran sehari-hari 2 Mobilitas Sebagian ‡ Kemampuan seseorang untuk bergerak dengan batasan jelas dan tidak mampu bergerak secara bebas karena dipengaruhi oleh gangguan saraf motorik dan sensorik pada area tubuhnya .

Mobilitas Sebagian 1 Temporer ‡ Kemampuan individu untuk bergerak dengan batasan yang sifatnya sementara dislokasi tulang 2 Permanen ‡ Kemampuan individu untuk bergerak dengan batasan yang sifatnya menetap .

Faktor yang Mempengaruhi Mobilitas ‡ ‡ ‡ ‡ ‡ Gaya hidup Proses penyakit/cedera Kebudayaan Tingkat energi Usia dan status perkembangan .

TINGKATAN MOBILITAS TINGKAT AKTIVITAS/MOBILITAS Tingkat 0 Tingkat 1 Tingkat 2 Tingkat 3 KATEGORI Mampu merawat diri sendiri secara penuh Memerlukan penggunaan alat Memerlukan bantuan atau pengawasan orang lain Memerlukan bantuan pengawasan orang lain dan peralatan Sangat tergantung dan tidak dapat melakukan atau berpartisipasi dalam perawatan Tingkat 4 .

IMOBILITAS Keadaan dimana seseorang tidak dapat bergerak secara bebas karena kondisi yang mengganggu pergerakan (aktivitas) .

JENIS IMOBILITAS ‡ Imobilitas Fisik Pembatasan untuk bergerak secara fisik dengan tujuan mencegah terjadinya gangguan komplikasi pergerakan ‡ Imobilitas intelektual Keadaan ketika seseorang mengalami keterbatasan daya pikir .

‡ Imobilitas Emosional Keadaan ketika seseorang mengalami pembatasan secara emosional karena adanya perubahan secara tiba-tiba dalam menyesuaikan diri ‡ Imobilitas Sosial Keadaan individu yang mengalami hambatan dalam melakukan interaksi sosial karena keadaan penyakitnya sehingga dapat mempengaruhi perannya dalam kehidupan sosial .

5. Posisi Fowler Posisi Sim Posisi Trendelenburg Posisi Dorsal Recumbent Posisi Lithotomi Posisi Genu Pectoral . 6. 2.Pengaturan Posisi Tubuh sesuai Kebutuhan Pasien 1. 3. 4.

dimana bagian kepala temapat tidur lebih tinggi atau dinaikkan dilakukan untuk mempertahankan dan memfasilitas fungsi pernapasan pasien Tindakan ‡ Jelaskan prosedur yang akan dilaksanakan ‡ Dudukkan pasien ‡ Berikan sandaran/bantal pada tempat tidur pasien atau atur tempat tidur untuk posisi semifowler (3045 derajat) dan untuk fowler (90 derajat) ‡ Anjurkan pasien untuk tetap berbaring setengah duduk . Posisi Fowler Pengertian ‡ Posisi setengah duduk atau duduk.1.

.

kaki kiri lurus sedangkan paha kanan ditekuk atau sebaliknya ‡ Tangan kiri di atas kepala atau dibelakang punggung dan tangan kanan diatas tempat tidur .2. Posisi Sim Pengertian ‡ Posisi miring ke kanan atau miring ke kiri dilakukan untuk memberi kenyamanan dan memberikan obat per anus Tindakan ‡ Jelaskan prosedur yang akan dilakukan ‡ Pasien dalam keadaan berbaring kemudian miringkan ke kiri dengan posisi badan setengah telungkup .

.

Posisi Trendelenburg Pengertian ‡ Posisi pasien berbaring di tempat tidur dengan bagian kepala lebih rendah daripada bagian kaki posisi ini dilakukan untuk melancarkan peredaran darah ke otak Tindakan ‡ Jelasakan prosedur yang akan dilakukan ‡ Pasien dalam keadaan berbaring telentang. letakan bantal di antara kepala dan ujung tempat tidur pasien.3. dan berikan bantal di bawah lipatan lutut ‡ Berikan balok penopang pada bagian kaki tempat tidur atau atur tempat tidur khusus dengan meninggikan bagian kaki pasien .

.

telapak kaki menghadap ke temapat tidur dan renggangkan ke dua kaki ‡ Pasang selimut .4. renggangkan paha. Posisi Dorsal Recumbent Pengertian ‡ Pada posisi ini pasien berbaring telentang dengan kedua lutut direnggangkan di atas tempat tidur dilakukan untuk merawat atau memeriksa genetalia serta pada proses persalinan Tindakan ‡ Jelaskan prosedur yang akan dilakukan ‡ Pasien dalam keadaan berbaring telentang. pakaian bawah dibuka ‡ Tekuk lutut.

.

kemuidan angkat kedua pahanya dan tarik ke arah perut ‡ Tungkai bawah membentuk sudut 90 derajat terhadap paha ‡ Letakan bagian lutut/kaki pada tempat tidur khusus untuk lithotomi ‡ Pasang selimut .5. Posisi Lithotomi Pengertian ‡ Posisi dimana pasien dibaringkan telentang dengan mengangkat kedua kaki dan menariknya ke atas bagian perut dilakukan untuk memeriksa genetalia pada proses persalinan dan memasang alat kontrasepsi Tindakan ‡ Jelaskan prosedur yang akan dilakukan ‡ Pasien dalam keadaan berbaring telentang .

.

Posis Genu Pectoral Pengertian ‡ Posisi pasien menungging dengan kedua kaki diteku dan dada menempel pada bagian alas tempat tidur dilakukan untuk memeriksa daerah rektum Tindakan ‡ Jelaskan prosedur yang akan dilakukan ‡ Anjurkan pasien untuk posisi menungging dengan kedua kaki ditekuk dan dada menempel pada kasur tempat tidur ‡ Pasang selimut pada pasien .6.