Pengantar Persandian dan Perkembangannya

BIMBINGAN TEKNIS PEGAWAI INSTANSI PEMERINTAH TAHUN 2011

RIWAYAT HIDUP SINGKAT
• • • • • NAMA LENGKAP : KISWANTORO NIP : 19690612 199110 1 001 JABATAN : KASIE RENMATSAN JKS, DEPUTI I KONTAK : kiswantoro@lemsaneg.go.id RIWAYAT TUGAS : Biro C, Lembaga Sandi Negara 1991 Puskom Kemlu 1994 Indonesian Embassy, Nairobi, Kenya 1997 Pusdiklat Lemsaneg 2002 Sekolah Tinggi Sandi Negara 2007 Deputi I Lemsaneg 2011

Sistematika
 Pendahuluan  Pengertian-pengertian  Sejarah Persandian RI  Organisasi Persandian  Kerawanan, ancaman dan pengamanannya  Sigint = Ancaman thdp Informasi  Kasus-kasus Kebocoran Informasi  Pengamanan Informasi

Pengertian2
 St. M. Zein, Kamus Modern Bahasa Indonesia, sandi adalah perubahan huruf-huruf yang terjadi bila dua kata atau lebih disatukan;  W.J.S Purwodarminto, Kamus Umum Bahasa Indonesia, PN. Balai Pustaka, Jakarta 1976. Sandi adalah bentuk tulisan (kata, benda, dsb) yang mempunyai arti dan maksud tertentu;  Kridalaksana, Harimurti, Kamus Sinonim Bahasa Indonesia, Nusa Indah, Endeh 1977. Sandi adalah kode atau tulisan, tanda yang khas;  Mardiwinarso, L. Kamus Jawa Kuno, Nusa Indah, Endeh 1981. Sandi adalah perhubungan perlindungan diplomasi, unsur peralatan perhubungan/diplomasi, rahasia.

What is cryptology? • Greek: “krypto” = hide • Cryptology – science of hiding ⇒ cryptography + cryptanalysis + steganography • Cryptography – secret writing • Cryptanalysis – analyzing (breaking) secrets ◆ Decipher (decryption) is what we do ◆ Cryptanalysis is what they do .

. yang bertujuan mencegah pihak-pihak yang tidak berwenang untuk memperoleh dan atau merubah informasi yang dikomunikasikan serta memastikan bahwa suatu berita benarbenar berasal dari pihak yang telah mengirim dan menandatanganinya. Cryptology mencakup dua bidang yang berlawanan.  SIGNAL INTELLIGENCE (Intelijen Signal/Intelijen Komunikasi) mencakup semua metode untuk memperoleh informasi yang berasal dari komunikasi (seperti penyadapan. hacking/pembajakan atau pengaksesan secara ilegal pada komputer. atau menganalisa lalu lintas (berita/informasi).  INFORMATION SECURITY (Keamanan Informasi) meliputi semua metode.Cryptology CRYPTOLOGY merupakan suatu ilmu yang mempelajari Tulisan rahasia. breaking code (pengupasan kode). termasuk enkripsi. yaitu Information Security (Keamanan Informasi) dan Signal Intelligence (Intelijen Signal/Intelijen Komunikasi).

3. Persandian sbg Ilmu : Mempelajari semua aspek dalam tulisan rahasia 2. Persandian sbg Kegiatan : Mengenai fungsinya di dalam kegiatan intelijen pada umumnya. Persandian sbg Organisasi : Mengenai Tugas dan Fungsinya dalam mendukung tujuan dari suatu Sistem Pemerintahan untuk mengamankan informasi rahasia negara .Pengertian Persandian 1.

Era Alat /Sistem Sandi
 Era Klasik - Tulisan Mesir Kuno (Hyroglifik) yang terdapat pada dinding piramida, - La Wan yang digunakan pada masa Cina Kuno - Teknik Tattoo (Histiaeus) - Skytale, yang terkenal dalam perang Sparta VS Athena - Sistem Caesar (Julius Caesar) metode substitusi  Era Paper and Pencil (Metode Manual) - Awal abad 19, Metode Transposisi dan substitusi - OTP/OTK (tahun 1917, Gilbert Vernam)

 Era Mekanik - Masa Perang Dunia II
 Era Electronik Teknologi mikro-elektronik tahun 1960, sistem penyandian Shannon diimplementasikan ke dalam mesin sandi elektronik dengan pembangkit kunci acak (metode simetrik)  Era Digital Tahun 1970 smp sekarang (Asimetrik)

I. Persandian Sebagai ILMU Berdasarkan perkembangan teknologi persandian, Kriptologi (Ilmu Kripto) terbagi dalam dua era, yaitu era kriptologi pra ilmiah dan era kriptologi ilmiah. 1. KRIPTOLOGI PRA ILMIAH
a. b. c. d. e. f. 1) 2) Hyroglifik. Tatto Telegrafi Skytale Caesar La Wan Babak paper and pencil (manual). Babak peralatan mesin

Perkembangan Kriptologi Pra Ilmiah

Contoh tulisan Hiroglifik :

LEMBAGA SANDI NEGARA REPUBLIK INDONESIA

Telegrafi 10 obor
Ahli sejarah Romawi dan Yunani, Polybius (201-120 SM) menggunakan 10 batang obor untuk berkomunikasi. Tangan kanan

T a n g a n k i r i

1 1 2 3 4 5 A B C D E

2 F G H I K

3 L M N O P

4 Q R S T U

5 V W X Y Z

Jumlah obor

LEMBAGA SANDI NEGARA REPUBLIK INDONESIA

Sistem tersebut dinamakan SKYTALE. kemudian pita dilepas lalu dikirim ke alamat. Si penerima mempunyai silinder ukuranan sama dan membelitkan pita itu dengan cara yang sama pula dengan demikian berita dapat dibaca. LYSANDER. dan merupakan sistem kriptografi pertama yang relatif bermutu. .SKYTALE Abad ke IX SM. Pita tersebut dibelitkan pada sebatang silinder dengan cara tertentu dan berita ditulis pada pita memanjang silinder. panglima perang Sparta semasa peperangan melawan Athena. berita dibawa caraka dengan segulung pita bertuliskan huruf-huruf yang tidak bermakna (incoherent).

Dipihak yang sama.Skytale Saat perang melawan Athena. Ia mengganti (substitute) huruf terang dgn huruf yang letaknya 3 huruf didepannya. Sistem ini disebut Quartam Elementorum Literam (QEL). Abjad Terang : A B C D E F G H I J K L M N O P Q R S T U V W X Y Z Abjad Sandi : D E F G H I J K L M N O P Q R S T U V W X Y Z A B C Teks Terang : P A S U K A N B E R G E R A K Teks Sandi : S D V X N D Q E H U J H U D N LEMBAGA SANDI NEGARA REPUBLIK INDONESIA . Caesar Raja Romawi. Lysander menuliskan pesan pada segulung pita dalam bentuk incoheren yaitu dgn cara membelitkan pita pada sebuah silinder. panglima perang Sparta. Julius Caesar adalah orang pertama yang menemukan sistem sandi yang lebih bermutu. Thorex pimpinan operasi dilapangan menggunakan silinder dengan ukuran yang sama persis untuk membaca beritanya.

Sistem penyandian blok (Block Cipher). Claude E Shannon. Model Shannon Pada 1949. KRIPTOLOGI ILMIAH Perkembangan kriptologi ilmiah terbagi dalam 4 tahap. d. . Diffe.2. Teori informasi model sistem penyandian. Kemudian sissan simetrik (kunci tunggal) utk hindari penyadapan transmisi. Sistem Public Key. Sistem Penyandian Blok. : a. Mikro elektronik Pada 1960. Pada 1970. W. Horst Festel. lalu Data Encryption Standard (DES). Shannon mengembangkan mesin sandi elektronik dgn pembangkit kunci acak. c. Konsep ini merupakan perubahan dari persandian klasik menuju persandian modern. b. Public Key Pada 1976. Kekuatan sissan ditentukan oleh algoritma.

MESIN SANDI MEKANIK MESIN SANDI OTP TELEX BERSANDI .

HANDPHONE BERSANDI .

DESKPHONE BERSANDI .

FAXIMILI BERSANDI .

Perang 23-06-1948 Keputusan Presiden No:103/2001 (PP 64 Tahun 2005) Lembaga Sandi Negara 23-11-2000 Keputusan Presiden No: 166/2000 Berkedudukan di bawah Menhan Lembaga Sandi Negara 07-07-1999 Jawatan Sandi Angkatan Perang RI 02-09-1949 Berkedudukan di bawah Perdana Menteri Berkedudukan di bawah Presiden SK Menhan RI No: 11/MP/1949 Jawatan Sandi RIS 14-02-1950 Jawatan Sandi 02-12-1960 Jawatan Sandi Angkatan Perang RI 28-05-1962 Lembaga Sandi Negara 22-02-1972 Keputusan Presiden No: 77/1999 Lembaga Sandi Negara 18-07-1994 Skep Presiden RIS No: 65/1950 Skep Presiden No: 321/1960 Keputusan Presiden No: 188/1962 Keputusan Presiden Keputusan Presiden 19 No: 7/1972 No: 54/1994 . Hub Angk.History Dinas Code Kemhan Bagian B SEJARAH LEMBAGA SANDI NEGARA RI Lembaga Sandi Negara RI 13-09-2001 04-04-1946 Instr. Lisan Menhan Bagian Code Kementerian Pertahanan V 30-04-1946 Dinas Code AP/Insp.

Sejarah Pada tanggal 4 April 1946 pukul 10.000 kata. Menteri Pertahanan. .00 WIB. Mr. Roebiono. operasional Dinas Code menggunakan suatu sistem yang sangat sederhana dalam bentuk buku kode yang dikenal “Buku Code C” terdiri dari 10. Amir Sjarifuddin. memerintahkan dr. seorang dokter di Kementerian Pertahanan Bagian B untuk membentuk badan pemberitaaan rahasia yang disebut Dinas Code.

Selain melaksanakan komunikasi sandi. Dinas Code juga bertugas melakukan pemantauan terhadap berita-berita dalam negeri dan luar negeri yang diperlukan oleh Kementerian Pertahanan Bagian B. .

Roebiono Kertopati 14 April 1914 – 23 Juni 1984 Motto “Berani Tidak Dikenal” .Bapak Persandian Negara Mayjen TNI (Purn) dr.

Keputusan Presiden RI No:103/2001 (PERPRES 64 Tahun 2005) PRESIDEN RI STRUKTUR ORGANISASI LEMSANEG RI KEPALA LEMSANEG RI SEKRETARIAT UTAMA INSPEKTORAT BIRO PHKH BIRO UMUM STSN PUSDIKLAT Jabfung Jabfung DEPUTI BIDANG BINDAL SANDI DEPUTI BIDANG PAM SANDI DIT NAL SINYAL DIT MATSAN DEPUTI BIDANG KAJI SANDI DIT BINSAN DIT DALSAN DITPAM SINYAL PUSKAJI KRIPTO PUSKAJI PALSAN PUSKAJI KOMSAN Jabfung Jabfung 23 .

SINKRONISASI.Sistem Persandian Negara (SISDINA) KEPKA NO: 76/K/KEP.003/2000 TGL 20 JUNI 2000 KEBUTUHAN PAM BERITA RAHASIA SANKRI TERCAPAINYA TUJUAN PELAKSANAAN PEMERINTAHAN & SASARAN PEMBANGUNAN NASIONAL PENGAMANAN SEBAGAI SUBSISTEM ADMINISTRASI NEGARA YANG MENGATUR BIDANG PERSANDIAN SISTEM PERSANDIAN NEGARA MENDUKUNG KOORDINASI. INTEGRASI. SIMPLIFIKASI YANG OPTIMAL ANTAR INSTANSI PEMERINTAH DAN BUMN PEMBINAAN OPERASIONAL SDM MAT JKS NALKRIP 24 .4.

Sertifikasi Tenaga Ahli.  Gar Diklat Profesi.(intelijen signal) Sebagai Lembaga Ilmu Kripto  Melakukan Litbang Kriptografi dan Nal Kripto.  Rekayasa Matsan. Bersama Lembaga Keamanan lain mengelola ketahanan nasional dengan: * Gar Pam pemberitaan/info RHS Negara. Sebagai Lembaga Rekayasa  Standarisasi Matsan.PERAN KELEMBAGAAN Sebagai Lembaga Keamanan Gar & merumuskan Kbjk Persandian Nasional.  Mengarah kepada kemandirian FNA (Fully National Algorithm) . * Gar Analisa Kripto. Akreditasi Diklat.

Teknologi Informasi Kerawanan. ancaman dan pengamanannya .

 Fabrikasi.  Interupsi. Ancaman tersebut diantaranya :  Penyadapan (intersepsi). adalah penyadapan informasi disertai dengan perubahan informasi asli dan mengirimkan informasi yang sudah diubah ke tujuan semula. adalah pengiriman berita palsu oleh pihak yang tidak sah dengan mengaku sebagai pengirim yang sah. adalah penghilangan atau pengrusakan informasi oleh pihak yang tidak berhak.Ancaman thd Informasi Seiring dengan perkembangan teknologi. Dengan demikian pihak yang sebenarnya dituju tidak mendapatkan akses informasi karena terputus di tengah jalan.  Modifikasi. adalah akses tidak sah terhadap paket informasi sehingga pihak yang tidak berhak dapat mengetahui informasi tersebut. . ancaman yang mungkin timbul terhadap transmisi informasi juga semakin berkembang.

Serangan Thd Informasi .

Serangan terhadap Confidentiality Eavesdropping – Penyadapan Berita  Akses Ilegal terhadap informasi  Packet sniffers dan wiretappers  Menggandakan file dan program secara ilegal S Eavesdropper R .

Serangan terhadap Integrity Mengubah Isi Berita  Menghentikan proses kirim berita  Menunda berita dan mengubah isi berita  Mengirimkan berita palsu S R Modification .

Serangan terhadap Availability Interupsi – Meniadakan Layanan  Menghancurkan secara fisik (memotong jalur data) atau (merusak program aplikasi) = Sabotage  Mengurangi paket pengiriman data pada saat transit  Denial of service (DoS): ◦ Membuat crash pada server ◦ Membebani sumber daya pada server S Interruption R .

ANCAMAN GLOBAL THD INFO .

getaran ditangkap oleh alat penyadap laser Alat sadap laser Alat penyadap mini dipasang pd mesin tik atau mesin sandi Komputer & peralatan elektronik memancarkan sinyal gel.ILUSTRASI ANCAMAN Alat penyadap gel. suara menyebabkan jendela dalam ruang bergetar . mikro yang dipasang dalam dinding gedung Gel. mikro yg dapat dideteksi oleh peralatan di luar gedung MACAM – MACAM ALAT PENYADAP .

authentication dan non-repudiation Kriptografi itu sendiri adalah salah satu bagian kecil dari suatu sistem keamanan. .IMPLEMENTASI KRIPTOLOGI Pada hakekatnya tujuan dasar dari kriptografi adalah untuk menyelesaikan masalah-masalah yang berkaitan dengan confidentiality. integrity. namun merupakan bagian yang sangat penting !.

IMPLEMENTASI KRIPTOLOGI pengamanian Informasi .

SECURITY ADALAH SUATU PROSES BUKAN PRODUK KEKUATAN SECURITY TERLETAK PADA RANTAI TERLEMAH .

.“ (The Art of War –Sun Tzu) . Subjugating the enemy's army without fighting is the true pinnacle of excellence. attaining one hundred victories in one hundred battles is not the pinnacle of excellence. .Perang Informasi ".

KEGIATAN SIGINT ANCAMAN THD INFORMASI .

UKUSA : Persetujuan Rahasia 5–negara (berbahasa Inggris) untuk bekerjasama mengakses. Reconnaisance Spy Planes. Sec. menyadap dan memproses informasi intelijen dari lalu-lintas komunikasi internasional. kabel darat/laut. Land–based Intercept Stations. Korea and Turkey (Signal Intelligence Units) ECHELON : sistem/jaringan penyadapan global UKUSA  MEANS : Top–Secret Communication/Intercept/Jamming/Eaves Dropping Satellites. Intelligence Ships. yang beranggotakan :  FIRST PARTY : USA (NSA)  SECOND PARTY : UK (GCHQ). baik melalui satelit. Sec. Establishment) dan N. Inmarsat and Communication Satellites Signals carrying Civilian. Norway. Comm. Bureau)  THIRD PARTY : Germany. microwave. Zealand (Govt.1. Diplomatic and Government Communication Message Traffics . internet dsb. Japan. Australia (DSD). Hakekat Ancaman – perspektif Pmth.  TARGETS : Intelsat. Canada (Comm.

Canyon di–orbitkan tahun 1968–1977 CHALET COM–INT SAT : Kendali  Menwith Hill (UK) dgn sasaran Timur Tengah. Cellular Mobile Phone. MAGNUM dan ORION versi lebih besar dengan sasaran VHF Radio. setelah bocor ke media CHALET dirobah menjadi FORTEX  4 FORTEX di–launch sekaligus pd tahun 1982.Com–Intel/Sig–Intel Satellites CANYON COM–INT SAT : Kendali  Bad Aibling (Germany) dan sasaran Soviet Uni . JUMPSEAT/TRUMPET (3rd Gen. sasaran Northern Latitude Region dan Komunikasi Satelit Russia *) Intercept Capabilities 2000. 7 Sat. CIA Sig–Intel Sat) : Kendali  Pine– Gap (Australia). RUTLEY SIG–INT (Sat Generasi baru) : Kendali  di Menwith Hill (UK). D. Campbel Directorate General Research. Sig–Intel Sat) : Orbit North Pole. par 35–41. RHYOLITE/AQUACADE (2nd Gen. dgn sasaran frekuensi rendah Radio VHF/UHF. 2 CHALET di–launch pd 1978 dan 1978. Paging dan Mobile Data Link . setelah bocor ke media pd 1987 FORTEX dirobah namanya menjadi MERCURY . European Parliament . di– launch pada tahun 1994–1995 ini membantu Operasi Desert Storm dan Desert Shield di Iraq .

Security Establishment & US Naval Security Group WAIHOPAI dan TANGIMOANA (NZ) : Intelsat & HFDF Intercept Stations Covering targets in the Pacific Ocean Region WESTMINSTER & CHELTENHAM (UK). GCHQ (UK) and DSD (Australia) . Operated by National Security Agency (NSA) and UK–GCHQ OTHER FACILITIES : Menwith Hill and Cornwall (UK). Dir. Shoal–bay. European Parliament . Bad–Aibling (Germany) and Misawa (Japan) *) Intercept Capabilities 2000. Duncan Campbel.RICO) : Comsat Intercept Stations.Listening Posts Network SUGARGROVE (WVa) : Comsat Intercept StationN. Operated by British Telecom. YAKIMA Wash (USA). MORWENSTOW (UK) : International Leased Carrier Satellite Intercept Stations. KOJARENA (Australia) : Conventional Telex Intercept Stations Equipped with Dictionary Computer Picking–up Keyword Sig–Int . Operated by US Naval Security Group & US Air Fforce Intelligence Agency LEITRIM (CAN) dan SABANASECA (P. General Research. Operated by Comm. Geraldton and Pine–Gap (Australia).

Hong Kong S.pore .

monitoring KB Australia di Jkt. Larkswood : penyadapan komunikasi HF Radio dan satelit Palapa (tilpon. telex. penyadapan kom. Echelon : bagian penyadapan global via land-earth intercept stations di Shoalbay (NT). secara rutin dilakukan  hasil materi laporan Kabinet  Proj. dilengkapi fasilitas Hughes Aerospace AS (yang notabene juga supplier dan pembuat satelit Palapa)  Findings (1 Juni 1995) : the use of ”high technology eaves–dropping equipment” and ”fibre optic listening device” planted at the Indonesian Embassy building . Australia  Proj. November 22. non–Palapa (seluler. Reprieve : instal. microwave)  Proj. . Targetted Intercept – Special Ops SBS–TV (Australia). 1991 Penyadapan oleh DSD.2. fax) KBRI Cbr – Jkt.

CANBERRA Timtim : Pra–jajag Pendapat 1999 .“REPRIEVE” RECONAISSANCE PLANE (RAAF EP-3C) INTELLIGENCE SHIP RAAF EP-3C SHOAL-BAY *) Source : SMH. RUSSEL HILL. 2002 Echelon‟ Shoalbay Intercept Station “LARKSWOOD” DSD–HQ. March 14.

*) Sydney Morning Herald. 1999 : intercept concerning the arrival of Special Force Unit code named Tribuana and Venus to join the undercover operations Feb 14.” May 5. 2002 (1/2) Feb 9. Aug 8. 1999 : intercepted message from the military HQ in Jakarta. calling Guterres to ask where he was massing his group for a show of force. officer. Tribuana told Guterres : “We know that Brig. Gen. 1999 : intercept about Dili militia leader Enrico Guterress called Tribuana unit about the condition of an injured member of Mahidi militia group. in Suratman‟s Korem 164 HQ in Dili. 1999 : intercept of the then Colonel Tono Suratman. a Lieut. Guterres reported 400 militias waiting outside a city hotel in Dili.DSD’S Intercept – SMH Mar 14. Simbolon is concerned that one of his crew is injured. about radio frequencies allocations that were intercepted – a routine signals. The point of contact for militia group was another intel. Masbuku. edisi 14 Maret 2002 . but the kind that provide crucial pieces of evidence for war crimes prosecutors.

Gen.000 ordered. 2002 (2/2) Aug 9. the UN mission. Gen. 1999 : intercepted message about that Director “A” in Jakarta‟s military intelligence agency BAIS. 1999 : intercept classified “Top Secret Umbra. edisi 14 Maret 2002 . Sep 4.” conversation between Maj. informing him that Kopassus had formed special hit–squads code–named “Kiper-9” to hunt down pro-independence elements and pro-Indonesian figures who changed sides. Arifuddin. 1999 : intercept of scrambled telephone discussion concerning “population transfer” between Maj. Yunus Yosfiah political leader Francisco Xavier Lopez da Cruz. a Brig. 1999 : intercepted a phone call to the veteran pro Indonesian *) Sydney Morning Herald.Gen Hendropriyono and Lieut. saying 5.DSD’S Intercept – SMH Mar 14. Zacky Anwar Makarim with Police Andreas concerning result of vote count earlier in the day Officer named Sep 20.000 T-shirts had been prepared & 10.Gen. had organised flags & other material for a demo against UNAMET. Gen. Sep 21. Zacky Anwar Makarim with Lieut.

29 Agustus 2002 . attended by 16 high–ranking officers of the Papua provincial police. According to minutes of the 3–hour meeting on July 5. *) The Australian. possibly by arresting & prosecuting its leaders. out of business. 2002 (Don Greenlees) Indonesian police have drawn up plans to outlaw the main Papuan independence organization in a crackdown on separatism aimed at preventing Papua from becoming a “second East Timor” Minutes of internal police meetings and documents obtained by The Australian.Jakarta to Outlaw Papuan Activists The Australian. arresting and prosecuting individuals “committing treason or attacks against the state” and shutting down organization conducting separatist activities. reveal a strategy to put the Papuan Presidium. The 60–day “Adil Matoa” operation. the operation would seek to prosecute Presidium members “according to the law (by obtaining) clear evidence that their activities are towards the illegal separation of Papua from Indonesia”. 2002. the leading civilian proponent of an Independent Papua. It warns that police need to take action to stop Papua becoming another East Timor. began this month with the aim of identifying separatist or separatist organization. Aug 29.

Januari 2003  Video–Conferencing : Rapat Kabinet terbatas dari lokasi Ritz Carleton Hotel St. Pascoe Dubes AS di Jakarta (hibah dalam bentuk perangkat komputer untuk Unit Anti Teror Kejaksaan Agung). Sec. (*) Sumber : detik.3.com edisi 12 September 2005 .000 antara Jaksa Agung Abdul Rahman Saleh – Lynn B.  Project Pisces TIP (2003) : Pisces Personal Identification Secure Comparison and Evaluation System  berupa bantuan/hibah sistem monitoring lalu–lintas orang dari AS untuk Ditjen Imigrasi dalam kaitan dengan Terrorist Interdiction Program paska “911” (via Deplu). and Social Engineering (Kasus Indonesia)  Project Namru (16 Januari 1970) : kerjasama bidang kesehatan AS–RI cq NAMRU (Naval Medical Research Unit) – Depkes tentang penanggulangan tropical desease di Papua (*) Sumber : Gatra edisi 31 Desember 2005  PT Masaro (1999) : tawaran bantuan/hibah 40–set secure phone/ fax/data produk TCC (USA) untuk kantor Kepresidenan (masa Pres. rekanan Dep. Abdurrachman Wahid) melalui PT Masaro. Info.com edisi 11 September 2005  MOU Jaksa Agung–Dubes AS untuk RI : penanda–tanganan MOU bantuan/hibah sebesar US$ 750. (*) Tinjauan Obyektif Proyek TIP – Pisces. Kehutanan. *) Sumber : detik. Louis Missouri (USA) dengan para Menteri di Jkt.

file transfers.  NSA had installed sniffer software to collect such traffic at nine major Internet Exchange Points (IXPs) by 1995. and some other messages will form at best a few percent of the traffic on most U S Internet exchanges or back-bone links.NSA’S Sniffer at 9–Major US IXP’S  Foreign Internet traffic of communications intelligence interest consisting of email. European Parliament . Duncan Campbel. "virtual private networks" oper-ated over the internet. par 60. *) Intercept Capabilities 2000. Directorate General Research.

USA) .INSTALASI PENYADAPAN “ECHELON” (Sugar Grove .

STASIUN BUMI PENYADAP “echelon” (Menwith Hill – UK) .

TELECOMMUNICATION MONITORING .

1996 . Nicky Hager.WAIHOPAI (NZ) INTERCEPT STATIONS *) *) Secret Power P27.

In October 1971 the security was shown not to exist. Halibut was equipped with a deep diving chamber. The technique involved no physical damage and was unlikely to have been readily detectable. visited the sea of Okhotsk off eastern USSR and the recorded communication passing on a military cable to the Khanchatka Peninsula. . Once submerged. Halibut. The chamber was described by the US Navy as a "deep submergence rescue vehicle". USS Halibut returned in 1972 and laid a high capacity recording pod next to the cable. Having proven the principle. fully in view on the submarine‟s stern. para 49.Submarine (under water) Sea Cable Tapping *) 49. The truth was that the "rescue vehicle" was welded immovably to the submarine. A US submarine.(29) *) Intercept Capabilities 2000. deep-sea divers exited the submarine and wrapped tapping coils around the cable.

Turkey. They can simultaneously intercept and determine the bearing of signals from as many directions and on as many frequencies as may be desired. England. Chicksands (UK) & Karamursel (Turkey) HF Monitoring System *) 32. AN/FLR-9 receiving systems were installed at San Vito dei Normanni. The most advanced type of HF monitoring system deployed during this period tor Comint purposes was a large circular antenna array known as AN/FLR-9. *) Intercept Capabilities 2000. . para 32. AN/FLR-9 antennae are more than 400 metres in diameter. In 1964. Italy. Chicksands.San Vito dei Normany (Italy). and Karamursel.

0 17480.5 17486. Off line encrypted traffic with 5LGs – (five letter groups) Reported Callsigns/Selcals for Parent MFA/Embassies : .org/umc/mfatex/Indonesia.dfa-deplu.Foreign Dipl.5 16401.id Language : Indonesian. Communication Profiling http://www.txt MFA Jakarta 15/Mar/99 INDONESIA Transmission modes : ITA2 50bd Erect 270Hz ARQ-S 96bd Erect 400Hz ARC-M2 96bd Erect 425Hz FEC-S 96bd Erect 170Hz Logged Freq. English Idles (often very long periods) in FEC-S by „lmlmlm‟ or „ccccc‟ before message sent Some message headed “k i l a t” (urgent) Messages separated and begin with „zzzz‟/ „++++‟ Message ends with „----‟ and operator.5 18066.5 18101.5 etc Reported Freq. Web Address : http::/www.chase-ortiz. : 7944. time and date stamp . : 18056.5 18401.5 17481.7 etc Country Profile : RI with Capital Jakarta is divided in 24 provinces ….5 18206.go.

Foreign Dipl. Antanarivo. New Delhi kilat 00111 00208 33306 (00111=mess#. Cairo.txt Example 3 : Off-line Encrypted Traffic DMA-133/K/0208 = 274 = DN-118020897/12:00WIB Indonesia Manila.chase-ortiz. 33306=?) gvsij zmvkz legiz gybpk ofcjt vufxs tfboc fgwhs dodyb kysan yeijn bmyur lznsb jdzai yltei cyjcf ubdcc zjtbb enrpn rjlxx tsprt jmhue vckfi znrmu yuyeq iimhs hojek ktyba hjqiv lpnyl pihky ynljn rliiz lzizc oavvq sijok qjwvl elycl ygztw nqrrb yjmqt vcgeb eptmr kvpkb vsops sljrq zambo eutrn frkrp afpop hjnfm cghft vxcpg gsftr xvcwk lkoiw xmcne lmcft waskj fhgtk aspcf lkfpw jwdqs xnflt opisv wkhcz sdfqi cloiu chgsm sdqsk csgxp zxslg nchfy llpwf hjgcy mkuiw mnryf slkxe skgfq nmzxk slcgt ekxcy jfnas zxbcr iuyws skjng yywqg cnvyr slkft axckj oiumw lksff dfkqs scdgu iufnc ftryc cvwfu cpwjt qwtyo wytsg rvidl jsayo kyqff erakb upgns phcjd lmgox rhayx neuxo cmdyk xbyts trzww gvsij 00113 deplu jakarta . date=08. Dhaka. Lagos.org/umc/mfatex/Indonesia. month=02. Seoul. Communication Profiling http://www.

Semua staf asing dan keluarganya mendapat kekebalan dipl. NAMRU–2. Bahkan aktivitas penelitian di daerah terkadang tidak mengikutsertakan peneliti Indonesia. Laut AS. yang dimilikinya. Akibatnya peneliti Indonesia tidak mudah mengakses hasil/kegiatan penelitian NAMRU–2. Aktif di daerahdaerah terpencil. Ijinnya layak dihentikan ? Para peneliti NAMRU–2 sering mengedepankan kekebalan dipl. dinilai tdk banyak membawa manfaat bagi Indonesia.Tudingan Miring Lab Rahasia (1/2) Laboratorium Riset milik Angk. .

Ibu Menteri telah mengklarifikasi surat itu. AS kini justru gencar melobby berbagai pihak utk melanjutkan proyek NAMRU–2. Hingga kini pemerintah AS belum menanggapi permintaan untuk merevisi perjanjian tsb.Tudingan Miring Lab Rahasia (2/2) Sejak November 2005 beredar surat penghentian kerjasama antara Balitbang Depkes dan NAMRU– 2. Hampir semua instansi terkait seperti Dephan. membantah soal itu dan mengatakan pihaknya telah mengkonfirmasi surat tsb langsung kpd Men Kesehatan. didekati pihak AS . Deplu bahkan Istana Kepresidenan. komandan NAMRU–2. Mark T. kerjasama tetap berjalan.” ujar Mark. Wooster.

Engineering Interception Scheme Arman juga mengatakan.000 digunakan untuk sarana dan prasarana seperti peralatan khusus utk Satgas dalam kebutuhan pelatihan. Saat ini baru 20% dana tsb yang telah dipergunakan. Satgas ini dibentuk dengan dana hibah dari Amerika. Ini bukan kerjasama politis. namun tidak berkaitan dalam kerjasama politik dengan negara tersebut.Soc. tapi profesional teknis penanganan kasus.” jelas Arman Wakil Jaksa Agung Basrief Arief : Dana $750. “Tidak usah khawatir seakan-akan kita akan didikte. termasuk studi banding. .

KASUS – KASUS KEBOCORAN INFORMASI .

Galeb.KEBOCORAN INFORMASI DOMESTIK Rekaman pembicaraan telpon (1999) : mantan Pres. B. Kasus daerah : rapat–rapat KDH Tingkat–I/Propinsi  isu–isu politik Pusat/Daerah dan pencalonan / penggantian Bupati/Walikota KDH Tingkat–II. Kasus Pertamina (1999) : kenaikan harga spot crude– oil Singapore seusai Rapat tertutup Direksi Pertamina yang memutuskan peningkatan buffer-stock BBM. Habibie – mantan Jaksa Agung Andi M.J. penetapan proyek dsb .

WN AUSTRALIA. AGUSTINUS RUMWAROPEN. EUROPEAN PARLIAMENT).  PD 1994. DIRECTORATE GENERAL RESEARCH. .KEBOCORAN INFORMASI DOMESTIK (Lanjutan)  BULAN MEI 2005 JASA PENGIRIMAN AUSTRALIAN AIR EXPRESS DI CANBERRA MENGIRIM BERITA TLX DARI SALAH SATU AGEN PENERBANGAN DI JKT DG MENGUTIP BRA FAX RHS PERWAKILAN RI CANBERRA DALAM KASUS DEPORTASI JENASAH ALM. PAR 102. DUNCAN CAMPBEL. CIA MEMANFAATKAN DOKUMEN YANG MENGANDUNG CATATAN PERTEMUAN DEPARTEMEN PERDAGANGAN RI UNTUK MENENTUKAN PEMENANG KONTRAK OLEH PERUSAHAAN AS (INTERCEPT CAPABILITIES 2000.

KEBOCORAN INFORMASI DOMESTIK (Lanjutan)  SINYALEMEN PEMALSUAN DOKUMEN/SURAT DI INSTANSI PEMERINTAH (2004): DUGAAN PEMALSUAN SURAT DI SETKAB DAN DEPLU. 1136/D/T TGL 3 APRIL 2006 YG MERUJUK KAWAT FAX RHS KJRI MELBOURNE TTG RMIT. BERITA FAX RHS KBRI CANBERRA TTG KEGIATAN UNIV RMIT MELBOURNE YANG ANTI RI. KASUS INI TERULANG KEMBALI PADA PEBRUARI 2006 DI MEDIA MASSA AUSTRALIA RE SURAT DIRJEN DIKTI NO. BHW DEAKIN UNIVERSITY DIJADIKAN SBG AJANG PERTEMUAN POLITIK PENDUKUNG SEPARATISME . DI-RELEASE OLEH DITJEN DIKTI DEPDIKNAS DI WEBSITENYA.  ADA SINYALEMEN BHW KEDUBES BELANDA DI JAKARTA MEMPUNYAI PROPOSAL PEMERINTAH (DEPHAN) TENTANG RENCANA RI MEMBELI PERSENJATAAN MILITER DARI RUSIA (SAMBUTAN MENHAN RI PD HUT PERSANDIAN RI KE 60).  PD 16 SEP 2002.  SURAT PERINTAH DIT INTELPAM POLDA METRO JAYA BEREDAR DI DPR-RI (DALAM KASUS IMPOR BERAS).

Ini terungkap dari peluncuran satelit milik PT TELKOM yg menggunakan roket Ariane beberapa waktu yl. Dicurigai ada instrumen lain yg ditempatkan Israel pd satelit tersebut. edisi Maret 2006) .Akibat jalan di tempat. Indonesia telah menjadi korban kenakalan negara lain. Instrumen itu konon merupakan alat pemancar yg bisa menyadap sekaligus mengganggu arus komunikasi satelit (Sumber : Tabloid Intelijen.

anda lebih baik jangan (dahulu) bertransaksi ebanking. Sumber :KOMPAS. lebih baik anda pikir-pikir dahulu kepentingannya. Kalau tidak mendesak.Jika Bank anda menawarkan fasilitas e-banking. 19 April 2002 . Pasalnya. Data apapun yang anda ketikkan melalui key-board dapat disadap oleh siapapun tanpa anda ketahui termasuk data-data user-name dan password ebanking anda. di balik fleksibilitas transaksi perbankan yang ditawarkan. ternyata diamdiam uang anda tengah diincar siluman digital.

MEKSIKO. CHILI. UK. • JANUARI 2003. GUINEA & PAKISTAN DALAM UPAYA MENDAPATKAN DUKUNGAN UTK MELAKSANAKAN AGRESI MILITER TERHADAP IRAK. CANADA. . 2001. AUSTRALIA DAN NEW ZEALAND) MAGIC LANTERN (FBI 2001) : TH.KEGIATAN INTELIJEN SINYAL PIHAK LAIN ECHELON & FRIENDSHIP (NSA 1990) : KERJASAMA PENYADAPAN INFORMASI (USA.: ANGOLA.L. FBI MENGAKUI BAHWA AS TELAH MENGEMBANGKAN TEKNOLOGI MATA-MATA MELALUI INTERNET DENGAN SANDI “MAGIC LANTERN”. AS MELANCARKAN „OPERASI INTELIJEN‟ BERUPA PENYADAPAN SECARA INTENSIF THD JALUR TELEPON MAUPUN E-MAIL PARA DELEGASI ANGGOTA DEWAN KEAMANAN PBB SERTA BBRP NEGARA A. UNTUK MENYADAP KOMUNIKASI KOMPUTER. KAMERUN.

12 SEP 1999) .KEGIATAN INTELIJEN SINYAL PIHAK LAIN LARKSWOOD (1991) : GELAR OPS INFO/KOM SAT. PALAPA (oleh AUSTRALIA) PENYADAPAN ORION SPY SATELLITE (AS–AUSTRALIA) : OPERASI PENYADAPAN KOM. SELULER JKT–DILI VIA SATELIT MATA-2 ORION DENGAN ORBIT DI ATAS WILAYAH INDONESIA (NBC.

Hacker in action .

KEAMANAN INFORMASI .

tulisan.BIASA .RAHASIA . isyarat INFO BERKLASIFIKASI .TERBATAS .KOMUNIKASI & PERSANDIAN Threats: Intercepting.SANGAT RAHASIA . Jamming PERSANDIAN/ENKRIPSI Lisan.

View plain .

Plain Biasa .

Crypto fax .

View cipher .

Peta .

*}ibJfglgIqi*WIfl.I2KpwoKnSvx5jJ29 KO4#9lMog.IBJBFUB5RB7.OM.PvpwTng5lg:5lg/”“.q2)BqwKfwImobflx5lftqr/.bjBqwKfwImobflx5/=Tt5l =B#.&)7bIpqi/xp5Wbfglb*WiBfl.xj5lf\=Bq5”.Tt5l=B#.nTfvTMSRTYuio.I.*WiBl.MVTr#!ry* ^&oufgTKKIg9<mfIKMfSSFB25.f2)B fwKwIqblx5ltfr/.Mgot5=8/2xT=Bq.Mgot5=8/2xT=Bq.G9lR.IULpJMgRTutYULu.Tt5l=B#.bIqibx5bjmb fl.I2Kupfr=5”.I2Kupfr=5”.xj5l=Bf5”./Rl[=58i2W 1jMf9glgm9Xq5KWMJgQTBUjT9UTvWcPQMWYfUKgUWMWKL5fPO2R5SWLF1TqIJUMKR5TMK9F0WQG85R#5X5 F4LW5cvObLF2B5KTC5FMxcvbWbq7rJrUvMFtIM/fgrTjt/pTP9RUbUG9F5iGbTQVQMb9RFLU.*bwKg..KqK=/2xT=B2Mgot5=8/2xT=Bq.T=BI2+B4.[^&jKTMggbSnnMgMbnK9MjJQWORTMBXSplmbvtKMCXtSwnvc5MN9ITK:(9Kn5mK:<jK ySbMcIbKMnIvITKgKnQMVYTFMXPjM594jf8#1mmMjRf..Mjw9JVqcflT/2=B24.&b7Ipixrpj5b*fTVWbglTjTgf1*.T=B5”.xj5lf=B2.*BWKG.7.cmTuM.I2Kupr=5”.UL/J.75.q2)B qwKfwImobflx5lftqr/.Lu.[]T=BI2+B4.T=B 5”.ToworTfmJqtu#54=/I5”. q2)BqwKfwImobflx5lftqr/.Hrack1 View cipher ----Begin---#S5WKVIcIlM9S#TcR5jKW9M/fg9TR5CBXLFP84[]MTJJ1JT#TJKM&($#GK9LK9F9KjjMllxngTK9flcmb./.*}ibJqlb5rwVMxb*.TlImobfl/I5=VIc8.xj5l=B2.MjwcorM/f2=B.=9j89gTW4jf9#9Knjf..9jfc/.T=B5”..K2f.U9:<.”=0)/.L.YtRYRYyul.UO./71>(fl.qI2q.75.ibJfg.xj5lf=Bng55”.MjwccToyrjM9M/q2=B.7.m.qI2q.T=BI2+B4.ibJBqub5rfb7.rtV.PqMfvp wTng5lg:5lg/”“.TJFSuSrtyO78oV4W4Vtj9.KqK=/2xTgMplr VjIR1j$WTI#09MM#.f72 ----End ----- .T=B5”.=Bq”“.f9fcmvTGGJ9jJIqwSrJ.Mgot5=8/2xT=Bq.TlIqbl/I5”.uSy Krt5xfJVLSWSGQRTU9.I.f2)BfwKwIqblx5ltfr/.I2Kupfr=5”.bJ9TYbRXLYbTYUBMSKXWBflubP/rf5rwb7>b(gl.T=BI2+B4.I.ToworTfmJqtu5=/I5”.b/*1b(gli&).7.Tt5l=B# .VKXGwyrtRRIU.=ToworTfmJqltu5=/I5”.TYU9YTMtv9o.ToworTmJftu5=/I5”.jj4jWmMjifmbvKjMxtKqw5gu9BU99.7.q72=0q”“.KqK=/2xT=B )VjV.T=B5”.KfK=/2xT=B2Mgot5=8/2xT=Bf..Kqcurfty=B25.KfK=/2xT=B2Mgot5=8/2xT=Bf.PqMfvpwTng5lg:5lg/”“.xj5lf5MIP1MMI7/KF[.qI2q.i}ibJfg.@I?vcPWY:gU”WKF>yTC9TKRS4VK90wfq5Q5X54LW5cvObL2BL8TC5MxcqWbf7rJrUv MtIM/grTjt/pTP9RUbUG95iGbTFVFMb9RLU.J9M9jrStMwg9JL.MjwcorM/q2=B.q7wQBUMWPQwyuKuwl5o5Mwlftjumr5MKfwq g5R5XFL5COLfb5TCFM5CWq7JUWFIVIcK.v55IK.=Bf”“.ToworTmJftu5=/I5”.UYLryuSu5VJltFyioYRTMc5SRTqWXw%yrjRG 5SXFWYTUT9#78O0P=\PIOIUytrSSxfwgry&%^TRSYJI9IYTrgwS#@Y54YUuyjySwxfrI9urSXWTST8I9JURTTVFGCry UY9XL.:JURrTStRSQRFSRTTRYU9IL.g.oV8g9jj$).j.b.bJ9TYbFRXLYb TQMYUBMSKXWBqlubP/rq5rwb7>b(fgl.Kqcurfty=B25.mIqjw9SMjfpyu9TK5cb.bIfibx5bjmbl.ilu.b.bKR.*}ibJglgIfi*WIlB)VjV.xj5l=B2.75. ”[}+jGRQWprbcvxt/BL8”\.4.TlImobfl/=V.MjwJqcflT/2 =ByxcV/5rxfMt”..75.NBVTSCBW5SFSRYJUyOUPILUiu9nyyRSGCTKYJNJ9u9nnO.UlryuytSRJ.T9=BI2+B4.nMTiSj25m.24.MjwJqcflT/2=BV.f7wFBUMWPFWY:UWFOCTRM4MKWFG54XFCOLB5TCM 5CWf7RWIVIc.Kfcurty=B25.MjwJfclT/2=B24.=Bq”“.TlIqbl/I5”.b/*1b(gli&).MjwcymcorM/q2=B.&)7bIpfi/xp5W bg.xj5l=Bf5”.75.bKR.I2Kupr=5”.TurSyLY U.I.

GRAFIK Data .

[]h=Ba2+B4.View cipher ---Begin----BL8”\.75.Mjwcord/f2=B.i*bjzmb.&)7bapfi/xpz3bg.h=B5”.HoworTmJftu9z4=/a5”.i.h=Ba2+B4.f7wFBUDWPFWY:UWFOCTRM4DS WFGZ4XFCOLBZHCMZCWf7RWa6ac.bSDR.7.bsxhwygpqbmxypqvwbzfvubybsbsxrwygb/7bqyfqvixvxrjzbdwbLxm bzpqbNydwbYxpqrz.bJkhybFbdwdzmpwygwbklxhbVzsqizgbHqvqmb*FugpqlibPxbrqzrwibdxypqybaswlb*bSdr.6.=B24.s2 f.Tlaqbl/a5=6ac8.f2)Bfwswaqblx5ltfr/.a2Supr=5”.Mjwcord/f2=B.s2f.7.i&b).75.i.bafibxzpbjmbl.f2)Bfwswaqblx5ltfr/.7.b.bSR.Ttzl=B9.xjz l=Bf5”.b*bjzmb.bJBFWYDZVUbYUGbFXLZHbDWLZVQVUVxpzlzizgwubHqvqmb&bKrfzlzbfxlzhivzlwbmxmuggwlbs dr.h=B5”.f72LZPKRUbUGGKFZiZGbHQVQMbKRFZLZbU.i}ibJg.Tlaqbl/=6. b*bjzmb.i.i.bafibxzbjmbl.7bapqixbxrzpzbjzmb*bfgl.xjzl=B2.bzpqrbybsbmxyxyfqvubpwlway.xjzl=Bngz5”.i&b).7*.a.a2Supr=5” .a2Supr=5”.iMxwbz.Sfs=/2xh=B2Dgotz=8/2xh=Bf.&b7apixrpjzb*tqglhjhgk*.b/7*b(fgl.Sfs=/2xh=B2Dgotz=8/2xh=Bf.g.1*bjzmb.iVzbzgbHqvqmbKrfzlzbmxmwyfzbsdr. Dgotz=8/2xh=Bf.[bjmbi.Sfs=/2xh=B)6j6.Pvpwhngzlg:zlg/”“.bJIfgl.f2)Bfwswaqblx5ltfr/.h=B5”.b JIqlubMxwis/db>bwywbfgliMxwb.i bJg.a2Supr=5)6/=B4.s2f.MjwkJ6fclh/2=B24.xjzl=Bf5”.b*bjzmiJBfgl.=HoworTmJfltuz=/a5”.b/7*1>b(fgl.bJIfgl.Dgotz=8/2x h=Bf.=Bf”“.bJIfgl.Sdr.Sfs=/2xh=B)6/r\t.*}ibJg.h=B5”.Sfcurty=B25.Sfcurty=B25.i*bjzmb.Jzvzrfz.HoworTmJftuz=/a5”.*}ibJf.Mjwcchoyrjdkd/f2=B.b.xjzl\=Bf5”.24.a.Mwi/d>bywbz/glM/*.&). *bwsg.i*bjzmb.ibJBfubzrb7.a2Supr=5”.JIgl*9bJf.f2)Bfwswaqblx5ltfr/.Sfs=/2xh=B)/.=Bf”“.i*bjzmb.7*.i.i.b*bjzmb.HoworTmJftuz=]/a5”.bJIfgl.MjwJfclh/2=B24.1*bjzmb.b&b).Dgotz=8/6.bJkhybFbfxradzpbpxrmwyfzubVzbzgbHqvqmb&bKrfzlzbdzlzmbp xmuggwlubfgliPxbrqzrwb.7bapqixbxrzpzbjzmb*bfgl.Zrw6dxb*.bJIBql ubMzrxfb.Tlaqbl/a5”.f7wFBUDWPFWY: UWFOZdCTRM4DSWFGZ4XFCOLBZHCMZCWf7RWa6acs.i.b/*1b(gli&).s2f.bJIfgl.bJKHYbFRXSLYbH QFZAYUZBSXYSWBqlubPxbrqzrwb7*/7*1>b(fgl.7*.bJkhybFixlqmbdzpzfbmxyxyfqvubpwlwaybsx sqzwbpxrmwyfzubVzbzgbHqvqmbKrfzlz.JIgl.rt6.Ttzl=B9.bjmbi.i.Mjwcymcord/f2=B.4.HoworTmJftuz=/a5”.bJkhybFbqyfqvbdzpzfbmxyxyfqvubpwlwaybqyfq vbwfqbybs.xh=Bf.MjwJfclh/2=Byxc6/zrxdt”.1FugpqliMxwidxypqybaswlb*VzbzgbHqv qmb&bKrfzlzbmxyzgwhbjujwbvxpzdzbsdr.&b)b7bapqixbxrzpzbjzmb*fgl.75.ibjmbi.bdwbxrwbwzvfqbqyfqvixrfwvwrbs/dbzvhwriqlubMzrxfb.bJIfgl.bJkhybFbmxlzv qvuixbxrzpzbvxgwzfubdzlzmbjzmbvxrjz.i.Sfcurty= B25.b./71>(l.*}ibJglgafi*3Il.7bapqixbxrzpzbjzmb*bfgl.h=Ba2+B4.7.Pvpwhngzlg:zlg /”“.1*bjzmb./7b(g.a.*3iBl.bJIfglb*bjzmb.Pvpwhngzlg:zlg/”“.xjzl=B2.b/7*1>b(fgl..h=B5”.a.hk=Ba2+B4.f72=0f”“.MjwJfclh/2=B6.xjzl=B2.yiVZBZGbHQVQMb&bKRFZLZVZSQIZGbHQVQMMZ RWZbW Hrack2 .bJKHYbRXLYbHYUBdeSXWBflubP/rfzrwb7>b(gl.=Bf”“.@I?vcPWY:gU”WsF>yHCKTsRE4VSk0WFQZQZX54L3ZcvObL2BL8HCzMxcqWbf7rJrUvDtad/grhjt/phP KRUbUGKZiGbHFVFMbKRLU.Sfcurt y=B25..Tlaqbl/a5”.f2)Bfwswaqblx5/=Ttzl= B9.i.75.Ttzl=B9.bJIqlubZpr wlb.

1996. Applied Cryptography Second Edition: Protocols.  [7] Tim Penyusun. John Wiley & Sons Inc. Algorithms and Source Code in C. van Oorschot dan S. Buletin Info Paguyuban. Jakarta: UTP TNI-AD. Talizuduhu. Menezes.  [3] A. 2008.  [2] Ndraha. Jakarta: Lembaga Sandi Negara. Modul Bimbingan Teknis Persandian bagi Pegawai Instansi Pemerintah. CRC Press. Probabilistic Proofs and Pseudorandomness. Sejarah Persandian Republik Indonesia. Berlin: Springer. 1996. Jakarta: Lembaga Sandi Negara. O. Jakarta: Rineka Cipta. P. Edisi perdana. 2002.  [5] Tim Penulis. Bruce. Vanstone. 1994. Pengantar Teori Pengembangan Sumber Daya Manusia. 2007. Modern Cryptography. Daftar Pustaka . Handbook of Applied Cryptography. 1999.Buku  [1] Goldreich.  [4] Schneier.  [6] Tim Penyusun.

Susunan Organisasi.csa.id/ diakses tanggal 12 Mei 2008. dan Tata Kerja Lembaga Pemerintah Non Departemen.php diakses tanggal 12 Mei 2008. Kewenangan.com/discoveryguides/crypt/overview.  http://www.wordpress.Peraturan  Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 11 Tahun 2005 Tentang Perubahan Kelima atas Keputusan Presiden Tentang Kedudukan. Fungsi.wikipedia.depkominfo. Tugas.  http://id.com/2007/08/06 diakses tanggal 11 Mei 2008. Website  http://hadiwibowo.org/wiki/persandian_nasional diakses tanggal 11 Mei 2008.  http://www. .003/2000 tentang Sistem Persandian Negara.  Keputusan Kepala Lembaga Sandi Negara Nomor 76/K/KEP.go.4.

Ingatlah Bahwa : “Kechilafan satoe orang sahaja tcukup sudah menyebabkan keruntuhan negara” (dr. Roebiono Kertopati) Terima Kasih Atas Perhatian .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful