P. 1
Pedoman Pastoral Misa Dengan Anak

Pedoman Pastoral Misa Dengan Anak

|Views: 224|Likes:
Published by Kristianus Ludong

More info:

Published by: Kristianus Ludong on Jan 13, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

08/28/2015

pdf

text

original

PEDOMAN PASTORAL MISA DENGAN ANAK-ANAK

PEDOMAN PASTORAL MISA DENGAN ANAK-ANAK (Directorium de missis cum pueris) Roma, 1 November 1973 PENGANTAR 1. Gereja harus menaruh perhatian istimewa kepada anak-anak, yaitu mereka yang dibaptis bayi. Mereka itu masih harus menjalani inisiasi sepenuhnya melalui Sakramen Krisma dan Ekaristi. Juga anak-anak yang baru saja menerima komuni pertama masih patut menerima perhatian khusus. Sebab pada zaman ini anak-anak berkembang dalam suasana yang kurang menguntungkan bagi kemajuan rohani. Satu tambahan pula banyak orangtua kurang memenuhi tanggungjawabnya untuk mendidik anak-anaknya secara kristen. 2. Pendidikan iman gerejawi bagi anak-anak itu sangat sukar, karena mereka belum dapat mengambil manfaat sepenuh-penuhnya dari perayaan liturgi, khususnya perayaan Ekaristi. Meskipun kini dalam misa dipakai bahasa pribumi, namun kata-kata maupun tanda-tanda yang dipakai dalam misa kurang sesuai dengan daya tangkap anak-anak. Memang dalam kehidupan sehari-hari pun anak-anak tidak selalu bisa menangkap segala hal yang mereka alami bersama dengan orang-orang dewasa; dan mereka belum tentu menjadi bosan karenanya. Dari sebab itu tidak dapat dituntut bahwa mereka harus selalu memahami segala-galanya dalam liturgi. Namun di lain pihak anak-anak itu akan sangat dirugikan dalam perkembangan rohaninya kalau bertahun-tahun lamanya mereka mengalami hal-hal yang tidak atau kurang dapat mereka mengerti. Sebab psikologi modern membuktikan bahwa anak-anak mempunyai bakat religius yang luar biasa, sehingga pengalaman religius pada masa kanak-kanak dan pada umur SD sangat berpengaruh dalam perkembangan mereka. 3. Kalau Gereja mau mengikut jejak Tuhannya yang "memeluk anak-anak dan memberkati mereka" (Mrk. 10: 16), ia tidak boleh membiarkan anak-anak dalam keadaan seperti digambarkan di atas itu. Maka dalam Konsili Vatikan II, yaitu dalam Konstitusi Liturgi, sudah dituntut bahwa liturgi harus disesuaikan dengan bermacam-macam kelompok orang. Segera sesudah Konsili, terutama dalam sinode para uskup yang pertama tahun 1967 di Roma, mulailah dipelajari dengan teliti bagaimana anak-anak dapat diikutsertakan dalam liturgi dengan lebih mudah. Pada kesempatan itu, Ketua Dewan Pelaksana Konstitusi Liturgi mengatakan dengan jelas bahwa soalnya bukan menyusun upacara yang sama sekali lain, melainkan menyesuaikan upacara yang ada dengan mempertahankan, menyingkat, atau menghilangkan unsur-unsur tertentu, dan dengan memilih teks-teks yang lebih cocok. 4. Pedoman Umum Buku Misa yang diterbitkan tahun 1969 sudah memberi petunjuk mengenai segala sesuatu yang menyangkut perayaan Ekaristi bersama dengan umat. Sementara itu Kongregasi Ibadat sudah berulang kali menerima permintaan dari seluruh dunia agar memikirkan juga misa bersama dengan anak-anak. Maka dari itu pedoman khusus ini telah disusun sebagai lampiran pada Pedoman Umum Buku Misa, dan sebagai hasil kerjasama para ahli, laki-laki maupun perempuan, dari sekian banyak bangsa.

Bab Kedua (no. yang sifatnya umum kemanusiaan maupun khusus kristen. Maka anak-anak harus disiapkan untuk mengambil bagian dalam Ekaristi dan makin mendalami artinya. melainkan juga dalam mengalami nilainilai manusiawi yang terdapat dalam perayaan Ekaristi pada khususnya. sehingga tahap demi tahap jiwa mereka terbuka untuk menangkap nilai-nilai kristen dan untuk merayakan misteri Kristus sesuai dengan umur dan keadaan psikologis maupun sosial. 8-15) membicarakan pelbagai cara untuk membimbing anak-anak kepada penghayatan liturgi Ekaristi. bukan hanya dalam menghayati hal-hal ilahi pada umumnya. Konferensi Waligereja berhak mengadakan penyesuaian lebih lanjut dalam hal misa anak-anak dalam wilayah yang bersangkutan. 40. Namun. 7. 12). Adapun tanda dan jaminan persatuan itu adalah keikutsertaan dalam perjamuan Ekaristi. supaya anak-anak dapat berkembang sesuai dengan taraf pertumbuhannya. Maka jelaslah kiranya bahwa anak-anak sejak kecil harus dibimbing kepada penghayatan liturgi itu. hendaknya bekerjasama sekuat tenaga. Inilah tugas katekese Ekaristi (lihat di bawah. 9. kemampuan untuk memasang telinga. yaitu memperkenalkan nilai-nilai manusiawi tersebut kepada anak-anak. Pada umumnya yang dimaksudkan bukan anak-anak yang cacat fisik atau mental. perayaan pesta. Di samping itu bila dianggap perlu. sedang dalam Bab Ketiga (no. Seperti halnya dalam Pedoman Umum Buku Misa. jamuan persahabatan. sebab untuk mereka ini diperlukan penyesuaian yang lebih besar lagi. 16-19) dengan singkat membahas misa untuk orang dewasa yang diikuti oleh anak-anak. Seorang yang mau menghayati hidup yang sungguh-sungguh kristen. demikian pula dalam pedoman ini terdapat beberapa hal yang diserahkan kepada wewenang Konferensi Waligereja setempat dan kepada setiap uskup. ia juga bertanggungjawab agar mereka itu tumbuh dalam persatuan dengan Kristus dan dengan saudara-saudara seiman. pemberian salam. no. Bab Pertama dalam pedoman ini (no. BAB I MEMBIMBING ANAK-ANAK KEPADA PERAYAAN EKARISTI 8. kemampuan untuk minta ampun dan memberi ampun. Sebagai dasar. Yang dimaksudkan dengan istilah "anak-anak" dalam pedoman ini ialah mereka yang belum memasuki masa pancaroba.5. penghayatan lambang-lambang. Bila Gereja membaptis anak-anak. ungkapan rasa terima kasih. dan lain sebagainya. hendaknya penyesuaian itu diajukan kepada Takhta Apostolik untuk disetujui sebelum dilaksanakan. Pendidikan Ekaristi itu tidak boleh dipisahkan dari pendidikan umum. haruslah mengambil bagian dalam upacara-upacara liturgi. sesuai dengan Konstitusi Liturgi no. Pendidikan liturgi yang tidak didasarkan pada pendidikan umum itu sungguh merugikan. Namun petunjuk-petunjuk di bawah ini sedikit banyak dapat diterapkan kepada anak-anak cacat. Yang dimaksudkan dengan nilai-nilai manusiawi itu misalnya kebersamaan. Jadi semua pihak yang berkecimpung dalam pendidikan anak-anak. . sebab di situ kaum beriman berkumpul menjadi satu untuk merayakan misteri Paskah. 20-54) diuraikan lebih panjang lebar tentang misa anak-anak yang hanya dihadiri oleh beberapa orang dewasa saja. 6. untuk disesuaikan dengan keadaan konkret.

11. Orang-orang tertentu dalam umat setempat itu. 13. orangtua mereka dengan bebas menerima tanggungjawab yang berat untuk mengajar anaknya setiap hari dan wajib pula membimbing mereka agar dapat berdoa sendiri. Selain itu juga umat setempat mempunyai tanggungjawab terhadap anak-anak katolik yang tinggal dalam wilayahnya. serta dengan cara yang sesuai. Tentu saja keluargalah yang memainkan peranan pertama dan terpenting dalam usaha menanamkan nilai-nilai manusiawi dan kristen itu dalam hati anak-anak. Dalam rangka persiapan dan pembinaan anak-anak untuk merayakan liturgi Gereja. 12. Mereka diantar kepada meja perjamuan Tuhan dan kepada persekutuan umat. supaya anakanak belajar ikut serta dalam perayaan Ekaristi dengan aktif dan sadar. Kalau anak-anak dari kecil disiapkan demikian. Ketika anak-anak dibaptis. maka mereka akan lebih mudah ikut bernyanyi dan berdoa bersama dengan umat bahkan mereka sudah akan sedikit banyak menghayati makna misteri Ekaristi. Upacaraupacara dan doa-doa misa yang terpenting harus dijelaskan dalam katekese itu. dengan maksud supaya mereka . Meskipun demikian. Taman Kanak-kanak dan sekolah-sekolah katolik serta berbagai perkumpulan anak-anak katolik harus pula memberi sumbangan dalam hal ini. untuk menghadiri pertemuan para orangtua. maka para orangtua itu dapat diajak untuk menerangkan nilai-nilai manusiawi di atas kepada anak-anak. hidup dalam kasih persaudaraan. seperti misalnya para wali baptis dan orang lain yang cakap. dapat memberi bantuan lebih besar untuk katekese anak-anak. Umat setempat itu dapat merupakan sekolah yang terbaik untuk membina kehidupan kristen dan penghayatan liturgi anak-anak. asal saja umat setempat sungguh-sungguh memberi kesaksian tentang Injil. juga terhadap anak-anak. terutama kepada keluarga-keluarga yang kurang memerhatikan pendidikan kristen anak-anaknya. Sehubungan dengan ini. dan untuk mengikuti perayaan-perayaan liturgi (bukan Ekaristi) yang khusus diselenggarakan untuk anakanak. amat pentinglah menyelenggarakan berbagai macam ibadat anak-anak. Katekese itu harus diselaraskan dengan alam pikiran dan daya tangkap anak-anak. Ini terutama berlaku untuk rumus-rumus Doa Syukur Agung dan aklamasi-aklamasi yang digunakan dalam perayaan Ekaristi dengan anak-anak. katekese tentang perayaan Ekaristi diberi perhatian yang wajar. terutama katekese persiapan komuni pertama memegang peranan yang amat penting. Maka sangat perlu bahwa pendidikan kristen yang diberikan oleh orangtua dan orang-orang lain dalam keluarga dibantu serta diarahkan kepada pembinaan liturgi. dan selalu diajak menghadiri misa bersama dengan keluarga bila mereka minta. supaya anak-anak dapat mendalami arti perayaan Ekaristi dan ikut serta juga dalam kehidupan Gereja. tetapi mereka dididik juga untuk menyiapkan diri dengan tobat yang ikhlas dan mengambil bagian secara aktif dalam Ekaristi bersama dengan umat Allah.10. amat penting bahwa dalam pelajaran agama. Di situ anak-anak tidak hanya mempelajari ajaran-ajaran iman tentang Ekaristi. dan aktif merayakan misteri-misteri Kristus. Tetapi kalau orangtua tidak begitu kuat dalam iman dan toh menginginkan pendidikan kristen bagi anak-anaknya. Memang perayaan liturgi selalu mempunyai unsur dan fungsi pendidikan. baik di sekolah maupun di paroki. dan dengan demikian diterima sepenuhnya sebagai anggota Tubuh Kristus.

baik orang dewasa maupun anak-anak. 15. bila kemampuan rohani anak-anak sudah mengizinkan. misalnya dengan menyapa mereka dalam kata pengantar pada awal misa atau dalam kata penutup sebelum berkat pada akhir misa. terutama pada Hari Minggu dan Hari Raya. Dalam misa umat itu teladan dan kesaksian para orang dewasa bisa mempunyai peranan dan pengaruh besar terhadap anakanak. pujian bersama. Pendidikan anak-anak untuk merayakan liturgi. Ibadat Sabda tersebut dapat sangat membantu anak-anak dalam menghargai sabda Allah. Dalam perayaan ibadat yang diselenggarakan bersama anak-anak itu hendaknya makin besarlah peranan pembacaan sabda Allah. Kalau dalam misa umat jumlah anak lebih besar. Kalau begitu. lebih-lebih dalam Masa Adven dan Prapaskah. anak-anak dan anggota keluarga lainnya. (tak terkecuali cara-cara tersebut di atas). bila mereka di situ melihat pentingnya peranan anak-anak dalam umat Kristen. Bahkan. yaitu ibu bapa. bila mereka besama-sama mengikuti misa keluarga. Namun dalam misa umat yang diadakan untuk umum itu haruslah diusahakan jangan sampai anak-anak merasa ditelantarkan karena tidak bisa mengikuti dan memahami apa yang dilakukan dan diucapkan dalam upacara itu. BAB II MISA UNTUK ORANG DEWASA YANG DIHADIRI JUGA OLEH ANAKANAK 16. 17. sesuai dengan daya tangkap mereka. Para kanak-kanak yang belum sanggup atau belum berhasrat mengikuti misa dapat dibawa masuk pada akhir misa untuk menerima berkat penutup bersama dengan seluruh umat. Sebaliknya orang dewasa juga akan diperkaya oleh perayaan semacam itu.lebih mudah menangkap dan menghayati beberapa unsur liturgi. 14. Tentu saja selalu dapat diadakan penyesuaian-penyesuaian yang dimungkinkan dalam tata . khususnya Ekaristi. umat dewasa pada waktu yang sama merayakan ibadat sabda yang lebih sesuai dengan kebutuhan mereka. misa paroki dirayakan untuk seluruh umat bersama-sama. dan baru pada awal liturgi Ekaristi anak-anak digabungkan dengan umat dewasa. kadang-kadang seluruh misa dapat disesuaikan dengan kebutuhan anak-anak itu. Misalnya mereka dapat mengantar persembahan atau membawakan satu dua nyanyian. atau dalam salah satu bagian homili. hendaklah lebih sering diadakan ibadat sabda yang sungguh-sungguh. Dapatlah sangat berguna kalau dalam misa umat beberapa tugas diserahkan kepada anakanak. Homili bisa ditujukan khusus kepada anak-anak. saat hening. lebih-lebih yang berupa nyanyian. Selama misa berlangsung mereka dapat diawasi dan diperhatikan di ruang lain oleh beberapa ibu yang ditugaskan oleh paroki. Kalau keadaan mengizinkan. Pun keluarga-keluarga katolik sangat ditolong membina semangat kristen. Namun hendaknya dijaga. tetapi sedemikian rupa hingga juga orang dewasa dapat memetik manfaat dari padanya. 18. Kehadiran anak-anak hendaknya selalu diperhatikan dengan salah satu cara. dapat juga liturgi sabda dengan homili dirayakan khusus untuk anak-anak di suatu ruang lain yang tidak terlalu jauh dari gereja. 19. Di banyak tempat. selalu mempunyai tujuan yang sama. seperti misalnya pemberian salam. jangan sampai ibadat-ibadat itu terlalu menyerupai pelajaran. yaitu supaya tingkah laku dan cara hidup anak-anak makin lama makin sesuai dengan amanat Injil.

khusunya misa umat pada hari Minggu. Maka dianjurkan agar di samping misa seperti itu. mengantar persembahan ke altar. membawakan bacaan (lihat no. Misa semacam ini terutama cocok untuk hari-hari biasa dalam pekan. misalnya anak-anak dapat menyebutkan alasan-alasan untuk bersyukur. Dari sebab itu sebaiknya jangan diadakan upacara misa yang sama sekali baru. dalam misa umat yang dihadiri juga oleh anak-anak. Untuk memajukan keikusertaan anak-anak.perayaan Ekaristi. Maka hendaknya diusahakan agar segala sesuatu diarahkan kepada tujuan ini. yaitu yang terlalu menyimpang dari tata perayaan Ekaristi. meskipun kadang-kadang. memberi jawaban dalam homili (lihat no. PEMBAGIAN TUGAS DAN PARA PETUGAS 22. dengan alasan pastoral. 21. Penyesuaian-penyesuaian tersebut akan diuraikan secara umum pada no.24). yaitu yang dihadiri oleh anak-anak bersama dengan orangtua serta anggota keluarga lainnya tak mungkin diadakan setiap saat. Masing-masing unsur dalam misa harus selalu mempunyai tujuan yang sama seperti yang diuraikan dalam Pedoman Umum Buku Misa. atau melakukan tugas-tugas lain sesuai dengan adat kebiasaan bangsa yang bersangkutan (lihat no. 23. kadang-kadang dapat juga diadakan tambahantambahan. bahkan sangat dipentingkan. Misa umat seperti di atas. dapat pula dimasukkan penyesuaian-penyesuaian khusus yang akan diuraikan di bawah ini. Hal ini sangat tergantung dari usaha imam sendiri. 29). 37). 34 ). sebelum imam mulai dengan prefasi. bahwa keikutsertaan secara lahiriah akan sangat merugikan anak-anak bila tidak diarahkan kepada keikutsertaan batin. Sebanyak mungkin anak hendaknya diserahi tugas-tugas khusus dalam perayaan. bernyanyi dalam paduan suara atau memainkan alat musik (lihat no. Dalam semua hal itu harus diingat. 32). kecuali sejauh itu harus disesuaikan dengan umur anakanak. seperti misalnya: menyiapkan dan menghias ruang dan altar (lihat no. Sehubungan dengan ini hendaknya selalu diperhatikan bahwa misa khusus anak-anak harus membantu anak-anak untuk dapat mengikuti misa umat. yaitu untuk mempermudah dan meningkatkan partisipasi anak-anak itu. Tetapi di samping itu. asal saja uskup setempat memberi izin. Hendaknya diperhatikan agar anak-anak menyadari dengan sungguh-sungguh bahwa keikutsertaan itu mencapai puncaknya dalam komuni dengan menyambut Tubuh dan Darah Kristus sebagai santapan rohani. unsur-unsur tersebut dapat mempunyai bentuk lain. Tuntutan untuk ikut serta secara aktif lagi sadar berlaku juga untuk misa anak-anak. Oleh karena itu saat-saat hening mempunyai tempat penting juga dalam misa anak-anak (lihat no. membawakan nyanyian (lihat no. mengucapkan doa umat. 24 dan 47). lebih daripada dalam misa dengan orang dewasa. Dari permulaan pembaruan liturgi sudah disepakati bahwa dalam misa untuk anak-anak itu diperlukan beberapa penyesuaian khusus. 38-54 di bawah. Imam yang merayakan misa bersama dengan anak-anak hendaknya berusaha agar perayaan sungguh-sungguh bersifat pesta dalam suasana persaudaraan dan kekhidmatan. BAB III MISA ANAK-ANAK YANG DIHADIRI OLEH BEBERAPA ORANG DEWASA 20. juga diselenggarakan misa khusus untuk anak-anak yang dihadiri oleh beberapa orang dewasa saja. 48). Imam-lah .

perayaan Ekaristi selalu merupakan tindakan seluruh umat setempat. melainkan sebagai anggota umat yang ikut serta dalam doa. jelas. 26. dimana anak-anak juga dapat memberi sumbangan spontan atau mengadakan renungan bersama. dan sederhana. kalau jarak perayaan yang satu dengan perayaan berikutnya lebih lama. atau diadakan ibadat sabda. untuk salam damai. untuk melanjutkan dan memperdalam amanat perayaan Ekaristi yang lalu. sesuai dengan umur anak-anak yang bersangkutan. Untuk misa anak-anak hendaknya dipilih waktu yang lebih cocok dengan keadaan anak-anak. tetapi harus dihindari gerak-gerik yang kekanak-kanakan. sehingga anak-anak bisa bergerak dengan bebas sebagaimana dituntut untuk suatu perayaan liturgi yang hidup. lebih baik misa anak-anak kadangkadang dirayakan di tempat lain. asal saja tempat itu cocok serta pantas untuk perayaan liturgi. serta menyiapkan anak-anak untuk ikut serta . seperti pembaca dan penyanyi. misa tidak mudah membosankan. Pada hakikatnya. Tempat utama untuk perayaan Ekaristi bersama dengan anak. diambil dari orang dewasa maupun dari anak-anak. bukan sebagai pengawas. Kalau gereja tidak dapat memenuhi syarat-syarat tersebut. Dengan demikian misa tersebut akan lebih mengena dan tidak menjemukan anak-anak. imam pula yang harus berusaha menciptakan suasana dengan cara bertindak dan cara bicara. Bila menyapa anak-anak. untuk doa Bapa Kami. Kata pengantar dan penjelasan-penjelasan lain hendaknya dibawakan oleh imam dengan bebas. asalkan jangan tiap-tiap hari. maka salah seorang dari hadirin dewasa dapat juga membawakan homili sesudah Injil. Tetapi. sehingga mereka sungguh terbuka untuk mendengarkan sabda Allah dan merayakan Ekaristi. untuk menyambut komuni. Misa bukanlah suatu ibadat yang paling tepat untuk anak-anak. men-dampingi serta membantu anak-anak seperlunya. Hati anak-anak lebih mudah disentuh dan digerakkan. misa anak-anak itu dapat disiapkan dengan lebih baik. Dalam hal ini hendaknya diindahkan kaidah-kaidah yang digariskan oleh Kongregasi Klerus. 24. Janganlah penjelasan-penjelasan itu sematamata merupakan suatu pengajaran. 27. Hendaknya imam menaruh perhatian besar supaya gerak-geriknya pantas.yang harus menyiapkan diri dengan lebih teliti. Dengan adanya variasi suara. misalnya untuk doa tobat.anak ialah gereja. Bila pastor paroki atau pengurus gereja yang bersangkutan setuju. Maka dianjurkan agar juga dalam misa anak-anak hadir pula. Juga dalam misa anak-anak dapatlah berguna kalau petugas-petugas. Misa dengan anak-anak dapat dirayakan pada hari-hari biasa. supaya anak-anak dapat ikut serta secara ikhlas dalam perayaan liturgi. bila imam kadang-kadang menyapa atau mengajak mereka dengan kata-katanya sendiri. di dalam gereja itu hendaknya sedapat mungkin dicari suatu tempat yang cocok dengan jumlah peserta dan dengan sifat perayaan. lebih-lebih kalau imam yang bersangkutan sukar menyesuaikan diri dengan alam pikiran anak-anak. supaya dengan demikian misa lebih tampak sebagai perayaan umat. hendaknya disertai ungkapan dan peragaan (gerak-gerik) sehingga mudah ditangkap. untuk doa persembahan. Kadang-kadang lebih baik mengadakan upacara doa. beberapa orang dewasa. TEMPAT DAN WAKTU PERAYAAN 25. Lagi pula.

sebab anak-anak itu amat terbuka dan gemar akan musik. Pada umumnya nyanyian itu sangat penting dalam semua perayaan liturgi. terutama doa. Kalau mungkin aklamasi-aklamasi dinyanyikan oleh anak-anak daripada hanya diucapkan saja. Dengan mengingat syarat-syarat yang sama. Persiapan ini sebaiknya dilakukan dalam kerjasama antara semua orang dewasa dan anak yang bertugas dalam misa itu. Tetapi gubahan-gubahan itu harus mempunyai imprimatur. sesuai dengan petunjuk Konferensi Waligereja. Sebaliknya musik haruslah sesuai dengan fungsi tiap bagian misa yang ditentukan untuk nyanyian atau permainan instrumental. bukan menurut perbedaan umur saja. "Kudus" dan "Anakdomba Allah" di sini dapat digunakan lagu-lagu dengan terjemahan yang lebih cocok untuk anak-anak. 28. Perayaan Ekaristi dengan anak-anak harus dicarikan waktu yang tepat dan disiapkan dengan saksama. Sebab alat-alat itu dapat mengiringi nyanyian atau mengisi saat hening. 32.secara lebih intensif dalam perayaan Ekaristi yang berikut. pick-up dan lain-lain. Tentu saja nyanyian itu harus sesuai dengan alam kebudayaan bangsa yang bersangkutan serta dengan daya tangkap anak-anak. SIKAP BADAN DAN GERAK 33. lebih-lebih aklamasi-aklamasi yang terdapat dalam Doa Syukur Agung. menyiapkan piala. kalau dapat. kalau disertai penghayatan batin yang selaras. Kalau misa untuk kelompok-kelompok itu dirayakan pada hari biasa tentu tidak perlu dijatuhkan pada hari dan waktu yang sama.atur dan menghias ruang perayaan. "Syahadat". bacaan dan ujud doa umat. Juga dalam misa anak-anak. melainkan menurut taraf penghayatan iman serta tingkat katekese. nyanyian. MENYIAPKAN PERAYAAN 29. Mengingat bahwa liturgi menyangkut manusia seutuhnya. mengingat pula psikologi anak- . NYANYIAN DAN MUSIK 30. alat-alat musik membawa manfaat besar. perhatian dan partisipasi mereka akan sangat sulit. meskipun menyimpang dari terjemahan resmi. dan ampul. Supaya anak-anak lebih mudah ikut serta dalam nyanyian "Kemuliaan". terutama kalau anakanak sendiri memainkannya. Sedapat mungkin beberapa anak hendaknya diikutsertakan dalam meng. dalam misa itu dapat juga diperdengarkan musik dari tape recorder. Bila anak-anak yang mengikuti misa berjumlah terlalu banyak. Namun harus diperhatikan jangan sampai permainan dengan alat musik mengalahkan nyanyian atau membelokkan perhatian anak-anak itu dari penghayatan liturgi. Persiapan-persiapan lahiriah itu dapat membina rasa kebersamaan dalam perayaan. Juga rasa gembira dan suasana pesta serta pujian kepada Allah dapat diungkapkan dengan alat-alat musik. patena. Maka dari itu. Tetapi dalam misa anak-anak nyanyian harus diberi tempat yang lebih banyak. 31. lebih baik dibentuk beberapa kelompok.

36. Menurut Pedoman Umum Buku Misa. Jadi sangat berguna. Liturgi misa mengandung banyak unsur visual yang memegang peranan penting dalam perayaan. mereka mengungkapkan dengan lebih nyata arti dan maksud persiapan persembahan. Beberapa anak dapat ikut dalam perarakan Injil. hendaknya juga digunakan unsur-unsur lain yang mencerminkan karya agung Tuhan dalam penciptaan dan penebusan. Hal ini berlaku juga untuk misa dengan anakanak. dan yang mendorong anak-anak untuk berdoa. -lebih daripada dalam misa dengan orang dewasa -agar teks-teks liturgi dibawakan dengan tenang dan jelas. melainkan juga sikap dan gerak tubuh anak-anak yang bersama-sama merayakan liturgi tersebut. lampu-lampu pesta Yesus dipersembahkan di kenisah. Di samping unsur-unsur visual dalam tata perayaan itu sendiri atau dalam tempat-tempat perayaan. seperti penyembahan salib. SAAT HENING 37. Anak-anak sungguh sanggup untuk mengheningkan cipta dan untuk berdoa dalam batin. Di antara gerak tubuh terutama diperhatikan perarakan dan gerak-gerik lain yang mengikutsertakan seluruh tubuh. Namun mereka harus dibimbing dan dibantu supaya belajar mengalami saat hening (misalnya sesudah komuni atau sesudah homili) untuk menenangkan hati dan mengadakan renungan singkat. Di samping itu hendaknya diperhatikan. penyalaan lilin Paskah. Juga dalam misa anak-anak harus ada ³saat hening sebagai bagian penting dari perayaan". tidak terburu-buru. UNSUR-UNSUR VISUAL 35. supaya lebih tampak bahwa Kristus hadir untuk mewartakan Sabda-Nya kepada mereka. bila anak-anak berarak-arak masuk ke ruang perayaan bersama dengan imam. serta hiasan-hiasan lainnya. Maka hendaknya kebutuhan anak-anak diperhatikan atau bahkan ditetapkan kaidah-kaidah khusus untuk mereka. dengan pause-pause . Bila beberapa anak mengantar piala. Tidak pernah liturgi boleh tampak sebagai upacara yang kering dan membosankan. Dengan alasan yang sama dapat bermanfaat bila anak-anak sendiri menyiapkan atau membuat gambar-gambar. yang hanya ditujukan kepada pikiran saja. sebagai alat peraga dalam renungan mereka. warna liturgi yang berbeda-beda. Konferensi Waligereja dapat menentukan sikap badan dalam misa sesuai dengan kebiasaan setempat. menggambarkan ujud-ujud doa umat. Juga perarakan menyambut komuni hendaknya diatur dengan tertib dan lancar. sebab dengan demikian mereka lebih mudah merasa berkumpul dan bersatu sebagai himpunan umat. untuk berdoa memuji Tuhan dalam batin. supaya anak-anak ditolong dalam menghayati perjamuan kudus. hosti dan persembahan lain. 34.anak. maka sangat dianjurkan agar keikutsertaan anak-anak dalam misa diusahakan juga melalui sikap badan dan gerak-gerik. misalnya melukiskan isi homili. sesuai dengan umur mereka dan sesuai dengan adat-istiadat setempat. Bukan hanya sikap dan gerak-gerik imam yang mempunyai peranan penting dalam liturgi. Hal ini terutama menyangkut unsur-unsur yang berhubungan dengan peredaran tahun liturgi. Maka janganlah kesibukan-kesibukan lahir terlalu ditekankan.

yaitu Liturgi Sabda dan Liturgi Ekaristi" yang didahului oleh upacara pembuka dan diakhiri dengan upacara penutup. seperti "aklamasi-aklamasi dan jawaban-jawaban yang diberikan umat atas salam dan doa imam". 49. a) Upacara Pembuka 40. Maka dari itu unsur-unsur tertentu dalam upacara pembuka kadang-kadang boleh di-tiadakan. Bacaan-bacaan dari Alkitab "merupakan bagian pokok Liturgi Sabda". 43. dapat juga dikurangi menjadi dua atau cukup satu saja. Tentu saja struktur umum misa selalu terdiri "dari dua bagian. boleh dipilih bacaan lain. 39. Juga doa Bapa Kami dan penyebutan Allah Tritunggal pada akhir berkat penutup misa jangan diubah. Kepada Konferensi Waligereja dinasihatkan agar disusun dan diterbitkan Buku Bacaan Misa yang khusus untuk anak-anak. sehingga membelokkan perhatian dari tujuan yang sebenarnya. supaya anak-anak sungguh dapat menghayati "misteri iman. Janganlah perbedaan antara misa anak-anak dan misa orang dewasa menjadi terlalu besar. BAGIAN MISA SATU PER SATU 38. Dinasihatkan agar anak-anak lambat laun dibiasakan dengan syahadat panjang. tanpa mengurangi kebebasan untuk menggunakan syahadat singkat. Mengingat kepentingan anak-anak. Mengenai jumlah bacaan pada Hari Minggu dan pada pesta-pesta hendaknya diindahkan keputusan Konferensi Waligereja. b) Pembacaan dan Penguraian Sabda Allah 41. Kalau begitu.singkat di antara kalimat dan alinea. kadang-kadang ayat-ayat . sedang unsur-unsur lain dapat diperkaya dan diperluas. Tujuan upacara pembuka misa ialah "untuk mempersatukan umat yang berhimpun dan untuk mempersiapkan mereka. Dalam memilih masing-masing unsur. no. asal saja tidak bertentangan dengan tahun liturgi. Namun dalam masing-masing bagian perayaan itu dapat diadakan beberapa perubahan dan penyesuaian sebagaimana diuraikan di bawah ini. Bila bagi anak-anak terlalu sukar untuk mendengarkan tiga atau dua bacaan. dan jangan ada sesuatu yang sama sekali diabaikan. harus diperhatikan agar setiap bagian mendapat giliran pada waktunya. 42. Dapat terjadi bahwa semua bacaan yang ditetapkan untuk hari yang bersangkutan tidak cocok untuk anak-anak. jadi jangan sampai upacara-upacara pembuka terlalu bertele-tele dan bersimpang siur. Tetapi hendaknya selalu ada pembukaan yang diakhiri dengan doa pembuka.Tetapi bacaan dari Injil tidak pernah boleh ditiadakan. Oleh karena itu dalam misa anak-anak selalu harus diadakan pembacaan Alkitab. diambil dari Buku Bacaan Misa atau langsung dari Alkitab. melalui upacara dan doa-doa"... Juga dalam misa anak-anak harus diusahakan agar tujuan tersebut tercapai. Beberapa bagian upacara dan rumus sedapat-dapatnya jangan diubah. supaya dapat mendengarkan sabda Tuhan dan merayakan Ekaristi dengan sebaik-baiknya". lihat di bawah. sesuai dengan hukum-hukum psikologis yang berlaku untuk umur mereka.

entah sebelum bacaan. lebih pentinglah memerhatikan isi daripada jumlah dan panjangnya bacaan. entah dalam homili. Dalam hal ini hendaknya diutamakan santapan rohani yang bisa diambil oleh anakanak. Cara menguraikan bacaan. dari pembacaan itu. bila riwayat hidup santo atau santa yang bersangkutan diceritakan secara singkat. Kalau struktur bacaan mengizinkan. misalnya dengan penjelasan singkat sebelum bacaan. Oleh karena itu hendaknya dihindari saduran Alkitab yang terlalu bebas. yang terdiri dari beberapa ayat mazmur yang dipilih dengan saksama untuk kepentingan anak-anak. Dengan perantaraan sabda-Nya. Dalam semua misa untuk anak-anak. Kristus sendiri hadir di tengah-tengah umat beriman". kecuali kalau dianggap lebih tepat bahwa anak-anak mendengarkan saja. imam harus dapat mengikutsertakan anak-anak dalam doanya. Homili untuk anak-anak kadang-kadang dapat berupa tanya jawab atau percakapan. Belum tentu bacaan yang lebih singkat dengan sendirinya lebih cocok untuk anak-anak. Maksud penjelasan itu ialah menggugah anak-anak untuk mendengarkan dengan penuh perhatian. Maka dari itu hendaknya ia memilih doa-doa misa . Pada waktu Alkitab dibacakan. Bila pada akhir Liturgi Sabda diucapkan syahadat. menjelaskan konteks bacaan serta menyiapkan mereka untuk menangkap intinya.tertentu lebih baik dilewati. Dalam doa-doa yang dibawakan oleh pemimpin upacara. bacaan-bacaan lebih mudah dimengerti. Nyanyian tanggapan kadangkadang boleh diganti dengan saat hening berupa renungan. 45. homili amat penting untuk menguraikan sabda Allah. 49. 47. "Tuhan sendirilah yang bersabda kepada umat-Nya. nyanyian tersebut boleh dibawakan sesudah homili. Namun hendaknya hal ini dilakukan dengan hati-hati dan diselidiki baik-baik. Dalam memilih bacaan-bacaan. Dari pembacaan Alkitab itu anak-anak harus dapat mengambil manfaat untuk diri mereka.. 46. Namun dalam nyanyian tanggapan itu anak-anak selalu harus dapat ikut serta. sedikit demi sedikit mereka harus belajar menghargai dan mendalami sabda Allah. Bacaan-bacaan hendaknya diselingi dengan nyanyian dan mazmur tanggapan.. 48. jangan sampai menyimpang dari maksud pengarang atau mengganggu konteks Alkitab. c) Doa-doa Pemimpin Upacara 50. Kalau hanya diadakan satu bacaan saja. 44. Namun dianjurkan untuk menggunakan terjemahan yang sesuai untuk anak-anak. sebab syahadat para rasul itu mempunyai tempat juga dalam katekese anak-anak. nyanyian lain yang seirama dengan mazmur atau nyanyian Alleluya dengan ayat sederhana. Dalam misa yang diadakan pada perayaan seorang kudus. misalnya yang sudah tersedia untuk katekese anakanak. Maka dari itu semua uraian mengenai teks bacaan harus dianggap penting dan dimanfaatkan sebaik-baiknya. asal saja memakai imprimatur. beberapa anak dapat membawakannya dengan membagikan dalam beberapa peran seperti dilakukan dalam pembacaan Kisah Sengsara Tuhan dalam Pekan Suci. boleh dipakai syahadat para rasul.

sebab doa itu dikarang untuk kepentingan orang-orang dewasa. Maksud pedoman ini tak lain tak bukan ialah agar anak-anak dalam perayaan Ekaristi dapat menyongsong Kristus. yaitu waktu kaum beriman mempersembahkan seluruh hidupnya kepada Bapa kekal bersama Kristus dalam Roh Kudus. Dalam misa anak-anak sangat berguna bila sebelum berkat penutup imam memberikan suatu kata penutup. Dan mereka lebih mudah mengambil bagian dalam persembahan Gereja yang berlangsung pada saat itu. 51. dan dengan membuat tanda salib. PENUTUP 55. e) Komuni dan Upacara Penutup 54.yang paling cocok untuk anak-anak. Dalam hal ini sangat menentukan bagaimana doa tersebut dibawakan oleh imam dan bagaimana dapat diikuti oleh anak-anak serta disambut dengan aklamasi-aklamasi. yang meliputi seluruh Doa Syukur Agung. Namun amanat penutup tersebut hendaknya singkat saja. sebab bagian-bagian tersebut menduduki tempat yang amat penting dalam rangka persiapan komuni. asal tidak bertentangan dengan tahun liturgi. Pada kesempatan-kesempatan tertentu. Sebab dengan demikian mereka mengambil bagian sepenuh-penuhnya dalam misteri Ekaristi. serta dengan perantaraan Dia. Dengan demikian anak-anak lebih mudah menghayati kehadiran Kristus di altar dalam rupa roti dan anggur. juga dalam misa dengan anak-anak. mereka lebih mudah dapat ikut serta dalam kurban dan ucapan syukur yang disampaikan bersama Kristus bersatu dengan Kristus. Kadang-kadang doa yang dipilih itu belum cukup mengungkapkan pengalaman hidup dan penghayatan iman anak-anak. Kalau begitu boleh saja rumus doa dari Buku Misa itu diubah dan disesuaikan dengan kebutuhan anak-anak. agar maksud dan inti doa sedikit banyak dipertahankan. Puncak seluruh Perayaan Ekaristi. Hendaknya bagian upacara ini diselenggarakan sedemikian rupa sehingga anak-anak yang sudah boleh menerima komuni dapat menyambut dalam suasana tenang dan dengan penuh kekhidmatan. selama pembagian komuni dilagukan nyanyian yang sesuai. pemecahan roti dan ajakan untuk menyambut komuni. hendaknya sedapat mungkin dihindarkan segala sesuatu yang bertentangan dengan sifat khas doa pemimpin ibadat. ialah Doa Syukur Agung. d) Persiapan Komuni 53. namun pada bagian akhir hendaknya selalu digunakan rumus berkat dengan menyebut Allah Tritunggal. Sesudah Doa Syukur Agung hendaknya selalu menyusul Doa Bapa Kami. Kalau dapat. sebab sebelum pulang anak-anak masih memerlukan sekedar ulangan dan petunjuk konkret tentang cara penerapan amanat perayaan. Demikian misalnya harus dihindarkan nasihat dan peringatan yang terlalu moralistis atau cara bicara yang terlalu kekanak-kanakan. imam hendaknya memakai rumus-rumus berkat meriah. sesuai dengan tahun liturgi dan dengan kepentingan anakanak. dan bersama dengan-Nya mereka "menghadap Bapa". Sikap batin yang diharapkan dari anak-anak dalam puncak perayaan ini ialah ketenangan dan rasa hormat. 52. Namun hendaknya diusahakan. Di sini tepat sekali bila ditunjukkan dan ditegaskan hubungan yang erat antara liturgi dan kehidupan sehari-hari. dengan cara yang .

komlit-kwi@kawali. Fax 021.Jakarta 10340 Telp 021 ± 315 4714. 4 Tahun XXIV.3190 7301 E-mail: maxi@kawali.Komisi Liturgi KWI Jl.lebih cocok serta dalam suasana yang lebih menggembirakan. Desember 1996. No. Bila mereka terlibat secara sadar dan aktif dalam kurban dan perjamuan Ekaristi.*** Sumber: Spektrum. 5:6). di rumah maupun di luar rumah. 1996 Jakarta. Dokpen KWI Seksi Liturgi Anak .org. Cut Mutiah 10 . lagi pula mereka belajar menghayati iman mereka dalam hidup sehari-hari. mereka pun dididik kian hari kian mendalam untuk mewartakan Kristus. sebab "iman mengungkapkan diri dalam cinta kasih" (Gal. dalam keluarga maupun di antara teman-teman sebaya.org . 315-3912.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->