PENDAHULUAN Latar Belakang Indonesia memiliki sumber daya alam yang melimpah.

Sumber daya tersebut akan sia-sia apabila tidak dimanfaatkan secara potensial. Sumber daya potensial tidak hanya berasal dari sumber daya alam, tetapi juga berasal dari sumber daya manusia. Sumber daya manusia yang dibutuhkan tidak harus berkuantitas besar, tetapi juga harus memiliki kualitas tinggi. Oleh karena itu, apabila kedua sumber daya potensial ini digabungkan maka akan dapat mengembangkan pertanian Indonesia.

Pertanian merupakan tulang punggung perekonomian. Pertanian mensuplai bahan pangan, bahan baku industry, dan tekstil. Peran pertanian dalam mensuplai bahan pangan sangat besar. Dalam suplai bahan pangan ini, komoditas hortikultura berperan relatif besar. Hortikultura merupakan kegiatan budidaya tanaman dalam skala yang lebih padat modal, padat tenaga kerja, dan lebih intensif, karena mutu hasil merupakan tujuan akhir dari suatu budidaya tanaman. Walaupun begitu, budidaya hortikultura akan menghasilkan keuntungan yang tidak sedikit. Komoditas hortikultura mencakup komoditas buah, sayur, tanaman hias, dan tanaman obat. Produk hortikultura mempunyai karakteristik yang berbeda dari produk agronomi. Komoditas hortikultura dimanfaatkan dalam keadaan masih hidup atau masih segar, perisibel, dan mempunyai kandungan air yang tinggi. Contoh komoditas hortikultura seperti sawi, kangkung, tomat, cabai, jambu, dan sebagainya. Dalam budidaya hortikultura, karakteristik tanaman harus diketahui. Contohnya tomat tidak cocok pada tempat yang tergenang air, sawi tidak cocok pada tanah yang terlalu sering ditanami. Hal ini diperlukan agar didapatkan produk akhir yang optimal. Selain itu dalam budidaya hortikultura juga harus diperhitungkan jenis varietas yang cocok dan unit lapang yang akan di berikan.

Untuk menunjang pemahaman tentang hortikultura maka diadakan praktikum dasar-dasar hortikultura. Paraktikum dasar-dasar hortikultura ini memepelajari tentang cara budidaya tanaman hortikultura, karakteristik tanaman, OPT, dan manajemen pengolahan budidaya hortikultura. Walaupun tidak semua komoditas hortikultura dipelajari. Mahasiswa dituntut bekerja dengan rajin, terampil, tangkas, dan dapat kerjasama kelompok dengan baik. Setiap mahasiswa dituntut untuk terlibat langsung dalam setiap tahap atau proses kegiatan mulai dari persemaian sampai panen dan pasca panen.

RINGKASAN Hortikultura merupakan komoditi yang mencangkup produk buah-buahan, sayur-sayuran, tanaman hias, dan tanaman obat. Dalam praktikum dasar hortikultura ini terdapat tiga pokok kegiatan praktikum. Kegiatan pertama adalah pembudidayaan tanaman hortikultura, khususnya tanaman sayuran. Kegiatan yang kedua adalah kegiatan kunjungan nursery dan media tanam serta kegiatan yang terakhir adalah kunjungan ke pembuatan greenhouse.

Pembudidayaan tanaman sayur dilakukan di lapangan percobaan Cikabayan. Persiapan yang pertama adalah penyiapan benih dan persemaian bibit. Persiapan pra tanam meliputi pengolahan lahan dan persemaian. Komoditas hortikultura yang dibudidayakan adalah kangkung, tomat, caisim, cabe, dan kacang panjang. Selain persiapan pra tanam, terdapat juga pemeliharaan tanaman. Pemeliharaan meliputi pemupukan, pemangkasan, pengendalian gulma, hama, dan penyakit pengganngu tumbuhan. System budidaya dalam praktikum dasar-dasar hortikultura ini adalah system gilir. Contohnya tanaman kangkung yang ditanam gilir dengan tomat. Selain itu, dalam praktikum ini

diamati pertumbuhan fase vegetative, perkembangan fase generative, bobot panen tanaman. Hasil panen rata-rata dari keseluruhan tanaman tidak terlalu baik, karena tanaman terkena serangan hama dan penyakit. Kegiatan selanjutnya adalah kunjungan ke nursery yang berisi tanaman florikultur dan olerikultur. Hampir keseluruhan tanaman yang berada di nursery adalah tanaman perennial. Tanaman yang diamati meliputi beberapa jenis jeruk, kenanga, beberapa jenis jambu biji, manggis, nangka, srikaya, dan sawo kecik. Dalam praktikum kunjungan ke nursery diamati morfologi tanaman dan cara perbanyakan tanaman serta karakter khusus yang nada dalam tanaman nursery. Greenhouse merupakan media buatan yang digunakan untuk menumbuhkembangkan tanaman budidaya. Dalam greenhouse terdapat system irigasi, ventilasi, dan fertigasi. Greenhouse yang terdapat di Cikabayan belum memenuhi standard pembuatan greenhouse yang ideal. System greenhouse di Cikabayan lebih cocok untuk tanaman melon dan tomat intermediet.

Cabai ( Capsicum annum) Cabai sudah dikenal banyak orang di berbagai negara sejak abad ke-15. Penyebaran tanaman cabai sangat luas. Luasnya penyebaran daerah tumbuh cabai menyebabkan beragamnya istilah atau nama cabai di berbagai negara, diantaranya: Inggris mengenal cabai sebagai Capsicum pepper, chilli, bird pepper, dan bird¶s eye chilli. Amerika mengenal cabai sebagai piment dan poivron. Indonesia mengenal cabai sebagai lombok, cabai, cabai keriting, cabai rawit, dan cabai besar. Malaysia mengenal cabai sebagai cili, cili padi, cili api, dan cili sayur. Papua New Guenea mengenal cabai sebagai kapsikam, dan lombo. Filipina mengenal cabai sebagai sili, dan pasete. Kamboja mengenal cabai sebagai mo-tééhs phlaôk, dan mo-tééhs khmeang. Laos mengenal cabai sebagai ph¶ik, dan phéd. Thailand mengenal cabai sebagai phrik. Dan Vietnam mengenal cabai sebagai [ows]t . Capsicum masih termasuk Family Solanaceae yang menjadi salah satu genus dari 90 genus dan 2000 spesies, selain itu juga termasuk salah satu tanaman penting secara ekonomi dari

subdivisio Angiospermae.5 cm. Cabai secara umum memiliki ciri-ciri morfologi dengan struktur perakaran yang diawali dari akar tunggang yang sangat kuat dan bercabang-cabang ke samping dengan akar rambut. Selain itu. dengan pangkal meruncing dan ujung runcing. Bunga cabai umumnya bersifat tunggal dan tumbuh pada ujung ruas. luas. tepian terbentang. kepala putik berbentuk bulat. Bunga sempurna adalah bunga yang memiliki putik dan benang sari dalam satu bunga. daun cabai agak kaku. spesies Capsicum annuum L. Berdasarkan ilmu taksonomi. Benang sari berjumlah lima sampai delapan helai benang sari dengan kepala sari yang berbentuk lonjong. 1. tinggi 2-3 mm. Ciri lainnya adalah tanaman ini berbatang utama tegak. Mahkota bunga berwarna putih atau ungu tergantung kultivarnya. helaian daun bulat telur memanjang atau ellips bentuk lanset.5-2 cm. genus Capsicum.5-12 kali 1-5 cm. class Dicotyledone. sedangkan pada batang utama daun tunggal tersebut tersusun secara spiral. Mahkota bentuk roda. Akar tunggang yang kuat pada cabai dapat menghujam ke dalam hingga mencapai kedalaman satu meter atau bahkan lebih. Tanaman cabai memiliki bentuk daun datar. cabai masuk ke dalam divisio Spermatophyta. berwarna biru keunguan. bagian pangkanya berkayu dan bercabang lebat. garis tengah 1. serta memiliki tinggi yang berkisar 50-150 cm dengan diameter batang ± 1 cm. tergantung pada spesiesnya. Daun tumbuh pada tunas-tunas samping secara berurutan. Ordo Tubiflorae. Pada saat bunga .beberapa tanaman penting lainya seperti kentang. berbagi 5 dalam. panjang tangkai 0.2. sedangkan pada µnode¶ atau titik percabangan biasanya diwarnai oleh bercak ungu. Daun berbulu lebat atau jarang. gundul. tinggi tabung 2 mm. Bagian batang yang muda berambut halus. berkilau. terong. serta merupakan bunga sempurna (hermaprodit). dan tembakau. taju runcing. Tabung kelopak berusuk bentuk lonceng. sederhana. helaian mahkota bunga berjumlah lima atau enam helai. Secara umum warna batangnya adalah hijau dan coklat kehijauan pada ujung batang utama hingga mendekati percabangan.5. Pada dasar bunga terdapat daun buah yang berjumlah lima helai yang kadang-kadang bergerigi. tomat. Setiap bunga mempunyai satu putik (stigma). berwarna hijau sampai hijau tua dengan tepinya rata. familia Solanaceae.

hijau. Biarkan sebentar.200 m dpl. Lebar buah mencapai 8 mm sedangkan panjangnya berkisar 0. serta bebas hama dan penyakit. Biji mempunyai kulit yang keras. Bentuk buah umumnya adalah memanjang. Biji yang terpilih untuk ditanam sebaiknya mengalami perlakuan benih dahulu. Kedudukan buah adalah buah tunggal pada masing-masing ruas (ketiak daun). warna mengkilat sampai kusam. Biji C.mekar. sedangkan ujungnya runcing atau tumpul. kotak sari masak dan dalam waktu relatif singkat tepung sari keluar mencapai kepala putik dengan perantara serangga atau angin. dikeluarkan bijinya. Apabila benih terlanjur lama disimpan maka sebelum disemaikan direndam dahulu dalam air hangat. Nanti akan terlihat sebagian biji terendam dan sebagian mengapung. hanya biji C. Bila sudah ingin disemai. Sedang pH tanah yang dikehendaki antara 6. berjumlah 140 biji per gram. Ukuran buah cabai beragam dari pendek sampai panjang. Benih Benih cabai dapat diperoleh dari buah yang tua dan bentuknya sempurna. tidak cacat. Biji cabai terletak di dalam buah. Melekat di sepanjang µplacenta¶. Permukaan kulit dan warna buah bervariasi dari halus sampai bergelombang. Biji yang mengapung dibuang karena biji tersebut sudah rusak dan bila dipaksakan ditanam akan sulit tumbuh. Apabila ingin disimpan lama sebaiknya buah cabai dibiarkan tetap utuh dan dijemur hingga kering. coklat atau kadang-kadang ungu pada waktu muda dan menjadi merah kalau matang.0-7. Cabai dapat hidup pada daerah yang memiliki ketinggian antara 01. Biji seperti ini bisa langsung disemai.8-30 cm (asumsi buah lurus). annuum berwarna kuning jerami. kuning. scbaiknya ditanam pada tanah berstruktur remah atau gembur dan kaya bahan organik. Di dalam biji terdapat µendosperm¶ dan µovule¶. Benih direndam dalam larutan kalium hipoklorit 10 % sekitar 10 menit. untuk pertumbuhan dan produksi terbaik.0. Tindakan ini sebagai penangkal . Jenis tanah yang ringan ataupun yang berat tak ada masalah asalkan diolah dengan baik. biji yang kering dikeluarkan. atau kadang-kadang µfasiculate¶ (bergerombol). pubescens yang berwarna hitam. dijemur. Benih dapat diperoleh dengan cara buah cabai dibelah secara memanjang. Namun. dan dibiarkan hingga kering. Berarti tanaman ini toleran terhadap dataran tinggi maupun dataran rendah.

sebaiknya dibuat atap yang kekuatannya memadai. Setelah berumur 30-40 hari setelah semai bibit siap ditanam di lahan.5. Untuk cabai hibrida sebaiknya memakai benih yang langsung dibeli di toko. Pada setiap titik dibuat lubang tanaman. Bila mengambil benih dari buah yang ditanam sendiri maka hasil panen beirikutnya akan jauh berkurang. Untuk satu hektar tanah asam dibutuhkan 1-1. atap plastik yang lumayan kokoh. atau alang-alang bisa dipakai.5 ton kapur. Jarak tanam yang digunakan pada sistem baris tunggal adalah 60-70 cm x 30-50 cm. Tanah bedengan diolah agar gembur. Sedangkan bila ditanam di tegalan saat yang tepat adalah musim hujan. Tujuan perendaman agar benih cepat tumbuh. sebaiknya segera disulam. Pemilihan musim ini penting agar kebutuhan air tanaman cabai tersedia dengan tepat. Benih juga dapat direndam dalam air hangat (suhu 50°C) selama semalam. Sistem baris tunggal banyak dipakai petani cabai dataran tinggi serta dataran rendah yang tergolong medium karena cocok dengan tanah yang bertekstur ringan atau sedang. Penanaman Cabai bisa di tanam di lahan sawah atau tegalan. Kapur akan memberikan pengaruh terbaik bila diberikan 1 bulan sebelum tanam. Sedangkan untuk sistem bedengan. lalu ditambahkan pupuk kandang dengan dicampur merata.penyakit virus yang sering terdapat pada benih. Bila ada tanaman yang mati. tambahkan kapur. Biji cabai ditebarkan dan disiram dengan sprayer halus agar tumbuh baik. Misalnya. Tujuannya agar pertumbuhan tanaman susulan tidak terlalu jauh berbeda dengan yang lebih dahulu tumbuh baik. Sistem beberapa baris pada bedengan lebih umum digunakan petani dataran rendah karena sistem tanahnya yang bertekstur liat hingga berat. Pada daerah dataran tinggi atau daerah yang sering ditiup angin kencang. Cabai dapat ditanam dengan sistem baris tunggal (single row) atau sistem beberapa baris pada bedengan. Bila ditanam di lahan sawah sebaiknya di akhir musim hujan sehingga jumlah air di lahan tidak berlebihan. Untuk itu diperlukan persemaian. Tanaman cabai sebaiknya ditanam dalam bentuk bibit. Arah bedengan persemaian dibuat menghadap ke timur. Pemeliharaan Benih sapihan biasanya tumbuh terus dengan baik. Kebutuhan benih cabai per hektar ialah antara 200-500 g. Persemaian sederhana dengan atap daun kelapa. jarak tanamnya 40-50 cm x 30-40 cm. Tindakan pemeliharaan lain untuk tanaman . daun pisang. Bila pH tanah kurang dari 5. Penyiraman dilakukan secara teratur. Ukuran lubang tak perlu besar yang penting bisa memuat benih sapihan beserta tanah yang membalut perakarannya. Tanah dibersihkan dari gulma dan dicangkul atau dibajak agar gembur.

tetapi masih berwama hijau penuh. Cabai yang sudah berwama merah sebagaian berarti sudah dapat dipanen. Selanjutnya 150. setiap 3-4 hari sekali dilanjutkan dengan panen rutin. Penanaman cabai dilapang dilaksanakan pada tanggal 7 April 2009. Kriteria panennya saat ukuran cabai sudah besar. Biasanya pada panen pertama jumlahnya hanya sekitar 50 kg. Sebaiknya pupuk diberikan dengan cara ditugal. dan KCI. Tray yang kami gunakan memiliki lubang sebanyak 105 lubang dengan tiap lubang 1 benih. Panen kedua naik hingga 100 kg. Bibit cabai yang ditanam sebanyak 50 bibit dan ditanam diantara baris tanaman kangkung dengan jarak tanam 50 . Pupuk Urea diberikan tiga kali. Ada juga petani yang sengaja memanen cabainya pada saat masih muda (berwarna hijau).43%. Seharusnya cabai ditanam pada lahan bekas kangkung. hingga 600 kg per hektar. dan pengairan. 250. Pengairan dilakukan terutama pada awal penanaman atau pada saat air hujan tak mencukupi kebutuhan tanaman. Pupuk yang biasa diberikan adalah Urea dengan dosis 225 kg/ha. Panen Cabai dataran rendah lebih cepat dipanen dibanding cabai dataran tinggi. Selain itu pupuk buatan juga diberikan... sepertiga berikutnya di bulan pertama dan kedua. TSP. Penyiangan dengan kored berfungsi juga sebagai penggembur tanah. penggemburan. Sepertiga bagian di awal tanam. Setelah itu hasilnya menurun terus. Tanaman cabai dapat dipanen terus-menerus hingga berumur 6-7 bulan. sedikit demi sedikit hingga tanaman tidak produktif lagi. 200. Penyiangan dilakukan dengan kored atau dengan langsung mencabut. .. dan KCl dengan dosis 100-150 kg/ha. Daya kecambah benih cabai dalam tray adalah 51. Penanaman ini dilakukan pada tanggal 10 Maret 2009. Kebutuhan pupuk kandang untuk setiap hektar lahan cabai adalah sekitar 20 ton. .cabai yang penting adalah penyiangan. TSP dengan dosis 100-150 kg/ha. Penanaman bibit cabai dilakukan pada bedeng yang sebelumnya ditanami caisim. Penanaman cabai dilakukan secara indirect seeding. Pemupukan pertama merupakan gabungan dari Urea. Apa yang kami lakukan adalah salah. Setelah panen pertama. Sedang di dataran tinggi panen baru dapat dimulai pada umur 4-5 bulan. Panen pertama cabai dataran rendah sudah dapat dilakukan pada umur 70-75 hari.

bobot tanaman tanpa akar. bobot akar. dan jumlah bobot buah per katagori. dan SP-36 20 g/m2. . dan menghitung daya tumbuh. Ukuran benih cabai yang kecil akan menyulitkan dalam perkecambahan. meliputi saat berbunga. jumlah bunga. mengamati pertumbuhan vegetatif dan pertumbuhan generatif. tinggi dan jumlah daun tanaman contoh. Kemungkinan benih akan terbawa air ketika hujan. Persemaian cabai rawit dilakukan karena ukuran benih cabai rawit cukup kecil. bobot tanaman contoh. Memberi pupuk pada 3 dan 6 MST dengan melingkar (dosis SP36 dan Urea masingmasing 5 g/tanaman).x 50 cm. memberi pupuk kocor. bobot marketable. Bila dikecambahkan secara langsung di lapangan. jumlah buah rontok.6 MST. atau mendapat cekaman lingkungan yang akan mengganggu perkecambahannya. penyulaman. Pupuk dasar ini diberikan mengelilingi tanaman. pembubunan pada 3 minggu setelah tanam. jumlah tandan. Persemaian biasanya dilakukan pada komoditas yang masa perekambahannya sangat dipengaruhi lingkungan. Cabai ditanam diantara baris tanaman kangkung dengan jarak tanam 50 x 50 cm. dimakan serangga tanah. dan pemberian Dekamon pada 2. jumlah buah per katagori. Persemaian dilakukan pada 26 Februari sampai 2 Maret 2009. Panen dilakukan dengan menghitung bobot total. Jumlah bibit yang harus disulam sebanyak 11 tanaman. Pada satu minggu setelah tanam menentukan sepuluh tanaman contoh. Pengajiran dilakukan pada 4 minggu setelah tanam. sedangkan mengamati pertumbuhan generatif. Panen dilakukan tanggal 9 Juni 2009.4. Setiap minggu dilakukan pembersihan gulma. Bibit cabe yang ditanam sebanyak 50 bibit dan ditanam dengan cara ditugal. Sistem penanaman ini dilakukan agar pemakaian lahan efektif. jumlah daun. Pertumbuhan vegetatif. pembersihan lahan. meliputi pengukuran tinggi tanaman. dan jumlah cabang. Sambil menunggu tanaman kangkung siap panen atau selesai dipanen. Penanaman cabai dilapang dilaksanakan pada tanggal 14-15 April 2009. Lalu memberi pupuk dasar dengan dosis Urea 5 g/m2. sehingga daya tumbuh tomat sebesar 78%.

Pada 3 MST dan 6 MST dilakukan pemupukan susulan Urea dan KCL dengan dosis masing-masing 5 g/tanaman. Jumlah buah yang siap panen pun sangat sedikit. Pupuk kocor sebenarnya sama dengan pupuk biasa. Dari 13 kelompok yang melakukan praktikum.8 % dan yang paling tinggi sebesar 94%. Pemeliharaan yang dilakukan cukup sederhana. Panen tidak dilakukan karena kondisi yang tidak memungkinkan. Populasi akhir yang tetap hidup hanya 38 dari populasi awal sebesar 50 tanaman.lahan yang sudah kosong ditanam cabai rawit. . Rata-rata jumlah bunga tanaman contoh sebanyak 3 bunga. Setelah ditanam dilakukan pemupukan. pupuk dicampur dengan air. Namun rata-rata jumlah bunga yang menjadi buah hanya sebanyak 2 buah. Hal ini bukan berarti terjadi menunjukkan terjadi penurunan tinggi batang. Pertambahan jumlah daun yang cukup besar terjadi pada 5-6 MST. Sistem ini dapat diterapkan kerena tanaman kangkung yang ditanam sebelum cabai tidak mengurangi intensitas cahaya yang dibutuhkan cabai untuk pertumbuhannya. Pada pengukuran tinggi tanaman. dan SP-36 20 g/m2. daya berkecambah cabai rawit yang paling rendah adalah 54. pada pemupukan dengan cara dikocor. Pemupukan dilakukan untuk memenuhi kebutuhan unsur hara tanaman terutama N dan P pada awal penanaman. Pupuk yang diberikan adalah pupuk dasar dengan dosis Urea 5 g/m2. Kesalahan ini mungkin terjadi karena kesalahan dalam pengukuran atau kesalahan dalam melihat tanaman contoh. Pada data tinggi ke-6 dan 12 terjadi penurunan tinggi. Namun terdapat 2 data tinggi yang jauh menurun yaitu pada 5 dan 6 MST. Setiap minggu dilakukan penyiangan gulma. terjadi pertambahan tinggi yang cukup besar pada 3-5 MST. Pupuk dasar ini diberikan mengelilingi tanaman.99%. Pengocoran dilakukan setiap minggu sampai cabai siap panen. 1 g/tanaman dicampur dengan 250 ml air. Pertambahan jumlah daun berlangsung dengtan baik. Rata-rata daya berkecambah cabai rawit yaitu sebesar 78. Ini menunjukkan pertuimbuhan vegetatif yang baik. Urea dan KCL diberikan secara bertahap karena unsur tersebut bersifat sangat mobil dan mudah hilang dari tanah Pada komoditi cabai juga dilakukan pemupukan dengan cara dikocor.

Sebagai pertimbangan. bahkan penyakit pun kerap menjadi penyebab utama kerusakan cabe. ribuan hektar pohon cabe gagal dipanen gara-gara kehadiran penyakit itu.vi08 Hambatan paling besar bertanam cabe biasanya datang dari keberadaan hama dan penyakit seringkali yang membuat tanaman rusak pada bagian tertentu yang bisa menyebabkan puso. thrips yang menyerang cabe tergolong sebagai pemangsa segala jenis tanaman. Pertumbuhan generatif yang tidak baik ini mungkin disebabkan oleh keadaan tanah yang tidak mendukung pertumbuhannya. Namun hanya beberapa yang utama dan paling merusak. jadi serangan pada tanaman cabe hanya salah satunya saja. namun sudah banyak yang dilakukan dalam upaya mengobati tanaman yang sudah terkena serangan. Cukup banyak jenis-jenis hama maupun penyakit yang menyerang tanaman cabe ini dari fase benih sampai panen. Meskipun komoditas ini sangat menjanjikan.) sudah tidak asing lagi bagi para petani cabe. Menurut beberapa sumber. namun hasilnya sangat rendah. 2010 | Author: sherly. Hama dan penyakit pada tanaman cabai June 20th. belum serangan hama maupun penyakit lain yang bisa merugikan petani. Sebagai tanaman budidaya. Kerugian yang diakibatkan hama maupun penyakit telah membuat tidak sedikit para petani yang bangkrut dan kapok untuk bertanam lagi. Karena saking tingginya kekhawatiran akan meluas atau terkena serangan. Berikut adalah musuh-musuh utama petani cabe yang sering menyerang tanaman cabe. penyemprotan seringkali dilakukan secara serampangan tanpa pertimbangan. Menurut sebagian petani hingga kini belum ada cara yang benar-benar ampuh untuk mengobati buah cabe yang sudah terserang hama dan penyakit. Bukannya mereka tidak mau tahu atau pasrah terhadap kehadiran ³para pengganggu´ ini. Keadaan tanah pada lahan penanaman cabai mungkin memang kurang baik. Akibatnya kesalahan pemilihan pestisida yang diberikan dan teknik pengendalian yang kurang baik bisa menjadi bumerang yang berakibat fatal. THRIPS Hama thrips (Thrips Sp. Bahkan untuk konsumsi seharihari pun tidak mencukupi. tentu saja pengembangan tanaman cabe tidak bisa terlepas dari pengendalian hama dan penyakit. pada Harian Kompas mengungkapkan daerah Kediri sebagai salah satu sentra produksi cabe di Jatim banyak yang terserang Antracnose atau yang lebih populer dengan pathek ini beberapa waktu yang lalu. teknik pengendalian yang baik yang dikenal dengan tehnik pengendalian hama terpadu sangat dianjurkan untuk mengatasi musuh-musuh utama tanaman cabe ini. . Dimana. Walaupun sudah dilakukan pepupukan dan pemeliharaan.Jumlah ini terlalu sedikit untuk dalam sistem budidaya. Dengan panjang tubuh sekitar + 1 mm. Tidak hanya hama. Untuk itulah. Berikut adalah pembahasan mengenai hama dan penyakit utama pada tanaman cabe. Ini hanya satu kasus saja. Salah satunya adalah dengan penyemprotan baik itu menggunakan insektisida maupun fungisida. namun tidak sedikit dari para petani kita yang mengeluh akibat kehadiran pengganggu keberhasilan budidayanya.

. Serangan paling parah biasanya terjadi pada musim kemarau. noda tersebut akan berubah warna menjadi coklat muda. selain itu dapat juga menggunakan perangkap kuning yang dilapisi lem. Thrips biasanya menyerang bagian daun muda dan bunga. Dalam beberapa waktu kemudian. namun tidak menutup kemungkinan pada saat musim hujan bisa juga terjadi serangan. dan apel menyerang tanaman cabe juga. Adanya noda keperakan itu tidak lain akibat adanya luka dari cara makan hama thrips. bentuk daun menjadi menggulung ke bawah dan akibatnya pucuk bisa mengering yang akhirnya menyebabkan daun rontok.5 ml/L. kutu persik ini memiliki kemampuan berkembang biak dengan cepat karena selain bisa memperbanyak dengan perkawinan biasa. Tungau bersifat parasit dimana dia merusak daun. Pada tanaman cabe.5 mm. Kelas Arachnidae bukan termasuk golongan serangga.serangga ini tergolong sangat kecil namun masih bisa dilihat dengan mata telanjang. Tidak sepeti mite. Gejala yang bisa dikenali dari kehadiran hama ini adalah adanya strip-strip pada daun dan berwarna keperakan. KUTU DAUN (Myzus persicae) Aphids merupakan serangga hama yang juga andil dalam merusak perkembangan tanaman cabe. Seperti halnya thrips. dia juga mampu bertelur tanpa pembuahan. Sedangkan pengendalian kimia bisa dilakukan dengan penyemprotan insektisida Winder 25WP konsentrasi anjuran 0. bila kita mampu mengendalikan hama thrips. batang maupun buah yang mengakibatkan perubahan warna dan bentuk. Pengendalian hama ini bisa dilakukan secara kultur teknis maupun kimiawi. hama ini juga berpotensi sebagai pembawa virus. Tungau berukuran sangat kecil dengan panjang badan sekitar 0.5 gr /liter atau bisa juga menggunakan insektisida bentuk cair Winder 100EC dengan konsenstrasi 0.25 0. berkulit lunak dengan kerangka chitin.5 1 cc/L. LALAT BUAH (Bactrocera dorsalis) Kehadiran lalat ternyata tidak hanya mengganggu sekaligus menjijikkan namun bisa menjadi hama perusak khususnya tanaman cabe.5 1. Serangannya hampir sama dengan tungau namun akibat cairan dari daun yang dihisapnya menyebabkan daun melengkung ke atas. keriting dan belang-belang hingga akhirnya dapat menyebabkan kerontokan. Dalam klasifikasi tungau termasuk dalam Ordo Acarina. menetas menjadi larva yang kemudian merusak buah cabe dari dalam. Pengendalian hama aphids secara kimia dapat dilakukan dengan menyemprot insektisida Winder 100EC konsentrasi 0. serangannya adalah dengan menghisap cairan daun sehingga warna daun terutama pada bagioan bawah menjadi berwarna kuning kemerahan .25 0. Buah cabe yang menunggu panen bisa menjadi santapannya dalam sekejap dengan cara menusukkan ovipositornya pada buah serta meletakkan telur. tidak hanya memberantas dari serangan hama namun juga bisa mencegah penyebaran penyakit akibat virus yang dibawanya.00 cc/L. Secara teknis dapat dilakukan dengan melakukan pergiliran tanaman atau tidak menanam cabe secara bertahap dengan selisih waktu lebih lama. TUNGAU(MITE) Hama mite selain menyerang jeruk. Konsentrasi yang dianjurkan adalah 0. Yang paling membahayakan dari thrips adalah selain dia sebagai hama perusak namun juga sebagai carrier atau pembawa bibit penyakit (berupa virus) yang menyebabkan penyakit pada tanaman cabe. Untuk itu. Pengendalian hama mite secara kimia dapat kita lakukan penyemprotan menggunakan akarisida Samite 135EC.

tikus juga berpotensi merusak buah tanaman cabe. Buah yang rusak tentu saja tidak akan laku dijual sehingga menyebabkan kerugian bagi petani. Selain itu dapat juga digunakan perangkap kuning seperti yang dilakukan pada hama thrips. atau dikendalikan dengan insektisida biologis Turex WP konsentrasi 1 2 gr/Lt. Meskipun persentasenya tergolong sedikit.Kerusakan buah dari luar bisa kita perhatikan dari bekas tusukan yang berupa bintik hitam. padi. Sudah banyak petani yang menjadi korban keganasannya. Penyebarannya tidak hanya melalui sentuhan antara tanaman saja melainkan juga bisa karena percikan air. Pengendalian hama lalat buah cabe tergolong agak sulit karena menyerangnya dari dalam buah. namun kita bisa mencegahnya dengan kultur . Mereka biasanya menyerang bagian buahnya. untuk itu satu-satunya jalan adalah dengan mencegah lalat tersebut meletakkan telurnya pada cabe. Penyakit ini sangat mudah menyebar ke buah atau tanaman lain. Pengendalian hama ini dapat dilakukan terhadap ngengat dewasa yang hendak meletakkan telurnya pada tanaman inang dengan menyemprotkan insektisida. angin. sedikit terbenam dan berair. Penyebab penyakit ini tidak lain adalah jamur C. Tidak ada satu pun cara yang bisa dilakukan agar penyakit ini bisa 100% . Ulat grayak tidak hanya menyerang tanaman cabe saja melainkan juga tanaman pisang. Oleh karena itu tindakan paling baik untuk penyakit ini adalah melakukan pencegahan sebelum terjadinya serangan. dia termasuk hewan yang sangat rakus. Dalam waktu yang tidak lama maka buah akan berubah menjadi coklat kehitaman dan membusuk. serangan tikus pada tanaman cabe tetap harus diwasdapai dengan cara selalu rutin membersihkan kebun cabe dari gulma dan semak-semak yang bisa menjadi tempat sarang sekaligus perlindungan tikus. Pengendalian kultur teknis dapat dilakukan dengan membuat perangkap dari botol bekas air kemasan yang didalamnya diberi umpan yang telah diberi sex feromon seperti metil eugenol dan insektisida. daun-daun cabe bisa rusak olehnya. Sekali tanaman cabe kita terkena antraknosa. Ledakan penyakit ini sangat cepat pada musim hujan. kentang. Ulat yang setelah dewasa berubah menjadi sejenis ngengat ini akan memakan daun-daunan pada masa larva untuk menunjang perkembangan metamorfosis-nya. maka akan sulit bagi kita untuk mengendalikannya. capsici. maupun melalui vektor. ANTRAKNOSA(ANTRACNOSE) Tidak ada yang memungkiri bahwa Antracnose atau yang lebih dikenal dengan istilah ³pathek´ adalah penyakit yang hingga saat ini masih menjadi momok petani cabe. pepaya. TIKUS Meskipun tidak separah serangan pada tanaman pangan. kacang dan lain-lain. Bagaimana tidak? Buah yang menunggu panen dalam beberapa waktu berubah menjadi busuk oleh penyakit ini. Hal ini karena lalat buah betina sangat tertarik dengan bau lalat buah jantan sehingga dia akan memburunya. karena baik buah cabe yang masih hijau atau sudah masak pun tidak luput darinya. bawang. Lama kelamaan busuk tersebut akan melebar membentuk lingkaran konsentris. ULAT GRAYAK (Spodoptera litura) Hama ini tak berbeda dengan jenis ulat lain yang juga suka makan daun. Hanya dalam waktu yang tidak lama. Karena umumnya serangga-serangga tersebut sangat menyukai warna-warna mencolok. Jamur ini menyerang tidak pandang bulu. Gejala awal yang dapat dikenali dari serangan penyakit ini adalah adanya bercak yang agak mengkilap. Namun keistimewaannya adalah saat memasuki stadia larva.

Secara kimia dapat juga dicegah dengan fungisida kontak bahan aktif tembaga hidroksida seperti Kocide 54WDG. atau yang berbahan aktif Mankozeb seperti Victory 80WP. Itulah gambaran serangan penyakit layu yang sangat menyeramkan. kemudian pangkal batangnya dibelah untuk direndam pada gelas yang berisi air bening. melakukan rotasi tanaman dengan tanaman yang tidak sefamili bisa mengurangi resiko serangan penyakit tersebut. Secara kimia. Penggunaan benih sembarangan akan beresiko terjadinya serangan penyakit. pengendalian penyakit ini dapat disemprot dengan fungisida bersifat sistemik yang berbahan aktif triadianefon dicampur dengan fungisida kontak berbahan aktif tembaga hidroksida seperti Kocide 54WDG. Penyebab layu bakteri ini adalah Pseudomonas solanacearum yang serangannya ditandai dengan gejala layu pada tanaman cabe yang mengalami kesembuhan pada waktu sore hari. sisa-sisa tanaman . Selain itu bakteri ini mampu bertahan selama bertahun-tahun di dalam tanah dalam keadaan tidak aktif. Apabila bakteri maka akan ditandai dengan keluarnya cairan berwarna coklat susu berlendir semacam asap yang keluar pembuluh batangnya di dalam air. gejala kelayuan yang mendadak seringkali tidak bisa diantisipasi. Selain itu . penyakit ini dapat dicegah dengan menyiram larutan Kocide 77WP konsentrasi 5 10 gr/liter pada lubang tanam sebanyak 200 ml/tanaman interval 10 14 hari dan dimulai saat tanaman mulai berbunga. . Untuk mengatasinya tak ada jalan lain selain menyingkirkan tanaman yang terserang. bibit. saat pemilihan benih harus kita lakukan secara selektif . Tanaman yang sehat tiba tiba saja layu yang dalam waktu tidak sampai 3 hari besoknya langsung mati.teknis yang baik. tetapi lama kelamaan kelayuannya terjadi secara keseluruhan dan menetap. Kocide 77WP. pengairan. cendawan Cercospora capsici penyebab bercak daun ini dapat bertahan hidup pada sisa-sisa tanaman. Bakteri layu cepat meluas terutama di tanah dataran rendah. LAYU BAKTERI Bakteri penyebab layu merupakan penyakit kedua yang meresahkan petani setelah antraknosa. Untuk memastikan penyebab layu tersebut kita bisa mengambil tanaman yang terserang . Secara kimiawi. Gejala pada daun tersebut ternyata baru serangan awal saja karena bila dibiarkan. dan atau fungisida bahan aktif Mankozeb yaitu Victory 80WP. BERCAK DAUN Penyakit ini ditandai dengan adanya bercak-bercak berupa bulatan seperti cacar pada daun. Bila dibiarkan akan menyebabkan daun-daun cabe gugur sehingga pertumbuhan kurang optimal. Selain dengan cara budidaya yang baik. Pengendalian terhadap penyakit ini dapat dilakukan dengan membuang tanaman yang terserang sekaligus membersihkan sanitasi lingkungan tanaman. tangkai daun serta tangkai bunga. benih. Dapat juga dilakukan pembersihan atau pembuangan bagian tanaman yang sudah terserang agar tidak menyebar. dan tetap menjaga agar bedengan tanam selalu dalam kondisi kering di luar. nematoda atau alat-alat pertanian. Seperti halnya layu bakteri. Bakteri ini biasanya ditularkan melalui tanah. akan menyerang batang. Disarankan agar menanam benih cabe yang memiliki ketahanan terhadap penyakit pathek.

kutu ini memiliki kemampuan berkembang biak dengan cepat karena selain dapat memperbanyak dengan perkawinan biasa. Lalat Buah (Bactrocera dorsalis) . Pengendalian secara kultur teknis maupun kimiawi.5 . daun akan menggulung ke bawah dan akibatnya pucuk mengering yang akhirnya menyebabkan daun rontok. Hama thrips tergolong sebagai pemangsa segala jenis tanaman. Seperti halnya thrips.) sudah tidak asing lagi bagi para petani cabai.25 -0. Pengendalian kimia bisa dilakukan dengan penyemprotan insektisida Winder 25 WP konsentrasi 0. Serangannya hampir sama dengan tungau namun akibat cairan dari daun yang dihisapnya menyebabkan daun melengkung ke atas. Selain itu dapat menggunakan perangkap kuning yang dilapisi lem. Pengendalian secara kimia dapat dilakukan dengan Penyemprotan menggunakan Akarisida Samite 135 EC.5 ml/L. Noda keperakan itu tidak lain akibat adanya luka dari cara makan hama thrips. Pengendalian hama aphids secara kimia dapat dilakukan dengan menyemprot insektisida Winder 100EC konsentrasi 0. jadi serangan bukan hanya pada tanaman cabai saja.1 cc/L. Kutu (Myzuspersicae) Aphids merupakan hama yang dapat merusak tanaman cabai. Tungau (Mite) Hama mite selain menyerang jeruk dan apel juga menyerang tanaman cabai. Konsentrasi yang dianjurkan 0. Tungau bersifat parasit yang merusak daun. Panjang tubuh sekitar + 1 mm. hama ini juga mampu bertelur tanpa pembuahan.5 . Thrips biasanya menyerang bagian daun muda dan bunga . keriting dan belang-belang hingga akhirnya dapat menyebabkan kerontokan.1.HAMA UTAMA TANAMAN CABAI Thrips Hama thrips (Thrips Sp. Tungau menghisap cairan daun sehingga warna daun terutama pada bagian bawah menjadi berwarna kuning kemerahan. tidak hanya memberantas dari serangan hama namun juga bisa mencegah penyebaran penyakit akibat virus yang dibawanya. Kemudian noda tersebut akan berubah warna menjadi coklat muda. Yang paling membahayakan dari thrips adalah selain sebagai hama perusak juga sebagai carrier atau pembawa bibit penyakit (berupa virus) pada tanaman cabai. Tidak sepeti mite. Tungau berukuran sangat kecil dengan panjang badan sekitar 0. hama ini juga berpotensi sebagai pembawa virus. Kultur teknis dengan pergiliran tanaman atau tidak menanam cabai secara bertahap sepanjang musim.00 cc/L. bila mengendalikan hama thrips. Gejala serangan hama ini adalah adanya strip-strip pada daun dan berwarna keperakan. serangga ini tergolong sangat kecil namun masih bisa dilihat dengan mata telanjang. Untuk itu.5 mm.25 . Pada tanaman cabai. berkulit lunak dengan kerangka chitin.5 gr /liter atau insektisida cair Winder 100EC konsenstrasi 0.0. batang maupun buah sehingga dapat mengakibatkan perubahan warna dan bentuk.

buah akan berubah menjadi coklat kehitaman dan membusuk. . Karena umumnya serangga-serangga tersebut sangat menyukai warna-warna mencolok. Secara kimia. Bakteri ini ditularkan melalui tanah. atau yang berbahan aktif Mankozeb seperti Victory 80WP. Hanya dalam waktu yang tidak lama.2 gr/Lt. termasuk hewan yang sangat rakus.Kehadiran lalat buah ini. PENYAKIT UTAMA TANAMAN CABAI Antracnose Penyakit Antracnose dikenal juga dengan istilah ³pathek´ adalah penyakit yang hingga saat ini masih menjadi momok bagi petani cabai. Ledakan penyakit ini sangat cepat pada musim hujan. Ulat Grayak (Spodoptera litura) Ulat ini saat memasuki stadia larva. sedikit terbenam dan berair. disemprot dengan fungisida sistemik berbahan aktif triadianefon dicampur dengan fungisida kontak berbahan aktif tembaga hidroksida seperti Kocide 54WDG. Pengendalian kultur teknis dapat dilakukan dengan membuat perangkap dari botol bekas air mineral yang di dalamnya diberi umpan berupa Atraktan Lalat Buah (ATLABU) keluaran Balai Penelitian Obat dan Aromatik. Pengendalian membersikan tanaman yang terserang agar tidak menyebar. Gejala awal dari serangan penyakit ini adalah bercak yang agak mengkilap. bibit. menanam benih cabai yang memiliki ketahanan terhadap penyakit pathek. Selain itu dapat juga digunakan perangkap kuning seperti yang dilakukan pada hama thrips. menetas menjadi larva yang kemudian merusak buah cabai dari dalam. dapat menjadi hama perusak tanaman cabai. pengairan. benih. Gejalanya tanaman yang sehat tibatiba saja layu yang dalam waktu tidak sampai 3 hari tanaman mati. Penyebab penyakit ini adalah jamur carnifora capsici. atau dengan insektisida biologis Turex WP konsentrasi 1 . Layu Bakteri Penyakit ini disebabkan oleh Pseudomonas solanacearum. Ulat setelah dewasa berubah menjadi sejenis ngengat akan memakan daun-daunan pada masa larva untuk menunjang perkembangan metamorfosisnya. Pengendalian dapat dilakukan terhadap ngengat dewasa yang hendak meletakkan telurnya pada tanaman inang dengan menyemprotkan insektisida. Buah cabai yang menunggu panen bisa menjadi santapannya dalam sekejap dengan cara menusukkan ovipositornya pada buah serta meletakkan telur. saat pemilihan benih harus kita lakukan secara selektif. sisa tanaman.nematoda atau alat-alat pertanian. Buah yang menunggu panen dalam beberapa waktu berubah menjadi busuk oleh penyakit ini. daun-daun cabai bisa rusak.

Disamping itu dilakukan pencucian 2 hari sekali. Nimpa bertungkai yang berfungsi untuk merangkak lama hidup 2-6 hari. pemanfaatan tanaman border seperti tagetes atau jagung.14 hari dan dimulai saat tanaman mulai berbunga. terutama pada awal tanaman berbuah. pemasangan perangkap kuning sekaligus mengendalikan kutu kebul. fase telur hanya 7 hari. lama hidup 20-38 hari. Bila tanaman sudah berbuah. Telur diletakkan di bawah daun. 1 minggu sekali tanaman cabe disemprot dengan perekat. melakukan rotasi /pergiliran tanaman. serta eradikasi tanaman sakit yaitu tanaman yang menunjukkan gejala dicabut dan dibakar. tetap menjaga bedengan tanaman selalu dalam kondisi kering. Secara kimiawi. Pengendalian dilakukan dengan menanam varietas yang agak tahan (contoh cabai keriting Bukittinggi).Pengendalian membuang tanaman yang terserang. Selain perlakuan di atas. rotasi tanaman. semprot dengan larutan Kocide 77WP konsentrasi 5 . Tanaman yang terserang penyakit virus kuning menimbulkan gejala daun mengeriting dan ukuran lebih kecil. A.10 gr/liter pada lubang tanam sebanyak 200 ml/tanaman interval 10 . menggunakan bibit yang sehat. berwarna putih dan mudah diamati karena dibawah permukaan daun yang bertepung. PENYAKIT KERITING Penyebab : . agak pipih berwarna hijau keputih-putihan sampai kekuning-kuningan pupa terdapat dibawah permukaan daun. tidak perlu dilakukan. Pengendalian secara kuratif hanya dilakukan setelah tanaman menunjukkan gejala serangan penyakit. Pupa berbentuk oval. lama hidup 6 hari. Serangga dewasa berukuran kecil. Pencucian sebaiknya dilakukan sebelum matahari terbit. Virus Kuning (gemini virus) Vektor virus kuning adalah whitefly atau kutu kebul (Bemisia tabaci). Pengendalian Hama & Penyakit Pada Tanaman Cabai Pencegahan terhadap serangan hama dan penyakit yang menyerang tanaman cabai bisa dilakukan dengan cara menyemprot pestisida 2 minggu satu kali.

dibakar. PENYAKIT CACAR DAUN & CACAR BUAH Penyebab : Penyakit ini disebabkan oleh hama yang menyerang dengan cepat bagian buah maupun daun dari tanaman cabai. Pengendalian : Untuk penyakit layu yang disebabkan oleh kelembaban. C. apabila yang diserang buahnya. maupun varietas yang digunakan. guludan agar dinaikkan dan drainase dibuat sedemikian agar tidak ada air yang menggenang. penyemprotan dilakukan dari atas dan bawah daun sehingga merata di seluruh bagian tanaman dan daun. Penyerangan trips biasanya dilakukan pada saat udara panas di musim kemarau. Pengendalian : Tanaman cabe yang telah diserang cacar. agar buahnya dipanen semua dan ditaruh dalam karung kemudian dibakar. cacing. Pengendalian : Trips pada siang hari biasanya bersembunyi. PENYAKIT LAYU Penyebab : Beberapa penyebab penyakit layu adalah kelembaban. agar daunnya dirontokkan. . Demikian pula apabila daunnya diserang. Pestisida yang digunakan adalah Alto atau score ditambah dengan perekat dan disemprot dengan interval 2-3 hari 1 kali. B. lalu dikubur.Penyebab penyakit keriting adalah hama trips yang menyerang ujung daun. Untuk tanaman yang sudah terserang agar disemprot dengan antibiotik agrimisin 10 hari 1 kali.

baik yang diusahakan dalam bentuk pertanian rakyat ataupun perkebunan besar ditentukan oleh beberapa faktor antara lain hama. sehingga merusak pertumbuhannya.1. Menurut percobaan-percobaan pemberantasan gulma pada padi terdapat penurunan oleh persaingan gulma tersebut antara 25-50 %. terutama sewaktu masih muda. Persaingan antara tanaman utama sehingga mengurangi kemampuan berproduksi. Kerugian akibat gulma terhadap tanaman budidaya bervariasi. maka kemungkinan besar usaha tanaman perkebunan itu akan rugi total. . Gangguan kesehatan manusia. 7. Cramer (1975) menyebutkan kerugian berupa penurunan produksi dari beberapa tanaman dalah sebagai berikut : padi 10. 5. Gulma mengkibatkan kerugian-kerugian yang antara lain disebabkan oleh : 1. unsur-unsur hara dari tanah. 6. jagung 13 %. gulma 28 % dan nematoda 4 % dari kerugian total. penyiangan. tergantung dari jenis tanamannya. perbaikan selokan dari gulma yang menyumbat air irigasi. KERUGIAN AKIBAT GULMA Produksi tanaman pertanian. yang dengan demikian menyebabkan kerugian yang lebih besar. Perantara atau sumber penyakit atau hama pada tanaman. 4. penyakit dan gulma. cahaya dan ruang lingkup. misalnya menambah tenaga dan waktu dalam pengerjaan tanah.7 %.8 %. menimbulkan kerugian-kerugian dalam produksi baik kualitas maupun kuantitas.5 % dan kacang tanah 11. hama 33 %. 2. kedelai 13. tebu 15.9 %. jenis gulmanya. misalnya adanya duri-duri Amaranthus spinosus. 3. Apabila pengendalian gulma diabaikan sama sekali. Gangguan kelancaran pekerjaan para petani. Pengendalian gulma yang tidak cukup pada awal pertumbuhan tanaman perkebunan akan memperlambat pertumbuhan dan masa sebelum panen. misalnya ada suatu gulma yang tepung sarinya menyebabkan alergi. Allelopathy yaitu pengeluaran senyawa kimiawi oleh gulma yang beracun bagi tanaman yang lainnya. Kenaikkan ongkos-ongkos usaha pertanian.8 %. sorgum 17. Di negara yang sedang berkembang. terjadi persaingan dalam pengambilan air. dan tentu saja praktek pertanian di samping faktor lain. coklat 11. kerugian karena gulma tidak saja tinggi. Pengotoran kualitas produksi pertanian. Mimosa spinosa di antara tanaman yang diusahakan. misalnya Lersia hexandra dan Cynodon dactylon merupakan tumbuhan inang hama ganjur pada padi. Beberapa gulma lebih mampu berkompetisi daripada yang lain (misalnya Imperata cyndrica).8 %. misalnya pengotoran benih oleh biji-biji gulma. tetapi juga mempengaruhi persediaan pangan duniaTanaman perkebunan juga mudah terpengaruh oleh gulma. Di Amerika Serikat besarnya kerugian tanaman budidaya yang disebabkan oleh penyakit 35 %. Persaingan antara gulma dengan tanaman yang kita usahakan dalam mengambil unsur-unsur hara dan air dari dalam tanah dan penerimaan cahaya matahari untuk proses fotosintesis. iklim.

b. kalium 3. RANGKUMAN Gulma menimbulkan kerugian-kerugian karena mengadakan persaingan dengan tanaman pokok.8. Di Rawa Pening gulma air dapat menimbulkan pulau terapung yang mengganggu penetrasi sinar matahari ke permukaan air.5 kali lebih banyak. Terjadi pemborosan air karena penguapan dan juga mengurangi aliran air. maka sebagian hasil bahan organik dari lahan itu berupa gulma. Jumlah bahan organik yang dapat dihasilkan oleh lahan itu tetap walaupun kompetisi tumbuhannya berbeda. KOMPETISI A. yang paling mengganggu dan tersebar luas ialah eceng gondok (Eichhornia crssipes). Kompetisi Gulma terhadap Tanaman Adanya persaingan gulma dapat mengurangi kemampuan tanaman untuk berproduksi. Hal ini berarti walaupun pemupukan dapat menaikkan daya dukung lahan. sebagai perantara atau sumber hama dan penyakit. gulma mengandung kadar nitrogen dua kali lebih banyak daripada jagung.8 kali lebih banyak dibandingkan dengan air terbuka. mengotori kualitas produksi pertanian.5 kali lebih banyak dan magnesium lebih dari 3 kali. Persaingan memperebutkan air . fosfat 1. Gulma menyerap lebih banyak unsur hara daripada pertanaman. tetapi tidak dapat mengurangi komposisi hasil tumbuhan atau dengan kata lain gangguan gulma tetap ada dan merugikan walaupun tanah dipupuk. 2. kalsium 7.5 kali lebih banyak. dan karena nitrogen dibutuhkan dalam jumlah yang banyak. Pada bobot kering yang sama. mengurangi zat oksigen dalam air dan menurunkan produktivitas air. dan penerimaan cahaya matahari untuk proses fotosintesis. menimbulkan allelopathy. Dalam kurun waktu yang panjang kerugian akibat gulma dapat lebih besar daripada kerugian akibat hama atau penyakit. Yang paling diperebutkan antara pertanaman dan gulma adalah unsur nitrogen. India. oleh karena itu jika gulma tidak diberantas. Dapat dikatakan bahwa gulma lebih banyak membutuhkan unsur hara daripada tanaman yang dikelola manusia. Persaingan memperebutkan hara Setiap lahan berkapasitas tertentu didalam mendukung pertumbuhan berbagai pertanaman atau tumbuhan yang tumbuh di permukaannya. Thailand) kerugian akibat gulma sama besarnya dengan kerugian akibat hama. mengganggu kelancaran pekerjaan para petani. Persaingan atau kompetisi antara gulma dan tanaman yang kita usahakan di dalam menyerap unsur-unsur hara dan air dari dalam tanah. menaikkan ongkos-ongkos usaha pertanian dan menurunkan produktivitas air. menimbulkan kerugian-kerugian dalam produksi baik kualitas dan kuantitas. maka ini lebih cepat habis terpakai. mengganggu kesehatan manusia. a. Filipina. Di negara-negara sedang berkembang (Indonesia. Gulma air mngurangi efisiensi sistem irigasi. Kehilangan air oleh penguapan itu 7.

Besar kecilnya (derajad) persaingan gulma terhadap tanaman pokok akan berpengaruh terhadap baik buruknya pertumbuhan tanaman pokok dan pada gilirannya akan berpengaruh terhadap tinggi rendahnya hasil tanaman pokok. gulma membutuhkan 330 1900 liter air. (1996) memperlihatkan bahwa perlakuan kerapatan awal teki 25. Tumbuhan yang berjalur fotosintesis C4 lebih efisien menggunakan air. Persaingan memperebutkan air terjadi serius pada pertanian lahan kering atau tegalan. persaingan yang terjadi antara gulma dan tanaman pokok semakin hebat. lebih tinggi dan lebih rimbun tajuknya. dan hasilnya semakin menurun. pertumbuhan tanaman pokok semakin terhambat. Suroto dkk. maka faktor pembatas berikutnyaa adalah cahaya matahari yang redup (di musim penghujan) berbagai pertanaman berebut untuk memperoleh cahaya matahari. oleh karena itu tumbuhan itu lebih tua. Air diserap dari dalam tanah kemudiaan sebagian besar diuapkan (transpirasi) dan hanya sekitar satu persen saja yang dipakai untuk proses fotosintesis. muda dan kurang tajuknya. Tumbuhan lain yang lebih pendek. Kebutuhan yang besar tersebut hampir dua kali lipat kebutuhan pertanaman. Dari peristiwa persaingan antara gulma dan tanaman pokok didalam memperebutkan unsur hara. maka persaingan air menjadi parah. dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti berikut ini.Sebagaimana dengan tumbuhan lainnya. Tumbuhan yang berhasil bersaing mendapatkan cahaya adalah yang tumbuh lebih dahulu. gulma juga membutuhkan banyak air untuk hidupnya.5 kali tanaman jagung. Jika ketersediaan air dalam suatu lahan menjadi terbatas. <! [endif] >Kerapatan gulma Semakin rapat gulmanya. CVN = competition value for nutrient. Untuk tiap kilogram bahan organik. Eussen (1972) menelorkan rumus : TCV = CVN + CVW + CVL di mana TCV = total competition value. hara dan cahaya atau tinggi rendahnya hambatan terhadap pertumbuhan atau hasil tanaman pokok jika dilihat dari segi gulmanya. dinaungi oleh tumbuhannya yang terdahulu serta pertumbuhannya akan terhambat. Persaingan memperebutkan cahaya Apabila ketersediaan air dan hara telah cukup dan pertumbuhan berbagai tumbuhan subur . air dan cahaya matahari. 50 . CVW = competition value for water dan CVL = competition value for light. Besar kecilnya persaingan antara gulma dan tanaman pokok di dalam memperebutkan air. Hubungan antara kerapatan gulma dan pertumbuhan atau hasil tanaman pokok merupakan suatu korelasi negatif. <! [if !supportLists] >a. Oleh karena itu penting untuk memberantas gulma dari familia Cyperaceae dan Gramineae (Poaceae) di sekitar rumpunrumpun padi yang berjalur C3. c. suhu dan sinar sehingga lebih kuat bersaing berebut cahaya pada keadaan cuaca mendung. Contoh gulma Helianthus annus membutuhkan air sebesar 2. Nilai persaingan total yang disebabkan oleh gulma terhadap tanaman pokok merupakan penggabungan dari nilai persaingan untuk hara + nilai persaingan untuk air + nilai persaingan untuk cahaya.

hambatan terhadap pertumbuhan tanaman pokok berbeda. dan hasilnya semakin menurun. 45.22 g/petak (Erida dan Hasanuddin. penurunan hasil tanaman pokok juga berbeda. 257. <! [if !supportLists] >b. Habitus gulma Gulma yang lebih tinggi dan lebih lebat daunnya.57 %.77 dan 284. 1996). dan 90 hari setelah tanam masing-masing memberikan bobot biji kedelai sebesar 353.56 dan 166. Sebagai contoh kemampuan bersaing jawan (Echinochloa crusgalli) dan tuton (Echinochloa colonum) terhadap tanaman padi tidak sama atau berbeda. semakin hebat persaingannya. d. h. persaingan yang terjadi semakin hebat. dan hasilnya semakin menurun. Saat kemunculan gulma Semakin awal saat kemunculan gulma. 284. sehingga akan lebih menghambat pertumbuhan dan menurunkan hasil tanaman pokok g.82. Hubungan antara lama keberadaan gulma dan pertumbuhan atau hasil tanaman pokok merupakan suatu korelasi negatif. Hasil penelitian Erida dan Hasanuddin (1996) memperlihatkan bahwa saat kemunculan gulma bersamaan tanam.64. 60 dan 75 hari setelah tanam masing-masing memberikan bobot biji kedelai sebesar 166. 14. 75. 195. 15.11. Perlakuan lama keberadaan gulma 0. pertumbuhan tanaman pokok lebih terhambat.34. e. Hubungan antara saat kemunculan gulma dan pertumbuhan atau hasil tanaman pokok merupakan suatu korelasi positif. 256. 15. 262. pertumbuhan tanaman pokok semakin terhambat. pertumbuhan tanaman pokok semakin terhambat.88 % dan 17. semakin hebat persaingannya. 271. 45. 60. <! [endif] >Macam gulma Masing-masing gulma mempunyai kemampuan bersaing yang berbeda. serta lebih luas dan dalam sistem perakarannya memiliki kemampuan bersaing yang lebih. Kecepatan tumbuh gulma Semakin cepat gulma tumbuh.22. c. sehingga persaingannya lebih hebat. dan hasilnya semakin menurun.82 g/petak (2m x 3m). dan hasilnya semakin menurun. 196.69 %.34.dan 100 per m2 menurunkan bobot biji kacang tanah per tanaman masing-masing sebesar 14. Lama keberadaan gulma Semakin lama gulma tumbuh bersama dengan tanaman pokok. Jalur fotosintesis gulma (C3 atau C4) Gulma yang memiliki jalur fotosintesis C4 lebih efisien. 30. 250.28.37. 30. f. pertumbuhan tanaman pokok semakin terhambat. Allelopati . 314.45.

hara gas CO2 dan gas lainnya. Pada umumnya persaingan gulma terhadap pertanaman terjadi dan terparah pada saat 25 33 % pertama pada siklus hidupnya atau ¼ 1/3 . Apabila dua tumbuhan tumbuh berdekatan. Bagi gulma yang mengeluarkan allelopat mempunyai kemampuan bersaing yang lebih hebat sehingga pertumbuhan tanaman pokok lebih terhambat. Periode waktu dimana tanaman peka terhadap persaingan dengan gulma dikenal sebagai periode kritis tanaman. Periode kritis adalah periode maksimum dimana setelah periode tersebut dilalui maka keberadaan gulma selanjutnya tidak terpengaruh terhadap hasil akhir. maka akan perakaran kedua tumbuhan itu akan terjalin rapat satu sama lain dan tajuk kedua tumbuhan akan saling menaungi. air. <! [if !supportEmptyParas] > <! [endif] > 2. Keberadaan atau munculnya gulma pada periode waktu tersebut dengan kepadatan tertentu yaitu tingkat ambang kritis akan menyebabkan penurunan hasil secara nyata. dan hasilnya semakin menurun. serta lebih luas dan dalam sistem perakarannya. lebih dalam dan lebih besar volumenya serta lebih tinggi dan rimbun tajuknya akan lebih menguasai (mendominasi) tumbuhan lainnya. adanya gulma yang tumbuh di sekitar tanaman harus dikendalikan agar tidak menimbulkan pengaruh negatif terhadap pertumbuhan dan hasil akhir tanaman tersebut. Kedua tumbuhan ini sama-sama membutuhkan cahaya. dengan akibat tumbuhan yang memiliki sistem perakaran yang lebih luas. Sebagai contoh Echinochloa crusgalli lebih mampu bersaing terhadap padi jika dibandingkan dengan gulma lainnya.Beberapa species gulma menyaingi tanaman dengan mengeluarkan senyawa dan zat-zat beracun dari akarnya (root exudates atau lechates) atau dari pembusukan bagian vegetatifnya. Di samping itu kemiripan gulma dengan tanaman juga mempunyai arti penting. Persaingan gulma terhadap pertanaman disebabkan antara lain oleh karena gulma lebih tinggi dan lebih rimbun tajuknya. sehingga pada periode tersebut perlu dilakukan pengendalian. Dalam periode kritis. Periode kritis adalah periode dimana tanaman pokok sangat peka atau sensitif terhadap persaingan gulma. Masing-masing pertanaman memiliki asosiasi gulma tertentu dan gulma yang lebih berbahaya adalah yang mirip dengan pertanamannnya. ruang. sehingga pertanaman kalah bersaing dengan gulma tersebut. dan lain sebagainya. Kompetisi Intraspesifik dan Interspesifik Gulma dan pertanaman yang diusahakan manusia adalah sama-sama tumbuhan yang mempunyai kebutuhan yang serupa untuk pertumbuhan normalnya. Dengan demikian perbedaan sifat dan habitus tumbuhanlah yang merupakan penyebab terjadinya persaingan antara individu-individu dalam spesies tumbuhan yang sama (intra spesific competition atau kompetisi intra spesifik) dan persaingan antara individu-individu dalam spesies tumbuhan yang berbeda (inter spesific competition atau kompetisi inter spesifik). Periode Kritis Dalam pertumbuhan tanaman terdapat selang waktu tertentu dimana tanaman sangat peka terhadap persaingan gulma. <! [if !supportEmptyParas] > <! [endif] > 3. dan jika tidak dilakukan maka hasil tanaman pokok akan menurun.

Dengan demikian biaya. Gulma dan pertanaman adalah sama-sama tumbuhan yang mempunyai kebutuhan serupa untuk pertumbuhan normalnya. dan jika tidak maka hasil tanaman akan menurun. 3. Penyiangan atau pengendalian yang dilakukan pada saat periode kritis mempunyai beberapa keuntungan. berakibat besar terhadap pertumbuhan dan hasil panenan. Sedangkan gulma yang berkecambah (2-4 minggu) setelah pemunculan pertanaman sedikit pengaruhnya. sedangkan gangguan persaingan gulma menjelang panen berpengaruh lebih besar terhadap kualitas hasil panenan. ALLELOPATI Tumbuh-tumbuhan juga dapat bersaing antar sesamanya secara interaksi biokimiawi. Interaksi biokimiawi antara gulma dan pertanamanan antara lain menyebabkan gangguan perkecambahan biji. Besar kecilnya persaingan gulma terhadap tanaman pokok akan berpengaruh terhadap baik buruknya pertumbuhan tanaman pokok dan pada gilirannya akan berpengaruh terhadap tinggi rendahnya hasil tanaman pokok. Dalam pertumbuhan tanaman terdapat selang waktu tertentu di mana tanaman sangat peka atau sensitif terhadap persaingan gulma. air dan cahaya. Penyiangan gulma dilakukan pada saat periode kritis. yaitu salah satu tumbuhan mengeluarkan senyawa beracun ke lingkungan sekitarnya dan dapat mengakibatkan gangguan pertumbuhan tumbuhan yang ada di dekatnya. Pada umumnya periode kritis terjadi pada saat 25 33 % pertama pada siklus hidupnya atau pada saat ¼ 1/3 pertama dari umur pertanaman. kecambah jadi abnormal. Persaingan . jika dilihat dari segi gulmanya sangat ditentukan oleh kerapatan gulma. Perbedaan sifat dan habitus tumbuhan merupakan penyebab terjadinya kompetisi intra spesifik dan kompetisi inter spesifik. perubahan susunan sel-sel akar dan lain sebagainya. Waktu pemunculan (emergence) gulma terhadap pertanaman merupakan faktor penting di dalam persaingan. jalur fotosintesis gulma (C3 atau C4). pertumbuhan memanjang akar terhambat. Tinggi rendahnya hasil tanaman pokok. macam gulma. habitus gulma. maka saat penyiangan yang tepat menjadi tertentu. saat kemunculan gulma. Persaingan gulma pada awal pertumbuhan tanaman akan mengurangi kuantitas hasil panenan. Gulma yang muncul atau berkecambah lebih dahulu atau bersamaan dengan tanaman yang dikelola. tenaga dan waktu dapat ditekan sekecil mungkin dan efektifitas kerja menjadi meningkat. Dengan diketahuinya periode kritis suatu tanaman.pertama dari umur pertanaman. kecepatan tumbuh gulma. RANGKUMAN Gulma dan pertanaman mengadakan persaingan memperebutkan hara. sehingga pada periode tersebut perlu dilakukan pengendalian. Beberapa species gulma menyaingi pertanaman dengan mengeluarkan senyawa beracun dari akarnya (root exudates atau lechates) atau dari pembusukan bagian vegetatifnya. Dengan diketahui periode kritis suatu tanaman maka saat penyiangan yang tepat menjadi tertentu. lama keberadaan gulma. sehingga TCV = CVN + CVW + CVL. dan ada tidaknya allelopati. Misalnya frekuensi pengendalian menjadi berkurang karena terbatas di antara periode kritis tersebut dan tidak harus dalam seluruh siklus hidupnya.

CVL = competition value of light. dan jalur fotosintesis gulma (C3 atau C4). kecepatan tumbuh gulma. CVN = competition value of nutrient. Beberapa genus tumbuhan yang melepaskan senyawa alelopati melalui penguapan adalah Artemisia. batang. Senyawa-senyawa alelopati dapat dilepaskan dari jaringan-jaringan tumbuhan dalam berbagai cara termasuk melalui : a. lama keberadaan gulma. dan AV = allelopathic value. Eucalyptus. rizoma.yang timbul akibat dikeluarkannya zat yang meracuni tumbuhan lain disebut alelopati dan zat kimianya disebut alelopat. habitus gulma. Secara umum alelopati selalu dikaitkan dengan maslah gangguan yang ditimbulkan gulma yang tumbuh bersama-sama dengan tanaman pangan. CVW = competition value of water. Penguapan Senyawa alelopati ada yang dilepaskan melalui penguapan. Eksudat akar . Umumnya senyawa yang dikeluarkan adalah dari golongan fenol. umbi. <! [if !supportEmptyParas] > <! [endif] > <! [if !supportLists] >1. buah. b. Senyawa ini dapat diserap oleh tumbuhan di sekitarnya dalam bentuk uap. grinting (Cynodon dactylon). bunga. bahwa apabila gulma mengeluarkan senyawa beracun maka nilai persaingan totalnya dirumuskan sebagai berikut : TCV = CVN + CVW + CVL + AV dimana TCV = total competition value. Salvia lenocophyela dan lain-lain. dan dapat pula masuk ke dalam tanah yang akan diserap akar. dengan beberapa jenis rotasi tanaman. teki (Cyperus rotundus). Agropyron intermedium. Tidak semua gulma mengeluarkan senyawa beracun. <! [endif] >Sumber Senyawa Alelopati Senyawa-senyawa kimia yang mempunyai potensi alelopati dapat ditemukan di semua jaringan tumbuhan termasuk daun. dan pada regenarasi hutan. dan Salvia. Nilai persaingan total yang disebabkan oleh gulma yang mengeluarkan alelopat terhadap tanaman pokok merupakan penggabungan dari nilai persaingan untuk hara + nilai persaingan untuk air + nilai persaingan untuk cahaya + nilai alelopatik. dengan keracunan yang ditimbulkan akibat penggunaan mulsa pada beberapa jenis pertanaman. akar. bentuk embun. Eussen (1972) menyatakan. Spesies gulma yang diketahui mengeluarkan senyawa racun adalah alang-alang (Imperata cylinarica). Kuantitas dan kualitas senyawa alelopati yang dikeluarkan oleh gulma antara lain dipengaruhi kerapatan gulma. saat kemunculan gulma. Senyawa kimianya termasuk ke dalam golongan terpenoid. macam gulma. dan biji.

Alang-alang (Imperata cyndrica) dan teki (Cyperus rotundus) yang masih hidup mengeluarkan senyawa alelopati lewat organ di bawah tanah. yang tercuci. Tumbuhan yang masih hidup dapat mengeluarkan senyawa alelopati lewat organ yang berada di atas tanah maupun yang di bawah tanah. atau melalui hasil pembusukan bagian-bagian organnya yang telah mati. yang teruapkan. Beberapa jenis gulma yang telah diketahui mempunyai potensi mengeluarkan senyawa alelopati dapat dilihat pada tabel berikut ini. jika sudah mati baik organ yang berada di atas tanah maupun yang di bawah tanah sama-sama dapat melepaskan senyawa alelopati. trifida Jenis tanaman pertanian yang peka beberapa jenis berbagai jenis gandum oat kopi berbagai jenis kacang pea. senyawa-senyawa kimia yang mudah larut dapat tercuci dengan cepat. 2. Pencucian Sejumlah senyawa kimia dapat tercuci dari bagian-bagian tumbuhan yang berada di atas permukaan tanah oleh air hujan atau tetesan embun. Hasil cucian daun tumbuhan Crysanthemum sangat beracun. gandum . sinamat. Demikian juga tumbuhan yang sudah matipun dapat melepaskan senyawa alelopati lewat organ yang berada di atas tanah maupun yang di bawah tanah. c. Pembusukan organ tumbuhan Setelah tumbuhan atau bagian-bagian organnya mati. Beberapa jenis mulsa dapat meracuni tanaman budidaya atau jenis-jenis tanaman yang ditanam pada musim berikutnya. Sel-sel pada bagian-bagian organ yang mati akan kehilangan permeabilitas membrannya dan dengan mudah senyawa-senyawa kimia yang ada didalamnya dilepaskan. sehingga tidak ada jenis tumbuhan lain yang dapat hidup di bawah naungan tumbuhan ini. dan fenolat.Banyak terdapat senyawa kimia yang dapat dilepaskan oleh akar tumbuhan (eksudat akar). yang kebanyakan berasal dari asam-asam benzoat. Jenis gulma yang mempunyai aktivitas alelopati Jenis gulma Abutilon theoprasti Agropyron repens Agrostemma githago Allium vineale Amaranthus spinosus Ambrosia artemisifolia A. >d. Gulma Yang Berpotensi Alelopati Alelopati dapat meningkatkan agresivitas gulma di dalam hubungan interaksi antara gulma dan tanaman melalui eksudat yang dikeluarkannya.

<! [if !vml] ><! [endif] > Beberapa senyawa alelopati memberikan pengaruh menghambat respirasi akar.Artemisia vulgaris Asclepias syriaca Avena fatua Celosia argentea Chenopodium album Cynodon dactylon Cyperus esculentus C. . kedelai kacang pea. <! [if !supportEmptyParas] > <! [endif] > <! [if !supportLists] >3. oat. sorgum jagung barli Telah banyak bukti yang dikumpulkan menunjukkan bahwa beberapa jenis gulma menahun yang sangat agresif termasuk Agropyron repens. jagung kopi jagung sorgum. <! [endif] >Pengaruh Alelopati Beberapa pengaruh alelopati terhadap aktivitas tumbuhan antara lain : <! [if !vml] ><! [endif] > Senyawa alelopati dapat menghambat penyerapan hara yaitu dengan menurunkan kecepatan penyerapan ion-ion oleh tumbuhan. rotundus Euporbia esula Holcus mollis Imperata cylindrica Poa spp. Cyperus rotundus dan Imperata cylindrica mempunyai pengaruh alelopati. gandum barli berbagai jenis tomat kentang jagung. Cirsium arvense. Sorgum halepense. <! [if !vml] ><! [endif] > Senyawa alelopati memberikan pengaruh menghambat sintesis protein. 1995) mentimun sorgum berbagai jenis bajra mentimun. <! [if !vml] ><! [endif] > Beberapa alelopat dapat menghambat pertumbuhan yaitu dengan mempengaruhi pembesaran sel tumbuhan. khususnya melalui senyawa beracun yang dikeluarkan dari bagian-bagian yang organnya telah mati. Polygonum persicaria Rumex crisparus Setaria faberii Stellaria media (Sumber : Putnam. <! [if !vml] ><! [endif] > Beberapa alelopat menghambat pembelahan sel-sel akar tumbuhan.

Tidak semua gulma mengeluarkan senyawa beracun. saat kemunculan gulma. Ekstrak umbi dari teki dalam berbagai konsentrasi telah digunakan dalam percobaan. dan barli sangat terhambat. umbi. CVN = competition value of nutrient. buah dan biji. Di mana TCV = total competition value. Apabila gulmanya mengeluarkan senyawa beracun maka rumusan nilai persaingan totalnya adalah TCV = CVN + CVW + CVL + AV. semakin besar pengaruh negatifnya terhadap pertumbuhan kecambah padi gogo. dan AV = allelopathic value. CVL = competition value of light. bunga. Laporan yang paling awal diketahui mengenai hal ini ialah bahwa pada tanah-tanah bekas ditumbuhi Agropyron repens. Alang-alang menghambat pertumbuhan tanaman jagung dan ini telah dibuktikan dengan menggunakan percobaan pot-pot bertingkat di rumah kaca di Bogor. kedelai dan kacang tanah juga telah dipelajari dengan metode tidak langsung. akar rizoma. Senyawa-senyawa kimia yang mempunyai potensi alelopati dapat ditemukan di semua jaringan tumbuhan termasuk daun. lama keberadaan gulma. Lamid dkk. <! [if !supportEmptyParas] > <! [endif] > <! [if !supportLists] >4. macam gulma. Tumbuhan yang telah mati dan sisa-sisa tumbuhan yang dibenamkan ke dalam tanah juga dapat menghambat pertumbuhan jagung. Mengingat unsur hara. pertumbuhan gandum. <! [if !vml] ><! [endif] > Senyawa alelopati dapat menghambat aktivitas enzim. (1994) memperlihatkan bahwa semakin tinggi konsentrasi ekstraks organ tubuh alang-alang. Pengaruh teki terhadap pertumbuhan jagung. Sutarto (1990) memperlihatkan bahwa tekanan ekstrak teki segar 200 dan 300 g/250 ml air menyebabkan pertumbuhan tanaman kacang tanah menjadi kerdil dan kurus. oat.<! [if !vml] ><! [endif] > Beberapa senyawa alelopati dapat menurunkan daya permeabilitas membran pada sel tumbuhan. batang. <! [endif] >Pengaruh Alelopati terhadap Pertumbuhan Telah banyak bukti yang menunjukkan bahwa senyawa alelopati dapat menghambat pertumbuhan tanaman. <! [if !supportEmptyParas] > <! [endif] > RANGKUMAN Beberapa species gulma menyaingi pertanaman dengan mengeluarkan senyawa beracun. habitus gulma. Senyawa-senyawa . maka diduga bahwa alang-alang merupakan senyawa beracun yang dapat mempengaruhi pertumbuhan jagung. serta potensi hasilnya menurun. alfalfa. kecepatan tumbuh gulma dan jalur fotosintesis gulma (C3 atau C4). CVW = competition value of water. air dan cahaya bukan merupakan pembatas utama. Penelitian semacam ini juga telah banyak dilakukan misalnya pada teki (Cyperus rotundus). Kuantitas dan kualitas senyawa alelopati yang dikeluarkan oleh gulma dipengaruhi oleh kerapatan gulma.

maka kita dapat mengelompokan gulma menjadi kelompok-kelompok atau golongan-golongan yang berbeda pula. Chenopodium album. menurunkan daya permeabilitas membran sel dan menghambat aktivitas enzim. respirasi. Celosia argentea. Senyawa alelopati dapat menghambat penyerapan hara. Agropyron repens. yaitu gulma yang menyelesaikan siklus hidupnya dalam waktu kurang dari satu tahun atau paling lama . Cynodon dactylon. Cyperus esculentus. Alang-alang dan teki baik yang masih hidup maupun yang sudah mati menghambat pertumbuhan dan menurunkan hasil tanaman budidaya. Avena fatua. C. Artemisia vulgaris. Asclepias syriaca. sehingga kemungkinan bisa terjadi beberapa tumbuhan yang mempunyai hubungan erat satu sama lain dikelompokan dalam kelompok yang terpisah dan sebaliknya beberapa tumbuhan yang hanya mempunyai sedikit persamaan mungkin dikelompokan bersama dalam satu kelompok. Pada klasifikasi sistem alami pengelompokan didasarkan pada kombinasi dari beberapa sifat morfologis yang penting. trifidia. Poa spp. Polygonum persicaria. Cara klasifiksi pada gulma cenderung mengarah ke sistem buatan. Agrostemma githago. sebab menurut sistem tersebut hanya tumbuh-tumbuhan yang mempunyai hubungan filogenetis saja yang dikelompokan ke dalam kelompok yang sama. Rumex crispus. Atas dasar pengelompokan yang berbeda. rotundus. Holcus mollis. A. pembelahan sel-sel akar. Imperata cylindrica. eksudat akar. Klasifikasi sistem alami lebih maju daripada klasifikasi sistem buatan. Amaranthus spinosus. fotosintesis. <! [if !supportEmptyParas] > <! [endif] > 4.alelopati dapat dilepaskan dari jaringan-jaringan tumbuhan dalam berbagai cara termasuk melalui penguapan. <! [endif] >Berdasarkan siklus hidupnya. Pada klasifikasi sistem buatan pengelompokan tumbuhan hanya didasarkan pada salah satu sifat atau sifat-sifat yang paling umum saja. Allium vineale. oat. KLASIFIKASI GULMA Cara klasifiikasi pada tumbuhan ada dua macam yaitu buatan (artificial) dan alami (natural). gulma dapat dikelompokan menjadi : <! [if !supportLists] >a. Agropyron repens menghambat pertumbuhan gandum. alfalfa dan barli. Setaria faberii. annual weeds). . Beberapa jenis gulma yang berpotensi mengeluarkan senyawa alelopati ialah Abutilon theoprasti. Masing-masing kelompok memperlihatkan perbedaan di dalam pengendalian. pencucian dan pembusukan organ tumbuhan. Alelopati menghambat pertumbuhan tanaman. pertumbuhan tanaman. Hal demkian inilah yang merupakan kelemahan utama dari kalsifikasi sistem buatan. Ambrosia artemisifolia. Euphorbia esula. <! [endif] >Gulma setahun (gulma semusim. Stellaria media. sitesis protein. Beberapa gulma yang berpotensi alelopati baik yang masih hidup atau yang sudah mati sama-sama dapat melepaskan senyawa alelopati melalui organ yang berada dia atas tanah maupun yang di bawah tanah. Gulma dapat dikelompokan seperti berikut ini : <! [if !supportLists] >1.

yaitu gulma yang dapat berkembang biak dengan akar yang menjalar (root creeping). maka lambat laun pertumbuhannya akan tertekan juga. akan tetapi begitu ada air yang cukup untuk pertumbuhannya akan bersemi kembali. Fimbristylis littoralis dan lain sebagainya. Echinochloa colonum. Monochoria vaginalis. maka gulma tersebut sukar sekali untuk diberantas. tetapi kenyataannya kita sering mengalami kesulitan. Agropyron repens. Echium vulgare.satu tahun (mulai dari berkecambah sampai memproduksi biji dan kemudian mati). Di Indonesia banyak dijumpai jenis-jenis gulma setahun. Creeping perennial. . Circium vulgare. Sorgum helepense. Berdasarkan cara berkembang biaknya. <! [if !supportLists] >b. menghasilkan biji dan kemudian mati. Pada periode roset gulma tersebut sensitif terhadap herbisida. Pada tahun pertama digunakan untuk pertumbuhan vegetatif menghasilkan bentuk roset dan pada tahun kedua berbunga. contohnya Echinochloa crusgalli. contohnya Cyperus rotundus dan Helianthus tuberosus. menghasilkan biji dalam jumlah yang banyak dan masa dormansi biji yang panjang sehingga dapat lebih bertahan hidupnya. 2). karena gulma tersebut mempunyai beberapa kelebihan yaitu umurnya pendek. batang yang menjalar di atas tanah (stolon) atau batang yang menjalar di dalam tanah (rhizioma). apabila akarnya terpotong menjadi dua. yaitu gulma yang dapat hidup lebih dari dua tahun atau mungkin hampir tidak terbatas (bertahun-tahun). Karena kebanyakan umurnya hanya seumur tanaman semusim. yaitu gulma yang sebenarnya hanya berkembang biak dengan biji. stolon atau tubernya maka pertumbuhan baru akan segera dimulai dan dapat tumbuh berkembangbiak dengan pesat dalam waktu yang tidak terlalu lama apabila air tercukupi. Sebagai contoh Taraxacum sp. karena dengan terpotong-potongnya rhizoma. Yang termasuk gulma dua tahun yaitu Dipsacus sylvestris. Adanya pengolahan tanah untuk penanaman tanaman pangan atau tanaman setahun lainnya akan membantu perkembangbiakan. Circium vulgare. yaitu gulma yang menyelesaikan siklus hidupnya lebih dari satu tahun. tetapi tidak lebih dari dua tahun. gulma tahunan dibedakan menjadi dua : 1). Simple perennial. <! [endif] >Gulma dua tahun (biennial weeds).. dan Rumex sp. Beberapa diantaranya ada yang berkembang biak dengan umbi (tuber). Pada keadaan kekurangan air (di musim kemarau) gulma tersebut seolah-olah mati karena bagian yang berada di atas tanah mengering. <! [if !supportLists] >c. maka masing-masing potongannya akan tumbuh menjadi individu baru. Circium altissimum dan Artemisia biennis. Satu cara pengendalian yang efektif. maka gulma tersebut sering disebut sebagai gulma semusim. Yang termasuk dalam golongan ini contohnya Cynodon dactylon. Contoh gulma tahunan populair yang perkembangbiakan utamanya dengan rhizoma adalah alang-alang (Imperata cylindrica). Dengan dimilikinya alat perkembangbiakan vegetatif. akan tetapi apabila bagian tubuhnya terpotong maka potongannya akan dapat tumbuh menjadi individu baru. <! [endif] >Gulma tahunan (perennial weeds). Limnocharis flava. yang juga diperlukan adalah dengan membunuh kecambahkecambah yang baru muncul atau tumbuh di atas permukaan tanah. Walaupun sebenarnya mudah dikendalikan. Adanya pengendalian dengan frekuensi yang tinggi (sering atau berulang-ulang) baik secara mekanis ataupun secara kimiawi. Kebanyakan berkembang biak dengan biji dan banyak diantaranya yang berkembang biak secara vegetatif.

Mimosa sp. Marsilea crenata. gulma dikelompokkan menjadi : <! [if !supportLists] >a. Sebagai contoh Enchalus acoroides dan Acrosticum aureum. Scleria poaeformis. <! [if !supportLists] >3. Gulma air tawar (fresh water weeds). Cyperus elatus. Monochoria vaginalis. Ludwigia sp. <! [if !supportLists] >b. contohnya Echinochola crusgalli.. yaitu gulma yang tumbuh di habitat air tawar. Rhychospora corymbosa. misal di hutan-hutan bakau. c). Pistia stratiotes. Amaranthus spinosus. Gulma yang sebagian tubuhnya tenggelam dan sebagian mengapung (emerged weeds). <! [endif] >Berdasarkan habitatnya. contoh Nymphae spp. Echinochola colonum. 2). Gulma yang hidup tenggelam (submerged weeds). <! [if !supportLists] >c. Eleusine indica. <! [endif] >Gulma darat (terrestial weeds). <! [endif] >Terdapat di tanah kering atau tegalan. <! [if !vml] ><! [endif] > Gulma yang akarnya masuk ke dalam tanah (submerged anchored weeds). contohnya Eichornia crassipes. dan lain sebagainya.. Gulma air garam (saltwater atau marine weeds). Gulma yang tumbuh mengapung (floating weeds). contoh Hydrilla verticillata. <! [endif] >Berdasarkan tempat tumbuhnya. d). yaitu gulma yang tumbuh pada habitat tanah atau darat.<! [if !supportLists] >2. Leersia hexandra. Salvinia cuculata. . Pistia stratiotes. Contoh Cyperus rotundus. yaitu gulma yang tumbuh di habitat air. dibedakan ke dalam : <! [if !vml] ><! [endif] > Gulma yang hidup melayang (submerged not anchored weeds). <! [if !supportLists] >b. Gulma yang tumbuh di tepian (marginal weeds). Salvinia sp. Dikelompokkan lagi ke dalam: a). . contohnya Imperata cylindrica. Nymphoides indica. yaitu gulma yang hidup pada kondisi air seperti air laut. Limnocharis flava. Amaranthus spinosus. contoh Ultricularia gibba. contoh Panicum repens. . b). yaitu : 1). Cynodon dactylon. <! [endif] >Gulma air (aquatic weeds). Imperata cylindrica. <! [endif] >Terdapat di tanah perkebunan besar. Gulma air dibedakan menjadi dua kelompok. Ottelia alismoides. <! [endif] >Terdapat di tanah sawah. Najas indica. gulma dikelompokkan menjadi : <! [if !supportLists] >a. contohnya Cyperus rotundus. Polygonum sp.. Ceratophyllum demersum.

<! [if !vml] ><! [endif] > Daun-daun soliter pada buku-buku. Masing-masing anak bulir tersusun atas satu atau lebih bunga kecil (floret). <! [endif] >Golongan teki (sedges) <! [if !vml] ><! [endif] > Gulma golongan teki termasuk dalam familia Cyperaceae. yang besar disebut lemna dan yang kecil disebut palea. Contohnya Amaranthus spinosus. <! [endif] >Dicotyledoneae. Marsilea crenata. tepi daun rata. <! [if !vml] ><! [endif] > Batang bulat atau agak pipih. <! [if !vml] ><! [endif] > Contohnya Imperata cyliindrica. Daun biasanya berbentuk garis (linier). <! [if !vml] ><! [endif] > Buah disebut caryopsis atau grain. jumlah bagian-bagian bunga 4 atau 5 atau kelipatannya. . Echinochloa crusgalli.. <! [if !supportLists] >c. <! [endif] >Berdasarkan morfologinya. kebanyakan berongga. tersusun dalam dua deret. <! [endif] >Monocotyledoneae. Cynodon dactylon. Mimosa sp. gulma dikelompokan ke dalam : <! [if !supportLists] >a. Lidah-lidah daun sering kelihatan jelas pada batas antara pelepah daun dan helaian daun. Euphatorium odoratum. <! [if !supportLists] >5. <! [if !vml] ><! [endif] > Dasar karangan bunga satuannya anak bulir (spikelet) yang dapat bertangkai atau tidak (sessilis). gulma dikelompokan ke dalam : <! [if !supportLists] >a. <! [endif] >Pteridophyta. terdiri atas dua bagian yaitu pelepah daun dan helaian daun. Panicum repens. Sebagai contoh Salvinia sp. <! [if !supportLists] >b.. gulma berakar serabut. <! [endif] >Berdasarkan sistematikanya. Cyperus dactylon. Echinochloa crusgalli. Cyperus rotundus. jumlah bagian-bagian bunga tiga atau kelipatannya. di mana tiap-tiap bunga kecil biasanya dikelilingi oleh sepasang daun pelindung (bractea) yang tidak sama besarnya. umumnya bertulang daun sejajar. Panicum repens.<! [if !supportEmptyParas] > <! [endif] > <! [if !supportLists] >4. Contohnya Imperata cylindrica. susunan tulang daun menyirip atau menjari. dan biji berkeping satu. <! [if !supportLists] >b. berkembang biak secara generatif dengan spora. <! [endif] >Golongan rumput (grasses) <! [if !vml] ><! [endif] > Gulma golongan rumput termasuk dalam familia Gramineae/Poaceae. dan biji berkeping dua. gulma berakar tunggang. susunan tulang daun sejajar atau melengkung.

Contohnya Imperata cylindrica. <! [endif] >Gulma obligat (obligate weeds) adalah gulma yang tidak pernah dijumpai hidup secara liar dan hanya dapat tumbuh pada tempat-tempat yang dikelola oleh manusia.<! [if !vml] ><! [endif] > Batang umumnya berbentuk segitiga. <! [if !vml] ><! [endif] > Contohnya Monocharia vaginalis. Amaranthus spinosus. <! [endif] >Gulma parasit. kadang-kadang juga bulat dan biasanya tidak berongga. <! [if !vml] ><! [endif] > Contohnya Cyperus rotundus. <! [if !vml] ><! [endif] > Daun tersusun dalam tiga deretan. <! [if !supportLists] >b. contoh Cuscuta australis (tali putri). <! [if !vml] ><! [endif] > Buahnya tidak membuka. <! [if !supportLists] >c. Portulaca olerace. <! [endif] >Berdasarkan parasit atau tidaknya. Limnocharis flava. biasanya dilindungi oleh suatu daun pelindung. <! [endif] >Berdasarkan asalnya. Scripus juncoides. dibedakan lagi menjadi : <! [if !supportLists] >1) <! [endif] >Gulma parasit sejati. Lindernia sp. <! [endif] >Golongan berdaun lebar (broad leaves) <! [if !vml] ><! [endif] > Gulma berdaun lebar umumnya termasuk Dicotyledoneae dan Pteridophyta. <! [if !supportLists] >6. tidak memiliki lidah-lidah daun (ligula). Fimbristylis littoralis. Cyperus rotundus Opuntia sp. dibedakan dalam : <! [if !supportLists] >a. contohnya Imperata cylindrica. <! [endif] >Gulma fakultatif (facultative weeds) adalah gulma yang tumbuh secara liar dan dapat pula tumbuh pada tempat-tempat yang dikelola oleh manusia. gulma dikelompokan ke dalam : <! [if !supportLists] >a. <! [if !vml] ><! [endif] > Ibu tangkai karangan bunga tidak berbuku-buku. Bunga sering dalam bulir (spica) atau anak bulir. <! [if !supportLists] >b. . Monochoria vaginalis. <! [if !vml] ><! [endif] > Daun lebar dengan tulang daun berbentuk jala. Eichornia crassipes. <! [if !supportLists] >7. <! [endif] >Gulma non parasit. Limnocharis flava. Cyperus rotundus. Contoh Convolvulus arvensis.

Berdasarkan siklus hidup gulma dibedakan menjadi gulma setahun. Species gulma asing yang cocok tumbuh di tempat-tempat baru dapat menjadi pengganggu yang dahsyat (eksplosif). Gulma ini mempunyai daun. Sedang berdasarkan parasit atau tidaknya dibedakan menjadi gulma non parasit dan gulma parasit. Di negara-negara yang sedang membangun kegiatan pengendalian yang banyak dilakukan orang adalah pemberantasan. Berdasarkan tempat tumbuhnya dibedakan menjadi gulma yang terdapat di tanah sawah. <! [if !supportEmptyParas] > <! [endif] > 5. contoh Viscum sp. <! [if !supportLists] >2) <! [endif] >Gulma semi parasit. gulma Dicotyledoneae dan gulma Pteridophyta. dan akar pengisapnya masuk sampai ke jaringan silem. gulma dua tahun dan gulma tahunan. Berdasarkan habitatnya dibedakan menjadi gulma darat dan gulma air. mempunyai klorofil. dapat melakukan asimilasi sendiri. contohnya Loranthus pentandrus. gulma yang terdapat di tanah perkebunan besar dan gulma yang terdapat di rawa-rawa atau waduk. Berdasarkan asalnya dibedakan menjadi gulma obligat dan gulma fakultatif. tetapi kebutuhan akan air dan unsur hara lainnya diambil dari tanaman inangnya dan akar pengisapnya masuk sampai ke jaringan silem. tetapi kebutuhan akan air dan hara lainnya diambil dari gulma semi parasit. habitat. gulma yang terdapat di tanah kering/tegalan. RANGKUMAN Klasifikasi gulma dapat didasarkan pada siklus hidup. Mencegah biasanya lebih murah tetapi tidak selalu lebih mudah. dapat melakukan asimilasi sendiri. tempat tumbuh. 3) Gulma hiper parasit. mempunyai klorofil. gulma golongan teki dan gulma golongan berdaun lebar. tidak mempunyai klorofil. <! [endif] >Preventif (pencegahan) Cara ini teruatama ditujukan terhadap species-species gulma yang sangat merugikan dan belum terdapat tumbuh di lingkungan kita. sistematika. Misalnya kaktus di Australia. kebutuhan akan makannya diambil langsung dari tanaman inangnya dan akar pengisapnya (haustarium) memasuki sampai ke jaringan floem. Pengendalian gulma dapat dilakukan dengan cara-cara : <! [if !supportLists] >1. eceng . morfologi. asal atau parasit tidaknya. tidak dapat melakukan asimilasi sendiri. Gulma ini mempunyai daun.Gulma ini tidak mempunyai daun. Berdasarkan morfologinya dibedakan menjadi gulma golongan rumput. Berdasarkan sistematikanya dibedakan menjadi gulma Monocotyledoneae. CARA-CARA PENGENDALIAN GULMA Pengendalian dapat berbentuk pencegahan dan pemberantasan.

<! [endif] >Pengolahan tanah Pengolahan tanah dengan menggunakan alat-alat seperti cangkul. Apabila hal-hal tersebut di atas tidak dapat dilaksanakan dengan baik. interval (ulangan) dan sebagainya. 2. padang rumput dan sebagainya. umur dan ukuran infestasi. <! [if !supportLists] >b. jenis dan topografi tanah dan iklim. <! [endif] >Pembabatan (pemangkasan. <! [endif] >Dengan pembersihan bibit-bibit pertanaman dari kontaminasi biji-biji gulma <! [if !supportLists] >b. mowing) Pembabatan umumnya hanya efektif untuk mematikan gulma setahun dan relatif kurang efektif untuk gulma tahunan. <! [endif] >Pencegahan pemakaian pupuk kandang yang belum matang <! [if !supportLists] >c. macamnya krop yang ditanaman. Pembabatan biasanya dilakukan di perkebunan yang mempunyai krop berupa pohon. Cara-cara pencegahan masuk dan menyebarkan gulma baru antara lain adalah : <! [if !supportLists] >a. pada halaman-halaman.gondok di Asia-Afrika. Efektifitas alat-alat pengolah tanah di dalam memberantas gulma tergantung beberapa faktor seperti siklus hidup dari gulma atau kropnya. <! [if !supportLists] >c. garu. traktor dan sebagainya pada umumnya juga berfungsi untuk memberantas gulma. Di samping itu juga mencegah gulma tahunan (perennial weeds) jangan sampai berbiak terutama dengan cara vegetatif. bajak. <! [endif] >Pembersihan ternak yang akan diangkut <! [if !supportLists] >f. jalan kereeta pai. maka harus dicegah pula agar jangan sampai gulma berbuah dan berbunga. <! [endif] >Penggenangan . dalam dan penyebaran akar. <! [endif] >Pencegahan pengangkutan tanaman berikut tanahnya dan lain sebagainya. <! [endif] >Pemberantasan gulma di sisi-sisi sungai dan saluransaluran pengairan <! [if !supportLists] >e. tepi jalan umum. Efektivitas cara ini tergantung pada waktu pemangkasan. <! [endif] >Pencegahan pengangkutan jarak jauh jerami dan rumputrumput makanan ternak <! [if !supportLists] >d. Pengendalian gulma secara fisik Pengendalian gulma secara fisik ini dapat dilakukan dengan jalan : <! [if !supportLists] >a. Pembabatan sebaiknya dilakukan pada waktu gulma menjelang berbunga atau pada waktu daunnya sedang tumbuh dengan hebat.

<! [endif] >Mulsa (mulching. Tanaman tertentu biasanya mempunyai jenis gulma tertentu pula. hutan dan tanah-tanah industri. Pada sistem peladangan di luar Jawa cara ini masih digunakan oleh penduduk setempat. akhirnya akan mati dan pertumbuhan yang baru (perkecambahan) dapat dicegah. padi tembakau padi. Keuntungan lain dari pembakaran ialah insekta-insekta dan hama-hama lain serta penyakit seperti cendawan-cendawan ikut dimatikan. dan sebagainya). <! [endif] >Pembakaran Suhu kritis yang menyebabkan kematian pada kebanyakan sel adalah 45 550 C. serbuk gergaji. Gulma yang digenangi harus cukup terendam. asapnya dapat menimbulkan alergi dan sebagainya. Sebagai contoh gulma teki (Cyperus rotundus) sering berada dengan baik dan mengganggu pertanaman tanah kering yang berumur setahun (misalnya pada tanaman cabe. tetapi biji-biji yang kering lebih tahan daripada tumbuhannya yang hidup. <! [endif] >Pengendalian gulma dengan sistem budidaya Cara pengendalian ini jiga disebut pengendalian secara ekologis. Bahan-bahan yang dapat digunakan untuk mulsa antara lain jerami. Di dalam pengendalian gulma dengan sistem budidaya ini terdapat beberapa cara yaitu : a. pupuk hijau. mengurangi kandungan humus atau mikroorganisme tanah. sehingga gulma tidak dapat melakukan fotosintesis. Kejelekannya ialah bahaya kebakaran bagi sekelilingnya. Pergiliran Tanaman Pergiliran tanaman bertujuan untuk mengatur dan menekan populasi gulma dalam ambang yang tidak membahayakan. Demikian pula dengan . Coontoh : padi tebu kedelai. <! [if !supportLists] >e. pinggir kali. sekam. Keuntungan pembakaran untuk pemberantasan gulma dibanding dengan pemberantasan secara kimiawi adalah pada pembakaran tidak terdapat efek residu pada tanah dan tanaman. dapat memperbesar erosi. oleh karena menggunakan prinsip-prinsip ekologi yaitu mengelola lingkungan sedemikian rupa sehingga mendukung dan menguntungkan pertanaman tetapi merugikan bagi gulmanya. biji-biji gulma tertentu tidak mati. karena bila sebagian daunnya muncul di atas air maka gulma tersebut umumnya masih dapat hidup. penutup seresah) Penggunaan mulsa dimaksudkan untuk mencegah agar cahaya matahari tidak sampai ke gulma.Penggenangan efektif untuk memberantas gulma tahunan. Caranya dengan menggenangi sedalam 15 25 cm selama 3 8 minggu. Kematian dari sel-sel yang hidup pada suhu di atas disebabkan oleh koagulasi pada protoplasmanya. <! [if !supportLists] >d. tomat. <! [if !supportEmptyParas] > <! [endif] > <! [if !supportLists] >1. seperti di pinggir-pinggir jalan. karena biasanya jenis gulma itu dapat hidup dengan leluasa pada kondisi yang cocok untuk pertumbuhannya. Pembakaran umumnya banyak dilakukan pada tanah-tanah yang non pertanian. kertas dan plastik. Pembakaran secara terbatas masih sering dilakukan untuk membersihkan tempat-tempat dari sisa-sisa tumbuhan setelah dipangkas.

<! [endif] >Pengendalian gulma secara biologis Pengendalian gulma secara biologis (hayati) ialah pengendalian gulma dengan menggunakan organisme lain. <! [if !supportEmptyParas] > <! [endif] > <! [if !supportLists] >2. kondisi mikroklimat akan dapat berubah-ubah. Demikian juga eceng gondok (Eichhornia crassipes) dapat dikendalikan secara biologis dengan kumbang penggerek Neochetina bruchi dan Neochetina eichhorniae. Myrothesium roridum untuk kiambang . Sebagai contoh pengendalian biologis dengan insekta yang berhasil ialah pengendalian kaktus Opuntia spp. . Di Australia dengan menggunakan Cactoblastis cactorum. Pemupukan yang tepat merupakan cara untuk mempercepat pertumbuhan tanaman sehingga mempertinggi daya saing pertanaman terhadap gulma. Baru kemudian tanaman ditanam pada tanah yang sebagian besar gulmanya telah mati terberantas. ikan yang memakan gulma air dan sebagainya. dengan menggunakan Cyrtobagous singularis. Sedangkan jamur atau fungi yang berpotensi dapat mengendalikan gulma secara biologis ialah Uredo eichhorniae untuk eceng gondok. Juga harus yakin apabila species gulma yang akan dikendalikan itu habis. Waktu tanaman lambat. sehingga gulma hidupnya tidak senyaman sebelumnya. Di samping pengendalian biologis yang tidak begitu spesifik terhadap species-species tertentu seperti penggunaan ternak dalam pengembalaan. dan pengendalian Salvinia sp. kalkun pada perkebunan kapas. ternak. Dengan pergiliran tanaman. fungi. dengan membiarkan gulma tumbuh lebih dulu lalu diberantas dengan pengolahan tanah atau herbisida. b. insekta atau fungi tersebut tidak menyerang tanaman atau tumbuhan lain yang mempunyai arti ekonomis.wewehan (Monochoria vaginalis) di sawah-sawah. Budidaya pertanaman Penggunaan varietas tanaman yang cocok untuk suatu daerah merupakan tindakan yang sangat membantu mengatasi masalah gulma. seperti insekta. dan Cerospora sp. sambil membantu pertanaman pokoknya dengan pupuk nitrogen yang kadang-kadang dapat dihasilkan sendiri. Penaungan dengan tumbuhan penutup (cover crops) Mencegah perkecambahan dan pertumbuhan gulma. ikan dan sebagainya. untuk kayu apu. Pengendalian biologis yang intensif dengan insekta atau fungi biasanya hanya ditujukan terhadap suatu species gulma asing yang telah menyebar secara luas dan ini harus melalui proses penelitian yang lama serta membutuhkan ketelitian. c. Penanaman rapat agar tajuk tanaman segera menutupi ruang-ruang kosong merupakan cara yang efektif untuk menekan gulma.

Keuntungan pengendalian gulma secara kimiawi adalah cepat dan efektif. pencegahan pengangkutan tanaman berikut tanahnya dan sebagainya. mempunyai efek residu terhadap alam sekitar dan sebagainya. baik secara selektif maupun non selektif. Secara preventif. Yang dimaksud dengan herbisida adalah senyawa kimia yang dapat digunakan untuk mematikan atau menekan pertumbuhan gulma. pembabatan. <! [endif] >Pengendalian gulma secara kimiawi Pengendalian gulma secara kimiawi adalah pengendalian gulma dengan menggunakan herbisida. terutama untuk areal yang luas. misalnya paduan antara pengolahan tanah dengan pemakaian herbisida. misalnya dengan pembersihan bibit-bibit pertanaman dari kontaminasi biji-biji gulma. <! [if !supportLists] >4. <! [endif] >Pengendalian gulma secara terpadu Yang dimaksud dengan pengendalian gulma secara terpadu yaitu pengendalian gulma dengan menggunakan beberapa cara secara bersamaan dengan tujuan untuk mendapatkan hasil yang sebaik-baiknya. pratumbuh atau pasca tumbuh. Cara-cara yang dikombinasikan dalam cara pengendalian secara terpadu ini tergantung pada situasi. jarak tanam dengan penyiangan. kondisi dan tujuan masingmasing. dan penggunaannya bisa pada saat pratanam. Sehubungan dengan sifatnya ini maka pengendalian gulma secara kimiawi ini harus merupakan pilihan terakhir apabila cara-cara pengendalian gulma lainnya tidak berhasil. Untuk dapat mengendalikan suatu species gulma yang menimbulkan masalah ternyata dibutuhkan lebih dari satu cara pengendalian. tetapi umumnya diarahkan agar mendapatkan interaksi yang positif. pencegahan pemakaian pupuk kandang yang belum matang. <! [if !supportEmptyParas] > <! [endif] > RANGKUMAN Pengendalian gulma dapat dilakukan dengan beberapa cara. biologis dan kimiawi serta preventif. . pemberantasan gulma di sisi-sisi sungai dan saluran-saluran pengairan. tetapi tidak satupun cara-cara tersebut dapat mengendalikan gulma secara tuntas. Secara fisik. pembersihan ternak yang akan diangkut. Untuk berhasilnya cara ini memerlukan dasar-dasar pengetahuan yang cukup dan untuk itu akan diuraikan tersendiri lebih lanjut.<! [if !supportEmptyParas] > <! [endif] > <! [if !supportLists] >3. pembakaran dan pemakaian mulsa. fisik. misal dengan pengolahan tanah. di samping cara-cara pengelolaan pertanaman yang lain. penggenangan. pemupukan dengan herbisida dan sebagainya. Macam herbisida yang dipilih bisa kontak maupun sistemik. pencegahan pengangkutan jarak jauh jerami dan rumputrumputan makanan ternak. Walaupun telah dikenal beberapa cara pengendalian gulma antara lain secara budidaya. Beberapa segi negatifnya ialah bahaya keracunan tanaman.

. yaitu dengan menggunakan beberapa cara secara bersamaan dengan tujuan untuk mendapatkan hasil yang sebaik-baiknya. ikan dan sebagainya. fungi.Dengan sistem budidaya. Secara biologis. pratumbuh atau pasca tumbuh. ternak. misal dengan pergiliran tanaman. Secara kimiawi. digunakan saat pratanam. budidaya pertanaman dan penaungan dengan tumbuhan penutup (cover crops). yaitu dengan menggunakan organisme lain seperti insekta. Secara terpadu. kontak atau sistemik. yaitu dengan menggunakan herbisida atau senyawa kimia yang dapat digunakan untuk mematikan atau menekan pertumbuhan gulma baik secara selektif maupun non selektif.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful