ABDOMEN AKUT

 Abdomen

akut ialah kondisi dimana gejala utamanya nyeri diperut,terjadi secara tiba-tiba dan untuk penanggulangannya biasanya tindakan pembedahan diperlukan.

NYERI PERUT   

Keluhan yang menonjol dari pasien dengan abdomen akut ialah nyeri perut. Rasa nyeri perut dapat disebabkan oleh kelainan-kelainan di abdomen atau di luar abdomen seperti organ-organ di rongga toraks. Dibedakan dua jenis nyeri perut yaitu nyeri viseral dan nyeri somatik.

pasien biasanya bergerak aktif tanpa menyebabkan bertambahnya rasa nyeri.  .NYERI VISERAL  Nyeri viseral terjadi karena rangsangan pada peritoneum yang meliputi organ intraperitoneal yang dipersarafi oleh susunan saraf otonom. Pasien biasanya tak dapat menunjukkan secara tepat lokalisasi nyeri. Karena nyeri ini tidak dipengaruhi oleh gerakan. digambarkan pada daerah yang luas dengan memakai seluruh tapak tangan.

. perubahan suhu. Rasa nyeri seperti ditusuk-tusuk atau disayat dengan pisau Vorg dapat ditunjukkan secara tepat oleh pasien dengan menunjukkannya memakai jari. kimiawi atau proses peradangan. Rangsangan dapat berupa rabaan. tekanan.NYERI SOMATIK  Nyeri somatik terjadi karena rangsangan pada peritoneum parietale yang dipersarafi oleh saraf tepi diteruskan ke susunan saraf pusat.

LOKALISASI NYERI  Nyeri viseral yang timbul biasanya sesuai dengan letak organ di dalam rongga perut dan asal organ secara embriologi. .

peningkatan tekanan intraluminer/ fase awal dari gangguan vaskularisasi usus akan berupa nyeri bersifat kolik. batu ureter. .SIFAT RASA NYERI    Rasa nyeri yang timbul pada pasien dengan abdomen akut dapat berupa nyeri yang terus-menerus atau nyeri yang bersifat kolik. Karena kontraksi ini terjadinya secara intermiten maka nyeri dirasakan hilang timbul. Karena rangsangan tersebut berlangsung terus pada peritoneum rasa nyeri dirasakan terus-menerus. Nyeri kolik biasanya disebabkan hambatan pasase dari organ yang berongga. nyeri yang timbul adalah nyeri somatik dapat lokal dapat pula merata pada seluruh perut tergantung luasnya rangsangan pada peritoneum. Obstruksi usus. Rangsangan pada peritoneum parietale dapat disebabkan oleh kimiawi atau bakteri (reaksi inflamasi). Nyeri yang bersifat kolik adalah nyeri viseral akibat spasme otot polos viseral.

Untuk nyeri yang secara bertahap bertambah intensitasnya disebabkan oleh proses inflamasi.ONSET DAN INTENSITAS NYERI   Bagaimana mulai timbulnya serangan rasa nyeri dapat merggambarkan asal dari terjadinya proses penyakit. misalnya pada kolesistitis akut atau pankreatitis akut . perforasi atau puntiran. Nyeri hebat dapat terjadi secara tiba-tiba atau secara cepat menjadi hebat. dapat pula secara bertahap rasa nyeri makin bertambah. Seorang ymg sehat tiba-tiba merasakan nyeri perut hebat dapat disebabkan oleh adanya sumbatan.

. Warna muntah waktu mulai timbulnya muntah dan hubungannya dengan distensi abdomen dapat dipakai untuk menentukan tinggi rendahnya sumbatan saluran cerna.Muntah    Hampir selalu gejala abdomen akut disertai dengan muntah. pankreatitis akut atau sumbatan saluran cerna bagian atas. perlu dipikirkan kemungkinan kolesistitis akut. Muntah dapat disebabkan oleh penyakit yang menjadi sebab abdomen akut. Nyeri perut yang disertai muntah yang sering dan terus-menerus.

Data Lain yang Penting Meliputi :  Umur  Posisi pasien  Riwayat haid  Obat-obatan  Pemeriksaan fisik  Keadaan umum .

Pemeriksaan Abdomen 1. Inspeksi  Sebelum melakukan tindakan palpasi mengamati dengan seksama perut pasien akan diperoleh data yang membantu dalam menegakkan diagnosis. perut membuncit dengan gambaran usus atau gerakan usus dapat disebabkan oleh gangguan pasase. Bagian yang tertinggal pada pernapasan merupakan bagian abdomen dengan proses inflamasi d bawahnya. . Jaringan parut bekas operasi menunjukkan kemungkinan adanya adhesi.

bukan defans muskuler.  Defans yang murni adalah proses refleks otot akan dirasakan pada inspirasi dan eKspirasi berupa reaksi kontraksi otot terhadap rangsangan tekanan.  Nyeri tekan dan defans muskuler {rigidity/ guarding) menunjukkan adanya proses inflamasi yang mengenai peritoneum parietale (nyeri somatik). . 2.  Bila kekakuan otot berkurang pada pasien yang relaks dengan bernapas dalam melalui mulut.Cont.. Hal ini berguna sebagai pembanding antara bagian yang tak nyeri dengan bagian yang nyeri. Palpasi  Selalu melakukan palpasi di bagian Iain dari abdomen yang tidak dikeluhkan adanya nyeri.

menunjukkan kemungkinan adanya peradangan pada kandung empedu (tanda dari Murphy). Nyeri tekan interkostal bawah kanan pada pasien dengan nyeri perut kanan atas lebih mungkin disebabkan oleh abses hati daripada disebabkan oleh kolesistitis akut. .  Inspirasi yang tertahan karena rasa nyeri akibat palpasi di daerah subkostal.

. Perkusi  Nyeri ketok menunjukkan adanya iritasi pada peritoneum. adanya udara bebas atau cairan bebas juga dapat ditentukan dengan perkusi melakii pemeriksaan pekak hati dan shifting dullness. Auskuttasi  Pasien dengan peritonitis umum bising usus akan melemah atau menghilang sama sekali. Sebaliknya bising usus yang meninggi dapat pula terjadi pada paralisis segmental dari usus. Eising usus melemah atau menghilang masih mungkin pada sumbatan usus yang sudah lama di mana terjadi kelelahan-otot. sedangkan pada peritonitis lokal bising usus dapat ter-dengar normal. 4.3. sedangkan gangguan pasase yang Jisebabkan oleh paralisis bising usus tidak terdengar sama sekali.  Bising usus yang tinggi (metalic sound) khas untuk obstruksi usus.

nyeri pada satu sisi menunjukkan adanya kelainan di daerah pelvis seperti apendisitis. abses atau adneksitis. Nyeri yang difus kurang memberikan informasi mungkin pada peritonitis murni.PEMERIKSAAN REKTAL  Pasien dengan keluhan nyeri perut harus dilakukan pemeriksaan rektal. di mana pada paralisis dijumpai ampula yang melebar sedangkan pada obstruksi justru kolaps. Colok dubur dapat pula membedakan antara obstruksi usus dengan paralisis usus. Pemeriksaan ginekologis merambah informasi untuk kemungkinan kelainan genitalia interna. .

Pemeriksaan radiologi yang perlu dilakukan biasanya foto abdomen tiga posisi untuk konfirmasi adanya peritonitis. Pemeriksaan ultrasonografi ( TJSG ) sangat membantu untuk menegakkan diagnosis kelainan hati. Apendisitis akut pun dapat dikonfirmasikan dengan pemeriksaan USG sehingga mencegah tindakan pembedahan yang tidak diperlukan. hitung trombosit dan faktor-faktor koagulasi di samping diperlukan untuk persiapan pembedahan juga dapat membantu menegakkan kemungkinan demarn berdarah yang memberikan gejala-gejala mirip abdomen akut. udara bebas. .PEMERIKSAAN PENUNJANG    Beberapa test laboratorium tertentu mutlak dilakukan antara lain Hb/Ht untuk kemungkinan adanya perdarahan atau dehidrasi. hitung lekosit menunjukkan adanya proses peradangan. saluran empedu dan pankreas dengan ketepatan diagnostik yang cukup tinggi. obstruksi atau paralitik usus.

Beberapa keadaan seperti kolesistitis akut. . pankreatitis akut atau pelvic infla-matory disease (PID) pada tahap tertentu dapat dilakukan pengobatan non bedah.Penatalaksanaan  Hampir semua kelainan abdomen akut memerlukan tindakan pembedahan untuk mengatasi penyebabnya.

Kolesistitis Akut .

 Radang kandung empedu 95% disebabkan sum-batan duktus sistikus terutama oleh batu empedu. . Sebagian kecil tidak ada hubungannya dengan batu empedu yang dikenal sebagai kolesistitis akalkulus biasanya berhubungan dengan keadaan penyakit berat.

Gejala klinis 1.5°C tanda-tanda peritonitis di perut kuadran kanan atas subkostal kanan pada inspirasi dalam rasa nyeri dan terhentinya pernapasan nyeri tekan kosta/interkostalis tidak ada mungkin teraba massa mungkin ikterus ringan . Subyektif: nyeri perut akut di bagian perut kanan atas dapat bersifat kolik atau terus-menerus nyeri menyebar ke punggung dan ke arah skapula mual/muntah demam 2. Obyektif sering pada wanita gemuk berusia di atas 40 tahun suhu 38-38.

000 kadang-kadang normal. alkali fostatase mungkin sedikit me-ninggi serum amilase kadang-kada:!. dinding yang menebal Adanya lumpur (sludge) atau batu. Gambaran kandung empedu yang membesar. Pemenksaan penunjang Laboratorium lekositosis berkisar antara 12.. bila tinggi ha^us dipikir-fcan kemungkinan adanya pnkreati-tis akut Ultrasonogram. EKG dan foto toraks Menyingkirkan kemungkinan pneumonitis berat paru kanan atau infark miokard (MCI) yang kadang-kadang mirip dengan abdomen akut kanan atas.000 diperkirakan kemungkinan adanya penyulit. (USG) USG sangat membantu menegakkan diagnosis. . Bila lebih dari 15.000-15. di atas normal.B.

. dipasang infus untuk terapi cairan. anti mikroba untuk kuman aerob dan anaerob. pasien puasa. Setiap peritonitis abdomen kanan atas sebelum diagnosis pasti ditegakkan segera dilakukan tindakan dekompresi lambung dengan pemasangan pipa lambung.

tidak ada perbaikan setelah 2 x 24 jam. Bila membaik pasien direncanakan untuk kolesistektomi 8-12 minggu kemudian.PENATALAKSANAAN KOLESISTITIS AKUT CARA NON OPERATIF  Pasien dilanjutkan diobservasi selama 2 x 24 jam. Selama observasi bila terdapat: empyema kandung empedu peritonitis meluas/umumc. dilakukan tindakan kolesistektomi segera . dinilai tanda peritonitisnya oleh dokter pemeriksa yang sama.

Mortalitas tidak berbeda dengan cara non operatif . Kolesistektomi segera dapat dilakukan pada kolesistitis akut bila dilakukan oleh ahli bedah yang berpengalaman dalam bedah saluran empedu.

PANKREATITIS AKUT .



Patogenesis pankreatitis akut sampai sekarang masih menjadi masalah kontroversi. Berbagai faktor dikemukakan sebagai faktor penyebab. Sumbatan pada saluran pankreas akan menye-babkan ekstravasasi dari enzim ke jaringan paren-kim pankreas. Refluks empedu ke duktus pankreas sebagai penyebab pankreatitis akut hemoragika. Virus dan obat-obatan tertentu disebut-sebut juga sebagai penyebab pankreatitis.

PENYEBAB PANKREATITIS AKUT 
       

alkohol empedu trauma tukakpeptik virus obat gigitan binatang berbisa hiperkalsemia idiopatik

Gejala klinis
1. Subyektif nyeri perut tiba-tiba yang mene.mbus ke arah belakang bersifat terus- menerus dan makin meningkat nyeri perut berkurang pada posisi berbaring miring (posisi fetus) mual/muntah riwayat peminum alkohol 2. Obyektif tanda peritonitis lokal di perut kanan atas atau seluruh abdomen warna kebiruan di pinggang kiri(tanda Gray-Turner) atau sekitar pusar (tanda Cullen) takikardi tanda syok pada pankreatitis hemoragika suhu>38°C

nekrosis. Toraks foto dan EKG: Untuk menghilangkan kemungkinan kelainan paru dan jantung yang membenkan gejala mirip pankreatitis akut. pseudokista atau pembentukan abses di pankreas. .Pemeriksan penunjang Laboratorium: Hb/Ht terjadi penurunan pada pankreatitis hemoragika amilase darah/urine USG: edema pankreas pelebaran duktus batu empedu Foto polos abdomen: C loop duodenum melebar paralisis segmental (sentinel loop) spasme kolon (colon out off sign) bayangan radioopak di daerah pankreas CT Scan: Bila memungkinkan akan dapat dilihr.t: Flegmon.

TINDAKAN SEGERA YANG HARUS DILAKUKAN IALAH:     puasa dekompresi lambung dengan pemasangan dan pengisapan pipa lambung terapi cairan untuk perbaikan sirkulasi pemberian antikolinergik sulfas atropin .

Lavase peritoneal dapat dilakukan bila ada kontraindikasi untuk tindakan pembedahan. kadang-kadang diperlukan reseksi sebagian dari pankreas. Kelainan-kelainan pada saluran empedu dilakukan tindakan sesuai dengan kelainan yang ditemukan. Untuk edema pankreas dilakukan eksplorasi pankreas dan pemasangan dren ganda di sekitar pankreas. 1-2 liter cairan ringer-laktat melalui kateter diaiisis peritoneal setiap jam. Bila membaik dapat diteruskan sampai 3 hari. .      Tindakan pembedahan dilakukan bila tidak ada perbaikan gejala klinis dalam waktu 24 jam. Bila tidak ada perbaikan laparotomi harus dilakukan. dan timbulnya penyulit. Debridement pankreas bila ada bagian-bagian yang nekrosis. Perbaikan akan tampak setelah 8 jam.

Penyebab lain iaiah adanya sumbatan/ham-batan lumen usus akibat perlekatan atau massa tumor. Akan terjadi peningkatan peristaltik usus sebagai usaha untuk mengatasi hambatan. .Gangguan Pasase Usus   Gangguan pasase usus yang sering juga disebut ileus dapat disebabkan oleh gangguan peristaltik usus akibat pemakaian obat-obatan atau kelainan sistemik sepeni gagal ginjal dengan uremia sehingga terjadi paralisis.

. muntah. Riwayat pemakaian obat-obatan atau penyakit ginjal kronis. Riwayat gangguan pola defekasi. adanya gambaran usus atau gerakan peristaltik pada dinding usus.  Pada pemeriksaan rektal/colok dubur dijumpai ampula rekti kolaps pada obstruksi rendah atau ampula rekti yang kembung karena paralisis. Obyektif  Abdomen membuncit.Gejala klinis Subyektif  Pasien datang dengan keluhan perut kembung. tidak bisa flatus dan buang air besar. buang air besar darah/lendir. Adanya riwayat laparotomi sebelumnya dapat menjadi penyebab sumbatan karena adhesi pasca laparotomi. berat badan yang menurun atau anemia dipikirkan kemungkinan sumbatan oleh neoplasma. Pada wanita tua jangan lupa untuk memeriksa daerah inguinal karena sering obsruksi usus akibat hernia femoralis inkarserata. Bising usus yang meninggi sampai metalic sound atau bising usus yang negatif.

Pemeriksaan penunjang   Gangguan pasase menyebabkan teriadinya gangguan keseimbangan cairan. Pemeriksaan Hb/Ht dapat merperlihatkan adanya hemokonsentrasi akibat defisit cairan. . Pelebaran usus dengan tanda-tanda air fluid level dan bagian distal kolon tidak terisi udara menunjukkan adanya sumbatan. Analisis gas darah dan pemeriksaan elektrolit untuk menilai gangguan keseimbangan elektrolit dan asam-basa. elektrolit dan asam-basa. Foto polos abdomen tiga posisi sangat membantu menentukan ada tidaknya sumbatan.

sehingga mengganggu pernapasan. .Tindakan segera yang dilakukan   Pemasangan infus untuk rehidrasi dan koreksi elektrolit/asam-basa segera dilakukan. Pemasangan pipa lambung sangat membantu mengurangi tekanan intraabdominal yang menekan diafragma. Pipa lambung juga mencegah muntah sehingga tidak terjadi aspirasi. Kateter urin atau tekanan vena sentral (CVP) dipasang sebagai pemantau.

Puasa. harus dicari penyebabnya dan pengobatan ditunjukan pada penyebabnya . Pemberian obat-obatan yang merangsang peristaltik tidak dianjurkan. . Bila jelas disebabkan oleh obstruksi penanganan selanjutnya adalah dengan tindakan laparotomi untuk menghilangkan penyebab sumbatan atau melakukan tindakan bypass bila tidak mungkin untuk diangkat penyebabnya. pemasangan pipa lambung dan pemberian cairan parenteral dapat mengatasi masalah akibat paralisis sampai usus dapat berfungsi kembali.  Paralisis usus bukan kasus bedah.

PERDARAHAN SALURAN CERNA .

 Gambaran klinis pasien dengan perdarahan saluran cerna tergantung dari berapa banyak kehilangan darah dan kecepatan berdarahnya. Bila berdarah perlahan-lahan dan kronis mung-kin akan ditemukan pasien anemia tanpa gangguan sirkulasi. . Tetapi bila perdarahan tadi masih dan berlangsung cepat mungkin yang kita hadapi adalah pasien dengan tanda-tanda gangguan sirkulasi hipovolemi karena kehilangan darah.

Kehilangan 1530% volume darah.    . Pasien dengan tanda-tanda hipotensi. vasokonstriksi perifer. Hemodinamik masih-stabil akan tetapi mulai ditemukan tanda-tanda kompensasi dari tubuh berupa takikardi dan takipneu. Pasien dengan hemodinamik yang stabil tanpa adanya tanda-tanda hipovolemi. oliguria ditemukan pada kehilangan 30-50% volume darah. Keadaan ini terjadi pada pasien yang kehilangan lebih dari 50% volume darah. pucat. gangguan kesadaran. takikardia.vasokonstriksi perifer. anuria. disorientas.KEMUNGKINAN-KEMUNGKINAN YANG AKANN DIHADAPI PADA PASIEN DENGAN PERDARAHAN  Pasien dengan tanda-tanda syok berat.

  . diperlukan tindakan pembedahan segera untuk menghentikan perdarahan. mengganti volume darah yang hilang dengan pemberian cairan intravena adalah usaha yang harus segera dilakukan.Penatalaksanaan  Penatalaksanaan pasien tergantung dari kondisi tersebut di atas. Cairan diberikan sampai kondisi pasien stabil nomovolemik dan dilakukan stabilisasi sambil melakukan pemeriksaan-pemeriksaan untuk mencari penyebab. Segera setelah pasien ditentukan adanya perdarahan disertai dengan gangguan sirkulasi. karena pada perdarahan yang berlangsung cepat yang tampak adanya kesulitan dalam upaya untuk memperbaiki sirkulasi. lokasi perdarahan dan upaya untuk menghentikan perdarahan. dilakukan pemasangan infus dengan memakai jarum ukuran besar untuk memudahkan pemberian darah Kecepatan perdarahan yang terjadi perlu ditentukan.

MENENTUKAN KECEPATAN DAN DERAJAT BERATNYA PERDARAHAN    Menilai keadaan klinis pasien Mengukur banyaknya darah yang keluar Menilai jumlah cairan atau darah yang harus diberikan. .

pasien hanya melena atau hematoschezia sering merupakan masalah dalam menentukan perdarahan apakah dari atas atau dari bawah.MENENTUKAN LOKASI SUMBER PERDARAHAN     Adanya hematemesis menunjukkan bahwa perdarahan tersebut berasal dari saluran cerna atas. Perdarahan yang berasal dari duodenum dapat tidak disertai dengan hematemesis karena fungsi pylorus yang mencegah refluks ke lambung. tetapi bila perdarahan begitu cepat sehingga belum sempat terjadi reaksi tersebut yang ditemukan adalah pasien dengan hematoschezia. Bila tidak ada hematemesis. melena pun belum tentu dijumpai karena kecepatan berdarah tidak sempat timbul reaksi dengan asam lambung. . Adanya melena yang merupakan reaksi asam lambung dengan hemoglobin dapat ditentukan bahwa perdarahan berasal dari saluran cerna atas.

Setiap perdarahan saluran cerna baik akut maupun kronis mutlak untuk dilakukan pemeriksaan endoskopi. Pemeriksaan endoskopi merupakan Pemeriksaan penunjang yang sangat menentukan untuk memastikan asal dan penyebab perdarahan. Kolonoskopi relatif lebih sulit dalam menentukan sumber perdarahan karena alat endoskopi masuk menentang arah aliran darah terutama pada perdarahan masif. masih aktif atau telah berhenti. diperlukan data klinis lainnya dan pemeriksaan penunjang untuk menentukan sumber perdarahan. Dalam hal keragu-raguan asal perdarahan dilakukan gastroduodenoskopi untuk menentukan ada tidaknya perdarahan di saluraran cerna atas. Dengan endoskopi selain menentukan sumber perdarahan juga dapat diketahui penyebab perdarahan.Pemeriksaan Penunjang  Dalam keadaan sulit untuk menentukan asal perdarahan.     . Bila sudah dapat ditentukannya bagian atas atau bawah yang berdarah mudah menentukan apakah gastroduodenoskopi atau kolonoskopi yang dilakukan.

. Dilanjutkan dengan usaha untuk menentukan diagnosis penyakit penyebab perdarahan.MENENTUKAN PENYEBAB PERDARAHAN  Setelah pasien stabil dan dapat ditentukan lokasi perdarahan saluran cerna atas atau bawah. Anamnesis. pemeriksaan fisik dan hasil pemeriksaan penunjang merupakan data yang dianalisa untuk menegakkan diagnosis.

pemakaian obat-obat nonsteroid anti inflamasi. Tindakan pembedahan tidak diperlukan. Perdarahan dapat berhenti spontan. aspirin atau steroid.Gastritis erosifa  Adanya riwayat alkoholisme. Diagnosis pasti dengan gastroskopi ditemukan adanya tukak yang dangkal. .

Tukak peotik  Tukak peptik dapat ditentukan baik pada lambung maupun duodeni. Kepastian diagnosis ditegakkan dengan endoskopi. penyebab perdarahan masif ialah adanya erosi pada pembuluh darah arteri.Kegagalan pada terapi nonoperatif harus dilakukan tindakan pembedahan untuk menghentikan perdarahan. Pasien ada riwayat gastritis kronis. mungkin telah mencapai terapi. .

dicurigai kemungKinan adanya neoplasma ganas. Kepastian diagnosis dengan endoskopi dan biopsi untuk pemeriksaan patologi anatomi.Ksrsinoma Lambung  Riwayat gastritis lama pada pasien usia lanjut. . Adanya massa di abdomen bagian atas.

adanya tanda-ianda sirosis hepatis hampir dapat dipastikan penyebab perdarahan adalah varises esofagus yang pecah. .Varises esofagus   Pasien dengan riwayat penyakit hati. Pemasangan pipa Sengstaken-Blakemore (SB) sangat bamanfaat untuk menghentikan perdarahan. sekaligus konfirmasi sumber perdarahan berasal dari varises esofagus yang pecah.

ada tanda-tanda klinis demam tifoid bila terjadi hematoschezia sangat mungkin sumber perdarahan terdapat di ileum atau sekum yang berasal dan tukak demam tifoid. .Demam tifoid dengan penyulit perdarahan   Pasien dengan riwayat demam yang lama.

Divertikulosis  Pasien usia lanjut dengan riwayat hematoschezia tanpa rasa nyeri di perut biasanya disebabkan oleh divertikel kolon yang berdarah. . Pemeriksaan barium-enema dapat memastikan diagnosis.

.Hemoroid   Buang air besar dengan perdarahan berupa darah segar yang tidak bercampur dengan feses. pasien dengan hematoschezia harus dilakukan pemeriksaan anuskopi. sigmoidoskopi atau kolonoskopi untuk kepastian diagnosis. disertai riwayat hemoroid. Bila pada pemeriksaan rektum tidak jelas dijumpai kelainan perdarahan disebabkan oleh hemoroid yang pecah.

Adanya riwayat buang air besar berlendir. mungkin disebabkan oleh karsinoma kolon dan rektum.Neoplasma kolon dan rektum  Jarang terjadi perdarahan yang masif. berat badan yang menurun tanpa sebab yang jelas. Pada anak-anak harus dipikirkan kemungkinan adanya polip. nyeri abdomen. .

.

. Tindakan bedah terutama bila perdarahan juga berasal dari fundus.KASUS BEDAH/BUKAN?  Semua merupakan kasus bedah kecuali pada perdarahan varises esofagus dapat dilakukan skleroterapi. Tetapi sekali dilakukan skleroterapi harus terus sampai perdarahan berhenti.

KONTRAINDIKASI?  Tidak ada kontraindikasi bedah meskipun ada kelainan pada enam organ vital. .

. Sebelum melakukan tindakan operatif pada perdarahan saluran cerna selalu Tranrusi Masiv dengan harapan perdarahan akan berhenti dengan memberikan faktor-faktor pembekuan darah. Untuk perdarahan saluran cerna bagian bawah tindakan selalu operatif.JENIS TINDAKAN?    Pada perdarahan saluran cerna bagian atas selalu dipasang S-B tube sebagai saran diagnostik dan terapi . trombosit dan eritrosit .

. perdarahan tidak dapat diatasi maka segera operasi.WAKTU YANG TEPAT?  Kalau dengan transfusi masif.

Pernapasan (aspirasi pneumoni) Faktor pembekuan darah (hemostasia lengkap) Antibiotik profilaksis. .MASALAH PRA-BEDAH?      Masalah di sini adalah penggantian volume darah. Keseimbangan asam-basa.

MASALAH INTRA-BEDAH?  Ahli bedah harus mampu melakukan: Saluran cerna bagian atas lihat:     varises esofagus Tukak peptik obstruksi. dan mampu melakukan total gastrtktomi pada perdarahan difus gastritis reseksi ilium dan anastomosis hemikolektomi kanan hemikolektomi kiri total kolektomi hemorhoidektomi polipektomi Saluran cerna bagian bawah:       .

MASALAH PASCA BEDAH?  Selain masalah yang dihadapi pada fase pasca bedah di sini masih ada masalah perdarahan non bedah. .

FOLLOW-UP  Sesuai dengan masing-masing operasi. .

IKTERUS DALAM BEDAH .

Keadaan ini dapat disebabkan oleh kelainan yang terdapat di luar atau di dalam hati.Ikterus  Ikterus berarti gejala kuning karena bilirubin yang berlebihan di dalam darah dan jaringan. .

.

rasa gatal keluhan saluran cerna. obat-obatan. adanya kontak dengan pasien ikterus lain. suntikan atau tindakan pembedahan. nafsu makan berkurang. . pemeriksaan fisik yang teliti serta pemeriksaan faa hati. alkoholisme.Diagnosis   Langkah pertama pendekatan diagnosis pasien dengan ikterus ialah melalui anamnesis. nyeri perut. riwayat tranfusi. pekerjaan. Anamnesis ditujukan pada riwayat timbul nya ikterus. warna urin dan feses.

eritem palmaris. Kandung empedu yang membesar menunjukkan adanya sumbatan pada saluran empedu bagian distal yang lebih sering disebabkan oleh tumor (dikenal dengan hukum Courvoisier). mencari tanda-tanda stimata sirosis hepatis seperti spider nyeri. Anemi dan limpa yang membesar dapat dijumpai pada pasien dengan anemia hemolitik. bekas garukan di kulit karena pruritus. limpa. kandung empedu.Pemeriksaan fisik  Pemeriksaan fisik meliputi perabaan hati. tanda-tanda asites. .

Pemeriksaan faal hati dapat menentukan apakah ikterus yang timbul disebabkan oleh gangguan pada sel-sel hati atau disebabkan adanya hambatan pada saluran empedu.Pemeriksaan laboratorium      Hemoglobin yang rendah disertai dengan retikulosit yang meninggi sering ditemui pada anemia hemolitik. Hitung lekosit yang meninggi menunjukkan adanya tanda-tanda kolangitis pada pasien ikterus. Respons waktu protombin terhadap suntikan vitamin K membantu menentukan apakah ikterus obstroktif atau gangguan parenkhim. . Pemeriksaan terhadap enzimSGPT/GOT dan enzim-enzim lainnya membantu menentukan ikterus akibat gangguan parenkhim hati sedangkan alkali fosfatase akan meninggi pada ikterus obstruktif. Peningkatan waktu protombin dalam waktu 48 jam setelah pemberian vitamin K menunjukkan adanya sambatan sedangkan bila tidak ada respons ini disebabkan oleh gangguan pada sel-sel hati.

Pemeriksaan Penunjang lainnya Ultrasonogram (USG)  Ketepatan diagnosis pemeriksaan sonografi pada sistem hepatobilier untuk mendeteksi batu empedu. Aman dan tidak invasif merupakan keuntungan. pembesaran kandung empedu. .  Keuntungan lain yang diperoleh pada penggunaan sonografi ialah sekaligus kita dapat menilai kelainan organ yang berdekatan dengan sistem hepatobilier antara lain pankreas dan ginjal. Tidak ditemukannya tanda-tanda pelebaran saluran empedu dapat diperkirakan penyebab ikterus bukan oleh sumbatan saluran empedu. sedangkan pelebaran saluran empedu memperkuat diagnosis ikterus obstroktif. pelebaran saluran empedu dan massa tumor tinggi sekali. lain dari sonografi.

Cont« Pemeriksaan radiologi  Pemeriksaan foto polos abdomen kurang memberi manfaat karena sebagian besar batu empedu radiolusen.  Pemeriksaan radiologi yang banyak manfaat diagnostiknya pada masa sekarang ini ialah Endoscopic Retrograde Cholangio-Pancreatography (ERCP). Kolesistografi tidak dapat digunakan pada pasien ikterus karena zat kontras tidak diekskresikan oleh sel hati yang sakit. . Dengan bantuan endoskopi melalui muara papila Vater kontras dimasukkan ke dalam saluran empedu dan saluran pankreas. tumor misalnya atau adanya penyempitan. Keterbatasan yang mungkin timbul pada pemeriksaan ini ialah bila muara papila tidak dapat dimasuki kanul. Keuntungan lain pada pemeriksaan ini ialah sekaligus dapat menilai apakah ada kelainan pada muara papila Vater.

. Akti-vitas enzim alkalifosfatase akan meningkat dan ini merupakan tanda adanya kolestasis.Ikterus Obstruktif  Hambatan aliran empedu yang disebabkan oleh sumbatan mekanik menyebabkan terjadi kole-stasis disebut sebagai ikterus obstruktif saluran empedu sebelum sumbatan akan melebar. Infeksi bakteri dengan kolangitis dan kemudian pem-bentukan abses menyertai demam dan septike-mia yang tidak jarang dijumpai sebagai penyulit ikterus obstruktif.

Penyebab Ikterus Obstruktif   Sumbatan saluran empedu dapat terjadi karena kelainan pada dinding misalnya adanya tumor atau penyempitan karena trauma (iatrogemk). tumor kandung empedu atau anak sebar tumor ganas di daerah ligamentum hepatoduodenale dapat menekan saluran empedu dari luar menimbulkan gangguan aliran empedu. Pankreatitis. divertikel duodenum dan striktur sfingter papila vater. tumor kaput pankreas. Beberapa keadaan yang jarang dijumpai sebagai penyebab sumbatan antara lain kista koledokus. Batu empedu dan cacing askaris sering dijumpai sebagai penyebab sumbatan di dalam lumen saluran. . abses amuba pada lokasi tertentu.

Bila tindakan pembedahan tidak mungkin dilakukan untuk menghilangkan penyebab sumbatan. Dapat pula upaya untuk menghilangkan sumbatan dengan tindakan endoskopi. koledoko-jejunostomi atau hepatiko-jejunostomi.pipa T pada duktus koledokus.Penatalaksanaan ikterus Obstruktif    Pada dasarnya penatalaksanaan pasien dengan ikterus obstruktif bertujuan untuk menghilangkan penyebab sumbatan atau mengalihkan aliran empedu. baik melalui papila vater atau dengan laparoskopi. . Drenase interna ini dapat berupa kolesisto-jejunostomi. dilakukan tindakan drenase yang bertujuan agar empedu yang terhambat dapat dialirkan. Tindakan tersebut dapat berupa tindakan pembedahan misalnya pengangkatan batu atau reseksi tumor. koledokoduodenostomi. Drenase dapat dilakukan keluar tabuh misalnya dengan pemasangan pipa naso bilier. atau kolesistostomi. Drenase interna dapat dilakukan dengan membuat pintasan bilio digestif.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful