P. 1
Makalah Sepsis

Makalah Sepsis

|Views: 4,627|Likes:
Published by Roehmad Juli Yanto

More info:

Published by: Roehmad Juli Yanto on Jan 13, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/24/2015

pdf

text

original

KATA PENGANTAR

Assalamualaikum Wr.Wb Puji syukur kami ucapkan kehadirat Allah SWT karena atas rahmat dan hidayahnya penulis dapat menyelesaikan makalah sederhana ini yang berjudul ³MASALAH UMUM MEDIKAL BEDAH ( SEPSIS)´ Punyusun mengucapkan terimakasih kepada Ibu Ns. EMULYANI, S.Kep Selaku dosen pembimbing yang telah membimbing kami dalam menyusun makalah ini, serta semua pihak yang telah ikut berpartisipasi dalam pembuatan makalah ini. Penulis menyadari bahwa makalah ini masih banyak kekurangan dan jauh dari sempurna. Oleh karena itu penulis mengharapkan kritikan dan saran dari para pembaca yang bersifat membangun. Dengan adanya makalh ini, semoga dapat bermanfaat bagi pembaca dan dapat manyampaikan hal positifnya kepada pihak lain. Wassalamualaikum Wr.Wb

Pekanbaru,19 September 2011

Kelompok VII

BAB I PENDAHULUAN

A.

Latar Belakang Sehubung dengan adanya berbagai macam masalah dalam tindakan keperawatan dimedikal bedah dalam dunia kesehatan serta penanganannya maka penulis membuat makalah ini untuk mengetahui cara penyembuhannya,dan adakah dampaknya setelah melakukan tindakan medikal bedah

B. a. b.

Rumusan Masalah Apa Pengertian dari Sepsis ? Apa tanda dan gejala dari Sepsis ?

C.

Tujuan Umum 1. Untuk memenuhi tugas mata kuliah Keperawatan Medikal Bedah 2. Agar mahasiswa mengetahui dan memahami apa yang dimaksud dengan Sepsis dan dapat memberikan Asuhan Keperawatan yang sesuai.

D.

TUJUAN KHUSUS Agar para pembaca mengetahui dan memahami apa yang dimaksud dengan Sepsis dan bisa memberikan Asuhan Keperawatan yang sesuai.

2003.\ Dari definisi di atas penyusun menyimpulkan bahwa sepsis adalah infeksi bakteri generalisata dalam darah yang biasanya terjadi pada bulan pertama kehidupan dengan tanda dan gejala sistemik. Marylyn E. (Surasmi. Minimal 2 Kriteria berikut untuk menyatakan penderita mengalami SIRS : y y y Demam ( > 38°) atau hipotermi (< 36°) Tachypnea / frekuensi nafas lebih > 24/menit Tachykardi / frekuensi detakan jantung > 90/menit . (Doenges.BAB II PEMBAHASAN Pengertian Sepsis adalah infeksi bakteri umum generalisata yang biasanya terjadi pada bulan pertama kehidupan. penganhkatan tonsil leher ( tonsilektomi). Asrining. (Dorland. Dengan sistem imun yang normal masuknya bakteri dalam jumlah kecil ke dalam darah bisa dengan segera di musnahkan oleh sel2 immun. Sepsi adalah sindrom yang dikarakteristikan oleh tanda-tanda klinis dan gejala-gejala infeksi yang parah yang dapat berkembang ke arah septisemia dan syok septik. 2005. Sepsis adalah infeksi berat dengan gejala sistemik dan terdapat bakteri dalam darah. 2000. Penyebab terjadinya bakteremia yang paling sering terjadi sehari hari misalnya saat menggosok gigi (24%). hal 186). 1998 hal 979). SIRS ( system inflammatory response syndrome) adalah istilah kedokteran yang menggambarkan adanya sistemasi infeksi didalam tubuh dan terjadi proses perlawanan tubuh yang hebat terhadap infeksi Bakteremia adalah adannya sirkulasi bakteri di dalam aliran darah (yang dalam keadaan normal tanpa di ikuti biakan kuman sehingga tidak menimbulkan simptoma ). hal 92) Sepsis adalah mikrooganisme patogen atau toksinnya didalam darah. Sepsis = SIRS plus adanya bakteremia atau infeksi. selain itu penanggalan gigi (50%). hal 871). Muscari. gastroskopi. Mary E.

coli .5 ml/ kg Berat Badan /jam hipoksiemi Trombositopeni (rendahnya sel trombosit. tekanan sistolis < 90 mmHg) Oliguria ( jumlah urin < 0. Bagian tertentu dari kuman bisa mempunyai efek lokal atau sistemis terhadap perkembangan sepsis.000 /ul) atau terjadi penurunan lebih dari 50% selama 3 hari. metabolis acidosis. dll) . * ul = mikroliter Macam macam Sepsis nekrosis jari tangan karena terhambatnya sirkulasi darah selama sepsis Sepsis berat : Sepsis di sertai dengan tanda2 gagalnya satu organ tertentu. misalnya gagal ginjal dll. dan Pseudomonas aeroginosa. Kuman penyebab itu yaitu : y y y Bakteri gramm negatif ( 40% ) : Enterobakteri ( E.000 sel/ul) atau leukopeni ( < 4000 sel/ul) atau > 10 % leukosit muda . < 80. Bakteri gramm positif ( 30% ) : terutama Stafilokokus aureus Infeksi campuran ( 10%) : Gramm negatif + gramm positif . Untuk kasus sepsis berat saja.y Leukositosis ( > 12. Septic schock : Sepsis plus hipotensi ( tensi sistolis < 90 mmHg atau 40 mmHg dibawah tekanan sistolis normal pasien) selama minimal satu jam yang di sertai infus penambah volume dan atau pemberian vasopresor. hanya sekitar 20 ± 40% penyebab bisa di temukan. Etiologi ( kuman penyebab) Semua jenis mikroorganisme bisa menyebabkan sepsis walau tidak selamanya berada di dalam darah. Tanda2 itu berupa : y y y y y Turunnya tekanan darah ( hipotoni. Salmonela typhi. sedangkan untuk septic schock sekitar 30-70%.

Faktor presdiposisi : Faktor 2 yang mepermudah terjadi sepsis« y y y y y y Diabetes melitus Luka bakar Neutopeni Limfom Divertikulitis. Terapi pengobatan harus secepatnya dilakukan tanpa menunggu hasil biakan darah.hal yang perlu di perhatikan dalam pengobatan yaitu pencarian sumber/pusat infeksi. antibiotik yang di berikan sebaiknya yang mempunya spektrum luas supaya bisa mencakupi bayank jenis bakteri ( gramm positif dan negatif) yang belum terdeteksi.karena dalam hitungan jam kondisi pasien sangat cepat memburuk dan keterlambatan bisa berakibat fatal sampai menyebabkan kematian. atau Imipenem + cilastatin. Aspergillus. Pengambilan darah dilalakukan sebelum di terapi dengan antibiotik dan selama terjadinya demam sebanyak 2 kali dengan intervall yang berbeda minimal 10 ml.y y Kuman ³klasik´ ( < 5%) : Pneumokokus. atau Meropenem . Hal. Adanya kecurigaan terjadinya Sepsis perlu segera di lakukan biakan darah. setelah hasil biakan kuman ada antibiotik bisa diganti untuk spesifikasi bakteri tertentu. atau Piperasilin + Tazobactam/Sulbaktam. misal AIDS : Candida. perforasi usus Adanya benda asing dalam tubuh seperti kateter. berikan infus antibiotik dengan dosis maksimal( pengurangan dosis untuk gangguan fungsi ginjal). Meningokokus. Untuk infeksi enteral dan ginekologis sebaiknya ditambah antibiotik untuk bakteri anaerobik. hanya untuk pasien dgn gangguan sistem immun/ daya tahan. Skema terapi untuk pasien dewasa tanpa gangguan ginjal dan sumber infeksi tidak di ketahui: y y y y Ceftriakson. Jamur ( 5%) . Stafilokokus pyogenes.

atau dysuria. Sedangkan buat pasien dengan alergi penisilin. Pemeriksaan radiologi ( rontgen. Ppencapaian terapi dan kesembuhan yang maksimal tidak terlepas dari pencarian sumber/pusat terjadinya infeksi. atau demam-demam.dll). ginjal. dll sangat membantu dalam hal ini. atau luka dengan nanah. Penggunaan kateter dan infus yang cukup lama. 20-30% pasien yang mengalami sepsis atau sekitar 40-60% pasien dengan septic schock meninggal dalam waktu 6 bulan. Adalah mungkin lebih sulit untuk membuktikan sumber infeksi. atau jumlah sel darah putih yang tinggi. namun jika orangnya mempunyai gejala-gejala infeksi seperti batuk yang produktif. Tanda-Tanda atau Gejala-Gejala Sepsis (Keracunan Darah) Pasien harus mempunyai sumber infeksi yang terbukti atau yang dicurigai (biasanya bakteri) dan mempunyai paling sedikit dua dari persoalan-persoalan berikut: denyut jantung yang meningkat (tachycardia). Angka kematian yang tinggi berdasar atas tidak sembuhnya infeksi. atau terdiri dari >10% sel-sel band. kulit. abdomen. komplikasi yang muncul dan gagalnya organ tubuh tertentu serta penyakit awal yang diidap pasien( diabetes. pengobatan bisa di berikan dengan memberikan antibiotik ciproflasin atau clindamisin atau levofloxasin . sangat berpotensial menjadi sumber sepsis. Dalam hal ini kateter sebaiknya segera mungkin di ganti. adalah agak mudah untuk memastikan denyut jantung (menghitung nadi per menit). demam atau hypothermia dengan thermometer. CT-Scan) atau juga ultrasonografi(USG) memberikan informasi yang akurat. adalah agak mudah untuk mencurigai bahwa seseorang dengan . dan untuk menghitung napa-napas per menit bahkan di rumah. Pada kebanyakan kasuskasus.terutama bila kulit memerah. Prognosis. pernapasan yang cepat (>20 napas per menit atau tingkat PaCO2 yang berkurang).Masing2 bisa di tambah dengan Gentamisin atau Tobramisin 5-7 mg/kg Berat Badan. temperatur yang tinggi (demam) atau temperatur yang rendah (hypothermia). Sering pemeriksaan klinis atas organ tertentu seperti paru. penyakit jantung. rendah.

. aeruginosa. aureus. seseorang dengan sepsis dapat menular. aluralur ini disebabkan oleh perubahan-perubahan peradangan lokal pada pembuluhpembuluh darah lokal atau pembuluh-pembuluh limfa (lymphangitis). kulit. Bagaimanapun. diagnosis yang definitif dari sepsis dibuat oleh dokter dalam hubungan dengan tes-tes laboratorium. Agen-agen infeksius. Kriteria SIRS berakibat ketika tubuh mencoba untuk melawan kerusakan yang dilakukan oleh agen-agen yang dilahirkan darah ini.). Beberapa pengarang-pengarang mempertimbangkan garis-garis merah atau alur-alur merah pada kulit sebagai tanda-tanda dari sepsis. Agen-agen yang menginfeksi atau racun-racun mereka (atau kedua-duanya) kemudian menyebar secara langsung atau tidak langsung kedalam aliran darah. mulai menginfeksi hampir segala lokasi organ atau alat-alat yang ditanam (contohnya. dan penutup baju harus dipertimbangkan tergantung pada sumber infeksi pasien. sehingga tindakan-tindakan pencegahan seperti mencuci tangan. P.infeksi mungkin mempunyai sepsis. jenis-jenis Streptococcus dan jenis-jenis Enterococcus. Alur-alur atau garis-garis merah adalah mengkhawatirkan karena mereka biasanya mengindikasikan penyebaran infeksi yang dapat berakibat pada sepsis. biasanya bakteri-bakteri. masker-masker. Ini mengizinkan mereka untuk menyebar ke hampir segala sistim organ lain. beberapa disebabkan oleh infeksi-infeksi jamur. E. Jenis-jenis Candida adalah beberapa dari jamur yang paling sering menyebabkan sepsis. dan sangat jarang disebabkan oleh penyebab-penyebab lain dari infeksi atau agen-agen yang mungkin menyebabkan SIRS. Penyebab-penyebab bakteri yang umum dari sepsis adalah gram-negative bacilli (contohnya. saluran pencernaan. Pada kebanyakan kasus-kasus. E. Pada umumnya. bagaimanapun. coli. ada sejumlah besar jenis bakteri yang telah diketahui menyebabkan sepsis. S. paru. Penyebab Sepsis Mayoritas dari kasus-kasus sepsis disebabkan oleh infeksi-infeksi bakteri. tempat operasi. dll. penentuan dari jumlah sel darah putih dan PaCO2 biasanya dilakukan oleh laboratorium. Bagaimanapun. sarung-sarung tangan steril. corrodens). kateter intravena.

Sepsis yang parah didiagnosa ketika pasien septic mempunyai disfungsi organ (contohnya. terapi harus tidak ditunda karena statistik-statstik menyarankan setinggi 7% kematian meningkat per jam jika antibiotik-antibiotik ditunda pada sepsis yang parah. aliran urin yang rendah atau tidak ada. Bagaimanapun. Ada diagnosa-diagnosa lain yang mengindikasikan keparahan dari sepsis pasien. keadaan mental yang berubah). Kriteriakriteria subset ini. dirawat dengan antibiotik-antibiotik intravena yang tepat. pemeriksaan-pemeriksaan sel darah putih dan PaCO2. Sepsis yang parah dapat juga termasuk hipotensi yang diinduksi oleh sepsis (juga diistilahkan septic shock) ketika tekanan darah pasien jatuh (biasanya <90 mmHg pada kaum dewasa) dan berakibat pada aliran darah yang rendah atau tidak ada ke berbagai organ-organ. kebanyakan kombinasi-kombinasi biasanya termasuk vancomycin untuk merawat banyak infeksi-infeksi MRSA. seperti pembiakan-pembiakan darah. dilakukan di laboratorium-laboratorium klinik. dua intervensi-intervensi therapeutik utama lain. Sebagai tambahan pada antibiotik-antibiotik. sekali organisme yang menginfeksi diisolir. Diagnosis yang definitif tergantng pada pembiakan darah yang positif untuk agen infeksius dan paling sedikit dua dari kriteria SIRS. Antibiotik-antibiotik yang tepat untuk merawat sepsis adalah kombinasikombinasi dari dua atau tiga antibiotik-antibiotik yang diberikan pada saat yang sama. dan diberikan terapi untuk mendukung segala disfungsi organ. pasien perlu memenuhi paling sedikit dua dari kriteria SIRS yang didaftar diatas dan mempunyai infeksi yang dicurigai atau terbukti. Sepsis dapat dengan cepat menyebabkan kerusakan organ den kematian. dan antibiotikantibiotik itu harus digunakan untuk merawat pasien. pasien-pasien perlu dirawat di rumah sakit. dua subset dari empat kriteria tergantung pada analisa laboratorium. laboratorium-laboratorium dapat menentukan antibiotikantibiotik mana paling efeketif melawan organisme-organisme. Bagaimanapun. dukungan . Merawat Sepsis (Keracunan Darah) Pada hampir setiap kasus sepsis. Kebanyakan kasus-kasus dari sepsis dirawat di unit gawat darurat atau intensive care unit (ICU) rumah sakit.Mendiagnosa Sepsis Secara klinis.

kesehatan yang baik. jika sistim organ memerlukan dukungan. dan toksoplasma. e. Semua infeksi pada neonatus dianggap oportunisitik dan setiap bakteri mampu menyebabkansepsis. Streptococcus grup A.Perawatan antenatal yang tidak memadai.parotitis. Mungkin cara yang paling penting untuk mengurangi kesempatan untuk sepsis adalah untuk pertama mencegah segala infeksi-infeksi. diabetes melitus. mungkin diperlukan. Streptococcus grup B merupakan penyebab umum sepsis diikuti dengan Echerichia coli.koksaki. malaria. asfiksia neonatus.Kelahiran kurang bulan.Adanya trauma lahir. g. Jika infeksi terjadi. Etiologi a. virus herpes simpleks(tipeII)danorganismelisteria. cacat bawaan.Penyakit infeksi yang diderita ibu selama kehamilan. mencuci tangan. mereka yang dengan kanker. c. Ini terutama penting pada pasien-pasien yang berisiko lebih besar untuk infeksi seperti mereka yang mempunyai sistim-sistim imun yang ditekan. candida alibicans. sifilis. d. operasi mungkin diperlukan untuk mengalirkan atau mengeluarkan sumber infeksi.Ibu menderita eklampsia. tindakan invasid pada neonatus. Pencegahan Sepsis (Keracunan Darah) Faktor-faktor risiko yang menjurus pada sepsis dapat dikurangi dengan banyak metode-metode. ICU (intensive care unit) dapat seringkali menyediakannya (contohnya.Pertolongan persalinan yang tidak higiene. Amputasi anggota-anggota tubuh (tangan dan kaki) telah dilakukan untuk menyelamatkan nyawa-nyawa pasien. partus dengan tindakan. Vaksin-vaksin. perawatan segera dari segala infeksi sebelum ia mempunyai kesempatan untuk menyebar kedalam darah adalah mungkin untuk mencegah sepsis. f. atau pasien-pasien kaum tua. dan streptococcus viridans.influenza .sitomegalo. patogen lainnya gonokokus.hepatitis.rubella. orang-orang dengan diabetes. intubation untuk mendukung fungsi paru atau dialysis untuk mendukung fungsi ginjal). partus lama. Pertama. b. .sistim organ dan operasi. BBLR. Kedua. dan menghndari sumber-sumber infeksi adalah metode-metode pencegahan yang baik sekali. h.

Sistem Pernafasan .Tampak tarikan otot pernafasan . b.Manifestasi Klinis a.Hipertermia (jarang) atau hipothermia (umum) atau bahkan normal.Darah samar pada feces . .Mengorok .Merintik .Apneu .Hipotensi .Muntah .Sianosis c.Takikardi .Henti jantung d.Menyusun buruk/intoleransi pemberian susu. Tanda dan Gejala Umum .Peningkatan residu lambung setelah menyusu .Diare .Pucat .Tampak sakit .Bradikardi .Kulit lembab dan dingin .Distensi abdomen . Sistem Pencernaan .Anoreksia .Hepatomegali .Menyusu buruk . Sistem Kardiovaskuler .Dispenu .Pernapasan cuping hidung .Edema .Aktivitas lemah atau tidak ada .Takipneu .

Tindakan intervensi pada ibu dan bayi seminimal mungkin dilakukan (bila benar-benar diperlukan). rujukan segera ke tempat pelayanan yang memadai bila diperlukan. . penanganan segera terhadap keadaan yang dapat menurunkan kesehatan ibu dan janin.Tremor .Kejang . Pada masa antenatal. Hematologi . imunisasi.Refleks moro abnormal .Hiporefleksi . Pencegahan dan Pengobatan a.Splenomegali .Ekimosis 5.Fontanel anterior menonjol .e.Pucat . Potensial Komplikasi Meningitis 6.Purpura . asupan gizi yang memadai.Pernafasan tidak teratur . b.Prdarahan .Koma .High-pitched cry f. Perawatan antenatal meliputi pemeriksaan kesehatan ibu secara berkala.Intabilitas . pengobatan terhadap penyakit infeksi yang diderita ibu. Pada saat persalinan perawatan ibu selama persalinan dilakukan secara aseptik dalam arti persalinan diperlukan sebagai tindakan operasi. Sistem Saraf Pusat .Ikterus .Petekie .

Sefalosporin 100 mg/kg BB/hari. Menghindari perlukaan selaput lendir dan kulit. Perawatan sesudah lahir mleiputi menerapkan rawat gabung bila bayi normal. Pilihan obat yang diberikan ialah ampisilin dan gentamisin atau ampisilin dan kloramfenikol.Gentamisin 5 mg/kg BB/hari. dibagi dalam 2 kali pemberian. dapat menembus sawar darah otak dan dapat diberi secara parenteral. pemberian ASI secepatnya.Kloramfenikol 25 mg/kg BB/hari dibagi dalam 3 atau 4 kali pemberian. Sesudah persalinan. Prinsip pengobatan pada sepsis neonatorium adalah mempertahankan metabolisme tubuh dan memperbaiki keadaan umum dengan pemberian cairan intravena termasuk kebutuhan nutrisi.Berikan lingkungan dengan temperatur netral. sedapat mungkin melalui pemantauan mikrobiologi dan tesresistensi. Dosis antibiotik untuk sepsus neonatorum. . . Perawatan luka umbilikus secara steril. . murah dan mudah diperoleh. . Monintja pembreian antibiotik hendaknya memenuhi kriteria efektif berdasarkan hasil pemantauan mikrobiologi. Pemantauan keadaan bayi secara teliti disertai pendokumentasian data-data yang benar dan baik semua personel yang menangani atau bertugas di kamar bayi harus sehat. eritromisin atau sefalosporin atau obat lain sesuai hasil tes resistensi. Pemberian antibiotik secara rasional. c. mengupayakan lingkungan dan perlatan tetap bersih. . .H dan Hans E. setiap bayi menggunakan peralatan sendiri. Menurut Yu Victor Y.Ampisilin 200 mg/kg BB/hari. Bayi yang berpenyakit menular harus diisolasi. mencuci tangan dengan menggunakan larutan desinfektan sebelum dan sesudah memegang setiap bayi. dibagi 3 atau 4 kali pemberian. dibagai dalam 2 kali pemberian. tidak toksis. Tindakan invasif harus dilakukan dengan memperhatikan prinsip-prinsip aspetik.Mengawasi keadaan ibu dan janin yang baik selama proses persalinan melakukan rujukkan secepatnya bila diperlukan dan menghindari perlukaan kulit dan selaput lendir. .Eritromisin 50 mg/kg BB/hari dibagi dalam 3 dosis.

Partus lama atau sangat cepat (partus presipitatus) . dan protein reaktif-c (CRP) akan meningkat menandakan adanya infalamasi.Sosial ekonomi . rubeola. Pengkajian a.Ada/tidaknya ketuban pecah dini . Temuan Pemeriksaan Diagnostik dan Laboratorium a.Pucat .Riwayat perawatan antenatal . Pengakjian dilakukan melalui anamnesis untuk mendapatkan data yang perlu dikaji adalah : .. dll) . Pada pengkajian fisik ada yang akan ditemukan meliputi : . Laju endah darah.Hipotoni . b. herpes klamidia.Regurgitasi . c.Tidak mau minum/reflek menghisap lemah .Antisipasi masalah potensial seperti dehidrasi/hipoksia 7. Asuhan Keperawatan Pasien Anak dengan Penyakit Infeksius Sepsis 1. gonorea.Riwayat persalinan di kamar bersalin. d. taksoplasmosis.Riwayat penyakit menular seksual (sifilis. II. Kultur darah dapat menunjukkan organisme penyebab.Observasi tanda-tanda syok septik . DPL menunjukan peningkatan hitung sel darah putih (SDP) dengan peningkatan neutrofil immatur yang menyatakan adanya infeksi. Analisis kultur urine dan cairan sebrospinal (CSS) dengan lumbal fungsi dapat mendeteksi organisme.Apakah selama kehamilan dan saat persalinan pernah menderita penyakit infeksi (mis. toksemia gravidarum dan amnionitis) b.Peka rangsang . ruang operasi atau tempat lain .Letargi (khususnya setelah 24 jam pertama) .Pertahankan kepatenen jalan napas .

.Sianosis .Bilirubin . pustula dengan lesi atau herpes. Resiko tinggi terhadap cedera yang berhubungan dengan penularan infeksi pada bayi oleh petugas. Diagnosa Keperawatan yang Muncul a.Kadar gular darah serum . e.Hipotermi . Nutrisi kurang dari kebutuhan yang berhubungan dengan minum sedikit atau intoleran terhadap minuman. Koping individu efektif yang berhubungan dengan kesalahan dan kecemasankecemasan infeksi pada bayi dan konsekuensi yang serius dari infeksi. feces dan urine. distensi abdomen atau diare) .Hiporefleksi .Imunogloblin IgM .Protein aktif C . . Pemeriksaan laboratorium yang diperlukan adalah : . c.Dehidrasi . pus dari lesi. darah asupan hidung.Pengisian kembali kapiler lambar .Juga dilakukan analisis cairan serebrospinal dan pemeriksaan darah tepi dan jumlah leukosit. Gangguan pola pernapasan yang berhubungan dengan apnea.Pada kulit terdapat ruam.Gejala traktus gastro intestinal (muntah.. telinga. 2. ptekie.Hasil kultur cairan serebrospinal.Hipotensi . d. Infeksi yang berhubungan dengan penularan infeksi pada bayi sebelum.Pucat . c. selama dan sesudah kelahiran. b. umbilikus.Pernapasan mendengkur bardipnea atau apenau .Kulit lembab dan dingin .BB berkurang melebihi penurunan berat badan secara fisiologis .Gerakan putar mata .

status sosial ekonomi. Tujuan 1 : Mengenali secara dini bayi yang mempunyai resiko menderita infeksi. minum sedikit.3. muntah diare. d. Berikan cairan dan nutrisi yang dibutuhkan melalui infus intravena sesuai berat badan. apnea. coli Streptokokus .Bayi yang megalami prosedur invasif . Berikan suhu lingkungan yang netral b. distensi abdomen. hipertermia.Epidemi infeksi dibangsal bayi dengan kuman E. prematur. hipotermia. Tujuan 2 : Mencegah dan meminimalkan infeksi dan pengaruhnya intercensi keperawatan. Intervensi : a.aran ifneksi pada bayi sebelum. ketuban pecah dini.Bayi mengalami tindakan operasi . b. syok. letargi atau iritablitas. letargi. Kaji adanya tanda infeksi meliputi suhu tubuh yang tidak stabil. besar untuk masa kehamilan.Nilai apgar dibawah normal . apnea.Kecil untuk masa kehamilan. usia dan kondisi. . dan infeksi yang diderita ibu. Kaji hasil pemeriksaan laboratorium e. hipotoni. takipena. Kriteria evaluasi : penularan infeksi tidak terjadi. c. Rencana Asuhan Keperawatan Diagnosa Keperawatan 1 : Infeksi yang berhubungan dengan penu. selama dan sesudah kelahiran. . Kaji tanda infeksi yang berhubungan dengan sistem organ. flora vagina. sianosis. ikterus. refleks mengisap kurang. Dapatkan sampel untuk pemeriksaaan kultur. ubunubun cembung. ikterus. hipertoni. Kaji bayi yang memiliki resiko menderita infeksi meliputi : .Kaji riwayat ibu. a.

gunting. Berikan antibiotik sesuai pesanan e. Kaji intoleran terhadap minuman b. Catat perilaku makan dan aktivitas secara kurat f. tidak mengalami apneu. Siapkan untuk transfusi tukar dengan packed sel darah merah atas indikasi sepsis. Pantau koordinasi refleks mengisap dan menelan g.sianosis. pernapasan cuping hidung. Tujuan : mengatur dan membantu usaha bernpaas dan kecukupan oksigen. Tujuan : memelihara kebutuhan nutrisi bayi. Intervensi keperawatan : a. menunjukkan kenaikan berat badan. Pantau denyut jantung secara elektronik untuk mengetahui takikardia atau bradikardia dan perubahan tekanan darah. b. Kaji perubahan pernapasan meliputi takipnea. Kriteria hasil : nutrisi dan cairan adekuat. Hitung kebutuhan minum bayi c. berat badan bayi tidak tujuan. Siapkan dan berikan cairan plasma segar intravena sesuai pesanan f. Berikan minuman yang adekuat dengan cara pemberian sesuai kondisi i. Kriteria hasil : frekuensi pernapasan normal. Ukur berat jenis urine h. Timbang berat badan setiap hari e.c. c. Diagnosa Keperawatan 2 : Nutrisi kurang dari kebutuhan yang berhubungan dengan minum sedikit atau intoleran terhadap minuman. ronki kasar. Intervensi Keperawatan : a. Ukur masukan dan keluaran d. Pantai distensi abdomen (residu lambang) Diagnosa Keperawatan 3 : Gangguan pola pernafasan yang berhubungan dengan apnea. periode apnea yang lebih dari 10 detik. Pantau tanda vital secara berkelanjutan d. Sediakan oksigen lembap dan hangat dengan kadar T1O2 yang rendah untuk .

Semua perawat atau petugas lain mencuci tangan sesuai ketentuan setiap sebelum dan sesudah merawat atau memegang bayi. Tujuan : menceghah terjadinya infeksi nasokomial Kriteria hasil : cedera pada bayi tidak terjadi. j. Semua personel atau petugas perawatan didalam ruang atau saat merawat bayi tidak menderita demam. penyakit pernapasan atau gastrointestinal. taati aturan/kebijakan keberhasilan kamar bayi. Laksanakan secara steril semua prosedur tindakan dalam melakukan perawatan. Atur perawatan bayi dan cegah penanganan yang berlebihan. Intervensi keperawatan : a. b. h. c. Bersihkan semua tempat tidur bayi dan inkubator berserta peralatannya dengan larutan anti septik tiap minggu atau sesudah digunakan. i. e. d. g. d. Sediakan alat bantu pernapasan atau ventilasi mekanik e. f.menjaga pengeluaran energi dan panas. Sterilkan semua peralatan yang dipakai. . Bersihkan semua tempat tidur bayi dan inkubator beserta peralatannya dengan larutan antiseptik tiap minggu atau sesudah digunakan. ganti selang dan air humidifier dengan yang steril setiap hari atau sesuai ketentuan rumah sakit. Isap lendir atau bersihkan jalan napas secara hati-hati f. Lakukan tindakan pencegahan umum. Keluarkan bayi dari ruang perawatan atua ruang isolasi yang ibunya menderita infeksi dan beri tahu tentang penyakitnya. Diagnosa Keperawatan 4 : Resiko tinggi terhadap cedera yang berhubungan dengan penularan infeksi pada bayi oleh petugas. Amati gas darah yang ada atua pantau tingkat analisis gas darah sesuai kebutuhan. g. Isolasi bayi yang datang dari luar ruang perawatan sampai hasil kultur dinyatakan negatif. Ambil sampel untuk kultur dari peralatan bahan persedian dan banyak bahan lain yang terkontaminasi diruang perawatan. luka terbuka dan penyakit menular lainnya.

penularan infeksi pada bayi dan konsekwensi yang serius dari infeksi. Berikan informasi yang akurat tentang kondisi bayi. Kriteria hasil : koping individu adekuat. perawatan selanjutnya dan komplikasi yang dapat terjadi. Berdasarkan perasaan orang tua saat berkunjung.k. perasaan dan gunakan mekanisme koping b. Jelaskan orang tua dan keluarga. . lama perawatan dan komplikasi yang mungkin terjadi. kemajuan yang dicapai. Intervensi keperawatan : a. Kaji ekspresi verbal dan non verbal. beri kesempatan untuk merawat bayi. Tujuan : meminimalkan kesalahan orang tua dan memberi dukungan koping saat krisis. ketentuan yang harus ditaati saat mengunjungi bayi. Diagnosa Keperawatan 5 : Koping individu tidak efektif yang berhubungan dengan kesalahan dan kecemasan. c. Bantu orang tua untuk mengatakan konsepnya tentang penyakit bayi. d. penyebab infeksi.

SARAN Semoga dengan adanya makalah ini bisa menambah wawasan dan bisa digunakan sebagai acuan dalam melakukan tindakan keperawatan medikl bedah pemilihan secara tepat dan baik dikalangan dunia kesehatan khususnya dibagian keperawatan.BAB III PENUTUP 1. 2. khususnya dalam keperawatan medikal bedah sangat banyak sekali yang dilakukakan apalagi dalam melakukan tindakan khususnya dalam oprerasi dan dalam keperawatan medikal bedah ini pun beraneka ragam kasus yg ditangani. KESIMPULAN Berdasarkan pembuatan makalah ini saya dapat menyimpulkan bahwa didalam dunia kesehatan itu. .

blogspot.DAFTAR PUSTAKA http://keperawatandankesehatan.com/2010/08/sepsis.html .html http://keperawatandankesehatan.blogspot.com/2010/08/sepsis.

............. 2 8.................................................................. MANIFESTASI KLINIS ......................................................................... 2 12...... PENCEGAHAN SEPSIS ......... PENUTUP ............ 1 BAB II PEMBAHASAN ........ 2 7...................... 2 3.................................................... 1 2................................... 3 3 ........... 13.......................................................................... DAFTAR ISI ............................... .................. BAB I PENDAHULUAN .. MERAWAT SEPSIS .................... 1...................... PEMERIKSAAN DIAGNOSTIK DAL LABORATORIUM .......................... ASKEP PADA PASIEN ANAK DENGAN PENYAKIT INFEKSIUS SEPSIS....................DAFTAR ISI KATA PENGANTAR .......................... TUJUAN ........ MENDIAGNOSA SEPSIS ....................................................................... PENYEBAB SEPSIS .... 2 6........... PENGERTIAN .................................................... 2................................................. 1............................................... 2 5......................................................... DAFTAR PUSTAKA ......................... 2 2........................................ POTENSIALKOMPLIKASI ............. KESIMPULAN ..................................... 2 BAB III PENUTUP .......... 2 4...................................................................... 2 11.... PENCEGAHAN DAN PENGOBATAN .............................................................. I II 1....................................... LATAR BELAKANG ...................... 2 10....................................................................... ETIOLOGI .............................................. MACAM-MACAM SEPSIS ............................. TANDA-TANDA ATAU GEJALA-GEJALA SEPSIS ................................................................................................ 2 9.........................................................................

2011-2012 .A.Kelas IIA DIII Keperawatan MAKALAH KMB III MASALAH MEDIKAL BEDAH ³SEPSIS´ DISUSUN OLEH KELOMPOK VII RENNY FITRIANI RENO NOVENDRO LASETA RIYAN VRANALDO ROEHMAD JULIYANTO D III KEPERAWATAN SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN PEYUNG NEGERI PEKANBARU T.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->