You are on page 1of 3

Muadzin Pertama Islam, Bilal Bin Rabah

Ditulis oleh Aiman Jumat, 05 Juni 2009 17:31 -

Siapa tak kenal Bilal bin Rabah. Ia merupakan muadzin pertama yang dimiliki umat Islam. Bilal juga termasuk golongan pertama yang masuk Islam atau tepatnya orang ketujuh yang masuk Islam pertama kali. Persentuhan Bilal dengan Islam dimulai ketika ia masih menjadi budak Umayyah. Perbincangan Umayyah dengan tamunya soal kehadiran agama baru yang dibawa Muhammad secara tak sengaja terdengar oleh Bilal. Meski belum mengenali Muhammad secara pribadi, namun Bilal telah sering mendengar sosoknya. Lelaki bersahaja dan juga jujur dari Bani Hasyim itu sangat dihormati oleh bangsa Quraisy. Seketika ketertarikan Bilal terhadap Islam dan ajaran yang dibawa Muhammad membuncah. Bilal pun segera menemui Abu Bakar yang sudah terlebih dahulu masuk Islam. Bilal meminta Abu Bakar untuk mengantarnya menemui Rasulullah SAW. Tak perlu waktu lama bagi Bilal untuk menyatakan keislamannya. Keimanan Bilal langsung diuji setelah bersyahadat. Jika Abu Bakar dan bangsawan Quraisy lainnya aman dari perlakuan kejam sesama bangsa Quraisy yang benci terhadap Islam, lain halnya dengan Bilal. Sebagai budak dari anggota suku Quraisy terkejam, Bilal dipaksa untuk keluar dari Islam dan kembali kepada agama nenek moyangnya yang menyembah berhala. Majikannya, Umayyah memaksa Bilal keluar dari Islam dengan segala cara. Pada siang yang terik, Bilal dipaksa memakai baju besi kemudian dikubur dalam pasir yang sangat panas hingga hanya kepalanya saja yang nampak. Ia pun sering dipaksa Umayyah untuk berbaring telentang di atas pasir yang sangat panas. Kemudian tubuh Bilal ditindih oleh batu yang sangat besar dan berat. Di lain waktu, Bilal diikat lehernya dan diseret ke kota Mekkah. Meski demikian, Bilal tetap bertahan seraya berucap "Ahad, Ahad." Suatu kali, akibat penyiksaan yang luar biasa kejam ini, Bilal pingsan. Ketika ia sadar kembali, ia menghadapi teriakan Umayyah yang memaksanya untuk keluar dari Islam. Dengan kejam Umayyah mengancam akan membunuhnya dengan menyiksanya kecuali ia tidak mengakui Muhammad SAW sebagai utusan Tuhan. Namun Bilal tetap kokoh dan bertahan dengan keyakinannya. Suatu hari, Abu Bakar berjalan melintasi tempat dimana Bilal sedang mengalami penyiksaan. Karena kasihan, Abu Bakar pun segera meminta Umayyah menjual Bilal kepadanya. Karena tak rela Bilal dimiliki Abu Bakar, Umayyah pun mematok harga yang sangat tinggi. Namun Abu Bakar tetap membayarnya.

1/3

Setiap usai melantunkan adzan.Muadzin Pertama Islam. Begitulah Bilal setiap kali ia usai melantunkan adzan. Bilal selalu berdiri di depan pintu rumah Rasulullah SAW dan berkata "Hayya alas-salah. Namun baru 2/3 . termasuk dalam setiap peperangan. Namun Rasulullah SAW sendiri tidak menyukai ide ini karena orang Yahudi juga menggunakan cara yang sama. Ketika pria itu bertanya untuk tujuan apa ia gunakan bel tersebut. Bilal pun bersiap mengumandangkan adzan pertamanya setelah wafatnya Rasul. kemudian dua kali seruan "asyhadu Annamuhammadarrasulullah". Namun karena menyulitkan. lalu dua kali seruan "hayya 'alas sholah". Abdullah bin Zaid datang menemui Rasulullah. Akhirnya disepakati panggilan azan ketika memasuki jam shalat dilakukan dengan tepukan tangan. Namun kemudian ia berhenti dan memutuskan membantu Rasulullah SAW menyebarkan ajaran Islam. mereka tidak melupakan kewajiban shalat. Bilal Bin Rabah Ditulis oleh Aiman Jumat. Mari dirikan kemenangan). laa ilaaha illallah". Ia berkata bahwa ia bermimpi bertemu seorang pria yang menggunakan dua helai kain berwarna hijau seraya membawa bel. Tak berapa lama kemudian. Bilal juga menjadi pengawal Rasulullah SAW yang senantiasa siap membela Rasul. Sejak saat itulah pertama kali adzan diperdengarkan di kota Madinah dan Bilal menjadi muadzinnya. Abdullah lalu menawarkan diri untuk membeli bel tersebut. hayya 'alal-falaah (Mari kita Shalat. Ketika Rasulullah pergi hijrah ke Madinah. Ia selalu menemani dan menjaga Rasulullah kemanapun. Abdullah menyatakan bahwa bel itu akan ia gunakan untuk memanggil orang-orang untuk sholat. 05 Juni 2009 17:31 - Bilal kemudian bekerja pada Abu Bakar. sehingga bisa menjangkau jarak yang jauh. Namun pria itu menawarkan panggilan shalat yang lebih baik yaitu menyebutkan empat kali seruan "Allahu Akbar" lalu dua kali seruan "asyhadualla ilaaha illallah". Dengan gembira. Bilal termasuk yang ikut serta. Pada awalnya. akhirnya Rasulullah SAW berpikir untuk memanggil umat menggunakan terompet. Karena itulah mereka meminta Bilal untuk kembali melantunkan adzan. dua kali seruan "hayya 'alal falah" lalu "Allahu Akbar. Rasulullah SAW segera meminta Abdullah pergi menemui Bilal dan mengajarkan adzan tersebut padanya. Rasulullah SAW menyatakan bahwa itu itu adalah sebuah penglihatan baik. Allahu Akbar. salah seorang sahabat. umat Islam menjalankannya dengan terlebih dahulu menentukan waktu kemudian berkumpul untuk shalat." Ia berucap mengingatkan Rasulullah SAW bahwa telah masuk waktu shalat. Bilal sangat menikmati perannya sebagai muadzin Rasul sampai kemudian Rasulullah SAW meninggal dunia. untuk mengetahui jam shalat. Bilal dipilih sebagai muadzin karena ia memiliki suara indah dan keras. Meski semua umat Islam larut dalam kesedihan. Dalam mimpi itu.

Bilal Bin Rabah Ditulis oleh Aiman Jumat.SuaraMedia." dan hendak mengucap nama Rasulullah SAW. Ia lalu berkata bahwa ia tidak akan pernah lagi mengumandangkan adzan. Sementara yang kedua ketika ia mengunjungi makam Rasulullah SAW di Madinah. 05 Juni 2009 17:31 - saja ia berucap "Allahu Akbar.(rpb) www. Bilal kemudian menetap di kota Damaskus hingga akhir hidupnya. Bilal menangis terisak-isak sehingga ia tidak meneruskan adzannya. Mendengar suaranya.com 3/3 .. Bilal meminta Abu Bakar yang menjadi khalifah. Bilal hanya melantunkan adzan dua kali. Setelah wafatnya Rasulullah SAW. semua yang hadir menangis karena teringat masa Rasulullah masih ada.Muadzin Pertama Islam. ia tidak kuasa menahan kesedihan. Pertama ketika Umar bin Khattab datang ke Damaskus. untuk membiarkannya pergi Suriah.