PEDOMAN PENYELENGGARAAN PERINGATAN HARI IBU (PHI) KE-83 TAHUN 2011

KEMENTERIAN PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN PERLINDUNGAN ANAK Jl. Medan Merdeka Barat 15, Jakarta 10110 Jl. Abdul Muis No. 7, Jakarta 10110 Telp. (021) 386 3630, 344 8510, Fax. (021) 386 3631, Pes. 1116

Pedoman Peringatan Hari Ibu Ke-83 Tahun 2011

i

ii

Pedoman Peringatan Hari Ibu Ke-83 Tahun 2011

DAFTAR ISI
Kata Sambutan……………………………………………………………………. Kata Pengantar……………………………………………………………………. A. Latar Belakang…………………………………………………………….. B. Makna Peringatan Hari Ibu ke- 83 Tahun 2011 …………… C. Dasar ……………………………………………………………………………. D. Maksud dan Tujuan ………………………………………………….… E. Tema, Sub Tema dan Slogan ……………………………………… F. Penyelenggaraan Kegiatan ……………………………………….…. G. Kepanitiaan ……………………………………………………………….… H. Dana ……………….………………………………………………………….. I. Penutup ……………………………………………………………………….. Lampiran 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. Panduan Upacara ……………………………………………………….. Lagu Indonesia Raya …………………………………………………… Pancasila……………………………………………………………………… UUD 1945…………………………………………………………………….. Sejarah Singkat Hari Ibu …………………………………………….. Hymne Hari Ibu ………………………………………………………….. Mars Hari Ibu ……………………………………………………………... Doa Peringatan Hari Ibu Ke- 83 Tahun 2011 ……..……... Makna Hari Ibu ……………………………………………………………. Logo Hari Ibu ke-83 Tahun 2011 ………………………………… Surat Keputusan Menteri Negara Pamberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak ……………………………. 10 13 14 15 17 20 21 22 24 25 26 V vii 1 2 3 4 6 7 7 8 8

Pedoman Peringatan Hari Ibu Ke-83 Tahun 2011

iii

iv

Pedoman Peringatan Hari Ibu Ke-83 Tahun 2011

sehingga sekali lagi kita dapat kembali memperingati Hari Ibu untuk yang ke-83. agama dan status sosial dapat melakukan introspeksi kembali terhadap upaya dan perjuangan yang telah dilakukan kaum perempuan di bidang ekonomi dalam rangka perbaikan kualitas hidup perempuan dan anak. keluarga. Tahun 2011 ini peringatan Hari Ibu ke–83 akan memfokus pada aspek ekonomi.KATA SAMBUTAN Puji syukur kita panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa. Pada kesempatan peringatan Hari Ibu ke-83 ini harus digunakan sebagai momentum yang paling strategis untuk melihat kembali perjuangan pergerakan perempuan Indonesia yang diwujudkan dalam Kongres Perempuan Indonesia yang pertama tanggal 22–25 Desember 1928. Partisipasi perempuan di bidang ekonomi dalam rangka kesetaraan dan keadilan gender yang juga merupakan bagian dari perjuangan gerakan perempuan Indonesia harus menjadi perhatian kita di era globalisasi dan persaingan yang semakin menekan.Susilo Bambang Yudhoyono dalam memimpin bangsa Indonesia. Di penghujung tahun 2011 kita sudah dapat melihat berbagai keberhasilan yang dicapai oleh Kabinet Indonesia Bersatu ke-II sebagai hasil komitmen Presiden H. Allah SWT atas segala rahmat dan hidayah-Nya. sehingga kaum perempuan Indonesia dari berbagai latar belakang budaya. terutama bagi negara berkembang seperti Indonesia ini. masyarakat dan bangsa Indonesia. Peran perempuan yang sejak awal perjuangan bangsa ini sudah memberikan banyak pengorbanan perlu mendapat perhatian dan aspek ekonomi perlu menjadi salah Pedoman Peringatan Hari Ibu Ke-83 Tahun 2011 v . Kini tanggal 22 Desember selalu kita peringati sebagai Hari Ibu. Keberpihakan terhadap perempuan telah ditunjukkan melalui Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional 2009-2014 dengan memasukkan pengarusutamaan gender sebagai salah satu prioritas pembangunan Indonesia.

Kementerian dan Lembaga terkait serta Solidaritas Isteri Kabinet Indonesia Bersatu (SIKIB) dan organisasi perempuan akan menyelenggarakan kegiatan kontak antar komunitas ASEAN (people to people contact) dalam bentuk Seminar Pemberdayaan Perempuan untuk Ekonomi Mikro dan Kecil. yaitu Negara Kesatuan Republik Indonesia yang adil. KOWANI. demokratis. serta pihak-pihak lain yang selalu bersama-sama ikut menyelenggarakan Peringatan Hari Ibu. pada tanggal 16 November 2011 di Bali. SIP vi Pedoman Peringatan Hari Ibu Ke-83 Tahun 2011 . Atas terlaksananya Peringatan Hari Ibu ke-83 tahun 2011 saya mengucapkan terima kasih kepada pimpinan SIKIB. dan Tim Penggerak PKK Pusat. Bhayangkari. Harapan saya. aman dan sejahtera. Dharma Wanita Persatuan Pusat. Oktober 2011 Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan Dan Perlindungan Anak RI. serta menuju kesejahteraan rakyat yang kita cita-citakan bersama. membangun karakter dan pekerti bangsa. Dharma Pertiwi. Berkaitan dengan Keketuaan Indonesia di ASEAN tahun 2011. Jakarta. Peringatan Hari Ibu ke–83 tahun 2011 ini memperkokoh persatuan dan solidaritas kaum perempuan di seluruh Indonesia untuk mencapai cita-cita bangsa Indonesia.satu hal yang harus dilihat untuk memperkuat ketahanan Nasional. Panitia Nasional Hari Ibu ke-83 bersama-sama dengan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak. Linda Amalia Sari.

pemberian penghargaan dan penganugerahan serta acara puncak di Jakarta. antara lain kegiatan seminar dan donor darah. sehingga peran perempuan pada masa lalu dan masa kini tidak dapat diabaikan begitu saja. provinsi.KATA PENGANTAR Pertama-tama marilah kita senantiasa memanjatkan puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Kuasa yang telah melimpahkan taufik dan hidayah-Nya sehingga kita dapat memperingati Hari Ibu ke-83 tahun 2011. Sebagai acuan untuk penyelenggaraan kegiatan PHI ke-83 tahun 2011 di tingkat nasional. bakti sosial. kabupaten/ Pedoman Peringatan Hari Ibu Ke-83 Tahun 2011 vii . dan sebagai pejuang bangsa dalam menegakkan dan mengisi kemerdekaan serta membangun bangsa secara menyeluruh sesuai dengan kodrat dan kemampuannya. Puncak acara PHI ke-83 tahun 2011 didahului oleh serangkaian kegiatan yang akan dilaksanakan oleh Panitia Nasional. Tema Peringatan Hari Ibu (PHI) tahun ini adalah “Peran perempuan dan laki-laki dalam membangun ketahanan ekonomi menuju kesejahteraan bangsa” Tema ini diharapkan dapat meningkatkan dan menyegarkan aspirasi masyarakat bahwa keterlibatan perempuan di bumi Nusantara mengiringi Kebangkitan Nasional pada tahun 1908. ziarah ke Taman Makam Pahlawan Kalibata. Kaum perempuan Indonesia bersama-sama kaum laki-laki merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari warga negara. PHI ke-83 tahun 2011 diselenggarakan juga oleh kaum perempuan Indonesia di luar negeri yang dikoordinasikan oleh perwakilan Republik Indonesia di luar negeri.

kota dan perwakilan Republik Indonesia di luar negeri. telah disusun Pedoman Penyelenggaraan PHI ke-83 tahun 2011. baik lembaga pemerintah maupun non pemerintah yang terlibat. Panitia Nasional Penyelenggara PHI ke-83 Tahun 2011 Ketua Umum Y. Penghargaan kami sampaikan kepada berbagai kementerian/instansi dan perwakilan Republik Indonesia di luar negeri yang akan melaksanakan kegiatan PHI ke-83 tahun 2011. dan kepada seluruh pihak. Puspito viii Pedoman Peringatan Hari Ibu Ke-83 Tahun 2011 .

LATAR BELAKANG 1. Kemudian oleh pemerintah Republik Indonesia berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 316 Tahun 1959 tentang Harihari Nasional Yang Bukan Hari libur. telah dinyatakan semenjak Kongres Perempuan Indonesia yang pertama kali pada tanggal 22 Desember 1928 di Yogyakarta. damai. Hari Ibu diperingati untuk yang ke-83 kalinya. merupakan upaya bangsa Indonesia untuk mengenang dan menghargai perjuangan kaum perempuan Indonesia yang telah berjuang dalam merebut kemerdekaan. Pedoman Peringatan Hari Ibu Ke-83 Tahun 2011 1 . baik laki-laki maupun perempuan. 2. adil dan makmur. 3. Peristiwa tersebut merupakan tonggak sejarah bagi perjuangan kaum perempuan Indonesia dan senantiasa diperingati tiap tahunnya oleh bangsa Indonesia. tentram. Peringatan Hari Ibu (PHI) yang dilaksanakan pada tanggal 22 Desember setiap tahunnya. dilandasi oleh cita-cita dan semangat persatuan dan kesatuan menuju kemerdekaan Indonesia yang aman. Tahun 2011. 4. dimanapun berada baik di dalam negeri maupun di luar negeri. Hari Ibu tanggal 22 Desember dijadikan hari nasional yang diperingati setiap tahun secara khidmat dan penuh makna oleh segenap bangsa Indonesia. Pada Kongres Perempuan Indonesia ke III tahun 1938 di Bandung ditetapkan tanggal 22 Desember sebagai hari Ibu. Tekad dan perjuangan kaum perempuan Indonesia untuk mewujudkan kemerdekaan Indonesia.PEDOMAN PENYELENGGARAAN PERINGATAN HARI IBU KE-83 TAHUN 2011 A.

Undang-Undang inipun secara tegas mengatur bahwa pendirian dan pembentukan partai harus menyertakan paling rendah 30% keterwakilan perempuan. serta disesuaikan dengan kondisi dan situasi setempat. MAKNA PERINGATAN HARI IBU KE-83 1. 7. kabupaten/kota dan perwakilan Indonesia di luar negeri diselenggarakan berdasarkan pedoman ini. terutama di bidang politik. Hal ini ditandai dengan lahirnya Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2008 tentang Partai Politik. Pasal 20. terutama oleh kaum perempuan Indonesia pada khususnya dan bangsa Indonesia pada umumnya. sedangkan pelaksanaan di propinsi. keterbukaan. aspirasi. B. (Lihat Pasal 2 ayat (5). Namun demikian. Keterlibatan semua pihak dalam PHI ke-83 akan memperkuat dan mendorong tekad dan perjuangan kaum perempuan Indonesia. Setiap kali penyelenggaraan PHI senantiasa menggugah ingatan dan pemikiran bahwa perjuangan kaum perempuan Indonesia ternyata sangat dirasakan manfaat dan hasilnya. dan Pasal 31 ayat (1) UndangUndang Nomor 2 Tahun 2008 tentang Partai Politik). dengan prinsip yang menonjol yaitu adanya nuansa kaidah demokrasi yang menjunjung tinggi kedaulatan rakyat. tanggung jawab dan perlakuan tidak diskriminatif dalam NKRI.5. Peringatan Hari Ibu ke-83 menunjukkan bahwa perjuangan kaum perempuan Indonesia telah menempuh jalan panjang dalam mewujudkan peranan 2 Pedoman Peringatan Hari Ibu Ke-83 Tahun 2011 . 6. Puncak acara PHI ke-83 akan dilaksanakan di Jakarta. keadilan. tekad dan perjuangan untuk meningkatkan peranan dan kedudukan kaum perempuan Indonesia dalam segala aspek kehidupan terus berlanjut.

tentram dan damai serta adil dan makmur. DASAR Penyelenggaraan PHI ke-83 tahun 2011. C. 7 tahun 1984 tentang Pengesahan Konvensi Mengenai Penghapusan Segala Bentuk Diskriminasi Terhadap Wanita. Pedoman Peringatan Hari Ibu Ke-83 Tahun 2011 3 . 23 tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga. 3. 2. Undang-undang No. Merupakan momentum untuk merenungkan tentang apa yang telah dikerjakan dan apa yang belum tercapai oleh kaum perempuan Indonesia untuk kepentingan perempuan Indonesia khususnya dan Bangsa Indonesia pada umumnya. Sesungguhnya perjuangan meningkatkan peranan dan kedudukan kaum perempuan Indonesia dalam kehidupan berbangsa dan bernegara masih panjang. Undang-undang No. namun keberhasilan yang telah dicapai selama ini hanyalah langkah awal dalam menuju cita-cita kemerdekaan Indonesia yang aman. 2. berdasarkan atas: 1. 3. Undang-undang No. Memberikan kesempatan untuk mengoreksi kekurangan dan kelemahan yang dihadapi kaum perempuan Indonesia dalam memperjuangkan peranan dan kedudukannya dalam kancah kehidupan berbangsa dan bernegara. 39 tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia. tentram dan damai serta adil dan makmur. 4.dan kedudukan perempuan Indonesia dalam kehidupan berbangsa dan bernegara dalam rangka menuju kemerdekaan Indonesia yang aman.

21 tahun 2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang. 6. 316 tahun 1959 tentang Hari-hari Nasional yang bukan hari libur. 7. Sosial dan Budaya. baik yang berada di wilayah Indonesia maupun di luar negeri senantiasa mengenang dan menyegarkan kembali ingatannya akan pentingnya pemahaman dan penghayatan serta arti perjuangan dan kebangkitan kaum perempuan sebagai bagian yang tak terpisahkan dari kebangkitan bangsa Indonesia dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia. 9. 11 tahun 2005 tentang Pengesahan Ratifikasi Konvensi Hak Ekonomi. 12 tahun 2005 tentang Pengesahan Ratifikasi Konvensi Hak Sipil dan Politik. Undang-undang No. Undang-undang No. 8. D. Fungsi.I.4. No. 64 tahun 2011tentang Penyelenggaraan dan Pembentukan Panitia Nasional Peringatan Hari Ibu Ke-83 Tahun 2011. 5. Undang-undang No.I. MAKSUD a) Peringatan Hari Ibu (PHI) dimaksudkan agar seluruh Warga Negara Indonesia. 9 tahun 2000 tentang Pengarusutamaan Gender Dalam Pembangunan Nasional. Tugas. MAKSUD DAN TUJUAN 1. 10. 9 tahun 2005 tentang Kedudukan. Keputusan Presiden R. Susunan Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Negara Republik Indonesia. Instruksi Presiden No. 4 Pedoman Peringatan Hari Ibu Ke-83 Tahun 2011 . laki-laki dan perempuan terutama generasi muda. Peraturan Presiden R. Keputusan Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak No. No.

b. TUJUAN a. Umum Meningkatkan kiprah perempuan Indonesia dalam berbagai aspek kehidupan berkeluarga. Meningkatkan kualitas hidup perempuan dalam berbagai aspek kehidupan dan pembangunan guna mewujudkan kesetaraan dan keadilan gender. Pedoman Peringatan Hari Ibu Ke-83 Tahun 2011 5 . guna makin mempertebal tekad dan keyakinan dalam melanjutkan perjuangan mengisi kemerdekaan dan pembangunan serta tekad untuk mewujudkan perdamaian yang dilandasi semangat persatuan dan kesatuan bangsa sebagai pengamalan Pancasila. Meningkatkan aspirasi masyarakat terhadap keluhuran kodrat. terutama generasi muda. serta terwujudnya keadilan dan kesetaraan gender (KKG) antara perempuan dan laki-laki. guna tercapainya tujuan pembangunan nasional dan pembangunan millennium (MDGs). mandiri. berbangsa dan bernegara serta pembangunan nasional yang berkelanjutan. c) 2. harkat dan martabat serta peranan dan kedudukan kaum perempuan Indonesia dalam upaya peningkatan keutuhan dan kesejahteraan keluarga dan masyarakat melalui peningkatan kualitas peran-sertanya baik peran pribadi. Khusus 1. maupun organisasinya dalam berbagai aktivitas pembangunan. bermasyarakat.b) Mewariskan nilai-nilai luhur dan semangat perjuangan yang terkandung dalam sejarah perjuangan kaum perempuan kepada seluruh masyarakat Indonesia.

Industri rumahan sumber penciptaan lapangan kerja. termasuk industry rumah tangga guna menanggulangi kemiskinan. Keluarga sehat. bermasyarakat. Kesehatan keluarga menunjang pemberdayaan ekonomi rumah tangga. b. d. Mendorong terwujudnya keadilan dan kesetaraan antara perempuan dan laki-laki dalam kehidupan berkeluarga. ekonomi kuat. Meningkatkan peran serta instansi pemerintah dan non pemerintah.2. dalam meningkatkan produktivitas ekonomi perempuan. berbangsa dan bernegara. pendapatan dan Industri rumahan membangun perekonomian keluarga dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat. 6 Pedoman Peringatan Hari Ibu Ke-83 Tahun 2011 . Tema utama “Peran perempuan dan laki-laki dalam membangun ketahanan ekonomi menuju kesejahteraan bangsa” 2.83 TAHUN 2011 1. Slogan a. Kemitraan perempuan dan laki-laki membangun ekonomi rumah tangga. Sub Tema a. dalam c. Peran perempuan dalam pemberdayaan ekonomi menuju pembangunan antar komunitas ASEAN. SUBTEMA DAN SLOGAN PHI KE. Industri rumahan berjalan. TEMA. ekonomi maju. b. 3. 3. E. e.

8. Daerah: Penyelenggaraan PHI ke . lebih luas lagi bagi masyarakat dan bangsa Indonesia. Pedoman Peringatan Hari Ibu Ke-83 Tahun 2011 7 .F. tertib.83 tahun 2011 di provinsi. dan kabupaten/kota dilaksanakan oleh Panitia Pelaksana yang ditetapkan berdasarkan Keputusan Gubernur. 3. 4. PENYELENGGARAAN KEGIATAN Penyelenggaraan kegiatan bersifat sederhana. 6. Rangkaian kegiatan PHI ke-83 dapat berbentuk : 1. Pusat: Penyelenggaraan PHI ke-83 tahun 2011 di Pusat dilaksanakan oleh Panitia Pelaksana yang ditetapkan berdasarkan Keputusan Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak. merata dan penuh makna serta memberi kesan yang mendalam dan bermanfaat bagi kaum perempuan dan generasi muda. 2. 5. Seminar/temu wicara Donor Darah Ziarah ke taman makam pahlawan Pemberian penghargaan dan penganugerahan Acara puncak Jalan santai dan sehat dengan bersepeda Pameran/bazar Bakti sosial G. 7. dan di kabupaten/kota berdasarkan Keputusan Bupati/Walikota. 2. KEPANITIAAN 1. khidmat.

I. Pedoman ini pelaksanaannya kemampuan di Indonesia di luar merupakan arahan umum dan disesuaikan dengan keadaan dan daerah dan perwakilan Republik negeri yang bersangkutan.3. Pusat a. DANA Dana untuk pelaksanaan kegiatan PHI ke-83 tahun 2011 masing-masing adalah sebagai berikut : 1. H. APBN b. PENUTUP 1. Swadaya masyarakat c. 2. Setelah Peringatan Hari Ibu diselenggarakan segera melaporkan secara tertulis kepada Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak 3. Sumber lain yang sah dan tidak mengikat Daerah a. Sumber lain yang sah dan tidak mengikat 2. 8 Pedoman Peringatan Hari Ibu Ke-83 Tahun 2011 . Luar Negeri : Penyelenggaraan PHI ke-83 tahun 2011 di luar negeri dilaksanakan oleh Panitia Pelaksana yang ditetapkan berdasarkan Keputusan Kepala Perwakilan RI di negara masing-masing. Swadaya masyarakat c. Hal-hal yang belum diatur dalam pedoman ini dapat diatur oleh penanggung jawab masing-masing memperhatikan pedoman ini. APBD b.

(021) 386.8510 Pes. 1116 Fax. 344. Abdul Muis No.selaku Penanggung Jawab Umum Penyelenggaraan Peringatan Nasional Hari Ibu ke-83 tahun 2011 dengan dilampiri foto dokumentasi dan dikirim kepada: Sekretariat Panitia Nasional Peringatan Hari Ibu ke-83 Tahun 2011 Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI Jl. Jakarta 10110 Telp.3630. 7. Oktober 2011 Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI Pedoman Peringatan Hari Ibu Ke-83 Tahun 2011 9 . (021) 386.3631 Jakarta.

Pengibaran bendera Sang Saka Merah Putih. 22 Desember 2011 Tempat upacara: di Lapangan upacara/halaman kantor instansi pemerintah/swasta baik di tingkat pusat. Mengheningkan cipta. Menyanyikan hymne Hari Ibu. Pembacaan naskah Pembukaan UUD 1945. Pembacaan upacara. diiringi dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya oleh seluruh peserta. Pedoman Peringatan Hari Ibu Ke-83 Tahun 2011 10 . dipimpin oleh komandan upacara. 7.Lampiran 1 PANDUAN UPACARA Upacara Bendera di Lapangan • • Tanggal upacara: Hari Kamis. 6. searah dengan tema/sub tema dan disesuaikan dengan ruang lingkup organisasi kemasyarakatan terkait. Laporan komandan upacara kepada inspektur upacara bahwa upacara siap dimulai. Pembacaan sejarah singkat Hari Ibu. 8. 2. Penghormatan umum kepada inspektur upacara. 3. anggota • Urutan acara : 1. 5. Amanat inspektur upacara. naskah Pancasila diikuti oleh peserta 4. dipimpin oleh inspektur upacara. daerah maupun perwakilan Republik Indonesia di luar negeri Peserta: pejabat pemerintah. swasta dan organisasi kemasyarakatan dan masyarakat. 9.

Menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya. dipimpin oleh komandan upacara. upacara peringatan dapat dilakukan di dalam gedung/ ruangan pada waktu dan tempat yang ditetapkan oleh panitia penyelenggara. 2. Mengheningkan cipta. 7.10. 6. anggota TNI. 4. lembaga swadaya masyarakat. 11. • Urutan acara: 1. Amanat inspektur upacara. Pembacaan naskah Pembukaan UUD 1945. 13. Pembacaan naskah Pancasila. dan masyarakat umum serta perwakilan negara asing di Indonesia sebagai undangan. swasta. Menyanyikan Hymne Hari Ibu. 14. 11 • Pedoman Peringatan Hari Ibu Ke-83 Tahun 2011 . 8. karyawan/karyawati instansi pemerintah. 9. bahwa acara telah selesai. Tim Penggerak PKK. daerah. Laporan komandan upacara kepada inspektur upacara. Penghormatan umum kepada inspektur upacara. Upacara di dalam Gedung • Disesuaikan dengan situasi dan kondisi setempat. Pembacaan sejarah singkat Hari Ibu. Menyanyikan Mars Hari Ibu. Pembacaan doa. Upacara selesai. Menyanyikan mars Hari Ibu. 3. Peserta Pejabat pemerintah. 5. 12. Pembacaan doa. anggota organisasi kemasyarakatan.

pasar murah dan lain-lain. 12 Pedoman Peringatan Hari Ibu Ke-83 Tahun 2011 . Catatan: a. sesuai dengan kondisi dan situasi setempat. c. Bendera Sang Saka Merah Putih dan lambang Hari Ibu telah terpasang diruangan upacara sesuai dengan ketentuan yang berlaku Lambang organisasi wanita tidak terpasang di dalam ruang upacara Setiap kegiatan peringatan Hari Ibu baik di gedung maupun di lapangan hendaknya diupayakan selalu ditampilkan dan dinyanyikan Mars Hari Ibu dan Hymne Hari Ibu b.• Setelah upacara usai dapat ditambah dengan acara-acara lain seperti pemberian penghargaan. pertunjukan kesenian atau hiburan.

Lampiran 2 LAGU INDONESIA RAYA Pedoman Peringatan Hari Ibu Ke-83 Tahun 2011 13 .

KEADILAN SOSIAL BAGI SELURUH RAKYAT INDONESIA 14 Pedoman Peringatan Hari Ibu Ke-83 Tahun 2011 . KEMANUSIAAN YANG ADIL DAN BERADAB 3. KETUHANAN YANG MAHA ESA 2. KERAKYATAN YANG DIPIMPIN OLEH HIKMAT DALAM KEBIJAKSANAAN PERMUSYAWARATAN/PERWAKILAN 5. PERSATUAN INDONESIA 4.Lampiran 3 PANCASILA 1.

Lampiran 4 UNDANG-UNDANG DASAR NEGARA REPUBLIK INDONESIA 1945 PEMBUKAAN Bahwa sesungguhnya kemerdekaan itu adalah hak segala bangsa dan oleh sebab itu maka penjajahan di atas dunia harus dihapuskan. berdaulat. karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan. adil dan makmur. maka rakyat Indonesia menyatakan dengan ini kemerdekaannya. dan untuk memajukan kesejahteraan umum. Atas berkat rakhmat Allah Yang Maha Kuasa dan dengan didorongkan oleh keinginan luhur. Kemudian dari pada itu untuk membentuk suatu Pemerintahan Negara Indonesia yang melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia. bersatu. mencerdaskan Pedoman Peringatan Hari Ibu Ke-83 Tahun 2011 15 . supaya berkehidupan berkebangsaan yang bebas. Dan perjuangan kemerdekaan Indonesia telah sampailah kepada saat yang berbahagia dengan selamat sentausa mengantarkan rakyat Indonesia ke depan pintu gerbang kemerdekaan Indonesia. yang merdeka.

maka disusunlah kemerdekaan Indonesia itu dalam suatu Undang-Undang Dasar Negara Indonesia. yang terbentuk dalam suatu susunan Negara Republik Indonesia yang berkedaulatan rakyat dengan berdasarkan kepada Ketuhanan yang Maha Esa.kehidupan bangsa. perdamaian abadi dan keadilan sosial. dan kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/ perwakilan. dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan. kemanusiaan yang adil dan beradab. persatuan Indonesia. serta dengan mewujudkan suatu keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. 16 Pedoman Peringatan Hari Ibu Ke-83 Tahun 2011 .

Pedoman Peringatan Hari Ibu Ke-83 Tahun 2011 17 . Pada tahun 1929 Perikatan Perkoempoelan Perempuan Indonesia (PPPI) berganti nama menjadi Perikatan Perkoempoelan Istri Indonesia (PPII). Selanjutnya. Melalui PPPI tersebut terjalin kesatuan semangat juang kaum perempuan untuk secara bersama-sama kaum Laki-laki berjuang meningkatkan harkat dan martabat bangsa Indonesia menjadi bangsa yang merdeka. Kongres tersebut disamping berhasil membentuk Badan Kongres Perempuan Indonesia. juga menetapkan fungsi utama Perempuan Indonesia sebagai Ibu Bangsa. Salah satu keputusannya adalah di bentuknya satu organisasi federasi yang mandiri dengan nama Perikatan Perkoempoelan Perempoean Indonesia (PPPI).Lampiran 5 SEJARAH SINGKAT HARI IBU Gema Sumpah Pemuda dan lantunan lagu Indonesia Raya yang pada tanggal 28 Oktober 1928 digelorakan dalam Kongres Pemuda Indonesia. Pada saat itu sebagian besar perkumpulan masih merupakan bagian dari organisasi pemuda pejuang pergerakan bangsa. yang berkewajiban menumbuhkan dan mendidik generasi baru yang lebih menyadari dan lebih tebal rasa kebangsaannya. atas prakarsa para perempuan pejuang pergerakan kemerdekaan pada tanggal 22-25 Desember 1928 diselenggarakan Kongres Perempuan Indonesia yang pertama kali di Yogyakarta. Pada tahun 1935 diadakan Kongres Perempuan Indonesia II di Jakarta. menggugah semangat para pimpinan perkumpulan kaum perempuan untuk mempersatukan diri dalam satu kesatuan wadah mandiri. dan berjuang bersama-sama kaum perempuan untuk meningkatkan harkat dan martabat perempuan Indonesia menjadi perempuan yang maju.

warga masyarakat dan sebagai abdi Tuhan Yang Maha Esa. yang menggambarkan: 1. dikukuhkan oleh Pemerintah dengan Keputusan Presiden Nomor 316 Tahun 1959 tentang Hari-hari Nasional yang Bukan Hari Libur tertanggal 16 Desember 1959. Semangat perjuangan kaum perempuan Indonesia tersebut sebagaimana tercermin dalam lambang Hari Ibu berupa setangkai bunga melati dengan kuntumnya. Hari Ibu oleh bangsa Indonesia diperingati tidak hanya untuk menghargai jasa-jasa perempuan sebagai seorang ibu. Untuk itu perlu diwarisi api semangat juang guna senantiasa mempertebal tekad untuk melanjutkan perjuangan nasional menuju terwujudnya masyarakat yang adil dan makmur berdasarkan Pancasila dan UUD 1945. yang sampai saat ini terus berkiprah sesuai aspirasi dan tuntutan zaman. menegakan dan mengisi kemerdekaan dengan pembangunan nasional. Peristiwa besar yang terjadi pada tanggal 22 Desember tersebut kemudian dijadikan tonggak sejarah bagi Kesatuan Pergerakan Perempuan Indonesia. serta sebagai pejuang dalam merebut. yang menetapkan bahwa Hari Ibu tanggal 22 Desember merupakan hari nasional dan bukan hari libur. kesucian antara ibu dan pengorbanan anak. kekuatan. baik sebagai ibu dan istri maupun sebagai warga negara. akan makna Hari Ibu sebagai Hari kebangkitan danpersatuan serta kesatuan perjuangan kaum perempuan yang tidak terpisahkan dari kebangkitan perjuangan bangsa. Tahun 1946 Badan ini menjadi Kongres Wanita Indonesia disingkat KOWANI.Pada tahun 1938 Kongres Perempuan Indonesia III di Bandung menyatakan bahwa tanggal 22 Desember sebagai Hari Ibu. 2. 18 Pedoman Peringatan Hari Ibu Ke-83 Tahun 2011 . kasih sayang kodrati antara ibu dan anak. Selanjutnya. tetapi juga jasa perempuan secara menyeluruh. Peringatan Hari Ibu dimaksudkan untuk senantiasa mengingatkan seluruh rakyat Indonesia terutama generasi muda.

berbangsa dan bernegara demi keutuhan. keikhlasan bakti dalam pembangunan bangsa dan negara. Hari Ibu. bermasyarakat.3. Semboyan pada lambang Hari Ibu Merdeka Melaksanakan Dharma mengandung arti bahwa tercapainya persamaan kedudukan. kesadaran wanita untuk menggalang kesatuan dan persatuan. kewajiban dan kesempatan antara kaum perempuan dan kaum laki-laki merupakan kemitrasejajaran yang perlu diwujudkan dalam kehidupan berkeluarga. 22 Desember 2011 Pedoman Peringatan Hari Ibu Ke-83 Tahun 2011 19 . kemajuan dan kedamaian bangsa Indonesia. hak.

Lampiran 6 HYMNE HARI IBU 20 Pedoman Peringatan Hari Ibu Ke-83 Tahun 2011 .

Lampiran 7 Pedoman Peringatan Hari Ibu Ke-83 Tahun 2011 21 .

berkat karunia dan nikmat dari-Mu kami semua dapat memperingati Hari Ibu ke-83 tahun 2011 yang merupakan hari bersejarah yang tak dapat kami lupakan sepanjang hayat. Kami menyadari betapa besar jasa para pejuang perempuan mengangkat harkat dan martabat kaum perempuan untuk memperjuangkan kesatuan. Kasih sayang dan perlindungan-Mu senantiasa kami dambakan untuk dapat melangkah dijalan-Mu. Curahkanlah rahmat. Allahumma ya Allah. Yang Maha Kuasa. Yang Maha Penyayang tak terbilang. Ya Allah. inayah. 22 Pedoman Peringatan Hari Ibu Ke-83 Tahun 2011 . barokah dan kasih sayangmu kepada kami anak bangsa negeri tercinta Indonesia agar kami dapat meneruskan perjuangan dan cita-cita pendahulu kami untuk mewujudkan masyarakat Indonesia yang baldatun toyyibatun warobbun ghofur. Engkau Maha Kuasa atas segalanya. Engkau Maha Pemurah Pencurah Rahmat Yang Maha Pengasih tak pilih kasih. persatuan dan kemerdekaan Indonesia. berikan kami secercah kekuasaan-Mu agar kami dapat membina semangat perdamaian dan meneruskan penjuangan untuk mencapai cita-cita bangsa kami.Lampiran 8 DOA PERINGATAN HARI IBU KE-83 TAHUN 2011 Bismillahirrohmanirrohiim Alhamdulillahirobbil alamin Wassolaatu wassalaamu ‘ala sayyidina mursalin Sayyidina Muhammadin Wa’ala alihi Wassahbihi ajma’in Allahumma ya Allah.

pemimpin kami dan pahlawan kami yang telah berjuang bagi kesatuan dan persatuan bangsa dan negara kami. Taufik dan hidayah-Mu kami mohonkan tercurah dalam kalbu kami agar kekuatan lahir dan batin enaungi amanah yang diemban para pemimpin bangsa ini. perkenankanlah do’a kami. Yaa Allah Yang Maha Pengampun. Yaa Allah. Ampunilah dosa dan kesalahan kami. Desember 2011 Pedoman Peringatan Hari Ibu Ke-83 Tahun 2011 23 . dosa orang tua kami. serasi dan seimbang. Hanya kepada-MU ya Allah kami berserah diri dan hanya kepada-Mu kami memohon perlindungan.Ya Allah Yang Maha Bijaksana. keselamatan dan perdamaian negara ini. Ya Allah yang Maha Pemberi. Bangsa kami saat ini tengah menghadapi cobaan dan perubahan serta pembaharuan yang tidak mungkin terselesaikan tanpa ridho. Amin ya Robbal alamiin Jakarta. berikan kepada kami semangat dan kemampuan berbakti dan berdedikasi kepada bangsa dan negara sebagai mitra sejajar kaum pria yang selaras. rahmat dan maghfiroh-Mu.

Kaum perempuan Indonesia tidak hanya menjadi pengguna hasil pembangunan. Perempuan memiliki hak asasi yang sama dan integral dengan hak asasi manusia. Peran politik berarti ikut serta dalam proses pengambilan keputusan dalam upaya membentuk keluarga. masyarakat.Lampiran 9 MAKNA HARI IBU Hari Ibu adalah hari kebangkitan perempuan Indonesia dan merupakan persatuan dan kesatuan kaum perempuan yang tidak terpisahkan dari kebangkitan dan perjuangan bangsa. Hal ini perlu diupayakan setiap waktu. Perempuan mempunyai posisi yang lebih dekat dengan keluarga dan telah menggunakan sebagian besar waktunya untuk keluarga. 24 Pedoman Peringatan Hari Ibu Ke-83 Tahun 2011 . harkat dan martabatnya sebagai Ibu Bangsa yang berhasil membina keluarga yang harmonis dan sejahtera. bangsa dan negara. Perjuangan perempuan agar bebas dari segala bentuk tindak kekerasan. anak dan orang tua. dan manfaat dapat erpartisipasi serta melakukan kontrol di segenap aspek pembangunan nasional. namun juga ikut berperan melaksanakan dan berpartisipasi di segenap aspek pembangunan nasional. Oleh karena itu perlu dipelihara kodrat. diwujudkan dalam bentuk kesetaraan dan keadilan dalam segenap aspek kehidupan. Kelanjutan perjuangan persatuan kaum perempuan Indonesia selalu di peringati pada setiap tanggal 22 Desember sebagai Hari Ibu. Oleh karena itu kebutuhan spesifik kaum perempuan akan lebih terdukung apabila perempuan memperoleh akses.

kesadaran wanita untuk menggalang kesatuan persatuan. kasih sayang kodrati antara ibu dan anak. 2. baik secara kelompok maupun individu. Warna hijau pada angka 83 Melambangkan penyelamatan lingkungan hidup Merah Putih Berkibar Melambangkan bahwa bendera telah dikibarkan oleh para perempuan Indonesia. keikhlasan bakti dalam pembangunan bangsa dan negara. Angka 83 Delapan puluh tiga tahun sudah para perempuan Indonesia yang tergabung dalam berbagai organisasi dan lembaga swadaya masyarakat. berarti perjuangan perempuan pantang menyerah mempertahankan dan mengisi kemerdekaan untuk kemajuan dan kesejahteraan bangsa. kekuatan. 25 • • • Pedoman Peringatan Hari Ibu Ke-83 Tahun 2011 .Lampiran 10 LOGO PHI KE-83 TAHUN 2011 Arti Logo Hari Ibu Setangkai Bunga Melati • Kuntum menggambarkan : 1. kesucian antara ibu dan pengorbanan anak. turut berpartisipasi aktif membangun bangsa di berbagai lini sektor. 3.

Kabupaten/ Kota dan Perwakilan Republik Indonesia di luar negeri. Propinsi. khidmat. bahwa Peringatan Hari Ibu tanggal 22 Desember 2011 merupakan peringatan yang ke-83 dan perlu diselenggarakan secara sederhana. Menimbang : a.Lampiran 11 KEPUTUSAN MENTERI NEGARA PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN PERLINDUNGAN ANAK REPUBLIK INDONESIA NOMOR 64 TAHUN 2011 TENTANG PENYELENGGARAAN DAN PEMBENTUKAN PANITIA NASIONAL PERINGATAN HARI IBU KE-83 TAHUN 2011 DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI NEGARA PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN PERLINDUNGAN ANAK REPUBLIK INDONESIA. tertib dan penuh makna oleh seluruh masyarakat Indonesia di Tingkat Nasional. Pedoman Peringatan Hari Ibu Ke-83 Tahun 2011 26 .

b. Pedoman Peringatan Hari Ibu Ke-83 Tahun 2011 27 . organisasi perempuan. organisasi keagamaan. ziarah ke TMP Kalibata. seluruh unsur masyarakat. bahwa Hari Ibu adalah Hari Besar Nasional yang bukan hari libur. donor darah. bakti sosial. c. Mengingat : 1. dilaksanakan berdasarkan kerjasama yang sebaik-baiknya antara berbagai instansi pemerintah pusat dan daerah. organisasi kemasyarakatan lainnya. serta pemberian penghargaan/ penganugerahan. organisasi generasi muda. bahwa acara puncak tingkat nasional Peringatan Hari Ibu ke-83 tahun 2011 akan diadakan di Jakarta dan diisi oleh berbagai kegiatan masyarakat yang berhubungan dengan pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak yang meliputi seminar dan temu wicara. organisasi profesi. Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 316 tahun 1959 tentang Hari Ibu menjadi Hari Nasional yang bukan hari libur. bahwa untuk tertibnya acara Peringatan Hari Ibu ke-83 tahun 2011 dan agar dapat berjalan dengan lancar dan sukses maka perlu dibentuk Panitia Nasional Peringatan Hari Ibu ke-83 tahun 2011. d. lembaga swadaya masyarakat. swasta dan dunia usaha.

organisasi kemasyarakatan atas pejabat/ wakilnya untuk duduk sebagai anggota Panitia Nasional Hari Ibu ke-83 tahun 2011.11/KEP/MEN. Keputusan Menteri Negara Urusan Peranan Wanita No. Peraturan Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Nomor 4 Tahun 2010 tentang Susunan Organisasi Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak. Memperhatikan : Penunjukkan dan penugasan oleh pimpinan departemen dan lembaga pemerintah non departemen. 4. MEMUTUSKAN : Menetapkan : KEPUTUSAN MENTERI NEGARA PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN PERLINDUNGAN ANAK TENTANG PENYELENGGARAAN DAN PEMBENTUKAN PANITIA NASIONAL PERINGATAN HARI IBU KE-83 TAHUN 2011.2. UPW/1991 tentang Pola Susunan Panitia PHI tanggal 22 Desember tiap-tiap tahun di tingkat nasional. Keputusan Presiden Republik Indonesia No. 84/P/2009 tentang Pengangkatan Menteri Kabinet Indonesia Bersatu II. daerah dan perwakilan RI di luar negeri. 28 Pedoman Peringatan Hari Ibu Ke-83 Tahun 2011 . perguruan tinggi dan organisasi perempuan. 3.

secara sederhana. Kabupaten/Kota dan Perwakilan RI di luar negeri. khidmat. Menyelenggarakan Peringatan Hari Ibu ke-83 tahun 2011 di Tingkat Nasional. Propinsi. Panitia Pengarah: Memberikan arahan untuk keberhasilan dan kesuksesan dalam menyelenggarakan kegiatan PHI ke-83 tahun 2011. Ketiga b. Tema Nasional Peringatan Hari Ibu ke-83 tahun 2011 adalah: “Peran perempuan dan laki-laki dalam membangun ketahanan ekonomi menuju kesejahteraan bangsa. : Tianas PHI ke-83 tahun 2011 bertugas: a.” Kedua : Membentuk Panitia Nasional Peringatan Hari Ibu selanjutnya disebut Tianas PHI ke-83 tahun 2011 yang terdiri atas Panitia Pengarah dan Panitia Penyelenggara dengan susunan keanggotaan sebagaimana tercantum pada lampiran keputusan ini. meriah dan penuh makna. Pedoman Peringatan Hari Ibu Ke-83 Tahun 2011 29 .Kesatu : a. tertib. Panitia Penyelenggara: 1. Menyelenggarakan Acara Puncak Tingkat Nasional Peringatan Hari Ibu ke-83 Tahun 2011 di Jakarta. Membuat Pedoman Penyelenggaraan PHI ke-83 tahun 2011 bagi penyelenggaraan peringatan di seluruh wilayah tanah air dan disemua Perwakilan RI di luar negeri. c. b.

Kelima 30 Pedoman Peringatan Hari Ibu Ke-83 Tahun 2011 . Jakarta. persiapan dan pelaksanaan kegiatan di bidangnya masing-masing pada setiap rapat pleno. Masing-masing Ketua Bidang membuat laporan pelaksanaan kegiatan dan menyampaikannya kepada Ketua Umum Panitia Penyelenggara PHI ke-83 tahun 2011. Masing-masing Ketua Bidang menetapkan perencanaan. : Melengkapi dan menyempurnakan Panitia Penyelenggara dan hal-hal yang belum diatur dalam keputusan ini. 4.2. jadwal pelaksanaan dan pembagian tugas dan fungsi bidang tersebut dan menyampaikan laporan perkembangan. Masing-masing Ketua Bidang dapat mencari sponsor pendanaan di bidangnya dan dikoordinasikan oleh Bidang Dana dengan sepengetahuan Ketua Umum Panitia Penyelenggara dan Koordinator PHI ke-83 tahun 2011. Melaksanakan PHI ke-83 tahun 2011 di ibukota negara. akan diatur lebih lanjut dengan Surat Keputusan atau Surat Penugasan Ketua Panitia Penyelenggara Tianas PHI ke-83 tahun 2011. 5. 3. Keempat : Dalam melaksanakan tugasnya TIANAS PHI ke-83 tahun 2011 bertanggung jawab kepada Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak selaku Penanggung Jawab Umum PHI ke-83 tahun 2011.

Keenam : Biaya penyelenggaraan PHI ke-83 tahun 2011 dibebankan pada anggaran Instansi Pusat. 3. swasta dan pihak-pihak lain yang tidak mengikat. Ketujuh 2. Pemerintah Propinsi. Kabupaten/ Kota dan partisipasi organisasi kemasyarakatan. 2. Pedoman Peringatan Hari Ibu Ke-83 Tahun 2011 31 . Keputusan ini disampaikan kepada para anggota Tianas PHI ke-83 tahun 2011 untuk dilaksanakan dengan seksama dan penuh tanggung jawab. 5. Keputusan ini mulai berlaku sejak tanggal ditetapkan sampai selesainya pembuatan laporan dan pembubaran Tianas PHI ke-83 tahun 2011. dengan ketentuan apabila dikemudian hari terdapat kekeliruan akan dilakukan perbaikan sebagaimana mestinya. SIP Salinan Keputusan ini disampaikan kepada: 1. Presiden Republik Indonesia Wakil Presiden Republik Indonesia Para Menteri Kabinet Indonesia Bersatu Para Gubernur Propinsi se-Indonesia Pimpinan organisasi perempuan dan organisasi kemasyarakatan lain yang terkait. Ditetapkan di : Jakarta Pada tanggal : 18 Oktober 2011 Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia Linda Amalia Sari. : 1. 4.

Ketua SIKIB 2. Ketua Umum Bhayangkari 6. Ketua Umum Dharma Pertiwi 7.Lampiran: Keputusan Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia Nomor 64 Tahun 2011 SUSUNAN PANITIA NASIONAL PERINGATAN HARI IBU (PHI) KE-83 TAHUN 2011 Penanggung Jawab : Linda Amalia Sari. : Sri Danti (Sekretaris Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak). Ketua Umum Tim Penggerak PKK Pusat 5. Ketua Umum Dharma Wanita Persatuan Pusat 4. Ketua Umum KOWANI 3. Ketua Tim Penggerak PKK DKI Jakarta Wakil Penanggung Jawab Pengarah 32 Pedoman Peringatan Hari Ibu Ke-83 Tahun 2011 . SIP Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia. : 1.

Santi Herlina Zaenab (KPP&PA) Endang S Wardani (KPP&PA) Sudarmaji (KPP&PA) July Kurniati (KPP&PA) Bidang-Bidang I. 2. 8. Seminar Ketua Wakil Ketua : Ny. 6. 4. 3. Bendahara Umum Anggota Endang Susilowati (KPP&PA) Elvi Hendrani (KPP&PA) Nanang A Rachman (KPP&PA) Wiwik Kristiyanti (KPP&PA) Maya Septiyana (KPP&PA) Tuty Ernawati (KPP&PA) Robby Hesti Prawira Negara Ginting (KPP&PA) Ratriastu Ruciswandaru (KPP&PA) : Purwo Adi Prasetio (KPP&PA) : 1. Puspito (KPP&PA) : Ida Suselo Wulan (KPP&PA) : Sri Winarsih (KPP&PA) : Widi Astuty (KPP&PA) Titi Eko Rahayu (KPP&PA) : 1. 5. 7. 3.Panitia Penyelenggara: Ketua Umum Wakil Ketua Umum Sekretaris Umum Wakil Sekretaris Anggota : Y. 4. 2. Moeliek Triyono Wibowo (SIKIB) : Irma Alamsyah Djaja Putra (KPP&PA) 33 Pedoman Peringatan Hari Ibu Ke-83 Tahun 2011 .

Anggota : 1. Lusie Susantono (SIKIB) Ny. Donor Darah Ketua Wakil Ketua Anggota Ny. Ny. 6. 11. Ratri Prasetyo (Bhayangkari) : Ny. Sri Yuliati Sugiri (KOWANI) Ny. Ietje Syahmardan (Tim Penggerak PKK Pusat) Ny. Ani Langgeng Sulistiyono (Dharma Pertiwi) Ny. 3. 7. R. Hj. 5. 10. 3. 8. Hasyim (KPP&PA) Ali Khasan (KPP&PA) Budi Hartono (KPP&PA) : Ny. Dhani Hendarman (SIKIB) Siti Rokhiani Djalal (KOWANI) Ny. 2. II. 9. 4. Dona S Sebayang (Bhayangkari) Ny. Rachmania Ayip Muflich (Tim Penggerak PKK Pusat) : 1. Subroto (Dharma Pertiwi) Direktur Kerjasama Ekonomi ASEAN (Kementerian Luar Negeri) Pinky Saptandari (KPP&PA) Rudy Purboyo (KPP&PA) Maulana T. 2. Titin Husni Manggabarani (Dharma Wanita Persatuan Pusat) Ny. 12. Kuntari Sapta Nirwandar (Dharma Wanita Persatuan Pusat) 34 Pedoman Peringatan Hari Ibu Ke-83 Tahun 2011 . 13.

Ervina Yuswandi (Tim Penggerak PKK Pusat) 5. 6. Ny. Erry Simanjuntak (KOWANI) Ny. 8. 7. Mawardi (Dharma Pertiwi) 8. 4. Ny. Ny. Edy Susanto (Dharma Pertiwi) : Ny. Hari Bowo (Dharma Pertiwi) 7. Siti Yulia Masitoh (KPP&PA) 11. Ziarah ke TMP.Kalibata Ketua Wakil Ketua Anggota : Ny. Sri Sunari (Tim Penggerak PKK Pusat) Ny. Lestari Sri Hadi (Dharma Wanita Persatuan Pusat) : 1. Anna Rusdianto (Bhayangkari) 6. 5. Hartati Imam Widodo (Tim Penggerak PKK Pusat) Ny.4. 9. Ning Sudi Silalahi (SIKIB) Ny. Penghargaan/Penganugerahan Ketua Wakil Ketua : Subagyo (KPP&PA) : Emmy Rachmawati (KPP&PA) Pedoman Peringatan Hari Ibu Ke-83 Tahun 2011 35 . Ny. 2. Sri Haryatie (KPP&PA) 10. Heny Handayani (KPP&PA) III. 3. Anna Zahirwan (Bhayangkari) Ny. Ny. Aby Ismawan (Dharma Pertiwi) Syafruddin Setiabudi (KPP&PA) Bambang Kristiono (KPP&PA) Nuranah (KPP&PA) IV. Siti Khadijah Nasution (KPP&PA) 9.

Jufrinal (KPP&PA) 15. Ratih Rachmawati (KPP&PA) V. Wahyu Widayat (KPP&PA) 11. 7. M. 9. 8. Humas dan Dokumentasi Ketua Wakil Ketua 36 : Endang Moerniati (KPP&PA) : Fatahillah (KPP&PA) Pedoman Peringatan Hari Ibu Ke-83 Tahun 2011 . Nurhaiti (KPP&PA) 12. Eko Novi (KPP&PA) 13. 2. Suhaeni (KPP&PA) 14.Anggota : 1. Ichsan (KPP&PA) 16. 6. 5. Direktur Bina Keluarga. 3. 10. Priyadi Santoso (KPP&PA) 17. Balita dan Anak (BKKBN) Direktur Bina Upaya Kesehatan Dasar (Kementerian Kesehatan) Direktur Pengawasan Norma Kerja Perempuan dan Anak (Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi) Direktur Pemberdayaan Adat dan Sosial Budaya Masyarakat (Kementerian Dalam Negeri) Pribudiarta Nur Sitepu (KPP&PA) Sulikanti Agusni (KPP&PA) Dewi Yuni (KPP&PA) Rohika Kurniadi Sari (KPP&PA) Dermawan (KPP&PA) 4.

Dwijo Utomo (Fortapena) 10. I Putu Yuli Adyana (Dharma Pertiwi) 6. Lia Khairullah (Dharma Wanita Persatuan Pusat) 3. Budhi Suko Martono (Tim Penggerak PKK Pusat) 3. Ferdy Ferdiansyah (KPP&PA) VI. Lia Tono Suratman (KOWANI) 2. Imas Sunarya (TVRI) 8. 2. Ny. B (Bhayangkari) 5. Ny. Margareth Robin Korwa (KPP&PA) 11.Anggota : 1. Ny. Ny. 4. Sigalingging (Dharma Pertiwi) 7. Acara Puncak dan Protokol Ketua Wakil Ketua Anggota : Wahyu Hartomo (KPP&PA) : Ny. Risma Kadaryanto (Kowani) Ny. Ny. Ny. Pedoman Peringatan Hari Ibu Ke-83 Tahun 2011 37 . Hj. Ny. Oni Jafar Hapsah (Kowani) : 1. Asih Sumardono (Tim Penggerak PKK Pusat) 4. Niken (RRI) 9. Dipo Alam (SIKIB) Ny. Sandra Andrianto. Tri Nuryatiningsih Mantik (Dharma Wanita Persatuan Pusat) Ny.

3 4. Totok Suharto(KPP&PA) 18. Maydian Werdiastuti (KPP&PA) 15. Wendi Wijayanto (KPP&PA) 19. 8.5. Prihastuti (KPP&PA) Sutarti Soedewo (KPP&PA) Laksmi Indiarti (KPP&PA) Ninin Nirawaty (KPP&PA) 10. Budi Prabowo (KPP&PA) 14. Ny. Usman Basuni (KPP&PA) 12. 38 Hendra Jamal’s (KPP&PA) Dinno Ardiana (KPP&PA) Ari (KPP&PA) Didik (KPP&PA) Pedoman Peringatan Hari Ibu Ke-83 Tahun 2011 . 7. 9. Agam Bekti Nugraha (KPP&PA) 16. Nina G. Haryanto (Bhayangkari) Titien E. Zahra Ranni (KPP&PA) 17. Aprian Lesmana (KPP&PA) VII. Elita Gafar (KPP&PA) 13. 2. Keamanan Ketua Wakil Ketua Anggota : Ny.A. 6. Radjab (Bhayangkari) : AKBP Marince (Polda Metro Jaya) : 1. Merry Mardina (KPP&PA) 20. Ida Untung S. M. Nurti Mukti Wibawati (KPP&PA) 11.

Yana Wajid Fauzi (Dharma Wanita Persatuan Kementerian Luar Negeri) : Ciput Purwianti (KPP&PA) : 1. 6. Ditetapkan di : Jakarta Pada tanggal : 18 Oktober 2011 Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia Linda Amalia Sari. Budi Lestari Sulaiman (Tim Penggerak PKK Pusat) Ny. 3. SIP Pedoman Peringatan Hari Ibu Ke-83 Tahun 2011 39 . Rantauwatie Andshory (KOWANI) Ny. 5. Indri Maltha (Bhayangkari) Irma Sanusi (KPP&PA) Wakil Ketua Anggota 4. Efrosina Alex Retraubun (SIKIB) Ny.VIII. Ayu Kirana Pratito Soeharyo (Dharma Wanita Persatuan Pusat) Ny. 2. Hubungan Luar Negeri Ketua : Ny. Ny.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful