35

Tugas Akhir-Konversi Energi

BAB IV ANALISA DAN DISKUSI

Pada bab ini akan ditampilkan serta dijelaskan berbagai gambar yang merupakan hasil dari penelitian tugas akhir dan menjadi permasalahan yang dibahas, yang terdiri dari pressure drop aliran yang diakibatkan berbagai variasi susunan benda uji sebagai data utama, koefisien drag(CDt) yang terjadi, koefisien tekanan(Cp) serta profil kecepatan di belakang susunan benda uji dengan berbagai variasi sebagai data pendukung. 4.1 Pressure Drop Saluran dan Susunan Benda Uji. 4.1.1 Pressure Drop dan Koefien Gesek(friction) Pada Saluran Kosong. Pada gambar 4.1 disajikan grafik yang menunjukkan pressure drop yang terjadi pada saluran kosong dari wind tunnel dengan panjang test section sepanjang 600mm, diameter hidrolis 125mm sehingga dikategorikan saluran sempit yang akan digunakan sebagai tempat pengujian susunan benda uji.

Gambar 4.1 pressure drop pada saluran kosong

Bila dilihat dari gambar 4.1 maka terlihat bahwa dengan angka Reynolds yang semakin meningkat maka pressure drop
Jurusan Teknik Mesin FTI-ITS

36
Tugas Akhir-Konversi Energi

yang terjadi juga akan semakin meningkat. Kenaikan pressure drop tersebut diakibatkan karena kecepatan yang semakin meningkat. Bila kecepatan meningkat maka akan menaikkan headloss, yang berarti juga akan meningkatkan pressure drop, sesuai dengan perumusan yang ditampilkan di bawah ini. ………………(4.1)

……………….(4.2) Dari persamaan di atas bisa dilihat bahwa faktor kecepatan sangatlah berpengaruh terhadap headloss yang terjadi, dimana faktor kecepatan berbanding lurus dengan headloss sehingga bila kecepatan meningkat maka headloss juga akan ikut meningkat, dan bila headloss meningkat maka pressure drop juga akan meningkat. Selain faktor kecepatan, koefisien gesek, panjang saluran serta diameter juga sangat berpengaruh terhadap pressure drop yang terjadi. Dalam analisa pressure drop pada saluran kosong, sangat besar pengaruh koefisien gesek terhadap pressure yang terjadi sepanjang saluran. Besar dan kecilnya koefisien gesek bisa dilihat dari kekasaran permukaan ataupun ketidakrataan permukaan dari saluran yang dilintasi oleh aliran fluida. Bila koefisien gesek besar maka pressure drop yang terjadi juga semakin besar karena koefisien gesek yang besar akan menghambat aliran, seperti permukaan dengan kontur kasar(bertekstur) dan permukaan dengan kontur halus akan memiliki koefisien yang berbeda sehingga memberikan pengaruh yang berbeda pada aliran yang melintasinya. Pada gambar 4.2 yang disajikan maka terlihat bahwa dengan kenaikan angka Reynolds maka koefisien gesek akan menurun. Dari gambar perbandingan koefisien gesek maka tampak bahwa nilai koefisien gesek hasil perhitungan data

Jurusan Teknik Mesin FTI-ITS

37
Tugas Akhir-Konversi Energi

penelitian pressure drop memiliki nilai yang lebih tinggi dibandingkan nilai perhitungan Swamee-Jain maupun Moody. Perbedaan yang terjadi antara eksperiment dengan hasil dari Swamee-Jain maupun Moody ini dimungkinkan karena pada test section saat penelitian aliran belum mencapai fully develop flow yang berbeda dengan kondisi pada perhitungan Swamee-Jain maupun Moody yang mengasumsikan aliran sudah mencapai fully develop flow.

…………………(4.3) Sedangkan perumusan Moody yaitu sebagai berikut.

………(4.4)

Gambar 4.2 grafik koefisien gesek fungsi angka Reynolds

4.1.2 Pressure Drop Saluran Kosong dan Saluran Dengan Silinder Tunggal. Berikut adalah gambar 4.3 yang menunjukkan Perbandingan pressure drop yang terjadi pada saat aliran melintasi saluran dengan silinder tunggal dan pressure drop yang terjadi pada saat aliran melintasi saluran yang kosong tanpa benda
Jurusan Teknik Mesin FTI-ITS

Untuk grafik yang ditunjukkan bisa dilihat bahwa silinder tunggal maupun saluran kosong mempunyai pola yang sama. Gambar 4. Kecenderungan yang terjadi yaitu nilai pressure drop yang diakibatkan oleh aliran yang melintasi silinder tunggal lebih besar daripada pressure drop yang terjadi bila aliran melintasi saluran kosong.3 pressure drop pada saluran kosong dan saluran dengan silinder tunggal.38 Tugas Akhir-Konversi Energi uji. Dalam saluran kosong. yaitu dengan kenaikan angka Reynods maka pressure drop yang terjadi juga akan semakin meningkat. Pada gambar 4. Bila kecepatan meningkat maka akan menaikkan headloss. Kenaikan pressure drop tersebut diakibatkan karena kecepatan yang semakin meningkat. headloss yang terjadi hanyalah headloss karena saluran saja. yang berarti juga akan meningkatkan pressure drop.3 yang ditampilkan bisa dilihat bahwa ada perbedaan antara pressure drop yang diakibatkan oleh saluran yang kosong dan pressure drop pada saat aliran melintasi silinder tunggal. Sedangkan bila dalam saluran tersebut diberi benda uji seperti silinder tunggal maka headloss yang terjadi adalah headloss total dari saluran dan dari saluran kosong sehingga headloss dengan saluran kosong lebih rendah dibandingkan saluran dengan benda uji. Selain itu bila di dalam saluran diberi benda uji seperti silinder tunggal maka aliran akan lebih terhambat daripada saluran kosong sehingga pada saluran dengan benda uji silinder tunggal aliran akan mengalami Jurusan Teknik Mesin FTI-ITS .

4.39 Tugas Akhir-Konversi Energi penurunan pressure yang menyebabkan pressure drop yang semakin besar pada saluran dengan benda uji silinder tunggal. yang berarti meningkatkan pula pressure drop yang terjadi.4 bisa dilihat bahwa nilai pressure drop pengganggu dengan permukaan polos lebih tinggi dari permukaan berulir. Pengganggu ulir di sini lebih bisa untuk menjaga momentum aliran sehingga mampu untuk mengurangi pressure drop yang terjadi dibandingkan dengan pengganggu yang mempunyai permukaan polos.4 yang menyajikan pressure drop yang dihasilkan oleh saluran dengan benda uji berupa pengganggu dengan permukaan polos dan pengganggu dengan permukaan ulir.3 Pressure Drop Pengganggu Berulir dan Pengganggu Polos Berikut adalah gambar 4. Pengganggu dengan permukaan berulir lebih bisa mereduksi pressure drop yang terjadi.1. Dari gambar 4.4 pressure drop pengganggu polos dan pengganggu ulir Penggunaan pengganggu yang berupa silinder dengan permukaan polos dan permukaan berulir di sini juga akan dibandingkan penggunaanya pada silinder dengan susunan Jurusan Teknik Mesin FTI-ITS . Gambar 4. Dari gambar yang terlihat maka bisa disimpulkan bahwa dengan meningkatnya angka Reynolds maka pressure drop juga ikut meningkat karena meningkatnya kecepatan akan memicu meningkatnya headloss yang terjadi.

yang berarti juga akan meningkatkan pressure drop Dari gambar 4.5 yang menunjukkan perbandingan pressure drop yang terjadi pada saat aliran melintasi saluran dengan silinder tunggal dalam penelitian ini dengan penelitian Daloglu yang menggunakan diameter yang sam yaitui 25mm.5 yang ditampilkan maka bisa dilihat bahwa nilai pressure drop yang diperoleh dalam penelitian Daloglu memiliki nilai yang lebih rendah daripada nilai yang diperoleh dalam percobaan ini.5 pressure drop silinder tunggal hasil eksperimen dan Daloglu Perbedaan penelitian yang dilakukan pada penelitian ini dengan penelitian yang dilakukan oleh Daloglu bisa terjadi karena Jurusan Teknik Mesin FTI-ITS . yang dimungkinkan ada beberapa hal yang berbeda dari penelitian Daloglu dan penelitian ini. 4. Bila kecepatan meningkat maka akan menaikkan headloss.40 Tugas Akhir-Konversi Energi tandem jarak S/D=1.4 Pressure Drop Silinder Tunggal. yaitu dengan kenaikan angka Reynods maka pressure drop yang terjadi juga akan semakin meningkat. Dari kedua gambar yang ditampilkan mempunyai pola yang sama. Gambar 4.1. Kenaikan pressure drop tersebut diakibatkan karena kecepatan yang meningkat sesuai dengan kenaikan angka Reynolds.5 dan dilihat bagaimana pengaruhnya serta pengganggu mana yang lebih bisa untuk mereduksi pressure drop.5 dan silinder dengan susunan tandem jarak S/D=2. Berikut adalah gambar 4.

41 Tugas Akhir-Konversi Energi beberapa hal yang mungkin bisa mempengaruhi sehingga terjadi perbedaan tersebut.6 yang menyajikan pressure drop yang dihasilkan oleh aliran yang melintasi saluran dengan susunan benda uji berupa silinder sirkular yang disusun secara tandem dengan jarak S/D=1. Dari gambar 4. keadaan dalam windtunnel seperti pemasangan screen yang mungkin berbeda dengan pemasangan pada penelitian Daloglu.5mm. Hal yang bisa berpengaruh antara lain suhu yang bisa mempengaruhi properti fluida sehingga menyebabkan deviasi yang besar. Perbedaan penelitian yang dilakukan pada penelitian ini dengan penelitian yang dilakukan oleh Daloglu bisa terjadi karena beberapa hal yang mungkin bisa mempengaruhi sehingga terjadi perbedaan tersebut.1.4mm dan diameter 12. Dengan kenaikan angka Reynolds maka kecepatan aliran juga akan menigkat dan akan meningkatkan headloss mayor dan minor yang terjadi sehingga meningkatkan pressure drop. Jurusan Teknik Mesin FTI-ITS . yang bisa berpengaruh antara lain suhu yang bisa mempengaruhi properti fluida sehingga menyebabkan deviasi yang besar.6 yang terlihat maka bisa dilihat bahwa secara keseluruhan pressure drop yang diperoleh dalam penelitian Daloglu sedikit lebih kecil dibandingkan dengan pressure drop yang dihasilkan dalam penelitian ini.5 Pressure Drop Silinder Tandem S/D=1. 4. Selain rasio blockage yang menyebabkan hasil eksperimen lebih besar.5 yang akan dibandingkan dengan hasil yang diperoleh Daloglu dalam penelitiannya pada susunan benda uji dengan jarak S/D=1. Dari hasil yang diperoleh bisa dilihat bahwa dengan meningkatnya angka Reynolds maka pressure drop juga akan ikut meningkat.5 Berikut gambar 4. Keadaan dalam windtunnel seperti pemasangan screen yang mungkin berbeda dengan pemasangan pada penelitian Daloglu.

0mm dan diameter 12. Dari hasil yang diperoleh bisa dilihat bahwa dengan meningkatnya angka Reynolds maka pressure drop juga akan ikut meningkat.5 yang akan dibandingkan dengan hasil yang diperoleh Daloglu dalam penelitiannya pada susunan benda uji dengan jarak S/D=3.7 pressure drop silinder tandem S/D=2.6 pressure drop silinder tandem S/D=1.6 Pressure Drop Silinder Tandem S/D=2. Gambar 4.42 Tugas Akhir-Konversi Energi Gambar4.5 4.6 yang menyajikan pressure drop yang dihasilkan oleh aliran yang melintasi saluran dengan susunan benda uji berupa silinder sirkular yang disusun secara tandem dengan jarak S/D=2.1.5mm. Dengan kenaikan angka Reynolds maka kecepatan aliran juga akan menigkat dan akan meningkatkan headloss mayor dan minor yang terjadi sehingga meningkatkan pressure drop.5 Berikut adalah gambar 4.5 Jurusan Teknik Mesin FTI-ITS .

1.5 lebih besar jika dibandingkan dengan susunan tandem S/D=1.6 yang terlihat di bawah maka bisa dilihat bahwa secara keseluruhan pressure drop yang diperoleh dalam penelitian Daloglu lebih kecil dibandingkan dengan pressure drop yang dihasilkan dalam penelitian ini.5. tetapi memiliki trendline yang sama. Perbedaan antara pressure drop yang dihasilkan silinder dengan jarak S/D=1.5 dimungkinkan karena perbedaan karakteristik aliran yang melintasi antara kedua konfigurasi tersebut. Keadaan dalam windtunnel seperti pemasangan screen yang mungkin berbeda dengan pemasangan pada penelitian Daloglu. Bila dilihat dari gambar 4.5 dan S/D=2.5. yang bisa berpengaruh antara lain suhu yang bisa mempengaruhi properti fluida sehingga menyebabkan deviasi yang besar.5 Berikut adalah gambar 4.7 Pressure Drop Silinder Tandem S/D=1.8 yang menyajikan pressure drop yang dihasilkan oleh aliran yang melintasi silinder yang tersusun secara tandem dengan S/D=1. Dengan kenaikan angka Reynolds maka kecepatan aliran juga akan menigkat dan akan meningkatkan headloss yang terjadi sehingga meningkatkan pressure drop seperti yang sudah tertulis pada penjelasan sebelumnya. Selain rasio blockage yang menyebabkan hasil eksperimen lebih besar. Perbedaan penelitian yang dilakukan pada penelitian ini dengan penelitian yang dilakukan oleh Daloglu bisa terjadi karena beberapa hal yang mungkin bisa mempengaruhi sehingga terjadi perbedaan tersebut. Hal tersebut mengacu pada penelitian yang dilakukan Jurusan Teknik Mesin FTI-ITS .5 dengan Silinder Tandem S/D=2.43 Tugas Akhir-Konversi Energi Dari gambar 4.5 dan pressure drop yang dihasilkan oleh aliran yang melintasi silinder yang tersusun secara tandem dengan S/D=2. 4. Dari kedua gambar yang tampak maka bisa dilihat dengan meningkatnya angka Reynolds maka pressure drop yang dihasilkan juga semakin meningkat.8 maka bisa dilihat nilai pressure drop yang dihasilkan susunan tandem dengan S/D=2.

5 yang di depannya diletakkan sebuah pengganggu/disturbance body dengan jarak L/D=2.9 yang ditampilkan maka bisa dilihat bahwa pressure drop yang dihasilkan oleh susunan silinder yang disusun secara tandem dengan jarak S/D=1.44 Tugas Akhir-Konversi Energi oleh Alam(2003) yang menggunakan dua silinder tandem dengan berbagai jarak L/D.5 tanpa pengganggu memiliki nilai yang lebih besar dibandingkan susunan silinder tandem S/D=1.8 Pressure Drop Silinder Tandem S/D=1. Dari kedua gambar yang diperlihatkan berikut maka kecenderungannya adalah dengan meningkatnya angka Reynolds maka pressure drop yang dihasilkan juga semakin meningkat.1.5 dengan silinder tandem S/D=2.8 pressure drop silinder tandem S/D=1. Dengan kenaikan angka Reynolds maka kecepatan aliran juga akan menigkat dan akan meningkatkan headloss yang terjadi sehingga meningkatkan pressure drop seperti yang sudah tertulis pada penjelasan sebelumnya.9 yang menyajikan hasil dari pengukuran pressure drop pada saluran dengan silinder tandem jarak S/D=1. yang menampilkan koefisien drag dengan variasi berbagai jarak L/D.0 yang mempunyai permukaan polos dan permukaan berulir.5 tanpa pengganggu dan silinder tandem S/D=1. Gambar 4.5 tanpa Pengganggu dan Dengan Pengganggu Ulir serta Polos Berikut adalah gambar 4.5 yang di depannya terdapat Jurusan Teknik Mesin FTI-ITS .5 4. Bila dilihat dari gambar 4.

Jadi bisa dikatakan bahwa dengan adanya tambahan body pengganggu pada jarak L/D=2.5 tanpa Pengganggu dan Dengan Pengganggu Ulir serta Polos 4.9 Pressure drop Silinder Tandem S/D=1.9 juga bisa dilihat bahwa nilai pressure drop penggunaan pengganggu polos di depan silinder yang tersusun secara tandem dengan S/D=1.5 yang di depannya diletakkan sebuah pengganggu/disturbance body dengan jarak L/D=2. yang mengandung arti bahwa penggunaan pengganggu ulir efektif dalam menurunkan pressure drop aliran.0 dan jarak antara silinder S/D=1.0 yang mempunyai permukaan polos dan permukaan berulir.5 lebih tinggi dibandingkan penggunaan pengganggu yang memiliki permukaan ulir.5 efektif dalam menurunkan pressure drop pada aliran. Jadi pengganggu berulir memiliki nilai yang lebih kecil daripada pengganggu polos.5 tanpa pengganggu dan silinder tandem S/D=2.1. Dari kedua gambar yang diperlihatkan berikut maka kecenderungannya adalah dengan meningkatnya angka Reynolds maka pressure drop yang dihasilkan juga Jurusan Teknik Mesin FTI-ITS .9 Pressure Drop Silinder Tandem S/D=2.5 tanpa Pengganggu dan Dengan Pengganggu Ulir serta Polos Berikut adalah gambar 4. Pada gambar 4.10 yang menyajikan hasil dari pengukuran pressure drop pada saluran dengan silinder tandem jarak S/D=2. Gambar 4.45 Tugas Akhir-Konversi Energi pengganggu polos maupun ulir.

Bila dilihat dari gambar 4.5 yang di depannya terdapat pengganggu polos maupun ulir.5 lebih tinggi dibandingkan penggunaan pengganggu yang memiliki permukaan ulir.10 yang ditampilkan maka bisa dilihat bahwa pressure drop yang dihasilkan oleh susunan silinder yang disusun secara tandem dengan jarak S/D=2. Jadi pengganggu berulir memiliki nilai yang lebih kecil daripada pengganggu polos yang mengandung arti bahwa penggunaan pengganggu ulir memang efektif dalam menurunkan pressure drop aliran.5 tanpa Pengganggu dan Dengan Pengganggu Ulir serta Polos Jurusan Teknik Mesin FTI-ITS . Jadi bisa dikatakan bahwa dengan adanya tambahan body pengganggu pada jarak L/D=2. Pada gambar 4.0 dan jarak antara silinder S/D=2.10 Pressure drop Silinder Tandem S/D=2.5 tanpa pengganggu memiliki nilai yang lebih besar dibandingkan susunan silinder tandem S/D=2.10 juga bisa dilihat bahwa nilai pressure drop penggunaan pengganggu polos di depan silinder yang tersusun secara tandem dengan S/D=2.5 sangat efektif dalam menurunkan pressure drop pada aliran. Gambar 4.46 Tugas Akhir-Konversi Energi semakin meningkat. Dengan kenaikan angka Reynolds maka kecepatan aliran juga akan menigkat dan akan meningkatkan headloss mayor dan minor yang terjadi sehingga meningkatkan pressure drop seperti yang sudah tertulis pada penjelasan sebelumnya.

11 maka bisa dilihat bahwa dari rentang angka Reynolds dari 52100 sampai dengan 156000 maka bisa dilihat bahwa CDt terkecil yaitu dihasilkan oleh angka Reynold 73700 dengan CDt sebesar 0.2 Koefisien Drag Total Silinder Tandem S/D=1.95.47 Tugas Akhir-Konversi Energi 4.2.5 dan S/D=2. Gambar 4.05.5 dan Silinder Tandem S/D=2. Bisa dilihat juga bahwa CDt terbesar dihasilkan oleh angka Reynold 52100 dengan nilai sebesar 1. Dari hasil yang diperoleh maka bisa dilihat bahwa dari kedua gambar menunjukkan CDt terbesar dihasilkan Jurusan Teknik Mesin FTI-ITS .5 Berikut adalah gambar 4.5.12 yang menyajikan koefisien drag total yang dihasilkan oleh silinder tandem dangan jarak S/D=1. Pressure drop yang terjadi digunakan dalam menentukan koefisien drag total dari susunan benda uji yang hasilnya adalah sebagai berikut.11 koefisien drag total silinder tunggal 4. dari gambar yang ditunjukan pada gambar 4.2 Koefisien Drag Pada Susunan Benda Uji Dari analisa pressure drop pada sub bab sebelumnya.1 Koefisien Drag Total Silinder Tunggal Berikut adalah gambar 4. 4. maka kali ini akan ditampilkan hasil dari koefisien drag yang diperoleh dari analisa lebih lanjut terhadap pressure drop yang terjadi.11 yang menyajikan koefisien drag total yang dihasilkan silinder tunggal bedasarkan fungsi angka Reynolds.2.

5 yaitu pada angka Reynolds 90200 yaitu sebesar 1. Dari hasil yang diperoleh bisa dilihat bahwa CDt yang dihasilkan silinder tandem tanpa pengganggu lebih besar daripada yang dihasilkan silinder tandem yang di depannya diberi pengganggu berupa silinder kecil polos dan ulir.13 yang menyajikan koefisien drag yang dihasilkan oleh silinder yang disusun secara tandem pada jarak S/D=1.12 koefisien drag total silinder tandem S/D=1.3 Koefisien Drag Total Silinder Tandem S/D=1.5 tanpa pengganggu dan dengan penggaanggu polos serta ulir Berikut adalah gambar 4. Hal tersebut sesuai dengan pressure drop yang telah dibahas sebelumnya yang menyebutkan pressure drop silinder tandem dengan S/D=1.2. 4.83.5.5 tanpa pengganggu dan dengan pengganggu polos dan ulir. Gambar 4.5 yaitu pada angka Reynolds 128000 yaitu sebesar 0. Untuk CDt terkecil pada silinder susunan tandem S/D=2.14 dan pada silinder tandem S/D=1.5 lebih rendah dibandingkan dengan silinder tandem dengan S/D=2.5 dan S/D=2.5.48 Tugas Akhir-Konversi Energi oleh angka Reynolds sebesar 52100.5 lebih rendah dibandingkan dengan susunan silinder tandem dengan S/D=2. Jadi penggunaan pengganggu di depan silinder yang tersusun tandem sangat efektif Jurusan Teknik Mesin FTI-ITS .5 Dari hasil yang diperoleh juga didapatkan bahwa CDt yang dihasilkan oleh susunan silinder S/D=1.

14 yang menyajikan koefisien drag yang dihasilkan oleh silinder yang disusun secara tandem pada jarak S/D=2.5 dengan pengganggu polos lebih besar dibandingkan dengan pengganggu ulir. Hal tersebut sesuai dengan penelitian Lee yang mengatakan penggunaan silinder ulir lebih efektif dalam mereduksi CDt daripada silinder polos.5 tanpa pengganggu dan dengan pengganggu polos serta ulir. berarti bahwa pengganggu dengan permukaan ulir lebih efektif dalam menurunkan CDt karena dimungkinkan permukaan berulir lebih bisa menjaga momentum aliran sehingga menghasilkan CDt lebih kecil.5 tanpa pengganggu dan dengan penggaanggu polos serta ulir Berikut adalah gambar 4.49 Tugas Akhir-Konversi Energi dalam menurunkan CDt yang terjadi atau bisa dikatakan dapat mereduksi gaya hambat secara efektif yang bisa dilihat juga pada sub bab pembahasan pressure drop yang menyebutkan penggunaan pengganggu juga menurunkan pressure drop yang terjadi.13 koefisien drag total silinder tandem S/D=1. 4.2.5 tanpa pengganggu dan dengan pengganggu polos dan ulir. Dari hasil yang diperoleh bisa dilihat bahwa CDt yang dihasilkan silinder tandem tanpa pengganggu lebih besar Jurusan Teknik Mesin FTI-ITS .4 Koefisien Drag Total Silinder Tandem S/D=2. Gambar 4. Dari sini juga bisa dilihat bahwa CDt yang dihasilkan oleh silinder tandem S/D=1.

Hal tersebut sesuai dengan penelitian Lee yang mengatakan penggunaan silinder ulir lebih efektif dalam mereduksi CDt daripada silinder polos pada angka Reynolds tertentu. tandem maupun tandem dengan benda Jurusan Teknik Mesin FTI-ITS . Gambar 4. berarti bahwa pengganggu dengan permukaan ulir lebih efektif dalam menurunkan CDt karena dimungkinkan permukaan berulir lebih bisa menjaga momentum aliran sehingga menghasilkan CDt lebih kecil.50 Tugas Akhir-Konversi Energi daripada yang dihasilkan silinder tandem yang di depannya diberi pengganggu berupa silinder kecil polos dan ulir.5 tanpa pengganggu dan dengan pengganggu polos serta ulir Dari sini juga bisa dilihat bahwa CDt yang dihasilkan oleh silinder tandem S/D=2.3 Koefisien Tekanan Pada Susunan Benda Uji Berikut akan ditampilkan koefisien tekanan(Cp) dari susunan benda uji tunggal.14 koefisien drag total silinder tandem S/D=2. 4.5 dengan pengganggu polos lebih besar dibandingkan dengan pengganggu ulir. Jadi penggunaan pengganggu di depan silinder yang tersusun tandem sangat efektif dalam menurunkan CDt yang terjadi atau bisa dikatakan dapat mereduksi gaya hambat secara efektif yang bisa dilihat juga pada sub bab pembahasan pressure drop yang menyebutkan penggunaan pengganggu juga menurunkan pressure drop yang terjadi.

Bila di lihat pada gambar bisa dilihat letak titik separasi terjadi di sekitar sudut 85o dimana setelah titik itu tekanan aliran akan menjadi konstan. 4.3. Dari gambar bisa dilihat bahwa titik stagnasi terjadi pada sudut 0o yaitu menghasilkan Cp dengan nilai 1.5 Pada gambar 4. Gambar 4.15 koefisien tekanan silinder tunggal Aliran fluida dari titik stagnasi akan mengalami percepatan hingga pada kecepatan maksimalnya yang ditandai menurunnya Cp hingga sampai pada tekanan minimumnya yaitu pada sudut 65o dengan Cp sebesar (-1.1 Koefisien Tekanan Pada Silinder Tunggal Pada gambar 4. 4. Terjadinya percepatan aliran ini disebabkan karena penyempitan stream tube dari titik stagnasi hingga pada titik dengan tekanan minimum.51 Tugas Akhir-Konversi Energi uji yang dilakukan pada angka Reynolds sebesar 116000 hidraulic diameter base .2 Koefisien Tekanan Pada Silinder Tandem S/D=1.5 dan S/D=2.3.15 disajikan distribusi tekanan yang terjadi sepanjang aliran melintasi silinder tunggal dengan D=25mm yang dibuat bedasarkan fungsi sudut kontur dari 0o sampai dengan 180o dengan pengambilan data setiap 5o.16 disajikan gambar distribusi tekanan yang terjadi sepanjang aliran melintasi silinder tersusun tandem Jurusan Teknik Mesin FTI-ITS .26).

5 pada upstream silinder yang dibuat bedasarkan fungsi sudut kontur dari 0o sampai dengan 180o dengan pengambilan data setiap 5o pada angka Reynolds 116000 hidraulic diameter base.5 dan pada sudut 70o dengan Cp sebesar (-1.16 koefisien tekanan silinder tandem S/D=1. Dari gambar bisa dilihat bahwa aliran Jurusan Teknik Mesin FTI-ITS .5. Aliran fluida dari titik stagnasi akan mengalami percepatan hingga pada kecepatan maksimalnya yang ditandai menurunnya Cp hingga sampai pada tekanan minimumnya yaitu pada sudut 70o dengan Cp sebesar (2) pada silinder tandem dengan jarak S/D=1.5 dan S/D=2.4) pada silinder tandem dengan jarak S/D=2.5 (upstream) Gambar 4.5 yang dibuat bedasarkan fungsi sudut kontur dari 0o sampai dengan sudut 180o dengan pengambilan data setiap 5o pada angka Reynolds 116000 hidraulic diameter base. Dari gambar bisa dilihat untuk kedua gambar pada sisi upstream titik stagnasi terjadi pada sudut 0o yaitu menghasilkan Cp dengan nilai 1. Bila di lihat untuk kedua gambar letak titik separasi terjadi di sekitar sudut 80o dimana setelah titik itu tekanan aliran akan menjadi konstan. Terjadinya percepatan aliran ini disebabkan karena penyempitan stream tube dari titik stagnasi hingga pada titik dengan tekanan minimum.52 Tugas Akhir-Konversi Energi S/D=1. Gambar 4.17 menunjukkan koefisien tekanan yang terjadi pada sisi downstream silinder dari silinder yang tersusun tandem pada jarak S/D=1.5 dan S/D=2.5 dan jarak S/D=2.

Dari gambar bisa dilihat untuk kedua gambar pada sisi upstream titik stagnasi terjadi pada sudut 0o yaitu menghasilkan Cp dengan nilai 0.3.5 pada angka Reynolds 116000 hidraulic diameter base yang di depannya diletakkan sebuah pengganggu berupa silinder sirkular kecil dengan diameter 4mm yang memiliki permukaan polos dan permukaan ulir.5 dan S/D=2. Aliran fluida dari titik stagnasi akan mengalami percepatan hingga pada kecepatan maksimalnya yang ditandai menurunnya Cp hingga sampai pada tekanan minimumnya yaitu pada sudut 75o dengan Cp sebesar (Jurusan Teknik Mesin FTI-ITS .3 Koefisien Tekanan Pada Silinder Tandem S/D=1.53 Tugas Akhir-Konversi Energi dari silinder upstream mengalami attachment pada silinder downstream.5 terjadi pada sudut 65o pada downstream silinder dan akan terseparasi lagi pada sudut antara 100o<θ<140o pada downstream silinder hingga tekanan menjadi konstan.5 attachment terjadi pada sudut 80o pada silinder downstream sedangkan untuk silinder tandem dengan jarak S/D=2.5 Dengan Pengganggu Ulir dan Polos Pada gambar 4.5 pengganggu polos dan 0.18 disajikan koefisien tekanan silinder upstream dari dua buah silinder sirkular yang disusun secara tandem dengan jarak S/D=1.5 pengganggu ulir.39 untuk silinder tandem S/D=1.5 (downstream) 4. Untuk silinder tandem dengan jarak S/D=1. Gambar 4.17 koefisien tekanan silinder tandem S/D=1.29 untuk silinder tandem S/D=1.

54 Tugas Akhir-Konversi Energi 2) pada silinder tandem dengan jarak S/D=1.5 pengganggu ulir.5 pada angka Reynolds 116000 hidraulic diameter base dengan pengganggu polos dan ulir di depannya.5 pengganggu polos dan pada sudut 75o dengan Cp sebesar (-1. Jurusan Teknik Mesin FTI-ITS .5 dengan pengganggu polos dan ulir (upstream) Pada gambar 4.5 pengganggu polos dan pada sudut 60 bila menggunakan pengganggu ulir dengan Cp sebesar (-0. Gambar 4. Terjadinya percepatan aliran ini disebabkan karena penyempitan stream tube dari titik stagnasi hingga pada titik dengan tekanan minimum.6) pada silinder tandem S/D=1. yaitu pada sudut 60 dengan Cp sebesar (-0.5 pengganggu ulir.57) dan akan terseparasi lagi pada sudut antara 100o<θ<140o pada downstream silinder hingga tekanan menjadi konstan.5 pengganggu polos dan sekitar sudut 95o pada silinder tandem S/D=1. yang juga dibuat bedasarkan fungsi dari sudut kontur silinder. Bila di lihat untuk kedua gambar letak titik separasi masif terjadi di sekitar sudut 90o pada silinder tandem S/D=1.19 disajikan koefisien tekanan silinder downstream dari dua silinder sirkular yang disusun secara tandem dengan jarak S/D=1.9) pada silinder tandem dengan jarak S/D=1.18 koefisien tekanan silinder tandem S/D=1. Dari grafik yang terlihat maka dua gambar tersebut memiliki titk puncak yang diduga adalah titik attachment pada downstream silinder.

5 pada angka Reynolds 116000 hidraulic diameter base yang di depannya diletakkan sebuah pengganggu berupa silinder sirkular kecil dengan diameter 4mm yang memiliki permukaan polos dan permukaan ulir.5 pengganggu polos dan 0.5 Pengganggu Ulir dan Polos Pada gambar 4.20 disajikan koefisien tekanan silinder upstream dari dua buah silinder sirkular yang disusun secara tandem dengan jarak S/D=2. Aliran fluida dari titik stagnasi akan mengalami percepatan hingga pada kecepatan maksimalnya yang ditandai menurunnya Cp hingga sampai pada tekanan minimumnya yaitu pada sudut 75o dengan Cp sebesar (1.5 pengganggu polos dan pada sudut 75o dengan Cp sebesar (-1.3.5 pengganggu ulir.5 pengganggu ulir.5 dengan pengganggu polos dan ulir (downstream) 4.4 Koefisien Tekanan Pada Silinder Tandem Jarak Dengan S/D=2.7) pada silinder tandem dengan jarak S/D=2.19 koefisien tekanan silinder tandem S/D=1.36 untuk silinder tandem S/D=2.55 Tugas Akhir-Konversi Energi Gambar 4.8) pada silinder tandem dengan jarak S/D=1. Dari gambar bisa dilihat untuk kedua gambar pada sisi upstream titik stagnasi terjadi pada sudut 0o yaitu menghasilkan Cp dengan nilai 0.41 untuk silinder tandem S/D=2. Terjadinya percepatan aliran ini disebabkan karena penyempitan stream tube Jurusan Teknik Mesin FTI-ITS .

Jurusan Teknik Mesin FTI-ITS .5 pengganggu polos dan pada sudut 40 bila menggunakan pengganggu ulir dengan Cp sebesar (-0.3) dan akan terseparasi lagi pada sudut antara 110o <θ<140o pada downstream silinder hingga tekanan menjadi konstan. Gambar 4.20 koefisien tekanan silinder tandem S/D=2. Bila di lihat untuk kedua gambar letak titik separasi masif terjadi di sekitar sudut 90o pada silinder tandem S/D=2.5 pengganggu ulir.5 pada angka Reynolds 116000 hidraulic diameter base dengan pengganggu polos dan ulir di depannya. Dari gambar yang terlihat maka dua gambar tersebut memiliki titk puncak yang diduga adalah titik attachment pada downstream silinder.56 Tugas Akhir-Konversi Energi dari titik stagnasi hingga pada titik dengan tekanan minimum. yaitu pada sudut 40 dengan Cp sebesar (-0.5 pengganggu polos dan sekitar sudut 95o pada silinder tandem S/D=2. yang juga dibuat bedasarkan fungsi dari sudut kontur silinder.21 disajikan koefisien tekanan silinder downstream dari dua silinder sirkular yang disusun secara tandem dengan jarak S/D=2.5 dengan pengganggu polos dan ulir (upstream) Pada gambar 4.46) pada silinder tandem S/D=2.

5. Jurusan Teknik Mesin FTI-ITS .4.5 memiliki luasan yang lebih kecil dibandingkan dengan silinder tandem dengan jarak S/D=2. Dari gambar yang disajikan bisa dilihat defisit momentum yang terjadi antara kedua susunan karena aliran melintasi susunan silinder tersebut.1 Profil Kecepatan di Belakang Silinder Tandem S/D=1. 4.57 Tugas Akhir-Konversi Energi Gambar 4.5 dan S/D=2.5 dengan pengganggu polos dan ulir (downstream) 4.4 Profil Kecepatan di Belakang Susunan Benda Uji Berikut adalah profil kecepatan yang diukur di belakang susunan dengan jarak x/D=4 dengan angka Reynolds sebesar 116000 hidraulic diameter base.5. Kecepatan yang berkurang menunjukkan wake dan defisit momentum yang berpengaruh pada besarnya gaya drag total yang terjadi pada susunan silinder.5 dan S/D=2.5 ada perbedaan mengenai luasan defisit momentum yang terjadi.5 dan S/D=2. silinder tandem dengan jarak S/D=1. Dari gambar profil kecepatan bisa dilihat antara silinder tandem S/D=1.5 Berikut adalah profil kecepatan dari dua silinder sirkular yang disusun secara tandem dengan jarak S/D=1. Angka Reynolds yang digunakan dalam pengambilan kecepatan di belakang silinder yaitu sebesar 116000 hidraulic diameter base.21 koefisien tekanan silinder tandem S/D=2.

4.5 daripada S/D=2. Dari gambar yang disajikan bisa dilihat defisit momentum yang terjadi antara kedua susunan karena aliran melintasi susunan silinder tersebut.5.5 dengan menggunakan pengganggu ulir dan polos.5 Dengan Pengganggu Ulir dan Polos Berikut adalah profil kecepatan dar dua silinder sirkular yang disusun secara tandem dengan jarak S/D=1.2 Profil Kecepatan di Belakang Silinder Tandem S/D=1.5 menunjukkan bahwa drag yang terjadi karena aliran melintasi silinder tandem dengan jarak S/D=1.58 Tugas Akhir-Konversi Energi Gambar 4.4. Kecepatan yang berkurang menunjukkan wake serta defisit momentum yang berpengaruh pada gaya drag total yang terjadi pada susunan silinder. Angka Reynolds yang digunakan dalam pengambilan kecepatan di belakang silinder yaitu sebesar 116000 hidraulic diameter base.22 profil kecepatan di belakang silinder tunggal Hal tersebut menunjukkan bahwa defisit momentum karena aliran melintasi silinder tandem dengan jarak S/D=1.5. Dari gambar profil kecepatan bisa dilihat Jurusan Teknik Mesin FTI-ITS . Dengan lebih kecilnya defisit momentum yang terjadi karena aliran melintasi silinder dengan jarak S/D=1.5 lebih kecil dibandingkan defisit momentum yang terjadi karena aliran melintasi silinder tandem dengan jarak S/D=2.5 lebih kecil dibandingkan S/D=2.

5 dengan pengganggu polos dan ulir ada perbedaan mengenai luasan defisit momentum yang terjadi. Dari gambar yang disajikan bisa dilihat defisit momentum yang terjadi antara kedua Jurusan Teknik Mesin FTI-ITS .5 dengan pengganggu polos memiliki luasan yang lebih besar daripada dengan pengganggu ulir.23 profil kecepatan dibelakang silinder tandem S/D=1. Angka Reynolds yang digunakan dalam pengambilan kecepatan di belakang silinder yaitu sebesar 116000 hidraulic diameter base.5 Dengan Pengganggu Ulir dan Polos Berikut adalah profil kecepatan dar dua silinder sirkular yang disusun secara tandem dengan jarak S/D=1.4. Gambar 4.5 dengan menggunakan pengganggu ulir dan polos. Dengan lebih besarnya defisit momentum yang terjadi karena aliran melintasi silinder dengan jarak S/D=1.5 dengan pengganggu polos lebih besar daripada menggunakan pengganggu ulir.3 Profil Kecepatan di Belakang Silinder Tandem S/D=2. Hal tersebut menunjukkan bahwa defisit momentum karena aliran melintasi silinder tandem jarak S/D=1. silinder tandem dengan jarak S/D=1.5 4.59 Tugas Akhir-Konversi Energi antara silinder tandem S/D=1.5 dengan pengganggu polos daripada ulir menunjukkan bahwa drag yang terjadi karena aliran melintasi silinder tandem dengan jarak S/D=1.5 dan S/D=2.5 dengan pengganggu polos lebih besar dibandingkan defisit momentum yang terjadi karena aliran melintasi silinder tandem jarak S/D=1.5 dengan pengganggu ulir .

Hal tersebut menunjukkan bahwa defisit momentum karena aliran melintasi silinder tandem jarak S/D=2.5 dengan pengganggu polos dan ulir 4.5 dengan pengganggu polos dan ulir ada perbedaan mengenai luasan defisit momentum yang terjadi. Dengan lebih besarnya defisit momentum yang terjadi karena aliran melintasi silinder dengan jarak S/D=2.24 profil kecepatan di belakang silinder tandem S/D=1.5 dengan pengganggu ulir .5 Diskusi Tulisan yang diuraikan pada sub bab ini menjelaskan beberapa informasi penting dari hasil-hasil gambar penelitian Jurusan Teknik Mesin FTI-ITS . silinder tandem dengan jarak S/D=2. Dari gambar profil kecepatan bisa dilihat antara silinder tandem S/D=2. Gambar 4. Kecepatan yang berkurang menunjukkan wake dan defisit momentum yang berpengaruh terhadap besarnya gaya drag total yang terjadi pada susunan silinder.60 Tugas Akhir-Konversi Energi susunan karena aliran melintasi susunan silinder tersebut.5 dengan pengganggu polos memiliki luasan yang lebih besar daripada dengan pengganggu ulir.5 dengan pengganggu polos lebih besar dibandingkan defisit momentum yang terjadi karena aliran melintasi silinder tandem jarak S/D=2.5 dengan pengganggu polos daripada ulir menunjukkan bahwa drag yang terjadi karena aliran melintasi silinder tandem dengan jarak S/D=1.5 dengan pengganggu polos lebih besar daripada menggunakan pengganggu ulir.

Pemberian disturbance ini adalah salah satu cara untuk menunda letak titik separasi pada body utama. pernah juga dilakukan penelitian dengan menggunakan silinder sirkular dengan permukaan yang berulir(U-grooved dan V-grooved). Pengaruh konfigurasi tandem pada body utama atau pengaruh jarak (S/D) terhadap pressure drop maupun gaya drag yang terjadi . Pengaruh gangguan/disturbance yang diletakkan di depan dua body utama yang tersusun secara tandem terhadap pressure drop dan gaya drag yang terjadi. 5. Konfigurasi silinder yang tersusun secara tandem pada jarak tertentu yang di depannya diberi sebuah disturbance body berbentuk silinder sirkular dengan permukaan polos dan berulir sebagaimana hasilnya telah dibahas pada bab sebelumnya memunculkan beberapa hal penting yang dapat didiskusikan lebih lanjut pada bab ini. Dengan dominasi lapis batas turbulen pada permukaan body maka separasi pada body utama akan tertunda lebih ke belakang. Selain dengan menambahkan disturbance body.61 Tugas Akhir-Konversi Energi yang dibahas pada sub bab sebelumnya untuk mendapatkan informasi yang semakin jelas dan terarah. Koefisien tekanan dari dari silinder tunggal serta penggunaan pengganggu polos dan ulir. 2. yaitu sebagai berikut 1. Pengaruh permukaan pada gangguan/disturbance pada pengganggu di depan dua silinder yang tersusun tandem terhadap pressure drop dan gaya drag yang terjadi. Salah satu upaya yang pernah dilakukan adalah dengan menambahkan disturbance berupa obyek pengganggu di depan body utama. Jurusan Teknik Mesin FTI-ITS . 4. 3. Untuk mendapatkan performa terbaik dengan gaya hambat yang kecil dari suatu sistem aliran fluida yang melintasi suatu body melatarbelakangi penelitian untuk pengendalian pasif lapis batas. Secara prinsip diduga dengan adanya pengganggu ini akan mempercepat transisi lapis batas dari laminar menjadi turbulan. Pengaruh angka Reynolds terhadap pressure drop yang terjadi.

1) …………………. berikut adalah perbandingan dengan penelitian yang telah dilakukan oleh Daloglu untuk silinder tunggal dan tandem.(4. Hal tersebut bisa dijelaskan bahwa dengan kenaikan angka Reynolds maka akan meningkatkan kecepatan aliran yang mengalir pada saluran. Dari semua data dan gambar yang ditampilkan pada sub bab sebelumnya maka bisa dilihat bahwa dengan meningkatnya angka Reynolds maka pressure drop yang terjadi juga semakin meningkat.62 Tugas Akhir-Konversi Energi Angka Reynolds ternyata sangat berpengaruh terhadap pressure drop yang terjadi pada sebuah aliran yang melintasi sebuah saluran dengan body maupun tanpa body di dalam saluran tersebut. Di dalam perumusan yang ditunjukkan sangat jelas bahwa kecepatan berbanding lurus dengan pressure drop yang berarti pressure drop akan terus meningkat seiring dengan meningkatnya kecepatan aliran.(4.. hasil yang diperoleh pada penelitian ini dibandingkan dengan penelitian Daloglu yang menggunakan diameter silinder 25mm dengan susunan tandem. karena seperti diketahui pada sub bab sebelumnya bahwa sebuah saluran mempunyai kekasaran permukaan tertentu yang akan terpengaruh akibat adanya kenaikan kecepatan walaupun pengaruh itu sangat kecil. Hal tersebut sesuai dengan penelitian Daloglu (2008) tentang pressure drop pada saluran yang sempit yang menunjukkan bahwa meningkatnya pressure drop disebabkan karena angka Reynolds yang meningkat. Dalam susunan silinder tunggal.2) Dari perumusan tersebut sangatlah jelas bahwa pressure drop sangat dipengaruhi oleh kecepatan. Dari sini bisa dilihat trendline yang sama antara hasil penelitian Jurusan Teknik Mesin FTI-ITS . Meningkatnya kecepatan tersebut akan meningkatkan headloss yang terjadi akibat adanya saluran. Hal tersebut juga bisa dilihat pada perumusan berikut ………….

Dari gambar 4.63 Tugas Akhir-Konversi Energi Daloglu dan hasil pada penelitian ini.5 yaitu S/D=1.26 bisa dilihat bahwa jarak anatara silinder tandem(S/D) sangatlah berpengaruh terhadap besarnya pressure Jurusan Teknik Mesin FTI-ITS .5 akan dikorelasikan dengan penelitian Daloglu yang berjarak mendekati S/D=1.5mm. Bisa dilihat bahwa grafik tersebut mempunyai trendline yang sama dan peneltian Daloglu mempunyai nilai yang lebih kecil karena rasio blockage nya lebih kecil.5.4 dengan diameter 12.5 Bisa dilihat bahwa dengan meningkatnya rasio blockage maka pressure drop juga meningkat. (c) silinder tandem jarak S/D=2. (b) silinder tandem jarak S/D=1.5. Untuk silinder tandem S/D=1. Hal serupa ditunjukkan pula pada grafik dengan S/D=2.25 grafik pressure drop perbandingan dengan penelitian Daloglu (a) silinder tunggal. Hasil perbandingan menunjukkan penelitian Daloglu mempunyai nilai yang lebih kecil. Gambar 4.

Pada penelitian ini digunakan pengganggu di depan susunan benda uji yaitu berupa silinder yang disusun secara tandem pada jarak tertentu. Hasil yang diperoleh dalam penelitian ini adalah dengan adanya pengganggu maka pressure drop yang terjadi bisa menurun daripada tanpa pengganggu di depannya.26 perbandingan pressure drop dengan jarak S/D tertentu Jarak S/D sangatlah berpengaruh terhadap drag yang terjadi. Gambar 4.5(Alam L/D=0. hal tersebut bisa dilihat dari penelitian yang dilakukan oleh Alam dalam menghitung drag yang terjadi pada silinder tandem seperti pada gambar 2.5) yang sesuai dengan hasil pada penelitian ini.5(Alam L/D=1. Pengendalian lapis batas bisa dilakukan dengan menggunakan distirbance body di depan susunan benda uji seperti yang telah dikemukakan sebelumnya.5 memiliki nilai pressure drop yang lebih kecil dibandingkan silinder tunggal dan terus meningkat sesuai dengan meningkatnya jarak.64 Tugas Akhir-Konversi Energi drop yang terjadi. dimana pressure drop yang dihasilkan oleh silinder tandem dengan jarak 1. yaitu silinder dengan pengganggu menghasilkan gaya drag yang lebih kecil Jurusan Teknik Mesin FTI-ITS .5) memiliki drag yang lebih kecil dibandingkan dengan jarak S/D=2. Hal tersebut sesuai dengan hasil yang diperoleh Daloglu dalam penelitiannya. Pressure drop yang turun juga berdampak pada gaya drag yang terjadi.3 dimana drag silinder S/D=1.

Yang menjadi acuan dalam penggunaan pengganggu polos dn ulir ini yaitu penelitian Lee (2002 dan 2005) tentang reduksi gaya hambat menggunakan U-groove dan V-grooved. Hal tersebut membuktikan yang dikemukakan oleh Tsutsui dan Igarashi (2002) dalam penelitiannya yang menggunakan small control rod di depan silinder tunggal. yang hasilnya terdapat pada gambar 2. Hasil yang diperoleh adalah drag yang terjadi semakin turun dengan penggunaan smaal control rod sebagai pengganggu di depan silinder tunggal pada rentang angka Reynolds tertentu.65 Tugas Akhir-Konversi Energi dibandingkan dengan silinder tanpa pengganggu.5 . Hal tersebut juga pernah diteliti oleh Alam (2002) yang mengemukakan bahwa dengan penggunaan pengganggu pada silinder akan mengurangi drag yang terjadi pada upstream silinder pada rentang T/D ( 0.7. Bila daerah wake lebih kecil maka drag yang terjadi juga kecil. Pada pengganggu dengan permukaan ulir menghasilkan pressure drop dan nilai drag yang lebih kecil dibandingkan dengan pengganggu polos. 1. Bila hal tersebut terjadi maka wake yang terjadi juga akan semakin kecil. Dengan penggunaan pengganggu maka akan mempercepat transisi lapis batas dari laminar menjadi turbulen yang akan lebih mampu untuk melawan gaya geser dan advers pressure yang terjadi sehingga titik separasi akan tertunda lebih ke belakang dan menghasilkan daerah wake yang kecil. Jadi pengganggu dengan permukaan ulir menghasilkan wake yang lebih kecil daripada pengganggu polos.0 . 0. Dengan adanya ulir pada permukaan diduga akan membangkitkan intensitas turbulensi yang lebih besar sehingga mempercepat transisi lapis batas laminar menjadi turbulen sehingga akan menambah momentum aliran guna melawan gaya geser dan advers pressure.7 . Pengganggu yang digunakan dalam penelitian ini adalah berupa silinder sirkular yang mempunyai permukaan polos dan permukaan berulir yang diletakkan pada jarak L/D=2. 1.5 ) dibandingkan tanpa pengganggu. dimana dengan permukaan berulir akan Jurusan Teknik Mesin FTI-ITS .0 di depan dua silinder sirkular utama yang tersusun secara tandem.

Dalam penelitian ini digunakan angka Reynolds sebesar 116000 hydraulic diameter base. Dari hasil koefisien tekanan yang diperoleh akan dikorelasikan dengan penelitian lainnya yaitu sebagai berikut.66 Tugas Akhir-Konversi Energi bisa mereduksi gaya hambat dengan mengurangi Cd seperti pada gambar 4.27 penelitian Lee tentang U-grooved dan V-grooved Dari penelitian ini di dapatkan pula grafik koefisien tekanan dalam berbagai konfigurasi susunan.27 berikut.28 Cp silinder tunggal Dari gambar 4. Gambar 4. Gambar 4.28 yang disajikan bisa dilihat bahwa hasil koefisien tekanan dalam penelitian ini memiliki nilai yang hampir sama denga hasil penelitian Alam (2003) dimana hasil yang diperoleh Alam memiliki nilai yang sedikit lebih kecil dikarenakan menggunakan angka Reynolds yang lebih besar yaitu Jurusan Teknik Mesin FTI-ITS .

5 dan S/D=2.5 maupun S/D=2.29 terlihat bahwa ada kesesuaian antara hasil eksperimen dan hasil yang diperoleh Alam dalam penelitian.29. Letak titik separasi yang terjadi dari kedua grafik yaitu sama pada sudut 85o. Bila di depan diletakkan disturbance/pengganggu polos maka bisa dilihat untuk semua jarak memiliki titik separasi yang lebih tertunda yaitu pada sudut 90o untuk jarak S/D=1.5 dan S/D=2.5 dan S/D=2.67 Tugas Akhir-Konversi Energi Re=5.4 x 104 cylinder diameter base. dari gambar 4.5 seperti terlihat pada gambar 4. Untuk silinder tandem tanpa pengganggu titik separasi terletak pada sudut 80o untuk jarak S/D=1.5 sehingga bisa dikatakan dengan penggunaan pengganggu Jurusan Teknik Mesin FTI-ITS . Pada gambar 4. Gambar 4. dimana untuk tandem dengan S/D=1.5.5 dan S/D=2. bila pengganggu polos divariasikan dengan penggunaan pengganggu yang berulir maka bisa dilihat titik separasi akan lebih tertunda lagi yaitu pada sudut 95o untuk jarak S/D=1.30 bisa dilihat bahwa ada perbedaan letak titik separasi yang terjadi antar silinder tandem S/D=1.5.5 memiliki nilai yang lebih besar dibandingkan S/D=2.5.5 tanpa menggunakan pengganggu serta menggunakan pengganggu polos dan pengganggu ulir. Berikutnya adalah gambar 4.30 yang menyajikan Cp susunan tandem baik dengan pengganggu maupun tidak.29 Perbandingan Cp silinder tandem Korelasi dengan hasil yang diperoleh Alam juga terliht pada silinder tandem dengan jarak S/D=1.

5 dan S/D=2.5 dan S/D=2. (b) silinder tandem S/D=1.30 Cp silinder tandem .5.5 dengan pengganggu polos serta ulir. (c) silinder tandem S/D=1.5 dengan pengganggu polos serta ulir Jurusan Teknik Mesin FTI-ITS . Jadi bisa disimpulkan bahwa penggunaan pengganggu berulir efektif untuk mengurangi drag yang terjadi (a) (b) (c) Gambar 4.5 dan S/D=2.68 Tugas Akhir-Konversi Energi maka wake yang terjadi semakin kecil dan drag yang terjadi juga semakin kecil. Bila ditambahkan dengan permukaan yang berulir maka wake dan drag yang terjadi lebih kecil dibandingkan menggunakan pengganggu polos. (a) silinder tandem S/D=1.

Master your semester with Scribd & The New York Times

Special offer for students: Only $4.99/month.

Master your semester with Scribd & The New York Times

Cancel anytime.