You are on page 1of 10

LAPORAN KASUS ORAL MEDICINE EPULIS GRANULOMATOSA I.

Identitas Pasien Nama Pasien Tempat Tanggal Lahir Jenis Kelamin Alamat Tetap No. Rek. Medik II. Anamnesis Keluhan Utama Pasien datang dengan keluhan benjolan merah pada gusi rahang atasnya sejak kehamilan bulan ke-3, sering berdarah namun sudah mulai berkurang sekarang tetapi kalau pasien merasa capek maka benjolan akan kambuh lagi sehingga meminta benjolan tersebut dirawat Keluhan Tambahan Tidak ada Riwayat Perawatan Gigi: Pasien pernah melakukan pencabutan gigi geraham susu di puskesmas ketika masih kecil. Kebisaaan Buruk Pasien tidak memiliki kebisaaan buruk . Riwayat Sosial: Pasien adalah ibu rumah tangga dengan 3 orang anak dan tidak bekerja. : Rita Zahara : Palembang / 14 Juli 1981 : Perempuan : Jln. Desa Lahat : 0000.40.83.46

1

Riwayat Penyakit Sistemik: Pasien tidak memiliki riwayat penyakit sistemik III. Keadaan Umum Intra Oral • • Debris : ada.f Plak : ada.e.f : ada.c. Pemeriksaan Objektif a.c.e.d.c. Diagnosis Sementara Epulis Granulomatosa 2 .d.5-2 cm berwarna merah terang yang tidak terasa sakit dan berlokasi di midline rahang atas antara gigi 11 dan 21 • • • Mukosa Palatum Lidah Dasar mulut : Sehat : Sehat : Sehat : Sehat • a.d.f Gingiva : Terdapat lesi merah dengan konsistensi lunak berdiameter 1.f Kalkulus • • • Perdarahan interdental : regio d.e. regio a. Pemeriksaan Ektra Oral • • • Wajah simetris Bibir normal Kelenjar getah bening submandibular kanan dan kiri tidak teraba dan tidak sakit IV. regio a. regio a.47 V.37. Pemeriksaan Gigi Geligi dan Jaringan Penyangga Nekrose radiks gigi 26 Nekrose pulpa gigi 36.

Pemeriksaan Penunjang Pemeriksaan ideal untuk kasus ini adalah pemeriksaan histopatologi. bersebuk sel radang limfosit dan sel plasma dan dijumpai sulfur granul. biasanya melibatkan papila interdental.2 Faktor hormon (khususnya hormon progesteron) memiliki peranan penting bagi patogenesis penyakit ini karena lesi ini berkembang pada wanita hamil dan pengguna kontrasepsi oral.1 Epulis Epulis adalah suatu dungkul atau benjolan yang tidak normal pada gingiva.1 Pemeriksaan penunjang yang dilakukan pada pasien ini adalah pemeriksaan histopatologi. 1 Selain itu. bertangkai sempit sampai lebar.2 Etiologi Faktor penyebab lesi ini yaitu iritasi kronik kadang-kadang sulit diidentifikasi. namun kenyataannya iritan seperti kalkulus.3 Jenis Jenis Epulis 3 . tambalan yang overhanging. berbatas jelas. subepitel terdiri dari jaringan ikat fibrokolagen. pembuluh darah proliferasi lumen berisi RBC. selama kehamilan. Lesi yang telah dieksisi di kirim ke bagian Patologi Anatomi untuk dilakukan pemeriksaan histopatologi. faktor kehamilan dapat menyebabkan hiperplasia gingival dan terjadinya lesi epulis. Tinjauan Pustaka 1. VII.VI. Tanda ganas tidak dijumpai pada sediaan ini.3 1. Hasil pemeriksaan adalah sediaan dari labial berlapis epitel skuamous komplek berbentuk polipoid.1 1. dan material makanan yang lokasinya dekat dengan margin gingival harus dihilangkan sebelum lesi ini dieksisi.

Giant Cell Epulis Epulis jenis ini juga sering disebut sebagai peripheral giant cell granuloma. atau denture epulis. Epulis Gravidarum (Tumor Kehamilan) Epulis gravidarum adalah granuloma pyogenik yang berkembang pada gusi selama kehamilan. dan ada kemungkinan berulang pada 4 .a. Epulis Fissuratum Pertumbuhan jaringan ikat fibrosa yang berlebihan di daerah mukosa yang berkontak dengan tepi gigi tiruan yang bisaanya terlalu cekat dan menekan mukosa.2 hingga 5 % dari ibu hamil. osteoclastoma and myeloid epulis.4 Tumor ini adalah lesi proliferatif jinak pada jaringan lunak mulut dengan angka kejadian berkisar dari 0.4 b. giant cell reparative granuloma. 4 d. Epulis Kongenital Penyebab dari terjadinya epulis kongenital belum pasti namun para ilmuwan meyakini bahwa epulis ini berasal dari sel-sel mesenkim primitif yang asalnya dari neural crest. banyak kasus yang pasiennya mengekspresikan reseptor permukaan untuk hormon estrogen. 4 c. 4 Selain itu. namun diperkirakan giant cell epulis terjadi sebagai respon terhadap suatu cedera. sehingga timbul spekulasi bahwa pengaruh hormonal dapat memainkan peranan terhadap perkembangan lesi ini. kehamilan berikutnya. Penyebab pastinya tidak diketahui.4 4 Epulis tipe ini berkembang dengan cepat. Epulis fissuratum juga sering disebut inflammatory fibrous hyperplasia.

Lokasi terbanyak di gingiva tetapi dapat juga terjadi di seluruh rongga mulut. sedikit terdapat infiltrasi sel radang dan kemungkinan terdapat keratosis. 4 Gambaran klinisnya merupakan suatu dungkul bertangkai dengan warna kemerahan dan mudah berdarah. Epulis Granulomatosa Epulis jenis ini terjadi dari suatu reaksi jaringan granulomatik karena iritasi kronik akibat sisa akar. dan nyeri tekan dan kadang-kadang dapat disertai ulserasi. 4 Pada pemeriksaan histologi menunjukkan dungkul berlapis epitel skuamous yang dibawahnya terdapat jaringan granulasi dengan proliferasi kapiler dan jaringan ikat muda serta sebukan sel radang kronik. misalnya bibir bawah. dan palatum. sisi tajam dari sisa akar mahkota gigi. dengan permukaan granuler. Epulis Fibromatosa Epulis fibromatosa merupakan suatu reaksi hiperplasi dari jaringan ikat fibrous oleh karena rangasangan iritasi kronis seperti karang gigi. tumpatan yang overhanging atau klamer yang tajam. Terapinya yaitu eliminsai faktor penyebab dan eksisi biasanya memberikan prognosa yang baik. Eliminasi faktor penyebab dan eksisi dapat memberikan prognosa yang baik untuk epulis jenis ini. 4 1.tumpatan yang jelek.e. tepi karies. Lidah. ujung klamer gigi palsu yang mengenai gusi. 4 f. 4 Gambaran histopatologi menunjukkan adanya suatu proliferasi jaringan ikat fibrous di bawah epitel skuamosa yang menebal.4 Perawatan 5 . konsistensi lunak.

sehingga perawatan yang berkaitan dengan lesi ini sebaiknya ditunda hingga setelah kelahiran kecuali bila ada rasa sakit dan perdarahan terus terjadi sehingga mengganggu penyikatan gigi yang optimal dan rutinitas sehari-hari. 4 Namun pada kasus-kasus dimana epulis tetap bertahan setelah bayi lahir. 4 Adapun fase-fase perawatan dari pasien ini: 6 . 4 Rekurensi yang terjadi secara spontan dilaporkan pada 75 % kasus. diperlukan biopsi untuk pemeriksaan lesi secara histologis. 4 Bila massa tonjolan berukuran besar dan mengganggu pengunyahan dan bicara.Umumnya lesi ini akan mengecil dan menghilang dengan sendirinya segera setelah ibu melahirkan bayinya. 4 VIII. sehingga perawatan yang berkaitan dengan lesi ini sebaiknya ditunda hingga setelah kelahiran kecuali bila ada rasa sakit dan perdarahan terus terjadi sehingga mengganggu penyikatan gigi yang optimal dan rutinitas sehari-hari. Rencana Perawatan Umumnya lesi ini akan mengecil dan menghilang dengan sendirinya segera setelah ibu melahirkan bayinya. Diagnosa Diagnosa Lesi adalah Epulis Granulomatosa Diagnosa banding : • Peripheral Giant Cell Granuloma Pyogenic Granuloma Hemangioma Kaposi Sarcoma • • • IX. setelah 1 hingga 4 bulan setelah melahirkan. tonjolan tersebut dapat diangkat dengan bedah eksisi yang konservatif.

Scalling 3. Ekstraksi gigi 26. Kontrol plak 7. Perawatan Gambar 1. 36. tonjolan tersebut dapat diangkat dengan bedah eksisi yang konservatif.37.47 4. Foto Awal Perawatan ideal untuk lesi ini sebaiknya ditunda setelah kelahiran. Eksisi bedah epulis Fase IV (Fase Maintanance) 6. DHE X. Kontrol Epulis 8. Pembahasan a.Fase I (Fase Etiotropik) 1.4 Bila massa tonjolan berukuran besar dan mengganggu pengunyahan dan bicara. Kontrol Plak 2. 4 Perawatan yang dilakukan pada pasien ini adalah eksisi bedah konservatif dan dibantu dengan elektrokauter untuk mengontrol 7 . DHE Fase II (Fase Bedah) 5.

4 Lesi ini juga dapat disebabkan oleh OH yang jelek atau iritasi mulut kronis seperti adanya restorasi yang overhanging dan karang gigi. pemeriksaan klinis dan pemeriksaan histopatologi di Bagian Patologi Anatomi.4 Pasien kemudian diberikan medikasi post operatif untuk 5 hari dan kontrol 1 minggu kemudian.4 c. Mefenamat tab 500 mg 3x1 Vitamin K 2x1 Vitamin C 2x1 Obat kumur H2O2 Gambar 2.Foto Kontrol b.pendarahan selama operasi dilakukan. kehamilan. dan pubertas. Medikasi post operatif yang diberikan: • • • • • • • Metronidazole tab 500 mg 3x1 Amoxicillin tab 500 mg 3x1 Paracetamol tab 500 mg 3x1 As. 8 . Analisa Etiologi Lesi ini berkaitan dengan ketidak seimbangan hormon yang terjadi selama pubertas. Alasan Penegakan Diagnosa Diagnosa ditegakkan berdasarkan anamnesis.

Hamilton Ontario: Bc Decker Inc. 5. MS. Vol 48 . 4 Oleh karena itu. 10th ed. Sangeeta Kamra. Cawson. Pasien juga diresepkan vit. 2006 9 . penting bagi dokter gigi untuk mengedukasi pasien untuk menjaga kebersihan rongga mulutnya dan sering rutin melakukan pemeriksaan rutin ke dokter maupun dokter gigi. Selain itu pasien diresepkan vit. Jafarzadeh. 10th ed.4: Juli/Agustus 2009 PG 349-51.Oral Pyogenic Ganuloma : Review. 2002:185-8 6. dan pemeriksaan laboratorium yang tepat. 38: 1-4. 4 XII. Daftar Pustaka 1. No. DSRU Research Report 2008. 2003:94-101 2. Kesimpulan Epulis granulomatosa dapat didiagnosis melalui anamnesis. RA. Patterns of tooth loss in the Australian population 2004 – 06. 167-75. J Obstetric Gynecol India Vol 59 No. Cawson’s Essentials of Oral Pathology and Oral Medicine. Greenberg. Baweeja.C dan obat kumur hidrogen peroksida untuk membantu proses penyembuhan pasca operasi. Hamid. Color Atlas of Pathology. Alasan Pemilihan Jenis Perawatan dan Pengobatan Jenis perawatan yang dipilih adalah eksisi bedah dikarenakan benjolan tersebut sering kambuh dan sering berdarah saat menyikat gigi. 4 Faktor hormon dan iritasi lokal kronik dapat menjadi faktor penyebab dari timbulnya benjolam ini.d. pemeriksaan klinis. Journal of Oral Science . K dikarenakan pada saat operasi perdarahan pada pasien sukar dihentikan. Lesi berpotensi kambuh bila eksisi bedah tidak dilakukan dengan sempurna.RA & Odell. Burket’s Oral Medicine. 4 Pasien diberikan antibiotik dan analgesik untuk mencegah timbulnya infeksi pasca operasi dan mengurangi rasa sakit pasca operasi.4. London: Churchill Livingstone. Cawson. Australian Institute of Health and Welfare. Granuloma Gravidarum. 7th ed. XI. Hamilton Ontario: Bc Decker Inc. 2003:94-101 3. 4.

10 .