BAB I PEDAHULUAN

A.

Latar Belakang Manusia adalah makhluk sosial yang tidak dapat hidup sendiri. Dalam hidup, manusia

selalau berinteraksi dengan sesama serta dengan lingkungan. Manusia hidup berkelompok baik dalam kelompok besar maupun dalam kelompok kecil. Tidak hanya lingkungan yang perlu dikelola dengan baik, kehidupan sosial manusiapun perlu dikelola dengan baik. Untuk itulah dibutuhkan sumber daya manusia yang berkualitas. Sumber daya yang berjiwa pemimpin, paling tidak untuk memimpin dirinya sendiri. Dengan berjiwa pemimpin manusia akan dapat mengelola diri, kelompok dan lingkungan dengan baik. Khususnya dalam penanggulangan masalah yang relatif sulit. Disinilah dituntut kearifan seorang pemimpin dalam mengambil keputusan agar masalah dapat terselesaikan dengan baik.Pentingnya peran kepemimpinan mendorong para ahli untuk menyusun teori tentang pemimpin yang efektif dan yang tidak efektif. Teori teori tersebut dibagi menjadi beberapa bagian yaitu: teori ciri kepribadian, teori perilaku, teori situasional, dan teori kepemimpinan kontemporer. Kepemimpinan menurut teori ciri kepribadian adalah teori yang mengkaji ciri ± ciri dan karakteristik pribadi yang membedakan pemimpin dan bukan pemimpin. Karakteristik tersebut adalah sebagaiberikut: ambisi dan semangat, hasrat untuk memimpin,kejujuran dan integritas, kepercayaan diri, kecerdasan dan pengetahuan yang relevan dengan pekerjaan, luwes dalam menyesuaikan perilaku mereka ke dalam situasi yang berlainan. Kepemimpinan menurut teori perilaku: berusaha melihat perilaku pemimpin yang membedakan dengan perilaku bukan pemimpin. Salah satu eksplorasi formal yang pertama dilakukan oleh Kurt Lewin dan koleganya di University of Iowa, pada 1930-an, Lewin menggunakan istilah: Perilaku otokratis, di mana staf yang hanya melakukan seperti yang diperintahkan. Perilaku demokratis, di mana staf memiliki beberapa mengatakan atas apa yang terjadi di tempat kerja mereka. Kepemimpinan menurut teori situasional/kontingensi memfokuskan perhatian yang lebih luas, yakni pada aspek-aspek keterkaitan antara kondisi atau variabel situasional dengan watak atau tingkah laku dan kriteria kinerja pemimpin. Hershey dan Blanchard memusatkan perhatian pada pengikut, jika pengikut tidak mampu dan tidak ingin melakukan tugas maka pemimpin perlu memberikan alasan yang khusus dan jelas; jika pengikut tidak mampu tapi ingin melakukan tugas maka pemimpin perlu memaparkan orientasi tugas tugas yang tinggi; jika pengikut mampu tapi tidak ingin melakukan tugas maka pemimpin perlu mendukung dan

Kepemimpinan (Leadership)

1

yang paling efektif. Pemimpin seperti apa yang paling efektif untuk sebuah organisasi? 2. Negara Indonesia merupakan merupakan sebuah kelompok social yang sangat besar dengan potensi yang besar pula. gagasan. Manusia merupakan mahluk social. kepemimpinan transformasional. Tujuan 1. Pemimpin seperti apa yang paling tepat untuk memimpin Indonesia di masa mendatang? C. Rumusan masalah 1. Ada beberapa macam ciri mengenai kepemimpinan kontemporer antara lain:kepemimpinan kharismatik. dan kehadiran fisik untuk mengendalikan bawahan. Pembentuk makna yaitu mampu menggunakan kata-kata. Hasil dari studi-studi tersebut sangat besar manfaatnya untuk diaplikasikan dikehidupan nyata. Untuk mengetahui pemimpin yang paling tepat untuk memimpin Indonesia di masa mendatang? Kepemimpinan (Leadership) 2 .partisipatif. Teori-teori kepemimpinan yang berkembang membuat munculnya berbagai studi di dunia tentang pemimpin seperti apa yang bisa bekerja paling efektif. kepemimpinan visioner. Teori kepemimpinan kontemporer menekankan pemimpin sebagai ³pembentuk makna´. Untuk mengetahui pemimpin yang paling efektif untuk sebuah organisasi? 2. maka untuk hidup secara bersama-sama diperlukan pemimpin yang terbaik untuk suatu kelompok social. B. untuk bisa maju tentu negara ini harus memiliki pemimpin yang yang terbaik. jika pengikut mampu dan ingin melakukan tugas maka pemimpin tidak perlu berbuat banyak.

banyak terdapat penelitian-penelitian yang dilakukan untuk menemukan suatu konsep ideal kepemimpinan. Hal ini dapat dilihat dari tingginya tingkat absensi dan tingkat perputaran karyawan. Jika kepemimpinan ingin menimbulkan suatu dampak positif pada individu.BAB II PEMBAHASAN A.Pihak pimpinan Toserba Sinar Mas di dalam menjalankan operasional perusahaan kurang mempercayai kemampuan bawahannya. Peranan gaya kepemimpinan yang efektif dalam upaya meningkatkan semangat dan kegairahan kerja karyawan di toserba Sinar Mas Sidoarjo. Di dalam penelitian ini diungkapkan bahwa gaya kepemimpinan yang berlaku di perusahaan tersebut adalah gaya kepemimpinan yang berorientasi pada tugas serta adanya kecenderungan menurunnya semangat dan kegairahan kerja para karyawan. F et al. Sebuah kepemimpinan dianggap sebagai faktor penting dalam inisiasi dan implementasi dari transformasi sebuah organisasi. Karyawan yang dimaksud di sini adalah pramuniaga yang mempunyai tugas untuk melayani konsumen yang membeli di Toserba Sinar Mas. 2. para praktisi dan peneliti berpendapat bahwa diperlukan gaya kepemimpinan yang sekarang seperti kepemipinan partisipatif. sehingga semua masalah yang timbul ditangani secara langsung serta diambil keputusan tanpa melalui perundingan denga bawahannya sehingga komunikasi yang terjadi di Toserba Sinar Mas ini adalah komunikasi satu arah. tim. Kepemimpinan (Leadership) 3 . Identification of Transformational Leadership Qualities : An Examination of Potential Biases. dan organisasi. Anderson dan King menyebutkan selain gaya kepemimpinan partisipatif. oleh: Eddy Madiono Sutanto dan Budhi Stiawan Penelitian ini dilakukan untuk membuktikan hubungan antara gaya kepemimpinan dengan semangat dan kegairahan kerja. Oleh : Lievens. antara lain: 1. Penelitian-penelitian tentang kepemimpinan Seiring dengan kemajuan ilmu pengetahuan. Gejala-gejala tersebut nantinya akan mengganggu kegiatan operasional perusahaan. Selain itu pimpinan juga kurang menghargai prestasi kerja dari karyawan yang benar-benar mempunyai kemampuan dan ketrampilan.

dan merencanakan perkembangan organisasi. pemimpin ini dapat lebih efektif apabila sudah mencapai tujuan dan harapan. memfasilitasi berpikir kreatif. dan stimulasi intelektual. dapat membangun sikap inovasi dari bawahannya. merancang tujuan yang akan dicapai. menyusun ide-ide yang baru. Berdasarkan MLQ ini. saling menghargai. menanamkan rasa bangga dan percaya diri bagi bawahan. Sebuah syarat yang paling mendasar dalam pengembangan dari kepemimpinan transformasional adalah dengan mengidentifikasi kualitas pemimpin mengidentifikasi kualitas pemimpin melalui multifactor leadership questioner (MLQ). dan mendorong bawahan untuk memikirkan kembali ketrampilan dan ide-ide konvensional mereka. y Kepemimpinan inspiratif ditunjukkan untuk memberikan inspirasi dan meberdayakan bawahan untuk secara aktif dalam mengejar tujuan dan misi. y Kepemimpinan karismatik ditunjukkan sebagai sosok pemimpin yang menjadi panutan.diperlukan juga seorang sebuah visi dan misi yang jelas dari seorang pemimpin. mengerti kebutuhan masing-masing bawahan. akan tetapi lebih melihat secara umum dari kepemimpinan transformasional. inspiratif. Sebagai contoh menghargai bawahannya. y Stimulasi intelektual ditujukan pada pemimpin yang mempertimbangkan masalah yang lama dengan cara-cara yang baru. akan tetapi lebih mengabaikan untuk pengembangan jangka panjang dan bawahannya. dalam Lievans. Ada 2 faktor yang menyusun Kepemimpinan (Leadership) 4 . y Mempertimbangkan individu ditujukan pada prilaku. dan mampu mengambil resiko juga memiliki kemampuan dalam memfasilitasi proses perubahan dalam sebuah organisasi. pemimpin dapat menumbuhkan ide-ide pribadi untuk perbaikan diri sendiri. Seperti kita ketahui kepemimpinan transaksional lebih didasarkan atas serangkaian negosiasi antara pemimpin dan pengikut. kreatif. Dalam penelitian ini tidak ditemukan hubungan antara MLQ dengan 4 faktor dari kepemimpinan transformasional. dan hasil penilaiannya tidak bias. MLQ merupakan alat yang paling vital dan akurat. Penilaian dari MLQ tidak berhubungan dengan kepemimpinan transaksional. menunjukkan visi yang jelas. dan pendekatan personal.et al (1997) menggambarkan bahwa terdapat 4 faktor yang berbeda dari kepemimpinan transformasional yaitu : karismatik. Kepemimpinan transformasional dapat menimbulkan kinerja yang melampaui harapan dengan menanamkan kebanggaan. mempertimbangkan individu. Pemimpin yang mampu dalam meningkatkan ketrampilan dan kepercayaan bawahannya. dan memberikan inspirasi. Menurut Bass.

memberikan hukuman apabila bawahan melakukan tindakan yang tidak diinginkan. dan tujuan tertentu. Sedangkan pada manajemen aktif.Negosiasi tersebut disebut sebagai management by exception. Komponen-komponen tersebut penting dalam mewujudkan terjadinya kepemimpinan yang baik. Dalam manajemen pasif. Conversational Leadership: Thinking Together for a Change Oleh Hurley.kepemimpinan transaksional. Berdasarkan waktu intervensi dari seorang pemimpin dapat dibedakan antara aktif dan pasif management by exception. Kemudian faktor yang kedua adalah pemimpin dapat melakukan negosiasi dengan melakukan intervensi terhadap bawahan. Gambar 1. yaitu pemimpin dapat bernegosiasi dengan memberitahukan apa yang harus bawahan lakukan sehingga mendapat penghargaan. motivasi. Contoh kuesioner MLQ 3. Ada beberapa komponen pokok yang dapat diambil dari definisi tersebut yaitu pengaruh yang tidak memaksa. memberikan umpan balik tambahan dan pemberian promosi untuk pekerjaan yang baik. Negosiasi tersebut dapat disebut sebagai contingent reward (CR). apabila kinerja bawahan tersebut menyimpang dari harapan dan apabila memberikan umpan balik yang negatif yang menyebabkan kegagalan. Brown. J Salah satu definisi kepemimpinan adalah bagaimana menggunakan pengaruh yang tidak bersifat paksaan (koersif) untuk memotivasi orang mencapai tujuan tertentu. pemimpin hanya melakukan intervensi apabila bawahan tidak memenuhi standar. TJ. pemimpin mencoba mengantisipasi kesalahan atau masalah. Kepemimpinan (Leadership) 5 .

mengembangkan sebuah komitmen terhadapnya. Visi ini menghubungkan pemimpin dan pengikut dan kemudian menyatukannya. Kepemimpinan menstransformasi merupakan kepemimpinan moral yang meningkatkan perilaku manusia. keinginan. para pemimpin transformasional memformulasikan sebuah visi. b. serta termotivasi untuk melakukan sesuatu melebihi dari yang diharapkan darinya. Kepemimpinan (Leadership) 6 . Pemimpin transformasional membuat para pengikut menjadi lebih peka terhadap nilai dan pentingnya pekerjaan. perhatian yang diindividualisasi serta stimulasi intelektual. Kepemimpinan menstransformasi akhirnya mengajarkan kepada para pengikut bagaimana menjadi pemimpin dengan melaksanakan peran aktif dalam perubahan. Hasilnya adalah para pengikut merasa adanya kepercayaan dan rasa hormat terhadap pemimpin tersebut. Keduanya saling mengangkat ke level yang lebih tinggi menciptakan moral yang makin lama makin meninggi. Antara pemimpin dan pengikut mempunyai tujuan bersama yang melukiskan nilainilai. dan menanamkan nilai-nilai baru. c. motivasi. melaksanakan strategi-strategi untuk mencapai visi tersebut. Dalam kepemimpinan transformasional pemimpin pentransformasi (transforming leaders) mencoba menimbulkan kesadaran para pengikut dengan mengarahkannya kepada cita-cita dan nilai-nilai moral yang lebih tinggi. teori kepemimpinan visioner. Walaupun pemimpin dan pengikut mempunyai tujuan bersama akan tetapi level motivasi dan potensi mereka untuk mencapai tujuan tersebut berbeda. Kepemimpinan menstransformasi berusaha mengembangkan sistem yang sedang berlangsung dengan mengemukakan visi yang mendorong berkembangnya masyarakat baru. dan teori-teori yang lain. d. Pada umumnya. kebutuhan. Pemimpin melihat tujuan itu dan bertindak atas namanya sendiri dan atas nama para pengikutnya.Dalam era saat ini paham mengenai kepemimpinan kontemporer dapat terbagi menjadi beberapa paham seperti teori kepemimpinan kharismatik. Efek-efek transformasional dicapai dengan menggunakan kharisma. Menstranformasi kepemimpinan mempunyai ciri sebagai berikut: a. Salah satu teori kepemimpinan dalam paham kepemimpinan kontemporer adalah teori kepemimpinan transformasional. kepemimpinan inspirasional. aspirasi dan harapan mereka. teori kepemimpinan motivasional. mengaktifkan kebutuhan-kebutuhan pada tingkat yang lebih tinggi dan menyebabkan para pengikut lebih mementingkan organisasi.

dapat mengorganisasi diri sendiri dan orang lain secara otomatis. teori kepemimpinan motivasional. dan menanamkan nilai-nilai baru. Perccakapan di sini memiliki peran yang sangat penting. persamaan dan persaudaraan dalam masyarakat. Menggerakkan setiap orang untuk dapat mandiri dan saling memimpin dalam mencapai tujuan tertentu akan meningkatkan efektivitas organisasi. Salah satu fokus dari teori kepemimpinan transformasional ini adalah setiap orang dapat berperan menjadi pemimpin dalam lingkungan organisasinya. pemimpin berfungsi untuk mendidik dan membimbing anak buahnya untuk menjadi mandiri. mengembangkan sebuah komitmen terhadapnya. Dalam suatu organisasi buruh yang sangat besar gerakan yang serempak diantara buruh sebagai respon terhadap suatu masalah terjadi melalui proses percakapan yang sangat intensif. Salah satu cara menggerakkan orang adalah melalui pemahaman persepsi akan suatu masalah atau tujuan. Jika melihat pada teori kepemimpinan kahrismatik. dan teori kepemimpinan visioner terdapat kesamaan antara ketiga teori tersebut yaitu pemimpin dan anak buah yang dipimpin adalah dua objek yang memiliki kemampuan berbeda. Adapun dalam teori kepemimpinan transformasional. melaksanakan strategi-strategi untuk mencapai visi tersebut. para pemimpin transformasional memformulasikan sebuah visi. Conversational leadership dapat ditafsirkan sebagai bagaimana proses kepemimpinan terjadi melalui percakapan. Dalam proses ini pemimpin dalam teori kepemimpinan transformasional dapat melahirkan pemimpin yang baru dalam lingkup anak buah atau pengikutnya. Adapun gambaran percakapan yang dimaksud adalah percakapan pada sejumlah meja dimana dalam satu meja terjadi proses percakapan antara beberapa orang yang intensif dan orang-orang dalam meja tersebut bersifat dinamis dimana setiap orang dapat berpindah ke meja yang lain. Kepemimpinan (Leadership) 7 . Melalui proses perpindahan ini pula terjadi penyaluran dan penyatuan berbagai ide-ide yang muncul. Pentingnya percakapan dalam menggerakkan massa menimbulkan ide tentang apa yang disebut sebagai ³conversational leadership´.Keikutsertaan ini membuat pengikut menjadi pemimpin terlaksananya nilai-nilai akhir meliputi kebebasan. kemerdekaan. Pemahaman persepsi dibangkitkan melalui proses percakapan. Pada umumnya.

Fungsi penting dari percakapan selain sebagai media dalam menyalurkan informasi adalah sebagai media dalam menyalurkan ide. Skema percakapan di meja dalam suatu komunitas Gambar 2. mengembangkan pengetahuan baru.Gambar 1. Dengan cara ini proses percakapan mampu menggerakkan orang-orang. Melalui percakapan. Salah satu contoh bagaimana transfer ide dalam suatu percakapan di suatu meja terjadi. membuat koneksi yang tidak terduga. terjadi penyaluran ide-ide baru antara satu orang ke orang lain. Kepemimpinan (Leadership) 8 . dan menciptakan peluang untuk bertindak.

Kepemimpinan Visioner Dalam Mewujudkan Keutuhan NKRI Oleh : Erman Anom (Universitas Indonesia. timbulnya pertanyaan dan isu-isu kritis. agar dapat melihat hal-hal Kepemimpinan (Leadership) 9 .Adapun rancangan bagaimana suatu organisasi dalam komunitas mencapai kesepakatan untuk mencapai suatu tujuan dapat digambarkan dalam skema berikut. tanpa merasa terancam oleh kebutuhan untuk berubah dan memiliki batas-batas organisasi yang cukup berpori-pori dan dapat ditembus. yang kemudian melalui dukungan dari tiga komponen yaitu kehadiran berbagai pemegang kebijakan. Adapun percakapan dalam skema tersebut berperan sebagai penyatu berbagai komponen tersebut. Dapat disimpulkan melalui pemaparan diatas bahwa percakapan merupakan salah satu media yang dapat dipergunakan untuk mengambil keputusan secara komunal dan sebagai salah satu pendukung dalam perwujudan teori kepemimpinan transformasional. 4. dimana penyebab keberhasilan pemimpin yang visioner adalah kemampuan untuk memiliki kesadaran diri dan harga diri yang mampu mendeteksi dimana terdapat khasanah kompetensi yang akan dibutuhkan. Dalam skema tersebut untuk mencapai kesepakatan dalam komunitas memerlukan pemahaman yang sama dalam strategi dan tujuan. 2008) Pada penelitian ini kepemimpinan yang dianggap bisa mengatasi masalah saat ini adalah kepemimpinan visioner. serta teknologi sosial yang bersifat kolaboratif akan memandu komunitas tersebut mencapai kesepakatan yang sesuai dan didukung secara penuh.

multidisiplin dan transdisiplin. Paradigma Kepemimpinan Ketua dan Kelemahannya oleh Ari Harsono Dewasa ini sangat banyak teori kepemimpinan yang berkembang. Jr.D Penelitian dengan judul Antecedents of Emotional Intelligence An Empirical Study oleh John E.(terwujud dalam kemampuan untuk melihat ke depan hal-hal baru sebelum orang lain dapat melihatnya dengan dunia luar memiliki batas-batas organisasi yang berpori pori dan dapat dirembesi oleh info yang diperlukan 5. 6. Antecedents of Emotional Intelligence An Empirical Study Oleh John E. Barbuto. Banyak kajian akademis dan praktis yang telah dilakukan melalui kajian ilmu interdisiplin. Ph. Bahkan ada istilah yang menyebut sekarang ini terjadi krisis kepemimpinan khususnya kepemimpinan di tingkat nasional.D tahun 2010 menjelaskan bahwa kepemimpinan yang terbuka lebih memberikan dampak yang positif bagi kecerdasan emosional seorang pemimpin daripada kepemimpinan yang tertutup. menunjukan 84% penipuan dari kasus penipuan dalam perusahaan dilakukan oleh karyawannya sendiri. Ph. Tetapi teori-teori yang dihasilkan dan telah diterapkan oleh para pemimpin belum juga menghasilkan sesuatu yang memuaskan. Jr. Sebuah survey yang dilakukan di 132 negara termasuk Indonesia. dan hamper setengahnya dilakukan oleh karyawan yang sudah bekerja lima tahun.. Tetapi apa yang terjadi sekarang ini adalah banyak organisasi yang terpuruk. Kepemimpinan yang terbuka memiliki tingkat emosional dan kedekatan yang baik dengan karyawan sehingga mampu menyerap aspirasi dari karyawan. Adanya teori-teori tersebut adalah untuk memberikan suatu pedoman dari seorang pemimpin untuk membuat organisasi yang dipimpinnya menjadi lebih maju. Penelitian ini dilakukan pada 382 pekerja di Amerika dengan menggunakan instrument Boundary Questionnaire dengan 5 buah pertanyaan.. Barbuto. Penelitian yang lain menunjukkan bahwa dua dari tiga karyawan mengharapkan bos atau pemimpinnya dikeluarkan karena dianggap merupakan Kepemimpinan (Leadership) 10 .

kemungkinan timbulnya masalah tetap besar. serta menimbulkan harapan. wakil ini pun seringkali merupakan orang yang dekat dengan ketua. Para pemimpin sekarang ini juga sering menimbulkan masalah sosial yang serting disebut sebagai ³3Ta´ (harta. kepatuhan. Dalam paradigma tersebut. Orang ini disebut sebagai pemimpin. yang menjadi pusat. Kepemimpinan (Leadership) 11 . pada sosok manusianya. Sekali lagi. loyalitas. Bahkan dalam pembuatan keputusan melalui voting pengaruh ketua juga masih sangat mungkin terjadi. pada individu. fokus. sikap. dan cinta). Memang banyak teori dan gaya kepemimpinan yang member kesempatan dari anggotannya untuk berpartisipasi dalam membuat keputusan. pengaruh ketua (pemimpin) seringkali masih sangat besar. pendapat. terjadi tawar menawar melalui lobi atau tim kecil yang diwakili segelintir orang. nilai-nilai. tahta. dan kerja sama. Tanpa kemampuan ini seseorang dipandang tidak akan menjadi pemimpin yang efektif. teori. Misalnya dalam pembuatan keputusan yang sulit. Tetapi itu dikembalikan pada pemimpinnya. kemampuan mempengaruhi atau kemampuan persuasi.sumber malapetaka. Hanya bila ia bersedia terbukalah maka kesempatan partisipasi itu ada. Ketua dapat menyatakan pilihannya secara langsung (terbuka). person-centered). Oranglah yang terpenting. Hal ini menimbulkan pertanyaan bagi kita. dengan adanya figursentrisme. yakni bahwa pengertian kepemimpinan mengacu pada unsur orangnya. disertai karakteristik dan apa yang dimilikinya seperti pengaruh. Dengan kemampuan ini pula seseorang dapat mengubah kepercayaan. Mengapa hal itu terjadi? Ada apa dengan pemimpin dan kepemimpinan selama ini? Adakah sesuatu yang salahdi dalamnya? Apa yang harus kita lakukan? Dari 75 definisi tentang kepemimpinan dan belasan teori kepemimpinan tampak ada kesamaan pokok. Oleh karena itu keseluruhan praktik. rasa hormat. bahkan mengarahkan anggotanya. dan perilaku orang lain. kemampuan mempengaruhi dipandang sebagai modal utama bagi seseorang (pemimpin) untuk memperoleh kesan. dan definisi tentang pemimpin dan kepemimpinan ini dapat digolongkan dalam satu paradigma dan disebut dengan Paradigma kepemimpinan ketua atau kepemimpinan orang. konsep. atau sentral (figur-sentrisme. maupun secara tidak langsung. dan para µpengikut setianya¶ akan mengikuti pilihan ketua serta seringkali secara kasat mata agar dapat dilihat oleh sang ketua. Kalaupun pembuatan keputusan dilakukan bersama.

dibanding rekan sejawat tertentu yang sehari-hari diakui memang pandai dan kritis. Penelitian yang dilakukan oleh Universitas Indonesia (Harsono. paling bijak. 6. mendapatkan 17 kelemahan dari paradigm kepemimpinan ketua. sarana logika. paling benar. dikoreksi. Interaksi antarmanusia dalam µkepemimpinan ketua¶ berlangsung kurang atau tidak murni tulus. 8. 4. dan teknologi yang terus berkembang sudah memungkinkan bagi diterapkannya uji formal kadar rasionalitas (logika) dan bahkan kadar moralitas (kejujuran) suatu alternatif keputusan. patuh mutlak pada ³selera´ pemimpin. juga pada perbincangan pembuatan keputusan lainnya. metodologi ilmiah. Dalam perumusan visi dan misi. µKepemimpinan orang¶ atau µkepemimpinan ketua¶ seringkali ditandai dengan partisipasi semu dalam pengambilan keputusan karena kebanyakan anggota enggan bicara bila pendapatnya berbeda dari pendapat µbos¶ atau pendapat mayoritas. Figur-sentrisme merupakan warisan sejarah panjang perkembangan peradaban manusia yang belum kunjung memahami hakikat kesederajatan manusia. merasa lebih ³bijak´. dan paling tahu (padahal ia hanya µyang pertama dalam antrian sesamanya¶ ±primus interpares) 5. dengan menggunakan Metode Analisis Akar Masalah dan Solusi (MAAMS). yang memandang manusia lain sebagai kawan atau mitra (homo homini). sering kali tibatiba tampak merasa lebih pandai dan benar (enggan dibantah. 3. sebab konsep demokrasi yang ada sejak semula mengandung cacat yang saat itu hampir tidak teridentifikasi. Kepemimpinan (Leadership) 12 . 2010). µKepemimpinan ketua¶ sekalipun bercorak demokratis tetap saja bermasalah. yakni mekanisme voting 50% + 1 suara (³demokrasi keroyokan´). 2.Hal yang paling memprihantinkan adalah keputusan yang diambil oleh ketua dibuat tanpa melalui pengujian formal atas dasar kadar rasionalitas serta kadar moralitas dari setiap alternative keputusan. Kerjasama anggota dalam sebuah tim dalam praktiknya sering kali hanya merupakan kesediaan untuk tunduk. dikritik). Kelemahan-kelemahan itu adalah : 1. lebih berwibawa. calon pemimpin dan pemimpin sering kali dan seolaholah adalah orang yang paling pandai. Hubungan yang tidak/kurang egaliter itu sekaligus juga tidak/kurang sesuai dengan hakikat manusia sebagai makhluk sosial. 7. Orang yang terpilih sebagai ketua. Padahal.

seperti yang dihadapi Indonesia dalam pemilu 2009 lalu dan 2014 nanti. cerdas. enggan menjatuhkan sanksi kepada orangorang yang bersalah sebab takut kehilangan dukungan dari orang-orang yang bersalah ini pada pemilihan ketua (periode berikutnya) 11. baik struktural maupun personal dan fisis maupun psikologis. Kepemimpinan (Leadership) 13 . semakin jauh dari kejujuran dan keadilan. spesialisasi strategi kampanye. Di negara atau masyarakat yang belum maju. manipulasi citra) dengan hasil yang belum tentu dapat meningkatkan kesejahteraan rakyat dan kehidupan yang makin cerdas dan beradab. yakni tampilnya para calon lama bahkan tanpa calon muda atau baru. yang berani berbeda pendapat dengan ³pemimpin´. Jadi. dan kerugian ini bisa sangat besar 13. 12. pandai. figure sentrisme kepemimpinan ketua menimbulkan masalah regenerasi pemimpin. Setelah pemimpin terpilih. kedaulatan rakyat beralih ke elit pemimpin dan orang-orang dekatnya. µparadigma kepemimpinan ketua¶ secara intrinsik cukup banyak mengandung nilai otoriterisme dan feodalisme. 15. Calon pemimpin dan pemimpin tidak menuntaskan masalah. lebih mudah korup.9. Pengistimewaan dalam µkepemimpinan ketua/ orang¶ antara lain berupa imbalan finansial dan materi yang berlipat-lipat. Dalam µkepemimpinan ketua¶ yang bercorak ³demokratis´ pun sering terjadi gejala groupthink. di dalam praktiknya dewasa ini sesungguhnya lebih bersifat oligarkhis. ³yaitu proses pengambilan keputusan yang terjadi pada kelompok yang sangat kohesif di mana anggota-anggota berusaha mempertahankan konsensus kelompok sehingga kemampuan kritisnya menjadi tidak efektif lagi´ 10. 14. 16. lebih dekat ke oligarkhi dan patriarkhi. . µKepemimpinan ketua¶ sekaligus menunjukkan banyaknya kekerasan. Kepemimpinan yang demokratis sekalipun. semakin jauh dari kehidupan yang beradab. µKepemimpinan ketua¶ relatif (memiliki potensi) bermasalah dalam situasi adanya beberapa mitra yang jujur. dan fasilitas lainnya yang ditetapkan tanpa persetujuan seluruh anggota/rakyat menimbulkan praktik-praktik perebutan dan pelanggengan kekuasaan yang cenderung menghalalkan segala cara dan berbiaya mahal atau semakin mahal (industrialisasi pemilu dan pilkada. µKepemimpinan ketua/orang¶ dalam jabatan public sering kali tidak dibebani tanggung jawab yang dievaluasi dan diberi sanksi di tengah masa jabatan sehingga organisasi maupun publik menderita kerugian. 17.

B. etis). Hal ini dikarenakan masyarakat atau anggota oganisasi tidaklah statis tetapi dinamis sesuai dengan perkembangan jaman. maka kita tidak dapat Kepemimpinan (Leadership) 14 . bahwa kepemimpinan yang paling efektif adalah kepemimpinan yang disesuaikan dengan anggota yang dipimpinnya. Misalnya dalam lingkungan dimana anggota sebuah organisasi memiliki pendidikan atau intelektual yang tinggi. rasional) dan masuk hati nurani (jujur. Hal ini sangat tergantung dari populasi masyarakat atau anggota organisasi yang dipimpinnya. Riset yang dilakukan tidaklah dari satu populasi atau populasi yang sama.nilai. Teori-teori kepemimpinan dibuat yntuk mencegah seorang pemimpin tetapi tanpa kepemimpinan. tetapi melalui sebuah riset atau penelitian yang tentunnya telah menggunakan kaidah dan metode keilmuan. maka dalam penerapannya haruslah disesuaikan dengan anggota organisasi. Paradigma ini menegaskan bahwa unsur paling pokok dari pembuatan keputusan adalah pendapat atau argument yang paling masuk akal (logis. Kita tidak dapat memaksakan teori kepemimpinan dalam lingkungan yang memang tidak tepat untuk dilaksanakan.Memperhatikan demikian banyak kelemahan µparadigma kepemimpinan ketua¶ tersebut sudah waktunya untuk segera menyediakan paradigma alternatifnya guna menciptakan kehidupan dan peradaban yang lebih baik dan benar. Pemimpin yang paling efektif untuk sebuah organisasi. Alternatif dari paradigma kepemimpinan ketua adalah µparadigma kepemimpinan pendapat¶. Teori kepemimpinan juga akan berbeda jika dilaksanakan pada waktu yang berbeda pula. Banyak sekali definisi dan teori kepemimpinan yang ada yang dapat digunakkan sebagai pedoman bagi pemimpin untuk kepemimpinannya. Setiap pendapat terlebih dulu diuji dengan kaidah-kaidah logika maupun dengan uji kejujuran. para ahli yang melakukan penelitian tersebut tidaklah berasal dari satu daerah saja. Karena itu tidaklah mudah untuk menetapkan teori kepemimpinan atau pemimpin yang seperti apa yang paling efektif untuk sebuah organisasi. Penelitian yang dilaksanakan pada populasi yang berbeda akan mengasilkan hasil yang juga berbeda. Berdasarkan penjelasan diatas dapat kita dapat menarik benang merah. Paradigma ini dikonstruksi berdasarkan teoridari. Teori kepemimpinan yang dibuat dan dikeluarkan oleh para ahli bukanlah suatu hal yang kebetulan. Yang menjadi pertanyaan mengapa terdapat sangat banyak definisi dan teori kepemimpinan? Jika kita lihat lagi. Jika dari sekian banyak teori kepemimpinan kita bisa membagi teori kepemimpinan dalam dua kelompok besar yaitu kepemimpinan yang otoriter dan kepemimpinan yang demokratis.

Seiring dengan kemajuan jaman. maka masyarakat kita memiliki semakin memiliki kecerdasan intelektual. Bangsa kita seakanakan sangat sulit dalam menemukan seorang pemimpin yang mampu memimpin bangsa ini atau dengan kata lain terjadi krisis kepemimpinan. Hal ini berakibat pada lengsernya presiden kita oleh demonstrasi yang dilakukan masyrakat pada tahun 1999. Untuk menjawab pertanyaan itu. Tetapi disaat yang berbeda banyak pula dari kita yang mengatakan bahwa pemimpin kita sangat otoriter bahkan mengarah ke diktator. Dibalik kesulitan dalam menemukan pemimpin. sehingga dirasakan lebih tepat untuk dilaksanakan. Masyarakat sudah dapat menimbang baik buruknya keputusan seorang pemimpin. dimana kepemimpinan yang diterapkan adalah yang sesuai dengan anggota organisasi. Tetapi dalam lingkungan dimana anggota organisasi yang memiliki intelektual yang rendah maka kepemimpian otoriter lebih tepat untuk dilaksanakan. sangat sedikit dari masyarakat bangsa kita yang mengenyam pendidikan atau memiliki intelektual. yang Kepemimpinan (Leadership) 15 .Sepertinya Sangat sulit bagi bangsa kita untuk menemukan seorang pemimpin.menerapkan teori kepemimpinan yang bersifat otoriter. Pada awal berdirinya bangsa kita. pemimpin yang bagaimanakah yang diperlukan oleh bangsa kita dalam memimpin Indonesia kedepan. dimana anggota masyarakat dapat dilibatkan dalam pengambilan keputusan. ilmu pengetahuan dan teknologi. Apakah salah dalam menerapkan kepemimpinan yang otoriter pada bangsa kita? Untuk menjawab ini kita kembali ke pembahasan diatas. tokoh-tokoh yang muncul terkesan itu-itu saja. Pada awal berdirinya bangsa ini. kita dipimpin oleh dua orang presiden yang terkesan otoriter walau demokrasi sudah dilaksanakan. kurang tegas dalam mengambil kebijakan. Dengan demikian kepemimpinan yang bersifat otoriter telah beralih ke kepemimpinan yang bersifat demokratis. C. Dalam hal ini kepemimpinan demokratis lebih tepat untuk dilaksanakan. tentunya kita akan bertanya. Pemimpin yang ideal untuk bangsa kita kedepan adalah pemimpin yang demokratis. Pada pemilihan umum yang berlangsung sebelumnya. tentunya sangat sulit menjawab karena bangsa kita adalah bangsa yang besar dengan luas dan jumlah penduduk yang besar pula. Pemimpin yang paling tepat untuk memimpin Indonesia di masa mendatang Banyak dari kita mengatakan bahwa pemimpin kita lemah. Kita setidaknya dapat melihat sejarah bangsa kita.

organisasi profesi dan sebagainya dapat mengeluarkan pendapat dalam pengambilan keputusan.memperhatikan nilai-nilai dalam keputusannya. LSM. maka mimpi untuk menjadi bangsa yang maju akan tetap menjadi sebuah impian. Dengan begitu istilah yang mengatakan pemimpin tertalu lemah atau terlalu otoriter akan bisa dihilangkan. terutama dalam pengambilan keputusan yang harus segera diambil. Kepemimpinan (Leadership) 16 . akademisi. Dari pendapat-pendapat yang ada maka akan dilakukan kajian secara keilmuan mengenai nilai rasional dan nilai moral didalamnya. dapat dikatakan bahwa pemimpin bangsa kita yang ideal adalah pemimpin yang dapat menempatkan sesuatu pada tempatnya. Perlu digarisbawahi bahwa sebaik apapun teori kepemimpinan. Karena pada saat-saat tertentu kepemimpinan otoriter dapat digunakkan. Anggota masyarakat harus dilibatkan dalam pengambilan keputusan. sehingga menemukan pendapat terbaik yang dapat dijadikan sebuah keputusan. tetapi tanpa dilandasi dengan kejujuran. moral dan ahlak yang mulia. Dengan demikian. Tetapi apakah kepemimpinan yang bersifat otoriter ditinggalkan sepenuhnya? Tentu tidak. kaum independent. Anggota masyarakat disini dapat wakil rakyat (DPR).

Tujuan dari pengembangan teori ini adalah untuk menemukan model yang terbaik dalam memimpin sebuah organisasi. Teori-teori yang dibuat berdasarkan hasil penelitian berasal dari populasi dan waktu yang berbeda sehingga terdapat sangat banyak teori kepemimpinan Sebagai seorang pemimpin kita harus mengenali terlebih dahulu anggota yang akan kita pimpin.BAB III PENUTUP Sekarang ini sangatlah banyak teori kepemimpinan yang dikembangkan. Dengan mengenali anggota yang kita pimpin maka kita akan dapat menerapkan kepemimpinan yang efektif dalam organisasi tersebut Kepemimpinan (Leadership) 17 .

DAFTAR PUSTAKA Barbuto. ³Identification of Transformational Leadership Qualities : An Examination of Potential Biases´. Coetsier. 2000. No 1. 2007.1..pdf Harsono. Juli 2010: 56-54 Hurley. B. March 2010. Lievens. J. 1997.edu/jole/issues/JOLE_9_1. European Journal of Work And Organizational Psychology. Oxford Leadership Journal. 2010. 2010. Analisis Faktor Gaya Kepemimpinan dan Faktor Etos kerja Terhadap Kinerja Pegawai pada Organisasi yang telah menerapkan SNI 19-9001-2001 Kepemimpinan (Leadership) 18 .ac. J. Setiawan. P. A.petra. Conversational Leadership: Thinking Together for a Change. Peranan Gaya Kepemimpinan yang Efektif dalam Upaya Meningkatkan Semangat dan Kegairahan Kerja Karyawan di Toserba Sinar Mas Sidoarjo diakses pada 11 januari 2012 dari puslit2. Issue 2. Makara. PV. Geit. vol 6 no 4. 2010.. TJ. Brown. E M. Sosial Humaniora Vol 14.fhsu. pp 415-430 Sutanto. F. Vol.php/ man/article/viewFile/15593 Tambubolon DB. Diakses tanggal 11 Januari 2012 pada http://www. Paradigma Kepemimpinan Ketua dan Kelemahannya..id/ejournal/index. Antecedents of Emotional Intelligence An Empirical Study.