You are on page 1of 17

Pada PP ini. yang mencakup: . dinyatakan bahwa kewenangan pusat adalah dalam hal penetapan standar kompetensi peserta didik dan warga belajar serta pengaturan kurikulum nasional dan penilaian hasil belajar secara nasional serta pedoman pelaksanaannya. dan penetapan standar materi pelajaran pokok. Departemen Pendidikan Nasional melakukan penyusunan standar nasional untuk seluruh mata pelajaran di SMA. dalam bidang penddidikan dan kebudayaan. Berdasarkan hal itu.Kebijakan pemerintah menggunakan kurikulum berbasis kompetensi didasarkan pada PP Nomor 25 tahun 2000 tentang pembagian kewenangan pusat dan daerah.

misalnya penambahan kompetensi dasar atau indikator pencapaian. pemerintah daerah memiliki kewenangan untuk mengembangkan silabus dan sistem penilaiannya berdasarkan standar nasional.Sesuai dengan jiwa otonomi. Meskipun demikian. Bagian yang menjadi kewenangan daerah adalah dalam mengembangkan strategi pembelajaran yang meliputi pembelajaran tatap muka dan pengalaman belajar serta instrument penilaiannya. tidak menutup kemungkinan bagi daerah untuk mengembangkan standar tersebut apabila dirasa kurang memadai. .

Pendidikan berbasis kompetensi adalah pendidikan yang menekankan pada kemampuan yang harus dimiliki oleh lulusan suatu jenjang pendidikan. sesuai dengan jenjang pendidikan nasional. mencakup komponen: . Kompetensi lulusan suatu jenjang pendidikan.

Kurikulum berisi bahan ajar yang diberikan kepada peserta didik melalui proses pembelajaran. yang mencakup: . dan penilaian yang menekankan pada standar atau hasil. pedagogi. Proses pembelajaran dilaksanakan dengan menggunakan pedagogi yang mencakup strategi atau metode mengajar. Menurut Wilson (2001) paradigma pendidikan berbasis kompetensi mencakup kurikulum. Tingkat keberhasilan belajar yang dicapai peserta didik yang dapat dilihat pada hasil belajar.

dan contonh instrumen. baik dalam bentuk tes maupun nontes. Silabus adalah acuan untuk merencakan dan melaksanakan program pembelajaran. Jenis tagihan adalah berbagai bentuk ulangan dan tugas-tugas yang harus dilakukan oleh peserta didik. sedangkan bentuk instrumen terkait dengan jawaban yang harus dikerjakan oleh peserta didik. . bentuk instrumen. sedangkan sistem penilaian mencakup indikator dan instrumen penilaiannya yang meliputi jenis tagihan. Implikasi penerapan pendidikan berbasis kompetensi adalah perlunya pengembangan silabus dan sistem penilaian yang menjadikan peserta didik mampu mendemonstrasikan pengetahuan dan keterampilan sesuai dengan standar yang ditetapkan dengan mengintegrasikan life skill.

Ditinjau dari segi tujuan atau kompetensi yang ingin dicapai. baik reseptif maupun produktif.KARAKTERISTIK MATA PELAJARAN BAHASA INGGRIS Setiap mata pelajaran memiliki karakteristik tertentu bila ditinjau dari segi tujuan atau kompetensi yang ingin dicapai. ataupun materi yang dipelajari dalam menunjang tercapainya kompetensi tersebut. mata pelajaran bahasai inggris ini menekankan pada aspek keterampilan berbahasa yang meliputi keterampilan berbahasa lisan dan tulis. .

Dengan penguasaan kosakata dan tata bahasa ini keduanya dapat saling memahami apa yang sedang dibicarakan. Tentu saja proses komunikasi akan berjalan dengan baik kalau kedua pihak yang berkomunikasi dibekali dengan pengetahuan tentang bahasa dan keterampilan berbahasa. Sebagai contoh. Secara umum bahasa digunakan sebagai alat untuk berkomunikasi. Begitu pula orang yang diajak bicara juga harus menguasai kosakata dan tata bahasa tersebut. seseorang perlu menguasai kosakata dan tata bahasa yang berlaku di antara penutur asli bahasa Inggris. . untuk dapat berbicara bahasa Inggris dengan baik. dalam arti dapat dipahami oleh orang lain. Selain itu mereka juga perlu dibekali dengan pengetahuan tentang budaya penutur asli bahasa Inggris agar tidak melakukan kesalahan kultural.

Sebagai contoh. Contoh lain adalah ketika seorang gadis Amerika melamar pria Indonesia dengan mengatakan will you marry me? Tanpa pengetahuan tentang budaya Amerika. dia tidak memperhatikan masalah ini. hal tersebut merupakan kewajaran dalam budaya Amerika. pasti pria tersebut menganggap gadis tersebut terlalu agresip. tekanan kata juga penting. perlu diingat bahwa dalam kegiatan berbahasa. pengetahuan saja belum cukup. tetapi pada saat berbicara. Padahal. pembelajaran bahasa harus tidak hanya menekankan ranah kognitif saja. . Oleh karena itu. Pengetahuan tentang kosakata dan tata bahasa inilah yang dapat digolongkan ke dalam ranah kognitif. Sebagai contoh orang Indonesia akan melakukan kesalahan kultural bila dia bertanya kepada orang Amerika dengan pertanyaan where are you going? Karena pertanyaan ini berarti bahwa penanya mencampuri urusan orang lain. seseorang mungkin tahu bahwa intonasi lebih penting. Meskipun demikian.

dalam konteks Indonesia. Kesalahan dalam pengucapan akan menyebabkan seseorang tidak dapat dipahami oleh orang lain. Oleh karena itu. Selanjutnya. harus dapat mengucapkan bunyi-bunyi yang ada di dalam bahasa Inggris. dan / / yang tidak terdapat dalam tata bunyi bahasa Indonesia. untuk dapat menggunakan bahasa dengan baik. Seorang yang ingin belajar berbicara bahasa Inggris. think. she masing-masing mengandung bunyi /ð/. siswa harus dilatih menggerakkan bibirnya dan lidahnya sedemikian rupa sehingga bunyi yang dihasilkan sesuai dengan bunyi yang diproduksi oleh penutur asli bahasa Inggris. latihan menggerakkan organ bicara untuk menghasilkan bunyi tertentu ini dapat dikategorikan dalam ranah psikomotorik. seseorang perlu memproduksi bunyi yang terdapat di dalam bahasa tersebut. kata the. Perbedaan seperti ini menyebabkan perlunya latihan khusus sehingga memerlukan pembelajaran psikomotorik. Pada prosesnya. . pengucapan bunyi-bunyi yang terdapat di dalam bahasa Inggris tidak terdapat di dalam bahasa Indonesia. misalnya. Dalam hal ini. / /. Sebagai contoh.

. Dia juga perlu memiliki minat terhadap bahasa tersebut. tingkat kecemasan. Tanpa sikap seperti itu. Selain itu. Hal ini mendorong seseorang yang belajar bahasa asing untuk mengembangkan ranah afektifnya. Selain dua ranah yang telah disampaikan. dan minat ini akan mempengaruhi motivasinya. dalam kegiatan berbahasa juga diperlukan pengembangan sikap yang tepat. agar dapat berhasil dalam belajar bahasa. pembelajaran bahasa juga terkait dengan masalahmasalah minat. sangat sulit bagi dia untuk menguasai bahasa dengan baik. motivasi. dan sebagainya. seorang siswa perlu mempunyai sikap yang positif terhadap bahasa dan budaya yang dipelajari. Kemudian dia perlu memiliki harapan/kecemasan yang seimbang sehingga dia akan berusaha terus dengan harapan untuk berhasil. misalnya penghargaan terhadap budaya asing. Sebagai contoh.

makna suatu kata menjadi berbeda kalau digunakan dalam bidang yang berbeda. selain ditunjang oleh penguasaan kosakata dan tata bahasa. dan topic apa yang dibicarakan. Sistem makna ini sangat terkait erat dengan konteks. tentu saja ungkapannya akan berbeda dengan kalau dia mau mengucapkan terima kasih kepada teman akrabnya. yaitu bahwa dalam berbahasa seseorang harus berusaha untuk menggunakan ungkapan yang tepat sesuai dengan situasinya. juga harus ditunjang oleh penguasaan tata bunyi dan sistem makna.Hal ini dapat mempengaruhi penggunaan bahasa. Penguasaan sistem bahasa. Misalnya. kalau seseorang mau mengucapkan terima kasih kepada direkturnya. Atau. misalnya kepada siapa seseorang berbicara. Hal inilah yang menyebabkan pentingnya siswa diperkenalkan dengan bentuk bahasa formal dan informal. bahasa juga terkait dengan topik yang menjadi pembicaraan. . Selain itu. Sebagai sontoh.dalam situasi seperti apa. kata bed dalam makna umum (bed berarti tempat tidur) berbeda dengan maknanya kalau digunakan dalam bidang pertanian (bed berarti tempat persemaian). Pada bidang tertentu terdapat istilah-istilah yang hanya berlaku di bidang tersebut.

dan sebagainya. mengarang puisi. Dalam kegiatan tersebut. . yaitu bahwa bahasa tersebut digunakan untuk melakukan berbagai fungsi. Sebagai contoh. Fungsi bahasa ini disebut fungsi ideasional. Pada kesempatan lain. bahasa juga digunakan pada saat orang mengungkapkan pengalaman mereka. Sebagai contoh. membersihkan papan tulis. mengambilkan kapur. novel. bahasa digunakan untuk mengarang ceritera pendek. kita bisa mengubah lingkungan kita dengan meminta seseorang melakukan sesuatu seperti mebukakan pintu. Oleh karena itu. Penggunaan bahasa seperti ini terkait dengan fungsi manipulatif bahasa. bahasa dapat digunakan sebagai bahasa pengantar di kelas. Selain untuk ketiga fungsi tersebut di atas. Ada hal lain yang perlu mendapat perhatian ketika seseorang belajar bahasa. Selain itu. fungsi bahasa seperti ini disebut fungsi imajinatif. bahasa juga digunakan untuk mengubah atau mempengaruhi lingkungan. bahasa digunakan untuk mengembangkan imajinasi seseorang. yaitu untuk menjelaskan (jika dilihat dari sisi guru) dan untuk memahami (jika dilihat dari sisi siswa). dan sebagainya. Fungsi semacam ini yang disebut fungsi heuristic.

agar dapat menggunakan bahasa dengan baik. Keterampilan untuk mengajukan usul. Oleh karena itu. suatu ranah yang banyak dilupakan orang (Romiszowski. . untuk mendukung suatu gagasan. Keterampilan menggunakan bahasa untuk kepentingan berinteraksi inilah yang merupakan tujuan akhir dari proses pembelajaran bahasa. keduanya bukan semata-mata menggunakan bahasa tanpa ada maksud tertentu. 1981). untuk menyatakan persetujuan atau ketidaksetujuan merupakan contoh keterampilan interaktif. Kesimpulannya adalah bahwa pembelajaran bahasa pada dasarnya berada dalam ranah belajar pada keterampilan interaktif. Pada saat orang berbicara dengan orang lain. Selama proses pembelajaran bahasa kegiatan-kegiatan interaktif komunikatif perlu diciptakan untuk mendukung tercapainya tujuan akhir tersebut. seseorang perlu mempunyai keterampilan interaktif (interactive skill). Mereka menggunakan bahasa dengan maksud berinteraksi satu sama lain.

Jadi standar kompetensi adalah batas dan arahan kemampuan yang harus dimiliki dan dapat dilakukan peserta didik setelah mengikuti proses pembelajaran suatu mata pelajaran tertentu.STANDAR KOMPETENSI MATA PELAJARAN BAHASA INGGRIS Kompetensi adalah kemampuan yang dapat dilakukan peserta didik yang mencakup pengetahuan. Standar adalah arahan atau acuan bagi pendidik tentang kemampuan dan keterampilan yang menjadi fokus proses pembelajaran dan penilaian. standar kompetensi bahasa Inggris adalah kompetensi yang harus dimiliki oleh siswa sebagai hasil dari mempelajari bahasa Inggris. keterampilan. Cakupan materi yang terkandung dalam setiap standar kompetensi cukup luas dan terkait dengan konsep yang ada dalam suatu mata pelajaran. . Sesuai dengan pengertian tersebut. dan perilaku.

(Tema disesuaikan dengan jenis teks yang sedang dibahas dan tingkat kemampuan linguistik siswa. dan review dengan penekanan pada makna interpersonal yang kompleks dan makna tekstual yang variatif.) . terutama dalam wacana berbentuk naratif. (Tema disesuaikan dengan jenis teks yang sedang dibahas dan tingkat kemampuan linguistik siswa. terutama dalam wacana berbentuk deskriptif. report dan news item.UNTUK MATA PELAJARAN BAHASA INGGRIS DI SMA. commentary. SEBAGAI BERIKUT: Berkomunikasi lisan dan tertulis menggunakan ragam bahasa yang sesuai dengan lancar dan akurat dalam wacana interaksional dan/atau monolog terutama berkenaan dengan wacana berbentuk naratif. dan eksposisi hortatory yang mengarah kepada variasi makna interpersonal. anekdot. naratif. prosedur. eksposisi analitis. spoof/recount. TELAH DIRUMUSKAN TIGA STANDAR KOMPETENSI. explanation. (Tema disesuaikan dengan jenis teks yang sedang dibahas dan tingkat kemampuan linguistik siswa) Berkomunikasi lisan dan tertulis menggunakan ragam bahasa yang sesuai dengan lancar dan akurat dalam wacana interaksional dan/atau monolog. discussion.) Berkomunikasi lisan dan tertulis menggunakan ragam bahasa yang sesuai dengan lancar dan akurat dalam wacana interaksional dan/atau monolog.

THANK·S. FOR YOUR KIND ATTENTION .