P. 1
III III

III III

|Views: 5,592|Likes:
Published by Dina Costa

More info:

Published by: Dina Costa on Jan 25, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

08/18/2013

pdf

text

original

Sections

  • KATA PENGANTAR
  • 1.1 LATAR BELAKANG
  • 1.2 MAKSUD DAN TUJUAN
  • 1.2.1 Maksud
  • 1.2.2 Tujuan
  • 2.4 TINGKAT PEMAKAIAN AIR
  • 3.1 INDIKASI KEBUTUHAN REHABILTASI DAN OPTIMALISASI
  • 3.2 PENENTUAN KEBUTUHAN AIR
  • 3.3 PENGUKURAN DEBIT AIR BAKU
  • 3.4 PEMERIKSAAN KUALITAS AIR BAKU
  • 3.5 SOLUSI TEKNIS DAN PERENCANAAN
  • 4. Air Permukaan
  • Air Permukaan
  • Tabel 3.7 Nilai Permeabilitas Beberapa Jenis Tanah
  • 3.5.2 UNIT PRODUKSI
  • A. Mata Air
  • Tabel 3.1 Evaluasi Sistem Pelayanan untuk Sumber Air Baku Mata Air
  • Tabel 3.3 Ukuran Bak Penampung – PMA
  • Tabel 3.4 Koefisien Kekasaran Pipa
  • Tabel 3.5 Bahan Konstruksi Bangunan Penangkap Mata Air
  • Gambar 3.14 Pematokan lokasi badan pondasi
  • Gambar 3.15 Penggalian Pondasi
  • Gambar 3.19 Pemasangan dinding & pipa keluar
  • Gambar 3.21 Susunan pembesian
  • Gambar 3.24 Cetakan dan pembesian pada lubang pemeriksa
  • Gambar 3.29 Penyambungan Pipa
  • Tabel 3.6 Kelengkapan Cara Pemeliharaan
  • B. Air Permukaan
  • B.1 IPAS Saringan Pasir Lambat (SPL)
  • Gambar 3.30 Bangunan Penyadap
  • Tabel 3.10 Kedalaman Saringan Pasir Lambat (SPL)
  • Gambar 3.32 Saringan Pasir Lambat Tampak Atas
  • Gambar 3.33 Potongan A Bak Saringan Pasir Lambat
  • Tabel 3.11 Gradasi Butir Media Kerikil SPL
  • Gambar 3.41 Underdrain SPL
  • Gambar 3.44 Tampak Atas Bak Prasedimentasi
  • f. Pengolahan Pendahuluan
  • B.2 Instalasi Pengolahan Air Sangat Sederhana (IPASS)
  • Tabel 3.12 Perkiraan Pelayanan IPASS
  • B.3 Paket Instalasi Pengolahan Air (IPA)
  • B.4 Pompa Hidram
  • Tabel 3.16 Kapasitas Pompa Hidram
  • Tabel 3.17 Debit Air Pemasukan Maksimum dan Minimum untuk Berbagai Ukuran Hidram
  • Tabel 3.18 Diameter Pipa Penghantar Sesuai dengan Kapasitas Pompa Hidram
  • Tabel 3.19 Ukuran Diameter Pipa Pemasukan dan Pengeluaran Pompa Hidram
  • Tabel 3.20 Panjang Pipa Pemasukan Pompa Hidram
  • Tabel 3.21 Panjang Pipa Pengeluaran Pompa Hidram
  • Gambar 3.54Gambar Pompa Hidram
  • B.5 Destilator Surya Atap Kaca (DSAK)
  • Tabel 3.23 Kriteria Perencanaan Kaca Penutup (Kondensor) DSAK
  • Tabel 3.24 Kriteria Perencanaan Saluran Kondensat DSAK
  • Tabel 3.25 Kriteria Perencanaan Kotak Destilator DSAK
  • Tabel 3.26 Kriteria Perencanaan Sistem Isolasi DSAK
  • B.7 Sistem Pengolahan Air Gambut
  • B.8 Saringan Rumah Tangga (SARUT)
  • Gambar 3.62 Drum kapasitas 200 liter
  • Gambar 3.67 Peletakan Bak Penampung dan Bak Penyaring
  • Gambar 3.70 Penyiapan Bahan Karbon Aktif
  • B.9 Saringan Pipa Resapan
  • C. Air Tanah
  • C.1 Sumur Air Tanah Sedang/Dalam (SATS/D)
  • Tabel 3.29 Bahan Konstruksi Sumur Pompa Tangan
  • Tabel 3.30 Bahan Konstruksi Bangunan SPAM Komunal Air Tanah Dalam
  • Tabel 3.31 Peralatan Konstruksi Sumur Pompa Tangan
  • Gambar 3.74. Cara Mendirikan Tripod
  • Gambar 3.76 Penyambungan Saringan dengan Pipa Hisap
  • Gambar 3.82 Pemasangan kepala pompa dan tangki
  • Gambar 3.86 Denah dan Potongan Konstruksi Pompa Tangan Dalam
  • Tabel 3.32 Kelengkapan Cara Pemeliharaan SPTD
  • C.2 Sumur Air Tanah Dangkal
  • Gambar 3.90 Peralatan
  • Gambar 3.91 Pembuatan Lubang Sumur Dengan Alat Bor
  • Gambar 3.98 Perataan Pasir
  • Tabel 3.36 Cara Pemeliharaan Sumur Pompa Tangan
  • C.3 Sumur Gali
  • Tabel 3.37 Komponen dan Fungsi Komponen Sumur Gali
  • Tabel 3.38 Ukuran Dinding Sumur Gali
  • Tabel 3.39 Konstruksi Dinding Sumur Gali
  • Gambar 3.105 Pengecoran Cincin Beton
  • C.4 Sumur Pompa Tangan
  • Tabel 3.40 Ukuran Sumur dan Pompa
  • Tabel 3.41 Komponen dan Fungsi Pompa Tangan
  • D. Air Hujan
  • D1. Penampung Air Hujan (PAH)
  • Tabel 3.42 Komponen Penampung Air Hujan (PAH)
  • Tabel 3.43 Bahan Konstruksi PAH Cetakan Fiber
  • Tabel 3.44 Bahan Konstruksi PAH Pasangan Bata
  • Tabel 3.45 Komponen dan Ukuran Saringan Pasir PAH
  • Tabel 3.46 Perlengkapan PAH
  • Tabel 3.47 Besi Beton Yang Diperlukan
  • Gambar 3.115 Penggalian Pondasi sedalam 15 cm
  • Gambar 3.117 Penuangan Campuran Beton
  • Gambar 3.119 Perataan Campuran Beton
  • Gambar 3.130 Pematokan lokasi badan pondasi
  • Gambar 3.131. Penggalian Pondasi
  • Gambar 3.140 Pembuatan lantai PAH
  • Gambar 3.141 Pemasangan dinding PAH
  • Gambar 3.145 Pemasangan cetakan dan pembesian tutup PAH
  • Gambar 3.154 Meratakan campuran beton dan saluran pembuangan air
  • Gambar 3.155 Pembuatan saluran
  • Gambar 3.156 Denah dan Potongan PAH Pasangan Batubata
  • Tabel 3.48 Cara Pemeliharaan Penampung Air Hujan
  • Gambar 3.157 Denah Bangunan PAH
  • 3.5.3 UNIT DISTRIBUSI
  • A. Perpipaan
  • Tabel 3.49 Desain Aliran Berdasarkan Jumlah Rumah Tangga yang Dilayani
  • Tabel 3.50 Definisi Sistem Gravitasi Jaringan Perpipaan
  • Gambar 3.161 Sketsa Kondisi Topografi dengan Bak Pelepas Tekan (BPT)
  • Gambar 3.169 Ilustrasi Perhitungan Sisa Tekan pada Jaringan Perpipaan
  • Gambar 3.170 Ilustrasi Profil dan Garis Hidrolis Jaringan Perpipaan
  • B. Perpompaan
  • Tabel 3.55 Pemilihan Jenis Pompa Air Baku Sumber Air Permukaan
  • Tabel 3.56 Pemilihan Jenis Pompa Distribusi atau Booster
  • Gamber 3.171 Prosedur perencanaan pemilihan jenis dan kapasitas pompa
  • Tabel 3.61 Kehilangan Tekanan pada Pipa, Valve dan Bend
  • Tabel 3.62 Daya Pompa Intake (kW) untuk Berbagai Kapasitas dan Tekanan Pompa
  • 3.5.4 UNIT PELAYANAN
  • A. Hidran Umum (HU)
  • Gambar 3.177 Distribusi air dari mata air melalui 1 unit HU secara gravitasi
  • B. Sambungan Rumah Murah (SRM)
  • C. Terminal Air (TA)
  • 4.1 UNIT AIR BAKU
  • Tabel 4.2 Kebutuhan Bahan Bangunan Penampung Air
  • 4.2 UNIT PRODUKSI
  • 4.2.1 MATA AIR
  • A. Perlindungan Mata Air
  • A. Instalasi Pengolahan Air Sederhana (IPAS)
  • C. Pompa Hidram
  • E. Reverse Osmosis
  • F. Sistem Pengolahan Air Gambut
  • Tabel 4.10 Pengolahan Air Gambut
  • G. Saringan Rumah Tangga (SARUT)
  • H. Saringan Pipa Resapan (SPR)
  • 4.2.3 AIR TANAH
  • Tabel 4.13 Bahan Yang Dibutuhkan SPT Dalam
  • Tabel 4.3 Bahan Yang Dibutuhkan SPT Dangkal
  • C. Sumur Gali
  • Tabel 17. Spesifikasi Teknis SPT
  • 4.2.4 AIR HUJAN
  • Tabel 4.18 Kebutuhan Bahan PAH
  • 4.3 UNIT DISTRIBUSI
  • 4.3.1 PERPIPAAN
  • 4.3.2 PERPOMPAAN
  • 4.4 UNIT PELAYANAN
  • 4.4.1 HIDRAN UMUM (HU)
  • 4.4.2 SAMBUNGAN RUMAH MURAH (SRM)
  • 4.4.3 TERMINAL AIR (TA)
  • 5.2 KOPERASI
  • 5.3 KELOMPOK PENGGUNA DAN PEMANFAAT (KP2) AIR MINUM
  • 5.4 Kelembagaan
  • 5.6 Penetapan Tarif
  • LAMPIRAN
  • LAMPIRAN–2. STANDAR KUALITAS AIR
  • Lampiran-9. Penangkap Mata Air Tipe IA
  • Lampiran-13. Potongan A – A Bangunan Penangkap Mata Air Tipe ID

Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengembangan SPAM Sederhana

KATA PENGANTAR

Pembangunan prasarana dan sarana Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) pada dekade ini semakin meningkat khususnya dalam era desentralisasi dan otonomi daerah. Penyelenggaraan pembangunan dan pengembangan SPAM dalam semangat reformasi menuntut sikap yang transparan dan akuntabel dalam setiap tahapan siklus proyek sampai pada pengelolaan. Dengan demikian dipandang perlu untuk menyepakati standar mutu yang harus dipenuhi untuk menjamin terpenuhinya sasaran kegiatan. Petunjuk Teknis Pelaksanaan Prasarana Air Minum Sederhana ini merupakan pelengkap Petunjuk Teknis Subbidang Air Bersih pada Lampiran 3.a Peraturan Menteri PU No. 39/PRT/M/2006 tentang Petunjuk Teknis Penggunaan Dana Alokasi Khusus Bidang Infrastruktur Tahun 2007 yang dimaksudkan sebagai penjelasan tata cara perencanaan sampai dengan pengelolaan SPAM. Petunjuk Teknis ini dapat dijadikan sebagai pedoman penyusunan program kegiatan oleh semua pihak terkait baik di tingkat pusat, tingkat propinsi, tingkat kabupaten/kota, maupun tingkat masyarakat. Petunjuk teknis ini juga dilengkapi dengan petunjuk pelaksanaan pembangunan yang menjelaskan tata cara penyiapan dan pembangunan prasarana air minum sehingga prasarana yang dibangun dapat dimanfaatkan secara andal dan berkelanjutan. Dalam upaya penyempurnaan Petunjuk Teknis Pelaksanaan Prasarana Air Minum Sederhana berikut petunjuk teknis pembangunannya, kami terbuka untuk saran dan masukan.

Jakarta, Januari 2007 Direktur Jenderal Cipta Karya

Ir. Agoes Widjanarko, MIP NIP. 110023320

i

Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengembangan SPAM Sederhana

DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR ...................................................................................................... DAFTAR ISI ................................................................................................................ DAFTAR TABEL ........................................................................................................... DAFTAR GAMBAR........................................................................................................ DAFTAR LAMPIRAN..................................................................................................... BAB I – PENDAHULUAN 1.1 1.2 LATAR BELAKANG .............................................................................................. MAKSUD DAN TUJUAN ....................................................................................... 1.2.1 Maksud ................................................................................................. 1.2.2 Tujuan .................................................................................................. RUANG LINGKUP................................................................................................ 1 1 1 1 2 i ii iv vii xi

1.3

BAB II – KETENTUAN UMUM 2.1 2.2 2.3 2.4 JENIS INFRASTRUKTUR AIR MINUM.................................................................... PROSES SELEKSI KEGIATAN DAN PEMILIHAN INFRASTRUKTUR ............................ KOMPONEN INFRASTRUKTUR ............................................................................. TINGKAT PEMAKAIAN AIR .................................................................................. 3 3 4 6

BAB III – PERENCANAAN SISTEM PENYEDIAAN AIR MINUM SEDERHANA 3.1 3.2 3.3 3.4 3.5 INDIKASI KEBUTUHAN REHABILITASI DAN OPTIMALISASI ................................... PENENTUAN KEBUTUHAN AIR............................................................................. PENGUKURAN DEBIT AIR BAKU .......................................................................... PEMERIKSAAN KUALITAS AIR BAKU .................................................................... SOLUSI TEKNIS DAN PERENCANAAN ................................................................... 3.5.1 UNIT AIR BAKU...................................................................................... 3.5.2 UNIT PRODUKSI .................................................................................... A. MATA AIR.......................................................................................... 1. Perlindungan Mata Air (PMA)........................................................... B. AIR PERMUKAAN................................................................................ 1. IPAS Saringan Pasir Lambat (SPL).................................................... 2. Instalasi Pengolahan Air Sangat Sederhana (IPASS) .......................... 3. Paket Instalasi Pengolahan Air (Paket IPA) ....................................... 4. Pompa Hidram ............................................................................... 5. Destilasi Surya Atap Kaca (DSAK) .................................................... 6. Reverse Osmosis (RO) ................................................................... 7. Sistem Pengolahan Air Gambut ....................................................... 8. Saringan Rumah Tangga (SARUT) .................................................. 9. Saringan Pipa Resapan (SPR) .......................................................... C. AIR TANAH ........................................................................................ 1. Sumur Air Tanah Sedang/Dalam (SATS/D)........................................ 2. Sumur Air Tanah Dangkal ............................................................... 3. Sumur Gali..................................................................................... 4. Sumur Pompa Tangan (SPT) ........................................................... D. AIR HUJAN ........................................................................................ 1. Penampungan Air Hujan (PAH) ........................................................ 7 8 9 10 11 13 19 20 21 42 42 59 63 67 72 78 83 87 95 96 96 111 122 127 131 131

ii

Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengembangan SPAM Sederhana

3.5.3

UNIT DISTRIBUSI .................................................................................. A. PERPIPAAN........................................................................................ B. PERPOMPAAN .................................................................................... UNIT PELAYANAN .................................................................................. A. HIDRAN UMUM (HU) .......................................................................... B. SAMBUNGAN RUMAH MURAH (SRM) .................................................... C. TERMINAL AIR (TA) ...........................................................................

152 152 166 173 173 183 183 185 186 186 186 187 187 187 189 189 190 191 191 191 192 192 192 193 196 197 197 197 197 198 198 198 198 199

3.5.4

BAB IV – KEBUTUHAN BAHAN PERMODUL 4.1 UNIT AIR BAKU...................................................................................... 4.2 UNIT PRODUKSI .................................................................................... 4.2.1. MATA AIR .................................................................................... A. Perlindungan Mata Air (PMA)...................................................... 4.2.2 AIR PERMUKAAN .......................................................................... A. Instalasi Pengolahan Air Sederhana (IPAS).................................. B. Paket Instalasi Pengolahan Air (Paket IPA) .................................. C. Pompa Hidram .......................................................................... D. Destilasi Surya Atap Kaca (DSAK) ............................................... E. Reverse Osmosis ...................................................................... F. Sistem Pengolahan Air Gambut .................................................. G. Saringan Rumah Tangga (SARUT) ............................................. H. Saringan Pipa Resapan (SPR)..................................................... 4.2.3 AIR TANAH.................................................................................... A. Sumur Air Tanah Sedang/Dalam (SATS/D) ................................... B. Sumur Air Tanah Dangkal ........................................................... C. Sumur Gali ................................................................................ D. Sumur Pompa Tangan (SPT)....................................................... 4.2.4 AIR HUJAN .................................................................................... A. Penampungan Air Hujan (PAH)..................................................... 4.3 UNIT DISTRIBUSI .................................................................................. 4.3.1. PERPIPAAN .................................................................................. 4.3.2. PERPOMPAAN............................................................................... UNIT PELAYANAN .................................................................................. 4.4.1. HIDRAN UMUM (HU) ..................................................................... 4.4.2. SAMBUNGAN RUMAH MURAH (SRM) .............................................. 4.4.3. TERMINAL AIR (TA) ......................................................................

4.4

BAB V - PENGELOLAAN INFRASTRUKTUR AIR MINUM TERBANGUN 5.1 5.2 5.3 5.4 5.5 5.6 ORGANISASI MASYARAKAT SETEMPAT (OMS)...................................................... KOPERASI ......................................................................................................... KELOMPOK PENGGUNA DAN PEMANFAAT (KP2) AIR MINUM ................................. KELEMBAGAAN .................................................................................................. KETENTUAN UMUM PEMILIHAN ORGANISASI PENGELOLA .................................... PENETAPAN TARIF............................................................................................. 201 202 205 207 208 212 213 276

LAMPIRAN ................................................................................................................. DAFTAR REFERENSI ...................................................................................................

iii

Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengembangan SPAM Sederhana

DAFTAR GAMBAR
Gambar 2.1 Gambar 2.2 Gambar 3.1 Gambar 3.2 Gambar 3.3 Gambar 3.4 Gambar 3.5 Gambar 3.6 Gambar 3.7 Gambar 3.8 Gambar 3.9 Gambar 3.10 Gambar 3.11 Gambar 3.12 Gambar 3.13 Gambar 3.14 Gambar 3.15 Gambar 3.16 Gambar 3.17 Gambar 3.18 Gambar 3.19 Gambar 3.20 Gambar 3.21 Gambar 3.22 Gambar 3.23 Gambar 3.24 Gambar 3.25 Gambar 3.26 Gambar 3.27 Gambar 3.28 Gambar 3.29 Gambar 3.30 Gambar 3.31 Gambar 3.32 Gambar 3.33 Gambar 3.34 Gambar 3.35 Gambar 3.36 Gambar 3.37 Gambar 3.38 Gambar 3.39 Gambar 3.40 Proses Seleksi Kegiatan dan Pemilihan Infrastruktur Air Minum Sederhana ....................................................................................... Piramida Kebutuhan Air Bersih .......................................................... Optimalisasi Prasarana SPAM............................................................. Rehabilitasi Prasarana SPAM ............................................................. Perlindungan Mata Air Sistem Gravitasi .............................................. Perlindungan Mata Air Sistem Pemompaan ......................................... Bangunan Penangkap Mata Air Tipe I A.............................................. Bangunan Penangkap Mata Air Tipe I B.............................................. Bangunan Penangkap Mata Air Tipe I C.............................................. Bangunan Penangkap Mata Air Tipe I D ............................................. Bak Penampung Tipe 1 (volume 2 m3) ............................................... Bak Penampung Tipe 2 (volume 5 m3) ............................................... Situasi Mata Air/ Bronkaptering ......................................................... Pematokan ...................................................................................... Perataan.......................................................................................... Pematokan Lokasi Badan Pondasi ...................................................... Penggalian Pondasi .......................................................................... Pemberian Pasir pada Lantai Pondasi ................................................. Pemasangan Pondasi........................................................................ Pengurugan Lubang Bekas Galian Pondasi.......................................... Pemasangan Dinding & Pipa Keluar.................................................... Pemasangan Bekisting & Cetakan ...................................................... Susunan Pembesian ......................................................................... Pembesian pada Tutup & Pemasangan Pipa Udara .............................. Pengecoran Tutup ............................................................................ Cetakan & Pembesian pada Lubang Pemeriksa ................................... Pengecoran ..................................................................................... Plesteran ......................................................................................... Pemasangan Turap .......................................................................... Pembuatan Saluran .......................................................................... Penyambungan Pipa ......................................................................... Bangunan Penyadap......................................................................... Pompa ............................................................................................ Saringan Pasir Lambat Tampak Atas .................................................. Potongan A Bak Saringan Pasir Lambat .............................................. Potongan B Bak Saringan Pasir Lambat .............................................. Saringan Pasir Lambat ...................................................................... Denah Saringan Kasar Naik Turun - Saringan Pasir Lambat Tipe I......... Saringan Pasir Lambat Tipe I............................................................. Denah Saringan Kasar Naik Turun - Saringan Pasir Lambat Tipe I......... Denah Saringan Pasir Lambat............................................................ Alternatif Sistem Outlet Saringan Pasir Lambat ................................... 5 6 7 8 22 22 23 24 25 26 27 28 29 36 36 37 37 37 37 37 38 38 38 38 38 39 39 39 39 39 40 44 44 46 47 47 48 49 50 51 52 55
iv

Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengembangan SPAM Sederhana

Gambar 3.41 Gambar 3.42 Gambar 3.43 Gambar 3.44 Gambar 3.45 Gambar 3.46 Gambar 3.47 Gambar 3.48 Gambar 3.49 Gambar 3.50 Gambar 3.51 Gambar 3.52 Gambar 3.53 Gambar 3.54 Gambar 3.55 Gambar 3.56 Gambar 3.57 Gambar 3.58 Gambar 3.59 Gambar 3.60 Gambar 3.61 Gambar 3.62 Gambar 3.63 Gambar 3.64 Gambar 3.65 Gambar 3.66 Gambar 3.67 Gambar 3.68 Gambar 3.69 Gambar 3.70 Gambar 3.71 Gambar 3.72 Gambar 3.73 Gambar 3.74 Gambar 3.75 Gambar 3.76 Gambar 3.77 Gambar 3.78 Gambar 3.79 Gambar 3.80 Gambar 3.81 Gambar 3.82 Gambar 3.83 Gambar 3.84 Gambar 3.85 Gambar 3.86

Underdrain SPL ................................................................................ Alat Pencuci Pasir Hidrolik SPL Tampak Atas ....................................... Alat Pencuci Pasir Manual SPL - Tampak Atas ..................................... Tampak Atas Bak Prasedimentasi ...................................................... Potongan A Bak Prasedimentasi......................................................... Potongan B Bak Prasedimentasi......................................................... Tata Letak IPASS ............................................................................. Potongan A-A IPASS ......................................................................... Detail Bak Pengendap IPASS ............................................................. Unit Saringan Pasir Lambat IPASS...................................................... Profil Beda Tinggi Sistem Pompa Hidram ............................................ Cara Penggunaan Pipa Vertikal Terbuka pada Pompa Hidram............... Cara Kerja Pompa Hidram................................................................. Gambar Pompa Hidram .................................................................... Aplikasi Destilator Surya Atap Kaca .................................................... Contoh : Destilator Surya Atap Kaca .................................................. Komponen Destilator Surya Atap Kaca ............................................... Reverse Osmosis.............................................................................. Detil Pemasangan Pipa pada Wadah .................................................. Detail Saringan tanpa skala............................................................... Instalasi Pengolahan Air Gambut ....................................................... Drum kapasitas 200 liter .................................................................. Penyiapan Drum & Pembuatan Lubang .............................................. Merakit perpipaan dan socket............................................................ Perakitan Pipa Dan Soket.................................................................. Drum kapasitas 200 liter .................................................................. Peletakan Bak Penampung dan Bak Penyaring .................................... Penyusunan Media Saringan.............................................................. Pengoperasian SARUT ...................................................................... Penyiapan Bahan Karbon Aktif........................................................... Lubang Pembakaran......................................................................... Pembakaran Tempurung Kelapa ........................................................ Penyiraman Arang Kelapa ................................................................. Cara Mendirikan Tripod..................................................................... Pengeboran Dengan Alat Bor............................................................. Penyambungan Saringan dengan Pipa Hisap....................................... Pengisian Kerikil Pasir dan Adukan Semen .......................................... Pembuatan Lantai Sumur dan Pemasangan Tabung ............................ Pemasangan Tabung Penyangga ....................................................... Pembuatan Lantai Sumur .................................................................. Pemasangan selinder rod, pipa, pipa hisap dan tangki ......................... Pemasangan kepala pompa dan tangki............................................... Pemasangan kepala pompa dan tangki pompa.................................... Pemasangan kepala pompa dan tangki............................................... Konstruksi pompa tangan dalam........................................................ Denah dan Potongan Konstruksi Pompa Tangan Dalam .......................

56 56 56 57 57 57 60 60 61 61 68 71 71 72 76 76 77 82 86 86 87 91 91 91 91 92 92 92 92 93 93 93 93 100 100 102 102 102 109 103 103 104 105 106 106 107
v

...........................126 Pembuatan Lubang untuk Pipa Outlet ....... Landasan Pompa........111 Buat Lingkaran Dengan Diameter 1..........................................................124 Cetakan Dinding PAH..92 Gambar 3.........119 Perataan Campuran Beton .. Gambar 3.................................... ......................................108 Denah dan Potongan Sumur Pompa Tangan (SPT) Dalam..................98 Gambar 3..................................................112 Buat Lingkaran Dengan Diameter 2 m................................................121 Struktur Pengecoran Lantai Bangunan PAH....................................................... Gambar 3.....................................................................123 Cetakan Luar Dinding ..... Perataan Pasir ................. Gambar 3.. Penyambungan Saringan dengan Pipa Hisap..............114 Lingkarkan besi beton yang akan dibuat tulangan horizontal pada patok-patok dan beri kelebihan..........................................89 Gambar 3................... Gambar 3............................................................109 Cetakan Fiberglass ...... Sumur Pompa Tangan Dangkal .........116 Pembuatan Campuran Beton ...................................88 Gambar 3............................................. Gambar 3...................................................................................... 109 110 111 113 114 115 115 116 116 117 117 117 119 120 121 124 125 126 127 127 129 130 135 137 137 138 138 138 138 139 139 139 139 140 140 123 141 141 141 141 142 142 142 143 143 vi Peralatan............. Penyambungan Pipa .........100 Bagian-bagian badan dan penghisap..................................... Gambar 3. Gambar 3............. Gambar 3.............118 Pelapisan dengan pasir sedalam 10 cm ..............................93 Gambar 3..................87 Gambar 3........ Gambar 3.......................................106 Pengecoran Saluran........... Gambar 3...........................................96 Gambar 3.......................... Gambar 3...............95 Gambar 3................................ Gambar 3......... Gambar 3............................ Gambar 3.......................................97 Gambar 3..............................................115 Penggalian Pondasi sedalam 15 cm............................ Gambar 3.......................... Gambar 3.................................................................................94 Gambar 3..... Gambar 3............................................................................ Gambar 3..... Gambar 3............ Gambar 3................................................................................................................. Gambar 3............. Konstruksi Pompa Tangan Dangkal ... Gambar 3........ Gambar 3... Gambar 3........ Gambar 3.............................128 Merakit Tutup PAH ...............................................107 Denah dan Potongan Sumur Pompa Tangan (SPT) Dangkal ....................86 m ...............91 Gambar 3..............102 Sumur Gali Tipe IA .122 Cetakan Dinding......................................110 Buat Lingkaran Dengan Diameter 1.......................129 Pengoperasian Bangunan PAH.............................. Gambar 3.................130 Pematokan lokasi badan pondasi .......................101 Bagian Kepala Pompa Tangan Dangkal....................... Pemasangan Pompa ......................................103 Sumur Gali Tipe IB .......... Gambar 3..... Pengisian Kerikil Pasir dan Adukan Semen ............................................................................................................................ Pembuatan Lubang Sumur Dengan Alat Bor ..........105 Pengecoran Cincin Beton ............................117 Penuangan Campuran Beton ............Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengembangan SPAM Sederhana Gambar 3..90 Gambar 3........................ Gambar 3......................120 Merakit Tulangan Dasar ........................ Gambar 3..............................................131 Penggalian Pondasi .....86 m .................................................. Pembuatan Cetakan Pengecoran ..................................................................................................................... Gambar 3. Gambar 3........................127 Perapihan dan Penutupan Bekas......................................125 Pengecoran .................................99 Sistem Sumur Air Tanah Sedang/Dalam ................................. Konstruksi Sumur Air Tanah Sedang/Dalam ...........................................................................................................104 Sumur Gali Tipe II........... Gambar 3...............132 Pemberian pasangan batu kosong pondasi ..............................................

.................... Gambar 3............. Gambar 3..152 Pelapisan dengan pasir setebal 5 cm dasar Turap ...........................147 Cetakan dan pembesian pada lubang pemeriksa ..................................................................................... Gambar 3..................... 159 Gambar 3..... Gambar 3.170 Ilustrasi Profil dan Garis Hidrolis Jaringan Perpipaan.......................................................... Gambar 3.20 m dan pengurugan tanah............162 Sketsa Kondisi Topografi dengan Pemompaan .......................................... Gambar 3...166 Sketsa sumber pada (di bawah) daerah pelayanan dengan air valve ................174 Potongan Hidran Umum A-A...........................................157 Denah Bangunan PAH...................176 Denah Box Meter Hidran Umum ................ Gambar 3...........158 Potongan A-A Bangunan PAH .....................................Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengembangan SPAM Sederhana Gambar 3...177 Distribusi air dari mata air melalui 1 unit HU secara gravitasi..................... 160 163 164 165 166 168 175 176 176 177 178 179 vii .............. Gambar 3............. Gambar 3........164 Sketsa sumber di atas daerah pelayanan dengan pipa bertekanan tinggi .................................................................................................172 Standar Hidran Umum ....................................................141 Pemasangan dinding PAH ............. Gambar 3.... 143 144 144 144 144 145 145 145 145 146 146 146 146 147 147 147 147 147 147 148 148 148 148 149 151 151 152 154 157 158 158 159 Gambar 3.................................... Gambar 3............... Gambar 3................ Gambar 3....... Gambar 3.....................................................................167 Lay Out Sistem Distribusi Induk .... Gambar 3.........................................138 Pembuatan cetakan slop beton pondasi PAH............. Gambar 3.........................................133 Pemberian pasir pada lantai pondasi .......................... Gambar 3...........................159 Detail Unit Saringan Bangunan PAH ..... Gambar 3.....161 Sketsa Kondisi Topografi dengan Bak Pelepas Tekan (BPT)......................................................149 Pembesian dan Pengecoran tutup manhole........................140 Pembuatan lantai PAH ...........168 Arah Aliran dan Diameter Pipa..................................143 Pekerjaan plester dinding PAH............ Gambar 3................................ Gambar 3...173 Denah Hidran Umum .....................136 Pembesian pada tiang-tiang dan slop ...171 Prosedur perencanaan pemilihan jenis dan kapasitas pompa............. Gambar 3.. Gambar 3....154 Meratakan campuran beton dan saluran pembuangan air .................139 Pembuatan cetakan tiang beton PAH ........................................ Gambar 3........156 Denah dan Potongan PAH Pasangan Batubata ...........................................150 Pekerjaan plesteran tutup bak ........142 Pemasangan dinding dan pipa out let buatan lantai PAH. Gambar 3..........144 Pemasangan bekisting pada tutup bangunan tutup PAH ................................. Gambar 3........................................................ Gambar 3.....................137 Pengurugan lubang bekas galian pondasi .145 Pemasangan cetakan dan pembesian tutup PAH ................ Gambar 3.........................169 Ilustrasi Perhitungan Sisa Tekan pada Jaringan Perpipaan ............................................ Gambar 3...............................................................................163 Sketsa sumber di atas daerah pelayanan dengan BPT...................... Gambar 3.................................. Gambar 3.................................................................................. Gambar 3..................... Gambar 3..................................... Gambar 3....148 Pekerjaan pengecoran tutup PAH..........................151 Pengupasan tanah dasar 1........135 Pondasi yang sudah terpasang .....155 Pembuatan saluran.............................. Gambar 3.................... Gambar 3................................... Gambar 3..................146 Susunan pembesian ............ Gambar 3........165 Sketsa sumber pada (di bawah) daerah pelayanan dengan booster pump .... Gambar 3.................153 Pemasangan batu kali dan adukan............................................. Gambar 3...........................134 Pemasangan pondasi....... Gambar 3......................160 Kondisi Umum Perpipaan Sistem Gravitasi .................... Gambar 3........ Gambar 3............175 Potongan Hidran Umum B-B.........

........ Gambar 3............................. 179 180 180 181 179 viii . Gambar 3..........182 Distribusi air dari mata air melalui 1 unit HU secara gravitasi... Gambar 3..........178 Distribusi air dari mata air melalui 2 unit HU secara gravitasi....179 Distribusi air dari mata air melalui 3 unit HU secara gravitasi....181 Distribusi air dari mata air melalui 4 unit HU secara gravitasi.......... Gambar 3.....180 Distribusi air dari mata air melalui 4 unit HU secara gravitasi.Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengembangan SPAM Sederhana Gambar 3.

... Tabel 3............................................... Tabel 3............. Tabel 3..............10 Kedalaman Saringan Pasir Lambat (SPL) ....... Tabel 3.. Tabel 3...36 Cara Pemeliharaan Sumur Pompa Tangan ...............5 Tabel 3.... Tabel 3....................................................................................................25 Kriteria Perencanaan Kota Destilator DSAK ...... Tabel 3.............2 Tabel 3............. Evaluasi Sistem Pelayanan untuk Sumber Air Mata Air ....15 Alternatif Pemilihan Sumber Daya Listrik ...........................................................33 Bahan Yang Dibutuhkan........................ Tabel 3............... Tabel 3........ Koefisien Kekasaran Pipa ......................34 Bahan Konstruksi Bangunan SPAM Komunal Air Tanah Dangkal.... Tabel 3........................................................................... Tabel 3.......................... Tabel 3......... Tabel 3.. ....... 15 21 30 31 31 35 41 43 43 45 53 59 62 62 69 69 69 69 70 70 70 72 73 73 74 74 85 89 97 98 98 108 111 111 113 118 122 123 123 128 131 132 134 ix Tabel 3.......... Kelengkapan Cara Pemeliharaan.......31 Peralatan Konstruksi Sumur Pompa Tangan............................................................9 Nilai Permeabilitas Beberapa Jenis Tanah .................38 Ukuran Dindiing Sumur Gali ..........37 Komponen dan Fungsi Komponen Sumur Gali ................ Tabel 3.........40 Ukuran Sumur dan Pompa .........................................43 Bahan Konstruksi PAH Cetakan Fiber........................ Tabel 3........... Kebutuhan bahan bangunan Saringan Pasir Lambat (SPL) ........ Tabel 3. Tabel 3...............................21 Panjang Pipa Pengeluaran Pompa Hidram ......... Tabel 3. Tabel 3....................................42 Komponen Penampungan Air Hujan (PAH) ............................ Tabel 3........ ukuran.....14 Kriteria perencanaan unit IPA (lanjutan)..........41 Komponen dan Fungsi Pompa Tangan ........................................................................... Tabel 3........................................ Tabel 3................................................22 Kriteria Perencanaan Pengumpul Kalor DSAK ...29 Bahan Konstruksi Sumur Pompa Tangan .............................................................................................20 Panjang Pipa Pemasukan Pompa Hidram .............................................19 Ukuran Diameter Pipa Pemasukan dan Pengeluaran Pompa Hidram .. Tabel 3.................................. Tabel 3......11 Gradasi Butir Media Kerikil SPL .......24 Kriteria Perencanaan Saluran Kondensat DSAK ............ Ukuran Bak Penampung – PMA .................35 Kebutuhan Peralatan ........................4 Tabel 3................26 Kriteria Perencanaan Sistem Isolasi DSAK............................6 Tabel 3. Bahan Konstruksi Bangunan Penangkap Mata Air ... Tabel 3.........................7 Tabel 3.. Tabel 3.......12 Perkiraan Pelayanan IPASS .......8 Tabel 3.......................................30 Bahan Konstruksi Bangunan SPAM Komunal Air Tanah Dalam ...............................................................3 Tabel 3............................................................................23 Kriteria Perencanaan Kaca Penutup (Kondensor) DSAK .........1 Tabel 3............................................................ Tabel 3................................ Tabel 3........................39 Konstruksi Dinding Sumur Gali...............................................................................32 Kelengkapan Cara Pemeliharaan SPTD ...........17 Debit Air Pemasukan Maksimum dan Minimum untuk Berbagai Ukuran Hidram ...................................... Jumlah bahan untuk SARUT ................... Tabel 3....................................................Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengembangan SPAM Sederhana DAFTAR TABEL Tabel 3...................................16 Kapasitas Pompa Hidram ......................................27 Pemeliharaan Instalasi Pengolahan Air Gambut .......................... Dimensi Bak Penampung SPAM Mata Air ..... Tabel 3.........................................................................18 Diameter Pipa Penghantar Sesuai dengan Kapasitas Pompa Hidram........... Tabel 3....................................................................................................................................... Tabel 3..28 Jenis...................................... Tabel 3............. Kebutuhan bahan bangunan penampunga air .....13 Kriteria Perencanaan Unit Paket IPA............

.16 Sumur Gali Cincin Beton ................46 Perlengkapan PAH...... tangki penampung................ Tabel 4......... Tabel 3..........55 Pemilihan Jenis Pompa Air Baku Sumber Air Permukaan ......... Tabel 4............ Reducer dan Header Instalasi Perpompaan Distribusi – Centrifugal Single Suction ....................................14 Bahan yang dibutuhkan SPT Dangkal ............................................................................................................. Tabel 3..................... Tabel 3.2 Tabel 4. Kriteria Perencanaan Unit Paket IPA (lanjutan) ............. 135 136 136 137 150 153 153 154 155 155 162 167 167 169 169 169 170 171 172 174 181 182 185 185 187 187 189 189 189 190 190 191 191 191 192 192 193 195 196 197 197 x Tabel 4............................ Tabel 3..........................56 Pemilihan Jenis Pompa Distribusi atau Booster ....................................................................... Tabel 3.....................................53 Pemilihan Diameter Pipa GIP (Class MEDIUM......................................... Tabel 3..........................................................64 Dimensi Tangki Hidran Umum dari Fiberglass ......................................................59 Pemilihan Diameter Pipa Hisap..........55 mm....... Tabel 4.....................................................................................................57 Pemilihan Diameter Pipa Discharge.... Kebutuhan bahan DSAK ........44 Bahan Konstruksi PAH Pasangan Bata . sumur pengumpul.................... Tabel 3.....55 mm).10 Pengolahan Air Gambut .................................Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengembangan SPAM Sederhana Tabel 3.. Kriteria Perencanaan Unit Paket IPA .......... Reducer dan Header Instalasi Perpompaan Distribusi – Centrifugal Double Suction ......17 Spesifikasi Teknis SPT.... pompa.. k = 0........................ Tabel 4...... Kebutuhan Bahan Bangunan Penampung Mata air ................................9 Kebutuhan bahan bangunan penyadap ......................58 Pemilihan Diameter Pipa Discharge dan Header Instalasi Perpompaan Sumur Dalam – Deep Well Submersible Pump ................................5 Tabel 4.. Kebutuhan bahan bangunan untuk pebangunan intake........... Tabel 3...........................................49 Desain Aliran Berdasarkan Jumlah Rumah Tangga yang Dilayani .................................................................................. Tabel 4.................. Tabel 3.15 Sumur Gali Batu Bata ........13 Bahan yang dibutuhkan SPT Dalam ..54 Formulir D6 untuk Perhitungan Hidrolis ....... Kebutuhan bahan Reserve Osmosis .... Tabel 3.......................... Tabel 4......................... SPL ......50 Definisi Sistem Gravitasi Jaringan Perpipaan ....... Tabel 3.......48 Cara Pemeliharaan Penampungan Air Hujan ..................6 Tabel 4.12 Kebutuhan bahan SPR ..... Kebutuhan bahan bangunan penampung air........................................ Reducer dan Header Instalasi Perpompaan Air Baku – Sumber: Air Permukaan ...........................51 Pemilihan Kemiringan Hidrolis ................................................52 Pemilihan Diameter Pipa PVC (ISO – Class 10.................................... Tabel 3. dalam mm) Tabel 3.......................8 Tabel 4............................. Tabel 4..............7 Tabel 4.... ...........................................61 Kehilangan Tekanan pada Pipa.........................1 Tabel 4....................................................................45 Komponen dan Ukuran Saringan Pasir PAH..... Tabel 3..... dia..................................... Tabel 3...................... k = 0............65 Dimensi Tangki Hidran Umum dari Fiberglass ...............................................4 Tabel 4.....62 Daya Pompa Intake (kW) untuk Berbagai Kapasitas dan Tekanan Pompa..... Valve dan Bend...................................... Tabel 3.......................... Tabel 3..................... Tabel 4.....................................18 Kebutuhan Bahan PAH.................11 Kebutuhan bahan SARUT ................................47 Besi Beton yang Diperlukan....60 Pemilihan Diameter Pipa Discharge............... Tabel 3...................................... Tabel 3.19 Kebutuhan bahan untuk perpipaan .......................................................................... Tabel 3.. Tabel 3............................................63 Daya Pompa Distribusi (kW) untuk Berbagai Kapasitas dan Tekanan Pompa...... Tabel 4.............................3 Tabel 4......................................................... Kebutuhan bahan Pompa Hidram...................................... Tabel 4...........................

.......................... Tabel 5.............. Tabel 4............................... Tabel 4......22 Kebutuhan bahan SRM .................................... 198 198 198 199 209 xi ..........................21 Kebutuhan bahan bangunan hidran umum .................... Tabel 4...Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengembangan SPAM Sederhana Tabel 4..................................1 Komposisi Personil Pengelola Prasarana dan Sarana Air Minum Berdasasarkan Klasifikasi Jumlah RT Pengguna Prasarana Air Minum .............20 Kebutuhan bahan untuk perpompaan......23 Kebutuhan bahan Terminal Air .........................................................

....................................2 Lampiran – 5........5 Metode Pengukuran Debit Air Baku .....233 SPT Dangkal dengan PVC ..........234 SPT Dalam Sistem I ....241 Potongan 1-1 Air .............242 Potongan 1-1 ...........236 SPT Dalam Sistem III.............................215 Pengukuran dengan Laju Aliran ......................5 Lampiran – 6 Lampiran – 6..............................................................................................................................................7b Lampiran – 7 Lampiran – 7.......................................................................................................Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengembangan SPAM Sederhana DAFTAR LAMPIRAN Lampiran – 1 Lampiran – 1......................................................................................................................................245 Kurva Daerah Kerja Pompa Non-Clogging Submersible Jenis Sudu Shrounded Channel .........................................................................................246 xii ..........................................2 Lampiran – 1.........219 Tampak Atas............................................................214 Alat Ukur Cipoletti ................................3a Lampiran – 1..........................4b Lampiran – 6.........242 Denah Model Intake Tipe Jembatan .......226 Klasifikasi Pelayanan SPAM komunal .....................................................4c Lampiran – 6...............................................................................................3a Lampiran – 6...............................................................................................1a Lampiran – 6....................3 Lampiran – 5.........................244 Kurva Daerah Kerja untuk Berbagai Macam Pompa ........245 Kurva Daerah Kerja Pompa Non-Clogging Submersible Jenis Sudu Aksial..............................................................3b Lampiran – 6...........................230 Jenis dan Detail Sumur Pompa Tangan (SPT).....238 Denah Model Intake Bebas dengan Pintu Air dan Saluran Penghubung Terbuka...............7a Lampiran – 6...........................1 Lampiran – 5....241 Denah Model Intake Bendung...........239 Potongan 1-1 ...............................................................244 Potongan 1-1 ...219 Standar Kualitas Air ..............237 Tipikal Bangunan Pengambilan Air Baku: Sumber Air Permukaan ..................241 Potongan 2-2 ............................................4a Lampiran – 6...........................2 Lampiran – 7.....................2a Lampiran – 6....6b Lampiran – 6.................6a Lampiran – 6...........................245 Kurva Daerah Kerja Pompa Non-Clogging Submersible Jenis Sudu Vortex................................................................239 Denah Model Intake Bebas dengan Pintu Air pada Tepi Sungai....5b Lampiran – 6......................................................3 Lampiran – 1.........................241 Denah Model Intake Tipe Ponton ...4 Lampiran – 5...........1 Lampiran – 1.......................246 Kurva Daerah Kerja Pompa Non-Clogging Submersible Jenis Sudu Open Impeller .............................220 Evaluasi Kualitas Air..........................................246 Kurva Daerah Kerja Pompa Deep Well Turbine Pump............................................................................................................227 Contoh Perhitungan Perencanaan Saringan Pasir Lambat (SPL) ...................................................................................1 Lampiran – 7......241 Potongan 1-1 ........2b Lampiran – 6................ 238 Potongan 1-1 ........219 Potongan A-A.............5a Lampiran – 6..............................................................................233 SPT Dangkal dengan Pompa Tangan .............3 Lampiran – 7.............................240 Denah Model Intake Bebas tanpa Pintu Air ................................................243 Potongan 1-1 ...........................................4 Lampiran – 7..............214 Alat Ukur Thompson .....................3b Lampiran – 2 Lampiran – 3a Lampiran – 3b Lampiran – 4 Lampiran – 5 Lampiran – 5....................243 Denah Model Intake Tipe Infiltrasi Galeri ................................1b Lampiran – 6.235 SPT Dalam Sistem II......

.............................................................................................262 Hidran Umum Potongan B-B ....................................248 Penangkap Mata Air Tipe IA ...........................................260 Hidran Umum Tampak Depan...270 Form Pemantauan & Pelaporan DAK Bidang Infrastruktur ................................................................254 Bak Penampung Tipe 2 (Volume 5m3).......................................................................................................................................................247 Kurva Daerah Kerja Pompa Sentrifugal Single Section (putaran 2900 rpm) ..............................................................................258 Denah SPT Dangkal .............264 Sarut Pembubuhan PAC ...............252 Potongan A-A Bangunan Penangkap Mata Air Tipe ID..........................................6 Lampiran – 7...247 Kurva Daerah Kerja Pompa Sentrifugal Double Section ....................253 Bak Penampung Tipe I (Volume 2m3) .....................................................263 Sarut Pembubuhan PAC .............248 Contoh Perhitungan Kebutuhan Daya Pompa ..........................................Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengembangan SPAM Sederhana Lampiran – 7..............251 Penangkap Mata Air Tipe ID ..271 xiii ..........................9 Lampiran – 8 Lampiran – 9 Lampiran – 10 Lampiran – 11 Lampiran – 12 Lampiran – 13 Lampiran – 14 Lampiran – 15 Lampiran – 16 Lampiran – 17 Lampiran – 18 Lampiran – 19 Lampiran – 20 Lampiran – 21 Lampiran – 22 Lampiran – 23 Lampiran – 24 Lampiran – 25 Lampiran – 26 Lampiran – 27 Lampiran – 28 Lampiran – 29 Lampiran – 30 Lampiran – 31 Kurva Daerah Kerja Pompa Deep Well Submersible Pump .....................................................................................................................................................................265 Detail Sambungan Sarut..................................................261 Hidran Umum Potongan A-A..................................................................................................257 Sumur Pompa Tangan Dangkal.......................256 Sumur Gali Tipe IB ...................................................................................................................................................250 Penangkap Mata Air Tipe IC .........................................................................................................249 Penangkap Mata Air Tipe IB ............266 Sarut Penurunan Fe ............255 Sumur Gali Tipe IA .............................................................................................................268 Tipe II Sarut Arang Kelapa ........269 Sarut Arang Kelapa..................................8 Lampiran – 7.....259 Sumur Pompa Tangan Dalam ..................267 Detail Pemasangan Pipa pada Wadah.247 Kurva Daerah Kerja Pompa Sentrifugal Single Section (putaran 1450 rpm) .......7 Lampiran – 7............................

Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengembangan SPAM Sederhana xiv .

Kegiatan ini sebagai bagian dari kegiatan Dana Alokasi Khusus Non Dana Reboisasi (DAK Non DR) Bidang Air Minum. baik untuk aparat pemerintah terkait maupun untuk masyarakat sebagai aktor utama pelaksanaan program. seperti air minum. dan ditinjau dari fisik prasarananya bersifat mudah dan ekonomis dalam pembangunan. Untuk melengkapi petunjuk teknis pelaksanaan pengembangan SPAM sederhana ini. maka perlu diberikan acuan petunjuk bagi para pelaksana program. perpipaan. untuk memenuhi tugas dan fungsinya sebagai fasilitator pembangunan. Untuk sektor air minum sederhana. rehabilitasi. Memperhatikan bahwa prioritas lokasilokasi yang akan menjadi lingkup pelaksanaan adalah desa-desa yang belum pernah mendapat pelayanan air minum secara formal (pelayanan oleh perusahaan daerah air minum setempat) sehingga pemenuhan kebutuhan air minum dilakukan secara individu rumah tangga atau swadaya masyarakat. baik di wilayah perkotaan maupun di wilayah perdesaan.1 LATAR BELAKANG Kewajiban Pemerintah dalam pemenuhan hak-hak dasar manusia. operasional dan pemeliharaan serta pengelolaannya. meliputi pembangunan baru.2 1. perpompaan.Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengembangan SPAM Sederhana BAB I PENDAHULUAN 1. dan unit pemanfaatan sesuai lingkup program. Memperhatikan hal tersebut di atas. maka prasarana air minum haruslah prasarana yang ditinjau dari pelayanannya bersifat komunal. Selain itu.2.1 MAKSUD DAN TUJUAN Maksud Petunjuk teknis ini dimaksudkan untuk memberikan acuan kepada para pelaksana dan pihak terkait lainnya dalam penyelenggaraan perencanaan prasarana air bersih sederhana. disusun Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Sederhana untuk jenis-jenis yang telah disesuaikan dengan lingkup program. yang diarahkan untuk dapat dikelola oleh masyarakat pengguna itu sendiri.2 Tujuan Petunjuk teknis ini bertujuan untuk menjamin kesesuaian. Sesuai dengan data BPS. unit pengolahan. data dan tahapan yang diperlukan dalam perencanaan prasarana air minum sederhana. terlebih dahulu melakukan review atau kajian terhadap sistem eksisting atau sistem yang sudah ada. dan ketepatan dalam pembangunan prasarana air minum sederhana sehingga prasarana yang dibangun dapat dimanfaatkan secara andal dan berkelanjutan. ketertiban. memotivasi Pemerintah untuk memfasilitasi pembangunan dan pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) khususnya bagi masyarakat perdesaan yang notabene merupakan masyarakat dengan tingkat pelayanan SPAM terendah. Pembangunan infrastuktur baru meliputi perencanaan bangunan pengambilan air baku. 1. yaitu menurunkan separuh proporsi penduduk yang belum terlayani fasilitas air minum. Dengan mempertimbangkan keberlanjutan prasarana air minum yang dibangun. Pemerintah juga terpacu untuk mencapai target Millennium Development Goals (MDGs) tahun 2015. cakupan pelayanan SPAM di perdesaan hanya 8%. Petunjuk teknis ini menjelaskan kriteria. pengertian dan pengetahuan yang sama dalam menciptakan pembangunan yang berkelanjutan. Pemerintah wajib menerbitkan petunjuk teknis yang akan menjadi acuan bagi semua pihak terkait. 1. Khusus untuk sektor air minum sederhana. perhitungan. karakteristik daerah dan ketersediaan sumber daya alam telah menghasilkan kondisi pelayanan air minum yang berbeda.2. sehingga diperoleh arah. dan optimalisasi. 1. disusun pula serangkaian petunjuk teknis terkait lainnya terdiri dari: 1 .3 RUANG LINGKUP Dalam melakukan pemilihan kegiatan DAK Non DR bidang air minum.

Prosedur dan Manual (NSPM) prasarana air minum yang telah diterbitkan oleh Badan Penelitian dan Pengembangan Departemen Pekerjaan Umum serta referensi terkait lainnya.4 PENGERTIAN Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Sederhana adalah SPAM bukan jaringan perpipaan. 2 . Standar.Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengembangan SPAM Sederhana − − − − − − − − − − Petunjuk Petunjuk Petunjuk Petunjuk Petunjuk Petunjuk Petunjuk Petunjuk Petunjuk Petunjuk Teknis Teknis Teknis Teknis Teknis Teknis Teknis Teknis Teknis Teknis Pembangunan Penangkap Mata Air (PMA) Pembangunan Sumur Air Tanah Sedang/Dalam (SATS/D) Pembangunan Instalasi Pengolahan Air Sederhana (IPAS) Pembangunan Penampungan Air Hujan (PAH) Pembangunan Bangunan Pengambilan Air Baku Pembangunan Hidran Umum Pemasangan Perpipaan Pembangunan Pompa Hidram Pembangunan Destilator Surya Atap Kaca (DSAK) Operasional dan Pemeliharaan Penyusunan petunjuk teknis perencanaan dan petunjuk teknis pendukung lainnya mengacu pada dokumen Standar Nasional Indonesia (SNI). 1. dapat dikerjakan dan pada umumnya mampu dikerjakan oleh masyarakat secara mandiri serta memiliki teknologi yang relatif sederhana. dokumen Norma.

Air Hujan a.1 JENIS PRASARANA AIR MINUM A.Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengembangan SPAM Sederhana BAB II KETENTUAN UMUM 2. Sumur Gali d. Paket IPA c. Unit Air Baku B. Penampung Air Hujan C. Bila ternyata sudah ada SPAM. Unit Pelayanan 1. Unit Distribusi 1. Instalasi Pengolahan Air Sederhana b. Sumur Pompa Tangan 4. Sistem Pengolahan Air Gambut g. Air Permukaan a. Penyempurnaan Sistem Eksisting Penyempurnaan SPAM eksisting dilakukan melalui rehabilitasi maupun optimalisasi. Mata Air a. Bila belum ada SPAM. Perpipaan 2. Saringan Pipa Resapan (SPR) 3. Air Tanah a. Penampungan Mata Air 2. Perpompaan D. perlu dilihat apakah sudah ada pengembangan SPAM atau belum. Pompa Hidram d.2 PROSES SELEKSI KEGIATAN DAN PEMILIHAN PRASARANA Dalam mempersiapkan usulan kegiatan. Reverse Osmosis (RO) f. Air Tanah Sedang/Dalam b. tergantung pada jenis kebutuhan SPAM yang ada tersebut. Air Tanah Dangkal c. maka dilakukan pengkajian sistem yang sudah ada (eksisting). Destilator Surya Atap Kaca (DSAK) e. maka dilanjutkan proses pemilihan prasarana untuk pembangunan baru. Saringan Rumah Tangga (SARUT) h. 2. termasuk kualitas dan kuantitasnya 3 . Hidran Umum 2. Unit Produksi 1. Terminal Air (TA) Jenis prasarana yang termasuk bidang prasarana air minum sederhana meliputi: Pemilihan prasarana tersebut di atas didasarkan pada pertimbangan bahwa teknologi yang diterapkan sesuai dengan karakteristik dan sumber daya yang ada di daerah perencanaan tanpa mengurangi kualitas dan kuantitas pelayanan air minum yang direncanakan. Sambungan Rumah Murah (SRM) 3. Pembangunan SPAM Baru Jenis prasarana yang tepat untuk suatu wilayah rencana pelayanan ditentukan dengan mempertimbangkan parameter-parameter sebagai berikut: − Jenis sumber air baku.

3 KOMPONEN PRASARANA Secara prinsip.Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengembangan SPAM Sederhana − Kondisi topografi Proses seleksi kepemilihan prasarana untuk suatu wilayah dilakukan sesuai diagram alir pada Gambar 2.1. setiap prasarana yang akan digunakan mempunyai komponen-komponen pembentuk sistem penyediaan air minum secara lengkap yang terdiri dari: − − − − − Unit bangunan pengambilan air baku Unit pengolahan fisik/kimia Jaringan perpipaan (transmisi dan distribusi) Unit pemanfaatan (hidran umum – HU) Unit pendukung lainnya (perpompaan dan sumber daya listrik) 4 . 2.

kualitas tidak sesuai standar.Gambar 2. kontinuitas< 24 jam* Optimalisasi Prasarana SPAM Gravitasi? Sistem pompa Kualitas baik? Tidak Pengolahan air minum Peta geohidrologi Sumur eksisting Sumur observasi Air tanah dangkal? Tidak Pengembangan melalui jalur program secara normal Ya Ya Ya Ya Distribusi dengan HU Distribusi dengan HU Kualitas baik? Tidak Pengolahan air minum Kuantitas cukup? Tidak Penampungan air hujan Ya Ya Gravitasi? Tidak Sistem pompa Kualitas baik? Tidak Pengolahan air minum Ya Ya Distribusi dengan HU * Untuk Sistem Pompa Sumur pompa tangan Sumur gali 5 . Kualitas.1 Proses Seleksi Kegiatan dan Pemilihan Prasarana Air Minum Sederhana Review Sistem Penyediaan Air Minum Kebutuhan pelayanan air minum Mata air? Tidak Ya Ketersediaan Sistem Tidak Kuantitas cukup? Tidak Survey geolistrik Air tanah sedang/ dalam? Tidak Ya Rehabilitasi Prasarana SPAM Ya Ya Tidak Kuantitas. Kontinuitas baik? Infrastuktur Rusak Tidak Kualitas baik? Pengolahan air minum Kuantitas cukup? Tidak Peta hidrologi Sumber air permukaan? Tidak Ya Ya Tidak Ya Kuantitas cukup? Tidak Ya Kuantitas kurang.

2.2. kriteria desain perencanaan prasarana air minum ditujukan untuk memenuhi kebutuhan minimum untuk minum dan masak serta untuk mandi jika kapasitas sumber air baku mencukupi.2 Piramida Kebutuhan Air Bersih 6 . Menurut Bank Dunia. 10 L 20 L 30 L 40 L 50 L 60 L 70 L air minum air minum masak masak mandi mandi cuci pakaian cuci pakaian pembersihan rumah pembersihan rumah kebutuhan rumah tangga lainnya kebutuhan rumah tangga lainnya kebutuhan untuk sanitasi kebutuhan untuk sanitasi Gambar 2. Untuk lingkup program ini.4 TINGKAT PEMAKAIAN AIR Tingkat pemakaian air bersih secara umum ditentukan berdasarkan kebutuhan manusia untuk kehidupan sehari-hari. yaitu sebesar 20-30 liter/orang/hari. Kebutuhan air minum untuk setiap tingkatan kebutuhan diilustrasikan pada Gambar 2. kebutuhan manusia akan air dimulai dengan kebutuhan untuk air minum sampai pada kebutuhan untuk sanitasi.

1 Optimalisasi Prasarana SPAM 7 .2. TA. unit produksi.Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengembangan SPAM Sederhana BAB III PERENCANAAN SISTEM PENYEDIAAN AIR MINUM SEDERHANA 3. dll Penyempurnaan proses fisik pada unit pengendap & penyaringan dan unit pengolah fisik/kimia lainnya Penyempurnaan proses kimia pada unit pengaduk cepat dan unit pembubuh bahan kimia Optimalisasi Kualitas tidak sesuai standar Gambar 3.1 dan 3. Mobil Tangki. antara lain pada unit pengambilan air baku.1 INDIKASI KEBUTUHAN REHABILTASI DAN OPTIMALISASI Rehabilitasi prasarana Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) dilakukan pada keseluruhan maupun sebagian sistem. Pelaksanaan kegiatan rehabilitasi dan optimalisasi mengikuti standar yang telah ditetapkan. dan dapat mengikuti standar-standar yang dibahas pada bagian pembangunan baru SPAM selanjutnya. unit transmisi. Indikasi pelaksanaan rehabilitasi antara lain: Air baku tidak mengalir atau kuantitas air baku yang akan diolah pada unit produksi menurun akibat kerusakan pada unit bangunan pengambilan air baku Kualitas air yang dihasilkan tidak sesuai dengan standar akibat kerusakan pada unit pengolahan Kebocoran pipa transmisi dan pipa distribusi Kerusakan pada sistem transmisi dan distribusi Kerusakan sistem elektrikal dan mekanikal Optimalisasi prasarana SPAM merupakan upaya peningkatan kuantitas dan kualitas penyediaan air minum. maupun unit distribusi. Indikasi pelaksanaan optimalisasi antara lain bila: Kuantitas air sudah tidak mencukupi kebutuhan penduduk Kualitas air belum memenuhi standar kualitas air minum karena tidak sempurnanya proses fisik dan/atau kimia pada unit produksi Rehabilitasi dan optimalisasi prasarana SPAM dapat dijelaskan pada gambar 3. Peningkatan kapasitas produksi Kuantitas tidak mencukupi Penambahan HU. Kegiatan rehabilitasi dilaksanakan apabila terdapat kerusakan atau ketidaksesuaian pada keseluruhan maupun sebagian prasarana SPAM tersebut.

Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengembangan SPAM Sederhana Intake (sungai) Unit Pengambilan Air Baku Broncaptering (mata air) SD.2 Rehabilitasi Prasarana SPAM 3. SATS/D Pipa transmisi Peralatan dan perlengkapan pipa transmisi Unit Transmisi Jembatan pipa transmisi Bak Pelepas Tekan (BPT) Bangunan sipil lain yang berada pada jalur pipa/saluran transmisi Kompartemen pencapaian (pengaduk cepat & lambat) Untuk sumber air permukaan Unit Produksi Untuk sumber air hujan Pipa distribusi Peralatan dan perlengkapan pipa distribusi Unit Distribusi Jembatan pipa distribusi Hidran Umum/Terminal Air Bangunan sipil lain yang berada pada jalur pipa/saluran transmisi Gambar 3. SG.2 PENENTUAN KEBUTUHAN AIR Kompartemen pengendap (bak pengendap) Kompartemen penyaringan (bak penyaring) Kegiatan Rehabilitasi Saringan Pasir Lambat (SPL) Kebutuhan air minum yang diperlukan untuk suatu daerah pelayanan ditentukan berdasarkan 2 (dua) parameter. SPT. yaitu: − − Jumlah penduduk Tingkat konsumsi air 8 .

Kebutuhan air ditentukan dengan perhitungan sebagai berikut: a. misal 5 tahun.3 Sumber air yang dapat digunakan sebagai sumber air baku meliputi: A. Kebutuhan total ini dipakai untuk mengetahui apakah sumber air yang dipilih dapat digunakan. diantaranya metode geometrik seperti persamaan di bawah berikut ini: P = Po (1+r)n ---------------------------------------------------------dengan P = Po = r = n = pengertian: jumlah penduduk sampai akhir tahun perencanaan (jiwa) jumlah penduduk pada awal tahun perencanaan (jiwa) tingkat pertambahan penduduk per tahun (%) umur perencanaan (tahun) (1) 2. Perhitungan jumlah penduduk Penentuan jumlah dan kepadatan penduduk dipakai untuk menentukan daerah pelayanan dengan perhitungan sebagai berikut: 1. Perhitungan kebutuhan air Kebutuhan air total dihitung berdasarkan jumlah pemakai air yang telah diproyeksikan untuk 5-10 tahun mendatang dan kebutuhan rata-rata setiap pemakai setelah ditambahkan 20% sebagai faktor kehilangan air (kebocoran). Metoda yang digunakan tergantung dari jenis sumber air sebagai berikut: 9 . Cari data jumlah penduduk saat ini di daerah pelayanan sebagai tahun awal perencanaan Tentukan nilai pertumbuhan penduduk per tahun Hitung pertambahan jumlah penduduk sampai akhir tahun perencanaan. Pengukuran debit air baku dilakukan untuk menghitung potensi sumber air yang akan digunakan.15) (4) (2) (3) b. Jika tidak mencukupi cari alternatif sumber air baku lain. PENGUKURAN DEBIT AIR BAKU Mata air Air tanah Air permukaan Air hujan 3. Hitung kebutuhan air dengan persamaan berikut: Q = P x q ---------------------------------------------------------------Qmd = Q x fmd ---------------------------------------------------------dengan Qmd = q = P = f = pengertian: kebutuhan air (liter/hari) konsumsi air per orang per hari (liter/orang/hari) jumlah jiwa yang akan dilayani sesuai tahun perencanaan (jiwa) faktor maksimum (1.Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengembangan SPAM Sederhana 1. dengan menggunakan salah satu metode proyeksi. C. B. D. Hitung kebutuhan air total dengan persamaan: Qt = Qmd x 100/80 --------------------------------------------------dengan pengertian: Qt = kebutuhan air total dengan faktor kehilangan air 20% (liter/hari) c. 3. 2.05—1. Bandingkan dengan hasil pengukuran debit sumber air baku apakah dapat mencukupi kebutuhan ini.

pengukuran debit air sungai/irigasi juga dapat dilakukan dengan mengumpulkan data dan informasi lain yang diperoleh dari penduduk. Hasil yang akurat dari kualitas air baku dapat diperoleh melalui pemeriksaan sampel air baku di laboratorium yang telah ditunjuk sebagai laboratorium rujukan. Sungai / irigasi Selain pengukuran dengan metode yang disebutkan pada butir 1) di atas. serta kuantitas. Mata air/ sungai/ irigasi 1. kualitas dapat ditinjau dari parameter-parameter berikut: − − − − Bau Rasa Kekeruhan Warna Evaluasi secara cepat terhadap parameter-parameter di atas dapat dilihat pada Lampiran–3. Air permukaan lainnya 1. Perkiraan potensi air tanah dangkal dapat diperoleh melalui survei terhadap 10 buah sumur gali yang bisa mewakili kondisi air tanah dangkal di desa tersebut 2. 3. 2. Untuk pemeriksaan di lapangan. 3. jenis tanah/batuan. Air tanah 1. Sedangkan volume tampungan dapat dihitung dengan melihat volume cekungan untuk setiap ketinggian air. 10 . yaitu dengan mengukur luas penampang basah sungai/parit yang bermuara di embung dan dikalikan dengan kecepatan aliran. 907/MENKES/SK/VII/2002 yang secara rinci dapat dilihat pada Lampiran–2. Dengan ambang trapesium (alat ukur Cipoletti) Dengan V-notch (alat ukur Thompson) Dengan metoda benda apung Penjelasan mengenai pelaksanaan ketiga metode di atas dapat dilihat pada Lampiran-1. kimiawi. Data di atas dapat diperoleh dari penduduk setempat tentang fluktuasi yang pernah terjadi (muka air terendah).Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengembangan SPAM Sederhana A. kualitas air. dan mikrobiologis. tinggi muka air minimum dan tinggi muka air maksimum. meliputi debit aliran.4 PEMERIKSAAN KUALITAS AIR BAKU Pemeriksaan kualitas air baku dilakukan terhadap kualitas fisik. pemanfaatan sungai. Embung Pengukuran debit yang masuk ke dalam embung dapat dilakukan pada saat musim penghujan. Perkiraan potensi air tanah dalam dapat diperoleh melalui informasi data dari instansi terkait meliputi kedalaman lapisan air tanah. Standar kualitas air di perairan umum yang digunakan sebagai sumber air baku sesuai Peraturan Pemerintah No. Volume cekungan dapat dibuat pada saat musim kering (embung tidak terisi air) yaitu dari hasil pemetaan topografi embung dapat dibuat lengkung debit (hubungan antara tinggi air dan volume). 2. sedangkan untuk persyaratan kualitas air minum sesuai Keputusan Menteri Kesehatan RI No. Cara ini dilakukan dengan pengamatan atau pencatatan fluktuasi tinggi muka air selama minimal 1 tahun. Pengukuran ini mempunyai tingkat ketelitian yang optimal bila dilakukan dengan periode pengamatan yang cukup lama. 20 Tahun 1990. B. Danau Perhitungan debit air danau dilakukan berdasarkan pengukuran langsung. Besarnya fluktuasi debit dapat diketahui dengan mengalikan perbedaan tinggi air maksimum dan minimum dengan luas muka air danau. C. 3.

Sistem Pengolahan Air Gambut h. Saringan Rumah Tangga (SARUT) i.Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengembangan SPAM Sederhana 3. meliputi Hidran Umum (HU). 6. Unit Distribusi terdiri dari: 1. Instalasi Pengolahan Air Sangat Sederhana (IPASS) c. Untuk air baku dari air tanah berupa: a. Modul lain Apabila ada solusi teknis yang lain/sesuai situasi dan kondisi daerah. Perpompaan D. 4. Untuk air baku dari mata air berupa Perlindungan Mata Air (PMA) 2. Pompa Hidram e. Destilator Surya Atap Kaca (DSAK) f. Sumur Air Tanah Dangkal c. Reverse Osmosis (RO) g. Untuk air baku dari air permukaan berupa: a. Terminal Air (TA) E. Sebagaimana disebutkan sebelumnya. 5. Unit Produksi Unit produksi dikelompokkan berdasarkan sumber air sebagai berikut: 1. Hidran Umum (HU) 2. Unit Pelayanan terdiri dari: 1. 11 .5 SOLUSI TEKNIS DAN PERENCANAAN Penjelasan mengenai perencanaan solusi teknis pada bagian ini akan disusun berdasarkan sistematika sebagai berikut: Unit produksi. Paket Instalasi Pengolahan Air (IPA) d. terminal Air (TA) dan Sambungan Rumah Murah (SRM) Jenis prasarana air minum sebagai solusi teknis yang dibangun dan dipilih atas dasar kesepakatan antara Pemerintah Kabupaten/Kota dan masyarakat setempat serta disesuaikan dengan situasi lokasi. Saringan Pasir Lambat (SPL) b. meliputi bangunan pengambilan air baku dan unit pengolahan fisik/kimia (jika diperlukan) Unit distribusi. maka sebelum dilaksanakan perlu dilaporkan ke Ditjen Cipta Karya beserta dengan proposal untuk dikaji serta disetujui lebih lanjut. Sumur Gali d. Perpipaan 2. Sumur Air Tanah Sedang/Dalam b. Unit Air Baku 3. Sambungan Rumah Murah (SRM) 3. Untuk air baku dari air hujan berupa Penampung Air Hujan (PAH) C. Sumur Pompa Tangan 4. Mata Air Air Permukaan Air Tanah Air Hujan B. meliputi Perpipaan dan Perpompaan Unit pelayanan. Saringan Pipa Resapan (SPR) 3. solusi teknis yang termasuk dalam lingkup program adalah: A.

UNIT AIR BAKU Berdasarkan sumber air baku untuk air minum. Air Permukaan Sistem penyediaan air minum komunal air permukaan adalah sistem penyediaan air minum yang memanfaatkan air permukaan sebagai sumber air baku untuk air minum. 2. gaya geser. Tipe pengambilan air baku untuk air minum berdasarkan sumber air permukaan dijelaskan sebagai berikut: 1. Intake bebas Kelengkapan bangunan pada intake bebas adalah: − Saringan sampah 12 . Air Tanah Sistem penyediaan air minum komunal air tanah dalam adalah sistem penyediaan air minum yang menggunakan air tanah dalam sebagai sumber air baku untuk air minum. Secara umum. Unit air baku dari air permukaan dijelaskan lebih rinci sebagai berikut karena pada umumnya unit pengambilan air baku dari air permukaan terpisah dari unit produksi/pengolahannya. maka air baku dapat dibedakan menjadi: Mata Air Sistem penyediaan air minum komunal mata air adalah sistem penyediaan air minum yang memanfaatkan mata air sebagai sumber air baku untuk air minum dengan cara melindungi dan menangkap air dari mata air untuk ditampung dan disalurkan kepada masyarakat pemakai. persyaratan lokasi penempatan dan konstruksi bangunan pengambilan air baku adalah sebagai berikut: 1) Bangunan pengambilan harus aman terhadap polusi yang disebabkan pengaruh luar (pencemaran oleh manusia dan makhluk hidup lain) 2) Penempatan bengunan pengambilan pada lokasi yang memudahkan dalam pelaksanaan dan aman terhadap daya dukung alam (terhadap longsor dan lain-lain) 3) Konstruksi bangunan pengambilan harus aman terhadap banjir air sungai.Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengembangan SPAM Sederhana 3. Air Permukaan Adalah sistem penyediaan air minum yang memanfaatkan air permukaan sebagai sumber air baku untuk air minum.1 1. Air Hujan Adalah air yang berasal dari air angkasa dalam bentuk air hujan. Bangunan pengambilan air baku untuk masing-masing solusi teknis tergantung dari jenis sumber air baku yang digunakan. Sungai/Irigasi Secara garis besar tipe bangunan pengambilan air baku (intake) pada sumber air permukaan dibagi menjadi 5 (lima) macam. 4. yaitu: a. rembesan. 3. gempa dan gaya angkat air (up-lift) 4) Penempatan bangunan pengambilan diusahakan dapat menggunakan sistem gravitasi dalam pengoperasiannya 5) Dimensi bangunan pengambilan harus mempertimbangkan kebutuhan harian maksimum 6) Dimensi inlet dan outlet letaknya harus memperhitungkan fluktuasi ketinggian muka air 7) Pemilihan lokasi bangunan pengambilan harus memperhatikan karakteristik sumber air baku 8) Konstruksi bangunan pengambilan direncanakan dengan umur efektif (life time) minimal 25 tahun 9) Bahan/material konstruksi yang digunakan diusahakan manggunakan material lokal atau disesuaikan dengan kondisi daerah sekitar.5. terhadap gaya guling.

m/det = 0.025 m panjang jeruji jarak bersih antara jeruji. a . √(g. m kecepatan aliran. derajat (22) (23) (diambil 70°) − Bak pengumpul atau sumuran: Dimensi bak pengumpul tergantung dari debit pegambilan dan banyaknya pompa yang akan dipakai serta elevasi muka air yang diinginkan b. m tinggi bukaan. sin δ ------------------------------------------dengan pengertian: hf v g c β s L b δ = = = = = = = = = kehilangan tinggi energi. Intake dengan bendung Kelengkapan bangunan pada intake dengan bendung 13 . a . v2 / 2g ---------------------------------------------------c = β .z) -------------------------------------------dengan pengertian: Q u b a g z = = = = = = debit. z --------------------------------------------Q = u . m3/detik koefisien pengaliran lebar bukaan. m percepatan gravitasi. √2 . m = 0. m = 0. (s/b)4/3 . b .8 tebal jeruji. m/detik2 kehilangan tinggi energi pada bukaan. b .Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengembangan SPAM Sederhana − − − − − − − − − − Inlet Bangunan pengendap Bangunan sumur atau pemompaan Pintu sorong Fluktuasi muka air tidak terlalu besar Ketebalan air cukup untuk dapat masuk ke inlet Harus ditempatkan pada sungai yang lurus Alur sungai tidak berubah-ubah Kestabilan lereng sungai cukup mantap Inlet: Q = u .1 m sudut kemiringan saringan dari horisontal. m (20) (21) Pertimbangan pemilihan intake bebas adalah: Penentuan Dimensi Hidrolis adalah sebagai berikut: − Saringan sampah: hf = c .5 m/det percepatan gravitasi. m/det2 koefisien yang tergantung pada: faktor bentuk atau bulat = 1.

pada musim hujan ditempatkan di tepi sungai dan pada musim surut diletakkan di alur yang masih ada airnya. Intake ponton Kelengkapan bangunan pada intake ponton − − − − − − − − − − − Pelampung atau ponton Ruang ponton Pengamanan benturan Penambat Tali penambat Pipa fleksibel Saringan atau stainer Sungai mempunyai benturan yang cukup lebar Fluktuasi muka air cukup besar Alur sungai yang berubah-ubah Tebal air cukup untuk penempatan pompa G = W --------------------------------------------------------------G = V . c. Intake jembatan Kelengkapan bangunan pada intake jembatan − − − Jembatan penambat Saringan sampah Ruang pompa 14 . d.Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengembangan SPAM Sederhana − − − − − − − Saringan sampah Inlet Bendung konvensional Pintu bilas Tebal air tidak cukup untuk intake bebas Sungai tidak dimanfaatkan untuk transportasi Palung sungai tidak terlalu besar Pertimbangan pemilihan intake dengan bendung Penentuan Dimensi Hidrolis sama dengan intake bebas ditambah dengan pintu bendung. Perencanaan bendung mengacu pada Standar Perencanaan Irigasi KP-02 Bangunan Utama. γw----------------------------------------------------------dengan pengertian: G V = = berat ponton dan pompa berat yang timbul akibat perpindahan massa volume air yang dipindahkan berat jenis air W = γw = − − − (24) (25) Pertimbangan pemilihan intake ponton Penentuan Dimensi Hidrolis adalah sebagai berikut: Dalam perencanaan ponton harus diperhatikan: Bentuk ponton harus dapat membelah arus atau mengurangi daya dorong akibat adanya arus sungai Sepertiga bagian ponton tidak tenggelam Ponton harus dapat diletakkan pada posisi yang menguntungkan. baik konvensional maupun bendung tyroll.

silt dan lempung Lempung api (fire clay) Pasir dan pasir kerikil Kerikil Sumber: Penentuan nilai permeabilitas dapat dilakukan di lapangan dengan cara tes perkolasi atau dengan cara pumping test di laboratorium. lempung dan campuran pasir. Departemen Pekerjaan Utama Jenis Tanah Lempung (kedap air) Silt. 15 . maka harus dibuatkan media yang mempunyai permeabilitas yang besar berupa material kerikil. Pembuatan media untuk perletakan pipa kolektor Pada umumnya sungai-sungai yang mempuyai fluktuasi debit yang sangat besar dan terjadi aliran bawah tanah akan mempunyai lapisan dasar sungai yang terdiri dari campuran pasir dan lempung. e.7 Nilai Permeabilitas Beberapa Jenis Tanah Permeabilitas (m/hari) < 10-4 10-4 – 10-1 10-1 – 10 10-4 – 103 > 103 Tata Cara Rancangan Bangunan Pengambilan Sumber Air Permukaan (AB-K/RE-RT/TC/050/98). Nilai permeabilitas pada berbagai jenis tanah dapat dilihat pada Tabel 3. yaitu saat hanya terjadi aliran bawah tanah pada sungai-sungai yang mempunyai fluktuasi debit yang sangat besar.7 berikut: Tabel 3. Tebal media ini disesuaikan dengan kondisi muka air tanah dan sungai. Infiltrasi galeri Kelengkapan bangunan pada infiltrasi galeri − − − − − − − − Media infiltrasi Pipa pengumpul Sumuran Tebal air sungai tipis Aliran air tanah cukup untuk dimanfaatkan Sedimentasi dalam bentuk lumpur sedikit Muka air tanah terletak maksimum 2 meter dari dasar sungai Kondisi tanah dasar sungai cukup porous Pertimbangan pemilihan infiltrasi galeri Hal-hal yang harus diperhatikan dalam perencanaan infiltrasi galeri terutama pada saat kondisi kritis. adalah: − − − Besarnya permeabilitas lapisan dasar sungai Pembuatan media untuk perletakan pipa Pembuatan pipa kolektor Penjelasan hal-hal tersebut diatas adalah sebagai berikut: a. Untuk mempercepat masuknya air pada pipa kolektor.Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengembangan SPAM Sederhana Pertimbangan pemilihan intake jembatan − − − Fluktuasi muka air tidak terlalu besar Hanyutan sampah tidak banyak Bantaran sungai tidak lebar Yang harus diperhatikan dalam perencanaan intake tipe jembatan adalah penempatan lokasi untuk perletakan pompa terhadap perubahan lokasi untuk perletakan pompa terhadap perubahan alur sungai atau perubahan muka air sehingga pompa dapat berfungsi sebagaimana mestinya. b.

Sumur kolektor Dimensi dari sumur kolektor ditentukan oleh jumlah pompa dan fasilitas lainnya yang akan dipasang pada sumur tersebut. Jumlah bukaan lubang disesuaikan dengan kebutuhan pengambilan air serta debit andalan dari sungai tersebut. Struktur bawah (pondasi) Dalam perencanaan dimensi sub struktur harus mempertimbangkan jenis dan karakteristik tanah sehingga dapat ditentukan jenis dan dimensi sub struktur yang diperlukan: − − − Untuk tanah lembek atau tanah gambut harus mempergunakan pondasi tiang atau pondasi cerucuk Perhitungan dimensi pondasi dipergunakan rumus Terzaghi atau Meyerhof untuk pondasi tiang tunggal maupun tiang ganda Untuk tanah keras dapat mempergunakan pondasi tiang tapak dengan perhitungan dimensi tiang dapat mempergunakan rumus Terzaghi 16 . Bak pengendap Dimensi bak pengendap tergantung dari: − − − Besarnya debit yang dialirkan Sifat bahan yang akan diendapkan (terutama besarnya kecepatan partikel endapan) Banyaknya endapan untuk satu jangka waktu tertentu Perhitungan: V = Q / (B x H) -------------------------------------------------dengan pengertian: V Q B H = = = = kecepatan aliran. m2 (26) (27) d. m3/det lebar bak pengendap. m3/det permeabilitas bukaan lubang pada pipa. e. Pipa kolektor Pipa kolektor ini berupa pipa yang telah dilubangi pada bagian atasnya yang berfungsi sebagai jalan masuk air ke sumur kolektor. m/det debit aliran.Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengembangan SPAM Sederhana c. m2 jumlah lubang luas lubang. m (28) Sehingga dengan adanya 2 kecepatan tersebut diharapkan dapat mengendapkan partikel dengan besaran tertentu sepanjang bak pengendap. m tebal air. Penentuan dimensi struktur: a. a -----------------------------------------------------dengan pengertian: Q K A n a = = = = = debit pengambilan. A -----------------------------------------------------A = n . Rumus yang digunakan: Q = K .

Embung Persyaratan lokasi penempatan dan konstruksi bangunan pengambil − Pertimbangan bangunan pengambilan ditentukan pada titik yang mempunyai kedalaman air maksimum. 3.6 m di bawah muka air danau minimum Penentuan elavasi puncak bangunan pengambilan minimal 0. Kondisi tanah pada lereng danau cukup stabil − Intake jembatan Fluktuasi air danau tidak terlalu besar Pada tepi danau yang landai dan hanya tergenang air pada kondisi muka air danau maksimum (penempatan intake memungkinkan menjorok ke danau). Kondisi tanah pada dasar danau cukup stabil. 2. Beberapa hal yang perlu dipertimbangkan dalam penentuan dimensi ini adalah ketinggian luapan banjir dan karakteristik sungai. sehingga pemanfaatan air waduk dapat langsung memanfaatkan fasilitas yang ada. Pertimbangan yang diperlukan untuk menentukan lokasi pengambilan air waduk dan tipe bangunan pengambilan air waduk adalah sama dengan bangunan pengambilan sumber air danau 4. Struktur atas Dalam penentuan dimensi struktur atas (konstruksi beton) dapat dipergunakan ultimate design atau elastic design. Waduk Apabila fungsi waduk termasuk untuk penyediaan air minum. maka sesuai perencanaan awal sudah disediakan fasilitas untuk penyediaan air baku air minum.Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengembangan SPAM Sederhana b.5 di atas muka air danau tertinggi b. a. jalur drainase atau parit dari daratan ke areal tampungan dan lokasi perumahan yang memungkinkan pencemaran Penentuan elevasi inlet minimal 0. Penentuan tipe bangunan pengambilan Tipe bangunan pengambilan air danau dan pertimbangan pemanfaatan jenis intake tersebut di atas adalah sebagai berikut: − Intake bebas Fluktuasi muka air danau tidak terlalu besar Ditempatkan ditepi danau yang mempunyai ketebalan air cukup Kondisi tanah pada tepi danau cukup stabil Kemiringan tanah di tepi danau cukup landai − Intake ponton Fluktuasi air danau tidak terlalu besar Pada tepi danau yang landai dan hanya tergenang air pada kondisi muka air danau maksimum (penempatan intake memungkinkan menjorok ke danau). Danau Persyaratan lokasi penempatan dan konstruksi bangunan pengambilan. 17 . Penentuan lokasi bangunan pengambilan didasarkan pertimbangan sebagai berikut: − − − − − Lokasi di tepi danau yang masih tergenang pada kondisi elevasi muka air danau minimum Lokasi yang berdasarkan data geoteknik mempunyai daya dukung yang optimal dan mempunyai faktor keamanan cukup tinggi Lokasi yang aman terhadap pengaruh luar seperti longsoran tanah dari bukit diatasnya.

Survei hidrolika air permukaan dilakukan dengan tahapan sebagai berikut: 1. khususnya daya hisap optimum ± 6 m dari permukaan air embung. Survei hidrolika air sungai − Kumpulkan data-data yang diperlukan seperti data curah hujan 10 tahun terakhir. c. debit sungai 10 tahun terakhir yang berurutan − Lakukan pengukuran langsung dilapangan pada musim kemarau dan musim penghujan minimal 1 periode musim jika data sekunder tidak tersedia − Tentukan debit minimal. formulir lapangan yang digunakan untuk menyusun data-data yang dibutuhkan agar mempermudah pelaksanaan pengumpulan data di lapangan b. menyiapkan peta hidrogeologi dan data-data sekunder yang diperlukan c. andalan dan debit penggeontoran − Lakukan pengujian kekeruhan untuk kondisi musim kemarau dan musim penghujan.Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengembangan SPAM Sederhana − Apabila kedalaman air di embung cukup besar. tata cara survei dan manual mengenai peralatan yang dipergunakan d. maksimum. mengecek ketersediaan peralatan dan perlengkapan yang akan dipergunakan 2. Survei hidrolika air waduk − Kumpulkan data-data yag dperlukan dari pengelola waduk − Tentukan debit yang akan dipakai apakah kebutuhan untuk air minum dapat terpenuhi 18 . Lokasi penempatan bangunan ditentukan berdasarkan data geoteknik dengan daya dukung yang optimal dan mempunyai faktor keamanan cukup tinggi. Pelaksanaan Pengkajian survei hidrolika air permukaan dilakukan sebagai berikut: a. Persiapan Dalam persiapan survei hidrolika air permukaan perlu dilakukan persiapan sebagai berikut: mempersiapan surat-surat yang diperlukan dalam pelaksanaan survei lapangan a. maka penempatan titik pompa sebaiknya mengacu pada standar spesifikasi pompa. Daerah tangkapan hujan − Lakukan analisa peta hidrologi daerah tangkapanhujan − Tentukan kondisi habitat sekitar daerah aliran sungai b. Tipe bangunan pengambilan dan pertimbangan pemilihan jenis intake pengambilan adalah: − Intake bebas Kondisi leveling dasar embung relatif datar dan kedalaman air maksimum berada ditepi embung Kondisi tanah di tepi embung cukup stabil Intake jembatan Kondisi permukaan dasar bervariasi dan cenderung berbentuk valley. kedalaman air maksimum merata di tengah embung Kondisi tanah di tengah embung cukup stabil Intake ponton Kondisi leveling dasar bervariasi dan kedalaman air tidak merata Kondisi air dasar embung stabil − − Gambar tipikal berbagai tipe bangunan pengambilan air baku sumber air permukaan dapat dilihat pada Lampiran–6.

Pengkajian hasil survei air embung UNIT PRODUKSI Sistem penyediaan air minum yang dapat dikelola oleh masyarakat secara mandiri merupakan tujuan dari pengembangan SPAM Sederhana. • SiPAS-Mata Air (Broncaptering) SiPAS-Mata Air (Broncaptering) dapat berupa sistem gravitasi dan atau perpompaan.Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengembangan SPAM Sederhana d.per kapita. 3. sumur dalam (deep well) dan air permukaan dengan IPAS. IPAS adalah dapat bersumber dari mata air (broncaptering). Sistem penyediaan air minum dengan IPAS disebut Sistem Instalasi Pengolahan Air Sederhana (SiPAS). air tanah. ataupun dari air hujan. debit aliran masuk − Lakukan pengukuran langsung dilapangan pada musim kemarau dan musim penghujan mnimal 1 periode musim bila data sekunder tidak tersedia − Lakukan pengukuran evaporasi − Lakukan pengujian kekeruhan untuk kondisi musim kemarau dan musim penghujan Analisa hasil survei hidrolika adalah sebagai berikut: 1. . Pengkajian survei air waduk 5. Pendistribusiannya kepada masyarakat dapat melaui sistem perpipaan (modul HU) dan atau mobil tangki air (modul TA). air permukaan. Dipilih jika pelayanan berada sekitar 10 Km dari jaringan distribusi PDAM dan atau PDAM tidak mampu menyediakan air minum dari sistem perpipaan yang ada (kapasitas dan tekanan tidak tersedia) Lokasi tersebut memiliki potensi air tanah dalam dan atau sumber air lainnya yang layak digunakan.2 Analisa apakah debit yang tersedia dapat memenuhi kebutuhan minimum Analisa kekeruhan sungai apakah masih memenuhi syarat Rekomendasikan keadaan air sungai berdasarkan debit yang tersedia. Hal ini dilakukan malalui pembangunan Instalasi Pengolahan Air Sederhana yang dapat menggunakan sumber air baku dari mata air. kondisi dan kelangsungan sumber air sungai Rekomendasikan kemungkinan pemakaian air sungai sebagai sumber air minum Analisa debit air danau apakah dapat memenuhi kebutuhan sumber air minum Rekomendasikan kemungkinan pemakaian air danau sebagai sumber air minum Analisa dan rekomendasikan apakah debit yang diperlukan dapat dipenuhi dari air waduk Rekomendasikan kemungkinan pemakaian air waduk sebagai sumber air minum Analisa keadaan dan kondisi kelangsungan embung Rekomendasikan kemungkinan pemakaian air embung sebagai sumber air minum. Kemungkinan investasi adalah sekitar Rp 200. • SiPAS-Sumur Dalam (Deep Well) 19 2. Pengkajian survei daerah tangkapan hujan berdasarkan kondisi habitat sekitar daerah aliran sungai.5. Survei hidrolika air embung − Kumpulkan data-data yang diperlukan seperti data curah hujan 10 tahun terakhir. Pengkajian survei hidrolika air sungai − − − − − − − − − − 3. rekomendasikan kondisi dan kelangsungan sumber aliran sungai 2.. Pengkajian hasil survei air danau 4. dilihat dari biaya investasi tidak jauh berbeda dari modul hidran umum (perbedaan hanya pada kelengkapan bangunan penangkap mata air/broncaptering).000. SiPAS harus mempertimbangkan hal-hal sebagai berikut: 1.

per kapita. Pengolahan sederhana dapat berupa Saringan Pasir Lambat (SPL) atau infiltration b. b. Komponen SiPAS dengan IPAS terdiri dari: Komponen SiPAS-sumur dalam terdiri: a. yaitu: Tipe I berdasarkan tipe bangunan penangkap mata air. Pompa dengan perlengkapannya khusus bagi daerah yang tidak dapat dilayani melalui sistem gravitasi c. Kemungkinan investasi adalah sekitar Rp 200. dapat dilihat pada penjelasan PMA b. Sistem pelayanan HU dan TA A. terdiri dari: Tipe IA : Dipilih apabila arah aliran artesis terpusat Tipe IB : Dipilih apabila arah aliran artesis tersebar Tipe IC : Dipilih apabila arah aliran artesis vertikal Tipe ID : Dipilih apabila arah aliran gravitasi kontak Tipe Tipe Tipe Tipe II berdasarkan volume bak penampung terdiri dari: IIA : Volume bak penampung 2 x 2 m3 terbuat dari pasangan batu bata kedap air IIB : Volume bak penampung 2 x 5 m3 terbuat dari pasangan batu bata kedap air IIC : Bak penampung menggunakan hidran umum dengan volume 2 x 2 m3 terbuat dari fiberglass galleries A. tergantung pada kondisi arah aliran keluarnya air ke permukaan tanah. Sistem pelayanan modul HU dan TA 3.Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengembangan SPAM Sederhana Sistem pelayanan dapat dikembangkan sesuai besaran kapasitas air yang dapat dihasilkan pada saat pengeboran. pompa dengan perlengkapannya (khusus bagi daerah yang tidak dapat dilayani secara gravitasi) c. Kemungkinan investasi adalah sekitar Rp 200. Tipe PMA Terdapat 2 (dua) macam PMA. Tipe-Tipe SiPAS 1.1 Mata air dengan Perlindungan Mata Air (PMA) 20 ..000. pelayanan dengan HU dan TA 2. Sumur dalam (deep well) dan perlengkapannya b. Mata Air a. Definisi Sistem penyediaan air minum komunal mata air adalah sistem penyediaan air minum yang memanfaatkan mata air sebagai sumber air baku untuk air minum dengan cara melindungi dan menangkap air dari mata air untuk ditampung dan disalurkan kepada masyarakat pemakai. unit bangunan penangkap air.per kapita.000. Modul SiPAS dengan sumur dalam (Deep Well) Komponen SiPAS-sumur dalam terdiri: a. Mengingat kesulitan dalam pengelolaan/operasional maka pemilihan sistem SiPAS-IPAS hendaknya dilakukan setelah melalui pertimbangan yang seksama. misal dengan menggunakan sistem Saringan Pasir Lambat (SPL) dan atau sistem infiltrasion galleries. SiPAS dengan mata air (broncaptering) Komponen SiPAS-mata air terdiri: a. • SiPAS-Intalasi Penjernihan Air Sederhana (IPAS) IPAS dipilih jika SiPAS-Mata Air dan SiPAS sumur dalam tidak layak dilaksanakan dan terdapat sumber air baku dengan tingkat kekeruhan rendah yang dapat diolah secara sederhana.

2 km 4. meliputi: 1) Hitung jarak mata air. Beda Tinggi antara Mata Air dan Desa Jarak Penilaian 1. kecuali ada ijin dan kesepakatan bersama untuk mata air dan jalur yang akan dilalui pipa 3) Bandingkan beda tinggi antara mata air dan daerah pelayanan dapat dikategorikan seperti pada Tabel 3. Lebih kecil dari 3 m Sumber: Tata Cara Evaluasi Hasil Survei Mata Air untuk Perencanaan Air Bersih Perdesaan (AB-D/RE/TC/003/98). maka mata iar dapat dipakai 2) Perhatikan lokasi mata iar. 3 – 10 m Lebih kecil dari 0. 2.Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengembangan SPAM Sederhana Tipe IID : Bak penampung menggunakan PAH volume 2 x 4 m3 Sedangkan ditinjau dari sistem pelayanannya terdapat 2 jenis PMA. pipa berdiameter besar mungkin diperlukan Kemungkinan diperlukan pompa. yaitu: PMA sistem gravitasi PMA sistem pemompaan Evaluasi sistem pelayanan yang digunakan dilakukan dengan mempertimbangkan lokasi mata air dan daerah pelayanan. kecuali untuk sistem yang sangat kecil Diperlukan pompa 3. tapi diperlukan desain rinci (detailed design) untuk sistem gravitasi. jika mata air berada di desa lain atau jalur pipa melalui desa lain. jika jarak mata air ke daerah pelayanan memenuhi ketentuan (kurang dari 6 km). Lebih besar dari 30 m 10 – 30 m Lebih kecil dari 2 km Lebih kecil dari 1 km Baik. Tabel 3.1 Evaluasi Sistem Pelayanan untuk Sumber Air Baku Mata Air No. Departemen Pekerjaan Umum 21 . maka mata air belum dapat dipergunakan. sistem gravitasi Berpotensi.5.

3 m³) Hidran Umum PipaPipa PVC ∅ 2” 1-3km PVC Ø 2" 1-3 km Sumber: Direktorat Jenderal Cipta Karya. 2005 Gambar 3. 3 m³) Bangunan pengambilan air baku Penangkap Mata Air Bak penampung Pompa Pompa Reservoar Pipa PVC ∅ 2” 1-3 km Pipa PVC Ø 2" 1-3 km Sumber: Direktorat Jenderal Cipta Karya. Departemen Pekerjaan Umum. 2005 Gambar 3. Departemen Pekerjaan Umum.3 Perlindungan Mata Air Sistem Gravitasi Perlindungan Mata Air Hidran Umum 3 HU (Kap.4 Perlindungan Mata Air Sistem Pemompaan 22 .Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengembangan SPAM Sederhana Bangunan pengambilan air baku Penangkap Mata Air 3 HU (Kap.

Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengembangan SPAM Sederhana Sumber: Spesifikasi Teknis Perlindungan Mata Air (PMA) (AB-D/LW/ST/006/98).5 Bangunan Penangkap Mata Air Tipe I A 23 . Departemen Pekerjaan Umum Gambar 3.

6 Bangunan Penangkap Mata Air Tipe I B 24 .Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengembangan SPAM Sederhana Sumber: Spesifikasi Teknis Perlindungan Mata Air (PMA) (AB-D/LW/ST/006/98). Departemen Pekerjaan Umum Gambar 3.

Departemen Pekerjaan Umum Gambar 3.Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengembangan SPAM Sederhana Sumber: Spesifikasi Teknis Perlindungan Mata Air (PMA) (AB-D/LW/ST/006/98).7 Bangunan Penangkap Mata Air Tipe I C 25 .

8 Bangunan Penangkap Mata Air Tipe I D 26 .Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengembangan SPAM Sederhana Gambar 3.

9 Bak Penampung Tipe 1 (volume 2 m3) 27 P P . Departemen Pekerjaan Umum Gambar 3.Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengembangan SPAM Sederhana Pipa inlet GI Ø 3" Kolom 12 x 12 B Manhole 50 x 50 15 Pipa vent GI Ø 3" 200 A A 15 20 15 Pipa penguras & dop GI Ø 3" B 100 15 100 15 Pipa peluap GI Ø 3" 100 DENAH Plat beton 1PC:2PS:3KR Pipa vent GI Ø3" Plat beton 1PC:2PS:3KR Pipa vent GI Ø3" 15 5 Ring balk Pas bata 1PC:2PS Plester 1PC:2PS 15 100 5 Ring balk 5 5 30 15 15 200 5 Pas bata 1PC:2PS Plester 1PC:2PS Pipa peluap GI Ø3" Plat beton bertulang 1PC:2PS:3KR Pasir padat Tanah urug 130 Plat beton bertulang 1PC:2PS:3KR Pasir padat Tanah urug Pipa penguras GI Ø3" Kran 3/4" Beton tumbuk 7 60 Pas batu kali 1PC:4PS Pipa inlet GI Ø3" Pas batu kali 10 10 25 25 60 60 100 1PC:4PS Batu kosong Batu kosong Pasir padat 25 60 Pasir padat 25 15 60 20 100 POTONGAN A-A POTONGAN B-B Sumber: Spesifikasi Teknis Perlindungan Mata Air (PMA) (AB-D/LW/ST/006/98).

10 Bak Penampung Tipe 2 (volume 5 m3) 28 . Departemen Pekerjaan Umum Gambar 3.Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengembangan SPAM Sederhana Pipa inlet GI Ø 3" Kolom 12 x 12 B Manhole 50 x 50 15 Pipa vent GI Ø 3" 250 A A 15 20 15 Pipa penguras & dop GI Ø 3" B 100 15 200 Pipa peluap GI Ø 3" 15 100 DENAH Plat beton 1PC:2PS:3KR Pipa vent GI Ø3" Plat beton 1PC:2PS:3KR Pipa vent GI Ø3" 15 5 Ring balk Pas bata 1PC:2PS Plester 1PC:2PS 15 200 5 Ring balk 5 5 30 Pas bata 1PC:2PS Plester 1PC:2PS 15 15 250 5 Pipa peluap GI Ø3" Plat beton bertulang 1PC:2PS:3KR Kran 3/4" Pasir padat Tanah urug Beton tumbuk Plat beton bertulang 1PC:2PS:3KR Pasir padat Tanah urug Pipa penguras GI Ø3" 100 7 60 Pipa inlet GI Ø3" Pas batu kali 1PC:4PS Batu kosong Pasir padat Pas batu kali 10 10 25 60 60 25 100 1PC:4PS Batu kosong Pasir padat 25 60 25 15 60 20 100 POTONGAN A-A POTONGAN B-B Sumber: Spesifikasi Teknis Perlindungan Mata Air (PMA) (AB-D/LW/ST/006/98).

11 Situasi Mata Air/ Bronkaptering 29 .Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengembangan SPAM Sederhana Gambar 3.

Bak Penampung Perhitungan bangunan PMA dilakukan untuk menghitung volume bak penampung yang ditentukan berdasarkan: Debit minimum mata air Besarnya pemakaian dan waktu Asumsi kebutuhan 30 – 60 liter per orang per hari Waktu pengambilan adalah 8 sampai 12 jam sehari Dengan asumsi-asumsi di atas. 6) Sambungan rumah.9 Debit 0. 5) Perpipaan.70 0. 7) Pompa adalah alat yang digunakan untuk mengangkat air dari bak penampung ke titik pelayanan jika elevasi bak penampung lebih rendah dari titik pelayanan 8) Sumber daya listrik (untuk sistem pemompaan). untuk melindungi bangunan penangkap mata air dan sekitarnya dari gangguan makhluk hidup (orang.025 L/det 1. adalah bangunan bak kedap air untuk mencampur bahan kimia dan membubuhkannya ke pipa pembubuh atau ke unit proses selanjutnya.50 Debit 0.2 Sumber: Hasil Perhitungan. 9) Pagar. selanjutnya disebut sebagai PMA) terdiri dari: Bangunan penangkap mata air (broncaptering).040 L/det 2. untuk mengumpulkan air baku dan melindungi mata air dari pencemaran. Secara empiris.50 Debit 0. dimensi bak penampung air untuk berbagai debit mata air dan berbagai jumlah pelayanan dapat dilihat pada Tabel 3.030 L/det 2. 4) Pipa peluap adalah pipa yang dipasang pada bangunan untuk menjamin permukaan air tidak naik/sesuai dengan muka air yang direncanakan. untuk mengamankan bangunan dari air hujan dan mencegah air hujan yang jatuh ke tanah masuk ke bangunan penangkap mata air.015 L/det 0. adalah jenis sambungan pelanggan air minum yang suplai airnya langsung ke rumah-rumah. diperlukan untuk mengoperasikan pompa. Komponen prasarana dan sarana Prasarana dan sarana yang membentuk SPAM Komunal Mata Air (Penangkap Mata Air. adalah bangunan bak kedap air untuk menampung air bersih dari bangunan penangkap.Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengembangan SPAM Sederhana c. 3) Bak pembubuh kimia.90 0. dll) dan sampah. 1) d.2 Dimensi Bak Penampung SPAM Komunal Mata Air (m3) Pelayanan (KK) 5 KK 10 KK 20 KK Debit 0. Tabel 3.40 Debit 0. Perhitungan dimensi Perhitungan dimensi pada SPAM Komunal Perlindungan Mata Air meliputi perhitungan dimensi bangunan dan dimensi hidrolis.3.7 6.010 L/det 0.020 L/det 0. binatang. 30 . untuk mengalirkan air dari bak penampung ke sambungan rumah.60 1. 2) Bak penampung.2. 2005 1. volume bak penangkap mata air dapat ditentukan dengan menggunakan Tabel 3.22 Debit 0. serta 10) Saluran drainase. biasanya berupa sambungan pipa-pipa distribusi air melalui meter air dan instalasi pipanya di dalam rumah.30 0.

Koefisien kekasaran pipa dapat dilihat pada Tabel 3. MSCL 130 120 130 130 Spesifikasi Teknis Konstruksi Bangunan Pengambil Air Baku (AB-K/LW/ST/001/98). GIP PVC DICL. 2.300 300 . Departemen Pekerjaan Umum 3. Departemen Pekerjaan Umum 2. 4.214 .4 berikut: Tabel 3.5 .0.5 L/det Debit 0. Q1.8 L/det 200 .30 meter dari dasar bak.85 C1. L .400 400 . Dimensi pipa peluap (over flow) Dimensi pipa peluap ditentukan dengan rumus: Qover flow = Qspring – Qout --------------------------------------dengan pengertian: Qover flow Qspring Qout = = = debit limpasan (m3/det) debit mata air (m3/det) (6) debit konsumsi (m3/det) a. D4.87 ---------------- (5) dengan pengertian: H L Q D C = = = = = beda tinggi (m) panjang pipa (m) debit (L/det) diameter pipa koefisien kekasaran Koefisien kekasaran pipa tergantung dari jenis pipa dan kondisinya.7 . Jenis Bahan Pipa Koefisien Kekasaran 1.8 L/det Debit > 0. Dimensi pipa keluar (outlet) Dimensi pipa keluar disesuaikan dengan besarnya kebutuhan air baku dan ditempatkan pada elevasi minimal 0. 3.6 L/det Debit 0.0.3 Ukuran Bak Penampung – PMA Pelayanan Orang Debit < 0. Sumber: AC Ductile. Cart Iron. Dimensi outlet ditentukan berdasarkan rumus Hazen-William: H = 1.500 5 m3 10 m3 10 m3 2 m3 5 m3 10 m3 2 m3 2 m3 5 m3 2 m3 2 m3 2 m3 Sumber: Spesifikasi Teknis Perlindungan Mata Air (PMA) (AB-D/LW/ST/006/98). 10 10 . Dimensi over flow Rumus Drempel: 31 .85 .Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengembangan SPAM Sederhana Tabel 3.4 Koefisien Kekasaran Pipa No.

Cd .1 . Pelimpas di atas ambang empat persegi panjang Tidak ada penyempitan aliran Q = 2/3 . R2/3 . (L – 0.001/H L= g= H= n= Z= lebar ambang (m) percepatan gravitasi (= 9.81 m/det2) tinggi energi air di hulu ambang (m) jumlah bidang konstruksi dengan dinding = 2 tinggi ambang dari dasar (m) c. H3/2 ----------------------------(8) Ada penyempitan aliran Q = 2/3 .95 x diameter lingkaran Jari-jari hidrolis (R) = 0.71 .08 H/Z + 0.29 x diameter lingkaran ----------------------------------(10) Untuk mendapatkan debit limpasan maksimum.605 + 0. Dimensi pipa peluap bulat Digunakan formula Manning’s: Q = A .623 Rehback: Cd = 0. n . √2g . √2g . h3/2 --------------------------------------- (7) dengan pengertian: Q= B= h= 1.71 debit limpasan (m3/det) lebar ambang (m) tinggi air di hulu ambang (m) = konstanta b. Cd . H3/2 --------(9) dengan pengertian: Q= Cd debit limpasan (m3/det) = koefisien debit. H) . menurut Francis: Cd = 0.Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengembangan SPAM Sederhana Q = 1. maka: 32 . S1/2 n dengan pengertian: Q= A= R= S= n= debit limpasan (m3/det) luas penampang (m) jari-jari hidrolis (m) kemiringan (slope) koefisien Manning’s Kedalaman air (Y) = 0. B .

apabila terjadi penyumbatan pada pipa keluar. √(2gh) ----------------------------(12) dengan pengertian: Q= d= Cd g= h= debit penguras (m3/det) diameter lingkaran (m) = koefisien debit = 0. Dimensi lubang pemeriksa dibuat dengan ukuran 65 x 65 cm2 sehingga untuk kondisi di Indonesia orang akan mudah keluar masuk ke dalam bangunan penangkap mata air. 6. Dimensi saluran air hujan 33 . Dimensi lubang pemeriksa (manhole) Lubang pemeriksa (manhole) pada bangunan penangkap mata air ditempatkan pada bagian atas dan berfungsi sebagai lubang inspeksi ke dalam bangunan penangkap mata air pada saat pemeliharaan prasarana (mis. Dimensi alat ukur debit Dimensi alat ukur debit ditentukan sesuai dengan penjelasan alat ukur Thomson dan Cipoletti. sebagaimana dijelaskan pada Lampiran–1. √(2gh) . d2 . pipa penguras. π . yaitu melindungi mata air dari limpasan air hujan yang datang dari daerah tangkapan air (catchment area) di bagian hulu mata air. Dimensi saluran air hujan Saluran air hujan di lokasi bangunan penangkap berfungsi sebagai drainase perimeter. Penguras berbentuk bulat Q = 1/4 .60 lebar dasar penguras (m) percepatan gravitasi (m/det2) tinggi penguras (m) tinggi air di atas penguras (m) b. pipa peluap atau pada saat membersihkan endapan). Dimensi pipa penguras (wash out) a. b .Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengembangan SPAM Sederhana 4. Penguras berbentuk empat persegi panjang Q = 2/3 . H3/2 ---------------------------(11) dengan pengertian: Q= Cd b= g= h= H= debit penguras (m3/det) = koefisien debit = 0.60 percepatan gravitasi (m/det2) tinggi dari muka air ke garis tengah lingkaran (m) 5. Cd . Cd . Perlengkapan lubang pemeriksa: − Engsel − Kunci gembok − Pegangan pengangkat − Sekat dari karet − Tangga monyet Bahan lubang periksa: − Plat baja − Beton bertulang − Kayu besi 7.

Struktur bawah pondasi Untuk mata air yang keluar dari batu-batuan.8 – 2. konstruksi harus ditinjau aman terhadap penurunan. perletakan pondasi ditentukan berdasarkan hasil penyelidikan sondir. Struktur atas Dimensi struktur atas terdiri dari: Dimensi dinding Dimensi atap Dimensi dinding − Ketinggian dinding penahan ditentukan berdasarkan outlet mata air yang diambil. Dimensi pondasi harus memperhatikan beban-beban yang bekerja. uplift tekanan air bawah tanah dan longsoran. lebar bentangan dan tekanan air Dimensi atap − Ketebalan atap tergantung dari beban hidup yang bekerja. konstruksi saluran air hujan juga berfungsi sebagai penahan erosi apabila bagian hulu mata air mempunyai kemiringan yang cukup terjal. maka dapat digunakan pondasi tiang pancang. 3. 34 . berat atap sendiri dan berat water proofing − Bentangan maksimum yang ideal untuk atap adalah 3 m. Kedalaman pondasi yang sekaligus berfungsi sebagai tirai aliran dibuat sampai mencapai air bawah permukaan tanah terendah 2. 8. meliputi: Beban sendiri pondasi dan dinding Beban atap dan beban hidup yang dapat diasumsikan sebesar 150 – 200 kg/m2 Tekanan air Tekanan tanah Dalam perhitungan pondasi bangunan penangkap. biasanya outlet mata air terendah yang dijadikan dasar − Ketebalan dinding tergantung dari ketinggian dinding.Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengembangan SPAM Sederhana ditentukan berdasarkan analisis hidrologi yaitu intensitas curah hujan. Dimensi Struktur Perencanaan bangunan PMA harus mempertimbangkan jenis dan karakteristik tanah. Apabila kondisi tanahnya lembek. Garis pagar keliling ditentukan sejauh (5 – 10) m dari titik mata air dan dilengkapi dengan pintu inspeksi. perletakan pondasi disesuaikan dengan profil permukaan batuan dan diusahakan membuat hambatan pada celahcelah diantara batuan sehingga tidak menimbulkan rembesan Untuk mata air yang keluar dari permukaan tanah. apabila lebih maka sebaiknya dilengkapi dengan ring balok f. Pembuangan akhir saluran air hujan ditempatkan di bagian hilir lokasi bangunan penangkap. Tinggi pagar keliling ditentukan (1. Penentuan pagar keliling Pagar keliling pada bangunan penangkap mata air dimaksudkan untuk melindungi mata air dari gangguan luar seperti manusia dan hewan. e. 1. Disamping sebagai penangkap dan mengalirkan air hujan.2) m. besarnya koefisien run off dan luas daerah tangkapan air yang dapat dihitung dari peta kontur. Spesifikasi teknis Spesifikasi teknis SPAM Komunal meliputi spesifikasi alat dan bahan yang diperlukan dalam membangun prasarana dan sarana bangunan perlindungan mata air.

j. meliputi bangunan penangkap mata air dan bak penampung. 3. Permukaan air dalam bangunan penangkap tidak boleh lebih tinggi dari permukaan air asal (permukaan mata air sebelum ada bangunan) pada musim kemarau agar mata air tidak hilang b. 2. Bahan Bahan yang diperlukan disediakan sesuai hasil perencanaan dan perhitungan serta memenuhi spesifikasi teknis. Bangunan penangkap bagian luar harus kedap terhadap air dan tahan longsor d. Bagian bawah bangunan penangkap merupakan pondasi dengan kedalaman minimum 60 cm dari dasar mata air 35 . Kerikil. Batu bata g. Kriteria Desain Perencanaan bangunan PMA. k. harus bersih dan bebas dari minyak.Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengembangan SPAM Sederhana 1. d. e. Air. Tinggi dinding bangunan penangkap minimum 20 cm dari muka air asal e.5 Bahan Konstruksi Bangunan Penangkap Mata Air No.5. harus bersih dan keras d. Tabel 3. Peralatan Peralatan yang diperlukan meliputi: a. 1. g. f. h. harus mempunyai kehalusan dan sifat ikat yang baik yang sesuai dengan SNI 15-2530-1991 dan SNI 15-2531-1991 b. sesuai dengan SNI 03-68272002 c. harus bersih dan tidak berkarat. 2005 3. Pasir beton. harus memenuhi kriteria desain sebagai berikut: a. l. 2. harus bersih. c. Semen portland. b. sesuai dengan SNI 03-6861-2002 e. Pipa dan perlengkapannya Bahan konstruksi yang digunakan untuk pembuatan bangunan perlindungan mata air sesuai Tabel 3. i. sesuai dengan SNI 03-6817-2002 tentang Metode Pengujian Mutu Air untuk digunakan dalam beton f. berbutir tajam dan keras. Bahan-bahan tersebut adalah sebagai berikut: a. Pipa peluap (over flow) pada bangunan penangkap dipasang pada tinggi muka air asal c. Kunci pipa Gergaji Palu Pembersih Peralatan untuk pembuatan adukan pasangan Waterpass Meteran Ayakan pasir Benang Ember Tang Cangkul dan Sekop Elemen Lantai dasar / pondasi Dinding Penutup Bahan yang Digunakan 1 semen : 2 pasir : 3 kerikil 1 semen : 2 pasir : 3 kerikil 1 semen : 2 pasir : 3 kerikil Sumber: Hasil Perhitungan. Besi beton.

Cara Pengerjaan 1. Konstruksi bangunan PMA harus aman terhadap gaya guling. Dalam hal tertentu atau alasan teknis. Tinggi maksimum bangunan penangkap mata air didasarkan pada tinggi muka air dalam kolam ditambah ruang bebas i. kedua bangunan ini dapat ditempatkan agak berjauhan dengan jarak maksimum 30 meter dihubungkan dengan pipa. Dimensi bangunan PMA harus mempertimbangkan kebutuhan maksimum harian d. Penempatan bangunan PMA harus aman terhadap pencemaran yang disebabkan pengaruh luar b. Pasang patok (dari bambu atau kayu) sesuai ukuran bangunan PMA yang akan dibangun seperti pada Gambar 3. Persyaratan Lokasi Penempatan dan Konstruksi Bangunan PMA a.13. pipa keluar. pipa peluap. Bangunan penangkap mata air dan bak penampung diletakkan sedekat mungkin. Penempatan bangunan PMA pada lokasi yang memudahkan dalam pelaksanaan dan aman terhadap daya dukung alam atau terhadap longsor dan lain-lain c. Bahan atau material konstruksi yang digunakan diusahakan menggunakan material lokal atau disesuaikan dengan kondisi daerah yang bersangkutan g. pipa penguras. Penempatan PMA harus mendapat ijin dari pemilik lahan dan dimanfaatkan untuk kepentingan umum. kayu dan lain–lain agar aliran air tidak tertutup atau tersumbat d.Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengembangan SPAM Sederhana f. Pekerjaan persiapan Pekerjaan persiapan harus dilakukan sebagai berikut: a. Pekerjaan konstruksi bangunan penangkap mata air a.12 Pematokan 36 Gambar 3. Penggalian tanah i.13 Perataan h . alat ukur. 4. Siapkan peralatan dan bahan sesuai yang disebutkan di atas c. Pembuatan pondasi bangunan penangkap mata air dibuat sedemikian rupa sehingga tidak mengganggu aliran air tanah g. tertutup dan dilengkapi dengan pipa udara. gempa dan uplift e. Bersihkan dengan hati-hati lokasi sumber air yang akan dibangun dari daun-daun. Konstruksi bangunan PMA direncanakan dengan umur efektif (life time) minimal 25 tahun f. Bangunan penangkap mata air dilengkapi dengan saluran air hujan yang kedap air yang dibuat mengelilingi bangunan penangkap mata air bagian atas dengan kemiringan 1% – 5% ke arah saluran pembuang untuk mencegah masuknya air ke bangunan penangkap mata air h. Lakukan pematokan untuk menetapkan posisi bangunan sesuai petunjuk dalam gambar perencanaan 2. Bak penampung harus kedap air. Gali tanah untuk meratakan dasar lokasi bangunan PMA pondasi seperti pada Gambar 3. gaya geser. Adakan pertemuan antara masyarakat untuk membuat rencana kerja pembangunan PMA b.12. permukaan licin. Diberi pagar pada sekeliling bangunan untuk menghindari masuknya binatang atau orang yang tidak berkepentingan k. rembesan. dan lubang pemeriksa (manhole) j. Gambar 3. g. ii.

14 Pematokan lokasi badan pondasi iii.16 Pemberian pasir pada lantai pondasi v. Pemasangan pondasi i.18 Gambar 3.17 Pemasangan pondasi c. seperti pada Gambar 3. ii. Gali tanah untuk pondasi hingga kedalaman 60 cm pada lereng tebing dan 30 cm pada sisi lain dari bak PMA seperti tampak pada Gambar 3. Pasang pondasi pasangan batu kali yang terbuat dari bahan batu kali dengan campuran 1 semen : 4 pasir hingga ketinggian yang telah ditetapkan Gambar 3.15 iv. Lakukan pemasangan batu kali dengan adukan 1 semen : 4 pasir. Gambar 3. Gambar 3.18 Pengurugan lubang bekas galian pondasi i. seperti pada Gambar 3.15 Penggalian Pondasi Gambar 3. Buat patok dari bambu atau kayu sesuai ukuran badan pondasi dan dipasang pada jarak 30 cm ujung.19. 37 . seperti pada Gambar 3.16. Pemasangan dinding Gambar 3. Hubungkan patok yang satu dengan yang lain dengan benang/tali hingga mempunyai ketinggian yang sama. Isi lubang bekas galian pondasi dengan tanah urug.Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengembangan SPAM Sederhana b.14.17 vi. Pasang lantai pasir padat setebal 10 cm seperti pada Gambar 3.

21. sesuai ukuran tutup bangunan PMA yang akan dicor di atas cetakan seperti Gambar 3.11 iii.20.23 Gambar 3. Pasang pipa peluap sekitar 20. seperti pada Gambar 3.23 Pengecoran tutup 38 . Pasang bekisting untuk pembuatan tutup bangunan PMA Gambar 3.22. seperti pada Gambar 3.Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengembangan SPAM Sederhana ii. seperti pada Gambar 3. Ganjal batu setebal 2–3 cm diseluruh bidang di bawah pembesian vi.21 Susunan pembesian iv. seperti pada Gambar 3.12 Gambar 3.20 Pemasangan bekisting dan cetakan Gambar 3. v. vii. Pemasangan tutup dan lubang pemeriksa i. Pasang cetakan (terbuat dari bahan triplek) di atas bekisting. seperti pada Gambar 3. Lakukan pengecoran dengan memasukkan adukan dengan perbandingan 1 semen : 2 pasir : 3 kerikil sedemikian sehingga seluruh bidang terisi dan pembesian tertutup rata.30 cm dari permukaan dinding atas dan pipa keluar yang menembus dinding pada bagian dasar lantai setinggi 20 -30 cm.11 ii. Gambar 3. Susun pembesian ukuran 8 mm – 15 mm yang telah dirakit.19 Pemasangan dinding & pipa keluar d. Pasang pipa udara pada bagian yang telah ditentukan sebelum dicor. Buat sekat ukuran 60 cm X 60 cm dari kayu tipis pada bagian tutup bak kontrol.22 Pembesian pada tutup dan pemasangan pipa udara Gambar 3.

25 Pengecoran e. biarkan hasil pengecoran 3 sampai 4 hari (sampai kering). Buat badan saluran yang terbuat dari batu kali dengan perbandingan adukan 1 semen : 4 pasir.25 Gambar 3. Gambar 3.27 ii. Buat turap dari batu kali di bagian dinding sepanjang bangunan PMA dengan perbandingan adukan 1 semen : 2 pasir. seperti pada Gambar 3.25 xi. seperti pada Gambar 3. seperti pada Gambar 3. Buat cetakan untuk tutup lubang pemeriksa (man hole) Gambar 3. Plester badan saluran dengan perbandingan adukan 1 semen : 2 pasir.28. Pemasangan turap Gambar 3.27 Pemasangan Turap Gambar 3. seperti pada Gambar 3.28 Pembuatan Saluran 39 . Pasang pembesian untuk tutup lubang pemeriksa dan lengkapi dengan pegangan yang terbuat dari besi ¾ inchi.24 ix.Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengembangan SPAM Sederhana viii. Plester tutup bak dengan adukan perbandingan 1 pasir : 2 semen.26 Gambar 3. seperti pada Gambar 3. iii. Gambar 3.26 Plesteran Pemasangan turap pada dinding dan saluran air di atas bangunan PMA dilakukan sebagai berikut: i. Cor tutup beton dengan ketebalan kurang lebih 10 cm.28.24 Cetakan dan pembesian pada lubang pemeriksa x.

Pemeliharaan harian atau mingguan a. menjaga lingkungan mata air agar debit mata air tetap dan tidak kering menjaga lingkungan mata air agar tidak terganggu dan tidak tercemar saluran drainase dan pembuang disekitar PMA selalu kering dan basah masyarakat perlu diberi penjelasan pentingnya memelihara lingkungan mata air yang merupakan daerah tangkapan air. jika terjadi kerusakan segera perbaiki c. iii. bersihkan saluran buangan dan periksa bila ada kerusakan/retak iii.29 Penyambungan Pipa h. Bersihkan bangunan bak penangkap dari kotoran dan sampah-sampah b. Penyambungan Pipa i. Pemeliharaan Pemeliharaan pada mata air agar terus beroperasi adalah sebagai berikut: a. Buka katup keluar sesuai dengan kebutuhan air hingga bak penampung terisi b. Sambungkan pipa peluap dengan pipa keluar ii. tidak licin dan tidak ada genangan air ii. amati perubahan kualitas air yang terjadi terutama pada musim hujan b. iv. Perawatan rutin i. Gunakan pompa untuk daerah layanan yang elevasinya lebih tinggi dari PMA 2. Operasi Persiapan Pengoperasian a. Periksa bangunan bak penangkap air terhadap kerusakan.29 Gambar 3. Sambungkan pipa keluar sampai ke bak penampung. Operasi dan Pemeliharaan 1. Buka katup untuk daerah pelayanan c.Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengembangan SPAM Sederhana f. jika terjadi kerusakan cepat diganti 40 . Bersihkan katup keluar dari tanah atau kotoran dan periksa kerusakan dan kebocoran . jika tidak ada maka bak dapat dioperasikan b. Bula katup penguras agar kotoran yang terdapat didalam bak penangkap air dan bak penampung dapat dibersihkan c. ii. bersihkan lantai pengambilan agar tidak berlumut. Tutup katup penguras agar bak penampung terisi penuh Pelaksanaan Pengoperasian a. seperti pada Gambar 3. Kebiasaan yang harus ditumbuhkan di masyarakat i. Lakukan pengecekan pada setiap bagian bak penampung terhadap kebocoran.

PVC. kebocoran Pengecatan. cek bangunan dan perlengkapannya terhadap kerusakan e.5. Bersihkan lubang kontrol dari kotoran dan cek terhadap kerusakan Pemeliharaan Bulanan dan Tahunan a.5.2 dan Bab 3.6 Kelengkapan Cara Pemeliharaan PERLENGKAPAN SISTEM 1. Ganti peralatan dan perlengkapan yang terbuat dari logam. Sambungan Rumah Murah (SRM) atau Terminal Air (TA). Periksa dan bersihkan pipa peluap dari lumut sehingga tidak terjadi penyumbatan d. Bersihkan kotoran sekitar bak penampung. daun periksa keretakan. lubang kontrol 2. Cat rumah katup dan lubang kontrol e. sampah. peluap. bak penampung. penggantian komponen yang rusak 3. kotoran dan kerusakan lingkungan b. danau pada bangunan penangkap air setiap bulan dan gambarkan kedalaman grafik d. bak penampng. Buat kelengkapan cara pemeliharaan dan pasang pada bangunan sistem PMA sesuai tabel 3.Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengembangan SPAM Sederhana d. perbaikan. rumah katup. cek tehadap kerusakan f. Catat kerusakan yang ada pada masing-masing bagian b. Periksa dan jaga sekitar radius 100 meter dari bangunan bak penangkap dari pencemaran. Penangkap air. Tambal bangunan yang terbuat dari pasangan batu atau ferrocement dengan menggunakan adukan semen atau ferrocement b. Penjelasan lebih jelas dapat dilihat pada Bab 3. Penangkap air. Bersihkan rumah katup dari tanah dan kotoran. Catat tinggi rendah permukaan air sungai. Perbaikan PMA Kerusakan dan keretakan pada bangunan sistem PMA dapat diperbaiki sebagai berikut: a. Distribusi dan Pelayanan Distribusi dan pelayanan air minum dari bangunan PMA kepada masyarakat dapat dilaksanakan melalui sistem pengaliran gravitasi atau perpompaan sesuai dengan kondisi daerah setempat dengan pelayanan dapat melalui Hidran Umum (HU). Pelaporan a. Simpan catatan pada pengelola PMA untuk pedoman perbaikan dan pemeliharaan sesuai keperluan i.6 berikut Tabel 3. Bersihkan Bangunan bagian dalam penangkap bila terjadi penyumbatan c.3. katup keluar. katup keluar. Catat perbaikan yang telah dilaksanakan c. lubang kontrol. 41 . dengan yang baru 4. pagar PEMELIHARAAN HARIAN/MINGGUAN BULANAN v TAHUNAN v v KETERANGAN Bersihkan dari kotoran.

Spesifikasi Teknis Spesifikasi teknis SPAM Komunal meliputi spesifikasi alat dan bahan yang diperlukan dalam membangun prasarana dan sarana SPAM Komunal Air Permukaan. Penempatan lokasi IPAS harus bebas dari genangan air. waduk.25 l/dt. dan (iii) mudah dan murah dalam operasi dalam pemeliharaan. Komponen solusi teknis IPAS terdiri dari: − − − − − − 1) 2) 3) 4) 5) 6) Bangunan pengambilan air baku Unit pengolahan fisik/kimia Perpipaan Pompa (untuk sistem pemompaan) Hidran Umum atau Terminal Air Sumber daya listrik (untuk sistem pemompaan) Instalasi Pengolahan Air Sederhana (IPAS) adalah bangunan pengolahan air yang mampu mengolah air baku menjadi air bersih untuk pelayanan secara komunal. selanjutnya disingkat menjadi IPAS. adalah bangunan pengolah air baku yang mampu mengolah air dengan tingkat kekeruhan kurang dari 150 NTU menjadi air bersih melalui proses sederhana untuk pelayanan secara komunal. Bangunan IPAS harus kedap air. Definisi Instalasi pengolahan air sederhana. 2. 1. Air Permukaan B. saluran irigasi. danau. beroperasi secara gravitasi dan serempak terjadi proses biokimia dan proses biologi. b. embung. Persyaratan Teknis Persyaratan: − − − − Tersedia air baku yang akan diolah Semua unit pelengkap lainnya direncanakan dengan kriteria yang berlaku Konstruksi dan bahan harus memenuhi SK SNI yang telah disahkan Mudah untuk dioperasikan dan dirawat 42 . (ii) murah dalam pembiayaan pembuatan IPAS. f. Saringan Pasir Lambat (SPL) adalah salah satu cara pengolahan air baku untuk menghasilkan air bersih. dimana pengelola tersebut sebelumnya harus mendapatkan pelatihan tentang IPAS. Prasarana dan sarana yang membentuk SPAM Komunal Air Permukaan terdiri dari: b. IPAS harus terjamin dalam kontinuitas pengolahan air bersih. Harus ada pengelola IPAS.Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengembangan SPAM Sederhana B. Persyaratan Umum Dalam pembuatan IPAS harus memenuhi ketentuan sebagai berikut: a. d. Kapasitas pengolahan maksimum 0. Istilah sederhana diartikan sebagai: (i) mudah dalam pelaksanaan pembuatan IPAS. kolam.1 IPAS Saringan Pasir Lambat (SPL) a. Perlu adanya partisipasi masyarakat dan pengurus LKMD setempat dalam pelaksanaan pembangunan IPAS. Bak pengendap adalah penadah air baku yang didalamnya terjadi proses pengendapan Saringan Kasar Naik Turun (SKNT) adalah wadah yang diisi dengan batu kerikil yang berfungsi sebagai penyaring dengan arah aliran naik turun Saringan Pasir Lambat (SPL) adalah wadah yang diisi pasir berfungsi menyaring dan atau menurunkan kekeruhan Hidran Umum (HU) adalah wadah penampung air bersih untuk masyarakat secara komunal Air permukaan adalah sumber air baku yang berasal dari sungai. c. rawa. e.

pompa.Besi Dia. SPL Bahan. sumur pengumpul.5 Tergantung jarak 1 2 3 3 2 43 .4 0. pompa.8 dan tabel 3. sumur pengumpul.Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengembangan SPAM Sederhana − − − Tersedia lembaga yang akan mengelola SPL Tersedia lahan untuk pembangunan/penempatan instalasi yang dapat memudahkan untuk pengoperasian dan perawatan Penyimpangnan dari tata cara ini diijinkan apabila dibuktikan dengan perhitungan dan atau percobaan yang dapat menghasilkan air bersih sesuai dengan baku mutu yang berlaku.25 It/dt Tidak mempunyai lahan yang luas Unit-unit pengolahan terdiri dari: intake. 0. b. ¾” Socket GIP dia. c.Semen . SPL No 1 2 3 4 5 6 Komponen Intake Sumur pengumpul Pompa Tangki penampung Dudukan kayu SPL Bahan Batu kali (Batu Kosong) Cincin beton Pompa (Kap. 8 mm . d.Plat Besi Berlubang (2 x 1.25 0.25 l/dt) Pipa PVC Dia.25 1500 1. 4 m3) kawat kasa Kayu Balok 8/15 Kayu Balok 5/12 Kayu Balok 5/7 (Batu bata/ serat kaca/buis beton/Batu Kali) .2 5 25 8 3 1 2.Pasir . Kekeruhan dibawah 50 NTU dengan kapasitas pengolahan 0.5 1 Tabel 3.Besi Dia.8 2. Kebutuhan bahan bangunan untuk IPAS tipe 4 dapat dilihat pada tabel 3.75) 3 mm . Tabel 3. Bangunan IPAS a.Batu Bata .Tutup (papan dilapisi seng) Satuan M3 Buah Unit Batang Buah M2 M3 M3 M3 Buah M3 M3 Zak Batang Batang Buah M3 buah Volume 1. 3” Pipa GIP ¾” Bend 90 GIP dia.9 Kebutuhan Bahan Bangunan Penampung Air (Hidran Umum) No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Jenis Bahan Semen Pasir Urug Batu Kali Pipa GIP dia. 3” Tee GIP 3” Kran dia.8 Kebutuhan Bahan Bangunan Untuk Pembangunan intake.75 5 2 2 1 3 0. ¾” Tangki Fiber Kapasitas 4 m3 Satuan Zak M3 M3 Batang Batang Buah Buah Buah Buah Buah Volume 10 0.9 berikut: 1.Batu Kali untuk pondasi . tangki penampung. tangki penampung. 6 mm .Media Pasir . ¾” Serat kaca/plastik (Kap.

Sumur Pengumpul Bangunan sumur pengumpul bisa terbuat dari buis beton atau pasangan batu bata yang diplester.20 meter dan kedalaman minimal 1 meter lebih rendah dari dasar kolam penampung.125 watt. Pompa Unit pompa ini untuk menaikan air dari sumur pengumpul ke unit selanjutnya (tangki penampung.5 meter. SPL). Pompa Gambar 3. Untuk mencegah tanah urugan masuk ke celah-celah batu resapan maka harus dilapisi dengan terpal plastik baru diurug dengan tanah dan dipadatkan. Bentuk sumur pengumpul bisa bulat juga bisa segi empat dengan diameter/lebar sumur 1 – 1. Terpal plastik 75 Terpal plastik Ke pompa 100 70 Batu kali peresapan Variabel 100 Bagian berlubang 40 100 Gambar 3. Bangunan penyadap berbentuk trapesium dengan lebar bagian bawah 40 cm dan lebar bagian atas 70 cm sepanjang kurang lebih 1. Agar air masuk. maka sisi-sisi sumur pengumpul yang berhadapan dengan bangunan penyadap diberi lubang.Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengembangan SPAM Sederhana 2. Pompa yang digunakan 2 unit dimana 1 unit sebagai cadangan.25 l/dt pompa yang digunakan membutuhkan daya listrik antara 100 . 3.30 Bangunan Penyadap Dengan adanya bangunan penyadap ini ranting-ranting dan daun-daun tidak ikut terbawa. Bangunan Penyadap Bangunan penyadap berupa bangunan peresapan yang terbuat dari batu kali/batu karang setinggi 1 meter atau untuk sungai yang dangkal setinggi 40 cm dari permukaan tanah.31 Pompa 44 . SKNT. Untuk kapasitas 0. 4.

4 m3.10 Kedalaman Saringan Pasir Lambat (SPL) No. 45 . Tangki Penampung Tangki penampung dapat terbuat dari serat kaca (fiberglass) atau plastik yang sudah jadi dengan kapasitas 2 . 3.00 0.Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengembangan SPAM Sederhana 5. Tabel 3.00 – 1. Kedalaman bak Kedalaman bak saringan adalah jumlah dari tinggi bebas.50 1.30 – 0.1 m/jam dan maksimal 0. 4.40 1. Gambar 3. Tinggi bebas Tinggi air di atas media penyaring Tebal pasir penyaring Tebal kerikil penahan 0. 5.60 – 1.58 dan Gambar 3.40 – 0. = = = debit air yang disaring (m3/det) kecepatan penyaringan (m/jam) luas penampang atas (m2) Jumlah bak efektif Jumlah bak SPL minimal 2 buah.4 m/jam.60 0. 2.00 Underdrain Jumlah Sumber: Tata Cara Perencanaan Instalasi Saringan Pasir Lambat (SNI 03-3981-1995). tinggi air di atas media pasir. Departemen Pekerjaaan Umum Instalasi SPL dapat dilihat pada Gambar 3. Luas permukaan bak Luas permukaan atas bak dihitung dengan persamaan: A= Q V (13) dengan pengertian: Q V A 3. Kedalaman (D) Ukuran (m) 1.10.50 0.25 – 0. Tangki penampung ini terdiri dari: Pipa masuk yang berlubang-lubang untuk aerasi Pipa penguras diameter 2 inchi Kawat kasa yang berfungsi untuk aliran udara Pipa keluar yang dialirkan ke unit selanjutnya (SKNT. Perhitungan Dimensi: 1. 2.55 – 4. 4. seperti pada Tabel 3.57. SPL) c. Kecepatan penyaringan SPL mempunyai kecepatan penyaringan minimal 0. tebal kerikil penahan dan underdrain.59. tebal pasir penyaring.

32 Saringan Pasir Lambat Tampak Atas Sumber: Tata Cara Perencanaan Instalasi Saringan Pasir Lambat (SNI 03-3981-1995) 46 .Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengembangan SPAM Sederhana Gambar 3.

34 Potongan B Bak Saringan Pasir Lambat 47 .33 Potongan A Bak Saringan Pasir Lambat Keterangan: Inlet penguras pelimpah kran outlet kran outlet pintu pengatur untuk pengisian dari bagian bawah pintu untuk memriksa debit pada alat ukur efluen pipa filtrat ke reservoar alat ukur debit filtrat underdrain pipa bypass Gambar 3.Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengembangan SPAM Sederhana Gambar 3.

35 Saringan Pasir Lambat 48 .Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengembangan SPAM Sederhana Gambar 3.

36 Denah Saringan Kasar Naik Turun Saringan Pasir Lambat Tipe I 49 .Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengembangan SPAM Sederhana Gambar 3.

37 Saringan Pasir Lambat Tipe I 50 .Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengembangan SPAM Sederhana Gambar 3.

38 Denah Saringan Kasar Naik Turun Saringan Pasir Lambat Tipe II 51 .Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengembangan SPAM Sederhana Gambar 3.

Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengembangan SPAM Sederhana Gambar 3.39 Denah Saringan Pasir Lambat 52 .

maka SPL harus dilengkapi dengan unit pengolahan pendahuluan.0% beratnya Kelarutan pasir dalam HCl selama 4 jam kurang dari 3.Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengembangan SPAM Sederhana 5. oksigen terlarut kurang dari 6 mg/L dan total koliform lebih dari 1000 per 100 mL. Saluran masukan (inlet) Perencanaan inlet ditentukan sebagai berikut: a) Berbentuk saluran tertutup atau terbuka b) Dilengkapi dengan bak pembagi atau penenang air baku c) Dilengkapi dengan kran/katup untuk saluran tertutup dan pintu air ditambah sekat ukur untuk saluran terbuka d) Dilengkapi dengan penahan cucuran air baku di atas pasir penyaring supaya tidak merusak permukaan pasir 2. Saluran keluaran (outlet) Perencanaan outlet ditentukan sebagai berikut: 53 .2 mm dan maksimal 0. Media penahan Kriteria bahan media penahan sebagai berikut: a) Jenis kerikil b) Berbentuk bulat c) Media penahan tersusun dengan lapisan teratas butiran kecil dan berurutan ke butiran kasar pada lapisan paling bawah.4 mm Ukuran keseragaman butiran minimal 2 dan maksimal 3 Berat jenis minimal 2.65 gr/cm3 Kelarutan pasir dalam air selama 24 jam kurang dari 3. gradasi butir media kerikil dapat dilihat pada Tabel 3. Perlengkapan Bak Saringan Pasir Lambat 1.55 gr/cm3 dan maksimal 2.11 Gradasi Butir Media Kerikil SPL Gradasi butir media kerikil rata-rata (mm) Ketebalan (cm) Lapisan ke (dari atas ke bawah) 3–4 10 – 20 20 – 30 60 Total ketebalan media penahan 7 – 10 9 – 10 12 – 15 12 – 15 40 – 60 Ke 1 Ke 2 Ke 3 Ke 4 (dasar) Sumber: Tata Cara Perencanaan Instalasi Saringan Pasir Lambat (SNI 03-3981-1995). Departemen Pekerjaan Umum 7.5% beratnya 6. Tabel 3. d.11. Media penyaring Kriteria bahan media penyaring sebagai berikut: a) b) c) d) e) f) Jenis pasir yang mengandung kadar SiO2 lebih dari 90% Ukuran efektif butiran minimal 0. Air baku Air baku sebagai bahan baku yang masuk ke bak SPL ditentukan sebagai berikut: a) Kekeruhan kurang atau sama dengan 50 mg/L SiO2 b) Oksigen terlarut lebih dari atau sama dengan 6 mg/L c) Total koliform kurang dari atau sama dengan 1000 per 100 ml Dalam hal tingkat kekeruhan lebih dari 50 mg/L SiO2.

57) − Luas penampang atas alat pencuci sebesar 1 m2 dapat mencuci pasir sekitar 8 m3/jam − Tersedia bak/tangki untuk mencampurkan pasir dengan air pencuci − Tersedia pompa dan ejektor untuk mengalirkan campuran air dan ke atas tangki pencuci − Kecepatan pembawa air-pasir dari pompa lebih dari atau sama dengan 1. lantai beton berlubang. Saluran pengumpul bawah (underdrain) Perencanaan underdrain ditentukan sebagai berikut: a) Bentuk underdrain dapat berupa: − Saluran.Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengembangan SPAM Sederhana a) b) c) d) Saluran tertutup Dilengkapi dengan katup pengatur debit efluen Dilengkapi dengan alat ukur debit. direncanakan dengan standar yang berlaku Dilengkapi dengn pipa yang dapat mengalirkan filtrat dari outlet filter yang satu ke outlet filter yang lain. untuk kemudian dipompakan kembali ke dalam bak pembagi atau dibuang ke badan air penerima 5. dengan ketentuan bahwa permukaan air pada penampung filtrat minimal 5 cm dan maksimal 10 cm di atas permukaan media penyaring 3. Pencucian Pasir Penyaring Pencucian pasir penyaring direncanakan sebagai berikut: 1. balok beton pracetak berlubang dan sebagainya − Jaringan pipa manifol-lateral yang diberi lubang pada seluruh badan pipa b) Kedalaman minimal 30 cm dan maksimal 50 cm c) Kemiringan antara zona inlet dengan zona outlet minimal 1% dan maksimal 2% d) Lantai dasar 4. 2. Pemilihan tipe pencuci (hidrolik atau manual) tergantung pada kapasitas pasir total yang akan dicuci Pencucian cara hidrolik direncanakan sebagai berikut: (lihat Gambar 3. slab beton pracetak. di atas saluran dipasang ubin atau batu belah − Susunan bata cetak. Pelimpah Perencanaan pelimpah ditentukan sebagai berikut: a) Berbentuk saluran terbuka atau tertutup b) Dipasang pada zona inlet filter c) Permukaan ambang pelimpah tepat pada permukaan air maksimum filter yang bersangkutan d) Air dari pelimpah dapat dialirkan ke dalam tangki khusus.5 m/det 54 . Pipa ini dihubungkan juga dengan pompa pada penampung air bersih (reservoir) e) Dilengkapi dengan bak penampung filtrat.56 dan Gambar 3. Penguras Perencanaan penguras ditentukan sebagai berikut: a) Tampungan air direncanakan sebagai berikut: − − − − Dipasang tepat di bawah terjunan inlet dan di tengah kedua sisi memanjang filter Ambang tampungan kurang lebih 30 cm di bawah permukaan pasir penyaring maksimum Penampang atas tampungan diberi tutup Dihubungkan dengan pipa penguras dan dilengkapi dengan katup/kran b) Air kurasan dapat dialirkan ke dalam tangki khusus atau dibuang ke badan air penerima e.

kran sistem outlet 4. kran pengatur debit filtrat 4. indikator debit filtrat 2. pipa penyalur filtrat ke reservoar Gambar 3. alat ukur 5. kran dan pipa filtrat ke reservoar Keterangan: 1.40 Alternatif Sistem Outlet Saringan Pasir Lambat 55 . kran untuk pengatur pengisian bak dari bagian bawah 3. Air buangan dari pencucian dialirkan ke badan penerima air Keterangan: 1. kran sistem outlet 2. Pencucian cara manual direncanakan sebagai berikut: (lihat Gambar 3.Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengembangan SPAM Sederhana − Pada dinding bagian tangki pencuci dipasang pintu untuk mengeluarkan pasir yang sudah tercuci bersih − Tersedia bak penampung pasir yang sudah dicuci 3. kran pengatur pengisian bak darii bagian bawah 5. kran pengatur filtrat ke reservoar 6. venturi meter 3.65) − Hanya untuk debit filter kurang dari atau sama dengan 3 L/det − Kapasitas pencuci harus dibuat sama dengan kapasitas pasir per filter yang akan dicuci − Kedalaman bak pasir efektif maksimal 40 cm − Tersedia pompa untuk penyemprotan air pencuci − Bak dilengkapi dengan pintu air 4.64 dan Gambar 3. pintu pemeriksa debit air 6.

42 Alat Pencuci Pasir hidrolik SPL Tampak Atas Gambar 3.43 Alat Pencuci Pasir Manual SPL .Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengembangan SPAM Sederhana UNDERDRAIN TIPE MANIFOL DAN LATERAL PERPIPAAN UNDERDRAIN TIPE SALURAN UNDERDRAIN TIPE SUSUNAN BATU CETAK/ SLAB BETON Gambar 3.Tampak Atas 56 .41 Underdrain SPL Gambar 3.

45 Potongan A Bak Prasedimentasi Gambar 3.46 Potongan B Bak Prasedimentasi 57 .Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengembangan SPAM Sederhana Gambar 3.44 Tampak Atas Bak Prasedimentasi Gambar 3.44 Tampak Atas Bak Prasedimentasi Gambar 3.41 Potongan Alat Pencuci Pasir Hidrolik SPL Gambar 3.

e.70 dan Gambar 3. mutu air baku dan jumlah bakteri yang akan dihilangkan Contoh perhitungan bangunan SPL dapat dilihat pada Lampiran–4. Pengolahan Pendahuluan 1. g. enam bulan atau tiap tahun. Pemeliharaan rutin Pemeliharaan rutin dilakukan secara terus menerus setiap hari. Penurunan bakteri koli Jumlah bakteri koli dapat diturunkan sebagai berikut: a) Pembubuhan desinfektan sebelum bak saringan b) Direncanakan dengan ketentuan yang berlaku c) Konsentrasi pembubuhan desinfektan tergantung dari besar debit. b. Penurunan kekeruhan Penurunan kekeruhan air baku dapat dilakukan dengan pemasangan bak prasedimentasi. tumbuhan air pengganggu. 58 .69. Sambungan Rumah Murah (SRM) atau Terminal Air (TA). Distribusi dan Pelayanan Distribusi dan pelayanan air minum dari bangunan SPL kepada masyarakat dapat dilaksanakan melalui sistem pengaliran gravitasi atau perpompaan sesuai dengan kondisi daerah setempat dengan pelayanan dapat melalui Hidran Umum (HU).Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengembangan SPAM Sederhana f. saat pengeringan saluran mengecat pintu-pintu air h. membuang endapan lumpur pada saluran dan pada bangunan-bangunan bagi. Penjelasan lebih jelas dapat dilihat pada Bab 3.71). Penambahan oksigen terlarut Penambahan oksigen terlarut air baku dilakukan sebagai berikut: a) b) 3.2 dan Bab 3. serta harus dilakukan tepat waktu dan tidak boleh terlambat. 2. Gambar 3. Perawatan berkala terdiri dari: a. rantingranting dan dahan pohon yang dapat menghabat saluran menutup lubang-lubang tanggul akibat tikus dan ketam memperbaiki longsoran kecil pada saluran dan tanggul memberi pelumas pada pintu-pintu air agar tetap mudah dioperasikan 2. direncanakan dengan ketentuan yang berlaku (lihat Gambar 3. membabat rumput tanggul dan tepi saluran memberihkan saluran dari sampah/kotoran.5.3. b. bangunan sadap. perawatan rutin terdiri dari: a.5. Membuat aerator sebelum inlet bak saringan Aerator direncanakan dengan ketentuan yang berlaku Penurunan algae Konsentrasi algae air baku dapat diturunkan antara lain dengan pemasangan atap di atas bak saringan supaya air tidak terkena sinar matahari. Operasi dan Pemeliharaan Operasi dan pemeliharaan pada saluran irigasi adalah sebagai berikut: 1. c. 4. d. Perawatan berkala Perawatan berkala dilakukan tiap 3 bulan.

2.1 1 10 100 15 100 1.5. Kriteria Desain 1.000 Sumber: Direktori Standar Nasional Indonesia – Teknologi Tepat Guna Bidang Permukiman dan Prasarana Wilayah. 3. 4. Edisi Maret 2004 Gambaran struktur instalasi IPASS dapat dilihat pada Gambar 3. 2.000 100. Definisi Instalasi ini merupakan produk Puslitbang Sumber Daya Air. Bak pengendap dengan keping pengendap untuk mengendapkan partikel kasar Saluran perata aliran berfungsi sebagai perata aliran dan inlet saringan pasir lambat Saringan pasir lambat berfungsi untuk menyaring partikel halus yang tidak terendapkan pada bak pengendap Bak penampung dan desinfeksi berfungsi untuk menampung hasil penyaringan dan sekaligus tempat pembubuhan kaporit Bak pengendap Waktu detensi: 30 – 60 detik Dinding dibuat dari pasangan bata kedap air Keping pengendap Dibuat dari bahan kayu/bambu Dibuat bersudut 450 s/d 600 Saringan pasir lambat Dinding dibuat dari pasangan bata kedap air Luas permukaan berdasarkan kecepatan aliran: 1.12 Perkiraan Pelayanan IPASS No. 5. Penjelasan lebih jelas dapat dilihat pada Bab 3. Distribusi dan Pelayanan Distribusi dan pelayanan air minum dari bangunan IPASS kepada masyarakat dapat dilaksanakan melalui sistem pengaliran gravitasi atau perpompaan sesuai dengan kondisi daerah setempat dengan pelayanan dapat melalui Hidran Umum (HU).12.00 – 3.5. 0.Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengembangan SPAM Sederhana B. Kapasitas (L/det) Jumlah Pelayanan (Jiwa) 1. Sambungan Rumah Murah (SRM) atau Terminal Air (TA). 4. Pekerjaan Umum.01 0. Tabel 3.71. Komponen Instalasi 1. 4. tebal minimal 10 cm Media tersebut telah dicuci sebelum dipasang Bak penampung Untuk kapasitas 1 m3/hari dapat dipakai buis beton ukuran f=50 cm atau pasangan bata kedap air dengan waktu tinggal 4 jam b.63 sampai Gambar 3. 3.000 10. f. 3. 2.2 dan Bab 3.3. 59 . Departemen Pekerjaan Umum. Balitbang Dep.00 meter/jam Pasir beton/sungai: tebal minimal 60 cm Ijuk: tebal 5 cm Kerikil: ukuran 1 cm.2 Instalasi Pengolahan Air Sangat Sederhana (IPASS) a. Pendekatan perhitungan kapasitas IPASS dan jumlah jiwa yang dapat dilayani dapat dilihat pada Tabel 3. b. yang dapat digunakan untuk mengolah kualitas air baku dengan tingkat kekeruhan tidak lebih dari 100 NTU dan belum tercemar berat (misalnya tercemar oleh limbah industri).

Direktori SNI Bidang Permukiman dan Prasarana Wilayah Edisi Maret 2004.Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengembangan SPAM Sederhana Sumber: Teknologi Tepat Guna Bidang Sumber Daya Air. Departemen Pekerjaan Umum Gambar 3. Departemen Pekerjaan Umum Gambar 3.48 Potongan A-A IPASS 60 .47 Tata Letak IPASS Sumber: Teknologi Tepat Guna Bidang Sumber Daya Air. Direktori SNI Bidang Permukiman dan Prasarana Wilayah Edisi Maret 2004.

Departemen Pekerjaan Umum Gambar 3.49 Detail Bak Pengendap IPASS Sumber: Teknologi Tepat Guna Bidang Sumber Daya Air. Departemen Pekerjaan Umum Gambar 3.Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengembangan SPAM Sederhana Sumber: Teknologi Tepat Guna Bidang Sumber Daya Air. Direktori SNI Bidang Permukiman dan Prasarana Wilayah Edisi Maret 2004.50 Unit Saringan Pasir Lambat IPASS 61 . Direktori SNI Bidang Permukiman dan Prasarana Wilayah Edisi Maret 2004.

Tersedianya lahan untuk unit paket IPA 3. 5. 50. 62 . 80 L/det Kompartemen Kompartemen per modul IPA terdiri dari: − − − Kompartemen pencampur Kompartemen pengendap Kompartemen penyaringan. Tata cara perencanaan IPA harus disetujui dan ditandatangani pejabat yang berwenang b. Unit paket IPA terdiri dari komponen-komponen berikut: Pengaduk cepat Pengaduk lambat Bak pengendap Bak penyaring Kriteria perencanaan untuk unit IPA dapat dilihat pada Tabel 3. Definisi Paket Instalasi Penjernihan Air. 40.5. Tersedianya air baku dalam segi kuantitas maupun kualitas sepanjang musim 2. disesuaikan dengan kecepatan pencuci ii) Pencucian sesuai periode: 12 x Q0. Kualitas air baku Air baku yang diolah harus memenuhi ketentuan sebagai berikut: Kekeruhan lebih kecil dari 300 NTU (NTU = Nephelometric Turbidity Unit) Dalam hal kandungan kekeruhan melebihi dari 300 ntu. Bangunan pengambilan air baku Bangunan pengambilan air baku sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Sesuai dengan ketentuan yang berlaku 4. maka perlu dilengkapi pengolahan pendahuluan Kandungan warna asli tidak lebih dari 40 TCU dan warna sementara 80 TCU (TCU = Total Color Unit) Unsur-unsur lainnya memenuhi syarat baku mutu air baku yang berlaku 2. Perencanaan unit paket IPA dan komponen IPA Kriteria perencanaan untuk unit IPA dapat dilihat pada Tabel 3.5.0. adalah suatu unit instalasi penjernihan air yang dapat mengolah air melalui proses pencampuran. 2. Kekeruhan lebih kecil dari 300 NTU Dalam hal kandungan kekeruhan melebihi dari 300 NTU.3 Paket Instalasi Pengolahan Air (IPA) a. Kriteria Desain 1. 1.Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengembangan SPAM Sederhana B. Modul dan kompartemen Modul Modul IPA harus memiliki besaran kapasitas sebagai berikut: 0. 60. 20. pengendapan dan penyaringan dalam bentuk yang kompak sehingga menghasilkan air minum.5 dengan Q adalah kapasitas pengolahan dalam meter3/detik 4. 10.33. dengan jumlah kompartemen ditentukan berdasarkan: i) Pencucian sendiri. selanjutnya disebut Paket IPA. maka perlu dilengkapi pengolahan pendahuluan Kandungan warna asli tidak lebih dari 40 TCU dan warna sementara 80 TCU 3. Perencanaan unit paket IPA harus memenuhi persyaratan sebagai berikut: 1.33. 30.

8 Hidrostatik 12 – 24 Saringan Pasir Cepat (SPC) Gravitasi Bertekanan 6 – 11 9 – 16.76 80 Untuk pencucian sesuai periode 63 .38 – 4.4 2.5 – 4. 1.30 – 0. td (jam) 5) Bilangan Reynold (Re) 6) Bilangan Froude (Fr) 7) Kedalaman (m) 8) Pelimpah (1) Tipe (2) Beban pelimpah (m3/jam/m) 9) Pengurasan lumpur 10) Periode antara dua pengurasan (jam) 4.2 – 1. Waktu pengadukan (detik) Nilai G/det Kecepatan m/det Subyek/Unit Kriteria Keterangan 1) Hidrolis 2) Mekanis 1–3 > 750 2.2 – 10.4 > 90% 400 – 500 1.5 Tanpa/dengan blower dan atau surfacewash 36 – 50 10 – 15 18 – 24 30 – 50 300 – 600 0.5 – 3.5 80 2. Saringan 1) Tipe 2) Kecepatan penyaringan (m/jam) (1) Operasional normal (m/jam) (2) Selama pencucian (m/jam) 3) Pencucian: (1) sistem pencucian (2) kecepatan (m/jam) (3) lama pencucian (menit) (4) periode antara dua pencucian (jam) (5) ekspansi (%) 4) Media pasir: (1) tebal (mm) (2) ES (mm) (3) UC (4) berat jenis (kg/m3) (5) porositas (p) (6) kadar SiO2 5) Media antrasit: (1) tebal (mm) (2) ES (mm) (3) UC (4) berat jenis (kg/m3) (5) porositas (p) 6) Lapisan penyangga dari atas: (1) kedalaman (mm) UB (mm) (2) Kedalaman 1) Aliran horisontal 2) Aliran vertikal Pembebanan tinggi 0. Pengaduk cepat 1) Tipe 2) 3) 4) 2.65 0.0 Modul kecil < 40 L/det direkomendasikan hidrolis Pengaduk lambat 1) Tipe 1) 2) 1) 2) 3) 80 40 Hidrolis Mekanis Segi empat Segi enam Silinder – 20 – 20 Modul kecil < 40 L/det Direkomendasikan hidrolis 2) Bentuk bak 3) Nilai G/det 3.7 1.8 1.2 – 1.04 45 – 60 25 – 50 1–2 < 500 > 10 – 5 2. Bak pengendap 1) Nilai G/det 2) Pembebanan permukaan (cm/det) 3) Alur pengendapan: (1) Kemiringan terhadap horisontal (o) (2) Jarak antar pelat (mm) 4) Waktu tinggal.0 Pelimpah yang dapat diatur 7.65 0.Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengembangan SPAM Sederhana Tabel 3.5 1.13 Kriteria Perencanaan Unit Paket IPA No.01 – 0.

Subyek/Unit UB (mm) (3) Kedalaman UB (mm) (4) Kedalaman UB (mm) 7) Saluran pembuangan Tipe Kriteria 4. Al2(SO4)3.14(H2O). 7. dibutuhkan dalam bentuk cair konsentrasi sebesar 5–10% untuk instalasi kecil dan konsentrasi larutan sampai dengan 20% untuk instalasi besar PAC. dibubuhkan sebelum dan atau sesudah pembubuhan koagulan Bak netralisan Bak dapat menampung larutan selama 8-24 jam Diperlukan 2 buah bak.76 – 25.2H2O) Dosis koagulan ditentukan berdasarkan hasil percobaan jar test terhadap air baku dengan rumus. kualitas PAC ditentukan oleh kadar aluminium oxide (Al2O3) yang terikat sebagai PAC dengan kadar 1011% Ferri Chlorida (FeCl3. Pembubuhan koagulan ke pengaduk cepat dapat dilakukan secara gravitasi atau pemompaan Bak koagulan: Bak koagulan dapat menampung larutan selama 8-24 jam Diperlukan 2 buah bak.40 1) “manifold” 2) “nozzle” Tipe ambang tajam 15 – 30 Gravitasi dan mekanis Keterangan 5.52 – 16.52 80 9. dibubuhkan dalam bentuk larutan dengan konsentrasi larutan 20% ii) iii) iv) Dosis bahan alkalin ditentukan berdasarkan percobaan Pembubuhan bahan alkalin secara gravitasi atau pemompaan. dibubuhkan dalam bentuk larutan dengan konsentrasi larutan 5-20% Soda abu (Na2CO3). Poly Aluminium Chloride (Al10(OH)15Cl15). dibubuhkan dalam bentuk larutan dengan konsentrasi larutan 5-20% Soda api (NaOH). Perencanaan pembubuhan bahan kimia • Koagulan Koagulan harus memenuhi ketentuan berikut: i) Jenis koagulan yang digunakan adalah: Aluminium sulfat.76 80 16. yaitu: 64 .Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengembangan SPAM Sederhana No.76 – 9. yaitu: − 1 bak pengaduk manual atau mekanis − 1 bak pembubuh Bak harus dilindungi dari pengaruh luar dan tahan terhadap bahan koagulan. Alat ukur debit pengolahan Bak penampung air minum Waktu tinggal.6H2O) Ferri Sulphat (Fe2(SO4)3. td (menit) Alat pembubuh Sumber: Tata Cara Perencanaan Unit Paket Instalasi Penjernihan Air (SNI 19-6774-2002) 5. 6. ii) iii) iv) v) • Netralisan Netralisan harus memenuhi ketentuan berikut: i) Berupa bahan alkalin: Kapur (CaO).

tipe. Masing-masing pompa cadangan mempunyai jenis. yaitu jumlah khlor yang dikonsumsi air besarnya tergantung dari kualitas air bersih yang diproduksi serta ditentukan dari sisa khlor di instalasi. Desinfektan Desinfektan harus memenuhi ketentuan berikut: i) Jenis desinfektan yang digunakan: Gas khlor (Cl2). 0. dan kapasitas yang sama Jenis dan tipe pompa air baku Pompa air baku harus memenuhi ketentuan berikut: i. kandungan khlor aktif 15% Ozon (O3) ii) Dosis khlor ditentukan berdasarkan DPC (Daya Pengikat Chlor).Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengembangan SPAM Sederhana − − v) • 1 bak pengaduk manual atau mekanis 1 bak pembubuh Bak harus dilindungi dari pengaruh luar dan tahan terhadap bahan alkalin.5 mg/L Pembubuhan desinfektan: Gas khlor disuntikkan langsung ke pipa air bersih. Bak penampung air minum Bak penampung air minum diberi sekat-sekat yang dilengkapi dengan: Ventilasi Tangga Pelimpah air Lubang pemeriksaan dan perbaikan Alat ukur ketinggian air Pipa penguras 7. pembubuhan gas menggunakan peralatan tertentu yang memenuhi ketentuan yang berlaku Kaporit atau sodium hipoklorit dibubuhkan ke pipa air bersih secara gravitasi atau mekanis Ozonisasi menggunakan peralatan ozonator iv) Bak kaporit Bak dapat menampung larutan selama 8-24 jam Diperlukan 2 buah bak. Kapasitas pompa air baku 10-20% lebih besar dari kapasitas rencana unit paket IPA ii. iii) 6. kandungan khlor aktif 6070% Sodium hipoklorit (NaOCl). Perencanaan pompa Kapasitas pompa air baku Kriteria kapasitas dan cadangan pompa air baku dan distribusi harus memenuhi ketentuan berikut: i.3-0. kandungan khlor aktif minimal 99% Kaporit atau kalsium hipoklorit (CaOCl2) x H2O. yaitu: − 1 bak pengaduk manual atau mekanis − 1 bak pembubuh v) Bak harus dilindungi dari pengaruh luar dan tahan terhadap kaporit. Pompa cadangan minimal 1 (satu) buah iii. Jenis sentrifugal dan submersibel 65 .

Penyediaan bahan bakar Penyediaan bahan bakar harus memenuhi ketentuan berikut: Penyediaan bahan bakar harian untuk kebutuhan operasi harian dan bulanan Tangki bahan bakar harian ditempatkan di dalam rumah genset yang dapat mengalir secara gravitasi Tangki bahan bakar bulanan ditempatkan di bawah atau di permukaan tanah dan dilengkapi dengan pompa untuk mengalirkan bahan bakar ke tangki harian. pengaduk cepat dan lambat harus dilengkapi panel yang sesuai kebutuhan. Struktur bangunan Jenis bangunan Jenis bangunan yang diperlukan adalah: i. Bangunan IPA ii. yaitu: PLN Genset Pemilihan sumber daya sesuai pertimbangan seperti pada Tabel 3. “Tumpuan putaran” pompa menggunakan pelumas air Rencana pompa pembubuh dan motor pengaduk Kriteria jumlah pompa pembubuh dan motor pengaduk unit paket IPA minimal 2 (dua) buah berkapasitas sama. Perencanaan catu daya Penyediaan daya listrik terdapat 2 (dua) sumber. Tabel 3.15 Alternatif Pemilihan Sumber Daya Listrik Alternatif Pemilihan Gambaran Situasi Lapangan Ada jaringan distribusi PLN dengan jarak yang menguntungkan dari unit dan masih mencukupi permintaan daya serta sesuai dengan perencanaan Tidak ada jaringan distribusi atau tidak ada rencana perluasan jaringan PLN dalam waktu dekat Gabungan pelayanan PLN dan 1 (satu) unit genset sebagai cadangan 2 (dua) unit genset dengan 1 (satu) unit sebagai cadangan Sumber: Tata Cara Perencanaan Unit Paket Instalasi Penjernihan Air (SNI 19-6774-2002) 9. Ruang gudang 8. Ruang genset 5. pompa pembubuh. Ruang pompa 4.15. 10. 8. Tekanan pompa sampai dengan 30 m harus mempunyai sudu tunggal iv. Bangunan penampung air minum iii. Tipe non-clogging iii. terdiri dari: 1. Ruang kantor 6. Ruang jaga 3. Ruang penyimpanan bahan kimia 66 . pompa air baku.Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengembangan SPAM Sederhana ii. Panel Diesel generator. 11. Ruang pembubuh 2. Ruang laboratorium 7. Bangunan penunjang.

drainase. Kapasitas (10 – 30) L/det. Kapasitas (40 – 80) L/det. Pondasi bangunan sesuai dengan kondisi setempat yang memenuhi ketentuan yang berlaku Rencana tapak dan sarana pelengkap Rencana tapak dan sarana pelengkap bangunan harus memenuhi ketentuan berikut: i. tahan getaran. investasi.5. Sarana pembuangan lumpur endapan Bahan dan pelengkap bangunan Bahan dan pelengkap bangunan harus memenuhi ketentuan berikut: i. merupakan proses perubahan energi kinetis aliran air menjadi tekanan dinamik dan sebagai akibatnya menimbulkan palu air (water hammer). dilengkapi peralatan pemeliharaan yang memenuhi ketentuan yang berlaku iii. dan fasilitas penerangan iv. Kapasitas sampai dengan 5 L/det. luas minimal 3000 m2 ii. Dengan mengusahakan supaya katup limbah (waste valve) dan katup pengantar (delivery valve) terbuka dan tertutup secara bergantian.135). IPA harus dilengkapi dengan lantai pemeriksa c. Ruang genset harus kedap suara. Bangunan penunjang lainnya menggunakan bahan bangunan yang memenuhi ketentuan yang berlaku v. Guna kebutuhan operasi dan pemeliharaan. drainase dan perlengkapan pembersihan iv. baja atau bahan lainnya berdasarkan pertimbangan ekonomi. Dilengkapi tempat parkir. Prinsip kerja hidram. sirkulasi.4 Pompa Hidram a. Definisi Pompa hidram adalah salah satu alat untuk menaikkan air dari tempat yang rendah ke tempat yang lebih tinggi secara otomatis dengan energi yang berasal dari air itu sendiri. dan tidak mudah terbakar. Distribusi dan Pelayanan Distribusi dan pelayanan air minum dari bangunan Paket IPA kepada masyarakat dapat dilaksanakan melalui sistem pengaliran gravitasi atau perpompaan sesuai dengan kondisi daerah setempat dengan pelayanan dapat melalui Hidran Umum (HU). kondisi lapangan. dan efisien iii. Ruang pembubuh dan penyimpan bahan kimia dilengkapi exhaust fan.2 dan Bab 3. luas minimal 2000 m2 2. struktur dan pemeliharaan ii.Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengembangan SPAM Sederhana iv. Sambungan Rumah Murah (SRM) atau Terminal Air (TA).5. B. sehingga terjadi tekanan tinggi dalam pipa. pagar. Tata letak bangunan penunjang IPA harus berdasarkan mudah operasi. Luas paket IPA dibagi menjadi: 1. Penjelasan lebih jelas dapat dilihat pada Bab 3. luas minimal 2400 m2 3. Struktur bangunan IPA dan bangunan penampung air minum dari beton bertulang. maka tekanan dinamik diteruskan sehingga tekanan inersia yang terjadi dalam pipa pemasukan memaksa air naik ke pipa pengantar (lihat Gambar 3.3. 67 .

9. Jenis sumber air dapat berupa mata air atau air permukaan (danau. 6. daya angkat optimum 6 kali tinggi jatuh vertikal air baku. 2001 Gambar 3. saluran irigasi) Kuantitas (debit) air minimal 0.7 Profil Beda Tinggi Sistem Pompa Hidram b. Bila daerah pelayanan lebih tinggi dari kemampuan daya angkat. Perhitungan pompa hidram 1. Daya angkat hidram maksimum 15 kali tinggi jatuh vertikal air baku. 11. 68 .(14) Daya angkat vertikal c. 7. 13. dll) Penggunaan air baku perlu mendapat ijin tertulis dari instansi berwenang dan ijin formal dari masyarakat. Letak pompa tidak pada daerah banjir. tanah longsor atau erosi. 12. 4. 8. Kriteria Desain 1.Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengembangan SPAM Sederhana Keterangan: h1 : beda tinggi antara letak sumber air dengan rencana letak pompa h2 : beda tinggi antara letak pompa dengan daerah pelayanan L1 : jarak datar antara sumber air ke letak pompa L2 : jarak datar antara letak pompa sampai daerah pelayanan Sumber: Petunjuk Teknis Penerapan Pompa Hidram dalam Penyediaan Air Bersih. sungai. jika sumber air berada dalam lokasi kepemilikannya. 2. 10. Jumlah minimum air baku yang diperlukan mencukupi (kontinyu) untuk memberi tenaga pada pompa Sumber air baku terletak pada ketinggian. Puslitbang Permukiman. sehingga mempunyai tinggi jatuh vertikal yang dibutuhkan untuk daya angkat dari pompa sampai daerah pelayanan yang dituju. Menghitung jumlah aliran pengeluaran dengan rumus: Tinggi jatuh vertikal x aliran sumber air x rendemen Q2 (output)/hr = ---------------------------------------------------------------. 5.50 L/dtk Debit air baku harus kontinyu walaupun pada saat musim kemarau Penggunaan air baku tidak mengganggu keperluan lain (irigasi. hidram harus di pasang secara seri. kolam. 3. Belum ada pelayanan air bersih Sumber air bersih yang ada sulit dijangkau karena kondisinya terletak pada kecuraman Tidak ada alternatif sumber air bersih lain.

6 17....750 5........00 3..........75 1. Kapasitas hidram tidak dapat lebih besar lagi Sumber: Petunjuk Teknis Penerapan Pompa Hidram dalam Penyediaan Air Bersih.50 0...000 13. h1 x r (16) 3...72 15..1 30... Kapasitas pompa hidram ditentukan dengan menggunakan Tabel 3.56 Sumber: Petunjuk Teknis Penerapan Pompa Hidram dalam Penyediaan Air Bersih. Menghitung jumlah aliran pemasukan dengan rumus: Q1 = h2 x Q2 ..............25 9..8 94.....17 Debit Air Pemasukan Maksimum dan Minimum untuk Berbagai Ukuran Hidram Debit Air Pemasukan Minimum (L/menit) Debit Air Pemasukan Maksimum (L/menit) Badan Pompa (inchi) (mm) 1..18 berikut: Tabel 3......9 56. Penentuan ukuran hidram pada umumnya ditentukan berdasarkan ukuran “diameter dalam” pipa pemasukan...00 4... 2001 69 ..Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengembangan SPAM Sederhana Atau: Q2 = h1 x Q1 x r .. Debit air pengeluaran ditentukan oleh debit sumber air sesuai Tabel 3.000 23...16 berikut: Tabel 3..92 38........ merupakan debit pompa dimana hidram mencapai efisiensi maksimum....6 151.04 1.....6) (15) Keterangan: Q2 Q1 h1 h2 r 2....16 Kapasitas Pompa Hidram Ukuran hidram 1 2 3 4 5 6 Diameter dalam Debit pompa (Qs) (L/menit) Catatan: mm Inci dari ke x) 32 1¼ 7 16 38 1½ 12 25 51 2 27 55 76 3 68 137 101 4 132 270 127 5 180 410 x) Debit pompa yang terbanyak.18 No..8 94....5 Sumber: Petunjuk Teknis Penerapan Pompa Hidram dalam Penyediaan Air Bersih.26 0.. h2 = = = = = jumlah kebutuhan air yang diperlukan (debit pompa) debit sumber air yang masuk ke pompa tinggi jatuh vertikal daya angkat vertikal rendemen/efisiensi (antara 0.4 37.00 2.00 1.50 2...64 1... Puslitbang Permukiman.000 55....5 – 0....... Debit air pemasukan ditentukan berdasarkan Tabel 3...10 0.5 76 102 7...19 62...500 125 375 583 958 2.........00 1...03 0.....75 0.000 14......... Diameter Pipa Penghantar Sesuai dengan Kapasitas Pompa Hidram Diameter pipa pengeluaran (inchi) Debit air pengeluaran (kapasitas pompa) L/jam L/menit L/hari L/det 1 2 3 4 5 6 7 0.6 151.50 93..4 265 378......00 3. Puslitbang Permukiman.. 2001 5.50 2.17 berikut: Tabel 3..50 3...00 25 37 51 63...08 6...25 1..3 56.....292 3............000 9.... Puslitbang Permukiman.. 2001 4..625 2...16 0.......000 90....

20 Agar pipa pemasukan tidak pecah akibat tinggi tekanan.21 Panjang Pipa Pengeluaran Pompa Hidram No Tinggi jatuh vertikal Daya angkut vertikal (minimum) Daya angkut vertikal (maksimum) 1 1 kali 2 kali 20 kali Sumber: Petunjuk Teknis Penerapan Pompa Hidram dalam Penyediaan Air Bersih.20 Panjang Pipa Pemasukan Pompa Hidram No Tinggi jatuh Vertikal (m) Panjang pipa pemasukan 1 2 3 <4. Puslitbang Permukiman.75 1. 2001 Tabel 3. 2001 Tabel 3.80 4. Puslitbang Permukiman.21.00 6.50 2.00 3. diameter pipa lebih kecil dan setinggi bak pengumpul seperti pada Gambar 3.00 1.19 Ukuran Diameter Pipa Pemasukan dan Pengeluaran Pompa Hidram Tipe Garis tengah diameter dalam pipa pemasukan (inci) Garis tengah diameter dalam pipa pengeluaran (inci) 1 2 3 4 5 1.19 dan Tabel 3. perlu dipasang pelepas tekan dengan pipa vertikal terbuka. Puslitbang Permukiman. 2001 70 . Pipa pemasukan Pipa pemasukan merupakan pertimbangan untuk letak bak pengumpul dan pompa agar diperoleh tinggi jatuh vertikal dan aliran air yang maksimal Pipa pemasukan harus menggunakan pipa Galvanized Iron (GI) Sudut kemiringan pipa pemasukan antara (10 – 22.00 0.00 6 kali 4 kali 3 kali Sumber: Petunjuk Teknis Penerapan Pompa Hidram dalam Penyediaan Air Bersih.00 Sumber: Petunjuk Teknis Penerapan Pompa Hidram dalam Penyediaan Air Bersih. 7.81 – 7.61 – 15.21 Tabel 3.5)o diperoleh dari tinggi jatuh vertikal dan panjang pipa pemasukan Untuk menentukan ukuran diameter dan panjang pipa pemasukan dapat menggunakan Tabel 3.19 dan Tabel 3. Pipa pengeluaran Ukuran pipa pengeluaran/penghantar diambil setengah dari pipa pemasukan Pipa pengeluaran dapat menggunakan pipa PVC Penentuan ukuran dan panjang pipa pengeluaran dapat dilihat pada Tabel 3.Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengembangan SPAM Sederhana 6.00 4.00 3.50 2.60 7.

53 Cara Kerja Pompa Hidram 71 .Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengembangan SPAM Sederhana Sumber: Petunjuk Teknis Penerapan Pompa Hidram dalam Penyediaan Air Bersih.128. 2001 Gambar 3. Cara kerja pompa hidram Cara kerja dan bagian-bagian utama hidram dijelaskan pada Gambar 3. Puslitbang Permukiman. Gambar 3.52 Cara Penggunaan Pipa Vertikal Terbuka pada Pompa Hidram d.

1.02 – 0.5 m2 memiliki besaran debit 0.Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengembangan SPAM Sederhana Gambar 3.000 – 36.00 – 5.54 Gambar Pompa Hidram B.22. d. Air baku yang dapat diolah oleh DSAK adalah air laut yang mempunyai kadar garam (30.8 L/jam (sinar matahari penuh) Faktor-faktor yang harus diperhitungkan: Produktivitas harus maksimum Ekonomis ditinjau dari segi pembuatan dan perawatan Sistem harus kompak Bahan yang digunakan mudah didapat dan mudah dalam pengerjaannya c. Pengumpul kalor (kolektor) Kaca penutup (kondensor) Saluran kondensat (kanal) Kota kayu (destilator) Sistem isolasi Pengumpul Kalor (Kolektor) Media arang batok kelapa Diameter lempengan (0. Kriteria Desain 1. Definisi Destilator Surya Atap Kaca (DSAK) adalah suatu alat untuk mendestilasikan air dalam satu ruangan tertutup dengan memanfaatkan tenaga surya. Desain DSAK 72 . 3. b.00) cm Kriteria perencanaan untuk unit pengumpul kalor dapat dilihat pada Tabel 3. Komponen DSAK 1.05 ) cm Ketebalan (3. 3. 4.000) ppm Kapasitas DSAK dengan luas 1. 2. 2.5 Destilator Surya Atap Kaca (DSAK) a. 5.

23 Kriteria Perencanaan Kaca Penutup (Kondensor) DSAK No. Dep.50 cm Kriteria perencanaan untuk unit saluran kondensat dapat dilihat pada Tabel 3.00 mm 73 .22 Kriteria Perencanaan Pengumpul Kalor DSAK No. Pekerjaan Umum.40 meter Lebar saluran 5. Puslitbang Permukiman. Tabel 3. Dep.Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengembangan SPAM Sederhana Tabel 3.24 Kriteria Perencanaan Saluran Kondensat DSAK No. Saluran lateral kondensat Digunakan aluminium plat tebal 3. Kaca Penutup (Kondensor) Bahan kaca polos Ketebalan 5 mm Panjang kaca 1. Saluran Kondensat (Kanal) Bentuk U Bahan aluminium plat Panjang saluran 1. Media kondensasi Sumber: Tata Cara Perencanaan Destilator Surya Atap Kaca.00 mm 2. Saluran induk kondensat Material: − tahan korosi − ringan − tahan panas − mudah dibentuk Material : − tahan korosi − ringan − tahan panas − mudah dibentuk Digunakan aluminium plat tebal 3.72 ° C Emisivitas: 94 % Temperatur: 72oC (dibawah temperatur media pengumpul kalor) Digunakan kaca bening/ polos tebal 5. Unit Kriteria Bahan 1.00 cm Tinggi saluran 7. 2004 3.00 mm Digunakan kaca bening/ polos tebal 5. 2004 2.00 meter Kemiringan kaca (15–30) derajat Dipasang karet AC dan penjepit kaca Kriteria perencanaan untuk unit kaca penutup dapat dilihat pada Tabel 3.50 meter Lebar kaca 1. Unit Kriteria Bahan 1. Kolektor radiasi Emisivitas: 94 % Temperatur: 30 . Media penerus kalor Sumber: Tata Cara Perencanaan Destilator Surya Atap Kaca.24. Unit Kriteria Bahan 1. Media penyerap kalor Absorpsivitas: 69 – 71 % Temperatur: 63 – 86 8 C Emisivitas: 9 % Digunakan arang batok kelapa Digunakan arang batok kelapa 2. Puslitbang Permukiman. Tabel 3. Pekerjaan Umum.23.00 mm 2.

Volume saluran Sumber: Tata Cara Perencanaan Destilator Surya Atap Kaca.60 meter Bahan papan kayu tebal 3. Sistem Isolasi Bahan dari styrofoam Panjang 1. Saluran kondensat dan media Digunakan aluminium plat tebal 3. Tabel 3. atau Multiplek ketebalan 1. 2004 74 . Kotak Kayu (Destilator) Bentuk segi empat panjang Panjang 1. Departemen Pekerjaan Umum. Kemiringan saluran Angka kemiringan saluran (S) = 2% Dapat menampung produksi kondensat 300 – 600 mL / m2 / jam.Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengembangan SPAM Sederhana 3.50 cm Lebar 1.26 Kriteria Perencanaan Sistem Isolasi DSAK No. 2004 5.00 meter Tinggi 0. Tabel 3.00 cm Kriteria perencanaan untuk unit sistem isolasi dapat dilihat pada Tabel 3. Sistem isolasi Material: − cukup kuat − dapat menahan panas − tidak menyerap uap air − murah harganya − emisivitas rendah: 1–5% Digunakan bahan Streofoam tebal 2. Departemen Pekerjaan Umum. Unit Kriteria Bahan 1.25 Kriteria Perencanaan Kotak Destilator DSAK No.00 cm. Puslitbang Permukiman.25.00 cm 2. 2004 4.80 cm Kotak destilator bagian dalam dilapisi aluminium foil Kriteria perencanaan untuk unit kotak kayu dapat dilihat pada Tabel 3. Untuk saluran: − induk − lateral kondensat Untuk saluran: − induk − lateral kondensat 4. Unit Kriteria Keterangan 1. Departemen Pekerjaan Umum. Puslitbang Permukiman.00 mm Sumber: Tata Cara Perencanaan Destilator Surya Atap Kaca.00 cm Sumber: Tata Cara Perencanaan Destilator Surya Atap Kaca. Kotak kayu Material: − cukup kuat − tidak berubah bentuk bila kena panas − tidak mudah lapuk Material: − tahan korosi − ringan − tahan panas − mudah dibentuk Digunakan kayu borneo tebal 3.26.00 cm Ketebalan 2. Puslitbang Permukiman.50 meter Lebar 1.

....60 m β = b/c = 4..00 meter 0..46 ϒ = a/c = 3......... Diameter 10 cm (4 inchi).50 m = 4..... Produksi kondensat dihitung dengan persamaan: Qr = m x Qu . (Tmedia4 – Tluar4) ................. Bak Penampung Air Baku Bahan pipa PVC....2 = 0....50 meter 1..25 liter.... dengan: 좠 = b/c 좠 = a/c b = Lebar destilator (ft) c = Tinggi destilator (ft) a = Panjang destilator (ft) Jika: b = Panjang destilator = 1....... (18) dengan pengertian: Qr = kalor yang diserap (Btu/jam) Qu = kalor penguapan (470.....28/2... ϕ ..lbm ..... Volume penampungan 6........64 F 1 .......92 ft = − Lebar = 3...45359237 ------....28 ft c = Tinggi destilator = 0.80 cm........................92/2 2 = 2..... 7............. Dimensi Unit Pengumpul Kalor (Kolektor) dapat ditentukan dengan rumus: Qr = A ...60 meter (19) 75 . Perhitungan 1..0 = 1.. Dimensi Unit Destilasi Dari hasil kajian diperoleh dimensi − Panjang = 4...92 ft a = Lebar destilator = 1.....4 Btu/jam ) m = produksi kondesat (lbm) Qr m = ------.. Qu Qr m = 0..00 ft = DSAK sebagai berikut: 1.... Bak Penampung Air Olahan Jerigen/ember kapasitas 10 Liter e.... Panjang 0....28 ft = − Tinggi = 2..... (1-F ) ..1417 x 10-8 Btu/ft2 = jam R4 Tmedia = Temperatur media R (Ranki) Tluar = Temperatur luar R (Ranki) F = Konfigurasi dua bidang infenitesimal yang berhadapan.....00 m = 3......35 2............Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengembangan SPAM Sederhana 6........... (17) dengan pengertian: Qr = Kalor yang diserap media (Btu-jam) A = Luas media (ft2) ϕ = Konstanta Steffan Bostman 0............(liter) Qu 3......

Kebutuhan ini dapat dihasilkan melalui 4 (empat) unit DSAK yang berproduksi 1 hari selama 8 jam. 2004 Gambar 3. maka keperluan air bersih = 5 orang x 5 Liter = 25 Liter.55 Aplikasi Destilator Surya Atap Kaca Gambar 3. Pekerjaan Umum. Sumber: Petunjuk Teknis Destilator Surya Atap Kaca.Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengembangan SPAM Sederhana Laju produksi kondensat selama delapan jam = 6.440 L Jika 1 keluarga 5 orang kebutuhan minum 1 orang / hari = 5 Liter.56 Contoh : Destilator Surya Atap Kaca 76 . Puslitbang Permukiman Dep.

Puslitbang Permukiman Dep.57 Komponen Destilator Surya Atap Kaca 77 .Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengembangan SPAM Sederhana Sumber: Petunjuk Teknis Destilator Surya Atap Kaca. Pekerjaan Umum. 2004 Gambar 3.

Pengelolaan Instalasi Pengolahan Air Minum dengan Sistem Reverse Osmosis dilakukan oleh Koperasi. Air Payau (Brakish water). Ketentuan Umum yang harus dipenuhi dalam menyusunan penyelenggaraan sistem Instalasi Pengolahan Air Minum dengan Sistem Reverse Osmosis adalah sebagai berikut: a.6 Reverse Osmosis a. antara lain Air Laut (sea water). Bangunan Pelindung IPA RO disesuaikan dengan keadaan lokasi.Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengembangan SPAM Sederhana B. c. Mengikuti petunjuk operasi dan pemeliharaan. Uji kimia dan fisik secara lengkap dilakukan setiap 6 (enam) bulan sekali. perorangan yang telah memperoleh pelatihan . Perangkat unit pengolahan terdiri dari: a. air dengan kadar Fe tinggi. Pelaksanaan Konstruksi Dalam Pedomandan Tata Cara Pelaksanaan Konstruksi Instalasi Pengolahan Air Minum Sistem Reverse Osmosis ini diambil contoh untuk pengolahan dengan air baku dari sumur dalam dimana Sodium (Na) ± 5000 ppm. 3. b. b. Ketentuan Umum Ketentuan umum dalam pembuatan Instalasi Pengolahan Air Minum dengan Sistem Reverse Osmosis meliputi: 1. Perangkat Unit Pengolahan (Treatment Plant) Unit Filter dengan bahan Polyglass tank yang tahan tekanan dan tahan karat Pompa-pompa dari bahan Steinless Steel Transparant housing Filter Tangki Air baku juga dari bahan anti karat b. dan air yang karakteristiknya sulit untuk diolah dengan instalasi konvensional. Untuk unit RO digunakan RO dari pabrikan yang sudah sesuai dengan standar (AWWA) 4. Air baku yang digunakan Instalasi Pengolahan Air Minum dengan Sistem Reverse Osmosis Instalasi Pengolahan Air Minum harus tergantung air dengan karakteristik yang ada dilokasi tersebut. Uji mutu air olahan harus di periksa minimal setiap tiga bulan untuk uji bakteriologi khusus analisa coliform. Total suspendidi solit ± 24800 ppm dan kapasitas pengolahan 50 m³ perhari . Spesifikasi teknis b. TDS tinggi. Mengikuti petunjuk pelaksanaan konstruksi dan c. Desinfeksi menggunakan ozonizer atau uv Tangki penyimpanan air olahan dari bahan Food grade. Bahan-bahan yang digunakan sebaiknya semua dari bahan anti karat. Satu unit pH balance injector dengan tangki bahan kimianya. 2. Pengolahan Instalasi Pengolahan Air Minum dengan Sistem Reverse Osmosis harus memenuhi: a. d. Unit Pengolahan Reverse Osmosis terdiri dari: Satu unit Automatic antiscalant injector terdiri: Dosing Pump untuk bahan kimia antiscalant dan Tangki bahan kimia Antiscalant Satu unit Reverse Osmosis Type tergantung air yang diolah Air laut ( sea water) atau air payau ( brakish water) untuk air baku yang bukan air laut tidak perlu menggunakan bahan kimia antiscalant dan type RO juga berbeda. 78 . Distribusi dengan Hidran Umum dan atau Terminal Air. e.

000 ppm. 6 liter per jam. kapasitas 1.1 bar. Chemical tank kapasitas 250 liter. inlet/outlet 1.0ml/stroke max stroke 100 stroke/menit. 3 HP (2. power 0. Pembangunan rumah pelindung IPA RO. Penyediaan dan pemasangan 1 (satu) unit Distribution pump.5 HP/380-415 volt phase. connection suction DN4. inner/outlet 1.000 liter/jam. type CRN 1-5. bahan steinless steel. max pressure 10 bar. max pressure 10 bar. power 20-30 HP 380/415 volt 3 phase. Penyediaan dan pemasangan 1 (satu) unit Automatic antiscalant injectior sistem terdiri dari dosing pump type DM 1-6. type PS-130 BIT. drainaise valve dan secure valve. high pressure pump type cat pump SS plunger. 5. Membrane thin film composite 4 (empat) unit SW 30-4040 housing 5 (lima) unit 40E100. diaphragm diameter 38 mm. 2. weight 2. recovery 20 – 35% max TDS input 40.Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengembangan SPAM Sederhana Perangkat unit pengolahan terdiri dari: 1. conection discharge DN6. Penyediaan dan pemasangan 3 (tiga) unit Steinless steel housing filter dan atau bahan Polyglass yang kuat tekanan dan anti karat 316 /304. material steinless steel. Penyediaan 1 (satu) unit pH balance injection system dilengkapi digital pH monitor. 7. assecories pressure gauge.2 kw)/380 – 415 volt 3 phase. tinggi total 160 cm. brand grundfos. kapasitas 5200 liter.000 s/d 40. tebal 4 mm. actived carbon anti scalant sebanyak 3 gallon. 6. Penyediaan dan pemasangan unit-unit Filter dengan bahan Polyglass tank yang tahan tekanan dan tahan karat. 3. tinggi 140 cm. resin kation sebanyak 125 kg. type NW-50 (8 x 23”). 4. diaphphragm diameter 38 mm. 2. 2. Penyediaan dan pemasangan 1 (satu) unit pressure tank.7 kg. minimum 36 m³. 3. 4. max kapasitas 6 liter/jam. Penyediaan dan pemasangan 1 satu unit final raw water tank. Disain konstruksi dapat disesuaikan dengan kebutuhan. weight 2. 3. Penyediaan dan pemasangan 1 (satu) unit Small Distribution Pump. diameter 60 cm. Penyediaan dan pemasangan 2 (dua) unit Big flow transparant housing filter. max temperature 50ºC. Unit oengolahan khusus untuk air laut (sea water) Unit Instalasi Pengolahan Air Minum dengan Sistem Reverse Osmosis terdiri dari: 1. 1. terdiri dari pekerjaan (detail gambar dan detail bahan terlampir): 1.5 m3/jam. connection discharge DN6. 1. dosing pump brand Hanna. max pressure 10 bar. power 30 watt/220 volt.0 ml per stroke dengan max 100 stroke / menit. inlet/outlet 2 inchi. inlet/outlet 1 inchi. material steinless steel tebal 5 mm. c. 2. 4. material plastik dan brass. diameter 16 inchi.5 micron sebanyak 10 set. Pembuatan pagar pengaman Gudang penyimpanan bahan kimia Penyediaan Penyediaan Penyediaan Penyediaan Penyediaan polyester catridge filter ukuran 0. 5. sodium bicarbonat sebanyak Penyediaan bahan pendukung Operasional IPA RO (untuk selama masa 6 bulan) terdiri dari: 79 . Pembangunan rumah pelindung IPA bangunan baru seluas 36 m². pressure loss 0. kapasitas produksi 6000 GDP (gallon per day). max pressure 10 bar. type DM 1-6. sesuaikan dengan tekanan/pressure max 6 bar. max pressure 10 bar. kapasitas 15. 8. kapasitas 2.5 inchi. kapasitas maks. Booster pump dengan tipe CRN 8-60. 3. Penyediaan dan pemasangan 1 (satu) unit Stinless Steel Frame. power 30 watt/220 volt dan tangki bahan kimia antiscalant kapasitas 100 liter. sto valve PVC ballvalve. kapasitas 30 liter/menit.7 kg.25 inchi. conection suction DN 4. Penyediaan dan pemasangan 1 (satu) unit reverse Osmosis (sea water membrane type) dengan spesifikasi type SW-6000. antrasit sebanyak 100 kg.

5 l (liter) NASCO 710 kedalam tangki kimia yang ditambahkan air bersih sampai volume 50 liter dan diaduk sampai merata. ditambahkan air bersih sampai volume 50 liter dan diaduk sampai merata. 80 . 2. Pompa dosing untuk NASCO 710. Cek air backwash. ditambahkan air bersih sampai volumenya 50 liter. tutup kembali inlet valve perlahan-lahan hingga hanya air yang keluar. Pada setiap Backwash udara akan keluar dari tabung. kecuali untuk TDS dan Khlorida. dan diaduk sampai merata. Kran pengendali aliran buangan dan kran keluaran (throtting valve) pompa sentrifugal. Tunggu pada posisi ini hingga air yang keluar jernih. bila butiran media penyaring ada yang keluar. 4. kualitas air yang dihasilkan dan jumlah air olahan yang akan dihasilkan. Bahan-bahan kimia yang diperlukan adalah: 1. 2. Anti Biofouling yang dimasukkan 2. urutan langkahnya yang harus ditempuh pada permulaan pengoperasian sistem RO dapat diungkapkan sebagai berikut: 1.Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengembangan SPAM Sederhana d. NASCO 738-S dan NASCO 208 akan beroperasi bersama (juga secara otomatis) begitu pompa tekanan tinggi untuk sistem RO mulai bekerja. Perlahan-lahan tutup pengendali aliran buangan (concentrate flow control valve) hingga tekanan operasi pada alat ukur (operating pressure gauge) menunjukkan 50 psi. Jangan gunakan unit RO ini untuk air baku yang tergolong air limbah. lalu bilas hingga bersih dan kembalikan multifunction valve pada posisi service lakukan backwash terhadap saringan besi mangan dan karbon aktif dengan mengulangi langkah 6 hingga 9. Langkah awal Operasi Unit RO. 3. 2. Larutan desinfektan (bila perlu) berisikan 250 gr kaporit ke dalam tangki larutan desinfektan. ditambahkan 25 liter air dan diaduk sampai merata. Besi mangan dan karbon aktif harus pada posisi service.5 – 5 liter NASCO 208 ke dalam tangki kimia. Buka 100% kran (valve) masukan air baku. dan masuk ke dalam tangki reaktor atau tangki pencampur. Air baku yang sudah dipastikan memenuhi standard air baku untuk sistem IPA RO ini dipompa dengan tekanan dorong minimum 5 sampai 6 bar. Cuci Balik saringan pasir dengan cara mengatur multifunction valve pada posisi backwash (Bkw) jangan lupa untuk membuka valve/kran pembuangan pada setiap operasi pencucian balik pada setiap tabung penyaringan dan menutup inlet valve untuk tabung penyaring berikutnya. Air baku sangat menentukan bagi tekanan operasi membran. Menyediakan saringan pasir. Langkah awal operasi pengolahan pendahuluan adalah: 1. Secara umum gambaran tentang urutan-urutan proses pengolahan dalam sistem ini dapat dilihat pada gambar 3. Larutan kalium permanganat berisi 0. Tata Cara Pengoperasian dan Pemeliharaan Sebelum operasi pengolahan dimulai. pompa dosing kalium permanganat atau khlorin/kaporit (bila ada) akan bekerja secara otomatis begitu pompa air baku bekerja. Adifit 1 berisi 0. 3. Cek semua sambungan perpipaan dan perlengkapannya serta tekanan operasinya. Unit ini adalah untuk memproduksi air minum. tunggu hingga air yang keluar dari valve ini benar-benar air dan tidak tercampur udara. ditambahkan air bersih sampai volumenya 50 liter. 3. Antiscalant. umur membran.5 kg (kilogram) kalium permanganat ke dalam tangki kimia. sehingga sedapat mungkin kualitas air baku yang dipakai memenuhi syarat air baku air minum. Isi 0. Semua valve pada suction (masukan) dan discharge (keluaran) pompa harus terbuka. Setelah itu. 4. 5.53. diaduk sampai tercampur rata.5 kg (kilogram) NASCO BW 738-S kedalam tangki kimia. harus dilakukan persiapan pembuatan larutan kimia yang akan diinjeksikan kedalam proses pengolahan. Hidupkan pompa air baku.

6 m³/jam. 81 . Lanjutkan pengaturan kran pengendali hingga tekanan operasi sekitar 296 psi. Jika terdapat kebocoran.6 m³/jam tercapai. Ulangi langkah 2 s/d 7 hingga tekanan operasi sekitar 296 psi dan tekanan pada aliran air buangan sekitar 291 psi. Setelah debit tersebut tercapai. 7. Jumlah debit air hasil olahan dan aliran buangannya bandingkan besaran-besaran angka ini dengan yang terdapat pada tabel 6. 6. Debit air baku yang masuk ke sistem RO harus 0. Setelah beroperasi satu jam.Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengembangan SPAM Sederhana 4. matikan pompa dengan memutar MAN-OFF-AUTO swith ke OFF. 5. 8.0 m³/jam (maksimum). Perbaiki kebocoran. Perlahan-lahan kurangi debit air baku dengan menutup kran keluaran (throttling valve) setelah pompa sentrifugal hingga debit air baku sebesar 0. Pada saat ini ada kemungkinan debit air baku melebihi 0. perhatikan semua parameter seperti langkah awal pertama. Ulangi prosedur langkah awal setelah 2 jam. dan tekanan operasi sekitar 296 psi. ukur dan catat pada lembar jurnal operasi RO seluruh data operasi yang terdapat pada alat ukur yang ada. Tutup kran air baku yang masuk ke sistem RO. tekanan akan berubah dan memerlukan perubahan. Jaga jangan sampai lebih dari 1. bilas sistem pada 50 psi selama 30 menit.6 m³/jam. Jika terdapat bahan pengawet diadalam elemen RO.

Dari sumur Dalam atau berupa intake lainnya.Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengembangan SPAM Sederhana 7 8 9 2 4 3 5 6 Unit RO 10 1 Lengkapi dengan masing-masing 2 Catrige 14 Air Baku : 1. 11 13 12 Gambar 3.58 Reverse Osmosis .

Persiapan masyarakat Persiapan masyarakat dilakukan dengan melaksanakan penyuluhan pembuatan. Peralatan dan Perlengkapan: a. arang tempurung kelapa. ijuk. Kandungan organik tinggi. Antiscalant automatic injection sistem 9. dan atau jenis intake lainnya.7 Sistem Pengolahan Air Gambut a. Kerikil. Lokasi harus bersih dari semak-semak dan tumbuhan lainnya b. 14. usahakan sedekat mungkin dengan sumber air. PH balance dan sistem kontrol otomatis 12.kayu untuk penyanggah bila diperlukan h. Kayu. b. kaporit. Pipa PVC ø 1” . kran dan sok valve. Ukuran dan kebutuhan bahan a. Pompa Distribusi yang dilengkapi 2 set . bisa berupa sumur. Pasir (diambil 0. Zat pengumpul (tanah liat/lempung yang berwarna hitam dan berbau) d.2 mm) e. Big Flow catridge filter 5 mikron 2 set 8. Filter dengan media Antrasit dan atau pasir 5. tawas ( PAC) c. Power 25/30 HP. • Cuci bahan media penyaringan sampai bersih 83 . Pressure tank 500 liter 10.Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengembangan SPAM Sederhana Keterangan Gambar 1.74. Sumber air baku. 2. kesadahan rendah. Cat anti karat g. ø ¾” dan atau ø ½” . Filter dengan media softener 6. Tangki penampung air Baku 1 (satu) 5000 liter dari bahan tahan karat Stainless Steel 3. Unit sea water RO kapasitas 6000 GPD. Drum/tong kapasitas 200 liter f. Tangki penampung air olahan. Persiapan Lokasi a. Air gambut (air yang berwarna coklat. sedimen carbon catrige filter 1 mokron Dan untuk desinfeksi pakai sistem uv. 3.3-1. Skala warna PtCO antara 124-571. Pelaksanaan Konstruksi Cara Pembuatan Bangunan Pengolahan Air Gambut: 1. B. Filter Carbon Aktif 7. nlai KmnO4 38-280 mg/L) b. b. kandungan zat organik tinggi. operasi dan pemeliharaan Sistem Pengolahan air gambut. Harus memenuhi ketentuan yang berlaku Jenis peralatan yang harus tersedia sebagai berikut: • Kunci pipa • Gergaji • Alat Ukur • Palu • Peralatan untuk pembersihan 2. masing masing sektar 2 meter. pH rendah antara 3. maksimum tekanan 1000 psi 11. sedimen carbon catrige filter 1 mokron Dan untuk desinfeksi pakai sistem uv. Pompa Distribusi yang dilengkapi 2 set . Pompa Dari bahan Stainless Steel 4. Ketentuan Umum Ketentuan–ketentuan teknis dalam pembuatan Sistem Pengolahan Air Gambut terdiri dari: 1.3. mengenai cara-cara 4. 13. Siapkan semua bahan-bahan dan peralatan yang dibutuhkan untuk • pembuatan bangunan pengolahan air gambut.

Tuang larutan kedalam bak pengendap dengan menyaring. • • • • • 3. baik ketika beroperasi maupun dalam keadaan tidak beroperasi. Persiapan Pengoperasian Persiapan pengoperasian Instalasi Pengolahan Air Gambut meliputi: • • • Periksa apakah drum pengendap maupun drum penyaringan tidak ada kebocoran Periksa apakah kran-kran sudah dalam keadaan tertutup. Ambil 2 pipa PVC ø ¾” sepanjang 35 Cm. dan ijuk 10 Cm dan potongan-potongan batu bata. biarkan 45 s/d 60 menit agar flok-flok yang ada mengendap pada dasar drum. Pasang kran Buat lubang pada dasar drum/tong dengan tutup ini untuk lobang penguras. Penyusunan drum endapan dan drum penyaringan • • • • Drum pengendapan dan penyaringan disusun bertingkat Kran-kran ditutup Setelah 30 menit air dari drum pengendapan dialirkan ke drum penyaringan. Buat lobang dengan bor besi 10 cm dari dasar dan pada dinding drum untuk pipa penyaring Pasang pipa penyaring yang sudah dibalut pada socket yang sudah tersedia. 2. ijuk 5 Cm.Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengembangan SPAM Sederhana • Bersihkan drum/tong yang akan dipakai dan di cat apabila diperlukan. Membuat drum penyaring • Buat lubang untuk pemasangan pipa penyaring pada drum/tong penyaring 10 Cm dari dasar drum. Pipa PVC dilubangi secara teratur sepanjang 20 Cm Bagian pipa yang dilubangi dibalut dengan ijuk kemudian diikat dengan tali plastik. • Buatkan penyanga-penyangga dari kayu. • Isi drum berturut dengan kerikil setebal 20 Cm. kran dari bak pengemdap duka dan alirkan air ke drum penyaring. 5. alum sulfat/tanah lempung sebagai bahan koagulan dan juga karbon aktif untuk menyerap bau dan warna. Boleh menambahkan air kapur untuk menetralkan. Aliran air yang keluar dari drum penyaringan disesuaikan dengan masukan dari drum pengendap. kemudian larutkan dalam air ± 2 liter dalam ember. b. c. 84 . Operasi a. Siapkan bahan-bahan yang diperlukan untuk proses awal yaitu kapur sebagai bahan penetralisasi. Membuat drum pengendap • • • • 4. Kemudian lakukan pengadukan dengan batang pengauk selama 5 s/d 10 menit. Perlu diperhatikan media penyaringan harus betul-betul terendam air. Pelaksanaan Pengoperasian Pelaksanaan pengoperasian Pengolahan Air Gambut sebagai berikut: • • • • • • • Air gambut masukkan kedalam drum sebanyak 200 liter semua kran pastikan dalam keadaan tertutup . Salah satu ujungnya diberi ulir Pasang karet Pasang pipa penyaring di drum pengendap dan penyaring dengan jarak 10 cm dari dasar drum/tong. Siapkan tanah lempung sekitar ½ kg atau 40 sendok makan. arang kelapa 10 Cm. Tata Cara Pengoperasian dan Pemeliharaan 1. • Penyusunan Drum endapan dan penyaring disusun bertingkat • Kran-kran ditutup dan air diisikan kedalam bak pengendap.

Cat bagian –bagian drum yang perlu di cat . Pemeliharaan Bulanan dan Tahunan • • • • • Tabel 3. Drum pengendap. periksa kebocoran. Periksa drum dari kerusakan dan atau bocor segera tambal. kran-kran. Periksa kran-kran apa ada yang rusak atau tidak berfungsi.27 Pemeliharaan Instalasi Air Gambut PEMELIHARAAN PERLENGKAPAN SISTEM Harian / Bulanan Tahunan mingguan 1. Pemeliharaan harian atau mingguan Pemeliharaan sumur pompa tangan yang dilakukan setiap hari atau minggu sebagai berikut: • • Setiap hari dibersihkan terutama setelah selesai dipakai. buang endapan dari kran pembuang. Pemeliharaan a. Drum penyaringan. KETERANGAN Bersihkan drum pengendap setiap selesaidipakai. lalu drum bersihkan dengan air sampai bersih. kalau peru segera diganti. bersihkan dan kemudian disusun kembali seperti awal. dan kerusakan dari sambungan pipa yang ada dan juga krankran adakan perbaikan dan penggantian. b. Periksa kalau air yang keluar keruh.Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengembangan SPAM Sederhana 2. V V V V V 85 . Periksa kayu-kayu penyangga apakah ada yang rusak dan apabila ada segera diperbaiki. atau secara rutin setiap minggu bersihkan drum penyaringan dengan menuangkan air pelan-pelan ke dalm drum penyaringan sampai air yang keluar kembali bersih. dudukan/penyangga dari kayu dan lingkungan instalasi pengolahan air gambut. Bisa dilakukan pembongkaran media filtrasi. pipa-pipa saringan.

60 Detail Saringan tanpa skala 86 .59 Detil Pemasangan Pipa pada Wadah Arang batok kelapa/ Karbon aktif Ijuk Kerikil sebesar jagung Kerikil kasar Pasir 40 cm Gambar Detai Saringan tanpa skala Gambar 3.Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengembangan SPAM Sederhana Gambar 3.

1. d. Kunci pipa sebanyak 1 buah digunakan untuk memasang socket draft dan kran Gergaji kayu untuk memotong kayu (pembuatan penyangga) Alat ukur digunakan untuk mengukur benda-benda atau bahan Gergaji besi digunakan untuk memotong pipa-pipa Palu digunakan untuk memaku (pembuatan penyangga) Peralatan pembersih untuk membersihkan tempat sekitar SARUT. 6. 5. Peralatan Peralatan yang diperlukan dalam pelaksanaan pembuatan SARUT adalah sebagai berikut : a. Wadah SARUT harus dari bahan yang tidak bocor Penempatan SARUT diusahakan dekat dengan sumber air Lokasi tempat SARUT harus bersih dari semak-semak dan tumbuhan lain Penggunaan peralatan dan bahan-bahan sesuai dengan peraturan yang berlaku Ada partisipasi masyarakat untuk dan melaksanakan pembuatan. e. pengoperasian pemeliharaan SARUT Pemilihan jenis SARUT sesuai dengan karakteristik sumber air baku (kuantitas dan kualitas). c.61 Instalasi Pengolahan Air Gambut B.8 Saringan Rumah Tangga (SARUT) a. 3. b. f. 4. dan b. Ketentuan Teknis Bahan-Bahan Bahan yang diperlukan untuk pembuatan SARUT meliputi : 87 .Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengembangan SPAM Sederhana Tanah Lempung/PAC Boll Gambar 3. 2. Ketentuan Umum Pembuatan SARUT harus memenuhi ketentuan sebagai berikut : 1.55 Instalasi Pengolahan Air Gambut Gambar 3. 2.

03 sampai 0. terdiri dari 4 tipe sebagai berikut: a.11 milimeter per detik atau 30. Tipe IV digunakan bila air baku yang dipilih berasal dari air tanah yang mengandung zat besi atau Fe dan Mn atau mangan. b. 100 liter pasir halus yang bersih bergradasi 1 sampai 2 mm c.6 mm d. Tipe I digunakan bila air baku yang dipilih berasal dari air permukaan dengan tingkat kekeruhan rendah.28: 88 . 15 liter arang batok kelapa sebagai karbon aktip sebanyak f.5 sampai dengan 120 liter per jam sesuai gambar pada lampiran. Tipe III dibunakan bila air baku yang dipilih berasal dari air permukaan dengan tingkat kekeruhan tinggi. faktor kecepatan filtrasi berkisar 0. sesuai gambar pada lampiran. c. Tipe II digunakan bila air baku yang dipilih berasal dari air permukaan dengan tingkat kekeruhan sedang. Dua buah drum berdiameter 60 centimeter dan tinggi 90 cm (kapasitas sekitar 200 liter). d. Pipa PVC diameter ¾” atau 20 mm sepanjang 2 meter Perlengkapan pipa yang sesuai dengan spesifikasi SARUT kapasitas 200 liter 3. 15 liter kerikil kasar yang bersih bergradasi 10 mm e. sesuai gambar pada lampiran. Tipe Saringan Rumah Tangga Tipe Saringan Rumah Tangga. Drum pertama digunakan sebagai bak penampung air baku dan bak pembubuh koagulan dan drum kedua sebagai bak penyaring b. Jenis ukuran dan jumlah bahan SARUT saperti pada Tabel 3. sesuai gambar pada lampiran.Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengembangan SPAM Sederhana a. 25 liter kerikil halus yang bersih bergradasi 4 .

TABEL 3. JUMLAH BAHAN UNTUK SARUT No. UKURAN.28 JENIS. 1 2 Jenis Pekerjaan Tabung/drum diameter 60 cm 200 liter Pasir halus Volume dan jumlah bahan Tipe I 2 buah t : 30 cm v : 84 liter 3 4 5 6 7 8 Kerikil halus tebal 5 cm Kerikil kasar tebal 10 cm Arang batok kelapa tebal 5 cm dibungkus kasa nyamuk plastik Pipa PVC diameter 3/4" Pipa PVC diameter 1" Perlengkapan Pipa (accessories) Ball Valve diameter 3/4" dan 1" Ball Valve Kran diameter 1/2" Socket draft luar PVC diamater 3/4" Socket draft luar PVC diameter 1" Socket draft dalam PVC diameter 1/2" Socket draft dalam PVC diameter 3/4" Socket draft dalam PVC diameter 1" Knee/Bend PVC diameter 3/4" 1 buah 1 buah 4 buah 3 buah 1 buah 2 buah 1 buah 2 buah 1 buah 1 buah 4 buah 3 buah 1 buah 2 buah 1 buah 2 buah 1 buah 1 buah 4 buah 3 buah 1 buah 2 buah 1 buah 2 buah 1 buah 1 buah 4 buah 3 buah 1 buah 2 buah 1 buah 2 buah v = 14 liter 28 liter 2 meter 2 meter Tipe II 2 buah t : 25 cm v : 70 liter v = 14 liter 28 liter 14 liter 2 meter 2 meter Tipe III 2 buah t : 30 cm v : 84 liter v = 14 liter 28 liter 2 meter 2 meter Tipe IV 2 buah t : 30 v : 84 liter v = 14 liter 28 liter 2 meter 2 meter .

Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengembangan SPAM Sederhana

No.

Jenis Pekerjaan

Volume dan jumlah bahan Tipe I

1 buah Tipe II 3 buah 7 buah 1 buah 1 buah -

1 buah Tipe III 3 buah 7 buah 1 buah 1 buah -

1 buah Tipe IV 3 buah 7 buah 1 buah 1 buah -

9 -

Knee/Bend PVC diameter 1" Dop PVC diameter 3/4" Ring Karet PVC diameter 3/4" Ring Karet PVC diameter 1" Pompa Karet Penyangga Tinggi penyangga atas Tinggi penyangga bawah Lantai atas Lantai bawah Balok kayu 8/12 cm Balok kayu 5/7 cm Paku Keterangan : t = tebal lapisan v = volume

3 buah 7 buah 1 buah 1 buah -

120 cm 20 cm 60 x 120 cm 60 x 120 cm 20 m 15 m 70 buah

120 cm 20 cm 60 x 120 cm 60 x 120 cm 20 m 15 m 70 buah

120 cm 20 cm 60 x 120 cm 60 x 120 cm 20 m 15 m 70 buah

120 cm 20 cm 60 x 120 cm 60 x 120 cm 20 m 15 m 70 buah

Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengembangan SPAM Sederhana

c. Cara Pengerjaan 1. Persiapan Sebelum pelaksanaan pekerjaan dimulai harus diperhatikan persiapan-persiapan sebagai berikut : a. Pilih lokasi lahan yang dekat dengan sumber air baku b. Tentukan tipe SARUT yang akan dipilih sesuai dengan karakteristik air baku, sebagai contoh adalah SARUT Arang Kelapa (Tipe II) c. Tempatkan bahan-bahan dan peralatan yang akan digunakan disekitar lahan tempat SARUT d. Bahan-bahan untuk media penyaring harus telah dicuci dan dalam keadaan bersih 2. Pembuatan Bak Penampung

Gambar 3.62 Drum kapasitas 200 liter

Gambar 3.63 Penyiapan Drum & Pembuatan Lubang

Pembuatan bak penampung dapat dilakukan sebagai berikut: a. Siapkan drum atau tabung berdiameter 60 centimeter berkapasitas 200 liter dan tidak bocor, seperti gambar 3.56 b. Buat dua buah lubang di sisi drum yang mempunyai diameter ¾ " atau 20 mm. Lubang pertama terletak pada dasar drum akan berfungsi sebagai pipa pembuang dan lubang kedua terletak sekitar 20 cm dari dasar drum digunakan sebagai pipa keluar air baku ke bak penyaring, seperti gambar 3.57 c. Rakit socket dan pipa sesuai dengan spesifikasi SARUT kapasitas 200 ltr, kemudian pasang pada bak penampung, seperti gambar 3.58 d. Tempatkan drum bak penampung di atas panggung (dari kayu) dengan ketinggian sekitar 100 cm dari atas tanah, seperti gambar 3.59

Gambar 3.64 Merakit perpipaan dan socket Gambar 3.65 Perakitan Pipa Dan Soket 91

Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengembangan SPAM Sederhana

3.

Pembuatan Bak Penyaring

PAC

SARUT PEMBUBUHAN PAC
Socket drat dalam Ring karet
Dinding sarut Ring karet Boll valve

A

Socket drat dalam Socket drat luar Boll valve Socket drat luar Pipa PVC Ø 3/4" Dop Ø 3/4"
Socket drat luar Socket drat dalam

DETAIL A "PEMASANGAN PIPA PADA WADAH"

A
PVC Ø 3/4"

B
Bend 90° Kran Ø 1/2"

Kerikil kasar 5 cm Kerikil jagung 10 cm Pasir 40 cm

Gambar 3.66 Drum kapasitas 200 liter

Gambar 3.67 Peletakan Bak Penampung dan Bak Penyaring

a. Siapkan drum atau tabung berdiameter 60 centimeter berkapasitas 200 liter dan tidak bocor b. Buat tiga buah lubang di sisi drum yang terletak segaris dengan diameter ¾ " atau 20 mm. Lubang pertama terletak pada dasar drum akan digunakan untuk pipa keluar air bersih dan penguras bak, lubang kedua terletak sekitar 40 cm dari dasar drum digunakan sebagai pipa pembuang, dan lubang ketiga terletak sekitar 80 cm dari dasar drum berfungsi sebagai pipa peluap seperti gambar 3.60 c. Rakit pipa penangkap air bersih yang akan diletakkan di dasar bak penyaring yang akan dihubungkan dengan pipa keluar air bersih pada bagian dasar bak penyaring. Rakit pipa pembuang dan pipa peluap beserta kelengkapan pipa (belokan dan valve) sesuai dengan spesifikasi SARUT kapasitas 200 liter, kemudian pasang pada bak penyaring seperti gambar 3.61. d. Tempatkan drum bak penyaring di atas wadah yang terletak di atas tanah di sebelah bak penampung. Perbedaan tinggi antara bak penampung dengan bak penyaring sekitar 1 m, seperti gambar 3.61.

Gambar 3.68 Penyusunan Media Saringan

Gambar 3.69 Pengoperasian SARUT

e. Masukkan media penyaring ke dalam bak penyaring sesuai dengan ketentuan. Petama kerikil kasar (tebal 5 cm), kerikil halus (tebal 10 cm), dan pasir (tebal 40 cm), seperti gambar 3.62.

92

Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengembangan SPAM Sederhana

f. 4.

Air baku siap dimasukkan kedalam bak penampung yang akan dialirkan ke bak penyaring untuk disaring, seperti pada gambar 3.63.

Cara Pembuatan Karbon Aktip Tempurung Kelapa Pembuatan karbon aktip tempurung kelapa dapat dilakukan sebagai berikut :

Gambar 3.70 Penyiapan Bahan Karbon Aktif

Gambar 3.71 Lubang Pembakaran

Gambar 3.72 Pembakaran Tempurung Kelapa

Gambar 3.73 Penyiraman Arang Kelapa P i D

a. Bersihkan tempurung kelapa dari kotoran yang masih melekat pada sisi permukaan tempurung b. Cuci dengan air bersih, kemudian hancurkan menjadi ukuran sesuai yang diperlukan c. Rendam dalam air bersih selama 11 sampai 24 jam, angkat dan keringkan, seperti pada gambar 3.63 d. Buat lubung pembakaran dengan kedalam 30 mm, seperti pada gambar 3.64 e. Bakar tempurung kelapa dalam lubang pembakaran sampai tidak terdapat asap lagi, seperti pada gambar 3.65 f. Tutup dengan karung goni basah tempurung kelapa hasil pembakaran, seperti gambar 3.66 g. Biarkan sampai dingin kembali untuk menjadi karbon aktip seperti pada gambar 3.67, karbon aktip siap untuk digunakan d. Cara Pengoperasian dan Pemeliharaan 1. Pengoperasian a. Persiapan Pengoperasian 1) Cek instalasi SARUT dari kebocoran 2) Bersihkan dan cuci seluruh bahan dan peralatan sampai benar-benar bersih 3) Cat drum bagian luar dan dalam

93

Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengembangan SPAM Sederhana

b. Pelaksanaan Pengoperasian 1) Untuk air baku dengan kekeruhan rendah (Tipe 1) • • • • • • • • • • • • • • 2. Tuangkan air baku dalam drum I Pancarkan air melalui kran I ke drum II Gunakan air yang keluar dari kran II setelah didiamkan selama 5 menit Tuangkan air baku dalam drum I Pancarkan air melalui kran I ke drum II Gunakan air yang keluar dari kran II setelah didiamkan selama 15 menit Isi drum dengan air baku Bubuhkan dua sendok makan poly alumunium chlorida (PAC), aduk rata dan cepat pada satu menit pertama , aduk lambat pada menit berikutnya Tambahkan larutan kapur satu sendok makan jika terjadi penggumpalan Diamkan 5 menit sampai kotoran mengendap di drum I Buka kran kalau air akan digunakan Isi drum I dengan air tanah Pancarkan air dari bak I dan dak II Buka kran kalau air akan digunakan

2) Untuk air baku denga kekeruhan sedang (Tipe 2)

3) Untuk air baku denga kekeruhan tinggi (Tipe 3)

4) Untuk sumber air dari air tanah

Pemeliharaan a. Pemeliharaan harian atau mingguan 1) Hindarkan saringan dari kontak langsung dari sinar matahari 2) Jaga kebersihan dan keamanan sekitar bangunan saringan rumah tangga 3) Lakukan terhadap Tipe 1, 2, 4 sebagai berikut: • Kuras dengan membuka kran III secara periodik setiap 2 minggu • Kupas bagian permukaan pasir setebal 5 cm dan cuci hasil kupasan sampai bersih, kemudian masukan hasil cucian ke dalam bak semula • Kuras saringan jika terjadi penyumbatan filter 4) Lakukan terhadap Tipe 3 • Kuras drum I dengan membuka kran 3 secara periodik setiap 5 kali pengolahan b. Pemeliharaan Bulanan 1) Terhadap Sarut Tipe 1 dan 4 • Pencucian setiap 4 bulan atau tergantung terjadinya penyumbatan filter 2) Terhadap Tipe 2 • Angkat atau ganti batok arang kelapa (karbon aktif) setiap 2 bulan • Lakukan pencucian setiap 4 bulan atau tergantung terjadinya penyumbatan filter 3) Lakukan terhadap Tipe 3 • Lakukan pencucian setiap 4 bulan atau tergantung terjadinya penyumbatan filter c. Pemeliharaan Tahunan 1) 2) 3) 4) cuci dan perbaiki drum apabila terjadi kebocoran perbaiki atau ganti apabila pipa dan atau penyangga rusak jaga kebersihan lokasi SARUT Buat kelengkapan cara pemeliharaan dan pasang di dekat instalasi SARUT, sesuai tabel berikut:

94

pengurasan drum pasir. cincin beton. 3. ember atau pengki. 3. Cara Pengerjaan 1. Tempatkan cincin beton pada titik dimana sumuran pengumpul direncanakan b.Pengecatan dan pencucian drum. Perbaikan SARUT 1. 2.2 dan 4) Drum (tipe 3) 2. retakan pada kayu penyangga baik pada drum I maupun II ganti drum dengan yang baru jika kebocoran cukup besar Catat dan simpan data kerusakan yang terjadi pada SARUT Catat perbaikan yang telah dilaksanakan catat pergantian batok arang untuk persiapan pembuatan pereode berikutnya laporkan catatan ini kepada penanggung jawab untuk perbaikan SARUT selanjutnya f. pipa PVC. penggantian carbon aktif . 5. pahat.Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengembangan SPAM Sederhana Perlengkapan Sistem 1. plastik tebal atau terpal. penggantian/perbaikan pipa dan penyangga. 4. cangkul. Ketentuan Umum 1. v v v Pencucian filter. kran. 3. lokasi SARUT Pemeliharaan Harian/Mingguan Bulanan v Tahunan - Keterangan pengupasan pengurasan . carbon aktif 3. terutama pada perencanaan galeries yang mempunyai pipa lateral lebih dari satu cabang Material yang diperlukan adalah: pipa PVC. 4. Media penyaring (tipe 1. 1. 4. Teknis c. 2. 95 . alat pelubang pipa. pembersihan lokasi e. Drum.9 Saringan Pipa Resapan a. 2.5 m dari dasar sumber air permukaan atau sampai ditemukannya muka air tanah Sumur pengumpul ditempatkan pada bagian tengah sistem. palu. Lokasi harus dekat dengan sumber air permukaan dan daerah permukiman Lokasi tidak terendam air sewaktu permukaan air di sumber mencapai tinggi maksimum Lokasi bangunan harus bersih dari semak belukar atau tumbuhan liar Arah aliran dalam lapisan tanah Jarak galian tanah dengan sumber air minimum 3 m Penempatan pipa lateral minimum 0. perbaiki kebocoran pada drum. kerikil pasir Peralatan yang diperlukan adalah: pita ukur. 2. Pelaporan SARUT B. skop. kasa nyamuk plastik. Filter. 1.

fiberglass dan GIP atau sejenis dengan spesifikasi mampu untuk menahan tekanan dari dinding atau batuan Pipa jambang dibuat muncul minimal 50 cm di atas lantai beton pengaman Diameter pipa jambang minimal 4” 2. Pipa buta Bahan untuk pipa buta adalah pipa baja atau bahan lain seperti PVC. fiberglass dan GIP atau yang sejenis dengan spesifikasi mampu untuk menahan tekanan dari dinding tanah atau batuan 3. dengan kedalaman 0.Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengembangan SPAM Sederhana 2. iii. Gali tanah pada bagian dalam cincin sehingga cincin turun sampai permukaan bagian atas rata dengan muka tanah Letakkan cincin beton kedua diatas cincin beton pertama dan penggalian dilanjutkan. Bukaan (25-40)% tergantung jenis material pada akifer Jumlah rod base 20-36 buah kawat penyangga Tebal kawat yang umum dipakai berkisar antara (2–2. ii. • • • iii.5) mm Pipa saringan dapat dibuat dari jenis PVC. Komponen prasarana dan sarana Prasarana dan sarana yang membentuk SPAM Komunal Air Tanah Dalam terdiri dari: 96 . Definisi Sistem penyediaan air minum komunal air tanah dalam adalah sistem penyediaan air minum yang menggunakan air tanah dalam sebagai sumber air baku untuk air minum. 6. 7. Tipe saringan atau screen adalah “Wire Wound Continuous Slot” on “Rod Base” yaitu berbentuk kawat yang melingkar pada penyangga (rod base) dengan jarak kawat yang sama Syarat teknis pipa saringan: ii. sehingga cincin beton sesuai dengan panjang pipa lateral. 5. Konstruksi sumur dalam terdiri dari: 1. demikian seterusnya hingga kedalaman yang direncanakan dan atau sampai berada pada kedalaman 2 m dibawah lapisan air tanah Buat galian memanjang diluar cincin beton. 9. C. 3.5 m dari lapisan air tanah Pasang pipa lateral yang telah diberi pelindung pada sumur pengumpul Urug kerikil dan pasir sesuai spesifikasi Tutup bagian atas lapisan dengan plastik tebal atau terpal Urug kembali dengan tanah dan dipadatkan Pasang pompa di sumur pengumpul sesuai ketentuan yang berlaku. 8. Bahan pipa baja atau bahan lain seperti PVC. Pipa jambang (casing): i.1 Sumur Air Tanah Sedang/Dalam (SATS/D) a. Air Tanah C. fiberglass dan GIP yang dibuat oleh pabrik sesuai dengan persyaratan yang ditentukan b. Pipa saringan i. 4.

2. menggunakan bor yang digerakkan oleh tenaga manusia atau tenaga mesin. 5. Sumur Air Tanah Dalam (SATD) adalah sarana penyediaan air bersih berupa sumur dalam yang dibuat dengan membor tanah pada kedalaman tertentu sehingga diperoleh air sesuai dengan yang diinginkan. Pompa Tangan Dalam adalah pompa tangan yang struktur silinder rod-nya terpisah dengan badan pompa (Dibawah muka air tanah minimum). Pompa tangan adalah alat untuk menaikkan air dari dalam tanah kepermukaan tanah dan digerakkan tenaga manusia. 7.29 Bahan Konstruksi Sumur Pompa Tangan No. 2. 8. • Jarak minimum 10 meter dari sumber pengeboran dengan bidang tangki septik. Permukaan air akan lebih rendah apabila air mengalir keluar melalui lubang atau pada saat pemompaan. Parameter sederhana yang menggambarkan besarnya kapasitas air adalah debit spesifik (spesific yield): Kecepatan aliran (liter/detik) Debit spesifik = Penurunan permukaan draw down (m) d. Sumur Dalam adalah lubang sumur dengan kedalaman muka air minimal 7 meter dari permukaan tanah. Bahan-bahan tersebut dapat dilihat pada Tabel 3.Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengembangan SPAM Sederhana 1. Kedalaman dasar pada umumnya lebih dari 30 meter. Perhitungan Dimensi Permukaan statis air tanah dalam berkisar pada kedalaman antara 80 m sampai dengan 200 m. 4. Jenis Pipa Hisap atau pipa tegak Ø 30 mm Pipa selubung PVC Ø 100 mm Pipa saringan PVC Ø 30 mm Satuan Batang Batang Meter Volume 3 1 1 (liter/detik/meter) 97 . berfungsi untuk menahan dan mencegah pencemaran air buangan ke dalam sumur dan sebagai tempat kerja. 1. berfungsi untuk mengalirkan air buangan ke sarana pengolahan air buangan atau ke badan penerima (sungai) dan mencegah terjadinya genangan tempat biakan bibit penyakit. • Peralatan dan perlengkapan harus memenuhi persyaratan yang berlaku. 3. Lubang sumur adalah lubang yang dibuat sampai kedalaman tertentu. Lantai sumur. Soket adalah asesoris untuk menyambung pipa PVC atau pipa besi dengan diameter pipa relatif kecil. Spesifikasi Teknis Spesifikasi teknis SPAM Komunal meliputi spesifikasi alat dan bahan yang diperlukan dalam membangun prasarana dan sarana SPAM Komunal Air Tanah Dalam. 1. lubang galian untuk sampah. 3. • Tenaga pelaksana minimum dua orang dan berpengalaman. c. Bahan Bahan yang diperlukan disediakan sesuai hasil perencanaan dan perhitungan serta memenuhi spesifikasi teknis. Saluran buangan. Penurunan tinggi permukaan air ini disebut penurunan permukaan atau draw down. cubluk. SPAM Komunal Air Tanah Dalam harus memenuhi persyaratan umum sebagai berikut: • Sesuai dengan ketentuan mengenai Spesifikasi Sumur Pompa Tangan.29: Tabel 3. 6.

Peralatan Pengeboran dilakukan dengan alat bor Jetting. 6. 2003 2.30.Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengembangan SPAM Sederhana No. Bangunan Elemen Kemiringan lantai 1. 4. 10. 1 ¼” Jumlah Buah Buah Buah Buah Buah Buah Buah Buah Buah Buah Buah Satuan 1 1 1 1 1 1 1 1 12 1 1 98 . 7. 4. Lubang Sumuran Sumber: Petunjuk Praktis Pembangunan Prasarana dan Sarana Sistem Penyediaan Air Bersih Perdesaan. 5.31 Peralatan Konstruksi Sumur Pompa Tangan No. 10. 11. 6. 9. 1. 2003 Bahan konstruksi yang digunakan untuk pembuatan SPAM Komunal Air Tanah Dalam sesuai Tabel 3. 3 – 5 mm) Semen (50 kg) Pompa Tangan Dangkal M3 M3 Zak Unit Sumber: Petunjuk Praktis Pembangunan Prasarana dan Sarana Sistem Penyediaan Air Bersih Perdesaan.30 Bahan Konstruksi Bangunan SPAM Komunal Air Tanah Dalam No. Dep. Tabel 3.02 2 1 Bata merah untuk lantai sumur Pasir untuk beton lantai Kerikil untuk beton lantai Kerikil saringan sekeliling pipa hisap (dia. 8.3 0. Secara lengkap peralatan yang diperlukan dapat dilihat pada Tabel 3. Soket PVC Ø 30 mm Jenis Satuan Buah Buah M 3 Volume 3 400 0. Lantai Sumur dan Saluran Pembuang Lantai Kemiringan saluran pembuangan Saluran pembuang Diameter lubang sumur Posisi lubang sumur Kedalaman lubang sumur Spesifikasi 1% . 3. 9. 2. 7.2 0. Nama Tripod Kerekan Swivel Head Lierhand Kabel Rit @ 15 meter Pompa 4 – 6 PK Slang Hisap Slang Hantar Pipa Bor Dial ¼ @ 3 meter Mata Bor Jetting Klem Pemutar dia.31: Tabel 3. 8.3% pasangan bata dengan campuran 1 semen : 2 pasir atau beton tumbuk dengan campuran 1 semen : 2 pasir : 3 kerikil Minimal 2% Pasangan bata dengan campuran 1 semen : 3 pasir Disesuaikan dengan diameter pipa selubung Tegak lurus Maksimal 30 meter 2. Kimpraswil. Dep. Kimpraswil. 5.

Kriteria Desain 1. c. B.25 m. Pembuatan Lubang Sumur Bor dengan Alat Bor Jetting a. 2003 e. c. Dirikan tripod di atas lubang tersebut sehingga titik tripod tegak lurus tepat berada di atas lubang tersebut. 1 ¼” Kunci Trimo Rantai Jumlah Batang Buah Buah Satuan 5 1 1 Sumber: Petunjuk Praktis Pembangunan Prasarana dan Sarana Sistem Penyediaan Air Bersih Perdesaan. 3. Atur ujung tripod yang tak dihubungkan. Masukan ujung tambang manila pada kerekan. Ketiga ujung pipa GI ini dihubungkan dengan klem segitiga yang penyambungannya diatur dengan baut dan mur. d. b. Tentukan jenis mata bor yang akan digunakan berdasarkan data formasi tanah. Siapkan peralatan sesuai dengan tabel 3. yaitu jarak minimum 10 meter dari sumber pengeboran dengan bidang tangki septik. Siapkan bahan sesuai dengan tabel 3. Pekerjaan Persiapan Pekerjaan persiapan harus dilakukan sebagai berikut: a. dan C). Pasang mata bor Jetting pada salah satu pipa bor. Potensi air tanah dalam di daerah perencanaan cukup besar dan dapat mencukupi kebutuhan air bersih di daerah perencanaan yang ditunjukkan pada peta geohidrologi daerah setempat. dan E bertugas sebagai berikut: • • • • A bertugas mendorong kaki tripod B dan C bertugas menahan kaki tripod D bertugas mengatur sambungan tripod di tengah. Cara mendirikan tripod adalah sebagai berikut: 1. Bersihkan lahan lokasi sumur pompa dan ratakan dengan ukuran panjang 2 meter dan lebar 2 meter. Tentukan titik pemboran. Begitupun di tempat ketiga ujung tripod berdiri satu orang (D).9. Secara umum kebutuhan air di daerah perencanaan cukup besar 2.Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengembangan SPAM Sederhana No. 14. Ikatkan tambang ke titik pertemuan tiga ujung tripod. B. b. 12. cubluk. Nama Pemutar dia. Dep. 5. d. 2. 2. 13. Cara Pengerjaan 1. sedemikian rupa sehingga ujungujung tersebut menjadi titik-titik dari suatu segitiga sama sisi. sedangkan kapasitas air tanah dangkal tidak memenuhi Ada hasil survey geolistrik yang menunjukkan debit air tanah dalam yang potensial f. Kimpraswil. Satu orang ditugaskan untuk memegang tali ini (E). 4. dan E bertugas menarik tali 99 . Pada masingmasing ujung tersebut berdiri satu orang (A. e. Si E berada di antara B dan C. lubang galian untuk sampah. kemudian ikatkan swivel head pada tambang manila. Lubangi titik lokasi dengan linggis sedalam 50 cm dengan diameter 1.10. C. Gantungkan kerekan pada pertemuan ketiga pipa GI ini. Siapkan 3 batang pipa besi Galvanis (GI) dengan diameter 2 inchi dengan panjang masing-masing 6 meter. Dalam hal ini masing-masing A. Pasang klem pemutar pada pipa rojok setinggi dada.

Mesin pompa dihidupkan. Lumpur dan batuan yang terbawa oleh air pemboran akan mengendap pada kolam penampungan yang pertama. Cara Mendirikan Tripod 6. Kolam ini dipergunakan untuk menampung air setelah dipergunakan untuk membor.Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengembangan SPAM Sederhana Gambar 3. dan dari lumpur dan batuan itu kita dapat melihat lapisan tanahnya. untuk mendapatkan lumpur dan pemeriksaan lapisan tanah. Pipa bor yang sudah ada mata bornya dan sudah dipasang pada swivel head diangkat. A mendorong ujung tripod yang dipegangnya ke arah B dan C sesuai arah tarikan E. f. kemudian pasanglah slang penghantar pada swivel head sedang ujung slang lainnya dipasang pada mesin pompa. e.75 Pengeboran Dengan Alat Bor 100 . Buat kolam penampung air ukuran 75 cm x 75 cm dan dalam 50 cm. i. ujung yang lain dipasang swivel head.30. Hal ini dimaksudkan untuk menghemat pemakaian air. Kemudian air yang ditampung tadi dipergunakan untuk membor lagi.74. Pasanglah bor pada salah satu ujung pipa bor. Buat lagi kolam yang agak kecil. setelah menghisap air dan masuk ke pipa bor melalui swivel head. Sebelum mesin pompa dihidupkan. h. dengan memakai kunci rantai/kunci trimo atau alat pemutar lainnya pipa bor diputar-putar searah dengan jarum jam sambil agak ditekan ke bawah. Sedangkan B dan C menahan ujung tripod yang mereka pegang. g. isi dahulu pompanya dengan air dan periksa dulu olie dan bahan bakarnya. Pasang slang penghisap pada mesin pompa dan ujung slang yang masuk ke dalam air dipasang saringan. diantara lubang sumur dengan kolam penampungan. dimasukkan pada lubang pendahuluan. Langkah 1 – 4 seperti pada Gambar 3. Lakukan ini sehingga tripod tegak simetris dan titik tengah tripod tepat berada di atas lubang pemboran. sambil diatur oleh D. Gambar 3. Air yang keluar dari lubang pemboran ditampung pada kolam penampungan. Selanjutnya E menarik tali perlahan-lahan.

Masukkan tanah padat di atas kerikil hingga mencapai 0. Tutup pipa selubung. m. sampai ii.70 c. Selanjutnya sambungkan pula pipa selubung PVC kedua dan seterusnya. ini sudah ditandai). Dengan adanya putaran-putaran. di atas seperti Gambar 3. Pilih kerikil bersih dengan diameter rata-rata 5 mm. 3. v. Langkah i. Swivel head dibuka. sehingga saringan PVC tepat berada pada lapisan air tanah (waktu pemboran. k. Potong ujung pipa selubung yang berlebih di atas permukaan tanah. tekanan-tekanan. kemudian pipa bor dicabut dan siaplah lubang sumur untuk penyelesaian selanjutnya.Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengembangan SPAM Sederhana j. Pemompaan diteruskan untuk membersihkan lubang sumur sampai air kurasan yang keluar tidak mengandung lumpur lagi. kemudian gali tanah di sekeliling pipa selubung dengan ukuran: • Panjang : 75 cm • Lebar : 75 cm • Dalam : 40 cm 101 . Pembuatan Lantai Sumur dan Pemasangan Tabung Penyangga Pompa i. Kalau diperkirakan sudah mencapai lapisan air tanah. Pengisian Kerikil Pasir dengan Adukan Semen i. Pemasangan Saringan PVC dan Pipa Selubung PVC i. pada waktu itu mesin pompa dimatikan. n. Selama pemboran selalu diperhatikan jenis-jenis tanah yang keluar untuk pengecekan kedalalaman kembali. di atas seperti Gambar 3. Pemboran dimulai lagi. Masukkan adukan semen 1 semen : 2 pasir : 3 kerikil (adukan kedap air) hingga mencapai ketinggian permukaan tanah. demekian seterusnya sampai mencapai kedalaman air tanah yang kita kehendaki.5 meter di bawah permukaan tanah. Sambungkan rangkaian pipa hasil kegiatan langkah a) tersebut dengan saringan PVC 1 ¼” (ujung lain dari saringan PVC ini sudah ditutup dengan dop) iii.69 b. Sambungkan pipa selubung PVC dia 4” dengan sok turunan 4” x 1 ¼” (dari rangkaian pipa selubung PVC dan sok turunan) ii. Langkah a – n seperti pada Gambar 3. iv. Langkah i. serta untuk mengetahui lapisan yang mengandung air yang baik. l. iii. Masukkan rangkaian ini ke dalam sumur (saringan PVC di bawah).69. Setelah pipa bor yang pertama masuk maka disambung dengan pipa bor berikutnya. iv. ii. sampai ii. dan semburan-semburan air maka pipa bor akan turun sedikit demi sedikit. pemboran diakhiri. Masukkan kerikil ke dalam rongga antara pipa selubung dengan sumur bor. Pemasangan Pompa Tangan Dalam a. sehingga tersisa hanya lebih kurang 40 cm. Hentikan pengisian kerikil apabila telah mencapai ketinggian saringan pipa PVC.

24 Pembuatan lantai dan Pemasangan Tabung tabung sumur dan pemasangan Gambar 3. • Pasang kepala pompa pada tangki air dengan baut dan mur. Kemudian pasang tabung penyangga pompa di atas pipa selubung (gunakan water pas untuk memastikan bahwa tabung penyangga itu terpasang tegak lurus).76 Penyambungan Saringan dengan Pipa Hisap Gambar 3. • Isi kembali lubang dengan adukan beton yang sama dengan langkah b) sampai lubang tertimbuni rata dengan muka tanah. Isikan adukan beton (1 semen : 2 pasir : 4 kerikil) ke dalam lubang di atas setinggi 8 cm. • Balut kepala pompa dengan kain. iii.79 Pemasangan Tabung Penyangga Gambar 5. Buka tutup pipa selubung. Pemasangan Tabung Penyangga 102 . • Disaat adukan beton masih basah.78 Pembuatan Lantai Sumur Gambar 5.74 76 cm 76 cm 40 cm Kepala pompa Water pas Flens Tangki air Tabung penyangga pompa Kain Tabung penyangga pompa Gambar 3.77 Pengisian Kerikil Pasir dan Adukan Semen iv. Agar anak-anak tidak bisa memasukkan batu ke dalam sumur. Periksa juga dengan water pas bahwa flens dari tabung penyangga pompa dalam keadaan mendatar. buat lantai sumur dan saluran pembuangan. Gambar 3.72-3.Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengembangan SPAM Sederhana ii. Biarkan lantai sumur dan salurang pembuangan sampai kering (kurang lebih 7 hari) Langkah a) sampai f) di atas seperti Gambar 3. tutup tabung penyangga pompa dengan cara berikut ini: • Pasangkan tangki air dengan baut dan mur pada tabung penyangga pompa.26.

81 Pemasangan selinder rod. Rod. Pemasangan Silinder. pipa hisap dan tangki 103 . pipa.25 Pembuatan Lantai Sumur d.Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengembangan SPAM Sederhana Gambar 3. Pipa Hisap dan Tangki Air Kontra m ur Silinder 2 1 3 Alat penahan pipa Tnka agi ir Gambar 3.80 Pembuatan Lantai Sumur Gambar 5.

Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengembangan SPAM Sederhana i. Pasang dan sambungkan ”tangki air” dengan pipa hisap paling atas. iv. Tahan pipa pengangkat dengan alat pengangkat pipa. ii. Sebelum disambungkan dengan rod dan pipa hisap. Sambungkan pula rod (selalu gunakan sok dan kontra mur) dan pipa hisap berikutnya dengan rod dan pipa hisap pertama. vi. Periksa dengan kontra mur apakah ulir sudah baik (kontra mur harus dapat diputar pada ulir tersebut dari awal sampai ujung ulir dengan hanya menggunakan tangan). Kemudian pasang ”pipa perangkat” pada tangki air. Masukkan silinder dengan rod dan pipa hisap klem. iv. ii. dengan baerlahan-lahan turunkan ”tangki air” sehingga lubang-lubang baut dari tabung penyangga pompa dan pancuran mengarah ke arah saluran sambungan. dan seterusnya sampai silinder tepat berada di bawah muka air tanah minimum. kemudian lepas dan pindahkan klem dari pipa hisap dan tabung penyangga pompa. Selanjutnya. Dengan menggunakan sok dan kontra mur. Pemasangan Kepala Pompa dan Tangkai Pompa Kain Alat penahan Tangki air Gambar 3. iii. Kemudian pasang kontra mur pada rod. tutup bagian atas ”tangki air” dengan kain.82 Pemasangan kepala pompa dan tangki i. iii. Dalam hal ini rod masuk ke dalam lubang yang ada pada kepala pompa. e. Kemudian potong pipa hisap sesuai dengan panjang ulir yang cocok untuk penyambungan dengan tangki air (kira-kira 4 cm lebih tinggi dari ujung atas tabung penyangga pompa). Buat ulir rod dengan sney rod paling kurang sepanjang 5 cm. Sambungkan pula pipa hisap pertama dengan silinder. v. Kemudian pasang kontra mur pada rod. sambungkan rod pertama dengan silinder. Angkat rod setinggi mungkin kemudian pasang alat penahan rod. Tekan rod ke bawah sedalam mungkin kemudian tandai rod dengan gergaji besi setinggi ujung atas dari ”tangki air”. Turunkan kepala pompa ke atas ”tangki air”. Selanjutnya potong rod pada bagian yang sudah ditandai dan kikir bagian bekas terpotong itu. 104 . Untuk mencagah jatuhnya potongan rod yang dipotong ke dalam sumur. vii. periksa silinder apakah berfungsi dengan baik atau tidak.

kemudian sambungkan rantai dengan tangki pompa menggunakan baut. atur kontra mur dan kuatkan secara penuh. Beri minyak atau olie bekas pada rantai sebelum pompa dicoba. pasang mur dan putar secara penuh sehingga sambungan kuat. x. Biarkan air terbuang. xii. Kemudian angkat dan pindahkan alat penahan rod.76 S e ro ny d 4 5 3 Gambar 3. Sekarang pemasangan pompa tangan sudah selesai. vi. mu dan kontra mur pada as pompa dengan kuat. Pasang berturut-turut cincin penutup.Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengembangan SPAM Sederhana v. Melalui kepala pompa masukkan tangkai pompa. vii. Dengan menggunakan dua kunci pas (17 x 19). viii. Langkah a) sampai n) di atas seperti gambar 3. kemudian atur tangkai pompa dan masukkan as pompa ke dalam lubangnya. Angkat kopling rantai dengan batangan besi. Turunkan kepala pompa sedemikian rupa sehingga lubang-lubang baut kepala pompa tepat berada di atas lubang-lubang baut ”tangki air”. Dengan menggunakan pipa yang dimasukkan pada lubang kepala pompa. angkat kepala pompa perlahan-lahan. Pasang baut dan mur. xiii.83 Pemasangan kepala pompa dan tangki pompa 105 . sesudah itu air bisa dipakai. Pompa kira-kira 100 kali. xi. ix.

Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengembangan SPAM Sederhana Pipa besi bulat 6 7 8 Gambar 3.84 Pemasangan kepala pompa dan tangki Kepala pompa Tangki air Tabung penyangga pompa Gambar 3.85 Konstruksi pompa tangan dalam 106 .

iv. Bersihkan badan pompa dan gosok tangki pengungkit Periksa semua mur dan baut dan kencangkan bila ada yang kendor Beri minyak pelumas pada bagian yang bergesekan Periksa bagian kepala. Pemeliharaan a 107 . Bersihkan lantai di sekitar SPTD. Letakkan tangki pengungkit pompa pada posisi tegak setelah selesai pemompaan. badan dan tumpuan pompa Cek lantai terhadap kerusakan dan keretakan Bersihkan saluran pembuangan serta pantau terhadap kerusakan atau keretakan 5.Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengembangan SPAM Sederhana 1 0 4 5 2 0 1 7 5 .5 200 10c 7m Srina PC a gn V DNH EA 7c 0m Dp o PT NA A OOGN -A Gambar 3.86 Denah dan Potongan Konstruksi Pompa Tangan Dalam 4. v. Operasi Cek SPT dan perlengkapannya dari kerusakan dan kebocoran. ii. iii. Pemeliharaan harian atau mingguan i. Hindarkan pemompaan dengan menghentak-hentakkan tangki pengungkit. vi. Usahakan tidak ada air yang menggenang di sekitar pompa karena dapat masuk ke dalam sumur pompa dam dapat mengotori sumber air. Pelaksanaan Pengoperasian a b c d e Gerakkan tangki pengungkit pompa ke atas dan ke bawah secara teratur.5 4 0 15 PasluugPC ip e bn V 7 5 Øa m 4 dla = " 10 15 200 Tnhis n aa ia L=3 -4 m 00 A A Sktu nndla 4x14 o rua a m" " 1c 0m 1 7.5 15 Krik e il 15 7.

32 berikut: Tabel 3. pen. tangkai pengungkit. Periksa bagian kepala. Silinder. lantai. pengecatan TAHUNAN v v v v 6.Pengecatan . pelumasan.32 Kelengkapan Cara Pemeliharaan SPTD PERLENGKAPAN SISTEM 1. ruang penampung. Cat bagian kepala. kencangkan baut dan periksa terhadap bagian yang aus ii. tangkai pengisap PEMELIHARAAN HARIAN/ BULANAN MINGGUAN v KETERANGAN Bersihkan dari kotoran. Buat kelengkapan cara pemeliharaan dan pasang di dekat SPTD. Periksa sambungan pipa hisap dengan tumpuan pompa iv. periksa keretakan. Pelaporan SPTD 108 . badan dan tumpuan pompa terhadap kerusakan. pembersihan. pengisap atas. perbaikan penggantian . kebocoran. pengisap bawah. karet packing. karet pengisap. silinder Perbaiki kerusakan saluran pembuangan Catat kerusakan yang terjadi pada SPTD Catat perbaikan yang telah dilaksanakan Simpan catatan ini oleh kepala keluarga untuk pedoman perbaikan dan pemeliharaan SPTD sesuai keperluan 7. Saluran.Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengembangan SPAM Sederhana b Pemeliharaan Bulanan dan Tahunan i. sesuai tabel 3.Periksa terhadap keausan. Perbaikan SPTD a b c a b c Perbaiki kerusakan/keretakan lantai sumur pompa Perbaiki kerusakan pen. kepala T. badan dan tumpuan pompa iii. klep pengisap. karet packing 2.

87 Sistem Sumur Air Tanah Sedang/Dalam 109 .Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengembangan SPAM Sederhana Gambar 3.

Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengembangan SPAM Sederhana Gambar 3.88 Konstruksi Sumur Air Tanah Sedang/Dalam 110 .

c. Sedangkan diameter dan banyaknya lubang inlet ditentukan dengan melihat besarnya kelulusan akuifer. Perhitungan dimensi hidrolis Dimensi hidrolis sumur dangkal adalah sumur dan lubang inlet (perforated) yang besarnya dapat ditentukan sesuai kebutuhan.W Dimana: Q k Sr W = = = = Gambar 3.Sr. 3. Lubang sumur adalah lubang yang dibuat sampai kedalaman tertentu. berfungsi menghisap air.2 Sumur Air Tanah Dangkal a. Komponen prasarana dan sarana Prasarana dan sarana yang membentuk SPAM Komunal Air Tanah Dangkal terdiri dari: 1. 111 . Hal ini dimaksudkan untuk mempermudah dalam pelaksanaan penggalian. 5. Pompa tangan dangkal adalah pompa tangan yang struktur silinder dan katubnya bersatu dengan badan pompa. Jarak minimum 10 meter dari sumber pengeboran dengan bidang tangki septik. Peralatan dan perlengkapan harus memenuhi persyaratan yang berlaku. dari cara kerjanya pompa ini bersifat pompa hisap. Definisi Sistem penyediaan air minum komunal air tanah dangkal adalah sistem penyediaan air minum yang memanfaatkan air tanah dangkal sebagai sumber air baku untuk air minum. b. SPT harus memenuhi persyaratan umum sebagai berikut : − − − − Sesuai dengan ketentuan mengenai Spesifikasi Sumur Pompa Tangan. Sumur dangkal adalah lubang sumur dengan kedalaman muka air minimal 7 meter dari permukaan tanah. Spesifikasi teknis Spesifikasi teknis SPAM Komunal meliputi spesifikasi alat dan bahan yang diperlukan dalam membangun prasarana dan sarana SPAM Komunal Air Tanah Dangkal. lobang galian untuk sampah. 4. menggunakan bor yang digerakkan oleh tenaga manusia atau tenaga mesin. Soket adalah asesoris untuk menyambung pipa PVC atau pipa besi dengan diameter pipa relatif kecil. Tenaga pelaksana minimum dua orang dan berpengalaman. ketebalan air tanah (diukur dari muka air tanah sampai batas bawah bangunan pengambilan) dan debit yang akan dimanfaatkan dengan persamaan: Q = k. Pompa tangan adalah alat untuk menaikkan air dari dalam tanah kepermukaan tanah dan digerakkan tenaga manusia. cubluk. 2. Sumur pompa tangan (SPT) adalah sarana penyediaan air bersih berupa sumur yang dibuat dengan membor tanah pada kedalaman tertentu sehingga diperoleh air sesuai dengan yang diinginkan.Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengembangan SPAM Sederhana C. 6. Kedalaman dasar pada umumnya berkisar antara 12 . Untuk diameter efektif sumur direncanakan antara 12 meter.89 Sumur Pompa Tangan Dangkal debit air koefisien permeabilitas jari-jari sumur tinggi penurunan air setelah dipompa d.15 meter . karena silindernya yang terletak di atas permukaan tanah.

112 . Dep.34. Lubang Sumuran Posisi lubang sumur Kedalaman lubang sumur Spesifikasi 1% . 3 – 5 mm) Semen (50 kg) Pompa Tangan Dangkal Satuan Batang Batang meter Buah Buah M3 M 3 Volume 3 1 1 3 400 0.33 Bahan Yang Dibutuhkan No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Jenis Pipa Hisap atau pipa tegak Φ 30 mm Pipa selubung PVC Φ 100 mm Pipa Saringan PVC Φ 30 mm Soket PVC Φ 30 mm Bata merah untuk lantai sumur Pasir untuk beton lantai Kerikil untuk beton lantai Kerikil saringan sekeliling pipa hisap (dia.3 0. Lantai Sumur dan Saluran Pembuang Lantai Kemiringan saluran pembuangan Saluran pembuang Diameter lubang sumur 2.45.33: Tabel 3. Kimpraswil. Tabel 3. Bangunan Elemen Kemiringan lantai 1. Bahan Bahan yang diperlukan disediakan sesuai hasil perencanaan dan perhitungan serta memenuhi spesifikasi teknis.3% pasangan bata dengan campuran 1 semen : 3 pasir atau beton tumbuk dengan campuran 1 semen : 2 pasir : 3 kerikil Minimal 2% Pasangan bata dengan campuran 1 semen : 3 pasir Disesuaikan dengan diameter pipa selubung Tegak lurus Maksimal 15 meter Sumber: Petunjuk Praktis Pembangunan Prasarana dan Sarana Sistem Penyediaan Air Bersih Perdesaan.34 Bahan Konstruksi Bangunan SPAM Komunal Air Tanah Dangkal No. 2003 2. Dep. Kimpraswil. 2003 Bahan konstruksi yang digunakan untuk pembuatan SPAM Komunal Air Tanah Dangkal sesuai Tabel 3.2 0.02 2 1 M3 Zak Unit Sumber: Petunjuk Praktis Pembangunan Prasarana dan Sarana Sistem Penyediaan Air Bersih Perdesaan. Bahan-bahan tersebut dapat dilihat pada Tabel 3. Peralatan Peralatan dan perlengkapan yang diperlukan sesuai dengan tabel 3.Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengembangan SPAM Sederhana 1.14 dan gambar 3.

10. 9. 8. 2.90 Peralatan Tabel 3. 5.35 Kebutuhan Peralatan No 1. 7. 12. Nama Kunci rantai Kunci trimo Kunci inggris Gergaji besi Sney pipa 1¼ Cangkul Linggis Ember Kikir Penyangga Mata bor rojok diameter 4 inchi Pipa rojok diameter 1¼ inchi @3m Klem pemutar diameter ¾ inchi Jumlah Buah Buah Buah Buah Buah Buah Buah Buah Buah Buah Buah Buah Batang Satuan 2 2 1 1 1 1 1 1 1 2 1 8 5 13. 113 . 6.Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengembangan SPAM Sederhana Gambar 3. 3. 11. 4.

Penyambungan Saringan PVC Dengan Pipa Hisap PVC 1) Bersihkan dan amplas bagian luar ujung polos saringan sepanjang 3 cm dan bagian dalam ujung sok saringan PVC. vii. iii. Cara pengerjaan 1. Putar pipa rojok searah jarum jam. ii. Pasang mata bor rojok pada salah satu pipa rojok.91 Pembuatan Lubang Sumur Dengan Alat Bor 2.84. iv. dan masukan pipa yang akan dipasang (1 ¼”) Kuraslah sumur dengan menggunakan pompa 3. Tentukan jenis mata bor yang akan digunakan berdasarkan data formasi tanah.14. Bersihkan lahan lokasi sumur pompa dan ratakan dengan ukuran panjang 2 meter dan lebar 2 meter. v. Gambar 3. lubang galian untuk sampah. Bila kedalaman sumur telah mencapai lapisan air tanah teruskan pemboran sampai lebih kurang satu batang pipa rojok masuk dibawah lapisan air tanah Cabut pipa rojok. olesi dengan lem pipa secara merata pada bagian yang telah dibersihkan. Pekerjaan Persiapan i. Siapkan peralatan sesuai dengan tabel 3. Pasang klem pemutar pada pipa rojok setinggi dada. 114 . Angkat pipa rojok tinggi-tinggi dan tancapkan sekuat-kuatnya. ii. seperti pada gambar 3. Putar dan siram dengan air Lakukan langkah g) dan h) berulang-ulang sehingga pipa rojok pertama masuk lalu sambung dengan pipa rojok berikutnya. Tentukan titik pemboran. Siram dengan air lubang sumuran untuk memperlancar. ix. Tancapkan pipa rojok yang sudah dipasangi mata bor pada lubang yang sudah dibuat.Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengembangan SPAM Sederhana e. vi. v. Pembuatan Lubang Sumur Bor dengan Alat Bor Rojok i. Pemasangan Pompa Tangan Dalam i. iii. Siapkan bahan sesuai dengan gambar 3.46. x. Lubangi titik lokasi dengan linggis sedalam 30 – 50 cm. xii. 2) Bersihkan dan amplas ujung luar pipa isap PVC. cubluk. viii. yaitu jarak minimum 10 meter dari sumber pengeboran dengan bidang tangki septik. xi. iv.

8) Gunakan kunci trimo untuk menahan rangkaian pipa hisap. 115 . 5) Gunakan kunci trimo untuk menahan rangkaian pipa hisap. Langkah 1 – 10 seperti terlihat pada gambar 3. Masukkan pasir di atas kerikil hingga mencapai 1 meter dibawah permukaan tanah. Penyambungan Pipa Hisap 1) 2) 3) 4) 5) 6) Gambar 3. Bersihkan dan amplas bagian dalam ujung soket. Gunakan kunci trimo untuk menahan rangkaian pipa. Bersihkan dan lapisi ujung berulir bagian dalam dari tumpuan pompa.86. Letakkan paking di atas tumpuan pompa. 6) Masukkan dop pada ujung polos bagian bawah saringan. 10) Pastikan bahwa badan pompa dan tumpuan pompa terpasang dengan baik. Masukkan kerikil kedalam rongga antara pipa hisap dan tanah. Masukkan rangkaian pipa hisap PVC dengan tumpuan pompa. 7) Biarkan minimal 5 menit sehingga sambungan kuat.Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengembangan SPAM Sederhana 3) Tanpa menunggu kering masukkan dop pada ujung polos bagian bawah saringan. Sisakan pipa sepanjang 70 cm di atas permukaan tanah. Hentikan pengisian kerikil apabila telah mencapai setinggi saringan pipa PVC. Oleskan lem PVC secara merata pada bagian pipa yang dibersihkan. Penyambungan Badan Pipa Hisap dengan Badan Pompa 1) 2) 3) 4) 5) 6) 7) 8) Bersihkan dan amplas ujung soket serta bagian ujung hisap pipa PVC.85 Gambar 3. Langkah 1 – 6 seperti terlihat pada gambar 3. Pengisian Kerikil Pasir dengan Adukan Semen 1) 2) 3) 4) Pilih kerikil dengan diameter rata-rata 5 mm. Bersihkan dan lapisi ujung berulir dengan solatip. 9) Pasang mur dan baut pada lobang yang ada. iv. Masukkan pipa hisap dengan soket.87. iii. Masukkan ujung-ujung pipa pada soket. 4) Biarkan minimal 5 menit sehingga sambungan kuat.92 Penyambungan Saringan dengan Pipa Hisap ii.93 Penyambungan Pipa Bersihkan dan amplas ujung-ujung luar pipa PVC. Pastikan lubang baut badan pompa tepat pada lubang-lubang baut tumpuan pompa. Langkah 1)–8) seperti terlihat pada gambar 3. Oleskan lem secara merata pada bagian yang telah dibersihkan.

11) Atur kemiringan lantai antara 1 % sampai dengan 3 %. Siram dengan air hingga rata. Tutup lobang pipa hisap. Masukkan pasir sedalam 3 cm lalu ratakan. 7) Buat cetakan pengecoran untuk lantai dari papan panjang 172 cm. 116 . Langkah 13 – 15 seperti terlihat pada gambar 3. Angkat.94 Pemasangan Pompa Gambar 3. 14) Cor dengan campuran beton 1 semen : 2 pasir : 3 kerikil. Langkah 1 – 6 seperti terlihat pada gambar 3. Gambar 3. pindahkan badan pompa dan bambu penopang. Langkah 1 – 5 seperti terlihat pada gambar 3. Gali tanah sedalam 5 cm. panjang 210 cm dan lebar 210 cm. lebar 172 cm dengan lebar parit 14 cm.88. 13) Pasang cetakan limas terpancung. sisi bawah 40 cm x 40 cm dengan tinggi 50 cm.89. 12) Biarkan selama tujuh hari dan basahi beton setiap hari.90. 8) Buat cetakan pengecoran tumpuan pompa berupa limas terpancung dengan sisi atas 20 cm x 20 cm. 10) Cor dengan campuran beton 1 semen : 2 pasir : 3 kerikil.Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengembangan SPAM Sederhana 5) Masukkan adukan kedap air hingga rata dengan permukaan. 15) Biarkan selama tujuh hari dan basahi beton setiap hari sehingga pengeringan sempurna. Pembuatan Lantai Sumur dan Landasan Pompa 1) 2) 3) 4) 5) 6) Lepaskan baut pengikat. Langkah 7 – 12 seperti terlihat pada gambar 3.91. 9) Pasang cetakan lantai.95 Pengisian Kerikil Pasir dan Adukan Semen v. sehingga pengeringan sempurna.

Pemeliharaan Harian Atau Mingguan a) b) c) d) e) f) Bersihkan badan pompa dan gosok tangki pengungkit Periksa semua mur dan baut dan kencangkan bila ada yang kendor Beri minyak pelumas pada bagian yang bergesekan Periksa bagian kepala.97 Landasan Pompa Gambar 3. Pelaksanaan pengoperasian: a) b) c) d) e) Gerakkan tangki pengungkit pompa keatas dan kebawah secara teratur Hindarkan pemompaan dengan menghentak-hentakan tangki pengungkit Letakan tangki pengungkit pompa pada posisi tegak setelah selesai pemompaan Bersihkan lantai disekitar SPT Usahakan tidak ada air yang menggenang di sekitar pompa karena dapat masuk kedalam sumur pompa dan dapat mengotori sumber air 2. Operasi dan pemeliharaan 1. badan dan tumpuan pompa Cek lantai terhadap kerusakan dan keretakan Bersihkan saluran pembuangan serta pantau terhadap kerusakan atau keretakan ii. Pengoperasian Cek SPT dan perlengkapannya dari kerusakan dan kebocoran. Pemeliharaan i.Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengembangan SPAM Sederhana Gambar 3. Pemeliharaan Bulanan dan Tahunan 117 .98 Perataan Pasir f.96 Pembuatan Cetakan Pengecoran Gambar 3.

c) Perbaiki kerusakan saluran pembuangan. c) Simpan catatan ini oleh kepala keluarga untuk pedoman perbaikan dan pemeliharaan sumur pompa tangan sesuai keperluan. Saluran. Pelaporan Sumur Pompa Tangan a) Catat kerusakan yang terjadi pada sumur pompa tangan. sesuai tabel 3.Bersihkan dari kotoran.Pengecatan v v . Dep. b) Perbaiki kerusakan pen. karet packing 2. karet packing. silinder. klep penghisap. karet pengisap. pengisap bawah. periksa keretakan. Kimpraswil. pen. kencangkan baut dan periksa terhadap bagian yang aus b) Cat bagian kepala. tangkai pengisap v Bulanan v Tahunan v .36 berikut: Tabel 3. ruang penampung. kepala T. kebocoran. pelumasan. perbaikan penggantian . b) Catat perbaikan yang telah dilaksanakan.Periksa terhadap keausan. iv. badan dan tumpuan pompa c) Periksa sambungan pipa hisap dengan tumpuan pompa d) Buat kelengkapan cara pemeliharaan dan pasang di dekat SPT. pengisap atas. lantai. 118 .Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengembangan SPAM Sederhana a) Periksa bagian kepala. Perbaikan Sumur Pompa Tangan a) Perbaiki kerusakan/keretakan lantai sumur pompa. pembersihan. 2003 iii.36 Cara Pemeliharaan Sumur Pompa Tangan Pemeliharaan Harian/Mingguan 1. badan dan tumpuan pompa terhadap kerusakan. pengecatan Keterangan Perlengkapan Sistem Sumber: Petunjuk Praktis Pembangunan Prasarana dan Sarana Sistem Penyediaan Air Bersih Perdesaan. tangkai pengungkit. Silinder.

Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengembangan SPAM Sederhana Gambar 3.99 Konstruksi Pompa Tangan Dangkal 119 .

100 Bagian-bagian badan dan penghisap 120 .Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengembangan SPAM Sederhana Gambar 3.

101 Bagian Kepala Pompa Tangan Dangkal 121 .Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengembangan SPAM Sederhana Gambar 3.

Saluran pembuang 5. Dinding bawah dari bahan yang sama sedalam minimal 300 cm dari permukaan lantai (lihat Gambar 3. Dinding sumur bagian bawah Mencegah pencemaran yang berasal dari muka tanah juga sebagai penahan dinding sumur supaya tidak terkikis atau longsor Menahan dan mencegah pencemaran air buangan ke dalam sumur dan sebagai tempat kerja Menyalurkan air buangan ke sarana pengolahan air buangan atau ke badan penerima dan mencegah terjadinya tempat perkembangan bibit penyakit Menahan endapan lumpur. Departemen Pekerjaan Umum. Dinding bawah sampai kedalaman sumur dari bahan beton.129) − Tipe II: Dinding atas dibuat dari pasangan bata/batako/batu belah yang diplester bagian luar dan dalam setinggi 80 cm dari permukaan lantai. Puslitbang Permukiman. 2.37 berikut: Tabel 3. Lantai sumur 4. sedalam minimal 300 cm dari permukaan bahan beton harus kedap air dan sisanya berlubang (lihat Gambar 3.37 Komponen dan Fungsi Komponen Sumur Gali No. Kriteria Desain 1. Dinding bawah dari bahan beton sedalam minimal 300 cm dari permukaan lantai (lihat Gambar 3. Konstruksi dinding sumur gali: − Tipe IA: Dinding atas dibuat dari pasangan bata/batako/batu belah yang diplester bagian luar dan dalam setinggi 80 cm dari permukaan lantai.Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengembangan SPAM Sederhana C. Komponen dan Fungsi Komponen dan fungsi dari komponen sumur gali dapat dilihat pada Tabel 3. Komponen Fungsi 1. Bentuk sumur gali sesuai dengan penampang lubangnya yaitu bulat atau persegi. Dinding sumur bagian atas Melindungi pencemaran keselamatan pemakai dan mencegah 2.128) − Tipe IB: Dinding atas dibuat dari pasangan bata/batako/batu belah yang diplester bagian luar dan dalam setinggi 80 cm dari permukaan lantai.130). 2004 c. a. Tipe Sumur Terdapat 2 (dua) macam sumur gali yang dibedakan berdasarkan keadaan tanah.3 Sumur Gali Komponen solusi teknis Sumur Gali (SG) terdiri dari sumur gali yang digunakan secara komunal. yaitu: Tipe I Tipe II bila keadaan tanah tidak menunjukkan gejala mudah retak atau runtuh bila keadaan tanah menunjukkan gejala mudah retak atau runtuh b. Granular material pack pada dasar sumur Sumber: Revisi SNI 03-2916-1992. 122 . agar tidak terbawa sewaktu pengambilan air dari sumur dan sebagai media penyaring/penahan tekanan air 3.

38 berikut: Tabel 3. Kekuatan sumur harus memperhatikan kekuatan tanah. Puslitbang Permukiman.39 Konstruksi Dinding Sumur Gali Komponen bangunan Bahan bangunan Pasangan bata/batako/ batu belah diplester. 2. tebal plesteran 1 cm Pipa beton kedap air Ø 80 cm Pipa beton berlubang Ø 80 cm Dinding Tipe I A atas bawah Tipe I B atas bawah Tipe II atas bawah Dasar sumur Lantai Saluran pembuangan √ √ √ √ √ √ √ √ √ Granual material pack ukuran 3-5 cm setebal 50 cm dari dasar sumur √ Beton tumbuk 1PC : 3PS : 5KRL Sumber: Revisi SNI 03-2916-1992. Ukuran dinding sumur sesuai Tabel 3. IA IB II Diameter 80 Diameter 80 Diameter 80 Sisi 80 Sisi 80 Sisi 80 80 80 80 > 300 > 300 Tergantung kedalaman muka air tanah terendah ½ bata ½ bata ½ bata ½ bata 10 cm 10 cm Keterangan: Muka air tanah terendah adalah kondisi muka air tanah yang paling rendah pada suatu lokasi pada saat tertentu Sumber: Revisi SNI 03-2916-1992. Tipe Ukuran penampang minimal (cm) Tinggi dinding (cm) Atas Bawah Tebal dinding (cm) Atas Bawah 1. Departemen Pekerjaan Umum. Lantai sumur gali harus kedap air dan permukaannya tidak licin 5. Tipe konstruksi yang dapat digunakan untuk sumur gali dapat dilihat pada Tabel 3. adalah minimum 100 cm dari dinding sumur atas bagian luar dengan kemiringan lantai (1-5)% ke arah saluran pembuangan 6. adukan 1 PC: 2PS. baik untuk tipe I maupun tipe II.39.Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengembangan SPAM Sederhana 3. Tabel 3. Departemen Pekerjaan Umum. 2004 √ 123 . 3.38 Ukuran Dinding Sumur Gali No. Saluran pembuangan dibuat kedap air dan licin dengan kemiringan 2% ke arah sarana pengolahan air buangan atau badan penerima 7. 2004 4. Puslitbang Permukiman. Ukuran lantai.

102 Sumur Gali Tipe IA 124 min 320 Pas. cincin beton 80 120 .Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengembangan SPAM Sederhana 15 260 15 A 15 Tiang Pasangan bata Cincin beton 15 20 260 A Ke saluran DENAH SUMUR GALI (SGL) 15 80 15 Lantai sumur kemiringan 2% 15 5 15 75 75 20 Saluran pasangan beton 15 5 Tanah asli POTONGAN A-A Gambar 3.

Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengembangan SPAM Sederhana 15 80 15 Lantai sumur kemiringan 2% 15 5 15 75 75 20 Saluran pasangan beton 15 5 Tanah asli POTONGAN A-A 15 min 320 Pas.103 Sumur Gali Tipe IB 125 . cincin beton 80 120 260 15 A 15 Tiang Pasangan bata Cincin beton 15 20 260 A Ke saluran DENAH SUMUR GALI (SGL) Gambar 3.

Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengembangan SPAM Sederhana Gambar 3.104 Sumur Gali Tipe II 126 .

105 Pengecoran Cincin Beton Gambar 3.106 Pengecoran Saluran 127 .Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengembangan SPAM Sederhana Gambar 3.

5 m 1 buah 2. Tipe SPT Dalam terdiri dari 3 (tiga) sistem.134. yaitu: − Sistem I Digunakan bila permukaan air statis 7.40 Tabel 3. Departemen Pekerjaan Umum d. b. Tipe II 1 buah Sumber: Spesifikasi Teknis Sumur Pompa Tangan (SPT) (AB-D/LW/ST/001/98).133 dan Gambar 3. Pengambilan air baku dilakukan dengan menghisap atau menekan air ke permukaan tanah dengan menggunakan pompa yang digerakkan dengan tangan dan biasa disebut pompa tangan. Bentuk dan Tipe Bentuk SPT sesuai dengan kedalaman muka air minimal. Tipe SPT adalah sebagai berikut: − Tipe I : − Tipe II : SPT Dangkal – dipilih untuk sumur dangkal SPT Dalam – dipilih untuk sumur dalam Ilustrasi denah dan potongan SPT Dangkal dan SPT Dalam dapat dilihat pada Gambar 3.5 m sampai 9 m di bawah permukaan tanah Fluktuasi penurunan muka air tanah tidak melampaui 12 m − Sistem II Digunakan bila permukaan air statis 9 m sampai 12 m di bawah permukaan tanah Fluktuasi penurunan muka air tanah tidak melampaui 18 m − Sistem III Digunakan bila permukaan air statis lebih besar dari 18 m dari permukaan tanah Bisa digunakan satu atau lebih silinder tangan tergantung dari kedalamannya c. Tipe I − Pipa tegak (pipa hisap) PVC ∅ 30 mm − Pipa selubung PVC ∅ 75 mm − Saringan PVC ∅ 30 mm − Pipa tegak (pipa hisap) PVC ∅ 30 mm − Pipa selubung PVC ∅ 75 mm − Saringan PVC ∅ 30 mm 9m 12 m 2. Tipe Sumur Ukuran Sumur dan Pompa Kedalaman Pompa Ukuran Penampang/ Diameter Pipa 1. Bentuk dan Tipe Sumur Pompa Tangan (SPT) adalah sarana penyediaan air bersih berupa sumur yang dibuat dengan membor tanah pada kedalaman tertentu sehingga diperoleh air sesuai dengan yang diinginkan.Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengembangan SPAM Sederhana C. kedalaman dasar sumur.32.40 No. Ukuran Sumur dan Pompa Ukuran sumur dan pompa untuk SPT dapat dilihat pada Tabel 3. 128 .4 Sumur Pompa Tangan a. dan jenis pompa yang digunakan. Komponen dan Fungsi Komponen dan fungsi pompa tangan dapat dilihat pada Tabel 3.5 m 21 m 28 m 2.

107 Denah dan Potongan Sumur Pompa Tangan (SPT) Dangkal 129 . bata 50 Lantai sumur kemiringan 2% 5 15 15 15 15 40 85 85 40 15 15 POTONGAN A-A A 210 20 A 15 15 180 15 15 DNH EA Gambar 3.Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengembangan SPAM Sederhana Beton 1PC:2PS:3KR Pas.

5 15 15 7.Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengembangan SPAM Sederhana 10 45 20 15 7.5 40 Pipa selubung PVC 75 Ø dalam = 4" Tanah isian L = 30 .108 Denah dan Potongan Sumur Pompa Tangan (SPT) Dalam 130 .40 m Sok turunan dalam 4" x 11 4" 10 cm Kerikil 170 cm Saringan PVC 70 cm Dop POTONGAN A-A 15 10 15 200 A A 7.5 200 DENAH Gambar 3.

) Saluran pembuang harus dibuat kedap air. 5. Komponen Fungsi 1. lubang galian sampah. Departemen Pekerjaan Umum e. 131 . Penampung Air Hujan (PAH) Pemanfaatan air bersih dari solusi teknis PAH dapat langsung dari bak penampung atau disalurkan menggunakan hidran umum. dan lain-lain. Kriteria Ketahanan dan Kekuatan Kekuatan dan ketahanan struktur SPT sebagai sumber air bersih memenuhi ketentuan sebagai berikut: 1.) Badan pompa dapat bekerja sebagai pompa hisap 3. Sumur (dangkal/dalam) Mencegah pencemaran yang berasal dari muka tanah. seperti kakus. D.) Radius pelayanan kurang dari 200 m. empang. dibuat dengan kemiringan (1–3)% ke arah saluran pembuangan 2.) Jarak sumur harus lebih 10 m dari sumber pencemaran. licin dengan kemiringan 2% ke arah sarana pengolahan air buangan atau badan penerima (sungai).) Di tempat yang tidak terkena banjir 4. Air Hujan D1.41 Komponen dan Fungsi Pompa Tangan No. f. maka jarak harus diusahakan lebih dari 15 m dari sumber pencemaran 3.) Bila letak sumur lebih rendah dari pencemaran.) Lantai sumur harus kedap air. tidak licin.Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengembangan SPAM Sederhana Tabel 3. serta letak sumur harus lebih tinggi dari sumber pengotoran 2. 4. Badan pompa Penyangga Lantai sumur Saluran pembuangan Sumber: Spesifikasi Teknis Sumur Pompa Tangan (SPT) (AB-D/LW/ST/001/98). 3. lubang galian kotor.) Bahan bangunan yang dipergunakan memenuhi ketentuan sebagai berikut: Bata merah atau batako yang digunakan memenuhi klas 25 kg/cm (tidak mudah hancur terkena perubahan cuaca) Pipa hisap (tekan) dan pipa selubung yang digunakan mengikuti SII dan SNI S-20-1990-03 Untuk saringan digunakan pipa PVC dengan diameter sama dengan diameter pipa hisap (tekan) dan diberi lubang 4. Lokasi Penempatan 1. Gambar jenis dan detail SPT lebih rinci dapat dilihat pada Lampiran–5. Pada bagian ini akan dijelaskan perencanaan untuk penggunaan langsung dari bak penampung. melalukan air dari dalam tanah ke permukaan dan mencegah longsor Menghisap air dari dalam tanah ke permukaan Menyangga badan pompa dan mempermudah pengambilan air Menahan dan mencegah pencemaran air buangan ke dalam sumur dan sebagai tempat kerja Mengalirkan air buangan ke sarana pengolahan air buangan atau ke badan penerima (sungai) dan mencegah terjadinya genangan tempat biakan bibit penyakit 2.

berfungsi untuk menyaring air hujan yang mungkin terkontaminasi karena melalui atap dan talang. 2. Komponen Prasarana dan Sarana Prasarana dan sarana yang membentuk SPAM Komunal Air Hujan terdiri dari: 1. b. Sumber: Kran pengambil air Kran penguras Tata Cara Rancangan Penampung Air Hujan untuk Penyediaan Air Minum (AB-K/RE-RT/TC/038/98). 5.Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengembangan SPAM Sederhana a. Tinggi curah hujan minimal 1. Media penyaring dapat berupa kerikil/pecahan bata. 8. Komponen PAH dapat dilihat pada Tabel 3. Kriteria Desain 1. Tangki PAH. 2. Media penyaring. Definisi Penampung Air Hujan (PAH) adalah tangki untuk menampung dan menyimpan air hujan yang akan dipergunakan sebagai sumber air bersih selama musim kemarau.300 mm per tahun 2. Saringan Lubang pemeriksa 5. Bak penampung Pipa peluap Terbuat dari bahan bukan logam Harus ditutup dengan kasa nyamuk 7. Dengan adanya PAH ini diharapkan kebutuhan air minum keluarga akan terjamin 1 tahun. 6. Departemen Pekerjaan Umum c. berfungsi untuk menangkap air hujan dan menyalurkan ke dalam tangki PAH. Luas bidang penangkap air d. 3. 2. Komponen Bidang penangkap air Talang air Fungsi Menangkap air hujan sebelum mencapai tanah Mengumpulkan air hujan yang jatuh pada bidang penangkap dan mengumpulkan ke bak penampung Menyaring air hujan dari kotoran Memberikan akses untuk masuk ke dalam bak penampung pada saat memperbaiki dan atau membersihkan Menampung air hujan yang perlu disimpan sebagai persediaan musim kemarau Meluapkan air hujan yang melebihi kapasitas penampung dan berfungsi sebagai pipa udara Sebagai alat pengambilan air bagi konsumen Sebagai alat untuk menguras penampungan air hujan Keterangan Atap rumah terbuat dari genting. asbes atau seng Talang dilengkapi dengan alat pengalih aliran untuk mengatur arah aliran menuju bak penampung Diletakkan pada tempat pemasukan air hujan Harus ditutup 3.42 berikut: Tabel 3. 3.42 Komponen Penampung Air Hujan (PAH) No 1. Perhitungan Dimensi 132 . Atap dan talang. Air ini akan dimanfaatkan hanya sebagai air minum. 4. Penampung air hujan harus kedap air Air hujan jatuh pertama setelah musim kemarau jangan langsung ditampung Pengambilan air harus melalui kran Lubang pemeriksa harus di bagian atas bak penampung dan ditutup Air bersih yang dihasilkan harus memenuhi ketentuan yang berlaku • Perhitungan Kapasitas Bak Penampung Kapasitas bak penampung ditentukan berdasarkan: 1. 4. Atap yang dimaksud adalah atap seng atau genting. berfungsi sebagai reservoir untuk menampung air hujan dengan aman yang dikumpulkan sewaktu musim hujan atau dapat juga digunakan untuk menampung air bersih yang didistribusi melalui mobil tangki.

Pengopersian dan pemeliharaan diserahkan sepenuhnya kepada pemakai air bersih Dana yang dipergunakan untuk kegiatan operasi dan pemeliharaan PAH sepenuhnya dibiayai oleh masyarakat pemakai air Terjaminnya kontinuitas air serta kualitas memenuhi syarat kesehatan Teknlogi yang dipergunakan untuk pengoperasian dan pemeliharaan PAH harus mudah dimengerti oleh masyarakat pemakai air Persyaratan umum operasi dan pemeliharaan penyediaan air bersih harus memenuhi: 133 . 1. PAH harus kedap air Penempatan PAH harus dapat menampung air hujan dan air bersih dari PDAM yang didistribusikan melalui mobil-mobil tangki.03 m A 45 m 2 Dengan asumsi-asumsi di atas. 3.300 mm/tahun Pemakaian air maksimum : 15 L/o/h Penampungan air dilakukan untuk persediaan 3 bulan (91 hari) kemarau Jumlah penduduk 100 orang Dicari : Dimensi bak penampungan Perhitungan : Perhitungan kebutuhan air maksimum Q = 15 L / o / h x 100 = 1500 L / h = 1. yaitu PAH cetakan fiber dan PAH Pasangan Batu Bata.Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengembangan SPAM Sederhana 3.5 m3 / h • Perhitungan dimensi bak penampung: Vbak = 1.5 m3 = = 3.43 e. 3. PAH terdiri dari dua jenis. 2. Kebutuhan pokok pemakaian air (5 – 15) L/o/h • Perhitungan bak penampung: Asumsi : Curah hujan minimal 1. Spesifikasi Teknis Spesifikasi teknis SPAM Komunal Air Hujan meliputi spesifikasi alat dan bahan yang diperlukan dalam membangun prasarana SPAM Komunal Air Hujan.5 m3 / h = 136. 5. Lokasi tempat PAH dipilih pada daerah-daerah kritis dengan curah hujan yang cukup Dilaksanakan oleh tenaga kerja yang terampil sebagai tukang. pengopresaian dan pemeliharaan PAH. 4. kedalaman bak: D= Vbak 136. yang dikenal dengan Penampung Air Hujan (PAH).5 m 2 x 91 hari Asumsi luas permukaan bak = 9 m x 5 m = 45 m2 Maka. volume bak penangkap mata air dapat ditentukan dengan menggunakan Tabel 3. Ada partisipasi masyarakat setempat dalam pelaksanaan pembangunan. 4. 2. Pembuatan Penampung Air Hujan (PAH) harus memenuhi ketentuan sebagai berikut: 1.

Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengembangan SPAM Sederhana f.44 berikut: 134 . sesuai dengan SNI 15-2049-1990 tentang Mutu dan cara uji semen Portland Mempunyai gradasi baik dan bebas dari kandungan organik sesuai dengan SNI 03-1750-1990 tentang Mutu dan Cara Uji Agregat Beton Bergradasi sesuai dengan kebutuhan. bersih dan bebas dari kandungan organik sesuai dengan SNI 03-1750-1990 tentang mutu dan cara uji agregat beton Diameter 6 mm Mempunyai kwekuatan minimum 25 kg/cm² sesuai dengan SNI 15-2094-1991 tentang mutu dan cara uji bata merah Untuk bahan talang Diameter 13 mm Diameter 25 mm panjang 2 m Diameter 25 mm Diameter ½"" Diameter ½" 4 5 6 7 8 9 10 11 12 Besi Beton Kawat Beton Batu Bata Seng Keran Air Pipa GI Dop GI Kran Inlet Kran Penguras 16 btg 1 kg 50 bh 2 lb 1 bh 2 bh 1 bh 1 bh 1 bh g. Teknis Pembuatan PAH Cetakan Fiber • Peralatan Peralatan yang diperlukan: a) b) c) d) e) f) • Kunci Pas Kunci Ring Martil Tangga Kunci Pipa Tang Bahan Bahan yang digunakan pembuatan PAH harus memenuhi ketentuan pada Tabel 3.43 berikut: Tabel 3. Teknis Pembuatan PAH Pasangan Bata • Peralatan Peralatan yang diperlukan: a) b) c) d) e) f) • Kunci Pas Kunci Ring Martil Tangga Kunci Pipa Tang Bahan Bahan yang digunakan pembuatan PAH harus memenuhi ketentuan pada Tabel 3.43 Bahan Konstruksi PAH Cetakan Fiber No 1 2 3 Jenis Bahan Semen Pasir Kerikil Volume 10 zak 1 m3 1 m3 KETERANGAN Mempunyai kehalusan dan sipat ikat yang baik.

bersih dan bebas dari kandungan organik. 1 Jenis Bahan Semen Volume 25 Zak Keterangan Mempunyai kehalusan dan sipat ikat yang baik. Mempunyai gradasi baik. Ukuran Perlengkapan PAH • Talang air Dimensi talang rambu yang digunakan disesuaikan dengan dimensi talang pabrikan yang ada di pasaran.Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengembangan SPAM Sederhana Tabel 3.44 Bahan Konstruksi PAH Pasangan Bata No. yang sesuai dengan SNI 03-1750-1990 tentang Mutu dan Cara Uji Agregat Beton Bergradasi sesuai dengan kebutuhan. bersih dan bebas dari kandungan organik sesuai dengan SNI 03-1750-1990 tentang mutu dan cara uji agregat beton Diameter 6 mm Diameter 8 mm Mempunyai kekuatan minumum 25 kg/cm² Untuk bahan talang Diameter 13 mm Dia 25 mm panjang 3 m 2 Pasir 7 m³ 3 Kerikil 3 m³ 4 5 6 7 8 9 10 Besi Beton Besi Beton Kawat Beton Batu Bata Seng Keran Air Pipa GI 16 8 2 1800 3 4 2 btg btg kg bh lb bh btg Gambar 3.45 berikut: 135 . • Saringan Komponen dan ukuran saringan dapat dilihat pada Tabel 3.109 Cetakan Fiberglass h. sesuai dengan SNI 15-2049-1990 tentang Mutu dan cara uji semen Portland.

.46 Perlengkapan PAH No.....45 Komponen dan Ukuran Saringan Pasir PAH No...... Kaporit Pembubuhan kaporit dilakukan sebagai berikut: o o Kaporit dibubuhkan dalam bentuk larutan Pembubuhan kaporit sebanyak 100-500 ml per m3 air hujan b........3 Dalam........ Kapur Pembubuhan kapur dilakukan sebagai berikut: o o • Kapur dibubuhkan dalam bentuk kapur padam Pembubuhan kapur sebanyak 25 ............................... KOMPONEN MEDIA PENYARING 1. Sumber: Ventilasi Pipa peluap Lubang pemeriksa ∅ 44 mm – 63 mm min..................2 Lebar ......4 200 – 350 10 – 40 mm mm mm mm mm 2...................2 – 1..... 2................4 0........... Pembubuhan Zat Kimia a.. 1.......2 1...1 Panjang ........3 Koefisien keseragaman ............... Tinggi 1800 mm Diameter cetakan luar 1960 mm Diameter cetakan dalam 1800 mm 136 ..... 1.. 1. 300 – 400 0.........Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengembangan SPAM Sederhana Tabel 3........ 60 x 60 cm2 Tata Cara Rancangan Penampung Air Hujan untuk Penyediaan Air Minum (AB-K/RE-RT/TC/038/98)..........................4 Porositas ....... ∅ 90 mm min......5 Ketebalan kerikil ... 1.. 3.............................. Perlengkapan Dimensi 1..1 Ketebalan media pasir.. Cara Pengerjaan Cara Pengerjaan PAH Cetakan Fiber 1................. 2................................2 Diameter efektif pasir .....30 – 1......... Departemen Pekerjaan Umum • Perlengkapan lainnya Ukuran perlengkapan PAH lainnya dapat dilihat pada Tabel 3.. Departemen Pekerjaan Umum i...6 Diameter kerikil ...................... Pekerjaan Persiapan Langkah awal dalam pembuatan PAH yaitu pembuatan cetakan dengan kriteria sebagai berikut: Ketebalan minimum 8 mm...46 berikut: Tabel 3..... DIMENSI SARINGAN 2............... 1.... 500 mm 500 mm 750 mm Sumber: Tata Cara Rancangan Penampung Air Hujan untuk Penyediaan Air Minum (AB-K/RE-RT/TC/038/98)....100 mg/liter j............. 2..................... Saringan Pasir Ukuran 1...............

00 M 5.95 M 0.Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengembangan SPAM Sederhana Cetakan dibagi menjadi tiga bagian yang dapat disetel.60 M 1. Pasang patok-kayu tepat pada garis lingkaran tersebut setiap 20 cm seperti Gambar 3.110 Buat Lingkaran Dengan Diameter 1.86 m . Pembuatan Tulangan Datar dan Dinding Cara pembuatan tulangan (datar) horizontal : a.86 m seperti pada Gambar 3.104 Gambar 3.30 M Jumlah 9 batang 6 batang 6 batang 4 batang 4 batang 3 batang 1 Batang 2 batang 2 batang 4 batang 3 batang 3 batang 2 batang 2 batang 2 batang 2 batang Keterangan Tulangan lingkaran horisontal dinding dan lantai PAH Tulangan lantai dan dinding Tulangan lantai dan dinding Tulangan lantai Tulangan tutup Tulangan tutup Tulangan tutup Tulangan tutup Tulangan tutup Tulangan tutup Tulangan tutup Tulangan tutup Tulangan tutup Tulangan tutup Tulangan tutup Tulangan tutup 2. b.75 M 1. Buat lingkaran pada tanah dengan diameter 1.85 M 0.60 M 0.47 Besi Beton Yang Diperlukan No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 Panjang 6.90 M 1.47 berikut: Tabel 3. dipasang atau dibuka dengan cara mengencangkan baut-baut lihat Gambar 3.103. • • • Bersihkan lahan dari kotoran dan akar pohon Tempatkan bahan-bahan di dekat lokasi bangunan PAH Potong besi sesuai dengan ukuran panjang yang diperlukan seperti tabel 3.72.95 M 0.50 M 1.45 M 0.55 M 0.50 M 5.86 m 137 Gambar 3.111 Buat Lingkaran Dengan Diameter 1.30 M 5.60 M 0.00 M 0.

Pembuatan Campuran Beton Urug galian tersebut dengan pasir setebal 10 cm dan padatkan. Buat lingkaran besi (besi nomor 1 pada tabel 3) mengikuti patok kayu (sesuai gambar 3)dan ikat dengan kawat beton.16 m3. Pembuatan Pondasi PAH Pembuatan pondasi PAH dapat dilakukan sebagai berikut: a. Buat campuran beton tumbuk dengan perbandingan 1 semen: 2 pasir: 3 kerikil sebanyak 0. seperti Gambar 3. seperti Gambar 3.107. seperti pada gambar 3. 138 . Gambar 116.113 Lingkarkan besi beton yang akan dibuat tulangan horizontal pada patok-patok dan beri kelebihan Gambar 3. seperti Gambar 3. seperti gambar 3.115 Penggalian Pondasi sedalam 15 cm c. d.112 Buat Lingkaran Dengan Diameter 2 m Gambar 3.Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengembangan SPAM Sederhana c.109 Tuangkan campuran beton setebal 5 cm dan ratakan dengan roskan (Alat perata dari Kayu). Gambar 3.108.106. Buat lingkaran pada tanah di lokasi PAH dengan diameter 2 m. f.111. Tuangkan campuran beton setebal 5 cm dan ratakan dengan roskan (Alat perata dari Kayu) seperti gambar 3. seperti pada Gambar 3. Gali tanah dengan batas lingkaran tersebut sedalam 15 cm. 3. e.105. b.104.

3 Besi No.112. 2 Besi No. 2 Besi No. 2 Besi No. 4 1 8200 mm 1 8400 mm 1 7900 mm 1 8100 mm 1 8100 mm 1 8400 mm 1 8200 mm 1 7900 mm Gambar 3. 2 mm2 mm2 mm2 mm2 mm2 mm c.119 Perataan Campuran Beton 4. seperti dalam Gambar 3.117 Penuangan Campuran Beton Gambar 3.114. 4 Besi No. 4 Besi No.120 Merakit Tulangan Dasar 139 Besi No. 3.113.118 Pelapisan dengan pasir sedalam 10 cm Gambar 3. Tuangkan campuran beton untuk lantai dasar PAH diatas rakitan tulangan baja beton sampai batas tulangan dasar dinding. ratakan adukan dengan menggunakan roskan. Rakit tulangan nomor 2. 2 Besi No. ikat dengan kawat beton dengan kuat seperti gambar 3. 3 Besi No. 3 Besi No. 4 . 2 Besi No. Buat campuran beton dengan perbandingan 1 semen : 2 pasir : 3 kerikil sebanyak 0.20 m3 campuran harus rata dan tidak encer. 4 pada tabel 3 seperti PAH. 3 Besi No. Pembuatan Lantai Dasar PAH Pembuatan Lantai PAH dilakukan sebagai berikut : a. Besi No. 2 Besi No.Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengembangan SPAM Sederhana Gambar 3. b. seperti pada Gambar 3.

118 Siapkan campuran beton dengan perbandingan 1 semen : 2 pasir : 3 kerikil sebanyak 0.118 Pasang cetakan bagian bawah luar dan atur sehingga jarak antara cetakan bagian luar Gambar 3.120 dan 3.119 Tuangkan campuran beton ke dalam cetakan setinggi + 20 cm dan padatkan dengan bantuan tongkat kayu atau besi seperti pada gambar 3. Campuran harus homogen dan tidak encer. d.115. Olesi cetakan dengan olie Rakit dan pasang cetakan bagian dalam diatas lantai dasar PAH yang telah kering (kurang lebih 6 jam) seperti pada gambar 3.121 Struktur Pengecoran Lantai Bangunan PAH 5.117 Bengkokkan kelebihan tulangan lantai sehingga menjadi tulangan tegak dinding. seperti pada gambar 3.56 m3. Batas Pengecoran Tulangan Dinding Horizontal Lantai Tulangan Lantai Dinding Vertikal Lantai Kerja Pasir Padat Gambar 3. Pembuatan Dinding PAH Pembuatan dinding PAH dilakukan sebagai berikut : a.122 Cetakan Dinding dan dalam berjarak 8 cm pada gambar 3.121 Pasang 1 buah tulangan datar (lingkaran) yang pertama tanpa diikat dengan tulangan tegak demikian seterusnya hingga cetakan dinding bagian bawah penuh c.Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengembangan SPAM Sederhana d. Biarkan beton sampai kering dan mengeras kurang lebih 4 jam sebelum melanjutkan ke pembuatan dinding PAH dengan hasil pengecoran seperti pada Gambar 3. f. Atur jarak tulangan tegak tersebut dan ikat dengan kawat beton seperti terlihat pada Gambar 3. b. e. 140 . g.

120 Biarkan campuran kurang lebih 6 jam hingga beton mengeras sampai cetakan dapat dibuka.125 Pengecoran i. j.123 Cetakan Luar Dinding B atas Pengecoran 0. Gambar 3. k.126 Pembuatan Lubang untuk Pipa Outlet 141 Gambar 3.Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengembangan SPAM Sederhana T u la n g a n T e g a k B e to n D o c k in g C e ta k a n D a la m A ta s C e ta k a n d a la m B a w a h C e ta k a n L u a r B a w a h B a ta s P e n g e c o ra n 0.127 Perapihan dan Penutupan Bekas . penguras dan peluap dengan bantuan paku atau paku atau pahat dan palu. seperti pada Gambar 3. Pasang cetakan bagian luar atas. campuran 1 semen : 2 pasir. dan lakukan pengecoran seperti bagian bawah sampai bagian dinding seluruhnya terisi penuh seperti pada Gambar 3.2 mm T u la n g D in d in g H o riz o n ta l P e rta m a L a n ta i L a n ta i K e rja P a s ir P a d a t Gambar 3.2 mm Tulangan D inding H orizontal K edua Gambar 3. Buat lubang-lubang pada dinding PAH untuk memasang pipa outlet.124 Cetakan Dinding PAH h.122 Gambar 3.121 Tutup celah-celah bekas pemasangan pipa-pipa pada butir 10 dengan mortar semen. seperti pada Gambar 3.2 mm 0.

d.125 Siapkan campuran beton tersebut dan tuangkan di atas cetakan dan dan ratakan setebal 5 cm lihat Gambar 3. dan selesaikan lubang manhole dengan pasangan bata 7. g. Rakit cetakan tutup PAH dan pasang di atas dinding PAH Bengkokkan kelebihan tulang tegak dinding PAH kearah dalam dan diikatkan dengan tulangan tutup Pasang tulangan tutup di atas cetakan tutup PAH dan ikat dengan kawat beton seperti Gambar 3. Buka Cetakan. c. f.129 Pengoperasian Bangunan PAH 142 Gambar 3. e. Pembuatan Tutup PAH dan Lubang Pemeriksa Pembuatan tutup PAH dilakukan sebagai berikut : a. b.130 Pematokan lokasi badan pondasi .126 Biarkan beton kering dan mengeras.Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengembangan SPAM Sederhana Besi No 12 Besi No 8 Besi No 10 Besi No 11 Besi No 16 Besi No 6 Besi No 6 Besi No 12 Besi No 3 Besi No 11 Besi No 10 Besi No 9 Besi No 10 Besi No 13 Besi No 7 Besi No 13 Besi No 14 Besi No 16 Besi No 16 Besi No 14 Besi No 13 Besi No 9 Besi No 10 Besi No 11 Besi No 12 Besi No 6 Gambar 3.128 Merakit Tutup PAH 6. Pekerjaan Penyelesaian Penyelesaian pekerjaan dapat dilakukan sebagai berikut : Gambar 3.124 Pasang cetakan lubang inlet dan manhole pada posisi yang tepat seperti Gambar 3.

b. Penggalian Pondasi 2. Lebar = 2 dan tinggi = 1. b.128 Pasang lantai pasir padat setebal 10 cm. kran. seperti pada Gambar 3.126 Hubungkan patok yang satu dengan yang lain dengan benang/tali hingga mempunyai ketinggian yang sama.131. Gambar 3.3) meter.127 Gambar 3.133 Pemberian pasir pada lantai pondasi 143 .130 Gambar 3.Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengembangan SPAM Sederhana a.125 Cara Pengerjaan PAH Pasangan Bata 1. Pekerjaan Persiapan Kegiatan persiapan yang perlu dilakukan : a. • Plester dinding bagian dalam PAH dengan acian dan pertebal sambungan antara lantai dan dinding PAH dengan adukan 1 semen : 2 pasir halus untuk menghindari bocoran Buat lubang untuk meletakkan tempat pengambilan air dari pasangan bata Pasang talang.132 Pemberian pasangan batu kosong pondasi Gambar 3. tutup pipa Operasikan PAH sesuai dengan kebutuhan. b. c. seperti pada Gambar 3. Gali tanah untuk pondasi hingga kedalaman 60 cm pada lereng tebing dan 30 cm pada sisi lain dari bak PMA. d. d. Tentukan lokasi PAH pada tanah yang relatip datar dan dekat dengan bangunan tadah air hujan (Atap Rumah). c. Gambar 3. pipa outlet. Gambar 3.129 Pasang batu kosong. Pembuatan Pondasi PAH Pembuatan pondasi PAH dapat dilakukan sebagai berikut : a. c. Bersihkan lahan dari kotoran dan akar pohon Tandai dengan patok sesuai ukuran pada gambar (Panjang = 2 m. seperti pada Gambar 3.

134 144 .135 Pondasi yang sudah terpasang d. seperti pada Rakit pembesian untuk slop beton sepanjang pondasi dengan ukuran 15 cm x 15 cm seperti pada Gambar 3.132 Gambar 3. seperti pada Gambar 3.3 meter) seperti pada Gambar 3. Pasang pondasi pasangan batu kali yang terbuat dari bahan batu kali dengan campuran semen : 3 pasir hingga ketinggian yang telah ditetapkan Gambar 3.130 dan 3.134 Pemasangan pondasi Gambar 3.137 Pengurugan lubang bekas galian pondasi g.Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengembangan SPAM Sederhana Gambar 3. e. f.133 Buat cetakan dari papan untuk mencetak adukan pada slop beton dan tiang beton.136 Pembesian pada tiang-tiang dan slop Gambar 3. h.131 Isi lubang bekas galian pondasi dengan tanah urug. Rakit pembesian (ukuran tulangan 15 cm x 15 cm) untuk tiang disetiap sudut pondasi hingga mencapai ketinggian bak (1.

seperti dalam Gambar 3. seperti pada Gambar 3. Buat campuran beton dengan perbandingan 1 semen : 2 pasir : 3 kerikil sebanyak 0.136 dan 3. b. Buka cetakan kayu pada slop beton dan tiang beton bila betonan sudah kering ( + 2 hari). Pembuatan Lantai Dasar PAH Gambar 3. ratakan adukan dengan menggunakan roskan.136 Biarkan beton sampai kering dan mengeras sebelum melanjutkan ke pembuatan dinding PAH Gambar 3. Pembuatan Dinding PAH Pembuatan dinding PAH dilakukan sebagai berikut : a.138 Pembuatan cetakan slop beton pondasi PAH 3.140 Pembuatan lantai PAH Gambar 3.40 m3 campuran harus rata dan tidak encer. c. b.141 Pemasangan dinding PAH 4.139 Pembuatan cetakan tiang beton PAH Pembuatan Lantai PAH dilakukan sebagai berikut : a. Pasang dinding bak dengan kontruksi batu bata hingga mencapai ketinggian bak. Tuangkan campuran beton untuk lantai dasar PAH setebal 10 cm.Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengembangan SPAM Sederhana Gambar 3.137 145 .

Pasang bekisting untuk pembuatan tutup bangunan PAH. Ganjal batu setebal 2 .112 146 . peluap dan kran diameter ½ inchi sebanyak 4 buah Tutup celah-celah bekas pemasangan pipa-pipa pada butir 10 dengan mortar semen. seperti pada gambar Gambar 3. Pembuatan Tutup PAH dan Lubang Pemeriksa Pemasangan tutup dan lubang pemeriksa dilakukan sebagai berikut : a. f.140 Pasang cetakan (terbuat dari bahan triplek) di atas bekisting. seperti pada Gambar 3.141 Gambar 3.Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengembangan SPAM Sederhana Gambar 3. Gambar 3. sesuai ukuran tutup bangunan PMA yang akan dicor di atas cetakan. seperti pada. b.3 cm diseluruh bidang di bawah pembesian Buat sekat ukuran 60 cm X 60 cm dari kayu tipis pada bagian tutup bak kontrol. e. seperti Gambar 3. campuran 1 semen : 2 pasir Plester dinding bak dengan adukan campuran 1 semen : 2 pasir. penguras.142 Pemasangan dinding dan pipa out let buatan lantai PAH c. Gambar 3.142 Pasang pipa udara pada bagian yang telah ditentukan sebelum dicor.139 5. e.144 Pemasangan bekisting pada tutup bangunan tutup PAH c.143 Pekerjaan plester dinding PAH d.145 Pemasangan cetakan dan pembesian tutup PAH Susun pembesian ukuran 8 mm . seperti pada Gambar 3. seperti pada Gambar 3.15 mm yang telah dirakit. d. Buat lubang-lubang pada dinding PAH untuk memasang pipa outlet.

144 Cor tutup beton dengan ketebalan kurang lebih 10 cm.144 Pasang pembesian untuk tutup lubang pemeriksa dan lengkapi dengan pegangan yang terbuat dari besi ¾ inchi. seperti pada gambar Gambar 3.146 Gambar 3. biarkan hasil pengecoran 3 sampai 4 hari (sampai kering). k.Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengembangan SPAM Sederhana Gambar 3. Gambar 3. i. seperti pada Gambar 3. seperti pada Gambar 3.20 m dan pengurugan tanah .143 Buat cetakan untuk tutup lubang pemeriksa (manhole).146 Susunan pembesian g. seperti pada Gambar 3.148 Pekerjaan pengecoran tutup PAH Gambar 3.150 Pekerjaan plesteran tutup bak 147 Gambar 3.151 Pengupasan tanah dasar 1.147 Cetakan dan pembesian pada lubang pemeriksa h.149 Pembesian dan Pengecoran tutup manhole Gambar 3. j.145 Plester tutup bak dengan adukan perbandingan 1 pasir : 2 semen. Lakukan pengecoran dengan memasukkan adukan dengan perbandingan 1 semen : 2 pasir : 3 kerikil sambil dirojok agar seluruh bidang terisi dan pembesian tertutup rata. seperti pada Gambar 3.

Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengembangan SPAM Sederhana 6.148. Kupas (gali) tanah dasar 1/3 lingkaran sepanjang 1. seperti pada gambar 3.120. c.149 Pasang batu kali atau batu bata dengan adukan 1 semen : 4 pasir. Pekerjaan Lantai dan Saluran Pembuangan Air a. 148 . seperti pada gambar 3. seperti pada gambar 3.149.150. Gambar 3.20 m dari sisi (pinggir) pondasi dengan kedalaman 20 cm. e.155 Pembuatan saluran Konstruksi bangunan penampungan air hujan secara lengkap dapat dilihat pada gambar teknis berikut.154 Meratakan campuran beton dan saluran pembuangan air Gambar 3. Biarkan beton sampai kering Pasang saluran pembuangan dengan konstruksi pasangan batu. Gambar 3. f. seperti pada gambar 3.152 Pelapisan dengan pasir setebal 5 cm dasar Turap d. seperti pada gambar 3. b. Gambar 3.153 Pemasangan batu kali dan adukan Tuangkan campuran beton setebal 3 cm dan ratakan dengan roskam (Alat perata dari Kayu). Lapisi dengan pasir padat setebal 5 cm.

tanah. tahi burung agar talang tidak tersumbat Bersihkan lantai dasar reservoir dari tanah dan kotoran Bersihkan saluran drainase dari daun-daun dan kotoran agar saluran tidak tersumbat. untuk mencegah retaknya PAH karena panas sinar matahari. 4.156 Denah dan Potongan PAH Pasangan Batubata k. 3. Operasi dan Pemeliharaan • Pengoperasian Persiapan Pengoperasian 1. 2. 149 . 1. 2. 3. Bersihkan talang dari kotoran yang ada seperti daun. 2. • Buang air yang ada di talang pada saat hujan pertama setelah musim kemarau Tampung air hujan yang ada di talang kedalam reservoir setelah disaring terlebih dahulu Pelaksanaan Pengoperasian Ambil air dari reservoir menggunakan kran yang dipasang pada reservoir Tutup reservoir agar tidak terkontaminasi Buang air buangan melalui ddrainase yang ada di lantai dasar Pelaksanaan Pengoperasian Pemeliharaan Pemeliharaan harian atau mingguan 1. 3. Jaga agar PAH selalu terisi air dengan tinggi minimum 10 cm.Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengembangan SPAM Sederhana Gambar 3.

kran dan lantai dasar Catat perbaikan yang telah dilaksanakan Catat kapan mulai dan berakhirnya musim hujan Catat kapan air di reservoir habis untuk pemakaian air normal Simpan catatan ini oleh kepala keluarga untuk pedoman perbaikan dan pemeliharaan PAH sesuai keperluan.48 berikut: Tabel 3. penebangan pohon di sekitar PAH Keterangan Sumber: Petunjuk Praktis Pembangunan Prasarana dan Sarana Sistem Penyediaan Air Bersih Perdesaan.48 Cara Pemeliharaan Penampung Air Hujan Perlengkapan Sistem 1. lakukan ini selama sepuluh menit pertama Cat bak dengan warna biru Tebang pohon-pohon yang tumbuh sekitar bak Buat kelengkapan cara pemeliharaan dan pasang di dekat PAH. lantai dasar. saluran drainase 2. lantai dasar. 2003 • Pelaporan PAH 1.Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengembangan SPAM Sederhana Pemeliharaan Tahunan 1. Siram PAH yang baru selesai dibangun minimum selama 7 hari. kebocoran . ferrocement Ganti talang dan kran dengan yang baru jika terjadi kebocoran atau kerusakan 150 . 2. Kimpraswil. Catat kerusakan yang terjadi pada reservoir. Dep. Talang. sementara PAH belum diisi air Bersihkan PAH setiap awal musim hujan Buang air di dalam PAH yang berasal dari hujan pertama. Reservoir v v v Pemeliharaan Harian/Mingguan Bulanan Tahunan . 3. 6.Pengecatan. talang. 4. daun . 5. sambungan talang 3.Bersihkan dari kotoran. Tambal dengan lapisan mortar cement jika reservoir terbuat dari Tambal dengan lapisan resin jika reservoir terbuat dari fiberglass • Perbaikan 1. Reservoir. 5. 3.Periksa keretakan. 2. sesuai tabel 3. sampah. dengan cara: • • 2. Perbaiki dinding PAH jika terjadi kebocoran atau keretakan. 4.

Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengembangan SPAM Sederhana

atap bangunan

drum saringan

drum saringan

A
pompa tangan pompa tangan saluran drainase saluran drainase

A

±9m

pompa tangan

pompa tangan

drum saringan

±3m ±5m

drum saringan

atap bangunan

Gambar H D E N A 3.157 Denah Bangunan PAH

pompa tangan saringan

pompa tangan

saluran drainase

±2m

dilapis geomebran

saluran drainase

±3m

POTONGAN A-A

Gambar 3.158 Potongan A-A Bangunan PAH

151

Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengembangan SPAM Sederhana

drum

kerikil jagung ± 10 cm ijuk ± 5 cm kerikil halus ± 10 cm

Pipa GIP Ø 6"

DETAIL SARINGAN

Gambar 3.159 Detail Unit Saringan Bangunan PAH

3.5.3

UNIT DISTRIBUSI

A. Perpipaan Jaringan perpipaan yang dimaksud dalam bagian ini adalah perpipaan transmisi, yaitu jaringan perpipaan yang berfungsi membawa air bersih dari unit produksi ke titik awal jaringan distribusi, serta perpipaan distribusi yang menghubungkan perpipaan transmisi dengan unit pemanfaatan berupa hidran umum (HU). 1. Kriteria Desain Perencanaan jalur pipa harus memenuhi ketentuan teknis sebagai berikut: • • • • • • • Jalur pipa sependek mungkin Menghindari jalur yang mengakibatkan konstruksi sulit dan mahal Tinggi hidrolis pipa minimum 5 m di atas pipa, sehingga cukup menjamin operasi katup udara (air valve) Menghindari perbedaan elevasi yang terlalu besar, sehingga tidak ada perbedaan kelas pipa. Pipa harus direncanakan untuk mengalirkan debit maksimum harian Kehilangan tekanan dalam pipa tidak lebih dari 30% dari total tekanan statis pada sistem transmisi. Untuk sistem gravitasi, kehilangan tekanan maksimum 5 m/1000 m atau sesuai dengan spesifikasi teknis pipa Pemilihan bahan pipa harus memenuhi persyaratan teknis

Penentuan dimensi pipa harus memenuhi ketentuan teknis sebagai berikut:

2. Perhitungan Pipa transmisi direncanakan untuk dapat memenuhi keperluan pengaliran sampai dengan 10 tahun mendatang. Untuk pendekatan perencanaan, kapasitas sistem direncanakan seperti pada Tabel 3.49 berikut:

152

Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengembangan SPAM Sederhana

Tabel 3.49 Desain Aliran Berdasarkan Jumlah Rumah Tangga yang Dilayani
Kapasitas Sistem (L/det) Jumlah Rumah Tangga yang Dilayani Desain Aliran (L/det)

2,5 5,0

150 - 300 > 300

2,5 5,0

Sumber: Pedoman Teknis Proyek Air Bersih Perdesaan dengan Sistem Perpipaan dan Sumur Artesis (PAB-PPSA), Direktorat Jenderal Cipta Karya, Departemen Pekerjaan Umum, 1985

a. Sistem Gravitasi Ada 3 (tiga) sistem gravitasi yang dapat dibedakan seperti pada Gambar 3.131, sedangkan definisi untuk masing-masing sistem gravitasi tersebut dijelaskan pada Tabel 3.49 dengan penentuan kemiringan hidrolis menggunakan Tabel 3.50.
Tabel 3.50 Definisi Sistem Gravitasi Jaringan Perpipaan

Keadaan lapangan 1 Beda tinggi lebih kecil dari 5 m dan dapat dipandang sebagai daerah datar
H1 H2

L = 1.380 m S = 2 m (beda tinggi) Pilih I dari kolom [2] (S = 0–5 m) dan (L=1.000 – 5.000 m), diperoleh I = 0,007

Keadaan lapangan 2 Beda tinggi lebih dari 5 m dan menurun dari arah sumber
>5m H1 H2

L = 1.380 m S = 7 m (beda tinggi) Pilih I dari kolom [3] (S = 5–10 m) dan (L=1.000 – 1.500 m), diperoleh I = 0,010

Keadaan lapangan 3 Beda tinggi lebih dari 5 m dan menanjak dari arah sumber
H2 H1

L = 1.380 m S = 20 m (beda tinggi) Pilih I dari kolom [7] (S > 5 m) dan (L=1.000 – 5.000 m), diperoleh I = 0,010

>5m

153

Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengembangan SPAM Sederhana

1.
H1 H4 = H 2 + 20

Titik terendah

H2 H3

Transmisi

Distribusi

2.
H4= H2+ 20

H1

H2

Titik terendah
H3

Transmisi

Distribusi

3.

H1

H4 = H2 + 20

H3 Lokasi point

H2

Transmisi

Distribusi

Gambar 3.153 Kondisi Umum Perpipaan Sistem Gravitasi

154

Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengembangan SPAM Sederhana

Tabel 3. 51 Pemilihan Kemiringan Hidrolis
L (m) [1] Keadaan lapangan 1 (daerah datar) [2] [3] Keadaan lapangan 2 (daerah tidak datar dan menurun) [4] [5] Keadaan lapangan 3 (daerah tidak datar dan menanjak) [6] [7]

< 1000 1000 – 5000 1500 – 2000 2000 – 2500 2500 – 3000 3000 – 3500 3500 – 4000 4000 – 4500 4500 – 5000

0.010 0.007 0.005 0.004 0.003 0.003 0.002 0.002 0.002

0.015 0.010 0.008 0.006 0.005 0.004 0.004 0.003 0.003

0.020 0.013 0.010 0.008 0.007 0.006 0.005 0.004 0.004

0.025 0.017 0.013 0.010 0.008 0.007 0.006 0.006 0.005

0.030 0.020 0.015 0.012 0.010 0.009 0.008 0.007 0.006

0.010 0.007 0.005 0.004 0.003 0.003 0.002 0.002 0.002

Sumber: Pedoman Teknis Proyek Air Bersih Perdesaan dengan Sistem Perpipaan dan Sumur Artesis (PAB-PPSA), Direktorat Jenderal Cipta Karya, Departemen Pekerjaan Umum, 1985

i. Tentukan perbedaan tinggi antara sumber air dan titik terendah pada sistem • • Jika perbedaan tinggi ini lebih kecil dari 100 meter, tidak diperlukan bak pelepas tekan (BPT) Jika perbedaan tinggi ini lebih besar dari 100 meter, diperlukan BPT, dipasang pada daerah yang sesuai, pada ketinggian 100 meter di atas titik terendah

Jika tidak dibutuhkan BPT: (a) Tentukan gradien, I I = H1 – H4 L (29)

dengan pengertian: I = Gradien hidrolis H1 = Elevasi sumber air, m H4 = Elevasi titik akhir pipa transmisi ditambah 20 m L = Panjang jalur pipa transmisi utama (b) Jika terdapat titik tertinggi di antara sumber dan titik tertinggi I = H1 – Htitik tertinggi Ltitik tertinggi (30)

dengan pengertian: I = Gradien hidrolis H1 = Elevasi sumber air, m Htitik tertinggi = Elevasi tertinggi di jaringan distribusi Ltitik tertinggi = Jarak antara sumber ke titik tertinggi di jaringan distribusi (c) Ambil I yang terendah diantara keduanya, pilihlah pipa dari Tabel 3.50 atau Tabel 3.51 tergantung dari jenis bahan. Gunakan I yang lebih kecil. (d) Jika tidak ada diameter yang bisa dipilih dalam tabel, karena harga I lebih kecil dari 0,001 gunakan sistem pemompaan.

155

976 5.001 0.247 0.043 0.310 0.053 0.614 0.119 0.145 0.020 0.174 0.143 0.339 2. I = gradien hidrolis (dalam m/m) Sumber: Pedoman Teknis Proyek Air Bersih Perdesaan dengan Sistem Perpipaan dan Sumur Artesis (PAB-PPSA).020 0.008 0.408 0.081 0.460 10.427 0.081 1.102 0.040 5.479 5.213 1.497 0.781 1.939 4.072 0.097 0.320 6.544 0.961 1.742 2.055 0.030 0.004 0.710 7.045 0.961 1.430 4.440 4.733 2.345 3.016 0.091 0.151 8.578 0.610 0.330 0.189 0.088 0.510 1 ¼” 0.012 0.570 0.490 2.763 8.286 3.156 1.225 2. dalam mm) DEBIT (L/det) 20 0.018 0.094 0.386 0.767 5.398 8.239 3.271 1. Direktorat Jenderal Cipta Karya.768 0.101 0.706 0.044 0.081 0.013 0.994 2.526 1.035 0.125 1.508 0.362 0.143 0.915 0.300 4.367 0.117 0.078 0.282 0.029 0.031 0.558 50 11.813 11. 1985 156 .831 2 ¼” 0.260 0.130 0.046 0.243 9.005 8.055 0.094 0.52 I 0.109 0.019 0.833 0.002 0.580 Catatan: ∅ = diameter nominal dalam (dalam mm).004 1 ½” 0.449 1.254 0.040 0.362 4.143 0.55 mm.310 0.394 8.109 0.382 0.313 1.108 0.833 1.094 8.518 0.747 8.052 11.199 0.669 0.977 2.986 9.076 0.153 7.799 0.361 3.388 0.202 0.096 0.358 1.453 1.709 2.106 Pemilihan Diameter Pipa PVC (ISO – Class 10.244 7.784 5.128 1.018 0.020 3.131 125 3.004 0.140 1.349 0.034 0.014 0.212 0.265 0.251 4.606 2.642 6.005 0.175 0.536 2.061 0.789 75 0.049 0.687 7.156 0.168 0.666 4.446 1.001 0.039 0.224 0.135 0.020 0.326 3.531 10.207 4.050 0.144 0.216 0.115 0.911 10.020 4.017 1.188 0.069 0.821 6.137 0.047 0.012 0. Departemen Pekerjaan Umum.725 3” 1.776 4.106 0.288 0.515 6.885 7.085 0.775 4” 2.641 1.086 0.311 2.032 0.041 2.232 1.941 1.243 0.009 0.031 0.703 6.009 0.608 3.336 0.755 0.240 0.572 0.190 0.119 4.085 1.091 0.506 4.802 12.074 0.995 2.53 Pemilihan Diameter Pipa GIP (Class MEDIUM.530 1.211 0.078 7.112 3/4“ 0.007 0.916 2.005 7.023 0.479 0.833 4.555 1.415 0.157 10.027 0.486 0.725 0.157 0.55 mm) DEBIT (L/det) I 0.644 0.276 0.935 3.114 0.842 1.458 0.038 1.040 0.536 2.737 40 0.697 1.242 0.057 0.469 0.546 3.039 0.021 7. k = 0.818 1.071 0.712 0.251 6” 6.705 1.824 0. Direktorat Jenderal Cipta Karya.286 3.441 0.170 0.878 0.711 6.025 0.058 0.035 0.508 0.179 0.204 0.112 3.359 0.014 0.035 0.276 4.209 25 0.522 0.309 0.644 0.714 9.265 0.490 2.055 0.449 63 0.023 0.165 1.101 0.160 0.100 0.170 0.670 0.934 Catatan: ∅ = diameter nominal dalam (dalam mm).526 9.016 0.062 2. k = 0.011 1.540 11.045 0.037 0.871 4.107 0. I = gradien hidrolis (dalam m/m) Sumber: Pedoman Teknis Proyek Air Bersih Perdesaan dengan Sistem Perpipaan dan Sumur Artesis (PAB-PPSA).056 0.295 1.060 0.952 5.266 0.938 1.313 0.079 0.851 2.008 0.292 0.516 6.995 5.221 2.003 0.060 ∅: 16 0.069 1.388 0.957 3.121 0. Departemen Pekerjaan Umum.582 2.572 90 1.074 0.085 0.006 0.006 0.010 0.126 6.016 0.517 3.776 2.346 0.184 0.104 2.622 0. dia.851 0.442 0.025 0.750 10.254 5.461 0.058 0.980 9.385 32 0.354 1.448 2.870 0.193 0.623 1.010 0.040 0.434 160 6.216 0.230 0.775 0.404 1.576 4.002 0.021 2.267 5.748 1.552 0.713 0.974 1.042 0.506 8” 12.679 4.060 ∅: ½” 0.359 0.683 3.764 0.713 8.790 2.306 2.231 4.005 0.354 0.376 9.Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengembangan SPAM Sederhana Tabel 3.003 0.230 0.222 5.142 0.280 0.888 0.356 50 0.039 0.010 0.200 0.950 1.019 1.092 1.513 0.231 2.501 4.187 0.190 2.152 0.817 0.262 0.064 0.927 2.327 0.778 5.126 0.097 0.051 0.905 6.078 0.353 4.425 2. 1985 Tabel 3.292 1.622 1.391 0.328 0.361 1.087 0.175 3.035 4.776 0.168 0.465 0.382 2.165 3.890 4.064 0.026 0.128 0.633 6.007 0.746 7.266 1” 0.158 8.045 0.156 2.591 8.121 6.403 0.251 0.574 0.703 0.540 1.625 3.291 11.781 10.059 0.252 1.021 0.066 0.264 0.381 0.212 0.335 0.031 0.426 0.134 110 2.868 0.074 0.518 2” 0.115 3.712 0.367 1.489 0.217 2.669 0.186 6.037 0.050 0.247 1.066 0.912 3.460 5.938 3.544 0.236 7.488 0.888 7.127 0.030 0.224 1.539 1.212 6.462 11.237 1.182 0.053 0.593 0.632 0.

.... Hitung tekanan total (total head – TH) Jika daerah distribusi rata dan menurun: TH = H2 – H1 + 20 + I .... Periksa apakah diperlukan booster pump atau tidak iii..................... m H2 = ketinggian tanah pada awal distribusi.. m H3 = ketinggian tanah pada akhir distribusi............ L ....50 dan Tabel 3.... Sistem Pemompaan i.. Tentukan diameter pipa transmisi utama antara sumber air dan unit produksi serta antara unit produksi dan daerah pelayanan.. atau antara sumber dan daerah pelayanan ii...51 tergantung dari jenis bahan pipa..161 Sketsa Kondisi Topografi dengan Bak Pelepas Tekan (BPT) (a) Hitung: I1 = H1 – (Hbp + 10) Ltitik tertinggi Hbp – H4 L2 (32) (31) I2 = (b) Jika terdapat titik tertinggi di antara sumber air dan BPT atau antara BPT dengan daerah pelayanan..................... Jika daerah distribusi mendaki: TH = H3 – H1 + 20 + I . Tentukan diameter pipa dari Tabel 3.Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengembangan SPAM Sederhana Jika dibutuhkan BPT: B re a k P re s s u re T a n k /B a k P e le p a s T e k a n ( B P T ) H1 H bp H4 = H2+ 20 H2 L1 T ra n s m is i L2 D is trib u s i H3 Gambar 3... dengan pengertian: H1 = tinggi permukaan minimal sumber air... I = Hbp – Htitik tertinggi Ltitik tertinggi (34) Gunakan I yang terendah dari keduanya.... m L = panjang pipa transmisi (36) (35) 157 ........ hitung: H1 – Htitik tertinggi (33) I = Ltitik tertinggi atau............ L . b........

detail perhitungan mengikuti prosedur desain untuk daerah yang berbukit.Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengembangan SPAM Sederhana H3 TH H2 H1 L Transmisi Distribusi Gambar 3.141) (7) Bila terjadi kasus seperti pada Gambar 3. lakukan pengecekan sebagai berikut: (1) Hitung perbedaan tinggi antara sumber air dan titik tertinggi pada pipa transmisi utama dan sistem distribusi (Hsumber – Htertinggi) (2) Hitung jarak antara sumber dan titik tertinggi (L) (3) Jika Hsumber – Htertinggi kurang dari 0.162 Sketsa Kondisi Topografi dengan Pemompaan iv.163 Sketsa sumber di atas daerah pelayanan dengan BPT 158 .001 gunakan pompa (4) Jika Hsumber – Hmaks lebih besar dari 0. untuk ini perlu didesain khusus. jaringan mempunyai tekanan lebih besar dari 100 m dan sebagian lagi kurang dari 100 m. Periksa apakah TH lebih besar dari 80 m. Disain untuk Daerah Berbukit i. B a k P e le p a s T e k a n ( B P T ) < 100 m Gambar 3. Jika TH lebih besar dari 80 m.001 gunakan gravitasi (5) Hitung juga perbedaan tinggi antara sumber air dan titik terendah dalam pipa transmisi utama dan pipa distribusi.46. maka perlu dipasang booster pump. sebut (Hsumber – Hmin) (6) Jika (Hsumber – Hmin) lebih besar dari 100 m perlu dipasang BPT (lihat Gambar 3. Untuk keadaan ini. c. Sumber di atas daerah pelayanan Jika sumber berada di atas daerah pelayanan.

Sumber pada (di bawah) daerah pelayanan Jika sumber pada (di bawah) daerah pelayanan.005 ......165 Sketsa sumber pada (di bawah) daerah pelayanan dengan booster pump (6) Periksa apakah dapat dialirkan secara gravitasi ke jaringan distribusi (7) Jika terjadi seperti pada Gambar 3..... 159 ....164. maka perlu dipasang reservoir kecil.. L + 10 .Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengembangan SPAM Sederhana 100 m > 100 m < 100 m P ip a T e k a n a n T in g g i Gambar 3. diperlukan satu atau lebih booster pump (37) G a r i s T e k a n a n H id r o lis < 80 m D is t r i b u s i > 80 m < 80 m B o o s te r P u m p H S t a s iu n P o m p a Gambar 3... (5) Jika TH lebih besar dari 80 m.. ikuti pemeriksaan awal berikut: (1) Hitung perbedaan tinggi antara titik tertinggi dalam jalur pipa transmisi utama atau jaringan distribusi (Hmaks) dan sumber (Hmaks – Hmin) (2) Hmin adalah ketinggian sumber air dengan permukaan tanah (3) Hitung jarak antara sumber air dan titik tertinggi (4) Perkirakan total head maksimum TH = Hmax – Hmin + 0.....164 Sketsa sumber di atas daerah pelayanan dengan pipa bertekanan tinggi ii.......... yaitu jalur pipa transmisi mempunyai titik tertinggi di antara sumber air dan jaringan distribusi.............

4. Bak Pelepas Tekan (BPT) i. c. Perhitungan hidrolis dilakukan dengan menggunakan formulir seperti dapat dilihat pada Tabel 3. b.53. Kolom 3 Buat seleksi awal dari diameter pipa sesuai dengan tabel berikut dan catat hasil seleksi pada kolom 3.151. booster pump.53.150).152). Kolom 1 Tentukan nomor node awal dan nomor node akhir sesuai Gambar 3. Perhitungan hidrolis Jika pada sistem terdapat BPT (Gambar 3. tetapi tidak kurang dari tekanan yang diperlukan. 160 . Kesesuaian diameter luar untuk pipa PVC dapat dilihat pada Tabel 3. booster pump (Gambar 3. Booster Pump Penempatan booster pump harus sedemikian rupa sehingga tinggi tekanan pada node paling rendah atau sama dengan 10 m. maka sistem perlu dibagi menjadi dua bagian. Lokasi BPT dan booster pump a.166 Sketsa sumber pada (di bawah) daerah pelayanan dengan air valve (8) Jika BPT atau booster pump berada di jalur distribusi. Kedua sub sistem tersebut hanya berhubungan dengan BPT atau booster pump. BPT ditempatkan pada lokasi sedemikian sehingga tekanan pipa tidak lebih besar dari 100 m pada setiap node.151).50. ii. Masukkan nomor node dimulai dari sumber air. reservoir kecil (Gambar 3. BPT. Catatan: diameter pipa yang tertera pada tabel merupakan pendekatan. Kolom 2 Tentukan kapasitas aliran pipa sesuai Gambar 3. atau reservoir. iii. maka perhitungan hidrolis dilakukan terpisah.Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengembangan SPAM Sederhana Reservoir kecil Air Valve Distribusi Stasiun Pompa Pompa Gravitasi Gambar 3. sesuai prosedur berikut: a. Tempatkan BPT sebelum tempat yang curam sehingga dapat menjamin operasi hidrolis yang baik (smooth). yaitu satu sub sistem rendah dan sub sistem tinggi. Tempatkan BPT setepat mungkin sehingga dapat mengurangi tekanan dalam jaringan distribusi. 3. b.

tinggi tekan dimulai sama dengan ketinggian muka sumber air (bila gravitasi) atau BPT. Kolom 5 – 0.Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengembangan SPAM Sederhana Aliran pipa (L/det) 0. Kolom 7 Menunjukkan pertambahan kehilangan tekanan dalam aliran node dimana pertambahan ini dihitung dari kolom 6. e. Untuk node akhir dari bagian pipa dihitung dengan cara mengurangkan tinggi tekan (head) node awal bagian pipa tersebut dengan kehilangan tekanan sepanjang pipa itu (kolom 6).025 – 0.5 0. Dalam contoh ini berupa aliran gravitasi. Kolom 9 Perhitungan tinggi tekan pada titik node akhir setiap bagian pipa yang dihitung sebagai berikut: Dengan awal bagian pipa. Kolom 8 Menunjukkan tinggi titik node akhir setiap bagian pipa diambil dari peta kota. f.15 – 0. tinggi tekanan pompa distribusi (bila perpompaan) sebagainya. 161 . Dimulai dari titik pelayanan sampai akhir dari percabangan.8 – 2.009 0.5 – 0. Kolom 6 Menunjukkan kehilangan tekanan per bagian pipa yang dihitung dengan mengalikan L (kolom 4) dengan I (kolom 5).075 0.5 Diameter (mm) 13 20 25 40 50 75 Menunjukkan kehilangan tekanan (head loss) per meter panjang pipa (I) yang diperoleh dari Tabel 3. selalu pakai kapasitas aliran yang lebih besar atau sama dengan kapasitas aliran yang sebenarnya. Kolom 4 Menunjukkan panjang pipa sesuai Gambar 3.15 0.025 0. Dalam menggunakan tabel. g.075 – 0. i.139.8 d.53. h.

54 Lembar Perhitungan Hidrolis .Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengembangan SPAM Sederhana SISTEM: DESAIN PIPA PERHITUNGAN HIDROLIS (1) Bagian pipa (2) (3) Diameter (mm) (4) Panjang (m) (5) Gradien hidrolis (m/m) (6) Kehilangan tekanan (m) (7) Kehilangan tekanan kumulatif (m) (8) Elevasi (m) (9) Pipa (m) (10) Sisa tekan (m) (11) Debit Catatan Tabel 3.

Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengembangan SPAM Sederhana φ φ φ φ φ φ φ φ φ φ Lay Out Sistem Distribusi Induk Gambar 3.167 φ φ φ φ φ φ φ φ φ φ φ φ φ .

Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengembangan SPAM Sederhana Gambar 3.168 Arah Aliran dan Diameter Pipa .

Pemeriksaan terakhir dianjurkan dengan menyiapkan gambar profil dan hidrolis sepanjang jalur transmisi dan poros utama dari jaringan distribusi (lihat sketsa di bawah ini). Kolom 10 Hitung sisa tekan (residual head) dengan mengurangkan kolom 9 oleh kolom 8. perkecil salah satu diameter atau lebih. ulangi perhitungan pada lembar baru. b. sampai diperoleh sisa tekan terendah mendekati 10 m (tetapi tidak lebih kecil dari 10 m). dimulai dari kolom 5. Bila semua node mempunyai tinggi tekanan (head) lebih besar dari 10 m. perbesar diameter dengan satu atau lebih bagian pipa. ikuti prosedur berikut: i. Ulangi prosedur perhitungan pada lembar baru.169 Ilustrasi Perhitungan Sisa Tekan pada Jaringan Perpipaan j. dan perkecil diameter dari satu atau lebih bagian pipa sehingga sisa tekan sedapat mungkin mendekati 10 m tetapi tidak lebih kecil. 165 . Setelah lengkap perhitungan pada putaran pertama. Periksa apakah sisa tekan sama dengan atau lebih 10 m pada setiap node. ganti diameter pipa dan ulangi perhitungan hidrolis sampai mendapatkan gradien yang lebih halus (smooth). ii.Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengembangan SPAM Sederhana M u k a A ir M a ta A ir H1 H1 1 H2 H3 H2 H3 K e h ila n g a n A ir 2 3 Muka Air H1 H2 H3 H1 H2 H3 Kehilangan Air 3 TH 2 1 Pompa Gambar 3. Jika gradien hidrolis memperlihatkan perubahan yang tiba-tiba. dimulai dari kolom 5. Sistem gravitasi Jika satu atau lebih pada kolom 10 mempunyai nilai kurang dari 10 m. Sistem pompa Pilih node yang mempunyai sisa tekan terkecil (nilai dari kolom 10) Kurangi atau tambahkan TH sehingga sisa tekan pada node itu sama dengan 10 m Hitung kembali nilai kolom 10 keseluruhan sesuai dengan TH yang sesuai langkah sebelumnya Periksa sisa tekan pada node terakhir.

96 18.12 10. 2. sesuai standar SNI 06-4829-1998-A/ISO 4427. Perpompaan 1. Kecepatan aliran air dalam pipa hisap kurang atau sama dengan 1 m/detik Kecepatan aliran air dalam pipa tekan kurang atau sama dengan 2 m/detik Kecepatan aliran air dalam pipa header kurang atau sama dengan 3 m/detik Kehilangan tekanan pada pipa kurang dari 5 m/km Memiliki sarana pengaman untuk mengghindari kerusakan Memiliki alat pengatur kapasitas aliran air Memiliki sarana untuk perawatan dan perbaikan 1. 3. Kapasitas 5.15 22. klas pipa S-12. Kriteria Pemilihan Pompa Jumlah pompa sesuai dengan kapasitas instalasi dan memperhatikan faktor kontinuitas operasi Jenis sudu pompa sesuai dengan kualitas air Tipe pompa sesuai dengan penggunaannya Diameter pipa hisap dan tekan sesuai dengan pompa yang dibutuhkan Mampu beroperasi pada kapasitas dan tekanan (head) yang ada untuk jangka waktu yang direncanakan 6.8 305 3 7. Mudah operasi dan perawatannya 166 . maka pengadaan pipa mengikuti ketentuan sebagai berikut: Untuk pipa PVC. Hal ini supaya pipa transmisi dapat mencukupi kapasitas untuk keperluan 10 tahun mendatang.96. klas pipa SDR-17 (S-8) dengan tekanan kerja minimal 8 bar Untuk pipa galvanis (GIP). Diameter akhir Setelah semua perhitungan selesai. 7.5 6.5 dengan tekanan kerja minimal 8 bar Untuk pipa HDPE. 6.7 403 4 6. Kriteria Perencanaan Diameter hasil perhitungan (mm) 100 75 Diameter yang digunakan (mm) 100 100 2. 2. Tersedia di pasaran 7. 5. 1.170 Ilustrasi Profil dan Garis Hidrolis Jaringan Perpipaan 5.06 16. 4. 5.6 423 2 8. Spesifikasi Teknis Dalam rangka menjamin kualitas pelaksanaan pembangunan prasarana air bersih supaya diperoleh tepat mutu dan dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan. menggunakan klas medium dengan tekanan kerja minimal 8 bar B. sesuai standar SNI 03-6419-2000/SII-0344-1982. untuk pipa transmisi sesuaikan diameter pipa seperti pada tabel berikut. 3. 4.4 Gambar 3.Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengembangan SPAM Sederhana NODE Tinggi Muka Tanah Tekanan Panjang Pipa (m) (m) (m) 1 9.0 2.

Prosedur Perhitungan Perencanaan jenis dan kapasitas pompa yang dibutuhkan dilakukan sesuai prosedur seperti pada Gambar 3.56. 167 . Departemen Pekerjaan Umum Tabel 3. Tabel 3.55 Pemilihan Jenis Pompa Air Baku Sumber Air Permukaan Tipe Pompa Bentuk Impeler Material Padat (Terbawa) Vortex Air Permukaan − − − − − − − − − − − Abrasif Viskositas tinggi Serat panjang Serat panjang Viskositas tinggi Sampah Viskositas tinggi Bebas benda padat Viskositas rendah Bebas benda padat Viskositas rendah Non-clogging submersible karena fluktuasi muka air tinggi Shrouded channel Open impeller Axial Air Tanah Dalam Submersible deep welll pump Deep well turbine pump (kedalaman < 40 m) Sentrifugal impeller (mixed flow impeller) Aliran campur Sumber: Tata Cara Rancang Teknik Perpompaan (AB-D/RE/TC/022/98). Departemen Pekerjaan Umum 3.Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengembangan SPAM Sederhana Pemilihan jenis pompa didasarkan pada kualitas air yang ditangani oleh pompa tersebut.55 dan Tabel 3.56 Instalasi Fluida Pemilihan Jenis Pompa Distribusi atau Booster Kapasitas Pompa Jenis Pompa Distribusi/Booster Air Bersih Kurang dari 200L/det Lebih dari 200L/det Centrifugal Single Suction Centrifugal Double Suction Sumber: Tata Cara Rancang Teknik Perpompaan (AB-D/RE/TC/022/98).154 berikut. Jenis pompa untuk kualitas air tertentu dapat dilihat pada Tabel 3.

Tekanan pompa Tidak Pengecekan daerah kerja pompa Ada Perhitungan daya Daya fluida Daya penggerak Spesifikasi pompa Keluaran: Jumlah (operasi. Sumber air 3. Tabel 3. Departemen Pekerjaan Umum 4. Tekanan yang diperlukan 2.57.59 dan Tabel 3. 168 . Sistem pembubuh 2. Kualitas air 2.58. Tekanan statis 3. Kapasitas 1.Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengembangan SPAM Sederhana Mulai Data masukan Pengumpulan data masukan tergantung dari pompa yang akan dihitung Kriteria pemilihan: Distribusi Intake Pembubuh 1.60.171 Prosedur perencanaan pemilihan jenis dan kapasitas pompa Sumber: Tata Cara Rancang Teknik Perpompaan (AB-D/RE/TC/022/98) . Tabel 3. Pompa yang ada Perhitungan tekanan (head) Meliputi: 1. Perancangan Instalasi Pada tahap ini dilakukan perancangan instalasi yang meliputi: − Penentuan jumlah pompa − Penentuan diameter pipa − Penentuan komponen perpipaan Penentuan dilakukan dengan menggunakan tabel-tabel yang telah tersedia seperti pada Tabel 3. Tekanan kerugian 4. cadangan) Jenis Putaran Daya Penggerak Selesai Gamber 3. Kapasitas Jenis/tipe pompa 1. Kapasitas Perancangan instalasi Berdasarkan kapasitas dan jenis pompa yang digunakan: 1. Kapasitas 2.

8. 12. 13. 5. 4. 0 5 10 50 80 150 200 300 500 800 1000 5 10 50 80 150 200 300 500 800 1000 1200 0 2. 10. 11.59 Pemilihan Diameter Pipa Discharge.5 10 15 25 40 5 7. Kapasitas Unit Produksi L/det Jumlah Pompa Unit Kapasitas Pompa L/det Pipa Hisap mm Diameter Reducer mm Diameter Suction mm Diameter Discharge mm Diameter Difuser mm Diameter Header mm 1. 6.5 5 25 40 75 100 150 250 400 5000 Kapasitas Pompa per Unit L/det 2.5 10 15 25 40 75 Discharge in 2 2.5 m/det Jumlah pompa adalah pompa operasi (tidak termasuk pompa cadangan) Tabel 3. 6. 3. 11. 4.Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengembangan SPAM Sederhana Tabel 3. 10. 5. 7.7 187.58 Pemilihan Diameter Pipa Discharge dan Header Instalasi Perpompaan Sumur Dalam – Deep Well Submersible Pump No. 2.5 3 4 5 5 8 Diameter Diameter Reducer mm Diameter Header mm 50 80 150 150 150 200 250 80 80 80 80 100 150 x x x x x x 80 150 150 150 200 250 Sumber: Tata Cara Rancang Teknik Perpompaan (AB-D/RE/TC/022/98). 0 8 14 20 48 80 90 120 200 300 400 500 750 - 8 14 20 48 80 90 120 200 300 400 500 750 1000 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 4 0 4 7 10 23 30 45 60 100 180 200 166. 2.57 Pemilihan Diameter Pipa Discharge. 9. 2. Kapasitas Unit Produksi L/det 1. 7. 0 5 7. Reducer dan Header Instalasi Perpompaan Distribusi – Centrifugal Single Suction No. 3. 6.5 - 4 7 10 23 30 45 60 100 180 200 250 250 250 100 150 200 250 300 400 400 500 500 600 600 700 900 100 150 200 250 300 400 400 500 500 600 600 700 900 x x x x x x x x x x x x x 50 65 80 100 125 150 200 200 250 250 250 250 250 50 65 80 100 125 150 200 200 250 250 250 250 250 32 50 65 80 100 125 150 200 250 250 300 300 300 32 50 65 80 100 125 150 200 250 250 300 300 300 x x x x x x x x x x x x x 65 80 100 150 150 200 200 250 300 400 500 600 700 100 150 200 250 300 300 400 400 500 500 600 900 1000 Sumber: Tata Cara Rancang Teknik Perpompaan (AB-D/RE/TC/022/98). Departemen Pekerjaan Umum Tabel 3. Kapasitas Unit Produksi L/det 1. Reducer dan Header Instalasi Perpompaan Air Baku – Sumber: Air Permukaan No.5 5 25 40 75 100 150 250 400 500 800 Discharge inchi 1 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 Diameter Diameter Difuser mm Diameter Header mm 50 55 80 100 150 200 200 250 300 350 500 x x x x x x x x x x x 55 100 150 180 200 250 250 300 350 400 700 65 150 200 250 300 400 500 500 500 500 1000 Sumber: Tata Cara Rancang Teknik Perpompaan (AB-D/RE/TC/022/98). Departemen Pekerjaan Umum Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam menentukan kebutuhan pompa air baku adalah: − − − − − Difuser pada prinsipnya sama dengan reducer (yang berbeda hanya pada arah aliran) Diameter pada pipa discharge sesuai dengan aplikasi pompa Diameter difuser dirancang atas dasar kecepatan air kurang dari 3 m/det Diameter header dirancang atas dasar kecepatan air dalam pipa kurang dari 2. 8. 4. Departemen Pekerjaan Umum 169 . 5. 7. 9. 3.

Tekanan statis b. Kapasitas Unit Produksi Lt/det Jumlah Pompa Unit Kapasitas Pompa Lt/det Pipa Hisap mm Diameter Reducer mm Diameter Suction mm Diameter Discharge mm Diameter Difuser mm Diameter Header mm 1. Tekanan pompa (1) Kehilangan tekanan HI = Σ (hlp + hlt) -------------------------------------------------dengan pengertian: HI = hlp = hlt = kehilangan tekanan (m) kehilangan tekanan komponen perpipaan pada instalasi perpompaan yang sedang dihitung (m) kehilangan tekanan pipa transmisi/distribusi (m) (tergantung instalasi yang sedang dihitung) (38) (2) Kehilangan tekanan pada pipa V2 L HL = f . Kehilangan tekanan c. 5. Perhitungan Tekanan (Head) Perhitungan tekanan meliputi: a.60 Pemilihan Diameter Pipa Discharge. 4. 3. 350 450 650 900 1100 - 450 650 900 1100 2000 2 2 2 2 2 17.5 4 7 10 23 - 4 7 10 23 30 500 600 700 800 900 500 800 700 800 900 x x x x x 300 350 400 450 500 300 350 400 450 500 250 250 300 350 400 250 250 300 350 400 x x x x x 500 600 7000 800 900 600 700 800 900 1000 Sumber: Tata Cara Rancang Teknik Perpompaan (AB-D/RE/TC/022/98). Tekanan yang diperlukan d. 2g dengan pengertian: hl = kehilangan tekanan (m) 170 (40) .Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengembangan SPAM Sederhana Tabel 3. Departemen Pekerjaan Umum Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam menentukan kebutuhan pompa sentrifugal adalah: − − − − Jumlah pompa adalah pompa operasi (tidak termasuk pompa cadangan) Diameter pipa discharge sesuai dengan spesifikasi pompa pada kondisi operasi optimum Diameter reducer dirancang atas dasar kecepatan kurang dari 3 m/det Diameter header dirancang atas dasar kecepatan air dalam pipa kurang dari 2. 2g D dengan pengertian: HL f L D V g = = = = = = kehilangan tekanan (m) faktor kerugian panjang pipa (m) diameter pipa (m) kecepatan aliran (m/detik) percepatan gravitasi (m/detik2) (39) (3) Kehilangan tekanan pada perlengkapan pipa V2 hl = k. . Reducer dan Header Instalasi Perpompaan Distribusi – Centrifugal Double Suction No. 2.5 m/det atau tekanan kerugian pipa kurang dari 5 m/km 5.

010 0.060 0.162 0.2143 0.192 0.017 0.015 0.60.006 0.004 0.0160 0.005 0.2304 0.002 0.0467 0.0104 0.197 0.5 2.0136 0.5 1.0170 0.011 0.031 0.0116 0.006 0.006 0.004 0.0672 0.1 2.243 0.100 0.2 3.3 1.004 0.7 2.009 0.004 0. Departemen Pekerjaan Umum (4) Tekanan yang Diperlukan Tekanan yang diperlukan tergantung dari kapasitas operasi instalasi air bersih dan dapat dihitung menggunakan persamaan berikut: Hreq = Hs + HI (Q1/Q2)2 ------------------------------------------dengan pengertian: Hreq = HS = HI = Q1 = Q2 = tekanan yang diperlukan (m) tekanan statis.0104 0.0057 0.0116 0.0062 0.066 0.003 0.0542 0.5 4.0032 0.149 0.1 5.004 0.026 0.1062 0.010 0.0630 0.006 0.030 0.266 0.0007 0.021 0.011 0.0266 0.0572 0.0161 0.0126 0.126 0.0233 0.135 0. (5) Tekanan Pompa Tekanan pompa yang disediakan harus lebih besar daripada tekanan yang diperlukan.004 0.037 0.123 0.9 4.0192 0.002 0.7 6.026 0.027 0.079 0.1296 0.0544 0.0025 0.0132 0.0077 0.5 5 10 15 20 25 30 35 40 45 50 60 70 80 90 100 125 150 200 250 300 400 500 600 700 800 900 1000 1200 1500 2000 65 80 100 150 150 200 200 200 250 250 250 250 300 300 300 400 400 400 400 500 500 500 600 600 700 700 800 800 800 900 1000 1000 1.020 0.052 0.0683 0.7 2.395 Catatan: − Kehilangan tekanan pada pipa adalah kehilangan tekanan per satuan panjang − Kehilangan tekanan perlengkapan adalah kehilangan tekanan per satuan Sumber: Tata Cara Rancang Teknik Perpompaan (AB-D/RE/TC/022/98).039 0.036 0.007 0.034 0.003 0.0 5.0591 0.0164 0.005 0.0 2.4 5.002 0.2 2.0200 0.015 0.224 0.033 0. Tabel 3.025 0.0262 0.056 0.0032 0.002 0.042 0.026 0.064 0.0064 0.0052 0.001 0.6 0.003 0.030 0.041 0.5 3.005 0.0046 0.1641 0.0512 0.003 0.1574 0.0170 0.4 3.039 0. 171 .5 4.0261 0.0410 0.145 0.096 0.8 3.0050 0.056 0.8 3.0267 0.0158 0.006 0.143 0.Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengembangan SPAM Sederhana k V g = = = faktor kerugian kecepatan aliran (m/detik) percepatan gravitasi (m/detik2) Kehilangan tekanan pada perlengkapan pipa untuk kapasitas tertentu dapat dilihat pada Tabel 3.0525 0.007 0.0329 0.032 0.044 0.064 0.0041 0.5 5.9 3.004 0.005 0.040 0.004 0.2076 0.003 0.0101 0.017 0.4 4.005 0.2 4.052 0.034 0.0040 0.0415 0.056 0.004 0.0149 0.0262 0.0266 0.100 0.156 0.149 0.037 0.032 0.061 0.0052 0.0430 0.2025 0.0511 0.0253 0.2563 0.5 2.004 0.0066 0. Aliran dlm pipa (L/det) Diameter pipa (mm) Kehil.0052 0.0078 0.0326 0.0362 0.0 4.0210 0.010 0.0332 0.0066 0.002 0.009 0.0247 0.020 0.131 0.0016 0.0643 0.007 0.219 0.041 0.025 0.0410 0.044 0.0457 0.024 0.013 0.003 0.003 0.5 4.0057 0.005 0.021 0.002 0. tekanan pd pipa-T (m) Kehil.0072 0.004 0.1060 0.002 0.010 0. Valve dan Bend No.0109 0.61 Kehilangan Tekanan pada Pipa.013 0.0396 0.203 0.6 3.0020 0.0696 0.025 0.2 3.0635 0.0059 0.0063 0. tekanan pd reducer (m) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 1 2.0261 0.0152 0. perbedaan tinggi muka air (m) tekanan kerugian sistem perpipaan pada akhir tahun rencana (Q2) kapasitas pada akhir tahun rencana kapasitas aliran (41) Perhitungan tekanan yang diperlukan sebaiknya menggunakan grafik yang dibuat berdasarkan persamaan di atas.003 0.5 mka 45 mka 90 mka Kehil.001 0.041 0.4200 0.042 0.2362 0.104 0.0923 0.066 0.003 0.0641 0.5 5.003 0. tekanan pada pipa per km (mka/km) Kehilangan tekanan pada katup (valve) Gate mka Check mka Kehilangan tekanan pada belokan pipa (bend) 22.0066 0.0050 0.1512 0.0 3.003 0.017 0.0111 0.062 0.

5 73.6 7.6 99.1 92.8 185.8 343.3 12.2 4.9 212.9 55.35 0.9 16.3 261.4 37.1 26.0 108.8 7.0 11.7 163.5 48.7 1. Pengecekan Daerah Kerja Pompa Yang dimaksud dengan daerah kerja pompa adalah daerah kerja pompa yang ada di pasaran.5 9.6 45.2 24.5 15. Perhitungan Daya Pompa Daya pompa dapat dihitung dengan menggunakan persamaan berikut: P = ρ .8 53.2 8.1 62.4 0.5 28.9 77.9 35.7 310.2 53.2 55.1 8.8 29.8 64.1 1.1 776.1 57.2 9.7 9.8 24.6 11.5 29.5 40.45 0.3 10. Setelah itu.3 34.5 5 10 15 20 15 20 25 30 35 40 45 50 60 70 80 90 100 125 150 200 250 300 400 500 600 700 800 900 1000 0.5 10.7 34.4 79.8 155.4 159.8 124.82 0. perlu dicari kurva unjuk kerja dari pompa tersebut.1 2.7 79.5 699.6 55.6 1.7 48.72 0.78 0.2 130.7 4. Pompa yang dirancang harus masuk dalam kurva daerah kerja yang ada sehingga dapat diketahui keberadaannya di pasaran.82 0.7 79.4 4.1 4.7 163.0 122.6 6.3 204. Kurva ini kemudian diplot pada grafik yang menunjukkan kurva tekanan yang diperlukan.61 dan Tabel 3.6 176.0 489.1 31.72 0.8 53.9 38.3 66.9 17.8 24.0 15. Contoh perhitungan daya pompa dapat dilihat pada Lampiran–8.45 0.0 326.4 559.2 27.8 28.1 25.6 12.4 2.6 17.0 294.0 163. maka dapat ditentukan pompa yang akan digunakan.7 41.4 11.7 39.8 88.5 56.0 217.4 0.2 17.72 0.1 66.9 419.3 16.3 196.6 279.3 81.6 13.7 176.5 35.1 2.30 − Besaran standar yang digunakan: konstanta gravitasi = 9.7 19.7 159.4 88.6 106.0 497.5 441.9 52.2 53.55 0.9 4. Departemen Pekerjaan Umum 172 .6 64.7 22.8 228.62.3 17.2 559.8 88.8 1.3 326.3 26.6 47.5 31.3 372.5 106.0 31.8 6.3 2.6 88.4 543.3 196.7 392.6 28.7 3.8 32. 6.2 18.3 34.0 46.0 21.2 132.3 490.9 310.5 1.72 0.7 22.0 489.5 49.5 248.8 621.6 56.3 35.1 63.7 98.7 19.8 3.8 1.0 39.55 0.1 29.82 0.7 70.82 0.7 61.55 0.1 65.45 0.0 245.0 367.4 44.4 1.3 39.8 Catatan: − Harga efisiensi diambil pada kondisi operasi optimal − Faktor keamanan diambil sebesar 1.5 3.5 106.5 110.3 4.8 m/detik2 dan massa jenis air = 1000 kg/m Sumber: Tata Cara Rancang Teknik Perpompaan (AB-D/RE/TC/022/98).9 15.6 435.5 33.7 285.6 388.5 19.4 326.5 81.3 621.3 199.6 98.9 294.6 52.2 17.6 51.2 14.6 36.55 0.72 0.5 466.9 26.2 25.3 629.0 271.2 141. g .0 34.4 92.2 44.7 7. H / n .5 9. 7.7 46.5 119. maka harus dilakukan penentuan ulang jenis pompa.6 9.4 209.9 123.9 23.4 42.8 3.3 0.4 20.9 11.7 5.9 154.4 0.6 132.5 110.4 44.5 147.9 1.9 17.3 55.0 19.4 0.2 265.9 11.3 21.4 0.4 0.1 15.3 41.1 8.9 23.45 0.78 0.1 22.7 40.8 44.7 34.2 699.1 66.4 79.1 16.55 0.7 21.7 233.3 139.5 46. SF ------------------------------------------------------dengan pengertian: P ρ g Q H n SF = = = = = = = daya pompa (watt) massa jenis fluida (kg/m3) percepatan gravitasi (m/detik2) kapasitas pompa (L/detik) tekanan yang diperlukan maksimum (m) efisiensi total pompa faktor keamanan (safety factor) (42) Daya pompa (dalam kWatt) untuk berbagai kapasitas dan tekanan pompa dapat dilihat pada Tabel 3.0 435.7 21.9 74.72 0.6 14.4 9.9 69.78 0.72 0.1 238.9 14.0 380.5 25.9 28.8 5.45 0.6 8.3 27.0 83.2 245. Jika pompa yang direncanakan tidak masuk dalam kurva daerah kerja.7 14.6 7.2 39.1 14.4 11.1 70.8 22.0 543.7 408.9 221.35 0.7 349.0 0. Contoh kurva daerah kerja berbagai macam pompa dapat dilihat pada Lampiran–7.4 71.3 19. Q .1 186.8 23.6 20.8 23.9 31.2 6.62 Daya Pompa Intake (kW) untuk Berbagai Kapasitas dan Tekanan Pompa Kapasitas L/det) Efisiensi 10 15 20 25 Tekanan (m) 30 35 40 45 50 1 2.6 12. Tabel 3.6 132.Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengembangan SPAM Sederhana TEKANAN POMPA > TEKANAN YANG DIPERLUKAN Dengan melihat tekanan yang diperlukan dan kapasitas pompa.3 14.

65 0.2 Catatan: − Efisiensi diambli pada kondisi operasi optimal .8 87.5 32.3 29.7 23. sedangkan pendistribusian kepada masyarakat melalui tangki HU.1 7 7.8 227.1 20.7 2.6 21.3 92.4 215.9 11.6 227.6 182 218.73 0.2 5.6 21 23.8 4.1 72.5 376.7 14 16.9 5.6 6.8 136.3 75.2 19 22.84 0.4 37.6 160.2 147.1 12.3 3.6 53.4 23.5 12.5 15.3 182 204. Definisi HU adalah cara pelayanan air bersih yang transportasi airnya dilakukan dengan sistem perpipaan.2 31. SiPAS-sumur dalam.8 0.1 13 16.7 9.5 53.1 27 30. Diasumsikan 1 (satu) Hidran Umum (HU) ukuran volume 3 m3 melayani + 300 jiwa atau 60 KK (asumsi I KK = 5 jiwa) b.8 48.6 11.3 6.5 1.1 4.1 34.3 295.4 5.9 17.8 3.5 15 17.6 11.6 11.7 430.5 174.5 250.82 0. 3.3 62.82 0.5 48.5 34.6 12.1 113.5 75 100 125 150 200 250 300 0.4 1.5 20 25 30 35 40 45 50 62.3 41.6 2.5 7.1 6.1 35 36 42.3 0.9 5.8 29.6 17.5 19.1 14 15.2 269.3 30 37.2 91 113.7 19.9 58.8 5.5 188.9 54.2 3.4 20.5 2 2.2 3 4.9 68.4 55.4 7.6 10.3 16.3 25. UNIT PELAYANAN Hidran Umum (HU) 1.84 0.5 21 24.63 Kapasitas Efisiensi L/det 10 Daya Pompa Distribusi (kW) untuk Berbagai Kapasitas dan Tekanan Pompa 15 20 25 30 35 40 Tekanan (m) 45 50 55 60 65 70 75 80 85 1 2.9 15. SiPAS-instlasi penjernihan air sederhana.7 134.7 0.3 15.6 30.4 101.6 9.7 273.4 15.5 2.6 58.8 125.3 6.6 11.3 18.7 170.7 5.4 113. pemanfaatan air minum oleh masyarakat disalurkan melalui pelayanan Hidran Umum (HU).8 2.9 15.5 2.8 98.9 66.2 10. GIP dll) b.1 34 38.3 36.7 159.9 10.7 1 1.8 8.7 19.9 45.7 86.1 2.83 0.7 25.per kapita.3 46 51.7 17.6 2 2.30 − Daya pompa dalam kW .84 0.4 70.8 0.6 123.3 41.6 91 102.75 0.5 4.3 1.4 37. 2.2 132.8 349.5 22.7 19. tangki hidran umum kapasitas 3 m³. Komponen Hidran Umum Komponen modul hidran umum terdiri dari: a.9 22.1 74.3 69.4 4.6 49.6 6.8 5 7 8.4 0.6 13.9 3 4.8 7.6 20.6 46.5 29.9 5..8 77.3 79.5 56.4 3.6 22.88 0. Departemen Pekerjaan Umum 3.8 85.5 31.8 4.1 35 38.1 12.82 0.6 39 43.4 56.9 9.6 63.9 25.4 4.5 3.8 57.4 24.1 323 2.7 3.9 19.9 3. Dipilih jika daerah pelayanan berada sekitar 3 Km dari jaringan distribusi PDAM dan atau sumber air minum lainnya selama tersedia kapasitas dan tekanan.4 20. dll).5 131 145.4 68 80.3 11.3 45.1 1.2 14. Untuk HU dengan ukuran volume 2 m3 atau 1 m3.7 66.9 2.7 19. Kemungkinan biaya investasi sekitar Rp 150.2 7 7.4 4.4 8.6 83.7 14.4 9.Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengembangan SPAM Sederhana Tabel 3.7 14.Faktor keamanan diambil sebesar 1.9 13. perlengkapan lainnya (bila diperlukan sesuai dengan situasi/kondisi) antara lain berupa gerobak dorong.9 17 19. air minumnya dapat berasal dari PDAM atau tapping dari sumber air lainnya (misalnya SiPAS-mata air.3 142.4 45.8 121.2 10.7 40.9 6.3 27.9 47.6 12.5 53.6 113.5 10 12.6 8.6 2 2.8 3.5 9.5 159. 1 m³ (sesuai kebutuhan) c.6 9.4 A.8 15.6 43.5 13.7 66.6 75.5.5 18.9 8.7 15.4 50. jerigen air 20 lt dan 10 lt.2 14 17.7 0.8 136.9 46.7 12.9 17.1 20.5 35 37.6 0.000.1 43.71 0.4 9.5 63.5 6.3 20.6 3.6 106. Kriteria Desain a.4 8.1 6.2 4.2 6.8 16.7 52.9 4.1 60.3 2.6 7 8.5 35 38.7 11.5 3.5 26 31.9 189.6 24 28 31.4 7.8 44.5 40.6 1 1.8 1.5 4.1 5.5 11. jaringan perpipaan (PVC.9 9.6 145.4 7. 2 m³.2 11.9 8.7 5.6 57.8 19.8 m/detik2 dan massa jenis air = 1000 kg/m Sumber: Tata Cara Rancang Teknik Perpompaan (AB-D/RE/TC/022/98).6 94.5 15.3 60.5 5 7.3 364 403.8 11.3 94.82 0. Dalam lingkup program ini.8 0.1 91 113.7 1.1 2.Kapasitas adalah kapasitas pompa − Besaran standar yang digunakan: konstanta gravitasi = 9. jumlah tangki yang dibutuhkan disesuaikan dengan pelayanan yang direncanakan 173 .5 12.75 0.2 151.3 27.7 14 5.9 31.7 10.3 27.7 0.9 3.3 10.2 6.4 233 341.2 3.6 4.3 13.3 23.2 72.2 40.4 23 30.6 28 33.3 1.3 242.7 13.9 116.81 0.1 45.8 10. bila perlu dapat dibangun booster pump d.1 2.49 0.2 296.7 21.2 7.6 161. PE.8 104.5 269.3 107.8 318.1 23.3 1.1 58.4 8 9.4 34.6 18.3 25.82 0.3 203.

pasangan batu bata. 6. untuk pipa PE sesuai standar SNI 06-4829-1998/ISO 4427.100 600 25 19 19 e.64 Dimensi Tangki Hidran Umum dari Fiberglass No.96 klas pipa SDR-17 (S-8) dengan tekanan kerja minimal 8 bar iii. Lebar atas Lebar bawah Tinggi Lubang pemeriksa dan penutup ∅ pipa inlet ∅ pipa outlet ∅ pipa ventilasi 1. maka: pengadaan pipa dan assesories mengikuti ketentuan sebagai berikut: i. untuk pipa PE menggunakan fiting PE (compression fitting) atau pengelasan (butt fusion welding) − Perubahan arah (traser) jalur pipa vertikal dan horisontal harus dilakukan dengan menggunakan assesories belokan yang sesuai (untuk belokan 90° harus menggunakan long bend dan atau dengan menggunakan bend ukuran 2 x 45° dengan panjang pipa diantaranya disesuaikan kondisi belokan jalan) − Belokan arah aliran pipa. jumlah jiwa yang akan dilayani e.Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengembangan SPAM Sederhana c. atau bahan lainnya sesuai dengan kondisi setempat. Ketinggian hidran umum terhadap permukaan tanah minimum 60 cm c.700 1. 2. Tebal dinding tangki umum dan bahan fiberglass untuk volume 3 m3 adalah 5 mm dan untuk volume 2 m3 adalah 4 mm d. klas pipa S-12.64 berikut: Tabel 3. 7.100 1.900 2. 4. Spesifikasi teknis adalah sebagai berikut: a. plastik. serta kelengkapan aksesori seperti terlihat pada Tabel 3. Dimensi hidran umum.100 600 25 19 17 1. Ketentuan Teknis a.5 dengan tekan kerja minimal 8 bar ii. 5. Ukuran 3 Volume 3 m (mm) 2 m3 (mm) 1. Tangki hidran umum dapat terbuat dari bahan fiberglass. b. kayu ulin (kedap air).800 1. Pipa dan asesories − Dalam rangka menjamin kualitas pelaksanaan program SB-AB agar tepat mutu dan dapat dimanfaatkan secara berkesinambungan. 3. untuk pipa galvanis (GIP) menggunakan klas medium dengan tekanan kerja nominal sebesar 10 bar − Penyambungan pipa PVC dengan menggunakan sistem cincin karet (rubber ring) khusus untuk diameter 2 inchi (63 mm) dan lebih ekcil dapat menggunakan sistem sambungan lem PVC (solvent cement). Bahan 1. kapasitas produksi air bersih 4. penyambungan pada perkecilan/perbesaran diameter pipa dll tidak boleh dilakukan dengan cara pemanasan dan tidak dibenarkan ditanam di dalam dinding beton 174 . Jumlah HU yang diperlukan di suatu daerah pelayanan ditentukan berdasarkan parameterparameter berikut: d. untuk pipa PVC sesuai standar SNI 06-0084-1987-A/SII-0344-1982. polyethylene (PE). Tutup tangki fiberglass: − Dicetak terpisah dari bahan tangki (tutup tangki atas dapat dibuka) − Pinggir pertemuan antara tutup dan badan tangki fiberglass dibuat lubang baut dengan diameter 8 mm dan jarak antara lubang 30 cm − Tutup lubang pemeriksa diberi engsel dan tempat kunci dengan cara dicetak menyatu dengan fiberglass.

3. pemasangan pipa. pembuatan konstruksi tangki penampung air. Tangki Hidran Umum − terbuat dari bahan fiber glass (FG).172 Standar Hidran Umum 175 . dll. Departemen Pekerjaan Umum Gambar 3.Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengembangan SPAM Sederhana − Fitting dan asesories harus terbuat dari bahan yang memiliki karakteristik dan kekuatan yang sama atau lebih baik dari bahan pipa yang digunakan. Pemasangan pipa dan tangki hidran umum dilakukan bersama masyrakat dibawah pengawasan tenaga ahli/pendamping teknis/PDAM dan atau dilaksanakan oleh bahan usaha yang mempunyai sertifikasi bidang perpipaan air dan limbah 2. Pelaksanaan Konstruksi 1. 2. dll − tebal plat minimal 5 mm − 1 paket modul HU terdiri dari 3 tangki penampungan air kapasitas @ 3 m³ dan terhadap digunakannya tangki ukuran 2 m³ atau 1 m³ maka jumlahnya disesuaikan dengan kebutuhan. pembuatan broncaptering. Harus dilaksanakan dibawah pengawsan tenaga ahli/pendamping teknis/PDAM 3. Perlengkapan lainnya (optional). Pekerjaan yang dilaksanakan secara swakelola oleh masyarakat seperti: penggalian/urugan tanah. Pondasi tangki hidran umum (tHU) dibuat sesuai persyaratan konstruksi pasangan batu atau dapat disesuaikan dengan kondisi setempat selama memenuhi persyaartan kekuatan. perlintasan pipa. Sumber: Tata Cata Pemasangan Hidran Umum (AB-D/LW/TC/015/98). antara lain: − gerobak dorong air terbuat dari rangka besi siku (1 tHU terdapat 2 buah gerobak dorong) − roda gerobak dilengkapi dengan ”ban hidup” dan dapat memuat 4 buah jerigen @ 20 lt − jerigen air kapasitas 20 lt dan 10 lt (1 tHU terdapat 8 buah jerigen 20 lt dan 8 buah jerigen 10 lt) b. atau bahan polytylene (PE) atau pasangan batu bata atau kayu ulin (kedap air).

174 Hidran Umum Potongan A-A 176 .173 Denah Hidran Umum Gambar 3.Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengembangan SPAM Sederhana Gambar 3.

Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengembangan SPAM Sederhana Gambar 3.175 Hidran Umum Potongan B-B 177 .

176 Denah Box Meter Hidran Umum 178 .Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengembangan SPAM Sederhana Gambar 3.

178 Distribusi air dari mata air melalui 2 unit HU secara gravitasi 179 . Beberapa contoh tipe modul HU digambarkan sebagai berikut: Gambar 3. Contoh Tipe Sistem Modul HU Pendistribusian air dari modul penyediaan air minum sederhana melalui Hidran Umum dapat terdiri dari satu HU atau lebih dengan berbagai sistem pengaliran.5.177 Distribusi air dari mata air melalui 1 unit HU secara gravitasi Gambar 3.

Gambar 3.179 Distribusi air dari mata air melalui 3 unit HU secara gravitasi Gambar 3.180 Distribusi air dari mata air melalui 4 unit HU secara gravitasi 180 .

Gambar 3.181 Distribusi air dari mata air melalui 4 unit HU secara gravitasi 181 .

10 15 1 50 7 5 10 50 0. 1 HU pada elevasi 0 SPAMD 30 30 150 0. 2 HU pada elevasi 0 SPAMD 50 50 250 1.00 15 5 75 7 6 32 34 62 60 2 HU pada elevasi yang di asumsikan. misalnya dengan sumber dari mata air.5 Beda elevasi antara Unit Produksi dan TAHU maksimal 65 meter dengan Kualitas pipa PVC S-12. sumur bor Tabel 3. 3 HU pada elevasi 0 Sumber : Perhitungan 182 . 3" atau 4" Panjang Pipa Distribusi (Menghubungkan Percabangan dengan TAHU ) Maksimum 200 m dengan dia 2" Lama Operasi Unit Produksi 8 Jam/hari Kualitas Pipa PVC min S-12.40 15 2 75 6 5 17 15 27 25 2 HU pada elevasi yang di asumsikan.80 15 4 75 7 6 30 28 57 55 2 HU pada elevasi yang di asumsikan.62 Asumsi Unit Pelayanan JUMLAH Kapasitas Unit Produksi Waktu JUMLAH Diameter Head Min (m) untuk Pjg Pipa Beda Elevasi Antar HU 0 meter L= L= 2000 1000 m m Head Min (m) untuk Pjg Pipa Beda Elevasi Antar HU 10 meter L= L= 2000 1000 m m Head Min (m) untuk Pjg Pipa Beda Elevasi Antar HU 20 meter L= L= 2000 1000 m m TIPE MODUL JUMLAH KK PDDK Antrian Air HU Pipa Transmisi Keterangan ( Jiwa ) ( lt/dt ) (Menit) ( Unit ) ( mm ) SPAMD 5 SPAMD 10 SPAMD 20 5 25 0.20 15 1 50 7 5 20 100 0.60 15 3 75 7 6 28 26 52 50 SPAMD 40 40 200 0. SiPAS.5 Peletakan Pipa PVC sebaiknya di dalam tanah atau jalur yang dilewati terhindar dari sinar matahari langsung Pada lokasi -lokasi tertentu sepanjang jalur pipa yang memiliki ketinggian terendah dan tinggi sebaiknya dilengkapi katup yang berfungsi membuang kotoran dan udara dari dalam pipa Sistem ini dapat dipergunakan untuk SPAM sederhana yang memiliki potensi pengaliran secara gravitasi.Contoh perhitungan modul Hidran Umum Sistem Pengaliran Gravitasi Konsumsi Air 100 lt/org/hr Jenis Pipa PVC dengan Koefisien kekasaran Pipa C = 110 Kapasitas Hidran Umum/Terminal Air ( TAHU ) 2 M3 Panjang Pipa Transmisi ( menghubungkan unit produksi dengan TAHU/Percabangan ) Maksimum 2000 m dengan dia 2".

dengan demikian biaya investasi Rp 250. untuk pipa PE menggunakan fiting PE (compression fitting) atau pengelasan (butt fusion welding) Perubahan rah (traser) jalur pipa vertikal dan horisontal harus dilakukan dengan menggunakan assesories belokan yang sesuai (untuk belokan 90° harus menggunakan long bend dan atau dengan menggunakan bend ukuran 2 x 45° dengan panjang pipa diantaranya disesuaikan kondisi belokan jalan) Belokan arah aliran pipa. Definisi SRM adalah cara pelayanan air minum dari sistem perpipaan melalui sambungan langsung ke rumah yang airnya berasal dari sistem jaringan PDAM. Bahan 1. Dipilih jika daerah pelayanan berada sekitar 3 Km dari jaringan distribusi PDAM selama masih tersedia kapasitas dan tekanan. untuk pipa PVC sesuai standar SNI 06-0084-1987-A/SII-0344-1982.mampu melayani sekitar 1000 jiwa. air minumnya dapat berasal dari PDAM atau dari sumber air lainnya (SiPAS-mata air. Pelaksanaan dan pendanaannya dilakukan melalui kerjasama antara DAK dengan Pemda/PDAM. Fitting dan asesories harus terbuat dari bahan yang memiliki karakteristik dan kekuatan yang sama atau lebih baik dari bahan pipa yang digunakan. a.000. Spesifikasi Teknis Spesifikasi teknis sambungan rumah murah adalah sebagai berikut: a.. kapasitas minimal 3 m³ dengan perlengkapan standar (pompa. Dipilih jika daerah pelayanan berada 3 – 10 Km dari jaringan distribusi PDAM dan atau terdapat sumber air minum lainnya yang layak digunakan 1 modul terminal air dengan biaya Rp 250. b.5 dengan tekan kerja minimal 8 bar ii. Spesifikasi Teknis Spesifikasi teknis Terminal Air (TA) adalah sebagai berikut: a. C.per kapita. untuk pipa galvanis (GIP) menggunakan klas medium dengan tekanan kerja nominal sebesar 10 bar Penyambungan pipa PVC dengan menggunakan sistem cincin karet (rubber ring) khusus untuk diameter 2 inchi (63 mm) dan lebih ekcil dapat menggunakan sistem sambungan lem PVC (solvent cement). Mobil Tangki i. d.000. Sambungan Rumah Murah (SRM) 1. slang dll) ii.000.96 klas pipa SDR-17 (S-8) dengan tekanan kerja minimal 8 bar iii. 2. klas pipa S-12. 2 m³. tenaga mesin mobil minimal 135 Ps 183 . b. SiPAS-sumur dalam. c. 2. maka pengadaan pipa dan assesories mengikuti ketentuan sebagai berikut: i. 3. jerigen air 20 lt disesuaikan dengan kebutuhan dan kesepakatan dengan masyarakat setempat. 1. Komponen Terminal Air Modul terminal air terdiri dari: a. untuk pipa PE sesuai standar SNI 06-4829-1998/ISO 4427. Satu unit mobil tangki air Tangki terminal air (tTA) kapasitas 3 m³. Dalam rangka menjamin kualitas pelaksanaan program pengembangan SPAM Sederhana agar tepat mutu dan dapat dimanfaatkan secara berkesinambungan.B. e. SiPAS-IPAS). Definisi TA adalah cara pelayanan air minum yang transportasi airnya dilakukan dengan mobil tangki air sedangkan pendistribusian kepadamasyarakat melalui tangki terminal air (tTA). Terminal Air (TA) b. c.. 1 m³ (sesuai dengan kebutuhan) Perlengkapan lainnya berupa gerobak dorong. penyambungan pada perkecilan/perbesaran diameter pipa dll tidak boleh dilakukan dengan cara pemanasan dan tidak dibenarkan ditanam di dalam dinding beton.

3.iii. pembuatan bronkaptering. dll ii. pompa centrifugal kapasitas 5 lt/detik. 184 . Pelaksanaan konstruksi 1. Tangki terminal air (tTA) Sama dengan spesifikasi teknis tangki HU. tebal plat minimal 5 mm iii. Perlengkapan lainnya (optional) antara lain: i. seperti: penggalian/urugan tanah. 3. b. pembuatan konstruksi tangki penampung air. head 10 m (dengan pipa hisap 9 m) 2. pemasngan pipa. yaitu: i. 4. terbuat dari bahan fiber glass (FG) atau bahan polyethylene (PE) atau apsangan batu bata atau kayu ulin (kedap air) dll ii. dll. perlintasan pipa. Terhadap pekerjaan yang sifatnya mudah dilaksanakan bersama masyarakat dibawah pengawasan tenaga ahli/pendamping teknis/PDAM dan atau dilaksanakan oleh badan usaha yang mempunyai sertifikasi bidang perpipaan air dan limbah Pekerjaan yang dilaksanakan secara swakelola oleh masyarakat. atau bahan polytylene (PE) atau pasangan batu bata atau kayu ulin (kedap air). 1 paket modul TA terdiri dari 3 buah tangki penampung air kapasitas @ 3 m³ dan terhadap digunakannya tangki ukuran 2 m³ atau 1 m³ maka jumlahnya disesuaikan dengan kebutuhan. 1 paket modul HU terdiri dari 3 tangki penampungan air kapasitas @ 3 m³ dan terhadap digunakannya tangki ukuran 2 m³ atau 1 m³ maka jumlahnya disesuaikan dengan kebutuhan. tebal plat minimal 5 mm iii. terbuat dari bahan fiber glass (FG). 2. Harus dilaksanakan dibawah pengawasan tenaga ahli/pendamping teknis/PDAM Pondasi tag Terminal Air (tTA) dibuat sesuai persyaratan konstruksi pasangan batu atau dapat disesuaikan dengan kondisi setempat selama meemnuhi persyaratan kekuatan Pengadaan mobil tangki dilaksanakan oleh badan usaha yang mempunyai sertifikasi pengadaan sub bidang kendaraan bermotor dan tangki air.

3” Bend 45 GIP dia.1 UNIT AIR BAKU Tabel 4.5 0.5 3 12 8 2 4 0. 3” Satuan Zak M3 M 3 Volume 15 0. 8 mm Besi Beton 6 mm Paku Kawat Beton Kayu Bekisting Pipa GIP dia.Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengembangan SPAM Sederhana BAB IV KEBUTUHAN BAHAN PERMODUL 4.1 Kebutuhan Bahan Bangunan Penyadap (Intake Tipe 3) No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 Jenis Bahan Semen Pasir Urug Pasir Pasang Pasir beton Kerikil Batu Kali Besi Beton dia. 8 mm Besi Beton 6 mm Paku Kawat Beton Kayu Bekisting Pipa GIP dia.60 2.8 2.50 1. 3” Pipa GIP ¾” Bend 90 GIP dia. 3” Satuan Zak M3 M 3 Volume 20 1.2 Kebutuhan Bahan Bangunan Penampung Air No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 Jenis Bahan Semen Pasir Urug Pasir Pasang Pasir beton Kerikil Batu Kali Batu Bata Besi Beton dia.2 5 3 M3 M3 M 3 Batang Batang Kg Kg M 3 Batang Buah Tabel 4.2 0.2 3 2.5 2 1 4 185 M3 M M 3 3 Buah Batang Batang Kg Kg M3 Batang Batang Buah .2 800 18 14 4 10 0.

20 4 1.5 0.8 2 1 4 5 1 5 186 .5 2. ¾” Dop GIP dim.42 4.1 MATA AIR A.2. 3 ” Socket GIP dia.2 600 15 11 5 10 0. ¾” Satuan Zak M3 M3 M3 M3 M3 Buah Batang Batang Kg Kg M3 Batang Batang Buah Buah Buah Buah Buah Volume Tipe II A 15 0. ¾” Dop GIP dim.40 1050 35 22 10 20 0.6 3 0. 3” Pipa GIP ¾” Bend 90 GIP dia.3 2 1 4 3 1 3 Tipe II B 30 1.6 2 1 4 4 1 4 Tipe II C 40 1. 3” Tee GIP 3” Kran dia.Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengembangan SPAM Sederhana No 16 17 18 19 4. ¾” UNIT PRODUKSI Satuan Buah Buah Buah Buah Volume 3 1 3 4.3 Kebutuhan Bahan Bangunan Penampung Mata Air No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 Jenis Bahan Semen Pasir Urug Pasir Pasang Pasir beton Kerikil Batu Kali Batu Bata Besi Beton dia.2 3. Perlindungan Mata Air Tabel 4.8 3.2 Jenis Bahan Tee GIP 3” Kran dia.85 1.64 2.00 900 25 16 7 15 0. 3 ” Socket GIP dia.17 3. 8 mm Besi Beton 6 mm Paku Kawat Beton Kayu Bekisting Pipa GIP dia.

Semen . ¾” Kayu Balok 8/15 Kayu Balok 5/12 Kayu Balok 5/7 Papan 3/20 .Kerikil (Dia.Pipa PVC dia. tangki penampung. 2 inchi (Batu bata/ serat kaca/buis beton/Batu Kali) . 6 mm .0 Keterangan Modul kecil < 40 L/det direkomendasikan hidrolis 2.6 1 B. 100 mm Galian Tanah di padatkan Cincin beton (Passangan Bata) Pompa (Kap. 2-4 cm) .2 5 10 2 Batu 4 Dudukan kayu 6 Tangki SKNT (Saringan Kasar Naik Turun) SPL 7 Buah M3 M3 Zak Batang Batang Buah M3 buah 1750 1. 3 m3) .Batu Kali untuk pondasi .Tutup (papan dilapisi seng) Satuan Batang Unit Buah Unit Batang M3 M3 M3 M3 Unit M3 Batang Volume 1.25 l/dt) Pipa PVC Dia. Instalasi Pengolahan Air Sederhana (IPAS) Tabel 4. SPL No 1 2 3 Komponen Intake Sumur pengumpul Pompa Bahan Pipa PVC Dia.5 Kriteria Perencanaan Unit Paket IPA No 1.5 – 4.Besi Dia. Paket IPA Tabel 4.8 6 30 10 5 1 3. 8 mm .2 1. 0.75 5 2 2 2 1.Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengembangan SPAM Sederhana A.Batu Bata . Modul kecil < 40 L/det Direkomendasikan hidrolis 187 .Pasir .9 2.Besi Dia.6 0. pompa.Media Pasir .4 Kebutuhan Bahan Bangunan Untuk Pembangunan intake.Plat Besi Berlubang (2 x 3) 3 mm . Subyek/Unit Pengaduk cepat 1) Tipe Kriteria 1) Hidrolis 2) Mekanis 2) Waktu pengadukan (detik) 3) Nilai G/det 4) Kecepatan m/det Pengaduk lambat 1–3 > 750 2. sumur pengumpul.Serat kaca/plastik (Kap.

Bak pengendap 1) Nilai G/det 2) Pembebanan permukaan (cm/det) 3) Alur pengendapan: (1) Kemiringan terhadap horisontal (o ) (2) Jarak antar pelat (mm) 4) Waktu tinggal.5 188 Keterangan 2) Bentuk bak 3) Nilai G/det 3.30 – 0. td (jam) 5) Bilangan Reynold (Re) 6) Bilangan Froude (Fr) 7) Kedalaman (m) 8) Pelimpah (1) Tipe (2) Beban pelimpah (m3/jam/m) 9) Pengurasan lumpur 10) Periode antara dua pengurasan (jam) Saringan 1) Tipe 2) Kecepatan penyaringan (m/jam) (1) Operasional normal (m/jam) (2) Selama pencucian (m/jam) 3) Pencucian: (1) sistem pencucian (2) kecepatan (m/jam) (3) lama pencucian (menit) (4) periode antara dua pencucian (jam) (5) ekspansi (%) 4) Media pasir: (1) tebal (mm) (2) ES (mm) (3) UC (4) berat jenis (kg/m3) (5) porositas (p) (6) kadar SiO2 5) Media antrasit: (1) tebal (mm) (2) ES (mm) (3) UC 4.01 – 0.04 45 – 60 25 – 50 1–2 < 500 > 10 – 5 2.4 > 90% 400 – 500 1.2 – 1.Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengembangan SPAM Sederhana No 1) Tipe Subyek/Unit Kriteria 1) Hidrolis 2) Mekanis 1) Segi empat 2) Segi enam 3) Silinder 80 – 20 40 – 20 1) Aliran horisontal 2) Aliran vertikal Pembebanan tinggi 0.65 0.7 1.4 2.8 1. Untuk pencucian sesuai periode .2 – 1.0 Pelimpah yang dapat diatur 7.5 Tanpa/dengan blower dan atau surfacewash 36 – 50 10 – 15 18 – 24 30 – 50 300 – 600 0.8 Hidrostatik 12 – 24 Saringan Pasir Cepat (SPC) Gravitasi Bertekanan 6 – 11 9 – 16.2 – 10.5 – 3.

52 – 16.65 0.76 – 9.Galvanized iron (GI) .6 Kriteria Perencanaan Unit IPA (lanjutan) No .Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengembangan SPAM Sederhana No Subyek/Unit (4) berat jenis (kg/m3) (5) porositas (p) 6) Lapisan penyangga dari atas: (1) kedalaman (mm) UB (mm) (2) Kedalaman UB (mm) 1.00) cm Bahan kaca polos Ketebalan 5 mm Panjang kaca 1.00 – 5.38 – 4.7 Kebutuhan bahan Pompa Hidram Bahan Spesifikasi Pipa pemasukan .Dipasang pelepas tekan dengan pipa vertikal terbuka Pipa pengeluaran Pipa PVC 2 D. 7.05 ) cm Ketebalan (3. Destilator Surya Atap Kaca Tabel 4.50 meter Lebar kaca 1.76 80 16. Pompa Hidram No 1 Tabel 4. Alat ukur debit pengolahan Bak penampung air minum Waktu tinggal.02 – 0.76 – 25. td (menit) Alat pembubuh Sumber: Tata Cara Perencanaan Unit Paket Instalasi Penjernihan Air (SNI 19-6774-2002) C. 6. Subyek/Unit (3) Kedalaman UB (mm) (4) Kedalaman UB (mm) 7) Saluran pembuangan Tipe Kriteria 80 9.5)좠 .76 80 4.Sudut kemiringan (10-22.5 Kriteria Keterangan 80 2.00 meter Kemiringan kaca (15–30) derajat Dipasang karet AC dan penjepit kaca .52 (2) Kedalaman… Tabel 4.40 1) “manifold” 2) “nozzle” Tipe ambang tajam 15 – 30 Gravitasi dan mekanis Keterangan 5.8 Kebutuhan bahan DSAK No 1 2 Bahan Pengumpul kalor (kolektor) Kaca penutup (kondensor) − − − − − − 189 Spesifikasi Media arang batok kelapa Diameter lempengan (0.

kapasitas 15. inlet/outlet 1.00 cm. tinggi 140 cm.000 liter/jam. assecories pressure gauge. sto valve PVC ballvalve material steinless steel tebal 5 mm.80 cm Kotak destilator bagian dalam dilapisi aluminium foil Bahan dari styrofoam Panjang 1.9 kebutuhan Bahan Reverse Osmosis No 1 2 3 4 5 Bahan Unit filter . inlet/outlet 2 inchi.5 inchi. kapasitas 30 liter/menit.000 s/d 40. max pressure 10 bar kuat tekanan dan anti karat 316 /304.5 m3/jam.60 meter Bahan papan kayu tebal 3. material plastik dan brass. tinggi total 160 cm.00 cm Tinggi saluran 7.00 cm E. diameter 16 inchi.40 meter Lebar saluran 5.2 kw)/380 – 415 volt 3 phase Tipe NW-50 (8 x 23”). max pressure 10 bar.Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengembangan SPAM Sederhana No 3 Bahan Saluran kondensat (kanal) 4 Kotak kayu (destilator) − − − − − − − − − − − − − − − − 5 Sistem isolasi Spesifikasi Bentuk U Bahan aluminium plat Panjang saluran 1. max temperature 50ºC. pressure loss 0. material steinless steel.1 bar.50 cm Lebar 1. tebal 4 mm.booster pump big flow transparant housing filter Steinless steel housing filter dan atau bahan Polyglass final raw water tank pressure tank Spesifikasi polyglass tank tipe CRN 8-60. type CRN 1-5. tekanan max 6 bar.50 cm Bentuk segi empat panjang Panjang 1. power 0. brand grundfos. Reverse Osmosis Tabel 4. inlet/outlet 1 inchi.5 HP/380-415 volt phase type PS-130 BIT.00 cm Ketebalan 2. 1 (satu) unit Volume 1 unit 2 unit 3 unit 1 unit 1 unit 6 7 8 Distribution pump Small Distribution Pump Stinless Steel Frame 1 unit 1 unit 1 unit 190 . diameter 60 cm.00 meter Tinggi 0. drainaise valve dan secure valve. steinless steel. 3 HP (2.25 inchi. max pressure 10 bar kapasitas 5200 liter. atau Multiplek ketebalan 1. kapasitas 2. inner/outlet 1.50 meter Lebar 1.

Sistem Pengolahan Air Gambut Tabel 4.5 3 1 1 2 1 1 1 1 1 1 0. 2. 1” Pipa dia. Bahan Pipa PVC Kasa nyamuk termal cincin beton kerikil Pasir Spesifikasi 0. tinggi 90 cm Pasir halus 100 liter gradasi 1-2 mm Kerikil halus 25 liter gradasi 4-6 mm Kerikil kasar 15 liter gradasi 10 mm Arang batok kelapa 15 liter Pipa PVC Diameter ¾” atau 20 mm panjang 2 m Perlengkapan pipa kapasitas 200 liter No 1 2 3 4 5 6 7 H.11 Kebutuhan bahan untuk SARUT Bahan Spesifikasi Drum Diameter 60 cm. secukupnya gradasi 1-2 mm. 1 ” Socket drat luar Tee dia. 1” Stop kran dia. 6. 6” Semen Pasir pasang Paku 5 cm Pasir kwarsa Kerikil Kg Kg M 3 G.5 meter Bahan plastik Plastik tebal 2 meter gradasi 4-6 mm.Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengembangan SPAM Sederhana F.15 buah buah buah buah Tube Batang Batang Batang Zak M 3 Knee PVC dia. 1” Lem Pipa dia. secukupnya 191 .12 Kebutuhan Bahan SPR 1. Saringan Pipa Resapan (SPR) Tabel 4.15 0.10 Pengolahan Air Gambut No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 Drum 200 liter Kayu kaso 5/7 Papan 20/2 Bahan Satuan buah M 3 Volume 1 0.5 0. Saringan Rumah Tangga (SARUT) Tabel 4. 5. 3. 4.

3 – 5 mm) Semen (50 kg) Pompa Tangan Dangkal Φ Satuan Batang Batang meter Buah Buah M3 M3 M3 Zak Unit Volume 3 1 1 3 400 0. Air Tanah Sedang/Dalam Tabel 4.3 0.13 Bahan Yang Dibutuhkan SPT Dalam No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Jenis Pipa Hisap atau pipa tegak Φ 30 mm Pipa selubung PVC Φ 100 mm Pipa Saringan PVC Φ 30 mm Soket PVC Φ 30 mm Bata merah untuk lantai sumur Pasir untuk beton lantai Kerikil untuk beton lantai Kerikil saringan sekeliling pipa hisap (dia.02 2 1 B. 3 – 5 mm) Semen (50 kg) Pompa Tangan Dangkal Satuan Batang Batang Meter Buah Buah M3 M3 M3 Zak Unit Volume 3 1 1 3 400 0.2 0.2.2 0.3 AIR TANAH A.Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengembangan SPAM Sederhana 4.3 0.02 2 1 192 .3 Bahan Yang Dibutuhkan SPT Dangkal No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Jenis Pipa Hisap atau pipa tegak 30 mm Pipa selubung PVC Φ 100 mm Pipa Saringan PVC Φ 30 mm Soket PVC Φ 30 mm Bata merah untuk lantai sumur Pasir untuk beton lantai Kerikil untuk beton lantai Kerikil saringan sekeliling pipa hisap (dia. Air Tanah Dangkal Tabel 4.

15 Sumur Gali (SGL) Batu Bata Peralatan Penggalian Jenis Alat Cangkul Sekop Kuas Sendok Semen Roll Meter Bambu Katrol Tali Plastik Lilin/Lampu Templok Ember/Keranjang Jumlah 2 buah 2 buah 2 buah 1 buah 1 buah 3 batang 1 buah Min 10 m 1 buah 3 buah Peralatan Pembuatan Cincin. 3. 5. Sumur Gali Tabel 4. Tiang Beton & Saluran Jenis Bahan Jumlah Sendok Semen 1 buah Cangkul Kuas 2” – 3” Ember Cetakan Cincin Beton Cetakan Saluran Kunci Pas 10 mm Komponen Sumur Gali (SGL) No. 4.6 m 1 set 1 set 1 buah 1 buah 1 buah 2 buah 1 set 1 set 1 buah 193 .Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengembangan SPAM Sederhana C. 1. 2.76 m2 2. Komponen Dinding Sumur/Cincin Tiang Sumur Lantai Sumur Saluran Pembuangan Cetakan Cincin Beton Cetakan Saluran Kunci Pas 10 mm Volume 7 buah 2 buah 6. 6. 7.

Jenis Bahan Semen Pasir Kerikil Volume 2 zak 0. I 2 3 Bahan bata merah semen portlan pasir Volume 85 buah 3 zak 0.Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengembangan SPAM Sederhana Bahan Untuk Bibir Sumur No. 3.1 m3 6 batang secukupnya Bahan Baku Pembuatan Saluran Beton Jenis Bahan Volume Semen Pasir Kerikil oli bekas 0.06 m3 0. 1.07 m3 0. 2.4 m3 Bahan Untuk Pembuatan Lantai No.7 m3 1 m3 Bahan Untuk Pembuatan Tiang Beton Bahan Volume semen Pasir kerikil besi beton dia.98 zak 0. 8 mm oli bekas 1 zak 0.14 m3 secukupnya 194 .

7 m3 1 m3 195 .6 m 1 set 1 set 1 buah Jumlah 1 buah 1 buah 1 buah 2 buah 1 set 1 set 1 buah Bahan Untuk Pembuatan Lantai Jenis Bahan Semen Pasir Kerikil Volume 2 zak 0. Tiang Beton & Saluran Jenis Bahan Sendok Semen Cangkul Kuas 2” – 3” Ember Cetakan Cincin Beton Cetakan Saluran Kunci Pas 10 mm Komponen Sumur Gali (SGL) Komponen Volume Dinding Sumur/Cincin 7 buah Tiang Sumur Lantai Sumur Saluran Pembuangan Cetakan Cincin Beton Cetakan Saluran Kunci Pas 10 mm 2 buah 6.Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengembangan SPAM Sederhana Tabel 4.16 Sumur Gali (SGL) Cincin Beton Peralatan Penggalian Jenis Alat Cangkul Sekop Kuas Sendok Semen Roll Meter Bambu Katrol Tali Plastik Lilin/Lampu Templok Ember/Keranjang Jumlah 2 buah 2 buah 2 buah 1 buah 1 buah 3 batang 1 buah Min 10 m 1 buah 3 buah Peralatan Pembuatan Cincin.76 m2 2.

Tipe I − Pipa tegak (pipa hisap) PVC dia. 8 mm oli bekas Volume 1 zak 0.5 m 1 buah Sumber: Spesifikasi Teknis Sumur Pompa Tangan (SPT) (AB-D/LW/ST/001/98). 30 mm − Pipa selubung PVC dia.4 m3 Bahan Untuk Pembuatan Tiang Beton Bahan semen Pasir kerikil besi beton dia. Bahan Baku Pembuatan Saluran Beton Jenis Bahan Volume Semen Pasir Kerikil oli bekas D.06 m3 0.Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengembangan SPAM Sederhana Bahan Untuk Bibir Sumur No. I 2 3 Bahan bata merah semen portland pasir Volume 85 buah 3 zak 0. Sumur Pompa Tangan Tabel 17.07 m3 0.14 m3 secukupnya 1. Spesifikasi Teknis SPT No. Tipe II 21 m 28 m 2.5 m 1 buah 2.98 zak 0. Tipe Sumur Ukuran Penampang/ Diameter Pipa Kedalaman Pompa 0. 75 mm − Saringan PVC dia. 75 mm − Saringan PVC dia. 30 mm − Pipa tegak (pipa hisap) PVC dia. Departemen Pekerjaan Umum 196 .1 m3 6 batang secukupnya . 30 mm − Pipa selubung PVC dia. 30 mm 9m 12 m 2.

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 No.Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengembangan SPAM Sederhana 4.2.3 UNIT DISTRIBUSI 4. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Uraian Pembuatan PAH Cetakan Fiber Semen (50 kg) Pasir Kerikil Besi Beton (diameter 6 mm) Kawat Beton Batu Bata Seng Keran Air (diameter 13 mm) Pipa GI (diameter 25 mm.1 PERPIPAAN Tabel 4.3.5 tekanan kerja minimal 8 bar 2 Pipa HDPE Klas pipa SDR-17 (S-8) tekanan kerja minimal 8 bar 3 Pipa GIP Klas medium tekanan kerja minimal 8 bar 4 Bak pelepas tekan 100 meter 5 Booster pump 10 meter 197 . panjang 2 m) Dop GI (diameter 25 mm) Kran Inlet (diameter 1/2") Kran penguras (diameter 1/2") Uraian Pembuatan PAH Pasangan Bata Semen (50 kg) Pasir Kerikil Besi Beton (diameter 6 mm) Besi beton (diameter 8 mm) Kawat Beton Batu Bata Seng Keran Air (diameter 13 mm) Pipa GI (diameter 25 mm.18 Kebutuhan Bahan PAH No. Penampung Air Hujan Tabel 4.19 Kebutuhan bahan untuk perpipaan No Bahan Spesifikasi 1 Pipa PVC Klas pipa S-12. panjang 3 m) Satuan zak M³ M³ btg kg bh lb bh bh bh bh bh Satuan zak M³ M³ btg btg kg bh lb bh bh Volume 10 1 1 16 1 50 2 1 2 1 1 1 Volume 25 7 3 16 8 2 1800 3 4 2 4.4 AIR HUJAN A.

4.5 tekanan kerja minimal 8 bar 2 Pipa Persil Klas pipa SDR-17 (S-8) tekanan kerja minimal 8 bar 3 Pipa Galvanis Klas medium.1 HIDRAN UMUM (HU) Tabel 4.2 PERPOMPAAN Tabel 4. ¾” Buah 10 Tangki Fiber Kapasitas 4 m3 Buah 4.21 Kebutuhan Bahan SRM No Bahan Spesifikasi 1 Pipa Service Klas pipa S-12. 3” Batang 5 Pipa GIP ¾” Batang 6 Bend 90 GIP dia.5 Tergantung jarak 1 2 3 3 2 Tabel 4.Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengembangan SPAM Sederhana 4. ¾” Buah 9 Socket GIP dia.8 2. tekanan kerja minimum 10 bar 4 Meter Air Sesuai kebutuhan 198 .4.3.21 Kebutuhan Bahan Bangunan Hidran Umum No Jenis Bahan Satuan 1 Semen Zak 2 Pasir Urug M3 3 Batu Kali M3 4 Pipa GIP dia.20 Kebutuhan bahan untuk perpompaan No Bahan 1 2 Pompa air baku air permukaan Pompa distribusi/booster - Spesifikasi non-clogging submersible submersible deep well pump deep well turbine pump centrifugal single suction centrifugal double suction 4.4 UNIT PELAYANAN 4.2 SAMBUNGAN RUMAH MURAH (SRM) Volume 10 0. 3” Buah 7 Tee GIP 3” Buah 8 Kran dia.

4. slang dll) b) tenaga mesin mobil minimal 135 Ps c) pompa centrifugal kapasitas 5 lt/detik. atau bahan polytylene (PE) atau pasangan batu bata atau kayu ulin (kedap air). head 10 m (dengan pipa hisap 9 m) 2 Tangki terminal air a) terbuat dari bahan fiber glass (FG). 199 . dll b) tebal plat minimal 5 mm c) 1 paket modul HU terdiri dari 3 tangki penampungan air kapasitas @ 3 m³ dan terhadap digunakannya tangki ukuran 2 m³ atau 1 m³ maka jumlahnya disesuaikan dengan kebutuhan.Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengembangan SPAM Sederhana 4. 3 Perlengkapan lain a) terbuat dari bahan fiber glass (FG) atau bahan polyethylene (PE) atau apsangan batu bata atau kayu ulin (kedap air) dll b) tebal plat minimal 5 mm c) 1 paket modul TA terdiri dari 3 buah tangki penampung air kapasitas @ 3 m³ dan terhadap digunakannya tangki ukuran 2 m³ atau 1 m³ maka jumlahnya disesuaikan dengan kebutuhan.22 Kebutuhan bahan Terminal Air No Bahan Spesifikasi 1 Mobil Tangki a) kapasitas minimal 3 m³ dengan perlengkapan standar (pompa.3 TERMINAL AIR (TA) Tabel 4.

Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengembangan SPAM Sederhana 200 .

pengelolaan prasarana air minum terbangun dilaksanakan oleh Organisasi Masyarakat Setempat – Air Minum (OMS-AM). Satuan Kerja Kabupaten/Kota bersama Kepala Desa/Lurah dan masyarakat di lokasi pelaksanaan prasarana air minum sederahana mengadakan rembug warga untuk membentuk OMS-AM. Dengan fasilitasi dari fasilitator. perencanaan teknis. Dinas Sumber Daya Air. koperasi dan Kelompok Pengguna dan Pemanfaat (KP2) Air Minum sebagaimana diuraikan pada bagian berikut. Dinas Kesehatan. 2. 5. sampai dengan tahap serah terima pengelolaan sementara aset dari Bupati/Walikota kepada OMS-AM dan tahap pengelolaan selanjutnya.Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengembangan SPAM Sederhana BAB V PENGELOLAAN PRASARANA AIR MINUM TERBANGUN Dalam upaya menjamin pemanfaatan prasarana air minum yang berkelanjutan. Selain masyarakat calon pengguna air minum. . dan lain-lain) 201 ii. Anggota OMS-AM diangkat/diberhentikan oleh rapat umum pengguna layanan air minum v. Penyiapan masyarakat i. tahap pembangunan.1 ORGANISASI MASYARAKAT SETEMPAT . pengelolaan prasarana terbangun sebaiknya dilakukan oleh masyarakat pengguna itu sendiri. Susunan kepengurusan OMS-AM terdiri dari: iv. 1.AIR MINUM (OMS-AM) Organisasi Masyarakat Setempat – Air Minum (OMS-AM) adalah lembaga legislatif dari suatu wilayah pelayanan air minum. Keanggotaan dan susunan pengurus OMS-AM Dalam pemilihan anggota dan susunan pengurus OMS-AM. ii. merupakan nama generik dari lembaga di tingkat masyarakat. mulai dari tahap pengecekan ketepatan pemilihan lokasi dan solusi teknis. khususnya sektor air minum. Untuk dapat menciptakan mekanisme pengelolaan yang bertumpu pada masyarakat. Susunan pengurus dan anggota OMS-AM dari masyarakat dan instansi pemerintah disahkan oleh aparat pemerintah setempat (Kepala Desa/Lurah/Camat) tanpa mengubah hal-hal yang disepakati hasil penetapan rembug warga. Mekanisme pemilihan anggota OMS-AM Keanggotaan dan pengurus OMS-AM dipilih dan disusun melalui mekanisme sebagai berikut: A. Jumlah anggota OMS-AM tidak lebih dari 15 orang dan selalu berjumlah ganjil Keanggotaan OMS-AM terdiri dari: − − − − − − Wakil masyarakat calon pengguna air minum Wakil yang berwewenang dari instansi teknis di wilayah setempat yang terkait dengan penyelenggaraan penyediaan air minum Catatan: Jumlah wakil masyarakat harus lebih besar dari jumlah wakil instansi teknis terkait Ketua Wakil Ketua (bila diperlukan) Sekretaris iii. yang merupakan forum demokrasi dan wadah proses pengambilan keputusan tertinggi yang mencerminkan aspirasi masyarakat pengguna air minum. rembug warga juga dihadiri oleh: − − Tokoh masyarakat formal dan informal Wakil dari instansi teknis terkait di daerah (seperti PDAM. OMS-AM akan bekerjasama dengan Satuan Kerja Perangkat Daerah dalam Prasarana Air Minum di tingkat kelurahan/desa. hal-hal yang harus diperhatikan antara lain: i. Masa tugas anggota OMS-AM adalah 3 (tiga) tahun dan dapat dipilih kembali sebanyakbanyaknya untuk 1 (satu) periode selanjutnya vi.

Jumlah dan komposisi anggota OMS-AM Catatan: Jumlah wakil masyarakat harus lebih banyak dari jumlah wakil instansi pemerintah. Peringkat satu hasil perhitungan suara ditetapkan menjadi Ketua OMS-AM. 4. diantaranya: − − − i. Setiap anggota masyarakat yang hadir pada rembug warga memberikan 1 (satu) suara untuk 1 (satu) nama yang akan dipilih menjadi anggota OMS-AM. Melakukan konsultasi dengan masyarakat. Koperasi Primer adalah Koperasi yang didirikan oleh dan beranggotakan orang-seorang. Fungsi dan peran Koperasi adalah: 202 . iv. 5. v. Pengambilan keputusan dilakukan melalui musyawarah mufakat. baik melalui rapat anggota maupun secara langsung kepada masyarakat. keuangan dan pengelolaan. Pengurus lainnya (wakil ketua. pengambilan keputusan dilakukan dengan pengambilan suara terbanyak Tugas dan wewenang OMS-AM ini dapat dikembangkan sesuai dengan kesepakatan masyarakat pengguna air minum. sekretaris) dipilih dari nama-nama anggota yang muncul dari hasil penghitungan suara. Menyusun laporan kegiatan operasional secara berkala. budaya. meliputi pertanggungjawaban teknis operasional. B. Selanjutnya. Wewenang OMS-AM Wewenang OMS-AM meliputi antara lain: − − − − − − Menyusun dan menetapkan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) berdasarkan norma. Nama yang dipilih harus berasal dari anggota masyarakat yang hadir pada rembug warga tersebut.2 KOPERASI Perkoperasian diatur oleh Undang-Undang Nomor 25 Tahun 1995. Koperasi Sekunder adalah Koperasi yang didirikan oleh dan beranggotakan Koperasi. Pembentukan OMS-AM Pemilihan anggota OMS-AM dilakukan oleh masyarakat calon pengguna air minum secara demokratis. Anggota OMS-AM dari instansi pemerintah ditunjuk oleh masing-masing instansi dengan memperhatikan kebutuhan dan permintaan dari masyarakat. dan kearifan lokal Menetapkan kebijakan pengembangan air minum Mensahkan besarnya iuran air minum Menetapkan komponen biaya operasi OMS-AM apabila dibentuk Menerima sumbangan dana atau aset lainnya serta mengumumkannya kepada semua anggota pengguna air minum Menetapkan mekanisme pengambilan keputusan. vi. Koperasi Primer dan Koperasi Sekunder. Tugas OMS-AM Tugas OMS-AM meliputi antara lain: − − − Melakukan pertanggungjawaban kepada rapat umum para anggota masyarakat pengguna air minum atas penyelenggaraan penyediaan air minum paling sedikit 1 (satu) kali dalam setahun. bebas dan rahasia. ii. Pelaksanaan kegiatan rembug warga ini diharapkan menghasilkan kesepakatan-kesepakatan berkaitan dengan pembentukan OMS-AM. Koperasi terdiri dari dua jenis. iii. Penghitungan suara dilakukan secara terbuka dan diketahui oleh seluruh anggota masyarakat yang hadir rembug warga. Tugas dan wewenang OMS-AM. Koperasi yaitu badan usaha yang beranggotakan orang-seorang atau badan hukum Koperasi dengan melandaskan kegiatannya berdasarkan prinsip Koperasi sekaligus sebagai gerakan ekonomi rakyat yang berdasar atas asas kekeluargaan. untuk menampung tanggapan dan masukan dari masyarakat. OMS-AM segera menyiapkan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga serta merumuskan kebutuhan-kebutuhan yang diperlukan untuk penyelenggaraan penyediaan air minum.Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengembangan SPAM Sederhana iii. 3. Bila tidak tercapai kesepakatan dengan musyawarah mufakat.

berperan serta secara aktif dalam upaya mempertinggi kualitas kehidupan manusia dan masyarakat. b. Pembentukan Koperasi dilakukan dengan akta pendirian yang memuat Anggaran Dasar. dan pembubaran Koperasi. d. pembagian sisa hasil usaha. pengelolaan dilakukan secara demokratis. ketentuan mengenai keanggotaan. serta pengesahan laporan keuangan. ketentuan mengenai jangka waktu berdirinya. ketentuan mengenai Rapat Anggota. ii. nama dan tempat kedudukan. ketentuan mengenai sanksi. pemberian balas jasa yang terbatas terhadap modal. yang memuat sekurang-kurangnya: a. d. ketentuan mengenai permodalan. daftar nama pendiri. Perangkat organisasi Koperasi terdiri dari: a. Keanggotaan dan susunan pengurus Koperasi Koperasi melaksanakan prinsip Koperasi sebagai berikut: a. b. h. membangun dan mengembangkan potensi dan kemampuan ekonomi anggota pada khususnya dan masyarakat pada umumnya untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi dan sosialnya. Rapat Anggota Rapat Anggota merupakan pemegang kekuasaan tertinggi dalam Koperasi dan dihadiri oleh anggota yang pelaksanaannya diatur dalam Anggaran Dasar. j.Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengembangan SPAM Sederhana a. dan usaha Koperasi. kemandirian. pembagian sisa hasil usaha dilakukan secara adil sebanding dengan besarnya jasa usaha masing-masing anggota. d. Rapat Anggota menetapkan: • • • • • • • Anggaran Dasar. f. dan kewajiban keanggotaannya ditetapkan dalam Anggaran Dasar. ketentuan mengenai pembagian sisa hasil usaha. peleburan. pemilihan. b. c. c. iv. iii. rencana anggaran pendapatan dan belanja Koperasi. Koperasi dapat memiliki anggota luar biasa yang persyaratan. Yang dapat menjadi anggota Koperasi ialah setiap warga negara Indonesia yang mampu melakukan tindakan hukum atau Koperasi yang memenuhi persyaratan sebagaimana ditetapkan dalam Anggaran Dasar. rencana kerja. i. Dalam pemilihan anggota dan susunan pengurus Koperasi. hal-hal yang harus diperhatikan antara lain: i. 203 . pembagian. hak. pengesahan pertanggungjawaban Pengurus dalam pelaksanaan tugasnya. penggabungan. c. ketentuan mengenai pengelolaan. Ketentuan mengenai keanggotaan koperasi dijelaskan sebagai berikut: 1. kebijaksanaan umum dibidang organisasi manajemen. maksud dan tujuan serta bidang usaha. pemberhentian Pengurus dan Pengawas. v. Koperasi Sekunder dibentuk oleh sekurang-kurangnya 3 (tiga) Koperasi. g. memperkokoh perekonomian rakyat sebagai dasar kekuatan dan ketahanan perekonomian nasional dengan Koperasi sebagai sokogurunya. berusaha untuk mewujudkan dan mengembangkan perekonomian nasional yang merupakan usaha bersama berdasar atas asas kekeluargaan dan demokrasi ekonomi. keanggotaan bersifat sukarela dan terbuka. Koperasi Primer dibentuk oleh sekurang-kurangnya 20 (duapuluh) orang atau anggota yang akan mendapat air minumnya. pengangkatan. e. e.

mewakili Koperasi di dalam dan di luar pengadilan. tidak menutup kemungkinan bagi penuntut umum untuk melakukan penuntutan. Pengelolaan usaha oleh Pengelola tidak mengurangi tanggung jawab Pengurus yang telah ditentukan. Koperasi dapat melakukan Rapat Anggota Luar Biasa apabila keadaan mengharuskan adanya keputusan segera yang wewenangnya ada pada Rapat Anggota. karena tindakan yang dilakukan dengan kesengajaan atau kelalaiannya. apabila tindakan itu dilakukan dengan kesengajaan. Rapat Anggota untuk mengesahkan pertanggungjawaban Pengurus diselenggarakan paling lambat 6 (enam) bulan setelah tahun buku lampau. Masa jabatan Pengurus paling lama 5 (lima) tahun. menanggung kerugian yang diderita Koperasi. Pengurus bertugas: • • • • • • • • • mengelola Koperasi dan usahanya. Rapat Anggota berhak meminta keterangan dan pertanggungjawaban Pengurus dan Pengawas mengenai pengelolaan Koperasi. Pengelola bertanggung jawab kepada Pengurus. Pengurus berwenang: Pengurus bertanggung jawab mengenai segala kegiatan pengelolaan Koperasi dan usahanya kepada Rapat Anggota atau Rapat Anggota Luar Biasa. susunan dan nama anggota Pengurus dicantumkan dalam akta pendirian. 204 . memelihara daftar buku anggota dan pengurus. mengajukan laporan keuangan dan pertanggungjawaban pelaksanaan tugas. Persyaratan untuk dapat dipilih dan diangkat menjadi anggota Pengurus ditetapkan dalam Anggaran Dasar. Persyaratan. Rapat Anggota Luar Biasa mempunyai wewenang yang sama dengan wewenang Rapat Anggota. Apabila tidak diperoleh keputusan dengan cara musyawarah. menyelenggarakan Rapat Anggota. Hubungan antara Pengelola usaha dengan Pengurus Koperasi merupakan hubungan kerja atas dasar perikatan. Disamping penggantian kerugian tersebut. Rapat Anggota Luar Biasa dapat diadakan atas permintaan sejumlah anggota Koperasi atau atas keputusan Pengurus yang pelaksanaannya diatur dalam Anggaran Dasar. Pengurus Koperasi dapat mengangkat Pengelola yang diberi wewenang dan kuasa untuk mengelola usaha. baik bersama-sama. tata cara. maupun sendiri-sendiri. Pengurus merupakan pemegang kuasa Rapat Anggota. Untuk pertama kali. Pengurus Pengurus dipilih dari dan oleh anggota Koperasi dalam Rapat Anggota. mengajukan rancangan rencana kerja serta rancangan rencana anggaran pendapatan dan belanja Koperasi. Rapat Anggota dilakukan paling sedikit sekali dalam 1 (satu) tahun. b. memutuskan penerimaan dan penolakan anggota baru serta pemberhentian anggota sesuai dengan ketentuan dalam Anggaran Dasar. dan tempat penyelenggaraan Rapat Anggota dan Rapat Anggota Luar Biasa diatur dalam Anggaran Dasar. maka pengambilan keputusan dilakukan berdasarkan suara terbanyak dimana setiap anggota mempunyai hak satu suara. Selain Rapat Anggota. Dalam hal Pengurus Koperasi bermaksud untuk mengangkat Pengelola. maka rencana pengangkatan tersebut diajukan kepada Rapat Anggota untuk mendapat persetujuan. Pengurus.Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengembangan SPAM Sederhana Keputusan Rapat Anggota diambil berdasarkan musyawarah untuk mencapai mufakat. menyelenggarakan pembukuan keuangan dan inventaris secara tertib. melakukan tindakan dan upaya bagi kepentingan dan kemanfaatan Koperasi sesuai dengan tanggung jawabnya dan keputusan Rapat Anggota.

e. dan pengelolaan Pengawas berwenang: Pengawas harus merahasiakan hasil pengawasannya terhadap pihak ketiga. Koperasi dapat meminta jasa audit kepada akuntan publik. c. Kewajiban anggota Koperasi Setiap anggota Koperasi mempunyai kewajiban: a. paling lambat 1 (satu) bulan sebelum diselenggarakan rapat anggota tahunan. terdiri dari orang-orang yang mempunyai keahlian yang dibutuhkan dalam penyelenggaraan penyediaan air minum. Apabila salah seorang anggota Pengurus tidak menandatangani laporan tahunan tersebut. c. meminta diadakan Rapat Anggota menurut ketentuan dalam Anggaran Dasar. keadaan dan usaha Koperasi serta hasil usaha yang dapat dicapai. Hak anggota Koperasi Setiap anggota Koperasi mempunyai hak: a. meneliti catatan yang ada pada Koperasi. menghadiri. Laporan tahunan ditanda-tangani oleh semua anggota Pengurus. Pengawas dipilih dari dan oleh anggota Koperasi dalam Rapat Anggota dan bertanggung jawab kepada Rapat Anggota. Persetujuan terhadap laporan tahunan. d.Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengembangan SPAM Sederhana Setelah tahun buku Koperasi ditutup. Persyaratan untuk dapat dipilih dan diangkat sebagai anggota Pengawas ditetapkan dalam Anggaran Dasar. membuat laporan tertulis tentang hasil pengawasannya. berpartisipasi dalam kegiatan usaha yang diselenggarakan oleh Koperasi. dan memberikan suara dalam Rapat Anggota. Pengurus menyusun laporan tahunan yang memuat sekurangkurangnya: • • perhitungan tahunan yang terdiri dari neraca akhir tahun buku yang baru lampau dan perhitungan hasil usaha dari tahun yang bersangkutan serta penjelasan atas dokumen tersebut. memanfaatkan Koperasi dan mendapat pelayanan yang sama antara sesama anggota.3 KELOMPOK PENGGUNA DAN PEMANFAAT (KP2) AIR MINUM Kelompok Pengguna dan Pemanfaat (KP2) Air Minum adalah badan pelaksana atau pengelola dari suatu pelayanan air minum yang anggotanya ditunjuk oleh OMS-AM atau Koperasi. anggota yang bersangkutan menjelaskan alasannya secara tertulis. mendapatkan segala keterangan yang diperlukan. Pada tahap pelaksanaan proyek. menyatakan pendapat. KP2 Air Minum dapat berfungsi sebagai pelaksana/penyedia jasa. Pengawas. b. memilih dan/atau dipilih menjadi anggota Pengurus atau Pengawas. merupakan penerimaan pertanggungjawaban Pengurus oleh Rapat Anggota. 5. mengembangkan dan memelihara kebersamaan berdasar atas asas kekeluargaan. 3. mematuhi Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga serta keputusan yang telah disepakati dalam Rapat Anggota. 205 . mendapatkan keterangan mengenai perkembangan Koperasi menurut ketentuan dalam Anggaran Dasar. c. termasuk pengesahan perhitungan tahunan. KP2 Air Minum dapat bekerjasama dengan kontraktor. mengemukakan pendapat atau saran kepada Pengurus diluar Rapat Anggota baik diminta maupun tidak diminta. 2. b. Pengawas bertugas: • • • • melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijaksanaan Koperasi. f. Untuk pekerjaan yang memerlukan keahlian khusus.

Tugas KP2 Air Minum Tugas KP2 Air Minum meliputi antara lain: orang yang mempunyai keahlian yang dibutuhkan dalam penyelenggaraan penyediaan air minum (profesional). B. Keanggotaan dan kepengurusan KP2 Air Minum diangkat dan diberhentikan oleh OMS-AM atau Koperasi. fungsi teknis. pola penggunaan air minum) dan membuat perencanaan teknis pengambilan air baku. C. pengolahan air dan distribusi air minum Mempresentasikan konsep rencana teknis sistem penyediaan air minum kepada rapat anggota Menyusun rencana kebutuhan biaya Tahap perencanaan ii. Masa kerja KP2 Air Minum selama 3 (tiga) tahun. Keanggotaan dan susunan pengurus KP2 Air Minum Dalam pemilihan anggota dan susunan pengurus KP2 Air Minum hal-hal yang harus diperhatikan antara lain: i. Susunan pengurus KP2 Air Minum sedikitnya terdiri dari: iii. KP2 Air Minum bertugas dalam 4 − − 206 . Susunan pengurus ini dapat dikembangkan sesuai dengan kebutuhan. i.Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengembangan SPAM Sederhana Pada tahap operasional dan pemanfaatan. Anggota KP2 Air Minum dapat bekerja paruh waktu (part-time) tergantung volume pekerjaannya sesuai pertimbangan OMS-AM atau Koperasi. termasuk Laporan Tahunan. Melaksanakan kebijaksanaan dan keputusan penyelenggaraan penyediaan air minum yang ditetapkan oleh OMS-AM atau Koperasi (empat) tahapan yaitu: Tahap persiapan − − Memobilisasi sumber daya manusia dan sumber dana Bersama pendamping teknis melaksanakan kegiatan survei (untuk lokasi pelayanan. OMS-AM atau Koperasi mengadakan rembug warga untuk memilih anggota KP2 Air Minum ii. ekonomi dan budaya masyarakat. KP2 Air Minum membuat laporan pertanggungjawaban kepada OMS-AM atau Koperasi paling sedikit 2 (dua) kali dalam setahun. pelaksanaan. sumber dan jenis air baku. dan fungsi administrasi sebagaimana uraian berikut: − − − Fungsi manajemen sebagai penanggung jawab untuk kelancaran pelaksanaan jalannya pengoperasian prasarana dan sarana air minum Fungsi teknis sebagai penanggung jawab teknis perencanaan. D. kondisi sosial. operasional & pemeliharaan. Ketua Sekretaris Bendahara Penanggungjawab pelaksanaan (aspek teknis) Penanggungjawab pengelolaan (aspek administrasi. dan pengembangan pelayanan air minum Fungsi administrasi sebagai penanggung jawab pelaksanaan pengumpulan iuran air minum. pengelolaan dan keberlanjutan prasarana air minum terbangun dengan menjalankan fungsi manajemen. Berdasarkan tahapan pembangunan penyediaan air minum. keuangan dan personalia) ii. Mekanisme pemilihan anggota KP2 Air Minum Keanggotaan dan pengurus KP2 Air Minum dipilih dan disusun melalui mekanisme sebagai berikut: i. Anggota KP2 Air Minum dapat ditunjuk dari anggota masyarakat pengguna air minum atau iii. pencatatan administrasi dan pelaporan keuangan. Anggota KP2 Air Minum dapat dipilih kembali untuk periode kepengurusan selanjutnya. KP2 Air Minum bertanggung jawab atas operasional pemanfaatan.

Prinsip-prinsip Dasar Pengelolaan Berbasis Masyarakat Pengelolaan prasarana dan sarana air minum berbasis masyarakat didasarkan pada prinsip-prinsip sebagai berikut: i. antara lain: Harga air minum ke PDAM sesuai tarif sosial yang berlaku (jika sumber air minum dari PDAM). yaitu pengelolaan yang dilaksanakan oleh masyarakat pengguna itu sendiri. pencatatan jumlah konsumen. Besarnya harga air minum per m3 atau per jerigen 20 lt atau 10 lt ditentukan dengan memperhatikan keperluan untuk mempertahankan keberlanjutan pemanfaatan. Insentif kepada pemilik tanah (bila diperlukan). Melakukan kerjasama operasional dengan pihak ketiga setelah mendapat persetujuan dari OMSAM atau Koperasi Tugas dan wewenang KP2 Air Minum ini dapat dikembangkan sesuai dengan kesepakatan masyarakat pengguna air minum. Prinsip-prinsip dasar dan mekanisme pengelolaan prasarana dan sarana air minum yang bertumpu masyarakat diuraikan pada bagian berikut. Tahap pembangunan − − − Tahap operasi & pemeliharaan − − − − − − − iii. baik melalui pihak ketiga. buku penerimaan dan pengeluaran Menyusun dan melaporkan kegiatan dan pertanggungjawaban pelaksanaan kegiatan KP2 Air Minum menghitung besarnya iuran air minum yang harus dibayar oleh para pengguna air minum untuk kemudian mengusulkannya kepada OMS-AM untuk dimusyawarahkan dengan masyarakat pengguna melalui rembug warga.4 Kelembagaan Dalam upaya menjamin pemanfaatan prasarana dan sarana air minum yang berkelanjutan. Melaksanakan pertanggungjawaban kepada OMS-AM atau Koperasi paling sedikit 2 (dua) kali dalam setahun E. Biaya operasi dan pemeliharaan prasarana.Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengembangan SPAM Sederhana − − Menyusun rencana teknis dan perhitungan kebutuhan biaya ke dalam bentuk proposal kegiatan Merencanakan pengembangan prasarana dan sarana air minum Melakukan kegiatan pengadaan barang dan perlengkapan yang diperlukan untuk kegiatan pembangunan Melaksanakan kegiatan konstruksi fisik. Insentif kepada petugas pengelola prasarana sesuai kesepakatan. Pemilihan kegiatan berdasarkan musyawarah masyarakat sehingga dapat diterima oleh masyarakat (acceptable) 207 . atau dikerjakan secara gotong royong dengan masyarakat Melakukan kegiatan pengawasan dan pelaporan terhadap kegiatan fisik yang dilaksanakan Melaksanakan pengoperasian. pemeliharaan dan perbaikan sistem pelayanan air minum dan melakukan tindakan yang perlu diambil dalam batas kewenangan Melaksanakan pemeriksaan secara berkala dan merawat seluruh sistem yang ada Memonitor tingkat persediaan bahan yang diperlukan untuk operasi dan pemeliharaan sehubungan dengan kelancaran pelayanan Melaksanakan pengumpulan iuran air minum Melaksanakan pencatatan (recording) administrasi. 5. Memberikan saran dan masukan kepada OMS-AM atau Koperasi ii. perlu diciptakan mekanisme pengelolaan yang berbasis masyarakat. Wewenang KP2 Air Minum Wewenang KP2 Air Minum meliputi antara lain: i. 1.

Aspek teknis Aspek teknis mencakup: a. akan dilakukan pembinaan secara teknis oleh PDAM atau BPAM. Adanya hambatan pendanaan. Sedangkan aspek sosial budaya menyangkut kemauan/ keinginan/ kesepakatan masyarakat setempat untuk melaksanakan pengelolaan. dan Bappenas. 14 tahun 1987 tentang penyerahan sebagai urusan pemerintahan di bidang Pekerjaan Umum kepada daerah. Untuk pengelolaan sarana air minum sederhana diperlukan satu pola yang sesuai dan sederhana serta diarahkan pada pengelolaan secara manajemen perusahaan dalam bentuk BPAM atau PDAM. Penyelenggaraan kegiatan dapat memberikan manfaat kepada masyarakat secara berkelanjutan (sustainable) 2. Aspek sosial. Surat Keputusan Bersama Menteri Dalam Negeri dan Menteri Pekerjaan Umum No. berupa hidran umum atau sambungan rumah Tingkat teknologi sistem air minum akan menentukan tingkat kemudahan dalam pengelolaan dan harga dari teknologi tersebut. Departemen Dalam Negeri. Aspek kebijaksanaan Pemerintah. Aspek hukum Dasar hukum pembentukan lembaga pengelola yaitu: i. Penyusunan lembaga pengelola didasarkan pada beberapa aspek meliputi: i. iii. Penyelenggaraan kegiatan dilakukan secara terbuka dan diketahui oleh semua unsur masyarakat (transparent). iii. iv. Aspek sosial. maka harus diupayakan meningkatkan dan menggairahkan partisipasi masyarakat untuk berswadaya melalui wadah LKMD atau badan pengelola air minum yang bekerja secara swadaya sebagai hasil bentukan masyarakat sendiri. 4. Pengelolaan oleh wadah LKMD atau swadaya. Bentuk pelayanan. serta mengacu pada PP 16 Tahun 2005 tentang Pengembangan SPAM. ii. budaya Aspek sosial ekonomi menyangkut tingkat kemampuan ekonomi masyarakat untuk dapat membiayai kegiatan pengelolaan. pengelolaan prasarana air minum pada dasarnya ditujukan untuk mempertahankan keberlanjutan pemanfaatan prasarana air minum terbangun. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No. 6. 5. Departemen Keuangan. ketersediaan personil dan keterbatasan kemampuan pihak PDAM atau BPAM. Aspek kebijaksanaan Pemerintah Pengelolaan sarana air minum termasuk di perdesan pada prinsipnya dilaksankan oleh Pemerintah Daerah Tingkat II atau badan-badan bentuknya yaitu PDAM dan bila belum ada oleh BPAM. Aspek Pengelolaan Prasarana Air Minum Sebagaimana disebutkan sebelumnya. Pengelolaan sistem pelaporan yang baik dan benar serta penyampaiannya tepat waktu merupakan salah satu penilaian keberhasilan penyelenggaraan prasarana dan sarana air minum komunal. Departemen Kesehatan. Solusi teknis yang diterapkan b. karena keterbatasan pengetahuan yang dimiliki oleh sebagian masyarakat. 3. 1987 tentang prosedur pengusulan pengadaan proyek air minum. Aspek hukum. Penyelenggaraan kegiatan harus dapat dipertanggungjawabkan (accountable) iv. Aspek teknis. ii. 3 tahun Penyelenggaraan SPAM komunal yang berbasis masyarakat juga mengacu kepada Kebijakan Nasional Pembanguna Prasarana dan Sarana Air minum dan Penyehatan Lingkungan Berbasis Pengelolaan Masyarakat Tahun 2003 yang disepakati oleh Departemen Permukiman dan Prasarana Wilayah. ekonomi. pengelolaan sementara dan penyerahan pengelola. 208 .Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengembangan SPAM Sederhana ii.

Struktur organisasi lembaga pengelolaan b. sesuai dengan komposisi personil pengelola prasarana dan sarana air minum pada tabel 4. Struktur organisasi lembaga pengelola dan mekanisme pertanggungjawaban Struktur organisasi pengelola air minum sederhana. c. 5. dan biaya operasi dan pemeliharaan. pengelolaan prasarana air minum terbangun menerapkan prinsip pengelolaan sebagaimana disebutkan di atas. 1.1 Komposisi Personil Pengelola Prasarana dan Sarana Air Minum Berdasarkan Klasifikasi Jumlah Rumah Tangga Pengguna Prasarana Air Minum Tipe Lembaga Pengelola A B C Jumlah Kepala Keluarga (KK) 5 KK 10 KK 20 KK Penanggung Jawab Umum (orang) 1 1 1 Pengelola Teknis (orang) 1* 1 2 Pengelola Administrasi (orang) 1 1 Jumlah 2 3 4 Sumber: Hasil perhitungan. pelaksanaan pembangunan. Tabel 5. Aspek budaya terutama terutama terkait dengan rasa memiliki masyarakat terhadap keberlanjutan pemanfaatan prasarana dan sarana air minum.Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengembangan SPAM Sederhana Aspek ekonomi terutama terkait dengan pendanaan penyelenggaraan SPAM komunal yang harus disepakati bersama oleh masyarakat pengguna. a. komposisi personil pengelola berdasarkan klasifikasi jumlah rumah tangga pengguna dapat dilihat pada Tabel 6. biaya pembangunan.5 Ketentuan Umum Pemilihan Organisasi Pengelola Kelembagaan pengelolaan meliputi: a. Memberikan wawasan dan cakrawala baru pada masyarakat. Hal ini dapat dicapai dengan melibatkan masyarakat pengguna secara aktif mulai dari tahap perencanaan. Mekanisme pemilihan. meliputi biaya perencanaan. Menimbulkan kesadaran berorganisasi dan bermasyarakat. Manfaat yang dapat diperoleh antara lain: Sarana air minum yang sudah dan akan terbangun akan dipelihara dengan baik karena rasa turut memiliki dari pihak masyarakat. Namun demikian. Hal yang juga harus disepakati oleh masyarakat pengguna adalah besaran iuran yang harus ditanggung bersama agar pemanfaatan prasarana dan sarana air minum dapat berkelanjutan. 2005 * Pengelola teknis juga menangani pengelolaan administrasi 2. b. Menanamkan nilai-nilai hidup sehat pada tiap keluarga. sampai dengan pengelolaan. jumlah personil yang bertanggung jawab terhadap pengelolaan setiap aspek akan tergantung dari klasifikasi yang ada. Koordinasi dengan lembaga lain yang terkait Pemilihan personil pengelola prasarana air minum dilakukan oleh seluruh anggota pengguna air minum secara demokratis dan bebas melalui rembug warga.1 dan gambar berikut: 209 . tugas dan wewenang personil pengelola prasarana air minum diuraikan pada bagian berikut. Secara proporsional. Komposisi personil pengelola prasarana dan sarana air minum Untuk setiap klasifikasi jumlah rumah tangga pengguna.1.

2 Struktur Lembaga Pengelola Tipe A ANGGOTA MASYARAKAT PENGGUNA Gambar 6.Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengembangan SPAM Sederhana LEMBAGA PENGELOLA Penanggungjawab Umum LEMBAGA PENGELOLA Penanggungjawab Umum LEMBAGA PENGELOLA Penanggungjawab Umum Pengelola Teknis dan Administrasi Pengelola Teknis Pengelola Administrasi Pengelola Teknis Pengelola Administrasi ANGGOTA MASYARAKAT PENGGUNA Gambar 6.2 Struktur Lembaga Pengelola Tipe B ANGGOTA MASYARAKAT PENGGUNA Gambar 6.3 Struktur Lembaga Pengelola Tipe C Keterangan: Pertanggungjawaban Masukan/Pengaduan 210 .

Dinas Bidang Air Minum Cipta Karya. Selain masyarakat calon pengguna air minum. Pelaksanaan kegiatan rembug warga ini diharapkan menghasilkan kesepakatankesepakatan berkaitan dengan pembentukan lembaga pengelola. Mekanisme pemilihan personil pengelola Pemilihan personil pengelola SPAM disusun melalui mekanisme sebagai berikut: a. Dengan fasilitasi dari fasilitator. diantaranya: Jumlah dan komposisi anggota lembaga pengelola Tugas dan wewenang lembaga pengelola b. Membuat laporan hasil pengelolaan teknis kepada penanggungjawab umum. Mengatur para pemakai. Membantu penanggungjawab umum dalam melaksanakan kegiatan administrasi dan keuangan. Bertanggungjawab terhadap penarikan air minum dari pemakai. Melaporkan kerusakan yang tidak dapat ditanganinya kepada penanggungjawab umum. bebas dan rahasia. agar pengambilan air berlangsung lancar dan tertib. Bertanggungjawab pada keutuhan sarana. Melaksanakan perbaikan dari setiap kerusakan yang terjadi. b) Pengelola Teknis − − − − − − − − − − − c) Pengelola Administrasi 3. Mengkoordinir warga untuk turut memelihara dan menjaga keutuhan sarana. masyarakat di lokasi pelaksanaan mengadakan rembug warga untuk membentuk lembaga pengelola ii. Mengelola iuran air minum dari pemakai dan menyerahkan kepada penanggungjawab umum. Pemilihan anggota lembaga pengelola dilakukan oleh masyarakat calon pengguna air minum secara demokratis. ii. Dinas Sumber Daya Air. Melakukan koordinasi dengan instansi terkait dalam hal penyelesaian masalah teknis dan/atau administrasi yang tidak dapat ditangani oleh pengelola..Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengembangan SPAM Sederhana Uraian tugas dan tanggung jawab masing-masing anggota pengurus antara lain sebagai berikut: a) Penanggungjawab Umum − − Bertanggungjawab atas pengelolaan teknis dan administrasi. Nama yang dipilih harus berasal dari anggota masyarakat yang hadir pada rembug warga tersebut. 211 . rembug warga juga dihadiri oleh: Ketua RT Tokoh masyarakat Wakil dari instansi teknis terkait di daerah (seperti PDAM. Pembentukan lembaga pengelola i. Membantu penanggungjawab umum dalam melaksanakan kegiatan operasi dan pemeliharaan sarana dari segi teknis. Dinas Kesehatan. Membuat laporan hasil pengelolaan administrasi dan keuangan kepada penanggungjawab umum. Penyiapan masyarakat i. dan lain-lain) iii. Setiap anggota masyarakat yang hadir pada rembug warga memberikan 1 (satu) suara untuk 1 (satu) nama yang akan dipilih menjadi anggota lembaga pengelola.

Insentif kepada pemilik tanah (bila diperlukan). Besarnya harga air minum tersebut harus lebih murah dari harga air yang harus dibayar oleh masyarakat sebelum dilaksanakannya pengembangan sistem penyediaan air minum tersebut. 5. lembaga pengelola segera menyiapkan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga serta merumuskan kebutuhan-kebutuhan yang diperlukan untuk penyelenggaraan SPAM komunal. Perhitungan Harga Pokok Air (HP) dihitung dengan menggunakan rumus: Jumlah Seluruh Biaya (Rp) HP = -------------------------------------------------------------------------------------Jumlah air yang didistribusikan sesuai dengan catatan pada meter induk (m3) Waktu berlakunya harga pokok air yang telah disesuaikan adalah bergantung pada rencana.6 Penetapan Tarif Lembaga pengelola mengadakan rembug warga untuk menentukan besarnya harga air minum per m3 atau per jerigen 20 liter dan 10 liter yang harus dibayar oleh masyarakat untuk keperluan antara lain: a. e. Pengurus lainnya (pengelola teknis/administrasi) dipilih dari nama-nama anggota yang muncul dari hasil penghitungan suara. b. Kontribusi untuk RT (bila diperlukan). Membayar harga air minum. 212 . d. v. c. Biaya operasi dan pemeliharaan prasarana.Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengembangan SPAM Sederhana iii. Selanjutnya. iv. Insentif kepada petugas pengelola prasarana sesuai kesepakatan. Peringkat satu hasil perhitungan suara ditetapkan menjadi Penanggungjawab Umum. Penghitungan suara dilakukan secara terbuka dan diketahui oleh seluruh anggota masyarakat yang hadir rembug warga. vi.

Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengembangan SPAM Sederhana LAMPIRAN 213 .

tidak menempel pada sekat (lihat Gambar L1-1) 214 . Sekat ini tetap dipasang pada lokasi pengukuran atau hanya sementara saja. Alat yang diperlukan − Sekat trapesoidal yang sisi-sisi dalam sekat itu meruncing. pada posisi yang baik sehingga sekat betul-betul mendatar atau “h” pada kedua sisinya adalah sama − Ukur h dengan penggaris. tidak ada kebocoran pada bagian atas atau samping sekat − Air harus mengalir bebas dari sekat. Cara pengukuran − Tempatkan sekat pada aliran (sungai kecil. tongkat ukur atau pita ukur b. dibuat dari pelat logam (baja. Keadaan untuk pengukuran − Aliran di hulu dan di hilir sekat harus tenang − Aliran hanya melalui sekat. tongkat ukur atau pita ukur c. aluminium. bh3/2 dengan: Q dalam liter/detik b dalam cm h dalam cm d. seperti terlihat pada Gambar L1-1.Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengembangan SPAM Sederhana LAMPIRAN–1 METODE PENGUKURAN DEBIT AIR BAKU 1) Pengukuran dengan menggunakan alat ukur Cipoletti a.0186 . dan sebagainya) yang akan diukur. − Penggaris. pelimpah mata air. Perhitungan debit − Debit dihitung dengan persamaan: Q = 0. dan lain-lain) atau dari kayu lapis.

Gambar L1-1 Alat ukur Cipoletti baca disini harus melimpah sempurna a h gelembung udara b c Catatan: a:c . bh3/2 (L/dt) b: dalam cm h: dalam cm Lampiran–1 Metode Pengukuran Debit Air Baku 215 .0186 .4:1 Catatan: air harus mengalir bebas dari sekat (lihat pada gambar) Petunjuk Teknis Pelaks Prasarana Air Minum Sede Sekat Cipoletti : Q = 0.

Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengembangan SPAM Sederhana

2) Pengukuran dengan menggunakan alat ukur Thompson a. Alat yang diperlukan − Sekat V-notch, seperti terlihat pada Gambar L1-2, dibuat dari pelat logam (baja, aluminium, dll) atau dari kayu lapis − Penggaris, tongkat ukur atau pita ukur b. Cara pengukuran − Tempatkan sekat pada aliran yang akan diukur, pada posisi yang baik sehingga sekat betulbetul mendatar atau “h” pada kedua sisinya adalah sama − Ukur h dengan penggaris, tongkat ukur atau pita ukur c. Perhitungan debit − Debit dihitung dengan persamaan: Q = 0,0134 . h5/2 dengan: Q: dalam liter/detik h: dalam cm d. Keadaan untuk pengukuran − Aliran di hulu dan di hilir sekat harus tenang − Aliran hanya melalui sekat, tidak ada kebocoran pada bagian atas atau samping sekat − Air harus mengalir bebas dari sekat, tidak menempel pada sekat (lihat Gambar L1-2)

216

Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengembangan SPAM Sederhana

Gambar L1-2 Alat ukur Thompson

SEKAT THOMPSON: Q = 0,01365 . h5/2

13 12 11 10 9 8 7 h dalam cm 6 5 4 3 2 1 0.5 1 2 3 4 5 6 7 8 C NO : OT H h=8.5cmjadi: Q2.85l/detik

Qdalaml/detik

bacadisini

h 90°

h

gelem udara bung

Catatan: Ketika memasang sekat: Pilih daerah aliran yang tenang Letakan sekat mendatar (h tiap sisi sama) Cegah jangan ada kebocoran Air harus mengalir bebas dari sekat (lihat

pada gambar)

217

Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengembangan SPAM Sederhana

3) Pengukuran dengan metoda benda apung a. Alat yang diperlukan − Bahan yang dapat mengapung di air (bola pingpong, gabus, dan lain-lain) − Alat ukur panjang (penggaris, tongkat ukur atau pita ukur) − Alat ukur waktu (stopwatch) b. Cara pengukuran − Pilih lokasi yang baik pada beban air dengan lebar, kedalaman, kemiringan dan kecepatan yang dianggap tetap sepanjang + 2 meter. Harus diperhatikan agar tidak ada rintangan, halangan atau gangguan lain di sepanjang lintasan pengamatan. − Tetapkan titik awal (T1) dan titik akhir (T2) pengukuran. Catat panjang lintasan yang akan digunakan (L) (lihat Gambar L1-3a) − Jatuhkan bahan yang terapung pada T1. Pada waktu bersamaan, hidupkan alat ukur waktu (stopwatch) − Hentikan alat ukur waktu pada saat benda terapung mencapai titik T2. Catat waktu yang terhitung (t) − Antara T1 dan T2 dibagi menjadi beberapa titik penampang (misalnya Ta, Tb, Tc… Tn). Hitung luas penampang aliran pada titik-titik tersebut (lihat Gambar L1-3b) − Pada titik-titik ini hitung luas penampang aliran − Ukur kedalaman air pada beberapa titik penampang aliran, juga lebar penampang itu. tepi dan tengah saluran di masing-masing titik penampang (h1, h2, h3) − Lakukan di beberapa tempat c. Perhitungan debit − Hitung luas penampang basah di setiap titik penampang dengan persamaan: A dengan: A = b1; b2 = h1;h2;h3 = − = (b1 + b2)/2 . (h1 + h2 + h3)/3 luas penampang basah (m2) lebar penampang atas; bawah (m) kedalaman air (m)

Luas penampang basah rata-rata dihitung dengan menggunakan persamaan: Arata-rata dengan: Arata-rata AT1,T2,Ta,Tb,Tc 5 = = = = (AT1 + AT2 + ATa + ATb + ATc) / 5

luas penampang basah rata (m2) luas penampang basah di T1, T2, Ta, Tb, Tc (m2) jumlah titik pengukuran mulai T1 sampai T2

Debit dihitung dengan persamaan: Q = Arata-rata x L x t x 1000 dengan: Q = Arata-rata = L = t = debit aliran (L/dt) luas penampang basah rata (m2) panjang lintasan dari T1 ke T2 (m) waktu tempuh dari T1 ke T2 (detik)

d. Keadaan untuk pengukuran − Pengukuran dilakukan pada ruas yang relatif lurus (lihat Gambar L1-3) − Lakukan di beberapa ruas lurus untuk mendapatkan nilai debit rata-rata

218

Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengembangan SPAM Sederhana

Gambar L1-3 Pengukuran dengan Laju Aliran

A

t

aliran sumber air
T1 A Ta Tb Tc T3

Gambar L1-3a

Tampak Atas

A = luas penampang basah rata-rata

h1

h2

h3

Gambar L1-3b

Potongan A–A

219

Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengembangan SPAM Sederhana

LAMPIRAN–2. STANDAR KUALITAS AIR I. STANDAR KUALITAS AIR DI PERAIRAN UMUM (sesuai Peraturan Pemerintah No. 20 Tahun 1990)
No. Parameter Satuan Gol. A Kadar Maksimum Gol. B Gol. C Gol. D

1. 2. 3. 4. 5. 6. 7.

FISIKA Bau Jumlah zat padat terlarut (TDS) Kekeruhan Rasa Warna Suhu Daya hantar listrik KIMIA Anorganik Air raksa Aluminium Arsen Barium Besi Fluorida Kadmium Kesadahan CaCO3 Klorida Kromium, valensi 6 Mangan Natrium Nitrat sebagai N Nitrit sebagai N Perak pH Selenium Seng Sianida Sulfat Sulfida sebagai H2S Tembaga Timbal Oksigen terlarut (DO) Nikel SAR (Sodium Absorption Ratio) KIMIA Organik Aldrin dan dieldrin Benzona Benzo (a) Pyrene Chlordane (total isomer) Chlordane 2,4 D DDT Detergen 1,2-dichloroethane 1,1-dichloroethane Heptachlor dan heptachlor epoxide Hexachlorobenzene Lindane Metoxychlor Pentachlorophenol Pestisida total 2,4,6-trichlorophenol Zat organik (KMnO4)

mg/L Skala NTU Skala TCU o C Umhos/cm

1000 5 15 Suhu udara

1000

1000

1000

2250

1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. 13. 14. 15. 16. 17. 18. 19. 20. 21. 22. 23. 24. 25. 26.

mg/L mg/L mg/L mg/L mg/L mg/L mg/L mg/L mg/L mg/L mg/L mg/L mg/L mg/L mg/L mg/L mg/L mg/L mg/L mg/L mg/L mg/L mg/L mg/L mg/L

0.001 0.2 0.005 1 0.3 0.5 0.005 500 250 0.005 0.1 200 10 1.0 0.05 6.5 – 8.5 0.01 5 0.1 400 0.05 1.0 0.05 -

0.001 0.05 1 5 1.5 0.01 600 0.05 0.5 10 1 5–9 0.01 5 0.1 400 0.1 1 0.01 >6

0.002 1

0.005 1

1.5 0.01 0.003 0.05

0.01

1 2 60

0.06 6–9 0.05 0.02 0.02 0.002 0.02 0.3 >3 5–9 0.05 2

0.1 1 0.5 1.5 – 2.5

1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. 13. 14. 15. 16. 17. 18.

mg/L mg/L mg/L mg/L mg/L mg/L mg/L mg/L mg/L mg/L mg/L mg/L mg/L mg/L mg/L mg/L mg/L mg/L

0.0007 0.01 0.00001 0.0003 0.03 0.10 0.03 0.5 0.01 0.0003 0.003 0.00001 0.004 0.03 0.01 0.1 0.01 10

0.017

0.003 0.042 0.002

0.018 0.056 0.035

Mikrobiologis….

220

05 Nihil 0. D No.1 1.0 0.1 1.21 1. 20 Tahun 1990) Kadar Maksimum Gol.0 0. C Gol.Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengembangan SPAM Sederhana STANDAR KUALITAS AIR DI PERAIRAN UMUM (lanjutan) (sesuai Peraturan Pemerintah No. 21. 27.5 0.1 Nihil 0.1 1. Endrin Phenol Karbon klorofom ekstrak Minyak dan lemak Organofosfat dan carbanat PCD Senyawa aktif biru metilen Toxaphene BHC Mikrobioligis Koliform tinja Total koliform Radioaktivitas Gross alpha activity Gross beta activity mg/L mg/L mg/L mg/L mg/L mg/L mg/L mg/L mg/L - 0. Jml/100 ml Jml/100 ml 0 3 2000 10000 1.001 1 0. A Gol. Bq/L Bq/L 0. industri dan PLTA mg = mili gram mL = mili liter L = liter Bq = Baquerel NTU = Nephtelometrik Turbidity Unit TCU = True Color Unit 221 . 2. 23.0 0.1 1. 26. 25. 20. Parameter Satuan 19.21 0. 2. 22.0 Keterangan: Gol.004 0. B Gol. 24.002 0. A : air untuk air minum tanpa pengolahan terlebih dahulu Gol. B : air yang dipakai sebagai bahan baku air minum melalui suatu pengolahan Gol. D : air untuk pertanian dan usaha perkotaan.1 0.2 0.001 0. C : air untuk perikanan dan peternakan Gol.005 0.

2 250 1 500 0. BAKTERIOLOGIS Parameter Satuan Kadar Maksimum yang Diperbolehkan Keterangan a.3 0.05 2 0. Bahan-bahan Organik… 222 . PERSYARATAN KUALITAS AIR MINUM (sesuai Keputusan Menteri Kesehatan No.02 50 3 0. Coli atau fecal coli Total bakteri coliform 0 0 2.3 0. KIMIA A.07 1.Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengembangan SPAM Sederhana II. 907/MENKES/SK/VII/2002) 1. Bahan-bahan Inorganik (yang memiliki pengaruh langsung pada kesehatan) Parameter Satuan Kadar Maksimum yang Diperbolehkan Keterangan Antimony Air raksa Arsenik Barium Boron Cadmium Kromium Tembaga Sianida Fluoride Timah Molybdenum Nikel Nitrat (sebagai NO3-) Nitrit (sebagai NO2-) Selenium mg/L mg/L mg/L mg/L mg/L mg/L mg/L mg/L mg/L mg/L mg/L mg/L mg/L mg/L mg/L mg/L 0.003 0.005 0. Coli atau fecal coli Total bakteri coliform 0 0 c.7 0. Coli atau fecal coli Jumlah per 100 ml sampel Jumlah per 100 ml sampel Jumlah per 100 ml sampel Jumlah per 100 ml sampel Jumlah per 100 ml sampel 0 b.07 0.01 0. Air yang masuk sistem distribusi E. Bahan-bahan Inorganik (yang kemungkinan dapat menimbulkan keluhan pada konsumen) Parameter Satuan Kadar Maksimum yang Diperbolehkan Keterangan Ammonia Aluminium Klorida Copper Kesadahan Hidrogen Sulfida Besi Mangan pH Sodium Sulfat Total padatan terlarut Seng mg/L mg/L mg/L mg/L mg/L mg/L mg/L mg/L mg/L mg/L mg/L mg/L mg/L 1.01 B. Air pada sistem distribusi E.1 6.5 200 250 1000 3 C.05 0.001 0.5 0.01 0.5 0.5 – 8. Air Minum E.

4.3 – 30 5 – 50 Desinfeksi dan hasil sampingannya Chlorine 2-chlorophenol 2.2-dichloroethene Trichloroethene Tetrachloroethene mg/L mg/L mg/L mg/L mg/L 5 30 50 70 40 Aromatic hydrocarbons Benzene Toluene Xylenes Benzoat (a) pyrene mg/L mg/L mg/L mg/L 10 700 500 0.5 0. Bahan-bahan Organik (yang memiliki pengaruh langsung pada kesehatan) Parameter Satuan Kadar Maksimum yang Diperbolehkan Keterangan Chlorinated alkanes Carbon tetrachloride Dichloromethane 1.1-trichloromethane mg/L mg/L mg/L mg/L 2 20 30 2000 Chlorinated ethenes Vinyl chloride 1.2-dichlorobenzene 1.4-dichlorobenzene Trichlorobenzene (total) mg/L mg/L mg/L mg/L 300 1000 300 20 Lain-lain di(2-(ethylhexil)adipate di(2-(ethylhexil)phtalate Acrylamide Epichlorohydrin Hexachlorobutadine Edetic acid (EDTA) Tributylin oxide mg/L mg/L mg/L mg/L mg/L mg/L mg/L 80 8 0.2-dichloromethane 1.7 Chlorinated benzenes Monochlorobenzene 1.1-dihloroethene 1. Pestisida… 223 .4-dichlorobenzene Trichlorobenzene (total) mg/L mg/L mg/L mg/L mg/L mg/L mg/L mg/L 24 – 270 20 – 1800 2 – 200 4 – 2600 10 – 120 1 – 10 0.1.4-dichlorophenol 2.2-dichlorobenzene 1.3 – 40 2 – 300 C.6-trichlorophenol mg/L mg/L mg/L mg/L 600 – 1000 0.4 0. Bahan-bahan Organik (yang kemungkinan dapat menimbulkan keluhan pada konsumen) Parameter Satuan Kadar Maksimum yang Diperbolehkan Keterangan Toluene Xylene Ethylbenzene Styrene Monochlorobenzene 1.1 – 10 0.Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengembangan SPAM Sederhana C.6 200 2 C.

03 2 30 5 0.03 1 9 2 2 20 10 6 20 9 20 20 100 2 20 Chlorophenoxy herbicides selain 2. RADIOAKTIVITAS… Trihalomethanes Bromoform Dibromochloromethane Bromochloromethane Chloroform Chlorinated acetic acid Dichloroacetic acid Trichloroacetic acid Chloral hydrate (Trichloroacetal-dehyde) Halogenated acetonitriles Dichloroacetonitrile Dibromoacetonitrile Trichloroacetonitrile Cyanogen chloride (sebagai CN) 224 .4-D 1.2-dibromo-3-chloropropane 2.6-trichlorophenol Formaldehyde mg/L mg/L mg/L mg/L mg/L mg/L mg/L mg/L mg/L mg/L mg/L mg/L mg/L mg/L mg/L mg/L mg/L mg/L mg/L mg/L mg/L mg/L 90 100 9 10 9 3 5 25 200 200 900 100 100 60 200 50 100 10 90 100 1 70 3.2 30 2 1 30 20 20 0. Pestisida Parameter Satuan Kadar Maksimum yang Diperbolehkan Keterangan Alachlor Aldicarb Aldrin/dieldrin Atrazine Bentazone Carbofuran Chlordane Chlorotoluron DDT 1.4-D dan MCPA 2.4.5-T Monochloramine Chlorine Bromate Chlorite Chlorophenol 2.4-DB Dichlorprop Fenoprop Mecoprop 2.4.2-dichloropropane 1.Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengembangan SPAM Sederhana C.3-dichloropropane Heptachlor dan Heptachlor epoxide Hexachlorobenzene Isoproturon Lindane MCPA Methoxychlor Metolachlor Molinate Pendimethalin Pentachlorophenol Permethrin Propanil Pyridate Simazine Trifuralin mg/L mg/L mg/L mg/L mg/L mg/L mg/L mg/L mg/L mg/L mg/L mg/L mg/L mg/L mg/L mg/L mg/L mg/L mg/L mg/L mg/L mg/L mg/L mg/L mg/L mg/L mg/L mg/L 20 10 0.

1 1 4. FISIK Parameter Satuan Kadar Maksimum yang Diperbolehkan Keterangan Warna Rasa dan bau Temperatur Kekeruhan TCU o C NTU 15 Suhu udara + 3oC 5 Tidak berbau dan berasa 225 . RADIOAKTIVITAS Parameter Satuan Kadar Maksimum yang Diperbolehkan Keterangan Gross alpha activity Gross beta activity Bq/L Bq/L 0.Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengembangan SPAM Sederhana 3.

30 jiwa 50 .Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengembangan SPAM Sederhana LAMPIRAN–3 L-3.120 jiwa Sumber: Hasil Perhitungan. 2005 226 . coklat (dari lumpur) Kekeruhan tinggi. coklat dari lumpur putih Agak kuning sesudah air sebentar diember aktif Saringan karbon aktif atau aerasi + saringan karbon Aerasi + saringan pasir lambat 3 Kekeruhan Tergantung jenis rasa Saringan Pasir lambat Pembubuhan PAC + saringan pasir lambat Pembubuhan PAC Aerasi + saringan pasir lambat atau aerasi + saringan karbon aktif Kemungkinan dengan saringan karbon aktif Sama dengan kekeruhan Mungkin dengan pembubuhan PAC Tergantung jenis warna 4 Warna Coklat tanpa kekeruhan Coklat bersama dengan kekeruhan Putih Lain L-3.b Klasifikasi Pelayanan SPAM Komunal Pelayanan (Kepala Keluarga/KK) 5 KK 10 KK 20 KK Radius Pelayanan < 100 m < 100 m < 100 m Jumlah Penduduk 25 .a EVALUASI KUALITAS AIR No 1 Parameter Bau Masalah Kualitas Bau tanah Bau besi Bau sulfur Bau lain Alternatif Pengolahan Kemungkinan dengan saringan karbon aktif Aerasi + saringan pasir lambat atau aerasi + saringan karbon aktif) Kemungkinan aerasi Tergantung jenis bau Aerasi + saringan karbon aktif Kesimpulan Dapat dipakai jika percobaan pengolahan berhasil Bisa dipakai dengan pengolahan Dapat dipakai jika percobaan pengolahan berhasil Dapat dipakai jika percobaan pengolahan berhasil Tergantung kadar Cl dan pendapat masyarakat Bisa dipakai dengan pengolahan Mungkin bisa dipakai dengan pengolahan Tidak dapat dipakai Bisa dipakai bila dengan pengolahan Bisa dipakai bila dengan pengolahan.60 jiwa 100 . dengan biaya relatif besar Dapat dipakai jika percobaan pengolahan berhasil Dapat dipakai jika percobaan pengolahan berhasil Dapat dipakai jika percobaan pengolahan berhasil Sama dengan kekeruhan Tidak dapat dipakai kecuali percobaan pengolahan berhasil Tidak bisa dipakai kecuali percobaan pengolahan berhasil 2 Rasa Rasa asin/payau Rasa besi Rasa tanah tanpa kekeruhan Rasa lain Kekeruhan sedang.

0 2. 4 4 4 4 4 227 LUAS PENAMPANG ATAS BAK (A) m2 9 – 36 18 – 72 27 – 108 36 – 144 45 – 180 .1 – – – – – 0.1 0.Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengembangan SPAM Sederhana LAMPIRAN–4 CONTOH PERHITUNGAN PERENCANAAN SARINGAN PASIR LAMBAT (SPL) 1) Luas penampang atas (A) dihitung menggunakan persamaan sebagai berikut: A= Q V (1) Misalkan: Q = 5 L/det = V = 0.2/3600 m/det = 90 m2 2) Ukuran panjang (P) dan lebar (L) dihitung menggunakan persamaan sebagai berikut: A=PxL -----------------------------------------------------------------------------(2) P : L = (1 s/d 2) : 1 Ditentukan: P:L=2:1 P = 2L A = 2 L2 A 2 Misalkan: L= P = A = 90 m2. 0. maka: 90 m2 2 2L = = 6.4 m Contoh perhitungan untuk debit = 1 – 5 L/det dapat dilihat pada tabel berikut: Tabel Contoh Hasil Perhitungan Luas Penampang Atas Bak Saringan Pasir Lambat untuk Debit: 1.7 m L= 2 x 6.7 m = 13. 3.2 m/jam = maka.1 0.1 0. 0.0 KECEPATAN PENYARINGAN m/jam 0. 4 & 5 L/det DEBIT L/det 1. 2.1 0.2/3600 m/det 5 x 10-3 m3/det 0. 0.0 3.0 5. A = 5 x 10-3 m3/det 0. 0.0 4.

62 mm UC = 0. 4) Gradasi media kerikil Gradasi media kerikil diambil/ditetapkan dengan lapisan paling atas dengan butiran dan berurutan ke lapisan bawah dengan butiran besar.5% Berat jenis pasir = 2. ii. kelarutan pasir dalam air dan HCl serta berat jenis pasir ditetapkan melalui analisis kualitas pasir.00 0. Kadar SiO2.65) Jadi kualitas pasir memenuhi syarat untuk media penyaring pasir lambat.40 0.Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengembangan SPAM Sederhana 3) Ukuran kedalaman (D) dapat ditetapkan berdasarkan persyaratan pada tabel mempertimbangkan kesesuaian antara kedalaman bak dengan kondisi lahan yang tersedia Contoh kedalaman yang diambil sebagai berikut: Tinggi bebas Kedalaman air di atas media pasir Tebal pasir penyaring Tebal kerikil penahan = = = = = = 0. Contoh hasil analisis kualitas pasir sebagai berikut: Kadar SiO2 = 92% > 90% Kelarutan pasir dalam air selama 24 jam = 0.30 1. Sebagai contoh dapat dibaca pada grafik (lihat Gambar A).30 m m m m m dengan Underdrain Ukuran kedalaman bak saringan 4) Penentuan media pasir penyaringan i.58% < 3% Kelarutan pasir dalam HCl selama 4 jam = 2. dari gambar tersebut dapat diketahui: P10 = ES = 0.75 m Ukuran efektif (Effective Size – ES) dihitung dengan persamaan sebagai berikut: ES = P10 UC = P10 P60 -------------------------------------------------------------------(3) (4) dengan pengertian: ES = ukuran efektif butiran (effective size) UC = koefisien keseragaman butiran (uniformity coefficient) Besaran untuk P10 dan P60 dapat diambil berdasarkan gambar grafik dari hasil analisis ayakan.3 (antara 2 – 3) Jadi gradasi pasir (ES dan UC) memenuhi syarat untuk media penyaring pasir lambat.55 – 2. 2.27 mm (antara 0.62 : 0.60 gr/cc (antara 2. Contoh gradasi media kerikil yang sudah ditetapkan dapat diperiksa pada tabel berikut: 228 .2 – 0.27 = 2.75 0.4) P60 = 0.71% < 3.

Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengembangan SPAM Sederhana Tabel Contoh Pemakaian Gradasi Kerikil GRADASI KERIKIL 4 mm 15 mm 20 mm 60 mm TEBAL LAPISAN 10 mm 10 mm 12 mm 13 mm LAPISAN Ke – 1 (teratas) Ke – 2 Ke – 3 Ke – 4 (terbawah) 229 .

Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengembangan SPAM Sederhana LAMPIRAN–5 JENIS DAN DETAIL SUMUR POMPA TANGAN (SPT) Gambar 5-1 SPT Dangkal dengan Pompa Tangan 230 .

Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengembangan SPAM Sederhana Gambar 5-2 SPT Dangkal dengan PVC 231 .

Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengembangan SPAM Sederhana Gambar 5-3 SPT Dalam Sistem I 232 .

Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengembangan SPAM Sederhana Gambar 5-4 SPT Dalam Sistem II 233 .

Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengembangan SPAM Sederhana Gambar 5-5 SPT Dalam Sistem III 234 .

Model Intake Bebas dengan Pintu Air dan Saluran Penghubung Terbuka (dibangun pada sungai dengan bantaran cukup lebar) Gambar L6–1a Denah Gambar L6–1b Potongan 1-1 235 .Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengembangan SPAM Sederhana LAMPIRAN–6 TIPIKAL BANGUNAN PENGAMBILAN AIR BAKU: SUMBER AIR PERMUKAAN 1.

Model Intake Bebas dengan Pintu Air pada Tepi Sungai Gambar L6–2a Denah Gambar L6–2b Potongan 1-1 236 .Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengembangan SPAM Sederhana 2.

Model Intake Bebas tanpa Pintu Air Gambar L6–3a Denah Gambar L6–3b Potongan 1-1 237 .Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengembangan SPAM Sederhana 3.

Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengembangan SPAM Sederhana 4. Model Intake Bendung Gambar L6–4a Denah Gambar L6–4b Potongan 1-1 Gambar L6–4c Potongan 2-2 238 .

Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengembangan SPAM Sederhana 5. Model Intake Tipe Ponton Gambar L6–5a Denah Gambar L6–5b Potongan 1-1 239 .

Model Intake Tipe Jembatan Gambar L6–6a Denah Gambar L6–6b Potongan 1-1 240 .Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengembangan SPAM Sederhana 6.

Model Intake Tipe Infiltrasi Galeri Gambar L6–7a Denah Gambar L6–7b Potongan 1-1 241 .Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengembangan SPAM Sederhana 7.

Departemen Pekerjaan Umum Kurva Daerah Kerja Pompa Non-Clogging Submersible Jenis Sudu: Vortex 242 . Departemen Pekerjaan Umum Kurva Daerah Kerja Pompa Non-Clogging Submersible Jenis Sudu: Aksial Gambar L7–2 Sumber: Tata Cara Rancang Teknik Perpompaan (AB-D/RE/TC/022/98).Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengembangan SPAM Sederhana LAMPIRAN–7 KURVA DAERAH KERJA UNTUK BERBAGAI MACAM POMPA Gambar L7–1 Sumber: Tata Cara Rancang Teknik Perpompaan (AB-D/RE/TC/022/98).

Departemen Pekerjaan Umum Kurva Daerah Kerja Pompa Non-Clogging Submersible Jenis Sudu: Open Impeller 243 . Departemen Pekerjaan Umum Kurva Daerah Kerja Pompa Non-Clogging Submersible Jenis Sudu: Shrouded Channel Gambar L7–4 Sumber: Tata Cara Rancang Teknik Perpompaan (AB-D/RE/TC/022/98).Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengembangan SPAM Sederhana Gambar L7–3 Sumber: Tata Cara Rancang Teknik Perpompaan (AB-D/RE/TC/022/98).

Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengembangan SPAM Sederhana Sumber: Tata Cara Rancang Teknik Perpompaan (AB-D/RE/TC/022/98). Departemen Pekerjaan Umum Gambar L7–5 Kurva Daerah Kerja Pompa – Deep Well Turbine Pump Gambar L7–6 Sumber: Tata Cara Rancang Teknik Perpompaan (AB-D/RE/TC/022/98). Departemen Pekerjaan Umum Kurva Daerah Kerja Pompa – Deep Well Submersible Pump 244 .

Departemen Pekerjaan Umum Kurva Daerah Kerja Pompa – Sentrifugal Single Suction (putaran 2900 rpm) 245 .Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengembangan SPAM Sederhana Gambar L7–7 Sumber: Tata Cara Rancang Teknik Perpompaan (AB-D/RE/TC/022/98). Departemen Pekerjaan Umum Kurva Daerah Kerja Pompa – Sentrifugal Single Suction (putaran 1450 rpm) Gambar L7–8 Sumber: Tata Cara Rancang Teknik Perpompaan (AB-D/RE/TC/022/98).

Departemen Pekerjaan Umum Gambar L7–9 Kurva Daerah Kerja Pompa – Sentrifugal Double Suction 246 .Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengembangan SPAM Sederhana Sumber: Tata Cara Rancang Teknik Perpompaan (AB-D/RE/TC/022/98).

LAMPIRAN–8 CONTOH PERHITUNGAN KEBUTUHAN DAYA POMPA

KASUS: Rencana sistem penyediaan air bersih perdesaan: Sistem perpipaan Pengaliran distribusi menggunakan pompa 1) Data operasi: Tahap pertama Tahap kedua : : 10 L/det 10 L/det : 9m : 10 m pada 20 L/det

2) Data tekanan kerugian: Tekanan statis maksimum Tekanan kerugian perpipaan distribusi PERENCANAAN:

1) Tipe pompa sentrifugal 2) Perancangan instalasi (lihat Tabel 3.37 Instalasi Perpompaan Distribusi – Sentrifugal Single Suction): Jumlah pompa : 3 buah instal 2 operasi paralel 1 cadangan Diameter pipa hisap : 150 mm Diameter reducer : 150 mm x 65 mm Diameter suction : 65 mm Diameter pipa discharge : 50 mm Diameter reducer : 50 mm x 80 mm Diameter pipa header : 150 mm 3) Setelah diperoleh jumlah pompa dan ukuran pipa, maka dapat dibuat instalasi perpipaan bangunan distribusi dan dituangkan dalam gambar. 4) Perhitungan tekanan yang diperlukan menggunakan persamaan berikut: Hreq = Hs + HI (Q1/Q2)2 dengan pengertian: Hreq = tekanan yang diperlukan (m) = tekanan statis, perbedaan tinggi muka air (m) HS = tekanan kerugian sistem perpipaan pada akhir tahun rencana (Q2) HI = kapasitas pada akhir tahun rencana Q1 = kapasitas aliran Q2 dengan data sebagai berikut: − Tekanan statis (Hs) : 9 m − Tekanan kerugian sistem perpipaan pada akhir tahun rencana (HI) − Q2 : 20 L/det Sehingga persamaan tersebut menjadi: Hreq = 9 + 10 (Q1/20)2 Dengan persamaan di atas, dihitung tekanan yang diperlukan untuk beberapa besaran Q1 seperti terlihat pada Tabel L7-1.

: 10 m

247

Tabel L8-1 Perhitungan Tekanan yang Diperlukan
No. Kapasitas Tekanan Statis Maksimum (m) Kehilangan Tekanan (m) Tekanan yang Diperlukan Maksimum (m)

1. 2. 3. 4. 5. 6.

0 10 20 30 40 50

9 9 9 9 9 9

0.00 2.50 10.00 22.50 22.50 62.50

9.00 11.50 19.00 31.50 31.50 71.50

Sumber: Tata Cara Rancang Teknik Perpompaan (AB-D/RE/TC/022/98)

5) Daerah kerja pompa: − Jenis − Tipe − Putaran − Diameter suction − Diameter discharge

: : : : :

sentrifugal single suction 1450 rpm 200 mm 150 mm

6) Perhitungan daya pompa (lihat Tabel 3.41): P = ρ . g . Q . H / n . SF = = 1000 x 9,8 x (10/1000) x 21 / 0,73 x 1,3 3,7 kW

7) Spesifikasi pompa − Jumlah pompa − − − − − − Kapasitas Tekanan Putaran Daya Tegangan Jenis pompa

: : : : : : : : :

3 unit 2 operasi paralel 1 cadangan 10 L/det 21 m 1450 rpm 3,7 kW 220 V / 380 V, 50 Hz, 3 phasa sentrifugal

248

Lampiran-9. Penangkap Mata Air Tipe IA
D E

200

200 1400 Variabel Lapisan aspal pasir t = 3 m m 400 1000

200 200 500 Sal. pem buang P as. batu kali Lem pung

S a l . p em bua ng F F

Pas. batu lingkar Vent 200 M anhole 500 x 500 m m Batu kosong 150-200 m m Pas. batu kali Tanah urug Lem pung 100 300 100

ke rikil Ø 1 50-2 00m m

1800

Lem pung Tanah keras

O utlet

Lem pung
V e nt M an ho le 50 0 x 5 00m m O ver flow

200

Pas. batu kali

1000

PO TO NG AN D -D

P e ng uras P ip a ou tlet K e po m pa boster O ver flow D S a l. P e m buang

Saluran pembuang

E

Vent Tanah urug Manhole 500 x 500 mm Pas. batu kali

Bambu tiap 1 m

SIT U A SI M A T A A IR B R O N KA P T ER IN G

Saluran pembuang Lempung Tanah asli

Pas. batu kali Tanah keras

POTONGAN E-E

249

Lampiran-10. Penangkap Mata Air Tipe IB
S IT U A S I M A T A A IR / B R O N K A P TE R IN G
P ipa overflow P ipa penguras S aluran pem buang III P ipa outlet

IV

IV

V ent

I P ipa saringan A sphalt pasir

I

S aluran terbuka

P ipa saringan

II
III

300

600

300

15
T a n a h le m p u n g T a n a h u ru g P a s . b a tu k a li P ip a b a m b u t ia p 1 m S a lu r a n p e m b u a n g P la t b e t o n T a n a h a s li 500

15

12 0°

Pas. batu kali Bam bu tiap 1 m Variabel Plat beton Variabel Perm ukaan tanah asli

P a s ir u r u g L e m b a r a n p la s t ik K e r ik il 1 5 0 - 2 5 0 m m

DETAIL PIPA SARINGAN Ø 150 PVC

P a s . b a tu k a li T a n a h u ru g T a n a h a s li T a n a h k e ra s P ip a s a r i n g a n

15

15

12 0°

DETAIL PIPA SARINGAN Ø 200 PVC

600

L a p is a n a s p a l p a s ir 3 m m

PO TO N G AN II - II

1000 T a n a h le m p u n g

POTONGAN I - I

250

Lampiran-11. Penangkap Mata Air Tipe IC

251

Penangkap Mata Air Tipe ID 252 .Lampiran-12.

Lampiran-13. Potongan A – A Bangunan Penangkap Mata Air Tipe ID . 253 . .

Lampiran-14. Bak Penampung Tipe I (Volume 2m3) Pipa inlet GI Ø 3" Kolom 12 x 12 B Manhole 50 x 50 15 Pipa vent GI Ø 3" 200 A A 15 20 15 Pipa penguras & dop GI Ø 3" B 100 15 100 15 Pipa peluap G I Ø 3" 100 DENAH Plat beton 1PC:2PS:3KR Pipa vent GI Ø3" Plat beton 1PC:2PS:3KR Pipa vent G I Ø 3" 15 5 Ring balk Pas bata 1PC:2PS Plester 1PC:2PS 15 100 5 Ring balk 5 5 30 15 15 200 5 Pas bata 1PC:2PS Plester 1PC:2PS Pipa peluap G I Ø3" Plat beton bertulang 1PC:2PS:3KR Pasir padat Tanah urug 130 Plat beton bertulang 1PC:2PS:3KR Kran 3/4" Beton tumbuk Pasir padat Tanah urug Pipa penguras GI Ø 3" 7 60 Pas batu kali 1PC:4PS Pipa inlet GI Ø 3" Pas batu kali 10 10 25 25 60 60 100 1PC:4PS Batu kosong Batu kosong Pasir padat 25 60 Pasir padat 25 15 60 20 100 POTONGAN A-A POTONGAN B-B 254 .

Bak Penampung Tipe 2 (Volume 5m3) Pipa inlet GI Ø 3" Kolom 12 x 12 B Manhole 50 x 50 15 Pipa vent GI Ø 3" 250 A A 15 20 15 Pipa penguras & dop GI Ø 3" B 100 15 200 Pipa peluap GI Ø 3" 15 100 DENAH Plat beton 1PC:2PS:3KR Pipa vent GI Ø3" Plat beton 1PC:2PS:3KR Pipa vent GI Ø3" 15 5 Ring balk Pas bata 1PC:2PS Plester 1PC:2PS 15 200 5 Ring balk 5 5 30 Pas bata 1PC:2PS Plester 1PC:2PS 15 15 250 5 Pipa peluap GI Ø3" Plat beton bertulang 1PC:2PS:3KR Kran 3/4" Pasir padat Tanah urug Beton tumbuk Plat beton bertulang 1PC:2PS:3KR Pasir padat Tanah urug Pipa penguras GI Ø3" 100 7 60 Pipa inlet GI Ø3" Pas batu kali 1PC:4PS Batu kosong Pasir padat Pas batu kali 10 10 25 60 60 25 100 1PC:4PS Batu kosong Pasir padat 25 60 25 15 60 20 100 POTONGAN A-A POTONGAN B-B 255 .Lampiran-15.

Sumur Gali Tipe IA 15 260 15 15 80 15 A 15 Tiang Pasangan bata Cincin beton Lantai sumur kemiringan 2% 15 5 15 75 75 20 Saluran pasangan beton 15 5 80 min 320 120 Pas.Lampiran-16. cincin beton Tanah asli 15 20 260 A Ke saluran DENAH SUMUR GALI (SGL) 256 POTONGAN A-A .

Lampiran-17. Sumur Gali Tipe IB 15 260 15 15 80 15 A 15 Tiang Pasangan bata Cincin beton Lantai sumur kemiringan 2% 15 5 15 75 75 20 Saluran pasangan beton 15 5 80 min 320 120 Pas. cincin beton Tanah asli 15 20 260 A Ke saluran DENAH SUMUR GALI (SGL) 257 POTONGAN A-A .

Lampiran-18. 50 5 15 Lantai sum ur kem iringan2% 15 15 15 40 85 85 40 15 15 P TO G NA O N A -A 258 20 . Sumur Pompa Tangan Dangkal B 1P :2P :3K eton C S R P bata as.

Denah SPT Dangkal A 210 A 15 15 180 15 15 DNH EA 259 .Lampiran-19.

5 200 POTONGAN A-A DENAH 260 .40 m 15 Sok turunan dalam 4" x 1 4" 10 cm 1 10 15 200 Kerikil 170 cm Saringan PVC A A 70 cm 7.5 40 Pipa selubung PVC 75 Ø dalam = 4" Tanah isian L = 30 . Sumur Pompa Tangan Dalam 10 45 20 15 7.Lampiran-20.5 15 Dop 15 7.

Hidran Umum Tampak Depan VENT Ø 5 30 Pipa Masuk Ø 3/4 120 Katup Kupu-Kupu Ø 3/4 Penjepit Pipa Box Meter 60 Saluran Drainase 30 100 200 100 30 261 .Lampiran-21.

Hidran Umum Potongan A-A VENT Ø 5 Fiber Glass T-4mm lantai Kerja Pasir Urug Saluran Drainase Beton Tumbuk Lantai Kerja Pasir Urug 3 4 20 262 3 4 .Lampiran-22.

Lampiran-23. Hidran Umum Potongan B-B B a ja R O D Ø 1 0 m m P la t B a ja T .3 m m P la t G a lv a n is K a t u p P e m b a c a A lir a n Ø 3 / 4 M e t e r A ir Ø 3 / 4 K a tu p Ø 3 /4 15 50 15 263 .

Lampiran-24 Sarut Pembubuhan PAC 60 60 SARUT PEMBUBUHAN PAC PAC Socket drat dalam 90 90 Ring karet Socket drat dalam Papan 3/20 35 8/12 8/12 8/12 40 25 5 50 150 3 1 Socket drat luar Boll valve Socket drat luar Pipa PVC Ø 3/4" Dop Ø 3/4" 2 80 Bend 90° PVC Ø 3/4" Kran Ø 1/2" 10 20 20 100 Sa lu r an POTONGAN A-A POTONGAN B-B pe m bu a ng Kerikil kasar 5 cm Kerikil jagung 10 cm Pasir 40 cm Bagian drum terbuka B Bagian drum tertutup Bagian drum tertutup Bagian drum terbuka 40 Pasir Dinding sarut Ring karet Boll valve A Pipa PVC Ø 3/4" A Socket drat luar Socket drat dalam Saluran pembuang Pipa penguras Pipa penguras 10 Kerikil jagung B DENAH DETAIL 3 PEMASANGAN PIPA PADA WADAH 5 Kerikil kasar DETAIL SARINGAN 264 .

Lampiran-25 PAC SARUT PEMBUBUHAN PAC Socket drat dalam Ring karet Dinding sarut Ring karet Boll valve A Socket drat dalam Socket drat luar Boll valve Socket drat luar Pipa PVC Ø 3/4" Dop Ø 3/4" Socket drat luar Socket drat dalam DETAIL A "PEMASANGAN PIPA PADA WADAH" A PVC Ø 3/4" B Bend 90° Kran Ø 1/2" Kerikil kasar 5 cm Kerikil jagung 10 cm Pasir 40 cm 265 .

Lampiran-26 Detail Sambungan Sarut 8 C 8/12 8 4 4 12 4 B 8/12 8 6 8 6 B A 4 A 8/12 P 3/30 apan P 3/30 apan B B C A A D TA S M U G N1 E IL A B N A 266 D TA S M U G N2 E IL A B N A .

Air tanah mengandung kadar besi (Fe) dipompakan ke drum B 2. aliran air balik akan mencetak flok keluar melalui drain (d) 267 . Secara periodik ± 2 bulan lakukan pengurasan air balik dengan cara : .wadah air bersih A dalam keadaan penuh (valve 1 tertutup) .buka valve 1. Buka valve 1 dan air bersih di manfaatkan melalui boll valve kran 2 (valve lain dalam keadan tertutup) PENCUCIAN 1.Lampiran-27 SARUT PENURUN Fe Dinding sarut A 2 1 A Ring karet Boll valve Socket drat luar Socket drat dalam DETAIL A "PEMASANGAN PIPA PADA WADAH" 40 Media pasir halus B 3 4 5 CARA OPERASI 5 Media kerikil jagung 5 Media kerikil kasar FILTRASI 1. Buka valve 3 sambil menggerakan air yang berada diatas permukaan pasir (valve 4 dalam keadaan tertutup) kotoran keluar melalui drain (d) 2.buka valve 3 (valve 4 dalam keadaan tertutup) .

Lampiran-28 Detail Pemasangan Pipa Pada Wadah SARUT PENURUN Fe Pipa Ø 3/4" Media pasir 40 cm Media kerikil jagung 5 cm Media kerikil kasar 5 cm 5 3 4 20 20 75 20 20 Pompa tangan sumur pantek 2 A 1 B Media pasir halus 40 cm Media kerikil jagung 5 cm Media kerikil kasar 5 cm Pipa penguras Ø 3/4" Drain 30 20 TAMPAK MUKA B Media pasir halus 40 cm Media kerikil jagung 5 cm Media kerikil kasar 5 cm Pompa tangan A POTONGAN B-B Dinding sarut Ring karet Boll valve Pipa penguras Socket drat luar Socket drat dalam B DENAH DETAIL A PEMASANGAN PIPA PADA WADAH 268 .

Lampiran-29 TYPE II SARUT ARANG KELAPA A Wadah Penampung Air Baku Media arang kelapa t = 5 cm (dibungkus kasa plastik) Bend 90° B A 3 1 Socket drat luar Socket drat dalam Kran Ø 1/2" 2 Dinding sarut Ring karet Boll valve Media kerikil kasar t = 5 cm Media kerikil jagung t = 5 cm Media pasir halus t = 35 cm DETAIL A PEMASANGAN PIPA PADA WADAH 269 .

Lampiran-30 Sarut Arang Kelapa TYPE II SARUT ARANG KELAPA 60 Variabel 60 A 90 Kran Ø 1/2" Media arang kelapa t = 5 cm (dibungkus kasa plastik) Bend 90° 5 Media arang kelapa (dibungkus kasa plastik) 35 Media pasir halus Kran Ø 1/2" 5 Media kerikil jagung 5 Media kerikil kasar TAMPAK MUKA 60 Media kerikil kasar t = 5 cm Media kerikil jagung t = 5 cm Media pasir halus t = 35 cm 10 A 30 Media arang kelapa (dibungkus kasa plastik) 5 Media pasir halus Media kerikil jagung Media kerikil kasar Bagian drum terbuka Bagian drum tertutup 5 5 35 POTONGAN A-A Dinding sarut Ring karet Boll valve Saluran pembuang Socket drat luar Pembuangan Socket drat dalam A DENAH DETAIL A PEMASANGAN PIPA PADA WADAH 270 .

LAMPIRAN 31 FORM PEMANTAUAN DAN PELAPORAN DAK BIDANG INFRASTRUKTUR TAHUN 2007 SUBBIDANG PRASARANA AIR BERSIH 271 .

RANGKUMAN PENYAMPAIAN LAPORAN PROVINSI KE TIM TEKNIS DAK BIDANG INFRASTRUKTUR TAHUN 2007. dan desa lokasi kegiatan : gambaran umum SPAM dan data pelayanan eksisting kabupaten/kota dan desa lokasi kegiatan : pemetaan lokasi SPAM eksisting 272 . kecamatan. DUD SPAM Peta SPAM Kab/kota Laporan Semester awal 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 3 4 0 #DIV/0! 0 #DIV/0! 0 #DIV/0! 0 #DIV/0! 0 #DIV/0! 0 #DIV/0! 0 #DIV/0! 0 #DIV/0! 0 #DIV/0! 0 #DIV/0! Diisi oleh tim teknis sesuai waktu pelaporan dan dilaporkan ke koordinator tim pusat setiap semester Form-form Laporan dari Kab/Kota dilampirkan Keterangan: Kolom 1 Kolom 2 Kolom 3-15 Kolom 16 Kolom 17 Kolom 24 DUD SPAM Peta SPAM : diisi nomor urutan kabupaten/kota : diisi nama provinsi : diisi dengan jumlah kabupaten/kota yang mengirimkan Laporan yang dimaksud : diisi dengan jumlah kab/kota seluruhnya dalam provinsi tersebut : diisi dengan Jumlah kabupaten/kota yang mengirimkan semua Laporan (dalam softcopy sudah built-in formula) : diisi dengan persentase Rata-Rata Kabupaten/Kota yang Mengirimkan Laporan terhadap Jumlah Seluruh Kabupaten/Kota (dalam softcopy sudah built-in formula) : data umum demografi kabupaten. 1 Provinsi 2 semester awal semester akhir Lainnya Triwulan ke Status Progres Per Jumlah Nilai Tingkat Kepatuhan (%) Semester akhir 15 #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! AB-P1 AB-P3 Lamp.T1 Propinsi Kabupaten/Kota No. PRASARANA DAN SARANA AIR BERSIH PERDESAAN/ PERKOTAAN PEMANTAUAN PUSAT FORM AB . AB-P2 AB-P3 Lamp.

P1 Propinsi Kabupaten/Kota No. Nama Paket/ Kegiatan Lokasi Desa/ Kelurahan. Kecamatan Kesesuaian RD Kesesuaian dengan juknis kegiatan penggunaan DAK dengan RD (sesuai/ tidak) (sesuai/ tidak) Bobot 35% 4 Bobot 35% 5 Alasan kesesuaian/ ketidaksesuaian Kelengkapan dokumen (ada/tidak) Nilai Tingkat Kesesuaian 1 2 3 6 Gambar Spesifikasi RAB Bobot 10% Bobot 10% Bobot 10% 7 8 9 100% 10 Diisi lengkap oleh provinsi dan disampaikan pusat pada laporan triwulan awal Keterangan: Kolom 1 Kolom 2 Kolom 3 Kolom 4 Kolom 5 Kolom 6 Kolom 7-9 Kolom 10 : diisi nomor urut : Diisi nama paket/kegiatan : diisi lokasi kegiatan meliputi nama kecamatan dan nama desa : diisi dengan penilaian kesesuaian RD dengan Petunjuk Teknis Penggunaan DAK (Subbidang Air Bersih) dengan skala 0-100 : diisi dengan penilaian kesesuaian kegiatan dengan RD dengan skala 0-100 : diisi alasan kesesuaian/ketidaksesuaian dengan juknis penggunaan DAK : diisi dengan nilai 10 apabila ada dan nilai 0 apabila tidak ada : diisi dengan tingkat kesesuaian berdasarkan hasil penilaian 273 . PRASARANA DAN SARANA AIR BERSIH PERDESAAN/ PERKOTAAN PEMANTAUAN PROV FORM AB .PEMANTAUAN KESESUAIAN KEGIATAN DAK BIDANG INFRASTRUKTUR TAHUN 2007.

P2 Propinsi Kabupaten/Kota Kesesuaian Pelaksanaan Fisik dengan Desain/ Kondisi Setempat Perencanaan (sesuai/tidak) (sesuai/tidak) Bobot 30% Bobot 30% 5 6 . Nama Paket/ Unit Kegiatan Lokasi Desa/ Kelurahan. dan manfaat akan diperhitungkan sesuai dengan investasi berdasarkan masing-masing wilayah sebagai dasar evaluasi penilaian kinerja penggunaan DAK 274 . Kecamatan Jenis Prasarana SPAM Nilai Tingkat Kualitas Akhir Kesesuaian Pekerjaan (%) Bobot 40% 7 100% 8 1 2 3 4 Diisi dengan lengkap oleh provinsi dan disampaikan ke pusat pada triwulan akhir Catatan: Pencapaian tujuan. sasaran. No.PEMANTAUAN KESESUAIAN PELAKSANAAN FISIK DENGAN SPESIFIKASI TEKNIS/ DOKUMEN TENDER DAK BIDANG INFRASTRUKTUR TAHUN 2007. PRASARANA DAN SARANA AIR BERSIH PERDESAAN/ PERKOTAAN PEMANTAUAN PROV FORM AB .

Kabupaten/Kota triw 1 ulan triwulan 2 triwulan 3 triw 4 ulan Triw ke ulan Status Tanggal Nilai Tingkat Kepatuhan (% ) Jum lah Lainnya RD A ulan ulan ulan ulan B-K1 A B-K2 A B-K2 A B-K3 A B-K2 A B-K3 A B-K2 A B-K3 A B-K5 DUD SPA Peta SPA Laporan Triw 1 Triw 2 Triw 3 Triw 4 M M 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 1 0 0% 0% 0% 0% 0 0% 0% 0% 0% 0 0% 0% 0% 0% 0 0% 0% 0% 0% 0 0% 0% 0% 0% 0 0% 0% 0% 0% 0 0% 0% 0% 0% 0 0% 0% 0% 0% 0 0% 0% 0% 0% 0 0% 0% 0% 0% Diisi dengan lengkap oleh provinsi sesuai w pelaporan (triw aktu ulanan) dan dikirim ke pusat setiap triw kan ulan Form -formLaporan dari Kab/Kota dilam pirkan Keterangan: Kolom1 Kolom2 Kolom3-15 Kolom16 Kolom17-20 DUD SPAM Peta SPAM : diisi nom urutan kabupaten/kota or : diisi nam kabupaten/kota a : diisi dengan angka 1 apabila Laporan yang dim aksud ada dan diisi dengan angka 0 apabila Laporan tidak ada : diisi dengan jum Laporan yang dikirim oleh Kab/Kota (dalamsoftcopy sudah built-in form lah kan ula) : diisi dengan tingkat kepatuhan pengirim laporan per triw (dalamsoftcopy sudah built-in form an ulan ula) : data um dem um ografi kabupaten.P3 R B Propinsi Kabupaten/Kota No. PR SA NADA SA NAA BERSIHPERDESA N/ PERKO A A RA N RA IR A TA N PEM N U NPR V A TA A O FO MA . dan desa lokasi kegiatan : gam baran um SPAMdan data pelayanan eksisting kabupaten/kota dan desa lokasi kegiatan um : pem etaan lokasi SPAMeksisting 275 .R N K M NLA R NTRIW NA KA A G U A PO A ULA N BUPA TEN/KO KEPR VINSI TA O DA BIDA INFR STR K NG A UKTURTA HUN2007. kecam atan.

S le a g e s i/ T l. o 1 K c mta ea a n 2 D s / K lu h n e a e ra a 3 N m P k t/ a a ae K g ta e ia n 4 V lu e om J m h S tu n u la a a 5 6 DK A 7 B y (R . Xju ) ia a p ta Pn a p g e d m in / AB PD 8 T ta ol 9 T l.P L P R ND T P L K A A NK G T N E A O A A A E A S N A E IA A D KB A GIN R S R K U T H N2 0 . P A A A AD NS R N A B R IHP R E A N P R O A N A ID N F A T U T R A U 0 7 R S R N A A A A IR E S E D S A / E K T A L P R NK B O A A O A A /K T F R A -K OM B 1 Pps ro in i K b p te /K ta aua n o N./N g o T l. S M g PK K te n a e ra g n Kn k o tra S ra T rim ehe a 1 0 1 1 1 2 1 3 D d n a le g po hka /ko d nd m a nkep vin p d triw la p rta a iisi e g n n ka le b ta a isa p ika ro si a a u n e m 276 .

P o K egiatan L kasi D o esa/ K elurah an dan K atan ecam 3 M A ata ir Jm l (u it) n 4 K .) p F (% D a(R . ap (L/s) 5 S m rD u u alam Jm l (u it) n 6 K . P A A A AD NS R N A B R IHP R E A N P R O A N A ID N F A T U T R A U R S R N A A A A IR E S E D S A / E K T A L P R NK B O A A O A A /K T F R A -K OM B 2 P pinsi ro K u aten o ab p /K ta F IK IS N a am aket/ N.P L P R NK M JU NF IKD NK U N A P L K A A NK G T N E A O A E A A IS A E A G N E A S N A E IA A D KB A GIN R S R K U T H N2007.) isik ) an p (R .) p (% ) Jm l Jm l (u nit) (u it) n 11 12 13 14 15 16 17 18 1 2 D lengkapolehkab/kotadandisam iisi paikankeprovinsi setiaptriw ulan 277 . ap (L /s) 7 IP S A Jm l (u it) n 8 K . ap (L /s) 9 Jaring an SM R P ip erp aan P jang an (m ) 10 Triw lanke u S sP g P tatu ro res er KUN A EAGN H ran id N ilai P gres ro Uu/ mm P enyerap an P g ro res P u ag K eterang an K trak on K ang eu an Tan ki A g ir (R .

PR SA A AD NSA A AA B SIHPER ESA N PER O A A ID N FR STR K R H N A R N A R N IR ER D A/ K TA N LA R NK B O PO A A /K TA FO MA . am egiatan Lokasi D K esa/ elurahan.PELA R NPER A LA A D NU YAPEN PO A M SA H N A PA YELESA NM SA H IA A LA D KB A GIN A U TU TA U 2007. M asalah/ H batan U am paya Pem ecahanyang PenanggungJaw ab K ecam atan Selam Pelaksanaan a D ilakukan PenyelesaianM asalah 3 4 5 6 Status Perkem bangan Penyelesaian 7 1 2 D dengan lengkap oleh kab/kota dan disam iisi paikan ke provinsi setiap triw ulan 278 .K R B 3 Propinsi K abupaten/K ota Triw ke ulan Status Progres Per N N a Paket/ K o.

PRASARANA DAN SARANA AIR BERSIH PERDESAAN/ PERKOTAAN LAPORAN KAB/KOTA FORM AB .PELAPORAN DOKUMENTASI KEMAJUAN PELAKSANAAN KEGIATAN DAK BIDANG INFRASTRUKTUR TAHUN 2007.K4 Propinsi Kabupaten/Kota Kecamatan Desa/lokasi Foto sebelum pelaksanaan kegiatan (0%) Foto sebelum pelaksanaan kegiatan (50%) Foto sebelum pelaksanaan kegiatan (100%) Kecamatan Desa/lokasi Foto sebelum pelaksanaan kegiatan (0%) Foto sebelum pelaksanaan kegiatan (50%) Foto sebelum pelaksanaan kegiatan (100%) Diisi dengan lengkap oleh kab/kota dan disampaikan ke provinsi pada triwulan akhir 279 .

S S R N D NM N A TK G T N E A O A U U N A A A . P A A A AD NS R N A B R IHP R E A N P R O A N A ID N F A T U T R A U 0 7 R S R N A A A A IR E S E D S A / E K T A L P R NK B O A A O A A /K T F R A -K OM B 5 Pps ro in i K b p te /K ta aua n o T ju nd nS s ra u a a aa n P n rim M n a e e a a fa t Pn ga n e in k ta L ma a e bg Oe s nl p ra io a e ia n iw ) P la a a e y n n P n e la(A a P s ra aS A e g lo d / ra a n P M K g ta (J a S /H (u it) RU n T a) id k (B ro e s T a ) e p ra i/ id k 6 7 8 9 N. A A F A E IA A D KB A GIN R S R K U T H N2 0 . o 1 K c mta ea a n 2 D s / K lu h n e a e ra a 3 N m P k t/ U it a a ae n K g ta e ia n 4 Pn ga n e in k ta K p s s(L ) a a ita /s 5 K te n a e ra g n 1 0 D d n a le g po hka /ko d nd m a nkep vin p d triw la a ir iisi e g n n ka le b ta a isa p ika ro si a a u n kh 280 .P L P R NT J A .

Direktorat Jenderal Cipta Karya. Edisi Maret 2004 Revisi SNI 03-2916-1992. Departemen Pekerjaan Umum. Puslitbang Permukiman. Badan Penelitian dan Pengembangan. 1985 Petunjuk Teknis Penerapan Pompa Hidram dalam Penyediaan Air Bersih. 2004 Tata Cara Perencanaan Destilator Surya Atap Kaca. Departeman Pekerjaan Umum. Departemen Pekerjaan Umum. Departemen Pekerjaan Umum. 2001 Direktori Standar Nasional Indonesia – Teknologi Tepat Guna dan Jasa Pelayanan Teknologi Bidang Permukiman dan Prasarana Wilayah. Departemen Pekerjaan Umum. 2004 281 . Puslitbang Permukiman.DAFTAR REFERENSI − − − − − − − − − − − − − − − − − − − − − − SNI 03-3981-1995 SNI 19-6774-2002 AB-D/LW/TC/015/98 AB-D/RE/TC/020/98 AB-D/RE/TC/022/98 AB-K/RE-RT/TC/012/98 AB-K/RE-RT/TC/027/98 AB-K/RE-RT/TC/038/98 AB-K/RE-RT/TC/050/98 AB-K/RE-RT/TC/051/98 AB-D/LW/ST/001/98 AB-D/LW/ST/006/98 AB-D/LW/ST/002/98 AB-D/LW/ST/006/98 AB-D/LW/TC/004/98 AB-D/LW/TC/006/98 AB-K/LW/ST/001/98 Tata Cara Perencanaan Instalasi Saringan Pasir Lambat Tata Cara Perencanaan Unit Paket Instalasi Penjernihan Air Tata Cara Pemasangan Hidran Umum Tata Cara Rancang Teknik Bangunan Pengambilan Air Baku Tata Cara Rancang Teknik Perpompaan Tata Cara Perancangan Teknik Unit Distribusi dan Pelayanan Tata Cara Rancangan Bangunan Pengambilan Sumber Mata Air Tata Cara Rancangan Penampung Air Hujan untuk Penyediaan Air Minum Tata Cara Rancangan Bangunan Pengambilan Sumber Air Permukaan Tata Cara Perencanaan Bangunan Pengambilan Sumber Air Tanah Spesifikasi Teknis Sumur Pompa Tangan (SPT) Spesifikasi Teknis Perlindungan Mata Air (PMA) Spesifikasi Teknik Penampung Air Hujan (PAH) Spesifikasi Teknik Perlindungan Mata Air (PMA) Tata Cara Pembuatan Saringan Rumah Tangga (SARUT) Tata Cara Pembuatan Saringan Pipa Resapan (SPR) Spesifikasi Teknik Konstruksi Bangunan Pengambil Air Baku Pedoman Teknis Proyek Air Bersih Perdesaan dengan Sistem Perpipaan dan Sumur Artesis (PAB-PPSA). Puslitbang Permukiman.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->