You are on page 1of 12

BAB ENAM Dasar-Dasar Aliran Fluida 6.

1 Pendahuluan Aliran fluida itu rumit dan tidak selalu tunduk pada analisis matematis yang pasti. Tidak seperti padatan, elemen-elemen fluida yang mengalir biasa bergerak pada kecepatan-kecepatan yang berbeda dan bisa mengalami percepatan-percepatan yang berbeda. Tiga konsep penting dalam aliran fuida adalah : a. Prinsip kekekalan massa, dari mana dikembangkan persamaan kontinutas. b. Prinsip momentum, dari mana persamaan-persamaan aliran tertentu c. Prinsip momentum, darimana persamaan-persamaan yang menghitung gaya-gaya dinamik yang dikerjakan oleh fluida yang mengalir bisa ditentukan. 6.1 Aliran Fluida Aliran fluida bisa mantap atau difak mantap, merata atau tidak merata, laminer atau turbulen, satu dimensi, dua dimensi atau tiga dimensi dan rotasionak atau tidak rotasional. Aliran satu dimensi yang sesungguhnya dari suatu fluida tak kompresibel terjadi bila arah dan besar kecepatannya disemua titik sama. Akan tetapi, analisis aliran satu dimensi bosa diterima bila dimensi tunggalnya ditentukan disepanjang garis lurus tengah dari aliran , dan bila hal kecepatan dan percepatan yang tegak lurus ada garis arus tersebutdapat diabaikan. Dalam hal seperti itu, harga rata-rata dari kecepatan , percepatan dan ketinggian dianggap menyatakan aliran sebagai suatu keseluruhan, dan penyimpangan-penyimpangan kecil bisa diabaikan. Fluida atau zat cair (termasuk uap air dan gas) dibedakan dari benda padat karena kemampuannya untuk mengalir. Fluida lebih mudah mengalir karena ikatan molekul dalam fluida jauh lebih kecil dari ikatan molekul dalam zat padat, akibatnya fluida mempunyai hambatan yang relatif kecil pada perubahan bentuk karena gesekan. Zat padat mempertahankan suatu bentuk dan ukuran yang tetap, sekalipun suatu gaya yang besar diberikan pada zat padat tersebut, zat padat tidak mudah berubah bentuk maupun volumenya, sedangkan zat cair dan gas, zat cair tidak mempertahankan bentuk yang tetap, zat cair mengikuti bentuk wadahnya dan volumenya dapat diubah hanya jika diberikan padanya gaya yang sangat besar dan gas tidak mempunyai bentuk dan maupun volume yang tetap,gas akan

gas alam. 6. 6. 6. berbagai jenis minyak. atau dp/dt = 0. dq/dt = 0 dst. disembarang titik.2 Macam . Contoh fluida compressible adalah: udara. Dengan demikian kedua – duanya sering secara kolektif disebut sebagai fluida. tapi. keduanya mempunyai kemampuan untuk mengalir. Kerumitan aliran tidak mantap berada diluar ruang lingkup buku mekanika fluida pendahuluan.berkembang mengisi seluruh wadah.penyataan ini memberi kesan bahwa variabel-variabel fluida lainnya tidak akan berubah bersama waktu.macam aliran Fluida Aliran dari fluida dapat digolongkan menjadi beberapa jenis yaitu • Aliran Steady. dp/dt = 0. • Airan Unsteady jika terdapat perubahan kecepatan terhadap waktu dalam aliran tersebut. Jadi . dll • Incompressible jika tidak berubahan besaran kerapatan massa (densitas) dari fluida di sepanjang aliran tersebut. • Aliran Laminer jika gerakan dari partikel-partikel fluida membentuk lapisan yang teratur dan juga memiliki bilangan Renault < 2000 • Aliran Turbulen jika gerakan partikel fluida acak atau tidak teratur dan juga memiliki bilangan Renault > 3000 • Compressible jika ada perubahan besaran kerapatan massa (densitas) dari fluida di sepanjang aliran tersebut. kecepatan partikel-partikel fluida yang berurutan sama pada jangka waktu yang berurutan. dll • Aliran Uniform • Aliran Non Uniform. Karena fase cair dan gas tidak mempertahankan suatu bentuk yang tetap. kecepatannya tetap terhadap waktu atau dv/dt = 0.2 Aliran Merata . emulsi.1 Aliran Mantap Aliran mantap terjadi bila. Suatu aliran fluida disebut steady jika tidak ada perubahan kecepatan terhadap waktu pada semua titik dalam aliran tersebut. bisa berubah – ubah pada titik-titik yang berbeda atau terhadap jarak. Contoh fluida incompressible adalah: air. aliran tidaklah mantap bila keadaan-keadaan di sembarang titik dalam fluida berubah bersama waktu.

Sebuah garis singgung disembarang titik pada kurva tsb menyatakan arah sesaat dari kecepatan partikel fluida dititik itu.3 Garis-Garis Arus Garis-garis arus adalah kurva –kurva khayal yang ditarik melalui suatu fluida untuk menunjukan arah gerakan diberbagai bagian aliran dari sistem fluida. atau dy/ds = 0. ini dievaluasi sebagai : ρ1A1V1 = ρ2A2V2 = tetap ( konstan ) atau ρ1g1A1V1 = ρ2g2A2V2( dalam satuan berat ) untuk fluida –fluida tak kompresibel dan bila ρ1 = ρ2untuk semua maksudpraktis. atau bahkan aliran tiga dimensi. kecepatan titik tengah dari sembarang irisan penampang bisa diambil sebagai kecepatan rata-rata untuk irisan tsb sebagai satu keseluruhan. Dp/ds = 0 dst.6 Jaring – Jaring Aliran Jaring –jaring aliran digambarkan untuk menunjukkan pola-pola dalam peristiwa aliran dua dimensi. Jika lias irisan penampang arus cukup kecil.Aliran merata terjadi bila besar dan arah kecepatannya tidak berubah dari titik ke titik didalam fluida. 6. Jaring aliran terdiri dari suatu sistem garis-garis berjarak demikian rupa sehingga laju aliran q diantara tiap pasang garis yang berurutan sama. untuk aliran mantap . masa fluida yang melalui semua bagian dalam arus fluida per satuan waktu adalah sama. .4 Tabung-Tabung Arus Sebuah tabung arus menyatakan bagian dasar dari suatu fluida yang mengalir yang dibatasi oleh kelompok garis lurus yang menyelubungi aliran. persamaan menjadi : Q = A1V1 =A2V2 = Tetap ( Konstan ) ( Dalam m3/s) 6. Arah rata-rata dari kecepatan bisa juga dinyatakan oleh garisgaris yang menyinggung garis-garis arus. Pernyataan ini menerangkan bahwa variabel-variabel fluida lainnya tidak berubah bersama jarak. 6. dp/ds = 0. atau dv/dt = 0.5 Persamaan Kontinuitas Persamaan kontinuitas dihasilkan dari prinsip kekekalan massa. 6. dan sistem garis lainnya yang tegak lurus ke garis arus dan berjarak demikian rupa sehingga jaraj antara garis-garis tegak lurus tsb sama dengan jarak antara garis-garis arus yang berdekatan.

hubungkan mereka satu sama lain dengan mengunakan persamaan kontinuitas ditambahkan hilang diambil bagian 2 . Terapkan persamaan bernoulli dalam arah aliran. head kecepatan dan head ketinggian dibagian 2 8. energi yang dimiliki oleh suatu fluida yang mengalir terdiri dari energi dalam dan energi akibat tekanan. prinsip diringkas dengan suatu persamaan umum sebagai berikut : Energi di + energi + energi yang + energi yang = energi di Bagian I 6.9 Penerapan Teorema Bernoulli Penerapan teorema bernoulli harus rasional dan sistematik . dalam meter fluida . energi ada dalam satuan J/N yang disingkat menjadi satuan meter fluida. setiap energi yang diberikan oleh alat-alat mekanis. Jika kedua head kecepatan tersebut tidak diketahui. Tambahkan. 5. pilih dan tandai semua irisan penampang arus yang diselidiki. Lukis sebuah gambar sistemnya. dalam meter fkuida.6. prosedur yang disarankan adalah sebagai berikut : 1. Kurangkan .8 Head Kecepatan Head kecepatan menyatakan energi kinetik per satuan berat yang terdapat disuatu titik tertentu. kecepatan dan kedudukan. 4. Dalam arah aliran. setiap energi yang diambil oleh alat-alat mekanis. Titik yang rendah merupakan pilihan logis agar tandatanda minus dihindari dan jumlah kesalahn dikurangi. maka head kecepatannya dihitung bersama kecepatan rata-rata atau merata ini akan menjadi energi kinetik per satuan berat fluida yang sesungguhnya. misalnya seperti turbin. Kurangkan. setiap energi yang hilang. 7. Pilih bidang dotum untuk tiap persamaan yang ditulis. Samakan penjumlahn energi ini ke jumlah head tekanan. dalam meter fluida. 3. Hitunglah energi hulu dibagian I. misalnya seperti pompa. 6. Jika kecepatannya disuatu irisan penampang merata. 2. 6.7 Persamaan Energi Persamaan energi dihasilkan dari penerapan prinsip kekekalan energi pada aliran fluida.

Dua garis sejajar untuk semua bagian dengan luas irisan penampang yang sama.6.1 Pendahuluan Aliran suatu fluida ternyata lebih rumit bla dibandingkan dengan aliran fluida ideal. Energi total terhadap suatu datum yang dipilih ( sebagai suatu harga linier dalam meter fluida ) dapat digambarkan pada setiap bagian yang mewakilinya.3 Daya Daya dihitung dengan mengalikan jumlah N fluida yang mengalir per detik ρ/Gq) dengan energi H dalam J/N. Ordinat antara pusat arus dan garis derajat hisraulik adalah head tekanan dbagian itu. jadi dihasilkan persamaan : Daya P = ρgQH = N/m3 x m3/s x J/N = J/s ( W watts ) Dalam waktu Kw = ρgQH/ 1000 BAB TUJUH Aliran Fluida Dalam Pipa 7. Gaya-gaya gesar antar partikel-partikel fluida dan dinding-dinding batasnya dan antara . 6. 6.1 Garis Energi Garis energi adalah pernyataan grafis dari energi dibagian setiap bagian.2 Garis Derajat Hidraulik Garis derajat ( gradient ) hidraulik terletak dibawah garis energi dengan suatu jumlah yang sama dengan head kecepatan dibagian itu. Garis energi akan miring (turun) dalam arah aliran kecuali bila ada energi yang ditambahna oleh alat-alat mekanik. dan garis yang diperoleh dengan cara tersebut merupakan alata yang berharga dalam banyak soal-soal aloitan.

7. V = kecepatan rata-rata dalam m/dtk D = diameter pipa dalam m. perbandingan luas irisan penampang terhadap keliling yang basah dalam ukuran R (jari-jari hidraulik) maka bilangan Reynolds yang berlak adalah .dtk Dalam kasus irisan tidak bundar.partikel-partikel fluida tersebut yang mana dapat diambarkan dalam bentuk persamaan differensial parsial (Persamaan Ueler) yangtidak memiliki solusi umum. yaitu Aliran Laminer dan Aliran Turbulen. Untuk sistem pipa dalam aliran penuh berlaku persamaan : Bilangan Reynolds Re=Vdpμ atau Vdv=V(2r0)v Dimana .5 Aliran Turbulen Dalam aliran turbulen. 7.4 Bilangan Reynolds Bilangan Reynolds merupaka susunan bilangan yang tak berdimensi dan menyatakan perbandingan antara gaya-gaya inersia terhadap gaya-gaya viskositas nya.2 Aliran Laminer Aliran Laminer menunjukkan dimna partikel-partikel bergerak di sepanjang lintasalintasan lurus. Terdapat 2 macam bentuk aliran daam fluida.3 Kecepatan Kritis Kecepatan kritis merupakan kecepatan ambang batas yang merupakan hasil redaman dari nilai kekentalan fluida yang memepengaruhi nilai turbulensinya. Kecepatan dari laminae pada tiap posisi bernulai tidak sama. Re=V(4R)v 7. ro= jari-jari dalam pipa ρ= kerapatan masa fluida dalam kg/m3 µ=kekentalan mutlak dalam Pa. diman berlaku tegangan τ=μdvdy . yaitu hasil dari perkalian antara fluida dan gradient kecepatannya atau 7. Hal ini dikarenakan adanya hubungan antara tegangan geser ke laju perubahan sudut. partikelbergerak bebas ke segala arah. sejajar dalam lapisan-lapisan atau laminae.

Dalam aliran turbulen dapat belaku persamaan : τ=ρl2dvdy2 Menurut von karman. maka .geser sebagai berikut : τ=μ+ηdvdy Dimana η = factor yang berpengaruh terhadap kerapatan fluida µ = menyatakan efek-efek dari kekentalan.7 Distribusi Kecepatan Distribusi kecepatan akan mengikuti aliran laminar. dilambangkan dengan v0 v0=τoρ=Vf8 7. dimana kecepatan maksimum yang berada ditengah-tengah pipa merupakan dua kali kecepatan rata-ratanya.8 Penurunan Head Kecepatan Penurunan head kecepatan tunjukkan dalam persamaan Hagen-Poiseuille : Head turunm =32kekentalan μpanjana L dalam m kecepatan rata-rata Vberat satuan ρggaris tengah d m2 Head turunm=32μLVρgd2 Karen µ/w = v/g . v=v0-whl4μL 7.aliran turbulen digambarkan dalam persamaan berikut : τ=τ01-yr0=pkdvdy4d2vdy22 Konstanta k bernilai tidak tetap sehingga dapat beruah-ubah dan bergantung pada batsan-batsan masalah tertentu. Head turunm=32vLVgd2 7. τ0=fpv28 Variasi gesera suatu fluida bersifat linear. 7. ditunjukkan dalam persamaan : τ=p1-p22l atau τ=whl2l Suku v0=τoρ disebut kecepatan geser.9 Rumus Darcy – Weisbach .6 Tegangan Geser Secara umum tegangan geser dapat digambarkan dalam persamaan .

8 – – Untuk pipa kasar 1f=2 logr0ε 1. ditunjukkan dalam persamaan berikut.25 untuk harga bilangan Reynolds sampai kira-kira 3.000.1 Penurunan Head yang Lain Dalam sambungan-sambungan pipa dapat dinyatakan : Head turun(m)= KV22g PEMBAHASAN 1.74 Untuk semua pipa 1f=-2 logε3.000 dan 100.Weisbach merupaka dasar mengitung nilai head turun dalam saluran atau pipa. Untuk aliran laminar disemua pipa berlaku persamaan : f=64Re b. a.16 m3/s dengan tekanan 2000 dyn/cm2. Head turum m=faktor gesekan f ×panjang Lmdiameter d m×head kecepatan V22g =fLdV22g 7. Pipa diletakkan pada kedalaman 10.71 m di bawah permukaan rata-rata air.Rumus Darcy. Sebuah Pipa dengan diameter 25 cm membawa air dengan debit 0.51REf 7.7d+2.10Faktor Gesekan Faktor gesekan f dapat diturunkan secara matematisuntuk aliran laminar. Berapakah tinggi tekan pada kedalaman tersebut ? . berlaku persamaan : 1f=2 log(REf)-0.000 f=0. Untuk aliran turbulen terdapat beberapa kondisi – – Pipa mulus dan kasar f=8τ0ρV2=8V2*V2 Pipa mulus untuk bilangan Reynolds antara 3. namun tidak meniliki hubungan matematis tehadap f pada Bilangan Reynolds yang berguna untuk aliran turbulen juga tedapat pengaruh nilai kekasaran relatif pipa pada f .316REo.000.

81 ft v2 h = h1 = 2 + h2 + hL = 2g 2(32.  32  Q = A V = π   (3.2) 2 3...0 2(s e s u a ie n g an ila y a n g iijin k a n ) k a a ic n m nD M K λ= d n i d m a k a id a p a t = 2.itaa s u m s ik a n 0 .0 1 2 2 ..6 x 160B ilaN rin id ip lo tk a n d a ia g ra m o o d y ..27m 9810 2(9. Hitunglah Kapasitas Dari Pipa Kayu Dengan Diameter 3 M Yangmembawa Air Pada Suhu 10oc Dan Memiliki Kehilangan Tinggi Tekan Yang Dijinkan 2 M/Km Jawab : 2  LV hf = λ    D  2g 2 1000 V  2= λ  )  3  2(9..ilad ia m b λ = 0 ....53 ft.2 7m / s  4   ..26 m/s A π  25  2   4  100  V=  104  2000 5   10  3..1 0 D a ri e d u p e rs a m a d n a rfi d a nV d e n g ac a rac o b a c o b a e n g g u n a k aia g r a m o o d y . .16 = = 3...( B ila n g aR e y n o ld s n DV 3V NR = = = 2.. Tentukan ketinggian permukaan air dalam penampung yang berada diatas Jawab : 2 P v12 P2 v2 1 + + h1 = + + h2 + hL γ 2g γ 2g P = P2 = 0 1 v1 = 0 (kecepatandi penampunglebih kecil dibandingk dalam pipa) an ( 9....1d)a nN r = 5 ..81) 2.. Sebuah penampung air dengan susunan seperti gambar mengalirkan air ke penampung di bawah tanah melalui pipa berdiameter 12 in dengan rata-rata pengaliran 3200 gallon per minute (GPM) dan total kehilangan tinggi tekan adalah 11..3 1.53 = 7..71 = 11.. ... d V .1 5) = 2 2.... a k a id a p a t = 0 .1 2/ f . pa d M m d λ B il m a k a id a p a tila y a n g e n d e k a e h in g g a = 3 .8 1 V 2 = 0....1 06 V ...0 1 2 1 .262  + H= + 10.(2) −6 υ 1.1 5 /s M a k a d n i m s ti V m .08) − 5 + 11..Jawab : H= P v12 1 + + h1 γ 2g Q 0. 1) .2 9....4 5m /s(P e rs .

5 + + 1.5 +  2(9. Titik tertinggi dari pipa berada pada titik B pada ketinggian 1.5  c 2 g 2  D  2 g  2 g 2 g 2 g  ρg 0. Bila diasumsikan pada ujung pipa (titik C) berbentuk tajam dan faktor gesekan 0. Gunakan Pers.2658/×103 N / m 2 PB = 128. Dari soal diketahui: D = 100 mm. maka 0. maka Persamaa Bernoulli: hA = VC2 V B VC2  L  V 2  V 2 V 2 V 2 P2 L + hC + hL = C + hC + λ  +   C + KCc +CK c C + hC λ  2g 2g 2g  D  2g  2g 2g 2g ρ D VC2 VC2 L  VC2  VC2 VC2 VC22  PB0. 5  + 0 . Sebuah pipa dengan diameter 100 mm mempunyai panjang 15 m dan berhubungan langsung dengan atmosfer pada titik C pada ketinggian 4 m dibawah permukaan air bak penampungan.81 2(. VA << sehinggaVA = Persamaa Bernoulli: VA << sehinggaVA = 0.m s .1.81)  9.32C2 15 0.32.1  VC = −. h B-A g 1.32 × 5   4= 1 . L = 15 m.4. h A-C = ρ.5m Lρ-g = 2 g λ B 0.g  2g ρ g 21 01 .32 × 5 V PB V×    L  + + λ  +   + K c + K= C =1 + + λ    1 + 0 . D  hA − hC = B V2 P 0.5 m diatas permukaan air bak penampungan dengan jarak 5 m dari bak penampungan.32 4g 2 = A B A 5 m.81) 01 1000× 0 . Hitunglah (1) Kecepatan air meninggalkan pipa (titik C) dan (b) Tekanan pada titik B Jawab: 2 2 Jawab: PB V B2 PA V A2 (a) Tinjau Titik A dan C.Bernoulli A + A + hA = C + C + hC + hL (b) B.32.9. = PA = PC .5 = C B .×15  1 262 0.

0178 dan λ2 = 0. tentukan debit yang mengalir dalam pipa Jawab : Tinjau Titik 1 dan 3.6000) + 6000(0. Susunan Pipa seperti pada Gambar berikut dimana pipa mengalirkan air dari bak penampungan dengan ketinggian bak penampung adalah 100 m dibawah muka air bak penampungan.maka PersamaanBernoulli: h1 = 100 = 2 V32 V2 V2  L V + hL = C + hC + λ   C + K c C 2g 2g 2g  D  2g V2 Koefisienλ1+dan λ2hdapat ditentukandari Diagram Moody dengancoba .Bernoulli P V12 P V2 1 + + h1 = 3 + 3 + h3 + hL ρg 2 g ρg 2 g P1 = P3 .40 2 g 2g 2g υ 2 2  5 V 0. V1 << sehinggaV1 = 0.31×10 .coba. h f1 =D11 1 λV .33 V2 +  λ 1000 100 = 1 + 10 + λ24V1 + 0V1 = 0.15 1 105 2= 2 × → V2 = 3. Bila diasumsikan suhu air adalah 10oC.105 (Asumsi smooth pipe)'N R2 = 5.33 2 . maka he + h f1 + hc h f 2 + v + 2 = 100 2g N R1 ( BilanganReynolds)= 2. Air dialirkan melalui pipa dan katub yang terdapat diujung pipa. GunakanPers.88.40 10−6 A V = A V 0.88 ×10 = →   2 g  0.0205) Kedua V2 hasil perhitunga belumsama. maka perlu diiterasiulang n .78m / s 11.25V21.40  2g 1.2V2 5.6025m / s −6 V1 = 0. dan h 3 = 0 (pada datum). maka 1962 1962 V22 = = 3.Misalkanλ1 = 0.25 + 0178λ2 11. hv = K v 2 = 10 2 5 N R1 = 2.5) 1 .31×0. h f 2 = λ2 .0205.5.5 ×105 V2 1000 V12 V2 V2 1200 V22 V2 V2 he = (0.88 ×10 = 2g 0.36 + 156.9432m/s + 0. hc = K c 2 = 0.36 + 156.25λ1(0.5  1   1 2.40 2 g 2g 2g 0. 1200 .

wordpress.files.ppt .Sumber : sipil2010.com/2011/08/pertemuan3aliranpipa.