UPAYA MENGURANGI NYERI PERSALINAN YANG NON FARMAKOLOGI

Disusun oleh : 1. 2. 3. 4. 5. Juli Ike Nur S K Intan R Muslikah Yuniwati

Pembimbing :

POLTEKES KEMENTRIAN SURABAYA RI 2011-2012

A. Pengertian Nyeri persalinan adalah suatu sensasi tunggal yang disebabkan oleh stimulus spesifik bersifat subjektif dan berbeda antara masing-masing individu karena oleh faktor psikososial dan kultur dan endorphin seseorang. (Potter dan Perry, 2005). B. Tujuan Untuk mengurangi atau menghilangkan nyeri pada ibu selama persalinan. Mengurangi perasaan nyeri dan tegang, sementara pasien tetap berada dalam keadaan terjaga seperti dikehendakinya. Menjaga agar pasien dan janinnya sedapat mungkin tetap tebebas dari efek depresif yang ditimbulkan oleh obat. C. Penyebab fisiologi nyeri intrapartum 1. Anoksia uterus karena penekanan sel-sel otot selama kontraksi. 2. Kompresi saraf ganglia pada serviks dan segmen bawah uterus selama kontraksi. 3. Peregangan serviks selama dilatasi dan penipisan. 4. Penarikan, peregangan dan pergeseran perenium. 5. Tekanan pada utera, kandung kemih dan rectum selama penurunan janin. 6. Distensi segmen bawah uterus. 7. Peregangan ligament-ligamen uterus. D. Fisiologi nyeri Nyeri bergantung pada jaringan kerja neurologis yang utuh, neurofisiologi nyeri mengikuti proses yang dapat diperkirakan : 1. Rangsangan diketahui melalui reseptor yang ditemukan dikulit, jaringan subkutan, sendi, otot, periosteum, facia dan visera. Reseptor nyeri ditransmisikan melewati serat-serat afeten ke kornu dorsal medulla spinalis. 2. Rangsangan kemudian ditransmisikan melalui struktur yang sangat rumit mengandung berbagai susunan neuron dan sinaptik yang memfasilitasi

derajat tinggi pemrosesan input sensori, beberapa impuls kemudian ditransmisikan melalui neuron internunsial ke sel kornu anterior dan antrolateral. Impuls nyeri yang lain ditransmisikan ke sistem asenden yang berartikulasi dengan batang otak. 3. Impuls yang naik ke otak kemudian masuk ke silpotalamus yang mengatur sistem outonomik dan respons neuroindokrin terhadap stress, dan ke korteks serebral yang memberi fungsi kognitif yang didasarkan pada pengalaman masa lalu. E. Cara atau metode mengurangi nyeri persalinan yang farmakologi a. Psikologik Cara ini mempunyai persamaan dengan edukasi, terapi fisiogik dan terapi psikologik. Proses edukasi memegang peranan penting dan efektif dalam menghilangkan kegelisahan dan ketakutan yang disebabkan oleh informasi yang salah mengenai proses kehamilan dan persalinan. Prosedur terapi fisiologik meliputi latihan fisik, untuk meningkatkan fisik dan mental, latihan cara pernapasan selama persalinan dan relaksasi otototot selama kontraksi Rahim. Terapi psikologik terutama memakai metode psikodinamik seperti : sugesti, motivasi, atensi, distraksi yang dapat menghilangkan ketegangan dan ketakutan dan mengendalikan perasaan nyeri. b. Relaksasi Persiapan untuk relaksasi sadar biasanya meliputi praktik latihan kognitif yang menimbulkan penurunan ketegangan pada otot volunter. Relaksasi selanjutnya ditingkatkan melalui kontrol lingkungan dan posisi ibu yang nyaman semula meningkatkan kenyamanan. c. Posisi maternal dan perubahan posisi Perubahan posisi, termasuk ambulasi telan dikaitkan dengan lebih sedikitnya penggunaan medikasi nyeri, kontraksi lebih efektif dan rasa kontrol ibu lebih besar.

d. Masase dan pijatan Masase dapat membantu dalam relaksasi dan menurunkan kesadaran nyeri dengan meningkatkan aliran darah ke area yang sakit, merangsang reseptor sensori di kulit dan otot dibawahnya, mengubah suhu kulit dan memberi rasa sejahtera umum yang dikaitkan dengan kedekatan manusia. e. Akupresur atau akupunktur Pendekatan penyembuhan yang berasal dari daerah timur yang menggunakan masase titik tertentu di tubuh (garis aliran energi atau mesidian) untuk menurunkan nyeri atau mengubah fungsi organ. f. Penggunaan kompres panas dan dingin Penggunaan kompres panas untuk area yang tegang dan nyeri dianggap meredakan nyeri dengan mengurangi spasme otot yang disebabkan oleh iskemia yang merangsang neuron yang memblok transmisi lanjut rangsang nyeri dan menyebabkan vasodilatasi Pemberian kompres dingin menurunkan ketidaknyamanan dengan mengurangi sensitivitas kulit dan otot superfisial oleh rangsangan neuron sensori dan dengan mengurangi inflamasi dan ketakutan. g. Stimulasi saraf elektrik transkutan Merupakan salah satu cara penanggulangan nyeri persalinan non farmakologik. Dua pasang elektroda ditempelkan di punggung, satu pasang setinggi T10-L1, sepasang yang lain setinggi S2-S4. Cara ini dapat mengurangi nyeri persalinan derajat ringan (kala I). cara ini dianjurkan untuk dipakai diklinik kebidanan dimana pelayanan analgesio persalinan oleh dokter spesialis anestesiologi belum tersedia. h. Hidroterapi Perendaman dalam air menimbulkan relaksasi otot, meningkatkan vasodilatasi yang menimbulkan peningkatan aliran darah dan perasaan sejahtera secara umum, misalnya mandi air hangat, pancuran, kolam bergelombang dapat menimbulkan relaksasi dengan merangsang ujungujung saraf kulit.

ASUHAN KEBIDANAN PADA NY “A” DENGAN NYERI PERSALINAN I. Pengkajuan data Tanggal : 5-10-2011 A. DATA SUBJEKTIF 1. Biodata Nama ibu Umur Agama Suku/Bangsa Pendidikan Pekerjaan Penghasilan Alamat 2. Keluhan utama Ibu mengatakan bahwa hamil pertama kali dengan usia kehamilan 9 bulan mengeluh perut terasa nyeri saat kenceng-kenceng. 3. Riwayat kesehatan yang lalu Ibu mengatakan sebelum hamil tidak pernah menderita penyakit kronis, menular, bawaan atau keturunan dan tidak pernah operasi. 4. Riwayat penyakit keluarga Ibu mengatakan dalam keluarganya tidak ada yang menderita penyakit kronis, menular, bawaan dan tidak ada keturunan kembar. 5. Riwayat haid Menarche Siklus Lama haid : 12 tahun : 28-30 hari : 6-7 hari : Ny “A” : 24 tahun : Islam : Jawa/Indonesia : SMA ::Nama suami Umur Agama Suku/Bangsa Pendidikan Pekerjaan penghasilan : Tn “Y” : 26 tahun : Islam : Jawa/Indonesia : SMA : Wiraswasta : Rp. 1.200.000/bln Jam : 09.00 WIB

: Jl. Gajah Mada no. 45 Tuban

Konsistensi Disfungsi blooding Dismenorea Flour albus HPHT TTP 6. Riwayat perkawinan Nikah

: Merah, cair, bau khas, ganti pembalut 2-3x/hari : Tidak pernah : Kadang-kadang saat haid : Tidak pernah : 28-01-2011 : 05-10-2011

: 1x : 23 tahun : 1 tahun

Umur pertama menikah Lama menikah

7. Riwayat kehamilan, persalinan, nifas yang lalu U m ur T em pat C ara P enolon K eadaa U m ur N o. keham ila persalina JK B B L U ri partus g n bayi sekaran g n n 1. H am il ini 8. Riwayat kehamilan sekarang Trimester I : Ibu mengeluh mual pada pagi hari, dan mengeluh terlambat haid 2 bulan, PP-Test positif, ibu periksa ke bidan 2x. ibu mendapat Fe, B6, kalsium dan penyuluhan tentang hamil trimester I dan penyuluhan gizi. Trimester II : Ibu mengatakan sudah tidak mual lagi dan sudah merasakan gerakan janin pada usia 4 bulan, periksa ke bidan 3x dan ibu mendapat Fe, Kalk dan penyuluhan kehamilan trimester II. Trimester II : Ibu mengatakan periksa ke bidan 3x, mendapat Fe, Kalk dan penyuluhan tentang persiapan persalinan dan periksa yang terakhir ibu mengatakan kadang sudah merasakan nyeri perut saat kenceng-kenceng. 9. Riwayat KB

Ibu mengatakan tidak pernah KB sebelum hamil. 10. Pola kebiasaan sehari-hari No. Pola 1. Nutrisi Sebelum hamil Makan 2-3x/hari, porsi sedang terdiri dari nasi, lauk, sayur dan minum 56 gelas BAB 1x/hari, konsistensi lunak, warna kuning. BAK 4-5x/hari, warna kuning jernih, bau khas. Tidur siang : 1 jam Tidur malam : 8 jam Tidak merokok, tidak minum-minuman yang mengandung alcohol dan tidak ketergantungan obat-obatan Mandi, gosok gigi, ganti pakaian 2x/hari, keramas 4x/minggu Mengerjakan pekerjaan rumah misalnya : menyapu, masak, mencuci Melakukan hubungan seksual 3-4x/minggu Jalan-jalan di tempat rekreasi dengan suami, nonton TV, mendengarkan radio Selama hamil Makan 3x/hari, 1 porsi sedang terdiri dari nasi, sayur, lauk, buah. Minum 7-8 gelas/hari minum susu 1 gelas BAB 1x/hari, konsistensi lunak warna kuning. BAK 6-7x/hari warna kuning jernih Tidur siang : 1 jam Tidur malam : 8 jam Tidak merokok, tidak minum-minuman yang mengandung alcohol dan tidak ketergantungan obat-obatan Mandi, gosok gigi, ganti pakaian 2x/hari, keramas 3x/minggu Mengerjakan pekerjaan rumah misalnya : menyapu, masak, mencuci Melakukan hubungan seksual 1-2x/minggu Jalan-jalan, nonton TV, mendengarkan radio, dan membaca majalah

2.

Eliminasi

3. 4.

Istirahat Kebiasaan

5. 6.

Kebersihan Aktivitas

7. 8.

Seksualitas Rekreasi

11. Keadaan psikososial Ibu merasakan cemas dengan persalinan saat ini dan merasakan nyeri saat kenceng-kenceng. 12. Latar belakang sosial budaya Ibu mengatakan dalam keluarga tidak ada pantangan makanan. 13. Data spiritual Ibu mengatakan tetap menjalankan sholat 5 waktu dan berdo’a.

B. DATA SUBJEKTIF 1. Pemeriksaan Umum Keadaan umum Kesadaran TB/BB LILA 2. Pemeriksaan Fisik a. Inspeksi Kepala Muka Mata Hidung Mulut Leher Dada : Simetris, rambut bersih dan tidak mudah rontok dan tidak berketombe. : Simetris, tidak pucat, tidak ada cloasma gravidarum. : Simetris, konjungtiva tidak pucat, seklera putih. : Bersih, tidak ada polip dan secret. : Simetris, bersih tidak ada serum, pendengaran baik. : Tidak ada pembesaran kelenjar tyroid. : Simetris, payudara membesar terdapat hiperpigmentasi aerola dan papilla mamae, papilla menonjol, pernafasan teratur. Perut : Membesar kea rah busur, sesuai dengan usia kehamilan, terdapat linea nigra dan strie gravidarum livid, tidak ada luka bekas operasi. Genetalia eks. : Tidak Anus Ekstermitas b. Palpasi Kepala Leher Dada : Tidak ada benjolan : Tidak ada benjolan atau pembesaran tyroid : Tidak teraba massa pada payudara kiri dan kanan, colostrum sudah keluar. ada oedem dan terdapat pengeluaran pervaginam. : Tidak ada hemoroid. : Tidak ada oedem dan tidak ada varises. : baik : composmentis : 155 cm/57 Kg : 25,5 cm Tanda-Tanda Vital TD Suhu RR Nadi : 110/70mmHg : 366oC : 19x/mnt : 78x/mnt

Perut

: Leopold I

: TFU 3 jari bawah pusat (31 cm) pada fundus teraba lunak besar kurang melenting (bokong).

Leopold II

: Diperut sisi kiri linea nigra teraba keras memanjang (punggung) Pada sisi kanan linea nigra teraba bagian terkecil janin (ekstremitas).

Leopold III : Bagian terendah janin teraba bulat, keras kurang melenting (kepala). Leopold IV : Bagian terendah janin sudah masuk ke PAP U 4/5 bagian Kontraksi uterus : 3x dalam 10 menit selama 40 detik. c. Auskultasi Djj (+) 145x/mnt terdengar pada sebelah kiri linea nigra 2 jari bawah pusat. d. Perkusi Refleksi patela (+)/(+) e. Pemeriksaan laboratorium Darah Hb : 10,8 gr% f. Pemeriksaan panggul luar Distansia spinarum Distansia cristarum Conjugata eksterna g. Pemeriksaan dalam VT Ø 3 cm, ketuban (+), eff 50%, H I h. Kesimpulan 1) GIP0000 inpartu 2) Usia kehamilan 38-39 minggu 3) Janin hidup : 24 cm : 27 cm : 19 cm • 145 x/mnt

Lingkar panggul : 82 cm

4) Janin tunggal 5) Intra uterin 6) Letak kepala puki U 4/5 bagian 7) Kesan panggul normal 8) Keadaan ibu baik II. Identifikasi masalah Dx : GIP0000 inpartu Ds : Ibu mengatakan hamil anak pertama dengan usia kehamilan 9 bulan mengeluh perut terasa kenceng-kenceng. Do : Tanda-Tanda Vital Tekanan darah Suhu RR Nadi TTP Palpasi Payudara Perut : : tidak teraba massa, colostrum sudah keluar. : TFU 3 jari bawah pusat (31cm), punggung kiri, letak kepala PAP U 4/5 bagian. Auskultasi : DJJ (+) 145x/mnt Periksa dalam : pembukaan 3 cm ketuban (+) eff 50% H I III. ANTISIPASI MASALAH POTENSIAL IV. IDENTIFIKASI MASALAH POTENSIAL V. PENGEMBANGAN RENCANA INTERVENSI 1. Beritahu hasil pemeriksaan petugas kepada ibu : 110/70 mmHg : 366oC : 19x/mnt : 78x/mnt : 05-10-2011

Rasional : Agar ibu lebih kooperatif dan tahu kondisi kehamilannya dan janinnya. 2. Jelaskan tentang nyeri pada persalinan. Rasional : Agar ibu tidak cemas dan sebagai pengetahuan ibu. 3. Jelaskan pada ibu tentang penyebab nyeri pada persalinan. Rasional : Sebagai pengetahuan ibu dan membuat ibu kooperatif. 4. Jelaskan pada ibu tentang cara mengurangi nyeri persalinan non farmokologi. Rasional : Agar ibu mengerti dan bisa tentang. 5. Anjurkan ibu tetap mengkonsumsi makanan bergizi seimbang. Rasional : Untuk mencukupi kebutuhan nutrisi ibu. 6. Anjurkan ibu untuk istirahat cukup Rasional : Untuk mengembalikan stamina dan tubuh tetap segar. IMPLEMENTASI 1. Memberitahu hasil pemeriksaan bahwa keadaan ibu dan janinnya baik. 2. Menjelaskan tentang nyeri pada persalinan. Nyeri persalinan adalah suatu sensasi tunggal yang disebabkan oleh stimulus spesifik subyektif dan berbeda antara masing-masing individu oleh karena faktor psikologis. 3. Menjelaskan pada ibu tentang penyebab nyeri pada persalinan. 4. Menjelaskan cara mengurangi nyeri persalinan dengan non farmokologi. Cara mengurangi nyeri persalinan dengan farmakologi antara lain : psikologik, relaksasi, posisi maternal dan perubahan posisi, masase dan pijatan, akupresur atau akupuntur, penggunaan komresi panas atau dingin, stimulasi saraf elektrik trankutan, hidroterapi. 5. Menganjurkan ibu mengkonsumsi makanan bergizi seimbang. Contoh menu : 1 piring nasi cukup 1 mangkok sayur bayam 2 potong tempe goring 1 potong ayam gorang

1 buah pisang/1-2 buah jeruk 1 gelas susu dan air putih 6. Menganjurkan ibu untuk istirahat cukup VI. EVALUASI Tanggal : 5-10-2011 Jam : 09.30 WIB 1. Ibu mengerti tentang nyeri persalinan dan tidak cemas lagi. 2. Ibu mengerti tentang penyebab nyeri persalinan. 3. Ibu mengerti dan menerapkan cara mengurangi nyeri persalinan yang non farmakologi. 4. Ibu telah mengkonsumsi makanan yang bergizi seimbang. 5. Ibu beristirahat dengan cukup.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful