Diterjemahkan dari: www.stepheniemeyer.

com

Midnight Sun
Edward's Story
by Stephenie Meyer
Diterjemahkan dari official website Stephenie Meyer www.stepheniemeyer.com oleh alan koesumah www.alankoesumah.blogspot.com

1

Diterjemahkan dari: www.stepheniemeyer.com

1.Pandangan Pertama
Inilah saat dimana aku berharap bisa tidur. Sekolah. Atau, penyiksaan lebih tepatnya? Seandainya ada jalan lain menebus dosa-dosaku. Kejenuhan ini selalu sulit diatasi; setiap hari terasa lebih monoton dari sebelumnya. Mungkin bagiku inilah tidur—jika didefinisikan sebagai bentuk berdiam diri disela aktivitas harian. Aku menatap rekahan di pojok kafetaria, membayangkan bentuk-bentuk abstrak. Itu salah satu cara memelankan suara-suara riuh di kepalaku. Beratus suara ini membuatku mati kebosanan. Jika menyangut pikiran manusia, aku telah mendengar segalanya, dan lagi, hingga ratusan kali. Hari ini, semua tercurah pada sebuah peristiwa sepele, kedatangan seorang murid pindahan. Tidak terlalu sulit menyimpulkan pikiran-pikiran itu sekaligus. Aku telah melihat sosoknya berulang-ulang, dari pikiran ke pikiran, dari segala sudut. Cuma perempuan biasa. Kegemparan akibat kedatangannya mudah ditebak—sama seperti menunjukan benda berkilau pada anak kecil. Setengah laki-laki hidung belang bahkan sudah ingin bermeseraan dengannya, hanya karena ia anak baru. Aku mesti lebih keras mengacuhkan mereka. Hanya empat suara yang coba kuredam demi kesopanan dan bukannya karena tak suka: milik keluargaku, yang terbiasa tanpa privasi disekitarku hingga tak perduli lagi. Aku coba menjaga ruang pribadi mereka sebisanya. Berusaha tidak mendengarkan, kalau itu mungkin. Berupaya sekuatnya, tapi tetap saja...aku tahu. Rosalie sedang memikirkan, seperti biasa, tentang dirinya. Dia mendapati pantulan dirinya di kaca mata seseorang, dan puas pada kesempurnaannya. Pemikiran Rosalie agak
2

Diterjemahkan dari: www.stepheniemeyer.com

dangkal. Tidak banyak kejutan. Emmet masih menggerutu gara-gara kalah bertarung dengan Jasper tadi malam. Butuh segala kesabarannya yang pendek untuk bisa tahan hingga sekolah usai untuk mengajak Jasper tanding ulang. Aku tidak pernah terganggu dengan pikiran-pikiran Emmet. Dia jarang memikirkan sesuatu tanpa diucapkan keras-keras atau langsung dikerjakan. Aku lebih merasa bersalah membaca pikiran yang lainnya karena sebetulnya ingin disembunyikan. Jika pikiran Rosalie dangkal, maka Emmet selaksa danau tak berbayang, sangat jelas. Sedang Jasper...menderita. Aku mesti menahan agar tidak mendesah. Edward. Alice memanggil, dan langsung menarik perhatianku. Itu seperti memanggil namaku keras-keras. Aku sedikit lega namaku telah ketinggalan jaman—biasanya menjengkelkan tiap ada orang memikirkan nama Edward yang lain, otomatis menoleh... Ini aku tidak menoleh. Alice dan aku cukup mahir berbincang seperti ini. Jarang yang memergoki. Mataku masih tetap memandangi rekahan itu. Bagaimana, apa dia masih bertahan? Tanya Alice padaku. Aku sedikit merengut, hanya perubahan kecil di sudut bibir. Tidak ada artinya bagi yang lain. Mungkin dianggap eksrepresi jemu. Alice langsung siaga. Kulihat pikirannya mengawasi Jasper lewat penglihatannya. Apa ada bahaya? Dia membaca lagi, sekilas kedepan, mencari tahu sumber kegusaranku. Aku menoleh sedikit kekiri, seakan sedang memperhatikan deretan bata di dinding, mendengus pelan, dan kembali ke kanan, pada celah di pojok. Hanya Alice yang tahu aku sedang menggeleng. Dia kembali tenang. beritahu aku jika kondisinya memburuk. Hanya mataku yang bergerak, keatas ke langit-langit, dan kembali kebawah. terima kasih sudah mengawasinya. Aku lega tidak perlu menjawabnya keras-keras. Apa yang mesti kukatakan? 'dengan senang hati'? Jujur saja tidak begitu. Aku sangat terganggung mendengar pergulatan Jasper. Apa perlu bereksperimen seperti ini? Bukannya lebih aman mengakui bahwa ia tidak akan mampu mengatasi rasa hausnya seperti kami, dan jangan terlalu memaksanya. Mengapa harus bermain-main dengan bencana?
3

Diterjemahkan dari: www.stepheniemeyer.com

Ini sudah dua minggu sejak terakhir berburu. Tidak terlalu sulit buat kami berempat. Agak tidak nyaman kadang-kadang—jika ada manusia berjalan terlampau dekat, atau jika angin bertiup ke arah yang salah. Tapi manusia jarang mendekat. Insting mereka memberitahu apa yang tidak dimengerti kesadaran mereka: bahwa kami berbahaya. Jasper sedang sangat berbahaya saat ini. Tiba-tiba, seorang perempuan berhenti di meja sebelah, mengobrol dengan temannya. Dia menggoyang rambut pirang pendeknya, dan menelisipkan jemarinya. Pemanas ruangan meniup aromanya ke arah kami. Aku telah terbiasa dengan efeknya—perasaan terbakar yang meninju tenggorokan, hasrat lapar di perut, otot-otot yang menegang, dan liur yang menetes deras. Semuanya normal, biasanya mudah diatasi. Tapi sekarang, ketika mengawasi Jasper, jadi lebih sulit. Godaannya lebih besar, dua kali lipat. Rasa haus ganda, bukan cuma dahagaku. Jasper membiarkan imajinasinya berkeliaran. Dia menggambarkannya dengan jelas— membayangkan dirinya bangkit dari samping Alice dan berdiri di samping gadis itu. Membayangkan mencondongkan tubuhnya, seakan ingin membisikan sesuatu, lalu membiarkan bibirnya menyentuh lengkung tenggorokannya. Membayangkan denyut nadi yang mengalir dibalik kulit tipis itu terasa hangat di bibirnya. Aku menendang kursinya. Dia terkejut dan menatapku sebentar, kemudian tertunduk. Aku mendengar perasaan malu dan peperangan di kepalanya. “Sori.” gerutu Jasper. Aku mengangkat bahu. “Kau tidak akan melakukan apapun.” Alice berbisik menghiburnya. “Aku bisa melihatnya.” Aku coba tidak meringis agar tidak membongkar kegusaran Alice. Kami harus bekerja sama, aku dan Alice. Ini tidak mudah, mendengar suara-suara atau melihat masa depan. Itu adalah keanehan bagi kami yang sudah aneh. Kami saling menjaga rahasia. “Bisa sedikit membantu jika kau pandang mereka sebagai manusia.” Saran Alice, nadanya yang tinggi mengalun bagai musik, terlalu cepat untuk telinga manusia. “Namanya
4

Diterjemahkan dari: www.stepheniemeyer.com

Whitney. Dia memiliki adik perempuan kecil yang dia puja. Ibunya mengundang Esme di pesta kebun, kau ingat?” “Aku tahu siapa dia.” gerutu Jasper. Dia berpaling ke salah satu jendela kecil di bawah langit-langit. Nada gusarnya mengakhiri pembicaraan. Dia harus berburu nanti malam. Sangat ceroboh mengambil resiko seperti ini, coba menguji kekuatannya, untuk membangun daya tahannya. Jasper sebaiknya menerima saja batasannya dan bertindak semampunya. Kebiasaan lamanya tidak cocok dengan gaya hidup kami; tidak seharusnya memaksakan diri. Alice mendesah dan berdiri, mengambil nampan makannya—yang sekedar properti— dan berlalu sendirian. Dia tahu kapan Jasper merasa cukup. Kendati Rosalie dan Emmet lebih mencolok kedekatannya, adalah Alice dan Jasper yang lebih saling memahami. Edward Cullen. Secara reflek aku menoleh begitu namaku dipanggil, walau tidak benar-benar diucap, hanya dipikirkan. Kemudian, selama sepersekian detik mataku terpaku pada sepasang mata lebar manusia, berwarna coklat muda, pada wajah pucat yang menyerupai hati. Aku mengenalinya, meskipun belum melihatnya sendiri. Wajahnya hampir ada di seluruh kepala orang-orang. Si murid baru, Isabella Swan. Putri kepala polisi kota ini, yang terdampar karena soal perwalian. Bella. Dia mengoreksi yang memanggilnya dengan nama lengkap... Aku berpaling darinya, bosan. Pada detik itu juga aku sadar bukan dia yang memikirkan namaku. Tentu saja dia sudah jatuh cinta pada keluarga Cullen, kudengar pikiran tadi berlanjut. Kukenali 'suaranya', Jessica Stanley—belum cukup lama sejak ia menggangguku dengan perbincangan di kepalanya. Betapa melegakan ketika akhirnya ketergila-gilaannya berakhir. Biasanya mustahil meloloskan diri dari lamunan konyolnya yang tak ada habisnya. Aku harap, ketika itu, bisa menjelaskan padanya apa yang sebenarnya terjadi jika bibirku, dan sederetan gigi dibaliknya, berada dekat di telinganya. Itu akan menghentikan fantasifantasinya yang menjengkelkan. Memikirkan bagaimana reaksinya hampir membuatku tersenyum. Sedikit lemak akan lebih baik buatnya, Jessica melanjutkan. Dia bahkan tidak cakep.
5

sedikit heran. Aku mendongak memastikan. aku bisa memberi peringatan awal dan mundur teratur. Itu sempat terjadi—beberapa manusia dengan imajinasi berlebihan mengaggap kami mirip dengan karakter di buku atau film. Kembali.com Entah kenapa Eric selalu menatapnya.pasti Mike akan bertanya padaku apa yang dia-Aku berusaha menghalau pembicaraan tolol itu. “Jessica Stanley sedang mengupas kebobrokan keluarga Cullen ke si Swan anak baru itu. tapi lebih baik menyingkir daripada mengambil resiko. Aku tidak mendengar apa-apa. sebetulnya. Sedikit mengecewakan. Lagi-lagi seperti anak kecil yang melihat benda berkilau. Biasanya tebakan mereka salah. yang jelas-jelas cuek. Sangat ganjil. Apa pendapatnya ketika melihat keluarga aneh. Jarang ada yang menebak dengan tepat. Kami langsung menghilang. Ini membuat Jessica gusar. Dia mengernyit dipikirannya ketika menyebut nama yang terakhir. Tidak ada bagian horornya. Kami tidak memberi mereka kesempatan untuk menguji hipotesisnya. Untuk melindungi kami. Seperti tidak ada orang. Betapa beruntungnya Bella sekelas denganku di dua mata pelajaran.” Dan si murid baru? Apa dia juga kecewa? Aku mencari tahu pikiran si murid baru ini.. Murid baru itu pasti menanyakan kami. pikirnya. dan sekedar jadi kenangan buruk. apa dia telah pindah? Sepertinya belum. berkulit putih-kapur.stepheniemeyer. Bella. yang diasingkan ini? Itu tanggung jawabku buat mengetahui reaksinya.. meskipun tetap bersikap ramah dengan menjelaskan perihal keluarga Cullen. Aku bertindak sebagai pengawas— itu istilah yang peling mendekati—bagi keluargaku. sambil lalu Jessica puas dengan dirinya.. Namun rupanya. tentang cerita-cerita Jessica. Cuma skandal-skandal kuno. Memastikan 'pendengaran' ekstraku—ini belum pernah dilakukan.atau Mike. Kuharap kisahnya menarik.. sebelum membuatku gila.” aku berbisik ke Emmet untuk mengalihkan perhatian. Mike Newton yang populer. Dia tertawa geli. Jika seseorang curiga.Diterjemahkan dari: www. Pujaan barunya.. Jessica masih berbincang dengannya.. Semua orang ikut memperhatikanku. bersikap sebaliknya pada si murid baru. pandanganku terpaku pada mata lebar coklat yang sama. “Kurang imajinatif. meskipun telah menyimak disebelah monolog internal Jessica yang berhamburan tak karuan. Dia masih duduk 6 .

June Richardson berharap... karena terlihat begitu dalam. dan sesuatu yang lain.Diterjemahkan dari: www. Untung Jasper tidak melihat..kira-kira apa musik kesukaannya. Lauren Mallory sangat cemburu hingga wajahnya bisa-bisa menghijau.. Kemudian. aku mencoba lebih keras. Renung Asley Downing.mungkin ia akan ada di kelas bahasa Spanyolku.. Tapi aku ingin ngobrol dengannya. .... . menatapnya. dua meja disebalahnya—memperhatikan Bella Swan.. 7 . sementara Jessica meneruskan gosipnya.sepertinya semua orang sudah menanyakan hal itu ke dia.com disitu. begitu mendapati tanda-tanda perbedaan antara kaumnya dengan kami.. Khawatir.. Dan Jessica. Tapi aku tidak mendengar bisikanpun. penasaran.. memamerkan teman barunya. malu kedapatan mencuri pandang. sedang melirik kesini. Menggelikan. setelah mendengar dongeng Jessica. Kau pikir dia itu terkenal atau bagaimana.. juga masih sekitaran perempuan itu. Perasaannya tampak jelas di mimiknya.. Rona hangat merah muncul di pipinya ketika menunduk... . Kami terlihat indah bagi mereka. Sejenak aku merasa tidak nyaman. itu juga wajar. meskipun tampak jelas pada matanya yang aneh—aneh.. Tetap saja. Suara-suara yang sebelumnya kujauhkan mendadak berteriak di kepalaku.banyak yang mesti dikerjakan nanti malam! Trigonometri..takjub? Itu bukan yang pertama. Apa ada yang aneh denganku hari ini? Aku merasa baik-baik saja. Tidak ada sama sekali... dan tes bahasa Inggris.benar-benar memuakan. bahkan Edward Cullen. sesuatu yang wajar..stepheniemeyer.Mike Newton sedang berpikir. malu setelah terpergok sedang memperhatikan diriku. Memikirkan tentang kami. . . sejelas ada torehan huruf di keningnya: terkejut.. Ini sesuatu yang belum pernah kujumpai. Coba lihat bagaimana dia menatapnya. sindiran terus bermuntahan dari pikirannya. Eric Yorkie berpikir tak senang.. mangsa alami kami..mungkin aku bisa menyinggung CD baru itu. Sulit dibayangkan bagaimana reaksinya jika melihat rona merah itu. mata coklat biasanya datar—aku tidak mendengar apapun kecuali keheningan. Aku mesti memikirkan pertanyaan baru.

Pikirannya paling ramah.Diterjemahkan dari: www. Perempuan ini kelihatan lebih rapuh dibanding yang lainnya. aku bisa mendengar apa yang dibicarakannya ke Jessica. Oh. Tidak perlu membaca pikiran untuk mendengar suara lirihnya dengan jelas. mengerling dari sudut matanya. Suaranya benar-benar baru. Dan.stepheniemeyer. tapi sama hausnya dengan Jasper. Biasanya. gadis pendiam.aku merasakan desakan aneh untuk turun tangan.. dan buru-buru menghindar ketika tahu aku masih menatapnya. yang hilang entah dimana. Ini ada hubungannya dengan pikiran-pikiran tersembunyi Jessica.. Jika aku berharap suaranya bisa membantu menemukan pikirannya. pikiran orang-orang memiliki suara yang sama dengan aslinya. Dia tidak tahu betapa beruntungnya mereka tidak memenuhi seleraku. tapi sebaiknya tidak berkonsentrasi pada hal itu.” Dia mendengus. Tapi tidak dari murid baru dengan mata memperdaya itu. Aku dapat mendengar semuanya. Tidak ada untungnya mengundang godaan.. “Itu Edward. Tapi nada pelan dan pemalu ini terdengar asing. aku mempelajari murid baru itu sekali lagi. Coba menemukan motifasi dibaliknya. Mungkin sekedar insting terpendam untuk melindunggi—yang kuat pada yang lemah. idiot! Pikir Jessica sebelum menjawab pertanyaannya. sesuatu yang tidak kupahami. Angela Weber.. Sungguh perasaan yang aneh. Aku sudah cukup baik dengan pilihan hidupku.. melindungi Bella Swan ini dari kesinisan Jessica. Benar-benar menjengkelkan! Aku bisa melihat dengan jelas bagaimana ia tersiksa 8 . aku kecewa. Aku memutar kepala menyembunyikan senyum. Ada kerut samar diantara alisnya yang tidak ia sadari. tidak ada diantara ratusan pikiran yang bersautan di seantero kafetaria. Dia tidak berkencan. tiap hal sepele yang terlintas di benak mereka. Dibalik kegetiran itu. muncul dorongan aneh. Satu-satunya di meja yang tidak terobsesi pada si Bella. Kelihatannya tak satupun perempuan disini cukup cantik baginya.com Kuharap ibuku. Dia tampan. selamat. tentu saja. dibawah membrannya yang pucat dan jernih. tentu saja. Aku bisa melihat darahnya berdenyut melewati pembuluhnya. “Cowok berambut coklat kemererahan itu siapa?” aku dengar ia bertanya. Kulitnya begitu tipis dan trasparan hingga sulit dibayangkan mampu melindunginya dari dunia luar. Aku yakin itu.. tapi jangan buang-buang waktu.

Banner. aku berharap bisa tidur. berbincang dengan orang asing. ketika mampu menembus pikirannya—dan aku akan mencari cara—pasti sama sempit dan dangkalnya seperti manusia lainnya. Cuma melihat. Tapi tetap saja aku cuma bisa menilai. Tak ada keraguan.stepheniemeyer. namanya memicu perhatian. menggeser duduknya untuk melihat gadis itu. memecah perhatianku.. 9 . mereka pergi ke kelas mereka. Tidak sepadan dengan usahanya. Manusia tidak cukup cerdas untuk tahu mereka takut. yang kecerdasannya rata-rata.tapi mungkin akan kedengaran bodoh. Cuma membayangkan. Aku tidak ingin gagal lagi—itu membuat kesal. Aku bersandar di kursi dan menunggu waktu berlalu. seakan menunggu datangnya penolakan. Pasti hari ini berat buat dia. Aku harap bisa mengucapkan sesuatu. dan Jasper berakting sebagai senior. Kenapa? “Ayo pergi. Begitu juga denganku.. bersiap untuk bosan. Peranku lebih muda. apa murid baru itu takut?” tanya Emmet. aku duduk di kursiku dan mengambil buku biologi—satu lagi peralatan kamuflase lainnya. dia masih menunggu jawaban pertanyaan tadi. Aku menuju kelas biologi. Tidak mungkin bagi Mr. “Jadi. Aku angkat bahu.com disana. Curiga. Emmet. menyinggung topik yang mengejutkan seseorang yang memegang dua gelar kedokteran.Diterjemahkan dari: www. Kami bangkit dari meja dan berjalan keluar kafetaria. Karena mungkin aku akan memikirkan tentang dia. aku sudah menguasai semua isinya.. Yes! Pikir Mike Newton. Aku satu-satunya yang duduk sendirian. Aku tidak mendengar apa-apa. Dan aku tidak ingin tertarik pada pikirannya yang tersembunyi hanya karena tersembunyi dariku. Bella kelihatannya sepemalu diriku. Ketika Angela Weber masuk bersama murid baru itu. Rosalie. Di kelas.. Tidak ada kecuali keheningan dari mahluk yang tidak istimewa ini. Aku berpaling lega. Lagi. Ruangan mulai terisi setelah istirahat selesai. Aku bisa merasakan perasaan malunya dari caranya menahan pundak-lemahnya.” Rosalie berbisik. tapi insting bertahannya cukup untuk membuat mereka menyingkir. jadi pusat perhatian. Dan ia tidak terlalu tertarik untuk bertanya lebih jauh.

. Tidak ada yang lebih penting selain itu.stepheniemeyer... Dia buruanku.. Tidak ada gambaran kekejian yang mampu mendeskripsikan dorongan yang tiba-tiba melandaku. Bisa kubayangkan sedapnya. satu-satunya tempat kosong cuma di sampingku. Jika aku pernah tahu. Bella Swan berjalan melintasi hembusan pemanas ruangan yang bertiup ke arahku. Perutku melilit oleh lapar akibat haus.. dengan duduk disampingnya. Dia mengambil satu semester penuh—di kelas ini. Tidak ada ruangan penuh saksi—di pikiranku mereka telah jadi korban yang tak terelakan. Gadis malang. tidak ada apa-apa. dari tempat Bella Swan. Mungkin. Akan kususuri bumi mencarinya. Setelah kakinya menjejak. Dia tidak membuatnya lebih mudah. matanya melirikku. Aromanya langsung menghantamku dengan keras. Dia masih pada langkah yang sama ketika angin bertiup. Aku ragu ia akan nyaman. Liur yang menetes deras tidak mampu mengusirnya. Aku adalah vampir. tidak ada lagi jejak kemanusiaan yang tersisa. Misteri pikirannya telah lenyap.com Masih saja. Ketika mengkaji ekspresiku. Dalam sekejap. aku tidak lagi mendekai seperti manusia. dan dia memiliki darah paling manis yang pernah kucium selama delapan puluh tahun. paling tidak. aku telah memburunya sejak lama. Rasa haus membakar kerongkonganku seperti tinju api. Satu detik belum lagi lewat. menyingkirkan buku-bukuku. Aku adalah pemangsa. Kubersihkan bagian mejanya. Wajah syok yang kulihat menyelamatkan nyawanya seketika itu juga.. aku bisa memecahkan rahasianya. Ruang kosong dimana isi pikirannya seharusnya membuatku jengkel..juga bukannya akan menemukan hal yang menarik. darah mengalir ke 10 . gerakan yang maksudnya diam-diam. melintasi gangku menuju meja guru. Otot-ototku menegang siap terlontar. Pandangannya bertemu.bukannya aku butuh posisi dekat sebelumnya. seperti pendobrak yang tak kenal ampun. Sebentar lagi ia tidak akan memikirkannya. Tidak ada artinya. Dia mendekat.. Aku tidak pernah membayangkan aroma manis senikmat ini betul-betul ada. dan kulihat bayangan diriku terpantul pada cermin lebar matanya. Mulutku hambar dan kering.Diterjemahkan dari: www.

Langkahnya lebih cepat. memberontak. seakan tahu saatnya untuk lari. Aku berupaya fokus pada pantulan wajah di matanya. Rapuh. meninggalkan bentuk jari terpahat dibalik meja. Tidak selama delapan puluh tahun. Sosok monster itu membuatku muak. Sebagian diriku gemetar. menahanku tetap duduk. Mencabik pikiranku. mengubah warnanya sangat menggiurkan. Bahkan lebih untuk ukuran manusia. Aku tahu akan tiba waktunya. delapan belas murid dan seorang guru. Kusingkirkan dengan kaki. Aromanya sesuatu yang baru di otakku. Dan sekarang aku merencanakan pembantaian dua puluh orang sekaligus.com pipinya. Betapa mudahnya sekarang muncul! Aroma manis itu berputar di sekelilingku. Bahkan saat kondisiku lebih buruk. Hilangkan bukti. akan menyaksikannya.. Hilangkan bukti.stepheniemeyer. lemah. aku cuma punya waktu lima belas detik sebelum seisi ruangan panik. Ketergesaan membuatnya kikuk—dia tersandung. Korban yang tidak terelakan. jika mereka tidak menyadari yang sedang kulakukan. meninggalkan coakan dan serbuk di lantai. Jangan! Tanganku mencengkram ujung meja. Aku belum pernah membunuh orang tidak bersalah. Kubuang jauh pikiran itu. Pikiranku pun mengamuk. Itu aturan dasar. Cuma itu yang bisa kuberi pada monster dalam diriku. Mungkin sedikit lebih lama. wajah yang langsung kukenali. Dia sendiri tidak punya waktu untuk menjerit atau kesakitan. hampir menubruk kursi depanku. aku tidak akan membunuhnya dengan kejam. tak karuan. Gadis itu akan duduk di sampingku. aku tidak sekeji ini. Jika kubunuh gadis itu duluan.. Dan aku harus membunuhnya. Tidak mungkin melewatinya begitu saja. Kayunya tidak cukup keras. sebagian lagi menyusun rencana. Aku cepat-cepat memipis dengan ujung jari. 11 . Penonton tak bersalah di kelas ini. Serat kayunya lantak jadi bubuk. dan hampir membuatku bertindak. Monster dalam diriku—sosok yang kukalahkan lewat kerja keras dan kedisiplinan puluhan tahun.Diterjemahkan dari: www.

tidak lebih 12 . Tidak ada masalah dengan jendela. Itu memang berlagak seperti Tuhan. Aku memetakan di kepalaku. Semua korbanku. Hanya pintu—halangi dan mereka terperangkap. pikiranku kembali jernih. Itu akan makan waktu. apa yang akan menimpanya. Aku telah merasakan darah manusia. Mereka beruntung. Kutarik napas panjang. Cuma itu pembelaan lemahku. untuk membuatnya menjerit. begitu taksiranku. paling tidak.stepheniemeyer. membakar keluar dari jantungku. sekilas. dan menghabiskan setiap sisi baik dalam diriku. Algojo para pembunuh yang membunuh sesamanya. Dalam beberapa detik. Dalam satu detik yang singkat. Aromanya bagai api yang berpacu di pembuluh darahku yang kering. Kuhabisi dulu sisi kanan. aku melihat dua wajah bersebelahan. dia akan duduk dekatku. Dia baru saja membelok. Cukup lama bagi Bella Swan menyaksikan. Kemudian berputar di depan lalu menghabisi sisi sebelah kiri. para monster yang tidak terlalu berbahaya. Membenarkan pembunuhan itu. Cukup lama. di deretan terbelakang. tapi hanya secara harafiah. Cukup lama untuk ngeri.. terlalu tinggi dan kecil untuk dilewati. Udara bersih terhembus ke mukaku. Tapi kemudian aku mesti mencegah mereka lari. menutup kerongkonganku dengan rasa sakit. Satu adalah diriku.Diterjemahkan dari: www.. Dan darahnya akan mendingin. Sedikit lebih sulit menghabisi mereka ketika panik dan berhamburan. jika syok tidak membuatnya membeku. Aku tidak melihat siapa manusia terkutuk itu. Monster di kepalaku tersenyum. kuakui itu—memutuskan siapa yang pantas dihukum mati.com darahnya yang menggiurkan. Satu jeritan halus yang tidak akan memanggil siapa-siapa. Seseorang akan mendengar. Aromanya menghantamku.. Aku di tengah ruangan. Tidak akan terlalu ribut.dan terpaksa membunuh lebih banyak lagi. Bukan tidak mungkin. atau lebih cocok: monster bermata merah yang telah membunuh banyak orang. tapi terlalu berisik.. lima detik untuk menghabisi seisi ruangan. Dalam detik yang berharga itu. Tapi gerakannya mengirim gelombang kenormalan. Akan ada banyak jeritan. Maka saksinya lebih dulu. Bisa kupatahkan empat atau lima leher perdetik. tidak menyadari yang terjadi. Seseorang menutup bukunya dengan keras.

Wajah yang lain adalah Calisle. Tiba-tiba kebencian meliputiku. Bagai terang dan langit gelap. Karena pikirnya aku lebih baik dari itu. segala kemiripan akan lenyap selamanya. Carlisle bukan ayah biologisku. Aku tahu ia akan memaafkan tindakan mengerikanku. bahkan setelah kutunjukan dia salah. Akan kubuktikan ayahku salah. guruku. Penampakanku tidak berubah. tapi sepertinya kebijakannya telah membentuk diriku. Dalam sekejap. Kesamaan warna mata adalah hal yang lain—cermin dari gaya hidup bersama. kenapa sekarang? Kenapa aku mesti kehilangan segalanya hanya karena ia kebetulan memilih tinggal di kota ini? Kenapa ia harus datang kesini! Aku tidak mau menjadi monster! Aku tidak mau membunuh seisi kelas ini! Aku tak 13 . wajahku telah mencerminkan dirinya. Kenyataan ini sama menyakitkannya dengan api yang membakar kerongkonganku. Kenapa dia harus datang? Kenapa dia harus hidup? Kenapa dia harus merusak setitik kedamaian dari ke tak-hidupanku? Mengapa pengganggu ini dilahirkan? Dia akan menghancurkanku! Aku membuang muka. mata lembut Carlisle tidak menghakimi. Tak ada alasan untuk mirip.stepheniemeyer. Kesabarannya terlihat pada alisku. Tetap saja. Aku menjauh darinya—memberontak dari monster yang ingin segera menerjangnya. Karena dia menyayangiku. Kesamaan warna kulit cuma kekhasan untuk mahluk seperti kami. Kami tak memiliki ciri-ciri serupa.Diterjemahkan dari: www. sampai tingkat tertentu. Semua itu kini tergantikan oleh sosok monster. setiap vampir memiliki kulit pucat sedingin es. Mataku akan semerah iblis. Siapa mahluk ini? Kenapa aku. Kasihnya terlihat pada bentuk mulutku. ayahku dalam segalanya. setelah tujuh puluh tahun berhasil mengikuti pilihan hidupnya. Dan ia akan tetap menyayangiku. Dalam pikiranku. Tidak ada kemiripan diantara keduanya.com manusia daripada ku. Bella Swan duduk di sebelahku. tidak ada yang tersisa dari jejak penciptaku. walau tanpa kemiripan dasar. gerakannya canggung—agak takut? Bau darahnya mengembang dalam gumpalan awan yang tidak dapat ditolak lagi.

tak ada lagi angin yang membantu. Tubuhku tidak memerlukan oksigen. aku tidak harus bernapas. Itu adalah alarm awal ketika muncul bahaya. Lebih dapat ditahan daripada mencium baunya tanpa menenggelamkan gigiku pada kulitnya yang tipis. Tapi mungkin bisa untuk satu jam. Ini tidak nyaman. Aku mengandalkan penciuman lebih dari indra lainnya ketika tertekan. Tidak ada lagi hembusan yang bisa mengusir wanginya.Diterjemahkan dari: www.. bau mengundang darahnya. menggiurkan. Dan dia tidak bisa memaksaku. Jadi penuntun ketika berburu. Apa itu alasannya menggerai rambut? Menyembunyikan matanya dariku? Karena takut? Malu? Untuk menyimpan rahasianya? Namun kejengkelan karena tidak mampu membaca pikirannya tidak sebanding dengan 14 . tembus pandang. Korban yang tidak seharusnya jadi korban. Tiba-tiba Bella Swan menggerai rambut panjangnya yang berwarna mahoni kesampingku. Tapi. Cukup untuk keluar dari ruangan penuh korban ini. Jika ada cara melawannya. untuk membaca emosinya lewat mata jernihnya yang dalam. denyut— Satu jam! Hanya satu jam. Tidak nyaman. sedikit lega.jika saja sapuan angin segar menjernihkan pikiranku. Kuhentikan aliran udara di paru-paruku. Aku tidak mampu menahannya terlalu lama. Aku tidak boleh memikirkan itu. Tidak. Aku belum pernah menemui situasi yang sangat berbahaya. tapi itu berlawanan dengan instingku.. tidak bernapas. tapi masih jauh dari aman. Sebentar lagi semua akan hilang. Apa dia gila? Itu sama dengan menyemangati sang monster! Menggodanya. Bau adalah masalahnya. namun dapat diatasi. Aku masih memiliki ingatan aromanya. Jika aku bisa mehannya selama satu jam. dan kemudian merasakan basahnya. Satu jam.stepheniemeyer.com ingin kehilangan segala yang berhasil kuraih lewat pengorbanan dan penyangkalan seumur hidup! Aku tidak mau. tapi kewaspadaan kami melebihi manusia. Gadis itu membiarkan rambutnya melewati bahu. Aku tidak bisa melihat wajahnya. hangatnya. rasanya di belakang lidahku.

dua orang bermantel berjalan di parkiran tidak akan mencurigakan. Mike Newton. Rumahnya di pinggir hutan.stepheniemeyer. terkecuali. aku tahu itu tidak beralasan. Aku tahan puluhan tahun tanpa darah manusia. Membencinya.com kebutuhan—dan kebencian—yang melanda kini. kecintaanku pada keluaragaku.. Membencinya dengan segenap rasa. anganku untuk menjadi lebih baik. Batas luar hutan tidak jauh dari parkiran. tapi itu membantu. 15 .. Jika mampu satu jam. aku bisa tahan dua jam. Dan tidak perlu terburu-buru menikmatinya.. seperti biasa. ia akan meninggalkan ruangan. ia akan mengikuti.. Aku bisa beralasan ketinggalan buku di mobil. Dan saat ia sendirian. sebesar seluruh tekadku. monster di kepalaku setuju. Betapa bencinya aku pada wanita lemah kekanakan disampingku ini. Benci dan marah. Meskipun aku membenci dirinya. Dia akan pulang ke rumah kosong.... Tanpa tetangga. Boleh kutemani ke kelas berikutnya? Dia akan mau. Jadi sebaiknya fokus pada emosiku agar tidak membayangkan mencicipi dia. Bahkan jika sempat berteriak. Jika menahan napas. bisakah dua jam? Kusentak rasa terbakar yang perih ini. seperti kutau setiap rumah disini. Kecuali aku bukan satu-satunya yang seharian ini memperhatikan dirinya—meskipun tidak seorangpun sewaspada diriku. Apakah ada yang menyadari aku bersamanya? Sekarang hujan. Itu cara yang lebih bertanggung jawab. sebelum aromanya merusak segalanya. Cukup mudah menyesatkannya. Aku tahu yang kubenci sebenarnya adalah diriku sendiri. Sherif Swan bekerja seharian. Lalu apa yang kulakukan? Aku bisa memperkenalkan diri. Membenci bagaimana ia membuatku seperti ini—itu sedikit membantu. Apa satu jam akan lewat? Dan ketika satu jam berakhir. tidak ada orang lain yang terluka. seperti yang lainnya. kemarahanku tadi masih kurang. Aku tahu rumahnya. yang sangat mustahil. Mike Newton akan tahu jika dia pergi denganku. dia cukup penasaran dengan kegelisahan Bella—dia tidak nyaman di dekatku. Meskipun takut. Hai.Diterjemahkan dari: www. Itu sesuatu yang sopan.. Ya. tidak akan ada yang mendengar. namaku Edward Cullen. Dan aku akan lebih membenci kami berdua ketika ia mati. Gusar.

jika menjauh dengan sangat.com Kulewati menit demi menit dengan cara ini—membayangkan cara terbaik membunuhnya. Aku bisa berpikir. tidak lebih.. Semua bisa berjalan seperti keinginanku. yang mengalir bersama rintik hujan. aku mahluk rasional. Tapi bel berbunyi. Berkonsenstrasi untuk tidak mebunuh satu orang membuatku ingin melampiaskannya ke orang lain. Selalu ada pilihan. Tapi efeknya cuma sedikit. dari kematian. Mungkin mereka akan curiga ada yang tidak beres dengan gerakanku. Itu tidak kurasakan ketika di kelas. Kami berdua sama-sama selamat. Tapi aku menghindari bayangan saat mengeksekusinya. Aku sedang tidak tahan dekat-dekat manusia. Aku tidak berjalan sepelan semestinya ketika meluncur keluar. Kini aku kembali waras. dan punya pilihan. Aku bisa kalah dan membunuh semuanya sekarang juga. hidupku tidak perlu berubah. Aku tidak perlu ke rumahnya. Kunyalakan CD yang biasanya menenangkan. Betapa sia-sia. Dia. Jelas. Aku. Yang kubutuhkan adalah udara bersih. walau hanya menunda. menghirup udara segar sama seperti membilas organ tubuhku dari infeksi.Diterjemahkan dari: www. Dapat bertarung lagi. Tapi ini pengecualian. Tapi tidak ada yang memperhatikan. basah. Semua masih berkutat pada gadis yang telah dikutuk mati satu jam lagi. Darah memerah di pipinya. Kenapa membiarkan pengganggu-menggiurkan tak-berharga merusaknya? 16 . sangat hati-hati. Aku bersembunyi dalam mobil. Selamat karena bel—Klise. Terlalu pengecut. Itu terlalu berlebihan. Jika menyerah pada sang monster. Kebencian mendalam langsung menusukku ketika pandangan kami bertemu—melihatnya di pantulan matanya yang ketakutan. Sebenarnya aku tidak suka bersembunyi. dia mencuri pandang lewat celah rambutnya. sama saja kalah. Tidak perlu membunuhnya. Dengan begitu satu jam akan berhasil kulalui. Meskipun dapat mengingat bau darah Bella Swan dengan jelas. dan aku sudah akan bergerak. Maka aku membuat strategi. dan dingin. melawan apa yang kutentang. Mungkin.stepheniemeyer.. Di penghujung.tapi sekarang sudah jauh darinya. dari perubahan menjadi mahluk mengerikan yang menjijikan.

hingga melewati kemungkinan yang lebih mengerikan? Apa aku sekuat yang dia pikirkan? Apa aku tidak akan menyentuh gadis itu? Sepertinya itu tidak benar.. ke bangungan kecil kelas bahasa Inggris. Aku tidak ingin yang lain tahu.stepheniemeyer. Terasa hal lain membakarku—rasa malu.. Aku beraharap bisa minta saranya. Segenap pikirannya tercurah pada Jasper. Dimana Alice? Apa dia belum melihatku membunuh si Swan dalam beragam cara? Kenapa dia tidak membantu—mengehentikan atau menolong membereskan bukti-bukti.terluka. Menyebabkan seseorang seperti Esme terluka tidak bisa dimaafkan. itu akan melukai ibu angkatku. Tidak perlu membuat ibuku tertekan.Diterjemahkan dari: www. 17 . Dan Esme begitu penuh cinta. monster dalam diriku menggeliat dan menggeretakan gigi frustasi—maka tidak ada yang perlu tahu. Aku benci karena ia hampir mengalahkanku. mengawasi secara ketat pilihan-pilihan kecil tiap menitnya. Bisa saja ia mengubahku menjadi sesuatu yang kukutuk. dan lembut. aku lega ia tidak mengetahui apa yang mampu kulakukan. Ya. jika mampu bertahan tidak membunuhnya— bahkan ketika memikirkannya. Aku bergegas—sedikit terlalu cepat. Tidak mungkin berjumpa dengan Bella Swan disana.. Lebih baik daripada menunggu di parkiran. Tidak ada alasan untuk tidak mencoba.. tapi di sisi lain. Sungguh ironis tadi aku ingin melindunginya dari sindiran Jessica Stanley yang tidak berbahaya. Alice pasti sedang berkonsenstrasi pada Jasper. Tidak sulit menemukan 'suaranya' yang sangat kukenal. khawatir. Dia mesti dihindari layaknya wabah menular. kurasakan kebencian yang tak adil pada gadis itu. tapi tidak ada yang melihat—melintasi parkiran menuju ruang Tata Usaha. Jika bisa menghindar dari Bella Swan. Aku mencari posisinya. halus. Kuputuskan menjalankan rencana itu. Bahwa ia tidak menyadari pembantaian yang kupertimbangkan tadi. Aku adalah ancamannya paling berbahaya. Tebakanku betul. bisa saja ia lewat dan merusak niatku. Jam terakhir sekolah hampir selesai.com Tidak perlu mengecewakan ayahku. Aku adalah orang terakhir yang akan jadi pelindung Isabella Swan. Pilih yang benar. Lagi. Jika aku menjauh dari baunya. apapunlah? Apa dia terlalu terlena mengawasi bahaya dari Jasper. Coba menjadi apa yang Carlisle pikirkan tentang diriku.

semua kelas sudah penuh.com Di dalam cuma ada seorang pegawai. terlalu muda.. “Saya ingin minta tolong dengan jadwal saya. Edward. menatapnya seakan sedang menyelami mata coklatnya yang datar.Diterjemahkan dari: www. Banyak guru yang mengeluh. Banner?” “Bukan itu.” bibir tipisnya mengkerut ketika mempertimbangkan ini.” kataku sehalus mungkin agar tidak menakutinya. Aku lebih tua dari kakeknya.stepheniemeyer. dia betul. Nilainya sempurna. Detak jantungnya makin cepat. Sesuatu yang tidak mereka pahami. Aku bersandar kedepan.. Tapi aku tahu caranya untuk mempesona ketika dibutuhkan.. Salah. “Halo. Mudah. Dia merapihkan t-shirtnya. tak perduli berapa kalipun bertemu salah satu dari kami. pikirnya pada dirinya. “Sayangnya. “Oh. Apa yang bisa saya bantu?” terlalu muda. tidak pernah ragu di kelas.” 18 . “Tentu.. tentu saja. yang memang ingin kutemui. Ada yang bisa dibantu?” bulu matanya bergoyang dibalik kacamatanya yang tebal. Cope?” Perempuan yang rambutnya dicat merah itu mendongak dan matanya melebar. Para guru tidak ingin kelasnya lebih dari duapuluh lima orang—” “Saya tidak akan menyulitkan di kelas. agak gugup... tidak pernah salah ketika ujian—seakan selalu menemukan cara menyontek.. “Kira-kira apa saya bisa menukar jam pelajaran biologi saya? Dengan kelas senior mungkin?” “Apa ada masalah dengan Mr.” dia kaget. Mereka lebih pantas kuliah. aku yakin ibunya mengajari mereka di rumah. “Mrs. Tapi berdasar tanggal di SIM. Selalu saja lengah.” “Pada waktu di Alaska. Dia tidak menyadari kedatanganku. Varner lebih memilih percaya mereka mencontek daripada beranggapan ada murid yang lebih pintar darinya. Risih. Edward. Pikirannya sudah tidak karu-karuan. ya. Edward. Dia cukup muda untuk jadi anakku. saya sudah pernah mempelajarai materinya. dia merapalnya berulang-ulang... mengingat aku bisa membaca pikiran sekaligus isyarat tubuhnya. Ini akan mudah. Konyol.. Terlalu muda untuk memandangnya seperti itu. Mr.

Secarik kertas ditangannya. Jantungnya berdetak lebih kencang. Tapi tidak ada cukup kursi.” Aku tersenyum.com Tentu saja tidak. Kelegamannya membuat orang takut. sebagaimana mestinya. berjuang agar otot-ototku tidak memberontak. Apa susahnya duduk manis di mata pelajaran yang sudah dikuasai? Pasti ada masalah dengan Mr. “Saya tahu itu.” “Kalau begitu bisa saya batalkan kelasnya? Saya bisa belajar sendiri. Kerongokonganku membara. Satu detik yang dibutuhkan bagi hembusan angin dari pintu melabrakku. alasanku mencondongkan tubuh ke perempuan ini. Akan lebih baik jika keemasan daripada hitam. Keluarga Cullen tidak akan begitu.. dia mengingatkan dirinya dengan galau. Cope?” kubuat suranya semerdu mungkin—itu dapat sangat membujuk. dan kubuka mataku lebih lebar. Bau darahnya memenuhi ruang kecil hangat ini.Diterjemahkan dari: www.. Akan saya lihat jika—“ Satu detik lebih dari cukup untuk mengubah segalanya: suasana di dalam ruangan. semuanya lenyap. meskipun tidak perlu.” “Mungkin kamu perlu ijin dulu dari orang tuamu. Mrs. “Please. Monster 19 .stepheniemeyer. Aku menoleh pelan. Apa perlu nanti kubicarakan dengan Bob? “Nilaimu tidak akan cukup untuk lulus.. Aku mencondongkan tubuh lebih dekat. Matanya melebar ketika mendapati tatapan ganas dan tak manusiawiku. Banner. “Mungkin saya bisa bicara dengan Bob—maksud saya Mr. Bella Swan sedang berdiri dekat pintu. Aku menoleh.” Pintu membuka di belakang. Terlalu muda. lalu keluar lagi.” “Membatalkan pelajaran biologi?” mulutnya terngaga. Banner.. Edward. tujuanku kesini.. Itu gila.” “Saya akan mengejarnya tahun depan. tapi siapapun itu tidak memikirkan diriku. Satu detik yang kubutuhkan untuk menyadari mengapa pikiran orang pertama tadi tidak mengganggu. “Apa tidak ada kelas apapun yang bisa saya tukar? Pasti ada kelas kosong lain? Kelas biologi itu tidak mungkin satu-satunya. Satu detik yang dibutuhkan Samantha Wells untuk membuka pintu dan menaruh laporan di rak.. berhati-hati agar tidak memperlihatkan gigiku terlalu lebar dan membuatnya takut. jadi kuacuhkan.

Aku tidak berhenti sampai tiba di mobil. Aku berusaha mengatur napas. topeng iblis.. aku mencapai tujuh puluh sebelum tiba di kelokan. Bagiku dia setan yang menghantuiku. mulai lagi. melihat. kemudian mengabaikannya. Ada cukup udara di paru-paru untuk bicara sekali lagi. ingin cepat-cepat menyelesaikannya. Cope. “Apa yang terjadi padamu?” Emmet mendesak khawatir.Diterjemahkan dari: www. membayangkan yang aneh-aneh.. Tapi selalu ada pilihan—pasti ada. 20 . Bukannya menjawab. Garret.com itu kembali menatapku dari matanya. Cukup adil. daripada duapuluh. Aku cuma menggeleng. dan 'mendengar' kekagetannya melihat perubahan ekspresiku. Mom selalu bilang. Sang monster menuggu gelisah. “Edward?” Alice bertanya. Kuhentikan napasku. Dua nyawa.. semua sudah disitu. dan menampilkan wajah Carlisle di depan mataku.stepheniemeyer. Darimana datangnya si Edward—seperti muncul begitu saja. Tanganku bersiap di meja. Di jalan. Cope dan membenturkannya ke meja hingga membunuhnya. Ketika menyelinap kedalam mobil. Tak perlu melihat untuk menjangkau kepala Mrs. suaranya waspada. Aku berbalik ke Mrs. tapi justru terengah mencari udara segar seperti habis tercekik.. dari kenyataan bahwa Jasper sedang tidak mood untuk pertandingan ulang.” Aku cepat-cepat keluar... Aku mesti cepat-cepat meninggalkan parkiran sebelum Bella Swan datang. Aku menginjak pedal gas dalam-dalam. Kebanyakan sudah pada pulang.J. Aku mendengar suara D. Aku tahu ini tidak mungkin. “Kalau begitu lupakan saja. Pikirannya teralihkan.. lapar. dengan cepat. terima kasih banyak atas bantuannya. berusaha tidak merasakan kehangatan darah gadis itu saat melewatinya. sementara.. Menggunakan segala daya yang kulatih puluhan tahun menyangkal diri. Dia mundur. aku berkata sehalus mungkin. berjalan terlalu cepat. tapi ketakutannya tidak terucap. tidak terlalu banyak saksi. Kecepatanku sudah empat puluh mil sebelum keluar parkiran. aku buru-buru memundurkan mobil.

begitu aku mengambil keputusan. matanya melebar. Sang monster kegirangan. Dia tidak dapat melihat yang lalu. aku tahu Emmet. “Turunkan kami disini. Mataku. dan Jasper turun tanpa komentar..merasakan aromanya menuntunku.” Aku mengangguk. Bukan penglihatan kali ini— sebuah perintah. “Stop!” aku mengerang.” pinta Alice. pepohonan berselimut salju di sisinya. gambarannya jadi lebih detail. “Kau akan mengambil jalan yang benar.. tidak tahan lagi. “Kau sebaiknya memberitahu Carlisle sendiri. merah terang oleh darah segar.. dan Jasper menatap Alice. Jalanan kosong malam-malam.” ucapnya pelan.. “Aku akan merindukanmu.Diterjemahkan dari: www. Pencarian oleh penduduk. “Oh!” Bella Swan. “Apa aku begitu?” aku mendesis lewat sela-sela gigi. Itu akan membunuhnya juga. “Tak perduli seberapa singkat kau pergi. Rosalie. dan mobilnya mendecit berhenti.” Emmet dan Rosalie bertukar pandang prihatin. Alice menyentuh pundakku. Kami sama-sama mengolah penglihatannya. Aku melihat bagian dalam rumah Sherif Swan untuk pertama kalinya.. Penantian kami sebelum semua aman dan memulai lagi dari awal. Dia melihatnya kalau begitu.stepheniemeyer. dia akan minta penjelasan Alice setelah ini. “Dia satu-satunya keluarga Charlie Swan.. hanya masa depan. Yang lain menatapku. Melihat Bella di dapurnya yang kecil dengan lemari kuning. Emmet.com Tanpa menoleh.” bisiknya. Dia mengeceknya sekarang. dan pilihan lainnya yang jauh lebih kelam. “Sori. berlalu cepat dua ratus mil perjam. Kami hampir sampai di belokan jalan masuk ke rumah. “Oh!” Alice kaget lagi. Dia memunggungi ku ketika aku menyelinap dari balik bayangan. mati. Rosalie.” 21 . “Kamu akan pergi?” dia berbisik sedih.” ujar Alice. Dan samasama terkejut. Penglihatannya berubah lagi. Dia cuma angkat bahu.

Dan aku tahu penglihatan Alice akan berganti dari kegelapan malam menjadi siang. 22 .Diterjemahkan dari: www. Berpamitan dengan ayahku? Atau menyerah pada monster dalam diriku? Mobilku melaju kencang diatas aspal. aku tidak yakin dengan tujuanku. setuju hanya pada bagian terakhir. Kemudian ia turun. Aku melaju cepat ke arah kota. Begitu menginjak sembilan puluh mil perjam menuju Forks. Mereka masuk ke hutan.com “Iya.” kataku.stepheniemeyer. menghilang sebelum aku memutar mobil. Alisnya bertaut gelisah.

com 2. Aku mendesah. bertabur bintang. Ketika menatap ke langit. Sangat cantik. Seharusnya. ujung jari menyentuh permukaannya. sebagian bependar biru. hampir pink seperti strawberi. Ini tidak jadi lebih baik. badannya bergelung. Dia membungkuk ke ujung batu. Sangat cantik. Enam hari sudah lewat. sebagian kuning. Jika aku benar-benar bisa melihatnya. Aku tidak kaget Tanya membututi kesini. 23 . Dia muncul enam puluh yard didepanku. Atau mungkin lebih tepat disebut indah. Rambut pirang ikal panjangnya berpendar pucat. Aku mendengar suara pikiran mendekat sebelum suara langkahnya. Matanya yang kuning madu berkilat saat menatapku. yang setengah terpendam dibawah salju. Bibirnya yang penuh tertarik halus membentuk senyuman. seakan ada penghalang antara mataku dan keindahannya. Langit diatasku cerah. Kerlip-kerlip itu begitu megah dihadapan kegelapan malam—pemandangan luarbiasa. mendarat dengan bertelanjang kaki di atas batu hitam dan menyeimbangkan tubuhnya. enam hari besembunyi di hutan belantara teritori keluarga Denali. Penghalangnya adalah sesosok wajah. menunggu hingga yakin pada pilihan katanya. Tapi aku belum juga mendapati kebebasan sejak pertama kali mencium aroma gadis itu. wajah manusia biasa yang tidak istimewa. Buku Terbuka Aku berbaring diatas tumpukan salju. Aku tahu beberapa hari ini ia ingin bicara denganku. Bunyi gerakannya hanya berupa gesekan halus. membuat cekungan disekitar tubuhku.stepheniemeyer. Kulit Tanya keperakan dibawah cahaya malam. jika aku benar-benar dapat melihatnya. Sebutir es jatuh ke kulitku seperti beledu. Kulitku mendingin menyesuaikan udara sekitar. tapi aku tidak bisa mengusirnya.Diterjemahkan dari: www.

“Itu salahku. Aku membuatmu tidak nyaman.membantu.. Dia melipat tubuhnya seperti bola saat menubruk dengan keras tumpukan salju disampingku. Aku tersenyum. “Cuma bercanda.” Kau akan pulang.com Cannonball.. “Sory. Dia membatin. Aku mendesah lagi. iya kan? pikirnya. Langit diatasku menggelap dan aku tertimbun dibawah kelembutan lapisan salju. Pikir mereka aku mengganggumu... “Sebaliknya.” Dia meringis. memutuskan itu. Dia melentingkan dirinya keatas. Tidak usah bersikap sopan. sedih. “Edward?” Salju beterbangan lagi saat Tanya pelan-pelan menggali. Kegelapan ini tidak menyakitkan juga tidak membantu pandanganku. ekspresinya sangat tidak percaya hingga aku terpaksa 24 . kok. Sepertinya tidak akan.” aku berbohong.” “Aku tahu.” Tapi kau tidak akan tinggal disini. “Aku belum.Diterjemahkan dari: www.” “Sama sekali tidak.. Maafkan aku. sepenuhnya. “Tidak. Salju langsung berhamburan seperti badai. tapi tidak bangkit. Itu lucu. tubuhnya menjadi bayangan gelap saat bersalto dengan anggun diantaraku dan bintang-bintang. “Tidak. Pikirannya kini muram. aku yang bersikap tidak sopan —sangat kasar. dia tidak benar-benar bertemu pandang dengan tatapanku yang kosong.” aku meyakinkan dia. Aku masih melihat wajah yang sama. iya kan?” “Tentu saja bukan. sesalnya.” Sebelah alisnya terangkat. “Menurut Irina dan Katie sebaiknya aku membiarkanmu sendirian..stepheniemeyer.” dia berbisik. Dia mengusap sisa-sisa salju dari wajahku yang tidak bergerak.” Mulutnya bergerak turun.

kan. sambil coba menghalau pikiran dia saat ribuan penaklukannya berkelebat.” Aku akui. “Kau mengira aku berubah pikiran. “Dasar Succubus. Kebanyakan Tanya memilih manusia—populasi mereka lebih banyak salah satu alasannya. Hanya saja aku pergi dengan. Satu tawa singkat... Tanya. Dan selalu berhasrat tinggi. Bahkan lebih baik.” dia menggerutu. Dia menyeringai.. “Oke. pastinya. “Sedikit. Pada akhirnya.” dia memberengut.” “Kurasa kau tidak akan memberitahu alasannya. “Aku tidak ingin membicarakan itu. berharap bisa mengalihkan kelebat ingatannya. daripada Carlisle. diikuti desahan. Tapi kemarin aku sedang tidak bisa berpikir sehat. “Aku kira. kau menyadari itu. “Aku tidak biasa ditolak. Tanya dan saudarinya menemukan nurani mereka belakangan. Aku tidak bermaksud—aku tidak berpikir.stepheniemeyer. lalu menumpangkan dagunya ke tangan. dengan tambahan kehangatan serta kelembutan mereka.” Aku tahu apa yang dia pikir kemarin. Tentu saja. 25 . Dan seharusnya aku sudah menerka itu sebelum kesini. dan Kate sangat baik menjalani pilihan hidup mereka. “Kau beribu kali lebih indah dari bintang-bintang. “Yang asli.Diterjemahkan dari: www. bibir bawahnya terangkat cemberut. dalam beberapa hal.” Aku setuju.” godaku.. buru-buru.hidup. “Saat kau datang kesini.” aku sedikit geli jika dia sampai begitu.. bersikap menghindar. “Itu pasti.” “Iya. Jangan biarkan kebebalanku melemahkan kepercayaan dirimu.” Tanya berkata pelan.?” Aku bangkit duduk dan merangkul kakiku. Tanya.com tertawa. Irina. ketertarikan mereka pada pria lah yang mencegah mereka menjadi pembunuh.” Tidak seperti Carlisle. “Aku menyesal membuatmu berharap. mereka tidak pernah membuat kesalahan. menampakan giginya..” Dia ikut mendesah.. Sekarang para pria yang mereka cintai. Terlepas dari kedekatannya yang sableng dengan mereka yang seharusnya—dan pernah—menjadi mangsanya.. Perasaannya kecewa.” Tanya. Aku terlalu malu mengakui kelemahanku pada Tanya.

yang menghantuimu. Aku bergeming. Pikirannya beralih ke dugaan lain. Pikirannya mendesak ke hal lain.Diterjemahkan dari: www. belum menemukan yang kucari. Tanya. Kau akan kemana. sebelum kejadian mengerikan di kelas biologi kemarin. “Sudah lah.” Pikirannya menggerutu. Aku butuh mendengar itu.” Desisku. suaranya menyisakan sedikit logat Rusia yang telah lama hilang.atau siapapun.” katanya. “Satu saja petunjuk?” pohonnya. “Sama-sama. dia coba mengurai maksud jawabanku.. “Menurutku kau akan kembali. Kau pasti akan menghadapinya. “Sedikitpun tidak mendekati. tidak perduli kemanapun. Kucium pipinya. masih menebak-nebak.com “Masalah perempuan?” dia menebak. kemampuanku menghadapi kesulitan.” aku memberitahu. Tidak ada yang ingin aku kunjungi. Akan kemana aku? Aku tidak dapat menemukan satu tempatpun di dunia ini yang menarik. Edward.. kukira. jika kau pergi? Kembali ke Carlisle? “Sepertinya tidak. Ada baiknya memandang diriku seperti itu lagi.” Pikirannya sejalan dengan ucapannya.” 26 .. Kau selalu begitu. dan cepat-cepat menarik kepalaku ketika ia memalingkan wajah ke arahku.stepheniemeyer. Sejak kapan aku jadi pengecut? Tanya merangkulkan tangannya yang gemulai ke pundakku. tapi tidak menampik. Aku benci itu. Bagian yang selalu menghadapi apapun. Aku coba memposisikan diri seperti yang ia gambarkan. “Terima kasih.. dan sia-sia mengagumi bintang. Karena. Akhirnya ia menyerah. mengacuhkan keenggananku. Aku tertawa hambar. Tanya. Kuharap kau bisa lebih masuk akal. Aku hanya. Tanya.” “Maaf. Aku tidak pernah meragukan keteguhanku. “Tak perduli apapun itu. Dia tersenyum kering. Mulutnya memberengut.” Dia diam lagi. “Tidak seperti yang kau maksud. Sebagian besar. Edward.. aku tidak akan pergi kesitu—aku hanya lari dari.” Dia terdiam. Kuacuhkan dia.. Dia tidak bermaksud lebih dari sekedar bersahabat. Kau tahu kau terlalu baik untukku.

. Mulutku merengut menyesal. Diantara diriku dan kerlip di langit.” Dia bangkit berdiri dengan anggun. Dengan helaan berat aku menyerah. Tapi tetap saja itu membuatku kurang gentleman. Kutumpangkan daguku ke lutut dan memandangi bintang lagi. membelah hamparan salju dengan sangat cepat hingga kakinya tidak terbenam pada kelembutannya. Aku tidak suka menyakiti Tanya. meskipun perasaannya tidak dalam. aku akan tiba di mobil Carlisle kurang dari satu jam. kelihatan bertanya-tanya apa arti keputusan ini baginya. aku tidak tahu pasti apa arti tatapan misteriusnya. kemudian berdiri. Tatapannya kosong. 27 . ia tidak meninggalkan jejak di salju.com “Kalau begitu. dan juga bukan sesuatu yang bisa kubalas. tangan Jasper memegang sikunya. “terima kasih lagi. Aku tahu Alice pasti melihatku datang. tidak terlalu murni. coba melihat melampaui wajah di benakku. Emmet terlihat konyol dengan gaya bodyguardnya seakan sedang di daerah musuh. aku tidak dapat mendengar pikirannya. Edward.stepheniemeyer. Tanya. meskipun tiba-tiba aku tidak sabar untuk pulang. Dia tidak ingin menemuiku lagi sebelum aku pergi..” “Sampai ketemu lagi. “Semua akan baik-baik saja.” pada saat mengucapkannya. Punya cukup kekuatan untuk kembali ke tempat yang kuingini. aku bisa melihatnya. Penolakanku mengganggunya lebih dari yang ia kira. dan segera memberitahu yang lain. Mata Bella Swan terus bertanya-tanya. Bahkan dalam bayanganku. Ini akan membuat mereka gembira—Carlisle dan Esme terutama. sepasang mata coklat-muda yang membingungkan itu menatapku. tapi lebih pada kesal. Tentu saja.Diterjemahkan dari: www.Sampai ketemu lagi. tanpa meninggalkan jejak. menuntun dia saat rombongan kami berjalan rapat melintasi kafetaria. Rose terlihat khawatir juga. Rosalie dan Emmet mempin di depan. jika kau pergi sebelum kita bertemu lagi.. Dia tidak menoleh ke belakang. tetap menghalangi bintang. Aku bisa melihat diriku pergi. Dalam ketergesaan menemui keluargaku—dan keinginan menjadi seorang Edward yang menghadapi apapun—aku berlari kencang melintasi padang salju dibawah temaram bintang.. Jika berlari.” Alice menarik napas. Tapi kupandangi bintang-bintang itu lebih lama. kemudian lari pergi.

bahkan menyenangkan—tadi malam turun salju. teringat bagaimana selama ini kami sangat protektif.Diterjemahkan dari: www.stepheniemeyer. saat berada disini? Hari ini syarafku tegang.. “Dia belum datang. Hentikan. “Sepertinya kau betul. Tiba-tiba aku bersimpati pada Jasper. bukan? Aku mendesis padanya. Tapi tidak ada apa-apa. Penciuman. terkejut. Aku tidak bernapas. Beberapa manusia masih memikirkan gadis itu. Tidak ada yang menyadari kehadiran lima vampir di kafetaria. sama seperti sebelum anak perempuan itu datang.” aku menggerutu. Bukannya bosan.ia tidak akan melawan angin jika kita duduk di tempat biasa. Alice. mencari apapun yang diceritakan si anak baru Bella Swan. “Hmm. Matanya kembali fokus.” Dia mengerjap saat Jasper menuntun duduk.” “Tentu saja iya. Aku mengharapkan nama keluarga Cullen lebih sering disebut di pikiran-pikiran yang keluwati. koma. Apa dia tidak mengatakan apapun tentang diriku? 28 . tak ingin kupakai. setiap gerakan udara yang menyentuh kulitku. Aku tidak suka jadi pusat kerisauan. Mengganggu. Hanya satu indra yang kumatikan. tapi dari arahnya nanti. Seharian aku menunggu. Dia bertemu pandang denganku. setiap penglihatan.com “Tentu saja iya. kupantau setiap suara. Terutama pikiran. Coba melihat gosip barunya. Perbuahan mendadak dari pagi yang normal. dan Emmet serta Jasper tidak terlalu memanfaatkan lamunanku untuk membombardirku dengan bola salju.” aku memberengut. Kau membuatku kesal. tentu saja. Inderaku waspada penuh. masih dengan pikiran yang sama dengan minggu lalu.” gumamnya. Apa baru minggu lalu ruangan ini terlihat sangat membosankan? Sehingga rasanya hampir seperti tidur. ketika bosan dengan keacuhanku. Kelakukan mereka menggelikan.. Aku baik-baik saja. aku akan tinggal di rumah. dan menyeringai. mereka saling menyerang sendiri—kewaspadaan berlebihan ini terlihat lucu jika saja tidak menjengkelkan. Jika tidak yakin bisa mengatasi. setiap pikiran.” “Tentu saja kita akan duduk di tempat biasa. aku malah terkesima.

Bella pasti sangat pemalu. bahwa dia penyebabnya. aku mesti berpapasan dengan Chief Swan secepatnya dan mendengar pikirannya. ya?” tanya Emmet. Dia mengangkat tinju kanannya.. Aku cukup yakin ia akan cerita ke seseorang. “Sudah tahu kenapa.... Dia. membalik telapak tangannya hingga memperlihatkan bola salju yang ia sembunyikan di genggamannya. tentu saja. Dia pasti menebak. lalu menghantam tembok hingga berhamburan. Tidak terkecuali pada Gadis itu tentunya. mengingat dia tidak menghabiskan hidupnya bersama ayahnya sebelum ini.” “Manusia. mungkin sedikit dibumbui agar lebih baik. Membaur dengan lingkungannya. “Ada yang baru?” tanya Jasper.com Mustahil dia tidak menyadari tatapan gelap-ku yang mengancam. mungkin itu orang terdekatnya.” Alice berbisik. “Berani taruhan aku bisa lebih menakuti dia daripada itu. Badanku kaku.” Emmet terkekeh.Diterjemahkan dari: www.” Semua menaikan alis kaget. “Tidak ada. terlalu cepat untuk diikuti mata manusia. Dia meremas hingga mengeras menjadi bongkahan es. “Mungkin kau tidak semengerikan yang kau kira. tapi aku tahu kemana pikirannya. Tentu saja tidak meleleh. Kebutuhan seperti itu biasanya kuat pada masa-masa remaja. jika sampai tidak cerita ke siapapun. diterima. Matanya mengincar Jasper. Ke Alice. Ketika tiba-tiba esnya meluncur ke Alice. Barangkali pada ayahnya. Aku tidak tahu. Manusia cenderung ingin bersikap normal. Sudah pasti aku membuatnya takut. Kemudian.meskipun tampaknya tidak begitu. ia juga dengar aku minta pindah kelas biologi.pasti tidak cerita apa-apa. 29 .. Aku melihatnya bereaksi. Temboknya rengkah. Anak perempuan normal pasti akan bertanya kemana-mana. di meja kami biasanya. seperti sekawanan domba. Tapi tidak satupun memperhatikan kami. setelah melihat ekspresiku.” “Dia akan masuk.” Aku mendelik. Tetap saja. Kemungkinan ia lebih dekat dengan ibunya. dia menepis santai dengan kibasan jari.?” Dia masih penasaran dengan kesunyian benak gadis itu. membandingkan pengalaman.stepheniemeyer. mencari kesamaan yang dapat menjelaskan sikapku hingga dia tidak merasa sendirian.. “Coba bersikap seperti manusia. Bongkahan es itu terlempar melintasi ruangan. “Kita sudah membahas itu. Menambah tanda-tanda ancaman yang lain.

Mereka tidak mencari terlalu jauh. lewat pikiran Jessica. yang sepertinya sedang melamun. berdiri kaku di antrian. Kulihat.” Bella menjawab dengan suara lirih. Mungkin seperti itu juga sikap yang lain. sayang. Mike Newton bersama dua gadis itu. berangsur darah menghilang dari wajahnya. aku merasa sedikit tidak enak badan.” dia melanjutkan sembari maju mengikuti antrian. Aku mengatur mimikku agar terlihat santai.” Rosalie menegur mesra. Kenapa itu menggangguku. bro. Emmet. siap-siap menahan napas jika aromanya sampai ke dekatku. Aku menarik napas pendek. Tapi itu lebih karena aku sedang menyimaknya dengan keras. Bukankah 30 . Tidak ada yang menoleh kesini. sangat jernih. tapi masih sangat jelas.stepheniemeyer. Aku berusaha tidak melihat ke gadis itu. yang merasa teracuhkan oleh lamunan si gadis. “Kenapa tidak sekalian kau tinju temboknya hingga runtuh?” “Terlihat lebih impresif jika kau yang melakukannya. “Sangat manusia. ke Emmet.” Aku pura-pura memperhatikan. Aku tidak suka dengan jalan pikirannya. Kedengarannya seperti dering bel diantara dengung samar di seantero kafetaria. Tapi kesanalah pendengaranku sepenuhnya.” suaranya memelan. “Tidak apa-apa. tersenyum kecil seakan menikmati gurauan mereka. Aku tidak bisa menahan diri untuk tidak melirik. pipi Bella Swan bersemu merah muda oleh darah. saling lirik mencari biang onarnya. Dia sedang memandangi lantai. rasa prihatin yang tiba-tiba muncul dari pikiran Mike Newton? Memang kenapa jika pikirannya terlalu protektif? Bukan urusanku jika Mike Newton bersikap berlebihan ke dia.com Orang-orang disekitarnya memeloti pecahan es yang berserakan di lantai. “Hari ini aku minum soda saja.Diterjemahkan dari: www. Aku bisa mendengar ketidaksabaran Jessica pada si murid baru. Aku mendegar dua suaranya. ketika bertanya ke Jessica ada apa dengan gadis itu. Di telingaku Jessica berteriak heran dengan selera makan gadis itu. pikiran dan verbal. Aku cepat-cepat membuang muka. yang tertawa melihat seringai panik di wajahku. “Kau tidak lapar?” “Sebenarnya. Kau terlihat sakit.

aku juga ingin melindungi dia? Sebelum ingin membunuhnya. aku tidak suka memantau dia lewat pikiran Mike.. “Tenang. Paling ujung-ujungnya kau membunuh satu orang. Untung mereka duduk di tempat biasa. sama seperti anak tolol itu. Bagaimanapun juga. terlihat bahagia dan normal.” Seketika itu juga.stepheniemeyer. 31 . Alice terus tertawa. kaget.” gerutuku. seseorang membatin. dan mengangkat nampannya sebagai perisai. Tidak melawan angin. kemudian kusadari aku ikut khawatir.. Seperti diriku. segera mengenali suaranya sebelum pandanganku sampai—aku sering mendengarnya hari ini. . Otomatis aku menoleh kearah panggilan yang tak disengaja itu. Sang gadis—Bella— pasti masih menonton.. “Kau yang mulai duluan. menarik perhatianku. Alice tertawa. dan menyeringai waspada. Air beterbangan. “Aduh!” keluh Rose. seideal lukisan Norman Rockwell. memperhatikan ketiganya memilih meja.” Emmet mencondongkan tubuh ke seberang meja lalu mengibaskan rambutnya yang mengerak beku. “Terus terang. Dia mengerjap. Edward. Emmet tertawa. Aku mengatupkan gigi rapat-rapat dibalik seringai senyumku. Keabadian adalah waktu yang panjang untuk menyesali kesalahan. Dan aku tahu sang gadis itu— aku mesti berhenti berpikiran begitu.” sindir Emmet. “Kau mesti belajar melupakan sesuatu. dan kami semua kembali menikmati canda ini.com minggu lalu. Alice melempar es yang ia sembunyikan ke muka Emmet. Tapi apa gadis itu sakit? Sulit menilainya—dia terlihat sangat lembut dengan kulitnya yang jernih menerawang. bersikap manusia. seperti janji Alice. Aku bisa melihat di pikiran Alice bagaimana ia mengarsiteki momen sempurna ini. dan kupaksa untuk tidak memikirkan kesehatannya.” “Tunggu saja.. seakan dia satu-satunya perempuan di dunia—bahwa Bella sedang memperhatikan kami tertawa dan bercanda.memandangi keluarga Cullen lagi. Dunia tidak akan berakhir. Dia dan Alice menyingkir dari semburan hujan Emmet. Alice menyikutku. di salah satu meja terdepan.Diterjemahkan dari: www. Aku pindah ke Jessica.. secara naluri.. Dia akan melihat kesini. setengah cair setengah beku.

Gadis itu tidak mengalihkan pandangan dari mejanya selama sisa istirahat. Pertanyaan itu membingungkan Jessica. bukanya menghilang. sambil cekikikan.” mereka selalu begitu. aku tidak pernah mengupayakannya.com Tapi mataku sedikit melewati Jessica. Aku mendengarkan.” jawab Jess. coba mendengar sesuatu. Dia cepat-cepat menunduk. mengangkat kepalanya untuk memastikan Jessica mematuhinya. Hal itu kelihatannya tidak membantu sema sekali. Sepertinya 32 . tapi cuma bisa menebak.” gadis itu mendesis kesal. “Dia tidak kelihatan marah. Jadi dia menyadari reaksi liarku kemarin. tanpa diminta.” Jessica meyakinkan dia. dan aku tahu dia berharap bisa berkata iya—bagaimana tatapanku sangat mengganggu pikiran dia—meskipun tidak ada tanda-tanda hal itu di suaranya. dan tertumbuk pada tatapan dalam gadis itu.” “Sudah jangan dilihat lagi.” gadis itu kembali berbisik. Aku mencoba—tidak terlalu yakin karena belum pernah melakukanya— menyelidiki dengan pikiranku pada kesunyian di sekeliling gadis itu. “Tidak.stepheniemeyer. “Apakah seharusnya dia marah?” “Sepertinya dia tidak suka padaku. Aku masih berkonsentrasi pada gadis itu. Apa yang dia pikirkan? Rasa frustasi ini makin lama makin menjadi. “Tapi dia masih memandangimu. tapi aku tidak menatapnya. “Well. terlalu tertarik. coba menembus penghalang apapun disekelilingnya. Aku coba memahami gerakannya. bersembunyi dibalik rambutnya. Jessica kelihatannya pandai sok bersahabat. Pikirannya menggerutu. “Edward Cullen menatapmu. pada responnya.Diterjemahkan dari: www. Aku melihat wajahku di benaknya ketika ia mengecek ekspresiku. Pendengaran ekstraku selalu muncul alami. Tidak ada nada sinis atau cemburu.” dia berbisik di telinga si Swan. Tapi aku berkonsentrasi sekarang. Tentu saja begitu. Jessica terkekeh. Mungkin dia memang letih. melakukan apa yang diminta. Tidak ada apa-apa selain hening. menelungkupkan kepala di tangan seakan tiba-tiba letih. “Keluarga Cullen tidak menyukai siapapun. mereka memang tidak memedulikan siapa-siapa. sejalan dengan frustasiku. Ada apa sih dengan Bella? Batin Jessica. iya kan?” dia balik berbisik.

sangat ingin. Keluargaku juga belum beranjak. Meski berusaha tidak merasa puas melihat ganti aku yang lemah. Manusia-manusia itu mulai keluar. apa ini juga akan menjadi kesalahan sia-sia seperti itu. Benar-benar bodoh.” Aku juga tersiksa pada pilihannya. Kelihatannya sebetulnya ia ingin melihatku.com —sepertinya tentu saja. Emmet.” Rosalie memprotes. Mereka menunggu keputusanku.” “Aku belum ingin pindah lagi. “Kau telah memutuskan. Minggu lalu suatu kesalahan bagi Jasper menahan haus terlalu lama. aku tidak bisa yakin—hal itu disengaja. Aku ingin. dan menatap ke siapapun di mejanya yang sedang bicara. aku masih tetap duduk. tapi kemudian ia tahan. Butirbutir halus yang meyalang ke atap telah berubah menjadi rintik. Mike Newton merencanakan perang salju sepulang sekolah.Diterjemahkan dari: www.. karena tidak berkaitan dengan dia.” “Kenapa mesti dibesar-besarkan?” Emmet tidak setuju. Kuacuhkan sebagian besar pikiran di meja itu. Mereka tidak akan berterima kasih jika itu sampai terjadi. “Kenapa mesti memaksakan diri. duduk disamping si gadis. Lebih cepat tahu lebih baik. seperti ada yang penting atau aneh dari bunyinya. menghela napas panjang. “Pulang lah. Kita hampir lulus.rasa tidak apa-apa. tidak sadar telah turun hujan. Edward?” protes Jasper. dagunya hampir menoleh. kedengarannya ia sedikit merasa begitu.. Aku pikir kau akan melewati satu jam ini. dimana bisa kucium bau darahnya yang bukan main kuatnya itu dan merasakan kehangatan nadinya di kulitku? Apa aku cukup kuat untuk tahan? Atau. menatap kedepan ketimbang lari lagi. “Pilihannya apa dia akan membunuhnya atau tidak.stepheniemeyer. Jangan buru-buru. “Aku tidak mau mengulang lagi dari awal. Badannya menggeser sedikit. hanya sedikit. Aku tidak mau membuat keluargaku terusir. 33 .” Alice berkata ragu. Apa dia tidak mendengar perubahannya? Terdengar nyaring kalau buatku. Apa aku akan pergi ke kelas. Tapi aku juga tidak mau memaksakan diri.” Tapi Alice tahu betul bagaimana sebuah keputusan dapat cepat berubah. Ketika jam istirahat selesai. Tanpa sadar aku membedakan langkah kakinya dari yang lain. Akhirnya. cukup satu hari saja? “Aku.

Rose. Aku belum terlambat. Mr.. Aku sembilan 93 persen yakin tidak akan ada kejadian buruk jika dia masuk kelas. “Ayo masuk kelas. Wajahnya menunduk lagi. Bukankah aku sudah bertekad untuk tidak membiarkan kesunyian pikiran gadis itu membuatku terlalu penasaran padanya? Tetap saja. amat terlalu ingin tahu.” perintahku. Mungkin aku bisa membacanya lewat situ. tampaknya—kenapa tidak cepat-cepat diselesaikan? Akan kuhadapi godaan itu. membuat gambarnya tidak imbang. menyunggingkan senyum sopan tanpa memperlihatkan gigi. kupikir betul-betul akan baik-baik saja. tapi tangannya melewatkan satu lingkaran. Pikirannya tertutup. tapi matanya sangat terbuka. persetujuan Emmet. Banner masih sibuk mempersiapkan percobaan hari ini. Aku marah pada diriku sendiri karena meladeninya. Hanya gambar lingkaran-lingkaran acak. 34 . dan kejengkelan Rosalie membuntutiku. yang biasanya membuat manusia lebih nyaman. tapi sedang memikirkan hal lain? Aku menarik kursiku sedikit berisik. Aku ingin tahu apa yang dia pikirkan. Gadis itu telah duduk di mejanya—di meja kami. Aku memperhatikan yang dia gambar saat mendekat. sibuk mencoretcoret buku catatannya.” kataku dengan suara pelan. Barangkali dia tidak memperhatikan bentuknya..makin tegas. penasaran pada hal sepele buah pikirannya. Kali ini aku mesti memberi kesan yang lebih baik. beranjak dari meja. Akhirnya. membiarkan kakinya menggesek lantai. alasan itu yang membuatku mengambil keputusan. dia tidak mendongak.com Tapi aku ingin masuk ke kelas bilogiku. Kenapa dia tidak mendongak? Mungkin ia takut. Aku menjauh dari mereka tanpa menoleh kebelakang.Diterjemahkan dari: www. disinilah aku. Bisa kudengar kecemasan Alice.” Alice meyakinkan. manusia merasa lebih nyaman ketika mendengar bunyi yang mengawali kehadiran seseorang.stepheniemeyer. “Tidak. kecaman Jasper. “Ini. Membuatnya berpikir telah membayangkan yang bukan-bukan sebelumnya. Penasaran. bertanya-tanya apa yang merubah pikiranku sehingga penglihatannya lebih pasti.” dia mengerling penasaran. Aku tahu dia mendengar. Tapi tidak ada maknanya. Apa rasa penasaran cukup untuk membuat Bella Swan tetap hidup? Emmet betul. “Halo. Harus diakui aku ingin melihat wajahnya lagi.

” Dia terlihat bingung—muncul kerut kecil diantara matanya. seakan itu membuatnya tidak senang. “Bukan. Tanpa bernapas. Itu hanya cara sopan untuk memulai pembicaraan. Kurasa. Kebanyakan manusia merasa sebaliknya. Butuh setengah detik lebih lama untuk dia menjawab.stepheniemeyer.Diterjemahkan dari: www. suaranya gugup. “B-bagaimana kau tahu namaku?” dia balik bertanya. mata-lebar coklatnya terkejut—hampir bingung—dan penuh tanya. Aku pasti benar-benar menakutinya. sulit dibayangkan seseorang serapuh ini pantas dibenci. “Namaku Edward Cullen. Kendati tidak mau terlalu menonjol. “Aku belum sempat memperkenalkan diri minggu lalu. “Oh. Aku punya cukup persediaan udara untuk bicara seperlunya. “Tapi kupikir 35 . aku berhat-hati dengan gigiku. mencari dasarnya. Jelas-jelas dia meralatnya berulang kali. tidak berkata apa-apa. Pipinya merona. bagi orang sepemalu dia. Lagi. bingung kemana arah pertanyaannya.com Dia mendongak. kurasa semua orang tahu namamu. Itu adalah tatapan sama yang menghalangi pandanganku selama satu minggu kemarin. dia begitu lemah. menggerakan kepalanya sedikit.” pasti dia baru menyadari dirinya menjadi pusat perhatian di tempat yang membosankan ini. dan coba mengacuhkan rona kulitnya yang mengundang. “Maksudku. Kau pasti Bella Swan. meskipun aku tahu dia sudah tahu. saat bersamaan mereka mencari perhatian. Aku terus menatap kedalam matanya. aku lebih suka Bella. kenapa kau memanggilku Bella?” “Kau mau dipanggil Isabella?” tanyaku heran. Saat memandang mata-coklat-anehnya yang dalam. aku sadar kebencian itu— kebencian pada gadis ini yang entah bagaimana layak mendapatkannya hanya karena hidup —langsung sirna.” sapaku. Aku tidak mengerti. Dari sikapnya—jika aku benar membacanya—dia tersiksa antara malu dan bingung. perhatian adalah hal yang tidak mengenakan.” katanya. Ini membuatku merasa bersalah.” Dia mengerutkan dahi. Aku tertawa sopan—itu suara yang kutau membuat manusia rileks.” jawabnya. Apa manusia memang serumit ini tanpa bantuan suara mentalnya? “Tidak. tanpa merasakan aromanya. “Seluruh kota telah menantikan kedatanganmu.

com Charlie—maksudku ayahku—pasti memanggilku Isabella dibelakangku—pasti itulah yang diketahui orang-orang disini.Diterjemahkan dari: www. terutama untuk seseorang yang semestinya takut ketika berada didekatku. Apa ada yang ganjil dengan ekspresiku? Apa dia ketakutan lagi? Dia tidak bilang apa-apa. Kerongkonganku terbakar hebat lagi. “Kau duluan. partner?” aku menawarkan.stepheniemeyer. matanya lebar. Aku mengatupkan gigi rapat-rapat sambil berusaha menguasai diri. menjulurkan kepala kesamping.” kulitnya bersemu jadi merah muda. Cukup tajam. dan kami mesti berpasangan hari ini. semeja denganku berarti menjadi rekan selab-ku.” perintah Mr. Ahh! Sangat Sakit. 36 . Aku kehabisan udara. aku akan memanggil dia dengan nama lengkap. cepat-cepat membuang muka. Dia sangat cepat menebak kelalaianku. Sial baginya. Seketika itu juga ekspresinya berubah kosong. Aku baru sadar maksudnya: aku kelepasan bicara—ceroboh. Aku memberanikan diri. “Oh. Tapi aku punya masalah yang lebih besar dari sekedar kecurigaan yang tersembunyi di pikirannya. Aku menjauh sebisanya tanpa harus menggeser dudukku.. Itu akan membuat dia lebih curiga. Banner. aku bisa merasakan aromanya di lidahku. yang sedang menunduk memandangi meja.” ujarku konyol. seperti yang lainnya. aku harus mengambil napas. Gejolaknya sama kuatnya dengan minggu lalu. “Atau aku bisa memulainya kalau kau mau?” aku berkata pelan. Jika ingin bicara lagi. dan menghirup cepat dalamdalam lewat mulut. Aku merasa geram. mengunci otot-ototku. lebih takut. Dibutuhkan setiap titik pengendalian-diri yang kuperoleh selama tujuh-puluh tahun kerja-keras hanya untuk tersenyum dan menoleh ke gadis itu.. Dia menatapku. Akan sulit menghindari percakapan. “Mulai. Dia menyadari perbedaan itu. Jika saja tidak menguping pembicaraan orang seharian kemarin. Akan terlihat aneh—dan sangat tidak sopan—jika mengacuhkannya selama mengerjakan tugas berdua. Bahkan tanpa mencium baunya.

Aku butuh sesuatu untuk dilihat. Kuambil mikroskopnya dan kuteliti sebentar. saat menyentuh tanganku? Kulitku pasti sedingin es—menjijikan. 37 .” katanya. Apa dia benar-benar mengira jawabanku salah? Aku tidak bisa menahan senyum ketika melihat wajahnya saat menyodorkan mikroskop ke dia. menulis pada lembar kerja. Aku masih belum siap menoleh ke dia. “Maaf. Dia tidak terlihat takut. seakan aku satu spesies dengannya—aku menggapai menghentikan tangannya. Panasnya membakar cepat dari tangan ke lengan.” sebutnya setelah pengamatan singkat.stepheniemeyer.” aku setuju. “Anafase. daripada mengawasi darahnya mengalir di balik kulitnya yang jernih. terkejut karena dia bersungguh-sungguh.com “Tidak. Aku mengambil satu napas cepat lagi. “Profase. Dia benar. Aku menatap sekilas slide-nya. “Boleh kulihat?” tanyanya. dan langsung kecewa. “Aku akan memulainya. meskipun tadi hampir tidak menelitinya. “Profase. dan menjengit ketika rasanya membuat tenggorokanku perih.” aku berkata sendiri saat akan menulis. kehangatan kulitnya membakar kulitku. sebuah mikroskop. Tangannya mengulur ke mikroskop.” gumamku lewat sela gigi. dan wajahnya berubah dari putih jadi merah muda lagi. dan kemudian mengganti slide yang baru. melalui sela gigi. Aku berkonsentrasi pada satu tugas sederhana. sekotak slide. Sudut mulutnya bergerak turun. “Boleh aku melihatnya?” secara reflek—hal yang bodoh. Dia sudah akan mengganti slide-nya. Ia buru-buru menarik tangannya.Diterjemahkan dari: www. Bernapas cepat lewat gertak gigi sambil mengabaikan dahaga yang membakar. Selama sedetik. Aku menatapnya.” Aku memilih memperhatikan peralatan yang ada di meja. Tidak heran dia diam. Dia melihat ke lensa dengan sangsi. Apa yang dia pikirkan sekarang? Apa rasanya bagi dia. Rasanya seperti tersengat listrik—tentunya jauh lebih panas dari sekedar sembilan-puluh-delapan-koma-enam derajat.

Kami yang pertama selesai—lainnya tampak kesulitan. Mike Newton sulit berkonsentrasi—dia berusaha mengawasi Bella dan aku. ya?” dia tiba-tiba bertanya. menungguku yang menulis. Aku tidak tahu para anak cowok kesal padaku. “Tidak. Sepasang mata yang mendadak sepertinya menatapku bosan.. coba menerka satu dari segala rahasia dirinya. Bahkan lebih menariknya. Duduk disampingnya serasa duduk disamping lampu pijar. dan tidak mengancamnya sosok dia bagiku.” aku hampir tersenyum pada ide mempertajam penglihatan-ku.Diterjemahkan dari: www.dalam cara yang tidak biasa. “Interfase. “Kau memakai lensa kontak. wajahnya menarik. dengan mata masih di mikroskop. 38 . Kulihat lagi gadis itu. Pertanyaan yang aneh.com “Slide tiga?” dia meminta. kehebohan.stepheniemeyer. Bisa dibilang dia cukup cantik. Aku menatap balik.” katanya datar—mungkin berusaha terlalu keras agar terdengar seperti itu—kemudian mendorong mikroskopnya ke arahku. tapi mengulurkan tangan. Tubuhku pelan-pelan menghangat.. bicara satu kata bergantian dan tidak bertemu pandang. “Oh.” Mendadak moodku lenyap saat menyadari hari ini bukan cuma aku yang berusaha mengorek keterangan. dan ada matanya. aku menemukan—dalam kekagetanku—kekesalan serupa pada mereka. tidak membiarkan kulitku menyentuhnya kali ini. sambil menatapku sebal. terpesona pada besarnya malapetaka. pewarnaannya ekstrim—kulitnya yang terang dengan rambutnya yang gelap terlihat kontras. Kami berhasil selesai dengan cara ini. Dia tidak terlalu lama melihat. “kupikir ada yang berbeda dengan matamu. Aku meneliti ulang—dia benar lagi. Aku harap dia tetap tinggal dimanapun dia pergi kemarin. Lebih baik dari sekedar manis. Aku menaruh slide ketiga ke tangannya.” gumamnya.. Tidak cukup simetris—dagunya yang kecil tidak imbang dengan tulang pipinya yang lebar.. Ini perkembangan baru. yang penuh rahasia. batin Mike. sejak kedatangan gadis ini sepertinya. serta kerusakan yang ditimbulkan pada hidupku. Dia tidak menyentuh kertas kerjanya. tak perduli betapa normal. Itu bukannya aku tidak melihat apa yang Mike lihat.

aku menghabiskan sepanjang akhir pekan dengan berburu. mataku berubah hangat keemasan. Bukannya itu akan banyak berguna jika dibanding aroma menggiurkan yang menguar dari kulitnya. “Jadi. meneliti jawaban kami.” Pikiran Mr. Sekarang. memuaskan dahagaku sebanyak mungkin. Banner menyelidik. mataku hitam karena haus.” Ini mengejutkan dia. Banner mendekati meja kami. Edward. “Apa kau pernah melakukan percobaan ini sebelumnya?” Aku memperhatikan. Dia mengangguk-angguk ke gadis itu. “Apa kau masuk kelas khusus di Phoenix?” “Ya. dia satu-satunya yang memperhatikanku dengan cukup teliti untuk menyadari perubahan warnah mataku.” “Whitefish Blastula?” Mr. godaan hari ini. Dua tahun aku di sekolahan ini. Dengan lega aku menghirup napas dari udara bersih yang dibawanya sebelum bercampur dengan aroma gadis ini. Kenapa harus gadis ini yang melihat terlalu banyak? Mr. saat terpesona dengan keluargaku. Acuh adalah berkah bagi pikiran manusia. Percobaan hari ini adalah materi yang dia ambil dari kelas khusus. “Yeah.Diterjemahkan dari: www. Jika tahu maksudnya.” spontan aku meralat. tubuhku dibanjiri darah. bahuku kaku. Kuning terang akibat usaha berlebihan memuaskan dahaga. Aku menenggelamkan diriku dengan darah binatang banyak-banyak. Kelepasan bicara lagi. agak kebanyakan sepertinya. Untuk persiapan hari ini.stepheniemeyer. “tidakkah kau pikir Isabella perlu diberi kesempatan menggunakan mikroskop?” “Bella. Tentu saja ada yang berubah pada mataku. Minggu lalu. secara naluri mengacuhkan detail sosok kami agar jangan terlalu mengerti. dan berpaling ke depan kelas. Yang lainnya. Banner berubah skeptis saat menoleh ke sang gadis.” ujarnya. terlihat sedikit malu “Tidak dengan akar bawang merah.” 39 .com Aku mengangkat bahu. tertarik. aku akan menjawab iya. saat dia tersenyum. cenderung buru-buru berpaling saat kami balas menatap. Mereka bersembunyi minder. “Sebenarnya dia mengidentifikasi tiga dari lima slide ini.

“Agar yang lainnya dapat kesempatan untuk belajar. “Tidak juga. sambil mengerutkan mulutnya.com Ternyata untuk ukuran manusia dia termasuk pintar. “Well. ya kan?” kataku.” tanyaku. Itu membuatku hampir meledak penasaran—rasa penasaran itu membakar sama panasnya dengan dahaga di 40 . nadanya dingin. Rasanya aku tidak terlalu yakin menginginkan hal itu.stepheniemeyer.” mungkin sebaiknya kau tidak datang kesini. “Kau tak tahu bagaimana rasanya. jika ia pergi. “Jawabannya. tidak menambahkan apa-apa lagi. Banner. tidak santai seperti percakapan biasa. Sangat memalukan.” aku menebak. “Atau basah. Aku akan selalu ingat aroma darahnya—apa ada jaminan aku tidak akan mengikuti dia kesana? Disamping itu.rumit.. Ini tidak mengejutkan. mengejutkanku lagi. “Kupikir kalian cocok menjadi partner. Mungkin sebaiknya kau kembali ke asalmu. Sentuhan esku pasti membuatnya begitu. “Kau tidak suka dingin. Aku kembali mengarahkan pembicaraan ke topik sepele. Teka teki yang akan terus mengganggu. mengulang pembicaraan ringan yang telah kudengar ratusan kali hari ini.. terlalu menyelidik. Dia menatapku dengan ekspresi ragu yang terlihat jelas di matanya—reaksi tidak wajar untuk ucapanku yang wajar.. “Lalu kenapa kau datang kesini.” dia berputar dan menjauh sambil bergumam pelan. “Sayang sekali turun salju. “Forks pasti bukan tempat menyenangkan bagimu. yang segera sadar kedengarannya terlalu ingin tahu.” Aku ragu gadis itu bisa mendengarnya. disamping kejujurannya—dan cuaca dingin pasti membuat dia tidak nyaman.” Ucap Mr.” dia berkata pelan. Tidak sopan.” dia menambahkan. Topik sederhana yang membosankan.” jawabnya. Jawabannya tidak seperti yang kuharap. Itu membuatku ingin bertanya lagi.Diterjemahkan dari: www. Dia kembali menggambar lingkaran. Dua kali salah dalam satu jam. seberapa besar kecurigaannya—aku harus meninggalkan kesan yang lebih baik.” Mata lebarnya mengerjap. Tentang cuaca—selalu aman. Meski benar-benar tidak tahu apa yang dia pikirkan—seberapa besar ketakutannya. Dia berasal dari kota yang cuacanya hangat—kulitnya menunjukan itu. pikirannya akan selamanya jadi misteri.. aku ingin menambahkan.

dia bicara cepat. Sebetulnya. Aku hanya ingin membalas senyumanya—untuk memancing lebih banyak.. Muncul seberkas senyum di ujung bibirnya yang penuh. memancing lebih banyak. “Ibuku menikah lagi. Kesedihan tampak di matanya dan memunculkan kerut diantara alisnya. Tapi itu terlalu bodoh— berbahaya—untuk menyentuh kulitnya lagi. mengira-ngira Phil yang mana. Phil baik. tapi cukup baik. Rasanya lega bisa melihat emosi di matanya lagi.” Ah. “Rasanya aku bisa mengerti. Suaraku halus tanpa perlu dibuat-buat. Mungkin sikap sopan dapat membuat dia menjawab pertanyaanku selama aku nekat menanyakannnya. “Phil sering bepergian. Ini membatku tidak sabar. Pandangannya menunduk lagi.” kataku. Yang harus kuakui. “Apakah dia terkenal?” aku melihat ke bundelan daftar nama pemain profesional di kepalaku. Aku ingin menyentuh dagunya dan mengangkat wajahnya agar bisa membaca matanya. Aku ikut tersenyum. pilihan karirnya membuat dia kagum. “Benar-benar liga 41 . ini sangat manusia.Diterjemahkan dari: www.stepheniemeyer. Dia bukan pemain andal. Kesedihan dia anehnya membuatku merasa tidak berdaya.” aku menerka. “Dan kau tidak menyukainya. Dorongan yang aneh. membetulkan asumsiku.. aku merasa sedikit lebih mudah untuk bernapas. Aku bukan sedang ingin membuat dia nyaman.” berkas senyumnya makin tampak.” lagi-lagi tersenyum. Terdengar terlalu mencampuri.” aku memaksa. Dia pemain bola. “Kenapa kau tidak tinggal bersama mereka?” aku bertanya lagi. Mendadak ia mendongak.” jawabnya. mudah dipahami. “Itu tidak terdengar terlalu rumit. buru-buru.com tenggorokanku. “Barangkali tidak. memang begitu. berharap bisa melakukan sesuatu untuk membuatnya merasa lebih baik. “Kapan itu terjadi?” “September lalu. “Terlalu muda barangkali. suaraku kelewat penasaran. Kutahan napasku ketika kehatangatan napasnya menyapu wajahku. godaan itu lebih bisa ditahan setelah terbiasa.” dia mengeluh panjang—lebih dari mendesah.” Ini tidak cocok dengan skenario yang kubangun. “Tidak.

Dia tertawa dingin. Dan berhasil lagi. “Aku sendiri yang mau. Aku menatap matanya. misteri dibalik pikirannya yang sunyi mulai sedikit terungkap. “Tapi sekarang kau tidak bahagia.” Kerut tipis diantara matanya makin dalam. atau alasan dibalik nada bicaranya. sebal telah kalah.stepheniemeyer. Dagunya terangkat. Jadi aku menyerah.” tanggapku ringan. dan tabulasi perkiraan yang baru segera muncul tidak sampai sedetik kemudian. Dia sering berpindah-pindah. merasa akhirnya berhasil melihat kedalam hatinya.” aku mengakui. coba terlihat santai. seakan tidak ada lagi yang bisa dipertimbangkan. Saat melihat hal ini.” dia menjelaskan pelanpelan. jadi kuputuskan sudah waktunya menghabiskan waktu yang lebih berkualitas bersama Charlie.. Dia lebih mementingkan orang lain. meskipun aku tidak tahu kenapa. “Ini membuatnya tidak bahagia. “Aku tak mengerti.” katanya.” kataku.Diterjemahkan dari: www. Tebakanku sepertinya menyinggung dia. nadanya makin sayu di tiap katanya. “Terus?” ujarnya. aku membayangkan skenario baru.com kecil..” Aku tidak tahu maksudnya. Pada saat bersamaan. sambil menyembunyikan keingin tauanku yang makin besar. ternyata tidak terlalu keliru. suaranya berubah tajam. “Itu tidak adil. berharap mendapat reaksi darinya. Dia tidak seperti kebanyakan manusia. ekspresinya mendadak datar. dia tidak mengirimku ke sini. tapi dia merindukan Phil. kebutuhannya sendiri ditempatkan paling dasar. Dia benar-benar tidak masuk akal. Membuat asumsi kelihatannya lebih mudah untuk memancingnya cerita daripada bertanya.” Daftar pemain di kepalaku langsung ganti. “Tidak. Aku benar-benar tidak paham. Kali ini. “Dan ibumu mengirimmu ke sini supaya ia bisa bepergian dengannya.” gumamku. Dalam satu kata itu dia menempatkan dirinya di tempat paling bawah dalam prioritas hidupnya. Mungkin bukan hanya keheningan pikiran dan semerbak darahnya yang tidak umum dari dia. “Tidakkah ada yang pernah memberitahumu? Hidup tidak adil. Aku mengangkat bahu. “Mula-mula dia tinggal denganku. Aku tidak bisa berhenti menebak keraskeras. Tidak seperti manusia lainnya.” 42 .

Dia mengeluh sambil masih memandang kesal ke depan kelas.” dia memberitahu.com Aku ingin ikut tertawa.” Dia menatapku balik. Aku tidak biasa kalah dalam hal intuisi. masih membuang muka. pembicaraan ini. Belum pernah ada orang yang berada dalam situasi seberbahaya ini dariku kecuali gadis kecil ini—kapan saja. Selain melindungi keluargaku dari kecurigaan. “Kurasa tidak. Ketajamannya lebih baik daripadaku—dia langsung melihat ke inti masalah sementara aku berpusing di pinggiran. sisa kesenduannya. matanya menyipit dan mulutnya mencebik kesamping. Aku ingin menghapusnya dengan ujung jariku. Dia tidak suka saat tebakanku benar. Matanya mengerjap sesaat. “Apa aku salah?” Badannya bergerak gelisah.” aku akui. lalu ia membuang muka kedepan.” “Kenapa ini penting buatmu?” tuntutnya. terlihat bingung lagi. “Aku yakin pernah mendengarnya disuatu tempat sebelum ini. itu saja. tapi pura-pura tidak mendengar. menggangguku. Ekspresi frustasinya terlihat lucu. Itu sangat tidak aman. Tapi aku belum mau menyudahi pembicaraan ini. kalau aku terlena. Dua kerut V diantara matanya. Itu membuatku tersenyum. “Pertanyaan yang bagus. 43 .” aku berkata pelan. Tapi. tentu saja. dan kembali menatapku lagi.” Dia mengerutkan muka. lucu. Suatu kesalahan untuk peduli dengan isi pikirannya. “Tapi aku berani bertaruh kau lebih menderita daripada yang kau perlihatkan pada orang lain. “Kau pandai berpura-pura. Dia bukan martir biasa—ia tidak ingin orang lain tahu penderitaannya.Diterjemahkan dari: www. aku bisa menghirup lewat hidung dan menyerangnya sebelum bisa kucegah—dan dia kesal karena aku belum menjawab pertanyaannya. “Ya sudah.stepheniemeyer. lebih pada diriku sendiri daripada menjawabnya. problem manusia tidak penting. Aku terlalu mengandalkan pendengaran ekstraku—kelihatannya aku tidak sepeka seperti yang kupikir. meskipun sama tidak merasa gembira. Aku tahu sedikit tentang hidup yang tidak adil. menebak asal-asalan. aku tidak dapat menyentuhnya. Detail kehidupan manusia seharusnya tidak penting buatku. Semua situasi ini. masih mempertimbangkan hipotesa selanjutnya.

“Biasanya. meskipun sudah coba kuusir. Aku tidak akan sanggup menahan diriku. Alasan dia kesal karena menurutnya aku melihat dirinya terlalu mudah. Aku tidak bisa disebut hidup. merasa aneh.” aku mengiyakan. “Aku lebih kesal pada diriku sendiri. Tiba-tiba aku berada di tubir jurang. yang lagi-lagi. Aku tidak bisa melihat apa peringatanku menimbulkan efek. Aku harap dia begitu. Aku ingin tahu lebih banyak 44 . “Kebalikannya. Aku menyadari muncul kekaguman dalam diriku. Badannya duduk lebih dekat dari sebelumnya. Aku menatapnya terheran-heran. “Aku malah sulit menebakmu. hidup bukan istilah yang tepat. Itu kelakukan bodoh.” bantahku.” Keningnya mengerut.” Dia memberitahu. tanpa sadar bergeser selama pembicaraan tadi. Sungguh aneh. membuat asumsinya sendiri. Semua isyarat kecil yang biasanya menakuti manusia kelihatannya tidak berlaku pada gadis ini. Tapi entah kenapa aku sangat ingin memberi peringatan pada gadis itu.. jadi mungkin secara tidak sadar dia mengerti. tapi tatapannya terperangkap pandanganku. Tapi belum apa-apa aku sudah tidak sabar ingin bicara dengannya. Dia terlihat lega karena teralihkan. Aku tersenyum lebar.” “Kalau begitu kau pasti sangat pintar membaca sifat orang. Aku tidak boleh mendapati Bella Swan menarik. Mr Banner baru saja menyuruh semua untuk tenang. dan gadis itu langsung berpaling dariku. gelisah. seakan ada bahaya tersembunyi yang tidak bisa kulihat. Dia bermaksud mengerling sekilas. menggerutu.” dia menebak.stepheniemeyer. tepat sasaran. Kenapa dia tidak juga lari ketakutan dariku dengan dihantui teror mengerikan? Tentunya dia cukup melihat sisi gelapku untuk menyadari bahayanya. “Tidak juga.Diterjemahkan dari: www.” tanyaku. sambil tersenyum tanpa sebab. khawatir.. sejeli sebagaimana dia kelihatanya. membiarkan mulutku tertarik kebelakang untuk memperlihatkan kilatan barisan gigi tajam dibaliknya. Ekspresiku sangat mudah ditebak—ibuku selalu menyebutku buku yang terbuka. Aku belum pernah berusaha sekeras ini untuk bisa memahami seseorang selama hidupku—atau lebih tepatnya eksistensiku.com “Apa aku mengganggumu.

Kesakitan akibat api yang membakar dahagaku membuatku pusing. iya kan? “Iya. Dalam perjalanan masuk kelas. Semakin menarik dia bagiku. Monster dalam diriku menggeram. Saat aku melihat Alice kabur dari kelas.com tentang ibunya. Aku harus mencengkram meja lagi agar tetap duduk.. Tapi setiap detik yang kuhabiskan bersamanya adalah suatu kesalahan. Lagi. kehidupannya sebelum kesini. “Aku tidak sadar tadi itu segitu dekat. yang tidak kecil? Begitu bel berbunyi. aku tidak tahu seburuk itu. Apa aku akan membuat yang ketiga.” aku bergumam. Aku pergi sejauh mungkin dari gadis itu. Jika Alice butuh bantuan. Dia melihat ekspresi liarku sekilas. Bagaimana tadi? Dia membatin khawatir. Aku berhenti bernapas. resiko yang tidak semestinya dia tanggung. Tidak. Semua hal sepele yang akan mengungkap kepribadiannya. aku langsung cepat-cepat keluar—mungkin menghancurkan segala kesan baik yang tadi aku bangun.” bisikku. Dia meyakinkan aku.. aku melihat ingatannya barusan. Ini sama dengan waktu pertama kali—seperti bola penghancur.Diterjemahkan dari: www. melihat keluar lewat pintu yang terbuka dari kelas sebelumnya: Alice berjalan panik dengan wajah kosong melintasi lapangan menuju gedung kelas biologi. tapi kemudian memutuskan untuk tinggal. Paling tidak untuk saat ini. ia akan bilang. semakin besar kemungkinan aku akan membunuhnya. Tadi aku tidak berniat akan. dan menjauh sebisanya dari gadis itu. aku tidak boleh mendapati dia menarik. Aku sudah membuat dua kesalahan kecil hari ini. kukira. 45 . Gelombang pekat aromanya langsung memukul belakang tenggorokanku.. Kurasa itu berita baik. Tidak sadar. Kali ini aku lebih bisa mengontrolnya. Minimal aku tidak merusak apa-apa. Aku menutup mataku ngeri sekaligus jijik saat tiba di kursi..stepheniemeyer. hubungan dia dengan ayahnya. tapi tidak menikmati kesakitanku.. “Kali ini. Emmet menunggu di depan kelas Spanyol. “Tidak ada yang mati. Memang tidak. di luar aku menghirup dalam-dalam udara segar yang lembab seakan itu ramuan penyembuh. Tadi ia ingin ikut mengejar. Tidak ada yang mati. tiba-tiba ia mengibas rambutnya tepat pada saat aku mengambil napas..” Mungkin lain kali akan lebih mudah. Dia terikat kencang.” desisku lewat sela gigi.

hampir malam. 46 . seakan itu hal yang tidak terelakan. mungkin kau akan membunuhnya.” Aku dengar Emmet menjawab. hingga berhasil mengejar dan memegang pundakku. Dan dia sudah mengikutiku. Aku bahkan tidak berpikir untuk menahannya. Langit keunguan diatasnya. Aku bisa melihat wajahku di pikirannya. Apa dia yang salah jika baunya menggiurkan? Aku tahu ketika itu terjadi padaku maka. dari luka di kulitnya menguar bau kental yang pekat. “Esta bien. Aroma segar rumput yang baru dipotong menjadi latar. Tidak sampai setengah detik. “Itu tidak menolong..Diterjemahkan dari: www. ke sebuah jalan pedesaan. Waktu itu petang. Seorang wanita paruh baya sedang mengangkat cuciannya dari seutas tali yang membentang diantara dua pohon apel..com “Tentu.stepheniemeyer. tanpa menahanku keluar kelas. puedas tu ayuda a tu hermano?” pinta Senora Goff pada Emmet. Dia sudah akan membelok di ujung jalan dan tidak ada alasan untuk mengingat sore itu. terkejut dengan gerakan mendadakku. kecuali kemudian angin malam menerbangkan sprei putih yang baru akan diambil dan mengehembuskan aroma perempuan itu ke wajah Emmet. Aku kagum kau bisa menahannya selama ini. Dia mengikutiku menjauh dari kelas. Aku tahu. “Ah. Aroma apel menggantung kuat di udara—masa panan telah selesai dan sisa-sisa buah yang rusak berserakan di tanah. Kau bukan orang pertama yang mengacau. baru kembali setelah dimintai tolong Rosalie. Tidak akan ada yang menuduhmu teledor. Seakan ingatanku masih belum cukup. “Tentu saja.” Atau. sambil segera menuju pintu. Edward?” tanya Senora Goff. Emmet terkenang. gigiku terkatup sangat rapat hinga bisa memotong besi. Ingatannya jadi terlalu gamblang untuk ditahan. Emmet.” bisikku. Dia mengangkat bahu.. Emmet sedang menyusuri jalan itu. Aku langsung terlonjak.” aku menggeram pelan. membawaku kembali ke lima puluh tahun yang lalu. jingga di sebalah barat pepohonan. Harmonis. Kadang memang ada orang yang baunya terlalu nikmat. “Emmet—por favor. “Me perdona. dan aku tahu aku terlihat jauh dari baik-baik saja.” Aku menentang penerimaannya pada ide bahwa aku dapat membunuh gadis itu.

Apa alasan dia penting? Mungkin aku tidak akan kembali. Edward. Pembicaraannya paling-paling tidak penting. Kedengarannya dia tidak takut.. Aku ingin sendirian. “Tidak. Lagi. seperti seorang pecandu. Aku ke mobil lagi. lebih parah. Tapi. aku justru menyapu gumaman-gumaman pikiran yang ada didalam kelas. Cukup mudah menemukan Jessica.. Jadi aku terus mencari. Di kelas olahraga bersama Mike Newton. tapi aku tidak sedang tertarik mendengarkan penglihatan Alice atau keluhan Rosalie. atau bolos. karena tadi aku bicara dengan gadis itu di kelas biologi. tidak akan lebih baik jika aku melupakannya.com Aku menampiknya dengan kekuatan yang tidak perlu.. Dia terus berpikir negatif seperti itu. “Sori. Itu akan meremukan tulang lengan manusia. Dia sedang mengejar tanggapannya saat menyinggung topik itu.” Dia meninggalkanku tanpa berkomentar atau berpikir. Apa katanya tadi? 'aku bertanya-tanya apa yang terjadi padanya senin lalu..' Kira-kira seperti itu. cepat-cepat menjauh.stepheniemeyer. dan tidak terlalu berhasil. Tentu saja ia akan melihat Bella menarik. dan telapak tangannya sekaligus. Aku tidak suka caranya menatap Bella. Emmet.” “Aku tahu. atau aku ini seorang vampir berbahaya yang lepas kendali. Kembali ke kelas. Tapi Bella tidak kelihatan terlalu bersemangat.” aku menghirup panjang. Ia akan mengatakan ke guru Spanyol kami bahwa aku sakit. Aku seharusnya menggunakan waktuku untuk mengambil keputusan atau coba memantapkan diri. senang dengan ide bahwa Bella kelihatannya tidak 47 . Pikiran Mike Newton menarik perhatianku. Aku belum pernah melihat dia benar-benar bicara dengan siapapun sebelumnya. Mungkin aku harus pergi.Diterjemahkan dari: www. Bersembunyi. Emmet. Dia kesal. dan akhirnya aku menemukan lokasi gadis itu. membersihkan kepala dan paru-paruku. Mungkin. berusaha tidak memikirkan aroma dan rasanya saat menanyakan itu.. tapi gadis itu sedang tidak besamanya.. menunggu hingga sekolah usai. “Apa seburuk seperti itu?” dia bertanya. Suara-suara yang sangat kukenal muncul. “Lebih parah.” Dia terhenyak.

stepheniemeyer. Dia menyisir rambutnya dengan jari. ketika akan tiba di parkiran. Apa aku ingin dia melihatku ada di sini? Apa aku berharap ia akan datang bicara padaku? Apa yang kulakukan? Meskipun terus meyakinkan diri untuk kembali ke mobil. setelah hampir satu jam. untuk mengintai gadis polos itu. Saat murid-murid mulai keluar dari ruang olahraga. dan bisa kulihat di matanya ia terkejut sebelum kemudian berpaling dan memundurkan truknya. Aku melipat tangan di dada dan bernapas sangat pelan ketika melihat dia berjalan ke arahku.com terlalu tertarik dengan pembicaraan denganku tadi. Dia tidak melihatku. aku keluar dari mobil. Apa memangnya dia akan bicara denganku? Apa aku akan bicara denganya? Dia masuk ke dalam truk Chevy merah kusam. aku coba meyakinkan diriku.Diterjemahkan dari: www. Tapi kemudian mendecit berhenti lagi.. dan segera membuang jauhjauh pikiran itu. Dia menatapku balik hanya setengah detik. Aku menyalakan CD musik rock. Ini menggangguku lebih dari semestinya. Aku ingin tahu kapan tepatnya ia akan keluar dari ruang olahraga. si bongsor karatan yang umurnya lebih tua dari ayahnya. Sudut bibirnya turun. Aku tidak mau kaget. belakang truknya hampir menyenggol Toyota Corolla milik Erin Teague. mengarahkan ke penghangat seakan sedang mengeringkan rambut. jadi aku berhenti mendengarkan. seakan mereka menyinggung perasaannya. Aku membayangkan bagaimana baunya di dalam sana. Aku merasa kecewa ia sampai di mobil sebelum melewatiku. karena sikap tidak bertanggung jawab ini. Aku memperhatikan dia menyalakan truknya—mesin tua itu menderum lebih keras dari kendaran-kendaran lain di parkiran—dan kemudian menjurkan tangannya kearah penghangat. dan akhirnya melihat ke arahku. 48 . Beberapa kali dia melihat ke awan sambil meringis. Aku harus berkonsentrasi penuh pada musiknya untuk mencegahku kembali melayari pikiran Mike Newton. Udara dingin pasti membuatnya tidak nyaman—dia tidak suka. menyalakan keras-keras hingga suara-suara lainnya tenggelam. Dia melihat sekitar sebelum mundur. aku tetap tidak bergerak. tidak yakin kenapa.. Diluar hujan rintik-rintik—kuacuhkan saat mulai membasahi rambutku. Hanya bersiap-siap. Bukan mengintai. Aku mencuri-curi beberapa kali.

Diterjemahkan dari: www. ia mengecek spionnya dua kali sebelum pelan-pelan keluar dari tempat parkir. Bayangan seorang Bella Swan berbahaya bagi orang lain. memandang lurus kedepan. Ketika mobil lain lewat. 49 . Mungkin di pikirannya dia itu berbahaya saat mengendarai truk jompo itu. mulutnya menganga ngeri.stepheniemeyer. sangat hati-hati hingga membuatku geli.com Dia menatap kaca spionnya. membuatku tertawa saat dia melintas. tak perduli apapun yang dikendarainya.

” “Aku sangat sedih kau menderita.stepheniemeyer. Dia menjangkau untuk menyentuhku. Saat berlari menembus kegelapan hutan. apa waktu itu ia melakukan hal yang tepat dengan mengirimku pergi.” Sekarang dia bertanya-tanya. Ini lebih cepat. bawa mobilku. Tapi kau harus melakukan apa yang kau 50 . Aku harus pergi sekarang juga.” “Tidak ada. Dan bisa kurasakan betapa itu menyakiti perasaannya. Edward. jika aku tinggal.” “Apa kau pernah. Sedikit pencegahan. kami belum sempat bicara berdua sejak aku kembali. dan memegang pundakku.apa ada masa dimana. “Edward?” “Aku harus pergi.. “Pernahkah ada orang yang baunya lebih mengundang bagimu dari yang lain? Sangat sangat mengundang?” “Oh. “Lakukan apa yang harus kau lakukan untuk menahannya. tapi kuputuskan untuk tetap berburu. Tapi akan terjadi. Carlisle ikut menemani. Jika kau memintaku tetap tinggal. “Memang itu yang kubutuhkan. “Aku tidak mengerti.” bisikku sambil lari..” Saat tahu dia mengerti. ia mengingat kembali ucapan perpisahan satu minggu lalu. sangat mungkin aku akan mengkhianati kepercayaan itu.Diterjemahkan dari: www. Aku akan merindukanmu. meski aku tahu tetap tidak akan cukup.com 3. Khawatir telah menyakiti perasaanku karena kurang percaya padaku.” Kulihat diriku menarik napas panjang. melihat kilat liar di mataku melalui tatapannya yang prihatin. Belum.” “Apa yang terjadi. “Tidak. Fenomena Aku tidak haus. tapi aku menjauh.. tak perduli aku coba menghindar lagi. wajahku tertunduk malu.. Carlisle.” Dia menggapai tanganku. Ini.

” “Aku tahu. “Tidak. Hal itu tidak akan menghentikanku. Aku mengacuhkan kata-katanya. aku tahu.” aku mengaku. Tapi kau tidak akan pergi? Aku mendesah. setelah ada korban jiwa. “Iya. iya kan? Aku tidak menjawab.” 51 .” “Apa yang menahanmu disini. tapi jika ini terlalu sulit. Tidak kali ini..” “Kau betul. jika aku bisa membuat diriku pergi. tapi di berhutang padamu.. Edward? Aku tidak bisa menangkap maksudmu.. Kau hanya perlu minta. Kau selalu ikut pindah tanpa mengeluh buat yang lain. Apa karena harga diri. jika itu yang kau butuhkan. Tapi kau tidak akan pergi. “Seharusnya aku pergi. jauh lebih baik kita pergi sekarang.” “Lantas kenapa kau kembali? Kau tahu betapa bahagianya aku melihat dirimu lagi.” pada akhirnya candanya lenyap.com bisa untuk menjaga putri Chief Swan tetap hidup.Diterjemahkan dari: www. sebelum ada insiden. Gadis itu akan pergi satu atau dua tahun lagi. Edward? Tidak ada yang memalukan dalam— “Bukan.” “Tentu kami akan ikut. “Iya. Carlisle berhenti dan aku ikut berhenti.” “Aku tidak suka jadi pengecut. Dia tertawa. Bagaimanapun juga. Bahkan jika harus meninggalkan kami lagi. Dia akan pergi dalam satu atau dua tahun lagi. Suaraku parau. bukan karena harga diri yang membuatku tinggal.. Mereka tidak akan kesal.. daripada nanti. dia memperhatikan ekspresiku.” aku menyetujui. Kami melambat—hampir berlari normal. “Tapi itu lebih baik daripada membahayakan dia. Rosalie mungkin.stepheniemeyer. aku tahu itu.” Sebetulnya perkataan Carlisle justru membuatku lebih ingin tinggal.” Apa karena tidak ada tempat yang bisa kau tuju? Aku tertawa pendek..” Aku mengangkat sebelah alisku.

Dia akan melanjutkan hidupnya—dia akan memiliki kehidupan untuk dijalani. menua. Ayo? Dia baru saja mencium bau sekawanan rusa.” dengan satu pengecualian.stepheniemeyer. dengan ingatan darah gadis itu. aku mengamati air gelap yang mengalir diantara pinggir sungai yang licin. Saat ini. Tidak akan ada yang bertanya lebih jauh. aku tidak mengerti. bau rusa jadi terasa menjijikan. Hanya selama satu atau dua tahun. “Terima kasih. “Ayo. meskipun tahu bahwa menelan darah lagi tidak akan terlalu menolong. Dia akan pergi kuliah. Dia menilai ekspresiku. Dia tertawa lagi. iya kan? Kita masing-masing punya kebiasaannya sendiri. semua tertutup es. Carlisle benar.” bahkan ke diriku sendiri. Sementara Carlisle berganti baju untuk shift pagi di rumah sakit. Dingin dan mematung sama seperti batu yang kududuki.com “Aku tidak tahu apa bisa menjelaskannya. mengingat bagaimana aku tidak pernah memberikan privasi ke siapapun. aku tinggal di tepi sungai. Apapun itu tidak penting. Tidak. membiarkan baunya yang tidak mengundang menuntun kami mendekat tanpa suara. lapisan kaca tipis menyelimuti segalanya—tiap ujung cemara. Dan aku sedang berusaha mengatasi itu. Aku mendesah. Gejolak remaja yang kabur dari rumah. bahkan dengan buruan yang paling baik. Aku seharusnya meninggalkan Forks. Salju yang mencair telah membeku. Aku bisa membayangkannya— 52 . tiap daun pakis. Tapi aku akan menghargai privasimu. badan membungkuk dengan cakar didepan.” Aku mengikuti.Diterjemahkan dari: www. menatap dasarnya. tiap batang rumput. Mereka bisa mengatur alibinya. jika baunya tidak lagi lagi mengundang selera. Mengunjungi saudara jauh. Itu tidak masuk akal. Sekolah asrama di Eropa. Cuaca mulai dingin ketika kami pulang. Perutku kembung karena kebanyakan darah. memulai karir. Kami mengambil posisi berburu. mungkin menikah dengan seseorang. Kau terlalu baik. jika itu kemauanmu. menunggu matahari terbit. Tapi tetap tidak akan ada artinya jika duduk disamping gadis itu lagi. Tapi sangat sulit untuk bersemangat. dan gadis itu akan menghilang.

Aku menggeleng.” bisikku. agar cerita yang berkembang meyakinkan. Sungguh ganjil. Setiap manusia di sekitarku memiliki masa depan serupa—kehidupan—dan aku jarang iri pada mereka. Sangat terlalu bias. aku memutuskan. rasa sakit yang diakibatkan gambaran itu. Itu hal yang benar untuk dilakukan. atau empat. Aku ingin kau tinggal. tapi aku akan melakukan hal yang tepat. Kali ini aku tidak bisa melihat kemana pergimu. Mungkin Jazz dan aku bisa ikut denganmu? “Mereka lebih membutuhkan kalian berdua saat aku tidak disini. Ini akan sulit. Dan aku juga tahu aku terlalu bias untuk membuat keputusan yang tepat sendirian. duduk di anak tangga teratas di lantai tiga. Satu hari lagi.com melihat gadis itu mengenakan gaun putih dan berjalan dengan iringan musik. belum apa-apa keenggananku sudah mencari-cari alasan untuk tinggal— untuk menundanya dua atau tiga hari lagi. Berhenti membahayakan kehidupannya. Dan pikirkan 53 . Carlisle selalu memilih jalan yang benar. Aku akan menemui dia satu hari lagi. Aku harus mendengarkan dia. Matahari terbit dibalik awan. Aku tahu aku bisa mempercayai nasihat Carlisle.. Sinar redup berkilauan dari tiap-tiap permukaan kaca yang membeku. Mungkin aku akan memberitahu kepergianku. “Aku belum tahu kemana tujuanku. Aku tidak bisa mengerti. lengannya mengait ke lengan ayahnya.. Aku bisa mengatasinya. Apa aku cemburu karena dia memiliki masa depan yang tak bisa kumiliki? Itu tidak masuk akal. Alice sedang menungguku. dia cemberut padaku. Kau akan pergi lagi. Aku mendesah dan menangguk.Diterjemahkan dari: www. Sebarapa banyak keengganan ini berasal dari obsesi penasaran. Aku harus meninggalkan dia demi masa depannya.stepheniemeyer. dan berapa banyak yang dari rasa haus yang tidak terpuaskan? Aku masuk kedalam untuk ganti pakain untuk sekolah.

. tapi. “Kau pasti sadar bukan.com bagaimana Esme. kau jadi kedengaran seperti seorang gypsy gadungan di karnaval?” Dia menjulurkan lidah mungilnya padaku. Tapi aku harus melakukan apa yang benar. “Menurutku sesuatu ada yang berubah. “Bagaimana dengan hari ini?” Suaraku mendadak gelisah. Maka itu kau harus tinggal. sangat kabur. “Hidupmu kelihatannya sedang tiba di persimpangan jalan.” Dia berdiri dan meloncat mundur menuruni tangga. Masa depanmu berganti-ganti sangat cepat hingga aku tidak bisa mengikutinya. Aku tidak akan mengatakan apa-apa—biar kau sendiri yang memberitahu mereka saat kau siap. “Ya. bukankah begitu? Selama sekejapan mata ia larut dalam salah satu penglihatannya yang aneh. “Aku tahu. kau tahu itu.” dia mengucapkannya dengan suara verbal.” Ada banyak jalan yang benar. Dia berhenti.” Itu tidak sama dengan jika ada kau disini.” Aku tertawa muram. tiba-tiba kulitku berkilauan dibawah sinar matahari di tengah padang rumput kecil.stepheniemeyer.” dia meyakinkan aku. Aku juga. dan menyisipkan di pikirannya simpanan penglihatan lainnya yang cukup banyak. meskipun. Kemudian.Diterjemahkan dari: www. Gambaran itu bergoyang-goyang kemudian menghilang seraya jutaan pilihan masa depan yang lain berkelebat kilat. pundaknya terkulai. Ini tempat yang aku tahu. lagi. Menurutku. “Aku tidak bisa menangkap sebagaian besar dari itu.” aku memberitahunya saat penglihatannya memudar. “Aku tidak melihat kau membunuh siap-siapa hari ini.” “Cepat ganti baju. Aku akan 54 . “Thanks. Ada sesuatu disana bersamaku. aku mengamati bersamanya saat gambaran kabur itu berkedip-kedip dan berputar. dan banyak jalan yang salah. Aku melihat diriku bercampur dengan bayangan aneh yang tidak dapat kukenali—bentuknya samar dan tidak jelas. Semuanya serupa—kabur dan tidak jelas. Apa kau ingin membawa pergi setengah keluarganya sekaligus?” Kau akan membuatnya sedih. Tidak cukup jelas untuk dikenali. Alice..

tapi juga tahu jika dia memang ingin membicarakan hal itu dia pasti sudah menyinggungnya. Yup. Tentu saja. Alice menemani. Aku bersandar ke mobil menunggu.stepheniemeyer. menyadari bahwa setiap manusia menampakan mimik serupa hari ini. 55 . satu perubahan kecil pasti akan jadi titik perhatian. Kendaraan gadis itu muncul dengan lambat. Tapi betulkah itu gelegar mesin truknya dikejauhan. tidak perduli betapa nikmat aromanya. Dia belum datang. Ya. Mengingat aku sekarang sudah seperti kakek-kakek. Hanya mempersiapkan diri. Jasper tahu Alice sedang kecewa terhadap sesuatu. Ada hari-hari dimana terasa lebih berat saat hidup bersama dengan tiga pasangan yang sempurna.com merindukanmu. Sungguh. Sedang Emmet dan Rosalie sudah lupa dengan sekitarnya. orang yang bertanggung jawab. Itu adalah perjalanan yang sepi. Kami cukup sadar bagaimana sangat saling jatuh cintanya mereka. Sebetulnya cukup mudah dipahami. Aku menambahkan ini ke daftar singkatku: dia adalah orang yang serius. lagi-lagi sedang tenggelam dalam dunia mereka sendiri.Diterjemahkan dari: www. Ini adalah salah satunya. betul. Memalukan bagaimana duniaku tiba-tiba terlihat tidak ada isinya kecuali dia—seluruh eksistensiku jadi berpusat disekeliling gadis itu. Mungkin mereka akan lebih bahagia tanpa aku. Jalanan licin karena es. Aku segera tahu kemudian. dan mereka berusaha mengemudi lebih hati-hati. matanya berkonsentrasi keras ke jalan dan tangannya mencengkram erat roda kemudi. setelah delapan puluh tahun menjalani hal yang sama setiap hari dan setiap malam. Yang lain langsung masuk ke kelas. pertama yang kulakukan saat tiba di sekolah adalah mencari gadis itu. aku juga akan sangat merindukannya. Mungkin cuma aku yang kadang sinis karena satu-satunya yang masih sendirian. saling memandang dengan tatapan mesra—agak risih melihatnya. Tampaknya sejalan dengan karakter yang berhasil kupelajari. Aku lihat dia benarbenar serius menanggapi hal itu. temperamental dan gampang marah. Dia kelihatan mencemaskan sesuatu. Mereka bosan dengan kegundahanku—terlalu sulit untuk bisa memahami ada manusia yang dapat mengganggu pikiranku begitu lama.

mengecek pijakannya yang licin dulu. Seakan aku harus mengetahui apa yang dia pikirkan—seakan tidak ada lagi yang berarti. dan itu membuatku frustasi. mengisi paru-paru. Padahal yang lain tidak mengalami kesulitan—apa dia parkir di tempat yang paling licin? Dia terdiam.Diterjemahkan dari: www. namun juga segalanya berkaitan 56 . Tapi ternyata tidak ada hubungannya denganku. Mungkin akan datang bicara padaku. Pilihan itu membuat mobilnya meluncur sepanjang permukaan es. Mungkin sebaiknya aku kesana bicara dengan dia. Penglihatan itu datang setengah detik sebelum kejadian. sambil berpegangan pada sisi truknya dengan cara menggelikan.. Aku akan bicara ke dia. Mobil van Tyler telah tiba di kelokan saat aku masih memperhatikan kejadian yang membuat Alice membelalak ngeri. Tapi. paling tidak sampai meninggalkan parkiran yang licin.emosional? Lagi. Bukannya ke kelas. Aku mengabaikan apa yang ia pikirkan—aku sedang menikmati menonton gadis itu saat mengecek rantai saljunya.. ketakutan pertamaku adalah aku telah membuat keputusan yang salah dan ia melihatku melakukan kekejian itu. Tidak. Tapi mungkin ia akan menatap balik. dia justru ke belakang truknya. Dia tidak mendongak. sepertinya itu tidak mungkin. jadi pasti tidak akan suka dengan tangan pucatku yang dingin. itu salah. Aku membayangkan apa yang akan dia lakukan ketika sadar? Tersipu lalu pergi? Itu tebakan pertamaku.. dan bisa kurasakan mata Alice menatapku. sekedar berjaga-jaga. Tidak. tapi dia belum menyadari aku disini.com Mobilnya diparkir tidak jauh. melihat kebawah dengan ekspresi aneh. Dia keluar dari truk dengan hati-hati.lembut? Seakan ada sesuatu pada bannya yang membuat dia. Tatapannya. kakinya selalu terpleset... Dia benar-benar kelihatan hampir jatuh. penglihatan ini tidak ada kaitannya denganku. Dia tidak suka salju. rasa penasaran membakar seperti dahaga.. Tyler Crowley kelihatan terlalu ngebut saat belok ke parkiran. Aku mengambil napas panjang. Itu membuatku tersenyum. mengamati dia. Lagipula dia kelihatan butuh bantuan.. Aku seharusnya pakai sarung tangan— “TIDAK!” Alice berteriak panik. Ototku mengejang dan langsung mengamati pikirannya.. tidak yakin dengan langkahnya.stepheniemeyer.

di belakang truknya.stepheniemeyer. Dalam sepersekian detik diantara waktu aku merenggut tubuh rampingnya dari jalur kematian. Dia melihat tepat kedalam mataku yang membelalak ngeri. dan waktu dimana aku menjatuhkan diri ke tanah dengan dia di pelukanku. Dia tidak melihatku—tidak ada mata manusia yang sanggup mengikuti kecepatanku—masih terkejut memandangi benda gelap besar yang akan segera menggilas badannya ke belakang truk. aku jadi bisa merasakan dengan jelas kerapuhan tubuhnya. dan kemudian menoleh untuk melihat kematiannya mendekat. Masih terkunci dalam pikiran Alice. aku menyadari kesalahan itu. Aku langsung bergerak kilat melintasi parkiran. Jangan dia! Kata-kata itu berteriak dalam kepalaku seakan berasal dari orang lain. yang meluncur diluar kendali Tyler. karena Van Tyler—ban mobilnya kini melintasi permukaan es menuju ke arah yang paling buruk—akan berputar-putar dan tergelincir sepanjang parkiran menabrak gadis yang tanpa diundang telah menjadi pusat duniaku. Gadis itu. Tapi aku tidak punya satu detik pun untuk memastikan keadaannya. Umpatan yang belum pernah kuucapkan dihadapan seorang perempuan terselip diantara gigiku. menderak begitu menyenggol bemper besi truk gadis itu. 57 . sekaligus juga tidak menyangkal akibatnya—bukan saja resiko bagiku. menuju arahnya lagi—seakan dia itu magnet. Aku telah berbuat terlalu banyak. tapi aku tidak punya waktu menunggu hasilnya.Diterjemahkan dari: www. Saat hampir saja meloncat tinggi untuk menghindari dia dari bahaya. Ia mendongak. aku melihat penglihatannya mendadak berubah.com denganku. Ketika mendengar kepalanya membentur permukaan es. melemparkan diriku diantara van yang tergelincir dan sang gadis yang membeku. Aku dengar van itu sudah di belakang kami berdua. Bahkan tanpa kemampuan Alice sangat mudah membaca lintasan kendaraan itu. Aku bergerak sangat cepat hingga semuanya kelihatan kabur kecuali fokus tujuanku. menubruk terlalu cepat daripada seharusnya. Aku menangkap pingganggnya. Van itu kemudian berubah arah. tubuhku serasa membeku. bingung karena mendengar suara lengkingan bising. berdiri tepat di tempat yang salah. tapi juga bagi seluruh keluargaku. Tapi itu tetap tidak menghentikanku melakukan yang lain.

Jendelanya pecah berantakan saat terbanting jatuh. Matanya terbuka. Justru bisa dibilang aku menyambutnya. kutangkap bawahnya dengan tangan kanan.” dia menjawab spontan dengan suara linglung. Saat mau jatuh. Aku menaruh dia lalu mengulurkan tangan. Van itu bergetar. melihat apa dia sadar—berharap-ngeri dia tidak berdarah. “Bella?” Aku bertanya khawatir. dan tidak keberatan dengan rasa terbakar di tenggorokan yang menyertainya. Tapi aku terlalu cemas hingga tidak memikirkan ancaman itu. kemudian terayun. 58 ..stepheniemeyer.com Terekspos. sedang tangan kiri merangkul pinggang gadis itu dan menariknya keluar dari bawah mobil. Tidak akan kubiarkan van ini berhasil menghancurkan dia. “Apa kau baik-baik saja?” “Iya tidak apa-apa. syok. salah satu ban itu akan jatuh menimpa kaki gadis itu. Dan serangan ke-dua ini tidak membantu. Sambil mengggeram dalam perut. mengetahui dapat saja menghirup baunya. aku memeriksa wajahnya. mengangkat van di udara sampai bantuan datang. Juga tidak mungkin melemparnya—ada supirnya yang mesti dipertimbangkan. demi orang-orang kudus. Saat teriakan orang-orang mendekat. Dua ban sampingnya terangkat. Terlalu takut mendapati dirinya sedekat ini. Oh. Badannya lunglai saat kugeser hingga kakinya aman dan merapat ke sisiku—apa dia sadarkan diri? Seberapa besar luka yang kutimbulkan garagara penyelamatan ceroboh tadi? Kulepas van itu setelah dia aman. Aku menarik napas lewat sela gigi. Jika kulepas tanganku. Aku sangat lega mendengar suaranya. pikirannya panik. Bisa kurasakan sisi mobilnya di belakang bahu. kapan malapetakanya selesai? Apa lagi yang akan salah? Aku tidak mungkin begini terus. Terlalu menyadari kehangatan tubuhnya yang lembut menyentuh tubuhku—bahkan dengan penghalang jaket masih terasa kehangatannya.Diterjemahkan dari: www. menangkap van itu sebelum menyentuhnya. kusorong van itu sedikit. Ketakutan itu adalah yang terbesar. Aku tahu situasiku terpojok.. Daya dorongnya membantingku mundur ke mobil sebelah. Seberapa banyak yang dia lihat? Apa ada saksi yang lain? Pertanyaan-pertanyaan itu seharusnya jadi kekhawatiran yang paling besar. Aku terlalu panik telah melukai dia dalam usaha melindunginya.

Entah bagaimana aku merasa.” aku memperingatkan. “Bagaimana kau bisa sampai disini secepat itu?” Kelegaan berubah masam.. Mereka saling mendesak maju untuk menonton. saat gadis ini kelihatan baik-baik saja. Kali ini kuijinkan. “Kurasa kepalamu terbentur cukup keras. “Itulah yang kupikirkan. matanya mengerjap bingung. masih memegangi dia di sisiku.” aku tahu dari pengalaman. Kini.com Dia berusaha untuk duduk. Dia berusaha untuk berdiri. Aku menjauh sejauh mungkin di ruang sempit diantara himpitan dua kendaraan ini. Dia berusaha duduk lagi.” suaranya perlahan menghilang. Kebanyakan para murid. rasa humor lenyap. “Bagaimana bisa. Berpaling duluan adalah kesalahan yang dibuat oleh seorang pembohong amatir.stepheniemeyer. Kini orang-orang mulai merubung.. dan kemudian kuredupkan suaranya untuk berkonsentrasi hanya pada si gadis. kecemasan terhadap keluargaku jadi nyata. Dia teralihkan oleh kegemparan orang-orang.. Aku mendadak jadi cemas ingin segera membawanya ke Carlisle.” keluhnya. ekspresinya masih syok. Aku pegang pundaknya untuk menahannya. Aku menatap balik. Dia melihat ke sekeliling.” aku sudah sedikit lega hingga bisa melihat kelucuan ekspresinya. tapi aku belum siap melepasnya. “Aku berdiri di sebelahmu. memeriksanya dengan peralatan lengkap. tapi apa dia boleh 59 . paling tidak.” dia kelihatannya baik-baik saja. jika sangat yakin saat berbohong.. Dia melihat terlalu banyak. Dimana-mana terdengar teriakan dan pekik kaget pikiran. maka orang lain jadi ragu dengan apa yang benar.lebih aman? Lebih baik. Kuamati pikiran-pikiran itu sekilas untuk memastikan tidak ada yang curiga. Aku hampir tertawa geli. dan aku bukan amatiran. “Aduh. bersahabat. Bella.Diterjemahkan dari: www. “Coba jangan berdiri dulu.” Tidak ada bau darah segar—untung saja—tapi ini tidak menyingkirkan kemungkinan luka dalam. Aku butuh mengambil napas agar bisa memainkan peran dengan benar. “Hati-hati. nadanya terkejut saat menyadari aku benar tentang kepalanya. Dia mendongak menatapku. Ekpresiku lembut. Itu bagus. Sepertinya itu membingungkan dia. Aku butuh menjauh dari kehangatan darah pada tubuhnya agar tidak terkombinasi dengan aromanya hingga membuatku kewalahan...

stepheniemeyer. ketika aku berharap bahwa entah bagaimana aku layak mendapatkan kepercayaan dia. aku berharap ada Carlisle. “Tidak. mencuri waktu untuk menghilangkan bukti. “Tapi dingin. aku sedang berdiri disampingmu. “Kumohon.” dia ngotot. nadaku ketus. “Kau ada di sebelah mobilmu. saat menjawabnya. bukan hanya karena insiden ini. Bella mengerjap. “Percayalah padaku. Hasrat yang konyol. tidak panik.” aku memohon.” Hal itu membuatku masam lagi. dan aku menarikmu. Dia melirik ke tempatku tadi.” dia mengulangi dengan nada ketus sama. berusaha meyakinkan dia untuk menerima versiku—satu-satunya versi rasional yang ada. Dia hampir terbunuh dua kali berturutan dan nyaris luka parah satu kali. “Kau ada disebelah sana. Mendadak aku ingin dia mempercayai diriku. masih ngotot. aku bisa meruntuhkan ceritanya dengan menyalahkan kepalanya yang terluka. Jadi. Jika aku bisa menenangkannya sebentar. Apa gunanya membuat dia memparcayai aku? “Kenapa?” dia bertanya.” “Tidak. “Mau kah kau berjanji akan menjelaskan semuanya nanti?” Membuatku marah harus berbohong lagi padanya.com menggerakan leher? Lagi. Tahunan mempelajari teori kedokteran tidak sebanding dengan berabad-abad praktek secara langsung. Dagunya terangkat maju. dan kemudian matanya fokus ke wajahku. suaranya seperti anak kecil ketika sedang keras kepala.” dia mengeluh.” Aku berusaha tetap tenang.” Aku menatapnya lekat-lekat kedalam mata lebarnya. namun dingin yang ia risaukan. meski sekarang tidak ada yang bisa dilihat kecuali mobil Tyler.” aku berkata dengan suara sungguh-sungguh. Bella.” “Baik. “Bella..” “Aku melihatmu. “Baik.Diterjemahkan dari: www. Rahangnya mengeras. Kekehan pendek sempat terselip dari gigiku sebelum kembali ingat situasinya tidak lucu.. 60 . Sangat ingin.

Lagipula gadis ini matanya tajam. mereka berhasil menggeser vannya cukup jauh hingga tim medis bisa mendatangi kami dengan tandu. Aku ingin meratakan bekas penyok pada mobil coklat yang terhantam pundakku.. Itu membuatku lebih rileks. belum ditambah benturan di kepalanya. Sesosok pria beruban yang tidak asing mendekatiku. Sangat menjengkelkan harus menunggu—banyak mata menatapku—saat orang-orang berusaha menggeser vannya.Diterjemahkan dari: www. Tapi sepertinya Bella mengalami gegar otak. “Hey. “Apa kau baik-baik saja. Oh. Akhirnya. Dia seorang perawat.” Brett ganti mengarahkan perhatiannya pada si gadis. tapi dia terlalu dekat. Aku mencari ke setiap benak di parkiran. Aku mungkin saja membantu mereka. dan tidak menemukan hal yang berbahaya. kid?” “Perfect. Edward.. yang baru saja datang. Aku tidak kena apa-apa. Ini suatu keberuntungan—satu-satunya keberuntungan hari ini—dia yang pertama kali tiba. Jasper. Dalam pikirannya ia tidak curiga. iya betul.. Aku mengernyit ketika menangkap pikiran Rosalie. Aku mesti membayar mahal nanti malam.com Ketika usaha penyelamatan mulai dilakukan—para orang dewasa datang. yang menatapku sengit merasa dikhianati. pihak berwajib ditelepon. tapi aku sudah cukup terlibat masalah. Dia tidak langsung membantah ceritaku. Kemungkinan agak syok. Dia seorang martir pendiam—dia lebih memilih menderita diamdiam. Hanya dia yang tidak mau menerima penjelasan yang mudah. Aku mengenalnya cukup baik dari rumah sakit. 61 . Akan lebih mudah untuk membalikan ceritanya. bukan kah begitu? Tidak akan ada yang percaya pada cerita seperti itu ketika banyak penonton justru bersaksi sebaliknya.. suara sirene di kejauhan—aku berusaha mengabaikan gadis itu dan meletakan hal yang terpenting pada tempatnya.” Brett Warner menyapa.stepheniemeyer. dan Emmet. trauma. tapi semuanya terpecahkan— karena tidak ada lagi kemungkinan pemecahan yang lain—bahwa mereka hanya tidak menyadari aku berdiri di samping gadis itu sebelumnya. para saksi dan orang-orang yang baru datang. tapi dia bukan saksi yang akan dianggap layak. agar lebih cepat. Kepalanya terbentur cukup keras ketika aku mendorongnya. Aku mesti menunggu sampai gadis itu teralihkan. Dia ketakutan. Beberapa ada yang terkejut melihat aku disamping Bella. Brett.

tidak bisa mendengar ada kata-katanya yang jelas. disamping Brett. telah memaafkan pilihan berbahayaku—aku merasa lebih tenang saat naik kedepan ambulance.” Kata-kata Bella tidak terlalu menenangkan ayahnya.” keluhnya. menggema makin dalam. Sangat cemas dan merasa bersalah. Aku hanya. bukannya kosong. Charlie Swan tidak sependiam putrinya. tapi tidak sulit menolak mereka. Rintihan dia sampai padaku. kepanikan pikirannya mengalahkan semua pikiran lain disekitarnya. Dengan kebanyakan manusia. dia tidak melebih-lebihkan. “Aku tidak terluka.Diterjemahkan dari: www. Menarik.com Petugas medis berikutnya memaksa agar aku juga dirawat. dan aku bisa mendengar pikiran Emmet berjanji akan membereskan sisanya kalau ada yang terlewat. “Bella!” Dia berteriak panik. gelombang besar perasaan itu membuatnya pilu saat melihat anak perempuan satu-satunya diatas tandu.. Buat kebanyakan manusia. Aku belum pernah menghabiskan terlalu banyak waktu disekitar chief Swan. bicara dengan nada meyakinkan sudah lebih dari cukup. tapi aku bisa melihat darimana Bella mendapatkannya. Kepala polisi datang sebelum Bella dinaikan ke ambulance.. dan dia setuju. Kepalaku tertunduk merasa bersalah. bukan untuk gadis ini. Apa dia cocok dengan satupun ciri-ciri normal? Saat mereka mengenakan penyangga leher ke dia—dan mukanya langsung merah padam karena malu—aku menggunakan momen itu untuk diam-diam membetulkan lekukan di mobil coklat dengan belakang kaki. Saat Alice memberi peringatan bahwa membunuh putri Chief Swan juga akan membunuhnya. Aku cuma bisa 62 . Aku berjanji akan membiarkan ayahku sendiri yang memeriksa. Aku selalu menganggapnya berpikiran lamban—baru sekarang aku sadar bahwa cuma aku yang menganggap dia lamban. Baru setelah mendengarnya bicara. Pikirannya sebagian tersembunyi.stepheniemeyer. paling tidak. mengucapkan satu kalimat utuh selain panik. Hanya saudara-saudaraku yang melihat. Hmm. aku menyadari bahwa kecemasan dia bukannya tidak terucap. Dia bertanya ke petugas medis terdekat menuntut informasi lebih banyak. “Aku baik-baik saja Char—Dad. Meskipun tidak terucap. Aku bersyukur atas bantuannya—dan lebih bersyukur lagi bahwa Emmet.

Cukup sulit menjauhkan diri dari misteri yang telah membuatku terobsesi. “Dia terluka Carlisle. Cukup mudah menemukan pikiran ayahku.. untuk memastikan kami tidak dalam bahaya hingga harus cepat-cepat pergi. mungkin tidak serius. Aku ingin mendengar lebih banyak. dan segera waspada begitu melihat wajahku. prioritas pertama adalah mencari Carlisle. Tapi sekarang ada yang lebih penting—untuk menilai kejadian tadi dari berbagai sudut. aku mengawasi dia lewat pikiran tim medis. Dan Bella masih bertahan pada cerita yang kuajukan. sejauh ini. aku tidak mengerti. Matamu. tidak. Tapi aku tidak bisa membiarkannya—membiarkan mobil itu meremukan dia—“ Coba ulangi. “Carlisle. Wajahnya pucat. Dia ada di tempat yang salah pada waktu yang salah.” Dia langsung menghela napas lega. bukan itu. tidak ada luka serius pada gadis ini. dia menggantung satu 63 . Dia bertumpu keatas meja kayu walnut nya yang rapih sambil menatapku nanar. Sejauh yang bisa mereka katakan. Aku cepat-cepat menghambur dari pintu depan. tapi aku juga tidak bisa melepas Bella dari pengawasan. Tidak ada yang perlu dikhawatirkan dari pikiran-pikiran yang ada di ambulance. siapa tahu misteri kecil baru ini bisa membawaku menemukan kunci rahasia gadis itu. Ketika tiba di rumah sakit.” aku berbisik ngeri. sedang sisa harmoni lainnya. Aku harus konsentrasi. Bagaimana kau terlibat? “Sebuah mobil van tergelincir diatas es.com menangkap satu nada. Bukannya menjejali dengan bingkai ijasah.Diterjemahkan dari: www. tentu saja. Edward—kau tidak— “Tidak. Dia ada di dalam kantornya yang kecil. Tapi sebentar lagi Bella akan dimasukan ke ambulance.. seorang diri—keberuntungan kedua di hari sial ini. Aku menatap dinding di belakangnya saat bicara. Dia langsung terlonjak berdiri. aku seharusnya tahu. Tentu saja. Aku mesti mendengarkan. Maaf aku berpikiran yang tidak-tidak. dia menyadari mataku yang masih keemasan..stepheniemeyer..” Dia mendengarku mendekat tak sabar. tapi—“ “Apa yang terjadi?” “Gara-gara mobil bodoh itu.

kecuali dia.stepheniemeyer.. Kita tunggu saja apa yang terjadi. ketika bergerak kilat melintasi parkiran. kecuali dia.. Tidak ada yang memperhatikan..yang salah denganku.” aku buru-buru melanjutkan.aku minta maaf Carlisle. jadi tidak cukup untuk mendeskreditkan dia. “Aku sangat khawatir telah menciderainya.com lukisan cat minyak sederhana—salah satu lukisan favoritnya.” Dia mengitari meja dan memegang pundakku. tapi lagi.” Ujarku. “Belum ada. aku yang melakukannya. Aku. “Dia tidak jauh di depannya.. Alice sempat melihat itu. pada sekejapan sembrono tadi. Ini merupakan hari yang menarik bagimu bukan? Dia membatin. Barangkali tidak perlu. Kau melakukan hal yang benar. Aku tidak bermaksud membahayakan kita. Carlisle mendengar kesan itu pada suaraku.” Aku merasa seperti orang rendahan hanya dengan mengatakannya. Entah kapan. Jika kita harus pergi. “Kepalanya terbentur—well. Dan itu tidak mudah bagimu. tidak ada yang melihat. Aku bangga padamu Edward.” Belum? “Dia menyetujui versi ceritaku—tapi dia mengharapkan penjelasan. Aku juga mesti menghentikan Van itu. Aku bisa melihat ironinya... “Kumohon.” “Itu tidak penting. sedikit frustasi.Diterjemahkan dari: www. aku bertransformasi dari seorang pembunuh menjadi penolong. Tadi aku berlaku sebaliknya dari peranku semestinya... Aku tertawa bersama Carlisle. dan itu menggelitik. Tapi tidak cukup waktu untuk melakukan apapun kecuali lari melintasi parkiran dan menyelamatkan dia. paling tidak bagi dia. Kelihatannya tidak apa-apa. Dia merapihkan rambut putihnya—sedikit lebih terang dari mata emasnya—dan tertawa. karya seorang pelukis bernama Hassam. mempertimbangkan kejadian ini. mari? Sepertinya aku punya pasien yang harus diperiksa. mengingat aku pernah yakin bahwa Bella tidak akan 64 ..” Ekspresi Carlisle terlihat lebih cerah.” Alisnya mengerut. tapi.. Apa yang sudah ia katakan ke orangorang?” Aku menggeleng. “Aku menjatuhkan dia ke aspal agak keras. kita pergi. Aku kembali sanggup menatap matanya. “Dia tahu ada sesuatu.

Itu akan membuatnya cerita kemana-mana..stepheniemeyer. Tapi kemudian napasku memburu. kelihatannya terluka lebih serius. Sangat jelas gadis itu berharap dia berhenti. kurasa 65 . “Edward menarikku dari jalan. Tyler merasa sangat bersalah. Itu tidak terlalu membuatku lega.. sementara Bella menunggu giliran dirontgen. Sekali melihat wajahnya.” dia berkata.” aku bersumpah. dan tidak bisa berhenti mengungkapkan penyesalannya. Aku menunggu. itu aneh. tanganku pada gagang pintu. Aku harus mengingatkan diriku sendiri untuk berhatihati. tidak bernapas. Kemudian diam cukup lama hingga Tyler menduga pertanyaannya telah membuat bingung..” Aku menghela napas.. Aku suka pada cara dia mengucapkannya—bahkan hanya dengan mendengarnya melalui pikiran Tyler. Tyler Crowley. “Aku tidak melihat dia. Aku ingin mendengarnya sendiri. Perhatian perawat beralih ke dia. ketika Tyler tidak menyadari siapa yang dia maksud. “Mmm.com pernah membutuhkan perlindungan dari bahaya apapun lebih dari aku. si pengemudi van. Ada kegetiran pada tawaku karena hal itu masih sepenuhnya betul. Bisa-bisanya Tyler tidak melihat hal itu? Kemudian tiba saat yang membuatku tegang. Bella akan langsung ingat padaku. “Edward Cullen. Carlisle tidak turun tangan. Tiba-tiba aku sudah di depan pintu. Tyler bertanya bagaimana ia bisa menyingkir dari jalan. pada fakta bahwa ada sesuatu yang tidak beres dengan keluargaku. Ia ragu-ragu. “Dia berdiri disebelahku. Aku bisa melihat ekspresi Bella melalui mata Tyler.Diterjemahkan dari: www. Akhirnya ia melanjutkan.” aku mendengar dia menggumam. Aku belum pernah mendengar dia mengucapkan namaku. Kini ia punya lawan bicara yang cukup bersemangat. dia mempercayai diagnosa asistennya bahwa si gadis hanya luka ringan.. tapi aku tahu Carlisle benar. “Wow. Hasrat untuk bertemu dengan dia berkembang makin kuat.” “Cullen?” Huh.. Aku menunggu sendirian di kantor Carlisle—masa penantian yang paling lama yang pernah kurasakan—mendengarkan semua pikiran di rumah sakit.

tanpa berpikir apa yang sedang kulakukan. tapi ketidaksabaran-ku yang akhirnya menang. “Bersikap normal. Dia ada disini entah dimana. namun aku tahu ia tidak akan setuju dengan apa yang akan kulakukan. Tapi dia sudah dibawa balik lagi ke UGD. Dia cantik.” Aku melihat tatapan menimbang pada wajahnya. “Kurasa aku akan bicara dengannya—sebelum dia bertemu dengan mu. Ah. Aku bersembunyi di pojokan.com kejadiannya berlangsung cepat sekali.bagaiman yang kurasakan? Terganggu? Atau. Semua bisa melihat hal itu. baru menyadari pikirannya. Nada persetujuan dari ayahku membuat reaksiku campur aduk... tapi mereka tidak membawa dia dengan tandu. paling tidak jika tahu motivasiku sebenarnya. Aku tidak perduli jika menurut Tyler dia cantik.Diterjemahkan dari: www. Dia baik-baik saja. Kurasa begitu. Bahkan ketika acakacakan begini. seperti tidak terjadi apa-apa. Carlisle memasang hasil rontgennya ke lightboard. aku harus mengajaknya kencan. tapi tetap saja. Kepalanya baik-baik saja.. dia berkomentar. Kami tidak sendirian. Aku diam selama mungkin. dia sedang berpikir. Aku seharusnya senang.. Edward. kecurigaan menggantung di matanya. Aku mengambil jalan memutar ke ruang rontgen. Kau kelihatan jauh lebih baik. Agar dia tidak 66 . Untuk membayar hari ini. Namun aku sempat mencuri lihat hasil rontgennya saat si perawat pergi. tapi perubahan kecil pada ekspresinya tidak dilihat Tyler.” aku menggumam dibalik napas. Aku jauh lebih tenang. Aku tidak melukainya. Dalam sekejap aku sudah berada di koridor.. Bukan tipeku. setengah jalan menuju UGD. Tidak ada alasan bagiku untuk merasa. Aku hanya melihat lurus kedepan. marah kah yang lebih tepat? Tidak masuk akal.stepheniemeyer. iya.. seorang perawat masuk duluan—Giliran Bella untuk dirontgen. Apa dia baik-baik saja?” “Sepertinya begitu.. Carlisle memergokiku.. koridor penuh dengan perawat dan pengunjung. Kerja bagus. berusaha menguasai diri saat ia didorong dengan kursi roda. tidak terlalu. tapi aku tidak perlu melihat dua kali. Untungnya.

masih memandangi hasil rontgennya. dengan kau disini.. “Aku mulai berpikir gadis itu betul-betul punya nasib sial.” sapa Tyler. Akhirnya aku menarik napas dalam-dalam dan mendekat. “Tidak ada darah. Mata Bella tiba-tiba terbuka dan melihat ke arahku.Diterjemahkan dari: www. Selalu berada di tempat yang salah dan waktu yang salah. Jangan buat dia curiga.” Aku melirik untuk melihat apa yang menarik perhatiannya.” Forks tentunya tempat yang salah bagi dia. Matanya tertutup. kemudian menyipit dengan tatapan marah dan curiga. Apa alasannya karena aku tidak suka meninggalkan misteri yang tidak terpecahkan? Tapi sepertinya itu tidak cukup menjelaskan. Mungkin aku memang pembohong besar hingga bisa mengelabui Carlisle. tapi napasnya tidak teratur. Ini terakhir kalinya aku akan melihat dia. ia sudah akan bicara. tidak seru. Gadis itu berusaha mengabaikannya dengan pura-pura tidur. Aku cepat-cepat pergi. merasa bersalah. “Apa dia tidur?” aku bergumam pelan.” semuanya alasan yang bisa diterima. “Hai. Aku menatap wajahnya lama-lama. Ketika Tyler melihatku. Aku akan menyusul sebentar lagi.. “Ide bagus. Ketika sampai di UGD. jadi aku tersenyum seakan tidak ada kejadian apa-apa pagi ini—selain luka di kepalanya dan imajinasinya yang berlebihan. aku tersenyum terlalu lebar pada leluconku. Aku ingat punya peran yang harus kumainkan.stepheniemeyer. Hmm. Coba lihat bekas-bekas memar ini! Berapa kali dulu ibunya menjatuhkan dia? Carlisle tertawa sendiri pada leluconnya. 67 .com makin curiga. dan sesekali jarinya bergerak tidak sabar. tapi aku memberi isyrat agar dia tetap tenang. “Aku sangat menyesal—“ Aku mengangkat tanganku. Matanya sesaat melebar.” aku berkata masam. Tyler terlihat masih terus menggumakan peyesalan. Aku terdiam Sudah sana. Carlisle mengangguk-angguk sendirian. Edward. Kenyataan itu memicu rasa nyeri di dadaku. Tanpa berpikir.

Tapi aku tidak bisa mengatakan bagaimana pengaruhnya pada gadis ini. Aku bisa mendengar suara Carlisle di koridor.” Aku menatap reaksinya baik-baik saat ayahku masuk..Diterjemahkan dari: www. “Jadi. Aku terkejut dengan gelombang emosi yang tiba-tiba melandaku. apa kata mereka?” aku bertanya padanya. “Hasil rontgenmu baik. Tentu saja dia melihat kemiripan kami. Bukan kah godaan yang terus menerus akan membuat pikiran kacau. aku 68 . “Aku tidak apa-apa. Tapi mereka tidak mengijinkanku pergi. Bertahun-tahun lalu. Para pasiennya biasanya langsung merasa tenang. “Itu cuma soal siapa yang kau kenal. Aku menjaga jarak darinya. Carlisle menyematkan hasil rontgennya ke lightboard disamping tempat tidur. yang terbaring tidak jauh dariku dengan darah segar pada lukanya.stepheniemeyer. Bibir bawahnya sedikit mencebik. Bahkan darah segar Tyler pada kepalanya yang terbalut perban jadi tidak berarti apaapa dihadapan Bella. godaan itu jadi tidak ada artinya.? Tapi sekarang. “Aku baik-baik saja.. aku datang untuk menyelamatkanmu.com Ternyata mudah mengabaikan Tyler.. Miss Swan. Apa kepalamu sakit? Kata Edward kau terbentur cukup keras. bagaimana perasanmu?“ Carlisle bertanya. duduk di ujung tempat tidur Tyler. sangat bahaya. “Jadi. Aku bisa mengerti. Aku telah melihat Carlisle merawat manusia ribuan kali. dan berkata.. Jika kau sangat-sangat fokus pada hal lain.” jawabnya lagi. Bagaimana bisa kau tidak ditandu seperti kami?” Ketidaksabarannya membuatku tersenyum lagi. Aku mengerang dalam hati.” Dia mengeluh.” dia berkata pelan.” aku berkata santai. “Aku baik-baik saja. Aku tidak pernah memahami bagaimana Carlisle melakukannya—tidak mengindahkan darah pasiennya selama merawat mereka. Carlisle mendekat dan tangannya meraba ringan kepalanya sampai menemukan benjolan dibawah rambutnya. Dia punya sikap yang menyejukan disamping kebaikan hatinya. Kemudian ia mengerling kesal padaku. “Tapi jangan khawatir. kali ini agak tidak sabaran. Matanya membesar dan mulutnya benar-benar ternganga.

mengetahui ia tidak akan menyakitinya. wajahnya gelisah. Aku kadang iri pada penguasaan dirinya. tapi itu berbeda dengan emosi yang kurasakan sekarang. “Apa dia boleh pergi ke sekolah?” Bersikap normal. “Tidak juga. “Well.” Ayahnya disini? Aku menyapu pikiran-pikiran yang ada di ruang tunggu. Dia tidak suka menunjukan kelemahannya. Kembali dia mengerling kesal. Yang kuiri lebih dari sekedar penguasaan dirinya. Dan dia tidak mengecewakan. dia berani.. Bella mengernyit.. “Hampir sebagian besar murid ada di ruang tunggu. dan ia tidak ingin terlihat lemah. “Sebetulnya. “Ayahmu ada di ruang tunggu—kau bisa pulang dengannya sekarang. Jadi bukan hal baru melihat bagaimana dia berinteraksi dengan gadis itu seakan dia sendiri juga manusia. “Harus ada orang yang menyebarkan kabar baik bahwa kita selamat.. “Oh tidak.” Kali ini aku sudah mengantisipasi reaksinya—enggan mendapat perhatian.Diterjemahkan dari: www. Tapi kembali lah jika kau merasa pusing atau penglihatanmu tergganggu. “Sakit?” tanya Carlisle.” Satu lagi kepingan karakter gadis itu terungkap..abaikan rasanya saat ia menatap kedalam mataku. Untuk sesaat aku mesti berkonsentrasi untuk membuat postur tubuhku rileks.. Tapi aku tidak bisa menemukan suara mentalnya sebelum Bella kembali bicara.com bahkan membantunya—meski dalam situasi yang tidak melibatkan darah. “Bolehkah aku kembali ke sekolah?” “Mungkin kau bisa istirahat dulu hari ini. Matanya kembali menuduhku.” Carlisle menyarankan.” ujar Carlisle.. tanpa takut. Aku iri pada pada perbedaan Carlisle dan aku—bahwa ia dapat menyentuh gadis itu dengan lembut.” dia mengerang dan menutup wajahnya dengan tangan.stepheniemeyer. jangan mencurigakan. dan aku mengejang di tempat.” Carlisle mengoreksi. Kemungkinan ia adalah mahluk paling rapuh yang pernah kutemui. Sesaat dagunya tersentak. 69 . Aku sedikit terkekeh.” kataku.

pelan dan cepat.” Dia memutar wajahnya pelan untuk menatapku tajam. jadi cukup adil jika aku sendiri yang harus menghadapinya. Tentu saja itu tidak mengganggu Carlisle. Dia memastikan Bella berdiri seimbang. Mendadak Bella menghampiriku. Membuatku tidak nyaman. Atasi dengan cara yang menurutmu paling baik.” aku berbisik. Aku mulai bisa memahami dia. baik kalau begitu. “Apa kau ingin tetap tinggal disini?” Tanya Carlisle.” ujarnya cepat. sama mendengar seperti yang kudengar pada suaranya. “Tidak. 70 . lalu jatuh ke pelukan Carlisle.stepheniemeyer. “Minum Tylenol untuk mengurangi rasa sakitnya. “Bisa aku bicara denganmu sebentar?” dia berbisik padaku. rasa iri itu melanda diriku. Well. “Beruntung karena Edward kebetulan berdiri disebelahku. “Kedengarannya kau sangat beruntung. “Sakitnya tidak separah itu kok...” “Oh. Tidak ada manusia yang bisa mendengarku. Carlisle menangkapnya kemudian menyeimbangkan dia. Belum. tidak berhenti hingga cukup dekat.” katanya pada Tyler begitu mulai memeriksa lukalukanya yang diakibatkan goresan pecahan kaca. Rona merah muda terlihat di pipinya. “terima kasih banyak. Aku ingat tadi sempat berharap ia akan menghampiriku.” Dia memberitahu. “Aku baik-baik saja. Lagi. Bibir Carlisle bergerak sedikit mendengar gerundelanku. “Aku kahwatir kau harus tinggal bersama kami lebih lama. tidak!” dia buru-buru menolak.Diterjemahkan dari: www. Kupasrahkan padamu. Dia tersandung kedepan. hilang keseimbangan. kemudian melepaskan peganggannya. Dia tidak menganggap kecurigaannya sebagai imajinasi belaka.. aku yang cari gara-gara. Ini seperti memperolok harapanku. Carlisle berkata dalam hati. mengayunkan kakinya ke samping dan merosot turun ingin berdiri.com Aku senang akhirnya bisa menebaknya dengan betul..” Carlisle tersenyum saat menandatangani surat keterangannya.” Carlisle cepat-cepat mengiyakan.

” dia berkata dengan suara pelan. Aku punya pertunjukan yang mesti kupentaskan. Aku berbalik ke dia. Emosiku campur aduk saat menurutinya keluar ruangan. tapi hampir saja. Pikiranku lebih kuat dari tubuhku. Dia memandang sekilas ke Carlisle dan Tyler. Liur mengalir di mulutku. Setiap kali berada di dekatku. Hal itu bertolak belakang dengan setiap dorongan hatiku—dorongan hati manusia yang selama puluhan tahun ini kupegang. rahangku terkatup rapat. Lebih buruk lagi. Aku ingin mengatakan sangat keberatan.stepheniemeyer. “Ayahmu menunggumu. berusaha mengejar. ekspresi yang selama ini menghantuiku. tapi Carlisle mengawasi tiap tarikan napasku.com Kehangatan napasnya menyapu wajahku dan aku agak terhuyung selangkah. “Kau berhutang penjelasan padaku. Dia terkesiap karena sikap permusuhanku. Sangat sulit mempertahankan suaraku agar tetap kasar. Maka sebaiknya kulakukan saat ini juga. “Aku ingin bicara denganmu berdua.. Hati-hati. Aku belum pernah menginginkan untuk layak dipercaya lebih daripada saat ini. wajah gadingnya memucat. ketika aku harus menghancurkan setiap kemungkinan itu.” aku mengingatkan dia. Matanya berubah penuh tanya. “Aku menyelamatkan hidupmu 71 . Ini adalah adegan perpisahan dariku. Aku akan berbohong. Tyler sama sekali tidak memperhatikan. mendengarkan langkahnya terhuyung-huyung di belakangku. Aku tahu peran yang akan kumainkan —karakterku sebagai tokoh antagonis. “Kau mau apa sih?” aku bertanya dengan suara dingin. ini akan menjadi ingatan terakhir dia tentang aku.. Daya mengundang-selera-nya tidak berkurang sedikitpun. dan kejam. tapi aku tahu aku harus melakukan ini pada akhirnya.Diterjemahkan dari: www.” dia memaksa setengah berbisik. dia memicu setiap jengkal instingku yang paling kuno. Edward. dan tubuhku berhasrat untuk menerjang—untuk merenggut dia dengan tanganku sebelum mematahkan lehernya dengan satu gigitan. mengejek. jika kau tidak keberatan.

” dia berbisik.” Dagunya terangkat. Kenapa?! 72 .. meskipun yang sebenarnya kurasakan adalah kagum. Bella?” “Aku ingin tahu yang sebenarnya. “Kau sudah janji. Meski marah dan terkhianati..” Dia tersentak. Seperti terbakar oleh asam mengetahui perkataanku telah menyakiti dia. ekspresiku mengejek.” Ia mengatupkan rahang dan matanya berkaca-kaca.stepheniemeyer. dia akan menepati janjinya. tapi kau mengangkatnya. “Bella. kau tahu. “Tidak akan ada yang akan percaya itu. dan tanganmu meninggalkan bekas lekukan di mobil itu—kau juga meninggalkan bekas yang sama di mobil satunya. “Kau pikir aku mengangkat van itu dari atas tubuhmu?” aku bertanya dengan nada menyindir. “Apa yang kau inginkan dariku. Mobil van itu semestinya telah menghancurkan kita berdua—tapi nyatanya tidak. Mataku bertemu dengan tatapan tajamnya.Diterjemahkan dari: www. Suaraku makin mengejek.com —aku tidak berhutang apa-apa padamu.” Dia bersungguh-sungguh—aku bisa melihat dalam matanya.” Apa yang dia inginkan cukup adil—membuatku frustasi harus menyangkalnya. “Tak ada yang salah dengan kepalaku. “Yang kutau adalah kau sama sekali tidak ada didekatku—Tyler juga tidak melihatmu. “Aku tidak akan memberitahu siapa-siapa. dan itu jadi lebih mudah. Dia mengangguk tegas. jadi jangan katakan kepalaku terbentur terlalu keras. dan kau tidak terluka sama sekali—juga mobil itu seharusnya menghancurkan kakiku.” Dia berusaha menahan marah. Aku ingin tahu alasan kenapa aku harus berbohong untukmu. “Apa menurutmu yang terjadi?” aku hampir menggeram. membuat wajahku makin garang. dia melihat semuanya. kepalamu terbentur. Kata-katanya kemudian berhamburan cepat. Kemudian ia bicara lambat penuh pertimbangan pada tiap katanya. kau tidak tahu apa yang kau bicarakan. Aku menatapnya.” Dia marah sekarang.

.stepheniemeyer. Tapi ini adalah batasan yang tidak bisa kulewati. “Tidak bisakah kau berterima kasih saja dan melupakannya?” “Terima kasih. Namun amarahnya justru terlihat menggemaskan. lembut dan tidak berbahaya. karena tidak ada yang lebih buruk dari yang sebenarnya—aku adalah mimpi buruk. Seperti geraman anak kucing. menunggu. langsung dari dunia horor. Sama seperti aku menginginkan dia percaya padaku. kan?” “Tidak.” Aku mengingat wajahnya untuk terakhir kali—masih dengan raut marah. “Ini penting buatku.. tidak sadar pada kerapuhannya sendiri.” ucapnya.” “Kalau begitu. darah belum memudar dari pipinya—dan kemudian aku berbalik meninggalkan dia. Suaraku tetap dingin.” dia menjawab penuh tekanan. “Kuharap kau menikmati kekecewaanmu. “Kau tak akan menyerah. “Aku tidak suka berbohong—jadi sebaiknya ada alasan yang baik kenapa aku melakukannya. dan kukatakan padanya— untuk kali ini—yang sebenarnya. “Aku tidak tahu. 73 . Aku kehilangan pegangan pada peranku..Diterjemahkan dari: www. Wajahnya memerah. Ia menggertakan gigi lagi.” Kami saling menatap marah. “Lalu kenapa kau mempermasalahkannya?” aku bertanya pada dia sambil mempertahankan suaraku tetap tajam.. Lebih baik dia mengarang-ngarang daripada mengetahui siapa diriku.” aku tidak bisa memberitahu dia bahkan jika aku mau. lalu aku kembali menguasai diri lagi.com Perasaan syok itu menghancurkan ekspresiku selama setengah detik.” Dia memintaku untuk mempercayai dia. Topeng diwajahku terlepas. Aku tidak menyiapkan jawaban untuk ini.dan aku tidak mau. “Dan kenapa kau bahkan perduli?” Lagi-lagi pertanyaannya tidak terduga. Kemudian ia diam.

Jika dari perspektif anggota keluarga Cullen—bukan sekedar vampire. Tinggal Tyler. “Aku terkejut melihatmu masuk..” mengerutkan dahi prihatin. jauh lebih membosankan dari minggu lalu.. Tentu saja sesuatu itu juga bisa dibilang keliru. tapi seorang Cullen. saya harap Bella dan Tyler juga begitu.stepheniemeyer. Kudengar kau terlibat dalam insiden mengerikan tadi pagi. Seakan warna-warni pada bata. Mr.” Itu yang seharusnya kulakukan demi keluargaku. tapi saya cukup beruntung. Vampir penguntit yang terobsesi. wajah-wajah disekitarku jadi luntur.hanya lecet-lecet terkena pecahan kaca. Tapi. pepohonan. Tapi sesiangan ini aku justru harus berjuang keras agar tidak ikutan bolos—hanya karena ingin menemui gadis itu lagi... Penguntit yang terobsesi.. Aku cuma memandangi rekahan di tembok.tapi tidak kulakukan. Banner. 74 .... “Saya tidak terluka sama sekali..” “Bagaimana keadaan mereka?” “Tyler baik-baik saja. “Dia mengalami gegar otak.. Tapi tergantung dari sisi mana melihatnya.com 4...Diterjemahkan dari: www. Seperti penguntit. Edward. sesuatu yang langka bagi kaum kami—tindakan yang paling tepat seharusnya seperti ini: “Aku terkejut melihatmu masuk. Para dokter sangat cemas. Kudengar kau terlibat dalam insiden mengerikan tadi pagi. Penglihatan Aku kembali ke sekolah. Hampir semua murid telah kembali ke kelas juga.” Tersenyum ramah. Harusnya tidak sulit melakukan sesuatu yang benar. Seperti koma. Bella dan beberapa orang—yang sepertinya menggunakan kesempatan untuk bolos—tetap absen. bertindak wajar dan tidak menarik perhatian. Tapi saya agak khawatir pada Bella.” Tanpa senyum. langit. Sebetulnya ada sesuatu yang lain yang juga harus dilakukan. Ini pilihan tepat yang seharusnya dilakukan. Edward. seseorang yang memiliki keluarga.” “Saya tidak terluka. Sekolah jadi mustahil dijalani.” “Iya. Saya dengar pikirannya jadi agak kacau—bahkan sempat berhalusinasi.

.. Banner mendehem. Dia tidak semarah itu. Dia cepat-cepat kembali ke depan kelas dan memulai pelajarannya. Alasan itu terdengar sempurna. Misalkan saja aku tidak mencegah van itu meremukan dia. Sebagian diriku meremang penuh hasrat. Banner mengganti tumpuan kakinya tidak nyaman.. Amarahku memuncak sedemikian hebat hingga kabut merah mengaburkan pandanganku. cairan merah kental berceceran.. terutama ketika ia membuktikan lebih dapat dipercaya daripada yang kubayangkan.stepheniemeyer. Aku gemetar. Apa aku akan mengkhianati dia ketika ia tidak melakukan apa-apa selain menjaga rahasiaku? Aku mengalami pembicaraan serupa dengan Mrs.. dan dalam sekejap ruangan di sekelilingku tenggelam. Tapi seandainya dia dibiarkan. Dia tidak mengkhianatiku dengan melanggar janjinya. aku tidak akan sanggup melihat darahnya tanpa mengekspos keluargaku dengan lebih mengerikan. “Apa kau tahu bagaimana keadaan Tyler Crowley dan Bella Swan? Katanya mereka terluka. Hanya saja sangat.tapi ia sudah menetapkan niatnya. Terlalu memalukan...sangat tidak ksatria mendiskreditkan gadis itu di belakangnya. “Mmm. bau darah segar menguar pekat di udara..aku merasa kecut memikirkannya. Aku hampir tersedak kedalamnya. Aku harap kau punya penjalasan yang baik untuk kejadian hari ini.Diterjemahkan dari: www. Rose sudah siap perang. 75 . Sebetulnya aku menemukan penjelasan yang sempurna.com Mr. Tidak. Hati-hati pada Jasper.Ya sudah..” Mr.” Tatapan dinginku membuat suaranya tegang.” Aku mengangkat bahu.tapi tidak akan kugunakan. jika dia terluka dan mengeluarkan darah. Aku memutar bola mataku tanpa melihat dia.. Goff—hanya saja dalam bahasa Spanyol—dan Emmet memperhatikanku.. “Saya tidak tahu.. meskipun punya cukup alasan untuk itu. Aku tahu apa yang ia maksud. tapi bukan cuma karena ngeri. tidak mengindahkan lamunanku.. Dan aku tidak berpikir kesitu sampai jauh setelah kejadian. Itu perbuatan yang sangat keliru.. menggenang di aspal. Emmet melanjutkan.

aku akan bertarung demi dia. Rose. Dia mencengkram bahuku.” aku menggerutu dibalik napas. Ia sempat mempertimbangkan kalau mungkin saja itu jalan yang terbaik.. Aku mengecek ke sekeliling ruangan. Aku gemetar. Keluarga Cullen memang aneh—semua orang sudah tahu itu. Aku menarik napas panjang. Mereka tidak tahu apa alasannya. Tapi aku melihat niat Jasper dianggap Emmet cukup masuk akal. Ya. tapi sulit. 76 . Tapi mendengar pikiran adalah bagian dariku.com SSSTT. Amarah terlanjur membara di kepalaku. Dia jarang menggunakan seluruh kekuatannya—sangat jarang dibutuhkan. mesin pembunuh alami. sama seperti kekuatan besar yang menjadi bagian dari dia. Kau dalam kesulitan besar. TENANG! Perintahnya galak..stepheniemeyer. dan cuma mengangkat bahu. Amarahku pelan-pelan kembali mendidih. menahanku tetap duduk sebelum aku terloncat berdiri. bukannya menekan kebawah. Tapi konforontasi tadi berlangsung sangat singkat dan tanpa suara sehingga hanya beberapa orang di belakang Emmet yang menyadarinya. hampir tidak terkontrol. mengingat ia jauh lebih kuat dari vampir manapun yang pernah kami temui—tapi ia menggunakan kekuatan penuh sekarang. Jasper tidak akan bertindak sebelum kita bicara. kau berantakan. Sialan. Ya. Kudengar dia terkekeh pelan. Aku berusaha menenangkan diri. Emmet bukan pendendam. Emmet menambahkan. Dalam pertarungan kami seimbang. tapi ia belum pernah menang melawanku dalam adu tanding.Diterjemahkan dari: www. Ada nada simpati pada suaranya. Jika dia menekan kebawah. memikirkan bagaimana tubuh gadis itu terasa begitu rapuh dalam pelukanku jika dibandingkan dengan kekuatan Jasper. Melawan keluargaku. EDWARD! KUASAI DIRIMU! Emmet meneriakiku di kepalanya. “Gigit saja aku. Pertarungan? Apa akan kesana pada akhirnya? Apa aku akan bertarung melawan keluargaku hanya karena seorang manusia yang tidak terlalu kukenal? Aku mempertimbangkannya sebentar. dan aku seharusnya lebih bersyukur pada sikap santainya. Emmet lebih kuat dariku. kursiku akan hancur berantakan. Baru kemudian Emmet melepaskan cengkramannya. Tangannya memegang pundakku. dan Emmet —yang diluar akal sehat sangat kuat dan cepat. Dia menuduh aku curang. Edward.

Mungkin tergantung apa yang ia lihat. Dia tidak akan menentang aku juga. Alice. 77 . Esme. Prioritas pertamanya mungkin bukan keadilan. tapi ia akan lebih menjaga keluarganya tetap utuh. dan rencanaku untuk melawan mereka demi menyelamatkan gadis itu. aku tidak yakin seberapa besar akan menyakitiku. aku ragu. tapi tidak akan kubiarkan gadis itu terluka gara-gara aku. pastinya. dan dia tidak suka berbeda pendapat dengan Carlisle. lamanya aku harus pergi setelah itu. Kira-kira siapa yang berada di pihakku nanti... Tentu saja aku jarang menebak reaksi dia dengan tepat—tapi apa lagi reaksinya selain ngeri? Aku belum terlalu yakin bagaimana mengatasi itu—menculik dia. Well.. aku tahu aku menyayangi mereka.aku tidak tahu.. Jika Carlisle adalah roh keluarga kami. maka Esme adalah hatinya. padahal aku yang menyebabkannya berada dalam bahaya. Carlisle. Dia memberi kami seorang pemimpin yang pantasi diikuti. Aku tidak akan tahan berdekatan terlalu lama.. Waktu cepat berlalu selama aku mempertimbangkan berbagai kemungkinan: perrtengkaran yang menunggu di rumah. Barangkali cukup mengantar ke ibunya. Mungkin dia akan memihak yang menang. Aku bukan tandingan mereka. aku tidak bisa lagi mengeluh hari-hariku sangat monoton.. Mungkin solusinya dia harus dilarikan.. Kami semua saling menyayangi —bahkan dibalik kemarahanku pada Jasper dan Rose. aku akan melakukan ini tanpa bantuan. Kita lihat nanti. perseteruan dengan keluargaku. Jadi.. dia membuat kesetiaan itu menjadi perwujudan dari rasa sayang. Aku bisa membayangkan bagaimana reaksi kikuk gadis itu saat aku menculiknya. Aku tidak bisa menang sendirian. Gadis itu telah merubah segalanya. tapi ia akan menentang rencana Rose dan Jasper.Diterjemahkan dari: www. Jika aku tidak sengaja membunuhnya. Ia tidak akan melawan siapa-siapa. Dan juga bagiku. melainkan aku. Tidak jika melawan mereka bertiga.com Tapi tidak adil meninggalkan dia tanpa perlindungan. Mungkin itu cukup. tapi pasti tidak karuan dan sangat.stepheniemeyer. aku menyadari tiba-tiba.. Amarahku sedikit mereda karena humor gelap yang tahu-tahu terlintas. Tapi itupun belum tentu aman baginya..

Alice selalu melihatku menghalangi Jasper. membolak balik kilasan gambar masa depan. Menarik. mengingat-ingat beragam variasai serangan Jasper.Diterjemahkan dari: www. Semuanya samar dan berbayang gelap. Aku berkonsentrasi pada Alice. Kami berlima duduk ditengah kesunyian. Dia tahu di pihak mana ia akan memilih jika terjadi perselisihan. Mercedes Carlisle sudah disitu. tidak ada Rosalie atau Emmet di penglihatannya. juga diam. Dia mengkawatirkan aku sekaligus Rosalie. Aku tetap memperhatikan penglihatannya. Aku lega Carlisle sudah pulang—keheningan ini akan segera 78 terletak pada kemampuanku mendengar gerakannya sebelum dia . Alice risau. Aku belum pernah bertarung sungguhan melawan Emmet atau Jasper—biasanya hanya bercanda dan bermain-main. Jasper adalah yang terbaik. Aku parkir di garasi disamping rumah. Dia mulai mencari lebih jauh kedepan. kesunyian itu tidak berubah. Dia sangat yakin dengan niatnya. orang bodoh yang tidak bertanggung jawab! Rosalie terus menumpahkan makiannya keras-keras. Tidak. dan Vanquishku. M3 milik Rose. Aku tidak akan membiarkan.stepheniemeyer. Aku mencegat Jasper duluan. Suara yang lainnya jadi terbenam.com Setelah bel... Kemudian penglihatannya bergeser. Emmet betul tentang Jasper. Edward! Tidak boleh terjadi seperti itu. Yang lain sudah menunggu di mobil. tapi kuabaikan sebisanya.. petarung yang paling berpengalaman diantara kami. pada kemungkinan-kemungkinan yang tidak pasti dan masih kabur. dan itu mengganggunya. Aku merasa mual pada pikiran akan mencoba benar-benar menyakiti Jasper. Hanya menghalangi dia. Tidak perduli dari arah mana Jasper mendatangi gadis itu. Cuma itu. disebelah jeep besar Emmet. tidak begitu. Selama perjalanan sampai ke rumah. Keuntunganku melakukannya. Cuma aku yang bisa mendegar teriakan-teriakan. Hentikan. Jadi Jasper berencana kerja sendirian.. Emmet dan aku berjalan dalam diam menuju mobil. Aku mengacuhkannya. Idiot! Tolol! Dasar orang gila! Brengsek! Egois. mengkhawatirkan Jasper. Itu membuatnya jadi lebih imbang. bergerak menjauh dari rumah Bella.

tapi aku sedang tidak cukup tenang sekarang. garis demarkasi telah dibuat. Tentu saja ruangan ini tidak pernah digunakan sebagaimana mestinya. Tanpa terlalu perduli dia duduk disamping Esme. Kami langsung menuju ke ruang makan. Ekspresinya terlihat terlalu tua untuk wajah mudanya. Aku harap aku bisa bisa tersenyum pada perempuan yang telah menjadi ibuku ini. tapi dia tetap diam ditempat. tidak perduli apapun hasil diskusi ini. Aku merasa hal itu tidak akan banyak berguna hari ini. Dia belum terlalu mengerti apa yang terjadi. di ujung meja satunya. wajah dan pikirannya masam. Hanya itu yang dia pikirkan. dan matanya fokus pada hal yang sangat jauh—masa depan. Tinggallah. di ujung meja sebelah timur.com meledak. sama sekali tidak melihat ke arah lain.stepheniemeyer. Mulutnya terkatup rapat dan keningnya berkerut. Saat semua duduk. Mata Esme menatapku. Carlisle sering menggunakannya sebagai ruang pertemuan. Jasper ragu-ragu. Carlisle lebih peka untuk bisa meraba apa yang sedang terjadi. Jasper mengejang gugup dan mempertimbangkan untuk mendekat. Gigiku langsung terkunci. Emmet duduk disampingnya. Dia meremas-remas kepalanya seakan kepalanya sakit. Dia telah mengambil keputusan. Rosalie duduk tepat di seberang Carlisle. dan aku ingin Carlisle ada ketika itu terjadi. dia hanya risau padaku. Tapi tetap dilengkapi dengan meja mahoni oval panjang beserta kursi-kursinya—kami sangat teliti untuk meletakan setiap detail properi pada tempatnya. Alice yang terakhir datang. Dalam sebuah kelompok yang memiliki kekuatan super dan kepribadian berbeda. Carlisle duduk di tempat biasanya. yang masih terlalu kabur untuk digunakan.Diterjemahkan dari: www. Dia memelototiku. kadang perlu mendiskusikan sesuatu hal secara tenang dan beradab. dan kemudian berdiri bersandar pada tembok di belakang Rosalie. Aku mengambil napas panjang. 79 . Esme di sebelahnya— tangan mereka saling berpegangan diatas meja. Aku duduk disamping Carlisle. Aku yang harus memulai ini—aku harus bicara duluan. Esme mengulurkan tangan satunya untuk menyentuh pundakku. keemasannya yang dalam menatapku prihatin.

“Hanya beberapa tahun. Itu adalah kebalikannya dari membantu. dia tidak bisa melihat masa depan itu—tidak ketika Rosalie dan Jasper telah menetapkan pilihannya untuk bertindak. jika aku percaya tidak satupun dari kalian akan menyentuhnya. Kita hidup dengan cara yang sangat berbeda dari kaum kita yang lainnya—kau tahu ada kelompokkelompok yang dengan senang hati akan menghukum kita. Gadis itu akan lebih berniat bicara jika kau menghilang.” “Alice akan mengetahui apapun yang penting.” Rosalie menatap curiga. tidak aman meninggalkan cerita dibelakang kita.com “Maafkan aku. “Yang sebatas ini aku tahu. dukung aku.” “Dia tidak akan bicara.stepheniemeyer.” Alice menatap letih. “Aku tidak bisa melihat apa yang akan terjadi jika kita mengabaikan ini.” aku buru-buru menyanggah. dan aku ingin fakta ini terucap duluan. Kita harus lebih berhati-hati 80 .” Aku menepuk tangannya. “Kau tidak bisa kemana-mana sekarang. “Kau tidak tahu isi pikirannya. “Aku tidak bermaksud membahayakan kalian semua. Kita semuanya pergi. dan ke Emmet.Diterjemahkan dari: www.” Carlisle mengingatkan aku. aku mengultimatum dalam kepalaku. lalu ke Jasper. Carlisle. Itu sangat ceroboh. Rose sedang siap-siap meledak. Bahkan jika diputuskan semuanya pergi. Kita harus tahu apa yang dipikirkan orang-orang. “Aku rasa Emmet benar. “Kita tidak boleh memberi kesempatan pada manusia untuk buka mulut. “Apa yang kau maksud dengan 'bertanggung jawab penuh'? Apa kau akan membereskannya?” “Tidak dengan cara yang kau maksud.” aku tidak sependapat. jika itu bisa mempebaiki keadaan.” Jika aku percaya gadis itu akan aman. Kita lebih membutuhkan hal itu sekarang daripada sebelumnya.” “Esme ada benarnya. Alice. “Tidak. Edward.” ujar Emmet. kau harus melihatnya seperti itu. Carlisle menggeleng.” aku berkata sambil melihat pertama-tama ke Rosalie. “Aku bersedia untuk pergi saat ini juga. atau tidak satupun.” Dia melirik ke Rose dan Jasper. “Tidak. Aku akan bertanggung jawab penuh atas tindakan gegabahku.” Esme berbisik.” aku berusaha menata suaraku tetap tenang dan terkendali. Edward. Tidak. Brak! Rosalie menggebrak meja keras-keras.

Dalam kejadian tertentu. Secara teknis. Carlisle. Gadis itu terbentur kepalanya hari ini. “Rosalie. “Untuk membunuh anak tak berdosa dengan darah dingin adalah sesuatu yang lain.saat tidak sengaja atau karena lepas kontrol. Kau tahu aku cukup bisa mengontrol diri. “Rose—“ Carlisle mulai. Tapi Jasper mengangguk. Kemudian ia menoleh ke Rosalie. “Edward.com dibanding yang lainnya!” “Kita pernah meninggalkan rumor dibelakang kita sebelum ini.stepheniemeyer. Dia balas mendesis marah. meskipun dia sendiri tidak pernah lepas kontrol.” Rosalie mengangkat bahu. “Hanya rumor dan kecurigaan. Bukan saksi mata dan bukti!” “Itu bukti!” aku mencibir..” Rosalie berkata lewat sela giginya. Kelompok lain berharap kita membereskan sendiri masalah kita. aku mengabaikan tindakanmu di Rochester karena aku merasa kau berhak dengan keadilanmu. Jadi mungkin lukanya jauh lebih serius dari kelihatannya.. Rosalie.” aku mengingatkan dia. “Aku tahu maksudmu baik. adalah bagian yang dapat dimaklumi dari diri kita.” aku menggeram. Bella Swan tidak bersalah. Tapi ini lain. matanya keras. “Ini untuk melindungi kita semua. Rosalie. Rosalie seharusnya sudah bisa mengira.” Itulah kebiasaannya untuk memasukan dirinya dalam konteks jamak.” Ada keheningan singkat saat Carlisle menimbang keputusannya. Orang-orang yang kau bunuh telah berbuat keji padamu. tapi dia tidak akan sanggup. Bahkan jika aku tidak mampu membaca pikiran Carlisle.” “Ya. “Setiap manusia pergi tidur dengan kemungkinan tidak akan pernah bangun lagi. aku tetap bisa menebak sikapnya.. Edward.. tolong. Aku tidak akan meninggalkan bukti. Aku percaya 81 .Diterjemahkan dari: www. mata Rosalie menyala nyalang.” Carlisle berusaha melerai. tapi. Kita tidak perlu repot-repot. “Biar kuselesaikan. Carlisle. Carlisle tidak pernah kompromi. Saat ia mengangguk. itu jadi tugas Edward.” “Ini bukan masalah pribadi.aku sangat ingin keluargaku tetap layak untuk dilindungi. kita semua tahu bagaimana mahirnya kau sebagai pembunuh.

Tidak perduli bagaimana marahnya ia padaku. seperti yang sebetulnya aku inginkan.” Dia menyemangati dengan suara pelan. “Itu cuma bertanggung jawab. “Semua akan baik-baik saja.” Carlisle membenarkan dengan lembut. Emmet membelai punggungnya.” Rosalie mengerang.” Rosalie mendengus.com pada resiko yang ia akibatkan. tapi juga tidak membuat Rosalie tambah gusar.stepheniemeyer. panggung tanpa belas kasihan. kita membahayakan sesuatu yang jauh lebih penting. ia bisa menerima keputusan Carlisle. Namun Jasper tetap tidak bergerak. Rose. Aku mengerti alasannya. “Setiap kehidupan itu berharga.Diterjemahkan dari: www.” Carlisle memberi saran. Sebelum dia bertemu Alice. 82 . “Pertanyaannya. Jika kita membuat pengecualian untuk melindungi diri. kita tidak harus memutuskan itu sekarang. kita hampir bisa hidup normal. Dia tahu konsekuensi dari melanggar aturan kaum kami—dia pernah melihat sendiri hasil akhirnya yang mengerikan. “Jasper.” kataku.” Rosalie mendesah panjang dan cemberut. dia hidup di medan perang. Sejak awal ia menyisihkan dirinya dari diskusi ini—sama sekali mengabaikan. Tidak ada gunanya menyeringai. terlepas ia akan bicara atau tidak. Tapi aku tidak lagi khawatir pada Rose. Rosalie memberengut. Kita bisa menunggu sambil melihat jika itu diperlukan. Edward kelihatannya cukup yakin gadis itu tidak akan bicara. “Kita baru saja menetap. “Aku suka disini! Sangat jarang ada matahari.” “Itu namanya tidak berperasaan. Aku tidak mau mengulang sekolah lagi!” “Kau masih bisa memakai usiamu yang sekarang.” Carlisle melanjutkan. “Dan harus pindah lagi secepat itu?” Dia menimpali. Carlisle mengangkat bahu.” “Well. tetapi hal itu tidak sebanding dengan resiko yang lebih besar. Sejak tadi ia tidak mencoba menenangkan Rosalie dengan kelebihannya. “Apakah kita akan pindah?” “Jangan.” Aku mengontrol ekspresiku hati-hati. Atau bertepuk tangan. Kita beresiko kehilangan jati diri kita. Pembicaraan mereka telah beranjak ke hal sepele.

bahkan bahaya kecil. Tapi aku akan sangat menghargai jika kau tidak membunuh Bella. Edward. Edward sangat serius dan aku tidak ingin kalian bertarung.” Alice memotong. dan mulutku terlongo. “Aku tahu kau mencintaiku. Aku sudah tahu itu.” Gambaran itu sejernih kaca di kepalanya: Alice. “Dia tidak akan membayar atas kesalahanku. “Aku ingin minta tolong padamu. Bella temanku.Diterjemahkan dari: www. Edward. Aku merasakan dia menyerap mood disekelilingku.” Kami saling menatap—tidak mendelik.” “Aku tidak memperdebatkan hal itu. dengan tangan putihdinginnya merangkul pundak rapuh-hangat gadis itu. Kedua. Dia mempertahankan tatapannya sebentar. syok. Aku tidak akan membiarkan itu. Aku hanya meluruskannya. “Aku tidak akan membiarkan Alice dalam bahaya. “Jazz. Alice. Kau tidak merasakan ke siapapun seperti yang kurasakan pada dia. mengecek kesungguhanku. ekspresinya datar. Dan kau tidak pernah melalui hidup seperti yang pernah kulalui.com Kami bertemu pandang. tak perduli kau bisa melihat ingatanku atau tidak. tangannya merangkul pinggang Alice.” Aku melihat pikiran Alice.” Aku mengulangi kata-kataku. memberi tekanan pada tiap katanya. Aku menatap dia. semua mata—selain Alice dan Jasper—kini beralih menatapku cemas.” Alice menyela. aku tidak akan membiarkan kau menyakiti Bella Swan. Dan Bella juga tersenyum.stepheniemeyer. hanya waktunya yang tidak pasti. 83 . Samar-samar aku menyadari. Penglihatannya sangat jelas. “Tidak usah repot-repot mengatakan kau bisa menjaga diri. kemudian beralih ke Alice. Pertama. Kau tidak mengerti.” Dia agak terkejut. tapi saling menilai. Dia tidak mengharapkan ini—dia tidak membayangkan aku akan bertindak menghentikan dia. Paling tidak dia akan menjadi temanku.” “Berarti dia mengambil keuntungan dari situ? Seharusnya dia tadi mati. Tapi biar kuberitahu sekali lagi. Tapi aku tetap perlu —” “Bukan itu yang ingin aku katakan. “Aku tidak akan membiarkan hal itu. terima kasih. Jasper. Dia menggeleng satu kali. tersenyum.

“Apa. Tinggal ada dua jalan bagi dia. Hanya sepersekian detik. berusaha tidak membiarkan aku masuk. Aku akan kesal padamu jika kau tidak membiarkan dia... “Apa tentang Bella?” Dia menggertakan giginya berkonsentrasi. pegangannya terlepas sebentar. Kursiku terbanting ke lantai. Alice? Apa yang kau sembunyikan?” Aku mendengar Emmet menggerutu. meskipun Jasper sedang terlalu kaget untuk membuat keputusan lain. 84 .com “Tapi. “Edward!” Carlisle ikut berdiri. Aku melihat penglihatan itu berkelip-kelip saat keputusan Jasper bimbang dihadapan permintaannya yang tidak terduga. “Suatu saat aku akan menyayangi dia. “Kau lihat? Bella tidak akan bicara..” Jasper tergagap. Tidak ada yang perlu dicemaskan.” tapi kemudian tiba-tiba rahangnya terkunci. Aku hampir tidak menyadari keberadaannya...” Aku bisa melihat apa yang dia lihat. “Alice.. Dia selalu frustasi saat Alice dan aku bicara seperti ini.Diterjemahkan dari: www.. “Tiap menit kau makin yakin.?” “Aku kan sudah bilang sesuatu ada yang berubah. “TIDAK!” Aku berteriak.” Alice membisik. Edward. dia tiba-tiba fokus sangat keras pada Jasper.. tapi itu lebih dari cukup. dan aku bisa melihat ada sesuatu yang lain.” aku tersedeak. Dia berusaha tidak memikiran hal itu. Yang satu atau yang lainnya. “Itu makin nyata. tangannya di pundakku. Aku tidak sanggup memalingkan perhatianku dari gambaran dalam kepala Alice. dan aku terlonjak berdiri.stepheniemeyer.” dia mendesah—kebimbangan Jasper membuat pandangan baru muncul lebih jelas. “Apa. “Apa tentang gadis itu?” aku menuntut. Alice biasanya melakukan ini jika ingin menyembunyikan sesuatu dariku. tapi aku tidak bisa menerima hal itu. Dia menggelengkan kepalanya.” Dari caranya menyebut nama gadis itu.seakan mereka berdua telah menjadi sahabat dekat..Alice. Jazz.” Aku masih terpatri pada pikiran Alice..ini. Aku tidak tahu Edward. tapi saat aku menyebut nama Bella.. Aku tidak sanggup menoleh untuk melihat ekspresinya.. “Ah...

“Edward. “Aku tidak mendengar itu. Lagipula. Kau harus tinggal dan mengatasi hal ini. Jasper ragu-ragu.” aku menyanggah. 85 . Aku tidak sepenuhnya yakin dengan Jasper.. Itu mungkin tidak sama. jika Jasper pikir dia membahayakan kita.Diterjemahkan dari: www. Dia mendesah. Edward. “Mencintai dia. bayangan tidak akan pernah melihat gadis itu lagi akan. Kau benar-benar buta. dia menambahkan dalam hati. juga?” bisikku tidak percaya. kita sudah membahas itu. kita tidak akan tahu secara pasti apa dia bicara atau tidak. meninggalkan dia sendirian? “Kenapa kau melakukan ini padaku?” Aku mengerang. Kakiku lemas. Aku menggeleng-geleng ngeri. Aku akan merubah nya. Ya.” Aku berbisik pada Alice.com “Tidak. Aku bukan pelindung Bella. Akan. Aku berpegangan pada meja. Jika kau pergi... “Aku tidak harus mengikuti jalan itu.” ujar dia dengan nada skeptis. Aku bisa melihat apa yang dia maksud. tapi aku juga ingin dia bersamaku.. Apa kau akan mempertaruhkan hidupnya. “Itu justru akan membuat gadis itu bicara.stepheniemeyer. Tidak saat ini. Apa penglihatan Alice bisa menjamin itu? Aku juga mencintai dia. Edward.” coba pikirkan.” aku berusaha mengusir penglihatan yang ia coba perlihatkan..” “Kau bisa mencobanya..” kataku lagi.menyakitkan. mengabaikan Emmet. Lihat apa yang kulihat. “Aku harus pergi. jika kau pergi. Kepalaku jatuh ke tangan.” Emmet berkata keras-keras. Aku tidak bisa menyetujui pilihan lainnya.” Alice memberitahu. “Aku tidak tahu apa kau akan pernah sanggup pergi. Tapi itu juga penting. Alice melanjutkan.” “Aku tidak melihat kau pergi. Bayangkan kau pergi. Edward. Aku akan pergi. “Tidak. “Akankah seseorang memberitahu apa yang sedang terjadi?” Protes Emmet. Dia tidak akan melakukan sesuatu yang akan menyakiti Alice. tidak ada keyakinan pada penyangkalanku. Tidak mungkin begitu. Apa kau tidak bisa melihat kemana tujuanmu? Apa kau tidak bisa melihat dimana kau sekarang? Hal itu lebih tidak terelakan daripada matahari terbit dari timur. masih setengah sadar dengan kehadiran yang lain.

“Perhatikan. dan aku menepisnya masih dengan kepala kosong. “Alice melihat dia jatuh cinta pada manusia! Itu sangat Edward!” dia membuat suara tersumbat. ayo lah!” Emmet mengeluh. “Apa?” Emmet terkejut. aku tidak mencari siapa orangnya. Edward. Tampaknya sudah jelas. Alice menoleh ke dia.” Aku merasakan tangannya di pundakku. “Pada gadis yang ia selamatkan hari ini? Jatuh cinta padanya?” “Apa yang kau lihat. “Well. “Apa itu yang sedang terjadi?” dia tertawa lagi. Carlisle mendesah.Diterjemahkan dari: www. tidak akan ada yang..stepheniemeyer. 86 ..” Emmet sependapat. Aku menatap Alice. “Jatuh cinta pada manusia?” Esme mengulangi dengan suara terkesima. ini. “Keputusan hebat. Alice? Tepatnya. Aku bisa melihat ekspresi ngeri pada wajahku dari lima sudut berbeda.com “Oh.” Jasper menuntut. “atau. Aku sama sekali tidak memperhatikan dia.” Seseorang menarik napas syok. dan menunggu. Aku percaya Emmet telah menemukan lelucon dari kehancuran hidupku. Suaranya masih hampir tertawa.” Rose berbisik padanya. “Semuanya tergantung apa dia cukup kuat atau tidak. “Kita akan tinggal. Apakah ia akan membunuhnya sendiri. Setelah beberapa lama.” Aku membeku.” “Betul itu. “Itu tidak akan terjadi!” aku berteriak lagi.jadi rumit. “Tidak keduanya!” Alice kelihatannya tidak mendengar. “Aku rasa rencananya akan tetap sama.menyakiti gadis itu. dan semua menatap ke arahku.. Tidak satupun yang kelihatannya mendengar. dia akan menjadi salah satu dari kita suatu saat nanti. aku tetap menatap kosong ke sisi wajahnya.” Carlisle berkata penuh pertimbangan. Seisi ruangan sunyi. Edward.” —Alice ganti mendelik padaku—“yang akan membuatku benar-benar marah. Kemudian tawanya pecah. belum lagi bagaimana dampaknya bagimu—” dia menghadap ke Jasper lagi. Aku jarang mendengar dia begitu..

Menyembunyikan diriku. atau raung putus-asa... tapi gabungan ketiganya. Mata coklat-lebar Bella tidak lagi bertanya-tanya dalam dalam penglihatan ini. “Aku setuju dengan hal itu. lari dari keributan pikiran mereka—kemuakan Rosalie. turun sangat deras hingga aku basah kuyup dalam sekejap. sekeras baja. Iris matanya secara mengejutkan merah terang. sehalus pualam. mereka kelihatan bahagia. Esme menyentuh lenganku saat aku lewat.. tapi aku tidak menyadari hal itu. Tapi kini tidak ada perbedaan diantara tangan mereka—keduanya putih. Aku terus berlari kearah timur. kurang lebih sama. Aku menghambur keluar ruangan. Keyakinan Jasper terhadap keyakinan itu. Yang lebih parah: keyakinan Alice.stepheniemeyer. Hujan mulai turun lagi. sampai aku melihat cahaya lampu kota Seattle di kejauhan.” Jasper berkata pelan. membiarkan aku seorang diri. Mata lebar Bella tidak lagi coklat. akhirnya aku bisa memaksa diriku untuk melihat apa yang telah kuperbuat—bagaimana aku telah memutilasi masa depannya. Dan yang paling parah: Esme. Aku sudah lebih dulu berlari sebelum keluar dari rumah. dan langsung berpacu menembus hutan. atau geraman. Alice dan Bella. “Tidak!” Aku harus pergi. apa yang ia pikir tentang aku? Kemudian gambaran lagi. namun kini dalam corak horor. Aku berhenti sebelum sampai ke batas peradaban manusia.bahagia. melintasi pegunungan tanpa mengurangi kecepatan. Dia tidak menjauhkan diri dari tangan dingin Alice. tapi tetap penuh rahasia—pada saat ini. Pertama. penglihatan Alice dan gadis itu saling merangkul—kepercayaan dan persahabatan tergambar dengan jelas pada gambar itu. Jika Alice melihat hanya ada dua jalan—” “Tidak!” suaraku bukan berupa teriakan. Tersembunyi di balik hujan. Kerahasiaan dalam matanya 87 . lelucon Emmet. tangan mereka masih saling merangkul bersahabat. kesabaran tanpa batas Carlisle. Aku menyukai kepekatan lapisan air ini— membentuk tembok pembatas antara diriku dengan dunia luar. Aku mencapai sungai dengan satu loncatan. Apa itu artinya? Seberapa banyak yang ia tahu? Dalam momen di masa depan itu..com “Tidak ada.Diterjemahkan dari: www. seorang diri.

Mencoba melihat lagi ekspresi pada wajah hidupnya yang sebelum ini telah menghalangi pandanganku. Tidak mampu menanggungnya. Jika aku memaksa dia menjalani setengah-hidup hampa ini karena kelemahan dan keegoisanku. bersorak girang pada kemungkinan kesuksesannya. mata seorang monster. apa saja. Semua tetap tidak ada gunanya. Itu sangat kongkrit. mencoba melihat ke hal lain. sangat jelas. sudah pasti ia akan membenciku. Aku coba mengusirnya dari benakku. tak bernyawa. dan perasaanku menggeliat menderita. Aku tidak akan membiarkan penglihatan Alice mengarahkan aku.Diterjemahkan dari: www. Ini tidak boleh dibiarkan.stepheniemeyer. Tapi ada satu lagi gambar yang jauh lebih mengerikan—lebih buruk dari apapun yang pernah ada di kepalaku. Aku bisa memilih jalan yang berbeda. 88 . Harus ada. berwarna merah terang karena darah manusia. Pasti ada jalan untuk mengelakan masa depan itu. Aku tidak tahan melihatnya. Aku gemetar. Wajahnya dingin dan abadi.com sangat sulit diurai—menerima atau sedih? Mustahil untuk ditebak. kering. Tubuh rusak Bella dalam pelukanku. Aku tidak dapat menahan pertanyaan yang mirip tapi berbeda ini: apa itu artinya? Dan apa yang dia pikir tentang aku saat ini? Aku bisa menjawab pertanyaan yang terakhir. monster dalam diriku meluap gembira. Penglihatan kelam Alice memenuhi kepalaku. Hal itu membuatku muak. Sementara itu. sepucat kapas. Selalu ada pilihan. Kedua mataku.

Aku bertekad untuk mengubah masa depan. Untuk menyenangkan Esme dan melindungi lainnya.ya. Suaranya ramah. Gadis itu tidak pernah membicarakan kecurigaannya. Ia tahu aku sesuatu yang lain Sesuatu yang salah.. Aku berburu tidak lebih sering dari yang lain. tapi pilihan lainnya tidak bisa kuterima. Edward. Tidak ada yang bisa mengeluh aku melalaikan tanggung jawabku. Semuanya sempurna. Ia akan merasa lega daripada terluka kalau aku mengabaikan dia dan menganggapnya tidak ada. Tindakan gegabahku tidak menyakiti siapapun. Dia hanya mengulang-ulang cerita yang sama—aku berdiri disampingnya dan kemudian menarik dia—sampai para penanyanya bosan dan berhenti bertanya-tanya. Aku kembali pada keseharianku. Bukan tugas mudah.” dia menyapaku pada hari pertama pelajaran biologi. Mengapa? Apa arti dari perubahan ini? Apa dia melupakannya? Memutuskan itu semua cuma imajinasinya? Mungkinkah ia memaafkan aku karena tidak menepati janjiku? 89 . Undangan Sekolah. sekarang murni neraka. Setiap hari masuk sekolah dan pura-pura menjadi manusia.. Bella adalah manusia. Akan kubuktikan dia salah. Setiap hari mendengarkan jika muncul gosip baru tentang keluarga Cullen—tidak pernah ada yang baru. Bukan lagi penyiksaan. Penyiksaan dan api. Pada penghujung hari aku menyadari itu salah. Sesuatu yang mengerikan. Menurut Alice aku tidak akan sanggup menjauh dari gadis itu. “Halo. Aku menghibur diri dengan memikirkan rasa sakit dia tidak lebih dari sekedar cubitan—cuma penolakan kecil—dibanding rasa sakitku. aku tetap tinggal di Forks. aku memperoleh keduanya. Kupikir hari pertama akan menjadi yang paling sulit. Miris rasanya akan melukai perasaan gadis itu.stepheniemeyer.com 5. Tidak ada bahaya. Kecuali aku sendiri.Diterjemahkan dari: www. Sekarang aku melakukan segalanya dengan benar. berbeda seratus delapan puluh derajat dari terakhir kali kami bicara.

Dua yang pertama sudah tidak asing. Apa aku mencintai dia? Aku rasa tidak. Dia tidak bicara lagi padaku. bukankah menghindari dia adalah hal minimal yang bisa kulakukan? Tapi menghindari dia adalah batasan yang mampu kutanggung. seperti yang semestinya—rasa haus 90 . Mungkin satu kali saja melihat kedalam matanya. bukan yang sebenarnya. tidak pernah melihat ke arahnya. Sorenya. Jika ditakdirkan mencintai dia. Cuma untuk melihat siapa tahu bisa menemukan jawabannya disana. Bahkan itu tidak boleh. Atau. Aku bisa berlagak dia tidak menarik perhatianku. Ini tidak masuk akal. Tidak. Keperihanku sedikit lebih baik saat sedang terbang diatas tanah. hanya berlagak. Aku menggeser daguku seinci ke arahnya tanpa berpaling dari depan kelas. Tapi hanya sebatas itu. aku langsung berlari ke Seattle seperti yang kulakukan kemarin.Diterjemahkan dari: www. Aku bisa melihat betapa mudahnya untuk jatuh cinta pada Bella. Aku bisa berlagak mengabaikan dia. kemudian kembali memandang lurus kedepan. Tapi itu tidak kunjung terjadi. usai sekolah. Mungkin ini yang dimaksud Alice ketika mengatakan aku tidak akan sanggup menjauh dari gadis itu. Belum. Tapi aku bisa menahan sakit.stepheniemeyer. Aku mengangguk sekali. mengubah sekelilingku menjadi bayangan hijau kabur. Itu sama persis seperti jatuh: tanpa daya.. bisa dibilang—untuk meletakan tanggung jawab pada diriku. untuk bisa berjalan lebih mudah. Berlari seperti ini sekarang menjadi kebiasaan harian. sejengkal demi sejengkal. Dia sudah melihat akumulasi sakitku. Aku selalu menunggu kapan bisa melaluinya. Dan setiap hari justru makin sulit. Aku membagi penyiksaanku menjadi empat kategori. Aroma dan kesunyian-mental dia. Lebih dari satu bulan telah lewat. begitu meletihkan seakan cuma kekuatan manusia yang kupunya. Berjuang untuk tidak mencintai dia justru kebalikannya dari jatuh—seperti mengangkat tubuhku naik ke puncak terjal. dan bukannya berkurang.com Pertanyaan-pertanyaan itu membakar tenggorokanku seperti dahaga. setiap kata yang ia ucap. Bagaimanapun juga penglihatan Alice terus mengangguku. Aku tidak akan menghancurkan masa depan Bella. Tidak jika aku ingin mengubah masa depan. Aku selalu memperhatikan setiap tarikan napasnya..

Aku tidak ingin Mike menjadi orang yang memecahkan rahasia gadis itu. Tapi sebaliknya. sama seperti di hari pertama. aku menganalisa tiap kata dan intonasinya..stepheniemeyer. Dia tidak mendengar kedewasaan-abnormal pikirannya saat ia bicara. Untung Mike tidak pernah menyadari pertanda kecil yang kadang muncul pada bahasa tubuhnya. Siapa sangka manusia-kebanyakan yang membosankan seperti dia bisa jadi sangat mengesalkan? Kalau mau adil. Dan.com dan penasaranku. Apa dia mengutarakan pikirannya.. Saat tanpa sadar memilin rambutnya. Tentu saja ada pengecualian—saat harus menjawab pertanyaan. Aku yang ingin melakukannya. dan kebengisan yang ingin meloncat keluar. efeknya sama seperti hari pertama—terbakar. atau sesuatu yang seperti itu. Yang pertama adalah yang paling pokok. Mike Newton secara mengejutkan masuk dalam bagian penyiksaanku. Dia tidak menyadari ketika Bella membicarakan ibunya. Ini mengingatkan aku pada keluargaku dan keseharaian palsu kami—kami melakukannya jauh lebih baik dari dia. aku butuh mengambil napas untuk bicara. Saat terburu-buru masuk kelas terlambat. bantuan Mike justru membuatku makin jengkel. Kenapa juga dia harus pura-pura? Dia bagian dari mereka—manusia remaja. Sedang penasaran adalah yang paling konstan dari penyiksaanku. aku seharusnya berterima kasih pada bocah itu. Dia membuat gadis itu terus bicara. haus. Pada saat seperti itu sangat sulit untuk berpikiran waras. Ketika ia bicara ke murid lain. monster dalam diriku sudah siap dengan giginya. Saat menjatuhkan bukunya lebih keras dari biasanya. Setiap kali. begitu dekat dengan permukaan. dan hanya bayanganku saja. Aku tidak pernah bernapas selama pelajaran biologi. Dia membentuk sosok Bella yang tidak nyata—seorang perempuan seumum dirinya. Pertanyaan ini terus mengahantui: Apa yang sedang ia pikirkan sekarang? Saat kudengar dia mendesah pelan. Tiap gerakan yang tertangkap ujung mataku adalah misteri yang menjengkelkan.Diterjemahkan dari: www. atau sekedar mengatakan yang sebaiknya dikatakan? Kedengarannya ia lebih sering mengutarakan apa yang diharapkan lawan bicaranya. Saat mengetuk-ngetukan kakinya tidak sabaran ke lantai. Kecuali kalau penangkapanku itu salah. dia kedengaran lebih seperti orang tua 91 . Dia tidak memperhatikan ketidak-egoisan dan keberanian yang membedakan Bella dari manusia lain. Aku banyak belajar tentang dia dari situ—aku masih terus melengkapi daftarku.

Tapi kini aku sama mengabaikannya seperti yang lain. Hanya senyum sopan. Aku melarang diriku untuk melihat ke dia. Ini bisa membuatku gila—atau bahkan mematahkan tekadku untuk merubah masa depan. tidak egois. Eric Yorkie.. Sifat yang lainnya cuma penjabaran dari itu—baik hati. Mike jarang menganggapku sebagai saingan. Seiring berjalannya waktu ia juga lebih percaya diri. dan berani—dia benar-benar orang baik. tidak cari perhatian. kagum. Sikap posesifnya terhadap Bella—seolah Bella akan jadi miliknya—memancing kemarahanku. Apa yang sedang ia pikirkan? Apa dia menyukai perhatian Mike? Dan. dan tidak menilai kebaikan hati dibalik kesabarannya itu. Aku tidak melihatnya sendiri. dan cenderung protektif. itu tidak akan terlalu fatal. murah hati.Diterjemahkan dari: www. Tiap kali aku selalu menghibur diri dengan membayangkan menapuk wajahnya hingga terlempar ke tembok. hampir sebesar yang diakibatkan segala fantasinya tentang Bella. sangat sederhana namun jarang kujumpai: Bella orang baik. Sama seperti aku mengacuhkan dia.. tapi yang terjadi justru sebaliknya. yang paling menonjol. aku mengatakan pada diriku sendiri. Secara rutin ia selalu duduk di sisi mejanya sebelum kelas dimulai. diriku. Sebelumnya dia selalu terganggu dengan tatapanku yang selalu tertuju pada Bella. dia sempat khawatir Bella dan aku jadi lebih dekat. Tapi Alice selalu memberi peringatan ketika ia akan menoleh ke arah kami. Karena tampaknya Bella lebih memilih dia ketimbang cowok lain yang ia anggap saingan—Tyler Crowley.. mengajaknya ngobrol. dia mengacuhkan aku. Dia tidak pernah mengajakku bicara lagi. hal terakhir dari siksaanku. Setelah insiden waktu itu. dan itu membuat Mike puas. yang paling menyakitkan: sikap acuh Bella.stepheniemeyer. kadang-kadang. Yang bisa kuketahui. dan bahkan. penyayang..com membicarakan anaknya daripada sebaliknya—penuh sayang. Dari percakapan gadis itu dengan Mike. Bagaimanapun juga penemuan bermanfaat ini tidak melunakan sikapku pada si bocah. dia tidak pernah memikirkan aku sama sekali. tersemengati melihat senyumannya. Bocah itu tidak mendengar kesabaran pada suaranya ketika ia pura-pura tertarik pada segala macam ceritanya. yang lain masih khawatir pada gadis itu. akhirnya. 92 . aku berhasil menambahkan satu sifat yang paling penting kedalam daftarku. Kecuali kadang ia menatapku dengan tatapan yang sama seperti dulu.

Aku tidak tahu apa artinya. bahwa frekuensinya tidak berkurang sama sekali.” tukasku dari balik napas. kau lebih baik dari yang kukira. Aku akui. Selalu begitu polanya.. Alice. Dan Mike sangat berharap Bella akan mengajak dia. Lebih sulit dari kemarin.” kata Alice pada suatu selasa di bulan Maret. Itu membuatku senang. Kau membuat masa depan itu menjadi kabur dan kacau lagi. Aku berusaha membuatnya diam. tidak bergerak sama sekali—beku—adalah ciri kaum kami. Kali ini pihak perempuan yang memilih pasangannya.” Dia mendengus.” takut berakhir 93 . “Bella sebentar lagi akan melihat ke Edward. Mike Newton.com Itu sedikit mengurangi rasa sakit.” karena masih berharap Bella memilih dia (menjadi bukti kemenangan atas para pesaingnya). dan ini menggoyahkan kepercayaan dirinya.. berencana mengajak Bella kencan. dan— karena setiap hari moodku memang selalu buruk—dia mengabaikannya. mengetahui kadang ia memandangiku dari jauh. Aku sedang tidak ingin ngobrol. tapi ia juga segan menjawab “tidak. “Itu sangat masuk akal buatku. Aku harap. Moodku sedang jelek—lebih tegang dari yang mereka lihat. bocah menjengkelkan yang tidak boleh kuanggap sebagai saingan. “Jangan ikut campur. Namun dia tidak mengerti alasan dibalik mood itu. Alice sangat penasaran ingin mewujudkan mimpi-persahabatannya dengan Bella. Hanya Jasper yang menyadari. Dia membaca luapan pancaran stres dariku dengan kemampuan uniknya. Tentu saja. Dalam cara yang aneh. tapi membuatku merasa jauh lebih baik. “Itu tidak akan terjadi. Semua segera membuat gerak-gerik kecil dan mengganti tumpuan layaknya manusia.Diterjemahkan dari: www.” Dia cemberut. Sebentar lagi akan ada pesta dansa musim semi. Hari ini akan sulit. Bersikap wajar. bisa jadi dia cuma sedang mengira-ngira mahluk mengerikan apa aku ini. Alice mendesah. Semoga kau senang. yang bisa merasa dan mempengaruhi mood orang lain. Dia tidak mau menjawab “ya.stepheniemeyer. Posisinya terjepit—aku menikmati kegusaran dia lebih dari semestinya—karena Jessica Stanley sudah mengajak dia duluan. meskipun seharusnya tidak. dia merindukan perempuan yang tidak ia kenal. Aku menghitung seberapa sering dia melihat ke arahku. Tapi Bella masih belum mengajaknya.

Diterjemahkan dari: www.stepheniemeyer. takut ketertarikannya diketahui Bella sebelum ia menunjukan tanda-tanda akan mengajaknya. dong. “Kau akan bersenang-senang dengan Jessica. Wajahnya merah padam—panasnya langsung terasa. dan hampir secara kecut mundur. 94 .” dia ragu-ragu. Mike sedang memberanikan diri saat berjalan bersama Bella ke kelas biologi.com tidak mendapatkan keduanya. “Aku bilang padanya akan kupikirkan. Dia tidak ingin terlihat lemah hingga ditolak.well. merasa nyaman dengan kebiasaan itu. Aku membayangkan bagaimana suaranya jika badannya membentur tembok hingga tulangtulangnya remuk. Jessica sendiri tersinggung dengan keraguan Mike. “Well. Matanya menatap lantai. Lagi.” “Kenapa kau bilang begitu?” Nadanya tidak setuju.. Dalam sedetik keraguan itu. Tidak kusangka bisa sampai sejauh ini! Bisa-bisanya aku sampai ingin terlibat dalam drama picisan yang sebelumnya sempat kuhina-hina ini.” Bella ragu-ragu. Mike tidak mendengar kelegaan itu. “Jadi. Bocah itu lembek.” Bella langsung menjawab dengan penuh semangat.” kata Mike ke gadis itu. instingku membuatku ingin meletakan diri diantara pikiran marah Jessica dan Bella.. Sulit untuk tidak tersenyum saat Mike akhirnya menyerap nada itu.” “Bagus. dan ia jadi menjelek-jelekkan Bella di pikirannya. Dia duduk di ujung meja lagi. Aku mendengarkan pergolakan batinya saat menunggu mereka masuk. Pengecut.. ini seperti undangan—dan ia melihat ke lantai lagi. Aku memahami insting itu lebih baik sekarang. Kemudian ia memberanikan diri lagi. Ia bisa menebak alasan dibaliknya. jika kau mungkin punya rencana untuk mengajakku. Apa itu artinya? Kemarahan yang muncul tiba-tiba membuat tanganku mengepal. tapi ada secuil kelegaan juga. Dia sengaja cuma menunggu.. tapi justru jadi lebih menjengkelkan karena tidak bisa melakukan apa-apa. aku melihat masa depannya dengan lebih jelas. Dia mengharapkan tanggapan yang negatif. Dia lebih memilih Bella duluan yang mulai.” Dia berjuang mencari lanjutan yang tepat. “Jessica memintaku pergi dengannya ke pesta dansa musim semi. “Aku bertanya-tanya jika.

Entah ia akan memilih diantara orang-orang menyedihkan ini. curiga untuk pertama kalinya selama berminggu-minggu ini.. Aku sadar telah mengkhianati tekadku sendiri. Aku tidak memahami perasaan ini—campuran dari rasa sakit. Luka yang kurasakan melebihi segalanya. “Tidak. suatu saat nanti.” 95 . bergaun putih gading. Harapan Mike runtuh. Amarah ini menuntut pelampiasan sekarang juga. tapi sekaligus amarah yang sangat. Dalam kesempatan berbeda aku akan menikmatinya. pernikahan. Aku belum pernah merasakan sebelumnya. kepalaku sedikit miring kearah Bella. tanganku gatal ingin meremukan tengkoraknya. Aku melihat hidupnya dengan sangat jelas—kuliah. akan datang hari dimana ia akan berkata ya. Rasa iri liar dalam pikiran Mike—iri pada siapapun yang dipilih gadis ini—mendadak memberi nama pada emosi-tak-bernamaku. hasrat. atau mungkin 'tidak'. Apa ini akan membuatnya senang? “Apa kau sudah mengajak seseorang?” Mike bertanya dengan kesal terpendam. menjadikan dia sebagai contoh bagi siapapun yang ingin mendekati Bella.Diterjemahkan dari: www. Dia menyenangkan dan menawan. Dia mendelik padaku. karir. atau menunggu sampai pergi dari Forks. Dan bukan cuma sakit. apapun itu. “Aku tidak akan datang ke pesta dansa. tapi aku sedang bingung dengan perasaan menyakitkan ini—dan menyesali dampaknya padaku. dan putus asa.” Bella menjawab dengan suara lembut.” gadis itu berkata dengan sedikit jejak humor di suaranya. Meskipun bocah ini bukan yang akan dijawab ya oleh Bella. wajahnya bersemu bahagia saat berjalan dengan iringan simfoni Wagner.stepheniemeyer. aku tidak bisa menamakannya. “Mike.com Gadis itu mungkin akan menjawab 'ya' pada Mike. Saat ini. Alice akan mengamati bagaimana masa depan akan berputar dan berubahubah. menurutku kau harus bilang ya padanya. amarah.percintaan. Aku melihat dia dalam gandengan ayahnya lagi. Manusia biasa pasti akan mati menanggung sakit seperti ini—mereka tidak akan bisa hidup.. Alice benar. Aku cemburu. Aku tidak cukup kuat. ia akan berkata ya pada seseorang. Tapi. Para pria-manusia sangat menyadari hal itu.

Dia menatap kedalam mataku dengan ekspresi penuh tanya yang sama dengan yang menghantuiku selama ini. 96 . bersalah. atau marah dalam detik ini. “Aku akan pergi ke Seattle sabtu itu.” Bella kini agak ketus. mungkin merasakan tatapanku. Saat itu juga aku mulai mempertimbangakan saingan-sainganku yang lain. sangat terpukul hingga aku hampir merasa kasihan.com Melebihi segala penyesalan dan marah. Aku akan segera tahu alasannya sebentar lagi.” gumam Mike. Perjalanan ke Seattle jelas-jelas cuma alasan untuk mengelak—apa penolakannya murni karena loyalitas dia pada temannya? Dia jauh lebih dari tidak-egois jika begitu. Apa sebetulnya dia berharap bisa berkata ya? Atau. Di menjatuhkan pandangannya dari si gadis. tidak bisa. Suara Mr.” jawabnya. Hal itu tidak boleh terjadi. Aku tahu segala perasaan itu akan datang lagi. Aku menahan geramanku.stepheniemeyer. Aku tidak merasa menyesal. “Jadi sebaiknya kau tidak membuat Jess menunggu lebih lama—itu tidak baik. Dia menggeleng sangat pelan. Menarik. Matanya pelan-pelan membuka. seperti tarikan napas di permukaan pada penyelam yang kehabisan oksigen. dua tangannya menekan kedua sisi wajahnya. Hampir. “Kenapa tidak?” Mike bertanya dengan agak kasar. Frustasi. Dan ia langsung melihat kearahku. aku merasa lega pada jawabannya. Rasanya sangat lega membiarkan diriku melakukan ini.Diterjemahkan dari: www. aku menoleh untuk membaca sendiri wajahnya. Suara Mike berubah membujuk. Banner membangunkan dia dari lamunan. “Tidak bisa kah kau pergi lain kali?” “Maaf. menghentikan pandanganku ke wajah Bella dalam pikirannya. seolah ingin mengusir sesuatu dari pikirannya. Matanya tertutup.” Kepeduliannya pada Jessica mengipasi api cemburuku. Maka untuk pertama kalinya dalam sebulan. apa keduanya bukan? Jangan-jangan dia tertarik dengan orang lain? “Ya. Penasaranku tidak sehebat sebelumnya—kini saat aku telah berniat untuk mencari jawaban pertanyaan itu. Aku tersinggung mendengar Mike menggunakan nada seperti itu ke dia. Bahunya terkulai galau. kau benar. tapi untuk saat ini aku dimabukan oleh kegugupan yang aneh.

sia-sia mencoba membaca pikirannya melalui mata coklat mudanya. tapi kemudian Mr. Aku memilih jawaban yang benar dari pikirannya sambil menoleh sekilas. mataku pasti sudah berlinangan sekarang. Tapi sepertinya kegelapan mataku tidak menakuti dia. Monster itu sedang berlonjak gembira.” Rasa haus menghanguskan tenggorokanku—mengencangkan otot-ototku dan memenuhi mulutku dengan liur. meskipun aku menatapnya dengan keingintauan yang tidak pantas. Hampir dua minggu sejak terakhir kali berburu. kesempatan sama besar yang selama ini ia idam-idamkan dengan licik. “Siklus Krebs. Dia merengkuh dua pilihan masa depan yang membuat posisinya imbang. Sang monster menyukai itu. tapi jarinya memilin rambut gelapnya dengan gugup. Aku bisa melihat pantulan mataku sendiri. Monster itu jauh lebih kuat dari sebelumnya. Penyesalan dan rasa bersalah terbakar bersama dahaga. Dua mataku hitam karena haus. hingga kemudian semburat halus merah muda meronai pipinya. ini bukan hari yang aman bagi keruntuhan niatku. Banner memanggil namaku.Diterjemahkan dari: www. tapi aku bisa melihat melalui celah rambutnya bagaimana pipinya kini berwarna merah terang. berusaha berkonsentrasi menghalau hasrat akan darahnya yang mengamuk dalam diriku. Dia tidak membuang muka. Matanya penuh pertanyaan daripada jawaban. Ia masih tidak membuang muka. Aku menarik napas cepat. Dia bersembunyi dibalik rambutnya.com Seakan aku telah menang.stepheniemeyer. Aku memejam. dan bukannya kalah. Apa yang telah kulakukan? Mengetahui telah kalah. Apa yang sedang ia pikirkan? Aku hampir menanyakan itu keras-keras. Pilihan ketiga yang coba kubangun dengan kekuatan niat semata telah runtuh—dihancurkan oleh kecemburuan sepele—dan monster itu hampir mencapai tujuannya. aku kembali memandangi gadis itu lagi. Jika aku punya kemampuan memproduksi air mata. sudah tidak ada lagi alasan untuk menahan apa yang kuinginkan. Jari tangannya yang lembut. pergelangan tangannya yang rapuh—keduanya sangat 97 . Dia tidak membalas tatapanku lagi.

curiga. terlalu baik. Aku mengingatkan diriku sendiri bahwa ia sangat berhak untuk tidak percaya padaku. Aku tidak bisa melakukan ini. “Apa?” dia akhirnya bertanya. Dia bimbang sebelum melihat ke arahku. Dia menutup mata. berdampak aneh pada tubuhku. Tentu ini bukan kebiasaan manusia normal. Alice betul tentang itu. Aku akan berusaha menghindarinya. Apa aku bicara dengan dia lagi. Rahangnya terkunci. melawan rasa hausku. Aku menarik napas pendek.stepheniemeyer. Dia menunggu.” aku memberitahu dia. pastilah berdetak lebih cepat. Aku tidak mengijinkan kehidupanku menghancurkan hidupannya. tapi aku hanya memandanginya. membaca wajahnya. satu jam singkatku bersama dia berlalu cepat. Matanya masih tertutup saat bicara. Tekadku sudah tercabik-cabik. Bel berbunyi. yang membuatku frustasi. Jika aku punya detak jantung. Tidak jika aku bisa menghindarinya. saat menoleh ekspresinya hati-hati. “Tidak.Diterjemahkan dari: www. Dia mengambil napas panjang tanpa membuka mata. “Apa kau bicara denganku lagi?” ada bagian pada kekesalannya. Aku tidak begitu yakin bagaimana menjawabnya. Itu membuatku ingin tersenyum. Kenapa dia melakukannya? “Lalu apa maumu. Tapi aku juga tidak bisa menjauh dari dia. Tapi bagaimana menjawabnya? 98 . “Bella?” kataku tanpa bisa kucegah. Edward?” Mendengar namaku diucapkan oleh bibirnya. tidak juga. Tidak. tidak. terlalu berharga untuk menerima takdir ini. yang seperti ketika marah. Monster dalam diriku mendesesis frustasi saat aku bimbang. bahkan hanya dengan hembusan napas bisa kupatahkan. dalam pengertian yang ia maksud? Tidak. Ini memotong jalurku membaca perasaannya. dan ia mengumpulkan barang-barangnya tanpa menengok. tapi tidak mungkin berharap sebaliknya.com ringkih. Ini membuatku kecewa. tidak. justru terlihat menggemaskan. Bahwa seharusnya begitu. Selama terombang-ambing. Dia terlalu rapuh. Caraku memperlakukan dia sejak insiden itu tidak termaafkan.

stepheniemeyer. Dia perempuan cerdas. “Kau tidak tahu apa-apa. Aku terus berjuang agar dia tetap hidup sejak pertama mencium aromanya. Apa yang ia ketahui tentang penyesalanku? “Menyesal? Menyesal kenapa?” tanyaku menuntut. Satu dan hanya satu-satunya yang membuatku lega telah 'hidup'.” itu adalah hal yang paling jujur.Diterjemahkan dari: www. sungguh.” Aku memandangnya syok. Apa aku bisa? Matanya membuka. Bagaimana bisa dia berpikir seperti itu? Menyelematkan nyawanya adalah satu-satunya pilihan tepat yang kulakukan sejak bertemu dia.” ujarnya marah. “Percayalah.” Betapa ruwetnya cara kerja pikirannya! Dia pasti tidak berpikir dengan cara yang sama seperti manusia manapun. Sayangnya aku cuma bisa minta maaf dengan aman atas hal yang sepele. “Aku tahu sikapku sangat kasar. Satu-satunya yang tidak membuatku malu. Berani-beraninya dia mempertanyakan satu-satunya perbuatan baikku diantara semua kekacauan ini.com Apa adanya.” Matanya menyipit. bahkan jika untuk mendapat kepercayaannya adalah mustahil. “Karena tidak membiarkan van bodoh itu menimpaku!” dia meledak marah. Pasti itu penjelasan dibalik kesunyian-mentalnya. Bisa-bisanya dia berpikir seperti itu padaku. Tapi lebih baik seperti itu.” tentu dia menyadari peringatan itu.” Aku coba memberi peringatan sebatas yang kubisa. Aku akan berkata apa adanya mulai sekarang. “Lebih baik kita tidak berteman. “Sayang sekali kau tidak menyadarinya sejak awal.” Akan lebih baik bagi dia jika aku terus bersikap kasar. aku memutuskan. Kesinisannya atas maksud baikku membuatku menggelegak marah. Dia sama sekali 99 . “Aku tidak tahu apa maksudmu. Aku ingat pernah mengatakan itu sebelumnya—tepat sebelum melanggarnya. Aku membeku. Aku mengernyit saat dia menggertakan gigi—jelas dia juga masih ingat.” dia menjawab dengan ketus. ekspresinya masih hati-hati. “Aku minta maaf. Aku tidak mau tidak-dipercaya oleh dia. “Jadi kau tidak perlu repot-repot menyesal begini. “Kau pikir aku menyesal telah menyelamatkanmu?” “Aku tahu kau merasa begitu. bingung.

tanpa terlalu memperhatikan jalan. Mrs. dan kakinya tersangkut ujung pintu.Diterjemahkan dari: www. Langkahnya kaku. dan kemudian membeku. Pipinya merona.. Dia berupaya keras 100 . Aku berusaha tidak tertawa. Tapi apa artinya aku tidak punya pilihan selain menghancurkan dia? Itu tidak mungkin satu-satunya masa depan yang tersisa. “Sama-sama. Aku memperhatikan sampai sosoknya hilang. Dia bangkit berdiri lalu langsung pergi ke kelas berikutnya tanpa menoleh. mustahil tidak menganggap ekspresi marahnya sedikit menghibur. sambil kupastikan kulit dinginku tidak menyentuhnya. dia hanya berdiri mematung. mengumpulkan semua buku-bukunya sebelum ia melihat kebawah. Kuserahkan buku-bukunya. kali ini karena marah. Tidak ada yang memperhatikan aku. Dia menumpuk buku-bukunya dengan kasar.stepheniemeyer. tapi ia bisa melihat perubahan nyata pada diriku. melihatku. Hal itu sudah pasti. bahkan tidak melihat kebawah. “terima kasih. lalu berjalan ke pintu tanpa menoleh ke arahku. Dia tersandung dan semua bukunya jatuh berantakan. Nada bicaranya mengembalikan kemarahanku.com berbeda. Aku tidak terlalu memperhatikan Emmet sampai jam pelajaran hampir selesai. menyambarnya. Pasti ada pilihan lain. Bukannya memunguti barangbarangnya. Dia penasaran—Emmet tidak terlalu pandai membaca mood orang lain.. Jadi. seakan tidak yakin buku-buku itu pantas diambil. Goff tidak menggubris kelinglungan-ku —dia tahu bahasa Spanyolku jauh lebih fasih dibanding dia.” kataku sama dinginnya. aku segera ke sisinya. karena itu ia memberi banyak kelonggaran—membuatku bebas untuk berpikir. Dia membungkuk. aku tidak bisa mengabaikan gadis itu. Dia membuang muka dan menggertakan gigi lagi. yang lebih manusiawi. Aku berusaha memikirkan suatu cara. Dia bertanya-tanya apa yang terjadi. Bahkan saat kesal seperti ini. Pelajaran bahasa Spanyol berjalan kabur.” jawabnya dingin.

“Hai.maukah kau pergi ke pesta dansa musim semi bersamaku?” suaranya bergetar. Mereka berdua sedang mempersiapkan langkah mereka sendiri. Sesensitif seperti biasanya. telah mendengar—dengan puas sekali—atas kegagalan Mike. Dia membatin. Dia menyandar ke truk Bella agar dia tidak bisa menghindar. Aku memperhatikan bagaimana ia terkejut melihat bocah itu disamping truknya. atau senang? Eric tidak sanggup 101 . Dia akhirnya menoleh. kemudian rileks lagi dan meneruskan langkahnya. Dan akhirnya memutuskan bahwa aku terlihat penuh harapan. “Hai. Matanya curiga. Penuh harapan? Apa seperti itu kelihatannya dari luar? Aku mempertimbangkan ide akan harapan selama berjalan ke mobil. Yang ini aku harus lihat. bingung. aku cuma bertanya-tanya. Eric dan Tyler. Tiba-tiba aku jadi gelisah. Bagaimana jika bocah ceking dengan kulit bermasalah ini. “Tunggu yang lain disini.” Gadis itu sepertinya tidak menyadari kegugupan Eric. geli dengan permintaan anehku. Dia terhenti sebentar. baru aku jalan. entah bagaimana. “Mmm. mengatur langkahku agar nanti bisa lewat di waktu yang pas. Kelas Tyler keluar agak telat.com mendefinisikan perubahannya. Saat ia mulai mendekati sergapan Eric. Aku melihat Bella keluar dari gimnasium. tapi ia cuma mengangkat bahu dan mengangguk.” ia menyapa dengan suara ramah. menyenangkan hatinya? Eric menyaut dengan terlalu keras. suara nama Bella di kepala. oke?” aku menggumam pada Emmet. Eric..Diterjemahkan dari: www. dan ia mesti buru-buru sebelum terlambat mengejar Bella...stepheniemeyer. Aku menunggu di tempat yang tidak kelihatan. Kira-kira seharusnya aku berharap apa? Tapi aku tidak punya banyak waktu untuk mempertimbangan hal itu. Bella. Eric telah mengambil posisi duluan.sainganku—harus kuakui—menarik perhatianku. Apa dia terkejut.. Anak ini mulai gila. “Ada apa?” Dengan santai ia membuka pintu truknya tanpa melihat ke wajah cemas bocah itu.

“terima kasih untuk ajakannya. Dia menoleh mendengar suaraku. Bodohnya aku ikut-ikutan bersaing mengejar perhatian Bella. Dia lebih berani dan lebih yakin dibanding dua pesaingnya. tapi aku akan pergi ke Seattle hari itu. tapi aku memandang lurus kedepan. berusaha menahan bibirku agar tidak tersenyum girang. Eric melangkah lemas. “Mungkin lain kali. “Kupikir perempuanlah yang mengajak.” Dia telah mendengar hal itu. Aku ingin dia berhasil mengejar Bella karena dua alasan. Tyler terlihat masih jauh. aku ingin menonton reaksinya. 102 .Diterjemahkan dari: www. menuju ke arah berlawanan dari mobilnya. Aku mengernyit pada pikiran itu.” dia terdengar agak bingung. Bagiku dia biasa-biasa saja. dan tidak ada istimewanya sama sekali. “Oh ya sudah. yang telah lebih dulu melakukan pendekatan. jadi aku tidak bisa melihat wajahnya di pikiran dia. Bagaimana mungkin dia perduli pada monster? Dia terlalu baik bagi seorang monster. tapi tetap saja ia merasa kecewa.” dia mengakui malu-malu. tergesa-gesa mengejar Bella. seakan menyesal telah memberi harapan.com menatapnya. Aku melewati Bella tepat pada saat itu. Tapi. membosankan. Aku tidak mungkin bisa biasa-biasa saja. Kemudian ia menggigit bibirnya. Bocah memelas ini tidak semenjengkelkan Mike Newton. Aku suka itu. tapi aku baru bisa bersimpati padanya setelah Bella menjawab dia dengan lembut. Tapi memangnya aku tahu selera Bella? Barangkali dia suka dengan cowok yang biasa-biasa saja. meskipun tahu itu keliru.” gumamnya. Selama ini ia belum mendekati Bella hanya karena menghormati Mike.” dia menjawab sopan.stepheniemeyer. Aku tertawa. sih.. “Iya. dan mendengar desah leganya. Aku benar-benar menilai Tyler sebagai pesaingku.. Jika—seperti yang sudah kusangka—semua perhatian ini sangat mengganggu Bella.” “Tentu. Yang ia pikirkan cuma pergi. jika ternyata tidak menggangu—jika memang ajakan Tyler yang ia tunggu—maka aku ingin mengetahui hal itu. Dia hampir tidak berani mengangkat matanya.

Diterjemahkan dari: www.stepheniemeyer.com

Aku sebaiknya membiarkan dia pulang, tapi rasa penasaranku yang absurd menahanku melakukan sesuatu yang benar. Lagi. lagipula, bagaimana jika Tyler kehilangan kesempatan, dan justru menghubungi nanti saat aku tidak bisa mendengar hasilnya? Aku cepat-cepat memundurkan Volvoku, mendului dia dan menghalangi truknya. Emmet dan yang lain dalam perjalanan. Emmet sedang menggambarkan tingkah anehku. Mereka berjalan pelan-pelan, memperhatikan aku, mencari tahu apa yang sedang kulakukan. Aku memperhatikan gadis itu dari kaca spion. Dia mendelik ke belakang mobilku. Kelihatannya ia seperti berharap sedang mengendarai tank dan bukannya truk Chevy karatan. Tyler buru-buru mengambil mobil dan berhasil mengantri di belakangnya, bersyukur pada tindakanku yang tidak biasa. Dia melambai ke gadis itu, berusaha menarik perhatiannya, tapi gadis itu tidak melihat. Dia menunggu sebentar, kemudian keluar dari mobil, menghampiri sisi penumpang truk gadis itu. Dia mengetuk kacanya. Gadis itu terlonjak, kemudian menatap Tyler bingung. Setelah beberapa saat, ia menurunkan jendelanya secara manual, kelihatannya sedikit macet. “Sori, Tyler,” katanya dengan suara kesal. “Mobil Cullen menghalangiku.” Dia mengucapkan nama keluargaku dengan suara tajam—dia masih marah padaku. “Iya, aku tahu,” ujarnya, tidak terpengaruh oleh moodnya. “Aku hanya ingin menanyakan sesuatu selagi kita terjebak disini.” Seringainya agak sombong. Aku senang melihat wajahnya berubah pucat setelah menyadari niat Tyler. “Maukah kau mengajakku ke pesta dansa musim semi?” dia bertanya penuh keyakinan. “Aku akan pergi ke luar kota, Tyler,” dia menjawab agak ketus. “Iya, Mike sudah cerita.” “Lantas, kenapa—” dia menatap Tyler tajam. Dia mengangkat bahu. “Aku pikir kau hanya ingin menolaknya secara halus.” Matanya berkilat kesal, tapi kemudian meredup. “Sori, Tyler.” Dia tidak terdengar menyesal sama sekali. “Aku benar-benar akan pergi ke luar kota.” Dia menerima alasan itu, dan keyakinannya masih tidak tergoyahkan. “Oke, tidak apaapa. Masih ada prom.”
103

Diterjemahkan dari: www.stepheniemeyer.com

Dia kembali ke mobilnya. Keputusanku tepat untuk tidak melewatkan hal ini. Ekspresi kesal di wajahnya benar-benar layak untuk dilihat. Itu memberitahu apa yang seharusnya tidak kucari tahu—bahwa ia tidak tertarik pada bocah-bocah itu. Juga, ekspresinya adalah hal terlucu yang pernah aku lihat. Saat keluargaku sampai ke mobil, mereka bingung melihat perubahanku, yang sedang tertawa sendirian dan bukannya bersungut jengkel seperti biasanya. Apa yang lucu? Emmet ingin tahu. Aku cuma menggeleng sambil tertawa lagi karena melihat Bella menderumkan mesin mobilnya dengan marah. Dia kelihatannya berharap sedang mengendarai tank lagi. “Ayo pergi!” Rosalie mendesis tidak sabaran. “Berhenti bertingkah seperti orang idiot. Itu kalau kau bisa.” Ucapannya tidak menggangguku—aku terlalu terhibur. Tapi aku menuruti yang dia minta. Tidak ada yang bicara padaku selama perjalanan. Sementara aku terus tertawa-tawa kecil sendirian gara-gara teringat wajahnya. Saat tiba di jalan sepi—menginjak gas dalam-dalam mumpung tidak ada saksi—Alice merusak moodku. “Jadi boleh sekarang aku bicara pada Bella?” dia langsung bertanya begitu saja, tanpa basa-basi. “Tidak.” Aku langsung marah. “Tidak adil! Apa yang kutunggu?” “Aku belum memutuskan apa-apa, Alice.” “Terserah.” Di dalam kepalanya, dua takdir Bella menjadi jelas lagi. “Apa gunanya berkenalan dengan dia?” Aku mendadak murung. “Jika aku hanya akan membunuhnya?” Alice sekejap ragu. “Kau ada benarnya,” dia mengakui. Aku membelok tajam pada kecepatan sembilan puluh mil perjam, dan kemudian mendecit berhenti, tepat beberapa inchi sebelum tembok garasi.
104

Diterjemahkan dari: www.stepheniemeyer.com

“Selamat menikmati jogingmu,” sindir Rosalie culas saat aku keluar dari mobil. Tapi hari ini aku tidak lari. Aku berburu. Yang lain baru akan berburu besok, tapi aku tidak sanggup untuk haus sekarang. Pada akhirnya aku minum terlalu banyak—beberapa rusa besar dan satu beruang hitam. Aku cukup beruntung bisa menemukan mereka di awal musim seperti ini. Aku kekenyangan hingga tidak nyaman. Tapi kenapa masih belum juga cukup? Kenapa aroma dia harus lebih kuat dari yang lain? Ini aku berburu untuk persiapan besok. Tapi saat selesai berburu, dan masih berjam-jam lagi sebelum matahari terbit, aku tahu besok terlalu lama. Rasa gugup kembali melandaku saat menyadari aku akan mencari gadis itu sekarang juga. Aku berdebat dengan diriku sendiri selama perjalanan, tapi sisi culasku yang menang. Aku melanjutkan rencanaku. Monster dalam diriku gelisah namun sudah terikat kencang. Aku akan menjaga jarak. Aku cuma ingin tahu dimana dia. Aku hanya ingin melihat wajahnya. Ini sudah lewat tengah malam. Rumah Bella gelap dan sepi. Truknya diparkir di pinggir jalan, mobil polisi ayahnya di depan rumah. Tidak ada pikiran yang terbangun di sekeliling rumahnya. Aku mengawasi rumahnya dari balik kepekatan hutan yang menghampar di seberang jalan. Pintu depan pasti terkunci—bukan masalah, tapi aku tidak mau meninggalkan bukti dengan merusak pintunya. Jadi aku akan mencoba jendela atas dulu. Jarang ada orang yang repot-repot menguncinya. Aku berlari menyebrang jalan, lalu meloncat keatas rumahnya tidak sampai setengah detik. Aku bergelantungan pada kusen jendela. Aku mengintip lewat kaca, dan napasku terhenti. Ini kamarnya. Aku bisa melihat dia di tempat tidurnya yang kecil. Selimutnya di lantai, dan spreinya berantakan disekitar kakinya. Kemudian tiba-tiba ia bergerak gelisah dan melempar satu tangannya keatas kepala. Tidurnya tidak bersuara, paling tidak hari ini. Apa ia merasakan ada bahaya? Batinku menyuruhku untuk pergi saat dia bergerak gelisah lagi. Apa bedanya aku dengan tukang ngintip? Tidak ada bedanya. Bahkan aku jauh, jauh lebih buruk.
105

Diterjemahkan dari: www.stepheniemeyer.com

Aku mengendurkan pegangan jariku, sudah akan turun, tapi sebelum itu aku ingin mengamati dulu lagi wajahnya sebentar. Wajahnya tidak tenang. Sedikit kerutan terlihat diantara alisnya. Ujung bibirnya turun. Bibirnya bergerak-gerak, kemudian terbuka. “Oke, mom,” dia menggumam pelan. Bella bicara di tidurnya. Rasa penasaran langsung membakarku, mengalahkan kejijikan pada apa yang sedang kulakukan. Daya pikat ungkapan pikirannya yang terucap tanpa-sadar mustahil untuk dilawan. Aku coba membuka jendelanya, ternyata tidak terkunci, hanya saja agak macet karena jarang dibuka. Kudorong pelan-pelan, berjengit tiap kali menimbulkan suara. Aku mesti mencari oli untuk lain kali... Lain kali? Aku menggelengkan kepala, lagi-lagi merasa jijik dengan diriku. Aku menyelinap tanpa suara melalui jendela yang terbuka separuh. Kamarnya kecil—berantakan tapi tidak kotor. Buku-buku berserakan di lantai disamping tempat tidur, keping-keping CD bertebaran di dekat tapenya yang murahan, dan diatas tapenya terdapat kotak tempat asesoris. Tumpukan-tumpukan kertas berhamburan disekitar komputer yang seharusnya sudah dimuseumkan. Sepatu-sepatunya ditaruh begitu saja di lantai kayu. Aku sangat ingin membaca judul-judul bukunya dan CD-CD musiknya, tapi aku sudah berjanji untuk menjaga jarak. Jadi aku cuma duduk di kursi goyang di pojok kamar. Apa betul aku pernah berpikir penampilannya biasa-biasa saja? Aku mengingat lagi saat hari pertama, dan kemuakanku pada bocah-bocah yang langsung tertarik padanya. Tapi sekarang, jika kuingat lagi wajahnya di pikiran mereka, aku tidak mengerti kenapa aku tidak lansung menilai dia cantik. Padahal jelas-jelas wajahnya cantik. Saat ini—dengan rambut gelap berantakan diseputar wajah pucatnya, memakai kaos oblong usang dengan celana panjang katun lusuh, roman rileks pulas, dan bibirnya yang penuh sedikit merekah—dia membuatku terpesona. Dia tidak bicara. Barangkali mimpinya sudah selesai. Aku menatap wajahnya sambil berusaha mencari jalan lain selain dua pilihan masa
106

Diterjemahkan dari: www.stepheniemeyer.com

depan yang ada. Apa pilihanku cuma tinggal mencoba pergi lagi? Yang lain sudah tidak bisa membantah lagi sekarang. Kepergianku tidak akan membahayakan siapa-siapa. Tidak akan ada yang curiga. Tidak akan ada yang mengkaitkaitkan dengan insiden kemarin. Aku sebimbang tadi siang, dan semua kelihatannya mustahil. Aku tidak mungkin menyaingi bocah-bocah manusia itu, entah ada yang membuat dia tertarik atau tidak. Aku seorang monster. Bagaimana mungkin ia akan melihatku sebagai sosok yang lain? Jika dia tahu siapa diriku sebenarnya, itu akan membuatnya ngeri ketakutan. Sama seperti para korban dalam film horor, ia akan lari gemetar penuh teror. Aku ingat hari pertamanya di kelas biologi...itu adalah reaksi yang paling tepat dari dia. Sungguh konyol membayangkan bahwa jika saja aku yang mengajak dia ke pesta dansa, mungkin ia akan membatalkan rencananya ke Seattle dan setuju pergi denganku. Bukan aku yang dia takdirkan untuk dijawab ya. Melainkan orang lain, seseorang yang hangat dan manusia. Dan bahkan—suatu saat nanti, ketika kata ya terucap—aku tidak boleh memburu pria itu dan membunuhnya. Bella pantas mendapatkannya, siapapun itu. Dia layak mendapatkan kebahagiaan dan rasa sayang dari siapapun pilihannya. Aku berhutang itu padanya; aku tidak bisa lagi pura-pura hampir mencintai gadis ini. Bagamanapun, tidak ada pengaruhnya kalau aku pergi, karena Bella tidak akan pernah melihatku dengan cara yang seperti kuharapkan. Dia tidak akan pernah melihatku sebagai sosok yang pantas dicintai. Tidak akan pernah. Bisakah jantung beku yang telah mati patah? Rasanya jantungku bisa. “Edward,” ucap Bella. Aku membeku, memperhatikan matanya yang tertutup. Apa dia terbangun, melihatku disini? Dia kelihatanya pulas, namun suaranya sangat jernih... Dia mendesah pelan, kemudian bergerak gelisah lagi, berguling kesamping—masih pulas dan bermimpi. “Edward,” dia bergumam lembut. Dia memimpikan aku.
107

“Jangan pergi. malam gelap tanpa akhir.. Jadi bagaimana mungkin matahari bisa terbit sekarang. aku benar-benar telah membeku. Tapi barangkali akhirnya aku akan 108 . Selalu tengah malam bagiku. dan itu bukan mimpi buruk. di tengah tengah-malamku? Pada hari dimana aku menjadi vampir. aku tenggelam. Sebaris senyum pada bibirnya.stepheniemeyer. Aku mencintai dia. Badanku menjadi sesuatu yang menyerupai batu daripada daging. untuk selama eksistensiku yang tak terbatas. jangan pergi. kekal dan tidak berubah. merasakan perasaan cintaku menetap pada tiap sel di tubuh beku-ku. Aku tahu aku tidak sekuat itu sekarang. menukar jiwa dan kefanaanku dengan keabadian. “Tinggal lah. Aku berjuang mencari istilah dari perasaan yang membanjiri diriku.. Ketika kemudian terjadi perubahan pada kita. tapi aku tidak punya istilah yang cukup kuat untuk mengartikannya. mood dan hasaratku. semua membeku. Aku melihatnya terjadi pada Carlisle. itu langka dan merupakan sesuatu yang permanen. Dia menginginkan aku tinggal bersamanya. Akan kuupayakan.com Bisakah jantung beku yang sudah mati kembali berdetak? Sepertinya punyaku bisa. Kepribadianku juga ikut membeku—yang aku suka dan tidak suka. Ketika muncul ke permukaan.” Dia memimpikan aku. berenang-renang di dalamnya. Kami semua membeku. jadi aku akan berusaha menjadi kuat untuk bisa meninggalkan dia. cara yang tidak akan pernah pudar. Aku memandangi wajahnya yang terlelap. dan tetap saja dia masih menatap Esme dengan tatapan yang sama seperti saat menemukan cinta pertamanya. Aku akan selalu mengawasi dia seperti ini.Diterjemahkan dari: www. aku bukan lagi orang yang sama. disana di mimpinya. Batu hidup. Selama beberapa lama. Aku akan selalu mencintai gadis rapuh ini. Dia tidur lebih nyaman sekarang. dan sepuluh tahun kemudian pada Rosalie. Perasaan cinta merubah mereka dalam cara yang kekal. dalam proses transformasi yang menyiksa. Akan selalu seperti itu juga bagiku. Hari-hariku tidak berujung. Tolong. Sudah lebih dari 80 tahun Carlisle menemukan Esme. Hal yang sama juga terjadi pada yang lainnya. Dan akan selamanya begitu bagi mereka.” dia mendesah.

satu benang tipis yang mungkin bisa kulewati. Aku baru tiba di rumah setelah yang lain sudah berangkat sekolah. Dia melihat binar samar di wajahku. bau tubuhnya menempel di setiap permukaan. Aku cepat-cepat ganti baju. Dia berhak mendapatkan yang lebih baik. menyusun rencana dan terus bernapas dalam-dalam. jika aku sampai membuat kesalahan. hanya ketidak sengajaan yang mengerikan. Aku akan selalu menjaga jarak. Aku akan selalu mengontrol tiap tarikan napasku. membiarkan aromanya membakar diriku.com cukup kuat untuk mengelakan masa depannya dengan cara lain. Aku akhirnya memahami takdir yang kedua. Selama ini aku tidak habis pikir dengan penglihatan itu—apa yang terjadi hingga dia akhirnya menjadi tahanan keabadian seperti diriku ini? Sekarang—dibutakan kerinduan pada gadis ini—aku bisa mengerti. itu bukan disengaja. Meminta padanya untuk mengenyahkan jiwa gadis ini agar aku bisa mendapatkan dia selamanya. Kepalaku seperti tenggelam. Apa aku sanggup? Bersamanya dan membiarkan dia menjadi manusia? Secara sengaja aku mengambil napas dalam-dalam. Jika berniat menjalin hubungan dengan dia. jika dapat menjaga keseimbangan. menghindari tatapan penuh tanya Esme. Dia 109 . Alice hanya melihat dua takdir bagi Bella. Aku mengambil napas lagi. meminta tolong ayahku untuk melakukannya. Aku akan sangat hati-hati. Jika aku membunuh Bella sekarang. bagaimana aku. dengan keegoisan yang tidak termaafkan. tapi kulawan pusing itu.stepheniemeyer. Aku tidak akan pernah mengendurkan kewaspadaannku. Aku tidak akan pernah membuat kesalahan. Kini aku memahami keduanya. Namun begitu aku tidak bisa merasakan monster itu sekarang. napas yang membakar. Mencintai dia bukan berarti membuatku tidak akan membunuhnya. Aku memperhatikan dia tidur hingga matahari terbit dibalik awan timur. tidak bisa menemukan dimanapun dalam diriku. Kamarnya pekat dengan wangi tubuhnya.Diterjemahkan dari: www. Tapi aku melihat masa depan yang lain. Barangkali cinta telah membungkam dia selamanya. aku harus membiasakan diri dengan ini.

Aku ingin menertawakan diriku sendiri—atau menendang sekalian. Kesenduan panjangku membuatnya sedih. memikirkan cara yang paling baik buat mendekatinya. Aku bersandar ke truknya sementara dia terkejut dan berdiri. Mereka tidak menoleh. Dia membuatnya jadi mudah. Well.” 110 . Mimpinya tadi malam bisa tentang sesuatu yang lain. mengambilnya sebelum tangannya harus menyentuh air dingin. “Melakukan apa?” Dia mengulurkan tangan. Dia membungkuk. Aku berjalan tanpa suara. Semua gagasanku jadi tidak ada artinya jika ternyata dia tidak tertarik padaku. dia masih marah. Itu tidak akan menghentikanku mengejar dia. Aku berhutang itu padanya. dan ia lega karena sepertinya telah berakhir. dan dengan alasan yang baik pula. kemudian berjalan santai dari balik pepohonan ke parkiran. meskipun Alice pasti telah memberitahu aku akan disini. Aku menunggu sampai tidak ada yang melihat. Kunci truknya terlepas dari genggaman saat ia keluar.stepheniemeyer. Aku mengambil napas panjang. jauh lebih baik buat dia jika dia tidak tertarik padaku. “Muncul tiba-tiba. Dia masuk ke parkiran. Dahinya mengerut. di kerimbunan hutan dekat parkiran.com merasa cemas sekaligus lega. Rasaya aneh mengingat dia sepertinya masih marah padaku. dan aku menaruh kuncinya di telapak tangannya. sampai beberapa detik sebelum saudaraku. “Bagaimana kau melakukan itu?” tanyanya sebal. dan terjatuh ke dalam kubangan.Diterjemahkan dari: www. tapi aku akan memberinya peringatan bahaya. menghirup aromanya. di posisi aku bisa mengamati tanpa kelihatan. Iya. mendelik ke Volvoku selama beberapa saat sebelum mengambil tempat parkir di ujung yang paling jauh. Aku berlari ke sekolah. Aku berhenti di belakang sebuah suburban. tapi aku duluan. Aku menyerahkan kuncinya. Aku benar-benar bodoh dan tidak tahu diri. Aku mendengar truk Bella menderu keras di belokan.

Butuh sedikit kerja keras agar bisa berbaikan dengannya. Kemudian ia berbalik dan pergi. menjaga agar tetap kelihatan cuek.” Kemudian aku tertawa. Dia tidak akan mengerti jika kutunjukan perasaanku yang sebenarnya. memikirkan ekspresi Bella kemarin. Aku tidak berhak marah. “Kupikir kau seharusnya berpura-pura aku tidak ada. Aku harus meredam perasaanku.. Apa ada yang dia tidak lihat? Apa dia mendengar bagaimana aku mengucapkan namanya dengan penuh perasaan? Dia mendelik padaku.” Tukasku marah. “Dan aku tidak pura-pura kau tidak ada. bukannya membuatku kesal setengah mati..” aku sedikit bergurau. Aku tidak bisa menahannya. 111 . Itu dia—ekspresi yang sama. “Itu demi Tyler. “Kau—” dia terengah. tidak menghargai gurauanku.” aku memohon.Diterjemahkan dari: www. Dia sudah cukup marah.. Aku akan menakuti dia. “Bella. Lebih baik menggodanya dengan santai seperti ini.” aku melanjutkan perkataanku tadi. “Tunggu. Mukanya merah. Aku harus memberi dia kesempatan.. jadi aku mengejarnya. Aku langsung menyesal. Tapi tetap saja aku marah. kau benar-benar sinting. Aku ingat dengan niatku untuk jujur. terlalu marah untuk meneruskan kata-katanya. Apa dia sungguh-sungguh mempercayai itu? Tidak rasional bagiku untuk merasa terhina—dia tidak tahu transformasi yang terjadi tadi malam. “Jadi kau memang berusaha membuatku kesal setengah mati? Mengingat van Tyer tidak melakukan tugasnya?” Luapan marah langsung melandaku seketika itu juga. “Kenapa kemarin kau membuat kemacetan?” dia bertanya tanpa melihat mataku.stepheniemeyer. Jantungnya berdetak lebih cepat— karena marah? Takut? Setelah beberapa saat ia menunduk. bukan aku. bukan salahku jika kau tidak pernah memperhatikan sekelilingmu. Aku menahan tawaku. Dia tidak berhenti.com “Bella.” Masih sangat marah.

begitu banyak emosi melandaku. “Dengan siapa?” matanya melebar dan penuh tanya lagi. Aku menyadari. aku ingin mengatakannya. Giginya menggigit bibir bawahnya yang lembut.stepheniemeyer.” sebuah kejadian terlintas di benakku dan aku tertawa. “Biarkan aku menyelesaikannya. Aku mengambil napas dalam-dalam. “Kenapa?” 112 . Aku mengusirnya agar dapat terus memainkan peranku. “Apa kau berpkepribadian ganda?” Dia bertanya.” aku mendapati ekspresi syok di wajahnya. reaksi yang ganjil menggeliat dari inti kemanusiaanku yang terlupakan. “Apa?” “Apa kau butuh tumpangan ke Seattle?” berdua dalam mobil bersamanya— tenggorokanku terbakar hanya dengan memikirkannya.” —tidak masuk akal membayangkan akan menyakiti dia—“tapi tetap saja itu kasar. tapi kau mengahalangiku.. sikapku tadi itu kasar. hari pesta dansa musim semi—” Dia memotongku. “Aku ingin menanyakan sesuatu. Dia menatapku kosong. “Kau tahu. Pemandangan itu mengalihkan aku selama sedetik.com “Maafkan aku. dan harus menahan tawa lagi. akhirnya kembali menatapku.” Dia mendesah.Diterjemahkan dari: www. daripada hanya menanyakan rencananya. dan aku bertanya-tanya kalau-kalau kau butuh tumpangan?” Aku menawarkan. Moodku tidak jelas. Apa yang ingin kau tanyakan?” “Aku bertanya-tanya. “Kudengar kau akan pergi ke Seattle hari itu. Pasti kelihatannya seperti itu.” aku menjawab pelan. Santai. “Kau melakukannya lagi. “Baik lah. jika seminggu setelah sabtu depan.” Dia menunggu diam.. “Apa kau mencoba melucu?” Ya. Biasakan. “Denganku tentu saja. Aku tidak bilang itu tidak benar. Aku sudah mencobanya. dan juga. lebih baik ikut sekalian. aku benar-benar jatuh cinta padamu. Aneh.” “Kenapa kau tidak meninggalkanku sendirian?” Percayalah. Oiya.

jauh lebih penting untuk jujur. Napasnya terhenti. aku tidak yakin apa trukmu sanggup kesana. tapi mungkin dia cukup cerdas untuk meninggalkan aku. itu menjelaskan segalanya. bukannya aku tidak mau jadi temanmu.. aku tidak mengerti denganmu. Edward.” aku menjawab sesantai mungkin. Kupikir kau tidak mau berteman denganku.” dia berkata sinis.” kalimat itu terucap dengan terlalu banyak perasaan. dan sedetik kemudian kembali. Terutama pada saat ini. terima kasih banyak atas perhatianmu. Itu membuatku cemas. “Well. sebelum terlambat. Detak jantungnya tidak beraturan. “Trukku baik-baik saja. “Akan lebih. Seberapa 113 . Aku menyamakan langkahku.” dia menyahut dengan keterkejutan yang sama. dan bertemu pandang denganku lagi. aku tidak bisa meninggalkan dia. Apa dia takut? Aku memilih kalimatku hati-hati.” Hatiku bergetar ketika ia mengucapkan namaku. Dia tidak menjawab tidak. “Tapi aku lelah berusaha menjauh darimu.” Dia menggerutu..com Apa sebegitu mengejutkannya bahwa aku ingin menemani dia? Pasti dia mengartikan yang terburuk dari tindakanku yang lalu.” “Jujur saja. Dia berhenti.Diterjemahkan dari: www.” “Oh. “Aku berencana pergi ke Seattle dalam beberapa minggu kedepan.stepheniemeyer. Bella.bijaksana jika kau tidak berteman denganku. Dia mulai jalan lagi.” kelihatannya lebih aman menggodanya daripada menjawab serius. “Penyia-nyian sumber daya yang tidak dapat diperbaharui adalah urusan semua orang. Tidak. Dan jantungnya berdetak lebih cepat lagi. terima kasih. Itu masih bukan tidak. dan jujur saja. Apa dia akan berkata tidak? Apa yang akan kulakukan jika begitu? “Tapi apa trukmu bisa sampai dengan satu kali isi bensin?” “Kupikir itu bukan urusanmu. jadi kumanfaatkan celah itu.” melihat kedalam mata coklat-mudanya yang dalam. aku tidak mampu mempertahankan sikap cuek-ku. Bagaimana bisa bersikap cuek dan jujur sekaligus? Well. napasnya bahkan lebih cepat. dibawah atap kafetaria. “Aku bilang akan lebih baik jika kita tidak berteman.

Seberapa besar dia harus membayar ini? “Kau benar-benar harus menjauhi aku. “Sampai ketemu di kelas. Kemudian kesadaran menghantamku. 114 . Ya. aku meneriaki diriku sendiri. Apa dia mendengarku? Apa dia akan berhasil melarikan diri dari ancamanku? Apa aku bisa melakukan sesuatu untuk menyelamatkannya dariku? Santai..” Aku harus berkonsentrasi menahan diri agar jangan sampai lari dan terbang. “Maukah kau pergi ke Seattle denganku?” aku bertanya apa adanya. Dia mengangguk.Diterjemahkan dari: www. aku akan segera tahu.. Dia berkata ya pada ku.stepheniemeyer.” aku memperingatkan dia. Jantungnya berdebar-debar sangat keras.com besar aku menakuti dia? Well.

Teman-temannya menilai Bella orang yang kikuk. Memang benar. dia bersahabat—kepalanya tempat yang nyaman. Aku cepat-cepat menuju kafetaria untuk menempati tempatku. caranya memegang kepala. mereka tidak kaget. Tapi aku menghindari Mike Newton. dan akan tetap begitu dengan aku disini. paling sering. dia sering kesulitan berdiri dengan baik. Angela Weber pilihan yang bagus ketika matanya tersedia. para guru. Alice pasti telah memberitahu mereka.stepheniemeyer. Aku terkejut. tapi aku tergelak selama perjalanan dari kelas sejarah ke kelas Inggris. Golongan Darah Aku mengikuti Bella seharian melalui pikiran orang-orang disekitarnya. Saat keluargaku melihat aku duduk sendirian di tempat yang baru. Aku yang pertama kali sampai. Aku mempertimbangkan hal itu. bel berbunyi. tidak ada yang anggun darinya sekarang. Aku memilih meja yang biasanya kosong.. 115 . Dan juga tidak lewat Jessica Stanley.. Aku ingat ia tersandung meja pada hari pertama dulu. Mr. Orang-orang melihatku khawatir. kesinisannya pada Bella membuatku marah.com 6. kakinya sendiri. Tapi. Aku tergelak lagi. Waktu berjalan lamban selama menunggu untuk bisa melihat dia langsung. aku sudah tidak tahan lagi dengan khayalannya. mereka betul. aku hampir tidak sadar dengan sekelilingku sendiri. aneh sekali. Dan akhirnya. Mereka menyediakan pandangan yang paling baik.Diterjemahkan dari: www.. Rosalie lewat tanpa menoleh. melihat betapa seringnya dia tersandung—tersandung pada rekahan di trotoar. Tapi seringnya. terpleset-pleset diatas es. dan itu berbahaya bagi gadis picik itu. tersandung ujung pintu kemarin. dan. stray books. bentuk lengkung lehernya. Bagaimana bisa aku tidak menyadari ini sebelumnya? Mungkin karena ada sesuatu yang anggun ketika ia sedang diam.. Dia orang yang kikuk. Varner melihat bagaimana ujung sepatunya tersandung karpet hingga dia jatuh ke kursinya. Entah kenapa ini begitu lucu untukku.

Emmet memutar bola matanya dan menggeleng-geleng. Toh. saatnya akan tiba juga. Hanya saja. Jessica sedang sibuk berceloteh tentang pesta dansa yang akan datang. Rosalie selalu menganggap segalanya tentang dia. tapi Bella sama sekali tidak menanggapi. tapi kemudian berseri lagi. giginya berkilauan terlalu terang. aku tidak tahu apa yang bisa membuatnya nyaman. Semoga sukses. Seketika muncul dorongan kuat untuk bangun dan pergi ke sisinya. Alice berseri-seri. kasihan kau nak. Aku menghela napas.. itu bisa diatasi. Sambil menunggu Bella datang. Dia terlihat sangat.” dengusku dari balik napas. Wajahnya meredup. Baik.com Idiot. Dia sudah gila. aku tidak lupa itu. Boleh aku bicara dengan Bella sekarang?? “Jangan ikut campur. Apa dia sedih karena tidak bisa ikut? Kelihatannya bukan karena itu.. Semaumu saja. pikirnya setengah hati. untuk menenangkan dia. 116 .stepheniemeyer. Jasper setengah senyum padaku saat lewat. Hubunganku dengan Rosalie tidak pernah baik—aku sudah membuatnya kesal dari pertama dulu dia mendengarku bicara. Bukan berarti Jessica memberinya kesempatan. Jangan lupa tentang eksperimen biologi hari ini.sedih. Dia tidak menyadari aku ada disini. Aku menghela napas lagi. aku mengikuti dia lewat mata seorang murid yang ada di belakang dia dan Jessica. matanya langsung tertuju ke meja tempat keluargaku duduk. Tepat saat Bella masuk. Tidak. aku sama sekali tidak tidak tahu apa yang membuatnya sedih begitu. jika memang itu maunya.Diterjemahkan dari: www. kemudian keningnya berkerut dan matanya jatuh memandang ke lantai.. dia mengingatkan. dan selanjutnya makin parah—tapi beberapa hari ini kelihatannya dia jadi jauh lebih sensitif. Jessica terus mengoceh tentang pesta dansa.. Tapi. Karena. Aku mengangguk. Dia memperhatikan sebentar.

tetap santai. Sungguh. dan harapan itu membuatku tersenyum. Apa lagi yang kulewatkan? Tetap jujur. Aku memberi isyarat dengan jariku untuk mengajaknya bergabung denganku. Meski lantainya rata.. Aku menunggu dia bicara.. “Mmm. jadi kenapa tidak 117 . ragu-ragu. tapi dari sikapnya.” Aku bimbang.stepheniemeyer. pikirku kering. tapi akhirnya dia berkata. Rasakan apinya. Sekarang tidak ada lagi jejak kesedihan di wajahnya. Dia menarik kursi dan duduk. “Apa yang dia maksud kau?” tanya Jessica kasar. kali ini melalui hidung. dia tersandung dua kali sebelum sampai ke mejaku. Aku mengambil napas dalamdalam. “Edward Cullen sedang menatapmu lagi.. “Kenapa kau tidak duduk denganku hari ini?” pintaku padanya.” “Well. bagaimana bisa aku melewati hal ini sebelumnya? Sepertinya aku terlalu memperhatikan pikirannya yang tak bersuara. “Ini tidak seperti biasanya. Apa itu baik? Bukannya dia butuh lebih banyak nutrisi dari sekedar itu? Aku tidak terlalu paham pola diet manusia.. “Kira-kira kenapa dia duduk sendirian hari ini?” Aku berterima kasih pada Jessica—meskipun dia jauh lebih sewot sekarang—karena Bella langsung mendongak dan padangannya mencari-cari hingga akhirnya bertemu denganku..com Dia membeli sebotol limun untuk makan siang. aku mengedip.” jawabnya pelan dan ragu-ragu. Dia berhenti di belakang kursi di seberangku. Manusia betul-betul sangat rapuh! Ada jutaan macam hal yang mesti dikhawatirkan. menatapku beberapa saat. Dia terlihat gugup. tidak lebih.” aku mendengar Jessica bicara. aku sebaiknya kesana untuk mencari tahu apa maunya. dan itu membuatku tambah ingin menggodanya.Diterjemahkan dari: www.. bukan lewat mulut. “Mengingat aku toh bakal ke neraka juga. Butuh beberapa saat. Dan dia terlongo. Dia terlihat kaget sekali. Aku membiarkan diriku berharap bahwa dia sedih karena dipikirnya aku sudah pulang. lagi-lagi itu jawaban ya. “Mungkin dia butuh bantuan dengan PR biologinya.” Itu satu lagi jawaban ya. Jadi. aku mengulang-ulang dalam hati.

“Sekarang aku akan melakukan apa yang kumau. “Kau tampak cemas. kenapa aku mesti mengatakan itu? Tapi sudahlah. Bella menelan ludah. “Tidak.” Sangat sulit mengabaikan pikiran-pikiran yang meneriakiku dari balik punggungnya— dan lagipula aku juga ingin mengganti topik. “Mereka akan baik-baik saja..” harusnya ini tidak lucu. Itu sangat melegakan. atau sedang menggodanya. Aku tertawa melihat ekspresinya.stepheniemeyer. Dia menatapku. 118 . Biarkan dia melihat keegoisanku. paling tidak aku jujur. Harusnya dia khawatir. Tidak mungkin bisa berjalan seperti ini—bersikap jujur sekaligus santai di waktu bersamaan.. Jadi aku menyerah. “Kurasa teman-temanmu marah padaku karena telah menculikmu. seakan kalimatku belum selesai.” Dan..” Nampaknya itu tidak membuatnya risau. “Lagi-lagi kau membuatku bingung.” aku mengingatkan dia. heran.com sekalian saja.” dia tidak pandai berbohong. Aku tersenyum.Diterjemahkan dari: www.” “Aku mungkin saja tidak akan mengembalikanmu. “Kau tahu..” Aku sama sekali tidak tahu apa sedang berusaha jujur. “Aku lelah berusaha menjauh darimu. “Menyerah?” dia mengulangi.” ujarnya akhirnya. menunggu...” aku menjaga senyumku dengan susah payah..” Aku cukup egois untuk merasa lega atas hal itu. tampaknya. Biarkan itu memperingatkan dia juga. “Terkejut.” Itu cukup jujur. “Iya—menyerah berusaha bersikap baik. Dia tidak berdiri. dan membiarkan semuanya terjadi sebagaimana mestinya. aku sama sekali tidak mengerti apa maksudmu. menyerah untuk bersikap santai. sebetulnya. “Aku tahu. sama sekali tidak menolong saat suaranya bergetar. Mungkin ia akan sadar harus bangun dan pergi secepatnya. Dan siapa tahu dia mendengar peringatan tersembunyiku. Berada di dekatnya membuatku sulit menggunakan akal sehat. apa yang menyebabkan ini semua?” “Sudah kubilang.” Ugh.

kita akan berteman?” “Kedengarannya masuk akal. “Apa yang sedang kau pikirkan?” Rasanya lega akhirnya bisa mengucapkan pertanyaan itu keras-keras. “Atau tidak. “Well. Aku tidak terlalu menyukai kedengarannya. “Aku masih menunggu kau mempercayainya.” Aku kurang yakin apa maksudnya. tapi membayangkan kalau mungkin saja aku mati jika dia pergi. jika dia mencobanya? Matanya menyipit. “Kurasa penilaianmu atas intelektualitasku cukup jelas. Itu belum cukup.” dia meyakinkan aku. menebak mungkin aku telah menyinggungnya secara tidak sengaja.” Dia menunduk. Maka dia akan tinggal. tapi aku tersenyum minta maaf. “Jadi. Apa dia pikir aku tidak menyukai dia sebesar itu? Aku tersenyum. menatap lekat-lekat botol limun di tangannya. Rasa penasaran itu kembali menyiksaku.” “Ya. Betapa dramatisnya.. “Selama aku adalah. Kami bertemu pandang. kau akan menghindariku. dan napasnya bertambah cepat sementara pipinya merona 119 . “Teman. Kalau pintar.. terus terang.stepheniemeyer. “Jangan khawatir..” Aku mengatakannya dengan bersungguhsungguh.” katanya pelan.com “Aku selalu berkata terlalu banyak kalau sedang bicara denganmu—itu salah satu masalahnya. aku bukan teman yang baik untukmu. apakah sekarang kita berteman?” Aku mempertimbangkan itu sebentar. Aku jadi berubah seperti kebanyakan manusia lainnya. “Aku tak mengerti satupun ucapanmu.” gumamnya malu. Jantungnya berdebar lebih cepat. Tapi kuperingatkan kau.Diterjemahkan dari: www.” “Jadi.. karena kau tidak mendengarkan.” aku mengulangi. “Kau sering bilang begitu.orang yang tidak pintar. “Aku mengandalkan itu.” Bagus.” Aku menunggu responnya—berharap akhirnya dia mendengar peringatanku dan mengerti.” Masalah yang jauh lebih sederhana dibanding masalah lainnya. tapi apa aku akan tetap tinggal diam.” Ah. kurasa kita bisa mencobanya.

Aku terkekeh lega. “Itu sangat memusingkan.. Dia menggeleng. meskipun mereka terus menerus melontarkan komentar misterius untuk membuatmu terjaga semalaman dan memikirkan apa sebenarnya maksudnya. Aku bisa merasakan kehangatan dari rona pipinya di udara. kenapa itu memusingkan?” Aku mengerutkan dahi. tidak perduli apapun dugaannya. Pipinya jadi merah terang.Diterjemahkan dari: www. “Aku sedang mencoba menebak siapa sebenarnya kau ini. “Tidak terlalu. Tentu saja ia sedang memikirkan hal itu. merasakannya di udara. sampai memperlakukanmu seperti orang asing keesokan harinya.com merah muda. “Sudah menemukan sesuatu?” Aku bertanya sesantai mungkin. Itu. Itu selalu berhasil dengan manusia normal. Kenapa tebakannya membuat dia malu? Aku tidak tahan tidak tahu begini. sementara panik merayapi tubuhku. Tidak tahu adalah yang paling buruk dari apapun. mengunci mimikku seperti itu. Tidak mungkin berharap dia tidak menyadari sesuatu yang ada di depan matanya.stepheniemeyer. bahkan setelah berjanji akan melakukannya.. dan ia tidak mengatakan apa-apa. kau tahu.” Aku menahan senyum di wajahku. “Terlebih lagi. Aku menarik napas. “Terlalu memalukan. “Tidak. Dia melanjutkan. Aku tidak adil. katakan saja orang itu juga melakukan hal-hal aneh— mulai dari menyelamatkan nyawamu dari keadaan mustahil pada suatu hari. kesal karena menyadari dia betul. Matanya berkilat dan kata-katanya mengalir lebih cepat dari biasanya. dan dia tak pernah menjelaskan apa-apa. “Maukah kau memberitahuku?” Aku tersenyum menyemangati. juga. Dia tidak bodoh. aku tidak bisa membayangkan kenapa itu harus memusingkan—hanya karena seseorang menolak menceritakan apa yang mereka pikirkan.nah..” Ugh. akan sangat tidak memusingkan.” Keluhanku sepertinya berefek sesuatu padanya. Aku coba menggunakan nada membujuk.” akunya. “Apa teorimu?” Tidak mungkin lebih buruk dari yang sebenarnya..” 120 .

Bibirnya merengut.” Tentu saja ia punya cukup alasan untuk marah. kenapa bisa begitu?” Aku menatap kedalam matanya.” “Ya. Kecuali kau.” Aku sangat menikmati mendengar dia menyangkal Mike. Apa yang ia inginkan dariku? Apa ia akan menuntut kebenaran yang tidak bisa 121 .stepheniemeyer. “Tidak.” “Kecuali aku. Dia sangat marah hingga membuatku tertawa geli. Dan itu menambah daftar kepribadiannya yang kubuat. kebanyakan orang mudah ditebak. sampai kemudian teriakan pikiran Mike mengalihkan perhatianku.” tukasnya dengan suara dingin. “Apa kau tidak lapar?” Tanyaku. Pandangannya ke meja. “Pacarmu sepertinya mengira aku bersikap tidak sopan padamu—dia sedang mempertimbangkan untuk melerai pertengkaran kita atau tidak. “Apa?” Tanyanya. “Tidak.” Apa dia harus menjadi pengecualian atas segalanya? Bukannya lebih adil—mengingat segala yang mesti kuahadapi saat ini—jika paling tidak aku bisa mendengar isi pikirannya? Apa permintaan itu terlalu banyak? “Aku bertanya-tanya. Aku tertawa lagi.” aku jelas tidak lapar. “Lagi pula. aku yakin kau salah. “Boleh minta tolong?” Matanya menatapku lagi.Diterjemahkan dari: www.” Dia melihat ke meja kosong diantara kami. “Aku tidak tahu siapa yang kau maksud. Dia menatap ke meja. aku tidak lapar. Aku pernah bilang.. mencoba lagi.” Aku sangat ingin melihatnya melakukan itu. tentu saja. “Kau ini pemarah. ya?” “Aku tidak suka standar ganda. Dia membuang muka. Aku menunggu..com Itu ucapan dia yang paling panjang yang pernah kudengar. “Kau?” “Tidak. Aku menatap Bella. bertanya-tanya bagaimana mungkin aku bisa melakukan sesuatu yang benar buat dia. Dia membuka botol limunnya dan meminumnya.

. memperhatankan matanya dalam tatapanku..” dia mengijinkan.” Dia ingin diperingatkan dulu? Berarti. “Jangan yang itu. mengitari mulut botolnya dengan jarinya. “Please?” Dia mengedip. “Kira-kira. sedikit saja.” Dia menatap ke botol limun.. “Ceritakan satu teori.com kuberikan—kebenaran yang kuharap tidak akan pernah dia ketahui? “Tertantung apa yang kau inginkan?” “Tidak susah kok. “Mmm. Dan itu tepat mengenaiku. Ada apa dengan dia? Tapi aku tidak akan menyerah.” Dia kelihatannya sangat yakin.” “Pasti kau bakal tertawa. itu bukan reaksi yang kuharapkan. Aku menatap lekat-lekat kedalam matanya— sesuatu yang mudah dilakukan.” “Kau tidak memberi syarat. apa?” tanyanya. lagi-lagi penasaran. “Kedengarannya adil. Aku tersenyum.” Wajahnya merona lagi.” jawabnya sambil mendongak menatapku. 122 . terlihat pusing.Diterjemahkan dari: www. Well.” Aku memohon dengan suara halus. Sekali lagi aku mencoba membujuknya..” Dia berjanji. dengan matanya yang begitu dalam—dan berbisik. kau sudah janji untuk menjawab satu. Wajahnya begitu lega hingga aku ingin tertawa karena kelegaanku sendiri. “Ceritakan padaku satu teori. “Lalu apa aku juga boleh minta satu jawaban sebagai gantinya?” tanyaku penuh harap. “Maukah kau memberitahuku dulu sebelum lain kali memutuskan untuk mengabaikan aku. “Satu. Aku menunggu.” “Sedang kau sendiri melanggar janjimu.stepheniemeyer. “Satu teori saja—aku tidak akan tertawa. meski aku tidak bisa membayangkan sesuatu yang lucu tentang itu. diabaikan olehku adalah sesuatu yang tidak menyenangkan.” “Terima kasih. demi kebaikanku sendiri? Jadi aku bisa siap-siap. dan wajahnya berubah kosong.” Dia mendebat balik.

ia akan lari.” Dan ketika dia tahu. ternyata berhasil. “Itu tidak terlalu kreatif.. “Aku mengerti.?” Aku behutang kejujuran padanya. Aku bisa menggodanya lagi.” Dia agak tersinggung.. “Kryptonite juga tidak melemahkanku. Dan sedetik kemudian. “Karena. well.” keluhnya.”Nnada menggodaku sepenuhnya lenyap. agar tidak tidak kedengaran mengancam. cuma itu yang kupunya.” Aku mencibirnya. Dan itu membuatku lebih senang.Diterjemahkan dari: www.” “Tidak ada laba-laba?” “Tidak ada. menyembunyikan penderitaanku. Apa ini kesempatan terakhirku bersamanya? Apa dia akan segera lari? Masih sempatkah untuk mengatakan bahwa aku mencintai dia sebelum 123 .. “Oh. aku berusaha tersenyum.com Terkejut dan puas. Aku cepat-cepat mengalihkan—sebelum dia bertanya tentang gigitan. ingat?” Aku tersenyum dan menutup mulut.stepheniemeyer.” Dia akhirnya mendengar peringatanku.” ujarnya.” Kemudian aku tertawa. karena dia pikir aku adalah superhero. “Mendekatipun tidak. Aku tidak tahu harus menjawab apa. digigit laba-laba yang mengandung radioaktif?” Cerita komik? Pantas saja dia pikir aku bakal tertawa. Tetap saja. “Kau berbahaya?” Napasnya memburu. “Benarkah?” tanyaku.. berusaha menyembunyikan kelegaanku.” “Sial. “Ehh. “Nanti juga aku tahu. “Bagaimana kalau aku bukan seorang superhero? Bagaimana kalau aku orang jahatnya?” Matanya melebar dan bibirnya sedikit membuka. “Kau seharusnya tidak boleh ketawa.” “Tidak ada radioaktif?” “Tidak. “Ya maaf. “Kuharap kau tidak mencobanya. dan jantungnya berdetak kian cepat.

Dan. Dia orang yang bertanggung jawab—selalu melakukan sesuatu yang benar.dalam cara yang menakutkan dan membahayakan. Namun tiba-tiba dia terloncat. “Kalau begitu sampai ketemu lagi.Diterjemahkan dari: www. memperhatikan itu.” bisiknya sambil menggeleng.” ujarnya saat aku mulai khawatir —entah bagaimana—ia bisa mendengar peringatan di kepalaku. kebalikannya. Dia tidak bereaksi dengan gerakan tiba-tiba ini. jauh lebih baik bagi manusia jika seorang vampir membolos di hari ketika darah manusia tumpah. Aku tidak sanggup mengucapkannya keras-keras. Dia ragu-ragu.. “Tidak. “Well. Bella.” “Kenapa?” Karena aku tidak mau membunuhmu.” Itu tidak mengejutkan. Aku memutar tutup botolnya seperti gasing. menjangkau tutup botol limunnya sebagai alasan. “Sekali-kali membolos itu menyehatkan. Tapi bel berbunyi dan ia cepat-cepat pergi. ngomong-ngomong. Bukannya sekarang aku sedang bersorak gembira. ke tutup botol yang kuputar. “Kau salah. karena dia salah menilaiku? Jika aku orang baik. aku tidak percaya kau jahat. kemudian kusimpan tutup botol tadi ke saku—sebuah kenang-kenangan dari pembicaraan yang sangat menyenangkan ini—dan berjalan menembus 124 . Belum.” Tentu saja aku jahat. Pikiranku buntu. “Aku tidak ikut pelajaran hari ini. bukannya dia. Kutunggu dia sampai keluar. Aku.” Lebih tepatnya. aku memujamu. Dia benar-benar tidak takut padaku. Aku mengulurkan tangan ke meja.com ia pergi? Atau itu akan lebih membikin dia takut? “Tapi tidak jahat.stepheniemeyer. Tadi pagi Alice sudah membolos duluan. Lari.. dan aku sempat berharap ia akan memilih untuk tetap tinggal bersamaku. Banner akan menguji golongan darah. “Kita bakal terlambat.” Aku menarik napas. Hari ini Mr. Tidak terpancar ketakutan dari matanya yang jernih.” jawabku sesantai mungkin sambil melihat ke bawah. aku akan masuk. lari. aku akan menjauh darinya.

Mike Newton meletakan tubuh lunglai Bella ke trotoar. kumatikan CDnya dan ganti mendengarkan musik di kepalaku. Jadi. Beberapa ratus meter dari tempatku. Alunan nada yang lain mengalir di kepalaku. Rasanya menjengkelkan harus berjalan dengan langkah manusia. menahan napasku. Dia merosot tak berdaya ke semen dingin. Saat aku mendekat. Dan dia hanya memikirkan kemarahannya hingga aku tidak tahu apa yang terjadi pada Bella. sekelumit gambaran dari kelas Biologi. “Apa yang terjadi—apa dia sakit?” Aku menuntut jawaban sambil berusaha fokus pada pikiran si bocah. Komposisi lagunya hampir lengkap ketika aku menangkap gelombang kerisauan-batin yang mendalam. jari-jariku menari di udara memainkan tuts-tuts piano kasat mata. Aromanya aku sudah biasa. kulitnya sepucat mayat. Debussy—CD yang sama dengan yang kudengarkan di hari pertama itu.Diterjemahkan dari: www. Kepala Bella terkulai di meja kami berdua. kulit gadingnya berubah hijau. Tapi aku tidak mendengarkannya terlalu lama. “Bella?!” Teriakku. Tes golongan darah. Aku mencari sumber suaranya. Matanya tertutup. aku mendengar detak jantung dan napasnya yang datar. yang terkejut sekaligus jengkel melihatku. Kemudian.com hujan ke mobil. Jika dia sampai menyakiti Bella. memainkan penggalannya sampai berhasil mengembangkannya jadi satu harmonisasi lengkap.stepheniemeyer. Aku hampir menendang pintu mobilku. Apa dia akan pingsan? Apa yang mesti kulakukan? Mike membatin panik. Tidak ada perubahan di wajah pucatnya saat aku meneriakan namanya. Secara naluri. Harusnya tadi aku datang diam-diam. Aku menyalakan CD musik kesukaanku. dia memejamkan matanya lebih rapat. Setetes cairan kental merah di kertas putih. Sekujur tubuhku mendingin melebihi es. Aku melihat sekelebatan ingatan di pikiran Mike. tapi 125 . penggalan lagu yang menyenangkan dan menggugahku. Itu meringankan kepanikanku. Dengan marah aku menyelidiki pikiran Mike.. aku akan membinasakannya.. Aku langsung berhenti di tempat.

Bibirnya putih. dengan lembut aku mengangkat Bella dan membopongnya di lenganku. Berdebar-debar dan takut. “Tidak.” aku menambahkan.” “Aku yang akan mengantarnya.” Aku malas berdebat dengan bocah satu ini. Ah. “Kurasa dia pingsan. “Aku mau membawanya ke UKS. merasakan udara disekelilingku. “Aku tidak tahu apa yang terjadi. bingung. mengingat bahayanya jika menyentuh dia.” kataku mengusirnya. Kau bisa kembali ke kelas. aku bernapas lagi.” erangnya. Aku berlutut disamping Bella sementara Mike menunggu di dekatku. “Dan bahkan bukan darahmu sendiri.” ujar Mike dengan cemas sekaligus marah. Seringaiku makin lebar. Aku yang seharusnya melakukannya.” Kelegaan itu begitu luarbiasa hingga aku tertawa. Dia tidak suka menunjukan kelemahannya.” kataku sambil menyeringai karena tidak ada yang salah padanya selain kepala pusing dan perut yang lemah. “Tapi dia tak bisa berjalan lebih jauh lagi. dengan kata lain.” Kelegaan langsung melandaku.com darah segar adalah sama sekali lain. “Jadi kau pingsan karena melihat darah?” Bisakah lebih ironis lagi? Dia menutup mata dan mengatupkan bibirnya. marah karena campur tanganku. menjaga jarak tubuhnya sejauh mungkin.stepheniemeyer. ditebak dari ekspresinya. Aku menyentuh hanya bajunya.” sergah Mike.Diterjemahkan dari: www. Mike menggertakan gigi. “Kau tampak kacau. Di waktu lalu. mungkin itu akan mengundang seleraku. setengah bersyukur dan cemas. Kau bisa mendengarku?” “Tidak. aku bisa mencium setitik darah dari bekas tusukan Mike Newton. “Turunkan aku.” ujarnya. Aku melangkah cepatcepat untuk menyelamatkan dia—menjauh dariku. dia bahkan tidak menusuk jarinya. 126 . “Bella.” tuntutnya dengan suara lemah—malu. “Turunkan aku. Matanya terbuka. Aku hampir tidak mendengar protes Mike di belakangku. “Pergi sana. Dia baik-baik saja.

Ms. aku langsung menjauh ke tembok.Diterjemahkan dari: www.” Mrs. “Apa ini sering terjadi?” sang perawat bertanya. Ms. 127 .. “Mereka sedang mengetes golongan darah di kelas Biologi. “Di hanya sedikit lemah. Otot-ototku tegang. ya ampun. Apa iya. Dan liurku mengalir deras. Begitu Bella tidak lagi di tanganku. sebelum imajinasinya terlalu jauh. “Nanti juga sembuh. Cope buru-buru membuka pintu ke ruang UKS.stepheniemeyer.” “Aku tahu.” dia terengah saat memeriksa gadis kelabu di tanganku ini. “Dia pingsan di kelas biologi.” Aku menahan tawa. saat aku masuk dan membaringkan Bella ke sebuah tempat tidur yang sudah lusuh. Ah sudahlah. Hammond. Hammond. Hammond merasa tidak nyaman setelah menatap mataku—sebagaimana manusia seharusnya—dan pergi keluar ruangan.” Mrs. Aku berusaha menyamarkan tawaku dengan batuk. Aku membukanya dengan kaki agar bisa lewat.” aku meyakinkan Mrs. Mrs. Mata Bella terbuka lagi. “Aku disuruh menemaninya. Hammond padaku. sayang. Pintunya sedikit terbuka. Hammond mengangguk. “Kadang-kadang. “Berbaringlah sebentar.. Hammond berkata menenangkan. mengawasinya. “Selalu saja ada yang pingsan.” Bella mengakui.” Hmmm. Cope terloncat kaget. Dia sangat hangat dan harum..” Aku menatap langsung ke matanya dan berbohong dengan keyakinan sempurna. Tubuhku terlalu bersemangat. Pastilah Bella yang satu itu. “Oh.” Dia mengangguk mengerti sekarang. Aku mendengar pikiran takjub Mrs.” aku menerangkan. Itu berhasil dengan baik padanya.com Kami sampai di depan TU. “Kau boleh kembali ke kelas sekarang.. sayang. Itu mengalihkan perhatian Mrs. juru rawat keibuan yang ada di UKS. terlalu berhasrat. Kenapa kalau dengan Bella jadi sulit? “Aku akan mengambilkan kompres untukmu.” jawab Bella.

” Aku berusaha kedengaran bangga. hanya bernapas pelan-pelan. Membuatku ingin mendekat.” Aku senang jika Mike memang begitu. “Biasanya begitu.” Wajahnya terlihat lebih baik—warna kehijauan telah lenyap dari balik kulitnya yang bening.Diterjemahkan dari: www. Bibirnya mulai berubah merah muda.” desahnya.” Itu betul. Kepeduliannya pasti lebih karena kasihan. Komposisi bibirnya terlihat tidak imbang. sepertinya tidak terlalu meyakinkan. Ah. “Bagaimana kau bisa menemukanku? Kukira kau membolos. Cuma itu. “Hampir saja aku membalas pembunuhmu. “Kasihan Mike. “Kau tidak mungkin tahu pasti. namun cepat-cepat kutahan.” “Aku lihat wajahnya. Kemudian dia terdiam. makanya aku tahu. Yang dia maksud apa? Dan pikiranku langsung mengarah ke kesimpulan yang terburuk: dia menerima peringatanku.” Bella mengerang.” desahnya.” “Ha ha.” Aku langsung berang mendengarnya. “Aku sedang di dalam mobil. menutup matanya. mendengarkan CD. dengan membaca wajahnya cukup untuk menarik kesimpulan seperti itu. “Tadi kau sempat membuatku takut. “Jujur saja—aku pernah melihat mayat dengan kondisi lebih baik.com “Kau betul.stepheniemeyer.” Ekspresinya sedikit berubah. lega lagi.” Aku coba memulai pembicaraan agar bisa mendengar suaranya lagi. yang mana bukan ide yang bagus. 128 . Dan memandangi bibirnya membuatku merasa aneh. “Dia sangat membenciku.” ucapnya tidak terhibur. “Kukira Newton sedang menyeret mayatmu untuk dikubur di hutan. “Tapi kali ini tentang apa?” “Membolos itu sehat.” Dan aku memang hampir begitu. bibir bawahnya sedikit lebih penuh dibanding bibir atasnya. Segala latihan selama ini dengan Bella menajamkan kemampuanku membaca ekspresi manusia. seakan entah bagaimana jawaban biasaku membuatnya terkejut.” Itu mungkin ada benarnya. “Berani taruhan dia pasti marah. Dia baik hati.

” Aku menatapnya heran. masih dengan mata lebarnya. mengembalikan kompresnya ke Mrs. Di belakang Ms. Cope.” katanya cepat.” jawab Bella.” Ini tandaku untuk pergi—dan kelihatannya buat Bella juga.” “Well.” ujar Ms. Darah masih menetes dari tangan Lee yang sedang memegangi wajahnya. “Oh. Bella buru-buru melompat turun dari tempat tidur. Aku mengikuti tepat di belakangnya. Apa dia betul-betul manusia? Dia terlihat seperti manusia.stepheniemeyer.. Ia bangkit duduk sembari menyingkirkan kompresannya. Bukan kejutan. ingin cepat-cepat menyingkir. “Manusia tidak bisa mencium darah. tidak. “Ayo keluar dari sini. “Aku tidak memerlukannya. “Kau benar-benar menuruti perkataanku.com Dia menutup matanya lagi ketika Mrs. cuma bau ringan. sayang. Baunya seperti karat.” Ini yang pertama. Kibasan rambutnya sempat membelai tanganku. berharap bocah yang baru saja ia tuntun adalah gadis yang ada disini bersamaku.. “Pakai ini.” Dia memutar dan menangkap pintunya sebelum tertutup.dan garam. Bella. Hidung mungilnya mengerut. “Ini. Cope.” perawat itu menaruh kompresnya di kening Bella. Hammond. Dia terasa lembut bagi 129 . Hammond kembali dengan membawa kompresan es.. Dia tidak suka dapat perhatian. “Kau kelihatan jauh lebih baik.” Mike menggerutu saat dia setengah menyeret Lee Stevens melewati pintu. melongo. Cope membuka pintu dan masuk. “Kita kedatangan satu lagi.” “Kurasa aku baik-baik saja.” Dia menatapku dengan pandangan bingung.. Tangan keriput Mrs. “Aku mencium bau darah.Diterjemahkan dari: www. menetes turun ke lengannya. buru-buru keluar dari UKS. Mike Newton masih marah sekali. Hammond menahan Bella agar kembali berbaring. aku bisa—itulah yang membuatku mual. “Percayalah—ayo. Dia menoleh melihatku. Bersama kedatangannya tercium juga bau darah segar. tapi kemudian Ms.” Wajahku membeku.

tapi justru dapat tambahan waktu.” “Kalau begitu sampai ketemu lagi di gimnasium. itu cuma tamasya bersama. aku kan sudah bilang akan ikut. mereka punya rencana. 130 .. apa lagi pilihannya selain manusia? “Kenapa?” tanyanya penasaran.” “Sampai nanti. “Kurasa betul.. “Apa kau akan kembali ke kelas?” “Apa kau bercanda? Aku hanya akan kembali kesini lagi.com manusia. Jadi dia berkata ya padanya juga. Tapi aku masih juga geram. “Jadi kau akan pergi pekan ini? Ke pantai?” Ah. Kupikir aku akan kehilangan satu jam penuh bersamanya. atau aku akan betul-betul membunuh bocah menjengkelkan ini. “Aku akan datang. Tidak lebih. berusaha mengendalikan diriku.” katanya. Cemburu langsung membakarku. Aku sudah melihat rencana ini di pikiran murid-murid lainnya.” Kemudian Mike Newton datang menyela. Sesaat kupikir dia sedang bicara padaku. “Jauhkan tanganmu. masuk dengan pikiran marah besar. ingin memberinya pelajaran.” gumam mike. “Kau kelihatan lebih baik. “Bukan apa-apa.. Tenang.. Tingkahnya seperti manusia. itu cuma tamasya bersama. “Kita akan kumpul di toko ayahku jam sepuluh.Diterjemahkan dari: www. atau bereaksi seperti itu.” Dan si Cullen TIDAK diundang. Tapi dia tidak berpikir layaknya manusia. Bukan cuma mereka berdua. “Sudah tidak berdarah lagi.” ujarnya kasar pada Bella. lebih menyakitkan daripada haus. Memang.” balasnya.kira-kira begitu.” Itu bagus sekali. aku berusaha meyakinkan diriku. Bukan. orang kikir yang mendambakan setiap tambahan waktu. tidak bergerak. Baunya seperti manusia—well.” jawabnya pada Mike. Dia hanya menghabiskan waktu bersama teman-temannya.” jawab Mike sambil menahan marah. Tanganku mengejang. “Tentu saja.stepheniemeyer. Aku jadi merasa tamak. Aku harus hati-hati. Aku menyandar ke komputer. Aku membeku ditempat karena marah. jauh lebih baik sebetulnya.

.terlalu sempurna. saat dia menatapku. kendalikan dirimu! “Ya?” Ini menarik. Apa yang Bella lihat dari orang aneh itu? Tentu saja dia memang kaya. Bella kelihatan seperti pingsan lagi. sementara..” Dia melakukan apa yang kuminta. “Duduklah dan perlihatkan wajah pucatmu. Aku cukup suka itu. “Ms. Dengan mata yang tertutup. Semoga Bella memperhatikan. Mike tidak sepenuhnya keliru. Cope 131 .menakutkan. Aku tidak berani untuk bernapas. Aku menoleh ke Ms. Aku sudah terbiasa menghadapi reaksi seperti itu dari para manusia-perempuan. Aku tersenyum... Terlalu. Terlalu muda. Ketika detak jantung Shelly Cope bertambah cepat. merasakan hangat kulitnya menjalar ke bibirku.. “Gimnasium. Cope?” kataku dengan menggunakan suara membujuk lagi. berani sumpah ia seperti ingin membunuhku. Menurut perempuanperempuan dia itu keren. Dan aku sangat setuju pada hal itu.com Mike berjalan ogah-ogahan kembali ke kelas. Ms. di belakangku. Bulu matanya mengedip-ngedip tak sadar.” bisikku pada dia. duduk di salah satu kursi lipat dan menyandarkan badannya ke tembok. sebetulnya. Aku mendekat ke sisinya.Diterjemahkan dari: www.. Cope. tapi jelas dia tidak ingin pergi ke kelas berikutnya bersama Mike. Aku tidak yakin apa penyebabnya. Dan tatapannya agak... itu karena dia mendapati diriku menarik secara fisik.” Bella mengulang pelan. Berani taruhan ayahnya pasti melakukan eksperimen operasi plastik pada mereka semua. dan jantungnya berdetak cepat. Terlalu suka. Itu tidak wajar. Aku menatapnya. bukan karena takut. lalu menunduk ke wajahnya.. Kadang. dan ia terlihat sedih akan suatu lagi. Itulah kenapa semuanya putih sekali dan cantik. “Aku bisa mengaturnya. Mengerang. Pikirannya penuh kemarahan. Rona wajahnya belum kembali seperti semula. tapi menurutku tidak. Seperti inilah manusia semestinya bereaksi. Cope keluar dari dalam UKS menuju mejanya. dasar orang aneh.tapi aku tidak pernah mempertimbangkan penjelasan itu ketika detak jantung Bella memburu.stepheniemeyer. dan napas Ms. pikirku sinis..

Apa yang sedang ia pikirkan? Tindakannya terlihat ganjil. Betul lagi.” 132 . ragu-ragu sebentar seperti sedang mengecek keseimbangannya.com makin memburu. Sebetulnya saya berpikir untuk mengantarnya pulang sekarang. Goff tidak akan keberatan. Bella tidak pernah memakai makeup. “Setelah ini Bella ada pelajaran olahraga. Aku memperhatikan bagaimana dia menengadahkan wajahnya menghadap rintik-rintik hujan dengan mata tertutup. “Apa kau butuh ijin juga. dan aku langsung menyadari penyebabnya. mungkinkah Bella. Dia pasti lebih memilih jalan—dia tidak mau terlihat lemah. dan sepertinya kondisinya belum pulih benar. Aku sedang mempertimbangkan kemungkinan terbaru ini. Edward?” “Tidak. Dia bangkit berdiri..Diterjemahkan dari: www. dan kami berjalan menembus hujan. bahkan disini di kota hujan seperti Forks..stepheniemeyer. Mrs. Aku mulai lebih baik dalam hal ini. Jangan-jangan.Aku ingin percaya bahwa Bella mendapatiku menarik seperti menurut manusia lainnya.” Aku tidak terlalu memperhatikannya sekarang. Kau merasa lebih baik. Hmmm. atau perlu kugendong lagi?” tanyaku geli melihat aktingnya. “Lumayan juga bisa bolos kelas olahraga. “Aku jalan saja. dan memang sebaiknya tidak.” Dia tersenyum padaku. “Terima kasih. kalau begitu semuanya beres. Cope harus menelan ludah dulu sebelum menjawab. Bella?” Bella mengangguk lemah—sedikit dilebih-lebihkan. tapi kapan Bella pernah berpikiran sama seperti manusia lainnya? Aku tidak boleh terlalu berharap. Perempuan normal tidak akan menentang hujan seperti itu. “Apa kau bisa berjalan. mereka biasanya memakai makeup. Apa saya bisa minta tolong dimintakan ijin buatnya?” Aku menatap kedalam matanya yang dangkal. Aku menahan pintu untuknya..? Mrs. Industri kosmetik memperoleh jutaan dolar tiap tahunnya dari para wanita yang berusaha mendapatkan kulit seperti dia. menikmati bagaimana hal ini mengalutkan pikirannya. sebaris senyum di bibirnya.” jawabnya. “Oke..

kan?” Aku sebetulnya memikirkan diriku sendiri yang lepas kendali pada Mike yang malang. sebaiknya kita jangan terlalu mendesak Mike lagi minggu ini.stepheniemeyer. Untuk melihat.” Dia mendesah. Dia tersentak berhenti.” jawabnya bingung. bukan Mike Newton. “Aku rasa aku tidak diundang. Emmet bakal marah jika aku membatalkan rencana kami. Tanpa memikirkan tindakanku. Kemudian dia berjalan menjauh. Tapi ada banyak hal yang mesti dipertimbangkan.. apa aku sanggup menahan diri saat berdua saja dengannya di ruang tertutup. seakan tidak terlalu berarti. “Apa tadi kau tidak dengar aku berjanji mengantarmu pulang dengan selamat? Pikirmu aku akan membiarkanmu mengemudi dengan kondisi seperti ini?” Aku tahu dia tidak akan suka itu—pandanganku yang menilai dia lemah. “Mike-schmike. “Dengan senang hati. kalau begitu mustahil. harapannya menyenangkan.Diterjemahkan dari: www. aku menangkap belakang mantelnya. Perjalanan yang ini cukup singkat untuk latihan. bertanya-tanya bagaimana caranya memperpanjang waktu bersamanya. Aku meliriknya. Well. sabtu ini?” Dia terdengar berharap. tidak mengerti kenapa itu membuatku kesal. dan sangat menikmati bayangannya. “Sebenarnya kalian akan pergi kemana?” Aku berusaha terdengar acuh.” jawabku. Aku tersenyum lebar. Salah satunya. “Kondisi seperti apa?” protesnya. matahari akan bersinar cerah sabtu ini. Bagaimanapun. “Jadi apa kau ikut? Maksudku. Aku masih belum puas bersama dengannya. “Memangnya kau mau pergi kemana?” Aku hampir marah karena dia meninggalkanku. “Pulang. tersenyum kecut.. Tapi aku juga butuh latihan untuk perjalanan ke Seattle. Dia ingin aku yang bersamanya. Kita tidak ingin membuat dia marah.” “Sudahlah. ke First Beach.com Aku memandang ke seberang kampus. jangan dulu. “Lalu trukku bagaimana?” 133 .” katanya lagi-lagi dengan nada penolakan. Dia tidak bisa pergi. Mike sempat menyebut pantai. “La Push. “Aku baru saja mengundangmu. lebih dulu menyerah.” Sial. Tidak mungkin menghindari sinar matahari disana. Dan aku ingin berkata ya. Ah.

menikmati ekspresi tersiksa di wajahnya saat ia menyadari aku serius. Sepertinya ada nada malu dibalik kejengkelannya. Aku mesti hati-hati karena berjalan maju saja sudah cukup sulit buatnya. Rambut tebalnya nya mulai basah kuyup. “Masuklah. tapi aku menundanya untuk kupikirkan nanti. Aku mengemudikan mobilku keluar parkiran.stepheniemeyer. Aku menurunkan jendela dan mencondongkan badan kearahnya. mempelajari bagaimana dampaknya pada 134 .” Dengan hati-hati aku menariknya mundur ke mobilku. dan ia tersandung pintunya. Aku menyalakan penghangat agar dia merasa lebih nyaman. “Aku sangat mampu menyetir sendiri ke rumah!” Tentu saja dia bisa—hanya saja aku yang tidak sanggup membiarkannya pergi. Sesaat dia berdiri kaku.com “Akan kuminta Alice mengantarnya sepulang sekolah nanti. tapi kemudian membuka pintu dan masuk. Air menetes-netes dari rambutnya. Ada banyak hal yang mesti dipertimbangkan menyangkut soal itu. Bella. lebih gelap hingga nyaris hitam. Tidak seharusnya aku mencari-cari alasan untuk menyentuhnya. Aku mengulurkan satu tangan.. dan tebakanku dia sedang menimbang-nimbang apa akan lari saja atau tidak. “Lepaskan!” Protesnya sambil memutar badan dan hampir tersandung. Dia tetap ngotot berdiri diluar meski hujan mulai deras dan aku tahu dia tidak suka dingin dan basah. “Aku tinggal menyeretmu lagi.Diterjemahkan dari: www. Aku harusnya lebih hati-hati lagi melihat keseimbangannya yang seperti itu.” Matanya menyipit. Itu membuatku teringat pada reaksi Ms. Kulepaskan dia sesampainya di samping mobil. sambil memperhatikan dia dari ujung mataku.” ucapnya dingin. sepatu bootsnya mendecit basah. Cope. dan menyetel musik dengan suara pelan sebagai background. Aku memperhatikannya baik-baik.” Aku masuk ke sisi pengemudi dan menyalakan mesinnya. “Kau kasar sekali!” “Pintunya tidak dikunci. Bibir bawahnya sedikit maju dengan ekspresi keras kepala. “Ini benar-benar tidak perlu.. tapi dia sudah berhasil menyeimbangkan diri sebelum pertolonganku dibutuhkan.” kataku sungguh-sungguh.

Pekat. Dia teman baikku. tapi lebih cantik. dia terdengar lebih seperti orangtua ketimbang anak.” Aku juga ragu itu. memperhatikan hujan diluar sepertiku. keningnya mengerut.. dan dia juru masak yang sangat payah. “Dia sangat mirip denganku. Aku berusaha menelan rasa terbakar di tenggorokanku. Aku berhenti di depan rumahnya. “Ibuku punya sifat lebih terbuka. “Terlalu banyak Charlie dalam diriku. Kucengkram roda kemudi lebih kencang. apalagi dengan ayahnya yang kepala polisi.. Aku menarik napas hati-hati lewat hidung. Tahu-tahu dia melihat ke arah tapeku dan tersenyum.” Aku memperhatikan hujan di luar. 135 . Tidak.. “Clair de Lune?” Tanyanya. Bella?” Dia pasti lebih tua dari penampilannya. atau pernah tinggal kelas. Mungkin dia terlambat masuk sekolah. terlambat untuk khawatir darimana mana aku bisa tahu rumahnya. Pecinta musik klasik? “Kau tahu Debussy?” “Tidak terlalu. ini tidak akan terlalu mencurigakan di kota kecil seperti ini.. “Berapa umurmu. Sebelumnya aku berpikir bahwa kami berdua bertolak belakang dalam segala hal..” Suaranya berubah sayu. Aku tidak pernah berpikir bisa seperti itu.com perasaanku. memikirkan hal lain. “Dia tidak terlalu bertanggung jawab dan agak eksentrik. Lagi.. matanya melebar. Cope.” “Ini juga salah satu kesukaanku. “Ibuku sering menyetel musik klasik—aku cuma tahu yang kusuka. Ternyata aku punya kesamaan dengan gadis ini.Diterjemahkan dari: www.” dia melanjutkan. Sial.. mempertimbangkan hal itu. Bella tersenyum. dan lebih berani.” jawabnya. Aku menggunakan kesempatan ini untuk bereksperimen dengan bernapas. Hujan membuat aromanya lebih harum. tiba-tiba jadi membayangkan bagaimana rasanya.stepheniemeyer. mengingat kembali reaksi Ms.” Aku ragu itu. “Ibumu seperti apa?” Aku bertanya untuk mengalihkan perhatian..kalau itu sepertinya tidak. Dia terlihat lebih santai.

kecuali bahwa hal itu sangat cocok dengan kepribadiannya yang telah kupelajari.. “Aku.bagaimana seorang ibu yang tidak terlalu bertanggung jawab menjelaskan kedewasaannya Bella. Lebih bodoh lagi berpikir bahwa Bella mau memilihku.” Dia tertawa lagi. “Well... “Kau baik sekali. ibuku tergila-gila padanya..dan Phill lah yang ia mau.” katanya.” “Kau tidak kelihatan seperti berumur tujuh belas. harus ada yang menjadi orang dewasanya. Dari segala yang kutangkap tentang dia. Atau tertarik? 136 .aku rasa begitu. Itulah kenapa dia tidak suka diurus—dia merasa itu tugasnya.. Aku buru-buru mengganti topik. dan aku tidak bisa membuat suaraku tetap santai saat menanyakannya.com “Tujuh belas. untuk menjadi pengawas..dia sangat muda untuk umurnya. Kurasa Phil membuatnya merasa lebih muda lagi.” “Apa?” “Apa dia juga akan bersikap sama denganmu? Tidak perduli siapapun pilihanmu?” Itu pertanyaan konyol. Sungguh bodoh mempertimbangkan ada orang tua yang akan merestui anaknya denganku. Dalam beberapa hal..” Dia tertawa. “Apa kau setuju?” “Apa itu penting? Aku ingin dia bahagia.aku jadi berpikir. dia menangkap lebih banyak tentang diriku.. “Kenapa?” “Ibuku selalu bilang aku terlahir dengan umur 35 tahun dan makin mendekati paruh baya tiap tahunnya.. “Kau sendiri tidak kelihatan seperti murid SMA.” jawabnya terbata-bata. mungkin karena tatapanku. Takut.” Ketidak egoisan tanggapannya mungkin akan mengejutkan aku.” Itu menjelaskan beberapa hal. “Ibuku..” Dia menggeleng dengan tatapan senyum..stepheniemeyer. membuyarkan lamunanku. Aku menyeringai.Diterjemahkan dari: www.. Aku bisa melihatnya sekarang.. “Jadi kenapa ibumu menikah dengan Phil?” Dia ragu sejenak sebelum menjawab. dan mendesah.. Dia harus dewasa lebih cepat.

kali ini tanpa dipikir. maaf. “Keluarga Cullen mengadopsimu?” “Ya. “Apa sekarang kau takut padaku?” Dia langsung menjawab. “Berarti dilarang jika orangnya terlalu menyeramkan.com “Tapi dia lah yang jadi orangtua. “Apa yang ingin kau ketahui?” Aku bertanya waspada.” Definisi yang jauh dari mengerikan kalau buatku. “Menurutmu apa aku bisa menyeramkan?” tanyaku padanya sambil berusaha tersenyum. Dia mengkhawatirkan aku. “Apa yang terjadi dengan orangtuamu?” Ini tidak terlalu sulit.Diterjemahkan dari: www. Aku bertanya-tanya bagaimana perasaannya jika kuberitahu bahwa dia sedang bicara dengan seorang vampir. Aku tersenyum kecut.” gumamnya. apakah sekarang kau mau cerita tentang keluargamu? Pasti jauh lebih menarik daripada ceritaku. “Lantas apa definnisimu?” Dia selalu menanyakan pertanyaan yang keliru.stepheniemeyer. Dia mempertimbangkan dulu sebelum menjawabnya dengan nada serius.” “Oh. 137 . dalam kondisi apapun. bahkan aku tidak perlu berbohong. paling tidak.” Dia bimbang sebentar. Aku buru-buru membuang bayangan itu. Jadi agak beda. Aku tidak berpikir dia sepenuhnya jujur. “Mereka sudah lama meninggal.” Aku juga serius. Paling tidak dia tidak terlalu takut hingga ingin pergi.” Aku jadi lebih mudah tersenyum. “Tidak.kupikir kau bisa. kalau mau. “Jadi. kemudian bicara dengan suara pelan. Sesuatu yang tidak ingin kujawab. “Apa maksudmu menyeramkan? Banyak tindikan di wajah dan tatoo di sekujur badan?” “Kurasa itu salah satu definisinya.. tapi dia juga tidak sepenuhnya bohong. Atau lebih bisa dibilang pertanyaan yang tepat.. “Hmmm.” Dia menyeringai padaku.” lanjutnya.” Lebih menakutkan. jelas khawatir telah melukaiku.

“Dan kau mungkin juga ingin trukmu kembali sebelum ayahmu pulang. “Cuaca nya bagus untuk berjemur.” “Kau sangat beruntung. sepertinya kau harus pergi. kecewa karena karena waktuku dengan dia hampir habis.” Aku menyeringai teringat bagaimana dia merasa malu tadi dalam gendonganku.” “Aku tahu.” Aku melihat ke hujan yang turun deras. Tidak ada rahasia di Forks. Aku tertawa mendengar ungkapannya. “Aku yakin dia sudah dengar.” Dia tidak bergerak. soal orangtuaku. jadi kau tidak perlu cerita tentang insiden di kelas biologi tadi.stepheniemeyer. Dia akan menikmati itu. “Tidak. sangat suka itu. tahu cuaca seperti ini tidak akan berlangsung lama.” aku meyakinkannya. akan kesal jika harus berdiri di tengah hujan menungguku. Aku tidak bisa membayangkan dua orang yang lebih baik..com “Aku tidak terlalu ingat mereka. “Apa aku akan bertemu dengamu besok?” Perasaan khawatir di nadanya membuatku senang.” Dalam kondisi itu. “Saudara-saudaraku. “Dan saudara-saudaramu?” Jika aku membiarkannya bertanya lebih jauh.tapi dengan kondisi seperti ini. Dia tidak ingin cepat-cepat berakhir juga.” Dia menyebut nama kota Forks dengan nada sebal yang kentara. aku terpaksa berbohong. Aku melirik ke jam.” “Dan kau menyayangi mereka?” Aku tersenyum.” Sekarang aku marah pada diriku sendiri karena telah membuat rencana itu. iya. Aku sangat. tidak ada lagi istilah terlalu banyak berburu. 138 . dan beraharap—lebih dari biasanya—bahwa cuaca akan seperti ini terus. Jasper dan Rosalie. keberuntunganku tidak bisa diingkari. Tidak ada rahasia. Aku bisa membatalkannya. sori. Dan keluargaku sudah cukup khawatir dengan tingkahku tanpa perlu kutunjukan betapa obsesifnya aku sekarang. “Sejak lama Carlisle dan Esme sudah jadi orangtuaku.Diterjemahkan dari: www.. Emmet dan aku memulai akhir pekan lebih awal. “Selamat bersenang-senang di pantai.” Paling tidak akan begitu pada hari sabtu.” “Oh. tentu saja. “Ya.

” Dia mengatakannya setengah hati.. kemudian sambil tersenyum melihat dia berjalan menjauh. Kalau begitu selamat besenang-senang. Dan tetap saja. Bella. melirik kunci yang ada di genggamanku. adalah hal yang diakibatkan jika bersama denganku. Dia terlalu lembut dan rapuh.stepheniemeyer. Jadi. Aku terlalu mencintaimu. “Akan kuusahakan. hal yang paling buruk yang mungkin terjadi. Mirip kucing marah yang berpikir dirinya adalah seekor macan. berharap dia tidak melihat kesedihan di mataku. lari. Ketidak semangatannya lagi-lagi membuatku senang. Aku membuka telapak tanganku. Dia mengangguk. Itu juga bagus. “Maukah kau melakukan sesuatu untukku akhir pekan ini?” Tanyaku serius. Buat tetap santai. tapi kau sepertinya tipe orang yang menarik bahaya seperti magnet. “Kami mau hiking ke Goat Rocks Wilderness. Apapun bisa terjadi padanya. matanya melebar dan bertanya-tanya pada kesungguhanku. 139 . Saat memandangnya. Dia tersinggung dengan ucapanku.cobalah untuk tidak jatuh ke laut atau terlindas apapun. tidak perduli apa yang akan terjadi padanya disana. “Oh.com “Apa yang kalian lakukan?” tanyanya. “Jangan tersinggung.” ucapnya ketus sambil mendelik marah kemudian meloncat keluar kebawah guyuran hujan dan membanting pintunya keras-keras.. Lari. demi kebaikanmu dan aku. yang baru saja kuambil dari kantong jaketnya. aku merasa menderita pada pikiran akan berpisah dengannya walau hanya untuk sebentar. kedengarannya tidak terlalu senang dengan rencanaku.” Emmet sangat bernafsu dengan musim beruang. Kuharap keadaan dia jauh lebih baik saat jauh dariku. oke?” Aku tersenyum sebentar.Diterjemahkan dari: www. Rasanya terlalu ceroboh untuk melepasnya dari pengawasanku. sebelah selatan Rainier.

seperti Ms. tapi berhubungan erat dengan itu. Aku sama sekali tidak tahu jika Bella tertarik padaku. dan kemudian bagaimana aku memegang dagunya dengan jari-jariku? Menyingkap rambut gelapnya yang menutupi wajah meronanya dengan tanganku.. Napasku makin memburu. Tidak sama dengan cinta. api merayap membakar tenggorokanku. Dia pernah menyentuh kulitku yang dingin. Aku membiarkan jendelanya tetap tertutup. dimana aku bisa 140 . Bagaimana jika Bellalah yang sedang membayangkan bagaimana tanganku memeluk tubuh rapuhnya? Merasakan dirinya ditarik lebih rapat ke pelukanku. menyelipkannya ke balik telinga? Menelusuri bibirnya yang penuh dengan ujung jariku? Mendekatkan wajahku padanya.. Lagipula.stepheniemeyer. syok. walau tidak tahu apa tepatnya. Itu bagus. Melody Aku masih harus menunggu dulu setelah sampai di sekolah. karena ada yang mesti kupikirkan. berusaha membiasakan diri dengan kuatnya api yang membakar tenggorokanku. apa ada batasannya yang pada akhirnya akan kucapai?) Aku coba membandingkan respon fisiknya Bella dengan respon fisiknya orang-orang lain.. Bella sangat tahu ada sesuatu yang salah dengan diriku. Jam pelajaran terakhir belum selesai. Ada begitu banyak arti dan tingkatan. atau cemas. juga tidak cocok jika Bella sampai membayangkan jenisjenis imajinasi yang biasa dipikirkan Jessica. Tapi. Daya tarik. Tapi tetap saja. dan aku butuh waktu sendirian. membiarkan aromanya menyerangku. kemudian menarik tangannya begitu merasakan dinginnya.com 7. Aku mengingat lagi segala fantasi yang biasanya menjengkelkanku. tapi kini menggantinya dengan membayangkan Bella di posisi Jessica. Aromanya masih tertinggal di dalam mobil. Ada begitu banyak sisi. Bagaimanapun. (Mungkinkah kesunyian pikirannya akan terus membuatku makin frustasi sampai akhirnya membuatku gila? Atau. Itu hal yang rumit untuk direnungkan. Ciri-ciri yang sama—perubahan detak jantung dan irama napas—juga bisa merupakan ciri dari rasa takut. pebandingannya tidak meyakinkan.Diterjemahkan dari: www.. Cope dan Jessica Stanley.

ingatan suram yang makin kabur tiap dekadenya. Yang paling kuingat adalah ibuku. supaya bisa merengkuhnya dalam pelukanku tanpa harus membahayakan nyawanya.. Aku sangat ingin bisa 141 .. Aku tidak punya pengalaman yang bisa kubandingkan.Diterjemahkan dari: www.. Perang besar menghiasai seluruh masa remajaku.. Samar-samar aku ingat bagaimana dia sangat membenci keinginanku menjadi prajurit. pikiranku dipenuhi dengan kebanggaan seorang prajurit. Ini sama sekali baru untukku. Pengejaranku padanya tidak masuk akal. Selain hal itu. Pertanyaan yang benar adalah: apa sebaiknya aku menginginkan Bella untuk tertarik padaku seperti itu? Dan jawabannya adalah tidak.com merasakan kehangatan napasnya di mulutku? Lebih dekat lagi. Dia berdoa setiap malam agar 'perang yang mengerikan' itu cepat berakhir. Apa aku menginginkan Bella tertarik padaku. Selain cinta ibuku. Hubungan seperti apa yang bisa kutawarkan ke dia jika aku tidak bisa menanggung resiko menyentuhnya? Aku menunduk dan menutup mukaku dengan tangan. Karena aku bukan pria-manusia. Ingatan yang kumiliki selama menjadi manusia sangat kabur. seperti yang kuketahui ketika Jessica membayangkan hal ini. aku mendambakan bisa menjadi manusia. Dengan segenap raga.stepheniemeyer. itu tidak adil buatnya. tidak ada lagi cinta yang membuatku ingin tetap tinggal. selama yang bisa kuingat. dan kurasakan kepedihan purba ketika mengingat wajahnya. mengetahui.. tidak ada lagi kenangan indah yang bisa kuingat. Ketertarikan itu bagai buah simalakama. apa yang akan terjadi jika aku sedekat itu dengannya. Dan aku baru jalan sembilan bulan dari ulang tahunku yang ke-18 ketika wabah influensa merebak. seperti seorang perempuan pada pria? Itu pertanyaan yang salah.. Cintaku pada Bella awalnya murni. Ketika itu.. Tapi kemudian aku menyentakan diri dari bayangan itu. Supaya aku bebas membayangkan apa saja dalam fantasiku. tapi kini mulai keruh. karena aku sudah terlanjur terlalu tertarik pada Bella dengan cara yang paling buruk.. dan mataku yang menyala merah oleh darahnya. Fantasi yang tidak perlu berakhir dengan darahnya di tanganku. Lebih membingungkan lagi karena aku belum pernah merasa semanusia ini seumur hidupku—bahkan tidak ketika masih manusia.

. pokoknya begitulah.Diterjemahkan dari: www.” Hah? Aku terkekeh.. Alice menyelinap ke sisiku dengan tangan terbuka meminta kunci truk Bella. “Kau harus menerangkan alasannya.. kekuatannya yang tidak normal. “Aku cuma melihat aku melakukannya. “Oh.” Yang lain kemudian datang. Aku memandangi tanganku yang putih. Ini pertama kalinya. “Menggotong orang sakit. Jasper masih sulit mengendalikan diri. gadis itu lagi?” Aku menyeringai... aku kesal darahnya terasa manis untuk mereka. dia menyadari aroma Bella cukup mengundang selera.. aku cuma komentar. tapi kemudian ia mengambil napas dan mendapati aromanya di mobil..com menyentuhnya... iya kan?” Suara geraman langsung keluar dari mulutku sebelum kata-katanya berakhir. Marahnya masih belum reda. kau tidak sadar aku datang. batin Emmet ketika ia menyelinap masuk ke mobil. “Hmmm. Tapi efeknya bagi mereka tidak sampai sepersekian dari yang kurasakan.” katanya samar-samar seperti kebiasaannya. yang bisa kudengar cuma celaannya. kau kelihatan aneh belakangan ini. Goff pasti mengira kau pakai narkoba.memberi pertolongan. Kemudian aku terloncat ketika tiba-tiba pintu belakang terbuka. “Berani taruhan Mrs. Seperti Emmet. Respon spontan. Darimana saja kau tadi?” “Aku tadi.. Aku juga tidak suka dengan reaksi Jasper. Edward.stepheniemeyer. membenci kekerasannya. Perkembangannya makin aneh.” Dia menghirup lagi. Entah apa masalahnya. “Tenang.” Itu membuatnya makin bingung. “Kau tahu sendiri. Wah. Rosalie langsung menyadari aromanya dan memelototiku. Tetap saja. aku berusaha meyakinkan diriku sendiri.” 142 . baunya memang lumayan. dinginnya. Apa dia merasakan hal yang sama? Itu tidak penting.

Alice masuk ke kursi belakang dan kami kembali ke rumah. sedang bersenandung di depan rencana bangunan yang baru ia rancang.stepheniemeyer. Tidak akan lama lagi.com “Ini bukan berarti—” “Aku tahu. dekat Emmet dan Jasper.” Aku mendesah dan menyerahkan kuncinya. Bisa kudengar dia sedang berusaha memutuskan. untuk pertama kalinya setelah sekian lama. Jalanan kosong. Sementara itu Jasper menjaga ekspresinya tetap datar saat ia memakan Ratu andalan Emmet. Tidak ada pikiran yang bisa didengar. Kami sama-sama masuk ke rumah. tapi dia tidak melihat keluar. begitu lebat hingga mungkin Bella tidak akan mendengar raungan mesin truknya. Rosalie meringkuk dengan marah yang terpendam di sofa. Dan aku. agar layarnya bisa merespon temperatur dingin kami). Aku melihat ke jendelanya. apa sebaiknya ke garasi saja. Aku bisa mendengar monitornya menyala. untuk menyetel mesin BMWnya lagi. Dia kini sibuk dengan komputernya. Tapi Rosalie tidak menemaninya hari ini. cuma tinggal Alice yang mau bermain denganku. Alice menjulurkan kepalanya ke balik tembok sebentar untuk memberitahu Jasper langkah Emmet berikutnya—Emmet duduk di lantai memunggunginya. lalu sibuk dengan kegiatan masing-masing. memberi saran potongan dan warna sembari jari Alice menari di layar sentuhnya yang sangat sensitif (Carlisle dan aku mesti mengutak-atik sistemnya. Esme di lantai atas. Padahal biasanya dia berdiri di belakang Alice.Diterjemahkan dari: www. Mungkin dia tidak disitu. Membuatku murung tidak bisa mendengar apa-apa untuk mengecek keadaanya—untuk memastikan dia senang. duduk 143 . Sebagai gantinya. aku tahu. menggabungkan empat papan catur jadi satu—memanjang sepanjang tembok belakang—dengan aturan rumit yang mereka buat sendiri. jadi cuma butuh beberapa menit. Aku mengikuti dia ke rumah Bella. Aku akan menunggu. Mereka tidak mengijinkan aku ikut main. Hujan turun sangat deras. Alice sedang mengerjakan proyek fashionnya untuk pakaian Rosalie. Emmet dan Jasper meneruskan permainan caturnya yang rumit. hingga membuatku malu. atau paling tidak aman. mengganti-ganti chanel TV layar datar di depannya denga kecepatan dua puluh chanel pedetik tanpa henti.

Aku mulai main lagi. Sudah lama sekali. duduk di anak tangga paling atas. merasa senang karena terdengar jauh lebih baik dari yang kubayangkan. mengikutinya dengan alunan bass. Dia secepat kilat turun. dan bisa kudenar kebingungan Esme. Rosalie sendiri sudah bangkit berdiri dan berjalan keluar. membiarkan melodi utamanya mengalir. kemudian menggeliat masuk ke bawah mobilnya seakan mau mengubur diri dibawah situ. Rose?” Emmet memanggilnya. Senyum lebar muncul di wajahnya. Setelannya masih sempurna. Emmet dan Jasper ikut menoleh. Kubiarkan melodinya mengalir ke arah yang baru. Jari-jariku mengalir lembut mencoba nadanya. Edward bermain lagi. 144 . lebih pada marah daripada malu. Edward. Aku mulai memainkan baris pertama dari alunan nada yang tadi mendatangiku sewaktu di mobil. matanya nyalang marah besar. Edward menciptakan lagu lagi? Batin Rosalie. dia kelepasan. “Jangan berhenti. Aku bisa melihat kenapa belakangan ini ia memusuhiku.” Esme menyemangati setelah suasana sempet tegang. Dia terus saja berjalan kesal ke garasi. kembali memunggungi Rosalie sembari berusaha keras menahan seringaiku. menelengkan kepalanya ke samping. Alunan yang indah. aku akan memburumu seperti anjing.Diterjemahkan dari: www. dan aku sudah tertawa sebelum bisa kutahan. Dia bangkit dari meja dan berjalan tanpa suara menuju tangga. dan menyandarkan kepalanya pada pegangan tangga. Esme menghentikan pekerjaannya. dan aku bisa membaca alasan utama kemarahannya. pikir Esme gembira. dan dia menggertakan giginya dengan sengit. Pada Rosalie. Tepat pada saat itu. Lagu baru. Rosalie memelotiku. tentu saja cukup malu.com di depan grand piano indah yang ada di seberang pintu masuk. Aku tertawa lagi. selalu tentang kesombongan. gelak tawa yang sudah pecah sebelum tanganku sempat menutup mulut. Kalau kau sampai buka mulut. Tapi. Diatas. Esme mendesah bahagia. Rosalie tidak menengok. Musikku terhenti. Aku menambahkan harmonisasi baru.stepheniemeyer. menatap aku dan Rosalie bergantian. “Ada apa. kenapa membunuh Isabella Swan tidak mengganggunya sama sekali.

com “Tentang apa itu tadi?” Emmet bertanya padaku. “Teruskan lagunya.” “Apa cerita dibaliknya?” tanyanya dengan senyum. dan saat melihatnya.. “Ya. tapi entah kenapa tidak pas. meletakan tangannya keatas pundakku. “Lagu nina bobo.stepheniemeyer.” Aku menambahkan baitnya ke dalam harmoni—jari-jariku kini menari di sepanjang tutsnya untuk menyatukan potongan-potongan itu jadi satu—menggubahnya sedikit. “Aku suka. alunan berikutnya muncul begitu saja. Ceritanya tentang seorang gadis yang terlelap di sebuah ranjang sempit.. kukira.nina bobo. Aku mencoba-coba bridgenya. perubahan apapun akan salah. Dengan suara ringan bagai tiupan genta.” bisiknya. Karena sang gadis-tidur telah sempurna sebagaimana adanya. Ada cerita dibalik melodi ini. aku bisa melihat bagaimana seharusnya akhir lagu ini. Alice beranjak duduk di sebelahku. dan acak-acakan bagai ganggang laut terhampar di atas bantal. 145 . Dia menangkap suasananya. Aku mengabulkan permintaannya. ia menyenandungkan alunan nada dua oktaf lebih tinggi dari melodiku. “Aku sama sekali tidak tahu.” Aku berbohong. Dengan suara Alice meliuk tinggi dan membawanya ke tempat lain.” kataku mengomentari.” Akhirnya aku bisa menemukan bridgenya. “Belum. Apa sudah ada judulnya?” tanya Esme. membawanya ke melodi yang lain.. “Tapi bagaimana jika begini. Ini membuatnya sangat senang.. Emmet menggerutu frustasi. “Lagu yang cantik. Itu sangat egois. tapi belum lengkap. Tapi aku bisa melihat bagian akhirnya.” Esme mengulangi pada dirinya sendiri. hidup begitu saja. sempurna. dan aku jadi merasa bersalah telah menelantarkan musikku begitu lama. Lagunya mulai terbentuk. berambut gelap. Esme pindah ke belakangku. dan ikut bernyanyi. Dengan mudah lalu menghantar ke bait selanjutnya. Tanganku baru saja terhenti.Diterjemahkan dari: www. tebal. “Ini lagu.” Esme mendesak lagi... Esme meremas bahuku.

“Terima kasih. berubah khidmat. “Edward hanya bersikap sopan. tak perduli betapa besar kemungkinannya akan berakhir tragis. Setiap ibu punya pikiran yang sama tentang anak mereka. Perkataannya. Kemudian aku menyenangkan hatinya dengan memainkan “Chopsticks. pikirnya tiba-tiba. “Tapi aku bisa melihat kau tidak bakalan cerita. Aku mendesah. Esme masih sangat gembira karena setelah sekian lama akhirnya ada yang bisa menyentuh hatiku. Cinta tidak selalu datang dalam kemasan yang umum. Alice.” “Tidak. ternyata menghiburku.com Alunan nadanya kemudian melayang menuju kenyataan itu. Esme mengelus rambutku. meski terdengar mustahil. Kau adalah yang terbaik dan paling cemerlang diantara kami semuanya. dan kemudian aku menundukkan kepala ke atas tuts piano. Mom.” “Tapi aku ingin tahu. mengejutkan aku dengan arah pikirannya. Edward. “Kuharap kau mau memberitahu apa yang tadi kau tertawakan pada Rose. Kau. anakku. Kau pantas mendapatkan kebahagiaan. Takdir berhutang padamu. Semua akan baik-baik saja. “Jaga sikapmu. kemudian mengehela napas. seperti alunan nada yang dikumandangkan di bawah gema lengkung katedral. Sebelum ini dia mengira aku akan selamanya sendirian. kau membuatku tersipu.” godaku dengan canda. Kumainkan nada terakhir. Aku tertawa ironis.” Esme mengingatkan. diantara siapapun di dunia ini.Diterjemahkan dari: www. Dia tersenyum. Suara Alice pun ikut turun.” aku tersenyum dan menyelesaikan melodinya yang sederhana bersamanya..” ujarnya.” Dia tertawa geli. Alice tertawa dan memainkan sepenggal lagu “Heart and Soul. Tapi tidak bisa kubayangkan ada orang yang begitu lambannya hingga tidak menyadari betapa menariknya dirimu. barangkali adalah yang paling siap menghadapi kesulitan ini.” 146 .stepheniemeyer. “Hentikan. Jika dia gadis yang cemerlang. Dia pasti mencintaimu.” Dia menggelitik telingaku dengan jarinya. berharap bisa mempercayainya. Akan ada jalan keluar yang terbaik.” bisikku. melambat dan semakin lambat..

Dan itu tidak berubah seiring transformasinya jadi seperti sekarang. Apa dia akan lebih bahagia jika kecantikan tidak selalu menjadi andalannya? Tidak terlalu egosentris? Lebih murah hati? Well. dan dia selalu menjadi yang paling cantik. Rosalie beranggapan bahwa jika aku tidak menganggap kecantikannya pantas dipuja.sampai hari ketika akhirnya aku menemukan seseorang yang kecantikannya menyentuhku dengan cara yang tidak ia dapatkan. Maka tidak terlalu mengejutkan—mengingat kebutuhannya itu bisa dianggap sebagai sifat bawaan—dia merasa tersinggung ketika aku. Kasusnya berbeda dengan Jasper dan Carlisle—mereka berdua sudah lebih dulu jatuh cinta.” Dia meremas pundakku lagi..Diterjemahkan dari: www. Bukannya dia keberatan. Aku tidak perlu berkonsentrasi untuk memainkan lagu yang sudah sering kumainkan ini. Karena aku baru saja bisa merasakan cemburu itu seperti apa. dia selalu jadi pusat perhatian.stepheniemeyer. dia justru menyukai perhatian itu lebih dari segalanya. sebuah lagu yang kudedikasikan untuk rasa cinta yang kutangkap diantara Esme dan Carlisle selama ini. dan aku menyeringai sendiri. maka jelas tidak ada kecantikan di bumi ini yang akan sanggup menjangkauku. sebaliknya. baginya itu tetap menjengkelkan bahwa aku tidak menginginkan dirinya. yang masih menderita memikirkan aibnya di garasi. mungkinkah kehidupan dan kepribadian Rosalie akan berbeda seandainya dia tidak selalu menjadi yang paling cantik. “Ini. Dia terbiasa diinginkan. Dan. Sebagai gantinya. Tentu saja. aku jadi sedikit merasa kasihan padanya. aku memikirkan Rosalie.com Aku tertawa mendengar rengekannya. Kupikir kebencian lama itu telah terkubur. sejak pertama kali bertemu. dia memang sudah lupa. sepertinya sia-sia. bahwa dia telah lama melewatinya. Aku membayangkan.” dan mulai memainkan lagu kesukaannya. Dia sudah 147 . sudah terjadi. “Terima kasih. Bahkan ketika masih manusia. tidak berhubungan dengan siapapun. kecemburuannya beribu-ribu kali lebih dangkal dibanding kecemburuanku. sayang. Kemudian aku berkata. Walau bagaimanapun. Esme. tidak memuja kecantikannya seperti yang ia harap semua pria memujanya. dan tetap saja bergeming. Yang terjadi. Sedang aku. Rasanya sangat tidak mengenakan. Tapi itu bukan berarti dia mendambakan aku dalam konteks romansa—jauh dari itu. Kecemburuan dia lebih mirip dengan kisah serigala dan tiga babi..

Buah dari cemburu. Alice mengerutkan dahi melihat ekspresiku. “Kau siap. “Mereka tidak pernah berburu disini. Senin pagi. Emmet?” “Kupikir kita akan pergi besok pagi?” 148 . dengan ketajaman intuisi perempuannya. dan kemudian bangkit berdiri. Edward. “Apa. Bagaimana mungkin dia bisa mempercayai itu? Itu sangat tidak masuk akal buatku. “Minggu depan Peter dan Charlotte akan datang mengunjungi kita! Mereka akan lewat di sekitaran sini. “Jasper. dan tanganku langsung membeku di satu nada. “Itu betul. Alice cemberut tidak suka.stepheniemeyer. Edward?” tanya Esme saat merasakan ketegangan di bahuku. “Tenanglah. “Oh!” Alice tiba-tiba berkata. bukankah itu menyenangkan?” “Ada apa. Kau tahu itu. “Kapan?” tanyaku. melihat bagaimana penilaiannya tentang Bella. pasti itu. Rosalie sangat-sangat tersinggung bahwa aku bisa menemukan seorang manusia biasa yang kuanggap lebih menarik dibanding dirinya. Tidak akan ada yang akan menyakiti Bella. Alice?” tanya Jasper. Dia sudah menebak. Dia memutar bola matanya ke aku. Mereka tidak bisa dipercaya dengan adanya Bella. pada ketertarikanku yang tidak kusadari. Rosalie sungguh-sungguh berpikir gadis itu biasa-biasa saja. Ini kunjungan pertamanya sejak Bella datang.Diterjemahkan dari: www. coba tebak?” Aku melihat apa yang barusan ia lihat. dan darahnya yang manis bukan cuma mengundang seleraku. mereka berburu seperti vampir kebanyakan. “Peter dan Charlotte akan datang ke Forks?” Aku mendesis pada Alice. Meskipun sebetulnya sedikit mengesalkan juga. Aku menahan dorongan untuk tertawa lagi.com mulai uring-uringan sejak saat aku menyelamatkan Bella.” Gigiku langsung menggertak. tapi memberitahu apa yang kubutuhkan.” Tapi vampir yang bisa dibilang saudara Jasper dan vampir kecil pasangannya berbeda dengan kami.” aku sependapat. Ini bukan kunjungan pertamanya.

Cakar tajamnya merobek baju Emmet. Beruang itu melenguh keras. yang menjulang jauh 149 . kemudian mengeluarkan tutup botol dari kantongku dan meletakannya diatas piano. Aku pamit dulu dengan Rosalie.” pinta Esme. Beruang itu meraung dan juga Emmet meraung dari balik tawanya. hei Edward!” Dia berteriak balik.” “Oke. Edward. menyeringai dan melambai. dan mendecit menggaruk kulit Emmet. Otakmu benar-benar terganggu. Aku merenung sejenak. Terserah padamu kapan perginya. Esme dan Alice bertukar pandang. Beruang itu memanfaatkan kelengahannya dengan menyapukan cakar besarnya ke dada Emmet. “Oh. Aku mengangguk pada diriku dan memulai lagunya.” “Mainkan lagu baru itu untuk ku. Kemudian ia melontarkan dirinya ke arah beruang itu. Emmet sudah hampir selesai. itu akan singkat.” “Tentu.” Dengan suasana hati Rosalie sekarang. tertawa saat sambaran itu terpental dan membuat beruang itu mundur kaget. meski sedikit bimbang mengikuti alunannya menuju akhir yang tak terelakan—akhir yang membuatku sakit dengan cara yang tidak lazim.com “Kita akan kembali minggu malam.” aku setuju. Rose yang memberikan baju ini! Emmet mengaum balik pada beruang marah itu.stepheniemeyer. “Kalau kau memang suka.Diterjemahkan dari: www. sekali lagi. Dia memberi kesempatan pada beruang itu untuk menyambar kepalanya dengan ayunan cakarnya lagi. “Sepertinya aku memang begitu. batinnya ketika berjalan menuju pintu belakang. Aku menghela napas dan duduk dengan nyaman diatas sebuah batu besar. Itu agak menolong—sedikit kenang-kenangan dari jawaban 'ya' darinya. tapi tidak satupun bertanya. Oh sial. “Bukankah pernah ada yang bilang. jangan bermain-main dengan makananmu?” Aku meneriaki Emmet. Ini tidak akan makan waktu lama.

.” aku mengingatkan dia. “Sori. Beberapa menit kemudian. tapi dengan siapa lagi aku harus berkelahi? Kau dan Alice curang.. dan tertutup bulu-bulu. Aku tahu kau sedang melalaui masa sulit. Emmet sudah berjalan ke arahku. Saat dia mencakar.” Dia memperhatikan kemejaku yang rapih dan bersih. Hanya saja aku tidak makan seperti orang barbar. “Yang satu ini lumayan kuat.sensitif.. iya kan?” Emmet menyeringai padaku.” Dia menunggu aku menertawakan leluconnya. Selalu saja serius. dan mereka berdua jatuh ke tanah saling bergumul. Aku benar-benar berusaha untuk tidak terlalu kurang ajar. Apa yang mengganggumu sekarang? 150 . “Barangkali dia bisa memberiku sedikit petunjuk.com lebih tinggi dari Emmet saat beruang itu berdiri..” Emmet tertawa dengan tawanya yang menggelegar. Ada seringai lebar di wajahnya. membuat pohon cemara besar tumbang bersama mereka. robekrobek dan belepotan darah.” “Ini tidak bisa dimatikan. “Jangan dekati dia.” “Hidup itu memang sulit.stepheniemeyer. aku hampir bisa merasakannya.” “Tidak ada yang pernah bilang kau harus berkelahi dengan makananmu.” Humorku langsung lenyap. Rose tidak akan pernah mau rambutnya berantakan. lengket oleh getah. Akan lebih menyenangkan. “Kira-kira apa yang telah dilakukan gadis itu untuk menangkalmu?” renung Emmet. “Kuharap mereka lebih kuat. dan kemudian mengerutkan muka. Rambut ikal gelapnya tidak lebih baik. Emmet datang duduk disampingku. “Ayolah Edward. “Huu. Geraman beruang itu terhenti seiring bunyi tegukan.. Matikan itu sebentar dan bertarunglah secara adil.” “Ya.” Aku mendesah.” “Kau seperti anak kecil. agak merubah tumpuan badannya hingga mendadak ia sudah dalam posisi siap menyerang. dan Esme selalu marah jika Jasper dan aku mulai serius. “Bukannya tadi kau sedang mengikuti seekor singa gunung?” “Memang iya. Emmet. Bajunya rusak.” Aku menggeram lewat sela gigiku..Diterjemahkan dari: www. tapi itu pembawaan alamiku sama seperti bakatmu.

Diterjemahkan dari: www..atau jatuh dari tangga. menambahkan lagi satu ketakutan di daftarku. “Kecuali bahwa kau memiliki kontrol diri melebihi siapapun kecuali Carlisle.” Gigi-gigiku langsung menggertak. mencemaskan lebih tepatnya. Emmet. ingat? Paling banter dia akan kehujanan. “Apa kau pernah memikirkan bagaimana rapuhnya mereka itu? Betapa banyaknya hal buruk yang mungkin terjadi pada manusia?” “Tidak terlalu. “Woo.” aku memberungut. Tapi aku bisa menangkap maksudmu. Sungguh. Dari segala tempat yang bisa ia datangi. bagaimana baunya bagiku. dan badai! Ugh! Kapan terakhir kau menonton berita? Apa kau pernah melihat hal-hal seperti itu menimpa mereka? Perampokan dan pembunuhan. memikirkan bagaimana ada manusia lain yang akan melukainya.. membencinya lagi. Dan tentu saja akan langsung menuju Bella. Aku mengacuhkan leluconnya lagi.” Aku mendelik pada tanganku..” Dia tertawa keras-keras. dia berakhir di kota dimana populasi vampirnya cukup besar. ya kan?” “Beruang.atau jatuh sakit—kena wabah!” kata-kata itu berhamburan tidak karuan. Jadi bukannya itu beruntung?” “Dengan aroma seperti dia? Jelas itu sial. Dan mungkin saja ia bertemu beruang. Coba lihat bukti-buktinya.” Emmet terkekeh. Dan kemudian. mendadak sangat murka hingga tidak bisa bernapas...! Tahan disitu.com “Memikirkan tentang dia. Lagi-lagi beruntung. “Aku rasa dia punya masalah serius dengan kesialan.” Dia mengangkat bahu. “Banjir. Dia hidup di Forks.” “Coba bayangkan sebentar bahwa Rosalie adalah manusia.stepheniemeyer.. Rasanya lega sudah mengeluarkannya—hal itu membusuk dalam diriku sepanjang akhir pekan ini... bukan.” “Mobil van waktu itu?” 151 . “Kau kedengaran seperti orang gila. “Benarbenar kebetulan..” “Ya.. lebih sial lagi.” “Apa yang perlu dicemaskan? Kau ada disini.. tapi kita vegetarian.. Emmet.woo. tapi menjawab pertanyaannya. seandainya ada beruang kesasar ke kota. Dulu aku sama sekali bukan tandingan beruang itu. Well.atau tersambar petir. gempa. boy.

” “Aku tidak tahu apa masalah dia. kan? Kau juga tidak akan tergoda untuk membunuhnya lagi. dan terdengar suara pecahan keras saat batu besar itu retak. Kami berdua tahu Rosalie akan melakukan apa saja.” Dia mendesah. “Jujur saja. “Well. Dia sedang membayangkan wajah Bella lagi. Jujur saja. aku tidak mengerti bagaimana kau bisa tertarik padanya.stepheniemeyer.” “Aku sama sekali tidak keberatan.” jawabnya mudah. Dia membayangkan gadis itu di kepalanya. “Itu menyelesaikan segala kecemasanmu.” Aku berbohong dengan seringai lebar.. Nada suaranya menambahkan tentu saja. 152 .. Bukankah itu solusi yang paling baik?” “Untukku? Atau untuknya?” “Untukmu. tapi kini wajahnya jauh lebih putih dan matanya merah terang.” “Betul begitu? Bukankah itu hal paling sial yang mungkin manusia terima—mendapati seorang vampir jatuh cinta padanya?” Emmet mempertimbangkan hal itu sejenak. jika itu bisa membuatnya menjadi manusia lagi. Aku tertawa datar. tapi pikirannya beralih ke hal lain. Itu beruntung.” kataku dengan suara tercekik. Bahkan menyerahkan Emmet.” Emmet menggerundel. Dia coba menjatuhkan aku dari atas batu. Berani sumpah. Em. Aku menunggu dia mencoba lagi. “Jawaban yang salah.” kataku kasar. dan menemukan sosoknya tidak menarik. “Curang.. seakan dia punya daya tarik seperti magnet. Emmet.Diterjemahkan dari: www. menyerahkan apa saja. aku juga tidak bisa meliat ada yang menarik dari Rosalie..” “Tapi kau ada disana.” “Rosalie iya.” “Kau harusnya melihat bagaimana van itu mengejarnya. lagi dan lagi.” Emmet terkekeh. dia terlalu menganggap dirinya yang paling cantik dan tidak bisa melihat ada perempuan cantik lain. Kemudian aku melihat niatnya tepat pada waktunya untuk bereaksi.com “Itu tidak sengaja. “Apa kau akan bilang bahwa dia itu. “Tidak.

..” aku mengakuinya agak malu-malu.mencintai dia? “Aku bahkan tidak bisa menggambarkannya. Aku menghela napas. “Aku bahkan tidak berani memikirkan hal itu.. “Aku sedang mencari cara untuk. Aku tidak ingin menghancurkan hidup Bella. Pikiran itu membuatku gelisah. Kau betul-betul. aku tidak sabar ingin segera kembali agar bisa cepatcepat memainkan peran itu selama mungkin. dia kedengarannya terlalu rapuh. dari pada jika aku pergi.” Emmet bukan orang yang bijaksana. dengan tanda kutip.bukankah kau ingin.. Bagiku tidak ada artinya lagi seisi dunia ini jika tanpa dia. “Aku ingin cepat-cepat kembali ke Forks dan melihat keadaannya. Hanya saja aku tidak mengerti bagaimana caranya untuk menjauh.Diterjemahkan dari: www. Edward. “Percayalah—itu juga aku tahu.. Bella lebih aman dengan adanya aku di dekat dia. jika kau mencintainya. jika itu adalah Rosalie?” Emmet merenungkan itu sebentar. Tiba-tiba saja..” Dengan kepuasan mendalam.” Tapi kau tidak mau merubahnya? Dia tidak akan hidup selamanya. Aku tidak boleh. Emmet.com “Ya. Kau sedang memikirkan apa? “Sekarang ini.untuk meninggalkan dia.” bisikku. dong? “Aku tidak tahu.” Wow.. Dia tidak bisa mengerti bagaimana seseorang bisa mencintai tanpa aspek itu.” “Aku tidak bisa. well menyentuhnya.. sangat ingin untuk tidak kurang ajar. Apa kau bahkan bisa menyentuhnya? Maksudku. Emmet menyadari perubahan ekspresiku. aku bisa jadi pelindungnya. seperti yang kau bilang. Dan. lantas apa pilihanmu.stepheniemeyer.. dengan berkunjungnya Peter dan Charlotte. Bukankah kau juga akan merasa begitu. Rosalie pasti keberatan. Untuk sementara. dan pembicaraan serius bukan keahliannya.. Gadis ini segalagalanya bagiku.. mendadak aku sadar. Dia berjuang keras sekarang.. “Aku tahu itu..” 153 .” erangku. Aku tidak tahu apa sanggup bertahan sampai minggu malam.” Emmet dan Rosalie mengungkapkan cinta mereka lewat kedekatan fisik yang intens.. Emmet. keputusanku untuk tinggal adalah tepat—paling tidak untuk sekarang.

“Baiklah. sampai-sampai aku 154 . akan kucoba. membiarkan rasa haus membakar tenggorokanku. membuat sensainya jadi lebih kuat lagi sekarang. “Peter dan Charlotte bisa menjaga sikap mereka.Diterjemahkan dari: www.” Aku menggeleng tegas. Bella sedang tidur pulas saat aku memanjat jendela kamarnya pada senin dini hari. Aku akan pulang hari minggu. dia akan berkeliaran di hutan di waktu yang salah dan—” aku langsung membuang jauh-jauh pikiran itu.” kataku ragu. Tidak ada yang terasa betul saat jauh darinya. Aku sudah lama tidak merasakannya. Betul-betul mirip orang gila. dan mulutnya sedikit terbuka.” “Lagi pula.” Emmet mendesah. bisa melihatnya lagi. Sungguh sangat lega bisa berada disini lagi. Meski begitu. dan jendelanya bisa terbuka lancar tanpa suara.stepheniemeyer.” “Aku tidak perduli. Waktu yang terbuang tanpa merasakan itu. juga bukan berarti segalanya benar saat aku bersamanya. Tapi aku tidak akan tinggal sampai lewat hari minggu. Aku bisa mendengar napasnya bergerak pelan keluar dan masuk diantara bibirnya. Emmet menepuk handphone di sakuku. “Alice akan menelepon jika ada tanda-tanda yang akan membuatmu kena serangan jantung. Dia sama tergila-gilanya pada gadis ini seperti kau. tidurnya lebih tenang dari terakhir aku kesini. Kali ini aku ingat untuk membawa pelumas. Biarkan Rosalie tenang dulu.” “Iya.com “Waduh-waduh! Kau tidak boleh pulang lebih cepat. tidak ada gunanya cepat-cepat pulang—matahari akan cerah.” Aku meringis pada hal itu. Aku sadar bahwa aku tidak akan benar-benar tenang kecuali kalau itu masalahnya. “Peter tidak terlalu baik dengan pengendalian dirinya. Dengan keberuntungan seperti Bella. termasuk godaannya. Aku menghela napas. Tangannya terlipat disamping pipi seperti anak kecil. Alice bilang kita akan libur sampai hari rabu. Tolonglah! Demi aku. Sangat lebih buruk. Bisa kulihat dari rambutnya yang tergerai halus di atas bantalnya. Emmet.

itu tetap menggangguku... Aku bisa menanyakan akhir pekannya—tentang perjalanannya ke pantai. Bibirnya terlihat sangat lembut dan hangat. Aku berusaha membayangkan dia dibawah sinar matahari di pantai. sesuai dengan perjanjian. Apa tadi malam dia punya janji dengan seseorang? Aku tersenyum kecut.stepheniemeyer. dan aku menyadari ada bekas lecet di telapak tangannya. Dia bukan milikku. Aku ingin tahu cerita-cerita di kepalanya. paling tidak. Dia kelihatan. aku akan tergoda untuk lebih mendekat lagi. dia bukan milikku—dan aku murung lagi. berusaha menjadi teman.. Aku bisa bertanya apa yang terjadi pada tangannya. Menyentuhnya lembut. Manusia selalu berubah tiap waktu—aku sedih memikirkan telah melewatkan sesuatu..Diterjemahkan dari: www. Aku takut jika sedekat itu.. Aku merasa jauh lebih tenang karena tidak mesti selamanya bertanya-tanya tentang misteri kecil ini. Dia terluka? Walau sadar lukanya cuma lecet kecil.. Aku bisa membayangkan menyentuhnya dengan ujung jariku. memperhatikan jika ada yang berubah. Mataku terus memandangi wajahnya.lelah.com takut untuk jongkok di samping tempat tidurnya agar bisa membaca judul buku-bukunya. yang lokasinya cuma beberapa menit jika berlari dari rumahku. Tapi aku lebih takut untuk melakukan itu ketimbang takut dengan hausku. Aku cuma tahu dari foto. Itu alasan yang paling masuk akal. Memang kenapa kalau dia punya janji? Aku tidak memiliki dia. Jelas itu kesalahan yang harus dihindari. Apakah dia merindukan aku. bahkan jika itu cuma sepersekian persen dari kerinduanku padanya. Salah satu tangannya bergerak. dan apapun yang ia kerjakan malamnya hingga membuatnya kelihatan letih. dia pasti jatuh. Kuperhatikan lokasinya. Sebuah tempat dimana 155 . Seakan tidak cukup tidur selama akhir pekan ini.. Aku tersenyum saat bertanya-tanya apakah kemarin ia terjatuh ke laut atau tidak. Apakah dia sempat memikirkan aku. Kami teman sekarang—atau. Dan aku bisa sedikit tertawa saat tebakanku betul. Bella menghabiskan waktu di La Push—tempat terlarang bagiku. Tidak.... merasakan bagaimana hal itu membuatku kesal. Kirakira apa dia menikmati tamasyanya. Gambaran itu tidak lengkap karena aku sendiri belum pernah ke pantai La Push. Aku merasa agak gelisah saat mengingat alasanku tidak pernah ke pantai indah itu.

aku tidak mungkin menyinggungnya saat bertemu dengan dia. Jadi. penasaran. Tidak ada yang perlu dicemaskan tentang itu. Selamanya aku tidak akan pernah tahu apa yang dia pikir dan lakukan disini.. Aku menggeleng. dimana dia menyentuh sebatang pohon tumbang. menuju ke semak pakis-pakisan.. ini jauh lebih mirip 156 . dan. Barangkali duduk disitu.. Sebuah tempat dimana rahasia kami diketahui. Bahkan jika Bella secara tidak sengaja berjumpa dengan para tetua itu. Yang bisa ia lihat hanya rerimbunan pakis dan pohon-pohon besar. Suku Quileutes juga sama terikatnya dengan perjanjian itu.com beberapa tetua masih ingat dengan cerita tentang keluarga Cullen. Dan itu membuat gigiku gemertak frustasi. Dan kenapa juga topik itu disinggung? Kenapa juga Bella mau mengutarakan rasa penasarannya disana? Tidak—suku Quileutes mungkin satu-satunya hal yang tidak perlu dikhawatirkan. sesampainya di pepohonan. mereka tidak akan bilang apa-apa. Aku duduk di tempat ia duduk. aku terkejut menemukan jejak aromanya di jalan setapak di dalam hutan. Selamanya. dan berubah jadi cemas saat jejaknya masuk lebih dalam ke tengah hutan. Aku cepat-cepat mengikutinya. Saat itu mungkin hujan—aromanya agak tersapu. tidak salah lagi— di tengah-tengah hutan kelam yang basah? Itu tidak masuk akal. dan memandang ke sekeliling.. Lebih parahnya. Itu mengingatkan bahwa aku tidak bisa memuaskan rasa penasaranku sampai beberapa hari kedepan.. Apa yang Bella lakukan diluar sini? Jejaknya tiba-tiba berhenti begitu saja. Aku berniat untuk menunggu di kerimbunan hutan dekat rumahnya untuk melihatnya berangkat sekolah. Bella. Kenapa Bella datang kesini dan duduk sendirian—dan dia sendirian. Ya. berbeda dengan penasaranku yang tadi. hal itu bisa memecahkan suasana. Kenapa matahari harus bersinar sekarang? Dengan menghela napas aku keluar lewat jendela sebelum terlalu terang.. Ingat dan mempercayainya. tidak terlalu menempel di pohon. Sepertinya dia berjalan keluar dari jalan setapak.stepheniemeyer.Diterjemahkan dari: www. tadi aku mengikuti baumu kedalam hutan setelah sebelumnya keluar dari kamarmu dimana aku memperhatikanmu tidur. Aku marah pada matahari saat sudah mulai terbit. Tapi.

stepheniemeyer. Bukan cuma nasibnya yang sial. Tiba-tiba aku berharap Peter dan Charlotte bisa tinggal lebih lama lagi. selama yang bisa benarkan. Well. Aku mengerang. dimana baunya akan mengundang siapapun yang punya kemampuan melacak seperti.Diterjemahkan dari: www. Aku akan menjaganya.. untuk sementara waktu dia punya pelindung.. 157 .com dengan skenario yang kubahas dengan Emmet—Bella berkeliaran sendirian di tengah hutan. dia juga mengundang kesialan menghampiri dirinyanya.

stepheniemeyer. jadi aku tidak terlalu kesal. terpenjara dibalik bayangbayang hutan. tangan mereka sama hangatnya dengan tangan dia. Sudah begitu. Sinar matahari membuat rambutnya kelihatan berbeda. tersembunyi dibalik bayangan. Rasanya menyakitkan hanya bisa menonton. tak berdaya. Aku mengawasi dan mendengarkan dia dari pikiran orang-orang yang begitu beruntung karena bisa berjalan bersamanya dibawah sinar matahari. dan yang sebaliknya terjadi padaku. Sebetulnya dia ingin pergi ke pesta dansa bersamaku. Dia tidak akan tersenyum seperti itu jika dia tidak suka. Dia akan mencobanya lagi. Mike menemukan dia disana. dia menyukaiku. Keterpaksaan membolos begini tidak pernah semenyiksa ini sebelumnya. Aku hanya pulang semata-mata agar Esme tidak khawatir. Aku sedikit menaruh hormat pada Mike Newton.Diterjemahkan dari: www. yang terjadi justru sebaliknya. dia tidak menyerah begitu saja dan terpuruk. yang sesekali secara tidak sengaja menyentuh tangannya saat berjalan. Dia jauh lebih berani dari yang kukira. memancarkan semburat merah yang tidak kulihat sebelumnya. aku menguping pembicaraan yang berpotensi merusak kepercayaan diriku dan membuat hariku jadi lebih parah. Namun. dan merasa senang pada keberuntungannya. duduk di salah satu kursi piknik yang jarang dipakai sembari menunggu bel pertama berbunyi. Kira-kira apa yang 158 . keberadaanku sekarang lebih mirip seperti hantu daripada vampir. Hantu Aku tidak terlalu sering menemui tamu Jasper di dua hari kedatangannya ke Forks. Berani taruhan. Tapi matahari kelihatannya membuat dia bahagia. Dia tidak pernah bereaksi dengan sentuhan seperti itu.com 8. Bella menyapanya dengan semangat yang cukup membuat Mike girang. dan membuntuti obyek obsesiku. Apapun yang membuatnya senang aku ikut senang. Dia terlihat sangat menikmati pancaran matahari. berita baik lah yang kudapat. Aku menunggu. Senin pagi. Betul kan. Bella tiba di sekolah lebih awal.

Aku mematahkan satu batang pohon lagi. Apa dia akan menjawab ya padanya? 159 . Sejenak hening. dan merenggutnya—untuk menculik Bella dari bocah yang saat ini begitu kubenci hingga bisa saja aku membunuhnya detik ini juga dan menikmatinya. Mike menyadari perubahan di rambut Bella. Oh? Apa itu artinya? Apa dia akan berkata ya? Tunggu—sepertinya aku belum benarbenar bertanya. Padahal aku ingin mengajakmu kencan. Bella mengingatkan tentang esay yang mesti dikumpulkan pada hari rabu.” katanya. “Aku tidak pernah menyadari sebelumnya —rambutmu ada semburat merahnya...com begitu penting di Seattle..” ujar Bella. sepertinya tugasnya sudah selesai. Sedang Mike sama sekali lupa. secepat kilat hingga tak ada yang bisa melihat. Dengan puas aku melihat bagaimana Bella agak menarik diri menjauh ketika Mike mengembalikan rambutnya ke belakang telinga. “Hanya dibawah sinar matahari.” Geblek—itu juga bukan pertanyaan. terasa berkali-kali lipat lebih besar dari minggu lalu.dan aku bisa mengerjakan esaiku nanti.stepheniemeyer. Mike menelan ludah.. Aku sangat ingin terbang kesana. “Well.. kita bisa pergi makan malam atau apa.” Pedih dan marah akibat cemburu. “Kurasa aku harus mengerjakan esaiku malam ini. Butuh beberapa saat bagi Mike untuk mengembalikan keberaniannya lagi.Diterjemahkan dari: www.. Tapi kemudian dia tidak sanggup menanyakannya begitu saja. menghabiskan beberapa saat dengan obrolan ringan. “Mike. Dasar esai sialan! Akhirnya ia sampai ke pokok pembicaraan—gigiku terkatup sangat rapat hingga bisa mengikis batu granit.” Aku secara tidak sengaja mencabut batang pohon palem muda disampingku saat melihat Mike meraih sejumput rambut Bella dengan tangannya. Dari ekspresi puas samar di wajahnya.” “Oh.

com “Aku pikir itu bukan ide yang bagus. “Waktunya masuk kelas. dan senang jika ada 160 . Seekor burung cericit terhenyak kaget dan langsung terbang kabur. mengikuti Bella terus. yang membuat dia buta dengan sekelilingnya. Sepertinya. “Tapi kurasa itu akan membuat Jessica patah hati.” Dia tidak bisa berkata-kata. baginya mereka hampir bisa ditukar-tukar. “Kurasa.. Kurasa dia cukup manis.” Aku bernapas lagi. Bella memanfaatkan kebingungan itu untuk menghindar. dan aku tidak boleh terlambat lagi..” Sejak itu pikiran Mike sudah tidak bisa kuandalkan lagi. Mike... Apa yang kupikirkan? Berani taruhan pasti gara-gara si aneh Cullen itu. sevulgar fantasinya tentang Bella. Wow. apa dia pernah membayangkan bahwa tidak akan sesulit itu jika menghadapi Jessica? Pasti karena egois. aku duduk bersandar pada batang pohon Madone besar. Pikirannya kini saling tumpan tindih.. “Oh.. “Kenapa?” tanya Mike dengan marah terpendam. dia merasa lebih suka pada ide bahwa Jessica tertarik pada dirinya. Burung yang sudah di tangan.. Ketika Bella sudah hilang dari pandangan.. Oke. memang. Badannya lumayan. sibuk dengan fantasinya. Aku seharusnya tidak bertanya. Dengan segala kerepotan yang Mike persiapkan untuk mengajak Bella kencan. Hmm. Jadi.stepheniemeyer. Hmm. dengan senang hati aku akan memukulimu sampai mati—” Aku tergelak mendengar ancaman kematian keluar dari mulutnya. Jessica. hal itu sebetulnya sangat kentara.. tidak sebaik jika itu adalah Bella. Sepertinya Seattle memang cuma alasan.” Bella bimbang..Diterjemahkan dari: www. kau ini buta ya?” Tidak seharusnya Bella berharap orang lain sepeka dia. “Kalau kau sampai cerita-cerita apa yang akan kuberitahu ini ke orang lain. “Yang benar saja.. Saat berulang kali membayangkan Jessica di kepalanya. Dia tidak layak mendapatkan gadis manapun. Oh. Hmm. Sebisa mungkin aku menjauhi pikirannya.. dia melihat segalanya. Kemudian dia lenyap.” “Jessica?” Apa? Tapi. tubuhku bisa kembali rileks. Buatnya itu pilihan kedua. Tapi. berloncatan dari pikiran ke pikiran. tapi kini lebih membuatku jijik dari pada marah. Sedang Bella begitu tidak egois.

memberiku harapan. Aku tahu itu. Aku membaca lewat pundaknya.Diterjemahkan dari: www. aku memang berlebihan. Aku merasa lebih baik tahu Bella punya satu orang yang layak disebut teman. Jadi.com Angela Weber di dekatnya. Yang bisa kulihat dia sudah sampai ke bab ketiga saat tiba-tiba jarinya mengambil setumpuk halaman berikutnya. Oke. Dia penggemar Austen. Diam-diam aku memanjat ke dahan pohon paling tinggi agar lebih bisa leluasa melihatnya. Seakan dia tahu aku sedang mengawasi. aku langsung saja pergi ke rumah Bella. Pada saat jam makan siang.. Dia membawa sebuah buku tebal dan selimut. tangannya membeku di satu halaman. Dia membaca dengan cepat sambil menyilangkan pergelangan kakinya di udara. Bella keluar ke halaman setelah berjam-jam di dalam. Aku tahu Jasper sudah mewanti-wanti 'saudaranya' agar menghindari pemukiman. Ini mengejutkanku—kupikir cuaca cerah cukup membuatnya tersenyum. Kemudian ia mulai membalik-balik bukunya. Dia berencana untuk jalan-jalan bersama teman-teman perempuannya—otomatis aku juga merencanakan pengintainku sendiri—tapi kemudian rencana mereka tertunda karena Mike mengajak Jessica kencan. Barangkali dia merindukanku juga. tapi aku tidak mau ambil resiko. seakan dia merasa kasihan dengan penderitaanku karena tidak bisa melihatnya. Aku sedang mengawasi bagaimana sinar matahari dan tiupan angin memainkan rambutnya saat tiba-tiba badannya kaku.. seakan sedang mencari halaman terakhir yang dibaca. 161 . tapi niat selalu berubah-ubah tiap waktu. Kuharap ada satu cara untuk bisa berterima kasih pada gadis itu karena sudah menjadi teman yang baik buat Bella. Aku mengamati wajah Bella dari sisi manapun yang tersedia.stepheniemeyer. dan membukanya dengan kasar. yang kelihatannya sudah sering dibaca. Peter dan Charlotte memang tidak berniat cari gara-gara dengan keluarga kami. Dan itu membuatku berdebar-debar. Ah—lagi-lagi klasik. dia berkali-kali melirik ke meja keluargaku yang kosong. Dia menggelar selimutnya ke atas rerumputan yang lembab dan berbaring menelungkup. menyisiri hutan di sekelilingnya untuk memastikan tidak ada bahaya. dan dia terlihat sedih lagi.

Tidak beberapa lama. aku tidak mau melihatnya saat aku dan Bella bersebelahan dibawah sinar matahari. Aku menghela napas dalam-dalam. seakan sedang menenangkan diri. Aku berusaha tidak melihat tubuhku yang terpapar cahaya matahari. membuangnya keatas kepala—aliran sungai coklat kemerahan. Aku coba mendengarkan suara-suara dari rumah terdekat sampai sejauh mungkin. sudah cukup menyakitan tanpa harus ditambah gambaran 162 . Aku bertanya-tanya kenapa mendadak ceritanya diganti.. Jurang perbedaan diantara kami sudah cukup besar. menarik lengan bajunya keatas. Ayolah! Pakai saja yang ada! Yang merah.Diterjemahkan dari: www. sangat beresiko. Dengan wajah sengit ia singkirkan bukunya dan berguling menelentang.. Sudah cukup buruk bagaimana kulitku seperti batu dan tidak wajar saat di balik keremangan. hanya sekali membuat gerakan saat menyingkap rambutnya. dia menutup bukunya dengan kesal. Dia menghela napas panjang. Aku meloncat turun. Mansfield Park. Dia memulai cerita yang baru —bukunya kumpulan karya Jane Austen.. dan memejamkan mata... Aku ingat bagaimana aku sering menghakimi tindakan-tindakan Emmet yang tanpa dipikir panjang dulu dan bagaimana Jasper yang kurang disiplin—dan sekarang secara sadar aku mengabaikan segala aturan itu sedemikian parahnya hingga membuat penyelewengan mereka jadi tidak ada artinya. kemudian menyelinap maju kebawah sinar matahari. Satu misteri lagi. Aku mengingatngingat novel itu.secangkir susu. Aku mendesah.. atau biru. Setelah itu dia tidak bergerak lagi..atau mungkin aku sebaiknya memakai sesuatu yang lebih kasual. Biasanya aku selalu jadi yang paling bertanggung jawab.com Aku sempat melihat judul halamannya. Ini sangat-sangat salah. Dia berbaring diam.stepheniemeyer. Tidak ada siapa-siapa di dekat sini. mendarat tanpa suara pada ujung kakiku. tapi tidak bisa menemukan sesuatu yang dapat membuatnya kesal. Napasnya lambat. Dua sendok makan tepung..

Dengan hati-hati aku mengambil bukunya. “Edmund. Rahangku terkunci ketika melihat pemandangan itu. aku akan menunggu sebentar. mengulurkan tangan sambil menahan napas saat mendekat.” Tidak terlalu ada artinya.com ini di kepalaku. dan kembali menyelinap kebalik bayangan hutan—ke tempatku semestinya..dekat. Edward.Diterjemahkan dari: www. Bisakah aku lebih aneh lagi? Aku membayangkan betapa ngerinya dia seandainya tiba-tiba matanya terbuka... tapi kemudian ia menggumam. Tapi aku tidak bisa mengabaikan kilauan pelangi yang memantul di kulitnya saat aku mendekat. Sia-sia sudah kesombonganku. akhirnya aku sadar. 163 .stepheniemeyer.. apinya membara dahsyat karena aku sudah terlalu lama tidak bertemu dengannya. Terlalu. Sense and Sensibility. Tenggorokanku pun terbakar oleh hasrat yang besar. “Mmm. Kali ini aku tidak khawatir dia terbangun. Ahh.. Rasa benci pada diriku menguat. Panas membuat aroma tubuhnya jadi lebih manis. “Mmm. Aku mengembalikan bukunya. dan kemudian—memaksakan diri untuk bernapas lewat hidung—kubuka bukunya. menahanku di tempat.. Bisa kurasakan bagaimana sinar matahari dan udara terbuka berpengaruh pada aromanya. Dia memimpikan tokoh-tokoh fiksi.. Aku bernapas lagi ketika sudah kembali menjauh beberapa meter. Well.. Dia mulai dengan cerita pertama.. Saat secara otomatis mataku tertuju pada namaku—pada halaman inilah untuk pertama kalinya tokoh Edward Ferrars diperkenalkan—Bella bicara lagi.. mencari sesuatu yang berpotensi membuatnya marah dalam karya Jane Austen yang sopan ini..” desahnya. Aku sudah mau mundur lagi. Mmm. Aku diam sebentar untuk menguasai diri. Perasaan gembira bergumul dengan kebencian dalam diriku. bukan teriak ketakutan sebagaimana mestinya jika dia memang melihatku. Paling tidak dia masih memimpikan aku. Suaranya hanya bisikan pelan yang muram. sekedar jaga-jaga.. Aku membalikbalik halamannya sampai ke judul bab tiga.” Edmund? Ha! Dia sama sekali tidak memimpikan aku.

Lebih seringnya mereka cuma duduk diam dengan nyaman. Aku pindah ke pepohonan yang lebih dekat dengan jendela dapur untuk mendengarkan malam mereka. kulitnya terlihat terlalu pucat—seperti hantu. hampir hitam dihadapan wajahnya. Ketika cahaya menghilang. Aku lega ketika ayahnya pulang. Kudengar ia mengungkapkan rencananya untuk pergi ke Port Angeles besok. dan ia melihat ke arah suaranya. tapi dia langsung mengerjap melihat kearah lain. Jasper tidak memperingatkan teman164 . matanya melihat kearah kegelapan tempatku bersembunyi. Untuk sesaat. bayang sore pun mengambilnya.. bangkit duduk saat mendengar mobil ayahnya menepi. Aku mengawasi dengan perasaan tak berdaya ketika matahari pelanpelan terbenam di ufuk dan bayangan sore merayap menuju arahnya. Ternyata menarik membandingkan perkataan Charlie dengan isi pikirannya. “Charlie?” tanyanya pelan. Dia terbangun. Dia cepatcepat berdiri dan membereskan barang-barangnya. Suara detak jantung Bella adalah satu-satunya yang menentramkan.stepheniemeyer. Pintu mobil ayahnya dibanting tertutup. Dia memandang ke sekeliling. Beberapa gerutuan samar. dan aku merancang rencanaku sendiri saat mendengarkannya. Harapan bercampur dengan lapar—sepertinya dia tidak sabar untuk makan malam. Rambutnya kembali gelap.. Bisa kudengar sedikit suara pikirannya saat dia melaju hampir sampai di rumah. tapi kegelapan tidak mungkin dielakan. terlihat bingung dengan kegelapan yang tidak disangkanya. suara yang menjadikan momen ini tidak seperti mimpi buruk.sesuatu tentang pekerjaannya tadi.com Siang pun berlalu. aku tidak terlalu yakin tebakanku betul. Aku ingin menghalaunya. Tapi pikirannya tidak terlalu banyak bicara. masih sambil mengamati pepohonan di disekeliling halamannya. menoleh sekali lagi ke arah kegelapan hutan. Kecintaan dan kepedulian dia pada putri satu-satunya sangat besar. Kira-kira seperti apa pikiran ibunya—kombinasi genetik seperti apa yang membuat Bella sangat unik. Itu hal yang mengerikan untuk dilihat—seperti menyaksikan penglihatan Alice menjadi nyata. namun ucapan-ucapannya selalu pendek dan santai.Diterjemahkan dari: www. aku cuma menangkap intinya.

.stepheniemeyer. Hanya untuk jaga-jaga. Aku akan kembali lagi setelah dia tidur. dan kemudian berganti baju sebelum lari kembali ke Forks. kadang sedih. Ketika bicara. hari terakhir matahari memenjarakanku. Aku tersenyum pada hal ini karena membuktikan teoriku—ya. Aku jadi bertanya165 . seringkali ia berkomat-kamit mengeluhkan tentang Forks dengan suara murung.. Aku disini untuk melindunginya. yang sebelumnya tidak pernah kupertimbangkan. Pertandingan bola di lapangan Rainier—ayo ikut! Please? Aku menemukan pena dan menuliskan kata Sori dibawah permohonannya. yang mana baik-baik saja untukku. menyantap mahluk kecil lemah yang baunya tidak sebaik manusia yang biasa memburunya. selalu ada mahluk seperti kami di luar sana. kurang lebih sama dengan sebelumnya. Hanya sekali.” tangannya membalik terbuka —sebuah sikap memohon. “Kembali. ketika ia mendesahkan kata. Aku bertanya-tanya. Hari sekolah berikutnya. bukan untuk mengambil kesempatan sebagaimana Mike mungkin akan melakukannya jika ia setangkas aku. Dan. Aku tidak rindu dengan segala pikiran mereka yang mempertanyakan kewarasanku. mimpi buruk apa yang menghantuinya. Biar bagaimanapun. Bahkan Bella kelihatan lebih murung dari kemarin.com temannya untuk menjauhi Port Angeles. Aku tidak akan melanggar privasinya seperti seorang pengintip. Lagipula.Diterjemahkan dari: www. Bisakah aku berharap bahwa mungkin saja ia sedang memimpikan aku. Aku pergi ke lahan berburu terdekat. Tidur Bella tidak nyenyak malam ini. Aku tidak akan memperlakukannya dengan tidak sopan. mungkin sebaiknya aku tidak usah tahu. Wajahnya kadang gelisah. juga ada semua bahaya yang mungkin saja menimpa manusia. Meski aku tahu mereka baru saja berburu belum lama ini dan tidak berniat untuk berburu disekitar rumah kami. Setelah itu aku pergi. Selimutnya berantakan. Rumahku kosong saat aku kembali. teamnya telah lengkap tanpa kehadiranku. dia seorang pengasuh. aku akan tetap mengawasi Bella. Kudengar ia cemas besok mesti meninggalkan ayahnya untuk menyiapkan makan malam sendiri. Emmet meninggalkan catatan yang ditempel di tiang dekat tangga.tapi kemudian sadar.

Dia sudah semestinya cemas. Peter dan Charlotte masih ada. Maka aku pulang ke rumah untuk mengambil mobil. Mereka berdua sangat mirip—kecuali tingginya. Dan kuputuskan untuk memberi kesempatan bagi Bella dan teman-temannya untuk berangkat satu jam lebih dulu. Jasper mengacuhkanku bahkan saat lagu yang kumainkan terdengar lebih ribut dari yang kumau. Aku tidak akan tahan mengikuti di belakang mereka. Kegirangan Esme tergantikan oleh cemas. membuatnya terlihat seperti krim susu segar.Diterjemahkan dari: www. sebagai Bella. Tentu saja itu Rosalie. begitu kesimpulan dia. Ia mengenakan blus biru tua hari ini. membuatku bersyukur. Ugh. dia kembali. pikir Charlotte. beritahu aku kalau sudah boleh bicara dengan Bella. Kisah cinta yang ia idam-idamkan untukku semakin nyata akan berbalik jadi tragedi. Tidak minum darah manusia akhirnya membuat mereka gila juga. Pasti gara-gara binatang-binatang itu. Jasper sedang berpamitan dengan teman-temannya. dan hampir sama panjangnya. Mahluk yang aneh. Pikiran Peter kurang lebih serupa dengannya. Kau benar-benar payah. Aku masuk lewat dapur. dengan tema yang umum: ketidak sabaran. Selamat bersenang-senang di Port Angeles nanti malam. Tapi. si gadis yang semungil Alice dengan rambut pirang keperakan. menyetir di batas kecepatan normal—memikirkannya saja sudah ngeri. Rambutnya sepirang Charlotte. pasti ia akan memilih kesenangan temannya diatas kepentingan sendiri. Aku tidak percaya kau melewati pertandingan tadi malam hanya untuk mengawasi seseorang tidur. Itu lagu lama. Sekolah usai. Padahal dia sangat normal dan sopan saat terakhir kali kami bertemu. Aku tidak suka melihatnya begitu menderita. Warna itu sangat sempurna dengan kulitnya. seperti biasanya. pikir Alice dengan riang. dan Jessica setuju untuk menjemput yang lainnya—Angela juga ikut.com tanya. dan langsung menuju ke piano. Edward. karena dia hampir setinggi 166 . apa dia akan membatalkan janjinya—kelihatannya dia sedang tidak mood. gerutu Emmet.stepheniemeyer. Ah. yang memandangiku dengan penasaran. mengangguk samar pada sapaan Emmet dan Esme saat melewati semuanya di ruang tamu.

Maria pernah sekali mencari Jasper pada saat kami di Calgary. Jasper selalu menjadi favorit Maria. “Menyenangkan bertemu lagi denganmu. Pasangan yang sangat cocok.” salamku sambil mengangguk. Idiot. membiarkan musiknya mengalihkanku dari kegelisahan. dan tidak ada banyak cinta diantara dia dan Peter sebelumnya.” jawab Peter sambil tertawa—tidak disangkal lagi Maria berbahaya. “Kalau kau bertemu Maria lagi. mereka akan langsung ke timur. Jasper memintanya dengan sopan agar ia menjauhi dirinya. dia menganggapnya detail sepele saat pernah sekali berencana membunuh Jasper. Itu adalah kunjungan yang luarbiasa —kami harus cepat-cepat pindah.” Maria adalah vampir yang telah menciptakan Jasper dan Peter—Jasper diciptakan di pertengahan abad sembilan belas.Diterjemahkan dari: www. Sementara Peter cuma menjawab dengan anggukan. Dan Alice. Peter. Alasanku sudah cukup lemah. pada tahun 1940an. semuanya—kecuali Esme—berhenti memikirkan aku.com Jasper—pada penampilan dan pemikiran. Dan aku mulai bermain dengan nada-nada lembut agar tidak menarik perhatian. Rosalie memikirkan hal yang sama. “Katakan padanya aku harap dia baik-baik saja.” kata Jasper sedikit khawatir. Kasihan. Aku pura-pura tidak mendengar. Edward. menuju Seattle. aku merasa lebih tenang. dan dengan tergesa-gesa berdiri.” ujar Charlotte basa-basi. siap-siap untuk pergi. Rasanya sulit menghilangkan Bella dari pandangan dan pikiranku. “Kurasa itu tidak akan segera terjadi. itu Esme. Dasar orang gila. Dia memperlihatkan bukti penglihatannya. umpat Emmet padaku. “Charlotte. dengung mantap suara mesin yang 167 . Setelah di dalam mobil. Aku tidak memperhatikan mereka lagi selama beberapa lama. sedang Peter baru belakangan. Peter cuma dimanfaatkan sepeninggal Jasper. dengan suara mencibir. “Tapi mungkin saja aku akan bertemu dengannya. Setelah beberapa saat.” Kemudian mereka bersalaman.stepheniemeyer. Kuhentikan laguku di tengahtengah. Tidak mendekati Port Angeles. Aku hanya kembali memperhatikan pembicaraan mereka ketika Peter dan Charlotte sudah hampir pergi.

Diterjemahkan dari: www.com telah di tune-up oleh Rosalie—tahun lalu. mengetahui setiap mil yang kulewati membawaku semakin dekat dengan Bella.stepheniemeyer. Rasanya lega bisa di jalan lagi. 168 . saat moodnya lebih baik—terdengar menyenangkan.

meski jendelaku sangat gelap. aku keluar dari jalan utama untuk menunggu di daerah pinggir kota yang tampaknya jarang dilewati orang.” Jessica tersenyum palsu pada Bella. Bagaimana jika Mike tidak menikmati pesta dansa besok. bertiup dari arah barat. Aku hanya bisa 169 . aku bisa melihat Bella lewat pikirannya. Apa dia sungguh-sungguh dengan ucapannya? Atau yang ia inginkan aku terlihat seperti sapi di hari sabtu nanti? Belum-belum aku sudah lelah mendengarkan Jessica. aku akan menemukan Angela. Aku tahu kira-kira ke arah mana harus mencari—hanya ada satu tempat untuk mencari gaun di Port Angeles. Aku mencari Angela di dekat situ —ah. Biarkan saja mereka belanja dan kemudian mencari mereka lagi saat sudah selesai. Angela betul—Tyler cuma membual. sementara matanya memperhatikan dengan curiga. Aku sangat yakin mampu menemukan pikiran Jessica dari jauh—pikiran dia lebih keras ketimbang Angela. dan aku langsung cepat-cepat keluar dari kepalanya untuk memberi dia privasi. Bella masih kelihatan kesal. Tapi aku tidak mengerti kenapa dia sekesal itu. Paling tidak dia tahu dia punya kencan cadangan untuk pesta prom. yang sedang memutarmutar badannya di depan tiga bidang cermin. Untuk saat ini.com 9.Diterjemahkan dari: www. tapi Angela sedang ganti baju. ketika makin gelap. Kemudian. Well. tidak ada alasan untuk mengambil resiko. lebih tepatnya. aku bisa mendekat. Dan. Ha ha. Port Angeles Masih terlalu terang bagiku untuk berkendaraan di dalam kota saat tiba di Port Angeles. Setelah menemukan Jessica. matahari masih terlalu tinggi diatas.stepheniemeyer. Bella sedang memuji gaun panjang hitam yang ia kenakan. Tidak terlalu lama. Mengambil resiko lebih. setelah menemukan Jessica. Sesuai dengan warna matamu. Tidak akan lama lagi gelap—awan mulai berarak kembali. tidak ada sesuatu yang akan menimpa Bella selama dia di department store. dan ia tidak mengajakku kencan lagi? Bagaimana jika dia mengajak Bella ke pesta prom? Apa Bella akan mengajak Mike ke pesta dansa jika aku tidak mengajaknya duluan? Apakah menurut Mike dia lebih cantik ketimbang aku? Apakah dia pikir dirinya lebih cantik dibanding aku? “Kurasa aku lebih suka yang biru.

stepheniemeyer. Apa yang kupikirkan? “Aku tidak masalah kembali ke toko.. Dia sedang memikirkan tentang perhiasannya.. Waktu berjalan lambat selama menunggu gelap datang.. Kita masih punya banyak waktu sebelum ke restoran.Diterjemahkan dari: www. Aku menanti-nantikannya dengan tidak sabar. Secara berkala aku mengecek Jessica. memonopoli perhatiannya di jam makan siang lagi. sebelum menjawab pertanyaan Angela. Tapi aku tidak suka berlama-lama disitu. “Dia baik-baik saja. Siapa yang peduli dengan Bella? Pikir Jess tidak sabaran. bahkan jika kita kembali dulu. Mereka di trotoar di depan deretan toko-toko. Kusentuh handphone di kantongku. Tapi bagaimana jika nanti Bella mencari-cari kita?” Apa ini? Bella tidak bersama mereka? Aku memperhatikan lewat mata Jessica. Aku bisa menanyakan segala pertanyaan yang selama ini kusimpan. Bella tidak kelihatan dimana-mana. mempertimbangkan untuk mengajak Alice keluar makan. Aku belum yakin aku siap untuk melibatkan Bella lebih jauh kedalam duniaku. Aku mengingat kembali ekspresi Bella siang itu—tidak percaya dan marah—dan aku tergelak.” Ibuku pasti akan marah besar. tapi bisa kulihat awan-awan itu akan mempercepat matahari tenggelam. Aku bisa melihat itu di kepala Tyler—bahwa dia bersungguh-sungguh ketika menyinggung tentang prom. ia kesal dengan kepongahan Tyler. kurasa dia sedang ingin sendirian. Besok aku akan bisa duduk disamping Bella lagi. minta pendapat Angela. dan aku sudah membelanjakan uangku lebih dari seharusnya.mungkin aku akan secara tidak sengaja makan di restoran yang sama. baru saja balik arah. Aku tidak akan melewatkan kesempatan melihat reaksi Bella. Bukannya satu vampir saja sudah merepotkan? Aku kembali mengecek Jessica lagi. Kira-kira apa yang akan ia katakan pada Tyler tentang ini. tapi dia juga pasti akan minta bicara dengan Bella. “Mungkin sebaiknya aku mengembalikan kalungnya.. Lagipula... Dia akan suka itu. Aku sudah punya satu di rumah yang sepertinya juga cocok. Aku melihat dimana mereka berencana untuk makan.. Jadi. bahwa ia menegaskan niatnya.” Aku 170 .. suara mentalnya paling mudah ditemukan.com menangkap kelebatannya melalui sela-sela daun. Pasti sudah gelap ketika waktunya makan malam. kemudian ganti ke Angela.

Aku tahu seluk-beluk Port Angeles. berharap pencarianku singkat. Bagaimana jika ada mobil lewat yang memantulkan cahaya matahari di waktu yang salah? Tapi aku tidak tahu lagi bagaimana caranya mencari Bella! Aku parkir dan langsung keluar. ada sedikit sisa aroma Bella di udara. dimana gedung-gedung akan menghalangi sinar matahari yang mulai redup.. kecuali seorang perempuan berbaju aneh dibelakang konter. tapi tidak ada tanda-tanda aromanya di dalam toko. Aku harusnya mempertimbangkan hal ini. itulah alasannya kenapa ia menanyakan tentang keluarganya. berkeliaran ketika matahari masih bersinar itu tidak aman. Kuharap Bella tidak beranggapan kami menelantarkan dia.. Aku melangkah cepat-cepat menuju toko itu. Tapi kelihatannya dia agak murung seharian ini.. Juga ada jalur gelap yang langsung menuju ke toko itu. Dia sempat kesini. apa dia bahkan repot-repot mau masuk? Ada sebidang lahan yang terhalang matahari. Aku bertanya-tanya. Dan tadi dia menanyakan tentang aku? Angela sedang memperhatikan Jessica sekarang—Jessica sedang mengoceh tentang si bodoh Mike—dan aku tidak mendapatkan info lebih banyak dari dia.” ujar Angela.stepheniemeyer.. Jika aku tetap berada di sisi barat. Dia baik padaku selama di mobil tadi. apa karena Edward Cullen? Berani taruhan. Ini sesuatu yang tidak kuperhitungkan—Bella memisahkan diri—dan aku tidak tahu bagaimana caranya menemukan dia. 171 .Diterjemahkan dari: www. bisa untuk tempatku parkir. mobilku langsung menuju ke toko buku yang ada di pikiran Jessica. Ini bukan tempat yang bagi Bella menarik—terlalu hipies untuk orang seperti dia. Apa saja yang sudah kulewatkan? Bella berkeliaran sendirian. di trotoar.. Dia benar-benar orang yang menyenangkan. tetap berada dibalik bayang-bayang. tapi sekaligus sangsi ini akan berjalan dengan mudah.com menangkap sekelebatan gambaran toko buku yang Jess pikir tempat tujuan Bella.. Sebentar lagi matahari di belakang awan. Aku menilai sekelilingku. Aku seharusnya tidak melakukannya.. Aku mulai cemas begitu menyetir melewati jalanan sepi menuju pusat kota. “Ayo cepat kalau begitu. Aku bertanya-tanya.. Mana pernah Bella membuatnya jadi mudah? Tentu saja tokonya kosong. Seharusnya aku lebih memperhatikan.

tapi aku sudah keluar lagi. Tidak pernah terpikir sebelumnya betapa sulitnya mencari dia.. Aku mulai berganti-ganti melihat ke pikiran orang-orang asing.. kemudian keuntungan akan berada di pihakku lagi dan manusia lah yang tidak berdaya. berharap melihatnya di jalanan. kemungkinan itu tidak terlalu mengherankan. mencari lewat mata mereka. karena kemudian aku membaca lebih 172 .. Pikiran satu ke pikiran lainnya. Apa dia tersesat? Well. Ini dia datang! Aha! Itu dia wajahnya.. Pastilah seseorang sempat melihat dia di suatu tempat..Diterjemahkan dari: www. Beberapa menit lagi. Aku tidak suka ini. aku akan bebas mencarinya di luar... berusaha memutuskan apa akan langsung memesan atau menunggu Bella dulu. dan keluar dari jalur normal orang-orang. mencari-cari dia. Awan-awan mulai berkumpul di horizon. . Apakah enam-empat-kosong atau enam-kosong-empat. Aku mengikuti bau Bella sejauh bayangan gedung-gedung. Jessica memaksa untuk memesan secepatnya. Terkungkung.kurasa anakku telinganya infeksi lagi.com “Selamat datang! Ada yang bisa saya bantu—” sapa penjaga toko itu. berhenti ketika tiba di tubir cahaya matahari. Tidak terlalu banyak yang bisa dilihat disana. Hanya beberapa menit lagi. Aku mesti memberitahunya.stepheniemeyer. Dia berencana mau kemana? Aku bolak-balik antara toko buku dan restoran beberapa kali. Makin lama dia hilang aku semakin waswas dibuatnya. Aku keluar tiap menemukan sisi gelap yang terhalang matahari. Aku kembali ke mobil dan menyusuri jalanan itu pelan-pelan. tapi hanya sempat satu kali menangkap aromanya. dan arahnya membingungkan aku. Jessica dan Angela sudah sampai di restoran. Kalau sudah begitu tidak akan memakan waktu lama. dia hilang dari pengawasanku.. Betapa tidak berdayanya aku—terpenjara oleh seberkas sinar yang melintang di trotar di depanku. Sinar matahari lah yang membuatku tak berdaya.? Terlambat lagi. Akhirnya seseorang menyadari dia! Kelegaanku hanya berlangsung sepersekian detik. Aku cuma bisa menebak dia terus jalan menuju ke utara. Seperti sekarang. Ada begitu banyak pikiran-pikiran sepele.

Pikiran dua orang itu tidak sebusuk yang pertama. dan geraman panjang keluar dari tenggorokanku. plang toko. “TIDAK!” teriakku.Diterjemahkan dari: www. Keributan itu membuatnya marah—diam. Ekspresi ngerilah yang ia cari—bagian yang ia nikmati.” Pria itu menoleh ke suara tawa kasar yang berasal dari jurusan lain. Tidak ada jendela-jendela di tembok di belakang Bella. tapi kemana tujuanku? Aku cuma tahu kira-kira lokasi pikirannya. Sesuatu.” Suara Bella rendah dan tenang. Dia membayangkan bagaimana Bella akan memohon-mohon. Mereka tidak menyadari seberapa jauh orang yang mereka panggil Lonnie itu akan berbuat.stepheniemeyer. dan mata pria itu hanya fokus ke ekspresi takut Bella—menikmati ketakutannya. Tapi Bella tenggelam di balik bayang-bayang.. Coba lihat bagaimana dia gemetaran! Orang itu terkekeh. Mereka dijanjikan akan bersenang-senang.. Jeff! batinnya—tapi dia senang melihat Bella menjengit kaget. Mereka asal mengikuti Lonnie. Mobilku mendecit membelok di pertigaan. Dia melangkah ke arah Bella. Aku pindah ke pikiran orang itu. terselimuti ingatan wajah-wajah lainnya. Di sekitar daerah industri. jauh dari lokasi pertokoan yang ramai.com jauh pikiran pria yang memandang penuh nafsu ke wajahnya di tengah keremangan. suaranya sudah jauh di belakangku. “Jangan seperti itu manis. sesuatu dalam pandangannya yang bisa menunjukan keberadaannya. Aku 173 . Bella bukan korban pertamanya. Itu pikiran orang asing. Satu dari mereka memandang ke ujung jalan dengan gugup—dia tidak ingin kepergok sedang melecehkan seorang perempuan—dan itu memberi tahu apa yang kubutuhkan. “Pergi dariku. Aku tidak menyadari masih ada tambahan satu orang lagi sampai mendengar suara tawanya menyusul si Jeff tadi. Suara geramanku menggetarkan kaca mobil. melenturkan tangannya. Wajah Bella jadi buram di pikirannya. Dulu aku pernah memburu orangorang dengan pikiran seperti ini. putus asa mencari sesuatu yang bisa dijadikan petunjuk. bukan jeritan... Itu membuatnya bergairah. tapi tidak sepenuhnya asing. Kakiku menginjak pedal gas dalam-dalam. Pada saat pengemudi lain membunyikan klakson. pasti ada sesuatu—nama jalan. tapi tidak mengalihkan perhatianku. tapi tidak tahu pasti persisnya.

dengan begitu pintu penumpangnya lebih dekat dengan posisi Bella.akan lebih ada perlawanan. Aku tinggal satu blok lagi. Di bagian lain dalam kepalaku. tapi kematian itu akan terlalu cepat. Tapi si monster bernama Lonnie ini tidak akan mati secepat itu. Monster itu bisa mendengar raungan mesinku. Lampu sorotku menerangi mereka. Yang ini pemberani. mencari yang paling menyakitkan. Teleponku bergetar di kantong.. Aku ingin melihat bagaimana pendapatnya tentang gaya berburuku. Dia menunggu Bella menjerit. Terkejut dan agak kecewa. aku sudah mendata berbagai bentuk siksaan yang pernah kusaksikan selama masa perang dulu. Tapi Bella mengunci rahangnya rapat-rapat. sengaja membikin tegang—saat-saat penuh teror membangunkan minatnya. Dia akan memohon-mohon.. Orang itu terkejut—dia berharap Bella akan mencoba untuk lari. Dengan ngebut aku membelok di pojokan hingga mobiku terbanting kesamping. Lonnie maju pelan-pelan ke arah Bella. Dia suka jika harus mengejar mangsanya. Aku langsung menerabas lampu merah. siap-siap untuk menikmatinya.stepheniemeyer. Aku ingin melihat bagaimana dia menikmati perburuan ketika dialah mangsanya. Tidak kugubris. dan ia sudah lari menuju mobilku. Barangkali lebih baik.Diterjemahkan dari: www.com mengenali perempatan yang ia lihat. tapi tidak akan segera kukabulkan. dia terlalu memperhatikan korbannya. Dia harus menderita atas hal ini. memotong diantara celah sempit diantara dua mobil yang melintas. Aku segera membukanya. 174 . Dia harus betul-betul tersiksa. membuat mereka terloncat kaget. Yang lainnya hanya akan mati karena ikut membantu. menyudutkan Bella. Dia ada di tengah jalan. Aku bisa saja menerjang si pemimpinnya. Apa-apan ini? Aku tahu ini ide yang buruk! Dia tidak sendirian. Aku langsung membanting kemudi hingga mobilku berputar dan berbalik arah. Bunyi klakson nyaring di belakangku. “Cepat masuk.” teriakku setengah menggeram. tapi tidak mempedulikannya. ketegangan dari berburu.

membanting pintu di belakangnya. Bunyi kecil seperti itu membuatnya terloncat. sebagian ekspresi Bella mirip dengan para penjahat tadi saat aku membawanya pergi begitu cepat. Balas dendam mesti menunggu. Butuh waktu tidak sampai sedetik untuk menyadari bahwa aku tidak akan sanggup meninggalkan dia sendirian di mobil sementara aku memberi perhitungan dengan empat orang tadi. Keinginanku untuk membunuh monster itu begitu hebatnya hingga mendengingkan telingaku dan mengaburkan penglihatanku. Aku tidak sudi menodai diriku dengan memasukan bagian dari monster itu ke badanku. Bella memasang sabuk pengamannya. melanggar semua rambu lalu lintas. Aku akan mengulitinya pelan-pelan.. Suaraku kasar. dan meninggalkan dia sendirian disini? Hampir tidak mungkin ada penjahat lain yang berkeliaran di Port Angeles malam ini. Aku bahkan tidak sanggup menerjang mereka. Itu akan membuat dia ngeri. tapi yang pertama tadi juga hampir tidak mungkin! Seperti magnet. dia menarik segala bahaya menuju ke arahnya. berjengit ketika mendengar suaranya. Bisa kurasakan pandangannya padaku. sedikit demi sedikit.com Harus kah aku lari? Sepertinya aku mau muntah.. ternganga bingung. daging dari tulangnya. dan sampai terasa di lidahku. Otot-ototku menegang.. menjauh dari Bella. dan segala rencana kejiku langsung runtuh. memohon untuk segera dilampiaskan. kulit dari dagingnya. Dia tidak menyadari kebimbanganku yang sekejap tadi. Bukan haus darah yang biasanya.stepheniemeyer. Kecuali bahwa sang gadis—satu-satunya gadis di dunia ini—sedang mencengkram kursinya dengan dua tangan. sarat kebencian dan haus darah.Diterjemahkan dari: www.. Dia akan mengira sedari awal rencananya memang akan melarikan diri. Sepertinya. 175 . Apa yang akan kukatakan padanya. jangan melihat? Ha! Kapan dia pernah menuruti yang kuminta? Kapan dia pernah melakukan tindakan yang aman? Mungkinkah aku menggiring mereka pergi. Aku harus membunuhnya. Dan kemudian ia menatapku dengan pandangan paling percaya yang pernah kulihat. Matanya masih lebar dan sepenuhnya percaya. menatap ke arahku. “Pakai sabuk pengamanmu.” perintahku. Dia tidak boleh lepas dari pengawasanku. Tanpa ragu-ragu Bella meloncat masuk. namun dia bergeming saat aku membawanya pergi dengan ngebut.

Baik-baik saja kah aku? “Tidak. bahkan jika aku bisa yakin dia akan sepenuhnya baik-baik saja selama aku tidak ada. “Apa kau baik-baik saja?” tanyanya dengan suara berat karena tertekan dan takut.. dia kelihatan tenang. Rerimbunan pohon di pinggir jalan. gatal ingin meremukkan penyerang gadis ini. Aku akan semakin membuatnya takut jika tidak sanggup mendinginkan nafsu membunuh yang mendidih dalam 176 . aku tetap tidak akan membiarkannya sendirian di tengah kegelapan. Dengan demikian aku tidak bisa meninggalkannya. Dia ingin tahu apa aku baik-baik saja? Aku memikirkan pertanyaannya selama sepersekian detik. “Ya?” jawabnya dengan suara parau. tapi badanku begitu dipenuhi amarah hingga membuatku sulit untuk berpikir. Prioritas pertama. Tapi itu berarti meninggalkannya sendirian disini.” Suaranya masih pekat—karena takut. tidak salah lagi. Tangan dinginku yang terkunci.stepheniemeyer. “Bella?” tanyaku dari sela-sela gigi. tidak terlindungi di tengah kegelapan. Aku tahu itu. tidak cukup lama baginya untuk menyadari kebimbanganku. yang aku tidak tahu. “Apa kau baik-baik saja?” Itu betul-betul hal yang paling penting. tempatku menunggu tadi. “Iya.Diterjemahkan dari: www. Bagiku itu tidak masuk akal—tidak dengan apa yang baru saja dialami. untuk mencincangnya kecil-kecil hingga badannya tidak mungkin dikenali. aku tidak sedang dalam kondisi yang sanggup untuk menenangkan dia—bahkan itu jika aku tahu bagaimana cara menenangkan dia.. Itu pasti kentara sekali. Pasti dia merasakan hawa kekejaman keluar dariku. Dia berdeham pelan. Nadaku menggelegak marah. Bahkan seandainya dia tidak selalu berada dalam bahaya karena alasan yang tidak masuk akal—karena lelucon tidak bertanggung jawab untuk mempermainkan diriku—. Namun tetap saja. Aku sangat murka hingga tubuhku membeku di tempat. Pembalasan adalah hal yang kedua. Aku membawanya ke jalanan sepi. Dia pasti sangat ketakutan. Sekarang gelap gulita. sepenuhnya tidak bergerak.com Anehnya.” aku menyadari.

memaksanya untuk bicara lagi. Jika aku tidak sedang terbakar oleh nafsu membunuh.” pohonku padanya.. Ketidak wajaran proses berpikirnya selalu mengasyikan. berharap tidak bisa menemukannya. “Aku ingin melindas Tyler Crowley besok sebelum masuk sekolah?” Dia mengatakannya seakan itu sebuah pertanyaan. Jadi setelah kuhitung-hitung. Aku tahu dimana menemukannya. Seperti sebelumnya.” tambahnya dengan nada datar. kali ini penuh pertimbangan. “Mmm. “Coba ceritakan sesuatu yang sepele sampai aku tenang. berarti dia tidak bisa mengajak siapa-siapa ke prom. kecewa dan marah.. pasti aku sudah tertawa.Diterjemahkan dari: www. Tentu saja Bella akan mengatakan sesuatu yang tidak kukira. Bella tidak menyadari daya tarik dirinya di mata bocah-bocah di seantero sekolahan. sekali-kali melihat di salah.stepheniemeyer. Aku mesti memikikirkan sesuatu yang lain. dan dia tidak perlu terus-menerus memperbaiki hubungan. Aku mulai bisa 177 .well. Meski begitu aku mungkin perlu menghancurkan mobil Sentranya.” Dia melanjutkan.... Dan apa dia juga tidak melihat efek daya tariknya padaku? Ah. “Kenapa?” tukasku. kalau aku membahayakan hidupnya. “Dia memberitahu semua orang bahwa ia akan mengajakku ke pesta prom.” suaranya diliputi kegeraman seperti kucing-manis. Aku tidak butuh musuh dan barangkali Lauren akan bersikap biasa kalau Tyler menjauhiki.” Rasanya menyenangkan.com diriku. “Dan dia pikir pesta prom cara yang tepat. ancaman yang keluar dari bibirnya begitu menggelikan. Kegigihan Tyler tidak ada hubungannya dengan insiden waktu itu. Aku masih bisa mendengar pikiran orang itu. aku tetap bertahan di mobil. “Maaf....” Rahangku masih terkatup rapat. khas dirinya.” dia ragu-ragu—sepertinya berusaha memahami permintaanku. kau pasti ingat. Hanya karena dia membutuhkan aku. “Tolong alihkan perhatianku.. apa?” Hampir aku tidak sanggup menjelaskan yang kumaksud.. Ya—inilah yang kubutuhkan. Kupejamkan mata. itu manjur. “Entah dia gila atau dia masih mencoba menebus kesalahannya karena hampir membunuhku tempo. “kalau tidak punya mobil. berarti kedudukan kami seri.

entah bagaimana. Setelah semua kejadian ini. “Apa yang terjadi?” bisiknya. Itu karena aku sadar tidak dapat membunuh monster bernama Lonnie itu. Dan perkataannya—ungkapan sarkasme dan hiperbolanya—pengingat yang kubutuhkan di saat seperti ini. dan hanya bisa memimpikannya saja. Dan tujuh dekade itu tetap tidak membuatku layak atas gadis yang duduk disampingku ini.Diterjemahkan dari: www. Napasnya memenuhi penciumanku. untuk memikirkan selain balas dendam dan penyiksaan. “Aku sudah mendengar tentang itu. berhasil mencegahku untuk berkeliaran sebagai seoerang pembunuh nanti malam.” Tidak. dan aku diingatkan kenapa aku tidak mungkin layak baginya.com mengendalikan diri. tapi aku tetap akan berusaha. Meski aku tidak bisa mendapatkan dia. Dan jika aku kembali ke kehidupan itu—kehidupan seorang pembunuh— bahkan jika cuma untuk sehari. Hampir. padahal aku masih menginginkannya hampir melebihi segalanya di dunia. aku lebih tenang.” kataku padanya. Satu-satunya yang saat ini kubutuhkan melebihi keinginan membunuhku adalah gadis ini. “Lebih baik?” tanyanya takut-takut. Aku menghabiskan tujuh dekade berusaha menjadi lebih dari itu—apapun selain seorang pembunuh.stepheniemeyer.” Kuharap. Padahal aku butuh dia meneruskannya. Dia tidak bisa memilih cara lain yang lebih baik untuk menenangkan diriku.. itu tujuan yang mustahil.. Bella layak mendapatkan lebih dari sekedar seorang pembunuh. aku bisa minta dia terus bicara tentang mengancam dan melukai tanpa harus kedengaran gila. dia tidak akan bisa ke prom. Dia berhenti bicara. sudah pasti akan membuat gadis ini berada diluar jangkauanku selamanya. “Jika dia lumpuh dari leher kebawah. tapi tidak lebih baik. Suaranya pun jadi lebih marah. Aku tahu. Aku menghela napas dan membuka mata. bahkan dengan segala perasaan sayangku 178 . “Tidak terlalu. “Kau sudah mendengarnya?” tanyanya heran. Bahkan jika aku tidak meminum darahnya—bahkan jika aku tidak meninggalkan bukti merah menyala di mataku—akankah dia melihat perbedaannya? Aku berusaha untuk bisa jadi lebih pantas.

tapi sekaligus berharap dia tidak mendengarnya... Aku hutang itu padanya. membiarkan aromanya membakar tenggorokanku. “Setidaknya itu yang coba kukatakan pada diriku sendiri. Bella. ke kegelapan malam. Aku tidak menyerah. Aku begitu dekat dengan berandalan itu.” Aku menatap keluar. atas gadis ini —maka apa alasannya membiarkan orang itu tidak dihukum? Tentu aku bisa membolehkan diriku jika kondisinya seperti itu.stepheniemeyer. Mereka sudah mau mulai mencarinya. tinggal. Selama beberapa waktu kami diam. “Tapi tidak akan menolong bila aku berbalik dan memburu. Aku menarik napas dalam-dalam.” Dia tidak mengatakan apa-apa lagi. Apa saking syoknya? Atau. Kosong karena syok. semakin sulit untuk bertahan pada tujuanku. barangkali kejadian malam ini belum mengendap dalam pikirannya. atau pantas. tapi wajahnya tidak ketebak. Belum.. Suaranya sangat tenang. Tinggal. “Jessica dan Angela pasti khawatir. Bella.dia masih membuatku meneteskan liur. Jessica dan Angela sudah selesai makan. Aku berperang dengan diriku sendiri. Kami sudah tiba di restoran sebelum sempat menyelesaikan pikiranku. Aku akan mengatakan sejujur yang kubisa.” “Oh. berusaha menjadi apa yang seharusnya. Semakin dekat ke kota. “Kadang-kadang aku punya masalah dengan emosiku. Lari... Jika itu mustahil—jika memang tidak mungkin mendapatkan. Sekarang keduanya benar-benar mencemaskan Bella.Diterjemahkan dari: www. Paling tidak dia tidak menjerit. Seringkali dia tidak mendengarnya. Apa dia ingin menjauh dariku? Atau dia cuma tidak ingin teman-temannya mencemaskan dia? Tanpa berkata apa-apa aku menyalakan mobil dan mengantarnya. Ini bukan malam yang tepat bagi mereka untuk berkeliaran— 179 . Seberapa banyak yang ia dengar? Aku melirik diam-diam..” Hanya memikirkannya hampir membuatku keluar dari mobil. barangkali. lari. Sesuatu yang tidak aku bisa.” ucapnya pelan. Tidak.” ucapnya lagi.. Belum.. berharap dia mendengar kengerian yang terkandung dalam perkataanku. Bella. Aku terlalu mengiginkan Bella untuk menyerah. menuju jalanan yang gelap.com padanya. “Aku seharusnya menemui mereka. Aku tidak yakin bagaimana dia bisa begitu.

aku tidak punya waktu untuk memikirkan penerimaan anehnya atas pengetahuan anehku. Mereka menoleh. bisa dibilang kencan dengannya. aku tidak akan cukup kuat untuk itu.. Dia mengejar mereka kemudian berteriak. Setelat ini? Jessica menggerutu sendiri. “Jess! Angela!” dengan suara keras. Sepertinya akan sangat berbeda dengan bayangan akan mengajak Alice dan pura-pura secara tidak sengaja memilih restoran yang sama. Tidak membiarkan kau lepas dari pengawasanku. alih-alih mencecarku dengan pertanyaan. Dan kini. Apa itu maksudnya? Well. dan aku sadar lagi-lagi telah bertindak ceroboh.. Bella cuma menggeleng dan setengah tersenyum.Diterjemahkan dari: www. karena aku tidak memberinya kesempatan untuk menolak. tapi juga bersyukur karena Bella baik-baik saja. “Apa yang kau lakukan?” tanyanya. Hanya saja ini tidak masuk hitungan. “Kurasa aku tidak akan sanggup menahan diriku kalau bertemu berandalan-berandalan itu lagi. 180 . dan Bella melambaikan tangan kearah mereka. Tidak membiarkan diriku sendirian malam ini. dia aman! Pikir Angela lega.” Tidak. yang makin waswas saat teman-temannya mulai masuk ke lorong gelap.com “Bagaimana kau bisa tahu dimana.” Baiklah ini akan menarik. disinilah aku. atau karena dia tidak menganggapku sebagai seorang laki-laki terhormat? Aku menunggunya menyusulku. Apa ini karena dia tidak terbiasa diperlakukan seperti seorang perempuan terhormat. kedengarannya kaget. Aku terlalu sibuk dengan pikiranku hingga lupa bertanya dimana dia mesti bertemu dengan teman-temannya. tapi kemudian cepat-cepat menguasai diri. Dia sudah setengah membuka pintunya sebelum aku memutar lewat depan—biasanya aku tidak sefrustasi ini saat harus bergerak secara wajar—dan bukannya menungguku untuk membukakan pintu. “Mengajakmu makan malam.?” Pertanyaan Bella yang tidak selesai menyelaku. Dia gemetar. Aku membuka pintuku. Tapi. Bella! Oh.stepheniemeyer. “Cepat hentikan Jessica dan Angela sebelum aku harus mencari mereka juga. Dengan urutan seperti itu.” perintahku cepat-cepat.

aku tahu mereka sudah makan. Bella. ketika melihatku disampingnya. Tidak mungkin! Edward Cullen? Apa Bella pergi sendirian untuk mencari dia? Tapi kenapa Bella menanyakan kepergian mereka keluar kota jika Bella tahu dia ada disini. Bella mengangkat bahu dengan santai. Sebentar lagi serangan syoknya akan muncul ke permukaan. “Bolehkah aku bergabung dengan kalian?” tanyaku bersikap sopan. Mereka buru-buru kembali. kami sudah makan ketika menunggu tadi.. “Tidak apaapa—lagi pula aku tidak lapar. Tapi. Bella tidak mungkin tahu.. dan kemudian terhenti. syok.” dia mengakui. Ya ampun. dia keren banget! Batin Jessica.stepheniemeyer. Begitu tenang. berdasar pengalaman yang lalu. Coba tadi tidak makan duluan. Pikir Angela kemudian. Pikirannya pasti syok.. Angela juga tidak terlalu berbeda. Angela mengerutkan dahi. Aku menangkap sekelebatan ekspresi malu-malu Bella ketika menanyakan Angela apakah keluargaku sering absen dari sekolah. Lagipula aku lebih memilih berdua saja dengan Bella—selama dia tidak keberatan. Pikiran Jessica beralih dari terkejut jadi curiga. dan perut kosong tidak akan membantu. Wow. Bella menutup-nutupi sesuatu dariku.Diterjemahkan dari: www. Dia membutuhkan gula di aliran darahnya—meski begini saja sudah terasa manis. 181 . Mendadak pikirannya tidak karuan.” Apa? Diam! Protes Jessica dalam hati.tentu saja. “Aku tersesat. Bukan mereka yang dikuntit oleh bahaya. “Sori. Nadanya luar biasa normal. Nah.” Jessica setuju.. pikirku masam. sebetulnya. Pasti memang syok.” “Kurasa kau tetap butuh makan sesuatu.com Ini membuatku sedikit lebih menyukai dia.” ujar Bella sambil menunjuk kearahku. “Mmm. Tidak. Eh-oh! Pikiran Jessica kalang kabut. seakan itu sepenuhnya yang terjadi. Wow. kenapa juga aku tidak bisa melakukan seperti itu pada Bella? “Eh. Teman-temannya tidak berada dalam bahaya jika mereka langsung pulang.” Aku tidak sependapat. Dia mudah pingsan. Dan kemudian aku berpapasan dengan Edward. Itu satu-satunya penjelasan kenapa dia begitu tenang.

mencari tandatanda bahwa inilah yang ia inginkan. setelah menyaksikan nafsu membunuhku? Entah itu masalahnya atau bukan.stepheniemeyer. Kenapa dia harus menunggu mereka pergi baru bicara? Mungkinkah dia betul-betul ingin berduaan saja denganku—bahkan sekarang. aku hanya menyadarinya lebih karena 182 . ingin segera menyingkir jika memang itu yang Bella mau.. Aku harus mencari cara untuk berterima kasih pada Angela. dia perlu makan sesuatu. Baru setelah mobilnya lenyap. Bella kelihatannya masih menutup diri. dia melihat Bella mengedip. ia menarik napas dalam-dalam dan menoleh ke arahku.” Jessica menatap kelat-lekat pada Bella. Ya ampun. Siapa yang tidak akan begitu? batin Jess.” katanya padaku. Aku tidak mau pergi. hibur aku. untuk mengecek suhu badannya. Pada saat bersamaan. tidak masalah. Aku ingin menyentuh tangannya..” ujar Angela cepat. Sepertinya ini malam keberuntunganku. Oh. ya ampun. Dan kelihatannya memang itulah yang dia mau. “Jujur saja aku tidak lapar. Mobil Jessica berada tidak jauh.com “Apakah kalian keberatan jika nanti aku saja yang mengantar Bella pulang?” tanyaku pada Jessica sebelum Bella bisa merespon. Jadi dia pasti sepenuhnya sadar atas bahaya yang menimpanya tadi. Tapi tangan dinginku hanya akan ditolaknya. dan Bella melambai balik. “Dengan begitu kalian tidak perlu menunggu dia makan. Bella. pikiran penerima tamu itu menyelinap kedalam kesadaranku. Atau. kurasa... “Sampai ketemu besok.. Aku berjalan di sisinya menuju ke tempat penerima tamu. keningnya.. Bella mengedip? “Oke.” Angela berjuang mengucapkan namaku dengan nada santai. Kemudian ia menyambar tangan Jessica dan menyeretnya pergi.tapi barangkali Bella menginginkan Edward untuk dirinya sendiri. Jessica melambai saat pergi.Diterjemahkan dari: www. diparkir dibawah lampu jalan. seperti yang lalu. Bella mengawasi mereka dengan seksama—sedikit kerut prihatin terlihat diantara matanya—sampai mereka masuk ke mobil.Edward.” Kubukakan pintu restoran untuknya. “Kalau begitu.” “Eh.

dia akan sangat penasaran malam ini. Barangkali dia sepupunya. Bagaimana bisa perempuan picik ini menilai daya tarik fisikku—perangkap bagi mangsaku —begitu menarik. Itu masuk akal—berani taruhan pasti harga jaketnya lebih mahal dari gajiku. Aku belum pernah terlalu memikirkan tentang itu sebelumnya. Keramaian bukan tempat yang cocok untuk pembicaraan seperti itu.. batin penerima tamu itu saat membawa kami ke sebuah meja di tengah ruangan yang paling ramai. Mata manusia memang kabur.” Dia mengintip uang itu saat mengantar kami memutari dinding pemisah. Lima puluh dolar untuk meja yang lebih baik? Dia juga kaya. Matanya melebar terkejut. Orang-orang jadi sangat kooperatif jika uang dilibatkan. Selamat datang di La Bella Italia. menelengkan kepala penasaran. Cope dan Jessica Stanley. namun tidak dapat melihat kesempurnaan yang lembut pada gadis di sampingku ini? Well. Biasanya —kecuali pada orang-orang seperti Ms. pasti itu. dimana tidak ada orang yang 183 .” Pikirannya sedang menebak-nebak. “Tentu saja. iya. Aku menggeleng. Dia tidak mungkin berkencan dengannya. lebih baik tidak usah mengambil resiko. mereka sama sekali tidak mirip. kemudian menyipit saat tangannya mengambil uang tip itu. Tanpa ambil pusing. eh.Diterjemahkan dari: www.stepheniemeyer. Bella sudah duduk di meja yang ditunjuk. yang berusaha keras menumpulkan ketakutannya—rasa takut langsung melanda setelah daya tarik awal.? Aku mengambil selembar uang dari kantongku.com sangat berharap bahwa Bella akan memandangku seperti itu? Kami selalu terlihat menarik bagi mangsa kami. Mereka sama sekali tidak melihat dengan jelas.. Kenapa juga dia mau tempat yang lebih privasi bersama gadis ini? Dia menawari kami sebuah bilik di pojokan yang sepi. Bisakah aku memberikan nomer teleponku selama ada gadis itu.. Ya. “Oh. Sialan. “Meja untuk dua orang?” kataku pelan ketika penerima tamu itu tidak juga bicara. Tapi keluarga. Gadis ini tidak mungkin adiknya. “Barangkali ada tempat yang lebih pribadi?” pintaku pada si penerima tamu sembari menyodorkan uangku.” Hmm! Suaranya! “Silahkan ikuti saya. dan dia jadi ragu..

Yang dia maksud apa? Aku tidak menakut-nakuti perempuan tadi.” Hmm. Barangkali gadis itu akan hilang.” Aku memperhatikan ekspresinya. Aku jadi ingat Emmet pernah menggodaku di kafetaria beberapa waktu lalu. Ini pasti mimpi. Seberapa banyak yang bisa ia tebak? Apa penjelasan dari kejadian tadi. yang benar saja. “Mmm.stepheniemeyer. kenapa berbeda dengan. Biar dia lihat siapa diriku sebenarnya.pelayan kalian akan segera datang. “Tidak adil. Aku tersenyum lebar-lebar ke dia. Aku sama sekali tidak tahu apa yang akan dia tanyakan nanti.” Bella menyela pikiranku dengan nada tidak setuju.. “Kau tidak menyadarinya?” tanya Bella masih tidak percaya. “Kau pikir orang bisa jadi seperti itu dengan mudahnya?” “Apa aku membuatmu terpesona?” Aku langsung mengucapkannya begitu saja. Dia berlalu dengan langkah sempoyongan. “Sempurna.. Berani taruhan aku bisa menakuti dia lebih dari itu.. Bella hampir betul. Aku bertanya-tanya. apa yang akan kuceritakan..” “Aku membuat orang terpesona?” Itu istilah yang menarik untuk mendeskripsikannya. Cukup akurat untuk malam ini. Wow..com akan melihat kami—untuk melihat reaksi Bella atas apapun yang akan kusampaikan. 184 . “Oh.Diterjemahkan dari: www. Aneh.. meski itu yang kuinginkan... Atau. “Kau pasti tahu bagaimana reaksi orang terhadapmu.” kataku dengan perasaan terganggu karena sikap tidak sopannya pada Bella. Dia masih tidak takut. Apa aku kehilangan kemampuanku yang satu itu? “Seharusnya kau tidak melakukan itu pada orang-orang.” Bella mencemoohku ketika aku tidak langsung menjawab. menunjukan seluruh baris gigiku. “Melakukan apa?” “Membuat mereka terpesona seperti itu—barangkali sekarang dia sedang sesak napas di dapur.” Dia tidak mungkin nyata. menggambarkan penilaiannya yang keliru tentang diriku pada temannya yang pelayan. yang ia ceritkan pada dirinya sendiri? “Bagaimana kalau disini?” tanya penerima tamu itu. dan sudah terlambat untuk menariknya kembali. Penerima tamu itu bisa dibilang setengah linglung saat ini.mungkin aku akan menulis nomer teleponku di piringnya memakai saos.

Dia terlihat bercahaya. 185 . Apakah dia. kedinginan?” Sekarang dia bahkan jadi lebih bingung. Lebih dari sehat bahkan.Diterjemahkan dari: www. “Dua coke.. Akhirnya si pelayan dengan enggan ganti menoleh ke Bella. Aku membuat dia terpesona. ketika aku tersenyum padanya. Meski begitu dia terlihat sehat. bagaimana itu melenyapkan cream pada kulitnya. sakit.” “Kau tidak merasa pusing. Si pelayan masih menunggu pesananku. seakan minta persetujuan. Aku tidak peduli dan terus saja memandangi Bella..” aku meralat. melihat darahnya mengalir dibawah kulitnya. “Kurasa itu tidak akan terjadi. Ah.. Dia mengerjap. “Boleh saya minta coke?” tanya Bella. Dia tidak akan mau diperhatikan.” jawabnya.” Dan pipinya bersemu merah muda. “Halo. dan lebih ekplisit dari penerima tamu tadi.com Tapi.stepheniemeyer. “sering kali. sedikit kehabisan napas. Akan kupastikan dia punya cukup gula dari soda pada sistem pencernaan tubuhnya. terkejut oleh pertanyaanku. Jantungku yang mati membusung oleh harapan yang lebih besar dari apapun yang pernah kurasakan. sebetulnya aku menunggumu syok. menantikan sangkalannya. Kuabaikan bagaimana itu membakar tenggorokanku. Samarsamar aku sadar pelayan itu telah pergi. Matanya berubah agak tidak fokus. dia minta pesanan minum kami. Butuh semenit baginya untuk menjawab.” sapa seseorang. tapi kukecilkan volumenya.. sebelum aku sempat menyesalinya. Haus—rasa haus manusia—adalah tanda-tanda syok. “Apa?” tanyanya—sepertinya bertanya-tanya kenapa aku memperhatikan dia. “Haruskah begitu?” “Well. Kadangkadang dia terlihat seperti itu. perhatianku lebih tertuju bagaimana itu membuat terang wajah pucatnya. “Aku baik-baik saja.terpesona? Aku sangat ingin mempercayai itu. Alih-alih mendengarkan. “Bagaimana perasaanmu?” tanyaku. dia sudah menjawab. Pikirannya nyaring sekali. aku menatap wajah Bella.” Aku setengah tersenyum. Seorang pelayan memperkenalkan dirinya. Aku selalu bisa menguasai diri jika terjadi sesuatu yang tidak menyenangkan.

“Kau tidak punya jaket?” “Punya. Dia terlihat sangat lemah.” Si pelayan kembali dengan membawa dua coke dan sekeranjang roti.stepheniemeyer. Dahiku sedikit mengerut. Apa yang sedang ia pikirkan sekarang? Kuserahkan jaketku ke seberang meja..” Bella melirik sekilas ke menu. Dia menaruhnya didepanku. Dia minum sampai gelasnya kosong. Haus.” tapi dia gemetar lagi.” Bella membuat ekspresi datar. pipinya merona lagi. Dan aku selalu lupa untuk berhati-hati di depannya. dan ia langsung memakainya. 186 .” Dia mencari-cari bingung. Dia pasti menyadari bahwa aku tidak pernah makan. apa dia sering mengalami kejadian-kejadian buruk? Apa hidupnya selalu penuh resiko seperti ini? “Sama. “Aku pesan jamur ravioli. Aku menunggu hingga kami sendirian lagi. “Oh—ketinggalan di mobil Jessica. “Aku akan merasa lebih baik jika kau sudah cukup mengkonsumsi minuman atau makanan yang manis-manis. Dia menyadari semuanya. dan kembali mengecilkan volume suara pikirannya. Dia menatapku. hampir serapuh kulit aslinya. Aku terkejut ketika ia langsung menurut. “Mmm.” ujarku. kemudian menggigil lagi. Seharusnya akan lebih menyenangkan jika bisa menawarinya jaket yang hangat. berharap suhu tubuhku tidak terlalu berpengaruh.” aku memaksa. kemudian sempat menggigil.. blus itu menggantung seperti kulit kedua.” Si pelayan cepat-cepat berpaling padaku. Hmm. “Dan anda?” “Aku tidak pesan apa-apa.Diterjemahkan dari: www. “Kau kedinginan?” “Ini cuma karena cokenya.” Kucopot jaketku.com Berarti. jadi kudorong gelas kedua padanya. Aku memberi tanda agar dia seharusnya melayani Bella. atau syok? Dia minum lagi sedikit. sangat manusia. bibirnya ikut menggigil seakan giginya akan menggemeretak. Blus cantik yang ia pakai terlihat terlalu tipis untuk bisa melindungi tubuhnya. dan menanyakan pesananku sambil berusaha menatap mataku. “Minumlah. Isi pikirannya vulgar.

Diterjemahkan dari: www.stepheniemeyer.com

Ya, akan lebih baik jika hangat. “Terima kasih,” ujarnya. Dia mengambil napas dalam-dalam, lalu menarik lengan jaketnya yang kepanjangan sampai tangannya muncul. Dia mengambil napas dalam-dalam lagi. Apakah kejadian tadi akhirnya mengendap juga? Warna kulitnya masih bagus; kulitnya terlihat seperti susu dan mawar, jika dipadankan dengan warna biru-tua blusnya. “Warna biru itu terlihat indah di kulitmu,” pujiku. Sekedar bersikap sopan. Dia tersipu, menambah indah efeknya. Dia kelihatan baik-baik saja, tapi tidak perlu mengambil resiko. Kudorong keranjang roti itu ke arahnya. “Sungguh,” dia menolak, menebak niatku. “Aku tidak merasa syok.” “Seharusnya kau syok—orang normal akan begitu. Kau bahkan tidak terlihat gemetaran.” Aku menatapnya, menolak pendapatnya, bertanya-tanya kenapa dia tidak bisa jadi normal, kemudian sangsi jika aku memang ingin dia seperti itu. “Aku merasa sangat aman denganmu,” ujarnya dengan tatapan penuh percaya. Rasa percaya yang tidak pantas kudapatkan. Instingnya sangat keliru—bertolak belakang. Pasti itu masalahnya. Dia tidak mengenali bahaya seperti orang normal lainnya. Sikapnya bertolak belakang. Alih-alih lari, dia tinggal, mendekati apa yang seharusnya membuat dia takut... Bagaimana caranya aku bisa melindungi dia dariku ketika tidak ada satupun dari kita yang menginginkannya? “Ini lebih rumit dari yang kubayangkan,” gumamku. Bisa kulihat dia berusaha mencerna perkataanku. Dan aku bertanya-tanya apa hasilnya. Dia mengambil secuil roti dan mulai memakannya tanpa sepenuhnya sadar dengan tindakannya. Dia mengunyah sebentar, lalu menelengkan kepala penuh pertimbangan. “Biasanya suasana hatimu lebih baik ketika warna matamu terang,” ujarnya dengan nada santai. Pengamatannya membuatku terkesima. “Apa?” “Kau selalu lebih pemarah ketika matamu berwarna hitam—tadi kupikir matamu berubah kelam. Aku punya teori tentang itu.”
187

Diterjemahkan dari: www.stepheniemeyer.com

Jadi dia telah punya penjelasan sendiri. Tentu saja dia begitu. Aku jadi khawatir, seberapa dekat pada kebenaran. “Teori lagi?” “Hmm-mm.” Dia mengunyah satu gigitan lagi, benar-benar tidak sadar, seakan tidak sedang membahas tentang monster pada si monster sendiri. “Kuharap kau lebih kreatif kali ini...” kataku bohong. Yang sesungguhnya, kuharap dia salah—meleset sangat jauh. “Atau kamu masih mengutip dari buku-buku komik?” “Well, tidak, aku tidak mendapatkannya dari komik,” jawabnya agak malu. “Tapi aku juga tidak menduga-duganya sendiri,” “Dan?” tanyaku dari sela gigi. Tentu dia tidak akan bicara setenang ini jika mau teriak. Saat dia bimbang sambil menggigit bibirnya, si pelayan datang membawa pesanannya. Aku tidak terlalu memperhatikan pelayan itu saat ia meletakan piringnya di depan Bella dan bertanya padaku apa aku butuh sesuatu. Aku menolak, tapi minta tambahan soda. Pelayan itu tidak menyadari gelas Bella yang sudah kosong. Kemudian dia mengambilnya, dan pergi. “Apa katamu tadi?” bisikku penasaran setelah kami sudah berdua lagi. “Aku akan menceritakannya di mobil,” jawabnya pelan. Ah, ini pasti buruk. Dia tidak mau membicarakan tebakannya di tengah orang banyak. “Kalau...” dia menambahkan tibatiba. “Ada syaratnya?” Aku begitu tegang hingga hampir menggeramkan kata-katanya. “Tentu saja aku punya beberapa pertanyaan.” “Tidak masalah.” Aku mengiyakan dengan suara parau. Pertanyaan-pertanyaannya mungkin cukup memberiku petunjuk kemana arah pikirannya. Tapi bagaimana aku mesti menjawabnya? Dengan kebohongan yang bertanggung jawab? Atau aku mesti mengelak? Atau tidak menjawabnya sama sekali? Kami duduk diam saat si pelayan mengisi kembali sodanya. “Well, ayo mulai,” kataku dengan rahang terkunci ketika si pelayan sudah pergi. “Kenapa kau berada di Port Angeles?” Itu pertanyaan yang terlalu mudah—buat dia. Itu sama sekali tidak mengungkapkan isi
188

Diterjemahkan dari: www.stepheniemeyer.com

pikirannya, sedang jawabanku, jika yang sebenarnya, akan mengungkapkan terlalu banyak. Biar dia mengungkapkan sesuatu dulu. “Berikutnya,” sergahku. “Tapi itu yang paling mudah,” “Berikutnya,” kataku lagi. Dia frustasi dengan penolakanku. Dia berpaling, menatap makanannya. Pelan-pelan, sambil berpikir keras, dia menggigit dan mengunyah rotinya dengan penuh pertimbangan. Dia menelannya dengan bantuan soda, dan akhirnya menatapku. Matanya menyipit curiga. “Oke, kalau begitu,” katanya. “Katakan saja, secara hipotesis tentu saja, seseorang... bisa mengetahui apa yang dipikirkan orang lain, membaca pikiran, kau tahu—dengan beberapa pengecualian.” Bisa saja lebih parah dari ini. Ini menjelaskan senyum kecil di mobil tadi. Daya tangkapnya cepat. Belum pernah ada orang yang bisa menebak kemampuanku, kecuali Carlisle. Itu jadi agak jelas karena pada awalnya aku menjawab semua isi pikirannya seakan dia mengucapkannya padaku. Dia mengerti duluan, sebelum aku... Pertanyaannya tidak terlalu buruk. Dia sudah lebih dulu tahu ada yang tidak beres dengan diriku, jadi ini tidak seburuk sebelumnya. Membaca pikiran, bagaimanapun, bukan termasuk ciri-ciri vampir. Aku akan mengikuti hipotesisnya. “Hanya satu pengecualian,” koreksiku. “Secara hipotesis.” Dia menahan senyum—persetujuan samarku membuatnya senang. “Baik kalau begitu, dengan satu pengecualian. Bagaimana cara kejranya? Apa saja batasan-batasannya? Bagaimana bisa... seseorang... menemukan orang lain pada saat yang tepat? Bagaimana kau bisa tahu dia sedang dalam kesulitan?” “Secara hipotesis?” “Tentu saja.” Bibirnya mengejang, mata coklat beningnya berharap penasaran. “Well,” aku ragu-ragu. “Kalau.. seseorang itu...” “Sebut saja dia Joe.” Dia menawarkan. Aku jadi tersenyum melihat semangatnya. Apa dia betul-betul berpikir bahwa yang sebenarnya adalah sesuatu yang baik? Apa tidak pernah terpikir, jika rahasiaku sesuatu yang
189

Diterjemahkan dari: www.stepheniemeyer.com

menyenangkan, buat apa selama ini merahasiakannya dari dia? “Ya sudah.” akhirnya aku setuju. “Kalau Joe memerhatikan, pemilihan waktnya tak perlu setepat itu.” Aku menggeleng, menahan untuk tidak gemetar pada pikiran bagaimana hampir terlambatnya aku tadi. “Hanya kau yang bisa mendapat masalah di kota sekecil ini. Kau bisa membuat angka tindak kriminal meningkat untuk kurun waktu satu dekade, kau tahu itu.” Sudut bibirnya turun, dan ia memberengut. “Kita sedang membicarakan kasus secara hipotesis,” Aku tertawa melihat kekesalannya. Bibirnya, kulitnya... Terlihat sangat lembut. Aku ingin menyentuhnya. Aku ingin menyentuh sudut birbirnya dengan ujung jariku dan mengembalikan senyumannya. Mustahil. Kulitku akan menjijikan buat dia. “Betul juga,” kataku kembali pada pembicaraan, sebelum aku jadi tertekan. “Bisakah kita memanggilmu Jasmine?” Dia mencondongkan tubuhnya di atas meja ke arahku, segala humor dan kesal hilang dari matanya. “Bagaimana kau bisa tahu?” tanyanya dengan suara rendah dan tajam. Haruskah aku memberitahu yang sebenarnya? Dan, jika iya, seberapa banyak? Aku ingin menceritakannya ke dia. Aku ingin merasa pantas atas kepercayaan yang masih kulihat dari wajahnya. “Kau tahu, kau bisa mempercayaiku,” bisiknya. Dan ia mengulurkan tagan seakan ingin menyentuh tanganku yang ada di atas meja. Segera kutarik tanganku—benci membayangkan bagaimana reaksinya atas kulit dinginku yang seperti batu—dan dia menjatuhkan tangannya. Aku tahu aku bisa memperyai dia untuk menjaga rahasiaku; dia sangat bisa dipercaya. Tapi aku tidak percaya dia tidak akan takut. Dia sebaiknya takut. Kebenarannya adalah horor. “Aku tak tahu apakah aku masih punya pilihan,” gumamku. Aku ingat pernah sekali menggodanya dengan menyebut dia 'tak pernah memperhatikan sekelilingnya.' Dan waktu itu aku membuatnya tersinggung—jika aku menilai ekspresinya dengan benar. Well, paling tidak aku bisa meluruskan kesalahan persepsi itu. “Aku salah—kau lebih teliti daripada yang
190

Diterjemahkan dari: www.stepheniemeyer.com

kukira.” Mungkin dia tidak sadar, tapi aku baru saja memberinya banyak pujian. Dia tidak melewatkan apapun. “Kupikir kau selalu benar.” Dia tersenyum meledekku. “Biasanya begitu.” Biasanya aku tahu apa yang kulakukan. Biasanya aku selalu yakin dengan langkahku. Tapi sekarang semuanya kacau dan tak terkendali. Tetap saja, aku tidak mau menukarnya. Aku tidak mau kehidupan yang masuk akal. Tidak jika kekacauan berarti bisa bersama Bella. “Aku juga salah menilaimu mengenai suatu hal.” Aku melanjutkan untuk meluruskan poin yang lain. “Kau bukan daya tarik terdahadap kecelakaan—penggolongan itu tidak cukup luas. Kau daya tarik terhadap masalah. Kalau ada sesuatu yang berbahaya dalam radius sepuluh mil. Masalah itu selalu bisa menemukanmu.” Kenapa harus dia? Apa yang sudah ia lakukan sampai pantas mendapatkan semua ini? Wajah Bella berubah serius lagi. “Dan kau menempatkanmu dirimu sendiri dalam kategori itu?” Ketimbang pertanyaan lain, kejujuran sangat penting untuk menjawab pertanyaan ini. “Tak salah lagi.” Matanya sedikit menyipit—kini bukan curiga, tapi anehnya prihatin. Dia mengulurkan tangannya ke atas meja lagi, pelan dan penuh pertimbangan. Aku sedikit menarik tanganku, tapi dia mengabaikannya, bersikeras untuk menyentuhku. Aku menahan napas—bukan karena aromanya, tapi karena takut. Takut kulitku akan membuatnya muak. Takut dia akan lari. Ujung jarinya menyentuh ringan punggung tanganku. Kehangatan sentuhannya yang lembut tidak seperti yang pernah kurasakan selama ini. Ini hampir murni menyenangkan. Mungkin saja akan begitu jika tanpa ketakutanku. Aku memperhatikan wajahnya saat dia merasakan tangan dinginku yang membeku, masih dengan tidak bernapas. Secercah senyum muncul di sudut bibirnya. “Terima kasih.” Dia balas menatapku dengan tatapan lekat miliknya. “Sudah dua kali kau menyelamatkanku.” Jari-jarinya yang lembut tetap tinggal di tanganku seakan telah menemukan tempat yang menyenangkan.
191

Saat itu juga aku sadar aku ingin menjawab semua pertanyaannya. Meski sentuhannya begitu menyenangkan. Aku membayangkan wujud takdir itu—siluman rubah betina bengis yang pencemburu dan pendendam. pada insiden van itu.com Aku menjawabnya setenang yang kubisa. menunggu.” sanggahku sambil menunduk. kebenaran terus saja mengalir dengan ceroboh. resiko yang kuambil.” Aku mengamatinya. 192 . Aku membaca matanya. Namun. Kapan saja. “Aku tak pernah menjaga seseorang sebelumnya. ketenangannya yang ganjil ini bisa pecah jadi histeris. menatap taplak meja yang berwarna merah marun. dan mata coklatnya menghangat. Kutarik tanganku dari bawah tangannya. “Pernahkah kau berpikir mungin takdir telah memilihku sejak pertama. “Aku membuntutimu ke Port Angeles.Diterjemahkan dari: www. Bukan karena aku ingin dia percaya padaku. Aku tahu bahaya dari kejujuranku. Kemudian kusembunyikan tanganku di bawah meja. aku tidak mau menunggu sampai batas toleransinya yang ajaib habis. Pertahananku mulai runtuh. Bahuku terkulai malu.. tapi mengangguk. oke?” Dia cemberut. Aku baru saja mengaku membuntuti dia. meski pikirannya sunyi. dan kau malah mencampurinya?” tanyanya kemudian. Dan—sejak kelemahan tekadku akhirnya terbukti—takdir itu melanjutkan usahanya untuk mengeksekusi dia. itu justru mendorongku untuk bicara lebih cepat lagi. Aku telah memposisikan diriku bagai pisau guillotine dalam hidupnya.” Itu betul. Aku ingin dia mengenalku. aku bisa merasakan pancaran percaya sekaligus kagum dari situ. dan berubah jadi penolakan. dan ini lebih merepotkan dari yang kusangka. Tapi barangkali itu hanya karena itu adalah kau. Sudut bibirnya terangkat keatas. Dia tersenyum. “Itu bukan yang pertama. Bukan karena aku berhutang padanya. “Takdir pertama kali memilihmu ketika aku bertemu denganmu. Itu sama seperti dia telah divonis mati oleh takdir kejam yang tidak adil.stepheniemeyer. dan itu membuatku marah. Orang normal sepertinya bisa melewati satu hari tanpa mengalami begitu banyak bencana. “Jangan ada yang ketiga kali. dan dia tersenyum..” Kata-kata itu keluar begitu cepat tanpa sempat kuedit.

Matanya yang dalam. Dia tahu.com Aku ingin ada seseorang yang bertanggung jawab—agar ada seseorang yang bisa kulawan. Menebak reaksinya dengan betul adalah satu hal. dan dengan mudahnya langsung mengganti topik. jadi penasaran.” jawabnya tenang. Jika ceritaku diteruskan. tapi tetap saja membuatku khawatir. aku bisa dengan mudah menemukannya. Aku mendongak melihatnya. ketika kebenarannya yang mengerikan telah terungkap? Dia menunggu penasaran.” Akhirnya aku meneruskan certaku. Dia tahu aku pernah berniat untuk membunuhnya. dimana jeritannya? “Tapi toh sekarang kau tetap duduk di sini.. Lalu. mencoba mati-matian untuk memahami. sekali lagi aku berusaha menembus pikirannya. kau tahu bagaimana menemukanku hari ini.” Dia mengolahnya selama sepersekian detik. di sinilah aku duduk. “Biasanya. “Kau ingat?” Dia pasti ingat. Bagaimana bisa dia peduli dengan yang lainnya. sadar akhirnya akan segera melihat ekpresi takut di wajahnya. namun kali ini dengan tatapan prihatin. Bukankah aku baru saja mengakui telah hampir membunuhnya? Lebih dekat dari sekedar van yang seinchi lagi hampir melindasnya.. entah bagaimana. Seseorang untuk dihancurkan agar Bella bisa kembali aman.” Aku mempertanyakan sikapnya yang bertolak belakang. Inilah saatnya kengerian dia akan muncul.. dia akan butuh tambahan tenaga saat syoknya pecah. napasnya semakin cepat. Aku pun mengajukan syaratku. Tapi tetap saja. menyaksikannya terjadi 193 . Kulitnya pucat—yang memang aslinya begitu. Bella sangat diam. “Ya.” Eksoresinya berubah.. lalu cepat-cepat menyendok dan mengunyah raviolinya. Makan malamnya masih tetap tidak tersentuh. berkat dirimu. aku bicara. sepenuhnya sadar.Diterjemahkan dari: www. wajahnya tetap tenang.” Aku mengamati wajahnya baik-baik saat mengatakannya.stepheniemeyer. “Kau makan. “Mengikuti jejakmu lebih sulit daripada seharusnya.” Dengan sia-sia. setelah pernah mendengar pikiran seseorang. “karena. Itu tidak masuk logika berpikirku. anehnya. Dia terlihat lebih penasaran dari yang ditunjukan matanya. Matanya masih menatapku lekat-lekat. “Ya.

tapi anehnya aku toh khawatir juga. berarti dia aman. dan kau pergi ke arah selatan. Lalu. dan aku tahu kau toh harus kembali.. “Aku melihat wajahmu dalam pikirannya. Bersama derasnya udara yang masuk.. “Matahari akhirnya terbenam. “Aku mulai bermobil berputar-putar. dan cepat-cepat mengambil satu suapan lagi ke mulutnya.. dan aku nyaris keluar dan mengikutimu dengan berjalan kaki.. Dia ingin aku meneruskan.” 194 . tidak sanggup untuk tidak menggeram.” Kuharap katakataku terdengar masuk akal. “Aku mengikuti Jessica. Selama aku masih merasa terbakar. sambil secara acak membaca pikiran orang-orang di jalan— melihat apakah ada yang memperhatikanmu sehingga aku tahu di mana kau berada. Dia tidak bergerak. Bella masih membutuhkanku.com adalah kesulitan yang lain.stepheniemeyer.Diterjemahkan dari: www. Aku tak punya alasan untuk khawatir. mendengarkan.. Ini pasti membingungkan. “Awalnya aku tidak memperhatikan ketika kau pergi sendirian. aku hanya menunggumu. Itu adalah rasa sakit yang menandakan dia masih hidup. “Dengan tidak hati-hati—”aku tidak bisa menahan diri untuk tidak menambahkan. napasnya membakar tenggorokanku. Itulah yang paling penting. Rahangku terkatup rapat saat berkonsentrasi untuk bisa tetap duduk. Aku mau orang itu mati. mengunci tubuhku jadi es. ketika aku menyadari kau tidak bersamanya lagi. Aku butuh dia mati.“—seperti kataku.. Aku tahu kau tidak masuk ke sana. hanya kau yang bisa mendapat masalah di Port Angeles. “Lalu apa?” bisiknya dengan mata coklat gelapnya yang lebar. aku pergi mencarimu di toko buku yang kulihat dalam pikirannya. Atau.” lanjutku sambil memperhatikan setiap kata-kataku meresap. Dan lalu—” Saat ingatan itu kembali—sejernih seperti sedang mengalaminya lagi—kurasakan napsu membunuh kembali membilas tubuhku. apa menurutnya dia itu normalnormal saja? Dia jauh dari normal dibanding orang-orang yang pernah kutemui. “Aku mendengar apa yang mereka pikirkan. matanya lebar.” Sadarkah dia bahwa jarang orang punya pengalaman hampir mati seperti dia. Tapi dia hanya mengerjap satu kali.” Napasku memburu saat ingat kepanikan itu. Jadi. Dan itu membuatku lega.” ujarku dari sela gigi. menelan keras-keras. Rahangku sendiri terkunci rapat saat menunggu detik-detik dia akan panik. masih sambil.

Dalam batas tertentu. sangat lembut dan mudah pecah. “Kau sudah siap pulang?” tanyaku. Napasnya juga tenang dan teratur. menarikku ke arahnya.. aku hampir tidak kuat menahannya.. Maukah aku mendengarnya? Aku penasaran. dan membiarkan mereka..com Dorongan untuk membunuh itu begitu kuat. pemburu.. Paling tidak yang satu ini bisa dipertanggung jawabkan. Apakah setelah itu aku akan membunuh mereka? Apakah aku akan menjadi pembunuh lagi setelah kini dia mempercayaiku? Adakah cara untuk menghentikanku? Dia janji akan memberitahu teorinya ketika kami sendirian. Dia butuh seorang pelindung. iramanya sempat tidak teratur.Diterjemahkan dari: www. Ekspresiku pasti seperti monster. “Sulit. aku satu-satunya yang paling memungkinkan untuk mengisi posisi itu. Aku mesti cepat-cepat mengantarnya pulang sebelum. aku akan pergi mencari mereka. kelembutan tulang-tulang tubuhnya. Aku menatapnya lagi. Fokus hanya pada wajahnya..stepheniemeyer. aku mengakui niatku untuk membunuh. dan wajahnya lebih pucat dari sebelumnya. tapi tenang. tapi jangan-jangan konsekuensinya justru jadi lebih buruk ketimbang tidak tahu.” bisikku. Aku sendiri sudah hampir lepas kendali. sulit sekali—kau tak bisa membayangkan betapa sulitnya—hanya pergi menyelamatkanmu. tapi aku takut kalau kau meninggalkanku sendirian. dia sudah cukup banyak mendengar kebenaran yang sanggup dia terima dalam satu malam. Dia terlalu rapuh untuk dunia ini. dan pembunuh. tetap hidup. aku membayangkan wajah Bella supaya bisa mengendalikan diri. Pikiran-pikiran busuknya menghisap di kegelapan malam.. Dan. Dengan mata tertutup. “Aku bisa saja membiarkanmu pergi dengan Jessica dan Angela.. Dia masih saja diam saat aku berusaha mengendalikan diri. Aku coba menjelaskan reaksiku yang keji supaya dia mengerti. 195 . melalui takdir yang salah kaprah. Aku mendengarkan detak jantungnya.” Untuk kedua kalinya malam ini.. lapisan tipis kulitnya yang pucat—seperti balutan sutra di atas permukaan kaca. Aku menutup wajahku. tapi makin lama makin lambat sampai akhirnya tenang lagi. Aku masih tahu pasti dimana keberadaan orang itu.

setelah mengerti alasannya. Kini manusia hanya melihat indahnya saja karena iner-hororku telah kutahan. Napas pelayan itu memburu. Benar-benar membuat frustasi. Dengan begitu dia tidak perlu repot-repot menunggu telepon yang tak akan pernah datang. Aku mendongak. dan sesaat dia—meminjam istilah Bella—terpesona oleh suaraku. “Jadi bagaimana?” tanyan pelayan itu padaku. Pelayan itu kembali. seakan jawaban sederhana 'ya' tidak sepenuhnya mengungkapkan apa yang ingin ia katakan.” Kuharap tipsnya yang besar bisa mengobati kekecewaan pelayan itu. Kami berjalan menuju pintu keluar. Aku berdiri.” Sepertinya dia memilih kata-katanya dengan hati-hati. “T-tentu. Dia mendengar pernyataan Bella saat sedang lewat di bilik sebelah.” Dia menyerahkan folder berisi tagihan. terima kasih. Dan aku ingin mengusir sebagian tawaran itu yang terlanjur terdengar oleh pikiranku. aku berjalan di sampingnya sedekat yang aku 196 . Aku menyelipkan uangku tanpa membuka foldernya dan langsung kukembalikan. dan Bella cepat-cepat mengikuti.stepheniemeyer. tapi kupikir itu akan memaksakan keberuntunganku sedikit terlalu jauh untuk satu malam. “Simpan saja kembaliannya. Aku mengucapkan terima kasih pada si pelayan tanpa mengalihkan pandangan dari Bella. jadi lebih tidak menakutkan. aku jadi menyadari kenapa malam ini aku bisa menarik begitu banyak kekaguman—tidak diiringi oleh takut seperti biasanya. saat mendengar bagaimana suaraku kedengarannya di kepala pelayan itu. Sekarang jadi sedikit lucu.Diterjemahkan dari: www. Seketika itu juga. “Ini dia. membuatku kehilangan tajiku.com “Aku siap untuk pulang. Alasannya karena Bella. Di benaknya dia memikirkan secarik kertas yang ia selipkan di bawah resi. menunggu dia menguasai diri. Aku ingin menawarkan tanganku. jadi manusia. Berusaha mati-matian jadi aman buat dia.” ujarnya terbata-bata. Secarik kertas dengan nama dan nomer telepon dirinya. ini cukup lucu. Ya. “Kami mau bayar. Dia membayangkan apa lagi yang bisa ditawarkan padaku. melihat ke si pelayan.” jawabku sambil masih terus menatap Bella.

seperti entitas lain di dalam mobil. seakan aku sedang berburu.. dia menghela napas pelan. secercah senyum pada bibirnya. Saat dia melewatiku yang sedang menahan pintu restoran untuknya.. mobil yang dingin pasti membuatnya tidak nyaman. Itu membuatku bertanya-tanya. Pasti begitu. mobilku terlihat sangat kecil. disinilah dia. tidak lebih. Sebuah pengorbanan. Dan. aku terbakar. takut rasa terbakar ini jadi lepas kendali. Itu membuatku lebih penasaran lagi. Apa itu langkah yang tepat? Kini. kelihatan malu. tapi juga segan untuk bertanya. cuma terbakar. menunda pembicaraan sampai lampu-lampu di pinggir jalan memudar. Aromanya bergelung-gelung didalam kabin bersama dengan hembusan dari pemanas. Dia bersidekap di balik jaketku.com berani. masih ingin berada di sisiku.” kataku ragu. Aku menunggu. Aku berhutang sesuatu atas hal ini. penyesalan apa yang membuatnya sedih.Diterjemahkan dari: www. sudah ingin bertanya. liur telah membanjiri mulutku. “Giliranmu. Aku menyalakan pemanas—hawa hangat memenuhi kabin mobilku. seandainya saja aku bisa menahan hanya sebatas itu. bergolak dan menguat. Sangat pantas untukku. Aromanya tumbuh jadi kekuatan tersendiri yang lebih besar. Ugh. ketika tiba-tiba ia menunduk. dan otot-ototku menegang. Meski begitu rasa terbakar ini bisa kuterima. Keheningan diantara kami berlanjut sampai saat aku membukakan pintu mobil buat dia dan masuk. Dan sepertinya aku tahu apa yang bisa mengalihkan perhatianku. Sebuah kehadiran yang membutuhkan pengakuan.” 197 . Cukup dekat hingga kehangatan tubuhnya terasa seperti sentuhan langsung pada sisi kiri tubuhku. Perasaan terbakar. Tapi yang terjadi. Aku harus menghindari pikiran seperti itu. Aku menatap ke dalam matanya. saat hanya fokus padanya. Aku sudah diberikan sangat banyak malam ini—lebih dari yang kuharapkan.stepheniemeyer. Itu membuatku merasa semakin berdua saja dengannya. “Sekarang.

Diterjemahkan dari: www.stepheniemeyer.com

10. Teori
“Boleh aku bertanya satu hal lagi?” Bukannya menjawab pertanyaanku, dia justru mau bertanya lagi. Aku sudah terpojok, cemas menunggu yang terburuk. Namun, aku cukup tergoda juga untuk bisa memperlama situasi ini; dengan Bella bersamaku, atas kemauannya sendiri. Aku mendesah atas dilema ini, kemudian mengiyakan, “Satu saja.” “Well...” dia ragu sejenak, seperti sedang mempertimbangkan pertanyaan mana yang mau diungkap. “Katamu kau tahu aku tidak masuk ke toko buku itu, dan aku pergi ke selatan. Aku hanya bertanya-tanya, bagaimana kau mengetahuinya.” Aku menatap ke luar jendela. Ini dia, satu pertanyaan lagi yang akan mengungkap tidak satupun darinya, tapi terlalu banyak dariku. “Kupikir kita telah melewati tahap pura-pura,” tukasnya dengan nada kecewa. Betapa ironis. Dengan mudah ia bisa mengelak tanpa perlu bersusah payah. Well, dia mau aku bicara apa adanya. Bagaimanapun juga, pembicaraan ini tidak akan berakhir dengan baik. “Baiklah kalau begitu,” ujarku akhirnya. “Aku mengikuti aroma tubuhmu.” Aku ingin melihat wajahnya, tapi terlalu takut dengan apa yang akan kulihat. Aku hanya mendengarkan napasnya, yang makin cepat lalu kembali teratur. Setelah beberapa saat, dia sudah bicara lagi. Suaranya jauh lebih tenang dari yang kuharapkan, “kau belum menjawab satu pertanyaan yang tadi...” . Aku menoleh ke arahnya sambil mengerutkan dahi. Dia juga sedang mengulur-ulur waktu. “Yang mana?” “Bagaimana caranya—membaca pikiran?” Dia mengulang pertanyaan di resotran tadi. “Bisakah kau membaca pikiran siapa saja, di mana saja? Bagaimana kau melakukannya? Apakah keluargamu yang lain bisa...?” Dia berhenti, tersipu lagi. “Itu lebih dari satu pertanyaan.” Dia hanya menatapku, menunggu jawabannya.
198

Diterjemahkan dari: www.stepheniemeyer.com

Sudahlah, kenapa tidak sekalian saja kuceritakan? Toh dia sudah bisa menebak sebagian ceritanya. Lagi pula ini topik yang jauh lebih mudah ketimbang perkara besarnya. “Tidak, hanya aku yang bisa. Dan aku tak bisa mendengar siapa saja, di mana saja. Aku harus cukup dekat dengan orang itu. Semakin aku mengenal suara seseorang, meski jauh pun aku bisa mendengar mereka. Tapi tetap saja, tak lebih dari beberapa mil.” Aku coba mencari cara untuk menggambarkannya supaya dia bisa mengerti. Sebuah analogi yang bisa membantu. “Kurang lebih seperti berada di ruangan besar penuh orang, semua bicara serentak. Hanya suara senandung—suara-suara dengungan di latar belakang. Setelah fokus pada satu suara, barulah apa yang mereka pikirkan menjadi jelas. Kebanyakan aku mendengarkan semuanya—dan itu bisa sangat mengganggu. Kemudian lebih mudah untuk terlihat normal,”—aku meringis—“ketika aku sedang tidak sengaja menjawab isi pikiran seseorang dan bukannya apa yang dikatakannya.” “Menurutmu kenapa kau tidak bisa mendengarku?” Dia bertanya-tanya. Aku memberinya kebenaran dan analogi lain, “aku tidak tahu. Satu-satunya dugaanku, mungkin jalan pikiranmu berbeda dengan yang lainnya. Dengan kata lain, misalnya pikiranmu ada di gelombang AM, sementara aku hanya bisa menangkap gelombang FM.” Aku sadar dia pasti tidak akan suka analogi itu. Dan aku tersenyum membayangkannya. Dia tidak akan mengecewakan tebakanku. “Pikiranku tidak berjalan dengan benar?” protesnya dengan suara tinggi. “Maksudmu aku aneh?” Ah, ironi lagi. “Akulah yang mendengar suara-suara dalam pikiranku, tapi justru kau yang khawatir dirimu aneh.” Aku tertawa. Dia mengerti hal yang kecil-kecil, namun terbalik memahami gambaran besarnya. Selalu saja instingnya keliru... Dia menggigit bibirnya, kerut diantara matanya semakin dalam. “Jangan khawatir,” aku meyakinkan. “Itu cuma teori...” Dan ada teori lain yang lebih penting untuk didiskusikan. Teorinya dia. Dan aku tidak sabar ingin cepat-cepat diselesaikan. Makin mengulur-ulur waktu justru membuat makin tersiksa. “Yang mengingatkan aku, sekarang giliranmu,” ujarku dengan perasaan ambigu, antara waswas dengan enggan.
199

Diterjemahkan dari: www.stepheniemeyer.com

Dia mengambil napas dalam-dalam, masih sambil menggigit bibir—aku khawatir dia akan melukai dirinya sendiri. Dia menatap kedalam mataku, wajahnya gelish. “Bukankah sekarang kita sudah melewati tahap mengelak?” desakku halus. Dia menunduk, bergulat dengan pikirannya. Tiba-tiba, dia mengejang dan matanya membalalak ngeri. Untuk pertama kali, ekspresi wajahnya ketakutan. Napasnya tertahan. “Gila!” Aku kalang-kabut. Apa yang dia lihat? Bagaimana aku menakutinya? Kemudian dia berteriak panik, “Pelankan mobilnya!” “Kenapa?” aku sama sekali tidak mengerti. “Kau melaju seratus mil per jam!” jeritnya padaku. Dia melihat keluar jendela dengan tatapan ngeri. Hal sepele begini, cuma karena ngebut, membuat dia teriak ketakutan? Aku memutar bola mataku. “Tenang, Bella.” “Apa kau mencoba membunuh kita berdua?” sergahnya masih dengan suara tinggi dan tajam. “Kita tidak akan kenapa-kenapa.” Dia menghirup napas dalam-dalam, kemudian pelan-pelan bicara dengan lebih tenang. “Kenapa, kau terburu-buru seperti ini?” “Aku selalu mengemudi seperti ini.” Aku bertemu pandangan dengannya, dan terhibur oleh ekspresi syok dia. “Jangan alihkan pandanganmu dari jalan!” teriaknya lagi. “Aku belum pernah kenapa-kenapa, Bella—aku bahkan belum pernah ditilang.” Aku tersenyum lebar dan menunjuk keningku. Itu jadi lebih menggelikan—bisa melucu tentang sesuatu yang rahasia dan ganjil dengan Bella. “Radar pendeteksi alami,” kataku. “Sangat lucu,” sindirnya dengan nada takut daripada marah. “Charlie polisi, kau tidak lupa, kan? Aku dibesarkan untuk mematuhi aturan lalu lintas. Lagi pula, kalau kau menerjang pohon dan membuat kita berdua cedera, barangkali kau masih bisa selamat.” “Barangkali,” kataku mengiyakan dan tertawa sebentar. Ya, nasib kamu berdua akan sedikit berbeda jika terjadi apa-apa. Wajar dia takut, meski dengan kelihaianku mengemudi... “Tapi kau tidak.”
200

Diterjemahkan dari: www.stepheniemeyer.com

Sambil menghela napas aku menurunkan kecepatan. “Puas?” Dia mengamati spedometernya. “Hampir.” Apa ini masih terlalu cepat? “Aku tidak suka mengemudi pelan-pelan,” gumamku, tapi membiarkan jarumnya turun beberapa garis lagi. “Kau bilang ini pelan?” protesnya. “Sudah cukup menngomentari cara mengemudiku,” kataku tidak sabar. Sudah berapa kali dia mengelak pertanyaanku? Tiga kali? Empat? Apa spekulasi dia semanakutkan itu? Aku harus tahu—secepatnya. “Aku masih menantikan teori terakhirmu.” Dia menggigit bibirnya lagi, ekspresinya berubah waswas. “Aku tidak bakal tertawa.” Suaraku melunak. Aku tidak ingin dia jadi tertekan. Kuharap alasan dia enggan bicara hanya karena malu. “Aku lebih khawatir kau bakal marah padaku,” bisiknya. Kupaksakan suaraku untuk tetap tenang. “Seburuk itukah?” “Kurang-lebih, ya.” Dia menunduk, menolak menatap mataku. Beberapa detik telah lewat. “Katakan saja.” Suaranya sangat pelan. “Aku tak tahu bagaimana memulainya.” “Kenapa kau tidak mulai dari awal...” Aku ingat ucapannya saat di restoran tadi. “Katamu kesimpulanmu tidak muncul begitu saja.” “Tidak.” Dia kembali diam lagi. Aku mengira-ngira sesuatu yang mungkin menginspirasi dia. “Apa yang memicunya— buku? Film?” Aku mestinya mengecek koleksi bukunya. Aku tidak menyangka jika novelnya Bram Stroker atau Annie Rice ada diantara tumpukan buku-buku dia... “Tidak, semuanya berawal hari sabtu, di pantai.” Ini lebih mengejutkan lagi. Gosip tentang kami belum pernah menyimpang seaneh itu —atau setepat itu. Apa ada rumor baru yang kulewatkan? Bella melirik dan melihat kekagetan di wajahku. “Aku bertemu teman lama keluargaku—Jacob Black.” Dia melanjutkan. “Ayahnya dan Charlie telah berteman sejak aku masih bayi.”
201

Diterjemahkan dari: www.stepheniemeyer.com

Jacob Black—nama itu asing, namun mengingatkan pada sesuatu... pada suatu masa jauh ke belakang... Aku menatap keluar, mencari-cari dalam ingatanku, berusaha menemukan hubungannya. “Ayahnya salah satu tetua suku Quileute,” tambahnya. Jacob Black. Ephraim Black. Keturunannya, tidak salah lagi. Ini benar-benar buruk. Bella tahu yang sebenarnya. Mendadak pikiranku jadi tidak karuan, pada saat bersamaan, jalanan di depan membelok. Badanku kaku karena merana—mematung, tidak bergerak, kecuali sedikit gerakan otomatis untuk membelokkan kemudi. Bella tahu yang sebenarnya. Tapi..., jika dia sudah tahu sejak kemarin sabtu..., berarti semalaman ini dia sudah tahu... Dan tetap saja... “Kami jalan-jalan,” dia melanjutkan. “Dan dia menceritakan beberapa legenda tua— kurasa dia mencoba menakut-nakuitiku. Dia menceritakan salah satunya...” Dia berhenti sebentar, tapi sudah tidak ada gunanya ragu-ragu; aku sudah tahu apa yang akan ia katakan. Satu-satunya misteri yang tersisa adalah mengapa ia masih disini denganku? “Lanjutkan...” Dia menghembuskan napas, ucapannya lebih sekedar bisikan, “tentang vampir.” Aku berjengit mendengarnya, namun segera bisa menguasai diri. Entah bagaimana, itu jauh lebih parah ketimbang ketimbang tahu kalau dia tahu; mendengar dia mengucapkan kata itu. “Dan kau langsung teringat padaku?” “Tidak. Dia... menyebut keluargamu.” Sungguh ironis, justru keturunan Ephraim sendiri lah yang telah melanggar sumpah yang ia buat. Cucunya sendiri, atau barangkali cicitnya. Berapa tahun sudah berselang? Tujuh puluh tahun? Seharusnya aku sadar bahwa bukan para tetua, yang percaya dengan legenda itu, yang mesti diwaspadai. Tapi, tentu saja, adalah generasi mudanya—yang telah diperingatkan, tapi dipikirnya itu cuma kisah takhayul yang bisa ditertawakan. Dan disitulah letak bahaya yang
202

” Suaranya berubah ragu saat mengingat kesuksesannya itu.” Lewat sudut mataku. Yang terburuk telah lewat.bersalah. “Dia hanya mengaggap itu takhayul yang konyol.Diterjemahkan dari: www.. Aku jadi merasa kasihan pada bocah lugu yang telah menjadi korban daya pikatnya yang luar biasa itu. “Dan seorang cowok yang lebih tua dari suku itu bilang kalau keluargamu tidak datang ke reservasi.” Wajahnya merengut saat mengingatnya. untuk memancingnya agar mau cerita..” ujar Bella tiba-tiba.. dan aku tidak keberatan. “Dia tidak bermaksud supaya aku berpikir yang bukan-bukan. Andai saja aku bisa mendengar reaksi bocah itu..stepheniemeyer. ekspresinya terlihat. Itu artinya sekarang aku bebas untuk membantai suku kecil itu. membayangkan bagaimana Bella bisa terprovokasi oleh gunjingan tentang diriku. “Kalau saja aku melihatnya. Ia tertunduk malu..” Kepalanya tertunduk lebih dalam lagi.” ucapnya kemudian setelah diam sejenak. Suaranya kini jadi waswas.” 203 . “Aku yang memaksanya bercerita padaku. Aku berpaling dan tergelak. Pikiranku sedikit teralihkan.” “Kenapa?” Sekarang tidak sulit untuk menjaga suaraku tetap tenang. dan ketidak sadaran dia atas hal itu—jadi betapa luas biasanya dia ketika mencoba untuk mengeluarkan pesonanya. maka tidak perlu membahas bagaimana kelanjutannya.” Dan aku tertawa membayangkannya... Selama kami berdua terus bicara tentang asal-usul teori dia. Aku bisa membayangkan—mengingat daya tariknya di mata para lelaki.com sebenarnya. “Lauren mengatakan sesuatu tentang kau—dia mencoba memprovokasiku. aku melihat dia meremas-remas tangannya gelisah. Jadi aku memancing Jacob pergi berduaan denganku.. Dia merasa bersalah? Apa coba yang telah dia lakukan sampai dia merasa tercela sedemikian rupa? “Memancing bagaimana?” “Aku mencoba merayunya—dan ternyata hasilnya lebih baik dari yang kuduga. “Itu salahku. Hanya saja. Ephraim dan para pelindungnya telah lama mati. menyaksikan penaklukannya secara langsung. “Dan kau menuduhku membuat orang terpesona—Jacob Black yang malang. sepertinya ada maksud lain di balik perkataannya.

. apapun itu yang jadi 204 . apa yang kau lakukan?” tanyaku pelan.” Dia sungguh tidak masuk akal. “Itu tidak penting?” Aku hampir menggeram karena marah. “kuputuskan itu tidak penting. Aku melirik ke arahnya. apakah hasilnya membuatmu yakin?” “Tidak. Kemudian semuanya jadi jelas. Bagaimana caranya aku bisa melindungi seseorang yang sangat. Barangkali sesuatu bisa dilakukan untuk menyembuhkan apapun yang salah dari dirinya.” Dia diam lagi. “Tidak penting bagiku apa pun kau ini. Barangkali aku bisa mengatur agar ia mendapat perawatan yang terbaik... Bocah itu tidak tahu apa-apa.. Aku merasakan wajah Bella yang tersipu menghangatkan udara diantara kami. Carlisle pasti punya koneksi dokter yang terbaik... “Tidak ada yang cocok. Bella sama sekali tidak tahu bagaimana dampaknya terhadap pikiran Jacob Black yang malang itu..” Syok membekukan pikiranku selama sepersekian detik.” Aku mulai mempertanyakan. dia sedang memandang ke luar jendela. Kemudian. Dia mengundangnya. Kenapa tadi ia menyuruh teman-temannya pergi ketimbang pulang bersama mereka. “Apa?” desakku.” jawabnya dengan suara yang begitu lembut. Kenapa ia kembali masuk kedalam mobilku dan bukannya lari ketakutan mencari polisi. tidak seperti yang kukira akan kurasakan. Waktunya kembali ke cerita horor. “Aku mencari keterangan di internet.sangat. Apa yang dia temukan? Apa yang membuat mimpi buruk ini jadi masuk akal buat dia? Ada jeda sejenak. terapis yang paling andal.sangat tidak ingin dilindungi? “Tidak.stepheniemeyer.. Kebanyakan konyol. apa kondisi psikisnya benar-benar stabil. Aku mendengar giginya terkatup rapat. “Dan. “Lalu. Dan bagaimana mungkin ada pria yang bisa menolak kemauan gadis ini? Aku justru bersimpati pada bocah itu.Diterjemahkan dari: www.. dan kemudian ia berbisik. Dia menarik bahaya ke arahnya. Reaksinya selalu salah—selalu sangat salah. Dia tidak bicara lagi.” Betapa praktisnya..com Ternyata aku tidak terlalu marah kepada sumber kebocoran rahasiaku. “Kau tidak peduli kalau aku monster? Kalau aku bukan manusia?” “Tidak.” jawabnya.

seperti cara biasanya. Sepertinya riset dia tidak menemukan sesuatu yang baru. “tujuh belas. dan hal itu tidak penting buatnya.. “Aku benar?” “Apakah itu penting?” balasku. Dia tidak peduli.Diterjemahkan dari: www.” “Jadi aku salah lagi?” Kini nadanya sedikit menantang. “Berapa umurmu?” Jawabanku sudah otomatis dan mendarah daging. senyumannya justru makin lebar. “Seharusnya aku tidak mengatakan apa-apa. aku mulai merasakan sebungkah harapan.” Suaranya sudah tenang lagi. lagi-lagi dengan perasaan cemas dengan kondisi mentalnya.” Mendadak dia jadi bersemangat. “'itu tidak penting'!” ulangku dengan nada pedas.” Kata-katanya itu. dan mengunjunginya sesering yang dibolehkan. “Tapi bagaimana kau bisa keluar di siang hari?” Bagaimanapun juga aku tertawa. “Tidak. “Kau marah.” keluhnya. “Bukan itu maksudku!” Gigiku terkatup rapat lagi. “Mitos. Lebih baik aku tahu apa yang kau pikirkan—bahkan meskipun pikiranmu itu tidak waras. “Jangan tertawa. Tapi aku segera membuangnya jauh-jauh. Dia tersenyum padaku.seakan dengan menyembunyikan pendapat absurdnya itu akan bisa menolong kerumitan ini. cuma detaildetail kecil. “Cukup lama. Aku cuma meringis.. Ketika aku menatap balik. seorang monster. Aku akan selalu mengawasi selama dia dirawat.” “Oke.. Disamping mencemaskan kewarasannya.” “Dan sudah berapa lama kau berumur tujuh belas?” Aku mencoba untuk tidak tersenyum saat mendengar nada protesnya. Dia menahan napas.stepheniemeyer.” Tidak juga. “Apa yang membuatmu penasaran?” Tidak ada lagi rahasia yang tersisa.” Dia mewanti-wanti. “Tidak juga. “Tapi aku memang penasaran.com penyebab hingga ia bisa duduk dengan tenang di samping seorang vampir.” 205 . Itu tidak penting. Dia tahu aku bukan manusia..

Dia harus dipaksa untuk memahami. tapi lebih karena untuk bisa bermimpi. itu.Diterjemahkan dari: www.. “Well.. “Aku tidak bisa tidur. “Kau tidak peduli dengan dengan makananku?” “Oh. Aku ingin memimpikan dia. Aku tidak mungkin memimpikan dia. Kupandangi mata coklatnya yang dalam. Barangkali. Pertimbangan-pertimbangan seperti bahwa aku mencintai dia.” Dia bicara begitu pelan hingga aku tidak bisa mengartikan intonasinya. jika aku bisa bermimpi. seperti sebelumnya. “Ya. Akhirnya.com “Terbakar matahari?” “Mitos. Dia mengerti juga. Tidakkah kau ingin tahu apakah aku minum darah?” Dia tersentak mendengar pertanyaanku yang langsung ke sasaran. Jacob mengatakan sesuatu tentang itu. ekspresinya keheranan. dan aku jadi rindu untuk tidur. Bukan untuk melarikan diri dari bosan. Aku pun berpaling.” Jantungku semakin beku. Dia memimpikan aku.” Aku menghela napas. Tidak seharusnya dia memimpikan aku. “Kau belum melontarkan pertanyaan yang paling penting. “Yang mana?” tanyanya terkejut dan tidak sadar. Itu cuma membuat suaraku makin parau. lebih keras dari biasanya. Dia harus menyadari bahaya apa yang sedang ia hadapi. jika aku bisa tidur.” “Tidur di peti mati?” “Mitos.” 206 . itu.” Tidur sudah bukan lagi jadi bagian hidupku sejak lama—tidak hingga beberapa malam terakhir saat aku mengawasi Bella bermimpi. “Sama sekali?” “Tidak pernah. maka untuk beberapa saat aku bisa tinggal di dunia dimana aku dan Bella bisa bersama-sama. menjawab pertanyaannya terus terang.” gumamku. Dia terdiam sejenak.stepheniemeyer. Dia menatap balik. Dia harus kubuat mengerti bahwa semua ini adalah penting— jauh lebih penting dari pertimbangan apapun.

Diterjemahkan dari: www.stepheniemeyer.com

“Apa yang dikatakan Jacob?” “Dia bilang kau tidak... memburu manusia. Katanya keluargamu seharusnya tidak berbahaya karena kalian hanya memburu binatang.” “Dia bilang kami tidak berbahaya?” ulangku sinis. “Tidak juga,” dia membetulkan. “Dia bilang kalian seharusnya tidak berbahaya. Tapi suku Quileute masih tidak menginginkan kehadiran kalan di tanah mereka, untuk berjagajaga.” Aku memandang lurus kedepan. Pikiranku menggeram putus asa. Tenggorokanku terbakar oleh rasa haus yang sangat kukenal. “Jadi apakah itu benar?” Suaranya setenang seakan sedang membicarakan laporan cuaca. “Tentang tidak memburu manusia?” “Suku Quileute punya ingatan yang panjang.” Dia mengangguk sendiri sambil berpikir keras. “Tapi jangan senang dulu,” kataku cepat-cepat. “Mereka benar untuk tetap menjaga jarak dengan kami. Kami masih berbahaya.” “Aku tidak mengerti.” Tentu saja dia tidak mengerti. Bagaimana caranya membuat dia mengerti? “Kami berusaha,” aku coba menjelaskan pelan-pelan. “Kami biasanya sangat andal dengan apa yang kami lakukan. Tapi kadang kami juga membuat kesalahan. Aku, contohnya, membiarkan diriku berduaan denganmu.” Aromanya masih sangat tajam di dalam sini. Aku sudah mulai terbiasa, aku hampir bisa mengabaikannya, tapi tidak bisa dipungkiri bahwa tubuhku masih menginginkan dia untuk alasan yang salah. Liur masih membanjiri mulutku. “Kau sebut ini kesalahan?” suaranya terdengar sedih. Dan itu meluluhkanku. Dia ingin bersama denganku—terlepas dari segalanya, dia ingin bersama denganku. Harapan kembali mengembang. Dan lagi-lagi kembali kukibas. “Kesalahan yang sangat berbahaya.” Aku mengatakan sejujur-jujurnya, berharap akhirnya dia bisa mengerti. Selama beberapa saat dia tidak menanggapi. Bisa kudengar irama napasnya berubah— jadi tidak beraturan, yang anehnya tidak seperti ketakutan.
207

Diterjemahkan dari: www.stepheniemeyer.com

“Ceritakan lagi,” ujarnya tiba-tiba. Suaranya bergetar sedih. Aku mengamati baik-baik. Ah, dia terluka. Bagaimana bisa aku membiarkan ini? “Apa lagi, yang ingn kau ketahui?” Aku mencari-cari cara untuk membuatnya tidak terluka. Dia tidak boleh terluka. Aku tidak boleh membiarkan dia sampai terluka. “Katakan kenapa kau memburu binatang dan bukan manusia?” Suaranya masih sedih dan putus asa. Bukankah sudah jelas? Atau, barangkali ini juga tidak penting buat dia. “Aku tidak ingin menjadi monster,” gumamku. “Tapi binatang tidak cukup bukan?” Aku mencari perbandingan lain agar dia bisa mengerti. “Aku tidak yakin tentu saja, tapi aku membandingkannya dengan hidup hanya dengan makan tahu dan susu kedelai; kami menyebut diri kami vegetarian, lelucon di antara kami sendiri. Tidak benar-benar memuaskan lapar kami—atau dahaga tepatnya. Tapi membuat kami cukup kuat untuk bertahan. Hampir sepanjang waktu.” Suaraku merendah; aku merasa malu atas bahaya yang kuakibatkan padanya. Bahaya yang terus saja kubiarkan... “Kadang-kadang lebih sulit dari yang lainnya.” “Apakah sekarang sangat sulit bagimu?” Aku menghela napas. Tentu saja dia akan menanyakan pertanyaan yang tidak ingin kujawab. “Ya,” jawabku terus-terang. Kali ini aku bisa menebak respon fisiknya dengan benar: irama napasnya terjaga, detak jantungnya teratur. Aku sudah menduga itu, tapi tetap tidak bisa memahaminya. Kenapa dia tidak takut? “Tapi kau tidak sedang lapar.” Dia kedengaran yakin. “Kenapa kau berpikir begitu?” “Matamu,” ungkapnya begitu saja. “Sudah kubilang aku punya teori. Aku memperhatikan bahwa orang-orang—khususnya cowok—jadi lebih pemarah ketika mereka lapar.” Aku terkekeh mendengar istilahnya: pemarah. Kedengarannya lebih bersahabat, tapi lagi-lagi tepat sasaran. “Kau ini memang pengamat, ya kan?” Aku kembali tertawa. Dia sedikit tersenyum. Kerut diantara matanya muncul lagi, sepertinya dia sedang
208

Diterjemahkan dari: www.stepheniemeyer.com

berkonsentrasi pada sesuatu. “Apakah kau pergi berburu akhir pekan ini, dengan Emmet?” tanyanya setelah tawaku reda. Nada bicaranya yang biasa-biasa saja sungguh menakjubkan, sekaligus membuat frustasi. Bagaimana bisa dia menerimanya begitu saja. Justru aku yang lebih mendekati syok ketimbang dia. “Ya.” Aku hampir memberitahu sebatas itu saja, namun aku merasakan dorongan yang sama seperti di restoran tadi: Aku ingin dia mengenal diriku. “Aku tidak ingin pergi.” Aku melanjutkan pelan-pelan, “tapi ini penting. Lebih mudah berada di sekitarmu ketika aku tidak sedang haus.” “Kenapa kau tidak ingin pergi?” Aku mengambil napas panjang, dan kemudian menoleh, menatap matanya. Kejujuran yang seperti ini sama sulitnya. “Itu membuatku... khawatir...”—kurasa istilah itu cukup memadai, meski masih belum cukup kuat—“berada jauh darimu. Aku tidak bercanda ketika memintamu untuk tidak jatuh ke laut atau tidak kenapa-kenapa kamis lalu. Sepanjang akhir pekan aku tak bisa berkonsentrasi karena mengkhawatirkanmu. Dan setelah apa yang terjadi malam ini, aku terkejut kau bisa melewati seluruh akhir pekan ini tanpa tergores.” Lalu aku ingat bekas luka di telapak tangannya. “Well, tidak benar-benar tanpa tergores sebetulnya.” “Apa?” “Tanganmu...” Dia menghela napas dan cemberut. “Aku terjatuh.” “Sudah kuduga.” Aku tak sanggup menahan senyum. “Kurasa, mengingat siapa dirimu, kejadiannya bisa lebih buruk lagi—dan kemungkinan itu menyiksaku selama kepergianku. Tiga hari yang amat panjang. Aku benar-benar membuat Emmet kesal.” Dan sepertinya Emmet sampai sekarang masih kesal, juga seluruh keluargaku. Kecuali Alice... “Tiga hari?” Suaranya mendadak berubah tajam. “Bukankah kau baru kembali hari ini?” Aku tidak mengerti kenapa dia jadi kesal. “Tidak, kami kembali hari minggu.” “Lalu kenapa tak satu pun dari kalian masuk sekolah?” Kemarahannya membuatku bingung. Kelihatannya dia tidak sadar kalau pertanyaan itu
209

Diterjemahkan dari: www.stepheniemeyer.com

masih ada hubungannya dengan mitos-mitos tadi. “Well, kau bertanya apakah matahari menyakitiku, dan memang tidak,” jawabku. “Tapi aku tak bisa keluar ketika matahari bersinar—setidaknya, tidak di tempat yang bisa dilihat orang.” Jawabanku mengalihkan dia dari kekesalannya yang misterius. “Kenapa?” Dia menelengkan kepalanya ke satu sisi. Aku ragu bisa menemukan analogi yang pas untuk menjelaskan yang satu ini. Jadi aku cuma mengatakan, “kapan-kapan akan kutunjukan padamu.” Kemudian aku jadi bertanya-tanya, apa ini akan jadi janji yang pada akhirnya akan kuingkari. Apakah aku akan melihatnya lagi setelah malam ini? Apa aku cukup mencintai dia namun juga sanggup untuk meninggalkannya? “Kau kan bisa meneleponku,” ucapnya pelan. Jalan keluar yang aneh. “Tapi aku tahu kau baik-baik saja,” “Tapi aku tidak tahu di mana kau berada. Aku—” mendadak ia berhenti, dan memandangi tangannya. “Apa?” “Aku tidak suka,” ucapnya malu, kulit di sekitar pipinya menghangat. “Tidak bertemu denganmu. Itu juga membuatku waswas.” Apa kau puas sekarang? Bentakku pada diriku sendiri. Well, inilah ganjarannya karena sudah berharap. Aku bingung, gembira, ngeri—sebagian besar ngeri—menyadari bagaimana akhirnya angan-anganku mendekati kenyataan. Inilah alasannya kenapa 'tidak penting' jika aku adalah seorang monster. Alasan yang sama persis dengan alasan kenapa segala aturan itu juga tidak penting buatku; kenapa yang benar dan salah jadi kabur, kenapa segala prioritasku hanya terpusat pada gadis ini. ...Bella juga menyukaiku. Aku tahu itu tidak ada apa-apanya dibanding dengan bagaimana aku mencintai dia. Tapi itu sudah cukup buat dia untuk mengambil resiko dengan duduk disini bersamaku. Untuk melakukannya dengan senang hati. ...Cukup untuk membuatnya merana jika aku melakukan tindakan yang benar dan
210

Diterjemahkan dari: www.stepheniemeyer.com

meninggalkannya. Adakah yang bisa kulakukan yang tidak akan melukainya? Apa saja? Aku seharusnya tetap pergi. Aku seharusnya tidak kembali ke Forks. Aku hanya akan membuatnya menderita. Pertanyaannya sekarang, apakah itu akan menghentikan keinginanku untuk tetap tinggal? Apakah itu bisa mencegahku untuk menjadikannya lebih buruk lagi? Melihat perasaanku saat ini, merasakan kehangatannya di sampingku... Tidak, tetap tidak bisa. Tidak akan ada yang bisa menghentikanku. Aku tidak akan sanggup untuk pergi. Aku tidak akan sanggup meninggalkan dia. “Ah.” Aku mengerang tak berdaya. “Ini salah.” “Memangnya aku bilang apa?” tanyanya cepat-cepat, merasa bersalah. “Tidakkah kau mengerti, Bella? Tidak masalah bagiku membuat diriku sendiri merana, tapi kalau kau melibatkan dirimu terlalu jauh, itu masalah lain lagi. aku tak mau mendengar kau merasa seperti itu lagi.” Itulah yang sebenarnya, sekaligus kebohongan. Bagian diriku yang paling egois mengawang-awang karena tahu dia juga menginginkan aku seperti aku menginginkan dia. “Ini salah. Ini tidak aman. Aku berbahaya, Bella—kumohon, mengertilah.” “Tidak.” Bibirnya mencebik merajuk. Aku berperang dengan diriku sendiri begitu hebatnya—sebagian ingin dia menerimaku apa adanya, sebagian ingin dia mendengar peringatanku dan lari—sehingga kata-kata yang keluar berupa geraman. “Aku serius.” “Begitu juga aku.” Dia bersikeras. “Sudah kubilang, tidak penting kau itu apa. Sudah terlambat.” Terlambat? Dalam ingatanku, dunia begitu muram, gelap dan pucat, saat aku mengawasi bayangbayang hitam merangkak di pekarangan rumah Bella menuju sosoknya yang tertidur. Tak terelakan dan tak terhentikan. Bayang-bayang itu mencuri rona pada kulitnya, dan menenggelamkan dia kedalam kegelapan. Terlambat? Penglihatan Alice muncul di kepalaku, mata merah-darah Bella menatapku datar. Tanpa
211

Aku mengambil napas dalam-dalam—mengabaikan rasa perih yang diakibatkan aromanya—dan berusaha menguasai diri. Aku selalu punya pertanyaan. sebelum aku muncul? Aku tak bisa mengerti ekspresimu—kau tidak terlihat setakut itu. Dia melihat keluar jendela. seperti kristal. “Maafkan aku. Membenciku karena telah merampas segalanya.bukan. Tapi kemudian aku ingat bahwa aku. Dia menggeleng tanpa melihat ke arahku. “Ya?” Dia berusaha tegar. Aku melihat sesuatu berkilau di pipinya. rasa penasaranku pada gadis ini tidak ada habis-habisnya. “Tidak.” desisku. “Jangan pernah katakan itu.stepheniemeyer. namun air mata masih menggantung di suaranya. Merampas hidupnya dan jiwanya.” sesalku dengan rahangku terkunci. Aku melukainya sedalam itu. Maaf juga atas sesuatu yang diluar konstrolku—bahwa aku telah menjadi monster yang dipilih oleh takdir untuk mengakhiri hidupnya. Tangannya mengeras di pangkuannya..Diterjemahkan dari: www. kau seperti sedang berkonsentrasi keras pada 212 .” elaknya dengan suara gemetar.com ekspresi—tapi tidak mungkin dia tidak membenciku atas masa depan itu. Dan untung bagiku. Ini belum terlambat. “Apa yang sedang kau pikirkan?” Aku harus tahu. Perasaanku langsung nyeri. Bagaimana bisa aku mengatakan padanya seberapa menyesalnya aku? Maaf atas segala kesalahan bodoh yang telah kubuat. “Aku bertanya-tanya. Maaf atas keegoisanku yang tak beujung. untuk memikirkan sesuatu yang lain. dan dia menggigit bibirnya lagi.” kataku kemudian. Instingku yang terpendam dalam mendorongku untuk meraih dia—dalam detik itu aku merasa menjadi lebih manusia dari kapanpun. “Kau menangis?” Aku membuatnya menangis. Maaf atas nasibnya yang sial karena untuk pertama kalinya telah menginspirasi aku pada kisah cinta yang tragis ini.. Aku ingin mengganti topik. Dan kuturunkan tanganku. “Apa yang kau pikirkan di lorong tadi. Dia menghapus air matanya dengan punggung tangan. Napasnya tersedak dan tak beraturan.

Kemudian ia kembali menatapku.” jawabnya dengan lebih terkendali.” Aku tersenyum padanya. “Tidakkah kau ingin melarikan diri?” “Aku sering terjatuh kalau lari. Dia tetap tidak bergerak.” Kok bisa-bisanya melakukan sesuatu yang salah tapi terasa semenyenangkan ini? Pasti ada yang keliru.” Aku ingat ekspresinya—sambil berusaha melupakan dari mata siapa aku melihatnya—tatapannya penuh tekad.com sesuatu. “Aku bermaksud menghancurkan hidungnya hingga melesak ke kepala. ilmu bela diri.” Jantungnya berdegup kencang.Diterjemahkan dari: www.” ucapnya malu-malu. “Kau janji akan datang besok?” “Aku janji. Amarah mendidih di belakang kepalaku. dan memandang keluar jendela. Dia mengangguk puas. 213 .” Dia menghela napas. dan mulai mencopot jaketku. Rasanya menyenangkan bisa melakukannya.” Suaraku terdengar masam. Tapi kemudian nadanya yang tenang tidak berlanjut. “Aku jelas-jelas melawan takdir karena mencoba menjagamu tetap hidup. “Bagaimana kalau berteriak meminta tolong?” “Aku juga bermaksud melakukannya. nadanya berubah jadi marah.” Kini kemarahannya yang menggemaskan tidak lagi lucu. jadi kenapa tidak sekalian saja. Kau tahu kan. Bagaimana caranya dia bisa bertahan hidup sebelum datang ke Forks? “Kau benar. Karena toh akhirnya akan ke neraka juga.” Aku menggeleng-geleng tidak percaya. “Apakah besok kita akan bertemu?” pintanya tiba-tiba. Instingnya mematikan—bagi dirinya sendiri. Aku menghentikan mobil di depan rumahnya. jantungku yang mati mendadak terasa hangat. Aku bisa melihat sosoknya yang rapuh—hanya balutan sutra diatas permukaan kaca—terpojok oleh manusia bengis kekar yang ingin menyakitinya. “Aku sedang mencoba mengingat bagimana cara menghadapi serangan.stepheniemeyer. “Ya—ada tugas yang harus dikumpulkan. “Kau akan melawan mereka?” Aku ingin mengerang. “Aku akan menunggumu saat makan siang.

” Dia tetap mengembalikannya padaku sambil tersenyum menyesal. pasti sudah jauh melewati Seattle. Dunia ini bukan tempat yang aman buat manusia.” Aku ingin dia memiliki sesuatu dariku.com Aku buru-buru mencegahnya. Anggap saja begitu.” Bisa kubayangkan. Dia mengerjap. Tapi selalu ada yang lain.. “Ya?” “Maukah kau beranji padaku?” “Ya. dan masih berperang dalam diriku: menginginkan dia versus menginginkan dia 214 .” Aku bertanya-tanya. “Jangan pergi ke hutan seorang diri. seakan sedang mencari-cari alasan untuk menolak. apakah permintaan itu akan memicu penolakan di matanya.Diterjemahkan dari: www. Dia enggan pergi. Peter dan Charlotte sedang dalam perjalanan. “terserah apa katamu.” Dia langsung setuju.” Dia sudah memegang gagang pintu mobil. tapi itu juga berlaku sama buat pemburu lainnya. Tapi kemudian tatapannya menajam. dan buat dia kelihatannya jauh lebih berbahaya lagi. kaget. “Bella?” Dan aku terkejut dengan betapa menyenangkannya rasanya hanya dengan mengucapkan namanya saja. begitu manis dan harum. Aku bisa tinggal begini semalaman. “Oh. namun cepat menguasai diri. Aku tidak mau meninggalkannya tanpa perlindungan. “Aku tak mau menjelaskannya pada Charlie. Ketiadaan cahaya bukan masalah buat mataku.. sama seperti aku enggan dia pergi. Aku pun tersenyum. bahkan hanya sebentar saja. “Kenapa?” Aku menoleh ke kegelapan malam yang tidak bisa dipercaya. “kau boleh menyimpannya.stepheniemeyer. seperti tutup botol dalam sakuku.. dan bahkan sempat tersenyum ketika mengatakan.” Napasnya menyentuh wajahku. “Aku tidak selalu yang paling berbahaya di luar sana.. Sebuah kenang-kenangan. Itu hanya membutakan manusia. Dua keinginan itu kelihatannya sama kuat. tapi berhenti. “Kau tidak punya jaket yang bisa kau pakai besok. tapi dia butuh tidur. benar.” Dia gemetar.

Terpesona. Lagi-lagi terasa nyeri sekali. “Tidur nyenyak ya. Berjuta pikiran berkecamuk dalam kepalaku saat berkendara tanpa tujuan di tengah kegelapan malam.. secara harfiah aku menyaksikan diriku melalui pandangan orang lain yang menatapku pergi. Begitu pula denganku. Dia kembali menguasai diri—meski wajahnya masih agak terpana—dan terlihat limbung ketika keluar dari mobil hingga harus berpegangan agar tidak jatuh. Begitu pula denganku.. kukira. Aku mencondongkan badan ke arahnya. Dia sendiri baru akan bertemu denganku besok. ingin menahan dia disini. dan membeku. Aku mendesah pada kemustahilan ini. meluap-luap karena kedekatan ini. “Bella?” Dia menoleh. Ini merupakan sensasi yang berbeda dari biasanya.” Kemudian dia membuka pintu. Untuk sementara aman. dan segera menjauh sebelum dorongan dalam tubuhku— entah haus yang biasanya atau hasrat aneh yang baru kali ini kurasakan—akan membuatku melakukan sesuatu yang bisa menyakitinya. “Sampai ketemu besok. Jantungnya berdegup kencang. melihatnya pergi. matanya melebar dan membeku. Aku bisa merasakan segalanya kecuali kelembutan kulitnya.” bisikku. “Baik kalau begitu.Diterjemahkan dari: www.stepheniemeyer. dan bibirnya merekah. Biasanya. terkejut mendapati wajah kami begitu dekat. 215 .com aman. Aku tahu ini menyenangkan hanya karena tatapannya berasal dari Bella. meski tahu aku akan segera menemuinya jauh sebelum itu. Tapi anehnya ini jauh lebih menyenangkan— sensasi semu dari tatapan yang mengawasi. Untuk sesaat dia masih duduk diam tidak bergerak. Aku melihat dia sempat tersandung ketika sampai di depan pintu. Kehangatan datang bergelombang membasuh wajahku. Aku tertawa geli—berharap dia tidak mendengarnya. Aku bisa merasakan tatapannya mengikutiku saat mobilku melaju pergi. Dan aku akan segera kembali untuk memastikan.” ucapku.

Aku tidak tahu kemana anganku berujung hingga terlambat. Dia sudah aman. Aku sendirian. Aku membayangkan bagaimana rasanya jika menyentuh kulit pipinya yang lembut—balutan sutra pada permukaan kaca. Untuk sesaat—saat aku sudah sendirian dan tidak ada siapapun yang bisa kusakiti—aku membiarkan diriku untuk menikmati kebahagiaan ini tanpa harus dibebani tragedinya. yang terlatih dan bersenjata—merupakan ayahnya.begitu mudah pecah. Itu membuatnya lebih aman. Malam ini jari-jarinya terasa hangat dan lembut pada tanganku. Dia tidak mungkin menyukaiku sebesar aku mencintanya—perasaan cinta yang sedahsyat dan semelimpah ini barangkali akan menghancurkan tubuh rapuh dia.” Aku mengerang saat kebencian membara yang telah terlupakan oleh kebahagiaan tadi.. Pada saat sedang menyelami kerapuhannya. Dia sudah tahu. menyaksikan bibirnya yang penuh tertarik di kedua sudutnya hingga menggerakkan garis-garis pipinya.com Selama beberapa lama aku berputar-putar tak tentu arah... Meski jelas-jelas buat dia ini buruk. mendengar suaranya. Itu tidak penting buat dia.. Tidak akan makan waktu lama untuk membalas orang-orang itu. Cukup kuat hingga bisa menundukkan insting takut dia. muncul lagi ke permukaan. lega karena akhirnya dia tahu yang sebenarnya. Mimpi buruk yang suram. 216 . Dan berada bersamanya adalah kebahagiaan paling besar yang pernah kurasakan. Tersesat di tengah kegelapan. Aku memikirkan Bella..Diterjemahkan dari: www. pucat karena takut—namun rahangnya terkunci penuh tekad. Hanya untuk terus mengingat kembali bagaimana rasanya duduk di dekat dia. Aku mengingat kembali senyum itu... tatapannya sengit. Tidak perlu lagi waswas jati diriku terbongkar. “Ah. dan mendapat senyumannya. gambaran baru wajahnya menyeruak dalam anganku. tetap saja sangat melegakan. badannya yang ramping siap menyerang sosok-sosok besar yang mengurungnya. Hanya untuk merasa bahagia karena dia juga menyukaiku. untuk sesaat aku lega bahwa Charlie Swan—kepala polisi setempat. Bella telah aman di rumahnya. Lebih dari itu.. Cukup kuat untuk ingin bersamaku. Hanya untuk bersuka ria karena telah berhasil memenangkan perasaannya. Tapi perasaannya cukup kuat juga. aku memikirkan perasaan Bella padaku.stepheniemeyer. bagaimana matanya menghangat dan mencair.

“Oh. “Sori. Monster-manusia—apa itu membuatnya jadi urusan manusia? Untuk melakukan pembunuhan. Tapi. Aku tahu itu.” gumamku.” “Tadi itu hampir saja. Terima kasih telah menjawab teleponku. Kenyataan itu memastikan keputusanku.bagaimana dengan perempuan-perempuan lain yang bisa jadi korban manusia biadab itu? Bella memang sudah aman. mengeluarkan hand phoneku.” 217 . “Carlisle di ruangannya. menungguku. Aku langsung tancap gas begitu punya tujuan.” Alice memberitahuku sebelum aku sempat bertanya. Aku memutar mobil ke utara. Pada saat aku melihat itu akan terjadi..Diterjemahkan dari: www. Aku tidak akan membiarkan dia jatuh cinta pada seorang pembunuh. Tapi.” “Ya. “Terima kasih. aku tahu. Aku berhenti di depan rumah. ulangnya. kau sudah tahu.” ucapku sambil mengacak-acak rambutnya saat melewati dia. tidak masuk ke garasi. Alice.. Angela dan Jessica juga sudah aman di rumahnya. Aku bahkan tidak mengecek itu dari siapa. Tidak ada yang berharap kau bisa jadi mahatahu. bukan berarti mereka pantas untuk berada dalam bahaya. Namun monster itu masih berkeliaran di Port Angeles. malu pada dirinya. sindirnya dalam hati. Satu dari mereka mungkin Bellanya seseorang. Aku mengerti kau tidak mungkin mengawasi segalanya. Si penerima tamu pirang yang di restoran tadi. lalu membukanya. aku tahu kemana bisa minta bantuan. Bella layak mendapatkan yang lebih baik dari itu. adalah salah. keduanya sama-sama membuatku kesal.. yang sudah gatal ingin kulakukan.. Aku juga minta maaf.. Tapi membiarkannya berkeliaran untuk menyerang orang lain juga tidak benar. Sangat mudah untuk berbaik hati karena tahu Bella sudah aman.sibuk.stepheniemeyer. Kapanpun aku punya masalah yang tidak bisa kuatasi.com Tidak.” Aku berhenti di depan pintu. Aku sedang. “Tidak usah menyesal. Alice sedang duduk di beranda.. Maaf. si pelayan yang tak pernah kuperhatikan.

Karena mulai tak sabar.” “Ngomong-ngomong. Aku berusaha memblokir gambaran yang tidak ingin kulihat—Bella dan Alice bersahabat.. Tapi tolong beritahu Rosalie ketika aku sedang tidak ada.. Nanti..” Tapi dia sudah tahu apa yang ingin kutanyakan. Coba aku tahu.” Alice cemberut padaku. kau akan segera menemuinya tidak lama lagi. “Ayo sana—cepat selesaikan biar kau bisa segera menemuinya.” Dia mengerutkan bibir dan menatapku. Dia tertawa. “Dasar. Bisa dibilang dia membutuhkan pengawasan dua puluh empat jam penuh. Mulai sekarang aku akan mengawasinya lebih baik. Dia berusaha untuk tidak membuat keputusan tentang hadiahku. memalukan.” Aku mengambil napas panjang.. Jangan meremehkan Bella.stepheniemeyer. iya kan? “Kurang lebih begitu.” “Yup. aku mengeluh panjang. sampai melewatkan begitu banyak?” Jasper sedang memikirkan perayaan anniversary kami. Kata-kata itu begitu indah buatku. aku ingin segera mengakhirinya. Lain kali aku akan mengawasi lebih baik. tapi kurasa aku bisa menebaknya.. “Terlalu baik. Apa kau akan memberitahu mereka kalau dia tahu? Aku mengeluh.Diterjemahkan dari: www.” 218 . Aku pasti datang.” “Kau sedang berkonsentrasi ke apa. “Ya. Tapi aku sedikit waswas untuk meninggalkan Forks. Malam ini dia akan baik-baik saja. Aku ingin segera menyelesaikan babak selanjutnya dari malam ini.. aku melewatkan itu juga. oke? “Oke.” “Aku hampir mengajakmu makan malam tadi—apa kau sempat melihat itu sebelum aku berubah pikiran?” Dia cemberut. ada ekspresi menuduh pada wajahnya.” Bella menerimanya dengan baik.” Aku tidak akan bilang apa-apa. “Alice.com “Thanks. “Tidak.

“Akan kutunjukan dimana orang itu. Dia sedang menungguku.. itu tidak memuaskan insting buasku.” “Tentu saja tidak.” Aku bisa melihat rencana di kepalanya. Itu tidak betul—” Senyum lebarnya yang tiba-tiba muncul menghentikan semburan kata-kataku.. Aku terkesan. dan sangat terkontrol. Akhirnya aku merasa lega bisa bertemu Carlisle.. “Ya. karena itu berarti balas dendam. Kau tenang saja. untuk melihat empati dan kecerdasan di matanya. Sebetulnya aku lebih setuju jika memakai penenang yang lebih kuat—seperti dengan memecahkan kepalanya—tapi biar Carlisle 219 . hampir.” kata-kata itu berhamburan begitu saja. Tapi aku kan tidak bisa mengekang pikiranku. Itulah tepatnya yang kubutuhkan. tapi aku tidak bisa membiarkan ada perempuan lain yang akan menggantikan posisi Bella dan jadi korban monster itu. “Aku akan membereskannya. dan buru-buru ke kamar Carlisle. dia mengoreksi. Kau tahu. Murni karena marah. “Aku tidak sedang butuh pujian.” Dia mengambil tas dokter hitam miliknya. pandangannya ke arah pintu dan bukannya ke buku tebal yang ada di mejanya.stepheniemeyer. Dia pasti tahu apa yang mesti dilakukan.com Aku mengangguk. “Sangat ingin. tapi aku bisa melihat itu hal yang tepat.” sambutnya sambil tersenyum.Diterjemahkan dari: www.” “Ayo kita pergi. rasanya tidak benar membiarkan seorang pembunuh dan pemerkosa kambuhan berkeliaran di Port Angeles! Aku tidak kenal penduduk di sana. Carlisle. aku ingin.” “Apa Alice memberitahumu apa yang terjadi pada Bella tadi?” Hampir terjadi. Tidak akan ada lagi korban berikutnya. iya kan? Kau jadi begitu pengasih.” Dia tersenyum lagi.” “Apa saja. Perempuan itu mungkin punya seseorang yang perasaannya sama dengan perasaanku pada Bella. Sama menderitanya seperti diriku jika dia disakiti. “Aku mendengar Alice memberitahumu dimana aku.. “Aku butuh bantuan. Tapi aku tahu itu salah. Namun tetap saja.untuk membunuh orang itu. Aku bingung. Edward. bukan keadilan. Memang.sangat ingin. Carlisle. Efek kehadirannya sangat baik untukmu.

Dia tersenyum dan melambaikan tangan saat kami menjauh. pikirnya lagi. Carlisle bisa melihat betapa beratnya bagiku untuk berada sedekat ini —hingga bisa mendengar pikiran monster itu dan melihat ingatannya. Tapi tidak ada tujuan yang lebih jauh dari apa yang terjadi pada Bella. sebelum dia protes. ucap Carlisle lembut. Yang ada hanya siluman rubah-betina jahat yang mengendalikanku. Sudah tentu. Sangat tak terduga. Pasti ada jalan keluar. Kami memakai mobilku. Tak kusangka sebaik ini dampak Bella bagi Edward. Carlisle juga sedang memikirkan Bella. Mungkin ini demi tujuan yang lebih jauh. Kesungguhan pikiran Carlisle mengejutkanku. tempat mahluk bernama Lonnie itu meratapi kekecewaannya bersama dua rekannya—yang sudah lebih dulu mabuk berat. Kuharap aku bisa mempercayai itu. Semua kebahagiaan tadi hancur karena pikiran Carlisle. Akan kubuat dia tidak bisa menyakiti siapasiapa lagi.Diterjemahkan dari: www. Karena... dimana sisi baiknya kalau menghancurkan sesuatu yang begitu murni dan indah? Aku memandang ke kegelapan malam. Perjalanannya sangat singkat karena jalanan kosong. Padahal tadi. yang tidak tahan melihat Bella menjalani kehidupannya. Lampu mobil kumatikan agar tidak menarik perhatian. Kulihat dia mengecek jauh ke depan di pikirannya. Kembalilah ke Bella. Hanya saja. Pergilah. aku sudah lebih pelan dari biasanya— untuk memperlama waktu. Dia membayangkan Bella dengan kulit pucat dingin dan mata merah-darah. Aku tersenyum membayangkan bagaimana reaksi Bella dengan kecepatan seperti ini. Aku membawa Carlisle ke depan bar. Dia harus bahagia. Barangkali memang harus seperti ini jalannya. Aku tidak berlama-lama di Port Angeles.com melakukan dengan caranya. Edward pantas untuk bahagia. Napasku memburu. Ya. kami tidak akan kesulitan. ingatan tentang Bella yang bercampur dengan gadis-gadis lain yang sudah jadi korbannya.stepheniemeyer. Kucengkram erat kemudi di hadapanku. 220 . namun segera mengalihkan bayangan itu. Edward. Hanya saja. Alice masih ada di beranda.

.. Kurasa karena dingin. bertanya-tanya dimana dia sekarang. Seorang malaikat 221 . Kutinggalkan Carlisle sendirian di mobil. Aku memperhatikan sejenak. kemudian menyelinap keluar ke lorong. Betapa berbedanya seandainya aku bisa menjadi Edward yang seperti itu. dengan rambutnya yang basah tergerai diatas bantal. kini dia meringkuk memeluk badannya. Memikirkan ayahku membuatku menghela napas—Carlisle terlalu memujiku. Dengkuran Charlie keras dan stabil. Sambil menahan napas. Seandainya saja aku adalah sosok yang ia pikir. dan menemukan yang kucari.com Pilihan kata Carlisle sangat tepat. Saat sedang mempertimbangkan hal itu. dia menggigil. dan kubawa kembali ke kamar. Akan kukembalikan lagi sebelum dia bangun. Sesuatu tentang kegiatan di air dan menunggu dengan sabar. sosok siluman rubah betina yang tadi kubayangkan. Hanya dalam beberapa menit aku sudah meniti di bawah jendela kamar Bella dan merangkak masuk. Kemudian aku kembali duduk di kursi goyang di pojokan. Untuk sesaat. dan lari menuju Forks lewat hutan. di dekat tangga. disana.stepheniemeyer. tiba-tiba muncul gambaran lain yang tidak diundang. Aku mendesah lega. dengan hati-hati kuselimuti dia. Sambil menunggu waswas sampai dia merasa hangat. Tapi. Sebelum aku sempat duduk di tempat biasanya. Aku memilih selimut yang paling tebal. bibirnya ikut gemetar. dia tidak beraksi dengan beban tambahan itu. barangkali cukup pantas buat gadis yang sedang tidur ini. Bella aman di tempat tidurnya. Ini makan waktu lebih cepat ketimbang naik mobil.memancing barangkali? Nah. yang mengidamkan kehancuran Bella. tidak seperti malam-malam lainnya. yang pantas untuk bahagia. digantikan oleh sosok malaikat bodoh yang sembrono. Aku bahkan hampir bisa menangkap mimpinya. Semuanya telah seperti seharusnya. aku memikirkan Carlisle. Aku membukanya penuh harap.Diterjemahkan dari: www. tidak akan ada yang tahu. Aku tahu rencananya akan berjalan lancar—Alice telah melihatnya. Sosok itu. bermimpi. menjelejahi bagian dalam rumahnya untuk pertama kalinya. letak lemari yang kucari-cari. Nama Bella adalah satu-satunya yang bisa mengalihkan pikiranku.

Dalam pandangan ini. Aku menyingkirkan tragedinya sesaat. tambahkan kesialan tanpa batas. 222 .” desahnya. posisi Bella mulai lebih rileks. Malaikat berwujud vampir—benar-benar kontras. Napasnya makin dalam. Aku menggeleng-geleng sendiri pada bayangan malaikat tak bermoral seperti itu. membiarkan diriku diliputi kebahagiaan. kecantikan yang mempesona untuk menghipnotis mataku.com pelindung—sesuatu yang seperti versi Carlisle tentang diriku. saat menyadari bahwa saat ini aku lah yang memainkan peran itu.stepheniemeyer. Ini hal sepele. Aku tersenyum puas. mata biru yang licik. “Edward. malaikat yang tidak bertanggung jawab itu mendorong kreasi rapuhnya tepat ke hadapanku. Paling tidak kalau siluman rubah betina aku masih bisa melawannya. Dengan senyum acuh. Mereka cuma untuk orang-orang baik —orang-orang seperti Bella. tertegun. melainkan dialah hadiahku. Tidak mungkin mahluk suci bisa berkelakuan seburuk itu. malaikat itu membuat Bella sedemikian rupa hingga tidak mungkin bisa kujaga: Aroma tajam yang konyol untuk menggugah seleraku. Dengan tawa sembrono. Dan dia mulai bergumam. aku bukan eksekutor Bella. Dia hapus juga insting pelindungan dirinya—supaya Bella tidak takut dan betah berada di dekatku—dan. Lagi pula. Dia percayakan Bella pada moralku yang rusak untuk menjaganya tetap hidup. hati yang tidak egois untuk menangkap kekagumanku. pikiran yang sunyi untuk memancing penasaranku.Diterjemahkan dari: www. Setelah lewat setengah jam. Dia tidak jauh berbeda dengan monster. aku tidak punya malaikat pelindung. dan dia tersenyum. yang terakhir. tapi paling tidak malam ini dia bisa tidur lebih nyaman berkat aku disini. Tapi dimana malaikat dia selama ini? Siapa yang mengawasi dia? Aku tertawa pelan.

Aku bersyukur muncul sebelum aku berangkat sekolah. Dia ditemukan tidak sadarkan diri di sebuah gang dini hari tadi. Bahkan jika Bella menonton dia tidak akan mengenalinya. 223 . Kuharap dia tidak menonton. Paling tidak. dan seberapa menarik perhatian.” Aku mengangguk. dimana hukuman mati masih sering diberikan. Dia masih berjanggut lebat waktu foto itu diambil. telah berhasil ditangkap di Portland. Aku telah melakukan yang kubisa.com 11. Pilihanku tepat dengan mempercayakannya pada Carlisle.stepheniemeyer. Saat ini pihak berwenang belum bisa menentukan apakah dia akan disidangkan di Texas atau di Oklahoma. dengan satu foto yang tidak jelas. dan fokus pada apa yang paling penting.” Fotonya agak buram.” beritahu Alice padaku. “Alonzo Calderas Wallace.. Kuharap dia akan diadili di Texas. itu bisa membuatnya ketakutan. Untung hari ini ada berita yang lebih besar. Tidak. Aku juga jarang melihat ayahnya menonton acara selain olahraga. Jadi berita itu cuma diulas beberapa detik. tersangka pembunuh dan pemerkosa kambuhan.. Interogasi CNN mengulas berita itu duluan. Itu tidak penting lagi. hanya beberapa meter dari kantor polisi. walaupun aku tidak sepenuhnya puas penjahat itu bisa lolos semudah itu. Bella sendiri tidak terlalu sering nonton TV. Aku tidak sabar ingin mendengar cara manusia mengulas kejadiannya. Oregon. “Beruntung ada Carlisle yang bisa membawanya keluar dari negara bagian ini. “Beritanya tidak akan sampai ke Forks. foto buron. yang jadi buron di negara bagian Texas dan Oklahoma. Ada gempa bumi di Amerika Selatan dan penculikan tokoh politik di Timur Tengah. Aku akan melupakan hal itu. bukan belakangan ini. Monster itu tidak lagi berkeliaran. Wallace berhasil ditangkap berkat adanya informasi dari orang yang tak dikenal. dan aku tidak jadi pembunuh.Diterjemahkan dari: www. Kejadiannya terlalu jauh untuk jadi berita lokal.

banyak hal kelihatan berbeda di pagi hari—hal itu berubah karena kau tidur. tapi aku sudah tidak sabar ingin menemuinya lagi. benturan botol-botol saat dia menutup lemari es. di bawah langit mendung dan berkabut pada pagi hari ini? Mungkinkah kebenaran itu akhirnya meresap ketika dia tidur? Mungkinkah akhirnya dia takut? Sepertinya tadi malam mimpinya indah.. “Sampai ketemu di sekolah. Pepatah manusia mengatakan. Apakah aku juga akan kelihatan berbeda di mata Bella. Apa yang Bella mau dan apa yang terbaik bagi Bella adalah dua hal yang bertentangan. dan buru-buru keluar. ini bukan karena aku egois. sobekan kertas timah. dia akan senang punya alasan untuk memamerkan mobilnya. Aku tersenyum padanya. dan senyumku berubah jadi seringai. Ketika menggumamkan namaku berulangulang. dia tersenyum. “Alice. penuh harapan lagi. “Rosalie yang akan mengemudi. batinnya. Tidak sabar ingin cepat-cepat ke sekolah? Bayangan itu membuatku tersenyum. Aku mulai gelisah ketika parkir di depan rumah Bella. Itu cara pandang yang berbeda untuk melihat situasi ini. Maukah Bella mengenal Alice? Maukah dia punya sahabat seorang vampir? Kalau dari sudut pandang Bella. Lebih dari sekali dia memohon agar aku tetap tinggal. Aku Akan menunggu sampai kau siap buat Bella mengenalku. Kau mestinya tahu.” Alice tertawa riang.Diterjemahkan dari: www. Dia akan berlagak marah. Aku tidak menanggapi. Apa itu tidak akan ada artinya hari ini? Aku menunggu dengan cemas. Bella juga akan menyukaiku.. Aku tahu. Belum saatnya. Aku mengeluh sendiri. maukah kau—” Dia langsung memotongku. tapi tahu sendiri.” Alice menghela napas. mendengarkan suara-suara yang ditimbulkannya di dalam rumah—langkahnya yang setengah berlari di tangga.mungkin ide itu tidak terlalu mengganggu. Aku melihat ke jam. Sepertinya—jika menghitung-hitung kecepatan maksimal truknya 224 . aku tahu. Sepertinya dia sedang terburu-buru.com Aku baru meninggalkan kamar Bella tidak sampai satu jam yang lalu.stepheniemeyer.

Aku keluar. potongannya cukup pendek untuk menunjukkan tulang selangkanya yang mempesona. Sweter panjang itu ukurannya kebesaran sehingga menyamarkan bentuk tubuh Bella yang gemulai.Diterjemahkan dari: www.. Tidak seperti waktu makan malam kemarin.stepheniemeyer. Mulai sekarang. Bella menghambur keluar rumah. Kurasa lebih baik aku menjauhkan bayangan itu. tanpa repot-repot mengekang kecepatan kilatku. karena itu mustahil. dan matanya membelalak saat melihat mobilku.. semua harus sesuai kemauannya. 225 . hasrat terhadap bibirnya. Aku akan meremukkan dia.com —dia hampir terlambat. Kemudian dia berhenti mendadak. terkejut saat aku muncul begitu saja. Setelah membanting pintu Bella langsung lari hingga hampir saja tidak menyadari mobilku.kulitnya. Hangat. semua jadi satu pada mata coklatnya yang mencair. Aku tidak mau mengelabuinya lagi—paling tidak saat kami berdua. Aku tidak boleh membayangkan menyentuhnya..” gumamnya sambil masuk kedalam mobilku tanpa ragu-ragu. terpesona. Kemudian kekagetan di matanya berubah jadi sesuatu yang lain.. Tubuhnya membeku.. Namun aku sama menyukainya seperti jika dia memakai blus biru muda tadi malam. Tasnya disampirkan di pundak.. Sweter hijau yang dia pakai tidak cukup tebal untuk melindungi tubuhnya dari dinginnya kabut. Dia menatapku.tubuhnya. aku memberinya pilihan. “Kau mau berangkat bersamaku hari ini?” tanyaku padanya. Jadi aku bersyukur dengan sweter yang dia pakai. Rambut ikalnya agak berantakan. terima kasih. Tasnya merosot ke tangan. Tapi aku tidak boleh membayangkan itu. kainnya membalut kulitnya begitu rupa hingga terlihat sangat menarik.. dan membukakan pintu mobil untuk dia.. yang melengkung indah dari bawah leher. Dan merupakan kesalahan besar jika aku sampai terhanyut pada hasrat aneh yang mulai terbebas dalam diriku.warna biru mengalir bagai air di permukaan tubuhnya. mengubah lekuk-lekuknya yang menawan jadi tidak berbentuk. Aku tidak boleh membuat kesalahan. aku akan menjadi diriku sendiri. “Ya.... Hasrat yang selama seratus tahun terkurung rapat. dan aku tidak perlu lagi takut perasaannya berubah. kagum.

Dia tidak punya jaket. “Aku tak ingin kau sakit atau apa. Aku harus tahu apa yang dia pikirkan pagi ini. Kau menerimanya dengan tenang sekali—tidak wajar. aku belum pernah merasa sebahagia ini. terlihat lega aku mengungkitnya.com Apa aku akan berhenti keheranan.” “Aku tak selemah itu.stepheniemeyer. “Apakah pertanyaan-pertanyaanku mengganggumu?” “Tidak seperti reaksimu. Dia tersenyum. Bagaimana itu mungkin? “Itu memuatku bertanya-tanya. Pagi ini dingin. Jaketku kusampirkan di sandaran kursinya.” jawabku jujur sambil tersenyum untuk membalas senyumnya. juga dengan berbagai kemewahan yang kupunya. “Aku membawakan jaket untukmu. Kebahagiaan yang kurasakan ketika dia duduk disampingku seperti ini. Ujung bibirnya mengerut turun.” Tentu saja. Aku langsung melesat mengitari mobil. Bahkan walau tahu kalau ini salah. apa yang sebenarnya kau pikirkan. Ada banyak hal yang berubah diantara kami sejak matahari terbit. Dia tidak terlihat kaget dengan kemunculanku yang tiba-tiba. Tentunya ini bentuk sikap ksatria yang bisa diterima.” Tidak ada satu jeritanpun. itu masalahnya. tetap saja tidak bisa menghapus senyumku. Aku hanya tahan berdiam diri selama beberapa detik. bahwa akulah orang yang dijawab ya olehnya? Sepertinya aku akan terus heran. tidak ada bandingannya.” sanggahnya sambil menatap dadaku dan bukannya wajahku. “Benarkah?” gumamku sendiri.Diterjemahkan dari: www. “Apa tidak ada rentetan pertanyaan hari ini?” tanyaku sesantai mungkin. kau tahu. Walau aku sangat menikmati kedekatan keluargaku. seakan dia ragu-ragu untuk menatap mataku. “Apakah reaksiku buruk?” “Tidak. Kulihat dia memandanginya.” Itu alasan yang kupakai untuk datang tanpa diundang. 226 . Dia terlihat menerawang ke luar saat kami mulai jalan. Tapi jaketku dipakai juga tanpa harus kupaksa. membuatku bertanya-tanya. apapun yang dia perbuat atau tidak perbuat. bahwa ini tidak akan berakhir dengan baik. tidak sabar ingin berada di sampingnya.

lalu berbisik...” 227 . wow.stepheniemeyer. Kami berusaha membaur. mencari hubungannya. “Kelewat mencolok. ada kepedihan yang tiba-tiba muncul—aku ingat. aku menyadari dengan puas—dan memaksa diriku serileks mungkin. kata perkata. “Tidak terlalu banyak. dan membuatnya menangis. Jangan pernah katakan itu. kelihatannya tidak sadar—reflek ketika sedang tegang.. “Kau tidak ingin mendengarnya. “Di mana keluargamu yang lain?” tanyanya tiba-tiba. dan aku parkir disitu. yang mana kuragukan. Kuseembunyikan senyumku saat matanya membelalak. Secara spesifik aku sempat meminta dia untuk tidak mengucapkan pikirannya. kenapa dia pergi bersamamu? “ Rosalie pasti akan menikmati reaksi Bella. Benturan keduanya terlalu liar untuk dijelaskan. kan?” “Mmm.. hanya ada suara dari detak jantungnya yang teratur.” Hanya dengan mendengar kata-kata itu sudah membuat penasaranku memuncak. “Seperti kataku. Mungkin aku mesti lebih berkonsentrasi lagi karena aku tidak bisa membayangkan ada sesuatu yang tidak ingin kudengar dari dia.” Kebetulan ada tempat kosong di samping mobil yang ia tanyakan.jika dia mau bersikap obyektif tentang Bella. kelewat mencolok. Aku hampir menggeram ketika itu. “Mereka naik mobil Rosalie.” “Kau mengeditnya.” sergahku. Kalau Rosalie punya itu. Kebahagiaan dan penderitaan ini terlalu kuat untuk diungkapkan lewat kata-kata.Diterjemahkan dari: www. Keadaan hening. mengulang kembali seluruh pembicaraan tadi malam. aku mulai terbiasa.” Aku harus berpikir sebentar. Aku mengambil napas panjang—merasakan aroma pekatnya yang membakar untuk pertama kalinya pagi ini. Apa yang dengan sengaja ia tutupi dariku? “Cukup untuk memuatku gila. Tapi kemudian—karena nada bicaranya sama dengan tadi malam.com “Aku selalu mengatakan apa yang sebenarnya kupikirkan. Apa itu yang ia sembunyikan? Kedalaman perasaannya padaku? Bahwa sosokku sebagai monster tidak penting buatnya.” Dia menggigit bibirnya lagi. Dia ragu sejenak. dan bahwa sudah terlambat untuk berubah pikiran? Aku tidak bisa berkata apa-apa.

“Selamat. Napasku memburu.stepheniemeyer. “Tidakkah kau tahu? Aku melanggar semua aturan sekarang. Dia tidak mendongak untuk melihat seringai jailku. Rona merah muda muncul di pipinya ketika dia menangkap reaksi Jessica. Sekarang aku harus menjaga sikapku—jadi aku tidak bisa melesat untuk menahannya—tapi untuk selanjutnya dia harus mulai membiasakan diri untuk diperlakukan dengan sopan.” “Sudah kuduga. Dia sedang menunggu Bella. Aku berjalan di sampingnya sedekat yang aku berani sambil mengamati kalau-kalau dia merasa risih. Pikiran Jessica terbaca dengan jelas di wajahnya. berlindung dari guyuran hujan di bawah atap kafetaria. “Kenapa kalian mempunyai mobil-mobil seperti itu? Kalau kalian memang menginginkan privasi?” tanyanya sambil jalan. namun ditarik lagi. Aku harus sopan pada teman Bella.. entah dia itu teman yang baik atau bukan.” Dan dia tertawa riang. Keriangan suara tawanya menghangatkan jantungku. pagi Jessica..” sapa Bella. Kemudian Bella melihat juga.Diterjemahkan dari: www. Dan harus secepatnya. sama seperti tadi malam. Dia mengambil jaketnya dan Jessica memberikan masih sambil melongo.” Jawabanku pasti tidak terlalu menakuktkan—jadi tentu saja. “Jadi kenapa Rosalie mengemudi sendiri kalau itu kelewat menarik perhatian?” tanyanya heran. “Hei Jessica.com “Kalian tidak berhasil.” 228 . “Memanjakan diri.” gumamnya masam. Dia tidak menunggu untuk dibukakan pintu. Ya ampun! Aku tidak percaya ini! Bagaimana cara Bella melakukannya? Aku tidak mengerti! Kenapa? Suara batin Jessica menyela pikiranku. Dua kali tangannya sedikit terjuntai ke arahku. Kami semua suka ngebut. Kelihatannya seperti ingin menyentuhku. Matanya membelalak tidak percaya. Terima kasih sudah ingat membawanya. Bella tersenyum mendengarnya. Jaket Bella di tangannya.

Kemudian dengan begitu saja dia melepas jaketku. Apa ada kemungkinan yang lain? Aku akan mencari tahu. Kemudian matanya memelototi Bella. dia pasti akan menertawaiku habis-habisan.. Setiap detailnya... “Apa yang akan kau katakan padanya?” . Kira-kira. Itu tidak akan mungkin terjadi. aku bisa membaca pikirannya—dia tak sabar ingin menginterogasimu di kelas.menyadari bagaimana berada di dekat Bella telah melunakkan diriku. Tidak.stepheniemeyer. Cerita lengkapnya. sampai ketemu nanti.. Mata Jessica makin membelalak.. dia ganti membayangkan adegan itu. Aku harus mendapatkan detailnya! Si Edward CULLEN!! Dunia tidak adil! Bibir Bella cemberut.aku cukup suka itu. “Yeah.hai. sedikit memalukan. berusaha mengolah ucapanya. Apa mereka memang sudah berencana untuk bertemu tadi malam? Apa mereka sudah berkencan? Sudah berapa lama? Tega-teganya Bella merahasiakan hal ini? Kenapa juga dia mau merahasiakannya? Ini tidak mungkin cuma iseng—Bella pasti serius.. “Kupikir kau tak bisa membaca pikiranku!” “Aku tak bisa.. Namun tetap saja aku.Diterjemahkan dari: www.” Bella mengerang... bahkan tidak ke diriku sendiri.. Tidak boleh tidak. Aku menginginkan dia dengan cara salah seperti apa lagi? Dan cara mana yang akhirnya akan berujung pada kematiannya? Aku menggeleng. berusaha ceria lagi.dan jujur saja. “Bagaimanapun. “Hei!” desisnya tajam.” Aku menatap kaget. Awalnya aku tidak sadar—aku sama sekali tidak meminta jaketku. Benak Jessica tiba-tiba terputus. “Err.” gumam Jessica tidak jelas.com Waahhh.” Benak Jessica makin berkeliaran saat berjalan menuju kelas.. Jika Emmet sampai tahu. apa dia sudah menciumnya? Ya ampun. aku menolak untuk membenarkan tindakan yang seperti itu. “Kalau begitu sampai ketemu di kelas Trigono.. Ah—kami pasti memikirkan hal yang sama. Sepertinya tidak ada lagi orang yang takut.. Ini aneh. aku lebih memilih dia pakai 229 . Aku tidak mau terima jika kurang dari itu. Hmm. Aku langsung berusaha mengusirnya..” Kau harus menceritakan semuanya. Sesekali dia menoleh ke belakang.

” Matanya melebar—bukannya kaget. Aku berusaha menyembunyikan senyumku saat menjawab pertanyaannya.” Matanya menyipit. kau tidak akan memberitahu apa yang kau ketahui—itu baru tidak adil. Aku ingin mendengar apa yang dia pikirkan saat itu juga.sebagai kenang-kenangan—jadi aku terlambat membantu melepaskannya. Kami sampai di depan kelasnya—dimana aku harus meninggalkan dia. tapi dibuat-buat. Cope mau membantu menukar jadwal pelajaran bahasa Inggrisku. dan terjuntai di sekitar tulang selangkanya yang sekarang tersembunyi dibalik sweter. aku bertanyatanya apa Ms. kalau kau tidak keberatan—.... tanpa persiapan.” Dia selalu saja mencoba mengorekku ketimbang membuka pikirannya sendiri.” kataku lambat-lambat. Kuraih rambut itu hati-hati agar jangan sampai menyentuh kulitnya—pagi ini sudah cukup dingin tanpa ketambahan sentuhanku—dan mengembalikannya ke balik telinga agar tidak menarik perhatianku lagi.. aku harus berlaku adil. aliran darah di balik kulitnya menderas. Aku menimbang-nimbang bagaimana menjawabnya.. Apa yang ingin diketahuinya?” Aku tersenyum. “Dan dia ingin tahu bagaimana perasaanmu terhadapku. pupil matanya melebar.. “Jadi. Itu menarik perhatian mataku. terlepas dari belakang telinga. Kali ini reaksinya sama sekali berbeda.” Betul—dia tidak suka standar ganda. Aku ingat saat Mike Newton menyentuh rambutnya. “Tidak. dan menggeleng. “Tolong bantu aku sedikit.stepheniemeyer.com terus.pada lekuk tulangnya yang masih agak kelihatan. Dia mengembalikan jaketku. ketika itu Bella langsung menjauh. “Itu tidak adil..” gumamnya. kau akan bilang apa padanya?” desakku. “Apa yang harus kukatakan?” “Hmm. “Dia ingin tahu apakah kita diam-diam berkencan.. Dia sok polos. “Iihh. “Kurasa kau bisa mengatakan ya untuk petanyaan pertama.Diterjemahkan dari: www. dan detak jantungnya mendadak tidak beraturan. Sebaiknya jangan.” biarkan dia 230 . namun cepat mengontrol ekspresiku agar tidak dilihat dia.. Sejumput rambutnya yang agak basah karena kabut. dan memakai jaketnya sendiri tanpa melihat kalau tanganku sudah siap membantu.. Aku merengut karenanya.

” bisiknya. Sebagian dariku sekarang sudah terbang. Dan aku ingin mendengar pikirannya. Dia sedang bercakap-cakap dengan Mike Newton. “Dan untuk pertanyaan yang satu lagi. “Sampai ketemu saat makan siang. Aku cepat-cepat berbalik. Dan.” kataku sambil menoleh melihatnya. Aku tidak bisa berkonsentrasi. harus selalu begitu. Aku berbalik lagi dan tertawa.” kini aku tidak bisa menyembunyikan senyumku. “—itu lebih mudah daripada penjelasan lainnya.stepheniemeyer. yang duduk di meja sebelahku. Aku ingin lari—benarbenar lari.” Biarkan Bella mempertimbangkan hal itu. 231 . Ada untungnya juga para guru sudah tidak pernah menanyaiku lagi. dia masih begitu. Aku menyeringai begitu lebar hingga Rob Sawyer. Detak jantungnya masih belum teratur. “Well. seperti terbang. Pikiranku sedang berkeliaran ke tempat lain.Diterjemahkan dari: www. sekedar alasan untuk mengecek apa dia masih memandangiku dengan terlongo. bukan pikiranku sendiri.. Menyeramkan. aku tidak sepenuhnya kehilangan tajiku. Ugh. berjengit di kursinya dan bergeser menjauh. Tentu saja aku sedang memandangi Bella. dan sebisa mungkin berusaha mengalihkan pembicaraan ke Jessica. Samar-samar aku menyadari pikiran syok orang-orang disekitarku—tatapan mereka bergantian ke aku dan Bella. Kubiarkan tenggorokanku terbakar supaya nanti saat bertemu lagi lebih mudah mengatasinya. Aku menemui kesulitan untuk tidak menjawab apapun yang ia tanya. secepat kilat hingga menghilang. Sesampainya di kelas jaketku kupakai. hanya badanku yang di kelas. aku akan mendengar jawabannya langsung darimu. Aku menahan tawaku saat syok terlihat di wajahnya. Dia tidak sabar menunggu jam ke empat. Well. dengan mulut terbuka. Hari ini mungkin mereka bisa memergokiku tanpa jawaban. Kadang-kadang aku juga mengawasi Jessica. Namun aku tidak terlalu memperhatikan mereka. Untuk melangkah dengan tenang saja sudah susah.” “Aku tak keberatan. sebelum dia sempat menuntut jawaban lagi.com yang memilih. Keharuman pekat Bella yang tertinggal pun bergelung disekelilingku. Itu jadi alamiah—sealami seperti bernapas..

. Dia sering diminta menjaga mereka. Kedua kakinya mengetuk-ngetuk lantai tidak sabaran menunggu Bella datang. Kuharap dia benar-benar memperhatikan. Tapi ternyata Angela sama polosnya dengan Bella. ketika sampai di kursiku. dan menganggap impas. Beberapa.murung. Jadi sepanjang pelajaran aku mencari-cari sesuatu yang ia inginkan. Itu pasti mengecewakan.. Aku tidak memperhatikan jalanku saat menuju kelas bahasa Inggris. melainkan malas. Aku cuma perlu terus mencari.. pikiranku terlalu fokus ke Jessica. aku tidak kebaratan membantunya.. Aku tidak lupa dengan hutang budiku padanya—karena telah memikirkan yang baikbaik saja tentang Bella dan pertolongannya tadi malam.jika tiba-tiba Edward tertarik untuk kencan. Itu sangat sulit. pasti ada barang-barang mewah atau benda tertentu yang dia idam-idamkan. Pikirannya sangat aneh untuk ukuran remaja. Jessica sudah duduk di kursinya. Ini saatnya kelas Trigono Bella bersama Jessica.dengan begitu Edward berarti masih sendirian. Bahagia. dan menginginkan yang telah ia miliki. Ketukan Jessica makin cepat ketika Bella memasuki kelas. Aku sendiri sepuluh kali lebih tidak sabar ketimbang Jessica.. Itu sangat murah hati. Dan aku juga mendengarkan Angela Weber. Aku akan mengirimkannya tanpa nama. dia memikirkan adik kembarnya. Pasti ada sesuatu yang dia mau. Aku sampai harus mengingatkan diriku untuk sesekali membuat gerakan. Barangkali ini alasan dari kebaikan hatinya yang tidak lazim—dia satu dari beberapa orang yang telah memiliki yang dia inginkan.. yang akan ia ajak ke pantai akhir pekan nanti—terhibur oleh semangat mereka dengan sikap hampir keibuan. aku langsung sepenuhnya diam. Kecuali.Diterjemahkan dari: www. Tapi tidak terlalu menolong buatku... tapi itu tidak membuatnya kesal. Kusangka itu akan mudah. Sebaliknya. Tapi nanti lagi. benar-benar membaca wajah Bella untukku. Dia gelisah—dia tahu aku akan 232 . mungkin.stepheniemeyer. seperti kebanyakan orang.. Kenapa? Mungkin tidak terjadi apa-apa antara dia dengan Edward Cullen. untuk memainkan sandiwaraku sebagai manusia. Wajah Bella tidak kelihatan murung.com dan sedang memikirkan daftar pertanyaan untuk Bella. Dia kelihatan. Jika tidak sedang memperhatikan pelajaran..

Aku akan cari tahu yang sebenarnya. Mr. “Dia ngebut seperti orang sinting. “Apakah itu semacam kencan—apakah kau memberitahunya untuk menemuimu disana?” Jessica mengamati baik-baik ekspresi Bella.” Dia tersenyum. pasti sudah tidak sabar untuk menceritakannya. Huh. “Ya—itu juga kejutan.com mendengar semuanya. lagi-lagi kecewa. dan kecewa karena kelihatannya datardatar saja. lalu mengantarku pulang.” beritahu Bella. Ayo cepat ceritakan! “Apa yang ingin kau ketahui?” tanya Bella setengah hati setelah dia duduk. pasti lebih dari itu! Paling-paling dia bohong. Sepertinya dia menceritakan yang sebenarnya. Kenapa dia mesti membuatku menanyakannya kata per kata? Kalau itu aku. Dia memerhatikan aku tidak membawa jaket semalam. Mengerikan. Aku capek mendengar rentetan pertanyaannya—aku mau mendengar sesuatu yang belum kuketahui. Mason.Diterjemahkan dari: www. tapi tidak ada yang tertipu. Mason memelototiku. memotong pembicaraan Mr. Dia bergerak dengan enngan. Aku tersenyum sendiri. Aku masih sibuk dengan Jessica.” Lalu? Ayolah. aku tahu itu. “Bagaimana kau bisa pulang secepat itu?” Kulihat Bella memutar bola matanya dari pandangan curiga Jessica. “Ceritakan semuanya!” desak Jess. Dan aku tergelak. tapi aku bahkan tidak mau repot-repot mendengarkan pikirannya. Ugh. Kuharap Jessica tidak terlalu kecewa hingga melewatkan pertanyaan yang 233 . “Apa yang terjadi semalam?” “Dia mengajakku makan malam. di lamban sekali. “Tidak—aku sangat terkejut melihatnya di sana. sementara Bella masih melepas jaketnya untuk disampirkan di kursi. batin Jessica.” Itu tidak terlalu menarik. Apa yang terjadi?? “Tapi hari ini dia menjemputmu ke sekolah?” Pasti ada cerita lainnya. senyuman kecil.stepheniemeyer. Tawaku berusaha kuubah jadi batuk.

trukku tidak bakal sanggup—apakah itu masuk hitungan?” Hmm. Kemudian dia mati.Diterjemahkan dari: www. jaga Bella baik-baik.. “Menurutmu hari sabtu.. Akhirnya—dia menyadari juga situasinya. kalian akan berkencan lagi?” desak Jessica. Dia tidak mungkin mau sedekat itu dengan gigiku. Ha. Apakah karena melihatnya lewat persepsi Jessica maka sepertinya asumsi Jessica betul? Selama setengah detik pikiranku disela oleh bayangan—yang mustahil—tentang bagaimana rasanya jika mencium Bella.” tegas Bella. “Jadi. kalau begitu. “Apakah dia sudah menciummu?” Please bilang ya. “Dia menawarkan mengantarku ke Seattle sabtu nanti.” Sial. tapi tidak mungkin itu alasannya. karena menurut dia. “Well. Seperti yang dia ketahui.well.. “Aku sangat meragukannya. Bella bahkan terlihat lebih kecewa ketika berkata. Bibirku pada bibirnya. Dia juga pasti tahu. Itu pasti menyebalkan buat dia. lalu memperhatikan lagi.. “Aku tahu. “W-o-w. Kuharap. Edward Cullen. Pasti ada yang aneh dengan si Edward. lalu dia menunduk. “Tunggu!” Tiba-tiba dia ingat pertanyaan yang paling penting.” Jessica menjawab pertanyaan Bella. memandangi tangannya. Dia tidak mungkin menginginkan hal itu. Nada suara Bella menyemangati Jessica. jika bukan Bella-nya yang aneh. Lalu ceritakan setiap detailnya! “Belum. ini berita besar. Aku menggigil.. batu-dingin pada kehangatan...com kutunggu-tunggu.. “Bukan begitu.stepheniemeyer.” Entah Bella menyukai Edward atau tidak. ya. Sepertinya Bella juga mengharapkannya. Aku menggeleng-geleng sambil meringis.?” desak Jessica lagi. Bagaimana INI bisa terjadi? “Ya.. 234 . Bella memang terlihat kecewa akan sesuatu. Aku mengerutkan dahi.” Yah. merasakan kelembutannya yang seperti sutra.” gumam Bella pelan.” desah Bella. Sepertinya Edward juga cukup serius. dia memang menginginkannya. aku punya taring..

Bagaimana caranya kau bisa duduk di samping seorang model dan mengobrol dengannya? “Aku tidak mengira kau berani sekali hanya berduaan dengannya. Aku tersenyum lebar.” ujar Bella. Bagaimana mungkin dia tidak menyadari bahwa aku jatuh cinta padanya? Kuulang kembali seluruh pembicaraan kami berdua. “Kenapa?” 235 . “Itu pertanda baik.. Aku bahkan tidak menyangka Bella menyadari hal itu.. “Entahlah. Kami membicarakan tentang tugas esai bahasa Inggris. Tapi rasanya ungkapan itu sudah terbalut dalam setiap kata yang kuucapkan. “Well.Diterjemahkan dari: www. “Lebih baik lagi. dan baru sadar aku memang belum pernah mengucapkan kata-kata itu. Tapi dia tidak memerhatikan pelayan itu sama sekali.” ucap Bella tidak yakin.” Aku pasti tidak setransparan dan se-lepas kendali seperti yang kupikir.” Bella ragu sejenak.. Pasti urusan perempuan. atau kau justru membuatnya harus bertanya satu persatu seperti ini? Aku tersenyum kecut. dan aku hampir saja berdiri. “Dan barangkali umurnya 19 atau 20.” Bella terlihat syok. Sikapnya selalu misterius.” Sangat. Wow.” Sesaat Jessica ingat ketika ia dan Mike kencan senin kemarin—Mike bersikap terlalu sopan dengan si pelayan. Sepertinya itu tidak terlalu relevan.dengan pengamatan yang ia punya..” Detail yang aneh untuk diceritakan. Oh.. Tebakan Jessica tidak terlalu melenceng. Menarik.stepheniemeyer.com “Apa yang kalian obrolkan?” Apa kau bicara dengannya. banyak... Namun tetap saja. Dia mengusir ingatan itu dan kembali. Jess.. “Ayolah. “Tapi sulit mengetahuinya. baiklah.” “Kurasa begitu. sangat sedikit. dia pasti menyukaimu. AYOLAH. sedikit. Apakah pelayan itu cantik?” Hmm. Mestinya kau lihat pelayan restoran merayunya—terang-terangan sekali. Dia mengekang kekesalannya agar bisa meneruskan pertanyaannya. Jessica menanggapinya dengan lebih serius ketimbang aku. yang menurut Jessica sama sekali tidak cantik. akan kuceritakan satu. “Sangat. Bella! Ceritakan detailnya.

“Ya. Bella tidak melihat ke Jessica. Mirip.. “Apakah itu mungkin?” Jessica terkikik. Akhirnya muncul juga. tatapannya berubah tidak fokus seakan sedang memandangi sesuatu yang jauh. tapi lebih dalam. “Tapi aku memang punya beberapa masalah dengan logika ketika bersamanya. “Oh. Dia terus memandang ke kejauhan.” tukas Bella. Aku seperti bicara dengan anak TK. Ha ha.stepheniemeyer. mengabaikan Jessica. kau menyukainya?” Badanku membeku.” Tatapan Bella tiba-tiba jadi dingin. Yang kurasakan saat ini mirip dengan yang kurasakan ketika Carlisle atau Esme menyanjungku lebih dari yang sepantasnya. “Dia memang luar biasa tampan. Jangan berlagak bodoh—tidak ada yang lebih baik ketimbang wajahnya! Kecuali mungkin badannya. Orang normal pasti sudah berbunga-bunga. aku sedang melihatnya.. “Dia jauh lebih dari pada sekedar sangat tampan. Aku takkan tahu apa yang harus kukatakan padanya. Bella tersenyum. kau benar-benar menyukainya?” “Ya. tapi dia jauh lebih luar biasa di balik wajahnya. Pancaran matanya mirip seperti ketika sedang tersinggung. “Seberapa suka?” desak Jessica. “Sungguh? Seperti apa?” Bella menggigit bibirnya sebelum menjawab.” Dia berpaling dari Jessica. dia tersipu-sipu! Ya.Diterjemahkan dari: www. “Aku tak bisa menjelaskannya dengan tepat.” Dia pasti sekedar menghibur Jessica. Bella terlihat begitu terkendali ketika bersamaku.. Aku pasti kelihatan seperti orang idiot.” “Maksudku.” Apa istilahnya yang tepat? “Mengintimidasi. Barangkali jika kutanyakan dengan bahasa yang lebih sederhana. well.” Bahkan tadi aku tidak bisa bicara dengan benar. Jessica sendiri tidak menangkap perubahan itu. “Jadi. padahal dia cuma mengucapkan selamat pagi.” Lihat.” desah Jessica. dan lebih melimpah.com Reaksi yang aneh. 236 . Bella tidak menoleh. Hhh. Memangnya menurut dia yang kumaksud apa? “Dia begitu.. Oooh.

Tapi aku tidak tahu bagaimana mengatasinya. Lebih dari dia menyukaiku? Barangkali dia memang masih perlu dibawa ke psikiater. juga jawabanmu!” Jelas. Kuharap Jessica bisa mendapatkan semua jawaban yang kutunggu saat jam pelajaran selesai. Tapi Bella lebih cepat dari dia. tapi sesekali Jessica melirik ke Bella. dan menggertakan gigi. Sesuatu yang sudah sangat-sangat jelas. Aku lebih banyak mendengar pelajaran di kelas Bella ketimbang di kelasku sendiri. Satu kali. Jam makan siang tidak datang-datang juga. Sesaat setelah bel bunyi. Mike bertanya apakah kau mengatakan sesuatu tentang Senin Malam. Bella menoleh ke Jessica. Wajah Bella bersemu merah—aku hampir bisa merasakan hangatnya. Nomer berapa Mr. “Lebih dari dia menyukaiku. “Di kelas Inggris. Aku butuh waktu sebentar. Bella dan Jessica tidak bicara lagi. tanpa sindiran seperti biasanya. Aku melihat ke jam. Varner tanyakan? “Mmm. Rasanya aku seperti tidak dihargai.com Ruang kelasku mungkin saja diguncang gempa dan aku tidak menyadarinya. “Kau bercanda! Apa katamu?” “Kubilang kau sangat menikmatinya—dia kelihatan senang.” Sial! Apa tadi yang Mr. entah bagaimana jadi terpelintir di dalam otaknya yang ganjil. wajahnya sempat bersemu merah tanpa alasan yang jelas. Aku mengerti apa yang dia lakukan—menyerang adalah pertahanan yang terbaik.” “Katakan apa persisnya yang dikatakannya. Bella tersenyum seakan sedang 237 .” bisiknya. Varner.stepheniemeyer. Apa coba yang dipikirkan gadis itu? Lebih dari dia menyukaiku? Darimana dia dapat ide itu? Tapi aku tidak tahu bagaimana mengatasinya? Apa coba itu artinya? Aku tidak bisa menemukan penjelasan yang rasional dari perkataanya.Diterjemahkan dari: www. cuma itu yang bisa kudapat dari Jessica hari ini. Ucapannya tak beralasan. Varner?” Untung Jessica tidak bisa menanyai Bella lagi. Kenapa satu menit jadi terasa seabad untuk mahluk abadi sepertiku? Kemana larinya akal sehatku? Rahangku terkatup rapat selama jam pelajaran Mr.” kata Bella sambil tersenyum. “Terlalu suka. Mike bertanya tentang aku? Perasaan senang membuat pikiran Jessica jadi melunak.

Aku berjalan dengan malas ke ruang gimnasium bersama Alice. Kau mungkin perlu mengatur ulang rencanamu. Kami semua membenci pelajaran olahraga.com memikirkan hal yang sama. matahari akan bersinar cerah akhir pekan nanti. Kami selalu malas jika menyangkut aktivitas fisik bersama manusia. Kurasa kau tidak mau menyampaikan salamku untuk Bella. Dengan geli aku bersyukur dia melewatkan sarapannya—percobaan awal untuk diet—dan rasa lapar yang diakibatkannya membuat dia ingin cepat-cepat mencari makan. Aku berdiri cukup dekat hingga bisa mendengar suara Jessica dari balik tembok. Alice jadi pasanganku. Alice memutar-mutar raketnya sambil menatap ke langit-langit. Apa semua paranormal memang sombong? Sekedar informasi.stepheniemeyer. Hanya kadang-kadang Aku saja mengecek pikiran Jessica selama jam pelajaran selanjutnya. seakan dia telah memenangkan ronde ini. tapi jelas berguna. kan? Aku menggeleng jengkel. Aku cuma perlu bersabar beberapa hari lagi. Berani 238 . Lauren Mallory jadi lawan kami. Selamat bersenang-senang. Sombong. Aku bersandar di depan kelas Bella. Aku mendesah bosan. mengayunkan raketku dengan sangat-sangat pelan untuk mengembalikan kok nya ke seberang net. Pelajaran olahraga hari ini lebih parah dari biasanya—aku hampir sekesal Emmet. terutama Emmet. Well.. dia gagal memukulnya. Aku menghela napas saat berjalan ke arah yang berlawanan dengan Alice. sama jelasnya dengan suara pikirannya. Dia berjanji ke dirinya sendiri akan mengulang lagi besok.Diterjemahkan dari: www. Aku sudah cukup mendengar tentang Mike Newton selama dua minggu ini. pada saat makan siang nanti akan lain ceritanya.. Aku tidak tahan dengan obsesinya pada Mike Newton. Akan kupastikan itu. kan?” dia terlihat. “Hari ini kau tidak akan duduk bersama kami. Ini memberiku cukup waktu untuk ke kelas Bella sebelum dia keluar.. Ini hari pertama bermain badminton. menunggu. Mengalah dalam pertandingan bertentangan dengan filosofi hidupnya. Aku harus lebih berhasil ketimbang Jessica. Sebalum kepalaku meledak. Sudah untung dia masih hidup. Coach Clapp menyudahi permainan.. batin Alice saat dia bergegas menemui Jasper.berseri-seri.

pasti ada lebih banyak lagi yang tidak Bella ceritakan. Lebih dari dia menyukaiku. Barangkali aku akan meneleponnya nanti malam. sama-sama tercengang ketika melihatku. Dengan mudah bisa kuabaikan. 239 . Baik sekali dia. Aku tidak tahu kesukaannya apa—belum tahu—jadi aku mengambil satu dari tiap makanan yang ada. dan mengganti-ganti tumpuan kakinya dengan gugup.” Kelihatannya dia tidak tahu harus berkata apa lagi. Bukannya tadi aku sudah janji akan makan siang bersamanya? Apa yang dia pikir? Mereka keluar kelas berdua. jadi kami diam saja selama berjalan ke kafetaria. Rupanya ini ada kaitannya dengan jurang perasaan yang dia bayangkan. berhenti beberapa langkah dariku. Dia sering melirikku. Pipinya merona merah muda.Diterjemahkan dari: www. Oh..stepheniemeyer.. Aku sekarang cukup mengenalnya untuk yakin bahwa bukan takut yang membuatnya ragu. Apa ini karena ada begitu banyak orang yang menatap kami? Mungkin dia bisa mendengar bisikanbisikan mereka—gosip yang terucap tidak beda dengan isi kepala mereka. seakan malu. Ini cuma rasa terbakar yang sudah sering kurasakan. Jaketku bekerja dengan baik—aromanya jadi tidak setajam biasanya. Bella. Atau barangkali dia sadar. Bella nampak resah ketika berjalan di antrian. Wow. Tanpa sadar dia memain-mainkan resleting jaketnya. dia langsung menunduk. “Sampai nanti. pasti ada banyak yang tidak ia ceritakan.atau mungkin aku tidak usah menyemangatinya. Wajahnya makin cerah.wow.” jawab Bella. “Apa yang kau lakukan?” desisnya pelan. dari melihat ekspresiku. Tapi aku cuma bisa mendengar pikiran Jessica.com taruhan. Sangat absurd! “Halo.. masih belum yakin. namun tiap kali bertemu pandang. “Kurasa tidak. Dia tidak bicara apa-apa sampai aku mengambil makanan untuk dia. pasti itu. Anehnya. “Kau tidak mengambil itu semua untukku. Kuharap Edward cepat bosan dengan Bella.. bahwa dia dalam kesulitan.” Bella menghampiriku. dengan ragu.” sapaku dengan suara parau. Mike sih cukup manis tapi. Huh. “Hai.

stepheniemeyer. Semuanya tampak berbeda sekarang.” Benar-benar kejutan. Kagum. Oh. Menjijikan! Ekspresi Bella syok. Sepertinya itu sudah berlalu lama sekali. Bagian yang tidak menyenangkan.” Dia mengambil sebuah apel dan memutar-mutarnya di tangan. ketika ditantang. Kudorong nampannya ke dia. “Apa yang kau lakukan bila ada yang menantangmu makan?” Dia mengucapkannya dengan sangat pelan hingga tidak mungkin ada orang yang bisa mendengar. baiklah. “Aku pernah melakukannya. “Kalau seseorang menantangmu makan kotoran. jika mereka sedang memperhatikan. Dia duduk di sebrangku lagi. Aku mengeluh saat memikirkan harus memuntahkannya lagi nanti. menyembunyikan ekspresi jijik di wajahku. dan menatap matanya sembari menggigit apapun ini.” Aku tertawa. Ini bagian dari bersikap ksatria. “Kurasa aku tidak terkejut.. Tanpa melihat aku tidak tahu apa yang kumakan. Nanti biar 240 . aku mengajaknya duduk di tempat kami bicara minggu lalu. Tidak terlalu buruk. Aku mengunyah cepat-cepat dan menelannya.” keluhku. tapi tidak berkomentar. Ini bukannya aku belum pernah makan sebelumnya.” Mereka terlihat nyaman. “Ambil apa saja yang kau mau.” Alisnya terangkat skeptis.. “Tentu saja separuhnya untukku. ya kan? Dilihat dari bahasa tubuhnya begitu. kau bisa melakukannya. “Kau selalu saja penasaran. Bentuknya tipis dan padat. Aku mengambil yang terdekat. ya kan?” Hidungnya mengerut dan ia tersenyum. Telinga keluargaku lain lagi.com kan?” Aku menggeleng. sama menjijikannya dengan semua makanan manusia lainnya. Mestinya aku terlebih dulu mengatakan sesuatu ke mereka.. Sorot matanya menyelidik. Setelah membayar makanannya. dan membawa nampannya ke kasir.Diterjemahkan dari: www. “Aku penasaran. Gumpalan makanan itu bergerak pelan dan tidak nyaman di tenggorokanku..

” Kusorongkan sisa makanannya ke Bella—pizza. Tapi dia tidak pernah memperlakukanku berbeda— paling tidak. Aku memikirkan banyak hal. Tapi aku tidak tahu bagaimana cara mengatasinya. “Nanti dia akan memaparkannya padamu. bukan fantasi. kukira dia akan memperlakukanku dengan cara yang berbeda. dan dia langsung berpaling gugup....com kuberitahu ke Bella. kata-kata itu terulang kembali di kepalaku: lebih dari dia menyukaiku. setelah kulihat—bertanya-tanya bagaimana memulainya.. seperti sesuatu yang lain. “Perempuan malang. Aku bertemu pandang dengan tatapan penasaran Jessica. Edward mencondongkan tubuhnya ke Bella seperti seharusnya jika dia tertarik pada Bella. Rasa frustasiku kembali muncul. cekikikan ke teman sebelahnya. Sudah berapa kali.” ujar Bella sambil tersenyum. Itu membuatku takjub.” Diantaranya perhatianku tertuju pada blus tipis yang membalut tubuhnya. ya?” Dia mengangkat alisnya.. 241 . bisa lebih kuat dari hasrat abadi yang telah terbangun selama satu abad dalam diriku.sempurna. “Jadi pelayannya cantik. “Jessica sedang memerhatikan semua tindak-tandukku. Yumy. melihat begitu percayanya dia padaku. tidak dengan cara yang negatif. coba. Hmm. “Tidak.. Dia menggigit sisa pizza tadi. “Kau benar-benar tidak memerhatikan?” Dia pikir ada perempuan lain yang bisa mengalihkan perhatianku darinya. pengalaman tujuh belas tahunnya yang pendek. Lagi-lagi absurd. Aku mesti memulainya pelan-pelan. Dia senang aku tidak tertarik pada pelayan itu. Jessica menghela napas. Dia terlihat. Barangkali sebaiknya aku tetap dengan Mike saja. Untungnya sekarang dia memakai sweter jelek ini. aku membayangkan meremukkan Mike Newton sewaktu di kelas Biologi? Tapi tidak mungkin dia percaya bahwa perasaan manusianya.stepheniemeyer. Realita. Cukup bisa dipahami. Tetap saja.Diterjemahkan dari: www.” Aku memberitahu Bella. Dia terlihat tertarik... Tentu saja dia tidak tahu aku punya liur berbisa yang beracun—meski tidak akan menular dengan cara seperti itu.

Tangan kanannya memegangi leher. napasnya terhenti.. begitu pepatahnya. Aku tidak tahu bagaimana cara mengatasi itu.” gumamnya.” “Dan aku sudah mengingatkan tidak semua yang kupikirkan baik untuk kau ketahui. Tentu saja aku mengharapkannya. Aku masih tidak percaya bisa melakukannya. kau tidak memikirkan beberapa hal. berkedip cepat.” 242 . seakan kata-katanya campur aduk. Dan itu menarik perhatianku. “Well. “Kau melakukannya lagi. Aku hanya berharap. Aku tahu. “Apakah kau benar-benar yakin kau lebih peduli padaku daripada aku padamu?” Buatku pertanyaan itu terdengar menggelikan.. sambil menatap mataku hati-hati.” Lagi-lagi separuh bohong. Kemudian dia berpaling.” Ah.Diterjemahkan dari: www. kau tidak sepenuhnya benar. Penyesalan membuat suaraku makin parau.. Meski begitu. “Aku tidak terkejut kau mendengar sesuatu yang tidak kau sukai. “Memang.” Tukang nguping tidak akan pernah mendengar sesuatu yang baik buat diri mereka. Dia menghela napas pelan. Kau tahu kan apa kata pepatah tentang tukang nguping.. “Apa?” “Membuatku terpesona.” Dia menghela napas lagi. Aku ingin tahu apa yang kau pikirkan—semuanya.” Aku tidak sanggup membuat suaraku tetap santai.stepheniemeyer. “Oh..” gerutunya dengan bersungut-sungut. Matanya melebar.” “Lalu apa?” Dia mencondongkan tubuh ke depan.” akunya. perintahku pada diriku.” Dia langsung mengambil sikap defensif. “Kau tak bisa mencegahnya. Tapi itu tidak akan membantu pembicaraan ini.. “Tapi bukan itu masalahnya sekarang.” Hmm. Tapi toh aku mengharapkannya. itu menggangguku. tidak seharusnya aku berharap dia peduli padaku. yang dia maksud saat aku membuatnya menangis. “Bukan salahmu. “Aku sudah mengingatkan bahwa aku akan mendengarkan.com “Sesuatu yang kau katakan pada Jessica. “Itu sama saja. Pasti kulitnya halus sekali. Aku juga tidak yakin aku tidak mau membuatnya begitu. Fokus.

dan sambil menggigit bibir. “Ya. yang pasti.. “Well. dengan kerut diantara alisnya. Menurutnya aku meremehkan perasaannya karena aku tidak bisa mendengar pikirannya. tidak memberitahu apa-apa. Pasti dia mendengar kelembutan dalam suaraku. Selama dia cuma mengatur pikiran. “Kau tak bisa mengetahuinya. aku benar-benar berpendapat begitu. aku tidak yakin—aku tidak tahu caranya membaca pikiran—tapi terkadang rasanya seolah kau 243 . “Kadang-kadang. karena dia benar-benar mempercayainya. terlepas dari kenyataannya. dia tidak pernah menangkapnya.” bisiknya pelan. Tapi yang sebenarnya terjadi.. Tidak penting bahwa rasanya aku telah mengungkapkan perasaanku dengan jelas. mengait dan menguraikan jemarinya yang mungil. Dan aku tidak jauh beda dengan si pengecut Mike Newton. Untuk kesekian kali. masih menghindari tatapanku.” gumamnya ragu-ragu. Dia memandangi meja. pasti sangat sulit buat dia untuk mengakui itu.stepheniemeyer.” Aku meyakinkan dia.com “Apakah kau akan menjawab pertanyaanku?” desakku. Atau. “Biarkan aku berpikir.” jawabnya pelan. Dan dia tersipu lagi. yang menanyakan perasaan Bella duluan sebelum menyatakan perasaannya. “Kau salah. aku bisa pura-pura sabar. Dia mengamati tangannya seakan itu milik orang lain saat dia mulai bicara.Diterjemahkan dari: www. Jadi tidak ada alasan bagiku untuk mengelak. Dia mengatupkan tangan. Aku hampir memohon padanya untuk memberitahu apa yang sedang berkecamuk dalam pikirannya. Aku jadi sadar. Tatapannya misterius. kau benar-benar berpendapat begitu?” tanyaku tidak sabar.” Cuma itu yang dia katakan. Giginya mulai menggigit bibirnya. aku bisa sabar. “Apa yang membuatmu berpikir begitu?” Aku bertanya-tanya. Dia menatapku balik. kau akan menjawab. “Ya. “Ya. dia lah yang meremehkan perasaanku. tapi dia mengangkat jarinya untuk mencegahku bicara. atau ya.” pintanya. Ada nada sendu pada suaranya. Bella menatapku. dengan sia-sia aku berharap bisa mendengar pikirannya.

entah bagaimana. “Kuakui kau benar tentang hal-hal buruk itu. Apa maksudnya? “Aku sangat biasa-biasa saja..” Dia menjelaskan. bahkan kata-kata itu tidak cukup untuk melukisan dirinya. “Well. dan menghela napas. meski tidak terlalu mengerti maknanya. Kemudian aku melihat dengan ngeri saat ekspresinya berubah terluka.” Aku tertawa kecut. lihat aku. Namun begitu. Aku buru-buru menyangkal asumsinya. Aku sedang melihatnya. yang jadi pikiran mereka waktu itu. Menggemaskan. Cope? Bagaimana mungkin dia tidak menyadari bahwa dia adalah perempuan paling cantik.” Ah. Sedang kan kau?” dia melambaikan tangan ke arahku. “Apa maksudmu dengan 'kenyataannya'?” “Well. Yang dari tadi kulakukan adalah melihatnya. Dia menangkapnya.” bisikku. 244 . mengingat-ingat kata pertama dari penjelasannya.Diterjemahkan dari: www. ya kan? Sadarkah dia bahwa hanya karena diriku lemah dan egois maka aku tetap ada disini? Apa dia memandang remeh perasaanku hanya karena itu? “Peka. Aku tidak menganggap takdir gelap yang memburunya menggelikan. kecanggungannya cukup lucu juga.” Aku berhenti sebentar. “Kau sendiri tidak melihat dirimu dengan jelas.. Dan dia tidak menyadari hal itu.” ujarnya. Kata itu menggangguku..com berusaha mengucapkan selamat tinggal ketika kau mengatakan sesuatu yang lain. “Tapi justru itulah kenapa kau salah. aku ingat harapan dan getaran hati. “Tapi kau tidak mendengar apa yang dipikirkan setiap laki-laki di sekolah ini tentangmu pada hari pertamamu di sini. Yang kemudian berubah menjadi fantasi-fantasi yang mustahil. dan aku begitu canggung sehingga bisa dibilang nyaris tak berdaya.stepheniemeyer.paling indah. Mustahil karena Bella tidak menginginkan satupun dari mereka. Apa mungkin dia mau percaya jika kukatakan dia itu cantik luar-dalam? Mungkin dia lebih percaya dengan bukti.” kataku padanya. Dia pikir dia biasa-biasa saja? Dia pikir.. kecuali untuk hal-hal buruk seperti pengalaman yang sangat dekat dengan kematian.” Dia tidak mendongak. seakan sedang menegaskan sesuatu yang sudah sangat jelas. aku jauh lebih baik dibanding dirinya? Berdasar perkiraan siapa? Orang konyol yang berpikiran picik seperti Jessica atau Ms...

. Dia merona. “Tapi aku tidak mengucapkan selamat tinggal. bisa kulihat itu.” ucapnya santai.. “Tentu saja menjagamu tetap aman mulai terasa seperti pekerjaan purnawaktu yang senantiasa memerlukan kehadiranku. bukan seperti yang Alice lihat di masa depan. Dia mendelik padaku. Kini sorot prihatin menggantikan amarah di matanya. Sementara wajahnya kosong karena terkejut.com Padaku lah Bella mengatakan ya. tidak memiliki malaikat pelindung untuk menjaganya tetap aman. Bagaimana mungkin dia bisa menyakiti orang lain? “Kau takkan pernah perlu membuat keputusan itu. Dia pantas memperoleh kehidupan. batinku dengan humor gelap. Aku tersenyum.” Dia tersenyum juga. Aku harus bisa mendapatkan kekuatan itu. Bella bukan untukku. “Aku tak percaya. Dia tidak terbiasa dengan pujian. Senyumku pasti sombong.” gumamnya..” “Tidakkah kau mengerti? Itu yang membuktikan bahwa aku benar. yang begitu baik dan rapuh seperti dia. Entah bagaimana. menyadari besarnya perbedaan diantara kami. paling tidak dia memiliki vampir pelindung..Diterjemahkan dari: www.stepheniemeyer.” Karena sudah mengatakannya. memunculkan kerut diantara dua mata itu. “Dan pikirmu aku takkan melakukan hal yang sama?” Dia sangat marah—begitu lembut dan rapuh. Aku senang dengan alasan itu.. Dia menatapku. Satu lagi yang mesti dia biasakan. “Tak seorangpun mencoba membunuhku hari ini. ya kan? Tidak ada itu malaikat yang sembrono. “Seandainya meninggalkanmu adalah sesuatu yang harus kulakukan.” Apakah aku akan bisa jadi cukup tidakegois untuk melakukan apa yang seharusnya? Aku menggeleng putus asa. “Percayalah sekali ini saja—kau bukan manusia biasa.” dan memang itu yang seharusnya. Well.” sanggahku dengan suara tertekan. aku bersikeras bahwa itulah yang seharusnya terjadi. Akulah yang paling peduli. Pasti ada yang salah dengan dunia ini jika seseorang.” Keberadaannya sendiri saja cukup jadi alasan untuk menghargai seisi dunia lainnya. 245 .. ucapanku telah membuatnya marah. “Akan kusakiti diriku sendiri demi menjagamu agar tidak terluka. supaya kau tetap aman. dan buru-buru mengubah topik pembicaraan. karena seandainya aku bisa melakukannya.

com Kemudian selama setengah detik wajahnya berubah spekulatif sebelum kemudian tatapannya jadi misterius lagi. Biar kutangani mereka nanti. Aku mengernyit pada gambaran yang mengikutinya. sehingga dia mengira aku akan pergi ke prom bersamanya. akan apa yang bakal terjadi seandainya Rosalie baru tahu ketika di rumah. Kukira dia akan menyangkal setiap usaha untuk melindunginya.” tambahku datar. Sori.Diterjemahkan dari: www. Tega-teganya dia. Rose. Dan aku jadi teringat dengan peringatan Alice tadi. Tidak satupun cerita horor tentang diriku 246 . Dia bisa menebak Bella tahu terlalu banyak dari isi pembicaraanmu. “Apakah kau benar-benar harus ke Seattle sabtu ini. Siang ini waktuku bersama Bella tidak terlalu banyak. Aku mesti menyembunyikan Aston Martinku jika dia masih belum juga tenang saat sekolah usai.stepheniemeyer. Percayalah. Tangannya merangkul erat pundak Rosalie—menahannya. “Belum. “Belum.” “Oh.. dia akan mengajakmu sendiri tanpa bantuanku—aku cuma ingin melihat reaksimu.” kudengar bisikan Emmet dari seberang kafetaria. dan aku tidak mau menyia-nyiakannya. “Tenanglah. Edward. DASAR EGOIS! Tega-teganya dia melakukan hal itu pada kita! Teriakan murka pikiran Rosalie memecah konsentrasiku. Kugeser jauh-jauh histeria pikiran Rosalie yang masih belum berhenti. “Aku punya pertanyaan lain untukmu. Itu semua salahmu. atau kah itu hanya alasan untuk menolak semua penggemarmu?” Dia cemberut.” ujarnya sambil tersenyum.” Aku tergelak mengingat ekspresi syoknya. dimana dia tidak perlu menahan diri untuk melindungi identitasnya. sesal Alice dalam hati. akan lebih parah lagi andai aku tidak langsung memberitahu yang sebenarnya.” Secara mengejutkan dia sependapat. Jasper juga tidak terlalu senang dengan keputusanku. “Kau tahu. well.dan..” “Tanyakan saja. Gambaran mobil favoritku hancur berkeping-keping membuatku kesal—meski tahu aku pantas menerimanya. aku belum memaafkanmu untuk masalah Tyler.

Dia terasa begitu hangat dan lembut. perasaanku meluap gembira pada bayangan merangkulnya pada saat berdansa—dan pasti dia memakai sesuatu yang cantik dan indah ketimbang sweter jelek ini. Sabtu nanti matahari akan bersinar. seperti yang jelas-jelas ingin dia lakukan. atau kau tidak keberatan kita melakukan sesuatu yang berbeda?” Sedikit rumit—memberinya kesempatan untuk memilih. Tapi aku kemudian akan membatalkannya—berpura-pura sakit atau mengalami cedera pergelangan kaki..” “Itu bukan masalah..” Ah. Dia ingin bersama denganku.dan aku senang pada ide untuk memenuhinya—hampir sebesar kecemasanku pada ide itu sendiri. Kebenaran tidak membuatnya takut.” Benar-benar aneh.Diterjemahkan dari: www. Dengan sangat jelas aku ingat bagaimana tubuhnya terasa dibawah pelukanku setelah menyelematkan dia dari terjangan van.. “Apakah kau sedang bicara tentang fakta bahwa kau tak bisa berjalan di permukaan rata tanpa tersandung?” “Tentu saja. Tergantung siapa yang memimpin dansanya. “Tapi kau belum bilang—” kataku buru-buru. sangat pas dalam rengkuhan tubuhku. “Kau tak pernah melihatku di kelas olahraga.stepheniemeyer. “Apakah kau sudah mantap ingin ke Seattle. 247 . tapi tanpa memberinya pilihan untuk tidak bersamaku. Aku bisa memperlihatkan diriku yang sebenarnya. Aku lebih bisa mengingat sensasinya ketimbang kepanikanku waktu itu. apakah kau akan menolak?” “Mungkin tidak. mencegah dia mendebat soal kecanggungannya.. “Kenapa kau melakukan itu?” Dia menggeleng.. jika aku cukup berani untuk menghadapi kengerian dan kejijikan dia. seakan kecewa aku tidak langsung mengerti. Aku tahu tempat yang tepat untuk mengambil resiko itu. Lagipula tadi malam aku sudah janji padanya. Aku kembali dari ingatan itu. Kurasa itu tetap adil. “Kalau aku mengajakmu. Jalan pikirannya benar-benar ruwet..” Selama sepersekian detik.com bisa membuatnya sesyok itu. tapi kupikir kau bakal mengerti.

Kalau dia bertanya lagi. pada salah satu penglihatannya yang tidak terlalu lama—salah satu dari penglihatan kabur dan bekedip-kedip yang Alice tunjukan padaku di pagi ketika Bella kuselamatkan dari terjangan van.” Setuju. jalan pikirannya betul-betul terbalik. batin Alice. Bella memandangiku. kau malah takut dengan caraku mengemudi. dia secara spesifik bertanya apakah aku pergi sendirian. pelangi menari di depan wajahnya. terutama karena waktu kubilang kepada Charlie akan pergi ke Seattle. tempat aku biasa menyendiri—cukup jauh dari jalan setapak atau pemukiman penduduk hingga bahkan pikiranku bisa tenang. Tegang. salah satu dari penglihatan Alice. Mendadak.stepheniemeyer. dan waktu itu. Pikirannya diliputi kengerian yang tidak cocok dengan penglihatan itu. barangkali aku tidak akan berbohong. aku tidak sendirian. tapi kenapa ngeri? Apa maksudnya dengan tempat yang sama? Kemudian aku melihatnya. Juga karena cara menyetirmu membuatku takut. memang ya. Alice mengenalinya juga. Tempat sunyi yang indah. dan meninggalkan truk di rumah akan membuatnya bertanya-tanya. Dalam penglihatan yang berkedip-kedip itu. tapi rasanya dia tidak akan bertanya lagi. matanya tidak bisa dijajaki. Berarti aku berani mengambil resiko itu. itu mungkin. Dan sekarang semuanya jelas—Bella bersamaku disana. tidak mendengar apa-apa.” Aku memutar bola mataku. Edward! teriak Alice nyaring. tempat dimana aku akan mengajak Bella—sebuah padang rumput kecil. Itu tempat yang sama. “Dari semua hal dalam diriku yang bisa membuatmu takut. Aku mencintainya. panggil Alice mendesak. aku menatap ke sinar cerah matahari. karena dia telah melihatku disana. yang belum pernah dikunjungi siapapun selain diriku.com “Aku terbuka untuk tawaran lain.Diterjemahkan dari: www. Apa yang dia inginkan? “Apa?” “Boleh aku yang mengemudi?” Apa ini idenya untuk melucu? “Kenapa?” “Well. Tapi aku punya satu permintaan. Itu tempat yang sangat kukenal. Edward! 248 .” Aku menggeleng tak percaya. Edward. tapi dengan syarat. Jujur saja.

Alice pasti salah. “Jadi aku akan menghilang untuk sementara.. Dan aku berjuang untuk bisa kembali menikmati momen santai ini.. Tapi. Banyak hal telah berubah. Untuk 249 . Dia pasti salah. Aku tersenyum pada kemungkinan itu. Penglihatannya mustahil. Aku bertanya dengan nada serius dan agak muram.. “Dengan Charlie.” Bella langsung mengerti yang kumaksud. “Dan kau akan memperlihatkan padaku yang kau maksud mengenai matahari?” Mungkin. melihat sesuatu yang tidak mungkin. juga penglihatannya yang keliru. atau itu terlalu cepat untuk dia? Aku fokus pada dirinya. “Lagi pula. berduaan denganku.stepheniemeyer. Kuusir jauh-jauh Alice.com Aku langsung mengusirnya. Aku khawatir memikirkan masalah yang mungkin menimpamu di kota sebesar itu.” Dia belum bilang ya. “Prakiraan cuacanya bagus. Apa dia sempat melihat kekalutanku. berbohong selalu lebih baik. matanya jadi cerah dan bersemangat. menjaganya agar tidak terlintas di pikiranku. aku terlanjur tidak bisa mengimbangi suasana hati Bella. Bella menatap wajahku penasaran.” ucapnya yakin akan hal itu.. “Phoenix tiga kali lebih besar daripada Seattle—itu baru jumlah populasinya. Sangat salah. dari pikiranku.” kataku pelan sambil berusaha mengatasi kepanikan dan kebimbanganku. Sama sekali tidak mungkin itu bisa terjadi.Diterjemahkan dari: www.. kau akan melewatkan hari itu bersamaku?” Kuusir lebih jauh lebih penglihatan itu. sudah tidak relevan lagi. pada pembicaraan yang belum selesai ini.. dan kau bisa ikut bersamaku kalau mau. “tidakkah kau ingin memberitahu ayahmu. memangnya kita mau kemana?” Alice pasti salah. Meski begitu. aku tetap tidak ingin kau pergi ke Seattle sendirian.” Bibirnya mengatup rapat. Keliru. dia tersinggung. Hal itu tidak layak mendapat perhatianku. reaksi dia besok akan berbeda dari yang kukira. menunggu persetujuanku atas permintaannya. Aku akan melanjutkan seakan aku tidak mendengar atau melihat apa-apa. seperti yang sudah-sudah. “Kalau kau tidak ingin. “Ya. Dia tidak mencintai Bella seperti aku mencintainya. Dan itu penglihatan yang sudah sangat lama. Tidak sampai setengah detik telah berlalu.

Aku mendelik ke dia. Tiap detik berjalan lebih cepat dari sebelumnya. Rosalie menatapku murka. Kami tidak punya waktu selamanya.” Aku menghela napas. insiden yang kau alami tidak bermula di Phoenix. menyela pembenarannya. kau harus memberitahu Charlie. Itu cuma mainan. Aku tidak boleh berpikiran seperti itu.” desisku. “Karena itu sudah terjadi.” Dia bisa bersamaku selamanya dan itu tetap masih belum cukup.” sanggahku. Biar saja dia menghancurkan mobilku. Aku kembali melihat ke arahnya. tiap detik mengubah dirinya sementara aku tidak akan pernah berubah. aku tak keberatan berduaan saja denganmu.” “Kenapa aku harus repot-repot melakukannya?” tanyanya ngeri. “Kita bicara yang lain saja. “Jadi. kemudian menatapku lama. Apa yang dia lihat? “Kurasa aku akan mengambil resiko itu. seakan sedang memastikan tidak ada yang 250 . Kenapa Alice mesti menunjukan penglihatan itu sekarang? Bella menelan ludah. penglihatan yang tidak lagi mampu kutahan akhirnya berkeliaran di kepalaku. itu lebih karena instingnya yang terbalik. seperti yang semestinya? “Apa yang ingin kau bicarakan?” Matanya bergerak ke kiri dan ke kanan.” ujarnya sependapat.” Ugh! Apa dia tipe orang yang jadi bersemangat ketika nyawanya sedang terancam? Apa dia mencari sesuatu yang bisa memacu adrenalinnya? Aku mendelik marah ke Alice. yang sedang melirikku dengan tatapan memperingatkan. Tapi aku tidak terlalu peduli.stepheniemeyer.com ukuran—” “Tapi nyatanya. Kenapa dia tidak menganggapku sebagai monster. Dia mesti memberiku kesempatan—satu orang saksi untuk membuatku tetap waspada. Bukan.” saran Bella tiba-tiba. “Meski begitu. lebih baik kau berada di dekatku.Diterjemahkan dari: www. Di sampingnya. “Sebagai satu alasan kecil bagiku untuk memulangkanmu. bertanya-tanya kenapa dia begitu tidak peduli dengan apa yang sudah jelas-jelas di depan mata. “Aku tahu.

“Ah. Dia pasti berencana untuk mengungkit topik yang berhubungan dengan mitosmitos itu lagi.. “Kau tahu.com menguping. seakan kita sedang membicarakan tempat makan yang paling enak. Dia mengunyah sambil berpikir.. badannya membeku.” ucapnya sungguh-sungguh dengan mata menyipit. lalu meneguk minumannya. “Kesukaanmu apa?” Mestinya aku bisa menduga pertanyaan dia.. “Beruang Grizzly adalah kesukaan Emmet. “Beruang?” Dia menahan napas. sekecil apapun itu. itu bukan tempat yang baik untuk hiking. Jika dia memang menganggapnya ini bukan sesuatu yang tidak umum.Diterjemahkan dari: www. “Kalau kau membaca dengan teliti. kami harus berhati-hati agar tidak membahayakan lingkungan dengan kegiatan berburu kami. mengangkat satu alis. peraturannya hanya mencakup berburu dengan senjata.” Aku mengamati matanya. “Beruang?” Kali ini dengan nada sangsi. Matanya berhenti sejenak. sekarang bukan musim berburu beruang. melihat dia mengolah ucapanku. detak jantungnya tetap tenang. Mulutnya ternganga. banyak beruang. bukan lagi syok. untuk berburu? Charlie bilang. “Hmm. “Tentu saja. lalu dia kembali melihat ke arahku.. Dia menunduk dan menggigit pizanya. “Kami berusaha fokus 251 . Aku menatapnya. tapi aku tidak.” Aku berusaha mengimbangi nada suaranya. Aku tersenyum kecut saat mengamati hal itu meresap dalam pikirannya.” Benar-benar tidak peduli.” jawabku cepat.” Sejenak dia tidak bisa mengendalikan ekspresinya lagi.” Nadanya santai.” akhirnya dia mendongak.stepheniemeyer. “Jadi.” gumamnya. “Kenapa kau pergi ke Goat Rocks akhir pekan lalu. Apa ini akan membuat dia menanggapiku dengan serius? Dia mengendalikan ekspresinya. Bella selalu saja menarik. Baiklah kalau begitu. “Singa gunung.

” Kemudian dia menelengkan kepalanya. Mau tidak mau aku tersenyum. kami punya senjata. Matanya yang gelap terlihat lebar dan dalam saat menatapku. “Barangkali. “Barangkali pilihan kami mencerminkan kepribadian kami. atau begitulah kata mereka. kau seharusnya bisa membayangkan cara Emmet berburu. Di sekitar sini banyak rusa dan kijang. Itu pasti dibuat-buat. Kukira dia akan terlonjak. Aku tertawa terbahak-bahak. “Apa kau juga seperti beruang?” suaranya hampir seperti bisikan.Diterjemahkan dari: www. jadi lebih pemarah. “Lebih seperti singa.” Bella mengangguk-angguk serius. “Tak ada yang lebih menyenangkan daripada beruang Grizzly yang sedang marah.” Tujuh puluh tahun kemudian. menggeleng-geleng pada ketenangannya yang tidak logis. tapi dimana kesenangannya?” Dia mendengarkan dengan ekspresi tertarik yang sopan.” Dia melirik ke meja tempat keluargaku duduk. Akhirnya. dan gemetar.” Aku berusaha bicara senormal mungkin.” Kerutan muncul diantara matanya.” Sudut bibirnya sedikit tertarik ke atas. “Tolong katakan apa yang benar-benar kau pikirkan.stepheniemeyer. “Awal musim semi adalah musim berburu beruang kesukaan Emmet. Kelihatannya dia berusaha tersenyum. dia masih belum bisa melupakan kekalahan pertamanya dulu. “Pokoknya bukan jenis senjata yang terpikir oleh mereka ketika membuat peraturan berburu. tapi ternyata tetap tenang. Dia menggigit pizzanya lagi.” Kupamerkan gigiku dengan seringai lebar. dan itu sebenarnya cukup.” Aku meneruskan dengan kuliahku.” gumamnya santai. Kemudian aku tertawa sendiri karena aku tahu sebagian dari diriku berharap dia tetap tidak peduli. seakan aku seorang guru yang sedang mengajar. benar. “ Apakah aku akan pernah melihatnya?” 252 . “Bagaimana kalian berburu beruang tanpa senjata?” “Oh. “Mereka baru saja selesai hibernasi. rasa penasaran terlihat jelas di matanya.com pada area yang jumlah populasi binatang predatornya tinggi—menciptakan daerah jangkauan sejauh mungkin.” “Aku mencoba membayangkannya—tapi tidak bisa. “Ya. Kalau kau pernah melihat beruang menyerang di acara televisi.

Dia cepat-cepat bangkit. “Kau perlu merasakan ketakutan yang sebenarnya. dia benar-benar akan menagih jawabanku. sedikit terhuyung-huyung.” jawabku ketus. Tapi satu jamku dengan dia sudah habis. Aku bersandar ke kursi. “Nanti saja jawabnya. Tak ada cara yang lebih baik buatmu. Aku sangat mengerti perasaan itu. Tidak ada takut. Dia tidak akan pernah melihatnya. Hanya itu.. menunggu dia untuk takut. Bisa kubayangkan bagaimana jadinya jika Bella ada di dekatku saat aku sedang berburu. biar bagaimanapun.” “Lalu kenapa?” desaknya tidak peduli. Matanya tertegun sekaligus takut. “Terlalu menakutkan buatku?” suaranya tetap datar. Sedang jantungnya. Sulit mengingat sekelilingku jika sedang bersamanya.” kataku masih kesal. Dia masih menunggu jawabanku. 253 .” Dia memandang ke sekelilingnya.” jawabnya.Diterjemahkan dari: www. “Kita bakal terlambat. Aku bisa melihat dia belum menyerah. bingung. “Kalau cuma karena itu. Aku mendelik sengit.com Aku tidak perlu gambaran dari Alice untuk mengilustrasikan kengerian ini— imajinasiku sendiri sudah cukup. menjauh juga.stepheniemeyer. seakan lupa sedang makan siang. Bahkan seperti lupa sedang berada di sekolah—terkejut bahwa aku dan dia tidak sedang sendirian di tempat yang terpencil. Aku sendiri takut. Dia menjauh ke belakang. Matanya masih tetap penasaran dan tidak sabar.. berdetak dua kali lebih cepat. “Tentu saja tidak!” Aku menggeram padanya. dan menyampirkan tasnya ke pundak. Dia tidak boleh melakukan itu agar aku bisa menjaganya tetap hidup. “Kalau begitu sampai nanti. aku sudah akan mengajakmu nantai malam. dan aku berdiri.

hanya saja dia juga terkendala oleh kesulitan yang sama dengan Angela. Walau aneh. Aku ganti mengamati pikiran cowok disampingnya. namun aku justru kaget karena mendapati nuansanya yang sayu. pada apapun yang bisa menjauhkan dari penglihatan palsunya Alice. Aku butuh bantuan Emmet—membujuknya untuk mau terlibat adalah satu-satunya kesulitan. Kami meleweati Angela Weber. Dan saat itu juga aku merasa senasib dengannya. pemuda dambaannya. Dia sedang mendiskusikan sebuah tugas bersama dengan seorang cowok dari kelas trigono. pada apa yang nyata dan solid. Patah hatinya tidak beralasan. Rencana itu pun langsung terbentuk dengan mudah. mungkin itu tidak akan terlalu sulit. Dia manusia. Kesedihan yang sia-sia. Detik berikutnya aku jadi marah. Aku jadi merasa lebih tenang setelah mendengar kerinduan terpendam Angela. ternyata ada juga yang Angela inginkan. Ah. Kenapa dia tidak bisa mendapatkan yang ia inginkan? Kenapa kisah cintanya tidak bisa berakhir bahagia? Aku sudah berniat memberinya hadiah. Yang perlu kulakukan cuma merencanakan sesuatu untuk mendorong mereka. Aku cuma mengamati pikirannya sekilas.stepheniemeyer. aku akan memberi dia apa yang dia inginkan. yang sedang berlama-lama di lorong. tidak ada alasan bagi dia untuk tidak bisa bersama orang yang ia inginkan. Well. Aku bisa mengerti keputus-asaan dia. Patah hati ada dimana-mana. itu bukan sesuatu yang bisa dibungkus dan dikirim dengan mudah.. Benar-benar konyol jika dibandingkan dengan situasiku. mengira akan kecewa lagi. Sayangnya. Tidak seharusnya kisah Angela berakhir tragis. pujaannya juga manusia.. aku merasa terhibur karena tahu aku bukan satu-satunya yang mengalami kisah cinta yang tragis. Aku berusaha fokus pada momen ini.Diterjemahkan dari: www. naskahnya tersusun begitu saja.. Dengan kemampuan alamiku. Dan sepertinya anak itu bukannya tidak tertarik.com 12.. Dan perbedaan mereka yang menurut dia tidak bisa ditanggulangi adalah konyol. pada gadis di sampingku. Kesulitan Kami berdua berjalan bersama-sama menuju kelas Biologi. Tidak punya harapan dan sudah menyerah duluan. 254 .

sama seperti solusi sederhana Angela yang tidak terlihat olehnya. menyenangkan sekaligus mendebarkan. Mr. Lebih dekat dari saat duduk di mobil. Itu pengalaman yang ganjil. Moodku sedikit lebih baik saat aku dan Bella duduk di tempat kami. dengan hadiahku untuk Angela. aku duduk di dekatnya seperti yang dilakukan manusia normal. Tiga hari bebas.com Sifat manusia jauh lebih mudah untuk dimanipulasi ketimbang vampir. Lorenzo's Oil bukan film yang terlalu riang.tapi kenapa mesti membuang-buang waktu dengan berputus asa? Aku tidak punya banyak waktu untuk disia-siakan jika menyangkut tentang Bella. Kesukaan manusia. Bagiku sendiri tidak terlalu penting. Aku puas dengan rencanaku. Aku adalah bahaya. Banner masuk sambil menarik meja beroda yang diatasnya terdapat TV dan VCR kuno. Saat ini terasa seperti itulah arti harfiahnya. Aku telah menuduhnya sebagai magnet bagi mara bahaya. Kemudian Mr.. Itu pengalihan yang menyenangkan dari masalahku sendiri.. Mungkin tidak terlalu mirip. Aku tidak berencana memperhatikan apapun selain Bella. Mungkin sebaiknya aku lebih optimis. Setiap detik berharga. Berada sedekat ini dengannya hanya membuatku ingin berada lebih dekat lagi. Mungkin di luar sana ada solusi yang terlewatkan olehku. Dia melompati satu bab pelajaran yang menurut dia tidak menarik—kelainan genetis— dengan memutar film selama tiga hari kedepan.Diterjemahkan dari: www. Aku belum puas. Rasanya aneh bagaimana itu membuat situasinya jadi lain. dengan setiap inchi lebih dekat dengannya. Setiap detail dalam ruangan ini terlihat sangat jelas. Ini melebihi dari yang biasa kudapat. tapi aku lebih menyukai ini ketimbang duduk di sebrang meja seperti di kafetaria. cukup dekat hingga sisi kiri tubuhku terbenam ke dalam kehangatan dari kulitnya. tapi itu tidak mengendurkan semangat seisi kelas. Biasanya aku melakukannya untuk memberi ruang buat bernapas. daya tariknya jadi semakin kuat. 255 . Tidak ada catatan. namun tetap saja aku langsung menyadari bahwa ini masih belum cukup.stepheniemeyer. dan. tidak ada bahan tes. Sebagai gantinya. Hari ini aku tidak menarik kursiku menjauh. Aku masih bisa melihat seterang dan sejelas seperti sebelumnya. Varner mematikan lampu. Seandainya saja masalahku bisa diatasi semudah itu. padahal kegelapan tidak terlalu berdampak buat mataku.

sama seperti aku juga terus mendekap lenganku. Tau-tau tanganku sudah bergerak ke arahnya tanpa bisa kukontrol. Apa itu bisa jadi kesalahan yang mengerikan? Jika kulit dinginku mengganggu. Hanya untuk menyentuh tangannya. untuk menggenggamnya di tengah kegelapan. Aku tidak tahu pikirannya. Aku tersenyum balik. bahwa dia ingin aku menyentuhnya. dan matanya terlihat hangat mengundang. kudekap lenganku rapat-rapat di dada.. gerakan lain yang lebih dekat.com Jadi. Jika aku memegang tangannya. Aku sudah berjanji dengan diriku untuk tidak membuat kesalahan.. aku hanya akan meminta lebih lagi—sentuhan lain yang tidak berdasar. tapi aku jadi yakin dugaanku tepat. Kutarik tanganku lagi. Aliran listrik mengalir diantara badanku dan dia. Bella juga mendekap lengannya di dada. berkembang di dalam diriku. dia seperti kehabisan napas dan buru-buru berpaling. Tangannya juga terkepal. Selama sisa pelajaran dia tidak bergerak sama sekali. dia cuma tinggal menarik tangannya. dan segera saja aliran listrik yang lebih kuat menyambarku. barangkali aku melihat apa yang ingin kulihat. Itu membuatnya lebih buruk.Diterjemahkan dari: www. Apa yang kau pikirkan? Aku sangat ingin membisikkan kata-kata itu. Filmnya dimulai. dan mengepalkan tangan.stepheniemeyer. memberi tambahan penerangan sedikit. Bella melirik. Dia menyadari kekakuan posisi badanku—seperti badannya—dan tersenyum. Tidak boleh ada kesalahan. tersembunyi di kegelapan. tidak peduli seberapa kecil kelihatannya. berusaha menembus pengendalianku. kenapa mendadak muncul aliran listrik yang menyengat tubuhku? Apakah karena aku tahu cuma aku satu-satunya yang masih bisa melihat dengan jelas? Bahwa Bella dan aku tidak terlihat oleh orang lain? Seperti kami sedang sendirian. terus mendekap lengannya rapatrapat. Tidak boleh ada kesalahan. Atau. Sesekali dia melirik.. Bibirnya sedikit merekah. tapi ruangannya terlalu sunyi untuk menyamarkan bisikan sekalipun. 256 . Aku bisa merasakan itu. duduk bersebelahan begitu dekat. Dia merasakan hasrat berbahaya ini sama seperti diriku. hanya berdua saja.. Jenis hasrat yang baru.

selama aku bisa mengontrol diriku sepenuhnya. Indera perabaku jauh lebih sensitif dibanding manusia. atmosfer ruangan kembali normal.stepheniemeyer. Atau aku bisa memegangi sikunya hingga dia bisa berdiri seimbang. aku bisa berjuggling dengan selusin gelas kristal tanpa memecahkan gelas-gelas itu.. tadi itu menarik. Aku menghela napas. tangannya mencari-cari pegangan supaya tidak jatuh. Sisi egoisku masih saja bersikeras. kemudian melemaskan jemarinya. Berharap seperti apapun tetap tidak akan membantu. Aku tertawa geli melihat ekspresi lega di wajahnya. Bella menghela napas dan melepaskan dekapannya.com Satu jam berlalu lambat. Ini pengalaman baru.. Tentu itu bukan pelanggaran yang terlalu berat..” “Hmmm. Sebaliknya buatku sangat mudah—diam mematung sudah jadi sifat alamiku. aku bisa memegang gelembung sabun tanpa memecahkannya. Satu sentuhan saja tidak akan menyakiti dia. Aku bisa menawarkan tanganku. Akhirnya Mr Varner menyalakan lampu lagi. Itu sama sekali tidak sulit. Kerut diantara matanya jadi bukti bahwa dia sedang berpikir keras. tapi tidak berkomentar. Tidak boleh ada kesalahan. Bermacam pikiran berkecamuk dalam kepalaku selama menit demi menit berlalu. Aku bisa dengan mudah mengatur tekanan sentuhanku. Itu jadi membuatku tidak bisa mendengar apa yang sedang dipikirkan dia saat ini. Selama aku bisa mengontrol diriku. Dalam terang. Pasti tidak nyaman buat dia bertahan di posisi itu selama tadi. “Yuk?” ajakku sambil berdiri. Aku tidak keberatan duduk begini terus selama berhari-hari hanya untuk menikmati sensasi ini sepenuhnya.” gumamnya. Dia sangat pendiam saat kami berjalan ke ruang gimnasium. Jelas dia mengerti apa yang kumaksud. Rasionalitasku bergumul dengan hasratku sementara aku berusaha mencari pembenaran untuk bisa menyentuhnya. Bella seperti gelembung sabun—rapuh dan tidak abadi.Diterjemahkan dari: www.. “Well. Aku sendiri juga sedang bepikir keras. Dia mengerutkan muka dan bangkit dengan agak terhuyung. Sampai berapa lama lagi aku bisa membenarkan kehadiranku dalam hidupnya? Berapa 257 .

jari-jariku membelai kulit pipinya yang hangat. Mengambil sejumput rambutnya dengan tanganku. Badanku bergerak kaku— ingin menolak. untuk menghentikan diriku agar tidak lebih mendekat lagi ke dia. Sesampainya di depan ruang gimnasium. hampir lari untuk menghindari godaannya. perintahku. merangkulnya dalam dekapanku. Dan dalam sekejapan itu beribu pilihan yang berbeda berkecamuk dalam pikiranku— beribu pilihan cara untuk menyentuhnya. dan tiba-tiba namaku bercampur dengan sumpah serapah di kepalanya. seakan dia serapuh gelembung sabun. Ujung jariku menelusuri bentuk bibirnya. dan bisa kurasakan denyut darahnya semakin cepat dibalik kulitnya yang bening.Diterjemahkan dari: www. meski tanganku masih ingin meneruskan belaiannya ke sisi wajahnya yang lain.. Telapak tanganku mengusap dagunya. Tapi aku berhasil melakukannya. Aku memaksa diriku untuk berbalik. seperti saat ini. Mata Bella tidak fokus dan pipinya merah. Dia tidak bicara. dia berbalik menghadapku.com banyak waktu yang kupunya? Akankah ada kesempatan lain seperti kesempatan ini. Kuamati bayangan diriku yang terpantul di matanya. Dan tanganku sudah terangkat begitu saja. Aku melemaskan dan mengepalkan. Lenganku melingkari pinggangnya. Rasanya sulit untuk menarik tanganku. Mike mendelik. Selembut seakan dia terbuat dari kaca yang paling tipis. aku tidak tahan untuk tidak menyeringai menanggapi itu. Aku menyaksikan bagaimana wajahku berubah saat sisi baikku kalah dalam peperangan itu. seperti detik ini? Bella tidak selalu bisa berada dalam jangkauan tanganku seperti ini. Matanya melebar saat melihat ekspresi wajahku. Tanganku masih seperti tersengat listrik. Cukup. 258 . Cukup. Cukup. dan melihat pergumulan dalam diriku. pipinya jadi memanas. Dibawah sentuhanku.stepheniemeyer. untuk menjauh darinya. Aku menangkap pikiran Mike Newton —itu yang paling berisik—sementara dia menyaksikan Bella berjalan linglung melewatinya.. Kubiarkan pikiranku tertinggal di belakang untuk mengawasi Bella saat aku berlalu menjauh. tapi tetap saja sengatan itu tetap ada.

Rosalie ingin merobek mulutmu. gigiku terkunci rapat. Aku mengambil napas panjang dan menenangkan pikiran. Rasanya seperti api—seperti haus yang biasanya membakar tenggorokanku telah menyebar ke sekujur tubuh.” Ada apa? “Aku tahu aku tidak pantas mendapatkannya. tapi lebih baik. Ah—ini kesempatanku untuk memberi hadiah ke Angela Weber. Aku memandang lurus kedepan. mampukah aku mengendalikan diri untuk tidak menyentuhnya lagi? Dan jika sudah menyentuhnya satu kali. Saat sedang mencari pengalih perhatian. Pilihannya itu. Aku mendesah. “Sori aku membuatmu harus menghadapi kemarahannya. atau aku harus memaksa diriku untuk pergi. Edward. kid. aku merasa begitu. sanggupkah aku berhenti sampai disitu saja? Tidak boleh ada kesalahan lagi. Sebainya kau hati-hati..” Dia terlihat lebih baik. aku memberitahu diriku dengan muram.” Apa aku terlihat bahagia? Sepertinya begitu. “Tunggu sebentar. dan jaga tanganmu untuk dirimu sendiri. Mengingat penglihatan Alice bukan sesuatu yang kubutuhkan saat ini. “Hai. Aku bertemu Emmet di depan kelas bahasa Spanyol.entah bagaimana caranya. tapi maukah kau menolongku?” “Menolong bagaimana?” tanyanya penasaran. Titik.. Nikmati saja kenangannya. saat berada di dekatnya. Aneh.com Tidak. Di bawah napasku—dan dengan kecepatan yanag tidak mungkin diikuti pendengaran manusia. Apa kau marah denganku?” “Tidak. Edward. terlepas dari kekacauan di dalam kepalaku. Lain kali.Diterjemahkan dari: www. tidak peduli seberapa keras kata-kata itu diucapkan—kujelaskan padanya apa yang 259 .. Em. Ben Cheney masuk ke kelas mendului kami.stepheniemeyer. “Hai. Karena aku tidak boleh berada di dekatnya jika terus-terusan membuat kesalahan. Lama-lama Rose juga akan lupa. Bahagia. Biar bagaimanapun memang sudah seharusnya itu terjadi.. Aku berhenti dan menangkap lengan Emmet.” Dengan apa yang dilihat Alice bakal terjadi. aku tidak menyakiti dia—tapi menyentuhnya tetap sebuah kesalahan.

tapi aku akan selalu berhutang padanya karena telah memilih Emmetl. kan? Anggap saja ini sebagai eksperimen—eksperimen terhadap sifat dasar manusia. Aku berhasil menarik perhatiannya.Diterjemahkan dari: www. gumaman orang-orang yang saling ngobrol tidak akan berhenti sampai Mrs. Emmet tidak butuh latihan.” ujar Emmet dengan suara lebih keras dari yang dibutuhkan—jika dia memang berniat bicara hanya padaku. “Tapi. “Belum. Pikirannya sama kosongnya dengan wajahnya. Emmet. dia sedang memberi nilai tes kelas sebelumnya.” Emmet mendengus lalu mengangkat bahu. Dia sendiri tidak buru-buru. Emmet dan aku duduk dan melakukan hal yang sama. “Well. perhatian Ben terpaku pada pembicaraanku dan Emmet. “Aku akan membantumu. Kenapa tidak?” Siapa kau dan apa yang kau lakukan terhadap saudaraku? “Bukankah kau selalu mengeluh bahwa sekolah selalu saja membosankan? Ini sesuatu yang berbeda. “Kamu mau membantuku?” Butuh semenit buatnya untuk merespon.” Dia memandangku sebentar sebelum menyerah. Kelas masih belum sepenuhnnya tenang.. Dia terlongo. kenapa?” “Ayolah. “Jadi. Baiklah kalau begitu. Rosalie memang selalu menjengkelkan. “Jadi?” bisikku.com kumau. Aku membisikkan sekali lagi baris-baris skenario miliknya pada saat kami masuk ke dalam kelas. Angela? Mereka sedang membicarakan Angela? Bagus.stepheniemeyer. kuakui itu. “Apa kau sudah mengajak Angela Weber kencan?” Suara kesibukan di belakangku tiba-tiba terhenti. ini memang berbeda..” Aku tersenyum padanya. tidak ada yang memiliki saudara lebih baik ketimbang diriku.” jawabku sambil menggeleng agar terlihat menyesal. Ben sudah duduk di belakangku. Goff menyuruh mereka diam. 260 . Kini aku jadi lebih bersemangat dengan rencanaku setelah Emmet setuju untuk terlibat. Dia sedang mencari-cari tugasnya untuk dikumpulkan.

Pikiran Ben berkecamuk tidak karuan. “Dia tepat di belakangmu. Tidak.. “Kau tidak mau bersaing?” Aku mendelik padanya. salah satu dari teman-temannya. Aku tidak menduga yang muncul adalah insting untuk melindungi....” Aku menahan senyumku. “Bukan begitu. Yang kurencanakan adalah cemburu. “Kalau tidak salah pasangan labku bilang namanya Ben Cheney. “Apa kau takut?” Aku meringis padanya. Tidak. Sempurna. “Bukan karena itu. Aku tidak mau berusaha meyakinkan dia yang sebaliknya.Diterjemahkan dari: www.aman. Aku? Daripada Edward Cullen? Tapi kenapa dia bisa suka denganku? “Edward.” dengusku arogan kemudian kembali menoleh ke Emmet. Hanya keluarga Cullen yang sombong yang bisa lolos saat pura-pura tidak kenal setiap murid di sekolahan yang kecil ini. Masih ada gadis-gadis lain. Kudengar dia tertarik dengan orang lain. tapi kemudian dia menegakkan pundaknya. Aku tidak mau dia dekat-dekat Angela. Akan kubuktikan ke orang sombong ini. Tapi Angela tidak berpikir begitu..” Edward Cullen ingin mengajak Angela kencan? Tapi.” Aku berbalik ke belakang dan mendelik ke bocah itu. Mukanya memerah karena marah. 261 . Dia. tatapan di balik kacamata itu ketakutan.com “Kenapa belum?” Emmet berimprovisasi. “Kau membiarkan itu menghentikanmu?” tanya Emmet mengejek.” Emmet berbisik dengan suara rendah. Kurasa dia sudah terlanjur suka dengan seorang bocah bernama Ben.. Aku tidak tahu pasti yang mana orangnya.” mimiknya dibuat sedemikian rupa hingga si Ben bisa dengan mudah membaca kata-katanya. Dia pikir dia lebih baik dariku.. Aku tidak suka itu. melirik ke bocah di belakangku. “Ben siapa?” tanya Emmet. berimprovisasi lagi. kembali ke naskahnya.” Reaksi di belakangku menggemparkan.. “Oh. Untuk sesaat. merasa tersinggung karena diremehkan.stepheniemeyer. “Huh. Tapi apapun itu sama saja.tidak pantas untuk Angela.

menjadikan perbedaan tinggi enam inchi mengacaukan kebahagiaan mereka. Gadis seperti. Aku suka dengan Ben.Diterjemahkan dari: www. Gadis yang pemalu.” “Kau sendiri suka dengan gadis yang pemalu.” Aku ingin meyakinkan bahwa Ben betul-betul mengerti tentang hal ini. Angela adalah orang yang paling baik. kau tidak akan. Dan saat bersamaan Mrs. Jika B— well. Mungkin aku akan mengajaknya ke pesta prom. Mungkin Bella Swan? Aku menyeringai padanya. paling cerdas. Kelihatannya dia cerdas dan baik hati. “Angela itu pemalu. Aku mengacungkan ibu jari ke Emmet dari bawah meja.dan dia menginginkan aku. Batin Ben sambil menegakkan duduknya.hmm. Betapa menggelikannya manusia.. Angela tidak akan pernah mengajaknya.com “Tapi. Oke. “Nampaknya itu keputusan dia bersama teman-teman perempuannya. Kesuksesan rencana tadi mengembalikan suasana hatiku jadi baik.” Tidak. aku tidak tahu.. mengucapkan salam ke kelas. “Mungkin Angela akan capek menunggu. bukannya katamu Angela mengajak si Yorkie ke pesta dansa nanti?” tanya Emmet sambil mendengus ketika menyebut nama bocah yang sering ia cemooh karena kecanggungannya. Cukup pantas untuk perempuan seperti Angela.. Aku tersenyum sendiri. Goff berdiri.. Pikiran Mike lebih mudah ditemui diantara dengungan suara-suara disana. Bagaimanapun. seperti yang Bella katakan. jika seorang laki-laki tidak punya nyali untuk mengajaknya kencan.” kemudian aku kembali ke pertunjukan ini. dan Angela akan menerima hadiahku. Hutangku telah lunas. Aku sangat yakin Ben akan melanjutkan niatnya.stepheniemeyer.” Emmet kembali berimprovisasi. dan paling cantik di sekolahan ini. batin Emmet. kuakui—tadi itu menyenangkan. siap-siap untuk terhibur. “Tepat. Dengan mengeluh aku mengalah untuk 262 . Memang kenapa kalau dia lebih tinggi dariku? Jika dia sendiri tidak peduli. Aku tersenyum lagi seraya duduk lebih nyaman. senang telah berhasil membuat satu kisah cinta berakhir bahagia. aku belum pernah melihat dia di kelas olahraga. Pikirannya jadi terlalu familiar selama satu minggu ini. begitu pula aku.

Ow. Paling tidak aku tahu dia akan memperhatikan Bella. bentuk berpasangan yang lain terlintas di kepala Mike. Pada saat itu aku melihat arah ayunan raket Bella dengan ngeri. saat bersamaan. gigiku terkatup erat. kau tak perlu melakukannya. “Apa 263 . Dan di kepala Mike berkelebatan berbagai insiden sebelumnya di kelas olahraga—selalu saja dengan berbagai cara berhubungan dengan Bella. Sebaiknya tidak perlu membuat yang lain jadi korbannya. “Sori. mengetahui dia terluka. raketnya mengenai ujung atas net dan memantul kembali ke dia.” Gadis itu adalah orang paling ceroboh yang pernah kulihat.. Aku mendengarkan tepat saat dia menawarkan diri jadi pasangan badminton Bella. batin Mike saat Bella melangkah maju sambil mengeluh. Awalnya Mike bermain sendirian. Rasanya sulit untuk tetap tinggal di tempatku. “Terima kasih. Dia memegang raketnya dengan canggung. batin Mike lagi sambil memijat-mijat tangannya. Dia menoleh ke Bella. memegangi raketnya hati-hati seakan itu senjata. Coach Clapp tertawa. Ow. Dia sengaja memunggungi Mike dan Bella. Tapi apa yang bisa kulakukan jika disana? Dan kelihatannya tidak terlalu serius.” Mereka saling senyum satu sama lain. Aku menahan diri dan tetap mengawasi saja. dan aku mesti mengingatkan diriku bahwa membunuh Mike Newton bukan sesuatu yang bisa dimaafkan. Dan benar saja. Aduh. Itu pasti akan meninggalkan bekas.stepheniemeyer. Senyumku lenyap. Oh. Jenifer Ford sengaja mengarahkan servis langsung ke Bella. aku akan mencari alasan untuk mengeluarkan dia dari kelas. aduh. Kemudian Coach Clapp menyuruh Mike memberi Bella kesempatan main. Mike pun buru-buru mengejar koknya. Jika dia berniat untuk tetap melanjutkan. ganti mengawasi pertandingan lain supaya Bella bisa kembali jadi penonton saja.Diterjemahkan dari: www. Bella cuma berdiri enggan di belakang lapangan. Mike—kau tahu. Bella mengelus-elus keningnya.” “Jangan khawatir. Aduh.com mendengarkan lewat dia. Mike melihat Bella maju menghadang tapi ayunan raketnya jauh dari sasaran.. Newton. aku tidak akan mengganggumu. memukul keningnya sebelum kemudian terpelintir dan mengenai bahu Mike dengan suara keras.

Aku menyamarkan tawaku sebagai batuk.” Aku ngeri menunggu respon Bella. Bella tidak ikut main lagi. “Itu bukan urusanmu. “Jadi. Jessica bersumpah mereka berkencan.. Tapi ya ampun.” Jangan sampai kedengaran seperti anak cengeng. “Aku tidak suka. Mungkin Mike yang kena pukul lebih keras.” gumamku.. aku sudah menyelesaikan tesnya dengan mudah. Jadi itu betul. matanya melebar menyesal. “Kurasa aku baik-baik saja..com kau tidak apa-apa?” “Tidak apa-apa. Goff mengijinkanku keluar lebih awal. Coach Clapp mengabaikan dia dan membiarkan Mike bermain sendirian. Aku menggertakan gigi mendengar asumsinya yang merendahkan itu. Paling tidak Bella tidak ikut main lagi. Kurasa. Dia memegang raketnya sangat hati-hati di belakang punggung. Kenapa Bella tidak melihat betapa anehnya si Cullen itu? Mereka semuanya aneh.” “Jadi apa?” tanya Bella bingung. “Aku akan tinggal di belakang sini saja. Apa yang lucu? Emmet ingin tahu. Dia memutuskan untuk menanyakan Bella tentang aku. Sial.” Bella terlihat malu daripada sakit. Di penghujung jam. kau sendiri?” tanyanya malu.Diterjemahkan dari: www. Aku mendengarkan pikiran Mike lekat-lekat selama berjalan melintasi halaman sekolah. “Kau jalan dengan Cullen. ini sakit! Mike mengayun-ngayunkan tangannya sambil meringis. Aku jelas berharap itu yang terjadi. Kenapa? Kenapa Edward harus memilih Bella? Dia tidak menyadari kejadian yang sebenarnya—bahwa Bella lah yang memilih aku.” Defensif..” “Memang tidak perlu.stepheniemeyer.. “Nanti saja. jika orang kaya sebegitu pentingnya buatmu.” sergah Bella marah. Mike. mukanya merah. “Caranya memandangmu. Melihat bagaimana cara dia memandang Bella membuatku merinding. Dan Mrs. seolah ingin memakanmu.. heh?” Kau dengan si aneh itu. 264 .

lalu—karena moodku yang tiba-tiba jadi begitu enteng. Namun. “Halo. tidak baik untuk dirinya. Begitu saja. aku tidak tahan untuk tidak menggodanya—aku menambahkan.” sapaku.” 265 .. Aku bersandar ke tembok ruang gimnasium sambil berusaha mengendalikan diri.. Dia berjalan ke arahku tanpa ragu-ragu. paling tidak di satu sisi.Diterjemahkan dari: www. dia menekan bibirnya seakan sedang menahan napas. pundaknya yang kaku langsung rileks dan senyum mengembang di wajahnya. Pemberani —itu istilah umumnya. tapi aku tahu bagaimana cerdasnya dia. tapi bagaimana aku bisa yakin? Atau mungkin lamunanku tentang malaikat sembrono itu ada betulnya. tidak ada bandingannya. Jika aku bisa mendisiplinkan diri. ketika dia tahu itu sepenuhnya tepat? Apanya yang lucu dari itu? Ada apa dengan dia? Apa dia punya selera humor yang gelap? Itu tidak cocok dengan karakternya.” bisiknya. maka mungkin aku bisa tetap berada disampingnya. kenapa dia tertawa pada tebakan bahwa aku mau membunuhnya. Kemudian. Tapi begitu matanya menatapku. lagi. ketidak kenal takutan dia dan keanehan selera humornya itu.. Mike memutar badan. dan pergi ke ruang ganti.com Mukanya merah padam. Ketika dia berjalan menuju pintu. “bagaimana kelas olahragamu?” Senyumnya bimbang. Sial. Kebahagaiaan yang kurasakan saat ini. hanya berhenti ketika dia sudah begitu dekat hingga kehangatan badannya menyapuku seperti gelombang. pikirannya sunyi. bahwa Bella tidak punya rasa takut sama sekali. membuat diriku tetap aman. Bagaimana bisa dia menertawakan tuduhan Mike—begitu tepat sasaran hingga membuatku khawatir jangan-jangan penduduk Forks sudah jadi terlalu sadar.stepheniemeyer. “Hai. Yang lain mungkin akan bilang dia itu bodoh. Ekspresinya sangat damai. apapun alasannya.. pundaknya terlihat kaku dan dia sedang menggigit birbirnya lagi—tanda gelisah. Apakah hal itu yang membuat dia selalu berada dalam bahaya? Mungkin dia akan selalu membutuhkan kehadiranku disampingnya. “Baik-baik saja. dan seketika suasana hatiku sudah membumbung tinggi. Sekarang dia menertawakan aku. tiba-tiba keluar suara tawa dari mulutnya.

. Dia masih tampak kesal. setelah bimbang sejenak.. Coba lihat pedal gas SMGnya itu. atau berharap aku tidak menggunakannya.stepheniemeyer. “Apa?” desak Bella.Diterjemahkan dari: www. Dia melihat ke Mike yang memunggungi kami pergi. Tentu saja. “Newton membuatku kesal.. “Benarkah?” aku sudah akan melanjutkan pertanyaanku—aku masih mengkhawatirkan kepalanya. kemudian ke aku lagi. “Kau tidak sedang mendengarkan lagi. Aku megejarnya.” Dia tidak menjawab.com Dia tidak pandai berbohong. kan?” “Bagaimana kepalamu?” “Kau ini bukan main!” desisnya kesal. Mukanya merah padam—dia malu. Dia pasti lupa aku punya kemampuan untuk mengawasi semua kekikukan dia selama satu jam tadi.. Kuharap dia mati. Kira-kira seberapa cepat mobil ini di jalan bebas hambatan.. berjalan cepat-cepat ke parkiran. Bella 266 . “Kau sendiri yang bilang. berharap kemarahannya segera reda. Dia terperanjat. Aku belum pernah melihatnya selain di majalah. Peleknya keren. Biasanya dia cepat memaafkan. kuharap aku punya enampuluh ribu dolar di kantongku. Aku benci dia. Semoga mobil mewahnya terjun ke jurang. lalu pergi meninggalkanku. dan senyumnya lenyap. Aku menyelinap diantara mereka menuju mobilku.. apa masih sakit?—tapi kemudian pikiran ribut Mike Newton memecah konsentrasiku. Ini lah sebabnya kenapa Rosalie sebaiknya hanya menggunakan mobilnya saat keluar kota saja. aku tak pernah melihatmu di kelas olahraga—aku jadi penasaran..” akuku.. Mataku kembali fokus ke Bella. Sesampainya di parkiran mendadak dia berhenti saat menyadari jalan menuju mobilku terhalangi oleh kerumunan cowok. Kenapa dia harus menganggu Bella segala? Kenapa dia tidak bergaul saja dengan kaumnya sendiri —kaum orang-orang aneh.

Sambil mengemudikan mobilku menjauh dari sekolahan.” ucapnya setelah beberapa saat.”sergahnya kasar.. Cukup dengan setengah detik bertemu pandang denganku. Aku belum pernah dengan sengaja mencoba membuat Bella terpesona. lalu fokus pada usahaku untuk mundur tanpa menyenggol siapapun. “Mungkin. tapi sekarang kelihatannya waktu yang tepat. Kurasa aku bisa mencoba untuk minta maaf.” Jantungnya berdetak lebih keras dari sebelumnya. “Kelewat mencolok. Aku menggunakan nada yang paling membujuk. “Bagaimana kalau aku bersungguh-sungguh.” Aku tidak mau berbohong. “Kalau begitu aku sangat menyesal telah membuatmu marah.” “Itu keluaran BMW. mereka berhasil diyakinkan untuk minggir. “Dan kalau kau berjanji tidak mengulanginya lagi. kelihatan seperti terhipnotis.. “Jelas. Terutama aku harus memusatkan padangan pada beberapa cowok yang kelihatannya tidak mau bergerak sama sekali.stepheniemeyer.. “Kau masih marah?” tanyaku padanya.Diterjemahkan dari: www.” gumamku saat dia masuk ke mobil.” Aku memutar bola mataku. dan aku setuju membiarkanmu mengemudi sabtu nanti?” Aku berjengit dalam hati pada pikiran itu. “Setuju. dan tidak mungkin aku setuju pada hal itu.com mengikuti. bertanya-tanya apa sudah melakukannya dengan benar. Oh. “Mobil apa itu?” “M3. Kerutan di dahinya telah lenyap. Kerut diantara matanya kembali muncul saat dia sedang mempertimbangkan tawaranku. 267 . aku menatap lekat-lekat ke dalam matanya. Matanya melebar. iramanya berantakan. Mungkin aku bisa menawarkan janji yang lain. kalau kau bersungguh-sungguh. Mungkin mestinya tadi aku tidak mengungkitnya... “Maukah kau memaafkanku kalau aku meminta maaf?” Dia mempertimbangkan sejenak.. Sekarang untuk permintaan maafku. Aku menghela napas. baiklah. “Aku tidak paham jenis-jenis mobil.” Dahinya berkerut..” akhirnya dia memutuskan.

aku juga sulit berpaling dari matanya. “Aku tidak berencana membawa mobil. melengkapi permintaan maafku.. Dia mengerjap beberapa kali. Aku parkir di depan rumahnya. aku terutama ingin tahu bagaimana reaksimu. “Mmm.” Ah.” gumamnya. tapi gagal. Sama-sama terpesona. “Dan aku akan tiba di depan rumahmu pagi-pagi sekali sabtu nanti. Mendadak aku jadi tegang memikirkan bagaimana cara menjelaskannya.Diterjemahkan dari: www. “Jangan khawatir soal itu. “Hanya saja. Atau. Jawabannya sulit dijelaskan jika tanpa didemonstrasikan.tanpa membuat sifat monsterku jadi terlihat dengan jelas. “rasanya tidak terlalu membantu bila Charlie melihat volvo asing di halaman rumahnya. tanpa membuatnya takut. “Tidak.” Aku berusaha untuk tidak tersenyum.” “Bagaimana—” Dia sudah mau akan bertanya. Sepertinya aku telah melakukan dengan benar. Tapi kusela duluan. tanpa mobil. tapi kemudian berubah pikiran.” Dia menelengkan kepala. dan sekarang bukan waktu yang tepat.” Dan senyumku pun lenyap. ketenangannya yang tidak masuk akal ini pasti akan membuatku tertawa. membayangkan kau ada disana. dia melepas satu pertanyaan sulit hanya untuk kembali pada pertanyaan yang juga tidak mengenakan.stepheniemeyer. betapa masih sedikitnya pengetahuan dia tentang diriku.. Aku akan datang. Untung aku sudah hapal jalan ini.. sementara 268 . “Kurasa sudah. Tentu saja. “Aku minta maaf telah membuatmu takut.com Aku setengah tersenyum. “Kau masih ingin tahu kenapa kau tidak bisa melihatku berburu?” tanyaku akhirnya.” tambahku. dan menggoyang kepalanya seperti ingin menjenihkan isinya.” jawabku enggan. sesaat seperti ingin bertanya lebih lanjut. apakah menutupi sifat gelapku itu salah? Dia menunggu dengan ekspresi tertarik yang sopan seperti tadi siang. “Apakah ini sudah cukup 'nanti' seperti yang kau janjikan?” Dia mengingatkan pada pembicaraan yang belum selesai di kafetaria tadi. “Well. Jika aku tidak sedang gelisah.” “Apa aku membuatmu takut?” aku sangat yakin dia akan menyangkal..

Aku akan jadi lebih aman untuk Bella.com kami berburu. Kalau kau berada di dekatku ketika aku kehilangan kendali seperti itu. Aliran listrik yang mengalir diantara kami dan hasarat untuk menyentuhnya. Dia menatap balik. Terutama indra penciuman kami. Mulutnya sedikit mengerut —yang kuduga karena—prihatin.stepheniemeyer. membayangkan apa yang akan—bukan apa yang mungkin. “Sangat. berharap bisa percaya bahwa tekadku semata akan membuat perbedaan jika saat berburu aku menemukan aromanya. Rasa haus itu tidak akan pernah menguasaiku lagi—kuharap itu benar-benar bisa jadi kenyataan. Tapi prihatin karena apa? Keamanan dirinya? Atau karena kegundahanku? Aku terus menatapnya. sosokku yang lepas kendali. Wajah Bella nampak tenang. Getaran yang kurasakan siang tadi memenuhi atmosfer sekelilingku.. Aku mendengarkan suara detak jantungnya. “Tanpa banyak menggunakan pikiran.?” Aku mengambil napas dalam-dalam.Diterjemahkan dari: www. “Ketika kami berburu. mengaturnya..” Aku menggeleng dengan perasaan tersiksa. berusaha menerjemahkan ekpresi ambigunya jadi sesuatu yang pasti.” “Pasti buruk?” Membayangkannya saja sudah terlalu mengerikan—Bella yang begitu rapuh berada di tengah kegelapan.. Merasakannya dalam-dalam.. Kutatap awan yang menggantung di luar tanpa benar-benar menatapnya. membuktikan dominasiku atas sensasi itu.. Aku berusaha mengusir bayangan itu.kami membiarkan indra mengendalikan diri kami. Napasku semakin cepat. dalam sekejap berkembang lebih kuat dari rasa 269 . resah... tapi apa yang akan—pasti terjadi. dan mendadak keheningan ini berubah..” Kupertimbangkan setiap kata yang mau kuucapkan.” “Karena. untuk membaca matanya. berkonsentrasi pada rasa haus yang membakar kerongkonganku. lalu menoleh. Matanya melebar setelah beberapa saat. tatapannya sungguh-sungguh. dan pupilnya meluas meski cahaya disini tidak berubah.

Tubuhku menari bersamanya. Bukan keluargaku. Bukan kami. Dan pada saat itulah aku sadar bahwa ketika napasku memburu. Kebanyakan dari kaum kami menyanjung-nyanjung keabadian melebihi apapun. Selama sekejap. dan aku harus berkonsentrasi untuk menjaga tanganku tetap berada di kemudi. justru saat bersamaan napasnya terhenti sama sekali. tanpa berkomentar.” Dia langsung menurut. dibakar hidup-hidup selama berhari-hari atau bahkan berabad-abad bila perlu.. Tapi. yang mencari di tempat-tempat gelap untuk bisa menemukan mahluk yang mau memberi mereka hadiah kegelapan itu. Tidak boleh ada kesalahan. Mereka siap menantang apapun. berusaha memutus aliran listrik diantara kami. kurasa kau harus masuk sekarang. aliran oksigen. aku berusaha mati-matian mencari kekuatan. Semuanya sangat mudah terganggu. Aku memejamkan mata. seakan solusinya tersembunyi di situ.stepheniemeyer. Bahkan ada manusia yang mengidamkannya. Aku memandangi bintik-bintik mikroskopis yang ada di kaca depan. Apakah dia juga merasakan kemungkinan terjadinya petaka sejelas yang kurasakan? 270 .. Lebih dari apapun di dunia ini aku ingin merasakan kehangatan bibirnya di bibirku.. Aliran listrik ini membuatku seperti memiliki denyut jantung lagi.Diterjemahkan dari: www. Semua anggota keluargaku tidak akan ragu-ragu untuk menukarkan keabadian mereka kalau itu bisa membuat mereka menjadi manusia lagi. tidak satupun dari kami yang pernah seputus asa ingin kembali seperti diriku saat ini. untuk sanggup mendekatkan bibirku ke bibirnya. Irama denyut paru-paru.diriku.com hausku.. Kami akan menukar apapun untuk bisa menjadi manusia lagi. Tangan kananku mulai tersengat listrik lagi. keluar dari mobil dan menutup pintunya. seakan aku manusia. adalah soal hidup-mati bagi dia. Getaran listrik itu masih belum lenyap. Dia menarik napas—tersendat. Debaran detak jantungnya yang rapuh bisa dihentikan begitu saja oleh berbagai macam insiden konyol atau oleh penyakit atau oleh. Keberadaan bella sangat bergantung pada ribuan keseimbangan proses kimiawi yang sensitif. untuk mengontrol diriku. “Bella. seperti saat habis menyentuhnya...

Pada tiga buku awal.” Dahinya berkerut. Harap maklum jika penerjemahan.stepheniemeyer. penasaran. Saya tetap membacanya lebih karena tanggung jawab sosial setelah membeli bukunya. meski hari ini dia sudah menanyaiku berbagai macam pertanyaan. Jadi ini bayaran atas skeptisisme saya. dengan kehangatan tubuhnya di luar mobil. “Giliran apa?” “Bertanya padamu. Aku menginjak pedal gas. Masih saja penasaran. karena alasan subyektif yang tak rasional. Bahkan dengan dia di luar mobil. “Oh. Lebih cepat dari dia akan melihatku. Aku tersenyum pada pikiran itu. juga dengan pujian-pujian tinggi dari berbagai ulasan. struktur.com Apakah menyakitkan baginya untuk pergi. Saya menerjemahkan ini lebih sebagai bayaran atas skeptisisme saya terhadap serial ini sebelumnya.. untuk mengantarnya ke depan pintu sebagai alasan untuk bisa tetap di sampingnya. Aku juga ingin keluar. lalu berpaling karena dia tidak menunjukan tanda-tanda akan beranjak.S. Aku tersenyum pada hal itu. Tidak boleh ada kesalahan. Kelihatannya aku selalu lari menuju Bella atau melarikan diri dari dia. 271 . Rasa penasaranku sendiri sama sekali belum terpuaskan. Aku mesti mencari cara untuk bisa mengendalikan diriku jika mau semuanya berjalan lancar.alan. Awalnya saya tidak tertarik. Baru pada judul terakhir saya benar-benar tertarik. sama seperti menyakitkannya bagiku untuk membiarkan dia pergi? Satu-satunya penghibur adalah bawah aku akan segera menemuinya. dan gaya bahasanya berantakan. Tapi setelah sekian lama akhirnya terpengaruh juga oleh provokasi berlebihan saudara-saudara saya. ketika kami berdua berada di tempat yang lebih aman. menjawab pertanyaanpertanyaannya hari ini hanya mengungkapkan rahasiaku—aku tidak mendapat apa-apa dari dia kecuali dugaan belaka. gaung getaran listrk itu masih menggantung di sekelilingku. Dia menoleh untuk mencari tahu apa yang kumau.. dikelilingi saksi-saksi. Itu tidak adil. P. aku akan mendapat jawabanku. Lalu kembali membaca ulang dari judul pertama dengan atmosfer yang berbeda. kemudian menurunkan kaca jendela samping dan mencondongkan tubuhku untuk bicara dengannya sekali lagi— sekarang sudah lebih aman.” Besok. saya belum menikmati.Diterjemahkan dari: www. lalu menghela napas begitu dia hilang di belakangku. tidak pernah tetap tinggal di tempat. Bella?” “Ya?” “Besok giliranku. baik dengan bukunya atau filmnya.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful