BAB III PEMBAHASAN

Berdasarkan pengelolaan kasus pada Tn. S selama 5 hari, dari tanggal 26 September 30 September 2011, diagnosa keperawatan yang muncul sebagai berikut : Kerusakan integritas kulit berhubungan dengan hiperglikemi, diangkat sebagai

diagnosa dengan alasan terdapat luka pada tulang ekor dan kaki kiri 1/3 bagian sudah diamputasi. Penyebab terjadinya luka tersebut karena faktor penyakit diabetes melitus (DM) yang sudah diderita sejak ±10 tahun yang lalu. Perlu kita ketahui bahwa diabetes melitus (DM) merupakan suatu kelompok penyakit metabolik dengan karakteristik hiperglikemia (meningkatanya kadar gula darah) yang terjadi karena kelainan sekresi insulin, kerja insulin atau keduanya (Wikipedia,2011). Selain itu, diabetes melitus adalah kelainan metabolik dimana ditemukan ketidakmampuan untuk mengoksidasi karbohidrat, akibat gangguan pada mekanisme insulin yang normal, menimbulkan hiperglikemia, glikosuria, poliuria, rasa haus, rasa lapar, badan kurus, dan kelemahan (Anonim, 2007). Diabetes melitus sering disebut sebagai the great imitator, karena penyakit ini dapat mengenai semua organ tubuh dan menimbulkan berbagai macam keluhan, gejalanya sangat bervariasi. Diabetes melitus jika tidak ditangani dengan baik akan mengakibatkan timbulnya komplikasi pada berbagai organ tubuh seperti mata, ginjal, jantung, pembuluh darah kaki, syaraf, dan lain lain. Penderita diabetes melitus dapat mengalami beberapa komplikasi

bersama-sama atau terdapat satu masalah yang mendominasi, yang meliputi kelainan vaskuler, retinopati, nefropati diabetik, neuropati diabetik dan ulkus kaki diabetik (Anonim, 2007). Dimana pada Tn. S sudah terjadi hiperglikemi atau gula darah tinggi adalah suatu kondisi di mana jumlah yang berlebihan glukosa beredar dalam plasma darah (News Medical, 2011). Sekitar 15% penderita diabetes melitus (DM) dalam perjalanan penyakitnya akan mengalami komplikasi ulkus diabetika terutama ulkus di kaki. Sekitar 14 - 24% di antara penderita kaki diabetika tersebut memerlukan tindakan amputasi. Hal ini telah terjadi pada Tn. S yang memerlukan tindakan amputasi pada kaki kiri 1/3 bagian. Sebelumnya pasien mengeluh 2bulan kaki sebelah kiri sakit seperti ada mata

ikannya dan bengkak, kesulitan berjalan. Luka tersebut tidak kunjung sembuh karena pasien mempunyai penyakit DM dan akhirnya lama kelamaan luka tersebut mulai menjalar sampai

34

di atas tumit dan kemudian diamputasi. S juga mempunyai luka di dekat tulang ekor karena bedrest lama ditempat tidur. 35 . Selain itu Tn. dan kolaborasi dengan dokter untuk pemberian salep dekubitus. Untuk mengatasi masalah dalam kasus ini dapat dilakukan tindakan keperawatan yaitu kaji keadaan luka dan monitor adanya infeksi. lakukan alih baring setiap 2 jam sekali. lakukan massage punggung dan pemberian lotion pada kulit. lakukan perawatan luka. anjurkan klien untuk memotong kuku dan tidak menggaruk luka.

masalah belum teratasi maka penulit mendelegasikan kepada perawat untuk melanjutkan pengelolaan asuhan keperawatan tersebut. warna kulit coklat. luka terdapat sedikit pus dan darah.BAB IV KESIMPULAN Berdasarkan uraian yang dimulai dari BAB I sampai dengan BAB III penulis menarik kesimpulan sebagai berikut : Pada pengkajian diperoleh data bahwa terdapat luka dekubitus berdiameter ±10 cm. S yang berhubungan dengan luka adalah kerusakan integritas kulit berhubungan dengan hiperglikemi. 36 . terdapat jaringan nekrotik. balutan kotor. Dari 2 diagnosa menurut Lynda Juall. berbau. dan kolaborasi dengan dokter untuk pemberian salep dekubitus. setelah dilakukan asuhan keperawatan selama 3 hari pada Tn. Namun. lakukan alih baring setiap 2 jam sekali. tidak ada rembesan pada balutan. kulit kering. kaki kiri diamputasi 1/3 bagian. Namun diagnosa yang muncul pada kasus Tn. derajat 3. K. diagnosa keperawatan yang terdapat dalam pembahasan luka adalah terjadi kerusakan integritas kulit dan nyeri. pitting edema derajat 1. terdapat edema pada ekstremitas atas dan kaki kanan. anjurkan klien untuk memotong kuku dan tidak menggaruk luka. Sehingga tindakan keperawatan setelah dilakukan sesuai dengan perencanaan dan teori yang ada antara lain : kaji keadaan luka dan monitor adanya infeksi. lakukan perawatan luka. lakukan massage punggung dan pemberian lotion pada kulit.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful