BAB I PENDAHULUAN Sistem penyedian air bersih meliputi besarnya komponen pokok antara lain : unit sumber air

baku, unit pengolahan air, unit produksi, unit transmisi, unit distribusi dan unit konsumsi. Unit sumber air baku merupakan awal dari system penyediaan air bersih yang mana pada unit ini sebagai penyediaan air baku yang bisa diambil dari air tanah, air permukaan, air hujan yang jumlahnya sesuai dengan yang diperlukan. Unit pengolahan air memegang peranan penting dalam upaya memenuhi kualitas air bersih / minum, dengan pengolahan Fisika, Kimia dan Bakteriologi, kualitas air baku yang semula belum memenuhi syarat kesehatan akan berubah menjadi air bersih / minum yang aman bagi manusia. Unit produksi adalah salah satu dari system penyediaan air bersih yang menentukan jumlah produksi air bersih / minum yang akan didistribusikan ke beberapa tendon / reservoir dengan system pengaliran gravitasi atau pompanisasi. Unit transmisi berfungsi sebagai pengantar air yang diproduksi menuju ke beberapa tendon / reservoir melalui jaringan pipa. Unit distribusi adalah merupakan jaringan pipa yang mengantarkan air bersih / minum dari tandon / reservoir menuju kerumah-rumah konsumen dengan tekanan air yang cukup sesuai yang diperlukan konsumen. Unit konsumsi adalah merupakan instalasi pipa konsumen yang telah disediakan alat pengukur jumlah air yang dikonsumsi pada setiap bulannya.

UNIT SUMBER AIR BAKU

UNIT PEMGOLAHAN

UNIT PRODUKSI

UNIT KONSUMSI

UNIT DISTRIBUSI

UNIT TRANSMISI

BAB II SUMBER AIR BAKU 2.1. Peranan Air Dalam Kehidupan Manusia Air adalah bagian dari kehidupan dipermukaan bumi bagi kehidupan mahluk dan tidak ada satupun dibumi ini bias bertahan hidup tanpa adanya air. Manusia memerlukan air sebanyak 2.200 gram tiap hari yang sebenarnya merupakan 3,1 % dari berat badan kita. Jumlah air dibumi sesuai hasil penelitian terbagi atas terdiri dari 97 % air laur, 2 % air ( es ), 0,989 % air tanah, 0,01 % air permukaan dan 0,001 % air ( uap ). Dari jumlah 1.400.000.000 km3 air di ala mini hanya sebagian kecil yang bias dipergunakan untuk memenuhi kebutuhan manusia dan terbatas pada jumlah yang bisa diperolehnya. Yang perlu diperhatikan dalam penyediaan air untuk kebutuhan manusia, manusia dalam mengintervensi daur air tanpa harus mengganggu siklus air di alam ini. 2.2. Siklus Air Secara garis besar dialam dapat digolongkan dalam 3 bentuk yaitu : zat cair ( air ), zat padat ( es ) dan zat gas ( uap ), dari ketiga bentuk tadi dapat dipergunakan sebagai air baku untuk diolah menjadi air bersih. Untuk mengetahui bagaimana terjadinya sumber air dan karakteristik dari tiap sumber air peerlu mempelajari siklus air tersebut. Siklus air terdiri dari proses : penguapan, pengembunan, peresapan dan pelimpahan.

-

Penguapan Akibat panas matahari, maka air dalam bentuk zat cair dipermukaan bumi akan mengalami penguapan, demikian pula pada tanah, tumbuh-tumbuhan, binatang, manusia bisa menguapkan air yang ada padanya. Dan karena uap beratnya ringan maka bisa naik ke udara mengumpul berbentuk awan yang melayang diudara. Penguapan air permukaan bisa disebut evaporasi, sedangkan penguapan air dari tumbuh-tumbuhan disebut evapotransporasi.

-

Pengembunan Awan-awan yang merupakan kumpulan uap air terbawa oleh angin dan setibanya diudara yang suhunya cukup rendah dengan tekanan tertentu akan mengalami pengembunan sehingga kembali berubah menjadi cair atau padat jatuh ke bumi biasa disebut hujan.

-

Peresapan Aliran air hujan akan tertahan oleh tumbuh-tumbuhan dan oleh beratnya sendiri akan meresap kedalam tanah menjadi air tanah dangkal dan air tanah dalam. Dan karena terhambat oleh lapisan tanah rapat air maka air tanah bisa keluar kembali kepermukaan tanah sebagai mata air yang mengalir ke danau, sampai yang akhirnya ke laut.

-

Pelimpahan Aliran airnya yang jatuh ke bumi sebagian besar melimpah / mengalir kepermukaan tanah yang lebih rendah dan terkumpul di danau / rawa-rawa, sungai yang biasa disebut sebagai air permukaan dan akhirnya mengalir ke laut. Demikan seterusnya dari air permukaan, air laut dan air tanah tadi kena panas matahari kembali menguap sehingga terjadi siklus air, yang pada dasarnya jumlah air permukaan, air tanah dan air laut yang terbentuk dari terbangunnya proses sirkulasi dalam siklus air tersebut.

2.2. Air Baku Jenis air baku yang dapat diolah menjadi air bersih untuk kebutuhan hidup manusia sebagaimana siklus air adalah :

a. Air tanah Air tanah dalam Air tanah dangkal Mata air Air danau / rawa Air sungai

b. Air permukaan

c. Air hujan d. Air laut Karakteristik Air Baku • Air Tanah - Kuantitasnya sangat tergantung dari jumlah air yang terkandung pada tiap lapisan tanah - Kualitasnya cukup jernih dan tidak mengandung zat-sat padat atau tumbuh-tumbuhan mati. Kadangkala juga masih mengandung gas-gas terlarut seperti CO2 atau logam-logam Fe, Mn. Dll. • Air Permukaan - Kuantitasnya sangat dipengaruhi oleh musim yakni pada musim hujan jumlahnya banyak, namun pada musim kemarau jumlahnya sedikit. - Kualitasnya pada umumnya banyak mengandung zat organik maupun zat non organik lebih-lebih bila pencemarannya tinggi. • Air Hujan - Kuantitasnya tergantung besar dan lamanya terjadinya hujan. - Kualitasnya bila belum tercemar merupakan air murni H2O tetapi kenyataannya • Air Laut - Kuantitasnya sangat banyak ( melimpah ), namun hanya cocok untuk masyarakat pantai yang kebetulan tidak tersedia air permukaan / air tanah. - Kualitasnya banyak mengandung garam dapur sehingga rasanya asin. ada pencemaran udara sehingga air hujan banyak mengandung mineral, bakteri, virus, debu dan kotoran-kotoran lain.

2.4. Penyadap Air Baku Bangunan penyadap air baku merupakan salah satu bangunan dari sistem penyediaan air bersih pada unit sumber air baku yang berfungsi untuk menangkap air baku dengan jumlah tertentu sesuai yang diperlukan. a. Bangunan penyadap air mata air Bangunan penyadap mata air biasa disebut bangunan Bronkaptering yang pada umumnya terbuat dari bahan batu kali atau beton cor, sedangkan bentuknya bermacam-macam tergantung dari kondisi sumber mata air setempat. Walaupun bentuknya berbeda-beda namun pada dasarnya terdiri dari 2 bagian utama yaitu : Bagian pengumpulan air Bagian / ruang pipa

Perlengkapan yang biasa dipasang adalah : - Pipa keluar ( out let ) Berfungsi untuk menyalurkan air keluar dari bangunan penyadap / penangkap air. Pada pipa keluar ini dilengkapi : saringan, katup dan alat ukur debit ( meter air ). - Pipa penguras Berfungsi untuk membuang kotoran dan untuk ini perlu dipasang katup. - Pipa peluap Berfungsi untuk membuang sebagian air apabila elevasinya melebihi batas maksimal. - Lobang pemeriksaan ( manhole ) Berfungsi sebagai pintu inspeksi ke dalam bangunan penyadap.

- Ventilasi udara Berfungsi untuk lobang pengeluaran udara yang mungkin dapat masuk bersama keluarnya mata air. b. Bangunan Penyadap Air Sungai Bangunan penyadap air sungai biasa disebut Intake yang pada umumnya terbuat dari pasangan batu kali atau beton cor. Bentuknya disesuaikan dengan kondisi setempat. Bentuk-bentuk intake adalah seperti berikut ini : - Saluran pengumpul - Pipa inlet dan - Pelampung / jembatan pipa

Perlengkapan yang biasanya dipasang adalah : Bendung Berfungsi untuk meninggikan elevasi air sungai yang akan diambil. - Pintu air Berfungsi untuk mengatur debit pengambilan sekaligus untuk mengukur debit. - Bak pengumpul Berfungsi untuk mengumpulkan air yang akan diambil.

- Saringan ( screen ) Berfungsi untuk menyaring kotoran supaya tidak ikut terbawa dan pada setiap periode tertentu dibersihkan.

c. Sumur Dalam Untuk dapat mengambil air tanah dalam perlu dibuat sumur bor yang kedalamannya bisa lebih dari 50 meter. Adapun perlengkapan yang ada pada sistem sumur dalam adalah sebagai berikut : - Pipa jambang ( casing ) Berfungsi untuk melindingi pompa air dan sekaligus tempat penampungan air yang akan diambil dengan sistem pompa. - Pipa naik Berfungsi untuk mengalirkan air ke atas melalui sistem pemompaan. Pipa dischange Berfungsi untuk mengalirkan air ke pipa transmisi menuju tandon air. Pipa saringan Berfungsi untuk menahan kotoran lumpur supaya ikut terpompa ke atas. Pompa sumur lengkap dengan motor penggerak Berfungsi untuk menaikkan air tanah dalam ke permukaan tanah.

-

Kelengkapan bantu lainnya : manometer, katup searah, arde pengaman pompa dll.

BAB III PENGOLAHAN AIR Pengolahan air dimaksudkan untuk merubah kualitas air yang semula tidak memenuhi syarat kesehatan menjadi air yang memenuhi syarat kesehatan. Sebagaimana Peraturan Menteri Kesehatan RI. No. 416/Menkes/Per/IX/1990 tanggal 3 September 1990, air yang boleh dikonsumsi manusia harus memenuhi persyaratan Fisika, Kimia dan Mikrobiologi dengan kadar parameter tertentu. Menurut kualitasnya air dapat digolongkan sebagai berikut : Air baku Air yang ada di alam ( air tanah, air permukaan dan air hujan ) yang kualitasnya mungkin belum memenuhi syarat kesehatan. Air bersih Air yang biasa dipergunakan untuk keperluan rumah tangga yang kualitasnya hampir memenuhi syarat kesehatan dan apabila diminum harus dimasak terlebih dahulu. Air minum Air bersih yang kualitasnya sudak memenuhi syarat kesehatan dan langsung dapat diminum tanpa harus dimasak terlebih dahulu. 3.1. Instalasi Pengolahan Air Instalasi pengolahan air ( Water Treatment Plant ) bisa berbentuk pengolahan lengkap bisa berbentuk sebagian, hal ini sangat tergantung dari kualitas air baku yang akan diolah, dan biasanya pengolahan lengkap dilakukan pada air baku sungai, sedangkan pengolahan sebagian pada air baku mata air. 3.1.1. Aerasi Aerasi merupakan proses pengolahan dimana air diberi kesempatan untuk bersinggungan sebanyak-banyaknya dengan udara sekitar dengan tujuan untuk : Menaikkan kandungan oksigen Menurunkan kandungan CO2, Fe, H2S dll.

Menghilangkan bau, rasa dan zat-zat yang mudah menguap.

3.1.2. Koagulasi / Flokuasi Koagulasi / flokuasi merupakan proses dimana zat padat yang melayang dibadan air ( koloid ) dibentuk menjadi flok-flok sehingga berat jenisnya bertambah untuk dapat mengendap. Pembentukan flok-flok ini akibat pembubuhan bahan kimia tertentu misalnya yang umum digunakan adalah tawas dengan dosis yang tepat melalui pengadukan mekanis.

3.1.3. Pengendapan Pengendapan merupakan proses dimana bentukan flok-flok yang dihasilkan dari proses sebelumnya diendapkan pada bak pengendapan yang selanjutnya dibuang. Air yang keluar dari proses ini akan nampak lebih jernih dari pada sebelumnya.

3.1.4. Penyaringan Penyaringan merupakan proses lanjutan dimana flok-flok yang masih belum dapat mengendap pada proses pengendapan akan dapat ditahan pada proses penyaringan ini, sehingga air yang keluar dari saringan ini benar-benar sudah jernih dan sudah dapat dinamakan air bersih. Sebagian media penyaring biasanya dibuat dari pasir atau kerikil halus.

3.1.5. Disinfeksi Merupakan proses akhir dimana air bersih yang akan dikonsumsi ke pelanggan harus bebas dari bakteri / virus yang mengganggu kesehatan. Proses disinfeksi ini adalah bertujuan untuk membunuh bakteri / virus yang masih terdapat pada air bersih ini. Adapun yang termasuk macam proses disinfeksi adalah sebagai berikut : Pembubuhan gas Chlor Pembubuhan kaporit Ozonisasi Penyinaran Ultra Violet Memasak hingga mendidih

Proses pembubuhan gas Chlor menggunakan peralatan Chlorinator yang pengaturan dosisnya bisa disetel konstan. 3.2. Standart Kualitas Air Bersih & Air Minum Kualitas air bersih harus memenuhi syarat Fisika, Kimia. Sedangkan kualitas air minum harus memenuhi syarat Fisika, Kimia dan Mikrobiologi. Departemen Kesehatan RI telah mengeluarkan standart kualitas air bersih dan air minum Nomor : 416/Menkes/Per/IX/1990 tanggal 3 September 1990. Standart kualitas inilah yang dipakai pedoman PDAM-PDAM di Indonesia dalam rangka memproses pengolahan air baku menjadi air bersih dan air minum sehingga pihak konsumen tidak dirugikan.

3.2.1. Tabel Standart Kualitas Air Bersih
No. PARAMETER SATUAN KADAR MAX YANG DIPER BOLEHKAN KETERANGAN

1. 2. 3. 4. 5. 6.

A. FISIKA Bau Jumlah zat padat terlarut ( TDS ) Kekeruhan Rasa Suhu Warna B. KIMIA a. Kimia Anorganik Air Raksa Arsen Besi Flourida Kadmium Kesadahan CaCO3 Khlorida Kromium, Valensi 6 Mangan Nitrat, sebagai N Nitrit, sebagai N pH

mg/lt Skala NTU °C Skala TCU

1.500 25 Suhu Udara ± 30° C 50

Tidak berbau

Tidak berasa

1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12.

mg/lt mg/lt mg/lt mg/lt mg/lt mg/lt mg/lt mg/lt mg/lt mg/lt mg/lt -

0,001 0,05 1,0 1,5 0,005 500 600 0,05 0,5 10 1,0 6,5 - 9,0

Merupakan batas minimum & maksimum, khusus air hujan pH minimum 5,5

13. 14. 15. 16. 17.

Selenium Seng Sianida Sulfat Timbal

mg/lt mg/lt mg/lt mg/lt mg/lt

0,01 15 0,1 400 0,05

No.

PARAMETER

SATUAN

KADAR MAX YANG DIPER BOLEHKAN

KETERANGAN

1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. 13. 14. 15. 16. 17. 18.

b. Kimia Organik Aldrin dan Dialdrin Benzene Benzo ( a ) Pyrene Chlordane ( total Isomer ) Chloroform 2,4 – D DDT Detergen 1,2 Dichloroethane 1,1 Dichloroethane Heptachlor dan Heptachlor Epoxide Hexachlorbenzene Gamma – HCN ( Lindane ) Methoxychlor Pentachlorophenol Pestisida Total 2, 4, 6 – Trichlorophenol Zat Organik ( KMnO4 ) c. Mikrobiologik Total Koliform ( MPN )

Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt mg/lt mg/lt mg/lt mg/lt mg/lt mg/lt mg/lt mg/lt mg/lt mg/lt mg/lt mg/lt mg/lt Jumlah per 100 ml Jumlah per 100 ml

0,0007 0,01 0,00001 0,007 0,03 0,10 0,03 0,50 0,01 0,0003 0,003 0,00001 0,004 0,10 0,01 0,10 0,01 10 50 50 Bukan air Perpipaan Air perpipaan

1. 2.

d. Radioktivitas Aktivitas Alpha ( Gross Alpha Activity ) Aktivitas Beta ( Gross Beta Activity )

Bq/lt Bq/lt

0,10 1,00

3.2.2. Tabel Standart Kualitas Air Minum
No. PARAMETER SATUAN KADAR MAX YANG DIPER BOLEHKAN KETERANGAN

1. 2. 3. 4. 5. 6.

A. FISIKA Bau Jumlah zat padat terlarut ( TDS ) Kekeruhan Rasa Suhu Warna B. KIMIA a. Kimia Anorganik Air Raksa Aluminium Arsen Barium Besi Flourida Kadmium Kesadahan CaCO3 Khlorida Kromium, Valensi 6 Mangan Natrium Nitrat, sebagai NO3 Nitrit, sebagai NO2 Perak pH

mg/lt Skala NTU °C Skala TCU

1.500 5 Suhu Udara ± 30° C 15

Tidak berbau

Tidak berasa

1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. 13. 14. 15. 16.

mg/lt mg/lt mg/lt mg/lt mg/lt mg/lt mg/lt mg/lt mg/lt mg/lt mg/lt mg/lt mg/lt mg/lt mg/lt -

0,001 0,2 0,05 1,0 0,3 1,5 0,005 500 250 0,05 0,1 200 10 1,0 0,05 6,5 – 8,5

Merupakan batas Minimum dan Maksimum

17. 18. 19. 20. 21. 22. 23.

Selenium Seng Sianida Sulfat Sulfida ( sebagai H2S ) Tembaga Timbal

mg/lt mg/lt mg/lt mg/lt mg/lt mg/lt mg/lt

0,01 5,0 0,1 400 0,05 1,0 0,05

No.

PARAMETER

SATUAN

KADAR MAX YANG DIPER BOLEHKAN

KETERANGAN

1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. 13. 14. 15. 16. 17. 18.

b. Kimia Organik Aldrin dan Dialdrin Benzene Benzo ( a ) Pyrene Chlordane ( total Isomer ) Chloroform 2,4 – D DDT Detergen 1,2 Dichloroethane 1,1 Dichloroethane Heptachlor dan Heptachlor Epoxide Hexachlorbenzene Gamma – HCN ( Lindane ) Methoxychlor Pentachlorophenol Pestisida Total 2, 4, 6 – Trichlorophenol Zat Organik ( KMnO4 ) c. Mikrobiologik Koliform Tinja Total Koliform ( MPN )

Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt mg/lt mg/lt mg/lt mg/lt mg/lt mg/lt mg/lt mg/lt mg/lt mg/lt mg/lt mg/lt mg/lt

0,0007 0,01 0,00001 0,0003 0,03 0,10 0,03 0,05 0,01 0,0003 0,003 0,00001 0,004 0,003 0,01 0,10 0,01 10

1. 2.

Jumlah per 100 ml Jumlah per 100 ml

0 0 95 % dari sampel yang diperiksa selama setahun. Kadang-kadang boleh ada 3 per 100 ml sampel air, tetapi tidak Berturut-turut

No.

PARAMETER

SATUAN

KADAR MAX YANG DIPER BOLEHKAN

KETERANGAN

1. 2.

d. Radioktivitas Aktivitas Alpha ( Gross Alpha Activity ) Aktivitas Beta ( Gross Beta Activity )

Bq/lt Bq/lt

0,10 1,00

Keterangan : ml lt Bo NTU TCU : : : : : mililiter liter Bequerel Nephelometrik Turbidity Units True Colour Units

Logam berat merupakan logam terlarut 3.3. Penyimpangan Standart & Akibatnya 3.3.1. Penyimpangan Standart a. Faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya penyimpangan Secara alamiah sumber air yang digunakan mengandung bahanbahan kimia dalam jumlah yang berlebihan sehingga memerlukan pengolahan yang lebih sempurna. Kesalahan dalam memilih tehnologi pengolahan air sehingga diperoleh hasil yang menyimpang atau tidak memenuhi standart syarat kualitas, misalnya air sungai yang seharusnya diolah secara sempurna tetapi dilakukan secara sederhana. Terbatasnya dana yang digunakan untuk pengolahan air. Setiap pengolahan air memerlukan dana, semakin tinggi kualitas yang ingin dicapai, semakin besar dana yang dibutuhkan. Air yang telah memenuhi standart kualitas mendapat pencemaran, baik secara alamiah maupun akibat aktifitas manusia. Kurangnya fasilitas air bersih. 3.3.2. Akibat Penyimpangan Standart

Setiap penyimpangan standart kualitas, dapat mengakibatkan kerugian terhadap : a. Manusia Beberapa penyakit dan gangguan kesehatan lainnya dapat terjadi akibat adanya penyimpangan standart kualitas air minum. Contohnya penyakit Blue Baby yang menimpa bayi akibat bayi tersebut minum air yang mengandung Nitrat yang melebihi batas yang ditetapkan dalam standart kualitas. Penyakit Carries Gigi akibat minum yang sangat kekurangan Flour. Orang akan merasa mual dan muntah apabila minum air yang mengandung Sulfat dalam jumlah yang berlebihan. b. Lingkungan Gangguan yang ditimbulkan tidak berupa penyakit ( Health Effect ) melainkan bersifat tehnis. Contohnya air yang mengandung CO2 agresif, air tersebut akan bersifat korosif yang akibatnya akan merusak jaringan pipa. Air yang sudah sadah akan menyebabkan kerak pada alat-alat yang dibuat dari logam. Menyebabkan pipa air menjadi buntu dan menyebabkan sabun sukar berbuih sehingga terjadi pemborosan penggunaan sabun. c. Aestetika Beberapa penyimpangan standart kualitas air minum dapat menyebabkan kerugian dibidang aestetika, contohnya air yang berwarna sangat tidak disukai oleh masyarakat konsumen. Demikian pula air yang keruh, berbau dan berasa menimbulkan perasaan yang jijik dilapangan masyarakat konsumen. d. Penyimpangan standat terhadap parameter yang penting • Suhu Temperatur air akan mempengaruhi kesukaan konsumen terhadap air tersebut. Temperatur air yang diharapkan adalah antara 10 – 15°C. Penyimpangan terhadap ketetapan tersebut akan mengakibatkan : Air tersebut tidak disukai oleh konsumen

• Warna

Meningkatkan daya / tingkat toksisitas bahan kimia atau Pertumbuhan mikroba di dalam air

bahan pencemar dalam air

Warna air ditetapkan 5 sampai 50 unit Penyimpangan akan mengakibatkan : Mengganggu aestetika, air tersebut tidak diterima oleh Kemungkinan masyarakat konsumen akan mencari sumber masyarakat air lain yang mungkin saja justru lebih baik memenuhi syarat kecuali parameter warna. • Bau Air yang memenuhi standart kualitas harus bebas dari bau ( tidak berbau ). Biasanya bau disebabkan oleh bahan-bahan organik yang dapat membusuk serta senyawa kimia lainnya seperti Phenol. Jika air berbau maka akan mengganggu aestetika. • Rasa Biasanya bau dan rasa terjadi bersama-sama, yaitu akibat adanya dekomposisi bahan organik di dalam air. Demikian juga senyawa kimia tertentu menyebabkan rasa di dalam air, seperti NaCl menyebabkan air menjadi asin. Jika air mempunyai rasa, maka tidak disukai oleh masyarakat konsumen, jadi mengganggu segi aestetika. • Kekeruhan Menurut sandart kualitas, kekeruhan air ditetapkan 5 – 25 unit dalam skala Silikat. Penyimpangan terhadap standart kualitas dalam hal kekeruhan melebihi batas yang telah ditetapkan akan menyebabkan : • Mengganggu estetika Mengurangi efektifitas disenfeksi air Derajat Keasaman ( pH ) pH merupakan salah satu faktor yang sangat penting mengingat pH dapat mempengaruhi pertumbuhan mikroba di dalam air. Sebagian

besar mikroba akan tumbuh dengan baik paha pH 6,00 – 8,00 juga akan menyebabkan perubahan kimiawi di dalam air. Menurut standart kualitas pH 6,50 – 9,20. Apabila pH lebih kecil dari pada 6,50 atau lebih besar dari pada 9,20 maka akan menyebabkan korosifitas pada pipa-pipa air yang dibuat dari logam dan dapat mengakibatkan beberapa senyawa kimia berubah menjadi racun yang dapat mengganggu kesehatan manusia. • Zat Padat ( Solid ) Adanya zat padat ( solid ) di dalam air minum adalah 500 – 1.500 mg/lt. Apabila lebih dari 1.500 mg/lt, maka akan mengakibatkan : • Air tidak enak rasanya. Rasa mual terutama apabila zat padat tersebut berasal dari Terjadinya cardiac diseases serta toxaemia pada wanita-

senyawa Natrium Sulfat dan Magnesium Sulfat. wanita hamil. Zat Organik Adanya zat organik didalam air, disebabkan karena air buangan dari rumah tangga, industri, kegiatan pertanian dan pertambangan. Zat organik di dalam air dapat ditentukan dengan mengukur angka permangatnya ( KMnO4 ). Di dalam standart kualitas, ditentukan maksimal angka permangatnya 10 mg/lt. Penyimpangan standart kualitas tersebut akan mengakibatkan : • Timbulnya bau yang tidak sedap Menyebabkan sakit perut Karbon Dioksida Agresif ( CO2 Agresif ) Air di alam mengandung Karbon Dioksida yang menurut bentuknya dapat dibedakan menjadi : CO2 bebas yaitu CO2 yang larut dalam air CO2 di dalam keseimbangan CO2 agresif, yaitu CO2 yang dapat merusak bangunan

perpipaan

Di dalam standart kualitas ditetapkan bahwa air yang digunakan harus tidak mengandung CO2 agresif. Penyimpangan terhadap standart tersebut akan menyebabkan korosifitas pada pipa-pipa air yang dibuat dari logam. • Kesadahan Kesadahan disebabkan karena air mengandung mineral dari kation logam bervalensi 2 dalam jumlah yang berlebihan. Biasanya yang sering menimbulkan kesadahan adalah kation Ca++ dan Mg++. Kesadahan total adalah kesadahan yang disebabkan oleh Ca++ dan Mg++ secara bersama-sama. Standart kualitas menetapkan kesadahan total 5 – 10 derajat Jerman. Apabila kesadahan kurang dari 5 derajat Jerman, maka akan mengakibatkan : • Mengurangi efektifitas kerja sabun Menyebabkan lapisan kerak pada alat dapur yang dibuat Pipa-pipa air menjadi tersumbat Sayur-sayuran menjadi keras apabila dicuci dengan air

dari logam

yang sadah Besi ( Fe ) Dalam jumlah kecil zat besi dibutuhkan oleh tubuh untuk pembentukan sel-sel darah merah. Kandungan zat besi di dalam air yang melebihi batas akan menimbulkan gangguan. Di dalam standart kualitas ditetapkan : kandungan besi di dalam 0,1 – 10 mg per liter. Penyimpangan terhadap standart kualitas ini akan menyebabkan : • Rasa tidak enak, pada konsentrasi lebih dari 2 mg/lt. Menimbulkan noda-noda pada alat dan bahan-bahan yang Menimbulkan bau dan warna di dalam air.

berwarna putih apabila konsentrasi 1 mg/lt. Mangan ( Mn ) Tubuh manusia membutuhkan Mangan rata-rata 10 mg/lt sehari yang dapat dipenuhi dari makanan, tetapi Mangan bersifat toxis terhadap

alat pernafasan. Standart kualitas menetapkan : kandugan Mangan di dalam air 0,05 – 0,5 mg/lt. Penyimpangan terhadap standart ini dapat menyebabkan hal-hal sebagai berikut : Pada konsentrasi lebih dari 0,5 mg/lt menimbulkan rasa yang aneh pada minuman, meninggalkan noda kecoklat-coklatan pada pakaian. • Bau pada minuman Cadmium ( Cd ) Cadmium merupakan salah satu bahan kimia yang bersifat toxis. Dalam dosis yang relatif kecil dapat menimbulkan keracunan. Dalam stansart kualitas ditetapkan : konsentrasi maksimal 0,01 mg/lt. Apabila air mengandung Cadmium dalam jumlah yang melebihi standart maka Cadmium tersebut akan berakumulasi dengan jaringan tubuh sehingga mengakibatkan penyakit ginjal, gangguan lambung, kerapuhan tulang, mengurangi haemoglobine dan pigmentasi gigi. • Air Raksa ( Hg ) Merupakan logam berbentuk cair dalam suhu kamar yang bersifat toxis. Di dalam standart ditetapkan sebesar 0,001 mg/lt. Jika di dalam air terdapat air raksa lebih dari standart akan menyebabkan : • Keracunan sel-sel tubuh Kerusakan ginjal, hati dan syaraf Keterbelakangan mental dan cerebral polcy pada baby

Timbal ( Pb ) Timbal ( Pb ) termasuk logam berat, seperti halnya logam berat pada umumnya, timbal bersifat sebagai racun. Merupakan penghambat terhadap reaksi-reaksi enzym. Standart kualitas menetapkan, bahwa timbal ( Pb ) adalah : 0,1 mg/lt. Jika konsentrasi melebihi 0,1 mg/lt dapat mengakibatkan keracunan karena timbal cenderung untuk berakumulasi dalam tubuh.

Calcium ( Ca )

Banyaknya Ca dalam air diukur dengan mg/lt dengan batas 75 – 200 mg/lt. Apabila konsentrasi kurang dari 75 mg/lt dapat menyebabkan penyakit tulang rapuh karena Ca dibutuhkan untuk pertumbuhan tulang dan gigi. Apabila konsentrasi melebihi 200 mg/lt dapat menyebabkan korosifitas pada pipa-pipa air. • Magnesium ( Mg ) Banyaknya Mg dalam air juga diukur dengan mg/lt. Range antara 30 – 150 mg/lt. Dalam jumlah kecil Mg diperlukan untuk pertumbuhan tulang, akan tetapi dalam jumlah yang besarnya melebihi 150 mg/lt dapat menimbulkan rasa mual. • Tembaga ( Cu ) Ukuran yang dipergunakan adalah mg/lt dengan batas 0,05 sampai 1,5 mg/lt. Dalam jumlah kecil Cu sangat diperlukan tubuh untuk pembentukan sel-sel darah merah, sedangkan dalam jumlah yang besar dapat menyebabkan rasa yang tidak enak di lidah, disamping dapat menyebabkan kerusakan pada hati. • Seng ( Zn ) Satuan yang digunakan adalah mg/lt dengan batas antara 1,0 sampai 15 mg/lt. Dalam jumlah kecil seng merupakan unsur yang penting untuk metabolisme karena kekurangan Zn dapat menyebabkan hambatan pada pertumbuhan anak, akan tetapi apabila jumlahnya besar dapat menimbulkan rasa pahit dan sepat pada air minum. • Chlorida ( Cl ) Satuan yang diperlukan adalah mg/lt, sedangkan batas yang dianjurkan antara 200 – 600 mg/lt. Apabila jumlahnya diperlukan untuk disinfeksi, sedangkan apabila berikatan dengan ion Natrium dapat menyebabkan rasa asin dan dapat merusak pipa-pipa air. • Slfat ( SO4 ) Kadar yang dianjurkan antara 200 – 400 mg/lt. Apabila jumlahnya besar dapat bereaksi dengan ion Natrium atau Magnesium dalam air

sehingga membentuk garam Natrium Sulfat atau Magnesium Sulfat yang dapat menimbulkan rasa mual dan ingin muntah. • Sulfida ( S atau H2S ) H2S adalah sangat beracun dan berbau busuk oleh karena itu zat ini tidak boleh terdapat dalam air minum. Dalam jumlah besar dapat menimbulkan / memperbesar keasaman air sehingga menyebabkan korosifitas pada pipa-pipa logam. • Fluorida ( F ) Ukuran yang dipergunakan adalah mg/lt dengan kadar 1,0 – 2,0 mg/lt. Apabila jumlahnya kecil ( 0,6 mg/lt ) diperlukan sebagai pencegah terhadap penyakit caries gigi yang paling efektif tanpa merusak kesehatan. Apabila melebihi dari 1,0 mg/lt dapat menyebabkan fluorosis pada gigi ( terbentuknya noda coklat yang susah hilangnya ) kadar 1 – 2 mg/lt tersebut untuk daerah tropis perlu direvisi. • Ammnonia ( NH4 ) Banyaknya Ammonia dalam air diukur dengan satuan mg/lt. Bahan ini sangat berbau yang menusuk hidung / baunya sangat tajam sehingga tidak boleh sama sekali di dalam air minum. • Nitrat ( NO3 ) Seperti telah disebutkan diatas bahwa Nitrat dapat membentuk ” Methaemoglobin ” sehingga dapat menghambat perjalanan oksigen dalam tubuh sehingga dapat menimbulkan penyakit Bluebabies. • Phenolik ( Phenol ) Phenol hanya boleh terdapat dalam air minum dengan kadar 0,001 – 0,002 mg/lt yang apabila bereaksi dengan Chlor dapat menimbulkan bau yang tidak enak. • A r s e n ( As ) Arsen dapat diperbolehkan dalam air paling banyak sbesar 0,05 mg/lt. Arsen merupakan senyawa yang sangat beracun serta bersifat akumulasi dalam tubuh manusia, menyebabkan gangguan pada

sistem percernaan dan kemungkinan dapat menyebabkan kanker kulit, hati dan saluran empedu. • Selenium ( Se ) Selenium merupakan zat yang beracun sehingga kadar tinggi diperkenankan sebesar 0,01 mg/lt. Selenium ini memberikan pengaruh terhadap kenaikan jumlah penyakit caries gigi pada kanakkanak. Selain itu dapat menyebabkan keracunan yang diperkirakan penyebab kanker hati, ginjal dan limpha. • Chromium ( Cr ) Kadar 0,05 mg/lt adalah merupakan kadar tertinggi yang diperkenankan, karena sifat racunnya ini dapat menyebabkan kanker pada kulit dan alat-alat pernafasan. • Cyanida ( Cn ) Kadar tertinggi yang diperkenankan sebesar 0,05 mg/lt apabila terlalu besar dapat menimbulkan gangguan metabolisme oksigen sehingga jaringan tubuh tidak mampu mengubah oksigen serta dapat meracuni hati. • Sinar Alfa ( α ) Satuan yang digunakan untuk mengukur besarnya sinar alfa ( α ) adalah µ c/ml. Sinar ini merupakan sinar radio aktif dengan batas tertinggi yang diperbolehkan adalah sebesar 10-9 µ c/ml, apabila terdapat sinar ini disekitar kita maka dapat menimbulkan kontaminasi radio aktif pada lingkungan, yang dapat mengakibatkan rusaknya sel-sel tubuh manusia yang terkenanya. Partikel alfa atau sinar alfa dipancarkan oleh unsur radio aktif dengan nomor massa tinggi seperti Uranium, Radium dan Thorium. Sebenarnya sinar alfa merupakan inti atom Helium. Helium ( He ) mempunyai daya tembus rendah, sehelai kertas cukup menahan sinar tersebut. • Sinar Beta ( β ) Sinar yang dipergunakan untuk mengukur besarnya sinar beta adalah sama dengan sinar alfa yaitu µ c/ml, adapun besar sinar ini paling

tinggi di dalam air adalah sebesar 10-8 µ c/ml. Apabila melebihi kadar tersebut efeknya tidak berbeda dengan sinar alfa yaitu mengadakan kerusakan pada sel-sel tubuh. Dalam istilah sehari-hari disebut sinar beta ( β ). Sinar beta mempunyai massa yang jauh lebih kecil dari pada sinar alfa. Mempunyai daya tembus yang lebih besar dari pada sinar alfa. Di udara dapat bergerak beberapa meter dan mampu menembus jaringan setebal 5 mm – 1 cm. Jika banyak sinar beta diterima tubuh, maka akan menyebabkan luka bakar yang parah. Seperti sinar alfa, sinar beta juga akan menimbulkan kerusakan pada jaringan atau organ tubuh jika unsur yang memancarkan sinar beta berada dalam tubuh, dalam waktu yang cukup lama. • MPN Coliform Bacteri Coliform Bacteri digunakan sebagai indikator di dalam menentukan apakah air telah tercemar oleh tinja atau air limbah. Di dalam standart kualitas ditetapkan : setiap 100 ml contoh air MPN Coliform Bacteri harus nol. Penyimpangan terhadap standart ini dapat disimpulkan bahwa air tersebut telah tercemar oleh tinja atau limbah yang berarti dalam air tersebut kemungkinan besar terdapat kumankuman pathogenic yang membahayakan kesehatan manusia. 3.4. Pemeriksaan Kualitas Pelaksanaan pemeriksaan kualitas air dikenal dengan 2 ( dua ) cara yakni Pemeriksaan lapangan dan Pemeriksaan laboratorium. 3.4.1. Pemeriksaan Lapangan Pemeriksaan lapangan dilakukan untuk parameter yang mudah berubah apabila contoh air tersebut dibawah sampai laboratorium yaitu misalnya parameter-parameter : Suhu, pH, CO2, H2S, sisa Chlor. Pemeriksaan lapangan menggunakan peralatan laborat Portable Water Test Kit yang memang dapat dibawa dengan mudah ke lokasi pengambilan sampel air. 3.4.2. Pemeriksaan Laboratorium

Pemeriksaan laboratorium dilakukan untuk mengolah kandungan dari beberapa parameter yang tidak mungkin dapat diperiksa dilapangan, misalnya zat an organik zat organik begitu juga kandungan bakteri dan lainlain.

BAB IV DISTRIBUSI AIR BERSIH Setelah air baku diolah pada unit pengolahan atau bisa disebut IPA ( Instalasi Pengolahan Air ) menjadi air bersih atau air minum, selanjutnya air bersih / air minum tersebut dimasukkan kedalam bak pengumpul. Dari bak pengumpul dengan perantaraan pipa, air dialirkan ke komplek perumahan yang sebelumnya melalui reservoir-reservoir pembagi. Jaringan pipa dari bak penampung menuju reservoir pembagi biasa disebut jaringan pipa transmisi dan jaringan pipa dari reservoir menuju komplek perumahan biasa disebut jaringan pipa distribusi. Reservoir pembagi menurut pembuatannya ada 2 jenis yakni : ground reservoir dan menara air. Pengaliran air baik dari bak penampung ke reservoir pembagi maupun dari reservoir pembagi ke komplek perumahan bisa menggunakan sistem pompanisasi ataupun gravitasi, hal ini tergantung dari perbedaan tinggi. 4.1. Jenis Pipa Air Perkembangan industri perpipaan saat ini memberikan beberapa pilihan jenis pipa air yang bisa digunakan antara lain : Pipa baja / steel Pipa besi tuang / cast iron ( CI ) Pipa asbes semen Pipa PVC / Poly Vinil Chlorida Pipa baja galvanis Pipa PE / Poly Ethylene Piping 4.1.1. Pipa Baja Las Spiral

Pipa baja las spiral dibuat dari plat baja dalam bentuk gulungan, setelah gulungan plat dibuka diteruskan kebagian pembentuk yang akan membentuknya ke bentuk spiral dengan pengelasan.

Sifat-sifat khusus yang dimiliki : • • • • Kekuatan 10 – 25 % lebih tinggi dari pipa lurus Penyambungannya mudah cukup dengan las Cocok untuk dipilih pada diameter besar, misalnya > ∅ 400 mm Dipasarkan tersedia ukuran : - ∅ 4” s/d. ∅ 80” - Tebal 4 mm s/d. 20 mm - Panjang 6 – 12 m

4.1.2.

Pipa Asbes Semen

Pipa asbes semen dibuat dari tiga bahan baku dasar yaitu : asbes, semen portal dan silika. Serabut-serabut asbes diolah dan dicampur kemudian ditambahkan ke dalam dasar semen dan silika yang halus. Sifat-sifat khusus yang dimiliki : • • • Tahan terhadap korosi Cocok untuk dipilih pada diameter 200 – 400 mm Dipasarkan tersedia ukuran : - Ukuran ∅ 80 – 600 mm - Tebal 9,8 – 61,9 mm - Panjang 6 – 12 m

4.1.3.

Pipa PVC / Poly Vinyl Chlorida

Bahan dasar PVC adalah Chlorida dari ............................... Acelylene dari Calsium Cbide dan Ethelene dari Petroline. Dengan mesin hot mixer dan pipe extruder yang modern dapat dihasilkan produk pipa yang mempunyai sifat-sifat khusus seperti : • • • • • • • Beratnya ringan Tahan korosi Permukaan licin Memiliki fleksibilitas / elastisitas tinggi Harga murah Dilengkapi dengan accessories / fitting yang sangat bermacam-macam bentuknya, sehingga memudahkan penggunaan / pemasangan. Dipasarkan tersedia ukuran : - Diameter 16 – 630 mm - Kekuatan 5 – 12 kg/cm² - Tebal 0,5 – 30 mm - Panjang 4 - 6 m

4.1.4.

Pipa PE / Poly Ethelene Pipe

Pipa PE terbuat dari modifikasi resmi Polyethelene yang secara khusus dipilih untuk menghasilkan pipa bermutu tinggi tahan terhadap tekanan dan retak. Untuk pipa air dibuat standart warna hitam Sifat-sifat khusus yang dimiliki : • • • • • • Tahan terhadap benturan Tahan korosi Mudah pemasangannya dan bisa dibelok-belokkan Ringan dan lentur Disediakan accessories / fitting yang sesuai kebutuhan Ukuran dipasaran : - Diameter 16 – 400 mm - Tebal 2,7 – 36,3 mm

4.1.5.

Pipa Baja Galvanis

Pipa baja galvanis terbuat dari bahan baja yang dilapisi dengan seng. Dipasaran umum terdapat 3 klas, yaitu ringan, medium dan klas berat yang membedakan adalah ketebalannya. Untuk air minum biasanya yang dipilih adalah klas medium karena punya ketebalan yang cukup sehingga memudahkan pembuatan drat. Sifat-sifat khusus yang dimiliki : • • • • • Mudah pengerjaan / pemasangannya Tahan karat Kuat / tahan terhadap tekanan baik dari dalam maupun dari luar hingga 50 kg/cm² Ukuran dipasaran mulai dari ∅ 10 – 150 mm dengan ketebalan 1,8 – 5,4 mm Disediakan accessories / fitting yang bermacam-macam sesuai kebutuhan.

4.1.6.

Pipa Besi / Cast Iron

Dalam perkembangan sekarang pipa besi / cast iron tidak begitu disukai karena disamping berat juga agak getas ( mudah prcah ), namun untuk accessoriesnya / fittingnya cukup banyak dengan ukuran bervariasi sehingga bisa dipakai untuk jenis pipa asbes semen, PVC, galvanis dan lain-lain. 4.2. Jenis Accessiries / Fitting Pipe Accessories / fitting pipe merupakan peralatan yang diperlukan untuk menyambung, membelokkan dan mencabang serta menutup ujung pipa sesuai konstruksi yang direncanakan guna menjamin kelancaran aliran air. Hampir semua jenis pipa selalu dilengkapi accessories standart, namun ada juga accessories dari hana tertentu yang dapat dipergunakan untuk semua jenis pipa yang ada hal ini guna memudahkan di dalam perencanaan dan pelaksanaan system instalasi air bersih / minum. 1.3.1. Accessories Pipa PVC

4.3. Jaringan Pipa Transmisi Jaringan pipa transmisi adalah merupakan jaringan pipa yang dipergunakan untuk mengalirkan dari bak penamnpung hasil pengolahan air munuju ke reservoirreservoir pembagi baik yang berbentuk ground reservoir maupun berbentuk menara air serta baik yang dengan system pompanisasi maupun yang gravitasi. Guna menjamin kelancaran aliran di jaringan pipa transmisi perlu dipasang perlengkapanperlengkapan operasional sebagai berikut : Katup pengatur debit Katup aliran searah Pengukur debit Pengukur tekanan Katup udara Katup penguras Katup pembatas tekanan 2.3.1. Katup Pengatur Debit

Katup pengatur debit dipasang pada awal aliran atau di awal percabangan pada jaringan pipa transmisi digunakan untuk memperkecil atau memperbesar debit air yang dialirkan. Ada 2 jenis katup pengatur debit yang banyak digunakan yakni : model Gate Valve dan Butterfly Valve.

4.3.2.

Katup Aliran Searah

Katup aliran searah dipasang awal aliran atau diawal percabangan pada jaringan pipa transmisi dimaksudkan untuk menjamin arah aliran yang tetap dengan dipasangnya katup aliran searah ini tidak akan terjadi aliran balik. Dipasaran umum katup aliran searah ini biasa disebut dengan nama Check Valve.

4.3.3.

Pengukur Debit

Pengukur debit diperlukan untuk mengetahui jumlah air yang mengalir setiap detik, menit, jam, hari, bulan atau tahun. Alat pengukur debit ini dipasang pada awal aliran atau awal percabangan ataupun pada pipa masuk dan pipa keluar reservoir. Ada beberapa macam alat pengukur debit yang banyak ditemui dipasaran antara lain : Water Meter, Venturi Meter dan Magnetic Flow Meter.

4.3.4.

Pengukur Tekanan

Pengukur tekanan biasanya dipasang pada jaringan pipa transmisi yang sesuai dengan kondisi hidrolikanya ada titik kritis terjadinya tekanan tertinggi yakni pada akhir jalur penurunan dan pada awal pompanisasi serta pada akhir aliran gravitasi. Alat ukur tekanan ini yang banyak digunakan adalah jenis Manometer.

4.3.5.

Katup Udara

Katup udara dipasang pada jaringan pipa transmisi pada bagian elevasi tertinggi misalnya pada jembatan-jembatan pipa dimasukkan guna membuang udara yang ada di dalam pipa, hal ini guna menjamin kelancaran aliran air. Katup udara ini yang umum digunakan adalah model tunggal dan model ganda yang biasa dikenal dengan nama Air Vent Valve.

4.3.6.

Katup Penguras pada pipa transmisi yang elevasinya paling

Katup penguras dipasang

rendah, misalnya pada awal jembatan, dekat sungai dimaksudkan untuk memudahkan pengurasan / pencucian pipa agar kotoran-kotoran yang mengendap pada pipa dapat dibuang dengan mudah. Katup penguras ini modelnya sama dengan katup pengatur debit yang membedakan hanya fungsi penggunaannya. 4.3.7. Katup Pembatas Tekanan Katup pembatas tekanan dipasang pada jaringan pipa transmisi untuk melindungi keamanan pipa agar tidak pecah pada saat terjadi adanya kenaikan tekanan air melebihi batas ijin. Katup pembatas tekanan ini biasanya dikenal dengan nama Pressure Relief Valve.

4.4. Jaringan Pipa Distribusi Jaringan pipa distribusi adalah merupakan jaringan pipa yang dipergunakan untuk mengalirkan air dari reservoir pembagi ke daerah pelayanan. Ada 2 model pendistribusian air yaitu : model lingkaran dan model cabang yang perbedaannya sebagai berikut : 4.4.1. Distribusi Model Lingkaran

Keuntungannya : a. Bila ada kerusakan, misalnya pipa pecah di suatu tempat, maka kerusakan tersebut di lokalisir dan hanya sebagian kecil dari daerah distribusi yang tergannggu. b. Tidak ada kotoran yang mengendap, sehingga tak diperlukan konstruksi pembuang lumpur. c. Tekanan air dapat dikatakan merata, sehingga distribusi air minum dapat merata pula. Kerugiannya : c. b. c. Pipa harus melingkar, jadi akan panjang dan diameternya pun Tekanan dalam pipa rendah. Tekanan rendah antara lain kurang Bila terjadi kebakaran di suatu tempat, maka air tak dapat ” harus besar. memuaskan untuk pemadaman kebakaran. dikerahkan ” ke kran kebakaran yang letaknya terdekat dengan tempat yang sedang terjadi kebakaran, kecuali bila pemadaman diperlengkapi dengan pompa yang biasanya dibawa oleh mobil kebakaran. 4.4.2. Distribusi Model Cabang

Keuntungannya : a. Kotoran-kotoran dapat mengendap dan terkumpul di ujung-ujung / akhir pipa cabang dimana endapan ini dapat dibuang. b. Pipa-pipa distribusi dapat lebih pendek. c. Tekanan air lebih tinggi. d. Bila terjadi kebakaran di suatu tempat, maka air dapat dikerahkan ke tempat tersebut dengan jalan menutup kran-kran penutup pada cabangcabang pipa yang tak ada kebakaran. Bila pemadaman dilakukan dengan bantuan pompa karena tekanan air tinggi, maka dapat menunjang bekerjanya pompa. Kerugiannya : d. b. Bila terjadi kerusakan pada pipa, maka daerah dibawahnya tak Ada tambahan konstruksi kran-kran pembuang endapan pada mendapat air. ujung-ujung akhir pipa cabang.

D I A M E T 1E / RØ2 3"P /I 4P "Ø 1D ": A N Ø , A
BAK M ETER

M E T E R A IR

K R A N A IR

BALL VALVE C H EC K VALVE 25 cm '

P I P A G P /M S

M UKA TANAH

55 cm ' 5 cm' P I P A G P /M S 15 cm' 30cm ' 5cm' PONDASI BE TON C AM PU RAN 1 : 3 : 5 D IL A K S A N A K A N O L E H P D A M M UKA TANAH
IN S T A L A S I D A L A M R U M A H ( D IL A K S A N A K A N O L E H PE LANG G AN )

INSTALASI PIPA DALAM RUMAH / PELANGGAN PIPA GALVANIS ∅ 1/2” ATAU ∅ ¾”

TAN DO N AIR ( TO REN )

BA LL VA LVE

KRAN

KRAN

KAMA

NDI R MA

KRAN CUCI
AIR METER

CH E CK V A LV E
PIPA INDU K PDA M

TINGGI 3 METER

R DAPU

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful