BAB I PENDAHULUAN 1.

1 Latar Belakang Salah satu masalah yang dikemukakan dalam lapangan ilmu kedokteran adalah desakan berbagai pihak agar masalah saat kapan dimulainya itu dianggap sebuah tidak kehidupan ada, dan pula saat kehidupan dapat diagendakan

secepatnya. Sebab ketentuan yang demikian itu, akan sangat erat kaitannya dengan kontribusi yang hendak diberikannya kepada peradilan khususnya dalam menentukan adanya tindak pidana “Aborsi”.1 Negara-negara di Eropa barat umumnya mengancam perbuatan pengguguran kandungan dengan hukuman, kecuali bila atas indikasi medis (bahaya maut atau bahaya kesehatan yang parah bagi si ibu, yang bila dilanjutkan akan membahayakan diri si ibu, atau bahaya kelainan kongenital yang hebat). Amerika melarang penguguran kandungan yang ilegal, yaitu selain yang dilakukan dokter di Rumah Sakit dengan prosedur tertentu. Sedangkan Jepang membolehkan abortus tanpa pembatasan tertentu. Bahkan di negara-negara Eropa Timur, abortus diperbolehkan bila dilakukan oleh dokter di Rumah Sakit tanpa keharusan membayar biayanya. Di Jerman Barat, pengguguran kandungan usia 14 hari hingga 3 bulan, dengan izin si wanita, atas anjuran dokter dan dilakukan oleh dokter, tidak diancam hukuman. 1 Kasus abortus di Indonesia jarang diajukan ke pengadilan, karena pihak si ibu yang merupakan korban juga sebagai ‘pelaku’ sehingga sukar diharapkan adanya laporan abortus. Umumnya kasus abortus diajukan ke pengadilan hanya bila

1

terjadi komplikasi (si ibu sakit berat/mati) atau bila ada pengaduan dari si ibu atau suaminya (dalam hal izin). Abortus atau pengguguran kandungan selalu menjadi permasalahan dari masa ke masa. Dari segi kesehatan secara alami terjadi keguguran pada 10 – 15 % kehamilan. Di lain pihak ada keadaan yang memaksa pengguguran kandungan yang harus ditempuh (provokasi) untuk menyelamatkan nyawa ibu hamil, tetapi banyak pula pengguguran dilakukan bukan untuk tujuan ini. Yang terakhir inilah yang menjadi permasalahan karena dalam pandangan masyarakat, hukum dan agama tindakan abortus bertentangan dengan kaidah yang baik. 1 Dikatakan klasik karena dari dahulu sampai sekarang kehadiran kehidupan baru ini tetap menjadi permasalahan yang tak kunjung selesai, yaitu antara insan yang didambakan dengan yang tidak. Ini sama klasiknya dengan euthanasia yaitu permasalahan yang dihadapi di akhir kehidupan.2 Dalam KUHP tidak terdapat ketentuan yang membolehkan tindakan abortus, termasuk untuk menyelamatkan jiwa si ibu. Yang ada hanya ketentuan yang melarang dilakukan pengguguran kandungan seperti diatur dalam KUHP pasal 299, 346, 347 dan 348. baru sejak tahun 1992 dalam Undang-Undang no. 23 tahun 1992 tentang Kesehatan dijelaskan bahwa pengguguran kandungan dapat dilakukan untuk menyelamatkan ibu dan bayi, tetapi sampai sekarang petunjuk pelaksanaan dan petunjuk tehnis berupa Peraturan Pemerintah dan peraturan lain masih belum diterbitkan. 2 Permasalahan abortus tidak hanya berkaitan dengan bidang kedokteran forensik, tetapi juga berkaitan dengan hukum kesehatan. Perbedaan intinya adalah dalam hukum kesehatan lebih tertuju pada ketentuan hukum yang mengatur dalam

2

keadaan apa, dimana, oleh siapa pengguguran dapat dilakukan, sementara dalam bidang kedokteran forensik tertuju kepada pemeriksaan dan pembuktian bagaimana pengguguran kandungan dilakukan, kapan, berapa umur bayi dan lain-lain. 2 1.2 Tujuan dan Manfaat Laporan kasus ini diselesaikan guna melengkapi tugas dalam menjalani Ilmu program Forensik, pendidikan selain itu profesi untuk dokter di Departemen memberikan

pengetahuan kepada penulis dan pembaca mengenai Abortus terutama yang berkaitan dengan dunia forensik. BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Definisi Dalam pengertian medis, abortus adalah gugur kandungan atau keguguran dimana keguguran itu sendiri berarti berakhirnya kehamilan, sebelum fetus dapat hidup sendiri di luar kandungan. Batas umur kandungan yang dapat diterima didalam abortus adalah ada yang mengatakan sebelum 28 minggu dan berat badan fetus yang keluar kurang dari 1000 gram, ada juga yang mengatakan sebelum 20 minggu dan berat badan fetus kurang dari 500 gram. 1,2,3 Sampai saat ini janin yang terkecil, yang dilaporkan dapat hidup di luar kandungan, mempunyai berat badan 297 gram waktu lahir. Akan tetapi karena jarangnya janin yang dilahirkan dengan berat badan di bawah 500 gram dapat hidup terus, maka oleh karena itu abortus dianggap sebagai pengakhiran kehamilan sebelum janin mencapai berat 500 gram atau usia kehamilan kurang dari 20 minggu. 3

3

Dalam obstetrik klinik untuk berakhirnya suatu kandungan ada beberapa sebutan : 2 1. Abortus, lahir dibawah umur 20 minggu (sebelum minggu ke-16), masih berbentuk embrio (mudigah), berat kurang dari 500 gram. 2. Partus Immaturus, lahir sebelum 28 minggu, berat badan di bawah 1500 gram berbentuk janin (foetus), harapan untuk hidup kecil sekali. 3. Partus Prematurus, lahir sebelum bayi cukup umur dengan berat di bawah 2500 gram, harapan hidup lebih baik walaupun tanpa perawatan khusus. 4. 5. Partus Maturus (aterm), cukup umur, 36-40 minggu, Partus Serotinus, umur lebih dari 40 minggu. Bila berat dari 2500-3500 gram atau lebih, panjang 15-50 cm. lebih dari 42 minggu, kesehatan plasenta kembali menurun dan bayi harus dikeluarkan, bila tidak bisa mengancam kehidupannya, dengan memberikan obat pada ibu untuk memicu kontraksi rahim, his. Secara klinis di bidang medis dikenal istilah-istilah abortus sebagai berikut :2 a) Pasien b) c) Abortus Imminens, atau keguguran mengancam. pada umumnya dirawat untuk menyelamatkan kehamilannya, walaupun tidak selalu berhasil. Abortus Insipiens, atau keguguran berlangsung atau dalam proses keguguran dan tidak dapat dicegah lagi Abortus Incompletus, atau keguguran tidak lengkap. Sebagian buah kehamilan telah dilahirkan tetapi sebagian lagi belum, biasanya ari-ari masih tertinggal dalam rahim

4

kecuali apabila terjadi komplikasi. HR 12 April 1898). ialah keadaan dimana janin telah mati di dalam rahim sebelum minggu ke-22 kemudian tertahan di dalam selama 2 bulan atau lebih f) turut Pengertian pengguguran kandungan menurut hukum ialah tindakan menghentikan kehamilan atau mematikan janin sebelum waktu kelahiran. Yang dianggap penting adalah bahwa sewaktu penngguguran kehamilan dilakukan. Juga tidak dipersoalkan. Diperkirakan frekuensi abortus spontan berkisar 10-15%. 1 2. atau keguguran lengkap. sehingga pertolongan medik tidak diperlukan dan kejadian ini dianggap sebagai terlambat haid. Pengertian penguguran kandungan menurut hokum tentu saja berbeda dengan pengertian pengertian abortus menurut kedokteran. Apabila seluruh buah kehamilan telah dilahirkan secara Missed Abortion. apakah dengan pengguguran kehamilan tersebut lahir hidup atau mati (yurisprudensi Hoge Raad HR 12 April 1898). atau keguguran berulang. Frekuensi ini dapat Abortus Habitualis. kandugan tersebut masih hidup (HR 1 November1897. yaitu adanya factor kesengajaan dan tidak adanya faktor usia kehamilan. atau keguguran tertunda.d) lengkap e) Abortus Completus. ialah abortus yang telah berulang dan terjadi tiga kali berturut- 5 . Abortus spontan kadang-kadang hanya disertai gejala dan tanda ringan.2 Epidemiologi Frekuensi abortus sukar ditentukan karena abortus buatan banyak tidak dilaporkan. tanpa melihat usia kandungannya.

diperkirakan ada 5 juta kehamilan per-tahun. terlambat haid beberapa hari.000 di Thailand 3 Tidak dikemukakan perkiraan tentang abortus di Kamboja. Dengan demikian setiap tahun 500. Yang pertama. Jatipura dkk memperoleh 31.000-750. Di Indonesia. dengan perincian : 3 1. sehingga wanita itu sendiri tidak mengetahui bahwa ia sudah hamil. meskipun angka tersebut sebenarnya bervariasi.000 sampai 1.4% abortus per 100 kehamilan di RSCM selama 1972-1975 2.2 juta abortus dilakukan setiap tahun di Asia Tenggara.mencapai angka 50% bila diperhitungkan mereka yang hamil sangat dini.5 juta di Indonesia antara 155. tidak abortusnya. Knight menyatakan bahwa abortus provokatus terjadi pada kira-kira 40% dari seluruh abortus. Budi Utomo dkk memperhitungkan angka abortus spontan menurut WHO (15-20 per 100 kehamilan).3 Sulit untuk mendapatkan data tentang abortus buatan (selanjutnya akan ditulis : abortus) di Indonesia. 2.000 sampai 900.3 juta dilakukan di Vietnam dan Singapura antara 750. 3 Menurut Badan Kesehatan Dunia (WHO) diperkirakan 4.000 abortus spontan. Paling sedikit ada dua sebabnya. menyimpulkan bahwa kira-kira separuh dari abortus tersebut adalah provokatus.3 Dengan menggunakan Randomized Response Technique. 6 . Laos dan Myanmar. Yang kedua. Saifuddin dan Bachtiar menemukan bahwa hampir sepertiga dari wanita yang datang ke Poliklinik Kebidanan di RS Cipto Mangunkusumo pernah melakukan abortus.000 di Filipina antara 300. abortus dilakukan secara sembunyi.000 sampai 750. bila timbul komplikasi hanya dilaporkan komplikasinya saja.

Sedangkan golongan umur mereka yang melakukan abortus: 34% berusia antara 30-46 tahun.1628% oleh bidan/ perawat. dan 2) abortus provokatus kriminalis. dan 2) Abortus buatan (provocation). merupakan 80% dari semua kasus abortus.Hasil survei yang diselenggarakan oleh suatu lembaga penelitian di New York yang dimuat dalam International Family Planning Perspectives. Dan dilakukan tidak hanya oleh mereka yang mampu tapi juga oleh mereka yang kurang mampu. 3 2. 3 Survei yang dilakukan di beberapa klinik di Jakarta. yaitu : 1) Abortus alami (natural. Abortus di Indonesia dilakukan Baik di daerah perkotaan maupun pedesaan. 1. 18-26% oleh bidan/perawat. 51% berusia antara 20-29 tahun dan sisanya 15% berusia di bawah 20 tahun. 31-47% oleh dukun dan 17-22% dilakukan sendiri. 19-25% oleh dukun dan 18-24% dilakukan sendiri. merupakan 10-12% dari semua kasus abortus. Juni 1997. Selanjutnya dikenal dua bentuk abortus provokatus yaitu: 1) abortus provokatus terapetikus (legal). spontan). 11% pada wanita yang belum menikah dengan perincian: 45% akan menikah kemudian. Surabaya dan Denpasar menunjukkan bahwa abortus dilakukan 89% pada wanita yang sudah menikah. 55% belum ada rencana menikah. termasuk Indonesia. Sedangkan di pedesaan abortus dilakukan 1326% oleh dokter.3 Klasifikasi Secara umum abortus dapat dibagi atas 2 macam.2. memberikan gambaran lebih lanjut tentang abortus di Asia Selatan dan Asia Tenggara.3 7 . Medan. 3 Di perkotaan abortus dilakukan 24-57% oleh dokter.

Abortus yang demikian kadang-kadang mempunyai implikasi yuridis. perlu penyidikan akan kejadiannya. shock atau rudapaksa lain pada daerah perut.Abortus buatan legal artinya pelaku abortus dapat melakukan tanpa ada sanksi hukum. Abortus yang terjadi akibat kecelakaan Seorang ibu yang sedang hamil bila mengalami rudapaksa. 3. akan dapat mengalami abortus. Sekitar 1/3 dari fetus yang dikeluarkan tersebut perkembangannya normal tidak terdapat kelainan. Kecelakaan yang dapat terjadi karena si ibu terpukul. dan secara yuridis tidak membawa implikasi apa-apa. Diperkirakan antara 10-20% dari kehamilan akan berakhir dengan abortus secara spontan. 2. Abortus provokatus medicinalis atau abortus terapeutik 8 . Indikasi dalam keadaan apa saja abortus legal ini dapat dilakukan mempunyai rentang panjang. Menurut proses terjadinya abortus dapat dibagi menjadi empat macam tipe. khususnya rudapaksa di daerah perut. yang biasanya disertai dengan perdarahan yang hebat. yaitu : 2 tergantung dari kebijaksanaan masing-masing 1. terbatas hanya untuk menyelamatkan jiwa ibu) sampai luas (cukup hanya atas permintaan). yaitu dari indikasi yang sempit (absolut. negara. Abortus yang terjadi secara spontan atau natural Hal mana dapat disebabkan karena adanya kelainan dari mudigah atau fetus maupun adanya penyakit pada ibu. hal mana biasanya jarang terjadi kecuali bila si-ibu mendapat luka yang berat.

biasanya baru dikerjakan bila kehamilan mengganggu kesehatan atau membahayakan nyawa si ibu. demikian pula dengan definisi sehat menurut WHO dimana selain sehat dalam arti jasmani/fisik juga termasuk sehat dalam arti kata rohani dan keadaan sosial-ekonomi dari si ibu. atau Jelas tanpa mempunyai medis tindakan penguguran kandungan di sini semaa-mata untuk tujuan yang tidak baik dan melawan hukum. Abortus provokatus kriminalis atau abortus kriminalis Yaitu tindakan abortus yang tidak mempunyai alasan medis yang dapat arti dipertanggungjawabkan yang bermakna. 4. bila perlu penyidik meminta bantuan kepada organisasi proteksi yang bersangkutan. hal mana tentunya akan memberi pengaruh didalam penyidikan khususnya perundang-undangan pada umumnya. Dengan demikian didalam menghadapi kasus semacam ini penyidik harus memahami permasalahan. walaupun ada kepentingan juga dari si-ibu yang malu akan kehamilannya. Kejahatan jenis ini sulit untuk melacaknya oleh karena kedua belah pihak menginginkan 9 . Dengan adanya kemajuan di dalam dunia kedokteran. Abortus yang dilakukan atas dasar pengobatan (indikasi medis). Tindakan abortus tidak bisa dipertanggungjawabkan secara medis. dan dilakukan hanya untuk kepentingan si-pelaku. misalnya bila si ibu menderita kanker atau penyakit lain yang akan mendatangkan bahaya maut bila kehamilan tidak dihentikan. khususnya kemajuan pengobatan maka kriteria penyakit yang membahayakan atau dapat menyebabkan kematian si ibu akan selalu mengalami perubahan.Yaitu penghentian kehamilan dengan tujuan agar kesehatan si-ibu baik agar nyawanya dapat diselamatkan.

karsinoma ovarium dan kanker payudara dengan metastasis. (v) kondisi saluran pencernaan: ulkus peptikum. harus ditentukan oleh dua orang dokter: seorang ahli kandungan dan seorang ahli penyakit dalam atau ahli penyakit jantung. 2. fibrilasi atrium dan hipertensi. (iii) kondisi kardiovaskular: penyakit katub jantung. (iv) kondisi respiratorik: insufisiensi respiratorik pada penyakit paru seperti bronkitis kronis dan asma.3 Indikasi untuk melakukan abortus terapeutik di rumah sakit yang perlengkapannya moderen adalah lebih terbatas atau lebih sempit dari rumah sakit daerah atau puskesmas. (b) kondisi psikiatri seperti depresi. kadang-kadang kandungan perlu diakhiri. kelainan hipertensi (konvulsi dan koma). Dalam melakukan abortus terapeutik dokter tidak dipidanakan karena alasan pemaaf tersebut dalam KUHP pasal 48. Indikasi untuk pengguguran ini. (vii) kondisi endokrin dan metabolik: sebenarnya korbannya ada yaitu bayi yang 10 . kolitis ulseratif dengan perforasi dan perdarahan.4 Abortus Provokatus Terapeutik Di klinik. gagal jantung. (c) kehamilan yang tidak diinginkan pada wanita dengan kelainan mental. walaupun dikandung). abortus terapeutik. penyakit jantung kongenital. Dalam hal ini sangat diperlukan persetujuan tertulis yang bersangkutan dan suami. pankreatitis dan hepatitis akut.agar abortus dapat terlaksana dengan baik (crime without victim. 2. 2.3 Di luar negeri indikasi dilakukan aborsi terapeutika antara lain: (i) indikasi obstetri: (a) eklampsia berat. (ii) kondisi keganasan: karsinoma serviks yang invasif. (vi) kondisi renal: sindroma nefrotik. kecenderungan bunuh diri dan keadaan skizofrenik. untuk menolong nyawa si ibu.

diabetes mellitus. androgens dan estrogen). (ii) Antiprogesteron dengan menghambat reseptor progesteron. 4 Pada trimester pertama metode yang digunakan dapat menggunakan obat-obatan maupun melalui terapi bedah. 4. Untuk terapi surgikal dapat dilakukan (i) aspirasi vakum. obat yang efektif digunakan seperti Mifepristone (RU-486). (d) Down’s syndrome (Mongolism).5 2. Obatobatan yang digunakan adalah: (i) prostaglandin. (viii) kondisi neurologis:tumor spinal dan serebral. (b) ibu yang terpapar obat-obatan berbahaya (Thalidomide. (c) inkompatibilitas rhesus. tumor paratyroid dan osteomalasia.5 Abortus Provokatus Kriminalis 11 . sehingga menghambat efek biologis progesteron pada uterus. (x) kondisi yang menyebabkan abnormalitas fetal: (a) kondisi infeksi (Rubella. Larutan ini dapat yang (ii) dimasukkan ke dalam kantung amnion dari fetus ataupun ke ekstraovular dapat (extra-amnion). Mumps). Histerotomi. paraplegia spastik herediter dan myasthenia gravis. metode medis yang digunakan adalah salah satu atau kombinasi dari instilasi intrauteri dari larutan saline hipertonik (NaCl 20%) atau urea atau rivanol dan prostaglandin ruang melalui berbagai rute. (iii) Histerektomi. 4. epilepsi rekuren. PGE1 dan PGE2 efektif dalam menimbulkan kontraksi uterus. (ix) kondisi psikologis dan emosional: (a) ketika anak tersebut tidak diinginkan dan merupakan hasil dari incest dan pemerkosaan (b) ketika pasien menderita neurosis berat dan kecenderungan untuk bunuh diri. (ii) Dilatasi dan Kuretase.5 Pada trimester kedua. (i) Metode dan bedah dilakukan termasuk: Dilatasi kuretase.

4 2. bidan. dilatasi dan kuretase (30%) sertas prostaglandin / suntikan (4%). Sekarang kecurigaan adanya kehamilan dapat diketahui lebih dini karena sudah ada alat tes kehamilan yang dapat mendiagnosa kehamilan secara pasti.6 Metode Abortus Buatan Terdapat berbagai metode yang sering dipergunakan dalam abortus provokatus kriminalis yang perlu diketahui. orang hamil dan yang membantu tanpa adanya indikasi terapeutik. oleh karena berkaitan dengan komplikasi yang terjadi dan bermanfaat di dalam melakukan penyidikan serta pemeriksaan mayat untuk menjelaskan adanya hubungan antara tindakan abortus itu sendiri dengan kematian yang terjadi pada si-ibu. Secara hukum tindakan ini melanggar ketentuan yang berlaku. Kekerasan mekanik 4. Tindakan ini biasanya dilakukan sejak yang bersangkutan terlambat datang bulan dan curiga akibat hamil. Berdasarkan survey cara abortus yang dilakukan oleh dokter dan bidan/perawat adalah berturut-turut: kuret isap (91%). Pada waktu ini mungkin disertai gejala mual pagi hari (morning sickness).Abortus kriminalis adalah tindakan pengguguran yang sengaja dilakukan untuk kepentingan si pelaku. jamu/obat tradisional (33%). Abortus yang dilakukan sendiri atau dukun memakai obat/hormon (8%). 2.3 a.5 12 . perawat.2 Abortus kriminal dapat dilakukan oleh wanita itu sendiri atau dengan bantuan orang lain (dokter. Biasanya kecurigaan ini datang pada minggu ke-5 sampai minggu ke-10. dukun beranak dan lain-lain). alat lain (17%) dan pemijatan (79%).

Metode ini digunakan pada kehamilan lanjut. Melalui iklan promosi obat di media elektronik beberapa obat peluntur ditawarkan secara terselubung. meloncat dari ketinggian. (iv) mandi dengan air hangat dan dingin bergantian. manipulasi serviks dengan jari tangan. Manipulasi vagina dan serviks uteri. manipulasi uterus dengan melakukan pemecahan selaput amnion atau penyuntukan ke dalam uterus. Obat-obatan Abortifasien Dalam masyarakat penggunaan obat tradisional seperti nenas muda. pengurutan dan melompatlompat (ii) aktifitas berlebihan seperti mengenderai sepeda. berkendara pada jalanan yang rusak berat. misalnya dengan penyemprotan air sabun atau air panas pada porsio. menutupnya menyebabkan mengangkat dengan benda berat (iii) yang Cupping: kemudian yang meletakkan sebuah sumbu api pada area hipogastrium dan sebuah oleh mangkuk mangkuk penarikan tersebut menyebabkan separasi dari plasenta dibawahnya. dilarang untuk wanita hamil dan lain- 13 .(1) langsung pada menyebabkan Umum: uterus kongesti Metode atau dari ini dilakukan langsung pelvis secara dengan dan tidak organ-organ menyebabkan perdarahan diantara uterus dan membrane pelvis. (vi) mengurut uterus pada dinding abdomen (2) Lokal: yaitu kekerasan yang dilakukan dari dalam dengan manipulasi vagina dan uterus. jamu peluntur dan lain-lain sudah lama dikenal. b. misalnya obat terlambat datang bulan. pemasangan laminaria stif atau kateter kedalam serviks. Metode ini seperti: (i) penekanan berat pada abdomen seperti pemukulan. penendangan.

arsenik. oleum rutae. castor oil. Obat-obatan ini. untuk tujuan abortivum harus dipergunakan dalam dosis tinggi sehingga dapat menimbulkan bahaya. Emmenogogues: obat yang merangsang atau meningkatkan aliran darah menstruasi (obat peluruh haid) seperti apiol. fosforus. obat yang sering dipakai di masyarakat awam untuk pengguguran dapat dibagi dalam beberapa golongan: 1. (ii) iritan organic seperti ppepaya. Ecbolics: obat ini membuat kontraksi uterus seperti derivat ergot.5 1. sehingga mempengaruhi hasil konsepsi.lain. antimony. menyebabkan peredaran darah di daerah pelvik meningkat. ekstrak cantharidium (dalam dosis besar menyebabkan inflamasi pada ginjal dan albuminuria). 3. croton oil dan magnesium sulphate dan lain-lain. ekstrak pituitari. 2. 4. obat ini menyebabkan eksitasi uterus untuk berkontraksi dengan adanya kontraksi paksa dari lambung dan kolon serta juga dapat menyebabkan hyperemia. mercuri. Obat-obat bersifat iritan pada traktus genitourinarius yang mempengaruhi refleks kontraksi uterus seperti Tansy oil. estrogen sintetik dan strychnine. 5. Obat yang bekerja pada traktus gastrointestinal yang menyebabkan muntah (emetikum) seperti asam tartar. 6. seperti (i) iritan inorganic metalik seperti timah. minyak pala. Obat-obat iritan yang bersifat racun. Abortivum. turpentine oil.4. Obat yang bekerja melalui traktus digestivus bekerja sebagai pencahar (purgative) seperti. kalium permanganas (120-300 ml per vaginam) menyebabkan inflamasi dan perdarahan oleh karena erosi pembuluh darah. kinina. nenas 14 .

penjepit rambut. akar Plumago rosea dan jus calotropis. c. (iii) Abortion pill F-6103 yang dikembangkan di Swedia yang mengandung diphenylephylene dan juga pil berbahaya lainnya. Sebuah potongan kayu ini dengan ketebalan sekitar 3 mm dimasukkan kedalam kanalis serviks dan dibiarkan. Metode ini 15 . dan bahkan jari tangan. oleh karena itu dokter yang tidak hati-hati dapat menyebabkan aborsi dengan memasukkan sonde uterus. (2) Menyebabkan dilatasi serviks:: Sebuah akar tanaman bernama Slippery elm. Pada kasus ini.5 (1) Menyebabkan rupturnya membran: hal ini dapat terjadi dengan memasukkan alat-alat seperti sonde uterus. kebanyakan obat malah menyebabkan si ibu mengalami intoksikasi. Benda lain yang dapat juga digunakan seperti spons yang telah dipadatkan. Pasien bisa datang ke dokter dengan alasan bahwa uterusnya mengalami displacement. bubuk beras dicampur lada hitam.muda. Instrumen Instrumen-instrumen yang digunakan untuk aborsi dilakukan dengan berbagai mekanisme: 4. Obat atau jamu yang mujarab untuk pengguguran tidak ada. tongkat. kateter. yang kemudian akan menyerap kelembapan dan sekret vagina sehingga kayu ini akan membengkak dan mendilatasi kanalis serviks yang menyebabkan aborsi. jarum merajut. pohon yang tumbuh di Amerika Tengah dan Utara digunakan untuk mendilatasi serviks. dokter diharapkan harus yakin dahulu bahwa pasien tidak hamil.

memiliki kerugian tidak higienis dan beresiko terjadi infeksi. 3 16 . Dengan obat-obatan : a. Cairan ini menyebabkan lepasnya kantung amnion dan plasenta dari dinding uterus. (5) Listrik: Pengaliran listrik dimana kutub negatif pada serviks dan kutub positif pada daerah pembuluh darah sakrum ataupun lumbal yang menyebabkan kontraksi uterus. (4) Penyuntikan atau penyemprotan cairan biasanya dilakukan dengan menggunakan Higginson type syringe. timah. Antiprogestin Dikenal dengan nama pil RU 486. Menurut referensi lain ada tiga kelompok besar cara untuk melakukan abortus buatan (provokatus) yaitu: 1. sedangkan cairannya adalah air sabun. dan lain-lain. desinfektan atau air biasa/ air panas. Campuran air dan udara ini dimasukkan secara paksa ke dalam kavum uteri dengan tekanan tinggi dibandingkan dengan vena uterus. (3) Abortion stick: tongkat aborsi adalah kayu atau bambu kecil dengan panjang 12 sampai 18 cm dimana salah satu ujungnya dibungkus dengan kapas atau rombengan yang dibalut dengan campuran zat-zat seperti calotropis. Pil ini menimbulkan abortus dengan mencairkan corpus luteum yang berfungsi mempertahankan kehamilan muda. Biasanya digabung dengan prostaglandin. sulfat. Uterus kemudian akan berkontraksi menyebabkan perdarahan dan aborsi. Kadang-kadang jika tidak hati-hati tongkat kayu ini dapat menusuk bladder dan uretra. arsen. Penyemprotan ini berbahaya dapat menyebabkan inhibisi vagal akibat air dingin dan juga emboli udara.

Larutan garam hipertonik. Khasiatnya membuat rahim berkontraksi dan mengeluarkan isinya. Melakukan kegiatan fisik yang berat/berlebihan seperti meloncat. Oksitosin. Menyebabkan tekanan dalam rahim meningkat yang pada gilirannya e. Memasukkan daun atau batang tanaman tertentu ke dalam rahim. Methotrexate. Prostaglandin. e. d. Dilatasi dan Kuretase (D & K) Penyedotan (suction curettage) Dilatasi bertahap Penggaraman (cairan garam hipertonik) Histerotomi menye-babkan rahim berkontraksi dan mengeluarkan janin. Sebenarnya obat-obat tersebut tidak berkhasiat menggugurkan kandungan (abortus). 3.b. Dengan cara tradisional yaitu seperti: a. f. c. mengangkat barang berat. b. Saat ini banyak dipakai obat-obat yang mengandung hormon estrogen dan progestin untuk mereka yang terlambat haid. Biasanya digabung dengan prostaglandin. c. Khasiatnya menyebabkan rahim berkontraksi. d. 17 . 2. tetapi hanya menimbulkan haid bila tidak ada kehamilan. Jadi sifatnya hanya sebagam “tester”. Dengan tindakan medik yaitu dengan: b.

dan preparat hormonal guna mengganggu keseimbangan hormonal Penyuntikan cairan ke dalam rahim agar terjadi separasi dari placenta cairan yang dan amnion. Pada umur kehamilan sampai dengan 8 minggu 18 . Hal ini perlu diketahui penyidik dalam kaitannya dengan pengumpulan barang-barang bukti. seperti kateter atau pinsil dengan maksud agar terjadi dilatasi mulut rahim yang dapat berakhir dengan abortus 4. semakin tua umur kehamilan semakin tinggi resikonya. Minum obat-obat tradisional seperti jamu. Pada umur kehamilan antara 12 – 16 minggu Menusuk kandungan Melepaskan fetus mengandung 3. atau karbol menyuntikkan (carbolic acid) Menyisipkan benda asing ke dalam mulut rahim.c. Selain itu metode-metode yang dipergunakan biasanya disesuaikan dengan umur kehamilan. 2. Pada umur kehamilan sampai dengan 4 minggu Kerja fisik yang berlebihan Mandi air panas Melakukan kekerasan pada daerah perut Pemberian obat pencahar Pemberian obat-obatan dan bahan-bahan kimia “electric shock” untuk merangsang rahim Menyemprotkan cairan ke dalam liang vagina Pemberian obat-obatan yang merangsang otot rahim dan pencahar agar terjadi peningkatan “menstrual flow”.

infeksi dan kematian.7 Komplikasi Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) 15-50% kematian ibu disebabkan oleh abortus. Angka Kematian lbu (AKI) di Indonesia masih tinggi. kuret 2.5 19 . Yang dimaksud dengan unsafe abortion adalah abortus yang dilakukan oleh orang yang tidak terlatih/ kompeten sehingga menimbulkankan banyak komplikasi bahkan kematian.000 wanita meninggal akibat unsafe abortion. 3 Komplikasi yang dapat terjadi pada si-ibu adalah terjadinya perdarahan hebat.000 kelahiran hidup. 70. kejang. Menurut Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI 1994). Komplikasi abortus berupa perdarahan atau infeksi dapat menyebabkan kematian. Tidak ada data yang pasti tentang berapa besarnya dampak abortus terhadap kesehatan ibu. pendarahan hebat dan terjadinya emboli udara (udara masuk ke dalam pembuluh balik dari luka-luka pada daerah rahim menuju jantung dan menyumbat pembuluh nadi paru-paru). Adapun komplikasi-komplikasi tersebut diantaranya dikelompokkan:4. hal mana disebabkan oleh karena terjadinya syok vagal (kematian secara refleks akibat perangsangan pada daerah rahim dan genitalia pada umumnya). keracunan kehamilan dan infeksi. 1 diantara 8 kematian ibu disebabkan unsafè abortion.- Memasukkan pasta atau cairan sabun Dengan instrumen . Ada 3 penyebab klasik kematian ibu yaitu perdarahan. Kematian dapat berlangsung dengan cepat. AKI di Indonesia 390/100. 3 Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperkirakan di seluruh dunia setiap tahun: dilakukan 20 juta unsafe abortion.

komplikasi ini kini jarang mendatangkan kematian. atonia uteri. 20 . Refleks vagal ini dappat menyebabkan henti jantung secara tiba-tiba. sisa jaringan tertinggal. Perdarahan dapat timbul pasca tindakan. (2) Refleks Vagal: Komplikasi ini hampir selalu terjadi pada tindakan abortus yang dilakukan tanpa anestesi pada ibu dalam keadaan stres. diastesa hemoragik dan lain-lain. sedangkan di saat yang sama sistem vena endometrium dalam keadaan terbuka. Udara dalam jumlah kecil biasanya tidak dapat menyebakna kematian. (3) Emboli Udara: emboli udara dapat terjadi pada teknik penyemprotan cairan ke dalam uterus. selain cairan juga gelembung udara masuk ke dalam uterus. gelisah dan panik. Komplikasi Segera (1) 4. Tidak seperti pada zaman dahulu.a. dapat pula timbul lama setelah tindakan. Hal ini terjadi karena pada waktu penyemprotan. Hal ini disebabkan pengertian masyarakat tentang kesehatan yang telah meningkat. sedangkan jumlah sebanyak 70-100 mL dilaporkan sudah dapat mematikan dengan segera (dilaporkan kolaps dalam 10 menit).5 Syok dan Perdarahan: perdarahan akibat luka pada jalan lahir. Hal ini dapat terjadi akibat alat yang digunakan atau suntikan secara mendadak dengan cairan yang terlalu panas atau terlalu dingin yang mengenai serviks dan segmen uterus bagian bawah.

(iii) disseminated pembebasan intravascular coagulation (DIC) akibat tromboplastin oleh cairan amnion.5 Septikemia dan pyaemia: sepsis dapat terjadi oleh lingkungan yang kotor. b. dapat Komplikasi lain: seperti peritonitis dan toxaemia. (ii) Blokade mekanik sirkulasi pulmoner pada emboli yang masif. dan detritus seluler lainnya. empyema. ini golongan (2) (3) staphylococcus dan streptococcus. Sepsis kemudian dapat menyebabkan terjadinya hepatorenal failure. pneumonia. efek racun obat-obatan yang digunakan untuk aborsi. 21 . c. emboli paru. sel-sel dari korion dan amnion. E. meningitis. Komplikasi Tertunda (1) 4. (iv) manifestasi perdarahan akibat trombositopenia dan afibrinogenemia.5 terjadi dalam 3 hari sampai 3 minggu. Coli. lanugo. Clostridium tetani. dan adanya perforasi. Cairan ini kemudian masuk ke dalam vena uterus dan mencapai jantung kanan dan mengakibatkan berbagai komplikasi dengan mekanisme: (i) reaksi anafilaksis terhadap komponen cairan amnion.(4) Emboli cairan amnion: cairan ini mengandung skuama-skuama fetus. mekonium. Komplikasi ini terjadi jauh dikemudian hari seperti jaundice endokarditis bakterial. 4. instrumen yang kotor. Komplikasi Jangka Panjang dan supresi renal. Sepsis dapat diakibatkan oleh berbagai organisme seperti Clostridium welchii. material verniks. Tetanus: disebabkan oleh Clostridium tetani.

terhadap jaringan dan janin yang mati serta menentukan cara pengguguran yang dilakukan serta sudah berapa lama melahirkan.2.2. bahan-bahan yang tidak lazim dalam liang senggama.2. dimana serum dan urin wanita memberikan hasil positif untuk hCG sampai sekitar 7-10 hari. laserasi.5 Tanda-tanda adanya pengguguran harus dicari serta cara pengguguran tersebut. tanda-tanda ini biasanya tidak mudah dijumpai bila kehamilan masih muda.8.1 Pemeriksaan Korban Hidup Pemeriksaan pada ibu yang diduga melakukan aborsi. nyeri tekan di daerah perut. kongesti pada labia mayor. luka. Kondisi ostium serviks juga harus diamati. Tanda-tanda kehamilan pada wanita dapat dijumpai adanya colostrum pada peremasan buah dada. peradangan.6 Pemeriksaan test kehamilan masih bisa dilakukan beberapa hari sesudah bayi dikeluarkan dari kandungan. Pada masa kini bila diperlukan dapat dilakukan pemeriksaan DNA untuk pemastian hubungan ibu dan janin. Besarnya dilatasi bergantung pada ukuran fetus yang dikeluarkan. dimana masih dalam keadaan dilatasi dalam beberapa hari. Pemeriksaan luar pada perineum. 22 . pemeriksaan toksikologi. genitalia eksternal dan vagina harus diteliti dengan baik untuk melihat adanya tanda-tanda luka seperti abrasi. labia minor dan serviks. usaha dokter adalah mendapatkan tanda-tanda sisa kehamilan dan usaha penghentian kehamilan. memar dan lain-lain. Pada os juga bisa tampak abrasi/laserasi/memar akibat instrumentasi. Bila segera sesudah melahirkan mungkin masih didapati sisa plasenta yang pemastiannya perlu pemeriksaan secara histopatologi (patologi anatomi).8 Pemeriksaan Forensik 2. pemeriksaan makroskopik dan mikroskopik.

Abortus yang dilakukan oleh ahli yang trampil mungkin tidak meninggalkan bekas dan bila telah berlangsung satu hari atau lebih.Adanya perlukaan. Untuk itu diperiksa : a. tanda bekas forsep ataupun instrumen yang lainnya di sekitar genitalia harus diamati juga. ovarium. lihat besarnya uterus. 2. payudara secara makros maupun mikroskopik b. uterus. Kalau perlu karakter serta jumlah sekret vagina dapat diteliti mencari tandatanda serta cara aborsi. 23 . Pemeriksaan ditujukan pada :2 1. Perlu pula pemeriksaan terhadap kehamilan. 5 Pemeriksaan dilakukan toksikologi dilakukan hasil untuk usaha mengetahui penghentian adanya obat/zat yang dapat mengakibatkan abortus.1 2. Mencari tanda-tanda cara abortus provocatus yang dilakukan. misalnya yang berupa IUFD – kematian janin di dalam rahim dan pemeriksaan mikroskopik terhadap sisa-sisa jaringan. maka komplikasi yang timbul atau penyakit yang menyertai mungkin mengaburkan tandatanda abortus kriminal. kemungkinan sisa janin dan secara mikroskopik adanya sel-sel trofoblast dan sel-sel decidua.6 Pemeriksaan dilakukan menyeluruh melalui pemeriksaan luar dan dalam (autopsi). Menentukan perempuan tersebut dalam keadaan hamil atau tidak. mencari adanya corpus luteum persisten secara mikroskopik c.2 Pemeriksaan Post Mortem Temuan autopsi pada korban yang meninggal tergantung pada cara melakukan abortus serta interval waktu antara tindakan abortus dan kematian.8.

Apakah karena perdarahan. lebar 5.a. Pada korban mati. lembut dan kongesti. Periksa genitalia eksterna apakah pucat. Kemudian panjang 24 . Menganalisa cairan yang ditemukan dalam vagina atau cavum uteri. Ambil darah dari jantung (segera setelah tes emboli) untuk pemeriksaan toksikologi. emboli cairan atau emboli lemak. dan sel radang. 2.0 cm dan tebal 2. Pemeriksaan organ lain seperti biasa. pemeriksaan toksikologik (ambil darah dari jantung) bila terdapat cairan dalam rongga perut atau kecurigaan lain. Dinding pemotongan longitudinal. syok. Uterus diiris mendatar dengan jarak antar irisan 1 cm untuk deteksi perdarahan dari bawah. dan pemeriksaan mikroskopik untuk mencari adanya sel trofoblast. 3. c.0 cm. emboli udara. Ambil urin untuk tes kehamilan dan toksikologik. pembedahan jenazah. Pada autopsi dilihat adakah pembesaran. infeksi. Rongga uterus dapat menunjukkan adanya sebagian produk konsepsi yang tertinggal. Mencari tanda-tanda infeksi akibat pemakaian alat yang tidak steril. panjang 7. Uterus dari wanita tidak hamil berukuran sekitar. Menentukan sebab kematian. Mencari tanda-tanda kekerasan local seperti memar. krepitasi.0 cm. kongesti atau memar. b. perdarahan pada jalan lahir. dilakukan pemeriksaan luar. Lakukan pula tes emboli udara pada vena kava inferior dan jantung. kerusakan jaringan.6 Pada pemeriksaan dalam akan dijumpai: (1) uterus dapat Uterus: Ukuran uterus harus diamati. luka. juga menunjukkan adanya penebalan pada dilihat apakah membesar. luka atau perforasi pada uterus. berat 40 g.

Swab uterus diambil untuk mikrobiologi. Plasenta dapat masih tertinggal bila evakuasi tidak bersih.3 Pemeriksaan Pada Janin Tentukan usia bayi (janin). ukuran dari puncak kepala 25 .5 (3) Jantung: Pada pembukaan jantung dicari adanya emboli udara.menjadi 10 cm pada kehamilan akhir bulan ketiga.5 2. Uterus juga dapat menunjukkan adanya perforasi. Panjang bayi Dari rumus empiris de Haas umur bayi dapat ditaksir dari panjang badan (PB) bayi. maka busa-busanya mungkin masih dapat tersisa. Pada beberapa kasus dapat diambil juga sampel untuk pemeriksaan laboratorium. 16 cm pada akhir bulan keenam.Usia bayi dapat ditentukan dari : 7 a. Juga bisa didapatkan sisa instrument yang digunakan seperti akar tanaman. Pada kasus penggunaan bahan-bahan kimia. Jika air sabun digunakan. 12. dan jaringan dimasukkan dalam formalin untuk diperiksa ke patologi anatomi. 20 cm pada akhir bulan kedelapan dan 27 cm pada akhir bulan kesembilan. serta sampel darah dikirim untuk diperiksa baik yang berasal dari vena cava inferior dan kedua ventrikel. 5 (2) Ovarium: Kedua ovarium harus diperiksa untuk melihat adanya korpus luteum Ovarium dapat terlihat terkongesti. Endometrium menunjukkan tanda-tanda dilakukannya kuretase (penyendokan).5 cm pada akhir bulan keempat. permukaan uterus bagian dalam dapat mengalami perubahan warna akibat warna dari zat yang digunakan dan/atau terjadi kerusakan.8.

b. Adanya pusat penulangan pada kedua tulang menunjukkan bayi telah berumur 9 bulan dalam kandungan (cukup umur). Pusat penulangan Ada 2 tempat yang lazim diperiksa yaitu pada telapak kakidan lutut. Pada telapak kaki pemeriksaan ditujukan kepada tulang halus.sampai ke kaki. Oleh karena batas umur antara korban abortus dan pembunuhan anak adalah 28 minggu (7 bulan). Untuk bayi diatas 25 minggu: Umur (minggu) = PB/5.5 – 41cm Bayi 6 bulan : 39 – 42cm Bayi 7 bulan : 40 – 42cm Bayi 8 bulan : 40 – 43cm Bayi 9 bulan : 41 – 44cm c. Lingkaran kepala Bayi 5 bulan : 38. tidak akan didapati tanda-tanda telah 26 . maka tulang dipotong melintang selapis demi selapis seperti pengiris bawang. Setelah tampak tulang femur. calcaneus dan cuboid. maka perbedaan tersebut adalah pada panjang bayi 35 cm (7x5) cm. tulang patella harus disingkirkan. Untuk mencapai kedua tulang. Ketiga tulang ini dapat diperiksa melalui sayatan (pemotongan) dari sela jari ke 3-4 ke arah tumit. Untuk bayi dibawah 25 minggu : Umur (minggu) = akar kuadrat dari PB. Adanya pusat penulangan di tulang talus menunjukkan bayi telah berumur 7 bulan. Demikian juga pada tulang tibia. tulang calcaneus 8 bulan dan tulang cuboid 9 bulan. Di lutut ditujukan untuk memeriksa pusat penulangan di proksimal tulang tibia dan distal femur. Pada pemeriksaan akibat abortus (membedakan dengan pembunuhan anak sendiri).

Ukuran tinggi tumit-puncak kepala dicatat. Periksa panjang tali pusat. 7 2. yaitu untuk menyelamatkan nyawa wanita ynag bersangkutan. batang kayu kecil. misalnya akibat benda yang dimasukkan pervaginam (alat kuret. Paling penting melihat adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh bayi. sabun dll).9 Aspek Medikolegal Perihal abortus. permukaan plasenta dan lain-lain. Sering uri masih melekat/ berhubungan dengan bayi. termasuk di dalamnya tindakan abortus atas indikasi medis. dapat diharapkan bahwa akan banyak dokter yang dituntut dan diajukan ke pengadilan. dalam kenyataan dokter yang melakukan abortus terapetikus tdak dituntut sejauh dokter tersebut melakukan tugas-tugas profesinya. Hal ini menimbulkan problem antara hukum dan medis dimana disatu pihak ahli medis (dokter) berkewajiban untuk menyelamatkan nyawa si ibu. Namun sangat disayangkan tidak 27 .bernafas. Pemeriksaan dalam tetap dilakukan untuk melihat keadaan organ dalam. Sering didapati sudah mengalami pembusukan. Berdasarkan pendapat Soedjati. dalam KUHP diatur dalam pasal 346 sampai 349. 8 Problem itu dapat dilihat dari pendapat Soedjati sebagai berikut: Bila undang-undang yang mengatur tentang abortus itu diikuti secara ketat. Kalau ditinjau unsur-unsur dari pasal-pasal perihal abortus tersebut tidak satu pasal pun yang memberikan kelonggaran untuk bisa dilakukannya perbutan abortus termasuk abortus dengan indikasi medis (kesehatan). sedangkan disatu pihak undang-undang melarang perbuatan abortus itu. dll) atau bagian yang melekat di tubuh bayi dalam usaha pengguguran dengan penyemprotan rahim dengan bahan kimia (lisol.

Unsur objektifnya meliputi unsur Yang berkaitan dengn perbuatan yaitu adanya perbuatan berupa menggugrkan atau mematikan kandungan. Unsur-unsur tersebut dapat dibedakan menjadi unsur yang objektif dan unnsur yang subjektif. 8 Mengingat asas atau prisnsip oportunitas yang dikenal dalam hukum pidana dan merupakan kekuasaan yang sangat penting yang dimiliki oleh jaksa agung sebagai penuntut umum. 8 Seperti diketahui sebelumnya perihal abortus provokatus diatur dalam ketentuan pasal 346 sampai dengan pasal 349 KUHP. dihukum dengan hukuman penjara selama 4 tahun. perbuatan tersebut dapat pula menyuruh orang lain melakukan penggguran atau mematikan kandungan. Disamping itu. maka prisnsip ini dapat dipergunakan. Sedangkan unsur subjektifnya berkaitan dengan subjek hukum 28 .diberikannya penjelasan mengenai mengapa atau dasar apa dokter tersebut tidak dituntut. maka Jaks berwajib menuntu dan kalau sebaliknya untuk kepentingan Negara sebaiknya tidak diadakan penuntutan berwajib mengenyampingkan perkara. Bahwa kalau menurut pendapat jaksa kepentingan Negara menuntut adanya penuntutan di muka Hakim. Kalau diteliti pasal 346 KUHP ini terdiri dari beberapa unsur. 8 KUHP Pasal 346 Perempuan yang dengan sengaja menyebabkan gugurnya atau mati kandungannya atau menyuruh orang lain menyebabkan itu. Sedangkan KUHP jelas-jelas melarang segala bentuk abortus termasuk abortus dengan indikasi medis.

8 atau istilah medisnya dikenal dengan abortus 29 . Dalam hal ini adalah seorang yang mempunyai niat atau kehendak yang dikenal dengan pengertian sengaja. (ii) kandungan tersebut adalah kandungan orang lain. (iii) tanpa persetujuan wanita yang mengandung. maka hal ini tidaklah bisa dikatakan sebagai perbuatan menggugurkan. Sebaliknya apabila tidak ada kesengajaan. (2)Jika perbuatan berakibat perempuan itu mati. Hal ini lazimnya disebut sebagai keguguran spontan. ia dihukum dengan hukuman penjara selama-lamanya 15 tahun. Unsur-unsur objektif dari pasal 347 ayat 1 KUHP adalah : (i) perbuatan pengguguran atau mamatikan kandungan seorang wanita. Seorang wanita itu baru bisa dikatakan menggugurkan kandungan apabila adanya kesengajaan sebagaimana yang diisyaratkan oleh pasal 346 KUHP.yaitu pelaku. 8 KUHP Pasal 347 (1) Barangsiapa dengan sengaja menyebabkan gugur atau mati kandungan seorang perempuan tidak dengan izin perempuan itu. dihukum dnegan hukuman penjara selamalamanya dua belas tahun. 8 Secara terperinci unsur-unsur pasal 346 KUHP ini adalah sebagai berikut : Seorang perempuan Dalam keadaan mengandung Sengaja menggugurkan atau mematikan kandungannnya Atau menyuruh untuk menggurkan atau mematikan kandungannya.

dihukum dengan hukuman dihukum penjara selama-lamanya lima tahun enam bulan Kalau diteliti unsur-unsur pasal 348 KUHP ini sama dengan unsur-unsur pasal 347 KUHP. berarti orang-orang tersebut melakukan perbuatan pidana dengan melanggar suatu 30 . 8 KUHP Pasal 349 Jika seorang dokter. sedangkan wanita yang hamil tersebut tidak dikenai karena menggugurkan kandungannya.Unsur-unsur subjektifnya dapat diperinci sebagai berikut : (i) dilakukan oleh seseorang. cuma dalam pasal 348 KUHP ini menyebutkan dengan persetujuan wanita yang hamil tersebut. maka yang dikenai sanksi sanksi adalah pidana yang melakukan tidak perbuatan mempunyai penggugguran niat untuk tersebut. ataupun melakukan atau membantu melakukan salah satu kejahatan yang diterangkan dalam pasal 347 dan 348. bidan atau juru obat membantu melakukan kejahatan berdasarkan pasal 346.8 Kalau diteliti rumusan pasal 347 KUHP. ataupun melakukan kejahatan berdasarkan pasal 346. (ii) dengan sengaja. maka pidana yang ditentukan dalam pasal itu dapat ditambah dengan sepertiga dan dapat dicabut hak untuk menjalankan pencarian dalam mana kejahatan itu dilakukan Dalam hal orang-orang tersebut dia atas melakukan kejahatan berdasarkan pasal-pasal tersebut di atas. 8 KUHP Pasal 348 Barangsiapa dengan sengaja menyebabkan gugur atau mati kandungan seorang perempuan dengan izin perempuan itu.

(iv) untuk mencegah kehamilannya. 8 KUHP Pasal 299 Barangsiapa dengan sengaja mengobati seorang wanita atau menyuruh supaya diobati. atau pidana denda paling banyak empat puluh lima ribu rupiah. kesempatan atau sarana yang diiberikan kepadanya karena jabatannya.kewwajiban kasus dari jabatannya (profesinya). (ii) menyuruh melakukan atau melakukan sesuatu perbuatan terhadap wanita yang hamil. atau pada waktu melakukan perbuatan pidana memakai kekuasaan. 8 Adanya pasal 299 KUHP perihal abortus. Unsur-unsur pasal 299 ayat 1 KUHP dapat diperinci sebagai berikut : (i) dengan sengaja merawat atau mengobati wanita yang hamil. dengan diberitahukan atau ditimbulkan harapan bahwa karena pengobatan itu hamilnya dapat digugurkan. (iii) dengan memberitahukan atau menerbitkan harapan padanya. diancam dengan pidana penjara paling lama 4 tahun. mempunyai tujuan agar perbuatan abortus segera dapat dituntut tanpa harus menunggu sampai terjadinya pengguguran. Sebagaimana yang diisyaratkan oleh pasal 52 KUHP yang menyebutkan: “Bilamana seorang pejabat karena melakukan perbuatan pidana melanggar suatu kewajiban khusus dari jabatannya.”. pidana dapat ditambah sepertiganya.. Selain itu orang-orang tersebut bisa dituduh melanggar kode etik. 8 Pasal-pasal lain dalam KUHP yaitu seperti: 31 .

menunjuk sebagai bisa didapat. 32 . KUHP Pasal 535 Barang siapa secara terang-terangan mempertunjukkan suatu sarana untuk menggugurkan kandungan. 23/1992. berdasarkan indikasi medis yang mengharuskan diambilnya tindakan tersebut. (1)Dalam keadaan darurat. maupun secara terangterangan atau tanpa diminta menawarkan. Tentang Kesehatan butir-butir ang berkaitan dengan abortus legal adalah : 8 Pasal 15. hukuman maksimum 9 bulan. dapat medis tertentu. (2) Tindakan medis tertentu sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) hanya dapat dilakukan : a. diancam dengan kurungan paling lama tiga bulan atau denda paling banyak empat ribu lima ratus rupiah. sarana atau perantaraan yang demikian itu. b.KUHP Pasal 283 Barangsiapa mempertunjukkan alat/cara menggugurkan kandungan kepada anak dibawah usia 17 tahun/dibawah umur. Selain berdasarkan KUHP. oleh tenaga kesehatan yang mempunyai keahlian dan kewenangan untuk itu dan dilakukan sesuai dengan tanggung jawab profesi serta berdasarkan pertimbangan tim ahli. perihal abortus juga diatur dalam UU RI No. sebagai upaya untuk menyelamatkan jiwa ibu hamil dan dilakukan tindakan atau janinnya. ataupun secara terang-terangn atau dengan menyiarkan tulisan tanpa diminta.

dilarang karena bertentangan dengan norma hukum. yaitu seorang dokter ahli kebidanan dan penyakit kandungan. Sebelum melakukan tindakan medis tertentu tenaga kesehatan harus terlebih 33 . Penjelasan dari Pasal 15 tersebut sebagai berikut : (1) Ayat 1: Tindakan medis dalam bentuk pengguguran kandungan dengan alasan apapun. dalam keadaan darurat dalam upaya menyelamatkan jiwa ibu dan atau janin yang dikandungannya dapat diambil tindakan medis tertentu (2) Ayat 2: Butir a Indikasi medis adalah diambil suatu kondisi yang benar-benar sebab mengharuskan tindakan medis tertentu. tindakan medis tertentu itu ibu hamil. pada sarana kesehatan tertentu. Namun. dan norma kesopanan. norma kesusilaan.c. d. dengan persetujuan ibu hamil yang bersangkutan atau suami atau keluarganya. dan atau janinnya terancam bahaya mauta Butir b Tenaga kesehatan yang dapat melakukan tindakan medis tertentu adalah tenaga yang memiliki keahlian dan kewenangan untuk melakukannya. (3)Ketentuan lebih lanjut mengenai tindakan medis tertentu sebagaimana dimaksudkan dalam ayat (1) dan ayat (2) ditetapkan dengan peraturan pemerintahan. norma agama.

500. hukum. dipidana dengan pidana penjara paling lama 15 (lima belas) tahun dan pidana dengan paling banyak Rp.000.dahulu meminta pertimbangan ahli yang terdiri dari berbagai bidang seperti medis. Barangsiapa dengan sengaja melakukan tindakan medik tertentu terhadap ibu hamil yang tidak memenuhi ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 15 ayat (1) dan ayat (2). Butir d Saranakesehatan tertentu adalah sarana kesehatan yang memiliki tenaga dan peralatan yang memadai untuk tindakan tersebut dan telah ditujuk oleh pemerintah (3) Dalam Peraturan Pemerintah sebagai pelaksana dari pasal ini dijabarkan antara lain mengenai keadaan darurat dalam meyelamatkan jiwa ibu hamil dan atau janinnya. bentuk persetujuan dan sarana kesehatan yang ditunjuk. 34 . dan psikologi. tenaga kesehatan yang mempunyai keahlian dan kewenangan. dapat diminta dari suami atau keluarganya. Butir c Hak utama memberikan persetujuan ada pada ibu hamil yang bersangkutan kecuali dalam keadaan tidak sadar atau tidak dapat memberikan persetujuannya.00 (lima ratus juta rupiah).000. Pasal 80. agama.

35 .

A ditangkap jajaran Mapolsek Wonomulyo. dengan editor Huzair Zainal) Tak terima pacar hamil muda. Untuk melengkapi bukti. Kasus aborsi ini sontak membuat warga sekitar berdatangan dan berusaha melihat lebih dekat proses penggalian janin yang dikuburkan tersangka beberapa hari lalu. akibat melakukan aborsi terhadap pacarnya. Di hadapan petugas. Kecamatan Wonomulyo. Alhasil. berinisial A ini tak tertahankan saat mengetahui anaknya ditangkap polisi karena terlibat kasus aborsi.BAB III DISKUSI KASUS 3. A diketahui telah 36 .16. autopsi memperkirakan digugurkan sekira empat bulan.1 Contoh Kasus Mahasiswa Ini Ditangkap Karena Aborsi Pacar (berita dari okezone. itu harus berurusan dengan polisi. Kini perempuan berinisial RA tersebut kritis di rumah sakit. polisi melakukan penggeledahan rumah tersangka. seorang mahasiswa nekat menggugurkan kandungan perempuan pasangannya dengan berbagai cara. A mengaku jika aborsi dilakukan karena malu dengan kehamilan korban. Polewali Mandar.com pada 27 Oktober 2011 jam 11. mahasiswa salah satu perguruan tinggi di Kabupaten Polewali Mandar. Sulawesi Barat. Isak tangis orangtua pemuda asal Kelurahan Sidoarjo. Proses penggalian dilakukan polisi beserta sejumlah pihak medis ini menemukan Hasil kondisi janin sudah usia hancur janin dan saat membusuk.

Kasus aborsi yang melibatkan mahasiswa semester pertama di perguruan tinggi Polewali Mandar ini masih dalam penyelidikan aparat Kepolisian setempat. Untuk menghilangkan jejak.berpacaran dengan RA sejak tiga tahun yang lalu dan melakukan aborsi dengan meminumkan obat keras ke RA. diduga kejadian aborsi masih kurang dari 1 minggu sehingga apabila 37 . Pemeriksaan pada ibu adalah mendapatkan tanda-tanda sisa kehamilan dan usaha penghentian kehamilan. Sementara itu. Aborsi dilakukan dengan cara meminumkan obat keras terhadap RA yang sedsang hamil. pemeriksaan terhadap jaringan dan janin yang mati serta menentukan cara pengguguran yang dilakukan serta sudah berapa lama melahirkan. kedua tersangka kini diamankan di kantor polisi dan diancam Undang-Undang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman lima tahun penjara. Dari hasil proses aborsi korban RA dalam kondisi kritis.1 Diskusi Kasus Pada kasus tersebut telah dilakukan aborsi oleh pelaku yang berinisial A terhadap korban yang berinisial RA tanpa seijin RA. A bersama rekannya yakni RS menguburkan janin di belakang rumah A. Ternyata perbuatan A diketahui salah seorang kerabat tersangka dan melaporkannya ke kantor polisi. kondisi RA yang kini kritis di rumah sakit harus mendapatkan perawatan intensif. Pada kasus tersebut inu dalam keadaan kritis. 3. pemeriksaan toksikologi. Janin yang ditemukan sebagai hasil aborsi diperkirakan berusia empat bulan. Mempertangungjawabkan perbuatannya.

kongesti pada labia mayor. pelaku memberikan obat keras terhadap korban. nyeri tekan di daerah perut. Tetapi selain itu perlu pula dilakukan pemeriksaan tanda-tanda adanya pengguguran dengan cara lain. Besarnya dilatasi bergantung pada ukuran fetus yang dikeluarkan. dimana masih dalam keadaan dilatasi dalam beberapa hari.dikakukan tes hCG maka akan memberikan hasil positif karena serum dan urin wanita memberikan hasil positif untuk hCG sampai sekitar 7-10 hari post aborsi. Tanda-tanda kehamilan pada wanita seperti adanya colostrum pada peremasan buah dada. Pemeriksaan luar pada perineum. Karena tidak viabel atau diduga bayi tidak dapat bernafas makan seharusnya dari pemeriksaan dalam thorax paru-paru masih tersembunyi di belakang. 38 . Pemeriksaan secara histopatologi (patologi anatomi) mungkin dapat dilakukan apabila masih terdapat sisa plasenta. Kondisi ostium serviks juga harus diamati. Inti penulangan pada bayi ini seharusnya pada os pubis. Pada masa kini bila diperlukan dapat dilakukan pemeriksaan DNA untuk pemastian hubungan ibu dan janin. labia minor dan serviks. laserasi. Pada wanita ini perlu dilakukan pemeriksaan toksikologi dilakukan untuk mengetahui adanya obat/zat yang dapat mengakibatkan abortus. sulit dijumpai karena kehamilan masih muda. Pada rumus HAASE seharusnya panjang bayi sekitar kurang lebih 20 cm. janin tidak viabel. Karena janin diduga berusia empat bulan. berwarna kelabu ungu merata seperti hati. genitalia eksternal dan vagina harus diteliti dengan baik untuk melihat adanya tanda-tanda luka seperti abrasi. Janin yang ditemukan diduga berusia empat bulan. memar dan lain-lain. kanung jantung atau telah mengisi rongga dada. karena dari hasil keterangan pelaku. sehingga tidak dimungkinkan untuk bernafas atau lahir hidup.

pleura yang longgar. berat paru kira-kira 1/70 kali berat badan. dan hasil Uji apung paru negatif . 39 . derik udara (-). Dalam kasus tersebut pelaku mendapatkan hukuman dari undang-undang perlindunga anak. Pelaku melakukan aborsi tanpa seizin ibu pelaku sehingga seharusnya pelaku dapat dikenai hukuman dari KUHP Pasal 347 ayat 1 yaitu barangsiapa dengan sengaja menyebabkan gugur atau mati kandungan seorang perempuan tidak dengan izin perempuan itu. dihukum dnegan hukuman penjara selama-lamanya dua belas tahun.konsistensi padat. tetapi tidak diketahui jelas pasal yang meberatkan pelaku.

2. 3.BAB V KESIMPULAN Adapun beberapa kesimpulan yang dapat diambil dari diskusi adalah: 1. Pemeriksaan forensik yang dilakukan yaitu pemeriksaan korban hidup. 4. Abortus provokatus kriminalis adalah tindakan pengguguran yang sengaja dilakukan untuk kepentingan si pelaku. sebelum fetus dapat hidup sendiri di luar kandungan. orang hamil dan yang membantu tanpa adanya indikasi terapeutik. Pada kasus tersebut perlu dilakukan pemeriksaan tanda bekas kehamilan. Abortus atau penguguran kandungan adalah berakhirnya kehamilan. sedangkan pada bayi perlu dilakukan pemeriksaan umur bayi untuk menentukan bayi tersebut viable atau tidak dan juga tanda perlakuan aborsi pada bayi. tanda pengguguran dan pemeriksaan toksikologi pada ibu. dan pemeriksaan korban janin. 40 . pemeriksaan korban mati (post-mortem).

1997. Kapita Selekta Kedokteran. 2007. 159-164. 41 . Amri. Dalam : Amri Amir. Arief. Masalah Abortus dan Kesehatan Reproduksi Perempuan. 2. Palembang: Bagian Obstetri dan Ginekologi FK UNSRI. Ilmu Kedokteran Forensik Edisi II. 2001. 40-44. Amir. 7. Jakarta : Media Aesculapius Badan Penerbit FK UI. Arief. 2005. Amri. Abortus. 225-226. Amri.DAFTAR PUSTAKA 1. Mansjoer. 3. Jakarta : Bagian Kedokteran Forensik FK UI. Autopsi Pada Bayi Baru Lahir. Autopsi Medikolegal Edisi II. 1-19. Ilmu Kedokteran Forensik. 159-168. 6. Medan : USU Press. Dalam : Amir. Amir. Azhari. Kedokteran Forensik FK UI. Pengguguran Kandungan dan Pembunuhan Anak Sendiri. Medan : Ramadhan. Dalam : Mansjoer.