BAB I PENDAHULUAN i A.

LATAR BELAKANG Kehidupan dan peradaban manusia di awal milenium ketiga ini mcngalami barjtyak perubahan. Dalam merespon fenomena itu, manusia berpacu i mengembangkan pendidikan baik di bidang ilmu-ilmu sosial, il mu alam, ilmu i pasti maupun ilmu-ilmu terapan. Namun bersamaan dengan itu muncul sejumlah krisis dalam politik, .i kehidupan berbangsa dan berncgara, misalnya krisis

i ckonomi, sosial, hukum, ctnis, agama, golongan dan ras. Akibatnya, peranan serta cfcktivitas pendidikan ugama di sckolah scbagai pcmbcri nilai spiritual tcrhadap kesejahteraan masyarakat dipertanyakan. Dengan asumsi jika pendidikan agama dilakukan dengan baik, maka kehidupan masyarakatpun akan lebih baik. Kenyataannya, seolah-olah pendidikan agama dianggap kurang mcmbcrikan konlribusi ke arah itu. Setelah ditelusuri, pendidikan agama menghadapi beberapa kendala, antara lain; waktu yang disediakan hanya dua jam pelajaran dengan muatan rnateri yang begilu padat dan mcmang pcnting, yakni menuntut pemantapan pengetahuan hingga terbentuk watak dan keperibadian yang berbeda jauh dengan tuntutan terhadap mala pelajaran lainnya. Memang tidak adil menimpakan tanggung jawab alas munculnya kesenjangan antara harapan dan kenyataan itu kepada pendidikan agama di sekolah, sebab pendidikan agama di sekolah bukanlah satu-sattmya laklor yang menenlukan dalam pembentukan watak dan kcpribadian siswa. Apalagi dalam

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful