Fotosintesis

Daun, tempat berlangsungnya fotosintesis pada tumbuhan. PENGERTIAN FOTOSINTESIS Fotosintesis adalah suatu proses biokimia pembentukan zat makanan atau energi yaitu glukosa yang dilakukan tumbuhan, alga, dan beberapa jenis bakteri dengan menggunakan zat hara, karbondioksida, dan air serta dibutuhkan bantuan energi cahaya matahari. Hampir semua makhluk hidup bergantung dari energi yang dihasilkan dalam fotosintesis. Akibatnya fotosintesis menjadi sangat penting bagi kehidupan di bumi. Fotosintesis juga berjasa menghasilkan sebagian besar oksigen yang terdapat di atmosfer bumi. Organisme yang menghasilkan karbon bebas energi melalui fotosintesis (difiksasi) (photos berarti cahaya) disebut sebagai fototrof. Fotosintesis merupakan salah satu cara asimilasi karbon karena dalam fotosintesis dari CO2 diikat menjadi gula sebagai molekul penyimpan energi. Cara lain yang ditempuh organisme untuk mengasimilasi karbon adalah melalui kemosintesis, yang dilakukan oleh sejumlah bakteri belerang. Sejarah Meskipun masih ada langkah-langkah dalam fotosintesis yang belum dipahami, persamaan umum fotosintesis telah diketahui sejak tahun 1800-an. Pada awal tahun 1600-an, seorang dokter dan ahli kimia, Jan van Helmont, seorang Flandria (sekarang bagian dari Belgia), melakukan percobaan untuk mengetahui faktor apa yang menyebabkan massa tumbuhan bertambah dari waktu ke waktu. Dari penelitiannya, Helmont menyimpulkan bahwa massa tumbuhan bertambah hanya karena pemberian air. Namun, pada tahun 1727, ahli botani Inggris, Stephen Hales berhipotesis bahwa pasti ada faktor lain selain air yang berperan. Ia mengemukakan bahwa sebagian makanan tumbuhan berasal dari atmosfer dan

1

menunjukkan bahwa udara yang “dipulihkan” dan “merusak” itu adalah karbon dioksida yang diserap oleh tumbuhan dalam fotosintesis. Dari kedua percobaan itu. tikus itu akan mati lemas.[1] Melalui serangkaian eksperimen inilah akhirnya para ahli berhasil menggambarkan persamaan umum dari fotosintesis yang menghasilkan makanan (seperti glukosa). nyalanya akan mati sebelum lilinnya habis terbakar. dokter kerajaan Austria. Pada tahun 1778. Ia memperlihatkan bahwa cahaya matahari berpengaruh pada tumbuhan sehingga dapat "memulihkan" udara yang "rusak".[1] Tidak lama kemudian. seorang ahli kimia dan pendeta berkebangsaan Inggris. Ia kemudian menemukan bila ia meletakkan tikus dalam toples terbalik bersama lilin. Priestley menyimpulkan bahwa nyala lilin telah "merusak" udara dalam toples itu dan menyebabkan matinya tikus. Pada tahun 1771. Theodore de Saussure berhasil menunjukkan hubungan antara hipotesis Stephen Hale dengan percobaan-percobaan "pemulihan" udara. Pada saat itu belum diketahui bahwa udara mengandung unsur gas yang berlainan. menemukan bahwa ketika ia menutup sebuahlilin menyala dengan sebuah toples terbalik. Joseph Priestley. tetapi juga oleh pemberian air. Ia juga menemukan bahwa tumbuhan juga 'mengotori udara' pada keadaan gelap sehingga ia lalu menyarankan agar tumbuhan dikeluarkan dari rumah pada malam hari untuk mencegah kemungkinan meracuni penghuninya. mengulangi eksperimen Priestley. Akhirnya di tahun 1782.cahaya yang terlibat dalam proses tertentu. [1] Ia menemukan bahwa peningkatan massa tumbuhan bukan hanya karena penyerapan karbon dioksida. Jean Senebier. Ia kemudian menunjukkan bahwa udara yang telah “dirusak” oleh lilin tersebut dapat “dipulihkan” oleh tumbuhan. Ia juga menunjukkan bahwa tikus dapat tetap hidup dalam toples tertutup asalkan di dalamnya juga terdapat tumbuhan. Jan Ingenhousz. Pigmen 2 . seorang pastor Perancis.

Perbedaan kemampuan daun dalam menyerap berbagai yang spektrum terkandung cahaya tersebut disebabkan Di dalam adanya daun perbedaan jenis pigmen padajaringan daun. stroma 5. terdapat mesofil yang terdiri atas jaringan bunga karang dan jaringan pagar. dapat diketahui bahwa intensitas cahaya memengaruhi laju fotosintesis pada tumbuhan. faktor lain yang menjadi pembeda adalah kemampuan daun dalam menyerap berbagai spektrum cahaya yang berbeda tersebut. tilakoid (lamella) 9. Pada kedua jaringan ini. tetapi hanya pada sel yang mengandung pigmen fotosintetik. DNA plastida 12. terdapat kloroplas yang mengandung pigmen hijau klorofil. Sel yang tidak mempunyai pigmen fotosintetik ini tidak mampu melakukan proses fotosintesis. Pada percobaan Jan Ingenhousz. pati 10. Pigmen ini merupakan salah satu dari pigmen fotosintesis yang berperan penting 3 dalam menyerap energi matahari.Struktur kloroplas: 1. granum (kumpulan tilakoid) 8. ribosom 11. lumen tilakoid (inside of thylakoid) 6. plastoglobula Proses fotosintesis tidak dapat berlangsung pada setiap sel. Di samping adanya perbedaan energi tersebut. membran tilakoid 7.membranluar 2.ruangantarmembran 3. Hal ini dapat terjadi karena perbedaan energi yang dihasilkan oleh setiap spektrumcahaya. .membran dalam (1+2+3: bagian amplop) 4.

yang didalamnya terdapat ruangruang antar membran yang disebut lokuli. besi (Fe). dan akseptor elektron. Klorofil sendiri sebenarnya hanya merupakan sebagian dari perangkat dalam fotosintesis yang dikenal sebagai fotosistem. klorofil a. stroma berisi protein. 4 . Secara keseluruhan. Sedangkan. Di dalam kloroplas terdapat beberapa macam klorofil dan pigmen lain. pengubahan energi cahaya menjadi energi kimia berlangsung dalam tilakoid dengan produk akhir berupaglukosa yang dibentuk di dalam stroma. Pigmen fotosintetik terdapat padamembran tilakoid.[ Di berwarna dalam hijau. kompleks antena. gula fosfat. Granum sendiri terdiri atas membran tilakoid yang merupakan tempat terjadinya reaksi terang dan ruang tilakoid yang merupakan ruang di antara membran tilakoid. Kloroplas mempunyai bentuk seperti cakram dengan ruang yang disebut stroma.karetonoid.ribosom. vitaminvitamin. dan juga ion-ion logam seperti mangan (Mn). klorofil b berwarna hijau tua. RNA. Bila sebuah granum disayat maka akan dijumpai beberapa komponen seperti protein. DNA.Kloroplas Hasil mikroskop elektron dari kloroplas Kloroplas terdapat pada semua belum bagiantumbuhan yang matang. Pigmen-pigmen tersebut mengelompok dalam membran tilakoid dan membentuk perangkat pigmen yang berperan penting dalam fotosintesis. maupun perak (Cu). seperti klorofil a yang berwarna hijau muda. kloroplas termasukbatang dan buah yang terdapat pigmen klorofil yang berperan dalam proses fotosintesis. klorofil b. Membran stroma ini disebut tilakoid. dan karoten yang berwarna kuning sampai jingga. Di dalam stroma juga terdapat lamela-lamela yang bertumpuk-tumpuk membentuk grana (kumpulan granum). Fotosistem Fotosistem adalah suatu unit yang mampu menangkap energi cahaya matahari yang terdiri dari klorofil a. Stroma ini dibungkus oleh dua lapisan membran. dan lipid. enzim.

gula (glukosa) dan senyawa lain akan bereaksi dengan oksigen untuk menghasilkan karbon dioksida. Klorofil terdapat dalam organel yang disebut kloroplas. Secara umum reaksi yang terjadi pada respirasi seluler berkebalikan dengan persamaan di atas Pada respirasi. P680 yang teroksidasi merupakan agen pengoksidasi yang lebih kuat daripada P700. Pigmen inilah yang memberi warna hijau pada tumbuhan. Elektron sebab memperoleh energi dilepaskan cahaya klorofil mempunyai energi tinggi yang berasal dari molekul perangkat pigmen yang dikenal dengan kompleks antena. Elektron ini selanjutnya ke sistem siklus elektron. Di dalam daun terdapat lapisan sel yang disebut mesofil yang mengandung setengah juta kloroplas setiap milimeter perseginya. Tumbuhan menangkap cahaya menggunakan pigmen yang disebut klorofil. Fotosistem sendiri dapat dibedakan menjadi dua. Proses ini berlangsung melalui respirasi seluler yang terjadi baik pada hewan maupun tumbuhan. dan energi kimia. Dengan potensial redoks yang lebih besar. namun sebagian besar energi dihasilkan di daun. akan cukup elektron negatif untuk memperoleh elektron dari molekul-molekulair. Klorofil yang dari ini berperan dalam a menyalurkan elektron yang berenergi tinggi ke akseptor utama elektron. Autotrof artinya dapat mensintesis makanan langsung dari senyawa anorganik. Fotosintesis pada tumbuhan Tumbuhan bersifat autotrof. Perhatikan persamaan reaksi yang . yaitu fotosistem I dan fotosistem II. Energi yang diperoleh P700 ditransfer dari kompleks antena. Pada fotosistem I ini penyerapan energi cahaya dilakukan oleh klorofil a yang sensitif terhadap cahaya dengan panjang gelombang 700 nm sehingga klorofil a disebut juga P700.Klorofil a berada masuk dalam bagian pusat reaksi. air. Pada fotosistem II penyerapan energi cahaya dilakukan oleh klorofil a yang sensitif terhadap panjang gelombang 680 nm sehingga disebut P680. menjalankan proses ini berasal dari fotosintesis. klorofil menyerap cahaya yang akan digunakan dalam fotosintesis. Meskipun seluruh bagian tubuh tumbuhan yang berwarna hijau mengandung kloroplas. Tumbuhan menggunakankarbon sebagai dioksida dan air untuk Energi untuk menghasilkan gula dan oksigen yang menghasilkan glukosa berikut ini: 6H2O + 6CO2 + cahaya → C6H12O6 (glukosa) + 6O2 Glukosa dapat digunakan untuk membentuk senyawa organik lain seperti selulosa dan dapat pula digunakan sebagai bahan bakar. Cahaya akan melewati 5 diperlukan makanannya.

Proses Hingga sekarang fotosintesis masih terus dipelajari karena masih ada sejumlah tahap yang belum bisa dijelaskan. Hanya sebagian kecil saja yang bersifat heterotrof yang berarti bergantung pada materi yang dihasilkan oleh organisme lain. Pada proses reaksi gelap tidak dibutuhkan cahaya matahari. Namun secara umum. Pada dasarnya. Semua alga menghasilkan oksigen dan kebanyakan bersifat autotrof. sedangkan reaksi gelap terjadi di dalam stroma Dalam reaksi terang.[ Di organel inilah tempat berlangsungnya fotosintesis. tepatnya pada bagian stroma. terjadi konversienergi cahaya menjadi energi kimia dan menghasilkan oksigen (O2). kimia. Reaksi gelap bertujuan untuk mengubah senyawa yang mengandung atom karbon menjadi molekul gula. tempat terjadinya sebagian besar proses fotosintesis. rangkaian reaksi fotosintesis dapat dibagi menjadi dua bagian utama: reaksi terang (karena memerlukan cahaya) danreaksi gelap (tidak memerlukan cahaya tetapi memerlukan karbon dioksida). semua sel yang memiliki kloroplasberpotensi untuk melangsungkan reaksi ini. Energi yang digunakan dalam reaksi gelap ini diperoleh dari reaksi terang. Dari semua radiasi matahari yang dipancarkan. fotosintesis pada keduanya terjadi dengan cara yang sama. Sedangkan dalam reaksi gelap terjadi seri reaksi siklik yang membentuk gula dari bahan dasar CO2 dan energi (ATP dan NADPH).lapisan epidermis tanpa warna dan yang transparan. maka panjang gelombang cahaya yang diserapnya pun lebih bervariasi.Permukaan daun biasanya dilapisi oleh kutikula dari lilin yang bersifat anti air untuk mencegah terjadinya penyerapan sinar matahari ataupun penguapan air yang berlebihan. Pada tumbuhan. Meskipun alga tidak memiliki struktur sekompleks tumbuhan darat. meskipun sudah sangat banyak yang diketahui tentang proses vital ini. Fotosintesis pada alga dan bakteri Alga terdiri dari alga multiseluler seperti ganggang hingga alga mikroskopik yang hanya terdiri dari satu sel. Reaksi terang terjadi pada grana (tunggal: granum). Hasil fotosintesis (disebut fotosintat) biasanya dikirim ke jaringan-jaringan terdekat terlebih dahulu. hanya panjang gelombang tertentu yang dimanfaatkan tumbuhan untuk proses 6 . organ utama tempat berlangsungnya fotosintesis adalah daun. maupun biologi sendiri. Hanya saja karena alga memiliki berbagai jenis pigmen dalam kloroplasnya. menuju mesofil. seperti fisika. Proses fotosintesis sangat kompleks karena melibatkan semua cabang ilmu pengetahuan alam utama.

500 nm) dan violet (< 400 nm). Reaksi terang 7 .fotosintesis. Proses ini merupakan awal dari rangkaian panjang reaksi fotosintesis. hijau kuning (510 . sedangkan klorofil b tidak secara langsung berperan dalam reaksi terang. klorofil a terutama menyerap cahaya biru-violet dan merah. Cahaya tampak terbagi atas cahaya merah (610 . Proses absorpsi energi cahaya menyebabkan lepasnya elektron berenergi tinggi dari klorofil a yang selanjutnya akan disalurkan dan ditangkap oleh akseptor elektron. Masing-masing jenis cahaya berbeda pengaruhnya terhadap fotosintesis. Klorofil b menyerap cahaya biru dan oranye dan memantulkan cahaya kuning-hijau.600 nm). Klorofil a berperan langsung dalam reaksi terang. biru (410 . yaitu panjang gelombang yang berada pada kisaran cahaya tampak (380-700 nm). Hal ini terkait pada sifat pigmen penangkap cahaya yang bekerja dalam fotosintesis. Pigmen yang berbeda menyerap cahaya pada panjang gelombang yang berbeda. Pigmen yang terdapat pada membran grana menyerap cahaya yang memiliki panjang gelombang tertentu. Kloroplas mengandung beberapa pigmen.700 nm). Sebagai contoh.

Plastokuinon merupakan molekul kuinon yang terdapat pada membran lipid bilayer tilakoid. yang dinamakan plastosianin (PC). Fotosistem I (PS I) berisi pusat reaksi P700. Reaksi ini memerlukan molekulair dan cahaya matahari. PS II akan mengambil elektron dari molekul H2O yang ada disekitarnya. Reaksi keseluruhan yang terjadi di PS II adalah: 2H2O + 4 foton + 2PQ + 4H. yang berarti bahwa fotosistem ini optimal menyerap cahaya pada panjang gelombang 700 nm. Molekul air akan dipecahkan oleh ion mangan (Mn) yang bertindak sebagai enzim. Reaksi terang melibatkan dua fotosistem yang saling bekerja sama. Proses diawali dengan penangkapan foton oleh pigmen sebagai antena. Hal ini akan mengakibatkan pelepasan H+ di lumen tilakoid. Dengan menggunakan elektron dari air. selanjutnya PS II akan mereduksi plastokuinon (PQ) membentuk PQH2.Reaksi terang dari fotosintesis pada membran tilakoid Reaksi terang adalah proses untuk menghasilkan ATPdan reduksi NADPH2. Untuk menstabilkan kembali.→ 4H+ + O2 + 2PQH2 Sitokrom b6-f kompleks berfungsi untuk membawa elektron dari PS II ke PS I dengan mengoksidasi PQH2 dan mereduksi protein kecil yang sangat mudah bergerak dan mengandung tembaga. Plastokuinon ini akan mengirimkan elektron dari PS II ke suatu pompa H+ yang disebut sitokrom b6-f kompleks. Kejadian ini juga menyebabkan 8 . sedangkan fotosistem II (PS II) berisi pusat reaksi P680 dan optimal menyerap cahaya pada panjang gelombang 680 nm. yaitu fotosistem I dan II. Mekanisme reaksi terang diawali dengan tahap dimana fotosistem II menyerap cahaya matahari sehingga elektron klorofil pada PS II tereksitasi dan menyebabkan muatan menjadi tidak stabil.

Masuknya H+ pada ATP sintase akan membuat ATP sintase bekerja mengubah ADP dan fosfat anorganik (Pi) menjadi ATP. ATP sintase akan menggandengkan pembentukan ATP dengan pengangkutan elektron dan H+ melintasi membran tilakoid. PS I berfungsi mengoksidasi plastosianin tereduksi dan memindahkan elektron ke protein Fe-S larut yang disebut feredoksin. tapi mengandung kompleks inti terpisahkan. yaitu siklus Calvintumbuhan Benson dan siklus Hatch-Slack. Reaksi keseluruhan pada PS I adalah]: Cahaya + 4PC(Cu+) + 4Fd(Fe3+) → 4PC(Cu2+) + 4Fd(Fe2+) Selanjutnya elektron dari feredoksin digunakan dalam tahap akhir pengangkutan elektron untuk mereduksi NADP+ dan membentuk NADPH. Fotosistem ini menyerap energi cahaya terpisah dari PS II. Pada Calvin-Benson mengubah senyawa ribulosa 1.5 bisfosfat menjadi senyawa dengan jumlah atom karbon tiga yaitu senyawa 3-phosphogliserat. Reaksi ini dikatalisis dalam stroma oleh enzim feredoksin-NADP+ reduktase. Oleh karena itulah tumbuhan yang menjalankan reaksi gelap melalui jalur ini dinamakan tumbuhan C-3. yang menerima elektron yang berasal dari H2O melalui kompleks inti PS II lebih dahulu.terjadinya pompa H+ dari stroma ke membran tilakoid. Sebagai sistem yang bergantung pada cahaya. Tumbuhan yang reaksi gelapnya mengikuti jalur Hatch-Slack disebut tumbuhan C-4 karena senyawa yang terbentuk setelah penambatan 9 . Reaksi keseluruhan yang terjadi pada reaksi terang adalah sebagai berikut]: Sinar + ADP + Pi + NADP+ + 2H2O → ATP + NADPH + 3H+ + O2 Reaksi gelap Reaksi gelap pada tumbuhan dapat terjadi melalui siklus dua jalur. Penambatan CO2 sebagai sumber karbon pada tumbuhan ini dibantu oleh enzim rubisco. Reaksi yang terjadi pada sitokrom b6-f kompleks adalah 2PQH2 + 4PC(Cu2+) → 2PQ + 4PC(Cu+) + 4 H+ (lumen) Elektron dari sitokrom b6-f kompleks akan diterima oleh fotosistem I. Reaksinya adalah: 4Fd (Fe2+) + 2NADP+ + 2H+ → 4Fd (Fe3+) + 2NADPH Ion H+ yang telah dipompa ke dalam membran tilakoid akan masuk ke dalam ATP sintase.

yang memasuki stroma daun sebagai ion H+. yang dihasilkan oleh fotosistem I selama pemberian cahaya. Jika kloroplas diberi cahaya.3-bifosfogliserat (1. ion H+ ditranspor dari stroma ke dalam tilakoid menghasilkan peningkatan pH stroma yang menstimulasi enzim karboksilase. dan regenerasi.310 .Enzim yang berperan adalah phosphoenolpyruvate carboxilase. reaksi ini distimulasi oleh NADPH. Siklus Calvin-Benson Siklus Calvin-Benson Mekanisme siklus Calvin-Benson dimulai dengan fiksasi CO2 oleh ribulosa difosfat karboksilase (RuBP) membentuk 3-fosfogliserat. Kedua. reaksi dari enzim ini distimulasi oleh peningkatan pH. reduksi. jika kloroplas diberi cahaya. Pertama. Fiksasi CO2 ini merupakan reaksi gelap yang distimulasi oleh pencahayaan kloroplas. gugus karboksil dalam 3PGA direduksi menjadi 1 gugus aldehida dalam 3-fosforgliseradehida (3Pgaldehida). Reduksi ini tidak terjadi secara langsung. tapi gugus karboksil dari 3-PGA pertama-tama diubah menjadi ester jenis anhidrida asam pada asam 1. Ketiga. reaksi ini distimulasi oleh Mg2+.CO2 adalah oksaloasetat yang memiliki empat atom karbon. terletak dipermukaan luar membran tilakoid. Kemudian pada fase reduksi. Fikasasi CO2 melewati proseskarboksilasi. RuBP merupakan enzim alosetrik yang distimulasi oleh tiga jenis perubahan yang dihasilkan dari pencahayaankloroplas. Karboksilasi melibatkan penambahan CO2 dan H2O ke RuBP membentuk dua molekul 3-fosfogliserat(3-PGA).

Tiga putaran daur akan menambatkan 3 molekul CO2 dan produk akhirnya adalah 1. Sistem ini membuat jumlah total fosfat menjadi konstan di kloroplas.bisPGA) dengan penambahan gugus fosfat terakhir dari ATP. yang diubah kembali dengan cepat menjadi ATP oleh reaksi fotofosforilasi tambahan. Pada fase regenerasi. Pada akhir reaksi Calvin. Triosa fosfat digunakan sitosol untuk membentuk sukrosa. tetapi menyebabkan munculnya triosafosfat di sitosol. kemudian daur dimulai lagi. 11 . Secara bersamaan. sebagian lainnya dibawa keluar. ATP ini timbul dari fotofosforilasi dan ADP yang dilepas ketika 1. yang menyumbang 2 elektron. Bahan pereduksi yang sebenarnya adalah NADPH. Sebagian digunakan kloroplas untuk membentuk pati. ATP ketiga yang diperlukan bagi tiap molekul CO2 yang ditambat.3-bisPGA terbentuk. digunakan untuk mengubah ribulosa-5-fosfat menjadi RuBP.3-Pgaldehida. yang diregenerasi adalah RuBP yang diperlukan untuk bereaksi dengan CO2 tambahan yang berdifusi secara konstanke dalam dan melalui stomata. Pi dilepas dan digunakan kembali untuk mengubah ADP menjadi ATP.

Namun. Tumbuhan C4 adalah tumbuhan yang umumnya ditemukan di daerah tropis. Malat akan terkarboksilasi menjadi piruvat dan CO2. Enzim phosphophenol pyruvat carboxilase (PEPco) adalah enzim yang akan mengikat CO2 dari udara dan kemudian akan menjadi oksaloasetat. Hal ini dapat terjadi jika adafotorespirasi. yang melibatkan enzimRubisco sebagai penambat CO2. di mana enzim Rubisco tidak menambat CO2 tetapi menambat O2. Piruvat akan kembali menjadi PEPco. Tumbuhan C3 memerlukan 3 ATP untuk menghasilkan molekul glukosa. Tumbuhan ini menghasilkan glukosadengan pengolahan CO2 melalui siklus Calvin. ATP ini dapat terpakai sia-sia tanpa dihasilkannya glukosa. sedangkan CO2 akan masuk ke dalam siklus Calvin yang berlangsung di 12 . Tumbuhan ini melibatkan dua enzim di dalam pengolahan CO2 menjadi glukosa. tumbuhan dapat dibedakan menjadi tumbuhan C3 dan C4.Siklus Hatch-Slack Siklus Hatch-Slack Berdasarkan cara memproduksi glukosa. Oksaloasetat akan diubah menjadi malat. Tumbuhan C3 merupakan tumbuhan yang berasal dari daerah subtropis.

Proses fotosintesis sebenarnya peka terhadap beberapa kondisi lingkungan meliputi kehadiran cahaya matahari. digunakan 5 ATP. serta Selain itu. ketersediaan nutrisi memengaruhi fungsiorgan yang penting pada fotosintesis sehingga secara tidak langsung ikut memengaruhi laju fotosintesis. konsentrasi karbondioksida (CO2).Proses ini dinamakan siklus Hatch Slack. 4. Umumnya laju fotosintensis meningkat seiring dengan meningkatnya suhu hingga batas toleransi enzim. 8. Konsentrasi karbon dioksida Semakin banyak karbon dioksida di udara. Faktor lingkungan tersebut dikenal juga sebagai faktor pembatas dan berpengaruh secara langsung bagi laju fotosintesis. Enzim-enzim yang bekerja dalam proses fotosintesis hanya dapat bekerja pada suhu optimalnya. Intensitas cahaya Laju fotosintesis maksimum ketika banyak cahaya. Dalam keseluruhan proses ini. Faktor pembatas tersebut dapat mencegah laju fotosintesis mencapai kondisi optimum meskipun kondisi lain untuk fotosintesis telah ditingkatkan. dapt digunakan tumbuhan untuk melangsungkan fotosintesis. 13 . daun. yang terjadi di sel mesofil.sel bundle sheath dan melibatkan enzim RuBP. Berikut adalah beberapa faktor utama yang menentukan laju fotosintesis : 1. inilah sebabnya faktor-faktor pembatas tersebut sangat memengaruhi laju fotosintesis yaitu dengan mengendalikan laju optimum umur fotosintesis. 5. makin banyak jumlah bahan yang Suhu 3. 7. Kadar air Kekurangan air atau kekeringan menyebabkan stomata menutup. Faktor penentu laju fotosintesis Proses fotosintesis dipengaruhi beberapa faktor yaitu faktor yang dapat memengaruhi secara langsung seperti kondisi lingkungan maupun faktor yang tidak memengaruhi secara langsung seperti terganggunya beberapa fungsi organ yang penting bagi proses fotosintesis. faktor-faktor seperti translokasi karbohidrat. suhu lingkungan. 6. 2. menghambat Kadar fotosintat (hasil fotosintesis) penyerapan karbon dioksida sehingga mengurangi laju fotosintesis.

9. DAFTAR PUSTAKA 14 . 10. laju fotosintesis akan naik. Bila kadar fotosintat bertambah atau bahkan sampaijenuh. Hal ini mungkin dikarenakan banyak energi dan makanan untuk tumbuh. 11. Tahap pertumbuhan Penelitian menunjukkan bahwa laju fotosintesis jauh lebih tinggi pada tumbuhan berkecambah memerlukan lebih tumbuhan yang sedang berkecambah ketimbang tumbuhan dewasa. Jika kadar fotosintat seperti karbohidrat berkurang. laju fotosintesis akan berkurang.

1960.ehow. 17-29. 5. O'Keefe DP. 1988. Andreasson LE. Ann Rev of Plant Physiol and Plant Molecu Biol39:379-411. 15-31. 1988. Hal. Jakarta : Bumi Aksara. 2000. Volz H. 1989. Dutler H. ^ a b (Inggris 15 . Bandung: Institut Teknologi Bandung. Plant Physiology Fourth Edition. Curr. Hϋner NPA. Le Goff E. Hal. Journal of the American Chemical Society 82: 3800–3802. Hauck FP. Beaton JM. Sains Biologi.MD (1730–1799). Photosystem I complex. Genet. Hal.html [14 Mei 2010]. 10. Nelson N. pioneer of photosynthesis research. 4-9. 9. 19-38. Woo KC. Krause K. Christine H. Electron transport in photosystems I and II. Bickelhaupt F. 2010. J Pl Physiol 80:877-883. Bicentenary homage to Dr Jan Ingen-Housz. ) Reily P. The total synthesis of chlorophyll. Foyer. Chin WS. 3. Sauer J. 64-71. Ayer WA. Hopkins WG. 7. 1986. 2008. 2004. Gest H. 1992. Woodward RB. From chloroplasts to cryptic plastids: evolution of plastid genomes in parasitic plants. Ross CW. (Inggris) . Hal. 12. Photosynthesis Research 19:73-84. 13. Buchschacher P. Lwowski W. Simultaneous measurements of steady state chlorophyll a fluorescence and CO2 assimilation in leaves. Hannah J. Fisiologi Tumbuhan Jilid 2. Photosynthesis.com/about_5410325_discovery-photosynthesis. Itô S. 8.Photosynthesis Research 63: 183–190. Structure and function of the chloroplast bf complex. Salisbury FB. Langemann A. 2005. 2. Bonnett R. Hal. [terhubung berkala] http://www. Leimgruber W. Closs GL.1. 4. Valenta Z. Vanngard T. 1988. 11. (Inggris) Salisbury FB. Introduction to Plant Physiology. Belmont: Wadswoth Publishing Company. Hoboken: John Wiley & Sons. Prawirohartono S. Ross CW. 6. 1992. Discovery of Photosynthesis. 54 (3): 111–21. New York:Chapman and Hall. Photosynthesis Research 17:189-216.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful