PEMBAHASAN Pada percobaan kali ini tentang pemisahan albumin dan globulin dari serum darah dengan cara

elektroforesis kertas. Dengan tujuan memisahkan albumin dan globulin serum darah dengan metode fraksionasi dengan ammonium sulfat; memurnikan albumin dan globulin dengan menggunakan metode filtrasi gel; memisahkan komponen-komponen albumin dan globulin dengan menggunakan metode elektroforesis kertas. Serum adalah plasma darah (mengandung sekitar 90% air) tanpa fibrinogen. Serum darah terdiri dari protein (yang tidak digunakan untuk pembekuan darah) termasuk cairan elektrolit, antibodi, antigen, hormon, dan semua substansi exogenous. Protein yang terdapat dalam serum terdiri dari albumin, -globulin, -globulin, dan -globulin. Protein globulin yang terdapat pada serum memiliki berbagai fungsi bioligik, Diantaranya -globulin yaitu transkobalamin yang mengangkut vitamin B12 dan transkortin yang mengangkut kortisol, globulin bertanggungjawab untuk transport besi bervalensi tiga dalam plasma, -globulin merupakan glikoprotein yang berperan pada reaksi imun sehingga disebut immunoglobulin (IgG). Sedangkan albumin berperan besar untuk ikatan protein obat. Prosedur pertama yaitu fraksionasi dengan ammonium sulfat. Serum darah 1 mL ditambahkan ammonium sulfat jenuh 1 mL pertetes sambil diaduk. Penambahan pertetes sambil diaduk ini bertujuan agar pencampurannya merata. Kemudian disentrifugasi selama 15 menit dengan kecepatan 6000 rpm. Disentrifugasi juga agar reaksinya lebih sempurna dimana sentrifugasi merupakan pemisahan berdasarkan kecepatan sedimentasi komponen protein akibat adanya gaya sentrifugal. Selanjutnya dipisahkan supernatan albumin dari endapan globulin dengan cara didekantasi. Kemudian endapan globulin dicuci dengan ammonium sulfat 50% dan kembali didekantasi. Pencucian ini bertujuan untuk melarutkan atau mengikat ammonium sulfat atau pengotor yang tidak berikatan dengan albumin. Endapan globulin yang didapat selanjutnya dilarutkan dengan 2 mL air. Pelarutan dengan air ini agar dapat dilakukan untuk proses selanjutnya yaitu desalting. Sehingga hasilnya adalah supernatant albumin dan larutan globulin. Prosedur pertama ini yaitu untuk memisahkan protein dengan cara pengendapan dengan penambahan larutan garam berkonsentrasi tinggi yang biasa disebut dengan salting out. Protein mempunyai struktur yang tidak stabil sehingga mudah mengalami denaturasi yang meliputi presipitasi dan koagulasi. Albumin merupakan protein yang larut dalam air sedangkan globulin mempunyai sifat sukar larut dalam air. Akan tetapi didalam serum yang mengandung kedua protein (albumin dan globulin) ini ditambahkan garam ammonium sulfat 50%, maka protein akan terdenaturasi atau daya larut globulin akan berkurang sehingga globulin akan terpisah sebagai endapan. Denaturasi protein ini dipengaruhi oleh adanya garam logam berat, pH, panas, perubahan tipe pelarut, dll. Pada denaturasi terjadi perubahan terhadap struktur sekunder, tersier, dan kuarterner molekul protein tanpa terjadinya pemecahan ikatan kovalen sehingga terkadang dapat berlangsung secara reversible dan dapat mengalami renaturasi atau penyusunan kembali molekul protein. Dimana globulin akan mengendap pada penambahan garam ammonium sulfat 50% sedangkan albumin akan larut pada penambahan ammonium sulfat 50%. Pengendapan dapat terjadi karena saat ammonium sulfat 50% ditambahkan pada larutan protein, ion-ion garam ammonium sulfat menarik molekul air dan albumin menjauh dari globulin. Hal ini disebabkan ion-ion pada garam ammonium sulfat memiliki muatan berat jenis yang lebih besar dibanding protein, sehingga ketika ditambahkan akan berikatan dengan molekul air dan albumin yang dapat memaksa globulin berinteraksi dan ketika penambahan ammonium sulfat dalam jumlah cukup menyebabkan globulin terpresipitasi.

Singkatnya. Presipitasi isoelektrik protein berkelarutan rendah dapat ditingkatkan dengan masuknya zat terlarut yang berkelarutan lebih tinggi. lalu nodanya diwarnai dengan bromfenol biru. Dalam situasi baik. Kemudian alat elektroforesis diatur dan dinyalakan. G=globulin. Pada kolom filtrasi gel. Selanjutnya kolom diisi dengan sedikit kapas dan matriks spadex G-25 setinggi 12 cm lewat dinding kolom dan dielusi dengan natrium klorida 1 %. S=serum darah) menggunakan pensil ditengahnya secara melebar. jika menyesuaikan pH di 0 oC. Pertama. Mereka tetap di belakang hingga garam dihapus dari campuran protein asli menangkap dan pelarutan kembali endapan. Endapan isoelektrik biasanya terjadi dengan menurunkan pH di bawah pH fisiologis. Sampel ditotolkan pada masingmasing jenis totolan. curah isoelektrik dapat digunakan. Didiamkan selama 22 jam. Kedua. jangan lupa untuk standarisasi pH meter pada suhu ini. atau diendapkan dan terjebak. Kemudian sampel albumin dimasukkan kedalam kolom yang sudah berisi kapas. Kemudian didalam kolom dilapisi dengan larutan natrium klorida1%. Kertas saring yaitu selulosa asetat diberi garis dan ditotolkan 3 totolan (A=albumin. Namun. Menjaga suhu rendah akan meningkatkan kemungkinan stabilitas dan penurunan kelarutan. dalam hal ini termasuk protein. Point Catatan Praktek Presipitat isoelektrik kebanyakan agregat protein yang berbeda dan mungkin termasuk partikulat fragmen dan kompleks protein asam nukleat. mengeksploitasi variasi kelarutan dengan pH. dikeringkan dan noda dicuci dengan asam asetat. Pergerakan noda diidentifikasi. Molekul atau partikel tersebut akan bergerak (terjadi pemisahan) berdasarkan ukuran berat atau muatan listrik yang . Penghilangan garam dri gel filtrasi hanya mungkin tidak bekerja di bawah kondisi ini. penggaraman dalam rentang dapat dimanfaatkan dalam pemurnian dalam dua cara yang berbeda. tanpa mengubah kekuatan ion. Digunakan matriks spadex G-25 karena Matriks diatur hingga kompak dengan tetesan yang konstan. Dalam hal ini. tiap fraksi diteteskan pada kertas saring. pastikan enzim stabil pada pH yang dibutuhkan. Kolom disiapkan dalam keadaan bersih dan kering. tiap fraksi berisi 1 mL. dan jika enzim yang diperlukan hadir dalam pemurnian agregat berguna akan telah dicapai. Salah satu contoh dari metode dalam pemurnian ragi fosfofruktokinase. Kebalikan dari proses ini. agregasi dapat terjadi dengan pengenceran atau dialisis. sedangkan stepness dari respon terhadap garam mungkin cukup untuk mendorong pengendapan dengan pengenceran. Penambahan kapas bertujuan untuk menahan matriks keluar dari kolom. adalah enzim yang diperlukan tetap dalam larutan. Jadi pelarut organik atau polietilen glikol bersama-sama dengan penyesuaian pH dapat menghasilkan endapan yang diinginkan. dengan tingkat pemurnian dicapai biasanya minimal sejak proporsi yang relatif kecil dari total protein yang mungkin dalam endapan. adalah lebih mungkin berguna dalam pemurnian enzim. Peningkatan kelarutan (pada pH tertentu dan suhu tertentu) dengan peningkatan konsentrasi garam dikenal sebagai "salting in". Sebuah penggaraman khas dalam kurva untuk protein murni. Jika komposisi awal larutan berubah. apa yang terjadi hanya membersihkan ekstrak Prosedur selanjutnya yang ketiga yaitu proses elektroforesis kertas. Kertas yang sudah mengandung noda ini ditempatkan kealat elektroforesis yang didalamnya mengandung buffer. Fraksi dengan noda terpekat selanjutnya dipakai untuk proses elektroforesis. Pada dasarnya proses elektroforesis menunjukkan adanya efek dari listrik terhadap pergerakan partikel-partikel atau molekul-molekul yang bermuatan. Selanjutnya kertas diangkat dan diwarnai dengan bromfenol biru. pengembangan endapan isoelektrik bisa menjadi gangguan. dengan menggunakan buffer standar es dingin. dengan pengenceran atau dialisis.Prosedur selanjutnya yang kedua yaitu proses desalting. Agregat dapat menyumbat kolom. Elektroforesis merupakan metode pemisahan komponen protein didalam medan listrik yang elektroda dari protein bergerak ke muatan yang berlawanan. Eluat ditampung kedalam 8 fraksi (tabung reaksi). sebuah enzim yang diinginkan mungkin tidak memperlihatkan perilaku kelarutan yang sama. matriks dan larutan natrium klorida sedikit diatas matriksnya.

Ukuran spot terlalu kecil makan hasil running akan sulit diamati. semua molekul yang dianalisis pada praktikum ini memiliki muatan negatif yang ditandai oleh pergerakan ion menuju kutub positif. Selain itu. Berdasarkan hasil pengamatan.com Gambar 4.chemicalbook. hal ini mungkin disebabkan tetesan molekul tersebut terlalu besar atau pekat atau penambahan larutan bufer terlalu banyak. diteteskan pada masing-masing noda. agar pemisahan zat warna dapat diamati dengan jelas. Medium yang digunakan adalah buffer bromfenol biru. Spot bergerak dengan arah menuju kutub positif atau negatif. Bufer ini akan membasahi kertas dan menyebabkan kertas dapat menghantarkan listrik selama proses running. Kertas selulosa asetat harus dijaga agar tetap bersih. Sebelum di running beberapa molekul sudah terpisah terlebih dahulu. kecepatan gerakan molekul juga berbanding lurus dengan besarnya voltase yang digunakan. media lain yang digunakan adalah larutan bufer. sehingga noda pensil yang terbentuk tidaka akan bergerak atau tidak akan mempengaruhi proses elektroforesis. Indikator bromfenol biru. misalnya terbebas dari sentuhan tangan karena dapat meninggalkan lemak dan mengganggu aliran listriknya. Hal ini dapat mempercepat gerakan molekul protein. Selain itu. Kekuatan ion rendah dalam bufer akan menurunkan panas sehingga aliran listrik akan sangat minimal dan migrasi molekul protein sangat lambat. jika kedua ujung tidak bersamaan tercelup ke bufer maka hasil running akan cenderung bergerak menjauhi kertas yang terbasahi oleh bufer lebih banyak. Analisis elektroforesis kertas menggunakan indicator brom fenol biru. Proses running elektroforesis memerlukan medium untuk menghantarkan listrik. kemudian ditempatkan pada alat elektroforesis dan ditambahkan larutan bufer selanjutnya di running. Gambar. Spot yang terlalu besar akan menyebabkan hasil running menjadi tidak beraturan. Terdapat beberapa kesalahan yang terjadi pada metode elektroforesis kertas ini. Kekuatan ion yang tinggi dalam bufer akan meningkatkan panas sehingga aliran listrik menjadi maksimal. bromfenol biru Molekul-molekul yang akan di pisahkan (running) tersebut diteteskan pada masing-masing kertas selulosa asetat dengan jarak tertentu. Proses running harus dilakukan searah dengan serat kertas agar proses migrasinya berjalan dengan sempurna menuju ke suatu elektroda. Proses pemberian arus listrik yang tidak konstan juga akan membuat hasil kurang valid. Brom phenol blue menunjukkan pemisahan warna menjadi biru tua. . Hal-hal yang dapat mempengaruhi dalam proses elektroforesis kertas yaitu pergerakan noda dengan pembuatan spot sangat mempengaruhi hasil elektoforesis karena akan mengganggu pemisahan zona-zona. Proses elektroforesis pada praktikum ini pemberian garis pada kertas saring menggunakan pensil. Larutan bufer yang berfungsi sebagai jembatan konduksi antara dua elektroda sehingga memungkinkan terjadinya aliran listrik. Berikut struktur kimia dari brom fenol biru : www. pada saat proses pencelupan kertas ke bufer elektroforesis harus dilakukan secara bersamaan.dikandung pada protein. pergerakan elektroda menuju muatan yang berlawanan Perbedaan molekul yang di running tersebut terletak dari pemisahan warna dan jarak pergerakannya dari titik awal. Pensil ini bersifat inert atau tidak mudah bereaksi. Selain itu bufer dapat berperan sebagai penstabil medium pendukung dan dapat mempengaruhi kecepatan gerak senyawa karena ion sebagai pembawa protein yang bermuatan. sehingga larutan tersebut berdifusi dengan cepat ke kertas selulosa asetat dan menyebabkan pigmennya pun ikut berdifusi. Selain kertas selulosa asetat. Menggunakan kertas selulosa asetat sebagai media tempat bermigrasinya partikel.

Serum darah Dari Wikipedia bahasa Indonesia. . ensiklopedia bebas Belum Diperiksa Struktur 3D hemoglobin. sebuah protein globular.

antigen.2-0.0 g/dl 60% memelihara tekanan pengusung molekul lain osmosis dan Immunoglobulin 1. Liver disease (insufficient production of proteins). Sarcoidosis. dll. chronic diarrhea. Total serum protein dalam darah sekitar 7.8 g/dl[2] atau sekitar 7% dari volume darah keseluruhan dengan berbagai kegunaan:  Sirkulasi molekul lipida. Total serum protein dapat melonjak karena: infeksi kronis (termasuk tuberkolosis.proteios) berarti utama (bahasa Inggris:first rank).5 g/dl Fibrinogen 0. Severe burns (loss of protein through the skin). Serum protein tidak mengandung fibrin (bukan merupakan fibrous protein) sehingga dapat terlarut.2 . juga bukan faktor koagulasi. disfungsi hati.3 Serum lipoprotein o 1. gejala hipersensitivitas. Leukemia dan menurun antara lain disebabkan oleh: Malnutrition dan malabsorption (insufficient intake and/or digestion of proteins). Daftar isi [sembunyikan] 1 Serum protein o 1.2 Serum globulin o 1. Systemic Lupus. Respiratory distress. serum (bahasa Inggris: blood serum) adalah komponen yang bukan berupa sel darah. Adrenal cortical hypofunction .0-1.Di dalam darah. spheroprotein) merupakan salah satu dari tiga jenis protein di dalam tubuh yang terbentuk dari asam amino berupa larutan koloidal di dalam plasma darah. Rumusan umum yaitu: serum = plasma . Collagen Vascular Disease (Rheumatoid Arthritis. fungsional non seluler dalam sistem kekebalan. Serum digunakan dalam berbagaiuji diagnostik termasuk untuk menentukan golongan darah. hormon. Protein (bahasa Yunani: . dehidrasi (diabetic acidosis. serum adalah plasma darah tanpafibrinogen.45 g/dl 18% membentuk sistem kekebalan tubuh 4% koagulasi darah . Kehamilan (dilution of protein due to extra fluid held in the vascular system) Kadar Protein darah % Kegunaan normal level Serum albumin 3. Scleroderma). vitamin dan zat besi  Enzim. (bahasa Latin: serum) [1] berarti bagian tetap cair dari susu yang membeku pada proses pembuatan keju. Hemolisis.Cryoglobulinemia. antibodi. Loss through the urine in severe kidney disease (proteinuria).4 Serum wewenang 2 Rujukan [sunting]Serum protein Serum protein (bahasa Inggris: globular protein. Alcoholism. Hormone Imbalances that favor breakdown of tissue.fibrinogen .). protease inhibitor dan kinin precursor  Regulasi aktivitas. dan semua substansiexogenous. komponen komplemen. hormon. Serum terdiri dari semua protein (yang tidak digunakan untuk pembekuan darah) termasuk cairan elektrolit. Diare(loss of protein through the GI tract).5-5. Studi yang mempelajari serum disebut serologi.protein faktor koagulasi.1 Serum albumin o 1.

alfa-1 fetoprotein Protein <1% mengatur ekspresi genetik wewenang Terdapat dua jenis protein yang utama di dalam serum. jumlah serum yang melebihi batas normal dapat membahayakan manusia.[6] [sunting]Serum globulin Serum globulin adalah istilah umum yang digunakan untuk protein yang tidak larut. alfa-2. kemudian dipaparkan ke arus listrik. fraksi V dari serum albumin berguna untuk meluruhkan beberapa substansi dari sirkulasi darah melalui jaringan hati.5 g/dl. kemudian diletakkan di atas medium yang dibubuhi agarose gel. Cara yang digunakan adalah pengambilan serum darah dari bekuan darah. Rasio normal di dalam darah sekitar 2 hingga 3. sementara yang lain diproduksi di dalam sistem kekebalan. Albumin dibuat di dalam hati. yaitu albumin dan globulin. BSA. .[5] 60% dari protein di dalam plasma darah. merupakan protein yang paling menonjol dan bermuatan negatif yang terkuat guna mengikat molekul kecil untuk diedarkan melalui darah. tetapi larut dalam larutan garam konsentrasi sedang. Semua jenis serum protein yang lain diproduksi di dalam hati. baik di dalam air maupun di dalam larutan garam konsentrasi tinggi. digitoksin dan juga heme peptida dari cytochrome C. Albumin sangat penting demi memelihara tekanan osmosis untuk distribusi fluida tubuh antara intravascular compartment dan jaringan tubuh. Albumin juga berguna untuk menjaga tekanan osmosis darah. Arti kata globulin menunjukkan sekelompok protein heterogen dengan berat molekul tertentu yang cukup tinggi.[3] Beberapa jenis globulin diproduksi di dalam hati. Albumin juga berfungsi sebagai pengusung plasma dengan secara tidak langsung mengikat beberapa hormon steroid hydrophobic dan protein pengusung bagi hemin dan asam lemak dalam sirkulasinya. sering disebut albumin adalah protein dengan jumlah terbanyak di dalamtubuh. SPEP) adalah uji laboratoriumuntuk menentukan jenis globulin (alfa-1. lihat pula [1] Elektroforesis protein serum (en:serum protein electrophoresis. beta dan gamma) dan albumin. chenodeoxycholic acid. dengan kecepatan terlarut (en:solubility rate) dan laju migrasi elektroforetik (en:electrophoretic migration rate) yang lebih rendah daripada albumin. antara lain bilirubin. [4] [sunting]Serum albumin Serum albumin. Ilustrasi skema gel protein hasil elektroforesis. Protein serum total atauprotein plasma total atau protein total adalah hasil uji laboratorium yang mengukur jumlah protein pada plasma darah atau serum darah. tiroksin.[1] Globulin (bahasa Latin: globulus. Prealbumin (bahasa Inggris: transthyretin) ditengarai sebagai pengusung hormon tiroksin dari dalam darah menuju ke otak. taurolithocholic acid.

CBG) disebut juga acute phase reactant[1] atauserpin peptidase inhibitor. dan protein transmembran yang . terbagi terbagi menurut laju migrasi elektroforesik menjadi:  alfa globulin (protein yang mengusung tiroksin dan retinol/vitamin A). berfungsi untuk melawan infeksi[4]. dan bertindak sebagai faktor koagulasi. corticosteroidbinding globulin. transporter. beberapa yang lain mengusung zat besi. IgG  makro globulin  transkobalamin [sunting]Serum lipoprotein Serum lipoprotein adalah senyawa biokimiawi yang mengandung protein dan lemak. hormon dan asam lemak dalam sistem kekebalan. adesin.  alfa-1 globulin  alfa-1 antitripsin (bahasa Inggris: Transcortin. Beberapa jenis globulin mengikat hemoglobin. Lipoprotein dapat protein struktural. antigen.  alfa-1 antisimotripsin  orosomukoid (asam glikoprotein)  serum amiloid A  alfa-1 lipoprotein (HDL)  alfa-2 globulin  alfa-2 makro globulin (protease inhibitor)  haptoglobin  protein C (inhibitor of activated coagulation factors FVIII and FV)  seruloplasmin (pengusung zat tembaga)  alfa-2 lipoprotein (VLDL)  beta globulin  beta-1 globulin  transferin  hemopeksin  plasminogen  properdin  faktor komplemen H  beta-2 globulin  faktor komplemen C3 dan C4  C-reactive protein  beta-2 lipoprotein alias LDL  beta-2 mikro globulin  beberap jenis IgA dan IgM  gamma globulin (protein dengan muatan negatif yang terlemah yang berfungsi sebagai antibodi)  IgM. member 6. toksin. berguna untuk sirkulasi ion.[1] Globulin terdiri dari:[7]  lakto globulin  tiroglobulin [8][3]  serum globulin. Lemak atau produk turunannya dapat terikat secarakovalen maupun non kovalen dengan protein. clade A (alpha-1 antiproteinase).bola kecil (bahasa Inggris: small globe)) mempunyai rasio 35% dari protein plasma. density lipoprotein dan low density lipoprotein yang memungkinkan lemak terusung di dalam darah. high berbentuk enzim. IgA.

^ (Inggris) Adkins JN et al. Sigma-Aldrich. (2002). ^ (Inggris)"Anti-Transthyretin" (pdf). 10. 2. Diakses pada 26 Februari 2010. Molecular . doi:10. Diakses pada 14 Februari 2010. Kimball.[9] Lipoprotein di dalam tubuh manusia terbagi menjadi 5 golongan utama:  kilomikron (bahasa Inggris: chylomicron)  VLDL  LDL  IDL  HDL [sunting]Serum wewenang Serum wewenang (bahasa Inggris: Regulatory protein) yang hanya berjumlah 1% dari protein plasma. Kaslow. ^ a b (Inggris) "Blood . serta lipoprotein bakterial.12. 11. Diakses pada 26 Februari 2010. Diakses pada 20 Februari 2010.terdapat pada mitokondria (terdapat juga pada kloroplas tanaman). Rujukan 1. "High Resolution TwoDimensional Electrophoresis of Human Plasma Proteins". protein tertentu yang mengikat deret wewenang (bahasa Inggris: regulatory sequence) dari DNA. jenis sel yang berbeda dapat memiliki profil ekspresi genetik yang berbeda-beda dalam deret genome yang sama. 2. 8. Pada tahap ini. ^ a b c d (Inggris) "Serum globulin". Cornell University. 7. Diakses pada 20 Februari 2010. WebMD. ^ (Inggris)"Albumin bovine. Affinity matrix" (pdf).[11][12] Terdapat dua jenis protein wewenang:[13] 1. Laboratory of Molecular Biology. proenzim danhormon. protein yang memengaruhi kontraksi otot. dan berfungsi untuk mengaturekspresi genetik.5421. 9. Protein ini menggerakkan proses diferensiasi seluler dan morfogenesis menuju pada penciptaan jenis sel yang baru pada makhluk multicellular.74. Diakses pada 20 Februari 2010. Diakses pada 20 Februari 2010. Diakses pada 15 Februari 2010. misalnya troponin dan tropomiosin. 6.1073/pnas. ^ (Inggris)"Database of Bacterial Lipoprotein". ^ (Inggris) "Serum protein". Diakses pada 21 Februari 2010. Agarose. ^ (Inggris) Anderson NL and Anderson NG (1977).Kalsium merupakan komponen yang krusial pada reaksi ini. John W. 5.Proceeding of the National Academy of Sciences 74: 5421±5425. National Library of Medicine. PMID 271964. yang mengatur interaksi antara miosin dan aktin. ^ a b (Inggris) "Total Serum Protein". terdiri dari enzim. Anna University.Biology page". "Toward a human blood serum proteome: analysis by multidimensional separation coupled with mass spectrometry". 3. Riset terakhir mengenai protein plasma darah tertuju pada analisa proteomika dari serum/plasma guna mencari jejak bio (bahasa Inggris: biomarker) yang dimulai semenjak tahun 1970 dengan elektroforesis gel 2 dimensi[10] dan pada akhir-akhir ini dengan spektrometri massa. Jeremy E. 4. Farlex free dictionary. Medical Research Council dan Centre for Biotechnology. ^ (Inggris) "Globulins". Sigma-Aldrich. ^ (Inggris) "Medical Subject Headings".

Journal of Proteome Research 4: 1073± 1085. ^ (Inggris) "Regulatory proteins". Farlex free dictionary.M200066MCP200. "Utilizing human blood plasma for proteomic biomarker discovery". ^ (Inggris) Jacobs JM et al. . doi:10.1074/mcp. 13. doi:10. 12. PMID 16083256. Diakses pada 18 Februari 2010. PMID 12543931. (2005).1021/pr0500657.and Cellular Proteomics 1: 947±955.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful