Makalah Kelompok Analisis Peta Rupa Bumi Nabire dan Peta Geologi Unit Enarotali

PRAKTIKUM GEOMORFOLOGI

Arif Tunggal Heru Purwanto Nugroho Ari Saputro Syifa Amirah Vivi Nurul Shovia

1006678652 1006678904 1006679106 1006679333 1006679365

Depok, 6 Mei 2011 DEPARTEMEN GEOGRAFI FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS INDONESIA

KATA PENGANTAR Alhamdulillah, puji syukur kami panjatkan ke hadirat Allah SWT atas selesainya revisi tugas Praktikum Geomorfologi ini. Rasa terima kasih yang sangat besar kami sampaikan kepada dosen kami, Pak Eko Kusratmoko dan instruktur kami Kak Roland Sinulingga atas petunjuk mereka dalam penyelesaian tugas ini. Begitu pula teman-teman kami satu angkatan Departemen Geografi 2010 atas semangat yang telah diberikan, kita semua bahu-membahu untuk menyelesaikan tugas ini. Ada banyak kendala yang kami hadapi dalam penyelesaian tugas ini. Di luar kendala yang bersifat pribadi, ada kendala-kendala teknis, seperti ketidaksesuaian informasi antara peta RBI Nabire yang dikeluarkan pada tahun 2004 dengan peta geologinya yang keluar lebih awal yaitu pada tahun 90-an. Dalam usaha untuk melakukan analisa dan interpretasi seakurat mungkin, kami menyesuaikan situasi yang ada peda kedua peta tersebut, dan untuk nama-nama wilayah, merujuk lebih kepada peta rupa bumi. Kami sangat menyadari bahwa masih banyak sekali kekurangan-kekurangan dalam tugas ini yang harus diperbaiki, baik dalam waktu dekat maupun pada jauhjauh hari. Oleh karena itu, kritik dan saran dari berbagai pihak selalu kami terima dengan lapang dada. Demikianlah, kami sangat berharap bahwa tugas ini dapat memberikan manfaat yang besar bagi kami yang menyusun dan menyelesaikannya dan bagi siapa pun yang menggunakannya.

Penyusun

i

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR DAFTAR ISI BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang B. Analisis Masalah C. Pembagian Tugas BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Klasifikasi Bentang Alam B. Kerja Eksternal yang Mengubah Bentuk-Bentuk Alam C. Formasi Batuan dan Stratigrafi D. Informasi Lain dalam Peta Geologi BAB III PEMBAHASAN A. Bentang Alam Nabire Secara Umum B. Kemiringan Lereng Nabire C. Sifat-Sifat Sungai dan Daerah Aliran Sungai Nabire D. Formasi Geologi dan Stratigrafi Nabire E. Deskripsi Penampang Melintang Nabire BAB IV PENUTUP DAFTAR PUSTAKA

i ii 1 1 1 4 5 5 11 17 18 20 20 21 24 28 31 43 44

ii

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Nabire adalah salah satu kabupaten di provinsi Papua yang terletak di antara 134,35 BT – 136,37 dan 2,25 LS – 4,15 LS. Luas wilayah kabupaten ini adalah 15.357,55 km2. Nabire berbatasan di sebelah utara dengan Kabupaten Yapen dan Kabupaten Waropen, di sebelah timur dengan Kabupaten Paniai dan Kabupaten Waropen, di sebelah selatan dengan Kabupaten Kaimana dan Kabupaten Mimika, dan di sebelah barat dengan Kabupaten Teluk Wondama dan Kabupaten Kaimana. Suhu udara di Kabupaten Nabire bervariasi akibat topografinya yang bervariasi. Ini karena, setiap ketinggian 100 m, suhu udara mengalami penurunan sebesar 0.6 ºC. Suhu udara di Kabupaten Nabire berkisar antara 20 ºC – 32 ºC, dengan suhu maksimun 34 ºC.. Wilayah ini beriklim tropis basah dengan curah hujan hampir merata sepanjang tahun. Nabire terletak pada posisi yang sangat strategis bagi lalu lintas perdagangan dan transportasi, baik melalui laut maupun udara, juga untuk antar pulau dan antar kabupaten. Posisinya yang strategis ini mengakibatkan pembangunan dan pengembangan wilayah Nabire di masa mendatang tidak dapat dihindarkan. Dalam perencanaan pembangunannya nanti, pihak manapun yang melaksanakannya harus memperhatikan hubungan antara pembangunan dengan lingkungan untuk menghindari bencana-bencana yang diakibatkan oleh kesalahan infrastruktur. Oleh karena itu, sebagai bagian dari proses belajar, analisa mengenai rupa bumi Nabire serta unsur geologis daerah Nabire yang diwakili oleh unit Enarotali, sangatlah penting. B. Analisis Masalah Analisa yang dilakukan mencakup hal-hal berikut ini: 1. Penampang melintang Nabire

1

menyimpan. 3. Mengetahui formasi geologi penting untuk memprediksi 2 . 2-8%. jenis batuan yang dilalui. DAS dipengaruhi oleh iklim. kami membuat lima penampang melintang yang dianggap dapat mewakili keseluruhan topografi Kabupaten Nabire. serta meminimalisir dampak pembangunan terhadap sumber daya alam. Perlunya mengetahui kemiringan lereng adalah untuk memprediksi biaya pembangunan. curah hujan. Kemiringan lereng Nabire Kemiringan lereng didapatkan dengan menghitung perbedaan ketinggian suatu lereng. proyek tenaga air. menurunnya produktivitas tanah. 2. dan topografi daerah sekitar DAS. Untuk wilayah Nabire. dst. dan penggunaan tanah yang tidak tepat. mengurangi resiko bencana alam seperti banjir dan tanah longsor. Penting sekali mengetahui DAS agar dapat direncanakan usaha-usaha pengelolaan DAS untuk menangani masalah-masalah seperti banjir. Formasi geologi dan statigrafi Nabire Formasi geologi mendeskripsikan formasi batuan dasar yang menyusun suatu daerah. dan mengalirkan air hujan yang jatuh di atasnya ke sungai yang akhirnya bermuara ke danau atau ke laut. saluran irigasi. pengendapan lumpur. 4. Daerah aliran sungai Nabire Daerah aliran sungai (DAS) adalah kawasan yang dibatasi oleh pemisah topografis (punggung pegunungan atau sejenisnya) yang menampung. Dengan penampang melintang maka dapat diketahui/dilihat secara jelas bentuk dan ketinggian suatu tempat yang ada di muka bumi. Kemiringan lereng merupakan parameter penting untuk melakukan perencanaan manajemen lingkungan. Kemiringan lereng direpresentasikan dalam bentuk persen: 0-2%. kemiringan lereng.Penampang melintang adalah penampang permukaan bumi yang dipotong secara tegak lurus.

Secara lebih formal dinyatakan sebagai cabang geolgi yang berhubungan dengan proses geologi dimana suatu gaya telah menyebabkan transformasi bentuk. atau susunan intenal yang lain. Struktur geologi ini dapat dianalisis menggunakan peta geologi unit enarotali.biaya pembangunan. seperti kemungkinan terjadinya pembentukan rawa. Dari hasil perbandingan atau korelasi antar lapisan yang berbeda dapat dikembangkan lebih lanjut studi mengenai litologi (litostratigrafi). dimana didalam legenda dan beberapa informasi didalamnya menggambarkan dan menjelaskan satuan struktur geologi. dan umur relatif maupun absolutnya (kronostratigrafi 5. komposisi dan umur relatif serta distribusi perlapisan batuan dan interpretasi lapisan-lapisan batuan untuk menjelaskan sejarah bumi. dan lain sebagainya. kandungan fosil (biostratigrafi). disamping itu struktur geologi juga merupakan struktur kerak bumi produk deformasi tektonik. 3 . Penggunaan lahan Tutupan Lahan merupakan tutupan atau penggunaan dari suatu lahan atau area baik secara alami ataupun buatan yang dipergunakan untuk kepentingan bersama. ladang. 6. Struktur geologi Struktur geologi merupakan struktur perubahan lapisan batuan sedimen akibat kerja kekuatan tektonik sehingga tidak lagi memenuhi hukum superposisi. Tutupan ini seperti hutan. Struktur Geologi mencakup bentukbentuk permukaan yang juga dibahas pada studi geomorfologi. atau sruktur internal batuan kedalam bentuk. Untuk Statigrafi sendiri merupakan studi mengenai sejarah. delta. Pengetahuan mengenai formasi geologi juga dapat membantu dalam memprediksi pembentukan rupa bumi suatu wilayah. sumur. atau endapan aluvium lainnya. pemukiman. selain itu juga untuk menentukan lokasi-lokasi pembangunan saluran bawah tanah seperti gorong-gorong. sawah dan jalan-jalan yang akhirnya dipergunakan oleh masyarakat setempat. susunan. susunan.

Pembagian Tugas Untuk menyelesaikan makalah ini dengan baik. Geomorfologi Struktur geomorfologi dapat diketahui melalui interpretasi peta topografi yaitu dari penampakan gejala penelusuran sungai. Vivi Nurul 1. maka kami melakukan pembagian tugas sebagai berikut: BAB I BAB II BAB III : Vivi Nurul : Syifa Amirah : Arif Tunggal. Heru Purwanto. Deskripsi Penampang Melintang dan Penampang Melintang G-H oleh Arif Tunggal 6. Deskripsi Penampang Melintang dan Penampang Melintang A-B oleh Nugroho Ari 2. Deskripsi Penampang Melintang dan Penampang Melintang H-I oleh Syifa Amirah BAB IV : Arif Tunggal Peta Kelerengan : Vivi Nurul dan Syifa Amirah Tabel Kelerengan : Nugroho Ari Saputro. Heru Purwanto dan Arif Tunggal DAS : Heru Purwanto dan Nugroho Ari 4 . Deskripsi Penampang Melintang dan Penampang Melintang B-C oleh Heru Purwanto 3. penelusuran morfologi dan garis kontur serta pola garis konturnya.7. Nugroho Ari. Deskripsi Penampang Melintang dan Penampang Melintang F-G oleh Vivi Nurul 5. C. Deskripsi Penampang Melintang dan Penampang Melintang D-E oleh Syifa Amirah 4.

Sesar - Kekar Kekar adalah retakan pada batuan yang dibentuk oleh tekanan yang dihasilkan oleh kejadian-kejadian tektonik. Panjangnya bervariasi mulai dari milimeter hingga kilometer. Pada singkapan batuan kekar dapat berupa retakan kecil seukuran rambut yang panjangnya hanya beberapa millimeter atau rekahan terbuka sepanjang satu meter atau lebih.BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Klasifikasi Bentang Alam Pada dasarnya.net/GMBR/Gambar%202. mengakibatkan adanya berbagai bentuk di permukaan bumi. pendinginan. Kekar dapat terisi atau bisa juga tidak terisi. Mereka dibedakan dari sesar melalui sedikitnya pergerakan antara dua sisi kekar. Bagian yang terangkat istilahnya horst.netau. bentuk-bentuk muka bumi itu terbagi menjadi tiga berdasarkan proses pembentukannya: 1. Bentukbentuk tersebut adalah: Sesar Biasanya terjadi pada batuan beku atau batuan lainnya seperti batuan metamorfosa. bila terisi biasanya diisi oleh tanah atau tanah liat. Bagian patahan yang rendah disebut palung (graben). Lipatan dapat 5 . Gambar 1 Sumber: http://geoce-ria. - Lipatan Lipatan adalah struktur yang tadinya datar namun telah dibengkokkan oleh gaya-gaya horizontal dan vertikal pada kerak bumi.jpg. atau pantulan isostasi. Diastrofisme Adalah proses pergerakan lempeng muka bumi yang satu terhadap yang lainnya.

pengangkatan balok di bawah selimut yang terdiri dari batuan sedimen sehingga selimut tersebut tersampir di atas balok yang terangkat. - Antesedensi 6 . Bentang alam lipatan adalah:      Antiklin Sinklin Monoklin Asymmetric fold Recumbent fold Gambar 2 Sumber: Encyclopedia of Geomorphology. dan luncuran gravitasional serta pelipatan di mana batuan berlapis meluncur ke bawah sisi-sisi balok yang terangkat lalu remuk. tetapi rapat di tepinya yang terjal. Bentuknya seperti mangkuk yang badannya terkubur. hanya saja berlawanan dengan cembungan kulit bumi melentur ke bawah seperti sinklinal. Garis tinggi di permukaan plateau berjarak jauh. Bentang alam vulkanisme digolongkan menjadi dua golongan besar yaitu intrusif dan ekstrusif. - Volkanisme Volkanisme adalah bentuk-bentuk di alam yang dihasilkan oleh aktivitas magma dan gunung api.dihasilkan dari berbagai proses: kompresi kerak bumi. - Cekungan (Basin) Proses terjadinya sama dengan cembungan. Penampang melintang bentang alam lipatan - Cembungan (Dome) Proses terjadinya seperti lipatan namun bentuk yang dihasilkan bukan memanjang melainkan seperti mangkuk terbalik. - Plateau Permukaan bumi yang datar dan cukup luas dengan tepiannya terjal.

Apabila terjadi pengangkatan muka bumi secara bertahap dan pelan-pelan di tempat kikisan sungai berjalan lebih cepat dari proses pengangkatan sehingga kenampakan yang terjadi seakan-akan sungai tersebut mengalir ke arah muka bumi yang lebih tinggi. muka bumi yang dapat dilihat saat ini merupakan hasil degradasi atau perusakan yang diakibatkan oleh tenaga destruktif. maka pengangkatan akan membentuk teras atau undak-undak dengan tebing sungai yang terjal. Davis untuk menyatakan suatu permukaan dengan relief rendah yang terkikis hingga mencapai permukaan laut dan terbentuk melalui erosi pada jangka waktu yang lama.Lipatan memiliki dampak yang besar terhadap sistem sungai. perlu diingat bahwa pengikisan dapat dilakukan pula oleh angin atau gletser. Denudasi Denudasi adalah semua kegiatan yang terjadi di atas muka bumi yang mengakibatkan terkikisnya lapisan batuan di muka bumi baik secara mekanik ataupun kimia.  Peneplain adalah suatu istilah yang diberikan oleh W.  Pengikisan mekanik pada patahan 7 . Oleh karena itu. pengikisan mekanik disini adalah pengikisan oleh aliran air dan pengikisan kimia adalah pengikisan yang diakibatkan oleh zat-zat yang terlarut dalam air. Atol Atol umumnya adalah cincin setengah lingkaran tersusun dari batu karang mengelilingi sebuah laguna tanpa ada daratan kering kecuali beberapa pulau (disebut motu) yang terbuat dari pasir dan detritus berukuran kerikil terlempar ke atas karang selama badai. Meskipun demikian. baik berupa pengikisan ataupun pelapukan. Di wilayah Nabire yang memiliki vegetasi padat (dengan hampir seluruh wilayahnya didominasi oleh hutan) dan aliran sungai yang banyak dan bercabang-cabang. Tenaga destruktif utama adalah air yang menyebabkan kerusakan karena mengalir dan karena larutnya berbagai zat di air yang juga mengakibatkan terjadinya peristiwa kimia merusak batuan tertentu. 2. pengikisan yang terjadi dapat dipastikan dilakukan oleh agen destruktif air.M.  Degradasi Secara keseluruhan.

Plateau yang tidak terangkat tinggi. Apabila sungai pada cembungan yang kikisannya sudah lanjut. resekuen pada topografi dewasa. Jenis sungainya awalnya sungai konsekuen pada dasar cekungan.  Pengikisan mekanik pada cembungan (dome) Pola pengairannya anular atau melingkar untuk kemudian berlanjut menjadi radial sementara anak-anak sungainya berpola trelis. tata airnya berupa sungai-sungai yang dalam dan bertebing terjal.  Pengikisan mekanik pada cekungan Poa pengairannya seperti pada lipatan karena dia menyerupai sinklinal. sungai menjadi obsekuen. Jenis sungainya subsekuen atau insekuen.Pola pengairan yang dihasilkan bentuknya bersudut siku-siku dinamakan rectangular. Jenis sungainya konsekuen pada topografi muda. b. apabila topografinya tua (berarti mengalami pengikisan lebih lanjut) pola pengairannya dendritik yaitu menyerupai tulang daun. atau resekuen dan subsekuen.  Pengikisan mekanik pada plateau Mengingat bahwa plateau terjadi sebagai akibat proses pengangkatan bagian dari muka bumi yang cukup luas. Apabila pengikisannya telah lanjut. dapat dipastikan bahwa plateau itu sendiri terdiri dari lapisan yang agak keras di permukaannya sedangkan lapisan-lapisan yang di bawah permukaannya itu memiliki batuan yang sifatnya kurang keras. Jenis sungai pada awalnya subekuen. Sedangkan sungai-sungai yang mengalir ke arah menjauhi pusat cembungan adalah sungai-sungai resekuen. serta obsekuen dan subsekuen pada topografi tua. Pola pengairannya beragam yaitu: a. Namun. Plateau terangkat tinggi.  Pengikisan mekanik pada lipatan Pola pengairan yang dihasilkan lazimnya trelis. pengikisan dasar sungai terhambat oleh ambang erosi. 8 . sungai yang mengalir ke arah pusat cembungan adalah sungai obsekuen.

Plateau di daerah basah. Jenis sungainya konsekuen. Celah-celah itu terbentuk akibat pengikisan oleh arus laut terhadap atol. bentuk mesa menyempit menjadi butte. Plateau yang banyak terkikis meninggalkan bentuk mesa dan bila pengikisan berlanjut. maka hanya akan dipaparkan mengenai agradasi yang dilakukan oleh air. Pengikisan mekanik pada atol Mengakibatkan celah-celah di antara daratan yang berbentuk cincin. Plateau di daerah kering. Penurunan daya angkut air diakibatkan oleh menurunnya volume air atau menurunnya gradien lereng. sudut-sudut kikisan tumpul diakibatkan lebatnya vegetasi atau tumupukan tanah akibat pelapukan. air. dan es.c. tidak terjadi agradasi selain yang dilakukan air. Endapan pada belokan dalam sungai 9 .  Pengikisan mekanik oleh glasier Di Indonesia ada glasier yaitu di daerah-daerah pegunungan tinggi. Agradasi oleh air terjadi apabila daya angkutnya menurun. tidak semua hasil pengikisan bisa nampak pada peta topografi. atau pengendapan yang dilakukan oleh agen-agen pengerosi seperti angin.  Pengikisan mekanik pada volkanisme Pola pengairannya radial dengan sungai yang jarang bercabang pada kerucut volkanik yang masih muda. d.  Pengikisan kimia pada batuan 3.   Pengikisan mekanik pada antesedensi Jenis sungainya konsekuen dengan pola pengairan yang tidak menentu. Oleh karena di wilayah Indonesia agradasi aktif dilakukan oleh air dan khususnya di wilayah Nabire. Agradasi Agradasi. Jelas hasil pengikisan seperti ini tidak nampak pada Peta Rupa Bumi Nabire. Tetapi. akibatnya air laut di luar atol berhubungan langung dengan air yang ada di dalam lingkaran daratan atol tersebut. pengikisan membentuk sudut-sudut tajam.

sedangkan gosong bersifat temporal. sungai akan berkelok-kelok menghasilkan meander. Sungai itu akan membuat terobosan baru dan meninggalkan kelokannya yang lama di suatu saat nanti. Pembentukan delta hanya sampai permukaan air. Pada musim kemarau. Letaknya sejajar dengan sungai. Sungai Mati (Oxbow Lake) Bila sebuah sungai mengalir di muka bumi yang bergradien 0 atau tidak jauh dari 0. Beting dan gosong Kedua bentukan ini terjadi apabila daya angkut air tiba-tiba surut. Pada musim hujan. Karena itu. tetapi tegak lurus terhadap arah pantai dan tidak mempunyai struktur lapisan khusus.Sungai selalu mengikis tepi luar belokannya sedangkan tepi dalam belokan mengalami pengendapan. Karenanya. lapisan delta tebal karena air mampu mengangkut lebih banyak bahan. Pada pengendapan delta yang 10 . hilang timbul. Tanggul Sungai Tanggul sungai terbentuk ketika air bah terjadi karena meluapnya air sungai melampaui tepinya. Tanah yang mengendap itu bukan berasal dari pengikisan yang terjadi di seberang. berjalan dalam puluhan musim atau lebih. Delta Delta terjadi pada muara sungai yang alirannya tenang. permukaan delta selalu datar. Pembentukan delta melalui proses yang lama. sesuai volume bahan yang diangkut oleh sungai. Muatan air sungai yang pada waktu itu diangkut diendapkan di sekitar tepi sungai dan lambat laun membentuk tanggul dengan ketinggian lebih bila dibandingkan dengan muka bumi yang letaknya lebih jauh dari batang sungai. Lambat laun danau itu mengering dan oleh penduduk digarap menjadi sawah. lapisan delta tipis. tepi dalam belokan makin lama makin dangkal dan tanahnya meluas sementara tepi luar belokan sungai tergusur oleh air. Beting adalah endapan yang selalu nampak di permukaan air. Tiap musim membawa sumbangan untuk lapisan delta itu. Hal ini mengakibatkan air sungai pada kelokan yang lama tidak lagi mengalir menjadikan sebuah danau berbentuk melengkung.

tingkat 2. Sungai terbagi menjadi induk dan anak. B. Tetapai. terbentuklah delta dengan struktur yang berlapis-lapis. letaknya sejajar dengan pantai namun tegak lurus dengan arah letak tanggul sungai. dan seterusnya. yang merupakan awal dari kemungkinan terjadinya tanggul pantai. yaitu: 1. selain berisi berbagai bentuk endapan seperti disebutkan sebelumnya. hal ini diakibatkan bagian muka bumi terendah merupakan bagian yang menampung air yang jatuh ke atas muka bumi. dibuatlah sebuah aturan sistematik yaitu memberikan tingkatan pada sungai dimulai dari tingkat 1. baik rawa berair payau ataupun rawa yang berair tawar. Tanggul pantai Tanggul pantai terdapat di pantai yang landai akibat banyak sungai yang mengendapkan bahan. Wilayah endapan biasanya adalah bagian yang terendah dari muka bumi. Sungai Sungai merupakan bagian terendah dari sesuatu bagian muka bumi. wilayah endapan juga banyak terdiri dari rawa. apabila arus laut di depan pantai deras. Arus laut yang cukup deras. Endapan pasir atau lumpur Meskipun pantai adalah dataran yang landai dan banyak sungai yang bermuara di pantai tersebut lengkap dengan endapannya. Seluruh muka bumi yang airnya mengalir ke dalam sebuah sungai beserta seluruh cabang-cabangnya dinamakan Daerah Aliran Sungai (DAS). Dalam usaha untuk lebih memahami keberadaan sungai. DAS bukan hanya batang sungai yang berisi air saja melainkan 11 . tidak akan ada pembentukan delta di tempat itu. di atas dasar pantai yang landai. Tanggul pantai diendapkan oleh laut. Kerja Eksternal yang Mengubah Bentuk-Bentuk Alam Di luar itu.prosesnya berjalan beberapa tahun. Akibatnya. ada faktor-faktor eksternal yang kerjanya dapat merubah bentang alam. bisa menyebabkan timbulnya endapan pasir atau lumpur. Anak sungai juga memiliki anak. Dengan demikian.

a. pasti habis terbagi oleh Daerah Aliran Sungai. Akibatnya. adalah bagian dari batang sungai yang dekat dengan muara sungai. Muara sungai yang lebarnya melebihi normal disebut estuarium. sumber air yang ada di lereng gunung letaknya di tempat-tempat yang agak jauh ke bawah dari puncak gunung. Genetika sungai Sungai dapat berawal langsung dari hujan. sebuah pulau. Beberapa sungai di Indonesia ada yang berawal dari cairan es (gletser) seperti Kema Bu di Irian Jaya yang memperolah airnya dari cairan es Puncak Jaya. b. lembah-lembah yang terdapat dekat puncak gunung terisi air bila hujan turun. Muara sungai sementara itu ada yang memiliki lebar normal dan ada yang lebarnya melebihi normal. Hilir sungai. sementara itu. Lembah-lembah tersebut kering bila tidak ada hujan. Biasanya. terlepas dari ukurannya. Yang disebut hulu sungai adalah mata air dan bagian dari batang sungai yang dekat dengan mata air. Ada juga sungai yang berawal dari mata air atau sumber air. Pola-pola tersebut adalah:      Rectangular Sungai-sungai membuat sudut tegak lurus satu sama lain Anular Sungai utama melingkar Dendritic Sungai-sungai tersusun seperti tulang-tulang daun Radial Sungai-sungai tersusun seperti jari-jari lingkaran Trelis 12 . Umumnya.keseluruhan daratan yang menumpahkan air hujan yang jatuh di atasnya ke sungai serta anak-anak sungai yang bersangkutan. terjadi bila perbedaan air pasang dan air surut laut di muara sungai besar. Sungai. Pola sungai Sungai-sungai secara bersamaan dapat membentuk sebuah pola tertentu. pada umumnya sering dibagi menjadi hulu sungai dan hilir sungai.

 Inkonsekuen Sungai yang arahnya tegak lurus dengan arah sungai-sungai yang konsekuen sebagai akibat dari perubahan tinggi rendah muka bumi karena pengikisan. Proses terjadinya sama dengan sungai konsekuen. Pola Pengairan c.Sungai-sungai tersusun seperti plesteran batu bata Gambar 3 Sumber: Encyclopedia of Geomorphology. Bagian muka bumi yang tinggi tidak lagi terdiri dari antiklinal melainkan sinklinal (dengan sifat batuan yang keras) 13 .  Resekuen Sungai mengalir di atas lembah yang baru terbentuk sebagai hasil pengikisan. jenis-jenis sungai terbagi menjadi:  Konsekuen Lembah tempat sungai mengalir merupakan bagian muka bumi terendah sejak sungai terbentuk. Maka. sungai dikelompokkan atas dasar lembah dan lapisan batuan tempat sungai itu mengalir.  Insekuen Bila ada perbedaan sangat kecil dalam sifat batuan-batuan yang dilaluinya yang mengakibatkan terbentuknya pola sungai dendritik tanpa arah yang jelas dengan sungai induk konsekuen. Jenis sungai Oleh para pakar geomorfologi. Misalnya sungai yang mengalir pada sinklinal.

 Sungai anastomosing adalah sistem anabranching yang jelas terlihat beraliran pelan dengan sedimentasi butiran yang sangat halus atau sedimentasi organik. di bawa oleh aliran air dari dataran banjir yang ada di jalur yang dilaluinya. o Tipe 2 Terdiri dari sungai yang membentuk pulau-pulau yang didominasi oleh pasir. Alur sungai yang dialihkan Alur sungai yang dialihkan arahnya.yang memiliki ketinggian lebih dibanding sungai. Sungai Anastomosing dan Sungai Anabranching  Sungai alluvial anabranching adalah sebuah sistem multisaluran dikarakterisasi oleh pulau alluvial yang stabil ataupun bervegetasi yang membagi aliran sungai. Sungai inkonsekuen adalah sungai-sungai yang menjadi anak dari sungai konsekuen. ukuran sedimen.  Obsekuen Arahnya berlawanan dengan arah awal sungai konsekuen dan mengalir ke dalam sungai yang subsekuen. karakteristik morfologi: o Tipe 1 Terdiri dari sungai sedimen kohesif (sungai anastomosing) dengan rasio saluran rendah yang memperlihatkan sedikit atau tidak sama sekali migrasi lateral. Pulau tersebut mungkin dikembangkan dari pengendapan di dalam saluran. menunjukkan bahwa kandungan endapan yang terdapat pada alur sungai yang baru akan lebih besar bila dibandingkan dengan kandungan endapan yang terdapat dalam air sungai asli. d. misalnya dengan pembuatan saluran. 14 .  Klasifikasi sungai anabranching telah diperkenalkan oleh Nanson dan Knighton (1996) dengan berdasarkan pada energi sungai. e.  Subsekuen Mengalir di atas lapisan batuan terlembek pada sinklinal atau graben.

o Tipe 5 Terdiri dari sungai-sungai yang aktif secara lateral dan didominasi oleh kerikil yang merupakan perantara antara meandering dan braiding di wilayah pegunungan. Klasifikasi pola saluran sungai termasuk saluran tunggal dan anabranching. o Tipe 6 Terdiri dari sungai-sungai stabil yang didominasi oleh kerikil muncul sebagai saluran-saluran yang tidak bermigrasi pada cekungan kecil dan relatif curam.o Tipe 3 Terdiri dari sungai meandering yang aktif secara lateral dengan bawaan campuran. o Tipe 4 Terdiri dari sungai yang membentuk punggungan didominasi pasir memiliki karakteristik punggungan panjang parallel dan memisahkan saluran. Dataran banjir (floodplain) 15 . Tipe 1-3 adalah sistem dengan energi yang lebih rendah. Gambar 4 Sumber: Encyclopedia of Geomorphology. Saluran yang inaktif secara lateral-->straight dan sinuous sementara saluran yang aktif secara lateral-->meandering dan braided f.

pertambangan. Ada tiga kelas besar floodplain yang diketahui (menurut Nanson dan Croke 1992). 2. Bentuk medan hasil kegiatan manusia (penggunaan lahan) Kegiatan manusia seperti pertanian. Topografi floodplain. industry. pelayaran. Dibentuk terutama oleh penambahan vertikal oleh endapan halus.  Floodplain non-kohesif berenergi sedang Keseimbangan dinamis dengan rezim aliran anual atau decadal dari salurah dan biasanya tidak terpengaruh oleh kejadian-kejadian ekstrim. yaitu:  Floodplain non-kohesif berenergi tinggi Bentuk alam yang tidak seimbang tererosi sebagian atau seluruhnya akibat kejadian-kejadian ekstrim. lalu lintas darat.  Floodplain kohesif berenergi rendah Biasanya diasosiasikan dengan saluran anastomosing. Gambar 5 Sumber: Encyclopedia of Geomorphology. Floodplain terbentuk akibat proses-proses yang aktif terjadi baik di dalam saluran sungai induk dan selama aliran melampaui tepi sungai.Floodplain umumnya dianggap sebagai suatu wilayah yang relatif datar terbentang dari sisi sungai induk hingga dasar dinding lembah dan merupakan wilayah di mana air dari sungai induk yang meluap akan terbuang. dan pembangunan perkotaan mempunyai pengaruh sangat besar 16 .

Skema seperti ini merupakan salah komponen mengetahui stratigrafi batuan. diperlihatkan klafisikasi umur batuan mulai dari era. satu dan jaman untuk (epoch). periode. batuan beku intrusif dan batuan beku ekstrusif. yaitu batuan beku. Bersama informasi ini adalah informasi mengenai jenis batuan. dan dilengkapi dengan korelasi dengan jenis batuan. Pada Peta Geologi Lemba Enarotali. Batuan beku intrusif membeku di bawah kerak bumi. Beberapa contoh bentuk muka bumi yang merupakan akibat kegiatan manusia: Pemukiman dengan memanfaatkan bentuk endapan di atas tanggul pantai Pemukiman dengan memanfaatkan bentuk endapan di atas tanggul sungai Pemukiman dengan memanfaatkan bentuk endapan di daerah perkebunan besar Pemukiman dengan memanfaatkan bentuk endapan di sebuah pulau kecil volkanik Pemukiman dengan memanfaatkan bentuk endapan di daerah rawa Telaga buatan Pertambangan C. Informasi sepert ini membantu pembaca peta untuk memperkirakan kapan terbentuknya suatu dataran. Jenis batuan secara garis besar terbagi menjadi tiga golongan utama. Formasi Batuan dan Stratigrafi Pada gambar di samping. 17 .terhadap perkembangan bentuk muka bumi. batuan sedimen. dan batuan metamorf. Namun. Batuan beku terbagi menjadi dua. beserta waktu terbentuknya. Jenis batuan pada peta geologi dilambangkan dengan simbol warna. Batuan beku adalah batuan hasil pembekuan magma. tidak semua akibat pengaruh itu dapat terlihat dalam sebuah peta topografi. informasi ini terletak pada sisi kiri peta.

Batuan metamorf dapat terbentuk dari batuan beku. batuan metamorf adalah batuan yang berubah jenis dari satu tipe batuan menjadi tipe batuan yang lain. dengan lambang (~ ~ ~) sebagai motif pada simbol area berwarna yang diberikan Jenis-jenis batuan tersebut menyusun suatu formasi geologis yang biasanya diklasifikasikan berdasarkan jenis batuan yang termasuk di dalamnya. sehingga hancur menjadi kepingan-kepingan yang berukuran lebih kecil yang dinamakan sedimen. Dalam peta geologi. bahkan dari batuan metamorf sendiri. Formasiformasi geologis diberi nama berdasarkan tempat keberadaannya. sedimen juga seringkali mengendap seperti alluvium yang mengendap di sisi-sisi sungai dan di muara sungai. Sementara itu. apabila dihadapkan pada temperatur dan tekanan tinggi. yaitu korelasi antara waktu geologis dengan batuan yang terbentuk pada masing-masing jaman atau periode. Kelurusan memperlihatkan zona18 . maka lapisan paling bawah akan mendapatkan tekanan dari lapisan yang di atas menghasilkan batuan baru. Formasi-formasi ini membentuk sistem yang membentuk erathem. atau era. Batugamping dan batupasir merupakan batuan sedimen. Semua itu membentuk unit stratigrafi yang unik dan berbeda-beda di setiap daerah penelitian. Sebagai contoh. batuan beku adalah batuan-batuan vulkanis. diakibatkan oleh panas dan tekanan. Kepingan-kepingan sedimen tersebut kemudian berkumpul menghasilkan lapisan sedimen. Selain membentuk pasir. Batuan beku misalnya adalah batu granit dan basal. Dalam peta geologi. sebuah peta geologi juga memberikan informasi mengenai keberadaan kelurusan (lineament). unit stratigrafi informasinya diberikan di setiap peta geologi yang baik. Seperti yang disebutkan pada awal bagian ini. Kelurusan adalah kenampakan yang paling jelas diperlihatkan dan memiliki manfaat yang paling nyata dari keseluruhan peta. D. batuan metamorf dinamakan batuan metamorf atau batuan termalihkan (batuan malihan). Seiring berlalunya waktu. dalam waktu ribuan tahun. Apabila lapisan tersebut terus bertambah. Batuan baru yang dihasilkan dari sedimen batuan lama ini dinamakan batuan sedimen. batuan akan mengalami pelapukan. Informasi Lain dalam Peta Geologi Selain memberikan informasi mengenai unit stratigrafi. batugamping dapat berubah menjadi marbel dan batubara dapat berubah menjadi intan.sementara batuan beku ekstrusif membeku ketika telah berada di luar kerak bumi. batuan sedimen.

dip dan strike dari formasi batuan begitu pula dengan kelurusan. pola pengairan. hanya digambarkan secara umum atau garis besar saja. Kenampakan struktural seperti lipatan. 19 . dan anomali-anomali lain memberikan begitu banyak petunjuk mengenai apa yang tersimpan di balik kerak bumi. Dalam bab ini. Deskripsi yang lebih mendetail dan bersifat unik dari wilayah Nabire akan dipaparkan lebih jauh dalam bab pembahasan. patahan. bentuk-bentuk alam. Bab tinjauan pustaka ini dan berbagai informasi yang diberikan di dalamnya akan menjadi dasar-dasar analisa dan interpretasi yang kami lakukan terhadap peta rupa bumi. termasuk sumber daya-sumber daya alam seperti minyak bumi. Meskipun demikian.zona kelemahan kerak bumi. dalam pembahasan hanya akan membahas mengenai keberadaan berbagai kenampakan alam yang ada dan sedikit mengenai sumber daya alam yang dapat langsung terlihat. peta geologi. dan penampang melintang Nabire. biasanya diakibatkan oleh faulting.

Selain pegunungan. yaitu: a. memiliki komposisi tertentu dan karakteristik fisikal dan visual dengan julat tertentu yang terjadi dimanapun bentang alam tersebut terdapat. Bentang alam Nabire didominasi oleh pegunungan kompleks (complex mountain). Bagian Selatan sebagian merupakan daerah pegunungan yang berrelif curam. Bagian Tenggara merupakan daerah pegunungan dengan relief bergelombang dan curam b. merupakan wilayah 20 . Pola sungai demikian merupakan salah satu karakteristik pegunungan kompleks. merupakan lembah sungai Wanggar dan Ojalan c. dan lipatan.BAB III PEMBAHASAN A. serta lereng-lereng. (Sukmantalya. yaitu pegunungan yang tersusun dari bentuk-bentuk patahan dan lipatan. Hal ini dapat dilihat dari penampang melintang Nabire yang memperlihatkan kenampakan lipatan pada beberapa transek dan sesar atau kekar pada transek lainnya. Berdasarkan bentuk tata alam dan penyebaran geografis yang kami analisis. kekar. 1995). Dataran pantai Nabire menghadap ke Teluk Cenderawasih. Nabire juga memiliki dataran pantai yang terdiri dari batuan yang termasuk dalam provinsi geologi Kerak Samudera (oceanic crust). Pola sungai di wilayah Nabire yang berbentuk perpaduan dendritik dan rectangular juga menunjukkan bahwa wilayah tersebut merupakan wilayah yang banyak terbangun dari bentukbentuk sesar. Bentang Alam Nabire Secara Umum Bentang alam merupakan suatu kenampakan medan yang terbentuk oleh proses alami. Kontur daerah lipatan dan sesar atau kekar memperlihatkan ketinggian mencapai lebih dari 1000 mdpl diikuti medan yang memperlihatkan adanya jurang-jurang. Bagian Tengah merupakan daerah yang relative datar. Ada dua pegunungan di wilayah Nabire yaitu Pegunungan Undundiwandadi dan Pegunungan Amera. dan sebagian daerah datar yang terdapat rawa Topografi wilayah ini sebagian besar (75% lebih) berada di ketinggian antara 500 s/d 2000 meter dari permukaan laut. 15% dibawah ketinggian 500 mdpl dan 10 % d bawah 100 mdpl. lembah-lembah. bentang alam wilayah ini dapat dibagi menjadi 3 bagian.

Terdapat areal rawa yang luas di wilayah Nabire. Hampir seluruh lahan Nabire ditutupi oleh hutan. Di dataran rendah. yaitu Bandara Enarotali yang sebenarnya terdapat di Kabupaten Paniai. Rawa ini adalah hasil endapan danau yang terdiri dari lumpur dan pasir. warga Nabire juga mengembangkan perkebunan. Hanya ada satu bandar udara yang menghubungkan Nabire dengan daerah-daerah sekitarnya. kondisi demikian tampaknya diakibatkan oleh informasi yang kurang akurat. Untuk daerah Nabire sendiri berada pada kemiringan lereng 2-8% hingga 0-2%. pemukimannya tersebar saling berjauhan satu sama lain. sedikit sekali terdapat pemukiman di sana. tepatnya di Kecamatan Paniai Barat. Kalaupun ada. Keadaaan garis kontur yang demikian terlihat di seluruh daerah yang berada di pinggir pantai. tidak selalu berhubungan satu dengan yang lain. rawa terbentuk di pinggir pantai. dan dihubungkan oleh jalan-jalan yang. seluruh wilayah Nabire memiliki kontur cenderung rapat hingga sangat rapat yang artinya lereng-lereng terjal dengan tingkat kemiringan lereng yang tinggi. selain daerah rawa yang berada pada timur laut Nabire. Sementara itu. Selain di Kecamatan Nabire sendiri. dan 8-15% terdapat pada wilayah yang mendekati garis pantai. 2-8%. Namun. juga terbentuk rawa. Selain pemukiman.pemukiman utama di Nabire. Di daerah dataran tinggi Nabire yang terletak di bagian tenggara. dalam peta memiliki garis kontur yang jarang bahkan tidak memiliki garis kontur. 21 . Wilayah kecamatan Nabire misalnya. Jenis batuan yang banyak ditemukan di rawa tersebut adalah sedimen. atau pengambilan data yang tertutupi oleh vegetasi hutan. Rawa ini terbentuk pada daerah yang berada di dekat perairan. tepatnya alluvium. Kemiringan lereng ini kami simpulkan berdasarkan kenampakan kontur Nabire. sedangkan daerah dengan kelerengan 0-2%. maupun di dataran tinggi. Warga Nabire yang tinggal di dekat pantai. berdasarkan peta. Kemiringan Lereng Nabire Wilayah Nabire memiliki kemiringan lereng rata-rata berada pada klasifikasi 25-40% dan 15-25% yang berarti keadaan medannya cukup terjal dan curam. membuka lahan untuk berladang. seakan-akan jalan buntu. sehingga tidak aktual. B. warga Nabire yang tinggal di dataran tinggi. membuka lahan untuk berkebun. Sementara itu. berbatasan langsung dengan Teluk Cenderawasih. baik di dataran rendah. di daerah pantai.

22 .

23 .

Tabel Kemiringan Lereng dihitung nilainya oleh Arif Tunggal dan Heru Purwanto. Ada dua metode yang kami gunakan untuk memperlihatkan kemiringan lereng yaitu membuat peta kemiringan lereng dan tabel kemiringan lereng. >40% : datar : landai : agak landai : agak curam : curam : sangat curam Hasil analisa Tabel Kemiringan Lereng dan Peta Kemiringan Lereng yang telah dibuat memperlihatkan bahwa. Ini menandakan bahwa dataran Nabire sendiri merupakan susunan lipatan dan patahan. beberapa anak sungai yang induknya mengalir di daerah dengan kemiringan lereng datar. Terlebih lagi tutupan lahannya adalah vegetasi hutan. Klasifikasi kemiringan lereng yang kami gunakan adalah: 1. 25-40% 6. kami melakukan penghitungan nilai kemiringan lereng (dalam %) untuk suatu area di Kabupaten Nabire yang melintasi pegunungan dan dataran rendah. Peta Kemiringan Lereng dibuat oleh Vivi Nurul dan dilengkapi oleh Syifa Amirah. Bentuk alirannya lurus dan dikelilingi oleh lembah-lembah yang dalam dengan penampang sungai yang berbentuk V tetapi ada pula yang berbentuk U. Namun. memiliki penampang sungai yang datar.Untuk memperlihatkan kemiringan lereng wilayah Nabire dengan lebih jelas. 15-25% 5. kemudian dibuat dan dilengkapi oleh Nugroho Ari. C. 0-2% 2. tampaknya memperlihatkan bahwa 24 . oleh karena wilayah sampel didominasi oleh lereng yang tergolong curam hingga sangat curam dapat dipastikan bahwa daerah sampel memiliki lereng yang tidak stabil dan rawan longsor. dan pegunungan yang tersebar di hampir seluruh bagian wilayah Nabire adalah pegunungan kompleks. sungai-sungai yang ada di wilayah Nabire membentuk perpaduan pola dendritik dan rectangular. 8-15% 4. Sifat-Sifat Sungai dan Daerah Aliran Sungai Nabire Seperti yang telah disebutkan sebelumnya. 2-8% 3. Sebagian besar anak sungai yang ada di Nabire adalah sungai-sungai muda.

Tipe sungai seperti terlihat pada bagian bawah gambar di samping adalah sungai anabranching tipe 3. Menandakan bahwa sungai ini bersifat aktif secara lateral. 25 . sehingga sungai mencari jalur baru. Pulau ini merupakan pulau alluvial yang bervegetasi. dan meninggalkan danau berbentuk oxbow. atau aktif membawa bebannya. telah terbentuk oxbow lake. geologi. Mengenai pulau yang terbentuk merupakan pulau alluvial adalah hasil kesimpulan dari pembacaan peta Gambar 6 Sumber: Peta RBI Nabire. Anabranching (braiding/berjalinan) adalah pola suatu sungai yang membentuk cabang sebelum bertemu kembali sehingga menghasilkan semacam pulau di antara cabang-cabangnya tersebut. Sungai-sungai induk utama di Nabire memperlihatkan pola sungai yang sudah mencapai masa tuanya. dengan beban atau sedimen yang dibawa adalah beban campuran. Hal ini jelas sekali menunjukkan bahwa sungai telah memasuki masa tua. Pada gambar di samping yang memperlihatkan aliran sungai utama dari Sungai Siriwo. juga terlihat pola aliran sungai yang berkelokkelok (meandering). dapat terlihat bahwa pada daerah hilir.sungai-sungai tersebut merupakan sungai-sungai yang baru terbentuk di kekar pada batuan. Selain pembentukan oxbow lake. Apalagi didukung dengan adanya bentuk anabranching alluvial. Oxbow lake adalah bentukan alam yang terjadi ketika sebuah sungai tidak lagi mampu untuk terus mengalirkan airnya. Sungai Siriwo Utama.

istilah Daerah Aliran Sungai (DAS) digunakan untuk mendefinisikan suatu region yang diairi oleh. danau atau badan air lainnya dan seringkali digunakan secara sinonim dengan istilah drainage basin atau drainage catchment (Bates and Jackson. sebuah sungai. Sementara itu. Sungai Wanggar yang membentuk pola braiding/anabranching. Gambar 8 Sumber: Peta RBI Nabire. Sumber: Peta RBI Nabire. Region ini dibatasi oleh punggung bukit. atau puncak dari dataran yang lebih tinggi yang memisahkan aliran air ke dua arah yang berbeda.Bentuk-bentuk semacam ini juga banyak terlihat pada sungai-sungai induk utama lainnya. bubungan. DAS dapat dibagi lagi menjadi beberapa Sub-DAS yang mengarahkan air dari kedua sisi lereng-lereng gunung sekitar ke sebuah saluran sungai atau mengalirkan 26 . Sungai Poronai yang meandering beserta oxbow lake yang terbentuk. atau menambahkan air ke. 1980). Gambar 7.

Sungai Siriwo utama yang merupakan sungai orde keenam berasal dari pertemuan dua buah sungai. kami melakukan analisa terhadap sebuah DAS yang tersusun dari tiga sub-DAS yang mengairi daerah Kecamatan Napan. Aradide. mengairi wilayah Siriwo dan Napan Berdasarkan bentuk sungai. Sementara itu. anak-anak sungai Siriwo pada DAS bagian ini terdiri dari Sungai Aigihe dan Sungai Kurare. Sub-DAS Siriwo. dapat dibayangkan lembah sungai yang lebar dan lantai lembah yang ditutupi oleh alluvium dan dinding lembah yang landai. yaitu anak Sungai Siriwo yang merupakan sungai orde kelima dan Sungai Otawa.air dari saluran-saluran anak ke saluran yang lebih besar pada orde yang lebih tinggi. Keduanya memperlihatkan pola sungai dendritik yang menandakan bahwa sungai ini mengalir ke daerah dengan cekungan yang bundar atau oval dan lapisan batuan dasarnya homogen. Dalam menentukan orde sungai kami mengikuti sistem Horton-Strahler. sesuai karakteristik 27 . dan Paniai Barat. mengairi wilayah kecamatan Aradide dan Paniai Barat Dari bentuk sungai. Sub-DAS Siriwo 2. 2. Siriwo. diperkirakan bahwa Sungai Siriwo yang mengairi subDAS ini adalah sungai dewasa yang meandernya belum berkembang dengan baik. Dengan demikian. Hal ini terlihat dari bentuk sungai yang berkelok-kelok (meandering). Untuk tugas ini. dapat disimpulkan bahwa Sungai Siriwo merupakan sungai dewasa yang mengalir di wilayah dengan kemiringan lereng hampir datar hingga datar. 1.

5 juta tahun yang lalu pada era kapur (cretaceous). D. 3.sungai dewasa. yaitu: 1. Formasi batuan yang termasuk di dalam provinsi 28 . Kerak samudera Provinsi geologis kerak samudera yang menyusun dataran pantai di wilayah Nabire yang terbentuk sekitar 114 – 97. Hal ini menandakan lapisan batuan yang homogen dengan kekar atau sesar pada batuan. dengan sungai-sungai yang merupakan anak sungai Siriwo Sungai-sungai yang mengairi DAS Otawa memperlihatkan pola sungai campuran dendritik dan rectangular. Pola sungai memperlihatkan pola rectangular yang mengindikasikan pola rekahan batuan (kekar/sesar) pada daerah yang dialirinya. Formasi Geologi dan Stratigrafi Nabire Secara geologis. DAS Otawa. wilayah Nabire terbagi menjadi tiga provinsi.

Provinsi Geologi di Irian Jaya 2. erosi dan pengendapan akibat kerja banyak sungai yang tersebar di seluruh dataran Nabire mengakibatkan adanya lapisan alluvium.ini tergolong homogen yaitu didominasi oleh batuan beku pada lapisan dasarnya.6 juta tahun yan lalu pada periode oligosen. adalah karena batuan dasar yang menyusun provinsi ini adalah batuan metamorf yang dihasilkan dari metamorfosis batuan sedimen ke batuan beku. Formasi batuan yang terdapat di daerah ini adalah formasi tipuna. Ini adalah provinsi geologi yang terbentuk paling terakhir sekitar 36. Pembentukan provinsi peralihan yang tergolong baru ini. formasi kopai. formasi waripi. Jalur peralihan Seperti namanya jalur peralihan. khusus untuk formasi 29 . batulumpur dan batugamping menutupi lapisan dasar kerak samudera tersebut. Anjungan Irian Jaya Provinsi geologi anjungan irian jaya terbentuk 438 juta tahun yang lalu pada periode silur era paleozoikum. Batuan yang menyusun provinsi geologi ini terdiri beragam. Alluvium. batuan pada provinsi ini didominasi oleh batuan malihan atau secara universal dikenal sebagai batuan metamorf. dan formasi aiduna yang terdiri dari batuan sedimen dan metamorf. Namun. atau dari satu jenis batuan metamorfosis ke jenis batuan metamorfosis lainnya. batuan beku ke batuan sedimen. 3. batulumpur dan batugamping yang dimaksud di sini semuanya merupakan hasil sedimentasi dan tergolong batuan sedimen. Gambar 9 Sumber: Peta Geologi Enarotali.

30 . batulumpur dan batugamping. Selain formasi-formasi tersebut. Informasi tersebut sangat penting untuk dipahami oleh para pembuat rencana tata ruang wilayah (RTRW) dan pemerintah daerah Nabire. maka pemerintah daerah dapat lebih efektif lagi melakukan pengelolaan wilayah. terlihat bahwa wilayah Nabire terutama tersusun dari batu granit. 4. melaksanakan pembangunan berwawasan lingkungan yang dapat meminimalisir korban harta benda dan jiwa. ada juga kelompok kembelengan dan kelompok paniai yang terdiri dari batuan sedimen. endapan danau. Keberadaan tiga jalur patahan pada satu wilayah ini menunjukkan bahwa wilayah Nabire termasuk wilayah rawan gempa. Dengan mengetahui mengenai semua itu. semuanya merupakan sumber daya alam yang dapat dijadikan aset wilayah Nabire. Informasi lain yang penting diungkapkan dalam bagian ini adalah mengenai struktur geologi Nabire. diperlihatkan banyak kekar dan sesar/patahan. Batuan tertua pada provinsi ini adalah batuan paleozoikum (Pzu) sejensi batu kuarsa yang sesuai namanya terbentuk pada era paleozoikum. mulai dari sedimentasi alluvium dari wilayah dataran tinggi. Pada peta geologi. batugamping. terdapat banyak sedimen di wilayah Nabire. Apabila dilihat dari peta geologi Nabire. yaitu era paling awal dari perkembangan bumi. serta lipatan baik sinklin ataupun antiklin pada titik-titik yang tersebar luas di Nabire. Terutama. akan dapat langsung terlihat pada peta geologi. Informasi ini dapat memberikan gambaran mengenai potensi sumberdaya mineral di Nabire serta potensi bencana alam gempa bumi dan tsunami di Nabire. Jenis batuan demikian mudah tererosi sehingga endapan-endapan danau dan sedimen alluvium inilah yang merupakan penyusun utama dari rawa-rawa yang terbentuk di wilayah Nabire. hancuran tanah longsor. dan batupasir. Ada tiga jalur patahan utama yang terdapat di Nabire. yaitu Sesar Derewo. Sesar Siriwo. dan Sesar Sungkup Weyland. serta bahaya gempa bumi di Nabire.aiduna terdapat batubara. Batuan di luar provinsi geologis Di luar provinsi geologis yang telah disebutkan pada poin-poin sebelumnya. serta sejumlah daerah yang mengandung batubara.

Penampang melintang di tarik melalui daerah dengan topogafi yang didominasi oleh lipatan. 31 . meskipun aktivitas magmatis yang terjadi di dalamnya mengakibatkan batuan penyusun provinsi geologis ini menjadi sangat beragam. dan sampai ke Yaur semakin melandai. maka. Ini didukung dengan bentuk pegunungan yang berupa dome mountain yang diketahui. telah melakukan pengikisan lebih lanjut. diperkirakan. Daerah Yaur berada di dataran pantai. Namun. Transek A-B Transek penampang melintang Nabire dari titik A-B ini mencakup daerah Sukikai hingga Yaur. batuan beku yang ada di daerah ini adalah batuan beku intrusif yang lapisan terluarnya telah tersingkap memperlihatkan magma yang membeku di dalamnya. oleh karena tidak ditemukan adanya tanda-tanda gunung berapi aktif. merupakan batuan beku yang dilambangkan dengan huruf Tmu. Deskripsi Penampang Melintang Nabire 1. Wilayah sampel penampang melintang yang diambil ini termasuk ke dalam provinsi geologis Jalur Peralihan. Batuan beku yang mendominasi bagian tengah penampang melintang memperlihatkan bahwa terdapat aktivitas vulkanisme di daerah tersebut. sehingga lembah sungainya sudah berbentuk U. Pegunungan dan dataran tinggi dimulai di Sukikai. selain terjadi karena ada lipatan. pengikisan tidak lagi berlangsung dengan aktif. Keberadaan batuan beku ini. Batuan granit terdapat di daerah ini. bahwa pegunungan yang terdapat di daerah ini adalah pegunungan yang terbentuk dari lipatan (dome mountain). dapat juga terjadi karena ada dorongan dari bawah akibat intrusi magma. Terlihat dari penampang melintang yang dihasilkan. Selain itu juga ada batuan malihan derewo yang merupakan batuan metamorf. Titik A berada di sekitar Kecamatan Sukikai dan titik B berada di sekitar Kecamatan Yaur. bisa berupa batuan beku ekstrusif maupun batuan beku intrusif yang tersingkap. Sungai-sungai yang berada di sepanjang penampang melintang ini. sementara semakin mendekati Yaur. sehingga menghasilkan pola antiklin dan sinklin pada penampang melintang. tetapi didominasi dengan pengendapan alluvium sehingga lembah sungainya datar.E.

32 .

dan paling dekat dengan titik C adalah Gunung Kita. Gunung Eraidini. 33 . memperlihatkan pola pegunungan kompleks.2. terlihat dari lembah sungainya yang datar atau paling terjal berbentuk U. Gunung Wakai. Gunung Simori. Sungai-sungai yang memotong penampang melintang hampir seluruhnya merupakan sungai yang memiliki tingkat erosi rendah atau melakukan pengikisan lanjutan. banyak tanda-tanda sedimen seperti adanya batuan sedimen pada daerah yang dilalui Sungai Waigi dan Sungai Ojolan. Sementara juga banyak tersebar batuan beku diorit dan batuan metamorf malihan derewo. Banyaknya sebaran batuan beku memperlihatkan adanya aktivitas magmatis di bawah kerak bumi yang dilintasi oleh transek penampang melintang. Wilayah ini memiliki tutupan lahan vegetasi hutan. sisanya agak curam dan curam. Transek B-C Penampang melintang B-C melalui garis yang dimulai dari titik B yang berada di Kecamatan Yaur dan berakhir di titik C yang berada di Kecamatan Ikrar. Di Pegunungan Amera ini banyak terdapat puncak-puncak yaitu Gunung Yage. usia batuan yang mencapai hingga 114 juta tahun (untuk batuan beku ultramafik dilambangkan dengan Mu). Kondisi kemiringan lereng di daerah ini tergolong landai. tidak ada lereng yang termasuk sangat curam dilalui oleh penampang melintang ini. karena hampir 70% wilayahnya merupakan daerah dengan kemiringan lereng datar hingga agak landai. Gunung Baro. sekali lagi karena tidak ditemukan adanya tanda-tanda gunung api aktif yang umumnya mengeluarkan magma dalam jumlah besar untuk pembentukan batuan beku ekstrusif. Diperkirakan bahwa batuan beku yang terjadi adalah batuan beku intrusif. Gunung Kapual. tidak melalui pemukiman sama sekali sepanjang 75 km yang dilaluinya. Gunung Bobo. dimana Pegunungan Amera terbentang. memperlihatkan bahwa batuan beku ini terbentuk pada lapisan bawah kerak bumi. Pada daerah yang dekat ke Yaur. sebelum tersingkap akibat proses pelapukan dan pengikisan lapisan atas kerak bumi. Selain itu. Bentuk penampang melintang dari sebagian daerah Pegunungan Amera yang terambil dalam sampel.

34 .

dan sungai-sungai dengan lembah sungai yang datar. Penampang melintang ini melintasi Gunung Simori yang merupakan gunung vulkanis. sehingga bentang alamnya menjadi datar. diperkirakan karena banyaknya sungai yang melalui suatu wilayah yang sama mengakibatkan erosi yang terjadi merata. Tutupan lahan di daerah ini adalah vegetasi hutan. Sesar anjak adalah situasi dimana suatu lapisan batuan yang posisi stratigrafinya lebih rendah terdorong ke atas melampaui lapisan batuan pada strata yang lebih tinggi. kasusnya diperlihatkan dengan batuan beku diorit (Tmu) yang terangkat melampaui batuan ultramafik (Mu). Transek D-E Penampang melintang D-E ditarik dari titik D yang terletak di Kecamatan Mapia hingga ke titik E yang terletak di Kecamatan Nabire.3. kemiringan lereng wilayah transek ini tergolong sangat beragam. kepala-kepala lerengnya sangat terjal atau berbentuk kasar tidak rata. Selain itu ada juga kekar-kekar (kelurusan) yang terbentuk pada batuan sedimen berupa batulumpur (TQbm) dan antara batuan beku gunung api tobo (Tlt) dengan batulumpur (TQbm). 35 . Sungai-sungai yang melintas di penampang melintang D-E berturut-turut merupakan sungai muda dengan lembah sungai berbentuk V. namun memiliki lereng-lereng yang hampir tegak lurus dengan penampang melintangnya. yang bila mengalami pengikisan seperti yang terjadi pada penampang melintang. akan memiliki bentuk dan ketinggian yang berbeda. Sementara itu. Kekar ini terbentuk karena tekanan tinggi. Di jalur penampang melintang ini banyak terdapat sesar dan kekar. menandakan erosi lanjutan. sungai muda dengan aktivitas erosi lanjutan sehingga lembah sungainya berbentuk U. terlihat dari tipe batuan yang berada pada daerah puncak gunung merupakan batuan beku. menimbulkan rekahan-rekahan pada batuan. Antaranya melalui sesar yang dialiri oleh salah satu anak Sungai Memo dan sesar anjak (thrust fault). Dalam hal ini. Wilayah sekitar daerah ini lerengnya tidak stabil.

36 .

sementara pada daerah yang tidak berhutan. maka melalui rawa-rawa. dan sisanya batuan sedimen yang berada pada titik F di mana batuan sedimen membentuk rawa-rawa. maupun perkebunan pada daerah sampel penampang melintang ini. Daerah penampang melintang ini juga melalui semacam wilayah perbukitan di bagian tengah. Pengambilan titik ini dilakukan karena melalui daerah dengan jenis batuan yang beragam. Transek F-G Penampang melintang F-G mengambil titik F di wilayah paling timur laut Kecamatan Homeyo. dan melalui daerah rawa pada dataran rendah di Nabire. Daerah ini dapat dikatakan landai. Sungai-sungai yang melintas di daerah sampel penampang melintang ini merupakan sungai-sungai yang lembah sungainya datar. dan Sungai Siewa.4. Daerah ini sebagiannya termasuk pada provinsi geologi Kerak Samudera dan Jalur Peralihan yang didominasi oleh batuan malihan derewo (metamorf). apabila terbentuk di daerah sedimen alluvium. Kabupaten Paniai dan titik G di Kecamatan Siriwo. Tutupan lahan adalah vegetasi hutan. ladang. karena sekitar 80% -nya merupakan daerah dengan kategori datar. Kabupaten Nabire. yang pada puncaknya terdapat rekahan batuan. Tidak terdapat pemukiman. Ini mengindikasikan terjadinya endapan alluvium. 37 . Daerah berkategori sangat curam hanya terdapat pada wilayah perbukitan yang dilintasi saja. atau sungainya baru terbentuk karena ada sedikit rekahan di batuan yang tidak terdeteksi di dalam peta apabila terbentuk pada batuan jenis lainnya. Rawa-rawa yang ada di sini merupakan hasil sedimentasi alluvium dari beban alluvial yang dibawah oleh Sungai Diewiewa (disebut juga Sungai Desawewa). Ini juga merupakan pendukung terbentuknya endapan alluvium menjadi rawa-rawa. Jenis batuan yang tersebar di hampir sepanjang daerah sampel penampang melintang adalah batuan metamorf.

38 .

Kabupaten Paniai. sehingga batuan di sini adalah batuan homogen. karena melintasi wilayah pegunungan yang medannya sulit dengan ketinggian mencapai lebih dari 3000 mdpl dan kemiringan lereng yang 70%-nya sangat curam dan 30%-nya curam. terlihat bentuknya tidak lagi merata. Transek G-H Penampang melintang ini ditarik dari titik G yang terdapat di Kecamatan Siriwo. yaitu anak-anak Sungai Poronai yang memiliki banyak cabang. kecuali pada satu bagian dimana lembah sungainya telah berbentuk U. hingga titik H yang terdapat di Kecamatan Bogobaida.5. Banyaknya sungai yang melintasi wilayah pegunungan ini. Jenis batuan ini merata terdapat di daerah ini. 39 . Batuan daerah sini adalah batuan metamorf. Pegunungan Undundiwandadi adalah contoh pegunungan lipatan yang terdapat di wilayah Nabire. Kabupaten Nabire. sehingga dari penampang melintang. jenisnya batuan malihan derewo yang merupakan bagian dari jalur peralihan batuan. telah mengikis kenampakan rupa bumi di daerah ini sedemikian rupa. tetapi berundak-undak dan banyak lembah-lembah sungai muda. ladang. Ini menandakan bahwa anak-anak sungai tersebut masih mengerosi secara aktif terhadap medan yang dilaluinya. maupun perkebunan yang terdapat di daerah ini. Ini menandakan bahwa tipe-tipe pegunungan yang terdapat di daerah Nabire pun beragam. Tidak ada pemukiman. hingga datar. Transek penampang melintang ini melalui Pegunungan Undundiwandadi. yang terbentang di Kabupaten Paniai. Daerah sampel yang diambil penampang melintangnya memiliki tutupan lahan berupa vegetasi hutan. landai.

40 .

Rawa-rawa yang terbentuk di sini merupakan endapan dari beban sedimen yang dibawa sungai. Di sini. Daerah yang diambil sebagai bagian penampang melintang ini masuk ke dalam provinsi geologis Anjungan Irian Jaya. terdapat rawa. Penampang melintang ini melalui jalur patahan Sesar Derewo yang diisi oleh Sungai Derewo. yang artinya dataran tersebut tergolong dataran tinggi. warga membangun pemukiman di dataran dengan ketinggian 2000 mdpl. terlebih karena jenis batuan penyusunnya adalah batuan sedimen yang mudah mengalami erosi. karena selain ditemukan bentukan patahan pada dataran tinggi. Kemiringan lereng dekat jalur patahan Sesar Derewo sangat curam dan terdiri dari batuan sedimen yang mudah tererosi serta memiliki tutupan lahan berupa vegetasi hutan. Kabupaten Paniai hingga titik I Kecamatan Paniai Barat. Di sini terdapat satusatunya bandara di wilayah Kabupaten Nabire dan sekitarnya. yaitu Bandara Enarotali. mengalir di dalam jurangjurang terbentuk dari pengangkatan lempeng yang menghasilkan sesar yang dimaksud. Pada penampang melintang juga terdapat bentukan kekar. juga ditemukan bentukan antiklin dan sinklin. Tampaknya. Kabupaten Paniai. Terlihat bentukan pegunungan kompleks pada penampang melintang. Rawa ini terbentuk pada daerah datar tempat sungai bermuara di Danau Paniai. Selain itu. Transek H-I Penampang melintang Nabire H-I ditarik dari titik H yang terletak di Kecamatan Bogobaida. Kecamatan Paniai Timur sendiri merupakan kecamatan yang tergolong maju.6. 41 . Pengendapan ini hanya mungkin dapat terjadi karena daerah tersebut bersifat datar dan lebih rendah juga dari daerah sekitarnya. Lereng tersebut cenderung tidak stabil. Mata pencaharian mereka adalah berladang. jangka waktu jutaan tahun telah mengakibatkan ada cukup banyak sedimen yang dihasilkan sungai sepanjang perjalanannya dari hulu hingga ke hilir. Sungai yang bermuara di danau ini berasal dari wilayah pegunungan Undundiwandadi yang tersusun dari batuan sedimen juga batuan metamorf.

42 .

Ada tiga jalur patahan yang melalui wilayah Nabire. kekar. dan 8-15% sangat jarang ditemu kecuali pada wilayah dataran pantai. Bentang alam yang terdapat di Nabire adalah pegunungan kompleks. Tutupan lahan di daerah ini adalah hutan. maupun batuan metamorf. semuanya tersebar di berbagai titik di wilayah Nabire. Masyarakat di sini melakukan usaha perkebunan dan berladang sebagai mata pencaharian mereka. mulai dari batuan beku ekstrusif maupun intrusif. 43 . Dataran ini sendiri telah memasuki masa dewasanya. Namun terlihat bahwa paling banyak terdapat di wilayah ini adalah batuan malihan derewo. dan pegunungan lipatan. sedangkan daerah dengan kelerengan 0-2%. dengan begitu banyaknya kenampakankenampakan hasil erosi seperti lembah-lembah sungai yang terjal dan sungai-sungai tua sebagai sungai-sungai induk dengan lembah sungai mereka yang datar serta dilapisi oleh alluvium. dan hanya sebagian kecil saja yang dibuka untuk dimanfaatkan sebagai pemukiman.BAB IV PENUTUP Dari analisis yang kami lakukan terhadap enam sampel kontur wilayah Nabire telah diketahui bahwa topografinya tergolong rapat dengan kelerengan rata-rata berada pada klasifikasi 15-25% hingga > 40% yang berarti keadaan medannya terjal dan curam. pegunungan patahan. atau kombinasi ketiganya. dan sesar. Kemudian dari Sketsa Penampang melintang yang ditarik pada berbagai daerah yang dianggap memiliki kenampakan topografi signifikan begitu pula dengan analisis objek geologi didapat kesimpulan bahwa jenis batuan pada wilayah Nabire sangat beragam. Selain itu juga terdapat rawa baik di dataran rendah maupun dataran tinggi yang mengindikasikan bahwa daerah yang dilalui sungai batuuannya mudah tererosi. 2-8%. menandakan bahwa wilayah ini merupakan wilayah rawan gempa. sejenis batuan metamorf yang termasuk batuan yang banyak ditemukan di provinsi geologis jalur peralihan. batuan sedimen. Struktur geologi pada daerah ini adalah lipatan.

Inc. 2001. Goudie. Rock Formations and Unusual Geological Structures. Encyclopedia of Geomorphology. 2004. Jon. 1985. K. Peta Rupa Bumi Nabire. Lobeck. Geomorfologi Terapan. 44 . dkk. Jakarta: Penerbit Jurusan Geografi MIPA – Universitas Indonesia. New York: Facts On File. A. 1939. GEOMORPHOLOGY. London: Routledge. A. Sandy.S. Bakosurtanal. I Made. Peta Geologi Lembar Enarotali Erickson. New York: McGraw Hill.DAFTAR PUSTAKA Bakosurtanal.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful