You are on page 1of 14

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Peningkatan kualitas sumber daya manusia di Indonesia terus diupayakan dan dikembangkan seiring dengan perkembangan jaman yang semakin global.Peningkatan sumber daya manusia ini juga berpengaruh terhadap dunia pendidikan.Pendidikan yang merupakan ujung tombak dalam pengembangan sumber daya manusia harus bisa berperan aktif dalam meningkatkan kualitas dan juga kuantitas. Upaya pengembangan pendidikan tersebut harus sesuai dengan proses pengajaran yang tepat agar anak didik dapat menerima pelajaran dengan baik. Proses pengajaran akan lebih hidup dan menjalin kerjasama diantara siswa, maka proses pembelajaran dengan paradigma lama harus diubah dengan paradigma baru yang dapat meningkatkan kreativitas siswa dalam berpikir, arah pembelajaran yang lebih kompleks tidak hanya satu arah sehingga proses belajar mengajar akan dapat meningkatkan kerjasama diantara siswa dengan guru dan siswa dengan siswa, maka dengan demikian siswa yang kurang akan dibantu oleh siswa yang lebih pintar sehingga proses pembelajaran lebih hidup dan hasilnya lebih baik. Dalam kegiatan pembelajaran tidak terlepas dari berbagai variabel pokok yang saling berkaitan yaitu kurikulum, guru/pendidik, pembelajaran, peserta.Dimana semua komponen ini bertujuan untuk kepentingan peserta.Berdasarkan hal tersebut pendidik dituntut harus mampu menggunakan berbagai pendekatan pembelajaran agar peserta didik dapat melakukan kegiatan belajar dengan menyenangkan.Hal ini dilatar belakangi bahwa peserta didik bukan hanya sebagai objek tetapi juga merupakan subjek dalam pembelajaran.Peserta didik harus disiapkan sejak awal untuk mampu bersosialisasi dengan lingkungannya sehingga berbagai jenis pendekatan pembelajaran yang dapat digunakan oleh pendidik. Berdasarkan pandangan diatas, maka permasalahan yang muncul adalah bagaimana upaya guru untuk meningkatkan hasil balajar siswa dengan pendekatan

1

Beberapa pendekatan pembelajaran yang dianggap efisien adalah pendekatan pembelajaran komunikatif. pendekatan pembelajaran kontekstual.yang tepat. dan pendekatan pembelajaran humanistik. Tujuan Tujuan dari makalah ini yaitu mendeskripsikan konsep dasar pembelajaran individual. B. maka muncul masalah yang akan dibahas yaitu: Apakah konsep dasar pembelajaran individual itu? C. 2 .Salah satu solusinya yaitu dengan mengembangkan suatu pendekatan pembelajaran yang membuat siswa lebih senang dan lebih termotivasi untuk belajar. Rumusan Masalah Dari latar belakang yang telah diungkapkan.

Menurut Duane (dalam Mbulu. Studi yang dikelola sendiri (Self Directed Study) Siswa diberi sejumlah daftar tujuan yang harus dicapai serta materi pelajaran yang harus dipelajari untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan dan dilengkapi dengan daftar kepustakaan. Pengajaran individual dapat mencakup cara-cara pengaturan sebagai berikut: Rencana studi mandiri (Independent Study Plans) Guru dan siswa bersama-sama mengadakan perjanjian mengenai materi pelajaran yang akan dipelajari dan apa tujuannya. 3 . 2001:1) pembelajaran individual merupakan suatu cara pengaturan program belajar dalam setiap mata pelajaran. Pengertian pembelajaran individual Istilah pembelajaran individual atau pembelajaran perseorangan (Individual Instruction) merupakan suatu siasat (strategi) untuk mengatur kegiatan belajar mengajar sedemikian rupa sehingga setiap siswa memperoleh perhatian lebih banyak daripada yang dapat diberikan dalam rangka pengelolaan kegiatan belajar mengajar dalam kelompok siswa yang besar. Para siswa mengatur belajarnya sendiri dan diberikan kesempatan untuk berkonsultasi secara berkala kepada guru untuk memperoleh pengarahan atau bantuan dalam menghadapi tes dan menyelesaikan tugas-tugas perseorangan. Pada waktu-waktu tertentu siswa menempuh tes dan dinyatakan lulus apabila telah memenuhi criteria yang ditetapkan.BAB II PEMBAHASAN KONSEP DASAR PEMBELAJARAN INDIVIDUAL A. disusun dalam suatu cara tertentu yang disediakan bagi tiap siswa agar dapat memacu kecepatan belajarnya dibawah bimbingan guru.

mereka diberi kesempatan untuk belajar program pengayaan. (e) pemilihan lokasi belajar yang bebas. Pembelajaran Sesuai Diri (Individual Instruction) Strategi pembelajaran ini mencakup enam unsur dasar yaitu (a) kerangka waktu yang luwes. Semua siswa harus mencapai tujuan pembelajaran khusus yang sama namun mereka mengatur sendiri laju kemajuan belajarnya dalam mempelajari materi pelajaran tersebut. dan (f) adanya bentuk-bentuk kegiatan belajar bervariasi yang dapat dipilih. pilihan media pembelajaran dan nara sumber. (d) penilaian kemajuan belajar siswa dengan menggunakan bentuk-bentuk penilaian yang dapat dipilih dan penyediaan waktu mengerjakan yang luwes. Setelah siswa menguasai kemampuan-kemampuan pokok dan esensial. mengevaluasi sendiri pencapaian tujuan pembelajaran. penentuan lokasi waktu untuk mempelajari berbagai topic. Pembelajaran yang ditentukan oleh siswa sendiri (Student DeterminedInstruction) Pengaturan pembelajaran tersebut menyangkut penentuan tujuan pembelajaran (umum dan khusus). Belajar menurut kecepatan sendiri (Self Pacing) Siswa mempelajari materi pelajaran tertentu untuk mencapai tujuan pembelajaran khusus yang telah ditetapkan oleh guru. (c) pemberian kesempatan kepada siswa untuk memilih bahan belajar yang sesuai. penentuan laju kemajuannya sendiri.Program belajar yang berpusat pada siswa (Learner Centered Program) Dalam batas-batas tertentu siswa diperbolehkan menentukan sendiri materi yang akan dipelajari dan dalam urutan yang bagaimana. dan kebebasan untuk memprioritaskan materi pelajaran tertentu. Pembelajaran perseorangan tertuntun (Individually Prescribed Instruction) 4 . (b) adanya tes diagnostik yang diikuti pembelajaran perbaikan (memperbaiki kesalahan yang dibuat siswa atau memberi kesempatan kepada siswa untuk melangkah bagian materi pelajaran yang telah dikuasainya).

dan gaya belajar (learning style). Anak sejak dilahirkan memiliki sejumlah potensi namun dalam perkembangannya dan pertumbuhannya tidak semua potensi dapat berkembang dengan baik. kecepatan belajar (learning rate).Di sekolah dalam satu kelas anak berasal dari latar belakang keluarga yang berbeda. Para siswa dalam suatu kelas diharapkan dapat mengubah secara mendasar dalam hal kemampuan mentalnya (mental ability). Agar potensi pribadi anak dapat berkembang secara wajar (potensi jamaniah.Keunikan ini terbentuk oleh perpaduan faktor keturunan (heredity). serta memiliki potensi yang berbeda pula. prestasi belajar yang dicapai terdahulu (past achievement). minat dan gaya belajar. karsa.Menurut teori ini tiap anak memiliki karakteristik yang berbeda antara yang satu dengan lainnya. Apabila beragam kemampuan belajar dan prestasi belajar dikombinasikan dengan perbedaan individual siswa dan motivasi. lingkungan sosial budaya yang berbeda. cipta. 5 . rasa. dan penelitian yang terus-menerus serta menemukan pola pembelajaran yang cocok untuk mengembangkan kemampuan potensial setiap individu anak (siswa). Satu solusi terhadap permasalahan yang ditimbulkan oleh kesenjangan perbedaan individual yang luas di kalangan siswa yakni penggunaan criteria kemampuan secara kelompok. Rencana kegiatan i ni berkaitan dengan materi pelajaran yang harus dipelajari atau kegiatan yang harus dilakukan siswa.Setiap siswa diarahkan pada program belajar masing-masing berdasarkan rencana kegiatan belajar yang telah disiapkan oleh guru atau guru bersama siswa berdasarkan tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan dan dirumuskan secara operasional. minat (interest).Sistem pembelajaran ini didasarkan pada prinsip-prinsip pembelajaran terprogram. melakukan pengkajian. B. maka menjadi kenyataan bahwa pembelajaran kelas regular tidak dapat diharapkan merupakan pembelajaran yang efektif sesuai dengan kebutuhan siswa. faktor lingkungan (Environment) dan faktor diri (self). Penganut teori ini berpendapat bahwa tiap-tiap anak memiliki kepribadian yang unik. pikir. motivasi (motivation). karya dan budi nurani) maka para ahli memikirkan. Latar belakang timbulnya pengajaran individual Latar belakang timbulnya pengajaran individual diilhami oleh teori Skinner yang dikenal dengan Reinforcement Theory pada tahun 1954.

Dimotivasi untuk mencapai prestasi belajar pada taraf yang sama 6. Dalam teori pengurangan sejumlah bantuan yang dibutuhkan individual agar guru dapat memberikan perhatian lebih kepada individu yang sangat membutuhkan. Memiliki tingkat prestasi belajar yang sama 2. Me ncapai taraf prestasi belajar dengan menggunakan cara belajar yang sama 3. Siap untuk belajar pada waktu yang sama 8. Membantu siswa yang mengalami kesulitan belajar terutama kelompok siswa yang lamban belajar 2. Mempunyai kemampuan yang sama untuk belajar Mendukung pendapat Duane (dalam Mbulu. Demikian pula pengajaran individual dilaksanakan dengan tujuan: 1. jangka menengah maupun jangka panjang. 2001) mengemukakan istilah tidak ada dua makhluk hidup yang sama (no two organism are alike) C. Mencapai tujuan belajar yang sama 7. Tujuan pengajaran individual Setiap pembaharuan di bidang metodologi pengajaran oleh para ahli yang berkompeten selalu menetapkan tujuan yang akan dicapai baik tujuan jangka pendek. Jelas bahwa pengajaran individual mencakup penyesuaian prosedur pembelajaran dengan kebutuhan siswa. Memecahkan masalah yang sama dengan cara yang sama pula 4.Meskipun pengurangan berjalan satu dimensi (prestasi belajar)hal ini tidak memberikan suatu pengurangan yang seimbang dengan dimensi-dimensi yang lain. Memiliki pola tingkah laku dan minat yang sama 5. Dengan demikian tidak hanya kemampuan belajar yang diharapkan yang dapat memberikan suatu solusi yang memuaskan bagi perbedaan individual. Tidak ada dua orang pelajar yang 1. dapat menggunakan variasi bentuk pembelajaran. 2001:4) dengan sebuah ungkapan sebagai berikut. Menyesuaikan materi pelajaran dengan perbedaan individual siswa dalam belajar dan memperhatikan kepentingan siswa secara individual 6 . Latar belakang timbulnya pengajaran individual menurut Duane (dalam Mbulu.

Karakteristik pengajaran individual Perhatian utama terhadap perbedaan individual siswa dan usaha untuk menyesuaikan pengajaran dengan perbedaan tersebut yaitu 1. Memupuk kebiasaan untuk menilai diri sendiri dan mempertinggi motivasi siswa untuk belajar 7 . Menyesuaikan pengajaran dengan kemampuan dan kebutuhan siswa sebagai individual 3. Lebih mengutamakan proses daripada mengajar (memusatkan perhatian pada siswa yang belajar bukan guru yang mengajar) 2. Mendorong siswa untuk memecahkan masalah (problem solving) dan menggunakan pemikiran dalam memecahkan suatu masalah 4. Merumuskan tujuan yang jelas dan spesifik sehingga memudahkan bagi siswa untuk mencapainya 5. Pelaksanaan pengajaran yang disesuaikan dengan kemampuan dan minat individual siswa D. Memberikan kesempatan untuk maju sesuai dengan kecepatannya masing-masing 6. Mengembangkan kesanggupan berinisiatif dan mengatur diri sendiri dalam belajar 5. Menggunakan banyak feedback dari hasil evaluasi untuk membantu siswa yang mengalami kesulitan belajar E. Mengusahakan partisipasi aktif dari siswa untuk belajar secara individual 4. Membuka kemungkinan bagi siswa untuk mencapai belajar tuntas (mastery learning) atas bahan pelajaran yang dipelajari 3. Prinsip-prinsip pengajaran individual Prinsip-prinsip pengajaran individual sebagai berikut 1.3. Meningkatkan mutu dan efektivitas proses pengajaran dan 4. Memberikan kesempatan kepada siswa untuk belajar sesuai dengan kecepatannya masing-masing 2.

Berbeda dengan pengajaran klasikal. Menentukan dengan teliti taraf pengetahuan siswa (pengetahuan prasyarat) sebelum diberikan tugas 7. kebebasan menggunakan waktu belajar. Pengorganisasian materi pelajaran dalam suatu cara yang memungkinkan tiap siswa maju sesuai dengan kemampuan dan minatnya masing-masing (modul pembelajaran. serta 8 . Mengadakan evaluasi yang sering secara individual untuk mengetahui dengan segera hasil yang dicapai sebagai penguatan (reinforcement) bagi siswa maupun guru atau untuk memperbaiki kesalahan-kesalahan yang dilakukan oleh siswa. Evaluasi dengan berbagai bentuk (tes dan non tes) dan jadwal yang luwes 10. Dilakukannya diagnosis dan diberikannya remediasi yang tepat dan segera 9. (iii) keleluasaan dalam mengontrol kegiatan. kekeliruan-kekeliruan yang dilakukan oleh guru maupun kelemahan-kelemahan tugas yang diberikan oleh guru 8. Pilihan berbagai bentuk pembelajaran (variasi penggunaan metode pembelajaran) 11. siswa dapat mengetahui kemampuan dan hasil belajar sendiri.Pebelajar merupakan pusat layanan pengajaran. maka siswa memiliki keleluasaan berupa: (i) (ii) keleluasaan belajar berdasarkan kemampuan sendiri. kecepatan. dan intensitas belajar. (iv) (v) siswa melakukan penilaian sendiri atas hasil belajar. dalam rangka mencapai tujuan belajar yang telah ditetapkan. teks pembelajaran terprogram. paket pembelajaran) 12. Peran siswa dalam pembelajaran individual Kedudukan siswa dalam pembelajaran individual bersifat sentral.6. dalam hal ini siswa bertanggung jawab atas semua kegiatan yang dilakukannya. Diberikannya bimbingan dan petunjuk instruksional kepada masingmasing siswa sesuai dengan kebutuhannya F.

(ii) membicarakan pelaksanaan belajar. dengan musyawarah guru membantu siswa menetapkan tujuan belajar. Knoers. Siti Rahayu Haditono. dan membantu siswa dalam penilaian hasil belajar dan kemajuan sendiri. Timbul soal berikut . guru membantu memilih program 9 . (iii) (iv) berperan sebagai penasihat atau pembimbing. Meskipun demikian pada tempatnya sejak usia pendidikan dasar (6. tanggung jawab siswa untuk belajar sendiri sangat besar.Pada pembelajaran klasikal. pengorganisasian kegiatan belajar. G.0) siswa dididik untuk memiliki rasa tanggung jawab dalam beajar sendiri (Monks. 1989). penciptaan pendekatan terbuka antara guru dan siswa. dan fasilitas yang mempermudah belajar. Dalam pengajaran klasikal pada umumnya peranan guru dalam merencanakan kegiatan pembelajaran sangat besar.Pada pembelajaran secara individual. Bantuan guru berkenaan dengan komponen pembelajaran berupa: (i) (ii) (iii) (iv) perencanaan kegiatan belajar. sebagai ilustrasi. apakah siswa telah memiliki rasa tanggung jawab untuk belajar sendiri? hal ini terkait dengan perkembangan emansipasi diri siswa.0-15. Hal ini tidak terjadi dalam pembelajaran individual. Keenam jenis kedudukan siswa tersebut berakibat pada adanya perbedaan tanggung jawab belajar mengajar. menentukan waktu dan kondisi belajar. tanggung jawab guru dalam membelajarkan siswa cukup besar.Pebelajar bertanggung jawab penuh untuk belajar sendiri. Perenan guru dalam merencanakan kegiatan belajar sebagai berikut: (i) membantu merencanakan kegiatan belajar siswa. membuat program belajar sesuai kemampuan siswa. mengemukakan criteria keberhasilan belajar. Peran guru dalam pembelajaran individual Kedudukan guru dalam pembelajaran individual bersifat membantu.(vi) siswa memiliki kesempatan untuk menyusun program belajarnya sendiri.

belajar dengan suatu modul. Belajar mandiri memberikan sejumlah keunggulan sebagai metode pengajaran sebagai berikut: a. dan sumber.) Peranan guru dalam pengorganisasian kegiatan belajar adalah mengatur dan memonitor kegiatan belajar sejak awal sampai akhir. lebih banyak. belajar lebih keras. Hasilnya adalah peningkatan baik dari segi jenjang belajar maupun kadar ingatan. H. Program belajar yang dirancang dengan cermat akan memanfaatkan lebih banyak asas belajar. Keunggulan dan keterbatasan pengajaran individual 1. (ii) (iii) membuat variasi kegiatan belajar agar tidak terjadi kebosanan. mengkoordinasikan kegiatan dengan memperhatikan kemajuan. Jumlah siswa yang gagal dan menunjukkan kinerja tidak memuaskan dapat dikurangi secara nyata 10 . materi. Ruijter. (iv) membagi perhatian pada sejumlah pebelajar. dan mengakhiri kegiatan belajar dalam suatu unjuk hasil belajar berupa laporan atau pameran hasil kerja. Keunggulan pengajaran individual bagi siswa Berbagai fakta membuktikan bahwa siswa yang berpartisipasi dalam program belajar mandiri. (Tjipto Utomo & Kees. unjuk kerja hasil belajar tersebut umumnya diakhiri dengan evaluasi kemajuan belajar. Peranan guru dalam penciptaan hubungan terbuka dengan siswa bertujuan menimbulkan perasaan bebas dalam belajar. menurut tugas dan kebutuhan pebelajar. 1990: 69-83. dan mampu lebih lama mengingat hal yang dipelajarinya dibandingkan dengan siswa yang mengikuti kelas konvensional. media. (v) (vi) memberikan balikan terhadap setiap pebelajar. Peranan guru sebagai berikut: (i) memberikan orientasi umum sehubungan dengan belajar topic tertentu.

melaksanakan tes diagnostik dan mendorong siswa mempelajari materi dengan lebih luas j.b. sehingga guru dapat merencanakan tugas lain misalnya buku kerja yang mencatat kemajuan belajar atau kesalahan-kesalahan yang dilakukan untuk semua siswa 11 . Program ini memberikan kesempatan kepada siswa yang lamban maupun yang cepat untuk menyelesaikan pelajaran dengan tingkat kemampuan masing-masing dalam kondisi belajar yang cocok c. Siswa berhubungan langsung dengan materi pelajaran yang sedang dipelajari g. Keunggulan pengajaran individual bagi guru a. Memungkinkan bagi siswa untuk maju menurut kecepatannya sendiri dengan mempelajari setiap bidang studi atau mata pelajaran f. Bentuk pengajaran non grade dimana setiap siswa dapat maju dalam suatu mata pelajaran atau bidang studi sejauh kemampuannya memungkinkan 2. Memungkinkan siswa untuk mempelajari dan memahami dengan lebih mendalam aspek-aspek mata pelajaran yang dipelajari. Kesempatan memperoleh respon dengan segera untuk menjawab pertanyaan dan segera pula memperoleh balikan. sehingga siswa merasa puas dengan hasil yang dicapainya h. Rasa percaya diri dan tanggung jawab pribadi yang dituntut dari siswa oleh program belajar mandiri mungkin dapat berlanjut sebagai kebiasaan dalam kegiatan pendidikan lain. tanggung jawab atas pekerjaan dan tingkah laku pribadi d. Program belajar mandiri dapat menyebabkan lebih banyak perhatian tercurah kepada siswa perseorangan dan memberikan kesempatan yang lebih luas untuk berlangsungnya interaksi antar siswa e. Membebaskan guru dari kegiatan mengajar rutin. Memungkinkan siswa untuk memahami materi pelajaran dengan lebih baik karena disusun secara sistematis dan terstruktur i.

Belajar secara individual membutuhkan disiplin belajar yang tinggi. monitoring. adanya persaingan antar siswa untuk mencapai tingkat prestasi yang optimal. teks pembelajaran terprogram. Keterbatasan Para siswa yang sudah terbiasa mengikuti pelajaran secara konvensional akan mengalami kesukaran apabila mereka diarahkan untuk belajar secara mandiri (individual).b. Menyusun bahan belajar memakan waktu berbulan-bulan dan memerlukan biaya yang besar (menulis buku pelajaran misalnya modul. mempunyai kemampuan yang kuat untuk belajar mencapai sukses. Memberikan kesempatan kepada guru untuk menyediakan tes diagnostik sebagai dasar untuk menentukan kedudukan siswa d. paket belajar. memiliki motivasi untuk berprestasi. Memang pendekatan utama ke arah belajar mandiri mungkin tidak efisien dari segi biaya dalam jangka pendek namun karena teknik dan beraneka ragam sumber yang digunakan berulang-ulang dengan kelompok 12 . menyusun soal tes dan sebagainya) serta membutuhkan tenaga ahli dari berbagai disiplin ilmu yang menunjang hasil produksi yang bermutu dan dapat dipertanggungjawabkan. Guru berperan sebagai pembimbing siswa di dalam usaha untuk menambah pengetahuan dari materi pelajaran yang diberikan g. Timbul rasa kepuasan kerja yang lebih tinggi 3. Memberikan kesempatan kepada guru agar menghasilkan sesuatu secara sistematis dan teliti walaupun program yang dihasilkan itu dimanfaatkan f. pembelian bahan ajar. Kegiatan dan tanggung jawab pengajar yang terlibat dalam program belajar mandiri berubah karena waktu untuk penyajian menjadi berkurang dan pengajar mempunyai waktu lebih banyak untuk memantau siswa dalam pertemuan kelompok dan untuk konsultasi perseorangan h. Guru akan lebih akurat mengenal kebutuhan pengajaran bagi setiap siswa c. Guru menyediakan waktu lebih banyak bagi siswa yang membutuhkan bantuan e.

Metode belajar mandiri sering menuntut kerjasama dan perencanaan tim yang rinci diantara staf pengajar yang terlibat dan koordinasi dengan layanan penunjang (sarana media perpustakaan). 2001) terdapat beberapa kelemahan belajar mandiri yang harus diketahui: a. Menurut Kemp (dalam Mbulu.selanjutnya. Mungkin kurang terjadi interaksi antara pengajar dengan siswa atau antara siswa dengan siswa apabila program belajar mandiri dipakai metode satu-satunya dalam mengajar. Oleh karena itu perlu direncanakan kegiatan kelompok kecil antara pengajar dan siswa secara berjangka. Program belajar mandiri tidak cocok untuk semua siswa atau semua pengajar c. b. Kebiasaan dan pola perilaku baru perlu dikembangkan sebelum dapat berhasil dalam belajar mandiri. d. Kurang disiplin diri dan kemalasan yang menyebabkan kelambatan penyelesaian program oleh beberapa siswa. biaya program dapat dikurangai secara nyata. 13 .

dan keterlibatan guru dalam evaluasi dimengerti siswa. sebab siswa belajar sesuai dengan programnya sendiri. juga cocok untuk program pembelajaran individual. prosedur dan cara kerja dimengerti oleh siswa. tampnk kurang efisien.Bidang studi yang dapat diprogramkan secara individual adalah pengajaran bahasa. maka tidak semua bidang studi cocok untuk diprogramkan secara individual. yang terkait dengan jumlah pebelajar.Bagi bidang studi musik. Hal ini disebabkan oleh: (i) (ii) (iii) umumnya siswa sudah dapat membaca dengan baik. Jumlah siswa sebesar empat puluh orang meminta perhatian besar pada guru.Dari segi kebutuhan pebelajar.BAB III KESIMPULAN Program pembelajaran individual merupakan usaha memperbaiki kelemahan pengajaran klasikal. Program pembelajaran individual dapat dilaksanakan secara efektif. bila mempertimbangkan hal-hal berikut: (i) (ii) (iii) (iv) (v) disesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuan siswa. dan IPS bagi bahan ajaran tertentu. siswa mudah memahami petunjuk atau perintah dengan baik. tujuan pembelajaran dibuat dan dimengerti oleh siswa. IPA. maka program pembelajaran individual cocok bagi siswa SLTP ke atas. siswa dapat bekerja mandiri dan bekerja sama dengan baik.Dari segi guru. Dari segi usia perkembangan pebelajar. dan. matematika. dan hal itu akan melelahkan guru. dan olah raga yang bersifat perorangan. Dari segi bidang studi. 14 . kesenian. kriteria keberhasilan dimengerti oleh siswa. program pembelajaran individual lebih efektif.