TUGAS AKHIR

Untuk memenuhi sebagian persyaratan dalam menempuh mata kuliah

Ilmu Kesehatan Masyarakat Dan Promosi Kesehatan

Di susun oleh : Suci Wulansari NIM 09.086

AKADEMI FARMASI PUTERA INDONESIA MALANG Jl. Barito No.5. Telp.491132 – 492052 Fax. (0341) 485411 Malang Januari 2012

1. Untuk mencapai suatu tujuan promosi kesehatan diperlukan strategi untuk mencapai tujuan tersebut, bagaimana langkah-langkah yang anda lakuakan untuk mencapai tujuan tersebut? Jawaban : Berdasarkan rumusan WHO (1994) strategi promosi kesehatan secara global ini terdiri dari 3 hal, yaitu : a. Advokasi (Advocacy) Advokasi adalah kegiatan untuk menyakinkan orang lain agar orang lain tersebut membantu atau mendukung terhadap apa yang di inginkan. Kegiatan advokasi ini ada bermacam-macam bentuk, baik secara formal maupun informal, secara formal misalnya, penyajian atau presentasi dan seminar tentang issu atau usulan program yang ingin dimintakan dukungan yang relevan dengan program yang diusulkan, untuk secara informal meminta dukungan, baik dalam bentuk kebijakan atau mungkin dalam bentuk dana atau fasilitas lain. b. Dukungan sosial (social support) Strategi dukungan sosial ini adalah suatu kegiatan untuk mencari dukungan sosial melalui tokoh-tokoh masyarakat (toma), baik tokoh masyarakat formal maupun informal. Tujuan utama kegiatan ini adalah agar para masyarakat, sebagai jempatan antara sektor kesehatan dukungan sebagai sosial pelaksana melalui program pada kesehatan dasarnya dengan adalah masyarakat (penerima program) kesehatan. Dengan kegiatan mencari toma mensosialisasikan program-program kesehatan, agar masyarakat mau menerima dan berpartisipasi terhadap program kesehatan tersebut. Oleh sebab itu, strategi ini juga dapat dikatakan sebagi upaya bina suasana, atau membina suasana yang kondusif terhadap kesehatan. Bentuk kegiatan dukungan sosial ini antara lain : pelatihan para toma, seminar, lokakarya, bimbingan kepada toma, dan sebagainya. Dengan demikian maka sasaran utama dukungan sosial atau bina suasana adalah para tokoh masyarakat di berbagai tingkat.

c. Pemberdayaan masyarakat (Empowerment) Pemberdayaan adalah strategi promosi kesehatan yang ditujukan pada masyarakat langsung. Tujuan utama pemberdayaan adalah mewujudkan kesehatan kemampuan masyarakat dalam memelihara dan meningkatkan kesehatan mereka sendiri (visi promosi kesehatan). Bentuk kegiatan pemberdayaan ini dapat diwujudkan denga berbagai kegiatan, antara lain : penyuluhan kesehatan, pengorganisasian dan pengembangan masyarakat dalam bentuk misalnya : koperasi, ekonomi pelatihan-elatikhan keluarga akan untuk peningkatan terhadap pendapatan keluarga (income generating skill). Dengan meningkatkan kemampuan berdampak kemampuan dalam pemeliharaan kesehatan mereka, misalnya : terbentuknya dana sehat, terbentuknya pos obat desa, berdirinya polindes, dan sebagainya. Kegiatan-kegiatan semacam ini dimasyarakat sering disebut “gerakan masyarakat” untuk kesehatan. Dari uraian tersebut dapat disimpulkan bahwa sasaran pemberdayaan masyarakat adalah masyarakat. Strategi promosi kesehatan menurut piagam ottawa, ottawa

merumuskan strategi promosikesehatan yang mencakup 5 butir, yaitu: a. Kebijakan berwawasan kebijakan Adalah suatu strategi promosi kesehatan yang ditujukan kepada para penentu atau pembuat kebijakan, agar mereka mengeluarkan kebijakan-kebijakan publik yang mendukung atau menguntungkan kesehatan. b. Lingkungan yang mendukung (supportive Environment) Strategi ini ditujukan kepada para pengelola tempat umum, termasuk pemerintah kota, agar mereka menyediaakan saran-prasarana atau fasilitas yang mendukung terciptanya perilaku sehat bagi masyarakat, atau sekurang-kurangnya pengunjung tempat-tempat umum tersebut. Lingkungan yang mendukung kesehatan bagi tempat-tempat umum antara lain: tersedianya tempat pembuangan sampah, tempat buang air kecil/besar, tempat tersdianya air bersih, tersedianya ruangan bagi

perokok dan non-peroko, dan sebagain.dengan perkataan lain, para pengelola tempat-tempat umum, pasar, terminal, stasiun kereta api, bandara, mall dan sebagainya, harus menyediakan sarana dan prasarana untuk mendukung perilaku sehat bagi pengunjungnya. c. Reorientasi pelayanan kesehatan (Reorient Healt Service) Sudah menjadi pemahaman masyarakat pada umumnya bahwa dalam pelayanan kesehatan itu ada “provider” dan “consumer”. Penyelenggara (penyedia) pelayanan kesehatan adalah pemerintah dan swasta, dan masyarakat adalah sebagai pemakai atau pengguna pelayanan kesehatan. Pemahaman semacam ini harus diubah, harus diorientasi lagi, bahwa masyarakat bukan sekedar pengguna atau penerima pelayanan kesehatan, tetapi sekaligus juga sebagai penyelenggara, dalam batas-batas tertentu. Realisasi dari pemerintah maupun swasta harus melibatkan, bahkan memberdayakan masyarakat agar mereka juga dapat berperan bukan hanya sebagai penerima pelayanan kesehatan. Dalam meorientasikan pelayanan kesehatan ini peran promosi kesehatan sangat penting. d. Keterampilan individu (Personnel Skill) Kesehatan masyarakat adalah kesehatan agregat yang terdiri dari individu, individu, keluarga, dan kelompok-kelompok. Oleh sebab itu, kesehatan masyarakat akan terwujud apabila kesehatan individukeluarga-keluarga dankelompok-kelompok tersebut terwujud. Oleh sebab itu, strategi untuk mewujudkan keterampilan individu-individu dalam memelihara dan meningkatkan kesehatan adalah sangat penting. Langkah awal dari peningkatan keterampilan dalam memelihara dan meningkatkan kesehatan mereka ini adalah memberikan pemahaman-pemahaman kepada anggota masyarakat tentang cara-cara memelihara kesehatan, mencegah penyakit, mengenal penyakit, mencari pengobatan ke fasilitas kesehatan profesional, meningkatkan kesehatan, dan sebagainya. Metode dan tehnik pemberian pemahaman ini lebih bersifat individual dari pada massa. e. Gerakan masyarakat (Community Action)

Untuk mendukung perwujudan mayarakat yang mau dan mampu memelihara dan meningkatkan kesehatan seperti tersebut dalam visi promosi kesehatan ini, maka didlam masyarakat itu sendiri harus ada gerakan atau kegiatan-kegiatan untuk kesehatan. Oleh karena itu, promosi kesehatan harus mendorong dan memacu kegiatan-kegiatan di masyarakat di bidang kesehatan, niscaya terwujud perilaku yang kondusif untuk kesehatan atau masyarakat yang mau dan mampu memelihara serta meningkatkan kesehatan mereka. 2. Bagaimana pendapat anda tentang kebijakan bidang kesehatan yang saat ini dikeluarkan pemerintah? Jawab : “Kebijakan pemerintah dalam bidang kesehatan untuk masyarakat miskin” Menurut saya program pemerintah dalam bidang kesehatan untuk masyarakat miskin sangatlah membantu masyarakat dalam meningkatkan kesehatan masyarakat, dan terutama akan membantu masyarakat yang tidak mampu dalam meningkatkan kesehatan. Namun pada kenyataanya program pemerintah ini tidak sesuai dengan tujuan pemerintah yang menyebutkan, pemerintah memberikan kemudahan dan alkes pelayanana kesehatan kepada peserta di seluruh jaringan PPK JAMKESMAS, program pemerintah dalam program ini belum dilaksanakan dengan optimal oleh tenaga yang bersangkutan. 3. Anda sebagai tenaga farmasis, apa yang dapat anda kontribusikan untuk mecapai kesehatan masyarakat yang optimal? Sebagai tenaga farmasis yang dapat dikontribusikan untuk mencapai kesehatan masyarakat yang optimal yaitu salah satunya memberikan asuhan kefarmasian (Pharmacetical Care) kepada masyarakat. Hal ini sangatlah menbantu masyarakat dalam menjalani terapi maupun menjaga kesehatan. Asuhan kefarmasian yang dapat diberikan oleh tenaga farmasis kepada masyarakat contohnya memberikan informasi tentang obat diantaranya tentang aturan pakai dan efek samping yang ditimbukan oleh obat, dan memberikan informasi tentang bagaiman cara mengantisipasi terjadinya efek samping obat.