KUMPULAN KTI & ASKEB BeJo_NeT

UNIVERSITAS BAKTI INDONESIA BANYUWANGI

Jumat, 24 Desember 2010
KTI FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF PADA BAYI USIA 0-6 BULAN DI DESA BENELAN LOR KABAT-BANYUWANGI
KTI FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF PADA BAYI USIA 0-6 BULAN DI DESA BENELAN LOR KABAT-BANYUWANGI

BAB 1 PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Asi Eksklusif adalah pemberian ASI saja pada bayi berumur 0-6 bulan tanpa makanan dan minuman lain .Asi sangat mudah sekali didapat tidak membutuhkan waktu yang lama. Asi Eksklusif sangat penting sekali bagi bayi usia 0-6 bulan karena semua kandungan gizi ada pada Asi.yang berguna untuk membangun dan menyediakan energi dalam susunan yang diberikan ,tidak ada makanan lain bagi bayi baru lahir yang dapat disamakan dengan Asi . Menurut ahli kesehatan ,bayi pada usia 0-6 bulan sudah terpenuhi gizinya dengan asi saja ,tetapi banyak ibu menghadapi masalah untuk memberikan Asi Eksklusif masalah yang timbul disebabkan ibu bekerja .Diberikan makanan tambahan yang belum waktunya (diberi

pisang )dan ibu tepercaya promosi susu formula sehingga pelaksanaan Asi Eksklusif tidak bisa terlaksanakan. 1

Bukti ±bukti penurunan penggunaan Asi Eksklusif dinegara maju telah banyak dikemukakan Di Indonesia terutama dikota- kota besar terlihat adanya tendensi penurunan pemberian Asi .dari survey kesehatan Indonesia (SDKI) tahun 2002 menunjukkan Asi Eksklusif selama 6 bulan menurun dari 42,2% menjadi 39,5% sedangkan penggunaan susu formula meningkat dari 10,8% menjadi 32,5%(http://sitinurhayati.wordpress.com). Pemberian ASI Eksklusif di Indonesia masih sangat kurang,penyebabnya adalah sosial budaya .sosial budaya yang dimaksud diantaranya ibu bekerja atau kesibukan lainnya ,kadang ibu merasa gengsi dan menirukan teman atau tetangganya yang memberi susu botol Keadaan psikologis ,ibu biasanya ibu kurang seksi apabila dia menyusui bayinya .faktor fisik ibu ,sehuingga tidak memungkinkan ibu untuk menyusui. Berdasarkan hasil studi pendahuluan selama bulan juli-agustus 2010 di Dusun Popongan Desa Benelanlor Kecamatan Kabat Kabupaten Banyuwangi .ada 10 ibu yang mempunyai bayi 0-6 bulan ,yang diberikan Asi Eksklusif hanya 1 bayi sisanya 9 bayi ibu memberikan pengganti Air Susu Ibu (PASI) atau juga susu formula .hal ini banyak disebabkan karena ibu bekerja ,ada juga ibu tidak memberikan Asi karena ibu merasa sudah memberi susu formula. Padahal dampak bila bayi tidak diberikan Asi Eksklusif dapat menurunkan berat badan bayi ,bayi juga akan mudah sakit karena tidak dapat zat immunoglobulin yang terkandung dalam kolostrum.pemberian susu formula pada bayi baru lahir buisa menyebabkan alergi karena merangsang aktivasi system IgE yang pada bayi baru lahir belum sempurna ,sedangkan dalam jangka panjang anak akan mudah kekurangan gizi dan obesitas(suradi ruslina dan utami rusli,2008:10).

Mengingat masih banyaknya ibu yang tidak memberikan Asi Eksklusif maka diharapkan petugas kesehatan lebih meningkatkan pelayanan kesehatan teruma pada ibu nifas dengan cara memberikan pengetahuan tentang Asi Eksklusif seperti sosialisasi,dan bimbingan secara menyeluruh dan efektif.sehingga peneliti tertarik untuk Mengetuhui Faktor- Faktor Yang Dapat Mempengaruhi Pemberian Asi Eksklusif Pada Bayi Usia 0-6 Bulan

B. Rumusan Masalah Faktor- faktor apa saja yang dapat mempengaruhi pemberian asi eksklusif pada bayi usia 0-6 bulan di Dusun Popongan Desa Benelamlor Kecamatan Kabat Kabupaten Banyuwangi?

C. Tujuan Penelitian Mengidentifikasi faktor ± faktor yang dapat mempemgaruhi Pemberian Asi Eksklusif pada bayi usia 0-6 bulan di Dusun Popongan Desa Benelanlor Kecamatan Kabat Kabupaten Banyuwangi.

D. Manfaat Penelitian 1. Bagi Institusi Pendidikan Memberikan nilai sumber kepustakaan di Kampus Universitas Bakti Indonesia sebagai wacana kepustakaan baru mengenai faktor ± faktor yang dapat mempemgaruhi penggunaan Asi Eksklusif pada bayi usia 0-6 bulan . 2. Bagi Peneliti Menambah Pengetahuan dan pengalaman dalam rangka pengembangan dan penerapan teori penelitian sekaligus sebagai acuan dasar penelitian selanjutnya.

3 Bagi Masyarakat Sebagai Wahana menambah wawasan baru yaitu Pengetahuan ibu bayi tentang pentingnya Asi dan hasilnya dapat disampaikan kepada masyarakat. BAB II .

2006:105). Pengertian ASI Eksklusif adalah pemberian Asi saja kepada bayi berumur 0-6 bulan tanpa memberikan makanan atau minuman lain. Manfaat ASI Eksklusif yaitu agar bayi kebal terhadap beragam penyait pada usia selanjutnya (Depkes. Untuk Bayi . Setelah itu diberi makanan padat pendamping yang cukup dan sesuai. diberikan tanpa jadwal dan tidak diberi makanan lain. Menyusui Eksklusif adalah bayi hanya diberi ASI saja tanpa tambahan cairan lain atau makanan padat. 2.TINJAUAN PUSTAKA A. Konsep Asi Eksklusif 1. Sedangkan ASI tetap diberikan sampai usia 2 tahun atau lebih. menurut ahli kesehatan. walupun hanya air putih sampai bayi berumur 6 bulan (Sri Purwanti Hubertin. Manfaat Asi a. bayi harus sering disusui serta tanpa batasanwaktu (Suradi Rulina dan Utami Roesela.2004:3).2008:32). Bayi hanya diberi ASI saja secara eksklusif sejak lahir sampai usia 6 bulan. bayi pada usia tersebut sudah terpenuhi gizinya hanya dengan ASI saja. ASI Eksklusif adalah pemberian ASI (air susu ibu) sedini mungkin setelah persalinan.

Bayi ASI lebih bisa menghadapi efek kuning (jaundice). Contohnya. asalkan bayi tersebut disusui sesering mungkin dan tanpa pengganti ASI. sembelit. Guna memenuhi semua kebutuhan bayi. ASI mengandung semua zat gizi dan cairan yang dibutuhkan untuk memenuhi seluruh gizi bayi pada 6 bulan pertama kehidupannya 2. dan ini mempengaruhi kemapanan emosi si anak di masa depan. antibodi sang ibu terhadap penyakit tersebut diteruskan kepada bayi melalui ASI 8. ketika si ibu tertular penyakit (misalnya melalui makanan seperti gastroentretis atau polio). Dengan adanya kontak mata dan badan. 4. Setelah umur 1 tahun. selalu dalam keadaan steril dan suhu susu yang pas 10. ASI selalu siap sedia setiap saat bayi menginginkannya. Pemberian ASI merupakan metode pemberian makan bayi yang terbaik. ASI masih merupakan makanan utama bayi. Dokter sepakat bahwa ASI mengurangi resiko infeksi lambung-usus. selain juga bermanfaat bagi ibu. terutama pada bayi umur kurang dari 6 bulan. perlu ditambah dengan Makanan Pendamping ASI (MP-ASI) 3. Bayi merasa aman. nyaman dan terlindungi. pemberian ASI juga memberikan kedekatan antara ibu dan anak.1. seperti halnya susu sapi adalah yang terbaik untuk sapi 5. dan alergi 7. akan tetapi pemberian ASI tetap dianjurkan karena masih memberikan manfaat. Level bilirubin dalam darah bayi banyak berkurang seiring dengan diberikannya kolostrum dan mengatasi kekuningan. Komposisi ASI ideal untuk bayi 6. Bayi ASI memiliki kekebalan lebih tinggi terhadap penyakit. karena mengandung lebih dari 60% kebutuhan bayi. 9. meskipun ASI hanya bisa memenuhi 30% dari kebutuhan bayi. ASI disesuaikan secara unik bagi bayi manusia. . Pada umur 6 sampai 12 bulan.

di antaranya: kolik. Chron¶s disease. ASI lebih hemat waktu karena tidak usah menyiapkan dan mensterilkan botol susu. dan ASI bermanfaat untuk menaikkan berat badan dan menumbuhkan sel otak pada bayi prematur. Apabila bayi sakit. Bayi akan lebih cepat sembuh. 12. eluslah si bayi dan dekaplah dengan hangat. 4. dsb . Tindakan ini sudah dapat menimbulkan rasa aman pada bayi. mempercepat kondisi ibu untuk kembali ke masa prakehamilan dan mengurangi risiko perdarahan 2. Komposisi ASI akan teradaptasi sesuai dengan kebutuhan bayi. Untuk Ibu Hisapan bayi membantu rahim menciut. tapi juga mendidik anak. Beberapa penyakin lebih jarang muncul pada bayi ASI. 1. b. Menurut penelitian pada tahun 1997. 13. 15. Lemak di sekitar panggul dan paha yang ditimbun pada masa kehamilan pindah ke dalam ASI. dan Ulcerative Colitis. Bayi prematur lebih cepat tumbuh apabila mereka diberikan ASI perah. sehingga kelak ia akan memiliki tingkat emosi dan spiritual yang tinggi. Sambil menyusui. ASI adalah makanan yang terbaik untuk diberikan karena sangat mudah dicerna. dot. SIDS (kematian mendadak pada bayi). Penelitian menunjukkan bahwa ibu yang menyusui memiliki resiko lebih rendah terhadap kanker rahim dan kanker payudara.11. eksim. Ini menjadi dasar bagi pertumbuhan manusia menuju sumber daya manusia yang baik dan lebih mudah untuk menyayangi orang lain. 14. sehingga ibu lebih cepat langsing kembali 3. kepandaian anak yang minum ASI pada usia 9 1/2 tahun mencapai 12. IQ pada bayi ASI lebih tinggi 7-9 point daripada IQ bayi non-ASI.9 poin lebih tinggi daripada anak-anak yang minum susu formula. Menyusui bukanlah sekadar memberi makan.

. 5. Penjarangan kelahiran karena efek kontrasepsi LAM dari ASI eksklusif. Bayi sehat berarti keluarga mengeluarkan biaya lebih sedikit (hemat) dalam perawatan kesehatan dan berkurangnya kekhawatiran bayi akan sakit. Menghemat devisa negara karena tidak perlu mengimpor susu formula dan peralatan lain untuk persiapannya. Tidak perlu uang untuk membeli susu formula. 3. dsb 6. botol susu kayu bakar atau minyak untuk merebus air. Lebih praktis saat akan bepergian. 2. kaleng susu formula. air panas. Memberikan ASI pada bayi (meneteki) berarti hemat tenaga bagi keluarga sebab ASI selalu siap tersedia. susu. ASI tak bakalan basi. susu atau peralatan. ASI yang tidak dikeluarkan akan diserap kembali oleh tubuh ibu.5. c. 4. tidak perlu membawa botol. ASI selalu diproduksi oleh pabriknya di wilayah payudara. Untuk Masyarakat dan Negara 1. sementara campuran susu formula belum tentu steril Penelitian medis juga menunjukkan bahwa wanita yang menyusui bayinya mendapat manfaat fisik dan manfaat emosional 9. karena tidak usah selalu membeli susu kaleng dan perlengkapannya ASI selalu bebas kuman. 6. air panas. 7. ASI dalam payudara tak pernah basi dan ibu tak perlu memerah dan membuang ASI-nya sebelum menyusui[4]. Bila gudang ASI telah kosong. d. Menghemat waktu keluarga bila bayi lebih sehat. Untuk Keluarga 1. dll. ASI lebih murah. ASI lebih praktis karena ibu bisa jalan-jalan ke luar rumah tanpa harus membawa banyak perlengkapan seperti botol. 8. Jadi.

com/wiki/Manfaat_ASI Komposisi Zat Gizi Kolostrum.bakteri yang dianggap dapat mengganggu kolonisasi bakteri pathogen didalam saluran cerna . Karbohidrat 2. Bayi sehat membuat negara lebih sehat. 5. 6. b) Secretori imonoglobulin A (sIgA) Mengikat protein asing bermolekul besar seperti virus . e. susu dan peralatannya.berwarna jernih kekuningan .wikia. 4. Protein 4. ASI dan PASI).kaya akan zat antibodi: a) Faktor bifidus Faktor pemicu pertumbuhan laktobasilus bifidus . (http://asuh. Viitamin & Mineral 5. c) Laktoferin . Kalsium Fosfat 6. Zat Anti infeksi Kolostrum adalah asi yang keluar pertama kali . Terjadi penghematan pada sektor kesehatan karena jumlah bayi sakit lebih sedikit. Lemak 3. Komposisi Asi 1. ASI adalah sumber daya yang terus menerus diproduksi dan baru. Memperbaiki kelangsungan hidup anak dengan menurunkan kematian.2.bakteri dan zat toksik yang bertujuan untuk penyerapan sehingga tidak membahayakan bayi . 3. Melindungi lingkungan karena tak ada pohon yang digunakan sebagai kayu bakar untuk merebus air.

Antistreptokokus Faktor pertahanan yang membantu menurunkan insidensi penyakit h) Protein pengikat B12 (Dr.Laktoferidase.2005:41) f. Kolostrum merupakan pencahar (pembersih usus bayi) yang membersihkan mikonium sehingga mukosa usus bayi yang baru lahir segera bersih dan siap menerima ASI.Arrisman.MB. Kolostrum merupakan cairan yang pertama dikeluarkan atau disekresi oleh kelenjar payudara pada empat hari pertama setelah persalinan. . Hal ini menyebabkan bayi sering defekasi dan feces berwarna hitam. Pengelompokan Asi 1.penyakit mematikan yang lazim menjangkiti bayi berberat badan rendah f) Makrofag Selain menyekresi sIgA dan Interferon juga berfungsi untuk memangsa organisme lain g) Komplemen . ASI stadium I Asi stadium I adalah kolostrum. Komposisi kolostrum ASI setelah persalinan mengalami perubahan. Kolostrum berwarna kuning keemasan disebabkan oleh tingginya komposisi lemak dan sel-sel hidup.Protein pengikat zat besi agar tidak dapat digunakan oleh bakteri untuk bertumbuh kembang d) Lizozim Enzim yang bekerja menghancurkan bakteri dengan jalan merobek dinding sel yang secara langsung meningkatkan keefektifan antibodi e) Leokosit Mencegah Enterokolitis Nekrotikan . Jumlah energi dalam kolostrum hanya 56 Kal /100 ml kolostrum dan pada hari pertama bayi memerlukan 20 â¼³ 30 CC.

ASI stadium III ASI stadium 3 adalah ASI matur. jumlah volume ASI semakin meningkat tetapi komposisi protein semakin rendah.php?topic=616. 2. Usia bayi Hari ke-1 (0-24 jam) Hari ke-2 (24-48 jam) Hari ke-3 (48-72 jam) Hari ke-4 (72-96 jam) Hari ke-5 (96-120 jam) 3 bulan 6 bulan Volume setiap hari Kisaran Rata-rata 7-123 ml 37 ml 44-3345 ml 98-775 ml 375-876 ml 452-876 ml 609-837 ml 84 ml 408 ml 624 ml 700 ml 750 ml 800 ml Rata-rata 7 14 38 58 70 Acuan 1. Produksi Air Susu sejak melahirkan Dalam buku menyusui oleh Jane moody tahun 2006. Sedangkan kandungan karbohidratnya lebih rendah dibandingkan ASI matur. volume ASI akan berbeda tiap harinya. ASI stadium II ASI stadium dua adalah ASI peralihan.id/smf/index.2.parentsguide. sedangkan lemak dan hidrat arang semakin tinggi.3 4 - . ASI ini diproduksi pada hari kelima sampai hari kesepuluh.3. ASI matur merupakan nutrisi bayi yang terus berubah disesuaikan dengan perkembangan bayi sampai enam bulan. Hal ini untuk memenuhi kebutuhan bayi karena aktifitas bayi yang mulai aktif dan bayi sudah mulai beradaptasi dengan lingkungan.co.3 1.5 3 1. Setelah enam bulan bayi mulai dikenalkan dengan makanan pendamping selain ASI (http://www. Pada masa ini pengeluaran ASI mulai stabil.) 4.3 1.Kandungan protein pada kolostrum lebih tinggi dibandingkan dengan kandungan protein dalam susu matur. 3. Yaitu ASI yang desekresi pada hari kesepuluh sampai seterusnya.

d) Ada anggapan menyusui adalah lambang keterbelakangan budaya. seberapa pun baiknya susu sapi olahan. a) Semakin banyaknya ibu yang bekerja mencari nafkah cenderung untuk tidak menyusui bayinya. Alasan / faktor ibu tidak memberikan ASI pada bayinya Keputusan untuk menyusui atau tidak menyusui bayinya adalah keputusan yang sangat pribadi dari ibu sendiri. Mereka dapat melakukan tersebut ketika berada di rumah. ASI tetap merupakan makanan yang paling memenuhi syarat untuk bayi. ibu dapat menyusui bayinya di tempat penitipan. perusahaan promosi yang menyatakan produk susu suatu pabrik sama baik dengan ASI sering dapat menggoyahkan keyakinan ibu. b) Tersedianya bermacam-macam susu/makanan bayi tidak dapat terpenuhi banyaknya produk susu dari pabrik makanan bayi sudah dalam bentuk siap pakai (instant milk) sangat memudahkan ibu untuk menggunakannya. sehingga pada waktu ibu istirahat. Akan tetapi sebaliknya telah diuraikan terdahulu. Memberi susu botol dianggap sebagai lambang budaya modern dan sebaliknya menyusui dianggap sebagai lambang . kepercayaan dan faktor sosial budaya. 2004 ada beberapa alasan mengapa jumlah ibu yang menyusui bayinya cenderung menurun. sehingga tertarik untuk mencoba menggunakan susu instant itu sebagai makanan bayi. yaitu sebelum berangkat dan setelah pulang dari bekerja. kedaan keuangan ibu.5. Di beberapa perusahaan atau kantor ada yang menyediakan tempat penitipan bayi. c) Iklan yang menyesatkan yang mempromosikan produk susu. Menurut Syahmien Moehyi. Keputusan ini dipengaruhi oleh gaya hidup ibu. Berkurangnya jumlah ibu yang menyusui bayinya dimulai di kota-kota terutama pada keluarga yang berpenghasilan cukup. yang kemudian menjalar ke daerah pinggiran kota dan menyebar ke pedesaan.

Semua bentuk kecemasan tadi secara langsung bisa mengganggu kelancaran keluarnya ASI. jadi tidak ada hubungannya dengan menyusui. dengan kata lain. Dewasa ini di negara maju seperti di Eropa dan Amerika justru dilakukan gerakan ³Kembali ke air susu ibu´ atau ³Back to breast freding´. Peristiwa ini biasanya ditandai oleh tangis bayi yang berlangsung lama. Menjadi tua adalah proses alami yang tidak dapat dihindari. b) Ibunya tidak suka atau kurang suka menerima peranan dirinya sebagai seorang ibu dan tidak senang menerima kehadiran/kelahiran anaknya. akan kehilangan cinta kasih suaminya. dan suaminya berhak untuk mencari wanita lian yang memiliki payudara penuh dengan air susu. hal ini disebabkan kebudayaan di Afrika timur wanita yang tidak mampu menyusui anaknya. Hal ini biasanya ditandai dengan bayi menjeritjerit kesakitan dengan tangis sangat memilukan.keterbelakangan sesungguhanya adalah salah. olahraga disamping memelihara kecantikannya. e) Alasan estetika. 2007:214 bahwa aktivitas sekresi kelenjar-kelenjar susu itu senantiasa berayun-ayun (berubah-ubah) oleh pengaruh-pengaruh psiklis/kejiwaan tertentu. c) Berkembanganya perasaan-perasaan ketakutan dan kecemasan kalau ia ditinggalkan atau ditelantarkan suaminya. Amosi yang mempengaruhi produksi air susu Manurut Kartono. 6. makan makanan yang bergizi. a) Interelasi antara ibu dan anak bayinya itu bisa terganggu apabila ibu tersebut mengalami kecemasan-kecemasan. yaitu ibu akan menjadi cepat tua. khawatir akan hilang kecantikannya dan ibu akan tampak kelihatan tua sungguh tidak beralasan. yang harus dilakukan ialah memelihara kebugaran tubuh. ketegangan-ketegangan dan konflik-konflik batin serius. produksi ASI sangat dipengaruhi oleh macam-macam emosi yang tengah dialami atau mempengaruhi dirinya. .

tetangga atau orang terkemuka yang memerikan susu botol c. Takut kehilangan daya tarik sebagai seorang wanita b. Faktor fisik ibu a. 1. panas dan sebagainya 4. secara garis besar ada 2 faktor: (Baskoro. Meniru teman. Faktor psikologis a. Tekanan batin 3. 2008:73). sehingga masyarakat kurang mendapat penerangan atau dorongan tentang manfaat pemberian ASI. misalnya mastitis. Meningkatkan promosi susu kaleng sebagai pengganti ASI. 5. C. Ibu bekerja atau kesibukan sosial lainnya b. Konsep Faktor-faktor yang mempengaruhi pemberian ASI 1. 6. Faktor Internal .B. 1997:17). Merasa ketinggalan zaman jika menyusui bayinya 2. Ibu sakit. Perubahan Sosial budaya a. Konsep Faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan ASI Eksklusif Banyak faktor yang menyebabkan para ibu tidak menganggap penting dan enggan untuk memberikan ASI kepada bayi mereka. Peneranga yang salah justru datang dari petugas kesehatan sendiri yang menganjurkan pengganti ASI dengan susu kaleng (Soedjiningsih. Faktor kekurangan petugas kesehatan.

wikipedia. Pendidikan . Pengetahuan adalah berbagai gejala yang akan diperoleh manusia melalui pengamatan (Indrawati.a. kesadaran dan sikapnya terhadap stimulus. Pengetahuan Pengetahuan adalah merupakan hasil ³tahu´ dan tidak terjadi setelah orang melakukan pengindraan terhadap suatu objek tertentu. Indrawati. 2003:121). Penelitian Rogers (1974) mengungkapkan bahwa sebelum orang mengadopsi perilaku baru (berperilaku baru) di dalam diri orang tersebut terjadi proses yang berurutan yaitu: 1) Awarness (kesadaran) di mana orang tersebut menyadari dalam arti mengatahui terlebih dahulu terhadap stimulus (objek). Hal ini seperti sikap responden sudah lebih baik lagi. 4) Trial. Pengetahuan atau kognitif merupakan domain yang sangat penting untuk terbentuknya tindakan seseorang (overt behavior).-org/wik/pengetahuan/ b. di mana subjek telah berperilaku baru sesuai dengan pengetahuan. 3) Evaluation (menimbang-nimbang) terhadap baik dan tidaknya stimulus tersebut bagi dirinya. 5) Adaption.2007). 2007). di mana subjek mulai mencoba melakukan sesuatu sesuai dengan apa yang dikehendaki oleh stimulus. Namun demikian dari penelitian selanjutnya Rogens menyimpulkan bahwa perubahan perilaku tidak selalu melawan tahap-tahap tersebut di atas (Notoatmodjo. di sini sikap subjek sudah mulai timbul. 2) Internest (merasa tertarik) terhadap stimulus atau objek tersebut. http://id. setelah muncul ketika seseorang menggunakan indera atau akal budinya untuk mengenali benda atau kejadian tertentu yang belum pernah dilihat atau dirasakan sebelumnya (Meliono.

senin. yaitu ibu akan menjadi cepat tua. Pola-pola kelakuan manusia menurut apa yang diharapkan oleh masyarakat (Rini. ibu menyusui yang tidak memberikan ASI pada bayinya. Misalnya olahraga teratur. sungguh tidak beralasan. Pendidikan berkaitan dengan transmisi. Umur . 3) Pengembangan perilaku. Perilaku Hasil output yang diharapkan dari suatu pendidikan kesehatan. Pendidikan adalah proses dan mengajar. atau perilaku untuk memelihara dan meningkatkan kesehatan yang kondusif. yang harus dilakukan ialah memelihara kebugaran tubuh. keterampilan dan aspek kelakuan yang lain. pengetahuan sikap. membuang sampah pada tempatnya dan sebagainya. atau diri perilaku negatif. jadi tidak ada hubungan dengan menyusui. perilaku yang positif. kekhawatiran akan hilangnya kecantikan dan ibu tampak kelihatan tua. pembinaan disain diajukan pada perilaku masyarakat yang mempunyai perilaku hidup sehat (healthy style) tetap dilanjutkan atau dipertahankan. 27 Oktober 2008). Perubahan perilaku yang belum atau tidak kondusif ke perilaku yang kondusif ini mengandung berbagai dimensi berikut ini: 1) Perubahan perilaku : perilaku masyarakat yang tidak sesuai dengan nilai-nilai kesehatan menjadi perilaku yang sesuai dengan nilai-nilai kesehatan. d. di sini adalah perlaku kesehatan. kepercayaan. menjadi tua adalah proses alami yang padat dihindari. makan makanan yang bergizi. 2) Pembinaan perilaku. c. Perilaku-perilaku yang merugikan kesehatan yang perlu diubah misalnya : ibu hamil tidak memeriksakan kehamilannya.Pendidikan berhubungan dengan pembangunan dan perubahan kelakuan anak didik. olahraga di samping memelihara kecantikan.

Dengan cara ini orang dapat membaca dengan mudah dan melihat pola kesakitan atau kematian menurut golongan umur. dan sebagainya. angka-angka kesakitan maupun kematian di dalam hampir semua keadaan menunjukkan hubungan dengan umur. 2008:74). apakah panjang interval di dalam pengelompokkan cukup. Ibu-ibu bekerja atau kesibukan sosial lainnya Faktor ini juga tidak luput dari kurangnya pengetahuan dari pra ibu. Pada masyarakat pedesaan yang kebanyakan buta huruf hendaknya memanfaatkan sumber informasi seperti catatan petugas agama.(Baskoro. Pada ibu bekerja cara lain untuk tetap dapat memberikan asi secara eksklusif pada bayinya adalah dengan memberikan asi peras. untuk tidak menyembunyikan peranan umur pada pola kesakitan atau kematian dan apakah. (Baskoro. penyelidikan epidemiologi. 2. lurah. Di bawah ini adalah beberapa penyebab ibu tidak memberikan asi secara eksklusif pada bayi yang berkaitan dengan sosial budaya: a. tidak sedikit dari apa ibu yang bekerja akan tetapi tetap memberikan asi secara eksklusif pada bayinya selama 6 bulan. 2008:73). Persoalan yang dihadapi adalah apakah umur yang dilaporkan tepat. 2003). Hal ini ditentukan tidak menjadi soal yang berat di kala pengumpulan keterangan umur bagi mereka yang telah bersekolah (Notoatmodjo.Umur adalah variabel yang selalu diperhatikan di dalam penyelidikan. Faktor Eksternal Faktor ini memberikan gambaran kepada kita bahwa begitu banyaknya farian-farian yang seharusnya tidak terjadi seandainya faktor yang pertama yaitu faktor internal dapat dipenuhi para ibu. guru. pengelompokkan umur dapat dibandingkan dengan pengelompokan umur pada penelitian orang lain. .

Semakin cepat memberi tambahan susu pada bayi menyababkan daya isap berkurang karena bayi mudah merasa kenyang bayi akan malas menghisap puting susu. 2008:75). c. D. Meniru teman Biasanya para ibu enggan memberikan asi karena ibu ikut-ikutan atau terpengaruh dengan tetangga yang terkemuka yang memberikan susu botol pada anaknya (Soetjiningsih. Kurangnya keyakinan akan persediaan asi membuat nada khawatir bahwa anda tidak cukup memberi makanan si bayi dan komentar orang lain tentang menyusui juga menciptakan keraguan dalam pikiran anda (Heather. Ibu beranggapan asi ibu kurang gizi atau tidak memiliki cukup asi Merupakan alasan utama mengapa wanita menyerah untuk menyusui.17). Welford. Konsep yang mempengaruhi pengeluaran asi 1. Merasa ketinggalan jaman Ibu akan merasa ketinggalan jaman jika ibu menyusui secara eksklusif pada bayinya (Soetjiningsih. dan akibatnya produksi prolaktin dan oksitosin akan berkurang dan merangsang hormon LH dan GNRH semakin . Faktor ketidak mengertinya ibu tentang kolostrum Asi yang keluar pada hari pertama sampai dengan hari ke lima bahkan pada hari ke 7 dinamakan kolostrum atau susu awal yang biasanya bersifat cairan jernih kekuningan itu mengandung zat putih telur atau protein dalam kadar yang tinggi.b. 2008:62). e.17). 1997. 1997. d. zat daya tahan tubuh dalam kadar yang tinggi dari pada susu madu yaitu air susu ibu yang telah berumur tiga hari (Baskoro.

Pada freezer dengan pintu terpisah dari kulkas dan suhu bisa dijaga dengan konstan maka ketehanan Asi mencapai 6 bulan (http:asi. Cara penyimpanan asi perah 1. (Sri Purwanti Hubertin. sedih. 4. Disimpan dalam kulkas dapat bertahan hingga 2 minggu denga suhu kulkas yang berfariasi 4. seperti perasaan takut.blagsome. perasaan menyayangi bayi. dapat menyusui bayinya akan meningkatkan pengeluaran ASI. Isapan bayi yang tidak sempurna atau puting ibu yang sangat kecil hal ini akan membuat produksi hormon oksitosin dan hormon prolaktin akan terus menerus dan ASI akan berhenti. malu atau nyeri hebat akan mempengaruhi refleks oksitosin yang akhirnya menekan pengeluaran ASI. marah. gelisah. Cara memeras asi . dan akhirnya akan menurunkan produksi ASI.com/2005/r/) F. 2.meningkat sehingga terjadi proses pematangan sel telur yang mengakibatkan cepat terjadinya ovulasi dan kemungkinan hamil. Asi tahan disimpan dalam suhu ruangan sampai 6 jam 2. Disimpan di freezer yang tidak terpisah dari kulkas dan sering dibuka bias bertahan 3-4 bulan 5. Perasaan ibu dapat menghambat atau meningkatkan pengeluaran oksitosin. kesal. 3. dan mendengar bayinya menangis. Cara menyusui yang tidak tepat tidak dapat mengosongkan payudara dengan benar. atau perasaan bangga. Dukungan suami maupun keluarga lain dalam rumah akan sangat membantu berhasilnya seseorang ibu untuk menyusui. 5. sebaliknya perasaan ibu yang berbahagia. memeluk. mencium. 2004:81) E. Dalam termos yang diberi es batu bias tahan 24 jam 3. senang. cemas.

tempatkan ujung ibu jari dan jari disisi belakang areola (tepatnya di pinggiran kulit yang berwarna gelap yangmengitari putting dengan kulit normal )tekan jari dan ibu jari kedalam dengan posisi yang nyaman lalu tekanlh dengan perlahan Bersama-sama. Pompa Payudara Alat pompa payudara sangat sederhana .kemudian tekan bagian sinuses kedalam yang berada dibalik areola .tempatkan ujung ibu jari dan jari disisi belakang areola . 2. Kerangka Konseptual . G.pada bagian depannya terbuat dari kaca yang berbentuk seperti corong pompa ini sangat praktis dan Efisien.benda itu terbuat dari karet yang terbentuk seperti bola yang dipakai untuk memompa . Cara Alami Bersihkan tangan dengan sabun .mudah penggunaannya dan tidak tterlalu mahal .1.

. 2005:69).Factor-faktor yang mempengaruhi penggunaan ASI Eksklusif Kerangka konseptual adalah kerangka hubungan antara konsep-konsep yang diamati atau diukur malalui penelitian-penelitian yang akan dilakukan (Notoatmodjo.

Keterangan : : Diteliti : Tidak diteliti Gambar 2. Desain Penelitian .1 Kerangka konseptual faktor-faktor yang dapat mempengaruhi penggunaan ASI Eksklusif pada bayi usia 0-6 bulan di Desa Benelamlor Kecamatan Kabat Kabupaten Banyuwangi BAB 3 METODE PENELITIAN A.

Desain penelitian atau rancangan penelitian merupakan strategis untuk menjawab pertanyaan penelitian dan sebagai alat untuk mengontrol atau mengendalikan berbagai variabel yang berpengaruh dalam penelitian (Nursalam 2003:18). sosial. waktu. Kerangka Kerja . pekerjaan dan cara hidup. Berdasarkan tujuan penelitian. Dengan metode deskriptif ini rancangan penelitian yang dilakukan dengan tujuan utama untuk membuat gambaran atau deskriptif terhadap suatu keadaan sarana obyektif. 26 B. ekonomi. umum. desain penelitian yang digunakan adalah deskriptif yang merupakan rancangan penelitian yang bertujuan menerangkan masalah penelitian yang terjadi pada kasus suatu penyakit dan berdasarkan distribusi tempat.

2003:56) Gambar 3.1 Kerangka kerja. Faktor-faktor yang dapat mempengaruhi penggunaan ASI eksklusif pada bayi usia (0-6 bulan) di Desa Benelanlor Kecamatan Kabat-Banyuwangi . (Nursalam.Populasi Semua Ibu yang tidak menyusui secara eksklusif pada bayi yang berumur (0-6 bulan) di Desa Benelanlor Kecamatan Kabat-Banyuwangi (30 responden) Kerangka kerja adalah tahapan atau langkah-langkah dari aktivitas ilmiah yang digunakan dalam melakukan penelitian (kegiatan sejak awal sampai akhir penelitian).

Sampel Sampel adalah terdiri dari bagian populasi terjangkau yang dapat dipergunakan sebagai subjek penelitian melalui sampling (Nursalam. Sampling Sampling atau pengambilan sampel adalah suatu proses menyeleksi pengambilan sampel dalam penelitian ini dilakukan dengan cara samping jenuh adalah teknik penentuan sampel bila semua anggota populasi digunakan sebagai sampel.2008:91). Aziz Alimul Hidayah.96). Bukan hanya objek atau subjek yang dipelajari saja tetapi seluruh karakteristik atau sifat yang dimiliki subjek atau objek tertentu. Sampling Desain 1.2009). Hal ini sering dilakukan bila jumlah populasi relatif kecil kurang dari 30 orang atau penelitian yang ingin membuat generalisasi dengan kesalahan yang sangat kecil (Sugiono.C. Sampel dalam penelitian ini adalah ibuibu yang tidak memberikan ASI eksklusif pada bayi usia (0-6 bulan) 30 responden di Desa Benelanlor Kecamatan Kabat-Banyuwangi 3. 2. (A. Populasi Populasi adalah suatu subjek atau objek dengan karakteristik tertentu yang akan diteliti. 2007. Identifikasi Variabel . Dalam penelitian ini yang akan dijadikan populasi adalah ibu yang tidak memberikan asi eksklusif pada bayi berusia 0-6 bulan berjumlah 30 di Desa Benelanlor Kecamatan Kabat-Banyuwangi. D.

Baik : Mendukung =76100% Cukup : Mendukung =45-75% Kurang : Tidak mendukung = ”45% Baik : Sering =76-100% Cukup : Kadang-kadang =4575% Kurang : Tidak pernah = ”45 Baik : Sering =76-100% Cukup : Kadang-kadang =45- . Promosi susu Meningkatkan promosi susu kaleng sebagai pengganti ASI Penerangan yang salah oleh tenaga kesehatan dan kurang aktifnya tenaga kesehatan untuk memberikan penyuluhan tentang penggunaan ASI Ibu terpengaruh dengan iklan-iklan yang menyebutkan kandungan susu formula. 3. Tabel 3. Penerangan yang salah oleh tenaga kesehatan. menusia dan lain-lain) (Nursalam. Aziz Alimul.1 Definisi operasional tentang faktor-faktor yang mempengaruhi ibu tidak memberikan ASI eksklusif pada bayi uisa (0-6 bulan) di Desa Benelanlor Kecamatan Kabat -Banyuwangi. Definisi Operasional Definisi operasional adalah mendefinisikan varian kemudian nasional dan berdasarkan karakteristik yang diamati dan hasil jawaban pengukuran secara cermat terhadap suatu objek atau jawaban salah menggunakan parameter yang jelas (A. Variabel Faktor-faktor yang mempengaruhi ibu tidak memberikan ASI eksklusif pada bayi usia (0-6 bulan) Faktor Sosial budaya Definisi operasional Berbagai alasan ibu tidak memberikan ASI eksklusif pada bayi usia (0-6 bulan) Indikator Alat ukur Kuesionar Skala Ordinal Skor Jawaban Baik = 76-100% Cukup = 45-75% Kurang= ”45% Ibu yang bekerja. E. Variabel dalam penelitian ini adalah faktorfaktor yang mempengaruhi ibu tidak memberikan ASI secara eksklusif pada bayi uisa 0-6 bulan.Variabel adalah perilaku atau karakteristik yang memberikan nilai beda terhadap sesuatu (benda. zaman apabila 2. meniru teman dan ibu merasa ketinggalan 1.2008:97). Ibu bekerja Meniru teman Ibu merasa ketinggalan zaman Penerangan yang salah oleh tenaga kesehatan yang menganjurkan pengganti ASI dengan susu kaleng. menyusui bayinya.11.2003:59).

Instrumen pengumpulan data Instrumen adalah alat pada waktu penelitian menggunakan metode (Arikunto.2002:126). Pengumpulan Data dan Analisa Data 1.75% Kurang : Tidak pernah = ”45% F.2003. Proses pengumpulan data Pengumpulan data adalah suatu proses pendekatan kepada subjek dan proses pengumpulan karakteristik subjek yang diperlukan dalam suatu penelitian (Nursalam. Bila belum lengkap.2006:151) c.2003) proses pengumpulan dalam penelitian ini adalah setelah mendapatkan izin. maka responden diminta melengkapi lagi kemudian dikumpulkan lagi. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuesioner (tertutup) kuesioner yaitu sejumlah pertanyaan tertulis yang digunakan untuk memperoleh informasi dan responden dalam arti laporan tentang pribadi (Arikunto. kuesioner diteliti kelengkapan. Waktu dan Tempat 1) Waktu Penelitian dilaksanakan pada bulan november 2010 . a. b. Pengumpulan data Pengumpulan data adalah suatu proses pendekatan kepada subjek dan proses pengumpulan karakteristik subjek yang diperlukan dalam penelitian dengan menggunakan metode terbimbing (Nursalam.155). peneliti mengadakan kepada responden untuk mendapatkan persetujuan dari responden sebagai sampel setelah responden bersedia lalu kuesioner diisi oleh responden. Setelah responden selesai mengerjakan.

cukup=1.R2. dan tabulating dan dianalisa dengan menggunakan deskriptif tipe distribusi frekuensi dengan cara mengorganisasi data secara seistematis dalam bentuk angka-angka dimulai dari yang paling rendah ke yang paling tinggi. Rumus yang digunakan: Keterangan sp sm n Skor : skor yang diperoleh : skor maksimal : nilai : Baik : 76-100% . Coding Yaitu setiap kuesioner yang diberikan kepada responden diberikan kode seperti R1. scoring. 1. Analisa data Data yang dikumpulkan kemudian dilakukan coding.R3 dan seterusnya. bersama dengan perhitungan dari angka yang mucul. Hasil jawaban responden yang telah diberi permohonan dijumlahkan dan dibandingkan dengan skor tertinggi lalu dilakukan lalu dikalikan 100%.kurang=0 2.jawaban baik=2. Scoring Untuk jawaban yang banar diberi skor 1 dan yang salah diberi skor 0.2) Tempat Penelitian dilaksanakan di Desa Benelanlor Kecamatan Kabat-Banyuwangi 2.

Maka peneliti harus memahami prinsip-prinsip etika penulisan (Nursalam. Etika Penelitian Setiap penelitian yang menggunakan subjek manusia. maka peneliti tidak akan .2008:114). Informed Consent (surat persetujuan) Subjek harus mendapatkan informasi secara lengkap tentang tujuan penelitian yang akan silaksanakan mempunyai hak untuk bebas berpartisipasi atau menolak menjadi responden (Nursalam. Anominity (tanpa nama) Subjek mempunyai hak untuk menerima bahwa yang diberikan harus dirahasiakan (Nursalam. Untuk menjaga kerahasiaannya responden. meliputi : 1.Kurang : 45-75% Cukup : ”45 Hasil dari prosentase di atas kemudian diinterprestasikan dengan menggunakan skala kuantitatif 100% 76%-99% 51%-75% 50% 20%-44% 1%-25% 0% : seluruhnya : hampir seluruhnya : sebagian besar : setengahnya : hampir setengah : sebagian kecil : tidak sama sekali G. 2.2008:115).2008:115). Pada penelitian ini peneliti telah mengajukan permohonan kepada pihak yang terkait.

lembar tersebut hanya diberi nomor kode tertentu.565 ha.dengan luas wilayah 266. Kharakteristik Desa Responden Desa Benelan lor merupakan desa yang mempunyai jumlah penduduk 2955 jiwa.Terdiri dari 3 dusun yaitu dusun krajan.Sedangkan batas-batas desa benelan lor diantaranya sbb: Sebelah Utara : Perbatasan dengan Desa Gombolirang . Confidentiality (kerahasiaan) Kerahasiaan informasi dari responden dijamin oleh peneliti. Hasil Penelitian 1. 3. A.mencantumkan identitas responden pada lembar pengumpulan data yang diisi oleh responden.dusun gumuksari.dusun popongan. BAB 4 HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Pada bab ini dapat diuraikan hasil penelitian faktor-faktor yang mempengaruhi pemberian asi eksklusif pada bayi usia 0-6 bulan di Desa Benelan lor Kecamatan Kabat Kabupaten Banyuwangi yang dilaksanakan pada tanggal 29 oktober-30 november 2010.

1 dapat dilihat bahwa sebagian besar kelompok usia antara usia 21-25 yaitu 63. Data Umum Responden a.2 Distribusi Tingkat Pendidikan Responden di Desa Benelan lor Kecamatan Kabat Kabupaten Banyuwangi Bulan November 2010.3%(19 orang) b. Tabel 4. No 1 2 3 Tingkat Pendidikan SD SMP SMA Jumlah Responden 4 10 14 Prosentase 13.Sebelah Timur Sebelah Selatan Sebelah Barat : Perbatasan dengan Desa Labanasem : Perbatasan dengan Desa Pengatigan : Perbatasan dengan Desa Bareng 2.3 % 0% 20 % 10 % 100 % Sumber : Data Primer 2010 Berdasarkan Tabe 4. Distribusi Tingkat Pendidikan Tabel 4.7 % 63.3 % 40 % 46.7 % .1 Distribusi Umur Responden Distribusi Umur Responden di Desa Benelan lor Kecamatan Kabat Kabupaten Banyuwangi Bulan November 2010 34 No 1 2 3 4 5 Usia Ibu 15-20 21-25 26-30 31-35 36-40 Jumlah Jumlah Responden 2 19 0 6 3 30 Prosentase 6.

3 % 30 % .4 Distribusi Sosial Budaya(ibu bekerja) Distribusi Sosial Budaya(ibu bekerja) di Desa Benelan lor Kecamatan Kabat Kabupaten Banyuwangi Bulan November 2010. Tabel 4.3 % 20 % 6. No 1 2 3 Pemberian Asi Baik Cukup Kurang Jumlah Responden 17 4 9 Prosentase 56. Data Khusus Responden 1) Distribusi Sosial Budaya a.7 % 100 % Sumber : Data Primer 2010 Berdasarkan table 4.7 % 13.3 dapat dilihat sebagian besar tingkat pekerjaannya yaitu IRT sebanyak 60%(18 orang) 3.7 % 100 % Sumber : Data Primer 2010 Berdasarkan Tabel 4.2 dapat dilihat hampir setengah responden tingkat pendidikannya yaitu SMA sebanyak 46.3 Distribusi Tingkat Pekerjaan Distribusi Tingkat Pekerjaan Responden di Desa Benelan lor Kecamatan Kabat Kabupaten Banyuwangi Bulan November 2010 No 1 2 3 4 IRT Tingkat Pekerjaan TANI WIRASWASTA GURU Jumlah Jumlah Responden 18 4 6 2 30 Prosentase 60 % 13. Tabel 4.7% (14 orang) c.4 Jumlah D3 2 30 6.

4 Diperoleh sebagian besar sresponden pemberian asinya termasuk Baik sebanyak 56.5 dapat dilihat bahwa seluruh responden pemberian asinya termasuk Baik yaitu sebanyak 100%(30 orang) c. Distribusi Sosial Budaya (merasa ketinggalan zaman) Tabel 4.0 % Jumlah Sumber : Data Primer 2010 Berdasarkan Tabel 4.0 % 0. No 1 2 3 Pemberian Asi Baik Cukup Kurang Jumlah Responden 30 0 0 30 Prosentase 100 % 0.6 dapat diperoleh bahwa hampir seluruh responden pemberian asinya termasuk Baik yaitu sebanyak 80%(24 orang) 2) Distribusi Promosi Susu Tabel 4.Jumlah 30 100 % Sumber : Data Primer 2010 Berdasarkan Tabel 4. No 1 2 3 Pemberian Asi Baik Cukup Kurang Jumlah Responden 24 0 9 30 Prosentase 80 % 0% 20 % 100 % Jumlah Sumber : Data Primer 2010 Berdasarkan Tabel 4. Tabel 4.0 % 100.7 Distribusi Promosi Susu di Desa Benelan lor Kecamatan Kabat Kabupaten Banyuwangi Bulan November 2010.7%(17 orang) b.5 Distribusi Sosial Budaya (merasa ketinggalan zaman)di Desa Benelan lor Kecamatan Kabat Kabupaten Banyuwangi Bulan November 2010. .6 Distribusi Sosial Budaya(meniru teman) Distribusi Sosial Budaya(meniru teman) di Desa Benelan lor Kecamatan Kabat Kabupaten Banyuwangi Bulan November 2010.

4 Diperoleh sebagian besar Sresponden pemberian asinya termasuk Baik sebanyak 56.8 dapat diketahui sebagian besar responden pemberian asinya Cukup yaitu sebanyak 56.7 dapat dilihat sebagian besar responden pemberian asinya Baik yaitu sebanyak 66.8 Distribusi Penerangan Tenaga Kesehatan di Desa Benelan lor Kecamatan Kabat Kabupaten Banyuwangi Bulan November 2010 No 1 2 3 Pemberian Asi Baik Cukup Kurang Jumlah Responden 6 17 7 30 Prosentase 20 % 56. . Distribusi Sosial Budaya a.7%(20 orang) 3) Distribusi Penerangan Tenaga Kesehatan Tabel 4.7%(17 orang) B.3 % 10 % 100 % Sumber : Data Primer 2010 Berdasarkan Tabel 4. Pembahasan 1).3 % 100 % Jumlah Sumber : Data Primer 2010 Berdasarkan Tabel 4.7 % 23.7 % 23.Hal tersebut sangat dipengaruhi oleh tingkat pekerjaan dan sebagian besar ibu bekerja sebagai ibu rumah tangga yaitu sebanyak 60%(18 orang). Distribusi Sosial Budaya(ibu bekerja) Berdasarkan Tabel 4.No 1 2 3 Pemberian Asi Baik Cukup Kurang Jumlah Jumlah Responden 20 7 3 30 Prosentase 66.7%(17 orang).

Hal tersebut dipengaruhi oleh tingkat pendidikan dan tingkat pendidikan responden sebagian besar adalah SMA(46. .mereka dapat melakukan hal tersebut ketika berada dirumah yaitu sebelum berangkat dan setelah pulang dari bekerja.(syahmin mohyi. Berdasarkan data diatas bahwa pekerjaan sebagai ibu rumah tangga sangat mempengaruhi kelancaran pemberian asi karena ibu lebih banyak meluangkan waktu untuk memberikan asi kepada bayinya dibandingkan dengan ibu yang bekerja atau wanita karier.Disamping itu perlu adanya dukungan suami maupun keluarga lain dalam rumah akan sangat membantu berhasilnya seorang ibu untuk menyusui. Distribusi Sosial Budaya(meniru teman) Berdasarkan Tabel 4.2008) Semakin tinggi pendidikan maka semakin tinggi pula pengetahuan . c.lebih baik dan lebih matang sehingga memudahkan dalam dirinya untuk mengambil suatu keputusan terutama keputusan yang baik untuk bayinya yaitu tetap menyusui bayinya .dimana dalam pendidikan itu terjadi proses pertumbuhan .5 dapat dilihat bahwa seluruh responden pemberian asinya termasuk Baik yaitu sebanyak 100%(30 orang). Distribusi Sosial Budaya (merasa ketinggalan zaman) Berdasarkan Tabel 4.Semakin banyaknya ibu yang bekerja mencari nafkah cenderung untuk tidak menyusui bayinya . peneliti mengutip bahwa pendidikan berhubungan dengan pembangunan dan perubahan kelakuan (Rini.Usia responden sangat mempengaruhi hal tersebut karen usia responden sebagian besar usia antara 21-25(63. b.6 dapat diperoleh bahwa hampir seluruh responden pemberian asinya termasuk Baik yaitu sebanyak 80%(24 orang).2004).perkembangan atau perubahan kearah yang lebih dewasa .7%) Sesuai tinjauan pustaka .3%).

2).(Notoatdmodjo. .keterampilan dan aspek kelakuan yang lain.Usia responden sangat mempengaruhi hal tersebut karena usia responden sebagian besar usia antara 21-25(63. 3).pengalaman tersebut bisa diperoleh dari keluarga.angka-angka kesakitan maupun kematian didalam hampir semua keadaan menunjukkan hubungan dengan umur. Distribusi Promosi Susu Berdasarkan Tabel 4. pendidikan berhubungan dengan pembangunan dan perubahan kelakuan.8 dapat diketahui sebagian besar responden pemberian asinya Cukup yaitu sebanyak 56.peneliti mengutip bahwa umur adalah variabel yang selalu diperhatikan didalam penyelidikan epidemiologi .Hal tersebut karena tingkat pendidikan dan tingkat pendidikan responden sebagian besar adalah SMA(46. Dengan pendidikan yang tinggi mempengaruhi pola fikir seseorang untuk bertindak dan mengambil keputusan yang sebaik-baiknya sehingga muncul sifat kedewasaan .3%).7%(20 orang).7 dapat dilihat sebagian besar responden pemberian asinya Baik yaitu sebanyak 66.pengetahuan sikap. teman dan petugas kesehatan.7%(17 orang) .7%) Menurut Rini (2008) . umur sangat mempengaruhi minat responden untuk mengikuti kegiatankegiatan penyuluhan dari pada responden yang usianya belum matang .2005) Dengan demikian.kepercayaan.Sesuai tinjauan pustaka . Distribusi Penerangan Tenaga Kesehatan Berdasarkan Tabel 4.disamping itu hal yang mempengaruhi baik cukupnya pemberian asi adalah pengalaman dan pengalaman yang membuat responden tidak memberikan susu formula.Pendidikan berkaitan dengan transmisi.jadi responden lebih cepat menerima informasi.

Faktor-faktor sosial budaya(ibu bekerja) sebagian besar responden pemberian asi eksklusif pada bayi usia 0-6 bulan tergolong Baik (66.7%) .angka-angka kesakitan maupun kematian didalam hampir semua keadaan menunjukkan hubungan dengan umur.Akan tetapi.peneliti mengutip bahwa umur adalah variabel yang selalu diperhatikan didalam penyelidikan epidemiologi . melaksanakan pemberian asi secara eksklusif sangat tidak mudah untuk melakukannya. Simpulan Berdasaran hasil penelitian dan pembahasan maka dapat diperoleh kesimpulan sebagai berikut: 1. perlu adanya kesadaran dan keinginan dari ibu sendiri serta adanya dukungan dari keluarga untuk kelancaran proses menyusui. BAB 5 SIMPULAN DAN SARAN A.Sesuai tinjauan pustaka .2005) Umur membuat seseorang lebih dewasa dan menentukan sikap mana yang baik dan tidak baik.(Notoatdmodjo.

Saran 1. media massa.7%) 5.2. dan sebagainya serta dapat menerapkan pengetahuan yang telah didapat dengan baik. Bagi Peneliti Untuk peneliti selanjutnya perlu dikembangkan instrument penelitian sehingga penelitian dapat lebih memuaskan 3.7%) B. Faktor-faktor penerangan tenaga kesehatan sebagian besar responden pemberian asi eksklusif pada bayi usia 0-6 bulan tergolong Cukup (56. buku petunjuk.baik diperoleh melalui penyuluhan kesehatan. Bagi Masyarakat Lebih meningkatkan pengetahuannya. Bagi Institusi 42 Diharapkan lebih meningkatkan pemberian informasi tentang pemberian asi eksklusif pada ibu yang mempunyai bayi usia 0-6 bulan melalui penyuluhan-penyuluhan dan media cetak yang ditempelkan di tempat ±tampat umum sehingga tangkat penerimaan dan pengetahuan ibu akan menjadi lebih baik 2. elektronik. . Faktor-faktor promosi susu sebagian besar responden pemberian asi eksklusif pada bayi usia 0-6 bulan tergolong Baik (66. kerabat dekat. Faktor-faktor sosial budaya(ketinggalan zaman ) seluruh responden pemberian asi eksklusif pada bayi usia 0-6 bulan tergolong Baik (100%) 3. poster. Faktor-faktor sosial budaya(meniru teman) hampir seluruh responden pemberian asi eksklusif pada bayi usia 0-6 bulan tergolong Baik (80%) 4.