UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIKA SISWA KELAS IV SD NEGERI SEKARAN 2 PADA MATERI POKOK KELIPATAN PERSEKUTUAN TERKECIL

(KPK) DAN PECAHAN DENGAN MENGGUNAKAN PEMBELAJARAN KURIKULUM BERBASIS KOMPETENSI (KBK) BERCIRIKAN PENDAYAGUNAAN ALAT PERAGA DAN PENDAMPINGAN TAHUN PELAJARAN 2006/2007

SKRIPSI

Diajukan dalam Rangka Penyelesaian Studi Strata 1 untuk Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan

Disusun oleh: Nama NIM Prodi : Noor Istiqomah : 4101403005 : Pendidikan Matematika

Jurusan : Matematika

FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG 2007

ABSTRAK Noor Istiqomah. 2007. Upaya Meningkatkan Kemampuan Komunikasi Matematika Siswa Kelas IV SDN Sekaran 2 pada Materi Pokok Kelipatan Persekutuan Terkecil (KPK) dan Pecahan dengan Menggunakan Pembelajaran Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) Bercirikan Pendayagunaan Alat Peraga dan Pendampingan Tahun Pelajaran 2006/2007. Skripsi. Program Studi S1 Pendidikan Matematika. Jurusan Matematika. FMIPA. UNNES. Kata Kunci : Komunikasi Matematika, KBK, Alat Peraga, Pendampingan. Dalam pandangan siswa SD secara umum, matematika merupakan mata pelajaran yang susah untuk dimengerti. Siswa merasa kurang senang, kurang berminat dan siswa tidak aktif selama pembelajaran. Hal itu disebabkan karena selama proses kegiatan belajar mengajar, guru tidak menggunakan alat peraga dan pembelajaran belum sesuai dengan KBK. Salah satu pembelajaran yang dapat meningkatkan kemampuan komunikasi matematika siswa adalah pembelajaran KBK yang bercirikan pendayagunaan alat peraga dan pendampingan. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK). Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah (1) apakah melalui pembelajaran KBK bercirikan pendayagunaan alat peraga dan pendampingan dapat meningkatkan kemampuan komunikasi matematika siswa kelas IV SD Negeri Sekaran 2 pada materi pokok KPK dan Pecahan tahun pelajaran 2006/2007?, (2) apakah melalui pembelajaran KBK bercirikan pendayagunaan alat peraga dan pendampingan dapat meningkatkan sikap siswa kelas IV SD Negeri Sekaran 2 untuk gemar matematika pada materi pokok KPK dan Pecahan tahun pelajaran 2006/2007?. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah melalui pembelajaran KBK bercirikan pendayagunaan alat peraga dan pendampingan dapat meningkatkan kemampuan komunikasi matematika dan sikap siswa kelas IV SDN Sekaran 2 pada materi pokok KPK dan Pecahan tahun pelajaran 2006/2007. Penelitian ini dilakukan di SD Negeri Sekaran 2 kelas IV yang berjumlah 9 siswa yang terdiri dari 3 laki-laki dan 6 perempuan. Penelitian ini dilakukan dalam 2 siklus. Tiap siklus meliputi empat tahap yaitu (1) perencanaan, (2) implementasi, (3) pengamatan, (4) refleksi. Indikator keberhasilan ini adalah (1) apabila nilai rata-rata kemampuan komunikasi matematika siswa ≥ 70 dengan ketuntasan belajar klasikal 75 % dari jumlah siswa, (2) sikap siswa terhadap pembelajaran matematika ≥ 75 % adalah positif. Dari penelitian yang telah dilaksanakan diperoleh hasil pada siklus 1, siswa yang memperoleh nilai ≥ 65 ada 4 dan presentase ketuntasan belajar siswa 44 % dengan nilai rata-rata kemampuan komunikasi siswa kelas 66,67. Skor total angket sikap siswa adalah 78 dari skor maksimal 90 dan presentasenya 86,67 %. Pada siklus 2, siswa yang memperoleh nilai ≥ 65 ada 8 dan presentase ketuntasan belajar siswa 88,88 % dengan nilai rata-rata kemampuan komunikasi siswa kelas 85. Skor total angket sikap siswa adalah 87 dari skor maksimal 90 dan presentasenya mencapai 96,67 %. Simpulan dalam penelitian ini adalah pembelajaran KBK bercirikan pendayagunaan alat peraga dan pendampingan dapat meningkatkan kemampuan komunikasi

ii

matematika siswa dan sikap siswa kelas IV SD Negeri Sekaran 2 pada materi pokok KPK dan Pecahan tahun pelajaran 2006/2007. Saran dalam penelitian ini adalah penggunaan pembelajaran KBK bercirikan pendayagunaan alat peraga sebaiknya dikembangkan pada pokok bahasan yang lain untuk meningkatkan kemampuan komunikasi matematika siswa, guru hendaknya menggunakan alat peraga klasikal dan alat peraga kelompok dalam pembelajaran matematika agar siswa lebih mudah memahami materi secara konkret dan guru hendaknya terus mengadakan penelitian selanjutnya agar kemampuan komunikasi matematika siswa dapat lebih baik lagi.

iii

PENGESAHAN

SKRIPSI Upaya Meningkatkan Kemampuan Komunikasi Matematika Siswa Kelas IV SD Negeri Sekaran 2 Pada Materi Pokok Kelipatan Persekutuan Terkecil (KPK) dan Pecahan dengan Menggunakan Pembelajaran Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) Bercirikan Pendayagunaan Alat Peraga dan Pendampingan Tahun Pelajaran 2006/2007

Telah dipertahankan dihadapan sidang panitia ujian skripsi Jurusan Matematika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Semarang pada: Hari Tanggal : Senin : 13 Agustus 2007

PANITIA UJIAN Ketua Sekretaris

Drs. Kasmadi Imam S., M.S. NIP.130781011 Pembimbing Utama

Drs. Supriyono, M.Si. NIP. 130815345 Penguji I

Drs. H. Sugiarto NIP.130686732 Pembimbing Pendamping

Drs. Mashuri, M.Si. NIP.131993875 Penguji II

Dra. Kusni, M.Si. NIP.130515748

Drs. H. Sugiarto NIP.130686732 Penguji III

Dra. Kusni, M.Si. NIP.130515748

iv

MOTTO DAN PERSEMBAHAN

MOTTO :
Orang yang bahagia bukanlah orang yang berlimpah harta maupun berpangkat tinggi melainkan orang yang mampu dan selalu mensyukuri nikmat-Nya sekecil apapun. Dengan ilmu hidup itu menjadi mudah, dengan dzikir hidup itu menjadi indah, dengan agama hidup itu menjadi terarah, dengan tali silaturahmi hidup itu menjadi bermakna. Sebaik-baik manusia diantaramu adalah orang yang paling banyak manfaatnya bagi orang lain. (H.R. Bukhari dan Muslim)

PERSEMBAHAN Karya ini saya persembahkan buat:
Bapak dan Ibu tercinta yang selalu mendo’akan dan memberi motivasi untuk menyelesaikan skripsi ini. Kakak dan Adekku tersayang. Saudaraku yang ada di Kudus, Jakarta dan Malaysia. Teman-teman Pendidikan Matematika 2003. Team Research Grant 2006 Subhan, Maya, Nandar, Rini yang selalu membantu dalam menyelesaikan skripsi ini. Warga Kos “Trio-R” dan “Amanah Kos” Teman-teman PPL SMP 4 Semarang dan teman-teman KKN di Desa Klumpit Pati.

v

KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat, hidayah serta inayah-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi yang berjudul “Upaya Meningkatkan Kemampuan Komunikasi Matematika Siswa Kelas IV SD Negeri Sekaran 2 pada Materi Pokok Kelipatan Persekutuan Terkecil (KPK) dan Pecahan dengan Menggunakan Pembelajaran Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) Bercirikan Pendayagunaan Alat Peraga dan Pendampingan Tahun Pelajaran 2006/2007”. Terselesaikannya penulisan skripsi ini tidak terlepas dari bantuan berbagai pihak. Untuk itu pada kesempatan ini penulis ucapkan rasa terimakasih yang setulus-setulusnya kepada: 1. Prof. Dr. Sudijono Sastroatmodjo, M.Si. selaku Rektor Universitas Negeri Semarang. 2. Drs. Kasmadi Imam S, M.S. selaku Dekan FMIPA Universitas Negeri Semarang. 3. Drs. Supriyono, M.Si. selaku Ketua Jurusan Matematika FMIPA Universitas Negeri Semarang. 4. Drs. H. Sugiarto selaku pembimbing utama yang telah banyak memberikan bimbingan dan arahan kepada penulis hingga terselesaikannya skripsi ini. 5. Dra. Kusni, M.Si. selaku pembimbing pendamping yang telah memberi petunjuk dan bimbingan dalam menyelesaikan skripsi ini. 6. Bapak dan Ibu Dosen Jurusan Matematika yang telah memberi bekal kepada penulis hingga terselesaikannya skripsi ini. 7. Bapak Isman, S.Pd. selaku Kepala Sekolah SDN Sekaran 2 yang telah memberikan fasilitas untuk mengadakan penelitian skripsi ini. 8. Ibu Sulastri selaku Guru Kelas IV SDN Sekaran 2 yang telah membantu pelaksanaan dalam penelitian ini. 9. Team Research Grant (RG) 2006 Jurusan Matematika FMIPA UNNES yang telah membantu terselesaikannya skripsi ini.

vi

10. Semua pihak yang telah membantu baik secara moril maupun materiil yang tidak dapat penulis sebutkan satu persatu. Semoga amal dan jasa baik dari semua pihak mendapat balasan yang berlipat ganda dari Allah SWT. Dan semoga skripsi ini dapat bermanfaat bagi penulis dan pembaca. Amin. Penulis menyadari atas kekurangan dan keterbatasan kemampuan yang dimiliki sehingga skripsi ini jauh dari sempurna. Oleh karena itu, dengan segala kerendahan hati penulis mengharap kritik dan saran yang membangun dari semua pihak.

Semarang,

Agustus 2007

Penulis

Noor Istiqomah

vii

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL .......................................................................................... i ABSTRAK .......................................................................................................... ii PENGESAHAN .................................................................................................. iv MOTTO DAN PERSEMBAHAN ...................................................................... v KATA PENGANTAR ........................................................................................ vi DAFTAR ISI....................................................................................................... viii DAFTAR LAMPIRAN....................................................................................... x

BAB I

PENDAHULUAN A. Alasan Pemilihan Judul............................................................... 1 B. Rumusan Masalah ....................................................................... 4 C. Pembatasan Masalah ................................................................... 4 D. Tujuan Penelitian ........................................................................ 6 E. Manfaat Penelitian ...................................................................... 7 F. Sistematika Skripsi...................................................................... 8

BAB II

LANDASAN TEORI DAN HIPOTESIS TINDAKAN A. Landasan Teori 1. Belajar ................................................................................... 10 2. Pembelajaran ......................................................................... 12 3. Media Pembelajaran.............................................................. 15 4. KBK ...................................................................................... 19 5. Komunikasi Matematika ....................................................... 29 6. Pendampingan ....................................................................... 32 7. Sikap...................................................................................... 35 8. Uraian Materi yang Terkait dengan Penelitian ..................... 37 B. Kerangka Berpikir....................................................................... 41 C. Hipotesis Tindakan ..................................................................... 42

BAB III

METODE PENELITIAN A. Lokasi Penelitian......................................................................... 44

viii

B. Subjek Penelitian......................................................................... 44 C. Prosedur Kerja dalam Penelitian................................................. 44 D. Sumber Data dan Cara Pengambilan Data .................................. 52 E. Indikator Keberhasilan ................................................................ 53 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Hasil Penelitian ........................................................................... 54 B. Pembahasan................................................................................. 69 BAB V PENUTUP A. Simpulan ..................................................................................... 84 B. Saran............................................................................................ 84 DAFTAR PUSTAKA ......................................................................................... 86 LAMPIRAN........................................................................................................ 88

ix

DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran 1 Daftar Nama Siswa Kelas IV SDN Sekaran 2............................... 88 Lampiran 2 Soal Uji Coba Instrumen Siklus 1 ................................................. 89 Lampiran 3 Kunci Jawaban Soal Uji Coba Instrumen Siklus 1........................ 90 Lampiran 4 Pedoman Penilaian Soal Uji Coba Instrumen Siklus 1.................. 91 Lampiran 5 Data Nilai Tes Uji Coba Soal Instrumen Siklus 1 ......................... 92 Lampiran 6 Soal Uji Coba Instrumen Siklus 2 ................................................. 94 Lampiran 7 Kunci Jawaban Soal Uji Coba Instrumen Siklus 2........................ 95 Lampiran 8 Pedoman Penskoran Soal Uji Coba Instrumen Siklus 2................ 96 Lampiran 9 Data Nilai Tes Uji Coba Soal Instrumen Siklus 2 ......................... 97 Lampiran 10 Tabel Analisis Butir Soal Uraian Materi KPK .............................. 99 Lampiran 11 Tabel Analisis Butir Soal Uraian Materi Pecahan......................... 111 Lampiran 12 Rencana Pembelajaran 01............................................................. 114 Lampiran 13 Charta 1......................................................................................... 120 Lampiran 14 LKS 01.......................................................................................... 121 Lampiran 15 Kunci Jawaban LKS 01 ................................................................ 122 Lampiran 16 Daftar Nama Kelompok Siklus 1.................................................. 123 Lampiran 17 Soal Evaluasi 01 Siklus 1 ............................................................. 124 Lampiran 18 Kunci Jawaban Soal Evaluasi 01 Siklus 1.................................... 125 Lampiran 19 Tugas Rumah 01 Siklus 1............................................................. 126 Lampiran 20 Kunci Jawaban Tugas Rumah 01 Siklus 1 ................................... 127 Lampiran 21 Rencana Pembelajaran 02............................................................. 128 Lampiran 22 LKS 02.......................................................................................... 134 Lampiran 23 Kunci Jawaban LKS 02 ................................................................ 135 Lampiran 24 Daftar Nama Kelompok Siklus 2.................................................. 136 Lampiran 25 Soal Evaluasi 02 Siklus 2 ............................................................. 137 Lampiran 26 Kunci Jawaban Soal Evaluasi 02 Siklus 2.................................... 138 Lampiran 27 Tugas Rumah 02 Siklus 2............................................................. 139 Lampiran 28 Kunci Jawaban Tugas Rumah 02 Siklus 2 ................................... 140 Lampiran 29 Kisi-kisi Soal Evaluasi 01 Siklus 1 .............................................. 141

x

Lampiran 30 Kisi-Kisi Soal Evaluasi 02 Siklus 2............................................... 142 Lampiran 31 Pedoman Penilaian Soal Evaluasi 01 Siklus 1.............................. 143 Lampiran 32 Pedoman Penilaian Soal Evaluasi 02 Siklus 2.............................. 144 Lampiran 33 Hasil Tes Evaluasi 01 Siklus 1 ...................................................... 145 Lampiran 34 Hasil Tes Evaluasi 02 Siklus 2 ...................................................... 146 Lampiran 35 Lembar Pengamatan Aktivitas Siswa ............................................ 147 Lampiran 36 Lembar Pengamatan Guru ............................................................. 149 Lampiran 37 Angket Sikap Siswa....................................................................... 151 Lampiran 38 Angket Sikap Guru Terhadap Pendampingan ............................... 153 Lampiran 39 Hasil Lembar Pengamatan Aktivitas Siswa Siklus 1..................... 155 Lampiran 40 Hasil Lembar Pengamatan Aktivitas Siswa Siklus 2..................... 157 Lampiran 41 Hasil Lembar Pengamatan Guru Siklus 1...................................... 159 Lampiran 42 Hasil Lembar Pengamatan Guru Siklus 2...................................... 161 Lampiran 43 Hasil Analisis Angket Sikap Siswa Siklus 1 ................................. 164 Lampiran 44 Hasil Analisis Angket Sikap Siswa Siklus 2 ................................. 165 Lampiran 45 Hasil Angket Sikap Guru Terhadap Pendampingan Siklus 1........ 166 Lampiran 46 Hasil Angket Sikap Guru Terhadap Pendampingan Siklus 2........ 168 Lampiran 47 Surat Usulan Dosen Pembimbing.................................................. 170 Lampiran 48 Surat Ijin Penelitian ....................................................................... 171 Lampiran 49 Surat Keterangan Telah Melakukan Penelitian ............................. 172 Lampiran 50 Dokumentasi Penelitian................................................................. 173

xi

BAB I PENDAHULUAN

A.

Alasan Pemilihan Judul Matematika adalah suatu alat untuk mengembangkan cara berfikir. Karena itu matematika sangat diperlukan baik untuk kehidupan sehari-hari maupun dalam menghadapi kemajuan IPTEK sehingga matematika perlu dibekalkan kepada setiap peserta didik sejak SD, bahkan sejak TK (Hudoyo, 2005:35). Dalam pandangan siswa SD secara umum, mata pelajaran matematika merupakan mata pelajaran yang susah untuk dimengerti. Indikasi yang paling mudah ditemukan adalah hasil belajar siswa yang cenderung kurang memuaskan. Terutama pada perolehan nilai yang rata-rata dibawah mata pelajaran lain. Hal tersebut dirasakan oleh guru, orang tua dan oleh siswa itu sendiri. Kemampuan komunikasi matematika merupakan kemampuan untuk menyatakan dan menafsirkan gagasan matematika secara lisan, tertulis atau mendemonstrasikan. Menurut Baroody (1993), pada pembelajaran

matematika dengan menggunakan pendekatan tradisional, komunikasi masih merupakan largerly a one – way affair. Komunikasi siswa masih sangat terbatas hanya pada jawaban verbal yang pendek atas berbagai pertanyaan yang diajukan oleh guru.

2

Sebagian besar siswa dan orang tua siswa memandang bahwa pelajaran matematika merupakan pelajaran yang sulit bahkan menakutkan. Dan sebagian orang tua yang lain merasa bangga jika anak mereka pandai dalam hal matematika, sehingga memaksa mereka untuk rajin belajar melalui les privat, bimbingan belajar maupun membimbing sendiri anak mereka tanpa memperhatikan keinginan mereka. Hal itulah yang menyebabkan siswa tidak merasa senang belajar matematika bahkan siswa merasa terpaksa apabila belajar matematika. Rasa senang dan gemar matematika sebaiknya ditanamkan sejak dini, yaitu pada masa usia anak-anak. Bahkan untuk menanamkan konsep matematika dapat dilakukan sejak anak baru lahir. Untuk itulah diperlukan strategi baru dan media yang menyenangkan dalam pembelajaran matematika. Kepentingan alat peraga disebabkan karena cara berfikir siswa SD yang masih konkret. Dengan alat peraga, siswa dapat langsung berhadapan dengan masalah yang nyata, lalu dengan menggunakan kemampuan dan ketrampilannya, siswa mengolah informasi dan menemukan pemecahannya. KBK merupakan suatu kurikulum yang bercirikan pendayagunaaan alat peraga. Dalam kurikulum berbasis kompetensi dituntut tercapainya ketiga ranah tujuan pembelajaran yaitu ranah kognitif, afektif dan psikomotorik. Walaupun kurikulum berbasis kompetensi telah lahir, namun implementasinya di lapangan masih banyak guru yang belum siap melaksanakan pembelajaran berdasarkan KBK. Guru masih memerlukan

3

bantuan untuk dapat menemukan strategi pembelajaran yang tepat sesuai dengan KBK serta pembelajaran yang menyenangkan baik bagi guru maupun siswa. Pendampingan yang dimaksud adalah bahwa dalam waktu tertentu guru dan peneliti bersama-sama dalam merancang pembelajaran,

melaksanakan hingga melakukan refleksi di sekolah dimana guru bertugas. Dengan pendampingan saat guru menerapkan pembelajaran di kelas, guru mendapat feed back setiap usai pembelajaran matematika dari pendamping (peneliti) dan guru dapat melakukan kolaborasi dengan pendamping. Menurut informasi yang diperoleh peneliti dari guru kelas IV SD Negeri Sekaran 2, proses kegiatan belajar mengajar terutama matematika belum menggunakan alat peraga yang sesuai. Minat siswa untuk belajar matematika sangat kurang. Persentase siswa yang mempunyai sikap gemar matematika hanya 33,33%. Siswa terpancang oleh penjelasan dan sejumlah tugas yang diberikan guru. Akibatnya kemampuan komunikasi matematika siswa rendah dan siswa tidak menyukai pelajaran matematika. Pada tahun pelajaran 2005/2006 kemampuan komunikasi matematika terutama materi pokok KPK dan Pecahan masih rendah yaitu 6,0 dan 5,9. Melihat kenyataan diatas, sebagai guru kelas merasa sangat prihatin karena pembelajaran matematika di SD merupakan dasar untuk jenjang berikutnya. Sehingga perlu dilakukan suatu cara agar kemampuan komunikasi matematika siswa dapat meningkat dan siswa dapat menyukai pelajaran matematika.

4

Dari permasalahan tersebut, penulis tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul ”Upaya Meningkatkan Kemampuan Komunikasi Matematika Siswa Kelas IV SD Negeri Sekaran 2 pada materi pokok KPK dan Pecahan dengan menggunakan pembelajaran KBK bercirikan pendayagunaan alat peraga dan pendampingan tahun pelajaran 2006/2007”.

B.

Rumusan Masalah Berdasarkan uraian pada latar belakang diatas maka penulis merumuskan masalah sebagai berikut. 1. Apakah melalui pembelajaran KBK bercirikan pendayagunaan alat peraga dan pendampingan dapat meningkatkan kemampuan komunikasi matematika siswa kelas IV SD Negeri Sekaran 2 pada materi pokok KPK dan Pecahan tahun pelajaran 2006/2007? 2. Apakah melalui pembelajaran KBK bercirikan pendayagunaan alat peraga dan pendampingan dapat meningkatkan sikap siswa kelas IV SD Negeri Sekaran 2 untuk gemar matematika pada materi pokok KPK dan Pecahan tahun pelajaran 2006/2007?

C.

Pembatasan Masalah Pembatasan masalah dalam penelitian ini dimaksudkan agar tidak terjadi penyimpangan terhadap apa yang menjadi tujuan dilaksanakannya penelitian, yaitu sebagai berikut.

5

1. Pendampingan Pendampingan dalam penelitian ini berarti guru dan peneliti bersamasama dalam merancang pembelajaran, melaksanakan pembelajaran hingga melakukan refleksi di sekolah dimana guru bertugas. Dalam penelitian ini, peneliti sebagai pendamping dan guru sebagai pihak yang didampingi. 2. Alat Peraga Mengingat banyaknya alat peraga, maka alat peraga yang digunakan dalam penelitian ini adalah alat peraga KPK dan Pecahan. 3. Kemampuan Komunikasi Matematika Kata ”kemampuan” berasal dari kata mampu yang berarti kuasa (sanggup melakukan sesuatu),dapat. Kemudian mendapat imbuhan ke-an menjadi kemampuan yang berarti kesanggupan, kecakapan, kekuatan (KUBI, 1999:628). Menurut Asikin (Makhmudah, 2006:7) bahwa komunikasi dapat diartikan sebagai suatu peristiwa saling

hubungan/dialog yang terjadi dalam suatu lingkungan kelas, dimana terjadi pengalihan pesan-pesan yang dialihkan berisi tentang materi matematika yang dipelajari di kelas. Pihak yang terlibat komunikasi di kelas adalah guru dan siswa. Jadi, kemampuan komunikasi matematika dalam penelitian ini adalah kecakapan siswa dalam mengalihkan pesan yang berupa materi matematika baik secara tertulis maupun lisan kepada siswa atau guru.

6

4. Sikap Dalam penelitian ini, sikap yang dimaksud adalah bagaimana perasaan siswa setelah mendapat pembelajaran KBK dengan pendampingan. Apakah siswa merasa senang, jelas, menarik, dan tidak sulit terhadap pembelajaran matematika tersebut atau malah merasa sebaliknya. Dalam penelitian ini juga dibahas bagaimana sikap guru terhadap

pendampingan. 5. Materi Materi yang diajarkan dalam penelitian ini adalah KPK dan pengenalan pecahan.

D.

Tujuan Penelitian Tujuan penelitian ini adalah: 1. Untuk mengetahui apakah melalui pembelajaran KBK bercirikan pendayagunaan alat peraga dan pendampingan dapat meningkatkan kemampuan komunikasi matematika siswa kelas IV SDN Sekaran 2 pada materi pokok KPK dan Pecahan tahun pelajaran 2006/2007. 2. Untuk mengetahui apakah melalui pembelajaran KBK bercirikan pendayagunaan alat peraga dan pendampingan dapat meningkatkan sikap siswa kelas IV SDN Sekaran 2 untuk gemar matematika pada materi pokok KPK dan Pecahan tahun pelajaran 2006/2007.

7

E.

Manfaat Penelitian 1. Bagi siswa a. Dapat menciptakan suasana pembelajaran yang menyenangkan sehingga siswa tidak hanya memperoleh pengetahuan tetapi juga keterampilan untuk berbuat sesuatu berdasarkan materi yang diberikan. b. Memberi kesempatan kepada siswa untuk menunjukkan kemampuan masing-masing terutama kemampuan komunikasi matematika. c. Melatih siswa agar berani untuk mengemukakan pendapat atau mengajukan pertanyaan. d. Meningkatkan kerjasama siswa dalam kelompok dan meningkatkan kemampuan bersosialisasi siswa. 2. Bagi guru a. Memperoleh pengetahuan dan pengalaman langsung tentang pembelajaran matematika kurikulum berbasis kompetensi yang bercirikan pendayagunaan alat peraga. b. Dapat memperbaiki dan meningkatkan sistem pembelajaran di kelas dengan baik. 3. Bagi sekolah Hasil penelitian ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas

pembelajaran matematika sehingga dapat meningkatkan prestasi belajar siswa di sekolah khususnya dalam bidang matematika.

8

4. Bagi peneliti a. Memperoleh pengalaman langsung dalam praktek pembelajaran matematika kurikulum berbasis kompetensi bercirikan

pendayagunaan alat peraga. b. Memperoleh bekal tambahan sebagai calon guru matematika sehingga diharapkan dapat bermanfaat kelak ketika terjun di lapangan. c. Peneliti dapat mengembangkan dan menyebarluaskan pengetahuan yang diperoleh selama perkuliahan ke dalam suatu pembelajaran matematika.

F.

Sistematika Skripsi Skripsi ini terdiri atas beberapa bagian yang masing-masing diuraikan sebagai berikut. 1. Bagian awal skripsi, yang terdiri dari: halaman judul, abstrak, halaman pengesahan, halaman motto dan persembahan, kata pengantar, daftar isi, dan daftar lampiran. 2. Bagian isi skripsi yang terdiri dari 5 bab, yaitu: Bab I : Pendahuluan berisi tentang alasan pemilihan judul, rumusan masalah, pembatasan masalah, tujuan penelitian, manfaat penelitian dan sistematika skripsi.

9

Bab II

: Landasan teori dan hipotesis tindakan berisi tentang teori-teori yang mendukung dalam pelaksanaan penelitian, kerangka berpikir dan hipotesis tindakan.

Bab III : Metode penelitian yang berisi tentang lokasi penelitian, subyek penelitian, prosedur kerja dalam penelitian, sumber data dan cara pengambilan data serta indikator keberhasilan. Bab IV : Hasil penelitian dan pembahasan berisi tentang hasil penelitian yang telah dilakukan disertai dengan

pembahasannya. Bab V : Penutup yang berisi simpulan dan saran.

3. Bagian akhir skripsi, berisi daftar pustaka dan lampiran-lampiran.

BAB II LANDASAN TEORI DAN HIPOTESIS

A.

Landasan Teori 1. Belajar Belajar adalah suatu proses yang kompleks yang terjadi pada diri setiap orang sepanjang hidupnya. Proses belajar itu terjadi karena adanya interaksi antara seseorang dan lingkungannya (Arsyad, 2002:1). Menurut Herman Hudoyo, belajar adalah suatu proses untuk mendapatkan pengetahuan/pengalaman sehingga mampu mengubah tingkah laku manusia dan tingkah laku tersebut sukar berubah dengan modifikasi yang sama. Sumber lain mengatakan, belajar adalah usaha yang dilakukan individu untuk memperoleh sesuatu perubahan tingkah laku yang baru secara keseluruhan sebagai hasil pengalaman individu tersebut dalam interaksi dengan lingkungannya (Suhito, 1986:5). Belajar merupakan tindakan dan perilaku siswa yang kompleks. Sebagai tindakan, maka belajar hanya dialami oleh siswa sendiri. Siswa adalah penentu terjadinya atau tidak terjadinya proses belajar. Proses belajar itu terjadi berkat siswa memperoleh sesuatu yang ada di lingkungan sekitar. Lingkungan yang dipelajari oleh siswa berupa keadaan alam, benda-benda, hewan, tumbuh-tumbuhan, manusia atau hal-hal yang dijadikan bahan belajar. Tindakan belajar tentang suatu hal tersebut tampak sebagai perilaku belajar yang tampak dari luar.

11

Jerome bruner dalam teorinya menyatakan bahwa belajar matematika akan lebih berhasil jika proses pengajaran diarahkan kepada konsep-konsep dan struktur-struktur yang terbuat dalam pokok bahasan yang diajarkan, disamping hubungan yang terkait dengan konsep-konsep dan struktur-struktur (Suherman, 2003:43). Bruner, melalui teorinya mengungkapkan bahwa dalam proses belajar anak sebaiknya diberi kesempatan untuk memanipulasi bendabenda (alat peraga). Melalui alat peraga yang ditelitinya itu, anak akan melihat langsung bagaimana keteraturan dan pola struktur yang terdapat dalam benda yang sedang diperhatikannya itu. Keteraturan tersebut kemudian oleh anak dihubungkan dengan keterangan intuitif yang telah melekat pada dirinya. Bruner mengemukakan bahwa dalam proses belajarnya anak melewati 3 tahap. a. Tahap enaktif Dalam tahap ini anak secara langsung terlihat dalam memanipulasi (mengotak-atik) objek. b. Tahap ikonik Dalam tahap ini kegiatan yang dilakukan anak berhubungan dengan mental, yang merupakan gambaran dari objek-objek yang

dimanipulasinya. Anak tidak langsung memanipulasi objek seperti yang dilakukan siswa dalam tahap enaktif. c. Tahap simbolik

12

Dalam tahap ini, anak memanipulasi simbol-simbol atau lambanglambang objek tertentu. Anak tidak lagi terikat dengan objek-objek pada tahap sebelumnya. Siswa pada tahap ini sudah mampu menggunakan notasi tanpa ketergantungan terhadap objek riil (Suherman, 2003:43-44). Menurut Skinner (Dimyati dan Mudjiono,2002:9) bahwa belajar adalah suatu perilaku. Pada saat orang belajar, maka responnya menurun. Dalam belajar ditemukan adanya hal berikut. a. Kesempatan terjadinya peristiwa yang menimbulkan respons pebelajar. b. Respons si pebelajar. c. Konsekuensi yang bersifat menguatkan respons tersebut.

2. Pembelajaran Pembelajaran adalah upaya menciptakan iklim dan pelayanan terhadap kemampuan, potensi, minat, bakat dan kebutuhan siswa yang beragam agar terjadi interaksi optimal antara guru dengan siswa serta antara siswa dengan siswa (Suyitno, 2004:2). Matematika merupakan mata pelajaran yang cukup mendasar, hampir di setiap jenjang pendidikan diajarkan. Beberapa sifat atau karakteristik pembelajaran matematika adalah sebagai berikut. a. Pembelajaran matematika adalah berjenjang (bertahap). b. Pembelajaran matematika mengikuti metode spiral.

13

c. Pembelajaran matematika menekankan pola pikir deduktif. d. Pembelajaran matematika mengikuti kebenaran konsistensi. (Suherman dkk, 2003:68). Prinsip pembelajaran yang bersumber dari teori behavioristik yaitu pembelajaran dapat menimbulkan proses belajar dengan baik bila (1) si belajar berpartisipasi secara aktif, (2) materi disusun dalam bentuk unitunit kecil dan diorganisir secara sistematis dan logis, dan (3) tiap respon si pebelajar diberi balikan dan disertai penguatan (Sugandi, 2004:10). Menurut Mandigers agar anak mudah dan berhasil dalam belajar, dalam mengajar guru perlu memperhatikan, (1) prinsip aktivitas mental, (2) prinsip menarik perhatian, (3) prinsip penyesuaian perkembangan siswa, (4) prinsip appersepsi, (5) prinsip peragaan, dan (6) prinsip aktivitas motorik (Sugandi, 2004:12). Piaget mengemukakan tiga prinsip utama pembelajaran, yaitu (1) belajar aktif, (2) belajar lewat interaksi sosial, dan (3) belajar lewat pengalaman sendiri. Belajar aktif merupakan proses pembelajaran yang aktif karena pengetahuan terbentuk dari dalam subjek belajar. Belajar lewat interaksi sosial yaitu proses pembelajaran perlu diciptakan suasana yang memungkinkan terjadinya terjadinya interaksi di antara subjek belajar. Sedangkan belajar lewat pengalaman sendiri berarti dalam proses pembelajaran dapat memberikan pengalaman nyata kepada siswa (Sugandi, 2004:36).

14

Pengembangan

model

pembelajaran

dilakukan

dengan

pengembangan panduan pembelajaran yang selanjutnya diimplikasikan. Dengan tersusunnya paket panduan pelaksanaan pembelajaran

matematika bercirikan pendayagunaan alat peraga, lengkap dengan prototipe alat peraganya; diharapkan guru mampu menciptakan pembelajaran aktif yang kondusif sehingga akan : (1) memberi kesempatan kepada siswa SD lebih banyak memperoleh pengalaman belajar secara langsung; yaitu belajar dengan cara mencoba-coba dan mengalami sendiri; (2) mempermudah siswa memahami matematika. Sesuai dengan sifat matematika yang abstrak, pembelajaran matematika dengan pendayagunaan alat peraga akan menyajikan pembelajaran dari konkret (dengan bantuan alat peraga) – semi abstrak (dengan model gambar) – abstrak (konsep); (3) menyeragamkan gambaran atau persepsi siswa tentang sesuatu (konsep) yang dipelajari; (4) memberikan motivasi siswa untuk selalu belajar matematika. Pembelajaran matematika dengan pendayagunaan alat peraga dapat dilaksanakan dengan variasi/pendekatan/teknik. Pembelajaran tidak hanya dapat dilakukan dengan demonstrasi oleh guru, tetapi juga oleh siswa. Dengan bimbingan guru, siswa menemukan sendiri konsep/prinsip, siswa diberi kesempatan bekerja dengan kelompoknya. Dengan bernyanyi atau bermain siswa belajar/menerapkan konsep/prinsip matematika, siswa tidak merasa bosan, tetapi termotivasi (Hidayah dkk, 2000:26-27).

15

3. Media Pembelajaran Media berasal dari bahasa latin medius yang secara harfiah berarti ’tengah’, ’perantara’, atau ’pengantar’. Dalam bahasa arab, media adalah perantara atau pengantar pesan dari pengirim atau penerima pesan. (Arsyad, 2002: 91-92). Media diartikan sebagai segala sesuatu yang dimanfaatkan untuk proses komunikasi dengan siswa agar siswa belajar. Komunikasi dan siswa yang belajar (learners) merupakan dua aspek yang pokok. Segala sesuatu yang dapat dimanfaatkan untuk mendorong proses-proses belajar dapat dikategorikan sebagai media (Andreas, 2002.:3). Tujuan pemanfaatan media adalah untuk menciptakan komunikasi yang baik diantara guru dan siswa. Prinsip pemanfaatan media adalah “the right aid at the right time in the right place in the right manner” , merupakan kunci pemanfaatan media yang dapat meningkatkan kualitas komunikasi guru-siswa yang pada akhirnya meningkatkan efektivitas pembelajaran. Sebaliknya pemanfaatan yang kurang tepat sering kali mengganggu komunikasi dan mengurangi efektivitas pembelajaran. Pemanfaatan media di kelas untuk meningkatkan mutu komunikasi guru-siswa sehingga proses pembelajaran berjalan sesuai yang diharapkan (efektif). Semakin banyak indera yang dimanfaatkan oleh siswa, semakin baik retensi (daya ingat) siswa sebagai kerucut pengalaman E.Dale berikut (Arnie, 2002:75).

16

Kerucut Pengalaman Belajar Yang kita ingat Modus 10 % …………………….. 20 % …………………. 30 % ……………… 40 % ……………

baca dengar

Verbal

lihat
lihat dan dengar

Visual

70 % ………

katakan
katakan dan lakukan
Berbuat

90 % ….

Selain E.Dale, Emilia (1998) menekankan pentingnya pemanfaatan multimedia bagi peningkatan proses pembelajaran eksakta. Manfaat dari penggunaan media pembelajaran di dalam proses belajar mengajar sebagai berikut. a. Media pembelajaran dapat memperjelas penyajian pesan dan informasi sehingga dapat memperlancar dan meningkatkan proses dan hasil belajar. b. Media pembelajaran dapat meningkatkan dan mengarahkan perhatian anak sehingga dapat menimbulkan motivasi belajar, interaksi yang lebih langsung antara siswa dan lingkungannya dan kemungkinan siswa untuk belajar sendiri-sendiri sesuai dengan kemampuan dan minatnya.

17

c. Media pembelajaran dapat mengatasi keterbatasan indera, ruang dan waktu. 1) Obyek atau benda yang terlalu besar untuk ditampilkan langsung di ruang kelas dapat diganti dengan gambar, foto, slide, realita, film, radio atau model. 2) Obyek atau benda yang terlalu kecil yang tidak tampak oleh indera dapat disajikan dengan bantuan mikroskop, film, slide atau gambar. 3) Kejadian langka yang terjadi di masa lalu atau terjadi sekali dalam puluhan tahun dapat ditampilkan melalui rekaman video, film, foto, slide disamping secara verbal. 4) Obyek atau proses yang amat rumit seperti peredaran darah dapat ditampilkan secara kongkret melalui film, gambar, slide atau simulasi komputer. 5) Kejadian atau percobaan yang dapat membahayakan dapat disimulasikan. Menurut Drs. Ahmad D. Marimba (dalam Syaiful Bahri Djamarah dan Aswan Zain,1995:54) alat adalah segala sesuatu yang dapat digunakan dalam rangka mencapai tujuan pengajaran. Sebagai segala sesuatu yang dapat digunakan dalam mencapai tujuan pengajaran, alat mempunyai fungsi, yaitu alat sebagai perlengkapan, alat sebagai pembantu mempermudah usaha mencapai tujuan, dan alat sebagai tujuan.

18

Setiap materi pelajaran tentu memiliki tingkat kesukaran yang bervariasi. Pada satu sisi ada bahan pelajaran yang tidak memerlukan alat bantu, tetapi di lain pihak ada bahan pelajaran yang sangat memerlukan alat bantu berupa media pengajaran seperti globe, grafik, gambar dan sebagainya. Media pendidikan sebagai salah satu sumber belajar ikut membantu guru memperkaya wawasan anak didik. Aneka macam bentuk dan jenis media pendidikan yang digunakan oleh guru menjadi sumber ilmu pengetahuan bagi anak didik. Dalam menerangkan suatu benda, guru dapat membawa bendanya secara langsung ke hadapan anak didik di kelas. Dengan menghadirkan bendanya seiring dengan penjelasan mengenai benda itu, maka benda itu dijadikan sebagai sumber belajar. Menurut Sugiarto dan Hidayah (2005:4-5), media pembelajaran dapat diidentifikasikan sebagai berikut: a) media obyek fisik (model, alat peraga); b) media grafis/visual (poster, chart, kartu dll); c) media proyeksi; d) media audio; e) media audio-visual. Nilai praktis media pembelajaran antara lain sebagai berikut. (1) Mampu mengatasi keterbatasan perbedaan pengalaman pribadi siswa.

19

(2) Mampu mengatasi keterbatasan ruang kelas. (3) Mampu mengatasi keterbatasan ukuran benda. (4) Mampu mengatasi keterbatasan kecepatan gerak benda. (5) Mampu mempengaruhi motivasi belajar siswa. (6) Mampu mempengaruhi daya abstraksi siswa. (7) Memungkinkan pembelajaran yang lebih bervariasi.

4. KBK (Kurikulum Berbasis Kompetensi) a. Kurikulum Kata “kurikulum” berasal dari satu kata bahasa Latin yang berarti “jalur pacu”, dan secara tradisional, kurikulum sekolah disajikan seperti itu (ibarat jalan) bagi kebanyakan orang (Dimyati dan Mudjiono, 2002:64). Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu (Suyitno, 2007:1). b. Kurikulum Berbasis Kompetensi Kurikulum Berbasis Kompetensi adalah suatu konsep kurikulum yang menekankan pada pengembangan kemampuan melakukan (kompetensi) tugas-tugas dengan standar performansi tertentu, sehingga hasilnya dapat dirasakan oleh peserta didik, berupa penguasaan terhadap seperangkat kompetensi tertentu (Mulyasa,2002:27).

20

Kompetensi adalah pengetahuan, keterampilan, sikap dan nilainilai yang diwujudkan dalam kebiasaan berpikir dan bertindak. Pada pendidikan kejuruan, kompetensi yang terkait dengan tugas-tugas lulusan di tempat kerja, ditetapkan berdasarkan standar kompetensi yang berlaku di dunia kerja sesuai dengan keahliannya (Suyitno, 2007:2). Implementasi KBK dalam pembelajaran adalah pembelajaran konstektual. Pembelajaran kontekstual (Contextual Teaching and Learning) adalah konsep belajar yang membantu guru mengaitkan antara materi yang diajarkan dengan situasi dunia nyata siswa dan mendorong siswa membuat hubungan antara pengetahuan yang dimiliki dengan penerapannya dalam kehidupan mereka sehari-hari Dirjen Dikdasmen (2002:10) menyebutkan pendekatan CTL memiliki tujuh komponen menemukan utama, (Inquiry), yaitu bertanya konstruktivisme (Questioning),

(Constructivism),

masyarakat belajar (Learning Community), permodelan (Modelling), refleksi (reflekstion) dan penilaian sebenarnya (Authentic Assesment). 1) Konstruktivisme (Constructivism) Konstruktivisme (Constructivism) merupakan landasan berfikir (filosofi) pendekatan CTL, yaitu bahwa pengetahuan dibangun oleh manusia sedikit demi sedikit, yang hasilnya diperluas melalui konteks yang terbatas (sempit) dan tidak sekonyong-konyong. Pengetahuan bukanlah seperangkat kata-kata, konsep, atau kaidah yang siap untuk diambil dan diingat.

21

Dengan dasar itu, pembelajaran harus dikemas menjadi proses ‘mengkontruksi’ bukan menerima pengetahuan. Dalam proses pembelajaran, siswa membangun sendiri pengetahuan mereka melalui keterlibatan aktif dalam proses belajar dan mengajar. Siswa menjadi pusat kegiatan bukan guru. Landasan berpikir kontruktivisme agak berbeda dengan pandangan kaum objektivis, yang lebih menekankan pada hasil pembelajaran. Dalam pandangan kontruktivis, strategi memperoleh lebih diutamakan dibandingkan seberapa banyak siswa memperoleh dan mengingat pengetahuan, untuk itu tugas guru adalah memfasilitasi proses tersebut dengan: a) menjadikan pengetahuan yang relevan dan bermakna bagi siswa; b) memberi kesempatan siswa menemukan dan menerapkan idenya sendiri, dan; c) menyadarkan siswa agar menerapkan strategi mereka sendiri dalam belajar. 2) Menemukan (Inquiry) Menemukan merupakan bagian inti dari kegiatan pembelajaran berbasis CTL. Model pengajaran inquiry merupakan pengajaran yang mengharuskan siswa mengolah pesan sehingga memperoleh

pengetahuan, keterampilan, dan nilai-nilai. Dalam model inquiry siswa dirancang untuk melakukan kegiatan inquiry sehingga kegiatan pengajaran berpusat pada siswa. Guru harus selalu merancang kegiatan yang merujuk pada kegiatan menemukan, apapun materi

22

yang diajarkan. Dimyati dan Mudjiono (2002:173) menyatakan “tujuan utama model inkuiri adalah mengembangkan keterampilan intelektual, berpikir kritis, dan mampu menyelesaikan masalah”. Langkah–langkah kegiatan menemukan (inquiry). a) Merumuskan masalah (dalam mata pelajaran apapun). b) Mengamati atau melakukan observasi. c) Menganalisis dan menyajikan hasil dalam tulisan, gambar, laporan, bagan, tabel, dan karya lainnya. d) Mengkomunikasikan atau menyajikan hasil karya pada pembaca, teman sekelas, guru atau audien yang lain. 3) Bertanya (Questioning) Questioning (bertanya) merupakan strategi utama pembelajaran yang berbasis CTL. Bertanya dalam pembelajaran dipandang sebagai kegiatan guru untuk mendorong, membimbing, dan menilai kemampuan berpikir siswa. Bagi siswa, kegiatan bertanya

merupakan bagian penting dalam melaksanakana pembelajaran yang berbasis inkuiri, yaitu menggali informasi, mengkonfirmasikan apa yang sudah diketahui, dan mengarahkan perhatian pada aspek yang belum diketahuinya. Dalam sebuah pembelajaran yang produktif, kegiatan bertanya berguna untuk: a) menggali informasi, baik administrasi maupun akademis; b) mengecek pemahaman siswa; c) membangkitkan respon kepada siswa;

23

d) mengetahui sejauh mana keingintahuan siswa; e) mengetahui hal–hal yang sudah diketahui siswa; f) memfokuskan perhatian siswa pada sesuatu yang dikehendaki guru; g) untuk membangkitkan lebih banyak lagi pertanyaan dari siswa; h) untuk menyegarkan kembali pengetahuan siswa. Questioning dapat diterapkan: antara siswa dengan siswa, antara guru dengan siswa, antara siswa dengan guru, antara siswa dengan orang lain yang didatangkan ke kelas, dan sebagainya. 4) Masyarakat Belajar (Learning Community) Konsep learning Community menyarankan agar hasil

pembelajaran diperoleh dari kerjasama dengan orang lain. Hasil belajar diperoleh dari sharing antara teman, antar kelompok, dan antara yang tahu dengan yang belum tahu, yang cepat menangkap mendorong temannya yang lambat, yang mempunyai gagasan segera memberi usul, dan seterusnya. Kelompok siswa bisa sangat bervariasi bentuknya, baik keanggotaan, jumlah, bahkan bisa melibatkan siswa dikelas atasnya, atau guru melakukan kolaborasi dengan mendatangkan seorang ahli ke kelas. Masyarakat belajar terjadi apabila ada proses komunikasi dua arah. Seseorang yang terlibat dalam kegiatan masyarakat belajar memberi informasi yang diperlukan oleh teman bicaranya dan sekaligus juga meminta informasi yang diperlukan dari teman belajarnya.

24

Metode pembelajaran dengan teknik learning community ini sangat membantu proses pembelajaran di kelas. Prakteknya dalam pembelajaran terwujud dalam. a) Pembentukan kelompok kecil. b) Pembentukan kelompok besar. c) Mendatangkan ahli ke kelas (tokoh, olah ragawan, dokter, perawat, petani, pengurus organisasi, polisi, dsb). d) Bekerja dengan kelas sederajat. e) Bekerja kelompok dengan kelas di atasnya. f) Bekerja dengan masyarakat. Siswa di dalam kelompok kecil adalah kelompok belajar untuk memecahkan masalah kelompok. Dimyati dan Mudjiono (2002: 166) menyatakan “ ciri-ciri kelompok kecil yang menonjol sebagai berikut: (i) tiap siswa merasa sadar diri sebagai anggota kelompok, (ii) tiap siswa merasa diri memiliki tujuan bersama berupa tujuan kelompok, (iii) memiliki rasa saling membutuhkan dan saling tergantung, (iv) ada interaksi dan komunikasi antar anggota, serta (v) ada tindakan bersama sebagai perwujudan tanggung jawab kelompok”. 5) Pemodelan (modelling) Dalam pendekatan CTL guru bukan satu–satunya model. Model dapat dirancang dengan melibatkan siswa. Seorang siswa bisa ditunjuk untuk memberi contoh temannya cara menggunakan alat

25

peraga. Siswa yang memberi contoh tersebut dikatakan sebagai model. 6) Refleksi (Reflection) Refleksi dalah cara berpikir tentang apa yang baru dipelajari atau berpikir kebelakang tentang apa-apa yang sudah kita lakukan di masa yang lalu. Refleksi merupakan respon terhadap kejadian, aktivitas, atau pengetahuan yang baru diterima. Pengetahuan yang bermakna diperoleh dari proses.

Pengetahuan dimiliki siswa diperluas melalui konteks pembelajaran, yang kemudian diperluas sedikit demi sedikit. Guru atau orang dewasa membantu siswa membuat hubungan-hubungan antara pengetahuan yang dimiliki sebelumnya dengan pengetahuan yang baru. 7) Penilaian yang sebenarnya (authentic assessment) Penilaian adalah proses pengumpulan berbagai data yang bisa memberikan gambaran perkembangan siswa. Apabila data yang dikumpulkan guru mengidentifikasikan bahwa siswa mengalami kemacetan belajar, maka guru segera mengambil tindakan yang tepat agar siswa terbebas dari kemacetan belajar. Karena gambaran tentang kemajuan belajar itu diperlukan disepanjang proses pembelajaran, maka assessment tidak dilakukan di akhir periode pembelajaran seperti pada kegiatan evaluasi hasil belajar

(Ebta/Ebtanas), tetapi dilakukan bersama secara integral tidak terpisahkan dari kegiatan pembelajaran. Data yang dikumpulkan

26

melalui kegiatan penilaian bukanlah untuk mencari informasi tentang belajar siswa. Pembelajaran yang benar memang seharusnya ditekankan pada upaya membantu siswa agar mampu mempelajari (learning how to learn), bukan ditekankan pada diperolehnya pada sebanyak mungkin informasi di akhir periode pembelajaran. Karena assessment menekankan proses pembelajaran, maka data yang dikumpulkan harus diperoleh dari kegiatan nyata yang dikerjakan siswa pada saat melakukan proses pembelajaran. Kemajuan belajar dinilai dari proses bukan melulu hasil. Penilaian autentik menilai pengetahuan dan keterampilan (performansi) yang diperoleh siswa. Dengan demikian sebagai penilai tidak hanya guru, tetapi bisa juga teman atau orang lain. Tujuan utama KBK adalah memandirikan atau memberdayakan sekolah dalam mengembangkan kompetensi yang akan disampaikan kepada siswa, sesuai dengan kondisi lingkungan. Pemberian wewenang (otonomi) kepada sekolah diharapkan dapat mendorong sekolah untuk melakukan pengambilan keputusan secara partisipatif. Depdiknas (2002) mengemukakan bahwa kurikulum berbasis kompetensi memiliki karakteristik sebagai berikut. 1) Menekankan pada ketercapaian kompetensi siswa baik secara individual maupun klasikal.

27

2) Berorientasi keberagaman.

pada

hasil

belajar

(learning

outcomes)

dan

3) Penyampaian dalam pembelajaran menggunakan pendekatan dan metode yang bervariasi. 4) Sumber belajar bukan hanya guru, tetapi juga sumber belajar lainnya yang memenuhi unsur edukatif. 5) Penilaian menekankan pada proses dan hasil belajar dalam upaya penguasaan atau pencapaian suatu kompetensi (Mulyasa,2002:42). Kompetensi merupakan pengetahuan, keterampilan, dan nilai-nilai dasar yang direfleksikan dalam kebiasaan berpikir dan bertindak. Kebiasaan berpikir dan bertindak secara konsisten dan terus menerus memungkinkan seseorang (siswa) menjadi kompeten, dalam arti memiliki pengetahuan, keterampilan, dan nilai-nilai dasar untuk melakukan sesuatu. Mulai tahun pelajaran 2004/2005, sekolah-sekolah di Indonesia akan secara bertahap diberlakukan Kurikulum berbasis kompetensi yang juga dikenal sebagai Kurikulum Berbasis Kompetensi. Dasar pelaksanaanya adalah PP No.25 Th.2000 bidang Pendidikan dan Kebudayaan. Kurikulum berbasis kompetensi (KBK) merupakan perangkat rencana dan pengaturan tentang kompetensi dan hasil belajar yang harus dicapai siswa, penilaian, kegiatan belajar mengajar, dan pemberdayaan sumber daya pendidikan dalam pengembangan kurikulum sekolah. KBK ini berorientasi pada: (1) hasil dan dampak yang diharapkan muncul

28

pada diri siswa melalui serangkaian pengalaman belajar yang bermakna, (2) keberagaman yang dapat dimanifestasikan sesuai dengan

kebutuhannya. Landasan kurikulum berbasis kompetensi ini pada prinsipnya ingin menggali dan memberdayakan potensi dan bakat siswa yang meliputi 4 pilar, yaitu (1) learning to be, (2) learning to know, (3) learning to do, dan (4) learning to live together (Suyitno, 2004:59-60). Hal berikut yang perlu pencermatan adalah standar kompetensi bahan kajian matematika. Kecakapan atau kemahiran matematika yang diharapkan dapat tercapai dalam belajar matematika mulai dari SD dan MI sampai SMA dan MA, adalah sebagai berikut. (1) Menunjukkan pemahaman konsep matematika yang dipelajari, menjelaskan keterkaitan antar konsep dan mengaplikasikan konsep atau algoritma, secara luwes, akurat, efisien, dan tepat dalam pemecahan masalah. (2) Memiliki kemampuan mengkomunikasikan gagasan dengan

simbol, tabel, grafik atau diagram untuk memperjelas keadaan atau masalah. (3) Menggunakan penalaran pada pola, sifat atau melakukan manipulasi matematika dalam membuat generalisasi, menyusun bukti atau menjelaskan gagasan dan pernyataan matematika.

29

(4) Menunjukkan

kemampuan

strategik

dalam

membuat

(merumuskan), menafsirkan, dan menyelesaikan model matematika dalam pemecahan masalah. (5) Memiliki sikap menghargai kegunaan matematika dalam

kehidupan ( Depdiknas, 2003:2-3).

5. Komunikasi Matematika Komunikasi (secara konseptual) yaitu memberitahukan (dan menyebarkan) berita, pengetahuan, pikiran-pikiran dan nilai-nilai dengan maksud untuk menggugah partisipasi agar hal-hal yang diberitahukan menjadi milik bersama. (Sardiman, 2001:8) Kata komunikasi ( bahasa Inggris : Communication ) berasal dari kata kerja Latin ”communicare”, yang berarti ”berbicara bersama, berunding, berdiskusi dan berkonsultasi, satu sama lain”. Kata ini erat hubungannya dengan kata Latin ”communitas”, yang tidak hanya berarti komunitas/masyarakat sebagai satu kesatuan, tetapi juga berarti ikatan berteman dan rasa keadilan dalam hubungan antara orang-orang satu sama lain ( Suwito,1989:1). Komunikasi dapat diklasifikasikan dalam berbagai cara. Kita dapat membagi komunikasi ke dalam: a. Komunikasi verbal (komunikasi dengan menggunakan kata-kata) Komunikasi verbal dibagi 2 yaitu komunikasi verbal lisan dan komunikasi verbal tulisan.

30

b. Komunikasi nonverbal (komunikasi tanpa menggunakan kata-kata atau pesan-pesan yang dinyatakan lewat sarana yang bukan sarana linguistik). Kemampuan berkomunikasi dengan orang lain merupakan dasar untuk segala yang kita kerjakan. Grafik, bagan, peta, lambang-lambang, diagram, persamaan matematik dan demonstrasi visual sama baiknya dengan kata-kata yang ditulis atau dibicarakan, semuanya adalah caracara komunikasi yang seringkali digunakan dalam ilmu pengetahuan. Komunikasi efektif yang jelas, tepat dan tidak samar-samar

menggunakan keterampilan-keterampilan yang perlu dalam komunikasi, hendaknya dilatih dan dikembangkan pada diri siswa. Hal ini didasarkan pada kenyataan bahwa semua orang mempunyai kebutuhan untuk mengemukakan ide, perasaan dan kebutuhan lain pada diri kita. Menurut Asikin (2001:1) komunikasi matematika dapat diartikan sebagai suatu peristiwa saling hubungan/dialog yang terjadi dalam suatu lingkungan kelas, dimana terjadi pengalihan pesan. Pesan ynag dialihkan berisi tentang materi matematika yang dipelajari di kelas. Pihak yang terlibat dalam peristiwa komunikasi di lingkungan kelas adalah guru dan siswa. Sedangkan cara pengalihan pesan dapat secara tertulis maupun lesan. Menurut Tim PPPG Mat (Makhmudah, 2006:15), komunikasi matematika adalah proses menyatakan dan menafsirkan gagasan matematika secara lisan, tertulis atau mendemonstrasikannya. Jadi siswa

31

dikatakan mampu berkomunikasi dalam matematika jika mampu menyatakan dan menafsirkan gagasan matematika secara lisan, tertulis atau mendemonstrasikannya. Menurut Utari (2004:8), indikator yang menunjukkan kemampuan komunikasi matematika adalah: 1) menghubungkan benda nyata, gambar, dan diagram ke dalam ide matematika; 2) menjelaskan ide, situasi dan relasi matematik, secara lisan atau tulisan dengan benda nyata, gambar, grafik dan aljabar; 3) menyatakan peristiwa sehari-hari dalam bahasa atau simbol matematik; 4) mendengarkan, berdiskusi, dan menulis tentang matematika; 5) membaca dengan pemahaman suatu presentasi matematika tertulis. Menurut Asikin (2001:3), uraian tentang peran penting komunikasi dalam pembelajaran matematika dideskripsikan sebagai berikut: a) komunikasi dimana ide matematika dieksploitasi dalam berbagai perspektif, membantu mempertajam cara berpikir siswa dan mempertajam kemampuan siswa dalam melihat berbagai keterkaitan materi matematika; b) komunikasi merupakan alat untuk “mengukur” pertumbuhan pemahaman; dan merefleksikan pemahaman matematika para siswa; c) melalui komunikasi, siswa dapat mengorganisasikan dan

mengkonsolidasikan pemikiran matematika mereka;

32

d) komunikasi antar siswa dalam pembelajaran matematika sangat penting untuk pengkonstruksian pengetahuan matematika,

pengembangan pemecahan masalah, dan peningkatan penalaran, menumbuhkan rasa percaya diri, serta peningkatan ketrampilan sosial; e) ‘writing’ and ‘talking’ dapat menjadi alat yang sangat bermakna (powerful) untuk membentuk komunitas matematika yang inklusif.

6. Pendampingan Menurut Muzaqi (2007:20), pendampingan merupakan suatu aktivitas yang dilakukan dan dapat bermakna pembinaan, pengajaran, pengarahan dalam kelompok yang lebih berkonotasi pada menguasai, mengendalikan dan mengontrol. Kata pendampingan lebih bermakna pada kebersamaan, kesejajaran, samping menyamping, dan karenanya kedudukan antara keduanya (pendamping dan yang didampingi) sederajat sehingga tidak ada dikotomi antara atasan dan bawahan. Hal ini membawa implikasi bahwa peran pendamping hanya sebatas pada memberikan alternatif, saran, dan bantuan konsultatif dan tidak pada pengambilan keputusan. Pendampingan berarti bantuan dari pihak luar, baik perorangan maupun kelompok untuk menambahkan kesadaran dalam rangka pemenuhan kebutuhan dan pemecahan permasalahan kelompok. Pendampingan diupayakan untuk menumbuhkan keberdayaan dan

33

keswadayaan agar masyarakat yang didampingi dapat hidup secara mandiri. Menurut Muzaqi (2007:22), peran yang dapat dimainkan oleh pendamping dalam melaksanakan fungsi pendampingan adalah: a. Peran Motivator. Upaya yang dilakukan pendamping adalah menyadarkan dan mendorong kelompok untuk mengenali potensi dan masalah, dan dapat mengembangkan potensinya untuk memecahkan permasalahan itu. b. Peran Fasilitator. Pendamping mempunyai tanggung jawab untuk menciptakan, mengkondisikan iklim kelompok yang harmonis, serta memfasilitasi terjadinya proses saling belajar dalam kelompok. c. Peran Katalisator. Pendamping dalam hal ini dapat melakukan aktivitas sebagai penghubung antara kelompok pendampingan dengan lembaga di luar kelompok maupun lembaga teknis lainnya, baik lembaga teknis pelayanan permodalan maupun pelayanan keterampilan berusaha dalam rangka pengembangan jaringan. Berkaitan dengan hal tersebut diatas, paling tidak seorang pendamping diharapkan mempunyai sifat sebagai berikut. 1) Jujur dan terbuka Pendamping haruslah jujur dalam memberikan pembinaan kepada komponen-komponen pelaksana, harus berani mengatakan bahwa kelompok tersebut salah dalam menyelesaikan pekerjaan, malas dalam mengembangkan/meningkatkan proses belajar dan lainnya.

34

Teguran tersebut perlu diberikan demi kemajuan kelompok dan perkembangan kelompok. Pendamping juga harus terbuka menerima kritik dan saran dari anggota kelompok serta bersikap adil dalam memberikan pembinaan. 2) Memiliki Dedikasi Pendamping harus memiliki semangat pengabdian yang tinggi dalam melaksanakan tugasnya, mau mendengarkan keluhan yang dialami oleh kelompok dengan penuh kesabaran, mampu menumbuhkan motivasi antar kelompok untuk berprestasi sebaik mungkin, dengan kata lain pendamping mampu mendorong dan menumbuhkan semangat untuk berkarya. 3) Komunikatif Pendamping hendaknya pandai berkomunikasi dengan anggota kelompok dalam rangka menjalin kerja sama antar kelompok. Dalam hal ini pendamping harus pandai membuat suasana yang kondusif untuk terciptanya peluang kerja sama dalam menyelesaikan tugas, mengingat masing-masing kelompok, kemampuan dan

ketrampilannya masih terbatas. Dengan terciptanya komunikasi ini keberadaan kelompok akan mudah terpantau perkembangannya dan masing-masing anggota kelompok akan semakin akrab. Dengan kemampuan berkomunikasi yang baik, diharapkan pendamping bisa lebih tahu perasaan/isi hati dan kemauan/harapan dari anggota kelompok dan bisa menumbuhkan sikap partisipatif, sehingga

35

pendamping bisa menentukan bantuan apa yang diperlukan oleh anggota kelompok. 4) Memiliki pengetahuan dan ketrampilan Dalam melakukan pembinaan, tentunya akan dijumpai bermacam permasalahan yang masing-masing kelompok tidaklah sama. Untuk itu, pendamping hendaknya bisa membantu mengatasi permasalahan yang ada, melalui saran dan alternatif pemecahan. 5) Akrab dan Santai Dalam melakukan tugas pembinaan, pendamping harus fleksibel dan tidak memaksakan diri, agar aktivitas pembelajaran tidak terganggu. Pendampingan yang dimaksud dalam penelitian ini adalah bahwa dalam waktu tertentu guru dan peneliti bersama-sama dalam merancang pembelajaran, melaksanakan hingga melakukan refleksi di sekolah dimana guru bertugas. Dengan pendampingan saat guru menerapkan pembelajaran di kelas, selain guru mendapat feed back setiap usai pembelajaran matematika dari pendamping (peneliti), guru dapat melakukan kolaborasi dengan pendamping. 7. Sikap Sikap adalah kemampuan menerima atau menolak obyek berdasarkan penilaian terhadap obyek tersebut ( Dimyati dan Mudjiono, 2002:18). Sikap siswa, seperti halnya motif menimbulkan dan mengarahkan aktivitasnya. Siswa yang menyukai matematika akan merasa senang belajar matematika dan terdorong untuk belajar lebih

36

giat, demikian pula sebaliknya. Karenanya adalah kewajiban bagi guru untuk bisa menanamkan sikap positif pada diri siswa terhadap mata pelajaran yang menjadi tanggung jawabnya. Banyak sosiolog dan psikolog memberi batasan bahwa sikap merupakan kecenderungan individu untuk merespon dengan cara yang khusus terhadap stimulus yang ada dalam lingkungan sosial. Sikap merupakan suatu kecenderungan untuk mendekat atau menghindar, positif atau negatif terhadap berbagai keadaan sosial, apakah itu institusi, pribadi, situasi, ide, konsep dan sebagainya (Howard dan Kendler, 1974; Gerungan,2000). Gagne (1974) mengatakan bahwa sikap merupakan suatu keadaan internal (internal state) yang mempengaruhi pilihan tindakan individu terhadap beberapa obyek, pribadi dan peristiwa. Masih banyak lagi definisi sikap yang lain, sebenarnya agak berlainan, akan tetapi keberagaman pengertian tersebut disebabkan oleh sudut pandang dari penulis yang berbeda. Namun demikian, jika dicermati hampir semua batasan sikap memiliki kesamaan pandang, bahwa sikap merupakan suatu keadaan internal atau keadaan yang masih ada dalam diri manusia. Keadaan internal tersebut berupa keyakinan yang diperoleh dari proses akomodasi dan asimilasi pengetahuan yang mereka dapatkan, sebagaimana Piaget’s tentang proses perkembangan kognitif manusia (Wadworth, 1971). Secara umum, dalam berbagai referensi, sikap memiliki 3 komponen yakni: kognitif, afektif, dan kecenderungan tindakan.

37

Komponen kognitif merupakan aspek sikap yang berkenaan dengan penilaian individu terhadap obyek atau subyek. Informasi yang masuk ke dalam otak manusia, melalui proses analisis, sintesis dan evaluasi akan menghasilkan nilai baru yang akan diakomodasi atau

diasimilasikan dengan pengetahuan yang telah ada di dalam otak manusia. Nilai-nilai baru yang diyakini benar, baik, indah dan sebagainya, pada akhirnya akan mempengaruhi emosi atau komponen afektif dari sikap individu. Oleh karena itu, komponen afektif dapat dikatakan sebagai perasaan (emosi) individu terhadap obyek atau subyek, yang sejalan dengan hasil penilaiannya. Sedang komponen kecenderungan bertindak berkenaan dengan keinginan individu untuk melakukan perbuatan sesuai dengan keyakinan dan keinginannya. Sikap seseorang terhadap suatu obyek atau subyek dapat positif atau negatif. Manifestasikan sikap terlihat dari tanggapan seseorang apakah ia menerima atau menolak, setuju atau tidak setuju terhadap obyek atau subyek.

8. Uraian Materi yang Terkait dengan Penelitian a. KPK (Kelipatan Persekutuan Terkecil) 1) Bentuk Alat Peraga 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18

38

2) Contoh Penggunaan Alat Peraga a) Menentukan Kelipatan Suatu Bilangan Kelipatan dari 2 adalah 2, 4, 6, 8, 10, 12, 14, 16, 18. Kelipatan dari 5 adalah 5, 10, 15.

1 2

3

4 5 6

7 8

9 10 11 12 13 14 15 16 17 18

b) Menentukan Kelipatan Persekutuan Dua Bilangan Kelipatan dari 2 yang kurang dari 20 adalah 2, 4, 6, 8, 10, 12, 14, 16, 18. Kelipatan dari 3 yang kurang dari 20 adalah 3, 6, 9, 12, 15, 18. Kelipatan persekutuan dari 2 dan 3 adalah 6, 12 dan 18

1 2

3

4 5 6

7 8

9 10 11 12 13 14 15 16 17 18

c) Menentukan Kelipatan Persekutuan Terkecil Dua Bilangan Kelipatan dari 2 adalah 2, 4, 6, 8, 10, 12, 14, 16, 18 Kelipatan dari 3 adalah 3, 6, 9, 12, 15, 18. Kelipatan persekutuan terkecil dari 2 dan 3 adalah 6. Contoh soal konstektual: Sebagai warga yang baik Pak Andi dan Pak Rusli rajin untuk melaksanakan ronda (berjaga malam). Pak Andi bertugas setiap 3 hari sekali dan Pak Rusli bertugas setiap 4 hari sekali. Pada tanggal 5

39

Agustus mereka ronda bersama-sama yang pertama, pada tanggal berapa mereka ronda bersama-sama lagi untuk yang kedua dan ketiga? Penyelesaiannya: Kelipatan dari 3 adalah 3, 6, 9, 12, 15, 18, 21, 24, 27, 30, 33, … Kelipatan dari 4 adalah 4, 8, 12, 16, 20, 24, 28, 32, 36, 40, … Kelipatan persekutuan dari 3 dan 4 adalah 12, 24, …. Mereka ronda bersama-sama lagi untuk yang kedua pada tanggal 5+12 = 17 Agustus, sedangkan ronda bersama-sama untuk yang ketiga pada tanggal 5+24 = 29 Agustus.

b. Pecahan dan Operasinya a. Menyatakan beberapa bagian dari keseluruhan ke bentuk pecahan 1. Daerah yang berwarna merah=....bagian Seluruhnya Jadi daerah yang = ...bagian berwarna merah

menyatakan pecahan ..... 2. Daerah yang tidak berwarna = .....bagian Seluruhnya Pecahannya = .....bagian = .....bagian

b. Menyatakan bilangan pecah dengan lambang bilangan. 1. Daerah yang berwarna merah menyatakan

pecahan berapa?

40

2. Siswa diminta untuk menulis di papan tulis, salah seorang siswa menulis

1 dibaca ...... 3

1 letaknya di ................disebut ............... 3 letaknya di ................disebut ............... 3. Daerah pecahan yang berwarna kuning menyatakan

berapa?Berapakah

pembilangnya?

Berapakah penyebutnya? Berapakah pembilang dan penyebut dari pecahan berikut 1) 2 , Pembilangnya ............ 3 Penyebutnya .............. 2)

2 , Pembilangnya ............ 7 Penyebutnya ..............

3)

4 , Pembilangnya ............ 5 Penyebutnya ..............

c. Menyatakan pecahan melalui gambar 1. Daerah yang berwarna hijau menyatakan pecahan berapa? 2. Daerah yang tidak berwarna menyatakan pecahan berapa?

41

B.

Kerangka Berpikir

Pada hakekatnya pembelajaran merupakan proses komunikasi antara guru dan siswa. Seorang guru perlu menyadari bahwa proses komunikasi tidak selalu dapat berjalan dengan lancar, bahkan proses komunikasi dapat menimbulkan kebingungan, salah pengertian atau bahkan salah konsep. Kesalahan komunikasi seorang guru akan dirasakan siswanya sebagai penghambat pembelajaran. Pendampingan dimaksudkan bahwa dalam waktu tertentu guru dan peneliti bersama-sama dalam merancang pembelajaran, melaksanakan hingga melakukan refleksi di sekolah dimana guru bertugas. Dalam hal ini, pendamping lebih ahli dalam membuat RP yang sesuai dengan tuntutan KBK, pemanfaatan alat peraga dan pembuatan LKS. Dengan pendampingan saat guru menerapkan pembelajaran di kelas, selain guru mendapat feed back setiap usai pembelajaran matematika dari pendamping (peneliti), guru dapat melakukan kolaborasi dengan pendamping. Dengan alat peraga, siswa dapat memahami konsep matematika dengan benar. Proses komunikasi selama pembelajaran akan berjalan lancar sehingga siswa tidak merasa bingung. Selain itu dapat menciptakan kondisi kelas dengan kadar aktivitas siswa, motivasi siswa dan motivasi guru yang cukup tinggi. Siswa akan merasa senang dan tidak bosan karena dalam pembelajarannya guru tidak menggunakan metode ekspositori. Siswa juga merasa menikmati pelajaran matematika dan tidak merasa takut.

42

Implementasi KBK, yaitu dengan pembelajaran konstekstual yang terdiri konstruktivisme (constructivism), menemukan (inquiry), bertanya (questioning), masyarakat belajar (learning community), pemodelan (modelling), refleksi (reflection), penilaian yang sebenarnya (authentic
assessment). Guru mengajarkan konsep KPK dan pecahan dengan

menggunakan alat peraga sebagai model matematika yang abstrak agar siswa lebih mudah untuk memahami materi. Selain itu, guru juga menggunakan LKS yang berisi serentetan pertanyaan untuk menemukan (inquiry) konsep. Dalam pembelajaran, siswa bekerja kelompok (learning
community) untuk mengerjakan LKS dengan menggunakan alat peraga.

Apabila siswa merasa kesulitan, siswa bisa bertanya (questioning) kepada temannya atau kepada gurunya. Siswa berdiskusi dalam kelompok dan mempresentasikan LKS dengan menggunakan alat peraga sehingga terjadi komunikasi antar siswa serta komunikasi antara siswa dan guru. Akibatnya pembelajaran kurikulum berbasis kompetensi dengan pendampingan dapat meningkatkan

kemampuan komunikasi matematika dan memberikan pengaruh positif terhadap sikap siswa dan guru.

C.

Hipotesis Tindakan

Berdasarkan uraian dan kerangka berpikir diatas dapat dirumuskan hipotesis tindakan sebagai berikut.

43

1. Pembelajaran KBK bercirikan pendayagunaan alat peraga dan pendampingan dapat meningkatkan kemampuan komunikasi matematika siswa kelas IV SD Negeri Sekaran 2 pada materi pokok KPK dan Pecahan tahun pelajaran 2006/2007. 2. Pembelajaran KBK bercirikan pendayagunaan alat peraga dan pendampingan dapat meningkatkan sikap siswa kelas IV SD Negeri Sekaran 2 untuk gemar matematika pada materi pokok KPK dan Pecahan tahun pelajaran 2006/2007.

BAB III METODE PENELITIAN

A.

Lokasi Penelitian Lokasi yang digunakan dalam penelitian tindakan kelas ini adalah SD Negeri Sekaran 02 yang terletak di Jalan Raya Sekaran Kecamatan Gunung Pati Kota Semarang.

B.

Subjek Penelitian Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas IV yang berjumlah 9 siswa yang terdiri dari 3 laki-laki dan 6 perempuan serta guru kelas IV SD N Sekaran 2.

C.

Prosedur Kerja Dalam Penelitian Penelitian ini akan dilaksanakan dalam dua tahap. Secara garis besar, masing-masing tahap akan dijelaskan sebagai berikut. Tahap I Sebelum mengadakan penelitian, maka diadakan identifikasi masalah yang berhubungan dengan materi KPK dan Pecahan di SD. Setelah itu, peneliti menyusun perangkat pembelajaran materi KPK dan Pecahan yang disesuaikan dengan KBK dengan memanfaatkan alat peraga. Guru dan peneliti bersama-sama dalam merancang pembelajaran, melaksanakan hingga melakukan refleksi di sekolah dimana guru bertugas. Dengan pendampingan saat guru menerapkan pembelajaran di kelas, selain guru

45

mendapat feed back setiap usai pembelajaran matematika dari pendamping (peneliti), guru dapat melakukan kolaborasi dengan pendamping. Dalam penelitian ini, pendamping (peneliti) lebih ahli dalam: a. membuat RP yang sesuai dengan tuntutan KBK dengan skenario pembelajaran yang operasional disertai tanya jawab antara guru dan siswa. b. memanfaatkan alat peraga dan LKS dalam pembelajaran. c. membantu guru untuk mengenali potensi dan permasalahan selama proses pembelajaran sehingga apabila ditinggalkan/tidak didampingi bisa mengembangkan pembelajaran matematika dengan KBK. Tahap II Pada tahap II, melaksanakan pembelajaran berdasar pembuatan perangkat pembelajaran pada tahap I. Implementasi perangkat pembelajaran ini di desain melalui Action Research. Implementasi pengajaran dengan mengambil satu kelas di SD yakni kelas IV. Yang mengajar adalah guru kelas itu sendiri. Mahasiswa peneliti dan dosen hanya mengamati dan mendampingi guru saat melaksanakan pembelajaran. Panduan

diselenggarakan secara kolaboratif-partisipatif antara dosen, mahasiswa, dan guru kelas. Penelitian ini dirancang dalam dua siklus. Setiap siklus ada empat tahapan yaitu perencanaan, implementasi, pengamatan dan refleksi terhadap pelaksanaan.

46

Siklus 1 a. Perencanaan 1. Membuat RP 1 untuk satu kali pertemuan (2 x 40 menit) dengan menggunakan alat peraga KPK. Metode yang digunakan antara lain ceramah, peragaan (demonstrasi), tanya jawab dan pemberian tugas kelompok yang dilanjutkan dengan diskusi. 2. Menyiapkan alat peraga KPK klasikal dan kelompok serta sedotan yang akan digunakan untuk menjelaskan materi prasyarat. Selain itu, peneliti juga mempersiapkan LKS 1 dan Charta 1. 3. Membuat lembar pengamatan untuk melihat kegiatan belajar mengajar guru dan siswa. a. Lembar pengamatan aktivitas siswa. b. Lembar pengamatan guru. 4. Membuat angket untuk siswa terhadap pembelajaran dan angket guru terhadap pendampingan. 5. Membuat soal evaluasi 1. 6. Membuat kunci jawaban soal evaluasi 1. 7. Menyiapkan tugas rumah 1. b. Implementasi Implementasi dalam siklus 1 ini antara lain. 1. Menyiapkan alat peraga KPK, LKS 1, Charta 1, soal evaluasi 1 dan tugas rumah 1. 2. Melaksanakan RP 1.

47

a. Kegiatan Pendahuluan 1. Guru menyiapkan kondisi fisik kelas. 2. Guru menyampaikan materi pokok dan indikator/tujuan pembelajaran yang akan dicapai pada pembelajaran ini. 3. Guru melakukan apersepsi untuk mengingatkan kembali pengetahuan prasyarat bagi siswa dengan metode tanya jawab dengan menggunakan peraga sedotan. 4. Guru mengajukan masalah kontekstual. b. Kegiatan Inti 1. Guru melakukan tanya jawab untuk menentukan kelipatan dari suatu bilangan. 2. Guru meletakkan alat peraga KPK (klasikal) di depan kelas. 3. Guru melakukan tanya jawab untuk menentukan kelipatan persekutuan dari dua bilangan. 4. Guru mendemonstrasikan penggunaan alat peraga KPK. 5. Guru meminta siswa untuk memperagakan alat peraga di depan kelas. 6. Guru membagi siswa menjadi 3 kelompok dan setiap kelompok mendapat alat peraga dan LKS 1 tentang kelipatan persekutuan dua bilangan. 7. Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk

mengerjakan LKS 1, kemudian menawarkan kepada salah satu wakil kelompok untuk mempresentasikan hasilnya.

48

8. Guru melakukan tanya jawab untuk menentukan kelipatan persekutuan terkecil (KPK) dari dua bilangan. 9. Guru membahas masalah konstekstual yang diketengahkan pada awal pembelajaran. 10. Guru memberikan beberapa soal latihan. c. Penutup 1. Guru membimbing siswa untuk mengetengahkan ringkasan materi yang telah disampaikan secara verbal. 2. Guru melakukan evaluasi. 3. Guru memberikan beberapa soal kepada siswa sebagai tugas rumah 1. c. Pengamatan Pengamatan dilaksanakan saat proses belajar mengajar berlangsung. Aspek yang diamati adalah aktivitas siswa dan guru selama proses pembelajaran dengan menggunakan lembar pengamatan. Untuk

mengetahui kemampuan komunikasi matematika siswa dapat diukur dengan LKS 1 (kelompok), tes evaluasi 1 dan aktivitas siswa selama proses pembelajaran. Setelah siswa mengerjakan tes evaluasi 1, peneliti membagikan angket terhadap siswa dan guru. d. Refleksi Refleksi merupakan analisis hasil pengamatan dan hasil tes. Refleksi pada siklus 1 dilaksanakan segera setelah tahap pengamatan. Berdasarkan hasil pengamatan dan hasil tes pada siklus 1, jika sudah

49

memenuhi indikator penelitian yang telah ditetapkan maka penelitian dihentikan dan jika belum memenuhi indikator penelitian dilanjutkan ke siklus 2.

Siklus 2 a. Perencanaan Setelah merefleksikan dari hasil siklus 1 didapatkan kekurangan. Untuk memperbaiki kekurangan yang ada pada siklus 1 maka ditindaklanjuti perencanaan siklus 2 sebagai berikut: 1. Membuat RP 2 untuk satu kali pertemuan (2 x 40 menit) dengan menggunakan alat peraga Pecahan. Metode yang digunakan antara lain ceramah, peragaan (demonstrasi), tanya jawab dan pemberian tugas kelompok yang dilanjutkan dengan diskusi. 2. Menyiapkan alat peraga pecahan klasikal dan kelompok. Selain itu, peneliti juga mempersiapkan LKS 2. 3. Menyiapkan lembar pengamatan aktivitas siswa dan guru yang sama dengan siklus 1. 4. Menyiapkan angket untuk siswa terhadap pembelajaran dan angket guru terhadap pendampingan yang sama dengan siklus 1. 5. Membuat soal evaluasi 2. 6. Membuat kunci jawaban soal evaluasi 2. 7. Menyiapkan tugas rumah 2.

50

b. Implementasi Implementasi dalam siklus 2 ini antara lain. 1. Menyiapkan papan gabus, push pins, alat peraga pecahan, LKS 2, soal evaluasi 2 dan tugas rumah 2. 2. Melaksanakan RP 2 a. Kegiatan Pendahuluan 1. Guru menyiapkan kondisi fisik kelas. 2. Guru menyampaikan materi pokok dan indikator/tujuan pembelajaran yang akan dicapai pada pembelajaran ini. 3. Guru melakukan apersepsi untuk mengingatkan kembali materi prasyarat bagi siswa dengan metode tanya jawab 4. Guru memperkenalkan tentang pecahan dengan

memperlihatkan apel. b. Kegiatan Inti 1. Guru membagikan beberapa lembar kertas dan gunting kepada siswa kemudian meminta siswa untuk menempel di papan gabus. 2. Guru melakukan tanya jawab kepada siswa tentang hasil tempelannya di papan gabus. 3. Guru menjelaskan bagaimana cara menulis dan membaca pecahan. 4. Guru meminta siswa untuk memperagakan alat peraga di depan kelas.

51

5. Guru mendemonstrasikan peraga pecahan dengan metode tanya jawab. 6. Guru mengenalkan unsur-unsur pecahan. 7. Guru memberikan soal latihan untuk mengembangkan pemahaman tentang lambang pecahan dan unsur-unsurnya. 8. Guru membagi siswa menjadi 3 kelompok. Setiap kelompok mendapat LKS 2 untuk dikerjakan bersama-sama. 9. Guru memotivasi, memberi pembelajaran individual atau kelompok, bila ada yang membutuhkannya. 10. Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk

mengerjakan LKS 2, kemudian menawarkan kepada salah satu wakil kelompok untuk mempresentasikan hasilnya. c. Penutup 1. Guru membimbing siswa untuk menyimpulkan materi. 2. Guru melakukan evaluasi. 3. Guru memberikan beberapa soal kepada siswa sebagai tugas rumah 2. c. Pengamatan Pengamatan dilaksanakan saat proses belajar mengajar berlangsung. Aspek yang diamati adalah aktivitas siswa dan guru selama proses pembelajaran dengan menggunakan lembar pengamatan. Untuk

mengetahui kemampuan komunikasi matematika siswa dapat diukur dengan LKS (kelompok), tes evaluasi dan aktivitas siswa selama proses

52

pembelajaran. Setelah siswa mengerjakan tes evaluasi, peneliti membagikan angket terhadap siswa dan guru. d. Refleksi Refleksi merupakan analisis hasil pengamatan dan hasil tes. Pada siklus 2 ini diharapkan dapat memenuhi indikator penelitian yang telah ditetapkan sehingga kemampuan komunikasi matematika siswa kelas IV SD Negeri Sekaran 2 dapat meningkat.

D.

Sumber Data dan Cara Pengambilan Data 1. Sumber Data Sumber data dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: a. Hasil pengamatan aktivitas siswa dan guru. b. Hasil tes tertulis siswa kelas IV pada setiap akhir siklus. c. Hasil angket siswa dan angket guru. 2. Cara Pengambilan Data a. Lembar Pengamatan Aktivitas Siswa Lembar pengamatan ini untuk mengetahui bagaimana aktivitas siswa selama proses pembelajaran. b. Lembar Pengamatan Guru Lembar pengamatan ini untuk mengetahui bagaimana pelaksanaan pembelajaran matematika KBK yang dilakukan oleh guru.

53

c. Tes Tertulis Tes digunakan untuk mengetahui dan mengukur seberapa besar kemampuan komunikasi matematika siswa, mengukur keberhasilan siswa dan dan daya serap terhadap materi pelajaran yang telah disampaikan. Tes dilakukan pada setiap akhir siklus dan dibuat dalam bentuk essay dengan pertimbangan akan lebih mudah melihat perkembangan kemampuan komunikasi matematika siswa lewat hasil ujiannya. d. Angket Angket diberikan kepada siswa dan guru. Angket siswa diberikan untuk mengetahui sikap siswa terhadap pembelajaran matematika KBK. Sedangkan angket guru untuk mengetahui bagaimana sikap guru terhadap adanya pendampingan oleh peneliti.

E.

Indikator Keberhasilan Tolok ukur keberhasilan PTK ini adalah sebagai berikut: 1. Apabila nilai rata-rata kemampuan komunikasi matematika siswa ≥ 70 dengan ketuntasan belajar klasikal ≥ 75 % dari jumlah siswa. 2. Sikap siswa terhadap pembelajaran matematika ≥ 75 % adalah positif.

54

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. Hasil Penelitian a. Siklus 1 Penelitian tindakan kelas pada siklus 1 dilaksanakan hari kamis, tanggal 12 Oktober 2006 dengan alokasi waktu 2 jam pelajaran dengan materi pokok Kelipatan Persekutuan Terkecil (KPK). Pembelajaran matematika pada siklus 1 memberikan hasil sebagai berikut. 1) Pengamatan Aktivitas Siswa No. 1 2 3 4 Aktivitas/Indikator Melakukan pengamatan terhadap beberapa contoh Memberikan contoh lain Memberikan non contoh Melakukan, misalnya menggunting, memotong, menjiplak, membalik dan membuat bangun-bangun geometri. Melakukan perhitungan sederhana atau secara algoritmik Menerapkan prinsip/aturan secara rutin Mengkomunikasikan gagasan dengan simbol, tabel, diagram atau media lain untuk memperjelas keadaan atau masalah Mendengarkan dan menulis tentang matematika Berdiskusi/kerja kelompok Berpendapat atau bahkan menyanggah kawannya, juga bisa menyanggah gurunya √ √ √ √ √ √ √ Muncul √ √ √ Tidak Skor 3 2 1 2

5 6 7

3 2

2

8 9 10

3 4 2

55

11 12 13 14

Memanipulasi matematika dalam membuat generalisasi Menyusun bukti Menjelaskan gagasan dan pernyataan matematika Mengidentifikasi fakta atau informasi yang diberikan (apa yang diketahui), apa yang ditanyakan atau dibuktikan Menyusun model matematik dan menyelesaikannya untuk masalah nyata. Menjelaskan/menginterpretasikan hasil sesuai masalah Gembira dan merasakan kesenangannya Memiliki perhatian dan minat dalam mempelajari matematika Memiliki rasa ingin tahu Memiliki sikap ulet dan percaya diri dalam memecahkan masalah Skor Total Skor Maksimal

√ √ √ √

3 1 2

2

15

√ √ √ √ √ √

1 1 4 4 3 3 48 80

16 17 18 19 20

Data lebih lengkap dapat dilihat pada lampiran 39. Dari hasil diatas dapat dilihat bahwa skor total aktivitas siswa adalah 48 dari skor maksimal 80 sehingga presentasenya 60 %. 2) Pengamatan Guru No 1. 2. 3. 4. 5. Aktivitas guru Pendahuluan Guru menyampaikan materi yang akan dikembangkan Guru menyampaikan tujuan/indikator pembelajaran Guru melakukan apersepsi/ mengungkap materi prasyarat Guru menggunakan alat peraga yang sesuai. Guru menyajikan/mengenalkan masalah yang konstektual kepada Muncul Ya Tidak √ √ √ √ √ Skor

2 2 2 1 0

56

siswa Guru memotivasi siswa √ Kegiatan Inti 7. Guru memanfaatkan LKS √ 8. Guru meminta siswa bekerja √ kelompok 9. Guru memberi petunjuk dengan jelas √ kegiatan yang harus dilakukan siswa 10. Guru memanfaatkan alat peraga yang √ sesuai 11. Guru memanfaatkan alat peraga yang √ benar 12. Guru menyajikan pertanyaan√ pertanyaan yang menuntun 13. Guru memotivasi siswa √ 14. Guru memberi umpan balik terhadap √ respon siswa 15. Guru antusias dalam melaksanakan √ pembelajaran 16. Guru memberi penguatan kepada √ siswa 17. Guru menyajikan kegiatan yang √ mengejutkan siswa. 18. Guru menyajikan/mengembangkan kemampuan memecahkan masalah/soal-soal. 19. Dengan pertanyaan-pertanyaan guru menuntun siswa menemukan √ konsep/prinsip 20. Guru memberi kesempatan kepada siswa untuk bertanya/menyampaikan √ pendapat/menanggapi pendapat siswa lain. Penutup 21 Guru bersama siswa membuat √ simpulan 22 Guru melakukan evaluasi √ 23 Guru memberikan tugas rumah (PR) √ 24 Guru memotivasi siswa √ Skor Total Skor Maksimal Data lebih lengkap dapat dilihat pada lampiran 41. 6.

1 2 2 1 2 2 1 1 2 2 1 1 √ 0

2

1

2 2 2 2 36 48

57

Dari hasil diatas dapat dilihat bahwa skor total aktivitas guru adalah 36 dari skor maksimal 48 sehingga presentasenya 75 %. 3) Tes Kemampuan Komunikasi Matematika Siswa NO 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. NAMA SISWA Mohammad Hasan Qulakil Wahab Teguh Nugroho Evi Wulandari Evita Kurniawati Nana Indriyani Siti Nurjanah Trias Nilam Prabandani Viny Yuyun W. Arief Raka Wahyu Aditya JUMLAH Banyaknya siswa yang tuntas Banyaknya siswa yang tidak tuntas Persentase ketuntasan belajar Rata – rata kelas Data lebih lengkap dapat dilihat pada lampiran 33. Dari hasil diatas dapat dilihat bahwa nilai rata-rata kemampuan komunikasi matematika siswa pada siklus 1 adalah 66,67 dengan ketuntasan belajar klasikal adalah 44 %. 4) Angket Sikap Siswa No. 1 2 3 4 5 Nama Siswa Hasan Viny Yuyun W. Evi Wulandari Eva Kurniawati Nana Indriyani Skor 9 9 7 8 10 NILAI 79 84 58 58 58 63 74 68 58 600 4 orang 5 orang 44 % 66,67 KETUNTASAN Tuntas Tuntas Tidak Tuntas Tidak Tuntas Tidak Tuntas Tidak Tuntas Tuntas Tuntas Tidak Tuntas

58

6 7 8 9

Siti Nurjanah Nilam Nugroho Raka Total Skor Maksimal Persentase

9 7 10 9 78 90 86,67 % Pernyataan Persentase 100,00% 88,89% 88,89% 77,78% 88,89% 100,00% 77,78% 77,78% 100,00% 66,67%

No. 1.

Pembelajaran matematika, adalah pembelajaran yang ditunggu-tunggu. Pembelajaran matematika kali ini menarik 2. 3. Pembelajaran matematika kali ini mudah dipahami (jelas) 4. Pembelajaran matematika menggunakan alat peraga membosankan Pembelajaran matematika menggunakan alat peraga 5. menakutkan Pembelajaran matematika menggunakan alat peraga oleh 6. guru saja sudah mengasyikkan Pembelajaran matematika tidaklah sulit 7. 8. Pembelajaran matematika kali ini menjadikan banyak teman Pembelajaran matematika dengan alat peraga dan 9. bekerja bersama-sama (kelompok) menyenangkan 10. Kesempatan bisa menggunakan alat peraga sendiri dalam pelajaran matematika menyenangkan10 Data lebih lengkap dapat dilihat pada lampiran 43.

Dari hasil diatas dapat dilihat bahwa skor total angket sikap siswa adalah 78 dari skor maksimal 90 sehingga presentasenya 86,67 %. 5) Angket Sikap Guru terhadap Pendampingan No. 1 Pernyataan Kegiatan Pendampingan bersama tenaga kependidikan dari Perguruan Tinggi memberikan manfaat dalam mengembangkan rencana pembelajaran. Kegiatan Pendampingan bersama tenaga kependidikan dari Perguruan Tinggi memberikan tambahan wawasan SS S TS STS Skor

4

2

3

59

dalam merancang pembelajaran inovatif sesuai tuntutan Kurikulum. 3 Kegiatan Pendampingan bersama tenaga kependidikan dari Perguruan Tinggi menyita waktu 4 Kegiatan Pendampingan bersama tenaga kependidikan dari Perguruan Tinggi perlu dilanjutkan sebagai kegiatan rutin dalam pertemuan bulanan. 5 Kegiatan Pendampingan bersama tenaga kependidikan dari Perguruan Tinggi membantu memecahkan √ masalah pembelajaran yang dihadapi guru. 6 Kegiatan Pendampingan bersama tenaga kependidikan dari Perguruan Tinggi menghambat implementasi pembelajaran di Sekolah. 7 Kegiatan Pendampingan bersama tenaga kependidikan dari Perguruan Tinggi tidak efektif. 8 Kegiatan Pendampingan bersama tenaga kependidikan dari Perguruan Tinggi memperjelas materi √ pembelajaran (konsep,prinsip) bagi guru. 9 Kegiatan Pendampingan bersama tenaga kependidikan dari Perguruan Tinggi memotivasi guru lain untuk bergabung. 10 Kegiatan Pendampingan bersama tenaga kependidikan dari Perguruan Tinggi mengganggu program kegiatan sekolah. 11 Umpan balik dari pendamping setelah pembelajaran tidak perlu. 12 Kehadiran pendamping dalam kelas mengganggu pembelajaran bagi guru dan siswa. Total Skor Skor Maksimal Data lebih lengkap dapat dilihat pada lampiran 45.

3

3

4

4

3

4

3

√ √ √

3

4 3 41 48

60

Dari hasil diatas dapat dilihat bahwa skor total angket sikap guru terhadap pendampingan adalah 41 dari skor maksimal 48 sehingga presentasenya 85,42 %.

b. Siklus 2 Penelitian tindakan kelas pada siklus 2 dilaksanakan hari Selasa, tanggal 13 Februari 2007 dengan alokasi waktu 2 jam pelajaran dengan materi pokok Pecahan. Pembelajaran matematika pada siklus 2 memberikan hasil sebagai berikut. 1) Pengamatan Aktivitas Siswa No. 1 2 3 4 Aktivitas/Indikator Melakukan pengamatan terhadap beberapa contoh Memberikan contoh lain Memberikan non contoh Melakukan, misalnya menggunting, memotong, menjiplak, membalik dan membuat bangun-bangun geometri. Melakukan perhitungan sederhana atau secara algoritmik Menerapkan prinsip/aturan secara rutin Mengkomunikasikan gagasan dengan simbol, tabel, diagram atau media lain untuk memperjelas keadaan atau masalah Mendengarkan dan menulis tentang matematika Berdiskusi/kerja kelompok Berpendapat atau bahkan menyanggah kawannya, juga bisa menyanggah gurunya Muncul √ √ √ √ Tidak Skor 4 3 2 4

5 6 7

√ √ √ √ √ √

3 3

4

8 9 10

3 4 3

61

11 12 13 14

Memanipulasi matematika dalam membuat generalisasi Menyusun bukti Menjelaskan gagasan dan pernyataan matematika Mengidentifikasi fakta atau informasi yang diberikan (apa yang diketahui), apa yang ditanyakan atau dibuktikan Menyusun model matematik dan menyelesaikannya untuk masalah nyata. Menjelaskan/menginterpretasikan hasil sesuai masalah Gembira dan merasakan kesenangannya Memiliki perhatian dan minat dalam mempelajari matematika Memiliki rasa ingin tahu Memiliki sikap ulet dan percaya diri dalam memecahkan masalah Skor Total Skor Maksimal

√ √ √ √

4 1 2

3

15

√ √ √ √ √ √

1 3 4 4 4 4 63 80

16 17 18 19 20

Data lebih lengkap dapat dilihat pada lampiran 40. Dari hasil diatas dapat dilihat bahwa skor total aktivitas siswa adalah 63 dari skor maksimal 80 sehingga presentasenya 78,75 %. 2) Pengamatan Guru No Aktivitas guru Pendahuluan 1. 2. 3. 4. 5. Guru menyampaikan materi yang akan dikembangkan Guru menyampaikan tujuan/indikator pembelajaran Guru melakukan apersepsi/ mengungkap materi prasyarat Guru menggunakan alat peraga yang sesuai. Guru menyajikan/mengenalkan √ √ √ √ √ 2 2 2 2 2 Muncul Ya Tidak Skor

62

6.

masalah yang konstektual kepada siswa Guru memotivasi siswa Kegiatan Inti

√ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √

2

7. 8. 9. 10. 11. 12. 13. 14. 15. 16. 17. 18.

Guru memanfaatkan LKS Guru meminta siswa bekerja kelompok Guru memberi petunjuk dengan jelas kegiatan yang harus dilakukan siswa Guru memanfaatkan alat peraga yang sesuai Guru memanfaatkan alat peraga yang benar Guru menyajikan pertanyaanpertanyaan yang menuntun Guru memotivasi siswa Guru memberi umpan balik terhadap respon siswa Guru antusias dalam melaksanakan pembelajaran Guru memberi penguatan kepada siswa Guru menyajikan kegiatan yang mengejutkan siswa. Guru menyajikan/mengembangkan kemampuan memecahkan masalah/soal-soal. Dengan pertanyaan-pertanyaan guru menuntun siswa menemukan konsep/prinsip Guru memberi kesempatan kepada siswa untuk bertanya/menyampaikan pendapat/menanggapi pendapat siswa lain. Penutup Guru bersama siswa membuat simpulan Guru melakukan evaluasi Guru memberikan tugas rumah (PR) Guru memotivasi siswa Skor Total

2 2 2 2 2 2 2 2 2 1 1 2

19.

2

20.

2

21 22 23 24

√ √ √ √

2 2 2 2 46

63

Skor Maksimal Data lebih lengkap dapat dilihat pada lampiran 42.

48

Dari hasil diatas dapat dilihat bahwa skor total aktivitas guru adalah 46 dari skor maksimal 48 sehingga presentasenya 95,83 %. 3) Tes Kemampuan Komunikasi Matematika Siswa NO 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. NAMA SISWA Mohammad Hasan Qulakil Wahab Teguh Nugroho Evi Wulandari Evita Kurniawati Nana Indriyani Siti Nurjanah Trias Nilam Prabandani Viny Yuyun W. Arief Raka Wahyu Aditya JUMLAH Banyaknya siswa yang tuntas Banyaknya siswa yang tidak tuntas Persentase ketuntasan belajar Rata – rata kelas Data lebih lengkap dapat dilihat pada lampiran 34. Dari hasil diatas dapat dilihat bahwa nilai rata-rata kemampuan komunikasi matematika siswa pada siklus 1 adalah 85 dengan ketuntasan belajar klasikal adalah 88,89 %. 4) Angket Sikap Siswa No. 1 2 Nama Siswa Hasan Viny Yuyun W. Skor 10 10 NILAI 70 100 94 94 70 85 94 100 58 765 8 orang 1 orang 88,89 % 85 KETUNTASAN Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tidak Tuntas

64

3 4 5 6 7 8 9

Evi Wulandari Eva Kurniawati Nana Indriyani Siti Nurjanah Nilam Nugroho Raka Total Skor Maksimal Persentase

10 9 9 9 10 10 10 87 90 96,67 %

No. 1.

Pernyataan

Persentase 100,00% 88,89% 100,00% 100,00% 100,00% 100,00% 77,78% 100,00% 100,00% 100,00%

Pembelajaran matematika, adalah pembelajaran yang ditunggu-tunggu. 2. Pembelajaran matematika kali ini menarik 3. Pembelajaran matematika kali ini mudah dipahami (jelas) 4. Pembelajaran matematika menggunakan alat peraga membosankan 5. Pembelajaran matematika menggunakan alat peraga menakutkan 6. Pembelajaran matematika menggunakan alat peraga oleh guru saja sudah mengasyikkan 7. Pembelajaran matematika tidaklah sulit 8. Pembelajaran matematika kali ini menjadikan banyak teman 9. Pembelajaran matematika dengan alat peraga dan bekerja bersama-sama (kelompok) menyenangkan 10. Kesempatan bisa menggunakan alat peraga sendiri dalam pelajaran matematika menyenangkan Data lebih lengkap dapat dilihat pada lampiran 44.

Dari hasil diatas dapat dilihat bahwa skor total angket sikap siswa adalah 87 dari skor maksimal 90 sehingga persentasenya 96,67 %. 5) Angket Sikap Guru terhadap Pendampingan No. 1 Pernyataan Kegiatan Pendampingan bersama tenaga kependidikan dari Perguruan Tinggi memberikan manfaat dalam mengembangkan rencana SS S √ TS STS Skor 3

65

2

3

4

5

6

7

8

9

10

11 12

pembelajaran. Kegiatan Pendampingan bersama tenaga kependidikan dari Perguruan Tinggi memberikan tambahan wawasan dalam merancang pembelajaran inovatif sesuai tuntutan Kurikulum. Kegiatan Pendampingan bersama tenaga kependidikan dari Perguruan Tinggi menyita waktu Kegiatan Pendampingan bersama tenaga kependidikan dari Perguruan Tinggi perlu dilanjutkan sebagai kegiatan rutin dalam pertemuan bulanan. Kegiatan Pendampingan bersama tenaga kependidikan dari Perguruan Tinggi membantu memecahkan masalah pembelajaran yang dihadapi guru. Kegiatan Pendampingan bersama tenaga kependidikan dari Perguruan Tinggi menghambat implementasi pembelajaran di Sekolah. Kegiatan Pendampingan bersama tenaga kependidikan dari Perguruan Tinggi tidak efektif. Kegiatan Pendampingan bersama tenaga kependidikan dari Perguruan Tinggi memperjelas materi pembelajaran (konsep,prinsip) bagi guru. Kegiatan Pendampingan bersama tenaga kependidikan dari Perguruan Tinggi memotivasi guru lain untuk bergabung. Kegiatan Pendampingan bersama tenaga kependidikan dari Perguruan Tinggi mengganggu program kegiatan sekolah. Umpan balik dari pendamping setelah pembelajaran tidak perlu. Kehadiran pendamping dalam kelas mengganggu pembelajaran bagi guru dan siswa. Total Skor

4

3

4

4

4

3

4

3

√ √ √

3

4 3 42

66

Skor Maksimal Data lebih lengkap dapat dilihat pada lampiran 46. Dari hasil diatas dapat dilihat bahwa skor total angket sikap guru terhadap pendampingan adalah 42 dari skor maksimal 48 sehingga presentasenya 87,5 %.

48

Berdasarkan pengamatan pada pelaksanaan pembelajaran baik siklus 1 maupun siklus 2, diperoleh hasil sebagai berikut. 1. Hasil Pengamatan Siswa Setelah diamati dan dicatat oleh guru pengamat/peneliti mengenai keaktifan siswa diperoleh data seperti tampak pada gambar dibawah ini (Lamp. 39 dan 40).
DIAGRAM 1 Hasil Pengamatan Siswa
5 4 Skor 3 2 1 0 1 3 5 7 9 11 13 15 17 19 Aktivitas Siswa Siklus 1 Siklus 2

Kriteria : Kurang (skor 1) Cukup (skor 2) Baik (skor 3)

: 0 - 25 % siswa melakukan aktivitas : 26 – 50 % siswa melakukan aktivitas : 51 - 75 % siswa melakukan aktivitas

67

Sangat Baik (skor 4) : 76 – 100 % siswa melakukan aktivitas Keaktifan siswa pada siklus 1 mencapai 60 % (Lamp.39). Keaktifan siswa pada siklus 2 mencapai 78,75 % (Lamp.40).

2. Hasil Pengamatan Guru Setelah diamati dan dicatat oleh guru pengamat/peneliti tentang guru yang diamati diperoleh data seperti tampak pada gambar dibawah ini (data dapat dilihat pada Lamp.41 dan 42).

DIAGRAM 2 Hasil Pengamatan Guru
100 80 60 40 20 0 Kurang Cukup Baik Siklus 1 Siklus 2

Kriteria : - Baik - Cukup - Kurang

: 76 – 100 % guru melakukan aktivitas : 31 – 75 % guru melakukan aktivitas : 0 – 30 % guru melakukan aktivitas

68

3. Hasil Tes Kemampuan Komunikasi Matematika Hasil tes kemampuan komunikasi matematika siklus 1 dan siklus 2 terhadap 9 siswa seperti tampak pada diagram 3 (Lamp.33 dan 34).
DIAGRAM 3 Hasil Tes Kemampuan Komunikasi Matematika
100 80 60 40 20 0 Tuntas Tidak Tuntas Nilai Rata-Rata Siklus 1 Siklus 2

Kriteria: - Tuntas - Tidak Tuntas

: nilai ≥ 70 : nilai < 70

4. Hasil Angket Sikap Siswa
DIAGRAM 4 Hasil Angket Sikap Siswa
120 100 80 60 40 20 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Pernyataan keSiklus 1 Siklus 2

69

Hasil angket sikap siswa terhadap pembelajaran pada siklus 1 dan 2 tampak pada gambar diatas (Lamp.43 dan 44). Kriteria : - Baik : 76 – 100 % siswa senang terhadap pembelajaran

- Cukup : 31 – 75 % siswa cukup senang terhadap pembelajaran - Kurang : 0 – 30 % siswa kurang senang terhadap pembelajaran

5. Hasil Angket Sikap Guru Terhadap Pendampingan Hasil angket sikap guru terhadap pendampingan pada siklus 1 dan 2 tampak pada gambar dibawah ini (Lamp.45 dan 46).
DIAGRAM 5 Hasil Angket Sikap Guru Terhadap Pendampingan
88 87.5 87 86.5 86 85.5 85 84.5 84 Siklus 1 Siklus 2

Kriteria : - Baik

: 76 – 100 % guru senang terhadap pendampingan

- Cukup : 31 – 75 % guru cukup senang terhadap pendampingan - Kurang : 0 – 30 % guru kurang senang terhadap pendampingan

70

B. Pembahasan 1. Siklus 1 Pembelajaran yang digunakan dalam penelitian ini adalah

pembelajaran dengan kurikulum berbasis kompetensi (KBK) dengan pendekatan konstekstual yang terdiri konstruktivisme (constructivism), menemukan (inquiry), bertanya (questioning), masyarakat belajar

(learning community), pemodelan (modelling), refleksi (reflection), penilaian yang sebenarnya (authentic assessment). Pembelajaran dalam penelitian ini menggunakan alat peraga sebagai ciri pembelajarannya. Guru mengajarkan konsep KPK dengan menggunakan alat peraga sebagai model matematika yang abstrak agar siswa lebih mudah untuk memahami materi secara konkret. Hal ini sesuai dengan teori pemodelan (modelling). Selain itu, guru juga menggunakan LKS. Dalam

pembelajaran, siswa bekerja kelompok (learning community) untuk mengerjakan LKS dengan menggunakan alat peraga. Apabila siswa merasa kesulitan, siswa bisa bertanya (questioning) kepada temannya atau gurunya. Siswa juga bisa mencocokkan jawaban LKS dengan teman sekelasnya ketika dibahas bersama (reflection). Dalam penelitian ini juga ada pendampingan. Pendampingan dalam penelitian ini berarti guru dan peneliti bersama-sama dalam merancang pembelajaran, melaksanakan pembelajaran hingga melakukan refleksi di sekolah dimana guru bertugas. Mahasiswa sebagai pendamping dan yang didampingi adalah guru kelas IV SDN Sekaran 2. Pendampingan

71

diupayakan untuk menumbuhkan keberdayaan dan keswadayaan agar guru yang didampingi dapat mengembangkan pembelajaran matematika dengan KBK. Pendamping berperan sebagai motivator. Dalam hal ini, pendamping memberikan motivasi kepada guru untuk mengenali potensi dan permasalahan sehingga dapat mengembangkan potensi tersebut untuk memecahkan masalah. Selain itu, pendamping berperan sebagai fasilitator. Dalam hal ini, pendamping membuat RP 1 yang sesuai dengan tuntutan KBK dengan skenario pembelajaran yang operasional disertai tanya jawab antara guru dan siswa, menyediakan alat peraga KPK dan LKS 1 yang dikerjakan secara kelompok. Pendamping juga berperan sebagai

katalisator. Dalam hal ini, pendamping sebagai penghubung antara guru dengan instansi yaitu jurusan matematika FMIPA UNNES. Untuk hasil-hasil yang dapat diukur adalah sebagai berikut. a. Aktivitas Siswa Dari hasil pengamatan aktivitas siswa diperoleh presentasenya 60%. Hal ini berarti aktivitas siswa dalam proses pembelajaran matematika cukup baik. Selama proses pembelajaran berlangsung, siswa mengikuti dan memperhatikan pembelajaran dengan baik tetapi masih ada beberapa siswa yang tidak paham dengan materi tersebut sehingga ketika guru bertanya secara lesan masih ada siswa yang tidak bisa menjawab.

72

Keberanian siswa dalam mempraktekkan alat peraga juga masih kurang. Hal ini dapat dilihat ketika guru meminta siswa untuk maju ke depan kelas mempraktekkan alat peraga KPK dalam memberikan contoh kelipatan 2 dan 3. Hanya ada 3 orang siswa yang berani mempraktekkan alat peraga di depan kelas. Dari pengamatan peneliti, tidak semua siswa aktif berdiskusi dan bekerja sama dalam kelompok untuk menyelesaikan soal dalam LKS. Pengerjaan LKS didominasi oleh siswa yang pandai. Hanya ada 2 orang siswa yang belum aktif dalam berdiskusi. Keaktifan siswa dalam bertanya dan menjawab pertanyaan guru masih kurang. Hal ini dapat dilihat hanya ada 4 orang yang berani bertanya ketika mengalami kesulitan dan ketidakpahaman materi selama pembelajaran. Ketika guru mengajukan pertanyaan lesan, hanya ada 4 siswa yang berani tunjuk jari untuk menjawab pertanyaan guru. Keberanian siswa dalam mengemukakan pendapatnya masih kurang. Hal ini dapat dilihat dari pengerjaan latihan soal. Siswa diam saja meskipun sudah selesai mengerjakan, hanya 3 orang siswa yang berani tunjuk jari untuk mengerjakan latihan soal di depan kelas. Pada siklus 1, guru tidak memberikan waktu yang jelas selama pengerjaan LKS 1. Selain itu, guru tidak memberi kesempatan siswa untuk mempresentasikan hasil kerja kelompok (LKS 1) di depan kelas. LKS 1 dibahas bersama-sama dengan guru yang menjawab dan siswa

73

hanya mencocokkan. Hal itu dikarenakan waktu pembelajaran tinggal sedikit sehingga tidak cukup jika siswa harus presentasi di depan kelas. b. Aktivitas Guru Dari hasil pengamatan guru diperoleh presentasenya 75 %. Hal ini berarti aktivitas guru selama pembelajaran sudah baik. Hanya ada beberapa kelemahan dan kekurangan guru selama pembelajaran. Pada kegiatan pendahuluan, guru menyiapkan kondisi fisik kelas dan menyampaikan tujuan/ indikator pembelajaran seperti dalam RP 1. Selain itu, guru juga memberikan materi prasyarat sebagai apersepsi dengan metode tanya jawab dan menggunakan peraga sedotan. Kekurangan guru pada kegiatan ini adalah guru tidak mengajukan masalah konstekstual.dan guru belum memanfaatkan alat peraga secara maksimal. Pada kegiatan inti, guru sudah memanfaatkan LKS dan bekerja kelompok. Guru membagi siswa menjadi tiga kelompok dan setiap kelompok terdiri dari 3 siswa. Setiap kelompok mendapat alat peraga KPK (kelompok) dan LKS 1. Guru berkeliling untuk memberikan bantuan jika ada siswa/kelompok yang mengalami kesulitan. Setelah kelompok selesai mengerjakan LKS 1, guru membahas bersama jawaban LKS 1 setiap kelompok. Guru tidak memberi kesempatan kepada siswa untuk mempresentasikan hasil kelompoknya ke depan kelas. Guru juga belum memberi waktu yang cukup jelas untuk pengerjaan LKS.

74

Pada kegiatan penutup, guru membuat kesimpulan, melakukan evaluasi, memberikan tugas rumah dan memotivasi siswa. Dalam hal ini, kegiatan penutup sudah dilakukan cukup baik oleh guru. c. Kemampuan Komunikasi Matematika Hasil tes siklus 1 yang terdapat di lampiran 33, nilai rata-rata kemampuan komunikasi matematika kelas pada siklus 1 adalah 66,67 dengan ketuntasan belajar klasikal adalah 44 %. Hal ini belum mencapai indikator keberhasilan yaitu nilai rata-rata kemampuan komunikasi matematika kelas ≥ 70 dengan ketuntasan belajar klasikal 75 % dari jumlah siswa. Karena nilai rata-rata kemampuan komunikasi matematika dan persentase ketuntasan belajar kelas pada siklus 1 belum mencapai indikator keberhasilan maka perlu dilakukan siklus 2. Nilai tertinggi untuk kemampuan komunikasi adalah 84 dan nilai terendahnya adalah 58. Hal ini berarti kemampuan siswa tidak merata. Dari pengamatan yang peneliti lakukan, ada beberapa siswa yang memang belum paham tentang materi yang diajarkan guru dan siswa tersebut tidak berani bertanya sehingga nilai kemampuan

komunikasinya masih rendah. Dari hasil pembelajaran, dalam mengerjakan LKS sudah cukup baik. Namun kelemahannya adalah pembagian kerja dalam mengerjakan LKS kurang merata. Pengerjaan LKS masih didominasi oleh siswa yang pandai dalam kelompoknya. Masih ada beberapa siswa yang pasif dalam kelompoknya. Pada

75

umumnya, kesalahan mengerjakan LKS terdapat pada pertanyaan nomor 3 b. 3. Gunakan kertas lain untuk corat-coret kemudian jawablah pertanyaan berikut Jawab : a. Kelipatan persekutuan dari 5 dan 8 adalah ...., .... b. Kelipatan persekutuan dari 6 dan 9 adalah ...., ....

Ada 2 kelompok yang tidak dapat menjawab dengan tepat karena siswa kesulitan menggunakan alat peraga dengan kelipatan angka yang besar. Usaha yang dilakukan guru adalah mengulang kembali penjelasan dengan menggunakan alat peraga kemudian menghitung kelipatan angka tanpa menggunakan alat peraga. Dalam hal ini siswa masih sulit membuat generalisasi. Namun secara keseluruhan kemampuan komunikasi siswa terhadap materi KPK sudah cukup baik. Hal ini karena penggunaan alat peraga dapat meningkatkan kemampuan komunikasi matematika. Selain tes dan LKS, kemampuan komunikasi matematika siswa dapat dilihat pada aktivitas siswa. d. Sikap Siswa terhadap Pembelajaran Dari hasil angket diperoleh presentasenya 86,67 %. Hasil ini sudah sesuai dengan indikator keberhasilan yaitu sikap siswa terhadap pembelajaran matematika ≥ 75 % adalah positif. Karena sikap siswa 86,67 % > 75 % maka dapat disimpulkan bahwa rata-rata siswa mempunyai sikap positif terhadap pembelajaran matematika ini. Dari

76

10 pernyataan pada angket siswa, pernyataan ke-10 yang paling rendah presentasenya (66,67%) yaitu kesempatan bisa menggunakan alat peraga sendiri dalam pelajaran matematika menyenangkan. Hal itu berarti hanya 6 siswa yang setuju kalau kesempatan menggunakan alat peraga sendiri menyenangkan, sedangkan 3 siswa yang lain tidak setuju. Pernyataan tersebut menjadi presentase yang paling rendah dikarenakan siswa tidak terbiasa menggunakan alat peraga dalam pembelajaran matematika sehingga ketika ada kesempatan

menggunakan alat peraga maka ada beberapa siswa tidak senang. Banyaknya siswa yang setuju lebih banyak daripada siswa yang tidak setuju sehingga rata-rata siswa di kelas tersebut merasakan kesenangannya bisa menggunakaan alat peraga dalam pelajaran matematika. Untuk pernyataan yang lain hasil presentasenya sudah baik. e. Sikap Guru terhadap Pendampingan Dari hasil angket diperoleh presentasenya 85,42 %. Dari hasil tersebut berarti guru merespon cukup baik dengan adanya

pendampingan. Meskipun pada awalnya guru tidak senang, merasa dianggap tidak bisa karena harus dibimbing peneliti yang dalam hal ini adalah mahasiswa. Awalnya guru tidak mau mengajar justru peneliti yang disuruh mengajar tapi karena telah diberi pengertian peneliti tentang arti pendampingan, akhirnya guru pun setuju dan mau mengajar sesuai dengan perangkat pembelajaran yang telah dibuat

77

peneliti (pendamping). Selama pelaksanaan pembelajaran KBK, guru berusaha sebaik mungkin melaksanakan pembelajaran seperti dalam RP 1.

2. Siklus 2 a. Aktivitas Siswa Dari hasil pengamatan aktivitas siswa diperoleh presentasenya 78,75%. Hasil pengamatan aktivitas siswa pada siklus 2 ini lebih meningkat dibandingkan siklus 1, hal inilah yang diharapkan oleh peneliti. Kekurangan – kekurangan yang muncul pada siklus 1 sebisa mungkin diperbaiki pada siklus 2. Guru berusaha memunculkan aktivitas siswa yang belum muncul. Guru juga berusaha meningkatkan aktivitas siswa yang sudah muncul pada siklus 1. Hampir semua aktivitas siswa yang terdapat pada lembar aktivitas siswa muncul dalam proses pembelajaran pada siklus 2. Ada 2 aktivitas yang belum muncul, yaitu kegiatan menyusun bukti serta menyusun model matematik dan menyelesaikannya untuk masalah nyata. Dalam pembelajaran matematika pada siklus 2 ini, guru memang tidak meminta siswa untuk menyusun bukti maupun menyusun model matematik dan menyelesaikannya untuk masalah nyata. Hal itu terjadi karena pada siklus 2 ini guru hanya menjelaskan dan mengenalkan tentang konsep pecahan sehingga siswa tidak harus menyusun bukti. Selama proses pembelajaran berlangsung, siswa mengikuti dan

78

memperhatikan pembelajaran ini dengan baik. Hal itu dapat dilihat dari keaktifan siswa dalam menjawab pertanyaan guru. Pada siklus 2 ini, hampir semua siswa berani tunjuk jari untuk menjawab pertanyaaan guru secara langsung. Sedangkan untuk aktivitas siswa dalam pengerjaan LKS 2, semua siswa aktif berdiskusi dan bekerja sama dalam kelompok untuk menyelesaikan soal dalam LKS 2. Guru juga memberi kesempatan kepada siswa untuk mempresentasikan hasil kelompoknya di depan kelas. b. Aktivitas Guru Dari hasil pengamatan aktivitas guru diperoleh presentasenya 95,83 %. Hasil pengamatan aktivitas guru pada siklus 2 ini lebih meningkat dibandingkan siklus 1. Guru berusaha memperbaiki dan menambahkan aktivitas-aktivitas yang belum muncul pada siklus 1. Semua indikator aktivitas guru muncul pada pembelajaran di siklus 2 ini. Hanya ada 2 aktivitas guru yang muncul dengan nilai cukup. Aktivitas tersebut adalah guru memberi penguatan kepada siswa dan guru menyajikan kegiatan yang mengejutkan siswa. Untuk kegiatan yang mengejutkan siswa, guru hanya terpancang dalam LKS 2. Selain itu, guru juga kurang memberi penguatan misalnya siswa menjawab pertanyaan dengan benar. Guru cenderung sering memberi penguatan kepada siswa yang pandai. Pada awal kegiatan inti, guru tidak melaksanakan pembelajaran sesuai dengan RP yaitu pada saat guru memotong kertas menjadi 2 bagian yang sama besar dan tidak

79

kemudian ditempel di papan gabus. Dalam RP 2, seharusnya yang memotong kertas itu adalah siswa. Untuk indikator aktivitas guru yang lain, guru sudah melakukan dengan baik mulai dari kegiatan pendahuluan sampai kegiatan penutup. Ini merupakan hasil dari adanya pendampingan. Dengan adanya pendampingan, guru dapat termotivasi untuk melakukan pembelajaran matematika KBK dengan bercirikan pendayagunaan alat peraga sehingga hasilnya pun sangat baik. Hal ini sesuai dengan peran pendamping sebagai motivator. c. Kemampuan Komunikasi Matematika Hasil tes siklus 2 yang terdapat di lampiran 34, nilai rata-rata kemampuan komunikasi matematika kelas pada siklus 2 adalah 85 dengan ketuntasan belajar klasikal adalah 88,89 %. Nilai rata-rata kemampuan komunikasi matematika siswa mengalami peningkatan dari siklus 1 ke siklus 2. Karena nilai rata-rata kemampuan komunikasi matematika siswa adalah 85 > 70 dan ketuntasan belajar klasikal 88,89% > 75% sehingga dapat dikatakan bahwa pada siklus 2 sudah mencapai indikator keberhasilan. Nilai tertinggi untuk kemampuan komunikasi matematika adalah 100, sedangkan nilai terendahnya adalah 58. Ternyata jarak antara nilai tertinggi dan nilai terendah cukup besar tetapi hanya ada satu siswa yang nilainya kurang dari 70. Siswa tersebut adalah Arief Raka Wahyu Aditya dengan nilai 58. Siswa tersebut memang mempunyai kemampuan yang rendah. Hal itu dapat dilihat dari nilai rata-rata pada siklus 1. Nilainya tidak

80

mengalami peningkatan dari siklus 1 ke siklus 2. Ini berarti secara umum nilai siswa sudah baik, yang mendapat nilai diatas 70 ada 8 siswa dari 9 siswa sehingga dapat disimpulkan bahwa kemampuan siswa merata. Dari hasil penelitian diatas menyatakan bahwa kemampuan komunikasi matematika pada siklus 2 meningkat. Hal ini sesuai dengan teori Piaget yang mengemukakan tiga prinsip utama pembelajaran, yaitu (1) belajar aktif, (2) belajar lewat interaksi sosial, dan (3) belajar lewat pengalaman sendiri. Dalam penelitian ini, siswa belajar aktif dengan LKS dan alat peraga. Selain itu, siswa juga belajar bekerja kelompok dengan siswa yang lain yang kelompoknya sudah dibagi oleh gurunya. Dengan menggunakan alat peraga, siswa belajar dengan pengalaman sendiri karena langsung menggunakan alat peraga dengan cara mencoba-coba. Selain itu, ada teori Mandigers yang menyatakan bahwa salah satu prinsip yang harus diperhatikan guru agar anak mudah dan berhasil dalam belajar adalah prinsip peragaan. Ada juga teori prinsip pembelajaran yang bersumber dari teori behavioristik yaitu pembelajaran dapat menimbulkan proses belajar dengan baik bila (1) si belajar berpartisipasi secara aktif, (2) materi disusun dalam bentuk unit-unit kecil dan diorganisir secara sistematis dan logis, dan (3) tiap respon si pebelajar diberi balikan dan disertai penguatan. Dalam penelitian ini, keaktifan siswa merupakan hal yang paling utama (siswa berpartisipasi secara aktif dalam pembelajaran).

81

Guru juga menjelaskan materi yang diberikan kepada siswa secara sistematis dan logis. Selain itu, guru juga memberi penguatan berupa ucapan kepada siswa yang bisa menjawab pertanyaan guru dengan benar. Guru juga memberi umpan balik apabila siswa tidak bisa menjawab dengan benar. Umpan balik tersebut adalah guru tidak langsung menyalahkan jawaban siswa tetapi memberi kesempatan kepada siswa lain untuk menjawab kemudian baru dibahas bersamasama. Jika siswa mendapat nilai tes tertinggi maka guru memberikan hadiah. Hal itu juga sesuai dengan teori kerucut pengalaman belajar yang menyatakan bahwa proses belajar akan mencapai hasil 90 % apabila sudah mencapai tahap katakan dan lakukan. Dalam penelitian ini, siswa aktif dalam bertanya dan menjawab pertanyaan guru serta melakukan peragaan dengan menggunakan alat peraga sehingga proses belajar berhasil dan akibatnya nilai kemampuan komunikasi

matematika meningkat. d. Sikap Siswa terhadap Pembelajaran Dari hasil angket diperoleh presentasenya 96,67 %. Hasil ini sudah sesuai dengan indikator keberhasilan yaitu sikap siswa terhadap pembelajaran matematika ≥ 75 % adalah positif. Sikap siswa terhadap pembelajaran mengalami peningkatan dari siklus 1 ke siklus 2. Karena sikap siswa 96,67 % > 75 % maka dapat disimpulkan bahwa rata-rata siswa mempunyai sikap positif terhadap pembelajaran matematika ini.

82

Dari 10 pernyataan pada angket siswa, hampir semua persentasenya tinggi. Pada siklus 2 ini, persentase yang paling rendah adalah 77,78%. Sikap adalah kemampuan menerima atau menolak obyek berdasarkan penilaian terhadap obyek tersebut. Karena persentase pernyataan yang paling rendah adalah 77,78 % > 75 % maka sesuai dengan definisi sikap maka siswa menerima semua pernyataan yang ada pada lembar angket sikap siswa. Artinya sikap siswa terhadap pembelajaran matematika yang bercirikan pendayagunaan alat peraga ini positif. e. Sikap Guru terhadap Pendampingan Dari hasil angket diperoleh presentasenya 87,5 %. Hasil ini mengalami peningkatan dari siklus 1 ke siklus 2. Sesuai dengan hasil tersebut, berarti guru merespon baik dengan adanya pendampingan. Guru berusaha sebaik mungkin melaksanakan pembelajaran sesuai dengan RP 2. Selain itu, guru juga menerima saran dan kritik dari pendamping. Hal itu karena pendamping sudah melaksanakan perannya yaitu sebagai motivator, fasilitator dan katalisator. Pendamping berperan sebagai motivator. Dalam hal ini, pendamping memberikan motivasi kepada guru untuk mengenali potensi dan permasalahan sehingga dapat mengembangkan potensi tersebut untuk memecahkan masalah. Selain itu, pendamping berperan sebagai fasilitator. Dalam hal ini, pendamping membuat RP 2 yang sesuai dengan tuntutan KBK dengan skenario pembelajaran yang

83

operasional disertai tanya jawab antara guru dan siswa, menyediakan alat peraga Pecahan dan LKS 2 yang dikerjakan secara kelompok. Pendamping juga berperan sebagai katalisator. Dalam hal ini,

pendamping sebagai penghubung antara guru dengan instansi yaitu jurusan matematika FMIPA UNNES. Secara umum dapat dikatakan bahwa dari siklus 1 ke siklus 2 ada peningkatan yang cukup baik. Ini berarti bahwa pembelajaran matematika KBK bercirikan pendayagunaan alat peraga yang diterapkan dengan pendampingan memberikan hasil sesuai yang diharapkan oleh peneliti.

BAB V PENUTUP

A. Simpulan Dari seluruh pelaksanaan penelitian tindakan kelas di kelas IV SD Negeri Sekaran 2, Kec.Gunungpati, Semarang dapat disimpulkan sebagai berikut. 1. Pembelajaran KBK bercirikan pendayagunaan alat peraga dan

pendampingan dapat meningkatkan kemampuan komunikasi matematika siswa kelas IV SD Negeri Sekaran 2 pada materi pokok KPK dan Pecahan tahun pelajaran 2006/2007. Peningkatan kemampuan komunikasi

matematika ini terlihat dari adanya peningkatan hasil tes akhir pada setiap siklus. Hasil tes akhir siklus 1, nilai rata-rata kemampuan komunikasi matematika siswa 66,67 dengan ketuntasan belajar klasikal 44 %. Sedangkan pada tes akhir siklus 2, nilai rata-rata kemampuan komunikasi matematika siswa 85 dengan ketuntasan belajar klasikal 88,89 %. 2. Pembelajaran KBK bercirikan pendayagunaan alat peraga dan

pendampingan dapat meningkatkan sikap siswa, sikap guru terhadap pendampingan, aktivitas siswa dan aktivitas guru. B. Saran Berdasarkan pengalaman selama melaksanakan penelitian tindakan kelas di kelas IV SD Negeri Sekaran 2 Kec.Gunungpati Semarang, peneliti menyarankan :

85

1. Penggunaan pembelajaran KBK bercirikan pendayagunaan alat peraga sebaiknya dikembangkan pada pokok bahasan yang lain untuk meningkatkan kemampuan komunikasi matematika siswa. 2. Guru hendaknya menggunakan alat peraga klasikal dan alat peraga kelompok dalam pembelajaran matematika agar siswa lebih mudah memahami materi secara konkret. 3. Meskipun penelitian tindakan kelas ini hanya sampai 2 siklus namun guru hendaknya terus mengadakan penelitian selanjutnya agar kemampuan komunikasi matematika siswa dapat lebih baik lagi.

DAFTAR PUSTAKA

Arifin, Zaenal. 1991. Evaluasi Instruksional Prinsip-Teknik-Prosedur. Bandung: PT Remaja Rosdakarya. Arsyad, Azhar. 2002. Media Pembelajaran. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada. Asikin, M. 2001. Komunikasi Matematika dalam RME. Makalah Seminar. Disajikan dalam Seminar Nasional RME di Universitas Sanata Darma Yogyakarta., 14-15 Nopember 2001. Depdikas. 2003. Kurikulum 2004 Standar Kompetensi Mata Pelajaran Matematika Sekolah Menengah Pertama dan Madrasah Tsanawiyah. Jakarta: Depdiknas. Dimyati dan Mudjiono. 2002. Belajar dan Pembelajaran. Jakarta: Rineka Cipta. Dirjen Dikdasmen. 2002. Pendekatan Kontekstual (Contextual Teaching and Learning). Jakarta :Depdiknas. Hidayah, Isti dkk. 2000. Pengembangan Model Pembelajaran Matematika Bercirikan Pendayagunaan Alat Peraga di SD. Dalam Jurnal Penelitian Pendidikan Lembaga Penelitian UNNES. _______________. 2006. Strategi Pelatihan Guru SD untuk Melaksanakan Pembelajaran Matematika Kurikulum 2004 dengan Pemodelan VCD dan Pendampingan. Dalam Usulan Research Grant Program Due-Like Batch III Jurusan Matematika FMIPA UNNES. Hudojo, Herman. 2005. Pengembangan Kurikulum Matematika. Malang: Universitas Negeri Malang. dan Pembelajaran

Makhmudah, Siti. 2006. Meningkatkan Kemampuan Komunikasi Matematika Siswa SMP Kelas VII semester II pada pokok bahasan Segiempat melalui model Pembelajaran Kooperatif tipe Jigsaw di SMPN 1 Demak.Skripsi. Mulyasa, E. 2002. Kurikulum Berbasis Kompetensi. Bandung: PT Remaja Rosdakarya. Muzaqi. 2007. Peran Pendampingan dalam Pelaksanaan Pembelajaran di Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat. Laporan. http://www.damandiri.or.id/file/muzaqiunair.pdf Nurhadi, dkk. 2004. Pembelajaran Kontekstual dan Penerapannya dalam KBK. Malang : UNM.

86

Poerwadarminta, W.J.S. 1999. Kamus Umum Bahasa Indonesia. Jakarta:Balai Pustaka. Sugandi, Achmad. 2004. Teori Pembelajaran. Semarang: UPT MKK UNNES. Sugiarto dan Isti Hidayah. 2005. Workshop Pendidikan Matematika 1. Semarang: UNNES. _____________________. 2007. Pemanfaatan Alat Peraga dalam Pembelajaran Matematika di SD/MI. Semarang: UNNES. Sugeng dkk. 2004. Matematika Sekolah Dasar Kelas IV. Semarang: Pemerintah Kota Semarang. Suherman, Erman, dkk. 2003. Strategi Pembelajaran Matematika Kontemporer. Bandung: JICA UPI. Suhito. 1986. Diagnosis Semarang:UNNES. Kesulitan Belajar dan Pengajaran Remidial.

Suyati dan M. Khafid Kasri. 2003. Matematika SD Penekanan pada Berhitung Jilid 4B. Jakarta: Erlangga. Suyitno, Amin. 2004.Dasar-Dasar dan Proses Pembelajaran Matematika I. Semarang: UNNES. _____________. 2007. Hand-Out Pendidikan Matematika I. Semarang : UNNES. _____________. 2005. Petunjuk Praktis Penelitian TIndakan Kelas untuk Penyusunan Skripsi. Semarang : UNNES. Suwito, Uwar. 1989. Komunikasi Untuk Pembangunan. Yogyakarta: IKIP. Zain, Aswan dan Syaiful Bahri Djamarah. 1995. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta: Rineka Cipta. Utari-Sumarmo. 2004. Pembelajaran Matematika untuk Mendukung Pelaksanaan Kurikulum Berbasis Kompetensi. Makalah disajikan pada Pelatihan Guru Matematika di Jurusan Matematika ITB. April 2004. www.ekofeum.or.id/artikel.php?cid=51

87

Lampiran 1

88

DAFTAR NAMA SISWA KELAS IV SDN SEKARAN 02 NO 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. NAMA SISWA Mohammad Hasan Qulakil Wahab Teguh Nugroho Evi Wulandari Evita Kurniawati Nana Indriyani Siti Nurjanah Trias Nilam Prabandani Viny Yuyun W. Arief Raka Wahyu Aditya JENIS KELAMIN L L P P P P P P L

Lampiran 2

89

SOAL UJI COBA INSTRUMEN SIKLUS 1
Nama No.Absen : …………… : ……………

Kerjakan soal-soal dibawah ini! 1. Bilangan kelipatan 4 adalah ..... Bilangan kelipatan 5 adalah .... Kelipatan persekutuan dari 4 dan 5 adalah .... 2. Bilangan kelipatan 5 adalah.... Bilangan kelipatan 6 adalah .... Kelipatan persekutuan dari 5 dan 6 adalah .... 3. KPK dari 12 dan 18 adalah .... 4. Ani sedang sakit flu. Setiap hari ia harus minum obat setiap 6 jam sekali. Selain itu, ia juga harus minum vitamin setiap 8 jam sekali. Jika ia minum obat dan vitamin itu sekarang, maka berapa jam lagikah ia kembali minum obat dan vitamin itu bersamaan?

90 Lampiran 3

KUNCI JAWABAN UJI COBA INSTRUMEN SIKLUS 1

1. Bilangan kelipatan 4 adalah 4,8,12,16,20,24,28,32,36,40 Bilangan kelipatan 5 adalah 5,10,15,20,25,30,35,40 Kelipatan persekutuan dari 4 dan 5 adalah 20,40 2. Bilangan kelipatan 5 adalah 5,10,15,20,25,30,35,40,45,50,55,60 Bilangan kelipatan 6 adalah 6,12,18,24,30,36,42,48,54,60 Kelipatan persekutuan dari 5 dan 6 adalah 30,60 3. Bilangan kelipatan 12 adalah 12,24,36,48,60,72 Bilangan kelipatan 18 adalah 18,36,54,72 KPK dari 12 dan 18 adalah 36. 4. Bilangan kelipatan 8 adalah 8,16,24,32,40,48,56 Bilangan kelipatan 6 adalah 6,12,18,24,30,36,42,48,54 KPK dari 8 dan 6 adalah 24. Jadi Ani minum obat dan vitamin itu bersamaan lagi setelah 24 jam dari sekarang.

91

Lampiran 4

PEDOMAN PENILAIAN SOAL UJI COBA INSTRUMEN SIKLUS 1 A. Skor a. Nomor 1 dan 2 1. Tidak dikerjakan/dikerjakan, jawaban salah skor 0 2. Dikerjakan setiap bagian tidak lengkap, jawaban benar skor 1 3. Dikerjakan setiap bagian, jawaban benar skor 2 4. Dikerjakan semua jawaban benar skor 6 b. Nomor 3 1. Tidak dikerjakan/dikerjakan, jawaban salah skor 0 2. Dikerjakan tidak menggunakan cara, jawaban benar skor 2 3. Dikerjakan dengan menggunakan cara, jawaban benar skor 3 c. Nomor 4 1. Tidak dikerjakan/dikerjakan, jawaban salah skor 0 2. Dikerjakan tidak menggunakan cara, jawaban benar skor 2 3. Dikerjakan dengan menggunakan cara, jawaban benar skor 4 Total Skor = 6 + 6 + 3 + 4 = 19 B. Nilai Jumlah Skor Siswa Nilai = Total Skor Contoh: Jumlah skor Eka = 17 Jumlah Skor Eka X 100

92

Nilai 5 LampiranHasan =

X 100 =

Total Skor

17 X 100 = 89. 19

DATA NILAI TES UJI COBA SOAL INSTRUMEN SIKLUS 1

NO. 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. 13. 14. 15. 16. 17. 18. 19. 20. 21. 22. 23.

NAMA SISWA Eka Ristiyani Wahyu Candra Pamsudi Lina Dewi L. Yusuf Duhriyanto Boby Putra Pratama Arif Pratama Putri Sekarwati Dizki Riski A. Samsul Muarif Mega Karisma Supriatin A.S. Istikomah Nuryanti Bayu Tandio Randi Pratama Sarifudin Fatur Lisa Dwi Putrianti Belinda M.H. Kansa Azizah Siti Isni Anisa Umi Maghfiroh Dwi Arum Kusuma Bimo Adi S.

KODE KPK-1 KPK-2 KPK-3 KPK-4 KPK-5 KPK-6 KPK-7 KPK-8 KPK-9 KPK-10 KPK-11 KPK-12 KPK-13 KPK-14 KPK-15 KPK-16 KPK-17 KPK-18 KPK-19 KPK-20 KPK-21 KPK-22 KPK-23

NILAI TES UJI COBA 89 74 89 89 53 95 79 74 79 79 74 95 95 79 89 74 89 89 84 89 84 84 58

93

24. 25. 26. 27. 28. 29. 30. 31. 32. 33. 34. 35. 36. 37. 38. 39. 40. 41.

Arnik Wijayanti Arif Widodo Candra Adi Soni Darmawan Frindi Kumiawati Musid Tsami Ali Adi Yuda Hanindra Rizkia Nada SP Adi Nugro Nur Isna Sri Gita Hindrawati P.Diah Ningrum Ratri Nur Arifah Silvyana Putri Ilma Ilham Eka Meia Putri M. Musa Ibrahim Pra Andhika Rizky R.

KPK-24 KPK-25 KPK-26 KPK-27 KPK-28 KPK-29 KPK-31 KPK-32 KPK-33 KPK-34 KPK-35 KPK-36 KPK-37 KPK-38 KPK-39 KPK-41 KPK-42 KPK-43

79 89 89 79 89 63 79 100 74 79 89 68 68 84 95 89 100 89

94

Lampiran 6

SOAL UJI COBA INSTRUMEN SIKLUS 2

Nama

: ………………

No.absen : ……………… 1. Perhatikan gambar dibawah ini!

(i)

(ii)

(iii)

a. Daerah yang berwarna kuning menyatakan pecahan berapa? (i) …… (ii) …… (iii) …..

b. Daerah yang tidak berwarna menyatakan pecahan berapa? (i) …… (ii) …… (iii) …..

2. Perhatikan gambar dibawah ini! a. Apakah bagian merah menyatakan pecahan

1 ? 2 .

b. c.

1 Apakah bagian kuning menyatakan pecahan ? 2 1 Apakah bagian hijau menyatakan pecahan ? 2

3. Arsirlah gambar dibawah ini sehingga menyatakan pecahan

a.

1 4

b.

2 6

95

4. Nina mengundang 8 orang teman untuk menghadiri pesta ulang tahunnya. Kue ulang tahun Nina berbentuk persegi panjang. Kue tersebut dibagi menjadi 8 bagian sama besar. Ternyata yang datang pada pesta ulang tahun Nina ada 6 orang. Lampiran 7 a. Berapa bagian kue ulang tahun Nina yang tersisa setelah setiap temannya mendapat 1 bagian kue? b. Coba gambarkan kue ulang tahun Nina dan arsirlah sisa kue!
KUNCI JAWABAN SOAL UJI COBA INSTRUMEN SIKLUS 2

1. a. (i)

1 4 3 4

(ii)

2 4 2 4

(iii)

3 4 1 4

b. (i)

(ii)

(iii)

2. a. Ya b. Tidak c. Ya

3. a.

b.

1 4

2 6

4. a. Diketahui

: 1 kue dibagi menjadi 8 bagian sama besar Yang datang ke pesta ulang tahun Nina ada 6 orang

Ditanya

: Berapa bagian kue ulang tahun Nina yang tersisa setelah setiap temannya mendapat 1 bagian kue?

96

Jawab

: Kue ulang tahun Nina yang diberikan kepada temannya sebanyak 6 bagian kue. Sisa kue ulang tahun Nina = 8 bagian – 6 bagian = 2 bagian kue.

Lampiran 8 b.

PEDOMAN PENSKORAN SOAL UJI COBA INSTRUMEN SIKLUS 2

A. Skor a. Nomor 1.a, 1.b dan 2 1. Tidak dikerjakan sama sekali skor 0 2. Dikerjakan setiap bagian, jawaban salah skor 1 3. Dikerjakan setiap bagian, jawaban benar skor 3 4. Dikerjakan semua, jawaban benar skor 9 b. Nomor 3 dan 4 1. Tidak dikerjakan sama sekali skor 0 2. Dikerjakan setiap bagian, jawaban salah skor 1 3. Dikerjakan setiap bagian, jawaban benar skor 3 4. Dikerjakan semua, jawaban benar skor 6 Total skor = 9 + 9 + 9 + 6 + 6 = 39.

B. Nilai Jumlah Skor Siswa Nilai = Total Skor X 100

97

Contoh: Jumlah skor Eka = 34 Jumlah Skor Hasan Nilai 9 LampiranHasan = Total Skor X 100 =

34 X 100 = 87. 39

DATA NILAI TES UJI COBA SOAL INSTRUMEN SIKLUS 2

NO. 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. 13. 14. 15. 16. 17. 18. 19. 20.

NAMA SISWA Eka Ristiyani Wahyu Candra Pamsudi Lina Dewi L. Yusuf Duhriyanto Boby Putra Pratama Arif Pratama Putri Sekarwati Dizki Riski A. Samsul Muarif Mega Karisma Supriatin A.S. Istikomah Nuryanti Bayu Tandio Randi Pratama Sarifudin Fatur Lisa Dwi Putrianti Belinda M.H. Kansa Azizah Siti Isni Anisa

KODE PEC-1 PEC-2 PEC-3 PEC-4 PEC-5 PEC-6 PEC-7 PEC-8 PEC-9 PEC-10 PEC-11 PEC-12 PEC-13 PEC-14 PEC-15 PEC-16 PEC-17 PEC-18 PEC-19 PEC-20

NILAI TES UJI COBA 87 74 100 67 90 90 90 95 90 82 100 74 79 74 100 56 90 100 90 64

98

21. 22. 23. 24. 25. 26. 27. 28. 29. 30. 31. 32. 33. 34. 35. 36. 37. 38. 39. 40. 41.

Umi Maghfiroh Dwi Arum Kusuma Bimo Adi S. Arnik Wijayanti Arif Widodo Candra Adi Soni Darmawan Frindi Kumiawati Musid Tsami Ali Adi Yuda Hanindra Rizkia Nada SP Adi Nugro Nur Isna Sri Gita Hindrawati P.Diah Ningrum Ratri Nur Arifah Silvyana Putri Ilma Ilham Eka Meia Putri M. Musa Ibrahim Pra Andhika Rizky R.

PEC-21 PEC-22 PEC-23 PEC-24 PEC-25 PEC-26 PEC-27 PEC-28 PEC-29 PEC-31 PEC-32 PEC-33 PEC-34 PEC-35 PEC-36 PEC-37 PEC-38 PEC-39 PEC-41 PEC-42 PEC-43

82 100 97 87 100 97 82 77 85 28 100 87 95 100 46 28 69 85 64 95 82

99

Lampiran 10

99

TABEL ANALISIS BUTIR SOAL URAIAN MATERI KPK
No. Nama Skor No. Soal 2 Y2 X 12 X 2 2 3 4 Total (Y) Skor Maksimal 6 6 3 4 17 289 36 36 6 6 1 4 14 196 36 36 6 6 1 1 17 289 36 36 6 6 2 3 17 289 36 36 6 6 2 3 10 100 16 16 4 4 1 1 18 324 36 36 6 6 2 4 15 225 36 36 6 6 2 1 14 196 36 36 6 6 1 1 15 225 36 36 6 6 2 1 15 225 36 36 6 6 2 1 14 196 36 36 6 6 1 1 18 324 36 36 6 6 2 4 18 324 36 36 6 6 3 3 15 225 36 36 6 6 2 1 17 289 36 36 6 6 2 3 14 196 36 36 6 6 1 1 17 289 36 36 6 6 2 3 17 289 36 36 6 6 2 3 16 256 36 36 6 6 3 1 17 289 36 36 6 6 2 3 16 256 36 36 6 6 1 3 16 256 36 36 6 6 1 3 11 121 36 9 6 3 1 1 15 225 36 36 6 6 2 1 17 289 36 36 6 6 2 3 17 289 36 36 6 6 2 3 15 225 36 36 6 6 2 1 17 289 36 36 6 6 2 3 12 144 36 16 6 4 1 1 15 225 36 36 6 6 2 1 19 361 36 36 6 6 3 4 14 196 36 36 6 6 1 1 15 225 36 36 6 6 2 1 17 289 36 36 6 6 2 3 13 169 9 36 3 6 3 1 13 169 9 36 3 6 3 1 16 256 36 36 6 6 1 3 18 324 36 36 6 6 3 3 17 289 36 36 6 6 2 3 19 361 36 36 6 6 3 4 17 289 36 36 6 6 2 3 238 239 77 90 644 10282 1402 1409 56644 57121 5929 8100 0,4741 0,642 0,48 0,833 1
valid valid valid valid
2 X3
2 X4

X 1Y

X 2 Y X 3Y X 4 Y

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41

KPK-1 KPK-2 KPK-3 KPK-4 KPK-5 KPK-6 KPK-7 KPK-8 KPK-9 KPK-10 KPK-11 KPK-12 KPK-13 KPK-14 KPK-15 KPK-16 KPK-17 KPK-18 KPK-19 KPK-20 KPK-21 KPK-22 KPK-23 KPK-24 KPK-25 KPK-26 KPK-27 KPK-28 KPK-29 KPK-31 KPK-32 KPK-33 KPK-34 KPK-35 KPK-36 KPK-37 KPK-38 KPK-39 KPK-41 KPK-42 KPK-43 Jumlah (∑ X )
2

1 1 4 4 1 4 4 1 4 4 1 4 9 4 4 1 4 4 9 4 1 1 1 4 4 4 4 4 1 4 9 1 4 4 9 9 1 9 4 9 4 163

16 1 9 9 1 16 1 1 1 1 1 16 9 1 9 1 9 9 1 9 9 9 1 1 9 9 1 9 1 1 16 1 1 9 1 1 9 9 9 16 9 252

102 102 17 68 84 84 14 14 102 102 34 51 102 102 34 51 40 40 10 10 108 108 36 72 90 90 30 15 84 84 14 14 90 90 30 15 90 90 30 15 84 84 14 14 108 108 36 72 108 108 54 54 90 90 30 15 102 102 34 51 84 84 14 14 102 102 34 51 102 102 34 51 96 96 48 16 102 102 34 51 96 96 16 48 96 96 16 48 66 33 11 11 90 90 30 15 102 102 34 51 102 102 34 51 90 90 30 15 102 102 34 51 72 48 12 12 90 90 30 15 114 114 57 76 84 84 14 14 90 90 30 15 102 102 34 51 39 78 39 13 39 78 39 13 96 96 16 48 108 108 54 54 102 102 34 51 114 114 57 76 102 102 34 51 3766 3787 1236 1493

Validitas

rxy Kriteria

100
N gagal 2 1 12 TK(%) 4,878 2,439 29,27 Kriteria Mudah Mudah Sedang MH 6 6 2,273 ML 5,8182 5,364 1,364 0 0 4,182 x 12 2 x2 16,182 12,55 2,545 t 1,8962 1,884 3,676 Kriteria sign sign sign varians 0,4985 0,385 0,449 var total 4,0607 r11 0,4598 rtabel 0,308 Kriteria reliabel 19 46,34 Sedang 3,455 1 2,727 0 15,59 sign 1,328 2,6603

Reliabilitas

Daya Pembeda

TK

Lampiran 11 TABEL ANALISIS BUTIR SOAL URAIAN MATERI PECAHAN
No Nama No. Soal 1.b 2 3 Skor Maksimal 9 9 6 9 9 3 3 9 6 9 9 6 3 9 6 9 9 6 9 9 6 9 9 6 9 9 6 9 9 6 7 6 6 9 9 6 4 9 6 3 9 6 3 9 6 9 9 6 1 9 6 6 9 6 9 9 6 9 6 6 3 9 6 3 9 6 9 9 6 9 9 6 9 9 6 9 9 6 9 9 6 9 9 3 4 9 6 9 6 6 2 3 2 9 9 6 9 9 6 9 9 6 9 9 6 2 4 4 2 2 0 2 9 6 9 6 6 2 9 6 9 9 6 2 9 6 268 339 228 Skor Total (Y) 34 29 39 26 35 35 35 37 35 32 39 29 31 29 39 22 35 39 35 25 32 39 38 34 39 38 32 30 33 11 39 34 37 39 18 11 27 33 25 37 32 1318 Y
2

111

1.a 9 9 9 9 7 9 9 9 9 9 9 9 4 9 7 9 1 9 9 9 3 9 9 9 9 9 9 9 9 9 2 9 9 9 9 2 2 9 9 2 9 9 318

4 6 4 2 6 1 2 2 2 4 2 4 6 6 4 4 6 5 5 6 5 4 5 6 5 1 6 5 2 2 3 2 6 1 4 6 6 5 1 3 6 4 6 165 27225

X 12

2 2 2 2 X 2 X 3 X 4 X 5 X 1Y X2Y X 3 Y X 4Y X 5Y

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 40 41 42

PEC-1 PEC-2 PEC-3 PEC-4 PEC-5 PEC-6 PEC-7 PEC-8 PEC-9 PEC-10 PEC-11 PEC-12 PEC-14 PEC-15 PEC-16 PEC-17 PEC-18 PEC-19 PEC-20 PEC-21 PEC-22 PEC-23 PEC-24 PEC-25 PEC-26 PEC-27 PEC-28 PEC-29 PEC-30 PEC-31 PEC-32 PEC-33 PEC-34 PEC-35 PEC-36 PEC-37 PEC-38 PEC-39 PEC-41 PEC-42 PEC-43

1156 841 1521 676 1225 1225 1225 1369 1225 1024 1521 841 961 841 1521 484 1225 1521 1225 625 1024 1521 1444 1156 1521 1444 1024 900 1089 121 1521 1156 1369 1521 324 121 729 1089 625 1369 1024

81 81 81 49 81 81 81 81 81 81 81 16 81 49 81 1 81 81 81 9 81 81 81 81 81 81 81 81 81 4 81 81 81 81 4 4 81 81 4 81 81

81 9 81 9 81 81 81 81 81 49 81 16 9 9 81 1 36 81 81 9 9 81 81 81 81 81 81 16 81 4 81 81 81 81 4 4 4 81 4 81 4

81 81 81 81 81 81 81 81 81 36 81 81 81 81 81 81 81 81 36 81 81 81 81 81 81 81 81 81 36 9 81 81 81 81 16 4 81 36 81 81 81

9 36 36 36 36 36 36 36 36 36 36 36 36 36 36 36 36 36 36 36 36 36 36 36 36 36 9 36 36 4 36 36 36 36 16 0 36 36 36 36 36

16 4 36 1 4 4 4 16 4 16 36 36 16 16 36 25 25 36 25 16 25 36 25 1 36 25 4 4 9 4 36 1 16 36 36 25 1 9 36 16 36

306 261 351 182 315 315 315 333 315 288 351 116 279 203 351 22 315 351 315 75 288 351 342 306 351 342 288 270 297 22 351 306 333 351 36 22 243 297 50 333 288

306 87 351 78 315 315 315 333 315 224 351 116 93 87 351 22 210 351 315 75 96 351 342 306 351 342 288 120 297 22 351 306 333 351 36 22 54 297 50 333 64

306 261 351 234 315 315 315 333 315 192 351 261 279 261 351 198 315 351 210 225 288 351 342 306 351 342 288 270 198 33 351 306 333 351 72 22 243 198 225 333 288

102 174 234 156 210 210 210 222 210 192 234 174 186 174 234 132 210 234 210 150 192 234 228 204 234 228 96 180 198 22 234 204 222 234 72 0 162 198 150 222 192

136 58 234 26 70 70 70 148 70 128 234 174 124 116 234 110 175 234 175 100 160 234 190 34 234 190 64 60 99 22 234 34 148 234 108 55 27 99 150 148 192

44344 2732 2140 2927 1334 789 10826 9322 11230 7564 5402

(∑ X )
Validitas

2

1E+05 71824 1E+05 51984

rxy Kriteria

0,833 0,8072 0,672 0,6494 0,19696
valid valid valid valid tidak valid

112

N gagal 7 14 3 TK(%) 17,07 34,146 7,317 Kriteria Mudah Sedang Mudah MH 9 9 9 ML 4,364 2,4545 7,364 x12 0 0 0 2 x2 92,55 6,7273 80,55 t 5,055 26,468 1,912 Kriteria sign sign sign varians 6,477 9,4682 3,026 var total r11 rtabel Kriteria 48,17 0,716 0,308 reliabel

Daya Pembeda

4 9,7561 Mudah 6 4,9091 0 42,909 1,7467 sign 1,6121

14 34,1463 Sedang 5,63636 3,8182 4,54545 39,6364 2,86888 sign 3,04819 20,583

Reliabilitas

TK

113

HASIL ANALISIS UJICOBA SOAL URAIAN MATERI PECAHAN

Taraf No.Soal Validitas Kesukaran

Daya Reliabilitas Pembeda Keterangan

1.a 1.b 2 3 4

Valid Valid Valid Valid Tidak valid

Mudah Sedang Mudah Mudah Sedang

Signifikan Signifikan Signifikan Signifikan Signifikan

Reliabel Reliabel Reliabel Reliabel Reliabel

Dipakai Dipakai Dipakai Dipakai Dibuang

Lampiran 12

114

RENCANA PEMBELAJARAN 01

Nama Sekolah Mata Pelajaran Kelas/Semester

: SD Negeri Sekaran 2 : Matematika : IV/I

Standar Kompetensi : Menentukan sifat-sifat operasi hitung, faktor, kelipatan bilangan bulat dan pecahan, serta menggunakannya dalam pemecahan masalah. Materi Pokok Alokasi Waktu : Kelipatan dan faktor bilangan : 2 x 40 menit

A. Kompetensi Dasar Menggunakan faktor dan kelipatan bilangan dalam pemecahan masalah. B. Hasil Belajar 1. Mengenal kelipatan dan faktor bilangan. 2. Menyelesaikan masalah Kelipatan Persekutuan Terkecil (KPK) dan Faktor Persekutuan Terbesar (FPB). C. Indikator 1. Siswa dapat menentukan kelipatan suatu bilangan. 2. Siswa dapat menentukan kelipatan persekutuan dua bilangan. 3. Siswa dapat menentukan KPK dari dua buah bilangan. D. Sarana Pembelajaran Sumber Materi 1. Buku Pelajaran Matematika kelas IV SD terbitan PEMKOT Semarang 2. Buku Pelajaran Matematika 4 terbitan Tiga Serangkai. Alat dan Bahan 1. Alat peraga KPK (untuk klasikal) 2. Alat peraga KPK ( untuk kelompok ) 3. Sedotan 4. Charta 1

115

E. Langkah-langkah Pembelajaran Wkt BKP Tahapan Pembelajaran Alat Bantu Kegiatan Awal Klasikal, tanya jawab dan pemberian tugas 1. Guru menyiapkan kondisi fisik kelas. 2. Guru menyampaikan materi pokok dan indikator/tujuan pembelajaran yang akan dicapai pada pembelajaran ini. 3. Guru melakukan apersepsi untuk

mengingatkan

kembali

pengetahuan

prasyarat bagi siswa dengan metode tanya jawab sedotan. Guru memegang beberapa bendel sedotan. Setiap bendel terdiri dari lima sedotan, Peraga 10’ kemudian guru bertanya pada salah Sedotan dengan menggunakan peraga

seorang siswa “ Satu bendel terdiri dari 5 sedotan, bagaimana jika dua bendel ?” (10) “Jika 3 bendel ?” (15) “Bagus”, (bagi siswa yang menjawab dengan benar segera diberi penguatan). Selanjutnya guru bertanya “ Bagaimana cara menghitungnya ?” (guru kemudian menunjuk menjawab) (10 = 5 + 5) “Bagaimana dengan 15 ? (guru kemudian menunjuk siswa lain untuk menjawab) (15 = 5 + 5 + 5) “Ya, bagus sekali”. Kemudian guru salah satu siswa untuk

116

bertanya,

“Sekarang,

kalau

kita

menghitung banyaknya sedotan dalam satu bendel, dua bendel, tiga bendel, empat bendel, dan seterusnya, bilangan berapa saja yang kalian peroleh?” (5,10,15,20,…..) “Nah, apa yang kalian dapat simpulkan dari bilangan-bilangan itu?” (bilangan tersebut merupakan kelipatan 5) “Bagus”, guru kembali memberi penguatan kepada siswa yang berhasil menjawab dengan benar. 4. Guru mengajukan masalah kontekstual Sebagai warga yang baik Pak Andi dan Pak Rusli rajin untuk melaksanakan ronda (berjaga malam). Pak Andi bertugas setiap 4 hari sekali dan Pak Rusli setiap 3 hari sekali. Pada tanggal 5 Agustus mereka ronda bersama-sama yang pertama, pada tanggal berapa mereka ronda bersamasama lagi untuk yang kedua dan ketiga? Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk memikirkan penyelesaiannya, tetapi penyelesaian akhir dibahas pada akhir kegiatan ini. Kegiatan Inti Menentukan kelipatan dari suatu bilangan dengan serangkaian pertanyaan sbb: 1) ... x 5 = 5, dan 5 disebut ........... dari 5 Papan tulis, kapur

Charta 1

... x 5 = .... , dan... disebut ........... dari 5 10’ 2) Berapa sajakah kelipatan dari 5? Jawab ................

117

Apakah 30 kelipatan dari 6? Mengapa? Apakah 21 kelipatan dari 4? Mengapa? Menentukan kelipatan persekutuan dari Guru melakukan tanya jawab dua bilangan, dengan serangkaian

pertanyaan sbb: 1. Guru meletakkan alat peraga KPK.

Usahakan alat peraga tersebut dapat dilihat Alat oleh seluruh siswa peraga

2. Guru membagikan alat peraga KPK (untuk KPK 20’ kelompok). 3. Guru bertanya berapakah kelipatan dari 3 yang kurang dari 20? Siswa menjawab, sambil meletakkan

manik-manik yang berwarna merah pada Guru mendemonstrasikan alat peraga tempat yang sesuai (jawab 3, 6, 9, 12, 15, 18) 4. Guru kembali bertanya berapakah kelipatan dari 2 yang kurang dari 20? Siswa menjawab, sambil meletakkan

manik-manik yang berwarna biru pada tempat yang sesuai (jawab 2, 4, 6, 8, 10, 12, 14, 16, 18) 5. Perhatikanlah bahwa pada lidi nomor 6 memuat manik-manik, apa artinya? (6 kelipatan 3 dan juga kelipatan 2). Apa nama lain dari kalimat tersebut? (6 kelipatan 3 dan juga kelipatan 2). Apa nama lain dari kalimat tersebut? (6 kelipatan persekutuan dari 3 dan 2) 6. Apa sajakah kelipatan persekutuan dari 3 dan 2? (jawab 6, 18 dan seterusnya). 7. Guru meminta salah satu siswa untuk

118

menulis di papan tulis Guru melakukan tanya jawab, peragaan dan memberi kesempatan pada siswa untuk mengerjakan LKS Kelipatan 2 = ............. Kelipatan 3 = ............. Kelipatan persekutuan dari 2 dan 3 = ..... 8. Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengerjakan latihan tentang

Papan tulis, kapur

menentukan kelipatan persekutuan dua LKS bilangan secara berkelompok (Gunakan LKS), kemudian menawarkan kepada salah satu wakil kelompok untuk

mempresentasikan hasilnya.

Menentukan

Kelipatan

Persekutuan

Terkecil (KPK) dua buah bilangan 1. Dengan menggunakan metode tanya jawab, siswa diarahkan untuk memahami tentang kelipatan persekutuan terkecil (KPK) dua bilangan. 20’ Contoh 1 Tentukan KPK dari 2 dan 3? Penyelesaian: Sambil meletakkan manik-manik pada lidi yang sesuai, siswa dibimbing untuk Papan tulis, kapur

menjawab pertanyaan berikut: Kelipatan 2 = ......................................... (Jawab : 2, 4, 6, 8, 10, 12, 14, 16, 18, ....) Kelipatan 3 =.......................................... (Jawab : 3, 6, 9, 12, 15, 18, 21, ..........) Kelipatan persekutuan dari 2 dan 3 adalah.. (Jawab 6, 12, 18, ...) Kelipatan persekutuan terkecil (KPK) dari 2 dan 3 adalah 6

119

2. Guru membahas masalah konstekstual yang diketengahkan pada awal

pembelajaran. 3. Guru memberikan beberapa soal latihan, dapat diambil dari buku siswa dengan nomor item yang sudah dipersiapkan atau dari soal yang telah dipersiapkan oleh guru sebelumnya disajikan (semua hendaknya soal telah yang akan

diketahui

jawabannya oleh guru) sekaligus dapat sebagai evaluasi. Kegiatan Penutup Diskusi antara guru 20’ dan siswa 1. Guru membimbing siswa untuk

mengetengahkan ringkasan materi yang telah disampaikan secara verbal. 2. Guru memberikan evaluasi. 3. Guru memberikan beberapa soal kepada siswa sebagai tugas rumah.

F. Evaluasi (terlampir)

Semarang, 11 Oktober 2006 Guru Kelas IV Peneliti

Sulastri NIP.500109066

Noor Istiqomah NIM.4101403005

Lampiran 13

120

CHARTA 1

Sebagai warga yang baik, Pak Andi dan Pak Rusli rajin untuk melaksanakan ronda (berjaga

malam). Pak Andi bertugas setiap 3 hari sekali dan Pak Rusli bertugas setiap 4 hari sekali. Pada tanggal 5 Agustus mereka ronda bersama-sama yang pertama, pada tanggal berapa mereka ronda bersama-sama lagi untuk yang kedua dan ketiga?

121 Lampiran 14

NAMA KELOMPOK: Ketua : ................................. Anggota : 1. ............................. 2. ............................. 3. ............................. Kerjakan soal-soal di bawah ini secara kelompok dalam waktu 15 menit

1. Tulislah kelipatan persekutuan dari 4 dan 6? Jawab : Kelipatan dari 4 : .............................................................................. Kelipatan dari 6 : .............................................................................. Kelipatan persekutuan dari 4 dan 6: ..., ..., ....

2. Tulislah kelipatan persekutuan dari 5 dan 10? Jawab : Kelipatan dari 5 : .............................................................................. Kelipatan dari 10 : ............................................................................ Kelipatan persekutuan dari 5 dan 10: ..., ..., ....

3. Gunakan kertas lain untuk corat-coret kemudian jawablah pertanyaan berikut Jawab : a. Kelipatan persekutuan dari 5 dan 8 adalah ...., .... b. Kelipatan persekutuan dari 6 dan 9 adalah ...., ....

122 Lampiran 15

KUNCI JAWABAN LKS 01
1. Kelipatan dari 4 adalah 4,8,12,16,20,24,28,32,36,40,44,48 Kelipatan dari 6 adalah 6,12,18,24,30,36,42,48,54,60 Kelipatan persekutuan dari 4 dan 6 adalah 12,24,36,48

2. Kelipatan dari 5 adalah 5,10,15,20,25,30,35,40,45 Kelipatan dari 10 adalah 10,20,30,40,50,60 Kelipatan persekutuan dari 5 dan 10 adalah 10,20,30,40

3

a. Kelipatan dari 5 adalah 5,10,15,20,25,30,35,40,45,50,55,60,65,70,75,80 Kelipatan dari 8 adalah 8,16,24,32,40,48,56,64,72,80 Kelipatan persekutuan dari 5 dan 8 adalah 40,80 b. Kelipatan dari 6 adalah 6,12,18,24,30,36,42,48,54,60,66,72,78,84,90,96, 102,108. Kelipatan dari 9 adalah 9,18,27,36,45,54,63,72,81,90,99,108. Kelipatan persekutuan dari 6 dan 9 adalah 54,72,90,108.

123 Lampiran 16

DAFTAR NAMA KELOMPOK SIKLUS 1

KELOMPOK 1 Ketua : Viny Yuyun W. Anggota: 1. Arief Raka Wahyu 2. Nana Indriyani

KELOMPOK 2 Ketua : Teguh Nugroho Anggota: 1. Mohammad Hasan 2. Siti Nurjanah

KELOMPOK 3 Ketua : Trias Nilam P. Anggota: 1. Evi Wulandari 2. Evita Kurniawati

124

Lampiran 17

SOAL EVALUASI 01 SIKLUS 1

Nama No.Absen

: …………… : ……………

Kerjakan soal-soal dibawah ini! 1. Bilangan kelipatan 4 adalah ..... Bilangan kelipatan 5 adalah .... Kelipatan persekutuan dari 4 dan 5 adalah .... 2. Bilangan kelipatan 5 adalah.... Bilangan kelipatan 6 adalah .... Kelipatan persekutuan dari 5 dan 6 adalah .... 3. KPK dari 12 dan 18 adalah .... 4. Ani sedang sakit flu. Setiap hari ia harus minum obat setiap 6 jam sekali. Selain itu, ia juga harus minum vitamin setiap 8 jam sekali. Jika ia minum obat dan vitamin itu sekarang, maka berapa jam lagikah ia kembali minum obat dan vitamin itu bersamaan?

125

Lampiran 18

KUNCI JAWABAN SOAL EVALUASI 01 SIKLUS 1

1. Bilangan kelipatan 4 adalah 4,8,12,16,20,24,28,32,36,40 Bilangan kelipatan 5 adalah 5,10,15,20,25,30,35,40 Kelipatan persekutuan dari 4 dan 5 adalah 20,40 2. Bilangan kelipatan 5 adalah 5,10,15,20,25,30,35,40,45,50,55,60 Bilangan kelipatan 6 adalah 6,12,18,24,30,36,42,48,54,60 Kelipatan persekutuan dari 5 dan 6 adalah 30,60 3. Bilangan kelipatan 12 adalah 12,24,36,48,60,72 Bilangan kelipatan 18 adalah 18,36,54,72 KPK dari 12 dan 18 adalah 36 4. Bilangan kelipatan 8 adalah 8,16,24,32,40,48,56 Bilangan kelipatan 6 adalah 6,12,18,24,30,36,42,48,54 KPKdari 8 dan 6 adalah 24 Jadi Ani minum obat dan vitamin itu bersamaan lagi setelah 24 jam dari sekarang

126

Lampiran 19

TUGAS RUMAH 01 SIKLUS 1

Kerjakan soal-soal dibawah ini! 1. Bilangan kelipatan 2 adalah ..... Bilangan kelipatan 3 adalah .... Kelipatan persekutuan dari 2 dan 3 adalah .... 2. Bilangan kelipatan 5 adalah .... Bilangan kelipatan 7 adalah .... Kelipatan persekutuan dari 5 dan 7 adalah .... 3. KPK dari 7 dan 21 adalah .... 4. Sinta sedang sakit panas. Setiap hari ia minum obat setiap 5 jam sekali. Selain itu, ia juga harus minum vitamin dan setiap 3 jam sekali. Jika ia minum vitamin dan obat itu sekarang, maka berapa jam lagikah ia kembali minum obat dan vitamin itu secara bersamaan.

127

Lampiran 20

KUNCI JAWABAN TUGAS RUMAH 01 SIKLUS 1

1. Bilangan kelipatan 2 adalah 2,4,6,8,10,12,14,16,18 Bilangan kelipatan 3 adalah 3,6,9,12,15,18,21 Kelipatan persekutuan dari 2 dan 3 adalah 6,12,18 2. Bilangan kelipatan 5 adalah 5,10,15,20,25,30,35 Bilangan kelipatan 7 adalah 7,14,21,28,35,42 Kelipatan persekutuan dari 5 dan 7 adalah 35 3. Bilangan kelipatan 7 adalah 7,14,21,28,35 Bilangan kelipatan 21 adalah 21,42,63 KPK dari bilangan 7 dan 21 adalah 21 4. Bilangan kelipatan 5 adalah 5,10,15,20,25,30,35 Bilangan kelipatan 3 adalah 3,6,9,12,15,18,21 KPK dari bilangan 5 dan 3 adalah 15

128

Jadi Sinta minum obat dan vitamin itu secara bersamaan setelah 15 jam dari sekarang.

Lampiran 21

128

RENCANA PEMBELAJARAN 02

Nama Sekolah Mata Pelajaran Kelas/Semester Standar Kompetensi Materi Pokok Alokasi Waktu A. Kompetensi Dasar

: : : :

SD Negeri Sekaran 2 Matematika IV/2 Menggunakan pecahan dalam pemecahan masalah : Pecahan dan Operasinya : 2 x 40 menit

Menjelaskan arti pecahan dan urutannya. B. Hasil Belajar Memahami pengertian pecahan, menyederhanakan pecahan dan operasi pecahan. C. Indikator 1. Menyatakan beberapa bagian dari keseluruhan dalam berbentuk pecahan. 2. Menyajikan nilai pecah dengan menggunakan gambar. 3. Menyatakan bilangan pecah dengan lambang bilangan. D. Sarana Pembelajaran Sumber Materi : 1. Buku Matematika Kelas IV SD terbitan PEMKOT Semarang. 2. Buku Pelajaran Matematika 4 Mari Berhitung. Alat dan Bahan: 1. Untuk guru a. Alat peraga pecahan sebagai alat peraga klasikal. b. Steoroform. c. Push pen. d. Apel e. Pisau 2. Untuk siswa (kelompok) a. Penggaris dan bolpoin/pensil b. LKS (terlampir)

129

c. Kertas berbentuk persegi panjang dengan warna yang berbeda. d. Gunting E. Persiapan 1. Sebelum memulai pembelajaran, guru mempersiapkan semua alat dan bahan yang diperlukan dalam pembelajaran yang akan berlangsung. 2. LKS disiapkan sebanyak kelompok. F. Rencana Pembelajaran Waktu (menit) Kegiatan Awal 1. Guru menyiapkan kondisi fisik kelas. 2. Guru menyampaikan materi pokok dan BKP Tahapan Pembelajaran Alat Bantu Pengajaran

indikator yang akan dicapai pada pembelajaran ini. 3. Guru mengingatkan kembali materi prasyarat: a. Apakah anak-anak mengenal bilangan bulat? Ada berapa macam? b. Sebutkan contoh bilangan bulat positif? c. Sebutkan contoh bilangan bulat negatif? 10’ Memperagakan dan bertanya tentang besar apel (pecahan yang dikenal dalam kehidupan sehari-hari) 4. Guru memperkenalkan tentang pecahan dengan memperlihatkan apel, apel yang dibagi dua Apel sama besar dan apel yang dibagi empat sama besar, sambil menunjukkan apel yang utuh, guru bertanya, ”Ini apa anak-anak?” (apel). Jika kita bagi apel ini menjadi dua bagian yang sama besar (guru menunjukkan apel yang sudah dibagi dua sama besar), berapakah

1 besarnya? ( ). Guru menyuruh siswa maju ke 2 depan kelas. Kemudian guru menyuruh siswa

130

untuk memegang apel dan

1 apel. Guru 2

bertanya kalau ini 1 apel berapa besar apel 1 yang ini? ( ). Dengan cara yang sama untuk 2 apel yang dibagi menjadi 4 bagian yang sama besar.
Kegiatan Inti

1.

Guru membagikan beberapa lembar kertas dan gunting kepada siswa, kemudian

Guru mengenalkan pecahan dan lambangnya dengan model pecahan dari karton dengan pemberian tugas dan tanggung jawab

meminta siswa untuk memotong kertas tersebut menjadi dua bagian, selanjutnya meminta beberapa siswa untuk menempelkan di papan gabus hasil kerja mereka baik yang hasilnya menjadi 2 sama besar dan yang tidak, hasil tempelannya adalah: Beberapa lembar kertas dan gunting.

(i) a. Guru meminta

(ii) siswa

(iii) memperhatikan

tempelan pada gb (i) kertas ini dibagi menjadi berapa?Apakah sama besar?

Mengapa? Maka 1 bagian ini menyatakan
.

pecahan berapa? b. Guru menulis 1 , ajaklah siswa untuk 2

10’

membaca satu per dua atau setengah. Dengan cara yang sama untuk gb (ii). c. Guru meminta siswa untuk

memperhatikan tempelan pada gb (iii). Kertas ini dibagi menjadi berapa? Apakah

131

sama besar? Mengapa? Apakah masingmasing bagian menyatakan pecahan Mengapa? 2. Guru menempel karton di papan gabus, kemudian guru bertanya kepada siswa. 1) Kegiatan 1 1 ? 2

a. daerah yang berwarna merah=....bagian seluruhnya 10’ = ...bagian

jadi daerah yang berwarna merah menyatakan pecahan ..... b. daerah yang tidak berwarna = .....bagian seluruhnya pecahannya 2) Kegiatan 2 = .....bagian = .....bagian pecahan Model 2 6

a. daerah

yang

berwarna

hijau Model pecahan berwarna 3 8

menyatakan pecahan berapa? b. daerah yang tidak

menyatakan pecahan berapa? Guru mengembangkan pemahaman siswa tentang pecahan dan unsur-unsurnya dengan tanya a. Daerah yang berwarna merah menyatakan pecahan berapa? b. Siswa diminta untuk menulis di papan 3. Guru mengenalkan unsur-unsur pecahan. Guru menempel model pecahan dan bertanya sbb

132

jawab..

tulis, salah seorang siswa menulis dibaca ...... 1 letaknya di ................disebut ...............

1 3 Model Pecahan 1 3

10’

3 letaknya di ................disebut ............... c. Daerah yang berwarna kuning menyatakan pecahan berapa?Berapakah pembilangnya? Berapakah penyebutnya? 4. Guru menulis soal latihan di papan tulis untuk mengembangkan pemahaman tentang lambang pecahan dan unsur-unsurnya. Guru memberi latihan soal. Berapakah pembilang dan penyebut dari pecahan berikut 1) 2 , pembilangnya ............. 3 Penyebutnya .............. 2) 2 , pembilangnya ............. 7 Penyebutnya .............. 3) 4 , pembilangnya ............. 5 Penyebutnya .............. 5. Guru membagi siswa menjadi beberapa kelompok untuk mengerjakan LKS. 7. 6. Guru membagi siswa menjadi tiga kelompok. Setiap kelompok diberi LKS. Guru menginformasikan waktu yang

diberikan untuk menyelesaikan LKS. Pada saat masing-masing LKS, guru kelompok berkeliling

LKS dan alat peraga

mengerjakan

melakukan pengamatan terhadap masingmasing kelompok. 8. Guru memotivasi, memberi pembelajaran kelompok, bahkan anggota

20’

133

individual atau kelompok, bila ada yang membutuhkannya. Bila ditemukan rata-rata semua kelompok membutuhkan petunjuk tertentu, maka guru dapat memberi petunjuk secara klasikal. Selanjutnya masing-masing kelompok kelompoknya. 9. Setelah waktu yang diberikan habis, guru menunjuk atau menawarkan kepada setiap kelompok untuk menyajikan hasil pekerjaan (satu atau dua kelompok).
Kegiatan Penutup

melanjutkan

aktivitas

1.

Guru membimbing siswa untuk membuat kesimpulan tentang: a. Menyatakan beberapa bagian dari

keseluruhan dalam bentuk pecahan. 20’ b. Menyajikan nilai pecah dengan

menggunakan gambar. c. Menyatakan bilangan pecah dengan lambang bilangan. 2. 3.
G. Evaluasi (Terlampir)

Evaluasi (terlampir). Memberikan tugas rumah (terlampir).

Semarang, 11 Februari 2007 Guru Kelas IV Peneliti

Sulastri NIP. 500109066

Noor Istiqomah NIM.4101403005

134

135 Lampiran 23

KUNCI JAWABAN LKS 02 SIKLUS 2

A. 1.

3.

2.

B. Menentukan Pecahan No Bentuk 1. Bagian a. Berwarna b. tidak berwarna a. Berwarna b. tidak berwarna Pecahan
3 7 4 7

Pembilang 3 4 -

Penyebut 7 7 -

-

2.

C. Menentukan arsiran yang menyatakan pecahan yang diketahui 1.
3 6

2.

3 4

136 Lampiran 24

DAFTAR NAMA KELOMPOK SIKLUS 2

KELOMPOK 1 Ketua : Viny Yuyun W. Anggota: 1. Arief Raka Wahyu 2. Nana Indriyani

KELOMPOK 2 Ketua : Teguh Nugroho Anggota: 1. Mohammad Hasan 2. Siti Nurjanah

KELOMPOK 3 Ketua : Trias Nilam P. Anggota: 1. Evi Wulandari 2. Evita Kurniawati

137

Lampiran 25

SOAL EVALUASI 02 SIKLUS 2

Nama

: ………………

No.absen : ………………

1. Perhatikan gambar dibawah ini!

(i)

(ii)

(iii)

a. Daerah yang berwarna kuning menyatakan pecahan berapa? (i) …… (ii) …… (iii) …..

b. Daerah yang tidak berwarna menyatakan pecahan berapa? (i) …… (ii) …… (iii) …..

2. Perhatikan gambar dibawah ini! a. b. c. Apakah bagian merah menyatakan pecahan 1 ? 2 .

1 Apakah bagian kuning menyatakan pecahan ? 2 1 Apakah bagian hijau menyatakan pecahan ? 2

3. Arsirlah gambar dibawah ini sehingga menyatakan pecahan

138

Lampiran 26 a. 1 4 b. 2 6

KUNCI JAWABAN SOAL EVALUASI 02 SIKLUS 2

1 1. a. (i) 4 3 b. (i) 4

2 (ii) 4 2 (ii) 4

3 (iii) 4 1 (iii) 4

2. a. Ya b. Tidak c. Ya

3. a.

b.

1 4

2 6

139

Lampiran 27

TUGAS RUMAH 02 SIKLUS 2

1. Perhatikan gambar dibawah ini!

Daerah yang berwarna hijau menyatakan pecahan berapa?... Daerah yang tidak berwarna menyatakan pecahan berapa?... 2. Perhatikan gambar dibawah ini! a. Apakah bagian merah menyatakan pecahan 1 ? 3

b.

Apakah bagian biru menyatakan pecahan

1 ? 3

c.

1 Apakah bagian ungu menyatakan pecahan ? 3

3. Arsirlah gambar dibawah ini sehingga menyatakan pecahan

140

Lampiran 28 a.

3 4

b.

5 8

KUNCI JAWABAN TUGAS RUMAH 02 SIKLUS 2

1. Daerah yang berwarna hijau menyatakan pecahan

3 10 7 10

Daerah yang tidak berwarna menyatakan pecahan 2. a. Ya b. Tidak c. Ya

3. a.

b.

3 4

5 8

141

Lampiran 29

136

KISI- KISI SOAL EVALUASI 01 SIKLUS 1

Nama Sekolah Mata Pelajaran Kelas/Semester Bentuk Soal

: SDN Sekaran 02 :Matematika : IV/1 : Uraian

No 1.

Standar Kompetensi

Kompetensi Dasar

Materi Pembelajaran KPK

Indikator 1. Siswa dapat menentukan kelipatan suatu bilangan. 2. Siswa dapat menentukan kelipatan persekutuan dua bilangan. 3. Siswa dapat menentukan kelipatan persekutuan dua bilangan

Bentuk Soal Uraian

Nomor Soal 1

Menentukan sifat – sifat Menggunakan operasi hitung, faktor, faktor dan kelipatan dalam

kelipatan bilangan bulat dan bilangan pecahan, menggunakannya pemecahan masalah.

2

serta pemecahan masalah dalam

3 dan 4

Lampiran 30

137

KISI- KISI SOAL EVALUASI 02 SIKLUS 2

Nama Sekolah Mata Pelajaran Kelas/Semester Bentuk Soal

: SDN Sekaran 02 :Matematika : IV/2 : Uraian

No 1.

Standar Kompetensi Menggunakan

Kompetensi Dasar

Materi Pembelajaran Pecahan dan Operasinya

Indikator 1. Menyatakan beberapa bagian dari keseluruhan dalam berbentuk pecahan. 2. Menyajikan nilai pecah dengan menggunakan gambar. 3. Menyatakan bilangan pecah dengan lambang bilangan.

Bentuk Soal Uraian

Nomor Soal 1.a dan 2

pecahan Menjelaskan arti pecahan dan urutannya.

dalam pemecahan masalah.

3

1.b

Lampiran 31

143

PEDOMAN PENILAIAN SOAL EVALUASI 01 SIKLUS 1

A. Skor a. Nomor 1 dan 2 1. Tidak dikerjakan/dikerjakan, jawaban salah skor 0 2. Dikerjakan setiap bagian tidak lengkap, jawaban benar skor 1 3. Dikerjakan setiap bagian, jawaban benar skor 2 4. Dikerjakan semua jawaban benar skor 6 b. Nomor 3 1. Tidak dikerjakan/dikerjakan, jawaban salah skor 0 2. Dikerjakan tidak menggunakan cara, jawaban benar skor 2 3. Dikerjakan dengan menggunakan cara, jawaban benar skor 3 c. Nomor 4 1. Tidak dikerjakan/dikerjakan, jawaban salah skor 0 2. Dikerjakan tidak menggunakan cara, jawaban benar skor 2 3. Dikerjakan dengan menggunakan cara, jawaban benar skor 4 Total Skor = 6 + 6 + 3 + 4 = 19 B. Nilai

Jumlah Skor Siswa
Nilai = X 100

Total Skor
Contoh: Jumlah skor Hasan = 15

Jumlah Skor Hasan
Nilai Hasan = X 100 =

Total Skor

15 X 100 = 79. 19

Lampiran 32

144

PEDOMAN PENILAIAN SOAL EVALUASI 02 SIKLUS 2

A. Skor a. Nomor 1.a, 1.b dan 2 1. Tidak dikerjakan sama sekali skor 0 2. Dikerjakan setiap bagian, jawaban salah skor 1 3. Dikerjakan setiap bagian, jawaban benar skor 3 4. Dikerjakan semua, jawaban benar skor 9 b. Nomor 3 1. Tidak dikerjakan sama sekali skor 0 2. Dikerjakan setiap bagian, jawaban salah skor 1 3. Dikerjakan setiap bagian, jawaban benar skor 3 4. Dikerjakan semua, jawaban benar skor 6 Total skor = 9 + 9 + 9 + 6 = 33.

B. Nilai Jumlah Skor Siswa Nilai = Total Skor Contoh: Jumlah skor Hasan = 23 Jumlah Skor Hasan Nilai Hasan = Total Skor X 100 = X 100

23 X 100 = 70. 33

Lampiran 33

145

HASIL TES EVALUASI 01 SIKLUS 1

NO

NAMA SISWA

NILAI

KETUNTASAN

1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9.

Mohammad Hasan Qulakil Wahab Teguh Nugroho Evi Wulandari Evita Kurniawati Nana Indriyani Siti Nurjanah Trias Nilam Prabandani Viny Yuyun W. Arief Raka Wahyu Aditya JUMLAH

79 84 58 58 58 63 74 68 58 600

Tuntas Tuntas Tidak Tuntas Tidak Tuntas Tidak Tuntas Tidak Tuntas Tuntas Tuntas Tidak Tuntas

Rata – rata kelas = 600 : 9 = 66,67 Jumlah siswa yang tuntas belajar = 4 Persentase siswa yang tuntas belajar = 44 % Persentase siswa yang tidak tuntas belajar = 56 %

Lampiran 34

146

HASIL TES EVALUASI 02 SIKLUS 2

NO

NAMA SISWA

NILAI

KETUNTASAN

1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9.

Mohammad Hasan Qulakil Wahab Teguh Nugroho Evi Wulandari Evita Kurniawati Nana Indriyani Siti Nurjanah Trias Nilam Prabandani Viny Yuyun W. Arief Raka Wahyu Aditya JUMLAH

70 100 94 94 70 85 94 100 58 765

Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tidak Tuntas

Rata – rata kelas = 765 : 9 = 85 Jumlah siswa yang tuntas belajar = 8 Persentase siswa yang tuntas belajar = 88,89 % Persentase siswa yang tidak tuntas belajar = 11,11 %

Lampiran 35

147

LEMBAR PENGAMATAN AKTIVITAS SISWA

Mata Pelajaran Topik

: Matematika :

Nama Guru

: Ibu Sulastri

Hari/Tanggal :

Petunjuk: Beri tanda cek (√) pada kolom Muncul atau Tidak pada setiap indikator aktivitas siswa,bila ada catatan yang diperlukan tuliskan pada kolom keterangan.

No. 1

Aktivitas/Indikator Melakukan pengamatan terhadap beberapa contoh

Muncul Tidak

Keterangan

2 3 4

Memberikan contoh lain Memberikan noncontoh Melakukan, misalnya menggunting, memotong, menjiplak, membalik dan membuat bangun-bangun geometri.

5

Melakukan perhitungan sederhana atau secara algoritmik

6 7

Menerapkan prinsip/aturan secara rutin Mengkomunikasikan gagasan dengan simbol, tabel, diagram atau media lain untuk memperjelas keadaan atau masalah

8

Mendengarkan dan menulis tentang matematika

9 10

Berdiskusi/kerja kelompok Berpendapat atau bahkan menyanggah kawannya, juga bisa menyanggah gurunya

11

Memanipulasi matematika dalam membuat generalisasi

12 13

Menyusun bukti Menjelaskan gagasan dan pernyataan matematika

14

Mengidentifikasi fakta atau informasi yang

148

diberikan (apa yang diketahui), apa yang ditanyakan atau dibuktikan 15 Menyusun model matematik dan menyelesaikannya untuk masalah nyata. 16 Menjelaskan/menginterpretasikan hasil sesuai masalah 17 18 Gembira dan merasakan kesenangannya Memiliki perhatian dan minat dalam mempelajari matematika 19 20 Memiliki rasa ingin tahu Memiliki sikap ulet dan percaya diri dalam memecahkan masalah

Semarang, Pengamat

Noor Istiqomah NIM.4101403005

Lampiran 36

149

LEMBAR PENGAMATAN GURU

Mata Pelajaran Topik

: Matematika : ………….

Nama Guru

: Ibu Sulastri

Hari/Tanggal : …………..

Petunjuk: Beri tanda cek (√ ) pada kolom yang sesuai, tuliskan penjelasan bila diperlukan pada kolom keterangan.

No Pendahuluan 1.

Aktivitas guru

Muncul Ya Tidak

Keterangan

Guru menyampaikan materi yang akan dikembangkan

2. 3.

Guru menyampaikan tujuan/indikator pembelajaran Guru melakukan apersepsi/ mengungkap materi prasyarat

4. 5.

Guru menggunakan alat peraga yang sesuai. Guru menyajikan/mengenalkan masalah yang konstektual kepada siswa

6.

Guru memotivasi siswa Kegiatan Inti

7. 8. 9.

Guru memanfaatkan LKS Guru meminta siswa bekerja kelompok Guru memberi petunjuk dengan jelas kegiatan yang harus dilakukan siswa

10. 11. 12.

Guru memanfaatkan alat peraga yang sesuai Guru memanfaatkan alat peraga yang benar Guru menyajikan pertanyaan-pertanyaan yang menuntun

13. 14. 15. 16.

Guru memotivasi siswa Guru memberi umpan balik terhadap respon siswa Guru antusias dalam melaksanakan pembelajaran Guru memberi penguatan kepada siswa

150

17.

Guru menyajikan kegiatan yang mengejutkan siswa.

18.

Guru menyajikan/mengembangkan kemampuan memecahkan masalah/soal-soal.

19.

Dengan pertanyaan-pertanyaan guru menuntun siswa menemukan konsep/prinsip

20.

Guru memberi kesempatan kepada siswa untuk bertanya/menyampaikan pendapat/menanggapi pendapat siswa lain. Penutup

21 22 23 24

Guru bersama siswa membuat simpulan Guru melakukan evaluasi Guru memberikan tugas rumah (PR) Guru memotivasi siswa

Beri penjelasan tentang kesesuaian pembelajaran dengan RP! ………………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………………… ………………………………

Semarang, Pengamat,

Noor Istiqomah NIM.4101403005

Lampiran 37

151

ANGKET SIKAP SISWA
Mata Pelajaran : Matematika Topik : ………… Nama Guru Hari/Tanggal : Ibu Sulastri : ………….

Petunjuk : Lingkarilah (ya) atau (tidak) sesuai dengan jawaban kamu 1. Pembelajaran matematika, adalah pembelajaran yang ditunggu-tunggu.

Ya

Tidak

2. Pembelajaran matematika kali ini menarik

Ya

Tidak

3. Pembelajaran matematika kali ini mudah dipahami (jelas)

Ya

Tidak

4. Pembelajaran matematika menggunakan alat peraga membosankan

Ya

Tidak

5. Pembelajaran matematika menggunakan alat peraga menakutkan

Ya

Tidak

6. Pembelajaran matematika menggunakan alat peraga oleh guru saja sudah mengasyikkan

Ya 7. Pembelajaran matematika tidaklah sulit

Tidak

Ya

Tidak

152

8. Pembelajaran matematia kali ini menjadikan banyak teman

Ya

Tidak

9. Pembelajaran matematika dengan alat peraga dan bekerja bersama-sama (kelompok) menyenangkan

Ya

Tidak

10. Kesempatan bisa menggunakan alat peraga sendiri dalam pelajaran matematika menyenangkan

Ya

Tidak

Lampiran 38

153

ANGKET SIKAP GURU TERHADAP PENDAMPINGAN

Berilah penilaian pada tiap pernyataan berikut dengan memberi tanda (v) pada kolom yang sesuai dengan pendapat Bapak/Ibu

Pilihan SS untuk Sangat Setuju Pilihan S untuk Setuju Pilihan TS untuk Tidak Setuju Pilihan STS untuk Sangat Tidak Setuju

No. 1 Kegiatan

Pernyataan Pendampingan bersama tenaga

SS

S

TS

STS

kependidikan dari Perguruan Tinggi memberikan manfaat dalam mengembangkan rencana

pembelajaran. 2 Kegiatan Pendampingan bersama tenaga

kependidikan dari Perguruan Tinggi memberikan tambahan wawasan dalam merancang pembelajaran inovatif sesuai tuntutan Kurikulum. 3 Kegiatan Pendampingan bersama tenaga

kependidikan dari Perguruan Tinggi menyita waktu 4 Kegiatan Pendampingan bersama tenaga

kependidikan dari Perguruan Tinggi perlu dilanjutkan sebagai kegiatan rutin dalam pertemuan bulanan. 5 Kegiatan Pendampingan bersama tenaga

kependidikan dari Perguruan Tinggi membantu memecahkan masalah pembelajaran yang dihadapi guru. 6 Kegiatan Pendampingan bersama tenaga

kependidikan dari Perguruan Tinggi menghambat implementasi pembelajaran di Sekolah. 7 Kegiatan Pendampingan bersama tenaga

kependidikan dari Perguruan Tinggi tidak efektif.

154

8

Kegiatan

Pendampingan

bersama

tenaga

kependidikan dari Perguruan Tinggi memperjelas materi pembelajaran (konsep,prinsip) bagi guru. 9 Kegiatan Pendampingan bersama tenaga

kependidikan dari Perguruan Tinggi memotivasi guru lain untuk bergabung. 10 Kegiatan Pendampingan bersama tenaga

kependidikan dari Perguruan Tinggi mengganggu program kegiatan sekolah. 11 Umpan balik dari pendamping setelah pembelajaran tidak perlu. 12 Kehadiran pendamping dalam kelas mengganggu pembelajaran bagi guru dan siswa.

Semarang, Guru Kelas IV

Sulastri NIP.500109066

Lampiran 39

155

HASIL LEMBAR PENGAMATAN AKTIVITAS SISWA SIKLUS 1

Mata Pelajaran Topik

: Matematika : KPK

Nama Guru

: Ibu Sulastri

Hari/Tanggal : Kamis / 12 Oktober 2006

Petunjuk: Beri tanda cek (√) pada kolom Muncul atau Tidak pada setiap indikator aktivitas siswa,bila ada catatan yang diperlukan tuliskan pada kolom keterangan.

No. Aktivitas/Indikator 1 Melakukan pengamatan terhadap beberapa contoh 2 Memberikan contoh lain 3 4 Memberikan non contoh Melakukan, misalnya menggunting, memotong, menjiplak, membalik dan membuat bangun-bangun geometri. Melakukan perhitungan sederhana atau secara algoritmik Menerapkan prinsip/aturan secara rutin Mengkomunikasikan gagasan dengan simbol, tabel, diagram atau media lain untuk memperjelas keadaan atau masalah Mendengarkan dan menulis tentang matematika Berdiskusi/kerja kelompok Berpendapat atau bahkan menyanggah kawannya, juga bisa menyanggah gurunya Memanipulasi matematika dalam membuat generalisasi Menyusun bukti Menjelaskan gagasan dan pernyataan matematika Mengidentifikasi fakta atau informasi yang diberikan (apa yang diketahui), apa yang ditanyakan atau dibuktikan Menyusun model matematik dan menyelesaikannya untuk masalah nyata.

Muncul √ √

Tidak

Keterangan

Skor 3

Siswa menyebutkan kelipatan 2 dan 3 √ Siswa menaruh manik-manik ke alat peraga klasikal Siswa mengerjakan contoh soal Siswa menjawab pertanyaan guru Siswa mendemonstrasikan alat peraga KPK di depan kelas Siswa mengerjakan LKS Siswa mengerjakan LKS

2 1 2

√ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √

5 6 7

3 2

2

8 9 10

3 4 2

11 12 13 14

Siswa mengerjakan soal

3 1 2

Siswa bertanya ketika menemui kesulitan √

2

15

1

156

16 17 18 19 20

Menjelaskan/menginterpretasikan hasil sesuai masalah Gembira dan merasakan kesenangannya Memiliki perhatian dan minat dalam mempelajari matematika Memiliki rasa ingin tahu Memiliki sikap ulet dan percaya diri dalam memecahkan masalah Skor Total

√ √ √ √ √ Mengerjakan soal dengan mandiri

1 4 4 3 3 48

Pedoman Penilaian Skor 1 : banyaknya siswa yang melakukan aktivitas adalah 0-1 orang Skor 2 : banyaknya siswa yang melakukan aktivitas adalah 2-4 orang Skor 3 : banyaknya siswa yang melakukan aktivitas adalah 5-7 orang Skor 4 : banyaknya siswa yang melakukan aktivitas adalah 8-9 orang

Skor Total Persentase = Skor Maksimum X 100 % =

48 80 X 100 % = 60 %

Semarang, 12 Oktober 2006 Pengamat,

Noor Istiqomah NIM.4101403005

Lampiran 40

157

HASIL LEMBAR PENGAMATAN AKTIVITAS SISWA SIKLUS 2

Mata Pelajaran Topik

: Matematika : Pecahan dan Operasinya

Nama Guru

: Ibu Sulastri

Hari/Tanggal : Selasa / 13 Februari 2007

Petunjuk: Beri tanda cek (√) pada kolom Muncul atau Tidak pada setiap indikator aktivitas siswa,bila ada catatan yang diperlukan tuliskan pada kolom keterangan.

No. Aktivitas/Indikator 1 Melakukan pengamatan terhadap beberapa contoh 2 Memberikan contoh lain

Muncul √

Tidak

3

Memberikan non contoh

4

5

Melakukan, misalnya menggunting, memotong, menjiplak, membalik dan membuat bangun-bangun geometri. Melakukan perhitungan sederhana atau secara algoritmik Menerapkan prinsip/aturan secara rutin Mengkomunikasikan gagasan dengan simbol, tabel, diagram atau media lain untuk memperjelas keadaan atau masalah Mendengarkan dan menulis tentang matematika Berdiskusi/kerja kelompok Berpendapat atau bahkan menyanggah kawannya, juga bisa menyanggah gurunya Memanipulasi matematika dalam membuat generalisasi Menyusun bukti Menjelaskan gagasan dan pernyataan matematika Mengidentifikasi fakta atau

Keterangan Skor Siswa mendengarkan dan menjawab 4 pertanyaan guru Siswa memberikan 1 bentuk pecahan 3 2 yang lain Siswa memberikan 1 2 contoh nilai tidak 2 Siswa menggunting kertas yang dibagikan 4 guru

√ √ √ √ √ √ √ √ √ √

6 7

Siswa dapat mengerjakan contoh soal Siswa menjawab pertanyaan guru Mengerjakan LKS

3 3

4 Siswa dapat menulis lambang bilangan Siswa mengerjakan LKS

8 9 10

3 4 3

11 12 13 14

Siswa mengerjakan soal

4 1 2

Siswa bertanya ketika

3

158

15

16

informasi yang diberikan (apa yang diketahui), apa yang ditanyakan atau dibuktikan Menyusun model matematik dan menyelesaikannya untuk masalah nyata. Menjelaskan/menginterpretasikan hasil sesuai masalah Gembira dan merasakan kesenangannya Memiliki perhatian dan minat dalam mempelajari matematika Memiliki rasa ingin tahu Memiliki sikap ulet dan percaya diri dalam memecahkan masalah Skor Total

menemui kesulitan

√ √ √ √ √ √

1 Siswa mempresentasikan hasil LKS

3 4

17 18

Siswa memberikan tanggapan terhadap pertanyaan guru Mengerjakan soal dengan mandiri

4 4 4 63

19 20

Pedoman Penilaian Skor 1 : banyaknya siswa yang melakukan aktivitas adalah 0-1 orang Skor 2 : banyaknya siswa yang melakukan aktivitas adalah 2-4 orang Skor 3 : banyaknya siswa yang melakukan aktivitas adalah 5-7 orang Skor 4 : banyaknya siswa yang melakukan aktivitas adalah 8-9 orang

Skor Total Persentase = Skor Maksimum X 100 % =

63 80 X 100 % = 78,75 %

Semarang, 13 Februari 2007 Pengamat,

Noor Istiqomah NIM.4101403005

Lampiran 41

159

HASIL LEMBAR PENGAMATAN GURU SIKLUS 1

Mata Pelajaran Topik

: Matematika : KPK

Nama Guru

: Ibu Sulastri

Hari/Tanggal : Kamis / 12 Oktober 2006

Petunjuk: Beri tanda cek (√ ) pada kolom yang sesuai, tuliskan penjelasan bila diperlukan pada kolom keterangan. No 1. 2. 3. Aktivitas guru
Pendahuluan Guru menyampaikan materi yang akan dikembangkan Guru menyampaikan tujuan/indikator pembelajaran Guru melakukan apersepsi/ mengungkap materi prasyarat

Muncul Ya Tidak
√ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √

Keterangan

Skor

2 2 Apersepsi dilakukan dengan metode tanya jawab Penggunaan alat peraga kurang maksimal 2

4.

Guru menggunakan alat peraga yang sesuai. Guru menyajikan/mengenalkan masalah yang konstektual kepada siswa Guru memotivasi siswa Kegiatan Inti Guru memanfaatkan LKS Guru meminta siswa bekerja kelompok Guru memberi petunjuk dengan jelas kegiatan yang harus dilakukan siswa

1

5.

0 1 2 2 Waktu yang digunakan untuk menyelesaikan LKS belum ditentukan. Menggunakan alat peraga KPK

6. 7. 8. 9.

1

10. 11. 12. 13. 14. 15. 16. 17.

Guru memanfaatkan alat peraga yang sesuai Guru memanfaatkan alat peraga yang benar Guru menyajikan pertanyaanpertanyaan yang menuntun Guru memotivasi siswa Guru memberi umpan balik terhadap respon siswa Guru antusias dalam melaksanakan pembelajaran Guru memberi penguatan kepada siswa Guru menyajikan kegiatan yang mengejutkan siswa.

2 2

Memberikan soal

1 1 2 2 1

Menggunakan alat peraga KPK

1

160

(klasikal). 18. Guru menyajikan/mengembangkan kemampuan memecahkan masalah/soal-soal. Dengan pertanyaan-pertanyaan guru menuntun siswa menemukan konsep/prinsip Guru memberi kesempatan kepada siswa untuk bertanya/menyampaikan pendapat/menanggapi pendapat siswa lain. Penutup Guru bersama siswa membuat simpulan Guru melakukan evaluasi Guru memberikan tugas rumah (PR) Guru memotivasi siswa Skor Total
√ √

0 Guru melakukan tanya jawab kepada siswa

19.

2

20.

1

21 22 23 24

√ √ √ √

2 2 2 2 36

Beri penjelasan tentang kesesuaian pembelajaran dengan RP! Dalam pendahuluan, guru tidak menyajikan masalah konstektual seperti yang ada dalam Charta 1. Guru memberikan contoh soal yang berbeda dengan RP. Untuk kegiatan yang lain, guru sudah memberikan penjelasan yang sesuai dengan RP.

Pedoman penilaian: Skor 2 = aktivitas guru baik Skor 1 = aktivitas guru cukup Skor 0 = guru tidak melakukan aktivitas

Skor Total Persentase = Skor Maksimum X 100 % =

36 48 X 100 % = 75 %

Semarang, 12 Oktober 2006 Pengamat,

Noor Istiqomah NIM.4101403005

Lampiran 42

161

HASIL LEMBAR PENGAMATAN GURU SIKLUS 2

Mata Pelajaran Topik

: Matematika : Pecahan dan Operasinya

Nama Guru

: Ibu Sulastri

Hari/Tanggal : Selasa / 13 Februari 2007

Petunjuk: Beri tanda cek (√ ) pada kolom yang sesuai, tuliskan penjelasan bila diperlukan pada kolom keterangan. No 1. 2. 3. Aktivitas guru
Pendahuluan Guru menyampaikan materi yang akan dikembangkan Guru menyampaikan tujuan/indikator pembelajaran Guru melakukan apersepsi/ mengungkap materi prasyarat

Muncul Ya Tidak
√ √ √

Keterangan

Skor

2 2 Apersepsi dilakukan dengan metode tanya jawab (mengingatkan bilangan bulat) Penggunaan alat peraga sudah maksimal Guru menggunakan buah apel

2

4.

Guru menggunakan alat peraga yang sesuai. Guru menyajikan/mengenalkan masalah yang konstektual kepada siswa Guru memotivasi siswa Kegiatan Inti Guru memanfaatkan LKS Guru meminta siswa bekerja kelompok Guru memberi petunjuk dengan jelas kegiatan yang harus dilakukan siswa Guru memanfaatkan alat peraga yang sesuai Guru memanfaatkan alat peraga yang benar Guru menyajikan pertanyaanpertanyaan yang menuntun Guru memotivasi siswa

√ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √

2

5.

2 2 2 2

6. 7. 8. 9.

10. 11. 12. 13.

Waktu untuk mengerjakan LKS sangat jelas Menggunakan alat peraga pecahan

2 2 2

14.

Guru memberi umpan balik terhadap respon siswa Guru antusias dalam melaksanakan pembelajaran Guru memberi penguatan kepada

Untuk menunjukkan pecahan Jika siswa menjawab benar maka akan mendapat hadiah Memberi umpan balik terhadap jawaban siswa

2 2

2 2 1

15. 16.

162

17. 18.

19.

20.

21

siswa Guru menyajikan kegiatan yang mengejutkan siswa. Guru menyajikan/mengembangkan kemampuan memecahkan masalah/soal-soal. Dengan pertanyaan-pertanyaan guru menuntun siswa menemukan konsep/prinsip Guru memberi kesempatan kepada siswa untuk bertanya/menyampaikan pendapat/menanggapi pendapat siswa lain. Penutup Guru bersama siswa membuat simpulan

√ √ √

Dalam LKS Siswa mengerjakan LKS Guru melakukan tanya jawab kepada siswa

1 2

2

2

Dengan menggunakan gambar

2 2 2 2 46

Guru melakukan evaluasi √ Guru memberikan tugas rumah (PR) √ Guru memotivasi siswa √ Skor Total Beri penjelasan tentang kesesuaian pembelajaran dengan RP! 22 23 24

Pembelajaran yang berlangsung ada yang tidak sesuai dengan RP yaitu pada kegiatan inti, seharusnya siswa yang memotong kertas tetapi justru gurunya sendiri yang memotong kertas. Untuk kegiatan yang lain, guru sudah memberikan penjelasan yang sesuai dengan RP.

Pedoman penilaian: Skor 2 = aktivitas guru baik Skor 1 = aktivitas guru cukup Skor 0 = guru tidak melakukan aktivitas Skor Total Persentase = Skor Maksimum X 100 % = 46 48 X 100 % = 95,83 %

Semarang, 13 Februari 2007 Pengamat,

Noor Istiqomah NIM.4101403005

Lampiran 43
TABEL PENILAIAN ANGKET SIKAP SISWA

163

Skor No. Pernyataan Ya Tidak 1 2 3 4 5 6 Pembelajaran matematika, adalah pembelajaran yang ditunggu-tunggu. Pembelajaran matematika kali ini menarik Pembelajaran matematika kali ini mudah dipahami (jelas) Pembelajaran matematika menggunakan alat peraga membosankan Pembelajaran matematika menggunakan alat peraga menakutkan Pembelajaran matematika menggunakan alat peraga oleh guru saja sudah mengasyikkan 7 8 9 Pembelajaran matematika tidaklah sulit Pembelajaran matematika kali ini menjadikan banyak teman Pembelajaran matematika dengan alat peraga dan bekerja bersamasama (kelompok) menyenangkan 10 Kesempatan bisa menggunakan alat peraga sendiri dalam pelajaran matematika menyenangkan 1 0 1 1 1 0 0 0 1 1 1 0 0 1 0 0 0 1 1 0

164 Lampiran 44

Lampiran 45

165

HASIL ANGKET SIKAP GURU TERHADAP PENDAMPINGAN SIKLUS 1

Berilah penilaian pada tiap pernyataan berikut dengan memberi tanda (√) pada kolom yang sesuai dengan pendapat Bapak/Ibu

Pilihan SS untuk Sangat Setuju Pilihan S untuk Setuju Pilihan TS untuk Tidak Setuju Pilihan STS untuk Sangat Tidak Setuju

No. 1

2

3

4

5

6

7

8

9

Pernyataan Kegiatan Pendampingan bersama tenaga kependidikan dari Perguruan Tinggi memberikan manfaat dalam mengembangkan rencana pembelajaran. Kegiatan Pendampingan bersama tenaga kependidikan dari Perguruan Tinggi memberikan tambahan wawasan dalam merancang pembelajaran inovatif sesuai tuntutan Kurikulum. Kegiatan Pendampingan bersama tenaga kependidikan dari Perguruan Tinggi menyita waktu Kegiatan Pendampingan bersama tenaga kependidikan dari Perguruan Tinggi perlu dilanjutkan sebagai kegiatan rutin dalam pertemuan bulanan. Kegiatan Pendampingan bersama tenaga kependidikan dari Perguruan Tinggi membantu memecahkan masalah pembelajaran yang dihadapi guru. Kegiatan Pendampingan bersama tenaga kependidikan dari Perguruan Tinggi menghambat implementasi pembelajaran di Sekolah. Kegiatan Pendampingan bersama tenaga kependidikan dari Perguruan Tinggi tidak efektif. Kegiatan Pendampingan bersama tenaga kependidikan dari Perguruan Tinggi memperjelas materi pembelajaran (konsep,prinsip) bagi guru. Kegiatan Pendampingan bersama tenaga

SS √

S

TS

STS Skor

4

3

3

3

4

4

3

√ √

4 3

166

10

11 12

kependidikan dari Perguruan Tinggi memotivasi guru lain untuk bergabung. Kegiatan Pendampingan bersama tenaga kependidikan dari Perguruan Tinggi mengganggu program kegiatan sekolah. Umpan balik dari pendamping setelah pembelajaran tidak perlu. Kehadiran pendamping dalam kelas mengganggu pembelajaran bagi guru dan siswa. Total Skor

√ √ √

3 4 3 41

Pedoman Penilaian 1. Pernyataan ke- 1, 2, 4, 5, 8, 9
SS skornya 4, S skornya 3, TS skornya 2, STS skornya 1

2. Pernyataan ke- 3, 6, 7, 10, 11, 12
SS skornya 1, S skornya 2, TS skornya 3. STS skornya 4

Skor Total Persentase = Skor Maksimum X 100 % =

41 48

X 100 % = 85,42 %

Semarang, 12 Oktober 2006 Guru Kelas IV

Sulastri NIP.500109066

Lampiran 46

167

HASIL ANGKET SIKAP GURU TERHADAP PENDAMPINGAN SIKLUS 2

Berilah penilaian pada tiap pernyataan berikut dengan memberi tanda (√) pada kolom yang sesuai dengan pendapat Bapak/Ibu

Pilihan SS untuk Sangat Setuju Pilihan S untuk Setuju Pilihan TS untuk Tidak Setuju Pilihan STS untuk Sangat Tidak Setuju

No. 1

2

3

4

5

6

7

8

9

Pernyataan Kegiatan Pendampingan bersama tenaga kependidikan dari Perguruan Tinggi memberikan manfaat dalam mengembangkan rencana pembelajaran. Kegiatan Pendampingan bersama tenaga kependidikan dari Perguruan Tinggi memberikan tambahan wawasan dalam merancang pembelajaran inovatif sesuai tuntutan Kurikulum. Kegiatan Pendampingan bersama tenaga kependidikan dari Perguruan Tinggi menyita waktu Kegiatan Pendampingan bersama tenaga kependidikan dari Perguruan Tinggi perlu dilanjutkan sebagai kegiatan rutin dalam pertemuan bulanan. Kegiatan Pendampingan bersama tenaga kependidikan dari Perguruan Tinggi membantu memecahkan masalah pembelajaran yang dihadapi guru. Kegiatan Pendampingan bersama tenaga kependidikan dari Perguruan Tinggi menghambat implementasi pembelajaran di Sekolah. Kegiatan Pendampingan bersama tenaga kependidikan dari Perguruan Tinggi tidak efektif. Kegiatan Pendampingan bersama tenaga kependidikan dari Perguruan Tinggi memperjelas materi pembelajaran (konsep,prinsip) bagi guru. Kegiatan Pendampingan bersama tenaga kependidikan dari Perguruan Tinggi memotivasi guru lain untuk bergabung.

SS

S √

TS

STS Skor

3

4

3

4

4

4

3

4

3

168

10

11 12

Kegiatan Pendampingan bersama tenaga kependidikan dari Perguruan Tinggi mengganggu program kegiatan sekolah. Umpan balik dari pendamping setelah pembelajaran tidak perlu. Kehadiran pendamping dalam kelas mengganggu pembelajaran bagi guru dan siswa. Total Skor

√ √ √

3 4 3 42

Pedoman Penilaian 1. Pernyataan ke- 1, 2, 4, 5, 8, 9
SS skornya 4, S skornya 3, TS skornya 2, STS skornya 1

2. Pernyataan ke- 3, 6, 7, 10, 11, 12
SS skornya 1, S skornya 2, TS skornya 3. STS skornya 4

Skor Total Persentase = Skor Maksimum X 100 % =

42 48

X 100 % = 87,5 %

Semarang, 13 Februari 2007 Guru Kelas IV

Sulastri NIP.500109066

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful